View Full Version : South Sumatra: Land, art & Culture of Srivijaya


Pages : 1 [2] 3

paradyto
January 17th, 2008, 01:09 AM
Listrik se-Sumatera Disuplai
Kamis, 17/01/2008

INDRALAYA(SINDO)- Diperkirakan Agustus 2008,PLTGU Indralaya, OI,menyuplai 130 MW listrik ke seluruh Sumatera. Menurut General Manager PLN Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB) Dodoh Rahmad,suplai energi listrik sebesar itu akan mengakhiri krisis energi listrik di Sumatera Selatan.

”PLTGU Indralaya akan menyuplai listrik se-Sumatera melalui sistem interkoneksi dan launching- nya Agustus 2008 oleh Gubernur Sumsel,” ujarnya kemarin. Sementara itu, Side Project Manager Konsorsium Pembangunan PLTGU Indralaya Sutrisno mengatakan, kesiapannya beroperasi pada Agustus 2008.

”Saat ini pekerjaan pembangunan PLTGU yang dilakukan konsorsium PT Indonesia Power dan PT Imico Inter Sarana dan mitranya Sumitomo Corp serta Black dan Veatch Company telah mencapai 83 persen,” katanya.

Dia menjelaskan, pembangunan PLTU ini merupakan bagian dari kelanjutan pembangunan PLTG 1 sebesar 50 MW tahun 2003 dan PLTG 2 sebesar 40 MW tahun 2004,yang mampu menghasilkan 40 MW sehingga totalnya 130 MW. ”Pembangunan PLTGU efektifnya dimulai Oktober 2006 dan direncanakan selesai 2008 sesuai kontrak, dengan biaya 61 juta US dolar atau sekitar Rp60M,”ungkapnya.

Dia meneruskan, sistem pembayaran PLN membayar uang muka ke konsorsium sebesar 15 persen dari nilai kontrak atau sekitar Rp90 M dan sisanya dibayar setelah PLN beroperasi secara komersial dengan mengangsur selama 48 bulan. ”Kita akan melakukan uji coba PLTGU sekitar bulan Juli dan setelah beroperasi diperkirakan dalam jangka dua tahun modal PLN telah kembali,”ujarnya.

Dia menjelaskan, teknologi pemanfaatan gas buang PLTG 1 dan 2 sangat ekonomis diterapkan pada PLTU karena tidak memerlukan energi lain untuk pembangkitnya. Sementara, lanjut dia, untuk kebutuhan air PLTU diambil dari Sungai Kelakar dengan memasang pipa sepanjang 7 km dan dipompa melalui building intake di desa Tanjung Seteko.

Anggota komisi I DPRD Ogan Ilir Mudji Witono menyambut baik akan beroperasinya PLTGU tersebut. ”Kita mengharapkan janji mereka terbukti, terutama pemenuhan energi listrik di Ogan Ilir,” tukasnya. Dia meneruskan, diharapkan pelayanan PLN ke depan lebih profesional kepada masyarakat dan diminta agar tarif PLN tetap normal sesuai standar. (muhlis)

paradyto
January 17th, 2008, 05:42 AM
http://img267.imageshack.us/img267/4826/mubaqp0.jpg (http://imageshack.us)

Sekayu, Jan 15, 2008...

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/11/600x600/1/Gedung%20Pemkab%20Muba-1.jpg?et=GMHJkTstkHlJSd5ivjCDIA&nmid=77930806

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/11/600x600/2/Gedung%20Pemkab%20Muba-2.jpg?et=5UOfuLr2uR23NOVV6ZCraQ&nmid=77930806

=NaNdA=
January 17th, 2008, 06:06 AM
yang gw suka dari muba itu sirkuit skylandnya... :okay:

SIRKUIT SKYLAND DIAKUI BERSTATUS INTERNASIONAL

Oleh: davs
23 Agustus 2007

Keberadaan Sirkuit SkyLand sebagai arena balap motor internasional diakui oleh Persatuan Motor Asia (UAM). Penghargaan berupa sertifikat HOMOLOGASI ini diberikan oleh Vice President UAM Bambang Gunardi saat berlansung kejuaraan Asian Nations Road Race (ANRR) di Sekayu, MUSI BANYUASIN (MUBA), Minggu (19/8).

Pengakuan dunia internasional ini sekaligus meneguhkan bahwa fasilitas olahraga yang dibangun MUBA saat PON 2004 lalu memang termanfaatkan dengan baik. Adanya penghargaan dari UAM mengangkat nama baik, tidak saja MUBA atau Sumsel melainkan juga negara. Kejuaraan ANRR yang digelar membawa nama Negara Indonesia, bukan pribadi pembalap. Maka, kala Sang Merah Putih dikibarkan oleh Hokky yang berhasil meraih nomor satu dan tropi kemenangan diberikan kepada Alex Noerdin, sungguh rasa kebangsaan itu benar-benar menonjol.
Isi sertifikat menunjukkan bahwa sirkuit SkyLand berstatus grade B. Tingkatan ini otomatis merupakan bukti pengakuan bahwa sirkuit terbaik setelah Sentul ini berhak dan memenuhi syarat menyelenggarakan event balap motor internasional, termasuk balap motor Asia yang baru saja digelar.
Menurut Bambang Gunardi, penilaian didasarkan pada kondisi, desain, kelayakan, kenyamanan, serta kenyamanan sekitar arena sirkuit. Bagi Bambang, pengakuan internasional atas Sirkuit SkyLand membuktikan bahwa apa yang dibangun Pemkab MUBA sangat serius dan terarah. Dari gelaran yang berlansung di SkyLand ini dia berharap akan bermunculan pembalap papan atas, termasuk yang berasal dari MUBA. Bambang mengakui banyak bibit lokal yang bisa diasah menjadi pembalap top.


H Dodi Reza Alex, MBA
Pembina SkyLand Motorsport
Dengan penghargaan ini membuktikan Sirkuit SkyLand dapat disejajarkan dengan sirkuit bertaraf internasional. Terima kasih kepada pelaku olahraga otomotif dan pihak terkait yang selama ini telah mendukung SkyLand dalam menyelenggarakan even otomotif dari tingkat lokal hingga Asia.

Bambang Asmara Budi, General Manager PT Yamaha Motor Kencana Indonesia
Bagus dan Terbaik
ANRR di Sekayu membanggakan saya sebagai bangsa Indonesia, Sirkuit SkyLand memang bagus, terbaik kedua di Indonesia setelah Sirkuit Sentul. Fasilitasnya memadai untuk event nasional maupun internasional. Hanya saja tribun perlu diperbesar lagi.
Penyelenggaraan juga baik. Tidak ada kekurangan saya rasa. Semua memenuhi standar. Kerja panitia juga oke. Hanya saja publikasinya harus lebih luas, jangan hanya di Sekayu dan Palembang tapi perlu ke daerah lain, seperti Jakarta. Sayang, balapan sebesar ini hanya ditonton masyarakat Sekayu dan Palembang.

Tongchai, UAM, Thailand, Presiden Motor Thailand
Hampir Tanpa Kendala
SkyLand pantas dapat sertifikat grade B sebab telah mampu melaksanakan kejuaraan motor Asia dan sukses. Kendala hampir tidak ada. Fasilitas pendukung bagus, seperti air, kesehatan, kenyamanan, hingga keamanan. Artinya dari kedatangan saya kesini sebanyak dua kali selalu ada perubahan yang lebih baik. Sebagai pribadi yang turut menentukan jalannya kejuaraan tingkat Asia, saya puas dengan pelaksanaan balap ini. Saya juga sangat senang dan merasa sangat diterima di Sekayu, dua kali ke Sekayu membuat saya mengenal kebiasaan di sini. Saya suka makanannya, lemak nian.

Akira Goto, Motorcycle Federation Japan
Indonesia Mesti Bangga
Sebelum ke Sekayu saya sudah ke Kalimantan, Sirkuit SkyLand cocok untuk gelaran motor Asia dan internasional. Secara kualitas ini sudah dibuktikan dengan adanya pemberian sertifikat B yang artinya berkelas internasional. Warga Indonesia mesti bangga, sebab sirkuit ini salah satu yang terbaik di Indonesia. Hanya untuk lebih menggalakkan balap ini harus sering digelar kejuaraan baik lokal maupun internasional.

Eko Reksodipuro, Pengurus PP IMI, Sekretaris ANRR
Dunia Balap Tambah Semarak
Penghargaan grade B untuk SkyLand harusnya disikapi dengan penuh tanggung jawab. Sebab jika fasilitas sirkuit dan pendukungnya tidak dirawat akan mampu mempengaruhi status grade. Jika tidak dirawat grade itu bisa turun. Namun dengan antusiasnya warga, pembalap, dan dukungan pemerintah di MUBA rasanya dunia balap motor akan tambah semarak. Dan yang patut dicatat, kejuaraan ini membawa nama negara. Jadi setiap kemenangan selalu dikibarkan bendera Negara. Bahkan di lapis selebrasi pun sang juara pasti akan membawa bendera negara keliling lintasan. Ini tentu saja turut mengharumkan nama bangsa.

Yusri Effendi, Sekda MUBA
Naikkan Derajat Bangsa
Kami ingin mengucapkan terirma kasih kepada PP IMI dan UAM yang telah menaruh kepercayaan kepada Kabupaten MUSI BANYUASIN (MUBA) untuk menggelar even dengan level Asia.
Sejak dulu, kami memang memiliki komitmen kuat dalam memajukan dunia olahraga. Salah satu bukti adalah berdirinya berbagai macam sekolah olahraga di sini. Menyadari hal itu, kami mencoba sekuat tenaga memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada guna memajukan dan meningkatkan olahraga, termasuk otomotif. Sertifikasi Grade B untuk SkyLand bukti bahwa sarana yang kita bangun saat PON dulu sangat termanfaatkan dan mampu menaikkan derajat daerah maupun bangsa.
Even ini juga menjadi motivasi kuat bagi kami untuk memajukan dan mendirikan sekolah otomotif di daerah ini. Karenanya, saya senang Asian Nations Road Racing berjalan lancar sesuai rencana. Adanya pengakuan dari UAM membuka pintu Sirkuit SkyLand pada masa-masa mendatang kembali dipercaya menggelar even-even besar.

Bambang Gunardi, Vice President Of Union Asian Motorcycle (UAM)
Kepercayaan Besar
Selama dua bulan ini, kami telah menggelar dua even besar di Sirkuit Skyland, tepatnya ajang indoprix dan ANRR. Ini adalah sebuah kepercayaan besar dari UAM melalui PP IMI kepada sirkuit ini. Memang, dalam penilaian kami, Sirkuit SkyLand mengalami perubahan-perubahan signifikan, teutama dalam hal fasilitas. Karenanya, kami berjanjij selalu mendukung Sirkuit SkyLand dalam menggelar even-even besar. Apalagi SkyLand merupakan salah satu sirkuit andalan di Indonesia selain Sentul. Tentu saja, even ini bisa digelar atas partisipasi berbagai pihak, termasuk para peserta yang datang dari berbagai negara. Bicara soal sertifikat homologasi untuk SkyLand ini membuktikan bahwa dunia internasional motor sangat apresiatif. Dan jika orang luar sudah mengakui maka nilainya sangat tinggi, kita orang Indonesia harus bangga.

Maico Buncio, Pembalap Filipina
Seperti Saudara
Saya senang bukan karena berhasil naik podium tetapi lebih karena suasana di arena balap dan diluar sirkuit. Semuanya bersikap hangat. Di MUBA saya benar-benar merasa seperti saudara. Selain pertarungan fair di arena. Kami juga menjalin persahabatan erat di luar. Disebut fair karena motor yang dipakai di Sekayu sama, maka sejujurnya talenta kami yang diadu. Usai tanding kami selalu makan bersama, ngobrol, dan bercanda dan membahas seputar pertarungan yang baru kami jalani di sirkuit. Selain itu kami pasti membahas langkah di putaran selanjutnya di negara tertentu. Sudah dua kali saja ke Sekayu, dan tentu saya akan kembali lagi dalam kejuaraan berikutnya. Terima kasih MUBA, salam Indonesia.

Ryosuke, Pembalap Jepang
Ingin Kembali
Sejak latihan kami sudah merasa senang karena langsung bisa akrab dengan lintasan. Selain kondisinya bagus, cuaca juga cerah. Meski bukan yang terbaik, saya bisa kasih perlawanan seru dan ikut naik ke podium. Saya akui keramahan orang Indonesia bukan omong kosong saya merasa nyaman saja. Malam-malam sebelum dan sesudah tanding, saya suka bicara dengan warga, media, dan pegawai hotel. Ini membuat saya nyaman. Kalau ada gelaran seperti ini lagi di Sekayu, saya sangat ingin kembali ke sini.

Zeng Jian, Pembalap Cina
Layanan Hebat
Meski tidak juara, saya senang berlaga di Indonesia. Arena balap oke. Kami beberapa kali terjatuh, tapi ini semata karena kami yang kurang hati-hati. Di luar sirkuit, saya senang di MUBA. Udaranya bagus dan layanan hotel hebat. Usai tanding saya langsung berinternet di media centre dan kirim kabar. Sirkuit SkyLand cukup bagus dan cocok untuk gelaran tingkat Asia.

AceN
January 17th, 2008, 06:14 AM
^^ ada gambarnya ?

=NaNdA=
January 17th, 2008, 06:24 AM
gambar lengkapnya ga ada..
paling2 ini..

http://www.motorplus-online.com/Articles%5CPrinting%5CVII%5C411%5CPictures%5C20316%5C20316-W500.jpg

AceN
January 17th, 2008, 06:27 AM
Oh..thanks :)

paradyto
January 17th, 2008, 06:44 AM
Dulu pernah juga nih di post sama Fikr:D:D
Btw, thanx infonya Nanda:)

"MUBA ASIAN AUTO GYMKHANA 2006"

SKY LAND CIRCUIT

SEKAYU 9 - 10 SEPTEMBER 2006



http://img291.imageshack.us/img291/4230/p7060049tm0.jpg (http://imageshack.us)


http://img291.imageshack.us/img291/8715/p7060050ut3.jpg (http://imageshack.us)


http://img216.imageshack.us/img216/1075/p7060051mt0.jpg (http://imageshack.us)

MUBA ASIAN AUTO GYMKHANA 2006"

SKY LAND CIRCUIT

SEKAYU 9 - 10 SEPTEMBER 2006


http://img222.imageshack.us/img222/7140/p7060052vn0.jpg (http://imageshack.us)


http://img228.imageshack.us/img228/6021/p7060054vx3.jpg (http://imageshack.us)


http://img228.imageshack.us/img228/2805/p7060056hv2.jpg (http://imageshack.us)

MUBA ASIAN AUTO GYMKHANA 2006"

SKY LAND CIRCUIT

SEKAYU 9 - 10 SEPTEMBER 2006


http://img205.imageshack.us/img205/584/p7060057ky5.jpg (http://imageshack.us)


http://img204.imageshack.us/img204/2802/p7060058ac3.jpg (http://imageshack.us)


http://img222.imageshack.us/img222/45/p7060060pz8.jpg (http://imageshack.us)

MUBA ASIAN AUTO GYMKHANA 2006"

SKY LAND CIRCUIT

SEKAYU 9 - 10 SEPTEMBER 2006


http://img178.imageshack.us/img178/925/p7060061iz5.jpg (http://imageshack.us)


http://img178.imageshack.us/img178/3610/p7060062gv7.jpg (http://imageshack.us)


http://img215.imageshack.us/img215/5771/p7060063cv2.jpg (http://imageshack.us)

MUBA ASIAN AUTO GYMKHANA 2006"

SKY LAND CIRCUIT

SEKAYU 9 - 10 SEPTEMBER 2006



http://img226.imageshack.us/img226/5237/p7060081jo4.jpg (http://imageshack.us)


http://img170.imageshack.us/img170/774/p7060080ht7.jpg (http://imageshack.us)


http://img226.imageshack.us/img226/5455/p7060079xy2.jpg (http://imageshack.us)

MUBA ASIAN AUTO GYMKHANA 2006"

SKY LAND CIRCUIT

SEKAYU 9 - 10 SEPTEMBER 2006


12 Participants : Malaysia, Singapore, Thailand, India, Srilanka, Taiwan, Hongkong, South Korea, Japan, Filiphina, Makau, and Indonesia

http://img180.imageshack.us/img180/4003/p7060093xf1.jpg (http://imageshack.us)


http://img237.imageshack.us/img237/4835/p7060095ty8.jpg (http://imageshack.us)


http://img99.imageshack.us/img99/7600/p7060094jh0.jpg (http://imageshack.us)

MUBA ASIAN AUTO GYMKHANA 2006"

SKY LAND CIRCUIT

SEKAYU 9 - 10 SEPTEMBER 2006


http://img201.imageshack.us/img201/8937/p7060107uz8.jpg (http://imageshack.us)


http://img201.imageshack.us/img201/1716/p7060110sh4.jpg (http://imageshack.us)


http://img201.imageshack.us/img201/7248/p7060109sr1.jpg (http://imageshack.us)


Opening Ceremony:

MUBA ASIAN AUTO GYMKHANA 2006"

SKY LAND CIRCUIT

SEKAYU 9 - 10 SEPTEMBER 2006


http://img90.imageshack.us/img90/9909/p7060113kc2.jpg (http://imageshack.us)


http://img60.imageshack.us/img60/9888/p7060137tm6.jpg (http://imageshack.us)


http://img139.imageshack.us/img139/7637/p7060140rj5.jpg (http://imageshack.us)

MUBA ASIAN AUTO GYMKHANA 2006"

SKY LAND CIRCUIT

SEKAYU 9 - 10 SEPTEMBER 2006


http://img131.imageshack.us/img131/7636/p7060156kl0.jpg (http://imageshack.us)


http://img165.imageshack.us/img165/3015/p7060148ib1.jpg (http://imageshack.us)


http://img125.imageshack.us/img125/7884/p7060157hh2.jpg (http://imageshack.us)

=NaNdA=
January 17th, 2008, 06:53 AM
skyland :okay:
many countries take part...

paradyto
January 17th, 2008, 09:11 AM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/6/600x600/14/Burlian%2015%20Jan%202008-17.jpg?et=puPRDSWZiGHbq6jevcvYlg&nmid=77875270

paradyto
January 17th, 2008, 09:35 AM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/11/600x600/4/Jembatan%20Lais%20-%20Epil1.jpg?et=8NN6mY40egb3PmodGGesKQ&nmid=77930806

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/11/600x600/3/Jembatan%20Epil%20-%20Lais.jpg?et=DZtgkkJpkJ1M2UeCn1gepA&nmid=77930806

AceN
January 17th, 2008, 10:19 AM
^^ Thanks Dyto.. :)

paradyto
January 17th, 2008, 10:24 AM
welcom aceN:)

AceN
January 17th, 2008, 10:33 AM
^^u'r welcome dyto :) loh....

paradyto
January 20th, 2008, 07:14 AM
minta foto-foto ttg indralaya dunk
nama jalan, unsri, pokona semua ttg indralaya
ane peru bangedh ne bro
thx b4

ini dia Indralaya:D...

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/16/500x500/1/Indralaya-1.jpg?et=1zMAkQLPsjM6136YwJX5wQ&nmid=78355396

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/16/500x500/2/Indralaya-2.jpg?et=iR%2BqO9bN1E9M%2BqqTZA1Tuw&nmid=78355396

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/16/500x500/3/Indralaya-3.jpg?et=RCQqj00DtHSzK%2B7qPLuyzQ&nmid=78355396

MegaBliz
January 20th, 2008, 07:41 AM
ini dia Indralaya:D...

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/16/500x500/1/Indralaya-1.jpg?et=1zMAkQLPsjM6136YwJX5wQ&nmid=78355396

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/16/500x500/2/Indralaya-2.jpg?et=iR%2BqO9bN1E9M%2BqqTZA1Tuw&nmid=78355396

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/16/500x500/3/Indralaya-3.jpg?et=RCQqj00DtHSzK%2B7qPLuyzQ&nmid=78355396

paradyto,
mau numpang tanya nih, saya udah upload photo di multiply dan saya coba tampilkan langsung di posting ini kok enggak muncul yaa, padahal saya udah buka gambar/photo di multiplay kemudian click kanan - property lalu copy URL nya terus paste di posting ini kok malah alamatnya doang yang muncul enggak gambarnya langsung, waktu itu kalau enggak salah TripJava yang membantu munculkan gambarnya langsung. Struktur folder photo di multiply sudah saya ganti, makanya posting yang memuat photo-photo yang pernah saya upload jadinya yang keluar lambang multiply doang.
Atas bantuannya terima kasih, TripJava kok enggak muncul lagi yaah.

paradyto
January 20th, 2008, 07:51 AM
Gini saja, photo yang sudah diupload, klick kanan "view image", kemudian muncul alamat photonya tuh diatas, nah untuk menampilkannya di forum, caranya tulis saja masukkan alamatnya (tanpa ada space), coba deh:)

MegaBliz
January 20th, 2008, 08:14 AM
Gini saja, photo yang sudah diupload, klick kanan "view image", kemudian muncul alamat photonya tuh diatas, nah untuk menampilkannya di forum, caranya tulis saja masukkan alamatnya (tanpa ada space), coba deh:)

thanks yaa infonya :)

paradyto
January 20th, 2008, 10:17 AM
thanks yaa infonya :)

You're welcome MegaBliz:)

paradyto
January 23rd, 2008, 06:55 AM
DPRD SUMBAR NILAI SUMSEL MAJU PESAT
Rabu, 23 Januari 2008

Palembang, Bankominfo (23/1) ? Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) H. Apris Yaman menilai, pembangunan di Sumsel dalam beberapa tahun terakhir ini maju pesat baik bidang pertanian dan perkebunan maupun pertambangan serta sektor lainnya dengan program Sumsel lumbung pangan dan lumbung energi nasional,? kata Apris Yaman ketika diterima Gubernur Sumsel yang diwakili Asisten Ekbang, Ir.Budi Raharjo di Palembang, Rabu.

Sumsel juga gencar melaksanakan program dengan berbagai upaya pengentasan kemiskinan, termasuk sektor lain yang ada kaitannya dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Sumbar dengan luas wilayah 42 ribu kilometer persegi memiliki 19 kabupaten/kota terdapat sekitar 12 persennya penduduk miskin.

Menurut dia, pihak pemda ?Bumi Pagaruyung? ini telah berupaya dengan berbagai program, strategi dan konsep termasuk menyediakan anggaran yang cukup besar untuk mengentaskan kemiskinan, namun belum juga berhasil sesuai harapan.

Menurut dia, pihak pemda ?Bumi Pagaruyung? ini telah berupaya dengan berbagai program, strategi dan konsep termasuk menyediakan anggaran yang cukup besar untuk mengentaskan kemiskinan, namun belum juga berhasil sesuai harapan.

Menurut dia, pihak pemda ?Bumi Pagaruyung? ini telah berupaya dengan berbagai program, strategi dan konsep termasuk menyediakan anggaran yang cukup besar untuk mengentaskan kemiskinan, namun belum juga berhasil sesuai harapan.

APBD Perprov Sumbar tahun anggaran 2007 yang mencapai Rp1,2 triliun, Rp20 miliar diantaranya dianggarkan untuk mengentaskan kemiskinan, katanya.

Tujuan kunjungan tim Komisi IV DPRD Provinsi Sumbar yang membidangi Kesra itu ke Sumsel dalam rangka studibanding, karena banyak kesamaan dengan Sumbar, tambahnya.

Sementara Budi Raharjo mengatakan, Sumsel dengan program lumbung pangan karena mempunyai potensi lahan cukup luas sehingga diprogramkan tahun 2008 ini akan memproduksi 2 juta ton beras.

Sektor pertambangan antara lain potensi batubara mencapai 48 persen dari total cadanan nasional, hingga sekarang baru mampu memproduksi rata-rata 10 juta ton per tahun, akan terus ditingkatkan lagi melalui program lumbung energi nasional dengan dukungan pembangunan infrastruktur seperti proyek pelabuhan laut Tanjung Api-Api, tambahnya (Sup).

paradyto
January 23rd, 2008, 05:04 PM
Iseng-iseng ambil pics di kantor....

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/23/600x600/1/Kaji1.jpg?et=%2CPM00nhjlmzYOZKWAjS0fw&nmid=78875273

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/23/600x600/2/Kaji2.jpg?et=PRtUBHHxLTc0TlXyiUUVGA&nmid=78875273

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/23/600x600/3/Kaji3.jpg?et=dMB8PNVHiX7AFJm3%2BJkRhw&nmid=78875273

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/23/600x600/4/Kaji4.jpg?et=owUwYFJJixT2ajnX%2BgVW9g&nmid=78875273

Romanista
January 24th, 2008, 12:34 AM
PALEMBANG - Sumsel patut berbangga. Banyak negara melirik dan menjajaki investasi di wilayah ini, baik bidang pertanian, perkebunan, tambang maupun hasil kerajinan. Dalam waktu dekat, tujuh negara Amerika Utara dan Amerika Tengah akan berkunjung ke Sumsel menjajaki peluang investasi. "Kalau dulu Bali yang dilirik, saat ini Sumsel juga sudah menjadi prioritas," ujar Wakil Gubernur Sumsel, Prof dr Mahyuddin NS SpOG didampingi Ir Budi Rahardjo, Asisten Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Sumsel, kemarin (23/1).


Menurut Wagub, promosi Sumsel Lumbung Energi Nasional (LEN) dan Lumbung Pangan tidak hanya promosi nasional. Internasional juga sudah banyak mengetahui potensi sumber daya alam Sumsel. "Ketertarikan 7 negara Amerika Utara dan Amerika Tengah ini, saat pertemuan sebelumnya di Bali. Setidaknya, mereka akan melakukan kunjungan selama 4 hari mulai 30 Januari hingga 2 Februari. Termasuk berkunjung ke sejumlah lokasi pabrik karet dan batu bara," ujar Budi. Wagub menegaskan, kunjungan sejumlah pejabat dari 7 negara ini dikoordinir oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Amerika Eropa. Pusat kegiatan akan dilakukan di Hotel Aston Palembang.


"Mereka datang dikoordinasi oleh duta besar (dubes) masing-masing. Tidak hanya utusan dari pejabat pemerintah, tetapi juga akan diikuti kalangan pengusaha. Jelas ini kesempatan kita untuk mempromosikan potensi yang ada," tegasnya sembari menyebut dua dari tujuh negara yang sudah bersedia hadir, di antaranya Venezuela dan Gueitamala. Dikatakan, selama ini memang belum ada hubungan dagang khusus dengan sejumlah negara Amerika Latin. "Kita akan tawarkan potensi unggulan seperti batu bara, sawit, karet dan bahan penghilang bau produksi putra Sumsel yakni Deorub. Sebenarnya, kita sudah melihat potensi yang akan dipasarkan ke tujuh negara ini. Seperti untuk kerajinan furniture hingga aksesori perumahan. Apalagi, kita juga memiliki produksi kayu karet olahan yang produksi Sumatera Fiber Board dan sejumlah industri lainnya," katanya.


Ia menambahkan, dalam waktu dekat, sejumlah pengusaha dari Malaysia, Thailand, dan Indonesia akan berkumpul di Palembang. Pertemuan tiga negara ini terkait event Indonesia Malaysia Thailand Group of Triangle (IMTGT).
"IMTGT akan digelar selama 3 hari pada Agustus. Ini sebagai tindak lanjut working group dalam pertemuan di Riau. Event ini digelar 2 tahun sekali, dan sangat menguntungkan bagi kita diadakan di Palembang. Sebab, sejumlah investor dari negara tetangga ini juga akan datang," pungkasnya.

MegaBliz
January 24th, 2008, 12:42 AM
Iseng-iseng ambil pics di kantor....

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/23/600x600/1/Kaji1.jpg?et=%2CPM00nhjlmzYOZKWAjS0fw&nmid=78875273

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/23/600x600/2/Kaji2.jpg?et=PRtUBHHxLTc0TlXyiUUVGA&nmid=78875273

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/23/600x600/3/Kaji3.jpg?et=dMB8PNVHiX7AFJm3%2BJkRhw&nmid=78875273

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/23/600x600/4/Kaji4.jpg?et=owUwYFJJixT2ajnX%2BgVW9g&nmid=78875273

Ini mobil Ford Everest buat operasi di lapangan MEDCO yaa

paradyto
January 24th, 2008, 02:53 AM
^^u'r welcome dyto :) loh....

Sama-sama lagi Bung Hadi Mirza :D

paradyto
January 24th, 2008, 02:54 AM
Ini mobil Ford Everest buat operasi di lapangan MEDCO yaa

Yup:)

=NaNdA=
January 24th, 2008, 03:58 AM
woow.. so many everest..
eh koq ambil everest?ga ranger aja..?
hehe..

laba-laba
January 24th, 2008, 01:10 PM
sewa dmn ?

paradyto
January 24th, 2008, 01:35 PM
woow.. so many everest..
eh koq ambil everest?ga ranger aja..?
hehe..

Nggak cuma Everest kok, Ranger juga ada, beside D-Max, Mazda, Nissan Terrano and Prado.

sewa dmn ?

Contract min 2 years. Mau jadi rekanan? he he he....

AceN
January 24th, 2008, 10:01 PM
Sama-sama lagi Bung Hadi Mirza :D
^^ :weird: :lol::lol:

Lapangan Medco di Sumsel di daerah mana dyto ?....

paradyto
January 25th, 2008, 08:53 AM
ada 3 lapangan, South Sumatra Extention (Oil & Gas) di daerah Kabupaten Lahat & Muara Enim, Lematang (Gas) di dekat Prabumulih dan Rimau (Oil & Gas and LPG) di Kabupaten Musi Banyuasin. InsyaAllah akan ada lagi High Iliran di Kabupaten Banyuasin:)

paradyto
January 25th, 2008, 09:06 AM
@Nanda, nih ada pic lagi:D

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/23/600x600/5/car.jpg?et=ltNT3ff26wKqGPvlkK1Gcg&nmid=78875273

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/23/600x600/6/car2.jpg?et=kaVx73qUTH5qp8UHy856mg&nmid=78875273

=NaNdA=
January 25th, 2008, 03:57 PM
wah,medco perusahaan amerika ya?suka amat ama ford..:D
kl mau servis dimana tuh?apa tanggung jawab pihak rekanan?:)

paradyto
January 25th, 2008, 04:08 PM
wah,medco perusahaan amerika ya?suka amat ama ford..:D
kl mau servis dimana tuh?apa tanggung jawab pihak rekanan?:)

He he he perusahaan swasta nasional kok... Ada juga Mazda, Nissan, Toyota, Isuzu dan Mitsubishi... Service include didalam kontrak, jadi tanggungjawab rekanan:)

AceN
January 25th, 2008, 07:27 PM
ada 3 lapangan, South Sumatra Extention (Oil & Gas) di daerah Kabupaten Lahat & Muara Enim, Lematang (Gas) di dekat Prabumulih dan Rimau (Oil & Gas and LPG) di Kabupaten Musi Banyuasin. InsyaAllah akan ada lagi High Iliran di Kabupaten Banyuasin:)

woOoo .... ya ya ya ! ic ic ic... Thanks dyto :)

wah,medco perusahaan amerika ya?

Medco kan punya Hilmi Panigoro.. :D masa mesti pake mobil nasional a.k.a kancil... :naughty: :tongue2:

Romanista
January 25th, 2008, 08:02 PM
PALEMBANG - Peluang investasi besar berbagai bidang infrastruktur ditawarkan Darshanaa Oil & Energy dari India. Tidak tanggung-tanggung, perusahaan kelas dunia ini sudah menyiapkan cost invesment 100 persen senilai US$5 miliar untuk semua jenis investasi. "Kita siap kerja sama investasi di Sumsel seperti yang sudah kita lakukan di Sumatera Barat (Sumbar). Khusus Sumsel, kita sudah siapkan sekitar US$5 miliar," ujar Ram Saraogi, Presiden Direktur (Presdir) Darshanaa Oil & Energy, usai paparan di Pemprov Sumsel, kemarin (24/1). Ram menjelaskan mereka tertarik investasi di semua sektor. Mulai dari batu bara, power plant skala besar, biji besi, pabrik baja juga pembangunan rail way. Termasuk, pembangunan rumah sakit (RS) internasional dan sekolah internasional.


Malah, pihaknya juga dapat melakukan investasi untuk pembangunan pelabuhan dan semua infrastruktur publik lainnya. "Kita tahu, masyarakat Sumatera khususnya Sumsel banyak yang berobat ke Singapura atau Malaysia. Kita akan buat RS Internasional agar tidak perlu lagi ke sana," tuturnya. Apa yang dikatakan Ram bukan tanpa bukti. Saat ini, pihaknya sudah melakukan kegiatan untuk eksplorasi biji besi di Kabupaten OKU Selatan. Setidaknya, sebanyak 17 geologis asal Bandung sudah diterjunkan untuk melakukan kajian di lokasi pabrik baja. "Kita tertarik investasi karena di sini banyak potensi batu bara dengan kualitas yang cukup bagus. Makanya, kita sudah siapkan dana investasi murni 100 persen untuk semua jenis pembangunan. Kita akan terapkan sistem BOT, jadi pemerintah tidak mengeluarkan biaya. Kita semua murni investasi," bebernya.


Bagaimana dengan pembangunan Pelabuhan Internasional Tanjung Api-Api (TAA)? Apa mau ikut tender? "Kita akan cek dulu, sebab kita belum tahu detail. Jadi kita belum bisa memberikan komentar panjang," kata Ram sambil menambahkan, setiap proyek pihaknya selalu mengedepankan tenaga kerja lokal. Ir HN Suratno, kepala Dinas Pertambangan dan Pengembangan Energi (Distamben) Sumsel mengatakan, India sudah bukan lagi menawarkan, melainkan sudah investasi di OKU Selatan. "Mereka sudah memperoleh surat izin peninjauan untuk survey biji besi dan batu bara. Saat ini sudah ada 50 tenaga ahli yang semuanya tenaga Indonesia yang terjun," ujar Ratno. Dijelaskannya, selama proses survei, perusahaan India berharap ada kerja sama lain terutama yang berkaitan dengan kebutuhan publik. Apalagi, investasi yang ditawarkan untuk semua sektor, pelabuhan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, RS, sekolah, rail way dan lainnya.

paradyto
January 26th, 2008, 01:49 AM
Thanx Romanista :okay: Sumsel memang menarik:D Btw, Gw sangat mendukung program Sumsel Cerdas, dengan Sekolah Gratis!:okay:

=NaNdA=
January 26th, 2008, 11:38 AM
@Nanda, nih ada pic lagi:D

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/23/600x600/5/car.jpg?et=ltNT3ff26wKqGPvlkK1Gcg&nmid=78875273

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/23/600x600/6/car2.jpg?et=kaVx73qUTH5qp8UHy856mg&nmid=78875273

^^dyto, kl mobil karyawan ky gitu..banyak lagi..
bosnya pake mobil ini ya..? :D

http://www.hummerclub.nu/Hummer4Rent/michel.jpg

magali
January 27th, 2008, 07:31 AM
Medco kan punya Hilmi Panigoro.. :D masa mesti pake mobil nasional a.k.a kancil... :naughty: :tongue2:
-------------
Meta Epsi Drilling Company, bukan begitu dyto??
Dit, gue punya temen di medco (dulu msh exspan) di bag accounting

AceN
January 28th, 2008, 04:09 AM
^^ What's Meta Epsi ?...

Chris_Lyantto
January 29th, 2008, 07:01 PM
^^
bagian dari medcogroup bergerak dibidang pengeboran
---------------------------------
haha, medco E & P tempat ayahku kerja dl...
di Sangasanga medco dah pengurangan pegawai hampir 50% krn kontrak di blok sana dah habis taun ini :)

AceN
January 31st, 2008, 09:05 AM
^^ oh..ic ic ic :D Thanks :)

=NaNdA=
January 31st, 2008, 05:39 PM
^^
bagian dari medcogroup bergerak dibidang pengeboran


medcogroup bergerak di bidang apa lagi?

Chris_Lyantto
February 1st, 2008, 12:53 PM
^^
dibidang:
-energi
-makanan
-agrobisnis
-finansial
-fabrikasi
-hotel
-property

untuk property mereka baru mencoba proyek niaga tower di kawasan bisnis JKT :)

=NaNdA=
February 1st, 2008, 03:42 PM
wah, Bakrie group..
watch out 4 Medco.. :D

Romanista
February 2nd, 2008, 11:41 AM
PALEMBANG, SRIPO — Negara Hongaria akan menginvestasikan uangnya di Sumsel sedikitnya 10 juta dolar diperuntukkkan bidang energi, agrobisnis dan industri. “Dua perusahaan sudah menawarkan diri yakni YLON dan Hugo Frigo. Hal ini tentunya setelah kita lihat, teliti dan analisa bahwa potensi Sumsel ini sangat banyak,” kata Dubes Hongaria, Mihaly Illes Jumat (1/2) saat mengunjungi lokasi-lokasi wisata yang ada di Palembang.

Menurutnya di bidang energi akan diinvestasikan dana untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara di Muaraenim. Bidang agrobisnis akan digunakan pendinginan udang. Sedangkan dalam bidang industri berupa pendanaan sebuah teknologi baru yaitu proses pendinginan minyak dengan sistem tekanan dan tidak ada pemanasan. Lokasi pembangunan di sekitar kota Palembang dan bandara yaitu di Tanjung Api-api.

magali
February 2nd, 2008, 02:12 PM
wah, Bakrie group..
watch out 4 Medco.. :D
--------
kok bakri group????? :ohno:
pemegang saham mayoritas medco adalah kelurga panigoro, kabarnya juga keluarga ginandjar kartasasmita ada juga saham disana benar gak dit?

=NaNdA=
February 2nd, 2008, 05:47 PM
^^ maksud ane..
lingkup bisnis medco kayanya udah nyerempet punya Bakrie..:D

paradyto
February 3rd, 2008, 05:54 AM
-------------
Meta Epsi Drilling Company, bukan begitu dyto??
Dit, gue punya temen di medco (dulu msh exspan) di bag accounting

He he he... siapa Magali, mungkin Gw kenal:)

paradyto
February 3rd, 2008, 05:55 AM
PALEMBANG, SRIPO — Negara Hongaria akan menginvestasikan uangnya di Sumsel sedikitnya 10 juta dolar diperuntukkkan bidang energi, agrobisnis dan industri. “Dua perusahaan sudah menawarkan diri yakni YLON dan Hugo Frigo. Hal ini tentunya setelah kita lihat, teliti dan analisa bahwa potensi Sumsel ini sangat banyak,” kata Dubes Hongaria, Mihaly Illes Jumat (1/2) saat mengunjungi lokasi-lokasi wisata yang ada di Palembang.

Menurutnya di bidang energi akan diinvestasikan dana untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara di Muaraenim. Bidang agrobisnis akan digunakan pendinginan udang. Sedangkan dalam bidang industri berupa pendanaan sebuah teknologi baru yaitu proses pendinginan minyak dengan sistem tekanan dan tidak ada pemanasan. Lokasi pembangunan di sekitar kota Palembang dan bandara yaitu di Tanjung Api-api.

Thanx infonya, cool;)

paradyto
February 3rd, 2008, 06:26 AM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/25/600x600/3/Pangkalan.jpg?et=d93bP9P6DCf2KwjNJ7hOGw&nmid=80441178

Banyuasin Banjir Investor
Minggu, 03/02/2008

PANGKALAN BALAI(SINDO) – Sejak resmi menjadi daerah otonom,jumlah investor yang menanamkan investasinya di Kabupaten Banyuasin meningkat drastis.

Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Banyuasin Ali Imron Bamin melalui Kabid Pengembangan Dan Usaha Hasanuddin mengatakan, sejak Kabupaten Banyuasin mekar dari Kabupaten Muba dan dipimpin Bupati Amiruddin Inoed, daerah tersebut kebanjiran investor yang ingin menanamkan modalnya di perkebunan sawit.

Bahkan hingga 2008, tercatat sudah ada 37 perusahaan baik dalam maupun luar negeri yang menanamkan modalnya di bidang usaha perkebunan sawit di Banyuasin dengan nilai investasi sebesar Rp1 triliun lebih.Sedangkan luas lahan yang dicadangkan untuk sawit sebesar 300 ribu hektar dengan realisasi kebun sawitseluas32ribuhektar.

“Bayangkan saja selama 5 tahun Banyuasin berdiri, investasi perkebunan sawit mencapai Rp1 triliun.Dengan luas lahan 300 ribu hektar lebih serta dapat menyerap tenaga kerja Banyuasin sebanyak 9 ribu orang tenaga kerja,”jelasnya. Perkebunan sawit itu sendiri sebagian besar digunakan sebagai bahan baku Crued Petroleum Oil (CPO ) yaitu bahan baku pembuat minyak goreng,sabun,mentega dan berbagai bahan baku lainnya. “Produksi sawit di Banyuasin mencapai 640 ribu ton pertahun yang sebagian besar digunakan untuk bahan baku CPO, sabun dan mentega serta berbagai bahan lainnya,”tambahnya.

Hal ini menurut dia, sesuatu yang sangat membanggakan sekaligus mengejutkan. Karena pihaknya sendiri tidak menyangka antusiasme dari para investor akan sebesar itu, untuk menanamkan modal dan membuka usaha di Bumi Sedulang Setudung (Julukan Kabupaten Banyuasin).

“ Jadi selain berfungsi sebagai salah satu pemasok beras terbesar di Sumsel. Nantinya diharapkan dari hasil perkebunan juga dapat membantu menghasilkan pendapatan yang besar sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), guna membantu menopang kehidupan masyarakat sekitar,”ungkapnya. Sementara itu, Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed mengatakan, dirinya merasa surprise dengan cepatnya perkembangan kabupaten yang dipimpinnya tersebut.Apa-lagi banyak sekali investor yang telah menawarkan berbagai bentuk kerjasama di segala bidang.

Kendatidemikian,lanjut Amiruddin, pihaknya harus tetap selektif memilih para investor.Karena selain lahan yang sudah terbatas, juga melihat bagaimana prospek ke depannya bidang usaha yang akan digarap.Apakah nantinya ketika mengembangkan usahanya, investor bersangkutan memberdayakan penduduklokalatautidak, itujuga menjadi salah satu pertimbangan pihaknya.

“Selain itu, ada juga aturan, bagi pengusaha yang akan mengajukan diri membuka usaha di wilayah Banyuasin. Jika lahan yang dibutuhkan di bawah 20 ribu hektar, kita masih bisa mengusahakannya, tetapi jika sebaliknya kemungkinan hal itu tidak bisa dikabulkan. Mengingat lahan yang tersedia telah padat,” urainya panjang lebar. (CR-11)

paradyto
February 3rd, 2008, 12:50 PM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/25/600x600/1/OKI%202%20Feb%202008-2.jpg?et=Twfa0KVbvFDiRoIpnPZcaQ&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/25/600x600/2/OKI%202%20Feb%202008.jpg?et=c0Se50aGuBKy1e5isywV8g&nmid=80441178

paradyto
February 5th, 2008, 08:01 AM
Gunung Dempo...

http://www.sumsel.go.id/images/galeri/35_DSC01133.JPG

paradyto
February 7th, 2008, 10:34 AM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/23/600x600/7/Mobil.jpg?et=THtUnZ%2CzeZnFBLrkFMv%2BGg&nmid=78875273

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/23/600x600/8/mobil2.jpg?et=frtkBPd7E86mHc1lEdTPew&nmid=78875273

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/23/600x600/9/mobil3.jpg?et=aV%2CrI9rsB%2BZOFQXvNVg1Nw&nmid=78875273

paradyto
February 9th, 2008, 06:53 AM
Sumsel Siap Masuk KEK

JAKARTA, SRIPO — Sepuluh provinsi di Indonesia, termasuk Sumatera Selatan, mengajukan diri agar bisa ditetapkan jadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah merencanakan akan memasukkan rancangan undang-undang (RUU) KEK ke DPR Februari 2008.

“Ada keinginan itu dan kita menunggu RUU KEK yang akan diajukan ke DPR. Saya pikir RUU ini merupakan amanat dari UU No 25/2007 soal Penanaman Modal,”kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bambang Susanto kepada Persda Network, Jumat (8/2).

Sepuluh provinsi tersebut adalah Riau, Kepri, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan.

Dalam draf RUU KEK nantinya dunia usaha akan diberikan insentif di bidang perdagangan dan investasi. Ada tiga unsur organisasi yang akan berperan diantaranya unsur pemerintahan, DPRD dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Nantinya pemerintah daerah akan bertugas menyusun kebijakan sedangkan LSM dan DPRD mengawasi jalannya KEK. Bila mencontoh penerapan KEK di Batam, Bintan, Karimun (BBK), setiap KEK akan dibentuk Dewan Kawasan (DK) yang mengatur secara teknis penerapan KEK dan tidak ada campur tangan pemerintahan. Selain itu akan dibentuk Dewan Nasional (DN) untuk mengawasi jalannya KEK secara nasional.

Anggota Komisi VI (Komisi Perdagangan) DPR Hasto Kristiyanto mengaku sudah mendengar rencana pemerintah mengajuka RUU KEK ke DPR. “Tapi secara resmi kami belum mendapatkan draf-nya,”kata Hasto kemarin.

Menurut dia, pihaknya belum mau berspekulasi untuk membahas RUU KEK yang akan diusulkan pemerintah. “Kami masih prioritas di RUU KEK BBK,”jelasnya.
Hasto menilai usulan itu cenderung didomplangi oleh pengusaha yang ingin mendapatkan fasilitas investasi yang mudah. “Kita belum tahu apakah KEK efektif di luar BBK. Kami akan mengkaji ini lebih jauh, apa ini terkait soal fasilitas penanaman modal yang didalamnya juga bicara demokrasi ekonomi atau seperti apa,”jelasnya.

Kendati, menurut dia, di era otonomi daerah ini tak perlu terlalu banyak berharap kepada pemerintah pusat karena daerah telah memiliki kebijakan ekonomi lokal yang bisa menunjang perbaikan investasi di daerah. (Persda Network/aco)

paradyto
February 11th, 2008, 03:40 PM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/31/600x600/3/Teluk%20Gelam%20-%202.jpg?et=%2BjplB3%2C%2BbJtkryshcOZJDA&nmid=81523977

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/31/600x600/7/Teluk%20Gelam%20-%206.jpg?et=JUsK0h%2CePU68b7gN2vtElw&nmid=81523977

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/31/600x600/6/Teluk%20Gelam%20-%205.jpg?et=p8DkiMbWBdURdEvlHuZ1zA&nmid=81523977

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/31/600x600/1/Teluk%20Gelam.jpg?et=Z48mn0GtWwdMe2zDsjn8XQ&nmid=81523977

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/31/600x600/2/Teluk%20gelam%20-%201.jpg?et=NcXPmNeiOM%2BciSECHunS%2Bw&nmid=81523977

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/31/600x600/5/Teluk%20Gelam%20-%204.jpg?et=gemmbhK1XHqlLxdcVvWrcA&nmid=81523977

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/31/600x600/9/Teluk%20Gelam%20-%203.jpg?et=mBUTPmV2vtEmMO8S1tzMug&nmid=81523977

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/31/600x600/8/Teluk%20Gelam%20-%207.jpg?et=RwXiUXRHrn6xvSKcmN1Mxg&nmid=81523977

Chris_Lyantto
February 12th, 2008, 06:52 PM
^^ danau ini pernah dipake waktu PON kmrn ga dit?

oiya di thread ini dah post pic Plaju ga? thx

paradyto
February 13th, 2008, 01:25 AM
^^ danau ini pernah dipake waktu PON kmrn ga dit?

oiya di thread ini dah post pic Plaju ga? thx


Yup, untuk Dayung.
Plaju ada di Thread Palembang, cuma Gw nggak tahu Thread berapa:) Tapi kalau ada pic Plaju, share saja ya disana:) ditunggu...

paradyto
February 13th, 2008, 01:48 AM
Migas Banyuasin Dieksplorasi
Rabu, 13/02/2008

PANGKALAN BALAI(SINDO) - Rencana eksplorasi minyak dan gas bumi di Desa Penuguan Karang Agung Kabupaten Banyuasin semakin menemukan titik terang.

Bahkan, ditargetkan pada November mendatang, PT Odira Anergy Karang Agung melakukan pengeboran satu buah sumur. Demikian diungkapkan General Manager PT Odira Energy Karang Agung Supriyanto dan jajaran pejabat PT Odira Energy Karang Agung, saat paparan realisasi program 2007 dan proyeksi 2008 di depan pejabat Pemkab Banyuasin, kemarin.

Menurut dia,pelaksanaan seismic yang dimulai pada November 2007 lalu oleh PT Elnusa Geoscience Service Division dengan jangka waktu 135 hari dengan system kontrak turnkey,akan selesai 2 minggu yang akan datang. Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan proses study geology dan geofisika yang dilakukan bersama Lemigas dengan swakelola pada bulan November hingga sekarang.

”Kita perkirakan dua minggu lagi selesai proses seismic,maka kita optimis pengeboran sumurpertamayangdiberinama sumur Rahman I akan dilaksanakan pada bulan November mendatang,”ungkapnya. Pihaknya menambahkan, setelah dilakukan seismic 2 D-250 km/ 4200 TT di Blok Karang Agung, selanjutnya akan dilakukan penentuan titik lokasi pemboran yang akan dilakukan pada Maret mendatang.

