View Full Version : [BINTAN] Future CBD & other developments


Pages : [1] 2

ncon
August 8th, 2005, 08:39 AM
i found this one net :

nice development for bintan !

PT. Hanno Bali , is developing several islands in a "maldives style" (in Bintan Island Area), where bungalows will be built out on the reefs, connected to the main island by board walks. The company also plans to develop islands in a high tech "James Bond" style, incorporating contemporary design with gadgetry. Guest will have access to high tech toys like single seater helicopter and two man submarines.

http://i6.photobucket.com/albums/y220/encon1/island6_big.jpg

http://i6.photobucket.com/albums/y220/encon1/island5_big.jpg

http://i6.photobucket.com/albums/y220/encon1/island3_big.jpg

http://i6.photobucket.com/albums/y220/encon1/island2_big.jpg

http://i6.photobucket.com/albums/y220/encon1/island1_big.jpg

http://i6.photobucket.com/albums/y220/encon1/drno-2-3.jpg

more details:
http://www.bintan-islands.com/

Blue_Sky
August 8th, 2005, 08:50 AM
:eek2: Its a heaven :eek2:

macgyver
August 8th, 2005, 09:44 AM
Hah ... :eek2:
I should visit the place sometime ...

I wish I still work in Mc-Dermott Batam ....then I can buy some props in Bintan ... he he he

SeeMacau
August 8th, 2005, 10:19 AM
one of the most expensive house in Asia is locate in bintan, it worths about 30 million US few years ago

sanhen
August 8th, 2005, 10:49 AM
30 million?? What do you want to do in 30 million house??
Ah.. those rich people.. have nothing better to spend ;)

Ojak
December 13th, 2005, 07:30 AM
Bintan is really awesome.

arirangboy
November 16th, 2007, 01:21 PM
Ritz-Carlton to launch luxury resort on Bintan
By Vincent Wee
The Business Times

OPTIMISM about the high-end tourism market has prompted Ritz-Carlton to launch a luxury 60-villa resort on Bintan, expected to be completed in late 2008. The US$65 million Ritz-Carlton Bintan resort, to be developed by PT Pacific Place Jakarta, will be at the Ria Bintan golf course at Bintan Resorts.

Bintan Resorts has seen a resurgence of interest lately, with development projects with a combined value of more than $1 billion announced in February. This is apparently on the back of much improved arrival figures - 323,600 visitors last year.

Asked why he is investing in Bintan, Pacific Place president Tan Kian told The Business Times: 'Singaporeans need Bintan like Hong Kong needs Macau.'

Mr Tan, whose company owns a string of luxury hotels in Jakarta, including the JW Marriott and Ritz-Carlton Jakarta, expects Ritz-Carlton Bintan to achieve 70 per cent occupancy in the first three months. The mixed-development project, on a 13.2-hectare site, will have 96 pool villas. Ritz-Carlton will manage 60 of them. The other 36 will be available for private investors.

Ritz-Carlton Asia-Pacific director of sales and marketing Simon Manning said the resort's key markets are golfers, meetings and wedding couples. Apart from weekenders and side-trip visitors from Singapore, Mr Manning said the hotel also plans to market the resort as a standalone property to its global database of high-end clients.

Approval is being sought to build an airport on Bintan - something that is sorely lacking if Ritz-Carlton's rich clients are to be catered to, said Bintan Resorts Cakrawala director Frans Gianto Gunara. It will also make Bintan more accessible to regional and domestic tourists, he said.

arirangboy
November 16th, 2007, 01:24 PM
The Jakarta Post, Fadli, Batam

Ritz Carlton is to open a new resort in the Bintan Resort Tourism Zone on Bintan island in Riau Islands province by the end of 2008 at a total cost of US$65 million.

The 77,000-square meter resort, which will boast 60 villas, is expected to attract more tourists to the area, Bintan Resort Development Corp.'s public relations manager Nia Firtica said Tuesday in Batam.

The resort, the construction of which will start in July, will also have a conference center that can accommodate 600 people.

It is expected to be fully operational by the end of next year and will create 200 new jobs.

Nia said that Ritz Carlton would manage the resort, which would be built by PT Pacific Palace Jakarta.

Ritz Carlton currently manages 63 hotels throughout the world, one of which is located in Jakarta and one in Bali. It is developing 35 more hotels in a number of different countries.

Besides the Ritz Carlton resort, Malaysian property company Landmark Holdings is also planning to build a large resort on the island. "The construction of the resort, which will be called Waterfront City, will begin next year," Nia said.

According to Nia, the Ritz Carlton and other tourist projects had been encouraged by the development of the Singapore Integrated Resort, which was due to open on the island in 2010.

"The investors' main reason for developing projects here is the steady increase of the number of tourists visiting the island," Nia explained.

At least 333,000 tourists from Singapore, Malaysia, Thailand, Korea, India and the Middle East visit the island annually. The Bintan Resort Tourism Zone was inaugurated in 1996.

With a total area of 23,000 hectares, the special resort zone, which is less than an hour by ferry from Singapore, so far houses five hotels and resorts built at a total cost of $4.8 billion, and employs 4,500 workers.

arirangboy
November 16th, 2007, 01:27 PM
SINGAPURA (BP) - Bintan sangat menarik. Ungkapan tersebut berulangkali diucapkan oleh sejumlah investor saat dimintai pendapatnya mengapa memilih berinvestasi di Bintan.

Seperti yang dikemukakan Vice President Hotel Development Asia – Pacific Ritz-Carlton, Claas R Elze ketika diwawancarai wartawan, usai penandatanganan kerjasama pembangunan Ritz-Carlton Bintan, Senin (2/4) lalu, di Singapura. Dalam hal ini Ritz-Carlton akan membangun 60 unit villa mewah dengan predikat Hotel Bintang Lima Diamond atau setaraf Bintang 6.


Claas yakin, kalau investasi di Bintan yang akan bisa dinikmati akhir tahun 2008 nanti bakal cerah. Hal ini berdasarkan hasil peninjauan ke Lagoi. Disebutkan, Bintan memiliki potensi pariwisata yang masih bisa dikembangkan lagi ke arah yang lebih besar.


Bahkan, potensi pariwisata yang ada di Bintan ternyata tidak dimiliki oleh Singapura, yang tak memiliki wisata dengan kondisi pemandangan alam yang menawan dan hamparan pasir putih. Sekalipun, Singapura sekarang sedang membangun kawasan wisata Sentosa dan Marina City.


Hal senada juga di sampaikan President PT Pacific Place Jakarta Tan Kian, selaku pemodal yang membangun Ritz-Carlton Bintan mengatakan, ia yakin investasi di Bintan menjanjikan. Selain potensi alam yang tak dimiliki oleh Singpura, namun dalam pemasarannya wisata di Bintan tak bisa lepas dari keberadaan negara tersebut.


Perpaduan pariwisata Singapura yang menyediakan pariwisata belanja, perlu dukungan Bintan yang menawarkan pariwisata alam. Sehingga, turis yang merasa bosan disajikan wisata belanja di Singapura, bisa mencari alternatif menyaksikan wisata alam yaitu di Bintan.
Menyikapi mulai tumbuhnya minat investor untuk menanamkan modal ke Bintan, membawa dampak optimisme dari pihak pengelola kawasan Bintan Resort Lagoi.


Seperti yang disampaikan Direktur PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) Lagoi, Frans Gunara optimis dalam 5 – 10 tahun ke depan jumlah kamar dari mulai Villa atau yang biasa bakal meningkat.
Disebutkan, Singapura dalam hal ini masih sangat membutuhkan Bintan untuk menarik wisatawan datang ke negeri tersebut. Sama halnya dengan Hongkong yang membutuhkan Macau.


Sekarang yang sudah ada di Bintan Resort terdapat 1.370 kamar. Untuk 5 – 10 tahun ke depan, sebutnya, Bintan Resort menargetkan ada sebanyak 10 ribu – 15 ribu kamar di kawasan Bintan Resort Lagoi.


Dengan adanya penambahan kamar tersebut, Frans menyampaikan paling tidak tahun 2012 nanti target 1 juta turis setahun ke Bintan bisa tercapai. Optimisme pihak pengelola kawasan Bintan Resort tersebut bersamaan dengan masuknya Ritz-Carlton yang tertarik investasi ke Bintan.
Tidak hanya Ritz-Carlton, perusahaan perhotelan terbesar di Malaysia, Landmark Holding juga dipastikan ikut menanamkan modal yang tak sedikit ke Bintan Resort yaitu sebanyak 900 juta dolar Singapura.


Bahkan berdasarkan informasi sejumlah investor lainnya di luar Ritz-Carlton dan Landmark Holding juga bakal menanamkan modal ke Bintan. Dengan adanya penambahan Ritz-Carlton saja dipastikan daerah lain terutama di Kepri bakal iri, bagaiman nanti kalau Lagoi tersebut terbangun 15 ribu kamar. (cnt)

arirangboy
November 16th, 2007, 01:33 PM
Pembangunan Treasure Bay Resort di Lagoi Bintan

Peletakan batu pertama pembangunan Treasure Bay Resort dilakukan oleh Menteri Pariwisata Jero Wacik dengan disaksikan oleh Ketua DPR-RI Agung Laksono dan Gubernur Kepri H. Ismeth Abdullah (Sabtu, 28/10). Treasure Bay Resort tersebut direncanakan akan menjadi resort terbesar di Asia yang merupakan proyek investasi luar negeri oleh Landmark Holding Sdn Bhd. Diperkirakan di resort ini nanti akan terserap sekitar 15.000 orang tenaga kerja.


Investasi pembangunan Treasure Bay Resort akan menelan biaya sebesar 4 Milyar Dolar Singapura (lebih kurang 2,8 Triliun Rupiah). Pembanguann Treasure Bay Resort oleh Landmark Holding tersebut bakal meramaikan persaingan bisnis perhotelan di kawasan wisata Lagoi, Kabupaten Bintan. Di dalam area resort akan dibangun lima hotel berbintang enam, sedangkan sebelumnya, Ritz Carlton telah berinvestasi membangun villa berbintang enam.

Keterangan Foto : Jhon Ballyfal (jas hitam) arsitek dari Landmark Sdn Bhd Malaysia sedang menerangkan tentang konsep pembangunan Treasure Bay Resort yang akan dibangun di lagoi, Pulau Bintan kepada Menteri Pariwisata Jero Wacik (tiga dari kanan), ketua DPR-RI Agung Laksono (kanan) dan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah (kiri, berkopiah).

BauIng
November 16th, 2007, 03:19 PM
^^ any rendering or pic ???

AceN
November 16th, 2007, 06:53 PM
wueee.........go Bintan :okay:

g4brielle
November 16th, 2007, 07:17 PM
Denger2 tempat ini buat liburan para yakuza :D..

XxRyoChanxX
November 17th, 2007, 12:44 AM
nicee!

hermansaksono
November 17th, 2007, 04:23 AM
Wah hebat. Ritz Carlton gituloh!

AceN
November 17th, 2007, 07:01 AM
Denger2 tempat ini buat liburan para yakuza :D..
denger-denger malah selaen Yakuza, Mafioso juga kesini :D

Romanista
November 17th, 2007, 07:14 AM
^^ Makau ny indonesia nih ? :lol:

rilham2new
November 17th, 2007, 07:22 AM
Lahh,, aq udah baca berita ini udah lama banget malah -_-" ... Cuman,, yah karena di SSC yahh semuanya serba tertarik WITH EVERYTHING SKYSCRAPER yahh jadi aq juga gak niat2 banget posting yang ginian..

Bintan tuh Pulau Resort kelas dunia,,, Kepulauan Riau adalah provinsi yang kedua paling banyak disambangi ma Turis Mancanegara di Indonesia..

Di Batam ma Bintan,,, World Class resort ma World Class Golf Course tuh udah hal biasa banget :p~ ... Sayang hanya Singaporean saja yang tahu hal itu... Ya itu tadi,,, tempat wisata di sana... jadi paket Wisata beberapa Perusahaan travel di SG :p~ ...

Coba cek nih beberap Resort kelas dunia di Bintan ..
1. Clubmed Ria Bintan
2. Banyan Tree
3. Mana-mana Beach
------
Kalau soal kunjungi Wisman,,, Kepri cuman kalah ma Bali :nuts: .... Sayang potensi ini lebih digarap ma negara tetangga ketimbang pemerintah pusat kita :nuts: ...

Saatnya pariwisata Indonesia lebih bergantung pada lokasi2 yang Selat Malaka-sentris ... Soalnya gerbang keluar masuk Wisman di sana besar sekali ...

Tahun 1990-an aja dalam 1 tahun ada 2 juta Wisman di Kepri..... apalagi sekarang :nuts:

rilham2new
November 17th, 2007, 07:28 AM
Di Batam,,, kapal ferry ke Singapura ada hampir setiap 15 menit sekali :nuts: ..... Dari pagi2 jam 6, sampai malam2 jam 9-10 ...

Ke Bintan-Singapore aja ferrynya bisa sampai setiap setengah jam sekali ...

Pemerintah Kita terlalu meremehkan turis2 dari negara tetangga.... Asiiikkk terus memanjakan turis2 bule ntuhh,,, yang begitu kena bom sekalii ,,,,, udah dehh pada ngibriiitt semuanya :P~ .....

AceN
November 17th, 2007, 05:24 PM
ya kalo ga dimanjain aja tetep dateng, ngapain dimanja ?.. :naughty: Gitu aja kok repot :D :jk:

rilham2new
November 17th, 2007, 07:17 PM
^^ Nahhh itu logikanya...... JUSTRU KETIKA SEMAKIN DIMANJA AKAN SEMAKIN DATANG, kan ???? Cobaa,, turis bule ntuhh udah dimanja2 juga mereka masihh aja bisa ngluarin surat sakti Travel Warning :tongue:

g4brielle
November 18th, 2007, 09:38 AM
makin dimanja juga makin ngelunjak
:cheers:

peseg5
November 18th, 2007, 04:49 PM
Di Batam,,, kapal ferry ke Singapura ada hampir setiap 15 menit sekali :nuts: ..... Dari pagi2 jam 6, sampai malam2 jam 9-10 ...

Ke Bintan-Singapore aja ferrynya bisa sampai setiap setengah jam sekali ...

Pemerintah Kita terlalu meremehkan turis2 dari negara tetangga.... Asiiikkk terus memanjakan turis2 bule ntuhh,,, yang begitu kena bom sekalii ,,,,, udah dehh pada ngibriiitt semuanya :P~ .....

Lo betul banget disana banyak world class facilities. Mungkin pemerintah udah keburu silau mata ngeliat Bali. Yg ini malah lebih sering diurusin sama Singapura. Makanya mau dibikin FTZ di daerah ini.

Bintan Resort juga pernah dipakai sebagai official homestay untuk peserta AXN Amazing Race Asia.

F-ian
November 19th, 2007, 06:28 PM
yay this will the 4th Ritz-Calton in Indonesia :colgate: oh why do they love us so? :|

pssst I'm surprised there isn't any in Thailand yet

AceN
November 19th, 2007, 06:40 PM
Ritz Carlton Bangkok ????!!!!! kalo ga salah di Siam Square...

F-ian
November 19th, 2007, 09:27 PM
^^ tp di website Ritz Calton they don't say... hmm

AceN
November 20th, 2007, 01:09 AM
Hmm....lupa kali... ;)

AceN
May 23rd, 2008, 02:46 PM
Rendering guys :banana:

The Ritz Carlton Resort & Spa

http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan05.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan01a.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan02.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan03.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan04.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan06.jpg

AceN
May 23rd, 2008, 02:48 PM
Mei, Lagoi Bay Mulai Dibangun

LAGOI (BP) - Membaiknya angka kunjungan turis ke Bintan Resort Lagoi turut memancing animo investor untuk menanamkan modal ke kawasan ini. Salah satunya, proyek pembangunan Lagoi Bay dalam waktu dekat bakal dimulai. ”Tanggal 9 Mei, peletakan batu pertama, Lagoi Bay,” ujar Nia Firtica, Public Relations dan Mass Media PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) kepada Batam Pos, kemarin.

Bakal dimulainya peletakan batu pertama di proyek yang luasnya mencapai 1.300 hektare ini bersamaan dengan tingginya minat investor dari luar negeri, bahkan tidak sedikit investor lokal juga telah menanam uang di proyek tersebut.


Bahkan, bulan Maret lalu, 50 persen lahan yang ditawarkan sudah laris manis dibeli oleh investor termasuk dari dalam negeri. Dengan masuknya investor lokal ini memupuskan image kalau Bintan Resort hanya didominasi oleh pemilik modal asing, tapi dari dalam negeri juga turut tertarik.


Sebelumnya, untuk memasarkan proyek Lagoy Bay, PT BRC Lagoi telah melakukan road show ke sejumlah daerah. Adapun daerah yang telah dikunjungi yaitu Jakarta, Surabaya, dan Bali.


Dari road show ketiga daerah tadi, kata Nia, banyak pemodal lokal yang menyatakan minatnya. Kebanyakan yang diminati mereka yaitu lahan untuk dibangun kios dan rumah.


Sedangkan, lahan yang ukuran lebih luas yaitu untuk membangun hotel sudah ada peminatnya, namun hal tersebut masih dalam tahap negosiasi. Nia juga berharap, ada juga investor lokal asal Kepri yang berminat menanamkan modal terutama untuk membangun perhotelan di bawah standar bintang empat.


Sementara itu, Sapta Nirwandar, Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Priwisata dan Kebudayaan RI dalam kunjungannya ke Lagoi menyampaikan, Bintan memiliki potensi pariwisata yang sangat bagus. Terbatasnya lahan di Singapura, memaksa negara tersebut mencari alternatif lain untuk menarik turis.
Mereka, kata Sapta, pasti bakal mencari pulau yang terdekat seperti Batam dan Bintan. Namun, belakangan potensi pariwisata Batam sendiri kurang begitu terkelola dengan baik, sehingga kesempatan Bintan sangat terbuka lebar menampung tumpahan turis dari Singapura.


Sapta menerangkan, pemerintah bersamaan ini pemerintah Indonesia juga telah mencanangkan Visit Indonesia Year 2008 dengan harapan ada banyak peningkatan kunjungan turis. Dibandingkan dengan negara tetangga, Indonesia masih jauh tertinggal.


Untuk Thailand angka kunjungan ke negera tersebut mencapai 15 juta, sedangkan untuk Malaysia sudah mencapai 20 juta. Sementara Indonesia baru mampu mendatangkan turis sebanyak 7 juta. (cnt)

AceN
May 23rd, 2008, 02:50 PM
Open Mall @ Lagoi Bay

http://www.airmasasri.com/file/project/open_mal04.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/open_mal.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/open_mal01.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/open_mal02.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/open_mal03.jpg

=NaNdA=
May 23rd, 2008, 05:35 PM
airmas asri ini websitenya susah banget dibuka ya? :?
apa dari connection gw aja?

rilham2new
May 23rd, 2008, 05:38 PM
^^ kAYAKNYa Kepulauan Riau perlu thread tersendiri yaa ;p ...

Proyek2 banyak banget kok :p ... Di batam aja sekarang lagi banyak proyek apartemen katanya :) ... Trus di Bintan lagi mau merancang ibukota provinsi yang keren banget di kawasan Senggarang :)

DJ_Archuleta
May 23rd, 2008, 06:25 PM
Ibukota Dikembangkan Jadi CBD

Tahap Awal Sedot 144 Juta Dolar AS
BINTAN (BP) – Selain Lagoi, beberapa tahun kedepan akan ada satu pusat bisnis baru di Pulau Bintan. Namanya Central Bussines Develepment (CBD) sebuah kawasan bisnis yang mengedepankan sektor pariwisata.

CBD terletak di Kecamatan Telok Bintan yang menjadi kawasan ibukota Kabupaten Bintan bernama Sri Bentan. Luasnya lebih kurang 7.300 hektar sudah termasuk dan menyatu kawasan pusat pemerintahan seluas 200 hektar serta kawasan hijau seluas 500 hektar (30 persen).


Ditunjang statusnya sebagai kawasan free trade zone (FTZ) CBD diharapkan mampu menyedot para investor yang berniat mengembangkan kawasan tersebut. Diunggulkan faktor geografis yang elok, karena ada teluk-nya menjadikan kawasan Telok Bintan dirancang sebagai daerah wisata kedepannya.


Kini pembangunan CBD tinggal menunggu pembebasan kawasan ibukota seluas 7.300 hektar oleh Dephut melalui rekomendasi DPR RI. Seiring itu, Pemkab sedang memproses perwujudan sebuah perusahaan patungan dengan konsorsium inggris, perusahaan swasta nasional serta BUMD PT Bintan Inti Sukses.


’’Kita optimis kawasan ibukota dapat dibebaskan dari cacthmen area. Kalau CBD ini berhasil, Telok Bintan akan jadi sebuah pusat bisnis yang menarik. Ditunjang geografis yang menawan, karena ada teluknya dan dekat dengan kaki gunung Bintan membuat daerah itu unggul dijadikan kawasan wisata,” kata Bupati Bintan Ansar Ahmad.


Ibukota telah di-set sebagai sebuah daerah yang bakal maju. Hal ini terlihat dari master plan Kabupaten Bintan yang melibatkan para tim ahli dari UGM. Yang jelas mega proyek jalur Lintas Barat dan Lintas Timur bakal bermuara ke kawasan tersebut.


Diungkapkan Ansar, butuh dana Rp144 juta dolar AS untuk pembangunan infrastruktur awal dan pembebasan lahan di kawasan CBD. (gds)

rilham2new
May 23rd, 2008, 06:28 PM
^^ Ini proyek PEMKAB BINTAN atau PEMPROV KEPRI ???? Jadi masalah dengan Al-Amin itu sudah selesai yaa ...

DJ_Archuleta
May 23rd, 2008, 06:28 PM
FTZ, Central Business District, Bintan Siapkan 62 Ribu Hektare Lahan

Menyikapi pembentukan Dewan Kawasan (DK) Free Trade Zone (FTZ), Kabupaten Bintan mempersiapkan lahan seluas 62.017 hektare yang tersebar di beberapa daerah kecamatan. Kawasan itu untuk kepentingan industri, seperti pariwisata, industri maritim, industri shipyard, industri ringan dan lainnya.
Sesuai data yang diterima dari Kepala Dinas Perekonomian dan Promsi Daerah Bintan, M Hendri, 62.017,2 hektare lahan itu sebagian besar berada di kawasan utara Kabupaten Bintan yang meliputi 58.750,60 hektare. Di lahan itu kini telah berdiri industri pariwisata seperti di Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong. Kemudian bidang industri elektronik dan garmen seperti di Lobam, Kecamatan Kuala Sri Lobam.

Selain kedua tempat tadi, di kawasan Utara Bintan juga akan dibangun pusat bisnis atau central business distric (CBD) yang terletak di ibu kota Bintan, Desa Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan. Namun untuk kawasan ini, status lahan masih bermasalah akibat statusnya masuk kawasan hutan lindung, dan kini dalam proses pelepasan status di Departemen Kehutanan.

Selain Utara Bintan, di kawasan Timur Bintan juga tersedia 812,60 hektare yakni kawasan maritim Kecamatan Bintan Timur. Di kawasan ini setidaknya sudah berdiri sekitar 6 perusahan, dan telah diresmikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di antaranya PT Bintan Offshore.

Di kawasan Kecamatan Gunung Kijang, tepatnya daerah Galang Batang juga disediakan 1.775,80 hektare kawasan FTZ. Menurut M Hendri di kawasan ini ditujukan untuk industri berat seperti shipyard. PLTU Bintan Power Plant rencananya juga menggunakan kawasan

Galang Batang untuk lokasi pembangunan pembangkitnya.
Satu lagi kawasan FTZ yang disediakan adalah di Pulau Anak Pulau Lobam seluas 678,20 hektare yang terletak di kawasan Utara Bintan. Pulau ini berada di seberang kawasan industri Lobam dan belum tergarap.

Keseluruh kawasan FTZ ini siap menampung para investor dari dalam dan luar negeri. Dan baru akan aktif bila FTZ direalisasikan. “Kita masih menunggu sinyal. Kan DK sudah diteken presiden, usai itu tinggal lagi pembentukkan Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) FTZ Bintan,” kata M Hendri, Selasa (13/5) kemarin.

Disinggung kapan BPK dibentuk, M Hendri belum bisa menargetkannya, karena masih menunggu kabar dari DK. “Kita masih tunggu keptusan DK, karena itu wewenang DK yang membentuk BPK,” imbuh M Hendri. ***

AceN
May 23rd, 2008, 06:32 PM
Diungkapkan Ansar, butuh dana Rp144 juta dolar AS untuk pembangunan infrastruktur awal dan pembebasan lahan di kawasan CBD. (gds)

ck ck ck...udah Rp , Juta , dolar AS pula...maunya apaa coba...... :tongue2:

DJ_Archuleta
May 23rd, 2008, 06:33 PM
^^ Ini proyek PEMKAB BINTAN atau PEMPROV KEPRI ???? Jadi masalah dengan Al-Amin itu sudah selesai yaa ...

Wah setau gw ini proyek dibiayain dan dikelola sama investor asing .. mungkin mereka juga menggandeng investor lokal .. tp gw kurang tau ini proyek pemkab bintan atau pemprov kepri,, kayaknya sih dua2nya deh.. oh ya btw ilham buat thread satu aja lagi yg khusus untuk project2 FTZ batam bintan karimun secara bakalan banyak tower2 dan gedung2 yg akan dibuat disana di tahun kedepan

DJ_Archuleta
May 23rd, 2008, 06:35 PM
20 Ribu dari 62 Ribu Hektare

Tanjungpinang - Dari 62.017,2 hektare total kawasan free trade zone (FTZ) di Kabupaten Bintan, sekitar 20 ribu hektare-nya masih berstatus hutan lindung (cacthmens area).

Dengan demikian hanya sekitar 42 ribu lebih hektare kawasan FTZ yang benar-benar dapat dimanfaatkan saat ini.


Keterangan ini diutarakan Bupati Bintan H Ansar Ahmad, Kamis (15/5) kemarin usai melangsungkan acara pembaretan secara simbolis tim pemadam kebakaran Kabupaten Bintan, di Kantor Unit Pemadam Kebakaran Batu 20, Kijang. “Cukup luas, ada sekitar 20 ribu hektare kawasan FTZ Bintan yang masih berstatus hutan lindung,” kata Ansar menanggapi Batam Pos.


Diharapkan, total 20 ribu hektare bisa berkurang setelah proses pelepasan status hutan lindung di ibu kota Bintan seluas 7.300 hektare yang kini dalam proses, disetujui Departemen Kehutanan. Bila pelepasan tuntas, maka hutan lindung kawasan FTZ tinggal menyisahkan sekitar 12.500 hektare saja.


Sehubungan disahkannya DK FTZ Batam Bintan dan Karimun (BBK), Ansar sangat menyambut baik keputusan itu. Bahkan daerah katanya sudah menyiapkan skill para pegawai yang akan ditempatkan di kantor one stop service. “Kita telah melatih sejumlah tenaga daerah di Jakarta. Pemantapan skill ini diharapkan mampu memperlancar dan memudahkan proses pengurusan izin investasi di daerah,” ujarnya.


Guna lebih mendukung kinerja one stop service, Pemkab kata Ansar telah menyerahkan draf perubahan SOT, dimana bagian Promosi Daerah yang kini masih bergabung dengan Dinas Perekonomian ,nantinya akan lepas dan berdiri sendiri. Bagian Promosi Daerah setakat ini berfungsi sebagai kantor one stop service.


Soal Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) menurut Ketua DPD Golkar Kepri ini masih menunggu keputusan DK FTZ yang merupakan lembaga pembentuk BPK. Ansar juga berpendapat kalau DK FTZ hanya ada satu, tidak tiga seperti yang berkembang saat ini. “Setahu saya DK FTZ BBK itu hanya satu, kalau Badan Pengusahaan Kawasan memang ada tiga dan berada di masing-masing kawasan yang menerapkan FTZ, “ ujarnya kembali menanggapi.


Bintan merasa optimis, investor tak akan ragu-ragu lagi menanamkan modalnya di Bintan pasca sinyal realisasi FTZ semakin jelas. Paling tidak hal itu dibuktikan dengan pelaksanaan groundbreaking pembangunan proyek Lagoi Bay di kawasan wisata Lagoi belum lama ini. Selain Lagoi, lokasi FTZ lain yang disiapkan Bintan juga sangat strategis kerena letaknya berada di pinggir pantai, sehingga memudahkan arus keluar masuk barang. Seperti Kawasan FTZ Maritim Bintan Timur, Galang Batang, Lobam serta di kawasan ibukota Kecamatan Teluk Bintan. (gdr)

DJ_Archuleta
May 23rd, 2008, 08:18 PM
Sorry but I haven't got any renderings yet for this project.

DJ_Archuleta
May 23rd, 2008, 08:31 PM
^^ Iya tuh yang di Bintan katanya bakal ngebuat Ibukota/CBD yg kayak Shanghai gitu yah ?? mudah2an aja deh jadi dibangun, biar highrises indonesia ga cuma terkonsentrasi di Jakarta aja:ohno:

solo2000
May 24th, 2008, 03:53 AM
Di Batam,,, kapal ferry ke Singapura ada hampir setiap 15 menit sekali :nuts: ..... Dari pagi2 jam 6, sampai malam2 jam 9-10 ...

Ke Bintan-Singapore aja ferrynya bisa sampai setiap setengah jam sekali ...

Pemerintah Kita terlalu meremehkan turis2 dari negara tetangga.... Asiiikkk terus memanjakan turis2 bule ntuhh,,, yang begitu kena bom sekalii ,,,,, udah dehh pada ngibriiitt semuanya :P~ .....

http://img156.imageshack.us/img156/822/img0036avs3.jpg
Shot at 2008-05-23
Ini di shot waktu di Pelabuhan Tanjungpinang. Selain Penguin juga ada Falcon.

Kalau pas naik ferry dari S'pore ke Batam, gak ngeshot lagi stress gara-gara ferrynya gak bisa keluar karena ada kapal pesiar Star Cruise yg sedang bersandar. Jadi ferrynya ngapung2 terus.:nuts:

AceN
May 24th, 2008, 05:52 AM
^^ yg di Bintan itu bukannya di Bintan Buyu ya ? yang mo dibuat jadi komplek kantor government + CBD + objek wisata ? .... kan gara2 ini Al Amin kesandung :lol:

worldsuperstar
May 24th, 2008, 07:03 AM
Rendering guys :banana:

The Ritz Carlton Resort & Spa

http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan05.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan01a.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan02.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan03.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan04.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan06.jpg

nice pic bro! :dj:

rilham2new
May 24th, 2008, 11:07 AM
Wah setau gw ini proyek dibiayain dan dikelola sama investor asing .. mungkin mereka juga menggandeng investor lokal .. tp gw kurang tau ini proyek pemkab bintan atau pemprov kepri,, kayaknya sih dua2nya deh.. oh ya btw ilham buat thread satu aja lagi yg khusus untuk project2 FTZ batam bintan karimun secara bakalan banyak tower2 dan gedung2 yg akan dibuat disana di tahun kedepan

AkU MAU aja buat thread BBK, tapi renderingnya kurang ...

Di sebelah Megamal Batam Center juga keliatannya ada proyek apartemen glassy gitu yang sampe sekitar 20 tingkatan lebih :p

Cari gambar batam di internet gak susah kok , gampang banget ... tapi kebanyakan gambar2 nya berhubung dengan resort dan tempat wisata :ohno: ...

Yang ttg hal2 berkaitan dengan urbang kurang banget. Kayak kemarin di Batam Center itu ada beberapa Crane , padahal :nuts: .. tapi aku gak sempat ambil gambarnya :ohno:

rilham2new
May 24th, 2008, 11:10 AM
^^ Lain Cen ... kalau yang kasus Al-Amin itu ibukota Kabupaten Bintan ,,,

Kalau yang aku maksud itu Ibukota Provinsi Kepulauan Riau yang sekarang lagi di bangun di Tanjung Pinang, kawasannya nanti seperti teluk. Dan di atas teluk itu nanti akan ada jembatan megah penghubung kota lama , dan kawasan pemerintahan :)

Bintan ini maju banget, cuman mungkin karena pendatang lebih terkonsentrasi ke Batam, jadi agak kurang kedengeran/

Sekarang ini mereka lagi ekspansi airport :) ...

AceN
May 24th, 2008, 11:13 AM
^^ ah, ic ic :) tapi emang proyek di bintan skala gede smua yah... ;) ebad banget...

rilham2new
May 24th, 2008, 11:22 AM
^^ iya lah skala gede :D ... Kawasan ini kan menjadi kawasan yang akan menampung ledakan ekonomi SIngapura kalau Singapura sudah jenuh. Untuk kawasan wisata ... memang potensial banget.

Tapi untuk kawasan bisnis dan industri, mungkin investor Singapura lebih suka dengan Johor ;) ... (Wilayah Pembangunan Iskandar ) :D ....

Alvin
May 24th, 2008, 01:10 PM
Hey guys, I propose that we merge all the Bintan projects thread into one BINTAN thread. what do you think? Since there are a number of Bintan threads without any pictures anyway..

=NaNdA=
May 24th, 2008, 04:02 PM
setuju,,, all about BINTAN Project...
kayanya bakal banyak.. :)

AceN
May 24th, 2008, 06:17 PM
Go for it..

AceN
May 24th, 2008, 09:18 PM
Hey, project Bintan mungkin bisa di merge disini ? Om Momod ?..

AceN
May 24th, 2008, 09:27 PM
^^ ic ic :)

-------------------------------

http://bp3.blogger.com/_YlvEjlIelzk/SDPyCJ1SvwI/AAAAAAAALaQ/yx5U3ysUCAw/s1600-h/1.jpg

A Gallant move, south of Singapore
Posted on May 20, 2008 by lushhomeonline

SINGAPORE-LISTED Gallant Ventures is making another effort to add more buzz to its Bintan projects by announcing a slew of new investments, including infrastructure, worth some $500 million.

This time around it’s not only the well-heeled it’s trying to draw to its pristine beaches, but also the middle-income investors. It has been talking to Singapore’s Housing Development Board and National Trades Union Congress (NTUC) to try and get them to set up shop on the island, which is a third bigger than Singapore.

This would be to develop and sell lower-cost housing for profit.

Gallant announced that it has so far sold close to 300,000 sq m (about 300 hectares) of land on its 1,300 hectare Lagoi Bay Development for about $45 million for a variety of resort, private residential and retail projects. The new investors range from property developers in the region to private developers looking to build their own dream homes. The company has a total land bank of 18,000 hectares - one third the size of Singapore - :there.

And another three hotel groups - Alila Hotels and Resorts, which has a collection of exclusive resorts in Maldives, Bali, Thailand, Laos and Oman; the Ritz Carlton and Mandarin Oriental Hotels - have announced plans to establish their brands on the island.

“Lagoi Bay’s spectacular shoreline, coupled with its growth potential arising from its strategic location from Singapore, makes it a natural choice for us when identifying the location for our next resort. With its well-maintained and comprehensive infrastructure and secure environment, we are confident that our project in Bintan will be well-received,” said Alila president and CEO Mark Edleson.

The existing resorts and golf courses in Bintan are reporting better crowds and occupancy levels. Annual visitor arrivals which slipped after Sept 11 in 2001 and the Bali bomb blasts the following year have now returned to the former level of about 340,000, and are expected to reach a million in 2012. Bintan is also riding on the success of Singapore in attracting tourists - the Republic is expecting over 17 million visitors by 2015 when its two integrated resorts are up and running.

The $500-million infrastructure development plans include expenditure of $150 million on the Lagoi Bay development, $150 million on a new coal-fired power plant, $100 million on a new airport next to the industrial park and another $100 million on new high-speed ferries to cut the travelling time between Singapore and Bintan to less than 45 minutes from about an hour now, upgrading of the domestic and international ferry terminals, and a new education and training campus for Bintan’s resorts and employees of its industrial park.

Taking a leaf from the success of Singapore’s Sentosa Cove, Gallant is offering more bite-size plots ranging from 700 sq m to 2,000 sq m. Although land prices are 1 to2 per cent of Sentosa’s, total costs, including construction, will set one back about $1 million.

But as former Singapore permanent secretary Tan Chin Nam noted: “I recently heard that a Russian paid $21 million for a 700-sq-m plot at Sentosa. Here a similar plot costs only $200,000 and it’s less than an hour from Singapore.”

Mr Tan is now a consultant to Indonesia’s Salim group which owns just over 50 per cent of Gallant.

The group’s chief financial officer Choo Kok Kiong is well aware that Bintan’s development depends on attracting not only the super-rich but also the middle class. He disclosed that plans are afoot to build several budget-class hotels and also more affordable housing to cater to those less well-off.

“So, we talked to the Housing Board and NTUC, and tried to get them interested in Bintan. We want to rival Phuket or Bali as the destination of choice for the beach tourist,” Mr Choo said.

But Gallant is not only looking at Singaporeans to purchase its land, increasingly it has been enticing mainland Chinese, Indians and Russians. Another market it is eyeing is education. With Singapore’s schools for expatriates having long waiting lists, Gallant thinks it could provide an alternative site for such institutions and is in discussions with several parties.

“The kids could go to boarding school in Bintan while the parents work in Singapore. And perhaps they could have a weekend home in Bintan as well,” said Mr Choo.

AceN
May 24th, 2008, 10:28 PM
Thanks vin :)

=NaNdA=
May 25th, 2008, 04:02 AM
tambahin petanya ah.. biar pada tau...
plus Bintan Resort yang udah jadi.. :)

http://www.realdestination.com/singapore/holidays/holidays_bintan_map.jpg

baru tau gw Bintan is Bigger than Batam..

AceN
May 25th, 2008, 06:42 AM
Lagoi Bay

http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_01.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_02.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_03.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_04.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_05.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_06.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_07.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_08.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_09.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_10.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_11.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_12.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_13.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_14.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_15.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_16.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_17.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_18.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_19.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_20.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_21.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_22.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/LagoiBay_Page_24.jpg

DJ_Archuleta
May 25th, 2008, 09:00 PM
Treasure Bay Bintan, an exclusive intergrated tourism zone



The Edge Financial Daily reported last Friday that Landmarks had received consent from the Indonesian authorities to undertake gaming business in Treasure Bay following the zoning of the enclave as an exclusive integrated tourism zone (EITZ).

Treasure Bay’s new status follows an agreement between Landmarks’ 74%-owned Bintan Treasure Bay Pte Ltd (BTB) and Indonesia-based PT Wisata Hiburia (PTWH) for the zoning of 3.4 million square metres of leasehold land belonging to BTB subsidiary PT Pelangi Bintan Indah.

The deal also allows Landmarks to conduct other businesses including medical tourism, besides multimedia and information technology hosting, Landmarks told Bursa Malaysia last week. BTB is undertaking the development of integrated resorts (IR), commercial and residential properties at Treasure Bay.

The zoning fee payable by BTB to PTWH for designating the proposed development as an EITZ will be based on 10% of the net profit on the sale of the proposed IR development.

OSK Investment Bank said: “It is a good thing for Genting as it can diversify geographically, and have a bigger captive market to cross-sell its products.” Genting via wholly-owned Phoenix Spectrum Sdn Bhd holds a 30.31% stake in Landmarks.

CIMB Research, meanwhile, said the inclusion of Landmark’s gaming business was positive for Genting as the resort and casino operator would have key interests in three gaming licences within Southeast Asia, one each in Malaysia, Singapore and Indonesia.

“This cements Genting’s position as the leading gaming player within the region,” CIMB said in a note last Friday.

CIMB, which maintains an outperform on Genting, with a target price of RM11, added that the fact that Landmarks had also obtained approval for other businesses, apart from gaming, also significantly enhances the viability and value of its Treasure Bay project.

The RM4.07 billion Bintan Treasure Bay aims to capitalise on the anticipated increase in tourist arrivals and rising affluence in the region, according to Landmarks filings to the exchange in December 2006.

Landmarks had in October 2007 signed a memorandum of understanding with China Metallurgical Group Corporation as initial arrangements for the possible appointment of the Chinese entity as the main contractor for the project.

Construction of Bintan Treasure Bay is expected to start in the second half of 2008, and due for completion within eight years.

DJ_Archuleta
May 25th, 2008, 09:15 PM
The Fairway Facade Site Plan, Bintan

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TheFairwayFacadeSitePlan.jpg



The Fairway Facade Apartment, Bintan

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TheFairwayFacadeBintan.jpg


The Fairway Facade Swimming Pool

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/thefairwayswimmingpool.jpg

DJ_Archuleta
May 25th, 2008, 09:40 PM
^^ I found those renderings from flickr but not sure if it's bintan or batam
projects ..:bash:

lombok
May 26th, 2008, 07:59 AM
^^ I found those renderings from flickr but not sure if it's bintan or batam
projects ..:bash:

Please..renderingsnya kagak ada gambarnya:ohno::ohno::ohno:

Ampelio
May 26th, 2008, 09:03 AM
Bali + Singapore = Bintan

AAG
May 26th, 2008, 02:27 PM
Silahkan ke website ini

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=878564

mungkin udah banyak yang tahu ya?

