View Full Version : Rumah Susun dan RSH


tata
October 13th, 2005, 11:02 AM
Post news and discuss about about Rusun dan RSH here.


First post: news in Bhs Indonesia about Jakarta to build 2040 units of cheap flats.

Pemda DKI Akan Bangun 2040 Rumah Susun
Rabu, 12 Oktober 2005 | 17:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dinas Perumahan DKI Jakarta merencanakan pembangunan rumah susun (rusun) sebanyak 2040 buah pada tahun 2006. Anggaran untuk proyek ini sebesar Rp 285 miliar, sedangkan total lahan yang dibutuhkan seluas 49,6 hektar.

“Disewakan untuk kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah, tapi sasaran spesifik tiap lokasi berbeda,” kata Kepala Sub Dinas Perencanaan Dinas Perumahan, Suratman, dalam rapat kerja dengan Komisi D yang membidangi Pembangunan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Rabu (12/9).

Dia menjelaskan, rusun itu akan dibangun pada 4 lokasi berbeda, yakni di Karet Tengsin 292 unit, tipe 21, 12 lantai, di Marunda 1500 unit, tipe 30, 6 lantai, Pulau Jahe 48 unit, tipe 21, 3 lantai, dan di Rawa Bebek 200 unit, tipe 36, 6 lantai.

Kriteria pengguna rusun, lanjut Suratman, adalah masyarakat yang terkena pembebasan tanah untuk rusun, penghasilan rendah, dan belum punya rumah sendiri, memiliki KTP DKI dan Kartu Keluarga, sanggup membayar sewa, dan menaati ketetapan jumlah penghuni. Harun Mahbub

tata
October 14th, 2005, 11:45 AM
Eh Jakartans, Karet Tengsin itu di mana sih tepatnya?
------------------------------------------------------------------------

From www.TheJakartaPost.com (Oct 14, 2005)

Jakarta to build more low-cost apartments
JAKARTA: The Jakarta administration is set to build some 2,040 low-cost apartments in 2006, Suratman, the head of the planning division at the Jakarta Housing Agency, said on Wednesday.

He was quoted by the city's official online news portal Beritajakarta.com as saying that the construction of the low-cost apartments was aimed at creating a better urban environment and to provide decent housing for Jakartans.

The apartments will include 1,500 units in Marunda, North Jakarta; 292 in Karet Tengsin, Central Jakarta; 48 in Pulo Jahe, East Jakarta, and 200 in Rawa Bebek, also in East Jakarta.

Some Rp 285 billion (about US$28.5 million) will be allocated for the projects out of the 2006 city budget, Suratman said, explaining that the city had acquired 496,857 square meters of land -- some of which was marshland -- for the projects, which would require 49.6 hectares of land in total.. --JP

firmanhadi
October 14th, 2005, 02:54 PM
Great. They should do more of this HDB stuffs. Jakarta will be denser and have more space for greenery.

Karet Tengsin is a low income crowded neighborhood around Tanah Abang area.

Zorobabel
October 14th, 2005, 06:15 PM
This is good that they are building some. I hope as the years progress they will be able to build more in the area of 10,000-20,000 low income apartments annually.

peseg5
October 14th, 2005, 06:49 PM
(karet tengsin) kayaknya deket karet...tanah abang deh..

eh, kata "tengsin" dalam kalimat "ah..jadi 'tengsin' gue" apakah emang asal usulnya dari daerah karet tengsin???

joko
October 17th, 2005, 12:02 AM
http://img57.imageshack.us/img57/9248/1ac5qs.jpg (http://imageshack.us)
http://img57.imageshack.us/img57/9248/1ac5qs.jpg
http://img109.imageshack.us/img109/8138/1ac11ii.jpg (http://imageshack.us)
http://img109.imageshack.us/img109/8138/1ac11ii.jpg
http://img110.imageshack.us/img110/4954/1ac26om.jpg (http://imageshack.us)
http://img110.imageshack.us/img110/4954/1ac26om.jpg
http://img200.imageshack.us/img200/286/1ac38od.jpg (http://imageshack.us)
http://img200.imageshack.us/img200/286/1ac38od.jpg

firmanhadi
October 17th, 2005, 02:38 AM
Joko, you're the man!

tata
October 22nd, 2005, 01:37 PM
RUSUNA= Low cost appartmant


dari SUARA PEMBARUAN DAILY

DKI Akan Bangun 71.000 Rusuna

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun rumah susun sederhana (Rusuna) untuk 71.000 keluarga miskin yang bermukim di pinggiran kali, kolong jembatan, dan para buruh.

Pembangunan Rusuna tersebut, akan melibatkan pengembang swasta di Ibukota yang belum memenuhi kewajiban membangun fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasus) selama periode 2000 sampai 2005. "Kami akan segera membangun besar-besaran. Yang membangun Pemprov DKI dan pengembang yang masih utang bangun fasos dan fasus. Mereka (pengembang, Red) harus bayar kewajiban karena itu untuk kepentingan masyarakat kecil," kata Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, seusai menerima kunjungan Komisi V DPR, di Balai Kota, Kamis (20/10).

Dia mengungkapkan, pembangunan Rusuna itu, akan dilakukan bersamaan dengan rencana Pemprov DKI membangun 3.000 Rusuna pada 2006. Untuk itu, dalam waktu dekat, gubernur akan mengumpulkan para pengembang swasta yang masih menunggak kewajiban membangun fasos dan fasum ini. "Nanti pemerintah pusat dan yayasan sosial juga akan saya minta ikut berperan serta," ujar Sutiyoso.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR, M Sofhian Mile mengatakan, pihaknya akan membantu rencana Pemprov DKI membangun Rusuna bagi warga miskin di Ibukota. "Kalau memang lahannya sudah tersedia dan butuh peran serta pemerintah pusat, silahkan kirim surat dan kami akan meneruskan ke Menpera (Menteri Perumahan Rakyat, Red). Anggarannya ada kok," kata Sofhian.

Sedangkan anggota Komisi V dari Fraksi Partai Golkar, Enggartiasto Lukito mengatakan, Komisi V akan memperjuangkan rencana tersebut untuk masuk dalam anggaran tahun 2006. "Dinas Perumahan DKI silahkan kirim surat resmi ke Komisi V, Menpera dan Panitia Anggaran. Nanti akan kami bahas dan usahakan agar masuk anggaran tahun depan. Paling lambat suratnya harus kami terima Jumat (21/10) ini," ujar Enggartiasto. (J-9)

Last modified: 22/10/05

ncon
October 23rd, 2005, 06:09 AM
October 21st 2005 ; 11:56:22 AM
Sutiyoso Asked the Promise of Developer to Build Economy Class Flats

BeritaJakarta.com Governor Jakarta Sutiyoso said that 71 thousand families in Jakarta, who live by the river, were easily to get infected with disease. Therefore, it’s an urgent task to build flats for the people who live near the river.

However, Sutiyoso admitted it’s not easy to bring awareness to the people that it’s not healthy to live near the river. And it takes courage to change their way of life, from living near river to live at flats.

“There’s always pros and cons. And many non-governmental organization provoke the people to stay living by the river. We meant well. We offer them a better place to live,” Sutiyoso explained reorters at City Hall on Thursday (20/10).

According to Sutiyoso, Government had provided the land to be use for flats development. Every month, Sutiyoso said that Jakarta Provincial Government gave subsidy fund amounting Rp. 100 million to pay maintenance cost of existed flats.

Meanwhile, Head of Commission V of People’s Representative Council, M.Sofhian Mile, said that he would help Jakarta Provincial Government in developing flats.

tata
December 8th, 2005, 05:16 PM
Marunda cleared for low-cost apartments
Damar Harsanto, The Jakarta Post, Jakarta

The Jakarta administration is preparing a site in Marunda, North Jakarta for the development of low-cost apartments next year,to be built in cooperation with private developers.

A senior official with the City Housing Agency, Suparman, said on Tuesday his agency had been readying a 12-hectare area in Marunda for the apartment blocks.

"With three blocks to a hectare, the entire site can accommodate 36 blocks," said Suparman, who chairs the planning division of the agency.

Each block will have between 100 and 300 units.

He said the administration would focus on the development of low-cost apartments in Marunda next year, while the agency would prepare further sites for similar projects.

According to agency data made available to The Jakarta Post, the administration has acquired 56.31 hectares of land across the city, of which 48.94 hectares, or 83 percent, will be used for the development of low-cost apartments.

Much of the acquired land is not ready for construction.

In addition to Marunda, some locations that are ready for construction include Karet Tengsin, Central Jakarta (1.95 hectares for one block of 292 units) and Jl. Pinus Elok, Penggilingan in East Jakarta (2.14 hectares for nine blocks of 900 units).

Governor Sutiyoso's administration has planned to expedite the development of more than 50,000 units of low-cost apartments for the poor by 2010 by dragging developers, which are yet to fulfill their obligations to build social facilities for the public, into the project financing. The administration will assist through providing the land.

According to prevailing regulations, every developer -- which is willing to build housing or commercial premises on a 5,000-square-meter area and above -- has to dedicate 20 percent of the built area for public facilities or non-commercial infrastructure. Or, the developer can settle the obligation with cash.

Those facilities include schools, sports centers, places of worship, markets, parks and playgrounds. Such facilities cannot be converted into building premises for commercial purposes and have to be handed over to the local administration within five years.

Between 1990 and 2005, 163 developers failed to build public facilities or non-commercial infrastructure or pay off their obligation, equal to Rp 894.68 billion in total.

However, City Secretary Ritola Tasmaya said the administration would focus on pursuing those developers who had obligations in the last five years between 2001 and 2005.

"It will be much easier for us to track down new developers than those developers whose obligations are due before 2000 as many of them are no longer active or have moved to unknown addresses," Ritola said.

Between 2001 and 2005, only 27 developers are yet to make good on their obligations valued at Rp 264.87 billion, equal to 18 apartment blocks, he said.

Chairman of the Jakarta chapter of the Indonesian Real Estate Developers Association (REI) Tulus Sawoso said earlier last week that only 30 of the total 163 indebted developers were members of the REI.

Tulus, however, said his organization would approach its members to find out why they had not met their obligations.

cOcO_cHaneL
December 11th, 2005, 03:26 PM
RUSUNA= Low cost appartmant


dari SUARA PEMBARUAN DAILY

DKI Akan Bangun 71.000 Rusuna

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun rumah susun sederhana (Rusuna) untuk 71.000 keluarga miskin yang bermukim di pinggiran kali, kolong jembatan, dan para buruh.

Pembangunan Rusuna tersebut, akan melibatkan pengembang swasta di Ibukota yang belum memenuhi kewajiban membangun fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasus) selama periode 2000 sampai 2005. "Kami akan segera membangun besar-besaran. Yang membangun Pemprov DKI dan pengembang yang masih utang bangun fasos dan fasus. Mereka (pengembang, Red) harus bayar kewajiban karena itu untuk kepentingan masyarakat kecil," kata Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, seusai menerima kunjungan Komisi V DPR, di Balai Kota, Kamis (20/10).

Dia mengungkapkan, pembangunan Rusuna itu, akan dilakukan bersamaan dengan rencana Pemprov DKI membangun 3.000 Rusuna pada 2006. Untuk itu, dalam waktu dekat, gubernur akan mengumpulkan para pengembang swasta yang masih menunggak kewajiban membangun fasos dan fasum ini. "Nanti pemerintah pusat dan yayasan sosial juga akan saya minta ikut berperan serta," ujar Sutiyoso.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR, M Sofhian Mile mengatakan, pihaknya akan membantu rencana Pemprov DKI membangun Rusuna bagi warga miskin di Ibukota. "Kalau memang lahannya sudah tersedia dan butuh peran serta pemerintah pusat, silahkan kirim surat dan kami akan meneruskan ke Menpera (Menteri Perumahan Rakyat, Red). Anggarannya ada kok," kata Sofhian.

Sedangkan anggota Komisi V dari Fraksi Partai Golkar, Enggartiasto Lukito mengatakan, Komisi V akan memperjuangkan rencana tersebut untuk masuk dalam anggaran tahun 2006. "Dinas Perumahan DKI silahkan kirim surat resmi ke Komisi V, Menpera dan Panitia Anggaran. Nanti akan kami bahas dan usahakan agar masuk anggaran tahun depan. Paling lambat suratnya harus kami terima Jumat (21/10) ini," ujar Enggartiasto. (J-9)

Last modified: 22/10/05

omigoddd so happy for this action~~~

tata
January 7th, 2006, 01:50 PM
News from bisnis.com:
- West Java to build 30.000-40.000 low cost houses in 2006
- government decided to provide more subsidy not only to Police, members of armed forces but also to employees from private companies

--------------------------------------------------------------------------

Selasa, 03/01/2006 16:05 WIB
REI Jabar bangun 30.000 RSH tahun ini
oleh : Hilman Hidayat

BANDUNG : REI Jabar memproyeksikan pembangunan rumah sehat sederhana (RSH) di Jabar tahun 2006 akan mencapai 30.000 sampai 40.000 unit setelah adanya insentif dari pemerintah berupa kenaikan dana subisidi dan perluasan masyarakat yang berhak atas rumah bersubsidi.

Ketua DPD Real Estat Indonesia (REI) Jawa Barat Hari Raharta mengatakan pemberlakuan insentif dari Menteri Perumahan tersebut disambut baik kalangan pengembang.

"Selama ini banyak anggota REI yang malas membangun RSH karena rendahnya daya beli masyarakat, tetapi setelah Menteri Perumahan per 1 Januari 2006 menaikan pagu subsidi uang muka hinga Rp9 juta maka ada potensi pembangunan RSH bergairah lagi", katanya kepada Bisnis hari ini.

Menurut dia faktor pendorong realisasi pembangunan RSH yaitu pelebaran masyarakat yang berhak menerima subsidi. Selain PNS, anggota TNI, Polri juga peserta Jamsostek, buruh, pegawai swasta.

Pemerintah diketahui mengubah syarat berupa kenaikan nilai pendapatan masyarakat yang berhak menerima subsidi dari Rp1,3 juta per bulan menjadi Rp2 juta per bulan.

Dengan stimulus semacam itu, ungkap dia, sejumlah pengembang di Jawa barat yang merupakan anggota REI sudah menyatakan kesediannya untuk menggarap kembali pembangunan RSH yang merupakan program pemerintah.

Blue_Sky
January 14th, 2006, 01:08 PM
People in Indonesia right now more need those low cost apartment rather than other useless project

joko
April 2nd, 2006, 12:36 PM
2 April 2006 :

The land is ready for another Rusun at Benhil :

http://img101.imageshack.us/img101/9070/0001a109gm.jpg (http://imageshack.us)
http://img101.imageshack.us/img101/9070/0001a109gm.jpg

Blue_Sky
April 2nd, 2006, 01:12 PM
They are nice but....
Why another red roof??
(jadi ingat google earth Jakarta :D:D )

F-ian
April 2nd, 2006, 03:25 PM
^^ hahaha yea too much red >(

I think the best place to build rumah susun is in East Jakarta. oya is it East jakarta barely has any Project right?

Fir3blaze
April 11th, 2006, 08:07 PM
Flat Urip Sumoharjo - Surabaya
(Pic taken from jawapos.co.id)

http://img369.imageshack.us/img369/8762/1144682254b2mx.jpg (http://imageshack.us)

stoofy
April 16th, 2006, 06:17 PM
People in Indonesia right now more need those low cost apartment rather than other useless project

thats true. and what the indonesian ppl need right now, is for the parliament to stop busy-ing themselves with things that are not crucial.ie, trying to set up anti-porn laws. damn it. why cant they spend their time wisely. are they blind? we've got flood, poverty, terrorists & beggars on the street. they need to check their priorities.

tata
May 2nd, 2006, 12:30 PM
In an attempt to provide cheaper housing recently the Jakarta government is constructing cheap flats in Marunda (North Jakarta). The project consists of 38 blocks for 38.000 families. 9 blocks financed by the city and the rest financed by central government and a consortium that comprises of 30-50 developpers.

These flats are for rent only --not for sale with monthly rent divided into 3 groups: Rp 90-150K, Rp 150-350 K, Rp 350-500K.

Original news from www.TempoInteraktif.com:

DKI Bangun Rumah Susun di Marunda
Selasa, 02 Mei 2006 | 13:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah DKI Jakarta tengah membangun Rumah Susun Marunda untuk masyarakat penghuni kawasan kumuh yang tinggal di daerah berbahaya seperti daerah bantaran kali dan di bawah jalan tol.

"Penanganan perumahan ini memerlukan bantuan dari pemerintah pusat dan developer," kata Kepala Dinas Perumahan DKI, Dedi M Tisnamihardja, di Jakarta hari ini.

Rencananya Pemerintah DKI akan membangun 38 blok untuk 3.800 keluarga. Satu blok terdiri dari 100 unit. 9 blok dibiayai langsung DKI, sedangkan lainnya akan didanai developer dan pemerintah pusat. Ada 30-50 developer yang terlibat dalam konsorsium di rusun Marunda itu.

Rusun yang hanya untuk disewakan itu diperuntukkan bagi tiga golongan tak mampu, yaitu untuk tarif Rp 90-150 ribu per bulan, Rp 150-350 ribu per bulan, Rp 350-500 ribu per bulan. Semua tarif itu belum termasuk listrik.

maria ulfa

tata
August 12th, 2006, 09:16 AM
various news about the plan to build low cost flat in jakarta. Summarized from detik.com August 21, 2006:

1. Jakarta to concentrate the construction of low cost flat in 3 districts: Manggarai, Berlan and Jatinegara
2. Manggarai: 15360 units of flat with budget half a billion rupiah
3. Berlan: 1.2 billion rupiah

Alvin
August 15th, 2006, 01:17 AM
I read in Yosef Ardi's blog, that the VP wants to build 1000 cheap apartments (rusun), 20-storey each in major cities such as Jakarta, Surabaya, Medan and Makassar. Let's see if it materialises.
-----------------------------------------------------------------------


Proyek rusun dapat dana Rp10 triliun

JAKARTA: Pemerintah menyiapkan dana awal Rp10,4 triliun bagi proyek rumah susun di permukiman sejumlah kota besar dengan memobilisasi dana dari tabungan perumahan dan dana jaminan sosial.
Dana itu akan menjadi bagian dari target pengumpulan Rp50 triliun untuk proyek rumah susun (rusun) bagi masyarakat miskin di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Medan, Batam, dan Bandung.

Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhammad Yusuf Asy'ari mengatakan penghimpunan dana Rp10,4 triliun itu akan datang dari PT Jamsostek Rp5 triliun, Bapertarum Rp2 triliun, tabungan perumahan prajurit Rp2,4 triliun, dan PT Sarana Multigriya Finansial Rp1 triliun.

