Blue_Sky
July 12th, 2005, 06:32 PM
http://www.antara.co.id/seenws/?id=13806
Jakarta"Kita merencanakan untuk membangun jalan tol sepanjang 1.697 km dalam 5 tahun ke depan. Ini berarti, setiap tahunnya kita harus mampu menyelesaikan 340 km jalan tol baru," kata Presiden di Bandung, Selasa, pada peresmian jalan layang dan jembatan Pasteur-Cikapayang-Surapati serta jalan tol Cikampek-Padalarang. (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia akan membangun jalan tol sepanjang 1.697 kilometer dalam jangka lima tahun sebagai upaya untuk memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat dan untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain dalam hal ketersediaan prasarana jalan.
"Kita merencanakan untuk membangun jalan tol sepanjang 1.697 km dalam 5 tahun ke depan. Ini berarti, setiap tahunnya kita harus mampu menyelesaikan 340 km jalan tol baru," kata Presiden di Bandung, Selasa, pada peresmian jalan layang dan jembatan Pasteur-Cikapayang-Surapati serta jalan tol Cikampek-Padalarang.
Indonesia, menurutnya, masih kekurangan banyak sarana dan prasarana sehingga akhirnya kurang dapat memacu kegiatan dan pertumbuhan ekonomi.
Sebagai contoh, kurangnya sarana jalan telah menjadi faktor penghambat lalu-lintas ekspor-impor Indonesia.
"Kita menggunakan pelabuhan kontainer Tanjung Priok untuk ekspor-impor. Akhir-akhir ini kegiatan ekspor sering terlambat karena kemacetan jalan tol Jakarta-Cilincing menuju pelabuhan (Tanjung Priok)," kata Yudhoyono.
Ketersediaan infrastuktur transportasi yang memadai, dinilainya sangat penting dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.
Kepala Negara mengambil contoh Malaysia sebagai negara yang secara jelas terlihat pertumbuhan ekonominya karena konsisten mengembangkan infrastruktur.
"Saya 25 tahun lalu ke Malaysia, setelah itu sering ke Malaysia. Terlihat pertumbuhan ruas jalan yang membentang di Malaysia, utara selatan, barat, timur. Ternyata infrastruktur ini meningkatkan secara dramatis perekonomian Malaysia," katanya.
Jika dibandingkan dengan negara lain, pengembangan infrastruktur Indonesia termasuk jauh tertinggal.
Tanpa struktur yang baik, Indonesia juga kalah bersaing dengan negara-negara lain, termasuk dengan Vietnam, Cina, dan Thailand.
"Selama 60 tahun kita merdeka, kita baru memiliki jalan tol sepanjang 660 kilometer. Kemampuan kita membangun jalan tol selama 27 tahun terakhir ini hanyalah 24 kilometer per tahun," kata Presiden.
Sementara itu, dengan telah selesainya proyek baru jalan tol Cikampek-Padalarang maupun jalan layang dan jembatan Pasteur-Cikapayang-Surapati, Presiden berharap hal tersebut akan membangkitkan dinamika ekonomi, baik di kawasan-kawasan ekonomi, wisata maupun pemukiman-pemukiman baru yang diperkirakan akan semakin berkembang.
Jakarta"Kita merencanakan untuk membangun jalan tol sepanjang 1.697 km dalam 5 tahun ke depan. Ini berarti, setiap tahunnya kita harus mampu menyelesaikan 340 km jalan tol baru," kata Presiden di Bandung, Selasa, pada peresmian jalan layang dan jembatan Pasteur-Cikapayang-Surapati serta jalan tol Cikampek-Padalarang. (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia akan membangun jalan tol sepanjang 1.697 kilometer dalam jangka lima tahun sebagai upaya untuk memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat dan untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain dalam hal ketersediaan prasarana jalan.
"Kita merencanakan untuk membangun jalan tol sepanjang 1.697 km dalam 5 tahun ke depan. Ini berarti, setiap tahunnya kita harus mampu menyelesaikan 340 km jalan tol baru," kata Presiden di Bandung, Selasa, pada peresmian jalan layang dan jembatan Pasteur-Cikapayang-Surapati serta jalan tol Cikampek-Padalarang.
Indonesia, menurutnya, masih kekurangan banyak sarana dan prasarana sehingga akhirnya kurang dapat memacu kegiatan dan pertumbuhan ekonomi.
Sebagai contoh, kurangnya sarana jalan telah menjadi faktor penghambat lalu-lintas ekspor-impor Indonesia.
"Kita menggunakan pelabuhan kontainer Tanjung Priok untuk ekspor-impor. Akhir-akhir ini kegiatan ekspor sering terlambat karena kemacetan jalan tol Jakarta-Cilincing menuju pelabuhan (Tanjung Priok)," kata Yudhoyono.
Ketersediaan infrastuktur transportasi yang memadai, dinilainya sangat penting dalam meningkatkan perekonomian Indonesia.
Kepala Negara mengambil contoh Malaysia sebagai negara yang secara jelas terlihat pertumbuhan ekonominya karena konsisten mengembangkan infrastruktur.
"Saya 25 tahun lalu ke Malaysia, setelah itu sering ke Malaysia. Terlihat pertumbuhan ruas jalan yang membentang di Malaysia, utara selatan, barat, timur. Ternyata infrastruktur ini meningkatkan secara dramatis perekonomian Malaysia," katanya.
Jika dibandingkan dengan negara lain, pengembangan infrastruktur Indonesia termasuk jauh tertinggal.
Tanpa struktur yang baik, Indonesia juga kalah bersaing dengan negara-negara lain, termasuk dengan Vietnam, Cina, dan Thailand.
"Selama 60 tahun kita merdeka, kita baru memiliki jalan tol sepanjang 660 kilometer. Kemampuan kita membangun jalan tol selama 27 tahun terakhir ini hanyalah 24 kilometer per tahun," kata Presiden.
Sementara itu, dengan telah selesainya proyek baru jalan tol Cikampek-Padalarang maupun jalan layang dan jembatan Pasteur-Cikapayang-Surapati, Presiden berharap hal tersebut akan membangkitkan dinamika ekonomi, baik di kawasan-kawasan ekonomi, wisata maupun pemukiman-pemukiman baru yang diperkirakan akan semakin berkembang.