View Full Version : The Badui
numpty
December 1st, 2005, 02:47 AM
not a whole lot of concrete being used here!!!
http://www.the-spiceislands.com/images/Indonesia/Bridge.JPG
http://www.the-spiceislands.com/images/Indonesia/Bridge%20&%20Kids.JPG
http://www.the-spiceislands.com/images/Indonesia/Entering%20Gajebo.JPG
http://www.the-spiceislands.com/images/Indonesia/Keduketug.JPG
more images to be added when i get them uploaded :bash:
more info here (http://www.the-spiceislands.com/Indonesia/badui.htm)
Blue_Sky
December 1st, 2005, 06:32 AM
I heard a lot about Badui
I hope this thread can give me more information about them
XxRyoChanxX
December 1st, 2005, 08:09 AM
where's badui?
macgyver
December 1st, 2005, 08:13 AM
Miss that kinda river :-(
I am sure there are so many fish I can fish there :D
and
Swim ..... ooppss
627
December 1st, 2005, 09:11 AM
wow thats impressive... as impressive as any of jakarta's skyscrpers
numpty
December 1st, 2005, 11:10 AM
where's badui?
the badui are a group of people who live in splendid isolation from the rest of indonesia
they know nothin of the bali bombs, suharto or ronaldhino, they have no pollution, no traffic jams...lucky buggers
tata
December 1st, 2005, 12:25 PM
where's badui?
badui lives in remote village in Banten.
JAG2
December 1st, 2005, 12:59 PM
I like the bamboo bridge .
h4nh4n
December 1st, 2005, 01:59 PM
^^
i agreed, the design remind me the habour bridge :D
ryanr
December 1st, 2005, 10:58 PM
the badui are a group of people who live in splendid isolation from the rest of indonesia
they know nothin of the bali bombs, suharto or ronaldhino, they have no pollution, no traffic jams...lucky buggers
In that case, they must have been amazed by that camera:D
numpty
December 2nd, 2005, 01:12 AM
they had absolutely no interest in us
sanhen
December 2nd, 2005, 02:06 AM
The Badui (also known as Kanekes) are the descendants of the Pajajaran princes. Their population of between 5,000 and 8,000 is centered in the Kendeng mountains at an elevation of 300-500 meters above sea level. Their homeland in West Java is contained in just 50 km˛ of hilly forest area 120 km from Jakarta, Indonesia's megalopolis of high-rises and fast cars. The Baduis are divided into two sub-groups; the Badui Dalam (Inner Badui), and the Badui Luar. (Outer Badui). No foreigners were allowed to meet the Inner Badui, though the Outer Badui do foster some limited contacts with the outside world.
http://en.wikipedia.org/wiki/Badui
ryanr
December 2nd, 2005, 03:34 AM
Amazing that they live that close to Jakarta...
F-ian
December 2nd, 2005, 07:03 AM
can you make a thead about Suku Anak Dalam too?
jaystar
December 2nd, 2005, 04:42 PM
wwoooowwwww very interesting!!!
i think they have nice life witout the problems in the modern world!!!!
like stress 2 have jobs or not....
Blue_Sky
November 10th, 2006, 08:06 AM
Minggu, 05 November 2006 12:02 WIB
HUMANIORA - Kebudayaan
Wilayah Baduy Tetap Dilarang Jadi Obyek Wisata
SERANG-MIOL: Wilayah Perkampungan Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, tetap dilarang dijadikan obyek wisata bagi orang luar Baduy, kecuali datang untuk sekedar saba (duduluran) atau silaturahim.
"Kita hanya izinkan orang masuk ke kampung kami untuk sekedar saba saja. Kalau dijadikan tempat rekreasi apalagi dijadikan obyek wisata kita larang,” kata Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwi Damar, Kabupaten Lebak, Jaro Dainah di Serang.
Jaro Dainah mengatakan itu berkaitan dengan adanya keinginan pemerintah daerah setempat untuk menjadikan perkampungan Baduy sebagai salah satu tempat wisata.
Jaro mengatakan itu disela-sela Seminar Nasional Mensejahterakan Masyarakat Baduy Melalui Perlindungan Terhadap Tradisi, Adat dan Hak Ulayat Mereka yang diprakasai Paguyuban Warga Banten (Puwnten) dan Yayasan Musyawarah Masyarakat Baduy.
"Sabenerna lembaga adat-mah ngalarang masyarakat baduy dijadikeun objek wisata, tapi pamarentahna tetap wae, kecuali istilahna 'saba' atawa duduluran, (Sebenarnya lembaga adat melarang lingkungan baduy dijadikan sebagai objek wisata, akan tetapi pemerintah tetap saja, kalu istilahnya 'Saba' itu boleh saja)," kata Dainah dengan logat bahasa sunda Banten.
Menurut Dainah, selama ini sudah banyak masalah-masalah yang ditimbulkan dari banyaknya kunjungan-kunjungan warga luar, dengan membawa pengaruh terhadap lingkungan masyarakat maupun alamnya.
Sehingga jika dibiarkan terus begitu saja, akan berdampak terhadap kelestarian alam, sumber air dan hutan lindung yang berada di sekitarnya, yang saat ini sudah terasa dampak negatifnya, kata Dainah.
Dampak lain yang ditimbulkan jika dijadikan obyek wisata bagi warga Baduy tersebut, kata Dainah, dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat Baduy, termasuk budaya-budaya luar yang sudah banyak ditiru seperti cara berpakaian.
Sejak 1992, pemerintah Kabupaten Lebak menetapkan baduy sebagai obyek wisata termasuk dalam tujuh tempat wisata yang dikomersilkan, dan sejak itulah banyak wisatawan yang berkunjung ke wilayah Baduy dengan tarif yang relatif murah, antara Rp3.000 sampai Rp5.000 per orang.
Padahal pemasukan terhadap retribusi daerah dari obyek wisata tersebut sangat kecil berkisar antara Rp8 sampai Rp9 juta pertahun, jauh lebih kecil dibandingkan dengan dampak kerusakan yang ditimbulkan dari kedatangan wisatawan. (Ant/OL-03)
vBulletin® v3.8.3, Copyright ©2000-2009, Jelsoft Enterprises Ltd.