View Full Version : Sirkuit di Bali. "Bali Speed Track"
q_chells May 24th, 2006, 12:22 AM Halloo semua nya...
Ada yang pernah denger tentang sirkuit ini ga?
Rencananya akan dibangun di atas tanah seluas 120 hektar di Desa Negara Kabupaten Jembrana, Bali. Di atas tanah itu juga dibangun desa wisata. Selain sirkuit, di desa wisata itu nantinya akan ada pasar seni, area pameran, dan panggung kebudayaan. "Memadukan kegiatan olahraga otomotif dengan kegiatan kebudayaan".
Btw.., saya mahasiswa semester 8, semeseter depan rencananya mau membuat sirkuit buat proyek Tugas Akhir saya. :)
Tolong bantuan dan dukungannya.
Kalo ada yang punya foto, desain gambar perencanaan, info dll yang berhubungan dengan ini tolong post ya!! :)
Terima Kasih.
David-80 May 24th, 2006, 12:40 AM Bali speed track yang buat F-1 2009 itu yah? katanya sih desainer nya shanghai circuit udah ke Bali dan kata dia itu area udah pas untuk balap Formula 1. Tinton sendiri waktu itu udah ngajak anaknya Lauda ke Bali waktu liburan menjelang A-1 GP..buat support circuit bali itu....
coba nanti gua cari detailnya..interesting stuff sih nih...denger2 bali circuit mau dipakai buat gantiin petronas GP malaysia setelah selesai kontrak mereka dengan sepang.
cheers
F-ian May 24th, 2006, 06:11 AM OMG cool!
h4nh4n May 24th, 2006, 08:55 AM hahaha
ga nyangka bisa nonton GP di Indo :D
macgyver May 25th, 2006, 08:53 AM hahaha
ga nyangka bisa nonton GP di Indo :D
Gue harap sekarang serious.
Ini udah lama banget man ...
http://www.grandprix.com/ns/ns02555.html
BTW penduduk Bali setuju gak tuh ?
Apa gak ngerusak tradisi di Bali ?
Mudah2an mereka setuju jg dgn jembatannya (jawa-bali) .. jadi gue bisa driving jakarta bali ... pemanasan .. sebelum gue ... balapan di ajang F1 Bali :D
paradyto May 25th, 2006, 08:59 AM The issued on 2000...
laba-laba May 25th, 2006, 12:33 PM ya harusnya dibuat di luar jawa lahh
q_chells May 25th, 2006, 02:11 PM Ini data terakhir yang saya dapat. (Sumber koran Tempo)
Kamis, 06 Oktober 2005
Olahraga
Bali akan segera memiliki sirkuit bertaraf internasional.
JAKARTA -- Bali akan segera memiliki sirkuit bertaraf internasional. Sirkuit Internasional Bali yang terletak di Desa Ungasan, Kuta Selatan, itu selesai pembangunannya pada Februari 2006 dan segera diperkenalkan kepada komunitas balap dunia. "Selain sirkuit bertaraf internasional, di sana dibangun desa wisata," kata Irawan Adikusumo, Direktur Proyek dan Operasional Sirkuit Internasional Bali, kepada Tempo kemarin.
Lebih jauh Irawan mengatakan, sirkuit yang berada di atas tanah 6,5 hektare itu awalnya adalah lahan tandus yang berada di Banjar Kertha Lestari, Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Di atas tanah yang semula tak produktif itu, kata Irawan, juga dibangun desa wisata. Selain sirkuit, di desa wisata itu nantinya akan ada pasar seni, area pameran, dan panggung kebudayaan. "Memadukan kegiatan olahraga otomotif dengan kegiatan kebudayaan," kata Irawan.
Irawan menambahkan, di sirkuit yang pembangunannya menelan biaya sekitar Rp 1 miliar itu nantinya akan digelar lomba gokar tingkat dunia dan nasional serta road race tingkat ASEAN dan nasional. "Untuk lomba gokar, selain tingkat dunia, penutup kejuaraan nasional akan digelar di sini," kata Irawan.
Irawan juga menambahkan, pembangunan sirkuit yang sudah mencapai 40 persen ini akan segera dikebut hingga selesai pada Februari 2006. Mengenai bom yang diledakkan kembali di Pulau Dewata pada Sabtu (1/10) malam, menurut Irawan, itu tak akan mengganggu pembangunan sirkuit dan desa wisata di sana. "Kami jalan terus untuk segera menyelesaikan pembangunan sirkuit," ujar Irawan.
Keberadaan sirkuit yang letaknya sekitar 2 kilometer dari kawasan Garuda Wisnu Kencana di Jimbaran itu, kata Irawan, diharapkan bisa menjadi salah satu aspek untuk mendatangkan kembali turis asing ke Pulau Dewata setelah bom Bali II.
Pembangunan sirkuit bertaraf internasional ini mendapat sambutan dari Helmy Sungkar, Direktur Trendypromo Mandira. Menurut Helmy, Bali masih akan menjadi pilihan para pelaku olahraga otomotif untuk menggelar kegiatan. "Tidak ada alasan bagi siapa pun untuk tidak melihat Bali," kata Helmy.
Pembangunan sirkuit bertaraf internasional di Bali pernah diungkapkan Tinton Soeprapto, pengelola Sirkuit Sentul, pada Juni 2000. Sirkuit untuk pergelaran balap mobil Formula-1 itu rencananya akan dibangun di atas tanah seluas 120 hektare di Desa Negara, Kabupaten Jembrana. Tapi, hingga saat ini, rencana pembangunan sirkuit itu tak lagi terdengar. YON MOEIS
q_chells May 25th, 2006, 02:18 PM Irawan juga menambahkan, pembangunan sirkuit yang sudah mencapai 40 persen ini akan segera dikebut hingga selesai pada Februari 2006. Mengenai bom yang diledakkan kembali di Pulau Dewata pada Sabtu (1/10) malam, menurut Irawan, itu tak akan mengganggu pembangunan sirkuit dan desa wisata di sana. "Kami jalan terus untuk segera menyelesaikan pembangunan sirkuit," ujar Irawan.
