View Full Version : Kuala Namu International Airport, Medan - Project & News Updates


Pages : 1 2 3 [4] 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

abel77
February 11th, 2010, 11:51 AM
Sebenarnya untuk menjadi hub, Indonesia harus belajar ke US, tidak semua bandara Open sky, sehingga penerbangan Nasional bisa survive dan di lakukan metode Hub & Spoke.., sebenarnya Atlanta juga bukan kota besar dan juga bukan kota tujuan wisata, tapi karena kesungguhan pemerintah dan service yang di berikan membuat Hartsfield-Jakson tetap mendudukin bandara tersibuk nomor satu dunia beberapa tahun ini.

Forumer jangan pesimis dong :ohno:, kita harus optimis, yang harus kita pesimisin adalah keinginan dan niat dari pemerintah sendiri.. kalo masalah hub, itu semua tergantung maskepainya.. kalo sewa landing dan tetek bengeknya bersaing dan lebih murah, why not? di tambah dengan promosi yang gencar, service dan pelayanan terpadu, seperti bandara yang bersih, informasi yang tidak membingungkan penumpang, Tol bandara, Kereta api dan lainya. (dan jangan lupa taxi yang tidak menjerat penumpang dengan tarif yang di buat-buat)

Dan apalagi air asia akan membuka direct flight dari medan ke beberapa kota di india.. bagaimana kabar Garuda Indonesia (Medan-Chennai)?
kita optimis saja, apalagi kalo memang open sky di indonesia hanya di berlakukan di Kuala Namu, Suta, Juanda, Denpasar & Hasanudin, dan ini akan sekaligus menjadikan ke lima bandara tersebut menjadi Hub & Spoke, dan sekaligus menguntungkan pesawat domestic yang belum siap besaing di era open sky.

Untuk bersaing dengan Bandara lainya seperti Suvarnabumi dan Changi, Kuala namu mungkin belum bisa menyaingi dalam beberapa waktu ke depan, mereka juga butuh waktu untuk menjadi besar...

Note :
1. Kita harus bangga, Ternyata Su-Ta juga ga jauh kok dengan Changi... Subang KL, mana ya???
2. Baru tahun ini salah satu bandara di indonesia masuk dalam 30 besar, bandara tersibuk.

ini dia table list Busiest Airport 2009 :
http://img710.imageshack.us/img710/9523/slide1am.jpg (http://img710.imageshack.us/i/slide1am.jpg/)

Sizter85
February 11th, 2010, 12:46 PM
^^
Jangan Lupakan dari sisi aksesibilitas, Kuala Namu ke kota Medan,... Konstruksi Jalan tol sekarang yg berkesan terkendala harus segera dirampungkan,.. juga wacana railway-nya

Sizter85
February 11th, 2010, 12:53 PM
Note :
1. Kita harus bangga, Ternyata Su-Ta juga ga jauh kok dengan Changi... Subang KL, mana ya???
2. Baru tahun ini salah satu bandara di indonesia masuk dalam 30 besar, bandara tersibuk.


^^
Tapi lebih bagus lagi bila kepadatan traffict di Soeta di dominasi oleh flights Int'l...

Gw sh selama ini berharap private carriers kita jangan hanya berani 'bermain di kandang sendiri' yg hanya bertumpu ke flagship kita Garuda utk rute Long haul hehe..:) Tunjukkan ke dunia bahwa maskapai Indonesia tidak melulu dg Garuda, kita punya Mandala, Batavia, Merpati, Sriwijaya, yeahhh dan tentunya juga Liyong mm Lion mksudnya... tetapi dg catatan pembenahan perform secara menyeluruh terlebih dahulu donk pastinya :D

Ocean One
February 11th, 2010, 06:16 PM
Note :
1. Kita harus bangga, Ternyata Su-Ta juga ga jauh kok dengan Changi... Subang KL, mana ya???
2. Baru tahun ini salah satu bandara di indonesia masuk dalam 30 besar, bandara tersibuk.

ini dia table list Busiest Airport 2009 :
http://img710.imageshack.us/img710/9523/slide1am.jpg (http://img710.imageshack.us/i/slide1am.jpg/)

^^
Jangan lupa bahwa hal ini hanya terjadi karena adanya penurunan aktifitas bandara pada pada hampir sebagian besar airport di seluruh dunia sebagai imbas dari krisis tahun 2008. Dan juga karena CGK di dukung oleh market dalam negeri yang terus bertumbuh pada tahun lalu. Sehingga dari pengaruh dari pasar luar negeri tidak memiliki dampak yang berarti pada peningkatan kinerja CGK:banana::banana::banana:

Jadi seperti kata siz, sudah seharusnya maskapai dari dalam negeri selain Garuda untuk menunjukkan dan memainkan peranannya di tingkat global, jangan hanya jadi " jago kandang saja". Bukan begitu siz??:lol::lol::lol:

aedee
February 12th, 2010, 08:30 AM
^^
Jangan lupa bahwa hal ini hanya terjadi karena adanya penurunan aktifitas bandara pada pada hampir sebagian besar airport di seluruh dunia sebagai imbas dari krisis tahun 2008. Dan juga karena CGK di dukung oleh market dalam negeri yang terus bertumbuh pada tahun lalu. Sehingga dari pengaruh dari pasar luar negeri tidak memiliki dampak yang berarti pada peningkatan kinerja CGK:banana::banana::banana:

Jadi seperti kata siz, sudah seharusnya maskapai dari dalam negeri selain Garuda untuk menunjukkan dan memainkan peranannya di tingkat global, jangan hanya jadi " jago kandang saja". Bukan begitu siz??:lol::lol::lol:



Aduh.... kayaknya udah terlalu banyak alasaan kenapa bandara kuala namu harus segera diselesaikan...

Tapi tahukah kita semua, diatas semua alasan itu, alasan yang terpenting dan paling utama sebenarnya adalah BANDARA POLONIA sudah TIDAK LAYAK LAGI.... dipandang dari sisi mana pun.

netsurfe
February 12th, 2010, 12:09 PM
Tapi tahukah kita semua, diatas semua alasan itu, alasan yang terpenting dan paling utama sebenarnya adalah BANDARA POLONIA sudah TIDAK LAYAK LAGI.... dipandang dari sisi mana pun.

Hahaha, setuju banget nih.

Ocean One
February 12th, 2010, 03:10 PM
Hahaha, setuju banget nih.

^^
Me 2 :lol::lol::lol:

inside_us
February 12th, 2010, 06:28 PM
setuju ma atas

Sizter85
February 12th, 2010, 09:51 PM
^^ Iyah Polonia engga banget dari sisi manapun,.. plus pelayanan-nya juga yg kurang Maxi !

Mimihitam
February 14th, 2010, 03:23 PM
Rp500.000.000.000,- UNTUK PEMBANGUNAN BANDARA INDONESIA 2010

VIVAnews -- PT Angkasapura II akan menambah terminal pada beberapa bandara di Indonesia pada 2010. Namun dibutuhkan anggaran Rp 500 miliar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Menurut Direktur Operasional Tulus Ranowo, Angkasapura II sudah menganggarkan Rp 500 miliar untuk penambahan terminal. "Sekitar Rp 500 miliar dari total dana investasi tahun 2010," jelas dia disela-sela Malam Apresiasi di Jakarta, 23 Desember 2009.

Adapun belanja modal yang dianggarkan sebesar Rp 2 triliun. Perusahaan akan mendistribusikan dana tersebut sebagian untuk peningkatan pelayanan dan renovasi.

Penambahan terminal tersebut dilakukan di Bandara Pontianak, Bandung, Padang. Untuk penambahan terminal Bandara Padang ia memperkirakan akan menghabiskan dana sebanyak Rp 40 miliar.

Sebenarnya, kata dia, tahun 2010 juga akan dilakukan penambahan terminal di bandara Pekanbaru, Pangkalpinang dan Tanjungpinang. "Tapi ini dengan anggaran tahun 2009," ujar Tulus. Ia mengatakan akhir bulan ini proses tender selesai dan pengerjaan dimulai Januari 2010.

Sementara untuk bandara Kualanmu, Medan, Tulus mengatakan juga akan menambah terminal. Tapi untuk dananya sendiri ia tidak menyebutkan. "Total untuk Kualanamu kita anggarkan Rp 1,6 triliun," jelas dia.

==============================================

ceudah
February 19th, 2010, 04:02 AM
kalo masalah kondusifitas...dont worry so much lah sist...alhamdulillah di aceh aman2 aja sekarang...bahkan sangat aman selama 300 tahun terakhir...
so, let share...MES jadi destinasi, transitnya di SIM...bisa kan?

Aucostar
February 21st, 2010, 10:52 AM
Pacu Pembangunan, Pemerintah Siapkan Rp 114 T
Dana sebesar itu dipersiapkan untuk membiayai 155 rencana aksi.
JUM'AT, 19 FEBRUARI 2010

VIVAnews - Wakil Presiden Boediono mensosialisasikan Instruksi Presiden No 1 tahun 2010 tentang Percepatan Prioritas Pembangunan Nasional tahun 2010, di Istana Wapres, 19 Februari 2010. Sejumlah anggaran telah disiapkan untuk membiayai 11 program prioritas yang terdiri dari 155 rencana aksi.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa menuturkan, anggaran sudah disiapkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2010 dan APBN-Perubahan 2010.

Dana sebesar Rp 114 triliun dipersiapkan untuk membiayai 155 rencana aksi yang tersebar di bidang Perekonomian, Kesejahteraan Rakyat, dan Politik-Hukum-Keamanan. Rp 91,7 triliun di antaranya sudah tersedia di APBN 2010. Sedangkan Rp 22,3 triliun masuk dalam APBN-P 2010.

"Tambahan masuk dalam pos belanja," kata Hatta usai mendampingi Boediono dalam sosialisasi Inpres di Istana Wapres.

Sedangkan Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Lukita Dinarsyah Tuwo menjelaskan dana yang dianggarkan dalam APBN-P 2010 akan digunakan untuk program prioritas yang ditargetkan selesai tahun ini.

Sejumlah program itu antara lain penyelesaian pembangunan Bandara Kuala Namu di Medan, Sumatera Utara yang baru mencapai 74 persen. "Itu butuh Rp 600 miliar," kata Lukita.

Program lain yang menggunakan APBN-P 2010 adalah penambahan dan perbaikan fasilitas lembaga permasyarakatan (lapas) di seluruh Indonesia dan pengadaan 1.000 kapal motor bagi nelayan. Anggaran sebesar Rp 1 triliun disiapkan untuk perbaikan lapas.

Sedangkan untuk pengadaan 1.000 kapal motor nelayan, pemerintah baru mengadakan 60 kapal motor dengan anggaran Rp 1,5 miliar. Sisanya akan diadakan secara bertahap pada tahun 2011 dan 2012.

netsurfe
February 21st, 2010, 11:30 AM
Sejumlah program itu antara lain penyelesaian pembangunan Bandara Kuala Namu di Medan, Sumatera Utara yang baru mencapai 74 persen. "Itu butuh Rp 600 miliar," kata Lukita.


Pembangunan Kuala Namu 74% ??? Hitungan dari mana tuh?

Aucostar
February 21st, 2010, 12:47 PM
Pembangunan Kuala Namu 74% ??? Hitungan dari mana tuh?

hahahahaha
gw jg agk kaget pas bacanyaaaa
salah ketik kale tuuuu
hrsny 47% :nuts::nuts::nuts:

netsurfe
February 21st, 2010, 03:22 PM
^^
47% juga rasanya gak deh. Kalo 4,7% mungkin masi bisa dipercaya

Aucostar
February 22nd, 2010, 02:21 AM
^^^
ad laaaa 47%
kan ud keliatan fisik bgnanny....
jgn terlalu pesimis gt....
:)

m4rk3y
February 22nd, 2010, 02:48 AM
yg 47% itu sisi darat nya yaitu bangunan terminal.

netsurfe
February 22nd, 2010, 02:15 PM
^^^
ad laaaa 47%
kan ud keliatan fisik bgnanny....
jgn terlalu pesimis gt....
:)

Bukan pesimis, tapi realistis, 47% itu hampir separo lho, masak separo cuman kerangka?? Gak mungkin kan?

