View Full Version : [INDONESIA] Telecommunication and Internet
AceN May 28th, 2008, 04:27 PM Jakarta's 'tower jungle' to be felled
Mustaqim Adamrah , The Jakarta Post , Jakarta | Wed, 05/28/2008 12:56 PM | City
The Jakarta administration is planning to replace the city's 2500 base transreceiver station (BTS) towers with 850 newer, more strategically located towers, an official said Tuesday.
City spatial planning agency head Wiriyatmoko said the new towers would be erected at 850 different locations as recommended in a study by PT Jakarta Komunikasi.
PT Jakarta Komunikasi is a subsidiary of city-owned construction firm PT Jakarta Propertindo.
"More than 800 BTS towers will be built on vacant land throughout Jakarta. Each tower will be used by at least three cellular operators," Wiriyatmoko said at City Hall.
"The spatial planning agency will determine the towers' design. We're still working on it."
He said the plan to remove the existing towers came after complaints they made the city look like a "tower jungle".
More than 1,700 legally built BTS towers will be dismantled, Sarwo Handayani, assistant to city secretary for development, said Monday.
The plan is a follow-up of a 2006 regulation requiring cellular operators to share towers -- a system which industry experts say would drastically reduce each company's operating costs.
The concept was first introduced in Jakarta in 2001, with a gubernatorial decree stipulating each tower be used by at least two cellular operators.
As a result of the 2001 ruling, the city's property management and control agency stopped issuing licenses for new towers in 2000. The licenses for the existing 1,700 towers expired in 2006, but because the PT Jakarta Komunikasi study was only completed this year, temporary extensions were granted earlier this month.
The temporary licenses will expire as soon as the city administration starts implementing the plan to dismantle existing towers and build new ones.
Last year, the property management and control agency dismantled 75 of 1,508 towers whose licenses had expired.
Hari Sasongko, head of the agency, said the planned dismantling of towers this year could meet with budgetary hurdles.
"It costs between Rp 15 million (US$1,609) and Rp 20 million to dismantle a 20 to 30-meter-high tower," he said.
Heru Sutadi, a member of the Indonesian Telecommunications Regulatory Agency, said most cellular operators supported the shared tower concept in principle.
"But some towers cannot be used by more than two operators," he said.
"The administration should also allow operators to use one tower each for towers that serve as core nodes in their networks."
dlouval May 28th, 2008, 06:04 PM What is Jakarta's Internet subscription rate?
anOz May 28th, 2008, 06:29 PM Gw pake ****net, enak makenye se-RT. Iurannya cuma 25 rb sebulan. 24 jam download bisa sampe 150 kbps...unlimited lagi...he5x....
rilham2new May 30th, 2008, 10:02 AM What is Jakarta's Internet subscription rate?
What speed do u expect .... What subscription scheme do u plan ?? Is it an individual one or corporate one ???
AceN June 4th, 2008, 03:40 PM Kementerian BUMN Dukung Telkom Beli Saham Temasek
04/06/08 13:28
Jakarta (ANTARA News) - Menneg BUMN Sofyan Djalil menyatakan, mendukung PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) membeli 35 persen saham Singapore Telecommunication (Singtel) pada operator seluler PT Telkomsel.
"Kita (Kementerian BUMN) akan mendukung kalau Temasek (induk perusahaan Singtel) mau menjual sahamnya di Telkomsel. Dengan demikian Telkomsel akan 100 persen milik Telkom," kata Sofyan Djalil, di Jakarta, Rabu.
Tetapi sejauh ini belum diketahui apakah Temasek akan melakukan banding terkait perkara putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tersebut atau menjual kepemilikan sahamnya di Telkomsel.
Kesiapan Telkom membeli saham Singtel sempat diungkapkan Komisaris Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk, Tanri Abeng.
Sesuai dengan "pre emptive right" atau pihak pertama yang berhak membeli, Telkom dinilai memiliki kemampuan membeli saham Singtel, karena didukung permodalan yang kuat.
"Kita serahkan kepada Telkom. Karena, negara kan tidak punya uang," kata Sofyan Djalil.
Ia juga menyoroti wacana pembelian kembali saham pemerintah di Indosat. "Saya rasa tidak perlu (membeli saham Indosat), karena akan menyalahi KPPU. Kalaupun pemerintah punya dana lebih penting digunakan untuk membangun infrastruktur seperti listrik yang dapat menciptakan lapangan kerja," ujarnya.(*)
=NaNdA= June 4th, 2008, 04:27 PM ^^ Pemerintah Tak Kuasa Membeli Indosat Lagi
Jakarta - Pemerintah tidak akan membeli Indosat meskipun Temasek akan menjual perusahaan telekomunikasi itu. Setidaknya, ada tiga alasan yang menghalangi pemerintah untuk melakukan pembelian.
Pertama, pemerintah tidak punya hak membeli Indosat. Kasusnya berbeda jika Temasek memilih untuk menjual Telkomsel, yang bisa dibeli pemerintah melalui Telkom.
Kedua, kalaupun pemerintah berhak membeli Indosat, maka bisa melanggar KPPU juga dengan memiliki dua pemain besar di bisnis telekomunikasi. Padahal Temasek digugat karena alasan yang sama.
Ketiga, kalaupun berhak dan boleh membeli Indosat, nyatanya pemerintah tidak punya uang untuk membelinya.
Menurut Menneg BUMN Sofyan Djalil, kalaupun ada uang, lebih baik pemerintah menggunakannya untuk membangun pembangkit listrik. "Negara tidak punya uang, kalau ada mending kita bangun pembangkit listrik. Beli Indosat nggak akan bantu apa-apa, tapi kalau bangun pembangkit listrik, bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan menambah pasokan listrik," katanya.
Ia menyatakan hal tersebut dalam 'Coffee Morning' dengan wartawan di Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (4/6/2008).
KPPU menilai Temasek melakukan monopoli di industri telekomunikasi di Indonesia dengan memiliki saham di Indosat dan Telkomsel. Kedua perusahaan itu merupakan pemain telekomunikasi terbesar di negeri ini.
Temasek pun diminta untuk melepas salah satu dari kedua perusahaan itu. Bisa Indosat, atau Telkomsel. Sementara jika Temasek melepas Telkomsel, Sofyan menyatakan pemerintah sangat mendukung Telkom untuk membeli saham Telkomsel yang dilepas Temasek.
"Kalau Telkomsel yang dijual, kita dukung Telkom beli. Cuma masalahnya, kita tidak tahu apakah Temasek akan banding atau menjual salah satunya," jelas Sofyan.
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/04/time/111
VRS June 6th, 2008, 09:44 AM Ketiga, kalaupun berhak dan boleh membeli Indosat, nyatanya pemerintah tidak punya uang untuk membelinya.
itu adalah yg paling masuk akal,pemerintah kita tak punya uang banyak...
BauIng June 7th, 2008, 09:58 AM Jakarta Mau Dijadikan Kota Cyber
Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Jakarta - Jakarta mau dijadikan kota cyber oleh Telkom. Monas pun ditetapkan BUMN telekomunikasi itu sebagai kilometer nol alias titik awal pembangunan hotspot internet di seluruh wilayah DKI.
Demikian diungkapkan Eksekutif General Manager Divisi Regional II Telkom, Adeng Achmad, seusai meresmikan Monas Cyber Zone bersama Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, yang mewakili Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, di Diorama Monas, Sabtu (7/6/2008).
Peluncuran program tersebut diharapkan bisa memberikan kemudahan dan kenyamanan kepada seluruh masyarakat, termasuk wisatawan asing dan domestik yang berkunjung ke Jakarta.
"Dan yang terpenting, Monas Cyber Zone ini adalah perwujudan tekad dari Telkom untuk menjadikan Jakarta sebagai Cyber City," kata Adeng.
Dengan peluncuran program ini, para pengunjung Monas dapat menggunakan fasilitas layanan hot spot menggunakan koneksi internet broadband Speedy melalui perangkat komputasi portabel yang juga memiliki koneksi internet nirkabel, misalnya saja laptop atau ponsel pintar.
Selain Monas, kata Adeng, Telkom juga telah menempatkan hot spot Speedy yang aktif di 180 lokasi strategis dan pusat keramaian di wilayah Jabodetabek, seperti di mal, kafe, museum, taman kota, hotel, dan komplek perkantoran.
"Kami harap di akhir 2008 ini seluruh lokasi strategis di Jabodetabek sudah tersedia hot spot Speedy dengan kualitas bandwidth besar mencapai 1 Mbps," tandasnya.
Menteri Komunikasi dan Informatika Mohammad Nuh juga berharap dengan makin tersedianya koneksi internet cepat dan murah, diharapkan penetrasi internet bisa meningkat dua kali lipat dari sebelumnya.
Ia pun menargetkan hingga akhir tahun ini pengguna akses internet bisa mencapai 50 juta atau meliputi 20% populasi penduduk di Indonesia. Hingga saat ini, kata menteri, pengguna internet di Tanah Air baru mencapai 28 juta pengakses.
Sony Sjklw June 7th, 2008, 10:45 AM ^^ Pemerintah Tak Kuasa Membeli Indosat Lagi
Jakarta - Pemerintah tidak akan membeli Indosat meskipun Temasek akan menjual perusahaan telekomunikasi itu. Setidaknya, ada tiga alasan yang menghalangi pemerintah untuk melakukan pembelian.
Pertama, pemerintah tidak punya hak membeli Indosat. Kasusnya berbeda jika Temasek memilih untuk menjual Telkomsel, yang bisa dibeli pemerintah melalui Telkom.
Kedua, kalaupun pemerintah berhak membeli Indosat, maka bisa melanggar KPPU juga dengan memiliki dua pemain besar di bisnis telekomunikasi. Padahal Temasek digugat karena alasan yang sama.
Ketiga, kalaupun berhak dan boleh membeli Indosat, nyatanya pemerintah tidak punya uang untuk membelinya.
Menurut Menneg BUMN Sofyan Djalil, kalaupun ada uang, lebih baik pemerintah menggunakannya untuk membangun pembangkit listrik. "Negara tidak punya uang, kalau ada mending kita bangun pembangkit listrik. Beli Indosat nggak akan bantu apa-apa, tapi kalau bangun pembangkit listrik, bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan menambah pasokan listrik," katanya.
Ia menyatakan hal tersebut dalam 'Coffee Morning' dengan wartawan di Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (4/6/2008).
KPPU menilai Temasek melakukan monopoli di industri telekomunikasi di Indonesia dengan memiliki saham di Indosat dan Telkomsel. Kedua perusahaan itu merupakan pemain telekomunikasi terbesar di negeri ini.
Temasek pun diminta untuk melepas salah satu dari kedua perusahaan itu. Bisa Indosat, atau Telkomsel. Sementara jika Temasek melepas Telkomsel, Sofyan menyatakan pemerintah sangat mendukung Telkom untuk membeli saham Telkomsel yang dilepas Temasek.
"Kalau Telkomsel yang dijual, kita dukung Telkom beli. Cuma masalahnya, kita tidak tahu apakah Temasek akan banding atau menjual salah satunya," jelas Sofyan.
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/04/time/111
^^
Sesuatu yang di jual murah, Jangan harap dapat di beli kembali dengan harga murah. Apalagi jika hal tersebut sangat penting fungsinya:ohno:
rilham2new June 13th, 2008, 04:44 PM SPEEDY di Peak Hour kek Sekarang SADIS BENER KECEPATANNYA :eek:
http://www.speedtest.net/result/283565673.png (http://www.speedtest.net)
=NaNdA= June 14th, 2008, 04:16 AM ^ Speedy bocor... :D
klo speedy gw masih segini... :ohno:
http://www.speedtest.net/result/283787933.png
AceN June 14th, 2008, 06:35 AM kok pada ngebut-ngebut sih..g kaga.. -_-"
http://www.speedtest.net/result/283816744.png (http://www.speedtest.net)
=NaNdA= June 14th, 2008, 06:38 AM huaaa,,, AceN.. koq bisa uploadnya segede itu?? :shocked:
AceN June 14th, 2008, 06:47 AM ^^ i dunno nan :dunno: it takes less than a minute uploading a 28 MB video in indowebster :D:D secara g uplod di indowebster 3 mb/s :nuts:
yudibali2008 June 16th, 2008, 04:32 PM Government Hints at a 20 – 40% Reduction in Internet Tariffs is Just Ahead.
The Government has declared its intention to lower Internet rates between 20 and 40 percent in the coming months.
The government has asked the Indonesian Internet Service Provider Association (APJII) to analyze all the cost components involved in providing Internet services in order to establish the exact amount of reductions to be granted to Internet customers.
According to The Jakarta Post, the international bandwidth tariff constitutes 40% of all Internet costs. The "back haul component" which connects Internet Service Providers (ISP's) with infrastructure providers comprises 30% of costs. The remaining 30% of the cost is incurred in the "last mile component" or the physical connection between the ISP and the consumer.
ISPs are resisting calls to lower costs, urging the government to focus instead on computer penetration, improving financial mechanisms for ISPs and creating additional frequencies for more wireless access.
Hope government will do this soon....that's really great for Indonesia....:banana:
rilham2new June 16th, 2008, 05:09 PM kok pada ngebut-ngebut sih..g kaga.. -_-"
http://www.speedtest.net/result/283816744.png (http://www.speedtest.net)
Itu ISP apa bagus banget kecepatan UPLOAD nya ??? :eek:
UPLOAD Youtube pasti kenceng banget :eek:
---------
Semenjak speedy makin kenceng, 1 hari aku bisa UPLOAD video 70 Mb-an sampe 2 kali (masing2 menghabiskan waktu 105-120 menit :D ) ...
=----------
@Nanda, SPEEDY itu naiknya bertahap, soalnya ... aku rasa karena kebetulan aja karena rumah aku sekarang deket banget sama Kantor Telkom JakBar ..:tongue2: , pasti lahh ngaruh banget .. Sekarang aja kalau dicek 950 kbps pasti nyampe. Kalau malam2 bahkan bisa 1100 kbps.
Tapi kalau lagi bocor, sih ,... mungkin banget kalau dapat sampe 1100 kbps ke atas :D
laba-laba June 17th, 2008, 05:32 AM kalau masih belum ada com.id ndak usah ngomonglah internet indonesia..
anOz June 17th, 2008, 07:01 PM http://www.speedtest.net/result/285151324.png
Kemarin sempet sampai 1056 dan 153 padahal gw daftarnya cuma 768...
laba-laba June 18th, 2008, 05:22 AM tapi koneksi internet di indonesia tidak memakai 1:1
DJ_Archuleta July 2nd, 2008, 09:07 AM Govt plan may disrupt cell phone services
Mustaqim Adamrah , The Jakarta Post
The Jakarta administration's plan to replace 2,500 base transceiver station (BTS) towers with 850 newer ones will lead to cellular network chaos, says a member of the Indonesian Telecommunications Regulatory Agency.
Heru Sutadi said Tuesday all cellular connections could be lost if operators are forced to move from one BTS tower to another.
"The plan to dismantle existing BTS towers and replace them with the new ones is a breach of an Information and Communications Ministry 2008 regulation on tower sharing," he said Tuesday.
The ministry issued the regulation earlier this year to back a gubernatorial decree introduced in Jakarta in 2001 on tower sharing. Each BTS tower has to be occupied by at least two cellular operators.
"The ministry regulation on tower sharing does not say to destroy existing BTS towers," Heru said.
"It requires old cellular operators to strengthen their towers to share them with new players by 2010 in anticipation of the additional load," he said.
The city spatial planning agency has so far decided on the locations for over 470 blocks of BTS towers.
Jakarta Property Management and Control Agency head Hari Sasongko said Wiriyatmoko, head of the spatial planning agency, was still preparing the BTS tower block designs and plans.
The plan to replace the towers with 850 new ones is in response to public complaints that the city looks like "tower jungle", and as a follow-up of the 2001 bylaw to require cellular operators to share BTS towers, fully implemented in a ministerial decree this year.
As a result of the 2001 ruling, the city's property management and control agency stopped issuing licenses for new towers in 2006.
The licenses for 1,508 towers expired in 2006 but were given temporary licenses again earlier this year as the agency awaits results of tower-sharing studies, which will be available at the end of the year.
The studies are being conducted by PT Jakarta Komunikasi, a subsidiary of city-owned construction firm PT Jakarta Propertindo.
The temporary licenses will expire as soon as the administration starts implementing the plan.
The property management and control agency have dismantled 75 of the 1,508 towers with expired licenses.
DJ_Archuleta July 2nd, 2008, 07:22 PM Sumatera Jadi "Pulau Digital" Tahun 2008
Medan (ANTARA News) - Target Telkom menjadikan Sumatera sebagai "Pulau Digital" tahun ini diyakini kuat tercapai setelah semester I pertumbuhan penjualan dan pelanggan berbagai layanan jasa mulai dari Flexi, PSTN dan Speedy meningkat signifikan.
Executive General Manager Divre I Sumatra, Muhammad Awaluddin, di Medan, Rabu, mengatakan, pertumbuhan yang paling fantastis adalah di produk Speedy, internet Broadband Access.
Speedy merupakan layanan akses pita lebar dari Telkom yang menggunakan teknologi Asymetric Digital Subscriber Line = ASDL) untuk mengakses internet dengan kecepatan tinggi dan memberikan layanan data serta telepon/fax secara bersamaan dengan hanya menggunakan satu saluran telepon sehingga setiap saat bisa `on line` untuk akses ke internet.
"Pertumbuhan pelanggan Speedy hingga Juni 2008 mencapai 237 persen dari tahun lalu," katanya dalam pemaparan kinerja Telkom Divre I Sumatera itu.
Bahkan dari sisi penjualan, hingga Juni tercatat sebesar 45.169 satuan sambungan layanan (SSL) atau mengalami peningkatan sebesar 167 persen dibandingkan periode sama tahun 2007.
Hingga Juni 2008, jumlah pelanggan sudah sebanyak 76.849 SSL dari periode sama tahun 2007 hanya 22.779 SSL.
"Untuk meningkatkan layanan dan pelanggan Speedym Telkom akan menambah kapasitas pada produk Speedy dari posisi Juni 2008 yang tersedia sebanyak 118.088 atau mengalami pertumbuhan sebesar 4 persen dibanding periode yang sama di tahun 2007," katanya.
Tahun ini diharapkan, penambahan kapasitas Speedy bisa mencapai 148.775 SSL.
"Seiring dengan obsesi menjadikan Sumatra pulau Digital dan terus dibangunnya infrastruktur Speedy di seluruh Sumatra diharapkan target sales sebanyak 150.000 SSL di tahun 2008 bisa dicapai," kata Awaluddin.(*)
DJ_Archuleta July 2nd, 2008, 07:23 PM Sumatera Jadi "Pulau Digital" Tahun 2008
Medan (ANTARA News) - Target Telkom menjadikan Sumatera sebagai "Pulau Digital" tahun ini diyakini kuat tercapai setelah semester I pertumbuhan penjualan dan pelanggan berbagai layanan jasa mulai dari Flexi, PSTN dan Speedy meningkat signifikan.
Executive General Manager Divre I Sumatra, Muhammad Awaluddin, di Medan, Rabu, mengatakan, pertumbuhan yang paling fantastis adalah di produk Speedy, internet Broadband Access.
Speedy merupakan layanan akses pita lebar dari Telkom yang menggunakan teknologi Asymetric Digital Subscriber Line = ASDL) untuk mengakses internet dengan kecepatan tinggi dan memberikan layanan data serta telepon/fax secara bersamaan dengan hanya menggunakan satu saluran telepon sehingga setiap saat bisa `on line` untuk akses ke internet.
"Pertumbuhan pelanggan Speedy hingga Juni 2008 mencapai 237 persen dari tahun lalu," katanya dalam pemaparan kinerja Telkom Divre I Sumatera itu.
Bahkan dari sisi penjualan, hingga Juni tercatat sebesar 45.169 satuan sambungan layanan (SSL) atau mengalami peningkatan sebesar 167 persen dibandingkan periode sama tahun 2007.
Hingga Juni 2008, jumlah pelanggan sudah sebanyak 76.849 SSL dari periode sama tahun 2007 hanya 22.779 SSL.
"Untuk meningkatkan layanan dan pelanggan Speedym Telkom akan menambah kapasitas pada produk Speedy dari posisi Juni 2008 yang tersedia sebanyak 118.088 atau mengalami pertumbuhan sebesar 4 persen dibanding periode yang sama di tahun 2007," katanya.
Tahun ini diharapkan, penambahan kapasitas Speedy bisa mencapai 148.775 SSL.
"Seiring dengan obsesi menjadikan Sumatra pulau Digital dan terus dibangunnya infrastruktur Speedy di seluruh Sumatra diharapkan target sales sebanyak 150.000 SSL di tahun 2008 bisa dicapai," kata Awaluddin.(*)
ncon July 5th, 2008, 03:58 AM ikut2an :D
http://www.speedtest.net/result/292234468.png (http://www.speedtest.net)
atmada July 5th, 2008, 06:19 AM ^^ 33000kbps?? :omg:
sanhen July 5th, 2008, 02:06 PM show off juga ah... hehehe :D
http://img57.imageshack.us/img57/681/speedtestcd9.jpg
symetrical upload / download. distance to test server 700 miles.
David-80 July 5th, 2008, 03:38 PM The slowest connection in Singapore.....
http://www.speedtest.net/result/292383512.png (http://www.speedtest.net)
last time from my office in sommerset singapore, i managed to get 30000/35000 down/up stream
cheers
=NaNdA= July 5th, 2008, 03:42 PM show off juga ah... hehehe :D
http://img57.imageshack.us/img57/681/speedtestcd9.jpg
symetrical upload / download. distance to test server 700 miles.
^^ :eek2: :nuts:
peseg5 July 5th, 2008, 05:32 PM ikut2an :D
http://www.speedtest.net/result/292234468.png (http://www.speedtest.net)
holy god... Indonesia kapan yah? Tahun 2100 kali?
atmada July 6th, 2008, 05:19 AM ^^ kalo make satelit yang bayarnya berpuluh2 juta *mungkin ratusan juta* baru bisa :D
sanhen July 6th, 2008, 09:43 AM satelit latency nya besar. kalo d/l file gede, pas awal2nya lambat.. lalu lama2 jadi cepet. so ngga cocok buat online game.
Sielo July 22nd, 2008, 06:27 PM Indosat tops full-yr subscriber target in July-paper
AKARTA, July 22 - Indonesia's second-largest mobile phone operator, PT Indosat Tbk <ISAT.JK>, has exceeded its full-year target with 33.5 million mobile phone users, a local newspaper reported on Tuesday.
Indosat <IIT.N>, 40.8 percent owned by Qatar Telecom <QTEL.QA>, had set a target of signing up 8 million new subscribers to reach 32.5 million users by the end of the year.
Investor Daily quoted an Indosat director, Guntur Siboro, as saying the company has nearly 33 million cellular phone subscribers and 800,000 fixed-wireless CDMA customers.
Last year, the company's subscriber base leapt 47 percent to 24.5 million.
"The sharp increase in the number of users is not exclusive to Indosat, but it has happened to all operators," Siboro said.
Indonesia has a rapidly growing telecoms market where the number of mobile phone subscribers is expected to soar to 120 million by the end of 2008 from some 90 million last year.
However, increasing competition among operators and the entrance of new rivals is expected to push margins down.
PT Telekomunikasi Selular, 65 percent controlled by PT Telekomunikasi Indonesia Tbk <TLKM.JK> and 35 percent owned by Singapore Telecommunications Ltd <STEL.SI>, is the largest mobile phone operator which controls over half the market. (Reporting by Harry Suhartono, editing by Sugita Katyal and Jacqueline Wong)
laba-laba July 24th, 2008, 08:35 AM gsm yg paling murah gprs nya apa ya ?
atmada July 24th, 2008, 12:39 PM ^^ axis
o,1 per kb
rilham2new July 27th, 2008, 02:56 PM ^^ AXIS , GSM "yang baik" :D .....
netaholics13 July 28th, 2008, 05:03 AM ikut2an :D
http://www.speedtest.net/result/292234468.png (http://www.speedtest.net)
kapan yah bisa nyampe segitu....:ohno:
ispnya udah pake vsat, dapetnya segini doank
http://www.speedtest.net/result/301551720.png (http://www.speedtest.net)
peseg5 July 28th, 2008, 05:19 AM ^^ AXIS , GSM "yang baik" :D .....
kurang lengkap... yang baik di dalam maupun di luar gedung...SINYALNYA JELEK..
rilham2new July 28th, 2008, 07:56 AM ^^ Masih baru :D ...... Dulu, tahun 1997, hape telkomsel di bawa dari Batam ke Pekanbaru malah gak ada sinyalnya sama sekali :rofl:
atmada July 30th, 2008, 04:20 PM ^^ ku mlh pengen balik ke tsel :D
tollfreak August 1st, 2008, 12:58 PM http://www.speedtest.net/result/303480432.png (http://www.speedtest.net)
http://www.speedtest.net/result/303481284.png (http://www.speedtest.net)
segini...pk fastnet 768 hanya off 20kb/s
rilham2new August 2nd, 2008, 06:49 AM ^^ AKu pake SPEEDY seharusnya cuman dapet 1 Mbps ... malah kelebihan ke 1.7 Mbps :nuts:
Lihat deh di halaman2 belakang udah aku posting :D
tollfreak August 3rd, 2008, 10:58 AM skrg malah 2x lebih cepat (fastnet 768 tiba2 jd 1500)
http://www.speedtest.net/result/304256691.png (http://www.speedtest.net)
rilham2new August 3rd, 2008, 02:30 PM ^^ Berarti SPEEDTEST nya yang gak bisa dipercaya :nocrook:
jrot August 4th, 2008, 01:18 PM Public Phone inside my sch. powered by star one-indosat
nelpon:100/half minute
sms:200/message
http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink/DSC00131.jpg
enjoy....
jrot August 4th, 2008, 01:19 PM DP
rilham2new August 4th, 2008, 01:44 PM ^^ StarOne itu pake CDMA kan ??? Sinyalnya bagus gak ??? (tapi kalau di Jakarta sih pastinya bagus :D)
jrot August 7th, 2008, 03:12 PM maap jarang ke thread ini saia...
klo pake tu telpon umum sih baik2 saja dlm arti lgsg tersambung&suara jernih...