Tapi rendeningnnya keren.

:dance:

DJ_Archuleta
May 26th, 2008, 02:33 PM
I am going to post the rendering in other thread regarding this ..

Alvin
May 26th, 2008, 02:33 PM
Wow, I didn't know about it..but here's the rendering which I've taken from that kaskus link

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TheRenderingofBatam.jpg


Ibukota Bintan Dikembangkan Jadi Central Business District

Tahap Awal Sedot 144 Juta Dolar AS
BINTAN (BP) – Selain Lagoi, beberapa tahun kedepan akan ada satu pusat bisnis baru di Pulau Bintan. Namanya Central Bussines Develepment (CBD) sebuah kawasan bisnis yang mengedepankan sektor pariwisata.

CBD terletak di Kecamatan Telok Bintan yang menjadi kawasan ibukota Kabupaten Bintan bernama Sri Bentan. Luasnya lebih kurang 7.300 hektar sudah termasuk dan menyatu kawasan pusat pemerintahan seluas 200 hektar serta kawasan hijau seluas 500 hektar (30 persen).


Ditunjang statusnya sebagai kawasan free trade zone (FTZ) CBD diharapkan mampu menyedot para investor yang berniat mengembangkan kawasan tersebut. Diunggulkan faktor geografis yang elok, karena ada teluk-nya menjadikan kawasan Telok Bintan dirancang sebagai daerah wisata kedepannya.


Kini pembangunan CBD tinggal menunggu pembebasan kawasan ibukota seluas 7.300 hektar oleh Dephut melalui rekomendasi DPR RI. Seiring itu, Pemkab sedang memproses perwujudan sebuah perusahaan patungan dengan konsorsium inggris, perusahaan swasta nasional serta BUMD PT Bintan Inti Sukses.


’’Kita optimis kawasan ibukota dapat dibebaskan dari cacthmen area. Kalau CBD ini berhasil, Telok Bintan akan jadi sebuah pusat bisnis yang menarik. Ditunjang geografis yang menawan, karena ada teluknya dan dekat dengan kaki gunung Bintan membuat daerah itu unggul dijadikan kawasan wisata,” kata Bupati Bintan Ansar Ahmad.


Ibukota telah di-set sebagai sebuah daerah yang bakal maju. Hal ini terlihat dari master plan Kabupaten Bintan yang melibatkan para tim ahli dari UGM. Yang jelas mega proyek jalur Lintas Barat dan Lintas Timur bakal bermuara ke kawasan tersebut.


Diungkapkan Ansar, butuh dana 144 juta dolar AS untuk pembangunan infrastruktur awal dan pembebasan lahan di kawasan CBD. (gds)

source: http://kaskus.us/userframe.php?link=http://batampos.co.id/edisi-harian/bintan/ibukota-dikembangkan-jadi-cbd.html

DJ_Archuleta
May 26th, 2008, 02:35 PM
THE RENDERING OF BINTAN'S CENTRAL BUSINESS DISTRICT

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TheRenderingofBatam.jpg

Ibukota Bintan Dikembangkan Jadi Central Business District

Tahap Awal Sedot 144 Juta Dolar AS
BINTAN (BP) – Selain Lagoi, beberapa tahun kedepan akan ada satu pusat bisnis baru di Pulau Bintan. Namanya Central Bussines Develepment (CBD) sebuah kawasan bisnis yang mengedepankan sektor pariwisata.

CBD terletak di Kecamatan Telok Bintan yang menjadi kawasan ibukota Kabupaten Bintan bernama Sri Bentan. Luasnya lebih kurang 7.300 hektar sudah termasuk dan menyatu kawasan pusat pemerintahan seluas 200 hektar serta kawasan hijau seluas 500 hektar (30 persen).


Ditunjang statusnya sebagai kawasan free trade zone (FTZ) CBD diharapkan mampu menyedot para investor yang berniat mengembangkan kawasan tersebut. Diunggulkan faktor geografis yang elok, karena ada teluk-nya menjadikan kawasan Telok Bintan dirancang sebagai daerah wisata kedepannya.


Kini pembangunan CBD tinggal menunggu pembebasan kawasan ibukota seluas 7.300 hektar oleh Dephut melalui rekomendasi DPR RI. Seiring itu, Pemkab sedang memproses perwujudan sebuah perusahaan patungan dengan konsorsium inggris, perusahaan swasta nasional serta BUMD PT Bintan Inti Sukses.


’’Kita optimis kawasan ibukota dapat dibebaskan dari cacthmen area. Kalau CBD ini berhasil, Telok Bintan akan jadi sebuah pusat bisnis yang menarik. Ditunjang geografis yang menawan, karena ada teluknya dan dekat dengan kaki gunung Bintan membuat daerah itu unggul dijadikan kawasan wisata,” kata Bupati Bintan Ansar Ahmad.


Ibukota telah di-set sebagai sebuah daerah yang bakal maju. Hal ini terlihat dari master plan Kabupaten Bintan yang melibatkan para tim ahli dari UGM. Yang jelas mega proyek jalur Lintas Barat dan Lintas Timur bakal bermuara ke kawasan tersebut.


Diungkapkan Ansar, butuh dana 144 juta dolar AS untuk pembangunan infrastruktur awal dan pembebasan lahan di kawasan CBD. (gds)

source: http://batampos.co.id/edisi-harian/bintan/ibukota-dikembangkan-jadi-cbd.html

(This Rendering is Taken From Kaskus)

SeeMacau
May 26th, 2008, 02:38 PM
Wow, I didn't know about it..but here's the rendering which I've taken from that kaskus link

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TheRenderingofBatam.jpg


Ibukota Bintan Dikembangkan Jadi Central Business District

Tahap Awal Sedot 144 Juta Dolar AS
BINTAN (BP) – Selain Lagoi, beberapa tahun kedepan akan ada satu pusat bisnis baru di Pulau Bintan. Namanya Central Bussines Develepment (CBD) sebuah kawasan bisnis yang mengedepankan sektor pariwisata.

CBD terletak di Kecamatan Telok Bintan yang menjadi kawasan ibukota Kabupaten Bintan bernama Sri Bentan. Luasnya lebih kurang 7.300 hektar sudah termasuk dan menyatu kawasan pusat pemerintahan seluas 200 hektar serta kawasan hijau seluas 500 hektar (30 persen).


Ditunjang statusnya sebagai kawasan free trade zone (FTZ) CBD diharapkan mampu menyedot para investor yang berniat mengembangkan kawasan tersebut. Diunggulkan faktor geografis yang elok, karena ada teluk-nya menjadikan kawasan Telok Bintan dirancang sebagai daerah wisata kedepannya.


Kini pembangunan CBD tinggal menunggu pembebasan kawasan ibukota seluas 7.300 hektar oleh Dephut melalui rekomendasi DPR RI. Seiring itu, Pemkab sedang memproses perwujudan sebuah perusahaan patungan dengan konsorsium inggris, perusahaan swasta nasional serta BUMD PT Bintan Inti Sukses.


’’Kita optimis kawasan ibukota dapat dibebaskan dari cacthmen area. Kalau CBD ini berhasil, Telok Bintan akan jadi sebuah pusat bisnis yang menarik. Ditunjang geografis yang menawan, karena ada teluknya dan dekat dengan kaki gunung Bintan membuat daerah itu unggul dijadikan kawasan wisata,” kata Bupati Bintan Ansar Ahmad.


Ibukota telah di-set sebagai sebuah daerah yang bakal maju. Hal ini terlihat dari master plan Kabupaten Bintan yang melibatkan para tim ahli dari UGM. Yang jelas mega proyek jalur Lintas Barat dan Lintas Timur bakal bermuara ke kawasan tersebut.


Diungkapkan Ansar, butuh dana 144 juta dolar AS untuk pembangunan infrastruktur awal dan pembebasan lahan di kawasan CBD. (gds)

source: http://kaskus.us/userframe.php?link=http://batampos.co.id/edisi-harian/bintan/ibukota-dikembangkan-jadi-cbd.html

This rendering is not the Bintan CBD

the pic shows the Tianhe district in Guangzhou, (the west, east twin towers and the CITIC plaza in the background)

pencakar langit
May 26th, 2008, 04:23 PM
Yup thts r8
this isnt newhere in indonesia. wot wer they thinkin?

AceN
May 26th, 2008, 04:30 PM
Wow, I didn't know about it..but here's the rendering which I've taken from that kaskus link

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TheRenderingofBatam.jpg


lah ini mah twin tower yang canceled di Guangzhou... :rofl:

nih..

http://www.chinadaily.com.cn/english/doc/2004-11/19/xin_421101201531531172568.jpg

lombok
May 26th, 2008, 07:16 PM
Presiden Tawarkan Jembatan Batam - Bintan
Senin, 26 Mei 2008
JAKARTA - Dalam Indonesia Regional Investment Forum (IRIF) 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menawarkan proyek jembatan Batam-Bintan ke investor asing.

"Dalam dua hari ini, kami memiliki beberapa proyek besar untuk ditawarkan dalam forum ini. Sebagian besar adalah proyek infrastruktur seperti pembangunan jembatan Batam-Bintan," ujar Presiden saat menyampaikan sambutan berbahasa Inggris pada pembukaan IRIF 2008 yang digelar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Senin (26/5). (ara)

DJ_Archuleta
May 27th, 2008, 05:55 AM
600 Kondominium Akan Dibangun:banana::banana:

Selasa, 27 Mei 2008

Geliat investasi di kawasan Bintan Resort terus menggurita. Nirwana Gardens Resort, salah satu resort di Lagoi ini bakal melakukan ekspansi di antaranya akan membangun 400 – 600 kondominium. ”Kami bakal menjalin kerja sama dengan Boutique Sweet membangun 400– 600 kondominium,” ujar General Manager (GM) PT Nirwana Gardens Resort Lagoi, Abdul Wahab kepada Batam Pos, Sabtu (24/5).

Wahab menerangkan, kedepannya turis yang berkunjung ke Bintan Resort ini bakal bertambah. Untuk mengantisipasi peningkatan angka kunjungan, Nirwana Gardens sendiri bakal menambah fasilitas terutama kamar.

Dalam waktu dekat, sebanyak 120 unit kamar akan segera dibangun menambah jumlah kamar yang ada sekarang kurang yaitu sebanyak 400 kamar termasuk Villa. Selain akan menambah kamar yang dilakukan sendiri oleh Nirwana Gardens, pihaknya bakal menjalin kerja sama dengan Boutique Sweet membangun kondominium di Bintan Resort.

Selain menjalin kerja sama dengan Boutique Sweet, Nirwana Gardens juga telah menjalin kerja sama dengan salah satu hotel bertaraf internasional. Kerjasama dimaksud yaitu membangun hotel Bintang Lima di Bintan Resort.

Masih di Nirwana Gardens, di tempat ini juga dibangun Resort Center yang hampir selesai dimana di dalamnya ada Plaza dan juga Department Store. Di dalam Resort Center ini juga akan dibangun gelanggang Bowling dengan 20 line-nya.

Kenapa memilih bowling, Wahab menilai, olahraga itu bisa dimainkan oleh siapa saja termasuk satu keluarga bisa bermain bersama. Berbeda dengan main golf hanya orang-orang tertentu saja yang bisa bermain.

Kebanyakan tamu yang datang ke Nirwana Garden Resort tinggal selama 3 hari 2 malam. Ke depan, tamu bisa tinggal lebih lama yaitu sekitar 4 atau 5 hari. Dalam resort center juga dilengkapi fasilitas meeting room yang diklaim terbesar di Bintan Resort. Meeting room yang ada mampu menampung peserta rapat yang jumlahnya mencapai 3.500 peserta. ***

=NaNdA=
May 27th, 2008, 07:43 AM
:eek2: 600??

DJ_Archuleta
May 27th, 2008, 10:21 AM
^^ yup that's right ..:nuts: here is the link to the source

http://batampos.co.id/edisi-harian/pro-kepri/600-kondominium-akan-dibangun-.html

r4d1ty4
May 27th, 2008, 12:19 PM
Nirwana Garden = Bakrie punya ?

AAG
May 27th, 2008, 05:20 PM
yah berarti bukan rendeningnya bintan cbd yah?

udah ngarep banyak tuh gua T_T

tapi berita di kompas ni hari tgl 27 mei 2008

di bintan direncanakan dibangun 50 tower rumah susun atau apartemen low cost gitu

DJ_Archuleta
May 27th, 2008, 06:31 PM
yah berarti bukan rendeningnya bintan cbd yah?

udah ngarep banyak tuh gua T_T

tapi berita di kompas ni hari tgl 27 mei 2008

di bintan direncanakan dibangun 50 tower rumah susun atau apartemen low cost gitu

Bener kata forumer2 diatas .. Mungkin Pemda Bintan and Batam ingin meniru konsep yg dilakukan pemerintah China yaitu menyulap satu kota ftz menjadi kota megapolis dalam waktu 10 tahun .. pembangunan guangzhou dari 14 tahun yang lalu sangat pesat .. dulu kumuh banget.... desa semua.... di kanan kiri banyak orang mengemis di jalanan.. skrg tahun 2008 bisa berubah seperti ini,
it's really un-believeable.... gw tau hal ini krn bokap gw pernah ada kontrak kerja disana .. guangzhou betul2 beda abis dibandingkan 14 thn yg lalu.... coba batam atau bintan benar2 bisa seperti ini....

Blue_Sky
May 28th, 2008, 05:05 AM
Apakah proyek ini yg menyeret Amin (suami Kristina) ke penjara skrg?

DJ_Archuleta
May 28th, 2008, 12:17 PM
Kadin dan Pemko Batam Buat Masterplan Pulau Lengkana

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, sedang mempersiapkan tata ruang (masterplan) Pulau Lengkana.
Pulau Lengkana merupakan gugusan pulau di daerah Belakangpadang, jarak tempuh sekitar 20 menit naik fery ke Singapura. Pulau ini, akan dikemas menjadi kawasan resort yang asri, serta kawasan trading house.


”Konsep yang diinginkan investor sudah sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Pemko Batam dan Otorita Batam. Sehingga, pengembangan pulau itu tak jadi masalah. Perlu diingat pembangunan di sana akan ramah lingkungan,” ujar Ketua Kadin Kota Batam, Nada F Soraya, kepada Batam Pos, belum lama ini.


Saat ini, ujar Nada, sudah ada pengusaha lokal yakni PT Tripurna Binangun yang akan mengelola pulau tersebut.

PT Tripurna yang bermarkas di Jakarta ini, akan menanamkan modalnya 70 juta dolar ASmembangun pulau tersebut. Disebutkan Nada, luas pulau yang mencapai 41 hektare tersebut, membuat investor mudah mengembangkan bisnis perhotelan, pariwisata, dan bisnis lainnya. (rob)

AceN
May 28th, 2008, 02:37 PM
Apakah proyek ini yg menyeret Amin (suami Kristina) ke penjara skrg?
Bukan, itu di Bintan Buyu :)

DJ_Archuleta
May 28th, 2008, 05:18 PM
The case in bintan buyun has been solved just today from what I have read in newspaper :) That Amin guy was considered corrupting a large amount of money pembebasan lahan and now he's taken with KPK to the JAIL.

DJ_Archuleta
May 28th, 2008, 05:19 PM
30 Hari Perizinan Investasi Rampung

Rabu, 28 Mei 2008
TANJUNGUBAN (BP)- Bagi investor yang serius menanamkan modal, pemerintah Kabupaten Bintan tampaknya sudah menyiapkan penyederhanaan aturan. Melalui pelayanan one stop service, Pemkab Bintan bakal memberikan kemudahan dalam pengeluaran perizinan.

“Sekarang perizinan investasi bisa selesai hanya dalam waktu 30 - 33 hari,” ujar Bupati Bintan, Ansar Ahmad di depan masyarakat Bintan Utara, Selasa (27/5).

Dengan kemampuan dalam mempercepat pengeluaran perizinan berinvestasi, Ansar menilai Bintan sekarang sudah bisa disejajarkan dengan Malaysia, Thailand maupun Vietnam. Meskipun begitu, soal kecepatan pengeluaran izin investasi masih kalah dengan Singapura yang bisa selesai hanya dalam 6 hari.

Dibandingkan dengan perizinan yang sebelumnya harus mengurus ke pusat dinilai banyak memakan waktu. Paling tidak, perizinan investasi bisa diselesaikan dalam kurun waktu 124 hari.


Berkenaan dengan itu, Indonesia dinilai oleh dunia sebagai negara urutan ke-125 dari 175 negara yang dinilai lambat mengeluarkan perizinan investasi. Kalau kondisi seperti ini terus dipertahankan, Bintan dinilai sebagai daerah yang tidak pro investasi.

Terkait mempermudah pengeluaran izin, Ansar sempat menyampaikan ke investor saat melakukan penandatangan proyek Lagoi Bay belum lama ini. Disebutkan, pemkab Bintan berusaha akan memperbaiki fungsi pelayanan dengan mempercepat segalam perizinan bagi investor. (cnt)

DJ_Archuleta
May 28th, 2008, 08:06 PM
NAGOYA BATAM SAMPAI KE P. DOMPAK BINTAN AKAN DILALUI KERETA API SEPERTI DI MACAO

Demikian disampaikan oleh Mr J.Goh So Tong dan DR Samsul Bahrum MSi ketika Konferensi pers di Ruang Presentase lantai V Kantor walikota Batam kemarin. Tamu dari Singapore yang dipandu oleh Mr. Jefri Goh So Tong president G & G Handling Pte Ltd bersama Mr. Dong dari CRCC Pt Ltd yang telah berjaya membuat jaringan Transpotasi di Macao berkunjung serta bersilaturahmi ke Pemerintah Kota Batam.

Tamu dari Singapore yang dipandu oleh Mr. Jefri Goh So Tong president G & G Handling Pte Ltd bersama Mr. Dong dari CRCC Pt Ltd yang telah berjaya membuat jaringan Transpotasi di Macao berkunjung serta bersilaturahmi ke Pemerintah Kota Batam.

Rombongan yang berjumlah 12 orang terdiri pimpinan perusahaan dibidang konstruksi tersebut diterima secara resmi oleh Walikota Batam yang diwakili oleh Asisten II Pemko Batam DR. H. Saymsul Bahrum, M.Si , di dampingi para pejabat dinas terkait dan insan pers Kota Batam di ruang Presentasi Lantai V Kantor Walikota Batam.

Pertemuan diawali dengan expose tayangan slide Kota Batam, sebagai daerah yang sangat strategis, karenanya Pemerintah pusat melalui Otorita Batam sangat berperan, menjalankan ber bagai program pembangunan, dimana Batam dibangun dan dipersiapkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pintu gerbang international busynees via Singapura dan Malaysia .

Otorita Batam bekerja keras mempromosi dan membuka akses / hubungan ke seluruh penjuru dunia serta menyiapkan infrastruktur tingkat dunia seperti halnya, bandara international, pelabuhan laut international, jalan arteri yang memadai, Sumatra Promotion Centre building, berbagai fasilitas infrastruktur tingkat international di siapkan di Pulau Batam termasuk jalan High class sampai ke
P Rempang dan P. Galang yang dihubungkan 6 buah jembatan diatas laut.

Dilanjutkan dengan expose Ketua rombongan Mr. Jefri Goh So Tong memperkenalkan seluruh rombongan tamu yang ikut hadir, serta disampaikannya maksud dan tujuan kedatangannya.

Jefri menyampaikan bahwa ia datang bersama dengan para pimpinan perusahaan konstruksi terkemuka dari Singapore dan Macao untuk ikut berpatisipasi dan menginvestasi modalnya di wilayah Kepulauan Riau apalagi Batam ditetapkan sebagai daerah Free Trade Zone ( F. T. Z. ).

Mereka telah mempelajari peluang bisnis ini selama 2 (dua) tahun lebih bahkan sudah beberapa kali mengadakan survey, maka dengan investasi modal pertama sekitar 3,5 trilyun rupiah Jefri Cs ingin mengikuti megaproyek pembangunan jambatan diatas laut dan rel kereta api antar pulau Batam ke Bintan , dengan catatan bandara Kijang tidak dikembangkan lagi.

Setelah berkunjung ke Batam mereka akan menghadap Gubernur Kepulauan Riau Drs. Ismeth Abdullah di Tanjung Pinang , apabila Pak Gubernur merestui maka para karyawan yang kerja di Batam bisa tinggal di Bintan seperti layaknya karyawan Singapore yang tinggal di Johor Bahru kata nya.

Berbagai pertanyaan rombongan tamu Singapore yang menyangkut masalah ini dijelaskan satu persatu secara rinci oleh Asisten II Pemko Batam DR. H. Syamsul Bahrum, M.Si sampai, tuntas dan kunjungan diakhiri dengan saling tukar cendera mata

=NaNdA=
May 29th, 2008, 05:20 AM
^ hah? beneran tuh??

DJ_Archuleta
May 29th, 2008, 06:15 AM
^^ ya lah itu beneran .. cuman skrg masih dalam tahap planning, kurang lebih 5 tahun jembatan dan kereta api antar batam dan bintan akan selesai dibangun :)

DJ_Archuleta
May 29th, 2008, 07:56 AM
Riau, BIDA push govt on Batam-Bintan bridge project

The Riau Islands provincial government and Batam Industrial Development Authority (BIDA) are calling on the central government to take over the Batam-Bintan bridge development project.

Limited land and the growing population pose serious threats to Batam if it is not physically connected to Bintan Island, Riau Islands Governor Ismeth Abdullah told The Jakarta Post recently.

Ismeth said once completed, the project would benefit not only Batam but also Bintan and the two other islands connected by the bridge.

Initially proposed in 1990 alongside six other bridge projects by then BIDA chairman B.J. Habibie, the Batam-Bintan bridge project is divided into three units of bridges with a total length of 7 kilometers.

A 2.17-kilometer bridge will connect Batam and Tanjung Sauh Islands, a 3.9-kilometer bridge will run between Tanjung Sauh and Buau-Buau Islands and a 900-meter bridge will connect Buau-Buau with Bintan Island.

An estimated Rp 3 trillion is needed to construct the three bridges.

The six other bridges, which connect Batam with Tonton, Nipah, Setokok, Rempang, Galang and Galang Baru Islands, were built in 1999.

A number of foreign investors, according to Ismeth, have expressed interest in investing in the projects, but no regulations have been made to oversee investment in this kind of infrastructure project.

"That is why we ask the central government to fully finance the project," Ismeth said.

Ismeth said the completion of the project would help expand Batam's fast development to Bintan, to the benefit of both islands.

For example, Bintan, renowned for its clean water resources, can help supply clean water to Batam's 700,000 people, who depend heavily on dam water. Conversely, Batam, which has large-capacity power plants, can help supply Bintan, which has limited electricity supply.

Problems such as these can be resolved only when the bridge is completed, Ismeth said.

"That way we will also be able to maximally develop Batam's infrastructure including power plants, water-processing facilities, the airport and the harbor," Ismeth said.

BIDA public relations department head Dwi Djoko Wiwoho said that in cooperation with the Bogor Institute of Technology's industrial and research affiliation institution (LAPI-ITB), BIDA had conducted a feasibility study on the Batam-Bintan bridge construction design in 2005.

The study, according to Dwi, found any investor would break even after 10 to 15 years of operation, if the bridge were operated like a toll road.

The study also suggests for optimum use of the bridge, potential sources of income, including the industrial and tourism sectors in the three islands connected by the bridges, must also be developed.

Transportation from Batam to Bintan Islands is currently served by ferries that take about an hour to cross the channel. Motorcyclists and car users can transport their vehicles on wide-bodied ferries.

DJ_Archuleta
May 29th, 2008, 08:15 AM
-double posts-

DJ_Archuleta
May 29th, 2008, 08:27 AM
Presiden Tawarkan Jembatan Batam - Bintan

JAKARTA - Dalam Indonesia Regional Investment Forum (IRIF) 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menawarkan proyek jembatan Batam-Bintan ke investor asing.

"Dalam dua hari ini, kami memiliki beberapa proyek besar untuk ditawarkan dalam forum ini. Sebagian besar adalah proyek infrastruktur seperti pembangunan jembatan Batam-Bintan," ujar Presiden saat menyampaikan sambutan berbahasa Inggris pada pembukaan IRIF 2008 yang digelar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Ritz Carlton Hotel, Jakarta

AceN
May 29th, 2008, 08:40 AM
wah..buset....Bintan dan Batam makin menggila... :eek: Thanks for posting the news DJ :D keep on posting bout Bintan :)

AAG
May 29th, 2008, 04:07 PM
oke gua putusin

ntar kalo udah kerja gua bakal beli tanah yang gede di sana

trus usaha deh ------> namanya juga orang china

DJ_Archuleta
May 29th, 2008, 04:44 PM
oke gua putusin

ntar kalo udah kerja gua bakal beli tanah yang gede di sana

trus usaha deh ------> namanya juga orang china


hehehe buruan beli rumah secepatnya nanti sebelum harga tanah di bintan
naik drastis .. gw jamin hrga tanah di BBK bakalan meroket kalo FTZ sudah terealisasi :)

DJ_Archuleta
May 29th, 2008, 04:47 PM
wah..buset....Bintan dan Batam makin menggila... :eek: Thanks for posting the news DJ :D keep on posting bout Bintan :)

yeahh that's right and soon bakalan dibuat proyek2 mega berskala besar di batam and bintan setelah FTZ terealisasi .. :)
Serahkan Pada yg ahlinya utk mengupdate news about bintan :cheers:

AAG
May 31st, 2008, 01:56 PM
iye pasti gua bakal beli dah tanah di situ

oh ya gua pernah baca di www.topix.com

dalam jangka waktu ke depan katanya ntar bakal ada jembatan yang bakal ngehubungi 3 negara yaitu semenanjung malaysia, Singapore, Indonesia

katanya sih langsung dari riau begitu

tapi gua masih belom tahu kebenarannya

bener ga sih?

DJ_Archuleta
May 31st, 2008, 02:02 PM
^^ mungkin yg lo maksud jembatan penghubung dari kepulauan riau ke singapura dan malaysia ?? kayaknya gw pernah liat di forum skyscraper ini cuman dah lama banget .. ga tau kepastiannya jadi apa gak..:bash:

=NaNdA=
May 31st, 2008, 04:48 PM
di thread Jembatan Selat Sunda

AAG
June 1st, 2008, 03:05 PM
oh pernah denger juga toh

kalo ada infonya tolong yaa...

AAG
June 3rd, 2008, 02:20 PM
hoho gua udah liat rendeningnya

jembatannya udah mau jadi antara batam bintan

AAG
June 3rd, 2008, 02:22 PM
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=637458

ini beritanya

AceN
June 3rd, 2008, 06:28 PM
^^ duh... :doh:

=NaNdA=
June 4th, 2008, 11:50 AM
^ :rofl: :rofl: sabar CeN.. sabar.. :D

DJ_Archuleta
June 5th, 2008, 07:36 PM
Landmark Berhad akan buka kasino di Pulau Bintan


Perusahaan properti asal Malaysia, Landmark Berhad, rencananya akan membuka kasino dengan nilai investasi USD 3.1 miliar di Pulau Bintan Kepulauan Riau.
Ismeth Abdullah, gubernur Kepulauan Riau mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau sudah memberikan persetujuan karena pembukaan kasino ini akan membuka lapangan kerja bagi warga Bintan dan sekitarnya.

Landmark berencana membangun komplek kasino terpadu terdiri atas lima resor, kondominium, villa, fasilitas kesehatan dan pusat rekreasi air, yang proses pembangunannya memakan waktu 8 tahun.

Rencananya, Landmark menargetkan tiga juta wisatawan yang akan datang dan menyerap 30.000 tenaga kerja dan akan menjadi saingan bagi Genting highland di Malaysia atau Marina Bay dan Pulau Sentosa di Singapura.

Untuk itu, Landmark telah membeli 26% saham Bintan Treasure Bay Pte yang memegang hak kelola 338 hektar tanah di Pulau Bintan dengan nilai SingD 157 juta.

Menanggapi rencana Landmark, pihak Pemerintah belum ada tanggapan, karena dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 77/2007 tentang daftar bidang usaha yang tertutup dan bidang usaha yang terbuka, ditetapkan bahwa bidang perjudian termasuk bidang yang terlarang untuk investasi.

Sementara dari pihak DPR, Wakil ketua komisi VI Muhidin M said menyatakan rencana itu bisa terus jalan bila menyerap tenaga kerja dan aturannya jelas.

Hasto Kristanto, Anggota komisi VI menambahkan saat ini Bintan sudah ditetapkan termasuk dalam kawasan ekonomi khusus, oleh karena itu perlu juga dibuat peraturan yang khusus untuk wilayah ini, sehingga memungkinkan untuk membangun pusat perjudian meskipun dengan menggunakan label industri pariwisata.

DJ_Archuleta
June 5th, 2008, 08:23 PM
Pemkab Bintan Tawarkan Pulau Tambelan

Tanjung Pinang, Kompas - Pemerintah Kabupaten Bintan menawarkan peluang investasi kawasan wisata bahari di Pulau Tambelan, Kabupaten Bintan, kepada investor. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bintan akan memberikan insentif, seperti pembebasan pajak hotel dan restoran selama dua tahun.

Hal itu dikatakan Bupati Bintan Ansar, Kamis, di Tanjung Pinang. ”Untuk mengembangkan potensi wisata bahari di Tambelan, pemda memberikan insentif kepada investor yang berminat,” kata Ansar.

Selain pembebasan pajak hotel dan restoran, lanjut Ansar, pemerintah kabupaten menyediakan dan memfasilitasi pembebasan lahan. ”Pemda juga merencana menyediakan tenaga kerja yang dilatih,” ujarnya.

Saat ini, menurut Ansar, sudah ada beberapa investor yang menjajaki peluang investasi di Pulau Tambelan. Misalnya, investor dari Kanada. Ia menambahkan, keunggulan Pulau Tambelan adalah keindahan pantai dan satwa, seperti penyu dan buaya. ”Keindahan laut cocok untuk kegiatan menyelam,” tuturnya.

”Di Pulau Tambelan, juga ada sembilan jenis penyu,” kata Ansar. Selain itu, usaha rumput laut juga berpotensi untuk dikembangkan.

Ia menambahkan, guna mendukung pengembangan kawasan wisata di Pulau Tambelan, diperlukan sarana transportasi berupa bandara untuk pesawat perintis.

Direktur PT Bintan Inti Sukses, badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Bintan, Riza Provita, mengatakan, investor dari Singapura sudah menjalin kerja sama dengan investor lokal untuk mengembangkan kawasan pusat bisnis (central business district/CBD) di Bintan.

Perusahaan dari Singapura yang bekerja sama dengan investor lokal itu kemudian membentuk perusahaan bersama, yaitu Cosmo Bintan Holding Private Limited. (FER)

DJ_Archuleta
June 5th, 2008, 08:30 PM
Bintan hoping to be modern industrial island


Fadli , The Jakarta Post , Bintan

Bintan regency has designated six industrial areas to attract local and foreign investors to accelerate economic development, says Regent Anshar Ahmad.

The six industrial areas comprise Lagoi (23,000 hectares), Lobam (4,000), Lobam Anak (1,600), Bintan Central Business District (6,500), Galang Batang Central Business District (3,750) and Kijang (1,500).

At the regency's recommendation, the central government has offered incentives to investors to develop the Lagoi and Lobam tourist and industrial areas, which have been in existence since the 1990s.

The regency in cooperation with the provincial government is preparing regulations on incentives, including tax holidays.

Each industrial area has its own plans. Kijang is to become a shipyard industrial zone, CBD Bintan a new commercial growth area and Galang Batang and Lobam Anak manufacturing industrial zones.

Anshar said his administration had set up a one-roof service system to serve prospective investors.

"An investor can deal with all matters at a single office," he told The Jakarta Post.

The administration's early preparation of land is an attempt to woo investors, Anshar said, as land issues had been a confusing matter to prospective investors in the past.

"We don't want investors to be bothered by issues concerning land procurement or the land compensation process. Let us prepare the site and they only need to buy it," Anshar said.

Anshar said foreign investors were entitled to extendible ownership rights of 70 years.

He added that the entire permit application process could be completed within 30 to 33 working days, an improvement on 125 days previously. The process will be even quicker if other applications, such as for foreign manpower permits, are submitted to the central government, he added.

"One of our main objectives in attracting investors is to create jobs for the local workforce, because Bintan ranks first in the number of unemployed in Riau Islands province," Anshar said.

Of the 45,980 jobless in Riau Islands, 12,011 of them are in Bintan, with the rest are spread over Karimun, Natuna, Batam, Lingga and Tanjung Pinang.

A 2006 regulation renamed Bintan regency from Riau Islands regency to avoid confusion.

"The name Bintan is already known to foreigners because they are more familiar with Bintan, or Batam, than Riau Islands province," said Anshar.

Six other regencies and cities -- Batam, Natuna, Lingga, Karimun and Tanjung Pinang -- were gradually made into Kepri regency from 1960 to 1983, when the administrative city of Tanjung Pinang and Batam were established.

With a population of 119,237, Bintan, some 10 kilometers east of Batam Island and bordering Singapore, is hoped to compete with the islet state and Johar Baru in Malaysia.

Anshar said Bintan's main sources of income came from the Lagoi tourist area, amounting to Rp 60 billion annually, while the Lobam industrial zone contributed Rp 3 billion from property taxes.

"Batam is too crowded now, so Bintan is expected to be an alternative for investors to set up their businesses," Anshar said.

=NaNdA=
June 8th, 2008, 08:44 AM
ni masuk ga ya?

http://img525.imageshack.us/img525/9881/telukkritingrq1.jpg (http://imageshack.us)
http://img525.imageshack.us/img525/9881/telukkritingrq1.acd52ad6fd.jpg (http://g.imageshack.us/g.php?h=525&i=telukkritingrq1.jpg)

PROJECT: WATER FRONT MASTER PLANNING
AREA: 500 HA
LOCATION: Teluk Kriting - TanjongPinang City ,Bintan
CLIENT:PT.Puria Pakumas - BATAM

DJ_Archuleta
June 8th, 2008, 10:24 AM
^^ hmm sepertinya proyek diatas masuk selama gambarnya diambil dari source
thn 2007-2008 tapi kenapa gw ga prnah ketemu proyek2 bintan from googling :ohno::ohno:

DJ_Archuleta
June 8th, 2008, 02:38 PM
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BLP.jpg


Bintan Leisure Park "Reading The Wilderness"
Project : Recreational Park MasterPlanning
Area : 40 Ha
Location : GUNUNG KIJANG - SOUTH BINTAN,Kepulauan RIAU
Client : Mr.Lee leng sim, PT.Libra Kharisma Alam



Discovery Phase
Keunikan lokasi lahan ini terletak didataran rendah diantara Gunung kijang sebagai latar belakang dan laut sebagai bagian depan, pencapaian ketapak bisa dilakukan dengan 2 cara pencapaian yaitu melalui darat dari kota tanjung pinang atau melalui laut.

Masih rimbunnya formasi hutan mangrove di lahan ini dengan latar belakang gunung kijang yang rimbun dengan hutannya menyebabkan lahan ini sangat ideal untuk dijadikan sebagai kawasan pariwisata di daerah pulau bintan, untuk dapat mencapai ketapak harus melewati bekas pertambangan pasir yang kering dan panas. Terlihat disekitar hanyalah gugusan dataran pasir yang gundul dan banyak lubang-lubang bekas penambangan pasir yang ditumbuhi oleh tanaman perintis sebagai usaha reklamasi pasca tambang.

Lokasi berada di zona peruntukan industri tambang, sehingga tampak lokasi berada diantara tambang pasir dan tambang granit yang merupakan investasi dari penanaman modal asing singapura.


Actual issue
Permasalahan perencanaan lansekap pada proyek ini adalah perencanaan pencapaian ketapak sehingga tidak mengganggu rutinitas pekerjaan tambang dan kondisi tanah yang mempunyai topsoil yang tipis.

Tujuan proyek adalah membangun kawasan pariwisata yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas rekreasi darat; seperti Mini zoo, area camping,mountain hiking,driving range dan rekreasi laut; seperti jet ski,kayak,parasailing, laguna pemancingan serta fasilitas penunjang yaitu penginapan / resort dengan gaya tradisional / kampung dengan penginapan/resort terapung diatas laut serta restoran makanan laut ditepi pantai.
Pengunjung yang diharapkan sebagai penggunan kawasan pariwisata ini adalah golongan ekonomi kecil dan menengah dari penduduk singapura dan malaysia serta penduduk lokal.

Dengan mendepankan kondisi tapak yang berada dekat dengan area konservasi gunung kijang, perencana melakukan pendekatan dengan konsep ”Back To nature”.

Semua letak fasilitas diletakan pada area yang tidak mengganggu kestabilan ekosistem yang telah terbentuk, yang merupakan potensi utama kawasan ini.

Perencanaan proyek Bintan Leisure Park ini dilaksanakan selama 6 bulan hari kerja pada awal tahun 1997. Diakibatkan situasi politik Di indonesia pada sekitar tahun 1998, proyek ini belum rampung hanya baru selesai 60 % dan hingga kini hanya dilakukan pekerjaan pemeliharaan dan hanya dibuka untuk turis lokal penduduk setempat sebagai tempat rekreasi dan camping anak-anak sekolah.

DJ_Archuleta
June 11th, 2008, 07:32 AM
Treasure Bay Bintan, Signing and Groundbreaking Ceremony


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/lagoibay.jpg

Sebanyak 12 investor dari dalam maupun luar negeri, tertarik menanamkan modal dalam proyek Lagoi Bay di Bintan Resort Lagoi. Sebagai wujud keseriusan berinvestasi di Bintan, Jumat (9/5) mereka melakukan signing (penandatanganan) berinvestasi yang dilaksanakan di Nirwana Gardens Resort, Lagoi. Dengan masuknya investor ini, proyek pembangunana Lagoi Bay pun mulai digesa dengan dilakukannya groundbreaking pada malam harinya di Lagoi Bay Village. Proyek Lagoi Bay sendiri dibangun di lahan seluas 1.300 hektare.

Sebagaimana dikutip dari www.batampos.co.id, hadir dalam acara tersebut Gubernur Kepri Ismeth Abdullah, Bupati Bintan Ansar Ahmad, Ketua DPRD Dalmasri Syam, Wakil Presiden Director PT BRC Chin Chow Yoon, serta sejumlah investor. Acara groundbreaking juga dimeriahkan oleh Ruth Sahanaya dan VJ Cathy.

Bersamaan dengan acara groundbreaking yang ditandai penekanan tombol oleh Gubernur, Bupati, Ketua DPRD Bintan dan Chin Chow Yoon, Ismeth menyampaikan perasaan bangga sekaligus memberikan penghargaan terhadap investor yang masuk ke Bintan. Sedangkan Chin menerangkan, masuknya investor ini setidaknya membawa masuk nilai investasi sebanyak 45 juta dolar Singapura.

Bintan Resort sendiri telah mencanangkan hingga tahun 2011 – 2012 bakal ada tambahan 1.000 kamar. Dengan begitu, tahun 2011 optimis angka kunjungan mencapai 1 juta turis.

DJ_Archuleta
June 11th, 2008, 07:36 AM
Treasure Bay Bintan
Developed by Bintan Treasure Bay Pte Ltd, subsidiary of Landmarks Bhd


Treasure Bay is a “water resort city” that is situated within the famed Lagoi area on the island of Bintan, strategically located next to Bintan Bandar Telani Ferry Terminal, the main gateway to Bintan from Singapore.

The project is a creation of islands, landscaped land parcels, waterways and canals designed to accentuate the unique features of Bintan. Consideration is given to visitors and home-owners who have their personal sailboats or pleasure crafts, where they can sail right up to their new home at Treasure Bay.

Landscape features are primary to the vision of Treasure Bay. A combination of soft and hard-scape designs provide for an experience all on its own. Infrastructure planning ensures that sub-developers have access to all amenities, with service roads and utility resources in easy reach.

The layout design provides for maximum exposure for sub-developers, while location is strategic, it is also at the same time flexible to their needs. The larger plots have the potential of providing high-end leisure facilities while smaller plots are more focused and oriented toward medium and high-density residences.