"Pertama kita berencana menyiapkan dana Rp10 triliun dari target sebesar Rp50 triliun. Kini penghimpunan dana itu tengah dimatangkan," katanya dalam diskusi pakar soal Pembangunan Perumahan dan Permukiman di Jakarta, kemarin.

Menurut Menpera, rumah susun menjadi solusi terdekat bagi penanganan kawasan kumuh sekaligus menyediakan hunian bagi rakyat berpenghasilan rendah di Jakarta.

Pemerintah, lanjutnya, cukup serius menangani kedua masalah tersebut karena selama ini masih saja belum bisa dituntaskan.

Dia mengatakan Wapres Jusuf Kalla telah mengundang sejumlah pihak a.l. Menteri Pekerjaan Umum, Realestat Indonesia, Bank Tabungan Negara, Gubernur DKI Jakarta dan sejumlah pengusaha untuk membahas perumahan program rusun di kota besar.

Sebelumnya, Bank Tabungan Negara dan Realestat Indonesia sudah menyatakan kesediaannya untuk terlibat dalam proyek rumah susun tersebut.

Direktur BTN Iqbal Latanro mengatakan pihaknya bersedia memperluas skala pembiayaan bagi proyek rumah susun komersial untuk mendukung revitalisasi 54.000 hektare lahan permukiman kumuh yang ada di daerah perkotaan.

Bank BUMN itu menyanggupi ikut dalam konsorsium pengembangan rusun secara komersial yang tengah digagas pemerintah.

Sementara itu, Tjuk Kuswartoyo, Guru besar Institut teknologi Bandung yang juga konsultan UNDP (United Nations Development Programme), mengatakan pengembangan rusun di Jakarta merupakan langkah tepat karena bisa menuntaskan masalah penataan kawasan yang selama ini cukup sulit dilakukan.

550.000 Unit

Menurut dia, dari perhitungan populasi warga Jakarta saat ini akan bisa dikembangkan 550.000 unit rusun.

"Proyek rusun itu kalau dilakukan serempak dalam jumlah 550.000 unit itu akan berdampak luas bagi lingkungan kota dari segi ekonomi dan lingkungan," katanya.

Menurut dia, pemerintah bisa mengembangkan rusun modern yang memungkinkan setiap aktivitas masyarakat bisa terakomodasi.

Dia menambahkan bisa saja pemerintah membangun rusun hingga 26 lantai tapi harus didukung dengan menyiapkan akses yang memadai dan berkonsep efisien bagi kehidupan penghuninya.

Dalam kesempatan yang sama, konsultan properti Panangian Simanungkalit menilai pemerintah perlu pula menagih utang fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) dari pengembang besar yang selama ini mengembangkan sejumlah proyek properti di Jakarta dan kota besar lainnya.

Hal itu cukup beralasan karena dari utang itu bisa membantu penyediaan rumah murah bagi masyarakat miskin di Jakarta.

"Kalau rusun memang mau digarap, pemerintah juga harus menagih utang pengembang yang dituntut membangun rumah murah sebagai kompensasi dari proyek mahal yang mereka kembangkan."

Dia menambahkan program rusun akan menjadi bagus kalau disiapkan secara matang dengan melibatkan semua pemangku kepentingan.

Dalam hal ini, lanjutnya, paling tidak harus didului dengan survei mendalam soal lokasi dan model rusun yang dibutuhkan bagi masyarakat perkotaan. (irsad.sati@bisnis.co.id)

Oleh Irsad
Bisnis Indonesia

Alvin
August 15th, 2006, 01:19 AM
DKI Jakarta Sulit Wujudkan Rusun
Berhadapan dengan Masyarakat Miskin Kota



Jakarta, Kompas - Realisasi pembangunan rumah susun di tengah kota sangat sulit diwujudkan di Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Senin (14/8), mengatakan, sulitnya merealisasikan pembangunan rusun tersebut disebabkan lahan di Ibu Kota sudah terbatas.

"Untuk membangun rumah susun kan perlu lahan yang luas. Sementara kami enggak punya lahan di tengah kota," kata Fauzi Bowo di Balaikota menanggapi rencana pemerintah pusat untuk membangun 1.000 rusun berlantai 20 di kota-kota yang berpenduduk di atas dua juta jiwa.

Seperti diberitakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, pemerintah merencanakan membangun satu juta unit rusun yang ramah lingkungan. Anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan itu sebesar Rp 50 triliun.

Alasan pengadaan rusun adalah lahan terbuka makin sempit sehingga rakyat sulit memperoleh rumah layak huni di kota. Hal itulah yang membuat mereka tinggal jauh dari pusat kota Jakarta (Kompas, 13/8).

DKI Jakarta sendiri termasuk kategori itu. Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jumlah penduduk mencapai 8,6 juta orang, terdiri atas laki-laki 4,31 juta orang dan wanita 4,29 juta orang.

Kesulitan merealisasikan rencana pemerintah pusat juga diakui Sekretaris Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Fathi R Shidiq.

Menurut Fathi, lahan kosong di Jakarta sangat terbatas. Sebagian besar lahan kosong dihuni oleh warga dengan tingkat ekonomi lemah atau masyarakat miskin kota.

"Akan tetapi, kalau pemerintah tetap memaksakan membangun rumah susun di tengah kota, bersiap-siaplah berhadapan dengan warga miskin kota," tutur Fathi.

Harus belajar

Ketua Kelompok Kerja Kaukus Lingkungan Tubagus Karbiyanto mengatakan, pemerintah harus belajar dari pengalaman sebelumnya dalam menyelenggarakan rusun bagi warga miskin.

Rusun yang ada tidak tepat sasaran, di mana sebagian besar sudah beralih kepemilikan dari warga korban kebakaran dan penggusuran yang menempati rusun kepada warga kelas menengah.

Selain itu, manajemen pengelolaan yang tidak jelas di sejumlah rusun menimbulkan gejolak dari kalangan penghuninya, termasuk dalam hal kenaikan sewa rusun.

"Harus jelas untuk siapa rusun itu, apakah kelas menengah ke bawah atau atas? Kalau memang untuk kelas menengah ke bawah, harus diperjelas sistem penyelenggaraannya, apakah sewa atau cicil," ujar Tubagus. Ia mengatakan, untuk masyarakat bawah tidak tepat digunakan sistem sewa.

Dua lahan

Fauzi Bowo mengatakan, di Jakarta hanya ada dua lahan yang ideal untuk membangun rusun. Lahan tersebut adalah di Manggarai dan Berlan.

"Selebihnya, tidak ada tempat yang ideal dijadikan rusun. Kita enggak mungkin membangun rusun yang kecil-kecil. Itu enggak optimal," kata Fauzi.

Menurut Wakil Gubernur, kalau ingin membangun rusun, seharusnya lengkap dengan sarana dan prasarana penunjang lainnya, yakni taman, sekolah, balai kesehatan, dan tempat arena bermain.

Ia sendiri mendukung pembangunan rusun di Manggarai dan Berlan. Pasalnya, di Manggarai ada lahan milik PT Kereta Api yang bisa dimanfaatkan untuk membangun rusun. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut untuk merealisasikan hal ini.

Adapun rusun di Berlan, kata Fauzi, perlu dibangun untuk menata kawasan padat penduduk itu. Dengan dibangunnya rusun di kawasan tersebut, pihaknya akan melakukan peremajaan daerah kumuh dan penataan bantaran kali.

Untuk itu, Fauzi mengatakan pihaknya akan berusaha agar pembangunan rusun di dua lokasi tersebut segera terwujud. (PIN)

Alvin
August 15th, 2006, 01:21 AM
Rumah Susun
Peremajaan Pulomas Bidik Kelas Menengah


Jakarta, Kompas - Peremajaan Rumah Susun Pulomas, Jakarta Timur, menjadi tiga tower apartemen ditujukan untuk menyediakan hunian warga kelas menengah di Jakarta yang belum digarap pengembang. Direktur Utama PT Pulomas Jaya, Kamaruzaman Onaning, Senin (14/8), menegaskan, penghuni lama rusun tetap dapat menyewa tempat di apartemen yang akan dibangun di lokasi lama.

"Kami membangun tiga tower dengan 3.000 unit dengan kapasitas hunian mencapai 15.000 jiwa. Jauh lebih banyak dari rusun yang hanya 592 unit. Dua tower dijual dengan kepemilikan strata title dan satu tower disewakan seperti Rusun Pulomas lama. Penghuni lama dengan catatan pembayaran air, listrik, telepon dan fasilitas publik yang baik akan mendapat prioritas menjadi penyewa," kata Kamaruzaman.

Menurut dia, unit yang dibangun meliputi studio (21 meter persegi), satu tempat tidur ukuran 42 meter persegi, dua kamar ukuran 64 meter persegi, dan tiga tempat tidur ukuran 83 meter persegi. Harga jual diperhitungkan terjangkau kelas menengah, yakni Rp 200 juta hingga Rp 700 juta. Harga itu lebih murah dibandingkan dengan kawasan sekitar dengan harga jual satu unit apartemen di atas Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar.

Harga sewa yang dikenai pun, lanjut Kamaruzaman, Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta. Harga sewa itu tidak jauh berbeda dibandingkan dengan biaya indekos untuk kalangan kelas menengah di Jakarta.

Kebijakan meremajakan Rusun Pulomas bagi manajemen PT Pulomas Jaya memang tidak dapat dihindarkan mengingat usia bangunan dan melonjaknya nilai ekonomis kawasan Pulomas yang berbatasan dengan Kelapa Gading yang berkembang menjadi hunian mewah.

Rusun dikembangkan menjadi Apartemen 38-40 lantai untuk menjaga koefisien dasar bangunan tidak melampaui 20 persen. Pembangunan tersebut diperkirakan selesai tahun 2009.

Pacuan kuda dijaga

Kamaruzaman menambahkan, kawasan Pulomas dikembangkan dengan konsep keterpaduan. Lahan sekitar dan Pacuan Kuda Pulomas sekitar 65 hektar tetap dijaga serta dipertahankan.

Daerah hunian Pulomas yang dikembangkan sejak tahun 1963 tetap menjaga prinsip keseimbangan hunian kelas atas, menengah, dan bawah.

Di lokasi tersebut dibangun perumahan mewah Pulomas Residence, Korea Town, serta sejumlah sekolah internasional. Pusat hiburan terpadu dengan pacuan kuda, golf, dan pedestrian hijau juga dikembangkan di lokasi tersebut berikut Waduk Pulomas. (ong)

tata
August 16th, 2006, 11:44 AM
No room for cheap apartments: Fauzi
The Jakarta Post, Jakarta

Jakarta deputy governor Fauzi Bowo said Monday that the city did not have enough space to support the construction of the low-cost apartment program announced Saturday by Vice President Jusuf Kalla.

Less than one percent of Jakarta's 650 square kilometers is vacant.

If the low-cost apartment program is to be continued, Fauzi said, land acquisition will be a serious problem.

"We know that the project has (the potential) to have a great impact and bring a better way of life to many Jakartans as it will many will not have to spend extra money on transportation," Fauzi said.

He added that the city administration had previously financed the Rp 150 billion (around US$16.6 million) construction of low-cost apartments in Marunda, North Jakarta.

The administration also plans to build similar developments in Berlan, East Jakarta and Manggarai, South Jakarta.

"The land in Berlan belongs to state train company PT KAI. If we can negotiate and produce and agreement with them, then the project can get started,' Fauzi said.

Last Saturday, Kalla announced the central government's plan to build 1000 low-cost apartment buildings in every city with a population of more than two million.

The plan, he said, was considered to be the best solution to the public demand for housing in big cities. Kalla said the government would allocate Rp 50 trillion to the project.

According to 2005 data from the Central Statistics Bureau, Jakarta has a population of 8.6 million, a number that grows by 1.4 percent a year.

A recent study conducted by Tarumanegara University's urban development program showed that 88.6 percent of the 4.5 million people who commute to and from Jakarta every day want to move into the city. (09)

Alvin
August 24th, 2006, 12:07 PM
42 Menara Rusun Segera Dibangun
24/08/2006 12:32:03 WIB
JAKARTA, investordaily
Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera) tengah menyiapkan pengembangan 42 menara (tower) rumah susun di kawasan Berenlaan, Jakarta Timur dan Manggarai, Jakarta Selatan. Kedua proyek tersebut rencananya mulai dibangun pertengahan 2007.

Di Berenlaan, pemerintah akan membangun rumah susun (rusun) pada lahan seluas 41,3 hektare (ha). Sedangkan di Manggarai, lahan untuk pengembangan rusun mencapai 71 ha. Keseluruh lahan yang akan difungsikan untuk rusun tersebut merupakan milik negara.

“Di Berenlaan kami akan membangun sebanyak 30 menara, sedangkan di Manggarai 12 menara. Total unit rusun yang dibangun di kedua lokasi tersebut sekitar 12.620 unit rusun,” kata Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Zulfi Syarif Koto kepada Investor Daily usai menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pembangunan Perumahan dan Permukiman di Hotel Radin Ancol, Jakarta, Rabu (23/8).

Zulfi menegaskan, rusun yang dibangun pemerintah rencananya terdiri atas tiga klasifikasi peruntukan, yaitu untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), menengah, dan atas. Rencananya, masing-masing rusun tersebut akan dibangun 20 lantai. “Luas per unit rusun 30-36 m² untuk MBR, 45-54 m² MBM, dan 63-72 m untuk MBA,” ujar Zulfi.

Rusun di Berenlaan diperuntukan bagi MBR sebanyak 6.348 unit, masyarakat berpenghasilan menengah (MBM) 3.040 unit, dan masyarakat berpenghasilan atas (MBA) 1.368 unit. Sedangkan di Manggarai untuk MBR 3.648 unit serta untuk MBM dan MBA sebanyak 1.216 unit.

Ditanya sumber dana untuk pengembangan proyek rusun tersebut, Zulfi menyebutkan, pemerintah akan menggandeng investor swasta yang berminat membangun rusun.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perumahan Provinsi DKI Dedy M Tisnamihardja mengungkapkan, masalah pendanaan dan luas tanah secara persis untuk proyek tersebut masih dalam tahap pembahasan dengan semua pemangku kepentingan (stakeholder) di sektor perumahan. “Perencanaan proyek apartemen ini dikaji oleh PT Jakarta Konsultindo,” ujar Dedy.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenpera Iskandar Saleh menyebutkan, pengembangan proyek rusun Manggarai dan Berenlaan tidak dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Setahu saya, tidak ada dana APBN Untuk sektor itu, mungkin dannya dari pihak ketiga atau investor,” katanya.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit sebelumnya mengatakan, program pengembangan rusun secara besar-besaran di Tanah Air tidak bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Pasalnya, hingga kini belum jelas lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program tersebut.

Menurut Panangian, pengembangan rusun tidak hanya menjadi kebijakan Kemenpera tetapi juga perlu melibatkan pemerintah daerah. Pasalnya, program ini menyangkut sumber dana yang tidak sedikit apalagi pembangunan rusun mencapai 20 lantai.

“Selama ini pemerintah hanya mengenal rusun enam lantai. Kalau 20 lantai, tentunya harus dilengkapi dengan fasilitas elevator atau lift yang membutuhkan biaya konstruksi lebih mahal ketimbang yang dibangun selama ini,” jelas Panangian (Investor Daily, 22/8). (her/c86)

peseg5
August 28th, 2006, 01:27 PM
Belajar dari Singapore... Rusun yang dibuat pemerintah, jangan buat disewakan. Karena kalau rumah sewa itu biasanya kurang dirawat, kurang terurus sama yang punya. Lebih baik penghuninya dipaksakan menyicil untuk memiliki rumah tersebut. Hasilnya, penghuninya lebih menghargai rumahnya dan lingkungannya, dan dirawat sebaik2nya karena itu adalah miliknya.

Singapore juga begitu awalnya, tetapi akhirnya Lee KY sadar, dan dia sendiri yang mengubah peraturan bahwa rumah susun yang dibangun pemerintah harus dimiliki (bukan disewa) oleh masyarakatnya, terutama yang lahannya terkena proyek rumah susun tersebut. Hasilnya seperti Singapore sekarang.

Blue_Sky
September 5th, 2006, 10:12 AM
Selasa, 5 September 2006
Ciputra Siap Bangun 20 Ribu Unit Rusun
Wapres Janjikan Subsidi Kredit 5 Persen

JAKARTA–Pengusaha properti nasional Ciputra menyatakan kesediaan membantu program pemerintah untuk membangun satu juta unit rumah susun. Ciputra menyatakan kesediaan untuk membangun 20 ribu unit rusun di dalam kota Jakarta.
”Kami siap menyokong pemerintah. Begitu ada peraturan, kami siap,” ujar Ciputra usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, kemarin.

Dalam pertemuan itu Wapres Jusuf Kalla memaparkan rencana pembangunan satu juta unit rusun di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia. Wapres meminta pengusaha properti nasional mendukung program yang bertujuan menghemat penggunaan tanah, membuat ruang terbuka, serta mengurangi pemakaian bahan bakar minyak dan ongkos transportasi lainnya.

”Beliau (Jusuf Kalla) telah menghitung, kita hanya perlu subsidi bunga (kredit properti) 5 persen, dari 15 persen menjadi 10 persen. Itu berarti dapat dibangun rumah rakyat di dalam kota yang tidak perlu ditempuh satu-dua jam (dari tempat kerja),” ujar Ciputra.

Menurut Ciputra, program perumahan rakyat itu akan mendapat dukungan dari perusahaan properti nasional bila pemerintah bersedia memberikan subsidi bunga kredit properti dari 15 persen menjadi 10 persen. Ciputra optimistis subsidi selisih bunga mampu membuat harga rumah di dalam kota terjangkau masyarakat berpenghasilan rendah.

”Kami akan berpartisipasi. Rp 100 miliar, Rp 200 miliar hingga Rp 1 triliun, kami bersedia. Asal bunganya 10 persen. Kalau 15 persen, Anda tidak bisa bayar. Tapi kalau 10 persen, inflasi saja 8 persen, selisih hanya 2 persen. Gaji karyawan naiknya lebih dari 10 persen per tahun. Jadi praktis Anda tidak (kesulitan) bayar bunga,” ujar Ciputra.

Selain itu, swasta juga membutuhkan insentif dari pemerintah daerah berupa penyediaan lahan kumuh di tengah kota. Sebagai kompensasi, warga akan mendapatkan flat gratis di rusun yang dibangun. "Bisa di daerah kumuh, kerjasama dengan gubernur. Mereka (penghuni daerah kumuh) nanti akan jadi prioritas, dikasih rumah gratis sebagai penggantinya. Dia kan ada hak," katanya.