=NaNdA= August 7th, 2008, 04:00 PM ^^ StarOne itu pake CDMA kan ??? Sinyalnya bagus gak ??? (tapi kalau di Jakarta sih pastinya bagus :D)
Star-One adanya cuma di beberapa kota aja..
trus blum bisa diajak ke luar kota kaya Combo di Flexi atau Gogo di Esia
nelponnya lumayan murah, internetnya juga lumayan bagus..
tapi ya itu dia, ga bisa dibawa2 ke luar kota..
rilham2new August 7th, 2008, 04:02 PM ^^ Di Pekanbaru dah ada StarONE dari tahun 2006 (mungkin 2005). tapi, sinyalnya sampe hari ini gak bagus-bagus :nuts: ...
AceN August 14th, 2008, 06:24 PM http://www.thejakartapost.com/files/images/reverse%20charge.img_assist_custom.jpg
People make calls from public fixed line telephones at the Blok M bus station in Jakarta on Wednesday. Despite a price war among cellular operators, many people still prefer to use landlines because rates are much lower than those for cellular phones. (JP/R. Berto Wedhatama)
==================================================
Oh, masi ada yang pake telpon umum toh...kirain :tongue2:
teddybear August 15th, 2008, 04:59 AM Mohon tanya program Telkom Speedy. Koq saya ke website Telkom Speedy bilang 2,5 juta Rp per bulan kalo mau benar2x unlimited? Wah, ini mah mahal sekali. Maksudnya limited itu kan nggak bisa bebas pakai internet terus menerus tiap bulannya? Tiap kali surfing di meterin berapa MB informasi begitu?
Di Canada sini nggak ada batasan, jadi saya bisa check email di Yahoo sepuas2xnya. Yah mengecewakan juga, selain ratenya mahal sekali, Indonesia rakyatnya lebih miskin tapi di kenai biaya jauh lebih mahal (2,5 juta itu kurang lebih 250 dollar kan). Padahal akses internet perlu sekali untuk menambah informasi dan pengetahuan.
Boleh tolong bagi mereka yg pakai Speedy bisa memberi informasi lebih banyak. Apakah 2,5 juta Rp itu sudah bersih tanpa ada lagi charge pemakaian telepon yang berjam2x selama di internet?
Saya rasa internet dapat membuka pengetahuan dan informasi untuk Indonesia. Thanks berat nih buat informasinya!
AceN August 15th, 2008, 06:21 AM ^^ ted, yang 2,5 jt itu paket warnet kalo ga salah. Kalo paket personal yang unlimited 750rb. Jaoh lebih mahal dari fastnet.
Fastnet 384kbps (teorinya sgitu, ga tau prakteknya brapa) unlimited cuma 99.000 :)
AceN August 15th, 2008, 06:28 AM --dp-
teddybear August 15th, 2008, 05:14 PM Acen, Fastnet itu apa, gua nggak pernah dengar, apa broaband juga, sama kecepatannya dengan Speedy?
Kalo di Indonesia pakai apa coba yg setara kecepatannya dengan broadband / ADSL speed kaya di luar negri?
AceN August 15th, 2008, 05:27 PM ^^ ted, klik http://www.firstmedia.com/fastnet_product.html
Untuk speednya g ga tau, soalnya g blom pernah pake fastnet :)
bozhart August 15th, 2008, 05:59 PM ^^ Adikku pakai Fastnet 384, kecepatannya rata2 300 kbps stabil. Kecepatan Speedy itu max 1 mbps.
@ Teddybear, kalau mau kecepatan tinggi yg wireless (bisa dibawa2 ke hampir semua kota2 di Indonesia), bisa pakai Indosat atau Telkomsel yg berteknologi HSDPA (3.5G), jauh lebih cepat dari Speedy yg wired. Tetapi yg unlimited hanya ada di Telkomsel, tidak ada di Indosat. Tarifnya juga tidak terlalu mahal. Coba cek website ini:
Telkomsel: http://www.telkomsel.com/web/hot_offering
Indosat: http://www.indosat.com/Indosat_3.5G_Broadband
.
tollfreak August 16th, 2008, 05:00 PM fastnet ada yg 384, (100rb), 512(200rb), 768 (325rb), 1500 (600rb), dan 3000 (1,2 jt). Gw pk yg 768, kecepatan stabil, dan udh dapat modem. (yg 384/512 blm). Kl mau yg setara di luar negeri ya 512 kbps ke atas. Btw, term ADSL itu hanya di apply utk kecepatan 384. Kl mau youtube lancar ya pakai 512 ke atas. Semua unlimited. Dan skrg nga ush langganan home cable utk dpt fastnet ( CMIIW)
rilham2new August 16th, 2008, 05:35 PM Mohon tanya program Telkom Speedy. Koq saya ke website Telkom Speedy bilang 2,5 juta Rp per bulan kalo mau benar2x unlimited? Wah, ini mah mahal sekali. Maksudnya limited itu kan nggak bisa bebas pakai internet terus menerus tiap bulannya? Tiap kali surfing di meterin berapa MB informasi begitu?
Di Canada sini nggak ada batasan, jadi saya bisa check email di Yahoo sepuas2xnya. Yah mengecewakan juga, selain ratenya mahal sekali, Indonesia rakyatnya lebih miskin tapi di kenai biaya jauh lebih mahal (2,5 juta itu kurang lebih 250 dollar kan). Padahal akses internet perlu sekali untuk menambah informasi dan pengetahuan.
Boleh tolong bagi mereka yg pakai Speedy bisa memberi informasi lebih banyak. Apakah 2,5 juta Rp itu sudah bersih tanpa ada lagi charge pemakaian telepon yang berjam2x selama di internet?
Saya rasa internet dapat membuka pengetahuan dan informasi untuk Indonesia. Thanks berat nih buat informasinya!
SPEEDY sudah pakai 1 tahun lebih .... Paket pertama paket yang QUOTA 1 GB,, bayar Rp 250 ribu (lewat 1 Mb bayar Rp 1000 CMIIW, udah agak lupa) ... Tagihan bulan pertama kena Rp 2.5 juta ... WHICH IS NOT WORTHED. Akhirnya pindah ke paket UNLIMITTED Rp 750 ribu.
Tahun 2007, pernah daftar FASTNET (tapi harus WAITING LIST udah hampir 1 tahun gak dipanggil-panggil ..) ... Akhirnya, yaa udah ikhlaskan aja berinternet mahal dan lancar. Kecepatan waktu itu cuman 384 Kbps ...
Kemaren awal 2008, SPEEDY ngasih kejutan luar biasa tidak terkira .... Yang meningkatkan kecepatan sampe 1 Mbps ... Langsung hilang deh niatan mau pasang FASTNET (yaa, secara waiting listnya gak digubris .. mau gimana lagi ...)
Paket UNLIMITTED 1 Mbps untuk HOME USAGE seharga Rp 750 ribu itu untuk akses 24/7 (kalau lagi tidak ada kendala jaringan ...).. Selama sebulan adalah, paling tidak ngalamin 3-4 jam kendala jaringan.
Pake SPEEDY, sih cuman tinggal tarik kabel aja dari kabel telepon (kalau sudah ada telepon). Dan jangkauannya terluas di Indonesia .. Yaa, kalau di Jakarta memang banyak pilihan, tapi di daerah mo gimana. Di Rumah aku aja yang lokasinya cuman beberapa puluh meter dari Tol Dalam Kota, bisa ngliat Taman Anggrek, Untar (ibaratnya udah ditengah JAKarta Barat banget) .. aku masih kena waiting list :tongue2: ...
Internet Indonesia masih mahal karena pesaingnya belum banyak. Dan biasalah, masalah monopoli. Lagipula memang susah kalau mau mengembangkan jaringan ke negara seluas 1.9 juta sq km ini ... Yang terpisah sebanyak 17,508 pulau ... Investasinya memang gak murah .... Tipikal orang Indonesia,, lebih suka (dan bangga) buka CONTENT ASING .... yang servernya di luar Indonesia .. jadi, itu tadi kenapa kecepatan tinggi seringkali jadi tuntutan ...
Ntah kenapa rumah aku sering ditelepon Customer Service nya SPEEDY yang menanyakan, gimana kecepatannya , ada masalah tidak ??, atau nanya pemakaiannya biasanya untuk apa ,, dan macam-macam. Aku pribadi gak pernah sekalipun kena masalah dengan CSO Speedy ... Yaa, kalau kejutan naik kecepatan sampai 1 MBps aja mungkin .. Aku rasa kejutan turun harga juga mungkin ... ;) ... Speedy yang sekarang juga hasil penurunan tarif tahun 2006 kalau tidak salah ...
rilham2new August 16th, 2008, 05:47 PM ^^ Adikku pakai Fastnet 384, kecepatannya rata2 300 kbps stabil. Kecepatan Speedy itu max 1 mbps.
@ Teddybear, kalau mau kecepatan tinggi yg wireless (bisa dibawa2 ke hampir semua kota2 di Indonesia), bisa pakai Indosat atau Telkomsel yg berteknologi HSDPA (3.5G), jauh lebih cepat dari Speedy yg wired. Tetapi yg unlimited hanya ada di Telkomsel, tidak ada di Indosat. Tarifnya juga tidak terlalu mahal. Coba cek website ini:
Telkomsel: http://www.telkomsel.com/web/hot_offering
Indosat: http://www.indosat.com/Indosat_3.5G_Broadband
.
HSDPA memang kencang sampai 3.5 MBps ... tapi sayang, bahkan di Jakarta sekalipun masih banyak yang belum kena sinyalnya ....:ohno: ..
Kalau 3G baru lumayan :)
TELKOMSEL FLASH itu mahal (luar biasa), aku pernah pakai yang TIMEBASED, bawa ke Jogja ... di kawasan Malioboro (pusat kota loh ya ...) ... SInyalnya masa' GPRS sih :hammer: .... Kalau bertukar jadi 3G pun lambaaaat bukan main.
Tagihan HALO ku juga sempat membengkaki gara2 FLASH ini. Tapi, FLASH ini kalau kenceng memang beneran kenceng .... untung saja gak pernah makai lagi .... :ohno:
=NaNdA= August 17th, 2008, 03:51 AM minta review Indosat IM2 donk.. ama WiMode Esia.. :)
=NaNdA= September 1st, 2008, 05:57 PM ada barang baru nih.. :D
http://www.netvone.com/web/images/news/1217859683.jpg
=NaNdA= September 1st, 2008, 05:58 PM DP
rilham2new September 1st, 2008, 07:16 PM ^^ Baru baca kata Jaringan "3" aja udah malas :D ... Jangankan itu, jaringan telkomsel atau indosat aja yang sebegitu luasnya, kita sering kebagian getah GPRS yang superlambat itu kok :tongue2: ....
Ini aku nge-net pake 3G dengan PCMCIA card :D ... Sering kebagian getah GPRS juga :tongue2: ...
gantengscool September 7th, 2008, 08:59 AM .
Discomgoogolation, Penyakit Baru Candu Internet.
Annisa M. Zakir - detikinet
Jakarta - Berdasarkan studi yang dilakukan terus menerus, kini psikolog mengungkapkan sebuah penyakit baru terkait dengan perilaku kecanduan internet.
Menurut studi, para penderita terindikasi ketergantungan internet ini menyandang 'penyakit' baru dengan istilah 'Discomgoogolation', yang didefinisikan sebagai perasaan stress dan kegelisahan saat tak bisa segera terhubung dengan akses informasi cepat.
Discomgoogolation sendiri merupakan gabungan dari Discombobulate yang artinya frustasi atau bingung. Sementara kata 'googolation' konon diambil dari istilah googling atau mencari informasi lewat mesin pencari Google.
"Kemudahan yang ditawarkan dunia broadband telah menciptakan budaya baru yaitu jawaban instan (melalui mesin cari di internet). Sebuah galaksi informasi yang hanya perlu satu kali klik, dan membuat manusia sangat tergantung," ujar psikolog, Dr. David Lewis, seperti dikutip detikINET dari berbagai sumber, Minggu (7/9/2008).
Labih lanjut menurut Dr.Lewis, efek fisik yang ditimbulkan dari Discomgoogolation ini juga tak main-main. "Cukup mengejutkan melihat efek stress yang dibawa penyakit ini -- aktivitas otak dan tekanan darah meningkat karena terisolir dari internet," tandasnya.
Jadi, apakah Anda termasuk penderita Discomgoogolation?
.
AceN September 27th, 2008, 06:03 AM Internet speed at my office :D
http://www.speedtest.net/result/329770904.png (http://www.speedtest.net)
oweeyman September 27th, 2008, 09:19 AM ^^ciamik bo!
adiyon84 October 6th, 2008, 09:49 AM Gimana kalo di office ku di Kuala Lumpur?? :nuts: :nuts: :nuts:
http://www.speedtest.net/result/334393884.png (http://www.speedtest.net)
Tetapi lain pula kalo guna server dari Jakarta :nuts: :nuts: :nuts:
http://www.speedtest.net/result/334396769.png (http://www.speedtest.net)
oweeyman October 6th, 2008, 09:59 AM my home...
http://www.speedtest.net/result/334398858.png
AceN October 6th, 2008, 10:31 AM ^^ Fastnet ya ? :D
oweeyman October 6th, 2008, 12:04 PM ^^iya, hehe
oweeyman October 6th, 2008, 12:43 PM acen pke fastnet juga??
=NaNdA= October 6th, 2008, 02:36 PM ada yang pake telkomsel Flash?? sharing dunk.. :D
rilham2new October 7th, 2008, 02:08 PM ^^ AKu pake .....
Lumayan kenceng, tapi suka putus ... Dan aku kurang suka dengan Harga "MAHAL" nya itu.
Cuman pake FLASH, kalau SPeedy lagi maintenance..
Aku sekarang makin cinta ma SPEEDY, gara2 sekarang di Rumah pake paket TIMEBASED Free 50 jam seharga Rp 200 ribu sebulan ... Dan kalau lewat 50 jam, setiap Jam cuman kena Rp 1500 ... GIleeee murah meriah banget :hammer: .... Mana setiap jam 20.00 - 08.00 akses internetnya gratis lagi :nuts: ....
Duhh,,,, ajiib banget deh tuh kecepatan 1 Mbps nya ... Main sambil tidur2an.
Besok2 aku berharap telkom bisa buat Rp 100 ribu sebulan UNLIMITTED ... :cheers:
gantengscool November 7th, 2008, 07:39 AM .
4 Operator Raih Penghargaan Kinerja Terbaik.
oleh ant pada 06-11-2008.
JAKARTA (Joglosemar): Empat operator telekomunikasi yakni Telkom, Telkomsel, Indosat dan XL mendapatkan penghargaan dari perusahaan riset Frost and Sullivan dalam The 2008 Frost and Sullivan Indonesia Telecoms Award.
Dalam acara penganugerahan di Jakarta, Selasa (5/11) malam, Frost and Sullivan memberikan penghargaan yang dibagi tiga kategori yaitu kategori vendor, kategori operator penyedia layanan dan kategori best of the best.
Untuk kategori best of the best, Telkom meraih penghargaan sebagai penyedia layanan terbaik (Service Provider of the Year) dan XL meraih penghargaan Market Challenge of the Year.
Sedangkan Indosat meraih penghargaan Penyedia Layanan Pita Lebar Terbaik (Broadband Service Provider of the Year), XL mendapatkan penghargaan Penyedia Layanan Bergerak Terbaik (Mobile Service Provider of the Year), dan Telkomsel mendapatkan penghargaan Penyedia Layanan Data Bergerak Terbaik (Mobile Data Service Provider of the Year).
Untuk kategori vendor peralatan telekomunikasi terbaik (Telecom Equipment Vendor of the Year) diraih oleh PT Nokia Siemens Network.
Senior Vice President ICT Frost and Sullivan, Nitin Bhat mengatakan, perusahaan yang mendapatkan penghargaan adalah pemimpin dalam bidang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Indonesia yang memiliki kinerja terbaik dan dapat dijadikan panutan di industrinya.
Nitin mengatakan, kinerja yang patut dijadikan contoh dari para penerima penghargaan adalah suatu gambaran strategi yang baik dan terencana dalam pasar yang sangat bersaing seperti Indonesia.
“Nilai yang paling umum yang dapat dilihat dari para penerima penghargaan adalah fokus dalam memberikan nilai tambah untuk konsumen mereka dengan inovasi yang berkelanjutan sesuai dengan bisnis model mereka masing-masing,” kata Nitin.
Basis Pelanggan.
Sedangkan Direktur ICT Consulting and Head of Telecoms Research Frost and Sullivan, Jayesh Easwaramony menjelaskan, beberapa parameter yang menjadi dasar penilaian penerima penghargaan yaitu pertumbuhan pemasukan (revenue growth), penguasa pasar dan pertumbuhan pangsa pasar, kepemimpinan dalam inovasi produk, rentang produk dan solusi serta akuisisi konsumen besar.
Tim juri juga melihat parameter lain yaitu basis pelanggan dan pertumbuhannya, rata-rata pemasukan per pengguna (ARPU/Average Rate Per Users) dan pertumbuhan ARPU, strategi data, strategi pelayanan generasi berikut, serta strategi bisnis dan pasar.
Jayesh mengatakan, tim juri yang memilih peraih penghargaan terdiri dari pakar dan pengamat telekomunikasi independen. Pada acara penyerahan awards tersebut hadir Dirjen Postel Depkominfo yang juga Ketua BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) Basuki Yusuf Iskandar dan Ketua Mastel (Masyarakat Telematika Indonesia) Giri Suseno, Partner and Managing Director (Asia Pacific) Frost and Sullivan Manoj Menon.
Sedangkan penerima penghargaan yang hadir, antara lain Presdir XL Hasnul Suhaimi, Direktur Marketing Indosat Guntur Siboro, Direktur Keuangan Telkomsel Tri Wahyu Sari, Direktur Entrerprise and Wholesale Telkom Arief Yahya, dan Presiden Direktur Nokia Siemens Networks Indonesia Arjun Trivedi.
.
netaholics13 November 8th, 2008, 08:09 AM ada yang pake telkomsel Flash?? sharing dunk.. :D
gue pake juga... bener kata rilham, sering putus2. ga cepet2 banget juga. cepetan 3Gnya indosat, lebih jarang putusnya.
DJ_Archuleta November 14th, 2008, 07:55 AM Industri Telekomunikasi di Indonesia Tumbuh Pesat
Bukittinggi (ANTARA News) - Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informasi Basuki Yusuf Iskandar mengatakan, industri telekomunkasi dalam negeri tumbuh pesat karena vendor telekomunikasi aktif mengembangkan usaha.
Tahun ini industri tersebut diperkirakan tumbuh 40 persen, naik dari tahun lalu yang hanya 30-35 persen, katanya di Muara Sipongi, usai meresmikan BTS 15.300 milik salah satu operator telkom, Jumat.
Pasar telekomunikasi sangat menjanjikan sehingga semua vendor berlomba membuat terobosan baru untuk menarik pelanggan, apalagi daerah-daerah terpencil masih banyak yang belum terjamah.
Pertumbuhan industri ini di dalam negeri belum terganggu gejolak krisis keuangan global karena telekomunikasi adalah kebutuhan sehari-hari masyarakat, kata Basuki.
Tahun depan pun industri telekomunikasi terus berkembang karena kebutuhan komunikasi masyarakat semakin besar, apalagi dengan penduduk 240 juta orang, Indonesia adalah pasar potensial bagi perkembangan industri telekomunikasi. (*)
rilham2new November 14th, 2008, 11:21 AM Pelanggan seluler Indonesia tahun 2008 ini sudah 80 juta-an kalau gak salah ;)
DJ_Archuleta November 14th, 2008, 11:25 AM Hebat yak udah naik drastis.. dijangka akan mencakupi 200 juta pada tahun 2015 :cheers:
=NaNdA= November 14th, 2008, 03:52 PM dan persaingan juga bakal makin aneh kayanya.. :nuts:
gliazzurra November 14th, 2008, 04:02 PM Pelanggan seluler Indonesia tahun 2008 ini sudah 80 juta-an kalau gak salah ;)
maksud nya nomer seluler yg pernah aktif?? kalo di indonesia kyk nya pertumbuhan nya semu, karena data nya bukan data pengguna aktif, melainkan pengaktifan kartu CMIIW..
jujur aja lah tiap kali gua balik ke indo beli kartu pra bayar baru, pake 1-2 minggu doank.. :D
tapi kali bener pengguna aktif nya 80 juta sih wew hebat juga donk..
btw plan pasca bayar di indo yg bagus (murah) apa yah?? :D
=NaNdA= November 15th, 2008, 05:04 AM ^^ bisa aja lah gli.. dari 200 juta penduduk Indonesia..
liat aja sekarang penduduk umur 15 - 50 tahun mungkin udah punya hp sendiri... ;)
DJ_Archuleta November 15th, 2008, 06:06 AM ^^ iya besar kemungkinan sebanyak 200 juta penduduk indonesia akan punya telepon seluler pada tahun 2015..
oweeyman November 15th, 2008, 08:23 AM ^^wow...ajip banget...mau dikemanain tuh telpon rumah???:nuts:
novian November 15th, 2008, 08:41 AM blom lg akibat perang tarif mungkin jg setiap orang memiliki 2 nomor ato lebih yg aktiv :nuts:
AceN November 15th, 2008, 09:41 AM ^^ gara2 perang tarif, sampe2 biaya iklan Xl diturunin. Dari brand ambassador Luna Maya, skarang ganti yang gratisan..
Nyemot..eh, Monyet
:nocrook:
magali November 15th, 2008, 02:30 PM ^^ AKu pake .....
Lumayan kenceng, tapi suka putus ... Dan aku kurang suka dengan Harga "MAHAL" nya itu.
Cuman pake FLASH, kalau SPeedy lagi maintenance..
Aku sekarang makin cinta ma SPEEDY, gara2 sekarang di Rumah pake paket TIMEBASED Free 50 jam seharga Rp 200 ribu sebulan ... Dan kalau lewat 50 jam, setiap Jam cuman kena Rp 1500 ... GIleeee murah meriah banget :hammer: .... Mana setiap jam 20.00 - 08.00 akses internetnya gratis lagi :nuts: ....
Duhh,,,, ajiib banget deh tuh kecepatan 1 Mbps nya ... Main sambil tidur2an.
Besok2 aku berharap telkom bisa buat Rp 100 ribu sebulan UNLIMITTED ... :cheers:
-----
itu yang membedakan antara teknologi hsdpa dengan evdo (cmiiw), kalau teknologi hsdpa data dan voice berada dalam satu paket sehingga kalau traffic voice-nya tinggi terutama pada jam sibuk maka kapasitas datanya jadi berkurang dan sering menyebabkan koneksi putus, sebaliknya pada evdo antara data dan voice terpisah sehingga koneksi internet relatif stabil
rilham2new November 16th, 2008, 04:00 AM -----
itu yang membedakan antara teknologi hsdpa dengan evdo (cmiiw), kalau teknologi hsdpa data dan voice berada dalam satu paket sehingga kalau traffic voice-nya tinggi terutama pada jam sibuk maka kapasitas datanya jadi berkurang dan sering menyebabkan koneksi putus, sebaliknya pada evdo antara data dan voice terpisah sehingga koneksi internet relatif stabil
AKu baru denger soal konsep EV-DO ... Ini kira-kira pengertiannya dari WikiPedia :)
Evolution-Data Optimized or Evolution-Data only, abbreviated as EV-DO or EVDO and often EV, is a telecommunications standard for the wireless transmission of data through radio signals, typically for broadband Internet access. It uses multiplexing techniques including Code division multiple access (CDMA) as well as Time division multiple access (TDMA) to maximize both individual user's throughput and the overall system throughput. It is standardized by 3rd Generation Partnership Project 2 (3GPP2) as part of the CDMA2000 family of standards and has been adopted by many mobile phone service providers around the world – particularly those previously employing CDMA networks. It is also used on the Globalstar satellite phone network.[1]
Itu yang di-BOLD adalah teknologi EV-DO, yang sebenarnya bertolak belakang dari teknologi CDMA konvensional. CDMA itu menggunakan sistem SLOT-SHARING, jadi data yang ada dipecah dan di-QUANTIZED dalam satu gelombang ketukan digital. Dalam teknologi telekomunikasi itu ada istilah TIMESLOT, maksudnya ada berapa banyak data yang bisa dimasukkan ke dalam sana.
Kalau teknologi CDMA biasanya 1 Timeslot itu bisa sharing beberapa kegiatan komunikasi. Tapi dengan konsekuensi pengurangan kualitas jaringan secara keseluruhan, seperti pemutusan panggilan secara tiba-tiba atau berkurangnya Network coverage. :)
Kebalikannya GSM biasany 1 Timeslot bener2 private untuk satu panggilan, tapi sayangnya, berhubung pengguna data transfer di Indonesia belum banyak. Walau labelnya GSM sekalipun, para pengguna data transfer tidak akan dapat 1 Timeslot khusus. Melainkan berbagi dengan TImeslot data-transfer pengguna yang lain (atau berbagi dengan time-slot, Voice dan SMS pengguna tersebut... dan biasanya beberapa koneksi sharing beberapa IP Address yang sama ), tentu saja kalau lagi FULL-SLOT, kita gak bisa masuk ke dalam jaringan... Dan satu lagi, teknologi ini berbeda untuk setiap operator karena bisa di-ADJUST tergantung kebutuhan operator. Ada operator yang menghendaki kualitas suara, ada operator yang menghendaki koneksi tanpa putus, ada operator yang menghendaki WIDE-COVERAGE (yang ini TELKOMSEL banget :D) .... Jangan lupa teknologi 3G (walaupun di bawah GSM), tapi untuk data transfer, dia pake sistem W-CDMA (3G) atau HSDPA (3.5G) yang memang pake sistem SLOT-SHARING :D hehehe
Nah sistem EV-DO (yang berada di bawah CDMA2000) ini berbeda karena bisa me-modulasi signal setiap data transfer bagi user secara independent ... Makanya kualitas terjaga (tapi bukan jaminan :) hehehe). TAPI, kecepatannya tetap melambat kok kalau lagi rame :tongue2: .... Cuman bedanya lebih stabil aja koneksinya. Ohya, walaupun memodulasi sinyal secara independent setiap user (1 koneksi punya 1 Unique IP Address), teknologinya tetep SLOT-sharing :D .. dan sama kayak GSM, dia punya SLOT sendiri untuk data transfer yang terpisah dari voice. Jadi kuncinya dari teknik modulasi yang digunakan ... hehehe...
