View Full Version : [INDONESIA] National Railways
sanhen
December 25th, 2004, 05:35 AM
Argh. The old Indonesian Railways thread got deleted.
So I make this new one.
SUARA PEMBARUAN DAILY
16 Gerbong KRDE untuk Jakarta-Bandung
Tol Dibangun, PT Kereta Api Tingkatkan Daya Saing JAKARTA - PT Kereta Api (PT KA) akan memesan 16 gerbong atau dua set Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) dari PT Industri Kereta Api (Inka) mulai awal 2005 mendatang. Rencananya dua set KRDE itu akan dioperasikan untuk rute Jakarta-Bandung.
"Ini merupakan salah satu upaya kami meningkatkan daya saing operasional mengantisipasi berkurangnya penumpang KA setelah beroperasinya jalan tol Cipularang yang menghubungkan Jakarta dan Bandung April tahun depan," ujar Direktur Utama PT KA, Omar Berto, kepada Pembaruan di Jakarta, Kamis (23/12).
Dijelaskan, hingga kini belum diputuskan bagaimana spesifikasi KRDE itu. Soalnya belum ada detail lengkap, berapa gerbong untuk kelas bisnis dan eksekutif dalam satu rangkaian itu. Sehingga Omar belum dapat menyebutkan berapa harga satu set KRDE yang dipesan PT KA itu. KRDE adalah moda tepat untuk melayani rute Jakarta-Bandung yang pergerakannya cepat. Kereta itu tidak perlu menunggu lama ketika tiba di Gambir ataupun di Stasiun Bandung karena tidak perlu memutar lokomotif.
Dijelaskan, dua set KRDE itu akan dikerjakan selama 18 bulan, sehingga pertengahan 2006 bisa dioperasikan. Rencananya, PT KA akan memesan 10 set KRDE ke Inka. Namun program itu nantinya diserahkan kepada direksi baru PT KA yang akan terbentuk.
Capai 72 Persen
Pembangunan empat jembatan besar di sepanjang jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) yang menghubungkan Jakarta dan Bandung hingga pekan ini sudah mencapai 72 persen. Dipastikan empat
jembatan besar itu akan selesai akhir Maret dan dapat digunakan pada April 2005 bersamaan dengan peringatan Konferensi Asia Afrika di Bandung.
"Untuk jembatan Cisomang, pekan depan sudah pasang balok jembatan
(penghubung antar tiang) setelah itu akan dipasang lantai jembatan. Sedangkan Cipada dan Ciujung pemasangan balok sudah dilakukan," ujar
Kasub Div Rencana Teknik JB Eddy Bambang kepada Pembaruan, Kamis (23/12).
Dijelaskan, dalam proyek jalan tol Cipularang tahap II sepanjang 41,3 kilometer, terdapat pembangunan empat jembatan besar yakni jembatan Ciujung sepanjang 470 meter, Cisomang (260 m), Cikubang (520 m), dan Cipada (650 m). Proyek Cipularang tahap II itu senilai Rp 1,47 triliun.
Khusus jembatan Ciujung nilai kontrak sebesar Rp 332,2 miliar yang dikerjakan kontraktor PT Waskita Karya Jasa (JO), kemudian jembatan Cisomang senilai Rp 75,8 miliar oleh kontraktor PT L&M System Indonesia, jembatan Cikubang senilai Rp 140,4 miliar dengan kontraktor PT Propelat, dan jembatan Cipada senilai Rp 236,3 miliar yang dikerjakan kontraktor PT Hutama karya.
Eddy menjelaskan, hingga saat ini proyek jalan tol Cipularang berjalan sesuai rencana. "Beberapa kendala seperti keluhan warga soal pembebasan lahan dan juga permasalahan soal lumpur masuk ke sawah sebagian sudah diatasi dan sebagian lagi dalam proses," ujar dia.
sanhen
December 25th, 2004, 05:36 AM
OMG. I make this thread in the wrong sub-forum....
anduz
January 5th, 2005, 02:00 PM
ini pak sanhen yang ada di milis KA bukan?
sanhen
January 6th, 2005, 08:24 AM
ini pak Anduz yg di jembatan cikubang kah?
hehehehe
anduz
January 7th, 2005, 08:17 AM
ini pak Anduz yg di jembatan cikubang kah?
hehehehe
yoi sekali...wah ternyata kita ketemu lagi di forum ini..:D :drunk:
sanhen
January 7th, 2005, 08:38 AM
hehehe
koq bisa tau forum ini? tau dari mana?
saya mah lebih aktif disini daripada di milis keretapi
ngga cuman nongkrong aja hehehe
anduz
January 7th, 2005, 01:29 PM
wah koq jadi chat forum berdua..:d heheh, dari search engine.....
Alvin
January 19th, 2005, 05:28 AM
French firm plans to develop railroads in Aceh, Surabaya
Rendi A. Witular, The Jakarta Post, Jakarta
As the government has been concentrating on further developing the rail network on Java, French rail company SNCF International plans to restore the network connecting Banda Aceh and Medan, as well to explore a possibility of a commuter line in Surabaya.
As a token of its seriousness, SNCF chairman and chief executive officer Jean-Pierre Loubinoux signed a memorandum of understanding with Minister of Transportation Hatta Radjasa on Tuesday to conduct a technical and feasibility study for the projects.
The study will be funded by the French government in the form of grants worth about 1 million euros for each project.
"We are eager to open up a railway business in Indonesia. After the completion of the study, we will invite other investors to become partners with us on the project," Loubinoux told a press briefing on Tuesday at the two-day Infrastructure Summit.
On the Aceh rail project, he added, the company would focus on restoring the 400-kilometer network stretching from Banda Aceh to Medan. The railroad itself, built by the Dutch colonial administration, actually survived the Dec. 26 quake and tsunami, that killed over 100,000 people in Aceh and devastated most of infrastructure.
In 1999, president B.J. Habibie kicked off a Rp 3.5 trillion (about US$377 million) railway project connecting Banda Aceh and Langsa in southeastern Aceh with Asian Development Bank assistance in conducting a feasibility study for the project.
The technical and feasibility studies for the Aceh railway project are expected to be completed within six months while for the Surabaya project is to be completed by the end of this year due to the complexity of the areas.
SNCF was established 50 years ago from a merger between several French state rail companies with a number of private firms.
The company has been involved in a number of projects in Asia, including Taiwan and South Korea.
SNCF refused to disclose the amount of the projects but an official with the transportation ministry revealed that the investment could be around $1 billion.
Data from the ministry says there are currently 7,833 kilometers of rail networks available in the country but only some 4,411 kilometers are operational. Over 3,100 kilometers are in Java and over 1,200 kilometers are in Sumatra.
Coordinating Minister for the Economy Aburizal Bakrie said the policy of expanding the railway network in Sumatra was to serve all provinces and other potential regions by improving the existing infrastructure system and setting up new networks.
The government is currently drafting a bill on railroads, which will further enhance the role of local administrations and the private sectors to help develop the facilities.
At present, PT Kereta Api Indonesia (KAI) has a monopoly to regulate and operate the nation's rail networks, but has come under criticism for financial difficulties faced by the company due to corruption.
Due to the lack of funds, the company has only been able to grow by an average of 2.55 percent per year in terms of providing new facilities and expanding the network.
Fir3blaze
February 10th, 2005, 08:14 PM
Here's some pics on the Surabaya Sidoarjo commuter train. Taken from suarasurabaya.net
Boarding time
http://img212.exs.cx/img212/1953/potret670clip23vi.jpg
Ngagel Shelter under construction
http://img212.exs.cx/img212/3673/potret1059clip21bk.jpg
Happy faces :D
http://img212.exs.cx/img212/7065/potretd1126clip21nz.jpg
tata
February 17th, 2005, 07:56 PM
KA Jabotabek Akan Libatkan Swasta
Jakarta, Kompas - Mulai April 2005, PT KA Divisi Jabotabek akan dipisahkan dari induknya dan menjadi anak perusahaan PT KA. Selain ada perubahan nama (sementara) menjadi PT KA Jabotabek, struktur kelembagaan perusahaan baru itu juga akan dirombak. Bahkan, dalam pengoperasian kereta api, PT KA Jabotabek nantinya akan melibatkan sektor swasta.
Demikian dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Iskandar Abubakar, Rabu (16/2), dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat yang membahas masalah transportasi, kemacetan, dan banjir di Jakarta. Acara dipimpin Ketua Komisi V M Sofhian Mile yang didampingi Wakil Ketua Sumaryoto dan Erman Suparno.
Secara terpisah, Direktur Perkeretaapian Departemen Perhubungan Harris Fabillah menambahkan, pihaknya sudah menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan perusahaan dari Korea Selatan untuk pengoperasian kereta di Jabotabek.
"Kami juga akan bekerja sama mengenai masalah sarana, terutama stasiun KA yang sekarang masih sangat terbuka. Jika ada investor, stasiun nantinya akan dibuat tertutup," tuturnya. Harris enggan menyebutkan berapa nilai investasi yang akan ditanamkan oleh perusahaan asing tersebut.
Di Istana Wakil Presiden, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menyatakan perusahaan dari Korea Selatan itu adalah Sam An. Adapun nilai investasi untuk membangun KA komuter itu sebesar Rp 2 triliun atau sekitar 200 juta dollar AS.
Selain di Jakarta, sistem kereta komuter itu juga akan dikembangkan di Surabaya.
Menurut Harris, setelah menjadi anak perusahaan, secara bertahap PT KA Jabotabek akan menjadi mandiri dan benar-benar terpisah dari induknya. Jadi, akhir tahun 2005 ini PT KA Jabotabek tetap harus melaporkan pendapatannya kepada PT KA yang berpusat di Bandung.
Kepala PT KA Divisi Jabotabek Rachmadi menyambut baik perubahan tersebut. "Dengan menjadi anak perusahaan, KA Jabotabek akan lebih fleksibel dalam hal usaha. Misalnya untuk menentukan tarif, KA Jabotabek tidak perlu terlalu lama berdiskusi dengan pusat. Dalam pengeluaran biaya, tidak lagi akan birokratis seperti sekarang," tuturnya.
Rachmadi menilai rencana kerja sama dengan perusahaan Korea itu bukan berarti akan mengganti karyawan PT KA yang sudah ada. Selain itu, lanjut Rachmadi, PT KA Jabotabek nantinya akan lebih mudah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI sehingga kereta api bisa terintegrasi dengan angkutan lain, seperti busway, monorel, dan subway.
Direktur Eksekutif Indonesia Railway Watch (IRW) Taufik Hidayat mengatakan, pemisahan KA Jabotabek dari induknya sudah lama dinantikan masyarakat yang mengharapkan pelayanan lebih baik. Namun, kata Taufik, spin off tidak akan berarti banyak jika tidak didukung indikator kinerja. "Ada tiga indikator untuk menilai, yaitu ketepatan waktu kereta, pertumbuhan penumpang, serta kepuasan konsumen," ujarnya menjelaskan.
Ketepatan waktu akan mencerminkan keandalan sarana dan prasarana, sedangkan pertumbuhan penumpang bisa menunjukkan pelayanan yang membaik. Perihal kepuasan penumpang, PT KA Jabotabek bisa bekerja sama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia yang akan menyurvei penumpang. Dengan begitu, penumpang juga terlibat.
"Indikator itu nantinya akan berhubungan dengan nilai public service obligation (PSO) yang akan diberikan pemerintah untuk ’menyuntik’ dana. Berapa banyak dana yang harus diberikan, apakah meningkat atau tetap," ujar Taufik.
Selama ini, penumpang KA Jabotabek memang paling tinggi, 67 persen dari total penumpang KA. Meski demikian, penghasilannya tetap kecil. Lain dengan KA jarak jauh yang 70 persen penumpangnya kelas eksekutif.
Pengembangan
Iskandar menambahkan, pihaknya masih terus mengembangkan KA Jabotabek. Depo kereta rel listrik Depok yang pembangunannya dimulai Agustus 2004 direncanakan selesai Agustus 2007 dengan biaya lebih dari Rp 397 miliar. Untuk double double track Manggarai- Bekasi, pembebasan lahan mencapai 79,1 persen dan konstruksi dimulai tahun 2006.
Mengenai pembangunan perpanjangan jalur KA dari Stasiun Pasoso (Priok)-dermaga peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok, pembebasan lahan dan konstruksi dikerjakan tahun ini dan selesai akhir 2006 dengan biaya Rp 80 miliar. (ivv/har)
sanhen
February 18th, 2005, 08:13 AM
At LAST!!!
Just about time they implement this................
I hope they not can put more attention to JAbotabek crossings by building more underpass and overpass on railway crossings. FYI, your car can get trapped up to 45 minutes in some railway crossings in Jakarta!!!
tata
February 18th, 2005, 11:18 AM
Made in Indonesia: KRL-I Commuter Train
http://img225.exs.cx/img225/7316/utamaa1kj.jpg
http://img225.exs.cx/img225/7523/krlbintaro3kg.jpg
http://img225.exs.cx/img225/797/krli4en.jpg
http://img225.exs.cx/img225/7277/krlisud2ki.gif
http://img225.exs.cx/img225/8226/krlbintaro30sz.jpg
Interior
http://img225.exs.cx/img225/9283/krlbintaro51qd.jpg
http://img225.exs.cx/img225/9811/krliint7ii.jpg
http://img225.exs.cx/img225/3782/krlbintaro27ql.jpg
http://img225.exs.cx/img225/9059/krlbintaro47iz.jpg
http://img225.exs.cx/img225/682/krlbintaro68rq.jpg
sanhen
February 18th, 2005, 01:15 PM
Too bad we have only one/two sets...