Bearti proyek ini dah berjalan kan? uda 40%.
Pembangunan sirkuit bertaraf internasional di Bali pernah diungkapkan Tinton Soeprapto, pengelola Sirkuit Sentul, pada Juni 2000. Sirkuit untuk pergelaran balap mobil Formula-1 itu rencananya akan dibangun di atas tanah seluas 120 hektare di Desa Negara, Kabupaten Jembrana. Tapi, hingga saat ini, rencana pembangunan sirkuit itu tak lagi terdengar. YON MOEIS
Nah kalo ini berarti proyek berhenti... ato gimana ya??
jaystar May 25th, 2006, 03:46 PM nice nice
ncon May 27th, 2006, 02:11 PM wow finally F1 in Indonesia :D
JKT_NY May 31st, 2006, 04:20 AM is this for real? next thing to do is buy land there and make a villa.. hehe.. i love F1!
macgyver May 31st, 2006, 05:19 PM wow finally F1 in Indonesia :D
Jangan girang dulu ..
belon belon jelas masih
q_chells June 9th, 2006, 04:57 PM alo2.....
Gmn temen2..... ada yang punya info gak tentang sirkuit ini ga??
Yang tinggal di Bali, konfirmasi donk tentang sirkuit ini!!
anindita June 18th, 2006, 07:10 AM Jumat, 21 April 2006
Otomoti
A1GP Hengkang ke Bali
Jakarta, KOmpas - Bos Sarana Sirkuitindo Utama Tinton Soeprapto belum tahu persis ihwal bakal hengkangnya hajatan lomba balap mobil antarbangsa, A1GP, ke Bali untuk kompetisi tahun mendatang.
Berbicara Kamis (20/4) di Jakarta, Tinton mengatakan, sampai sejauh ini dia belum dihubungi pimpinan A1 tim Indonesia ataupun perwaliannya.
"Sungguh, saya belum dihubungi, baik secara tertulis maupun lisan. Kalau hajatan A1GP benar mau hengkang dari Sirkuit Sentul, saya mau bilang apa," ujar Tinton yang juga pengelola sirkuit terbesar di Tanah Air itu.
Bakal hijrahnya lomba A1GP ke Bali dikemukakan Wakil Ketua A1 Indonesia Basuki Widjaja Kusuma yang dihubungi terpisah, kemarin.
Dia membenarkan bahwa penyelenggaraan A1GP tahun depan akan dipindah ke Nusa Dua, Bali. Dipilihnya Bali, kata Basuki, tidak terlepas dalam upaya untuk mendongkrak kembali kunjungan wisatawan asing.
Ketika ditanya apakah akan membuat sirkuit baru atau alternatif lainnya, Basuki belum mengutarakan secara rinci. "Ini masih akan dibicarakan dengan manajemen A1GP," kilahnya.
Selain menyebutkan bakal pindahnya hajatan lomba balap mobil internasional itu, Basuki juga menyebutkan akan merekrut lima pembalap untuk ambil bagian. Tiga sebagai pembalap utama dan dua pembalap cadangan.
Empat dari lima pembalap yang diambil adalah Haridharma, Zahir Ali, dan dua pembalap bersaudara Bagoes dan Satria Hermanto. "Para pembalap kami harapkan semuanya membawa sponsor," kata Basuki.
Mampir di Indonesia
Sebagaimana diketahui, sirkus lomba A1GP yang melibatkan 25 negara mampir di Indonesia pada lomba 12 Februari lalu yang diikuti 24 negara peserta.
Lomba yang digelar di Sirkuit Sentul tersebut mampu menyedot ribuan penonton, termasuk Kepala Negara Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pentolan pemerintahan lainnya.
Selain menampilkan local hero Ananda Mikola, lomba di Sentul untuk nomor sprint race dimenangi pembalap Perancis Nicolas Lapierre, sedangkan di feature race juaranya adalah pembalap Kanada, Sean McIntosh.
Sukses menggelar lomba internasional yang melibatkan begitu banyak negara peserta menjadikan Sirkuit Sentul menerima penghargaan dari manajemen A1 Internasional.
Menurut Tinton, pengukuhan yang diberikan A1 Internasional membuktikan Sentul sebagai sebuah sirkuit yang layak dipergunakan untuk lomba itu. Apalagi, status sirkuit tersebut juga sudah meningkat dari segi keamanan balap maupun lainnya.
"Kalau semua hal sudah mendukung, kenapa harus pindah? Untuk pindah dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, kan lebih baik uangnya dipergunakan untuk hal yang lain," kata Tinton.
Pernyataan senada dikemukakan Direktur Sirkuit Rio Sarwono. Namun, dia mengingatkan Sentul tidak bakal kekurangan hajatan internasional. (IR/ATO)
Kalo A1 pindah ke Bali berarti mau ga mau kudu ada circuitnya dong.sekalian aja bikin yang mewah wah wah, biar memenuhi syarat untuk ajang F1
anindita June 18th, 2006, 07:18 AM Bali Masih Inginkan F-1
Hermann Tilke sudah menginspeksi lahan. Magny-Cours siap bekerja sama
merancang program. Dana dari luar siap dicairkan. Walau terus didera
masalah, Bali mengaku masih siap mewujudkan impian mereka menggelar Formula
Lahan seluas sekitar 600 hektar di daerah Jembrana siap disulap menjadi dua
ikon baru: bandara internasional dan sirkuit Formula 1. Alasan pemilihan
Jembrana, yang terletak di barat daya Pulau Dewata, juga bukan sembarangan.
Selain kontur tanah yang mendukung, daerah itu pun dekat dengan Jawa Timur.
Jadi, kalau ternyata suatu waktu nanti GP F-1 terwujud di Bali, semua calon
penonton tak mesti menginap di pulau yang dijamin penuh itu. Mereka bisa
menginap di sekitar Banyuwangi di Jatim. Tentu, transportasi kelas atas
juga dibangun untuk mengakomodasi hal itu.