Kebetulan masih fresh, soalnya aku belajar itu buat ujian semester kemaren :tongue2: ... :cheers: ..
Singkatnya:
GSM (dengan HSDPA nya), punya SLOT untuk Voice yang (dimana penggunaannya tidak bercampur dengan user lain), tapi untuk data transfer TETEP slot-sharing (bergantung operator punya preferences).
CDMA2000 (dengan EV-DO nya), punya SLOT untuk VOice (tapi slot nya sharing antar pengguna), dan untuk data tetep SLOT-sharing (tapi kelebihannya menggunakan modulation technique yang agak rumit, sehingga data yang masuk dimodulasi secara berbeda untuk setiap user. Sistem secara otomatis mengatur kecepatan transfer data sesuai dengan trafik data itu sendiri ... Jadi sistem secara keseluruhan tetap terjaga konektivitasnya , begitu juga dengan per-usernya :)
Hadi November 16th, 2008, 04:26 AM .
4 Operator Raih Penghargaan Kinerja Terbaik.
oleh ant pada 06-11-2008.
JAKARTA (Joglosemar): Empat operator telekomunikasi yakni Telkom, Telkomsel, Indosat dan XL mendapatkan penghargaan dari perusahaan riset Frost and Sullivan dalam The 2008 Frost and Sullivan Indonesia Telecoms Award.
Dalam acara penganugerahan di Jakarta, Selasa (5/11) malam, Frost and Sullivan memberikan penghargaan yang dibagi tiga kategori yaitu kategori vendor, kategori operator penyedia layanan dan kategori best of the best.
Untuk kategori best of the best, Telkom meraih penghargaan sebagai penyedia layanan terbaik (Service Provider of the Year) dan XL meraih penghargaan Market Challenge of the Year.
Sedangkan Indosat meraih penghargaan Penyedia Layanan Pita Lebar Terbaik (Broadband Service Provider of the Year), XL mendapatkan penghargaan Penyedia Layanan Bergerak Terbaik (Mobile Service Provider of the Year), dan Telkomsel mendapatkan penghargaan Penyedia Layanan Data Bergerak Terbaik (Mobile Data Service Provider of the Year).
Untuk kategori vendor peralatan telekomunikasi terbaik (Telecom Equipment Vendor of the Year) diraih oleh PT Nokia Siemens Network.
Senior Vice President ICT Frost and Sullivan, Nitin Bhat mengatakan, perusahaan yang mendapatkan penghargaan adalah pemimpin dalam bidang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) di Indonesia yang memiliki kinerja terbaik dan dapat dijadikan panutan di industrinya.
Nitin mengatakan, kinerja yang patut dijadikan contoh dari para penerima penghargaan adalah suatu gambaran strategi yang baik dan terencana dalam pasar yang sangat bersaing seperti Indonesia.
“Nilai yang paling umum yang dapat dilihat dari para penerima penghargaan adalah fokus dalam memberikan nilai tambah untuk konsumen mereka dengan inovasi yang berkelanjutan sesuai dengan bisnis model mereka masing-masing,” kata Nitin.
Basis Pelanggan.
Sedangkan Direktur ICT Consulting and Head of Telecoms Research Frost and Sullivan, Jayesh Easwaramony menjelaskan, beberapa parameter yang menjadi dasar penilaian penerima penghargaan yaitu pertumbuhan pemasukan (revenue growth), penguasa pasar dan pertumbuhan pangsa pasar, kepemimpinan dalam inovasi produk, rentang produk dan solusi serta akuisisi konsumen besar.
Tim juri juga melihat parameter lain yaitu basis pelanggan dan pertumbuhannya, rata-rata pemasukan per pengguna (ARPU/Average Rate Per Users) dan pertumbuhan ARPU, strategi data, strategi pelayanan generasi berikut, serta strategi bisnis dan pasar.
Jayesh mengatakan, tim juri yang memilih peraih penghargaan terdiri dari pakar dan pengamat telekomunikasi independen. Pada acara penyerahan awards tersebut hadir Dirjen Postel Depkominfo yang juga Ketua BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) Basuki Yusuf Iskandar dan Ketua Mastel (Masyarakat Telematika Indonesia) Giri Suseno, Partner and Managing Director (Asia Pacific) Frost and Sullivan Manoj Menon.
Sedangkan penerima penghargaan yang hadir, antara lain Presdir XL Hasnul Suhaimi, Direktur Marketing Indosat Guntur Siboro, Direktur Keuangan Telkomsel Tri Wahyu Sari, Direktur Entrerprise and Wholesale Telkom Arief Yahya, dan Presiden Direktur Nokia Siemens Networks Indonesia Arjun Trivedi.
.
waduh XL masuk??? parah XL sekarang ma.... Sering putus2 ma sms ga nyampe2...
magali November 16th, 2008, 01:32 PM AKu baru denger soal konsep EV-DO ... Ini kira-kira pengertiannya dari WikiPedia :)
Kebetulan masih fresh, soalnya aku belajar itu buat ujian semester kemaren :tongue2: ... :cheers: ..
Singkatnya:
GSM (dengan HSDPA nya), punya SLOT untuk Voice yang (dimana penggunaannya tidak bercampur dengan user lain), tapi untuk data transfer TETEP slot-sharing (bergantung operator punya preferences).
CDMA2000 (dengan EV-DO nya), punya SLOT untuk VOice (tapi slot nya sharing antar pengguna), dan untuk data tetep SLOT-sharing (tapi kelebihannya menggunakan modulation technique yang agak rumit, sehingga data yang masuk dimodulasi secara berbeda untuk setiap user. Sistem secara otomatis mengatur kecepatan transfer data sesuai dengan trafik data itu sendiri ... Jadi sistem secara keseluruhan tetap terjaga konektivitasnya , begitu juga dengan per-usernya :)
-----
tuh ada anak teknik yang punya penjelasan panjang lebar.
=NaNdA= November 17th, 2008, 08:32 AM ^^ gile.. gimana ama teknologi Wi-Max? :)
btw, sharing kecepatan hotspot dikampus... :D
http://www.speedtest.net/result/357302010.png
rilham2new November 19th, 2008, 11:52 PM Koreksi .... Di Airport Batam .... di iklannya Indosat, Pelanggan seluler di Indonesia sudah mencapai 110 juta!!!!
DJ_Archuleta November 20th, 2008, 03:16 PM ^^ bahkan diprediksi akan mencapai 120 juta pada akhir tahun 2008
coba deh lo liat artikel dibawah ini :okay:
Indonesia's Excelcom says may miss subscriber target
JAKARTA, Nov 20 (Reuters) - Indonesia's third-largest mobile phone operator, PT Excelcomindo Pratama Tbk (EXCL.JK: Quote, Profile, Research, Stock Buzz), may miss its subscriber target this year due to economic conditions, its president director said on Thursday.
The firm, majority controlled by Telecom Malaysia (TLMM.KL: Quote, Profile, Research, Stock Buzz), also said a decision on the sale of its telecommunication towers for up to $900 million should be reached later this year.
"Challenges entering the fourth quarter are bigger due to heated competition and a less conducive economy," Hasnul Suhaimi told reporters.
"We were targetting about 27-28 million subscribers by the end of this year, but looking at current conditions, it may slow to a range of 25-27 million."
Excelcom reported the number of its subscribers reached 25.1 million by the end of September.
Suhaimi also said the firm still expected to announce the winning bidder for its towers later this year and close the deal by early 2009.
"We may raise $700-$900 million from tower sales."
Recent telecommunication regulations require mobile phone operators to share the telecommunication towers of their base transceiver stations (BTS) with others, to avoid towers crowding out the country's landscape.
Suhaimi had previously said there would be a decision on the winner in November.
Indonesia has a rapidly growing telecoms market where the number of mobile phone subscribers is expected to soar to 120 million by the end of 2008 from some 90 million last year.
However, increasing competition among operators and the entrance of new rivals is expected to push margins down.
Telecom Malaysia controls 83.79 percent of Excelcom while Emirates Telecommunications Corp ETEL.AD holds a 15.97 percent stake in the Indonesian company.
http://www.reuters.com/article/rbssTechMediaTelecomNews/idUSJAK32261020081120
gliazzurra November 21st, 2008, 10:15 AM sorry guys mungkin OOT.. pls help..
di mana kita bisa check harga hp di pasaran?? kalo di jakarta mo beli hp (nokia) yg murah dan terpercaya di mana yah?? ada website nya??
daripada OOT lagi pm aja yah.. tapi kalo mo reply di sini juga boleh kok.. thanks..
=NaNdA= November 21st, 2008, 03:29 PM ^^ www.carihp.com
Sizter85 November 22nd, 2008, 03:17 AM Sabtu, 22 November 2008
Telkom Sediakan 45 Titik Hotspot
Wujudkan Balikpapan sebagai Cyber City
BALIKPAPAN - Untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses internet kecepatan tinggi tanpa perlu berlangganan, Telkom Regional VI Kalimantan menyediakan 45 titik hotspot. Peresmian peluncuran hotspot ini dilakukan di kampus STIKOM, Jl AP Tandean No 2A Balikpapan.
Executive General Manager (EGM) Divisi Regional VI Kalimantan Sukardi Silalahi dalam sambutannya mengatakan, pembangunan hotspot di Balikpapan merupakan dukungan Telkom untuk mewujudkan Balikpapan Cyber City. “Lokasinya tersebar di sejumlah wilayah publik, seperti perkantoran, perhotelan, restoran, sekolahan, pelabuhan udara, darat maupun laut,” tegas Silalahi.
Hotspot yang disediakan berkategori berkecepatan tinggi sampai dengan 1 Mbps, tidak seperti hotspot gratis yang ada di Balikpapan yang memiliki kecepatan akses jauh dibawah itu. Memang calon pengguna terlebih dahulu harus memiliki starterpack Speedy prepaid yang dapat dibeli seharga Rp 55 ribu di Plasa Telkom atau outlet pengelola hotspot. “Harga per jamnya cukup terjangkau, hanya Rp 4.500. Bila habis bisa diisi ulang layaknya mengisi pulsa,” jelas Silalahi didampingi Manajer Komunikasi Telkom Divre VI Ahmad Muttaqin.
Telkom memiliki alasan untuk tidak menggratiskan seluruh hotspotnya, karena saat ini Telkom paling tidak secara moral perlu melindungi kelangsungan bisnis warung internet. Keberadaan hotspot tersebut menurut Silalahi tidak akan mengganggu omzet warung internet, karena pasar penggunanya berbeda. Selain itu keberadaan Telkom hotspot ini bisa menjadi peluang baru bagi pengelola warung internet.
Pada acara tersebut hadir Deputi Executive General Manager Bagyo Nugroho, para kepala sekolah, para pengelola hotspot serta komunitas IT Balikpapan. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan STIKOM yang meliputi penyediaan dosen tamu dari Telkom, penyediaan tempat magang di Telkom dan penyediaan fasilitas Flexy Information System untuk memudahkan akses nilai para mahasiswa.
Selain itu juga ditandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara GM Datel Kaltimsel Suherman dengan para 45 pengelola hotspot Balikpapan. Dalam acara tersebut Telkom menyerahkan bantuan pengadaan perangkat komputer untuk SMA 9 Kariangau yang saat ini tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar-mengajar pelajaran komputer akibat terjadinya pencurian beberapa saat lalu.(*/aw)
Sizter85 November 26th, 2008, 08:55 AM Rabu, 26 November 2008
Telkom Ekspansi ke Luar Negeri
Pasar Telekomunikasi Nasional Kian Sempit
JAKARTA - Penetrasi telekomunikasi yang kian besar di Indonesia membuat PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk kian fokus mengepakkan sayapnya ke mancanegara. Hal itu dilakukan karena pasar di dalam negeri sudah semakin sempit.
Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah mengatakan, Telkom akan tetap melakukan akuisisi di luar negeri, kendati market tengah bergejolak. Namun, fokus akuisisi akan diutamakan pada perusahaan sejenis. "Mau tidak mau, kita harus ekspansi ke luar negeri karena harus cari pasar baru," ujarnya di sela Investor Summit di Jakarta kemarin (25/11).
Menurut dia, dalam setahun ke depan, penetrasi telekomunikasi di tanah air akan semakin masif. Artinya, kuenya makin sedikit. Saat ini, penetrasi telekomunikasi sudah sekitar 65 persen. "Hingga akhir tahun mungkin sampai 70 persen. Tahun depan pasti penetrasinya sudah 80 persen. Pasarnya sudah makin habis, harus cari pasar baru," jelas Rinaldi.
Hal tersebut, sambung dia, sudah diantisipasi perusahaan telekomunikasi nomor wahid di Indonesia itu sejak 1,5 tahun lalu. "Kita sudah bentuk Unit Strategy Investment sejak 1,5 tahun lalu untuk mengantisipasi perlambatan pasar di dalam negeri, sehingga pertumbuhan perseroan tetap terjaga."
Salah satu yang kini sedang disasar adalah BUMN telekomunikasi di Iran. Menurut Rinaldi, investasi di negeri para mullah itu cukup cerah mengingat tingkat kesejahteraan warganya yang sudah stabil. "Iran itu berpenduduk 70 juta dengan pendapatan per kapita USD 10 ribu," tuturnya. Apalagi, penetrasi telekomunikasi di sana masih terbilang rendah.
Saat ini, rencana akuisisi tersebut terus dikaji. Perseroan membutuhkan waktu setidaknya sekira 3 bulan untuk menganalisis semua aspek terkait rencana ekspansi tersebut."Kita analisis. Depresiasi rupiah memang tidak bagus, tapi harganya (saham perusahaan yang diincar) kan pasti juga sedikit menurun." Saat ini, kas internal Telkom sebesar Rp 7,6 triliun, sehingga cukup stabil untuk menunjang rencana akuisisi tersebut.
Rinaldi menambahkan, perseroan juga akan melakukan akuisisi sejumlah perusahaan di dalam negeri, terutama di bidang multimedia yang juga masih satu bagian dari core business perusahaan pelat merah. Perusahaan-perusahaan lokal yang akan diakuisisi nantinya berada di bawah payung PT Multimedia Nusantara, anak usaha Telkom.
Depresiasi rupiah juga membuat Telkom memutuskan untuk fokus terlebih dulu pada akuisisi perusahaan-perusahaan yang punya core business sama dengan perseroan. "Kurs yang unpredictable membuat kami melakukan penajaman-penajaman terkait rencana akuisisi. Artinya, (rencana akuisisi) yang non-core business kita tahan dulu," ujar Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno.
Penajaman rencana juga akan dilakukan terhadap rencana akuisisi 20 persen saham BUMN telekomunikasi di Iran. Yang jelas, tambah Sudiro, alokasi belanja modal pada warsa depan tidak sebesar pada tahun ini. "Penghitungannya belum final. Masih terus kita review," tuturnya. Tahun ini, capex Telkom berkisar Rp 22,9 triliun.
Dia mengemukakan, untuk keperluan belanja modal tahun depan, emiten berkode TLKM itu akan mengombinasikan antara kas internal dan pinjaman. "Kita lakukan fundraising; dari eksternal 40 persen dan internal 60 persen," tuturnya.(eri/jpnn)
DJ_Archuleta November 26th, 2008, 11:17 AM Indovision boost subscriber base
Satellite television provider PT MNC Skyvision, with its brand Indovision, plans to launch its new satellite in March next year -- called Protostar-II -- to expand services to existing subscribers and attract new ones.
"We hope to raise the number of subscribers to 1.2 million because of the launch," CEO Rudy Tanoesoedibjo said in a press conference in the Information and Communication Ministry Office on Wednesday.
Currently, Indovision, which operates a satellite called Indostar-I, has around 500,000 subscribers, comprising both individuals and corporations.
Protostar-II will have a capacity to transmit about 160 channels, more than three times the capacity of Indostar-I which carries 50 channels.
"We have invested US$300 million in this new satellite," Rudy said, adding that 40 percent of the required funding was derived from loans. He said up to 100 foreign television stations had already made proposals to rent channels offered by the satellite.
Protostar-II is currently being made by Boeing Satellite Systems and is a joint project between Indovision and Protostar, an Asian satellite services operator. It will be launched from Baikonour, Kazakhstan, on March 17.
Indovision has said it expects to earn Rp 1 trillion in sales this year.
Gatot S. Dewa Broto, spokesperson of the Ministry of Communication and Information, said "We hope that the launching of this satellite will further encourage domestic satellite service users to choose domestic transponders."
Transponders or transmitter-responders are satellite channel receivers, which receive, amplify and retransmit signals on different frequencies.
rilham2new November 29th, 2008, 11:46 PM TELKOMSEL FLASH di rumah ku kenceng banget, dia pake akses HSDPA, ngliat YOUTUBE loadingnya kenceng banget TAPI JAM 5.45 pagi :p
Sekarang Tes kecepatan di Speedtest
http://www.speedtest.net/result/364412314.png (http://www.speedtest.net)
=NaNdA= December 1st, 2008, 11:54 AM hehe.. :D
http://www.speedtest.net/result/365133572.png
rilham2new December 2nd, 2008, 12:42 AM ^^ SPEEDY Warnet ?? SPEEDY Office???? SPeedy HOme ?? Atau ASTI-net ??
rilham2new December 2nd, 2008, 12:45 AM SPEEDY Home :p~
Ping Server: Singapore
http://www.speedtest.net/result/365542092.png (http://www.speedtest.net)
Ping Server : BizNET Jakarta
http://www.speedtest.net/result/365542813.png (http://www.speedtest.net)
=NaNdA= December 2nd, 2008, 04:59 AM ^^ SPEEDY Warnet ?? SPEEDY Office???? SPeedy HOme ?? Atau ASTI-net ??
hotspot kampus.. :D
rilham2new December 2nd, 2008, 07:05 AM ^^ wOW, kenceng juga hotspotnya PT. Telkom :D .... Nanti mau mampir ahhh, aku kira karena banyak yang make kecepatannya bakal pelan banget :tongue2:
Itu gratisan kan ??
=NaNdA= December 2nd, 2008, 08:57 AM ^^ gratisan lah.. :D
itu nge-ping dari Lampung loh.. :)
yang maen emang lagi dikit sih...cuma 3 orangan..
biasanya yang ngembat hotspot ada 10 - 15an orang.. :D
DJ_Archuleta December 2nd, 2008, 04:30 PM Intuit goes global using mobiles
Intuit's QuickBooks small business accounting software runs the back office for many of North America's 31 million small businesses. Now Intuit plans to expand globally by targeting 10 Asian countries, including India, Indonesia, Malaysia and South Korea. Collectively, these 10 Asian countries have 250 million small businesses.
You won't see many notebook computers in the street stalls of Jakarta. Yet even a street sweeper has a mobile phone. So Intuit plans to grow globally by developing mobile-based versions of QuickBooks at its Global Business Division office, based in Mississauga, Canada.
I toured Intuit's new Global Business office, located just west of Toronto, at its recent official opening. The building is equipped with the typical Intuit employee-friendly furnishings, including nap rooms and a yoga studio. An HD teleconferencing suite will cut down on the need for 20-hour long trans-Pacific flights to consult with employees based overseas. About 40 work here now, but eventually more than 250 will call the new office home.
At the ribbon-cutting ceremony, Alex Linter, president of Intuit's Global Business Division, said all the new apps will be Web-based because it's easier to distribute.
I expect some aspects of Intuit's new mobile technology will work their way into American versions of QuickBooks. And why not? The processing power and storage capacity of an iPhone 3G or BlackBerry Bold rivals that of the notebook PC I relied upon a decade ago.
AceN December 14th, 2008, 08:08 AM nge-ping dari kelas, siang2 skitar jam 1 an :D
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/372009960.png
rilham2new December 14th, 2008, 09:39 AM ^^ Wuihh kenceng banget tuh Cen :eek:
=NaNdA= December 14th, 2008, 10:51 AM nge-ping dari kelas, siang2 skitar jam 1 an :D
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/372009960.png
:omg: :hammer: hampir jebol tuh speedtest.net nya.. :D
oweeyman December 14th, 2008, 02:46 PM SPEEDY Home :p~
Ping Server: Singapore
http://www.speedtest.net/result/365542092.png (http://www.speedtest.net)
Ping Server : BizNET Jakarta
http://www.speedtest.net/result/365542813.png (http://www.speedtest.net)
nge-ping dari kelas, siang2 skitar jam 1 an :D
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/372009960.png
^^kebanting jauh punya gw...:nuts:
http://www.speedtest.net/result/372655168.png (http://www.speedtest.net)
AceN December 14th, 2008, 03:42 PM ^^ hehehe..itu kalo dari kampus. Kalo di kos, ya ga jauh beda sama punya oweey :hammer:
F-ian December 16th, 2008, 03:37 PM ^^tp gw di kampus kok lambat ama sering gak kekonek?... kepengen nonton youtube ama download musik gk bisa ya?
AceN December 16th, 2008, 08:09 PM ^^ wah, gak tau deh fa kalo itu :D coba liat utube nya dari komputer dosen..pasti bisa :D
rilham2new December 26th, 2008, 02:02 AM SPEEDY Home :p~
Ping Server: Singapore
http://www.speedtest.net/result/365542092.png (http://www.speedtest.net)
Ping Server : BizNET Jakarta
http://www.speedtest.net/result/365542813.png (http://www.speedtest.net)
TELKOMSEL FLASH pagi ini :naughty:
http://www.speedtest.net/result/378993104.png (http://www.speedtest.net)
magali December 26th, 2008, 06:18 AM http://www.speedtest.net/result/379006775.png
magali December 26th, 2008, 06:20 AM TELKOMSEL FLASH pagi ini :naughty:
http://www.speedtest.net/result/378993104.png (http://www.speedtest.net)
telkomflash kalau di manado payah :bash:
secara jaringan belum 3g.
rilham2new December 26th, 2008, 03:20 PM ^^Masa' ??? Perasaan Telkomsel 3G udah menjangkau sebagian besar ibukota provinsi.
Kalau aku di Jakarta sini, yang nyala udah gak 3G lagi... tapi 3.5 G (HSDPA) jadi memang kenceng banget :D
=================================
Kecepatan TELKOMSEL FLASH malam ini jam 21.20 :)
http://www.speedtest.net/result/379208332.png (http://www.speedtest.net)
tollfreak December 28th, 2008, 01:23 PM Indonesia to implement Wimax broadband in 2009
The Jakarta Post , Jakarta | Sun, 12/28/2008 6:59 PM | Business
Indonesia will implement Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) broadband technology next year to improve access to the Internet across the country, an official said Sunday.
Engkos Koswara, an expert adviser to the state minister for research and technology, told Antara news agency the government was still testing the 2.3 GHz frequency for the Wimax technology.
"We hope that by next year, Wimax technology will be implemented," he said in Medan, North Sumatra, adding the government would encourage the use of domestic products to support the technology.
Indonesia ranks very low in the region in the use of broadband for Internet access.
Engkos was in Medan to attend the promotion of IGOS (Indonesia Goes Open Source) and the launching of IGOS for North Sumatra (IGOS Sumut).
IGOS, launched in 2004, was launched to promote the use of open source software throughout the country.
=NaNdA= December 28th, 2008, 01:36 PM yuhuu.. Wimax is coming guys! :banana:
DJ_Archuleta December 29th, 2008, 07:33 AM finally mau diimplementasikan.. setelah beberapa lama menunggu :bash:
peseg5 December 29th, 2008, 05:57 PM Denger2 Fastnet mau naek ya harganya ???
N kira2 kapan yah Telkom ada rencana lagi untuk memperbesar bandwidth untuk SPEEDY nya ??? Harga gak perlu naik, gw rela. Tapi unduh speed-nya gw harap yg naik.
rilham2new December 30th, 2008, 03:05 AM ^^ TELKOM masih pemilik jatah bandwidth terbesar di negara ini .... TELKOM masih bisa lebih cepat dari sekarang (kalau perlu malah masih bisa lebih murah :D)....
Itu dari kawanku yang ortunya kerja di TELKOm :tongue2: .. gak tahu deh bener apa gaknya :D
adiyon84 December 30th, 2008, 04:31 AM Indonesia to implement Wimax broadband in 2009
The Jakarta Post , Jakarta | Sun, 12/28/2008 6:59 PM | Business
Indonesia will implement Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) broadband technology next year to improve access to the Internet across the country, an official said Sunday.
Engkos Koswara, an expert adviser to the state minister for research and technology, told Antara news agency the government was still testing the 2.3 GHz frequency for the Wimax technology.
"We hope that by next year, Wimax technology will be implemented," he said in Medan, North Sumatra, adding the government would encourage the use of domestic products to support the technology.
Indonesia ranks very low in the region in the use of broadband for Internet access.
Engkos was in Medan to attend the promotion of IGOS (Indonesia Goes Open Source) and the launching of IGOS for North Sumatra (IGOS Sumut).
