View Full Version : [INDONESIA] National Railways
sanhen December 25th, 2004, 05:35 AM Argh. The old Indonesian Railways thread got deleted.
So I make this new one.
SUARA PEMBARUAN DAILY
16 Gerbong KRDE untuk Jakarta-Bandung
Tol Dibangun, PT Kereta Api Tingkatkan Daya Saing JAKARTA - PT Kereta Api (PT KA) akan memesan 16 gerbong atau dua set Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) dari PT Industri Kereta Api (Inka) mulai awal 2005 mendatang. Rencananya dua set KRDE itu akan dioperasikan untuk rute Jakarta-Bandung.
"Ini merupakan salah satu upaya kami meningkatkan daya saing operasional mengantisipasi berkurangnya penumpang KA setelah beroperasinya jalan tol Cipularang yang menghubungkan Jakarta dan Bandung April tahun depan," ujar Direktur Utama PT KA, Omar Berto, kepada Pembaruan di Jakarta, Kamis (23/12).
Dijelaskan, hingga kini belum diputuskan bagaimana spesifikasi KRDE itu. Soalnya belum ada detail lengkap, berapa gerbong untuk kelas bisnis dan eksekutif dalam satu rangkaian itu. Sehingga Omar belum dapat menyebutkan berapa harga satu set KRDE yang dipesan PT KA itu. KRDE adalah moda tepat untuk melayani rute Jakarta-Bandung yang pergerakannya cepat. Kereta itu tidak perlu menunggu lama ketika tiba di Gambir ataupun di Stasiun Bandung karena tidak perlu memutar lokomotif.
Dijelaskan, dua set KRDE itu akan dikerjakan selama 18 bulan, sehingga pertengahan 2006 bisa dioperasikan. Rencananya, PT KA akan memesan 10 set KRDE ke Inka. Namun program itu nantinya diserahkan kepada direksi baru PT KA yang akan terbentuk.
Capai 72 Persen
Pembangunan empat jembatan besar di sepanjang jalan tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang) yang menghubungkan Jakarta dan Bandung hingga pekan ini sudah mencapai 72 persen. Dipastikan empat
jembatan besar itu akan selesai akhir Maret dan dapat digunakan pada April 2005 bersamaan dengan peringatan Konferensi Asia Afrika di Bandung.
"Untuk jembatan Cisomang, pekan depan sudah pasang balok jembatan
(penghubung antar tiang) setelah itu akan dipasang lantai jembatan. Sedangkan Cipada dan Ciujung pemasangan balok sudah dilakukan," ujar
Kasub Div Rencana Teknik JB Eddy Bambang kepada Pembaruan, Kamis (23/12).
Dijelaskan, dalam proyek jalan tol Cipularang tahap II sepanjang 41,3 kilometer, terdapat pembangunan empat jembatan besar yakni jembatan Ciujung sepanjang 470 meter, Cisomang (260 m), Cikubang (520 m), dan Cipada (650 m). Proyek Cipularang tahap II itu senilai Rp 1,47 triliun.
Khusus jembatan Ciujung nilai kontrak sebesar Rp 332,2 miliar yang dikerjakan kontraktor PT Waskita Karya Jasa (JO), kemudian jembatan Cisomang senilai Rp 75,8 miliar oleh kontraktor PT L&M System Indonesia, jembatan Cikubang senilai Rp 140,4 miliar dengan kontraktor PT Propelat, dan jembatan Cipada senilai Rp 236,3 miliar yang dikerjakan kontraktor PT Hutama karya.
Eddy menjelaskan, hingga saat ini proyek jalan tol Cipularang berjalan sesuai rencana. "Beberapa kendala seperti keluhan warga soal pembebasan lahan dan juga permasalahan soal lumpur masuk ke sawah sebagian sudah diatasi dan sebagian lagi dalam proses," ujar dia.
sanhen December 25th, 2004, 05:36 AM OMG. I make this thread in the wrong sub-forum....
anduz January 5th, 2005, 02:00 PM ini pak sanhen yang ada di milis KA bukan?
sanhen January 6th, 2005, 08:24 AM ini pak Anduz yg di jembatan cikubang kah?
hehehehe
anduz January 7th, 2005, 08:17 AM ini pak Anduz yg di jembatan cikubang kah?
hehehehe
yoi sekali...wah ternyata kita ketemu lagi di forum ini..:D :drunk:
sanhen January 7th, 2005, 08:38 AM hehehe
koq bisa tau forum ini? tau dari mana?
saya mah lebih aktif disini daripada di milis keretapi
ngga cuman nongkrong aja hehehe
anduz January 7th, 2005, 01:29 PM wah koq jadi chat forum berdua..:d heheh, dari search engine.....
Alvin January 19th, 2005, 05:28 AM French firm plans to develop railroads in Aceh, Surabaya
Rendi A. Witular, The Jakarta Post, Jakarta
As the government has been concentrating on further developing the rail network on Java, French rail company SNCF International plans to restore the network connecting Banda Aceh and Medan, as well to explore a possibility of a commuter line in Surabaya.
As a token of its seriousness, SNCF chairman and chief executive officer Jean-Pierre Loubinoux signed a memorandum of understanding with Minister of Transportation Hatta Radjasa on Tuesday to conduct a technical and feasibility study for the projects.
The study will be funded by the French government in the form of grants worth about 1 million euros for each project.
"We are eager to open up a railway business in Indonesia. After the completion of the study, we will invite other investors to become partners with us on the project," Loubinoux told a press briefing on Tuesday at the two-day Infrastructure Summit.
On the Aceh rail project, he added, the company would focus on restoring the 400-kilometer network stretching from Banda Aceh to Medan. The railroad itself, built by the Dutch colonial administration, actually survived the Dec. 26 quake and tsunami, that killed over 100,000 people in Aceh and devastated most of infrastructure.
In 1999, president B.J. Habibie kicked off a Rp 3.5 trillion (about US$377 million) railway project connecting Banda Aceh and Langsa in southeastern Aceh with Asian Development Bank assistance in conducting a feasibility study for the project.
The technical and feasibility studies for the Aceh railway project are expected to be completed within six months while for the Surabaya project is to be completed by the end of this year due to the complexity of the areas.
SNCF was established 50 years ago from a merger between several French state rail companies with a number of private firms.
The company has been involved in a number of projects in Asia, including Taiwan and South Korea.
SNCF refused to disclose the amount of the projects but an official with the transportation ministry revealed that the investment could be around $1 billion.
Data from the ministry says there are currently 7,833 kilometers of rail networks available in the country but only some 4,411 kilometers are operational. Over 3,100 kilometers are in Java and over 1,200 kilometers are in Sumatra.
Coordinating Minister for the Economy Aburizal Bakrie said the policy of expanding the railway network in Sumatra was to serve all provinces and other potential regions by improving the existing infrastructure system and setting up new networks.
The government is currently drafting a bill on railroads, which will further enhance the role of local administrations and the private sectors to help develop the facilities.
At present, PT Kereta Api Indonesia (KAI) has a monopoly to regulate and operate the nation's rail networks, but has come under criticism for financial difficulties faced by the company due to corruption.
Due to the lack of funds, the company has only been able to grow by an average of 2.55 percent per year in terms of providing new facilities and expanding the network.
Fir3blaze February 10th, 2005, 08:14 PM Here's some pics on the Surabaya Sidoarjo commuter train. Taken from suarasurabaya.net
Boarding time
http://img212.exs.cx/img212/1953/potret670clip23vi.jpg
Ngagel Shelter under construction
http://img212.exs.cx/img212/3673/potret1059clip21bk.jpg
Happy faces :D
http://img212.exs.cx/img212/7065/potretd1126clip21nz.jpg
tata February 17th, 2005, 07:56 PM KA Jabotabek Akan Libatkan Swasta
Jakarta, Kompas - Mulai April 2005, PT KA Divisi Jabotabek akan dipisahkan dari induknya dan menjadi anak perusahaan PT KA. Selain ada perubahan nama (sementara) menjadi PT KA Jabotabek, struktur kelembagaan perusahaan baru itu juga akan dirombak. Bahkan, dalam pengoperasian kereta api, PT KA Jabotabek nantinya akan melibatkan sektor swasta.
Demikian dikatakan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Iskandar Abubakar, Rabu (16/2), dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat yang membahas masalah transportasi, kemacetan, dan banjir di Jakarta. Acara dipimpin Ketua Komisi V M Sofhian Mile yang didampingi Wakil Ketua Sumaryoto dan Erman Suparno.
Secara terpisah, Direktur Perkeretaapian Departemen Perhubungan Harris Fabillah menambahkan, pihaknya sudah menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan perusahaan dari Korea Selatan untuk pengoperasian kereta di Jabotabek.
"Kami juga akan bekerja sama mengenai masalah sarana, terutama stasiun KA yang sekarang masih sangat terbuka. Jika ada investor, stasiun nantinya akan dibuat tertutup," tuturnya. Harris enggan menyebutkan berapa nilai investasi yang akan ditanamkan oleh perusahaan asing tersebut.
Di Istana Wakil Presiden, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menyatakan perusahaan dari Korea Selatan itu adalah Sam An. Adapun nilai investasi untuk membangun KA komuter itu sebesar Rp 2 triliun atau sekitar 200 juta dollar AS.
Selain di Jakarta, sistem kereta komuter itu juga akan dikembangkan di Surabaya.
Menurut Harris, setelah menjadi anak perusahaan, secara bertahap PT KA Jabotabek akan menjadi mandiri dan benar-benar terpisah dari induknya. Jadi, akhir tahun 2005 ini PT KA Jabotabek tetap harus melaporkan pendapatannya kepada PT KA yang berpusat di Bandung.
Kepala PT KA Divisi Jabotabek Rachmadi menyambut baik perubahan tersebut. "Dengan menjadi anak perusahaan, KA Jabotabek akan lebih fleksibel dalam hal usaha. Misalnya untuk menentukan tarif, KA Jabotabek tidak perlu terlalu lama berdiskusi dengan pusat. Dalam pengeluaran biaya, tidak lagi akan birokratis seperti sekarang," tuturnya.
Rachmadi menilai rencana kerja sama dengan perusahaan Korea itu bukan berarti akan mengganti karyawan PT KA yang sudah ada. Selain itu, lanjut Rachmadi, PT KA Jabotabek nantinya akan lebih mudah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI sehingga kereta api bisa terintegrasi dengan angkutan lain, seperti busway, monorel, dan subway.
Direktur Eksekutif Indonesia Railway Watch (IRW) Taufik Hidayat mengatakan, pemisahan KA Jabotabek dari induknya sudah lama dinantikan masyarakat yang mengharapkan pelayanan lebih baik. Namun, kata Taufik, spin off tidak akan berarti banyak jika tidak didukung indikator kinerja. "Ada tiga indikator untuk menilai, yaitu ketepatan waktu kereta, pertumbuhan penumpang, serta kepuasan konsumen," ujarnya menjelaskan.
Ketepatan waktu akan mencerminkan keandalan sarana dan prasarana, sedangkan pertumbuhan penumpang bisa menunjukkan pelayanan yang membaik. Perihal kepuasan penumpang, PT KA Jabotabek bisa bekerja sama dengan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia yang akan menyurvei penumpang. Dengan begitu, penumpang juga terlibat.
"Indikator itu nantinya akan berhubungan dengan nilai public service obligation (PSO) yang akan diberikan pemerintah untuk ’menyuntik’ dana. Berapa banyak dana yang harus diberikan, apakah meningkat atau tetap," ujar Taufik.
Selama ini, penumpang KA Jabotabek memang paling tinggi, 67 persen dari total penumpang KA. Meski demikian, penghasilannya tetap kecil. Lain dengan KA jarak jauh yang 70 persen penumpangnya kelas eksekutif.
Pengembangan
Iskandar menambahkan, pihaknya masih terus mengembangkan KA Jabotabek. Depo kereta rel listrik Depok yang pembangunannya dimulai Agustus 2004 direncanakan selesai Agustus 2007 dengan biaya lebih dari Rp 397 miliar. Untuk double double track Manggarai- Bekasi, pembebasan lahan mencapai 79,1 persen dan konstruksi dimulai tahun 2006.
Mengenai pembangunan perpanjangan jalur KA dari Stasiun Pasoso (Priok)-dermaga peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok, pembebasan lahan dan konstruksi dikerjakan tahun ini dan selesai akhir 2006 dengan biaya Rp 80 miliar. (ivv/har)
sanhen February 18th, 2005, 08:13 AM At LAST!!!
Just about time they implement this................
I hope they not can put more attention to JAbotabek crossings by building more underpass and overpass on railway crossings. FYI, your car can get trapped up to 45 minutes in some railway crossings in Jakarta!!!
tata February 18th, 2005, 11:18 AM Made in Indonesia: KRL-I Commuter Train
http://img225.exs.cx/img225/7316/utamaa1kj.jpg
http://img225.exs.cx/img225/7523/krlbintaro3kg.jpg
http://img225.exs.cx/img225/797/krli4en.jpg
http://img225.exs.cx/img225/7277/krlisud2ki.gif
http://img225.exs.cx/img225/8226/krlbintaro30sz.jpg
Interior
http://img225.exs.cx/img225/9283/krlbintaro51qd.jpg
http://img225.exs.cx/img225/9811/krliint7ii.jpg
http://img225.exs.cx/img225/3782/krlbintaro27ql.jpg
http://img225.exs.cx/img225/9059/krlbintaro47iz.jpg
http://img225.exs.cx/img225/682/krlbintaro68rq.jpg
sanhen February 18th, 2005, 01:15 PM Too bad we have only one/two sets...
Fir3blaze February 18th, 2005, 02:25 PM Yay! more pics, thanks tata. yeah, we ought to promote local technology more, especially since the train looks reasonably good and functional. I do think that the overhead baggage holder is somewhat unnecessary, as no one actually puts anything on top.
One think i fear from foreign investors coming into the commuter train business is that they will discontinue effort to develop train technology locally.
sanhen February 18th, 2005, 03:56 PM Agreee..
that overhead luggage is useless......
David-80 February 18th, 2005, 06:38 PM I think foreign investor is better off to just buy PT INKA and try market it overseas rather.
Anyway, Inka just posted a consecutive net loss last year, I feel sorry for them.
cheers
Fir3blaze February 19th, 2005, 08:22 AM Well, I have no problem if INKA is sold to foreign investors. What i hope to see is that the company continue to develop rail transport technology. Looking ahead, it would be impossible for Indonesian roads to handle all inter and intra city traffics due to the high density of our population, and I hope that we can master the technology of efficient rail-based transport.
The problem with INKA is that it lacks government support. KAI bought some trainset, but they never pay up for it. And the govt did not encourage KAI to buy more trains from INKA, instead they opted for second hand trains from abroad.
sanhen February 19th, 2005, 08:48 AM The last time I heard about INKA future was about merger. I am not sure with what company, but the plan was like that.
INKA, despite lack of funding and goverment support, is a very hi-tech company. Due some technology transfer from foreign companies.
AFAIK, unlike PT Dirgantara, INKA still healthier. They export many parcel rolling stock to other countries etc.
For me, I dont want to see INKA being sold to foreign investor. Not now at least. The future of railway in Sumatera and Kalimantan is bright. For Java is hard. Railway is good for err.. "perintis" dunno how to say in english hehehe. Java is developed already, Java need MRT, not those long haul train.
PT KAI did not buy more train set from INKA coz can not NGUTANG hehehe.
sanhen March 4th, 2005, 12:51 PM I have in my hand, the draft for new National Railways regulations that submitted to the house of representative. Its 160KB long in word format. If anyone interested PM me your email so I can email it to you.
David-80 March 4th, 2005, 01:59 PM Sanhen, can you give us whats the main point in that regulation?
cheers
sanhen March 5th, 2005, 12:37 AM I have just read a bit.. its 40 pages long hehehe
But seem now the railways regulations is relaxed a lot.
Firstly, all railways still owned by the central government. But province and city government can also managed the railways now. Either under private or non-private operator.
sanhen May 7th, 2005, 12:56 AM Already under test at Argo Bromo(s) rolling stock.
Pemasangan Internet di Kereta Api Ditargetkan Selesai pada Akhir 2005
BANDUNG--MIOL: Pemasangan fasilitas internet dan telepon di kereta api ditargetkan dapat terealisasi pada akhir 2005 mendatang.
Hal itu bisa terealisasi setelah PT Telkom dengan PT Kereta Api (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemasangan internet dan telepon itu, kata Kahumas PT Telkom Mundarwiyarso, usai diskusi tentang satelit yang diselenggarakan Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb), Sabtu di Bandung.
Mundarwiyarso menyebutkan, pemasangan fasilitas internet dan telepon di atas KA itu masih dalam proses pengkajian secara komprehensif agar nantinya dapat melayani para pelanggan KA.
Ia mengatakan, pemasangan telepon sendiri tidak menutup kemungkinan dengan menggunakan fasilitas Sistem Code Division Multiple Access (CDMA) atau menggunakan telepon Flexi.
"Selain itu, proses pengkajian secara komprehensif tersebut dari segi kenyamanannya," katanya.
Pasalnya, menurut dia, segi kenyamanan tersebut sangat penting terutama bagi para pengguna layanan internet dan telepon di atas KA tersebut, apakah ketika melakukan komunikasinya terasa nyaman atau tidak seperti terganggu kebisingan suara roda KA. (Ant/O-5)
David-80 May 7th, 2005, 03:08 PM Ia mengatakan, pemasangan telepon sendiri tidak menutup kemungkinan dengan menggunakan fasilitas Sistem Code Division Multiple Access (CDMA) atau menggunakan telepon Flexi.
Yucks. I dont believe that system will ever works on the train since its not even working properly in most major cities.
Btw, CDMA is only working if the phone is still at the destinated area right? when you passed the coverage area, the phone wont working. At least thats the reason why i sold my CDMA flexi.
cheers
sanhen May 7th, 2005, 04:40 PM The system seem to be working fine. Few customer that test it does not complain about the connection. Instead they complain there are not enough arm rest while typing.
macgyver May 8th, 2005, 03:13 AM Already under test at Argo Bromo(s) rolling stock.
Pemasangan Internet di Kereta Api Ditargetkan Selesai pada Akhir 2005
BANDUNG--MIOL: Pemasangan fasilitas internet dan telepon di kereta api ditargetkan dapat terealisasi pada akhir 2005 mendatang.
Hal itu bisa terealisasi setelah PT Telkom dengan PT Kereta Api (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemasangan internet dan telepon itu, kata Kahumas PT Telkom Mundarwiyarso, usai diskusi tentang satelit yang diselenggarakan Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb), Sabtu di Bandung.
Mundarwiyarso menyebutkan, pemasangan fasilitas internet dan telepon di atas KA itu masih dalam proses pengkajian secara komprehensif agar nantinya dapat melayani para pelanggan KA.
Ia mengatakan, pemasangan telepon sendiri tidak menutup kemungkinan dengan menggunakan fasilitas Sistem Code Division Multiple Access (CDMA) atau menggunakan telepon Flexi.
"Selain itu, proses pengkajian secara komprehensif tersebut dari segi kenyamanannya," katanya.
Pasalnya, menurut dia, segi kenyamanan tersebut sangat penting terutama bagi para pengguna layanan internet dan telepon di atas KA tersebut, apakah ketika melakukan komunikasinya terasa nyaman atau tidak seperti terganggu kebisingan suara roda KA. (Ant/O-5)
Well sorry to say ....
I don't think It will work ....
The Telephone using FLexi/CDMA .... THis will work as long as all the route from jkt to bdg has already covered by CDMA-Network-CELL ....
Gak usah jauh2 .... XL juga bisa gitu mah ... jkt - sby .... pake aja GSM/GPRS
Kalo internet nya mau pake CDMA ... ( disitu ditulis nya broadband ... ) ... ha ha ha ..... even it is slower that dial up ... :bash:
Kalo mau internet di kereta ... harus bikin WIFI/WLAN/WMAX type of Network sepanjang jalan kereta jkt Bandung ........
dan itu memungkinkan ...................walaupun investasi vs return nya kalo diitung sekarang sih ..... gak akan MASUK ....
http://www.itweek.co.uk/news/1161308
http://www.itweek.co.uk/news/1161308
http://davesipaq.com/news/004750/iPAQ_Siemens_Wi-Fi%20broadband%20internet_high-speed%20train
David-80 May 8th, 2005, 02:10 PM sanhen, its working fine because it was tested in Jakarta.
I sure you, it wont work, macgyver is right, its only working in some area where CDMA network exists.
These are not the telco system suitable for transportation, instead PT kereta api should find the same technology that been used for a decade now by most airlines in United states of america. its called Air-phone or use something like macgyver said, WLAN and WMAX network.
cheers
tata May 26th, 2005, 11:53 PM ADS ON THE MOVE: Commuters at Dukuh Atas train station, Central Jakarta, look at the brightly colored Pakuan electric train decorated as a mobile billboard. The usually shabby, gray train connecting Kota Station-Bogor was spruced up and started service on Wednesday. (JP/Arief Suhardiman)
http://img128.echo.cx/img128/3521/afs050525901p82va.jpg
tata June 3rd, 2005, 08:49 PM Saman siapkan US$270 juta ke KA Jabotabek
JAKARTA (Bisnis): Saman Engineering Consultant (SEC), investor asal Korsel berencana menginvestasikan dananya sebesar US$270 juta untuk pengembangan kereta api rute lingkar Jabotabek (Jabotabek Circular Line).
Dirjen Perhubungan Darat, Dephub, Iskandar Abubakar, mengatakan investasi berpola build, operate, and transfer (BOT) selama 20 tahun tersebut direncanakan bisa beroperasi pada 2008.
"Sesuai time table yang dibuat Saman Engineering Consultant sendiri pembangunan konstruksinya bisa dimulai semester kedua ta-hun depan," katanya seusai memimpin pertemuan dengan PT KA, Bapeda DKI dan SEC kemarin.
Menurut dia, rencana investasi itu akan meningkatkan kapasitas angkut yang saat ini masih di bawah 4.000 per jam sekaligus bisa memecahkan persoalan angkutan massal di Jakarta.
Berdasarkan optimalisasi aset dan operasi KA Jabotabek, unngkapnya, proyek Jabotabek Circular Line bisa meningkatkan kapasitas angkut KA di rute tersebut menjadi di atas 17.000 per jam.
Iskandar juga menyatakan proyek investasi Jabotabek Circular Line merupakan bentuk partisipasi swasta dalam pengembangan KA sesuai masterplan KA Jabotabek.
Dia mengungkapkan SEC telah memutuskan bisa menginvestasikan dananya di rute circular line yang berjarak tempuh 29,738 km.
Menurut Iskandar, rute circular line yang akan dikembangkan itu tetap memasukkan Stasiun Manggarai sebagai salah satu stasiun utama yang akan dikembangkan dengan pola operasi searah dan berlawanan arah jarum jam.
Dia menguraikan proyek Jabotabek Circular Line akan berpusat di Stasiun Manggarai melalui, Stasiun Tanah Abang, Stasiun Duri, Stasiun KP. Bandan, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Jatinegara dan kembali ke Manggarai. "Ini salah satu lintasan yang pantas dikembangkan."
Iskandar mengungkapkan SEC akan mendatangkan 300-an gerbong KA setengah pakai dari Korsel untuk mengoptimalkan lintasan di rute itu.
Tapi, paparnya, rencana investasi itu belum bisa disepakati Dephub tanpa ada keputusan integral melibatkan Meneg BUMN dan Gubernur DKI.
Dia mengungkapkan untuk menghidupkan kembali Stasiun Jabotabek, PT KA Jabotabek menyarankan agar investor Korsel itu menunda usulan pembangunan short-cut untuk mendukung circular line service yang juga direncanakan SEC.
Stasiun perpindahan
Untuk itu, tambahnya, PT KA Divisi Jabotabek merencanakan menghidupkan Stasiun Tanah Abang, Manggarai, Jatinegara, Kampung Bandan dan Duri sebagai stasiun perpindahan dari sistem commuter line ke circular line.
Direktur Teknik PT Kereta Api Syahrizal Siregar menyatakan investasi dari SEC memang sangat menguntungkan tapi harus dikaji ulang secara teknis sebelum disepakati memakai gerbong Korsel.
"Di Indonesia gerbong KA setengah pakai yang tepat dari Jepang karena ukurannya sama," katanya kepada Bisnis.
Secara teknis, menurut dia, perbedaan ukuran kereta (gauge) dan clearance limit kereta antara Indonesia dan Korsel harus dipikirkan secara cermat agar kereta impor itu bisa dioperasikan.
Untuk itu, Dephub seharusnya mempertimbangkan kemungkinan investasi asing lain yang berminat masuk ke rute circular line. "Namun itu terserah di PT KA Divisi Jabotabek juga." (m01)
tata June 9th, 2005, 09:35 PM Double track Serpong-Tanah Abang to be constructed in 2006
Rel Ganda Serpong-Tanah Abang Segera Dibangun
Jum'at, 10 Juni 2005 | 01:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah akan membangun jalur rel kereta ganda untuk jalur Serpong-Tanah Abang. "Pembangunannya akan dimulai tahun depan (2006)," kata Kepala Kepala Divisi Angkutan Perkotaan Jabodetabek PT KAI Rachmadi di Jakarta, Kamis (9/6) siang.
Menurut Rachmadi, dana pembangunan bersumber dari pinjaman Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Besarnya diperkirakan mencapai Rp 5,75 triliun.
Rachmadi menguraikan panjang rel yang akan dibangun itu mencapai 23 kilometer. Sedangkan pembangunan 1 kilometer rel, termasuk pembebasan lahan, diperkirakan akan memakan biaya Rp 250 miliar.
Rachmadi mengatakan pembangunan rel ganda ini untuk memenuhi permintaan dan usulan dari masyarakat. Sampai saat ini jumlah penumpang untuk rute tersebut mencapai sekitar 1.000 orang perhari, yang diangkut dua kereta.
"Jumlah kereta itu tentu tidak sebanding dengan penggunanya yang kian hari kian membludak," katanya.
Sebelumnya, Dirjen Hubungan Darat Departemen Perhubungan Haris Fadillah mengatakan, target pemerintah adalah menaikkan peran KRL Jabodetabek yang hanya 2,5 persen menjadi 20 persen dari seluruh moda transportasi pada 2007.
Rachmadi mengakui untuk menaikkan porsi KRL menjadi 20 persen dari total angkutan umum yang ada bukan hal mudah. PT KAI saat ini memiliki 352 gerbong KRL, namun 120 di antaranya hanya 'tidur'. Artinya, yang aktif hanya 232 gerbong.
Ini tentu tidak sebanding dengan 500.000 lebih penumpang yang setiap hari memadati 60 stasiun di Jabodetabek. Untuk mencapai target 2007, dibutuhkan paling tidak 400 gerbong kereta sehingga jeda waktu kedatangan kereta tidak lama. Amal Ihsan
Alvin June 16th, 2005, 02:37 AM German Investors to Sink US$44 MLN in Jakarta Railway Project
JAKARTA, June 14 Asia Pulse - German investors will invest 36 million euros (US$44.4 million) to develop a division of the state-owned railway company PT Kereta API (API) in the greater Jakarta area (Jaborabek), an official said.
Harris Fadillah, a senior official of the land transport directorate general, said the fund will be used for the procurement of 10 sets or 40 electric train cars
The German investor plan to provide 10 sets of cars and each set will cost around 3.6 million euros, Harris said.
He said the government asked the German investors not to import the cars but should be procured from state-owned PT Industri Kereta Api (INKA) .
Meanwhile, Transport Minister M. Hatta Rajasa urged Korea's Saman Engineering Consultant to involve PT INKA in the procurement of 300 railway cars for use in Jabotabek circular line for which Sama plans to spend US$270 million.
(ANTARA) ADVERTISEMENT
sanhen June 19th, 2005, 03:02 AM Sources said in 2007 PT INKA will start building new locomotive under GE supervision. Apparently the closure of GE LOKINDO does not stop INKA to build locos. With price of around Rp. 1 billion for each locos this is a good news. Hopefully those new locos will not follow GE locomotive 'style' but 'curved' like those european locos.