Untuk menentukan dimana titik bor tersebut, tetap mengacu pada hasil seismic yang sedang dilakukan. Karena dari hasil seismic tersebutlah akan ditemukan titik-titik yang diprediksikan mengandung minyak dan gas. Oleh karena itu,kta dia,sebenarnya pada saat seismic selesai dilakukan, maka secara otomatis prediksi kandungan minyak dan gas sudah bisa diketahui.

Rencananya, pengeboran yang dilakukan pada sumur Rahman I tersebut, ditargetkan selesai satu bulan dengan kedalaman 500 meter dari permukaan air laut. Pengeboran tersebut tergolong pengeboran dangkal. Bagaimana dengan potensi kandungan gas di Blok Karang Agung tersebut? Dipaparkan Supriyanto, prediksi potensi gas dan minyak belum bisa diketahui.

Menurut dia, potensi tersebut akan bisa diketahui jika sudah masuk pada proses pengeboran. ”Sekarang kita belumbisamengetahuiberapa potensi yang ada, nanti kalau sudah masuk pada proses pengeboran baru kita ketahui berapa besar potensinya,” tambah Supriyanto.

Sementara itu, untuk meningkatkan pemasukan bagi daerah terutama daerah yang kawasan yang dilalui dan masuk pada Blok Karang Agung, yaitu Kabupaten Banyuasin dan Musi Banyuasin. PT Odira akan memberikan dana participating interest sebesar 15% yang akan dibagikan kepada tiga daerah, yaitu Banyuasin, Musi Banyuasin dan provinsi Sumsel.

Menariknya lagi, pengucuran dana tersebut merupakan yang terbesar jika dibandingkan dengan perusahaan lainnya yang melakukan pekerjaan yang sama. Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed mengungkapkan, pihaknya menyambut positif percepatan proses pengeboran sumur di penuguan tersebut. karena semakin cepat pengeboran, maka semakin cepat pula masyarakat banyuasin menerima hasil dari eksplorasi gas dan minyak bumi.

Karena, lanjut Amiruddin inoed, upaya pemberdayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh bumi sedulang setudung semata mata untuk dan dikembalikan kepada kepentingan rakyat. (yopie cipta raharja)

Rivadh
February 13th, 2008, 02:16 AM
Gunung Dempo...

http://www.sumsel.go.id/images/galeri/35_DSC01133.JPG

Huhuhu,,, Indah sekali nie Gunung.. :)

paradyto
February 13th, 2008, 08:01 AM
Huhuhu,,, Indah sekali nie Gunung.. :)

Rivadh, pernah juga kok dipost di thread ini sebelumnya:)

FRESHING PAGARALAM!
South Sumatra

http://img140.imageshack.us/img140/7103/pagaralam1at6.jpg (http://imageshack.us)

http://img86.imageshack.us/img86/1693/pagaralam1ra1.jpg (http://imageshack.us)

^^^^^^

paradyto
February 14th, 2008, 07:52 AM
Sumsel Bangun Museum SFC
Kamis, 14/02/2008

PALEMBANG(SINDO) – Guna mengenang kemenangan bersejarah yang diciptakan Sriwijaya FC (SFC),Pemprov Sumsel berencana membangun monumen dan museum double winneryang peresmiannya digelar Juli 2008.

Gubernur Sumsel Syahrial Oesman yang juga Ketua Umum FSC menjelaskan, lokasi monumen dan museum double winner tersebut berada di sebelah kiri pintu utama Stadion Jaka Baring. Tujuan pembangunan monumen dan museum itu,menurut Syahrial, untuk mengenang keberhasilan yang telah diciptakan FSC yang sangat luar biasa.

“Tidak semua klub dan belum ada sejarahnya di Indonesia yang bisa menggandengkan dua piala bergengsi sekaligus dalam tempo hanya satu bulan. Untuk itu, tidaklah berlebihan bila kita mendirikan monumen dan museum biar semua masyarakat Sumsel ini bangga dengan apa yang telah dicapai SFC,” ujar Syahrial seusai melaksanakan sesi foto khusus di Jaka Baring kemarin.

Syahrial menjelaskan, pada monumen itu akan diukir patung-patung pemain serta jadwal pertandingan Copa dan Liga 2007.Selain itu,lokasi di mana SFC bertanding dan skor yang diciptakan. “Kita buat replika piala seperti aslinya sehingga siapa yang datang ke Stadion Jaka Baring akan merasa bangga dan kagum atas prestasi yang diukir SFC,”ujarnya.

Bagi masyarakat yang ingin melihat dari dekat Piala Copa dan Liga yang asli tidak perlu khawatir, sebab dua piala itu bisa tetap dilihat di museum yang posisinya berada di belakang monumen. “Di dalam museum nanti akan kita pajang Piala Copa dan Liga serta seluruh foto pertandingan yang dilakukan oleh SFC dalam merebut Piala Copa dan Liga,”ujar Syahrial.

Sementara itu, sisi kanan pintu utama akan dibuat monumen PON ke XVI.Di mana Sumsel ketika itu sebagai tuan rumah berhasil menduduki peringkat kelima secara nasional dan rangking teratas di Sumatera. Syahrial menegaskan,pembangunan monumen dan museum double winner tersebut akan direalisasikan secepatnya. Bahkan ditargetkan akhir Juli 2008,monumen berikut museum telah diresmikan.

Selain mendirikan museum dan monumen, untuk merayakan kemenangan ini pada 21 dan 22 Februari mendatang,Piala Copa dan Liga akan dibawa ke Tanjung Enim untuk meramaikan acara Syahrial Cup. Selain dua piala itu akan ikut serta juga rombongan kecil pemain SFC,di antara yang akan hadir Ferry Rotinsulu.

”Kita siapkan hadiah menarik barang siapa yang bisa membobolkan gol ke kandang Ferry. Kita tanamkan semangat untuk bermain bola,” ujar Syahrial. Sementara itu,Ketua KNPI Sumsel Andi Wijaya Busroh menyambut baik keinginan Gubernur Sumsel untuk membangun monumen dan museum itu. Seusai mendampingi Gubernur meninjau lokasi Andi Wijaya menuturkan bahwa dia akan membantu mencari pemahat yang baik guna mewujudkan monumen itu.

SFC Jangan Tergantung pada Pemain Asing

Prestasi Sriwijaya Foot Ball Club (SFC) yang digawangi Carlos Renato dkk patut diacungi jempol.Pasalnya,mereka mampu mengawinkan gelar juara bergengsi se-Indonesia, yaitu sebagai juara Copa Dji Samsoe dan juara Liga Djarum Nasional.

”Namun, agar lebih maju SFC,jangan tergantung pada pemain asing,”ujar Sekretaris Daerah Kota Pagaralam H A Fachri kepada SINDO kemarin. Selain itu, memang permainan SFC sangat bagus apalagi skill yang dimiliki pemain- pemain asingnya, seperti Zahrahan, Carlos Renato, Obiora, dan Leng Lolo. Tapi, lebih bagus lagi jika ada pemain yang berasal dari Sumsel untuk merumput bersama SFC.

Diharapkan agar SFC untuk tetap mempertahankan prestasi yang diperolehnya sekarang ini, minimal jangan terpuruk ke zona degradasi. ”Untuk mempertahankan gelar memang sangat sulit, tapi kami terutama masyarakat Pagaralam mendukung sepenuhnya SFC untuk lebih maju lagi.Apalagi untuk maju di kancah internasional,”ujar pejabat asal Komering ini.

Secara terpisah,Sekda Kab Ogan Ilir H MVickri Bastari mengatakan, masyarakat Ogan Ilir sebagai bagian dari rakyat Sumsel sangat bangga dengan prestasi SFC yang mampu mengawinkan dua piala pada dua kejuaraan,yaitu Copa Dji Samsoe dan Ligina, sebagai supremasi tertinggi sepak bola nasional.

”Tentu semua warga Ogan Ilir akan bangga dengan prestasi yang diraih SFC ini. SFC telah mencatat sejarah sepak bola nasional. Dan itu yang membanggakan Sumsel,” paparnya kepada SINDO kemarin. Dia mengharapkan, prestasi SFC ini ke depan akan menjadi motivator kemajuan sepak bola di daerah berikut peningkatan fasilitas dan sarana prasarananya dan selanjutnya akan timbul bibitbibit muda yang muncul dari daerah-daerah di Sumatera Selatan, seperti Ogan Ilir dan lainnya untuk melanjutkan kejayaan SFC.

Wali Kota Prabumulih Drs H Rachman MM juga mengaku bangga dengan kemenangan SFC saat grand final melawan PSMS medan belum lama ini. Setidaknya memberikan kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Selatan karena kemenangan tersebut merupakan sejarah bagi sepak bola di Sumatera Selatan.

”Saya cukup bangga dan terima kasih kepada Laskar Wong Kito itu yang bisa menggandengkan Piala Copa dan Ligina, hal ini merupakan prestasi yang gemilang untuk orang Sumsel,” ujarnya kemarin. Rachman berharap,kemenangan SFC itu dapat memicu dan mendorong persepakbolaandiSumateraSelatan, khususnya di Kota Prabumulih. ”Ke depankitaakanmeningkatkan olahraga di Prabumulah, terutama di bidang sepak bola,”ujar Rachman.

Dia menambahkan, saat resmi SFC menang beberapa waktu lalu,warga Prabumulih sempat konvoi kelilingi kota Prabumulih sebagai bentuk kegembiraan masyarakat. ”Prabumulih menyambut kemenangan SFC yang telah mengukir sejarah persepakbolaan di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Bupati OKU Timur H Herman Deru SH yang diwawancarai SINDO belum lama ini juga tidak dapat menutupi rasa senang dan kebanggaannya. ”Saya pikir prestasi SFC yang luar biasa ini merupakan kebanggaan seluruh rakyat Sumsel. Ini benar-benar luar biasa dan harus kita hargai,” papar bupati yang berasal dari kalangan pengusaha ini.

Herman Deru menegaskan, prestasi yang ditorehkan SFC tersebut tentu akan menjadi stimulan dan motivasi pembangunan olahraga di Sumsel, tidak hanya sepak bola, melainkan cabang olahraga lainnya yang berpotensi untuk dikembangkan di Sumsel.

”Kita berharap dengan momen kemenangan SFC ini, dunia olahraga di Sumsel makin bangkit sehingga dapat meraih prestasi yang lebih besar lagi dan dapat mengharumkan nama Sumsel ke kancah nasional bahkan internasional,” paparnya. (sidratul muntaha/aina ra/alfrenzi panggarbesi)

anno_malay
February 14th, 2008, 12:38 PM
hmmm..guung dempo viewnya manis sekali..n yg merah itu apa ya?....rel kereta kah

magali
February 14th, 2008, 12:48 PM
hmmm..guung dempo viewnya manis sekali..n yg merah itu apa ya?....rel kereta kah
---------
bukan, itu tangga pendakian di lokasi perkebunan teh

paw25694
February 17th, 2008, 03:54 AM
http://www.sumsel.go.id/images/galeri/35_DSC01133.JPG
wow emang bener2 menyegarkan :D

paradyto
February 25th, 2008, 12:47 PM
Sumbagsel Aman Krisis Listrik:okay:

PALEMBANG - Krisis listrik yang terjadi di Pulau Jawa dan Bali tidak akan terjadi di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng). Kondisi tersebut tak lepas dari dekatnya sumber pasokan batu bara sehingga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dinyatakan aman. Di samping, dukungan sistem interkoneksinya juga baik.

"Kalau wilayah Sumatera, kondisi pasokan listrik masih aman. Termasuk pasokan listrik di Sumsel," ujar Ir Waluyo Jati, manager PLN Unit Pengatur Beban (UPB) Sumbagsel-Sumbagteng, kemarin (24/2).

Menurut Waluyo, ada tiga pembangkit berbahan bakar batu bara yang kini beroperasi. Antara lain, PLTU Tarahan 2 x 100 Mega Watt (MW), PLTU Umbilin 2 x 100 MW, dan PLTU Bukit Asam 4 x 60 MW.

"Ketiga pembangkit itu dekat dengan sumber batu bara, jadi pasokan sangat aman. Saking dekatnya, prediksi kesiapan kebutuhan batu bara hanya dihitung untuk kebutuhan satu minggu. Real time, setiap hari kita harus selalu mengecek kebutuhan batu bara untuk pembangkit," ujar Waluyo.

Bagaimana dengan rencana pusat memperpanjang stok batu bara dari 20 hari menjadi satu bulan? Waluyo mengatakan, Sumbagsel dan Sumbagteng bisa saja ikut memperpanjang alokasi stok kebutuhan batu baranya. "Mungkin saja untuk keamanan pasokan pembangkit kebijakan tersebut juga diterapkan di sini," imbuhnya.

Kebutuhan listrik untuk wilayah Sumbagsel dan Sumbagteng yang tergabung dalam interkoneksi sebesar 1.480 MW (Mega Watt) untuk beban puncak. Sumbagsel sendiri sekitar 820 MW. Sedangkan kesiapan pembangkit sebesar 1.680 MW. Dari jumlah itu, sekitar 640 MW disumbangkan dari PLTU berbahan bakar batu bara.

Diakuinya, semua pembangkit batu bara bisa beroperasi maksimal. Hanya saja, untuk mencukupi pasokan listrik masih dibantu dengan pembangkit Thermal berbahan bakar minyak, juga pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Berapa besar penggunaan BBM? Waluyo mengaku tidak bisa memberikan angka pasti. Mengingat, penggunaan pembangkit Thermal berbahan bakar BBM disesuaikan dengan kondisi.

"Kalau mau dioptimalkan, pembangkit Thermal juga bisa maksimal. Hanya saja, penggunaan kita sesuaikan dengan kebutuhan untuk penghematan. Sebab, biaya penggunaan pembangkit ini sangat besar. Tapi kalau kontribusi semua pembangkit kecil, mau tidak mau pembangkit thermal ini tetap akan dioptimalkan," ungkapnya.

Lebih jauh dicontohkannya, dengan kondisi sekarang, penggunaan pembangkit Thermal diupayakan lebih kcil. Tetapi bukan tidak beroperasi sama sekali. Pembangkit dengan bahan bakar batu bara lebih dimaksimalkan karena biayanya lebih murah. Termasuk dengan mengoptimalkan penggunaan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Apalagi, dengan adanya interkoneksi Sumbagsel dan Sumbagteng memberikan keuntungan tersediri dalam melakukan penghematan. "Yang jelas, saat kondisi pembangkit Sumbagsel (batu bara) tidak optimal, pasokan akan dibantu dengan mengoptimalkan PLTA di Sumbagteng. Sebaliknya, jika kondisi kemarau di Sumbagteng, pasokan akan dimaksimalkan di Sumbagsel."

Saat hujan, pemanfaatan PLTA dilakukan lebih maksimal. Di Sumbagteng ada sejumlah pembangkit PLTA besar seperti PLTA Maninjau, PLTA Kuto Panjang 114 MW di Riau dan PLTA Singkarak 175 MW di Sumatera Barat juga PLTA Besai 90 MW di Lampung. (19)

paradyto
February 26th, 2008, 01:10 AM
http://www.muba.go.id/portal/components/com_zoom/www/image.php?q={obfs:207219224263276286227215212265225227208219224263274286227215212265217223203263272286227215212265208203212223263276}

KOBATAMA 2008: MUBA Hangtuah Ukir Sejarah^^

Sejarah kembali terukir di dunia olahraga Sumsel. Setelah Sriwijaya FC (SFC) mengharumkan nama Bumi Sriwijaya via sepak bila, kali ini MUBA Hangtuah. Ya, klub kebanggaan masyarakat Sumsel tersebut menjadi juara Kobatama untuk kali pertama, usai menaklukan PIM NAD di Grandfinal, yang berlangsung di GOR Indoor, Palembang tadi malam, dengan skor 75-62.

“Alhamdulillah berkat dukungan dari semua pihak, klub basket kebanggaan kita berhasil menjadi juara di umur yang belum mencapai satu tahun,” ungkap owner MUBA Hangtuah, Ir H Alex Noerdin, seusai pertandingan.

Menilik dari perjalanan mulus Hapsak Merdeka Putra dkk musim ini, MUBA Hangtuah memang pantas menjadi juara. Walaupun tim ini baru dibentuk satu tahun, hasil merger Kabupaten MUBA dengan klub lama Hangtuah. Pelatih, pemain, pengurus dan elemen yang di dalamnya sangat solid. Selama menjalani babak penyisihan, final four, hingga grandfinal, MUBA Hangtuah tergolong tanpa kendala.

“Saya hanya bisa mengucapkan luar biasa. Lolos final four saja merupakan prestasi yang sudah sangat bagus. Sedangkan juara menurut saya adalah bonus. Jadi saya salut dengan perjuangan anak-anak dan juga dukungan dari semua pihak atas gelar terbaik ini,” tukas pembina MUBA Hangtuah Dodi Reza Alex, didampingi Ketua Umum H Hendri Zainuddin.

Pada pertandingan final derby Sumatera pertama tadi malam, tim besutan Ocky Tamtelahitu sempat dikejutkan PIM NAD di kuarter awal. Dengan mengandalkan fast break cepat dan diimbangi shooting akurat, tim asal Aceh membuat repot MUBA Hangtuah, yang menurunkan Adhitya Tuhagono, Paul Mario Sanggor, Hapsak Merdeka Putra, Tommy Mahaputra, dan Bohardi. Skor 25-18 untuk PIM NAD pun membuat cemas MUBA Hangtuah, yang didukung penuh suporternya.

Namun, dengan kesabaran dan pressing ketat yang diinstruksikan Ocky, MUBA Hangtuah mampu mengejar di kuarter kedua. Tim yang berdiri pada tahun 2006 ini, membalikkan keadaan menjadi 34-33.

Begitu juga dengan kuarter ketiga. Di kuarter ini, MUBA Hangtuah seakan menemukan bentuk permainannya. Serangan yang dilancarkan sangat efektif. Mulai dari fast break, three point, two point hingga free throw, mayoritas membuahkan hasil. Skor 57-40 membuat tim yang diketua H Hendri Zainuddin di atas angin.

PIM NAD yang tertinggal semakin kesulitan untuk mengejar, setelah center Khalif Akbar melakukan 5 kali foul dan harus keluar di kuarter terakhir. Alhasil MUBA Hangtuah mampu mempertahankan keunggulan, hingga mengakhiri pertandingan dengan skor 75-62. Sontak, ketika wasit meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan, pemain yang berada di bench, pengurus dan penonton berhamburan kelapangan.

“Ini rejeki mereka (MUBA Hangtuah). Sebenarnya strategi yang kami terapkan cukup bagus. Kesempatan juga banyak, namun mereka bermain lebih enjoy dan inilah hasilnya. Untuk kedua kali dalam dua musim, kami menempati posisi runner-up,” ujar Lukman Hasibuan, pelatih PIM NAD.

Sementara itu pada pertandingan perebuatan juara III, Stadium Jakarta masih terlalu tangguh untuk Halim Kediri. reyndra Maruti dkk mendominasi sepanjang pertandingan dan menang telak 82-59. “Stadium tampil bagus, dan lebih siap dibanding kami. Namun hasil ini bukanlah buruk. Lolos final four saja sudah merupakan prestasi terbaik bagi kami,” ungkap Rendy, coach Halim Kediri.

Dengan hasil ini, MUBA Hangtuah meraih uang pembinaan Rp15 juta plus trofi bergilir dan tetap. PIM NAD mengondol Rp10 juta, Stadium Rp5 juta, dan Halim Kediri Rp3 juta. Sedangkan top score diraih Christian Gideon (Halim Kediri) yang mengoleksi 294 point (21 pt/game) dan meraih RP1juta. MVP diraih Bohardi (MUBA Hangtuah) juga meraih Rp1juta, dan wasit terbaik disabet duet Lucky Adi Nugroho-Sedyo Mukti yang meraih Rp500 ribu.

Sederet Prestasi Olahraga di MUBA
MUBA SMART 2012

KESERIUSAN Bupati Musi Banyuasin Alex Noerdin membangun olahraga di daerahnya menunjukkan hasil nyata. Sederet prestasi cemerlang tingkat nasional berhasil ditorehkan.

Di cabang sepakbola, PS MUBA yang bermaterikan siswa Sekayu Youth Soccer Academy (SYSA), berhasil menggondol runner-up Piala Suratin U-18, akhir November 2007 di Jakarta. Sebelum kalah dari Arema Malang di final, PS MUBA mampu menumbangkan tim-tim tangguh, macam Persebaya Surabaya dan Persipura Jayapura.

Tak hanya sepakbola, MUBA juga sukses membina olahraga otomotif. Keberadaan Sirkut SkyLand dimanfaatkan buat menggelar even-even level nasional dan internasional. Sebut saja kejuaraan slalom Asia pada Sptember 2006, Asian Nation Road Racing (ANRR) pada 18 hingga 19 Agustus 2007, dan tuan rumah Indoprix Seri Perdana pada akhir Juni 2007. Tidak sekedar menjadi tuan rumah, para peslalom dan pembalap binaan SkyLand Motorsport juga memetik prestasi mencorong. James Sanger berjaya di slalom Asia 2006 dan dua kali juara slalom nasional berturut-turut. Adapun Novin Arysandi merupakan wakil Sumatera Selatan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kaltim, untuk cabang motor. Atas prestasi itu Novin mendapat penghargaan berupa hadiah sepeda motor dari Bupati MUBA H Alex Noerdin.

Kesuksesan di sepakbola dan otomotif ‘menular’ ke cabor lain seperti basket. Klub MUBA Hangtuah yang baru resmi berdiri pada 7 Juni 2007 dan didirikan sebagai jembatan menuju prestasi bagi para pebasket berbakat di Sumsel, tampil apik di pentas Kompetisi Basket Utama (Kobatama). Setelah menyapu bersih tiga laga seri perdana di Medan November 2007, klub binaan H Dodi Reza Alex itu juga memenangi dua laga yang dilakoni pada seri kedua di Jakarta, sebulan berselang. Yakni menumbangkan Utama Yogya dan Go Skate Surabaya.

Performa MUBA Hangtuah walau sempat menurun pada seri ketiga di Palembang, awal Januari 2008. Adhitya cs kalah dari Rajawali Jakarta dan Stadium Jakarta, namun sukses menekuk Bogor Raya. Kemenangan di laga terakhir memotivasi skuad Ocky Tamtelahitu pada seri terakhir di Yogyakarta, pertengahan Januari. Di sana, MUBA Hangtuah menjinakkan Halim Kediri dan Pacipic Caesar dan meraih tiket final four.

Pada laga perdana final four menghadapi Halim, 13 Februari lalu, MUBA Hangtuah menang 64-61. Sempat kalah 63-72 pada laga kedua kontra PIMNAD Aceh, MUBA Hangtuah bangkit pada laga terakhir. Juara bertahan Stadium Jakarta ditekuk 63-59 guna meraih tiket grand final. Kesuksesan menuju laga puncak tak lepas dari peran dua pebasket asal Sumsel. Leonardo Nicky dan Tommy Maha Putra. Di final MUBA Hangtuah mengandaskan PIMNAD Aceh dan juara Liga Kobatama 2007.

Di cabang olahraga air, akhir November 2007 silam, Pengda PRSI MUBA mengirim tim polo air Akademik Akuatik Sekayu (AAS), untuk berujicoba ke Thailand dan Malaysia. Hasilnya, tuan rumah Thailand, yang bermaterikan pemain-pemain timnas, bisa diimbangi. Sedangkan Malaysia yang juga mengusung tim terbaik, mampu ditumbangkan. Bravo untuk olahraga MUBA.

paradyto
February 27th, 2008, 12:59 AM
PTBA Sanggup Produksi 20 Juta Ton/Tahun

PALEMBANG - Upaya merealisasikan pembangunan kawasan Pelabuhan Internasional Tanjung Api-Api (TAA) terus dikejar. Selain melakukan sejumlah memorandum of understanding (MoU) dengan beberapa perusahaan asing, nota kesepahaman juga dilakukan dengan perusahaan nasional pendukung pembangunan kawasan pelabuhan.

Setidaknya, kemarin (26/2, Gubernur Sumsel Ir H Syahrial Oesman MM melakukan MoU dengan Dirut PTBA Sukrisno dan Direktur Personalia dan Umum PT KAI Joko Margono di Jakarta. "Nota kesepahaman yang ditandatangani adalah untuk mendukung proyek pembangunan infrastruktur terpadu dalam rangka pembangunan Pelabuhan TAA," ujar Gubernur, kemarin (26/2).

Keseriusan Pemprov Sumsel merealisasikan pembangunan Pelabutan TAA ini menindaklanjuti penandatanganan MoU sebelumnya antara Pemprov dengan RAK Invesment Authority dari Timur Tengah. Proses penandatanganan nota kesepakatan tersebut juga disaksikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel Prof dr H Mahyuddin NS SpOG (K) dan Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab.

Alwi dalam sambutannya mengatakan, apa yang sudah dilakukan Sumsel dalam menjaring investor perlu ditiru oleh daerah lain. "Pemprov Sumsel sangat cepat dalam menanggapi keinginan investor untuk berinvestasi. Dengan sikap kooperatif ini, jelas menjadi nilai plus bagi investor yang berminat untuk datang."

Gubernur Syahrial menegaskan, Pelabuhan Internasional TAA merupakan proyek strategis Sumsel. Dengan direalisasikannya pembangunan pelabuhan tersebut, jelas akan memobilisasi produksi dan konsumsi Sumsel ke berbagai tempat.

"Target kita bermuara kepada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Adanya MoU dengan PTBA dan PT KAI akan lebih memperjelas kesiapan dan percepatan pembangunan di TAA," tegas Gubernur.

Direktur Utama (Dirut) PT BA Sukrisno mengatakan, salah satu isi kesepakatan tersebut adalah PTBA akan memenuhi kapasitas produksi setiap tahunnya sebesar 20 juta ton. "Tentunya, dengan adanya peningkatan produksi untuk membawa batu bara ke Pelabuhan TAA, PT KAI juga akan meningkatkan kapasitas angkutnya," pungkasnya.(19)

paradyto
February 28th, 2008, 02:14 PM
SOUTH SUMATRA

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=23&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=8&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=9&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=10&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=12&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=13&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=14&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=15&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=17&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=16&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=18&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=19&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=11&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=20&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=21&sta=atur

http://www.dipardass.go.id/dss/album/tampil.php?dss=2&pid=22&sta=atur

paradyto
February 29th, 2008, 01:07 PM
Sumur Minyak Tua Jadi Rebutan
Jum'at, 29/02/2008

SEKAYU (SINDO) – Warga Desa Mekar Sari, Kab Muba,bersitegang dengan pihak PT Elnusa, kemarin.Kedua pihak memperebutkan hak pengelolaan sumur minyak tua di desa tersebut.

Kapolres Muba AKBP Sabaruddin Ginting melalui Kasatreskrim Polres Muba AKP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, di lokasi Desa Mekar Sari terdapat satu unit sumur minyak yang masih memiliki potensi untuk dieksploitasi.Menurut keterangan yang dihimpun pihaknya di lapangan, dalam satu bulan terakhir ini, sumur minyak itu dikelola warga secara bersama-sama.

Baru pada Rabu (27/2) lalu, aktivitas warga tersebut dipergoki pihak PT Elnusa yang ternyata memiliki izin resmi eksplorasi minyak di sumur tersebut. “Mengetahui aktivitas eksplorasi minyak oleh warga itu, perusahaan meminta warga menghentikan kegiatan.Namun,warga menolak karena merasa sumur itu sudah ditinggalkan oleh perusahaan karena sudah lama tidak beraktivitas lagi di situ,”ujar wahyu kemarin. Penolakan warga tersebut membuat suasana sempat menegang.

Akhirnya,disepakati untuk dilakukan pertemuan oleh pihak perusahaan dan perwakilan warga.Dalam pertemuan kemarin, PT Elnusa menjelaskan bahwa sumur minyak yang dikelola masyarakat itu merupakan satu di antara 95 unit sumur minyak yang akan ditambang minyaknya oleh perusahaan. “Setelah dijelaskan, akhirnya warga bisa menerima dan menghentikan aktivitas penambangan minyak kemarin,” terangnya.

Wahyu mengungkapkan, pihak kepolisian dalam hal ini bersikap netral dan menjadi penengah. Sebab, sesuai instruksi dari pimpinannya dan juga Bupati Muba Alex Noerdin, setiap aset milik investor wajib dilindungi. Namun, hal itu tidak pula serta merta menjadikan perusahaan merasa di atas angin dan berlaku seenaknya dalam operasionalnya, tanpa menghiraukan masyarakat di sekitarnya.

“Kalau bisa ya seimbanglah, perusahaan terus beroperasi dan masyarakat juga ikut merasakan kehadiran perusahaan dengan terbangunnya daerah di sekitarnya,”tukasnya. Sementara itu, Camat Keluang Umar Syarif mengatakan, peristiwa serupa sering terjadi karena kurang adanya sosialisasi dari perusahaan penambang minyak kepada warga bahwa sumur minyak yang ditinggalkan itu masih digunakan perusahaan. (iwan setiawan)

paradyto
February 29th, 2008, 02:36 PM
Masyarakat Migas Sumsel Segera Dideklarasikan :okay:

Pembentukan Masyarakat Minyak dan Gas Sumatera Selatan akan segera dideklarasikan dalam waktu dekat. Demikian terungkap dalam rapat pemantapan yang dipimpin Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nono Suratno di Palembang, Kamis (28/2). Kepengurusan Masyarakat Migas Sumsel akan dipimpin Ahmad Rizal yang juga Ketua Kadin Sumsel. Organisasi terbuka ini diharapkan mampu mengawal kegiatan industri migas di Sumsel untuk menyejahterakan masyarakat. (BOY)

paradyto
March 1st, 2008, 11:33 AM
Sumsel Diminta Investasi
Rezeki Migas Harus untuk Kepentingan Jangka Panjang

Sabtu, 1 Maret 2008 | 02:53 WIB

Palembang, Kompas - Pemerintah daerah di Sumatera Selatan diharapkan membuat kebijakan yang menguntungkan terkait dengan kenaikan harga minyak dunia yang sudah melampaui 100 dollar AS per barrel. Kepala daerah dan wakil rakyat diharapkan melakukan investasi yang memberi manfaat jangka panjang.

Demikian mengemuka dalam diskusi ekonomi yang bertajuk ”Dampak Harga Minyak Terhadap Lumbung Energi”, yang diselenggarakan Kompas bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya di Kampus Unsri, Palembang, Jumat (29/2). Hadir sebagai pembicara, Dekan Fakultas Ekonomi Unsri, Syamsurijal, pengamat ekonomi energi dari Fakultas Ekonomi Unsri Drs Zulkarnain Ishak, dan Ketua Kadin Sumsel Ahmad Rizal.

Sumsel adalah salah satu daerah yang memiliki cadangan energi terbesar di Indonesia. Sesuai dengan data dari Dinas Pertambangan Sumsel tahun 2005, produksi Sumsel untuk minyak bumi mencapai 29,52 juta barrel, gas bumi sebesar 286.462 juta british thermal unit (MMBTU), batu bara sebanyak 9,22 juta ton, dan briket batu bara 20.915 ton.

Ahmad Rizal mengatakan, pemerintah daerah sebenarnya diuntungkan dengan kenaikan harga minyak dunia, karena jumlah bagi hasil migas dari pemerintah akan meningkat. Namun yang perlu menjadi perhatian, apakah momentum tersebut dapat dimanfaatkan atau tidak.

”Kita harus mengingatkan pemerintah daerah dan wakil rakyat yang terhormat agar membuat kebijakan yang bisa memanfaatkan rezeki kenaikan harga minyak,” ujar Rizal.

Dia mengingatkan, agar pemerintah daerah jangan mengulang kesalahan yang dilakukan Orde Baru ketika terjadi booming oil pada tahun 1973-1974 dan tahun 1979-1981. Pemerintah daerah jangan menggunakan dana bagi hasil migas untuk membiayai proyek fisik demi popularitas.

Menurut Ahmad Rizal, hasil migas Sumsel seharusnya tidak semuanya dibawa ke Jawa agar dapat dinikmati masyarakat Sumsel. Perlu dibangun pula kawasan industri di Sumsel sebagai pengguna hasil migas.

”Kutukan” SDA


Syamsurijal mengingatkan, adanya teori ”kutukan sumber daya alam (SDA)”, yakni suatu kenyataan yang banyak berlaku di daerah kaya SDA tetapi penduduknya tetap miskin. Dia berharap Sumsel bisa memanfaatkan SDA dengan meminta perhatian pemerintah pusat, untuk meningkatkan infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Sumsel.

Syamsurijal berharap, Sumsel jangan hanya mengandalkan kekayaan alam. Sebab kekayaan alam terus disedot dan hanya menghasilkan kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan itu ditanggung masyarakat.

Pemerintah daerah harus menyadari bahwa yang paling penting adalah membangun SDM yang berkualitas sehingga Sumsel bisa memanfaatkan sendiri kekayaan alamnya. Perekonomian Sumsel ke depan adalah perekonomian berbasis ilmu pengetahuan, bukan perekonomian yang berbasis kekayaan alam.

Sementara Zulkarnain mengemukakan contoh negara Jepang dan Singapura yang tidak memiliki banyak sumber energi tetapi perekonomiannya bisa tumbuh. Ini dapat dilakukan karena kedua negara itu mampu menciptakan pendapatan dan mengelola dana dengan baik. (WAD/BOY)

Romanista
March 5th, 2008, 12:28 PM
PALEMBANG (SINDO) – Thailand berencana memperluas investasi pengolahan karet di Sumsel. Saat ini, Thailand menggandeng investor dalam negeri dengan menanam investasi di PT Sri Trang Lingga di Kecamatan Kertapati. Dubes Besar Thailand untuk Indonesia Ahrasid Amatayakul saat berkunjung ke Palembang mengatakan, terus menjajaki kerja sama dengan Indonesia. Misalnya, berinvestasi di Sumsel dengan mendalami potensi yang dimiliki industri pengolahan karet dan pabrik sawit.“Tidak menutup kemungkinan melakukan kerja sama di bidang lain, misalnya pariwisata dan perdagangan,” katanya kemarin.

Dia menuturkan, kerja sama dengan Sumsel akan terus ditingkatkan. Potensi lahan karet yang dimiliki Sumsel sangat luas bila dibandingkan denganThailand. Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Sumsel Syamuil Chatib menerangkan,Sumsel memiliki 23 pabrik karet yang tersebar di Kota Palembang, maupun di sejumlah daerah, sehingga menjadikan Sumsel penghasil karet terbesar di Indonesia. “Kita masih butuhkan perluasan pabrik pengolahan karet,”katanya. Namun, dia menjelaskan, kualitas karet masih menjadi problema di Sumsel. Permasalahannya karet yang dihasilkan petani ada yang tercemar vulkanisir rubber.Karena itu, dia menyarankan agar kualitas karet terus ditingkatkan dengan gerakan karet bersih. Selain itu, menurut dia, produksi karet khususnya yang berasal dari pembibitan unggul karet yang ada di Sumsel terus dikembangkan sehingga menghasilkan1.000Kg per hektare, berbeda dengan bibit yang diperoleh dari provinsi lain yang hanya 800 Kg per hektare.Pembibitan karet ,jelas dia,diperoleh dari Balai Pengujian dan Penanganan Mutu Benih (BP2MB) sehingga bibit yang ditanam dapat dijamin kualitasnya.

“Kita juga ada program pengembangan swadaya murni untuk pengembangan penangkaran benih. Bibit yang ada bisa dibeli secara terjangkau oleh petani karena berada di wilayah petani. Petani sendiri bisa melakukan pembibitan. Kita akan kawal petani tersebut baik dari kemampuan maupun teknologi,”katanya. Sementara itu,Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan,Thailand telah menunjukkan ketertarikan dalam pengembangan pabrik karet. Namun, kedatangan Dubes Thailand juga mengajak calon investor untuk melihat potensi yang ada. “Kita senang mereka membawa investor lain,kita harapkan juga dapat berinvestasi di bidang lain,”katanya.

Romanista
March 7th, 2008, 12:38 AM
PALEMBANG,SRIPO -— Dekan Fakultas Pertanian Prof H Imron Zahri menyatakan dana pembangunan pabrik kompos mencapai Rp 3 M sudah siap. Menurutnya pabrik kompos ini juga nantinya dapat digunakan ajang pembelajaran dan peningkatan produktifitas praktek bagi mahasiswa.
Terkait dengan pemanfaatan baik sumber daya alam dan manusia yang melimpah dilingkungan Universitas Sriwijaya maka akan dibangun Pabrik kompos yang dapat menghasilkan Kompos minimal 10 ton perhari. “Menurut rencana pabrik kompos akan dibangun di wilayah Unsri Indralaya dan tenaga yang dipakai adalah mahasiswa sendiri. Tidak menutup kemungkinan orang luar juga dilibatkan,” jelas Imron didampingi Rektor Unsri, Prof Badiah Perizade yang ditemui di acara Tanam Seribu Pohon, Rabu(5/3). Pabrik kompos akan menghasilkan kompos sebesar 10 ton perhari, diperkirakan modal awal kembali dalam jangka tiga bulan. Prospek kedepan bisnis ini sangat bagus karena 80 persen penduduk Indonesia adalah petani, pihak Unsri sangat berkeyakinan meningkatnya laba akan memberi kesejahteraan.

paradyto
March 7th, 2008, 04:00 PM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/400x400/8/Burlian%2015%20Jan%202008-17.jpg?et=6hO359OBiaorbPuYerfDMA&nmid=80441178

paradyto
March 8th, 2008, 01:17 AM
Banyuasin Kerja Sama dengan Vietnam
Sabtu, 08/03/2008

PANGKALANBALAI(SINDO)– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin segera menjalin kerja sama dengan Pemerintah Vietnam, yakni dengan Vietendo bagi Corporate Farmingdi wilayah Banyuasin.

Nantinya,pabrik penggilingan seluas 5.000 hektare ini akan mampu menampung serta membeli beras dan gabah petani dalam produksi kecil. Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed mengatakan,kerja sama tersebut dilakukan dengan pihak Vietendo Vietnam dalam bentuk agreement I.

“Vietendo akan kelola rice miling dan menawarkan kerja sama yang besar sekali,dan mereka telah setuju. Kita telah melakukan agreement I untuk kelola produksi pertanian minimal 5.000 hektare,” ungkap Amiruddin.

Menurut Amiruddin,Vietendo telah memiliki banyak pengalaman dalam mengelola produksi pertanian,dalam hal ini padi.Nantinya,Rice Miling atau Corporate Farming akan mencakup prosessing, sarana produksi, bank, penyuluhan, perbenihan, dan koperasi di dalamnya.

“Semua sarana produksi akan ada di sana,dengan jumlah areal yang besar.Semua petani akan ditampung. Sebab, pabrik ini bukan hanya membeli gabah, melainkan juga menggiling gabah menjadi gabah nomor satu,”katanya.

Dia mengatakan, rencana pembuatan Corporate Farming ini akan berlokasi di Muara Telang atau di Makarti Jaya.“Nanti akan kita dekatkan dengan kios, bank, PPL, kelompok tani,pasar.Jadi,kalau panen, petani tidak usah susah-susah lagi menjual hasil panennya ke luar, karena kan akan ada Rice Miling. Rencananya akan dekat Muara Telang atau di Makarti Jaya,”ucapnya.

Mengenairealisasinya,Amiruddin mengatakan,pihaknya berharap rencana tersebut dapat dilakukan secepatnya, paling tidak tahun 2008 ini. Namun, hal tersebut terlebih dahulu harus dikoordinasikan dengan Dirjen Transmigrasi.

“Mengenai harga, ada HPP minimal Rp4.000 per kg, tapi dengan standar kualitas yang sesuai,bukan artinya gabah kering panen. Sebab, gabah kering panen ini kadar airnya 25%, terlalu basah. Makanya, harus diturunkan dulu kadar airnya hingga di bawah 13%,”ucapnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kab Banyuasin Kosaruddin menambahkan, jika petani menjual gabah kering panen, maka harganya akan lebih murah dibanding menjual gabah kering giling. Sebab, pedagang atau perusahaan yang membeli gabah petani harus mengeluarkan dana untuk mengeringkan gabah tersebut.

“Sebab, mereka perlu gabah atau beras dengan kualitas yang baik. Kalau berasnya banyak yang pecah, broken, atau patah-patah, tentu akan dibeli dengan harga yang murah.Untuk itu,pemerintah meminta kepada petani agar menghasilkan gabah atau beras dengan kualitas yang baik,”katanya. (yopie cipta raharja)

paradyto
March 8th, 2008, 01:22 AM
http://sumeks.co.id/images/stories/08_03_2008/Rifat-Sungkar.jpg

Pereli Nasional Siap Action
Riezka/Donny Ngebet Juara

PALEMBANG – Pagelaran Gudang Garam Internasional Rally Indonesia (GGIRI) Seri I Sumsel resmi digelar. Seremonial start, tanda dimulainya ajang adu balap paling bergengsi di Indonesia itu sudah digeber tadi malam. Bertempat di Benteng Kuto Besak (BKB), para peserta siap action untuk menjadi yang terbaik. Secara prestise, GGIRI Sumsel tahun ini tentu lebih bergengsi dibanding tahun sebelumnya. Bukan hanya para pereli internasional yang turut serta, tapi juga masuk dalam agenda hajatan Sumsel, Visit Musi 2008. Pada acara seremonial start tadi malam, langsung dilepas Gubernur Sumsel Ir H Syahrial Oesman MM. Orang nomor satu di Sumsel itu sangat antusias dan memfasilitasi sepenuhnya event tahunan PP IMI ini. “Saya mengucapkan terima kasih kepada PP IMI yang mempercayakan Sumsel menjadi tuan rumah.
Ini merupakan salah satu agenda yang masuk dalam program Visit Musi 2008 bersama event internasional, nasional dan regional lain. Mudah-mudahan sukses dan semakin mempromosikan pariwisata Sumsel,” ungkap Syahrial, tadi malam.

Berbagai aksi dari pembalap membuat decak kagum penonton yang hadir. Seperti gaya Subhan Aksa yang turun menyalami gubernur, panitia dan pejabat yang hadir dan foto bareng Rifat Sungkar/Bill Hayes dengan Syahrial Oesman di depan mobil andalannya, Subaru Imprezza WRX.
“Kami siap mempertahankan gelar juara yang diraih tahun lalu. Secara persiapan, mulai dari masalah mobil dan teknis di lapangan tidak ada masalah. Walaupun saya dan Bill Hayes belum lama bergabung. Kita lihat saja nanti hasilnya,” ungkap Rifat Sungkar.

Selain nama Rifat Sungkar, Rizal Sungkar, Subhan Aksa, Sadikin Aksa, Ricardo Gelel hingga David Mazlen, ternyata juga terdapat nama Bambang Nurdiansyah. Pelatih Arema Malang yang juga mantan Timnas U-23 itu ikut serta dengan menggunakan nomor lambung 14.
“Ini hanya sekadar hobi. Dan saya memang sangat menggandrungi olahraga reli. Jadi, selain sepak bola yang menjadi hidup saya, reli juga demikian,” tukas Bambang.

Start seremonial diawali pereli lokal Alwansyah/Febro Pancasona yang menggunakan Jeep CJ 7. Duo Sumsel ini menjadi satu-satunya pereli yang turun di kelas Jeep. Berlanjut ke kelas N15, GR 2 dan terakhir Nasional.
Di kelas terbaik ini, diikuti 11 peserta yaitu Rifat Sungkar/Bill Hayes, Subhan Aksa/Hade Mboi, Akbar Hadianto/Arianto Sjarief, Ijeck/Uche, Rizal Sungkar/Anthony Sarwono, Ricardo Gelael/Tony Sircombe, Eddy WS/Syariful Adil, David Mazlen/Sean Gelael, Sadikin Aksa/Mago Sarwono, Bambang Nurdiansyah/Agus Riduan, Benny Lautan/Edwin Nasution, dan Rendy Siregar/Dian.

Bagaimana dengan pereli tuan rumah? Pereli Sumsel yang diwakili 2 pereli di kelas GR2, Riezka Donalsha/Donny Wardono dan Anton Satria/Arief Darwin CU sangat ngebet menjadi yang terbaik. “Target kami tentu juara. Walaupun saat ini kami menggunakan dana pribadi karena terlambat ngajukan dana, tapi kami tetap akan memberikan yang terbaik untuk Sumsel. Mudah-mudahan target terealisasi dan dominasi pereli asal Medan di seri sebelumnya dapat kami patahkan,” ujar Riezka Donalsha.

Para pereli akan langsung berlaga pada lintasan sesungguhnya besok. Start dari depan kantor Bupati Banyuasin pada spesial stage (SS) 1 mulai pukul 09.00 WIB, para pembalap akan melintasi total 8 SS di 4 lokasi di Kabupaten Banyuasin. (mg14)

paradyto
March 17th, 2008, 01:28 PM
INVESTOR CHINA INGIN BERINVESTASI PERKEBUNAN KARET DI SUMSEL
Senin, 17 Maret 2008

Palembang, Bakominfo, 17/3 - Investor dari China agaknya tertarik untuk menanamkan investasinya di sektor perkebunan karet di wilayah Sumsel, karena provinsi tersebut memiliki potensi lahan yang luas dan cocok untuk komoditi tersebut.

\"Kita melakukan penjajakan kemungkinan berinvestasi di sektor perkebunan karet termasuk membangun pabrik tehnologi terbaru pendukung untuk mengolah hasil produksi,\" kata Cai Zeqi, tim investor dari China usai diterima Gubernur Sumsel diwakili Asisten Ekbang, Ir. Budi Raharjo di Palembang, Senin.

Menurut dia, kunjungan perdananya ke Indonesia satu-satunya daerah yang dituju adalah Sumsel, karena provinsi tersebut sangat cocok untuk kerjasama bidang usaha komoditi terutama karet dan kelapa sawit.

Di samping itu, keinginan berinvestasi ke provinsi tersebut, karena Pemprov Sumsel menjamin kenyamanan dan keamanan dalam berinvestasi dengan cara menggandeng perusahaan swasta nasional atau melalui perusahaan badan usaha milik daerah setempat.

Mengenai investasi disiapkan termasuk rencana luas areal yang dibutuhkan, menurut pengelola perusahaan Zhanjiang Agribusiness Group Corporation, dan Zhanjiang State Farms Bureau, Guangdong Province, P.R. China ini, belum bisa memastikan baik investasi disediakan maupun luas areal yang dibutuhkan, karena masih dalam penjajakan.

Sementara Asisten Ekbang Pemprov Sumsel, Budi Raharjo yang didampingi Kadisbun setempat, Samuel Khotib mengatakan, di provinsi tersebut memiliki protensi pengembangan aneka komoditi perkebunan utamanya karet.

Luas areal perkebunan karet di Sumsel hingga saat ini tercatat hampir satu juta hektare, dan dari total luas tersebut terdapat sekitar 250 ribu ha sedang diremajakan rata-rata usia 1 hingga tiga tahun.

Perkebunan karet di Sumsel sejak lama hingga saat ini merupakan komoditi primadona, bahkan hampir 60 persen dari total 7 juta jiwa penduduknya hanya mengandalkan dari hasil perkebunan karet, katanya.

Ia menambahkan, dari total hampir satu juta ha luas areal perkebunan karet tersebut, sekitar 900 ribu ha diantaranya adalah perkebunan rakyat, dan selebihnya perkebunan besar swasta nasional dan swasta asing.

Ia berharap, setelah pertemuan ini akan ada tindak lanjut kerjasama dan melakukan kegitan usaha perkebunan termasuk membangun industri untuk kesejahteraan rakyat(Sup).


Sumber : Badan Komunikasi dan Informatika

paradyto
March 19th, 2008, 03:04 PM
http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/3:palembangkito/photos/8/600x600/12/alam.jpg?et=FgrmD1BRm0zaPpSnQVaM0Q&nmid=85568463

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/3:palembangkito/photos/8/600x600/1/mount%20dempo.jpg?et=yhCRkuzk%2CoSBZwcdmaYcRQ&nmid=85568463

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/2:palembangkito/photos/8/600x600/2/vila%20wisataaaa.jpg?et=Io%2BdxQph0nrTXf4W2uQu8w&nmid=85568463

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/2:palembangkito/photos/8/600x600/3/likulematang.jpg?et=s723XPu3jNGpsrmeq5ybxg&nmid=85568463

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/2:palembangkito/photos/8/600x600/5/hotel%20wisata%20g.dempo.jpg?et=%2Bp9syLFC7QU4YHGmXTwFVg&nmid=85568463

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/2:palembangkito/photos/8/600x600/8/curug%20embun.jpg?et=fgVXu%2Coo224U2KdFRNBDUA&nmid=85568463

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/2:palembangkito/photos/8/600x600/10/arung.jpg?et=sezbvswA7X1sHGgranV6gA&nmid=85568463

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/2:palembangkito/photos/8/600x600/14/air%20terjun.jpg?et=8dcKKnY7DGrI%2C2K7pn2Kiw&nmid=85568463

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/2:palembangkito/photos/8/600x600/13/air%20terjun%20lematang.jpg?et=%2CqOR35Nrwt%2CbJsZXxHGmjQ&nmid=85568463

credit to Sriwijaya Kito:)

paradyto
March 21st, 2008, 06:51 PM
Setelah menjadi Pelopor Pendidikan Gratis di Musi Banyuasin.....