Fir3blaze
February 18th, 2005, 02:25 PM
Yay! more pics, thanks tata. yeah, we ought to promote local technology more, especially since the train looks reasonably good and functional. I do think that the overhead baggage holder is somewhat unnecessary, as no one actually puts anything on top.
One think i fear from foreign investors coming into the commuter train business is that they will discontinue effort to develop train technology locally.
sanhen
February 18th, 2005, 03:56 PM
Agreee..
that overhead luggage is useless......
David-80
February 18th, 2005, 06:38 PM
I think foreign investor is better off to just buy PT INKA and try market it overseas rather.
Anyway, Inka just posted a consecutive net loss last year, I feel sorry for them.
cheers
Fir3blaze
February 19th, 2005, 08:22 AM
Well, I have no problem if INKA is sold to foreign investors. What i hope to see is that the company continue to develop rail transport technology. Looking ahead, it would be impossible for Indonesian roads to handle all inter and intra city traffics due to the high density of our population, and I hope that we can master the technology of efficient rail-based transport.
The problem with INKA is that it lacks government support. KAI bought some trainset, but they never pay up for it. And the govt did not encourage KAI to buy more trains from INKA, instead they opted for second hand trains from abroad.
sanhen
February 19th, 2005, 08:48 AM
The last time I heard about INKA future was about merger. I am not sure with what company, but the plan was like that.
INKA, despite lack of funding and goverment support, is a very hi-tech company. Due some technology transfer from foreign companies.
AFAIK, unlike PT Dirgantara, INKA still healthier. They export many parcel rolling stock to other countries etc.
For me, I dont want to see INKA being sold to foreign investor. Not now at least. The future of railway in Sumatera and Kalimantan is bright. For Java is hard. Railway is good for err.. "perintis" dunno how to say in english hehehe. Java is developed already, Java need MRT, not those long haul train.
PT KAI did not buy more train set from INKA coz can not NGUTANG hehehe.
sanhen
March 4th, 2005, 12:51 PM
I have in my hand, the draft for new National Railways regulations that submitted to the house of representative. Its 160KB long in word format. If anyone interested PM me your email so I can email it to you.
David-80
March 4th, 2005, 01:59 PM
Sanhen, can you give us whats the main point in that regulation?
cheers
sanhen
March 5th, 2005, 12:37 AM
I have just read a bit.. its 40 pages long hehehe
But seem now the railways regulations is relaxed a lot.
Firstly, all railways still owned by the central government. But province and city government can also managed the railways now. Either under private or non-private operator.
sanhen
May 6th, 2005, 11:56 PM
Already under test at Argo Bromo(s) rolling stock.
Pemasangan Internet di Kereta Api Ditargetkan Selesai pada Akhir 2005
BANDUNG--MIOL: Pemasangan fasilitas internet dan telepon di kereta api ditargetkan dapat terealisasi pada akhir 2005 mendatang.
Hal itu bisa terealisasi setelah PT Telkom dengan PT Kereta Api (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemasangan internet dan telepon itu, kata Kahumas PT Telkom Mundarwiyarso, usai diskusi tentang satelit yang diselenggarakan Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb), Sabtu di Bandung.
Mundarwiyarso menyebutkan, pemasangan fasilitas internet dan telepon di atas KA itu masih dalam proses pengkajian secara komprehensif agar nantinya dapat melayani para pelanggan KA.
Ia mengatakan, pemasangan telepon sendiri tidak menutup kemungkinan dengan menggunakan fasilitas Sistem Code Division Multiple Access (CDMA) atau menggunakan telepon Flexi.
"Selain itu, proses pengkajian secara komprehensif tersebut dari segi kenyamanannya," katanya.
Pasalnya, menurut dia, segi kenyamanan tersebut sangat penting terutama bagi para pengguna layanan internet dan telepon di atas KA tersebut, apakah ketika melakukan komunikasinya terasa nyaman atau tidak seperti terganggu kebisingan suara roda KA. (Ant/O-5)
David-80
May 7th, 2005, 02:08 PM
Ia mengatakan, pemasangan telepon sendiri tidak menutup kemungkinan dengan menggunakan fasilitas Sistem Code Division Multiple Access (CDMA) atau menggunakan telepon Flexi.
Yucks. I dont believe that system will ever works on the train since its not even working properly in most major cities.
Btw, CDMA is only working if the phone is still at the destinated area right? when you passed the coverage area, the phone wont working. At least thats the reason why i sold my CDMA flexi.
cheers
sanhen
May 7th, 2005, 03:40 PM
The system seem to be working fine. Few customer that test it does not complain about the connection. Instead they complain there are not enough arm rest while typing.
macgyver
May 8th, 2005, 02:13 AM
Already under test at Argo Bromo(s) rolling stock.
Pemasangan Internet di Kereta Api Ditargetkan Selesai pada Akhir 2005
BANDUNG--MIOL: Pemasangan fasilitas internet dan telepon di kereta api ditargetkan dapat terealisasi pada akhir 2005 mendatang.
Hal itu bisa terealisasi setelah PT Telkom dengan PT Kereta Api (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemasangan internet dan telepon itu, kata Kahumas PT Telkom Mundarwiyarso, usai diskusi tentang satelit yang diselenggarakan Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb), Sabtu di Bandung.
Mundarwiyarso menyebutkan, pemasangan fasilitas internet dan telepon di atas KA itu masih dalam proses pengkajian secara komprehensif agar nantinya dapat melayani para pelanggan KA.
Ia mengatakan, pemasangan telepon sendiri tidak menutup kemungkinan dengan menggunakan fasilitas Sistem Code Division Multiple Access (CDMA) atau menggunakan telepon Flexi.
"Selain itu, proses pengkajian secara komprehensif tersebut dari segi kenyamanannya," katanya.
Pasalnya, menurut dia, segi kenyamanan tersebut sangat penting terutama bagi para pengguna layanan internet dan telepon di atas KA tersebut, apakah ketika melakukan komunikasinya terasa nyaman atau tidak seperti terganggu kebisingan suara roda KA. (Ant/O-5)
Well sorry to say ....
I don't think It will work ....
The Telephone using FLexi/CDMA .... THis will work as long as all the route from jkt to bdg has already covered by CDMA-Network-CELL ....
Gak usah jauh2 .... XL juga bisa gitu mah ... jkt - sby .... pake aja GSM/GPRS
Kalo internet nya mau pake CDMA ... ( disitu ditulis nya broadband ... ) ... ha ha ha ..... even it is slower that dial up ... :bash:
Kalo mau internet di kereta ... harus bikin WIFI/WLAN/WMAX type of Network sepanjang jalan kereta jkt Bandung ........
dan itu memungkinkan ...................walaupun investasi vs return nya kalo diitung sekarang sih ..... gak akan MASUK ....
http://www.itweek.co.uk/news/1161308
http://www.itweek.co.uk/news/1161308
http://davesipaq.com/news/004750/iPAQ_Siemens_Wi-Fi%20broadband%20internet_high-speed%20train
David-80
May 8th, 2005, 01:10 PM
sanhen, its working fine because it was tested in Jakarta.
I sure you, it wont work, macgyver is right, its only working in some area where CDMA network exists.
These are not the telco system suitable for transportation, instead PT kereta api should find the same technology that been used for a decade now by most airlines in United states of america. its called Air-phone or use something like macgyver said, WLAN and WMAX network.
cheers
tata
May 26th, 2005, 10:53 PM
ADS ON THE MOVE: Commuters at Dukuh Atas train station, Central Jakarta, look at the brightly colored Pakuan electric train decorated as a mobile billboard. The usually shabby, gray train connecting Kota Station-Bogor was spruced up and started service on Wednesday. (JP/Arief Suhardiman)
http://img128.echo.cx/img128/3521/afs050525901p82va.jpg
tata
June 3rd, 2005, 07:49 PM
Saman siapkan US$270 juta ke KA Jabotabek
JAKARTA (Bisnis): Saman Engineering Consultant (SEC), investor asal Korsel berencana menginvestasikan dananya sebesar US$270 juta untuk pengembangan kereta api rute lingkar Jabotabek (Jabotabek Circular Line).
Dirjen Perhubungan Darat, Dephub, Iskandar Abubakar, mengatakan investasi berpola build, operate, and transfer (BOT) selama 20 tahun tersebut direncanakan bisa beroperasi pada 2008.
"Sesuai time table yang dibuat Saman Engineering Consultant sendiri pembangunan konstruksinya bisa dimulai semester kedua ta-hun depan," katanya seusai memimpin pertemuan dengan PT KA, Bapeda DKI dan SEC kemarin.
Menurut dia, rencana investasi itu akan meningkatkan kapasitas angkut yang saat ini masih di bawah 4.000 per jam sekaligus bisa memecahkan persoalan angkutan massal di Jakarta.
Berdasarkan optimalisasi aset dan operasi KA Jabotabek, unngkapnya, proyek Jabotabek Circular Line bisa meningkatkan kapasitas angkut KA di rute tersebut menjadi di atas 17.000 per jam.
Iskandar juga menyatakan proyek investasi Jabotabek Circular Line merupakan bentuk partisipasi swasta dalam pengembangan KA sesuai masterplan KA Jabotabek.
Dia mengungkapkan SEC telah memutuskan bisa menginvestasikan dananya di rute circular line yang berjarak tempuh 29,738 km.
Menurut Iskandar, rute circular line yang akan dikembangkan itu tetap memasukkan Stasiun Manggarai sebagai salah satu stasiun utama yang akan dikembangkan dengan pola operasi searah dan berlawanan arah jarum jam.
Dia menguraikan proyek Jabotabek Circular Line akan berpusat di Stasiun Manggarai melalui, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Duri, Stasiun KP. Bandan, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Jatinegara dan kembali ke Manggarai. "Ini salah satu lintasan yang pantas dikembangkan."
Iskandar mengungkapkan SEC akan mendatangkan 300-an gerbong KA setengah pakai dari Korsel untuk mengoptimalkan lintasan di rute itu.
Tapi, paparnya, rencana investasi itu belum bisa disepakati Dephub tanpa ada keputusan integral melibatkan Meneg BUMN dan Gubernur DKI.
Dia mengungkapkan untuk menghidupkan kembali Stasiun Jabotabek, PT KA Jabotabek menyarankan agar investor Korsel itu menunda usulan pembangunan short-cut untuk mendukung circular line service yang juga direncanakan SEC.
Stasiun perpindahan
Untuk itu, tambahnya, PT KA Divisi Jabotabek merencanakan menghidupkan Stasiun Tanah Abang, Manggarai, Jatinegara, Kampung Bandan dan Duri sebagai stasiun perpindahan dari sistem commuter line ke circular line.
Direktur Teknik PT Kereta Api Syahrizal Siregar menyatakan investasi dari SEC memang sangat menguntungkan tapi harus dikaji ulang secara teknis sebelum disepakati memakai gerbong Korsel.
"Di Indonesia gerbong KA setengah pakai yang tepat dari Jepang karena ukurannya sama," katanya kepada Bisnis.
Secara teknis, menurut dia, perbedaan ukuran kereta (gauge) dan clearance limit kereta antara Indonesia dan Korsel harus dipikirkan secara cermat agar kereta impor itu bisa dioperasikan.
Untuk itu, Dephub seharusnya mempertimbangkan kemungkinan investasi asing lain yang berminat masuk ke rute circular line. "Namun itu terserah di PT KA Divisi Jabotabek juga." (m01)
tata
June 9th, 2005, 08:35 PM
Double track Serpong-Tanah Abang to be constructed in 2006
Rel Ganda Serpong-Tanah Abang Segera Dibangun
Jum'at, 10 Juni 2005 | 01:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah akan membangun jalur rel kereta ganda untuk jalur Serpong-Tanah Abang. "Pembangunannya akan dimulai tahun depan (2006)," kata Kepala Kepala Divisi Angkutan Perkotaan Jabodetabek PT KAI Rachmadi di Jakarta, Kamis (9/6) siang.
Menurut Rachmadi, dana pembangunan bersumber dari pinjaman Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Besarnya diperkirakan mencapai Rp 5,75 triliun.
Rachmadi menguraikan panjang rel yang akan dibangun itu mencapai 23 kilometer. Sedangkan pembangunan 1 kilometer rel, termasuk pembebasan lahan, diperkirakan akan memakan biaya Rp 250 miliar.
Rachmadi mengatakan pembangunan rel ganda ini untuk memenuhi permintaan dan usulan dari masyarakat. Sampai saat ini jumlah penumpang untuk rute tersebut mencapai sekitar 1.000 orang perhari, yang diangkut dua kereta.
"Jumlah kereta itu tentu tidak sebanding dengan penggunanya yang kian hari kian membludak," katanya.
Sebelumnya, Dirjen Hubungan Darat Departemen Perhubungan Haris Fadillah mengatakan, target pemerintah adalah menaikkan peran KRL Jabodetabek yang hanya 2,5 persen menjadi 20 persen dari seluruh moda transportasi pada 2007.
Rachmadi mengakui untuk menaikkan porsi KRL menjadi 20 persen dari total angkutan umum yang ada bukan hal mudah. PT KAI saat ini memiliki 352 gerbong KRL, namun 120 di antaranya hanya 'tidur'. Artinya, yang aktif hanya 232 gerbong.
Ini tentu tidak sebanding dengan 500.000 lebih penumpang yang setiap hari memadati 60 stasiun di Jabodetabek. Untuk mencapai target 2007, dibutuhkan paling tidak 400 gerbong kereta sehingga jeda waktu kedatangan kereta tidak lama. Amal Ihsan
Alvin
June 16th, 2005, 01:37 AM
German Investors to Sink US$44 MLN in Jakarta Railway Project
JAKARTA, June 14 Asia Pulse - German investors will invest 36 million euros (US$44.4 million) to develop a division of the state-owned railway company PT Kereta API (API) in the greater Jakarta area (Jaborabek), an official said.