IGOS, launched in 2004, was launched to promote the use of open source software throughout the country.
lah.. aku fikirkan wimax udah ada di Indonesia sebelum ini. ternyata aku salah kali.. :bash:
netsurfe December 30th, 2008, 05:46 PM ^^ TELKOM masih pemilik jatah bandwidth terbesar di negara ini .... TELKOM masih bisa lebih cepat dari sekarang (kalau perlu malah masih bisa lebih murah :D)....
Itu dari kawanku yang ortunya kerja di TELKOm :tongue2: .. gak tahu deh bener apa gaknya :D
sebenarnya kalo infrastrukturnya udah ada, they cost virtually nothing.
cuman kan mereka butuh dana untuk ekpansi lebih lanjut.
Jadi selagi masih bisa pasang harga, ya pasang dulu. ntar kalo udah ada saingan baru pada banting harga.
btw, ada yg tau kualitas signal speedy di indo? SNR nya, attenuationnya ??
netsurfe December 30th, 2008, 05:47 PM Indonesia to implement Wimax broadband in 2009
The Jakarta Post , Jakarta | Sun, 12/28/2008 6:59 PM | Business
pas dengan keluarnya centrino baru yang pake wimax.
rilham2new December 30th, 2008, 06:25 PM sebenarnya kalo infrastrukturnya udah ada, they cost virtually nothing.
cuman kan mereka butuh dana untuk ekpansi lebih lanjut.
Jadi selagi masih bisa pasang harga, ya pasang dulu. ntar kalo udah ada saingan baru pada banting harga.
btw, ada yg tau kualitas signal speedy di indo? SNR nya, attenuationnya ??
SNR speedy ??? Duhh berapa dB ya ..... :|
Hhehehehe, kalau masalah ekspansi itu sih aku tahu ... tapi aku denger dari gosip2nya, TELKOM masih mau ekspansi Fixed-Line yang Non-Wireless, which take a lot massive investment ... Soalnya kalau yang ini berkembang, SPEEDy bakal hadir di rumah setiap orang Indonesia :D
netsurfe December 30th, 2008, 06:30 PM ^^
kalo negara2 laen rata2 masalahnya di last mile.
kalo di indo kayaknya masalah infrastrukturnya juga.
ttg SNR, would be cool kalau ada yg bisa cari tau.
AceN December 31st, 2008, 07:19 AM ^^ baca di blog orang, SNR Speedy nya 44-48 dB, Attenuationnya 0-4 dB. Itu tergantung jarak rumah dengan STO juga kan char ?
netsurfe December 31st, 2008, 11:05 AM ^^
iya cen, tergantung jarak.
tapi kalo speedy kan ada batas maximum jaraknya.
kalo gak salah sekitar 5 km.
tapi angka yang lu bilang, itu ideal banget?? kalo cuman 4 db mah bener2 bisa dibilang bisa mencapai topspeed.
rilham2new December 31st, 2008, 11:23 AM ^^ Speed itu tergantung Main Server di STO nya mau ngasih kecepatan berapa, tergantung trafik penggunaannya juga ...
netsurfe December 31st, 2008, 11:28 AM ^^
Iya gw tau.
Maksud gw, kalo atten. nya tinggi, mereka juga gak bisa kasi speed tinggi.
Itu maksud gw, tapi kalo atten rendah brarti mereka bisa lebih cepet lagi.
Tapi gak tergantung dgn traffic penggunaan. namanya juga subscriber line, jadi speed antara Modem dan DSLAM selalu tetap (kecuali ADSL2, ADSL2+). beyond that baru tergantung traffic. Dan yang gw maksudin disini itu the last milenya.
Speedy pake ADSL apa? 1, 2 atau 2+??
netsurfe December 31st, 2008, 02:27 PM Sini (http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/31/16590214/operator.dilarang.berikan.sms.gratis.)
Operator Dilarang Berikan SMS Gratis
JAKARTA, RABU - Maraknya promosi SMS gratis antarjaringan (offnet) dinilai menyebabkan persaingan yang tidak sehat antaroperator telekomunikasi. Hal tersebut akan menyebabkan terjadinya penumpukan pelanggan dan trafik pada jaringan yang hanya dikuasai operator besar dengan jangkauan yang luas.
"Depkominfo sudah mengirimkan surat larangan soal SMS gratis ini. Saat ini sedang menunggu respon dengan para operator," kata Dirjen Pos dan Telekomnunikasi Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar usai Pemaparan Kinerja Depkominfo 2008, di Gedung Depkominfo, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (31/12). Basuki mengungkapkan, pengiriman SMS gratis hanya diizinkan di jaringan operator tersebut (onnet).
Menurut Basuki pengiriman SMS di jaringan onnet tidak akan merugikan operator lain. Lagipula ini dapat dianggap sebagai nilai tambah yang diberikan kepada pelanggannya.
Sedangkan pemberlakukan SMS gratis antarjaringan menyebabkan provider besar akan menarik pelanggan untuk beralih. Bagi perusahaan, hal ini tidak masalah karena akan semakin banyak yang menggunakan layanan dan terus menggunakan pulsa agar memenuhi syarat untuk bisa mendapat SMS gratis.
"Atas hal ini mulai awal tahun depan diharapkan para provider sudah memberikan respon atas surat yang kita kirimkan," ujar Basuki. Pemberlakuan ini akan berlaku untuk semua operator tanpa kecuali.
Meskipun demikian, Basuki tidak menampik kemungkinan ada program pengiriman gratis antarjaringan. Namun, hal tersebut harus diatur bersama melalui kesepakatan di antara operator-operator telekomunikasi sebagai wujud persaingan sehat.
AceN December 31st, 2008, 04:22 PM ^^
iya cen, tergantung jarak.
tapi kalo speedy kan ada batas maximum jaraknya.
kalo gak salah sekitar 5 km.
tapi angka yang lu bilang, itu ideal banget?? kalo cuman 4 db mah bener2 bisa dibilang bisa mencapai topspeed.
di rumah g segini char :
Downstream Margin 31 db
Upstream Margin 31 db
Downstream Line Attenuation 16
Upstream Line Attenuation 7
kalo ADSL brapa nya, kayanya ADSL 1. Tapi katanya pernah ujicoba ADSL 2+ Maret lalu. Cara liat ADSL brapa nya di modem Linksys gimana char ? di g modulation nya tulisannya AUTO :?
netsurfe January 1st, 2009, 08:20 PM ^^
Kayaknya telkom masi belon pake adsl2. kalo iya, harusnya mereka udah naikin bandwidthnya.
rilham2new January 1st, 2009, 08:26 PM Telkom itu ADSL biasa ...
BauIng January 3rd, 2009, 06:22 AM Guys, ada yg tau kualitas Indosat 3.5 G ga?
F-ian January 3rd, 2009, 11:10 AM jelekk Sinyalnya payah ^^ bokap gw aja pake di kantornya ama kt dia jelek sinyalnya jdnya lambat...itu jg di Wisma 46 di sudirman...+ harus pake perjanjian pemakaian setahun pula >(
mendingan Fastnet ato Netzap lumayan...unlimited tp abis lebih dari 5Gb ato (lupa) 10Gb kecepatannya di kurang... tp gak lambat2 bgt... gw pake krn fastnet gak ada jaringan di komplek gw
netsurfe January 3rd, 2009, 11:31 AM ^^
sinyalnya payah maksudnya sering putus yah? mungkin karna di sudirman/thamrin kebanyakan yang pake? kalo di tpt laen?
trus speednya bisa 3 Mbps (at least website indo)?
rilham2new January 3rd, 2009, 03:14 PM ^^
sinyalnya payah maksudnya sering putus yah? mungkin karna di sudirman/thamrin kebanyakan yang pake? kalo di tpt laen?
trus speednya bisa 3 Mbps (at least website indo)?
Indosat itu sebenernya lebih stabil dari telkomsel ..
Gak mudah putuz, tapi sayangnya maximal speed nya sangat bergantung dengan amount yang kita bayarkan :D hehehe
F-ian January 3rd, 2009, 05:47 PM iya bener...^^ mana perjanjian harus pake 1 tahun :tongue:
^^
sinyalnya payah maksudnya sering putus yah? mungkin karna di sudirman/thamrin kebanyakan yang pake? kalo di tpt laen?
trus speednya bisa 3 Mbps (at least website indo)?
bukan sinyalnya payah masudnya bar-nya dapetnya rendah (sekitar 3/5) jadi agak lambat.. gak juga seharusnya malah lebih cepet bukan di Sudirman (namanya jg CBD) bokap gw ambilnya yg unlimited bayar 100rb... kecepatanya kyknya 1 Mbps.. hehe cuma buat liat pergerakan saham...tp lambat jg...
=NaNdA= January 4th, 2009, 03:26 AM Indosat M2 ya? gw pernah pake lumayan kenceng koq..
cuma ya.. namanya juga wireless.. kadang2 aja putus..ga sering2 amat..
mirip2 hotspot gt deh.. :)
netsurfe January 4th, 2009, 10:33 AM ^^
That's why we need Delay-Tolerant Networks :)
BauIng January 4th, 2009, 01:02 PM jelekk Sinyalnya payah ^^ bokap gw aja pake di kantornya ama kt dia jelek sinyalnya jdnya lambat...itu jg di Wisma 46 di sudirman...+ harus pake perjanjian pemakaian setahun pula >(
mendingan Fastnet ato Netzap lumayan...unlimited tp abis lebih dari 5Gb ato (lupa) 10Gb kecepatannya di kurang... tp gak lambat2 bgt... gw pake krn fastnet gak ada jaringan di komplek gw
Thx Fa!
Fastnet gw dah pake di rumah n emang cepet.
Cuma kl lg mobile n pengen ngenet jg, makanya gw ada renc daftar Indosat 3.5 G.
Tapi kynya gw masih hrs mikir2 lg nih. :D
rilham2new January 6th, 2009, 03:29 AM Ternyata gak hanya di Jakarta doank ....
Ini review Telkomsel FLASH dari Pekanbaru ...
Laporan dulu.... Paket Basic aja..... :o
SPeed yang bagus tuk memulai minggu yg baru..... :D
http://www.speedtest.net/result/353241992.png (http://www.speedtest.net)
^
akika paket unlimited (corporate) 100 rebong + PPN 10% :p
Horeeee..., rekorrrr..., baru kali ini nyampe segini plesnya...
http://www.speedtest.net/result/353361236.png
http://www.speedtest.net/result/353365179.png
netsurfe January 6th, 2009, 11:32 AM ^^
Kalau download dari server luar? speednya juga segitu?
rilham2new January 7th, 2009, 07:18 AM ^^ Kurang tahu :D ...
stenly January 9th, 2009, 08:15 AM ^^
Iya gw tau.
Maksud gw, kalo atten. nya tinggi, mereka juga gak bisa kasi speed tinggi.
Itu maksud gw, tapi kalo atten rendah brarti mereka bisa lebih cepet lagi.
Tapi gak tergantung dgn traffic penggunaan. namanya juga subscriber line, jadi speed antara Modem dan DSLAM selalu tetap (kecuali ADSL2, ADSL2+). beyond that baru tergantung traffic. Dan yang gw maksudin disini itu the last milenya.
Speedy pake ADSL apa? 1, 2 atau 2+??
kalau di lihat dari modem gratis yang di kasih telkom pas baru mulai berlangganan ADSL2+
=NaNdA= January 9th, 2009, 10:02 AM woy... WiMode banting harga neh... modem + pulsa esia 20ribu cuma 385ribu..
cepetan............ :D
( harga normal 500ribu lebih.. :) )
netsurfe January 9th, 2009, 10:16 AM kalau di lihat dari modem gratis yang di kasih telkom pas baru mulai berlangganan ADSL2+
Modem ADSL2+ bisa juga dipake utk ADSL biasa.
Tapi kalo bener ADSL2+, keren!! Way to go telkom.
tollfreak January 26th, 2009, 03:47 PM Speaking of Telecommunication..iPhone akhirnya secara resmi masuk Indonesia juga..Indonesia udah ada di listnya
http://apple.com/iphone/countries
AceN January 27th, 2009, 04:29 PM TInggal Malaysia yang belom :D hehe..
DJ_Archuleta January 28th, 2009, 01:04 PM Tranzeo and TRG Advance Indonesian WiMAX Joint Development
First phase of deal valued at US$10 million for Tranzeo and coincides with Indonesia's release of new spectrum for wireless broadband
PITT MEADOWS, BRITISH COLUMBIA - Tranzeo Wireless Technologies Inc. (TSX: TZT), a premier manufacturer of wireless broadband and WiMAX communication systems, and partner PT. Teknologi Riset Global (TRG), a subsidiary of leading telecommunication infrastructure provider the Indonesian Tower Group, are moving forward with the first phase of a joint development agreement to produce WiMAX subscriber units for the Indonesian market.
The Indonesian government announced on January 22, 2009 two ministry decrees and three regulations releasing spectrum at 2.3GHz and 3.3GHz for wireless broadband access across all regions of Indonesia. The decrees and regulations outline the migration of existing services at 3.5GHz to 3.3GHz in addition to new services at 2.3GHz and 3.3GHz.
The TRG WiMAX system will enable Indonesian telecom operators to provide next-generation network services to subscribers who have never had access to more than conventional Internet services.
Tranzeo and TRG have been collaborating on a family of WiMAX devices which will be incorporated into TRG's total WiMAX solution for Indonesian carriers. The initial phase of this partnership is worth US$10 million to Tranzeo. Tranzeo expects the partnership to produce over 1.5 million subscriber units over the next five years. In support of the government's requirement to develop local telecommunications production capability, the jointly developed products will be produced in Jakarta, Bandung and Batam, Indonesia.
"Through our WiMAX joint development with Tranzeo, TRG is able to rapidly deploy a cost-effective wireless broadband solution for our telecom customers," said Sakti Wahyu Trenggono, President Director of Indonesian Tower. "Indonesia is on the brink of a major communications breakthrough with the potential to connect millions of subscribers to broadband services for the first time."
"Tranzeo has developed advanced WiMAX technology and the joint production with TRG becomes very attractive for developing economies like Indonesia where geographic, economic and technological obstacles have delayed broadband wireless access for too long," said Jim Tocher, President and CEO of Tranzeo.
tollfreak January 28th, 2009, 01:08 PM Indosat M2 lg cepat gini speednya:
http://www.speedtest.net/result/391276760.png
netsurfe January 28th, 2009, 10:08 PM ^^
Sweet!
Kalo rata2nya brapa?
rilham2new January 29th, 2009, 05:23 AM BREAKING NEWS ==== TELKOMSEL jual paket bundling i-PHONE seharga 2.5 juta ...
Datang pada akhir Februari 2009. :D
Mesti pesen dulu .... klik LINK di bawah ini
http://www.telkomsel.com/web/download/iphone_tsel.php?sec=ipn
rilham2new January 29th, 2009, 05:25 AM Indosat M2 lg cepat gini speednya:
http://www.speedtest.net/result/391276760.png
Itu corporate punya ya ???
=NaNdA= January 29th, 2009, 06:40 AM IM2 salah satu layanan Indosat, mirip2 ama Wi-mode dan Telkomsel Flash.. :)
tollfreak January 29th, 2009, 10:52 AM ^^
Sweet!
Kalo rata2nya brapa?
ini kl traffic lg nga berat..kl lg berat biasanya 2-4 mbps
tollfreak February 16th, 2009, 10:42 AM Wow, Tarif Telepon Indonesia Termurah Se-Asia
Senin, 16 Februari 2009 | 15:12 WIB
JAKARTA, SENIN — Meski tahun 2005 tarif telepon seluler di Indonesia menyandang predikat termahal, tetapi pada tahun 2009 predikat itu berubah menjadi termurah di Asia. Saat ini tarif seluler per menitnya rata-rata 0,015 dollar AS atau sekitar Rp 180 per menit.
"Tahun 2005, tarif seluler 0,15 dollar per menit, sekarang rata-rata tarif seluler Indonesia termurah sebesar 0,015 dollar AS. Itu belum yang tarif gratisan," kata Menteri Komunikasi dan Informasi M Nuh di Depkominfo Jakarta, Senin (16/2).
Nuh mengatakan, pemberlakuan tarif ini harus dibarengi dengan kualitas layanan dari operator, tidak hanya sekadar mencari keuntungan dari pelanggan sehingga pengguna tidak tertipu oleh promosi operator agar menggunakan layanan mereka. Untuk itu, tahun 2009, Depkominfo akan menekankan pengembangan kualitas dari infrastruktur yang ada.
Namun, untuk mencapainya perlu diimbangi dengan ketersediaan jangkauan layanan dan keterjangkauan masyarakat terhadap tarif murah tersebut. "Ujungnya, tidak lain untuk kepuasan para pengguna," tambah Nuh.
Selain itu, Nuh juga menyebut program customize services. Program ini akan menjadi prioritas selanjutnya pada tahun 2010. Tujuannya agar para operator bisa memberikan layanan yang lebih spesifik untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang berbeda-beda. "Puncaknya akan terwujud socio transformation, di mana Indonesia memiliki rumah telekomunikasi yang mampu melayani kebutuhan komunikasi di Indonesia," jelas Nuh.
adiyon84 February 18th, 2009, 01:52 PM BREAKING NEWS ==== TELKOMSEL jual paket bundling i-PHONE seharga 2.5 juta ...
Datang pada akhir Februari 2009. :D
Mesti pesen dulu .... klik LINK di bawah ini
http://www.telkomsel.com/web/download/iphone_tsel.php?sec=ipn
I-Phone di Indonesia dijual dengan harga Rp.2.5 juta? Sekitar RM760 sebuah. Murahnya... :nuts:
Bila agaknya Apple co. mau keluarkan di Malaysia? Setakat ini masih tiada berita. Gosh.. :ohno:
peseg5 February 18th, 2009, 02:34 PM Wow, Tarif Telepon Indonesia Termurah Se-Asia
Senin, 16 Februari 2009 | 15:12 WIB
JAKARTA, SENIN — Meski tahun 2005 tarif telepon seluler di Indonesia menyandang predikat termahal, tetapi pada tahun 2009 predikat itu berubah menjadi termurah di Asia. Saat ini tarif seluler per menitnya rata-rata 0,015 dollar AS atau sekitar Rp 180 per menit.
"Tahun 2005, tarif seluler 0,15 dollar per menit, sekarang rata-rata tarif seluler Indonesia termurah sebesar 0,015 dollar AS. Itu belum yang tarif gratisan," kata Menteri Komunikasi dan Informasi M Nuh di Depkominfo Jakarta, Senin (16/2).
Nuh mengatakan, pemberlakuan tarif ini harus dibarengi dengan kualitas layanan dari operator, tidak hanya sekadar mencari keuntungan dari pelanggan sehingga pengguna tidak tertipu oleh promosi operator agar menggunakan layanan mereka. Untuk itu, tahun 2009, Depkominfo akan menekankan pengembangan kualitas dari infrastruktur yang ada.
Namun, untuk mencapainya perlu diimbangi dengan ketersediaan jangkauan layanan dan keterjangkauan masyarakat terhadap tarif murah tersebut. "Ujungnya, tidak lain untuk kepuasan para pengguna," tambah Nuh.
Selain itu, Nuh juga menyebut program customize services. Program ini akan menjadi prioritas selanjutnya pada tahun 2010. Tujuannya agar para operator bisa memberikan layanan yang lebih spesifik untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang berbeda-beda. "Puncaknya akan terwujud socio transformation, di mana Indonesia memiliki rumah telekomunikasi yang mampu melayani kebutuhan komunikasi di Indonesia," jelas Nuh.
Yah lumayan, salah satu keuntungan dari liberalisasi layanan telekomunikasi.... Bayangin kalau sampai sekarang telekomunikasi hanya boleh dipegang oleh TELKOM...
tollfreak February 18th, 2009, 02:34 PM ^^ itu seperti nya bundling sama plan post-paid sekitar Rp.600,000 (RM200) per bulan, kalau iPhonenya sahaja don't know yet
tollfreak March 6th, 2009, 10:10 AM Taman Ayodya Akan Dilengkapi Hotspot
BERITAJAKARTA.COM — 06-03-2009 15:50
Warga Jakarta yang memiliki tingkat kesibukan tinggi akan dipermudah bila berkunjung ke Taman Ayodya. Rencananya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) akan melengkapi taman megah tersebut dengan akses internet nirkabel alias hotspot. Bahkan Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jaksel sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa pihak swasta untuk merealisasikan rencana tersebut.
Sekadar diketahui, sebelum diresmikan taman senilai Rp 2,1 miliar tersebut sudah ramai dikunjungi warga. Bahkan sejumlah karyawan dari kawasan lain, kerap beristirahat hingga petang hari. Dengan adanya hotspot, karyawan yang biasa mengunjungi bisa terbantu karena dapat mengakses pekerjaannya melalui jaringan internet gratis.
Kasudin Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Selatan, Heru Bambang Ermanto, mengungkapkan, wacana untuk menyediakan hotspot di Taman Ayodya sudah mendekati kenyataan. Bahkan sudah beberapa kali ada pembicaraan dengan pihak swasta terkait dengan rencana pemasangan hotspot tersebut. “Teknis dan wewenangnya kan ada di dinas. Namun yang saya tahu sudah ada pembicaraan dengan pihak swasta untuk mendukung program itu,” katanya kepada beritajakarta.com, Jumat (6/3).
Menurutnya, fasilitas hotspot di area seperti Taman Ayodya atau area terbuka lainnya dinilai sangat perlu untuk mendukung mobilitas masyarakat metropolitan seperti Jakarta. “Saat berkunjung, para pekerja kantoran atau yang lainnya itu nantinya bisa saja tetap beraktivitas tanpa harus terganggu lantaran tempat ini didukung oleh fasilitas hotspot. Wartawan tentunya juga diuntungkan jika ada fasilitas hotspot,” seloroh Heru Bambang.
Sementara itu, menanggapi tertundanya kembali peresmian taman yang pembangunannya menghabiskan biaya sebesar Rp 2,1 miliar tersebut, Heru Bambang, mengatakan dikarenakan hingga saat ini belum menemukan kecocokan waktu guna meresmikan taman tersebut dengan pihak terkait. Kendati belum diresmikan, sejumlah fasilitas sudah tersedia dan taman itu terbuka untuk umum. “Dalam waktu dekat ini pokoknya segera diresmikan. Kita sudah siap semua, tinggal cari waktu yang pas saja,” janjinya.
Sebelumnya, ramai diberitakan bahwa peresmian Taman Ayodya akan dilangsungkan pada pertengahan Februari lalu. Namun ternyata rencana tersebut batal dan diganti pada awal Maret ini. Namun, rupanya hingga kini rencana tersebut urung dilaksanakan. Padahal, sudah banyak warga yang menanti kapan Taman Ayodya ini akan diresmikan
tollfreak March 13th, 2009, 02:07 PM Telkomsel Luncurkan iPhone 3G di Indonesia 20 Maret 2009
Jakarta, 12 Maret 2009
Telkomsel hari ini mengumumkan dimulainya penjualan iPhone 3G yang peluncurannya dilaksanakan pada 20 Maret 2009 mulai pukul 8 malam di Pacific Place, Pavilion-South Entrance, Jakarta Selatan.
Mulai Senin, 23 Maret 2009, iPhone 3G akan dijual di GraPARI dengan harga senilai Rp 2.622.000*. iPhone 3G juga tersedia di gerai PT Trikomsel Oke (Oke Shop), PT Cipta Multi Usaha Perkasa (Global Teleshop), PT Simpatindo Multimedia (Sarindo), dan PT Telesindo Shop (Telesindo Shop) yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya. Telkomsel akan memperluas penjualan iPhone 3G ke seluruh Indonesia mulai Sabtu, 28 Maret 2009, di mana informasi tempat dan lainnya dapat diakses lewat website http://www.telkomsel.com/iphone/wheretobuy.
iPhone 3G merupakan kombinasi tiga produk dalam satu kesatuan, yakni ponsel yang revolusioner, iPod berlayar lebar, dan terobosan baru perangkat internet yang menghadirkan pengalaman menakjubkan dari sebuah perangkat mobile. Dengan dukungan kecepatan jaringan 3G, peta GPS, dan berbagai fitur enterprise/korporat diantaranya Microsoft Exchange, iPhone 3G menghadirkan beragam fitur layanan lewat satu sentuhan jari. Melalui akses App Store, tersedia puluhan ribu aplikasi mulai dari games sampai dengan social networking, financial planning, dan health management, yang telah di-download lebih dari 500 juta kali sampai saat ini. Saat ini iPhone 3G telah hadir di lebih dari 70 negara di seluruh dunia.
Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, “iPhone 3G akan mengubah pengalaman pelanggan dalam menggunakan sebuah perangkat ponsel. Kombinasi iPhone 3G yang revolusioner dengan jaringan kecepatan tinggi terluas berkualitas dari Telkomsel tentunya akan menghadirkan kenyamanan lebih bagi pelanggan, baik untuk layanan voice dan SMS maupun browsing web dan mendengarkan musik.”
Telkomsel juga menawarkan tiga pilihan paket tarif khusus untuk iPhone 3G, yang sudah termasuk Gratis bicara, SMS, dan akses data. Pelanggan dapat menikmati Gratis incoming call sepanjang hari, Gratis outgoing call hingga 360 menit dan Gratis 300 SMS Gratis, serta Gratis penggunaan akses data sebesar 1 GB (upload dan download) dengan kecepatan hingga 3,6 Mbps. Paket ini dapat dinikmati oleh pelanggan kartuHALO, simPATI, dan Kartu As.
iPhone 3G terbaru ini dapat digunakan di seluruh jaringan Telkomsel (2G maupun 3G), serta mampu mendeteksi jaringan hotspot Wifi secara otomatis, sehingga sangat powerful untuk penggunaan internet kecepatan tinggi maupun browsing multimedia kapan pun dan di mana pun. Saat ini jaringan Telkomsel telah melayani hingga ke pelosok negeri dan seluruh propinsi dan kabupaten di Indonesia, bahkan telah sukses menggelar jaringan 3G di lebih dari 140 kota. Telkomsel terus berkomitmen untuk melayani Indonesia lewat penggelaran jaringan selular dan tahun ini telah mengalokasikan investasi sebesar USD 1,5 billion termasuk di antaranya untuk menghadirkan jaringan 3G terbaik.