Alex Noerdin Pelopor Asuransi Gratis :okay:

PALEMBANG--MI: Alex Noerdin menerima tanda penghargaan Pelopor Asuransi gratis berbasis syariah, dari Asuransi Bumiputra Syariah.

Penghargaan kepada Alex yang juga Bupati Musi Banyuasin (Muba) itu diberikan karena dinilai peduli secara pribadi memberikan jaminan asuransi bagi pengemudi angkutan umum, dan tukang ojek di daerah tersebut, kata Kepala Cabang Asuransi Bumiputra Syariah, Hj Sumiati ketika menyerahkan penghargaan tersebut di Palembang, Jumat (21/3).

Dikatakannya, penghargaan tersebut merupakan yang pertama diberikan di Tanah Air yang diharapkan juga dapat diikuti oleh pimpinan daerah lainnya dalam upaya memberikan perlindungan kepada para pengemudi angkutan umum dan para tukang ojek di daerah masing-masing.

Oleh karenanya, melalui rapat seluruh pimpinan Asuransi Bumiputra Syariah di Jakarta, sepakat memberikan penghargaan Pelopor Asuransi Gratis berbasis Syariah kepada Alex Noerdin, katanya.

Sementara itu Bupati Muba, Alex Noerdin secara terpisah mengatakan, pada tahap awal telah dialokasikan asuransi kepada 3.400 peserta, dan Kota Palembang merupakan kota pertama di Sumsel mendapatkan alokasi asuransi tersebut yang akan dilanjutkan ke daerah lain termasuk para pengemudi becak.

Dikatakannya, terobosan diberikan dengan memberikan asuransi bagi para sopir, tukang ojek ini merupakan bentuk kepedulian dirinya bersama keluarga besar atas tingginya angka kecelakaan dialami oleh pengendara kendaraan saat ini.

Dengan diberikan asuransi melalui uang pribadi tanpa menggunakan dana APBD ini, diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi pengemudi serta keluarga yang ditinggalkan ketika bertugas mencari nafkah, katanya.

Menurut Andi, salah seorang pengemudi ojek di kawasan Sako Kenten, pemberian asuransi ini sangat bermanfaat, karena ketika menjalankan tugas mencari nafkah dapat merasa tenang dan terlindungi.

Sementara itu Kabid Humas PT Jasa Raharja Cabang Sumsel, Bastiar Telambanua sebelumnya mengatakan, jumlah korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di daerahnya memang mengalami peningkatan yang dapat dilihat berdasarkan data realisasi pembayaran dana santunan PT Jasa Raharaja selama tahun 2007 mencapai Rp20,1 miliar sedangkan pada tahun 2006 hanya sebesar Rp18 miliar.

Menurut Bastiar, berdasarkan data tersebut, selama tahun 2007 santunan terbesar diberikan kepada korban lakalantas yang meninggal dunia yakni mencapai Rp14,4 miliar dan korban luka-luka sebesar Rp4,3 miliar sedangkan selebihnya santunan untuk korban cacat tetap dan biaya penguburan bagi korban yang tidak ada ahli warisnya.

Namun selama kurun waktu tahun 2008 periode Januari-Februari, korban lakalantas agaknya mengalami penurunan, karena tingkat kesadaran warga mematuhi aturan berlalulintas di daerah ini semakin tinggi.

Santunan diberikan kepada korban lakalantas priode Januari 2008 mencapai total Rp2,545 miliar, sedangkan selama bulan Februari 2008 mengalami penurunan jumlah santunan hanya tercatat Rp1,792 miliar, katanya.

Dari total jumlah santunan diberikan selama Februari 2008 itu masing-masing Rp1,233 miliar untuk korban meninggal dunia, Rp535 juta lebih bagi korban luka-luka, serta Rp24 juta lebih diserahkan kepada korban cacat tetap, tambahnya. (Ant/OL-03)

paradyto
March 25th, 2008, 10:09 AM
GUBERNUR SUMSEL DAPAT PENGHARGAAN DARI PWI PUSAT
Selasa, 25 Maret 2008

Palembang, Bakominfo, 25/3 - Gubernur Sumsel, Ir.H. Syahrial Oesman mendapat tanda penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) AWARD 2008, karena dinilai telah berjasa besar kepada pres nasional, terutama PWI yang telah berhasil membangun hubungan kemitraan dengan pres, menghormati tugas pres yang profesional serta selalu membuka akses informasi bagi kesejahteraan rakyat.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Ketua Umum PWI Pusat, Drs.H. Tarman Azzam pada puncak peringatan HPN dan HUT PWI tingkat provinsi Sumsel di Palembang, Selasa.

Penghargaan pada puncak peringatan hari di kalangan pres tersebut juga diberikan PWI Cabang Sumsel kepada Ir.H. Ishak Mekki.

Bupati Ogan Komering Ilir, karena dinilai juga telah berjasa banyak terhadap kemajuan serta selalu membuka akses informasi kepada para wartawan di daerahnya.

Puncak perayaan HPN dan HUT PWI yang dilaksanakan di Auditorium Pemprov Sumsel itu berlangsung secara sederhana dan diakhiri dengan makan siang bersama.


Sementara sebelumnya, juga dilangsungkan malam integrasi, silaturahmi antara jajaran pres dengan unsur pejabat di lingkungan pemprov Sumsel serta masyarakat yang diisi juga dengan malam hiburan (Sup).

paradyto
March 26th, 2008, 03:56 PM
Pembangunan Islamic Center Baturaja Tercepat di Indonesia

BATURAJA,SRIPO - Pekerjaan pembangunan Islamic Center Baturaja yang
dikerjakan satu tahun anggaran ternyata masuk kategori pembangunan ISlamic
tercepat di Indonesia.

Hal itu dikatakan Ketua Ketua Forum Komunikasi Islamic Center
se-Indonesia HA Syafei Mufid dalam kata sambutannya saat peresmian Islamic
Center dan Masjid Raya Baturaja senilai Rp 25 M Rabu (26/3). Menurut HA
Syafei, ditempat-tempat lain pekerjaan pembangunan ISlamic Center
membutuhkan waktu dua sampai lima tahun baru selesai. Speerti pembangunan
Islamic Denter Beksi membutuhkan waktu dua tahun. Pembangunan
Islamic Center Bandung butuh waktu dua tahun untuk merampungnya dan
pembangunan Isalmic Center Jakarta butuh waktu lima tahun baru rampung. (Leni Juwita)

paradyto
March 27th, 2008, 01:00 AM
Bandara Mura Butuh Dana
Kamis, 27/03/2008

MUSI RAWAS (SINDO) – Pembangunan Bandara Silampari yang terletak di Kab Musi Rawas (Mura) memakan dana anggaran Rp30 miliar yang berasal dari dana APBN dan APBD.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kab Mura Sudirman Masuli, tahun ini pihaknya kembalimendapatkan bantuan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp17,4 miliar. Dana APBN itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan konstruksi landasan.Selain dana APBN, ungkap dia, pihaknya juga mendapat kucuran dana APBD Mura. “Sejak 2007 lalu, kita telah memulai tahap pekerjaan dengan melakukan penimbunan di beberapa lokasi dalam bandara.

Dananya berasal dari APBD Mura sebesar Rp780 juta.Tahun ini kita juga menggunakan dana APBD 2008 yang digunakan untuk studi kawasan operasi penerbangan atau lebih dikenal dengan KKUP sebesar Rp787,5 juta. Lalu, studi STT sisi darat Rp787,5 juta dan Reviq Master PlantRp200 juta,”ungkapnya. Sejauh ini,kata dia,pihaknya masih berkonsentrasi terhadap perpanjangan lintasan bandara dari sebelumnya 1.150 meter menjadi 1.350 meter.

“Bisa dikatakan baru sekitar 20% pembangunan Bandara Silampari ini. Kita juga telah melakukan pemesanan peralatan navigasi dan peralatan pendukung lainnya ke Inggris,”katanya. Bandara Silampari yang dibangun di atas tanah seluas 6 hektare ini, ujar Sudirman, diharapkan sudah beroperasi Oktober tahun ini, dengan membuka rute penerbangan perdana tujuan Jakarta–Lubuklinggau yang menggunakan pesawat jenis foker.

“Sekarang ini kita berkonsentrasi dulu bagaimana landasan bisa dapat digunakan untuk pendaratan pesawat jenis foker dan peralatan pendukung landasan juga siap. Untuk pembangunan fisik bandara, meliputi gedung serta penataan kawasan bandara, akan dilakukan pada 2009 nanti dan akan menelan biaya sebesar Rp35 miliar,”ujarnya. Anggota DPRD Kab Mura Alamsyah Manan mengatakan, pihaknya akanmengawasi dengan serius pembangunan lapangan terbang tersebut.

“Karena dananya sangat besar, mari kita bersama-sama melakukan pengawasan biar tidak terjadi penyimpangan oleh oknum terkait,”ujarnya. Alamsyah juga mengakui, dengan dibangunnya bandara itu,tentunya sangat membantu masyarakat Kab Mura dan Kota Lubuklinggau dalam sarana transportasi.“Karena manfaatnyasangat besar marilahkitadukung program ini,”katanya. (ade satia pratama)

paradyto
March 28th, 2008, 04:02 PM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/9/car2.jpg?et=xoKu%2Ct5KeSEdGtfpPm9QXg&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/10/car3.jpg?et=LKwr2Pohk1g2zDHrNUmnnw&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/11/car.jpg?et=GzM3%2BfVZCXf8A702C9QDLw&nmid=80441178

=NaNdA=
March 30th, 2008, 05:00 AM
Ford Everest's mirror! he...

eh Pangakalan balai dmana ya?
gw agak buta peta di Sumsel..

paradyto
March 30th, 2008, 07:29 AM
Pangkalan Balai itu ibu kotannya Kabupaten Banyuasin, kalau dari Palembang mau ke Kabupaten Musi Banyuasin, atau dari Palembang ke Jambi, pasti lewat nih kota:)

Chris_Lyantto
March 30th, 2008, 12:52 PM
Dit bandara di SumSel ada brapa? dmana aja thx

magali
April 6th, 2008, 05:11 AM
Minggu, 06/04/2008

PALEMBANG(SINDO) – Menteri Negara Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Freddy Numberi menyatakan, pemerintah pusat berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir.

“Bangsa ini belum berorientasi memanfaatkan kekayaan sumber daya alam (SDA) laut dan sungai.Padahal kekayaan di laut dan sungai sangat melimpah. Untuk itu, Masyarakat Agrobisnis Indonesia (MAI) Sumsel dapat mengembangkan kekayaan itu, dengan memperhatikan aspek lingkungan sekitar,”ujarnya,saat menghadiri Semarak Agropolitan 2008 di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang,kemarin.

Freddy menjelaskan, peran aktif pemerintah daerah diperlukan untuk memajukan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Dia menegaskan,pemerintah pusat sangat memerhatikan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar pesisir laut dan sungai.“Saya minta para gubernur dan bupati/wali kota se-Sumsel bekerja keras mewujudkan petani yang maju, mandiri dan sejahtera di kawasan pesisir,”tegasnya.

Selanjutnya,kata dia,MAI diharapkan terus membangun kemitraan antara petani perikanan, masyarakat dan pemerintah. Dia berharap, anggota MAI menjadi pelaku ekonomi dan menjadi contoh bagi pelaku ekonomi lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir khususnya di Pulokerto, Palembang.

Menteri menegaskan,permasalahan pengembangan masyarakat pesisir biasanya terjadi ketika pucuk kepemimpinan daerah berganti sehingga program yang telah dibuat berubah. Seharusnya, kata dia,pemerintah yang baru konsisten meneruskan program yang telah berjalan,terutama pengembangan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Freddy menambahkan, khusus wilayah Sumsel,pemerintah pusat telah mengucurkan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBD) tahun 2008 sebesar Rp100 miliar per tahun. Di mana dana itu terus meningkat setiap tahunnya.“ Pemerintah pusat kucurkan dana sesuai permintaan masyarakat,dan seluruh pengelolaan diserahkan langsung oleh pemerintah daerah setempat,” ungkap Freddy.

Wakil Wali Kota Palembang Tolha Hasan mengatakan, Pemkot Palembang terus mengembangkan kawasan Agropolitan Pulokerto menjadi kawasan maju dengan melakukan pembangunan sarana infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. “Tujuan utama pengembangan kawasan Agropolitan Pulokerto menjadi kawasan agrowisata, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dan Pemkot terus dukung pengembangan kawasan itu dengan mendapatkan bantuan dana APBN, APBD Provinsi dan APBD Kota setiap tahunnya,” ujarnya. Ketua MAI Sumsel Sarjan Taher menjelaskan, MAI memfasilitasi masyarakat pesisir dapat menikmati kehidupan seperti masyarakat di perkotaan.“Caranya MAI menghidupkan kios-kios kecil yang ada di sekitar masyarakat pesisir,”ujarnya. (hengky chandra agoes)

Fikr
April 14th, 2008, 05:10 AM
Mega Proyek Kota Prabumulih

4 Stars Hotel

http://img295.imageshack.us/img295/4641/17394136ro2.png (http://imageshack.us)


Gedung Pemkot Prabumulih9 lt


http://img134.imageshack.us/img134/6695/75264472se3.png (http://imageshack.us)


Gedung DPRD TK II

http://img295.imageshack.us/img295/6730/22155666re6.png (http://imageshack.us)


Rumah Sakit

http://img134.imageshack.us/img134/6564/55439418sw3.png (http://imageshack.us)


Mall

http://img134.imageshack.us/img134/8419/65622659jj4.png (http://imageshack.us)

Fikr
April 14th, 2008, 11:26 AM
Gedung Pemkab Muba

http://img391.imageshack.us/img391/2953/93839337be1.png (http://imageshack.us)


Auditorium Pemkab Muba

http://img395.imageshack.us/img395/6993/74128337jb5.png (http://imageshack.us)

Fikr
April 14th, 2008, 11:34 AM
SMAN 2 Sekayu


http://img237.imageshack.us/img237/5913/malay132582007092011290wj3.jpg (http://imageshack.us)

Kepala Sekolah dan Wakilnya Pake Grand Vitara :)

http://img394.imageshack.us/img394/2702/englishsessionws8.jpg (http://imageshack.us)

http://img237.imageshack.us/img237/4823/malay132582007092011285fp4.jpg (http://imageshack.us)

http://img394.imageshack.us/img394/3926/mathsessionnq2.jpg (http://imageshack.us)

paradyto
April 15th, 2008, 01:40 AM
Nice Pics Fikr... Thanx:)

paradyto
April 16th, 2008, 01:54 AM
TNS Jadi Pilot Project Dunia
Rabu, 16/04/2008

PANGKALAN BALAI (SINDO) – Taman Nasional Sembilang (TNS) di Kecamatan Banyuasin II,Kabupaten Banyuasin,bakal menjadi “Pilot Project Dunia”.

Kepala Balai Penelitian TNS Sumantri mengatakan, TNS memiliki keragaman ekosistem yang berbeda dengan taman nasional lainnya.Bahkan, dengan keragaman ekosistem tersebut,TNS berpeluang untuk dijadikan areal ekoturisme.“ Kalau di Indonesia, ada sebanyak 21 model taman nasional.

Nah,TNS ini akan kita arahkan menjadi pilot project atau model seperti taman nasional lainnya, bahkan akan kita arahkan menjadi pilot project dunia,”katanya saat menggelar jumpa pers mengenai rencana pengambangan pilot project bagi Taman Nasional di Banyuasin,kemarin.

Selain memiliki kelengkapan ekosistem, keberadaan TNS tersebut sangat strategis, karena berdekatan dengan Pelabuhan Internasional Tanjung Api-api (TAA). Artinya, ke depan,TNS akan menjadi tempat wisata lingkungan yang sangat mudah untuk dijangkau dari daerah manapun, baik dari dalam Sumsel maupun provinsi-provinsi tetangga lainnya.

“Di sana nanti,kan,ada Pelabuhan Internasional Tanjung Api-api, yang akan mendukung para pengunjung untuk bisa menikmati keberadaan dan keindahan hutan Sembilang yang telah kita sulap menjadi taman, dengan keragaman habitat yang ada di dalamnya.Kalau yang dari Bangka, sebelum sampai ke kota, untuk melihat budaya Palembang, bisa mampir terlebih dahulu di Sembilang,” ujar Sumantri.

Menurut Sumantri, banyak kekayaan alam yang orisinal dan belum tersentuh tangan manusia di TNS. Dengan dibangunnya TNS menjadi model taman nasional, maka beragam habitat dan potensi- potensi alam yang ada di dalamnya bisa dilestarikan, tanpa mengubah wajah hutan Sembilang, karena, semua aktivitas pembangunan yang akan dilakukan di hutan Sembilang merupakan aktivitas konservasi, di mana pelestarian lingkungan menjadi titik tekannya.

Sumantri juga memaparkan, salah satu nilai plus yang tidak dimiliki oleh taman nasional lainnya adalah keberadaan hutan mangrove TNS yang luasnya mencapai ribuan hektare, sekaligus merupakan mangrove terluas di Indonesia. Keberadaan mangrove yang masih orisinal dan memiliki kekayaan alam yang tak dimiliki oleh daerah lainnya itulah, yang menjadikan TNS lebih istimewa dibanding taman nasional lain.

Apalagi, di dalam hutan mangrove tersebut terkandung beragam satwa kehidupan. Dijelaskan oleh Sumantri, pembangunan TNS yang bakal menghabiskan dana triliunan rupiah tersebut, tidak akan mengubah ekosistem dalam hutan mangrove. Justru dengan dijadikannya kawasan Sembilang menjadi TNS, keberadaan mangrove serta beragam ekosistem di dalamnya akan terjaga.

CO Spesialist South Sumatera Forest Fire Management Project (SSFFMP) Joko Sertijono yang turut memberikan paparan dalam pertemuan kemarin menambahkan, selain memiliki hutan mangrove yang sangat luas, hutan Sembilang juga menjadi pusat lintasan burung migran dari negara-negara Asia yang dilindungi. Selain itu, di sana juga terdapat hutan tropis yang masih terpelihara serta beragam habitat lainnya.

Namun demikian, lanjut dia,pembangunan TNS tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada Balai Taman Nasional Sembilang saja, akan tetapi, jugaharusmelibatkanseluruh stake holder lainnya, terutama masyarakat sekitarnya.Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan pelesta-rian keberadaan TNS, pihaknya juga melibatkan masyarakat desa-desa sekitar menjadi model desa konservasi.

“Kita mengajarkan kehidupan masyarakat di desa konservasi Tabalajaya, untuk lebih mengetahui bagaimana cara melestarikan lingkungan. Memanfaatkan potensipotensi lokal yang ada dengan tetap berbasiskan konservasi semata, sehingga dengan begitu,mereka akan menjadi masyarakat yang maju, tapi tetap menjaga lingkungan sekitarnya dan juga hutan Sembilang,”ungkapnya.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Ali Imron Bamin mengungkapkan, pihaknya akan berupaya agar keberadaan pembangunan TNS tetap melestarikan lingkungan di sekitarnya, dan mengangkat potensi-potensi lokal yang ada dengan tidak melakukan perusakan lingkungan. Selain itu, dengan program tersebut,Sembilang bakal menjadi lokasi ekoturisme yang bisa diandalkan, di Kabupaten Banyuasin. (yopie cipta raharja)

Romanista
April 16th, 2008, 07:57 AM
PALEMBANG - PT Canang Indah, anak perusahaan perkayuan Tjipta Group yang bergerak di bidang papan partikel (particleboard) dan papan serat (medium density fiberboard/MDF) melirik potensi karet tua Sumsel. Bahkan, mereka siap membangun pabrik karet kapasitas 1.000m3/hari, lebih besar dari yang sudah ada. Vice Plant Manager PT Canang Indah, Tan Bei Tiong menjelaskan, industri particleboard dan MDF sudah ada di Belawan Sumatera Utara (Sumut), berkantor di Medan. Ini menjadi pabrik pertama yang dibangun 1991 lalu, dengan kapasitas 60.000 m3/tahun.


“Operasinya pada 2002 baru sebatas particleboard. Sedangkan, MDF tahun 1995 baru dipasang dengan kapasitas 100.000 m3/tahun. Operasionalnya, 1996,” ungkap Tan saat bertemu Ir Budi Raharjo, Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Sumsel di ruang Bina Praja, kemarin (15/4). Menurut Tan, pabrik MDF kapasitas 1.000 m3/hari yang akan dibangun di Sumsel nanti, akan menjadi pabrik terbesar di Indonesia. Dapat menyerap sekitar 2.650 pekerja. Masing-masing, perkebunan 2 ribu, bagian produksi 500, dan untuk pembangkit 150 pekerja. Nilai investasi yang akan ditanamkan, masih kata Tan, sekitar Rp600 miliar dan fasilitas Rp700 miliar. “Untuk investasi ini kita butuh sekitar 40 ribu ha lahan. Lalu, 50 ha lainnya untuk kawasan pabrik dengan kebutuhan kayu sebanyak 560 ribu ton selama satu tahun,” tegasnya.


Ir Budi Rahadjo mengatakan, industri particleboard dan MDF memanfaatkan langsung batang pohon karet tua. “Kalau di Sumsel ada sekitar 900 ribu ha kebun karet tua yang perlu peremajaan. Semuanya, kebun karet. Sedangkan, 300 ha lagi, milik perusahaan besar,” ungkapnya. Menurut Budi, selama ini petani kesulitan melakukan peremajaan karena kendala modal. “Mudah-mudahan peluang investor yang akan membangun particleboard ini memberikan angin segar bagi petani,” imbuhnya. (19)

paradyto
April 17th, 2008, 01:17 AM
Sumsel Tumpuan Pemerintah Pusat
Kamis, 17 April 2008 | 02:10 WIB

Palembang, Kompas - Komitmen pemerintah pusat menganugerahkan julukan dan gelar ”Lumbung Energi” bagi Provinsi Sumatera Selatan sebenarnya mengandung makna bahwa Sumsel dijadikan tumpuan dalam hal pengembangan bidang energi. Meski demikian, pemerintah pusat menilai pengembangan riset energi beserta temuan baru sebagai alternatif belum banyak diterapkan.

Menurut Gubernur Sumatera Selatan Syahrial Oesman dalam pidato pembukaan ”Rapat Koordinasi Nasional Riset dan Teknologi atau Rakornas Ristek Tahun 2008”, Rabu (16/4) di Palembang, pihaknya siap mendukung rencana pemerintah pusat dalam mewujudkan konsep kesinambungan lumbung energi.

Syahrial mencontohkan bidang energi gas alam yang mencerminkan kekayaan potensi energi di Sumsel. Selama ini pengiriman gas dari Sumsel ke Pulau Jawa sudah dilakukan dengan kapasitas mencapai 650 juta kaki kubik.

”Untuk energi listrik, Sumsel juga punya surplus sebesar 300 megawatt. Sedangkan untuk mendukung terwujudnya lumbung pangan, kami punya sarana- prasarana irigasi memadai, salah satunya Irigasi Komering berkapasitas 150.000 hektar lahan sawah,” kata Syahrial.

Unsri ditantang

Dalam jumpa pers, Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman mengungkapkan, riset penelitian energi baru atau alternatif di Sumsel minim. Oleh karena itu, dia menantang Universitas Sriwijaya agar bisa memelopori riset penelitian dan penemuan bidang energi ini.

”Unsri harus jadi vocal-point, dong. Kalau minim SDM (sumber daya manusia), tidak perlu malu mendatangkan SDM dari wilayah lain. Kuncinya, jumlah ahli, peneliti, dan laboran harus memadai,” katanya. (ONI)

paradyto
April 17th, 2008, 01:37 AM
Dana Pilgub Rp151 Miliar
Kamis, 17 April 2008
Belum Memperhitungkan Calon Independen

PALEMBANG - Dana Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur Sumsel Periode 2008-2013, dari yang diusulkan Rp350 miliar hanya disetujui Rp151 miliar. Jumlah tersebut belum memperhitungkan masuknya calon independen. Pendek kata, kemungkinan dana keperluan pemilihan langsung ini, bisa bertambah.

"Dana Rp151 miliar untuk keperluan pemilukada gubernur sudah disetujui. Tinggal diserahkan ke KPU. Keperluannya untuk honor, logistik dan kegiatan lainnya," ungkap Wakil Ketua DPRD Sumsel, Drs H Elianuddin HB, kemarin (16/4).

Dikatakan, untuk pengadaan pakaian sipil senilai Rp55 miliar dihapus. Dananya dialihkan pada pos kesehatan, pendidikan, PU Bina Marga, dan PU Cipta Karya.

Ketua DPRD Sumsel, Drs Zamzami Achmad, menambahkan, dana Rp151 miliar yang disetujui belum mengakomodir masuknya calon independen. "Waktu pengesahan, belum ada tanda-tanda akan ada keran calon independen gubernur Sumsel. Jelas ini butuh dana tambahan. Nah, apakah memungkinkan lewat APBD Perubahan (ABT/Anggaran Biaya Tambahan) atau tidak, ya akan dikaji dulu," cetusnya.

Terpisah, Ketua KPUD Sumsel, Maramis SH MHum mengatakan, ia belum mengetahui berapa besar anggaran Pemilukada Gubernur Sumsel yang disetujui. Pastinya, lanjut dia, KPUD Sumsel masih butuh dana tambahan untuk seleksi calon independen, pembuatan surat suara, dan biaya pengawas lapangan.

"Kita akan koordinasikan dulu penambahan dana calon independen ini ke pihak eksekutif. Baru nanti dibawa ke DPRD Sumsel. Kemungkinan akan dimasukkan dalam APBD Perubahan tahun 2008," ungkap Maramis lagi.

Berapa perkiraan penambahan dana dari Rp151 miliar? Maramis belum dapat memastikan. "Kita sekarang lagi mengalkulasi. Yang jelas, bulan ini juga segera kita usulkan ke DPRD Sumsel," pungkasnya. (24/tambah)

Fikr
April 19th, 2008, 11:05 AM
Laju Perdana Siap Bangun Pabrik Gula Rp2 Triliun

JAKARTA: PT Laju Perdana Indah akan membangun pabrik gula dengan investasi Rp2 triliun berkapasitas produksi 75.000 ton per tahun di Sumatra Selatan setelah dinyatakan lolos uji kelayakan oleh Ditjen Perkebunan Departemen Pertanian.

Ketua Umum Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Faruk Bakrie mengatakan investasi pabrik gula dengan luas perkebunan 20.000 hektare tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan gula nasional sebesar 4 juta ton per tahun.

"Baru-baru ini juga ada tiga pengusaha calon investor yang sedang diuji kelayakannya oleh pemerintah. Dari tiga itu satu di antaranya [PT Laju Perdana Indah] telah memenuhi syarat," ujar Faruk seusai bertemu Wapres Jusuf Kalla untuk melaporkan kemajuan dari program revitalisasi pabrik gula nasional.

Menurut dia, produksi gula nasional pada tahun lalu tercatat 2,4 juta ton, sedangkan pada tahun ini diprediksi mendekati angka 2,74 juta ton. Ketimpangan antara kebutuhan nasional dan kapasitas produksi nasional tersebut, selama ini ditutup dengan impor termasuk gula rafinasi untuk memenuhi kebutuhan industri. Dalam pertemuan itu Wapres meminta AGI untuk meningkatkan efisiensi usaha dan produksi gula nasional.

Perkuat posisi

Pelaksana Harian (PLH) AGI Naswir Kawi mengatakan dengan pembangunan pabrik gula milik Grup Salim yang berlokasi di Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumsel itu akan memperkuat posisi wilayah itu sebagai produsen gula. Di provinsi tersebut, juga sudah berdiri pabrik gula PT Cinta Manis.

Dia menambahkan dua perusahaan lain yang belum lolos uji kelayakan usaha tersebut disebabkan oleh ketidaktersediaan bahan baku dan faktor pendukung produksi lainnya. Sayangnya, Naswir tidak menyebutkan nama kedua calon investor itu.

"Khusus untuk PT Laju Perdana Indah, saya kira dalam beberapa hari lagi akan keluar rekomendasi izinnya karena dukungannya bagus," katanya.

Terkait dengan program revitalisasi, selain melakukan restrukturisasi mesin produksi di pabrik gula yang sudah tua, peningkatan kapasitas produksi gula nasional juga akan dilakukan dengan penggunaan bibit varietas unggul.

Dia menargetkan swasembada gula nasional bisa dicapai pada 2009 atau setidaknya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang diperkirakan mencapai sebesar 2,9 juta ton per tahun.

"Pemerintah mencanangkan swasembada gula pada 2009 tetapi sampai sekarang belum terealisasi. Dengan peningkatan kapasitas pabrik dan penggunaan varitas unggul diharapkan sanggup memenuhi kebutuhan rumah tangga 2,9 juta ton pada 2009," katanya.

Menurut dia, apabila program revitalisasi industri gula nasional berjalan lancar maka Indonesia berpotensi menjadi pengekspor komoditas tersebut, kendati untuk mencapai target tersebut tidak mudah. (john.andhi@bisnis.co.id)

Oleh John Andhi Oktaveri
Bisnis Indonesia

ridho
April 19th, 2008, 12:52 PM
waah....thanks berat nih info2 investasinya..sepertinya sangat berguna untuk bahan tesisku....

paradyto
April 20th, 2008, 01:31 AM
Just Welcome you ridho:)

paradyto
April 20th, 2008, 01:44 AM
Sekayu Hospital...

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/52/600x600/1/Sek1.jpg?et=miVLj5eTHr3kllE4LTHb2A&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/52/600x600/2/Sek2.jpg?et=5jzo06zyiN3QT%2CF59iCEcQ&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/52/600x600/3/Sek3.jpg?et=3dg%2CFr3KOYAOP2bft6yhNw&nmid=92002369

Bentuk gedungnya kalau dari atas "U"...

paradyto
April 20th, 2008, 01:46 AM
Halte...

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/8/Sek8.jpg?et=vd%2BrU59vNyCJsA9IJ2yo%2Cw&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/9/Sek9.jpg?et=nXqCuYG7dLmvOwY9vJeb2w&nmid=92002369

paradyto
April 20th, 2008, 01:50 AM
Kantor Bupati Musi Banyuasin...

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/52/600x600/4/Sek4.jpg?et=21pKKpl3tFUL3HXDsd9Wxw&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/52/600x600/5/Sek5.jpg?et=2pH2E5ICxuN2vYuhW5KdpA&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/6/Sek6.jpg?et=1VpcW6XH8zveCwZ1hNUCZw&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/7/Sek7.jpg?et=bk8cG7zylr6UtAwgMH3OPA&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/10/Sek10.jpg?et=xTcjHW3iLT1SvYu4hRq4RQ&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/11/Sek11.jpg?et=lQwMXssGd8TS9mlteobo6Q&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/12/Sek12.jpg?et=AjlLGJkYGWHMIMIC04jjOQ&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/13/Sek13.jpg?et=LHsYJDPweoZ%2C0AUYby3%2BqA&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/14/Sek14.jpg?et=Bif5eoG92uC3KyzlPDCuig&nmid=92002369

Sorry for bad pics (my mobile) :D

Malsori_17
April 20th, 2008, 02:40 AM
when is indonesia gona give back west papua new guinea its indipendence

paradyto
April 20th, 2008, 02:54 AM
It's up to you Mannnnn..... (Bahasanya dah belepotan banget tuh)... Irian Jaya always be my brother and my sister...

MARINHO
April 20th, 2008, 03:14 AM
when is indonesia gona give back west papua new guinea its indipendence

I don't see the necessity of this post and certainly not in this section as this is the South Sumatra Thread.

Fikr
April 20th, 2008, 11:30 AM
Jalur Sistem Interkoneksi Sumatera - Jawa
diharapkan sumsel dapat menyumbang 3000 MW dalam sistem interkoneksi ini


http://img247.imageshack.us/img247/2861/interkoneksiau7.jpg (http://imageshack.us)

paradyto
May 6th, 2008, 11:21 AM
Lokasinya dimana ya Fikr?

paradyto
May 8th, 2008, 01:39 AM
Helmy Yahya Mendaftar ke PDI-P
Sudah 10 Orang Daftar Cawagub
Kamis, 8 Mei 2008 | 01:58 WIB

Palembang, Kompas - Presenter televisi Helmy Yahya mengambil formulir pendaftaran sebagai calon wakil gubernur Sumsel di sekretariat DPD PDI-P Sumsel, Rabu (7/5). Helmy mewakilkan pengambilan formulir kepada kuasa hukumnya, Faizal Perdana.

Berdasarkan catatan Kompas, presenter televisi Tantowi Yahya, yang merupakan kakak kandung Helmy Yahya, sudah menyatakan tidak akan ikut dalam Pilkada Sumsel. Sebelumnya, Tantowi akan dicalonkan Partai Golkar sebagai calon wakil gubernur (cawagub) Sumsel.

Sekretaris panitia pendaftaran calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumsel dari DPD PDI-P Sumsel, Muhammad Ikman Goring, menuturkan, pengambilan formulir telah ditutup hari Rabu pukul 16.00.

Menurut Ikman, waktu pengembalian formulir dilakukan mulai tanggal 9 Mei sampai 11 Mei. Setelah semua calon mengembalikan formulir akan dilakukan verifikasi terhadap semua berkas dan syarat-syarat sesuai dengan ketentuan PDI-P.

Ikman mengungkapkan, hasil verifikasi akan dibawa dalam Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) PDI-P yang akan berlangsung tanggal 17 Mei di Palembang. Dari hasil Rakerdasus tersebut akan muncul minimal empat pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumsel.

Dengan demikian, ada kemungkinan muncul lebih dari delapan nama yang akan dicalonkan DPD PDI-P Sumsel sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur.

Menurut dia, saat ini sudah ada 13 orang yang mengambil formulir. Tiga orang mengambil formulir untuk bakal calon gubernur, yaitu Syahrial Oesman, Syahrial BP Peliung, dan Ketua Komisi IV DPR, Ishartanto.

Adapun 10 orang yang mengambil formulir bakal calon wakil gubernur dari PDI-P di antaranya Wakil Gubernur Sumsel Mahyuddin NS. Pada hari yang sama, Mahyuddin NS juga mengambil formulir pendaftaran calon wakil gubernur Sumsel di DPW PKS Sumsel.

Ikman mengatakan, penetapan kandidat gubernur dan wakil gubernur yang diusung PDI-P akan ditentukan di DPP PDI-P setelah Rakerdasus. DPD PDI-P Sumsel akan membawa hasil Rakerdasus ke DPP PDI-P di Jakarta tanggal 18 Mei.

”Proses penetapan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumsel di DPP PDI-P tidak akan lama karena KPU Sumsel menjadwalkan pengembalian formulir tanggal 6 Juni,” kata Ikman.

Tak terpengaruh

Menurut Ikman, meskipun Syahrial Oesman diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan penyuapan dengan tersangka anggota DPR Sarjan Tahir, hal tersebut tidak memengaruhi mekanisme pencalonan.

Ikman mengungkapkan, calon gubernur dan calon wakil gubernur akan menjalani proses verifikasi sesuai dengan prosedur yang ditentukan PDI-P. (WAD)

paradyto
May 10th, 2008, 01:34 AM
MUBA HANGTUAH: Berusaha Harumkan Nama Bangsa
Kamis, 08 Mei 2008

PALEMBANG – Its show time. Saatnya beraksi mengharumkan nama bangsa. Itulah yang akan dilakukan Muba Hangtuah, sore ini. Sebagai wakil Indonesia menghadapi Qatar pada laga perdana kejuaraan 19th FIBA Asia Champions Cup, di Kuwait, tim besutan Ocky Tamtelahitu tidak akan menyia-nyiakan partai ini. Walaupun tidak ada target khusus, namun Hapsak Merdeka Putra dkk akan berusaha maksimal memberikan yang terbaik

“Jujur, saya tidak begitu mengetahui kualitas tim lawan yang akan bertanding pada kejuaraan ini. Yang tahu hanya Iran dan Lebanon, sebagai tim kuat langganan juara. Jadi ikut kejuaraan ini lebih pas untuk belajar, namun kami akan berusaha maksimal menampilkan permainan terbaik,” ungkap Ocky Tamtelahitu, kemarin.

Bukan pesimistis, bukan pula menganggap kejuaraan basket terbaik antartim negara Asia ini tidak penting. Tapi memang Muba Hangtuah belum mengetahui kekuatan tim-tim yang ikut. Selain karena baru satu kali ini ikut kejuaraan internasional, tim Qatar, Kuwait, Kazakstan, Lebanon, Iran, India, Bahrain, Jordan dan Uni Emirat Arab merupakan lawan yang tentunya memiliki kualitas di atas rata-rata. Pengalaman sembilan tim tersebut tentu di atas Muba Hangtuah.

Nah, tim yang diketuai Hendri Zainuddin telah diberangkatkan ke Kuwait, Selasa malam. Menumpang pesawat Qatar Airways QR 639, pada pukul 11.30 WIB, Robert Santo Yunarto, Adhitya Tuhagono, Stefano Febriandy Undjuk, Hapsak Merdeka Putra, Paul Mario Sanggor, Indra Permana Siahaan, Zaid Farhan, Bohardi, Ign Teguh Putra Negara, Galank Gunawan, Marcus Lakeith Jacobs dan Marquelleo Fione Morgan dilepas pembina Muba Hangtuah, Dodi Reza Alex di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng Banten.

“Tampil sebaik mungkin, karena kita membawa nama negara. Ini sejarah dan mesti diperjuangkan. Kesempatan tidak datang dua kali. Insya Allah sukses dan dunia perbasketan Indonesia, khususnya Sumsel semakin harum,” tukas Dodi, didampingi Ketum Hendri Zainuddin.

Tidak ada seremoni yang wah dalam pelepasan. Hanya secara sederhana namun tentu sangat berarti. Terlihat tim Muba Hangtuah, baik dua pemain pinjaman asal Satria Muda, Ign Teguh Putra Negara, Galank Gunawan dan dua pemain asing Marcus Lakeith Jacobs, Marquelleo Fione Morgan sangat akrab dengan delapan pemain dan ofisial tim basket kebanggaan Sumsel.

“Apa pun hasilnya, bukanlah penting. Namun kami akan berusaha memberikan yang terbaik. Yang terpenting adalah mencari pengalaman. Mengingat ini ajang internasional pertama kami, yang secara mendadak mewakili negara disaat sedang menjalani persiapan Kobatama musim 2008,” ujar Hendri.

Bagaimana dengan bergabungnya pemain asing? “Sama sekali tidak membuat tim kami kuat. Yang pasti mereka membantu untuk kita lebih mampu bersaing. Namun prioritas tetap delapan pemain asli binaan kita,” tutup Ocky. (mg14)

mus90
May 15th, 2008, 09:32 AM
http://img374.imageshack.us/img374/3506/prabu1ra3.jpg

http://img528.imageshack.us/img528/1715/prabu2hb1.jpg

http://img404.imageshack.us/img404/7268/prabu3tx3.jpg

http://img440.imageshack.us/img440/576/prabu4jr7.jpg

paradyto
May 19th, 2008, 01:09 PM
http://img374.imageshack.us/img374/3506/prabu1ra3.jpg

http://img528.imageshack.us/img528/1715/prabu2hb1.jpg

http://img404.imageshack.us/img404/7268/prabu3tx3.jpg

http://img440.imageshack.us/img440/576/prabu4jr7.jpg

thanx Mus90:)

Investasi Nalco di TAA Lanjut
Monday, 19 May 2008

PALEMBANG (SINDO) – Investor asal India, National Alumunium Corporation (Nalco) India Ltd,tetap melanjutkan pembangunan pabrik alumunium di Tanjung Api-Api (TAA).

Investor tersebut tidak terpengaruh dengan kasus alih fungsi hutan lindung. Bahkan, Nalco berusaha menyelesaikan syarat administrasi agar bisa berinvestasi di Sumatera Selatan (Sumsel) yang nilainya mencapai Rp30 triliun. “Buktinya, mereka terus mempersiapkan kelengkapan administrasi di Departemen Perindustrian sebagai salah satu syarat agar bisa berinvestasi di Sumsel.

Hanya saja,kita di daerah berharap agar syarat utama investasi mereka yakni adanya Pelabuhan di Tanjung Api- Api dapat segera diwujudkan,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel Abdul Shobur, di Palembang,kemarin. Selain itu, jelas mantan Bupati Empat Lawang itu, departemen terkait sudah memastikan kelengkapan administrasi di pusat terkait pembangunan. Saat ini, tinggal Sumsel dapat meyakinkan Nalco.

“Kita harus meyakinkan mereka, Pelabuhan Tanjung Api-Api selesai bersamaan dengan selesainya pabrik biji alumunium yang akan mereka (Nalco) bangun di tempat tersebut,” jelas dia. Pada kesempatan tersebut, Shobur juga menjelaskan, mengenai kelengkapan yang harus dimiliki Nalco, seperti studi kelayakan atau feasibility study (FS), studi analisis dampak lingkungan (amdal),serta dukungan dari pemerintah daerah setempat.

Kemudian, setelah kelengkapan persyaratan tersebut selesai, Nalco dapat memulai actionke lapangan. Investasi Nalco tersebut mempunyai arti penting bagi pengembangan kawasan Tanjung Api-Api. Pasalnya, pabrik alumunium Nalco plus power plant akan dibangun di atas lahan 2000 hektare. Dengan nilai investasi mencapai Rp30 triliun, diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja lokal mencapai 2.000 orang lebih.

Sebenarnya selain Sumsel, Nalco punya pilihan lokasi lain yakni Banten dan Kalimantan. Tetapi, karena pertimbangan jaminan bahan, bakar yakni batubara, ketersediaan air yang banyak, dan pelabuhan yang representatif, maka Nalco memilih Sumsel. “Apalagi Pak Gubernur Sumsel menjamin, pabrik Nalco selesai seiring kelarnya pelabuhan,”terang Shobur.

Untuk mengolah alumina yang didatangkan dari India, Nalco butuh bahan bakar berupa batubara sebanyak tujuh juta milimatrik ton per tahun.“Kebutuhan air 37 milimeter kubik per hari, yakni 12 ribu kubik untuk smelter dan 25 ribu kubik untuk power plant. Kita perkirakan pembangunan pabrik akan berjalan selama empat tahun, dengan tahapan dua tahun untuk proses MoU dan sisanya untuk pengerjaan fisik proyek,”katanya.

Untuk diketahui, dalam proyek investasinya, selain dibangun pabrik peleburan alumunium dengan kapasitas 500 ribu ton per hari,Nalco juga akan membuat power plant dengan kekuatan 1250 MW sebagai sumber tenaga pabrik alumunium. Penggerak pembangkit listrik itu diperlukan batubara untuk pengolah bahan baku yang didatangkan dari India.

Asisten Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Sekretaris Daerah Sumsel Budi Raharjo yang ditemui di lokasi Sriwijaya Fair membenarkan, pihak investor yang hendak berinvestasi di kawasan TAA tidak terpengaruh dengan kasus yang mencuat saat ini.Pasalnya,keseriusan pemilik modal tergantung dengan komitmen yang ditunjukkan pemerintah setempat. ”Wong proyek pelabuhan terus jalan, kenapa investor mau balik kanan. Apalagi pabrik yang hendak dibangun tidak termasuk dalam kawasan hutan lindung,” tegas Budi. (berli zulkanedi)

paradyto
May 22nd, 2008, 01:34 AM
Ambisi Jadi Terbesar
Produksi Batu Bara Sumsel Akan Ditingkatkan Menjadi 80 Juta Ton
Kamis, 22 Mei 2008 | 01:30 WIB

Palembang, Kompas - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berambisi menjadi produsen batu bara terbesar di Indonesia, dengan meningkatkan produksi dari 9,28 juta ton menjadi 80 juta ton per tahun pada 2012. Saat ini, produsen batu bara terbesar di Indonesia adalah Kaltim, dengan produksi 60 juta ton per tahun.

Hal tersebut mengemuka dalam makalah Gubernur Sumsel Syahrial Oesman yang disampaikan Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Sumsel Nono Suratno pada Seminar Nasional ”Added Value of Energy Resources” di Gedung Pascasarjana Universitas Sriwijaya, Rabu (21/5). Cadangan batu bara Sumsel tercatat sebanyak 22,40 miliar ton.

Produksi sebanyak 80 juta ton tersebut diharapkan dari peningkatan kapasitas produksi PT Bukit Asam menjadi 20 juta ton, pemanfaatan untuk pembangkit listrik tenaga uap pada mulut tambang dengan kapasitas 6.000 megawatt sebanyak 20 juta ton, penjualan domestik dan ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Api-api sebanyak 20 juta ton, dan melalui Pelabuhan Tarahan Lampung sebanyak 20 juta ton.

Lapangan kerja

Menurut Nono Suratno, peningkatan produksi batu bara menjadi 80 juta ton akan membuka lapangan bagi tenaga kerja terampil dan nonterampil 40.000 orang. Selain itu, membuka lapangan kerja pada sektor pendukung sebanyak 80.000 orang.

Sementara itu, pendapatan negara dan daerah dari batu bara, berupa pajak dan nonpajak, diperkirakan akan bertambah hingga mencapai Rp 3,7 triliun. (BOY)

paradyto
May 22nd, 2008, 07:39 AM
Sky Land gelar Indoprix seri IV
Kamis, 22 Mei 2008

PALEMBANG – Sirkuit Sky Land Sekayu Muba nampaknya menjadi kalender resmi Kejurnas Indo Prix. Tahun lalu sirkuit bekas PON XVI ini menjadi tuan rumah seri II. Namun tahun ini, Sky Land mendapat giliran menggelar seri IV tanggal 24 Agustu 2008 nanti.
Bambang Gunardi penyelenggara dari Indospeed menjelaskan, untuk tahun ini seluruh pembalap terbaik akan mengikuti seluruh rangkaian seri balapan tertinggi di Indonesia. Itu karena sebanyak 20 pembalap telah dikontrak untuk bertanding. Bukan hanya itu hadiah bagi juara juga sangat menggiurkan.
“Juara umum pertama akan mendapatkan prize money sebesar Rp50 juta, kedua Rp30 juta, dan ketiga Rp15 juta. Jumlah itu akan bertambah jika para pembalap mampu memenangi tiap seri. Untuk juara pertama tiap seri mendapatkan Rp5 juta, kedua Rp2,5 juta, dan ketiga Rp1 juta,” ujar Bambang.
“Nama-nama seperti Ardiansyah, Hendriansyah, Hokky Ardianto, Harlan Fadilah, M Fadli (juara Indoprix 2007) dan juara seri I lalu Hadi Wijaya siap meramaikan persaingan untuk menjadi pembalap terbaik 2008. Seluruh rangkaian seri Indoprix ini akan disiarkan langsung oleh Trans7 dengan durasi 1,5 jam,” terang pria yang menjadi juri tetap MotoGP ini.
Pria yang menjabat sebagai wakil presiden UAM (Asia Motorcycle Union) ini menambahkan ada dua kelas yang akan dipertandingkan yakni kelas IP 1 (110 cc) dan IP 2 (125 cc). Pembalap Sumsel sendiri akan mendapatkan jatah wild card sebanyak 3 pembalap. “Kemungkinan nanti ada supporting event untuk pembalap lokal Sumsel,” harapnya.
Sementara itu, Riduan Tumenggung selaku pengurus sirkuit Sky Land menambahkan tidak ada masalah dengan sirkuit Sky Land. “Kami telah biasa menggelar event nasional dan internasional. Bahkan Sky Land sudah mendapatkan sertifikat resmi dari UAM,” pungkasnya. (31)

Jadwal Kejurnas Indoprix
Seri I Sentul Jakarta 18 Mei 2008
Seri II Sentul Jakarta 15 Juni 2008
Seri III Kenjeran Jatim 3 Agustus 2008
Seri IV Sky Land Sumsel 24 Agustus 2008
Seri V Kaltim 30 November 2008.

paradyto
May 31st, 2008, 01:22 AM
Dividen PTBA Rp 131,98 Per Saham

JAKARTA, SRIPO — PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) membagikan dividen sebesar Rp 131,98 per saham. Dividen tunai ini mencapai Rp 304,083 miliar atau 40 persen dari laba bersih perseroan tahun 2007 sebesar Rp 760,207 miliar.

Hal tersebut disampaikan Dirut PTBA Sukrisno usai RUPS di Ritz Carlton, Pacific Place SCBD, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (29/5).
Menurut Sukrisno, sebelumnya, laba bersih PTBA tahun 2007 naik 56,7 persen menjadi Rp 760,207 miliar dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 485,670 miliar.

“Kenaikan harga komoditas batubara memberikan berkah bagi PTBA,” kata Sukrisno. Perusahaan pelat merah ini mencatatkan kenaikan laba bersih yang signifikan. Penjualan PTBA juga naik 17 persen menjadi Rp 4,123 triliun dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,533 triliun.
Laba usaha naik 44 persen menjadi Rp 945,548 miliar dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 656,776 miliar.