Harris Fadillah, a senior official of the land transport directorate general, said the fund will be used for the procurement of 10 sets or 40 electric train cars
The German investor plan to provide 10 sets of cars and each set will cost around 3.6 million euros, Harris said.
He said the government asked the German investors not to import the cars but should be procured from state-owned PT Industri Kereta Api (INKA) .
Meanwhile, Transport Minister M. Hatta Rajasa urged Korea's Saman Engineering Consultant to involve PT INKA in the procurement of 300 railway cars for use in Jabotabek circular line for which Sama plans to spend US$270 million.
(ANTARA) ADVERTISEMENT
sanhen
June 19th, 2005, 02:02 AM
Sources said in 2007 PT INKA will start building new locomotive under GE supervision. Apparently the closure of GE LOKINDO does not stop INKA to build locos. With price of around Rp. 1 billion for each locos this is a good news. Hopefully those new locos will not follow GE locomotive 'style' but 'curved' like those european locos.
Fir3blaze
June 19th, 2005, 03:03 AM
Good news! I was quite worried about INKA, they seem to be in a need for cash. I do belief however that they are actually quite promising if managed properly and most importantly if the government lends support for our own technology. The KRLI is a fine example, good usable technology but not supported by the govt (thru KAI).
David-80
June 19th, 2005, 10:14 AM
Yeah its good news. Sanhen do you think why INKA has failed to sell their product to the local market is because their price is expensive compare to the ex european/japanese trains that being used now?
cheers
sanhen
June 19th, 2005, 03:17 PM
Thats because easier to finance if you buy from outside. If PT KAI buy locos and rolling stock from Germany and Japan, their goverment will loan the money or give some support for financing. INKA does not receive those kind of treatment from Indo goverment. AFAIK, PT KAI always prefer to buy INKA product.
In term of technology, INKA is very advanced. GE trust INKA to build loco for them is a proof.
Another news, just updated, GE does not allow INKA to contribute any design for the new locomotive. INKA will act as builder only. Sad though.. But GE quality control is very strict they said. Putting new untested design means new risk.
I will post the new loco design pics once it become available.
Fir3blaze
June 19th, 2005, 05:11 PM
The new GE locos, are they made for use in Indonesian markets only or will they be marketed by GE worldwide?
David-80
June 19th, 2005, 06:48 PM
Ic, Thanks for explaining sanhen, I wonder if PT INKA will also build the highspeed train connecting java and sumatra. I read on newspaper that Lampung - Jakarta bridge will actually get build this few years from now.
cheers
tata
June 19th, 2005, 07:56 PM
As reported in BISNIS.COM, here's the summary in English:
- Government will build 4 new train stations in attempt to build Jabotabek Circular Line (my note: in collaboration with South Korean investor)
- Construction start 2nd half this year
- Places undisclosed to avoid land speculators
- This project is to optimize Jabotabek Railway asset and to improve its capacity to serve more than 17.000 passenger per hour
Pemerintah akan tambah 4 stasiun KA baru
oleh : Hendra Wibawa
Jumat, 17/06/2005 15:24 WIB
JAKARTA (Bisnis): Pemerintah merencanakan menambah empat stasiun baru kereta api di rute lingkar Jabotabek (Jabotabek Circular Line) untuk mendukung sistem operasional KA di wilayah Jabotabek.
Dirjen Perhubungan Darat, Dephub, Iskandar Abubakar, mengatakan penambahan tersebut direncanakan akan mulai dibangun semester II tahun 2006. "Saat ini rencana itu masih dalam tahap penelitian lanjutan," katanya kepada wartawan di Dephub hari ini.
Menurut dia, rencana penambahan tersebut berdasarkan optimalisasi aset dan operasi KA Jabotabek sekaligus untuk mendukung pencapaian peningkatan kapasitas angkut KA di rute itu menjadi di atas 17.000 penumpang per jam.
Iskandar mengungkapkan tidak bisa menyebutkan lokasinya karena dikhawatirkan meninngkatkan harga tanah di lokasi tersebut menyusul kemungkinan adanya pembebasan tanah. "Meski pembebasan tanahnya tidak banyak tapi ini belum bisa saya sampaikan."
sanhen
June 20th, 2005, 03:06 AM
I think the new locomotive is for Indonesian market. Indonesia so far have only exported 1 locomotive to Phillipines, and many non locomotive rolling stock to Malaysia, Thailand and if I am not mistaken, China.
High speed train is not really feasible for Indonesian landscape. I there is ever a highspeed between Java and Sumatra, it should be along the nusantara bridge only.
Yeah, hopefully INKA will build the rollingstock for the bridge too ;)
sanhen
June 20th, 2005, 05:33 AM
Update:
New loco will be CC204 AC/DC type with some new design. CC204 as seen as http://www.trainweb.org/sepurinter/Websitephotos/Specs/cc204.html
Total 2 new locomotives and delivery time June 2006 (not 2007) for Mangarai Depot or Jogjakarta Depot.
GE: Design, Engine, Traction Motor, Control, I Beam, Testing
Barata: Bogie Frame
INKA: Carbody, Underframe, Testing and Development at INKA eks GE Lokindo building Madiun, East Java.
This two loco will be the first two out of 50 that Indonesia currently needs. No money. So 2 first lah...
And hopefully this new loco design will include toilets for the drivers. Poor fellow, they have to use Aqua bottle.
sanhen
June 20th, 2005, 05:36 PM
Oh crap. They will buy locos from China.
Hopefully with technology transfer though.
Alvin
June 24th, 2005, 09:36 AM
INTERVIEW:Korea Sam-An May Sign Indonesia Train Deal Jul
Friday June 24, 2005, 3:34 pm
INTERVIEW:Korea Sam-An May Sign Indonesia Train Deal Jul
SEOUL (Dow Jones)--South Korea's Sam-An Corp. expects to sign an agreement with the Indonesian government next month to provide consulting services and help modernize Jakarta's train system, a project that could be valued at up to $300 million, the company's top executive said.
Under the plan, Sam-An will design and organize a plan to improve the train system in and around the city of Jakarta, the engineering consulting firm's President Lim Jong-Ah told Dow Jones Newswires in a recent interview.
The Indonesian government plans to finalize the upgrade of the train system by 2008. The project will include improvement and construction of railways and station facilities.
Sam-An was first asked by the city of Jakarta to conduct studies on the upgrade in 2003 and the Indonesian government indicated in a letter earlier this year its intention to allow the South Korean company to go ahead with the project.
"As Indonesian government officials are pushing hard to materialize this project, we expect to sign a memorandum of understanding with the transportation ministry in July and a final agreement is expected to be reached by the end of 2005," said Lim.
Sam-An will serve as the construction manager and coordinate all processes including financing, he said.
Sam-An plans to improve the traffic system of the crowded city by rearranging Jakarta's existing railway connection.
"The renovation will only cost 1/13 of the amount estimated for constructing a new line. We expect this project will also lead to the development of neighborhoods surrounding the renovated stations," said Lim.
To meet increasing traffic demand, Indonesia may consider importing South Korea's used trains, he added.
The Indonesian government and Sam-An haven't yet determined how they will arrange financing for the project, but Lim said his company plans to arrange project financing from international investors, including South Korean investors.
"The Indonesia train deal will become a milestone for Sam-An as it will be our first overseas consulting project. Using our expertise in the infrastructure business in South Korea, we will tap into other developing countries like China, Cambodia and Vietnam," Lim said.
Sam-An, formerly known as Sam-An Engineering Consultants, specializes in design and planning of hydropower and dam facilities, port development, transportation and traffic systems. It has about 1,000 employees and in 2004, posted a net profit of KRW7.5 billion on revenue of KRW141.4 billion.
The unlisted company has participated in construction planning projects for South Korea's subway lines and railroads including the country's high-speed railway.
-By Seon-Jin Cha, Dow Jones Newswires; 822-732-2165; seon-jin.cha@dowjones.com
sanhen
June 24th, 2005, 11:04 AM
Whoever person or company that can fix Indonesia current state railways condition and bring it to world standard can be considered as a kick ass super duper genius.
:)
Alvin
July 18th, 2005, 03:02 AM
Halaman Depan
Sam-An segera teken MoU kereta Jabotabek
JAKARTA (Bisnis): Dephub memastikan memorandum of understanding (MoU) antara PT KA dengan Sam-An Engineering Consultant untuk pengembangan kereta api rute lingkar Jabotabek segera diteken bulan ini.
Dirjen Perhubungan Darat DephubIskandar Abubakar mengatakan MoU kesepakatan awal kerja sama sudah dirampungkan Direktur Perkeretaapian, Ditjen Perhubungan Darat. "MoU sudah disapkan karena mereka serius, sehingga bulan ini bisa ditandatangani," katanya menjawab Bisnis pekan lalu.
Investor asal Korea Selatan tersebut telah menyiapkan investasi US$270 juta untuk mengembangkan kereta api rute lingkar Jabotabek (Jabotabek Circular Line) yang konstruksinya akan dimulai semester II tahun depan.
Penandatangan MoU yang akan disaksikan Menhub M. Hatta Rajasa itu diprioritaskan guna merealisasikan pengembangan KA Jabotabek sesuai rencana induk perkerataapian. Namun, MoU itu baru kesepakatan awal, sehingga masih harus menunggu beberapa proses lagi.
Direktur Perkeretaapian Dephub Harris Fabillah menjelaskan MoU itu akan berpola repetition operate, and transfer (ROT) selama belasan tahun, yang akan dikembalikan kepada pemerintah dalam kondisi tertentu. "Infrastruktur, rel dan tanah telah ada, Sam-An tinggal merehabilitasi dan mengoperasikan."
Dia menambahkan Jabotabek Circular Line merupakan upaya memodernisasi sistem perkeretaapian di Indonesia dengan meningkatkan standar pelayanan, sistem ticketing (vending) dan kapasitasnya.
Dengan sistem itu, stasiun juga harus tertutup karena itu syarat mutlak mencegah penumpang tidak membayar yang diperkirakan lebih dari 40%.
Iskandar menambahkan pengembangan Jabotabek Circular Line yang berjarak tempuh 29,738 km itu tidak harus menunggu proses pemisahaan usaha Divisi Jabotabek dari PT KA. "MoU itu tidak mesti menunggu proses spin off."
Paralel
Menhub M. Hatta Rajasa juga menginstruksikan berbagai persiapan proyek itu harus berjalan paralel dengan perubahan UU Perkeretaapian.
"Jadi, begitu UU itu tuntas dan disahkan, proyek itu juga sudah berjalan sesuai rencana perubahan," ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.
Dia juga mengungkapkan Sam-An direncanakan menambah empat sampai enam stasiun baru di rute itu yang telah memiliki sekitar belasan stasiun. Sam-An juga akan mendatangkan 300-an gerbong KA setengah pakai dari Korsel untuk mengoptimalkan lintasan di rute itu.
Rencana investasi Sam-An itu akan meningkatkan kapasitas angkut dari sekitar 4.000 per jam menjadi 17.000 per jam, sekaligus memecahkan persoalan angkutan massal di Jakarta. (m01/ins)
Alvin
July 21st, 2005, 08:31 AM
Govt to sign railway deal with Sam-An
Rendi A. Witular, The Jakarta Post, Jakarta
The government will sign a US$270 million investment deal with South Korean engineering company Sam-An Corp. next month to help modernize the railway system in Greater Jakarta.
Minister for Transportation Hatta Radjasa said before meeting with President Susilo Bambang Yudhoyono on Wednesday that Sam-An would reorganize and manage the railway system around and leading into the capital for more than 15 years.
"The ministry has issued a license for Sam-An to reorganize and manage the railway. We expect the company to materialize their investment next month," he said, adding that the revitalization work would be completed by 2008.
The company will provide about 300 new train cars, dozens of new train stations as well as a ticketing system that will minimize the number of passengers riding trains without purchasing a ticket.
It is estimated that half of the approximately 450,000 passengers who use the railway system in Greater Jakarta each day do not purchase tickets due to a lack of enforcement by officials from ailing state railway operator PT KAI.
Hatta said Sam-An would take over the operation of the Greater Jakarta railway system from KAI under a kind of build-and-transfer mechanism.
Dow Jones reported late last month that Sam-An was first asked by the Jakarta administration to conduct studies on upgrading the railway system in 2003, and the government indicated its intention to allow the South Korean company to go ahead with the project.
Sam-An specializes in the design and construction of hydropower dam facilities, seaports and transportation and traffic systems. The company has participated in constructing South Korea's subway system and railroads, including a high-speed railway.
Regarding a plan to spin off KAI's Greater Jakarta unit, Hatta said his ministry and the Office of the State Minister for State Enterprises were currently working on the plan and expected it to be finished next month.
"Aside from spinning off the unit, the government is also working to revise the law on railways to facilitate the greater involvement of the private sector. Private investors will eventually control the Jakarta train system as well as railways in other areas," said Hatta.
printer friendly
XxRyoChanxX
July 22nd, 2005, 01:07 AM
cool...!! more trains LOL
tata
August 27th, 2005, 01:03 AM
Good news for INKA and Indonesian train industry: PTKA to order 8 KRD (diesel loco) from INKA
--------------------------------------------------------
PTKA pesan delapan KRD ke Inka
(http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A17&cdate=27-AUG-2005&inw_id=386711)
Bisnis Indonesia BANDUNG: PT Kereta Api Indonesia (PT KA) akan memesan delapan unit kereta rel diesel (KRD) elektrik pada PT Industri Kereta Api (PT Inka) yang akan dipergunakan untuk rute Bandung-Jakarta.