Treasure Bay is unveils a gem to a global market of niche property developers. Transforming 338 hectares into an integrated health, leisure, cultural, residential and commercial real estate opportunity, Treasure Bay will provide an infrastructure of world-standard, supported by the natural unspoilt environment of an island paradise.

The development practices stringent environmental management policies and emphasises on carbon neutralization.

DJ_Archuleta
June 11th, 2008, 07:52 AM
:: Development ::


There are 4 distinct precincts in Treasure Bay that offers immense investment options for developers. Each precinct has a distinct character and unique design element.

The West Key is the gateway to the whole development with the Ferry and Cruise Terminal, Marina, Resort and Luxury Hotel.

The North Islands provides for high-end estates, private villas and bungalows.

The South Side offers theme resorts and parks with a water canals. An Integrated Wellness and Medical Spa is located here.

The East Bay is a mix of resort, retail, commercial and medium to high density residential units. The Town Centre and
Cultural village are located here.

==========================================================


Integrated Wellness and Medical Spa
One of the catalysts for Treasure Bay is an all-encompassing wellness center. The center offers a full range of beauty and health treatments, ranging from traditional to modern therapies. The medical spa plans to house an anti-aging center with dermatological, preventive treatment and diagnosis facilities which will be managed by top health experts in their respective fields.


Luxury Hotel
Next to the Integrated Wellness and Medical Spa will be a luxury hotel which will be managed by one of the most prestigious hotel groups in the world, providing a new meaning to service and exclusivity.


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/devp01.jpg



Cultural Village
Within the East Bay precinct, is a unique Cultural Village that is built on islands resembling the shape of Indonesia. Accessible by water taxis and connected by bridges, the village showcases the ethnic diversity of local culture with performances, handicrafts and traditional food.

Here you will find an enchanting and interactive experience featuring facets of Aceh, Sumatra, Java, Bali, etc.

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/devp02.jpg



iTown Centre
As with any bustling destination, an entertainment, dining and retail hub will be located at Treasure Bay’s town center. Specialty shops and international cuisine provide an exciting and fun ambience, supported by impromptu live musical street performances.

A main street or boulevard will host regular festival-like processions inspired by Mardi Gras and Rio carnivals, Disneyland marches. Street parties at Treasure Bay will reinforce the destination as a Fun and Exciting Place with great variety. Part of the Town Centre provides strategically located parcels for high density.

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/devp03.jpg


Water Canal
Running alongside the promenade is the Water Canal, a 4km water canal which will be the main thoroughfare for water taxis and romantic mini cruises.

Marina
A marina is located at the entrance of Treasure Bay and will be able to provide 50 berths for pleasure crafts and yachts of up to 100 feet in length.

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/devp04.jpg




Residential
There are a number of parcels available for the development of high-end villas as well as medium and high density apartments.

High End Villas
Parcels of land the development of villas are located in the North Islands. The villas have a superb frontage and are all lagoon-facing. Owners have the luxury of berthing their boats in front of their villa homes.
Medium & High density Apartments
Several lots have been reserved for the building of medium and high density apartments. These lots are located in the Town Centre, which provides convenient access to shopping, dining and entertainment areas.

Medium & High density Apartments
Several lots have been reserved for the building of medium and high density apartments. These lots are located in the Town Centre, which provides convenient access to shopping, dining and entertainment areas.

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/residential.jpg


Theme Resorts/Hotels
There are 5 large parcels of land allocated for the development of Theme Resorts/Hotels. Each parcel will have a distinct design attribute, plus special attractions or theme parks to give life to the experience. Developers are required to submit theme proposals to the Master Developer for strategy discussions.

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/themeresort.jpg


Retail
The Treasure Bay Town Centre on the east will be a hive of activity with a myriad of shops, eateries, kiosks, entertainment and other elements to contain a bustling commercial precinct.

The Town Centre will have streets with different Asian designs and store facades.
A Piazza will front the area, which will connect to the Promenade. This location will host impromptu street performances and live outdoor concerts.

Little pockets of parks will provide relief for visitors and to take in the festival-like atmosphere of this thriving site.

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/retail.jpg

Sony Sjklw
June 11th, 2008, 08:02 AM
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BLP.jpg


Bintan Leisure Park "Reading The Wilderness"
Project : Recreational Park MasterPlanning
Area : 40 Ha
Location : GUNUNG KIJANG - SOUTH BINTAN,Kepulauan RIAU
Client : Mr.Lee leng sim, PT.Libra Kharisma Alam



Discovery Phase
Keunikan lokasi lahan ini terletak didataran rendah diantara Gunung kijang sebagai latar belakang dan laut sebagai bagian depan, pencapaian ketapak bisa dilakukan dengan 2 cara pencapaian yaitu melalui darat dari kota tanjung pinang atau melalui laut.

Masih rimbunnya formasi hutan mangrove di lahan ini dengan latar belakang gunung kijang yang rimbun dengan hutannya menyebabkan lahan ini sangat ideal untuk dijadikan sebagai kawasan pariwisata di daerah pulau bintan, untuk dapat mencapai ketapak harus melewati bekas pertambangan pasir yang kering dan panas. Terlihat disekitar hanyalah gugusan dataran pasir yang gundul dan banyak lubang-lubang bekas penambangan pasir yang ditumbuhi oleh tanaman perintis sebagai usaha reklamasi pasca tambang.

Lokasi berada di zona peruntukan industri tambang, sehingga tampak lokasi berada diantara tambang pasir dan tambang granit yang merupakan investasi dari penanaman modal asing singapura.


Actual issue
Permasalahan perencanaan lansekap pada proyek ini adalah perencanaan pencapaian ketapak sehingga tidak mengganggu rutinitas pekerjaan tambang dan kondisi tanah yang mempunyai topsoil yang tipis.

Tujuan proyek adalah membangun kawasan pariwisata yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas rekreasi darat; seperti Mini zoo, area camping,mountain hiking,driving range dan rekreasi laut; seperti jet ski,kayak,parasailing, laguna pemancingan serta fasilitas penunjang yaitu penginapan / resort dengan gaya tradisional / kampung dengan penginapan/resort terapung diatas laut serta restoran makanan laut ditepi pantai.
Pengunjung yang diharapkan sebagai penggunan kawasan pariwisata ini adalah golongan ekonomi kecil dan menengah dari penduduk singapura dan malaysia serta penduduk lokal.

Dengan mendepankan kondisi tapak yang berada dekat dengan area konservasi gunung kijang, perencana melakukan pendekatan dengan konsep ”Back To nature”.

Semua letak fasilitas diletakan pada area yang tidak mengganggu kestabilan ekosistem yang telah terbentuk, yang merupakan potensi utama kawasan ini.

Perencanaan proyek Bintan Leisure Park ini dilaksanakan selama 6 bulan hari kerja pada awal tahun 1997. Diakibatkan situasi politik Di indonesia pada sekitar tahun 1998, proyek ini belum rampung hanya baru selesai 60 % dan hingga kini hanya dilakukan pekerjaan pemeliharaan dan hanya dibuka untuk turis lokal penduduk setempat sebagai tempat rekreasi dan camping anak-anak sekolah.

^^ udah dibangun ngak

DJ_Archuleta
June 12th, 2008, 07:04 AM
^^ proyek ini belum rampung hanya baru selesai 60 % dan hingga kini hanya dilakukan pekerjaan pemeliharaan dan hanya dibuka untuk turis lokal penduduk setempat sebagai tempat rekreasi dan camping anak-anak sekolah.

DJ_Archuleta
June 16th, 2008, 11:16 AM
Pembangunan Casino Bintan Masih Berlanjut

Senin, 16 Juni 2008 | 14:13:21

Bintan (BCZ) Indonesia kemungkinan akan mempunyai satu-satunya pusat perjudian yang sah, yang kemungkinannya akan dibangun di Bintan.
Hal ini kemungkinan akan segera terealisasi jika proposal pembangunan dari Landmark, sebuah kontraktor dari Malaysia yang diserahkan kepada pemerintah Indonesia pada awal tahun ini disetujui.

“Pembangunan dan ijin pengadaan casino legal pertama di Indonesia ini masih dalam perdebatan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah daerah Bintan,” ujar Bupati Bintan Ansar Ahmad.

“Secara hukum perjudian itu bertentangan dengan undang-undang kecuali hal tersebut mendapat persetujuan dari pemerintah. Hingga kini masih terdapat sedikit kerancuan tentang ijin tersebut, apakah harus dari pemerintah pusat ataukah cukup dari pemerintah daerah,” ujar Ansar

“Bagi kami, selama pembangunan ini masih mendapat persetujuan dari pemerintah pusat, maka akan tetap kami kembangkan. Untuk saat ini masih ada sedikit kendala dari Departemen Agama yang tetap menolak pembangunan casino ini, namun kami akan memberikan penjelasan bahwa casino ini hanya dikhususkan bagi orang asing dan orang-orang tertentu saja dan kemungkinan akan dikenakan tarif masuk yang sangat tinggi hingga hanya segelintir orang saja yang dapat memiliki akses untuk memasuki tempat ini,” tambahnya.

Pembangunan Casino ini hanyalah sebuah proyek kecil dari sebuah proyek pembangunan resort terpadu yang hendak dibangun oleh Landmark. Pembangunan resort terpadu ini diperkirakan akan memakan biaya sebesar US$3,1 Milyar (Rp29 Trilyun) di atas lahan seluar 338 ha.

DJ_Archuleta
June 17th, 2008, 07:29 AM
Ayin Seret Adnan Buyung


Selasa, 17 Juni 2008|08:23:48WIB
Kasus suap Artalyta alias Ayin sebesar 660 ribu dolar AS kepada jaksa kasus BLBI Sjamsul Nursalim, Urip Tri Gunawan, memang luar biasa. Tak hanya menyeret sejumlah pejabat tinggi Kejaksaan Agung.

Namun, perkembangan terakhir mulai melibatkan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution. Sebelumnya, Buyung pernah tercatat sebagai kuasa hukum Sjamsul dalam kasus BLBI Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).


Nama Buyung disebut-sebut dalam sidang lanjutan kasus Ayin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, kemarin (16/6). Anggota majelis hakim Andi Bachtiar menanyakan kepada saksi Erry Hartiawan apakah surat sakit Sjamsul atas persetujuan Buyung. ‘’Sejak diangkat jadi Wantimpres, beliau harus cuti,’’ ujar Erry.

Sejak aktif di Wantimpres, lanjut Erry, Buyung tak lagi mengurus Sjamsul sehingga tidak tahu-menahu soal surat sakit tersebut.

Tak puas, Andi Bachtiar lantas mengorek-orek hubungan Ayin-Buyung, khususnya soal surat sakit yang menjelaskan Sjamsul dirawat di Singapura. Menurut Andi, ada bukti bahwa sebelum surat dibuat, Ayin berkonsultasi dengan Buyung. ”Itu yang saya lupa. Setelah dapat (informasi, red) dari Urip, saya tanya pada Kemas,’’ jawab Ayin.

Andi yang hakim ad hoc pun membeberkan transkrip rekaman percakapan Ayin-Buyung yang gagal diputar di persidangan karena pengacara Ayin, O.C. Kaligis, berkali-kali mengajukan keberatan. ‘’Namanya verifikasi data, boleh datang boleh tidak,’’ kata Andi menirukan perkataan Buyung kepada Ayin, dengan logat Makassar kental.

Andi yang mantan pengacara itu mempermasalahkan kop Adnan Buyung Nasution and Partners (ABNP) yang jadi kop surat sakit Sjamsul. ‘’Waktu saya pindah dari Makassar, papan nama saya cabut untuk menghindari benturan kepentingan. Bagaimana bisa ABN yang pejabat negara menjadi pengacara (Sjamsul) melawan negaranya sendiri,’’ ujar Andi.

Erry mengungkapkan, meski berkop ABNP, surat tersebut ditandatanganinya dan Maqdir Ismail. Sjamsul, lanjut Erry, secara faktual sedang sakit berdasar kepercayaan antara lawyer dan kliennya. Setahu dia, perkembangan terakhir bahwa Sjamsul sakit pada 2002. ‘’Faktanya bagaimana? Apa kalau dia (Sjamsul) jalan-jalan, saksi tahu?’’ tanya anggota majelis hakim Ugo.

Erry lantas menjelaskan hubungan terakhir dengan Sjamsul yang terjadi 4 Maret lalu atau dua hari setelah penangkapan Ayin. Itu pun diperantarai kerabat dekat Sjamsul. Mereka bertemu malam di rumah Simprugÿbersama kuasa hukum Sjamsul yang lain Maqdir Ismail dan para pembantu rumah tangga untuk membahas apa yang terjadi.

Kuasa hukum Sjamsul, Maqdir Ismail, mengaku mendapat perintah membuat surat sakit langsung dari Sjamsul. Tanpa medical record, Maqdir mengiyakan alasan kliennya.

Buyung membenarkan adanya surat berkop Kantor Pengacara ABNP yang berisi pemberitahuan bahwa Sjamsul tidak bisa memenuhi panggilan penyelidik Kejaksaan Agung. ‘’Tapi, bukan saya yang membuat. Itu dibuat dan ditandatangani Maqdir (Maqdir Ismail). Sejak jadi Wantimpres, Abang (Adnan Buyung, red) sudah tidak lagi pegang perkara Nursalim,’’ kata Adnan Buyung saat dihubungi kemarin.

Buyung mengaku sudah mengecek ke Maqdir soal surat yang ditanyakan hakim dalam persidangan kasus dugaan suap Artalyta Suryani itu. ‘’Yang ditelepon Nursalim waktu itu Maqdir. Dia juga yang berinisiatif membuat surat tersebut,’’ katanya. ‘’Maqdir memang ketua tim pembela Nursalim,’’ tambahnya.

Secara etika, kata Buyung, surat berkop itu tidak menjadi masalah. Kalaupun saat ini Maqdir punya kantor pengacara sendiri, tidak berarti dia tidak bisa meminta bantuan ke kantor pengacara lain. ‘’Karena kode etik advokat harus membantu kolega yang memerlukan bantuan. Termasuk klien lama, kalau perlu bantuan, wajib diberi bantuan,’’ katanya.

Buyung juga berkeras meski menjadi pejabat negara, aktifnya kantor pengacara Adnan Buyung and partner tidak menyalahi aturan. Yang terpenting, kata Buyung, dirinya tidak lagi aktif di kantor tersebut.

Hendarman Menolak Mundur

Kejagung langsung tancap gas terkait perkembangan terbaru kasus suap Ayin. Tim pemeriksa kemarin (16/6) mulai memeriksa tiga di antara 11 jaksa yang diduga terlibat skenario ‘’penyelamatan’’ dengan cara menangkap Ayin sebelum penangkapan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tiga jaksa tersebut berinisial FH, K, dan SL. Menurut sumber JPNN, mereka adalah Faried Hariyanto, Kuntadi, Sidik Latuconsina, dan sejumlah jaksa lain. JAM Intelijen Wisnu Subroto yang menugasi tiga jaksa tersebut belum diperiksa.
Dua pejabat yang berkomunikasi intim dengan Ayin, JAM Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Untung Udji Santoso serta mantan JAM Pidana Khusus (Pidsus) Kemas Yahya Rahman, juga belum tersentuh. Mereka rencananya baru diperiksa mulai hari ini, Selasa (17/6).

Ditemui terpisah, Jaksa Agung Hendarman Supandji membantah tudingan bahwa dirinya melindungi bawahan yang diduga terlibat kasus Ayin. Dia juga menolak disebut lambat dalam menyikapi kasus di internal korps Adhyaksa itu. Ia juga tak menghiraukan desakan beberapa pihak yang memintanya mundur. Sebab, dia merasa berada di luar masalah yang kini sedang disorot publik itu. ***

yudibali2008
June 17th, 2008, 09:58 AM
Ayin Seret Adnan Buyung


Selasa, 17 Juni 2008|08:23:48WIB
Kasus suap Artalyta alias Ayin sebesar 660 ribu dolar AS kepada jaksa kasus BLBI Sjamsul Nursalim, Urip Tri Gunawan, memang luar biasa. Tak hanya menyeret sejumlah pejabat tinggi Kejaksaan Agung.

Namun, perkembangan terakhir mulai melibatkan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Adnan Buyung Nasution. Sebelumnya, Buyung pernah tercatat sebagai kuasa hukum Sjamsul dalam kasus BLBI Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).


Nama Buyung disebut-sebut dalam sidang lanjutan kasus Ayin di Pengadilan Tipikor, Jakarta, kemarin (16/6). Anggota majelis hakim Andi Bachtiar menanyakan kepada saksi Erry Hartiawan apakah surat sakit Sjamsul atas persetujuan Buyung. ‘’Sejak diangkat jadi Wantimpres, beliau harus cuti,’’ ujar Erry.

Sejak aktif di Wantimpres, lanjut Erry, Buyung tak lagi mengurus Sjamsul sehingga tidak tahu-menahu soal surat sakit tersebut.

Tak puas, Andi Bachtiar lantas mengorek-orek hubungan Ayin-Buyung, khususnya soal surat sakit yang menjelaskan Sjamsul dirawat di Singapura. Menurut Andi, ada bukti bahwa sebelum surat dibuat, Ayin berkonsultasi dengan Buyung. ”Itu yang saya lupa. Setelah dapat (informasi, red) dari Urip, saya tanya pada Kemas,’’ jawab Ayin.

Andi yang hakim ad hoc pun membeberkan transkrip rekaman percakapan Ayin-Buyung yang gagal diputar di persidangan karena pengacara Ayin, O.C. Kaligis, berkali-kali mengajukan keberatan. ‘’Namanya verifikasi data, boleh datang boleh tidak,’’ kata Andi menirukan perkataan Buyung kepada Ayin, dengan logat Makassar kental.

Andi yang mantan pengacara itu mempermasalahkan kop Adnan Buyung Nasution and Partners (ABNP) yang jadi kop surat sakit Sjamsul. ‘’Waktu saya pindah dari Makassar, papan nama saya cabut untuk menghindari benturan kepentingan. Bagaimana bisa ABN yang pejabat negara menjadi pengacara (Sjamsul) melawan negaranya sendiri,’’ ujar Andi.

Erry mengungkapkan, meski berkop ABNP, surat tersebut ditandatanganinya dan Maqdir Ismail. Sjamsul, lanjut Erry, secara faktual sedang sakit berdasar kepercayaan antara lawyer dan kliennya. Setahu dia, perkembangan terakhir bahwa Sjamsul sakit pada 2002. ‘’Faktanya bagaimana? Apa kalau dia (Sjamsul) jalan-jalan, saksi tahu?’’ tanya anggota majelis hakim Ugo.

Erry lantas menjelaskan hubungan terakhir dengan Sjamsul yang terjadi 4 Maret lalu atau dua hari setelah penangkapan Ayin. Itu pun diperantarai kerabat dekat Sjamsul. Mereka bertemu malam di rumah Simprugÿbersama kuasa hukum Sjamsul yang lain Maqdir Ismail dan para pembantu rumah tangga untuk membahas apa yang terjadi.

Kuasa hukum Sjamsul, Maqdir Ismail, mengaku mendapat perintah membuat surat sakit langsung dari Sjamsul. Tanpa medical record, Maqdir mengiyakan alasan kliennya.

Buyung membenarkan adanya surat berkop Kantor Pengacara ABNP yang berisi pemberitahuan bahwa Sjamsul tidak bisa memenuhi panggilan penyelidik Kejaksaan Agung. ‘’Tapi, bukan saya yang membuat. Itu dibuat dan ditandatangani Maqdir (Maqdir Ismail). Sejak jadi Wantimpres, Abang (Adnan Buyung, red) sudah tidak lagi pegang perkara Nursalim,’’ kata Adnan Buyung saat dihubungi kemarin.

Buyung mengaku sudah mengecek ke Maqdir soal surat yang ditanyakan hakim dalam persidangan kasus dugaan suap Artalyta Suryani itu. ‘’Yang ditelepon Nursalim waktu itu Maqdir. Dia juga yang berinisiatif membuat surat tersebut,’’ katanya. ‘’Maqdir memang ketua tim pembela Nursalim,’’ tambahnya.

Secara etika, kata Buyung, surat berkop itu tidak menjadi masalah. Kalaupun saat ini Maqdir punya kantor pengacara sendiri, tidak berarti dia tidak bisa meminta bantuan ke kantor pengacara lain. ‘’Karena kode etik advokat harus membantu kolega yang memerlukan bantuan. Termasuk klien lama, kalau perlu bantuan, wajib diberi bantuan,’’ katanya.

Buyung juga berkeras meski menjadi pejabat negara, aktifnya kantor pengacara Adnan Buyung and partner tidak menyalahi aturan. Yang terpenting, kata Buyung, dirinya tidak lagi aktif di kantor tersebut.

Hendarman Menolak Mundur

Kejagung langsung tancap gas terkait perkembangan terbaru kasus suap Ayin. Tim pemeriksa kemarin (16/6) mulai memeriksa tiga di antara 11 jaksa yang diduga terlibat skenario ‘’penyelamatan’’ dengan cara menangkap Ayin sebelum penangkapan oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tiga jaksa tersebut berinisial FH, K, dan SL. Menurut sumber JPNN, mereka adalah Faried Hariyanto, Kuntadi, Sidik Latuconsina, dan sejumlah jaksa lain. JAM Intelijen Wisnu Subroto yang menugasi tiga jaksa tersebut belum diperiksa.
Dua pejabat yang berkomunikasi intim dengan Ayin, JAM Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Untung Udji Santoso serta mantan JAM Pidana Khusus (Pidsus) Kemas Yahya Rahman, juga belum tersentuh. Mereka rencananya baru diperiksa mulai hari ini, Selasa (17/6).

Ditemui terpisah, Jaksa Agung Hendarman Supandji membantah tudingan bahwa dirinya melindungi bawahan yang diduga terlibat kasus Ayin. Dia juga menolak disebut lambat dalam menyikapi kasus di internal korps Adhyaksa itu. Ia juga tak menghiraukan desakan beberapa pihak yang memintanya mundur. Sebab, dia merasa berada di luar masalah yang kini sedang disorot publik itu. ***



cape d :fiddle: seperti kata gusdur "gitu aja kok repot" :D

DJ_Archuleta
June 18th, 2008, 08:33 AM
'Tak Ada Lagi Fasilitas Kumuh'

Rabu, 18 Juni 2008 | 11:00:12
Tanjungpinang (BCZ) Gubkepri Ismeth Abdullah telah meresmikan 12 proyek fisik yang bersumber dari APBD 2007 di Kota Tanjungpinang yang terdiri dari 11 proyek sarana pendidikan dan satu terminal angkutan kota.
Menurut Gubkepri, Ismeth Abdullah ada tiga hal yang menunjang mutu pendidikan, guru, sarana, dan sistem pendidikan. “Ketiganya harus ada dan harus berkualitas,” kata Ismeth.

Ismeth berharap tahun depan sudah tidak ada lagi sarana pendidikan yang kumuh dan rusak dan menitipkan nasib pendidikan pada guru-guru serta menganjurkan untuk setiap guru jangan ada lagi yang nyambi.

Di antara proyek-proyek yang diresmikan adalah pembangunan gedung serba guna SMPN 4, ruang serba guna dan majelis guru SMPN 1. Labor bahasa SMKN 3, pembangunan 3 RKB SMAN 4, renovasi ruang kepala sekolah, TU dan majelis guru SMA Muhamadiah.

Pembangunan SMKN 4, pembangunan pagar dan batu miring SMA PGRI, revitalisasi ruang serba guna SMAN I, pembangunan RKB STISIPOL, pembangunan RKB STAI Miftahul Ulum dan pembangunan SLB N. Kemudian terminal angkutan umum semuanya berada di Tanjungpinang dan menghabiskan dana sebesar Rp13,3 miliar.

Wako Tanjungpinang menyinggung hasil UN yang menempatkan kota Tanjungpinang di posisi ke-2 dari bawah. “Walaupun di posisi ke-5 tapi posisinya naik dari tahun lalu, ‘’ katanya.

DJ_Archuleta
June 18th, 2008, 08:36 AM
Pemprov Kepri Minta Semua Pihak Bersabar

Rabu, 18 Juni 2008 | 08:57:09
Terkait Pembangunan RSUD yang Molor
TANJUNGPINANG - Asisten Tata Praja Setdaprov Kepri, Tengku Mukhtaruddin mengatakan Pemprov Kepri serius membangun RSUD Kepri. Pembangunan sekaligus untuk mendukung pusat pemerintahan Provinsi Kepri di Pulau Dompak yang saat ini tengah berjalan.

Mukhtaruddin mengharapkan karena pembangunan telah disetujui DPRD Provinsi Kepri dengan alokasi anggaran APBD Tahun 2007, diharap semua pihak bersabar dan berikan pihak terkait di lapangan melakukan pengerjaan.

Persiapan pembangunan RSUD yang berlokasi di Batu 8 arah Tanjunguban ini, telah lama. Kala itu, katanya pejabat Biro Pemerintahan Pemprov Kepri masih dipegang Raja Ariza yang saat ini menjabat Kepala Biro Umum Setdaprov Kepri. Proses penetapan lokasi katanya telah melalui survei dan uji kelayakan diakui secara nasional.

Awalnya, ada 7 lokasi yang disurvei. Lokasi tersebut meliputi eks Terminal Batu 7 jalan Kijang Lama Tanjungpinang dengan lahan seluas lebih kurang 2 Hektar. Lokasi lainnya, depan eks terminal Batu 7 seluas lebih kurang 3 hektar. Survei lain, adalah lahan milik Effendy atau Tie Hwa yang berada di KM 13 arah Tanjunguban seluas lebih kurang 2,7 hektar.

Ada pula, survei ke lahan sekitar lokasi milik Effendy, seluas lebih kurang 15 hektar. Lahan ini dimiliki beberapa orang pemilik. ‘’Seterusnya, Pemprov kala itu juga survei lahan milik Herman Tanujaya dan Lahan Said Jalil cs di KM 8 Sei carang seluas lebih kurang 5 Hektar. Akhirnya, setelah dikaji dan dianalisa, Pemprov menetapkan lahan Herman Tanujaya, said Ali dan beberapa pemilik lain. Gubernur Kepri pun kala itu telah meninjau lahan ini,’’ujar Tengku Mukhtaruddin didampingi Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Kepri, Reni, di kantor Gubernur, kemarin.

Setelah lokasi lahan disepakati, kemudian Pemprov Kepri melakukan penawaran lahan. Masing-masing lahan pemilik katanya, ditawar sesuai keadaan yang berlaku saat itu. Semua dokumen kepemilikan adalah berstatus hak milik. Setelah tawar menawar harga, akhirnya disepkati ada lahan yang ditawar Rp145 ribu permeter kubik, dan Rp125 Ribu permeter kubik. Harga ini katanya meliputi lahan harus dimatangkan dan siap dibangun. Pemilik lahan menyetujui.

‘’Setelah semua selesai dengan pemilik lahan, akhirnya proses pembangunan diresmikan oleh Gubernur Kepri. Artinya, tak ada permasalahan lagi karena pemilik lahan telah menyepakati,’’ujar Mukhtaruddin.

Belakangan, beberapa anggota DPRD Provinsi Kepri, kembali mempertanyakan pembangunan RSUD Kepri. Bagi pemprov katanya hal tersebut tak dipermasalahkan. Namun, Mukhtaruddin memberi pemahaman, sebelum proses pembangunan, pemilik lahan, pemprov dan DPRD Kepri telah menyetujui.

‘’Karena itu, kita berharap, karena pembangunan RSUD Kepri ini bertujuan untuk kepentingan umum bidang pelayanan kesehatan, mari kita bersama mendukung pembangunan dan kehadirannya,’’pungkasnya.

AceN
June 24th, 2008, 01:28 AM
Indonesia’s Bintan set to become tourism mecca

Indonesia’s Bintan island is set to receive a major face-lift after a company from the Malaysian-owned Genting group revealed plans which will see the island transformed into an integrated tourism hub over the next eight years.

According to reports, the company will turn Bintan into medical tourism destination and an IT based gaming centre. However, it is not yet clear whether an Internet gaming aspect will be incorporated into the development.

The final ’Treasure Bay’ development, which will be built on a 342 ha site on Bintan’s Lagoi area, will include 745 luxury villa sites with boat berthing facilities, 1,700 marinas as well as a range of hillside condominiums. A casino for the general public, a six-star hotel, shops and a wellness centre will also feature. The project is expected to cost in the region of US$1.5 billion.

However the scope and nature of the development has not yet been fully settled, and an Indonesian official in charge of planning on Bintan has called into question the legality of constructing and operating a casino and gaming complex as part of the development. The official was quoted by eTN Asia as saying, “It was rejected a long time ago. Indonesia has tough anti-gambling laws.”

Bintan is the largest of the 3,200 islands in the Riau archipelago and sits just an hour’s boat journey south of Singapore. The northern coast of the island, which boasts tropical forests and a number of white-sand beaches, was signed over under lease by the Indonesian government to Singapore which is currently developing the ’Bintan Resort’ region as a holiday destination for Singaporeans.

The Treasure Bay project indicates that the rest of Bintan could soon become Indonesia’s ’pleasure island’ and even compete directly with another of Genting’s leisure development projects, the integrated resort-cum casino project on Sentosa island in Singapore.

source : www.property-report.com

novian
September 22nd, 2008, 03:11 PM
http://farm4.static.flickr.com/3061/2882086362_143509f6db.jpg?v=0

http://farm4.static.flickr.com/3170/2882086366_dab542437d.jpg?v=0


sumber :http://daycass-gallery.blogspot.com/search/label/Sports%20Center%20Stadium

rilham2new
September 22nd, 2008, 11:22 PM
^^ Gambar dari BLOGSPOT gak bisa di-LINK langsung di sini :nuts:

novian
September 23rd, 2008, 01:10 PM
http://farm4.static.flickr.com/3235/2882102602_f5ffa4abfc.jpg?v=0

novian
September 23rd, 2008, 01:14 PM
http://farm4.static.flickr.com/3243/2882102606_e7d8b1b610.jpg?v=0

DJ_Archuleta
September 23rd, 2008, 03:07 PM
Bintan Miliki Lima Pelsus FTZ

Sabtu, 20 September 2008 | 09:20:06
Hasil Rapat DK dan BPK Bintan
TANJUNGPINANG - Hasil rapat Dewan Kawasan (DK) FTZ dengan Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Bintan menetapkan lima pelabuhan khusus (pelsus) yang dijadikan jalur resmi pintu keluar masuk barang di wilayah Bintan saat Free Trade Zone (FTZ) berlaku. Pembahasan masalah pelabuhan ini dilangsungkan Jumat (19/9) di Hotel Pelangi, Tanjungpinang.
Menurut Sekretaris DK, Jon Arizal, lima pelabuhan tersebut meliputi dua pelabuhan barang dan tiga pelabuhan penumpang. Pelabuhan barang itu antara lain, Pelabuhan Sri Bintan Kijang dan Pelabuhan Sri Udana Lobam. Sementara untuk pelabuhan penumpang di antaranya, Pelabuhan Bintan Telani Lagoi, Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban, serta Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang.

Selain lima pelabuhan yang telah ditetapkan itu, pelabuhan lainnya dinyatakan sebagai pelabuhan ilegal untuk proses keluar masuk barang saat berlakunya FTZ. ”Kami juga membahas tentang barang apa saja yang diatur tata niaga impornya. Ada dua puluh item barang,” kata Arizal usai rapat, Jumat (19/9).

Sebanyak 20 barang tersebut antara lain, gula, beras, garam, cengkeh, nitro cellulose, bahan peledak, prekursor, pelumas, cakram optik, tekstil dan produk tekstil, keramik, bahan perusak ozon, intan kasar, minuman beralkohol, plastik, sakarin, perkakas tangan, mesin dan peralatan mesin, fotokopi berwarna. “Semuanya harus sesuai kuota dan kebutuhan,” tambahnya.

Jon Arizal menjelaskan, sesuai keputusan DK nomor 04/DK/VIII/2008, tertanggal 23 Agustus 2008, BPK Bintan dibagi menjadi dua struktur. Satu struktur kepemimpinan wilayah kabupaten Bintan dan satu lagi stuktur wilayah Kota Tanjungpinang.

Untuk BPK Kabupaten Bintan dikepalai Junisman dan wakilnya Wan Rudi Iskandar. Untuk BPK Tanjungpinang sendiri ketuanya adalah Raja Izharuddin dan Herman selaku wakil ketua. Dengan masing-masingnya empat orang anggota. Disamping itu, dengan telah dibentuknya personel BPK Bintan, Arizal mentargetkan tiga bulan kedepan implementasi FTZ untuk wilayah Bintan dapat di laksanakan.

Ditambahkannya lagi, dengan berlakunya FTZ di tiga kawasan Batam, Bintan dan Karimun, target satu miliar dolar AS, dan 20 ribu tenaga kerja dapat diserap setiap tahunnya. “Salah satu contoh, PT Saipem yang mampu menyerap lima ribu tenaga kerja,” lanjutnya. Untuk saat ini saja, jumlah investor sebanyak 1.600. “Terdiri dari 1.200 PMA dan 200 PMDN,” tukasnya. Dengan nilai investor sekitar 10 miliar dolar As setiap tahunnya.


Pelabuhan Lobam Siap Sambut FTZ

Ditunjuknya Pelabuhan Lobam menjadi pelabuhan bebas mendapatkan dukungan dari Ketua Apindo Bintan, Jamin Hidajat. Jamin menilai, pelabuhan Lobam yang berstandar internasional sangat representative bila dijadikan pelabuhan umum bebas.

Jamin, yang dijumpai wartawan, Kamis (18/9) usai menggelar acara buka puasa bersama menyampaikan dukungan atas rencana penggunaan pelabuhan Lobam sebagai pelabuhan umum bebas . Namun, perlu dibahas juga apakah penggunaan pelabuhan tersebut bersifat sementara atau dalam jangka panjang.

Selain itu, secara administrasi, pelabuhan yang ada di Lobam merupakan pelabuhan khusus yang ada di dalam kawasan Bonded. Bila digunakan untuk pelabuhan umum, tentu harus ada merubah status dari pelabuhan khusus ke pelabuhan umum.

Permasalahannya, kata Jamin, bila merubah status pelabuhan khusus ke pelabuhan umum apakah tidak bertentangan atau bertabarakan dengan peraturan tentang pelabuhan khusus tadi. “Ini perlu dilakukan pengkajian agar tak bertentangan dengan aturan tadi,” jelas Jamin.
Meskipun begitu, Jamin menegaskan bila pelabuhan Lobam dibuka untuk pelabuhan umum sarana dan prasarananya sudah sangat mendukung. Demikian juga pelayanan yang ada di pelabuhan ini juga telah diberlakukan pelayanan satu atap yang sangat mempercepat arus lalu lintas barang di dalam pelabuhan.

Tidak hanya itu, pelabuhan Lobam merupakan pelabuhan Lobam ini fasilitas pelayanannya telah memiliki ISPS Code atau berstandar internasional. Pelabuhan yang berstandar internasional di Bintan ini baru ada dua selain di Lobam juga di Lagoi.

Karena pelayannya sudah bertaraf internasional tadi, maka pelabuhan Lobam ini sudah memenuhi untuk dijadikan pelabuhan umum guna mendukung pelaksanaan FTZ di Bintan. Meskipun dengan statusnya yang bertaraf internasional, Jamin menyampaikan pelabuhan Lobam belum begitu sibuk.

Padahal, pelabuhan bertaraf internasional semestinya bisa digunakan selam 24 jam. Sedangkan di Lobam untuk bongkar muat satu hari hanya berlangsung empat kali dan jadwal ferry penumpang dengan tujuan Singapura Lobam satu hari beroperasi hanya dua kali.

Mengingat masih banyak kelonggaran waktu tadi, maka pelabuhan Lobam masih dimungkinkan untuk digunakan sebagai pelabuhan bebas. Tapi, bila untuk jangka panjang pelabuhan yang sekarang tidak bisa menampung operasional bila digunakan sebagai pelabuhan bebas.
Untuk mengantisipasi perkembangan tadi, Jamin menerangkan kalau PT BIIE Lobam dalam hal ini memiliki master plan melebarkan pembangunan pelabuhan umum internasional ke arah desa Busung.

Mengenai keberadaan pusat pelayanan satu atap atau One Stop Service, Jamin berharap dekat , karena akan mempermudah pelayanan. Untuk one stop service Bintan, Jamin berharap tidak ditempatkan di Tanjungpinang melainkan di sekitar pulau Bintan.

Bila diposisikan di Tanjungpinang, pengurusan perizinan dinilai relative jauh. Ia menilai, semakin dekat posisi pelayanan satu atap akan semakin baik. Meskipun begitu, pihaknya tak menapikan bicara Bintan tentu juga menyangkut pelayanan bagi pengusaha di Kijang, sehingga sangat ideal kalau kantor pelayanan tadi berada di tengah pulau Bintan. (cnt)

DJ_Archuleta
October 8th, 2008, 02:16 PM
Wisatawan Domestik ke Bintan Meningkat
Rabu, 08 Oktober 2008

TANJUNGUBAN (BP) — Tren kunjungan wisatawan domestik terutama dari Jakarta ke Bintan terus mengalami kenaikan. Untuk menarik lebih banyak lagi wisatawan domestik asal Jakarta ini, Dinas Pariwisata Bintan bekerjasama dengan resort yang ada di Bintan bakal menggelar roadshow ke ibukota negara tersebut.

”Tujuan roadshow ini untuk promosi dan memasarkan potensi pariwisata yang ada di Bintan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Khazalik kepada Batam Pos, Selasa (7/10).

Adapun roadshow ke Jakarta ini rencananya dilakukan selama dua hari yaitu mulai tanggal 21 Oktober ini. Khazalik meniilai, wisatawan domestik terutama dari Jakarta ini masih potensial untuk meningkatkan angka kunjungan ke pariwisaya di Bintan.

Untuk pemasaran sendiri, akan dilakukan oleh resort-resort yang ada di Bintan. Mereka (resort, red) selama roadshow dipersilakan memasarkan produk-produk unggulan yang dimiliki masing-masing.

Khazalik yakin, wisatawan domestik yang berkunjung ke Bintan bakal mengalami peningkatan. Dibukanya rute penerbangan Jakarta - Tanjungpinang sehari dua kali, plus jalan lintas Barat sudah selesai dibangun, dinilai sangat menguntungkan pariwisata Bintan. Akses ke daerah ini makin mudah dijangkau.

Berbeda sebelum dibukanya rute penerbangan Jakarta - Tanjungpinang dan belum dibukanya jalan lintas Barat. Wisatawan domestik sulit menuju ke tempat pariwisata Bintan. Ditambah lagi, resort yang ada di Bintan sudah membuka travel agen pemasaran di Jakarta. (cnt)

DJ_Archuleta
October 23rd, 2008, 07:27 PM
Investor Akan Segera Bangun Central Business Distrik


Masih Tunggu Izin Prinsip

Pihak investor terus menunggu turunnya izin prinsip proses pelepasan kawasan hutan lindung ibukota Bintan di Desa Bintan Buyu. Izin prinsip akan menjadi acuan investor untuk mengganti rugi lahan masyarakat yang akan dikembangkan menjadi kawasan ekonomi, atau central bussines distrik (CDB).

”Sebelum proses foto satelit dan pengukuran lahan, kita lagi menunggu turunnya izin prinsip dari Menteri Kehutanan (Menhut). Setelah turun, baru kita bisa berikan kepada investor untuk melakukan pembebasan lahan warga. Setelah itu CDB baru dapat dibangun,” ujar Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan, Yuda Inangsa kemarin.

Para investor yang membentuk sebuah konsorsium itu tidak terpengaruh dengan kasus penyuapan antara Sekda Bintan Azirwan dengan anggota Komisi IV DPR RI Al Amin Nasution.

Dan menurut Yuda, para investor rencananya akan menggunakan lahan sekitar 6.000 hektar dari total sekitar 7.300 hektar lahan ibukota. ”Dari 6.000 hektar, mereka hanya membangun 40 persen saja. Selebihnya 60 persen merupakan kawasan hijau,” papar Yuda.

Pemkab mengharapkan, CBD segera dibangun agar kawasan ibukota menjadi kawasan ekonomi baru, sehingga ada keseimbangan pembangunan. Kawasan ibukota letaknya strategis berada di tepi laut.

Kendati begitu, kawasan tersebut tidak pernah tersentuh pembangunan akibat daerahnya merupakan hutan lindung yang ditetapkan sepihak pemerintah orde lama, karena alasan rencana ekspor air ke Singapura. Kendati rencana itu akhirnya gagal, status hutan lindung tidak dicabut kembali pemerintah.

”Kami berharap, CBD dibangun bersamaan dengan ibukota sehingga kawasan itu bisa hidup,” harap Yuda.

