Alvin
July 22nd, 2006, 08:50 AM
- a.k.a. 'Manhattan Sudirman'
- SEVEN 14-storey towers and TWO 34-storey towers.
- Location: Jl Satrio (same street as Satrio Tower)
- Architect: Airmas Asri
- Construction period: End 2006 - early 2009
--------------------------------------------------------------------
Grup Mayapada Bangun Perkantoran Senilai Rp 900 M
Friday, 21 July 2006 02:06:57 WIB
JAKARTA, investordaily
Grup Mayapada melalui anak perusahaannya, PT Arah Sejahtera Abadi, akhir tahun ini mengembangkan proyek perkantoran International Financial Center Sudirman (IFCS) di Jalan Satrio, Casablanca, Jakarta Selatan. Total investasi proyek tersebut mencapai Rp 900 miliar.
Proyek IFCS rencananya berdiri pada lahan seluas 20.825 m². Pengembangan proyek perkantoran tersebut dijadwalkan selesai awal 2009.
Project Director Arah Sejahtera Abadi Tony Sukandil mengatakan, proyek perkantoran IFCS rencananya memiliki luas bangunan 243.510 m² yang meliputi tujuh gedung 14 lantai dengan tiga lantai basement serta dua gedung 34 lantai dengan tiga lantai basement. Selain itu, IFCS akan menggunakan sistem strata title (hak milik).
Ditanya harga jual ruang perkantoran IFCS, Tony tak bersedia menjelaskan. “Kami masih mengkajinya,” katanya kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (20/7).
Sebelumnya, terbetik kabar pengembangan proyek perkantoran IFCS merupakan kerja sama antara Grup Mayapada dan Grup Agung Podomoro (APG). Direktur Pemasaran APG Indra W Anton mengakui, manajemen APG sempat melakukan pembicaraan dengan manajemen Grup Mayapada.
“Sementara ini, belum ada tidak lanjut dari pembicaraan tersebut. Karena itu, proyek tersebut seluruhnya punya Grup Mayapada,” ujar Indra.
Hal senada diungkapkan Tony Sukandil. Menurut dia, proyek perkantoran IFCS dibangun Grup Mayapada tanpa melibatkan pengembang lain dalam sebuah konsorsium. “(Proyek) Ini sepenuhnya milik Grup Mayapada, begitu pula lahan yang digunakan untuk proyek tersebut. Ini semua (lahan, red) milik kami,” ujarnya.
Untuk membangun proyek IFCS, Grup Mayapada memercayakan arsitektur proyek kepada PT Airmas Asri. Sedangkan pengerjaan mechanical and electrical engineer dilakukan PT Gradian Mitrakarsa, dan structural engineer dikerjakan PT Perkasa Carista Estetika.
Secara terpisah, National Director PT Jones Lang LaSalle Lucy Rumantir menjelaskan, langkah manajemen Grup Mayapada mengembangkan proyek perkantoran di kawasan Casablanca, sangat strategis. Pasalnya, kebutuhan akan pasokan perkantoran di kawasan niaga terpadu (central business district/CBD) masih sangat besar.
Lucy menjelaskan, jika Arah Sejahtera Abadi menggunakan sistem strata title, harga jual rata-rata di kawasan CBD berkisar US$ 1.300 per m². “Namun, jika proyek tersebut sebagian disewakan (lease), sewa di CBD berkisar US$ 10-US$ 15 per m² per bulan,” ujar Lucy.
Menara Kuningan
Sebelumnya, PT Bangun Archatama, yang sebagian sahamnya dimiliki Grup Mayapada, mengembangkan proyek perkantoran Menara Kuningan kepada investor dengan status strata-title (hak milik) di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel. Proyek perkantoran 32 lantai tersebut berdiri pada lahan seluas 6.000 m².
Selain itu, anak usaha Grup Mayapada lainnya, PT Persada Gading Elok, telah membangun proyek Kelapa Gading Trade Center (Mal KTC). Mal KTC yang berdiri sejak 2003 tersebut merupakan sebuah trade center yang dibuat dengan konsep mal, dan satu-satunya pusat perdagangan yang ada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan luas lahan empat hektare.
Mal KTC terbagi atas enam lantai yang terdiri atas dua lantai sebagai atap dan basement yang dipergunakan sebagai area parkir. Selain itu, mal tersebut memiliki empat lantai lain yang digunakan untuk keperluan komersial sebanyak 1.600 kios. (her)
- SEVEN 14-storey towers and TWO 34-storey towers.
