View Full Version : [Medan] All About Medan : News, Bisnis New, Property news, etc
laba-laba
February 7th, 2005, 07:46 PM
Medan news beside skyscraper topic
My first news here
-----------------------
Tahun Ini, Permintaan Properti di Medan Diperkirakan Meningkat
Senin, 07-02-2005
http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=53277&more=1#more53277
*rinaldi
Medan Bisnis – Medan
Bisnis properti di Medan sepanjang 2005 ini diperkirakan akan cerah, terutama jika stabilitas keamanan dan makroekonomi nasional terus mengalami perbaikan. Bahkan, permintaan properti jenis residensial diyakini akan mengalami peningkatan signifikan, mengingat suku bunga KPR yang cenderung menurun serta faktor musibah di Aceh yang sedikit akan mempengaruhi pasar properti di Medan.
“Musibah yang terjadi di Aceh pasti akan membawa dampak terhadap pasar properti di Medan. Kemungkinan terjadi peningkatan penjualan, karena sebagian masyarakat yang trauma akan memilih membeli atau menyewa rumah di Medan sebagai rumah kedua menunggu kondisi di sana pulih kembali. Tapi volumenya tidak bisa sama seperti peristiwa eksodus warga Aceh, di awal tahun 2000 lalu,” ujar pengembang Villa Graha Kuswari, Robert Martopo, kepada Medan Bisnis, kemarin.
Ditambahkanya, peningkatan permintaan (demand) properti residensial itu akan diikuti pula dengan kenaikan harga jual rumah. Pasalnya, sejak beberapa bulan lalu, sejumlah bahan bangunan pokok sudah mengalami kenaikan, seperti semen, besi dan kayu. “Saya kira pengembang bakal melakukan penyesuaian harga untuk menutupi pembengkakan biaya produksi. Kemungkinan bisa terjadi kenaikan harga rumah antara 8%-12%,” tandas Robert.
Lebih jauh ia mengungkapkan, pasar properti di Medan kemungkinan besar akan terjadi antara tahun 2006-2007. Kondisi itu akan ditandai dengan semakin gencarnya ekspansi pembangunan properti oleh beberapa perusahaan developer.
Tak hanya itu, ujar Robert, beberapa pengembang besar dari Jakarta pun diprediksikan akan mulai melebarkan sayapnya di Medan pada masa booming tersebut. “Proyek residensial dengan harga menengah masih cukup potensial dan pasarnya juga jelas. Jenis residensial vertikal seperti apartemen juga punya prospek bagus, apalagi kalau harganya wajar dan terjangkau konsumen di Medan,” kata Robert Martopo.
Proyek Tahap II
Sementara itu, proyek Villa Graha Kuswari tahap II akan kembali dibangun pada Maret 2005 mendatang. Dikatakannya, pembangunan rumah vila tersebut akan dilakukan di atas lahan seluas 1,2 hektar, persis di depan proyek tahap I yang sekarang sudah rampung 100%. “Total rumah vila yang kami bangun di tahap kedua ini sebanyak 33 unit dengan tipe dan model yang hampir sama dengan rumah vila di tahap pertama,” ungkapnya.
Perumahan dan Pertokoan Villa Graha Kuswari tahap I mulai dibangun pada akhir tahun 2003. Penjualan proyek ini sendiri cukup spektakuler, di mana dalam tempo satu tahun sebanyak 64 unit rumah vila habis terjual. Kemudian sejak Juni 2004 lalu, telah dibangun pula 32 unit rumah toko (ruko) di bagian depan areal Villa Graha Kuswari tahap II. “Seluruh ruko sudah habis terjual dan kini kami mulai memasarkan 33 unit rumah vila di tahap kedua,” terang Robert Martopo.