Hingga kini, di kawasan ibukota sudah dibangun pusat pemerintahan seperti gedung DPRD dan Bupati serta kantor Dinas PU. Rencananya, luas pusat pemerintahan memakan lahan sekitar 200 hektar. ***

DJ_Archuleta
October 24th, 2008, 08:20 AM
Central Business District in Treasure Bay Bintan


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TreasureBayBintan.gif

^^Maket yang dibuat konsorsium Landmark memperlihatkan sebagian rencana pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE) Treasure Bay Bintan.


Rp 24 Triliun

Chief Operating Officer Landmarks Berhad, Lim Boon Soon, pekan lalu, mengemukakan, sebagai perusahaan yang sudah malang-melintang dalam bisnis properti, Landmarks sangat serius memilih dan mengembangkan Bintan sebagai ladang investasi jangka panjang. Bahkan, Landmarks telah menyiapkan dana investasi Rp 24 triliun untuk pengembangan Treasure Bay Bintan.

Konsultan Landmarks Berhad, Paul JH Leong, menambahkan, dana sebesar itu akan digunakan membangun hunian modern berupa resor keluarga, vila pribadi, vila berasitektur budaya Indonesia, real estate dan apartemen di tepi pantai. Akan dibangun pusat kota yang di dalamnya terdapat pusat perbelanjaan, hiburan dan permainan, rumah sakit dan sekolah internasional (dari SD sampai perguruan tinggi), sarana olahraga dan ruang konferensi internasional.

Selain itu, akan dibangun terminal feri yang bisa disandari kapal pesiar berukuran besar. Untuk menghubungkan semua lokasi akan dibangun kanal, sehingga pengunjung maupun penghuni bisa menggunakan perahu khusus sambil menikmati pemandangan yang didesain dalam suasana bahari.

Keyakinan konsorium Landmarks dapat menyulap Bintan menjadi kota bahari super modern sangat beralasan. Pasalnya, konsorsium Landmarks melalui PT Wisata Hiburia telah mengantongi Surat Izin Tetap Usaha Wisata Internasional Terpadu Eksklusif dari Bupati Kepulauan Riau (kini menjadi Kabupaten Bintan, setelah Kepulauan Riau menjadi provinsi).

PT Wisata Hiburia diizinkan membuka usaha kawasan wisata terpadu, wisata medis, wisata multimedia dan teknologi informatika serta permainan dan hiburan. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Ketua DPR Agung Laksono, dan Gubernur Kepri Ismet Abdullah meletakkan batu pertama pembangunan Treasure Bay Bintan.

Manfaat konkret dari pengoperasian resor terpadu itu bagi pemerintah, menurut konsultan Bintan Treasure Bay Pte Ltd Agnes Margono, adalah terbukanya lapangan kerja untuk 30.000 orang. Selain itu, Tresure Bay Bintan akan memberi kontribusi pajak dan retribusi sedikitnya Rp 360 miliar per tahun kepada pemerintah daerah, dan kontribusi untuk pemerintah pusat sekitar Rp 900 miliar.



Kawasan Pariwisata Terpadu Lagoi


Keindahan kawasan wisata Lagoi di pesisir Bintan Utara sudah terkenal ke seluruh dunia. Hampir 90 persen pengunjungnya dari luar negeri. Untuk mengenjot wisata domestik, pengelola dan Pemkab Bintan terus melakukan promosi walaupun dari APBD dananya minim.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bintan juga terbesar dari Lagoi. Tapi, untuk mendukung sarana parawisata tersebut, instansi terkait sepertinya kurang memperhatikan sarana infrastruktur seperti jalan memadai dan lampu jalannya.

Sekaligus mendukung tekad Pemkab Bintan untuk menggaet kunjungan wisatawan 1 juta orang ke daerah ini sekitar tahun 2010-2011. Semakin banyak jumlah kunjungan pelancong ke Lagoi, semakin besar pula pendapatan asli daerah Kab Bintan. Saat ini ada sekitar 9 resort di kawasan wisata Lagoi, yaitu Nirwana Resort Hotel, Indra Maya Villa, Mayang Sari, Banyu Biru, Nirwana Beach Club, Banyan Tree, Angsana, Club Med dan Bintan Lagoon.

Termasuk tiga lapangan golf berstandar internasional, dan termasuk yang terbaik di Asia di kawasan yang mulai dibangun sekitar awal tahun 1990-an ini. Walau jumlah tempat wisatanya masih bisa dihitung dengan jari, namun sumbangannya ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah yang terbesar dari semua pendapatan asli yang diperoleh Kabupaten Bintan. Jumlahnya sekitar Rp5 miliar hingga Rp6 miliar setiap bulan atau sekitar Rp60 miliar sampai Rp72 miliar setiap tahunnya. Jumlahnya tergantung dari banyaknya pengunjung yang menginap dan makan minum di Lagoi.

Menurut Kepala Bidang Pendapatan Badan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD) Bintan Drs Panca Azdiguna, sampai September 2008 jumlah PAD dari kawasan pariwisata di Lagoi sudah sekitar Rp60 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan sumbangan dari sektor lainnya bagi pendapatan asli daerah daerah ini.

Ada beberapa sumber pemasukan dari kawasan wisata Lagoi, sehingga mampu menyumbangkan puluhan miliar rupiah ke PAD Kab Bintan. Seperti, pajak hotel dan restoran, pajak reklame, pajak penerangan jalan, dan pajak hiburan. ’’Sebulan rata-rata sekitar Rp5 miliar sampai Rp6 miliar, semakin ramai yang berkunjung semakin besar juga PAD Bintan,” kata Panca.

Pertengahan tahun dan akhir tahun termasuk bulan yang paling ramai kunjungan wisman ke Lagoi. Sebagaimana pernah disampaikan salah satu manajer di Nirwana Resort Lagoi, Yudhianto. Ini terkait dengan masa liburan panjang pelajar di luar negeri yang berlangsung di tengah dan akhir tahun. Selain bulan-bulan libur, kawasan ini juga ramai saat perayaan hari besar di luar negeri. Karena setiap perayaan hari besar itu para pekerja di luar negeri libur.

Ironisnya, tekad mendatangkan 1 juta wisatawan dan besarnya sumbangan sektor pariwisata yang disumbangkan sektor pariwisata, khususnya dari kawasan wisata Lagoi ternyata belum membuat jalan raya yang menghubungkannya dari Tanjungpinang dan Tanjunguban, Bintan mulus. Padahal, adanya jalan raya yang mulus alias memadai menjadi faktor penting bagi pengembangan pariwisata. Selain juga promosi, yang dana promosi wisatanya di APBD juga masih sangat minim. Walau, sektor ini penyumbang PAD terbesar.

Jalan raya yang menghubungkan Tanjungpinang – simpang Lagoi di Batu 66 masih sempit, naik turun dan berbelok dengan tikungan tajam di beberapa tempat. Belakangan, di beberapa titik jalan sudah bermunculan lubang yang bisa membahayakan pengguna jalan. Apalagi jika malam hari, karena kurangnya rambu lalu lintas dan tiadanya lampu penerangan jalan nyaris di sepanjang jalan tersebut. Begitu juga dari Tanjungpuban – simpang Lagoi yang berjarak sekitar 24 kilometer.

Kondisi serupa juga terjadi pada jalan raya yang menuju ke kawasan pariwisata Pantai Trikora yang berjarak sekitar 50 kilometer dari Tanjungpinang. Padahal, di kawasan ini juga terdapat beberapa tempat wisata yang dikelola secara profesional oleh manajemen Bintan Agro Resort. Padahal, saat ini sarana transportasi utama wisatawan domestik dari Jakarta harus melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF), Tanjungpinang. Tentunya ada yang lewat Batam. Ada keinginan untuk membangun sebuah bandara baru di sekitar kawasan Busung, namun sampai sekarang masih sebatas wacana. Apalagi, Menhub Djusman Sjafii Jamal saat meresmikan penggunaan kapal KM Gunung Bintan di Tanjungpinang, minta semua pihak berkonsentrasi pada peningkatan kualitas Bandara RHF Tanjungpinang.

Dari Tanjungpinang kawasan wisata Lagoi yang berjarak sekitar 80-an kilometer, dan harus ditempuh dengan jalan darat. Sedangkan dari Tanjunguban sekitar 30-an kilometer. Jika dari Batam bisa ditempuh melalui pelabuhan Telaga Punggur, dan setiap hari ada speedboat yang melayani trip Telaga Punggur – Terminal Feri Bintan Telani, Lagoi.

Selain dengan speedboat, bagi yang ingin membawa kendaraan sendiri dari Batam ke Lagoi bisa menggunakan kapal penyeberangan atau kapal roro, juga setiap hari secara rutin. Bedanya, jika menggunakan speedboat turunnya langsung di terminal feri dan sudah di dalam kawasan wisata Lagoi. Sedangkan jika membawa kendaraan sendiri, turunnya di Tanjunguban, dan harus menempuh jalan darat sekitar 30-an kilometer lagi.

Jarak itu relatif tidak terlalu jauh, dan jika di Batam mungkin bisa ditempuh dalam waktu sekitar setengah jam atau kurang dengan menggunakan mobil pribadi. Namun, dari Tanjunguban ke Lagoi, tak cukup waktu setengah jam untuk menempuhnya. Meskipun kondisi mobil bagus, dan cuaca cerah. Begitu dari Tanjungpinang ke Lagoi yang jaraknya lebih jauh, waktu tempuhnya minimal satu jam. Itu baru sampai di simpang Lagoi yang berjarak sekitar 66 kilometer dari Tanjungpinang.

Kondisi yang jalan yang sempit mulai dari batu 16 hingga batu 66 arah Tanjunguban, menjadi salah satu penyebab terbesarnya. Bukan hanya sempit, jalan raya yang dirintis Jepang mulai di sekitar batu 20-an (simpang Gesek, red) itu juga berliku-liku dengan tikungan tajam di beberapa titiknya.

Seperti jalan raya dari Pekanbaru ke Padang tempo dulu yang menyusuri punggung Bukit Barisan.
Bagi yang belum terbiasa, perlu ekstra hati-hati karena jalan ini sekarang ramai dengan lalu lintas kendaraan, termasuk alat berat di sekitar batu 50-an. Ditambah lagi di sepanjang jarak itu terdapat sejumlah perkampungan, sehingga kendaraan tidak mungkin dipacu kencang. Bisa saja dilakukan tapi dengan resiko laka lantas yang lebih besar.

Saat ini Pemkab Bintan sedang membangun jalan lintas barat, yang dimulai dari sekitar batu 16. Namun, sampai sekarang tak kunjung selesai, dan jalan inipun saat ini hanya lebar di sekitar simpang batu 16 saja, sedang di dalamnya lebarnya nyaris serupa dengan jalan lama.

Jika jalan ini cepat selesai, lebar, punya lampu jalan, dan rambu lantas yang cukup, mungkin jarak antara Tanjungpinang dengan Lagoi bisa lebih dekat dan bisa lebih cepat ditempuh. Sekaligus bisa merealisasikan target 1 juta jumlah kunjungan wisatawan ke Bintan. Apalagi, jika disertai dengan peningkatan dana promosi pariwisata di APBD Kabupaten Bintan. ***

DJ_Archuleta
November 1st, 2008, 12:11 PM
Slice of Singapore on Bintan?

A new development of bungalows on Bintan is hoping to attract Singaporeans to set up a second home there

CHEAP and big bungalows located less than an hour by ferry from Singapore and resort-style living - this is the vision that Bintan Resort Cakrawala wants to sell to Singaporeans.

In 10 to 20 years, the master planner for the northern strip of the Indonesian island hopes to see between 50,000 and 75,000 residents, with the majority being Singaporeans, on a 200 sq km site which is 40 times the size of Sentosa.

SUN, SEA AND SAND: The existing Nirwana Resort Hotel was part of the first phase of development by Gallant Ventures on the northern coast of Bintan. — PHOTO: GALLANT VENTURES

Mr Eugene Park, chief executive of Bintan Resort Cakrawala’s parent company, the Singapore-listed Gallant Ventures, said the balmy isle could be a suburb for Singaporeans to retreat to.

It could be a beach resort such as Bali’s Kuta Beach and Phuket’s Patong Beach, but minus the commercial trappings and touts, he said.

After the first phase of development over the last decade, which saw the construction of 10 hotels with 1,350 rooms, four 18-hole golf courses and famous spas such as Banyan Tree Spa, the master planner is ready to launch phase two.

A ground-breaking ceremony was held for its latest project, the 1,300ha Lagoi Bay development, last month.

Where previous projects have mostly been for resorts and hotels, this time round, there are sites for homes. Land sales started in July last year and over 300,000 sq m have been sold for $45 million.

Bintan Resorts was first set up in 1990 by Gallant Ventures to develop the northern coast of the Riau island. Over $1 billion had been pumped in to build infrastructure, hotels and resorts.

Existing hotels range from the budget Bintan Lodge to the family-oriented Nirwana Resort Hotel to the five-star Banyan Tree.

Singaporeans form a third of the 350,000 visitors last year, drawn by white sandy beaches and clear waters. Other visitors hail from Europe, the United States, Japan, Korea, China and India.

The average visitor spent $642 per person last year, up from $488 in 2006.

Tourism fortunes are heavily dependent on Singapore as it is the main gateway for international arrivals. Tanah Merah Ferry Terminal is a mere 55-minute ride from Bintan.

Mr Park said the strategy all along has been to tap Singapore’s strengths and tourism arrivals.

Bintan’s target is to grow tourism arrivals to one million, to piggyback on Singapore’s ambition to grow arrivals to 17 million by 2015.

To do that, Bintan Resorts has in the pipeline:

# a $100-million tourist airport;
# a marina;
# $150-million worth of infrastructure for the Lagoi Bay project;
# a $150-million power plant;
# a $5-million upgrade of the domestic and international ferry terminals; and
# $31 million invested in two new high-speed ferries which will shave travelling time by 10 minutes.

Investors, old and new, have also announced plans for the next five years. Indonesia hotel group Alila Resorts and Hotels bought a 20ha plot to build a five-star resort with 40 to 50 villas.

Malaysia’s Landmarks is building Bintan Treasure Bay, a 343ha integrated resort seven times the size of Resorts World at Sentosa.

Even small-time investors such as Singaporean Crystal Sim are keen to cash in. Ms Sim, owner of an interior fabrication company in Singapore, bought a plot on the Lagoi waterfront to build a boutique hotel with 60 to 80 rooms.

Setting up second home

The master planner’s goal is to increase hotel rooms to 5,000 in the next five years.

Private residences are also part of the plan. For now, 26 of 50 plots in the Samudra Villas cluster have been snapped up by individuals. These 800 to 1,200 sq m plots were launched at $300 per sq m.

Real estate agents interviewed love the idea of an integrated resort on Bintan, saying it will offer a more vibrant and exciting holiday option for Singaporeans.

However, they are more cautious when it comes to Singaporeans setting up a second home there. The upside is land price. At $150 to $260 per sq m of villa residential sites, and $120 to $250 for condo-type development sites, the land price is a steal.

PropNex chief executive Mohamed Ismail said the prices are 10 to 15 times cheaper than land in areas such as Choa Chu Kang and Lim Chu Kang, and 30 to 40 times cheaper than in the central areas.

But potential buyers must consider factors such as the lease period, saleability and accessibility to Singapore. Johor Baru across the Causeway seems to be a better option as properties there are mostly freehold, demand is higher for them and it is easier to commute to and from Singapore by road, he said.

‘It is not practical to commute every day to work or go to school in Singapore by ferry, which is subject to stormy weather.’

Mr Jack Chua, director of ERA Realty, said Bintan is not too bad a location for people who crave a resort-feel environment as it is close to Singapore. ‘But,’ he qualified, ‘if you are looking at investment, ultimately you must consider whether you can rent it out and sell it again. You must also consider how prudent the law system is and the country’s by-laws.’

The land lease of 30 years is renewable, said Mr Park. He assured investors that this is a commitment his company managed to secure from the Bintan government. Plus, he added that they are buying into a gated community, which gives added privacy.

The province is eager to make the development project work. Bintan regent Ansar Ahmad said the provincial government has made it easier for investors by setting up a one-stop service to handle permit application and land lease issues, among others.

Having its headquarters on Batam, a 15-minute ferry ride away, has shortened project approval time from three months to 33 days, he said. Three development projects have been approved and three are under way.

Mr Ansar looks forward to having a tourism school set up on Bintan as it will provide skills as well as employment opportunities for residents.

He added: ‘It is good for us. With the new development, tourist attractions and small to medium businesses in the villages in all parts of Bintan will also thrive.’

DJ_Archuleta
November 3rd, 2008, 01:29 PM
Bintan hoping to be modern industrial island

Bintan regency has designated six industrial areas to attract local and foreign investors to accelerate economic development, says Regent Anshar Ahmad.

The six industrial areas comprise Lagoi (23,000 hectares), Lobam (4,000), Lobam Anak (1,600), Bintan Central Business District (6,500), Galang Batang Central Business District (3,750) and Kijang (1,500).

At the regency's recommendation, the central government has offered incentives to investors to develop the Lagoi and Lobam tourist and industrial areas, which have been in existence since the 1990s.

The regency in cooperation with the provincial government is preparing regulations on incentives, including tax holidays.

Each industrial area has its own plans. Kijang is to become a shipyard industrial zone, CBD Bintan a new commercial growth area and Galang Batang and Lobam Anak manufacturing industrial zones.

Anshar said his administration had set up a one-roof service system to serve prospective investors.

"An investor can deal with all matters at a single office," he told The Jakarta Post.

The administration's early preparation of land is an attempt to woo investors, Anshar said, as land issues had been a confusing matter to prospective investors in the past.

"We don't want investors to be bothered by issues concerning land procurement or the land compensation process. Let us prepare the site and they only need to buy it," Anshar said.

Anshar said foreign investors were entitled to extendible ownership rights of 70 years.

He added that the entire permit application process could be completed within 30 to 33 working days, an improvement on 125 days previously. The process will be even quicker if other applications, such as for foreign manpower permits, are submitted to the central government, he added.

"One of our main objectives in attracting investors is to create jobs for the local workforce, because Bintan ranks first in the number of unemployed in Riau Islands province," Anshar said.

Of the 45,980 jobless in Riau Islands, 12,011 of them are in Bintan, with the rest are spread over Karimun, Natuna, Batam, Lingga and Tanjung Pinang.

A 2006 regulation renamed Bintan regency from Riau Islands regency to avoid confusion.

"The name Bintan is already known to foreigners because they are more familiar with Bintan, or Batam, than Riau Islands province," said Anshar.

Six other regencies and cities -- Batam, Natuna, Lingga, Karimun and Tanjung Pinang -- were gradually made into Kepri regency from 1960 to 1983, when the administrative city of Tanjung Pinang and Batam were established.

With a population of 119,237, Bintan, some 10 kilometers east of Batam Island and bordering Singapore, is hoped to compete with the islet state and Johar Baru in Malaysia.

Anshar said Bintan's main sources of income came from the Lagoi tourist area, amounting to Rp 60 billion annually, while the Lobam industrial zone contributed Rp 3 billion from property taxes.

"Batam is too crowded now, so Bintan is expected to be an alternative for investors to set up their businesses," Anshar said.

Dazon
November 4th, 2008, 09:00 AM
The Fairway Facade Site Plan, Bintan

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TheFairwayFacadeSitePlan.jpg



The Fairway Facade Apartment, Bintan

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TheFairwayFacadeBintan.jpg


The Fairway Facade Swimming Pool

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/thefairwayswimmingpool.jpg

sorry Bintan ini project punya Bogor.

pls cek
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=677886
and
http://www.indomegah.com/html/in/projects/the-fairway-golf-condominium

DJ_Archuleta
November 5th, 2008, 11:32 AM
^^ sory salah ngambil informasi :bash:

rilham2new
November 5th, 2008, 11:42 AM
Kok bisa salah sih :tongue2: ... hehehehe ..

DJ_Archuleta
November 5th, 2008, 11:51 AM
^^ human error gitu loh :lol:

DJ_Archuleta
November 5th, 2008, 05:01 PM
Central Business District in Treasure Bay Bintan


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TreasureBayBintan.gif

^^Maket yang dibuat konsorsium Landmark memperlihatkan sebagian rencana pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE) Treasure Bay Bintan.


Rp 24 Triliun

Chief Operating Officer Landmarks Berhad, Lim Boon Soon, pekan lalu, mengemukakan, sebagai perusahaan yang sudah malang-melintang dalam bisnis properti, Landmarks sangat serius memilih dan mengembangkan Bintan sebagai ladang investasi jangka panjang. Bahkan, Landmarks telah menyiapkan dana investasi Rp 24 triliun untuk pengembangan Treasure Bay Bintan.

Konsultan Landmarks Berhad, Paul JH Leong, menambahkan, dana sebesar itu akan digunakan membangun hunian modern berupa resor keluarga, vila pribadi, vila berasitektur budaya Indonesia, real estate dan apartemen di tepi pantai. Akan dibangun pusat kota yang di dalamnya terdapat pusat perbelanjaan, hiburan dan permainan, rumah sakit dan sekolah internasional (dari SD sampai perguruan tinggi), sarana olahraga dan ruang konferensi internasional.

Selain itu, akan dibangun terminal feri yang bisa disandari kapal pesiar berukuran besar. Untuk menghubungkan semua lokasi akan dibangun kanal, sehingga pengunjung maupun penghuni bisa menggunakan perahu khusus sambil menikmati pemandangan yang didesain dalam suasana bahari.

Keyakinan konsorium Landmarks dapat menyulap Bintan menjadi kota bahari super modern sangat beralasan. Pasalnya, konsorsium Landmarks melalui PT Wisata Hiburia telah mengantongi Surat Izin Tetap Usaha Wisata Internasional Terpadu Eksklusif dari Bupati Kepulauan Riau (kini menjadi Kabupaten Bintan, setelah Kepulauan Riau menjadi provinsi).

PT Wisata Hiburia diizinkan membuka usaha kawasan wisata terpadu, wisata medis, wisata multimedia dan teknologi informatika serta permainan dan hiburan. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Ketua DPR Agung Laksono, dan Gubernur Kepri Ismet Abdullah meletakkan batu pertama pembangunan Treasure Bay Bintan.

Manfaat konkret dari pengoperasian resor terpadu itu bagi pemerintah, menurut konsultan Bintan Treasure Bay Pte Ltd Agnes Margono, adalah terbukanya lapangan kerja untuk 30.000 orang. Selain itu, Tresure Bay Bintan akan memberi kontribusi pajak dan retribusi sedikitnya Rp 360 miliar per tahun kepada pemerintah daerah, dan kontribusi untuk pemerintah pusat sekitar Rp 900 miliar.

Sizter85
November 5th, 2008, 05:16 PM
^^ sory salah ngambil informasi :bash:

^^ Hahaha.. gapapa lanjut aja:lol:, forumer enjoy ko lihat development Bintan island. next time lebih teliti :lol::lol:

Dazon
November 7th, 2008, 12:56 PM
^^
betul... nothing to worry... pasti setiap manusia bisa buat kesalahan hehe...

Central Business District in Treasure Bay Bintan


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TreasureBayBintan.gif

^^Maket yang dibuat konsorsium Landmark memperlihatkan sebagian rencana pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE) Treasure Bay Bintan.


Rp 24 Triliun

Chief Operating Officer Landmarks Berhad, Lim Boon Soon, pekan lalu, mengemukakan, sebagai perusahaan yang sudah malang-melintang dalam bisnis properti, Landmarks sangat serius memilih dan mengembangkan Bintan sebagai ladang investasi jangka panjang. Bahkan, Landmarks telah menyiapkan dana investasi Rp 24 triliun untuk pengembangan Treasure Bay Bintan.

Konsultan Landmarks Berhad, Paul JH Leong, menambahkan, dana sebesar itu akan digunakan membangun hunian modern berupa resor keluarga, vila pribadi, vila berasitektur budaya Indonesia, real estate dan apartemen di tepi pantai. Akan dibangun pusat kota yang di dalamnya terdapat pusat perbelanjaan, hiburan dan permainan, rumah sakit dan sekolah internasional (dari SD sampai perguruan tinggi), sarana olahraga dan ruang konferensi internasional.

Selain itu, akan dibangun terminal feri yang bisa disandari kapal pesiar berukuran besar. Untuk menghubungkan semua lokasi akan dibangun kanal, sehingga pengunjung maupun penghuni bisa menggunakan perahu khusus sambil menikmati pemandangan yang didesain dalam suasana bahari.

Keyakinan konsorium Landmarks dapat menyulap Bintan menjadi kota bahari super modern sangat beralasan. Pasalnya, konsorsium Landmarks melalui PT Wisata Hiburia telah mengantongi Surat Izin Tetap Usaha Wisata Internasional Terpadu Eksklusif dari Bupati Kepulauan Riau (kini menjadi Kabupaten Bintan, setelah Kepulauan Riau menjadi provinsi).

PT Wisata Hiburia diizinkan membuka usaha kawasan wisata terpadu, wisata medis, wisata multimedia dan teknologi informatika serta permainan dan hiburan. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Ketua DPR Agung Laksono, dan Gubernur Kepri Ismet Abdullah meletakkan batu pertama pembangunan Treasure Bay Bintan.

Manfaat konkret dari pengoperasian resor terpadu itu bagi pemerintah, menurut konsultan Bintan Treasure Bay Pte Ltd Agnes Margono, adalah terbukanya lapangan kerja untuk 30.000 orang. Selain itu, Tresure Bay Bintan akan memberi kontribusi pajak dan retribusi sedikitnya Rp 360 miliar per tahun kepada pemerintah daerah, dan kontribusi untuk pemerintah pusat sekitar Rp 900 miliar.

^^
beh OMG banget dah. Nice Waterfront scape

DJ_Archuleta
November 7th, 2008, 02:31 PM
^^ Gambar CBD diatas adalah maket CBD yg akan dibangun di treasure bay bintan, dikelola oleh investor malaysia dan nanti akan dibuat lagi CBD lain di ibukota bintan yg skrg masih hutan lindung :cheers::cheers:

AceN
November 10th, 2008, 09:41 AM
^^ yang di Bintan Buyu ?

Maketnya ajib bo... :drool:

AceN
November 10th, 2008, 09:42 AM
--DP--

DJ_Archuleta
November 10th, 2008, 12:06 PM
^^ yang di Bintan Buyu ?

Maketnya ajib bo... :drool:

yg di bintan buyu, investor asing lagi menunggu turunnya izin prinsip dari Menteri Kehutanan (Menhut) sedangkan yg di treasure bay bintan udah ground breaking beberapa bulan yg lalu.. itu gambar diatas adalah maket di treasure bay.. cbdnya kayak china punya khan... ;)

AceN
November 10th, 2008, 12:28 PM
^^ he eh.. mantap bo :okay: yang di Bintan Buyu itu ntar jadi pusat pemerintahan + komersial & residensial. G pernah liat masterplannya. Mirip2 kaya Mega Kuningan, tapi Bintan Buyu setengah lingkaran bentuknya.

DJ_Archuleta
November 10th, 2008, 05:42 PM
^^ he eh.. mantap bo :okay: yang di Bintan Buyu itu ntar jadi pusat pemerintahan + komersial & residensial. G pernah liat masterplannya. Mirip2 kaya Mega Kuningan, tapi Bintan Buyu setengah lingkaran bentuknya.

ya jadi di bintan buyu kurang lebih kayak modern CBD di kota2 china walaupun ga semegah yg di china.. klo yg namanya CBD pasti akan terdiri dari beberapa bangunan tinggi seperti apartemen, kondominium, residentials etc.. lo dah pernah liat cen? gw nyari2 malah kagak ketemu .. klo mirip Mega Kuningan berarti megah juga ya palagi lokasinya di pinggir pantai.. bisa membentuk waterfront city yg cantik.. so you mind if you could post the masterplan? :)

=NaNdA=
November 11th, 2008, 06:14 AM
Central Business District in Treasure Bay Bintan


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TreasureBayBintan.gif

^^Maket yang dibuat konsorsium Landmark memperlihatkan sebagian rencana pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE) Treasure Bay Bintan.


Dubai!! :cheers:

AceN
November 11th, 2008, 06:04 PM
ya jadi di bintan buyu kurang lebih kayak modern CBD di kota2 china walaupun ga semegah yg di china.. klo yg namanya CBD pasti akan terdiri dari beberapa bangunan tinggi seperti apartemen, kondominium, residentials etc.. lo dah pernah liat cen? gw nyari2 malah kagak ketemu .. klo mirip Mega Kuningan berarti megah juga ya palagi lokasinya di pinggir pantai.. bisa membentuk waterfront city yg cantik.. so you mind if you could post the masterplan? :)
masterplannya ada di majalah tempo pas lagi anget-angetnya kasus Azirwan dkk...lagi itu g ga sempet nge scan. Keburu g balikin majalahnya :(

Ntar coba g cari lagi. U juga nyari ya :D

AceN
November 11th, 2008, 06:09 PM
eh iya, g punya yang ini..

http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/site-plan-bintan-buyu.jpg

^^ beda dengan yang g liat di tempo sih. Ga tau mana yang bener :D Note : BSB itu Bandar Sri Bintan. Nama resminya Bintan Buyu.

DJ_Archuleta
November 12th, 2008, 01:16 PM
eh iya, g punya yang ini..

http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/site-plan-bintan-buyu.jpg

^^ beda dengan yang g liat di tempo sih. Ga tau mana yang bener :D Note : BSB itu Bandar Sri Bintan. Nama resminya Bintan Buyu.

^^ wow lumayan juga buat sebuah CBD di bintan tapi kyknya masih kurang highrises.. apa yg di tempo lebih banyak highrisesnya ketimbang low rises?

DJ_Archuleta
November 12th, 2008, 01:18 PM
Central Business District in Treasure Bay Bintan


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TreasureBayBintan.gif

^^Maket yang dibuat konsorsium Landmark memperlihatkan sebagian rencana pembangunan Kawasan Wisata Terpadu Eksklusif (KWTE) Treasure Bay Bintan.


Rp 24 Triliun

Chief Operating Officer Landmarks Berhad, Lim Boon Soon, pekan lalu, mengemukakan, sebagai perusahaan yang sudah malang-melintang dalam bisnis properti, Landmarks sangat serius memilih dan mengembangkan Bintan sebagai ladang investasi jangka panjang. Bahkan, Landmarks telah menyiapkan dana investasi Rp 24 triliun untuk pengembangan Treasure Bay Bintan.

Konsultan Landmarks Berhad, Paul JH Leong, menambahkan, dana sebesar itu akan digunakan membangun hunian modern berupa resor keluarga, vila pribadi, vila berasitektur budaya Indonesia, real estate dan apartemen di tepi pantai. Akan dibangun pusat kota yang di dalamnya terdapat pusat perbelanjaan, hiburan dan permainan, rumah sakit dan sekolah internasional (dari SD sampai perguruan tinggi), sarana olahraga dan ruang konferensi internasional.

Selain itu, akan dibangun terminal feri yang bisa disandari kapal pesiar berukuran besar. Untuk menghubungkan semua lokasi akan dibangun kanal, sehingga pengunjung maupun penghuni bisa menggunakan perahu khusus sambil menikmati pemandangan yang didesain dalam suasana bahari.

Keyakinan konsorium Landmarks dapat menyulap Bintan menjadi kota bahari super modern sangat beralasan. Pasalnya, konsorsium Landmarks melalui PT Wisata Hiburia telah mengantongi Surat Izin Tetap Usaha Wisata Internasional Terpadu Eksklusif dari Bupati Kepulauan Riau (kini menjadi Kabupaten Bintan, setelah Kepulauan Riau menjadi provinsi).

PT Wisata Hiburia diizinkan membuka usaha kawasan wisata terpadu, wisata medis, wisata multimedia dan teknologi informatika serta permainan dan hiburan. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Ketua DPR Agung Laksono, dan Gubernur Kepri Ismet Abdullah meletakkan batu pertama pembangunan Treasure Bay Bintan.

Manfaat konkret dari pengoperasian resor terpadu itu bagi pemerintah, menurut konsultan Bintan Treasure Bay Pte Ltd Agnes Margono, adalah terbukanya lapangan kerja untuk 30.000 orang. Selain itu, Tresure Bay Bintan akan memberi kontribusi pajak dan retribusi sedikitnya Rp 360 miliar per tahun kepada pemerintah daerah, dan kontribusi untuk pemerintah pusat sekitar Rp 900 miliar.

AceN
November 12th, 2008, 06:05 PM
^^ wow lumayan juga buat sebuah CBD di bintan tapi kyknya masih kurang highrises.. apa yg di tempo lebih banyak highrisesnya ketimbang low rises?
Yang di tempo itu blue print doank, ga ada perspektifnya. Tapi bentuknya hampir mirip sama yang gambar diatas :)

DJ_Archuleta
November 19th, 2008, 01:41 PM
Riau Islands FTZs to cut red tape

The Batam, Bintan and Karimun (BBK) Special Economic Zone Commission has ensured speedy licensing procedures free from illegal levies in a bid to attract foreign investors impacted by the global financial crisis, given lower local production costs compared to other countries in the region, such as Vietnam, Malaysia, Thailand and China.

Head of the commission, Ismeth Abdullah, also the Riau Islands governor, told The Jakarta Post recently the commission was resolved to complete every investment license procedure in three weeks, compared to up to three months previously. However, environmental impact analysis reports would still take more than a month to complete.

“We have cut the long and costly bureaucratic red tape and there won’t be illegal levies demanded from officers in the field because we have provided them with proper incentives, besides monthly salaries,” said Ismeth.

Ismeth considered that the economic crisis in the United States and Singapore would have positive impacts for foreign investment growth in the Riau Islands, despite some forecasts by provincial foreign investors of a decline in business in 2009.

He said the competitive position of the area would remain advantageous, given the far higher production costs in neighboring countries.

“The crisis in America and Singapore has apparently affected the productivity of companies from these countries, so (our) bureaucrats should be able to conjure up strategic breakthroughs and be more proactive toward the business world given the current economic situation,” said Ismeth.

Total investments in the Riau Islands are currently valued at US$10 billion, with Singapore having the lion’s share at $4 billion, followed by the U.S.at $1.5 billion.

The BBK Zone Commission has projected further foreign investments of $5 billion over the next five years.

According to Ismeth, the BBK zone performs more competitively than other industrial areas in Asia. Commission data shows that the production costs of a company in BBK were 15 percent lower than a similar company in Vietnam and 10 percent lower than in Johor Baru, Malaysia.

“We must ensure that the flow of goods in Batam can run smoothly and free of illegal payments,” said Ismeth.

He was positive this initiative would get a positive response from business circles and assured business people that this would not merely be lip service but could be counted upon.

Investors can file a complaint to the commission if licensing procedures exceed the fixed time limits and receive incentives, such as facilities in the next licensing procedures.

Riau Islands Chamber of Commerce and Industry head Johannes Kennedy Aritonang said the commitment by the BBK zone commission to speed up investment license procedures should be applauded, but his office expected that this would not be just lip service.

“Although (licensing procedures in) a number of countries are faster, this new breakthrough must be well appreciated. This shows that the government is committed to facilitating the business sector, a prerequisite for a special economic zone,” said Johannes.

DJ_Archuleta
November 21st, 2008, 11:19 AM
Pinang Marina Waterfront, Bintan


Comprehensive master planning project of the Pinang Marina Business District of 13 ha waterfront development in Tanjung Pinang, Bintan, including five-star hotel, shop houses, hospital, executive club, international ferry-terminal, shopping mall, apartment, water recreation and golf-course.

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/pinangmarinawaterfront1.jpg

DJ_Archuleta
November 21st, 2008, 11:22 AM
The Grand Hotel of Pinang Marina, Bintan


Architectural design of 300-room five-star hotel and 1000-seat modern convention hall as the first grand hotel in Tanjung Pinang, Bintan.

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/grandhotel1.jpg

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/hotel21.jpg

DJ_Archuleta
November 21st, 2008, 11:23 AM
Pinang Marina Apartment, Bintan


Architectural design for the first 2-highrise tower apartments in Tanjung Pinang, Bintan.

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/pinangmarinabintan.jpg

DJ_Archuleta
November 21st, 2008, 12:03 PM
600 Kondominium Akan Dibangun


Geliat investasi di kawasan Bintan Resort terus menggurita. Nirwana Gardens Resort, salah satu resort di Lagoi ini bakal melakukan ekspansi di antaranya akan membangun 400 – 600 kondominium. ”Kami bakal menjalin kerja sama dengan Boutique Sweet membangun 400– 600 kondominium,” ujar General Manager (GM) PT Nirwana Gardens Resort Lagoi, Abdul Wahab kepada Batam Pos, Sabtu (24/5).

Wahab menerangkan, kedepannya turis yang berkunjung ke Bintan Resort ini bakal bertambah. Untuk mengantisipasi peningkatan angka kunjungan, Nirwana Gardens sendiri bakal menambah fasilitas terutama kamar.

Dalam waktu dekat, sebanyak 120 unit kamar akan segera dibangun menambah jumlah kamar yang ada sekarang kurang yaitu sebanyak 400 kamar termasuk Villa. Selain akan menambah kamar yang dilakukan sendiri oleh Nirwana Gardens, pihaknya bakal menjalin kerja sama dengan Boutique Sweet membangun kondominium di Bintan Resort.

Selain menjalin kerja sama dengan Boutique Sweet, Nirwana Gardens juga telah menjalin kerja sama dengan salah satu hotel bertaraf internasional. Kerjasama dimaksud yaitu membangun hotel Bintang Lima di Bintan Resort.

Masih di Nirwana Gardens, di tempat ini juga dibangun Resort Center yang hampir selesai dimana di dalamnya ada Plaza dan juga Department Store. Di dalam Resort Center ini juga akan dibangun gelanggang Bowling dengan 20 line-nya.

Kenapa memilih bowling, Wahab menilai, olahraga itu bisa dimainkan oleh siapa saja termasuk satu keluarga bisa bermain bersama. Berbeda dengan main golf hanya orang-orang tertentu saja yang bisa bermain.

Kebanyakan tamu yang datang ke Nirwana Garden Resort tinggal selama 3 hari 2 malam. Ke depan, tamu bisa tinggal lebih lama yaitu sekitar 4 atau 5 hari. Dalam resort center juga dilengkapi fasilitas meeting room yang diklaim terbesar di Bintan Resort. Meeting room yang ada mampu menampung peserta rapat yang jumlahnya mencapai 3.500 peserta. ***

DJ_Archuleta
November 21st, 2008, 12:22 PM
Bintan Buyu CBD Masterplan


http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/site-plan-bintan-buyu.jpg

maybe related to this one.. found it online

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TownShipBintan.jpg

AceN
November 21st, 2008, 06:56 PM
^^ woweee..nice :D

DJ_Archuleta
November 26th, 2008, 12:48 PM
Lagoi Bay Development Site Map Plan


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/lagoibaydevelopment.jpg

DJ_Archuleta
November 26th, 2008, 01:04 PM
Lagoi Bay Development

• Asia's first master planned beach resort
• A real tropical paradise
• Under one hour's calamaran ferry ride from Singapore
• Wide variety of leisure investment properties - Prime beachfront
resorts, Idyllic resort homes, Retail, Spa, F & B, Marina, Golf Course Retirement Village
•All sizes for all plans - 0.2 ha to 30 ha sites

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/aa1.jpg

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/1.jpg

DJ_Archuleta
November 26th, 2008, 01:06 PM
A Thoughtful Masterplan

• Environmentally sensitive development
• Village Centre with 135 small plots
• 7 Prime beachfront resort sites
• Over 400 ha of residential sites
• Golf Course, Marina, Retirement Village, Education Facility sites
• More than 230 plots available
• Sizes range from 60sqm to 30 ha

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/landuse_big.jpg

DJ_Archuleta
November 28th, 2008, 06:31 PM
Marina in the South China Sea

Over 3,000 islands in the Riau Archipelago
make this a truly spectacular site for a marina

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/marinabintan.jpg

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/baymondmarina.jpg

KRAFTY.LEICA
December 21st, 2008, 06:56 AM
hell noooo!
two words only.
WAAAAW and WAAAA!!! :banana:

AAG
December 21st, 2008, 07:09 PM
judi yang di bintan jadi ga?

novian
December 25th, 2008, 01:03 PM
Tetap Gunakan Lahan Hutan Lindung Bintan Bunyu

BINTAN, TRIBUN - Meskipun Menteri Kehutanan belum mengeluarkan Surat Keputusan mengenai alih fungsi hutan lindung Bintan Bunyu, namun pembangunan ibu kota Kabupaten Bintan di daerah tersebut terus berjalan.