Dirut PT KA Oemar Berto mengatakan kerja sama tersebut sampai saat ini belum ditandatangani kedua belah pihak, karena ada beberapa hal yang belum disepakati, misalnya masalah harga.
PT Inka menawarkan harga untuk delapan unit KRD elektrik tersebut sebesar US$7 juta. "Kami inginnya lebih rendah dari angka itu, pokoknya serendah mungkin," ujarnya kamis lalu.
Dia mengaku rencananya pembelian kereta itu akan dilakukan pada tahun depan, namun tampaknya hal itu sulit dilakukan sehingga kemungkinan besar baru dapat terealisasi 2007 nanti.
"Realisasinya 18 bulan dari kesepakatan kerja sama yang akan kami [PT KA dan PT Inka] tandatangani nanti," tandasnya. Mengenai kapan penandatangan kerja samanya, Oemar menandaskan akan dilakukan secepatnya pada tahun ini.
KRD itu full AC dan akan dipergunakan untuk kelas I dan II, untuk rute Bandung-Jakarta, yang akan dikelola badan tersendiri namun masih di bawah pengawasan PT KA.
KRD elektrik tersebut berbeda dengan kereta yang telah ada, karena memiliki dua lokomotif di kedua ujungnya, sehingga pada saat di Stasiun Gambir atau di Stasiun Bandung tidak perlu lansir.Daya tempuh kereta itu diperkirakan 2,15 jam. Diharapkan dengan adanya KRD elektrik tersebut, selang keberangkatan KA dapat dilakukan sekitar 30 menit sekali.
Selain pembelian KRD elektrik tersebut, PT KA juga akan membeli satu unit KRL dari Jepang untuk keperluan jalur Jabotabek. "Pengoperasiannya akan dilakukan mulai tahun depan."
Revisi UU
Sementara itu, Draf revisi UU No 13/1992 tentang Perkeretaapian, yang membuka peluang bagi swasta untuk masuk sebagai operator, sudah selesai dibahas Dephub.
Salah satu hasil revisi itu adalah swasta yang berminat masuk ke sektor perkeretaapian bisa membangun sarana dan prasarana sendiri tanpa harus bekerjasama dengan BUMN penyelenggara perkeretaapian (PTKA).
Dirjen Perkeretaapian Dephub Soemino Eko Saputro pembahasan revisi UU itu sudah selesai sejak 25 Agustus 2005 dan secepatnya akan disampaikan ke DPR untuk disetujui.
Poin-poin yang menjadi pembahasan revisi UU itu a.l bagaimana mengakomodasi UU Otonomi Daerah dalam pengembangan perkeretaapian, serta peran swasta menjadi operator selain PT KA.
Sementara itu Dirut PT KA Oemar Berto menyatakan tidak keberatan jika sektor swasta masuk dalam perkerataapian menjadi pesaing PT KA.
Oemar mengungkapkan realisasi kinerja pendapatan pada semester I tahun ini masih di bawah target. Pendapatan yang ditargetkan tahun ini mencapai Rp2,2 triliun, hingga semester tahun ini baru mencapai Rp961,8 miliar atau 6% di bawah target ideal semester I yaitu Rp1,1 triliun. (k14)
sanhen
August 27th, 2005, 05:32 AM
hahaha KAI really trying to improve their Jkt-Bdg corridor service. they must have been hit hard by Cipularang tol way.
however US$7 mil for 8 KRD is cheap price. but I wonder how KAI will pay those locomotive.
However those are good news indeed. Cant wait to see private sector invest in Railway! Afterall this is how Japanese improve their railways, by involving private investor.
wS
August 27th, 2005, 06:08 AM
Why PT.INKA list their price in dollar instead of rupiah? do they need to but a lot of parts material from other countries especially USA?
Anyway PT. INKA website is totally disaster, they really should fix it as soon as possible.
sanhen
August 27th, 2005, 08:11 AM
i think because most raw material is in US dollars. basically INKA capable to produce a complete locomotive. usually they work together with PT LEN and PT PINDAD. LEN as supplier and PINDAD for braking system. INKA do 100% design. Body and car boogie made by INKA. Traction motor and control usually come other source eg. Toshiba. Other spareparts like touch screen LCD control (yeah, you read it right, fly by wire) from indonesian or overseas supplier.
oh yeah, that website is a disaster. i keep hearing they will update it but never happen. they have internal IT team, afaik.
sanhen
September 1st, 2005, 12:35 PM
Awal 2008, Rel KA Jabotabek Empat Jalur
Luhur Hertanto - detikcom
Jakarta - Departemen Perhubungan akan membangun empat jalur rel baru dan menambah jumlah gerbong kereta api rute Jabotabek. Kedua proyek ini ditargetkan dapat selesai paling lambat pada awal 2008.
"Penambahan gerbong diharapkan bisa selesai dalam waktu satu tahun. Untuk rel, kita sedang pembebasan lahan," kata Hatta, usai mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2005).
Rencana ini merupakan implementasi dari salah satu butir kebijakan bidang penghematan energi yang diumumkan Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY), Rabu (31/8/2005) kemarin. Dua proyek ini akan bisa mengurangi penggunaan moda transportasi darat oleh masyarakat dengan meningkatkan kapasitas angkut kerta api yang murah.
Hatta menjelaskan, setiap harinya ada 25 juta orang bergerak setiap harinya di wilayah Jabotabek. Dari jumlah itu baru sekitar dua persen yang menggunakan kereta api. Atau hanya 450 ribu sampai 500 ribu orang saja.
Sisanya menggunakan moda transportasi darat, terutama kendaraan pribadi. Tidak heran bila komsumsi bahan bakar di wilayah ini juga lebih tinggi dibanding daerah lainnya. "Dengan peningkatan kapasitas, maka penumpang yang dapat diangkut melalui jalur ganda kereta api menjadi di atas satu juta pergerakan manusia," tambahnya. (asy)
MARINHO
September 10th, 2005, 10:38 AM
Why PT.INKA list their price in dollar instead of rupiah? do they need to but a lot of parts material from other countries especially USA?
Anyway PT. INKA website is totally disaster, they really should fix it as soon as possible.
wS Try to visit www.Inka.web.id it's an official website as an alternative to www.inka.co.id.
Marinho
David-80
September 30th, 2005, 09:24 PM
Hooray, I found a lot of source from krlmania.
These are pictures of the second try out for the new ex-Japan KRL train.
http://www.krlmania.com/artikel/krlnewdirekturs.jpg
http://www.krlmania.com/artikel/krlnewmasinis2.jpg
http://www.krlmania.com/artikel/krlbaruujicoba.jpg
http://www.krlmania.com/artikel/krlbarudalam2.jpg
alb3rt
October 1st, 2005, 03:07 AM
the shape is not very artistic and modern one ....
Fir3blaze
October 1st, 2005, 05:00 AM
Well, it looks functional and good enough for me. :D They just need to put a layer of covering for those seats IMO, blue would be a nice color.
Blue_Sky
October 1st, 2005, 05:53 AM
Yes the shape is not very nice but right now Jakarta really need they function of those. btw inside is very spacious and neat
sanhen
October 4th, 2005, 03:54 AM
Those are the train as Pakuan Express. Been use on Bogor - Jakarta router at least for the past two three years.
h4nh4n
October 4th, 2005, 08:41 AM
yup, i had tried before...
David-80
October 4th, 2005, 02:36 PM
sanhen, welcome back dude. Btw i read on the newspaper(kompas), they have this newly special train called Ancol express? it basically a train that run from Bogor to Ancol station (a new station!) and i think they use a pakuan express train. the rates is around 22,000 rupiah for roundtrip ticket. Sounds a good deal for me, yet when the train is arrived at ancol area, you can directly connect to ancol's bus network for your destination (dufan, seaworld, gelanggang samudra, fish aquarium, etc)
cheers
cOcO_cHaneL
October 4th, 2005, 05:26 PM
i like it. it looks like one of those trains in my sassy girl. ehehhehe and in perth.. well, like most of the other countries i guess..
XxRyoChanxX
October 4th, 2005, 10:48 PM
yeahh my sassy girl LOL hahah
sanhen
October 5th, 2005, 04:49 AM
yeah that ancol train is very insteresting. only run on sundays. even my family that always use private cars to jakarta swear will use the train to ancol. pakuan express is known for its convinient in Bogor. clean and ontime.
David-80
October 5th, 2005, 12:41 PM
Ya, i think its a good idea to use that train since it will help save the energy and lots of interesting game inside the train! :)
cheers
sanhen
October 5th, 2005, 03:11 PM
plus no headache from traffic jam. we need to rename 'jalan bebas hambatan' to 'jalan maybe bebas hambatan'.
sanhen
October 8th, 2005, 05:50 AM
PT KAI and INKA just produced another 4 high quality products:
1. FUDIKA railcar, a mobile labolatory for testing of new/upgraded/renovated locomotives.
http://img372.imageshack.us/img372/5448/img11626fi.jpg
2. KRDE (Diesel Electric) Railcar for corridor Jakarta Bandung (Interstate Train)
http://img372.imageshack.us/img372/7272/ext63ii.jpg
3. KRDE (Diesel Electric) Railcar for corridor Jabotabek (Commuter Train)
http://img372.imageshack.us/img372/324/krde3to.jpg
4. Economy Class Rolling Stock for 2005 Ramadhan @ US$2.2 Million.
Most of above will be operational by end of 2005. And of course we still have Jakarta - Sukarno Hatta train coming later.
Credit: Photo taken from keretapi@yahoogroups.com
wS
October 8th, 2005, 06:43 AM
2. KRDE (Diesel Electric) Railcar for corridor Jakarta Bandung (Interstate Train) ->
The background of this train image doesn't seem to be in Indonesia with that clear sky and glassy low rise building, and the tree as well. ^_^
Blue_Sky
October 8th, 2005, 06:55 AM
http://img372.imageshack.us/img372/324/krde3to.jpg
I like its design
sanhen
October 8th, 2005, 07:12 AM
2. KRDE (Diesel Electric) Railcar for corridor Jakarta Bandung (Interstate Train) ->
The background of this train image doesn't seem to be in Indonesia with that clear sky and glassy low rise building, and the tree as well. ^_^
yea, i dont know why they not choosing indonesian background.. kind of weird isnt it?
sanhen
October 8th, 2005, 07:14 AM
I like its design
Too bad this one is still on the table. And no coupler at the front means no railcar can be coupled at the front.
The yellow color is being build.
Fir3blaze
October 9th, 2005, 03:04 PM
Beautiful designs. Time we get ourselves nice and comfy trains, esp. since the govt raised fuel prices.
cOcO_cHaneL
October 11th, 2005, 02:04 PM
this is great!
peseg5
October 12th, 2005, 05:53 AM
Sanhen, dont u think the train for Jakarta-Bandung is for picture 3? Cuz it has less doors than the 2nd pic, which the 3 doors in each side of train usually for jabodetabek commuter...
sanhen
October 12th, 2005, 01:26 PM
Sanhen, dont u think the train for Jakarta-Bandung is for picture 3? Cuz it has less doors than the 2nd pic, which the 3 doors in each side of train usually for jabodetabek commuter...
Ups, you right. Very possible I have put them wrongly. Pic 2 looks more MRT than commuter isnt it? :runaway:
tata
October 20th, 2005, 02:47 PM
from www.thejakartapost.com
Govt told not to import railway coaches
JAKARTA (Antara): Executive director of the Indonesian Railway Watch (IRW) Taufik Hidayat asked the Ministry of Transportation on Thursday not to import 40 electric railway coaches from Germany because he said they were unnecessary.
The money would be better spent repairing existing carriages, he said.
"Rather than spending it on railway coaches, which cost Rp 9 billion (US$900,000) each), it would be more efficient to renovate old coaches at a cost of only Rp 1 billion or even Rp 900 million each," he said.
Out of 98 electric railway coaches operated by state-owned railway company PT KAI, 60 are being repaired at the Manggarai repair center in Central Jakarta.
Speaking about the government's plan to privatize railway services in Greater Jakarta, Taufik said that IRW fully supported the idea as it would speed up improvements in the services.
However, before inviting international companies to take part in the tender for the privatization, the government should give priority to local companies, he said. (**)
peseg5
October 20th, 2005, 05:49 PM
How PT KA Jabodetabek can afford new trains? They dont have the money!!
Just look to every station in Jabodetabek Area, you can see most of the passenggers are using the service free...or i can say...illegally... why? because the system (esp the station security) is so fragile that anyone who has intention to take the train freely without paying is very easy. On the contrary, everyday PT KA Jabodetabek running their trains of which is clearly create cost...Everyday they creating cost, while no significant amount of income gained from the passenggers..
sanhen
October 20th, 2005, 07:08 PM
Yeah.. thats why we have less and less rail track on Java.. Many lines is being closed. What a huge lost of investment.
tata
October 23rd, 2005, 05:16 PM
Yeah.. thats why we have less and less rail track on Java.. Many lines is being closed. What a huge lost of investment.
this is my concern as well, IMO, it deserves more attention from, be it local or central, government.
tata
October 23rd, 2005, 05:17 PM
dari www.kompas.com
PT KAI Tambah Gerbong KA Eksekutif
Jakarta, Sabtu
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah satu rangkaian gerbong berkapasitas 50 penumpang pada seluruh kereta kelas eksekutif tujuan Semarang, Surabaya, Yogyakarta dan Solo untuk menghadapi lonjakan penumpang menjelang Idul Fitri.
Humas Daerah Operasi I PT KAI, Akhmad Sujadi, di Jakarta, Jumat, mengatakan penambahan rangkaian gerbong kereta tersebut dimulai pada 28 Oktober 2005 hingga 1 November 2005. "Masyarakat yang belum memiliki tiket dapat segera memesan melalui layanan reservasi. Masih tersedia ratusan kursi kosong," kata Akhmad.