Total aset PTBA tahun 2007 mencapai Rp 3,928 triliun atau naik 26 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,107 triliun. Hari ini, di perdagangan bursa, saham PTBA ditutup menguat Rp 250 menjadi Rp 13.900.
Sangat Kecil

Melihat laba bersih yang diperoleh PTBA tahun 2007, naik 56,7 persen atau Rp 760.207 miliar, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumsel, Ahmad Rizal menilai sangat menggembirakan dan kabar baik untuk masyarakat Sumatera Selatan (Sumsel). Namun, sangat disayangkan laba yang diperoleh PTBA tersebut hanya sebagian kecil yang diberikan ke Sumsel karena perusahaan ini tidak memakai sistem bagi hasil hanya membayar loyalti dan pajak pengelolaan lahan, tidak seperti perusahaan minyak dan gas.

Menurutnya apa yang diberikan PTBA kepada daerah ini masih sangat kecil bila dibandingkan pendapatan/keuntungan yang diperoleh perusahaan yang beroperasi di Tanjungenim itu. Seharusnya keberpihakan PTBA terhadap Sumsel lebih besar lagi sebagai bentuk tanggung jawab dengan meningkatkan dana yang dikucurkan melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kita lihat sendiri apa yang sudah diberikan PTBA. Memang keuntungan juga diberikan untuk negara. Namun, sebagai daerah penghasil dan beroperasinya PTBA, Sumsel kebagian sangat kecil,” tegasnya.

Dengan nada keras, Ahmad Rizal meminta seharusnya PTBA mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kualitas SDM Sumsel dengan mendirikan sekolah kejuruan, ikut membangun dan infrastruktur yang ada di daerah ini. PTBA terlebih dahulu harus mensuplai batubara untuk kepentingan industri di Sumsel dan memberi kesempatan pengusaha lokal untuk ikut serta dalam kegiatan pertambangan.

“Jangan seperti gas yang dikirim ke Jawa dan luar negeri. Sementara Sumsel sendiri kesulitan,” tandas Ahmad Rizal. (sep/Dtc)

Harus tetap dijaga, jangan sampai pyar pet dan pemadaman listrik bergilir saja.... Hidup Sumsel!!!!:okay: Lumbung Pangan dan Lumbung Energi Nasional!!!! Proud to be orang Sumsel (padahal Gw orang Sunda:D)

Fikr
June 2nd, 2008, 07:07 AM
http://img105.imageshack.us/img105/7926/webprabuniu1ek3.jpg (http://imageshack.us)

http://img228.imageshack.us/img228/2770/webprabuniu3ve9.jpg (http://imageshack.us)

Gedung DPRD Prabumulih

Fikr
June 2nd, 2008, 07:13 AM
http://img228.imageshack.us/img228/1096/webprabuniu4hn7.jpg (http://imageshack.us)


http://img106.imageshack.us/img106/2702/webprabuniu5mj0.jpg (http://imageshack.us)


Gedung Pemko Prabumulih

Fikr
June 2nd, 2008, 07:17 AM
Stasiun KA Mahasiswa Indralaya


http://img527.imageshack.us/img527/5007/48621643ml8.png (http://imageshack.us)

paradyto
June 14th, 2008, 01:42 AM
SCC Segera Beroperasi
Friday, 13 June 2008

PALEMBANG(SINDO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) segera membentuk struktur tim Sriwijaya Crisis Centre (SCC).

Tim ini dibentuk untuk mengantisipasi bencana alam. Nantinya aktivitas SCC akan dipusatkan di Gedung SCC Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Asisten Ketataprajaan dan Kesra Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Erman Robain Sirodj mengatakan, pembentukan SCC ini merupakan amanat dari presiden dan gubernur,yang mengimbau pemerintah daerah harus tanggap terhadap bencana.

Sebab, setiap kali bencana terjadi, rentan memakan korban kepada masyarakat. SCC nantinya beroperasi dan standby selama 24 jam penuh. ”Kita sudah membangun Gedung SCC. Sekarang kita bentuk tim yang akan mengoordinasi semua bagian yang tergabung dalam SCC itu, jangan sampai terjadi tumpang tindih,”ujar Erman pada rapat pembentukan tim SCC di ruang rapat Bina Praja Provinsi Sumsel kemarin.

Seperti diketahui,sebagai upaya tanggap darurat terhadap bencana, Pemprov Sumsel membangun SCC di lokasi Bandara Internasional SMB II Palembang.Bangunan SCC dibangun di gedung eks Kantor Wilayah Perhubungan dengan anggaran sebesar Rp3 miliar. SCC merupakan kantor tempat menyimpan peralatan dan regu tanggap bencana. Dengan adanya SCC, semua kemampuan yang dimiliki Sumsel dapat dikoordinasi dengan cepat ketika terjadi bencana.

”Semua peralatan kita punya, mulai regu perahu karet, tagana, ambulans, dan mobil pemadam kebakaran.Tetapi, itu semua masih terpisah pada dinas masing-masing,” ujarnya. Namun, untuk dapat mengoordinasi semua itu, diperlukan suatu tim yang terstruktur dan siap komando. Tidak hanya peralatan,seperti tagana,semua dinas teknis lingkungan pemprov juga terlibat dalam SCC. Dinas PU Bina Marga dengan peralatan beratnya juga akan terlibat sebagai garis depan bencana tanah longsor.

”Semuanya terlibat dan dikoordinasikan lewat komando SCC,” ungkapnya. Erman menjelaskan, saat ini sedang dibahas struktur dan siapa yang bakal ditunjuk menjadi komando SCC. Pembahasan tersebut dilakukan guna menghindari adanya tumpang tindih tanggung jawab. Dengan adanya SCC, kata Erman, diharapkan dapat memudahkan mobilisasi dan koordinasi ketika menghadapi bencana yang terjadi.

”Kita telah membuktikan dengan bencana gempa di Bengkulu dan Tsunami di Aceh sebelumnya, tidak ada tujuan lain hanya memudahkan koordinasi dalam menghadapi bencana,”katanya. Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Provinsi Sumsel Fadjri Nashir mengatakan, SCC dibentuk untuk dapat mengoordinasikan semua unit dan satuan tanggap bencana, sehingga tidak akan terjadi tumpang tindih dan atau saling lempar tanggung jawab.

”Ini tidak akan terjadi tumpang tindih, karena juga akan dikoordinasikan bersama- sama unit yang lainnya,” katanya. (berli zulkanedi)

paradyto
June 14th, 2008, 01:44 AM
Banyuasin Bakal Punya Tol
Friday, 13 June 2008

PANGKALAN BALAI (SINDO) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin memproyeksikan pembangunan jalan bebas hambatan (tol) pada jalur padat kendaraan.

Bupati Banyuasin H Amiruddin Inoed didampingi Wakil Bupati (Wabup) H A Rahman di Graha Sedulang Setudung kemarin mengatakan, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang melewati Kabupaten Banyuasin akan semakin ramai. Apalagi, jika berbagai kawasan industri terpadu Banyuasin sudah mulai dibangun. Karena itu, pembangunan jalan tol bakal dilakukan.

“Tentu kiblat kita ke pusat, nanti akan ketemu dengan pusat, kita bicarakan dengan menteri. Kalau memang sudah layak dan tentunya sangat layak,maka akan kita bangun jalan tol tersebut. Baru nanti menteri mencari siapa pengusaha atau investor yang siap untuk membangun jalan tersebut. Kita sangat men-support hal tersebut,” kata Amiruddin. Rencananya, jalur yang akan dibangun jalan tol tersebut adalah jalur padat kendaraan, yaitu jalur Palembang– Betung–Indralaya.

Termasuk, jalur Pangkalan Balai menuju Betung sampai ke Provinsi Jambi. Menurut dia, alasan mendasar rencana pembangunan jalan tol tersebut lantaran kepadatan arus transportasi yang semakin tinggi seiring perkembangan dan kemajuan perekonomian Sumatera, khususnya di Kabupaten Banyuasin. Sebab, Kabupaten Banyuasin akan menjadi sentral pertumbuhan industri di Sumsel. “Kalau kita lihat sekarang kan sudah padat lalu lintasnya, coba kalau pagi hari terlihat padat.

Nah, itu nantikan ada hitung-hitungannya berapa kendaraan yang melintas dalam waktu tertentu. Karena itu, semuanya butuh proses,” tuturnya. Proyek jalan tol tersebut masih dalam tahap perencanaan. Pembangunannya masih menunggu studi kelayakan. Namun, pihaknya optimistis, jika nantinya sudah layak, pembangunan jalan utama bebas hambatan yang akan menopang kelancaran transportasi dari dan menuju Banyuasin akan direspons pemerintah pusat.

”Ini kan proyek besar, jadi nanti akan dilihat dulu dan dilakukan perhitungan terkait pembangunan jalan tersebut,” tandasnya. Dia menambahkan, dengan dibangunnya jalan tol tersebut, Banyuasin dapat mengembangkan areal sentral pembangunan industri, baik di wilayah sekitar Kawasan Industri Gasing (KIG) maupun kawasan South Sumatera Eastern Corridor (SECDe), arus transportasi tidak menjadi kendala pendistribusian barang, jasa, dan orang.

Sebab, hanya dengan kelancaran transportasi, baik darat,udara,maupun laut, yang akan mempercepat arus pertumbuhan ekonomi lokal. Tidak hanya itu, pembangunan jalan tol juga akan sangat menunjang keberadaan dan rencana pembangunan mega proyek Pelabuhan Internasional Tanjung Api-Api (TAA) dan kawasan industri sekitarnya.

Karena itu, sangat tepat kiranya Pemkab Banyuasin, kata Amiruddin, merealisasikan rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Banyuasin dengan kabupaten dan kota lainnya. (yopie cipta raharja)

paradyto
June 15th, 2008, 11:59 AM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/12/Image076.jpg?et=nBLto2w2e83aXyfmXsNrOg&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/13/Image077.jpg?et=8Oivb2FzZrmCDkMGLKedKA&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/14/Image078.jpg?et=zap%2BzfpPen%2B3W7Wl1XYGRg&nmid=80441178

paradyto
June 20th, 2008, 01:29 AM
Muba, Percontohan Kurikulum Internasional:okay:
Friday, 20 June 2008

SEKAYU (SINDO) –Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali menapakkan jejak berarti dalam pendidikan di Indonesia.

Atas prestasi dan komitmen yang kuat dalam bidang pendidikan, Sampoerna Foundation kembali memberi kepercayaan untuk menjadikan Musi Banyuasin sebagai daerah percontohan penerapan kurikulum internasional atau United School Internasional (USI), bersama-sama Bali dan Pandaan,Malang,Jawa Timur.

Sebelumnya, Sampoerna Foundation sudah berkiprah meningkatkan dunia pendidikan Muba memalui program United School Program (USP) demi menopang SMAN 2 Sekayu sebagai sekolah unggulan. Program sekolah internasional ini memadukan kurikulum internasional (Cambridge) dan kurikulum nasional.

Education Adviser of the Board of Executives and United Schools Program Director Putera Sampoerna Foundation Ronald Stones OBE menyebutkan, Sampoerna Foundation memilih SMAN 2 Sekayu ke dalam program sekolah internasional ini karena lima alasan. ”Kita memilih Muba, karena untuk kesuksesan program ini kita butuh fasilitas sekolah yang bagus, kepala sekolah yang tangguh, siswa yang bermutu, fasilitas sekolah yang layak, dan yang utama adalah dukungan pemerintah Muba yang sangat bagus,”ujar Ronald.

Ronald yang sukses membangun BritishSchooldanduasenior highschool di Singapura ini mengatakan, ada hal istimewa yang disandang Muba. ”Yaitu excellent,inclusion, dan innovation. Muba sudah bagus, membuka akses pendidikan bagi semua kalangan mulai dari yang miskin, terpencil, hingga yang cacat. Muba juga merupakan pelopor pendidikan gratis di Indonesia,” katanya lagi.

Pelaksanaan Program United School International (USI) ini bakal segera diterapkan pada siswa kelas 10 SMAN 2 Sekayu dengan menerapkan Cambridge International Examination.Kedatangan Direktur United School Program (USP) Ronald Stones, Konsultan USP Ahmad Rizali dan Adhitya Abriansyah, ke Musi Banyuasin untuk memaparkan bagaimana penerapan program USI,Kamis (19/6).

Bupati Musi Banyuasin H Alex Noerdin menyambut baik bakal dilaksanakannya program USI di SMAN 2 Sekayu. Artinya, proses belajar mengajar di sekolah unggulan ini akan menggunakan standar internasional yang sudah diakui.Meskipun,kata Bupati Muba, sebelumnya SMAN 2 Sekayu telah menjadi salah satu sekolah pemerintah yang menerapkan program RSBI.

Program peningkatan mutu sekolah yang dilaksanakan Muba, menurut Alex, bukan saja untuk SMAN 2 Sekayu, melainkan sekolah-sekolah lain yang ada di seluruh kecamatan se- Musi Banyuasin. Bahkan, program pendidikan bertaraf internasional ini tidak selesai sampai SMA dan sederajat, tetapi diterapkan pada Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba dan Politeknik Sekayu.

Adapun kebijakan pendidikan lain ditingkatkan dengan pendirian Madrasah Aliyah berstandar internasional dan program ”santri jadi dokter” bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Sementara itu, Ronald Stones menjelaskan, ide penerapan USI dilatarbelakangi berbagai kemajuan ilmu dan sarana prasarana dalam bidang pendidikan.

Selain itu, dirinya melihat harapan dan motivasi generasi muda juga semakin maju seiring perkembangan. ”Mereka punya keinginan yang kuat untuk maju, serta melihat dunia lebih luas,”paparnya. Strateginya,pada kelas 10 dan 11 terdapat enam mata pelajaran yang akan diajarkan dalam bahasa Inggris oleh guru-guru yang berpengalaman. Kemudian pada kelas 11, selanjutnya siswa akan diberi pilihan untuk mengikuti kurikulum internasional atau nasional pada saat akan naik kelas.

Siswa yang ingin ikut kurikulum internasional diwajibkan mengikuti tes,sehingga pada kelas 11 diterapkan dua kurikulum, yaitu nasional dan internasional. Sementara pada kelas 12, semua siswa mengikuti kurikulum nasional. Jika siswa berhasil lulus pada kurikulum internasional,akan mendapat sertifikat IGCSI dari Cambridge University. Sertifikat inidiakuisecara internasional di negara-negara yang berbahasa Inggris.

”Ketika kita bicara soal sekolah berstandar internasional, inilah maksudnya sekolah yang memegang sertifikasi dari IGCSI,”tutur Ronald. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Ade Karyana mengatakan, program UCI merupakan program lanjutan USP yang telah dilaksanakan Putra Sampoerna Foundations.

Beberapa sekolah yang menjadi binaan Sampoerna Foundation dievaluasi, lalu dilihat perkembangannya. Kemudian dari hasil evaluasi ini, Muba terpilih menjadi satu dari tiga sekolah yang menjadi pilot project realisasi UCI di Indonesia. (retno palupi)

paradyto
July 1st, 2008, 12:15 PM
Sumsel Tuan Rumah Kongres Ke-9 IRSA 2008
Sabtu, 28 Juni 2008

PALEMBANG – Kesiapan International Regional Researce Association (IRSA) Indonesia, khususnya Sumsel akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan konfrensi ke-9, yang akan dilaksanakan pada tanggal 31 juli mendatang sudah mencapai tahap final. Dimana kemarin (27/6), ketua pelaksana kegiatan, Dr Bernadette Robiani M Sc, di dampingi oleh Rektor Universitas Sriwijaya, Prof Dr Hj Badia Perizade MBA, menyampaikan perihal persiapan penyelenggaraan kongres IRSA ke-9 di Sumsel.

Nantinya akan hadir sebanyak 60 orang pembicara, yang akan memberikan pemaparan dan penjelasan materi dihadapan sekitar 150 orang peserta resmi dan beberapa orang peserta undangan lainnya. Dimana peserta ini berasal dari Indonesia, dan juga berasal dari luar negeri, seperti Amerika, Jepang, Australia, Pakistan, dan beberapa negara maju dan berkembang lainnya.

Menurut Bernadette dihadapan Plh Gubernur Sumsel, Prof Dr H Mahyuddin SPOG, pihaknya sengaja mengusulkan kepada pengurus IRSA Indonesia, agar pelaksanaan kongres ke-9 tahun ini diselenggarakan di Sumsel saja, khususnya di Ibukota provinsinya, yaitu Palembang. Usulan itu disetujui, dan jadilah Sumsel sebagai tuan rumah penyelenggaraan kongres IRSA ke-9 ini.

“Kongres IRSA baru pertama kalinya diadakan di Sumatera, sebelumnya diselenggarakan di Jawa. Untuk tahun ini sengaja diusulkan diadakan di Palembang, sekalian memperkenalkan program Visit Musi 2008 kepada negara lain,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bernadette mengatakan, dalam kongres nanti akan dibahas beberapa masalah yang sedang hangat dibicarakan dewasa ini, seperti Regional Development (pengembangan wilayah), Perubahan iklim, dan masalah Energi, yang juga selaras dengan program nasional, yaitu Sumsel sebagai salah satu lumbung energi di Indonesia. Nantinya akan dibahas bersama para ahli yang berkopeten dibidangnya.

Sumsel sendiri menurut Badia Perizade, akan mengirimkan utusan atau delegasi yang benar-benar mempunyai kompetensi dalam bidangnya. “Kita akan kirimkan delegasi yang sesuai dengan kopetensi dan keahliannya masing-masing. Semua utusan akan berasal dari kalangan ilmuwan dan praktisi pendidikan yang ada di Unsri,” tegas Badia.
Pelaksanaan kongres sendiri nantinya akan memakai Aula Gedung Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya, Bukit Besar. Pelaksanaan kongres IPSA ke-9 ini sendiri akan berlangsung sekitar 2 hari, dan nantinya dihari terakhir akan diupayakan semacam acara Musi Tour, dimana para peserta akan diajak berkelililng, berwisata diatas sungai Musi.

“Selaku panitia penyelenggara, kita akan berusaha memberikan yang terbaik bagi peserta yang akan dating. Mereka berasal dari luar negeri, jadi selain sebagai panitia pelaksana, kita juga sekaligus merangkap sebagai duta dan perwakilan negara. Kita jelas tidak mau malu,” tambah Bernadette. (mg25)

paradyto
July 1st, 2008, 03:37 PM
Alex Paparkan Sekolah Gratis di Vietnam
Monday, 30 June 2008

PALEMBANG(SINDO) – Calon gubernur (Cagub) Alex Noerdin diundang Bank Dunia menjadi pembicara dalam workshop pendidikan dengan tema Building Capacity for Monitoring and Evaluating Education Interventions for Children with Disability East Asia di Furama Resort Danang,

Danang City,Vietnam, pada 26–27 Juni 2008. Pada kesempatan itu,Alex membawa makalah seputar pendidikan inklusif di Indonesia. Alex Noerdin menerima undangan khusus dari World Bank Vietnam karena selama menjadi Bupati Muba, dia dianggap telah menorehkan prestasi luar biasa dalam dunia pendidikan.

Di forum internasional ini, Alex memberikan wacana bagi dunia barat bahwa pendidikan sebagai jembatan pencetakan sumber daya manusia (SDM) bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan pihak swasta. Dengan melibatkan pihak swasta, dia ingin menunjukkan bahwa pendidikan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba tidak buruk.

Bermodalkan keseriusan dan komitmen yang jelas,maka mutu pendidikan bakal ditingkatkan. Muba telah menjadi kabupaten pertama yang menyadari pentingnya pendidikan inklusif sebagai dasar melaksanakan pendidikan untuk semua.“Banyak keuntungan yang akan didapat jika melaksanakan pendidikan inklusif ini.Guru dapat memberikan pelajaran kapan saja.

Memenuhi persamaan setiap anak untuk mendapatkan pendidikan, tapi memperhatikan adanya perbedaan akademik,sosial,fisik,dan emosi,”katanya. Sebagai informasi, sejak 2002, dana pendidikan Muba telah di atas 20% dari APBD, yakni 20,01% (2002); 21,81% (2003); 24,36% (2004); 24,52% (2005); 26,02% (2006); 22,79% (2007); dan 22% atau Rp 357 miliar (2008).

Sementara itu, Daniel Mont, dari Bank Dunia menjelaskan, Bank Dunia memiliki perhatian khusus terhadap pendidikan inklusif di negara berkembang, karena 10–15% penduduk di negara berkembang memiliki kecacatan (disability). Disinyalir, pada semua sekolah dasar di negara berkembang terdapat 1–3 anak yang memiliki kebu tuhan khusus. (eddy parmansyah)

Al-Firdausi
July 14th, 2008, 01:39 PM
Mohon Penulis menilik langsung apa yang terjadi di SMAN 2 MuBa terkait program USI yang disampaikan Mr Ronald. Boleh kan masyarakat memantau langsung apa yang terjadi disana, tidak hanya mendasarkan opini pada media massa yang harus ditelusuri realitanya.
Terima Kasih. Musi Banyuasin........ Maju!!!

Nurul Jundi al-Firdausi


Muba, Percontohan Kurikulum Internasional:okay:
Friday, 20 June 2008

SEKAYU (SINDO) –Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali menapakkan jejak berarti dalam pendidikan di Indonesia.

Atas prestasi dan komitmen yang kuat dalam bidang pendidikan, Sampoerna Foundation kembali memberi kepercayaan untuk menjadikan Musi Banyuasin sebagai daerah percontohan penerapan kurikulum internasional atau United School Internasional (USI), bersama-sama Bali dan Pandaan,Malang,Jawa Timur.

Sebelumnya, Sampoerna Foundation sudah berkiprah meningkatkan dunia pendidikan Muba memalui program United School Program (USP) demi menopang SMAN 2 Sekayu sebagai sekolah unggulan. Program sekolah internasional ini memadukan kurikulum internasional (Cambridge) dan kurikulum nasional.

Education Adviser of the Board of Executives and United Schools Program Director Putera Sampoerna Foundation Ronald Stones OBE menyebutkan, Sampoerna Foundation memilih SMAN 2 Sekayu ke dalam program sekolah internasional ini karena lima alasan. ”Kita memilih Muba, karena untuk kesuksesan program ini kita butuh fasilitas sekolah yang bagus, kepala sekolah yang tangguh, siswa yang bermutu, fasilitas sekolah yang layak, dan yang utama adalah dukungan pemerintah Muba yang sangat bagus,”ujar Ronald.

Ronald yang sukses membangun BritishSchooldanduasenior highschool di Singapura ini mengatakan, ada hal istimewa yang disandang Muba. ”Yaitu excellent,inclusion, dan innovation. Muba sudah bagus, membuka akses pendidikan bagi semua kalangan mulai dari yang miskin, terpencil, hingga yang cacat. Muba juga merupakan pelopor pendidikan gratis di Indonesia,” katanya lagi.

Pelaksanaan Program United School International (USI) ini bakal segera diterapkan pada siswa kelas 10 SMAN 2 Sekayu dengan menerapkan Cambridge International Examination.Kedatangan Direktur United School Program (USP) Ronald Stones, Konsultan USP Ahmad Rizali dan Adhitya Abriansyah, ke Musi Banyuasin untuk memaparkan bagaimana penerapan program USI,Kamis (19/6).

Bupati Musi Banyuasin H Alex Noerdin menyambut baik bakal dilaksanakannya program USI di SMAN 2 Sekayu. Artinya, proses belajar mengajar di sekolah unggulan ini akan menggunakan standar internasional yang sudah diakui.Meskipun,kata Bupati Muba, sebelumnya SMAN 2 Sekayu telah menjadi salah satu sekolah pemerintah yang menerapkan program RSBI.

Program peningkatan mutu sekolah yang dilaksanakan Muba, menurut Alex, bukan saja untuk SMAN 2 Sekayu, melainkan sekolah-sekolah lain yang ada di seluruh kecamatan se- Musi Banyuasin. Bahkan, program pendidikan bertaraf internasional ini tidak selesai sampai SMA dan sederajat, tetapi diterapkan pada Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muba dan Politeknik Sekayu.

Adapun kebijakan pendidikan lain ditingkatkan dengan pendirian Madrasah Aliyah berstandar internasional dan program ”santri jadi dokter” bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Sementara itu, Ronald Stones menjelaskan, ide penerapan USI dilatarbelakangi berbagai kemajuan ilmu dan sarana prasarana dalam bidang pendidikan.

Selain itu, dirinya melihat harapan dan motivasi generasi muda juga semakin maju seiring perkembangan. ”Mereka punya keinginan yang kuat untuk maju, serta melihat dunia lebih luas,”paparnya. Strateginya,pada kelas 10 dan 11 terdapat enam mata pelajaran yang akan diajarkan dalam bahasa Inggris oleh guru-guru yang berpengalaman. Kemudian pada kelas 11, selanjutnya siswa akan diberi pilihan untuk mengikuti kurikulum internasional atau nasional pada saat akan naik kelas.

Siswa yang ingin ikut kurikulum internasional diwajibkan mengikuti tes,sehingga pada kelas 11 diterapkan dua kurikulum, yaitu nasional dan internasional. Sementara pada kelas 12, semua siswa mengikuti kurikulum nasional. Jika siswa berhasil lulus pada kurikulum internasional,akan mendapat sertifikat IGCSI dari Cambridge University. Sertifikat inidiakuisecara internasional di negara-negara yang berbahasa Inggris.

”Ketika kita bicara soal sekolah berstandar internasional, inilah maksudnya sekolah yang memegang sertifikasi dari IGCSI,”tutur Ronald. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Ade Karyana mengatakan, program UCI merupakan program lanjutan USP yang telah dilaksanakan Putra Sampoerna Foundations.

Beberapa sekolah yang menjadi binaan Sampoerna Foundation dievaluasi, lalu dilihat perkembangannya. Kemudian dari hasil evaluasi ini, Muba terpilih menjadi satu dari tiga sekolah yang menjadi pilot project realisasi UCI di Indonesia. (retno palupi)

Balaputradewa
July 19th, 2008, 10:14 AM
Wah... kayaknya Pangkalanbalai udah mulai menggeliat yah ^^
Selalu buat kejutan2 baru, Siap2 aja jadi 'Binjai'-nya Palembang !!
BTW.. Stasiun Kereta Api Indralaya kok mirip permen lolipop ye :lol:

paradyto
July 21st, 2008, 07:35 AM
BTW.. Stasiun Kereta Api Indralaya kok mirip permen lolipop ye :lol:

Ada Picsnya?

paradyto
July 26th, 2008, 01:26 AM
Banyuasin Segera Bangun Pabrik Biodiesel

Friday, 25 July 2008
PANGKALAN BALAI(SINDO) – Pengembangan potensi lokal pada sektor industri terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin.


Bupati Kabupaten Banyuasin H Amiruddin Inoed telah melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan Dirjen Industri Agro dan Kimia terkait rencana pembangunan pabrik tersebut. Pada November- Desember mendatang, pabrik tersebut rencananya siap dibangun.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah dan Penanaman Modal (UKM PM) Kabupaten Banyuasin Anna Suzana mengatakan, pembangunan pabrik merupakan usulan dari pihak pemkab ke Departemen Perindustrian yang akan direalisasikan pada 2009. Namun, rencana tersebut dipercepat realisasinya pada tahun ini.

“Lokasi pembangunan pabrik biodiesel ada dua tempat, yaitu di Jalur 17 Desa Muara Sugih, Kecamatan Tanjung Lago, dan Desa Pulau Harapan, Kecamatan Banyuasin III. Tinggal nanti dipilih mana yang lebih cocok. Karena ada pertimbangan-pertimbangan lainnya, seperti transportasi atau akses ke areal tersebut, tentunya akan kita ambil daerah yang lebih mudah transportasinya,” ujar Anna.

Dia menjelaskan, pabrik biodiesel tersebut akan memproduksi minyak solar dengan bahan baku crude palm oil (CPO) atau sisa minyak dengan memanfaatkan sisa-sisa jelantah yang dipakai masyarakat dan industri. Namun, dengan melihat potensi yang ada, keberadaan pabrik biodiesel tersebut akan menggunakan bahan baku CPO.

Pasalnya, Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu daerah sentral perkebunan yang mampu menghasilkan ribuan ton CPO per tahunnya. Dengan begitu, jika menggunakan CPO saat beroperasi, pabrik tidak akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku lantaran sudah tersedia di Banyuasin. Selain menghasilkan solar, pabrik biodiesel tersebut juga akan memproduksi turunan dari minyak solar, yaitu berupa sabun dan sabun colek.

Hal itu berbeda dengan pabrik biodiesel di kabupaten lain yang hanya memproduksi barang utama berupa minyak solar. Kabid Perindag M Tuhid menambahkan, kapasitas pabrik biodiesel di Kabupaten Banyuasin memiliki kapasitas produksi yang lumayan besar, yaitu 600 ton per hari. Investasi pembangunan pabrik ini pun lumayan besar, mencapai angka Rp5 miliar dari dana APBN melalui Departemen Perindustrian.

Tidak hanya itu, untuk tahap awal operasionalisasi pabrik, pihak pemkab pun menyediakan dana sebesar Rp1,5 miliar. Untuk mempermudah pengadaan bahan baku berupa CPO, pihaknya akan menawarkan kerja sama dengan beberapa perusahaan perkebunan lokal Banyuasin, seperti Sriwijaya Palm Oil Indonesia (SPOI) dan beberapa perusahaan lokal lainnya.

Dengan menggandeng beberapa perusahaan produsen CPO, keberadaan pabrik akan cepat berkembang dan tidak ada persoalan dalam penyediaan bahan baku. (yopie cipta raharja)

paradyto
July 26th, 2008, 01:48 AM
Sekayu and Prabumulih:okay:

Big cities worst in economic governance
Aditya Suharmoko , The Jakarta Post , Jakarta | Wed, 07/23/2008 10:53 AM | Headlines

Makassar, Yogyakarta, Surabaya and Surakarta were among the major cities whose investment growth last year was hampered by a lack of accessibility and security in land use rights, a survey says.

According to the 2007 Local Economic Governance Index by the regional autonomy watchdog KPPOD, those four cities were among the 10 worst of 243 regencies and cities surveyed in terms of land access and security.

The survey, released Tuesday, said the results were surprising as the above cities are known for their relative business savvy and modern infrastructure.

In Surabaya, the survey said, investors needed to wait for an average of 36 weeks before a company could acquire a land certificate to start business operations.

"About 38.4 percent of respondents took between 11 weeks and more than two years to obtain land certificates," KPPOD chairman Bambang PS Brodjonegoro said during a presentation of survey findings.

Land use was just one of nine aspects of local economic governance studied by the KPPOD for making up this year's index.

Other aspects included business licensing, government and business interaction, business development programs, mayor/regent capacity, local taxes, user charges and other transaction costs, local infrastructure, security and conflict resolution and local regulations.

The KPPOD surveyed 29 business associations and 12,187 firms, 51 percent of which were small businesses.

The best-performing district overall was Blitar, a small city of 1.3 million in East Java, which scored high on infrastructure, access to land and licensing.

Seven regencies and cities in North Sumatra, including Medan, were among the 10 worst-performing districts in 2007.

"Sumatra has legal uncertainties over land use rights. The government must provide legal certainty ... for projects related to the public interest," said Muhammad S Hidayat, the chairman of the Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Kadin).

Hidayat said Kadin had sent recommendations on the issuing of land use permits, but the government had not yet responded.

In terms of infrastructure, the top indicator in the survey, Indonesian Employers Association (Apindo) chairman Sofjan Wanandi said the government should address electricity problems in regions, as they restricted business growth.

"Perhaps regions can cooperate with private companies to build power plants in the areas," Sofjan said.

Finance Minister Sri Mulyani Indrawati said in her opening speech many regions made their own bylaws, which worsened the area's investment climate.

"Almost every day the Finance Ministry's Directorate General of Financial Balance recommends canceling or revising two or three bylaws," Mulyani said.

As of mid-July, the ministry had evaluated about 7,200 bylaws on regional tax and retribution, 28 percent of which were recommended to be canceled or revised.

The Justice and Human Rights Ministry said the government had revoked 974 bylaws since the introduction of regional autonomy in 1999. The ministry has launched a book of guidelines to limit regions in drafting bylaws.

The directorate general and the House of Representatives are also deliberating a bill on regional tax and retribution on fears that regions may be harming investment climate.

Overall Economic Governance Index 2007

Top-performing regencies/cities
1. Blitar, East Java
2. Magetan, East Java
3. Prabumulih, South Sumatra
4. Musi Banyuasin, South Sumatra
5. Jembrana, Bali
6. Tuban, East Java
7. Lumajang, East Java
8. Madiun, East Java
9. Probolinggo, East Java
10. Gianyar, Bali

Worst-performing regencies/cities
1. South Nias, North Sumatra
2. Labuhan Batu, North Sumatra
3. Rokan Hilir, Riau
4. Nias, North Sumatra
5. Rokan Hulu, Riau
6. Bima, West Nusa Tenggara
7. Asahan, North Sumatra
8. Karo, North Sumatra
9. Medan, North Sumatra
10. Tanjung Balai, North Sumatra

Source: Regional Autonomy Watch (KPPOD)

paradyto
July 30th, 2008, 12:57 PM
Sekayu and Prabumulih:okay:


Overall Economic Governance Index 2007

Top-performing regencies/cities
1. Blitar, East Java
2. Magetan, East Java
3. Prabumulih, South Sumatra
4. Musi Banyuasin, South Sumatra
5. Jembrana, Bali
6. Tuban, East Java
7. Lumajang, East Java
8. Madiun, East Java
9. Probolinggo, East Java
10. Gianyar, Bali



Sekayu, Musi Banyuasin...

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/15/Image195.jpg?et=jsj%2Cpt%2B1bes3dcrQK8PAZQ&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/16/Image196.jpg?et=e0BhEa0gUHy5PXHIhyEASQ&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/17/Image197.jpg?et=TjcNjlv%2Bcw6OlIV6amiZcQ&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/18/Image198.jpg?et=Ybu2u74%2CrcoQVyB7jZ8LRw&nmid=92002369

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/52/600x600/19/Image199.jpg?et=GhcQ0T0BIcRXaOyfvgyhmA&nmid=92002369

paradyto
August 17th, 2008, 01:58 PM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/15/IMG-0007.JPG?et=siD9mJnAUmOEJwIqRCj62g&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/16/IMG-0008.JPG?et=cJ9UpqH5cF96uOIqjh5qLw&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/17/IMG-0009.JPG?et=h3dV1%2CZBRTljjEWHZW14Tw&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/18/IMG-0010.JPG?et=JUXK6UvmwhkZniFmx2pI%2Bw&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/19/IMG-0011.JPG?et=6b13fO07BBiFQrHAj8iCUg&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/20/IMG-0012.JPG?et=eZT%2BIwBb3HdOa%2COwzJJXnA&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/21/IMG-0014.JPG?et=rI21ja9etkT1pB2uxOQAOg&nmid=80441178

paradyto
August 17th, 2008, 02:17 PM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/23/IMG-0073.JPG?et=Mw19ECJqtvYLOE3KMCTjfQ&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/24/IMG-0074.JPG?et=4cLSJBfX5DJPBVvGBp4zcg&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/25/IMG-0075.JPG?et=ES4cvV6%2BBBsO%2CUEBhoGN3g&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/26/IMG-0078.JPG?et=RKE%2C%2Bf%2Ce0O40RngDQQTclw&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/27/IMG-0079.JPG?et=tGZK%2BY9mZwyHy9hHE8JAgw&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/28/IMG-0080.JPG?et=d3BMzkKrTAo1O%2CIIa8T0%2Cg&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/29/IMG-0081.JPG?et=UqE974lR678VW0EeseJREw&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/30/IMG-0082.JPG?et=4cuA51ThD0%2Bh06MqxzPaRA&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/31/IMG-0083.JPG?et=KXDTgyF8vKdghqa1cH9OAA&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/32/IMG-0084.JPG?et=ijxZopkIF2dLFNPsGKZ30A&nmid=80441178

paradyto
August 18th, 2008, 01:13 AM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/33/IMG-0085.JPG?et=cOpdw00ttGttZU%2CASnmfkg&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/34/IMG-0086.JPG?et=P7JXvpqYRJ%2BRnL4Sj987hA&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/35/IMG-0087.JPG?et=ECImWSs2OOQc5NviLXzfCQ&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/36/IMG-0088.JPG?et=QrUPKeVkTY5ABf99Gv7%2ClQ&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/37/IMG-0089.JPG?et=XWc0sOTFxefiruJ4adxJTw&nmid=80441178

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/25/600x600/38/IMG-0090.JPG?et=O%2BkwZG7HR2eoXUk3iEsWUQ&nmid=80441178

paradyto
August 18th, 2008, 01:37 PM
Popularitas Seimbang
Masyarakat Harus Hati-hati Baca Survei Pilkada Sumsel


Palembang, Kompas - Survei Fox Indonesia menunjukkan, popularitas kedua calon gubernur-wakil gubernur Provinsi Sumatera Selatan hampir sama. Daerah yang diperkirakan akan menjadi pusat perebutan suara kedua calon ini adalah Kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin.

Demikian disampaikan pimpinan Fox Indonesia Rizal Mallarangeng dan Choel Mallarangeng dalam konferensi pers, Sabtu (16/8). Rizal mengatakan, posisi Alex Noerdin-Eddy Yusuf (Aldy) saat ini berada 5-6 persen dibawah pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya (Sohe).

”Ketika awal kami melakukan survei, ketertinggalan Aldy masih 22 persen dari Sohe. Setelah kami melakukan segala hal, survei berikutnya menunjukkan bahwa selisih suara Aldy terpaut 5-6 persen di bawah Sohe,” tutur Rizal.

Fox Indonesia yang menangani konsultasi strategis pemenangan Aldy memaku target pemenangan dengan selisih 3-4 persen dari Sohe. ”Kami masih mempunyai waktu tiga minggu untuk mengerahkan segala tenaga sebelum pilkada,” kata Rizal.

Survei independen yang telah dilakukan sebanyak dua kali oleh Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) menunjukkan bahwa Sohe masih unggul dibandingkan dengan Aldy. Yang mencolok dari survei Puskaptis adalah kampanye negatif akan memperbesar golput.

Dari survei Puskaptis, angka golput meningkat dari 7,39 persen saat survei pada 10 Juli menjadi 8,15 persen pada survei 7 hingga 12 Agustus. ”Kampanye negatif justru mengurangi jumlah pemilih. Lebih dari 80 persen lebih tertarik pada visi dan misi calon,” kata Direktur Eksekutif Puskaptis Husni Yazid.

Kebalikannya, Fox menilai kampanye negatif tak berpengaruh. Isu negatif, menurut Rizal, diketahui 5-7 persen calon pemilih saja. Dari jumlah itu hanya sekitar 10-12 persen yang mempercayai isu yang dilontarkan.

Hati-hati

Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya, Ardyan Saptawan, meminta masyarakat berhati-hati dalam membaca hasil survei karena metode dan sampel yang digunakan sering kali sulit dipertanggungjawabkan. ”Survei belum diatur dengan jelas dan bisa dijadikan alat untuk kampanye,” kata Ardyan.

Ketatnya persaingan antarkandidat, ujar Ardyan, membuktikan bahwa pertarungan cenderung berjalan imbang. Tiap calon memiliki keunggulan dan sama-sama berpengalaman. Namun, Ardyan memperkirakan pasangan Sohe masih cukup kuat.

Fox Indonesia juga akan mengadakan perhitungan cepat pada hari pemungutan suara, 4 September. Pasangan Aldy merupakan pasangan calon kepala daerah pertama yang ditangani oleh Fox untuk pemenangan pilkada. Puskaptis juga akan kembali melakukan survei awal masa kampanye mendatang. (WKM/ART)

Balaputradewa
August 18th, 2008, 02:02 PM
PAYO ADEK, SANAK, MANGCEK, BIKCEK, YAI, NYAI, ABA, EBOK, KANCO, KANCE, KANTI, JANGAN SIO-SIOKE HAK PELEH KITO!!
Jangan lupo KAMIS 4 SEPTEMBER 2008 Sumsel nyoblos !! :banana::banana:

paradyto
August 18th, 2008, 05:51 PM
Jadi nak peleh yang mano?

paradyto
August 18th, 2008, 06:03 PM
Cagub dan Cawagub Berikrar Siap Menang dan Siap Kalah

PALEMBANG--MI: Dua pasangan calon gubernur/wakil gubernur Sumsel, Alex Noerdin-Eddy Yusuf dan Syahrial Oesman-Helmi Yahya yang akan maju pada Pilkada gubernur 4 September 2008 berikrar siap menang siap kalah.

Ikrar siap menang siap kalah pasangan calon gubernur/wakil gubernur Sumsel itu diselenggarakan oleh KPUD Sumsel di Palembang, Senin (18/8). Kedua pasangan calon gubernur/wakil gubernur Sumsel itu secara bersamaan membaca ikrar siap menang siap kalah yang dipandu oleh anggota KPUD Sumsel, Alfian Toni.

Menurut calon gubernur Sumsel, H.Syahrial Oesman, sudah kali ikrar. Sementara itu mengenai penggerahan masa, ia mengatakan, pengerahan masa biasa saja latihan di Palembang sudah dilaksanakan dan tidak ada masalah.

"Sebenarnya tidak ada ikrarpun kita sudah melakukan semua yang ada dalam poin-poin ikrar siap menang siap kalah, kita sudah ikhlas," kata calon gubernur Sumsel, Alex Noerdin.

Ia juga menilai tujuh poin ikrar siap menang siap kalah itu semuanya bagus dan tidak ada masalah, normatif semua. Tujuh poin ikrar siap menang siap kalah yang dibacakan pasangan calon gubernur/wakil gubernur Sumsel itu antara lain menjalankan Pilkada gubernur/wakil gubernur Sumsel periode 2008-2013 berkualitas dan melakukan kampanye secara damai.

Sesuai dengan jadual KPU Provinsi Sumsel, Senin (18/8) mulai kampanye calon gubernur/wakil gubernur Sumsel dan kampanye itu akan berakhir pada 31 Agustus 2008. Pada hari pertama, kampanye kedua pasangan calon gubernur/wakil gubernur Sumsel itu menyampaikan visi misi melalui rapat paripurna DPRD setempat dan melakukan ikrar siap menang siap kalah. (Ant/OL-03)

paradyto
August 19th, 2008, 01:34 AM
http://www.sripo-online.com/upload/GUB05.JPG

DEBAT CAGUB SUMSEL --- Pasangan Cagub dan Cawagub Sumsel periode 2008-2018 H Alex Noerdin-H Eddy Yusuf (kiri) dan H Syahrial Oesman-Helmy Yahya (kanan) mengikuti Debat Kandidat Cagub dan Cawagub Sumsel, di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Sumatera Selatan, dan disiarkan langsung oleh tvOne, Senin (18/8) malam. (SRIPO/ZAINI)

Balaputradewa
August 21st, 2008, 06:01 AM
http://www.sripo-online.com/upload/GUB05.JPG

DEBAT CAGUB SUMSEL --- Pasangan Cagub dan Cawagub Sumsel periode 2008-2018 H Alex Noerdin-H Eddy Yusuf (kiri) dan H Syahrial Oesman-Helmy Yahya (kanan) mengikuti Debat Kandidat Cagub dan Cawagub Sumsel, di Ballroom Hotel Novotel Palembang, Sumatera Selatan, dan disiarkan langsung oleh tvOne, Senin (18/8) malam. (SRIPO/ZAINI)

Tapi kok MetroTV yg katanya 'The Election Chanel' gak siarin Pilgub Sumsel yah?? Kok malah pilih Lampung. Apa daya tawar Sumsel lebih rendah dari Lampung yah??

Gue pilh ALEX NOERDIN dunk. SKrg gue gi diluar Sumsel, tapi Tgl 4 gue bela2in balik ke Sumsel demi nyoblos Pak Alex:lol:

paradyto
August 21st, 2008, 06:42 AM
Tapi kok MetroTV yg katanya 'The Election Chanel' gak siarin Pilgub Sumsel yah?? Kok malah pilih Lampung. Apa daya tawar Sumsel lebih rendah dari Lampung yah??

Gue pilh ALEX NOERDIN dunk. SKrg gue gi diluar Sumsel, tapi Tgl 4 gue bela2in balik ke Sumsel demi nyoblos Pak Alex:lol:

Relawan Ungu ya?:)

Balaputradewa
August 21st, 2008, 08:00 AM
Gak kok. Mana sempet, gue gak stay di Sumsel tp berKTP Sumsel :lol:. Yah cuma gue suka aja dg kepemimpinan beliau thd Muba^^

paradyto
August 21st, 2008, 08:04 AM
if you talk about the person, about the mission and vision, about promises, and about the changes... you right:okay:

Fikr
August 21st, 2008, 09:23 AM
Tapi kok MetroTV yg katanya 'The Election Chanel' gak siarin Pilgub Sumsel yah?? Kok malah pilih Lampung. Apa daya tawar Sumsel lebih rendah dari Lampung yah??

Gue pilh ALEX NOERDIN dunk. SKrg gue gi diluar Sumsel, tapi Tgl 4 gue bela2in balik ke Sumsel demi nyoblos Pak Alex:lol:

^^ untuk debat Pilgub Sumsel tgl 24 agustus Live Metro TV, so Don't miss it :)

Balaputradewa
August 21st, 2008, 09:47 AM
Oh syukur lah, soalnya gak ada iklannya di Metro:) Rasanya gak afdol gituh, kalo gak disiarin Metro:lol:

paradyto
August 21st, 2008, 11:06 AM
Chapter 2:D

Balaputradewa
August 21st, 2008, 01:33 PM
Salah mas Fikr yang bener tgl 29 Agustus^^

KPU Sumsel Format Ulang Debat Kandidat Kedua
Thursday, 21 August 2008
PALEMBANG – Menyusul terselangaranya debat kandidat cagub beberapa waktu lalu yang disiarkan langsung oleh di TV 0ne, Komisi Pemilihan Umum Sumsel kembali akan menyelangarakan debat publik dengan format yang berbeda dari acara sebelumnya.
Anggota KPU Sumsel divisi Sosialisasi, Alfian Toni mengatakan pada debat publik kedua yang akan disiarkan langsung oleh Metro TV dari hotel Aston Palembang pada 29 Agustus mendatang. KPU Sumsel juga akan menyertakan masing masing 12 orang dari tim sukses inti yang akan mendampingi para kandidat Calon Gubernur dan Wakil Gubernur.
“Tim ini akan memberikan masukan nantinya di sela seca acara debat itu. Kami juga membatasi jumlah audiens di ruang ballroom hotel Aston sebanyak 500 orang,” ujar Alfian di kantornya kemarin (20/8).
Alfian menambahkan, KPU Sumsel akan menunjuk panelis yang memiliki latar sebagai guru besar otonomi daerah dari Universitas Indonesia. Dua panelis lain, berasal dari IAIN Reden Fatah dan Universitas Sriwijaya dengan latar ahli pendidikan dan ekonomi. Alfian mengatakan pihaknya menjamin netralitas para penelis dalam acara tersebut
‘’Kami minta mereka melakukan pengujian terhadap program pembangunan para kandiadat. Mereka juga akan melakukan kritik konstruktif terhadap program yang ada, sehingga kualitas pemimpin Sumsel dilihat nanti. Panelis yang kami tunjuk kami jamin netral dan bebas diintervensi,” ujarnya. (mg16)

Balaputradewa
August 24th, 2008, 11:32 AM
SURVEI: SOHE MASIH UNGGUL :cry::cry:

Sindo (24 September 2008)
ALDY KAMPAYE Pasangan cagub-cawagub Sumsel Syahrial Oesman-Helmi Yahya (SOHE) melakukan kampanye terbuka di Lapangan STIER Sekayu, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, kemarin.Sementara, pasangan H Alex Noerdin-H Eddy Yusuf (ALDY) menggelar kampanye akbar di Gedung Olahraga (GOR) Baturaja, Kabupaten OKU.


PALEMBANG(SINDO) – Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangun Strategis (Puskaptis) dan Harian Kompas merilis, pasangan Syahrial Oesman-Helmi Yahya (SOHE) lebih unggul dibandingkan pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf (ALDY).

Berdasarkan survei Puskaptis, Rabu (20/8) hingga Jumat (22/8), pasangan SOHE masih unggul dengan perolehan 53,58% suara atas ALDY yang hanya 40,17% suara.Angka tersebut meningkat dari survei sebelumnya sebesar 52,18% untuk SOHE dan 39,67% untuk ALDY.

Sementara,berdasarkan survei Litbang Harian Kompas, pasangan SOHE unggul 54,5% suara dibanding pasangan ALDY yang hanya 45,5% suara di Sumsel. Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid mengungkapkan, berdasarkan hasil survei,pasangan SOHE unggul di beberapa daerah, seperti di Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir,Kabupaten OKI,OKU, OKU Selatan, dan OKU Induk.

Adapun pasangan ALDY unggul di Kabupaten Empat Lawang dan Kota Pagaralam.Sementara,untuk daerahdaerah lain, hasil survei belum diterimanya, sedangkan masyarakat yang belum menentukan pilihannya sekitar 6,25%.

”Hasil survei untuk daerah-daerah lain belum masuk,” ujar Husin Yazid kepada SINDO kemarin. Menanggapi hasil survei dua lembaga tersebut, pasangan SOHE menyambut positif. Calon wakil gubernur Helmi Yahya mengatakan, survei tersebut membuktikan bahwa masyarakat Sumsel sudah semakin cerdas dalam menentukan pilihan.