Bahkan kompleks pusat pemerintahan itu direncanakan rampung tahun 2010
Padahal alih fungsi hutan ini juga terbukti mengandung korupsi dengan terpidananya mantan Sekda Azirwan yang menyuap anggota DPR Al Amin Nasution dalam upaya pembebasan lahan hutan lindung di kawasan tersebut.

“Untuk pembangunan infrastuktur pemerintahan akan tetap jalan, memang harus mengajukan surat ke Depdagri terlebih dahulu,” ujar Wakil Bupati Bintan Mastur Taher, Jumat (19/12).

Yang menjadi masalah, menurut Mastur, adalah pembangunan oleh pihak ketiga. Untuk itu masih harus menunggu SK alih fungsi hutan dari Menteri Kehutanan. Mastur menjelaskan, direncanakan pada akhir 2010 pembangunan infrastruktur pemerintahan tersebut akan rampung.

Menurutnya, untuk saat ini pemerintah masih akan membangun gedung-gedung utama saja seperti gedung DPRD dan juga Kantor Bupati. Sedangkan untuk kantor dinas akan diangsur pembangunannya.

“Untuk dana pembangunan kantor dinas-dinas akan menunggu anggaran selanjutnya, akan diangsur pembangunannya,” ungkap Mastur.

Saat ini sejumlah kantor dinas di lingkungan Pemkab Bintan masih menyewa sejumlah bangunan ruko dan juga menggunakan bangunan milik Pemko Tanjungpinang. Hingga kini sengketa mengenai aset antara Pemkab Bintan dan Pemko Tanjungpinang masih dalam penyelesaian dengan mediasi Wakil Gubernur Kepri HM Sani.
Selaku ketua tim penyelesaian sengketa aset tersebut, HM Sani telah menyerahkan wewenang penyelesaian kepada DPRD masing-masing daerah.(opi) :cheers:

novian
December 25th, 2008, 01:32 PM
Terapkan Sistem Uang Wajib Tahunan
Rp 500 Juta untuk Operasional BPK

BINTAN, TRIBUN - Langkah DPRD Kepri mengucurkan Rp 3,9 miliar untuk Dewan Kawasan (DK) FTZ diikuti Pemkab Bintan. Bupati Bintan Ansar Ahmad bersediakan mengucurkan Rp 500 juta untuk operasional Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) FTZ Bintan.

Langkah ini diambil akibat belum jelasnya pendanaan operasional DK dan BPK FTZ dari pemerintah pusat. Dana Rp 500 juta untuk BPK Bintan ini baru dikeluarkan tahun 2009 karena dianggarkan dalam APBD tahun depan.

Mengenai minimnya anggaran untuk BPK, ditambahkan Ansar, mengingat Bintan tidak perlunya lagi membangun sentra untuk BPK tersebut. “Kawasan Dompak yang menjadi ibu kota Bintan tidak lama lagi akan selesai. Semua perangkat kerja pemerintah akan dipindahkan ke sana termasuk BPK Bintan. Jadi tidak diperlukan lagi dana tambahan buat pembangunan sentra BPK Bintan,” ujar Ansar, Senin (22/12).

Dana Rp 500 juta tersebut akan dialokasikan ke tim inventarisasi lahan. Dana itu juga untuk promosi kawasan FTZ Bintan. “Tim lahan fungsinya untuk menginventirisasi lahan-lahan mana saja yang cocok dan diminta investor sebagai tempat investasinya.

Sementara sisanya bakal digunakan sebagai dana promosi kawasan FTZ,” tambah Ansar.
Ia menjelaskan, para investor nantinya cukup dikenakan pembayaran uang wajib tahunan mirip uang wajib tahunan Otorita Batam (UWTO) untuk sewa lahan minimal Rp 5 ribu per meter perseginya. “Itu satu bentuk kenyamanan yang kami berikan kepada para investor. Mereka tidak perlu lagi beurusan dengan masyarakat tapi cukup satu pintu saja yakni pemerintah. Berapa besar uang wajib tahunan itu nantinya akan kami bahas lagi, tapi diharapkan jangan di bawah Rp 5 ribu per meter perseginya,” harap Ketua Partai Golkar Kepri ini.

Saat ini sudah ada 2 investor yang menyatakan keseriusannya menanamkan investasinya di Bintan.

Mereka adalah perusahaan perhotelan Ritz Carlton yang berniat membangun jaringan hotel dan resort di kawasan pariwisata terpadu Lagoi. Demikian juga Sahid Jaya berminat membangun Lagoi Bay.

Untuk tahun 2009 mendatang, Ansar mengharapkan BPK Bintan bisa meningkatkan kinerjanya lagi untuk menarik minat investor masuk. “Caranya ya itu tadi, tim inventirisasi lahan dan promosi sangat signifikan peranannya dalam menarik investor,” imbuh dia.

BPK Bintan juga sedang meningkatkan kineja program one stop service untuk melayani semua kebutuhan investor pada tahun-tahun berikutnya. Mengenai keterbatasan infrastruktur seperti air dan listrik, Ansar mengatakan pihaknya menyerahkan semua kepada Dewan Kawasan (DK) dan pemerintah pusat.
“Listrik dan air kan semuanya berkaitan erat dengan kebijakan DK dan pemerintah pusat, jadi semuanya kami serahkan kepada mereka. Lagi pula isu air dan listrik sangat erat kaitannya dengan performa negara di mata internasional,” kata Ansar dengan nada optimis.(yah)

rilham2new
December 26th, 2008, 05:07 PM
Tetap Gunakan Lahan Hutan Lindung Bintan Bunyu

BINTAN, TRIBUN - Meskipun Menteri Kehutanan belum mengeluarkan Surat Keputusan mengenai alih fungsi hutan lindung Bintan Bunyu, namun pembangunan ibu kota Kabupaten Bintan di daerah tersebut terus berjalan.

Bahkan kompleks pusat pemerintahan itu direncanakan rampung tahun 2010
Padahal alih fungsi hutan ini juga terbukti mengandung korupsi dengan terpidananya mantan Sekda Azirwan yang menyuap anggota DPR Al Amin Nasution dalam upaya pembebasan lahan hutan lindung di kawasan tersebut.

“Untuk pembangunan infrastuktur pemerintahan akan tetap jalan, memang harus mengajukan surat ke Depdagri terlebih dahulu,” ujar Wakil Bupati Bintan Mastur Taher, Jumat (19/12).

Yang menjadi masalah, menurut Mastur, adalah pembangunan oleh pihak ketiga. Untuk itu masih harus menunggu SK alih fungsi hutan dari Menteri Kehutanan. Mastur menjelaskan, direncanakan pada akhir 2010 pembangunan infrastruktur pemerintahan tersebut akan rampung.

Menurutnya, untuk saat ini pemerintah masih akan membangun gedung-gedung utama saja seperti gedung DPRD dan juga Kantor Bupati. Sedangkan untuk kantor dinas akan diangsur pembangunannya.

“Untuk dana pembangunan kantor dinas-dinas akan menunggu anggaran selanjutnya, akan diangsur pembangunannya,” ungkap Mastur.

Saat ini sejumlah kantor dinas di lingkungan Pemkab Bintan masih menyewa sejumlah bangunan ruko dan juga menggunakan bangunan milik Pemko Tanjungpinang. Hingga kini sengketa mengenai aset antara Pemkab Bintan dan Pemko Tanjungpinang masih dalam penyelesaian dengan mediasi Wakil Gubernur Kepri HM Sani.
Selaku ketua tim penyelesaian sengketa aset tersebut, HM Sani telah menyerahkan wewenang penyelesaian kepada DPRD masing-masing daerah.(opi) :cheers:

Woalahhh,, ini yang kasus Al Amin Nasution yang HOT itu rupanya :D ... jadi beneran dah dapat izin dari DPR Pusat , donk ya ??? :D

novian
December 26th, 2008, 08:14 PM
wah...klo mengenai izin,gw krg tau tuh.....yg pasti proyek kantor bupatiny tetap berjalan....dulu wktu pulang mudik k bintan gw msh ngeliat aktivitas pembangunannya seh.

sebenarnya kawasan itu bukan murni Kawasan Hutan Lindung, dulunya daerah bintan bunyu itu merupakan perkampungan penduduk.
dan daerah itu di jadikan Kawasan hutan lindung sejak pemerintah pusat (zaman orde baru sekitar tahun 1990an) berencana ingin melakukan export air bersih ke singapura.

novian
January 4th, 2009, 06:17 PM
BINTAN, TRIBUN- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Provinsi Kepri berencana membangun kawasan wisata “Chinese Town” di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

“Kawasan wisata itu bercorakan kebudayaan Tionghoa,” ujar Bupati Bintan, Ansar Ahmad, Rabu (31/12).

Chinese Town dibangun di kawasan yang dihuni sebagian besar masyarakat etnis Tionghoa. Direncanakan, pembangunannya dilaksanakan pada 2009, karena mendapat respon positif dari masyarakat.

Chinese Town sebagai bentuk pelestarian budaya Tionghoa dan juga untuk menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. “Kami yakin Tanjung Uban akan menjadi kawasan yang hidup dan bermanfaat,” tuturnya.

Chinese Town sengaja dibangun di pesisir Tanjung Uban, karena mayoritas kawasan tersebut dihuni oleh etnis Tionghoa. Masyarakat sekitar Tanjung Uban juga akan memasarkan masakan Tionghoa di kawasan itu. “Kami yakin itu akan menjadi sumber pendapatan baru masyarakat sekitar,” katanya.

Ansar mengatakan lahan yang dikuasai masyarakat akan diganti oleh pemerintah untuk kepentingan Chinese Town.
“Pembebasan lahan masyarakat tidak akan menjadi permasalahan yang berlarut-larut, karena masyarakat sekitar sudah mendukungnya,” katanya. (ant)

novian
January 4th, 2009, 06:18 PM
Terminal Simpang Lagoi Operasi
Mulai Januari 2009 Bus Uban-Pinang Wajib Singgah

BINTAN, TRIBUN- Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bintan merencanakan mulai mengoperasikan Terminal Simpang Lagoi bulan ini. Meski beberapa bulan lalu terminal ini sudah selesai dikerjakan, namun sampai saat ini masih kosong tanpa aktivitas.

Pantauan Tribun, akhir pekan lalu, hanya tampak satu kios yang buka di samping terminal. Selain kios itu, tidak ada lagi aktivitas. Aspal terminal tampak masih mulus, sementara beberapa bangunan yang ada di dalamnya catnya tampak masih baru.

Kepala Dishub Bintan Yandrisah saat dikonfirmasi Minggu (4/1) mengatakan, saat ini Dishub tengah melakukan persiapan operasi terminal persinggahan jalur Tanjungpinang-Tanjunguban ini.
Sekarang secara fisik, terminal memang sudah siap. “Tapi masih ada sejumlah kelengkapan lagi yang harus kita buat,” kata Yandrisah.

Di antara kelengkapan yang dimaksud adalah alat pengeras suara, kursi tunggu penumpang, rambu-rambu penunjuk dan lainnya. Rencananya pengadaan ini akan dianggarkan dalam APBD Bintan 2009.

Untuk operasional terminal, menurut Yandrisah nantinya akan disejalankan dengan operasional terminal di Bintan Center yang dikelola Pemko Tanjungpinang. “Kita rencanakan waktu beroperasinya sama. Sebab, ini satu jalur,” lanjutnya.

Nantinya bus yang singgah di Terminal Simpang Lagoi, akan langsung menuju ke Terminal Bintan Center, sehingga tidak masuk ke dalam kota Tanjungpinang lagi. Selain mengoperasikan terminal, ada kebijakan Pemkab Bintan untuk menertibkan warung pinggir jalan di kawasan Simpang Lagoi.

Saat ini ada puluhan warung yang bertebaran di sepanjang pinggir jalan di depan pintu masuk ke kawasan wisata internasional Lagoi. Warung-warung ini terbuat dari kayu. Hanya sedikit di antaranya yang dibuat beton.

Barang dagangan pun bermacam-macam, mulai makanan ringan, bensin, sampai warung kopi, dan warung nasi.

Seluruh warung ini nantinya akan dipindahkan ke dalam kawasan terminal. Saat ini sudah disediakan kios-kios kecil di dalam terminal. Untuk memastikan terminal ramai, Dishub akan mewajibkan seluruh bus jurusan Tanjunguban-Tanjungpinang singgah ketika lewat jalur tersebut.

Selain itu, seluruh penumpang yang hendak transit disarankan masuk dan menunggu bus dalam terminal.

Selama ini, karena tidak ada terminal, bus dan para penumpang menunggu angkutan di pinggir badan jalan di simpang masuk menuju Lagoi.

Kawasan Simpang Lagoi sendiri sekarang telah berkembang. Dari sebuah jalan yang hanya ditumbuhi semak belukar di kiri-kananya, menjadi kawasan persinggahan yang cukup ramai. Penumpang yang menggunakan jasa angkutan di kawasan ini adalah sejumlah pekerja Lagoi maupun yang tinggal di sekitar kawasan simpang Lagoi.
Setidaknya ada belasan bus yang sampai sekarang melayani rute Tanjunguban-Tanjungpinang. Kewajiban singgah di dalam terminal hanya akan diberikan kepada bus umum, tidak bagi bus karyawan maupun taksi yang melintas. (aji)

DJ_Archuleta
January 12th, 2009, 04:56 PM
Bintan Agro Resort Hotel


Description:

Area = 3.800 m2
Room Unit = 104 rooms


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BINTANAGRORESORTHOTEL.jpg

DJ_Archuleta
January 12th, 2009, 05:06 PM
Nirwana Gardens in Bintan


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/MapNirwanaResort.jpg

novian
January 14th, 2009, 07:48 PM
2010, Pemkab Pindah ke Bintan Buyu

BINTAN, TRIBUN-Niat Pemkab Bintan untuk pindah dari Kijang ke Bintan Buyu ternyata akan direalisasikan pada tahun depan, 2010. Dengan catatan, Agustus mendatang pembangunan Kantor Bupati Bintan di Desa Bintan Buyu selesai dilakukan.

“Dua bangunan kantor Bupati, Agustus 2009 sudah selesai, maknanya 2010, pertangahan atau akhir, kita akan pindahkan sebagian besar pemerintahan Bintan ke lokasi yang baru,” kata Bupati Bintan Ansar Ahmad saat dikonfirmasi usai menghadiri sidang paripurna DPRD Bintan dengan agenda pengesahan APBD Bintan 2009 di Kantor DPRD Bintan, Rabu (14/1).

Selama ini Pemkab Bintan masih menempati kantor sementara di Wisma PT Antam, Kijang, sekitar 30 kilometer dari Tanjungpinang. Kepindahan ini dilakukan dua tahun lalu, seiring Kantor Bupati Bintan yang ada di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang digunakan untuk Kantor Gubernur Kepri.

Bupati dan Wakil Bupati Bintan serta sejumlah dinas sejak saat itu pun pindah ke Kijang. Meski demikian masih ada sejumlah kantor dinas yang berada di wilayah Kota Tanjungpinang.

Sejak tiga tahun anggaran berjalan, Pemkab dan DPRD Bintan menganggarkan dana dari APBD Bintan untuk keperluan pembangunan pusat pemerintahan tersebut. Saat ini bangunan yang sudah berdiri, dalam pantauan Tribun adalah Kantor Bupati, Kantor DPRD dan Kantor Dinas PU. Namun semuanya masih dalam pengerjaan, alias belum selesai.

Total dana yang dihabiskan untuk membangun pusat pemerintahan di Bintan Buyu, yang berjarak sekitar 46 kilometer dari Tanjungpinang ini mencapai Rp 112 milyar. Namun dalam pelaksanaan lelang proyek, dana yang dibutuhkan menyusut menjadi Rp 97 miliar.

Berdasarkan kontrak kerja, pada Agustus semua bangunan yang sudah ditenderkan harus selesai. Sejauh ini, kesiapan bangunan baru sekitar 30 persen. Namun Ansar Ahmad menyatakan sesuai kontrak, maka bangunan itu harus selesai pada Agustus, sehingga kontraktor pelaksananya harus bekerja keras.

Pembangunan pusat pemerintahan Bintan di Bintan Buyu ini pada April 2008 lalu pernah mendapat sandungan. Saat itu, dalam perencanaan, di luar areal pusat pemerintahan yang memiliki luas sekitar 200 hektar, juga akan dibangun Central Bussiness District (CBD).

CBD merupakan sebuah kawasan bisnis yang nantinya akan terintegrasi dengan pusat pemerintahan.

Pembangunan kawasan bisnis ini sepenuhnya dilepaskan ke swasta. Untuk keperluan pembangunan ini, dibutuhkan areal lahan mencapai lebih dari 6.000 hektare.

Namun pembebasan lahan di luar pusat pemerintahan itu terbentur dengan adanya kebijakan Menteri Kehutanan yang menetapkan kawasan tersebut sebagai areal hutan lindung, atau daerah tangkapan air (catchment area).

Dalam proses pengajuan pelepasan kawasan ini dari areal hutan lindung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) justru menangkap mantan Sekda Bintan Azirwan dan anggota DPR RI Al Amin Nasution.

Terlepas dari persoalan itu, untuk kawasan pembangunan pusat pemerintahan yang lahannya di luar areal kawasan hutan lindung, proses pembangunannya tetap dilakukan. (aji)

DJ_Archuleta
January 15th, 2009, 07:34 PM
Dam Baloi Kembali Mencuat


BATAM, TRIBUN-Alih fungsi hutan Dam Baloi menjadi kawasan bisnis kembali mencuat. Hingga Kamis (15/1), Menteri Kehutanan MS Kaban belum juga mengeluarkan surat izin alih fungsi.

Berdasarkan SK Menhut No: S. 185/Menhut-II/2008, Kaban menyetujui perpanjangan pengurusan tukar fungsi hingga 15 Januari 2009. Syaratnya Otorita Batam harus menyediakan lahan pengganti yang clear and clean di Tembesi.

Ketua Otorita Batam sekaligus Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam Mustofa Widjaja sudah menyampaikan surat ke pusat. “Kami sudah sampaikan surat ke pusat, tapi sampai saat ini belum dikeluarkan SK. Kenapa belum keluar, saya tidak tahu silakan saja tanya kesana,” kata Mustofa di Hotel Vista, Kamis (15/1).

Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan, sepengetahuannya sudah selesai permasalahan di hutan Tembesi, tapi untuk catchment area belum selesai masih perlu dikaji luasannya. “Untuk lebih jelasnya silakan tanya ke Bapedalda yang bertugas menanganinya,” kata Dahlan.

Kepala Bapedalda Batam, Dendi Purnomo menyebut tahap pertama sudah selesai, luas hutan pengganti 880 hektare. Namun pekerjaan tahap kedua, masih persoalan ganti rugi terhadap warga yang bermukim di sana.

“Kita akan terus berusaha, supaya bisa selesai. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa selesai,” kata Dendi.

Alih fungsi hutan Dam Baloi dilakukan berdasarkan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Batam dan Otorita Batam, No.12/MoU/IX/2003 dan No.15/PERJ-KA/IX/2003 tanggal 12 September 2003.

Para pemegang izin prinsip dari Otorita Batam di lokasi tersebut ada yang telah membayar Uang Wajib Tahunan Otorita Batam (UWTO) sebesar Rp 15,5 miliar. Kalau seluruh pemegang izin prinsip di atas lahan seluas 1.196.000 meter persegi tersebut membayar UWTO Rp 51.750 per meter persegi, berarti ada setoran sejumlah Rp 61,89 miliar.

Sesuai isi kesepahaman, dana tersebut dibagi antara Otorita Batam dan Pemko Batam. Sempat muncul pernyataan jika pemerintah siap mengembalikan dana UWTO jika gagal dialihfungsikan.

Namun pengembalian dana tersebut sulit. Ketua Komisi I DPRD Batam Ruslan Kasbulatov, Pemko Batam tidak mengalokasikan pengembalian dana dalam APBD 2009.

“Saya akan pelajari dulu kesepakatannya. Yang jelas, tidak dianggarkan dalam APDB untuk pengembalian dana UWTO,” ujarnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat memeriksa pejabat Pemko Batam, Otorita Batam, dan para pemegang izin prinsip terkait masalah ini.

Tak tertata
Kawasan Dam Baloi memang menjadi primadona. Rencananya, di lokasi ini akan dibangunan landmark Batam. Pembagian peruntukan 40 persen lahan terbangun dan 60 persen lahan hijau.

Kondisi Dam Baloi semakin tak terawat. Hutan lindung sekitar dam baloi kini banyak ditumbuhi tumbuh- tumbuhan berbatang kecil dan hanya sedikit di tumbuhi pepohonan besar.

“Dulu daerah sekitar dam sejuk udaranya. Tapi sekarang, ilalang mudah terbakar. Tapi anehnya, setiap terbakar, tidak ada petugas pemadam kebakaran yang datang untuk memadamkan api. Pohon-pohon jadi terbakar juga,” ujar Hutagalung, warga sekitar dam.

Hal yang sama juga, diungkapkan Heri. Pria yang hobi memancing ini mengatakan sebelumnya pohon-pohon besar di sepanjang bibir dam mampu melindunginya dari panasnya terik matahari.

Dam Baloi juga menjadi tempat buangan sampah. Warga mengaku bukan mereka yang membuang sampah.
Ada sekitar 15 kepala keluarga yang membuat tambak ikan. Mereka memanfaatkan dam untuk keperluan sehari-hari.
“Kabarnya kami akan diungsikan. Tetapi sampai saat ini belum ada pemberitahuan dari pihak Otorita Batam,” ujar Hutagalung.

DJ_Archuleta
January 17th, 2009, 08:05 AM
Lagoi Bay Mall Development


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/Lagoibaymall.jpg


Description :
Land Area : 13.000 sqm
Total GFA : 10.000 sqm
No. of Storey : 3 stories including Basement
Location : Bintan, Island
Client : PT. Bintan Resort International PTE.LTD.Singapore

DJ_Archuleta
January 17th, 2009, 08:09 AM
Lagoi Bay Mall Overview


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/Lagoibaymall4.jpg

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/Lagoibaymallmap.jpg

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/Lagoibaymall2.jpg

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/Lagoibaymall3.jpg

DJ_Archuleta
January 17th, 2009, 05:27 PM
Listrik Desa Selesai Tahun 2010


BINTAN (BP) — Program listrik desa ditargetkan tuntas 2010. Kala itu pula, daerah-daerah terpencil yang saat ini belum teraliri listrik, diharapkan bisa menikmati fasilitas ini.

Program listrik desa yang digagas sejak 2006 ini, dinilai mampu menghilangkan kesenjangan kebutuhan listrik antara daerah perkotaan dan hinterland.

”Kita tergetkan 2010 Bintan terang benderang,” tukas Bupati Bintan Ansar Ahmad penuh optimis, Jumat (16/1).
Masalah krisis listrik di Kabupaten Bintan, menjadi faktor prioritas untuk dibenahi, karena PLN baru mampu mengaliri 50,72 persen kebutuhan masyarakat Bintan.

Pengadaan listrik desa, pada umumnya untuk pemukiman di pulau-pulau. Kawasan ini bila dikaji hingga beberapa tahun ke depan sulit untuk dialiri listrik PLN. Penyebabnya, karena lokasinya yang sangat terpencil dan dipisahkan oleh lautan. Sehingga untuk membangun jaringan, PLN butuh biaya besar. Seperti di kawasan Kecamatan Bintan Pesisir, dan Kecamatan Matang, serta Tambelan.

Dari program listrik desa yang sudah dijalankan, sebanyak 2.493 kepala keluarga (KK) telah dapat menikmati fasilitas listrik, dengan total mesin genset sebanyak 38 unit berkapasitar 50 sampai 150 KVA. Mesin yang diberikan dikelolah oleh masyarakat, dan tiap rumah pada umumnya dikenai biaya sekitar Rp100 ribu per bulan, dan ini tergantung dari pemakaian.

”Kami sekarang memikirkan cara tepat mengatasi kebutuhan listrik bagi daerah terpencil yang jumlah rumahnya sedikit. Dulu, model listrik tenaga surya pernah ada, tapi ada kelemahannya, alat rusak harus dipesan ke Jakarta,” tegas Ansar.

DJ_Archuleta
January 20th, 2009, 02:09 PM
Presiden Berharap FTZ Batam, Bintan dan Karimun jadi Pilar Ekonomi Dunia

http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/sbyftz.jpg

BATAM--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap kawasan perdagangan bebas (free trade zone) Batam, Bintan dan Karimun (BBK) dapat menjadi pilar baru perekonomian dunia.

Hal tersebut dikemukakan Presiden Yudhoyono dalam acara peresmian free trade zone (FTZ) itu di kawasan Pantai Coastarina, Ocarina Mega Tourism, Batam, Senin (19/1)pagi.

"Kita harap kawasan perdagangan bebas dapat menjadi pilar perkembangan kawasan ekonomi dunia baru di Asia," kata Presiden seraya mengatakan krisis keuangan yang melanda dunia mengakibatkan pusat pertumbuhan ekonomi dunia bergeser ke kawasan Asia.

Presiden menjelaskan, dimulainya kawasan perdagangan bebas Indonesia di Batam, Bintan dan Karimun adalah karena ketiga pulau itu memiliki letak geografis yang strategis di jalur perdagangan Indonesia.

Menurut Kepala Negara, dengan penetapan Batam, Bintan dan Karimun sebagai kawasan perdagangan bebas maka ketiga pulau itu juga dapat menjadi pintu gerbang masuknya investasi luar negeri, sentra industri dan pusat pelayanan lalu lintas kapal.

Untuk meningkatkan perkembangan kawasan perdagangan bebas Batam, Bintam dan Karimun, menurut Presiden, pemerintah Indonesia juga melakukan kerja sama dengan Singapura.

Pemerintah, lanjut Kepala Negara, menjanjikan insentif, pengurangan pajak dan ringkasnya perizinan di kawasan perdagangan bebas. "Perizinan yang bertele-tele mengganggu, permudahlah apa yang mudah. Apabila saya mendengar masih ada yang mengganggu maka akan diberikan tindakan yang tegas, laporkan pada yang berwenang, kalau perlu pada saya," kata Presiden sambil menyerukan perang melawan pungli dan korupsi.

Kepala Negara juga meminta pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang maksimal kepada perkembangan kawasan perdagangan bebas, serta tidak melupakan faktor lingkungan dalam mengembangkan industri.

Pada kesempatan itu Presiden mengundang para investor untuk meningkatkan investasinya dengan adanya jaminan kepastian hukum dan transparansi.

Pada kesempatan itu Kepala Negara juga meresmikan proyek baru dan perluasan dari 18 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor antara lain perkapalan, elektronik, wisata, dan properti.

Kedelapan belas perusahaan itu antara lain PT Tirta Utama Riani Indah (hotel), PT Nongsa Point Marina (hotel), PT Citra Tritunas (kawasan wisata), Harbourbay Amir Hotel (hotel), Pacific Palace Hotel (hotel), Coastarina (perumahan),Ocarina Mega Tourism (taman bermain), PT Saipem Indonesia (manufaktur) dan PT Kinema Systrans Multimedia (multimedia).

Batam, Bintan dan Karimun telah menarik sedikitnya 1.254 perusahaan multinasional dengan nilai investasi sebesar 11 miliar dolar AS. Tiga wilayah itu telah menjadi daerah tujuan bisnis di dunia karena lokasinya yang strategis, kepastian hukum, insentif menarik, infrastruktur modern, fasilitas dan biaya investasi yang bersaing, dan dukungan penuh pemerintah.

Dalam beberapa waktu terakhir pertumbuhan investasi asing di Batam, Bintan dan Karimun menunjukkan peningkatan yang signifikan terutama setelah adanya kesepakatan kerja sama ekonomi Indonesia-Singapura pada Juni 2006 yang diikuti dengan pembentukan kawasan ekonomi khusus Batam, Bintan, dan Karimun yang kemudian diubah menjadi FTZ.

Batam merupakan salah satu daerah industri dengan pertumbuhan ekonomi 7,2% tahun lalu. Pada 2008, total investasi asing di Batam mencapai US$9,34 miliar.

Bintan, tempat ibu kota Tanjungpinang berada, adalah salah satu daerah tujuan wisata favorit di Kepulauan Riau yang mampu menarik sedikitnya 42 ribu wisatawan asing setiap bulan.

Karimun adalah sebuah kawasan yang menawarkan peluang bisnis dengan dukungan lokasi yang strategis karena terletak di jalur pelayaran internasional.

Turut mendampingi Kepala Negara adalah Ibu Ani Yudhoyono, Menbudpar Jero Wacik, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Mensesneg Hatta Rajasa.

novian
January 20th, 2009, 09:28 PM
Interkoneksi Dibangun 2011
Meskipun jembatan Batam-Bintan masih hanya sebatas wacana, namun Pulau Batam dan Pulau Bintan akhirnya tetap akan menyatu melalui transmisi kabel listrik bawah laut atau interkoneksi listrik Batam-Bintan.

Pembangunan jaringan transmisi interkoneksi dengan kapasitas sekitar 150 KV ini dijadwalkan mulai dilaksanakan 2011. Selain menyatukan dua daratan terbesar di Provinsi Kepri ini, listrik dari Batam ini sekaligus memberikan jaminan ketersediaan listrik di Pulau Bintan untuk jangka panjang. Sehingga, pelaksanaan FTZ di Pulau Bintan bisa berjalan dengan baik.


Pembangunan transmisi tersebut dilaksanakan seiring dengan pembangunan tiga gardu besar atau gardu induk di Pulau Bintan. Gardu induk pertama dibangun di Tanjunguban dengan kapasitas 2 X 30 MVA. Gardu induk kedua di Sri Bintan dengan kapasitas 1 X 30 MVA dan gardu induk ketiga dibangun di Tanjungpiang dengan kapasitas 2 X 30 MVA. Sehingga kelebihan daya listrik di Batam bisa disalurkan ke Pulau Bintan.


Pembangunan jaringan transmisi dan gardu induk ini sudah masuk secara resmi dalam pembangunan proyek pembangkit dan jaringan PLN Sumatera Utara, Aceh, dan Riau. Di samping itu, PLN juga sudah meminta izin kepada Gubkepri untuk melaksanakan survei pembangunan gardu induk dan jaringan di Pulau Bintan.


”Pembangunan transmisi tersebut dilaksanakan satu paket dengan pembangunan gardu induk,” kata Manager PLN Kepri selain Batam, Ir Nusyasfin menjawab Batam Pos, Senin (19/1). Menanggapi pertanyaan tentang pembangunan PLTU Removable 2 X 150 MW di Galang Batang sebagai solusi krisis listrik jangka pendek dan menengah di Pulau Bintan, Nuryasfin mengatakan, hingga sekarang pembangunan tersebut masih sesuai progres atau rencana kerja yang disusun. Saat ini prosesnya sudah sekitar 50 persen dan dijadwalkan sekitar Juni 2009 sudah mulai beroperasi.


Sebelumnya, pembangunan PLTU ini dijadwalkan mulai beroperasi sekitar Februari 2009. Namun, krisis global yang melanda dunia membuat proyek ini ikut terkena dampaknya. Karenanya, rencana operasional yang semula Februari 2009 tertunda hingga sekitar Juni 2009.


”Saat ini pembangunannya dilaksanakan selama 24 jam penuh setiap hari,” terang Nuryasfin.
Sedangkan perbaikan mesin Mitsubishi 5 MW yang rusak, jelas Nuryasfin, sudah sampai hampir selesai dilaksanakan. Saat ini mesin tersebut hanya tinggal menunggu satu bagian komponen mesin itu saja, yang sekarang sedang dalam pengiriman. Setelah komponen itu tiba mesin tersebut bisa langsung dioperasikan, yang dijadwalkan sekitar akhir bulan ini. Meski demikian, imbuh Nuryasfin, pemadaman bergiliran di Tanjungpinang dan sekitarnya sudah jauh berkurang. ***

novian
January 20th, 2009, 09:33 PM
Pusat Akan Kucurkan Rp 250 M ,
Bangun Sarana Infrastruktur di Kepri
TANJUNGPINANG,TRIBUN - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto meninjau pembangunan Jembatan Sei Gesek Jalan lintas Barat antara Tanjungpinang-Bintan, Senin (19/1). Jembatan yang terletak di Desa Tuapaya Selatan Kabupaten Bintan ini merupakan proyek yang pembangunannya didanai pemerintah pusat dalam APBN.

Menurut Djoko, pembangunan jembatan penghubung memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Dengan jembatan ini, maka akses masyarakat akan semakin banyak. Dampaknya adalah peningkatan ekonomi di dua wilayah tersebut akan meningkat.

Untuk itu, Pemerintah pusat berkomitmen untuk terus mengucurkan dana hingga pembangunan jembatan ini selesai. “Jadi, nanti jembatan lintas barat ini akan kami bantu dari dana APBN hingga selesai,” janji Djoko.

Pemerintah pusat juga akan mengucurkan dana kepada Pemprov Kepri senilai Rp 250 miliar untuk pelaksanaan pembangunan di enam kabupaten/kota se-Kepri. “Selain jalan lintas barat ini, pemerintah pusat akan mengalokasikan dana pembangunan lainnya senilai Rp 250 miliar,” beber Djoko. Selain membangun infrastruktur jalan, juga akan dibantu pembangunan perhubungan di sektor laut.

Sebelum melakukan peninjauan jembatan, Djoko bersama rombongan juga meninjau batas pembangunan aspal jalan lintas barat. Pengerjaan pembangunan aspal jalan ini baru memasuki Desa Tembeling.
Dalam peninjauan kali ini, Menteri PU Djoko Kirmanto didampingi Kepala Dinas PU Provinsi Kepri, Ismanullah, Kepala Dinas PU Kabupaten Bintan Ir Heru Sukmoro, dan Kepala NSTV Dirjen Bina Marga Provinsi Kepri,

novian
February 3rd, 2009, 04:33 AM
Proyek Hotel Bintang 6 Tertunda

LAGOI (BP) — Krisis global ternyata berpengaruh terhadap proyek pembangunan di kawasan Bintan Resort Lagoi. Salah satunya, pembangunan hotel bintang 5 Diamond atau setaraf Bintang 6, Ritz Carlton ditunda untuk sementara akibat pengaruh krisis global.


”Karena kondisi krisis, pembangunan Ritz Carlton tampaknya ditunda sementara,” ujar Ashad Sirad, manajer Marketing PT Bintan Resort International kepada wartawan, Senin (2/2).


Tidak hanya Ritz Carlton saja yang tertunda, Sahid Hotel yang rencananya membangun hotel di proyek Lagoi Bay juga menunda proyek pembangunan. Seperti yang disampaikan ketua Yayasan Sahid Jaya, Yanti Sukandani.


Untuk tahap sekarang, Sahid Hotel tengah memfokuskan merehab sejumlah jaringan hotelnya di berbagai tanah air. Menurutnya, krisis sekarang berbeda dengan krisis pada tahun 1998 lalu yang hanya dialami oleh pihak regional (Indonesia, Thailand dan Taiwan).


Tapi, krisis kali ini hampir mengena ke seluruh negara, bahkan Amerika. Akibat krisis global tadi, Singapura saja sampai mengalami negative growth, apalagi Indonesia dipastikan juga terkena dampaknya.


Meskipun begitu, Yanti menilai untuk Bintan masih memiliki prosfek yang cukup baik. Untuk mendorong sektor pariwisata bisa berkembang, perlu didorong juga dengan pembangunan infrastruktur yang ada di Bintan.


Selama ini, Bintan sangat tergantung dengan Batam kalau untuk meningkatkan angka kunjungan turis lokal. Sedangkan, untuk menunjang kunjungan turis asing Bintan sangat tergantung dengan Singapura.


Seperti yang terjadi saat Singapura mengadakan balap mobil F1, negeri jiran ini menutup pelayanannya hingga pukul 10.00 waktu setempat. Padahal, acaranya sendiri berlangsung pukul 12.00.


Tapi karena mereka tak mau peduli, akibatnya tamu yang mestinya Bintan yang dapat untung tumpahan turis ternyata tak bisa. ”Kita harus berdiri di kaki sendiri, jangan tergantung dengan Singapura,” tegas Yanti.


Kalau di Bintan sarana dan prasarananya lengkap, apalagi kalau proyek pembangunan bandara terlaksana turis dari China, Jepang, Rusia, India dan sebagai-nya bisa langsung menuju Bintan tak lagi melalui Singapura. (cnt)

novian
February 11th, 2009, 02:22 AM
Sri Bintan Pura Jadi 8 Lantai

http://tribunbatam.co.id/images/stories/photoberita/tanjungpinang/2009/february/pin.1102.jpg
Rabu, 11 Pebruari 2009
Dilengkapi Mal, Hotel, dan Parkir Bertingkat
Megaproyek Pelabuhan Bernilai Rp 454 Miliar

Sri Bintan Pura Jadi 8 LantaiTANJUNGPINANG,TRIBUN - Pelabuhan Sri Bintan Pura bakal berubah menjadi lebih megah dan moderen. Pelabuhan penumpang satu-satunya di Kota Tanjungpinang itu akan segera diperluas dan disulap menjadi delapan lantai, lengkap dengan pusat bisnis, hotel, dan lapangan parkir yang luas.

Tidak tanggung-tanggung pembangunan pelabuhan yang kini melayani feri domestik dan internasional itu, akan memakan anggaran sekitar Rp 454 miliar. Anggaran ini untuk bangunan fisik, sarana dan prasarana, pemindahan kantor, perizinan, dan manajemen konstruksi.

Nantinya, bangunan ini akan menjadi mix used building atau bangunan multifungsi.Sri Bintan Pura tidak hanya sebagai pelabuhan saja, tetapi juga berfungsi sebagai pusat bisnis yang akan dilengkapi dengan mal tujuh lantai, hotel tujuh lantai, pusat jajanan, serta parkiran delapan lantai.

Bahkan terminal luar negeri akan dibuat dua lantai. Sedangkan terminal dalam negeri akan diubah menjadi tiga lantai.

Pelabuhan itu nantinya akan berdiri setinggi empat lantai di atas lahan seluas lima hektare.

Saat ini Sri Bintan Pura masih berdiri di atas lahan sekitar satu hektare. Untuk itu terpaksa dilakukan reklamasi pantai sekitar empat hektare lagi. Penimbunan untuk menambah lahan seluas empat hektar tersebut akan dilakukan dari pelabuhan yang ada sekarang ke arah sebelah kiri bila menghadap ke Penyengat.

Megaproyek ini akan dibangun atas kerjasama badan usaha milik daerah (BUMD) PT Pembangunan Kepri, Pelindo, Pemko Tanjungpinang, dan pihak swasta. Sedangkan kontraktor yang akan membangunnya adalah PT Bangun Bandar Cemerlang (BBC) yang dikepalai oleh Huzrin Hood, tokoh pejuang Provinsi Kepri.

Komisaris BUMD, HM Sani yang juga Wakil Gubernur Kepri mengatakan, pembangunan ini tidak boleh main-main dan harus diperhitungkan dengan matang. Pasalnya, Sri Bintan Pura merupakan satu-satunya pintu masuk lewat lautan ke Tanjungpinang. Dengan demikian, pelabuhan tersebut akan menjadi ikon Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri.

“Harus dipikirkan, terutama dari segi anggaran. Kira-kira visible atau tidak, bisa diakomodir atau tidak,” tegas Sani saat presentasi megaproyek pembangunan pelabuhan tersebut di Hotel BBR, Selasa (10/2).

Hal serupa juga diungkapkan oleh Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan. Ia tidak ingin pembangunan pelabuhan tersebut setengah-setengah. “Jangan sampai wajah Tanjungpinang jadi bopeng pula,” ujar Tatik.

Menjawab kekhawatiran tersebut, Huzrin Hood berjanji akan mampu menyelesaikan pembangunan proyek ini selama satu tahun delapan bulan sejak izin dikeluarkan. “Satu tahun delapan bulan bangunan itu sudah bisa digunakan,” tegas Huzrin.
Namun sampai saat ini belum disepakati kapan proyek tersebut akan dimulai pengerjaannya. PT BBC masih mengurus berbagai perizinan untuk berbagai pengerjaan dalam proyek dimaksud.(opi):cheers:

novian
February 11th, 2009, 02:27 AM
Bangun Ring Road
Rabu, 11 Pebruari 2009

KEPALA Bapedalda Tanjungpinang, Yulianus Muchtar, menyampaikan bahwa bangunan pelabuhan yang akan berdiri setinggi delapan lantai itu, jangan sampai menghalangi view gedung daerah. Ia juga berharap tugu dan Asean Corner jangan sampai tergusur, karena memiliki historis tersendiri.

“Jangan sampai Gedung Daerah terhalangi, begitu juga dengan tugu dan Asean Corner,” ujarnya. Ia juga menyampaikan tidak hanya bangunan pelabuhan saja yang harus dipikirkan, tetapi juga akses jalan.

Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Azibar. Ia setuju bila nantinya akan dibangun ring road sebagai sarana pendukung menuju pelabuhan Sri Bintan Pura yang baru, karena jalan yang ada saat ini tidak memadai.

Huzrin menyambut baik saran tersebut, ia mengatakan tugu dan Asean Corner akan tetap dipertahankan. Ia juga mengatakan pembangunan tersebut akan dilakukan bertahap dan pelabuhan akan dibangun paling akhir. Hal tersebut dilakukan agar tidak mengganggu jalannya pelayaran.(opi)

novian
February 13th, 2009, 05:46 AM
Sri Bintan Pura Dilengkapi Dermaga Kapal Pesiar
http://tribunbatam.co.id/images/stories/photoberita/tanjungpinang/2009/february/pin.1203.jpg

BUTUH waktu satu tahun bagi PT Rancang Adhya Selaras, untuk mempersiapkan masterplan Pelabuhan Sri Bintan Pura yang baru. Berbagai rujukan arsitektur pun digunakan. Tak terhitung pula sudah berapa kali masterplan itu direvisi oleh 50 arsitek yang terlibat dalam rancangan ini.

“Kami harus menggabungkan tingkat keamanan pelabuhan yang tinggi, dengan mal yang mengundang ramai orang, serta hotel yang merupakan area privasi. Semuanya harus bersinergi,” ujar Ir Seno Prakoso, MT, arsitek yang juga direktur PT Rancang Adhya Selaras, Rabu (11/2).

Ditambah lagi, bangunan setinggi delapan lantai yang berdiri di atas lahan lima hektar tersebut tidak boleh menutupi view gedung daerah. Apalagi Gubernur Kepri, Ismeth Abdullah ingin bangunan tersebut berarsiterkur modern, namun tidak meninggalkan akar budaya melayu, serta dapat mewadahi semua fungsi dan potensi. “Pak Gubernur maunya bangunan itu mencerminkan Tanjungpinang 50 tahun ke depan,” ujar Seno.

Untuk merancang bangunan mal tersebut, kata Seno tidak terlalu sulit, apalagi di Indonesia sudah banyak bangunan mall yang bagus. Yang agak sulit adalah merancang pelabuhan. Karena pelabuhan itu diharapkan akan menjadi ikon bangunan secara keseluruhan dan menjadi pelabuhan terpadu.

Tidak hanya untuk kapal-kapal domestik dan internasional, tetapi juga kapal pesiar.

Karena selain menyiapkan dua ponton untuk pelabuhan internasional, tiga ponton untuk pelabuhan domestik, juga disediakan satu dermaga cruise atau kapal pesiar. Diharapkan nantinya turis-turis dari kapal pesiar dapat mengunjungi Penyengat dan pulau sekitar.

Pelabuhan tersebut juga harus berstandar internasional, baik dari segi keamanan maupun tingkat efisiensi. Untuk rancangan pelabuhan tersebut, sedikit mengadopsi pelabuhan Singapura. Sirkulasi penumpang lebih efisien dan juga nyaman.

Yang menarik dari bangunan ini nantinya adalah akan ada restoran di atas gedung. “Restoran ini berbentuk tepak sirih, sebagai ungkapan selamat datang. Akan terlihat jelas dari lautan,” ujar Seno.

Hal tersebut juga untuk menampilkan kesan arsitektur melayu. Selain itu di pintu juga akan dipasang ukiran-ukiran melayu.
Tim harus mempelajari arsitektur melayu pesisir. Pekanbaru pun menjadi rujukan untuk mempelajari budaya arsitektur melayu. Studi literatur tentang budaya melayu di Johor juga tak ketinggalan menjadi referensi. (opi)

novian
February 13th, 2009, 05:55 AM
Terminal RHF Baru Ditimbun

Meski direncanakan akan dibangun tahun 2008, namun hingga Februari 2009 belum terlihat sama sekali bakal bangunan terminal penumpang di Bandara Raja Haji fi Sabilillah (RHF) Tanjungpinang.


Sampai sekarang yang terlihat hanyalah hamparan tanah merah luas, yang saat musim panas berdampak munculnya debu kemerahan di sekitar bandara FHF. Hujan yang turun Rabu (12/2) malam sedikit membantu menghilangkan debu yang mengganggu pengguna Bandara. Karena, antara terminal penumpang di bandara dengan lahan kosong itu tidak ada pelindung sama sekali.


’’Nasib baik Abang ke sini sekarang, coba kemarin. Hanya berdiri sebentar saja sudah kuning semua baju kita,” kata pengguna Bandara, Indra yang ditemui di bandara kepada Batam Pos, Kamis (12/2).


Lewat pengamatan langsung di bandara RHF kemarin, sejumlah truk besar terlihat masih terus mondar-mandir menimbun tanah di lahan bakal terminal itu. Tanah berwarna kemerahan itu dibawa dari bukit di ujung Selatan bandara yang dipotong. Potongannya itulah yang dibawa untuk menimbun lahan di depan terminal penumpang sekarang.


Sebagian lainnya dibawa oleh truk-truk besar ke arah Utara untuk penimbunan di ujung Utara landasan pacu. Itu sebabnya jalan masuk ke bandara digeser lebih ke barat sekitar 10 meter. Karena jalan masuk yang lama sudah ditimbun dengan tanah dengan tinggi hingga sekitar satu meter.


Terkait tak kunjung dibangunnya terminal baru tersebut, Ketua Komisi III DPRD Prov Kepri, Lis Darmansyah yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, sesuai komitmen awal untuk terminal dibangun oleh PT Angkasa Pura (AP), pemotongan bukit oleh Pemprov dan perpanjangan landasan dari APBN serta pembebasan lahan dari Pemko. ***

novian
February 19th, 2009, 07:31 PM
Suryatati Kecewa Berat

Proyek Multiyears Dibatalkan
DPRD Sahkan APBD Tahun 2009

TANJUNGPINANG,TRIBUN - Setelah sempat tertunda, DPRD Tanjungpinang akhirnya mengesah anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tahun 2009 sebesar Rp 639 miliar dalam sidang paripurna, Rabu (18/2). Namun demikian Wali Kota Suryatati A Manan justru mengaku kecewa berat.

Penyebabnya anggaran proyek multiyears pembangunan jembatan Tanjungpinang-Senggarang yang semula diusulkan dalam APBD tersebut dibatalkan oleh DPRD. Alasannya, belum ada Perda multiyears yang mendasari dimasukkannya pendanaan proyek tersebut dalam APBD.

“Kecewa betul, jembatan itu kan untuk menghubungkan Tanjungpinang-Senggarang, supaya investasi bisa masuk,” ujar Tatik usai rapat paripurna DPRD.

Dalam sambutannya, Tatik mengatakan dewan terkesan tidak mendukung pembangunan jembatan penghubung tersebut. “Kita sudah mundur dua setengah tahun dan sekarang malah dibatalkan,” jelas tatik.

Ada beberapa proyek pembangunan yang termasuk dalam pembangunan multiyears selain jembatan Tanjungpinang-Senggarang. Proyek lain adalah aula kantor wali kota, rumah jabatan wali kota dan wakil wali kota, rumah jabatan ketua DPRD dan wakil, serta pembangunan gedung lima lantai.

Proyek tersebut tadinya dimasukan dalam RAPBD dengan nilai sebesar Rp 43,2 miliar, namun dibatalkan oleh DPRD, karena tidak ada Perda yang mendasari proyek multiyears tersebut. Bila lulus, proyek tersebut akan didanai secara tahun jamak yaitu dianggarkan dalam beberapa tahun APBD.

Padahal menurut Tatik, pemerintah sudah jauh-jauh hari mengajukan Ranperda multiyears tersebut sebelum pengajuan RAPBD. “Sudah jauh-jauh hari dimasukan, tapi malah dikatakan Perdanya belum ada,” ketus Tatik.

M Ali, Wakil Pansus pembahasan Ranperda tesrebut mengatakan, draf Ranperda itu memang sudah diajukan sebelum pengajuan RAPBD, namun Pansus tidak punya cukup waktu untuk mengesahkan Perda tersebut, karena pembahasan APBD juga perlu secepatnya.

“Kalau menurut saya pribadi, semestinya memang harus disahkan, tetapi syarat dan mekanisme pengesahan Perda itu belum lengkap, jadi tak mungkin dipaksakan” jelas dia.

Menurutnya beberapa syarat seperti detail design enggineering (DED), gambar tiga dimensi proyek tersebut, dan beberapa syarat lainnya belum lengkap.

Bahlan Ali belum tahu apakah Pansus akan kembali bekerja membahas Ranperda tadi, tapi menurutnya jika memang sangat penting dapat dikejar sehingga anggaran multiyears tersebut dapat disahkan pada APBD perubahan, tidak perlu menunggu APBD 2010.

Tunjangan
APBD ini juga memuat kenaikan tunjangan. PNS dari segala golongan akan menerima kenaikan tunjangan transportasi sebesar Rp 500 ribu setiap bulannya, dengan total alokasi Rp 22 miliar per tahun. Sedangkan guru dan satpam honorer akan menerima kenaikan tunjangan sesuai UMR. Adapun nilai total untuk mereka ini adalah Rp 5,7 miliar.

Alokasi bantuan untuk guru Depag pula sebesar Rp 1,6 miliar. Sedangkan bantuan untuk guru TPA sebesar Rp 1 miliar termasuk bantuan rumah ibadah dan keagamaan. “Kami ingin semua pihak merasakan, tidak hanya PNS yang mendapat kenaikan tunjangan, tetapi juga guru dan Satpam honorer, begitu juga guru Depag dan guru TPA, karena mereka kan juga sama-sama mengajar,” jelas M Arif, anggota DPRD Tanjungpinang.

Bantuan untuk guru Depag merupakan alokasi baru dalam APBD tersebut. Selain itu dimasukan pula anggaran untuk perbaikan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, sesuai permintaan masyarakat pada reses dewan yang lalu.

Termasuk pula dana pengamanan Pemilu sebesar Rp 3 miliar, Panwas Rp 1 miliar dan KPUD Tanjungpinang Rp 4 miliar. Juga dana sharing BOS untuk SD, SMP dan SMA sebesar Rp 1,5 miliar. “Dana sharing BOS itu untuk enam bulan, setelahnya akan kami evaluasi lagi dan bila perlu penambahan akan dimasukan pada APBD perubahan,” tambah Arif.

Dana sharing itu, kata dia, merupakan bantuan pendidikan dari pemerintah, untuk kegiatan yang tidak termasuk dalam juklak BOS dari pusat. Selain itu dana Jamkesmas yang sebelumnya sebesar Rp 600 juta ditambah menjadi Rp 1 miliar. Penambahan tersebut untuk dana kesehatan masyarakat yang tidak memiliki kartu Jamkesmas. “Data Jamkesmas itu kan sudah lama, jadi kami tambah untuk masyarakat yang tidak punya kartu,” ungkap Arief.
Beberapa penambahan pos anggaran tersebut, tidak menambah jumlah dana APBD yang disetujui pada kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA PPAS) lalu. Hal tersebut dikarenakan anggaran tambahan tersebut diambil dari dana proyek multiyears yang belum berjalan.(opi)

novian
February 19th, 2009, 07:33 PM
Pinang-Senggarang Jadi 9,2 Km

Bila Jembatan Diselesaikan
Tinggal Dua Proyek Lagi

TANJUNGPINANG, TRIBUN - Keputusan DPRD membatalkan alokasi dana proyek multiyears tidak membuat Pemko Tanjungpinang patah arang. Wakil Wali Kota Edward Mushalli menegaskan akan terus mendesak agar proyek multiyears terutama pembangunan jembatan penghubung Tanjungpinang-Senggarang dapat dikerjakan tahun ini.

“Kami akan terus berupaya agar pembangunan jembatan itu dapat terlaksana,” tegas Edward, Kamis (19/2).

Setidaknya, kata dia, proyek itu akan dapat dianggarkan dalam pembahasan APBD Perubahan akhir tahun nanti. Jembatan ini diharapkan akan meningkatkan perekonomian warga Senggarang khususnya karena di Senggarang nantinya akan dibangun beberapa kantor dinas dan juga pengadilan agama.

Minimal, jelas Edward, dengan adanya perkantoran tersebut, warga Senggarang dapat membuka usaha seperti rumah makan dan sebagainya.

Selain itu segala urusan pemerintahan akan lebih mudah bagi warga Senggarang.
Jembatan ini juga akan membuat akses ke Senggarang lebih terbuka, karena dapat memperpendek jarak tempuh Tanjungpinang-Senggarang. Berdasarkan data di Dinas Kimpraswil, jembatan tersebut akan memperpendek jarak Tanjungpinang-Senggarang sekitar 11 kilometer dari Sei Carang.

Bila menggunakan jalan yang ada saat ini, jarak tempuh sekitar 20 kilometer, sedangkan bila menggunakan jalur jembatan akan menjadi sekitar 9,2 kilometer dari Sei Carang.

Sebenarnya ada empat jembatan yang akan menjadi penghubung jalan dari Pinang-Senggarang yaitu, jembatan Sei Ladi sepanjang 7x20 meter yang sudah selesai pembangunannya menggunakan APBD 2005. Lalu, jembatan Tanjung Lanjut sepanjang 7x40 meter yang dibangun dari APBD 2006 dan jembatan Sei terusan dan Sei Gugus yang direncanakan menjadi proyek multiyears dan dapat digunakan pada 2011 mendatang.

Sebenarnya pembangunan jembatan Sei Gugus tersebut merupakan proyek patungan antara Pemko dan Pemerintah Pusat. Dimana dari dana APBN telah dibangun abutment I dan II, pilar I dan II, oprit, slab on pile dan juga pengaspalan dari arah Tanjungpinang sepanjang 120 meter.

Sedangkan Pemko Tanjungpinang kebagian pembangunan bagian tengah jembatan dengan anggaran sebesar sekitar Rp 36,6 miliar. Dengan rincian sekitar Rp 10,9 miliar pada APBD 2009 dan Rp 25,6 miliar pada APBD 2010. Jembatan tersebut direncanakan akan dibangun sepanjang 17x200 meter.

DPRD mengatakan anggaran tersebut tidak dapat dimasukan dalam APBD 2009 karena belum ada Perda multiyears yang mendasarinya. Namun Edward mengatakan Pemko sudah jauh-jauh hari mengajukan Ranperda tersebut dengan syarat-syarat yang lengkap.
“Menurut saya Perda itu belum disahkan karena dewan terburu dengan pembahasan APBD, semoga secepatnya Perda itu dapat disahkan agar proyek multiyears bisa dianggarkan pada APBD perubahan,” tutup Edward.(opi)

novian
May 28th, 2009, 05:15 PM
berita lama dari : http://www.tabloidsergap.info/pages/kepri/042_menelusuri.html

Alih Fungsi Hutan Lindung Yang Menuai Masalah

Menyusul tertangkapnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan Drs. Azirwan oleh KPK pusat di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu, (9/4) yang lalu, terkuaklah misteri lobi-lobi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan yang dimotori oleh Azirwan, terkait pengalihan fungsi hutan lindung di Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Untuk digunakan lokasi ibukota Kabupaten Bintan yang sekarang masih berkantor di Mess PT.Aneka Tambang (Antam) Kijang, Bintan Timur.

Bintan, Sergap – Kebetulan ketika SERGAP berada di kantor Bupati Bintan di Kijang, hari Senin, (14/4), tiba-tiba merapat mobil Toyota Kijang warna biru bernomor polisi BP 1534 TY. Turunlah dari mobil itu 8 orang petugas yang belakangan diketahui dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang langsung datang dari Jakarta. Mereka membawa sebuah Safety Box warna hitam yang digembok.

Rupanya KPK mengirim timnya ke Kabupaten Bintan untuk mencari dan mengumpulkan data kasus dugaan suap Azirwan kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Al Amin Nasution.



Rombongan KPK itu terbagi dua tim, tim yang pertama beranggotakan 4 orang, melakukan penggeledahan di kantor Sekda Bintan Jl. Alumina Kijang, mulai pukul 08.30 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Ketika melakukan penggeledahan, mereka dikawal oleh 10 personil Polri dari Polres Bintan yang dipimpin oleh Wakapolsek Bintan Timur Ipda Hendrianto.

Selain menggeledah dan menyita dokumen yang ada di ruang kerja sekda, tim KPK itu juga meminta tentunya sekaligus menyita dokumen-dokumen terkait dengan proses pembebasan Hutan Lindung di Bintan Buyu. Dokumen-dokumen tersebut di dapat dari Dinas Pertanian, Perternakan dan Kehutanan serta Bappeda Pemkab Bintan.

KPK juga memanggil Direktur PT. Bintan Inti Sukses (BIS), Riza P untuk meminta dokumen yang terkait kerjasama antara PT. BIS dengan berbagai pihak yang terkait masalah pengembangan kawasan Central Business Development (CBD) di Bintan Buyu. Sekedar informasi, PT BIS juga merupakan BUMN Daerah.

Selanjutnya KPK juga mencari dokumen yang terkait proses pelepasan Hutan Lindung di Bintan Buyu yang ada kaitannya dengan Menteri Kehutanan dan DPR RI. Sementara di tempat terpisah tim kedua KPK yang berjumlah 4 orang juga melakukan hal yang sama di kediaman Azirwan, di Jl. Beringin no 38 RT 03/RW IV Kelurahan Tanjungpinang Barat mulai pukul 08.00 WIB. KPK juga menggeledah mobil dinas Azirwan, Nissan Terano nomor polisi BP 6 B yang sehari-harinya digunakan untuk keperluan dinas.

Sergap belum bisa mengkonfirmasi hasil penggledahan mendadak tersebut, karena tim KPK enggan memberi komentar. ”Kami datang ke sini hanya untuk mencari data saja, nanti akan ada konferensi pers”, kata salah seorang dari mereka.

Pemeriksaan KPK di kantor Sekda Kabupaten Bintan ini berlangsung tertutup dan wartawan di larang masuk. Tim KPK benar-benar bekerja secara professional. Contohnya ketika Pemkab Bintan menyediakan makanan dan minuman, para ”tamu tak diundang ini” menolaknya. Mereka membeli sendiri makanan dan minuman yang dibutuhkan.

Hal ini membuat suasana di kantor Pemkab Bintan itu terasa menegangkan bagi para pegawainya. ”Pokoknya ngeri.....”, kata salah seorang staf Sekda yang tidak mau disebut namanya kepada Sergap.

Irianto, Kabaghumas Pemkab Bintan menolak berkomentar terkait pengalihan fungsi hutan lindung, ia menyarankan wartawan Sergap ke Wakil Bupati Bintan Mastur Taher. Ketika dihubungi, Mastur Taher tidak bisa di konfirmasi dengan alasan lagi sibuk mendampingi tim KPK. Sedangkan Bupati Bintan Ansar Ahmad, SE, MM sedang berada di Jakarta.

Sore harinya Sergap melakukan konfirmasi via telepon dengan Assisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemkab Bintan Yuda Inangsa, yang menjelaskan bahwa sekarang ini seolah-olah Pemkab Bintan meminta ijin hutan kepada pemerintah pusat untuk di lepaskan menjadi ibukota kabupaten di Bintan Buyu. ”Gunung Bintan itu baru hutan lindung, yang luasnya lebih kurang 600 hectare,” katanya. Yuda juga berharap Tabloid Sergap bisa ikut menyebarluaskan informasi yang berimbang bahwa hutan yang dilepaskan itu bukan hutan lindung, tetapi itu adalah kawasan cacthment area untuk mendukung penjualan air ke Singapura yang terdiri dari 9 desa. ”Intinya, mudah-mudahan pemerintah pusat akan terbuka matanya sedikit,” kata Yuda berharap.

Berdasarkan pemekaran daerah yang dilaksanakan pada tahun 2004, Pemkab Bintan terpaksa memindahkan ibukotanya ke Bintan Buyu sesuai PP Nomor 38 Tahun 2004. Mengingat Bintan Buyu adalah Hutan Lindung, untuk itu Pemkab Bintan mengajukan permohonan peninjauan kembali status kawasan itu kepada Menteri Kehutanan, melalui surat Bupati Nomor 31/Pem/2005, tanggal 31 Januari 2005, dan didukung surat Gubernur Kepulauan Riau Nomor 522.12/DPP-HUT/0217, tanggal 23 Februari 2005.

Disusul lagi dengan surat Bupati Nomor 100/Pem/09, tanggal 18 Januari 2007 tentang Masterplan Bandar Seri Bentan dan Masterplan Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu. Maka keluarlah surat Dirjen PHKA Departemen Kehutanan Nomor S251/IV.KK/2007 yang membolehkan untuk membangun kantor pemerintahan di kawasan tersebut. Akhirnya Menteri Kehutanan mengirim tim pendahuluan untuk melakukan survey mengenai pengolahan dan analisis terhadap berbagai aspek lingkungan, sosial, ekonomi dan hukum. Setelah itu Menteri Kehutanan membentuk tim terpadu yang beranggotakan dari IPB, KLH, Yayasan Mangrove, Jawatan Hidro Oseanografi TNI AL dan lain lain.

Dari hasil tim terpadu, selanjutnya Menteri Kehutanan mengajukan surat kepada Ketua Komisi IV DPR RI dengan nomor S.20/Menhut-VII/2008, tanggal 15 Januari 2008. Akhirnya Selasa (8/4) dilaksanakan rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Kehutanan yang membahas Permohonan Pelepasan Kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Bintan, yang mana hasil rapat tersebut menyetujui permohonan itu. Rapat kerja Komisi juga menyetujui dibangunnya Kawasan Bisnis Terpadu (Central Business Development), yang merupakan sebuah kerjasama antara Pemkab Bintan dengan konsorsium yang diwakili oleh PT Bintan Inti Sukses (BIS).

Dalam penelusuran di Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan, Sergap bertemu seorang warga bernama Ha’i, (62 th) kelahiran Bintan Buyu. Ha’i mengatakan, cacthment area (kawasan resapan air, red) sudah ada sejak tahun 1991. Kala itu Ha’i mau membangun rumah di Bintan Buyu tapi Pemkab melarangnya dengan alasan kawasan itu termasuk cacthment area. ”Mengapa sekarang di daerah itu bisa di bangun kantor Bupati,” kata Ha’i menyatakan rasa herannya.

Masih menurut Ha’i, cacthment area itu meliputi wilayah utara untuk daerah Pariwisata Lagoi, sebelah selatan meliputi wilayah Tembeling, Bintan Buyu, Seri Bentan, Toapaya dan Ekang Enculai.

Sergap melihat di lapangan telah berdiri bangunan megah di atas lahan cacthment area tersebut. Yaitu sebuah kantor Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Bintan dengan anggaran Rp. 5 Milyar lebih dari APBD Tahun Anggaran 2007. ”Saat ini kondisi fisik nya sudah 90 persen selesai”, kata seorang pengawas yang tidak mau disebutkan namanya.

Seminggu pasca penangkapan Azirwan, tepatnya hari Rabu (16/4) Bupati Bintan, Ansar Ahmad, SE.MM menunjuk Pattimura, Assisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Bintan, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan. Langkah ini diambil oleh Bupati agar roda pemerintahan berjalan dengan sebagaimana mestinya. ( Edy/ Ico)

http://www.tabloidsergap.info/images/ibukota-bintan.jpg
http://www.tabloidsergap.info/images/dinas-pu-bintan.jpg
http://www.tabloidsergap.info/images/kantor-sekdakab-bintan.jpg
http://www.tabloidsergap.info/images/kantor-bup-bintan.jpg

novian
May 28th, 2009, 05:15 PM
berita lama dari : http://www.tabloidsergap.info/pages/kepri/042_menelusuri.html

Alih Fungsi Hutan Lindung Yang Menuai Masalah

Menyusul tertangkapnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan Drs. Azirwan oleh KPK pusat di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu, (9/4) yang lalu, terkuaklah misteri lobi-lobi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan yang dimotori oleh Azirwan, terkait pengalihan fungsi hutan lindung di Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Untuk digunakan lokasi ibukota Kabupaten Bintan yang sekarang masih berkantor di Mess PT.Aneka Tambang (Antam) Kijang, Bintan Timur.

Bintan, Sergap – Kebetulan ketika SERGAP berada di kantor Bupati Bintan di Kijang, hari Senin, (14/4), tiba-tiba merapat mobil Toyota Kijang warna biru bernomor polisi BP 1534 TY. Turunlah dari mobil itu 8 orang petugas yang belakangan diketahui dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang langsung datang dari Jakarta. Mereka membawa sebuah Safety Box warna hitam yang digembok.

Rupanya KPK mengirim timnya ke Kabupaten Bintan untuk mencari dan mengumpulkan data kasus dugaan suap Azirwan kepada Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Al Amin Nasution.



Rombongan KPK itu terbagi dua tim, tim yang pertama beranggotakan 4 orang, melakukan penggeledahan di kantor Sekda Bintan Jl. Alumina Kijang, mulai pukul 08.30 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Ketika melakukan penggeledahan, mereka dikawal oleh 10 personil Polri dari Polres Bintan yang dipimpin oleh Wakapolsek Bintan Timur Ipda Hendrianto.

Selain menggeledah dan menyita dokumen yang ada di ruang kerja sekda, tim KPK itu juga meminta tentunya sekaligus menyita dokumen-dokumen terkait dengan proses pembebasan Hutan Lindung di Bintan Buyu. Dokumen-dokumen tersebut di dapat dari Dinas Pertanian, Perternakan dan Kehutanan serta Bappeda Pemkab Bintan.

KPK juga memanggil Direktur PT. Bintan Inti Sukses (BIS), Riza P untuk meminta dokumen yang terkait kerjasama antara PT. BIS dengan berbagai pihak yang terkait masalah pengembangan kawasan Central Business Development (CBD) di Bintan Buyu. Sekedar informasi, PT BIS juga merupakan BUMN Daerah.

Selanjutnya KPK juga mencari dokumen yang terkait proses pelepasan Hutan Lindung di Bintan Buyu yang ada kaitannya dengan Menteri Kehutanan dan DPR RI. Sementara di tempat terpisah tim kedua KPK yang berjumlah 4 orang juga melakukan hal yang sama di kediaman Azirwan, di Jl. Beringin no 38 RT 03/RW IV Kelurahan Tanjungpinang Barat mulai pukul 08.00 WIB. KPK juga menggeledah mobil dinas Azirwan, Nissan Terano nomor polisi BP 6 B yang sehari-harinya digunakan untuk keperluan dinas.

Sergap belum bisa mengkonfirmasi hasil penggledahan mendadak tersebut, karena tim KPK enggan memberi komentar. ”Kami datang ke sini hanya untuk mencari data saja, nanti akan ada konferensi pers”, kata salah seorang dari mereka.

Pemeriksaan KPK di kantor Sekda Kabupaten Bintan ini berlangsung tertutup dan wartawan di larang masuk. Tim KPK benar-benar bekerja secara professional. Contohnya ketika Pemkab Bintan menyediakan makanan dan minuman, para ”tamu tak diundang ini” menolaknya. Mereka membeli sendiri makanan dan minuman yang dibutuhkan.

Hal ini membuat suasana di kantor Pemkab Bintan itu terasa menegangkan bagi para pegawainya. ”Pokoknya ngeri.....”, kata salah seorang staf Sekda yang tidak mau disebut namanya kepada Sergap.

Irianto, Kabaghumas Pemkab Bintan menolak berkomentar terkait pengalihan fungsi hutan lindung, ia menyarankan wartawan Sergap ke Wakil Bupati Bintan Mastur Taher. Ketika dihubungi, Mastur Taher tidak bisa di konfirmasi dengan alasan lagi sibuk mendampingi tim KPK. Sedangkan Bupati Bintan Ansar Ahmad, SE, MM sedang berada di Jakarta.

Sore harinya Sergap melakukan konfirmasi via telepon dengan Assisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan Pemkab Bintan Yuda Inangsa, yang menjelaskan bahwa sekarang ini seolah-olah Pemkab Bintan meminta ijin hutan kepada pemerintah pusat untuk di lepaskan menjadi ibukota kabupaten di Bintan Buyu. ”Gunung Bintan itu baru hutan lindung, yang luasnya lebih kurang 600 hectare,” katanya. Yuda juga berharap Tabloid Sergap bisa ikut menyebarluaskan informasi yang berimbang bahwa hutan yang dilepaskan itu bukan hutan lindung, tetapi itu adalah kawasan cacthment area untuk mendukung penjualan air ke Singapura yang terdiri dari 9 desa. ”Intinya, mudah-mudahan pemerintah pusat akan terbuka matanya sedikit,” kata Yuda berharap.

Berdasarkan pemekaran daerah yang dilaksanakan pada tahun 2004, Pemkab Bintan terpaksa memindahkan ibukotanya ke Bintan Buyu sesuai PP Nomor 38 Tahun 2004. Mengingat Bintan Buyu adalah Hutan Lindung, untuk itu Pemkab Bintan mengajukan permohonan peninjauan kembali status kawasan itu kepada Menteri Kehutanan, melalui surat Bupati Nomor 31/Pem/2005, tanggal 31 Januari 2005, dan didukung surat Gubernur Kepulauan Riau Nomor 522.12/DPP-HUT/0217, tanggal 23 Februari 2005.

Disusul lagi dengan surat Bupati Nomor 100/Pem/09, tanggal 18 Januari 2007 tentang Masterplan Bandar Seri Bentan dan Masterplan Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu. Maka keluarlah surat Dirjen PHKA Departemen Kehutanan Nomor S251/IV.KK/2007 yang membolehkan untuk membangun kantor pemerintahan di kawasan tersebut. Akhirnya Menteri Kehutanan mengirim tim pendahuluan untuk melakukan survey mengenai pengolahan dan analisis terhadap berbagai aspek lingkungan, sosial, ekonomi dan hukum. Setelah itu Menteri Kehutanan membentuk tim terpadu yang beranggotakan dari IPB, KLH, Yayasan Mangrove, Jawatan Hidro Oseanografi TNI AL dan lain lain.

Dari hasil tim terpadu, selanjutnya Menteri Kehutanan mengajukan surat kepada Ketua Komisi IV DPR RI dengan nomor S.20/Menhut-VII/2008, tanggal 15 Januari 2008. Akhirnya Selasa (8/4) dilaksanakan rapat kerja Komisi IV DPR RI dengan Menteri Kehutanan yang membahas Permohonan Pelepasan Kawasan Hutan Lindung di Kabupaten Bintan, yang mana hasil rapat tersebut menyetujui permohonan itu. Rapat kerja Komisi juga menyetujui dibangunnya Kawasan Bisnis Terpadu (Central Business Development), yang merupakan sebuah kerjasama antara Pemkab Bintan dengan konsorsium yang diwakili oleh PT Bintan Inti Sukses (BIS).

Dalam penelusuran di Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan, Sergap bertemu seorang warga bernama Ha’i, (62 th) kelahiran Bintan Buyu. Ha’i mengatakan, cacthment area (kawasan resapan air, red) sudah ada sejak tahun 1991. Kala itu Ha’i mau membangun rumah di Bintan Buyu tapi Pemkab melarangnya dengan alasan kawasan itu termasuk cacthment area. ”Mengapa sekarang di daerah itu bisa di bangun kantor Bupati,” kata Ha’i menyatakan rasa herannya.

Masih menurut Ha’i, cacthment area itu meliputi wilayah utara untuk daerah Pariwisata Lagoi, sebelah selatan meliputi wilayah Tembeling, Bintan Buyu, Seri Bentan, Toapaya dan Ekang Enculai.

Sergap melihat di lapangan telah berdiri bangunan megah di atas lahan cacthment area tersebut. Yaitu sebuah kantor Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Bintan dengan anggaran Rp. 5 Milyar lebih dari APBD Tahun Anggaran 2007. ”Saat ini kondisi fisik nya sudah 90 persen selesai”, kata seorang pengawas yang tidak mau disebutkan namanya.

Seminggu pasca penangkapan Azirwan, tepatnya hari Rabu (16/4) Bupati Bintan, Ansar Ahmad, SE.MM menunjuk Pattimura, Assisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Bintan, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan. Langkah ini diambil oleh Bupati agar roda pemerintahan berjalan dengan sebagaimana mestinya. ( Edy/ Ico)

http://www.tabloidsergap.info/images/ibukota-bintan.jpg
http://www.tabloidsergap.info/images/dinas-pu-bintan.jpg
http://www.tabloidsergap.info/images/kantor-sekdakab-bintan.jpg
http://www.tabloidsergap.info/images/kantor-bup-bintan.jpg

novian
June 1st, 2009, 02:49 PM
FTZ Bintan Lebih Menarik
Apindo Himpun Keluhan Pengusaha


BATAM (BP) – Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) Bintan lebih menarik bagi pemilik modal dibanding Batam atau Karimun. Sistem enclave yang diterapkan di Bintan justru dinilai memudahkan investor dan menguntungkan masyarakat yang berada di luar FTZ.


”FTZ Bintan dipastikan bisa berjalan sempurna karena ada pemisahan yang jelas antara kegiatan manufacturing dalam kawasan dan trading yang dilakukan masyarakat di luar kawasan,” ujar Ketua Apindo Bintan Jamin Hidajat saat berbincang dengan wartawan akhir pekan lalu di Hotel Harmoni Batam.


Menurutnya, kegiatan perdagangan yang selama ini sudah berjalan tidak akan dipersulit dengan berbagai prosedur birokrasi dan administrasi seperti yang terjadi di FTZ menyeluruh Batam. Sebaliknya pengusaha diharapkan mendapat berbagai insentif yang jelas saat melakukan ke-giatan dalam FTZ Bintan.


Sebaiknya lanjut Jamin, pemerintah memang mememisahkan antara manufaktur untuk ekspor dan kegiatan perdagangan dalam negeri. Namun dia enggan mengomentari lebih jauh mengenai FTZ menyeluruh di Batam.


Dengan demikian, katanya, masyarakat Bintan yang berada di luar FTZ tetap menikmati barang-barang konsumsi dalam negeri dengan harga lebih murah, karena tidak ada hambatan dalam pemasukannya. Perdagangan antarpulau juga akan lebih hidup untuk menyokong industri Pulau Bintan.



Tampung Masukan Soal FTZ
Kebijakan penerapan masterlist barang yang tidak membedakan antara manufacturing dan trading, menurut Jamin, memang bisa menimbulkan masalah dalam penerapan FTZ Batam, Bintan, dan Karimun. ”Dari dulu yang namanya kawasan berikat tak pernah ada masterlist. Sebab untuk apalagi diterapkan? Saya tak menyalahkan Bea Cukai karena memang aturannya begitu,” ucap Jamin yang juga Manager Liaison PT Bintan Inti Industrial Estate, pengelola kawasan industri Lobam.


Sebelum PP dan KMK turun, melalui Apindo dia sudah mewanti-wanti supaya tak ada masterlist. ”Tapi tiba-tiba saja diterapkan. Kalau mendadak mesin industri rusak, ini merepotkan pengusaha. Masak beli cangkir harus ditulis lengkap merek dan ukurannya. Kalau barang tiba-tiba tak ada, kan tak bisa ganti cangkir lain, sementara pengusaha butuh cepat, supaya produksi tak terganggu,” papar Jamin.


Tetapi untungnya Menkeu yang juga Menko Perekonomian Sri Mulyani welcome terhadap keluhan pengusaha. Sehingga penerapan FTZ akan terus dievaluasi untuk kesempurnaan. Apindo sendiri masih terus menampung masukan dari para pengusaha untuk disampaikan ke Dirjen Bea dan Cukai.


Pemerhati masalah hukum yang juga anggota DPRD Bintan Timbul Sianturi menyoroti penerapan peraturan FTZ yang terkesan serampangan. Itu terlihat sejak awal penerapan UU Nomor 36 tahun 2000 tentang FTZ, yang disusul tiga PP penetapan lokasi FTZ Batam, Bintan dan Karimun.


”Lantas tiba-tiba turun PP No 2 yang disusul tiga KMK untuk masing-masing kawasan FTZ BBK. Di daerah dan lokasi berbeda, diterapkan juklak yang sama. Padahal di Bintan FTZ enclave dan di Karimun belum jelas. Di Batam sendiri menyeluruh,” tegas Sianturi.


Dia menambahkan, kalau mau merujuk aturan yang ada, mestinya inang-inang dari Batam yang berangkat dari Punggur harus turun di pelabuhan bebas Lobam. Bukan turun di Tanjungpinang yang notabena bukan pelabuhan bebas. ”Harus diingat FTZ Batam itu menyeluruh lho. Jadi dari awal memang banyak yang sudah salah kaprah sehingga banyak sekali yang harus dibenahi jika ingin FTZ BBK berjalan sempurna,” tambah dia. (arh)

novian
June 1st, 2009, 02:50 PM
Vihara Raih Rekor Muri
Lusa, Diresmikan Aburizal Bakrie


TANJUNGPINANG (BP) - Vihara Avalokitesvara Graha yang terletak di Batu 14 Tanjungpinang arah Tanjunguban, Rabu (3/6) sekitar pukul 10.00 WIB dijadwalkan diresmikan oleh Menko Kesra Aburizal Bakrie. Dalam peresmian ini akan diserahkan juga catatan rekor dari Museum Rekor Indonesia (Muri), untuk patung Dewi Kwan Im dalam posisi duduk di dalam ruangan yang tertinggi di Indonesia sekitar 16,8 meter. Patung ini juga berlapis emas murni yang untuk melapisinya diperlukan sekitar 20 kilogram emas murni.


Selain di Muri, keberadaan patung dari tembaga yang beratnya sekitar 14 ton dan berharga sekitar 400 ribu dolar Singapura itu, juga didaftarkan di lembaga pencatat rekor di Asia. Kepastian peresmian vihara yang luas areanya sekitar 10 hektare itu disampaikan Ketua Yayasan Maitri Paramita, Hengky Suryawan yang juga Ketua Panitia kepada wartawan, Sabtu (30/5). Menurut Hengky, setelah diresmikan vihara dan seluruh fasilitasnya terbuka untuk umum. Termasuk untuk kunjungan wisata dari manapun.


Selain berfungsi sebagai tempat ibadah umat Buddha dari semua aliran, vihara ini juga berfungsi sebagai objek wisata baru di Tanjungpinang dan Kepri. Bangunan vihara yang sejak mulai dibangun sekitar 14 Juni 2003 sudah menghabiskan dana sekitar Rp30-an miliar itu, ke depan bakal menjadi benda cagar budaya. ”Pembangunan vihara ini masih akan terus berlangsung dan siapa saja bisa ikut membantu pembangunannya,’’ kata Hengky Suryawan yang juga Ketua Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi) Provinsi Kepri.


Dalam peresmian lusa, ujar Hengky, dijadwalkan juga hadir Dirjen Bimas Buddha dan sekitar 80-an suhu dari mancanegara. Hadir juga dalam acara itu suhu dari Taiwan, YM Bhiksu Hai Tao di samping suhu YM Bhiksu Sek Chong Seng Maha Sthavira (91) yang ikut mencari lokasi vihara bersama Hengky di tahun 2003. Lokasi vihara awalnya berupa belukar yang tidak bisa dijangkau dengan kendaraan, karena ada anak sungai. Namun, karena dinilai sesuai dengan feng shui maka lokasi itulah yang diputuskan. Awalnya, hanya beberapa hektar tapi kemudian berkembang menjadi sekitar 10 hektare.
Di dalam komplek terdapat ruang serba guna dan memiliki fasilitas krematorium. (git)

novian
June 7th, 2009, 02:36 PM
rendering pembangunan Airport di Tanjungpinang

http://angkasapura2tnj.com/v1/images/stories/picture11res.jpg

http://angkasapura2tnj.com/v1/index.php?option=com_joomgallery&func=watermark&id=29&catid=3&orig=1&no_html=1&Itemid=10

http://angkasapura2tnj.com/v1/index.php?option=com_joomgallery&func=watermark&id=28&catid=3&orig=1&no_html=1&Itemid=10

http://angkasapura2tnj.com/v1/index.php?option=com_joomgallery&func=watermark&id=22&catid=3&orig=1&no_html=1&Itemid=10

http://angkasapura2tnj.com/v1/index.php?option=com_joomgallery&func=watermark&id=23&catid=3&orig=1&no_html=1&Itemid=10

http://angkasapura2tnj.com/v1/index.php?option=com_joomgallery&func=watermark&id=24&catid=3&orig=1&no_html=1&Itemid=10

http://angkasapura2tnj.com/v1/index.php?option=com_joomgallery&func=watermark&id=25&catid=3&orig=1&no_html=1&Itemid=10

http://angkasapura2tnj.com/v1/index.php?option=com_joomgallery&func=watermark&id=26&catid=3&orig=1&no_html=1&Itemid=10

http://angkasapura2tnj.com/v1/index.php?option=com_joomgallery&func=watermark&id=27&catid=3&orig=1&no_html=1&Itemid=10

~MELVINDONESIA~
June 7th, 2009, 03:24 PM
VeRy nice aiRpoRt,....!