Penambahan gerbong itu, jelas Akhmad, merupakan bagian dari upaya PT KAI untuk memberantas percaloan tiket. Praktek percaloan masih terjadi. Akhmad mengatakan, para calo tersebut sudah terlanjur membeli tiket. Untuk itu, lanjut dia, para calo itu harus ditekan dengan melakukan operasi penertiban di berbagai stasiun kereta api. "Misalnya, di Stasiun Gambir saja sudah dua hari ini kami menempatkan 40 petugas Brimob," ujarnya.
Akhmad menyatakan pemberantasan calo tiket juga memerlukan kesadaran dari para calon penumpang agar tidak membeli tiket di luar loket penjualan karena akan merugikan penumpang sendiri. "Resiko yang ditanggung penumpang beragam, mulai dari harga yang lebih mahal hingga kemungkinan tiket yang dijual calo itu palsu," kata Akhmad
David-80
October 23rd, 2005, 09:35 PM
The price for KA argo is twice if not three times than it previously! you paid 350k+ for one trip to surabaya from jakarta. Add it another 50 or 80k, than you can get an airline ticket and you arrived there nine hours faster than using train. Which one do you choose?
cheers
sanhen
October 24th, 2005, 03:56 AM
i will choose airline for sure. not because of pricewise, but timewise. i can not stand sitting down in train coach for bloody 10 hours not including delay (unless i can do cab riding, that wholly difference case :lol:). however, the difference is not only 50 or 80k. taking airplane will cost airport tax, taxi in and out the airport, jalan toll.. etc that will make the difference almost 200k easily. while train usually will take you right to the city center.
David-80
October 24th, 2005, 10:55 AM
sanhen is right, whatever the train ticket cost, it still cost you cheaper than airline ticket. Unless the airport is in the city's downtown.
cheers
sanhen
October 27th, 2005, 03:45 AM
Dephub planned to buy 50 new locomotives for 2006. Current locos (CC201 to CC203 class) is already too old (more than 10 years) and not in sufficient amount.
This new locos will be imported from German (for 1.7 US million each) or China (for 800K US each) etc.. I dont know whetever they considered INKA to produce the loco or not. But dephub already state they will borrow money to buy the new locos. So can forget INKA already.
The lack of locos is one of the reason why our railways is concentrated on passanger coach and lack on cargo etc.
However, Thailand, is considering to buy 100(!!!) U20C (CC203? class) from INKA if they able to upgrade the engine from 2150HP to 2500HP.
sanhen
November 22nd, 2005, 06:34 AM
sumber : http://www.kereta-api.com/detail_berita.htm?id_berita=209
DIVISI JABOTABEK AKAN OPERASIKAN KRL KE PRIOK
Stasiun Tanjungpriok sebenarnya dapat diakses dengan hubungan KA dari tiga penjuru yaitu dari Jatinegara melalui stasiun Rajawali, dari Jakartakota melalui
stasiun Kampungbandan, serta dari Tanahabang melalui stasiun Kampungbandanbaru. Tetapi sudah sekian lama koridor dengan empat jalur KA atau ”double-double track” ini tidak dilalui KRL. Satu-satunya KA yang
masih melintasi koridor ini adalah KA Peti Kemas dari Gedebage ke Pasoso. Itupun hanya menggunakan satu dari empat jalur yang ada, yang sudah pasti tidak memanfaatkan enerji listrik aliran atas sebagaimana layaknya KRL. Hal ini mengusik kepedulian Rachmadi selaku Kepala Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek.
Operasi KRL akan dijajaki, yang diharapkan per 1 Januari 2006 sudah dapat dilakukan. ”Ada beberapa hal yang perlu dibenahi, tetapi kami harus mulai sesuatu untuk mencegah kerugian lebih luas lagi kalau aset PT KA di koridor ini dibiarkan,” ujar Rachmadi ketika bersama-sama dengan Kasubdit Jalan Rel, Darmawan Daud meninjau jalur KA menuju Tanjungpriok (15/11) dengan
KRD Khusus asal Bukit Duri.
Perjalanan penjajakan jalur KA yang akan dioperasikan ini dimulai dari stasiun Kemayoran, melewati stasiun Rajawali dan stasiun Ancol sampai akhirnya tiba di Tanjungpriok. KRD yang ditompangi rombongan pun tidak bisa berjalan lancar, bahkan sesekali harus berhenti untuk menghindari tersenggolnya rumah warga yang menghuni lahan di pinggir rel KA secara ilegal.
Perjalanan KRD dari Rajawali sampai ke Priok tidak lebih dari 5 Km/Jam. ”Masyarakat sudah berani membuat bangunan di atas lahan yang ada relnya, lama-lama relnya pun dicuri tanpa sepengetahuan kita. Masak hal
seperti ini harus dibiarkan. Sudah cukuplah sejumlah lintasan KA yang tidak dioperasikan, jangan ditambah lagi dengan lintasan ke Tanjungpriok yang sebenarnya menyimpan segudang potensi,” ujar Rachmadi. Tetapi
Darmawan Daud selaku Kasubdit Jalan Rel terkesan ”sedikit ragu” dengan gagasan Rachmadi. ”Sebaiknya kita sosialisasi dululah ke masyarakat,” ujarnya
”Sosialisasinya simultan saja, kita jalankan KA, sambil sosialisasi,” ujar Rachmadi yang telah menjalankan KRL Wisata ke Dufan Ancol.
Secara teknis ruang bebas untuk operasi KA pada jalur sisi, baik kiri maupun kanan memang sudah tidak memungkinkan dioperasikan KA. Tetapi, kondisi ini
menurut Rachmadi disebabkan oleh perilaku warga yang secara ilegal membuat bangunan di atas lahan milik PT KA. ”Kita bisa menertibkan mereka untuk mendapatkan ruang bebas sampai terpenuhinya persyaratan teknis.
Sebab, bangunan yang mereka dirikan di atas lahan PT KA dan pembangunannya tidak mendapatkan ijin sebelumnya dari kita,” ujar Rachmadi yang berencana menjadikan stasiun Tanjungpriok sebagai pusat bisnis.
”Stasiun Tanjungpriok itu sangat strategis, menjadi tempat akses masyarakat yang akan berlayar dengan Kapal. Di situ juga tersedia terminal bus ke berbagai penjuru. Jadi, memenuhi persyaratan intermoda, yang sekaligus juga bisa mengembangkan eksistensi stasiun Tanjungpriok sebagai tempat berbagai kegiatan,” tambah Rachmadi.
Kondisi kiri dan kanan jalan pada koridor menuju Tanjungpriok memang sudah dijejali dengan berbagai bangunan, baik yang bersifat darurat maupun yang
permanen. Tetapi, Rachmadi masih berkeyakinan semua itu bisa ditertibkan kalau kereta api sudah mulai dioperasikan. ”Tahap awal kita operasikan koridor
Jakartakota – Tanjungpriok, tetapi selanjutnya KRL dari berbagai penjuru bisa diarahkan ke Tanjungpriok,” ujarnya. Untuk kemungkinan rehabilitasi track,
Rachmadi juga sudah menginformasikan permasalahan ini kepada pihak Ditjen Perkeretaapian, yang diharapkan dapat menggarap normalisasi jalur KA pada koridor ini. Selain meninjau jalan rel sepanjang koridor menju Tanjungpriok, Rachmadi juga mengajak Kasubdit Jalan Rel untuk melihat dari dekat jalan KA Jakartakota – Tanjungpriok yang sebagian tubuh baannya sudah
dibuldozer untuk kepeluan jalan akses oleh WTC Manggadua. ”Rel KA dipotong begitu saja, bantalan beton ditumpuk menjadi satu, sehinggahubungan menjadi terputus sepanjang 10 Meter.
sanhen
November 22nd, 2005, 06:48 AM
Tanjung Priok Station is a Grand station comparable to those in european countries.
http://img454.imageshack.us/img454/4278/bowo6xv.jpg
Image taken by Bowo from keretapi mailing list. I add the signature to give him credits.
sanhen
November 22nd, 2005, 06:58 AM
Going to Prambanan
http://img454.imageshack.us/img454/5057/dwi5oh.jpg
The Legendary Parahyangan Line. Bandung toll road at the back.
http://img454.imageshack.us/img454/8496/dwi22zt.jpg
Again, from keretapi mailing list. This time by Dwi.
cOcO_cHaneL
November 23rd, 2005, 12:38 PM
the keretaapi ride looks so scaryy,, it's really high..!
sanhen
November 23rd, 2005, 02:03 PM
but the scenery is beautiful heheheh.
XxRyoChanxX
November 23rd, 2005, 10:15 PM
yeah so green!! nice
sanhen
December 4th, 2005, 11:50 PM
Another homemade product by INKA:
http://img480.imageshack.us/img480/8554/keretaapi6ie.jpg
Image credit to RoosD of keretapi groups.
Minitrain. Currently being use at Situ Bagendit (tourist attraction) at West Java. It will also soon running at Demak, Central Java.
Fir3blaze
December 5th, 2005, 08:33 AM
Not the prettiest in terms of design, but I think it looks promising. :) What about the small logo at the front, is it INKA logo or something? and will it be running in Demak as public transportation, or for another tourist attraction? Sorry I got so many question...:D
sanhen
December 5th, 2005, 01:15 PM
Only for tourist attraction. Its not a train but minitrain that can be modified into a tram or railbus. I dont know anything about the logo, unfortunately.
Fir3blaze
December 5th, 2005, 10:20 PM
Thanks for the answers sanhen! It looks nt bad, kinda like a tram I'd say.
tata
December 6th, 2005, 10:07 PM
Anyone here can share with us the KRDE project? What it is and the status?
sanhen
December 7th, 2005, 01:34 PM
Dari mailing list kereta api:
Pada bulan Desember ini akan ada beberapa uji coba antara lain KRL, KRD, KRDE dan KD3, tetapi tampaknya KRDE akan di uji cobakan minggu ini tepatnya Jum'at 9 Desember 2005, untuk percobaan dinamik dan statik.
Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan tanpa ada hambatan atau gangguan. Apabila suksess maka KRDE ini akan menjadi cikal bakal transportasi komuter antar kota yang belum mempunyai jaringan listrik (seperti KRL).
Kita harapkan KRDE akan menjadi solusi terbaik mengatasi "kejenuhan" jalan raya yang kapasitas jalannya sudah terlampaui alias macet. Sehingga ke depan kita dapat melihat seluruh kota-kota kecil baik di Jawa atau Sumatera mempunyai KRDE dan menambah semaraknya dunia perkeretaapian di Indonesia.
tata
December 7th, 2005, 02:28 PM
sanhen, thanks for the update.
Any picture of KRDE?
cOcO_cHaneL
December 11th, 2005, 03:08 PM
yeah coz those ones in europe are so old and nobody really take care of the station,, the toilets are so smelly too >_<
is INKA indonesian made? it's pretty :)
tata
December 12th, 2005, 12:30 AM
yeah coz those ones in europe are so old and nobody really take care of the station,, the toilets are so smelly too >_<
is INKA indonesian made? it's pretty :)
well INKA the Indonesian company name (state own) produced trains, loco, rolling stock and other stuff mostly related to train
tata
December 15th, 2005, 11:53 AM
Delapan Unit Gerbong KRL Eks Jepang Tiba di Tanjung Priok
JAKARTA - Delapan unit gerbong kereta rel listrik (KRL) eks Jepang seri Tokyo 8000 EMU, yang dibeli PT Kereta Api Indonesia (KA) telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (14/12).
Menurut Kepala Hubungan Masyarakat Daops I PT KA, Akhmad Sujadi, gerbong tersebut nantinya akan disebar keempat koridor di Jabodetabek, yaitu masing-masing dua gerbong untuk jurusan Jakarta- Bogor, Jakarta-Bekasi, Jakarta-Serpong, dan Jakarta-Tangerang.
Dia menjelaskan, kapasitas angkut penumpang bagi masing-masing gerbong mencapai 144 orang, 54 orang di antaranya duduk dan sisanya berdiri. "Gerbong ini juga dilengkapi dengan pendingin udara dan kaca antipecah serta handel untuk para penumpang yang berdiri. Dengan adanya pendingin udara, diharapkan penumpang tidak berusaha membuka pintu dan mengganjalnya sehingga keamanan penumpang pun akan lebih terjaga," katanya kepada Pembaruan, Kamis (15/12) pagi.
Sujadi mengatakan, sebelumnya PT KA telah menerima delapan gerbong jenis yang sama pada September lalu. Jadi, total gerbong yang telah dibeli PT KA mencapai 16 unit.