Fir3blaze June 19th, 2005, 04:03 AM Good news! I was quite worried about INKA, they seem to be in a need for cash. I do belief however that they are actually quite promising if managed properly and most importantly if the government lends support for our own technology. The KRLI is a fine example, good usable technology but not supported by the govt (thru KAI).
David-80 June 19th, 2005, 11:14 AM Yeah its good news. Sanhen do you think why INKA has failed to sell their product to the local market is because their price is expensive compare to the ex european/japanese trains that being used now?
cheers
sanhen June 19th, 2005, 04:17 PM Thats because easier to finance if you buy from outside. If PT KAI buy locos and rolling stock from Germany and Japan, their goverment will loan the money or give some support for financing. INKA does not receive those kind of treatment from Indo goverment. AFAIK, PT KAI always prefer to buy INKA product.
In term of technology, INKA is very advanced. GE trust INKA to build loco for them is a proof.
Another news, just updated, GE does not allow INKA to contribute any design for the new locomotive. INKA will act as builder only. Sad though.. But GE quality control is very strict they said. Putting new untested design means new risk.
I will post the new loco design pics once it become available.
Fir3blaze June 19th, 2005, 06:11 PM The new GE locos, are they made for use in Indonesian markets only or will they be marketed by GE worldwide?
David-80 June 19th, 2005, 07:48 PM Ic, Thanks for explaining sanhen, I wonder if PT INKA will also build the highspeed train connecting java and sumatra. I read on newspaper that Lampung - Jakarta bridge will actually get build this few years from now.
cheers
tata June 19th, 2005, 08:56 PM As reported in BISNIS.COM, here's the summary in English:
- Government will build 4 new train stations in attempt to build Jabotabek Circular Line (my note: in collaboration with South Korean investor)
- Construction start 2nd half this year
- Places undisclosed to avoid land speculators
- This project is to optimize Jabotabek Railway asset and to improve its capacity to serve more than 17.000 passenger per hour
Pemerintah akan tambah 4 stasiun KA baru
oleh : Hendra Wibawa
Jumat, 17/06/2005 15:24 WIB
JAKARTA (Bisnis): Pemerintah merencanakan menambah empat stasiun baru kereta api di rute lingkar Jabotabek (Jabotabek Circular Line) untuk mendukung sistem operasional KA di wilayah Jabotabek.
Dirjen Perhubungan Darat, Dephub, Iskandar Abubakar, mengatakan penambahan tersebut direncanakan akan mulai dibangun semester II tahun 2006. "Saat ini rencana itu masih dalam tahap penelitian lanjutan," katanya kepada wartawan di Dephub hari ini.
Menurut dia, rencana penambahan tersebut berdasarkan optimalisasi aset dan operasi KA Jabotabek sekaligus untuk mendukung pencapaian peningkatan kapasitas angkut KA di rute itu menjadi di atas 17.000 penumpang per jam.
Iskandar mengungkapkan tidak bisa menyebutkan lokasinya karena dikhawatirkan meninngkatkan harga tanah di lokasi tersebut menyusul kemungkinan adanya pembebasan tanah. "Meski pembebasan tanahnya tidak banyak tapi ini belum bisa saya sampaikan."
sanhen June 20th, 2005, 04:06 AM I think the new locomotive is for Indonesian market. Indonesia so far have only exported 1 locomotive to Phillipines, and many non locomotive rolling stock to Malaysia, Thailand and if I am not mistaken, China.
High speed train is not really feasible for Indonesian landscape. I there is ever a highspeed between Java and Sumatra, it should be along the nusantara bridge only.
Yeah, hopefully INKA will build the rollingstock for the bridge too ;)
sanhen June 20th, 2005, 06:33 AM Update:
New loco will be CC204 AC/DC type with some new design. CC204 as seen as http://www.trainweb.org/sepurinter/Websitephotos/Specs/cc204.html
Total 2 new locomotives and delivery time June 2006 (not 2007) for Mangarai Depot or Jogjakarta Depot.
GE: Design, Engine, Traction Motor, Control, I Beam, Testing
Barata: Bogie Frame
INKA: Carbody, Underframe, Testing and Development at INKA eks GE Lokindo building Madiun, East Java.
This two loco will be the first two out of 50 that Indonesia currently needs. No money. So 2 first lah...
And hopefully this new loco design will include toilets for the drivers. Poor fellow, they have to use Aqua bottle.
sanhen June 20th, 2005, 06:36 PM Oh crap. They will buy locos from China.
Hopefully with technology transfer though.
Alvin June 24th, 2005, 10:36 AM INTERVIEW:Korea Sam-An May Sign Indonesia Train Deal Jul
Friday June 24, 2005, 3:34 pm
INTERVIEW:Korea Sam-An May Sign Indonesia Train Deal Jul
SEOUL (Dow Jones)--South Korea's Sam-An Corp. expects to sign an agreement with the Indonesian government next month to provide consulting services and help modernize Jakarta's train system, a project that could be valued at up to $300 million, the company's top executive said.
Under the plan, Sam-An will design and organize a plan to improve the train system in and around the city of Jakarta, the engineering consulting firm's President Lim Jong-Ah told Dow Jones Newswires in a recent interview.
The Indonesian government plans to finalize the upgrade of the train system by 2008. The project will include improvement and construction of railways and station facilities.
Sam-An was first asked by the city of Jakarta to conduct studies on the upgrade in 2003 and the Indonesian government indicated in a letter earlier this year its intention to allow the South Korean company to go ahead with the project.
"As Indonesian government officials are pushing hard to materialize this project, we expect to sign a memorandum of understanding with the transportation ministry in July and a final agreement is expected to be reached by the end of 2005," said Lim.
Sam-An will serve as the construction manager and coordinate all processes including financing, he said.
Sam-An plans to improve the traffic system of the crowded city by rearranging Jakarta's existing railway connection.
"The renovation will only cost 1/13 of the amount estimated for constructing a new line. We expect this project will also lead to the development of neighborhoods surrounding the renovated stations," said Lim.
To meet increasing traffic demand, Indonesia may consider importing South Korea's used trains, he added.
The Indonesian government and Sam-An haven't yet determined how they will arrange financing for the project, but Lim said his company plans to arrange project financing from international investors, including South Korean investors.
"The Indonesia train deal will become a milestone for Sam-An as it will be our first overseas consulting project. Using our expertise in the infrastructure business in South Korea, we will tap into other developing countries like China, Cambodia and Vietnam," Lim said.
Sam-An, formerly known as Sam-An Engineering Consultants, specializes in design and planning of hydropower and dam facilities, port development, transportation and traffic systems. It has about 1,000 employees and in 2004, posted a net profit of KRW7.5 billion on revenue of KRW141.4 billion.
The unlisted company has participated in construction planning projects for South Korea's subway lines and railroads including the country's high-speed railway.
-By Seon-Jin Cha, Dow Jones Newswires; 822-732-2165; seon-jin.cha@dowjones.com
sanhen June 24th, 2005, 12:04 PM Whoever person or company that can fix Indonesia current state railways condition and bring it to world standard can be considered as a kick ass super duper genius.
:)
Alvin July 18th, 2005, 04:02 AM Halaman Depan
Sam-An segera teken MoU kereta Jabotabek
JAKARTA (Bisnis): Dephub memastikan memorandum of understanding (MoU) antara PT KA dengan Sam-An Engineering Consultant untuk pengembangan kereta api rute lingkar Jabotabek segera diteken bulan ini.
Dirjen Perhubungan Darat DephubIskandar Abubakar mengatakan MoU kesepakatan awal kerja sama sudah dirampungkan Direktur Perkeretaapian, Ditjen Perhubungan Darat. "MoU sudah disapkan karena mereka serius, sehingga bulan ini bisa ditandatangani," katanya menjawab Bisnis pekan lalu.
Investor asal Korea Selatan tersebut telah menyiapkan investasi US$270 juta untuk mengembangkan kereta api rute lingkar Jabotabek (Jabotabek Circular Line) yang konstruksinya akan dimulai semester II tahun depan.
Penandatangan MoU yang akan disaksikan Menhub M. Hatta Rajasa itu diprioritaskan guna merealisasikan pengembangan KA Jabotabek sesuai rencana induk perkerataapian. Namun, MoU itu baru kesepakatan awal, sehingga masih harus menunggu beberapa proses lagi.
Direktur Perkeretaapian Dephub Harris Fabillah menjelaskan MoU itu akan berpola repetition operate, and transfer (ROT) selama belasan tahun, yang akan dikembalikan kepada pemerintah dalam kondisi tertentu. "Infrastruktur, rel dan tanah telah ada, Sam-An tinggal merehabilitasi dan mengoperasikan."
Dia menambahkan Jabotabek Circular Line merupakan upaya memodernisasi sistem perkeretaapian di Indonesia dengan meningkatkan standar pelayanan, sistem ticketing (vending) dan kapasitasnya.
Dengan sistem itu, stasiun juga harus tertutup karena itu syarat mutlak mencegah penumpang tidak membayar yang diperkirakan lebih dari 40%.
Iskandar menambahkan pengembangan Jabotabek Circular Line yang berjarak tempuh 29,738 km itu tidak harus menunggu proses pemisahaan usaha Divisi Jabotabek dari PT KA. "MoU itu tidak mesti menunggu proses spin off."
Paralel
Menhub M. Hatta Rajasa juga menginstruksikan berbagai persiapan proyek itu harus berjalan paralel dengan perubahan UU Perkeretaapian.
"Jadi, begitu UU itu tuntas dan disahkan, proyek itu juga sudah berjalan sesuai rencana perubahan," ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.
Dia juga mengungkapkan Sam-An direncanakan menambah empat sampai enam stasiun baru di rute itu yang telah memiliki sekitar belasan stasiun. Sam-An juga akan mendatangkan 300-an gerbong KA setengah pakai dari Korsel untuk mengoptimalkan lintasan di rute itu.
Rencana investasi Sam-An itu akan meningkatkan kapasitas angkut dari sekitar 4.000 per jam menjadi 17.000 per jam, sekaligus memecahkan persoalan angkutan massal di Jakarta. (m01/ins)
Alvin July 21st, 2005, 09:31 AM Govt to sign railway deal with Sam-An
Rendi A. Witular, The Jakarta Post, Jakarta
The government will sign a US$270 million investment deal with South Korean engineering company Sam-An Corp. next month to help modernize the railway system in Greater Jakarta.
Minister for Transportation Hatta Radjasa said before meeting with President Susilo Bambang Yudhoyono on Wednesday that Sam-An would reorganize and manage the railway system around and leading into the capital for more than 15 years.
"The ministry has issued a license for Sam-An to reorganize and manage the railway. We expect the company to materialize their investment next month," he said, adding that the revitalization work would be completed by 2008.
The company will provide about 300 new train cars, dozens of new train stations as well as a ticketing system that will minimize the number of passengers riding trains without purchasing a ticket.
It is estimated that half of the approximately 450,000 passengers who use the railway system in Greater Jakarta each day do not purchase tickets due to a lack of enforcement by officials from ailing state railway operator PT KAI.
Hatta said Sam-An would take over the operation of the Greater Jakarta railway system from KAI under a kind of build-and-transfer mechanism.
Dow Jones reported late last month that Sam-An was first asked by the Jakarta administration to conduct studies on upgrading the railway system in 2003, and the government indicated its intention to allow the South Korean company to go ahead with the project.
Sam-An specializes in the design and construction of hydropower dam facilities, seaports and transportation and traffic systems. The company has participated in constructing South Korea's subway system and railroads, including a high-speed railway.
Regarding a plan to spin off KAI's Greater Jakarta unit, Hatta said his ministry and the Office of the State Minister for State Enterprises were currently working on the plan and expected it to be finished next month.
"Aside from spinning off the unit, the government is also working to revise the law on railways to facilitate the greater involvement of the private sector. Private investors will eventually control the Jakarta train system as well as railways in other areas," said Hatta.
printer friendly
XxRyoChanxX July 22nd, 2005, 02:07 AM cool...!! more trains LOL
tata August 27th, 2005, 02:03 AM Good news for INKA and Indonesian train industry: PTKA to order 8 KRD (diesel loco) from INKA
--------------------------------------------------------
PTKA pesan delapan KRD ke Inka
(http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A17&cdate=27-AUG-2005&inw_id=386711)
Bisnis Indonesia BANDUNG: PT Kereta Api Indonesia (PT KA) akan memesan delapan unit kereta rel diesel (KRD) elektrik pada PT Industri Kereta Api (PT Inka) yang akan dipergunakan untuk rute Bandung-Jakarta.
Dirut PT KA Oemar Berto mengatakan kerja sama tersebut sampai saat ini belum ditandatangani kedua belah pihak, karena ada beberapa hal yang belum disepakati, misalnya masalah harga.
PT Inka menawarkan harga untuk delapan unit KRD elektrik tersebut sebesar US$7 juta. "Kami inginnya lebih rendah dari angka itu, pokoknya serendah mungkin," ujarnya kamis lalu.
Dia mengaku rencananya pembelian kereta itu akan dilakukan pada tahun depan, namun tampaknya hal itu sulit dilakukan sehingga kemungkinan besar baru dapat terealisasi 2007 nanti.
"Realisasinya 18 bulan dari kesepakatan kerja sama yang akan kami [PT KA dan PT Inka] tandatangani nanti," tandasnya. Mengenai kapan penandatangan kerja samanya, Oemar menandaskan akan dilakukan secepatnya pada tahun ini.
KRD itu full AC dan akan dipergunakan untuk kelas I dan II, untuk rute Bandung-Jakarta, yang akan dikelola badan tersendiri namun masih di bawah pengawasan PT KA.
KRD elektrik tersebut berbeda dengan kereta yang telah ada, karena memiliki dua lokomotif di kedua ujungnya, sehingga pada saat di Stasiun Gambir atau di Stasiun Bandung tidak perlu lansir.Daya tempuh kereta itu diperkirakan 2,15 jam. Diharapkan dengan adanya KRD elektrik tersebut, selang keberangkatan KA dapat dilakukan sekitar 30 menit sekali.
Selain pembelian KRD elektrik tersebut, PT KA juga akan membeli satu unit KRL dari Jepang untuk keperluan jalur Jabotabek. "Pengoperasiannya akan dilakukan mulai tahun depan."
Revisi UU
Sementara itu, Draf revisi UU No 13/1992 tentang Perkeretaapian, yang membuka peluang bagi swasta untuk masuk sebagai operator, sudah selesai dibahas Dephub.
Salah satu hasil revisi itu adalah swasta yang berminat masuk ke sektor perkeretaapian bisa membangun sarana dan prasarana sendiri tanpa harus bekerjasama dengan BUMN penyelenggara perkeretaapian (PTKA).
Dirjen Perkeretaapian Dephub Soemino Eko Saputro pembahasan revisi UU itu sudah selesai sejak 25 Agustus 2005 dan secepatnya akan disampaikan ke DPR untuk disetujui.
Poin-poin yang menjadi pembahasan revisi UU itu a.l bagaimana mengakomodasi UU Otonomi Daerah dalam pengembangan perkeretaapian, serta peran swasta menjadi operator selain PT KA.
Sementara itu Dirut PT KA Oemar Berto menyatakan tidak keberatan jika sektor swasta masuk dalam perkerataapian menjadi pesaing PT KA.
Oemar mengungkapkan realisasi kinerja pendapatan pada semester I tahun ini masih di bawah target. Pendapatan yang ditargetkan tahun ini mencapai Rp2,2 triliun, hingga semester tahun ini baru mencapai Rp961,8 miliar atau 6% di bawah target ideal semester I yaitu Rp1,1 triliun. (k14)
sanhen August 27th, 2005, 06:32 AM hahaha KAI really trying to improve their Jkt-Bdg corridor service. they must have been hit hard by Cipularang tol way.
however US$7 mil for 8 KRD is cheap price. but I wonder how KAI will pay those locomotive.
However those are good news indeed. Cant wait to see private sector invest in Railway! Afterall this is how Japanese improve their railways, by involving private investor.
wS August 27th, 2005, 07:08 AM Why PT.INKA list their price in dollar instead of rupiah? do they need to but a lot of parts material from other countries especially USA?
Anyway PT. INKA website is totally disaster, they really should fix it as soon as possible.
sanhen August 27th, 2005, 09:11 AM i think because most raw material is in US dollars. basically INKA capable to produce a complete locomotive. usually they work together with PT LEN and PT PINDAD. LEN as supplier and PINDAD for braking system. INKA do 100% design. Body and car boogie made by INKA. Traction motor and control usually come other source eg. Toshiba. Other spareparts like touch screen LCD control (yeah, you read it right, fly by wire) from indonesian or overseas supplier.
oh yeah, that website is a disaster. i keep hearing they will update it but never happen. they have internal IT team, afaik.
sanhen September 1st, 2005, 01:35 PM Awal 2008, Rel KA Jabotabek Empat Jalur
Luhur Hertanto - detikcom
Jakarta - Departemen Perhubungan akan membangun empat jalur rel baru dan menambah jumlah gerbong kereta api rute Jabotabek. Kedua proyek ini ditargetkan dapat selesai paling lambat pada awal 2008.
"Penambahan gerbong diharapkan bisa selesai dalam waktu satu tahun. Untuk rel, kita sedang pembebasan lahan," kata Hatta, usai mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2005).
Rencana ini merupakan implementasi dari salah satu butir kebijakan bidang penghematan energi yang diumumkan Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY), Rabu (31/8/2005) kemarin. Dua proyek ini akan bisa mengurangi penggunaan moda transportasi darat oleh masyarakat dengan meningkatkan kapasitas angkut kerta api yang murah.
Hatta menjelaskan, setiap harinya ada 25 juta orang bergerak setiap harinya di wilayah Jabotabek. Dari jumlah itu baru sekitar dua persen yang menggunakan kereta api. Atau hanya 450 ribu sampai 500 ribu orang saja.
Sisanya menggunakan moda transportasi darat, terutama kendaraan pribadi. Tidak heran bila komsumsi bahan bakar di wilayah ini juga lebih tinggi dibanding daerah lainnya. "Dengan peningkatan kapasitas, maka penumpang yang dapat diangkut melalui jalur ganda kereta api menjadi di atas satu juta pergerakan manusia," tambahnya. (asy)
MARINHO September 10th, 2005, 11:38 AM Why PT.INKA list their price in dollar instead of rupiah? do they need to but a lot of parts material from other countries especially USA?
Anyway PT. INKA website is totally disaster, they really should fix it as soon as possible.
wS Try to visit www.Inka.web.id it's an official website as an alternative to www.inka.co.id.
Marinho
David-80 September 30th, 2005, 10:24 PM Hooray, I found a lot of source from krlmania.
These are pictures of the second try out for the new ex-Japan KRL train.
http://www.krlmania.com/artikel/krlnewdirekturs.jpg
http://www.krlmania.com/artikel/krlnewmasinis2.jpg
http://www.krlmania.com/artikel/krlbaruujicoba.jpg
http://www.krlmania.com/artikel/krlbarudalam2.jpg
alb3rt October 1st, 2005, 04:07 AM the shape is not very artistic and modern one ....
Fir3blaze October 1st, 2005, 06:00 AM Well, it looks functional and good enough for me. :D They just need to put a layer of covering for those seats IMO, blue would be a nice color.
Blue_Sky October 1st, 2005, 06:53 AM Yes the shape is not very nice but right now Jakarta really need they function of those. btw inside is very spacious and neat
sanhen October 4th, 2005, 04:54 AM Those are the train as Pakuan Express. Been use on Bogor - Jakarta router at least for the past two three years.
h4nh4n October 4th, 2005, 09:41 AM yup, i had tried before...
David-80 October 4th, 2005, 03:36 PM sanhen, welcome back dude. Btw i read on the newspaper(kompas), they have this newly special train called Ancol express? it basically a train that run from Bogor to Ancol station (a new station!) and i think they use a pakuan express train. the rates is around 22,000 rupiah for roundtrip ticket. Sounds a good deal for me, yet when the train is arrived at ancol area, you can directly connect to ancol's bus network for your destination (dufan, seaworld, gelanggang samudra, fish aquarium, etc)
cheers
cOcO_cHaneL October 4th, 2005, 06:26 PM i like it. it looks like one of those trains in my sassy girl. ehehhehe and in perth.. well, like most of the other countries i guess..
XxRyoChanxX October 4th, 2005, 11:48 PM yeahh my sassy girl LOL hahah
sanhen October 5th, 2005, 05:49 AM yeah that ancol train is very insteresting. only run on sundays. even my family that always use private cars to jakarta swear will use the train to ancol. pakuan express is known for its convinient in Bogor. clean and ontime.
David-80 October 5th, 2005, 01:41 PM Ya, i think its a good idea to use that train since it will help save the energy and lots of interesting game inside the train! :)
cheers
sanhen October 5th, 2005, 04:11 PM plus no headache from traffic jam. we need to rename 'jalan bebas hambatan' to 'jalan maybe bebas hambatan'.
sanhen October 8th, 2005, 06:50 AM PT KAI and INKA just produced another 4 high quality products:
1. FUDIKA railcar, a mobile labolatory for testing of new/upgraded/renovated locomotives.
http://img372.imageshack.us/img372/5448/img11626fi.jpg
2. KRDE (Diesel Electric) Railcar for corridor Jakarta Bandung (Interstate Train)
http://img372.imageshack.us/img372/7272/ext63ii.jpg
3. KRDE (Diesel Electric) Railcar for corridor Jabotabek (Commuter Train)
http://img372.imageshack.us/img372/324/krde3to.jpg
4. Economy Class Rolling Stock for 2005 Ramadhan @ US$2.2 Million.
Most of above will be operational by end of 2005. And of course we still have Jakarta - Sukarno Hatta train coming later.
Credit: Photo taken from keretapi@yahoogroups.com
wS October 8th, 2005, 07:43 AM 2. KRDE (Diesel Electric) Railcar for corridor Jakarta Bandung (Interstate Train) ->
The background of this train image doesn't seem to be in Indonesia with that clear sky and glassy low rise building, and the tree as well. ^_^
Blue_Sky October 8th, 2005, 07:55 AM http://img372.imageshack.us/img372/324/krde3to.jpg
I like its design
sanhen October 8th, 2005, 08:12 AM 2. KRDE (Diesel Electric) Railcar for corridor Jakarta Bandung (Interstate Train) ->
The background of this train image doesn't seem to be in Indonesia with that clear sky and glassy low rise building, and the tree as well. ^_^
yea, i dont know why they not choosing indonesian background.. kind of weird isnt it?
sanhen October 8th, 2005, 08:14 AM I like its design
Too bad this one is still on the table. And no coupler at the front means no railcar can be coupled at the front.
The yellow color is being build.
Fir3blaze October 9th, 2005, 04:04 PM Beautiful designs. Time we get ourselves nice and comfy trains, esp. since the govt raised fuel prices.
cOcO_cHaneL October 11th, 2005, 03:04 PM this is great!
peseg5 October 12th, 2005, 06:53 AM Sanhen, dont u think the train for Jakarta-Bandung is for picture 3? Cuz it has less doors than the 2nd pic, which the 3 doors in each side of train usually for jabodetabek commuter...
sanhen October 12th, 2005, 02:26 PM Sanhen, dont u think the train for Jakarta-Bandung is for picture 3? Cuz it has less doors than the 2nd pic, which the 3 doors in each side of train usually for jabodetabek commuter...
Ups, you right. Very possible I have put them wrongly. Pic 2 looks more MRT than commuter isnt it? :runaway:
tata October 20th, 2005, 03:47 PM from www.thejakartapost.com
Govt told not to import railway coaches
JAKARTA (Antara): Executive director of the Indonesian Railway Watch (IRW) Taufik Hidayat asked the Ministry of Transportation on Thursday not to import 40 electric railway coaches from Germany because he said they were unnecessary.
The money would be better spent repairing existing carriages, he said.
"Rather than spending it on railway coaches, which cost Rp 9 billion (US$900,000) each), it would be more efficient to renovate old coaches at a cost of only Rp 1 billion or even Rp 900 million each," he said.
Out of 98 electric railway coaches operated by state-owned railway company PT KAI, 60 are being repaired at the Manggarai repair center in Central Jakarta.
Speaking about the government's plan to privatize railway services in Greater Jakarta, Taufik said that IRW fully supported the idea as it would speed up improvements in the services.
However, before inviting international companies to take part in the tender for the privatization, the government should give priority to local companies, he said. (**)
peseg5 October 20th, 2005, 06:49 PM How PT KA Jabodetabek can afford new trains? They dont have the money!!
Just look to every station in Jabodetabek Area, you can see most of the passenggers are using the service free...or i can say...illegally... why? because the system (esp the station security) is so fragile that anyone who has intention to take the train freely without paying is very easy. On the contrary, everyday PT KA Jabodetabek running their trains of which is clearly create cost...Everyday they creating cost, while no significant amount of income gained from the passenggers..
sanhen October 20th, 2005, 08:08 PM Yeah.. thats why we have less and less rail track on Java.. Many lines is being closed. What a huge lost of investment.
tata October 23rd, 2005, 06:16 PM Yeah.. thats why we have less and less rail track on Java.. Many lines is being closed. What a huge lost of investment.
this is my concern as well, IMO, it deserves more attention from, be it local or central, government.
tata October 23rd, 2005, 06:17 PM dari www.kompas.com
PT KAI Tambah Gerbong KA Eksekutif
Jakarta, Sabtu
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah satu rangkaian gerbong berkapasitas 50 penumpang pada seluruh kereta kelas eksekutif tujuan Semarang, Surabaya, Yogyakarta dan Solo untuk menghadapi lonjakan penumpang menjelang Idul Fitri.
Humas Daerah Operasi I PT KAI, Akhmad Sujadi, di Jakarta, Jumat, mengatakan penambahan rangkaian gerbong kereta tersebut dimulai pada 28 Oktober 2005 hingga 1 November 2005. "Masyarakat yang belum memiliki tiket dapat segera memesan melalui layanan reservasi. Masih tersedia ratusan kursi kosong," kata Akhmad.
Penambahan gerbong itu, jelas Akhmad, merupakan bagian dari upaya PT KAI untuk memberantas percaloan tiket. Praktek percaloan masih terjadi. Akhmad mengatakan, para calo tersebut sudah terlanjur membeli tiket. Untuk itu, lanjut dia, para calo itu harus ditekan dengan melakukan operasi penertiban di berbagai stasiun kereta api. "Misalnya, di Stasiun Gambir saja sudah dua hari ini kami menempatkan 40 petugas Brimob," ujarnya.
Akhmad menyatakan pemberantasan calo tiket juga memerlukan kesadaran dari para calon penumpang agar tidak membeli tiket di luar loket penjualan karena akan merugikan penumpang sendiri. "Resiko yang ditanggung penumpang beragam, mulai dari harga yang lebih mahal hingga kemungkinan tiket yang dijual calo itu palsu," kata Akhmad
David-80 October 23rd, 2005, 10:35 PM The price for KA argo is twice if not three times than it previously! you paid 350k+ for one trip to surabaya from jakarta. Add it another 50 or 80k, than you can get an airline ticket and you arrived there nine hours faster than using train. Which one do you choose?
cheers
sanhen October 24th, 2005, 04:56 AM i will choose airline for sure. not because of pricewise, but timewise. i can not stand sitting down in train coach for bloody 10 hours not including delay (unless i can do cab riding, that wholly difference case :lol:). however, the difference is not only 50 or 80k. taking airplane will cost airport tax, taxi in and out the airport, jalan toll.. etc that will make the difference almost 200k easily. while train usually will take you right to the city center.
David-80 October 24th, 2005, 11:55 AM sanhen is right, whatever the train ticket cost, it still cost you cheaper than airline ticket. Unless the airport is in the city's downtown.
cheers
sanhen October 27th, 2005, 04:45 AM Dephub planned to buy 50 new locomotives for 2006. Current locos (CC201 to CC203 class) is already too old (more than 10 years) and not in sufficient amount.