Tilke, arsitek Jerman pembuat tiga sirkuit modern, Sepang (Malaysia),
Sakhir (Bahrain), dan Shanghai (Cina), memang sudah berkunjung ke Bali
tahun 2000. Secara umum, Tilke saat itu mengaku puas dengan semua prasyarat
lokasi untuk dijadikan sirkuit papan atas.
Walau seperti telah lenyap dimakan waktu--karena saat ini terhitung sudah
lima tahun rencana sirkuit di Bali tetaplah menjadi sebuah rencana--I Gde
Wiratha, pencetus ide sirkuit itu bersama Tinton Soeprapto, tetap
optimistis.
Saya pastikan rencana pembuatan sirkuit di Bali akan jalan terus. Doakan
saja tidak ada lagi hal-hal yang mengganggu kehidupan di sini seperti dua
kasus bom lalu," ujar Gde.
eran Pemerintah
Gde mengaku tak putus kontak dengan Bernie Ecclestone, bos F-1. Lewat Piers
Hunnisett, manajer pembalap F-1 asal India, Narain Karthikeyan, kontak itu
tetap dipelihara. Hingga kini Bernie masih setuju akan rencana F-1 digelar
di Bali.
Kecuali sirkuit, Bali sudah punya segalanya untuk menggelar F-1. Daya
tarik nomor satu. Hotel sudah berlimpah dan masyarakatnya terbiasa dengan
turis, jadi perencanaan ulang untuk GP F-1 di Bali memang mutlak
diperlukan," ujar Tinton.
Dukungan pemerintah tak boleh dilewatkan. Tanpa itu, mustahil Bernie mau
lebih menyeriusi keberadaan F-1 di suatu negara. Memang ada kasus per kasus
di mana pemerintah suatu negara atau promotor penyelenggara "menyerah"
sehingga Bernie ambil jalan pintas. Tapi, khusus untuk Bali, dukungan
pemerintah tetaplah nomor satu.
Kalau direncanakan ulang, mungkin butuh 5-6 tahun untuk menjadikan monumen
baru di Bali berupa sirkuit dan pentas F-1. Bahkan, bisa pula dijamin bahwa
GP Motor dan ajang motorsport besar lain pun hadir di Bali.
Sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, dari Michael Schumacher, Kimi
Raikkonen, hingga Narain, sejumlah pembalap F-1 kerap berlibur di Bali.
Entah transit dari GP ke GP atau memang diniatkan untuk berlibur. Bukti
bahwa Bali adalah daya tarik yang tak ternilai harganya untuk Indonesia.
Bali Paradise for Bali GP
Bukan tidak cinta Indonesia, tapi memanfaatkan nama tenar Bali tak ada
salahnya. Ketika I Gde Wiratha menyebut calon nama sirkuit, Bali Paradise
Circuit, BOLA menyodorkan nama event bukan GP Indonesia, melainkan GP Bali.
Gde setuju.
"Walau sudah diteror bom sebanyak dua kali, nama Bali memang diakui masih
punya daya tarik. Jadi, GP Bali atau Bali Grand Prix untuk ajang F-1 tentu
suatu hal yang menarik," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri di daerah
Pulau Dewata itu.
Bali Paradise Circuit sendiri sudah dikonsep matang. Hanya, masalah
terorisme membuat pembangunan sirkuit itu terhenti. "Kalau tidak ada bom
Bali 2, saya yakin tahun 2008 Indonesia sudah punya GP F-1," kata Gde.
Yang pasti konsep yang ditawarkan Bali mirip dengan di Malaysia. Artinya
ada bandara internasional baru yang dibangun dekat dengan sirkuit. "Luas
lahan di daerah Jembrana untuk sirkuit sekitar 250 hektar, sedangkan untuk
bandara 350 hektar," ucap pemilik beberapa hotel dan resor eksklusif ini.
Menurut Gde, mungkin banyak juga yang bertanya dari mana uang untuk
membangun sirkuit itu. Bukankah Indonesia sedang krisis?
"Saya punya kolega di luar negeri. Uang itu dari sana karena mereka percaya
100% bahwa potensi olahraga Indonesia akan berkembang dengan uang itu,"
kata Gde, yang tak mau menyebut sang kolega secara lebih detail.
Bahkan, dalam pandangan Gde, sang kolega menyanggupi berapa pun pembangunan
biaya sirkuit yang ditaksir mencapai 500 juta dolar AS (lima triliun
rupiah) itu. Kesampingkan dulu dana untuk bandara.
Sebagai perbandingan, Sirkuit Sakhir di Bahrain dan Shanghai di Cina
dibangun dengan biaya kurang dari jumlah tersebut, yakni sekitar 200-300
juta dolar.
"Bali Paradise for Bali GP". Jangan terus jadikan hal ini mimpi. Dalam lima
tahun, hal itu layak diwujudkan! (arf)
Promosi Lewat Ananda?
Mumpung Ananda Mikola sedang jadi etalase Indonesia di ajang A1 Grand Prix,
Bali, yang sedang terpuruk, pun punya rencana. Mereka berusaha mewujudkan
ada kata-kata Bali di mobil Merah-Putih milik pembalap berusia 25 tahun
itu.
Soal kalimat masih dirancang. Pokoknya asal ada kata Bali di sana. Bisa
"Bali Recovery", "Bali Still Alive", "Bali Loves You", atau yang lain.
Intinya, sebisa mungkin ada promosi khusus untuk Bali di mobil Ananda yang
terlihat langsung oleh ratusan juta penonton di dunia setiap dua pekan dari
layar kaca.
"Tapi, saya tak mau menyalahi prosedur. Semua tetap harus mendapat izin
dari lembaga terkait, khususnya Menteri Pariwisata dan para petinggi di
Bali itu sendiri, selain tentu dari A1 Team Indonesia," kata I Gde Wiratha.