Bila peraturan pemerintah tentang proyek perumahan telah diterbitkan, Ciputra optimistis pemerintah mampu menyediakan sedikitnya 3 juta unit hunian per tahun. Ciputra sendiri menyanggupi mampu menyediakan 20 ribu unit dengan harga sekitar Rp 60 juta per unit. ”Kalau bunga (kredit properti) 10 persen, pertumbuhan jumlah rumah bisa mencapai 20 persen per tahun,” paparnya.

Untuk merealisasi program itu, Wapres Jusuf Kalla berencana mendatangkan pejabat otoritas perumahan Singapura, yang sukses membangun perumahan bagi 85 persen warga Singapura bekerjasama dengan swasta. ”Minggu depan ahli dari Singapura akan datang,” katanya.

Pemprov DKI Jakarta sendiri menyambut baik rencana pemerintah untuk membangun 13 ribu unit rusun sebagai solusi penyediaan perumahan di daerah padat penduduk. DKI telah merencanakan pembangunan 13 ribu unit rusun 20 lantai di daerah Berlan, Jakarta Timur, serta Manggarai, Jakarta Selatan. (noe/jpnn)

Blue_Sky
August 1st, 2007, 10:56 AM
bump

rilham2new
August 1st, 2007, 10:58 AM
Any pics ??? ^^^^ or news ??? :D

Blue_Sky
August 1st, 2007, 11:04 AM
i have nothing :D

Blue_Sky
August 15th, 2007, 01:09 PM
15/08/2007 17:54 WIB
Penghuni Kolong Tol Direlokasi ke Rusun 20 Agustus
Nadhifa Putri - detikcom

Jakarta - Tanggal 20 Agustus 2007 atau 11 hari terhitung sejak 10 Agustus, Pemprov DKI Jakarta akan merelokasi seluruh penghuni kolong tol Tanjung Priok-Penjaringan dan Pluit, Jakarta Utara.

Bagi penghuni yang memiliki KTP Jakarta, Pemprov DKI akan merelokasi mereka ke rusun-rusun kosong yang tersebar di Jakarta dan rusun baru di wilayah Marunda.

Kebijakan itu disampaikan Walikota Jakarta Utara Effendi Anas usai rapat Muspida yang membahas relokasi penghuni kolong tol pasca kebakaran Tol Jembatan Tiga di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (15/8/2007).

Total penghuni kolong tol di kawasan itu sekitar 10.000 orang dari 3.000-4.000 KK.

"Yang ber-KTP Jakarta mendapat fasilitas rusun dengan pendekatan sewa murah," kata dia.

Biaya sewa pemilik KTP Jakarta antara Rp 90-110 ribu/bulan, tergantung pada strata tingkatan bangunan.

Jumlah ini jauh lebih murah dibandingkan informasi yang diperoleh dari bagian Manajemen Dinas Perumahan bahwa biaya sewa rusun normalnya sekitar Rp 300-500 ribu/bulan.

Bagi penghuni yang tidak memiliki KTP Jakarta, Departemen Pekerjaan Umum akan memberikan uang santunan Rp 1 juta per rumah.

Nantinya di lahan bekas penghuni akan dibangun fasilitas umum, seperti taman bermain, sarana olahraga dan danau.

Selain menertibkan penghuni liar di kolong tol, Pemprov DKI juga akan menertibkan 11-15 ribu lahan di ruang milik jalan. (umi/sss)

g4brielle
August 15th, 2007, 01:52 PM
View rusun Pejompongan - Tanah Abang
14/08/07
http://farm2.static.flickr.com/1035/1126169444_682a118a7e.jpg?v=0

Surakarta
August 15th, 2007, 04:02 PM
View rusun Pejompongan - Tanah Abang
14/08/07
http://farm2.static.flickr.com/1035/1126169444_682a118a7e.jpg?v=0

Lumayan cantik dibanding rumah di pinggir kali:banana: , apa mereka juga akan dipaksa pindah ke rusun, bagus donk...:lol:

Blue_Sky
August 20th, 2007, 07:43 PM
Developers unsure about low-cost housing program

Mustaqim Adamrah, The Jakarta Post, Jakarta

While constructing affordable apartments near the city's business hubs could ameliorate some problems in the capital, including the chaotic traffic, it would not be feasible without the necessary supporting regulations and incentives, developers say.

The Jakarta branch of the Indonesian Real Estate Developers Association (REI) said it would support the government's latest housing program provided that the apartments were built near business districts.

"Low-cost apartments near business hubs sound very interesting," chairman of REI Jakarta Tulus Sawoso said during a conference over the weekend.

"But the problem is how to sell an apartment unit for Rp 144 million (US$15,650) within a 10-kilometer radius of the central business district, where the price of a square kilometer of land can cost billions of rupiah, let alone the construction costs."

The price of an apartment in such districts, he said, would need to be at least Rp 250 million.

The government plans to build 1,000 low-cost apartment blocks with the prices of individual units ranging between Rp 90 million and Rp 144 million in 10 big cities.

Besides Jakarta, the cities that are earmarked for the 16-story apartments are Medan, North Sumatra; Batam, Riau islands; Palembang, South Sumatra; Bandung, West Java; Semarang, Central Java; Yogyakarta; Surabaya; Banjarmasin, South Kalimantan; and Makassar, South Sulawesi.

The apartment blocks -- which are due to be completed by 2012 -- are designed to house those living in slum areas. :banana:

It is hoped that private-sector developers will play a role in the development of the low-cost apartments, targeting those in income brackets of between Rp 2 million and Rp 4.5 million per month.

Tulus, however, said there was still uncertainty hanging over the project, with sold units accounting for only 20 to 25 percent of those in the five towers currently under construction -- in Pulo Gebang and Cawang, both in East Jakarta -- since the ground-breaking ceremony by President Susilo Bambang Yudhoyono in April this year.

The government, he said, should provide more incentives, including interest subsidies, and lower rates of land tax, and electricity and water charges, so as to attract more purchasers.

"The government only lifted the value-added tax on unit sales. This only affects the end-users and the impact is small," he said.

"I believe that we would sell more units if we built more near business hubs, although locations around Jl. Sudirman and Jl. MH Thamrin (the city's main thoroughfares) won't be on our lists," said Tulus.

He said Slipi in West Jakarta and Kemayoran in Central Jakarta would be suitable places for low-cost apartments. "These locations are close to both offices and public transportation."

Jakarta Governor Sutiyoso says he has plans to plant more trees in a number of areas, including Kemayoran, where building will be restricted, despite the fact that the city administration has permitted the development of a mall, Cibubur Junction in East Jakarta, to be developed in one such area.

"We don't want the administration to disregard the importance of trees (in Kemayoran). But hopefully, they know which should come first, low-cost apartments or trees," said REI deputy chairman Pandu Gunandito.

lombok
August 20th, 2007, 07:54 PM
Biasa..nanti kalau JKT banjir lagi baru pada ribut rumah susun lagi. Lebih baik sekarang diselesaikan....
lagian bagus buat kesehtan daripada tinggal di dekat kali atau bawah jembatan.....

lombok
September 6th, 2007, 03:42 PM
Proyek 1.000 Tower Bakal Terbengkalai
Kamis, 06 September 2007 | 20:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Proyek 1.000 tower rumah susun akan terbengkalai jika pemerintah tak serius menggarapnya. Selain itu jumlah towernya dinilai tak realistis karena tak menyertakan kebutuhan rumah susun masyarakat.

Pengamat properti Panangian Simanungkalit mengatakan, jumlah 1.000 tower dinilai terlalu banyak dari jumlah permintaan masyarakat akan rumah susun. "Kalau di luar kota, jarang orang melirik rumah susun, karena masih mudah mendirikan rumah sendiri," ujarnya, Kamis (6/9).

Menurut dia, pembangunan rumah susun harus memperhatikan faktor permintaan pasar, seperti Jakarta. "Jakarta saja masih belum dilirik karena mahalnya biaya air dan listrik," katanya. Untuk mengatasi hal tersebut pemerintah diminta memberikan subsidi sebesar 30 persen untuk calon pembeli.

Panangian mengatakan, selain jumlah, pemerintah dinilai perlu membentuk Badan Layanan Umum (BLU) yang bertugas menangani penyediaan tanah. Melalui BLU, pemerintah daerah bersama pusat bisa membebaskan lahan untuk rumah susun. Harga tanah, menurut Panangian, bisa dipatok Rp 2 juta per meter persegi.

Di Jakarta, kata dia, kebutuhan rumah susun selama satu tahun sekitar 10 ribu unit. Dari jumlah itu kebutuhan lahan untuk pembangunan rumah susun sekitar lima hektar. Sedangkan untuk membangun 300 ribu unit dibutuhkan 150 hektar lahan.

Menurut Panangian, dengan adanya BLU, pemerintah tinggal mengumumkan pelelangan tanah dengan harga sekitar Rp 2 juta per meter persegi. "Untuk masalah strategis, pemerintah tinggal membuka akses jalan sebagai bentuk subsidi," katanya. Keberadaan BLU akan menghilangkan spekulan tanah

Blue_Sky
September 7th, 2007, 04:49 AM
^^

Bad Indication :ohno:

g4brielle
September 7th, 2007, 06:17 AM
what about this??
http://farm2.static.flickr.com/1430/1335319169_08373db300_o.jpg

located in Kapuk Cengkareng JakBar
They say you can book a place there by only Rp. 1 million

Blue_Sky
September 7th, 2007, 06:24 AM
That is quite nice for low cost apartment

XxRyoChanxX
September 7th, 2007, 09:00 AM
if that was an apartment in LA
it would be so0o expensive

g4brielle
September 7th, 2007, 09:35 AM
i'm a bit concern,
anyway this is what they offers
http://img301.imageshack.us/img301/5631/scan00111resizesd9.jpg

lombok
September 7th, 2007, 11:14 AM
Masa seh ini rumah susun ? bagus...jadi yang kumuh-kumuh hilang di kota JKT:banana: :banana:

rilham2new
September 7th, 2007, 11:24 AM
Apartemen bagus kek gini ....disubsidi Pemerintah :ohno:


Yang beli nanti bukan kelas rakyat dong -_-" ,,,,capeee deee....


Btw, di situs departemen apaa gitu ...

ada gambbar2 RUSUN yang siap dibangun tahun kemaren ...

rilham2new
September 7th, 2007, 11:26 AM
Edited:


Coba cari disitus

DEPARTEMEN PEMUKIMAN DAN PRASANA WILAYAH

www.kimpraswil.go.id

paw25694
September 7th, 2007, 11:48 AM
wth? pemerintah buang2 duit buat bikin apartment mewah? :tongue:

g4brielle
September 7th, 2007, 01:01 PM
Read pasal sanggahannya.,.
Bilangnya apartment city park,
ujung2nya sama kaya gini kali:
http://img395.imageshack.us/img395/9481/1126169444682a118a7evv9.jpg
:jk: sich..
ragu aja..
tawarannya DP Rp 1 jt, trus nyicilnya bs 20 rb per hari.

rilham2new
September 7th, 2007, 01:04 PM
^^ Yo'i ....tapi kalo ...pasang iklan di surat kabar kan biasanya ....

Proyek swasta -_-" ..... wah jangan2 .....:D

ncon
September 7th, 2007, 02:33 PM
wth? pemerintah buang2 duit buat bikin apartment mewah? :tongue:

well at least we knoe that our Govt care for us :)

btw i think they should built low cost type

without much facilities from there they can improvised the flats :nuts:

kamski
September 7th, 2007, 03:02 PM
I think we have to change our mindset, and start asking ourselves "how" and "why" do these people live by the river. How many of us or officials in the government have actually been in their position? It's all about empathy, not sympathy to the poor people's situation (IF we're planning to make things better).

Maybe we should invite Rem Koolhas for this :p

lombok
September 7th, 2007, 04:45 PM
Gue yakin kalau ditemapati orang tidak disiplin, pasti dalam beberapa bulan juga udah kumuh lagi:ohno: :ohno:

ncon
September 7th, 2007, 04:49 PM
strongly agree :yes:

it is our discipline that matters !!!

XxRyoChanxX
September 8th, 2007, 02:48 AM
are you guys sure it's a rendering for rumah susun...LOLz

rilham2new
September 8th, 2007, 08:27 AM
Maybe we should invite Rem Koolhas for this :p

Rem Koolhas siapa sih ???

kamski
September 9th, 2007, 11:25 PM
are you guys sure it's a rendering for rumah susun...LOLz

Lol I know! This is probably the most luxurious rumah susun in the world!

Rem Koolhaas siapa sih ???

Doi arsitek/urbanist.

Ampelio
September 11th, 2007, 10:52 AM
The two blocks of Rusunawa complex located at Begalon, Solo :) just completely finished July 2007 to replace existing slums around Solo city urban area.
^^ The Solo govt.authority (Pemkot) is planning to build more blocks as soon as possible.

http://img359.imageshack.us/img359/5299/s5020305yd8.jpg (http://imageshack.us)

http://img211.imageshack.us/img211/8741/s5020304ma0.jpg (http://imageshack.us)

http://img368.imageshack.us/img368/5947/s5020307hh5.jpg (http://imageshack.us)

...Solo and other Indonesia's urban populated cities need more like those..

ncon
September 11th, 2007, 02:57 PM
agree ^^

hope it wont ended up ugly

g4brielle
September 12th, 2007, 09:42 AM
New Info:
Cawang Low Cost Apartment
Location: Cawang, Jakarta
Storey: 18 Fl. to contain 840 units,
Area: 24,000 sqm.
Developer: Cawang Housing Development PT
Architect: Skala Garis Mas PT

From Rumah-ku.com
http://www.rumah-ku.com/news.php?ncat_id=1&news_id=114
c/o bisnis indonesia
23/03/07
Proyek Rusun 20 Lantai Mulai Kebanjiran Investor

JAKARTA: Proyek rumah susun milik, 20 lantai mulai kebanjiran investor peminat, sehingga mendorong Kementrian Negara Perumahan Rakyat mulai mengarahkan pengembang untuk membangun di lahan sendiri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan pada 30 Maret pekan depan, segera meresmikan proyek itu secara nasional di lokasi proyek percontohan Pulo Gebang, Jakarta Timur di areal enam hektare.

Sekretaris Menpera Noer Sutrisno mengatakan permintaan izin pengembangan rusunami murah terus bertambah sampai saat ini, khususnya untuk wilayah Jabodetabek.

“Seingat saya yang terbaru itu PT Cawang Housing Development yang akan menggarap rusunami di Cawang. Sekarang diarahkan pengembang agar mau membangun rusunami di lahan mereka sendiri,” katanya di sela-sela sosialisasi Keppres dan regulasi pendukung program rumah susun sederhana murah di Jakarta, kemarin.

Selama ini diketahui pemerintah lebih banyak mendorong pengembang menggarap proyek di lahan milik pemerintah atau BUMN, seperti proyek Pulo Gebang dan Kemayoran yang merupakan milik Perum Perumnas.

Noer mengklaim saat ini mulai banyak pula pengembang yang ingin mengembangkan proyek rusun di lahan milik mereka.

Dia memberikan contoh proyek rusunami yang akan dikembangkan Cawang Housing Development yang akan menggarap rusun di lahan asetnya.

Menurut dia, proyek rusun tetap menjadi proyek nasional dengan memilih kota-kota skala besar sebagai kawasan pengembangannya.

Dari sepuluh kota besar yang selama ini bakal menjadi lokasi pembangunan rusun, Noer menyebutkan Jakarta dan Surabaya paling siap untuk menjalankan proyek tersebut.

Pemain Kunci
Sementara itu, konsultan properti Panangian Simanungkalit menilai pengembang yang masuk dalam kelompok pemain kunci perlu dilibatkan agar proyek ini bisa sukses.

Menurut dia, sejauh ini belum terlihat adanya pendekatan yang lebih intensif terhadap pengembang kakap yang sebenarnya bisa menjadi kunci untuk mendorong percepatan tersebut.

“Pengembangan rusunami 20 lantai itu sebenarnya kan lebih matching di Jakarta, jadi perlu merangkul pengembang yang selama ini banyak berkiprah di Jakarta. Kalau di daerah sepertinya kurang cocok karena memang beda kulturnya,” katanya dalam keadaan terpisah.

Dalam hitung-hitungan bos Pusat Studi Properti Indonesia itu, untuk pengembangan rusunami dibutuhkan pasokan lahan dengan kisaran harga maksimal Rp2 juta per meter persegi.

Dengan kisaran harga lahan sebesar itu, lanjutnya, diperkirakan biaya investasi rusunami akan mencapai RP3,5 juta sampai Rp4 juta per meter persegi.

Dengan perhitungan seperti itu, lanjutnya, sangat jelas bahwa pengembang kakap perlu dilibatkan sebagai bagian dari proyek semi sosial.

Sebelumnya, Menteri Perumahan Rakyat M. Yusuf Asy’ari mengemukakan delapan perusahaan swasta lokal dan internasional menyatakan kesediaannya membangun 10 menara rumah susun sederhana (rusuna) di Pulo Gebang bekerja sama dengan Perum Perumnas. Rusuna tersebut termasuk program pemerintah dalam membangun seribu manara (tower) rusuna.

Berdasarkan data target pembangunan rusun (di) Kantor Menpera, pada 2007 ditargetkan selesai 131 tower, atau 38.408 unit, 2008 sekitar 161 tower atau sekitar 59.124 unit, 2009 sebanyak 246 tower atau 103.492 unit, 2010 sekitar 294 tower atau 129.980 unit, 2011 sekitar 374 tower atau 172.444 unit.



From Rumah123.com
http://sg.rumah123.com/front_end/news_property_detil.php?articleID=37
Liputan Khusus
14-07-2007 11:39:27

Rusun Cawang Terjual 95%
WALAU BELUM DIBANGUN

JAKARTA – PT Cawang Housing Development (CHD), pengembang rumah susun sederhana milik (rusunami) di daerah Cawang, Jakarta Timur, saat ini kebanjiran pesanan. Pasalnya, dari 731 unit rusunami yang ditawarkan, telah terjual sekitar 95%. Padahal, PT Wijaya Karya Tbk, kontraktor yang akan melakukan pembangunan rusunami Cawang, baru akan memulai pekerjaan konstruksinya pada pertengahan Juli 2007. Rencananya, rusunami tersebut akan rampung pada September 2008.

Direktur Utama CHD Reddy Hartadji mengatakan, minat masyarakat memiliki rusunami di Cawang sangat besar. Ini terlihat dari larisnya rusunami tersebut. “Mungkin karena lokasinya pas di tengah kota. Untuk rusunami Cawang, per unit kami jual sama, yakni Rp 144 juta untuk tipe 33. Rusunami ini akan dibangun dalam satu menara yang terdiri atas tiga blok,” kata Reddy, ketika ditemui disela acara peluncuran subisidi bagi rusun di kantor Kemenpera, Jakarta, Selasa (3/7).