This new locos will be imported from German (for 1.7 US million each) or China (for 800K US each) etc.. I dont know whetever they considered INKA to produce the loco or not. But dephub already state they will borrow money to buy the new locos. So can forget INKA already.
The lack of locos is one of the reason why our railways is concentrated on passanger coach and lack on cargo etc.
However, Thailand, is considering to buy 100(!!!) U20C (CC203? class) from INKA if they able to upgrade the engine from 2150HP to 2500HP.
sanhen November 22nd, 2005, 06:34 AM sumber : http://www.kereta-api.com/detail_berita.htm?id_berita=209
DIVISI JABOTABEK AKAN OPERASIKAN KRL KE PRIOK
Stasiun Tanjungpriok sebenarnya dapat diakses dengan hubungan KA dari tiga penjuru yaitu dari Jatinegara melalui stasiun Rajawali, dari Jakartakota melalui
stasiun Kampungbandan, serta dari Tanahabang melalui stasiun Kampungbandanbaru. Tetapi sudah sekian lama koridor dengan empat jalur KA atau ”double-double track” ini tidak dilalui KRL. Satu-satunya KA yang
masih melintasi koridor ini adalah KA Peti Kemas dari Gedebage ke Pasoso. Itupun hanya menggunakan satu dari empat jalur yang ada, yang sudah pasti tidak memanfaatkan enerji listrik aliran atas sebagaimana layaknya KRL. Hal ini mengusik kepedulian Rachmadi selaku Kepala Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek.
Operasi KRL akan dijajaki, yang diharapkan per 1 Januari 2006 sudah dapat dilakukan. ”Ada beberapa hal yang perlu dibenahi, tetapi kami harus mulai sesuatu untuk mencegah kerugian lebih luas lagi kalau aset PT KA di koridor ini dibiarkan,” ujar Rachmadi ketika bersama-sama dengan Kasubdit Jalan Rel, Darmawan Daud meninjau jalur KA menuju Tanjungpriok (15/11) dengan
KRD Khusus asal Bukit Duri.
Perjalanan penjajakan jalur KA yang akan dioperasikan ini dimulai dari stasiun Kemayoran, melewati stasiun Rajawali dan stasiun Ancol sampai akhirnya tiba di Tanjungpriok. KRD yang ditompangi rombongan pun tidak bisa berjalan lancar, bahkan sesekali harus berhenti untuk menghindari tersenggolnya rumah warga yang menghuni lahan di pinggir rel KA secara ilegal.
Perjalanan KRD dari Rajawali sampai ke Priok tidak lebih dari 5 Km/Jam. ”Masyarakat sudah berani membuat bangunan di atas lahan yang ada relnya, lama-lama relnya pun dicuri tanpa sepengetahuan kita. Masak hal
seperti ini harus dibiarkan. Sudah cukuplah sejumlah lintasan KA yang tidak dioperasikan, jangan ditambah lagi dengan lintasan ke Tanjungpriok yang sebenarnya menyimpan segudang potensi,” ujar Rachmadi. Tetapi
Darmawan Daud selaku Kasubdit Jalan Rel terkesan ”sedikit ragu” dengan gagasan Rachmadi. ”Sebaiknya kita sosialisasi dululah ke masyarakat,” ujarnya
”Sosialisasinya simultan saja, kita jalankan KA, sambil sosialisasi,” ujar Rachmadi yang telah menjalankan KRL Wisata ke Dufan Ancol.
Secara teknis ruang bebas untuk operasi KA pada jalur sisi, baik kiri maupun kanan memang sudah tidak memungkinkan dioperasikan KA. Tetapi, kondisi ini
menurut Rachmadi disebabkan oleh perilaku warga yang secara ilegal membuat bangunan di atas lahan milik PT KA. ”Kita bisa menertibkan mereka untuk mendapatkan ruang bebas sampai terpenuhinya persyaratan teknis.
Sebab, bangunan yang mereka dirikan di atas lahan PT KA dan pembangunannya tidak mendapatkan ijin sebelumnya dari kita,” ujar Rachmadi yang berencana menjadikan stasiun Tanjungpriok sebagai pusat bisnis.
”Stasiun Tanjungpriok itu sangat strategis, menjadi tempat akses masyarakat yang akan berlayar dengan Kapal. Di situ juga tersedia terminal bus ke berbagai penjuru. Jadi, memenuhi persyaratan intermoda, yang sekaligus juga bisa mengembangkan eksistensi stasiun Tanjungpriok sebagai tempat berbagai kegiatan,” tambah Rachmadi.
Kondisi kiri dan kanan jalan pada koridor menuju Tanjungpriok memang sudah dijejali dengan berbagai bangunan, baik yang bersifat darurat maupun yang
permanen. Tetapi, Rachmadi masih berkeyakinan semua itu bisa ditertibkan kalau kereta api sudah mulai dioperasikan. ”Tahap awal kita operasikan koridor
Jakartakota – Tanjungpriok, tetapi selanjutnya KRL dari berbagai penjuru bisa diarahkan ke Tanjungpriok,” ujarnya. Untuk kemungkinan rehabilitasi track,
Rachmadi juga sudah menginformasikan permasalahan ini kepada pihak Ditjen Perkeretaapian, yang diharapkan dapat menggarap normalisasi jalur KA pada koridor ini. Selain meninjau jalan rel sepanjang koridor menju Tanjungpriok, Rachmadi juga mengajak Kasubdit Jalan Rel untuk melihat dari dekat jalan KA Jakartakota – Tanjungpriok yang sebagian tubuh baannya sudah
dibuldozer untuk kepeluan jalan akses oleh WTC Manggadua. ”Rel KA dipotong begitu saja, bantalan beton ditumpuk menjadi satu, sehinggahubungan menjadi terputus sepanjang 10 Meter.
sanhen November 22nd, 2005, 06:48 AM Tanjung Priok Station is a Grand station comparable to those in european countries.
http://img454.imageshack.us/img454/4278/bowo6xv.jpg
Image taken by Bowo from keretapi mailing list. I add the signature to give him credits.
sanhen November 22nd, 2005, 06:58 AM Going to Prambanan
http://img454.imageshack.us/img454/5057/dwi5oh.jpg
The Legendary Parahyangan Line. Bandung toll road at the back.
http://img454.imageshack.us/img454/8496/dwi22zt.jpg
Again, from keretapi mailing list. This time by Dwi.
cOcO_cHaneL November 23rd, 2005, 12:38 PM the keretaapi ride looks so scaryy,, it's really high..!
sanhen November 23rd, 2005, 02:03 PM but the scenery is beautiful heheheh.
XxRyoChanxX November 23rd, 2005, 10:15 PM yeah so green!! nice
sanhen December 4th, 2005, 11:50 PM Another homemade product by INKA:
http://img480.imageshack.us/img480/8554/keretaapi6ie.jpg
Image credit to RoosD of keretapi groups.
Minitrain. Currently being use at Situ Bagendit (tourist attraction) at West Java. It will also soon running at Demak, Central Java.
Fir3blaze December 5th, 2005, 08:33 AM Not the prettiest in terms of design, but I think it looks promising. :) What about the small logo at the front, is it INKA logo or something? and will it be running in Demak as public transportation, or for another tourist attraction? Sorry I got so many question...:D
sanhen December 5th, 2005, 01:15 PM Only for tourist attraction. Its not a train but minitrain that can be modified into a tram or railbus. I dont know anything about the logo, unfortunately.
Fir3blaze December 5th, 2005, 10:20 PM Thanks for the answers sanhen! It looks nt bad, kinda like a tram I'd say.
tata December 6th, 2005, 10:07 PM Anyone here can share with us the KRDE project? What it is and the status?
sanhen December 7th, 2005, 01:34 PM Dari mailing list kereta api:
Pada bulan Desember ini akan ada beberapa uji coba antara lain KRL, KRD, KRDE dan KD3, tetapi tampaknya KRDE akan di uji cobakan minggu ini tepatnya Jum'at 9 Desember 2005, untuk percobaan dinamik dan statik.
Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan tanpa ada hambatan atau gangguan. Apabila suksess maka KRDE ini akan menjadi cikal bakal transportasi komuter antar kota yang belum mempunyai jaringan listrik (seperti KRL).
Kita harapkan KRDE akan menjadi solusi terbaik mengatasi "kejenuhan" jalan raya yang kapasitas jalannya sudah terlampaui alias macet. Sehingga ke depan kita dapat melihat seluruh kota-kota kecil baik di Jawa atau Sumatera mempunyai KRDE dan menambah semaraknya dunia perkeretaapian di Indonesia.
tata December 7th, 2005, 02:28 PM sanhen, thanks for the update.
Any picture of KRDE?
cOcO_cHaneL December 11th, 2005, 03:08 PM yeah coz those ones in europe are so old and nobody really take care of the station,, the toilets are so smelly too >_<
is INKA indonesian made? it's pretty :)
tata December 12th, 2005, 12:30 AM yeah coz those ones in europe are so old and nobody really take care of the station,, the toilets are so smelly too >_<
is INKA indonesian made? it's pretty :)
well INKA the Indonesian company name (state own) produced trains, loco, rolling stock and other stuff mostly related to train
tata December 15th, 2005, 11:53 AM Delapan Unit Gerbong KRL Eks Jepang Tiba di Tanjung Priok
JAKARTA - Delapan unit gerbong kereta rel listrik (KRL) eks Jepang seri Tokyo 8000 EMU, yang dibeli PT Kereta Api Indonesia (KA) telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (14/12).
Menurut Kepala Hubungan Masyarakat Daops I PT KA, Akhmad Sujadi, gerbong tersebut nantinya akan disebar keempat koridor di Jabodetabek, yaitu masing-masing dua gerbong untuk jurusan Jakarta- Bogor, Jakarta-Bekasi, Jakarta-Serpong, dan Jakarta-Tangerang.
Dia menjelaskan, kapasitas angkut penumpang bagi masing-masing gerbong mencapai 144 orang, 54 orang di antaranya duduk dan sisanya berdiri. "Gerbong ini juga dilengkapi dengan pendingin udara dan kaca antipecah serta handel untuk para penumpang yang berdiri. Dengan adanya pendingin udara, diharapkan penumpang tidak berusaha membuka pintu dan mengganjalnya sehingga keamanan penumpang pun akan lebih terjaga," katanya kepada Pembaruan, Kamis (15/12) pagi.
Sujadi mengatakan, sebelumnya PT KA telah menerima delapan gerbong jenis yang sama pada September lalu. Jadi, total gerbong yang telah dibeli PT KA mencapai 16 unit.
"Diharapkan, dengan adanya penambahan gerbong ini, mobilitas dua juta pengguna kereta listrik di Jabotabek per harinya bisa terpenuhi," tuturnya. (Y-6)
macgyver December 21st, 2005, 03:52 PM http://www.detik.com/images/content/2005/12/21/157/kereta5.jpg
http://www.detik.com/images/content/2005/12/21/157/kereta4.jpg
http://www.detik.com/images/content/2005/12/21/157/kereta3.jpg
http://www.detik.com/images/content/2005/12/21/157/kereta2.jpg
http://www.detik.com/images/content/2005/12/21/157/kereta1.jpg
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0512//big5122201.jpg
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0512//big5122202.jpg
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0512//big5122203.jpg
F-ian December 21st, 2005, 03:58 PM it actually feels weird to see doors closed in Jakarta's Trains
jaystar December 21st, 2005, 04:22 PM kok di door nya ada bhs jepang??
paradyto December 21st, 2005, 04:25 PM bekas Jepang he he he...
jaystar December 21st, 2005, 04:31 PM itu keretanya kenceng gak??
macgyver December 21st, 2005, 04:36 PM kok di door nya ada bhs jepang??
kereta bekas dari jepang :D
mungkin tahun 70 an yah ? need confirmation from Sanhen
tata December 21st, 2005, 09:49 PM where did you get those images mac?
tata December 21st, 2005, 09:50 PM this orange train on the left is made-in-Indonesia KRL-I. Not ex-Japan Railway train
http://www.detik.com/images/content/2005/12/21/157/kereta3.jpg
sanhen December 21st, 2005, 11:04 PM Soalnya itu KRL bekas dari Jepang yg di beli KAI seharga 800juta itu. Murah lho.. dan masih bagus. Kalo buat baru di INKA bisa bermilyaran. Hebat ya maintenance Jepang. PT KAI benar2 beli malu and nunjukin bobroknya maintenance sendiri.
peseg5 December 23rd, 2005, 11:04 AM nope...it's actually an economy class train made by HOLEC..see those open doors while the train running
this orange train on the left is made-in-Indonesia KRL-I. Not ex-Japan Railway train
tata December 23rd, 2005, 12:25 PM nope...it's actually an economy class train made by HOLEC..see those open doors while the train running
Ooops... really? how come the 'head' looks like a KRL-I?
sanhen December 23rd, 2005, 12:38 PM Di kasih topeng soalnya... hehehe
tata December 23rd, 2005, 08:57 PM KRL Eks Jepang Dioperasikan 1 Januari 2006
PEMBARUAN/YC KURNIANTORO
UJI COBA - Kereta api ekspres yang dibeli dari Jepang diuji coba di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (21/12). Kereta bekas itu dibeli Rp 720 juta per gerbong dan akan dioperasikan mulai awal 2006 memperkuat rute kereta Jabotabek jurusan Bogor-Stasiun Jakarta Kota.
JAKARTA - Satu rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas asal Jepang diuji coba oleh PT Kereta Api (KA), Rabu (21/12) dengan rute Stasiun Manggarai - Bogor. Rencananya, KRL tersebut akan mulai beroperasi pada 1 Januari 2006. Dalam uji coba tersebut, pihak PT KA ingin mengetahui manuver kereta serta menguji kelaikan jaringan listriknya. Uji coba juga akan dilakukan pada jalur-jalur lainnya.
Menurut Humas Daerah Operasi I PT KA, Akhmad Sujadi, KRL eks Jepang itu akan mengangkut penumpang kelas eksekutif rute Jakarta - Bogor. "Untuk tahap awal, KRL ini akan kami gunakan di jalur Jakarta - Bogor. Sementara kereta yang dulu digunakan untuk jalur tersebut akan kami pindahkan ke jalur Jakarta - Bekasi. Sehingga, kami akan memiliki KRL AC cadangan. Selama ini kami tidak memilikinya. Padahal, hal itu sangat penting karena kalau ada KRL yang AC-nya panas misalnya, bisa kami ganti dengan KRL cadangan," jelas Sujadi.
KRL eks Jepang ini memang lebih istimewa ketimbang KRL AC lain yang biasa digunakan untuk KRL Express AC. Kereta yang memiliki delapan gerbong tersebut dilengkapi dengan area khusus untuk penderita cacat, lansia, dan ibu menyusui. Kursinya diberi warna biru yang menandakan daerah khusus tersebut. Sementara pegangan tangannya diletakkan lebih rendah ketimbang pegangan di area lain. Area khusus tersebut tersedia di setiap gerbong, cukup untuk 5-6 orang.
Mesinnya juga masih bagus, bahkan bisa dipacu hingga kecepatan 120 km/jam. Karena itu, meski rata-rata dibuat tahun 1980-an, PT KA percaya kondisi KRL AC tersebut masih layak pakai.
"Awalnya memang hibah dari pemerintah Jepang. Namun, kemudian kami membelinya sendiri. Itu pun dengan harga murah karena jika dihitung-hitung, uang yang kami bayarkan kepada pemerintah Jepang hanya cukup untuk ongkos kirim dari Jepang ke Jakarta saja," kata Sujadi.
Diharapkan, kehadiran KRL AC ini bisa menarik perhatian dari masyarakat, khususnya para pengguna mobil pribadi di daerah Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi. Sehingga, kemacetan di Jakarta bisa diatasi jika masyarakat memilih untuk naik KRL AC daripada membawa mobil masing-masing.
Selain itu, PT KA juga meluncurkan program pemasangan barrier (penghalang) pada atap di sejumlah Stasiun. Barrier ini berbentuk jeruji atau terali besi yang memanjang, dipasang dengan cara dilas di samping atap stasiun. Sehingga, penumpang akan mendapatkan kesulitan kala naik ataupun turun dari atap KRL.
Stasiun yang dipasang barrier antara lain adalah Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Cawang, dan Stasiun Pasar Minggu arah ke Bogor, serta Stasiun Lenteng Agung, Stasiun Depok Baru, Stasiun Citayam, dan Stasiun Bojong Gede arah ke Jakarta. Diharapkan, penumpang bisa kapok naik KRL di atap.
"Sebelumnya kami sudah pernah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Mulai dari peringatan, penyemprotan air ke atap KRL hingga operasi tertib. Bahkan kami sudah merombak atap kereta supaya mereka susah naik, namun, penumpang tak ada yang jera. Mudah-mudahan dengan pemasangan barrier ini dapat menimbulkan kesadaran," tutur Sujadi.
Selain itu, PT KA juga akan memberi sanksi yang lebih berat kepada para penumpang yang masih nekat naik di atap KRL. Di samping denda yang diperbesar jumlahnya, PT KA juga akan memberlakukan KUHP Pasal 195 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan bulan penjara dan KUHP Pasal 194 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (D-10)
David-80 December 25th, 2005, 04:08 PM Bad news for economic class commuters....
PTKA Usul Naikkan Tarif KA Ekonomi
Jakarta - PT Kereta Api (PTKA) akan mengusulkan kenaikan tarif kereta api (KA) kelas ekonomi kepada pemerintah pada tahun depan menyusul membengkaknya biaya operasional akibat kenaikan harga bahan bakar minyak.
Dirut PTKA Ronny Wahyudi mengatakan rencana yang sedang disiapkan oleh direksi PTKA itu merupakan konsekuensi logis kenaikan harga BBM dan tingkat inflasi secara nasional, termasuk mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat. "Sampai saat ini kami masih menghitungnya dan itu akan kami ajukan pada Januari 2006. Kami akan mengajukan izin kepada pemerintah dan DPR untuk menyesuaikan tarif KA kelas ekonomi," ungkapnya kemarin.
Menurut dia, PTKA juga berencana menaikkan tarif angkutan KA batubara di Sumatra Selatan sampai 400 % yang akan meningkatan kinerja perawatan prasarana dan sarana PTKA. "Saat ini kami sedang bernegosiasi dengan pihak pengguna jasa."
Dia memaparkan kenaikan tarif kelas ekonomi tersebut dimaksudkan untuk mendukung peningkatan layanan dan operasional BUMN perkeretaapian setelah tidak dinaikkannya tarif tersebut oleh pemerintah. (01)
Sumber: Bisnis Indonesia
peseg5 December 26th, 2005, 02:59 PM Bpk2 PT KA, barrier yang dipasang jangan buat yang di atap doang, tapi juga dibuat barrier untuk memisahkan penumpang yang bertiket dan tidak bertiket dong...
Kalau barriernya buat misahin penumpang bertiket dan tidak bertiket tidak ada2, ya percuma beli KRL2 bekas, semakin banyak penumpang, semakin besar celah penumpang2 lain untuk naik KRL secara GRATISS!!! Nanti alesan lagi, PT KA rugi mulu, padahal dari awal juga ingin merugikan diri sendiri...
KRL Eks Jepang Dioperasikan 1 Januari 2006
PEMBARUAN/YC KURNIANTORO
UJI COBA - Kereta api ekspres yang dibeli dari Jepang diuji coba di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (21/12). Kereta bekas itu dibeli Rp 720 juta per gerbong dan akan dioperasikan mulai awal 2006 memperkuat rute kereta Jabotabek jurusan Bogor-Stasiun Jakarta Kota.
JAKARTA - Satu rangkaian kereta rel listrik (KRL) bekas asal Jepang diuji coba oleh PT Kereta Api (KA), Rabu (21/12) dengan rute Stasiun Manggarai - Bogor. Rencananya, KRL tersebut akan mulai beroperasi pada 1 Januari 2006. Dalam uji coba tersebut, pihak PT KA ingin mengetahui manuver kereta serta menguji kelaikan jaringan listriknya. Uji coba juga akan dilakukan pada jalur-jalur lainnya.
Menurut Humas Daerah Operasi I PT KA, Akhmad Sujadi, KRL eks Jepang itu akan mengangkut penumpang kelas eksekutif rute Jakarta - Bogor. "Untuk tahap awal, KRL ini akan kami gunakan di jalur Jakarta - Bogor. Sementara kereta yang dulu digunakan untuk jalur tersebut akan kami pindahkan ke jalur Jakarta - Bekasi. Sehingga, kami akan memiliki KRL AC cadangan. Selama ini kami tidak memilikinya. Padahal, hal itu sangat penting karena kalau ada KRL yang AC-nya panas misalnya, bisa kami ganti dengan KRL cadangan," jelas Sujadi.
KRL eks Jepang ini memang lebih istimewa ketimbang KRL AC lain yang biasa digunakan untuk KRL Express AC. Kereta yang memiliki delapan gerbong tersebut dilengkapi dengan area khusus untuk penderita cacat, lansia, dan ibu menyusui. Kursinya diberi warna biru yang menandakan daerah khusus tersebut. Sementara pegangan tangannya diletakkan lebih rendah ketimbang pegangan di area lain. Area khusus tersebut tersedia di setiap gerbong, cukup untuk 5-6 orang.
Mesinnya juga masih bagus, bahkan bisa dipacu hingga kecepatan 120 km/jam. Karena itu, meski rata-rata dibuat tahun 1980-an, PT KA percaya kondisi KRL AC tersebut masih layak pakai.
"Awalnya memang hibah dari pemerintah Jepang. Namun, kemudian kami membelinya sendiri. Itu pun dengan harga murah karena jika dihitung-hitung, uang yang kami bayarkan kepada pemerintah Jepang hanya cukup untuk ongkos kirim dari Jepang ke Jakarta saja," kata Sujadi.
Diharapkan, kehadiran KRL AC ini bisa menarik perhatian dari masyarakat, khususnya para pengguna mobil pribadi di daerah Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi. Sehingga, kemacetan di Jakarta bisa diatasi jika masyarakat memilih untuk naik KRL AC daripada membawa mobil masing-masing.
Selain itu, PT KA juga meluncurkan program pemasangan barrier (penghalang) pada atap di sejumlah Stasiun. Barrier ini berbentuk jeruji atau terali besi yang memanjang, dipasang dengan cara dilas di samping atap stasiun. Sehingga, penumpang akan mendapatkan kesulitan kala naik ataupun turun dari atap KRL.
Stasiun yang dipasang barrier antara lain adalah Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Manggarai, Stasiun Tebet, Stasiun Cawang, dan Stasiun Pasar Minggu arah ke Bogor, serta Stasiun Lenteng Agung, Stasiun Depok Baru, Stasiun Citayam, dan Stasiun Bojong Gede arah ke Jakarta. Diharapkan, penumpang bisa kapok naik KRL di atap.
"Sebelumnya kami sudah pernah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi masalah tersebut. Mulai dari peringatan, penyemprotan air ke atap KRL hingga operasi tertib. Bahkan kami sudah merombak atap kereta supaya mereka susah naik, namun, penumpang tak ada yang jera. Mudah-mudahan dengan pemasangan barrier ini dapat menimbulkan kesadaran," tutur Sujadi.
Selain itu, PT KA juga akan memberi sanksi yang lebih berat kepada para penumpang yang masih nekat naik di atap KRL. Di samping denda yang diperbesar jumlahnya, PT KA juga akan memberlakukan KUHP Pasal 195 ayat 1 dengan ancaman pidana penjara maksimal sembilan bulan penjara dan KUHP Pasal 194 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (D-10)
tata December 26th, 2005, 06:30 PM Good news for PT INKA: PT.KA orders more KRL-I in 2006, delivery in 2007.
------------------------------------------------------------------------
Impor KRL bekas dihentikan mulai 2007
JAKARTA: Menhub M. Hatta Rajasa menyatakan impor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang tidak akan diteruskan pada tahun anggaran 2007. Selanjutnya, pemerintah akan mengandalkan PT Industri Kereta Api (Inka) untuk memasok kebutuhan KRL di dalam negeri.
"[Rencana impor KRL bekas Jepang] Itu hanya untuk mengatasi kenaikan harga BBM dan problem yang terjadi saat ini yang sekarang sudah sangat parah. Setelah itu kita akan kembangkan PT Industri Kereta Api [Inka]," ujarnya menjawab Bisnis, kemarin.
Pemerintah diketahui akan mengimpor 40 set atau 160 unit kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang pada 2006. Program darurat (crash program) tersebut untuk mengatasi melonjaknya jumlah penumpang kereta api (KA) kelas ekonomi menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak.
Impor KRL bekas tersebut, menurut Menhub, merupakan program bantuan lanjutan dari pemerintah Jepang dan bertujuan membantu menyediakan fasilitas transportasi massal yang terjangkau bagi masyarakat. Keputusan tersebut, lanjutnya, dilakukan setelah meningkatnya masalah yang membelit perkeretaapian di Indonesia, terutama makin banyaknya penumpang yang naik di atap KA.
Hatta mengharapkan tambahan KRL bekas dari Jepang tersebut bisa meringankan PT Kereta Api (PTKA) mengalami masalah defisit sarana terutama di PTKA Divisi Jabotabek.
"Dengan ada tambahan kereta ekonomi supaya mereka bisa terbantu. Sekarang ada tawaran grand dari jepang, hanya biaya angkutnya ditanggung sendiri. Teknologinya sama."
Pada 2006, paparnya, PTKA Divisi Jabotabek akan mengoperasikan KRL kelas ekonomi dengan fasilitas berpendingin udara (air conditioner) sehingga tidak ada penumpang yang berada di atas atap KA.
Untuk itu, imbuhnya, pemerintah akan menambah jumlah KRL kelas ekonomi yang dioperasikan PTKA Divisi Jabotabek dengan mengimpor KRL bekas yang layak pakai dari Jepang. "KRL ekonomi semua pakai AC, supaya pintunya bisa ditutup. Tetapi masyarakatnya juga harus tertib, jangan merokok di dalam kereta."
Pemerintah, tandasnya, akan mengkaji seberapa handal dan layak KRL bekas dari Jepang tersebut bisa mendukung sistem operasi sarana PTKA Divisi Jabotabek. "Kita akan lihat dulu kondisinya karena akan diperbaiki."
Tidak dilanjutkan
Namun demikian, menurut Hatta, impor 40 set atau 160 unit KRL bekas itu adalah pemberian pemerintah Jepang dan merupakan crash program terakhir yang tidak akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.
"Sekarang ada orang [Jepang] kasih, kita perbaiki. Ini yang terakhir, untuk mengatasi banyaknya penumpang yang berada di atap kereta dan mengurangi cost akibat kenaikan harga bahan bakar minyak," kata Hatta.
Pemerintah, lanjutnya, telah membuktikan konsistensinya dengan memesan KRL dari Inka. Dia mengungkapkan tahun anggaran 2006 pemerintah telah memesan KRL baru dari Inka dengan nilai Rp139,091 miliar yang diprioritaskan akan selesai pembuatannya pada 2007.
"Kalau 40 set itu dipesan ke Inka duitnya dari mana? Kan mahal kalau pesan di sana. Jadi jangan salah Dephub juga buat di Inka banyak juga."
Tuduhan tidak adanya sinkronisasi kebijakan dengan keputusan pembelian 160 unit KRL bekas asal Jepang tidak memiliki dasar karena selain mengimpor KRL bekas Jepang pemerintah juga memesan KRL dari Inka. (01) (redaksi@bisnis.co.id)
tata December 27th, 2005, 12:06 PM berita dari www.bisnis.com
Selasa, 27/12/2005 16:44 WIB
Menneg Ristek dan Menhub koordinasi soal impor KA
oleh : Hendra Wibawa
JAKARTA (Bisnis): Menneg Ristek Kusmayanto Kadiman menyatakan pihaknya berencana berkoordinasi dengan Menhub terkait merosotnya produksi PT Industri Kereta Api (Inka).
"Kami akan koordinasi dulu terkait dengan rencana impor 40 set KRL bekas dari Jepang karena kita sudah mempunyai Inka", ujarnya kepada pers di Jakarta hari ini.
Menurut dia, impor 40 set atau 160 unit KRL bekas Jepang tersebut akan mempengaruhi tingkat produktivitas industri dalam negeri terutama PT Inka.