Menurut dia, survei tersebut membuktikan bahwa masyarakat sudah bisa menilai pemimpin yang cerdas dan berpengalaman dari pada pemimpin yang hanya bisa mengumbar janji. ” A l h a m d u l i l l a h , masyarakat sudah semakin cerdas dan memilih pemimpin yang berpengalaman,” ujar Helmi saat ditemui SINDO saat perjalanan menuju lokasi kampanye di Kota Sekayu,kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Helmi membagikan sejumlah topi serta kaos bergambar pasangan SOHE dan langsung mendapat sambutan dari seluruh warga sekitar. Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB, pasangan SOHE melakukan kampanye terbuka di Lapangan STIER Sekayu,Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin.

Fikr
August 24th, 2008, 12:58 PM
SURVEI: SOHE MASIH UNGGUL :cry::cry:

Sindo (24 September 2008)
ALDY KAMPAYE Pasangan cagub-cawagub Sumsel Syahrial Oesman-Helmi Yahya (SOHE) melakukan kampanye terbuka di Lapangan STIER Sekayu, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, kemarin.Sementara, pasangan H Alex Noerdin-H Eddy Yusuf (ALDY) menggelar kampanye akbar di Gedung Olahraga (GOR) Baturaja, Kabupaten OKU.


PALEMBANG(SINDO) – Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangun Strategis (Puskaptis) dan Harian Kompas merilis, pasangan Syahrial Oesman-Helmi Yahya (SOHE) lebih unggul dibandingkan pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf (ALDY).

Berdasarkan survei Puskaptis, Rabu (20/8) hingga Jumat (22/8), pasangan SOHE masih unggul dengan perolehan 53,58% suara atas ALDY yang hanya 40,17% suara.Angka tersebut meningkat dari survei sebelumnya sebesar 52,18% untuk SOHE dan 39,67% untuk ALDY.

Sementara,berdasarkan survei Litbang Harian Kompas, pasangan SOHE unggul 54,5% suara dibanding pasangan ALDY yang hanya 45,5% suara di Sumsel. Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid mengungkapkan, berdasarkan hasil survei,pasangan SOHE unggul di beberapa daerah, seperti di Kota Palembang, Kabupaten Ogan Ilir,Kabupaten OKI,OKU, OKU Selatan, dan OKU Induk.

Adapun pasangan ALDY unggul di Kabupaten Empat Lawang dan Kota Pagaralam.Sementara,untuk daerahdaerah lain, hasil survei belum diterimanya, sedangkan masyarakat yang belum menentukan pilihannya sekitar 6,25%.

”Hasil survei untuk daerah-daerah lain belum masuk,” ujar Husin Yazid kepada SINDO kemarin. Menanggapi hasil survei dua lembaga tersebut, pasangan SOHE menyambut positif. Calon wakil gubernur Helmi Yahya mengatakan, survei tersebut membuktikan bahwa masyarakat Sumsel sudah semakin cerdas dalam menentukan pilihan.

Menurut dia, survei tersebut membuktikan bahwa masyarakat sudah bisa menilai pemimpin yang cerdas dan berpengalaman dari pada pemimpin yang hanya bisa mengumbar janji. ” A l h a m d u l i l l a h , masyarakat sudah semakin cerdas dan memilih pemimpin yang berpengalaman,” ujar Helmi saat ditemui SINDO saat perjalanan menuju lokasi kampanye di Kota Sekayu,kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Helmi membagikan sejumlah topi serta kaos bergambar pasangan SOHE dan langsung mendapat sambutan dari seluruh warga sekitar. Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB, pasangan SOHE melakukan kampanye terbuka di Lapangan STIER Sekayu,Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin.

^^ kenapa ya Pasangan, Simpatisan, dan Tim suskes Sohe selalu bilang kalo Pasangan Aldy itu selalu umbar-umbar Janji, padahal Pasangan Sohe juga umbar janji, Lihatlah kampanye dan iklan di harian umum kota ini yang memuat:
- 96 % Masyarakat sumsel Bebas Buta Huruf
- 91 % Masyarakat sumsel Bebas Pengangguran
- pendapatan perkapita masayarakat sumsel 12 juta/tahun
- 100 hari pemimpin akan kelihatan kesejateraan dan kemakmuran rakyat sumsel
bahkan diawal awal Sohe juga punya program Sekolah dan Berobat Gratis yang berkualitas, tetapi terakhir malah dibilang Sekolah dan Berobat Gratis Membodohi Masyarakat :). dan dinilai Pasangan ini paling berpengalaman karena Pak Syahrial telah pernah menjadi Gubernur sumsel Periode 2003 - 2008 dan di akui berhasil.

Fikr
August 24th, 2008, 01:09 PM
Aku rasa pak Helmy yahya terlalu lama dijakarta dan tidak tahu bagaimana Kondisi sekayu khususnya dan Muba umumnya :)

waktu debat Pilkada yang pertama di TV One dikatakan bahwa di Muba masyarakatnya 30% masih tergolong miskin, kebanyakan orang memandang ini adalah kegagalan program Alex Nurdin
padahal aku lihat dari sudut pandang yang berbeda bahwasanya ini adalah keberhasilan pak alex dalam menjalankan program di Muba selama menjabat sebagai bupati periode 2001 - 2006 dan 2006 - 2008, karena apa ? aku yakin bahwasanya Penduduk Muba dibawah tahun 2001 (sebelum periode kepemimpinan Pak Alex) masyarakat miskin di MUBA tercatat hampir 85% :cheers:

CMIIW

Romanista
August 24th, 2008, 05:20 PM
^^ Jadi teringat pidato Pak Antasari Azhar di KBRI SG bbrp minggu lalu mengenai pilkada di sejumlah daerah...kata beliau, banyak pemimpin yang berjanji2 pendidikan, kesehatan dll bakal gratis..pertanyaannya dananya itu darimana??? halal ato tidak? ( yang gw tangkap dari pernyataan implisitnya ini, jangan sampai aset2 daerah dikuasai pihak asing...cmiiw ) intinya masyarakat diajak melihat para calon dari kacamata yang proporsional, mulai dari kekayaan hingga dana kampanye yang masuk akal ato tidak bisa mencerminkan perilaku calon kepala daerah :)

Maju terus Sumsel anyway :cheers:

paradyto
August 24th, 2008, 05:23 PM
Isuzu D-Max...

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/23/600x600/15/D-max.jpg?et=SwNCtkHe%2Cfmtb8KJj5pMwQ&nmid=78875273

Fikr
August 25th, 2008, 08:11 AM
Isuzu D-Max...

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/23/600x600/15/D-max.jpg?et=SwNCtkHe%2Cfmtb8KJj5pMwQ&nmid=78875273

^^ kendaraan Politik baru yaa :)

Fikr
August 25th, 2008, 08:13 AM
^^ Jadi teringat pidato Pak Antasari Azhar di KBRI SG bbrp minggu lalu mengenai pilkada di sejumlah daerah...kata beliau, banyak pemimpin yang berjanji2 pendidikan, kesehatan dll bakal gratis..pertanyaannya dananya itu darimana??? halal ato tidak? ( yang gw tangkap dari pernyataan implisitnya ini, jangan sampai aset2 daerah dikuasai pihak asing...cmiiw ) intinya masyarakat diajak melihat para calon dari kacamata yang proporsional, mulai dari kekayaan hingga dana kampanye yang masuk akal ato tidak bisa mencerminkan perilaku calon kepala daerah :)

Maju terus Sumsel anyway :cheers:

^^ bisa dibedakan dong mana yang bukti dan janji.
kalo janji belum tentu terbukti
tapi kalo sudah terbukti ngak perlu janji-janji

Balaputradewa
August 25th, 2008, 12:17 PM
^^ bisa dibedakan dong mana yang bukti dan janji.
kalo janji belum tentu terbukti
tapi kalo sudah terbukti ngak perlu janji-janji

Setuju. Mudah2an kalo Alex Noerdin menang janji2 tersebut akan terbukti kebenarannya :|

ikhlas001
August 25th, 2008, 12:37 PM
Isuzu D-Max...

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/23/600x600/15/D-max.jpg?et=SwNCtkHe%2Cfmtb8KJj5pMwQ&nmid=78875273


iklan nih !!

mumpung gratis ya.....:nuts::nuts:

Fikr
August 25th, 2008, 03:55 PM
iklan nih !!

mumpung gratis ya.....:nuts::nuts:

Iklan Gratis :), belum ada termasuk dalam program kedua kandidat :lol:

paradyto
August 26th, 2008, 01:49 AM
iklan nih !!

mumpung gratis ya.....:nuts::nuts:

iseng saja, karena lokasinya di Musi Banyuasin Oil Field Operation:)

paradyto
September 4th, 2008, 03:02 AM
SOUTH SUMATRA'S ELECTION DAY!

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/4/photos/59/600x600/22/multiply.jpg?et=rjTaDBkT70MCn7Z9GcKZgw&nmid=111121589

Milih langsung SUMSEL 1 hari ini!
Mau pilih YAKIN SUMSEL BISA! atau SUMSEL HEBAT!
ALDY (Alex - Eddy) atau SOHE (Syahrial - Helmy)

:okay:Wujudkan Lumbung Pangan dan Lumbung Energi Nasional!:okay:
Keep Peace Man!!!

^^^^^^
:cheers::cheers:

paradyto
September 4th, 2008, 09:01 AM
QUICK QOUNT
SOUTH SUMATRA'S ELECTION

4 SEPTEMBER 2008

( HASIL SEMENTARA 4 Sept 2008 )

1. ALEX NOERDIN - EDDY YUSUF : 49.28 %
2. SYAHRIAL OESMAN - HELMI YAHYA : 50.72 %

Click juga disini: MetroTV (http://www.metrotvnews.com/)

ikhlas001
September 4th, 2008, 09:37 AM
Lagi Om Paradyto......!!!

paradyto
September 4th, 2008, 11:46 AM
Now...

1. ALEX NOERDIN - EDDY YUSUF : 52.48 %
2. SYAHRIAL OESMAN - HELMI YAHYA : 47.52 %

paradyto
September 4th, 2008, 02:45 PM
Quick Count-nya masih ada perbedaan tuh..

Fikr
September 4th, 2008, 04:03 PM
Kamis, 04 September 2008 19:01 WIB


Metrotvnews.com, Palembang: Pasangan calon Gubernur Sumatra Selatan, Syahrial Oesman dan Helmi Yahya (Sohe) belum mau mengaku kalah, meski perhitungan cepat (quick count) Lembaga Survei Indonesia (LSI) memenangkan pasangan Alex Noerdin dan Eddy Yusuf. Alasannya versi lain quick count menasbihkan Sohe sebagai pemenang.

Berbicara di Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (4/9), Syahrial Oesman mengamini bahwa memang ada beberapa versi quick count. Salah satunya memenangkan dia. "Saya sangat menyayangkan bila ada yang cepat menarik kesimpulan. Sebab ada pihak yang menyatakan kita menang," kata Syahrial Oesman.

Sebaliknya Alex Nurdin juga membenarkan bahwa antara dia dan lawannya terdapat gesekan. Karena itu Alex mengajak pihak lawan agar kembali berislah untuk kembali membangun Sumsel. "Mari kita melupakan segala gesekan di antara kita. Saya mohon maaf jika ada kesalahan," ucap Alex.(**)

Fikr
September 4th, 2008, 04:18 PM
Semua Lembaga Survey Unggulkan Pasangan Aldy
Hasil perhitungan cepat (Quick Qount) beberapa lembaga survey dalam Pilgub Sumsel 4 September 2008 ini ternyata menempatkan pasangan calon Gubernur nomor urut 1 Alex Noerdin Eddy Yusup sebagai pemenang. Pasangan Aldy mampu mengungguli saingannya dengan Nomor urut 2 Syahrial Oesman-Helmy Yahya kendati perbedaan perolehan suara sangat tipis.

Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) yang mengumumkan langsung hasil quick qountnya di Hotel Horison Palembang menempatkan Aldy dengan perolehan suara 50,28 persen, sedangkan SOHE memperoleh 49,64 persen. Dengan demikian lembaga ini menempatkan Aldy sebagai pemenang.

Lingkaran Survey Indonesia (LSI) yang hasil perhitungannya diberitakan langsung TVOne juga menempatkan Aldy sebagai pemenang dengan suara tipis 50,21 persen sedangkan pasangan SOHE 49,79 persen.

Satu lagi lembaga survey yang dikelola Metro TV juga menempatkan Aldy sebagai pemenang dengan angka 52,21 persen sedangkan SOHE hanya memperoleh 47,79 persen.

Dari beberapa hasil survey tersebut semuanya menempatkan pasangan nomor urut 1 sebagai pemenang untuk sementara.

Tinggal satu lembaga survey lagi yang belum mengumumkan yaitu Lembaga Survey Indonesia (LSI) yang rencananya baru akan mengumumkannya langsung pada pukul 16.00 WIB nanti.

Hasil perhitungan seluruhnya baru akan bisa disimpulkan pada 14 September nanti saat KPU Sumsel mengumumkan siapa pemenang.

Rentan Konflik dan Tuntutan

Pilgub Sumsel yang menempatkan kedua pasangan pada perolehan suara yang sangat tipis menjadikan Pilgub Sumsel menjadi Pilkada yang rentan akan terjadinya konflik horizontal dalam masyarakat. Selain itu apapun keputusan dari hasil perhitungan ini akan sangat berpeluang munculnya berbagai gugatan atas hasil tersebut. Untuk itu sebaiknya seAmua pihak menahan diri sebelum KPU Sumsel mengumumkan secara resmi.

“Hasil ini sangat rentan, kita mesti bijak menyikapinya”, ungkap Ir.A.Junaidi seorang pengamat politik menyikapi hasil perhitungan cepat yang terpaut tipis tersebut.

sumber: Sumsel World Press

Fikr
September 4th, 2008, 04:22 PM
Kendati keputusan KPUD Sumsel tentang siapa yang secara resmi menjedi pemenang Pilgub Sumsel masih mesti menunggu hingga 14 September 2008 mendatang namun hasil penghitungan terakhir sudah nyata-nyata pasangan nomor 1 Alex Noerdin - Eddy Yusuf (Aldy) memperoleh perolehan yang semakin jauh mengungguli pasangan nomor 2 Syahrial Oesman - Helmy Yahya (SOHE). Prosentasi suara Aldy terus naik dan hingga kamis sore ini sudah memperoleh 55 persen suara lebih.

Oleh karena itu segenap pendukung Aldy sejak siang hingga sore ini berkumpul di kediaman Alex Noerdin yang terletak di jalan Merdeka Palembang untuk memberikan ucapan selamat kepada Alex Noerdin. Halaman rumah Alex yang merangkap dengan pompa bensin milik keluarga Alex dipenuhi para pendukung yang terus saja berdatangan. Semua nampak puas dan bangga atas kemenangan jagonya tersebut.

Gubernur terpilih H.Alex Noerdin yang berbaur dengan ratusan warga nampaknya sangat terbuka terhadap siapapun yang datang. Bersama seluruh keluarga besarnya ia menemui para pendukungnya. Alex juga menyempatkan diri menggelar jumpa pers untuk memberikan kesempatan kepada wartawan untuk bertanya.

Alkex Noerdin secara tegas menyatakan bahaw kemenangan ini bukanlah kemenangan dirinya belaka, melainkan kemenangan seluruh masyarakat Sumatera Selatan. Oleh karena itu ia mengajak seluruh warga Sumsel untuk bersatu kembali, bersama-sama lagi, melupakan kejadian-kejadian yang telah lalu.

“Maklum saja Pilgub bisa menjebabkan terjadinya gesekan-gesekan. Untuk itu mari kita lupakan dan sama-sama menatap masa depan yang lebih baik”, ungkap Alex yang disambut tepuk riuh pendukungnya.

Alex juga mengucapkan rasa terima kasihnya kepada kalangan Pers, baik cetak maupun elektronik, yang telah dengan ikhlas mengcover setiap kegiatannya. Demikian juga kepada seluruh Tim Sukses dan Konsultannya Alex pun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Kepada wartawan Alex juga kembali mengulang tekadnya untuk sesegera mungkin mewujudkan janji-janjinya.

“Selanjutnya saya akan menunggu keputusan KPUD Sumsel. Jika sudah dilakukan pelantikan saya akan langsung melaksanakan program-program yang telah disiapkan”, ujar Alex.

Dibidang sekolah gratis, Alex juga meyakinkan jika program itu akan secepatnya direalisasikan. “Selambat-lambatnya pada tahun ajaran baru nanti semua sudah terlaksana, jadi tak perlu sampai satu tahun”, tambahnya lagi.

sumber : Sumsel World Press

Romanista
September 4th, 2008, 08:57 PM
Wah hasilnya lebih ketat dibanding pilkada jakarta kemarin yang sama2 cuma 2 calon...:banana:

paradyto
September 5th, 2008, 01:14 AM
Keren, ketat banget... Insyallah aman ya:)

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/images/stories/sindosore/20080905-news-1.jpg

Sayang Gw nggak bisa ikutan, hanya bisa melihat, karena masih KTP Jakarta Selatan:D

rilham2new
September 5th, 2008, 11:49 AM
^^ Helmy Yahya tidak terlihat seperti Helmy Yahya , hehehehe :tongue2: ..

Aku lebih suka lihat calon pake baju koko putih, ketimbang baju jas item+dasi :D

Balaputradewa
September 5th, 2008, 03:14 PM
Udah deh, gue yakin Aldy yang menang:lol:
SELAMAT ATAS TERPILIHNYA H.ALEX NOERDIN SEBAGAI GUBERNUR SUMSEL 2011-2013
WUJUDKAN SUMSEL SEBAGAI PROVINSI TELADAN YA PAK ALEX !!^^

Balaputradewa
September 5th, 2008, 03:20 PM
QUICK COUNT : Pilkada Sumsel

Menurut Quick Count Lembaga Survei INdonesia (LSI) pasangan Alex Noerrdin – Eddy Yusuf unggul tipis dari pasangan Syahrial Oesman – Helmi Yahya. Dari data 394 TPS yang masuk dalam perhitungan Quick Count LSI pasangan Alex-Eddy memperoleh 52.12% sementara pasangan Syariah-Helmi 46.88%. Tingkat partisipasi warga sumsel dalam pilkada ini sekitar 73.49%. ^^
----
Well, ternyata tingkat partisipasi masyarakat Sumsel termasuk tinggi loh. Apalagi kalo dibandingkan Lampung kemaren yang 66,3% (katanya tertinggi). Wah, salut deh buat wong kito yang udah sadar hak pilihnya:cheers:

paradyto
September 5th, 2008, 03:22 PM
Lembaga Survei Indonesia mencatat pasangan Aldy 52,12 persen dan Sohe 47,88 persen. Lingkaran Survei Indonesia mencatat pasangan Aldy 51,22 persen dan Sohe 48,78 persen. Sedangkan Pusat Kajian Pembangunan Strategis mencatat pasangan Aldy 48,89 persen dan sohe 51,11 persen.

Kita tunggu tanggal 14:)

paradyto
September 6th, 2008, 01:23 AM
:lol::lol::lol::lol:

http://www.sripo-online.com/upload/KARANGAN.JPG

UCAPAN SELAMAT --- Karangan bunga ucapan selamat berjejer di luar rumah Calon Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di kawasan Jalan Merdeka Palembang, Jumat (5/9). Dua dari tiga lembaga survei yang melakukan quick count (penghitungan cepat) hasil suara Pilkada Sumsel 2008 mencatat pasangan H Alex Noerdin-H Eddy Yusuf (Aldy) unggul atas pesaingnya pasangan H Syahrial Oesman-H Helmy Yahya (SOHE). KPU Sumsel baru akan mengumumkan hasil Pilkada Gubernur Sumsel pada 14 September mendatang. (SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT)

http://www.sripo-online.com/upload/KONVOISO.JPG

http://www.sripo-online.com/upload/GUB1.JPG

KONVOI --- Para pendukung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel, H Syahrial Oesman-H Helmy Yahya (SOHE), Jumat (5/9), konvoi keliling kota sehari setelah pelaksanaan Pilkada Gubernur Sumsel 2008. (SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT)

paradyto
September 7th, 2008, 01:16 AM
Rekap 4 Daerah Rampung

PALEMBANG (SINDO) - Empat daerah kabupaten/kota di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel),kemarin telah merampungkan rekapitulasi penghitungan suara.

Berdasarkan hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) di empat kabupaten/kota tersebut, pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur nomor urut 1 Alex Noerdin- Eddy Yusuf (ALDY) unggul di tiga kabupaten/ kota.

ALDY unggul mutlak atas rivalnya, calon gubernur nomor urut 2 Syahrial Oesman-Helmi Yahya (SOHE), di Kabupaten Empat Lawang, Musi Banyuasin, dan Musi Rawas. Sementara,pasangan SOHE mengantongi suara terbanyak di Kabupaten OKU.

Di Kabupaten Empat Lawang, pasangan ALDY menang telak di tujuh kecamatan yang ada dengan perolehan suara 78.865 atau 76,88%, sedangkan SOHE hanya mengantongi 23.716 suara atau 23,12%. Di Kecamatan Tebing Tinggi misalnya, ALDY memperoleh 15.809 suara, sedangkan SOHE hanya 8.862 suara.

Di Muara Pinang, ALDY 10.918 suara,SOHE 2.559 suara; di Lintang Kanan,ALDY 7.864 suara, SOHE 2.585 suara; Talangpadang, ALDY 4.749 suara, SOHE 1.153 suara; Ulu Musi, ALDY 12.149 suara, SOHE 2.470 suara; PasemahAir Keruh,ALDY 6.533 suara,SOHE 2.440 suara; dan di Pendopo,ALDY 20.843 suara, SOHE 3.467.

Sementara, suara tidak sah berjumlah 1.747. ”Jika tidak ada halangan, hari ini juga KPU Empat Lawang memberikan berkas hasil rekapitulasi penghitungan suara ke KPUD Sumsel dengan dikawal pihak keamanan,” kata Ketua KPU Empat Lawang Muromin Zahri BA kemarin.

Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin. Di wilayah yang pernah dipimpinnya ini, ALDY menang telak dengan perolehan suara 207.142 atau sekitar 79%, sedangkan pasangan SOHE harus puas dengan 54.261 suara atau sekitar 20%.Jumlah suara sah di Kabupaten Muba mencapai 261.403, sedangkan suara tidak sah 4.243.

Ketua KPUD Muba Tirta Arisandi mengatakan, faktor kemenangan ALDY di Kabupaten Muba karena figur Alex Noerdin yang memang telah melekat dan banyak memberikan perubahan di Kabupaten Muba. Ketua DPD Golkar Muba H Silgani Mengatakan,kemenangan tersebut merupakan bukti bahwa ALDY merupakan figur yang cocok untuk memimpin Sumsel.

Selain itu,program yang ditawarkan memang telah terbukti di Kabupaten Muba.“Kemenangan beliau adalah kemenangan masyarakat Sumsel,”ujarnya. Sementara, di Kabupaten Musi Banyuasin, pasangan ALDY unggul tipis atas SOHE dengan perolehan suara 52,03% dan SOHE 47,97%.

Rapat pleno di ruang rapat KPUD Mura,kemarin,dipimpin langsung Ketua KPUD Mura Rommy Krishna didampingi anggotanya, Agus Cik, Yulian Adiwiryana, dan Usman Magdad.Hadir dalam rapat pleno tersebut para saksi kedua pasangan calon. Saksi ALDY diwakilkan Eliyanto dan saksi SOHE diwakilkan Darmadi SE.

Turut menyaksikan rapat pleno tersebut, Kapolres Mura, AKBP Herry Nixon, Dandim 0406 Letkol Inf Suryana, Kepala Kasbanglimas Pemkab Mura,Ketua Panwas dan anggotanya, serta beberapa perwakilan masyarakat.

Sekitar pukul 15.00WIB, KPUD Mura secara resmi menetapkan pasangan nomor urut 1 ALDY berhasil memperoleh suara terbanyak dengan jumlah 127.803 atau 52,03%, mengungguli pasangan SOHE yang hanya memperoleh 117.825 suara atau 47,97%.

Ketua KPUD Mura Rommy Krishna, saat ditemui SINDO seusai rapat pleno, mengatakan, pihaknya akan secepatnya mengirim hasil rekapitulasi perhitungan suara dan rapat pleno KPUD Mura ke KPUD Provinsi Sumsel.

Menanggapi tidak ditandatanganinya berkas acara oleh salah satu saksi tim SOHE dalam rapat pleno tersebut, Rommy mengaku tidak ada masalah.”Sebab,mereka sudah datang dan mengisi daftar hadir,jadi tidak ada masalah,”paparnya.

Hal senada dikatakan Ketua Panwas Kabupaten Mura Hendri Akbar.Menurut dia, tidak ditandatanganinya berkas acara rapat pleno bukan merupakan suatu permasalahan. ”Sampai saat ini belum ada pengaduan dari kedua belah pihak, baik dari tim ALDY maupun SOHE,ke Panwas,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Mura AKBP Herry Nixon mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penjagaan di kantor KPUD sesuai prosedur berlaku. Adapun KPUD Kota Lubuklinggau baru hari ini, Minggu (7/9) sekitar pukul 09.00 WIB, menggelar rapat pleno serta mengumumkan hasil perolehan suara di Kota Lubuklinggau.

”Kita baru besok (red) menggelar rapat pleno. Untuk seluruh hasil rekapitulasi suara dari 8 PPK, semuanya sudah masuk,” kata Aspuda anggota KPUD Lubuklinggau kepada SINDO kemarin.

SOHE Unggul di OKU

Meski kalah telak di empat kabupaten/kota, sesuai prediksi, pasangan SOHE unggul di wilayah Kabupaten OKU dengan perolehan 84,053 suara atau 52,05%, sedangkan ALDY 73.141 suara atau 45,29%.

Ketua KPUD OKU Dewantara Jaya menjelaskan, dari data rekapitulasi suara dari 11 PPK yang selesai didata di KPUD OKU, kemarin, pasangan ALDY unggul di enam kecamatan,yakni Kecamatan Simidang Aji,Pengandonan, Ulu Ogan, Peninjuan, Lengkiti, dan Sosoh Buay Rayap.

Sementara, pasangan SOHE unggul di empat kecamatan, masing-masing Kecamatan Baturaja Timur, Baturaja Barat,Lubuk Batang,dan Lubuk Raja. ”Jumlah suara tidak sah sebanyak 4.282,” ujarnya. Selain itu, lanjut Dewantara, angka golput di Kabupaten OKU terbilang tinggi.

Dari daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten OKU yang berjumlah 223.243 mata pilih, sebanyak 161.476 menggunakan hak pilihnya, sedangkan 61.767 pemilih tidak menggunakan hak pilih.

Ketua Panwaslu OKU Suharjono mengungkapkan, hingga kini, pihaknya belum menerima pengaduan dari dua kubu pasangan.“Ya,sampai sejauh ini kita belum menemukan sekaligus menerima pengaduan dari dua tim sukses masing-masing,”ujarnya.

KPUD Bisa Percepat Perhitungan Suara

Waktu 10 hari dari pencoblosan yang dibutuhkan KPUD Sumsel untuk menetapkan pasangan calon gubernur- calon wakil gubernur yang memenangkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel dinilai dapat dipercepat.

Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) sekaligus mantan anggota KPUD Sumsel periode 2003–- 2008 Joko Siswanto mengatakan, waktu sepuluh hari yang dibutuhkan KPUD itu termasuk untuk mengakomodasi penghitungan suara hingga di daerah-daerah terpencil.

Namun, melihat perkembangan situasi saat ini, kata Joko, KPUD bisa mempercepat penetapan hasil penghitungan suara sebelum 14 September, yang mana di tingkat KPUD kabupaten/- kota maupun provinsi,waktu penghitungan semakin singkat.

”Sekarang tergantung kemauan KPUD, karena penetapan di tingkat provinsi tidak lama. KPUD tinggal merekapitulasi penghitungan di 15 kabupaten/kota,” ucap dia di Palembang kemarin. Joko memastikan, entah bagaimana caranya tekanan dari kedua kandidat terhadap KPUD memang tak akan terhindarkan.

Kedua kandidat pastinya menginginkan hasil penghitungan KPUD tak berbeda dengan hasil penghitungan cepat (quick count) yang sama-sama memenangkan kedua pasangan calon. “Hasil penghitungan KPUD harus benar-benar bersih tanpa unsur tekanan dari pihak mana pun,itu yang harus ditekankan saat ini,” papar Joko lagi.

Dihubungiterpisah,anggota KPUD Sumsel Alfiantoni mengatakan,pihaknya berencana mempercepat perhitungan suara, khususnya di tingkat PPK, untuk menghindari memanasnya situasi karena kedua pasangan kandidat saling mengklaim kemenangan.” Kemarin (Jumat 5/9), belum ada hasil penghitungan suara yang masuk dari kabupaten/ kota.

Hari ini (kemarin) kamike daerah-daerah untuk mendorong percepatan penghitungan suara, terutama di tingkat PPK,” ujarnya kemarin. Alfian mengutarakan, hasil penghitungan suara di KPUD kabupaten/kota akan direkapitulasi lagi di KPUD provinsi sebagai hasil penghitungan final.

Ditargetkan, maksimal pada 14 September, KPU Sumsel sudah menetapkan hasil penghitungan suara sesuai jadwal tahapan pilkada. (adi sulistiyono/ eddy parmansyah/ ade satia pratama/ jimmy octa harto/ a fajrihidayat/ dedy sagita)

paradyto
September 7th, 2008, 06:56 AM
Gubernur Quick Count
Sunday, 07 September 2008
Prof Amzulian Rifai PhD Ketua Program Studi Ilmu Hukum Pascasarjana Unsri


Secara teori, quick count, perhitungan cepat, memiliki akurasi tinggi. Namun bukan bebas dari masalah. Apalagi lembaga survei pelaksana quick count bekerja atas bayaran para kandidat. Terlebih jika kandidat kepala daerah hanya dua pasang saja dengan perbedaan suara tipis. Pasti rawan masalah. Hal inilah yang saat ini terjadi dalam pilgub Sumatera Selatan. Munculnya dua gubernur dengan persentase suara berbeda versi lembaga survei.

SEDARI awal saya tergolong waswas dengan pemilihan gubernur Sumatera Selatan. Kekhawatiran ini terjadi karena pemilihan tersebut hanya diikuti oleh dua pasang calon. Pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf (ALDY) dan pasangan Syahrial Oesman-Helmi Yahya (SOHE). Sementara di daerah-daerah lain belum pernah terjadi dalam pemilihan kepala daerah langsung hanya diikuti oleh dua pasang calon. Bandingkan dengan pemilihan Gubernur Lampung 3 September 2008 yang diikuti oleh tujuh pasang calon.

Ada beberapa efek negatif dengan hanya dua pasang kandidat ini. Atmosphere paling terasa kedua kubu berhadap-hadapan secara head to head. Para pendukung juga berhadap-hadapan secara terang-terangan. Tidak ada alternatif. Mereka harus mendukung salah satu dari dua calon ini. Jika ada pernyataan-pernyataan yang ditujukan kepada pesaing, pastilah jelas siapa yang dimaksud. Berbeda jika seandainya ada lebih dari dua pasang kandidat, aura ”peperangan” itu tidak terlalu terasa.

Saya juga khawatir ketika muncul sebuah lembaga survei yang sejak lebih dari setahun terakhir gencar membentuk dan menggiring opini publik. Lembaga survei itu secara aktif setiap hari memuat advetorial berbentuk tulisan tentang sisi positif dari salah satu pasang calon. Jika itu advetorial pastilah membayar. Jika itu membayar pasti ada yang mensponsorinya. Sponsor pastilah memiliki target tertentu. Masalahnya lembaga survei ini menggunakan metode yang kelihatannya ilmiah. Padahal tujuannya mengarahkan publik kepada kandidat tertentu. Walaupun kita yakin kandidat yang lain tidak tinggal diam. Pasti juga menggunakan lembaga survei sejenis. Cuma beda bungkusnya saja tapi sama-sama menggunakan slogan in the name of science.

Perang hasil survei makin menjadi ketika beberapa hari menjelang pencoblosan kedua kandidat menggunakan jasa lembaga survei untuk membentuk opini publik. ”Hasil survei” itu dipublikasi luas. Sehari sebelum pencoblosan Lembaga Survei Independen Indonesia (LSII) merilis angka 46% dari 1.650 responden memilih paasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf. Sedangkan pemilih pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya hanya 33% saja. Terdapat 21% responden yang belum menentukan pilihan. Tidak mau kalah saingan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) mempublikasikan hasil survei mereka terhadap 1.500 responden. Hasilnya hanya 42,64% saja yang memilih pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf. Sedangkan 49,77% responden memilih pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya. Terdapat 7,59% responden belum menentukan pilihan. Sebagian kita sudah dapat menduga-duga ”cantelan” masing-masing lembaga survei ini.

Perang lembaga survei mencapai puncaknya ketika masyarakat Sumatera Selatan memberikan suara mereka pada 4 September 2008. Diantara lembaga-lembaga survei yang ada ternyata mempertontonkan hasil yang berbeda. Menurut hasil Quick count LSI (Lembaga Survei Indonesia) untuk pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf (ALDY), mendapatkan 52,12% suara. Sedangkan pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya (SOHE), mendapatkan 47,88% suara. Hasil ini berdasarkan jumlah suara 394 TPS dari sampel sebanyak 400 TPS. Metode yang dipakai adalah Stratified-Cluster Random Sampling dengan margin error 1% dan derajat kepercayaan 99%. Menurut LSI, adanya efek cluster, perbedaan jumlah pemilih dari masing-masing TPS dan variasi angka partisipasi memungkinkan tingkat error menjadi lebih besar. Artinya perolehan suara kandidat dari hasil quick count ini bisa bergeser ke atas atau bergeser ke bawah sekitar 1-2%.

Tidak jauh berbeda adalah quick count yang dilakukan oleh LSI (Lingkaran Survei Indonesia) bekerjasama dengan JIP (Jaringan Isu Publik). Menurut lembaga ini, pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf mendapatkan 51,22%, sementara Syahrial Oesman-Helmy Yahya mendapatkan 48,78% suara. Margin error sekitar 2%. Artinya, lembaga ini juga menunjukkan pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf sebagai pasangan yang mendapat suara terbanyak.
Sedangkan hasil quick count dari Puskaptis (Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis), pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf mendapatkan 48.89%, sementara Syahrial Oesman-Helmy Yahya mendapatkan 51,11% suara. Survei dilakukan dengan metode multistages random sampling pada 600 TPS di 15 kabupaten/kota, 60 kecamatan. Margin error 1-2%. Puskaptis pun mengklaim bahwa derajat kepercayaan 98-99%.

Di sinilah terjadi kerunyaman. Ternyata kedua pasang calon, baik pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf dan pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya, dinyatakan mendapatkan suara terbanyak. Memang lembaga-lembaga survei ini berkelit bahwa hasil yang mereka umumkan bukanlah menentukan siapa yang menjadi gubernur Sumsel terpilih, hanya menampilkan angka-angka saja. Namun implikasinya tentulah tidak sesederhana yang dikemukakan. Implikasi dan efek yang ditimbulkan akan sangat luas. Masing-masing calon pastilah ingin mempertahankan hasil quick count yang menguntungkan mereka.
Minimal ada dua implikasi dari quick count yang dilakukan oleh lembaga survei tersebut. Pertama, implikasi terhadap pasangan calon. Sudah dapat dipastikan pasangan calon akan tetap mempertahankan hasil survei yang menguntungkan. Apalagi jika hasil survei itu telah diumumkan secara luas secara nasional. Tidak kurang Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI, telah mengucapkan selamat atas berhasilnya pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf memperoleh suara terbanyak. Maklum kedua pasangan ini diusung oleh Partai Golkar dimana Jusuf Kalla juga sebagai ketua umum Partai Golkar. Ini sebagai akibat, perhitungan cepat tersebut disiarkan oleh dua televisi nasional disertai dengan informasi dari running text.

Pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya yang mendapat ucapan para purn jenderal, tentunya juga tidak bersedia menerima begitu saja hasil quick count versi LSI dan JIP. Pasangan ini secara tegas menyatakan memegang teguh hasil quick count yang dilakukan oleh Puskaptis. Menurut perhitungan cepat lembaga ini bahwa pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya yang mendapatkan suara terbanyak. Bukan pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf. Sayangnya, hasil survei Puskaptis yang memenangkan pasangan Syahrial Oesman dan Helmy Yahya justru tidak muncul secara nasional.

Implikasi hasil quick count ini juga menyeret partai politik pengusung kedua pasang calon gubernur tersebut. Garda terdepan dari peperangan itu adalah Partai Golkar dan PDIP. Kedua partai tidak tinggal diam. Itu sebabnya, kedua partai segera keesokan harinya “bergerak cepat” mengklaim kemenangan masing-masing calon mereka. Semua media digunakan. Partai-partai pengusung Alex Noerdin-Eddy Yusuf mengucapkan selamat atas kemenangan yang dicapai. Tapi dalam waktu bersamaan, PDI-P Cs juga mengucapkan selamat atas keberhasilan pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya mendapatkan suara terbanyak.

Konflik antar kandidat, antar partai politik dikarenakan hasil quick count yang berbeda ini jelas berimbas dengan para pendukung masing-masing. Di sinilah kerawanan itu makin menjadi. Alasannya sederhana saja karena biasanya para penonton lebih gaduh dibandingkan dengan para pemain. Para suporter cenderung lebih cepat bertindak ketimbang para kandidat yang mungkin lebih banyak pertimbangan. Ada istilah bahwa orang-orang lapangan “sumbunya pendek”. Ini untuk menggambarkan betapa mudahnya para pendukung tersulut untuk melakukan tindakan-tindakan yang di luar perhitungan banyak orang. Walaupun di antara mereka dengan motif berbeda. Ada yang memang benar-benar karena pendukung fanatik. Ada juga yang sekedar penggembira. Tidak juga tertinggal mereka yang terancam masa depannya jika jagonya kalah.

Gubernur Sumatera Selatan hasil quick count jelas menyisakan masalah. Padahal sebenarnya kehadiran lembaga quick count diharapkan mampu meredam gejolak yang mungkin timbul karena lamanya masa jedah antara waktu pencoblosan dengan hasil pengumuman resmi dari KPUD. Menunggu hasil resmi dari KPUD jelas lama. Sekitar 10 hari setelah pencoblosan. Artinya, pemilihan gubernur Sumsel baru akan diketahui hasilnya secara resmi pada 14 September 2008. Namun idealnya, hasil quick count jangan justru penyulut kebingungan masyarakat dan seolah-olah menjadi dasar yang sah, final and binding.

Pascapemilihan gubernur Sumatera Selatan yang kondusif pastilah menjadi harapan setiap orang. Gubernur terpilih diharapkan mampu menepati janji-janji yang pernah diucapkan dalam berbagai kesempatan. Itu sebabnya pasca pengumuman pemenang gubernur versi quick count ada beberapa catatan penting yang perlu menjadi perhatian dan memerlukan tindak lanjut.
Pertama, KPU Sumatera Selatan harus bersikap proaktif. Sikap proaktif paling urgent adalah dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa hasil quick count yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei yang ada bukanlah bersifat final. Lembaga-lembaga survei tidak memiliki jastifikasi yuridis untuk menentukan siapa yang keluar sebagai pemenang pemilihan gubernur Sumatera Selatan. Sejauh ini, KPUD sebagai penyelenggara pemilukada ”ketilep” dari lembaga-lembaga survei yang bukan hanya swasta tetapi juga sangat dekat dengan kepentingan para kandidat. Walaupun kita juga percaya bahwa tingkat akurasi lembaga-lembaga survei ini juga tinggi. Namun jangan sampai terjadi hasil resmi KPU belum dipublikasikan, tetapi masyarakat telah membentuk opininya sendiri. Jika saja pasangan calon gubernur lebih dari dua pasang, mungkin sikap proaktif KPU tidak terlalu dibutuhkan. Peran KPU Sumatera Selatan guna menjaga stabilitas hingga 14 September 2008 sangatlah penting.

KPU Sumatera Selatan harus berani mengambil sikap tegas, independen dalam menentukan siapa sesungguhnya pemenang pemilihan gubernur Sumatera Selatan pada 14 September 2008. KPU tidak boleh ragu sedikitpun dalam menentukan pasangan yang keluar sebagai pemenang. Tidak terpengaruh oleh arak-arakan massa atau ancaman sekalipun. Ketegasan ini penting karena berbagai kemungkinan yang menjadi penghalang KPU dalam mengumumkan hasil tesebut. Penghalang pertama karena masing-masing lembaga survei mengakui ada kemungkinan margin error hingga 2%. Ini artinya masing-masing pasangan calon mungkin memperoleh suara naik atau turun sebanyak-banyaknya 2%. Terjemahannya, boleh jadi hasil sesungguhnya memperkuat kemenangan pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf atau justru kebalikannya. KPU Sumatera Selatan harus ”memejamkan mata” terhadap hasil yang disajikan oleh lembaga-lembaga survei yang ada.

Memang tantangannya KPU Sumatera Selatan harus berhadapan dengan opini publik yang telanjur terbentuk bahwa telah ada yang keluar sebagai pemenang pada pemilihan gubernur Sumatera Selatan. Media lokal, regional, dan nasional telah secara jelas mengumumkannya. Gubernur terpilih versi opini publik tergantung pihak mana yang paling kuat dan paling luas mempublikasikan versi masing-masing tersebut. Riskan sekali jika seandainya hasil akhir yang diumumkan oleh KPU Sumatera Selatan ternyata bertentangan dengan hasil yang telah terbentuk dan mengkristal pada opini publik.

Catatan kedua kepada aparat keamanan. Kita bersyukur sejauh ini Polda Sumsel dengan jajarannya hingga ke tingkatan polsek telah menunjukkan kinerja baik. Ada protap yang mereka jalankan secara ketat. Bahkan para panelis debat publik di TV-One juga mendapat pengawalan hingga kerumah setelah debat publik tersebut. Itulah protap mereka. Terhadap pilgub, mestinya, sejak dari TPS polisi secara berjenjang memastikan bahwa pengumpulan, perhitungan dan pengiriman kertas suara dan hasil perhitungan benar-benar aman. Bebas dari kecurangan. Kapolda harus mampu menjamin bahwa proses hasil perhitungan benar-benar aman sampai ke meja KPU Sumatera Selatan di Jakabaring Palembang.

Lebih penting lagi, aparat keamanan harus memberikan jaminan rasa aman kepada semua anggota KPU Sumatera Selatan. Jangan ada perasaan terancam, perasaan takut dari para penyelenggara pemilihan. Pastikan bahwa mereka dapat mengambil keputusan apapun tanpa rasa takut dan terancam sepanjang keputusan yang diambil benar-benar dilakukan secara objektif. Patut diduga akan ada pihak yang berusaha mempengaruhi para anggota KPU dengan berbagai cara dalam penentuan akhir pemenang pilgubpada 14 September 2008. Namun pada saat bersamaan cara kerja anggota KPU juga harus diawasi. Bukan mustahil KPU juga disusupi bagi kepentingan salah satu kandidat.

Catatan ketiga terhadap para kandidat. Kita cuma berharap kedua pasang kandidat untuk memutar ulang, membaca kembali pernyataan-pernyataan yang pernah mereka ucapkan. Juga deklarasi yang pernah mereka tanda tangani. Intinya kedua pasangan kepala daerah ”siap menang dan siap kalah. ”Esensinya ada sikap sportif dari kedua pasangan itu. Memang pahit, harus ada satu pasang calon yang tidak terpilih. Sebabnya gubernur Sumatera Selatan periode 2008-2013 hanya ada satu pasang saja. Perolehan suara yang hampir 50-50 menunjukkan bahwa rakyat percaya dengan kedua pasang kandidat itu. Seandainya saja gubernur Sumsel boleh dua pasang dalam periode bersamaan. Seandainya saja periode gubernur Sumsel boleh dibagi dua. Artinya, 2,5 tahun untuk masing-masing, pastilah rakyat tidak berkeberatan. Sayangnya, gubernur itu hanya satu saja dengan masa bakti 5 tahun. Tidak boleh dibagi dua.

Selanjutnya panitia pengawas pemilukada gubernur seharusnya melipatgandakan fungsi pengawasannya. Peran ini sangat krusial untuk memastikan ada upaya pencegahan kecurangan dan ada tindakan nyata terhadap laporan kecurangan. Jangan sampai panwas dinilai ”macan ompong” yang hanya menampung keluhan dan pengaduan. Hanya berfungsi sebagai kantor pos yang meneruskan pelanggaran administrasi ke KPU dan pelanggaran pidana ke pihak kepolisian. Cegah, tangkal, tindak lanjuti dan publikasikan terhadap pelanggaran mungkin ada efeknya. Peran panwas sangat dibutuhkan untuk mengawal kertas suara dari TPS hingga ke KPU Sumatera Selatan.

Catatan kelima kepada mereka yang berencana berbuat sesuatu untuk menunjukkan dukungan fanatiknya kepada salah satu calon. Kita mengetuk pintu hati mereka bahwa dua pasang calon yang didukung ini adalah putra-putra terbaik Sumatera Selatan. Fanatisme dan rasa sayang kepada keduanya justru haram jika ditunjukkan dengan cara-cara salah. Termasuk perayaan kemenangan berlebihan yang belum pasti. Apalagi jika berupaya menciptakan chaos. Negeri ini telah berubah. Dulu memang hukum tak tegak. Ada diskriminasi penegakan hukum. Sekarang, siapa yang dinilai melanggar hukum pasti ditindak. Bukan mustahil akan juga menyeret salah satu pasang calon.

Catatan keenam, bahwa pasti hasil akhir yang ditetapkan KPU Sumatera Selatan pada 14 September 2008 menuai protes dan kekecewaan. Akan ada pihak yang tidak puas. Siapapun yang akhirnya diumumkan sebagai pemenangnya. Kekecewaan ini atau bahkan perlawanan atas putusan KPU tersebut harus melalui mekanisme hukum. Bukan dengan cara-cara anarkis. Aturan hukum tersedia untuk melakukan perlawanan.

Namun sebelum melakukan langkah hukum terhadap hasil final yang dikeluarkan oleh KPU Sumatera Selatan, harus diperhatikan beberapa hal. Bahwa sengketa hasil pemilihan kepala daerah masih diselesaikan Mahkamah Agung (MA). Menurut Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2007, pilkada tercakup dalam pemilu. Memang jika mengacu pada UUD 1945, penyelesaian pilkada pada waktunya juga akan menjadi wewenang MK yang diprediksi pada sengketa pilkada sejak 2009 nanti.

Berpatokan pada UU No 32/2003, khusus untuk menyelesaikan sengketa pilkada kabupaten/kota, MA dapat mendelegasikan kepada Pengadilan Tinggi. Merujuk pada Peraturan MA (Perma) No 2/2005, MA menyelesaikan sengketa pemilihan gubernur, sedangkan pengadilan tinggi (PT) menyelesaikan sengketa pemilihan bupati/wali kota.

Sengketa hasil pilkada dapat dibagi menjadi dua. Pertama, sengketa dalam proses pemilu/pilkada yang selama ini merupakan wewenang dari panitia pengawas pemilu. Kedua, sengketa atau perselisihan hasil pemilu/pilkada. Penyelesaian sengketa hasil pilkada diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan, yaitu UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2005 jo PP No 17/2005, serta Perma No 02/2005. Hal yang menjadi dasar gugatan (ground of petition) pilkada sesuai UU No 32/2004, PP No 6/2005, dan Perma No 2/2005 hanya berkenaan dengan hasil penghitungan suara yang mempengaruhi terpilihnya pasangan calon (Pasal 106 UU No 32/2004).

Sengketa yang diselesaikan MA (atau PT) sebagaimana diatur dalam Pasal 106 ayat (2) UU No 32 Tahun 2004 hanya yang berkenaan dengan hasil penghitungan suara yang memengaruhi terpilihnya pasangan calon. Jika diperhatikan semua putusan PT dan MA dalam kasus sengketa pilkada –termasuk sengketa hasil pemilu yang diputus oleh MK– hal-hal yang menjadi dasar terjadinya selisih penghitungan suara dalam sengketa pemilu/pilkada hanyalah karena ada kesalahan penghitungan (rekapitulasi) oleh KPU/ KPUD.
Memang quick count tidak selalu benar. Terbuka kemungkinan kekeliruan dalam metodologi sampling dan penghitungan. Apalagi jika disertai misi keuntungan materi. Bila terjadi hasil penghitungan cepat berbeda dari hasil penghitungan KPU, terbuka untuk diuji siapa yang bersalah. Bisa lembaga survei yang salah, bisa juga KPU.

Jika ternyata lembaga survei yang salah, harusnya tamatlah riwayat lembaga itu karena tidak lagi memperoleh kepercayaan publik. Pengelola yang profesional tidak mau melacurkan diri untuk kepentingan para kontestan dengan cara mengarahkan angka kepada kandidat tertentu. Sebaliknya jika KPU yang terbukti salah. Mereka dapat dituntut secara hukum dan mungkin dikenai sanksi pidana. Biasanya hasil quick count tidak jauh berbeda dari hasil sesungguhnya. Keunggulan metodologi itulah yang menyebabkan quick count dipercaya dan ampuh sebagai alat kontrol. Hanya yang menjadi soal quick count mana yang benar-benar akurat?