Telkomsel dengan bangga menyediakan sebelas layanan aplikasi khas Indonesia yang dapat dinikmati pelanggan, yakni: Trans Jakarta (informasi Trans Jakarta/Bus Way), Aphrodite (jadwal pertandingan olahraga dunia), Jakarta Globe (layanan berita berbahasa Inggris), BuUuk (Rekomendasi tempat kuliner di Jakarta dan Bali), Foyage (peta kota setempat), Detik.com (layanan berita), Angklung (musik), SCTV (televisi), Kapanlagi.com (web gaya hidup dan hiburan), Macetlagi.com (portal monitoring jalan raya dan streaming), dan Kompas (layanan berita). Aplikasi tersebut dapat di-download secara gratis untuk beberapa waktu dari Apple App Store.
Pelanggan yang telah melakukan registrasi iPhone 3G via website akan mendapatkan prioritas utama pembelian setelah peluncuran resmi. Mereka akan dihubungi melalui email maupun SMS tentang rincian bagaimana untuk menjadi salah satu pelanggan pertama di Indonesia yang memiliki sebuah iPhone 3G dari Telkomsel. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi www.telkomsel.com/iphone.
tollfreak March 16th, 2009, 04:03 PM Nokia Siemens wins network deal in Indonesia
Mon Mar 16, 2009 2:47am EDT
HELSINKI, March 16 (Reuters) - Nokia Siemens Networks [NSN.UL] said on Monday it had won an order from Indonesian mobile operator Telkomsel to expand network coverage, boost capacity and improve performance. Financial details of the deal -- similar to the one the operator signed with Ericsson (ERICb.ST) earlier this month [ID:nWEA0584] -- were not disclosed.
The deal between Telkomsel and Nokia Siemens Networks, covers the supply, deployment and integration of 3G radio access networks as well as 2G business support system and services solutions, Nokia Siemens said.
"This year, by collaborating with various network vendors, Telkomsel will deploy 4,000 new base stations, with a total investment of $1.5 billion," Telkomsel's Chief Executive Sarwoto Atmosutarno said in a statement. (Reporting by Tarmo Virki)
tollfreak March 20th, 2009, 07:00 PM Seribuan Orang Hadiri Launching iPhone 3G Telkomsel
Jumat, 20 Maret 2009 | 22:58 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 1.500 orang menghadiri acara peluncuran iPhone 3G Telkomsel di Mall Pacific Place, Jakarta, Jumat (20/3). Pengunjung yang mayoritas sadar teknologi tersebut terlihat sangat antusias terhadap teknologi baru tersebut.
Di antara kerumunan pengunjung terlihat beberapa selebriti ibukota yang turut hadir dalam acara peluncuran yang berlangsung selama tiga hari tersebut, yakni Anjasmara, Cut Mini, dan Indra Bekti.
Para pengunjung pada umumnya datang ke acara tersebut guna memesan iPhone 3G Telkomsel. Mereka mengaku sangat tertarik dengan teknologi tersebut. "iPhone 3G memang sudah menjadi lifestyle di dunia. Sayang saya tidak bisa pesan karena datang terlambat," ujar Andri, karyawan swasta.
Walaupun harga iPhone 3G Telkomsel di Indonesia tergolong mahal, Andri mengaku tetap berniat untuk membeli di Indonesia daripada di luar negeri.
"iPhone 3G disini di-support langsung oleh Telkomsel. Kalau di luar negeri kebanyakan barang BM (black market)," tambah Andri.
Arief, pengunjung lain, mengatakan, teknologi iPhone 3G sangat unik karena teknologi telepon touch screen pertama. Saking tertariknya, Arief mengaku pernah ikut mengantre pada peluncuran iPhone 3G di Amerika Serikat, walaupun tidak kebagian.
Walaupun secara umum fitur-fitur iPhone 3G tidak jauh berbeda dengan ponsel canggih lainnya, lanjut Arief, harga sekitar Rp 11 juta dinilai reasonable karena bentuknya yang stylish.
Deputy Vice President Product Marketing Telkomsel Mark L Chamber, kepada KOMPAS.com, mengatakan, dirinya optimis teknologi ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia. Namun, ketika ditanya mengenai target penjualan tahun 2009, jumlah unit yang terjual selama acara peluncuran, nilai investasi, Chambers enggan mengungkapkannya karena terikat kontrak oleh pihak Apple.
Pengguna iPhone 3G dan iPod juga kini dapat menikmati KOMPAS.com versi khusus pada teknologi ini, bekerja sama dengan Telkomsel, selaku operator iPhone 3G di Indonesia.
http://www.kompas.com/data/photo/2009/03/20/2258242p.jpg
Kopassus March 24th, 2009, 07:24 AM Maybe a stupid question, but whats happened with Satelindo? (wasn't it PT Satelit Palapa Indonesia?) Bought by Telkomsel, Indosat, Pro XL?
tollfreak March 24th, 2009, 10:38 AM Satelindo's Matrix and Mentari Services was merged with Indosat and both services are now a part of Indosat and operate under the indosat brand along with IM3. This happened way back around in 2002-2003.
Kopassus March 25th, 2009, 04:41 AM Thanks tollfreak!
tollfreak March 31st, 2009, 11:50 AM NEC to Build Submarine Cable Linking Indonesia and Hong Kong
Martyn Williams, IDG News Service
Tuesday, March 31, 2009 1:50 AM PDT
NEC has won a contract to build a new submarine fiber-optic cable linking Indonesia to Hong Kong.
The Submarine Cable Asia Network (SCAN) will connect the Indonesian capital of Jakarta and the second-largest city of Surabaya to Hong Kong and from there on to other cable networks.
The 4,300-kilometer cable system will have an initial transmission capacity of 40 Gbps with upgrades possible to 1.92 Tbps, NEC said. It will also be built with three branching units along its length to facilitate possible future expansion to other ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) countries.
The cable is being constructed by Fangbian Iskan Corporindo and Telemedia Pacific. NEC's work is expected to begin during the first half of this year and be completed by 2011.
tollfreak April 1st, 2009, 12:11 PM Telkom Turunkan Tarif Internet 20 Persen
RABU, 1 APRIL 2009 | 15:52 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — PT Telkom Tbk memutuskan untuk menurunkan tarif internet rata-rata 20 persen mulai 1 April 2009 ini. "Tarif ritel internet Telkom kembali kami turunkan, sejalan dengan program pemerintah yang mengimbau penurunan tarif internet," kata Dirut Telkom Rinaldi Firmansyah, di sela-sela peluncuran "Speedy Multi Speed", di Gedung Telkom, Jakarta, Rabu (1/4) .
Rinaldi menjelaskan, keputusan menurunkan tarif internet terkait dengan keinginan perusahaan untuk memenuhi tingginya permintaan penggunaan internet di Tanah Air.
Ia mencontohkan, tarif internet Speedy dengan akses tak terbatas (unlimited) dengan kecepatan hingga 2 megabyte per detik (Mbps) saat ini hanya sebesar Rp 995.000 per bulan, turun dari sebelumnya sebesar Rp 1,2 juta per bulan.
Dikatakannya penurunan tarif internet Speedy disesuaikan dengan ragam pilihan konsumen yang dijadikan dalam tujuh paket, seperti paket mail, chat, family, executive, dan biz. "Penurunan tarif internet berbeda-beda pada setiap paket, tetapi rata-rata turun hingga 20 persen," ujar Rinaldi.
Menurutnya, permintaan layanan internet dari waktu ke waktu terus meningkat sehingga mendorong perusahaan untuk menyiapkan kapasitas infrastruktur. "Saat ini, Telkom memiliki kapasitas bandwidth sekitar 17 gigabyte per detik (Gbps), dan terus meningkat seiring dengan masuknya Telkom dalam konsorsium Asia-Amerika Gateway (AAG)," katanya.
Melalui konsorsium AAG tersebut, Telkom saat ini memiliki kuota bandwidth internasional hingga mencapai 30 Gbps, dan akan meningkat hingga 70 Gbps hingga empat tahun ke depan. Meski begitu, Rinaldi menjelaskan, pihaknya belum menurunkan tarif sewa jaringan internet (lease line) kepada penyelenggara jasa internet (ISP) di Tanah Air. "Belum diturunkan karena masih menghitung formulanya, dan memang belum ada benchmark (acuan) tarif sewa jaringan," katanya.
Sementara itu, Direktur Konsumer I Nyoman G Wiryanata mengatakan, peluncuran paket layanan Speedy tersebut diharapkan dapat menambah jumlah pelanggan sebesar 600.000-700.000 pelanggan pada tahun ini.
Hingga akhir tahun 2009, jumlah pelanggan Speedy ditargetkan mencapai 1,7 juta satuan sambungan layanan (SSL), dengan rata-rata pemakaian per bulan (ARPU) pelanggan Speedy berkisar Rp 270.000 per bulan.
tollfreak April 8th, 2009, 02:23 PM Malioboro Butuh Banyak "Hotspot"
RABU, 8 APRIL 2009 | 18:42 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai ’jendela wisata’ kota pendidikan ini, sudah saatnya perlu dilengkapi fasilitas koneksi internet melalui ’hotspot’ secara gratis dan tanpa batas.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tazbir di Yogyakarta, Rabu (8/4) mengatakan kawasan wisata dan pusat perbelanjaan ini memang sudah saatnya dilengkapi sarana pendukung berupa perangkat untuk akses internet gratis guna memberikan layanan kepada wisatawan yang berkunjung ke kota ini.
"Sampai sekarang di kawasan Malioboro baru ada satu titik ’hotspot’ dengan akses gratis yaitu di Jalan Pasar Kembang, dan masing-masing satu titik di kantor DPRD DIY serta Hotel Garuda, namun hanya untuk internal instansi tersebut," katanya.
Menurut dia, melalui konsep Malioboro Interconection Networking (MIN), diharapkan wisatawan yang menjadi pengguna internet akan lebih leluasa mengakses internet di kawasan Malioboro. Dengan demikian, kata dia, melalui MIN bisa tercipta layanan bisnis dan wisata baru di kota ini.
"Nantinya di kawasan Malioboro tidak hanya para wisatawan yang bisa memanfaatkan fasilitas itu, tetapi masyarakat umum bahkan mahasiswa bisa nongkrong sambil mengakses internet di sepanjang Jalan Malioboro," katanya.
Pemandangan tersebut, kata dia, tentunya akan menarik dan menambah daya tarik wisata baru di kawasan Malioboro dan sekitarnya.
Ia mengatakan MIN adalah sebuah konsep komunikasi berbasis internet dengan menggunakan infrastruktur wifi (wireless fidelity). Dengan menggunakan infrastruktur ini koneksitas perangkat berbasis IP (internet protokol) maupun notebook akan semakin mudah dan nyaman.
Jika keberadaan MIN itu dapat terealisasikan, nantinya, hal itu tidak hanya menambah daya tarik kawasan Malioboro sebagai kawasan wisata belanja, tetapi juga merupakan kawasan wisata teknologi informasi.
Sehingga, menurut dia, akan banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara menikmati suasana Malioboro sekaligus berkomunikasi dengan teman, relasi bisnis maupun keluarga melalui internet. "Mereka bisa menggunakan e-mail berbasis internet, dan para investor juga akan semakin tertarik untuk berinvestasi di kawasan ’surga belanja’-nya kota Yogyakarta," katanya.
tollfreak April 9th, 2009, 12:10 PM The Jakarta Globe
April 3, 2009 SHARE THIS PAGE
Yessar Rosendar & Janeman Latul
Customers Rate IM2’s Internet Service: ‘It Sucks’
Internet service provider PT Indosat Mega Media, or IM2, a subsidiary of the country’s second largest mobile operator, is blaming capacity issues for a marked decline in the company’s mobile wireless service, which has come under increasing attack from subscribers who say the supposedly high-speed system is slower than advertised and constantly being disconnected.
Andre Aslan, corporate secretary of Indosat Mega Media, said capacity issues in the firm’s broadcast towers due to a recent, large increase in subscribers was causing the problems in their 3.5 wireless Internet service.
This happened after the company released a cheaper version of the service with no limit on customer downloads, he said.
“The capacity of Indosat’s [base transceiver station] BTS towers couldn’t catch up with the growth of customers,” Andre told the Jakarta Globe this week.
He said the number of subscribers to the IM2 3.5 G or HSDPA wireless Internet service had grown by 700 percent last year to reach 350,000 customers from just 50,000 customers in 2007.
In certain areas the company called “red zones,” the density of customers was too much for the Indosat towers, with speeds and coverage dropping out significantly, which meant the firm ended up with disappointed, angry and even furious customers, Andre said.
Indosat, the parent company of IM2, in January earmarked just under $1.4 billion of capital expenditure for the group. Guntoro Siboro, the marketing director of Indosat, told the Jakarta Globe that a part of the money would be used to increase the capacity of the existing BTS towers, and the company expected to eventually double its capacity in larger cities. He did not name an exact figure, or say when this would occur.
To cope with the problem, IM2 has repeatedly asked its parent company to increase the number of transmitter towers and the service frequency.
But according to Andre, after subscribers were notified of the problem, complaints dropped since the end of January from “three to five” complaints a day to only one to two complaints.
“At first I liked [the service], but it sucks now,” said Ronny Haryanto, a disappointed IM2 customer who lives in West Jakarta and had subscribed to IM2 for a year. “But I appreciated IM2 contacting me with an apology e-mail.”
However, Diany Prasetio, an IM2 user for around 11 months, said she was unimpressed with an e-mail from IM2 that urged customers to refrain from using special software for downloading music and videos, like Torrent and Morpheus, while accessing the Internet service because it could cause further delays.
Diany said urging customers to limit their access defeated the point of the service, which costs Rp 300,000 ($26.1) a month for unlimited access. The e-mail also asked customers to avoid downloading files at peak hours — between 8 a.m. to 12 p.m. and 7 p.m. to 10 p.m.
“I’m disappointed with the service. It would be better if they had a slower speed but a more reliable service” Diany said.
netaholics13 April 11th, 2009, 05:00 AM http://www.speedtest.net/result/449679035.png (http://www.speedtest.net)
test pake modem aircard sierra wireless 881u, kartu halo, dari seputaran kranji, bekasi
gantengscool April 17th, 2009, 08:27 AM .
http://img17.imageshack.us/img17/4026/telkom.jpg (http://img17.imageshack.us/my.php?image=telkom.jpg)
.
AceN April 17th, 2009, 11:19 AM ^^ aset 797 Miliar dolar ? :naughty:Exxon kalah donk :D
gantengscool April 17th, 2009, 05:23 PM .
...Jeli juga kmu Cen,
salah tuh Republika, komanya kurang maju satu :nuts:
.
tollfreak April 18th, 2009, 01:03 PM Sabtu, 18/04/2009 13:28 WIB
IM2 TRUFF Sambangi Jateng-DIY
Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Semarang - PT Indosat Mega Media (IM2) meluncurkan produk TRUFF di Jawa Tengah (Jateng) dan D.I Yogyakarta (DIY). TRUFF merupakan akses internet nirkabel prabayar menggunakan jaringan CDMA yang hemat dan fleksibel karena pelanggan dapat memilih skema tarif yang diinginkan berdasarkan volume maupun waktu pemakaian.
"TRUFF memberikan tingkat fleksibilitas yang tinggi bagi para pengguna karena mereka dapat memilih skema tarif yang diinginkan, baik berdasarkan volume penggunaan maupun waktu penggunaan dengan harga lebih terjangkau sehingga lebih hemat," ujar Abu Syukur, Director Sales & Marketing IM2, seperti dikutip dari keterangan resminya, Sabtu (18/4/2009).
Metode berlangganan TRUFF adalah prabayar, yang berarti pengguna tidak terikat dengan biaya bulanan. Pelanggan bebas menentukan besaran akses internet yang diinginkan sehingga pengeluaran untuk internet pun akan lebih terkendali, dengan proses aktivasi kartu perdana dan proses isi ulang dilakukan secara online.
Pelanggan dapat memilih Metode Tarif Berbasis Volume dengan cara menambahkan domain@indosatm2.com pada Username-nya. Misalnya, Username: bestari@indosatm2. Atau, pelanggan dapat memilih Metode Tarif Berbasis Waktu dengan cara menambahkan domain@indosat.net.id pada Username-nya. Misalnya, Username: bestari@indosat.net.id.
TRUFF juga dilengkapi dengan fitur multiple access, yang membedakannya dengan layanan internet dari provider lain. Pelanggan yang telah memiliki user ID dan password TRUFF, dapat melakukan koneksi internet di 150 lokasi hotspot IM2 maupun dial-up melalui jaringan PSTN di lebih dari 180 kota di Indonesia.
Wilayah pelayanan TRUFF mengikuti jangkauan operator CDMA antara lain: Jabodetabek, Banda Aceh, Medan, Padang, Bukit Tinggi, Palembang, Pekanbaru, Lampung, Bandung, Jombang, Malang, Mojokerto, Semarang, Yogyakarta, Pandaan, Pasuruan, Salatiga, Solo, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, dan Makassar.
Paket perdana TRUFF dipasarkan dengan harga Rp 55.000,- yang sudah termasuk volume 200 MB atau setara dengan waktu 400 menit. Selanjutnya voucher isi ulang tersedia mulai dari Rp 10.000,-, Rp 25.000,-, Rp 50.000,-, Rp 100.000,- hingga Rp 150.000,-.
Kehadiran TRUFF ini mengisi potensi pasar di luar coverage 3.5G yang masih sangat besar. IM2 sebagai pemimpin di industri penyedia jasa internet berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan Jateng dan DIY yang saat ini telah mencapai 16.682 pelanggan retail per Maret 2009.
"IM2 optimis TRUFF sebagai suatu alternatif koneksi internet yang stabil, mudah digunakan, dan murah akan diterima dengan baik oleh masyarakat Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta. Untuk Jateng dan DIY, TRUFF diharapkan menyumbang penambahan 13.000 pelanggan dan untuk nasional sebesar 86.839 pelanggan hingga akhir tahun 2009," tandas Abu Syukur.
tollfreak April 20th, 2009, 11:34 AM Telkom dominates Indonesian international call market
Mon. April 20, 2009; Posted: 12:22 AM
JAKARTA, Apr 20, 2009 (Xinhua via COMTEX) -- TLK | Quote | Chart | News | PowerRating -- Indonesian telecommunication company, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom), dominates the international call market in the country, a Telkom official said here Monday.
Telkom's Marketing Communication and Public Affairs VP Eddy Kurnia said that Telkom, through its 007 dial number, is dominating 53 percent of international calls in Indonesia at the moment.
Telkom is currently establishing cooperation with 45 international telecommunication operators. It serves 8.7 million fixed phone subscribers, 13.5 million non-wired subscribers and 68 million cellular phone subscribers.
The state-run telecommunication company is seeking more cooperation with more telecommunication firms to expand its inter connection services.
"As long as it fits with the existing regulation and is profitable, we want to set up more inter connection cooperation with more telecommunication firms in the world," he said quoted by Bisnis Indonesia daily as saying Monday.
Indonesian international call market has been largely served by two large domestic telecommunication firms Telkom and PT Indonesia Satellite (Indosat). Another domestic telecommunication firm PT Bakrie Telecom tries to tap international call market with dial number of 009.
Learning on the lucrative international call market, a publicly- listed telecommunication company PT Excelcomindo Pratama (XL) intends to open such a call service.
For full details on P.T. Telekomunikasi Indonesia ADS (TLK) click here. P.T. Telekomunikasi Indonesia ADS (TLK) has Short Term PowerRatings of 3. Details on P.T. Telekomunikasi Indonesia ADS (TLK) Short Term PowerRatings is available at This Link.
tollfreak April 27th, 2009, 11:11 AM XL loses 1m subscribers
Ika Krismantari , The Jakarta Post , Jakarta | Mon, 04/27/2009 11:28 AM | Business
The number of subscribers of the country's third largest telco operator, PT Excelcomindo Pratama, dropped by 1 million in the first quarter of this year as the company increased the price of its SIM cards.
The company's president director, Hasnul Suhaimi, said the number of subscribers had dropped to 25 million from 26 million in 2008.
"We increased the price of SIM cards to reduce the number of people who buy XL cards for one-time use and then throw them away," Hasnul said, adding that this had happened because it was cheaper to buy new SIM cards than to recharge existing ones.
However, XL was still on track to reach its target of 30 million subscribers by the end of 2009, Hasnul said, adding that demand usually picked up in the second and third quarters of the year.
tollfreak May 8th, 2009, 02:45 PM May 07, 2009
Tranzeo, TRG Bring WiMAX to Indonesia
By Vivek Naik
TMCnet Contributor
Tramzeo Wireless Technologies has announced that it is partnering with Teknologi Riset Global (TRG) Research Center, an affiliate company of the Indonesian Tower group, to supply WiMAX (News - Alert) subscriber units starting next month, to Indonesia, in a deal that is initially worth $840,000.
Devices and related equipment operate at 3.3 Giga Hetrz (GHz) in accordance with the new mandatory operating frequency passed into law by the Indonesian government, requiring operators to migrate from their existing Wireless Broadband (Wi-B (News - Alert)) 3.4 Ghz to 3.6 GHz operating frequency.
The Kominfo Ministry, where “Kominfo” roughly translates to “Communications and Information,” had reportedly ordered blocking of the 3.3GHz band radio frequency for wireless broadband usage and the migration of operators and consumers to this frequency via the Minister decree number 5/KEP/M.KOMINFO/01/2009, and was signed by Minister Mohammad Nuh on January 19, 2009.
The move by the Indonesian government is slightly surprising – as TMCnet reported, although the WiMAX market is progressing, it appears to be losing ground to LTE (News - Alert) as well as conventional broadband services because consumers have shifted towards flat rates for both limited and unlimited broadband usage.
There is a strong possibility that Indonesia is targeting future market scope and is setting up the basic ground work now itself since, TMCnet reported, the user base in some WiMAX market segments are expected double to 2.5 million by the end of 2009 YoY 2008, and this figure may increase by more than 60 percent to touch 4 million by the end of 2010.
Company officials say that the two companies have been working hand in hand with each other for some time now to fine tune these products to meet the Indonesian Ministry of Communications and Information pre-requisites for deployment and to guarantee compatibility with other WiMAX infrastructure on Indonesian soil.
tollfreak May 19th, 2009, 12:08 PM The changing face of Internet cafés
Prodita Sabarini , The Jakarta Post , Jakarta | Tue, 05/19/2009 10:41 AM | City
http://www.thejakartapost.com/files/images/p19-a_24.img_assist_custom.jpg
Avid netizens: Customers surf the net at an Internet café in Rawa Belong, West Jakarta, on Monday. Despite the dwindling numbers of Internet cafes due to the rise of free hotspot areas, cafés such as these remain widely used by Jakartans. JP/Wendra Ajistyatama `
In the beginning - the early 1990s - when telecommunication providers were yet to offer Internet access for free on mobile phones, Internet cafés or warung Internet (warnet) were the place to be.
Wifi cafes symbolized the freedom of information as people could access new media without it being filtered by the New Order regime’s Information and Communications Ministry, simply by paying by the hour.
That was the time when people chatted online using mIRC or ICQ, had nicknames such as Neo or Trinity, and private home Internet connections were exorbitantly expensive.
Now, with relatively affordable connection rates, the availability of the Internet on mobile phones, and wireless Internet hotspots in campuses, parks and cafés, warnet are fast losing their popularity.
University sophomore student Audrey Sitompul said she never went to Internet cafés anymore, with hotspots at her Bina Nusantara University campus and an Internet connection at her boarding house.
“I don’t need to.
“There’s a hotspot on campus and I have a connection at home,” she said.
Association of Indonesian Internet cafés (AWARI) chairman Irwin Day said the group had sealed a deal with Microsoft to provide lower cost licenses for operating systems and Microsoft Office for Internet cafés.
“We secured a special price for the operating system and for [Microsoft] Office [software],” Irwin said.
The deal was a relief for warnet owners who are burdened by the high costs of software or the terror of raids by law enforcers, who, Irwin says, occasionally demand bribes to ignore the soft crime.
Bill Fridini, owner of the Q-net Internet café, located in Blok M, South Jakarta, believes warnet business is declining.
“It’s not good anymore.
“People used to come to warnet to chat, now, they can do that on their mobile phones.
“They can also afford to set up a connection in their own homes,” he said.
Lower bandwidth prices and new technology such as the 3G handset with Wifi capabilities have given Internet users more options to access the web; good for customers but not for business.
Along the narrow streets near Bina Nusantara University, many warnet are struggling to attract customers.
Staff from the Q-net Internet café near the Bina Nusantara University campus in Kebun Jeruk, West Jakarta, agreed with Audrey.
They said that even though their cafe was located near a university campus, business had been quieter since people had more access to the web.
Computer screens that once displayed various different websites on warnet screens now showcase online games.
Juliana, who works at the Lighteonet Internet café, said the café makes more profit from online gaming rentals than from customers wanting to search the web.
“If we didn’t provide online games, there would only be a small number of customers using our café,” Juliana said.
Bill’s Q-net is also focusing on online gaming profits more than web surfing.
In her paper, “From War-net to Net-War: The Internet and Resistant Identities in Indonesia”, Merlyna Lim, a communications expert from Arizona University argued that warnet signified new civic space.
“During the struggle against Suharto’s government, warnet were the major source of ‘forbidden’ information like short-wave foreign news broadcasts, campus rumors and the transmission of faxed and photocopied underground bulletins – all contraband information not carried by Indonesian mainstream media,” she wrote.