"Diharapkan, dengan adanya penambahan gerbong ini, mobilitas dua juta pengguna kereta listrik di Jabotabek per harinya bisa terpenuhi," tuturnya. (Y-6)
macgyver
December 21st, 2005, 03:52 PM
http://www.detik.com/images/content/2005/12/21/157/kereta5.jpg
http://www.detik.com/images/content/2005/12/21/157/kereta4.jpg
http://www.detik.com/images/content/2005/12/21/157/kereta3.jpg
http://www.detik.com/images/content/2005/12/21/157/kereta2.jpg
http://www.detik.com/images/content/2005/12/21/157/kereta1.jpg
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0512//big5122201.jpg
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0512//big5122202.jpg
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0512//big5122203.jpg
Farean
December 21st, 2005, 03:58 PM
it actually feels weird to see doors closed in Jakarta's Trains
jaystar
December 21st, 2005, 04:22 PM
kok di door nya ada bhs jepang??
paradyto
December 21st, 2005, 04:25 PM
bekas Jepang he he he...
jaystar
December 21st, 2005, 04:31 PM
itu keretanya kenceng gak??
macgyver
December 21st, 2005, 04:36 PM
kok di door nya ada bhs jepang??
kereta bekas dari jepang :D
mungkin tahun 70 an yah ? need confirmation from Sanhen
tata
December 21st, 2005, 09:49 PM
where did you get those images mac?
tata
December 21st, 2005, 09:50 PM
this orange train on the left is made-in-Indonesia KRL-I. Not ex-Japan Railway train
http://www.detik.com/images/content/2005/12/21/157/kereta3.jpg
sanhen
December 21st, 2005, 11:04 PM
Soalnya itu KRL bekas dari Jepang yg di beli KAI seharga 800juta itu. Murah lho.. dan masih bagus. Kalo buat baru di INKA bisa bermilyaran. Hebat ya maintenance Jepang. PT KAI benar2 beli malu and nunjukin bobroknya maintenance sendiri.
peseg5
December 23rd, 2005, 11:04 AM
nope...it's actually an economy class train made by HOLEC..see those open doors while the train running
this orange train on the left is made-in-Indonesia KRL-I. Not ex-Japan Railway train
tata
December 23rd, 2005, 12:25 PM
nope...it's actually an economy class train made by HOLEC..see those open doors while the train running
Ooops... really? how come the 'head' looks like a KRL-I?
sanhen
December 23rd, 2005, 12:38 PM
Di kasih topeng soalnya... hehehe
tata
December 23rd, 2005, 08:57 PM
KRL Eks Jepang Dioperasikan 1 Januari 2006
PEMBARUAN/YC KURNIANTORO
UJI COBA - Kereta api ekspres yang dibeli dari Jepang diuji coba di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (21/12). Kereta bekas itu dibeli Rp 720 juta per gerbong dan akan dioperasikan mulai awal 2006 memperkuat rute kereta Jabotabek jurusan Bogor-Stasiun Jakarta Kota.
JAKARTA - Satu rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas asal Jepang diuji coba oleh PT Kereta Api (KA), Rabu (21/12) dengan rute Stasiun Manggarai - Bogor. Rencananya, KRL tersebut akan mulai beroperasi pada 1 Januari 2006. Dalam uji coba tersebut, pihak PT KA ingin mengetahui manuver kereta serta menguji kelaikan jaringan listriknya. Uji coba juga akan dilakukan pada jalur-jalur lainnya.
Menurut Humas Daerah Operasi I PT KA, Akhmad Sujadi, KRL eks Jepang itu akan mengangkut penumpang kelas eksekutif rute Jakarta - Bogor. "Untuk tahap awal, KRL ini akan kami gunakan di jalur Jakarta - Bogor. Sementara kereta yang dulu digunakan untuk jalur tersebut akan kami pindahkan ke jalur Jakarta - Bekasi. Sehingga, kami akan memiliki KRL AC cadangan. Selama ini kami tidak memilikinya. Padahal, hal itu sangat penting karena kalau ada KRL yang AC-nya panas misalnya, bisa kami ganti dengan KRL cadangan," jelas Sujadi.
KRL eks Jepang ini memang lebih istimewa ketimbang KRL AC lain yang biasa digunakan untuk KRL Express AC. Kereta yang memiliki delapan gerbong tersebut dilengkapi dengan area khusus untuk penderita cacat, lansia, dan ibu menyusui. Kursinya diberi warna biru yang menandakan daerah khusus tersebut. Sementara pegangan tangannya diletakkan lebih rendah ketimbang pegangan di area lain. Area khusus tersebut tersedia di setiap gerbong, cukup untuk 5-6 orang.
Mesinnya juga masih bagus, bahkan bisa dipacu hingga kecepatan 120 km/jam. Karena itu, meski rata-rata dibuat tahun 1980-an, PT KA percaya kondisi KRL AC tersebut masih layak pakai.
"Awalnya memang hibah dari pemerintah Jepang. Namun, kemudian kami membelinya sendiri. Itu pun dengan harga murah karena jika dihitung-hitung, uang yang kami bayarkan kepada pemerintah Jepang hanya cukup untuk ongkos kirim dari Jepang ke Jakarta saja," kata Sujadi.
Diharapkan, kehadiran KRL AC ini bisa menarik perhatian dari masyarakat, khususnya para pengguna mobil pribadi di daerah Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi. Sehingga, kemacetan di Jakarta bisa diatasi jika masyarakat memilih untuk naik KRL AC daripada membawa mobil masing-masing.
Selain itu, PT KA juga meluncurkan program pemasangan barrier (penghalang) pada atap di sejumlah Stasiun. Barrier ini berbentuk jeruji atau terali besi yang memanjang, dipasang dengan cara dilas di samping atap stasiun. Sehingga, penumpang akan mendapatkan kesulitan kala naik ataupun turun dari atap KRL.
Stasiun yang dipasang barrier antara lain adalah Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Cawang, dan Stasiun Pasar Minggu arah ke Bogor, serta Stasiun Lenteng Agung, Stasiun Depok Baru, Stasiun Citayam, dan Stasiun Bojong Gede arah ke Jakarta. Diharapkan, penumpang bisa kapok naik KRL di atap.
"Sebelumnya kami sudah pernah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Mulai dari peringatan, penyemprotan air ke atap KRL hingga operasi tertib. Bahkan kami sudah merombak atap kereta supaya mereka susah naik, namun, penumpang tak ada yang jera. Mudah-mudahan dengan pemasangan barrier ini dapat menimbulkan kesadaran," tutur Sujadi.
Selain itu, PT KA juga akan memberi sanksi yang lebih berat kepada para penumpang yang masih nekat naik di atap KRL. Di samping denda yang diperbesar jumlahnya, PT KA juga akan memberlakukan KUHP Pasal 195 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan bulan penjara dan KUHP Pasal 194 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (D-10)
David-80
December 25th, 2005, 04:08 PM
Bad news for economic class commuters....
PTKA Usul Naikkan Tarif KA Ekonomi
Jakarta - PT Kereta Api (PTKA) akan mengusulkan kenaikan tarif kereta api (KA) kelas ekonomi kepada pemerintah pada tahun depan menyusul membengkaknya biaya operasional akibat kenaikan harga bahan bakar minyak.
Dirut PTKA Ronny Wahyudi mengatakan rencana yang sedang disiapkan oleh direksi PTKA itu merupakan konsekuensi logis kenaikan harga BBM dan tingkat inflasi secara nasional, termasuk mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat. "Sampai saat ini kami masih menghitungnya dan itu akan kami ajukan pada Januari 2006. Kami akan mengajukan izin kepada pemerintah dan DPR untuk menyesuaikan tarif KA kelas ekonomi," ungkapnya kemarin.
Menurut dia, PTKA juga berencana menaikkan tarif angkutan KA batubara di Sumatra Selatan sampai 400 % yang akan meningkatan kinerja perawatan prasarana dan sarana PTKA. "Saat ini kami sedang bernegosiasi dengan pihak pengguna jasa."
Dia memaparkan kenaikan tarif kelas ekonomi tersebut dimaksudkan untuk mendukung peningkatan layanan dan operasional BUMN perkeretaapian setelah tidak dinaikkannya tarif tersebut oleh pemerintah. (01)
Sumber: Bisnis Indonesia
peseg5
December 26th, 2005, 02:59 PM
Bpk2 PT KA, barrier yang dipasang jangan buat yang di atap doang, tapi juga dibuat barrier untuk memisahkan penumpang yang bertiket dan tidak bertiket dong...
Kalau barriernya buat misahin penumpang bertiket dan tidak bertiket tidak ada2, ya percuma beli KRL2 bekas, semakin banyak penumpang, semakin besar celah penumpang2 lain untuk naik KRL secara GRATISS!!! Nanti alesan lagi, PT KA rugi mulu, padahal dari awal juga ingin merugikan diri sendiri...
KRL Eks Jepang Dioperasikan 1 Januari 2006
PEMBARUAN/YC KURNIANTORO
UJI COBA - Kereta api ekspres yang dibeli dari Jepang diuji coba di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (21/12). Kereta bekas itu dibeli Rp 720 juta per gerbong dan akan dioperasikan mulai awal 2006 memperkuat rute kereta Jabotabek jurusan Bogor-Stasiun Jakarta Kota.
JAKARTA - Satu rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas asal Jepang diuji coba oleh PT Kereta Api (KA), Rabu (21/12) dengan rute Stasiun Manggarai - Bogor. Rencananya, KRL tersebut akan mulai beroperasi pada 1 Januari 2006. Dalam uji coba tersebut, pihak PT KA ingin mengetahui manuver kereta serta menguji kelaikan jaringan listriknya. Uji coba juga akan dilakukan pada jalur-jalur lainnya.
Menurut Humas Daerah Operasi I PT KA, Akhmad Sujadi, KRL eks Jepang itu akan mengangkut penumpang kelas eksekutif rute Jakarta - Bogor. "Untuk tahap awal, KRL ini akan kami gunakan di jalur Jakarta - Bogor. Sementara kereta yang dulu digunakan untuk jalur tersebut akan kami pindahkan ke jalur Jakarta - Bekasi. Sehingga, kami akan memiliki KRL AC cadangan. Selama ini kami tidak memilikinya. Padahal, hal itu sangat penting karena kalau ada KRL yang AC-nya panas misalnya, bisa kami ganti dengan KRL cadangan," jelas Sujadi.
KRL eks Jepang ini memang lebih istimewa ketimbang KRL AC lain yang biasa digunakan untuk KRL Express AC. Kereta yang memiliki delapan gerbong tersebut dilengkapi dengan area khusus untuk penderita cacat, lansia, dan ibu menyusui. Kursinya diberi warna biru yang menandakan daerah khusus tersebut. Sementara pegangan tangannya diletakkan lebih rendah ketimbang pegangan di area lain. Area khusus tersebut tersedia di setiap gerbong, cukup untuk 5-6 orang.
Mesinnya juga masih bagus, bahkan bisa dipacu hingga kecepatan 120 km/jam. Karena itu, meski rata-rata dibuat tahun 1980-an, PT KA percaya kondisi KRL AC tersebut masih layak pakai.
"Awalnya memang hibah dari pemerintah Jepang. Namun, kemudian kami membelinya sendiri. Itu pun dengan harga murah karena jika dihitung-hitung, uang yang kami bayarkan kepada pemerintah Jepang hanya cukup untuk ongkos kirim dari Jepang ke Jakarta saja," kata Sujadi.
Diharapkan, kehadiran KRL AC ini bisa menarik perhatian dari masyarakat, khususnya para pengguna mobil pribadi di daerah Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi. Sehingga, kemacetan di Jakarta bisa diatasi jika masyarakat memilih untuk naik KRL AC daripada membawa mobil masing-masing.
Selain itu, PT KA juga meluncurkan program pemasangan barrier (penghalang) pada atap di sejumlah Stasiun. Barrier ini berbentuk jeruji atau terali besi yang memanjang, dipasang dengan cara dilas di samping atap stasiun. Sehingga, penumpang akan mendapatkan kesulitan kala naik ataupun turun dari atap KRL.
Stasiun yang dipasang barrier antara lain adalah Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Cawang, dan Stasiun Pasar Minggu arah ke Bogor, serta Stasiun Lenteng Agung, Stasiun Depok Baru, Stasiun Citayam, dan Stasiun Bojong Gede arah ke Jakarta. Diharapkan, penumpang bisa kapok naik KRL di atap.
"Sebelumnya kami sudah pernah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Mulai dari peringatan, penyemprotan air ke atap KRL hingga operasi tertib. Bahkan kami sudah merombak atap kereta supaya mereka susah naik, namun, penumpang tak ada yang jera. Mudah-mudahan dengan pemasangan barrier ini dapat menimbulkan kesadaran," tutur Sujadi.
Selain itu, PT KA juga akan memberi sanksi yang lebih berat kepada para penumpang yang masih nekat naik di atap KRL. Di samping denda yang diperbesar jumlahnya, PT KA juga akan memberlakukan KUHP Pasal 195 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan bulan penjara dan KUHP Pasal 194 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (D-10)
tata
December 26th, 2005, 06:30 PM
Good news for PT INKA: PT.KA orders more KRL-I in 2006, delivery in 2007.
------------------------------------------------------------------------
Impor KRL bekas dihentikan mulai 2007
JAKARTA: Menhub M. Hatta Rajasa menyatakan impor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang tidak akan diteruskan pada tahun anggaran 2007. Selanjutnya, pemerintah akan mengandalkan PT Industri Kereta Api (Inka) untuk memasok kebutuhan KRL di dalam negeri.
"[Rencana impor KRL bekas Jepang] Itu hanya untuk mengatasi kenaikan harga BBM dan problem yang terjadi saat ini yang sekarang sudah sangat parah. Setelah itu kita akan kembangkan PT Industri Kereta Api [Inka]," ujarnya menjawab Bisnis, kemarin.
Pemerintah diketahui akan mengimpor 40 set atau 160 unit kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang pada 2006. Program darurat (crash program) tersebut untuk mengatasi melonjaknya jumlah penumpang kereta api (KA) kelas ekonomi menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak.
Impor KRL bekas tersebut, menurut Menhub, merupakan program bantuan lanjutan dari pemerintah Jepang dan bertujuan membantu menyediakan fasilitas transportasi massal yang terjangkau bagi masyarakat. Keputusan tersebut, lanjutnya, dilakukan setelah meningkatnya masalah yang membelit perkeretaapian di Indonesia, terutama makin banyaknya penumpang yang naik di atap KA.
Hatta mengharapkan tambahan KRL bekas dari Jepang tersebut bisa meringankan PT Kereta Api (PTKA) mengalami masalah defisit sarana terutama di PTKA Divisi Jabotabek.