BATAMANIA
June 7th, 2009, 07:54 PM
sumpah keren abis....:eek2:

iAndy-JaKaRtA
June 9th, 2009, 11:18 AM
^^ OMG!! Modern sekali!! Dapet gambarnya dari mana tuh?

@b1
June 9th, 2009, 03:50 PM
Bagaimana dengan Ferry Terminalnya TanjungPinang?

novian
June 18th, 2009, 12:00 PM
coba simak dan cermati, Pasal dari KUHP dibawah ini :

Pasal 303

(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah, barang siapa tanpa mendapat izin:

1. dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya sebagai pen- carian, atau dengan sengaja turut serta dalam suatu perusahaan untuk itu;
2. dengan sengaja menawarkan atau memberi kesempatan kepada khalayak umum untuk bermain judi atau dengan sengaja turut serta dalam perusahaan untuk itu, dengan tidak peduli apakah untuk menggunakan kesempatan adanya sesuatu syarat atau dipenuhinya sesuatu tata-cara;
3. menjadikan turut serta pada permainan 'udi seb agai pen

(2) Kalau yang bersalah melakukan kejahatan tersebut dalam mejalakan pencariannya, maka dapat dicabut hak nya untuk menjalankan pencarian itu.

(3) Yang disebut permainan judi adalah tiap-tiap permainan, di mana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainanlain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya.

Pasal 303 bis

(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sepuluh juta rupiah:
1. barang siapa menggunakan kesempatan main judi, yang diadakan dengan melanggar ketentuan Pasal 303;
2. barang siapa ikut serta main judi di jalan umum atau di pinggir jalan umum atau di tempat yang dapat dikunjungi umum, kecuali kalau ada izin dari penguasa yang berwenang yang telah memberi izin untuk mengadakan perjudian itu.

(2) Jika ketika melakukan pelanggaran belum lewat dua tahun sejak ada pemidanaan yang menjadi tetap karena salah satu dari pelanggaran ini, dapat dikenakan pidana penjara paling lama enam tahun atau pidana denda paling banyak lima belas juta rupiah. <

nah jd klo ada izin berarti diperbolehkan tuh...KWTE Bintan dan Batam.....dan gw ngambil kesimpulan ternyata selama ini pemerintah pusat dengan sengaja menghambat arus investasi di batam dan bintan.....

intinya pusat pengen dapat bagian dari pelaksanaan KWTE..........

novian
June 25th, 2009, 04:26 PM
Bintan Resort Tambah 2 Ferry

http://i476.photobucket.com/albums/rr123/vians_rud/5.jpg?t=1245939991
http://i476.photobucket.com/albums/rr123/vians_rud/6.jpg?t=1245939970
http://i476.photobucket.com/albums/rr123/vians_rud/4.jpg?t=1245939985

novian
June 25th, 2009, 04:32 PM
http://i476.photobucket.com/albums/rr123/vians_rud/7.jpg?t=1245940330

@b1
August 9th, 2009, 05:00 AM
Kok gak ada proyek baru lagi di Bntan?

DJ_Archuleta
August 16th, 2009, 09:10 AM
Akhir 2011, Pusat Pemerintahan Pindah


TANJUNGPINANG (BP) - Perkembangan Pulau Bintan dijangka akan semakin pesat dalam beberapa tahun ke depan dengan segera berfungsinya pusat pemerintahan Kabupaten Bintan di Bintan Buyu, Teluk Bintan pada akhir 2011. Keberadaan pusat pemerintahan itu akan membuka simpul ekonomi baru di jantung Pulau Bintan.


”Akhir 2011 sudah pindah di sana termasuk Kantor DPRD, semuanya sudah pindah semua ke sana (Bintan Buyu, red),” kata Bupati Bintan Ansar Ahmad SE MM menjawab Batam Pos, Rabu (5/8) di Gedung DPRD Bintan.


Saat ini pembangunan Kantor Bupati dan Gedung DPRD Bintan sudah masuk tahap finishing dan dijadwal selesai Oktober 2009. Meski sudah selesai, namun kedua kantor tersebut dipastikan baru akan digunakan pada akhir tahun 2011. Sebab, tahun 2010 baru direncanakan untuk mengisi berbagai keperluan di kantor itu agar bisa digunakan sebagai kantor pemerintah.


Kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bintan terletak sekitar 50-an kilometer dari Tanjungpinang dan berada di sekitar kaki Gunung Bintan. Meski di kaki gunung, namun secara geografis letaknya nyaris sejajar dengan permukaan air laut. Sehingga, jika Dam Teluk Bintan dibangun, maka kawasan ini akan ikut terendam air laut.


Itu sebabnya Ansar lebih memilih opsi menggunakan eks bekas galian pasir di Tembeling sebagai solusi jangka panjang air bersi di Pulau Bintan. Meskipun, anggota Komisi I DPRD Bintan, T Sianturi lebih mengusulkan pembangunan dam di Busung. Karena, tidak akan menenggelamkan pusat pemerintahan dan memiliki sumber air dari daerah aliran sungai di sekitarnya.


Menanggapi pertanyaan apakah kepindahan ke Bintan Buyu tidak membuat Kota Kijang sepi dan lesu, Ansar, memastikan hal itu tidak akan terjadi. Dia juga yakin, Kijang akan terus berkembang. Sebab, di Kijang akan dibangun sejumlah industri besar seperti shipyard dan lain-lain. Di samping itu, PemKabupaten juga mengusahakan agar eks aset PT Antam yang bernilai ekonomi bisa dikelola.


”Kita harapkan aset-aset yang bernilai komersil seperti pelabuhan Antam bisa diserahkan dan dikelola PemKabupaten. Namun, bagaimana konsepnya masih akan dibahas dan dibicarakan lagi. Operasional Antam habis September nanti,” terang Ansar.


Sementara itu, Ansar yang juga Ketua Golkar Provinsi Kepri belum bersedia menyebutkan siapa bakal calon yang akan diusung dalam Pilgub 2010 nanti.


Sedangkan untuk bakal calon Ketua DPRD Provinsi Kepri, Ansar mengatakan hal ini akan dibawa dalam rapat pleno di Partai Golkar Kepri terlebih dulu. (git)

DJ_Archuleta
October 4th, 2009, 08:57 AM
Seikolak Kijang Jadi Pelabuhan FTZ


Bintan (BCZ) Para importir tak perlu lagi risau, dan mengeluh karena harus jauh-jauh menurunkan barangnya di Pelabuhan Sri Kuala Lobam yang menjadi satu-satunya pelabuhan FTZ di Bintan.

Dalam waktu dekat, pelabuhan FTZ akan ditambah, yakni Seikolak Kijang.

Kepastian Seikolak ditetapkan menjadi pelabuhan FTZ, diungkapkan Ketua BPK Bintan, Mardiyah. "Surat penetapan Seikolak jadi pelabuhan FTZ sudah diteken Menhub. Mungkin dalam waktu dekat suratnya akan sampai ke kita," ujarnya.

Seikolak diusulkan menjadi pelabuhan FTZ, tidak lain untuk memberi kemudahan bagi para pengusaha yang berada di kawasan Timur Bintan dan Tanjungpinang. Melalui pelabuhan ini, pemasukkan barang dari luar negeri menjadi efisien, karena jaraknya lebih dekat dengan dua daerah tersebut.

Bila harus melalui Sri Kuala Lobam, para pengusaha merasa terbebani dari segi cost pengiriman, waktu serta tenaga. Karena barang yang dimasukkan dari pelabuhan tersebut, harus lebih dulu menempuh jalur darat sejauh sekitar 100 kilometer bila ingin di bawa ke Kijang atau Kota Tanjungpinang,. Itupun harus melakukan beberapa kali pengecekan, karena daerah yang dilaluinya sebagian masuk wilayah FTZ, selebihnya non FTZ. (bp)

azkaaisyah
October 5th, 2009, 08:53 AM
Lagoi Bay Mall Development


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/Lagoibaymall.jpg


Description :
Land Area : 13.000 sqm
Total GFA : 10.000 sqm
No. of Storey : 3 stories including Basement
Location : Bintan, Island
Client : PT. Bintan Resort International PTE.LTD.Singapore

Ada yang tahu tentang rencana pembangunan perumahan/resot aranya lagoi residences? katanya rencana mau dibangun dalam waktu dekat ini..

Sama satu lagi nih.. rencana pembangunan hotel Ritz Calton di Lagoi.. denger-denger sempet terhenti.. dan menunggu bandara lagoi dibangun...

Mohon informasi terbaru kedua proyek tersebut... thanks bro

@b1
October 9th, 2009, 02:30 PM
Bagaimana proyek kasino di Bintan, adakah beritanya?

dimasputra
October 9th, 2009, 03:18 PM
:eek::drool::eek2::master:

ada pics tentang itu semua (nyata atau u/c) ???

novian
October 22nd, 2009, 02:55 AM
Satu Rumah Dapat Rp 15 Juta
Rabu, 21 Oktober 2009
Pemkab Renovasi 200 Rumah tak Layak Huni

BINTAN, TRIBUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan berencana melakukan rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi 200 unit rumah. Dalam program tersebut, Pemkab menganggarkan dana sekitar Rp 15 juta per unit.

Demikian diungkapkan Bupati Bintan Ansar Ahmad saat Halal bi halal Petani se-Kabupaten Bintan di Desa Sebong Pereh Kecamatan Teluk Sebong, Selasa (20/10).

Dana untuk melaksanakan program ini, merupakan bantuan Departemen Sosial senilai Rp 2 miliar untuk 200 rumah. Sehingga jika dihitung, per unit rumah akan mendapatkan masing-masing Rp 10 juta.

Tapi, dalam mekanismenya penyalurannya, dana yang akan disiapkan tak hanya Rp10 juta, namun bisa mencapai Rp 15 juta, yakni dengan bantuan Rp 5 juta dari Pemkab Bintan.

“Agar rumah itu benar-benar bagus dan baik kualitasnya, dalam pelaksanaanya, selain dana dari Departemen Sosial, Pemkab Bintan juga membantu Rp 5 juta per unit. Sehingga total bantuan mencapai Rp 15 juta per rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Arie warga Teluk Sebung ditemui Tribun mengaku cukup gembira dengan program itu. Dia berharap agar dalam pelaksanaanya Pemerintah dapat betul-betul melakukan seleksi, sehingga rumah yang direhabilitasi benar-benar rumah yang tergolong rumah tidak layak huni, yang tentunya dari keluarga miskin.
“Mudahan-mudahan saja pelaksanaanya berjalan seperti yang di utarakan Bapak Bupati, sehingga tidak ada lagi rumah yang tidak layak huni di Bintan,” harapnya. (mau)

novian
October 22nd, 2009, 02:58 AM
^^ semua projek emg benar2 nyata dan tinggal nunggu izin2 dari pemerintah pusat yg birokrasinya berbelit-pelit dan penuh dengan kepentintingan dr oknum2 tertentu!!! masih ingat kan kasus Si Al Amin...mungin klo di tamak nan rakus itu ga' bertingkah pemebangunan semuanya akan terlaksana dengan cepat...!!!

azkaaisyah
October 22nd, 2009, 10:10 AM
Akhir 2011, Pusat Pemerintahan Pindah


TANJUNGPINANG (BP) - Perkembangan Pulau Bintan dijangka akan semakin pesat dalam beberapa tahun ke depan dengan segera berfungsinya pusat pemerintahan Kabupaten Bintan di Bintan Buyu, Teluk Bintan pada akhir 2011. Keberadaan pusat pemerintahan itu akan membuka simpul ekonomi baru di jantung Pulau Bintan.


”Akhir 2011 sudah pindah di sana termasuk Kantor DPRD, semuanya sudah pindah semua ke sana (Bintan Buyu, red),” kata Bupati Bintan Ansar Ahmad SE MM menjawab Batam Pos, Rabu (5/8) di Gedung DPRD Bintan.


Saat ini pembangunan Kantor Bupati dan Gedung DPRD Bintan sudah masuk tahap finishing dan dijadwal selesai Oktober 2009. Meski sudah selesai, namun kedua kantor tersebut dipastikan baru akan digunakan pada akhir tahun 2011. Sebab, tahun 2010 baru direncanakan untuk mengisi berbagai keperluan di kantor itu agar bisa digunakan sebagai kantor pemerintah.


Kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bintan terletak sekitar 50-an kilometer dari Tanjungpinang dan berada di sekitar kaki Gunung Bintan. Meski di kaki gunung, namun secara geografis letaknya nyaris sejajar dengan permukaan air laut. Sehingga, jika Dam Teluk Bintan dibangun, maka kawasan ini akan ikut terendam air laut.


Itu sebabnya Ansar lebih memilih opsi menggunakan eks bekas galian pasir di Tembeling sebagai solusi jangka panjang air bersi di Pulau Bintan. Meskipun, anggota Komisi I DPRD Bintan, T Sianturi lebih mengusulkan pembangunan dam di Busung. Karena, tidak akan menenggelamkan pusat pemerintahan dan memiliki sumber air dari daerah aliran sungai di sekitarnya.


Menanggapi pertanyaan apakah kepindahan ke Bintan Buyu tidak membuat Kota Kijang sepi dan lesu, Ansar, memastikan hal itu tidak akan terjadi. Dia juga yakin, Kijang akan terus berkembang. Sebab, di Kijang akan dibangun sejumlah industri besar seperti shipyard dan lain-lain. Di samping itu, PemKabupaten juga mengusahakan agar eks aset PT Antam yang bernilai ekonomi bisa dikelola.


”Kita harapkan aset-aset yang bernilai komersil seperti pelabuhan Antam bisa diserahkan dan dikelola PemKabupaten. Namun, bagaimana konsepnya masih akan dibahas dan dibicarakan lagi. Operasional Antam habis September nanti,” terang Ansar.


Sementara itu, Ansar yang juga Ketua Golkar Provinsi Kepri belum bersedia menyebutkan siapa bakal calon yang akan diusung dalam Pilgub 2010 nanti.


Sedangkan untuk bakal calon Ketua DPRD Provinsi Kepri, Ansar mengatakan hal ini akan dibawa dalam rapat pleno di Partai Golkar Kepri terlebih dulu. (git)

emang kantornya udah siap yah??? setau ku infrastruktur baik jalan prasarana gedung kantor belum siap 100%.. :bash:

azkaaisyah
October 22nd, 2009, 10:16 AM
Bintan Agro Resort Hotel


Description:

Area = 3.800 m2
Room Unit = 104 rooms


http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BINTANAGRORESORTHOTEL.jpg

ini sudah dimulai pembangunannya rencananya rampung akhir 2009 oleh kontraktornya Skawan triarsa... ini arsiteknya dari medan.. HB Architeam...

novian
November 9th, 2009, 06:02 AM
Rusia Bangun Resort dan Marina
Senin, 09 November 2009
Di Desa Berakit, Teluk Sebong
Gunakan Lahan 55 Hektar

BINTAN, TRIBUN - “Spashibo, Spashibo,” ujar Bupati Bintan Ansar Ahmad, yang disambut tawa sejumlah pejabat teras Pemkab Bintan serta rombongan investor Rusia usai penandatanganan MoU bidang kepariwisataan bersama CEO Rusia Academy of Business Mr.

Oleg Gorbulin di Aula BPIPPT Bintan, Batu Enam, Tanjungpinang Kemarin. ‘Spashibo’ yang berasal dari Rusia dalam bahasa Indonesia artinya terima kasih. Kata ini beberapa detik sebelumnya ditanyakan Ansar kepada penterjemah Oleg Gorbulin yang turut menyertainya dari Kedubes Rusia di Jakarta Alexey Ivanov.

Keduanya sepakat untuk mendukung rencana investasi Rusia di bidang kepariwisataan dengan membangun resort yang dilengkapi Marina untuk pecinta petualang kelautan seluas 55 hektare di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong.

“Kami mendukung upaya yang dilakukan investor Rusia di Bintan, bahkan kami ingin Rusia Academy of Business dapat mengajak investor Rusia lainnya berinvestasi di Bintan, tidak hanya di kepariwisataan, tapi juga perikanan, galangan kapal, dan manufaktur,” ujar Bupati Bintan Ansar Ahmad.

Oleg Gorbulin yang menurut pengakuannya diberi kepercayaan teman – temannya di Rusia menjajaki investasi di Bintan, menimpali dengan mengatakan sejak lama investor Rusia tertarik berbisnis di luar negeri. Hal ini terutama sejak digulirkannya kebijakan glasnost dan perestroika oleh Presiden Mikhail Gorbachev akhir tahun 1980-an.

“Rombongan kami dalam tahun ini saja sudah tiga kali berkunjung ke Bintan dengan jumlah delegasi belasan hingga puluhan orang. Kami fikir Bintan merupakan tempat yang sesuai dengan selera pangsa pasar kami kelak,” kata Oleg sambil menoleh ke arah Mardhiah kepala BPIPPT / Ketua BPK Bintan.

Berdasarkan data yang diperoleh Tribun dari Kasubbid Pendataan dan Pengolahan data Investasi BPIPPT Bintan Dahsyat Gafnesia, hingga saat ini investor Rusia dan negara Eropa Timur belum ada yang menanamkan modalnya di Provinsi Kepulauan Riau, apalagi di Bintan.

“Saat ini dari 121 perusahaan PMA/PMDN yang beroperasi di Bintan, 80 persen di antaranya didominasi oleh investor Singapura, Malaysia, Jepang dan Korea, sisanya negara Eropa Barat dan Australia,” terang Dahsyat di ruang kerjanya.

Sementara itu Kepala Badan Promosi Investasi dan Pelayanan Perizinan Terpadu Mardhiah mengatakan, masuknya investor Rusia merupakan babak baru dalam dunia usaha di Kepri, khususnya Bintan. Keinginan orang Rusia berinvestasi di luar negara mereka ini terjadi seiring dengan semakin banyaknya orang kaya baru sebagai akibat ditemukannya sumber minyak dan gas alam di bekas negara Blok Timur itu.
“Karena itulah pemerintah Kabupaten Bintan akan berkoordinasi dengan kantor Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Kepri dalam menjaring sebanyak – banyaknya Investor asing masuk ke daerah Bintan, mengingat diberlakukannya FTZ – BBK 1 April 2009 yang memberikan berbagai kemudahan bagi para calon Investor,” tutupnya. (mau)

gussinyo
November 10th, 2009, 08:30 AM
Bintan memang ngetop, ayo promosikan Bintan di luar negeri

gussinyo
November 10th, 2009, 08:37 AM
gw usul nih, harusnya Bintan bangun Trans World kayak Makassar, lebih2 kalau lebih besar lagi, terus gaet wistawan Singapura, pasti maju Bintan

ncon
November 11th, 2009, 08:39 AM
^^ tp singapore kan ada Universal Studio :D nah lhooo

novian
November 12th, 2009, 06:17 AM
^^ tapi memang ada perusahaan asal malaysia yang sebenarnya ingin membangun sebuah resort terkemuka, investasinya milyaran U$dolar, cuma saat ini masih terbentur kendala regulasi, mereka inginnya resort tersebut include jg dengan kasino, pemda sebenarnya sdh mengeluarkan izin, namun sekarang ini masih menjadi polemik di tingkat pemerintah pusat.

novian
November 12th, 2009, 06:19 AM
buka aja situsnya : www.treasurebaybintan.com

dochan
November 12th, 2009, 05:44 PM
buka aja situsnya : www.treasurebaybintan.com

saya bantuin munculin gambarnya ya..

http://farm3.static.flickr.com/2771/4097867407_ee588416bf_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2538/4098624958_cc473203b3_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2581/4097868253_f9b033681b_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2641/4097868735_ee8730264c_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2725/4097869191_02cb8d7da6_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2428/4097869617_e90457b05c_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2772/4097869969_450a7e33db_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2736/4098627378_587a34af23_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2521/4098627754_d991d23819_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2713/4098628092_fcb44b49b1_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2492/4098628508_3a84c003d3_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2698/4098628840_407b72c505_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2659/4097872081_c1c47d6e2f_o.jpg

novian
November 14th, 2009, 05:15 AM
saya bantuin munculin gambarnya ya..

http://farm3.static.flickr.com/2771/4097867407_ee588416bf_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2538/4098624958_cc473203b3_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2581/4097868253_f9b033681b_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2641/4097868735_ee8730264c_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2725/4097869191_02cb8d7da6_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2428/4097869617_e90457b05c_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2772/4097869969_450a7e33db_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2736/4098627378_587a34af23_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2521/4098627754_d991d23819_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2713/4098628092_fcb44b49b1_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2492/4098628508_3a84c003d3_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2698/4098628840_407b72c505_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2659/4097872081_c1c47d6e2f_o.jpg

thank's dochan.......dan smoga aja smua berjalan sesuai rencana........

chow
November 15th, 2009, 05:49 AM
waw, keren banget.... sangat modern...:nuts:

rilham2new
November 15th, 2009, 06:03 AM
^^Orang Singapore yang luar biasa kaya suatu hari nanti pasti akan mengungsi ke pulau2 di sekitar kawasan mereka. Kalau Singapura udah padat.

Jangankan Batam dan Bintan.... Johor aja kayak gitu, cuman kalau di Johor apartment yang isinya orang SG udah mayan banyak.

novian
November 16th, 2009, 03:13 AM
2010, Busung ke Kuala Simpang Menyatu
Senin, 16 November 2009


TANJUNGUBAN (BP) - Wakil Gubernur Kepri, HM Sani menyampaikan tahun 2010, Jembatan Busung akan selesai. Pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Busung ke Kuala Simpang ini merupakan rangkaiaan dari pembangunan Lintas Barat.


“Pembangunan infrastruktur ini merupakan upaya meningkatkan perekonomian daerah,” ujar Sani saat meninjau pembangunan jembatan dan Lintas Barat, kemarin.


Pembangunan Jalan Lintas Barat yang dibiaya oleh APBN dan APBD secara teknis sudah hampir selesai. Jalan yang lebarnya direncanakan mencapai 50 meter itu, sebagian besar sudah diaspal.


Namun, secara teknis jalan yang menghubungkan Tanjungpinang ke Tanjunguban telah selesai dan berbentuk jalan. Jalan tersebut telah bisa dilalui. Namun karena ada beberapa jembatan yang belum dibangun, jadi jalan belum bisa menghubungkan Tanjungpinang ke Tanjunguban.
Sedikitnya ada enam jembatan yang menghubungkan Lintas Barat tadi, salah satunya Jembatan Busung. Dengan adanya pembangunan lintas Barat ini, Sani yakin ini bisa meningkatkan perekonomian warga termasuk juga dapat meningkatkan pariwisata di Bintan.


Turis yang berkunjung di Lagoi bisa dengan mudah menuju objek wisata yang ada di wilayah lain di Bintan. Termasuk kalau mereka ingin berkunjung ke Tanjungpinang.


Sedangkan, warga Desa Busung, Seri Kuala Lobam, Zakaria berharap jembatan di desanya segera dibangun. “Kami mengharapkan jembatan tersebut segera bisa digunakan,” ujar Zakaria.


Ditambahkan Zakaria, bagi warga Busung yang ingin bepergian menggunakan kendaraan roda empat, karena belum ada jembatan terpaksa harus memutar dulu lewat Tanjunguban.


Oleh karena itu ujar Zakaria, Jembatan Busung sangat penting artinya bagi masyarakat setempat. Selama ini, desanya termasuk wilayah yang sangat terpencil. Dengan adanya jembatan itu bisa membuka transportasi seluas-luasnya ke berbagai wilayah di daerah ini. Karena Busung berada di tengah, otomatis mobilisasi warga banyak melewati Desa Busung. Dan Jalan Lintas yang diperkirakan hanya 60 KM diyakini akan lebih banyak dipilih warga untuk mobilisasi dari Tanjunguban ke Tanjungpinang. (cnt)

novian
November 16th, 2009, 04:14 AM
Optimis Selesai Tahun 2010
Kamis, 12 November 2009
Tanjunguban-Tanjungpinang Cuma 56 KM
Wagub Tinjau Jalur Lintas Barat

Optimis Selesai Tahun 2010
tribun/eik
TANJUNGPINANG, TRIBUN - Tingginya angka kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) ke Bintan ditangkap sebagai peluang oleh pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kabupaten Bintan. Peluang mendatangkan devisa ini diharapkan dapat memberikan efek berganda (multiplier efek) kepada masyarakat yang ada disekitarnya.

Untuk itu, pembangunan jalan lintas Barat yang dikembangkan oleh pemerintah pusat bersama-sama dengan Pemprov Kepri dan Pemkab Bintan terus dikawal. Sejauh ini, pembangunan jalan yang menelan anggaran hingga Rp414 miliar tersebut berjalan sesuai dengan target yang direncanakan. Jika beroperasi, nantinya jarak antara Tanjunguban menuju Tanjungpinang akan dipangkas menjadi 56 kilometer saja dari jarak awal sejauh 90 kilometer.

Selain itu, jalur lintas Barat tersebut juga membuka daerah yang terisolir sehingga menunjang adanya kawasan perdagangan bebas yang dicanangkan pemerintah. Disamping itu, untuk mendukung pengembangan pusat kegiatan wilayah baru, yaitu kawasan Agropolitan Tuapaya dan kawasan Pariwisata Kualasimpang.

‘’Kita bersyukur pembangunan jalan ini berjalan sesuai dengan yang dijadwalkan. Dengan beroperasinya jalan ini nanti, kita semua berharap pertumbuhan ekonomi akan semakin merata karena arus wisata juga akan bergerak dari Bintan menuju Tanjungpinang,’’ papar Wakil Gubernur Kepri, Muhammad Sani, usai meninjau pembangunan jalan lintas Barat, Rabu (11/11).

Untuk itu, Pemprov Kepri bersama-sama dengan Pemkab Bintan akan mengawal pembangunan jalan ini hingga selesai. ‘’Pemprov Kepri tentunya sangat serius mengawal jalannya pembangunan jalan lintas Barat ini. Untuk itu, setiap tahun kita akan ikut mengawal alokasi dana APBN untuk pembangunan jalan-jalan ini,’’ tuturnya lagi.

Jika jalan lintas barat ini beroperasi, sambungnya lagi, Wagub berharap pemerintah Tanjungpinang dapat ikut menikmati manfaat langsung dari terbukanya akses tersebut.Tentunya kita berharap Tanjungpinang dapat menangkap peluang tersebut dengan memperbanyak kegiatan-kegiatan pariwisata. Sehingga, wisman yang ada di Bintan dapat tertarik untuk singgah di Tanjungpinang,ö kata Sani.

Sementara itu, kepala dinas pekerjaan umum Kabupaten Bintan Heru Sukmoro mengatakan bahwa pembangunan yang dianggarkan sejak 2006 lalu akan rampung keseluruhan pada 2011 mendatang.
‘’Kalau untuk jalan, kami optimis selesai keseluruhan pada 2010 nanti.Saat ini jalan yang belum selesai dikerjakan tinggal 11,13 kilometer lagi dari rencana total sepanjang 43,7 kilometer. Sedangkan pembangunan jembatan kemungkinan dapat selesai pada 2012 mendatang,’’ tuturnya.
Untuk membangun jalan lintas Barat ini, setidaknya dibutuhkan enam jembatan. Jembatan itu antara lain Jembatan Busung (260 meter), Jembatan Gesek (60 meter), Jembatan Sri Bintan (120 meter), Jembatan Ekang (170 meter), Jembatan Enculai (290 meter)dan Jembatan Kangboi (360 meter). (eik)

azkaaisyah
November 17th, 2009, 04:45 AM
saya bantuin munculin gambarnya ya..

http://farm3.static.flickr.com/2771/4097867407_ee588416bf_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2538/4098624958_cc473203b3_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2581/4097868253_f9b033681b_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2641/4097868735_ee8730264c_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2725/4097869191_02cb8d7da6_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2428/4097869617_e90457b05c_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2772/4097869969_450a7e33db_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2736/4098627378_587a34af23_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2521/4098627754_d991d23819_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2713/4098628092_fcb44b49b1_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2492/4098628508_3a84c003d3_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2698/4098628840_407b72c505_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2659/4097872081_c1c47d6e2f_o.jpg

ini siapa arsiteknya.. dari indonesia apa singapore yah??? tolong dong info in.. thanks

novian
December 3rd, 2009, 12:34 AM
Bintan Terbaik Kedua Se-Indonesia
Rabu, 02 Desember 2009

BINTAN (BP) - Meski APBD terbilang kecil sekitar Rp550 miliar lebih, Kabupaten Bintan punya komitmen tinggi membangun daerahnya. Wajar saja, bila Bintan yang memiliki luas 87.777,84 kilometer persegi itu menerima penghargaan anugerah pekerjaan umum 2009 karena tampil sebagai daerah terbaik ke dua untuk tingkat kabupaten se Indonesia dalam hal penyelenggaraan jalan dan jembatan (Bina Marga). Sedangkan daerah teratas disabet Kabupaten Bandung, sedang urutan ketiga diraih Kabupaten Bontang.


Secara resmi penghargaan ini diumumkan Departemen Pekerjaan Umum, Senin (31/11) malam di Teater Tanah Air Ku Taman Mini Indonesia Indah. Dalam acara tersebut, hadir Menteri PU Djoko Kirmanto untuk memberikan apresiasi kepada Bupati Bintan Ansar Ahmad, dan sejumlah kepala daerah yang berhasil menyabet prestasi prestisius ini.


Kepala PU Bintan, Heru Sukmoro mengungkapkan, penghargaan yang diraih tidak terlepas dari komitmen Bupati dalam melaksanakan pembangunan di daerah. “Kita sangat bersyukur meski tampil sebagai nomor dua terbaik dari total 349 kabupaten yang ada di Indonesia,” kata Heru.


Heru menjelaskan, ada beberapa kriteria utama yang menjadi penilaian, yakni sejauh mana daerah mengimplementasikan aturan Menteri PU, mengukur kesinambungan dan konsistensi daerah dalam pelaksanakan program pembangunan serta dampaknya kepada masyarakat. “Bintan dianggap baik dalam tiga kriteria ini,” ujar Heru.


Anugerah yang diterima ini, juga tidak lepas dari ide Kabupaten Bintan membangun mega Proyek Lintas Barat sejauh 51 kilometer. Jalan yang hingga kini terus digesa pembangunannya itu, cukup strategis bagi kemajuan Pulau Bintan kelak, karena memangkas habis jalur hubungan wilayah Timur dengan Utara Pulau Bintan dari sebelumnya sejuah 120 kilometer.


Dalam hitungan, Lintas Barat yang memiliki enam jembatan penghubung ini, menelan total dana pembangunan sekitar Rp412 miliar. Selain pembangunannya dibiayai Kabupaten Bintan, khusus dalam hal pembebasan lahan, juga disokong dana APBN dan APBD Provinsi. “Kita harap jalan lintas barat ini tuntas pada 2012 mendatang,” papar Heru. “Nantinya row jalan mencapai 12 meter, tapi untuk tahap awal baru 8 meter saja,” sambungnya.


Selain Lintas Barat, program pembangunan yang menyentuh dengan masyarakat Bintan juga terus dilakukan. Seperti pembangunan jalan vapling blok, dan hingga kini sudah mencakup hampir 60 persen di setiap lingkungan pemukiman di Bintan.


Menariknya, semua proyek vaping blok yang dibangun, diserahkan kepada masyarakat setempat. Baik itu perencanaan, pengelolaan anggaran hingga pembangunannya. “Alasan Bupati agar warga yang tangani langsung, supaya bisa menyerap tenaga dan mengurangi angka pengangguran,” tutup Heru. (gds)

novian
December 3rd, 2009, 12:35 AM
Bintan Terbaik Kedua Se-Indonesia
Rabu, 02 Desember 2009

BINTAN (BP) - Meski APBD terbilang kecil sekitar Rp550 miliar lebih, Kabupaten Bintan punya komitmen tinggi membangun daerahnya. Wajar saja, bila Bintan yang memiliki luas 87.777,84 kilometer persegi itu menerima penghargaan anugerah pekerjaan umum 2009 karena tampil sebagai daerah terbaik ke dua untuk tingkat kabupaten se Indonesia dalam hal penyelenggaraan jalan dan jembatan (Bina Marga). Sedangkan daerah teratas disabet Kabupaten Bandung, sedang urutan ketiga diraih Kabupaten Bontang.


Secara resmi penghargaan ini diumumkan Departemen Pekerjaan Umum, Senin (31/11) malam di Teater Tanah Air Ku Taman Mini Indonesia Indah. Dalam acara tersebut, hadir Menteri PU Djoko Kirmanto untuk memberikan apresiasi kepada Bupati Bintan Ansar Ahmad, dan sejumlah kepala daerah yang berhasil menyabet prestasi prestisius ini.


Kepala PU Bintan, Heru Sukmoro mengungkapkan, penghargaan yang diraih tidak terlepas dari komitmen Bupati dalam melaksanakan pembangunan di daerah. “Kita sangat bersyukur meski tampil sebagai nomor dua terbaik dari total 349 kabupaten yang ada di Indonesia,” kata Heru.


Heru menjelaskan, ada beberapa kriteria utama yang menjadi penilaian, yakni sejauh mana daerah mengimplementasikan aturan Menteri PU, mengukur kesinambungan dan konsistensi daerah dalam pelaksanakan program pembangunan serta dampaknya kepada masyarakat. “Bintan dianggap baik dalam tiga kriteria ini,” ujar Heru.


Anugerah yang diterima ini, juga tidak lepas dari ide Kabupaten Bintan membangun mega Proyek Lintas Barat sejauh 51 kilometer. Jalan yang hingga kini terus digesa pembangunannya itu, cukup strategis bagi kemajuan Pulau Bintan kelak, karena memangkas habis jalur hubungan wilayah Timur dengan Utara Pulau Bintan dari sebelumnya sejuah 120 kilometer.


Dalam hitungan, Lintas Barat yang memiliki enam jembatan penghubung ini, menelan total dana pembangunan sekitar Rp412 miliar. Selain pembangunannya dibiayai Kabupaten Bintan, khusus dalam hal pembebasan lahan, juga disokong dana APBN dan APBD Provinsi. “Kita harap jalan lintas barat ini tuntas pada 2012 mendatang,” papar Heru. “Nantinya row jalan mencapai 12 meter, tapi untuk tahap awal baru 8 meter saja,” sambungnya.


Selain Lintas Barat, program pembangunan yang menyentuh dengan masyarakat Bintan juga terus dilakukan. Seperti pembangunan jalan vapling blok, dan hingga kini sudah mencakup hampir 60 persen di setiap lingkungan pemukiman di Bintan.


Menariknya, semua proyek vaping blok yang dibangun, diserahkan kepada masyarakat setempat. Baik itu perencanaan, pengelolaan anggaran hingga pembangunannya. “Alasan Bupati agar warga yang tangani langsung, supaya bisa menyerap tenaga dan mengurangi angka pengangguran,” tutup Heru. (gds)

BATAMANIA
December 5th, 2009, 03:53 AM
saya bantuin munculin gambarnya ya..

http://farm3.static.flickr.com/2771/4097867407_ee588416bf_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2538/4098624958_cc473203b3_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2581/4097868253_f9b033681b_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2641/4097868735_ee8730264c_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2725/4097869191_02cb8d7da6_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2428/4097869617_e90457b05c_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2772/4097869969_450a7e33db_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2736/4098627378_587a34af23_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2521/4098627754_d991d23819_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2713/4098628092_fcb44b49b1_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2492/4098628508_3a84c003d3_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2698/4098628840_407b72c505_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2659/4097872081_c1c47d6e2f_o.jpg

Treasure bay Bintan.....:okay: salah satu proyek yg terkendala regulasi....:bash:

dipa
December 23rd, 2009, 04:44 AM
Masterplan Ibukota Kabupaten Bintan
"Bandar Seri Bentan"

http://bappeda.bintankab.go.id/images/phocagallery/SitePlan-Ibukota/thumbs/phoca_thumb_l_17-11-2007-12-14-16_0001.jpg
http://bappeda.bintankab.go.id/images/phocagallery/SitePlan-Ibukota/thumbs/phoca_thumb_l_cbd-1-2.jpg
http://bappeda.bintankab.go.id/images/phocagallery/SitePlan-Ibukota/thumbs/phoca_thumb_l_New-Town2.jpg
http://bappeda.bintankab.go.id/images/phocagallery/SitePlan-Ibukota/thumbs/phoca_thumb_l_port-industrial-park.jpg

novian
January 3rd, 2010, 11:09 PM
Jarak Tempuh ke Lagoi Makin Dekat
Sabtu, 02 Januari 2010


TANJUNGPINANG (BP)- Pengerjaan Jalan KM 16-Simpang Lobam yang dikenal jalan Lintas Barat, hingga saat ini masih berlangsung.


Pembangunannya dihubungkan enam jembatan, meliputi Jembatan Busung, Ekang, Anculai, Sei Bintan, Kang Boy dan Gesek. Sesuai rencana, pengerjaan bersumber APBN ini rampung 2010 mendatang. Sedang jembatan akan rampung 2012.


Wakil Gubernur (Wagub) Kepri Muhammad Sani, mengatakan kehadiran jalan Lintas Barat ini jangan sebatas jalan umum saja. Melainkan, bisa meningkatkan penerimaan daerah. Selain itu harus bisa membuka keterisoliran warga setempat. Untuk penerimaan daerah, erat kaitan dengan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman). Selama ini, banyak wisman ke kawasan wisata Lagoi, berangkat dari Pelabuhan Sri Bintanpura Tanjungpinang.


Jarak tempuh Tanjungpinang-Lagoi, sangat jauh yakni sekitar 2 jam perjalanan. Dengan hadirnya jalan lintas barat, jarak tempuh ke Lagoi menjadi dekat, karena terjadi pengurangan, dari sekitar 90 KM menjadi 58 KM. ”Semakin dekat jarak Tanjungpinang-Lagoi, tentu menjadi daya tarik wisman ke Lagoi. Saya yakin, jika jalan telah beroperasi, jumlah wisman akan lebih meningkat,” ujar Sani, saat meninjau lokasi pembangunan jalan tersebut, belum lama ini.


Dengan adanya pengurangan jarak tempuh ini, Sani minta di sekitar ruas jalan jalan dibangun sarana pendukung, seperti penghijauan, tanaman bunga, dan sebagainya. Hal ini akan turut menambah daya tarik wisman melewatinya. Jika tak ada sarana pendukung, tentu akan tergambar jalan sepi yang tak terawat. ”Ini tugas Pemerintah Kabupaten Bintan untuk menghadirkannya. Semakin indah jalan semakin banyak yang melewati,” terang Sani.


Selain Kabupaten Bintan yang dapat menikmati kehadiran jalan Lintas Barat, Sani mengatakan Kota Tanjungpinang juga akan ikut terkena dampak positif. Oleh sebab itu, mulai sekarang, Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai mempersiapkan penambahan event kepariwisataan dan penambahan lokasi wisata.


Kehadiran aneka event pariwisata tersebut juga akan meningkatkan kunjungan wisman, sebelum mereka ke kawasan Lagoi. (zek)

AceN
January 5th, 2010, 06:26 PM
Masterplan Ibukota Kabupaten Bintan
"Bandar Seri Bentan"

http://bappeda.bintankab.go.id/images/phocagallery/SitePlan-Ibukota/thumbs/phoca_thumb_l_17-11-2007-12-14-16_0001.jpg
http://bappeda.bintankab.go.id/images/phocagallery/SitePlan-Ibukota/thumbs/phoca_thumb_l_cbd-1-2.jpg
http://bappeda.bintankab.go.id/images/phocagallery/SitePlan-Ibukota/thumbs/phoca_thumb_l_New-Town2.jpg
http://bappeda.bintankab.go.id/images/phocagallery/SitePlan-Ibukota/thumbs/phoca_thumb_l_port-industrial-park.jpg

Wow...apa ini bakal jadi planned city pertama di Indo ? Palangkaraya termasuk planned city ga ya ?

novian
January 6th, 2010, 03:25 AM
mudah2an.....amiin.......sekedar info, beberapa kawasan di Kep.Riau yg memiliki masterplan yg matang seperti itu, al : Natuna,Bintan Utara(Lagoi), P.Dompak, sebelumnya Batam jg di bangun sesuai dengan perencanaan, namun setelah era Reformasi dan Otda semua kacau balau...jg ga' terkonsep lg....!!!