Asked whether warnet could still be considered new civic spaces for political dialogues in the post-reform era, she answered:
“If warnet is read as a civic space, a place [or physical embodiment of a civic space] where someone can consume, produce, communicate, inform and be informed, and exchange ideas electronically/digitally without overt control/monitoring of state or corporate entities [market] or any dominant authorities, then the answer is yes.
“Accessing the Internet from a warnet is a different experience compared to accessing the Internet from a café with Wifi.
“There’s a set of socio-economic [and even cultural] dimensions that make the two experiences different.
“Wifi at a café requires a laptop, the cost of a coffee and it occurs in a specific social setting [people dress in a certain way, some cafes are hip and trendy],” she wrote.
Accessing the Internet through warnet means people do not need personal computers; making it accessible to people from low to high income brackets.
Irwin said that of around 30 million Internet users, half of those accessed the Internet through a warnet.
“And 30 million is still very little compared to the country’s population.
So I think there is still space for the warnet business,” he said.
tollfreak May 19th, 2009, 12:12 PM RI to have Wimax soon
The Jakarta Post , Jakarta | Tue, 05/19/2009 10:18 AM | Business
The Ministry of Information and Communications will announce the winners of the tender for Wimax broadband operating licenses in July.
Information and Communications Minister Muhammad Nuh said the ministry was now in the process of determining its fee policy for each zone that will be able to access Worldwide Interoperability for Microwave Access (Wimax).
“We are now discussing the fee regulation with the Finance Ministry,” Nuh said.
There are 15 zones in the country where Wimax services will initially be made available.
According to the ministry data, the Wimax service fee will vary in each zone, with pricing adjusted to local people’s purchasing power.
The ministry will apply a cross-subsidy principle, thus zones with high Wimax’s fees will subsidize those with lower fees.
Operating licenses for each zone will be given to two operators and it will be possible for a company to become an operator in more than one zone at the same time.
“Many companies are eager to get a license for Wimax because it opens [up] new markets in
communications technology,” Nuh added.
Around 73 telecommunications companies are participating in the tender. Tender participants were required to propose a minimum of 35 percent use of local products to supporting the new system.
Major telecommunication companies such as state-owned PTTelkom, its competitor PT Indosat, and Bakrie Telecom also took part in the tender.
The zones for Wimax service will include three zones in Sumatra, four zones in Java, two zones in Kalimantan, and one zone each for Bali, Nusa Tenggara, Papua, Maluku, Sulawesi, and Riau Island.
WiMax is an advanced technology that provides high-throughput broadband connections over long distances without having to build costly infrastructure and large numbers of transmission towers.
The technology, which provides an alternative to cable and digital subscriber lines (DSL), has a coverage of around 50 kilometers in radius from each base station and relatively low investment costs compared to existing 3G technology.
Wimax can transfer 80 Megabytes of data per second, much faster than the latest 3G technology which is only able to send 7.2 Megabytes of data per second.
The ministry organized the tender to extend telecommunications and broadband Internet services to remote areas in Indonesia.
In January, the ministry produced five ministerial decrees, to regulate Wimax service standards.
Currently, official number of Internet users in Indonesia reaches about 30 million. However taking into account all the internet users making use of mobile phones with connectivity then the figure for users can reach over 51 million.
Government aims to connect half of all Indonesians to the internet by 2015, which would bring the total by then up to 120 million.
But Indonesia still ranks very low in the region in the use of broadband for Internet access. (mrs)
David-80 May 19th, 2009, 08:16 PM I have internet cafe in semarang and I also put hotspot on my cafe (4km coverage) so my internet cafe users can buy the prepaid hotspot card of my cafe and use it at home.
I think, yes warnet business is declining but you need to be more creative on this particular business. One of the reason why my internet cafes are packed because my download speed and hotspot. People tired of slow download from free hotspot or even speedy at home....
Now im concentrating more on the game online, because i believe this gaming thing will never end as long as there are game freaks and something to sell for real money (ie warcraft WOW - gold, relic)
cheers
=NaNdA= May 20th, 2009, 03:58 AM ^^ Internet cafe ( warnet ) itu sekarang hanya bisa berkembang di daerah pendidikan
misal sekolah, kampus, kalo area perumahan dan bisnis
rata2 udah susah, karena ada jaringan sendiri..
btw, gw beralih ke modem ini.. so far it's good.. :okay: very value for money.. :D
http://ome7.files.wordpress.com/2008/12/smart-modem-jump200.jpg
SMART JUMP..
harga cuma 690ribuan.. ngisi pulsa kaya HP aja.. suka2..
kalo yang paket unlimited start dari 50.000 perbulan.. :cheers:
soal speed, baca testimoni disini
http://mbelgedez.com/2009/01/20/modem-axess-tel-mv-140b-produk-jump-dari-smart/
atau ke website resmi smart www.smart-telecom.co.id
kalo gw pake segini speednya..lumayanlah
http://img139.imageshack.us/img139/5729/99472093.jpg
gw ping, ga putus2.. :D buat buka youtube juga masih mampu...
gliazzurra May 20th, 2009, 06:11 PM guys, minta tolong donk, sorry kalo salah thread..
gua lg mau ke jakarta + medan selama 2 mingguan bulan depan.. nah pengen nanya doank, di indo ada ga sih layanan 3G or 3.5G buat HP yg prabayar?? jadi rencananya gua mo pake HP (bukan blackberry) buat browsing inet + chatting, kalo ada kira2 yg bagus layanan dan harganya yg mana yah?? mungkin gua perlu sekitar 200MB-an selama 2 minggu itu.. budget kalo bisa sih jgn > 100rb.
thanks.
AceN May 20th, 2009, 10:57 PM ^^ gli, check this http://www.nyambungterus.com/promo/xl-internet-prabayar
gliazzurra May 21st, 2009, 03:31 PM ^^ gli, check this http://www.nyambungterus.com/promo/xl-internet-prabayar
yah sayang xl pra bayar yg unlimited udah ga ada.. yg paket mingguan masa quotanya cuma 10MB, kalo dipake buat browse SSC cuma bisa bbrp page donk..
thanks ya, ada yg laen??
tollfreak May 21st, 2009, 03:47 PM Sekarang rupanya CDMA (EVDO) lebih murah daripada HSDPA dan Kabel juga. Smart unlimited cuman 150,000/bulan speednya 3.1 mbps d/l buat jabodetabek.
Andai udah dijual mi-fi di Indonesia..pasti bisa laku keras Internet lewat jaringan HP
=NaNdA= May 21st, 2009, 08:05 PM ^^ gw sekarang lagi online di SSC pake SMART JUMP...
and tebak gw ada dimana..
gw lagi diatas kapal ferry menuju Bakauheni, Lampung!!
dan modem gw bekerja..!! you should try this guys!! :cheers:
tollfreak May 22nd, 2009, 12:44 PM ^^ Ambil paket yang mana?kalau sinyal nya bagus lumayan juga gw ngiler yang 225rb 3,1 mbps. Lebih murah daripada internet gw skrg, fastnet 768.Smart Jump ada Fair Usage Policy nya ga?
tollfreak May 22nd, 2009, 01:17 PM SMEs eye US$300m for Wimax
The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 05/22/2009 1:23 PM | Business
A consortium of thirty small and middle internet service providers (ISPs) plan to invest US$300m if they win a bid for a Wimax broadband operating license in July.
A spokesman for the consortium, Heru Nugroho, said Wednesday the bidding was part of efforts by local ISPs to gain access into the service, which was likely to be dominated by giant telcoms providers.
"This is our way to ensure market accessibility for local ISPs," said Heru.
He said the consortium leader PT Rahajasa Media Internet, known also as RadNet, was in the process of joining the bidding being held by the Information and Communication Ministry. Should it manage to secure a license, RadNet and partnering companies would name the consortium PT Konsorsium Wimax Indonesia (KWI).
Heru said KWI would invest $300 million in the service for five years.
"The consortium still awaits the tender announcement before determining any plan on how to acquire the fund," he said.
Under the bidding process, there are 15 zones where Wimax services will initially be made available. The Wimax service fee will vary in each zone and there will be a cross-subsidy principle, so that zones with high Wimax's fees will subsidize those with lower fees.
Operating licenses for each zone will be given to two operators and it will be possible for a company to become an operator in more than one zone at the same time.
Around 73 telecommunications companies are participating in the tender. Tender participants were required to propose a minimum of 35 percent use of local products to support the new system.
Heru said that the thirty ISPs *in the consortium* already had branches in the fifteen zones due for Wimax services, and that they would cooperate to share their facilities to manage the service.
"All of the thirty companies would manage KWI together. Each would have an equal share in the company," Heru said, adding the consortium was still opening up chances for more ISPs to join until June 6.
Each ISP should be a member of the Indonesian Internet Service Provider Association (APJII), with an operating license, said Heru.
Customer fees for the Wimax service provided by the consortium would be between Rp 100,000 ($10) and Rp 500,000 a month.
"KWI's profit margin will be about 15 to 20 percent of the user fee," Heru said.
Wimax is an acronym for Worldwide Interoperability for Microwave Access, which is an advanced technology that provides high-throughput broadband connections over long distances without having to build costly infrastructure and large numbers of transmission towers. The technology, which provides an alternative to cable and digital subscriber lines (DSL), has a coverage of around 50 kilometers in radius from each base station and relatively low investment costs compared to existing 3G technology. (mrs)
netaholics13 May 22nd, 2009, 04:19 PM yah sayang xl pra bayar yg unlimited udah ga ada.. yg paket mingguan masa quotanya cuma 10MB, kalo dipake buat browse SSC cuma bisa bbrp page donk..
thanks ya, ada yg laen??
indosat mentari paket retailnya masih Rp.1/kb. Kayanya ini lmyn murah deh.Dgn budget 100rb,bisa dipake sampe 100mb.
Simpati telkomsel isi pulsa yg 100rb aja,trus pake settingan APN=flash di PCSuite, di browser pilih paket yg Rp.100rb,dapat kuota 24 jam (bukan nonstop yah) yg berlaku utk 10 hari. Yg simpati ini time based,ga ada kuota data alias unlimit selama jam pemakaian blm habis.
=NaNdA= May 22nd, 2009, 05:13 PM ^^ Ambil paket yang mana?kalau sinyal nya bagus lumayan juga gw ngiler yang 225rb 3,1 mbps. Lebih murah daripada internet gw skrg, fastnet 768.Smart Jump ada Fair Usage Policy nya ga?
belum masuk paket bro, karena masih free unlimited sampe sebulan ke depan...
nanti gw coba dulu yang 50rb
kalo belum puas juga bisa naik level ke 75rb, dst.
tergantung kebutuhan aja, enak fleksibel.. :cheers:
=NaNdA= May 25th, 2009, 03:15 PM Netbook Smart Bakal Dilempar ke Pasar
JAKARTA - Smart Telecom akan meluncurkan netbook yang sudah dilengkapi dengan modem, pada Juni mendatang.
"Kami akan memperkenalkannya di ajang Indonesia Celular Show (ICS) nanti. Harganya kemungkinan akan kami usahakan di bawah harga pasar, di bawah 5 juta rupiah," ujar Head of Commercial Marketing Smart Telecom Ruby Hermanto, kepada okezone, Senin (25/5/2009).
Untuk menghadirkan netbook itu, Smart menggaet Haier Mobile. Nantinya netbook tersebut akan dilengkapi dengan prosesor Intel Atom, OS Windows XP, kamera web 1,3 megapiksel dan harddisk 160 gigabyte.
"Untuk saat ini, penyebarannya mungkin masih difokuskan untuk wilayah Jabotabek. Namun tidak tertutup kemungkinan kota-kota lainnya juga akan dihadirkan," ujar Ruby.
Mengenai jumlah unit, Ruby enggan untuk memberikan detil informasinya. Namun menurutnya, jumlahnya akan mencapai ribuan unit.
Smart telah berkomitmen untuk serius di pasar data. Kehadiran netbook yang telah dibenamkan modem internet merupakan salah satu langkah bagi Smart untuk membuktikan keseriusan mereka. (srn)
rilham2new May 25th, 2009, 07:16 PM Dari website TELKOMSEL...
Telkomsel Layani 22 Juta Pelanggan di Sumatera
Palembang, 17 Mei 2009
Kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan Telkomsel hingga pelosok Sumatera tergambar dari pertumbuhan pelanggan yang sangat fantastis, yakni mencapai 22 juta atau meningkat 3 juta dibanding jumlah di awal tahun 2009 yang hanya 19 juta pelanggan.
"Angka 22 juta pelanggan ini sebenarnya merupakan target hingga akhir tahun 2009. Tingginya kepercayaan masyarakat yang mempercayakan urusan komunikasi selularnya kepada Telkomsel merupakan kebanggaan yang tak ternilai. Namun hal ini tidak lantas membuat kami berpuas diri karena tanggung jawabnya makin besar untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan," ungkap VP Telkomsel Area Sumatera Mirza Budiwan.
Dengan kondisi di mana seluruh operator telah memberlakukan tarif yang relatif sama dan murah, tentunya menjadikan kompetisi di tahun 2009 akan mengedepankan kualitas layanan yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas network serta pelayanan pelanggan (customer service). Pelanggan di Sumatera dilayani 7.750 BTS (Base Transceiver Station) termasuk 590 node b atau BTS 3G.
Pelanggan di Sumatera yang berjumlah 22 juta tersebar di 3 wilayah regional layanan Telkomsel, yakni 8 juta di Sumatera bagian Utara (Medan, Siantar, Sibolga, Tanjung Balai Asahan, Nangroe Aceh Darusalam), 7 juta di Sumatera bagian Tengah (Riau Daratan, Riau kepulauan, Padang), dan 7 juta di Sumatera bagian Selatan (Palembang, Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, Bandar Lampung).
GM Sales & Customer Service Telkomsel Regional Sumbagsel I Ketut Susila Dharma mengatakan, “Khususnya di wilayah Sumbagsel, pelanggan kami bertambah 1 juta dari sebelumnya 6 juta di akhir tahun 2008 dan bahkan di akhir tahun 2007 hanya 4,5 juta. Pelanggan di Sumbagsel dilayani oleh sekitar 17.000 titik pelayanan pelanggan berupa GraPARI, GeraiHALO, kiosHALO, outlet mitra dealer, dan m-Kios.”
“Semakin diminatinya produk Telkomsel di tengah maraknya pasar dibanjiri produk-produk dari operator baru yang mengedepankan tarif murah menandakan bahwa kini masyarakat semakin kritis melihat value creation layanannya. Karena pada dasarnya tarif yang ditawarkan semua operator relatif sama dan murah, jadi selling point-nya ada pada layanan, yakni coverage, kualitas jaringan, inovasi produk, dan pelayanan pelanggan,” ungkap Ketut.
Saat ini jumlah pelanggan Telkomsel secara nasional mencapai lebih dari 74 juta pelanggan atau meningkat lebih dari 9 juta pelanggan dari jumlah di akhir tahun 2008 yang hanya 65,3 juta pelanggan. Pertumbuhan pelanggan Telkomsel yang signifikan ini bertolak belakang dengan kondisi 2 operator besar lainnya, di mana Indosat mengalami penurunan 3,2 juta pelanggan di kuartal 1 2009 (dari 36,5 menjadi 33,3 juta) dan XL berkurang 1,2 juta pelanggan (dari 26,1 juta menjadi 24,9 juta).
Sebagai service leader, Telkomsel telah menggelar lebih dari 27.500 BTS yang menjangkau lebih dari 95 persen wilayah populasi Indonesia. Dan melalui program USO (Universal Service Obligation) yang dipercayakan pemerintah untuk menggelar jaringan di 24.051 desa, maka layanan Telkomsel akan menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia hingga pelosok dan perbatasan negara.
Di samping itu, Telkomsel memandang bahwa pada dasarnya jaringan yang luas dengan core network yang senantiasa dipersiapkan untuk mendukung implementasi teknologi terkini merupakan hal utama dalam melayani masyarakat selular Indonesia. Oleh karenanya jaringan Telkomsel dilengkapi dengan ragam berteknologi mulai dari GPRS (Global Packet Radio Service), EDGE (Enhanced Data rate GSM Evolution), 3G WCDMA (Wideband Code Division Multiple Access), hingga HSDPA (High Speed Downlink Packet Access).
Dengan mengimplementasikan teknologi terkini yang handal, memungkinkan Telkomsel menghadirkan berbagai inovasi layanan seperti Mobile Wallet T-Cash, Remittance (Transfer Uang di Luar Negeri), Mobile Broadband, Push email, Blackberry, Video Surveillance, Mobile Banking, m-Music, dan ribuan mobile konten
rilham2new May 25th, 2009, 07:20 PM Telkomsel menguasai Pasar SUmatra sebesar (kalau tidak salah), sekitar 59% ..... Jadi bisa disimpulkan kalau pelanggan TELKOMSEL adalah 22 juta,
maka jumlah pelanggan seluler di Sumatra secara keseluruhan mencapai 37.2 juta pelanggan
Indikasi bahwa penetrasi pengguna handphone di Sumatra sudah cukup tinggi. Penduduk Sumatra dari survey penduduk tahun 2005, sekitar 46 Juta Jiwa .... Atau hampir setara dengan Penduduk Jawa Barat+Banten (pada sensus tahun 2000).
Gak heran tuh INDOSAT dan XL malah turun jumlah penggunanya...
Cukup membanggakan karena penetrasi pengguna seluler tertinggi di SUmatra justru berada di SUmatra Bagian Tengah (regional Riau Daratan, Kepulauan, dan SUmatra Barat). Mengingat total populasi area ini hanya berkisar 10.41 juta jiwa saja ...... Berbanding Sumatra Bagian Selatan yang berpenduduk sekitar 19.11 juta jiwa, dan SUmatra Bagian Utara yang berpenduduk sekitar 16.48 juta jiwa ...
eurico May 25th, 2009, 10:44 PM Masih setia menunggu wimax... Penasaran bgt gw, kalo mo pake wimax harus dengan gadget yg kompatibel dgn wimax gak sih, atau pake gadget yg kompatibel dgn wifi aja masih bisa
netsurfe May 26th, 2009, 09:13 AM ^^
harusnya sih yang bener2 kompatibel dengan wimax.
tapi sebaliknya, biasa yang wimax compatible, bisa juga dipake bukat wifi.
CMIIW
=NaNdA= May 26th, 2009, 10:55 AM ^^ kmana aja bro? dah lama ga kliatan? :D
tollfreak May 27th, 2009, 03:42 PM SMEs protest foreign-run firm can bid for Wimax
The Jakarta Post , JAKARTA | Wed, 05/27/2009 1:40 PM | Business
A consortium of local small and medium internet service providers are questioning government bidding rules that allow a foreigncontrolled publicly listed fi rm to bid for Wimax licences, despite the Negative Investment List
The SMEs, grouped in a consortium participating in the bidding, said the participation of telecommunications company PT Indosat in the bidding should be scrutinized because the company is 65 percent owned by Middle East-based Qatar Telecommunications (Q-Tel).
"Indosat should not be allowed to participate in the tender process because 65 percent of its shares are owned by QTel, a foreign company," the consortium spokesman Heru Nugroho said on Monday.
The consortium groups 30 ISPs.
The Communication and Information Ministry is organizing the bidding for Wimax, an acronym for Worldwide Interoperability for Microwave Access. Wimax is an advanced technology that provides high-throughput broadband connections over long distances at far cheaper investment costs.
Heru explained that the government negative investment list (NIL) says companies with more than 49 percent foreign ownership were not allowed to manage packet switched technology services, including Wimax. The NIL list was revised in 2007 by presidential decree.
The NIL sets out restrictions on investment by foreign-controlled companies.
Indosat said, however, that it had the right to take part in the Wimax tender as it was permitted to do so by the ministry. Head of Indosat's public relation Adita Irawati explained the company had asked the ministry about the NIL rule in March, and it recently received a formal positive answer regarding its participation in the tender.
"The Ministry said that our company participation does not violate any law," she said.
The ministry's spokesman, Gatot S. Dewa Broto, confi rmed Indosat's eligibility to join the bidding.
"It is true that the Wimax tender is subject to the NIL. But a foreigncontrolled company can join the bidding if it is publicly listed one," he said. He said that to ensure that such companies could participate, the ministry had received a confi rmation from the Offi ce of the Coordinating Minister for the Economy.
"The ministry had received a formal answer from the acting Coordinating Minister for the Economy Sri Mulyani Indrawati in the middle of May explaining that the NIL rule does not apply to listed companies," said Gatot, adding the letter did not specifi cally mention Indosat nor the Wimax tender.
Mulyani sent the letter in her capacity as chief of the nation's export and investment promotion working group (PEPI ), according to Gatot.
The NIL rule has long raised controversy. In March 2008, the Communcation and Telecommunication Ministry made a decree that foreign investors were not allowed to own, build, and manage telecommunication towers. Foreign companies widely protested the decree.
During the acquisition process of Indosat by QTel, the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency (Bapepam-LK) insisted that Qtel could only own a maximum 49 percent stake in Indosat because of the NIL rule.
However, the Investment Coordinating Board (BKPM) eventually overruled the decision, allowing Qtel to extend its ownership.(mrs)
tollfreak June 10th, 2009, 02:59 PM June 10, 2009 01:58 AM Eastern Daylight Time
PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) to Introduce “XL funbook,” the First Mobile Media Sharing Service in Indonesia
Indonesia’s Mobile Leader Excelcomindo launches “XL funbook,” a Fun, Easy-to-Use Social Networking Application That Works with a Single Click
JAKARTA, Indonesia--(BUSINESS WIRE)--XL announced yesterday the launch of its new mobile social networking application, “XL funbook.” Built upon PixSense Inc.’s award winning PSP platform, XL funbook enables its mobile users to preserve, share, and publish their camera-phone videos and photos in a single click.
XL funbook allows users to effortlessly share content with a variety of third party social networking & Web destination sites including Facebook, Friendster, Photobucket and many others directly from their mobile handsets or through XL funbook’s Web site. Additionally users can share their media from their handsets with friends or simply archive them securely online. XL funbook enables users to personally customize individual profiles, allowing them to connect and socialize with other users, building a community amongst users with similar social and content interests.
“XL funbook is the mobile media sharing solution that Indonesian mobile subscribers have been waiting for,” said Nicky Santiago, Chief Marketing Officer of XL.
“We are delighted to be working with XL to offer their subscribers the easiest, most comprehensive way to manage their digital memories, directly from their mobile handsets,” said Faraz Hoodbhoy, Founder and CEO of PixSense. “With our joint solution, XL’s subscribers are the real winners as they get secure preservation and access to their digital media. We are thrilled to help XL provide Indonesia’s first mobile social networking ecosystem.”
The XL funbook mobile client supports numerous cellular operating systems including J2ME, Symbian, and Windows Mobile and currently supports over 500 phone models from leading manufacturers including Nokia, SonyEriscsson, HTC, and Samsung.
XL funbook will be on display at the XL booth at the Indonesia Cellular Show (ICS), Jakarta, Indonesia, from June 10-14.
tollfreak June 22nd, 2009, 02:13 PM Fairness of Wimax tender prices debated
The Jakarta Post , Jakarta | Mon, 06/22/2009 11:26 AM | Business
Companies vying for a Wimax tenders have voiced different opinions concerning the reserve prices set by government.
State telecommunications company PT Indosat is of the opinion that the government's reserve price of between Rp 45 million (US$4300) and Rp 15.1 billion for Wimax areas, is too expensive. Its competitors, however, do not agree.
"The Wimax reserve prices are too expensive. It's a pilot project and the investment risk is quite high, president director of Indosat Johnny Swandi Sjam said last week.
He reasoned that, since Wimax is meant to provide Internet services in rural areas, the reserve prices should be lower.
However, Heru Nugroho, a spokesperson for the consortium of Internet service providers (ISPs) which is competing for the Wimax tender, considers the prices to be modest.
"I think the reserve prices are very modest. I'm afraid the modest prices will make big companies more determined to bid for all Wimax zones."
The Information and Communications Ministry is offering Wimax (Worldwide Interoperability for Microwave Access) tenders for areas across the archipelago.
Wimax is an advanced technology that provides high-throughput broadband connections over long distances at far cheaper investment costs than other technologies.
Earlier this month, the ministry announced the reserve prices for the Wimax tenders. Of the 15 Wimax zones, those in Jakarta and greater Jakarta are offered at the highest prices, while those in Maluku and Papua are the cheapest. Operating licenses for each zone will be given to two operators.
The Information and Communications Ministry considers five factors in determining the reserve prices, ministry spokesman Gatot S. Dewa Broto said.
"The ministry takes into account the local needs for the Internet, population size, level of phone ownership, purchasing power of local people and existing telecommunications regulations," he said.
Heru, from the ISP consortium, is of the opinion that the Internet familiarity factor should also be calculated in determining the prices. "It would be easier to sell Wimax services in Internet familiar areas such as Java," he said.
The ministry estimates that Wimax reserve prices would generate at least Rp 52 billion in revenue for the nation.
Under the tender scheme, the government offers permits for companies willing to provide Internet services using Wimax technology within a determined zones.
The winning companies then build the infrastructure needed for the service and profit from charging users fees for the service.
According to HowStuffWorks.com, a Wimax system consists of two parts: a tower and the receivers. Each Wimax tower is connected by radio signals and the Internet. One Wimax tower can provide coverage for a five kilometer radius, dwarfing that of a Wifi (Wireless Fidelity) service area.
A computer that has a Wimax receiver receives radio signals from a Wimax tower and uses them to access the Internet.
According to Johnny, Indosat's bid for Wimax is backed by the company's strong infrastructure. "Our company already has the telecommunication towers needed to operate Wimax networks," he said.
However, the company must add the equipment needed to generate Wimax signals, he added.
The ISP consortium, on the other hand, would have to spend more on infrastructure because of its limited facilities.