"Dengan ada tambahan kereta ekonomi supaya mereka bisa terbantu. Sekarang ada tawaran grand dari jepang, hanya biaya angkutnya ditanggung sendiri. Teknologinya sama."
Pada 2006, paparnya, PTKA Divisi Jabotabek akan mengoperasikan KRL kelas ekonomi dengan fasilitas berpendingin udara (air conditioner) sehingga tidak ada penumpang yang berada di atas atap KA.
Untuk itu, imbuhnya, pemerintah akan menambah jumlah KRL kelas ekonomi yang dioperasikan PTKA Divisi Jabotabek dengan mengimpor KRL bekas yang layak pakai dari Jepang. "KRL ekonomi semua pakai AC, supaya pintunya bisa ditutup. Tetapi masyarakatnya juga harus tertib, jangan merokok di dalam kereta."
Pemerintah, tandasnya, akan mengkaji seberapa handal dan layak KRL bekas dari Jepang tersebut bisa mendukung sistem operasi sarana PTKA Divisi Jabotabek. "Kita akan lihat dulu kondisinya karena akan diperbaiki."
Tidak dilanjutkan
Namun demikian, menurut Hatta, impor 40 set atau 160 unit KRL bekas itu adalah pemberian pemerintah Jepang dan merupakan crash program terakhir yang tidak akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.
"Sekarang ada orang [Jepang] kasih, kita perbaiki. Ini yang terakhir, untuk mengatasi banyaknya penumpang yang berada di atap kereta dan mengurangi cost akibat kenaikan harga bahan bakar minyak," kata Hatta.
Pemerintah, lanjutnya, telah membuktikan konsistensinya dengan memesan KRL dari Inka. Dia mengungkapkan tahun anggaran 2006 pemerintah telah memesan KRL baru dari Inka dengan nilai Rp139,091 miliar yang diprioritaskan akan selesai pembuatannya pada 2007.
"Kalau 40 set itu dipesan ke Inka duitnya dari mana? Kan mahal kalau pesan di sana. Jadi jangan salah Dephub juga buat di Inka banyak juga."
Tuduhan tidak adanya sinkronisasi kebijakan dengan keputusan pembelian 160 unit KRL bekas asal Jepang tidak memiliki dasar karena selain mengimpor KRL bekas Jepang pemerintah juga memesan KRL dari Inka. (01) (redaksi@bisnis.co.id)
tata
December 27th, 2005, 12:06 PM
berita dari www.bisnis.com
Selasa, 27/12/2005 16:44 WIB
Menneg Ristek dan Menhub koordinasi soal impor KA
oleh : Hendra Wibawa
JAKARTA (Bisnis): Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman menyatakan pihaknya berencana berkoordinasi dengan Menhub terkait merosotnya produksi PT Industri Kereta Api (Inka).
"Kami akan koordinasi dulu terkait dengan rencana impor 40 set KRL bekas dari Jepang karena kita sudah mempunyai Inka", ujarnya kepada pers di Jakarta hari ini.
Menurut dia, impor 40 set atau 160 unit KRL bekas Jepang tersebut akan mempengaruhi tingkat produktivitas industri dalam negeri terutama PT Inka.
Dia menjelaskan PT Inka sebagai industri strategis dalam negeri mengalami penurunan produksi setelah berkurangnya pemesanan pembuatan kereta dari PT Kereta Api.
"Produksi Inka sekarang yang pasti under capacity karena pasarnya yang memesan hanya PT KA. Tapi karena pesanan turun maka pasarnya juga turun", katanya.
Kementerian Ristek, kata Kusmayanto, belum menerima laporan secara lengkap tentang rencana impor 40 set kereta rel listrik dari Jepang itu yang dimungkinkan akan menurunkan kapasitas produksi PT Inka.
"Yang jelas, dulu saya enrah ngomel saat pemerintah mau mengimpor kereta dari China karena ini akan menurunkan produksi dalam KA negeri", tambahnya.
tata
December 28th, 2005, 11:09 PM
Revitalisasi Kereta Api Jabotabek Mendesak
Diintegrasikan dengan Pola Transportasi Makro DKI
Jakarta, Kompas - Revitalisasi kereta api dengan jalur Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi—disingkat Jabotabek—kini dinilai sudah sangat mendesak. Direktur Jenderal Perkeretaapian Soemino Eko Saputra mengharapkan PT Kereta Api (Persero) agar mengoptimalkan jalur-jalur tersebut.
Revitalisasi jalur lingkar Jakarta dapat diharapkan terintegrasi pola transportasi makro (PTM) untuk mengurai kemacetan di Jakarta.
Lokasi terintegrasi PTM akan terjadi di Stasiun Sudirman, Dukuh Atas, di antara Stasiun Manggarai dan Tanah Abang.
Revitalisasi diharapkan tidak hanya menghidupkan jalur lingkar Jakarta, tetapi juga pembuatan rel ganda untuk jalur Manggarai-Cikarang serta Serpong- Tanah Abang, kata Soemino.
Sesuai perkiraan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2014, kata dia, luas permukaan jalan yang ada di Jakarta akan sama dengan hitungan luas pertumbuhan jumlah mobil sehingga di Jakarta akan macet total.
Dari sinilah muncul peluang untuk mengoptimalkan sarana transportasi kereta api di Jakarta dan sekitarnya, kata Soemino, Selasa (27/12) malam, menjelang acara berkeliling dengan Kereta Rel Diesel (KRD) Relawan menyusuri rel kereta api lingkar Jakarta.
Di jalur lingkar Jakarta, banyak rel yang tidak dimanfaatkan untuk transportasi. Jalur lingkar Jakarta itu melintasi Stasiun Manggarai-Tanah Abang-Angke-Kampung Bandan-Pasar Senen-Jatinegara, dan kembali lagi ke Stasiun Manggarai.
Diokupasi
Saat ini kondisi rel tergolong bagus, tetapi tidak ada kereta yang dioperasikan melalui jalur tersebut. Akibat jalur lingkar Jakarta tidak dimanfaatkan, hal ini menimbulkan okupasi atau penempatan penduduk secara liar di kawasan tersebut.
Pada penelusuran malam itu, tampak kegiatan penduduk pada malam hari persis berada di jalur rel. Di antaranya kawasan Bongkaran menuju Tanah Abang dari Manggarai, Kota Intan yang terletak setelah Stasiun Angke menuju Kampung Bandan. Kemudian Gunung Antang setelah Stasiun Jatinegara menuju Manggarai, merupakan kawasan paling padat pada malam hari.
Kegiatan malam hari di berbagai kawasan sekitar rel lingkar Jakarta itu terdapat warung remang-remang dan bangunan-bangunan liar. Pemukiman liar itu terbentuk akibat jalur ini tidak pernah dilintasi kereta api, kata Soemino, yang juga didampingi jajaran pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Kereta Api tersebut. (NAW)
macgyver
January 5th, 2006, 05:06 PM
Double double track preparation : Manggarai - Jatinegara - Cakung
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0601//big6010501.jpg
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0601//big6010502.jpg
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0601//big6010503.jpg
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0601//big6010504.jpg
tata
January 5th, 2006, 09:59 PM
Looking at the 9 subdistricts to be cleared, I'd say, we got tough job here. In those areas there are a lot of empty land that later on occupied by people who actually are not the owner of the space.
Bon courage!
--------------------------------------------------------------------------
Residents evicted from path of train
JAKARTA: Some 481 families in Pisangan Timur subdistrict, East Jakarta, were turned out of their homes on Wednesday when bulldozers cleared their land to make way for a new train track from Manggarai in South Jakarta to Cikarang, detik.com reported.
"We have on three separate occasions sent them warnings for them to evacuate, signed by the Mayor," East Jakarta Public Order Office chief Yusmin Simanjuntak said, explaining that the families were living on land owned by state railway company PT Kereta Api.
He added that there would be nine other subdistricts that would be cleared in connection with the project, including Jatinegara, Pulo Gebang, Panggilingan, Jatinegara Kaum, Kebon Manggis, Pisangan Baru, Kampung Melayu, Cipinang, Pisangan Timur and Rawa Bunga.
"The people have received compensation based on the area of their homes, and they don't have land certificates because it belongs to the state," Yusmin said. --JP
tata
January 7th, 2006, 10:17 AM
I love this news
Summary:
- Double track Tanah Abang Serpong operation end of 2006 (note that currently it's a single track)
- Total length 23,278 Kms
- Budget 314Billion Rupiah
- This project will be followed by revitalizing now-defunct Circle Line
- Circle Line: Manggarai-Tanah Abang-Duri-Kampung Bandan-Kemayoran-Pasar Senen (29,738 Kms)
- Dukuh Atas subdistrict seen to be the center of multimode transportation (:BRT, Monorail, Jabotabek and Waterway)
-----------------------------------------------
Rel ganda Tanah Abang-Serpong selesai akhir 2006
Rel ganda untuk dua jalur kereta api jurusan Serpong-Tanah Abang dijadwalkan selesai akhir 2006 dengan anggaran Rp 314 miliar. Proyek ini merupakan bagian penting dari pengembangan perkeretaapian, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.
"Mengutip dari pernyataan Direktur Jenderal Perkeretaapian Soemino Eko Saputro beberapa waktu lalu, pembuatan rel ganda Serpong-Tanah Abang itu selesai akhir 2006 ini," kata Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Achmad Sujadi, Jumat (6/1).
Jalur Serpong-Tanah Abang memiliki lintasan sepanjang 23,278 kilometer. Di sepanjang lintasan itu dilengkapi dengan beberapa stasiun, di antaranya Stasiun Palmerah, Kebayoran Lama, Pondok Ranji, Sudimara, dan Rawabuntu.
Kepala Bidang Sarana Prasarana Kota dan Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Hasan Basri Saleh mengemukakan, pengembangan lintasan kereta api Serpong-Tanah Abang akan diikuti pula dengan lintasan lingkar Jakarta. Lingkar Jakarta yang dimaksudkan antara lain menghubungkan Stasiun Manggarai, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, Kemayoran, dan Pasar Senen sepanjang 29,738 kilometer.
Jalur kereta api lingkar Jakarta sekarang tidak berfungsi. Beberapa ruas jalur itu bahkan diokupasi pemukim liar dengan membangun gubuk-gubuk liar di pinggir rel. Aktivitas masyarakat tersebut tidak hanya pada siang hari, tapi juga pada malam hari.
"Pengembangan perkeretaapian di Jakarta akan terintegrasi dengan moda angkutan lainnya dalam Pola Transportasi Makro," kata Hasan.
Titik temu sebagai pusat integrasi semua moda angkutan, lanjut Hasan, berada di kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman. "Di kawasan Dukuh Atas akan menjadi area pengembangan untuk mendukung integrasi berbagai moda angkutan massal," kata Hasan. (NAW)
tata
January 9th, 2006, 11:26 AM
from www.thejakartapost.com
Government introduces new city railway network
Bambang Nurbianto, The Jakarta Post, Jakarta
While the Jakarta administration is focused on the busway, the central government plans to develop the city's railway network with additional tracks and an integrated system to link all commuter trains from satellite cities.
The 29.74-kilometer city railway network will link Jakarta with Bogor, Serpong, Tangerang and Bekasi, as well as to city buses and the busway.
"The concept is there. The development (of the new railway line) is only a matter of time ... We hope investors will be interested in the project," the spokesman for state railway company PT KAI's office in Jakarta, Akhmad Sujadi, told The Jakarta Post on Sunday.
Most of the existing lines -- Tanah Abang in Central Jakarta to Manggarai in South Jakarta, Manggarai-Senen in Central Jakarta, Senen-Kota in West Jakarta, Kota-Tanah Abang and Manggarai-Kota would continue operation.
But an additional, straighter route from Manggarai to Senen through Pondok Jati in Central Jakarta will replace the current route via Jatinegara Station, which in the future will only serve intercity trains.
"The concept will revitalize the existing railway network in the city. It will contribute a lot to easing traffic congestion in the city because commuters may reach their workplaces by innercity trains," said Sujadi.
Sujadi fell short of revealing the cost of the project as well as the projection of the ridership along the railway line.
Saman Engineering Consultants Co. Ltd. from South Korea recently introduced a similar plan on the improvement of the Greater Jakarta circular railway line to Governor Sutiyoso.
The plan underlines the importance of developing the city railway network with the improvement of commuter lines, such as doubling the tracks along the Serpong-Tanah Abang line.
Sujadi said the double-track construction would start early next month.
According to Saman's plan, which needs over Rp 5 trillion (US$500 million) for its construction, commuters from satellite cities would be able to access the city railway network only at particular stations.
For example, Bogor and Bekasi passengers would have to change trains at Manggarai station to catch a train on the city railway network, while Serpong passengers would change trains at Tanah Abang, and commuters from Tangerang would change at Duri Station.
The concept also integrates most of the 23 stations in the city railway network with other modes of public transportation.
Sujadi said that Manggarai would be the busiest station if the concept were realized. All trains from cities in West, Central and East Java would stop at a transit station, the name of which would be changed to the Menteng Railway Business City.
"Passengers who stop at Manggarai will have easy access to innercity trains or buses and busway buses to anywhere in Greater Jakarta," he added.
Fir3blaze
January 9th, 2006, 04:34 PM
Good news for Jakarta residents! I think it'd be cool to see this city railway plan coming into effect.