Dia menjelaskan PT Inka sebagai industri strategis dalam negeri mengalami penurunan produksi setelah berkurangnya pemesanan pembuatan kereta dari PT Kereta Api.
"Produksi Inka sekarang yang pasti under capacity karena pasarnya yang memesan hanya PT KA. Tapi karena pesanan turun maka pasarnya juga turun", katanya.
Kementerian Ristek, kata Kusmayanto, belum menerima laporan secara lengkap tentang rencana impor 40 set kereta rel listrik dari Jepang itu yang dimungkinkan akan menurunkan kapasitas produksi PT Inka.
"Yang jelas, dulu saya enrah ngomel saat pemerintah mau mengimpor kereta dari China karena ini akan menurunkan produksi dalam KA negeri", tambahnya.
tata December 28th, 2005, 11:09 PM Revitalisasi Kereta Api Jabotabek Mendesak
Diintegrasikan dengan Pola Transportasi Makro DKI
Jakarta, Kompas - Revitalisasi kereta api dengan jalur Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi—disingkat Jabotabek—kini dinilai sudah sangat mendesak. Direktur Jenderal Perkeretaapian Soemino Eko Saputra mengharapkan PT Kereta Api (Persero) agar mengoptimalkan jalur-jalur tersebut.
Revitalisasi jalur lingkar Jakarta dapat diharapkan terintegrasi pola transportasi makro (PTM) untuk mengurai kemacetan di Jakarta.
Lokasi terintegrasi PTM akan terjadi di Stasiun Sudirman, Dukuh Atas, di antara Stasiun Manggarai dan Tanah Abang.
Revitalisasi diharapkan tidak hanya menghidupkan jalur lingkar Jakarta, tetapi juga pembuatan rel ganda untuk jalur Manggarai-Cikarang serta Serpong- Tanah Abang, kata Soemino.
Sesuai perkiraan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2014, kata dia, luas permukaan jalan yang ada di Jakarta akan sama dengan hitungan luas pertumbuhan jumlah mobil sehingga di Jakarta akan macet total.
Dari sinilah muncul peluang untuk mengoptimalkan sarana transportasi kereta api di Jakarta dan sekitarnya, kata Soemino, Selasa (27/12) malam, menjelang acara berkeliling dengan Kereta Rel Diesel (KRD) Relawan menyusuri rel kereta api lingkar Jakarta.
Di jalur lingkar Jakarta, banyak rel yang tidak dimanfaatkan untuk transportasi. Jalur lingkar Jakarta itu melintasi Stasiun Manggarai-Tanah Abang-Angke-Kampung Bandan-Pasar Senen-Jatinegara, dan kembali lagi ke Stasiun Manggarai.
Diokupasi
Saat ini kondisi rel tergolong bagus, tetapi tidak ada kereta yang dioperasikan melalui jalur tersebut. Akibat jalur lingkar Jakarta tidak dimanfaatkan, hal ini menimbulkan okupasi atau penempatan penduduk secara liar di kawasan tersebut.
Pada penelusuran malam itu, tampak kegiatan penduduk pada malam hari persis berada di jalur rel. Di antaranya kawasan Bongkaran menuju Tanah Abang dari Manggarai, Kota Intan yang terletak setelah Stasiun Angke menuju Kampung Bandan. Kemudian Gunung Antang setelah Stasiun Jatinegara menuju Manggarai, merupakan kawasan paling padat pada malam hari.
Kegiatan malam hari di berbagai kawasan sekitar rel lingkar Jakarta itu terdapat warung remang-remang dan bangunan-bangunan liar. Pemukiman liar itu terbentuk akibat jalur ini tidak pernah dilintasi kereta api, kata Soemino, yang juga didampingi jajaran pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Kereta Api tersebut. (NAW)
macgyver January 5th, 2006, 05:06 PM Double double track preparation : Manggarai - Jatinegara - Cakung
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0601//big6010501.jpg
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0601//big6010502.jpg
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0601//big6010503.jpg
http://www.kompas.co.id/koleksifoto/0601//big6010504.jpg
tata January 5th, 2006, 09:59 PM Looking at the 9 subdistricts to be cleared, I'd say, we got tough job here. In those areas there are a lot of empty land that later on occupied by people who actually are not the owner of the space.
Bon courage!
--------------------------------------------------------------------------
Residents evicted from path of train
JAKARTA: Some 481 families in Pisangan Timur subdistrict, East Jakarta, were turned out of their homes on Wednesday when bulldozers cleared their land to make way for a new train track from Manggarai in South Jakarta to Cikarang, detik.com reported.
"We have on three separate occasions sent them warnings for them to evacuate, signed by the Mayor," East Jakarta Public Order Office chief Yusmin Simanjuntak said, explaining that the families were living on land owned by state railway company PT Kereta Api.
He added that there would be nine other subdistricts that would be cleared in connection with the project, including Jatinegara, Pulo Gebang, Panggilingan, Jatinegara Kaum, Kebon Manggis, Pisangan Baru, Kampung Melayu, Cipinang, Pisangan Timur and Rawa Bunga.
"The people have received compensation based on the area of their homes, and they don't have land certificates because it belongs to the state," Yusmin said. --JP
tata January 7th, 2006, 10:17 AM I love this news
Summary:
- Double track Tanah Abang Serpong operation end of 2006 (note that currently it's a single track)
- Total length 23,278 Kms
- Budget 314Billion Rupiah
- This project will be followed by revitalizing now-defunct Circle Line
- Circle Line: Manggarai-Tanah Abang-Duri-Kampung Bandan-Kemayoran-Pasar Senen (29,738 Kms)
- Dukuh Atas subdistrict seen to be the center of multimode transportation (:BRT, Monorail, Jabotabek and Waterway)
-----------------------------------------------
Rel ganda Tanah Abang-Serpong selesai akhir 2006
Rel ganda untuk dua jalur kereta api jurusan Serpong-Tanah Abang dijadwalkan selesai akhir 2006 dengan anggaran Rp 314 miliar. Proyek ini merupakan bagian penting dari pengembangan perkeretaapian, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.
"Mengutip dari pernyataan Direktur Jenderal Perkeretaapian Soemino Eko Saputro beberapa waktu lalu, pembuatan rel ganda Serpong-Tanah Abang itu selesai akhir 2006 ini," kata Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Achmad Sujadi, Jumat (6/1).
Jalur Serpong-Tanah Abang memiliki lintasan sepanjang 23,278 kilometer. Di sepanjang lintasan itu dilengkapi dengan beberapa stasiun, di antaranya Stasiun Palmerah, Kebayoran Lama, Pondok Ranji, Sudimara, dan Rawabuntu.
Kepala Bidang Sarana Prasarana Kota dan Lingkungan Hidup Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Hasan Basri Saleh mengemukakan, pengembangan lintasan kereta api Serpong-Tanah Abang akan diikuti pula dengan lintasan lingkar Jakarta. Lingkar Jakarta yang dimaksudkan antara lain menghubungkan Stasiun Manggarai, Tanah Abang, Duri, Kampung Bandan, Kemayoran, dan Pasar Senen sepanjang 29,738 kilometer.
Jalur kereta api lingkar Jakarta sekarang tidak berfungsi. Beberapa ruas jalur itu bahkan diokupasi pemukim liar dengan membangun gubuk-gubuk liar di pinggir rel. Aktivitas masyarakat tersebut tidak hanya pada siang hari, tapi juga pada malam hari.
"Pengembangan perkeretaapian di Jakarta akan terintegrasi dengan moda angkutan lainnya dalam Pola Transportasi Makro," kata Hasan.
Titik temu sebagai pusat integrasi semua moda angkutan, lanjut Hasan, berada di kawasan Dukuh Atas, Jalan Jenderal Sudirman. "Di kawasan Dukuh Atas akan menjadi area pengembangan untuk mendukung integrasi berbagai moda angkutan massal," kata Hasan. (NAW)
tata January 9th, 2006, 11:26 AM from www.thejakartapost.com
Government introduces new city railway network
Bambang Nurbianto, The Jakarta Post, Jakarta
While the Jakarta administration is focused on the busway, the central government plans to develop the city's railway network with additional tracks and an integrated system to link all commuter trains from satellite cities.
The 29.74-kilometer city railway network will link Jakarta with Bogor, Serpong, Tangerang and Bekasi, as well as to city buses and the busway.
"The concept is there. The development (of the new railway line) is only a matter of time ... We hope investors will be interested in the project," the spokesman for state railway company PT KAI's office in Jakarta, Akhmad Sujadi, told The Jakarta Post on Sunday.
Most of the existing lines -- Tanah Abang in Central Jakarta to Manggarai in South Jakarta, Manggarai-Senen in Central Jakarta, Senen-Kota in West Jakarta, Kota-Tanah Abang and Manggarai-Kota would continue operation.
But an additional, straighter route from Manggarai to Senen through Pondok Jati in Central Jakarta will replace the current route via Jatinegara Station, which in the future will only serve intercity trains.
"The concept will revitalize the existing railway network in the city. It will contribute a lot to easing traffic congestion in the city because commuters may reach their workplaces by innercity trains," said Sujadi.
Sujadi fell short of revealing the cost of the project as well as the projection of the ridership along the railway line.
Saman Engineering Consultants Co. Ltd. from South Korea recently introduced a similar plan on the improvement of the Greater Jakarta circular railway line to Governor Sutiyoso.
The plan underlines the importance of developing the city railway network with the improvement of commuter lines, such as doubling the tracks along the Serpong-Tanah Abang line.
Sujadi said the double-track construction would start early next month.
According to Saman's plan, which needs over Rp 5 trillion (US$500 million) for its construction, commuters from satellite cities would be able to access the city railway network only at particular stations.
For example, Bogor and Bekasi passengers would have to change trains at Manggarai station to catch a train on the city railway network, while Serpong passengers would change trains at Tanah Abang, and commuters from Tangerang would change at Duri Station.
The concept also integrates most of the 23 stations in the city railway network with other modes of public transportation.
Sujadi said that Manggarai would be the busiest station if the concept were realized. All trains from cities in West, Central and East Java would stop at a transit station, the name of which would be changed to the Menteng Railway Business City.
"Passengers who stop at Manggarai will have easy access to innercity trains or buses and busway buses to anywhere in Greater Jakarta," he added.
Fir3blaze January 9th, 2006, 04:34 PM Good news for Jakarta residents! I think it'd be cool to see this city railway plan coming into effect.
XxRyoChanxX January 10th, 2006, 01:29 AM that's good news!
tata January 12th, 2006, 05:44 PM Jabotabek Railway (tough) target in year 2007
Passangers
Now: 630.000 pax per day
2007: 1.350.000 pax per day
Headway
Now: 15-20 minutes
2007: 5-10 minutes
SUARA PEMBARUAN DAILY
--------------------------------------------------------------------------------
KA Jabodetabek Sulit Peroleh 1,35 Juta Penumpang/Hari
JAKARTA - Target yang ditetapkan pemerintah meningkatkan penumpang kereta api (KA) di Jabodetabek pada 2007 meningkat menjadi lima persen atau 1,35 juta penumpang dari sebelumnya 630.000 penumpang per hari, itu kurang masuk akal. Target itu tidak didasarkan pada riset yang mendalam dan memperhitungkan kondisi di lapangan.
Demikian pendapat yang disampaikan Direktur Eksekutif Indonesian Railway Watch (IRW), Taufik Hidayat dan Direktur Eksekutif The Indonesian Institute (TII), Jeffrie Geovanie kepada Pembaruan di Jakarta, Rabu (11/1).
"Saya katakan itu sulit diwujudkan karena untuk merealisasikan ini, pemerintah menargetkan headway (waktu lewat antara kereta yang satu dengan yang berikutnya) meningkat menjadi 5-10 menit, dari sebelumnya 15-20 menit. Itu enggak mungkin," kata Taufik.
Memang apa yang dikatakan Dirjen Perkeretaapian, Departemen Perhubungan, Soemino Eko Saputro pekan lalu itu sudah betul. Arahnya harus diperkuat peran KA untuk mengurangi kemacetan di jalan raya, apalagi KA itu bebas polusi. Namun, target pada 2007 jumlah penumpang KA sebanyak 1,35 juta dan headway menjadi 5-10 menit, sungguh berlebihan dan sulit diwujudkan, katanya.
Bagaimana bisa di saat jam sibuk, setiap lima menit akan lewat kereta. Kalau itu diwujudkan, semua jalan yang berlintasan dengan rel KA akan macet total. Selain itu, tidak mudah mengubah kebiasaan masyarakat yang sebelumnya naik angkutan jalan raya untuk selanjutnya naik KA. Yang perlu dipertimbangkan, apakah moda angkutan lain, seperti bus kota dan mikrolet juga tidak akan tinggal diam, kalau pangsa pasarnya diambil KA. Pasti mereka akan berusaha mempertahankan pasar mereka.
Jeffrie menyayangkan muncul pernyataan yang dalam kenyataan sulit diwujudkan. Ke depan, para pejabat yang mengeluarkan pernyataan, jangan hanya berdasarkan intuisi. (M-11)
--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 12/1/06
PT KA Targetkan Kenaikan Penumpang 7 Persen
BANDUNG - Direktur Utama PT Kereta Api Ronny Wahyudi menargetkan kenaikan jumlah penumpang 7 persen atau menjadi 154,086 juta orang pada tahun ini. Sebelumnya, pada 2005 jumlah penumpang kereta api mencapai 147,910 juta. "Diharapkan kenaikan itu terjadi pada seluruh kelas," tuturnya di Bandung, Rabu (11/1).
Untuk mencapai target tersebut, Ronny menyatakan pihaknya akan berusaha terus meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan demikian kereta api tetap menjadi pilihan transportasi utama bagi masyarakat.
"Target peningkatan itu dimulai dari KA utama kelas ekonomi, bisnis, eksekutif, KA lokal sampai ke KA Jabotabek," katanya.
Dia juga mengakui mulai Februari mendatang pihaknya akan meningkatkan pelayanan dengan KA tepat waktu. Maksudnya adalah tepat waktu keberangkatan dan waktu kedatangan. Sebagai tahap awal, tambahnya, KA tepat waktu ini akan diberlakukan pada beberapa rangkaian KA utama seperti KA Parahyangan dan KA Argo Gede rute Bandung-Jakarta. "Kita lakukan bertahap, nanti yang lainnya juga akan demikian," tuturnya.
Selain itu, PT KA akan mengoptimalkan pelayanan KA barang agar dapat mencapai target. "Terutama KA Babaranjang dan KA angkutan BBM," ujar Ronny seraya mengaku pada tahun lalu, layanan KA barang memang tidak dapat mencapai target volume 17,377 juta ton dan yang tercapai hanya 86 persen.
Target 2006 ini, volume yang diangkut KA barang sebanyak 18,608 juta ton. "Kami menargetkan pendapatan sebesar Rp 1,7 triliun. Target pendapatan ini naik sekitar 10 persen dibandingkan pendapatan tahun lalu," katanya. (ADI/T-4)
--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 12/1/06
Fir3blaze January 17th, 2006, 08:55 AM From Jawapos.co.id
Selasa, 17 Jan 2006,
INKA Dapat Order 60 Kereta Api
JAKARTA - Pemerintah kini tidak lagi mengandalkan produk impor untuk memperkuat armada kereta api. Ini terlihat dari kebijakan pemerintah memesan 60 set kereta api atau sekitar 240 gerbong kepada PT Industri Kereta Api (PT INKA) secara bertahap hingga 2009.
Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, menegaskan tahun ini jumlah kereta api yang dipesan sebanyak 10 set atau 46 gerbong. "Jumlah kereta api yang dipesan memang jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Ini terkait dengan tingginya kebutuhan gerbong kereta api menyusul ditetapkannya target 2 juta penumpang pada 2009," sebutnya di Jakarta kemarin.
Hatta menjelaskan bahwa setelah kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak), masyarakat banyak beralih ke transportasi masal seperti kereta api. "Dari laproan yang saya terima, penumpang di atap kereta semakin banyak," paparnya. Menurut dia, kebutuhan kereta api hingga 2009 mencapai 450 gerbong. Sedangkan jumlah gerbong yang tersedia saat ini baru 217, sehingga kurang 60 gerbong.
Untuk memenuhi kekurangan tersebut, pemerintah akan meminta PT INKA untuk memproduksinya. Untuk 2006, 10 set kereta api yang dipesan terdiri dari kereta api penumpang ekonomi 20 gerbong senilai Rp 54 miliar, 8 gerbong kereta api listrik (KRL-1) senilai Rp 23 miliar, 10 gerbong kereta api diesel elektrik senilai Rp 39 miliar, dan rehabilitasi 8 gerbong kereta api diesel senilai Rp 3 miliar. (iw)
tata January 26th, 2006, 02:01 PM As reported in detik.com, PT KAI improved its performance in year 2005 and accident rate decreased by 15%.
Kamis, 26/01/2006 17:26 WIB
Kinerja PT Kereta Api Meningkat, Kecelakaan Turun 15%
Kinerja PT KA pada 2005 membaik. Kecelakaan turun 15%, demikian juga jumlah penumpang yang duduk di atap gerbong.
tata January 26th, 2006, 06:17 PM Bangladesh 50 wagons, Sudan 320 wagons and Thailand 1122 container cars..... :cheers:
Friday January 13, 02:51 PM Asia Pulse
Three Countries To Buy Railway Wagons From Indonesian Firm
JAKARTA, Jan 13 Asia Pulse - Bangladesh and Sudan have agreed to buy hundreds of railway wagons from state-owned PT Industri Kereta Api (Inka), its president Roos Diatmoko said.
Inka also is negotiating with Thailand's railway company on its order for 1122 container cars, Roos said.
Bangladesh ordered 50 wagons valued at US$13 million and Sudan for 320 wagons valued at US$38 million, Roos said.
He said the deals indicate that foreign countries still appreciate Inka products while the government chose to import used railway wagons for the state-owned railway company.
Despite protests, the Transport Ministry has imported used electric railway wagons from Japan and plans to import 160 more units this year valued at Rp74 billion (US$7.5 million).
tata February 6th, 2006, 10:18 AM Asing minati garap KA supercepat
JAKARTA: Beberapa investor dari China, Jerman, dan Prancis mengajukan usulan resmi kepada pemerintah untuk membangun jaringan kereta api supercepat di Jawa, menyusul rencana revisi UU Perkeretaapian yang memungkinkan swasta berperan di bisnis tersebut.
Iinvestor dari tiga negara yang telah mengoperasikan kereta api supercepat itu telah mengajukan proposal kepada Dephub beberapa waktu lalu.
Menurut Menhub M. Hatta Rajasa, mereka melirik rute Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya untuk pengembangan KA supercepat itu.
"Proposal mereka sudah masuk Dephub. Saya yakin setelah revisi UU Perkeretaapian selesai mereka akan mengajukan [proposal] lagi," ungkapnya kepada Bisnis akhir pekan lalu.
Dia mengungkapkan investor dari China tertarik membangun jalur KA supercepat Jakarta-Bandung sehingga waktu tempuhnya menjadi satu jam.
Menhub mengharapkan revisi UU No.15/1992 itu bisa diselesaikan dalam waktu enam bulan mengingat pentingnya membuka era persaingan di bisnis perkeretaapian.
Dirjen Perkeretaapian Dephub Soemino Eko Saputro menambahkan KA supercepat mungkin dikembangkan di Jawa karena sekitar 60% penduduk Indonesia berdomisili di pulau tersebut. "KA supercepat di Jawa menjadi prioritas dan sekarang sudah masuk dalam Rencana Strategis Perkeretaapian Dephub 2005-2006." (01) (redaksi@bisnis.co.id)
tata February 6th, 2006, 10:21 AM Dua perusahaan berminat garap KA Bandara
JAKARTA: Sedikitnya dua perusahaan yang beroperasi di Indonesia diketahui berminat membangun dan mengelola kereta api cepat jalur Manggarai menuju Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng (KA Bandara).
Direktur Pengembangan Usaha PT Kereta Api (PT KA) Julison Arifin mengatakan kedua perusahaan tersebut adalah PT Bukaka-Siemens AG dan PT Industri Kereta Api (Inka) serta investor asing asal Jerman dan Inggris.
"Sudah ada investor lokal maupun asing yang berminat menanamkan saham. Itu Bukaka-Siemens dan PT Inka dan beberapa asing," ujarnya, pekan lalu.
Menurut dia, dua perusahaan itu diharapkan membeli share saham perusahaan patungan antara PT KA dengan Angkasa Pura (AP) II untuk menyediakan sarana berikut pengoperasiannya.
"Kami perkirakan pembagian saham di dalam perusahaan patungan tersebut masing-masing 50% antara PT KA dengan AP II. Perusahaan patungan inilah yang akan kami tawarkan sahamnya ke swasta."
Namun, lanjutnya, PT KA belum bisa memastikan berapa presentase saham yang akan dilepas kepada swasta karena masih dihitung untuk melihat keuntungan dan kerugiannya.
Pemerintah, tandasnya, telah berkomitmen untuk membangun kebutuhan infrastruktur seperti rel ganda (double track), jembatan layang dan memperbaiki rel yang ada serta prasarana sinyal.
Dia mengungkapkan khusus pembangunan seluruh prasarana proyek tersebut pemerintah akan mengalokasikan dana sedikitnya Rp300 miliar yang tinggal membangun jalur perlintasan sekitar 10 km.
"Secara teoritis membangun jalur 10 km tidak begitu sulit, perkiraan kami dalam dua tahun bisa selesai," kata Julison.
Menurut dia, PT KA saat ini sedang mendiskusikan segala aspek yang berhubungan dengan kegiatan operasional KA Bandara baik sistem pentarifan maupun kapasitas yang akan diangkut.
"Mengenai perhitungan tarif, jadual pengoperasian, dan sebagainya," ujarnya.
Sementara itu, ungkapnya, PT KA terus melakukan pembicaraan dengan AP II dengan topik pembahasan letak stasiun yang diprioritaskan di lingkungan bandara maupun di sepanjang area bandara.
"AP II berkonsentrasi pada stasiun di dalam bandara, apakah hanya satu atau ada beberapa stasiun jika ternyata diputuskan pola lintasannya merry go round [mengitari bandara]."
PT KA, menurut Julison, sedang memproyeksikan letak stasiun lainnya, apakah hanya di Manggarai atau juga berhenti di titik tertentu.
Terkait rencana operasi, semula PT KA dan AP II menargetkan pada 2009. Namun, dengan komitmen pemerintah yang bersedia membangun kebutuhan prasarana, maka target operasi menjadi lebih cepat, yakni pada 2008.
Saat ini, ungkapnya, pemerintah tengah menunggu finalisasi infomemo yang disusun oleh Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur (KKPPI) yang diketuai Menko Perekonomian Boediono.
Sementara itu, Dirut Inka Roos Diatmoko menyatakan Inka masih mencari mitra strategis untuk turut serta bermitra dengan perusahaan patungan PT KA dan AP II mengelola KA Bandara. (01)(redaksi@bisnis.co.id)
tata February 6th, 2006, 10:23 AM Pengoperasian KA Pelabuhan dipercepat
JAKARTA: Pemerintah mempercepat pengoperasian jalur kereta api Pasoso-Dermaga Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok (KA Pelabuhan) pada pertengahan 2006 dari sebelumnya 2007 untuk memperlancar arus kontainer dari pelabuhan itu.
Menhub M. Hatta Rajasa mengatakan pemerintah mengalokasikan Rp7,8 miliar untuk mempercepat pengoperasian KA Pelabuhan itu.
"Ada dua proyek yang dipercepat pengoperasiannya, yakni KA Bandara Soekarno-Hatta dan KA Pelabuhan," katanya pekan lalu.
Dia menyatakan percepatan operasi KA Pelabuhan dilakukan setelah banyaknya keluhan dari pengusaha akibat kemacetan lalu lintas sehingga arus pengiriman kontainer ke kapal menjadi tersendat.
Dia menambahkan pengalihan moda angkutan kontainer dari jalan konvensional ke angkutan KA menjadi prioritas pada pertengahan 2006 dari rencana semula pada 2007.
Saat ini jalur KA Pelabuhan masih menyambungkan jalur KA Gedebage-Pasoso, sementara Pasoso-Dermaga Petikemas Priok sepanjang tiga km terus dikejar pengerjaannya.
Jalur Pasoso-Dermaga Kontainer Pelabuhan Tanjung Priok sampai saat ini masih mengandalkan truk sebagai satu-satunya angkutan kontainer.
Menhub mengungkapkan kalangan pengusaha di beberapa kawasan industri sudah mempunyai konsep untuk membangun jalur KA yang nantinya akan tersambung dengan jalur yang dibangun pemerintah. (01)
sanhen February 16th, 2006, 05:15 PM http://img395.imageshack.us/img395/4738/slide11ce.jpg
Above is PT KAI official plan priority plan for Jabotabek revitalisation, taken from keretapi@yahoogroups.com. As you can see the headway is 3 mins = MRT!!! So there exists a plan to upgrade current jabotabek commuter line into MRT. And we still have that subway plan hanging around.
Maybe someone can combine this map with jakarta busway and monorail map?
tata February 16th, 2006, 06:17 PM dear train-fan friend Sanhen, Thanks for sharing this news. I'm so excited to hear that finally PT KAI puts priority to revitalize the Jabotabek Railway. Line Tanah Abang - Serpong will be double-tracked this year?
Please correct me if I'm wrong, from your map most of the rail facility are already there right? This is basically to have a rail network that has big coverage in Jakarta is not a very far dream....
Yes 3 minutes headway=MRT!!
*happy mode on*
sanhen February 16th, 2006, 07:49 PM Yeah, its not a dream..
1. Basically shuttle service already run as a dailly schedule for jabotabek lines. Just need to increase the headway.
2. Jakarta Circular lines will be re-opened, so people can transit to another lines easily.
3. Kota - Tanjung Priok lines will be re-opened
4. Manggarai - Sukarno Hatta will be built
5. PT KAI spin off, JAbotabek division spin off, deregulation of railways
6. Many lines will be double tracked, and quad tracked
7. Many new busway lines will be build
8. Monorail construction resumed
9. Subway will be build by central government
10. Train station, monorail station, subway, and busway stations will be criss crossing each other, making it easier to move between transport system.
Well.. I guess we going to see a HUGE change in Jakarta transportation.
sanhen February 17th, 2006, 06:13 AM This is the complete railway track in Java and Madura. The goverment is planning to build and re-activate dead rail lines in Java and Sumatra (up to 2000 Km)
As you can see, connecting Sumatra, Bali, Java, and Madura using rails is not impossible.
Photo credit: Lutfi from keretapi@yahoogroups.com.
I would appreciate if someone can go to Gambir and take a high resolution photo of this map. So I can recreate it in Photoshop etc. ;)
http://img103.imageshack.us/img103/6041/ess0879vp.jpg
Mahaputra February 17th, 2006, 02:37 PM btw, what happened with the impressive proposal of the manggarai station? which will make manggarai the transport hub or something like that.. I saw the renderings before..it's very very impressive, hope they go on with it
sanhen February 17th, 2006, 02:52 PM afaik, the govt will proceed with the plan.
Alvin February 24th, 2006, 04:50 PM Friday February 24, 3:00 PM
Indonesian Rail, Airport Firms Plan Rail Link to Jakarta Airport
JAKARTA, Feb 24 Asia Pulse - Railway company PT Kereta Api (KA) and airport operator PT Angkasa Pura (AP) II will soon form a consortium to run a railway operation between Manggarai railway station in Jakarta and Soekarno-Hatta international airport, Transport Minister Hatta Rajasa said.
Hatta said the government has decided to make the 34 kilometer railway project a priority with construction to start next year to be completed in 2009.
The two state-owned companies PT KA and Angkasa Pura II have been asked to form a consortium and invite partners to invest in the project estimated to cost Rp900 billion (US$97 million), he said Thursday.
He said the government will take over the job of land clearing with a cost estimated at Rp108 billion.