Ananda senang dengan ide ini. "Asal ada izin dari Jack Cunningham dan
sponsor lain, saya pikir ini bagus," katanya. Jack adalah orang Inggris
yang kini menjalankan roda tim A1GP Indonesia. Sponsor Ananda saat ini
adalah Bank NISP, produk Pertamina, Fastron, dan Puma. (arf)
MOGA-MOGA BAKAL BENER-BENER TERJADi :) :) :)
ncon June 18th, 2006, 07:29 AM I hope it is true
F-ian June 18th, 2006, 08:14 AM hope its not just A1 thanks for the article Dita :cheers:
q_chells June 19th, 2006, 02:08 PM Mau tanya ma yg pernah nonton langsung ato yang tau....
Di sirkuit tuh kalo lagi nonton, ada penonton yang berdiri... itu menontonnya bayar ga ya? Ato emang disediain tempat penonton yang tidak duduk?
Trus ada tempat duduk penonton yang ga ada atapnya. Nah kalo hujan gimana ya? Kan kasian, dah bayar mahal-mahal nonton F-1, pulangnya basah2. Hehehehe.....
anindita June 28th, 2006, 07:23 AM nih dapet lg dr republikaSelasa, 20 Juni 2006
Prestasi Merosot, Anggaran Minta Dinaikkan
JAKARTA --- Merosotnya prestasi olahraga nasional tidak membuat kementerian pemuda dan olahraga pesimistis. Dalam rapat koordinasi Menpora dengan anggota Komisi X DPR RI, Senin (19/6) Adhyaksa Dault meminta agar anggaran ditambah dari yang sebelumnya Rp 533 miliar menjadi Rp 1,5 triliun.
''Kalau anggaran sebanyak itu saya jamin prestasi olahraga terutama di tingkat international akan meningkat. Selama ini dana untuk pembinaan sangat pas-pasan,'' ujar Adhyaksa Dault.
Ia menambahkan, dana yang diterimakan sebesar itu berdasarkan APBN 2006 untuk keseluruhan program kepemudaan dan olahraga. Oleh karenanya khusus olahraga prestasi pihaknya hanya memberikan ke Komite Olahraga Nasional (KONI) Rp 60 miliar, sebesar Rp 20 miliar dipergunakan untuk keperluan operasional.
''Anggaran sebesar itu jelas tidak mungkin bisa mengangkat prestasi olahraga nasional. Makanya jangan harap sepak bola Indonesia ikut dalam piala dunia,'' tambah Adhyaksa.
Dengan terbatasnya dana, tambahnya, persiapan untuk pelatnas SEA Games 2007 di Thailand menjadi acak-acakan. Kendati program yang telah dicanangkan sangatlah ideal, namun banyak cabang olahraga yang menjadi prioritas tidak sanggup lagi membiayai atletnya untuk melakukan try out ke luar negeri.
Adhyaksa menambahkan, pihaknya mempunyai 13 prioritas yang sangat mendesak untuk segera dilaksanaan guna peningkatan prestasi olahraga nasional. Selain akan dibangunnya pusat olahraga di berbagai daerah yang menelan anbgaran Rp 40 miliar dan pembangunan gedung olahraga, lintasan atletik sebagian kawasan Rp 50 miliar.
''Yang tak kalah penting lagi persiapan pelatnas SEA Games Thailand yang akan kami anggarkan sebesar Rp 303 miliar,''ungkapnya. Selain itu direncanakan pula akan membangun sebuah sirkuit balap pengganti Sentul yang kurang layak lagi untuk turnamen International. Direncanakan sirkuit itu akan dibangun di Bali yang sudah lengkap sarana dan prasarananya. Sebab Jakarta sudah tidak mampu lagi menampung peserta dan penonton.
''Ini sesuai dengan amanat Undang-undang SistEm Keolahragaan nasinal yang baru disyahkan. Kalau ingin dijalankan semua ya anggarannya sebanyak itu,'' lanjutnya.
Bukan tak mungkin lagi pihaknya juga akan mengusulkan pada presiden supaya pengelolaan Gelora Bung Karno diserahkan padanya. Sebab, selama ini proses pengelolaannya kurang jelas terutama segi keperuntukannya yang lebih banyak digunakan untuk kawasan bisnis ketimbang olahraga prestasi.
Anwar Arifin, dari Komisi X DPR meminta agar menpora untuk sementara memanfaatkan dana yang ada terlebih dahulu karena keterbatasan dana dari pemerintah. ''Kami akan menindaklanjuti kenaikan anggaran tersebut untuk dibahas dalam rapat anggaran.
(lhk )
AceN April 5th, 2008, 12:06 PM Without any intention of being 'lombok' , is there any update news related to this thread ? ...
=NaNdA= April 5th, 2008, 05:52 PM waduh ini berita lama banget.. :nuts:
gw kira udah keluar Rendering ama desain sirkuitnya.. :bash:
but it's OK..
setau gw semua pihak udah ke Bali n bener mau dibikin sirkuit di Jembrana
malah Wapres sendiri yang minta dibuatin proposalnya..
dah pernah gw post koq beritanya..di thread Indonesia in Sports..
kalo F1 gw ragu dalam waktu dekat
soalnya Indonesia belum punya infrastruktur ( sirkuit ) yang bagus..
menurut gw Sentul belum cukup karena grade nya belum masuk F1
Indonesia harus buat sirkuit baru...
tapi bukan mimpi lagi
ada langkah kesana..
Ayo kita dukung F1 di bali
Indonesia Kaji Gelar Formula 1 di Bali
JAKARTA--MEDIA: Menyusul Malaysia dengan sirkuit Sepang, Indonesia mengkaji kemungkinan menggelar balap jet darat, Formula 1 di Bali.
Usulan pagelaran Formula 1 di Bali disampaikan pembalap Zahir Ali dan manajernya Troy Reza Waroka kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantor Wapres, Jumat (30/11).
"Sambutan Pak Wapres cukup baik, beliau membahas tentang pengaruhnya terhadap perekonomian. Sebab, kalau ditempat lain (selain Bali), aspek ekonomi belum jalan," kata Troy.