Menurut Reddy, konsumen yang membeli rusunami tersebut terbagi menjadi dua kategori, yaitu secara individu dan kolektif. “Kalau individu biasanya konsumen pribadi, sedangkan kolektif, sifatnya bisa pemesanan dalam jumlah banyak dari satu instansi tertentu,” ujar Reddy. Di satu sisi, Reddy menyambut baik terbitnya Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 7/Permen/M/2007 tentang Pengadaan Perumahan dan Permukiman dengan Dukungan Fasilitas Subsidi Perumahan Melalui KPR Sarusun Bersubsidi.

Reddy mengungkapkan, keluarnya permen tersebut akan semakin mempermudah masyarakat untuk memiliki rusunami. “Apalagi permen tersebut menjamin memberikan dua subsidi sekaligus, yakni subsidi selisih bunga dan uang muka. Ini jauh berbeda dengan yang ada di rumah sederhana,” jelas Reddy.

XxRyoChanxX
September 13th, 2007, 03:33 AM
^ wow... almost sold out

rilham2new
September 16th, 2007, 03:04 AM
^^ Actually the property demands for mid-to-low class is quite high in Indonesia... the demand seems immeasurable ...

kamski
September 16th, 2007, 06:29 AM
OK, just wondering who the intended market for these apts is. Is it the middle class? I picture of a family with 2 children, which means 3 bedroom, and a 3 bedroom apartment is at least 80m2. So 80x4 juta is 320 juta... For the same price you can get a decent 150m2 house in Bekasi.

Or is it for the poor (to get rid of the slums)? Hell it probably will take them their lifetime to get that half of that money.

In other note: I'm still looking forward to seeing creative architects building cool/weird low-cost housing in Indonesia :)

Check out:
- http://www.tempohousing.com/media/brochures/thb-lowres_eng.pdf
- http://www.treehugger.com/files/2005/01/shipping_contai.php

lombok
October 1st, 2007, 11:51 AM
Kebagusan City memilih totalitas untuk rusun

Sampai saat ini betapa pelik persoalan lahan bagi rumah susun di dekat pusat Jakarta.
Jadi jangan heran proyek yang sudah dicanangkan Presiden enam bulan yang lalu saja di Pulo Gebang, kini nasibnya tak jelas.

Tapi, kini terbetik kabar, ada pengembang yang baru membeli lahan 10 hektare di bilangan Jalan T. B. Simatupang. Tepatnya, di Jalan Baung, Kebagusan, Jakarta Selatan atau di belakang kompleks Nestle.

Lahan itulah yang akan digunakan untuk pengembangan proyek rumah susun skala besar. Gapura Prima Group, yang dinakhodai Rudi Margono, eksekutif muda di industri properti nasional, memiliki lahan itu.

Melalui anak perusahaannya, PT Perdana Gapura Prima Tbk, perusahaan yang dalam proses listing di Bursa Efek Jakarta, akan mengembangkan kawasan hunian tinggi berharga miring.

Tapi, Gapura tidak mau menyebut proyek itu dengan nama rusun. Mereka memilih nama kompleks apartemen Kebagusan City.

Soal nama ini memang mungkin tidak jadi masalah, sebagaimana beberapa kali diutarakan Menpera Muhammad Yusuf Asy'ari.

"Terserah menyebut apa. Rumah susun silakan, low cost apartment juga boleh. Yang terpenting program rumah vertikal murah bagi masyarakat di perkotaan bisa terbangun, apa pun namanya," katanya pada satu kesempatan.

Rudi mengatakan pihaknya memang sudah memutuskan untuk mengolah lahan seluas 10 ha itu totalitas untuk proyek hunian apartemen berharga rusun.

Padahal, Rudi sudah mendapatkan izin secara informal untuk peruntukan lahan itu dengan cukup hanya membangun 30% untuk rusun dan selebihnya dikombinasikan dengan proyek mixed use kelas atas. Tapi entah kenapa, dia lebih memilih mengembangkan rusun sepenuhnya di lahan yang tergolong luas tersebut.

Gapura Prima menetapkan harga per unit rusun akan mencapai mulai Rp75 juta hingga Rp144 juta atau sekitar Rp4 juta per m2.

Menurut Rudi Margono, akan dibangun sekitar 15 menara rusun setinggi 20 lantai dengan proyek perdana sebanyak dua menara di areal seluas 1,5 ha.

Nasib rusun

Enam bulan pascapencanangan rusun oleh Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Pulo Gebang, kini rusun masih lamban bergerak, kalau tidak bisa dibilang terhenti.

Beberapa proyek yang mulai masuk dalam tahap serius menjadi proyek rusunami a.l. Primaland Development di Pulo Gebang, Cawang Housing Development di Cawang, City Park di Cengkareng, Tangerang, dan Kebagusan City di Kebagusan, Jakarta Selatan, dan Kalimalang Residence di Jakarta Timur.

Di luar nama-nama di atas belum ada yang mendekati kebenaran, semuanya baru proyek akan dan dipikirkan.

Mengapa pengembang sepertinya ragu-ragu menggarap rusun, padahal dari beberapa profil proyek yang diluncurkan mendapatkan respons cukup besar di pasar.

Cawang Housing diakui laku keras, Primaland dikatakan sudah laku 40%, dan Kalimalang sudah diincar konsumen walau belum diluncurkan.

Dalam hal ini, kita berharap proyek rusunami tidak menjadi blunder besar sehingga mengubah peta dari proyek strategis menjadi proyek ecek-ecek.

Paling tidak beberapa investor yang telah masuk tahap implementasi untuk mesti mendapatkan papahan dan back up penuh dari pemerintah agar proyeknya benar-benar terealisasi.

Dari pengakuan beberapa pengembang di jajaran proyek yang sudah berjalan di atas didapati realitas, ternyata persoalan perizinan dan status tanah menjadi persoalan utama.

Ada banyak persoalan yang masih belum tuntas, mulai dari kebijakan amdal, listrik, air, aturan proporsi bangunan terhadap lahan hingga status atas tanah negara.

Beratnya, semua persoalan itu berada di luar kewenangan Kementerian Negara Perumahan Rakyat.

Untung semua proyek yang sudah komitmen seperti di sebutkan di atas tidak semuanya dibangun di atas lahan negara, seperti Kalimalang, Cawang, dan Kebagusan.

Untuk itu, sekarang yang dibutuhkan adalah penyelesaian permasalahan tersebut agar proyek rusun berjalan tanpa keragu-raguan pengembang akan nasib proyeknya.

Terus terang, pengembang masih ragu dengan insentif-insentif yang telah dijanjikan pemerintah karena kuatir ada perubahan lagi.

Tidak ada keraguan sedikit pun terhadap komitmen dari Kementerian Negara Perumahan Rakyat dalam menggerakkan program rusunami.

Hampir semua yang diperlukan pengembang yang terkait dengan kewenangan di kementerian itu direspons kilat. Begitu sigapnya merespons pengembang, para pejabat Kementerian Negara Perumahan Rakyat sampai mempersilakan pengembang jalan terus, sementara izin biar belakangan.

Tapi pengembangan rusun tentu tidak bisa hanya dengan cara begitu karena banyak sekat birokrasi dan perizinan yang harus dibongkar di luar kewenangan Menpera, yang nyatanya menentukan nasib proyek rusun.

Kalau Menpera tidak dapat menerobos semua itu, maka alamat proyek rusun hanya manis di atas kertas. (irsad.sati@bisnis.co.id)

Oleh Irsad Sati
Wartawan Bisnis Indonesia

lombok
October 1st, 2007, 11:54 AM
Permukiman kumuh segera ditata

JAKARTA: Pemerintah menyiapkan strategi kebijakan untuk acuan bagi pemerintah daerah dalam menata lingkungan permukiman kumuh menjadi kawasan hunian yang aman dan adil untuk semua kelompok ekonomi.

Hal itu terkait dengan target pemerintah membebaskan 100 kota di Indonesia dari permukiman kumuh paling lambat 2010.

Direktur Pengembangan Permukiman, Ditjen Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum Guratno Hartono mengatakan saat ini kawasan kumuh tersebar di 10.065 lokasi di berbagai kota metro dan besar dengan luas 47.393 hektare.

"Di kawasan kumuh itu tinggal berdesakan sekitar 17,2 juta penduduk dengan kondisi tempat tinggal kurang layak huni. Inilah yang mau dirumuskan kebijakan penanggulangannya," katanya, kemarin. (Bisnis/

bozhart
October 3rd, 2007, 05:06 PM
Bruk! Rusun Pulomas Diruntuhkan
Ari Saputra - detikcom
03/10/2007 10:41 WIB

Jakarta - Satu alat berat berupa bekhu sudah didatangkan di lokasi eksekusi paksa warga rusun Pulomas. Pembongkaran dimulai satu persatu. Bruk! Rusun yang mayoritas ditempati para janda itu pun rubuh. Hanya puing-puing yang tersisa.

10 Truk sampah juga sudah didatangkan ke lokasi di Jl Perintis Kemerdekaan, Pulomas, Jakarta Timur untuk mengangkut material hasil bongkaran. Pembongkaran dilakukan terhadap 49 unit tower Rusun Pulomas, di mana masing-masing tower ada 4 lantai.

Selain itu, disiapkan 3 unit mobil dinas pemadam kebakaran dan 12 personel pemadam untuk mengantisipasi amukan warga.

400 Personel polisi dari Polres Jakarta Timur, 60 di antaranya Polwan, tampak berjaga-jaga.

Sedangkan dari Trantib Jakarta Timur dan bantuan dari Pemda DKI disiapkan sejumlah 800 personel. Sehingga total 1.200 personel aparat siap untuk merobohkan Rusun Pulomas.

Warga yang bertahan yang berkaos putih saat ini masih menunggu barang-barangnya sambil meratap sedih. Tidak tahu akan pindah ke mana.

"Aparat biadab! Sadarlah! Kami sebenarnya mau pergi. Tapi kalau proses hukum sudah selesai. Ini masih proses banding. Kami tidak tahu mau ke mana. Mungkin numpang ke rumah saudara," ujar seorang warga Pulomas, Joice.

Hingga pukul 10.40 WIB, aparat keamanan belum ada yang mau dikonfirmasi mengenai eksekusi yang berlangsung anarkis.

Kamera milik RCTI yang dipegang kamerawan Aan pecah. Seorang wartawan Indosiar, Ihsa Ansori, kena lemparan batu pada muka dan gigi rontok karena perang batu warga dan aparat.

Sementara lalu lintas di depan rusun ditutup, sehingga kemacetan memanjang hingga ke perempatan Arion.

F-ian
October 3rd, 2007, 06:11 PM
loh emang mau diapain tuh tempat? are they going to make a new one?

peseg5
October 3rd, 2007, 07:19 PM
loh emang mau diapain tuh tempat? are they going to make a new one?

kabarnya mau dibangun apartemen mewah oleh empunya tanah....

Gimana yah? Kok kontradiksi dengan program pemerintah pembangunan 1000 menara rusun sederhana?

AceN
October 4th, 2007, 11:51 AM
Yah..kalo ga gitu ya bukan pemerintah namanya..........:D

lombok
October 4th, 2007, 12:55 PM
kabarnya mau dibangun apartemen mewah oleh empunya tanah....

Gimana yah? Kok kontradiksi dengan program pemerintah pembangunan 1000 menara rusun sederhana?

Wow..lagi-lagi apartement mewah di daerah cantik:banana: , jadi banyak pilihan.....

Itulah pemerintah semuanya janji-janji palsu melulu, gimana yang kumuh akan berkurang ?
Kabar banjir kanal kagak ada lagi ? kabar perbaikan semua pesawat penerbangan adem ayem:ohno: , pas ada kejadian baru HEBOH:bash: lagi.

lombok
October 10th, 2007, 02:31 PM
Gubernur DKI sesalkan Rusuna tak tepat sasaran
oleh : Erna Sari Ulina Girsang


JAKARTA: Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyesalkan banyaknya Rumah Susun Sederhana (Rusuna) yang dibangun untuk penduduk miskin Jakarta, tidak tepat sasaran.

Terkait hal itu, dia mengatakan akan menindak tegas pelaku jual beli Rusun, termasuk pengembang (developer), karena merugikan kepentingan publik.

"Jadi kami akan membuat pengawasan ketat tentang kepemilikan Rusun bagi masyarakat miskin dengan menghukum pelakunya. Pengembangnya juga dapat dihukum. Memang secara memang dari sisi kontrak pengembang tidak salah. Tapi perbuatan ini sudah merugikan publik," jelasnya.

Hal ini dikemukakan Fauzi Bowo seusai bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membahas tentang rencana pembangunan jangka pendek, menengah dan janka panjang DKI Jakarta, di Kantor Presiden, hari ini.

Dia mengatakan salah satu upaya mengatasi kepadatan penduduk di Jakarta adalah dengan mendirikan Rusun bagi msyarakat berpenghasilan rendah. Selain mendapatkan tempat tinggal yang layak, paparnya, Rusun diharapkan dapat menertibkan sejumlah pemukiman liar di Jakarta, yang menyalahi tata ruang kota.

Harga yang ditetapkan pemerintah untuk Rusun bagi masyarakat berpenghasilan rendah, jelasnya, juga sangat terjangkau. Dia memaparkan harga Rusun sewa rata-rata Rp3.000 per hari atau Rp90.000 per bulan.

Fasilitas yang disediakan, paparnya, juga cukup memadai, seperti air dan lingkungan bersih. Hampir semua Rusun yang disediakan pemerintah, ujarnya, mudah diakses. Dia mencontohkan Rusun Cengkareng.

Meskipun jauh dari kota, paparnya, Rusun Cengkareng telah dilalui sarana jalan dan sistem pengakutan yang cukup, misalnya pelabuhan, jalan raya dan bus dari berbagai jurusan.

Dia menilai Rusun dengan sistem sewa kemungkinan lebih efektif untuk menjaga agar program pembangun tempat tinggal itu bisa lebih tepat sasaran, karena tidak ada pergantian pemilik.(dj)

BauIng
October 18th, 2007, 10:01 AM
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengembang rumah susun sederhana di Daerah Khusus Istimewa Jakarta sudah diizinkan membangun lantai lebih banyak. Kebijakan ini seiring dengan penambahan koefisiensi lantai bangunan menjadi 6,0 yang tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 136 Tahun 2007 tanggal 4 Oktober 2007.

"Untuk percepatan (proyek) rusuna (rumah susun sederhana),” kata Sekretaris Menteri Negara Perumahan Rakyat Noer Sutrisno di kantornya pekan lalu. Menurut dia, pengembang akan dimudahkan asalkan sesuai dengan persyaratan teknis dan zona. Bahkan, kementeriannya akan meminta pemerintah daerah lainnya untuk menelurkan kebijakan serupa.

Ketua Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Indonesia (APERSI) Fuad Zakaria mendukung kebijakan baru itu. "Sebelumnya (koefisiensnya) cuma empat," ucapnya.

Ia menerangkan, berdasarkan peraturan lama pengembang boleh membangun rumah susun sederhana lebih tinggi dari ketentuan tapi harus membayar denda. Dalam aturan lama, rumah susun sederhana maksimal 16 lantai.

Direktur Eksekutif Pusat Strategis Intelijen Property Ali Tranghanda senada dengan Fuad. "Ini hal yang baik, pembangunan harus vertikal karena harga tanah tinggi," kata Ali.

Ia berpendapat, pemerintah daerah harusnya tak membatasi besaran Koefisiensi Lantai Bangunan. Alasannya, sudah ada peraturan tata kota yang tergantung pada zona di masing-masing daerah.

Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy'ari menyatakan besaran Koefisiensi Lantai Bangunan dan Koefisiensi Dasar Bangunan masih menjadi kendala dalam pembangunan rumah susun sederhana. Itu sebabnya, sebelumnya Yusuf mengatakan telah meminta pemerintah daerah agar mengubah aturan soal kedua hal itu.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah hanya mengizinkan pembangunan rumah susun sederhana maksimal setinggi 16 lantai. Padahal, kebanyakan pengembang membangun setinggi 20 lantai. Yusuf mencontohkan, pengembang rumah susun sederhana Cawang didenda Rp 2,5 miliar karena mendirikan 18 lantai di zona yang hanya diperbolehkan setinggi 14 lantai.

lombok
October 19th, 2007, 12:36 PM
Fauzi Janji Tata Permukiman Kumuh

Jumat 19 Oktober 2007, Jam: 8:56:00

JAKARTA (Pos Kota) – Musibah kebakaran belakangan ini banyak melanda permukiman warga terutama tempat hunian padat penduduk. Saat Lebaran saja, tercatat 14 kasus kebakaran, sedangkan selama Januari hingga Oktober 2007 tercatat 682 kasus kebakaran.

Data Dinas Pemadam Kebakaran DKI di wilayah Jakarta setidaknya ada 53 kelurahan yang rawan kebakaran. Terhadap kondisi seperti ini, Gubernur Fauzi Bowo berjanji menata permukiman yang rawan kebakaran (kumuh). “Menata itu bisa dengan cara membangun rumah susun (rusun) atau perbaikan kampung,” katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan seputar dugaan musibah kebakaran lantaran dibakar, Fauzi dengan tegas mengatakan, “Pemerintah yang tidak waras bila membakar rumah warga.”

Fauzi yang biasa disapa Bang Foke didampingi Asisten Sekda DKI Bidang Aparatur Moerdiman, Walikota Jakarta Pusat Muhayat, dan sejumlah pejabat pemda lainnya mengunjungi Kantor Dinas Pemadam Kebakaran, Kamis (18/10). Usai di Dinas Pemadam Kebakaran, Bang Foke juga menengok Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, dan Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat.

Bang Foke memerintahkan petugas Dinas atau Sudin Kebakaran di lima wilayah kota dan Kabupaten Kepulauan Seribu harus selalu siaga. “Berikan pelayanan terbaik terhadap masyarakat. Meski saya tahu kerja Anda di lapangan juga berat,” sambungnya.

JUMLAH PERSONEL
Menyangkut banyaknya tempat hiburan yang rawan kebakaran, Bang Foke memerintahkan dinas terkait harus segera mengevalusi. “Perintahkan mereka mengikuti aturan, bila tidak jangan biarkan beroperasi,” ucapnya.

Bang Foke bertekad lima tahun kedepan pihaknya membenahi permukiman dan tempat usaha yang rawan kebakaran. “Soal kualitas dan kuantitas personil juga menjadi perhatian saya,” ujarnya.