"For sure, if the consortium wins, we must build new towers," Heru said.
Under existing Wimax regulations, the winner of the tenders must spend 35 percent of their capital expenditure with local business.
A total of 50 percent of their operational expenditure must be spent within this country.
The authority also stipulates that for tower equipment, the ratio of local content should by 40 percent, while that for the receivers should be 35 percent.
Within five years, the equipment must use 50 percent local content.(mrs)
Government's reserved price in Wimax tender
Zones------------------- Reserved price (Rp million)
Northern part of Sumatra-------------1,301
Middle part of Sumatra---------------491
Southern part of Sumatra-------------426
Jakarta, Banten, Bogor and Bekasi----15,116
West Java----------------------------1,903
Middle part of Java------------------1,256
Eastern part of Java-----------------3,381
Bali and Nusa Tenggara---------------444
Papua--------------------------------96
Maluku and North Maluku--------------45
Southern part of Sulawesi------------434
Northern part of Sulawesi------------192
Western part of Kalimantan-----------577
Eastern part of Kalimantan-----------288
Riau Island--------------------------232
Source: The Ministry of Communication and Information
DJ_Archuleta June 22nd, 2009, 08:22 PM Telkom Resmikan Infrastruktur Speedy di Kepulauan Mentawai
Thursday, 11 June 2009 10:42
Telkom Sumatra meresmikan layanan akses internet broadband di Kabupaten Tua Pejat Kepulauan Mentawai, yaitu sebuah pulau terluar yang berada sekitar 150 Km di Samudera Hindia.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Telkom Sumatra dengan Pemkab Kepulauan Mentawai dan Penyerahan Apresiasi Pelanggan Speedy ke 160 000 se Sumatra.
Peresmian yang ditandai dengan penekanan tombol touch screen oleh Chief Operating Officer PT Telkom, Ermadhy Dahlan di Ruang Serba Guna Kantor Netre Sumbagut Jalan Letda Sujono Medan, Rabu (10/6).
Usai meresmikan, lalu dilanjutkan dengan komunikasi jarak jauh via video conference antara Ermadhy Dahlan, Bupati Pemkab Mentawai, Edison Salelebaja dan Ketua DPRD Mentawai, Kortanius Sabeleakek yang berada di Medan dengan sejumlah elemen masyarakat yang berada di Kab. Tua Pejat Mentawai.
Ermadhy Dahlan menyebutkan, ditambahnya layanan Speedy di Kabupaten Tua Pejat sekaligus menunjukkan bahwa Telkom telah melengkapi seluruh jenis layanan telekomunikasi sekaligus di sebuah kabupaten kepulauan seluas 601 km2, yaitu Layanan Mobile Telkomsel, Telepon Rumah dan Speedy, sehingga antara Kab. Kepulauan Tua Pejat dengan Jakarta sudah tidak jauh perbedaannya.
" Saya juga berharap, kepada karyawan Telkom juga memberikan kualitas layanan yang sama (quality of service) antara pelanggan-pelanggan yang berada di Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan daerah-daerah lain di Sumatra", ujar Ermadhy.
Kata dia, pembangunan Speedy di daerah-daerah terpencil ini sekaligus juga menunjukkan komitmen kuat dari Telkom sebagai BUMN telekomunikasi satu-satunya milik bangsa untuk terus membangun fasilitas telekomunikasi di seluruh tanah air.
Hadirnya layanan telekomuniksi disejumlah pulau terpencil sebagai bukti kecintaan Telkom untuk memajukan seluruh masyarakat Indonesia. Hadirnya Speedy ini diharapkan juga akan meningkatkan kemudahan dan kenyamanan beraktifitas masyarakat.
"Segala kemudahan tersebut ke depan diharapkan juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena menurut survey yang dilakukan ITU (International Telecommunication Union) menyebutkan, setiap terjadi kenaikan 1 % pembangunan bidang telekomunikasi akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga 3%," katanya.
Sumatra Pulau Digital
Sementara itu Executive General Manager Telkom Divre I Sumatra, Muhammad Awaluddin juga menyebutkan bahwa pembangunan infrastruktur Speedy di Kabupaten Kepulauan Mentawai ini juga tidak lepas dari sebuah obsesi besar mewujudkan "Sumatra Pulau Digital ".
"Melalui program ini, selain seluruh wilayah di Sumatra terlayani akses internet broadband, masyarakat Sumatra diharapkan juga terbiasa menggunakan layanan internet ini untuk menunjang dan mempermudah aktifitas mereka sehari-hari," sebutnya.
Penyerahan Apresiasi Pelanggan Speedy ke 160.000
Sebagai bentuk penghargaan kepada pelanggan, Telkom Divre I Sumatra juga menyerahkan apresiasi kepada pelanggan Speedy yang ke 160 Ribu se Sumatra. Dengan disaksikan Chief Operationg Officer PT Telkom, Ermadhy Dahlan dan Executive General Manager Telkom Divre I Sumatra, Muhammad Awaluddin, hadiah berupa 1 (satu) modem akses point diserahkan General Manager Kandatel Medan, Overlis kepada Manahan Tampubolon, salah seorang pelanggan Speedy di Kota Medan.
AceN August 13th, 2009, 10:14 AM Kabel Laut Taiwan Putus, Koneksi Internet Terganggu
Kamis, 13 Agustus 2009 | 14:22 WIB
TAIPEI, KOMPAS.com - Jaringan kabel laut di Taiwan yang menghubungkan jaringan intrenet Asia dengan Amerika putus akibat topan Morakot yang melanda kawasan negara pulau tersebut Sabtu (8/8). Namun, pihak berwenang Taiwan menjanjikan hal tersebut tidak mengganggu akses telekomunikasi.
"Kami kira koneksi suara dan internet seharusnya sudah kembali ke level mendekati normal Kamis sore ini," ujar TF Leng, Presiden International Business Group Chunghwa Telecom, perusahaan telekomunikasi Taiwan mengoperasikan kabel tersebut bersama konsorsium, dikutip Reuters. Proses recovery diperkirakan rampung sampai 90 persen sore ini.
Beruntung, topan tidak memutus seluruh kabel namun hanya sejumlah kabel dalam satu jaringan. Insiden ini tidak separah putusnya kabel laut pada tahun 2006 akibat gempa dahsyat.
Kabel laut tersebut merupakan infrastruktur utama yang melayani trafik data dan suara dari Asia Timur ke Amerika Serikat. Akibat putusnya kabel tersebut, akses internet di sejumlah negara seperti Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Filipina dilaporkan melambat.
Proses perbaikan penuh diperkirakan memakan waktu sampai dua bulan. Perusahaan telekomunikasi Taiwan yang mengoperasikan kabel tersebut menyatakan sudah bekerja sama dengan sejumlah operator lainnya untuk mengalihkan trafik ke jaringan alternatif untuk sementara waktu.
tollfreak September 6th, 2009, 07:02 AM Indonesia Postpones Broadband Project Once Again
Few people would expect to get both superfast and cheap Internet access everywhere across an archipelago as vast as Indonesia, but residents of the digitally remote eastern provinces are going to have to keep on waiting even for a rudimentary broadband service.
Financial woes are forcing not only a reduction in the number of areas to be covered by a network of affordable, high-speed broadband, but also causing delays in its construction.
The government on Friday said that almost 75 percent of the project’s funding had been slashed, and would yet again postpone it, this time until mid-October.
Gatot S Dewabroto, spokesman for the Ministry of Communication and Information Technology said the project needed to cut its previously planned budget of $700 million to $185 million after four of the seven members of the consortium involved pulled out.
The project, if it materializes, will serve as the backbone for Indonesia’s telecommunication infrastructure and provide affordable, quality Internet access. The fiber-optic network would cover all eastern Indonesian provinces. About 11,202 kilometers of cable were originally planned to run underwater and below ground, but this figure will be reduced to just 4,458 kilometers.
Seven Indonesian telecommunication operators agreed in July 2007 to collaborate on the 5-year Palapa Ring project that would bring the Internet to a vast region encompassing Sulawesi, Maluku, Papua and East and West Nusa Tenggara.
Currently, only three of the consortium members and $150 million in investment remain.
VRS September 6th, 2009, 07:17 AM some people are happy to take long queue line for buy Nexia Blackberry...
http://img34.imageshack.us/img34/3793/090904190916.jpg (http://img34.imageshack.us/i/090904190916.jpg/)
http://img441.imageshack.us/img441/9702/090904191259.jpg (http://img441.imageshack.us/i/090904191259.jpg/)
David-80 September 6th, 2009, 07:19 PM Nexia Blackberry...
Wrong statement VRS, its not nexian Blackberry, because RIM never launch a blackberry variant called NEXIAN.
Its Nexia's version of blackberry...which is not a Blackberry....
cheers
AceN September 7th, 2009, 05:44 AM ^^ it's Nexianberry. But Nexian is now proposing for a license to RIM to produce BB at Indonesia
VRS September 7th, 2009, 07:40 AM ok...thx david-80,AceN....for info..
tollfreak September 25th, 2009, 12:54 PM Telkom set to launch WiMAX wireless service in Q1 2010
The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 09/25/2009 12:17 PM | Business
The Indonesian telecommunications industry will enter a new phase in the first quarter of next year with the deployment of the country's first WiMAX wireless services by PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom).
Telkom consumer director Ermady Dahlan told The Jakarta Post on Thursday that the company was in the middle of completing the administrative requirements needed in order to obtain the operational licenses.
Ministry of Communications and Information spokesman Gatot Dewa Broto said his ministry would issue WiMAX operational licenses by the end of October after a series of operational feasibility tests based on the completion of the administrative requirements.
WiMAX is an advanced telecommunications technology providing wireless transmission of data using portable and fully mobile Internet access.
It provides high-throughput broadband connections over long distances without having to build costly infrastructure and large numbers of transmission towers.
The technology, which provides an alternative to cable and digital subscriber lines (DSL), has coverage of some 50 kilometers in radius from each base station, and has relatively low-investment costs compared to existing 3G technologies.
Ermady said the company had been carrying out surveys and procurement arrangements for the infrastructure, which would be set up after the company received the operational license.
He added that Telkom was ready to comply with the required minimum of 40 percent local content in the products to be used for setting up the necessary infrastructure. (nia)
AceN October 12th, 2009, 07:10 AM Blackberry Beating iPhone in Indonesia
By Ben Robinson on Saturday, October 10th, 2009 at 12:28 PM PST
InMobi is the largest mobile ad network in Asia, Africa and Indonesia, and has released data showing that RIM’s Blackberry (NSDQ: RIMM) device may be leading the handset race in Indonesia. From January 2009 to June 2009, mobile ad requests on Blackberry phones increased by 842%, compared to mobile ad requests on Indonesia iPhones, which increased only by 205%.
RIM’s Blackberry device (the info doesn’t say which models) was released three months before the iPhone in the country in January of 2009. Although Blackberry and iPhone had similar growth patterns after the iPhone launch, the two handsets took dramatically different growth paths beginning in April 2009.
Indonesia is predicted to be the third largest mobile market after China and India by 2010 according to the ROA Group. Already, mobile users in Indonesia far outnumber active Internet users by 5 to 1, and the country boasts a 56.8% mobile penetration rate verses a 10.4% according to Internet World Stats.
Just in case you wanted to know, the top mobile Internet operator in Indonesia is Indosat, which leads the market with 75% share, followed by Telekomsel with 18% and Excelcomindo with 3%. Fierce competition between mobile operators and a price war between vendors created an influx of affordable mobile phones this year.
InMobi is the largest mobile ad network in Asia, Africa and Indonesia, and has released data showing that RIM’s Blackberry device may be leading the handset race in Indonesia. From January 2009 to June 2009, mobile ad requests on Blackberry phones increased by 842%, compared to mobile ad requests on Indonesia iPhones, which increased only by 205%.
RIM’s Blackberry device (the info doesn’t say which models) was released three months before the iPhone in the country in January of 2009. Although Blackberry and iPhone had similar growth patterns after the iPhone launch, the two handsets took dramatically different growth paths beginning in April 2009.
Indonesia is predicted to be the third largest mobile market after China and India by 2010 according to the ROA Group. Already, mobile users in Indonesia far outnumber active Internet users by 5 to 1, and the country boasts a 56.8% mobile penetration rate verses a 10.4% according to Internet World Stats.
Just in case you wanted to know, the top mobile Internet operator in Indonesia is Indosat, which leads the market with 75% share, followed by Telekomsel with 18% and Excelcomindo with 3%. Fierce competition between mobile operators and a price war between vendors created an influx of affordable mobile phones this year.
---------------------------
I don't know why BB is very booming in Indo...
rilham2new October 12th, 2009, 08:26 AM ---------------------------
I don't know why BB is very booming in Indo...
Unlimitted mobile internet.... We are sick of Flash an IM2 already...
Kemaren aku coba2 pegang2 BB Telkomsel ayahku :tongue2:... Semenjak penurunan sepihak kuota Flash Telkomsel :D/// Aku merasakan keajaiban!!! BB TElkomsel jadi kenceng banget :nuts:
No... I'm not using BB... Di Malaysia, internet HSDPA Unlimitted only costs me RM 98 ... Sekitar Rp 290 ribu per bulan :D, gak mesti pake BB atau iPHONe ... Dicolok langsung ke laptop bisa dipake ngenet juga :D
David-80 October 12th, 2009, 05:32 PM Internet di Indo tuh yang PALING MAHAL.....
kantor gua pake koneksi 1:1 dedicated 512Kbs bayar 6.5 juta perbulan....
di amrik...650 dollar bisa dapet 200 MB/s + unlimited hosting + rack server
di korea lebih gila lagi...
so intinya...Internet Indonesia is the most expensive in asia...if not...the world
cheers
ace4 October 12th, 2009, 06:25 PM btw sewaktu gw di Australia kalo lihat ada anak muda pegang BlackBerry dan berwajah asia gw bisa menyimpulkan kalo itu orang Indonesia...:D
hen_mart2006 October 15th, 2009, 05:21 AM Internet di Indo tuh yang PALING MAHAL.....
kantor gua pake koneksi 1:1 dedicated 512Kbs bayar 6.5 juta perbulan....
di amrik...650 dollar bisa dapet 200 MB/s + unlimited hosting + rack server
di korea lebih gila lagi...
so intinya...Internet Indonesia is the most expensive in asia...if not...the world
cheers
karena kita dibodohi ISP..
sebenrnya yang dijual itu Upload.. bukan Download..
di Korea klo ga salah koneksi unlimited dengan Download 54mbps cuma 150ribu rupiah tapi uploadnya cuma 200kbps..
kesimulannya dengan harga 150ribu rupiah kita cuma dapet speed 200kbps (upload) sedang donload tidak pernah di hitung..
bandingin dengan Indonesia.. ISP promosi gencar dengan jual speed download.. tapi ga pernah sebutin uploadnya berapa...:D
keknya rule maker di indonesia dah ditipu mentah2 oleh ISP :D
netsurfe October 15th, 2009, 07:38 AM ^^
gak cuman di indo kok. banyak negara yang lebih fokus ke download.
menurut gw itu tergantung ama kebutuhan setempat, mungkin kalo di korea mereka banyak upload selain banyak dl, misal drama korea :p
Kalo masalah harga, sebenarnya lebih ke arah infrastruktur. kalo udah ada saingan (misal beberapa perusahaan ada infrastruktur sendiri) atau infrastruktur yg ada dibuka buat saingan, harganya harusnya bisa turun. cuman selagi bisa dimahalin, kenapa mesti turun harga?
typhoonbringer October 15th, 2009, 08:40 PM ^^
gak cuman di indo kok. banyak negara yang lebih fokus ke download.
menurut gw itu tergantung ama kebutuhan setempat, mungkin kalo di korea mereka banyak upload selain banyak dl, misal drama korea :p
Kalo masalah harga, sebenarnya lebih ke arah infrastruktur. kalo udah ada saingan (misal beberapa perusahaan ada infrastruktur sendiri) atau infrastruktur yg ada dibuka buat saingan, harganya harusnya bisa turun. cuman selagi bisa dimahalin, kenapa mesti turun harga?
yep, tunggu aja sampe kaya pasar cellphone, begitu ada yg gila2an murahnya kaya esia, spidi, fastnet, dll bakal turun
ulost16 October 18th, 2009, 06:31 AM Unlimitted mobile internet.... We are sick of Flash an IM2 already...
Kemaren aku coba2 pegang2 BB Telkomsel ayahku :tongue2:... Semenjak penurunan sepihak kuota Flash Telkomsel :D/// Aku merasakan keajaiban!!! BB TElkomsel jadi kenceng banget :nuts:
No... I'm not using BB... Di Malaysia, internet HSDPA Unlimitted only costs me RM 98 ... Sekitar Rp 290 ribu per bulan :D, gak mesti pake BB atau iPHONe ... Dicolok langsung ke laptop bisa dipake ngenet juga :D
Bos..Ente pake apa?
Celcom Broadband yah?
Aku masih pake yang RM 68. Mau Upgrade yang ke RM 98 masih ragu. Soalnya Celcom nyebutnya Unlimited. Tapi waktu aku make Download filem, dapet sms dari Celcom-nya. yang isinya kurang lebih,
"Dear customer, you've already use more than 5GB of data. Control you usage or we will maintain your speed"
Semenjak itu jadi lemot sampe tanggal pembayaran selanjutnya. Bener unlimited atau boongan sih???
Mending di Indo, jujur ga pernah bilang kalo unlimited.
adiyon84 October 18th, 2009, 08:00 AM ^^I think you should read their TnC a.k.a Fair Usage Policy before you can even subscribe to Celcom Broadband. I post it here ok bro :)
CELCOM MOBILE BROADBAND FAIR USAGE POLICY
1. Introduction
By registering, using and accessing Celcom Mobile Sdn Bhd (27910-A) (“Celcom”) Mobile Broadband and/or any other internet access service (“Internet”) which may be provided by Celcom from time to time (“Services”) , The customer is bound and subjected to these terms and conditions as contained herein.
2. Purpose
The Services are designed as a shared service and customer’s activities will impact on other users using and sharing the same network. To ensure fairness of usage and experience to all the Celcom Broadband subscribers, Celcom has introduced and implemented the Fair Usage Policy.
This Fair Usage Policy (“Policy”) is designed to ensure that the Services received by the vast majority of the customers are not negatively impacted because of extreme heavy usage and abuse by the minority of the customers. Celcom shall continuously monitor the Celcom Broadband network performance and may control the Internet connectivity speed of the identified heavy usage customers.
3. Excessive Usage
Software and applications which are used by you to send and/or receive, for uploading and/or downloading of files containing very large amounts of data (e.g. Peer-to-Peer traffics like Bit Torrent or other similar file sharing applications).These software and applications demand a significantly huge amount of bandwidth which will negatively impact the speed and also caused Celcom’s network to congest. As a result thereof, a vast majority of customers will be affected from degradation or the quality of Service and deemed as excessive usage. Excessive usages are caused by spamming, virus activities, spy wares and/or other malwares which may reside in the Devices. These activities may be known or unknown to you and normally, operates at the back of the Devices.
Therefore, you must take all precautions and rightful action to ensure that the above activities are controlled and minimized at all times. Celcom reserves the right to implement and enforce the said Policy at its sole discretion upon occurrence of such activities.
You will enjoy the Service depending on the plans or package subscribed. Each package or plan has a monthly usage volume allocation. The structures of volume and speed allocations for the various packages or plans offered by Celcom are as per Table 1 below:
http://www.celcom.com.my/broadband/images/terms/table_01.gif
p/s: for more information on this matter, please visit this link http://www.celcom.com.my/broadband/html/fair_usage.html :)
netsurfe October 18th, 2009, 08:25 AM "Dear customer, you've already use more than 5GB of data. Control you usage or we will maintain your speed"
Semenjak itu jadi lemot sampe tanggal pembayaran selanjutnya. Bener unlimited atau boongan sih???
Mending di Indo, jujur ga pernah bilang kalo unlimited.
Konsep gini cukup umum kok di banyak negara, terutama utk mobile internet.
Mungkin di Indo karna speednya rendah, jadinya volumenya gak pernah bisa gede :D
ulost16 October 18th, 2009, 07:40 PM @adiyon84
Yup bro, i've read that TNC after got that sms. My mistake, i've never read anything likes TNC before purchase any product. I sunscribed it because i was told that Celcom Broadband is unlimited, and there is no quote (at least the agent at low yat told me like that, i can sue him if i want).
But never mind lah, this Celcom is very fine so far. I have applied for Streamyx, but TM's never appear till now. It has been 4 months since i applied.
---
Kembali ke topik. Aku dengar TelFlash tambah acak kadut ya?
Katanya penurunan kuota jadi tinggal 1 giga ya untuk paket Rp 125 ribu?
Bisa buat ngapain tu cuma 1 giga?
rilham2new October 19th, 2009, 03:18 AM Bos..Ente pake apa?
Celcom Broadband yah?
Aku masih pake yang RM 68. Mau Upgrade yang ke RM 98 masih ragu. Soalnya Celcom nyebutnya Unlimited. Tapi waktu aku make Download filem, dapet sms dari Celcom-nya. yang isinya kurang lebih,
"Dear customer, you've already use more than 5GB of data. Control you usage or we will maintain your speed"
Semenjak itu jadi lemot sampe tanggal pembayaran selanjutnya. Bener unlimited atau boongan sih???
Mending di Indo, jujur ga pernah bilang kalo unlimited.
Aku pake yang 68 ... Dan sudah register dari 3 tahun yang lalu.... Jadi Terms and Condition nya pakai yang 3 tahun yang lalu. Kecepatan gak turun, masih normal (atau turun cuma aku nya aja gak merasa :nuts: )... Cuman memang aku gak pakai itu untuk download dan lihat youtube kali, ya ...
Iya, yang baru 1 tahun belakangan memang ada 5GB kuota. Itu dibilang kok, waktu register.
rilham2new October 19th, 2009, 03:19 AM Konsep gini cukup umum kok di banyak negara, terutama utk mobile internet.
Mungkin di Indo karna speednya rendah, jadinya volumenya gak pernah bisa gede :D
Yeah except for Blackberry :nuts:
Gila, kalau kayak gini terus lama2 penggila mobile internet migrasi semua ke Blackberry :nuts: ...
rilham2new October 19th, 2009, 03:23 AM Kembali ke topik. Aku dengar TelFlash tambah acak kadut ya?
Katanya penurunan kuota jadi tinggal 1 giga ya untuk paket Rp 125 ribu?
Bisa buat ngapain tu cuma 1 giga?
Gosip di forum tetangga... katanya, TELKOMSEL mau menyediakan bandwidth untuk Blackberry. secara, walaupun TELKOMSEL adalah provider nomor 1, tapi pengguna Blackberry telkomsel adalah yang nomor 3 setelah INDOSAT dan XL.
Jadi, TELKOMSEL mau jualan blackberry yang agak kenceng speednya. Tapi, pengalaman ku pake dan pegang2 ketiga jenis operator Blackberry itu, memang TELKOMSEL (sekarang) jadi yang paling kenceng ... Pasti gara2, memotong bandwidth untuk Flash :p
Untuk mobile internet (pengalaman aku), justru malah kencengan AXIS 3G atau THREE 3G (checked already on Jakarta SCBD).
VRS October 19th, 2009, 03:47 AM interesting info...
netsurfe October 19th, 2009, 08:03 AM Yeah except for Blackberry :nuts:
Gila, kalau kayak gini terus lama2 penggila mobile internet migrasi semua ke Blackberry :nuts: ...
Jangan2 emang konspirasi??? :nuts:
tollfreak October 19th, 2009, 11:39 AM 9,48% Warga Aceh Gunakan Internet
Sabtu, 17 Oktober 2009 11:20
Kapanlagi.com - Diperkirakan sekitar 440 ribu atau 9,48% dari total 4,67 juta jiwa penduduk di Provinsi Aceh telah memanfaatkan fasilitas internet dalam aktivitas sehari-hari.
"Meski belum ada lembaga resmi yang melakukan survei terhadap parameter ini, namun tidaklah berlebihan bila dinyatakan bahwa penduduk Aceh relatif masih dominan melek internet," kata General Manager (GM) Telkom Kandatel Aceh, Zarwilis Yunus di Banda Aceh, Jumat.
Kondisi itu, kata dia, perlu mendapat perhatian khusus mengingat betapa vitalnya akses informasi dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat saat ini.
Oleh karena itu, guna menjawab tantangan kesenjangan digital di Indonesia, maka Telkom Kandatel Aceh telah menggelar infrastruktur akses internet "Speedy" di seluruh provinsi ujung paling barat Indonesia tersebut.
Sejauh ini, ia menyebutkan jaringan Speedy telah terlayani di 23 ibukota kabupaten/kota dan kota-kota kecamatan di Aceh, termasuk daerah-daerah yang tidak terlayani dengan kabel. Telkom juga telah menggelar Flexinet sebagai solusi akses internet.
Akan tetapi, tergelarnya infrastruktur Speedy belumlah cukup jika komputer dan laptop masih menjadi barang mewah dan dianggap mahal oleh sebagian besar kalangan masyarakat.
"Konsep satu rumah satu komputer/laptop diperkirakan masih memerlukan waktu panjang untuk terealisasi. Tidak mengherankan juga bila ternyata masih terlalu banyak penduduk Aceh belum pernah menyentuh alat canggih tersebut, apalagi sampai menjelajah dunia maya," kata Zarwilis.
Oleh karena itu, PT Telkom sejak Oktober 2009 telah menggelar program baru "Getting More Value With Speedy".
"Program itu sebuah terobosan terhadap upaya meningkatkan penetrasi internet berkecepatan tinggi dengan harga murah melalui Speedy sekaligus menawarkan pola bayar cash dan cicilan bagi yang ingin memiliki komputer/laptop," kata Kandatel.