Angkasa Pura Director Tulus Pranowo said the consortium is expected to be formed next month
Tulus said investors from South Korea, China, Britain, Canada, Germany and Japan have indicated interest in the project. ADVERTISEMENT
(ANTARA)
sanhen February 27th, 2006, 07:34 AM In connection with government plan to revitalize Sumatra railways:
Transport Minister Hatta Rajasa has confirmed that by 2012 railway link between Banda Aceh and Medan will be operational. The 'missing rail link' between Lampung and Aceh will at last be build. The goverment also confirmed that Sumatra will have complete railways along the whole [eastern] and [western] coasts like what Java currently have.
In another news, Lampegan Tunnel between Sukabumi and Bandung has finished construction. Thus rail travel between Bandung - Sukabumi - Bogor - Jakarta is now possible (providing the govt willing to spend money to fix the track between sukabumi bogor.. that is)
tata February 27th, 2006, 01:05 PM This year Jabotabek will add 40 more train sets (=160 units). That's a lot. As I always say: use KRL-I! Please.......
Senin, 27 Februari 2006
KRL Jabodetabek Akan Ditambah Lagi
Jakarta, kompas - Penambahan kereta rel listrik atau KRL untuk melayani penumpang di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi masih akan terus dilakukan. Tahun ini direncanakan tambahan sebanyak 160 unit atau 40 set kereta.
Adanya penambahan KRL untuk penumpang Jabodetabek itu diharapkan bisa semakin memberikan kenyamanan dan ketepatan waktu bagi penumpang. KRL Jabodetabek itu nantinya dapat digunakan untuk melayani rute baru atau peremajaan KRL yang saat ini masih beroperasi, tetapi kondisinya sudah memprihatinkan.
Ketua Divisi PT KA Jabotabek Tating Setiawan mengatakan, penambahan kereta yang direncanakan Departemen Perhubungan itu masih dalam tahap penjajakan. Tating juga belum bisa memastikan apakah KRL itu nantinya akan dibeli lagi dari Jepang, seperti 16 KRL yang didatangkan pada tahun lalu.
”Yang saya tahu, sampai saat ini belum ada kontrak, baru ada penjajakan,” katanya.
Berdasarkan pantauan Kompas, kondisi KRL ekonomi dan ekspres yang melayani penumpang di Jabodetabek sampai saat ini masih banyak dikeluhkan. Selain soal keterlambatan waktu yang sudah dianggap biasa terjadi, kenyamanan menggunakan kereta juga masih jauh dari harapan.
Padahal, kereta bisa menyelesaikan masalah kepadatan jalan karena dapat mengangkut secara massal orang atau barang, cepat dan aman. Namun pada kenyataannya, sampai saat ini penumpang yang menggunakan kereta api hanya berkisar 2 persen lebih.
Kereta juga mulai menjadi andalan warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi serta yang setiap hari masuk dan keluar Ibu Kota secara cepat dan murah. Mereka juga terhindar dari kemacetan di jalan raya yang bisa terjadi hingga dua jam lebih.
Menurut Tating, kepadatan penumpang KRL di wilayah Jabodetabek hingga ada penumpang yang nekat duduk di atas gerbong terutama terjadi pada jam-jam sibuk, yakni pukul 07.00-09.00 dan 16.00-18.00. Sampai saat ini ada 394 unit KRL Jabodetabek yang beroperasi setiap hari untuk melayani 450.00-500.000 penumpang.
Tating mengakui, pelayanan KRL Jabodetabek belum maksimal. Untuk itu, pelayanan dan peningkatan pun akan terus dilakukan secara bertahap. Bentuknya mulai dari penambahan gerbong kereta, penertiban stasiun, dan lain-lain. (ELN)
David-80 March 2nd, 2006, 02:28 AM wow..is it possible? Jakarta - Surabaya in 2 hours? with airplane, they needs 1:20 minutes, so you needs 380km/hour if Jakarta - Surabaya distance is about 700+km
PT KA Akhiri Monopoli
Dirancang, KA Cepat Jakarta-Surabaya Selama Dua Jam
Yogyakarta, Kompas - Monopoli PT Kereta Api akan berakhir menyusul amandemen atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 tentang Perkeretaapian. Dengan demikian, swasta bisa ikut menanam modal atau mengoperasikan kereta api, bahkan membangun jalur sendiri untuk mendukung kualitas perkeretaapian.
Hal itu diungkapkan Menteri Perhubungan Hatta Radjasa saat meresmikan kereta rel diesel elektrik KA Prambanan Ekspres, jurusan Yogyakarta-Solo di Stasiun Tugu Yogyakarta, Rabu (1/3). ”Draf amandemen itu kini sudah sampai di DPR dan diperkirakan Juli tahun ini akan selesai,” ungkapnya.
Menurut Hatta, begitu amandemen rampung, penawaran kepada swasta segera dilakukan. Berbagai rencana pengembangan telah dirancang, di antaranya pembangunan kereta api cepat Jakarta-Surabaya—sehingga nantinya hanya memerlukan waktu tempuh dua jam—dan pembangunan jalur KA Trans-Sumatera, Trans-Kalimantan, serta Trans-Sulawesi.
Jalur ganda (double track) yang telah dibangun antara Cirebon- Kroya akan dilanjutkan sampai ke Jawa Timur dan diperkirakan seluruh jalur ganda KA di selatan ataupun utara akan selesai tahun 2025. ”Selain itu, akan ada jalur kereta api yang masuk ke pelabuhan-pelabuhan yang langsung bisa mengangkut barang dari sana, mulai dari Tanjung Priok, Jakarta, hingga Tanjung Perak, Surabaya,” papar Hatta.
Kualitas menurun
Menteri Perhubungan mengemukakan, pembangunan multimoda itu sulit dilakukan jika hanya mengandalkan upaya dari pemerintah. Selama 30 tahun terakhir, APBN ditambah dengan utang luar negeri hanya mampu membiayai infrastruktur sektor transportasi 20 persen dari total kebutuhan. Akibatnya, kualitas semakin menurun karena infrastruktur turun. Oleh karena itu, butuh peran swasta.
Dikatakan, UU lama sudah tidak relevan dan kurang mendukung otonomi daerah. Dengan UU Perkeretaapian yang baru, masing-masing daerah bisa mempunyai kewenangan untuk membangun moda transportasi kereta api sendiri asalkan sesuai dengan tata ruang yang disepakati.
Hatta mencontohkan, Pemprov DIY bisa membangun monorel dari Keraton Yogyakarta sampai Prambanan hanya dengan izin dari gubernur. Begitu pula pembangunan jalur kereta api di kabupaten hanya perlu izin dari bupati. Namun, jika melintasi dua provinsi lebih, harus seizin Menteri Perhubungan.
”Tentunya, aspek transparansi dan good governance harus diperhatikan. Dengan demikian, ada investor yang ikut membangun infrastruktur sehingga menekan biaya dan mampu meningkatan pelayanan,” ujarnya. (NIT)
Alvin March 2nd, 2006, 03:23 AM hmm why not? I don't see why Korea/Japan or even Europe wouldn't want to invest in a superfast Jakarta-Surabaya rail link, it would be quite lucrative I would think. lets hope it materialises!
sanhen March 2nd, 2006, 03:26 AM 700Km+ in 2 hour is possible for train, but I cant imagine the cost. You need a completely new train track. Java island full with mountains etc.
And for safety reason... the are too many ppl in Java.. some is naughty.. imagine someone put a metal block on the track, the train will fly!!
Alvin March 6th, 2006, 03:17 PM 450 km Medan-Aceh railway to cost US$10 billion - aim to start construction next year.
-------------------------------------------------------------------
Senin, 06 Maret 2006 03:01 WIB
Proyek KA Aceh Telan Rp 9 Triliun
Jakarta, Investor Daily Online
Departemen Perhubungan (Dephub) menargetkan pembangunan konstruksi jalur kereta api (KA) Medan-Aceh, mulai 2007. Proyek sepanjang 450 km itu, diperkirakan menelan dana Rp 9 triliun.
"Kami harap akan ada anggaran untuk mulai membangun KA Aceh pada 2007,"kata Dirjen Perkeretaapian Soemino Eko Saputro kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. (berita selengkapnya baca koran Investor Daily hari ini)
sanhen March 6th, 2006, 03:29 PM Rp. 9 trillion should be US$8.xx billion, no?
tata March 7th, 2006, 06:18 PM dari http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=238484&kat_id=23
Selasa, 07 Maret 2006 20:31:00
Tender Konstruksi Rel Dwiganda Manggarai-Bekasi Akhir 2006
Jakarta-RoL-- Departemen Perhubungan (Dephub) mengungkapkan, tender konstruksi untuk proyek pembangunan rel dwiganda ("double double track"/DDT) tahap pertama Manggarai-Bekasi akan dilaksanakan pada akhir tahun 2006.
"Kini, proyek itu memasuki tahap pembuatan detail perancangan ("detail engineering design"/DED). Sementara untuk tender konstruksinya, akan dilaksanakan pada akhir 2006," kata Menteri Perhubungan (Menhub), Hatta Rajasa, menjawab pers di Jakarta, Selasa.
Hatta mengatakan, penyusun DED-nya adalah konsultan Jepang, yakni Japan International Cooperation Agency (JICA).
Dengan demikian, Hatta memperkirakan proyek tersebut bisa beroperasi pada 2010 atau lebih cepat dari perkiraan awal pada 2011-2012.
Hatta mengatakan, jaringan DDT tahap I Manggarai-Bekasi sepanjang 18 km diperkirakan menelan investasi sebesar 41 miliar yen yang bersumber dari bantuan lunak Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
Bantuan luar negeri tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan rel, jembatan layang, dan membangun peralatan elektrifikasi serta persinyalan.
Untuk tahap II, jaringan DDT akan dibangun dari Cikarang-Bekasi sehingga total jaringan DDT akan terbentang sepanjang 35 km.
"Pekerjaan pembangunan DDT tahap II baru bisa terlaksana setelah 2009 atau setelah masa konstruksi tahap I selesai," kata Hatta.
Proyek pembangunan jaringan DDT bertujuan untuk memisahkan antara jalur KA Jabotabek atau yang biasa disebut komuter dengan jalur KA jarak menengah dan jarak jauh.
"Kebutuhan DDT ini sudah sangat mendesak. Idealnya, jalur untuk komuter tidak boleh bercampur dengan jarak menengah dan jauh tapi realisasinya di lapangan semua rute yang ada menggunakan jalur yang sama," ujar Dirjen Perkeretaapian Soemino Eko Saputro sebelumnya.
Soemino menambahkan, pada saat DDT beroperasi, jalur KA komuter dan menengah-jauh masing-masing dimungkinkan untuk berjalan pada jalur ganda (double track) atau sebaliknya.
Jalur Serpong
Mengenai proyek pembangunan jalur ganda Tanah Abang-Serpong ("Serpong Line"), Hatta mengatakan, saat ini memasuki tahap persiapan tender.
"Mei 2006 proyek tersebut mulai dibangun dan akhir tahun ini diharapkan akan dapat beroperasi," ucapnya.
Ia mengatakan, agar pekerjaan pembangunan selesai lebih cepat, mungkin ada beberapa perusahaan yang akan mengerjakan konstruksinya.
Total investasi untuk "Serpong line" diperkirakan mencapai Rp400 miliar yang semuanya bersumber dari APBN.
Hatta menambahkan, jalur tunggal "Serpong line" saat ini tidak bisa dilakukan penambahan frekuensi kereta api.
"Kalau ditambah bisa berbahaya bagi keselamatan perjalanan kereta api," ujarnya. antara/pur
Alvin March 8th, 2006, 08:48 AM A consortium (PT Maglev Indonesia) will submit a proposal to build a Rp20 trillion (US$2.2 billion) superfast Maglev train to connect Jakarta-Surabaya. A planned revision of Train Laws will enable private/foreign investors to invest in this sector. Other investors/operators of foreign-technology superfast trains have submitted/will submit proposals too. Construction projected to commence in 2008.
Maglev incar proyek KA supercepat
JAKARTA: PT Maglev Indonesia (MI) mengincar proyek kereta api (KA) supercepat Jakarta-Surabaya yang diperkirakan menelan investasi hingga Rp20 triliun.
Public Relation PT Maglev Indonesia Agoest Zakaria mengungkapkan proposal proyek tersebut tengah dikerjakan oleh manajemen MI yang diperkirakan dapat dimulai pembangunannya pada 2008.
"Kami sudah menyampaikan keinginan untuk membangun KA supercepat itu kepada Departemen Perhubungan," ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Menurut dia, MI berencana mengajukan penawaran secara resmi kepada Menhub M. Hatta Rajasa, sekaligus menawarkan pemakaian teknologi maglev asal Korea Selatan untuk jalur KA supercepat Jakarta-Surabaya.
Zakaria menambahkan, teknologi maglev diperkirakan memiliki kelebihan dibanding teknologi lainnya karena memiliki teknologi kecepatan sangat tinggi untuk KA supercepat.
"Nantinya MI akan mengajukan penawaran KA supercepat dengan kecepatan antara 250 km per jam dan 300 km per jam."
MI, paparnya, telah menyampaikan kepada Dephub hanya mengajukan penawaran proyek pembangunan dan pengoperasian KA supercepat sementara lahan harus disediakan pemerintah.
Menurut Zakaria, KA supercepat jalur Jakarta - Surabaya bisa memanfaatkan lahan yang dipakai oleh PT Kereta Api (PT KA) untuk menghemat anggaran pengerjaan proyek monumental ini.
"PT Maglev Indonesia juga tidak mau mengambil porsi ganti rugi tanah untuk proyek KA supercepat karena biaya ganti ruginya kadang lebih mahal dari nilai proyeknya sendiri," kata Zakaria.
Sebelumnya, investor dari sejumlah negara yang telah mengoperasikan KA supercepat telah mengajukan proposal kepada Dephub beberapa waktu lalu. Menhub M. Hatta Rajasa menyatakan mereka melirik dua jalur a.l. Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya untuk pengembangan KA supercepat itu.
Dirjen Perkeretaapian Dephub Soemino Eko Saputro menyatakan pihaknya belum mengetahui rencana MI masuk dalam proyek KA supercepat di Jawa, khususnya jalur Jakarta-Surabaya.
Meski demikian, ungkapnya, rencana pembangunan KA supercepat tersebut sangat mungkin direalisasi di Jawa setelah Revisi Undang-Undang No. 15/1992 tentang Perkeretaapian disahkan oleh DPR.
"Kita tunggu saja dalam waktu dekat ini, mungkin akan banyak proposal yang masuk," kata Soemino.
Gugatan Omnico
Sementara itu, Omnico Singapore Pte Ltd, salah satu konsorsium proyek pembangunan monorel di Jakarta mengajukan gugatan ganti rugi sebesar Rp10 triliun kepada PT Indonesia Transit Central dan PT Jakarta Monorail.
Togi B. Aritonang, Kuasa Hukum PT Omnico menyatakan gugatan tersebut telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakpus dengan No. 61/PDT.G.B/2006/PN.JKT.PST pada 28 Februari lalu yang diterima oleh panitera Muda Perdata Coriana J. Saragih. (01)
Bisnis Indonesia
David-80 March 8th, 2006, 02:33 PM Thats good news but...hold your horse guys...
MI, paparnya, telah menyampaikan kepada Dephub hanya mengajukan penawaran proyek pembangunan dan pengoperasian KA supercepat sementara lahan harus disediakan pemerintah.
This could mean...FOREVER or even highly impossible the project will start (let alone finished)
Remember the Juanda - waru highway project that supposed to finish this year because of the opening Juanda airport terminal 2? well its now being delayed because of land dispute between the communities and the project company/government.
cheers
sanhen March 8th, 2006, 03:34 PM omg.... lahan kan bagian yg paling MAHAL. kalo lahan perlu disediakan pemerintah mah sama juga boong. Tp benernya, lahan PT KAI itu kan luas, kalo ngga salah menurut undang2 itu bbrp meter dari TEPI rel. Skrg ya tinggal pemerintahnya berani atau ngga ngebersihin itu semua lahan yg skrg udah banyak lapak2 dan rumah2 ngga resmi.
tata March 8th, 2006, 09:06 PM well we dream of maglev while some people prefers to put their feet on the ground. Jogyakarta city just opened new line PRAMBANAN EXPRESS connecting Jogja-Solo.
Check this out: http://bahtiar.com/?p=60
Nice train too! see: http://bahtiar.fotopages.com/?entry=728593
MARINHO March 8th, 2006, 11:21 PM The trainsets used on the route Jogja-Solo was a former electric trainset (krl)
but they modified it
MARINHO March 8th, 2006, 11:33 PM Press release from Komite Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur www.kkppi.go.id
Penggunaan KRDE Pertama di Yogyakarta
Menteri Perhubungan Hatta Rajasa Rabu (1/3) di Stasiun Tugu Yogyakarta meresmikan secara simbolis penggunaan Kereta Disel Elektrik (KRDE) Prambanan Ekspres jurusan Yogyakarta—Solobalapan. Penggunaan jenis KRDE ini adalah yang pertama kali di Indonesia.
Turut hadir pada acara peresmian KRDE itu adalah Deputi Logistik Prasarana mewakili Menteri Negara BUMN, Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubono X, anggota DPR RI Komisi V, Dirjen Perkeretaapian, serta komisaris dan direktur PT Kereta Api.
Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan mengungkapkan dengan bangga bahwa KRDE merupakan modifikasi yang dibuat oleh putra Indonesia dari perusahaan BUMN, PT INKA, yang memiliki kapasitas kemampuan tidak kalah dibandingkan dengan negara-negara lain. Bahkan PT Inka tahun ini akan membangun 10 set kereta listrik dengan hanya 30 persen komponen dibuat di luar negeri sementara 70 persen dibuat di PT Inka.
Hatta juga mengatakan bahwa pemerintah melalui program pembangunan jangka panjang, jangka menengah dan jangka pendek di sektor trasportasi betul-betul berupaya keras untuk membangun sistem nasional trasportasi yang handal, efisien, dan bernilai tambah.
Sementara itu Direktur Utama PT KAI Ronny Wahyudi mengatakan KRDE yang diresmikan ini adalah hasil modifikasi dari KRL-Holec yang dilakukan oleh PT Inka Madiun. Satu set kereta rel disel elektrik ini memiliki kapasitas jumlah penumpang 500 orang.
Alvin March 14th, 2006, 12:42 AM Pembangunan Serpong Line dimulai Mei
JAKARTA: Pemerintah menyatakan pembangunan lintasan ganda Tanah Abang-Serpong (Serpong Line) sepanjang 23,278 km dengan dana Rp375 miliar akan dimulai pada Mei tahun ini.
Sementara itu, proyek pembangunan double double track (DDT) Manggarai-Bekasi tengah memasuki tahap pembuatan detail perancangan (detail engineering design/DED).
Menhub M. Hatta Rajasa mengatakan saat ini Serpong Line telah memasuki masa tender konstruksi yang akan dikerjakan oleh beberapa kontraktor untuk mempercepat pengerjaan pembangunan lintasan ganda itu.
"Mei tahun ini akan dimulai pembangunannya supaya cepat [selesai]," ujarnya pekan lalu.
Menhub menyatakan tim dari Ditjen Perkeretaapian Dephub tengah mempersiapkan rencana tender dan pengerjaan konstruksi dengan melibatkan lebih dari satu kontraktor khusus pembangunan lintasan.
"Akhir tahun ini saya minta selesai sehingga 2007 bisa dipakai," kata Hatta.
Menhub menyatakan tender konstruksi proyek pembangunan DDT Manggarai-Bekasi direncanakan dilaksanakan akhir tahun ini.
"Untuk proyek DDT Manggarai-Bekasi, kini konsultan Jepang sudah mulai menyusun DED. Akhir tahun ini akan dilakukan tender konstruksi," ungkapnya.
Pembuatan DED sendiri, dilakukan oleh tim dari Japan International Cooperation Agency (JICA) yang diperkirakan menelan investasi tahap awal sebesar 41 miliar yen yang akan didanai Japan Bank for International Cooperation (JBIC).
Dana luar negeri itu akan dimanfaatkan untuk pembangunan rel, jembatan layang, dan membangun peralatan elektrifikasi serta persinyalan. Dephub mematok masa operasi proyek tersebut pada 2010 dengan total jaringan DDT sepanjang 35 km.
"Pekerjaan pembangunan DDT tahap II baru bisa terlaksana setelah 2009, atau setelah masa konstruksi tahap I selesai."
DDT ditujukan untuk memisahkan jalur KA antara rute Jabotabek dengan rute menengah dan jarak jauh. (01)
Bisnis Indonesia
Zorobabel April 15th, 2006, 03:59 AM 11 Killed in Train Collision in Indonesia
JAKARTA, Indonesia - Two passenger trains crashed early Saturday on Indonesia's Java island, killing at least 11 people and injuring several others, a hospital official said.
Both trains were heading to the capital from central Java's main city of Surabaya when the accident happened close to Jampringan station, said Djoko Susilo, a nurse at a nearby hospital.
Susilo said so far 11 bodies had arrived at the hospital, along with several injured people.
He said an ambulance driver had told him up to seven more people were still feared trapped in the wreckage.
XxRyoChanxX April 15th, 2006, 07:03 AM omg..!! that's sooo :(
peseg5 April 19th, 2006, 06:26 AM Surabaya Jadi Proyek Percontohan Sistem Perkeretaapian
Rabu, 19 April 2006 | 04:28 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Investor Perancis tertarik untuk menjadikan Kota Surabaya sebagai proyek percontohan di dalam mengembangkan sistem perkeretaapian di Indonesia. Ini dilakukan setelah Jakarta kurang merespon tawaran perusahaan perkeretaapian Perancis, SNCF (La Societe Nationale des Chemins de Fer).
”Sesungguhnya yang ditawari pertama kali Jakarta, tapi karena lama tidak direspon, pilihannya jatuh pada Surabaya,” kata Kepala Laboratorium Transportasi Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Ir Ervina Ahyudanari ME, di Surabaya, kemarin.
Untuk mengkonkretkan tawaran itu, ITS Surabaya bakal menandatangani kerja sama dengan SNCF. Menurut Ervina, penandatanganan kerja sama itu terkait rencana SNCF dalam melakukan studi kelayakan. Mereka ingin memberikan alternatif transportasi di Surabaya dan sekitarnya di bidang kereta api.
Persoalan perkeretaapian, katanya, akan menyangkut berbagai bidang disiplin ilmu, mulai dari elektro, mesin, teknologi informasi dan lainnya. ”Artinya yang akan terlibat dalam studi kelayakan itu dari berbagai bidang, karena memang jika dalam studi kelayakan dihasilkan rekomendasi tentang kemungkinan penggunaan transpotasi di Surabaya berbasis rel, maka realisasinya akan melibatkan semua bidang disiplin ilmu yang ada di ITS,” katanya.
adi maward
sanhen April 20th, 2006, 04:21 AM Thought want to share with you guys.... Below is Jabotabek MRT (KRL) *new* depot. Still underconstruction. This is NOT Jakarta MRT, mind you.
All photo credit to Ardy Hepi @ keretapi yahoogroups.com
Massive 16 lines.
http://img161.imageshack.us/img161/940/dipodgn16sepur8mp.jpg
Depot Building.
http://img205.imageshack.us/img205/7480/bangunanby1dq.jpg
Entrance.
http://img205.imageshack.us/img205/8413/pintumasukby3dy.jpg
peseg5 April 20th, 2006, 08:08 AM Makasih sanhen...Suka ma gambarnya!!!
Akhirnya dibikin juga tempat parkir keretanya.
Next project must be: Refurbish all the city stations into modern closed stations!
tata April 20th, 2006, 10:39 AM @sanhen: where is it? Near Depok?
sanhen April 20th, 2006, 11:32 AM iya depot di depok, sekitar 300 meter dari sinyal keluar arah bogor. depannya kecil, tapi dalemnya luas bgt.
tata April 20th, 2006, 12:58 PM iya depot di depok, sekitar 300 meter dari sinyal keluar arah bogor. depannya kecil, tapi dalemnya luas bgt.
Thanks God this project finally materialized, from what I know it is Japan who funds this project. Am I right?
sanhen April 20th, 2006, 02:54 PM and I think one of the condition for the Japanese loan is PT KAI must bought second hand traincar from Japan :)
tata April 22nd, 2006, 09:54 AM General Electric to finance the production of 50 locos in INKA
dari www.bisnis.com
GE biayai produksi 50 lokomotif di Inka
JAKARTA: Pemerintah memprioritaskan pengadaan 50 unit lokomotif senilai US$100 juta yang akan dibangun di PT Industri Kereta Api (Inka) bekerja sama dengan General Electric (GE) Capital Corporation Amerika Serikat.
Menhub M. Hatta Rajasa mengatakan pengadaan lokomotif tersebut akan dibiayai oleh GE melalui skema kredit untuk mengatasi defisit lokomotif yang diderita PT Kereta Api akibat dua kali kecelakaan KA di Sumut dan Jateng baru baru ini.
"GE menyatakan siap membiayai pembangunan lokomotif di Inka melalu financing scheme," ujarnya kemarin.
Pihak GE, menurut dia, telah mengirimkan surat kepada Dephub untuk membahas secara rinci rencana perusahaan kelas dunia yang berbasis di AS untuk bekerja sama membangun lokomotif di Inka.
Menhub menambahkan pengadaan lokomotif tersebut merupakan prioritas awal untuk membantu menyelamatkan PT KA setelah terpuruk akibat kekurangan lokomotif.
"Kebutuhannya itu sampai 200 unit lokomotif tapi untuk tahap pertama butuh 50 unit lokomotif."
Pihak GE dijadwalkan bertemu dengan Menhub pada 28 April mendatang untuk membahas secara teknis pengadaan lokomotif yang akan dikerjakan oleh Inka. "Kami akan membicarakan persiapan konsepnya, termasuk pendanaannya seperti apa dan persetujuan Bappenas."
Untuk itu, lanjutnya, Dephub akan mengajukan kembali pengadaan lokomotif agar masuk dalam buku biru (blue book) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tahun ini.
Menhub memaparkan PT KA sudah waktunya menerima pasokan lokomotif baru karena lokomotif lama rata-rata telah berumur di atas 15 tahun.
Hal itu, tandasnya, diperparah lagi dengan banyaknya kecelakaan KA yang sebabkan lokomotif lama rusak dan tak bisa diperbaiki.
Dephub bersama Inka akan menindaklanjuti keinginan GE membiayai pengadaan lokomotif yang akan dibangun di dalam negeri sekaligus menyiapkan skema pembiayaan yang akan ditawarkan GE.
"Harga satuan lokomotif yang ditawarkan GE antara US$1,8 juta sampai dengan US$2 juta," kata Hatta.
KRL Jepang
Selain pengadaan lokomotif baru, Menhub menegaskan Dephub segera merealisasikan pengadaan 160 unit kereta rel listrik (KRL) bekas asal Jepang sebagai program darurat (crash program) peningkatan sarana transportasi massal di Jabotabek.
Pengadaan 160 unit KRL senilai Rp76 miliar itu merupakan program bantuan lanjutan dari pemerintah Jepang dan bertujuan membantu menyediakan fasilitas transportasi massal yang terjangkau bagi masyarakat.
Selain itu, tambahnya, pemerintah memprioritaskan penyelesaian pembangunan lintasan ganda (double-double track) Manggarai-Bekasi pada tahun ini untuk memisahkan rute KA Jabotabek dan KA antarkota. "Proyek DDT harus selesai tahun ini," kata Hatta. (01) (redaksi@ bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia
Alvin June 13th, 2006, 02:21 PM That Jakarta-Surabaya superfast train project is drawing interest from Chinese, French , and German investors, on top of Maglev Indonesia local consortium (Korean maglev technology). Now the estimate of the cost has blown up to US$6.14 billion. WOW!!! Jakarta-Surabaya in 2.5 hrs...hmmm
Also in the pipeline...Jakarta-Bandung in 1 hr .