Ketika berusaha menghidupkan satu mobil dinas kebakaran berusia tua di Jakarta Barat, sejumlah pejabat rombongan Bang Foke sempat teriak cemas. Mobil tua itu tiba-tiba seakan mau meloncat kedepan dan mesinnya mati .

Namun Bang Foke yang didampingi Kepala Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, H. Sekendar dan Walikota Haji Fadjar Panjaitan, tampak tenang. Bang Foke kembali menstarter, mesin mobil produk tahun 1972 itupun hidup kembali. Bang Foke mengacungkan jempol diiringi bunyi sirine dan lampu mobil.

Mobil tua B.8093 BX yang dicoba Bang Foke itu, satu dari 4 mobil produk tua yang masih dioperasikan untuk memadamkan api di Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat."Semuanya masih berfungsi dengan baik," kata Kepala Sudin Pemadam Kebakaran.

PARAMETER RAWAN KEBAKARAN
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran DKI Martono menjelaskan di Jakarta ada 82 titik rawan kebakaran dan titik itu berada pada 53 kelurahan. Parameter rawan kebakaran yakni padat hunian, jalan sempit, bangunan terbuat dari bahan bangunan yang mudah terbakar, dan lainnya.

Bukan itu saja, Martono membeberkan ada 399 gedung tinggi di ibukota yang tidak memenuhi syarat. “Gedung tinggi itu, memiliki delapan lantai ke atas dan hidran yang ada tidak berfungsi. Terhadap pengelola gedung, sudah menegur,” katanya.

Menurut Martono, saat ini personel unit kerjanya tercatat 3 ribu orang, dan 40 persennya berusia di atas 40 tahun. “Idealnya personel harus 5 ribu orang,” tukasnya.

Martono mengatakan persoalan yang melilit Dinas Pemadam Kebakaran termasuk belum semua kelurahan tersedia mobil pemadam kebakaran. Catatan dari 43 kecamatan yang ada di Jakarta baru tersedia 21 sektor pemadam kebakaran, sedangkan dari 267 kelurahan saat ini baru tersedia 79 pos pemadam kebakaran. “Idealnya setiap kelurahan tersedia satu mobil pemadam kebakaran,” sambungnya.

Selesai itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, juga berkunjung ke Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat. Fuke nyaris saja celaka, tapi Tuhan masih melindunginya, ketika mobil tua Pemadam Kebakaran distarternya, mobil maju kedepan dan berhenti kembali karena bagian depan dan belakang diganjal balok kayu, srentak sejumlah aparat pemadam dan wartawan yang meliputpun teriak.

Namun Wagub didampingi Ka. Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, H. Sekendar dan Walikota Haji Fadjar Panjaitan, masih nampak tenang, kembali menstarter, mobil produk tahun 1972 itupun bernbunyi, langsung saja, Gubernur mengacungkan jempolnya diiringi bunyi sirine dan lampu mobil.

Mobil tua B.8093 BX yang dicoba gubernur itu, merupakan satu dari 4 mobil produk tua yang masih dioperasikan untuk memadamkan api di sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat."Semuanya masih berfungsi dengan baik,"tutur Ka. Sudin Pemadam Kebakaran.




(herman/sutiyono)*

ncon
October 19th, 2007, 12:46 PM
^^ i think we should create a forum that dedicated to kumuh :lol:stuff !

paw25694
October 19th, 2007, 03:17 PM
kayak gini :
Thread/Thread starter

[KUMUH] Official Thread and Fan Page
lombok

Last post
lombok

Replies
100

Views
1 (cuma si lombok.. haha)



lagian kalo di 'kinclong'in pun pasti gak 'kinclong'2 amat
ini pun cuma janji.. di indonesia mah janji itu..............................

F-ian
October 19th, 2007, 03:29 PM
kinclong melulu... anehhh

ncon
October 19th, 2007, 03:38 PM
kayak gini :
Thread/Thread starter

[KUMUH] Official Thread and Fan Page
lombok

Last post
lombok

Replies
100

Views
1 (cuma si lombok.. haha)



lagian kalo di 'kinclong'in pun pasti gak 'kinclong'2 amat
ini pun cuma janji.. di indonesia mah janji itu..............................

funniest post so far :lol: !!!

AceN
October 19th, 2007, 04:37 PM
Kok si lombok gila-gila, eh, lagi-lagi bikin thread baru ..... bukannya thread ini dah ada ya............ :baeh3:

David-80
October 19th, 2007, 09:19 PM
Lombok, please refrain from making new threads that already exists. I said this for the last time and your "really" final warning.

Cheers

Moderators

ncon
October 20th, 2007, 01:10 PM
^^ marah lho :cheers:!

BauIng
November 13th, 2007, 03:37 PM
13-11-2007
800 Unit Rusun Dibangun di Marunda

Janji Pemprov DKI untuk menyediakan pemukiman yang layak bagi warga bantaran kali dan kolong jembatan akhirnya dipenuhi. Tahun ini, Pemprov DKI bersama DPD REI DKI Jakarta akan membangun 800 unit rumah susun di kawasan Marunda, Jakarta Utara.

“Pembangunan 800 unit rusun tipe 36 itu ditargetkan rampung 2009 mendatang,” kata Ketua DPD REI DKI, Tulus Santoso, usai penandatanganan nota kesepakatan (MoU) Pembangunan Rusun Marunda antara DPD REI DKI dan Pemprov DKI di Balai Kota, Selasa (13/11).

Pembangunan 800 unit rusun di Marunda tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban menyediakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) 28 pengembang yang tergabung dalam DPD REI DKI.

Pembangunan 800 unit rusun itu, kata Tulus, diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 120 miliar. Begitu rusun tersebut selesai dibangun, maka pihaknya akan menyerahkan pengelolaannya kepada Pemprov DKI. "Rencananya pengelolaan rusun tersebut menggunakan sistem sewa," tutur Tulus.

Pembangunan rusun ini, lanjut Tulus, selain memenuhi kewajiban pengembang juga sebagai sosialisasi agar pengembang lainnya segera memenuhi kewajibannya. Pasalnya, saat ini masih banyak pengembang yang belum menyerahkan kewajibannya berupa fasos dan fasum. "Dari 56 pengembang yang ada di Jakarta, baru 28 pengembang saja yang memenuhi kewajiban mereka," ungkapnya.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menuturkan untuk mendukung pembangunan 800 rusun di Marunda tersebut, Pemprov DKI akan menyediakan infrastruktur seperti jalan, alat transportasi, instalasi listrik, dan air agar rusun tersebut memang layak untuk dihuni.

Peruntukan rusun sederhana tersebut, kata Fauzi, akan diprioritaskan bagi warga Jakarta yang tinggal di bawah kolong tol serta bantaran kali.

Gubernur juga menegaskan penerapan sistem sewa dmaksudkan agar warga yang telah direlokasi ke rusun tidak menjualnya ke pihak lain dan akhirnya warga tersebut kembali menetap di kolong jembatan dan bantaran kali.

Dalam pengelolaan rusun dengan sistem sewa tersebut nantinya akan dilakukan subsidi bagi pengelolaan gedung. "Uang sewa rusun tidak mungkin dipatok tinggi. Untuk itu, kita akan berikan subsidi untuk pengelolaan rusun tersebut," lanjutnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga berjanji akan memberikan sanksi sesuai yang tercantum dalam nota kesepakatan kepada pengembang yang tidak memenuhi kewajiban penyelesaian pembangunan rusun tersebut. "Sanksinya bisa berupa tidak memberikan izin bagi pengembang untuk menjalankan proyeknya di tempat lain," tegas Fauzi.

XxRyoChanxX
November 13th, 2007, 04:35 PM
^ good news :)

S4hL4
November 21st, 2007, 10:08 AM
hi...everyone....
saya tertarik banget sama topik rusun or low cost apartment ( bahasa kerennya). cuma menurut saya pemerintah terlalu muluk2 bikin janji program sana sini...padahal banyak banget kendalanya. sekarang apartmen kelas menengah dan atas banyak banget di jakarta, g sebanding sama jumlah rusun untuk kelas bawah....belum lagi g tersedia lahan yg cukup serta murah dan banyak kesalahan tata kelola wilayah. akibatnya pasti gusur menggusurlah jalan keluar cepatnya.

peseg5
November 21st, 2007, 03:54 PM
hi...everyone....
saya tertarik banget sama topik rusun or low cost apartment ( bahasa kerennya). cuma menurut saya pemerintah terlalu muluk2 bikin janji program sana sini...padahal banyak banget kendalanya. sekarang apartmen kelas menengah dan atas banyak banget di jakarta, g sebanding sama jumlah rusun untuk kelas bawah....belum lagi g tersedia lahan yg cukup serta murah dan banyak kesalahan tata kelola wilayah. akibatnya pasti gusur menggusurlah jalan keluar cepatnya.

Menurt lo kira2 yg tidak muluk2 gimana?

lombok
November 29th, 2007, 09:36 AM
Subsidi rusun sederhana tidak dibatasi
oleh : John Andhi Oktaveri



JAKARTA (Bisnis): Wapres Jusuf Kalla mengatakan pemerintah tidak akan membatasi nilai subsidi yang akan diberikan untuk pembangunan rumah susun sederhana asalkan subsidi tersebut dapat diserap dengan baik.

"Bagi pemerintah, ini tidak dihitung untung ruginya. Kita melihat secara nasional. Kalau subsidi tahun ini Rp500 miliar, kalau tahun depan Rp1 atau Rp2 triliun, silahkan kita kasih," ujar Kalla saat membuka seminar Asosiasi Pengembangan Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) hari ini.

Menurut dia, kalaupun rumah sederhana banyak dibangun maka hal itu akan membuat perekonomian tumbuh sehingga berdampak pada peningkatan penerimaan pajak oleh negara. Tidak ada ruginya bagi negara bila memperbanyak subsidi perumahan sederhana karena subsidi itu diambil dari pajak yang dibayarkan pemilik maupun penyewa rumah. "Jadi tidak ada persoalan, tidak ada ruginya."

Dia mengakui pada 2004 dan 2005, daya serap subsidi bagi perumahan sederhana sangat rendah kendati pemerintah telah menyodorkan dana dalam jumlah besar. Akan tetapi kecenderungan terakhir terjadi peningkatan daya serap subsidi seiring dengan peningkatan subsidi yang diberikan pemerintah. Pada sisi lain juga terjadi penurunan suku bunga pinjaman.

"Pemerintah selalu memberikan subsidi. Dan saya bersyukur subsidi tahun ini lebih pemakaiannya, itu sangat bagus, itu kemajuan dibanding 2004 atau 2005 dimana subsidi tidak dipakai," kata Wapres.

Dia menyebutkan pengadaan perumahan bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Akan tetapi Wapres juga mengingatkan daya serap pembangunan rumah sederhana yang tinggi harus diikuti oleh perencanaan pembangunan yang baik pula. (tw)

lombok
December 18th, 2007, 08:04 PM
Menpera: Dana Perumahan Rp1 Triliun Masih Menganggur
Medan, CyberNews.Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) M Yusuf Asy`ari mengatakan, hingga akhir tahun 2007 ini sebanyak Rp1 triliun dana pembangunan perumahan masih menganggur di PT Sarana Multigriya Finansial (SMF).
"Melalui persetujuan DPR, kita sudah memberikan modal Rp1 triliun dari APBN tahun ini sebagai modal kepada SMF untuk pembangunan rumah sederhana sehat (RSH). Namun sampai hari ini dana itu belum dimanfaatkan," kata Menpera, seusai menjadi pembicara dan menghadiri penutupan Mukernas I Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), di Medan, Selasa.

Dia menjelaskan, modal yang diberikan itu sebagai alternatif untuk kredit kepemilikan rumah (KPR) bagi masyarakat menengah ke bawah dalam memperoleh RSH.

Menurut dia, masih mengendapnya dana itu di Departemen Keuangan tidak terlepas belum diterbitkan regulasi berupa undang-undang dalam penggunaan anggaran tersebut.

"Kami sudah sering bolak balik dan Komisi V DPR meminta dana tersebut difungsikan bagi pembangunan rumah menengah ke bawah, tapi belum terbitnya regulasi membuat SMF tidak berani. Inilah yang menjadi masalah kita bersama, sehingga belum ada realisasi", ujar Menpera pula.

Namun menurut Menpera, bantuan sekitar Rp3 triliun dana pembangunan RSH yang berada di Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) sebagian besar justru telah dimanfaatkan.

Selain itu, sekitar Rp300 miliar dana yang dialokasi untuk subsidi KPR RSH bagi masyarakat menengah ke bawah telah pula direalisasikan. "Tahun 2008 dana subsidi itu akan kita tambah menjadi Rp800 miliar," kata Menpera pula.( ant/Cn07

BauIng
January 26th, 2008, 10:51 AM
Bakrieland Bangun Rusuna Rp 400 miliar
Jum'at, 25 Januari 2008 | 18:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
PT Bakrieland Development Tbk. akan membangun rumah susun
sederhana milik (rusunami) di kawasan Sentra Primer Timur Pulo Gebang. Bakrieland menginvestasikan dana Rp 400 miliar untuk proyek ini.

Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk. Hiramsyah Thaib, mengatakan investasi itu hanya untuk membiayai tahap pertama, yaitu delapan tower di lahan seluas 6 hektar milik Perum Perumnas.

"Konstruksi dikerjakan tahun ini dan pembangunan selesai dua tahun," kata Hiramsyah usai meneken nota kesepahaman dengan Perumnas di kantor Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Jumat (25/1).

Secara keseluruhan, proyek ini akan dibangun di lahan seluas 40 hektar. Bakrieland dan Perumnas akan membangun 20 tower yang dapat menyediakan 8 ribu unit hunian. "Tapi kami belum menghitung investasi untuk seluruh tower," ujar Hirmasyah.

doraemoo
February 2nd, 2008, 04:25 PM
salam knal all,

saya mahasiswa semester akhir di Teknik Planologi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Usakti, seddang menyusun Studio Tapak (Site Plan) tentang rumah susun, apakah ada member disini yang mempunyai standar mengenai kebutuhan fasilitas rumah susun, saya akan sangat berterima kasih. mungkin bisa di kirim melalui email saya, atau PM terlebih dahullu, trims..

salam
iputudhika-
iputudhika@gmail.com

lombok
February 3rd, 2008, 09:28 PM
Pembangunan Rusun 2008 Ditargetkan 88 Tower
Senin, 04 Pebruari 2008 | 01:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah menargetkan pembangunan 88 unit rumah susun (rusun) di seluruh Indonesia tahun ini. Target ini adalah bagian dari rencana pemerintah yang sebelumnya telah mencanangkan pembangunan rusun 1000 tower secara nasional.

Menteri Negara Perumahan Rakyat, Mohammad Yusuf Asy'ari, mengatakan 500 dari 1000 tower itu rencananya akan dibangun di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Sedangkan 30 persen dari 500 tower itu akan dibangun di luar Jabodetabek, tapi masih di Pulau Jawa.

"Sedangkan sisanya tersebar di luar Jawa," ujar Yusuf di Tangerang Minggu (3/1). Hingga saat ini, pemerintah telah mengindetifikasi 169 tower rusun akan dibangun pengembang swasta dan badan usaha milik negara (BUMN) secara bertahap.

Pada tahap awal, ada 14 tower rusun di kawasan Kelapa Gading dibangun oleh PT Tiara Metropolitan Jaya yang bekerja sama dengan PT Pembangunan Perumahan. Tiga stower lainnya dibangun oleh PT Bakrieland Development Tbk di Pulogebang.

ncon
February 3rd, 2008, 11:06 PM
ngmg doank thread ini :sleepy: dolo bilank mo bangun 1000 tower :mad: !!

JKT blom ada Rusun ? APA KATA DUNIA ? :D!

BauIng
February 7th, 2008, 10:35 AM
Rusunami Gairahkan Ekonomi
KOMPAS/RIZA FATHONI / Kompas Images

http://img518.imageshack.us/img518/7519/090120pul9.jpg (http://imageshack.us)
Pengunjung mengamati rumah contoh rumah susun sederhana milik (rusunami) bersubsidi yang akan dibangun di kawasan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta, Senin (4/2).

Rabu, 6 Februari 2008 | 09:04 WIB
Peluncuran rumah susun sederhana milik atau dikenal dengan istilah rusunami di Kelapa Gading, Jakarta, pada hari Senin (4/2) menarik diikuti. Rusunami itu tidak dapat dipandang hanya sebagai sentra hunian untuk golongan menengah ke bawah semata. Ia ternyata instrumen penting untuk menggairahkan ekonomi nasional.

Jika rencana seribu menara rumah susun jadi dibangun, kapitalisasi modal yang akan bergulir amat berguna bagi perputaran ekonomi dalam skala yang lebih besar.

Hitung-hitungannya begini. Jika satu menara diasumsikan membutuhkan dana Rp 40 miliar (pembebasan tanah dan pembangunan fisik), maka pembangunan 1.000 menara di seluruh Indonesia akan menggunakan dana sebesar Rp 40 triliun. Lalu, seandainya 1.000 menara ini ditargetkan selesai dalam empat tahun, maka setiap tahun kapitalisasi modal mencapai Rp 10 triliun.

Menilik angkanya, nilai Rp 10 triliun bukanlah angka amat besar di Indonesia sekarang ini. Besaran APBN tahun 2008 saja mencapai lebih kurang Rp 854,6 triliun. Lalu, apa ”makna” pembangunan rumah susun sederhana itu? Nilai Rp 10 triliun per tahun, tidak akan berdampak besar, taruhlah misalnya pada pertumbuhan ekonomi. Seperti kita ketahui, untuk menaikkan satu persen pertumbuhan ekonomi, dibutuhkan investasi ratusan triliun rupiah.

Namun di sinilah salah satu sisi menariknya ilmu ekonomi. Peran utama yang diharapkan diperoleh dari pembangunan rusunami itu tidak sekadar kapitalisasi dan pembukaan lapangan kerja, tetapi lebih jauh dari itu, ekonomi bergerak dinamis dan bergairah.

Satu proyek besar pembangunan rumah susun sederhana seperti dikerjakan Grup Agung Podomoro di Kelapa Gading akan melibatkan setidaknya 5.000 tenaga kerja lapangan. Kalau ada 100 proyek rusunami dibangun di sejumlah kota, proyek ini langsung menyerap 500.000 tenaga kerja. Ini angka fantastis sebab satu persen pertumbuhan ekonomi biasanya hanya menyerap 200.000 tenaga kerja saja.