- Location: Jl Satrio (same street as Satrio Tower)
- Architect: Airmas Asri
- Construction period: End 2006 - early 2009
--------------------------------------------------------------------
Grup Mayapada Bangun Perkantoran Senilai Rp 900 M
Friday, 21 July 2006 02:06:57 WIB
JAKARTA, investordaily
Grup Mayapada melalui anak perusahaannya, PT Arah Sejahtera Abadi, akhir tahun ini mengembangkan proyek perkantoran International Financial Center Sudirman (IFCS) di Jalan Satrio, Casablanca, Jakarta Selatan. Total investasi proyek tersebut mencapai Rp 900 miliar.
Proyek IFCS rencananya berdiri pada lahan seluas 20.825 m². Pengembangan proyek perkantoran tersebut dijadwalkan selesai awal 2009.
Project Director Arah Sejahtera Abadi Tony Sukandil mengatakan, proyek perkantoran IFCS rencananya memiliki luas bangunan 243.510 m² yang meliputi tujuh gedung 14 lantai dengan tiga lantai basement serta dua gedung 34 lantai dengan tiga lantai basement. Selain itu, IFCS akan menggunakan sistem strata title (hak milik).
Ditanya harga jual ruang perkantoran IFCS, Tony tak bersedia menjelaskan. “Kami masih mengkajinya,” katanya kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (20/7).
Sebelumnya, terbetik kabar pengembangan proyek perkantoran IFCS merupakan kerja sama antara Grup Mayapada dan Grup Agung Podomoro (APG). Direktur Pemasaran APG Indra W Anton mengakui, manajemen APG sempat melakukan pembicaraan dengan manajemen Grup Mayapada.
“Sementara ini, belum ada tidak lanjut dari pembicaraan tersebut. Karena itu, proyek tersebut seluruhnya punya Grup Mayapada,” ujar Indra.
Hal senada diungkapkan Tony Sukandil. Menurut dia, proyek perkantoran IFCS dibangun Grup Mayapada tanpa melibatkan pengembang lain dalam sebuah konsorsium. “(Proyek) Ini sepenuhnya milik Grup Mayapada, begitu pula lahan yang digunakan untuk proyek tersebut. Ini semua (lahan, red) milik kami,” ujarnya.
Untuk membangun proyek IFCS, Grup Mayapada memercayakan arsitektur proyek kepada PT Airmas Asri. Sedangkan pengerjaan mechanical and electrical engineer dilakukan PT Gradian Mitrakarsa, dan structural engineer dikerjakan PT Perkasa Carista Estetika.
Secara terpisah, National Director PT Jones Lang LaSalle Lucy Rumantir menjelaskan, langkah manajemen Grup Mayapada mengembangkan proyek perkantoran di kawasan Casablanca, sangat strategis. Pasalnya, kebutuhan akan pasokan perkantoran di kawasan niaga terpadu (central business district/CBD) masih sangat besar.
Lucy menjelaskan, jika Arah Sejahtera Abadi menggunakan sistem strata title, harga jual rata-rata di kawasan CBD berkisar US$ 1.300 per m². “Namun, jika proyek tersebut sebagian disewakan (lease), sewa di CBD berkisar US$ 10-US$ 15 per m² per bulan,” ujar Lucy.
Menara Kuningan
Sebelumnya, PT Bangun Archatama, yang sebagian sahamnya dimiliki Grup Mayapada, mengembangkan proyek perkantoran Menara Kuningan kepada investor dengan status strata-title (hak milik) di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel. Proyek perkantoran 32 lantai tersebut berdiri pada lahan seluas 6.000 m².
Selain itu, anak usaha Grup Mayapada lainnya, PT Persada Gading Elok, telah membangun proyek Kelapa Gading Trade Center (Mal KTC). Mal KTC yang berdiri sejak 2003 tersebut merupakan sebuah trade center yang dibuat dengan konsep mal, dan satu-satunya pusat perdagangan yang ada di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan luas lahan empat hektare.
Mal KTC terbagi atas enam lantai yang terdiri atas dua lantai sebagai atap dan basement yang dipergunakan sebagai area parkir. Selain itu, mal tersebut memiliki empat lantai lain yang digunakan untuk keperluan komersial sebanyak 1.600 kios. (her)