Ocean One
February 24th, 2010, 02:35 PM
Dana pembangunan Kuala Namun ditambah
Rabu, 24/02/2010 19:26:56

JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah segera mengucurkan dana tambahan proyek pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu Sumatra Utara sebesar Rp600 milkiar hingga Rp1 triliun melalui APBN-P 2010.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S. Gumay mengatakan dana tambahan itu akan dialokasikan menyelesaikan pembangunan sisi udara (airside) bandara itu dengan target pertengahan tahun ini.

"Anggaran pembangunan Bandara Kuala Namu disepakati ditambah antara Rp600 miliar hingga Rp1 triliun. Angka pastinya saya belum tahu karena angkanya belum keluar," katanya hari ini.

Menurut dia, dana tambahan itu akan melengkapi dana APBN 2010 yang telah disiapkan sekitar Rp600 miliar dari kebutuhan selama tahun ini sekitar Rp1,2 triliun.

Herry menjelaskan dana penambahan itu hasil pembahasan intensif antara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Bila dana tambahan dari APBN-P 2010 disetujui Rp600 miliar, Herry memperkirakan belum mencukupi untuk menyelesaikan pembangunan sisi udara Bandara Kuala Namu yang ditargetkan selesai pertengahan 2011.

"Kalau tahun ini dapat total Rp1 triliun baik dari APBN dan APBN-P 2010, maka APBN 2011 harus ada dana sekitar Rp1 triliun."
Herry menceritakan Bandara Kuala Namu masih membutuhkan total sekitar Rp2 triliun hingga 2011 untuk menyelesaikan pembangunan sisi udara.

Herry menyatakan pihaknya akan mengajukan Kekurangan dana sekitar Rp402 miliar dalam APBN 2011 jika pemerintah akhirnya memberikan dana tambahan Rp1 triliun pada tahun ini.(msb)

laba-laba
February 25th, 2010, 02:26 AM
brarti 2020 dong siap kualanamu ?????!!!!

c00lridge
February 25th, 2010, 02:37 PM
brarti 2020 dong siap kualanamu ?????!!!!

:lol:
Abang Laba laba, sarkastik banget.
Jangan sampe 2020 dong , moga2 2011 bisa

David-80
March 1st, 2010, 08:40 AM
brarti 2020 dong siap kualanamu ?????!!!!

tolong di baca lagi artikel di atas, hargai lah kontraktor, semua orang yang sudah berjuang abis2an supaya bandara ini cepet selesai.. dulu disini banyak yg mencela, tiba2 di Indoflyer, keluar gambar, semua langsung diem....


Sarcasm with no fact is a NO NO.

cheers

laba-laba
March 1st, 2010, 09:12 AM
tolong di baca lagi artikel di atas, hargai lah kontraktor, semua orang yang sudah berjuang abis2an supaya bandara ini cepet selesai.. dulu disini banyak yg mencela, tiba2 di Indoflyer, keluar gambar, semua langsung diem....


Sarcasm with no fact is a NO NO.

cheers

om.. trackrecord kualanamu ini dari taon 1997 om.. hingga sekarang belum saja siap. . Dan gak ada jaminan untuk siap dalam waktu dekat. 47% sisi darat belum bisa dibanggakan om. Cuman menang Design aja..

Siapa yang berjuang om ? Siapa yang cela Kontraktor ? Artikel itu bahas APBN om, bukan kontraktor. Malah disini saya dukung kontraktor.
APBN taon 2011 akan dikucurkan dana, berarti awal 2012 juga mudah2an bisa dipergunakan kan om ? Belum infrastuktur penunjang.

Kenapa tidak langsung memberi seluruh total anggaran saja om ? Kenapa tidak seperti Bandara Hasanudin aja misalkan ? Apa musti ada yang kehilangan nyawa lagi untuk mencambut pemerintah untuk mengeluarkan dananya buat kualanamu ?

Kontraktor berjuang keras om, tapi pemerintah tak berjuang keras terhadap Kualanamu. Gak ada niat pemerintah om. Karena dana kualanamu selalu di undur2 di APBN2 selanjutnya. Karena awalnya dana2 tersebut sudah di rumuskan pada APBN2007 dan 2008.

thanks om ...

inside_us
March 1st, 2010, 12:29 PM
telat selalu ni KN

m4rk3y
March 2nd, 2010, 07:35 AM
om.. trackrecord kualanamu ini dari taon 1997 om.. hingga sekarang belum saja siap. . Dan gak ada jaminan untuk siap dalam waktu dekat. 47% sisi darat belum bisa dibanggakan om. Cuman menang Design aja..

Siapa yang berjuang om ? Siapa yang cela Kontraktor ? Artikel itu bahas APBN om, bukan kontraktor. Malah disini saya dukung kontraktor.
APBN taon 2011 akan dikucurkan dana, berarti awal 2012 juga mudah2an bisa dipergunakan kan om ? Belum infrastuktur penunjang.

Kenapa tidak langsung memberi seluruh total anggaran saja om ? Kenapa tidak seperti Bandara Hasanudin aja misalkan ? Apa musti ada yang kehilangan nyawa lagi untuk mencambut pemerintah untuk mengeluarkan dananya buat kualanamu ?

Kontraktor berjuang keras om, tapi pemerintah tak berjuang keras terhadap Kualanamu. Gak ada niat pemerintah om. Karena dana kualanamu selalu di undur2 di APBN2 selanjutnya. Karena awalnya dana2 tersebut sudah di rumuskan pada APBN2007 dan 2008.

thanks om ...

jangan samakan dengan bandara hasanudin donk bro.. waktu itu kan orang no 2 RI asal Makasar masih bertahta.. APBN langsung licin meluncur.

Kamis 25/02/2010, 14.07 WIB

Pelajar Blokir Jalan, Jalur Menuju Bandara Kuala Namu Macet 2 Kilometer

BERINGIN | DNA – Akibat aksi blokade jalan yang dilakukan oleh sekitar seribuan pelajar di Kec. Beringin, Kamis (25/2) ruas jalur utama menuju lokasi Bandara Kuala Namu terganggu. Kemacetan total terjadi di sepanjang Kec Beringin, berdasarkan pantauan DNAberita puluhan truk bertonase tinggi pengangkut baha-bahan material bangunan Bandara Kuala Namu tampak mengantri hingga 2 kilometer.

Para pelajar yang melakukan aksi protes ini berdiri tepat di badan jalan dan membentangkan poster yang bertuliskan tuntutan mereka, agar pihak pengelola pembangunan Bandara Medan Baru ini segera melakukan perbaikan jalan dengan pengaspalan serta melakukan penyiraman jalan agar debu tidak mencemari udara di sekitar lokasi ini.

Para plajar SD, SMP dan SMA ini akhirnya membubarkan diri setelah aparat kepolisian meminta untuk pihak warga dan perwakilan siswa bertemu dengan pihak kecamatan dan pengelola pembangunan Bandara Kuala Namu untuk melakukan dengar pendapat.

Dan hingga berita ini dikabarkan, pertemuan tersebut masih terus berlangsung di kantor desa Sidodadi Lec. Beringin dengan ditengarai langsung oleh Kasat Intel Polres Deliserdang AKP. Cipto Samosir.

Sumber: http://www.dnaberita.com/25%20februari%202010%20Headline%20Macet.php

Wow! Puluhan truk2 sampai antri 2 kilometer, pasti pembangunan sangat gencar tuh. Optimis deh pertengahan 2011.

David-80
March 2nd, 2010, 09:33 AM
om.. trackrecord kualanamu ini dari taon 1997 om.. hingga sekarang belum saja siap. . Dan gak ada jaminan untuk siap dalam waktu dekat. 47% sisi darat belum bisa dibanggakan om. Cuman menang Design aja..

tahun 1997 sampe th 2004 berapa kali Indonesia mengalami reformasi politik? inget, krismon 98 itu Indonesia yg paling kena. karena kita ga kena cuman ekonomi, tapi secara sosial dan politik

Siapa yang berjuang om ? Siapa yang cela Kontraktor ? Artikel itu bahas APBN om, bukan kontraktor. Malah disini saya dukung kontraktor.
APBN taon 2011 akan dikucurkan dana, berarti awal 2012 juga mudah2an bisa dipergunakan kan om ? Belum infrastuktur penunjang.

dengan jawaban th 2020 bukan berarti itu ngejek kontraktor juga? tau ga ada beberapa kontraktor yg tetep kerja walaupun dana seret...

Kenapa tidak langsung memberi seluruh total anggaran saja om ? Kenapa tidak seperti Bandara Hasanudin aja misalkan ? Apa musti ada yang kehilangan nyawa lagi untuk mencambut pemerintah untuk mengeluarkan dananya buat kualanamu ?

kenapa selalu harus hassanudin? ga liat palembang? mereka inisiatif dari pemda nya cari dana ke JICA....ga liat padang? ga liat pemda2 lain yg gerilya mati2an? ga liat orang2 di daerah medan yang ga pengen polonia ditutup? kenapa sih selalu nyalahin pemerintah lagi..pemerintah lagi...cape deh...

Kontraktor berjuang keras om, tapi pemerintah tak berjuang keras terhadap Kualanamu. Gak ada niat pemerintah om. Karena dana kualanamu selalu di undur2 di APBN2 selanjutnya. Karena awalnya dana2 tersebut sudah di rumuskan pada APBN2007 dan 2008.

thanks om ...

tau darimana? anda duduk di DPR? atau anda menteri? atau cuman denger dari orang2? dan berita? kalo iya yg terakhir saya sebutin mendingan diem dan berdoa supaya bandara cepet kelar daripada komen yang ga jelas. APBN 2007 dan 2008 di revisi karena adanya krisis global, semua proyek on hold, belom lagi tahun 2007 harga minyak menggila...ini resiko, bangun baru di daerah yang infrastructure nya ZERO...seperti bangun disneyland di tengah papua new guinea.



cheers

laba-laba
March 2nd, 2010, 10:11 AM
tahun 1997 sampe th 2004 berapa kali Indonesia mengalami reformasi politik? inget, krismon 98 itu Indonesia yg paling kena. karena kita ga kena cuman ekonomi, tapi secara sosial dan politik

betul itu om ada krisis. Tapi kenapa di taon 2006 di lanjutkan lagi setelah terjadi kecelakaan ?


dengan jawaban th 2020 bukan berarti itu ngejek kontraktor juga? tau ga ada beberapa kontraktor yg tetep kerja walaupun dana seret...

itu kan perasaan om aja


kenapa selalu harus hassanudin? ga liat palembang? mereka inisiatif dari pemda nya cari dana ke JICA....ga liat padang? ga liat pemda2 lain yg gerilya mati2an? ga liat orang2 di daerah medan yang ga pengen polonia ditutup? kenapa sih selalu nyalahin pemerintah lagi..pemerintah lagi...cape deh...

Ya aku contohin hasanudin. Iya mereka Yusuf Kalla dan Topik kemas punya inisiatif untuk mengurus Proyek bandara mereka masing2.

om baca la di halaman2 sebelumnya. Dari APBD 2007 dana sudah dialokasikan pemerintah daerah. dan Gagal dialokasikan di APBD2007.
Pemerintah daerah juga sudah giat2 melobi dan mengurus ke pusat dan mealokasikan dana untuk proyek KN ini.


tau darimana? anda duduk di DPR? atau anda menteri? atau cuman denger dari orang2? dan berita? kalo iya yg terakhir saya sebutin mendingan diem dan berdoa supaya bandara cepet kelar daripada komen yang ga jelas. APBN 2007 dan 2008 di revisi karena adanya krisis global, semua proyek on hold, belom lagi tahun 2007 harga minyak menggila...ini resiko, bangun baru di daerah yang infrastructure nya ZERO...seperti bangun disneyland di tengah papua new guinea.