Jumlah tadi semata hanya yang bekerja di tempat pembangunan rusunami. Dan jumlah itu akan bertambah dengan 500.000 jiwa lagi kalau dihitung tenaga kerja yang bekerja di luar proyek itu. Mereka adalah tukang batu, pasir, atap, semen, keramik, plastik, paralon, paku, kayu lapis, furnitur, dan sebagainya. Mereka bertugas sebagai penyokong proyek. Peran mereka besar untuk menyukseskan proyek properti seperti rumah susun itu.

Positif

Di luar urusan tenaga kerja ini, pembangunan rumah susun memberi banyak pengaruh positif. Ekonomi di berbagai sektor bergerak dan bergairah karena dihela mesin-mesin properti. Industri semen, keramik, atap, dan paralon mendapatkan pasar amat besar. Begitu pula kayu lapis, furnitur, alat-alat elektronik, kaca, gorden, cat, dan sebagainya. Semua bergerak seirama dan memengaruhi pergerakan sektor lain.

Dari fakta tersebut, penggagas proyek 1.000 menara rumah susun, Wakil Presiden Jusuf Kalla, agaknya tidak sekadar ingin membangun banyak rumah untuk rakyat, tetapi ingin pula mendapatkan efek-efek positif sehingga ekonomi berlari lebih cepat. Jika ekonomi berlari cepat, mestinya gairah makin besar. Aspek inilah yang amat dibutuhkan untuk mendapatkan stimulus ekonomi.

Akan tetapi, pemerintah dan masyarakat tidak bisa terlampau cepat puas oleh sinyal positif rusunami. Pemerintah mempunyai banyak pekerjaan rumah, yakni mesti memikirkan bagaimana menjaga gairah membangun rumah susun ini agar tidak berhenti di tengah jalan. Artinya, dorongan kepada pengembang lain, terutama yang suka membangun apartemen mewah, harus terus dilakukan agar spirit membangun untuk rakyat kecil tidak pernah redup.

Selain masalah itu, pekerjaan massal ini hendaknya tidak mengorbankan kualitas rumah susun. Setiap bangunan harus dikerjakan dengan memakai bahan bangunan berkualitas baik. Kusen pintu dan jendela harus berkualitas, tidak mudah dimakan rayap. Desain ruang prima, tidak mengecewakan pembeli.

Pemerintah pun seyogianya menjaga kegairahan membangun rusunami dengan ikut berperan menjaga likuiditas pengembang. Jangan sampai pengembang yang sudah berusaha keras dan beritikad baik membangun rusunami, terkena masalah kredit rusunnya macet. Ini hal sensitif yang perlu dijaga.

Rusunami adalah terobosan baru yang menarik. Kiranya perlu membuat tindakan cerdas lain agar masyarakat lebih gampang memiliki rumah. (ABUN SANDA/KOMPAS)

rilham2new
February 7th, 2008, 11:42 AM
@nCON ...masalah besarnya (selalu dan selalunya) terkait di pembebasan lahan :p~ .... P

Itu keren amat rusunnya yang gambarnya diposting ma mas BauIng :D


Sekarang manggilnya pake "mas" :D ehehehehehe

ncon
February 8th, 2008, 08:48 AM
@nCON ...masalah besarnya (selalu dan selalunya) terkait di pembebasan lahan :p~ .... P

Itu keren amat rusunnya yang gambarnya diposting ma mas BauIng :D


Sekarang manggilnya pake "mas" :D ehehehehehe

yeah

if all rusun like that i also want one :banana:

bozhart
February 8th, 2008, 11:00 AM
http://img518.imageshack.us/img518/7519/090120pul9.jpg

Perabot dan perlengkapannya lebih mahal dari kamar itu sendiri :nuts:

====

Ini rusunawa di Semarang yg 3 twin-block dari 7 twin-block sudah rampung 1 tahun lalu tetapi terancam rusak :nuts:

http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0802/07/dar24.1.jpg
Tak Kunjung Difungsikan, Rusunawa Kaligawe Terancam Rusak
Semarang,CyberNews. Lantaran tak kunjung difungsikan, bangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kaligawe yang telah rampung lebih dari setahun lalu, terancam rusak. Saat ini, tanda-tanda ke arah itu sudah tampak.

Pantauan Suara Merdeka, bangunan rusunawa yang berada di ujung utara terlihat kurang terawat. Sebagian cat di dinding mengelupas, sebagian lainnya dipenuhi corat-coret. Tak hanya itu, besi yang menjadi pegangan anak tangga, pagar, serta tempat jemuran pakaian telah berkarat. Lebih parah, sebagian meteran air di lantai III hilang dan ada beberapa pintu yang tidak terkunci.

Tiga twin block yang berada dalam satu kompleks itu cenderung terbuka. Tidak ada pagar, atau pintu yang menutup bagian tangga. Selain itu, nyaris tidak terlihat adanya penjagaan di tempat, sehingga, siapa pun leluasa untuk masuk dan berkeliling di areal rusunawa.

Anak-anak terlihat bebas bermain, mencorat-coret dinding, serta memukul-mukulkan kayu ke bagian bangunan tertentu. Sementara itu, kondisi dua twin block lain yang dibangun belakangan, relatif lebik baik.

Perlu diketahui, rusunawa Kaligawe dibangun untuk menampung warga masyarakat berpenghasilan rendah. Lebih khusus lagi warga yang terkena dampak pembangunan di wilayah Kota Semarang, seperti mereka yang rumahnya terkena proyek normalisasi Kali Garang.

Saat ini sudah berdiri tiga twin block rusunawa. Empat twin block lagi akan segera direalisasikan. Proses pembangunannya sudah dimulai dengan menguruk rawa dan pemasangan tiang pancang. Masing-masing twin block menelan dana Rp 9 miliar dari APBN.( Rukardi/Cn08 )

Sumber: http://www.suaramerdeka.com/cybernews/harian/0802/07/dar24.htm

tata
February 17th, 2008, 03:27 PM
dari: http://www.suarapembaruan.com/News/2008/02/17/index.html


SUARA PEMBARUAN DAILY
Zulfi Syarif Koto:

Pembangunan 1.000 "Tower" Tuntas pada 2011

Rumah merupakan hak dasar rakyat dan dijamin oleh UUD 1945, Undang-Undang No 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman, dan Undang-Undang No 39 tentang Hak Asasi Manusia. Pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah tahun 2004 - 2009 antara lain mengamanatkan pembangunan rumah baru layak huni sebesar 1.350.000 unit, yang terdiri dari 1.265.000 unit rumah sederhana tidak bersusun, 60.000 unit rumah susun sewa (rusunawa) dan 25.000 unit rumah susun sewa milik (rusunami). Khususnya pembangunan rusunawa dan rusunami, pemerintah telah mencanangkan Program Percepatan Pembangunan 1.000 Menara Rusuna di Kawasan Perkotaan. Bagaimana program tersebut akan diwujudkan, SP telah mewawancarai Deputi Menteri Negara Perumahan Rakyat Bidang Perumahan Formal, Zulfi Syarif Koto, di kantornya, baru-baru ini. Berikut petikannya.

Bagaimana dengan program pembangunan 1.000 tower di kawasan perkotaan?

Program pembangunan 1.000 tower di kawasan perkotaan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Oleh Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Mohammad Yusuf Asy'ari yang didefinisikan melalui Keputusan Menteri adalah mereka yang berpenghasilan Rp 4,5 juta ke bawah. Sasaran kita agar masyarakat menengah ini -kalau saya suka menyebutnya sebagai profesional muda- bermukim tidak jauh dari tempat kerjanya.

Terdapat 10 kota besar yang dianggap perlu segera membangun rumah susun. Ke-10 kota itu Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Kartamantul (Yogyakarta, Sleman, Bantul), Semarang dan sekitarnya, Surabaya dan sekitarnya, Makassar dan sekitarnya, Banjarmasin dan sekitarnya, Medan dan sekitarnya, Batam dan sekitarnya, Palembang dan sekitarnya. Tapi, itu bukan berarti di daerah lain tidak diperhatikan.

Dari hasil inventarisasi diperoleh gambaran bahwa pembangunan yang terbesar adalah di Jabodetabek. Perbandingannya dengan kota-kota lain, 50 persen atau 500 tower di Jabodetabek, 30 persen di Pulau Jawa selain Jabodetabek, dan 70 persen sisanya di luar Pulau Jawa. Diharapkan program ini tuntas pada 2011.

Sampai sekarang sudah berdiri berapa tower?

Hingga kini, swasta yang menyatakan minatnya berpartisipasi membangun tower itu cukup banyak. Pada tahun 2007, sebanyak 78 tower berdiri. Dari jumlah tersebut, 43 di antaranya rusunawa - salah satunya di Marunda, Jakarta Utara, sedang 35 sisanya ditawarkan sebagai rumah susun yang dapat dimiliki (rusunami). Semuanya berdiri di kawasan Jabodetabek. Sedangkan kota-kota lainnya masih melihat perkembangan di Jakarta.

Berapa kapasitas 78 tower itu?

Bervariasi. Rata-rata paling rendah enam lantai. Setiap lantai antara 30 unit hingga 44 unit. Hal ini bergantung luas lahannya.

Tahun 2008, targetnya berapa?

Kami memproyeksikan 88 tower. Dari proyeksi sebesar itu, target potensialnya sebesar 143 tower untuk seluruh Indonesia. Tapi sebagian besar akan berdiri di Jabodetabek. Di kawasan itu ternyata menyerap cukup banyak.

Adakah kesulitan dalam penyediaan lahan di wilayah Jakarta?

Tanah yang dimanfaatkan untuk lahan tower diadakan dengan tiga cara. Pertama, tanah milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau pemerintah. Kedua, tanah hasil konsolidasi di daerah kumuh. Ketiga, tanah yang diusahakan para pengembang. Sekarang yang banyak digunakan adalah tanah pengembang. Sebenarnya dengan tanah negara lebih bagus dan akan optimal. Persoalannya, masih terbentur dengan berbagai peraturan, seperti Undang-Undang No 1/2004 tentang Penyelenggaraan Kekayaan Negara, Peraturan Pemerintah (PP) No 6/2006 tentang Bagaimana Pengelolaan Aset Negara. Di situlah kendalanya. Namun sekarang tengah dilakukan revisi. PP No 6/2006 sedang direvisi sehingga mudah-mudahan tanah negara yang cukup luas itu bisa dimanfaatkan. Hasil revisi itu bisa menjadi dasar hukum yang kuat sehingga BUMN bisa melepas tanahnya untuk dibangun perumahan.

Di Jabodetabek, tower itu dibangun di mana saja?

Di Pulogebang, Jakarta Timur ada satu tower. Yang membangun PT Primaland Internusa. Tanahnya milik Perum Perumnas. Di sana nanti akan masuk PT Bakrieland Development Tbk. Proses izinnya segera rampung, sehingga satu dua bulan ini sudah mulai membangun. Di Cawang terdapat satu tower yang dibangun PT Cawang Housing Development. Tower di situ 18 lantai. Seluruhnya sudah terbeli untuk ditempati. Kemudian di Kebagusan, Jakarta Selatan, ada beberapa tower yang tengah dibangun PT Gapura Prima. Yang juga memasuki tahap penyelesaiannya terdapat di Kota Modern, Tangerang, oleh PT Modernland Realty Tbk, dan di Kelapa Gading oleh PT Tiara Metropolitan Jaya (Agung Podomoro Group).

Pada tingkat harga berapa tower-tower itu ditawarkan?

Terdapat bermacam-macam tipe. Ada tipe 21 hingga tipe 36. Untuk tipe 21 ditawarkan dengan harga Rp 75 juta. Pada tingkat harga tersebut, pengembang maupun konsumen mendapat keringanan pajak. Kalau setiap unit ditawarkan dengan harga Rp 85 juta, maka hanya konsumen yang mendapatkan keringanan pajak, yakni dibebaskan dari PPN.

Apakah ada persentase antara pembangunan rusunami dan rusunawa?

Tidak ada. Semua diserahkan kepada tuntutan pasar saja. Bagi pengembang swasta tidak ada yang mau memasarkannya sebagai rusunawa. Biasanya rusunawa berdiri di atas tanah negara dan mengandalkan APBN atau APBD dalam pembangunannya.

Untuk harga sewanya pun bervariasi antara 800.000 sampai 90.000 per unit.

Dalam rusunami, bagaimana soal status hak kepemilikannya?

Dalam Undang-Undang Rumah Susun diatur bahwa rusun bisa dijual di atas tanah bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB), Hak Pakai, dan Hak Milik. Kalau rusun dibangun di atas lahan hak milik, lalu setiap unitnya hendak dijual sebagai hak milik, maka lahannya yang bersertifikat hak milik itu berubah menjadi HGB.

Apakah sertifikat tanahnya lantas dipecah-pecah?

Tidak. Penjualan rumah susun tidak sama dengan menjual rumah biasa. Kalau kita membangun rumah susun untuk 400 keluarga, tanah yang dibutuhkan cukup 4.000 meter persegi dan itu merupakan milik bersama. Sedangkan yang dijual dan bisa dimiliki adalah satuan atas rumah susun.

Jadi apa sertifikat satuan rumah susun itu?

Setiap pembelian unit rusun, si penghuni memperoleh hak milik satuan rumah susun. Dokumennya bernama sertifikat hak milik satuan rumah susun.

Sering jadi masalah kan soal jaminan atas kepastian?

Soal perlindungan hukum ini, kita sudah lakukan terobosan melalui pembentukan Tim Percepatan Rumah Susun di Kawasan Perkotaan sesuai Keppres No 22/2006. Ada empat langkah strategis yang dilakukan. Pertama, masalah pertanahan. Hal ini menyangkut pemakai akhir. Kedua, masalah perizinan. Ketiga, masalah infrastruktur. Sebab kalau dibebankan ke program itu maka harga yang ditawarkan tidak akan terjangkau. Keempat, masalah pajak, retribusi, termasuk pembiayaan.

Artinya hambatan bukan membangunnya. Justru ketentuan yang harus dibenahi?

Ya, Anda benar. Terutama masalah pertanahan dan perizinan.

Soal Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS). Apakah ketentuannya sudah ada?

Ada. Hal itu diatur dalam Peraturan Menpera. PPRS itu artinya kewenangan mengelola pada rusunami diserahkan kepada para penghuni. Pemerintah berposisi sebagai pendamping. Soal besarnya iuran untuk perawatan benda bersama diputuskan PPRS. Tapi dalam peraturan itu dibuatkan patokan harganya. Peraturan itu berlaku untuk di rusunami bersubsidi. Bagaimanapun ada uang negara di sana. Tapi yang diatur adalah garis- garis besarnya saja.

Bagaimana kekuatan konstruksi tower?

Semua hitungan kekuatan sesuai persyaratan konstruksi adalah selama 100 tahun. Menurut undang-undang minimal 50 tahun. Setelah 50 tahun, kendati tidak ada gempa, harus diperiksa kondisinya. Kekuatan konstruksi itu juga memperhatikan zona gempa. Kita menghitung pada zona VII. Yang jelas, baik rusunami atau apartemen mewah, kekuatan konstruksinya sama.

Pewawancara: Pandapotan Simorangkir/G Windrarto

Last modified: 15/2/08

rilham2new
February 20th, 2008, 09:20 AM
^^ 1000 tower tuntas 2011 ... Bayangkan kalau per bangunan ada 40 unit saja ...

Berarti ada 40 ribu unit, dan bisa bayangkan juga akan ada 40 ribu KK yang tinggal di apartemen :D .... *membayangkan skyline kota2 di Indonesia, a la BANGLADESH, BRAZIL yang dipenuhi tower2 RESIDENSIAL menengah ke bawah ... Istilah gak enaknya "COMMIEBLOCK" lah :D ... Istilah manusiawi nya "HDB" ..." ....

Kalau di Riau nyebut apartemen = Pangsapuri :nuts:... untung aja kita gak punya HIGHWAY, kalau gak pasti bakal pake istilah LEBUHRAYA :nuts:

theriswan
February 21st, 2008, 02:08 PM
Saya adalah member Skycrapper ini sudah lama tidak buka websitenya, maaf sudah lama tidak ikut perkembangan web ini dan memberikan kontribusi..
sebelumnya saya banyak memberi gambar2 paa proyek Sudirman Place, namun sejak June 2007 saya sudah tidak bekerja disana..
skr ini saya masih menghandle proyek Rusunami Tower Pertama yang dibangun di Pulo Gebang, Apartemen Prima 1 Pulo Gebang yang diresmikan Pak SBY April 2007 lalu.. mungkin ada pertanyaan bisa saya bantu kontribusi karena saya cukup sering ikut2 meeting utk bahas Rusunami ini baik dgn Kementerian maupun dengan Koordinasi Wapres..


Di Jabodetabek, tower itu dibangun di mana saja?

Di Pulogebang, Jakarta Timur ada satu tower. Yang membangun PT Primaland Internusa. Tanahnya milik Perum Perumnas. Di sana nanti akan masuk PT Bakrieland Development Tbk. Proses izinnya segera rampung, sehingga satu dua bulan ini sudah mulai membangun. Di Cawang terdapat satu tower yang dibangun PT Cawang Housing Development. Tower di situ 18 lantai. Seluruhnya sudah terbeli untuk ditempati. Kemudian di Kebagusan, Jakarta Selatan, ada beberapa tower yang tengah dibangun PT Gapura Prima. Yang juga memasuki tahap penyelesaiannya terdapat di Kota Modern, Tangerang, oleh PT Modernland Realty Tbk, dan di Kelapa Gading oleh PT Tiara Metropolitan Jaya (Agung Podomoro Group).

BauIng
February 21st, 2008, 03:02 PM
theriswan, lo kerja di Primaland Internusa ya ??

theriswan
February 21st, 2008, 07:19 PM
theriswan, lo kerja di Primaland Internusa ya ??

iya.. saya di project nya...

lombok
February 21st, 2008, 07:31 PM
Solusi yang oot..lebih baik bangun perkotaan di daerah Indonesia yang pulaunya masih jarang orang, selain lbih murah juga bisa bikin tidak kumuh-kumuh...:banana:

BauIng
February 21st, 2008, 07:49 PM
iya.. saya di project nya...

IC.
Soalnya gw punya temen yg dulu kerja di Sudirman Place & sekarang jg di Primaland Internusa.
Trus namanya hampir sama kaya User ID lo.

theriswan
February 22nd, 2008, 07:23 AM
siapa namanya? jgn2 g lg
nama lu siapa?