XxRyoChanxX
January 10th, 2006, 01:29 AM
that's good news!
tata
January 12th, 2006, 05:44 PM
Jabotabek Railway (tough) target in year 2007
Passangers
Now: 630.000 pax per day
2007: 1.350.000 pax per day
Headway
Now: 15-20 minutes
2007: 5-10 minutes
SUARA PEMBARUAN DAILY
--------------------------------------------------------------------------------
KA Jabodetabek Sulit Peroleh 1,35 Juta Penumpang/Hari
JAKARTA - Target yang ditetapkan pemerintah meningkatkan penumpang kereta api (KA) di Jabodetabek pada 2007 meningkat menjadi lima persen atau 1,35 juta penumpang dari sebelumnya 630.000 penumpang per hari, itu kurang masuk akal. Target itu tidak didasarkan pada riset yang mendalam dan memperhitungkan kondisi di lapangan.
Demikian pendapat yang disampaikan Direktur Eksekutif Indonesian Railway Watch (IRW), Taufik Hidayat dan Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII), Jeffrie Geovanie kepada Pembaruan di Jakarta, Rabu (11/1).
"Saya katakan itu sulit diwujudkan karena untuk merealisasikan ini, pemerintah menargetkan headway (waktu lewat antara kereta yang satu dengan yang berikutnya) meningkat menjadi 5-10 menit, dari sebelumnya 15-20 menit. Itu enggak mungkin," kata Taufik.
Memang apa yang dikatakan Dirjen Perkeretaapian, Departemen Perhubungan, Soemino Eko Saputro pekan lalu itu sudah betul. Arahnya harus diperkuat peran KA untuk mengurangi kemacetan di jalan raya, apalagi KA itu bebas polusi. Namun, target pada 2007 jumlah penumpang KA sebanyak 1,35 juta dan headway menjadi 5-10 menit, sungguh berlebihan dan sulit diwujudkan, katanya.
Bagaimana bisa di saat jam sibuk, setiap lima menit akan lewat kereta. Kalau itu diwujudkan, semua jalan yang berlintasan dengan rel KA akan macet total. Selain itu, tidak mudah mengubah kebiasaan masyarakat yang sebelumnya naik angkutan jalan raya untuk selanjutnya naik KA. Yang perlu dipertimbangkan, apakah moda angkutan lain, seperti bus kota dan mikrolet juga tidak akan tinggal diam, kalau pangsa pasarnya diambil KA. Pasti mereka akan berusaha mempertahankan pasar mereka.
Jeffrie menyayangkan muncul pernyataan yang dalam kenyataan sulit diwujudkan. Ke depan, para pejabat yang mengeluarkan pernyataan, jangan hanya berdasarkan intuisi. (M-11)
--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 12/1/06
PT KA Targetkan Kenaikan Penumpang 7 Persen
BANDUNG - Direktur Utama PT Kereta Api Ronny Wahyudi menargetkan kenaikan jumlah penumpang 7 persen atau menjadi 154,086 juta orang pada tahun ini. Sebelumnya, pada 2005 jumlah penumpang kereta api mencapai 147,910 juta. "Diharapkan kenaikan itu terjadi pada seluruh kelas," tuturnya di Bandung, Rabu (11/1).
Untuk mencapai target tersebut, Ronny menyatakan pihaknya akan berusaha terus meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan demikian kereta api tetap menjadi pilihan transportasi utama bagi masyarakat.
"Target peningkatan itu dimulai dari KA utama kelas ekonomi, bisnis, eksekutif, KA lokal sampai ke KA Jabotabek," katanya.
Dia juga mengakui mulai Februari mendatang pihaknya akan meningkatkan pelayanan dengan KA tepat waktu. Maksudnya adalah tepat waktu keberangkatan dan waktu kedatangan. Sebagai tahap awal, tambahnya, KA tepat waktu ini akan diberlakukan pada beberapa rangkaian KA utama seperti KA Parahyangan dan KA Argo Gede rute Bandung-Jakarta. "Kita lakukan bertahap, nanti yang lainnya juga akan demikian," tuturnya.
Selain itu, PT KA akan mengoptimalkan pelayanan KA barang agar dapat mencapai target. "Terutama KA Babaranjang dan KA angkutan BBM," ujar Ronny seraya mengaku pada tahun lalu, layanan KA barang memang tidak dapat mencapai target volume 17,377 juta ton dan yang tercapai hanya 86 persen.
Target 2006 ini, volume yang diangkut KA barang sebanyak 18,608 juta ton. "Kami menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,7 triliun. Target pendapatan ini naik sekitar 10 persen dibandingkan pendapatan tahun lalu," katanya. (ADI/T-4)
--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 12/1/06
Fir3blaze
January 17th, 2006, 08:55 AM
From Jawapos.co.id
Selasa, 17 Jan 2006,
INKA Dapat Order 60 Kereta Api
JAKARTA - Pemerintah kini tidak lagi mengandalkan produk impor untuk memperkuat armada kereta api. Ini terlihat dari kebijakan pemerintah memesan 60 set kereta api atau sekitar 240 gerbong kepada PT Industri Kereta Api (PT INKA) secara bertahap hingga 2009.
Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, menegaskan tahun ini jumlah kereta api yang dipesan sebanyak 10 set atau 46 gerbong. "Jumlah kereta api yang dipesan memang jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Ini terkait dengan tingginya kebutuhan gerbong kereta api menyusul ditetapkannya target 2 juta penumpang pada 2009," sebutnya di Jakarta kemarin.
Hatta menjelaskan bahwa setelah kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), masyarakat banyak beralih ke transportasi masal seperti kereta api. "Dari laproan yang saya terima, penumpang di atap kereta semakin banyak," paparnya. Menurut dia, kebutuhan kereta api hingga 2009 mencapai 450 gerbong. Sedangkan jumlah gerbong yang tersedia saat ini baru 217, sehingga kurang 60 gerbong.
Untuk memenuhi kekurangan tersebut, pemerintah akan meminta PT INKA untuk memproduksinya. Untuk 2006, 10 set kereta api yang dipesan terdiri dari kereta api penumpang ekonomi 20 gerbong senilai Rp 54 miliar, 8 gerbong kereta api listrik (KRL-1) senilai Rp 23 miliar, 10 gerbong kereta api diesel elektrik senilai Rp 39 miliar, dan rehabilitasi 8 gerbong kereta api diesel senilai Rp 3 miliar. (iw)
tata
January 26th, 2006, 02:01 PM
As reported in detik.com, PT KAI improved its performance in year 2005 and accident rate decreased by 15%.
Kamis, 26/01/2006 17:26 WIB
Kinerja PT Kereta Api Meningkat, Kecelakaan Turun 15%
Kinerja PT KA pada 2005 membaik. Kecelakaan turun 15%, demikian juga jumlah penumpang yang duduk di atap gerbong.
tata
January 26th, 2006, 06:17 PM
Bangladesh 50 wagons, Sudan 320 wagons and Thailand 1122 container cars..... :cheers:
Friday January 13, 02:51 PM Asia Pulse
Three Countries To Buy Railway Wagons From Indonesian Firm
JAKARTA, Jan 13 Asia Pulse - Bangladesh and Sudan have agreed to buy hundreds of railway wagons from state-owned PT Industri Kereta Api (Inka), its president Roos Diatmoko said.
Inka also is negotiating with Thailand's railway company on its order for 1122 container cars, Roos said.
Bangladesh ordered 50 wagons valued at US$13 million and Sudan for 320 wagons valued at US$38 million, Roos said.
He said the deals indicate that foreign countries still appreciate Inka products while the government chose to import used railway wagons for the state-owned railway company.
Despite protests, the Transport Ministry has imported used electric railway wagons from Japan and plans to import 160 more units this year valued at Rp74 billion (US$7.5 million).
tata
February 6th, 2006, 10:18 AM
Asing minati garap KA supercepat
JAKARTA: Beberapa investor dari China, Jerman, dan Prancis mengajukan usulan resmi kepada pemerintah untuk membangun jaringan kereta api supercepat di Jawa, menyusul rencana revisi UU Perkeretaapian yang memungkinkan swasta berperan di bisnis tersebut.
Iinvestor dari tiga negara yang telah mengoperasikan kereta api supercepat itu telah mengajukan proposal kepada Dephub beberapa waktu lalu.
Menurut Menhub M. Hatta Rajasa, mereka melirik rute Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya untuk pengembangan KA supercepat itu.
"Proposal mereka sudah masuk Dephub. Saya yakin setelah revisi UU Perkeretaapian selesai mereka akan mengajukan [proposal] lagi," ungkapnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.
Dia mengungkapkan investor dari China tertarik membangun jalur KA supercepat Jakarta-Bandung sehingga waktu tempuhnya menjadi satu jam.
Menhub mengharapkan revisi UU No.15/1992 itu bisa diselesaikan dalam waktu enam bulan mengingat pentingnya membuka era persaingan di bisnis perkeretaapian.
Dirjen Perkeretaapian Dephub Soemino Eko Saputro menambahkan KA supercepat mungkin dikembangkan di Jawa karena sekitar 60% penduduk Indonesia berdomisili di pulau tersebut. "KA supercepat di Jawa menjadi prioritas dan sekarang sudah masuk dalam Rencana Strategis Perkeretaapian Dephub 2005-2006." (01) (redaksi@bisnis.co.id)
tata
February 6th, 2006, 10:21 AM
Dua perusahaan berminat garap KA Bandara
JAKARTA: Sedikitnya dua perusahaan yang beroperasi di Indonesia diketahui berminat membangun dan mengelola kereta api cepat jalur Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng (KA Bandara).
Direktur Pengembangan Usaha PT Kereta Api (PT KA) Julison Arifin mengatakan kedua perusahaan tersebut adalah PT Bukaka-Siemens AG dan PT Industri Kereta Api (Inka) serta investor asing asal Jerman dan Inggris.
"Sudah ada investor lokal maupun asing yang berminat menanamkan saham. Itu Bukaka-Siemens dan PT Inka dan beberapa asing," ujarnya, pekan lalu.
Menurut dia, dua perusahaan itu diharapkan membeli share saham perusahaan patungan antara PT KA dengan Angkasa Pura (AP) II untuk menyediakan sarana berikut pengoperasiannya.
"Kami perkirakan pembagian saham di dalam perusahaan patungan tersebut masing-masing 50% antara PT KA dengan AP II. Perusahaan patungan inilah yang akan kami tawarkan sahamnya ke swasta."
Namun, lanjutnya, PT KA belum bisa memastikan berapa presentase saham yang akan dilepas kepada swasta karena masih dihitung untuk melihat keuntungan dan kerugiannya.
Pemerintah, tandasnya, telah berkomitmen untuk membangun kebutuhan infrastruktur seperti rel ganda (double track), jembatan layang dan memperbaiki rel yang ada serta prasarana sinyal.
Dia mengungkapkan khusus pembangunan seluruh prasarana proyek tersebut pemerintah akan mengalokasikan dana sedikitnya Rp300 miliar yang tinggal membangun jalur perlintasan sekitar 10 km.
"Secara teoritis membangun jalur 10 km tidak begitu sulit, perkiraan kami dalam dua tahun bisa selesai," kata Julison.
Menurut dia, PT KA saat ini sedang mendiskusikan segala aspek yang berhubungan dengan kegiatan operasional KA Bandara baik sistem pentarifan maupun kapasitas yang akan diangkut.
"Mengenai perhitungan tarif, jadual pengoperasian, dan sebagainya," ujarnya.
Sementara itu, ungkapnya, PT KA terus melakukan pembicaraan dengan AP II dengan topik pembahasan letak stasiun yang diprioritaskan di lingkungan bandara maupun di sepanjang area bandara.
"AP II berkonsentrasi pada stasiun di dalam bandara, apakah hanya satu atau ada beberapa stasiun jika ternyata diputuskan pola lintasannya merry go round [mengitari bandara]."
PT KA, menurut Julison, sedang memproyeksikan letak stasiun lainnya, apakah hanya di Manggarai atau juga berhenti di titik tertentu.
Terkait rencana operasi, semula PT KA dan AP II menargetkan pada 2009. Namun, dengan komitmen pemerintah yang bersedia membangun kebutuhan prasarana, maka target operasi menjadi lebih cepat, yakni pada 2008.
Saat ini, ungkapnya, pemerintah tengah menunggu finalisasi infomemo yang disusun oleh Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI) yang diketuai Menko Perekonomian Boediono.
Sementara itu, Dirut Inka Roos Diatmoko menyatakan Inka masih mencari mitra strategis untuk turut serta bermitra dengan perusahaan patungan PT KA dan AP II mengelola KA Bandara. (01)(redaksi@bisnis.co.id)
tata
February 6th, 2006, 10:23 AM
Pengoperasian KA Pelabuhan dipercepat
JAKARTA: Pemerintah mempercepat pengoperasian jalur kereta api Pasoso-Dermaga Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok (KA Pelabuhan) pada pertengahan 2006 dari sebelumnya 2007 untuk memperlancar arus kontainer dari pelabuhan itu.
Menhub M. Hatta Rajasa mengatakan pemerintah mengalokasikan Rp7,8 miliar untuk mempercepat pengoperasian KA Pelabuhan itu.
"Ada dua proyek yang dipercepat pengoperasiannya, yakni KA Bandara Soekarno-Hatta dan KA Pelabuhan," katanya pekan lalu.
Dia menyatakan percepatan operasi KA Pelabuhan dilakukan setelah banyaknya keluhan dari pengusaha akibat kemacetan lalu lintas sehingga arus pengiriman kontainer ke kapal menjadi tersendat.
Dia menambahkan pengalihan moda angkutan kontainer dari jalan konvensional ke angkutan KA menjadi prioritas pada pertengahan 2006 dari rencana semula pada 2007.
Saat ini jalur KA Pelabuhan masih menyambungkan jalur KA Gedebage-Pasoso, sementara Pasoso-Dermaga Petikemas Priok sepanjang tiga km terus dikejar pengerjaannya.
Jalur Pasoso-Dermaga Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok sampai saat ini masih mengandalkan truk sebagai satu-satunya angkutan kontainer.
Menhub mengungkap