Pihak pengembang sendiri mengaku tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan proyek Villa Graha Kuswari. Pasalnya, selain terletak di daerah yang memiliki akses mudah ke segala sudut kota, kawasan itu juga dekat dengan jalan lingkar luar (outer ringroad) yang kini sedang dikerjakan Pemko Medan. Selain itu, rencana pembangunan jalan tembus dari Jalan Amal menuju Kota Binjai, juga menjadi alternatif yang mempermudah penghuni untuk mencapai lokasi Villa Graha Kuswari.
laba-laba
February 16th, 2005, 02:07 PM
http://www.pemkomedan.go.id/berita_isi.cfm?id=408
Berita Medan
16 February 2005
Susun Ranperda Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan, DPRD BANDUNG PELAJARI KEINDAHAN KOTA MEDAN
Dalam waktu empat tahun saja Kota Medan merubah wajah kota, dibandingkan empat tahun sebelumnya. Hal inilah yang menjadi motivasi bagi rombongan DPRD kota Bandung untuk melakukan kunjungan dan sekaligus melaksanakan studi banding di Kota Medan.
Hal ini disampaikan oleh pimpinan rombongan DPRD kota Bandung Tom Tom Dabbrul Qomar SH saat berkunjung ke kota Medan diterima Walikota Medan diwakili Asisten Pemerintahan Hasiholan Silaen SH, dan Wakil ketua DPRD Medan Surianda Lubis Sag, Rabu (16/2) di Balai kota Medan.
Lebih lanjut Dabbrul Qomar SH mengatakan, rombongan berjumlah 26 orang terdiri dari unsur DPRD panitia khusus (pansus) ke-2 dan pemerintah kota Bandung, melakukan kunjungan ke kota Medan untuk melakukan study banding tentang masalah Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K-3)
Dikatakannya, Pansus ke-2 DPRD kota Bandung saat ini akan melakukan penyususnan rumusan kebijakan Ranperda tentang masalah Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan yang akan membuat sanksi kepada setiap warga yang melanggarnya ke dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).
Sanksi yang dijatuhkan dalam ranperda nantinya adalah denda Rp 5 juta kepada si pelanggar, misal dalam hal pedagang kaki lima (PKL) sipenjual dan yang mempunyai lahan untuk dipakainya sama-sama dikenai sanksi, juga seperti angkutan, supir angkutan dan penumpang yang naik dan turun tidak pada tempat yang disediakan sama-sama didenda.
Pemberian sanksi berupa denda ini terhadap keduanya, adalah untuk membangun kerja sama warga dalam memelihara, mengawasi dan menjaga K-3 ini, sehingga warga masyarakat dapat mematuhi dan mejalankan peraturan yang ada, '' ujar Dabbrul Qomar .
Juga dikatakannya, pemerintah kota Bandung saat ini telah melakukan kegiatan relokasi terhadap 20.000 pedagang kaki lima (PK-5) di 7 titik, dan kegiatan ini bekerja sama dengan pihak swasta, namun kenyataannya dilapangan para pedagang kaki lima ini masih banyak yang main kucing-kucingan.
Adapun yang sangat menarik bagi kami di kota Medan ini adalah masalah penataan PK-5 dan kebersihan.
Walikota Medan diwakili Asisten Hasiholan Silaen SH mengatakan, hampir semua kota dihadapkan dengan permasalahna PK-5 dan ini cukup sulit untuk mengatasinya, termasuk juga kota Medan walaupun memang sudah ada perda yang mangaturnya, walaupun penilaian dari kota Bandung tentang K-3 di Medan cukup baik namun kami merasakan basih banyak tantangan.
Lebih lanjut dikatakannya, pedagang kaki lima di kota Medan tidak dihapuskan, namun pemerintah kota mencoba untuk mengarahkan dan menata dimana mereka bisa berjualan dan dimana mereka tidak dibenarkan berjualan, juga pemerintah kota dalam hal ini hanya melakukan pembinaan dan penataan.
Selain itu juga Hasiholan Silaen SH menjelaskan pemerintah kota Medan telah menjalankan program pemberdayaan kelurahan, dimana para lurah dan camat telah diberi wewenang melakukan pemerintahannya, dimana masalah K-3 juga peran para Camat, Lurah dan kepala lingkungan di libatkan.