-------------------------------------------------------------------
KA supercepat butuh US$6,14 miliar
JAKARTA: Perusahaan kereta api (KA) Prancis, Societe Nationale des Chemins de Fer (SCNF), mengestimasikan pembangunan KA supercepat Jakarta-Surabaya sepanjang 683 km akan menelan dana sebesar US$6,14 miliar.
Dirut PT KA Ronny Wahyudi mengatakan estimasi itu berdasarkan studi SCNF mengenai pembangunan KA supercepat rute Jakarta-Surabaya yang diproyeksikan menempuh waktu tiga jam.
"Sesuai hasil studi SCNF, proyek KA supercepat Jakarta-Surabaya sepanjang 683 km membutuhkan dana US$9 juta per km atau total US$6,14 miliar," ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR kemarin.
Menurut dia, pembangunan KA supercepat itu didukung delapan stasiun utama KA supercepat yakni di Jakarta, Cikampek, Cirebon, Tegal, Semarang, Gambringan, Padangan, dan Surabaya.
Ronny menambahkan pembangunan KA supercepat tersebut merupakan prioritas jangka panjang yang harus direalisasikan menyusul masuknya proyek itu dalam Blue Print Perkeretaapian Nasional.
Saat ini, paparnya, waktu perjalanan KA cepat konvensional untuk lintas Jakarta-Surabaya yang dilayani KA Argo Bromo mencapai sembilan jam. Sementara, KA supercepat hasil studi SCNF Prancis hanya membutuhkan waktu tiga jam.
Selain itu, SCNF juga mengestimasikan investasi KA supercepat Jakarta-Bandung sepanjang 172 km yang ditempuh dalam satu jam membutuhkan dana sekitar US$1,5 miliar.
Lintas Jakarta-Bandung, ungkap Ronny, akan didukung stasiun di Jakarta, Cikampek dan Bandung. "Jakarta-Bandung hanya membutuhkan waktu satu jam, sementara selama ini KA cepat Argo Gede memakan waktu perjalanan selama tiga jam," katanya.
Beberapa investor dari China, Jerman, dan Prancis mengajukan usulan resmi kepada pemerintah untuk membangun jaringan kereta api supercepat di Jawa, menyusul rencana revisi UU Perkeretaapian yang memungkinkan swasta berperan di bisnis tersebut.
Menhub M. Hatta Rajasa sebelumnya menyatakan investor asal Prancis, Jerman dan China telah mengajukan proposal kepada Dephub untuk membangun KA supercepat lintas Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Bandung.
Hatta menegaskan ketiga investor itu mengharapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan UU No.15/1992 tentang Perkeretaapian bisa diselesaikan secepatnya mengingat pentingnya membuka persaingan di bisnis perkeretaapian.
KA supercepat menjadi prioritas dikembangkan di Jawa karena sekitar 60% penduduk Indonesia tinggal di pulau tersebut.
PT Maglev Indonesia (MI) yang merupakan konsorsium swasta asing dan nasional juga mengincar proyek KA supercepat Jakarta-Surabaya. PT MI memperkirakan pembangunan KA supercepat Jakarta-Surabaya dapat dikerjakan mulai 2008. (01) (redaksi @bisnis.co.id)
Bisnis Indonesia
F-ian June 13th, 2006, 02:28 PM Maglev?! Jakarta - Surabaya Cool! is it fixed that their using Maglev? do they have the Money or is it gonna be like Jakarta Monorai(I mean tersendat2nya)?
Alvin June 13th, 2006, 02:34 PM Maglev?! Jakarta - Surabaya Cool! is it fixed that their using Maglev? do they have the Money or is it gonna be like Jakarta Monorai(I mean tersendat2nya)?
Maglev is only one of the bidders (Maglev Indonesia, using Korean Rotem technology). I don't know what the CHinese, French and German have in mind. But I hope we get either the French/German...hmm..maybe the German investor will use their Maglev technology for Jakarta-Surabaya (better than Korea's). Germany is already planning to build one from Shanghai - Hangzhou.
tata June 13th, 2006, 02:57 PM Maglev is only one of the bidders (Maglev Indonesia, using Korean Rotem technology). I don't know what the CHinese, French and German have in mind. But I hope we get either the French/German...hmm..maybe the German investor will use their Maglev technology for Jakarta-Surabaya (better than Korea's). Germany is already planning to build one from Shanghai - Hangzhou.
I think France will propose their TGV technology which is already used in some countries including Tunisia. German perhaps will offer their ICE technology. Both are good and have been used for some time so it's a well proven technology.
Alvin June 13th, 2006, 03:04 PM I think France will propose their TGV technology which is already used in some countries including Tunisia. German perhaps will offer their ICE technology. Both are good and have been used for some time so it's a well proven technology.
Can you enlighten me as to the differences between the TGV and ICE technology? Which is better? And yeah, it would be incredibly unlikely for germany to test the maglev in indonesia, as they've already tested it in shanghai's airport-city line (not doing so well financially), and already planning to build another longer one connecting shanghai and hangzhou.
Adian Herf June 14th, 2006, 02:02 AM ICE 3 Germany
http://www.ice-fanpage.de/bilder/desktop/ice3_nbs01_800.jpg
TGV France
http://www.nationalcorridors.org/df/df12122005c.jpg
tata June 14th, 2006, 11:02 AM Can you enlighten me as to the differences between the TGV and ICE technology? Which is better? And yeah, it would be incredibly unlikely for germany to test the maglev in indonesia, as they've already tested it in shanghai's airport-city line (not doing so well financially), and already planning to build another longer one connecting shanghai and hangzhou.
Alvin, I know nothing about their technology so my comparison is solely based on my experience.
ICE has a better interior than TGV, more modern. TGV especially younger generation is very nice too --some design by well-known designers. TGV has double-decker train. ICE? no idea. TGV is faster than ICE.
I saw it on news paper a while ago that South Korean produced a smaller TGV with license from France. Anyone knows better abt this?
macgyver June 14th, 2006, 12:57 PM I choose shinkansen ... http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=136884
But
Gw Prefer Maglev nya Jepang ...
Bisa .. 500 km per jam ...
jadi JKT - SBY cukup 2 jam lebih dikit .. he he he
Tapi cost nya bisa berlipat2 nech ...
Nice thread here ... http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=357867
Dari thread sebelah ....
check these videos
inside Shanghai Maglev (max speed 400 km/h)
http://www.youtube.com/watch?v=B-aBFVlRVRo&search=maglev
german maglev flyby
http://www.youtube.com/watch?v=O5oRr9iEuuY&search=maglev
japanese maglev (inside and also flyby video)... reaches 500 km/h, constant fast aceleration on internal spedometer... very cool and long video
http://www.youtube.com/watch?v=DDmH7dfpl0Y&search=maglev
macgyver June 14th, 2006, 01:16 PM Japan's latest maglev Shinkansen type MLX01-901 experimentally operated in Yamanashi is the fastest train in the world, which has recorded 581km/h. It's weired, no-one has ever mentioned about this.
macgyver June 14th, 2006, 01:40 PM Already under test at Argo Bromo(s) rolling stock.
Pemasangan Internet di Kereta Api Ditargetkan Selesai pada Akhir 2005
BANDUNG--MIOL: Pemasangan fasilitas internet dan telepon di kereta api ditargetkan dapat terealisasi pada akhir 2005 mendatang.
Hal itu bisa terealisasi setelah PT Telkom dengan PT Kereta Api (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) pemasangan internet dan telepon itu, kata Kahumas PT Telkom Mundarwiyarso, usai diskusi tentang satelit yang diselenggarakan Forum Diskusi Wartawan Ekonomi Bandung (Fordisweb), Sabtu di Bandung.
Mundarwiyarso menyebutkan, pemasangan fasilitas internet dan telepon di atas KA itu masih dalam proses pengkajian secara komprehensif agar nantinya dapat melayani para pelanggan KA.
Ia mengatakan, pemasangan telepon sendiri tidak menutup kemungkinan dengan menggunakan fasilitas Sistem Code Division Multiple Access (CDMA) atau menggunakan telepon Flexi.
"Selain itu, proses pengkajian secara komprehensif tersebut dari segi kenyamanannya," katanya.
Pasalnya, menurut dia, segi kenyamanan tersebut sangat penting terutama bagi para pengguna layanan internet dan telepon di atas KA tersebut, apakah ketika melakukan komunikasinya terasa nyaman atau tidak seperti terganggu kebisingan suara roda KA. (Ant/O-5)
Pak .. pak .. ini udah selesai blon yah ? :bash:
tata June 14th, 2006, 08:59 PM is Japan bidding too for this project?
Zorobabel June 14th, 2006, 09:55 PM A couple of years ago I noted my interest in there being a high-speed rail network on the island of Java. I really hope this project materializes. Is the plan for it to run along the northern coast of Java or to do a route more along the lines of Surabaya - Solo - Yogya - Bandung - Jakarta? The potential impacts on development would be huge, especially on a Jakarta to Bandung route, as the regencies east and southeast of Jakarta have rapid population growth. I truly believe there will be an almost continuous urban region stretching from Bandung to Jakarta by 2030.
Japan's latest maglev Shinkansen type MLX01-901 experimentally operated in Yamanashi is the fastest train in the world, which has recorded 581km/h. It's weired, no-one has ever mentioned about this.
I've been following this as well. The JR-Maglev is off the chart when compared to other maglev systems. It will certainly give Japan the most advanced rail network in the world in the coming decades, but for Indonesia I don't believe its feasible because of the price. Taiwan's imported Japanese high speed rail system (traditional bullet trains) has cost $15 billion and it is only a 345km network. Obviously Indonesia could build it for less, but I believe Japanese rail systems are quite a bit more expensive than their Korean, Chinese and, sometimes, European counterparts. I suppose you pay for what you get.
r4d1ty4 June 15th, 2006, 04:34 PM dasar pemerintah.. buat nutupin kasus proyek monorel yg ga jelas dilempar isu kereta supercepat..
ckckckck
tata June 17th, 2006, 10:04 AM Rel Ganda Serpong-Tanah Abang Beroperasi 2007
Jakarta, Sabtu
Pemerintah memperkirakan proyek rel ganda (double track) Serpong-Tanah Abang (Serpong line) senilai Rp388 miliar yang didanai APBN selesai dan beroperasi paling cepat awal 2007.
"Proyek akan dimulai akhir bulan ini dan diperkirakan selesai akhir tahun, dan baru bisa beroperasi pada awal tahun depan," kata Dirjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan, Soemino Eko Saputro, usai shalat Jumat, di Jakarta.
Ia menjelaskan, dari anggaran sebesar itu, sekitar 20 persen sudah cair, antara lain, untuk membuat beberapa pekerjaan sejumlah stasiun di jalur itu dengan 20 perusahaan kontraktor yang telah ditunjuk. Namun, Dirjen Soemino mengakui banyak pihak, termasuk masyarakat Serpong (Tangerang) sendiri menyangsikan proyek tersebut selesai akhir tahun karena banyaknya persoalan pembebasan lahan PT KA yang ditempati penghuni dan bangunan liar. "Tapi, kita tetap optimis," katanya.
Proyek pembangunan jalur ganda sepanjang 23 kilometer tersebut memerlukan total investasi sebesar Rp388 miliar yang didanai sepenuhnya dari APBN. Pada tahun anggaran 2006, Departemen Perhubungan (Dephub) mengalokasikan Rp314 miliar untuk proyek tersebut, dan sisanya dianggarkan pada APBN 2007.
Dana Rp388 miliar tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalur (track) Rp112,1 miliar, 10 unit stasiun Rp52,6 miliar, 12 jembatan senilai Rp51 miliar, aliran listrik atas (overhead catenary) Rp46 miliar, 2 sub stasiun Rp50 miliar, persinyalan dan telekomunikasi Rp65 miliar, dan pembuatan serta pengawasan desain senilai Rp11,3 miliar.
Pemerintah memilih untuk menggunakan dana APBN untuk proyek tersebut karena dinilai jauh lebih menguntungkan. Bila menggunakan dana pinjaman luar negeri, kebutuhan pendanaan akan membengkak menjadi sekitar 115 juta dolar AS. Sementara dana pendamping yang harus disiapkan dari APBN menjadi Rp165,6 miliar atau 15 persen dari total pinjaman luar negeri.
Serpong Line merupakan salah satu proyek prioritas Dephub pada tahun 2006, selain pembangunan jalur Pasoso-Dermaga Petikemas Tanjung Priok, Depo Depok dan jalur dwiganda Manggarai-Bekasi.
Soemino menambahkan, jalur tunggal Serpong line saat ini tidak bisa dilakukan pertambahan frekuensi kereta api sebab jika ditambah bisa membahayakan keselamatan. Ketika Serpong line selesai nanti, kata Eko, kapasitas kereta api yang melintas di jalur tersebut dapat ditingkatkan dari 78 KA per hari menjadi 130 KA per hari.
David-80 June 17th, 2006, 03:46 PM dasar pemerintah.. buat nutupin kasus proyek monorel yg ga jelas dilempar isu kereta supercepat..
ckckckck
hehehe ga cuman monorail...tuh MRT dari jepang..ga jelas....belom lagi Kuala namu medan, cengkareng extension, rel ganda manggarai, jalan tol, dll .........
cheers
macgyver June 21st, 2006, 07:03 PM hehehe ga cuman monorail...tuh MRT dari jepang..ga jelas....belom lagi Kuala namu medan, cengkareng extension, rel ganda manggarai, jalan tol, dll .........
cheers
Wah .. pokok nya kalo udah .. singggung2 pemerintah ..
mbbulleettt ...
benang kusust .. .dech ...
(red : kusust = kusut se kusut kusut nya :-) )
David-80 July 18th, 2006, 05:26 PM Do you have any idea why PT KA has to import this train every four month? based on my calculation, the last time they were importing this old train from Japan was back in April...
Indonesia Beli 160 Gerbong KRL Jepang
PT Kereta Api (KA) telah menandatangani kontrak pembelian 160 gerbong kereta api listrik (KRL) bekas dari Jepang. Pengapalan pertama sebanyak 16 gerbong KRL dijadwalkan tiba di Indonesia tanggal 21 Juli. "Salah satu program PT KA tahun 2006-2007 adalah pembelian 160 gerbong KRL dari Jepang. Gerbong kereta itu merupakan gerbong kereta bekas pakai, tetapi kondisinya masih bagus," kata Humas PT KA Daerah Operasi I Jakarta Akhmad Sujadi, Senin (17/7) di Jakarta. Harga KRL mencapai Rp 800 juta per gerbong. Total biaya yang dikeluarkan untuk pembelian seluruh KRL itu mencapai Rp 128 Miliar. PT KA memiliki sekitar 400 gerbong KRL. Akan tetapi, yang beroperasi hanya 273 gerbong, terdiri atas 108 gerbong KRL berfasilitas pendingin udara dan 165 KRL kelas ekonomi. Sisanya merupakan gerbong "tidur" alias tak beroperasi karena rusak dan sulit mendapatkan suku cadang. (ANtara)
peseg5 July 18th, 2006, 09:34 PM to increase the capacity of AC train...
they have planned to subtitute those non aircon trains (economy train) with aircon trains.. so PT KA wouldn't distinct their commuter train based on the class (economy or executive) instead based on range of services:
1. Local train -> stops on every station
2. Semi express train -> stops on major station
3. Express train -> point to point station
all will be aircon..
tata July 18th, 2006, 10:05 PM Do you have any idea why PT KA has to import this train every four month? based on my calculation, the last time they were importing this old train from Japan was back in April...
isn't it a part of the deal with japan for financing the constrution of train depo in south of jkt?
peseg5 July 21st, 2006, 04:04 PM http://www.krlmania.com/sinyal/read.php?id=322
July 20, 2006, 3:25 pm
Tiket elektronik dan Sterilisasi Stasiun
KRLmania,
Hari ini Redaksi mendapat kabar bahwa PT KA (Persero) dalam waktu dekat ini akan menerapkan sistem tiket elektronik dan juga akan melakukan 'sterilisasi' stasiun di Jabotabek.
Pada tahap awal, sistem baru ini akan diujicoba di jalur Tanah Abang - Serpong. Ke depannya, seluruh stasiun sejabodetabek akan dniterapkan sistem ini.
Menurut catatan Redaksi, sistem tiket elektrobik dan juga sterilisasi stasiun sudah berulang kali diusulkan oleh para Roker, khususnya KRLmania ketika beberapa kali mengadakan pertemuan dengan pihak otoritas Divisi Jabotabek PT KA (Persero).
Para Roker berharap dengan adanya sistem baru ini, PT KA dapat terhindar dari kerugian besar akibat banyaknya penumpang gelap yang tidak membeli karcis ketika menaiki KRL. "Dengan sterilisasi ini, para penumpang KRL akan berpikir sepuluh kali kalau mau naik KRL tanpa membeli karcis," ujar salah seorang Roker.
(nc)
:)
peseg5 July 21st, 2006, 04:11 PM Rel Ganda Tanah Abang-Serpong Dibangun
Pembangunan rel ganda (double track) Tanah Abang-Serpong dipastikan akan menggusur 600-an rumah di sepanjang jalur itu. Pembangunan tersebut untuk meningkatkan kapasitas lintasan pada jalur yang saat ini dilewati 60 kereta api per hari tersebut.
"Saat ini pekerjaan fisik baru dilakukan di titik-titik lokasi yang mudah dikerjakan, misalnya di dekat areal persawahan sekitar Permata Hijau. Tapi tahap berikutnya penertiban itu pasti akan dilakukan," tutur Kepala Humas PT Kereta Api (KA) Daerah Operasional (Daops) I, Akhmad Sujadi, Rabu (19/07).
Pembangunan rel ganda itu telah dimulai pada Jumat (15/7). Akhmad mengatakan dalam pembangunan ini tidak ada pembebasan tanah karena menggunakan lahan milik PT KA. Sedangkan ratusan rumah yang akan digusur merupakan bangunan liar yang didirikan di atas lahan PT KA tersebut. Akhmad tidak menyebutkan tanggal penertiban bangunan liar yang akan dilaksanakan tim gabungan unsur Departemen Perhubungan (Dephub) dan aparat pemkodya setempat.
Pendanaan proyek double track Tanah Abang-Serpong senilai Rp 320 miliar itu, jelas Akhmad, bersumber dari APBN 2006. Dana sebesar itu mencakup kegiatan pembangunan rel sepanjang 24 kilometer, persinyalan, dan rehabilitasi stasiun.
Menurut Akhmad, pembangunan rel ganda dimaksudkan untuk menambah kapasitas lintasan di jalur tersebut. Jalur tersebut dilewati oleh kereta rel listrik (KRL) AC (8), KRL Ekonomi (28), KA Rangkas Bitung-Jakarta (16), KA cepat Jakarta-Merak (4), dan kereta api pengangkut batu bara Cigading-Bekasi (4). Ada tujuh stasiun pada jalur Tanah Abang-Serpong yakni Tanah Abang, Palmerah, Kebayoran Lama, Pondok Ranji, Sudimara, Rawa Buntu, dan Serpong. Dengan jumlah perjalanan sebanyak itu, setiap KA nyaris harus berhenti di setiap stasiun untuk bersimpangan.
Sementara itu, menurut Akhmad, rencana pembangunan double track jalur Stasiun Duri-Tangerang sepanjang 18 kilometer masih dalam pengkajian karena harus mempertimbangkan kapasitas dan potensi angkutan di jalur itu.
Menurut Akhmad, PT KA juga masih mempelajari pengembangan lintasan baru menuju Bandara Soekarno-Hatta. "Lintasan baru itu nantinya dibuat di titik antara Stasiun Kalideres dan Poris ke arah kanan menuju bandara sepanjang 8 kilometer. Tapi masih akan dikaji lagi. Sebelumnya akan didahului pembentukan anak perusahaan sebagai badan pengelola. Pembentukan itu melibatkan PT KA dan PT Angkasa Pura II," katanya. (Chi)
Sumber: Warta Kota
tata August 16th, 2006, 06:40 PM Starting August 28, 2006 PTKAI will operate 16 set of Jabotabek semi express for lines Jakarta-Bogor and Jakarta-Bekasi. These trains are going to stop at more stations than express trains but at less station than economy class trains (hope I'm clear enough).
These 16 trains are actually the KRL Pakuan that currently serving the Jkt-Bogor express line. And in return KRL Pakuan will get replacement from used trains imported from Japan.
PTKAI currently has 400 set of KRL (electric train), 273 of them daily serving JKT-Bekasi, JKT-Tangerang and JKT-Bogor lines. 108 with airconditioner and 165 are not.
PT KAI Sediakan KRL Jabodetabek Kelas Semi Ekspress
Jakarta, 16 Agustus 2006 15:38
PT Kereta Api Indonesia (persero) segera mengoperasikan Kereta Rel Listrik (KRL) eks Jepang Semi Ekspress dengan tarif murah, mulai 28 Agustus 2006, guna melayani para penumpang jurusan Jakarta-Bogor dan Jakarta-Bekasi.
"KRL Semi Ekspress AC ini tarifnya lebih terjangkau masyarakat," kata Direktur Utama PT KAI Ronny Wahyudi, dalam pernyataan persnya yang diterima ANTARA dari Kahumas PT KAII Daop I, Ahmad Sujadi, Rabu.
Selain itu, lanjut dia, KRL eks Jepang ini juga berhenti di beberapa stasiun yang saat ini tidak disinggahi KRL Ekspress AC.
Pengoperasian KRL ini akan membantu meringankan beban trayek yang padat penumpang seperti Jakarta -Bogor, Jakarta- Bekasi dan Jakarta-Tangerang.
Dia mengatakan, dengan adanya 16 rangkaian KRL baru itu, kepadatan penumpang KRL yang mencapai 500.000 penumpang per hari (termasuk kelas ekonomi-red) itu dapat secara berangsur diatasi dengan menambah jumlah kapasitas angkut di semua jalur.
Dengan bertambahnya daya angkut untuk jalur Jakarta-Bogor itu, kapasitas penumpang akan bertambah sebanyak 6.400 orang per hari, sedangkan untuk rute Jakarta-Bekasi bertambah sekitar 4.000 orang per hari.
Ia selanjutnya mengatakan, saat ini ada sebanyak 108 armada KRL AC yang tidak berhenti di setiap stasiun, sedangkan KRL Semi Ekspress AC yang akan dioperasikan itu, akan berhenti di beberapa stasiun yang tidak disinggahi KRL Ekspress AC.
Beberapa stasiun yang disinggahi itu adalah Bogor, Bojong Gede, Depok Lama, Pondok Cina, Universitas Indonesia, Lenteng Agung, Pasar Minggu, Duren Sawit, Kalibata, Tebet, Cikini, Gondangdia, Gambir, Juanda, Mangga Besar dan Jakarta Kota.
"Tapi itu belum final, masih memungkinkan direvisi," kata Ronny.
Dengan berhenti di sejumlah stasiun yang sebelumnya tidak disinggahi KA KRL Ekspress AC itu, para penumpang KRL ekonomi yang sebetulnya secara finansial mampu membayar dapat menikmati fasilitas baru PT KAI tersebut.
Dengan demikian, penumpang KRL kelas ekonomi dan Semi Ekspress AC itu akan terbagi sehingga kepadatan penumpang tidak separah seperti selama ini, kata Ronny.
Dia mengatakan, untuk sementara waktu, pihaknya akan menerapkan tarif KRL Semi Ekspres AC jurusan Bogor-Jakarta atau sebaliknya sebesar Rp6.000 dan Rp5.000 untuk jurusan Bekasi-Pasar Senen atau sebaliknya.
Ke-16 rangkaian KRL Semi Ekspress AC itu merupakan kereta eks rangkaian KRL Pakuan Jakarta-Bogor, sedangkan kereta eks-Jepang yang tiba di Jakarta pada 24 Juli lalu sebagai hasil kerjasama PT KAI dengan Tokyu Corporate Car Jepang itu akan menggantikan KRL Pakuan.
Sementara itu, Kahumas PT KAI Daop I, Ahmad Sujadi, mengatakan, kini BUMN ini memiliki sekitar 400 armada KRL. Dari jumlah itu, yang beroperasi hanya 273 unit, sedangkan sisanya "tertidur" karena rusak dan sulit mendapatkan suku cadang.
Dari 273 unit KRL yang setiap hari beroperasi, sebanyak 108 unit di antaranya adalah KRL Air Conditioner (AC) dan 165 unit lainnya adalah KRL ekonomi. "Diharapkan tidak ada lagi penumpang KRL di atap KA," kata Ahmad. [TMA, Ant]
tata August 16th, 2006, 06:48 PM Can someone confirm if the image of this train (http://www.flickr.com/photos/erwinsanjaya/212190306/) is KRL Pakuan?
Thx
macgyver August 18th, 2006, 09:11 AM Can someone confirm if the image of this train (http://www.flickr.com/photos/erwinsanjaya/212190306/) is KRL Pakuan?
Thx
kalo dia bilang dukuh atas ... mungkin .. yang ke BSD tuh ..
CMIIW
sanhen August 18th, 2006, 01:16 PM Not to sure its pakuan or not, but pakuan is using the same trainset as in the picture.
tata August 21st, 2006, 04:37 PM @sanhen: thanks.
Picture of construction of double track Jabotabek line JKT-Serpong:
http://www.flickr.com/photos/ati/220480924/
tata August 29th, 2006, 03:57 PM See too the post #182 for similar news
Ministers test drive semi-express trains
The Jakarta Post, Jakarta
Transportation Minister Hatta Rajasa (left) launched Monday state railway company PT Kereta Api Indonesia's semi-express trains and 16 express cars.
Along with State Minister for State-owned Enterprises Sugiharto (right), Hatta took a ride on a semi-express train from Gambir station to Depok.
The trains will serve the Jakarta-Bogor route, as well as the Bekasi-Pasar Senen-Jakarta route.
"The semi-express train has the same facilities as the express ones. What differs between them is that they stop at more stations," company spokesman Ahmad Sujadi said during the event, as quoted by Antara.
Two of the train cars from each route were designated for female passengers only, Kompas online reported.
According to Hatta, the additional trains will increase the company's Jakarta-Bogor capacity to up to 6,400 passengers a day.
Meanwhile, its daily capacity for the Jakarta-Bekasi route will increase to 4,000 passengers.
"We hope that this addition will ease the burden on economy-class trains and prevent people from taking illegal roof-top rides," he said.
Hatta added that by the end of 2007, the state train operator would import 160 more cars to contain a projected increase in passenger numbers. "By then, the Greater Jakarta train system will have a capacity of 2 million passengers," he said.
tata August 29th, 2006, 11:12 PM government will move central train station from Gambir to Manggarai after major renovation is done. This project is part of DDT (double-double track project) project to be completed in 2009.
Stasiun Utama KA Akan Dipindah ke Manggarai
Menggantikan Fungsi Stasiun Gambir
Jakarta, kompas - Stasiun Kereta Api Manggarai, Jakarta Selatan, segera akan menjadi stasiun utama di Jakarta untuk menggantikan Stasiun KA Gambir, Jakarta Pusat. Keberadaan stasiun ini juga akan terintegrasi dengan angkutan umum lainnya.
Kepala Hubungan Masyarakat PT Kereta Api Daerah Operasi I dan Divisi Jabotabek Achmad Sujadi, Selasa (29/8), mengatakan, pemindahan stasiun utama ke Stasiun KA Manggarai itu merupakan bagian dari masterplan KA Jabotabek. Secara geografis, stasiun ini merupakan perempatan jalur KA Jabotabek.
"Stasiun Manggarai ini penting diperhatikan karena bisa disebut sebagai perempatan jalur KA di Jabotabek. Lalu lintas kereta nantinya bisa diatur sedemikian rupa. Pemindahan ini juga sebagai upaya memutus rantai gangguan dalam lalu lintas kereta sehingga lebih mudah diatasi," kata Achmad.
Pembangunan Stasiun KA Manggarai sebagai stasiun terbesar di Jakarta sebenarnya sudah direncanakan sebagai bagian dari megaproyek prasarana umum Terminal Terpadu Manggarai (TTM) yang dijadwalkan dibangun tahun 1997. Krisis ekonomi membuyarkan rencana itu. Pada tahun 1999 pembangunan TTM tidak lagi dimasukkan ke Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta yang merupakan pedoman arah pembangunan hingga 2010.