Kalau pola berfikir begini, kapan DAERAH diluar jawa itu akan bisa MAJU ?????

Apa pun alasan mu, bandara Hasanudin selesai tepat waktu.

contoh ini om
http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=12770631&postcount=84
http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=18134939&postcount=242

Karena tidak ada jaminan juga kalau KUALA NAMU ini 2011 akan selesai. Om David punya jaminan ??

Hiteyoi Kazazz
March 2nd, 2010, 01:00 PM
Kita ngga perlu berdebat ... Kita tunggu saja waktunya ... Kita udah lihat para kontaktor sedang mengerjakan terminalnya ... Sedangkan yang terlantar itukan hanya landasan pacu dn apronnya yang kekurangan dana ... Apabila Terminal sudah kelar , tidak mungkin apron dan landasan udaranya ngga kelar ... Tunggu saja ... Cape kalau mengira - ngira ..

mataram
March 2nd, 2010, 05:03 PM
Kalau pola berfikir begini, kapan DAERAH diluar jawa itu akan bisa MAJU ?????



Kenapa sich selalu harus pake alasan ini?? Hasanuddin di Sulawesi. Kualanamu yang merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia dan (kalo liat gambar2 rencananya) paling modern, terletak di Sumatera. Bagian Jawa mana yang mendapatkan bandara seperti itu?

Jenis2 taktik murahan kayak gini seolah ingin membuat pemerintah bersalah agar memberi uang lebih banyak? Heran...

laba-laba
March 2nd, 2010, 05:23 PM
Kenapa sich selalu harus pake alasan ini?? Hasanuddin di Sulawesi. Kualanamu yang merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia dan (kalo liat gambar2 rencananya) paling modern, terletak di Sumatera. Bagian Jawa mana yang mendapatkan bandara seperti itu?

Jenis2 taktik murahan kayak gini seolah ingin membuat pemerintah bersalah agar memberi uang lebih banyak? Heran...

jgn tanyakan kepada ku. tanyakan saja kepada pelakunya...

rilham2new
March 3rd, 2010, 05:59 AM
kenapa selalu harus hassanudin? ga liat palembang? mereka inisiatif dari pemda nya cari dana ke JICA....ga liat padang? ga liat pemda2 lain yg gerilya mati2an? ga liat orang2 di daerah medan yang ga pengen polonia ditutup? kenapa sih selalu nyalahin pemerintah lagi..pemerintah lagi...cape deh...



Dana dari JICA itu turun memang udah ada alokasi dari Pemerintah Pusat untuk itu, it is not a matter keseriusan pemerintah daerah. Karena airport Padang dan Palembang di masa lalu memang sangat-sangat-sangat parah... Kalau aku jadi presiden pun, mungkin 2 airport ini yang paling kelihatan di depan mata ....

dan aku masih sangat ingat JICA nurunin dana itu satu paket sama BIM, SMB II, dan Pasupati untuk masa itu...

Riau juga kebagian dana JICA era 1990-an kok, jauh sebelum Pemerintah daerah punya kewenangan sebesar dewa, yang dibangun gak tanggung2 ... PLTA yang kapasitasnya 114.5 MW baru aja siap tahun 1997 yang lalu.

mataram
March 3rd, 2010, 06:04 AM
jgn tanyakan kepada ku. tanyakan saja kepada pelakunya...

Kan bang laba2 yang berkomentar...

rilham2new
March 3rd, 2010, 06:13 AM
Kenapa sich selalu harus pake alasan ini?? Hasanuddin di Sulawesi. Kualanamu yang merupakan bandara kedua terbesar di Indonesia dan (kalo liat gambar2 rencananya) paling modern, terletak di Sumatera. Bagian Jawa mana yang mendapatkan bandara seperti itu?

Jenis2 taktik murahan kayak gini seolah ingin membuat pemerintah bersalah agar memberi uang lebih banyak? Heran...

KEnapa harus selalu pake alasan itu?? :tongue2:

Mungkin krisis listrik di luar sub-sistem Jawa-Madura-Bali di negara "kesatuan" is the best described case :tongue2: ....

Itu bukan taktik murahan, tapi emang gak ada pemerintah dari negara dunia ketiga skala raksasa yang seseram pemerintah Indonesia dalam menciptakan disparitas ... Gerakan separatis (pernah) ada juga bukan tanpa sebab :tongue2:

Bahkan India saja punya beberapa pusat ekonomi dan bisnis :tongue2:, not to mention smaller nation like Vietnam, South Africa, Brazil, ,,, Yet, bahkan China dan INdia juga masih ada gerakan separatis.

ohh adaa .... mungkin kita score better kalau dibandingkan dengan Bangladesh atau Philippine ....

----------

My point is always walaupun keadaan sekaran udah jauh lebih baik ,,, usaha2nya dah agak kelihatan .... Tapi yang pasti jangan sampe gara2 sekaran baik,,, kita jadi FORGIVABLE sama "kesalahan" di masa lalu apalag sampai seolah-olah hal itu gak ada...

Apalagi manfaat2 seperti ini baru didapatkan setidaknya dalam satu dekade ke belakang ... Berbanding daerah "tertentu" yang sudah lebih dulu dikasih keistimewaan...

laba-laba
March 3rd, 2010, 06:57 AM
Kan bang laba2 yang berkomentar...

maksud aku. tanyakan kepada pemerintah, kenapa mereka berprilaku seperti itu ...

mataram
March 3rd, 2010, 02:41 PM
KEnapa harus selalu pake alasan itu?? :tongue2:

Mungkin krisis listrik di luar sub-sistem Jawa-Madura-Bali di negara "kesatuan" is the best described case :tongue2: ....

Itu bukan taktik murahan, tapi emang gak ada pemerintah dari negara dunia ketiga skala raksasa yang seseram pemerintah Indonesia dalam menciptakan disparitas ... Gerakan separatis (pernah) ada juga bukan tanpa sebab :tongue2:

Bahkan India saja punya beberapa pusat ekonomi dan bisnis :tongue2:, not to mention smaller nation like Vietnam, South Africa, Brazil, ,,, Yet, bahkan China dan INdia juga masih ada gerakan separatis.

ohh adaa .... mungkin kita score better kalau dibandingkan dengan Bangladesh atau Philippine ....

----------

My point is always walaupun keadaan sekaran udah jauh lebih baik ,,, usaha2nya dah agak kelihatan .... Tapi yang pasti jangan sampe gara2 sekaran baik,,, kita jadi FORGIVABLE sama "kesalahan" di masa lalu apalag sampai seolah-olah hal itu gak ada...

Apalagi manfaat2 seperti ini baru didapatkan setidaknya dalam satu dekade ke belakang ... Berbanding daerah "tertentu" yang sudah lebih dulu dikasih keistimewaan...

Serius loe? Lihat disparitas antara Bangkok dengan daerah lain diluar Bangkok? Setengah dari penduduk Indonesia ada di Jawa, sementara hanya 10% penduduk Thailand ada di Bangkok. Hal sama juga terlihat di antara Manila dengan kota2 lain di Filipina (atau Luzon dengan pulau2 lain). Disparitas antara pusat dengan perifer di Indonesia itu setaraf dengan negara2 lain termasuk Korea Selatan. Masalahnya ya, karena Indonesia itu jauh lebih miskin aja jadi kelihatannya lebih parah.

Contoh: krisis listrik. Itu kan krisis yang tidak hanya dirasakan diluar Jawa tetapi juga di Jawa. Sebagai pembuat kebijakan kamu punya pilihan: memprioritaskan daerah yang merupakan pusat industri dan perekonomian negerimu (yang sebagian besar terkonsentrasi di Pantura) atau daerah2 lain yang nggak sepenting itu, dengan kenyataan bahwa uangnya terbatas. Pertanyaannya kan nggak sesederhana apakah pemerintah pusat itu mendzalimi wilayah di luar Jawa.

Loe ga liat perbedaan mencolok antara kawasan empat propinsi coastal China (dimana sebagian besar pembangunan infrastruktur dipusatkan) dibandingkan dengan kawasan China barat (yang sebagian besar wilayahnya masih relatif terlantar). Atau kenyataan bahwa tol2 yang dibangun di India hanya terpusat didaerah sekitar 4-5 kota penting India??

Kenyataannya sekarang adalah bahwa dibawah sistem demokratis yang relatif terbuka, pemerintah pusat sadar sekali bahwa daerah luar Jawa perlu dibangun. Makanya dibangun bandara internasional yang megah serta pembangunan infrastuktur2 lain. Tapi itu tetap tidak membutakan kenyataan bahwa pusat2 perekonomian akan tetap mendapatkan prioritas. Sayangnya memang masalahnya negara kita itu merupakan daerah dengan etnisitas beragam: sehingga kelihatan seolah2 bahwa pemerintah itu pro-etnis Jawa. Tetapi lihat saja Jawa bagian selatan, yang sama tidak terbangunnya dengan Pantura.

Ini masalah ekonomi. Liat aja nanti, kalo Balikpapan dan Batam (sebagai contoh) sudah menjadi pusat perekonomian penting Indonesia, mereka akan pasti "dianak-emaskan".

laba-laba
March 3rd, 2010, 03:46 PM
Serius loe? Lihat disparitas antara Bangkok dengan daerah lain diluar Bangkok? Setengah dari penduduk Indonesia ada di Jawa, sementara hanya 10% penduduk Thailand ada di Bangkok. Hal sama juga terlihat di antara Manila dengan kota2 lain di Filipina (atau Luzon dengan pulau2 lain). Disparitas antara pusat dengan perifer di Indonesia itu setaraf dengan negara2 lain termasuk Korea Selatan. Masalahnya ya, karena Indonesia itu jauh lebih miskin aja jadi kelihatannya lebih parah.

Contoh: krisis listrik. Itu kan krisis yang tidak hanya dirasakan diluar Jawa tetapi juga di Jawa. Sebagai pembuat kebijakan kamu punya pilihan: memprioritaskan daerah yang merupakan pusat industri dan perekonomian negerimu (yang sebagian besar terkonsentrasi di Pantura) atau daerah2 lain yang nggak sepenting itu, dengan kenyataan bahwa uangnya terbatas. Pertanyaannya kan nggak sesederhana apakah pemerintah pusat itu mendzalimi wilayah di luar Jawa.

Loe ga liat perbedaan mencolok antara kawasan empat propinsi coastal China (dimana sebagian besar pembangunan infrastruktur dipusatkan) dibandingkan dengan kawasan China barat (yang sebagian besar wilayahnya masih relatif terlantar). Atau kenyataan bahwa tol2 yang dibangun di India hanya terpusat didaerah sekitar 4-5 kota penting India??

Kenyataannya sekarang adalah bahwa dibawah sistem demokratis yang relatif terbuka, pemerintah pusat sadar sekali bahwa daerah luar Jawa perlu dibangun. Makanya dibangun bandara internasional yang megah serta pembangunan infrastuktur2 lain. Tapi itu tetap tidak membutakan kenyataan bahwa pusat2 perekonomian akan tetap mendapatkan prioritas. Sayangnya memang masalahnya negara kita itu merupakan daerah dengan etnisitas beragam: sehingga kelihatan seolah2 bahwa pemerintah itu pro-etnis Jawa. Tetapi lihat saja Jawa bagian selatan, yang sama tidak terbangunnya dengan Pantura.

Ini masalah ekonomi. Liat aja nanti, kalo Balikpapan dan Batam (sebagai contoh) sudah menjadi pusat perekonomian penting Indonesia, mereka akan pasti "dianak-emaskan".

abang ngerasai ketimpangan itu gak ? kalau enggak, wajar lah abang berpendapat demikian.

Sizter85
March 3rd, 2010, 04:34 PM
^^
Back to the track guys !!