Sumber: Humasy
(pemko)
Fir3blaze
February 16th, 2005, 05:07 PM
Hey, the bylaw on public order (perda ketertiban) sounds good man. I think cities in Indonesia are being overrun by PKL and angkots. Its time to rein them.
Alvin
February 25th, 2005, 02:39 PM
TEXT-Singapore DBS opens third branch in Indonesia
DBS OPENS MEDAN BRANCH, THIRD IN INDONESIA Plans to double branch network, expand product offerings in 2005
MEDAN, February 25, 2005 - DBS today officially opened its branch in Medan, the largest city on the Indonesian island of Sumatra. This is PT Bank DBS Indonesia's third branch in Indonesia after Jakarta and Surabaya.
Medan is the third largest city in Indonesia with a large agri-based economy. Through the branch, DBS offers customers a comprehensive suite of banking services ranging from traditional lending and trade finance, to structured term financing, treasury hedging and derivatives.
In addition, customers will also be able to tap on DBS' expertise in equity capital and debt capital markets, and mergers and acquisitions advisory through DBS Vickers Indonesia.
Rajan Raju, DBS' Managing Director and Head for South and Southeast Asia, said: "Indonesia is one of our fastest growing markets in Southeast Asia. We tripled our assets to over 5 trillion Rupiah last year.
"As the economy gathers momentum, we see tremendous business opportunities ahead and are committed to bringing DBS Group's capabilities to serve our customers in Indonesia. We plan to double the number of branches in our network in Indonesia this year as well as expand our product and service offerings to serve a wider range of customers."
Operational since September last year, the 362 sq m branch in Medan is located on the second floor of the Uni Plaza Building East Tower in the city centre.
Karunia Tjuradi, President Director of PT Bank DBS Indonesia, said: "Medan was a logical centre for us after Jakarta and Surabaya. It serves the northern sector of Sumatra which is rich in natural resources and has a large export-driven agri-based economy. Its proximity to Singapore also makes it attractive to Singapore-based companies."
Grace Chitra, DBS' Medan Branch Manager, added: "Our total assets in Medan has already passed 243 billion Rupiah and given our short history here, this is very encouraging. Many of our customers have banked with us at our other branches in Jakarta and Surabaya and this new branch in Medan brings our banking services closer to our Sumatran customer base."
PT Bank DBS Indonesia is a subsidiary of DBS Bank Singapore, the largest bank in Southeast Asia with total assets of S$176 billion. It was set up in 1997 and has 130 people located at its three branches in Indonesia.
The subsidiary was voted the second best joint-venture bank by InfoBank, one of Indonesia's leading banking magazines in June last year.
Mr Tjuradi said: "Our focus has traditionally been on our corporate clients and in recent years, the SME market. As we increase our presence in Indonesia, we will be expanding into the mass affluent consumer market, leveraging on DBS Group's knowledge, expertise and infrastructure to offer innovative products to our customers here in Indonesia.
"We see strong demand for priority banking services which we plan to launch by the end of the year. To develop this business throughout our network in Indonesia, we recently hired Budiman Tanjung who has extensive local experience in consumer banking."
About PT Bank DBS Indonesia
PT Bank DBS Indonesia, a 99%-owned subsidiary of DBS Bank, operates in Jakarta, Surabaya and Medan, providing a full range of banking services including corporate lending, trade financing, syndicated finance, foreign exchange and consumer credit. It has a significant presence in the large corporate and medium-sized enterprise market.