Rakyat Sumatera Selatan telah menunjukkan iklim yang kondusif pada saat pencoblosan. Semua daerah menunjukkan suasana aman, tanpa ada gejolak yang berarti. Namun harus diwaspadai bahwa kerawanan puncak adalah 14 September 2008 ketika KPU mengumumkan siapa gubernur terpilih. Segala kemungkinan dapat terjadi sampai dengan pelantikan. Itu sebabnya semua pihak harus siap dengan beberapa skenario. Untuk sementara, sampai dengan keputusan final KPU tentang pemenang sesungguhnya, kita nikmati saja gubernur sementara versi lembaga survei. gubernur quick count.(*)

Fikr
September 7th, 2008, 09:00 AM
Lembaga Survei Indonesia mencatat pasangan Aldy 52,12 persen dan Sohe 47,88 persen. Lingkaran Survei Indonesia mencatat pasangan Aldy 51,22 persen dan Sohe 48,78 persen. Sedangkan Pusat Kajian Pembangunan Strategis mencatat pasangan Aldy 48,89 persen dan sohe 51,11 persen.

Kita tunggu tanggal 14:)

Lembaga Survei Indonesia dan Lingkaran Survei Indonesia mengumumkan secara Nasional hasil Survei mereka melalui media Metro TV dan TVOne
sedangkan Puskaptis :ohno:

Ada Apa dengan PUSKAPTIS :)

Fikr
September 7th, 2008, 09:14 AM
Hsil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang dikomandani Denny JA bekerja sama dengan Jaringan Isu Publik (JIP) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dipimpin Saiful Mujani menyebutkan pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf unggul pada Pilgub Sumsel.LSI-JIP mencatat Alex-Eddy meraih 51,22% suara. Sedangkan pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya memperoleh 48,78%.
LSI-JIP tak sendirian. Hasil akhir perhitungan cepat yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia berdasarkan 98,5% data yang berhasil diamati (394 TPS dari 400 TPS) menunjukkan pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf meraih 52,12 % suara pemilih. Sedangkan Syahrial Oesman-Helmy Yahya harus puas dengan perolehan suara 47,88%.
“Hasil penghitungan cepat di atas menunjukkan bahwa pasangan Alex Noerdin – Eddy Yusuf mendapat suara terbanyak, dan secara statistik unggul signifikan dari pasangan Syahrial Oesman – Helmi Yahya. Dengan demikian, diprediksi pasangan Alex Noerdin – Eddy Yusuf akan memenangkan Pemilukada Propinsi Sumatera Selatan,” kata Staf Peneliti Lembaga Survey Indonesia, Adam Kamil.
Ia mengakui hasil pemilihan Gubernur Sumsel kali ini sangat ketat. Hal itu dapat dilihat dari perbedaan tipis suara yang diperoleh masing-masing calon dari hasil quick count. Namun, dia menegaskan selisih yang tipis ini cukup signifikan, untuk bisa melihat banyangan hasil perhitungan suara.
“Quick count ini merupakan kegiatan ilmiah, jadi kegiatan ini dilakukan bukan untuk bermaksud menggiring opini masyarakat,” ujar Adam, Jumat (5/9).
Sedangkan Setia Dharma, staf peneliti LSI dan JIP kepada wartawan usai pengumuman hasil hitung cepat Pilgub Sumsel, (4/9) mengatakan, perbedaan hasil quick count yang telah dilakukan LSI-JIP dengan hasil penghitungan manual yang dilakukan KPU, selama ini tidak jauh berbeda.Lingkaran Survei Indonesia sendiri telah beberapa kali melakukan hitung cepat di Sumsel dan hasilnya sangat layak dipercaya. Pemilukada Lubuklinggau, Prabumulih, Kota Palembang, Kabupaten Muaraenim, dan Kabupaten Musi Banyuasin, menjadi contoh akurasi data hasil hitung cepat LSI.
Di Pemilukada Lubuklinggau misalnya, hasil hitung cepat LSI menunjukkan kemenangan pasangan Riduan Effendi-Prana Putra Sohe dengan perolehan 27,87% suara pemilih. Ternyata, perhitungan manual yang dilakukan KPU Lubuklinggau tidak jauh berbeda dengan menunjukkan kemenangan pasangan Riduan-Prana dengan 27,30% suara pemilih.
LSI adalah lembaga yang paling banyak melakukan quick count di Indonesia. Ketika melakukan hitung cepat Pemilukada Kota Palembang Juni lalu, untuk ke-43 kalinya LSI dengan akurat menyatakan kemenangan pasangan Eddy Santana dan Romi Herton. Seluruh publik Kota Palembang, termasuk para elit dan para calon walikota ketika itu, sangat meyakini akurasi data LSI.
Berdasarkan pengalaman hitung cepat LSI, tidak ada satupun wilayah baik kabupaten, kota maupun provinsi yang keluar dari batasan margin error dan tidak ada satupun yang salah (terbalik urutannya).
Bahkan, Quick Count LSI di Pilkada Tanjung Jabung Timur – Jambi (Koran Jambi Independen, 10 Maret 2006), paling presisi dalam sejarah quick count di Indonesia. Hanya berbeda 0.05% di banding hasil resmi KPUD.
Cuma Sedikit Yang Layak Dipercaya
Banyak lembaga survey yang berlomba menggelar quick count dalam memprediksi hasil pemilukada di sejumlah daerah. Namun hanya beberapa gelintir saja lembaga survey yang bisa dipercaya keakuratannya. Terutama hasilnya mendekati sama persis dengan hasil penghitungan KPU.
Bagaimana dengan kaakuratan LSI Deny JA, LSI Saiful Mujani. "Dua LSI tersebut sudah berpengalaman dalam berbagai pemilukada, bahkan hasilnya mendekati keakuratan," kata Direktur Eksekutif Pusat Pelatihan dan Pengkajian Ilmu-Ilmu Sosial dan Politik (P3ISIP) Universitas Indonesia, Dwi Urip Premono.
Menurut Dwi, sekarang ini banyak orang latah mendirikan lembaga survey, padahal sekali saja lembaga tersebut salah dalam mengumumkan quick count maka tidak akan dipercaya. "Apalagi lembaga trsebut tidak independen, maka sulit publik untuk memprcyai'

Sumber: Dendi's Bulettin

Fikr
September 7th, 2008, 09:15 AM
Alex-Eddy Makin Tak Terbendung
Message: Walaupun KPU belum sampai tahap penetapan pemenang pilgub Sumsel, pasangan cagub nomor 1, Alex Noerdin-Eddy Yusuf sudah makin tak terbendung. Dari rekap perolehan suara di 15 kota kabupaten, Alex-Eddy mengalahkan pasangan Syahrial-Helmy (Sohe).
Pasangan H Alex Noerdin-H Eddy Yusuf (Aldy) dipastikan memenangkan pemilihan umum kepala daerah (pemilukada) Sumsel. Perolehan suara menunjukkan grafik yang terus meningkat dibanding pasangan Sohe.
Rekap sementara dari penghitungan suara dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan panitia pemilihan kecamatan (PPK), di 15 kabupaten/kota hingga pukul 21.00, Jumat (5/9), Alex-Eddy menang di delapan kabupaten/kota.
Alex-Eddy menang di Banyuasin, Muaraenim, Musi Banyuasin (Muba), Musirawas (Mura), Empat Lawang, Pagaralam, Lahat, dan OKU Selatan. Sementara Sohe unggul di tujuh kabupaten/kota yaitu Palembang, OKI, OI, OKU Timur, OKU, Lubuklinggau, dan Prabumulih.
Kantung suara yang paling mendongkrak perolehan Aldy yaitu Muba. Sebelas kecamatan yang ada, disapu bersih Aldy. Hasil rekapitulasi PPK ke KPU Muba, Kamis (4/9), Aldy meraup sekitar 202.397 suara, 79,53% unggul dibanding Sohe yang memperoleh 52.090 suara atau 20,47%.
Sedangkan kantung suara yang mendongkrak Sohe yaitu daerah OKU Timur (OKUT), meraih 223.625 suara atau sekitar 67% unggul dibanding Aldy yang meraih 111.558 suara atau 33%. Dari 20 kecamatan yang ada, 19 kecamatan dimenangkan Sohe. Hanya satu kecamatan yaitu Kecamatan BP Bangsa Raja yang berhasil disapu Aldy.
Meskipun demikian Aldy tetap memimpin perolehan suara secara keseluruhan di 15 kabupaten dan kota di Sumsel. Karena kekalahan di tujuh kabupaten/kota mampu ditutupi oleh delapan kabupaten dan kota yang dimenangkannya.
Kemenangan Di Banyuasin, contohnya pasangan Aldy meraih total suara 188.229 suara (51,17%) dan Sohe 179.603 (48,83%). Sementara di Muaraenim yang notabenenya basis PDI-P, partai pendukung Sohe, pasangan Aldy yang didukung Partai Golkar, PBB, PAN, PBR, PNBK, dan Partai Demokrat meraup 182.700 suara atau 54,25 persen, sementara rivalnya 154.117 suara atau 45,75 persen.
Di Lahat, hasil rekapitulasi seluruh PPK posisi Aldy masih tetap unggul dengan perolehan suara 10.5231 atau 56,26 persen, sedangkan Sohe hanya meraih 81.388 suara atau 43.74 persen.
Sementara di Kabupaten Empat Lawang juga tidah jauh berbeda, hasil penghitungan suara di tingkat PPK, Jumat, pasangan Aldy memimpin dengan perolehan suara sebesar 78.523 dan untuk pasangan Sohe 23.418
Kemenangan Aldy terlihat juga di Kota Pagaralam. Sebagaimana hasil penghitungan pada tingkat PPK di lima kecamatan di Pagaralam, pasangan Aldy tetap unggul. Sementara pasangan Sohe makin terpuruk.
Adapun rincian hasil perhitungan pada tingkat PPK di lima kecamatan se-Kota Pagaralam adalah Kecamatan Pagaralam Selatan Aldy berhasil meraup 15.065 suara atau 65,35 %, sedangkan Sohe hanya memperoleh 7.988 suara atau 34,65 persen.
Di Kecamatan Dempo Selatan Aldy meraup 3.703 suara atau 56,42 %, Sohe 2.860 suara atau 43,58%, Kecamatan Pagaralam Utara dan Dempo Tengah Aldy meraih 3.951 suara atau 55,56%, sementara Sohe 3.160 suara atau 44,44 %.
Dan, Kecamatan Pagaralam Utara, pasangan Aldy meraih 11,857 suara atau 64,01 %, sedangkan Sohe hanya berhasil meraih 6.668 suara atau 35,99 % suara.
Untuk Mura, berdasarklan hasil penghitungan cepat desk pemilukada Pemkab Mura, pasangan Aldy tetap unggul dengan raihan 121.116 suara. Sedangkan pasangan Sohe meraup suara 112.813 suara.Raihan angka bombastis didapatkan Aldy di Kecamatan Muara Lakitan dan Karang Jaya. Dua kecamatan ini saja sudah menyumbang 17.918 suara. Dari perhitungan sementara sampai kemarin, secara keseluruhan di 15 kabupaten/kota Aldy menang sekitar 51,37 persen dan Sohe 48,63%.

sumber: Dendi's bulettin

paradyto
September 7th, 2008, 12:29 PM
Lihat hasilnya saja deh:)

Quick counts confuse S. Sumatra voters
Khairul Saleh , The Jakarta Post , Palembang | Mon, 09/08/2008 10:56 AM | Headlines

South Sumatrans have been left confused by different quick count results, with each institution claiming victory for its own candidate and the public having limited access to reliable information.

A full-page advertisement in the local print media congratulated the team of Syahrial Oesman and Helmi Yahya (SOHE) for winning 51.11 percent of votes over Alex Noerdin and Eddy Yusuf (ALDY), with only 49.13 percent of votes.

The advertisement was quoting the quick count result from the Policy and Strategic Development Research Center (Puskaptis), SOHE's campaign adviser.

Another one-page, full-color advertisement printed the quick count results from the Indonesian Survey Institute (LSI) and the Indonesian Survey Circle, which both claimed the victory of ALDY over SOHE.

ALDY, according to the advertisement, won 51.22 percent of votes, while SOHE won only 48.78 percent of votes.

The conflicting claims had members of the public turning to whatever information sources were available in an attempt to work out what was really going on with the tallies.

Newspaper vendor Hamdani in Palembang said his 30 copies of newspapers had sold out quickly everyday since the election on Thursday.

"Most of my customers buy the papers for the count results," said the 24-year-old, adding that whatever paper he had for sale always sold out.

"I really wonder about who has exactly won the election. Is it Alex Noerdin or Syahrial Oesman? All have claimed victory," a confused Ujang, 36, of KM 5, Palembang, said Sunday.

Meanwhile, congratulatory bouquets to celebrate victory have been arriving at the residences of both Syahrial and Alex since Thursday evening.

In response to the conflicting counts, Alex asked his constituents to stay calm while waiting for the South Sumatra Regional Election Committee's (KPUD) official tally. He also reminded his supporters not to parade on the streets.

"It's really unnecessary," Alex said.

The KPUD plans to accelerate the central vote recount, moving it forward from its previously scheduled date of September 12-16 to September 8-12. It thus hopes to be able to announce the final election result this Friday.

"We have faxed the letter to the 15 regency/municipal KPUD offices across South Sumatra regarding the accelerated vote counting," Helmi Ibrahim of the South Sumatra KPUD legal division said.

Fikr
September 9th, 2008, 11:53 AM
http://img253.imageshack.us/img253/4773/images56fo0.jpg (http://imageshack.us)


http://img144.imageshack.us/img144/2410/sohebentie7.jpg (http://imageshack.us)


Siap Menang dan Tidak Siap Kalah

Fikr
September 9th, 2008, 11:56 AM
Hari ini tindak kekerasan mulai menodai citra Pilkada Sumsel yang telah berlangsung damai sejak masa awal tahapan hingga masa perhitungan suara lalu. Bahkan tekanan massa yang mulai brutal telah mampu memaksa KPU Sumsel yang dikawal ketat polisi untuk bersikap lemah dan menurut. Akibatnya pengumuman rakapitulasi hasil Pilgub Sumsel oleh KPUD Sumsel yang dijadwalkan hari ini terpaksa ditunda. KPUD memutuskan pengumuman akan dilakukan pada 14 September 2008 sesuai jadwal semula.

Padahal, penundaan tersebut sama sekali tidak akan merubah hasil apapun dari perolehan suara yang sudah dicapai kedua pasangan, namun justru akan menambah panjang peluang terjadinya konflik yang dilakukan massa pendukung Sohe.

“Seharusnya KPUD tetap menuntaskan rekapitulasi dan mengumumkannya hari ini dan jangan takut pada tekanan”, ungkap Imam warga Palembang yang sejak pagi telah menanti putusan KPUD tentang siapa yang jadi pemenang secara resmi.

Sebab, sekalipun diundur toh tidak akan mengubah hasil yang sudah ada. Selain itu tuntutan pihak Sohe sebelum diumumkannya hasil akhir merupakan tindakan yang berlebihan. “Kan belum tahu siapa yang menangnya, kenapa mesti ribut duluan”, ungkap Imam.

Dengan dilakukan penundaan berarti akan semakin memberikan kesempatan bagi massa Sohe untuk terus melakukan tekanan dengan pengerahan massa yang semakin besar dan brutal lagi.

“Walau pengumuman ditunda jadi tanggal 14, tetap saja pihak Sohe akan kembali melakukan demo dan tekanan massa pada saatnya nanti”, ujar warga tersebut. Tetapi yang harus dilakukan adalah sikap tegas dari KPU dan jaminan dari polisi sehingga pengumuman hasil rekapitulasi tidak diundur kembali.

“Jangan jadi penakut. KPUD harus tegas agar Pilgub bisa berjalan sesuai tahapan”, ungkapnya lagi.

Pendukung Aldy Tetap Tenang

Kendati pihak Sohe terus-menerus melakukan manuver untuk menggagalkan hasil akhir Pilgub Sumatera Selatan, namun pihak pendukung Aldy tetap memilih diam dan tidak terpancing dengan manuver lawan. Justru pihak Aldy memilih menyerahkan sepenuhnya segala keputusan kepada KPUD Sumsel sebagai lembaga otoritas Pilgub yang adil dan profesional.

“Memang, penundaan ini jelas sangat merugikan, tetapi kita tetap patuh dengan keputusan KPUD Sumsel dan sabar menunggu sesuai tahapan dan jadwal yang telah ditetapkan”, ujar Ketua Timses Aldy kepada wartawan.

Tuntutan Sohe Tak Masuk Akal

Selain meminta pengumuman hasil rekap KPUD Sumsel ditunda, masa pendukung Sohe juga meminta Pilgub di wilayah Muba diulang kembali karena mereka menduga terjadinya penggelembungan suara. Tuntutan ini jelas merupakan tuntutan yang mengada-ada.

Pihak KPUD Muba sebagai penyelenggara Pilgub di wilayah Muba dengan tegas menolak tuduhan kubu Sohe yang tidak memiliki dasar sama sekali.

“Tidak mungkin terjadi apa yang dituduhkan itu karena semua tahapan sudah sangat ketat diawasi. Bahkan polisi pun ikut melakukan penghitungan”, ujar seorang pengurus KPU Muba menegaskan.

Sedangkan Cik Kawairus, seorang warga Lais, Muba, menegaskan bahwa tuduhan penggelembungan suara adalah tuduhan yang tak masuk akal.

“Justru perolehan suara 75 persen untuk Aldy adalah sangat kecil bagi warga Muba karena targetnya harus minimal 90 persen mengingat warga Muba sangat loyal dengan Alex Noerdin”, ujarnya. Kalau sampai dilakukan pemilihan ulang bisa-bisa Aldy malah memperoleh 90 persen lebih, tambah pria tersebut.

Kini warga Sumsel kembali harus bersabar menunggu keputusan KPUD hingga 14 September mendatang. Tetapi mereka berharap jika KPUD mampu bersikap tegas dan tidak lagi menunda mengikuti keinginan pihak Sohe yang telah merasa kalah sendiri.

“Yang menang dan yang kalah saja belum diputuskan, kok kenapa pihak Sohe sudah kebakaran jenggot? Seharusnya umumkan dulu siapa pemenangnya, barulah yang kalah bisa bereaksi dengan melakukan gugatan ke Pengadilan sebagai langkah yang profesional”, ujar Sutarjo warga perumnas.

“Ini namanya Sohe telah mengingkari kesepakatan Siap Kalah Siap Menang yang telah ia tanda-tangani sendiri”, ujar Surtarjo lagi.

Ya, kita tunggu saja.

Sumber: Sumsel Word Press

Balaputradewa
September 9th, 2008, 12:23 PM
Pengumuman Pilkada Sumsel 9 September 2008

Palembang - Tim pemenangan pasangan Syahrial Oesman dan Helmy Yahya (Sohe) menolak tindakan KPUD Sumsel yang akan mempercepat pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan suara pada Selasa, 9 September 2008. Berdasarkan jadwal, pengumuman seharusnya dilakukan 14 September 2008.

"Sesuai jadwal semula tanggal 14 September 2008. Namun entah apa sedang dikejar harimau sehingga KPUD mempercepat menjadi tanggal 9 September pukul 08.00 WIB pagi. Padahal tidak ada sesuatu yang penting atau bersifat darurat. Ada apa denganmu KPUD Sumsel?" kata Ketua Tim Sukses Sohe, Ibnu Hajjar Dewantara, saat menggelar jumpa pers di Posko Tim Sohe, Bukitbesar, Palembang, Senin (08/09/2008).
---------
Nah loh katanya udah diumumin ari ni. Ada infonya??

paradyto
September 9th, 2008, 02:04 PM
Wah, ketakutan Amzulian bisa saja terjadi neh...

Fikr
September 10th, 2008, 05:10 AM
Pengumuman Pilkada Sumsel 9 September 2008

Palembang - Tim pemenangan pasangan Syahrial Oesman dan Helmy Yahya (Sohe) menolak tindakan KPUD Sumsel yang akan mempercepat pengumuman rekapitulasi hasil penghitungan suara pada Selasa, 9 September 2008. Berdasarkan jadwal, pengumuman seharusnya dilakukan 14 September 2008.

"Sesuai jadwal semula tanggal 14 September 2008. Namun entah apa sedang dikejar harimau sehingga KPUD mempercepat menjadi tanggal 9 September pukul 08.00 WIB pagi. Padahal tidak ada sesuatu yang penting atau bersifat darurat. Ada apa denganmu KPUD Sumsel?" kata Ketua Tim Sukses Sohe, Ibnu Hajjar Dewantara, saat menggelar jumpa pers di Posko Tim Sohe, Bukitbesar, Palembang, Senin (08/09/2008).
---------
Nah loh katanya udah diumumin ari ni. Ada infonya??


^^ kalo seandainya hasil survei PUSKAPTIS jadi pegangan Tim SOHE justru tanggal 9/9/2008 bisa dikatakan hari kemengan Kubu ini.

Jadi KPU berbalik nanya Ada Apa dengan SOHE?

seandainya diumumkan tanggal 9 ataupun tanggal 14 tidak akan merubah apapun.
kecuali ada konspirasi lain :)

Fikr
September 11th, 2008, 06:23 AM
Finally

Kamis, 11 September 2008 | 10:04 WIB
Laporan wartawan Kompas Bonivasius Dwi P

PALEMBANG, KAMIS - Komisi Pemilihan Umum Sumsel akhirnya selesai melakukan rapat pleno terbuka penghitungan suara Pilkada Gubernur Sumsel, Kamis (11/9) menjelang siang ini.

Hasilnya, Alex Noerdin memenangi Pilkada Sumsel dengan meraih total suara 1.866.390 suara, sedangkan Syahrial Oesman meraih 1.764.373 suara.

Dengan demikian, Alex Noerdin dan Eddy Yusuf tinggal menunggu penetapan resmi dan pelantikan sebagai gubernur-wakil gubernur Sumatera Selatan 2008-2013. Namun, situasi sidang pleno ini masih sangat tegang karena saat ini ribuan massa Syahrial Oesman-Helmy Yahya sedang mengepung Kantor KPU Sumsel.

Sidang pleno ini dijaga 2.500 personel polisi dari jajaran gabungan Polda Sumsel. Berikut hasil detil Pilkada Sumsel, pasangan Aldy menang di Kabupaten Banyuasin, Muba, OKU Selatan, Lahat, Pagar Alam, dan Empat Lawang. Sementara itu, pasangan Sohe menang di Kota Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, OKU Selatan, OKU Timur, dan Lubuk Linggau.

Persentase kemenangan belum dihitung oleh KPU Sumsel. Suara tidak sah mencapai 73.828 suara, sedangkan total pemilih di Sumsel mencapai 3.630.763 orang. (ONI)

sindrom
September 11th, 2008, 11:23 AM
I miss my birth place...muda-mudahan kedepan nya akan lebih Maju lagi.:cheers:

GO sumsel !!!

paradyto
September 11th, 2008, 11:37 AM
Selamat Buat Alex Noerdin :okay:!!!

paradyto
September 11th, 2008, 11:46 AM
Kerahkan Tim Tindak-Sniper

http://sumeks.co.id/images/stories/11-09-2008/Konvoi-pesan-damai-E-(11).jpg

PALEMBANG - Rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara penetapan hasil pemilukada gubernur dan wakil gubernur Sumsel periode 2008-2013, pukul 10.00 WIB, hari ini (11/9), dipastikan mendapat pengamanan superketat dari aparat kepolisian dan TNI. Sedikitnya, 2.300 personel bakal dikerahkan menjaga sejumlah titik yang dianggap rawan.Pemandangan ketatnya penjagaan terlihat saat show of force (unjuk kekuatan) aparat keamanan dalam apel besar di halaman Mapoltabes Palembang yang diteruskan dengan konvoi besar-besaran di sejumlah jalan protokol, kemarin (10/9). “Kami ingin masyarakat tahu kalau kita siap mengamankan jalannya pleno. Mereka tidak perlu khawatir dengan kondisi keamanan. Kali ini, kami tidak main-main lagi dalam menangani pengunjuk rasa. Kalau ada yang berani anarkis seperti kemarin (9 September) akan ditindak tegas. Yang jelas, perhitungan suara di KPUD besok (hari ini, red) kita jamin berjalan lancar,” kata Kapoltabes Palembang Kombes Pol Drs Lucky Hermawan usai memimpin Apel Kesiapan Pengamanan Pleno KPUD yang diikuti ribuan personel, kemarin.Menurut Kapoltabes, sekitar 2.300 personel yang dikerahkan berasal dari Polres Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI), dan Banyuasin masing-masing 60 personel. Kemudian, 760 personel Poltabes Palembang, ditambah aparat dari berbagai satuan. Kodim 0418 Palembang 500 personel dan sisanya Polda Sumsel.Pengamanan KPUD Sumsel, lanjut Kapoltabes, ada dua setting. Pertama, jelang Pleno KPUD, dimana pengamanan dilakukan mulai Rabu malam (10/9) sejak pukul 19.00 WIB. Setting kedua, saat rapat pleno penghitungan suara pukul 08.00 WIB. Khusus pengamanan jelang pleno, hanya melibatkan 125 personel. Antara lain, 30 personel dari Polres OI dan Banyuasin. Ditambah 15 personel dari Polres OI plus 20 personel dari Pleton Kerangka Poltabes Palembang. Juga di-back up Brimob Polda Sumsel sebanyak dua SST dan dari Polda Sumsel satu SST. Mereka ini stand by menjaga gedung KPUD Sumsel.
“Kepolisian betul-betul all out. Hampir seluruh kekuatan dikerahkan untuk menjaga jalannya Pleno KPUD,” tegas Kapoltabes lagi.

Tak hanya personel. Jajaran Poltabes juga mengerahkan sejumlah kendaraan seperti truk dalmas, dua buah tank water canon, dan beberapa kendaraan tahanan yang siap siaga untuk menampung sekaligus mengamankan para perusuh. Ada juga helikopter yang memantau situasi dari udara dan sebagai transportasi darurat.

Personel TNI sendiri, rencananya mengawal objek vital. Di antaranya, sepanjang jalan protokol yang dijejeri berbagai pertokoan, PLN, gedung perkantoran, DPRD, bank-bank, Pasar 16 Ilir, Pasar Retail Jakabaring, rumah sakit, mal-mal, pertamina, dan Mapoltabes sendiri.

Yang menarik dari berbagai setting yang disiapkan oleh aparat adalah keberadaan 100 tim tindak. Menurut Kapoltabes, tim yang tidak diketahui tempatnya ini khusus mengamankan para provokator dan perusuh. “Tim tindak bertugas memecah konsentrasi massa. Seandainya rusuh, begitu komandannya diamankan, kita harap konsentrasi massa buyar dan dapat membubarkan diri. Kita juga menyebar para sniper,” bebernya.

Terpisah, Dandim 0418 Palembang Letkol Inf Yuswandi menegaskan keterlibatan TNI sebatas permintaan dari pihak kepolisian. “Kita hanya menjalankan prosedur yang sudah dirancang oleh kepolisian,” ujarnya.
Sebetulnya, lanjut Yuswandi, aparat kepolisian mampu mengatasi situasi yang ada. Hanya saja, perhitungan terburuk tetap digunakan, sehingga pengamanan dilakukan dengan kekuatan penuh. “Intinya, kita siap untuk semua kemungkinan yang terjadi. Kendalinya tetap pada kepolisian dan satu komando.”

Berbeda kalau kondisinya tidak dapat dikendalikan lagi. Kata Yuswandi, TNI dapat mengambil alih komandonya. “Tapi ‘kan sejauh ini situasi masih aman dan bisa dikendalikan. Oleh sebab itu, dalam prosedur dari kepolisian kita akan menjaga pusat-pusat perekonomian, perbankan, pasar-pasar dan gedung pemerintahan. Kalau KPUD cukup kepolisian.”

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Ito Sumardi DS menegaskan, pengamanan pleno KPUD Sumsel hari ini dilakukan secara represif. Pendek kata, kalau ada oknum yang berupaya menggagalkan atau melakukan kerusuhan, maka akan ditindak secara hukum. “Saya sekarang masih cek lapangan. Informasi yang masuk akan ada demo di empat titik, Panwaslu Sumsel, KPUD Jakabaring, Bundaran Air Mancur dan Polda Sumsel. Korlap (koordinator lapangan)-nya berjanji tidak anarkis, ya kita bersyukur. Dulur galo ‘kan,” ungkap Kapolda dihubungi pukul 22.00 WIB tadi malam.

Dikatakan, ia juga mendapat kabar ada organisasi dari Jakarta yang ikut demo ke Palembang. “Begini. Jangan sampai orang dari Jakarta dan daerah lain diadu dengan orang Palembang. Kalau sampai terjadi anarkis, tindakan hukum akan dilakukan. Kita sudah ada konpi tindak, sniper dan siap melakukan upaya pelumpuhan.”

Kata Kapolda, kalau ada orang yang membuat Palembang menjadi chaos (kacau), maka dia akan dianggap sebagai teroris. “Organisasi apapun yang berdiri di belakangnya akan saya kejar dan ditindak secara hukum. Sebab, tanggal 9 September itu, kita sudah sangat toleransi.”
Kapolda mengingatkan apa yang dilakukan oleh kepolisian adalah mengamankan amanat undang-undang tentang perhitungan suara pemilukada. “Jadi, semua pihak harus bisa menerima apapun hasil keputusan KPUD. Kalau tidak puas, silakan tempuh jalur hukum. Jangan mengacau Kota Palembang yang sudah kondusif,” tandasnya.

Korban Bentrok Melapor

Sebelumnya, sekitar pukul 14.00 WIB korban kerusuhan dari pihak kepolisian pada bentrok yang terjadi Selasa (9/9), kemarin melaporkan kasusnya ke Poltabes Palembang. Dalam kondisi masih dibalut perban Bripda Asril Lumatap (21) anggota Dit Polair Polda Sumsel, mengadukan penyerangnya Yunandi alias Miun (35) perusuh asal Kabupaten OKU Timur dengan nomor pengaduan LP: 2674-B/IX/2008/Tabes.

Kapoltabes menyatakan pihaknya akan segera memprosesnya. “Ini bukan terkait politik lagi, sudah pidana murni karena merupakan penganiayaan. Melapornya Asril guna membantu proses hukum. Tidak mungkin ‘kan kita proses kalau tidak ada korbannya. Kalau buktinya sudah ada, korban ada, tersangkanya ada, berikutnya saksi tentunya proses hukum atas kasus ini akan terus berlangsung,” tandas Kapoltabes.

Sejauh ini dari tiga tersangka yang diamankan hanya satu yang ditahan, yakni Yunandi alias Miun. Sedangkan, dua rekannya Syaiful dilepas karena sebatas tukang ojek yang kebetulan lewat. Lalu, Ridho hanya ikut-ikutan demo dan dibayar Rp20 ribu.

Bambang Hariyanto, tim advokasi Sohe sempat mendatangi Poltabes Palembang. “Kita menjenguk tiga orang yang diamankan Poltabes. Kalau bisa kita usahakan untuk dilepas, tapi kemungkinan hanya dua yang dilepas sedang yang satunya ditahan,” pungkas Bambang.(mg18)

paradyto
September 12th, 2008, 06:14 AM
Rp1 Miliar Disiapkan Untuk Pelantikan Gubernur Terpilih

Friday, 12 September 2008

PALEMBANG – Setidaknya anggran Rp1 Miliar (M) telah dialokasikan DPRD Sumsel untuk melantik Gubernur sumsel dan wakil gubernur Sumsel terpilih. Sesuai tahapan pemilukada Sumsel yang ditetepkan Komisi Pemilihan Umum Sumsel pelantikan tersebut direncanakan digelar pada 7 November mendatang.
Wakil Ketua DPRD Sumsel Elianuddin HB mengungkapkan, DPRD telah mengalokasikan dana sebesar Rp1 M, dari anggaran pergeseran dalam APBD Perubahan 2008. Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan segala kelengkapan, konsumsi, maupun akomodasi penyelenggaraan upacara pelantikan gubernur-wakil gubernur terpilih Sumsel periode 2008-2013 yang berdasarkan ketetapan pleno KPUD Sumsel kemarin, dimenangkan pasangan Alex Noerdin-Eddy Yusuf (ALDY).

“Kemarin kita alokasikan dana sebesar Rp1 M, untuk pelantikan gubernur-wakil gubernur Sumsel periode 2008-2013 terpilih, sesuai jadwal pelantikan dilakukan 7 November, nanti,” ujar Elianuddin di ruang kerjanya, kemarin (11/9).
Menurut Ellianuddin, pelantikan yang rencananya langsung dilakukan Mendagri. Elianuddin mengatakan dalam prosesi itu diundang sejumlah gubernur provinsi lain, selain anggota DPR dari daerah pemilihan (dapil) Sumsel, anggota DPD, dan sejumlah pejabat penting negara lainnya.

“Pakaian yang dikenakan anggota DPRD Sumsel yang semula diajukan Sekretariat Dewan (Sekwan) berupa pakaian adat Sumsel, menurut Elianuddin, batal dialokasikan, sehingga jelas dia dewan nantinya akan mengenakan pakaian sipil lengkap (PSL),” katanya.

Sebagaimana diketahui dalam pembahasan pengajuan APBD 2008 lalu, terdapat tiga item pengajuan anggaran dari Sekwan yang ditolak Komisi I DPRD Sumsel termasuk salah satunya pengajuan pakaian adat baru bagi 65 anggota dewan untuk pelantikan gubernur-wakil gubernur periode 2008-2013 terpilih yang menelan dana Rp541.500 juta.

Ketuanya Komisi I DPRD Sumsel, Muslimi BIE saat itu berpendapat lain, Muslimi, menilai anggaran pembelian pakaian adat bagi anggota DPRD Sumsel untuk pelantikan Gubernur Sumsel bukan hal yang mensesak sehingga belum perlu.
Alasannya saat ini anggota dewan masih memiliki baju adat yang pernah digunakan bagi pelantikan gubernur Sumsel periode sebelumnya, 2003-2008 silam, dan pakaian tersebut, menurut dia, hanya dipakai satu kali sehingga, saat ini rasanya masih layak, digunakan. ”Kenapa tidak itu saja, yang dipakai. Jadi anggaran pembelian pakaian adat itu, kita tunda,” tegas Muslimi.

Selain itu DPRD Sumsel, belum lama ini juga sempat menolak usulan anggaran tambahan untuk resepsi pelantikan gubernur terpilih, nantinya. Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad mengatakan, penyelenggaraan pelantikan gubernur terpilih merupakan tanggung jawab dan kewenangan DPRD Sumsel, sehingga bukan menjadi alasan dari pihak pemprov untuk mengajukan anggaran tambahan pelantikan gubernur.

“Pelantikan gubernur itu urusan Dewan dan dilakukan di gedung DPRD,”kata Zamzami di DPRD Sumsel.

Penolakan tersebut, kata dia, lantaran di dalam mata anggaran tambahan tersebut dianggarkan biaya ucapan selamat kepada gubernur terpilih yang menurut dia, sebenarnya, tak layak dianggarkan.

“Pada dasarnya, siapa pun yang menyampaikan ucapan selamat baik secara langsung maupun melalui media, kepada pasangan gubernur-wakil gubernur Sumsel terpilih nantinya, tentu yang bersangkutan sendirilh yang menanggung beban biayanya,” katanya.

Zamzami menambahkan, kebutuhan anggaran untuk resepsi di Griya Agung dengan mengundang berbagai pihak juga tidak memerlukan anggaran yang besar. Apalagi, mengingat pelantikan telah di lakukan di Gedung DPRD Sumsel.

sindrom
September 12th, 2008, 10:27 AM
Kelanjutan berita dari kerusuhan pilkada Gubernur ....

PALEMBANG
Massa Sohe Kepung Tiga KPUD
Friday, 12 September 2008



http://i320.photobucket.com/albums/nn332/jadinick/pleno-kpu-D-17.jpg

Kapoltabes Nyaris Dilindas, Tiga Provokator Diamankan


Gelombang protes pendukung pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya (Sohe) berlanjut hingga pleno terbuka rekapitulasi suara Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel periode 2008-2013 di KPUD Sumsel, Jakabaring, kemarin (11/9). Dalam waktu hampir bersamaan, pendukung lainnya mendatangi kantor KPUD Prabumulih dan OKU Timur.Tuntutan yang disampaikan sama. Mereka minta pleno penetapan ditunda dan dilakukan pemilukada ulang di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) karena ada indikasi penggelembungan suara.Demo di KPUD Sumsel misalnya. Konsentrasi massa pertama ada di jalur masuk dari arah Pasar Induk Jakabaring pukul 08.30 WIB. Saat itu, ratusan pendukung Sohe mencoba masuk ke gedung KPUD, namun mereka terhalang kawat berduri dan pasukan anti huru-hara berpakaian lengkap.Kelompok ini mencoba mendobrak pintu samping KPUD, namun tidak berhasil. Mereka kemudian bergabung dengan massa lain di jalur pintu utama masuk gedung KPUD Sumsel.


Aparat kepolisian yang menerjunkan 2.300 personel meningkatkan eskalasi keamanan. Ini ditandai dengan bunyi sirene yang meraung-raung dari helikopter yang memberi tanda seluruh personel untuk bersiap.
Seolah tidak takut dengan pengamanan berlapis, sembari meneriakkan tuntutan pemilukada ulang di Muba, massa terus meringsek hingga mendekati pintu masuk jalur sebelah kiri kantor KPUD.
Bahkan, massa yang berasal dari perwakilan paguyuban dan partai politik pendukung pasangan Sohe nekat mendobrak barikade kawat berduri yang dipasang dengan sebuah truk Mercedes Benz BG 1964 AH berukuran besar layaknya mobil panser.
Kapoltabes Palembang Kombes Pol Drs Lucky Hermawan mencoba menghadang laju mobil tersebut. Ia berdiri persis di balik barikade dan hampir saja terlindas. Untung, ajudannya buru-buru mendorong tubuh Kapoltabes.
Tim tindak gabungan Poltabes dan Polda Sumsel langsung bergerak. Mereka mengejar orang-orang yang berada di dalam mobil tersebut, termasuk provokator massa.
Dibantu dengan tembakan dari water canon, puluhan anggota tim tindak mengejar para demonstran dan orang yang berada dalam mobil. Sempat terjadi baku hantam dan saling lempar.
Seorang pendemo yang belakangan diketahui bernama Panji menjadi bulan-bulanan aparat. Petugas juga mengamankan tiga orang, satu di antaranya berada di atas truk Marcedes, dua lainnya diduga provokator.
Ketiganya adalah Gerbana Setiawan (39), warga Jl Balayudha No 6210, RT 16, Kel Ario Kemuning, Palembang, yang mengaku sebagai wakil ketua DPK PKPI Palembang; Otong (34), warga Jl Cempaka Dalam Gang Masjid, RT 18, RW 05, Kel 26 Ilir, Palembang. Dan terakhir adalah Panji Kresna Suharjo (33), warga Jl Teratai Puncak V BK 10, RT 5, RW 4, No 725 Desa Gumawang, Kab OKU Timur. Mereka diamankan di Poltabes Palembang.
“Kedatangan saya ke Palembang bersama ketua kami Edi Kumayanto. Ini hanya bentuk solidaritas dari partai pendukung Sohe,” ujar Gerbana, ayah tiga anak itu lugas.
Menurut Gerbana, saat kejadian dirinya mengelak dari tembakan water canon. “Ketika disemprot, saya lihat Panji diinjak-injak. Saya lantas menolong dan memisahkan, tapi malah ikut dibawa petugas.”
Panji, yang saat aksi begitu vokal tidak berani bicara banyak ketika berhadapan dengan aparat. ”Saya tidak dibayar sama sekali dalam demo ini. Sebatas solidaritas pada pasangan Sohe,” cetusnya.
Aksi demo mereda setelah tim kampanye Sohe, Ahmad Natar, Suparman Romans yang ingin mengajukan naskah tentang keberatan dilakukannya rapat pleno diterima oleh Sekretaris KPUD Sumsel Sayuti Hadim. Turut mendampingi Kapoltabes Palembang Kombes Pol Drs Lucky Hermawan. Para pengunjuk rasa sendiri akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 10.45 WIB.
Selain di kantor KPUD Sumsel, demo juga berlangsung di Polda Sumsel. Sekitar pukul 08.00 WIB, Forum Masyarakat Cinta Sumsel (FMCS) mendesak kepada Kapolda Sumsel untuk bertindak secara objektif, mengayomi dan menjaga kenetralan dalam proses Pemilukada Gubernur Sumsel.
Selain mengawal aksi, aparat keamanan juga menjaga ketat kantor Panwaslu, di Jl Jend A Yani, seputar Bundaran Air Mancur dan seluruh pusat perbelanjaan yang ada di Kota Palembang. Seharian kemarin, masyarakat tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Sementara itu, sumber kepolisian menyebutkan truk Mercedes Benz bernopol BG 1964 AH buatan tahun 1960 dengan nomor rangka 4042529 dan nomor mesin 180943000364 tersebut setelah dicek di Samsat ternyata atas nama Syahrial Oesman. “Betul, mobil itu atas nama Pak Syahrial. Yang jelas, tiga orang yang ditangkap akan kita jerat dengan Pasal 160 dan 170 KUHP. Mereka sudah merusak barikade dan mencoba menabrak saya,” kata Kapoltabes Lucky, kesal.
Menurut Kapoltabes, pihaknya juga akan mengejar beberapa tersangka dalam kerusuhan tersebut. Termasuk, orang yang menyetir mobil karena sudah diketahui identitasnya. “Saya juga akan panggil pemilik mobilnya. Apakah dia tahu tentang penggunaan mobil tersebut dan juga siapa yang memerintahkannya,” kata Kapoltabes geram.
Bambang Heriyanto, kuasa hukum Syahrial Oesman ketika dikonfirmasi penggunaan truk atas nama kliennya mengaku tidak tahu tentang hal itu. ”Saya juga tidak tahu apakah itu memang mobil milik Pak Syahrial atau bukan. Saya juga tidak tahu apakah Pak Syahrial tahu tantang penggunaan mobil tersebut pada aksi demo yang dilakukan pendukungnya,” bebernya.
Yang jelas, kata Bambang, ia tidak dapat memastikan penggunaan mobil tersebut. “Itu juga kalau benar-benar pendukung kita yang gunakan,” pungkasnya.
Datangi KPUD Prabumulih dan OKUT
Di tempat terpisah, sekitar 50 orang, pukul 10.30 WIB, kemarin mendatangi kantor KPUD Prabumulih. Menurut koordinator aksi, Lutfianto, ada tiga tuntutan yang mereka sampaikan. Pertama, mengecam keras terjadinya penggelembungan suara di Kabupaten Muba. Kedua, menuntut pemilihan ulang Pemilukada Gubernur di Muba, dan ketiga minta aparat Polda Sumsel bersikap netral.
Usai membacakan pernyataan sikap, peserta aksi bubar dengan tertib. “Kita berkomitmen ikut menjaga dan menciptakan kondisi kondusif di Prabumulih. Kita akan berada di barisan paling depan untuk itu,” tegas Lutfianto.
Kabag Ops Polres Prabumulih, AKP Subandrio didampingi Kasat Intel, AKP Budiman mengatakan, untuk mengamankan jalannya aksi damai itu, pihaknya menyiapkan lebih kurang 50 orang anggota polisi berpakaian dinas dan sipil. “Seperti yang kita lihat, aksinya berjalan tertib dan tidak ada kerusuhan,” pungkasnya.
Tuntutan serupa juga disampaikan pendukung Sohe di Kabupaten OKU Timur. Sekitar pukul 11.00 WIB puluhan orang datang ke kantor KPUD OKU Timur.
Penjagaan ketat pun terlihat di sekitar kantor KPUD. Sejumlah personel polisi dan anggota Polisi Pamong Praja (Pol-PP) OKUT berjaga-jaga. Para perwira Polres OKUT tampak hadir, di antaranya Wakapolres OKUT Kompol P Harianja, Kasat Reskrim AKP Surachman, Kasat Intel AKP Sukarminto, Kasat Samapta Yuzar Haris, KBO Intel Iptu Ruslan, Kapolsek Martapura AKP M Adil dan Kepala Pol-PP OKUT Mulyanto SH. ”Kita lakukan pengamanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu, kami terjunkan petugas,” ujar Kompol P Harianja.
Sutupo, koordinator aksi menegaskan kedatangan mereka merupakan bentuk aksi damai. “Saya akui jika KPUD OKUT dan Polres OKUT benar-benar netral dalam pemilukada ini. Perlu dicontoh daerah lain,” tukasnya. Aksi ini diterima oleh dua anggota KPUD OKUT, Hamdi SAg dan Eko Purniawan SPdI.


Menurut saya emang sudah seharusnya diganti supaya ada Pembahruan juga buat provinsi Sumsel...

Balaputradewa
September 12th, 2008, 10:44 AM
Waduh, memalukan bangetz. Wong dia yang mencanangkan Visit Musi, lah dia pula yang memadamkannya melalui aksi2 para pendukungnya. Ibarat lagu dangdut 'Kau yang mulaii, kau yang mengakhrii..(lupa lanjutannya:lol:)'
Kalo begini terus, bisa2 beberapa bulan kedepan Sumsel dikalungi travel warning. Alhasil tamat sudah angan2 Visit Musi 2008 yg konon belum mencapai klimaksnya :lol:

KISSYBITES
September 12th, 2008, 12:52 PM
Disatu sisi saya seneng bgt ALDY terpilih:), tp disisi yg lain gimana ya nanti
hubungan antara ALDY(Alex khususnya) dengan Edy Santana?
secara kayaknya mereka berseberangan tuh...:nuts::nuts:

magali
September 14th, 2008, 08:42 AM
Disatu sisi saya seneng bgt ALDY terpilih:), tp disisi yg lain gimana ya nanti
hubungan antara ALDY(Alex khususnya) dengan Edy Santana?
secara kayaknya mereka berseberangan tuh...:nuts::nuts:
------------
seharusnya tidak ada masalah, karna cakupan wewenangnya berbeda cuma mungkin ada semacam resistensi sementara sifatnya.

pilkada di sumsel sudah 2 kali incumbent kalah, saya lebih setuju sebaikanya kepala daerah "cuma" satu periode saja menjabat. dengan cuma satu periode, mereka masih punya ambisi untuk membangun dan membuat prestasi selama masa jabatannnya. kalau sudah jabatan untuk periode ke dua ditakutkan yang ada cuma mencari kekayaan saja :lol:

alex harus pegang janji, programnya tidak tercapai satu tahun harus turun :bash:

magali
September 16th, 2008, 01:54 PM
PALEMBANG – Kondisi jalan lintas timur (Jalintim) Provinsi Sumatera Selatan boleh dibilang 95 persen mulus. Kalaupun ada kerusakan seperti jalan berlubang, persentasenya sekitar 1 hingga 5 persen.Demikian diungkap Gubernur Sumsel, Prof dr H Mahyuddin NS SpOG (K), di sela-sela kunjungannya meninjau pasar tradisional dan Jalintim di OKI, kemarin (15/9). Salah satu kawasan yang ditinjau gubernur dan rombongan adalah kondisi jalan Pematang Panggang (Mesuji) OKI.“Saat ini, kondisi Jalintim lebih bagus dan mulus dari tahun-tahun sebelumnya. Persentase kerusakan 1-5 persen dari keseluruhan Jalintim di OKI,” kata Mahyuddin.Ia berharap arus balik Lebaran kendaraan bermotor melalui Jalintim berjalan lancar. “Dari Kota Palembang berangkat dan sampai ke Kecamatan Mesuji yang berjarak sekitar 175 Km bisa ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam. Ini saya bilang lancar,” katanya.Dalam rombongan tampak sejumlah Kepala Dinas (Kadis) Provinsi Sumsel. Di antaranya, Kadis Departemen Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Ir H Sarimuda MT, Kasat Polisi Pamong Praja (Pol PP) Asnawi HD, Kadisperindag Drs H Eppy Mirza. Ada Asisten II Ir Budi Raharjo dan sejumlah staf Pemprov Sumsel lainnya. Total rombongan sekitar 15 mobil.

rilham2new
September 16th, 2008, 02:25 PM
^^ Kalau deket mau lebaran biasa lah itu ..... Sudah LEMBUR TAMBAL SULAM orang PU nya soalnya :D .... Dulu juga kek gitu, waktu dari Palembang sampe ke Medan bagus dan mulus aja, keluargaku pake Sedan lagi .... (tapi itu waktu lebaran loh :D)

Fikr
September 17th, 2008, 04:18 AM
^^ Kalau deket mau lebaran biasa lah itu ..... Sudah LEMBUR TAMBAL SULAM orang PU nya soalnya :D .... Dulu juga kek gitu, waktu dari Palembang sampe ke Medan bagus dan mulus aja, keluargaku pake Sedan lagi .... (tapi itu waktu lebaran loh :D)

^^ tanggal 28 september balik Mudik ke palembang dari Rengat Inhul (Indra Giri Hulu) :banana:

paradyto
September 19th, 2008, 12:13 PM
Disatu sisi saya seneng bgt ALDY terpilih:), tp disisi yg lain gimana ya nanti
hubungan antara ALDY(Alex khususnya) dengan Edy Santana?
secara kayaknya mereka berseberangan tuh...:nuts::nuts:

don't u worry, tetap jalan kok:)

paradyto
September 21st, 2008, 01:40 AM
Kayu Agung = Hollywood :lol::lol::lol:

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/4:palembangkito/photos/7/600x600/1/rmh2.jpg?et=rd3HeM6Je50tE0ySlcXQsg&nmid=82824245

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/3:palembangkito/photos/7/600x600/2/kyagung.jpg?et=ROKKO6MW%2CVkHBknSuJbr6Q&nmid=82824245

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/3:palembangkito/photos/7/600x600/3/kyagung2.jpg?et=Rmc5MyCqNCZQG%2BhSw4gUWg&nmid=82824245

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/3:palembangkito/photos/7/600x600/4/rmh.jpg?et=0bLCCyfgajpSmpc3TautKw&nmid=82824245

by sriwijaya kito

paradyto
September 21st, 2008, 01:42 AM
Indahnyo Pagar Alam:okay:

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/3:palembangkito/photos/8/600x600/12/alam.jpg?et=FgrmD1BRm0zaPpSnQVaM0Q&nmid=85568463

Fikr
September 21st, 2008, 09:28 AM
Kayu Agung = Hollywood :lol::lol::lol:

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/4:palembangkito/photos/7/600x600/1/rmh2.jpg?et=rd3HeM6Je50tE0ySlcXQsg&nmid=82824245

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/3:palembangkito/photos/7/600x600/2/kyagung.jpg?et=ROKKO6MW%2CVkHBknSuJbr6Q&nmid=82824245

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/3:palembangkito/photos/7/600x600/3/kyagung2.jpg?et=Rmc5MyCqNCZQG%2BhSw4gUWg&nmid=82824245

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/3:palembangkito/photos/7/600x600/4/rmh.jpg?et=0bLCCyfgajpSmpc3TautKw&nmid=82824245

by sriwijaya kito

^^ bukan Hollywood tapi Grandwood

paradyto
September 22nd, 2008, 03:33 PM
Mohon Doa Restu,Bawa Aspirasi Sumsel
Monday, 22 September 2008

Gubernur Buka Puasa Bareng Puluhan Wartawan

PALEMBANG - Puluhan wartawan media cetak dan elektronik menggelar buka puasa bersama bersama gubernur Sumsel Prof dr H Mahyuddin NS SpOG(K) di Griya Agung, tadi malam (21/9). Pada kesempatan itu, hadir asisten I bidang pemerintahan Drs H Abdul Shobur SH, Karo Umum dan Humas Drs H Agustiar MSi dan jajarannya, ustad Drs Solihin Hasibuan, serta pimpinan sejumlah media cetak dan elektronik yang berdomisili di Palembang.