Ampelio
March 3rd, 2010, 04:43 PM
^^That's true... harus diakui ada yang salah dengan "pengurusan" negara ini, terutama -30 tahun yg paling parah- yaitu saat rejim ORBA berkuasa.... downgrade of a nation

...syukurlah ada krisis 98, hikmahnya kini semua mata terbuka dan semua mulut pun bicara

bagak
March 4th, 2010, 02:59 AM
Serius loe? Lihat disparitas antara Bangkok dengan daerah lain diluar Bangkok? Setengah dari penduduk Indonesia ada di Jawa, sementara hanya 10% penduduk Thailand ada di Bangkok. Hal sama juga terlihat di antara Manila dengan kota2 lain di Filipina (atau Luzon dengan pulau2 lain). Disparitas antara pusat dengan perifer di Indonesia itu setaraf dengan negara2 lain termasuk Korea Selatan. Masalahnya ya, karena Indonesia itu jauh lebih miskin aja jadi kelihatannya lebih parah.

Contoh: krisis listrik. Itu kan krisis yang tidak hanya dirasakan diluar Jawa tetapi juga di Jawa. Sebagai pembuat kebijakan kamu punya pilihan: memprioritaskan daerah yang merupakan pusat industri dan perekonomian negerimu (yang sebagian besar terkonsentrasi di Pantura) atau daerah2 lain yang nggak sepenting itu, dengan kenyataan bahwa uangnya terbatas. Pertanyaannya kan nggak sesederhana apakah pemerintah pusat itu mendzalimi wilayah di luar Jawa.

Loe ga liat perbedaan mencolok antara kawasan empat propinsi coastal China (dimana sebagian besar pembangunan infrastruktur dipusatkan) dibandingkan dengan kawasan China barat (yang sebagian besar wilayahnya masih relatif terlantar). Atau kenyataan bahwa tol2 yang dibangun di India hanya terpusat didaerah sekitar 4-5 kota penting India??

Kenyataannya sekarang adalah bahwa dibawah sistem demokratis yang relatif terbuka, pemerintah pusat sadar sekali bahwa daerah luar Jawa perlu dibangun. Makanya dibangun bandara internasional yang megah serta pembangunan infrastuktur2 lain. Tapi itu tetap tidak membutakan kenyataan bahwa pusat2 perekonomian akan tetap mendapatkan prioritas. Sayangnya memang masalahnya negara kita itu merupakan daerah dengan etnisitas beragam: sehingga kelihatan seolah2 bahwa pemerintah itu pro-etnis Jawa. Tetapi lihat saja Jawa bagian selatan, yang sama tidak terbangunnya dengan Pantura.

Ini masalah ekonomi. Liat aja nanti, kalo Balikpapan dan Batam (sebagai contoh) sudah menjadi pusat perekonomian penting Indonesia, mereka akan pasti "dianak-emaskan".


Santai aja bro, inilah mentalitas orang2 indonesia, gak pernah ngerti yang namanya SKALA PRIORITAS, merasa paling penting aja sendiri, selalu harus didahulukan, tapi gak ngeliat republik tempat mereka buang air ini melaratnya seperti apa, semua harus dipertimbangkan bruder and sist...!!!

Kasus listrik, dimana logikanya coba, daerah yang jumlah penduduknya cuma seiprit, industrinya gak seberapa (menurut mereka sih BUANYAAAKKK) harus diprioritaskan, dinomor satukan, didahulukan, dibandingkan daerah lain yang puluhan kali lipat jumlah penduduk dan industrinya.

laba-laba
March 4th, 2010, 03:08 AM
PT AP2 Harapkan Bandara Kualanamu Beroperasi Juli 2011

Medan, (Analisa)

PT Angkasa Pura II (Persero) Polonia Medan sangat berharap bandara baru Kuala Namu pengganti Bandara Polonia bisa diperasikan sesuai jadwal Juli 2011.

Soalnya, kata Pejabat lama GM PT AP II Polonia, Endang A Sumiarsa, saat pisah sambut, Rabu (3/3), Bandara Polonia sudah penuh sesak. Karena, kapasitas 900 ribu penumpang malah melayani 4,6 juta penumpang per tahun.

Jika diibaratkan, katanya, saat ini di Bandara Polonia adalah satu keluarga anak tujuh tinggal di rumah tipe 27. Dengan kondisi tersebut lanjutnya, PT AP II Polonia sangat ingin sekali pindah ke tempat yang lebih nyaman, lancar dan kondisi di tipe 45. "Kami berharap bisa tinggal di rumah tipe 70," sebut Endang.

Dia merasakan hal itu selama 14 bulan menjabat sebagai Kacab PT AP II Polonia Medan. "Awal masuk ke Polonia, kondisinya semrawut, ada tekanan, intimidasi, ada masalah di airside, landside, taksi, pesawat. Tapi, untunglah dengan kebersamaan ternyata masyarakat Sumut juga ingin tertib," ucapnya.

Jika PT AP2 berharap segera pindah, malah sebaliknya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terkesan kurang mendukung penyelesaian mega proyek pembangunan bandara Internasional Kualanamu. Padahal, Bandara Kuala Namu, merupakan satu kebanggaan bangsa. Karena posisinya strategis di Asia. Makanya, pembangunan Bandara Kuala Namu didesain lebih bagus dibanding Bandara Soekarno Hatta.

"Mengapa bandara yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara (Sumut) ini tidak ada komitmen dukungan dari Pemda setempat. Aneh, pelaksanaan pembangunan terjadi perpanjangan, Gubernur harus sampai menghadap presiden. Saya sangat berharap target pengoperasian tahun 2011 bisa terlaksana," tegas Endang.

Khawatir

Hal senada juga diungkapkan Direktur Personalia dan Umum PT Angkasa Pura II, Hj Endang Tri Suryani. Malah, katanya, kondisi Bandara Kuala Namu yang strategis membuat khawatir negara tetangga. "Posisi bandara Kuala Lumpur nanti bisa terancam dengan hadirnya Kuala Namu. Karena, dari Bandara Kuala Namu akan bisa langsung menerbangi Eropa, Australia dan Timur Jauh," ucapnya.

Untuk itu, semua pihak baik khususnya pemerintah daerah Sumut berusaha keras agar pembangunan Bandara Kuala Namu segera selesai. Acara pisah sambut itu berlangsung meriah. Pejabat GM Cabang PT AP 2 Polonia yang lama, Endang A Sumiarsa memasuki masa purnabakti. Penggantinya, dipercayakan H Agustian SSi.

Turut hadir di acara itu Pangkosek Hanudnas III Medan Marsma TNI Chaeruddin Ray, Danlantamal I Belawan Laksmana Syarif Husin, unsur Lanud Medan, Dandim, GM PT Garuda Medan Muchwendi Harahap, Gubernur LIRA Sumut Drs H Halomoan Sitompul dan seluruh jajaran penerbangan. (nai)

source : http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=46392:pt-ap2-harapkan-bandara-kualanamu-beroperasi-juli-2011&catid=31:umum&Itemid=30

m4rk3y
March 4th, 2010, 03:42 AM
Tolnya Oktober ini selesai??

WEDNESDAY, 03 MARCH 2010 11:21

Pemprovsu didesak bebaskan akses jalan Kuala Namu
Warta - Sumut
WASPADA ONLINE

MEDAN - DPRD Sumatera Utara (Sumut) melalui Komisi D Bidang Pembangunan mendesak Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) bersama kabupaten Deli Serdang dan instansi terkait segera membebaskan lahan untuk akses jalan menuju Bandara Kuala Namu.

Desakan itu merupakan bagian dari butir kesimpulan yang dihasilkan pada rapat dengar pendapat antara Komisi D DPRD Sumut dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah I di Medan.

Sekretaris Komisi D DPRD Sumut, Jhon Hugo Silalahi, menyebutkan jika lahan yang dibutuhkan telah dibebaskan, maka BBPJN bisa segera membangun jalan layang dan jalan tol yang direncanakan sepanjang 13,5 kilometer.

"Kita mendesak Pemprovsu dan Pemkab Deli Serdang segera menuntaskan pembebasan lahan yang dibutuhkan agar jalan tol dan jembatan layang itu bisa selesai sesuai jadwal Oktober tahun ini," katanya, tadi pagi.

Pada butir kesimpulan lainnya, katanya, BBPJN Wilayah I juga diminta melaksanakan pembangunan dan perawatan jalan dan jembatan nasional berkoordinasi dengan Pemprov Sumut agar sejalan dengan rencana pembangunan daerah.

BBPJN juga diminta meningkatkan kualitas jalan dan jembatan di daerah itu, baik pembangunan maupun perawatannya, termasuk terkait peningkatan kualitas saluran drainase dan badan jalan.

"Ini harus jadi komitmen bersama. Secara bersama-sama pula kita akan mengupayakan peningkatan anggaran pembangunan dan perawatan jalan nasional di Sumut," ujarnya.

sumber: waspada (http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=94107:pemprovsu-didesak-bebaskan-akses-jalan-kuala-namu&catid=15:sumut&Itemid=28)

m4rk3y
March 4th, 2010, 03:44 AM
Ayo siap2 bersaing :D


THURSDAY, 04 MARCH 2010 04:29

Negara tetangga harapkan percepatan pembangunan Kuala Namu
Warta - Warta Fokus
WASPADA ONLINE


(Waspada Online)
MEDAN - Pengelola bandara di Malaysia dan Singapura merasa cemas, kalau Bandara Kuala Namu pengganti Bandara Polonia Medan cepat selesai untuk operasional penerbangan. Mereka menilai, bandara kebanggaan masyarakat Sumatera Utara setelah Soekarno Hatta Jakarta akan dapat menyaingi keberadaan Bandara Kuala Lumpur Internasional Airport di Sepang Malaysia dan Bandara Changi Singapura.

Bandara Kuala Namu menjadi bandara berprospek ekonomi menjanjikan pada masa mendatang dan sangat dekat dengan Malaysia dan Singapura, sehingga wajar-wajar saja pengelola bandara disana merasa cemas jika Bandara Kuala Namu cepat selesai.

Demikian penegasan Endang Dwi Suryani, direktur Personalia dan Umum AP-II, tadi malam.

Begitupun dia berharap agar para tokoh masyarakat Sumatera Utara dapat memperjuangkan ke Jakarta, sehingga operasional Bandara Kuala Namu tepat pada waktunya Juni 2011.

“Saya berharap pimpinan harian GM AP-II Bandara Polonia Medan, Adi Agustian, dapat meniru gaya kepemimpinan Endang Sumiarsa yang sedang menjalani MPP,” ujarnya.

sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=94349:negara-tetangga-harapkan-percepatan-pembangunan-kuala-namu&catid=77:fokusutama&Itemid=131

netsurfe
March 4th, 2010, 03:58 AM
^^
Beritanya kok aneh?

Di judulnya kok "harapkan percepatan" tapi di isi beritanya "cemas kalau cepat selesai".

David-80
March 4th, 2010, 05:11 AM
Ilham dulu gua ikut yg proyek padang dan setau gua pemda mereka inisiatif lobby terus ke pemerintah pusat untuk cari dana ke jica, karena secara logika harus nya polonia dulu baru bandara tabing.

Buat laba-laba, gua ga bisa jamin apa2 tapi daripada kita ber sarcasm yg ga jelas baiknya kita mendukung proyek ini cepet selesai, dulu laba2 sendiripernah bilang ga mungkin pt AP akan mendelay ini terus2 an krn udah banyak dana yg keluar, am i rite? So why the sarcasm now? Just because a news? News di indonesia is a questionable mark.