Troy mengaku begitu Zahir Ali mengusulkan kemungkinan menggelar Forumla 1 di Bali, Wapres langsung mengambil kertas dan membuat perhitungan. "Wapres menyebutkan kalau diadakan di Bali konteksnya berkaitan dengan pariwisata, berarti yang nonton adalah wisatawan," cetusnya.
Menurut Troy pagelaran Formula 1 di berbagai negara sangat menguntungkan dari sisi ekonomi. Malaysia misalnya, keberadaan sirkuit Sepang yang melombakan Formula 1, mengeruk pendapatan sampai USD30 juta.
"Uang yang didapatkan dari tiket penonton cukup besar, tim itu juga membawa banyak orang dan ini membawa pengaruh yang besar," tuturnya.
Animo masyarakat Indonesia sendiri untuk menonton Formula 1 sangat besar. "Kalau ada balapan di Sepang, ternyata 50 % penontonnya adalah orang Indonesia," jelasnya.
Sementara itu Zahir Ali menyatakan Indonesia bisa secara bertahap masuk Formula 1 dengan cara menggelar Formula 3 terlebih dulu tahun depan.
Juara Formula 3 BMW Asia tersebut menyatakan Bali menjadi lokasi yang paling tepat mengingat lokasinya yang sudah mendunia. (Fud/OL-1)
http://www.mediaindonesia.com/berita.asp?id=150908
Wapres Dukung Penyelenggaraan Formula-1 di Bali
Laporan Wartawan Kompas Suhartono
JAKARTA, KOMPAS - Menyusul Malaysia dan Singapura, pemerintah Indonesia juga berniat menyelenggarakan lomba Formula-1 di Pulau Bali pada tahun-tahun mendatang. Dukungan itu disampaikan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla saat menerima juara pertama lomba Formula BMW Asia 2007 di Zhuhai, China, Zahir Ali, Jumat (30/11) di Istana Wapres, Jakarta.
Pembalap berusia 19 tahun itu didampingi manajernya Troy Reza Warokka diterima Wapres Kalla, untuk melaporkan kemenangannya dan berdiskusi mengenai ajang internasional yang bisa mendorong pariwisata dan devisa negara. "Wapres sangat merespon dengan positif. Bahkan, beliau mencatat dalam notanya untuk ditindaklanjuti lagi," ujar Zahir.
Menurut Wapres, rencana penyelenggaraan lomba F-1 dinilai sangat tepat, terutama untuk meningkatkan pendapatan devisa dan jumlah pariwisata. "Kata Pak Wapres, tempat yang paling memungkinkan memang di Bali karena potensial pengunjung dan lokasi pariwisata," ujar Zahir.
"Kalau di Bali jelas yang nonton wisatawan domestik dan wisatawan asing," tambah Troy Reza.
Menurut Troy, dengan membandingkan keuntungan negara Malaysia saat menyelenggarakan F-1, sebanyak 50 persen penonton di sana justru orang Indonesia.
"Kalau Malaysia menggelar F-1, setiap minggunya, panitia bisa mengantongi pendapatan sekitar 30 juta dollar lebih. Itu baru dari penonton saja. Belum kalau dari akomodasi dan lain-lainnya yang dibawa oleh tim F-1. Tim F-1 ini kalau datang bisa berjumlah ratusan orang dan bisa membooking satu hotel," papar Troy.
malah Hermann Tilke yang desain sirkuit2 top F1
termasuk Sepang kabarnya udah ke Bali juga..udah segitu aja yang gw tau..
tapi kenapa harus di Bali sih?
Bali lagi.. Bali lagi...
Bukannya Indonesia punya 13.000 pulau lebih yak? :D
magali April 5th, 2008, 06:10 PM tapi kenapa harus di Bali sih?
Bali lagi.. Bali lagi...
Bukannya Indonesia punya 13.000 pulau lebih yak? :D
-----------------
memang yang punya potensi tidak hanya bali tapi harus diingat tidak setiap kota punya infrastruktur sbb:
1. kamar hotel yang mampu untuk menampung semua penonto f1, pasokan kamar hotel yang cukup besar (diatas 10000 kamar) hanya ada di jakarta, bali, surabaya dan bandung.
2. yang pasti bali merupakan daerah tujuan wisata utama, "efek domino" dari duit wisatawan akan sangat besar dibandingkan dengan kalau sirkuitnya dibuat di jakarta, surabaya atau bandung. kalau yang nonton lebih banyak penonton "lokal" duit yang beredar paling cuma dari tiket masuk, yang lainnya cuma kecipratan sedikit. bandingkan dengan di bali, yang pasti hotel pasti penuh, rental kendaraan bahkan jumlah wisatawan juga akan meningkat "pesat" dengan even f1 di bali.
=NaNdA= April 5th, 2008, 06:27 PM ^^ ya.. iya sih..
hotel full booked, kawasan wisata penuh, bandara penuh, restoran penuh, ekonomi meningkat dalam sekejap..devisa juga bakal masuk..
dan properti juga akan bernilai sangat tinggi sperti di Monako
( asal ga ada bom lagi aja.. :D )
tapi setau gw Sepang juga ga gitu2 amat koq
dibangun di kawasan yang awalnya ga begitu terkenal
tapi dibuat akses yang sangat mudah dari Kuala Lumpur..
jadilah waktu 1998 pas pertama kali GP sepang digelar..
Bernie Ecclestone aja sampe terbengong2 karena kemegahannya,, ( pada saat itu )
ya sekarang tinggal niat dari semua pihak
apa mau dibuat sirkuit F1 dengan semua fasilitas siap sedia dan siap dalam waktu dekat
bagusnya di Bali, tapi kalo pemerintah mau membangun satu kawasan baru
ya monggo....tapi gw senengnya F1 ga di Bali sih..hehe... :D
( soalnya jauh dari rumah gw.. :cry: :D:D )
AceN April 6th, 2008, 06:36 AM ^ nan..thanx for bringing the news here :D
ya kan branding nama Bali lebih kuat dibanding Indonesia. Dunia akan lebih mengenal GP Bali daripada GP Indonesia :) makanya di Bali.