IC.
Soalnya gw punya temen yg dulu kerja di Sudirman Place & sekarang jg di Primaland Internusa.
Trus namanya hampir sama kaya User ID lo.

bozhart
February 22nd, 2008, 05:18 PM
mungkin ada pertanyaan bisa saya bantu kontribusi karena saya cukup sering ikut2 meeting utk bahas Rusunami ini baik dgn Kementerian maupun dengan Koordinasi Wapres..

di Kelapa Gading oleh PT Tiara Metropolitan Jaya (Agung Podomoro Group).
Lokasi di Kelapa Gading tepatnya di mana? Saya tinggal di Kelapa Gading tetapi belum lihat adanya proyek rusunawa / rusunami ini?

theriswan
February 23rd, 2008, 05:54 AM
Lokasi di Kelapa Gading tepatnya di mana? Saya tinggal di Kelapa Gading tetapi belum lihat adanya proyek rusunawa / rusunami ini?

Ada di Gading Nias Residence
jl. pegangsaan 2 gitu deh
kalo sering jalan di boulevard gading, banyak kok iklannya yang ditulis Hunian Bersubsidi itu....

BauIng
February 23rd, 2008, 10:22 AM
siapa namanya? jgn2 g lg
nama lu siapa?

Cek PM bos.
Thx.

bozhart
February 23rd, 2008, 12:22 PM
Ada di Gading Nias Residence
jl. pegangsaan 2 gitu deh
kalo sering jalan di boulevard gading, banyak kok iklannya yang ditulis Hunian Bersubsidi itu....
Oh ternyata lokasinya di pinggiran Kelapa Gading, gw jarang lewat Jl Pegangsaan Dua sebab itu daerah industri :) Thanks infonya.

bozhart
February 23rd, 2008, 08:16 PM
@ theriswan. Rusunawa di Semarang ada di daerah Kaligawe itu tepatnya di mana? Thanks.

=NaNdA=
March 15th, 2008, 12:35 PM
Ada di Gading Nias Residence
jl. pegangsaan 2 gitu deh
kalo sering jalan di boulevard gading, banyak kok iklannya yang ditulis Hunian Bersubsidi itu....

ini ya?

http://www.antaraphoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1205554625

JAKARTA, 15/3 - PERCEPAT PEMBANGUNAN. Wapres Jusuf Kalla (kanan) didampingi (kiri-kanan) Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Menteri BUMN Sofyan Djalil, dan Menpera Yusuf Anshari mendengarkan penjelasan Direktur Proyek Gading Nias Residence Paul Christian (tengah) mengenai pembangunan rumah susun sederhana milik Gading Nias Residences di Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (15/3). Wapres meminta proses pembangunan rumah susun sederhana untuk masyarakat dipercepat pembangunannya. FOTO ANTARA/Saptono/ed/spt/08

=NaNdA=
March 15th, 2008, 12:40 PM
http://www.antaraphoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1205562799

JAKARTA, 15/3 - SOLUSI PERUMAHAN. Wapres Jusuf Kalla (tengah) didampingi (belakang) Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Menpera Yusuf Anshari mendapat penjelasan dari Dirut Perumnas Himawan Arief (kiri) mengenai pembangunan apartemen bersubsidi yang dibangun untuk masyarakat menengah ke bawah di Cengkareng, Jakarta, Sabtu (15/3). Wapres meminta percepatan pembangunan rumah susun sederhana yang merupakan salah satu solusi menangani masalah perumahan di Jakarta dan sekitarnya. FOTO ANTARA/Saptono/Spt/08

bozhart
March 16th, 2008, 05:54 PM
ini ya?
Betul. Gading Nias Residences akan dibangun 14 tower oleh grup Agung Podomoro. Ini list beberapa rusunami / rusunawa lain.
http://img222.imageshack.us/img222/4655/listwr2.jpg

Foto lain:
1
http://img222.imageshack.us/img222/5605/gdgniasle8.jpg

2
http://img222.imageshack.us/img222/3806/maketqc9.jpg

=NaNdA=
March 17th, 2008, 06:04 AM
gile Yellow tower banyak amat unitnya..
ada pic-nya ga?

eh Menara Cawang dimana ya?

AceN
March 17th, 2008, 07:46 AM
^^ di cawang pasti :D

lombok
March 17th, 2008, 09:28 AM
Please..jangan mahal-mahal kasihan, nanti yang tinggal di daerah kumuh-kumuh kagak bisa beli:bash::bash:. Gua rasa harganya max : 50 juta satu apartemen biar mereka bisa beli. Hitung help yang tinggal-tinggal di daerah kumuh & amal-ibadah AMIEN...:banana:

Blue_Sky
March 17th, 2008, 10:14 AM
Bakriegroup memberi nama prestisius mereka "Apartment Bakrie" untuk proyek rumah susun :D

rilham2new
March 18th, 2008, 01:22 PM
^^ akhirnya :) ..... ada juga proyek HDB di Indonesia :) .... Jangan perumnas mulu :D .....

Pemerintah memang harus mendukung swasta untuk proyek2 swasta seperti ini :) ... Kasih kemudahan kalau perlu :) ..... Ohyaa,, aku berdoa semoga Itu DEVELOPER dapat proyek sudah sesuai Tender ..... :) ...

Jadi bukan proyek "pelarian" dari developer (yang biasanya ngurusin bangunan mewah) ke pasar yang lebih "panas" ....

=NaNdA=
March 21st, 2008, 05:59 PM
Lima Tower Rumah Susun Selesai Agustus
Rabu, 19 Maret 2008 | 19:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menteri Negara Perumahan Rakyat, Yusuf Asy'ari, mengatakan lima tower rumah susun sederhana milik (rusunami) akan segera serah terima kunci hingga Agustus 2008. Sedangkan proyek rusunami di Cawang akan diselesaikan pada akhir tahun ini.

Lima tower yang akan segera serah terima kunci itu yaitu masing-masing dua tower di Tangerang milik PT Modernland Realty dan PT Reka Rumanda Agung-Perumnas. Sedangkan satu tower di Cibubur dikembangkan oleh PT Rajawali Core Indonesia.

"Kalau bisa Agustus 2008 ini lebih banyak banyak lagi pengembang yang serah terima kunci," ujar Anton dalam kunjungan lapangan ke lokasi rusunami di Cawang, Rabu (19/3). Namun begitu pengembang tidak mengabaikan kualitas konstruksi fisik bangunan, terutama syarat keamanan.

=NaNdA=
March 22nd, 2008, 04:23 PM
2/03/08 20:18
Pemanfaatan Tanah BUMN Untuk Rusunami Tunggu Revisi Perpres

Jakarta (ANTARA News) - Pemanfaatan tanah BUMN untuk pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) terganjal Perpres No. 6 tahun 2006 yang saat ini masih menunggu revisi salah satu pasalnya.

"Perpres yang mengatur pengelolaan barang milik negara atau daerah merupakan penjabaran UU No. 1 tahun 2004 tentang perbendaharaan negara," kata Deputi bidang Rumah Formal Kementerian Negara Perumahan Rakyat, Zulfi Syarif Koto di Jakarta, Sabtu.

Menurutnya, hanya terdapat satu pasal yang sebenarnya direvisi akan tetapi dampaknya kepada tanah-tanah BUMN agar dapat diganti statusnya dari Hak Pemilikan Lahan (HPL) menjadi Hak Guna Usaha (HGU) agar dapat diikat perbankan.

Apabila berpegang kepada peraturan maka BUMN harus melepas tanah tersebut berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) yang berlaku, sementara tanah-tanah BUMN di DKI Jakarta sebagian besar memiliki lokasi strategis dengan NJOP di atas Rp5 juta per meter persegi.

Padahal, kata Zulfi, untuk membangun Rusunami dengan harga di bawah Rp144 juta berarti membutuhkan tanah dengan harga Rp1 juta per meter persegi sehingga sepanjang adanya peraturan tersebut mustahil BUMN melepas dengan harga sebesar itu.

Direksi BUMN tentu tidak ingin dipenjara karena melanggar undang-undang menjual aset negara di bawah harga yang disyaratkan ancamannya selain dapat dicopot dari jabatannya juga kena sanksi pidana kurungan dan denda, paparnya.

Kondisi ini yang membuat pengadaan tanah Rusunami di lahan milik DP3K (Dewan Pengelola Pengembangan Proyek Kemayoran) belum juga diikat bank karena statusnya masih tanah negara (Setneg), ungkapnya.

Terkait hal tersebut, kata Zulfi, pemerintah memfokuskan pembangunan Rusunami di tanah-tanah yang dikembangkan swasta karena lebih mudah diikat bank untuk kredit konstruksi maupun kredit pemilikan (bagi pembeli Rusunami).

Data Kementerian Perumahan Rakyat menunjukkan dari 26 tower (7.260 unit) Rusunami yang dibiayai BTN sebagian besar berdiri di atas tanah yang dibebaskan pihak swasta terdapat di 11 lokasi.

Lokasi yang telah dibiayai Kredit Pemilikan "Apartemen Sederhana" berada di Cawang Residence 1 tower (731 unit), City Park Cengkareng 2 tower (602 unit), Crow Residence Daan Mogot 1 tower (431 unit).

Proses persetujuan City Park Cengkareng 5 tower (1.217 unit), Rusun Pulogebang 1 tower (416 unit), Permata Surya Taman Palem 4 tower (576 unit), Kebon Jeruk 1 tower (700 unit), Kali Malang Residence 3 tower (1009 unit).

Kemudian Modern Land 3 tower (1188 unit), Cibubur 4 tower (220 unit), dan Kahfi Residence 1 tower (600 unit), jelasnya. (*)

COPYRIGHT © 2008

=NaNdA=
April 2nd, 2008, 05:02 PM
http://www.antarafoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1207127238

KARANGANYAR, 2/4 - PERUMAHAN PEKERJA. Sejumlah rumah di Kawasan Siap Bangun (Kasiba) Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar, Jateng, masih dalam proses pembangunan, Rabu (2/4). Rumah untuk pekerja berpenghasilan rendah itu, untuk tahap pertama dipersiapkan 1000 unit hunian tipe 21 dengan subsidi senilai Rp.9.000.000,- per unitnya. FOTO ANTARA/Andika Betha/ama/08

lombok
April 9th, 2008, 10:15 AM
Perumnas Bangun Apartemen Untuk Warga Berpenghasilan Rendah

Rabu 9 April 2008, Jam: 14:09:00

JAKARTA (Pos Kota) - Warga yang belum memiliki rumah, tapi pendapatan perbulan hanya Rp 2,5 juta sampai Rp 4,5 juta, tidak menutup kemungkinan bisa menempati apartemen.

"Perum Perumnas meluncurkan apartemen bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan Rp 4,5 juta sampai Rp 2,5 juta perbulan dengan harga apartemen tipe 21 Rp 86 juta atau tipe paling kecil, terbesar tipe 36 dengan harga Rp 144 juta" kata Direktur Pemasaran Teddy Robinson, Rabu (9/4)
pagi.

Salah satu apartemen bersubsidi untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah itu dibangun di Pulogebang, Jakarta Timur yaitu Sentra Timur Residence sebanyak 11 tower atau 4.500 unit.

Subsidi yang diberikan pengembang plat merah ini antara subsidi selisih bunga, bagi pegawai negeri mendapat pinjaman uang muka (PUM) sebesar Rp 20 juta dari Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum) dan untuk
pegawai swasta bantuan Rp 10 juta dari Jamsostek.

Sedangkan untuk pembeli rumah susun milik (rusunami) dengan harga sampai Rp 144 juta, pemerintah memberikan kebijakan bebas pajak pertambahan nilai (PPN).

"Untuk mensosialisasikan lokasi rumah-rumah yang dibangun, Perumnas menyelenggarakan Pameran Hunian Bersubsidi 2008 di Balai Kartini, Jakarta mulai 10 sampai 13 April," jelas Teddy.

lombok
June 25th, 2008, 07:16 PM
Rabu, 25/06/2008 19:11 WIB

Marta & Cipta bangun rusunami di Bekasi
oleh : Asep Dadan M

JAKARTA (Bisnis.com): PT Marta Amanta Suraga (MAS) dan PT Cipta Kreasi Fasilita akan membangun rusunami Samawi Bintara di Bekasi senilai investasi Rp80 miliar untuk dua menara.

Rusunami itu akan mulai dibangun pada September 2008 dan diperkirakan rampung pada September tahun depan pada menara pertama dan pada akhir 2010 untuk menara kedua.

Rusnami itu dibangun di atas lahan 5.800 m2 dengan luas bangunan 9.000 m2 untuk dua tower setinggi 12 lantai dengan total 484 unit.

Dirut MAS Deden Sudarbo mengatakan prospek pasar rumah susun di pinggiran Jakarta seperti Bekasi cukup tinggi, apalagi daerah tersebut banyak terdapat karyawan dan buruh.

"Kami akan membangun rusunami dengan konsep yang lebih manusiawi, pencahayaan yang cukup, dan fasilitas publik yang memadai,' ujarnya pada saat peluncuran produk itu di Jakarta sore tadi. (tw)

lombok
August 24th, 2008, 01:49 PM
Low-Cost Flat Transformed into Green Construction
Friday, 22 August, 2008 | 12:39 WIB

TEMPO Interactive, Jakarta: The State Housing Company (PT Perum Perumnas) will renew low-cost flats in three areas and add 15 floors each making them 20 floors starting next year. Perumnas’s Marketing Director Teddy Robinson explained the project will include the flats in Kebon Kacang (Jakarta), Sukajadi (Bandung), and Sukarame (Medan).

“We will use green construction with these flats,” he said yesterday.

Teddy mentioned Perumnas will be partnered with a private developer as construction will cost around Rp700 billion.

As the old building will be destroyed, recent residents will be moved temporarily to new flats. They probably will need to pay additional rent for staying at the renewed building. “We are still calculating the rent,” said Teddy.

Mimihitam
February 6th, 2009, 03:02 PM
90 Tower Rusunami Rampung Tahun Ini

BERITAJAKARTA.COM — 06-02-2009 19:33
Untuk memenuhi kewajibannya sebagai pengembang, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) berjanji akan merampungkan pembangunan 90 tower rumah susun sederhana hak milik (Rusunami) tahun ini. Dan 30 tower lagi dipastikan akan selesai tahun 2010. Sehingga, dalam dua tahun ke depan, DPD REI akan memenuhi kewajibannya dengan membangun 120 tower dari 250 tower yang menjadi kewajibanya.

Petunjuk teknis pembangunan rusunami itu diatur Pergub Nomor 136 Tahun 2007 tentang Pedoman Percepatan Perizinan Rusunami. Dan 90 tower yang dibangun tahun ini sudah sesuai dengan koefisien lantai bangunan (KLB) hasil revisi perda tersebut yaitu 3,5. Sebelumnya, KLB ditentukan 6. Seperti diketahui, koefisien lantai bangunan (KLB) merupakan angka yang menunjukkan perbandingan antara luas lantai yang boleh dibangun dengan luas persil keseluruhan.

Ketua DPD REI DKI Jakarta, Setyo Maharso, mengatakan, pembangunan 250 tower itu akan dilakukan oleh 28 pengembang. Untuk satu tower, pembangunannya membutuhkan waktu 8-12 bulan. “Saat ini yang sudah digarap ada 120 tower, tapi yang ditargetkan selesai pada tahun ini baru 90 tower,” katanya usai menghadap Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, di Balaikota, Jumat (6/2)

Ke-90 tower itu mayoritas tersebar di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Seperti di wilayah Cakung, Pesanggarahan, dan Cengkareng. Nantinya seluruh tower yang tuntas pembangunannya pada 2009 ini sudah dapat langsung dihuni. "Sekarang tinggal finishing. Nanti kalau sudah selesai langsung bisa ditempati," ujarnya.

Terkait KLB yang baru, Ketua DPD REI DKI Jakarta, mengatakan, sejatinya penetapan KLB 3,5 untuk bangunan bertingkat di Jakarta kurang tepat. Standarnya untuk KLB di DKI Jakarta yaitu 4. Dengan standar KLB ini, maka pengembang masih bisa mengambil keuntungan. Apalagi, jika standar KLB-nya 6. Maka tentu akan lebih banyak keuntungan yang bisa diambil. "Kami bukannya mau menggugat Pergub 136 Tahun 2007. Hanya kami ingin ada kepastian hukumnya. Jika mau adil, idealnya, KLB untuk DKI Jakarta berada pada angka 4,” papar Setyo Maharso.

Dengan ditetapkannya KLB 3,5, kata Setya Maharso, sebenarnya masih ada persoalan tertentu yang masih dapat dibicarakan. Misalnya, jika letak rusunami itu berdekatan dengan sentra pelayanan publik seperti terminal, dan stasiun KA, maka idealnya dapat dilakukan pembicaraan lagi.


Reporter: nurito

http://beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=32443

Ocean One
December 14th, 2009, 10:09 AM
Proyek rusunami dipastikan sesuai target

Bisnis Indonesia, JAKARTA - Kementerian Negara Perumahan Rakyat menyatakan pengajuan izin untuk pembangunan proyek rumah susun sederhana milik (rusunami) sudah mencapai 787 menara atau 78% dari target 1.000 menara pada 2011.

Deputi Menpera Bidang Perumahan Formal Zulfi Syarif Koto mengatakan minat pengembang membangun rusunami kembali membaik setelah ada komitmen dari Menteri Negara Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa yang akan menghilangkan hambatan-hambatan pada proses pembangunan 1.000 menara rusunami.

"Kami masih optimistis target 1.000 menara bisa terealisasi pada 2011. Sekarang saja pengajuan izin sudah mencapai 787 menara, dan yang sudah melakukan konstruksi sudah mencapai 90 menara," ujarnya saat meresmikan menara kedua proyek rusunami Kebagusan City yang digarap oleh PT Perdana Gapuraprima Tbk akhir pekan lalu.

Proyek rusunami sempat tersendat pada awal 2009 karena ada perubahan regulasi mengenai pembatasan ketinggian lantai oleh Pemprov DKI Jakarta. Sejumlah pengembang juga memperlambat proyek rusunami karena harga hunian bersubsidi yang ditetapkan Rp144 juta per unit dinilai sudah tidak layak terkait dengan kenaikan harga bahan baku yang harus dikeluarkan pengembang.

Zulfi mengatakan Kemenpera berkomitmen memberantas mafia perizinan di bidang perumahan seiring dengan komitmen Kabinet Indonesia Bersatu jilid II dalam program 100 harinya. Jika perizinan dapat dipersingkat, biaya pembangunan rusunami bisa dikurangi sehingga harga tidak perlu naik.

Kemenpera juga memberikan ruang yang besar bagi pengembang dalam menyediakan hunian bersubsidi, nonsubsidi, dan kawasan komersial, sehingga masalah harga bisa diantisipasi dengan melakukan subsidi silang.

Benahi perizinan

Zulfi menambahkan masalah perizinan, pertanahan, dan pembiayaan menjadi target Kemenpera untuk dibenahi dalam mendukung penyediaan rumah.