Pada kesempatan itu, Gubernur Mahyuddin mengucapkan terima kasih kepada insan pers atas kerjasamanya selama ini membantu pemerintah provinsi (pemprov) Sumsel. Ia juga mohon dukungan untuk maju sebagai anggota DPR RI dari partai Demokrat pada dapil II Sumsel. “Harus ada yang mewakili aspirasi masyarakat Sumsel untuk teruskan pembangunan di Sumsel. Untuk itu, saja mengajukan diri,”katanya.

Ia yakin, lima tahun ke depan Sumsel akan menjadi primadona di Indonesia dengan segala kekayaan sumber daya alamnya. Pada masa kepemimpinannya saat ini, Mahyuddin mengatakan saat ini ada sejumlah proyek besar diantaranya pembangunan jalan sepanjang 206 KM dari Tanjung Enim menuju Sungsang yang mampu dilewati beban sekitar 100 ton.

Ada lagi rencana proyek reklamasi kawasan Tanjung Api – Api (TAA), izin prinsip pembangunan jalur KA yang akan dilakukan oleh investor pusat, rencana pembangunan pabrik alumunium terbesar di kawasan TAA oleh Nalco India. “Semua perlu diperjuangkan dan untuk itu saya mohon doa restu,”ungkapnya. Acara diisi pula dengan ceramah agama singkat oleh ustad Drs H Solihin Hasibuan.

Ustad Solihin menekankan tiga hal yang harus dihindari karena menimbulkan kerusahakan pada diri seorang muslim. Yaitu menuruti hawa nafsu, pelit dan bangga berlebihan dengan diri sendiri. “Dengan menghindari tiga hal tersebut, mudah-mudahan kita bisa menjadi muslim yang baik dunia akhirat,”pungkasnya. (46)

paradyto
September 23rd, 2008, 01:40 AM
Investor Tertarik Potensi Minyak dan Gas OKU
Monday, 22 September 2008

BATURAJA(SINDO) – Potensi minyak bumi dan gas (migas) di Kabupaten OKU terus dilirik kalangan investor.Kali ini, PT Tiara Bumi Petroleum (PTTBP) menyatakan keseriusannya memperluas titik pengeboran sumur.


Sebelumnya, PTTBP berhasil menemukan potensi migas di Desa Mandala,Kecamatan Peninjauan. Hanya, satu-satunya titik pengeboran sumur tersebut untuk sementara belum diproduksi karena masih dalam proses pengembangan. General Manager (GM) PTTBP Aria A Mulhadiono mengatakan,pihaknya segera mencari dan menggali potensi baru migas di Kabupaten OKU dan OKU Timur. Sebelum menindaklanjuti program tersebut dengan melakukan survei lapangan,pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada aparat pemerintah daerah dan masyarakat.

“Untuk itu, pemaparan rencana pengeboran minyak digelar hari ini (kemarin),” ujarnya seusai mensosialisasikan rencana PTTBP di hadapan Bupati OKU,Ketua DPRD, muspida,Badan Pengawas BP Migas, dan jajaran pejabat instansi terkait kemarin. Bupati OKU Yulius Nawawi mendukung program yang dipaparkan PTTBP untuk menanamkan investasi di Kabupaten OKU.Hanya,bupati mengingatkan perusahaan untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat setempat, mulai dari perekrutan tenaga kerja hingga prosedur ganti rugi lahan yang mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Sumatera Selatan.

“Lantaran berurusan dengan rakyat OKU, saya tidak mau masyarakat OKU dirugikan karena perda yang digunakan menggunakan perda provinsi,”ujar Yulius. Sementara itu, Ketua DPRD OKU H Batonazar meminta pemerintah daerah (pemda) dan perusahaan migas untuk transparansi mengenai besaran investasi,jumlah keuntungan bagi hasil, dan cakupan luas wilayah yang digunakan.“ Sebab, dari sekian banyak investor yang masuk ke OKU, kita (DPRD) banyak tidak tahu.

Misalnya, sudah adaberapabanyakpenggalian sumur migas di OKU yang kita tidak tahu.Berpijak dari situ, daerah kita sangatlah kaya. Tapi,hasil dana alokasi umum yang kita terima tidak besar dibandingkan daerah lain,” paparnya. (jimmy octa harto)

paradyto
September 24th, 2008, 08:01 AM
Songket Palembang Buatan Ogan Ilir Laris Manis

http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/18/132429p.JPG

INDRALAYA, SELASA -- Pengrajin Songket Palembang di Desa Limbang Jaya dan Tanjungpinang, Kecamatan Tanjungbatu, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, bersuka-cita selama bulan Ramadhan, apalagi mendekati Lebaran. Songket yang selesai dibuat dengan alat tenun bukan mesin (ATBM), langsung terjual.

"Saya barusan menjual dua songket, dengan harga Rp600.000 per songket," kata Cik Ima (43), perajin songket di Desa Limbang Jaya, Selasa (23/9). Cik Iman punya sejumlah orang perajin songket yang menerima upahan membuat songket. Setiap orang bisa menyelesaikan satu songket dalam tempo 4 sampai 7 hari. Rata-rata per orang selesaikan empat buah songket.

Harga songket tergantung jenis benang dan halus-kasarnya motif. Kalau benang emasnya jenis kristal dengan motif yang halus, harga jualnya bisa Rp1 juta lebih. Itu harga jual ke pedagang pengumpul. "Kalau jual langsung ke konsumen bisa lebih tinggi Rp200 ribu. Harga jual Rp600 ribu ke pedagang pengumpul, bisa dijual Rp800 ribu jika langsung ke konsumen. Tapi, tak enak hati jual langsung. Biasanya jual ke pedagang pengumpul," tandas Cik Ima.

Secara terpisah, perajin songket lainnya Sauda(37), tengah menyelesaikan songket buatannya. Sauda dan seorang anaknya, Ika, pelajar kelas 3 SMA, juga terampil membuat songket. "Pokoknya, songket yang siap selalu saja ada pembelinya. Tak pernah kejadian, songket tak laku terjual," kata Sauda, yang terampil membuat songket sejak taman sekolah dasar.

Harga pasaran songket di tingkat pengrajin rata-rata Rp600 ribu. Sedangkan untuk upah pembuatan songket rata-rata Rp160 ribu per songket, dengan rincian: untuk sarung bawahan Rp100 ribu dan untuk selendang upahnya Rp60 ribu. Yeni Yunita, salah seorang pengrajin songket cilik, masih kelas 1 SMP, mengaku dalam seminggu ia bisa menyelesaikan pembuatan satu songket dengan upah Rp160 ribu.

"Wah, lemak nian (senang sekali), bisa selesaikan satu songket dalam satu minggu dan dapat uang Rp160 ribu. Kerja satu bulan pacaklah (bisalah) beli hape," kata Yeni Yunita, yang biasa dipanggil Yuni. "Aku buat songket sepulang sekolah dan hari libur." Seorang pengrajin yang punya sejumlah perajin songket upahan, Hj Laila (51) mengatakan, pasar songket Palembang buatan Desa Limbang Jaya dan Desa Tanjungpinang sangat bagus, laris manis.

"Saya menjual songket Palembang produksi desa ini tidak ke Kota Palembang, tapi ke Bengkulu, Lahat, dan kota-kota lain dengan kisaran harga Rp800 ribu hingga Rp2,5 juta," kata Laila, yang juga dikenal sebagai perancang motif songket Palembang. Camat Tanjungbatu Ansori mengakui, ada sejumlah desa yang memproduksi songket Palembang di wilayahnya, yaitu Limbang Jaya, Tanjung Pinang 1, Tanjung Pinang 2, Tanjung Laut, dan Desa Tanjung Dayang.

"Jumlah pengrajin songket cukup banyak. Hampir setiap keluarga bisa membuat songket. Kita bersyukur, songket Palembang dikenal luas. Tingginya permintaan, membuat pengrajin songket di desa-desa di Kecamatan Tanjungbatu bergairah," katanya.

Yurnaldi

paradyto
September 24th, 2008, 08:01 AM
Songket Palembang Buatan Ogan Ilir Laris Manis

http://www.kompas.com/data/photo/2008/09/18/132429p.JPG

INDRALAYA, SELASA -- Pengrajin Songket Palembang di Desa Limbang Jaya dan Tanjungpinang, Kecamatan Tanjungbatu, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, bersuka-cita selama bulan Ramadhan, apalagi mendekati Lebaran. Songket yang selesai dibuat dengan alat tenun bukan mesin (ATBM), langsung terjual.

"Saya barusan menjual dua songket, dengan harga Rp600.000 per songket," kata Cik Ima (43), perajin songket di Desa Limbang Jaya, Selasa (23/9). Cik Iman punya sejumlah orang perajin songket yang menerima upahan membuat songket. Setiap orang bisa menyelesaikan satu songket dalam tempo 4 sampai 7 hari. Rata-rata per orang selesaikan empat buah songket.

Harga songket tergantung jenis benang dan halus-kasarnya motif. Kalau benang emasnya jenis kristal dengan motif yang halus, harga jualnya bisa Rp1 juta lebih. Itu harga jual ke pedagang pengumpul. "Kalau jual langsung ke konsumen bisa lebih tinggi Rp200 ribu. Harga jual Rp600 ribu ke pedagang pengumpul, bisa dijual Rp800 ribu jika langsung ke konsumen. Tapi, tak enak hati jual langsung. Biasanya jual ke pedagang pengumpul," tandas Cik Ima.

Secara terpisah, perajin songket lainnya Sauda(37), tengah menyelesaikan songket buatannya. Sauda dan seorang anaknya, Ika, pelajar kelas 3 SMA, juga terampil membuat songket. "Pokoknya, songket yang siap selalu saja ada pembelinya. Tak pernah kejadian, songket tak laku terjual," kata Sauda, yang terampil membuat songket sejak taman sekolah dasar.

Harga pasaran songket di tingkat pengrajin rata-rata Rp600 ribu. Sedangkan untuk upah pembuatan songket rata-rata Rp160 ribu per songket, dengan rincian: untuk sarung bawahan Rp100 ribu dan untuk selendang upahnya Rp60 ribu. Yeni Yunita, salah seorang pengrajin songket cilik, masih kelas 1 SMP, mengaku dalam seminggu ia bisa menyelesaikan pembuatan satu songket dengan upah Rp160 ribu.

"Wah, lemak nian (senang sekali), bisa selesaikan satu songket dalam satu minggu dan dapat uang Rp160 ribu. Kerja satu bulan pacaklah (bisalah) beli hape," kata Yeni Yunita, yang biasa dipanggil Yuni. "Aku buat songket sepulang sekolah dan hari libur." Seorang pengrajin yang punya sejumlah perajin songket upahan, Hj Laila (51) mengatakan, pasar songket Palembang buatan Desa Limbang Jaya dan Desa Tanjungpinang sangat bagus, laris manis.

"Saya menjual songket Palembang produksi desa ini tidak ke Kota Palembang, tapi ke Bengkulu, Lahat, dan kota-kota lain dengan kisaran harga Rp800 ribu hingga Rp2,5 juta," kata Laila, yang juga dikenal sebagai perancang motif songket Palembang. Camat Tanjungbatu Ansori mengakui, ada sejumlah desa yang memproduksi songket Palembang di wilayahnya, yaitu Limbang Jaya, Tanjung Pinang 1, Tanjung Pinang 2, Tanjung Laut, dan Desa Tanjung Dayang.

"Jumlah pengrajin songket cukup banyak. Hampir setiap keluarga bisa membuat songket. Kita bersyukur, songket Palembang dikenal luas. Tingginya permintaan, membuat pengrajin songket di desa-desa di Kecamatan Tanjungbatu bergairah," katanya.

Yurnaldi

paradyto
September 27th, 2008, 01:23 AM
Sumsel Hasilkan 19 Juta Ton Batu Bara
Friday, 26 September 2008

PALEMBANG (SINDO) – Hingga kini, Sumsel baru memiliki tiga perusahaan pemegang izin tambang yang melakukan eksploitasi hasil batu bara.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha (TU) Dinas Pertambangan Sumsel Herdian mengatakan,ketiga perusahaan tersebut, yakni PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero),PT Batu Bara Bukit Kendi, dan PT Batu Bara Lahat. Ketiga perusahaan tersebut dapat memberikan hasil produksi sebanyak 19 juta ton per tahun.

Produksi batu bara,lanjut dia, akan bertambah dengan meningkatkan aktivitas perusahaan tambang lainnya dengan tersedianya sarana infrastruktur, di antaranya Pelabuhan Tanjung Api-Api dan pembangunan PLTU di mulut tambang. “Kita yakin, perusahaan batu bara akan terus meningkat seiring pemanfaatan batu bara yang ada di Sumsel ini.

Sebab,Sumsel memiliki 22,24 miliar ton batu bara yang tersebar di beberapa daerah,”katanya. Mengingat potensi batu bara yang cukup besar, salah satu kebijakan pemerintah akan menempuh pengembangan batu bara melalui peningkatan ekspor dan antarpulau. Selain itu, pembangunan pembangkit listrik PLTU di mulut tambang dan pengembangan teknologi batu bara,serta pengembangan briket batu bara.

Direktur Pembinaan Program Mineral, Batu Bara,dan Panas Bumi,Sukma Saleh Hasibuan mengatakan, Sumsel memiliki potensi pertambangan yang melimpah. Namun, di sisi lain, terdapat permasalahan dari domestik market obligasi (DMO) terhadap kebutuhan dalam negeri yang lebih diutamakan.Bahkan,sejauh ini dalam kontrak antara pemerintah dan perusahaan tidak memberikan penjelasan mengenai besaran kebutuhan negara.“Ke depan, pemerintah berusaha merevisi ulang aturan lama tersebut. Pemerintah akan mendesak perusahaan mewajibkan dan mendahulukan kebutuhan dalam negeri,”tutur Sukma. (jemi astuti)

sindrom
October 3rd, 2008, 08:05 AM
Indahnyo Pagar Alam:okay:

http://images.ikhsanhasibuan.multiply.com/image/3:palembangkito/photos/8/600x600/12/alam.jpg?et=FgrmD1BRm0zaPpSnQVaM0Q&nmid=85568463

ini Gunung dempo' kan namanya? motonya dimana nih?....Indah nian :eek2:

paradyto
October 3rd, 2008, 03:50 PM
ini Gunung dempo' kan namanya? motonya dimana nih?....Indah nian :eek2:

Yup Gunung Dempo... dodinp my friend yang ambil potonya dari daerah pesawahan, dekat dengan villa dan perkebunan tehnya... :)

Pernah juga dibahas di page sebelumnya, memang indah banget!!! Nggak nyangka Sumsel ada daerah yang beginian!!!^^

FRESHING PAGARALAM!
South Sumatra

http://img140.imageshack.us/img140/7103/pagaralam1at6.jpg (http://imageshack.us)

http://img86.imageshack.us/img86/1693/pagaralam1ra1.jpg (http://imageshack.us)

^^^^^^

http://img509.imageshack.us/img509/3161/pagaralam7oy2.jpg (http://imageshack.us)

http://img509.imageshack.us/img509/7968/pagaralam9ba2.jpg (http://imageshack.us)

http://img250.imageshack.us/img250/339/pagaralam8pp5.jpg (http://imageshack.us)

http://img250.imageshack.us/img250/4103/pagaralam3jn0.jpg (http://imageshack.us)

http://img509.imageshack.us/img509/3868/pagaralam5wi4.jpg (http://imageshack.us)

paradyto
October 4th, 2008, 01:22 AM
Midang, Wisata Adat di OKI
Friday, 03 October 2008

PALEMBANG (SINDO) – Pariwisata menjadi sektor unggulan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).Apalagi,hampir setiap daerah memiliki tradisi adat yang bisa dikembangkan menjadi aset wisata.


Beragam seni dan budaya ada di Sumsel,mulai seni musik, tari, drama, hingga sastra. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) salah satunya.Kabupaten yang kaya akan potensi alam dan budaya ini memiliki suatu tradisi yang dilakukan setiap Hari Raya Idul Fitri, yakni Midang Morge Siwe. Tradisi adat ini ada di Kota Kayuagung sejak abad ke- 19 Masehi dan telah menjadi tradisi. Tidak mengherankan bila Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel memasukkan kegiatan dalam kalender Visit Musi 2008.

Midang merupakan barisan arak-arakan muda-mudi beserta pemangku adat dari berbagai kelurahan dalam Kota Kayuagung. Para peserta mengenakan pakaian pengantin dan pakaian adat lain.Mereka melakukan arakarakan pada Lebaran ketiga dan keempat setiap tahun. Pada midang hari pertama (Midang Bebuke), dilaksanakan warga kelurahan dalam Kota Kayuagung dengan menyusuri jalan dalam kota dan berakhir di Aula Kabupaten OKI di Kelurahan Paku.

Mereka diterima Bupati dan unsur muspida. Sedangkan midang hari kedua, diperluas bersama dengan perwakilan masyarakat dari 18 kecamatan se-Kabupaten OKI.Pada kesempatan itu,ditampilkan seni budaya daerah masing-masing, yang dimulai dari kadipatenan dan berakhir di Taman Segitiga Emas Kota Kayuagung, KelurahanTanjung Rancing.

Menurut Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Pariwisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten OKI Kamil, Midang Morge Siwe merupakan adat-istiadat asli Kayuagung yang saat ini sudah jarang dipakai karena memakan biaya yang tidak sedikit.

Pelaksanaan acara midang saat ini rutin dilaksanakan Pemkab OKI sebagai salah satu usaha untuk melestarikan seni dan budaya daerah. Arti midang, ujar Kamil, adalah arak-arakan. Sedangkan morge siwe adalah sembilan marga. Jadi, Midang Morge Siwe berarti arak-arakan oleh sembilan marga atau desa dalam Kota Kayuagung yang sekarang telah menjadi 11 kelurahan.

“Pawai ini berupa arak-arakan muda-mudi dengan berjalan mengelilingi marga atau daerah beserta calon pengantin.Ini dimaksudkan untuk memperkenalkan bahwa pasangan ini segera menikah,”ungkap dia. Barisan pada Midang Morge Siwe ini melambangkan urutan proses perkawinan adat yang tercermin dari pakaian, mulai perkenalan, melamar, hingga antar-antaran. Prosesi adat perkawinan tersebut kini masuk kalender pariwisata, mulai tingkat kabupaten, provinsi,hingga nasional.

Pelaksanaan midang hari kedua sengaja digabungkan dengan karnaval seni budaya. Hal ini dimaksudkan untuk memperingati hari ulang tahun Kabupaten OKI, sekaligus memperkenalkan seni budaya OKI secara keseluruhan,mulai pakaian adat, perkawinan, resepsi beserta musik tanjidor, syarofal anam, reog, soreng, kuda lumping, seni bela diri silat dan lainnya. “Tahun lalu sekitar 4.000 orang mengikuti kegiatan midang hari kedua,termasuk Bupati OKI Ishak Mekki sampai mantan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman,”ungkapnya.

Sedangkan tradisi Idul Fitri lainnya, antara lain rekreasi menggunakan speedboat dan ketek di Sungai Komering dalam Kota Kayuagung yang dilaksanakan masyarakat Kayuagung dan sekitarnya.Tradisi ini sendiri sudah dimulai sejak 1980-an, mulai hari pertama Lebaran sampai H+3 dan H+4. Kegiatan ini diikuti ratusan muda-mudi sampai anak-anak, dengan daya tarik pada bentangan sungai yang memanjang dengan udara segar dan pemandangan di sisi kiri kanan sungai rumah tradisi Kayuagung (Benue Adat Kayu Agung).

Selain itu,ada pula tradisi lain di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Seriguna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten OKI, yaitu tradisi ziarah akbar yang diikuti ribuan orang. Setidaknya, tercatat ada tujuh desa yang makam leluhur masyarakatnya berada di TPU dengan luas 3 ha ini, yaitu Desa Seriguna, Penyandingan,Cinta Marga, Ulak Ketapang, Sukaraja, Talang Pangeran, dan Kumbang Alai. (muhlis)

paradyto
October 4th, 2008, 01:26 AM
Australia Bangun 50 MTs di Sumsel
Friday, 03 October 2008

PALEMBANG (SINDO)–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel rencananya akan membangun 50 Madrasah Tsanawiyah (Mts) secara terpadu tahun ini.


Pembangunan tersebut merupakan bagian dari kerja sama pemerintah Indonesia dan Australia dalam mengembangkan pendidikan dasar di Indonesia melalui program Australian Indonesian Basic Education Program (AIBEP). Program ini sendiri akan membangun 500 Mts secara nasional. “Rencananya ada 500 madrasah yang akan dibangun se-Indonesia dalam program kerja sama dengan Australia ini.

Kalau untuk Sumsel saya tidak tahu persis berapa angka persis,tapi dalam kisaran 50 Mts,”ujar Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama (Depag) Sumsel Mal’an Abdullah di Palembang,kemarin. Mal’an, menjelaskan Mts yang akan dibangun tersebut merupakan MTs berbasis pesantren yang diadakan dengan sistem satu atap dengan Madrasah Ibtidaiyah.Tujuannya, untuk membantu mengejar program wajib belajar (wajar) dasar 9 tahun, tercapai sesuai target.

“Program ini sendiri bertujuan untuk mengejar target wajib belajar 9 tahun segera tercapai,” kata dia dengan tegas. Dihubungi terpisah,Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Syaiful Islam menyatakan, jangan sampai sekolah agama menjadi kehilangan independensinya dalam mengajarkan dasar keagamaan khususnya Islam, dan ada ketergantungan terhadap negara donatur tersebut. (a fajrihidayat/ dedy sagita)

sindrom
October 6th, 2008, 03:14 PM
^^
That mountain really nice... I would love to go there someday.

Yup Gunung Dempo... dodinp my friend yang ambil potonya dari daerah pesawahan, dekat dengan villa dan perkebunan tehnya... :)

Pernah juga dibahas di page sebelumnya, memang indah banget!!! Nggak nyangka Sumsel ada daerah yang beginian!!!^^

memang,klo lebih dikembang kan sebenarnya besar dan banyak sekali potensi nya cuman karna kurang di kelola dengan baik dan selama ini sumsel tuh hanya identik dengan Palembang aja. :)

paradyto
October 8th, 2008, 01:28 AM
^^
That mountain really nice... I would love to go there someday.



memang,klo lebih dikembang kan sebenarnya besar dan banyak sekali potensi nya cuman karna kurang di kelola dengan baik dan selama ini sumsel tuh hanya identik dengan Palembang aja. :)

Banyak Banget, Arum Jeram yang katanya terbaik di Sumatera juga ada disini (Gw malah tahu dari Trans TV), cuma kurang promosi saja:) Kalau soal pariswisata di daerah, Sumsel juga kalah sama Lampung:) tinggal nunggu neh Gubernur barunya:)

paradyto
October 8th, 2008, 02:56 PM
Korea Yakin Sukses Investasi di OKU Timur
Tuesday, 07 October 2008

MARTAPURA(SINDO) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur kemarin melakukan penandatanganan kesepakatan kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan asal Korea,PT Korea OKU Timur Bio Tech, di Gedung GrahaTani,Martapura.

Kerja sama tersebut untuk mengembangkan biofuel sebagai energi alternatif di Kabupaten OKU Timur. Bupati OKU Timur H Herman Deru mengatakan, pemkab terus berupaya mengembangkan dan mengeksplorasi potensi daerah yang dimiliki, termasuk biofuel. Pihaknya memang membuka peluang bagi setiap investor untuk menanamkan investasinya untuk memajukan daerah OKU Timur.

Herman berharap MoU ini dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret operasionalisasi perusahaan asal Korea tersebut sehingga bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD) dan menyerap tenaga kerja lokal. Di lain pihak, Mr Park Song Oh, dari PT Korea OKU Timur Bio Tech Indonesia,merasa yakin nota kesepahaman kerja sama tersebut akan berlanjut dan berjalan sukses di masa depan.

“Kerja sama ini akan berjalan secara bertahap. Namun,kami yakin akan sukses berinvestasi di OKU Timur ini,” kata Park dalam bahasa Korea yang diterjemahkan seorang translator. Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten OKU Timur Saiman Kesumadharma menyebutkan,kerja sama tersebut akan meningkatkan laju pertumbuhan perekonomian di daerah OKU Timur dan memeratakan hasil-hasil pembangunan.

Selain perusahaan tersebut, ada beberapa perusahaan swasta lain yang diundang dan berminat berinvestasi di OKU Timur,di antaranya Korean Farms Co Ltd, Kyiongki Dental Co Ltd,MBC Broad Casting, dan Korean Farm Co Ltd. (m marzuki)

paradyto
October 10th, 2008, 01:18 PM
S. Sumatra installs flash-flood alarms
Khairul Saleh , The Jakarta Post , Palembang | Fri, 10/10/2008 10:49 AM | The Archipelago

The Region VIII Sumatra River Zone Center (BWSS) based in Palembang, the capital of South Sumatra, has set up an early warning system at a number of rivers in the province, an official says.

"The devices are expected to start functioning soon. We are now in the finishing stage of installing them," Birenrajana, head of BWSS, said.

According to Birendrajana, the early warning devices have been installed in six major rivers in South Sumatra -- Kelingi River (in Musi Banyuasin), Lakitan (in Muara Enim), Komering (in Ogan Komering Ulu), Ogan (in Ogan Ilir), Musi (in Palembang) and Lematang (in Pagaralam) -- and will be manned by monitoring staff.

The Semanggu River in Lahat regency, Batanghari Leko in Musi Banyuasin and Rawas in Musi Rawas, will also be equipped with the same devices.

The devices will enable the BWSS office to monitor the rise and fall of water levels in the rivers, and combined with rainfall data sent by Automatic Water Level Range (AWLR) devices installed on the surface of the rivers, disasters in the event of overflowing rivers can be anticipated.

"The devices can also be used by other agencies, such as disaster response teams at the provincial and regency/mayoralty levels," Birenrajana said.

Section head of the Water Resources Network Mawardi said the AWLR devices were equipped with sensors to read rainfall and water levels and are powered by solar energy.

The AWLR devices transmit signals through global systems from mobiles to satellites, and later sends the data to a receiver at the BWSS office in Palembang. The data, indicating the water levels and rainfall, is then displayed on a board.

Besides functioning as an early warning system, data received by BWSS can be used as a basis for contingency plans.

paradyto
October 27th, 2008, 12:58 AM
Biodiesel Segera Beroperasi

Sunday, 26 October 2008
MARTAPURA (SINDO) – Pabrik biodiesel berkapasitas produksi 6 ton per hari segera beroperasi di Desa Kota Baru Selatan, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur.

Pada Sabtu (25/10),Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) yang diwakili Deputi Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dr Bambang Pratomo Sunu telah melakukan penandatanganan serah-terima pabrik biodiesel dan tenaga operator mesin kepada Pemkab OKU Timur.

Untuk itu, para petani setempat diminta menyiapkan bahan baku biji jarak pagar dalam jumlah besar.Pemkab OKU Timur juga akan mengupayakan perluasan perkebunan jarak pagar di sekitar lokasi pabrik. “Sekarang ini biji jarak pagar sudah laku dijual,Pemkab OKUT siap menampungnya dengan harga yang sesuai. Jadi,masyarakat jangan ragu untuk menanam jarak pagar,” ujar Wakil Bupati OKUT HM Kholid ketika melakukan penandatanganan serah-terima pabrik tersebut dari Kementerian Ristek kepada Pemkab OKUT di aula gedung pertemuan pabrik biodiesel di Desa Kotabaru Selatan.

Menurut Kholid, keberadaan pabrik biodiesel di Kabupaten OKUT diharapkan dapat menjadikan daerah ini sebagai produsen bahan bakar minyak (BBM) yang berasal dari nabati, di samping akan terus melakukan penjajakan untuk menciptakan produk hilir dari limbah pengolahan minyak jarak pagar tersebut. “Kalau daerah lain kaya dengan bahan bakar yang bersumber dari fosil, Kabupaten OKU Timur bertekad akan menjadi produsen minyak biodiesel,”katanya.

Kholid menambahkan,sejauh ini luas areal yang telah ditanami jarak pagar mencapai 1.217,5 ha di lingkungan pabrik yang melibatkan 10 kelompok tani yang berasal dari desa sekitar Kecamatan Jayapura dan Kecamatan Martapura.Selain itu,jumlah tenaga kerja yang tersedot mencapai 1.500 orang. “Kita mengharapkan keberadaan pabrik dan perkebunan jarak pagar ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Selain itu,dengan berdirinya pabrik jarak ini juga dapat memberikan peluang kerja bagi warga setempat,” papar Kholid.

Sementara itu, Dr Bambang Pratomo Sunu mengatakan, pada tahap awal ini,Kementerian Ristek melakukan penerapan konsep hulu, seperti pembibitan, pembuatan kebun jarak percontohan, pengembangan rekayasa untuk instalasi biodiesel,termasuk sosialisasinya kepada masyarakat setempat.

Dia menjelaskan, beberapa bahan bakar bersumber dari minyak nabati yang dapat dikembangkan adalah biodiesel dan bioetanol. Menurut dia,Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menghasilkan jenis bahan bakar tersebut. (m marzuki)

paradyto
October 27th, 2008, 12:59 AM
Pembangkit Listrik Dibangun
Sunday, 26 October 2008

PANGKALAN BALAI (SINDO) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin segera membangun pembangkit listrik agar seluruh wilayahnya dapat teraliri listrik.


Oleh karena itu, pemkab terus membidik investor yang berkeinginan untuk membangun pembangkit listrik (power plan). Pasalnya, hanya dengan cara itu, 60% lebih wilayah Banyuasin yang belum tersentuh listrik dapat menikmati listrik, terutama di wilayah perairan.

Salah satu perusahaan yang sedang dilirik pemkab, yakni PT Servo Group. Perusahaan yang bergerak pada penambangan batu bara tersebut diyakini mampu membangun power plan di Kabupaten Banyuasin.Terlebih, Kabupaten Banyuasin merupakan salah satu kabupaten penghasil batu bara low calorie.

Dengan cadangan sebanyak 1.5 miliar ton,Kabupaten Banyuasin menjamin pemenuhan bahan bakar untuk power plan dalam jangka waktu yang cukup panjang. Bupati Banyuasin H Amiruddin Inoed membenarkan pihak pemkab telah menawarkan kepada perusahaan tersebut untuk segera membangun power plan dengan memanfaatkan kandungan batu bara yang masih tersimpan di perut Bumi Sedulang Setudung ini.

Apalagi, batu bara yang dimiliki Banyuasin merupakan batu bara yang sangat cocok untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. “Saya sudah bicara kepada mereka (Servo Group) untuk membangun power plan. Kita harapkan mereka tidak hanya mengekspor batu bara, tetapi juga memanfaatkan batu bara lokal untuk pembangkit listrik tenaga batu bara,”paparnya.

Setidaknya, lanjut dia, untuk meliputi kebutuhan listrik baik yang berada di daerah perairan maupun yang di wilayah perkotaan, pihaknya meminta pihak Servo membangun power plandengan kapasitas 2x150 megawatt. Dengan kapasitas sebesar itu,ke depan Kabupaten Banyuasin memiliki cadangan energi listrik yang dapat menerangi seluruh wilayah yang belum tersentuh listrik sama sekali.

”Kalau kita punya power plan yang besar seperti itu, nanti kan bisa dijual ke rakyat melalui PLN.Jadi, selain punya cadangan listrik untuk rakyat, kita juga bisa menjual energi listrik tersebut kepada industri-industri yang membangun pabrik di wilayah ini. Bahkan, nanti tidak hanya untuk wilayah perairan, akan tetapi bisa kita alirkan ke wilayah perkotaan yang belum mendapat aliran listrik,” kata Amiruddin.

Wakil Bupati Banyuasin H A Rahman Hasan menambahkan, Kabupaten Banyuasin memiliki kandungan batu bara yang cukup besar dengan angka perkiraan sesuai hasil survei beberapa waktu lalu sebesar 1.5 miliar ton yang tersebar ke beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Pulau Rimau, Tungkal Ilir, Rantau Bayur Betung, dan beberapa kecamatan perairan lainnya. “Tetapi sayang,hingga kini, potensi batu bara di Bumi Sedulang Setudung belum ada yang dimanfaatkan lantaran terkendala infrastruktur.

Padahal, dengan potensi yang dimiliki tersebut, Banyuasin akan menjadi kabupaten penyandang sumber energi di Sumsel.Sementara, beberapa perusahaan yang memegang izin penambangan belum juga merealisasikan programnya,” ucapnya. Menanggapi keinginan tersebut, Direktur PT Swarnadwipa Dermaga Jaya (Servo Group) Fitrot Agung Pribadi menjelaskan,pihaknya menanggapi positif tawaran yang diberikan Pemkab Banyuasin untuk melakukan pembangunan power plan.

Hanya,untuk sekarang ini, pihaknya masih harus berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur menuju Pelabuhan Internasional Tanjung Api-Api (TAA). Dia menambahkan, pihaknya sedang melakukan pembangunan jalan darat dari Kabupaten Lahat menuju Pelabuhan Tanjung Api-api yang melewati Kabupaten Banyuasin sepanjang ratusan kilometer.

Artinya, tidak menutup kemungkinan, ke depan, jika dari sisi infrastruktur sudah siap, investasi perusahaan juga bakal merambat pada pembangunan power plan. ”Kalau untuk sekarang, kami belum ada rencana ke arah sana (bangun power plan), tapi kami akan mengikuti perkembangan selanjutnya. Sekarang kami masih berkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur.Sebab, infrastruktur angkut sangat penting dan itu belum ada di Sumsel,”tuturnya. (yopie cipta raharja)

paradyto
October 28th, 2008, 01:04 AM
IRN to build Rp3T Sumatra railway, roads^^

PT Inti Rajawali Nusantara (IRN) plans to build roads and railways in Bengkulu and South Sumatra provinces at a cost of around Rp 3 trillion (US$300 million).

The projects will connect Muaraenim in South Sumatra and Linau Bintuhan in Bengkulu. The roads and the railway will pass through Ogan Komering Ulu and Ogan Komering Ulu Selatan in South Sumatra, IRN president director Hakman Novi said recently.

The company is developing transportation infrastructure to facilitate the conveyance of its mining and plantation products such as coal and crude palm oil.

Currently, IRN depends on the railway from Tanjung Enim, Muaraenim regency, for transporting the company's products to Palembang or Lampung.

The new roads and railway will shorten the distance for transporting coal from the South Sumatran cities to the three major seaports, Tanjung Enim and Tanjung Api-Api in South Sumatra, and Tanjung Karang in Lampung.

Once the new roads have been developed, the distance by road between Tanjung Enim to Linau Bintuahan will only be 150 kilometers.

In the long-term, the company also plans to develop the seaport of Linau into an international class gateway to the provinces of Bengkulu and South Sumatra.

"This will attract more investors and create jobs while at the same time offering safe, efficient, and competitive transportation, which will facilitate the development of the industries of the two regions," he said.

The planned Rp 3 trillion investment would be spent during the next 3 to 5 years, he said.

"Every legal requirement will be met, including the permit from the Forestry Ministry because the project will pass through the Bukit Raja Mandara protected forest," he said.

"The land compensation for the people of the affected areas will be paid wholly by the company," he said. "No government funds are being used for this project."

Ogan Komering Ulu regent Yuli Nawawi said that he appreciated the projects planned by IRN.

He emphasized that central and provincial governments would ensure that the company used only the areas designated in their surveys for the purposes already stipulated.

He added that the projects, for which all permits must be properly issued, would speed up the development of the region.

paradyto
October 28th, 2008, 07:47 AM
Sumsel Diperhitungkan Tingkat Nasional
Tuesday, 28 October 2008

Target Wisata 2008 Lampaui Target^^

PALEMBANG – Pembangunan budaya dan kepariwisataan Sumsel ternyata mampu mencuri perhatian di tingkat nasional. Salah satunya, budaya Sumsel setiap kali tampil di Jakarta selalu menjadi yang terbaik. Fakta ini diungkapkan mantan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) Joop Ave, pada event International Ecotourism Businness Forum dan Mart (Ecotourbiz) di The Aryaduta Hotel, kemarin (27/10).

“Mungkin anda tidak tahu, tapi kami tahu. Sumsel diperhitungkan di tingkat nasional. Salah satunya, kebudayaan Sumsel yang terbaik setiap kali tampil di event-event di Jakarta,”beber Joop Ave. Lantas, apakah Sumsel bisa menyamai Bali yang selama ini menjadi ikon wisata dan budayanya Indonesia? Menjawab pertanyaan itu, Joop mengangkat kedua bahunya.

“Kenapa tidak mungkin? Semua tergantung warga Sumsel dan pemerintah daerahnya sendiri. Di Bali, semua lapisan masyarakat plus dukungan pemerintahnya melakukan semua hal, mulai hal kecil untuk memajukan budaya dan wisata,”ungkapnya. Joop menilai, Sumsel mempunyai potensi untuk itu. Salah satu sarannya, pemerintah Sumsel perlu memikirkan kembali teknis penyambutan tamu yang tiap kali dilakukan di Griya Agung, kediaman dinas Gubernur Sumsel.

“Kenapa tidak dilakukan di plaza BKB. Kemudian digelar catwalk hingga ke kawasan Masjid Agung. Tentu ini akan menarik minat warga Sumsel pada khususnya. Imbasnya, tentu menarik wisatawan dari luar Sumsel,”ujarnya berapi-api. Ia menilai, perlunya perbaikan sejumlah kendala dalam pengembangan budaya dan pariwisata. Mulai dari minimnya infrastruktur, kurangnya kualitas sumber daya manusia, dan persoalan keamanan.
"Mereka (masyarakat luar, red) sering bertanya ‘apakah aman di sana (Indonesia)’ dan pertanyaan itu selalu muncul tatkala kita di luar negeri,” jelas Joop. Sementara Thamrin Bahri, staf Menteri Budaya dan Pariwisata RI mengatakan, dunia pariwisata di Indonesia mempunyai hubungaan baik dengan sejumlah organisaai dalam dan luar negeri. Di luar negeri, Indonesia masuk anggota WTO (world tourism organization) yang beranggoyakan 183 negara di dunia dan PATA (pacific Asia Travel Association).

“Dan di dalam negeri, kita bekerja sama salah satunya dengan kementerian lingkungan hidup untuk memperkenalkan alam Indonesia ke luar negeri,”beber Thamrin. Target kunjungan wisata nasional dalam program Visit Indonesia Year 2008 adalah 7 jutan wisatawan. Yang baru tercapai sekarang baru sekitar 6,4 juta pengunjung. Bagaimana dengan Sumsel sendiri?

Ternyata, kunjungan wisatawan ke Sumsel tahun 2008 ini melampaui target yang ditargetkan pemprov Sumsel. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumsel, Ir HRA Rachman Zeth, target kunjungan wisatawan ke Sumsel tahun ini 1,6 juta orang. “Nah, data kita hingga September telah tercatat 1,910 juta orang wisatawan. Dari luar negeri tercatat 11 ribu orang,”tukasnya. Dengan sisa dua bulan ke depan, tidak salah kalau optimisme 2 juta wisatawan bisa dicapai.

Rachman menambahkan, Sumsel mempunyai potensi wisata yang bisa di kembangkan dengan baik. Salah satunya, wisata gunung Dempo di Pagar Alam yang akan disuguhkan kepada sekitar 150 peserta Ecotourbiz dari 11 negara yang saat ini berada di Palembang. “Kita harap, dengan forum ini orang lebih tahu tentang Sumsel dan keanekaragaman di dalamnya,”pungkasnya. Hadir pada acara itu, Sekda Provinsi Sumsel, Drs H Musyrif Suwardi MM dan tamu undangan lainnya. (mg16/46)

paradyto
October 31st, 2008, 12:29 PM
2009, Investasi Dilayani Satu Atap

Friday, 31 October 2008

LETKOL ISKANDAR – Tak lama lagi, prospek penanaman investasi modal di Sumatera Selatan tidak akan menemui kendala lagi. Sebabnya, Pemerintah kabupaten/kota se-Sumsel akan menerapkan pelayanan satu atap dibidang penanaman investasi.

Rencana pelayanan satu atap ini, selain mempermudah kepengurusan, juga untuk mempercepat proses penanaman investasi yang akan masuk ke Sumsel melalui Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Sumsel.
“Kami ingin mensinergikan perpanjangan tangan BPMD di kabupaten/kota untuk melaksanakan pelayanan satu atap. Tujuannya untuk mempermudah pertumbuhan investasi,” ujar Kepala BPMD Sumsel, Ir Permana kemarin (30/10) di Hotel Budi Palembang.

Permana menjelaskan, sebelum adanya pelayanan satu atap, peluang investasi masih kurang optimal. Dikatakannya, kendala yang kerap ditemui ditingkat kabupaten/kota berbeda-beda. Salah satunya, calon investor biasanya tidak mau repot bolak-balik untuk kepengurusan izin investasinya.
“BPMD tidak pernah mempersulit pengusaha menanamkan investasi. Namun, kebanyakan pengusaha belum memenuhi persyaratan dan prosedur untuk melakukan investasi sehingga harus melakukan pengurusan persyaratan di beberapa instansi terkait,” jelas Permana.

Lebih lanjut, kata Permana, pada 2009 mendatang, BPMD segera menerapkan Permendagri no. 24/2006 tentang pelayanan satu atap. Serta dilanjutkan dengan penerapan Permenpan 25/2006 tentang pelayanan satu pintu.
Dengan penerapan pelayanan satu atap, seluruh dinas.instansi yang terkait penanaman investasi akan berkumpul dan bersinergi menciptakan suatu standar prosedur investasi. “Dengan terciptanya pelayanan satu pintu dapat mempercepat dan memotong jalur birokrasi saat pengurusan investasi,” terangnya.

Permana juga menyebutkan, saat ini pelayanan satu atap baru terbentuk, di enam kabupaten/kota. Yakni, Lubuk Linggau, Prabumullih, Musi Rawas, OKU, Muba dan Lahat. Sementara di tingkat provinsi masih belum terbentuk.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Perizinan BPMD Sumsel, Ir Mustawani CK, mengatakan, pelayanan satu atap dan pelayanan satu pintu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja aparatur. Peningkatan efektivitas ini dalam hal memberikan pelayanan cepat, murah, mudah, transparan, pasti dan terjangkau dibidang penanaman investasi..(mg15)

paradyto
October 31st, 2008, 12:34 PM
PAGARALAM
by Nayel

http://images.nayel.multiply.com/image/3/photos/141/400x400/16/PIC-1262.JPG?et=4cd2reXwY1q6UczN2kN4IA&nmid=121637543

http://images.nayel.multiply.com/image/4/photos/141/400x400/26/PIC-1277.JPG?et=TXaCRzo1Jdhg9EzqCnH3rw&nmid=121637543

http://images.nayel.multiply.com/image/5/photos/141/400x400/23/PIC-1273.JPG?et=gVZeTEFQcH4EVEoJeLPA3Q&nmid=121637543

http://images.nayel.multiply.com/image/2/photos/141/400x400/22/PIC-1271.JPG?et=OJksv3%2BIUgWR5PNUKamBcg&nmid=121637543

http://images.nayel.multiply.com/image/2/photos/141/400x400/24/PIC-1274.JPG?et=Zwa9X%2BE%2Bg5p2DtKFwIFdPQ&nmid=121637543

paradyto
October 31st, 2008, 04:24 PM
PT KA dan PT BA Join Bikin PT Trans Sriwijaya
Sriwijaya Post - 31/10/2008 21:10 WIB

JAKARTA, JUMAT - PT Kereta Api (KA) melakukan join venture co operation (JVCo) atau berkerja sama dengan PT Tambang Batubara Bukit Asam (BA) untuk membangun kereta batubara. Dua perusahaan milik negara tersebut join dan membentuk perusahaan baru bernama PT Trans Sriwijaya (TranS) yang akan fokus dalam bidang pengangkutan batubara.

JVCo itu sendiri diteken di Jakarta, pada Jumat (31/10) oleh Dirut PT BA Sukrisno dan Dirut PT KA Ronny Wahyudi di Jakarta. Dalam JVCo tersebut, PT KA akan urunan saham sebesar 30 persen atau setara dengan Rp 464 miliar. Sedangkan sisa saham akan dimiliki oleh PT BA. PT BA sendiri segera membayar saham sebesar Rp 464 miliar.

Nantinya, anak perusahaan yang berlokasi di wilayah Divisi regional III Sumatera Selatan tersebut akan difokuskan pada angkutan batubara yang diproduksi dari Muara Enim (Sumsel) menuju Pelabuhan Tarahan (Lampung).
Selama ini, batubara di wilayah tersebut itu diangkut dengan KA Babaranjang
(Batubara Rangkaian Panjang). Dengan JVCO tersebut, diharapkan bisa meningkatkan pelayanan sekaligus meningkatkan volume angkutan batubara.
Dirut PT BA Sukrisno mengatakan, bila saat ini volume pengangkutan batubara hingga mencapai 10 juta ton, maka setelah pengoperasian TranS ditargetkan volumenya bakal naik 100 persen menjadi 20 juta ton. "Jadi, volume diharapkan akan naik sampai 100 persen. Jauh dibanding fasilitas yang sudah ada sekarang (exsisting), " kata Sukrisno saat acara tersebut.

- (PersdaNetwork/ Hendra Gunawan

paradyto
November 6th, 2008, 01:20 AM
Martapura Terang Benderang
Sriwijaya Post - 5/11/2008 20:22 WIB

MARTAPURA, RABU - Para pengendara kendaraan bermotor diruas jalan jalur komering Kabupaten OKU Timur kini patut bernafas lega. Pasalnya disepanjang 157 KM ruas jalan milik provinsi ini, sejak bulan Nobember 2008 lalu telah terang benderang oleh nyala lampu jalan.

Menurut Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Kabupaten OKUT, Drs Idhamto, Dipl, Ing.Msi, Rabu (5/11) proyek pemasangan lampu jalan ruas jalan jalur komering tersebut merupakan salah satu upaya untuk menekan terjadinya aksi kejahatan serta meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terutama bagi pengendara yang melakukan perjalanan dimalam hari.

"Lampu jalan di jalur komering itu sudah menyala sejak bulan November lalu, yang kita pasang di sejumlah titik yang dianggap rawan seperti ditengah hutan yang jauh dari pemukiman warga," ungkapnya.

Dikatakan, selain pemasangan lampu jalan di ruas jalan jalur komering yang dimulai dari Kota Martapura hingga perbatasan dengan Kabupaten OKI, pihaknya juga telah memasang puluhan lampu jalan diruas jalan lingkar Martapura yang menghubungkan Trukis-dengan desa Tanjung kemala disepanjang 4,7 KM. Disamping melakukan pemeliharaan rutin terhadap lampu jalan yang selama ini tidak berfungsi termasuk yang ada diruas jalan raya belitang dan sejumlah jalan poros didalam kota Martapura.