DJ_Archuleta
February 10th, 2010, 02:08 PM
Dewan Tinjau Pembangunan Pelabuhan Nikoi

Areal Bangunan Melebihi Izin

BINTAN, TRIBUN - Komisi I DPRD Bintan meninjau pembangunan pelabuhan yang dibangun PT Pulau Nikoi di Kawal Gunung Kijang. Pembangunan pelabuhan tersebut diduga melanggar izin yang diberikan Dinas Perhubungan, dengan menambah areal melebihi izin.

“Bangunan pelabuhan itu memang melebihi izin. Tidak hanya itu, RTRW juga dilanggar, karena lahan yang direklamasi merupakan lahan konservasi,” kata Manimpo Simamora, Ketua Komisi I DPRD Bintan, yang ditemui dilokasi, Senin (18/1).

Seperti yang diketahui, Dishub Bintan memberikan izin pembangunan pelabuhan tersebut dengan luas 20x30 meter. Tapi, pihak PT Pulau Nikoi membangun pelabuhan melebihi izin itu, dengan perkiraan penambahan luas 30 meter menjorok ke dalam laut dengan sistem reklamasi pantai.

Ironisnya, pantai tersebut sudah ditetapkan sebagai pantai konservasi yang harus bebas kegiatan. Sehingga akibat dari penimbunan yang dilakukan membuat air sepanjang pantai itu menjadi keruh dan ditakutkan dapat merusak ekosistem yang ada di dasar laut tersebut, seperti karang dan lainnya.

Manimpo mengakui, dari hasil pengecekan itu, pihaknya mendapatkan temuan terbaru, yakni sebelum dilakukan, penimbunan tersebut telah mendapatkan rekomendasi dari kelurahan Kawal dan Kecamatan Gunung Kijang.
“Kita akan segera memanggil Lurah dan Camatnya terkait atas rekomendasi yang dikeluarkan mereka, dan untuk reklamasi yang dilakukan PT Nikoi untuk sementara kita hentikan dahulu sampai mereka bisa menunjukan semua izin yang berhubungan dengan kegiatan tersebut,” sebut Manimpo. (mau)

DJ_Archuleta
February 10th, 2010, 02:13 PM
Development of Treasure Bay Bintan


saya bantuin munculin gambarnya ya..

http://farm3.static.flickr.com/2771/4097867407_ee588416bf_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2538/4098624958_cc473203b3_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2581/4097868253_f9b033681b_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2641/4097868735_ee8730264c_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2725/4097869191_02cb8d7da6_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2428/4097869617_e90457b05c_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2772/4097869969_450a7e33db_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2736/4098627378_587a34af23_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2521/4098627754_d991d23819_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2713/4098628092_fcb44b49b1_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2492/4098628508_3a84c003d3_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2698/4098628840_407b72c505_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2659/4097872081_c1c47d6e2f_o.jpg

novian
April 5th, 2010, 11:05 PM
Progress Bandara Raja Haji Fisabilillah (dr FB temen)

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs383.snc3/23440_1148859821935_1840782345_286359_1965844_n.jpg

Dazon
April 7th, 2010, 02:50 PM
http://farm3.static.flickr.com/2772/4097869969_450a7e33db_o.jpg
waw... ini baru spectakuler !!

tjokro_ragazzo
April 8th, 2010, 07:27 AM
Spectacular BINTAN.....

Ocean One
April 10th, 2010, 05:00 PM
http://farm3.static.flickr.com/2772/4097869969_450a7e33db_o.jpg
waw... ini baru spectakuler !!


^^
Mirip sama bangunan2 di Istanbul ya yang di sepanjang selat bosphorus ...:cheers:

DJ_Archuleta
April 12th, 2010, 04:34 PM
Bintan Center, Kawasan Segitiga Emas yang Terus Berkembang


Nama Bintan Center kini dikenal luas tak hanya di Tanjungpinang, tapi hingga ke seluruh Kepri. Padahal satu dekade sebelumnya nama ini nyaris tidak dikenal sama sekali.

Kini, kawasan ini tumbuh pesat dan dikenal sebagai pusat bisnis baru, pusat pemukiman serta pemerintahan. Perkantoran pemerintahan baik Pemko Tanjungpinang atau Pemprov Kepri, banyak berada di ruko-ruko di kawasan ini. Bagaimana kawasan ini bisa tumbuh begitu pesat dalam waktu singkat?

Sebelum lebih jauh mengenal Bintan Center rasanya kurang lengkap jika tidak menyebut nama Suryono. Dialah yang pertama sekali memperkenalkan nama ini saat peletakan batu pertama pembangunan pasar dan pertokoan kawasan ini di awal tahun 2000-an.

Peletakan batu pertama itu dilakukan Bupati Kabupaten Kepri ketika itu, H Huzrin Hood. Dengan bendera Sinar Bahagia Group, Suryono menjadi salah satu pionir pengembang di kawasan ini.

Di awal tahun 2000-an kawasan ini masih sangat sepi, jangankan di malam hari, di siang hari pun sepi. Kalau malam segan betul lewat daerah ini karena gelap, sepi dan jalan rayanya saat itu lebarnya hanya sekitar 3 meteran. Pohon pimping –sejenis bambu kecil- tumbuh subur di kiri kanan jalan. Jalan itu kini lebarnya sekitar 25 meteran dan terang benderang, walau terangnya masih belum merata.

Tak perlu waktu puluhan tahun, Bintan Center kini berkembang sangat pesat. Ini dimungkinkan karena konsep pengembangan pertokoan sebagai pusat bisnis, disertai dengan pembangunan ribuan unit rumah di sekelilingnya. Mulai dari rumah sangat sederhana hingga perumahan mewah. Semuanya ada di sini. Hingga sekarang pembangunan ribuan unit rumah tersebut masih terus berlangsung.

Dengan keberadaan ribuan unit rumah baru itu, tak heran dalam 5 tahun saja pertambahan penduduknya tumbuh sekitar 70 persen. Kepadatan penduduk ini berdampak pada kursi dewan. Untuk daerah pemilihan (Dapil) Tanjungpinang Timur tersedia 10 kursi di DPRD Kota Tanjungpinang pada Pemilu 2009 lalu. Sedangkan 15 kursi lainnya berasal dari 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat dan Bukit Bestari.

Menurut Camat Tanjungpinang Timur Syafrizal, tahun 2005 jumlah penduduk di kecamatan ini hanya sekitar 24.636 jiwa dan di tahun 2009 jumlahnya naik pesat menjadi sekitar 41.731 jiwa. Artinya dalam waktu hanya sekitar 5 tahun saja jumlah penduduknya naik sekitar 17.095 jiwa.

Di kecamatan ini ada 3 kelurahan, Kelurahan Batu 9 dan Pinang Kencana serta Kelurahan Air Raja. Penyebaran pendudukya merata di 3 kelurahan itu, namun yang paling padat ada di Batu 9 dengan jumlah penduduk tahun 2009 sekitar 20.047 jiwa. Kemudian di Pinang Kencana sekitar 12.535 jiwa dan di Air Raja sekitar 9148 jiwa.

Tak heran jika saat aktivitas bisnis di sekitar pusat kota mulai tertidur begitu matahari mulai tenggelam di Bintan Center, aktivitas bisnis justru mulai seperti baru mulai menggeliat dan terus berlangsung hingga tengah malam. Bahkan, di beberapa lokasi kuliner seperti di kedai kopi Rina Rini aktivitas terus berlangsung tanpa henti hingga matahari bersinar kembali. Kawasan Bintan Center kini berkembang menjadi pusat bisnis baru di Tanjungpinang.

”Mana ada kedai kopi yang buka 24 jam di Tanjungpinang, kalau di Bintan Center, ada di Rina Rini. Bukan hanya orang biasa yang duduk di sini, pejabat penting juga banyak yang datang sambil nyeruput kopi tarik atau teh tarik. Kalau mau makan pun ada prata kosong atau prata isi, tinggal pilih saja suka yang mana,” warga Batu 8, Susanto yang sudah sekitar 5 tahun berdomisili di kawasan ini.

Bukan hanya fasilitas kuliner saja, fasilitas perbelanjaan serba ada juga tersedia sangat lengkap dan buka hingga menjelang tengah malam. Sementara di sekitar pusat kota pertokoan dan pusat perbelanjaan sudah tutup menjelang malam tiba. Selain itu, fasilitas hiburan mulai dari pub yang berada di tepi jalan hingga pub yang menjadi fasilitas hotel juga tersedia.

Di siang hari, juga tersedia fasilitas pasar tradisional yang dikemas rapi oleh pengembang Sinar Bahagia dan letaknya hanya beberapa puluh meter dari Terminal Sei Carang. Terminal itu merupakan terminal angkutan umum antar kabupaten kota. Terminal yang dibangun dari dana APBD Kepri ini sudah dipakai. Tapi sayangnya, karena berbagai sebab sampai sekarang belum bisa digunakan secara maksimal. Sehingga dana miliaran rupiah untuk membangun terminal ini terkesan mubazir.

Dalam waktu sekitar dua tahun ke depan, fasilitas umum lainnya di sekitar Bintan Center dipastikan akan bertambah dengan beroperasinya Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri. Belum lagi pusat perbelanjaan modern, Pinlang Mas yang kini mulai menggeliat. Meski terhadang kendala terbatasnya aliran listrik dari PLN dan air bersih dari PDAM. Namun Bintan Center tetap tumbuh kencang menjadi kawasan bisnis, perkantoran dan pemukiman baru di Tanjungpinang.

”Kalau saja listrik dari PLN dan air bersih dari PDAM lancar, barangkali tidak ada lagi ruko kosong yang tidak dihuni di Bintan Center. Dalam kondisi kritis listrik dan air bersih saja Bintan Center bisa berkembang pesat, apalagi kalau lancar,” tukas Susanto.

Lokasinya yang strategis dan didukung dengan keberadaan ribuan unit rumah baru, ternyata mampu mengalahkan minimnya dukungan infrastruktur dasar seperti listrik dan air bersih. Secara geografis posisi Bintan Centre seperti sebuah segitiga yang sangat strategis. Disebut segitiga, karena memang posisinya dikelilingi oleh jalan raya di tiga sisi. Bentuk segitiga bukan terancang sejak awal tapi menyusul kemudian.

Satu sisinya terletak mulai sekitar simpang lampu merah Batu 7 –di kota ini lampu pengatur lalu lintas lazim disebut simpang lampu merah- hingga simpang lampu merah Batu 10. Sisi lainnya terletak dari simpang lampu merah Batu 10 ke simpang lampu merah Batu 13. Sedangkan satu sisi lainnya dari simpang lampu merah Batu 7 ke simpang lampu merah Batu 13. Jalan yang dibangun Pemko Tanjungpinang inilah, yang menjadikan kawasan Bintan Centre menjadi segitiga.

Letaknya juga nyaris berada di tengah-tengah antara pelabuhan Sri Bintanpura dengan Kijang, Bintan Timur, dan antara pusat pemerintahan Kota Otonom Tanjungpinang di Senggarang dengan bakal pusat pemerintahan Provinsi Kepri di Pulau Dompak. Karenanya kawasan Bintan Center ini layak disebut dengan kawasan segitiga emas. Apalagi dari Bandara Raja Haji Fisabilillah jaraknya hanya sekitar 2 kilometer saja.

Sebutan segitiga emas juga bisa dari harga sewa ruko di sekitar Bintan Centre, sekitar 5 tahun lalu harga sewa ruko di dalam kawasan ini berkisar antara Rp10 juta hingga belasan juta rupiah. Kini harganya naik 2 kali lipat antara Rp25 juta hingga Rp30 juta. Sedangkan yang berada di tepi jalan besar yang menghubungkan Tanjungpinang – Kijang harganya antara Rp55 juta hingga Rp60 jutaan rupiah.

Bisnis dan hiburan berkembang, pemukiman juga berkembang, bagaimana dengan fasilitas sekolah untuk anak-anak dari puluhan ribu penduduk di sekitar kawasan segitiga emas ini.

DJ_Archuleta
April 17th, 2010, 06:13 PM
Pembangunan Bandara di Tambelan

Telan Biaya Rp 68 Miliar

BINTAN, TRIBUN - Untuk memajukan kecamatan Tambelan, Pemkab Bintan melalui Dinas Perhubungan Bintan merencanakan pembangunan bandara extrep yang luasnya 1200 X 30 meter2, dengan anggaran biaya mencapai Rp68 miliar.

“Untuk saat ini kita sedang melakukan lobi-lobi ke departemen perhubungan, agar mendapatkan bantuan APBN dalam pembiayaan bandara extrep yang akan dibangun di Tambelan,” kata Kepala Dishub Bintan, Yandrisyah, akhir pekan lalu.

Bandara tersebut untuk nantinya akan dibangun di lokasi Bukit Bada, Kecamatan Tambelan dan sejauh ini pelaksanaanya sudah masuk ke pematangan lahan.

“Meski kita masih melakukan lobi-lobi ke Departemen Perhubungan agar bisa mendapatkan bantuan APBN, bandara itu sudah masuk ke pengerjaan pematangan lahan, dimana dananya menggunakan dana APBD Bintan 2009,” ungkapnya.

Bahkan jika sudah siap, terang Yandrisyah nantinya bandara ini memiliki panjang landasan pacu (runway) 1200 meter dengan lebar kurang lebih 30 meter. “Ini merupakan bandara perintis yang bertujuan untuk membuka akses ekonomi, wisata serta mempersingkat rentang kendali transportasi dari pulau Tambelan ke ibu Kota Bintan yaitu Kijang dan Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak,” sebutnya.

“Mudah-mudahan saja lobi-lobi kita untuk meminta bantuan pendanaan pembangunan bandara itu dari APBN 2011 bisa tercapai, dan pemabangunan bandara terebut bias dipercepat,” sebutnya lagi.

Disinggung soal izin, Yandrisyah mengatakan, hingga saat ini semua izin operasional pelaksanaan Bandara itu sedang dalam proses, tapi yang terpenting menurut dia adalah bagaimana mewujudkan kucuran anggaran dana APBN 2011 sehingga bisa mempercepat pelaksanaan pembangunan bandara tersebut.

“Pada dasarnya bisa saja kita rangkul pihak swasta untuk membantu biaya pembangunan bandara ini, tapi kita bertekad bagamana caranya bandara itu murni didanai pemerintah, baik pemerintah daerah ataupun pemerintan pusat,” ujarnya.

DJ_Archuleta
April 23rd, 2010, 04:56 PM
Jangan Bandingkan FTZ Batam dengan Tanjungpinang


Tanjungpinang (BCZ) Harapan tinggi yang dibebankan kepada Badan Pengelola Kawasan (BPK) Free Trade Zone Tanjungpinang, untuk mengajak investor menanamkan modalnya di kota ini seperti menggantang asap.

Sampai kini belum ada satupun investor berskala besar, yang berminat berinvestasi di kota ini. Tak heran jika peran BPK FTZ Tanjungpinang dipertanyakan.

‘’Perlu dipertanyakan peran BPK FTZ Tanjungpinang karena sampai sekarang bukan hanya tidak ada investor besar yang masuk. Tapi karena BPK itu sendiri terkesan tidak bisa berbuat banyak atau seperti macan ompong, yang tidak bisa berbuat banyak. BPK terkesan hanya sebagai simbol saja,’’ kata anggota Komisi III DPRD Tanjungpinang, M Arif.

Menanggapi pertanyaan kemungkinan terbatasnya anggaran dan kewenangan BPK itu sendiri, M Arif menyatakan di situlah letak pentingnya komunikasi antara BPK dengan dewan atau Pemko. Dalam penilaiannya, jika memang ada persoalan anggaran sepatutnya bisa didiskusikan dengan dewan. Sehingga, bisa diatasi secara bersama-sama.

Ketua BPK FTZ Tanjungpinang, Herman yang dikonfirmasi terpisah mengakui dalam kondisi seperti sekarang seperti insfrastruktur serba minim, tidak banyak yang bisa dibuat BPK. Salah satu syarat terpenting untuk mengundang investor adalah tersedianya sarana pelabuan ekspor impor yang memadai. Upaya yang dilakukan oleh BPK Tanjungpinang adalah mengajukan usulan ke Dephub, untuk membangun pelabuhan di Tanjungmoco, Dompak Darat sejak tahun 2009 lalu.

Namun, hingga sekarang usulan dari BPK FTZ Tanjungpinang belum mendapat tanggapan atau jawaban dari Dephub RI. Tak ada lagi yang bisa dilakukan selain menunggu jawaban tersebut. Dia juga mengakui sampai sekarang belum ada satupun investor yang menanamkan modalnya di Tanjungpinang, khususnya di lokasi FTZ yang disediakan di Dompak Darat, Tanjungpinang dan Senggarang.

Pelabuhan baru satu dari infrastruktur yang tidak ada, kendala infrastruktur lainnya yang minim adalah ketersediaan listrik dan air. Meskipun, ada juga investor yang bisa menyediakan sendiri listrik atau air bersihnya. Namun, listrik dan air tetap menjadi keperluan dasar bagi investasi.

Menanggapi pertanyaan apakah lahan yang diperuntukkan untuk lokasi FTZ sudah dibebaskan, Herman, menjelaskan tidak mungkin BPK yang membebaskan lahan. Karena memang bukan porsinya. Artinya, jika ada imvestor yang memang berniat menanamkan modalnya di lokasi itu. Maka, yang bisa dilakukan oleh BPK adalah memfasilitasi antara investor dengan pemilik lahan. Sebab, seluruh lahan masih merupakan milik masyarakat atau pengusaha.

’’Idealnya untuk membebaskan lahan itu pemerintah, kalau ada dananya. Kalau tidak maka peran BPK adalah memfasilitasi pemilik lahan dengan calon investor. BPK juga memfasilitasi perizinan yang diperlukan oleh investor,’’ papar Herman, sembari menambahkan tidak bisa membandingkan FTZ di Batam dengan Pinang. Sebab, Batam sudah sangat siap sejak lama. Selain juga karena FTZ di Batam berlaku di seluruh pulau sedangkan di Tanjungpinang terpisah-pisah.

Sehubungan dengan masalah FTZ ini, salah satu pengusaha di Tanjungpinang, Teddy menyatakan pesimismenya sejak awal dan melihatnya sebatas seremonial saja. Sebab, unsur terpenting dalam iklim berusaha adalah tersedianya infrastruktur yang memadai. Seperti pelabuhan ekspor impor, listrik, air bersih dan perizinan yang mudah.

’’Apa yang mau dijual sekarang ini. Pelabuhan ekspor impor tidak ada, listrik masih byar pet, air bersih juga susah. Ibarat menjual kue, kue itu sekarang baru namanya saja dan jelas belum layak jual. Makanya saya pesimis,. Sudahlah dari pada sibuk FTZ yang tak jelas itu, lebih baik pemerintah memikirkan bagaimana caranya agar usaha-usaha yang sudah ada difasilitasi supaya bisa lebih berkembang,’’ tukas Teddy. (git/bp)

Dazon
April 25th, 2010, 04:50 AM
^^
Mirip sama bangunan2 di Istambul ya yang di sepanjang selat bosphorus ...:cheers:

nah itu salah satunya ocean one.. moga-moga di buat, soalnya pedestriannya yang "true town houses" membuat nyaman n betah terus :lol:

@b1
May 14th, 2010, 01:42 PM
Proyek kasino Bintan kabarnya gimana?

novian
May 16th, 2010, 01:55 PM
^^ terkendala dgn izin pemerintah pusat

Mimihitam
June 3rd, 2010, 02:39 PM
The Ritz Carlton Resort & Spa Bintan

http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan01a.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan02.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/03-ritz-bintan-oktober-09.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan04.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan05.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/ritz_bintan06.jpg

DJ_Archuleta
June 13th, 2010, 11:23 AM
Usulkan Dua Wilayah Khusus


Dalam waktu dekat, tiga kecamatan di Tanjungpinang akan dimekarkan. Kecamatan itu adalah Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Timur, dan Kecamatan Bukit Bestari.


”Pemekaran ini sangat penting seiring bertambahnya jumlah penduduk di kota ini, sehingga membutuhkan pelayanan yang lebih baik,” ujar Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, (11/6) tanpa menyebutkan nama-nama kecamatan pemekaran baru. Khusus wilayah Dompak dan Pulau Penyengat, diusulkan untuk dibuat kecamatan khusus.


Selain itu, lanjutnya, beberapa pertimbangan pemekaran kecamatan tersebut, di antaranya dilihat dari sistem administrasi dan luas wilayah antar kecamatan. “Sampai saat ini, tim pemekaran masih meneliti, mendata dan memverifikasi terkait pemekaran kecamatan,” jelasnya.


Meski jumlah penduduk dan daerahnya belum memenuhi pembentukan sebuah kecamatan, sebut Suryatati, namun Penyengat merupakan wilayah cagar budaya, makanya perlu dibuat kecamatan khusus.


Wako menjelaskan alasan dipilihnya tiga daerah yang akan dimekarkan tersebut, pasalnya penduduknya cukup padat, begitu juga lokasinya sangat luas. Diharapkan pemekaran ini memudahkan masyarakat mengurus segala sesuatu.


Kepala Bagian Pemerintah Kota Tanjungpinang, Dedi Candra menjelaskan draf Ranperda Pemekaran Kecamatan sudah berada di asisten. Pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan beberapa masyarakat, khususnya masyarakat Senggarang dan Penyengat untuk membahas pemekaran kecamatan. ”Mereka pun sangat mendukung pemekaran tersebut,” pungkasnya. ***

DJ_Archuleta
June 14th, 2010, 10:37 AM
Pembangunan Jembatan Busung Segera Dilanjutkan


BINTAN, METRO: Meskipun saat ini pembangunan Jembatan Busung dihentikan untuk sementara, tapi Pemkab Bintan menjamin, akhir tahun 2010 ini jembatan yang yang menghubungkan antara Desa Busung dengan Desa Kuala Sempang bisa selesai, dan segera digunakan.

Hal itu diungkapkan Bupati Bintan Ansar Ahmad pada wartawan belum lama ini. Menurutnya, saat ini pembangunan jembatan tersebut dihentikan untuk sementara, lantaran pada akhir tahun 2009 sudah tutup anggran dan pembangunan akan dilanjutkan kembali sekitar bulan Mei atau Juni 2010 dengan menggunakan anggaran tahun 2010. “Pemerintah pusat sudah menganggarkan dana dari APBN untuk pembangunan jembatan tersebut, dan saat ini masih dalam proses pelelangan proyek,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan, pembangunan jembatan tersebut sudah hampir selesai, sudah akan masuk pada tahap pembangunan landasan jembatan, sedangkan untuk semua bagian rangka dan tiang pancang sudah selesai pengerjaannya. “Jadi kemungkinan, pada awal tahun depan, jembatan tersebut bisa dioperasikan,” paparnya.

Sebelumnya, Ansar mengungkapkan, apabila nanti jembatan yang dibiayai dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Bintan tersebut selesai, masyarakat dari Tanjungpinang yang hendak ke Tanjunguban, atau sebaliknya hanya akan menempuh perjalanan sekitar 56 kilometer saja. “Jika sekarang masyarakat harus menempuh jarak sekitar 107 kilometer, nanti jika jembatan itu selesai, warga hanya menempuh setengah jarak yang sekarang, jembatan tersebut tepatnya menghubungkan jalan antara Desa Busung dengan Desa Kuala Sempang,” urainya. Ia berharap, akhirnya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi warga Bintan

Ocean One
June 22nd, 2010, 04:19 PM
Bangun Alila Bintan dan Manado, Bukit Uluwatu Cari Pinjaman Bank
Selasa, 22 Juni 2010


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bukit Uluwatu Villa (BUV) tengah menjajaki pinjaman perbankan untuk menambah kebutuhan dana dua proyek perusahaan di Alila Bintan dan Alila Manado.

"Untuk pendanaan dari perbankan paling banyak Rp100 miliar, tapi sepertinya tidak sampai segitu," ujar Direktur Utama Bukit Uluwatu, Franky Tjahyadikarta di Jakarta, Selasa.

Proyek Alila Bintan milik PT Buana Megawisatama dan PT Verizon Indonesia. Menurut Franky, Bukit Uluwatu akan mengakuisisi 100 persen saham di proyek tersebut senilai Rp250 miliar.

"Untuk proyek Alila Manado digarap oleh PT Sitaro Mitra Abadi. Kami memiliki 65 persen saham di sana. Total nilai proyek sekitar Rp120-130 miliar. Jadi porsi kita sekitar Rp100 miliar," ujarnya.

Investasi yang disiapkan untuk pengembangan dua proyek ini mencapai Rp350 miliar. Sebagian besar dana akan diperoleh melalui hasil penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Bukit Uluwatu akan melepas 857.142.500 saham (30 persen) ke publik dengan kisaran harga Rp230-260 per saham.

DJ_Archuleta
June 27th, 2010, 10:01 AM
Juli, BPR Bintan Buka di Kawal


BINTAN (BP) - Cita-cita Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bintan untuk membuka kantor cabang baru di Kawal, Gunung Kijang, akhirnya terlaksana. Awal Juli nanti, kantor cabang yang terletak di Jalan Wisata Bahari di sebelah Kelenteng, akan diresmikan dan dibuka untuk umum. ”Alhamdulillah, rencana kita mengembangkan BPR hingga ke pelosok daerah akhirnya terwujud,” kata Direktur Utama BPR Bintan, Radhiah, Rabu (24/6) kemarin.


Pengembangan ini, lanjut Radhiah, dilakukan untuk mempermudah masyarakat di Bintan khususnya di daerah Kecamatan Gunung Kijang menyimpan uang dan mudah mendapat kredit lunak. Pasalnya, selama ini, PBR hanya bisa melayani nasabah dengan mobil keliling.


Selain itu, keberadaan PBR Bintan di Kawal juga untuk melayani nasabah yang ada di wilayah Teluk Bakau, Malang Rapat, dan Berakit. ”Semoga dengan adanya kantor cabang ini, para nasabah dapat dilayani dengan baik,” ungkapnya.


Untuk kantor cabang di Kawal, persiapan sudah 90 persen. Bangunan sudah direnovasi untuk penyelesaian. Kemudian tinggal memasukkan perabotan yang dibutuhkan di dalam kantor. Tenaga kerja yang akan ditempatkan sudah siap. Mereka hanya tinggal masuk dan menjalankan tugasnya. Setelah kantor cabang ini jalan, Desember nanti BPR akan kembali membuka kantor cabang. Tempatnya di daerah Teluk Sebong. (mat

lombok
July 12th, 2010, 03:57 PM
Alila Villas Bintan dan Alila Manado Selesai Tahun 2012
Senin, 12 Juli 2010 | 19:02 WIB

"Pembangunan proyek Bintan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun 2010 dan diharapkan selesai pada tahun 2012. Di proyek ini akan dibangun 50 unit hotel villa dan 12 unit residensial villa," ujar Direktur Utama BUVA, Franky Tjahyadikarta di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan, pada tahap awal perseroan akan mengakuisisi 100 persen saham PT Bukit Lagoi Villa dengan biaya sekitar Rp106,9 miliar. Dana akuisisi dari hasil penawaran umum sebanyak 48 persen dari Rp222,587 miliar.

Bukit Lagoi Villa akan dikembangkan untuk mengelola proyek Bintan tersebut. Dalam waktu dekat perseroan akan segera memfinalisasi transaksi pembelian 100 persen saham Bukit Lagoi. Sementara biaya pembangunan proyeknya diperkirakan mencapai Rp250 miliar.

"Ini proyek besar yang akan mendatangkan hasil yang lumayan, kita harap akan selesai pada tahun 2012," ujarnya.

Selain itu, perseroan juga akan mengembangkan proyek Alila Manado yang akan digarap anak usaha PT Sitaro Mitra Abadi. Hasil penawaran umum yang dialokasikan untuk proyek ini adalah sebesar Rp71,3 miliar (32 persen). "Total kebutuhan dana untuk proyek Alila Manado adalah sebesar Rp100 miliar," kata Franky.

Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk membangun 60 unit kamar hotel yang berlokasi di Tanjung Tarabitan, Minahasa Utara dan diharapkan rampung pada tahun 2013.

"Selain dari IPO, pendanaan untuk proyek-proyek kita akan diperoleh dari hasil penjualan awal. Kita juga belum merencanakan untuk mencari pinjaman eksternal," tuturnya.

Pendapatan perseroan hingga akhir 2010 diperkirakan akan tumbuh empat kali lipat menjadi Rp183,508 miliar dibanding periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp45,877 miliar.

"Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan penjualan unit villa. Tentunya untuk laba kita perkirakan akan melonjak seiring dengan pertumbuhan pendapatan," tambahnya.

BATAMANIA
October 26th, 2010, 12:33 PM
Investor Singapura Bangun Hunian Pantai Indah Lagoi


BU Holding dan PT Buana Megawisatama (BMW), anak perusahaan Gallant Venture, melaksanakan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan Pantai Indah (hunian eksklusif) yang berlokasi di Lagoi Bay, Bintan, Sabtu (23/10). Total investasi yang ditanam oleh investor asal Singapura tersebut, yaitu sebesar 200 juta dolar Amerika Serikat (AS).

”Pembangunan kawasan Pantai Indah ini direncanakan selesai akhir 2012,” ujar Direktur PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) Lagoi, Gunawan Adiwibowo, usai peletakan batu pertama.

Disebutkan, ada sebanyak 162 unit residential villa yang akan dibangun di lahan sepanjang pantai seluas 15 hektare itu. Dengan Kehadiran Pantai Indah Lagoi, diharapkan bisa mendorong pengembangan usaha lain yang selanjutnya akan meningkatkan roda perekonomian di Bintan.

Menurut Gunawan, masuknya investasi ini merupakan bagian dari pembangunan kawasan Lagoi Bay yang menyediakan lahan seluas 1.500 hektare.
Sebelum dilakukan peletakan batu pertama Pantai Indah, ada beberapa investasi lainnya yang masuk ke daerah ini di antaranya rencana pembangunan mal. Menurut Gunawan, di kawasan Lagoi Bay ini selain akan dibangun kawasan yang super lengkap menyangkut pariwisata, kawasan perbelanjaan, dan pusat hiburan.

Diakuinya, masih banyak yang harus dilengkapi di kawasan Bintan Resort. Dengan begitu, akan banyak menambah pilihan bagi wisatawan untuk menikmati liburan di Bintan.

Selain investor asal Singapura tadi, sejumlah investor yang siap menanamkan modal di kawasan Lagoi Bay, antara lain dari Rusia, Eropa, dan dari Indonesia sendiri. Total investasi yang ditargetkan untuk kawasan Lagoi Bay yaitu sebesar 2 miliar dolar AS.

Secara keseluruhan, Gunawan menerangkan lahan di kawasan Lagoi mencapai 23 ribu hektare. Sedangkan yang baru terpakai seluas 8 ribu hektare. Untuk dua puluh tahun mendatang, pihaknya akan memfokuskan investasi pantai arah timur kawasan Bintan Resort yang berada di sebelah Bintan Lagoon Resort arah desa Berakit.

Namun, untuk sepuluh tahun ini pihaknya memfokuskan investasi di kawasan Lagoi Bay dan sekitarnya. Dampak positif masuknya investasi ini bakal berpengaruh terhadap perekonomian di Bintan, salah satunya meningkatnya PAD.

Dalam 10 tahun ke depan, Gunawan menyampaikan PAD untuk Bintan dari kawasan Bintan Resort Lagoi diprediksi naik tiga kali lipat. Mengenai berapa besar PAD dari kawasan Bintan Resort, Gunawan tak mau menyebutkan. ”Wah itu bukan wewenang saya, tanya aja sama Pak Bupati,” ucap Gunawan.

Namun, seperti dilansir harian ini sebelunnya dari pernyataan Bupati Bintan, PAD dari kawasan Bintan Resort per tahunnnya mencapai Rp60 miliar. Bila dalam sepuluh tahun ke depan ditargetkan naik tiga kali lipat, PAD Bintan dari Bintan Resort bisa mencapai Rp180 miliar.

Mengenai pembangunan 162 unit oleh BU Holding, Gunawan, menyampaikan bila siap siapapun boleh memiliki villa mewah tersebut. Sejumlah peminat disebutkan telah memesan untuk membeli residental villa yang bergaya Indoensia dipadu dengan gaya modern ini.

Adapun peletakan batu pertama ditanda dengan pemencetan tombol yang dilakukan bersama-sama oleh, Chia Tek Yew, Chairman & CEO of BU Holding Pte Ltd, Chin Chow Yoon, Wakil Presiden Direktur PT BRC Lagoi, Gunawan Adiwibowo dan Frans Gunara, Direktur PT BRC Lagoi, Ir Lio Sudarto, Deputy Direktur PT Total Bangun Persada.

Hadir dalam kesempatan tersebut, GM PT BMW Lagoi Jeffry Ibrahim, GM PT BRC Lagoi Albel Singh, GM PT Nirwana Gardens Resort Abdul Wahab, serta sejumlah pimpinan hotel di kawasan Bintan Resort Lagoi. (cnt)

:cheers:

noelDJB
December 8th, 2010, 06:34 AM
banyak bener yang mau di buat di kepri.... udah terlaksana lum tuh??
ntar ga jadi di buat.... cpdd

BATAMANIA
December 8th, 2010, 07:28 AM
banyak bener yang mau di buat di kepri.... udah terlaksana lum tuh??
ntar ga jadi di buat.... cpdd

KEPRI YANG MANA SATU BOZZ.!!!!

yumiho
December 23rd, 2010, 11:45 AM
Proposed Gedung kesenian Kepri berbentuk gonggong @Tanjung Pinang :):):cheers:

http://img252.imageshack.us/img252/9015/gedungkeseniankepriberb.jpg

http://img46.imageshack.us/img46/9015/gedungkeseniankepriberb.jpg

Ocean One
February 23rd, 2011, 04:48 AM
Investor Malaysia Bangun Treasure Bay di Bintan
Rabu, 23 Februari 2011

http://kcdn5.stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/02/23/0958502620X310.jpg


TANJUNGPINANG, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan pembangunan kawasan wisata terpadu Treasure Bay di Lagoi, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau pada 26 Februari 2011.

Kepala Negara akan mengunjungi Lagoi setelah meresmikan program Kepri 2011 mengenai pengentasan warga dari kemiskinan di Gedung Daerah Tanjungpinang, kata Kepala BP Kawasan Bintan Wilayah Bintan Mardhiah, Selasa, di Tanjungpinang.

"Treasure Bay dibangun secara bertahap oleh konsorsium dari Malaysia (Landmark Holding Sdn Bhd) dengan nilai investasi sekitar Rp24 triliun," ujar Mardhiah yang juga Kepala Badan Promosi, Investasi dan Pelayanan Perizinan Terpadu Bintan.

Pembangunan kawasan wisata terpadu Treasure Bay mulai dilakukan pada tahun ini. Pihak Treasure Bay akan membangun marina, ruang terbuka hijau, resort dan kawasan hunian. "Investor asal Malaysia tersebut memiliki komitmen untuk terus mengembangkan usahanya," ujarnya.

Hasil pembangunan Treasure Bay Resort oleh Landmark Holding akan meramaikan persaingan bisnis perhotelan di kawasan wisata Lagoi, Kabupaten Bintan. Di dalam area resor akan dibangun lima hotel berbintang enam.

Investasi di sektor pariwisata di Bintan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pengentasan dari pengangguran dan peningkatan mutu pendidikan. "Jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi Lagoi terbanyak ketiga di Indonesia. Tahun 2010 jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Lagoi sebanyak 42.331 orang," katanya.

http://properti.kompas.com/index.php/read/2011/02/23/09595469/Investor.Malaysia.Bangun.Treasure.Bay.di.Bintan

KRAFTY.LEICA
February 23rd, 2011, 07:35 AM
^^

ini lah yang katanya akan dijadikan casino terbesar di indo pula saat itu.
tp telah dpt perlawanan dari mahasiswa dan warga setempat, hingga
investor mencoret daftar development casino tersebut, tapi tetap
melaksanakan pembangunan resort dan hotel nya itu

ericcando
February 23rd, 2011, 05:27 PM
^^ air yang di gambar tu... pool apa laut teluknya yg dibentuk2 ??? cantik nampaknya....

apalah masalanya kalo dibuka casino?? tu lah kadang pemikiran kita sendiri yg membuat susah. padahal kalo ada casinonya... banyak lapangan kerja baru, devisa, pajak , banyaklah untungnya termasuk wisman ke indonesia terhitung nambah drastis pastinya.

lombok
February 23rd, 2011, 06:41 PM
Rabu, 23/02/2011 22:44 WIB
Hendropriyono Duga Fasilitas Wisata di Bintan Proyek Pepesan Kosong Adi Nugroho - detikNews




Jakarta - Akhir pekan ini, Presiden SBY dijadwalkan berkunjung ke Pulau Bintan dengan agenda meresmikan fasilitas wisata senilai Rp 30 triliun. Ada dugaan proyek tersebut tak lebih dari sekedar pepesan kosong karena investor asal Malaysia, yang mengerjakannya, tidak punya rekam jejak yang jelas.

"Proyek itu menurut saya fiktif. Pada 2007 sudah ada peletakan batu pertamanya oleh Menbudpar Jero Wacik dan sampai sekarang saya belum pernah dengar batu terakhirnya (proyeknya selesai -red)," kata mantan KaBIN, AM Hendropiyono di sela-sela Gramedia Book Fair di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu (23/2/2011).

Hendro mengaku dirinya mendapatkan undangan untuk menghadiri acara peresmian proyek pariwisata di Pulau Bintan pada akhri pekan ini. Menurut undangan, disebutkan acara peresmian tersebut akan dihadiri oleh Presiden SBY.

Sepengetahuannya, proyek fasilitas wisata yang dibangun di desa Seboklagoi, Pulau Bintan, tersebut sudah mulai dibangun pada 2007 lalu. Namun pengerjaanya sempat lama terhenti akibat aksi penolakan warga setempat setelah mendengar salah satu fasilitas penunjang di dalam kompleks wisata itu adalah tempat perjudian.

"Saya kaget, karena proyeknya tidak terselesaikan. Warga menolaknya sebab akan ada casino," cetus Hendro.

Hal lain yang membuatnya ragu adalah investor pengelolanya yang berganti dari PT Wisata Siburia menjadi PT Rekayasa Prima, namun dengan orang yang sama, yaitu Mark Wee, seorang pengusaha berkewarganegaraan Malaysia yang rekam jejaknya dalam dunia usaha dianggap belum kompeten.

"Nilai proyek di Bintan ini Rp 30 triliun. Tetapi Mark Wee ini saya belum pernah dengar di proyek yang nilai Rp 1 milyar. Saya belum pernah lihat. Dia tidak ada rekam jejaknya," ungkap dia.

"Kalau ternyata proyek ini fiktif, nanti presiden lagi disalahkan. Padahal saya baca di media, presiden bilang ke pemda jangan sampai bikin proyek pepesan kosong nanti tidak berguna," tandasnya.

Aucostar
February 24th, 2011, 02:37 AM
SBY to inaugurate Treasure Bay development in Bintan Islands
The Jakarta Post, Jakarta | Wed, 02/23/2011 11:49 AM | Business


President Susilo Bambang Yudhoyono is scheduled to officially launch the construction of an integrated tourism area known as Treasure Bay in the Lagoi resort area of Bintan Island, Riau Islands, on Saturday.

The construction of site began earlier this year, Bintan Integrated Licensing and Investment Promotion Agency chief Mardhiah said Wednesday.

“Treasure Bay will be built in stages by a Malaysian consortium, Landmark Holdings Sdn Bhd, with total investment value of around Rp 24 trillion,” Mardhiah said as quoted by kompas.com.

The area will include a marina, green space, a resort and a residential area. The resort will also have five six-star hotels.

“Lagoi is currently the third-most popular tourist destination in Indonesia. At least 42,300 foreign tourists visited Lagoi in 2010,” she said.

Aucostar
February 24th, 2011, 09:38 AM
SBY to give Treasure Bay new name
The Jakarta Post, Jakarta | Thu, 02/24/2011 1:53 PM | National


President Susilo Bambang Yudhoyono is scheduled to announce a new name for Treasure Bay holiday resort in Bintan Island on Saturday, the Bintan regent says.

"Nobody knows what President Yudhoyono will call Treasure Bay yet," Bintan Regent Ansar Ahmad said Thursday as quoted by antaranews.com.

He said the President would also officiate the first construction phase of the project.

Treasure Bay Bintan integrated tourist resort is being developed in stages by a Malaysian consortium, Landmark Holdings Sdn Bhd, with investments worth Rp 24 trillion (US$2.66 billion). The first phase will cost an estimated US$425 million.

Ansar said there would not be any gambling facility at the resort.

etyahudotkom
February 26th, 2011, 09:54 AM
sorry bro y
cara masukin gambar kek mana y ...
msih pemula neeh