Coba baca ini bang laba2 dari berita yg bang laba2 posted


Jika PT AP2 berharap segera pindah, malah sebaliknya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terkesan kurang mendukung penyelesaian mega proyek pembangunan bandara Internasional Kualanamu


Cheers

m4rk3y
March 8th, 2010, 08:52 AM
mantap..terminalnya akhir tahun selesai. Yg punya update foto-nya tulung donk diuplot.. :banana:

Kuala Namu Capai 50 Persen

10:47 | Monday, 8 March 2010
LUBUKPAKAM- Pembangunan Bandara Kuala Namu dari sisi darat (terminal) telah terlaksana sekitar 50 persen. Dengan demikian target beroperasi 2011 akan bisa dikejar.

Satker Angkasa Pura (AP) II, Ir Joko Waskito, MSc mengatakan, pihak AP II mendapat tugas membangun sisi darat, meliputi pembangunan terminal penumpang, cargo dengan dealine waktu selesai akhir 2010. ”Pelaksanan pekerjaan sudah mencapai 50 persen,”ungkap Joko.
Sehingga akhir tahun ini diharapkan pembangunan selesai dikerjakan. Selanjutnya tahun 2011 merupakan tahapan lanjutan yakni tahap akhir.
Kemudian, untuk mensingkronkan pelaksanan pembangunan dengan sisi udara, AP II hanya perlu menyesuaikan pelaksanannya.
”Pembangunan sisi darat harus menyesuaikan dengan pelaksanan sisi udara yang kewenanganya ada di tangan Departemen Perhubungan Udara RI,” jelasnya.

Sementara itu, Satker Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Darpin Sinaga, menjelaskan pihaknya optimis Bandara Kuala Namu selesai tahun 2011. Bahkan, sesuai kontrak kerja antara Departemen Keuangan dengan Departemen Perhubungan dimulai semenjak 2007 dan berakhir 2011 mendatang.

“Saya optimis Bandara Kuala Namu dioperasikan tahun 2011,” tegasnya. Ketika ditanyakan, sudah berapa persen terlaksanan pembangunan dari sisi udara, Darpin menyatakan hingga saat ini, telah mencapai 34 persen dari total perkerjaan. Pembangunan sisi udara yang meliputi (runway, taxiway, Apron dan system navigasi udara) yang biayanya bersumber dari APBN.

Kemudian untuk pelaksanan pembangunan Bandara Kuala Namu mulai perencanan sampai pelaksanan pembangunan ditanggani putra-putri Indonesia.

”Bandara Kuala Namu adalah satu-satunya bandara mulai pembiayaan serta pelaksanannya dikerjakan bangsa Indonesia,” terangnya.
Di sisi lain, meski pelaksanan pembangunan bandara kejar target, namun, Satker Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tidak mau ceroboh dalam pelaksanaanya. Oleh karena itu, berbagai lembaga sertifikasi dan standarisasi mulai internasional, Eropa, dan Amerika Serikat ikut dilibatkan dalam pengawasan serta melakukan pengujian nantinya.(btr)

sumber: http://www.hariansumutpos.com/2010/03/kuala-namu-capai-50-persen.html

m4rk3y
March 11th, 2010, 05:33 AM
THURSDAY, 11 MARCH 2010 07:18

Wagubsu: Jika ada uang, Bandara Kuala Namu siap 2011

Warta - Sumut

ALIAN NAFIAH SIREGAR
WASPADA ONLINE

MEDAN – Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Utara (Wagubsu), Gatot Pujo Nugroho, mengatakan Bandara Kuala Namun diyakini bisa diselesaikan pada tahun 2011, asalkan dana kekurangan pembangunannya itu ada tersedia.

“Kalau dana kekurangan itu ada, September 2011 bisa selesai pembangunannya,” katanya kepada Waspada Online, pagi ini.

Dikatakan, sejauh ini hampir 100 persen terminal building dan disisi daratnya selesai. Namun, katanya, masih banyak lagi yang harus dibangun.

“Dibutuhkan anggaran sebesar Rp2 triliun lagi, agar pembangunan cepat selesai sebagaimana waktu yang telah dijanjikan. Tapi jika dana yang dibutuhkan juga tidak terealisasi, bisa jadi pembangunan Bandara Kuala Namu bisa tersendat lagi,” katanya.

Ditambahkan, jika pemerintah pusat membolehkan Pemprovsu mencari investasi dari luar, dapat dipastikan pembangunan Bandara Kuala Namu cepat selesai.

“Namun ini sudah menjadi komitmen pemerintah menggunakan dana dari APBN tidak dari luar, semua itu sebagai pencitraan rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, penyelesaian pembangunan Bandara Kuala Namu bertaraf internasional, yang terletak di daerah Pantai Labu kabupaten Deli Serdang tidak tepat waktu. Karena, sejauh ini dana pembangunannya masih kurang.

sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=96116:wagubsu-jika-ada-uang-bandara-kuala-namu-siap-2011&catid=15:sumut&Itemid=28

Oh, ternyata gak dibolehin nyari investasi dari luar.. harus dari APBN. Kalo gitu pemerintah pusat harus berkomitmen donk. :grouphug:

THURSDAY, 11 MARCH 2010 08:20

Pemprovsu akan lakukan road show Kuala Namu

Warta - Sumut
ALIAN NAFIAH SIREGAR
WASPADA ONLINE

MEDAN - Untuk mempercepat pembangunan Bandara Kuala Namu, yang terletak di daerah Pantai Labu kabupaten Deli Serdang, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan melakukan road show infrastruktur.
“Tapi sebelum road show, kita akan mengajukan surat eskpos ke pemerintah pusat dan kepada panitia anggaran untuk pembangunan Bandara Kuala Namu itu,” kata Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, kepada Waspada Online, pagi ini.

Dikatakan, permohonan surat ke pemerintah pusat bertujuan untuk mengetahui komitmen pemerintah membangun Bandara Kuala Namu.

“Apalagi kita berencana bakal menyiapkan bandara pada September 2011. Kalau dana kekurangan itu ada, pembangunan Bandara Kuala Namu dapat diselesaikan tepat waktu,” katanya.

Ditambahkan, jika pemerintah pusat membolehkan Pemprovsu mencari investasi dari luar, dapat dipastikan pembangunan Bandara Kuala Namu cepat selesai.

“Namun ini sudah menjadi komitmen pemerintah menggunakan dana dari APBN tidak dari luar, semua itu sebagai pencitraan rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, penyelesaian pembangunan Bandara Kuala Namu bertaraf internasional, yang terletak di daerah Pantai Labu kabupaten Deli Serdang tidak tepat waktu. Karena, sejauh ini dana pembangunannya masih kurang.

sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=96117:pemprovsu-akan-lakukan-road-show-kuala-namu&catid=15:sumut&Itemid=28

Loh, kok molor jadi september 2011? :ohno:

Btw ditunggu roadshow nya!

gussinyo
March 22nd, 2010, 11:49 AM
klu nyari investor dr luar ya pasti ada balas jasanya bro, misalnya operatornya siapa? dia dapet apa? mau bandara anda dikuasai asing begitu?

laba-laba
March 30th, 2010, 03:12 PM
http://www.waspada.co.id/images/maret2010/kuala-namu-2.jpg

Monday, 29 March 2010 19:01
Kualanamu menanti Rp1,1 triliun APBN-P
Warta - Sumut
FAZAR BAKTI
WASPADA ONLINE

[(Waspada Online)]

(Waspada Online)
MEDAN - Bandar udara internasional Kualanamu yang akan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Utara, tampaknya terus menuai polemik dalam pembangunannya. Mulai dari target penyelesaian yang terus molor, infrastruktur yang diragukan kualitasnya, hingga kini adanya indikasi dugaan mark-up dalam anggaran pembangunannya.

Menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (DPRDSU), Zulkarnaen, terkait terus tertundanya kesiapan Kualanamu yang dijadwalkan selesai pada Juli 2011, seharusnya Kualanamu segera mendapatkan anggaran pembangunannya yang berkisar Rp2 triliun itu.

“Ada permintaan tambahan dana ke APBN hingga Rp2 triliun, namun nyatanya yang terealisasi hanya Rp600 miliar,” kata anggota Komisi D ini kepada Waspada Online, malam ini.

Padahal, lanjutnya lagi, untuk pencairan dana tersebut di tahun 2010 ini, baik PT Angkasa Pura, Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) dan DPRDSU sudah bertemu dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Menteri Perhubungan, untuk meminta pertambahan dana tersebut.

Dengan tidak adanya kejelasan dana ini, maka akan semakin diragukan kalau Kualanamu dapat beroperasi pada Juli 2011.

“Kalau permintaan ini tidak direalisasikan, maka nasib Bandara Kulanamu bertaraf internasional setelah Bandara Cengkareng tidak akan mencapai target. Kalau pemerintah pusat mencicil dana untuk pembangunan Bandara Kualanamu, kapan selesainya,” tukas kader Partai Keadilan Sejahtera ini mempertanyakan.

Menurut ia, justru pemerintah pusat terkesan melakukan diskriminasi, atau menganaktirikan pembangunan di Sumut, dibandingkan dengan pembangunan di Jawa dan Kalimantan.

Namun, timpalnya lagi, ia mendengar bahwa pemerintah pusat akan menambah pengucuran dana yang sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P) 2010 sebesar Rp1,1 triliun.

“Semoga tambahan anggaran ini memang benar dapat segera dikucurkan, agar Bandara Kualanamu bisa dioperasikan pada tahun 2011,” kata Zulkarnaen optimis.

source : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=100865:kualanamu-menanti-rp11-triliun-apbn-p&catid=15:sumut&Itemid=28

:bash:

Ocean One
March 30th, 2010, 04:25 PM
^^
Mahal banget ya proyek yang satu ini, perasaaan bandara hasanuddin Makassar gak nyampe 1T deh...:nuts::nuts::nuts:

Kayaknya gak ada upaya untuk menekan costnya ya...:bash:

Aucostar
March 30th, 2010, 11:59 PM
^^
mahal karna KNIA ini merupakan airport kedua plg besar d indo dan juga tanah sangat lembek...... jd hrs d kerasin dulu... katany sih...

m4rk3y
March 31st, 2010, 03:47 AM
^^
dan juga hasanudin cuma perlu bangun terminal saja, lokasi sama dengan bandara lama dan landas pacu tinggal pinjam dari bandara lama (untuk saat ini).

Kalo kuala namu bandara baru total utk mengganti polonia.

laba-laba
March 31st, 2010, 05:31 AM
harga naek karena hantaman krisis dunia, Jadi harga material2 banyak yang naik...

Wilz
April 3rd, 2010, 05:24 AM
http://i626.photobucket.com/albums/tt347/Wilz_Photos/Scan10001.jpg
Bupati Deli Serdang saat mendampingi Wakil Ketua Badan Anggaran DPR-RI Tamsil Linrung dan anggota Badan Anggaran lainnya meninjau terminal penumpang Bandara Kuala Namu yang hampir selesai dibangun.
Analisa/Surya Karma


wah lumayan... atapnya uda hampir terbentuk semua..

LANJUTKAN !!!

laba-laba
April 3rd, 2010, 06:24 AM
iya !! gak bole ditunda2 lagi... dah banyak duit yang keluar !!!
musti cepat dapet duit dari airport ini...

Ocean One
April 3rd, 2010, 07:02 AM
^^
Wow, rangka pada atapnya rame banget ya...:nuts::nuts::nuts:

Gak sabar nunggu jadinya.:cheers:

unity
April 3rd, 2010, 01:13 PM
Kayaknya udah hampir jadi terminal penumpangnya...
Tapi kalo dioperasikannya Juli 2011 (kalo gak ngaret lagi), apa gak kelamaan tuh...
Takutnya ntar kayak Busway koridor 9-10, yang haltenya udah jadi duluan tapi gak kepake2...
Jadinya rusak semua gak terawat...

netaholics13
April 3rd, 2010, 03:12 PM
atas permintaan forumer lain saya copas update terakhir dari kuala namu

latest update from Kuala Namu

http://img202.imageshack.us/img202/3108/23984137867310356511340.jpg

courtesy of my friend

AceN
April 3rd, 2010, 06:58 PM
^^ 2 update yang mantap :okay:

Thanks neta & wiliz. bentuknya udah keliatan skarang..makin ga sabarrrrrrrrr

novian
April 3rd, 2010, 08:30 PM
J64mZAR5zUo

dochan
April 4th, 2010, 09:19 AM
Semoga cepet jadi ya.. :)

DJ_Archuleta
April 4th, 2010, 01:53 PM
Citilink siap hubungkan Sumatra

JAKARTA (Bisnis.com): PT Citilink Indonesia, unit usaha PT Garuda Indonesia siap menghubungkan kota-kota di Sumatra melalui ekspansi rute dari Medan ke sejumlah kota.