Yup..Herman Tilke udah ke Bali waktu dia liburan sama keluarga nya, dia udah meninjau dan lokasi serta persyaratannya udah mencukupi semua. Orang dari Magny Cours juga udah pernah ke Bali.
sekarang tinggal masalah fulus sama political will aja..... :D
=NaNdA= April 6th, 2008, 06:43 AM Magny Cours dah ke Bali juga..?
oh my.. what are u waiting for guys?
start to built it.. hehe.. :D
ya kan branding nama Bali lebih kuat dibanding Indonesia. Dunia akan lebih mengenal GP Bali daripada GP Indonesia :) makanya di Bali.
that's what i'm afraid of..
Bali is more popular than Indonesia.. :)
Ampelio April 6th, 2008, 06:58 AM Circuit Bali Speedway di kawasan Jimbaran atau Tanjung Benoa... dengan background patung GWK, pasti keren banget tuh!
AceN April 6th, 2008, 07:21 AM ^^ asal patungnya udah jadi mah bagus... he he he :D
fcaesarn April 6th, 2008, 11:28 AM ^^ asal patungnya udah jadi mah bagus... he he he :D
By The way Bus Way, Kabar patung GWK sendiri gmn kabarnya???
samuelkariono April 7th, 2008, 12:19 PM GWK blom jadi2 tuh, akhir 2007 kesana masih gitu2 aja, tempatnya sih bagus tinggal patunya aja yg blom di susun
=NaNdA= April 7th, 2008, 12:23 PM hey,,, ni thread Bali Speed Track..
GWK sendiri udah ada thread nya koq..
rilham2new April 7th, 2008, 12:59 PM -----------------
memang yang punya potensi tidak hanya bali tapi harus diingat tidak setiap kota punya infrastruktur sbb:
1. kamar hotel yang mampu untuk menampung semua penonto f1, pasokan kamar hotel yang cukup besar (diatas 10000 kamar) hanya ada di jakarta, bali, surabaya dan bandung.
2. yang pasti bali merupakan daerah tujuan wisata utama, "efek domino" dari duit wisatawan akan sangat besar dibandingkan dengan kalau sirkuitnya dibuat di jakarta, surabaya atau bandung. kalau yang nonton lebih banyak penonton "lokal" duit yang beredar paling cuma dari tiket masuk, yang lainnya cuma kecipratan sedikit. bandingkan dengan di bali, yang pasti hotel pasti penuh, rental kendaraan bahkan jumlah wisatawan juga akan meningkat "pesat" dengan even f1 di bali.
10 ribu kamar ????? Wahhh, serem amat angkanya ..... Di Batam tuh kayaknya mungkin banget :p
=NaNdA= April 7th, 2008, 03:16 PM wah kalo Batam..
radius 3 F1 GP ga jauh2 amat donk Ham.. :D:D:D
1. Di Sepang
2. Di Singapura
3. Di Batam
yah muter2 situ aja.. hihi
donkasin November 20th, 2009, 02:31 PM banyuwangi harus bikin bandara internasional untuk memback-up bali yang semakin sumpek
Sizter85 November 20th, 2009, 02:41 PM banyuwangi harus bikin bandara internasional untuk memback-up bali yang semakin sumpek
^^Masihh dapat di handle oleh SUB dan AMI kok :cheers:
Latest news about this topic please..
Ampelio November 23rd, 2009, 09:06 AM Oklah sambil nunggu (good) news ttg sirkuit ini...
Gw imagine judul promosinya : "ULTIMATE RACE IN PARADISE!"
gussinyo February 4th, 2010, 08:33 AM gak ada kabarnya lagi ya?
rasarya February 4th, 2010, 11:13 AM kayaknya rencana pembangunan sirkuit bakal lama ni terealisasi.. moga Tommy Suharto tertarik ya.. terus dia bikin sirkuit di kawasan pecatu dream land.. :lol::lol:
gussinyo February 4th, 2010, 11:19 AM wah klu Tommy susah, udah lewat dia... mungkin ngajak Chaerul tanjung aja, pemilik trans studio itu, dia berani invest yg beresiko...
rasarya February 4th, 2010, 11:34 AM kalau ngajak tommy winata agak susah kayaknya.. coz dia lagi fokus tuh kyknya mo bangun jembatan selat sunda..
intinya, siapapun nanti investornya.. moga segera di bangun sirkuit bertaraf internasional yang bisa di pake balap F1 ama moto GP..
amien... :cheers:
yudibali2008 February 4th, 2010, 07:55 PM biar ada dana dan semua siap, tapi karakter masyarakat Bali yg masih susah ditebak. Bayangkan, pasti banyak pihak2 yg mau "kecipratan" hal2 ginian. Nggak usah jauh2 deh, dan banyak rencana mau dibangun ini itu di bali (salah satunya casino), tapi ujung2nya batal, karena ya itu tadi, banyak pihak2 yg mau kantongnya tebal secara instant alias mengatas namakan "menyelamatkan budaya Bali". Nah, gimana mau maju Bali kalau pikiran cetek gitu masih berlaku disini? Gw denger aja semua rencana2 besar slewiran di Bali...tapi kalau bisa jangan di Bali deh....terlalu banyak rencana tapi infrastruktur susah utk di realisasikan disini. Proud with culture sih boleh2 aja, tapi kalau sudah sampai saklak dan tidak menerima modernisasi/berkolaborasi antara keduanya, ya susah Bali utk maju. Gw sih ngedukung banget ide Sirkuit F1 ini, kan bisa ngebawa kemakmuran buat rakyat sekitar.
rasarya February 5th, 2010, 07:09 PM ^^^^
sebenernya sih kalau menurut gw.. pembangunan di setiap daerah itu harusnya melibatkan masyarakat lokal.. tidak cuman dari segi buruh kerja.. tapi juga meliputi management nya sehingga mereka merasa di perdayakan dan terwaklikan. jadi kalau ada masyarakat lokal yang kurang senang, bisa langsung di ajak berdialoq.. dan gw rasa masyarakat bali dah sangat dewasa dalam menerima budaya luar.