Melalui program itu maka pelanggan dapat menikmati kemudahan cicilan sampai dengan 24 bulan untuk kepemilikan komputer/laptop.
Cicilan yang ditawarkan mulai Rp.300.000-an per bulan, bervariasi tergantung dari paket speedy, merk dan type komputer/laptop serta lamanya masa cicilan. (kpl/cax)
AceN October 21st, 2009, 06:48 PM Jangan2 emang konspirasi??? :nuts:
Char, konspirasi_mode : ON yeee :D hehehe..
rilham2new October 22nd, 2009, 03:57 AM Jangan2 emang konspirasi??? :nuts:
Yang bagian mananya dulu yang konspirasi ... Kalau pengalihan bandwidth MOBILE BROADBAND ke pengguna BLACKBERRY, kurasa itu juga terjadi di operator lain yang jualan mobile broadband (yang tiba2 belakangan jadi pelan itu). Yang parahnya, bukan hanya yang tiba2 pelan .. tapi tiba2 potong kuota (pake pengumuman lagi :D). Mungkin ya ada hubungannya dengan konspirasi.
Tapi, kalau membanjirnya pengguna blackberry (bahkan dengan speed lambat sekalipun), wah kurasa itu karena market negara kita aja yang gila. Kalau untuk handphone nya sih gak ada konspirasi rasanya, memang market yang mintanya gitu. Lagian, operator senang lah mereka kan yang sebelumnya cuman bisa jualan Modem HUAWEI, bisa jualan henpon blackberry :hammer:
Untuk perangkat kayaknya gak ada konspirasi2an... tapi untuk service dan layanan, ini sih udah biasa di industri telekomunikasi negara ini.
Gak akan pernah lupa kasus TELKOMSEL, XL, dan beberapa operator kecil laiinya yang kena kasus KARTEL tarif SMS :D ... Cukup untuk menggiring operator itu bayar denda dan ganti rugi.
TWK90 October 22nd, 2009, 08:31 AM ^^
I am wondering, what is the fastest broadband speed in Indonesia and is there any problem in terms of competition in fixed-line broadband market in Indonesia?
tollfreak October 22nd, 2009, 11:21 AM ^^
I am wondering, what is the fastest broadband speed in Indonesia and is there any problem in terms of competition in fixed-line broadband market in Indonesia?
For home connections :
Max3 has broadband through fiber optics at 20mbps , but not unlimited and costs Rp 500,000/month for 6.5 GB data a month
3GNet has its connections through WiMax and advertise it speeds can go up to 14 mbps and unlimited, runs at Rp 600,000/month
gantengscool October 22nd, 2009, 01:19 PM .
"New Face, New Image, New LOGO" : The Biggest Information & Telecomunication Company In Indonesia !
http://img35.imageshack.us/img35/6941/logotelkom.png (http://img35.imageshack.us/i/logotelkom.png/)
David-80 October 22nd, 2009, 05:00 PM btw, bro gantengscool, telkom speedy yg multispeed itu udah masuk semarang belom? soalnya waktu itu nanya belom masuk....udah 3 bulan nih nunggu...
cheers
gantengscool October 22nd, 2009, 05:47 PM .
Klo sekarang udah kok Bro, tapi sedikit-sedikit deh...masih terus membangun, artinya baru daerah-daerah tertentu yg sudah available. Daerahmu mana bro, nanti aku tanyakan deh ke Marketing.
Via PM aja ya :cheers:
gantengscool October 27th, 2009, 05:17 PM btw, bro gantengscool, telkom speedy yg multispeed itu udah masuk semarang belom? soalnya waktu itu nanya belom masuk....udah 3 bulan nih nunggu...
cheers
Bro, udah aku kirim via PM, termasuk daftar harga & Contact Person.
Harga Modem Diskon hanya 50 ribu plus free regristasi sampe 31 Okt'09.
cheers.
Ocean One November 3rd, 2009, 02:41 PM From Wartaekonimi.com
Telkom Terpilih sebagai 'Best of The Best' dalam 'e-Company Award 2009'
Kamis, 29 Oktober 2009
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) ditetapkan Dewan Juri sebagai 'Best of The Best' dalam ajang 'e-Company Award 2009' yang diselenggarakan Majalah WartaEkonomi. Hal ini didasari Telkom meraih nilai tertinggi.
'E-Company Award 2009' merupakan acara pemberian penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang sukses mengimplementasikan teknologi informasi (TI) yang dapat mendorong kinerja bisnis. Empat hal yang dinilai dalam ajang tersebut yaitu Information of Technology (IT) Governance, IT Leadership, IT Innovation, dan Business Performance.
Telkom adalah perusahaan yang dinilai Dewan Juri dalam e-Company Award 2009 dari kategori Telecommunication. Perusahaan-perusahaan dalam kategori yang sama memperoleh penghargaan e-Company Award 2009 pada urutan kedua dan ketiga masing-masing adalah PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) dan PT Indosat Mega Media.
Sebanyak dua pemenang juga dipilih Dewan Juri dalam ajang e-Company Award 2009 dari kategori Consumer Goods. Pemenang pertama adalah PT Boentoel Prima disusul pemengang kedua yaitu PT Kimia Farma Tbk.
Dari kategori Basic Industry diputuskan Dewan Juri tiga perusahaan sebagai pemenang e-Company Award 2009. Urutan pertama diberikan kepada PT Semen Gresik (Persero) Tbk, kedua kepada PT Pupuk Sriwidjaja (Persero), dan ketiga PT Essar Indonesia.
Dewan Juri e-Company Award 2009 hanya menetapkan satu perusahaan dari kategori Other Manufacture sebagai pemenang. Perusahaan yang dimaksud adalah PT Toba Pulp Lestari Tbk.
Ajang e-Company Award 2009 juga memberikan penghargaan kepada satu perusahaan dari kategori Property. Perusahaan itu adalah PT Cowell Development Tbk.
PT United Tractors Tbk dan PT Cipta Krida Bahari masing-masing diputuskan Dewan Juri e-Company Award 2009 sebagai pemenang pertama dan kedua dari kategori Distributor. Satu pemenang ditetapkan Dewan Juri e-Company Award dari kategori Healthcare yaitu Rumah Sakit (RS) Pondok Indah.
Tiga pemenang masing-masing dipilih Dewan Juri e-Company Award 2009 dari kategori Insurance; Minning, Oil, and Gas; dan Perbankan. Kategori Insurance dipilih sebagai pemenang satu sampai tiga secara berurutan adalah PT Asuransi Allianz Utama Indonesia, PT Asuransi Sinar Mas, dan PT Great Eastern Life Indonesia.
Dewan Juri e-Company Award 2009 menetapkan PT Timah (Persero) Tbk., PT Medco E&P Indonesia, dan PT Indonesia Power masing-masing sebagai pemenang satu hingga tiga ajang tersebut dari kategori Minning, Oil, and Gas. Dari kategori Perbankan diputuskan Dewan juri dalam acara tersebut adalah PT Bank Permata Tbk. sebagai juara pertama, PT Bank Central Asia (BCA) sebagai juara kedua, dan Citibank, N.A. Sebagai juara ketiga.
Dua kategori terakhir yang diberikan Dewan Juri dalam penghargaan e-Company Award 2009 adalah Other Finance dan Transportation. Tiga pemenang dipilih dalam ajang tersebut dari kategori Other Finance yaitu PT Oto Multiartha di urutan pertama, PT Danareksa (Persero) di urutan kedua, dan PT Dipo Star Finance di urutan ketiga.
PT Garuda Indonesia diputuskan Dewan Juri dalam e-Company Award 2009 sebagai pemenang pertama dari kategori Transportation. Pemenang kedua dipilih PT Mandala Airlines.
Penghargaan Khusus e-Company Award 2009 diberikan kepada PT Astra Agro Lestari Tbk sebagai The Best Business Innovation & Business Performance in Agro Industry. Blue Bird Group juga memperoleh penghargaan serupa sebagai The Best IT Leadership & IT Innovation in Transportation Industry.
Sebanyak 102 dari sekitar 1.300 perusahaan yang dihubungi WartaEkonomi untuk pendaftaran dan pendataan dalam ajang e-Company Award 2009. Jika dibandingkan jumlah peserta dalam acara serupa pada 2008 naik dari 54 peserta.
Proses penjurian dilakukan Dewan Juri dalam e-Company Award 2009 berupa pengumpulan data, pendaftaran, sampai penentuan pemenang mulai Maret 2009-September 2009. Sebanyak 11 tokoh dilibatkan sebagai Dewan Juri dalam ajang tersebut yaitu Aswin Wiryadi, mantan wapresdir PT BCA Tbk; A. Sutjipto (mantan dirut PT Wijaya Karya Tbk; dan Richardus Eko Indrajit, presdir PT Renaissance Sentra Indonesia dan Guru Besar ABFI Institute Perbanas bidang Ilmu Komputer.
Kemudian, juri-juri lain dalam e-Company Award 2009 adalah Djoko Tata Ibrahim, presdir PT Intermas Tata Trading; Firdaus Alamsjah, executive dean Binus Business School; Heru Sutadi, anggota Komite Regulasi Telekomunikasi Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia; Joseph F. Luhukay, wadirut PT Bank Danamon Indonesia Tbk; Milatia Kusuma, country director Institute for Transportation and Development Policy; Sumarsono, komisaris PT Pertamina; Surdiyanto Suryodarmodjo, president Information Systems Audit and Control Association Indonesia; dan Suryatin Setiawan, mantan direktur PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
gantengscool November 3rd, 2009, 05:44 PM From Wartaekonimi.com
Telkom Terpilih sebagai 'Best of The Best' dalam 'e-Company Award 2009'
Kamis, 29 Oktober 2009 21:30
Thanks Ocean One :okay: :cheers1:
tollfreak November 5th, 2009, 12:45 PM Kayaknya akhir tahun ini para pelanggan Internet di Indonesia akan mengalami nasib yang baik. Dari hari pertama Indocomtech aja, First Media (Fastnet) udah announce di Kompas akhir bulan ini mereka akan menaikan kecepatan paket palling tinggi ke 10 mbps dari sebelumnya 3 mbps. Smart pertengahan desember di Bali bakal launch EVDO Rev B untuk layanan Smart Jump, yang mensupport download sampai ke 9 mbps. Sedangkan Telkomsel hari ini launching data 3G yang lebih cepat di Jakarta, HSPA+, yang katanya mampu mensupport 21 mbps utk kartu halo . Indosat katanya juga segara menyusul launch HSPA+. Mudah2an benar2 speednya mendekati jumlah yang di advertised
netsurfe November 5th, 2009, 01:05 PM ^^
Kalo ttg koneksi ke luar indo gimana? Ada kabar?
kalo dalam negeri kenceng, tapi bottle neck kalo ke luar, sayang banget.
atmada November 6th, 2009, 10:36 AM Kayaknya akhir tahun ini para pelanggan Internet di Indonesia akan mengalami nasib yang baik. Dari hari pertama Indocomtech aja, First Media (Fastnet) udah announce di Kompas akhir bulan ini mereka akan menaikan kecepatan paket palling tinggi ke 10 mbps dari sebelumnya 3 mbps. Smart pertengahan desember di Bali bakal launch EVDO Rev B untuk layanan Smart Jump, yang mensupport download sampai ke 9 mbps. Sedangkan Telkomsel hari ini launching data 3G yang lebih cepat di Jakarta, HSPA+, yang katanya mampu mensupport 21 mbps utk kartu halo . Indosat katanya juga segara menyusul launch HSPA+. Mudah2an benar2 speednya mendekati jumlah yang di advertised
makin kenceng aja nih yang berbasis seluler..
bagaimana kabar WiMax?
atau perusahaan prospektif semacam Icon Plus milik PLN?
tollfreak November 6th, 2009, 12:38 PM makin kenceng aja nih yang berbasis seluler..
bagaimana kabar WiMax?
atau perusahaan prospektif semacam Icon Plus milik PLN?
Kalau ga salah 3GNet udah pakai WiMax..katanya minimum speednya 512 kbps dan bisa sampai 14 mbps
gantengscool November 6th, 2009, 06:17 PM ....... Sedangkan Telkomsel hari ini launching data 3G yang lebih cepat di Jakarta, HSPA+, yang katanya mampu mensupport 21 mbps utk kartu halo .
Nih beritanya :
http://img9.imageshack.us/img9/4769/telkomsel.jpg (http://img9.imageshack.us/i/telkomsel.jpg/)
Kalau ga salah 3GNet udah pakai WiMax..katanya minimum speednya 512 kbps dan bisa sampai 14 mbps
Wimax belum aplikasi saat ini kok bro, tahun depan kemungkinan paling cepat implementasi. Rencana memang Wimax akan dipakai untuk 3G / 3,5G pita lebar.
Ocean One November 6th, 2009, 06:52 PM Indosat Raih Top 10 Indonesia's Mos-Admired Companies
PALOPO POS --- Prestasi yang diraih PT Indosat, Tbk dengan merebut Top 10 Indonesia's Most-Admored Companies (penghargaan reputasi perusahaan dan kategori inovasi) tidak lepas dari peranan penting Indosat Cabang Palopo yang mampu dikatakan Muhammad Kemal MF, marcom Reps Indosat Palopo, penghargaan yang diperoleh, khususnya untuk kategori inovasi sejalan dengan posisi yang diterapkan Indosat dalam berkomitmen menjadi operator telekomunikasi Indonesia yang selalu menjadi pelopor dan inovator dalam memberikan pelayanan kepada pelanggannya.
''Kami bangga termasuk dalam daftar The Most-Admired Companies di Indonesia pada The Wall Street Journal Asia 200 survey,'' terangnya, Selasa 3 Nopember, lalu.
Lebih jauh Kemal, tercapainya sukses besar pihaknya tersebut berkat berbagai inovasi dan kepeloporan Indosat seperti sebagai operator pertama yang menyediakan jaringan dan jasa telekomunikasi secara lengkap, pertama menjadi pelopor layanan BlackBerry di Indonesia, pertama yang menyediakan leyanan 3.5 G dengan semua jaringannya telah menggunakan teknologi HSDPA, pertama menyediakan layanan mobile broadband, pertama yang memberikan fitur transfer pulsa. Selanjutnya, pertama menyelenggarakan program mudik bagi pelanggannya, pertama menyelenggarakan kompetisi wireless bagi generasi muda, serta menjadi inovator bagi berbagai fitur dan program layanan selulet baik pra bayar maupun paska bayar.
''Penghargaan ini sekaligus merupakan wujud peningkatan kepercayaan publik terhadap Indosat yakni dengan mampu memberi nilai tembah dalam berinovasi secara berkelanjutan dalam memberikan layanan serta mampu mempertahankan reputasi perusahaan,'' jelasnya.
Sekadar diketahui, metode survey Asi 2000 tersebut, telah dimulai sejak Agustus 2008 yang ditujukan kepada perusahaan-perusahaan Asia yang tercatat di bursa saham, serta perusahaan-perusahaan multinasional yang melakukan bisnisnuya di Asia, yang dilaksanakan oleh responden survey seperti The Asian Wall Street Journal yang datang dari kalangan pengusaha, eksekutif dan para profesional. Tujuan dari Asia Survey 200 ini adalah untuk mengidentifikasi masing-masing 40 perusahaan publik terbesar di berbagai negara di Asia.
rilham2new November 7th, 2009, 12:56 AM Kayaknya akhir tahun ini para pelanggan Internet di Indonesia akan mengalami nasib yang baik. Dari hari pertama Indocomtech aja, First Media (Fastnet) udah announce di Kompas akhir bulan ini mereka akan menaikan kecepatan paket palling tinggi ke 10 mbps dari sebelumnya 3 mbps. Smart pertengahan desember di Bali bakal launch EVDO Rev B untuk layanan Smart Jump, yang mensupport download sampai ke 9 mbps. Sedangkan Telkomsel hari ini launching data 3G yang lebih cepat di Jakarta, HSPA+, yang katanya mampu mensupport 21 mbps utk kartu halo . Indosat katanya juga segara menyusul launch HSPA+. Mudah2an benar2 speednya mendekati jumlah yang di advertised
Sebenarnya TELKOM kalau di Jakarta untuk SPEEDY nya itu dari berbulan-bulan yang lalu udah punya paket GAMING yang kecepatannya 3 MBPS ...
Tapi, yaa ,,, berhubung mahal .... hitungan jutaan. Gak cocok buat pelanggan rumahan kurasa,
WiMAX agak lambat masuk ke Indonesia ya, di Malaysia udah ada dari 8-9 bulan yang lalu :nuts: .. Udah komersil malah :nuts:
gantengscool November 7th, 2009, 02:51 AM http://img11.imageshack.us/img11/4026/telkom.jpg (http://img11.imageshack.us/i/telkom.jpg/)
atmada November 8th, 2009, 02:12 AM Sebenarnya TELKOM kalau di Jakarta untuk SPEEDY nya itu dari berbulan-bulan yang lalu udah punya paket GAMING yang kecepatannya 3 MBPS ...
Tapi, yaa ,,, berhubung mahal .... hitungan jutaan. Gak cocok buat pelanggan rumahan kurasa,
WiMAX agak lambat masuk ke Indonesia ya, di Malaysia udah ada dari 8-9 bulan yang lalu :nuts: .. Udah komersil malah :nuts:
di Malaysia make standar yg 802.16e apa 802.16d ?
di Indonesia besok keknya baru make yang 16d ya...
Ocean One November 8th, 2009, 09:05 AM EKSPANSI SMART
Akhir Tahun, Jaringan Broadband Smart Menjangkau 32 Kota
JAKARTA.Kontan online - PT Smart Telecom memastikan jaringan broadband-nya bisa menjangkau 32 kota di seluruh Indonesia pada akhir tahun ini. Saat ini, jaringan tersebut baru bisa dinikmati di Jabodetabek, Surabaya, Jogjakarta, Bali dan Bandung.
Ruby Hermanto, Division Head of Core Product & Branding Smart menyebutkan, ke-32 kota yang akan mendapatkan layanan Smart terletak di Jawa, Bali, Sumatera dan Sulawesi. Dia mencontohkan, dua kota di Jawa yang bisa mendapatkan layanan broadband berteknologi EVDO Rev A adalah Tasik dan Jember.
"Kami menargetkan akhir November seluruh Jawa selesai. Lalu luar Jawa selesai akhir Desember. Yang pasti Smart menambahkan jumlah BTS, tapi saya tidak bisa menyebutkan berapa jumlahnya termasuk investasi yang ditanamkan," kata Ruby, Kamis (5/11).
Selain itu, Smart juga akan melakukan uji coba teknologi EVDO Rev B. Qualcomm Incorporated Indonesia ditetapkan sebagai vendor yang akan mengerjakan upgrade Rev A ke Rev B tersebut.
Country Manager Qualcomm Incorporated Indonesia Harry K Nugraha menjelaskan, Rev B adalah generasi berikutnya setelah Rev O dan Rev A dari teknologi 3G untuk CDMA.
"Dengan Rev A, pengguna Smart bisa menikmati kecepatan 3,1 Mbps untuk download dan 1,8 Mbps untuk upload. Sementara, dengan Rev B layanan internet bisa ditingkatkan sehingga kepuasan pengguna Smart bisa bertambah. Dimana dengan tiga carrier bisa meningkat sampai 9,3 Mbps untuk download dan 5,4 Mbps untuk upload," jelasnya.
Dengan kecepatan tersebut, pelanggan dapat merasakan layanan baru seperti high definition video streaming dan dapat lebih lancar menggunakan layanan game, video telephony, sesi remote console dan juga browsing. Selain itu, EVDO Rev B juga menambah waktu bicara dan standby handphone.
Ocean One November 8th, 2009, 09:09 AM EKSPANSI SMART TELECOM
Smart Mulai Merambah Jaringan Broadband
JAKARTA. Kontan online - Operator seluler PT Smart Telecom makin gencar mengembangkan jaringan pita lebar atawa broadband miliknya. Anak usaha Grup Sinarmas ini memastikan sampai akhir 2009 jaringan broadband miliknya bisa menjangkau 32 kota di seluruh Indonesia. Ruby Hermanto, Division Head of Core Product & Branding Smart Telecom menyebut, perusahaannya akan mengembangkan broadband di Jawa, Bali, Sumatra, dan Sulawesi. "Kami menargetkan akhir November nanti proyek -proyek di seluruh Jawa selesai, lalu di luar Jawa selesai akhir Desember," bebernya, kemarin (5/11). Ruby menjelaskan Smart juga bakal menambah jumlah base transceiver station (BTS). Namun ia menolak menyebutkan berapa jumlahnya. Ia juga tidak bersedia membuka besaran investasi yang ditanamkan Smart. Pengembangan jaringan broadband tersebut masih menggunakan teknologi EvDO Rev A. Ini adalah teknologi layanan pita lebar internet nirkabel (wireless internet broadband) untuk provider telekomunikasi CDMA. Layanan ini setara dengan teknologi 3.5G. Sementara itu, Smart juga akan melakukan ujicoba teknologi EvDO Rev B. Nantinya, Smart akan meng-upgrade teknologi layanan internet mereka ke teknologi terbaru tersebut. "Dengan teknologi Rev B layanan internet bisa ditingkatkan, sehingga kepuasan pengguna Smart bisa bertambah," terang Country Manager Qualcomm Incorporated Indonesia Harry K. Nugraha. Qualcomm adalah vendor yang akan mengerjakan upgrade Rev A ke Rev B. Teknologi Rev B memang jauh lebih cepat ketimbang Rev A. Kecepatan Rev B bisa mencapai 9,3 megabytes per second (Mbps) untuk download dan 5,4 Mbps untuk upload. Sementara kecepatan Rev A cuma 3,1 Mbps untuk download dan 1,8 Mbps untuk upload. Dengan kecepatan itu, pelanggan bisa mendapat layanan baru seperti high definition video streaming dan bisa dengan mudah menggunakan layanan data lainnya. Selain itu, teknologi EvDO Rev B juga menambah waktu bicara dan standby ponsel. Smart akan memulai ujicoba teknologi Rev B di Bali pada 10 Desember nanti. Ujicoba akan dilakukan selama dua-tiga bulan sebelum beroperasi secara komersial pada kuartal pertama 2010. Smart akan menggunakan 48 BTS dan tiga carrier untuk memancarkan layanan Rev B. Chief Sales Officer Smart Charles Sitorus yakin jumlah pelanggannya akan meningkat drastis dengan teknologi Rev B. Saat ini, jumlah pelanggan data Smart mencapai lebih dari 200.000 orang.
tollfreak November 8th, 2009, 02:54 PM Januari 2010, 17.500 Sekolah Terkoneksi Internet
By Republika Newsroom
Jumat, 06 November 2009 pukul 17:15:00
JAKARTA--Hingga Januari 2010 Mendiknas Mohammad Nuh menargetkan sudah bisa menyediakan internet masal di 17.500 sekolah di seluruh Indonesia. Depdiknas menggandeng Depkominfo, Kementrian Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) dan Depdagri.
"Kita sudah punya Jardiknas (Jaringan pendidikan nasional) yang backbone-nya sudah luar biasa. Ibaratnya, jalan tolnya sudah bagus, tinggal tarik dari jalan kecil ke jalan besarnya," ujar M Nuh saat memaparkan program 100 hari di kantornya.
Meski tidak menyebutkan besaran biaya, ia mengatakan, anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu besar karena sudah ditunjang oleh program yang dimiliki Depkominfo yakni internet masuk desa.
Target ambisius ini dibuat dengan dukungan USO atau universal sevice obligation, internet masuk desa, program depkominfo. Program ini mencakup lebih dari 31 ribu desa di seluruh indonesia akan memiliki akses internet.
Data yang dimiliki Depdiknas menyebutkan hingga Oktober 2009, baru 8,34 persen sekolah di seluruh Indonesia yang terhuung dengan internet. Pada 2010 ditargetkan prosentase ini naik menjadi 11,92 persen.
"Ini nanti tidak sekedar school nett tapi fasilitas yang juga bisa dimanfaatkan oleh desa di mana sekolah itu berada. Masyarakat bisa ikut menggunakan internet pada sore atau malam hari, jadinya desa pinter atau Punya Internet" seloroh mantan menkominfo ini. una/kpo
rilham2new November 9th, 2009, 01:46 PM di Malaysia make standar yg 802.16e apa 802.16d ?
di Indonesia besok keknya baru make yang 16d ya...
Asli gak tahuuu ... Satu2nya operator yang ada menetapkan 3 skema tarif untuk keperluan RUMAHAN (yang pake KUOTA :ohno: )
Yang pasti paket paling ringan kalau di-rupiahin Rp 150 ribu/bulan .. kecepatan 400 kbps (kuota 5 GB)
Paket kedua kalau di-rupiahin sekitar Rp 300 ribu/bulan ... kecepatan 1.2 Mbps (kuota 20 GB).
Paket ketiga kalau di-rupiahin sekitar Rp 600 ribu/bulan ... kecepatan 2.4 Mbps (kuota 40 GB).
Paket OFFICE yang kuota unlimitted malah lebih gila lagi ... ada yang sampe Rp 900 ribu-an malah ...
^^ Mahall kalau menurut aku,, harga modemnya memang cuman 300 ribu-an sih ... Tapi biaya bulanannnya masih mahal kalau mengikut BUDGET aku sekarang .... :ohno:..
Berhubung menurut aku Indonesia itu INTERNET (biasanya) lebih mahal dari Malaysia ... maka atas dasar itulah, aku merasa WiMax di Indonesia nantinya akan lebih mahal :nuts:
atmada November 10th, 2009, 02:04 AM ^^ yah..make kuota yah
padahal yang dicari tu "unlimited"nya..
tapi kalo paling murah 150rb dapet 5GB, kalo speednya 400kbps penuh, itungannya belum murah..
bahkan di Indonesiapun, harga seperti itu masih kalah sama Paket Platinum punya Smart, 140rb sebulan, 3,1Mbps unlimited.. :ohno:
|
|