"Sesuai dengan program kita, sebelum tahun 2010 mendatang seluruh ruas jalan raya di OKU Timur ini tidak ada lagi yang gelap.Semuanya akan kita pasang lampu penerangan," pungkasnya.
- herman

paradyto
November 15th, 2008, 07:38 AM
Muba Hangtuah Juara
Saturday, 15 November 2008

PALEMBANG (SINDO) – Tim basket Sumatera Selatan,Muba Hangtuah Indonesia Muda (MHIM),berhasil menjadi jawara pada Menpora Basketball Championship tadi malam.

Pada partai final yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Sriwijaya, MHIM mengandaskan tim Kobatama asal Aceh, Pupuk Iskandar Muda (Pimnad),dengan skor 66-58. MHIM, yang merupakan salah satu dari tim Indonesian Basketball Legue (IBL), masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya.

Kebetulan Pada event Menpora ini semua lawan MHIM seperti Pimnad, Stadium, Halim Kediri, Aliansi Biang Bola, dan Tiger Speed dari tim Kobatama yang ”kastanya”di bawah IBL.

Bagi manajer MHIM,Ferry Jufri, keberhasilan Muba Hangtuahmenjuarai eventpertama yang digelar Menpora ini sebagai sinyal positif untuk persiapan timnya menuju turnamen yang sesungguhnya.

“Dua minggu lagi, 28 November nanti,kami mulai memasuki turnamen IBL. Jadi jelas kemenangan ini tetap akan dievaluasi untuk bisa menjadi modal besar tim pada persiapan selanjutnya. Walau lawan kami dari tim Kobatama, tapi kami mendapatkan perlawanan sengit,” katanya seusai pertandingan.

Duel antara Muba Hangtuah IM kontra Pimnad ini adalah untuk kedua kalinya di level final.Pertemuan final pertama mereka di medio Februari lalu, saat Muba Hangtuah menjadi jawara Kobatama setelah di final mengalahkan tim asal Aceh itu. Pada final kedua kali ini,lagilagi anak-anak Aceh itu belum mampu membalas kekalahan. Kembali ke pertandingan, klimaks terjadi saat masuk quarter empat, yang merupakan quarterakhir.

Pada fase ini Pimnad sempat mengejar ketinggalan atas tuan rumah dan sempat berbalik unggul 48-50 untuk anak-anak Nangroe Aceh Darussalam. Dengan sisa waktu sekitar tujuh menit berjalan, Johannes tak henti-henti memompa semangat Bohardi dkk. Untunglah Muba Hangtuah memiliki pemain sekelas Adhitya yang mampu membuat timnya unggul kembali.

Dua kali Three poin shootingAdhitya ditambah donasi lemparan dua angka dari Putra dan Sanggor semakin membuat jarak poin untuk tuan rumah cukup melebar.Hingga timer di quarter keempat berbunyi tanda pertandingan selesai, papan skor menunjukkan 66- 58 untuk Muba Hangtuah. Usai terdera kekalahan, Pelatih Pimnad Lukman Hasibuan sedikit kecewa dengan wasit yang dinilainya cukup merugikan perjuangan anak asuhnya.

“Kami akui mereka (Muba Hangtuah ) unggul segalanya. Tapi sayang, kemenangan ini sedikit dirusak wasit.Mereka sering menganulir permainan kami,” ucapnya kecewa. Sebaliknya Pelatih Muba Hangtuah IM, Johannes Winnar, menuturkan walaupun anak asuhnya telah mempersembahkan gelar juara untuk Sumsel,namun dia tetap menyatakan masih banyak yang harus dibenahi.

“Juara di ajang ini cukup bagus, tapi masih banyak yang harus kami benahi. Karena saat kami tampil di IBL nanti, pertandingannya jauh lebih cepat dan ketat, yang jelas akan lebih berat,”katanya. Dengan menahbiskan diri sebagai Juara I Menpora Basketball Championship 2008 ini, MHIM berhak mengantongi uang sebesar Rp70 juta, sedangkan Pimnad mendapatkan Rp50 juta. Juara ketiga berhak mengantongi Rp30 juta dan diambil Stadium.

Setelah pada pertandingan sorenya mengalahkan Aliansi Biang Bola, dengan skor mencolok 71-39. Pada ajang ini juga tidak lupa Gubernur Sumsel Alex Noerdin memberikan hadiah tambahan kepada tim-tim yang menjadi juara. (sidratul muntaha)

paradyto
November 15th, 2008, 12:06 PM
http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/25/600x600/39/I-Love-Sumsel.jpg?et=2JTsMmS8qUPWRc32Qj%2BcvQ&nmid=80441178

Balaputradewa
November 15th, 2008, 12:59 PM
Wow Pagaralam is really nice... Gue denger pemerintah setempat sedang gencar2nya mengasosiakan kota ini sbg 'Kota Bunga'nya Sumsel. Di kota ini banyak ditemukan peninggalan megalithikum prasejarah n juga terdapat gereja tertua di Sumsel, tepatnya berada di Kecamatan Tanjungsakti.
Yah.. cocok banget buat refreshing warga Metropolitan Palembang, cuma sayang jaraknya terlampau jauh n sarana transportasi yang kurang mendukung :ohno:

paradyto
November 15th, 2008, 02:50 PM
Wow Pagaralam is really nice... Gue denger pemerintah setempat sedang gencar2nya mengasosiakan kota ini sbg 'Kota Bunga'nya Sumsel. Di kota ini banyak ditemukan peninggalan megalithikum prasejarah n juga terdapat gereja tertua di Sumsel, tepatnya berada di Kecamatan Tanjungsakti.
Yah.. cocok banget buat refreshing warga Metropolitan Palembang, cuma sayang jaraknya terlampau jauh n sarana transportasi yang kurang mendukung :ohno:

Yup, memang transportasi kesananya lumayan susah juga, harus pakai tour/wisata/mobil sendiri. Padahal jalan kesananya lumayan mulus:) Kayak di Puncak Jabar!! he he he...

paradyto
November 21st, 2008, 01:46 AM
Potensi Sumsel Dilirik Eropah
Thursday, 20 November 2008

PALEMBANG(SINDO) – Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Departemen Luar Negeri (Ditjen Amerop) melirik potensi yang dimiliki Sumsel untuk dipromosikan.

Sekretaris Ditjen Amerika dan Eropa Departemen Luar Negeri Benny Bahanadewa mengaku akan memfasilitasi pemerintah kabupaten dan kota serta pengusaha lokal se- Sumsel untuk mengadakan pameran di luar negeri. Selain itu, Ditjen Amerop akan membawa pengusaha asing untuk mendatangi Kota Palembang dan beberapa daerah guna melihat potensi daerah yang mempunyai kemampuan untuk dijual di luar negeri.

“Kedatangan kami ke Palembang untuk menginventarisasi semua potensi yang layak jual kepada mitra kerja kami di luar negeri (investor asing). Mulai dari wisata industri rakyat, wisata sejarah, wisata religius,maupun wisata alam yang ada di wilayah Sumsel,” katanya kepada wartawan seusai audiensi dengan perwakilan Pemprov Sumsel kemarin. Dia menjelaskan, data potensi daerah yang riil diperlukan sebagai sebuah proposal yang akan dipromosikan kepada investor asing, utamanya dari Benua Amerika dan Eropa.

Di Sumsel sendiri,ada banyak potensi yang bisa laku dijual di tingkat dunia,seperti hasil perkebunan, pertambangan, pariwisata,dan beberapa sektor lainnya. Bahkan, setelah melihat perkembangan Sumsel yang begitu pesat dalam satu dasawarsa terakhir, pihaknya tertarik menjadikan Sumsel sebagai daerah yang akan diprioritaskan dalam promosi Ditjen Amerop pada awal 2009 mendatang.

“Setiap tahun kami buat semacam buletin, buklet, brosur, CD, profile, dan beragam sarana promosi lainnya. Untuk 2009, potensi Sumsel menjadi prioritas promosikami.Olehkarenanya, kami datang untuk melihat langsung kondisinya dan meminta data terbaru,”ujarnya. Benny menjelaskan, saat ini Ditjen Amerop Deplu didukung 80 kedutaan besar dan konsulat jenderal di Benua Amerika dan Eropa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Provinsi Sumsel Permana menyambut positif upaya Deplu yang berniat memotret potensi daerah, baik potensi komoditas maupun wisata, untuk dipublikasikan di wilayah Amerika dan Eropa. Pihak pemprov pun akan segera mengumpulkan data dari dinas dan instansi terkait lainnya seputar potensi yang ada di bumi Sumsel.

“Kami sangat mendukung upaya ini dan akan segera merangkum semua potensi daerah yang disajikan dalam bentuk compact disk (CD) sehingga dengan mudah dapat disajikan kembali di luar negeri saat promosi,”ucapnya. (iwan setiawan)

paradyto
December 9th, 2008, 01:48 AM
Objek Wisata Pagaralam Membeludak
Sriwijaya Post - 8/12/2008 17:5 WIB

PAGARALAM, SENIN - Seperi sudah menjadi tradisi dan menjadi idaman masyarakat saat menghadai hari besar termasuk hari raya ldul Adha1429 Hijriyah mendatangi berbagai objek wisata di Kota Pagaralam. Sejumlah objek-objek wista yang ada di Pagaralam diserbu masyarakat untuk dikunjungi. Sejumlah objek wisata yang ramai dikunjungi diantaranya objek wisata perkebunan teh Gunung Dempo, Curub Embun, curup Pancur, dan juga Air Terjun Lematang Indah. Sejumlah objek wisata yang ada ramai dikunjungi masyarakat. Mereka datang tidak hanya dari kota Pagaralam saja, tapi juga datang dari luar daerah bahkan datang dari luar propinsi Sumsel.

Seperti objek wisata gunung Dempo, tampak masyarakat memadati objek wisata ini mereka tidak hanya berasal dari kota Pagaralam sendiri bahkan dari luar daerah juga banyak.. Demikian pemantauan, SRIPO Senin (8/12).

Menurut, Dedy (45) Jalan Pramuka III Muara Enim, kebetulan lebaran kali ini libur cukup singkat hanya dua hari jadi harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jadi mereka memanfaatkan waktu yang ada libur ke Pagaralam sekaligus melihat kelurga yang ada di kota ini, juga tidak ketinggalan mengujungi tempat wisata. “ Sudah menjadi tradisi setiap meyambut Hari Raya atau hari besar lainya kegiatan jalan-jalan ke kebun teh bersama keluaraga disini. Memang sudah banyak perubahan yang dialami Pagaralam saat ini, ,” ungkap Dedy.

Dikatakan Dedy, bagi masyarakat yang berada di luar Pagaralam rasanya kurang sempurna kalau berlebaran belum mengujungi kebun teh Gunung Dempo yang menjadi syimbol kota Pagaralam. “Rugi kalau dilewatkan kesempatan baik ini, mumpung liburan di kota PAgaralam bisa berkujung di kebun teh,” ungkapnya..

Ditambahkan, Rina (30) Warga Lahat, kami berkujung ke Gunung Dempo bersama dengan keluarganya dan sekaligus bersilatuharmi dengan teman-teman ini sekaligus reuni, kebetulan sebagian besar keluarga menyambut lebaran idul Adha tahun ini mudik ke Pagaralam.”kami cukp menikmati lebaran sambil berwisata alam di gunun dempo,”ungkapnya.

Kepala Dians Pawisata melalui Plh Supawi mengatakan, untuk mendukung keindahan alam wisata Gunung Dempo Pemkot sudah membangun berbagai fasilitas pendukung seperti taman kota , komplek perkantoran, hotel, villa dan masih banyak yang lainya. “Semua fasilitas kita bangun untuk mendukung kujungan wisata ke Pagaralam, kita mengingikan agar kujungan wisatawan ke Pagaralam setiap tahunya semakian meningkat,”ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Pagaralam AKBP Drs K Rahmadi SH didampingi Kabag Ops Kompol Sutriyo kepada wartawan mengungkapkan, sejauh ini kondisi masih cukup aman dan terkendali tidak ada kejadian yang terlalu menonjol.

“Untuk mengantisipasi kemacetan dan gangguan kantibmas bagi masyarakat yang ingin merayakan Idul Adha di Kota Pagaralam pihaknya sudah mengantisipasi dengan mendirikan Posko Pengamanan termasuk di sejumlah objek wisata termasuk Gunung Dempo,” terangnya.
- Sri Herliana

paradyto
December 10th, 2008, 01:04 AM
Pusri Tahan Proyek di Iran
Tuesday, 09 December 2008

PALEMBANG (SINDO) – PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) melambatkan proses pembangunan pabrik di Iran karena krisis keuangan global yang sedang melanda dunia.


Direktur Utama PT Pusri Dadang Heru Kodri mengatakan, akibat krisis keuangan global yang berawal dari Amerika Serikat itu, struktur keuangan dunia mengalami guncangan. Hal itu berdampak pada ditangguhkannya kesepakatan oleh pihak pemberi pinjaman yang bersedia mendanai proyek kerja sama dengan National Petrochemical Company of Iran (NPCI) tersebut.

“Ini kesempatan kami untuk negosiasi dengan pihak di dalam negeri. Sebab, siapa lagi yang akan ikut kami (membangun proyek ini).Karena itu, risiko untuk penjaminan dananya bisa banyak yang handle,” ujarnya kepada SINDO belum lama ini. Menurut Dadang, selanjutnya direksi akan melaporkan kepada pemegang saham mengenai kondisi yang terjadi.Apabila dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) nanti pemegang saham setuju, maka alternatif ini akan dijalankan.

“Krisis ini nggak akan selamanya kan? Kalau mau melaksanakan pembangunan, sekarang ini justru bagus karena harga-harga seperti baja dan material lainnya sedang turun,”tuturnya. Meski belum mau terbuka mengenai investor lokal yang akan terlibat dalam pembangunan pabrik pupuk urea dan amoniak bernama Hengam Petro Chemical Company tersebut, Dadang mengaku sudah ada beberapa pihak yang tertarik.

Namun, bagaimanapun dia harus melaporkan dan memperoleh izin terlebih dulu kepada pemegang saham dan pemerintah sebelum menindaklanjuti ketertarikan berbagai pihak tersebut. “Banyak pihak yang tertarik ikut karena uang (investor) dalam negeri ini besar kok.Tapi, karena proyek ini G to G (government to government), termasuk mengenai kesepakatan pasokan gas dan harganya, makanya kami belum berani bilang siapa-siapa yang akan ikut.Kami akan lapor dulu,” tandas Dadang.

Sementara itu, Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pusri Sutarto Budidarmo mengatakan, pabrik urea dan amoniak yang dibangun di Iran tersebut memiliki kapasitas 1,14 juta ton per tahun. Jika pendanaan lancar, pada 2012 pabrik pupuk itu sudah bisa berproduksi. Total pendanaan sebesar 70% hingga kini masih dicari karena tidak ada jaminan dari pemegang saham.Dana tersebut akan dijaminkan dari proyek itu sendiri. Sutarto menambahkan, saham Pusri dalam proyek joint venture itu mencapai 50% dari nilai total proyek sebesar USD615 juta.

Dalam proyek joint venture Iran-Indonesia itu, Indonesia yang diwakili Pusri akan memiliki hak sebesar 50% dari hasil produksi (off take volume yang dapat diekspor), sehingga jatah hasil produksi itu penggunaannya terserah Indonesia, termasuk untuk memenuhi stok pupuk dalam negeri jika terjadi kelangkaan pupuk. “Keuntungan dari proyek ini bagi Indonesia yaitu kemudahan mendapatkan produk pupuk urea untuk dalam negeri sebesar 50%,”tuturnya. (iwan setiawan)

paradyto
December 11th, 2008, 01:15 AM
Selamat Buat Sulawesi Utara,Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan... Okay:

Sumsel Bertekad Raih Investment Award 2009

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/images/stories/news/20081211plmbng.jpg

INVESTMENT AWARD Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menerima ucapan selamat dari Wakil Presiden H Jusuf Kalla di sela-sela penganugerahan Investment Award 2008 kepada sejumlah provinsi di Gedung 2 Kantor Wakil Presiden, Jakarta, kemarin.


JAKARTA(SINDO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) bertekad meraih Investment Award 2009. Pada tahun ini, Sumsel kurang beruntung karena tidak berhasil menggaet satu penghargaan pun.

“Insya Allah tahun depan dapat (Investment Award),” tandas Gubernur Sumsel Alex Noerdin kepada SINDO seusai menghadiri Investment Award 2008 di Gedung 2 Kantor Wakil Presiden (Wapres) di Jakarta kemarin. Investment Award merupakan penghargaan yang rutin diadakan setiap tahun oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Komite Pengawasan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD).

Selain ditujukan bagi provinsi, penghargaan juga diberikan kepada pimpinan perusahaan asing dan nasional, baik skala kecil-menengah maupun skala besar, yang dinilai telah berperan memperbaiki citra investasi melalui aktivitas investasi yang berkualitas. Berturut-turut dari posisi pertama sampai ketiga peraih Investment Award 2008 kategori provinsi,yakni Sulawesi Utara,Jawa Tengah,dan Kalimantan Selatan.

Tujuh daerah lainnya yang masuk 10 besar, yakni Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Barat,dan Riau. Alex beralasan, kekalahan Sumsel kali ini karena faktor dirinya yang baru saja menjabat sebagai gubernur. Ke depan, dia menyatakan bahwa Sumsel akan melakukan investasi besar-besaran, terutama untuk bidang infrastruktur. Bahkan, Alex menargetkan nilai investasi pada 2009 untuk Sumsel jauh lebih besar dari daerahdaerah yang memenangkan Investment Award 2008.

“Kami akan investasi besar-besaran untuk Pelabuhan TanjungApi- Api dan jalur kereta api (KA). Persis yang dianjurkan Bapak Wapres,”ujarnya. Menurut Alex, data penilaian yang dicatat para juri belum menggambarkan seluruh investor yang masuk ke Sumsel. Sebab, beberapa investor memang masih dalam tahap permulaan. Dengan demikian, sebenarnya masih banyak lagi investor yang sebenarnya dapat dimasukkan dalam laporan kegiatan investasi. “Tapi jangan dimasukkan semua karena kami tidak ingin gembargembor dulu,”katanya.

Dalam sambutannya, Wapres Jusuf Kalla mengatakan, negara bisa maju dengan investasi yang teratur dan tercatat dengan baik di BKPM. Dengan demikian, pemerintah bisa memberikan fasilitas-fasilitas yang baik kepada masyarakat.Dia juga mengungkapkan, dengan adanya otonomi daerah (otda),saat ini iklim investasi sedikit banyak dipengaruhi aturan pemerintah daerah (pemda).

Kualitas pelayanan juga menjadi faktor utama dalam perbaikan iklim investasi. Pasalnya, selama ini pelayanan investasi selalu paling banyak dikeluhkan. “Karena itu,yang harus dilakukan gubernur dan pemda adalah memberikan kualitas pelayanan yang baik kepada daerah,” tutur Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin. Lebih lanjut dia mengimbau para gubernur tidak pesimistis dengan kondisi perekonomian Indonesia saat ini menyusul dampak krisis keuangan Amerika Serikat (AS).

“Jangan karena krisis ini kita jadi sedih.Para investor yang minta izin tahun lalu dan sudah mulai berjalan, pasti dilanjutkan sekarang. Makanya, kita harus mendorong agar investor tidak ragu-ragu berinvestasi pada tahun depan,” tandas mantan Menko Kesra ini. Pada kesempatan yang sama, Kepala BKPM Muhammad Lutfi mengatakan,realisasi investasi langsung periode Januari–November 2008 mencapai USD16,08 miliar.

Jauh melampaui target keseluruhan BKPM 2008, yakni USD9,92 miliar.“Angka ini sudah melampaui angka tertinggi yang pernah dicapai Indonesia dalam realisasi investasi,terhitung sejak 1990,” tutur dia di Kantor Wapres kemarin. (maya sofia/berli zulkanedi)

paradyto
December 15th, 2008, 01:24 AM
SBY Dukung Pembangunan Sumsel
Monday, 15 December 2008

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/images/stories/news/20081215plmbng.jpg

http://www.kompas.com/data//photo/2008/12/15/3129751p.jpg

RESMIKAN PROYEK Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi sambutan pada peresmian sejumlah proyek infrastruktur di Provinsi Sumsel, kemarin. Pada 2009 mendatang, pemerintah telah menyiapkan lapangan kerja baru bagi tiga juta orang.


PALEMBANG(SINDO) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kemarin meresmikan sejumlah proyek infrastruktur di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Dia mendukung apa yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel yang sukses mengembangkan berbagai proyek infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakatnya. “Saya menyimak apa yang dilaporkan Gubernur Sumsel. Saya senang karena saudara Gubernur memahami betul apa yang menjadi prioritas dan agenda untuk menyejahterakan masyarakatnya.Rakyat sejahtera apabila kebutuhan sehariharinya dipenuhi,”kata Presiden.

Adapun proyek-proyek yang diresmikan antara lain jembatan layang atau flyover Simpang Polda Palembang; rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Universitas Sriwijaya (Unsri), Indralaya, Ogan Ilir. Selain itu, pabrik biodiesel OKU Timur; sistem penyediaan air minum OKU Timur; dan Jembatan Teluk II Musi Banyuasin. Peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti ini dilakukan secara simbolis di halaman Polda Sumsel.

Hadir pada acara tersebut,Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, para pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel, serta unsur muspida. Presiden mengatakan, pada 2009 mendatang, pemerintah telah menyiapkan penciptaan lapangan kerja baru bagi tiga juta orang. Hal ini bertujuan mengabsorpsi kemungkinan pengangguran di Tanah Air. “Yang menjadi momok semua negara adalah pengangguran. Jawabannya,kita harus mengatasi pengangguran.

Jawabannya,harus banyak lapangan pekerjaan yang kita bikin tahun depan dan tahun depannya lagi,”ucapnya. Dalam menciptakan lapangan pekerjaan, sejarah menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi sangat penting. Oleh karena itu, tahun depan pemerintah akan membangun infrastruktur yang besar dengan anggaran yang besar pula. Untuk pembangunan infrastruktur, lanjut Presiden, Departemen PU memerlukan anggaran Rp28 triliun dan Departemen Perhubungan Rp12 triliun.

“Dana alokasi khusus (DAK) yang kami bagi ke provinsi-provinsi Rp12 triliun. Itu sudah Rp50 triliunan. Ini dengan harapan lebih banyak lapangan pekerjaan tercipta sehingga pengangguran bisa diserap,”ujarnya. Dalam laporannya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menjelaskan, jembatan layang Simpang Polda yang memiliki panjang total 360 meter, dibangun dengan dana senilai Rp60,3 miliar. “Pembangunan jembatan ini untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang ada di simpang empat Polda. Jembatan ini (mulai) dibangun pada 15 Desember 2006 lalu,”katanya.

Adapun pembangunan Rusunawa Unsri bertujuan melayani masyarakat dari berbagai kalangan, khususnya mereka yang tidak mampu, termasuk mahasiswa Unsri. Sesuai Instruksi Presiden, pihaknya juga meningkatkan tujuh hal pokok, di antaranya pendidikan, pelayanan kesehatan, penekanan pengangguran, dan lainnya. Ke depan, hal inilah yang menjadi visi dan misi Provinsi Sumsel. Untuk itu,lanjut Alex,peningkatan fasilitas publik akan terus dilakukan dengan melibatkan peran berbagai pihak,termasuk pihak ketiga.

“Selain kelima proyek ini, saya juga laporkan bahwa Pemprov Sumsel memiliki program 1.000 rumah bagi warga kurang mampu. Dengan kebutuhan sekitar lima pekerja setiap unit, maka pembangunan tersebut akan menyerapkan banyak tenaga kerja,”ucapnya. Sementara itu, Menteri PU Joko Kirmanto dalam sambutannya melaporkan, pada 2008, alokasi APBN untuk pembangunan di Provinsi Sumsel mencapai Rp500 miliar.

Anggaran itu digunakan untuk perbaikan, pembangunan, peningkatan, duplikasi,jalan,dan jembatan di Sumsel. (berli zulkanedi/ rarasati syarief)

paradyto
December 15th, 2008, 01:59 AM
Sumatra Selatan Tuan Rumah Pembinaan Atlet Nasional^^

PALEMBANG--MI: Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) dipercaya menjadi tuan rumah dalam pembinaan atlet nasional untuk persiapan jangka panjang.

Menpora mempercayakan Sumsel menjadi tempat pembinaan atlet nasional dalam jangka panjang dan itu perlu disambut baik, kata Gubernur Sumsel Alex Noerdin pada acara pemberian bonus di Palembang, Minggu (14/12) malam untuk atlet berprestasi di PON XVII dan Porcanas XIII di Kaltim, Juli 2008 lalu.

Bonus yang diberikan tersebut sebesar Rp2,7 miliar untuk peraih medali emas, perak, dan perunggu baik di PON maupun Porcanas lalu. Dia mengatakan, atlet nasional yang dibina sebanyak 500 orang dan pihaknya menyatakan bersedia untuk membina para olahragawan berprestasi tersebut.

Keuntungan adanya atlet nasional yang berlatih di Sumsel antara lain dapat memotivasi para olahragawan daerah agar semakin bergairah dalam melaksanakan latihan, katanya.

Menurut dia, selain itu pihaknya dapat belajar lebih banyak terhadap para atlet nasional tersebut sehingga bibit atlet berprestasi di provinsi ini akan semakin banyak. Dalam pembinaan tersebut pemerintah pusat menyiapkan anggaran tersendiri, dan Sumsel hanya menyiapkan fasilitas yang diperlukan, tambahnya.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Sumsel, dr Mahyuddin mengatakan, prestasi atlet Sumsel saat ini sudah menggembirakan karena sering mendapat medali di PON maupun di Kejurnas. PON XVII di Kaltim lalu Sumsel mendapat 12 medali emas, 10 perak dan 17 perunggu dan itu perlu ditingkatkan lagi pada pesta olahraga empat tahunan di Riau tahun 2012 nanti, katanya.

Sehubungan dengan itu, kata dia, dengan adanya pembinaan atlet nasional tersebut diharapkan olahragawan di provinsi ini akan semakin maju. (Ant/OL-03)

Balaputradewa
December 15th, 2008, 07:41 AM
Stasiun Kereta Api Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir

http://img235.imageshack.us/img235/7010/stasiun2cd3.jpg (http://img235.imageshack.us/my.php?image=stasiun2cd3.jpg)
http://img235.imageshack.us/img235/stasiun2cd3.jpg/1/w700.png (http://g.imageshack.us/img235/stasiun2cd3.jpg/1/)

http://img166.imageshack.us/img166/3134/stasiunew6.jpg (http://img166.imageshack.us/my.php?image=stasiunew6.jpg)
http://img166.imageshack.us/img166/stasiunew6.jpg/1/w700.png (http://g.imageshack.us/img166/stasiunew6.jpg/1/)

http://img134.imageshack.us/img134/4818/stasiun3jo1.jpg (http://img134.imageshack.us/my.php?image=stasiun3jo1.jpg)
http://img134.imageshack.us/img134/stasiun3jo1.jpg/1/w700.png (http://g.imageshack.us/img134/stasiun3jo1.jpg/1/)

paradyto
December 15th, 2008, 12:34 PM
Thanx Balaputradewa:okay:

paradyto
December 16th, 2008, 01:13 AM
Potensi Investasi Masih Tinggi
Monday, 15 December 2008

PALEMBANG (SINDO) – Stabilitas perekonomian yang baik dan sumber daya alam yang melimpah,membuat Provinsi Sumatera Selatan masih masuk jajaran atas daerah sasaran investasi.


Pemimpin Bank Indonesia Palembang Endoong Abdul Gani mengatakan, regional Sumbagsel yang meliputi Sumsel, Lampung, Babel, dan Bengkulu pada tahun 2007 lalu jumlah share sektoral produk domestik regional bruto (PDRB) sebanyak Rp201,53 triliun.

Menurut dia, dari data yang diperoleh BI, pertumbuhan paling tinggi berada di sektor jasa yang mencapai 22,67%, sedangkan sektor pertanian menyumbang 19,59%. Berdasarkan share keempat provinsi tersebut, Provinsi Sumsel menyumbang 54,53% total PDRB atau sekitar Rp109,9 triliun. Disusul Provinsi Lampung dengan 30,23%, dan Bengkulu 6,36%, serta Babel 8,88%.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan,pertumbuhan ekonomi Sumbagsel tahun 2007 mencapai 17,6%. “Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang kami nilai luar biasa. Pada tahun 2007 tersebut, terjadi peningkatan mencapai Rp30 triliun lebih dari tahun sebelumnya,” ujarnya saat membuka Forum Diskusi Investasi yang diselenggarakan Bank Indonesia Palembang kemarin.

Meski pertumbuhan ekonomi sangat signifikan, lanjut dia, namun hal itu masih diiringi dengan tingginya tingkat inflasi. Bahkan tingkat inflasi Sumbagsel melebihi tingkat inflasi nasional. Khusus untuk Palembang yang di-observe adalah 16,4%, dan Sumbagsel secara umum mencapai 16,5% per Oktober 2008.

Penyebabnya, menurut Endoong, masih didominasi oleh bahan makanan yang menyumbang 21%,perumahan 19%, dan kesehatan 19%. Sementara untuk nilai ekspor per September 2008 mencapai USD6,235 miliar. “Angka-angka di atas menunjukkan bahwa perekonomian Sumbagsel memiliki potensi yang sangat baik,”tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sumsel Ahmad Rizal mengatakan, masih sangat banyak permasalahan yang dihadapi calon investor saat akan menanamkan modalnya.

Permasalahan itu di antaranya prosedur birokrasi perizinan yang masih rumit, terbatasnya infrastruktur, produktivitas tenaga kerja, serta tingginya suku bunga dan sulitnya mencari pinjaman dari perbankan. (iwan setiawan)

paradyto
December 16th, 2008, 07:47 AM
Sumsel Tuan Rumah 500 Atlet PAL
Tuesday, 16 December 2008

PALEMBANG-Sumsel benar-benar jadi idola. Sebab, provinsi terkaya ke-5 era otonomi ini, akan menjadi rumah bagi 500 atlet andalan Merah Putih. Namanya Program Atlet Andalan (PAL).

Dijelaskan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Menegpora Adiyaksa Dault memang menantang seluruh provinsi untuk menjadi tuan rumah. Namun, hanya Sumsel yang berani menjawab tantangan tersebut. "Saya ingin menjadikan Sumsel provinsi olahraga," ungkap Alex Noerdin, di Griya Agung, Minggu (14/12).

Ke-500 atlet PAL ini memang benar-benar pilihan. Bahkan, akan dibuatkan pemukiman khusus. Namanya Rusunami (rumah susun milik sendiri). Lokasinya di Jakabaring. Lengkap dengan segala fasilitasnya. Mulai dari air PAM, Listrik, hingga jaringan gas. "Jadi, kewajiban atlet adalah terus berlatih. Pun demikian dengan pelatihnya. Atletnya juga digaji setiap bulan sebesar Rp 5 juta per orang," pungkas Alex.

Nah, sebelumnya PAL ini ditegaskan dalam surat keputusan menteri. Namun, menurut Adiyaksa Dault, PAL akan diperkuat dengan keputusan presiden (Keppres). Alasannya, PAL tidak hanya berjalan sporadis. Tapi, lebih fokus pada sasaran jangka panjang.

"Sekarang, bukan masanya lagi pelatnas secara sporadis. Tapi, harus fokus dan terprogram," ungkapnya seperti dilansir Radar Bogor (grup Sumatera Ekspres).
Untuk 2009 mendatang, pemerintah akan mengeluarkan anggaran sebesar Rp 100 M.

Menurut Adiyaksa, jumlah ini terus ditingkatkan setiap tahunnya. Saat ini, sudah tersaring 250 atlet dari 22 cabor. Kemudian 98 pelatih dan 22 manajer. Mereka dibagi dalam tiga kategori. Yaitu utama (60 atlet), madya (107), dan pratama (83).

Atlet kategori utama, adalah atlet pilihan yang menjadi andalan untuk event tingkat Asia. Atlet madya untuk kawasan Asia Tenggara. Sementara atlet pratama dipersiapkan untuk program jangka panjang dengan sasaran SEA Games 2011. (mg2)

kalimantanku
December 16th, 2008, 11:35 AM
^^

wah satu lg alasan gw tuk ngacungin jempol buat Sumsel.coba propinsi yang kaya alias hasil alamnya gendut, juga kayak sumsel ini.

ayo Riau, kalsel, kaltim, papua,, menyusul.:)
bikin gebrakan juga.biar indonesia makin maju.:cheers:

rilham2new
December 16th, 2008, 11:40 AM
^^ Sebenarnya prestasi Riau di PON Kaltim kemaren lumayan juga kok ..... Masuk 10 besar. ;)

Dan nomor 3 di Sumatra setelah Sumatra Utara dan Lampung :)

kalimantanku
December 16th, 2008, 11:49 AM
smoga Riau makin berjaya di PON berikutnya.kan dipilih jd tuan rumah.
sapa tau atlet nya makin PD main di rumah sendiri, & bisa memacu prestasi.:cheers:

fajarmuhasan
December 16th, 2008, 12:21 PM
smoga Riau makin berjaya di PON berikutnya.kan dipilih jd tuan rumah.
sapa tau atlet nya makin PD main di rumah sendiri, & bisa memacu prestasi.:cheers:
Setelah jadi tuan rumah PON biasanya jadi maju spt sumsel dan kaltim, paling tidak maju di infrastruktur.....stadionnya bagus bagus.
Cuma anehnya waktu Jatim jadi tuan rumah PON koq gak ada efeknya yaa....gak ada pembangunan infrastruktur..boro boro mbangun stadion bagus......DAri catatan ini PON efektif utk diluar Jawa, sedang di Jawa... PON tidak berpengaruh apa-apa (baca: sangat kecil efeknya)

kalimantanku
December 16th, 2008, 12:47 PM
^^
setuju om.samarinda aja lbh dari 1 punya stadion bertaraf internasional.bahkan kota kecil di Kalsel, yakni Binuang punya sirkuit standar internasional.namanya Sirkuit Balipat.
terakhir diadakan final Indoprix 2008.

saatnya kota2 diluar jawa utk merasa PD jd tuan rumah dlm hal apa aja.
karena potensi kota2 diluar jawa sangat besar.
bukti terbaru adalah kurang greget nya pelaksanaan FFI di bandung.baik promosi, acara, lokasi, artis & tokoh yg datang dll.
mending FFI di Pekanbaru taon lalu.lebih bagus kayaknya.
its just my opinion lho...

kakakido
December 16th, 2008, 03:11 PM
PON,FFI dan kegiatan massal lainnya saat ini lebih banyak aspek politisnya lho. Coba PON ...tuk dapat emas banyak daerah berani bayar mahal atlit dari jakarta atau daerah lain, bukan hasil binaan sendiri. Nah jadi tergantung pemimpin daerah tersebut............ mau dibuat moment tuk bangun infrastruktur atau tidak... yang penting dengan adanya kegiatan besar tsb nilai jual dia tinggi dalam pilkada berikutnya.
its just my opinion too..........

paradyto
December 18th, 2008, 01:21 AM
Hari ini, Herman Deru Terima 3 Penghargaan dari Presiden
Thursday, 18 December 2008

MARTAPURA (SINDO) – Masyarakat Kabupaten OKU Timur patut berbangga. Pasalnya hari ini, Kamis (18/12,) Bupati OKU Timur H Herman Deru SH MM akan menerima tiga penghargaan sekaligus yang akan diserahkan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara,Jakarta.

Tiga penghargaan bergengsi tersebut, yakni Satyalancana Pembangunan dalam rangka peningkatan produksi beras di atas 5%, penghargaan tingkat nasional bidang ketahanan pangan, dan penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala. Tiga penghargaan ini menambah deretan prestasi yang ditorehkan Herman Deru selama tiga tahun memimpin kabupaten yang terkenal dengan lumbung pangan Sumsel tersebut.

Sebelumnya, pada Agustus 2008 lalu, OKU Timur telah mendapat penghargaan Satyalancana Wira Karya dan Satyalancana Pembangunan Bidang Koperasi dan UKM. Herman Deru yang dihubungi SINDO pada Rabu (17/12) malam mengatakan, penghargaan ini merupakan bukti karya nyata yang telah diberikan pemerintah daerah kepada masyarakatnya dalam peningkatan kesejahteraan penduduk.

“Penghargaan yang akan saya terima ini adalah kado untuk semua masyarakat OKU Timur, dan ini tak luput dari peran serta semua lapisan masyarakat yang bergotong- royong membangun daerah. Tanpa peran serta semua dinas, instansi,badan, kantor, serta masyarakat, semua penghargaan ini tidak mungkin kita dapatkan,” paparnya.

Dia mengharapkan, semua lapisan masyarakat, khususnya di Kabupaten OKU Timur, menjadikan penghargaan ini sebagai pemicu untuk terus berkiprah serta berkarya bersama dalam membangun kabupaten yang dicintai ini. “Sebenarnya penghargaan ini merupakan beban moral bagi kami, tapi ini memotivasi kami agar dapat terus membangun OKU Timur.

Namun, terlepas dari itu semua, saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat yang turut mendukung programprogram pemerintah selama ini,”paparnya. Ketua DPRD OKU Timur Drs Syahri mengatakan, tiga penghargaan sekaligus yang diterima Bupati Herman Deru merupakan serangkaian prestasi yang telah diberikan pemerintah daerah untuk kesejahteraan masyarakat, dalam hal pemberantasan kemiskinan yang ada di kabupaten OKU Timur.

“Intinya, ini bukti seorang kepala daerah mampu memimpin dan menyejahterakan masyarakatnya yang sukses dalam bidang pendidikan,kesehatan, sosial, ekonomi, hingga pertanian,”ucapnya. Pria yang juga merupakan aktivis Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten OKU Timur ini mengatakan,walau Kabupaten OKU Timur masih seumur jagung, karyakarya nyata telah banyak dibuktikan daerah ini.

“Kami semua merasa bangga memiliki pemimpin yang memiliki program nyata yang sifatnya langsung menyentuh kesejahteraan masyarakat, seperti membebaskan biaya SPP sekolah, pembebasan biaya berobat, pemberian bantuan-bantuan kepada koperasi, serta masih banyak lagi program lainnya,” kata Syahri.

Hal yang sama diungkapkan tokoh masyarakat OKU Timur H Mansyur Abbas.Menurut dia, merupakan hal yang wajar dan sangat layak jika Kabupaten OKU Timur menerima tiga penghargaan sekaligus dari Presiden.

“Sebagai masyarakat biasa, kami mengaku bahwa OKU Timur sangat berkembang pesat dalam segala sektor kehidupan, baik kesehatan, pendidikan, pertanian, sosial, dan yang paling penting dalam sektor pemberantasan kemiskinan,”ucapnya. Menurut Mansyur, prestasi yang diterima kepala daerah merupakan hasil kerja nyata yang memang benarbenar menyentuh pelayanan masyarakat. (m marzuki)

Balaputradewa
December 18th, 2008, 02:21 PM
KOTA LUBUKLINGGAU "BUMI SILAMPARI SEBIDUK SEMARE"

http://img370.imageshack.us/img370/7446/llgtz9.jpg (http://img370.imageshack.us/my.php?image=llgtz9.jpg)
http://img370.imageshack.us/img370/llgtz9.jpg/1/w600.png (http://g.imageshack.us/img370/llgtz9.jpg/1/)

http://img248.imageshack.us/img248/1424/llg4ul9.jpg (http://img248.imageshack.us/my.php?image=llg4ul9.jpg)
http://img248.imageshack.us/img248/llg4ul9.jpg/1/w600.png (http://g.imageshack.us/img248/llg4ul9.jpg/1/)

http://img209.imageshack.us/img209/6962/llg5wg0.jpg (http://img209.imageshack.us/my.php?image=llg5wg0.jpg)
http://img209.imageshack.us/img209/llg5wg0.jpg/1/w600.png (http://g.imageshack.us/img209/llg5wg0.jpg/1/)

http://img257.imageshack.us/img257/7278/llg2dh1.jpg (http://img257.imageshack.us/my.php?image=llg2dh1.jpg)
http://img257.imageshack.us/img257/llg2dh1.jpg/1/w600.png (http://g.imageshack.us/img257/llg2dh1.jpg/1/)

http://img261.imageshack.us/img261/1417/llg3mt6.jpg (http://img261.imageshack.us/my.php?image=llg3mt6.jpg)
http://img261.imageshack.us/img261/llg3mt6.jpg/1/w600.png (http://g.imageshack.us/img261/llg3mt6.jpg/1/)

paradyto
December 19th, 2008, 01:39 AM
Maksid Bumi Silampari Sebiduk Semare, apa ya Bala?

kalimantanku
December 19th, 2008, 11:40 AM
^^ pertanyaan gw sama tuh??:)

Balaputradewa
December 19th, 2008, 01:36 PM
Maksid Bumi Silampari Sebiduk Semare, apa ya Bala?

^^ pertanyaan gw sama tuh??:)

Silam = hilang atau sirna.
Pari = Peri
Silampari = Putri yang hilang.

Konon di Lubuklinggau dan Musi Rawas dahulu tempat turunnya para bidadari/peri dari kayangan untuk mandi di sungai setempat. Yah..ceritanya mirip2 cerita Jakatarub dan 7 bidadari. Namun suatu ketika peri tersebut kembali ke kayangan untuk selama-lamanya dan tidak pernah lagi kembali ke daerah ini. Makanya dinamakan Silampari, bahkan diabadikan dalam tarian adat penyambutan tamu di Lubuklinggau, yaitu Tari Silampari Kayangan.
Kata-kata Silampari kemudian diidentikan atau diasosiakan Pemda setempat pada Kota Lubuklinggau, seperti Bandara Silampari, Sekolah Tinggi Silampari, Yayasan Silampari dsb.

Nah sedangkan Sebiduk Semare adalah Motto/Slogan/Jargon Pemerintah Kota Lubuklinggau, yang dapat diartikan secara frontal dg makna "seiya-sekata, sepakat dan sepaham dalam satu wadah (biduk)". Motto tersebut tak bedanya dengan
"Serasan Sekundang" di Muaraenim
"Serasan Sekentenan" di Lahat
"Seingok Sepemunyian" di Prabumulih
"Serasan Sekate" di Musi Banyuasin
yang arti dan maknanya kurang lebih sama, namun diadaptasi menurut istilah masing2 daerah.
Motto2 tsb kini melekat pada masing2 Lambang Daerah kabupaten/kota tsb.
^^

kakakido
December 21st, 2008, 11:05 AM
Silam = hilang atau sirna.
Pari = Peri
Silampari = Putri yang hilang.

Konon di Lubuklinggau dan Musi Rawas dahulu tempat turunnya para bidadari/peri dari kayangan untuk mandi di sungai setempat. Yah..ceritanya mirip2 cerita Jakatarub dan 7 bidadari. Namun suatu ketika peri tersebut kembali ke kayangan untuk selama-lamanya dan tidak pernah lagi kembali ke daerah ini. Makanya dinamakan Silampari, bahkan diabadikan dalam tarian adat penyambutan tamu di Lubuklinggau, yaitu Tari Silampari Kayangan.
Kata-kata Silampari kemudian diidentikan atau diasosiakan Pemda setempat pada Kota Lubuklinggau, seperti Bandara Silampari, Sekolah Tinggi Silampari, Yayasan Silampari dsb.

Nah sedangkan Sebiduk Semare adalah Motto/Slogan/Jargon Pemerintah Kota Lubuklinggau, yang dapat diartikan secara frontal dg makna "seiya-sekata, sepakat dan sepaham dalam satu wadah (biduk)". Motto tersebut tak bedanya dengan
"Serasan Sekundang" di Muaraenim
"Serasan Sekentenan" di Lahat
"Seingok Sepemunyian" di Prabumulih
"Serasan Sekate" di Musi Banyuasin
yang arti dan maknanya kurang lebih sama, namun diadaptasi menurut istilah masing2 daerah.
Motto2 tsb kini melekat pada masing2 Lambang Daerah kabupaten/kota tsb.
^^

Kalau diartikan secara harfiah ... artinya relatif sama dan kata2 nya tiak jauh beda........ yang membedakan cuma sungai yang dilalui kota2 tersebut. Jadi lain sungai lain ucapannya.... meski isinya sama ikan seluang dan ikan betok.. hehehehe:)

Balaputradewa
December 21st, 2008, 01:01 PM
"Kota Lubuklinggau, Sudah 11 tahun tak dijamah Adipura"
terakhir tahun 1997... :bash:

http://img376.imageshack.us/img376/8771/llg6ye6.jpg (http://img376.imageshack.us/my.php?image=llg6ye6.jpg)
http://img376.imageshack.us/img376/llg6ye6.jpg/1/w600.png (http://g.imageshack.us/img376/llg6ye6.jpg/1/)

ikhlas001
December 22nd, 2008, 10:01 AM
di bawah tugunya ada sampah tuh !!
hahaha:nuts:

kakakido
December 22nd, 2008, 01:06 PM
iya jorok tuh..........

kakakido
December 22nd, 2008, 01:09 PM
Stasiun Kereta Api Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir

http://img235.imageshack.us/img235/7010/stasiun2cd3.jpg (http://img235.imageshack.us/my.php?image=stasiun2cd3.jpg)
http://img235.imageshack.us/img235/stasiun2cd3.jpg/1/w700.png (http://g.imageshack.us/img235/stasiun2cd3.jpg/1/)

http://img166.imageshack.us/img166/3134/stasiunew6.jpg (http://img166.imageshack.us/my.php?image=stasiunew6.jpg)
http://img166.imageshack.us/img166/stasiunew6.jpg/1/w700.png (http://g.imageshack.us/img166/stasiunew6.jpg/1/)

http://img134.imageshack.us/img134/4818/stasiun3jo1.jpg (http://img134.imageshack.us/my.php?image=stasiun3jo1.jpg)
http://img134.imageshack.us/img134/stasiun3jo1.jpg/1/w700.png (http://g.imageshack.us/img134/stasiun3jo1.jpg/1/)

wuih, keren banget:) ada pic interiornya nggak?

Balaputradewa
December 22nd, 2008, 01:38 PM
di bawah tugunya ada sampah tuh !!
hahaha:nuts:

iya jorok tuh..........

Makanya gak dpt Adipura..herannya lum nampak usaha dari pemerintah setempat utk meraih Adipura lagi..:bash:

Balaputradewa
December 23rd, 2008, 09:14 AM
PAD SUMSEL Rp 2,681 triliun
masih jajaran terkaya di Indonesia

Palembang, Kompas - DPRD dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akhirnya menyepakati APBD Tahun 2009 dalam sidang paripurna, Rabu (17/12). Dengan total belanja daerah mencapai Rp 2,751 triliun dan pendapatan daerah Rp 2,681 triliun, APBD defisit Rp 70 miliar.

RAPBD Sumsel 2009 ditandatangani secara simbolis oleh Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad dan Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Dalam pandangan akhir, semua fraksi di DPRD Sumsel menyepakati rancangan APBD tersebut.

Menurut Juru Bicara Fraksi PKS Tol’at Wafa Achmad, peningkatan pendapatan penerimaan daerah yang hanya 2,47 persen dari tahun lalu dinilai tidak signifikan.

”Alasannya, pendapatan kita tahun 2007 lalu saja meningkat 32,53 persen dan tahun ini peningkatannya hanya mencapai 15,75 persen,” katanya.

Dalam RAPBD 2009, lanjut Tol’at, perlu diakui bahwa program pendidikan dan kesehatan gratis telah menyedot banyak anggaran. Hal ini berdampak pada berkurangnya alokasi anggaran hampir di setiap unit kerja atau dinas yang ada.

”Seharusnya perlu alternatif sumber lain untuk meningkatkan anggaran,” kata Tol’at.

Eksplorasi batu bara

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menanggapi, pihaknya akan berupaya sekuat mungkin menambah pemasukan pendapatan daerah. Namun, dia menegaskan hal itu tidak akan dilakukan dengan cara membebani rakyat Sumsel dengan berbagai macam pajak.

”Salah satu caranya, kita akan mengeksplorasi lagi hasil bumi batu bara secara bijaksana. Perlu diketahui, Sumsel memiliki 40 persen cadangan batu bara nasional,” katanya.

Salah satu caranya adalah membangun rel kereta hingga ke Tanjung Api-api dan membangun kereta gantung. (ONI)

retroisme
December 24th, 2008, 06:42 AM
2009, Bus-Angkot tergusur ke pinggiran kota.
SK yg dikeluarkan Walikota Eddy Santana bakal menghilangkan peran bus kota. Nasib Angkot bakal diminimalisir.Bergeser ke kawasan pinggiran kota. Karena Akan mulai diberlakukannya Bus TransMusi.

Untuk kendaraan umum pun akan dikurangi sehingga untuk parkir kira2 akan dinaikan menaikan menjadi Rp.7500.Seperti di Seoul tidak hanya menaikan, mereka mempersempit lahan parkir.(berkat kerja sama Korsel-Palembang)

Tahun depan tiga jurusan Bus TransMusi bakal dibangun.:
Jakabaring-Alang alang lebar
Bandara-Jakabaring
Sako-PIM
Dengan 74 halte disepanjang rute.

Bus TransMusi Akan dibagi dengan Kategori AC dan non AC. Tentu dengan tarif yang berbeda.