Widana89 February 13th, 2010, 07:23 PM biar ada dana dan semua siap, tapi karakter masyarakat Bali yg masih susah ditebak. Bayangkan, pasti banyak pihak2 yg mau "kecipratan" hal2 ginian. Nggak usah jauh2 deh, dan banyak rencana mau dibangun ini itu di bali (salah satunya casino), tapi ujung2nya batal, karena ya itu tadi, banyak pihak2 yg mau kantongnya tebal secara instant alias mengatas namakan "menyelamatkan budaya Bali". Nah, gimana mau maju Bali kalau pikiran cetek gitu masih berlaku disini? Gw denger aja semua rencana2 besar slewiran di Bali...tapi kalau bisa jangan di Bali deh....terlalu banyak rencana tapi infrastruktur susah utk di realisasikan disini. Proud with culture sih boleh2 aja, tapi kalau sudah sampai saklak dan tidak menerima modernisasi/berkolaborasi antara keduanya, ya susah Bali utk maju. Gw sih ngedukung banget ide Sirkuit F1 ini, kan bisa ngebawa kemakmuran buat rakyat sekitar.
Gue stuju bro... Gue asli bali tp gue sedikit kesel dengan pembda Bali... dengan alasan budaya hampir semua modernisasi di filter, contohnya bangunan harus sesuai dengan arsitektur bali dan ketinggiannya pun dibatasi hingga 15m. Coba bayangkan kapan bali bisa menikmati era moderenisasi?? :ohno::ohno:
rasarya February 13th, 2010, 09:02 PM ^^^^
yup.. modernisasi tanpa menghilangkan unsur budaya tentu nya.. coz bali tu terkenal karena budayanya..
gussinyo February 16th, 2010, 07:13 AM iya, apa salahnya ya highrise building dgn gaya desain bali, tapi glassy...
mouRINHO February 16th, 2010, 04:03 PM sebenarnya bali itu dah modern kok, lihat aja bnyaknya hotel world class dan bnyaknya resto franchise, apa itu bukan modern namanya?... soal mereka nolak desain modern untk bandara, ya agak rancu juga jadinya... padahal desain bandara waktu itu sudah mengakomodir budaya bali...
klo gedung brtingkat, gw setuju aj di bali ada batasan ketinggian, utk mnjaga 'ekosistem' kota budaya. klo skyline nya dah kayak jakarta atau surabaya, identitas bali bisa hilang. dan turis ke bali bukan mo lihat gedung, tapi alam dan budayanya...
rasarya February 16th, 2010, 07:33 PM ^^
saya setuju tentang pelarangan bangunan tinggi di bali, karena bukan bangunan yang diinginkan para turis, tapi alam dan budaya lokalnya.. alangkah lebih bagusnya kalau bangunan modern di padukan dengan unsur budaya lokal.. pasti bakal keren bgt dah.... :lol: :cheers:
YB_Murty June 28th, 2010, 12:44 PM F- One (F1) di Bali,... Sip dan setuju sekali diselenggarakan di Bali. Ada yang bilang Indonesia di Bali... emang guwe pikirin... gak masalah dan kenyataannya setelah turis tadi sampai Bali dia berkata,... ternyata Bali bagian dari Indonesia. Bali memang telah fenomenal di mata Internasional. F1 di Bali akan berpengaruh untuk mempertahankan bahkan memperkuat eksistensi Bali di Dunia Internasional. Bali memang lebih menjual.Bila F1 diadakan di Jakarta atau di kota yang tidak terkenal,... maka justru akan dipertanyakan para penggemar F1 Dunia... lho kenapa tidak di Bali?. Bali lebih menjamin dalam pemasaran F1 di pulau dewata itu.
Dan bagaimanakah bentuk masterplannya????? yang jelas harus sangat-sangat unik dan penuh tantangan serta seru sekali bila F1 digelar. Dan yang pasti bila nanti F1 jadi diselenggarakan, buatlah para penikmat F1 menjadi gerah dan gatal kalo hanya menginap di Bali. Indonesia luas dan begitu banyak keindahan yang perlu dijelajah. Penonton pelanggan F1 yang kaya raya tentu saja akan mulai merambah Indonesia ditahun-tahun penyelenggaraan berikutnya. Itu akan mengalirkan devisa yang besar.
Bali Nyepi.... nyepi dengan keheningannya saja sudah membuat dunia melihat Bali. Apa lagi desingan jet darat menyengat Bali.... energy luar biasa akan tertumpah di Bali,... mengalir ke pelosok Indonesia. Tinggal siapakah Konstruktor dari Indonesia???? Pak Tinton,... jangan menyerah. Ini memang Mahal,... tapi hasilnya setimpal.
yudibali2008 June 28th, 2010, 06:55 PM sebenarnya bali itu dah modern kok, lihat aja bnyaknya hotel world class dan bnyaknya resto franchise, apa itu bukan modern namanya?... soal mereka nolak desain modern untk bandara, ya agak rancu juga jadinya... padahal desain bandara waktu itu sudah mengakomodir budaya bali...
klo gedung brtingkat, gw setuju aj di bali ada batasan ketinggian, utk mnjaga 'ekosistem' kota budaya. klo skyline nya dah kayak jakarta atau surabaya, identitas bali bisa hilang. dan turis ke bali bukan mo lihat gedung, tapi alam dan budayanya...
saya rasa, Bali akan semakin sulit dalam menarik wisatawan akhir2 ini. Sebutan Paradise Island akan hanya jadi "semboyan". Dimana2 sih, Paradise Island itu memanjakan wisatawan baik domestik/international. Tapi, Bali keknya harus banyak membenahi infrastruktur mereka, bayangkan aja, musim liburan atau tidak, KEMACETAN hampir terjadi di jalan2 di Bali. Gimana wisatawan nggak jutek?...saya jadi heran, apa pak Gubernur nggak pernah liat2 situasi jalan di Bali yah? makin hari makin parahhh banget. Jadi tidak salah klo ada orang yg berkesimpulan, bahwa pembangunan di Bali "jalan ditempat".