About DBS Headquartered in Singapore, DBS is one of the largest financial services groups in Asia. The largest bank in Singapore and the fifth largest banking group in Hong Kong as measured by assets, DBS has dominant positions in consumer banking, treasury and markets, asset management, securities brokerage, equity and debt fund raising. Beyond the anchor markets of Singapore and Hong Kong, DBS serves corporate, institutional and retail customers through its operations in Thailand, Malaysia, Indonesia, India and The Philippines. In China, the bank has branches and representative offices in Shanghai, Beijing, Guangzhou, Shenzhen, Fuzhou, Tianjin and Dongguan. The Bank's credit ratings are among the highest in the Asia-Pacific region.
laba-laba
March 1st, 2005, 06:19 AM
source analisa
http://analisadaily.com/1-5.htm
Investor PT Cenergy Power akan Bangun PLTU/PLTG di KIM
Medan, (Analisa)
Kekurangan pasokan listrik di Kawasan Industri Medan (KIM) dua tahun mendatang diperkirakan dapat diatasi dengan keinginan perusahaan swasta yang mengkhususkan di bidang listrik PT Cenergy Power yang akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan tenaga gas (PLTG).
Rencana tersebut telah diawali dengan penandatanganan momerandum of understanding (MoU) antara Pemprovsu, PT KIM dan PT Cenergy Power di Kantor Gubsu, Senin (28/2).
Penandatanganan itu bertujuan untuk mengadakan kerjasama dan bersinergi untuk membangun LPTU/PLTG 2X100 MW di KIM. Kerjasama lainnya juga membangun jaringan distribusi 20 kV yang diperlukan untuk dapat menyalurkan energi listrik secara khusus ke KIM dan ke masyarakat di Sumut.
Penandatangan MoU itu dilakukan Gubsu HT Rizal Nurdin, Direktur PT KIM Drs Soepomo dan Direktur Utama PT Cenergy Power Ir R Sambodho S.
Hadir dalam penandatangan kesepahaman itu di antaranya Pimpinan DPRD Sumut, Pejabat dari Pemko Medan, Kepala Badan Investasi dan Promosi Sumut, Gandhi Tambunan, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sumut, Ir Washington Tambunan, unsur pimpinan PT PLN Wilayah, PT PLN Kitlur, PT PLN Pikitring dan Kepala PT Gas Wilayah Sumut.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumut HT Rizal Nurdin menyambut baik rencana PT Cenergy Power atas kesungguhan dan kesediaannya untuk berinvestasi bidang kelistrikan di Sumut.
Menurut Gubsu, untuk menggairahkan dan mengembangkan sektor perekonomian diperlukan dukungan dari infrastruktur yang handal dan mantap, dan salah satunya adalah dari sektor kelistrikan.
“Pembangunan daerah Sumut khusunya Kota Medan dapat dilihat perkembangannya amat pesat menuju Kota metropolitan. Salah satu sektor yang amat berkembang adalah sektor industri/pabrikasi, secara khusus di KIM mengeluh terhadap kurangnya pasokan energi listrik. Soalnya, tanpa energi listrik pembangunan yang dilakukan tidak bisa jalan,” kata Gubsu.
Ditempat yang sama, selaku pemegang saham PT Cenergy Power, Michael Steven, mengatakan keinginannya membangun pembangkit PLTU/PLTG di KIM karena mengetahui pasokan listrik di kawasan industri tersebut masih kurang.
Diakuinya, saat ini PT PLN sebagai pemasok listrik di KIM, namun karena keterbatasan PT PLN dibutuhkan pembangkit listrik tambahan di luar pembangkit yang telah ada.
“Tambahan tersebut sangat diperlukan mengingat terbatasnya ketersediaan tenaga listrik di KIM. Soalnya, dengan tidak tersedianya tenaga listrik dapat mengakibatkan sulitnya investor sektor riil untuk melakukan investasinya di KIM,” kata Michael Steven.
Atas dasar kebutuhan listrik itulah, katanya, peluang bagi pihak swasta untuk berperan serta dalampembangunan pembangkit listrik PLTU/PLTG. Untuk dapat membangun pembangkit listrik tersebut, imbuhnya, diperlukan investasi yang tak sedikit yakni sekitar US$ 250-300 juta.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah dan lembaga/instansi terkait, dan djuga diperlukan adanya jaminan suplai bahan baku energi dari pembangkit listrik tersebut. Secara khusus kami meminta peran penyedia bahan baku energi untuk menjamin pasokan gas dari PT Gas,” katanya.