Menurut dia, masalah perizinan sudah mengalami kemajuan dengan disahkannya Undang-Undang Pelayanan Publik No. 25/2009 dan Undang-Undang mengenai Pajak dan Retribusi Daerah, sehingga beberapa hambatan dalam pembangunan perumahan dan permukiman bisa diselesaikan.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Perdana Gapuraprima Tbk Rosihan Saad mengatakan perseroan berencana membangun tiga menara rusunami di Kebagusan. Menara pertama sudah rampung dan habis terjual sehingga dilanjutkan dengan menara kedua. Total biaya investasi untuk tiga menara itu sebesar Rp300 miliar.

DjayRX
December 14th, 2009, 04:55 PM
Proyek rusunami dipastikan sesuai target

Target pembangunannya iya pak, sesuai target....

Target pelaksanaannya ada nggak sih ?? Berapa persen pembeli yang subsidi berapa yang nggak (dan berapa yang cuma nginvest) ??

Gw kecewa waktu dikasih brosur "Apartemen Bersubsidi di XXXXXXX" "Cocok untuk mahasiswa, karyawan, dan pengusaha muda" --> Pengusaha muda perlu disubsidi ?? Kalo pengusaha muda buka warung kelontong boleh deh :bash:

Ocean One
December 16th, 2009, 07:38 AM
2010, Moderland Bangun 18 Menara Rusun Murah
Dirut Modernland Realty Edwyn Lim: "Rusunami ini kita beri nama Modern Park Pulogadung."
RABU, 16 DESEMBER 2009


VIVAnews - PT Modernland Realty Tbk (MDLN) akan memulai pembangunan 18 menara (tower) apartemen bersubsidi atau rumah susun sederhana milik (rusunami) di bilangan Jakarta Timur pada tahun depan (2010).

"Rusunami ini kita beri nama Modern Park Pulogadung," kata Direktur Utama Modernland Realty Edwyn Lim kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu, 16 Desember 2009.

Menurut Edwyn, pengembangan apartemen bersubsidi tersebut baru bisa dilaksanakan pada tahun depan, karena saat ini masih dalam proses perizinan. "Kita targetkan, 2010 star konstruksi," kata dia.

Sebab, kata dia, pembangunan rumah susun (rusun) murah sebanyak 800 unit tersebut berada di atas lahan milik perseroan seluas 1,7 hektare. "Jadi, tidak terkendala masalah penyediaan tanah," ujar Edwyn.

Bahkan, Edwyn mengaku, perseroan tidak akan menghadapi masalah pendanaan. Pasalnya, selain dari penjualan awal atau pre selling unit, Modernland juga telah mendapatkan kepastian dari pihak perbankan untuk memberi pinjaman.

"Bersamaan dengan pembangunan, kita juga akan buka penjualan unit," kata dia.

Ocean One
January 6th, 2010, 06:52 PM
Rusunawa Bekasi Mulai Disewakan
Rabu, 6 Januari 2010

http://img.antara.co.id/stockphotos/peristiwa/bisnis-properti230709.jpg

Bekasi (ANTARA News) - Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang berlokasi di Jalan Underpass Kota Bekasi kini sudah mulai disewa dengan sudah masuknya permohonan 36 warga setempat untuk tinggal di tempat tersebut.

Sekda Kota Bekasi, Tjandra Utama Effendi, di Bekasi, Selasa, mengatakan, akan menyewakan satu lantai atau 96 unit rusunawa pada tahap awal setelah dilakukan perbaikan dengan dana Rp1,6 miliar.

Rusunawa berlantai empat itu di Bekasi Jaya, kecamatan Bekasi Timur itu sebelumnya telah di cat dan diperbaiki instalasi listrik serta air.

Ia menyatakan, Rusunawa yang mulai dibangun sejak 2005 terlambat dimanfaatkan akibat pemerintah pusat baru menyerahkan ke Pemkot baru-baru ini.

Pada 2007 lalu, Pemkot sempat mengalokasikan dana sebesar Rp1,4 Milyar untuk gardu listrik dan air bersih, namun akibat belum diserahkan pengelolaanya, berdampak pada rusaknya prasarana itu oleh tangan jahil.

"Usai perbaikan, kita segera akan mengumumkan kepada warga yang berkeinginan tinggal di sana. Kita sangat sesalkan adanya pihak-pihak yang mengambil beberapa peralatan di rusunawa hingga mengganggu fasilitas seperti listrik dan air," ujarnya.

Ia mengatakan, rumah susun itu akan disewakan dengan harga terjangkau, agar warga masyarakat bisa terbantu mendapatkan rumah layak huni di lokasi strategis dengan harga murah.

Aparatnya kini telah menetakpan skema nilai sewa yang wajar dan tidak memberatkan, namun bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan asli derah (PAD).

"Kebetulan ada beberapa Rusunawa yang sudah digunakan di daerah lain, dan kita akan pelajari bagaimana konsep sewanya," ujar Tjandra.

Untuk pengikatan sewa menyewa, nantinya ada beberapa aturan yang harus disetujui bersama antara penyewa dan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Rusunawa.

Kontrak itu akan ditandatangani bersama yang memuat beberapa klausul tentang hak dan kewajiban, sementara penyewa dipastikan penduduk ber-KTP Kota Bekasi.

"Kita pasti menolak kalau warga dari luar Kota Bekasi. Penyewa harus membuktikan diri memiliki KTP Kota Bekasi dan pegawai UPTD-lah yang menyeleksi calon penghuni," ujarnya.

Ocean One
January 6th, 2010, 07:54 PM
Luwu Timur Akan Bangun Enam Rusunawa
KAMIS, 7 JANUARI 2010

Malili, Tribun - Salah satu agenda pada 100 hari pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah peresmian proyek rumah susun sewa sederhana (rusunawa) yang tersebar di beberapa daerah se-Indonesia.

Salah satu rusunawa yang akan diresmikan SBY yaitu Rusunawa Sorowako, Kabupaten Luwu Timur (Lutim).

"Jika tidak ada halangan, akhir bulan Januari rusunawa di Sorowako sudah diresmikan dan bisa dihuni. Untuk itu, perlu persiapan menjelang peresmian," kata Wakil Bupati Lutim, Saldy Mansur, saat membuka rapat perencanaan peresmiaan rusunawa di Sorowako, Selasa (5/12).

Hadir dalam rapat itu antara lain Camat Nuha, Amran Aminuddin, badan pengelola rusunawa, KWAS, perwakilan PLN Palopo dan Cabang Malili.
Manager Regional Goverment and Communication PT Inco, Tri Rachman Batara, juga turut hadir pada pertemua itu.

Saldy menuturkan, jika rusunawa di Sorowako diresmikan tepat pada akhir Januari, maka Pemkab Lutim akan mengajukan enam tower rusunawa lagi ke pemerintah pusat dengan anggaran sekitar Rp 90 miliar.

"Rencananya tiga blok gedung rusunawa di Sorowako dan tiga blok gedung rusunawa di Malili. Satu blok gedung rusunawa itu senilai 15 miliar rupiah yang mudah-mudahan disetujui pemerintah pusat," kata Saldy.

Dalam waktu dekat, Saldy akan ke Jakarta untuk bertemu dengan pihak Departemen Pekerjaan Umum dalam rangka pengajuan penambahan pembangunan enam blok gedung rusunawa.

Untuk calon penghuni, Badan Pengelola Rusunawa akan mengadakan pemilihan kamar atau apartemen pada 16 Januari 2010, termasuk sewa kamar.

"Kalau bisa biaya sewanya terjangkau bagi masyarakat kita yang kurang mampu sehingga tidak memberatkan mereka," kata Saldy.

Ocean One
June 20th, 2010, 08:18 AM
Proyek Seribu Menara Ditargetkan Selesai 2012
Minggu, 20 Juni 2010

TEMPO Interaktif, Tangerang - Kementerian Perumahan Rakyat mentargetkan proyek pembangunan rumah susun 1.000 menara akan tercapai pada tahun 2012 mendatang. Keyakinan ini, menurut Deputi Menteri Perumahan Rakyat, Zulfi Syarif Koto, terlihat dari perkembangan proyek yang dicanangkan pada era wakil Presiden Jusuf Kalla saat ini sudah mencapai 70 persen.

" Sudah 747 unit dari 1.000 tower yang ditargetkan," ujarnya kepada Tempo, usai peletakan batu pertama Anomi Paragon Village di Karawaci, Tangerang, Sabtu (19/7).

Menurut Zulfi, dari 747 menara tersebut, 357 diantaranya telah memenuhi proses perizinan dan lokasinya tersebar di sepuluh kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Malang, Batam, Surabaya, Medang, serta Palembang.

Sementara tahun ini untuk yang peletakan batu pertama 100 menara dari yang direncanakan baru 88 menara, 30 diantaranya sudah serah kunci. Sementara 40 menara sudah tutup atap.

Zulfi mengatakan, dari rumah susun yang sudah selesai dibangun itu lebih dari 40 ribu unit laku terjual dengan harga minimal Rp 90 juta dan maksimal di bawah Rp 200 juta.

Pemerintah, kata dia, optimistis program ini dapat dicapai dan memenuhi kebutuhan pasokan rumah sederhana dengan sistem vertikal sekitar 400-600 unit. Dia menambahkan, Keputusan Presiden Nomor 22 tahun 2007 tentang Percepatan Pertumbuhan Rumah Susun menjadi faktor cepatnya progres proyek tersebut.

Sebab dalam Kepres itu ada lima hal strategis yang harus dipercepat yaitu, perizinan, infrastruktur, pajak, perencanan, dan pembiayaan.

Namun, kata Zulfi, dari kelima hal itu bisa salah satunya yang bisa menghambat." Tapi di setiap wilayah permasalahannya berbeda. Ada yang lancar seperti Surabaya dan Tangerang," katanya. Sementara wilayah yang memiliki hambatan yang berarti adalah Jakarta. "Tapi kami paham karena Jakarta adalah Ibu kota negara," katanya.

Ocean One
June 20th, 2010, 09:28 AM
Minggu, 20/06/2010
Anggota REI & Apersi ragu bangun RSh

JAKARTA (Bisnis.com): Sebagian pengembang yang tergabung dalam REI dan Apersi masih ragu menjual dan membangun rumah sederhana sehat (RSh) bersubsidi akibat belum ada kepastian perubahan pola subsidi yang rencananya diterapkan mulai 1 Juli tahun ini.

Daniel Djumali, Bendahara Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi), mengatakan penjualan RSh hingga awal semester I/2010 oleh anggota asosiasi itu tidak sesuai target awal, akibat rencana perubahan pola penyaluran subsidi tersebut.

“Kinerja penggembang anggota kami menurun. Hingga awal Juni, pembangunan RSh turun 30% dari target yang sudah ditetapkan. Sebagian pengembang masih ragu mengenai implementasi ini karena presepsinya masih belum seragam,” ujarnya dalam sebuah diskusi yang membahas masa depan pembiayaan rumah bersubsidi, akhir pekan lalu.

Daniel mengatakan sejak rencana perubahan pola subsidi selisih bunga dan uang muka menjadi fasilitas likuiditas ini digulirkan akhir tahun lalu, pengembang mulai mengkaji ulang target-target pembangunan RSh.

Kondisi ini membuat penjualan dan pembangunan RSh mengalami stagnasi bahkan turun.

Apalagi, beberapa perbankan juga mulai memperketat pembiayan baik untuk kredit konstruksi maupun kredit kepemilikan rumah (KPR) RSh bersubsidi.

Kementerian Negara Perumahan Rakyat akan mengubah penyaluran subsidi rumah mulai 1 Juli 2010.

Dana subsidi yang selama ini diberikan berupa selisih bunga dan uang muka akan diganti menjadi fasilitas likuiditas yang akan ditempatkan pada bank penyalur kredit.

Menpera Suharso Monoarfa mengatakan perubahan ini untuk meringankan beban masyarakat dan menjamin keberlangsungan pembayaran KPR karena suku bunga bisa dipertahankan 7%-9% selama masa angsuran.

“Selama ini subsidi selisih bunga hanya berlaku selama 3 tahun-6 tahun. Begitu masa subsidinya habis, bunga KPR kembali ke suku bunga pasar sehingga berpotensi meningkatkan kredit macet. Pada pola baru ini, konsumen akan membayar cicilan yang stabil selamanya,” jelasnya.

Ocean One
June 23rd, 2010, 03:36 PM
Pembangunan Rusunawa di Solo Perlu Diapresiasi
Rabu, 23 Juni 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/06/23/1955335p.jpg

Rusunawa di Solo


SOLO, KOMPAS.com - Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan Negara Iran, Ali Nikzad S mengatakan, pembangunan rumah susun sederhana sewa di Solo, Jawa Tengah, Indonesia merupakan proyek yang sukses dan perlu mendapat apresiasi.

Hal tersebut dikatakan Ali Nikzad, bersama rombongan delegasi konferesi "Asia Pacific Ministerial Conference on Housing and Urban Development (APMCHUD)" saat berkunjung di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), di Semanggi, Solo, Jawa Tengah, Rabu. Namun, kata Ali Nikzad, standar lokasi apartemennya perlu lebih ditingkatkan.

Menurut Menteri Iran, di negaranya, Menteri Perumahan sangat mendukung pembangunan perumahan seperti di Indonesia ini. Jumlah pembangunan perumahan di Iran mencapai satu juta unit per tahun. Pembangunan perumahan di Indonesia baru sedikit dan hal itu perlu ditingkatkan lagi dengan cara menambahkan subsidi terhadap menteri yang membidangi.

"Kami berharap Indonesia melakukan pembangunan perumahan ini terus ditingkatkan sehingga kami datang kembali ke sini sudah ada perkembangannya," Ali Nikzad juga Chairman of The Second Bureau of APMCHUD.

Menurut dia, Indonesia merupakan negara besar yang mempunyai potensi untuk dapat mencapai target sesuai diharapkan. Indonesia tinggal mengatur dengan menambahkan subsidi ke Kementerian perumahannya.

Ali Nakzad menjelaskan, rumah susun di Solo ini, tempat kunjungan yang diinginkan peserta APMCHUD sebagai perbandingan antara kota di Indonesia dan negaranya, dan bagaimana mencari jalan solusinya. Hal tersebut, kata dia, menjadi suatu langkah untuk mencapai regulasi dan revitalisasi mengaturan rumah tinggal yang di ada komplek areal.

Menurut dia, proyek yang bagus dan sukses dan perlu didukung semua pihak yang harus terus dikembangkan. Untuk meningkatan kualitas kehidupan di rumah susun lebih baik, adanya peningkatan kualitasnya. "Kami di negara Iran mempunyai pengalaman seperti rumah susun di Kota Solo ini, tetapi 10 tahun yang lalu," katanya.

Namun, Iran pengembangnya sudah berbeda sehingga fasilitas yang diberikan juga berbeda.
Menurut dia, Iran dan Indonesia merupakan negara Muslim sebaiknya pembangunan rumah susun ukurannya lebih besar. "Di Solo, jumlah rusunawa sebanyak 198 unit dengan ukuran 24 meter persegi. Bagi kami orang muslim, luasnya terlalu kecil".

Kendati demikian, Ali Nikzad mengharapkan Pemerintah Indonesia untuk memberikan tambahan subsidi pembangunan rumah susun untuk meningkatkan fasilitas.

Sementara para Delegasi APMCHUD setelah mengunjungi rumah susun dilanjutkan ke Pasar Notoharjo atau lokasi pedagang kali lima. Delagasi lainnya juga mengunjungi Pucang Sawit daerah banjir yang sudah ditinggalkan warganya direlokasi ke daerah lain.

Ocean One
August 11th, 2010, 06:16 PM
Rabu, 11/08/2010
Ekspansi RSh di Sumut terganjal lahan


MEDAN: DPD Real Estat Indonesia Sumatra Utara (Sumut) menilai perkembangan perumahan di daerah ini terganjal perizinan dan minimnya lahan yang dapat dijadikan sebagai perumahan sehat sederhana (RSh).

Ketua DPD REI Sumut Rusmin Lawin menegaskan saat ini untuk mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) di Sumut sulit dan membebani pengembang untuk membangun rumah.

“Dengan kendala tersebut sulit bagi pengembang di daerah ini untuk merealisasikan pembangunan RSh [rumah sehat sederhana] sebanyak 8.000 unit yang dipatok pada 2010,” ujarnya di Medan hari ini.

Rusmin menambahkan hal itu juga terjadi di daerah kabupaten lain di Sumut, yang kesulitan mengajak pemerintah daerah mengembangkan perumahan karena pola pandang selalu berorientasi proyek.

Padahal, katanya, pertumbuhan ekonomi satu daerah dapat dipacu dengan membangun perumahan karena terkait dengan sekitar 165 industri lain yang bisa bergerak kalau sektor properti dipacu.

REI Sumut, lanjutnya, sudah mulai menyuarakan masalah ini sejak beberapa tahun terakhir kepada pemerintah kabupaten dan kota yang ada di Sumut, namun kurang mendapatkan respons.

Daerah-daerah pemekaran baru seperti Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Gunung Sitoli, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, dan daerah lain membutuhkan rumah untuk pegawai negeri sipil (PNS).

“Saat ini sulit bagi PNS untuk mendapatkan rumah di daerah pemekaran itu, karena tidak ada pengembang yang mau masuk. Hanya Perum Perumnas yang membangun perumahan di Humbang Hasundutan,” tutur Rusmin.

Mobel Siboro, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Humbang Hasundutan, Sumut mengakui banyak tawaran dari pengembang untuk membangun rumah di daerah ini, namun terbentur soal pembebasan lahan.

“Pembebasan lahan bukan urusan pemerintah daerah, tetapi pengembang itu sendiri. Jadi jangan hanya menyalahkan pemerintah daerah yang tidak mau memberikan stimulus atau rangsangan bagi pengembang,” tuturnya.

Mengenai IMB, kata dia, memang tidak bisa dibebaskan karena terkait dengan pendapatan asli daerah (PAD). “PAD daerah pemekaran itu masih minim. Kalau dibebaskan lagi IMB-nya, dari mana sumber dana untuk membangun daerah yang baru mekar itu,” tuturnya.
http://www.bisnis.com/sektor-riil/properti/1id199749.html

the kamidi
July 18th, 2011, 12:19 PM
Pertumbuhan rusunawa di Solo Raya paling signifikan.Kabar terbaru,pemkot Solo akan mendapat jatah bantuan pembangunan untuk 7 tower rusunawa di kawasan Solo utara.Sukoharjo 2 tower.Boyolali masih menunggu perkembangan.

acoolguyfromnz
July 18th, 2011, 08:01 PM
seharusnya memang developer wajib membangun rusunawa di superblok mereka.