Sejalan dengan upaya revitalisasi KA Jabotabek dengan pola operasi sirkular dan radial, pembangunan Stasiun KA Manggarai sebagai stasiun utama kembali dihidupkan.
Yoyo Sulaeman, Pimpinan Proyek Double-double Track (DDT) Manggarai-Cikarang dari Departemen Perhubungan, beberapa waktu lalu mengatakan, stasiun utama Manggarai direncanakan bisa berfungsi setelah proyek DDT yang memisahkan lintas utama dan komuter selesai dibangun. Pembangunan stasiunnya yang dibuat bertingkat akan dilakukan sebagai bagian dari proyek DDT yang direncanakan selesai 2009.
Stasiun utama ini akan dilengkapi dengan terminal bus di seberang pintu utama. Terminal bus tersebut merupakan pindahan Terminal Manggarai yang sekarang ini. (ELN)
sanhen August 30th, 2006, 05:21 PM And in another news.. Jabotabek rail lines will be upgraded to electronic ticket similar with busway. Plus all station will open only for ticket holder (sterilized).
peseg5 August 31st, 2006, 08:27 AM sanhen...tolong post foto2 peresmian KRL semi ekspress dong, kan ada kunjungan Mr. Hatta ke lokasi depo KRL di depok...dari milis keretapi.
Okay, thanx :)
sanhen August 31st, 2006, 10:24 AM dasar.. males loe hehehehe j/k
ntar maleman gua kerjain ya. lagi pusing sama project.
btw.. depot yg baru is MASSIVE!! 17 lines all together. seperti di luar negeri aza. (plus masih bersih pula...)
peseg5 August 31st, 2006, 11:26 AM hahaaha...sorry hen, gw pake telkomnet..tau sendiri speednya...malez...
Yeah i know it's huge, that's why i want you as trainman to post it and show it to the world..(ceilah) :hahaha:
tata August 31st, 2006, 02:30 PM sanhen + peseq5: kalo butuh bantuan ngeposting photo2 depo baru gue dgn senang hati bisa ngebantu. Kalo mau gue pm keelo email pribadi gue
David-80 August 31st, 2006, 03:32 PM today di transtv, ada laporan gimana cara naek KRL ga bayar.....wah2..gile....ampir semua yang naek KRL kayaknya ga bayar tuh....reporternya transtv aja berhasil naek trus ga bayar.....ck ck ck
cheers
sanhen August 31st, 2006, 04:30 PM tata.. fotonya ada di mailing list.. ntar maleman (or besok pagi, since skrg udah malem bgt) gua post.
david.. banyak banget yg ga bayar. kalo di pakuan, yg ngga bayar pada sadar sih duduk di lantai.. so far. tinggal kasih senyum ke kondektur udah okeh hehehe.
sanhen August 31st, 2006, 06:43 PM As promised.. here's the photo. All credits goes to Novaprima@keretapi yahoogroups.
Clockwise from top left: IRPS member, women only carriage, some japanese i dont even have a clue, railcar interior
http://img251.imageshack.us/img251/8255/krlpage1jy1.jpg
Clockwise from top left: Trial run sign, since the depot is not fully electrified yet - the KRL need to be pushed by a diesel loco.
http://img476.imageshack.us/img476/1226/krlpage2rc1.jpg
Most of this pics shows the narrow entry to Jabodetabek KRL depot.
http://img476.imageshack.us/img476/3347/krlpage3sc5.jpg
After the narrow entrance - the massive depot shows its nature.
http://img408.imageshack.us/img408/6153/krlpage4zd3.jpg
No electricity yet, so the brake doesnt work. Jadi keretanya harus di ganjel... yg kuning2 di roda itu ganjelannya.
http://img481.imageshack.us/img481/4715/krlpage5zm3.jpg
http://img84.imageshack.us/img84/9563/krlpage6nf7.jpg
The depot, credit to Ardy Hepi from the same forum:
http://img250.imageshack.us/img250/6225/img0521fd4.jpg
peseg5 September 2nd, 2006, 07:19 AM thank u sanhen!! Two thumbs up for u!! :cheers:
btw kalo ada yg punya gambar lain, monggo di post aja.... Tata mungkin?? Tapi gambarnya jgn sama ye.. hehehe
@David: masalah naek kereta ga bayar itu udah jadi rahasia umum penumpang dan pegawai PT KA.. Malah ada yang sengaja duduk di kabin masinis (which is ilegal) hanya karena ingin berhenti di stasiun yang semestinya bukan tempat pemberhentiannya. Kebanyakan kasusnya di KRL ekspress. Mereka naik ke kabin lalu kasih Rp 5000,- ke masinis. Ini benar2 lahan korupsi yang penghasilannya cukup besar... Maka dari itu praktek2 ini sulit dihilangkan karena selain ada kebutuhan dari penumpang, ada juga kebutuhan dari pegawainya (masinis dan kondektur)..so klop deh.. KKN dalam kereta..
Mudah2an tahun depan kalau tiket elektronik dan stasiun tertutup udah diresmikan, tidak ada lagi freeriders, kondektur, dan masinis yang korup.. kita ambil keberhasilannya transjakarta sebagai contoh.
Fir3blaze September 2nd, 2006, 09:11 AM Thanks a lot for e pics Sanhen. The depot looks very massive, and ready for operation soon! :cheers:
sanhen September 2nd, 2006, 12:39 PM @David: masalah naek kereta ga bayar itu udah jadi rahasia umum penumpang dan pegawai PT KA.. Malah ada yang sengaja duduk di kabin masinis (which is ilegal) hanya karena ingin berhenti di stasiun yang semestinya bukan tempat pemberhentiannya. Kebanyakan kasusnya di KRL ekspress. Mereka naik ke kabin lalu kasih Rp 5000,- ke masinis. Ini benar2 lahan korupsi yang penghasilannya cukup besar... Maka dari itu praktek2 ini sulit dihilangkan karena selain ada kebutuhan dari penumpang, ada juga kebutuhan dari pegawainya (masinis dan kondektur)..so klop deh.. KKN dalam kereta..
Remember the accident where a KRL is hit by another KRL from the back @ Jakarta? According to many people - something that PT KAI denied - one of train at that time is making an illegal stop at a station.
tata September 4th, 2006, 12:53 AM thank u sanhen!! Two thumbs up for u!! :cheers:
btw kalo ada yg punya gambar lain, monggo di post aja.... Tata mungkin?? Tapi gambarnya jgn sama ye.. hehehe
nggak mungkin, soalnya gue udah lama nggak ke depok. elo kalo ada photo yg baru. pls post'em
napoleon September 4th, 2006, 05:59 AM .
It is a very big train depot.
Great for Indonesian.
.
sanhen September 8th, 2006, 06:24 AM sumber :
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0609/01/metro/2921871.htm
Stasiun Beos Direvitalisasi (1 September 2006)
Jakarta, kompas - PT Kereta Api akan merevitalisasi dan menata Stasiun Jakarta Kota atau Stasiun Beos sehingga menjadi stasiun kebanggaan warga Jakarta. Dalam penataan itu, wajah Stasiun Beos akan dikembalikan seperti pada masa lalu, tetapi dengan beragam fasilitas baru.
Untuk mewujudkan Stasiun Beos sebagai salah satu tempat bersejarah yang juga ada di Kawasan Kota Tua Jakarta, PT Kereta Api telah memulai pemugaran dan pembongkaran kios-kios yang ada. Untuk itu, kontrak dengan sekitar 30 pemilik kios di stasiun ini tidak akan diperpanjang lagi.
Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasional I dan Divisi Jabotabek Achmad Sujadi, Kamis (31/8), mengatakan, kondisi Stasiun Beos yang dibangun pada masa Belanda ini sering dikeluhkan karena semrawut, jorok, dan tidak terawat. Padahal, stasiun ini merupakan salah satu cagar budaya.
"Diusahakan awal tahun 2007 penataan Stasiun Beos sudah selesai. Di lantai bawahnya nanti akan dibuat lowong seperti zaman Belanda dulu," kata Achmad Sujadi.
Selain untuk menambah kenyamanan pengguna kereta api, upaya ini juga sebagai bagian dari mendukung program Revitalisasi Kota Tua Jakarta. Setiap bulan ada sekitar 4000 wisatawan yang datang ke sini.
Menurut Achmad Sujadi, untuk perkantoran ada di bagian depan. Lokasi ini akan dilengkapi perpustakaan dan museum mini mengenai kereta api.
Di sekitar stasiun juga akan dibuat taman, serta areal parkir dipindah ke belakang. Selain itu, lokomotif Bonbon yang memiliki nilai sejarah tinggi yang sekarang berada di Stasiun KA Manggarai akan dipindahkan ke Stasiun Beos. (ELN)
sanhen September 8th, 2006, 06:27 AM Let me summarize what being happening with Jabotabek transportation:
1. Monorail is green light - under construction
2. Busway is green light - more lines under construction
3. Jabotabek railway station will become closed station as Busways
4. Electronic ticketing for Jabotabek rail + busway
5. Kota Station is refurbished, complete with underground tunnels to connect with busway
6. All jabotabek railawy station will be refurbished
7. New massive train depot at Depok
8. Manggarai Station will be completely rebuild as transport hub
9. Revitalation of Tanjung Priok lines
10. Double double track rail lines is being developed
11. East flood canal is under construction for water based transport
Wow..
A lot is going on huh?
r4d1ty4 September 8th, 2006, 06:54 PM pertanyaannya... jadinya kapan tuh ????
:D :D :D
sanhen September 8th, 2006, 07:59 PM Seperti biasa: When its done.
hehehehehe
XxRyoChanxX September 9th, 2006, 02:37 AM hopefully soon !! but i doubt it haha
MARINHO September 10th, 2006, 05:25 PM I hope that this massive development program will be realized. And that after the realisation the infrastructure wil be maintained in good shape.
tata September 12th, 2006, 07:35 PM Good movement initiated by users of KRL Jabotabek. An excellent example how consumers can push for a better services in Indonesia.
Train commuters fight for change
Anissa S. Febrina, The Jakarta Post, Jakarta
The last thing anyone wants to deal with at the end of a long day at work is being delayed on the way home. Children miss their good night kiss, dinners get cold and TV programs go unwatched.
For the commuters who use the train from the Sudirman-Thamrin business district to get home, last Monday's three-hour delay was not a good start to the week. But while most chose to sulk in silence, 1,200 passengers opted to channel their anger in a more productive manner.
They are members of the mailing list KRLMania, an online community that relies on the power of the collective to make consumer complaints more productive and agents for change.
"(Public) transportation consumers in Greater Jakarta have very little say or bargaining power to claim their right to better services," said mailing list member Ferry Octavian last week. Ferry has been using PT KA, the state-owned rail company, since the mid 1980s.
Ferry said that PT KA's monopoly over rail services in the city prevented customers from having access to a proper standard of service.
In 2003, a group of train commuters alighting at the Dukus Atas station on Jl. Sudirman started to discuss the problems they faced as consumers.
"Most of our members are passengers from Dukuh Atas. As office workers, maybe we are more demanding than others," said community chairman Agus Imansyah.
Around 67,000 executive-class passengers, mainly office workers, and 9,500 economy-class passengers use Dukuh Atas station every year.
In less than three years, what started as a forum for irritated passengers has turned into a movement that has managed to persuade the train operator to improve its services.
PT KA added another train to the Depok express route after being pestered by the mailing list. The company also now provides more information on train delays for passengers waiting a stations, another move encouraged by the mailing list's members.
"It's still not much. We understand that company faces a complex problem as to where to start fixing the quality of their service," said member Riri. "On top of that, there is also a rigid bureaucracy, but we will keep on pushing our agenda."
The community presented PT KA's Greater Jakarta division spokesman Akhmad Sujadi with a list of suggestions to improve the service, ranging from tackling on-board corruption to providing Greater Jakarta's train schedules on-line.
"We really appreciate their suggestions and are slowly trying to cater to all of their needs," Sujadi said. "We have also taken them to get a closer look at our operation so they can understand the complexity of our service problems."
The community has regular meetings with PT KA officials to voice their complaints and monitor the impact of their suggestions.
"Some active members of KRLMania help explain (things) to other consumers whenever we have technical problems that lead to delays," Sujadi said.
The news of the signal problem at Manggarai station that caused last Monday's delay was announced on the mailing list.
"But it was already too late in the afternoon and didn't reach everyone in time. So hundreds of us had to wait for hours at the station," said Maryoto Hadi, a new KRLMania member.
As much as the group complains to the train operator, it still remains a fair operation.
One member once posted an email to the list telling members not to blame PT KA employees for everything that went wrong.
"We understand that we shouldn't just criticize the employees of the company over and over without think about their welfare," said Agus, another member of the list.
The group collects money to buy gifts for PT KA station and field staff every Idul Fitri and is quick to praise employees when the service is good.
The mailing list also serves as a forum for discussions of consumer empowerment, along with less fiery chats.
When a member was involved in an accident at a station in Depok, other members helped him file an insurance claim and lodged a negligence lawsuit against the train operator.
"We are trying to improve this movement by cooperating with other forums," said member Ferry. "Consumers must join hands to get what we deserve."
sanhen September 15th, 2006, 10:00 AM On another news:
http://www.antara.co.id/seenws/?id=42280
Interesting.
tata September 15th, 2006, 12:55 PM good news sanhen.
Despite all delay and other related issue, this is the year I feel the government gives again their attention to railway-based transportation especially in Java island. In the 90's the goverment put a lot of effort to improve Jabotabek lines but sadly the infamous '97 crisis stopped all project.
sanhen September 15th, 2006, 03:09 PM Rail is really the way to go. 1 gerbong bisa ngurangin 100 mobil di jalan...
macgyver September 22nd, 2006, 07:21 AM Hope you like it :scouserd:
http://www.kereta-api.info/wp-photos/20060922-124539-2.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060921-223825-3.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060921-223825-4.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060921-223049-3.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060921-142811-14.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060921-142532-8.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060921-142532-9.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060921-142532-10.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060921-142207-5.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060921-142207-6.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060921-142000-3.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060921-142001-4.jpg
sanhen September 22nd, 2006, 08:51 AM The glory of Indonesian railway - once the world largest narrow gauge system in the world - WE WILL BE BACK hehehhe.
Seriously.. If the govt really revitalize all dead railway route - the glory can be us again.
macgyver September 22nd, 2006, 03:05 PM http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060922-211504-1.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060922-211504-2.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060922-211504-3.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060922-211504-4.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060922-211505-5.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060922-211505-6.jpg
macgyver September 23rd, 2006, 08:55 PM http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060922-171624-1.jpg
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060922-171624-2.jpg
macgyver September 25th, 2006, 05:27 PM http://www.kereta-api.info/wp-photos/20060925-145101-4.jpg
paradyto September 26th, 2006, 09:05 AM Argo Wilis???
sanhen September 27th, 2006, 03:18 AM From: Rail News International.
----------------------------------------------------
Government plans to build national railway network
M. Taufiqurrahman, The Jakarta Post, Jakarta
The government plans to build a railway network on the country's major
islands to help speed economic development, a minister says.
Transportation Minister Hatta Rajasa said in a hearing with House of
Representatives Commission V on transportation and public works that the
project would include the expansion of existing networks in Java and Sumatra
and the construction of new ones in Kalimantan, Sulawesi and parts of Papua.
Hatta said some of the projects were already underway in Java and Sumatra.
"In Sumatra, our projects will focus on the improvement of railway networks
to support the transportation of coal and other export commodities, " Hatta
said, adding that in Java the project included the expansion of railway
networks in greater Jakarta.
Next would be the construction of a 500-kilometre railway network to link
major cities in Kalimantan.
Hatta said that for the project in Kalimantan and the eastern parts of the
country, the government would award contracts to private companies.
"According to our estimates, every kilometre of the network will cost Rp 14
billion to build, and there is no way the state budget will be able to cover
it," Hatta said.
Hatta earlier said the cost of improving the country's railway network would
be as high as Rp 11.6 trillion (US $1.2 billion), far beyond the government's ability to pay.
He said he believed the tender for the projects could be held soon after the
amendment of the law on railways.
The amendment of the 1992 Railway Law is expected to open the door to
privatization of the nation's railway service, which has long been highly
regulated.
The law stipulates that the government is obligated to provide railway
infrastructure, including tracks, stations and signalling, as well as
operate the entire system. It effectively grants state railway company PT
KAI monopoly status.
Privatization would include selling the Greater Jakarta unit of PT KAI to
private investors. The unit has seen several train accidents over the last
two years.
The plan, however, may well be scrapped because of opposition from some
state officials.
State Minister for State Enterprises Sugiharto recently said that the
railway scheme was just talk and would be difficult to execute given the
complexity of the issues involved.
Backers of privatization argue much of the opposition arises from
narrow-minded nationalism.
Railway privatization has also been hampered by the sluggish deliberation of
the railway law amendment, which has been going on for more than two years.
Commission V members said in a statement that they should be kept informed
about the design of the planned national rail network, so that its
implementation could be subject to House scrutiny.
Tony Bailey
macgyver September 28th, 2006, 06:05 AM http://www.kereta-api.info/wp-filez/rel.jpg
:bash: :bash: :bash:
sanhen September 28th, 2006, 10:56 AM Gila ya.. jaman skrg gini masih bisa ada rel melengkung gara2 panas dingin.
FYI - rel jaman sekarang udah ngga bisa memuai lagi.. soalnya bahan baku besinya sudah lebih bagus and rel2nya dijepit keras sehingga ngga bisa memuai banyak2.
tata September 28th, 2006, 11:19 AM Ini kayaknya berhubungan dengan lumpur panas itu deh
tata September 28th, 2006, 11:21 AM Serpong line to be operated 24h/7d
Kamis, 28 September 2006
KRL ke Serpong 24 Jam
Tiket Elektronik, Stasiun Dimodernisasi
TANGERANG, KOMPAS - Kereta api yang akan melintasi Stasiun Tanah Abang hingga Stasiun Serpong akan beroperasi selama 24 jam. Penumpang menggunakan tiket elektronik sehingga tidak akan ada penumpang gelap.
Selain itu, enam stasiun KA dari Palmerah hingga Serpong dimodernisasi untuk mengantisipasi beroperasinya rel ganda dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Serpong sepanjang 23 kilometer.
Humas PT KA Achmad Sudjadi mengungkapkan hal itu kepada Kompas, Rabu (27/9). Menurut Sudjadi, frekuensi KA di jalur Tanah Abang-Serpong akan ditambah, dari 67 perjalanan KA setiap hari menjadi 134 perjalanan KA per hari. Untuk itulah KA di lintas ini beroperasi selama 24 jam. "PT KA berupaya membantu mengatasi kemacetan lalu lintas di Jakarta," katanya.
Enam stasiun yang sedang dan akan dimodernisasi itu adalah Stasiun Palmerah, Stasiun Kebayoran Lama, Stasiun Pondok Ranji, Stasiun Sudimara, Stasiun Rawabuntu, dan Stasiun Serpong.
"Lintas KA Tanah Abang-Serpong akan menjadi proyek percontohan PT KA. Pertama, KA yang melintas di jalur ini steril dan tertutup. Artinya, hanya penumpang yang memiliki tiket yang boleh masuk KA, menggunakan tiket elektronik. Kedua, stasiun-stasiun yang dilintasi wajahnya dimodernisasi, diperbarui, sehingga tidak lagi kumuh dan kotor. Ketiga, KA di jalur ini akan beroperasi 24 jam," papar Achmad Sudjadi.
Untuk mengantisipasi berfungsinya rel ganda Tanah Abang-Serpong, PT KA bersama Departemen Perhubungan mendatangkan 160 unit KRL dari Jepang. "Enam belas KRL sudah datang dari Jepang. Selebihnya akan datang bertahap tahun 2006 dan 2007," katanya. Kereta-kereta yang akan ditambah itu sebagian besar kereta api yang bagus dan ber-AC.
Menurut Sudjadi, selama ini memang sudah ada KA ber-AC yang melintasi Tanah Abang-Serpong, tetapi jumlahnya masih sangat terbatas. "Rel ganda dimaksudkan untuk menambah perjalanan KA," katanya.
PT KA menargetkan akhir tahun 2006 rel ganda sudah dapat digunakan. Sedangkan modernisasi stasiun KA diperkirakan selesai seluruhnya tahun 2007.
Di Serpong dan sekitarnya terdapat banyak kompleks perumahan, yang warganya sebagian besar bekerja di Jakarta.
Kepala Stasiun KA Serpong Sugeng Suwanto yang ditemui Kompas di kantornya, Rabu sore, menjelaskan saat ini sedang dibangun gedung Stasiun Serpong. Stasiun yang dibangun kontraktor Jaya CM itu akan rampung Desember 2006.
Parkir di lantai dua
"Stasiun Serpong ini nanti mirip Stasiun Tanah Abang. Sedangkan lahan parkir mobil rencananya dibangun di lantai dua," ungkap Sugeng. Stasiun ini antara lain dilengkapi dengan kantin. "Yang pasti suasana Stasiun KA Serpong akan berbeda dengan yang ada saat ini," katanya sambil memperlihatkan rencana pembangunan gedung stasiun baru.
Berdasarkan pengamatan Kompas, saat ini kondisi Stasiun KA Serpong masih kurang tertib. Jalan masuk ke stasiun masih berbatu-batu dan kurang lebar.
Saat ini jadwal keberangkatan KA Stasiun Serpong ke arah Jakarta mulai pukul 05.00 hingga pukul 19.15, mulai dari KA Ekonomi, KRL Express AC, KA Merak Jaya, sampai KA Patas Ekonomi. Beberapa di antaranya berasal dari Stasiun Rangkasbitung dan Stasiun Parungpanjang, yang dilanjutkan ke stasiun-stasiun di Jakarta (Tanah Abang, Sudirman, dan Manggarai).
Pendapatan Stasiun Serpong rata-rata Rp 275 juta per bulan dengan penumpang rata-rata 150.000 orang. Tiket KA Serpong-Tanah Abang saat ini untuk KRL Express AC Rp 8.000/orang, sedangkan tiket KA Ekonomi Rp 1.500/penumpang. (KSP)
sanhen September 28th, 2006, 01:03 PM Ini kayaknya berhubungan dengan lumpur panas itu deh
Yup. Dugaan gua sih tanahnya jadi lembek, jadi biarpun udah ditahan dgn kerikil2 , rel dan bantalannya tetap saja bisa bergerak.
macgyver September 28th, 2006, 04:13 PM Consortium to build new railway to airport
The Jakarta Post, Jakarta
Frequent traffic congestion on the toll road from Jakarta to the Soekarno-Hatta International Airport in Tangerang has pushed the government to look into alternative transportation to make traveling easier.
Spokesperson for the Transportation Ministry J.A. Barata said Wednesday that a consortium of PT Kereta Api and PT Angkasa Pura II would build a railway line from Kalideres in West Jakarta, to the airport.
He said that they would build the 10-kilometer line next year and hoped to finish it in 2009.
The new route will pass Manggarai, South Jakarta, Dukuh Atas and Tanah Abang, Central Jakarta, Grogol, Pesing, Rawa Buaya in West Jakarta and Kalideres stations.
Some areas need to be cleared in order for the Rp 700 billion project to start, he said, giving no details on the technicalities of land acquisition.
"We are doing our job as efficiently as possible. Angkasa Pura owns most of the land where the line will pass so a clash between the project and the community can be avoided," he told The Jakarta Post.
macgyver September 29th, 2006, 01:38 PM GE pinning high hopes on Indonesian economy
Benget Simbolon Tnb., The Jakarta Post, Jakarta
Despite Indonesia having yet to fully recover from the financial crisis, and bedeviled by seemingly intractable problems with the legal system and bureaucracy, giant multinational General Electric still has high hopes of the country.
"Indonesia is really, I think, the lynchpin of Asean (Association of Southeast Asian Nations). It is the biggest economy in the Southeast Asia region, which is continuing to integrate more and free-trade more," Stuart L. Dean, GE's president for Southeast Asia told The Jakarta Post on Thursday.
But obviously, he said, the financial crisis of the late 1990s had had a much bigger impact on Indonesia than on Thailand and Malaysia.
And burdened with budgetary constraints, the Indonesian government still had limited options at its disposal, thus putting a further brake on the efforts to bounce back.
"But I think it is heading in the right direction."
To accelerate economic growth, he stressed the need for the Indonesia to speed up the development of its infrastructure.
"Every time we meet Indonesian officials and business people, the first thing they say is that Indonesia needs more infrastructure. We hope that we can help Indonesia to build world-class infrastructure," Dean said.
He explained that in the future GE would continue to expand its businesses in Indonesia. "Our chairman is visiting Indonesia this week to really get a chance to see what Indonesia's priorities are and how they align with what we can help with."
Dean said that GE, the world's biggest infrastructure company, was considering expanding into the locomotive construction and biofuel industries in Indonesia.
He said that in 1998, GE had secured contracts to refurbish and upgrade old locomotives belonging to state-owned railways operator PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI). On Thursday evening, GE handed over two refurbished locomotives to PT. KAI.
Dean said that the upgrading of an old locomotive usually cost about US$2 million.
"But we're thinking of making new locomotives in the future. The Indonesian minister of transportation has also said on several occasions that Indonesia needs to expand its railway infrastructure. So they will need new locomotives," he said.
GE has been operating in Indonesia since the 1930s. It has five subsidiaries -- PT. GE Lighting Indonesia, PT. GE Finance Indonesia, PT. Astra Sedaya Finance, PT. GE Technology Indonesia and PT. GE Nusantara Turbine Services -- which trade in a wide variety of fields, including industrial equipment, machinery, aircraft leasing, water treatment, turbine repair and overhaul, consumer finance and credit cards.
tata September 29th, 2006, 10:31 PM Related news in English see post 224.
Airport-Manggarai railway ready in 2008. This construction will use local technology, i.e. trains will be supplied be PT KAI.
KA Manggarai-Bandara Selesai 2008
JAKARTA -- PT Angkasa Pura (AP) II dan PT Kereta Api (KA) sepakat mendirikan perusahaan patungan yang diberi nama PT RaiLink. Perusahaan ini selanjutnya ditunjuk menjadi pelaksana pembuatan rel kereta api yang menghubungkan Stasiun Manggarai dengan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta. ''Dua tahun lagi atau pada 2008, kita harapkan jalur kereta api bandara yang menghubungkan Manggarai-Bandara terealisasi,'' kata Dirut PT KA, Ronny Wahyudi, yang didampingi Dirut PT AP II, Eddie Haryoto, usai menandatangani akta pendirian PT RaiLink di Jakarta, Kamis (28/9).
Menurutnya, proyek tersebut murni hanya akan mengandalkan kekuatan keuangan dalam negeri. RaiLink adalah joint venture company antara KAI dan AP II dengan komposisi saham 60-40. Proyek ini diperkirakan bakal menelan dana sekitar Rp 700 miliar, termasuk pembangunan beberapa stasiun dan fly over di sekitar Daan Mogot.
Kehadiran rel KA ini, kata Ronny, sangat mendesak karena akses transportasi ke bandara dari Jakarta maupun daerah lainnya melalui jalan tol stagnan, bahkan sering diwarnai kemacetan. Kondisi ini jelas tak sesuai dengan persyaratan teknis bandara berkelas internasional.
Dalam dua tahun ke depan, jelas Ronny, prasarana perlintasan, termasuk pembebasan lahan, mulai dikerjakan. Adapun rute kereta itu berawal dari Manggarai, Dukuh Atas, Tanah Abang, Duri atau langsung ke Grogol, Pesing, Rawa Buaya, Kalideres, dan Soekarno-Hatta.
Kereta bertenaga listrik ini bakal melintasi lajur sepanjang 9,3 kilometer. Jarak tempuh Stasiun Manggarai ke Bandara Soekarno-Hatta kelak hanya butuh 15 menit. Sepanjang 9,3 kilometer itu, kereta hanya berhenti di Stasiun Sudirman. PT RaiLink diharap mampu merebut 10 persen dari 45 juta orang yang pergi ke bandara per tahun. ''Tarifnya sekitar 50 persen dari harga taksi ke bandara,'' katanya.