Direktur PT KIM Drs Soepomo dalam kesempatan tersebut mengatakan sangat menyambut rencana PT Cenergi Power yang ingin membangun pembangkit PLTU/PLTG di KIM. Soalnya, katanya, PT PLN saat ini di KIM sangat kewalahan memenuhi kebutuhan listrik bagi investor yang telah menjalankan kegiatan industrinya di KIM.
“Dengan ditandatanganinya MoU kami berharap permasalahan yang kami hadapi akan teratasi. Beberapa tahun belakangan ini kami selalu mendapat komplain dari para investor yang ada di KIM perihal kebutuhan listrik yang kondisinya terus mengalami penurunan,” jelas Soepomo. (di)
laba-laba
March 2nd, 2005, 05:45 AM
source http://analisadaily.com/1-13.htm
Walikota Gwangju Korea, Tabalkan Jalan A Yani V Jadi Jalan Gwangju pada 5 Maret
Medan, (Analisa)
Walikota Medan Drs.H. Abdillah Ak MBA menjelaskan Jalan A Yani V Medan akan diubah namanya menjadi Jalan Gwangju (Kota Bersaudara dengan Kota Medan) pada 5 Maret 2005.
Hal itu diutarakan Walikota H. Abdillah kepada wartawan melalui Kabag Humas Pemko Medan Drs H Arlan Nasution MAP di Balaikota, Selasa (1/3).
Dijelaskan, untuk peresmian jalan ini akan dihadiri langsung Walikota Gwangju Park Kwang Tae dan Ketua DPRD Gwangju bersama rombongan. Peresmian Jalan A Yani V ini menjadi Jalan Gwangju sekaligus ditandai dengan pentandatanganan kerja sama di bidang perekonomian dan perdagangan antar kedua kota tersebut.
Sehubungan penabalan nama Gwangju ini, Walikota Medan menginstruksikan kepada Camat Medan Barat dan Lurah Kesawan untuk melakukan perawatan, sekaligus pengecetan rumah tempat tinggal maupun kantor agar tampak lebih indah terutama sekali menjaga kebersihaan, keindahan dan kenyamanan.
Selain itu juga mensosialisasikan nama Jalan Gwangju khususnya kepada masyarakat yang berkantor dan bermukim di jalan tersebut.
Camat dan Lurah Kesawan diminta untuk berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal acara peresmian Jalan Gwangju supaya merawat, serta mencat trotoar sepanjang Jalan A.Yani V.
"Selain itu kepada Camat dan Lurah diminta menghadirkan seluruh warganya yang bertempat tinggal di Jalan Gwangju pada acara peresmian jalan ini," ujar Drs H Arlan Nasution MAP.
Walikota Medan juga menginstuksikan kepada Dinas Perhubungan agar menutup Jalan A. Yani V dan Jalan A Yani pada pelaksanaan peresmian Jalan Gwangju.
"Penutupan Jalan A Yani dan A Yani V ini direncanakan mulai pukul 15.30 WIB sampai selesai acara," kata Arlan. (hers)
laba-laba
March 4th, 2005, 06:11 PM
aku tiba2 berlari keluar rumah ketika tiba2 semua bergoyang..
untung gempanya sebentar...
Fir3blaze
March 4th, 2005, 07:20 PM
Laba2, di Medan barusan ada gempa yah?
laba-laba
March 5th, 2005, 01:50 AM
Laba2, di Medan barusan ada gempa yah?
yap..
Gempa 3,7 SR di Medan, Pusatnya di Talun Kenas dengan kedalaman 20km.pada jam 23.00 WIBB. hitungan cuman beberapa detik saja. tapi terasa guncangannya keras. Beda seperti kejadian diaceh yang lama tapi berayun.