Vice President PT Citilink Indonesia Joseph A. Saul mengatakan pembukaan rute antarkota di pulau Sumatra akan dilakukan setelah bandara Kuala Namu, pengganti bandara Polonia Medan, beroperasi.

Saat ini, bandara internasional tersebut masih dalam proses pembangunan. Di perkirakann bandara internasional ini sudah bisa dioperasikan pada 2011.

Menurut dia, sejumlah kota yang berpotensi diterbangi dari Medan antara lain Palembang, Pekanbaru, Batam, Padang. "Kalau dengan bandara sekarang masih belum bisa dimulai," katanya kepada Bisnis.com, kemarin.

Dia menjelaskan potensi penumpang pesawat berbiaya murah atau low cost di Sumatra sangat menjanjikan, padahal frekuensi penerbangan pesawat kelas ekonomi ini masih sangat terbatas.

Tahun ini, Citilink akan mengoperasikan 8 unit pesawat yang sebagiannya hibah dari Garuda dan sewa. Pada Juni nanti, sejumlah kota segera diterbangi Citilink seperti Jakarta-Batam, Jakarta-Pontianak.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatra Utara meminta PT Garuda Indonesia melalui unit usahanya, PT Citilink Indonesia dapat melayani kota-kota lintas Sumatra.

"Jangan hanya lintas gemuk yang dilayani," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sumut Eddy Syofyan saat makan malam bersama Garuda dan agen perjalanan wisata di Medan, Selasa malam.

Dia menjelaskan saat ini transportasi udara dari Medan menuju ke Palembang harus lewat Jakarta. Demikian juga dari Medan ke Bengkulu. "Apakah Citilink tidak bisa mengatasi masalah ini," ujarnya.(htr)

DJ_Archuleta
April 4th, 2010, 02:38 PM
PT KAI siapkan Rp60 miliar bangun rel Kuala Namu


MEDAN (Bisnis.com) : PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah mempersiapkan dana kurang lebih Rp60 Miliar untuk membangun jalur rel kereta api dari Sikabu-Bandara Kuala Namu.�

Humas PT KAI Divre Sumut-NAD Suhendro mengatakan Pembangunan jalur transportasi kereta sampai bandara Kualanamu tinggal menunggu kesiapan dari PU dan pengelola Bandara Kuala Namu. Sedangkan penggantian tanah masyarakat arah Sikabu-Kuala Namu sudah selesai.

“Baru nantinya PT KAI akan membangun jalur rel kerata api dimana diprediksi pengerjaannya selesai 4-6 bulan, kata Humas PT KAI Divre Sumut-NAD, Suhendro, hari ini , kepada Bisnis, dikantornya, hari ini.

Dia menambahkan kondisi ini mengingat PT KAI kantor pusat sudah mempersiapkan dana kurang lebih Rp60 miliar untuk pembangunan jalur rel tersebut.

"Bila pembangunan jalur rel kereta api dikerjakan tapi bandaranya belum selesai, maka PT KAI merasa ini tidak efisien. Untuk lebih efisiennya PT KAI menunggu pembangunan bandara Kuala Namu selesai. Setelah siap KA siap dioperasikan," paparnya

PT Angkasa Pura dan PT KAI bekerjasama dengan menunjuk anak perusahaan yakni PT Reling untuk merealisasikan angkutan kereta menuju bandara. Kereta Diesel Indonesia (KRDI) khusus angkutan bandara Kuala Namu sudah dipesan oleh PT Reling kepada PT INCA.

Bentuk kerjasamanya joint venture antara PT Angkasapura dan pihak swasta memiliki saham 49 % sisanya dimiliki oleh PT KAI sebesar 51 %.

jeppy123
April 4th, 2010, 04:25 PM
http://img202.imageshack.us/img202/3108/23984137867310356511340.jpg

Semakin optimis saya terminal ini bakal beroperasi pertengahan 2011. Sebagai info saja, beberapa hari yang lalu saya mengunjungi saudara saya yang rumahnya berada di deli serdang, dia berkata seperti ini ,"...Maafkan ya. Rumah saya banyak debunya. Gara-gara bangun bandara sih disana. Tiap hari siang malem truk tanah dan bahan-bahan lewat sana sini. berisik banget deh..."

Berarti intinya proyek ini berjalan dengan sangat lancar :)

Comeliness
April 4th, 2010, 04:27 PM
Can't wait to see when it's done.

Ocean One
April 4th, 2010, 06:00 PM
^^
Mantap banget dah Kuala Namu, bandara2 di Indonesia sekarang makin keren2 aja. Bener2 harus mengejar ketertinggalan neh dengan bandara2 di luar negeri, terutama dengan negeri tetangga.:cheers:

Btw, di bagian belakang kok kelihatan kayak ada jalan layang gitu ya?? kayak di bandara Shanghai and bangkok deh... Mudah2n aja itu bener jalan layangnya atau jalur kereta more than good.:banana::banana::banana:

netaholics13
April 5th, 2010, 06:33 AM
update lagih... courtesy to MHP

http://img100.imageshack.us/img100/2595/23984137906019324211340.jpg

http://img20.imageshack.us/img20/1470/23984137906151327511340.jpg

http://img62.imageshack.us/img62/1063/23984137906287330911340.jpg[/URL]

UMD
April 5th, 2010, 06:43 AM
^^ Makin mantap aja. Sudah kelihatan gedung terminalnya dengan baik. Juga jalan layang dan kelihatan juga gedung parkir yang akan menghubungkan dengan jalan layang udah mau mulai dibangun.

Thank you so much for the update.

AceN
April 5th, 2010, 06:44 AM
Thank you neta, you make my day :hug:

^^
Btw, di bagian belakang kok kelihatan kayak ada jalan layang gitu ya?? kayak di bandara Shanghai and bangkok deh... Mudah2n aja itu bener jalan layangnya atau jalur kereta more than good.:banana::banana::banana:

Itu bagian depannya mas, acces road ke main terminal nya kan emang jalan layang. Coba liat lagi di masterplannya :)

laba-laba
April 5th, 2010, 06:47 AM
gak ada alasan lagi kalo pemerintah menunda penyaluran untuk Kualan Namu ...

jitak2 palanya kalo gak mau yaaa...
kekekek

netaholics13
April 5th, 2010, 08:22 AM
thanks guys, but i think my friend who should receive the credit for this. i will ask him for more pics indeed.

btw kalo diliat di gambar terakhir, kok gate2 untuk garbaratanya permanen/beton yah?? bukannya garbarata tinggal pesan ke Bukaka dan sistemnya tinggal pasang??

bagak
April 5th, 2010, 08:59 AM
update lagih... courtesy to MHP

http://img100.imageshack.us/img100/2595/23984137906019324211340.jpg

http://img20.imageshack.us/img20/1470/23984137906151327511340.jpg

http://img62.imageshack.us/img62/1063/23984137906287330911340.jpg[/URL]


This is insane............

UMD
April 5th, 2010, 09:11 AM
thanks guys, but i think my friend who should receive the credit for this. i will ask him for more pics indeed.

btw kalo diliat di gambar terakhir, kok gate2 untuk garbaratanya permanen/beton yah?? bukannya garbarata tinggal pesan ke Bukaka dan sistemnya tinggal pasang??

Sip lah. Keep the photos coming!

Utk gate garbarata, itu kan bagian lorong yang nyambung ke terminal. Nanti di ujung itu baru dipasang yang dipesan ke Bukaka. Semua desain garbarata memang begitu.

UMD
April 5th, 2010, 09:13 AM
This is insane............

Insane as in unbelievably nice? Or insane as in "why would they build such a nice airport for Medan"? :lol:

bagak
April 5th, 2010, 09:51 AM
Insane as in unbelievably nice? Or insane as in "why would they build such a nice airport for Medan"? :lol:


Insane as in uberly amazing.....:banana:

Mimihitam
April 5th, 2010, 09:57 AM
Kalo bikin terminal sih Indonesia pasti bisa.. tapi kalo bikin pendukungnya, seperti jalan tol ama kereta api, biasa molor :p semoga aja infrastruktur pendukungnya jalan

netaholics13
April 5th, 2010, 10:24 AM
Insane as in uberly amazing.....:banana:

kalo buat gue insane karena setelah sekian lama proyek ini engga mulai2, sekali dimulai progressnya cepet banget :banana:

m4rk3y
April 5th, 2010, 04:51 PM
Thanks buat foto2 updatenya.. keren! :okay:

Nampaknya bangunan terminal memang mulus karena PT AP II betul2 serius, termasuk masalah dana. Kira2 sisi udara (landasan-nya), progress-nya lancar gak ya?

Ocean One
April 5th, 2010, 04:52 PM
^^
Itu kan masih ada flexible extensionnya lagi ntar untuk belalainya....:lol::lol::lol:
Kekekekek

Btw, Kuala Namu Top Banget dahhhhh:cheers1:

AceN
April 5th, 2010, 06:39 PM
thanks guys, but i think my friend who should receive the credit for this. i will ask him for more pics indeed.

btw kalo diliat di gambar terakhir, kok gate2 untuk garbaratanya permanen/beton yah?? bukannya garbarata tinggal pesan ke Bukaka dan sistemnya tinggal pasang??

Yes neta, please ask more. Tons of interior & exterior pics. Pleaseeeee ;)

Itu kan belum garbaratanya, nanti dari situ baru nyambung ke garbaratanya. Sperti di SMB II / Hasanuddin juga begitu kok

Wilz
April 6th, 2010, 09:06 AM
Thanks buat gambar2nya... bener2 terkaget2 setelah melihat progressnya..
terminalnya sudah jalan sejauh ini, sayang banget jika pembangunan infrastruktur pendukungnya (rel kereta, jalan tol) dan air-side nya molor2 trus...

laba-laba
April 6th, 2010, 10:01 AM
Thanks buat gambar2nya... bener2 terkaget2 setelah melihat progressnya..
terminalnya sudah jalan sejauh ini, sayang banget jika pembangunan infrastruktur pendukungnya (rel kereta, jalan tol) dan air-side nya molor2 trus...

kereta api udah OK, mereka melihat dulu kesiapan Kualanamu, Dana sudah tersedia, mereka membutuhkan 4 bulan pengerjaan. Makanya kalao mereka ngerjain sekarang kan useless juga...

bagak
April 6th, 2010, 01:58 PM
Errr gak tau bener ato gossip....

---------------------------------------------

Kecurigaan Korupsi Pembangunan Bandara Kualanamu Cukup Beralasan
Khairul Ikhwan

http://www.detiknews.com/read/2010/04/06/183122/1333342/10/kecurigaan-korupsi-pembangunan-bandara-kualanamu-cukup-beralasan?991102605


Medan - Kecurigaan adanya korupsi dalam proyek pembangunan Bandara Kualanamu di Sumatera Utara (Sumut) dinilai cukup beralasan. Pasalnya kenaikan budget proyek pembangunan calon pengganti Bandara Polonia Medan yang disetujui dengan cepat mengindikasikan adanya masalah dalam perencanaan dan bukan tidak mungkin kesalahan dalam pengelolaan anggaran.

Sekretaris Eksekutif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Fitra Sumatera Utara (sumut) Elfenda Ananda menyatakan, pihaknya sedang melakukan pendalaman terhadap dugaan korupsi ini. Sejauh ini mereka tengah berupaya mendapatkan data-data pembanding yang lebih banyak.