Proyek kereta ini, kata Dirut PT AP II, Eddie Haryoto, tidak semata-mata bisnis murni, tapi lebih untuk memudahkan akses ke bandara. ''Tren global di negara maju, akses ke bandara dengan KA menjadi keharusan,'' kata Eddie. Nantinya, jelas Eddie, akses KA Bandara ini setiap harinya minimal perlu empat rangkaian dengan rentang 15 menit. ''KA Bandara ini akan memutar di terminal 1, 2, dan 3,'' katanya.
Adapun nilai investasi pembangunan sarana dan prasarana diperkirakan menelan Rp 700 miliar. ''Hasil rapat koordinasi antara Menhub dan Menneg BUMN 5 April lalu, komposisi kepemilikan saham 60 persen dikuasai PT KA dan 40 persen PT AP II,'' tambah Direktur Pengembangan Usaha PT KA, Julison Arifin.
( ria/ant )
macgyver September 30th, 2006, 07:45 AM Suara Mereka, 29 September 2006 Hindari Lumpur, Jalur KA Lama Dihidupkan Lagi BANDUNG - Jalur kereta api yang sudah lama mati, yakni jalur Surabaya-Mojokerto-Japanan-Bangil, akan dihidupkan kembali. Langkah itu terpaksa ditempuh sebagai antisipasi jika jalur reguler Surabaya-Porong-Bangil tidak dapat dipergunakan lagi karena terendam lumpur panas Lapindo Brantas.
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060929-134534-1.jpg
macgyver October 2nd, 2006, 05:07 AM SIapa Pernah naik ini ...
Ini jaman dulu kereta paling OKs ... he he he
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20061001-131646-6.jpg
tata October 3rd, 2006, 10:59 AM Suara Mereka, 29 September 2006 Hindari Lumpur, Jalur KA Lama Dihidupkan Lagi BANDUNG - Jalur kereta api yang sudah lama mati, yakni jalur Surabaya-Mojokerto-Japanan-Bangil, akan dihidupkan kembali. Langkah itu terpaksa ditempuh sebagai antisipasi jika jalur reguler Surabaya-Porong-Bangil tidak dapat dipergunakan lagi karena terendam lumpur panas Lapindo Brantas.
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20060929-134534-1.jpg
Thx mac. CMIIW, dari peta ini keliatan kalo jalur JKT-SBY tuh nggak keganggu sama lumpur panas Lapindo Brantas.
sanhen October 3rd, 2006, 01:44 PM SIapa Pernah naik ini ...
Ini jaman dulu kereta paling OKs ... he he he
http://www.kereta-api.info/wp-photos/thumb.20061001-131646-6.jpg
sayah!!!!
sampe dimarahin kondektur hahahaha
bandel sih masih kecil lari lari
macgyver October 4th, 2006, 12:38 PM sumber : http://www.fiskal.depkeu.go.id/bapekki/klip/detailklip.asp?klipID=N941048352 Dephub Butuhkan Rp959,736 Miliar Media-Indonesia, 20 Juni 2006 JAKARTA–MIOL: Departemen Perhubungan (Dephub) mengajukan usulan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2006 sebesar Rp959,736 miliar untuk membiayai kegiatan Dephub yang mendesak direalisasikan pada tahun ini. Angka Rp959,736 miliar terdiri atas Rp696,373 miliar rupiah murni, kata Menteri Perhubungan Hatta Rajasa dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR di Jakarta, Senin (19/6) Sedangkan Rp263,363 miliar merupakan penarikan pinjaman luar negeri. Kegiatan yang menjadi prioritas antara lain rehabilitasi prasarana perkeretaapian dan bandara yang rusak akibat gempa Yogya dan Jateng dan pengerukan alur Sungai Barito yang mengalami pendangkalan serius. Selain itu, tambah Hatta, APBN-P juga akan dialokasikan untuk mendanai lanjutan pembangunan prasarana transportasi di wilayah terpencil dan daerah perbatasan, serta memenuhi kekurangan dana pendamping (local cost) dari rencana penarikan pinjaman luar negeri. Terkait penyerapan anggaran tahun ini, Hatta mengatakan, hingga 31 Mei 2006 penyerapan keuangan mencapai 13,9 persen dan penyerapan fisik sebesar 17,54 persen. “Kami optimistis target penyerapan anggaran secara keseluruhan sampai Desember 2006 dapat mencapai 97 persen,” kata Hatta. Sementara untuk APBN 2007, Dephub mengusulkan alokasi anggaran sebesar Rp16,28 triliun untuk mendukung subsektor perkeretaapian yakni senilai Rp2,67 triliun. Proyek yang menjadi prioritas perkeretaapian pada 2007 di antaranya adalah lanjutan pembangunan jalur ganda Kutoarjo-Yogyakarta, Kutoarjo-Kroya dan Cirebon-Kroya. Selain itu proyek pembangunan jalur dwiganda Manggarai-Cikarang, akses KA ke Pelabuhan Tanjung Priok, Belawan, serta Bandara Soekarno-Hatta juga masuk ke dalam prioritas. Sementara, pembangunan jalur ganda Cirebon-Kroya sepanjang 158 km dengan 22 stasiun menghabiskan total investasi sekitar 220 juta dolar AS. Untuk proyek tersebut, Indonesia mendapat pinjaman lunak dari Pemerintah Cina melalui Cina Exim Bank dengan bunga 3 persen per tahun dan jangka waktu pengembalian 15 tahun. “Detail disain ‘engineering’ dan persiapan tendernya sudah selesai. Sementara tender yang diikuti oleh empat kontraktor Cina akan digelar Juli 2006,” kata Dirjen Perkeretaapian Dephub Soemino Eko Saputro. Soemino mengaku, paling lambat akhir tahun 2006 ini, proyek pembangunan jalur ganda ruas Cirebon-Kroya sudah memasuki masa konstruksi. Sedangkan untuk subsektor perhubungan laut, alokasi anggaran 2007 diusulkan sebesar Rp2,59 triliun dengan proyek prioritas antara lain pelayanan pelayaran perintis di 29 provinsi, lanjutan pembangunan Pelabuhan Dumai dan Tanjung Priok, pengerukan sejumlah alur pelayaran, serta lanjutan pembangunan prasarana pelabuhan perintis. (Ant/OL-06)
tata October 4th, 2006, 04:13 PM pak kalo nge-post dirapi-in dikit duong ;)
sanhen October 31st, 2006, 06:56 AM http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2006/10/27/brk,20061027-86643,id.html
*Monopoli Jasa Perkeretaan Akan Berakhir*
Jum'at, 27 Oktober 2006 | 02:42 WIB
*TEMPO Interaktif*, *Jakarta*:Pemerintah akan mengakhiri monopoli perusahaan
negara dalam jasa perkeretaan dengan menawarkan bisnis ini kepada badan
usaha swasta nasional dan asing.
Menteri Perhubungan Hatta Rajasa mengungkapkan pemerintah dan Komisi
Perhubungan Dewan Perwakilan Rakyat telah bersepakat menyelesaikan
pembahasan Rancangan Undang-Undang Perkeretaan. Ketentuan baru perkeretaan
tersebut akan mengganti Undang-Undang Perkeretaapian lama. "Dalam aturan
baru nanti swasta dan pemerintah daerah bisa bermain di jasa perkeretaan,"
katanya saat silaturahmi Idul Fitri di Jakarta, Selasa lalu.
Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992, bisnis jasa perkeretaan tertutup
bagi badan usaha swasta. PT Kereta Api Indonesia merupakan pemain tunggal di
bisnis tersebut. Kalaupun ada badan swasta terlibat, mereka tidak punya
andil (saham) karena hanya bekerja sama dengan PT Kereta Api sebagai
operator.
Sesuai dengan aturan perkeretaan baru, menurut Menteri Hatta, pemerintah
akan mendorong badan usaha swasta nasional masuk ke bisnis kereta khusus,
seperti batu bara, kelapa sawit, dan minyak sawit. Badan usaha swasta bisa
mengomersialkan jasa kereta angkutan barang tersebut tanpa perlu takut
melanggar aturan. "Jasa ini bisa murni dilakukan oleh swasta," katanya.
Untuk kereta api angkutan penumpang, kata dia, badan usaha swasta juga bisa
ikut andil (termasuk saham) meski belum bisa sepenuhnya mengoperasikan
armada kereta. Dalam melayani jasa ini, swasta masih harus bekerja sama
dengan perusahaan negara, yaitu PT Kereta Api.
Investor asing juga bisa berperan dalam jasa perkeretaan di Tanah Air.
Namun, dia menegaskan, investor asing tetap harus bekerja sama dengan
perusahaan lokal atau PT Kereta Api karena kepemilikan saham dalam bisnis
perkeretaan hanya dibatasi sampai dengan 49 persen. "Itu sesuai dengan
Undang-Undang Penanaman Modal," paparnya.
Meski peran swasta dalam jasa angkutan kereta penumpang masih terbatas, kata
Menteri, badan usaha swasta, termasuk pemerintah daerah, bisa sepenuhnya
menyediakan infrastruktur perkeretaannya. "Swasta, pemerintah daerah, atau
perusahaan negara boleh membangun rel kereta," kata dia.
Prasarana jaringan rel kereta yang dibangun badan usaha swasta atau badan
usaha daerah tetap milik negara. Semua operator perkeretaan, baik perusahaan
milik negara maupun badan usaha swasta yang menggunakan infrastruktur
perkeretaan itu, wajib membayar pajak kepada pemerintah.
Dia menambahkan pemerintah daerah juga diberikan hak untuk membangun
prasarana jaringan rel kereta baru di wilayahnya dengan cara bekerja sama
dengan pemerintah pusat ataupun asing. "Ini agar iklim usaha di bisnis
perkeretaan semakin kompetitif dan meningkatkan keselamatan," kata dia.
Sebaliknya, kata dia, pemerintah akan memberi kompensasi kepada operator
kereta yang menyuntik dana (track access charge) untuk merawat infrastruktur
milik pemerintah.
paradyto November 2nd, 2006, 05:20 PM I think that's a great news..
tata November 4th, 2006, 06:50 PM A joint venture between PT KA and PT Angkasa Pura II named RAILING will build railway between Soekarno Hatta airport to Gambir. Not clear if this is the same project with the long discussed plan of connecting SH Airport with railway to city center.
News in Bhs Indonesia: http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/04/time/180544/idnews/704049/idkanal/10
David-80 November 5th, 2006, 08:18 PM ^^ As my understanding, its the same joint venture company, which AP holds 40% and the rest goes to PT KAI.
cheers
Alvin November 5th, 2006, 09:00 PM Dutch railway in Indonesia may rise again after tsunami
Sebastien Blanc | Jakarta, Indonesia
05 November 2006 08:02
A colonial-era railway that was once the lifeblood of Indonesia's Aceh could paradoxically be revived in the wake of the Indian Ocean tsunami, which obliterated the coastline of the province.
Built in 1876 by the Dutch, the 600km single-gauge railway in the north of Sumatra island, linking the provincial capital, Banda Aceh, to the city of Medan, sank into oblivion a century later amid unrest.
The railway reached its zenith just before World War II, when up to 9 000 people used it daily, transporting about 500 tons of goods to and from the staunchly Muslim area.
Steam trains plying the unique and narrow track along the scenic north-east coast of Aceh remained in use until the mid-1970s when a bloody separatist conflict began that lasted until last year, leaving Aceh in isolation.
Metre by metre, the unused rails were overgrown by expanding paddy fields or subsumed by towns, while stations were gradually converted or neglected. Some sections of the track were smothered with asphalt and used as narrow roads.
In 2004, Indonesia asked the French railway operator SNCF to conduct a feasibility study on restoring the line. The company agreed on December 20 -- six days before the tsunami that killed about 168 000 people in Aceh alone.
Shocked by the scale of the catastrophe, SNCF's then chief executive Louis Gallois offered to undertake the study free of charge and experts were appointed to get to work in May last year. They travelled to a devastated Aceh and worked in damaged cities such as Banda Aceh, Sigli, Bireuen and Lhokseumawe.
"We were still able to find technicians and engineers who were involved with the train," Michel Antraigue, an adviser to SNCF International in Indonesia, said.
The French workers traced the tracks, which sometimes disappeared under houses or thick vegetation, and checked the state of the slowly corroding metal bridges constructed for the railway.
Numerous local officials told them of their desire to see the return of the train.
Their work was documented by filmmakers commissioned by SNCF who created Travelogues of Sumatra, which scored a prize last month in Paris at a film festival focusing on construction and the environment.
In their report, the engineers concluded that a resumption of rail traffic is possible if substantial work is carried out, such as widening the gauge from 70cm to 1,435m.
"Everything needs tidying up as far as the route is concerned," Eric Dussiot, an SNCF architect, says in the film.
The railway was built for trains expected to move at a maximum speed of 80kph, but the French have recommended making it suited to trains travelling 50% faster.
Special measures will need to be taken in highly populated areas, where the train driver once used to simply honk a horn to warn of the train's approach.
"The French railroad employees worked hand in hand with their colleagues from the Indonesian railroads" to carry out the study, said Jean-Pierre Loubinoux, chairperson of SNCF International. "We deeply hope that this project becomes a reality."
The ball is now in the court of the government in Jakarta, which sees the rail link as a way of strengthening ties between the formerly restive province and the rest of the Indonesian archipelago.
The Aceh Reconstruction and Rehabilitation Agency, which coordinates rebuilding projects in tsunami-hit areas, has listed the restoration of the railway among its planned major projects.
"The tsunami allows us to mobilise a certain amount of capital," said adviser Antraigue.
Trains will be useful to rebuilding efforts in the region, where the destruction of infrastructure has made it difficult to bring in reconstruction materials, he added. -- AFP
XxRyoChanxX November 7th, 2006, 09:08 AM cool! :)
David-80 November 8th, 2006, 08:10 PM tadi di tv gue nonton, kata kondektur stasiun karawang, penumpang sekarang 80% udah tertib ga suka nongkrong di atas kereta...kecuali kalo penuh banget pas jam pulang kantor....(lah...sama aja kalo gitu....lol)
cheers
paradyto November 21st, 2006, 08:37 AM PALEMBANG
Sumatra Ekspres, 21 Nopember 2006
Awal 2007, mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri), punya pilihan angkutan untuk sampai ke kampus Inderalaya. Selain bus mahasiswa yang beroperasi sejak 1993 lalu, mereka dapat menikmati jalur kereta api (KA) khusus sepanjang 4,5 kilometer.Nantinya, mahasiswa Unsri cukup nge-pool di Stasiun Besar KA Kertapati. Dengan sistem double track, kereta yang tahap awal beroperasi dengan tenaga diesel itu, bisa beroperasi setiap saat. “Tergantung dari permintaan Unsri dan jumlah penumpang. Soal teknis keberangkatan masih akan dikaji kembali. Yang jelas bisa menggunakan tiket atau kartu bulanan,” kata Lukman Kohar, kahubmas PT KAI Sumbagsel, kemarin (20/11).
Bagaimana dengan tarif? Menurut Lukman, meskipun memerlukan persetujuan PT KAI Pusat di Bandung, tapi tarif KA mahasiswa ini, dipastikan jauh lebih murah dari ongkos bus dan tarif KA umum lainnya. “Kalau sudah ada penyerahan secara resmi, stasiun dan rel baru dari pemprov ke kita, secepatnya besaran tarif kita godok.”
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumsel, Ir H Sarimuda MT menjelaskan, lokasi rel KA baru itu berada di pinggir Jalan Lintas Sumatera, Palembang-Prabumulih, Km 35 Inderalaya. Tepatnya di Desa Pring Prima menuju rel simpang Desa Parit, Ogan Ilir. Sekitar 50 meter dari gerbang Kampus Unsri.
Menurut Sarimuda, pengerjaan yang telah diselesaikan berupa badan double track, box culvert, gorong-gorong sepanjang rel dan long sliding sepanjang 400 meter. Saat ini, dalam tahap finishing berupa pemasangan split. Setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan bantalan dan rel. “Yang susah itu melakukan pengerasan tanah dan pemasangan bantalan, untuk pemasangan rel tinggal menyambungkan rangkaian saja,” katanya ditemui di ruang kerjanya.
Dijelaskan, rel KA Kertapati-Inderalaya ini akan dilengkapi stasiun khusus. Fungsinya sebagai pusat pembelian peron, karcis. Ada juga areal parkir seluas 100x100 meter.
Selain itu, dibuat jembatan penyeberangan dari stasiun khusus (Inderalaya) menuju Kampus Unsri. “Biar mahasiswa tidak perlu menyeberang melalui jalan raya. Cukup menyeberang menggunakan jembatan yang langsung menuju kampus,” jelas Sarimuda lagi.
Dana pengerjaan proyek ini, tambah dia, sekitar Rp 20,5 miliar. Masing-masing, tahap pertama Rp 10,5 miliar untuk menyelesaikan rel sepanjang 4,041 kilometer. Lalu, pembebasan lahan dan tahap kedua Rp 10 miliar.
Kewenangan Dishub hanya sebatas tahap pengerjaan rel. Sedangkan, untuk operasional, itu tadi. Diserahkan sepenuhnya kepada PT KAI. “Tahap awal penggunaan tenaganya masih memakai tenaga diesel. Ini sembari menunggu kepastian kereta listrik (KRL)). Kalau mau merubah tinggal memasang jaringan dan mengganti keretanya. Itu sudah urusannya PT KAI dengan PT PLN,” bebernya.
Gerbong? Kata Sarimuda, akan disesuaikan dengan jumlah penumpang. Rencananya, dioperasikan gerbong eks Jepang sebanyak empat gerbong. Nah, karena jalurnya rel double track, maka operasional kereta dilakukan sistem silang. Maksudnya, dua gerbong berangkat ke Inderalaya secara bersamaan, lalu dua gerbong akan meluncur ke Palembang. Seiring perjalanan waktu, jika jumlah penumpang mengalami peningkatan, gerbong kereta akan ditambah.
Kehadiran kereta ini, menurut Sarimuda, diharapkan dapat menghilangkan kelelahan transportasi Inderalaya. “Kan selama ini kalau mau ke Unsri harus naik bus dan memakan waktu cukup lama. Diharapkan kelelahan seperti itu dapat dicegah dan lebih nyaman.”
Sementara itu, pantauan koran ini di lokasi pembangunan, kemarin (20/11), tampak ratusan pekerja sibuk menyelesaikan pembuatan rel. Ada yang menimbun, melakukan pengerasan tanah dengan alat berat, memasang bantalan beton, dan membuat lapangan parkir. Kemudian mengangkut material berupa tanah, batu, dan semen, serta besi rel. Tampak pula pengawas mondar-mandir.
Satuan Kerja Pengembangan PTKA, Sudiman mengatakan, pengerjaan rel ini ditarget pemerintah selama 45 hari. “Untuk mengejar penyelesaian rel sepanjang 4,5 kilometer dan stasiunnya, dilakukan oleh enam kontraktor, dengan ratusan karyawannya,” jelasnya.
Keenam kontraktor itu adalah, PT Nusantara Lima, PT Armack, PT Sejahtera Intercon, PT Maskar Abadi, dan PT Prisma Cipta Abadi. Diperkirakan pembangunan selesai pertengahan Desember.
Dede Andriansyah SE, project manager pembangunan rel dari PT Nusantara Lima, didampingi Site Manager Ir Syamsuddin dan konsultan Nana Kusnarlan, menjelaskan, minggu depan pihaknya telah menaikkan bantalan beton rel. “Selain mengerjakan rel, kami juga mengerjakan stasiunnya. Pengerjaan sudah sampai ke pengerasan. Mudah-mudahan minggu depan, bantalan beton sudah naik. Setelah itu baru menaikkan rel,” beber Dede.
Ia menambahkan, jarak antara bantalan beton yang satu dengan lainnya sekitar enam meter. Membutuhkan sekitar 7.530 bantalan. “Khusus yang kami kerjakan saja sekitar 2.000 bantalan beton untuk 4,5 kilometer. Nah, total kebutuhan bantalan beton dari stasiun dekat Unsri hingga rel simpang di Desa Parit, sekitar 7.530 bantalan,” tandasnya. (05/35)
sanhen November 22nd, 2006, 01:52 PM Gerbong eks jepang? Artinya gerbong eletrik ditarik mesin diesel dong? Jalur KA disono kan ngga elektrik.
tata November 26th, 2006, 10:29 AM line Tanah Abang-Serpong double-track project (it is currently a single track line) --Images belong to www.Detik.com:
http://www.detik.com/images/content/2006/11/24/157/rel1.jpg
http://www.detik.com/images/content/2006/11/24/157/rel2.jpg
http://www.detik.com/images/content/2006/11/24/157/rel3.jpg
tata November 26th, 2006, 10:34 AM Other images from www.detik.com of the Tanah Abang-Serpong double-track project
http://www.detik.com/images/content/2006/11/22/157/rel4.jpg
http://www.detik.com/images/content/2006/11/22/157/rel1.jpg
http://www.detik.com/images/content/2006/11/22/157/rel3.jpg
http://www.detik.com/images/content/2006/11/22/157/rel5.jpg
peseg5 November 26th, 2006, 12:34 PM Pakai BANTALAN KAYU??!!
line Tanah Abang-Serpong double-track project (it is currently a single track line) --Images belong to www.Detik.com:
http://www.detik.com/images/content/2006/11/24/157/rel1.jpg
http://www.detik.com/images/content/2006/11/24/157/rel2.jpg
http://www.detik.com/images/content/2006/11/24/157/rel3.jpg
tata November 26th, 2006, 01:53 PM Pakai BANTALAN KAYU??!!
apparently wood absorbs vibration better than concrete.
sanhen November 26th, 2006, 02:23 PM And concrete is more noisy.
paradyto November 27th, 2006, 01:02 PM Gerbong eks jepang? Artinya gerbong eletrik ditarik mesin diesel dong? Jalur KA disono kan ngga elektrik.
Untuk awalnya, masih pakai tenaga diesel, menunggu kepastian dari Bandung, apakah nantinya akan dibuat KRL atau tetap Diesel. Inderalaya itu Depoknya Palembang:) dan sedang ada pengembangan kota, kearah kota satelite ini..
David-80 December 2nd, 2006, 02:31 PM At least 10 companies eying up $100 million airport-rail project
The Jakarta Post, Jakarta
At least 10 local and overseas firms have expressed interest in participating in the construction of the Rp 900 billion (about US$100 million) rail link between Manggarai in East Jakarta and Soekarno-Hatta International Airport,
Masjraul Hidayat, president director of PT RailLink, which will operate the airport line, said Wednesday in Jakarta that at least 10 companies had so far submitted proposals.
"We've received so many expressions of interest. At least 10 investors have submitted proposals for this project since it was officially put on the table at the Indonesian Infrastructure 2006 expo early last month," he was quoted as saying by Bisnis Indonesia on Thursday.
Masjraul said that some of the investors were interested in providing financing and taking a stake in the project, while others wanted to work as contractors on the construction of the line.
He said that so far, most of the would-be investors came from the banking and construction sectors, including Bank International Indonesia (BII), Bank Rakyat Indonesia (BRI) and the Bukaka Group, a diversified construction and engineering contractor.
RailLink is currently studying the financing schemes proposed by the 10 companies. Further proposals from other interested investors will be accepted for the next two weeks, Masjraul said.
"We believe that many investors will be interested in this project as some 30 million passengers travel through Soekarno-Hatta every year. So this project clearly offers a major opportunity," he said.
RailLink is a joint venture between PT Kereta Api (KA), with a 60 percent stake, and PT Angkasa Pura II, with a 40 percent stake. The company will also develop airport rail links in Medan, Palembang, Yogyakarta and Surabaya.
Masjraul said that the airport train stations would be developed as major commercial and shopping centers, as was normal at major airports overseas.
The government is prioritizing the construction of the Soekarno-Hatta rail link for 2007, with the first trains expected to start running in 2008, or early 2009 at the latest.
The Transportation Ministry's director general of railways, Soemino Eko Saputro, has said that the government will leave it up to PT KA and PT Angkasa Pura II to make a final selection as regards the project investors. (01)
tata December 7th, 2006, 10:28 PM Serpong double track is on trial (or more precisely: final inspection). Pictures belongs to Detik.com:
http://www.detik.com/images/content/2006/12/07/157/rel1.jpg
http://www.detik.com/images/content/2006/12/07/157/rel3.jpg
http://www.detik.com/images/content/2006/12/07/157/rel4.jpg
http://www.detik.com/images/content/2006/12/07/157/rel5.jpg
Alvin December 8th, 2006, 02:03 AM France to develop Surabaya's commuter network till 2014, 152 km worth 1 billion euro.
---------------------------------------------------------------------
KA komuter Surabaya telan 1 miliar euro
JAKARTA: SNCF Prancis mengestimasikan proyek jalur ganda kereta api (KA) komuter Surabaya sepanjang 152 km yang akan dikembangkan sampai 2014 membutuhkan dana 1 miliar euro.
Marc Provoost, Vice-President for North Amerika, Asia dan Australia, The Societe Nationale Des Chemins de Fer Francais (SNCF), mengatakan estimasi itu merupakan hasil studi kelayakan proyek Surabaya Regional Rail Transport System (SRRTS) yang akan didanai BUMN perkeretaapian Prancis itu.
"Kami memperkirakan proyek pembangunan jalur ganda KA komuter Surabaya membutuhkan dana sekitar 1 miliar euro," katanya seusai memaparkan hasil studi proyek itu di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, proyek pengembangan KA dalam kota itu akan meningkatkan pangsa penumpang dari 2,10 juta orang per tahun menjadi 40 juta orang per tahun pada 2014.
Provoost menjelaskan dana sebesar 1 miliar euro akan digunakan untuk membangun satu jalur tambahan dan elektrifikasi KA komuter Surabaya di lima lintasan. Kelima lintasan itu adalah Kandangan-Sidoarjo, Sidoarjo-Tarik, Lamongan-Porong, Lamongan Mojokerto dan Gubeng-Bandara Juanda.
Selain itu, tambahnya, SNCF juga merekomendasikan pengembangan beberapa stasiun di Surabaya sebagai stasiun pengumpul sekaligus sebagai pusat bisnis, a.l. Pasar Turi, Waru, Kota, Wonokromo dan Porong.
Libatkan swasta
Dia menyatakan sesuai hasil studi kelayakan SNCF, proyek KA komuter Surabaya diharapkan dibiayai oleh pemerintah pusat, Pemprov Jawa Timur dan melibatkan pihak swasta.
Berdasarkan hasil studi, dana 1 miliar euro akan digunakan untuk pembebasan tanah sebesar 10 juta euro, konstruksi 497 juta euro, pembangunan jalur KA 245 juta euro, sinyal 180 juta euro, telekomunikasi 23 juta euro dan elektrifikasi 90 juta euro.
Pemerintah pusat, pemda dan operator KA komuter Surabaya diharapkan mendanai proyek itu masing-masing sebesar 158 juta euro (pemerintah pusat), 158 juta euro (pemda) dan 53 juta euro (operator).
Provoost menegaskan proyek pengembangan KA komuter Surabaya akan melalui dua tahap pengembangan, yaitu tahap pertama pada 2006-2010 dan tahap kedua pada 2010-2014.
"Proyek ini merupakan proyek bertahap yang akan terus dikembangkan sampai 2014," katanya.
Menhub M. Hatta Rajasa sebelumnya menyatakan Prancis melalui SNCF akan melakukan studi kelayakan pengembangan perkeretaapian di Surabaya melalui skema hibah.
Studi tersebut menyangkut pengembangan kereta api komuter di Surabaya dan sekitarnya yang akan menghasilkan rekomendasi terhadap kelayakan proyek tersebut.
Rekomendasi itu, menurut dia, akan pula menyangkut siapa investor yang akan terlibat dalam membangun proyek KA komuter, termasuk perlu tidaknya sharing pemerintah dan swasta atau semuanya dibiayai swasta. (hendra.wibawa@ bisnis.co.id)
Oleh Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia
|
|