Fir3blaze
March 5th, 2005, 10:31 AM
Thank goodness it was only for a while. I havent heard of the incident, so i presume there was minimal damage, right?
laba-laba
March 10th, 2005, 09:38 PM
DPRD Sumut Nilai
Pembangunan Jalon Tol Medan-Binjai dan Bandara Kuala Namu Sudah Mendesak
Medan, (Analisa)
Sekretaris Komisi D DPRD Sumut Ir Ramses Simbolon MSc mengingatkan pemerintah pusat untuk tidak mengabaikan apalagi menghalangi pembangunan jalan tol Medan-Binjai dan Bandara Kuala Namu.
“Kedua proyek itu sudah mendesak bagi daerah Sumut. Apabila ada kesan pemerintah pusat tidak serius mewujudkannya, yang berdampak negatif bagi pembangunan Sumut ke depan ini,” kata Ramses Rabu (8/3) kepada wartawan.
Kata Ramses, geliat pembangunan Medan menuju metropolitan, sangat terganggu dengan keberadaan Bandara Polonia yang berada di inti kota, hingga sampai sekarang, Kota Medan melarang pembangunan gedung-gedung pencakar langit.
“Saya dapat merasakan Pemko Medan akan terkungkung menyikapi usul pembangunan gedung menjulang tinggi. Tapi kita akhirnya pasrah. Karena itulah pemerintah pusat harus berani dan tegas untuk mewujudkan pembangunan bandara pengganti di Kuala Namu,” kata Ramses.
Menyinggung soal jalan tol Medan-Binjai, Ramses yang Wakil Sekretaris DPD PDIP Sumut mengatakan, pembangunan jalan tol tersebut akan mengatasi dua persoalan fital di Medan-Sumut. Yang pertama, tanpa pembangunan jalan tol, kondisi macet di inti kota. Keadaan ini akan beresiko buruk terhadap banyak hal.
Persoalan kedua, tanpa jalan tol, dukungan transportasi terhadap hasil-hasil pertanian dan industri di daerah ini masih tetap dalam kategori sangat tidak memuaskan.
“Itulah sebabnya, semua kita sudah berharap kedua proyek fital ini bisa segera diwujudkan,” kata Ramses seraya meminta agar pemerintah puast pemperhatikan kebutuhan pembangunan di Sumut. (sug)
atut
October 15th, 2007, 08:49 AM
bung laba-laba, kalau mau invest tanah / properti yang 250 jtaan... bagusnya di lokasi medan daerah mana yang kira2 lebih punya prospek?
AceN
October 17th, 2007, 03:06 PM
^^ Bung atut, developer ato orang nyari rumah ya... :D
atut
October 29th, 2007, 09:51 AM
^^ Bung atut, developer ato orang nyari rumah ya... :D
bung acen, saya orang yang nyari properti... kalau rumah sepertinya tidak cukup untuk invest ya... berarti harus invest di tanah aja... sekitar 250 jtaan
tanah di lokasi mana yang patut di lirik? daerah pancing oke? atau setia budi? atau brigjend katamso ujung? atau marelan?
laba-laba
October 30th, 2007, 06:06 AM
bung acen, saya orang yang nyari properti... kalau rumah sepertinya tidak cukup untuk invest ya... berarti harus invest di tanah aja... sekitar 250 jtaan
tanah di lokasi mana yang patut di lirik? daerah pancing oke? atau setia budi? atau brigjend katamso ujung? atau marelan?
daerah setia budi, tanjung sari oke punya. kalo daerah sunggal gak gitu lagi.
tapi udeh telat si elu. daerah2 yang dilalui ringroad gagak hitam tuh naek triliun, miliard, juga persen deh harganya.. hehehehe
sekarang udah pada dibangunin ruko2. masih ada tanah kosong. tapi yg pasti harganya sudah naek..
atut
December 1st, 2007, 06:34 AM
menurut bung laba-laba kalau ada dana 250 jt, bagusnya invest ke mana ya?
mau dikemanakan dana itu selain deposito dan reksadana?
laba-laba
December 1st, 2007, 08:33 AM
menurut bung laba-laba kalau ada dana 250 jt, bagusnya invest ke mana ya?
mau dikemanakan dana itu selain deposito dan reksadana?
weh.. /me ditanyain gitu...
kalo 250jt na emang buat dikeluarkan untuk invest ato usaha ?