"Perubahan anggaran dari Rp 2,1 triliun yang kemudian membengkak menjadi Rp 4,3 triliun membuat adanya pertanyaan yang cukup besar. Di mana masalahnya? Kalau ada kesalahan survei, tentu ada pinalti kepada pihak ketiga yang melakukan survei, bukan serta-merta menaikkan anggaran," ujar Elfenda kepada wartawan di Medan, Selasa (6/4/2010).

Kecurigaan semakin besar, kata Elfenda, karena tidak ada penjelasan kepada publik tentang situasi yang menyebabkan terjadinya kenaikan itu. Hanya sebuah informasi tentang membengkaknya anggaran. Celakanya, kata Elfenda, Departemen Perhubungan justru menyetujui dan merealisasikan dengan cepat perubahan anggaran itu, bukannya melakukan evaluasi secara mendalam.

"Tidak ada mekanisme keuangan yang sedemikian cepat merealisasikan anggaran seperti halnya dalam kasus pembangunan Bandara Kuala Namu ini. Dalam UU Keuangan hal itu juga tidak ada, mekanismenya tidak sederhana, melainkan sangat panjang," ujar Elfenda.

Terkait masalah ini, ujar Elfenda, pihaknya akan melakukan serangkaian upaya agar masalah ini menjadi perhatian pemerintah dan juga aparat penegak hukum. Hanya saja Elfenda mengaku kesulitan mendapatkan data pembanding sebab anggarannya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara Fitra selama ini fokus pada alokasi anggaran yang terdapat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut.

"Tetapi kita akan mencari informasi lebih lanjut tentang alokasi dana pendamping yang kemungkinan ada dalam APBD Sumut. Dari sini mungkin persoalannya akan bisa dilihat lebih jelas," ujar Elfenda.

Terkait dugaan korupsi pembangunan bandara Kualanamu ini, sebelumnya Jaringan Mahasiswa Penyelamat Uang Negara (Jampang) melakukan aksi demo di Gedung DPR-RI dan Departemen Perhubungan, Senin (5/4/2010). Mereka meminta meminta Menteri Perhubungan dan Menteri Keuangan mencabut permintaan tambahan anggaran sebesar Rp 2 trilun ke DPR melalui RAPBN-P tahun 2010 dan tahun 2011, yang terdiri dari Rp 1 triliun pada APBN-P 2010 dan Rp 1 triliun pada APBN-P 2011.

laba-laba
April 7th, 2010, 05:07 AM
iya sih... aku aja bingung juga...

masalah tanah gak labil juga. Kenapa baru seakrang ketauannya ? Apa daerah tersebut tanahnya gak di survey dulu ? kan lucu aja..
kalau pun iya, pasti kontraktor atau pun tim pengawas lah yang kena pinati dan sebagainya. Kita kan gak ada dengar berita2 tersebut kan ?

eurico
April 7th, 2010, 05:56 AM
Kalo bikin terminal sih Indonesia pasti bisa.. tapi kalo bikin pendukungnya, seperti jalan tol ama kereta api, biasa molor :p semoga aja infrastruktur pendukungnya jalan

iya ini juga yang gw takutkan, biasanya malah yang bakal lebih lama itu membuat infrastruktur jalan n rel KAnya, apalagi PT. KAI bilang kalo dana udah ada sebenarnya segera saja dibangun menurut gw, apanya coba yang mubazir toh juga nantinya tetep akan dibangun, gw gak yakin dalam 4 bulan bisa kelar itu membuat rel KA nya, nanti gedung dah jadi malah bakal lebih molor lagi bisa dipakenya kalo infrastrukturnya belum siap.
BTW gw bandingkan dengan Sultan Hasanuddin UPG bandara ini bakal jadi massive banget, lengkungan2 atapnya sangat melayu sekali IMO keren!

laba-laba
April 7th, 2010, 06:41 AM
Kemenhub Targetkan Hemat Rp1 Triliun dari Kualanamu
Jakarta, (Analisa)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mampu menargetkan penghematan sedikitnya Rp1 triliun dari proses evaluasi desain dan rekayasa nilai (value engineering) Bandara Kualanamu, Medan, Sumatera Utara.

"Kami berharap bisa memangkas dana pembangunan bandara tersebut sampai Rp1 triliun," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Herry Bakti S Gumay, menjawab pers di Jakarta, usai Sholat Jumat (26/3).

Menurut dia, salah satu cara yang ditempuh adalah mengurangi porsi pemerintah, meski untuk itu, proyeknya jadi mundur hingga 2012 dari target 2011.

Bandara Kualanamu diproyeksikan mengganti Bandara Polonia itu akan menghabiskan total dana Rp5,9 triliun dan Rp4,3 triliun di antaranya tanggung jawab pemerintah dan sisanya PT Angkasa Pura (AP) II.

Kendati begitu, tegasnya, penurunan nilai investasi bisa berakibat mundurnya penyelesaian bandara karena jumlah pekerjaan yang direncanakan bisa digarap dalam satu waktu terpaksa harus dipecah dan diselesaikan secara bertahap. Cara seperti ini disebutnya bisa menghemat biaya pengadaan material yang dibutuhkan.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu), kata Herry, juga belum memastikan berapa besar tambahan dana yang bisa dikucurkan untuk Kualanamu tahun ini dari kebutuhan Rp2,004 triliun. Dalam DIPA 2010 Kemenhub, Kemenkeu hanya mengalokasikan anggaran sebesar Rp 602,42 miliar sehingga ada kekurangan anggaran sampai Rp1,4 triliun tahun ini.

"Kemenkeu minta proyek itu diaudit dulu oleh BPKP. Saya sudah mengirimkan surat dan mempersilahkan BPKP melakukan audit, untuk mencari tahu apakah ada kecurangan dan pembengkakan biaya," jelasnya.

Bahkan, menurut Herry, alokasi dana yang sudah tersedia Rp602,42 miliar itu sudah tidak bisa digunakan karena sudah dialokasikan untuk membayar pekerjaan yang sudah dilakukan kontraktor.

"Duit itu tidak bisa dipakai untuk tahun ini, karena sudah diperuntukkan untuk pembayaran pekerjaan sebelumnya," kata Herry.

Bandara Kualanamu diproyeksikan akan mengganti Bandara Polonia Medan mulai 2011. Polonia saat ini kondisi arealnya sudah melampaui kapasitasnya. Bahkan, keberadaan Polonia sudah dinilai menghambat perkembangan kota Medan.

Pekerjaan konstruksi bandara Kualanamu akan dibagi menjadi 4 tahap dan untuk tahap pertama, bandara tersebut diperkirakan dapat melayani 8 juta penumpang dan 65.000 ton kargo per tahun.

Sedangkan daya tampung Bandara Polonia saat ini hanya mampu 4-8 juta penumpang per tahun.

Kualanamu juga disiapkan agar dapat menampung pesawat terbesar jenis Boeing 747-400 yang biasanya melayani penerbangan jarak jauh. (Ant)

source : http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=49069:kemenhub-targetkan-hemat-rp1-triliun-dari-kualanamu&catid=600:27-maret-2010&Itemid=209

=============
gak ngerti aku yg mana yg di hemat...

ulost16
April 8th, 2010, 06:51 AM
Mantaaapp...

Projek ini ternyata diam diam makan dalam jugaa...

gussinyo
April 8th, 2010, 08:01 AM
DPD Laporkan “Mark Up” Bandara Kuala Namu


MEDAN – Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatra Utara mengaku menemukan bukti dugaan mark-up atau penggelembungan anggaran pembangunan Bandara Kuala Namu sebesar dua triliun rupiah.

Para anggota DPD telah melaporkannya ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pelaporan itu dilakukan sebagai upaya menghindari terjadinya korupsi dan kesalahan prosedur keuangan maupun administrasi.

Rahmat Shah, salah seorang anggota DPD asal Sumut, di Medan, Minggu (28/3), mengatakan Bandara Kuala Namu merupakan kebanggaan dan sangat dibutuhkan masyarakat Sumatra Utara.

Apalagi Bandara Polonia, yang saat ini masih digunakan, dinilai sudah sangat tidak layak karena sudah beberapa kali terjadi kecelakaan penerbangan yang merenggut nyawa manusia.

Ironisnya, keinginan agar persiapan Bandara Kuala Namu segera diselesaikan ternyata membuat beberapa oknum tertentu melakukan mark-up anggaran.

Dikatakannya, hal itu berdasarkan adanya temuan para anggota DPD tentang kenaikan anggaran sebesar dua triliun rupiah.

Padahal, anggaran awalnya adalah 2,7 triliun rupiah, namun naik menjadi 4,7 triliun rupiah. Dijelaskannya, kenaikan anggaran sebesar 2 triliun rupiah direncanakan untuk biaya kesalahan survei atas tanah lokasi proyek.

Tanah lahan pembangunan Kuala Namu tersebut ternyata harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu sebelum pembangunan proyek dapat dilanjutkan.

Dan pengolahan tanah (ground treatment) tersebut membutuhkan biaya 1 triliun rupiah. Lebih lanjut, Rahmat Shah menjelaskan pengerjaan pengolahan tanah dan penambahan bangunan baru tersebut membutuhkan biaya dua triliun rupiah.

Padahal, kalau dilihat dari segi tanggung jawab, sebenarnya ini adalah kesalahan dari konsultan proyek pembangunan Bandara Kuala Namu.
MD/N-1

AceN
April 8th, 2010, 09:37 AM
Pembangunan Jalur Kereta Bandara Kualanamu Ditunda
Rabu, 07 April 2010 | 15:39 WIB
Besar Kecil Normal

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Railink menunda pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Aras Kabu ke Bandar Udara Kualanamu. Penundaaan itu menunggu kepastian pembangunan bandara yang hingga kini belum jelas.

"Pembangunannya menyesuaikan dengan jadwal pembangunan bandara," kata Direktur Utama PT Railink Masjraul Hidayat di Jakarta, Rabu (7/3).

Masjraul mengatakan saat ini seluruh lahan yang akan digunakan untuk membangun lintasan itu sudah bebas. Namun perusahaan patungan PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api itu belum akan melaksanakan tender karena menunggu kepastian jadwal pembangunan bandara.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan menilai wajar penundaan pembangunan lintasan itu. Dia mengatakan jika lintasan kereta api dikerjakan lebih dulu dari bandara tidak akan terpakai karena tidak ada penumpang yang diangkut. Sementara biaya perawatan infrastruktur kereta tidak murah. "Jangan-jangan nanti malah dipreteli masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan PT Railink sudah memesan 16 kereta dari PT Industri Kereta Api (INKA) untuk proyek kereta bandara tersebut. Namun karena belum akan digunakan, pemerintah mengalihkan kereta itu untuk tiga lintas kereta rel diesel Indonesia (KRDI) di Sumatera, yakni Seminung, Sri Lelawangsa, dan Medan-Tebing Tinggi.

PT Kereta Api sebelumnya telah mengalokasikan dana sebesar Rp 72 miliar dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2010 untuk proyek kereta api Bandara Kualanamu. Sebanyak Rp 38 miliar digunakan untuk membangun lintas Aras Kabu-Bandara sepanjang lima kilometer. Sisanya digunakan untuk membangun terminal khusus penumpang yang terintegrasi dengan stasiun kereta.

Bandara Kualanamu diproyeksikan untuk mengganti Bandara Polonia yang sudah melebihi kapasitasnya. Bandara Kualanamu ditargetkan bisa menampung delapan juta penumpang dan 65 ribu ton kargo tiap tahun. Bandara baru ini juga disiapkan untuk menampung pesawat berbadan lebar Boeing 747-400.