Utk bangunan tinggi, ya nggak usah diseluruh Bali lah, paling tidak kawasan perhotelan spt Nusa Dua yg mungkin jadi proyek percontohan utk highrise building. Toh nggak ada salahnya dicoba, modernisasi selaras dengan budaya saya rasa perlu, tapi tidak lantas menolak hal2 yg sebetulnya utk kesejahteraan masyarakat Bali itu sendiri (dlm hal pembangunan infrastruktur kayak jalan layang, highrise building, obyek wisata baru spt Casino, F1 sirkuit dll)....mungkin saya bermimpi, tapi klo masyarakat Bali "mau", hal ini bisa terjadi. :)
Utk Bandara, sejauh ini dilapangan belum terlihat pembangunan perluasan bandara Ngurah Rai (terkendala dana kali yah?). Utk design, saya rasa secara struktural, lebih bagus kalau yg minimalis modern, jadi nggak akan outdated klo dah 5-10 tahun lagi. Ornamen Bali bisa di implimentasikan di dalam bandara itu sendiri, contohlah Suvarnabhumi - Thailand, modern tapi mereka tetap memperlihatkan budaya dan ciri khas ornamen dari Thailand itu sendiri. Saya kadang sedih, mereka nggak berpikir jauh kedepan dalam hal ini, senang betul dengan hal2 kecil yg dibesar2kan :(
VIAN JKT January 13th, 2011, 01:54 PM kabar terbarunya gmna neh???
adnyana March 5th, 2011, 08:02 PM saya rasa, Bali akan semakin sulit dalam menarik wisatawan akhir2 ini. Sebutan Paradise Island akan hanya jadi "semboyan". Dimana2 sih, Paradise Island itu memanjakan wisatawan baik domestik/international. Tapi, Bali keknya harus banyak membenahi infrastruktur mereka, bayangkan aja, musim liburan atau tidak, KEMACETAN hampir terjadi di jalan2 di Bali. Gimana wisatawan nggak jutek?...saya jadi heran, apa pak Gubernur nggak pernah liat2 situasi jalan di Bali yah? makin hari makin parahhh banget. Jadi tidak salah klo ada orang yg berkesimpulan, bahwa pembangunan di Bali "jalan ditempat".
Utk bangunan tinggi, ya nggak usah diseluruh Bali lah, paling tidak kawasan perhotelan spt Nusa Dua yg mungkin jadi proyek percontohan utk highrise building. Toh nggak ada salahnya dicoba, modernisasi selaras dengan budaya saya rasa perlu, tapi tidak lantas menolak hal2 yg sebetulnya utk kesejahteraan masyarakat Bali itu sendiri (dlm hal pembangunan infrastruktur kayak jalan layang, highrise building, obyek wisata baru spt Casino, F1 sirkuit dll)....mungkin saya bermimpi, tapi klo masyarakat Bali "mau", hal ini bisa terjadi. :)
Utk Bandara, sejauh ini dilapangan belum terlihat pembangunan perluasan bandara Ngurah Rai (terkendala dana kali yah?). Utk design, saya rasa secara struktural, lebih bagus kalau yg minimalis modern, jadi nggak akan outdated klo dah 5-10 tahun lagi. Ornamen Bali bisa di implimentasikan di dalam bandara itu sendiri, contohlah Suvarnabhumi - Thailand, modern tapi mereka tetap memperlihatkan budaya dan ciri khas ornamen dari Thailand itu sendiri. Saya kadang sedih, mereka nggak berpikir jauh kedepan dalam hal ini, senang betul dengan hal2 kecil yg dibesar2kan :(
salam kenal mas yudi, saya setuju dengan message sebelumnya, mengatakan para wisatawan datang ke Bali untuk alam dan budayanya.. kalo udah mulai highrise semua bangunannya.. Bali ga ada bedanya dengan kota lainnya..
saya disini bukan berbicara munafik soal design arsitektur Bali. Tantangan buat saya sendiri saat ini membangun sebuah ide arsitektur dengan mempertahankan arsitektur Bali TRI ANGGA, dan Asta Kosala kosali. bagaimana pintar2nya kita memainkan material lokal dan facade. jangan sampai orang2 luar (siapapun) merusak budaya yang menjadi modal masyarakat Bali itu.
Buntut2nya "uang" yang berbicara :(
sweetblack011 November 11th, 2011, 01:58 AM rencana tinggal rencana....
proyek ini diisukan semenjak 10 tahun yang lalu
senasib sama proyek Menara Jakarta n Monorel yang tidak dilanjutkan
sayang sekali...
mbahTonno December 3rd, 2011, 12:47 PM rencana tinggal rencana....
proyek ini diisukan semenjak 10 tahun yang lalu
senasib sama proyek Menara Jakarta n Monorel yang tidak dilanjutkan
sayang sekali...
Sudah ganti menteri, sudah ganti ketua KONI, sudah ganti pembalap, sampai-sampai semangatpun sudah ganti juga.
kanazef December 4th, 2011, 04:51 PM F1 di bali.. ? wow..keren...semoga tidak bernasib seperti GWK...boro2 di bangun lagi..ada juga investor asing yang mau ngembangin..kalo pemerintah jeli aja..investasi APBD/APBN sedikit aja buat menyelesaikan tuh project yang tertunda..saya yakin..MELALUI GWK bali semakin bersinar..baru setengah jadi aja udah ribuan orang mengunjungi GWK. saya kagum sama GWK..bukan cuma saya..mungkin orang2 dari seluruh dunia. realistis aja sih..kalo emang masih belum mampu..monggo selesaikan dulu project2 kecilnya..! GONDOK lihat project2 yang hanya terhenti sampe maket nya doank..noh Regatta hotel dulu2 udah ngarep banget bakalan rampung tuh hotelnya..lah skarang mana..sejauh ini belum ada bangunan modern yang bertaraf dunia yang bisa membanggakan indonesia...
|
|