Banyak kok perush2 yang membuka jalur investasi ke perush mereka.
Misalnya rental mobil, dsb nya..
cari2 lah ;p~
atut
December 3rd, 2007, 05:35 AM
hehehe soalnya bung laba2 mengikuti sekali perkembangan kota2... pasti tau lokasi mana yang bagus mana yang tidak...
semalam saya ada keliling2 Medan Selatan - Barat, ke lokasi Johor Baru, sana banyak dibangun kompleks baru... apakah prospek kedepan bagus?
Kemudian saya dari Selatan ke Barat lewat ring road asrama haji, jl. Bahru, sunggal terus tembus sampai Gatot Subroto... itu jalannya besar dan bagus sekali... kiri kanan masih banyak lahan/tanah kosong dan orang pada mulai bangun2 ruko dan kompleks... apakah sana yang baik untuk diinvest?
laba-laba
December 3rd, 2007, 05:58 AM
hehehe soalnya bung laba2 mengikuti sekali perkembangan kota2... pasti tau lokasi mana yang bagus mana yang tidak...
semalam saya ada keliling2 Medan Selatan - Barat, ke lokasi Johor Baru, sana banyak dibangun kompleks baru... apakah prospek kedepan bagus?
Daerah Joroh dari dulu sudah berkembang banget perumahan2anya..
Masalahnya jalan masuk kedalamnya itu kecil banget. Kalo dah gede pasti makin laris manis tuh daerah johor.
Johor bagus lokasinya karena daerah asrama haji dibuat sentral kantor pemerintahan. Dan daerah bekas polonia akan di buat new CBD. Dan beberapa developer perumahan sudah membeli beberapa areal kosong untuk dibuat perumahan.
Jalan Asrama haji itu adalah ringroad, tapi sudah tidak bisa dikatakan ringroad lagi dilihat dari kepadatannya. Seharusnya jalan perpotongan diringroad itu dibuat flyover..
Kemudian saya dari Selatan ke Barat lewat ring road asrama haji, jl. Bahru, sunggal terus tembus sampai Gatot Subroto... itu jalannya besar dan bagus sekali... kiri kanan masih banyak lahan/tanah kosong dan orang pada mulai bangun2 ruko dan kompleks... apakah sana yang baik untuk diinvest?
Perumahan-perumahan di lokasi tersebut hingga ke sunggal sudah sangat banyak. Ringroad tersebut akan berusaha menggantikan posisi jalan setia budi yang ramai tersebut. Untuk ruko di jalan tersebut sepertinya masih kurang bergairah biarpun pembangunan ruko berjalan cepat sekali.
Tetapi didaerah tersebut sangat2 bagus untuk perumahan, karena daerahnya sangat2 segar. karena aku tinggal di kawasan tanjung sari itu lohh..
Sangat2 bagus banget kalau banyak duit untuk membuat perumahan baru.
atut
December 9th, 2007, 10:03 AM
wah duit saya tidak banyak2, hanya 250 jt hehe...
kalau dengan dana 250jt, kira2 bisa dapat tanah di sampaing jalan besar ga ya? seperti jl. baru / sunggal? saya kurang tau soalnya jarang main di properti... sekarang baru2 mulai belajar...
laba-laba
December 10th, 2007, 08:41 AM
usul aku .. 250jt itu buat usaha kongsian properti aja...
weblogUpdates.ping
SkyscraperCity - Powered by vBulletin
http://www.skyscrapercity.com/
vBulletin® v3.7.1, Copyright ©2000-2009, Jelsoft Enterprises Ltd.