----------------------------

Pembangunan City Check In di Medan Menuju Bandara Kuala Namu Belum Bisa Dimulai

Medan (SIB)
Pembangunan City Check In menuju Bandara Kuala Namu belum bisa dimulai. Karena PT KA Divre I Sumut-NAD masih menunggu pertemuan dengan PT Angkasa Pura II untuk membahasnya. “Kami sampai saat ini masih menunggu pertemuan lanjutan dengan pihak PT Angkasa Pura II sekaligus menyerahkan disainnya serta membahas pembangunan city check in di stasiun kereta api Medan,” kata Kapala Humas PT Kereta Api Divre I Sumut-NAD Suhendro Budi Santoso, Rabu (7/4) di Medan.

Dia juga mengatakan, pembangunan city check In itu dipusatkan di stasiun besar kereta api Medan di lantai atas kantor Stasiun Besar Kerata Api Medan. Kemudian dikembangkan lagi pembangunannya ke Jalan Jawa (lokasi Gang Buntu) Medan seluas 3 hektare. “Jumlah total investasi pembangunan itu kita belum tahu pasti berapa, tapi sejauh ini rencana pembangunan itu masih akan kita bahas,” katanya.
Dia mengatakan, jika pembangunan Bandara Kuala Namu tahap awal selesai, maka dalam 7 bulan berikutnya pembangunan rel dan City Check In sudah dapat dimulai. Kemudian pemakaian rel KA itu akan digunakan sebagai sarana transportasi pengangkutan bahan material dan alat berat pendukung pembangunan Bandara Kuala Namu lanjutan,” ungkapnya.
Dia berharap, semua pihak diharapkan dapat mendukung penuh rencana pembangunan tersebut. Dari segi bisnis, pembangunan city check in dan jalur rel KA ke Kuala Namu merupakan kesempatan bagus bagi PT KAI Sumut-NAD. Sebab, diperkirakan sedikitnya 25% dari calon penumpang akan menggunakan transportasi KA.
Menurut dia, kereta api dari Medan menuju Kuala Namu berbeda dengan kereta biasa. Kereta khusus bandara Kuala Namu ini masuk dalam kategori kereta kelas super eksekutif. Kereta ini akan memiliki dua kepala pada bagian ujung masing-masing kereta, sehingga ketika berbalik arah, maka masinis tidak perlu melansir lokomotif. (M35/i)

Aucostar
April 8th, 2010, 10:41 AM
^^
^^
^^
wah wah wahhhhhhhh
baru di tinggalin
liburan 1 minggu
blk2 ud kyk gituuuuu

MUANTAPPPPPPP........................

:)

c00lridge
April 8th, 2010, 11:26 AM
http://www.waspada.co.id/images/kuala-namu-1.jpg

waspada online, TUESDAY, 06 APRIL 2010
JAKARTA - Tender pengadaan konstruksi jalan tol yang akan menghubungkan antara Medan dan bandara baru di Kuala Namu akan dibiayai dari dana pinjaman yang berasal dari negeri China. Hal ini merupakan salah satu hasil kesepakatan kemitraan strategis antara Republik Rakyat Tiongkok dan Indonesia.

Demikian salah satu isi dari siaran pers yang diterima Waspada Online, sore ini, terkait hasil kesepakatan kemitraan strategis dari hasil Pertemuan Komisi Bersama (Joint Commission Meeting) antara Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu, dengan Menteri Perdagangan RRT, Chen Deming.

Sementara itu, menurut Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa, pengembangan dan pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama pertemuan tersebut selain membahas dampak dari ASEAN-China Free Trade Agreement.

RRT, menurut Hatta, sepakat akan meningkatkan investasinya terutama dalam tiga sektor yakni infrastruktur terutama dalam bidang transportasi. Selain itu, RRT juga akan meningkatkan investasinya di bidang manufaktur di Indonesia.

Pinjaman yang telah diberikan Cina melalui Pinjaman Kredit Ekspor Preferensial sebesar US$ 1,8 M untuk mengembangkan berbagai proyek infrastruktur. Diantara proyek yang telah berhasil diselesaikan diantaranya pembangkit Listrik Tenaga Batubara di Labuhan Angin, Asahan Sumatera Utara

c00lridge
April 8th, 2010, 11:33 AM
seppp banget, ga bisa nunggu turun di Kuala Namu International Airport. Aku yakin beroperasinya Airport ini bakal buat ekonomi Medan lepas landas. Karena banyak banget proyek yg ditunda gara2 Polonia di tengah kota.

laba-laba
April 8th, 2010, 12:37 PM
seppp banget, ga bisa nunggu turun di Kuala Namu International Airport. Aku yakin beroperasinya Airport ini bakal buat ekonomi Medan lepas landas. Karena banyak banget proyek yg ditunda gara2 Polonia di tengah kota.

atau sebaliknya om... Dah keburu basi... udah keburu di pindahin proyeknya keluar Medan :) :bash:

David-80
April 8th, 2010, 11:53 PM
^^ kalo memang medan market untuk proyek itu ada, pasti ga kemana mana kok, faktor bandara polonia kan cuman salah satu faktor aja (dan salah satu faktor penting di highrise investment)

If there is demand or market, then there is investment. :)


cheers

bbq
April 10th, 2010, 07:40 AM
update lagih... courtesy to MHP

http://img100.imageshack.us/img100/2595/23984137906019324211340.jpg

http://img20.imageshack.us/img20/1470/23984137906151327511340.jpg

http://img62.imageshack.us/img62/1063/23984137906287330911340.jpg[/URL]

Gosh! Nice progress ... Yey!!!

Bayangkan ini baru tahap I, gimana kalo tahap II? God Bless peoples of North Sumatera ... Semoga pemprovsu & pemerintah setempat diberikan kebijaksanaan buat mendukung & mensukseskan pembangunan semua proyek2 di Sumatera Utara ^^

opowae
April 18th, 2010, 07:18 AM
Sangat senang akan perkembangannya nya. dan moga moga jadinya bagus.. TAPI... saya sangat tidak senang dengan cara kerja pegawai disana, tidak disiplin dan murah di sogok oleh calo calo dengan harga 5000an.. kalau airport nya di ganti kan akan lengkap kalau pekerja nya di ganti juga. mungkin dibawa dari jakarta ato Bali supaya lebih multi culture dan qualitas tinggi... tapi terutama yang perlu di hangus kan adalah CALO, security nya (diganti menjadi security civil).. trolley men/women... pegawai2 korupsi.... orang custom nya juga di ganti total semua mata DOLLAR an..

DJ_Archuleta
April 20th, 2010, 03:17 PM
China bantu biaya bangun tol Medan-Kuala Namu


JAKARTA (Bisnis.com): China berkomitmen akan membiayai proyek pembangunan jalan tol Medan-Bandara Kuala Namu, Sumatra Utara sebagai tindak lanjut dari pertemuan menteri perdagangan Indonesia dengan pemerintah China.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mengatakan proyek Kuala Namu termasuk salah satu proyek infrastruktur yang akan dibiayai China selain� jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan) di Jawa Barat, Jembatan Tayan di Kalimantan Barat dan Jembatan Teluk Kendari di Sulawesi Tenggara.

"Yang sudah ada komitmen dengan China ada empat proyek dengan pinjaman mengikat sebesar US$800 juta," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto usai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta.

Pemerintah Indonesia dan China akan menyiapkan US$800 juta untuk pembiayaan empat proyek pembangunan infrastruktur jalan tol dan jembatan pada pertengahan 2010.

"Itu sudah disepakati bisa dibiayai dengan China, perjanjian tinggal ditandatangani. Nanti diharapkan sebanyak mungkin pemborong China yang bisa ikut," ujarnya.

Ia menambahkan kesepakatan mengenai hal itu juga akan segera ditandatangani dalam bentuk MoU dengan Menteri Pekerjaan Umum China. Namun sebelumnya ada penandatanganan payung kesepakatan yang dilakukan oleh menteri perdagangan juga dengan pemerintah China dan Bank Exim China.

"Begitu ditandatangani pekerjaan langsung bisa dimulai dan baru bisa ditender," ujar Djoko.

Menurut dia, pinjaman mengikat itu memiliki bunga rendah yang juga dipergunakan untuk pengadaan "e-procurement", namun tentunya kesepakatan mengenai aturan-aturan mengenai masuknya pemborong asal China akan disesuaikan dengan aturan Indonesia.(ant/hambali)

laba-laba
April 24th, 2010, 05:39 AM
Medan, (Analisa)

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I, Marsekal Muda TNI Eddy Suyanto ST menyebutkan, Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Medan berada di lokasi Bandara Polonia Medan walau bandara komersial nantinya pindah ke Bandara Kuala Namu.

Demikian kata Pangkoopsau I Marsda TNI Eddy Suyanto kepada wartawan usai acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Lanud Medan dari pejabat lama Kol (Pnb) HM Tata Endrataka kepada pejabat baru Kol (Pnb) Taufik Hidayat SE yang dilaksanakan di Hanggar Kelapa Sawit Lanud Medan, Jumat (23/4).

Menurut Pangkoopsau I, banyak faktor yang menyebabkan tetap dipertahankannya Lanud Medan di posisi saat ini. Di antaranya, lokasi Lanud Medan paling strategis. Karena mudah menjangkau negara-negara luar khususnya di wilayah Barat.

Nanti, katanya, dengan pindahnya bandara komersial ke Kuala Namu, maka Lanud Medan akan dikembangkan dengan menempatkan satu flight (empat pesawat tempur) siap operasi. Di sisi lain, eks Bandara Polonia bisa dijadikan sebagai landasan alternatif. Secara prinsip, Panglima tidak mempermasalahkan jika memang eks Bandara Polonia dijadikan kawasan bisnis. Tapi, landasan bandara tetap eksis sebagai pendukung pangkalan udara (Lanud) Medan.

Karena, menurutnya, kepentingan ekonomi harus berbarengan dengan sistem kekuatan pertahanan. Apalagi di Kota Medan memiliki banyak obyek vital. "Kita tidak boleh berpikir hanya sektoral. Pertahanan itu penting, dari segala-galanya. Banyak objek vital di sini. Kalau musuh masuk dan menguras habis kekayaan itu apa gunanya. Jadi kita harus pertahankan Lanud Medan ini. Silahkan kalau mau dibuat zona ekonomi tapi kita harus punya landasan pacu untuk pangkalan," tegas Marsda Eddy.

Menurut Suyanto, strategisnya Lanud Medan saat ini dari sisi sistem pertahanan karena berdekatan dengan negara luar. Bahkan dalam sejarahnya Polonia pernah dijadikan home base penempatan pesawat tempur saat Indonesia terlibat konflik dengan negara tetangga.

”Pangkoops saja datang kemari mereka sudah bertanya-tanya, ngapain Pangkoops ke Lanud Medan. Apalagi kalau pesawat tempur digeser ke sini (Polonia-red). Jadi sejarah sudah membuktikan lanud Medan sangat strategis. Untuk keadaan non perang, saat terjadi tsunami dukungannya pun dari Lanud Medan ini untuk memback-up karena Aceh tidak bisa didarati,” jelasnya.

Pemda Siap

Begitupun Pangkoops tetap memberikan kemungkinan lain. Dia tidak mempermasalahkan jika memang Lanud Medan harus dipindahkan. Hanya saja, siapa yang siap membangunkan Pangkalan Angkatan Udara di lokasi baru nanti. “Apakah Pemda siap. Silakan saja. Ikuti aturan yang ada,” ucap Pangkoops.

Sebab, menurutnya, saat ini Mabes TNI AU tidak punya anggaran cukup untuk membangun pangkalan udara baru di Kuala Namu jika memang Lanud Medan juga ikut pindah. Soalnya, untuk membangun satu landasan dan hanggar dan perkantoran membutuhkan biaya besar. Di lahan Kuala Namu saat ini, struktur tanahnya rawa-rawa. Sehingga kalau dibuat landasan paling tidak harus menggali tanah hingga 14 meter. Belum lagi membangun hanggar dan perkantoran.

"Biayanya besar untuk membangun pangkalan baru untuk membangun landasan, membangun perkantoran, perumahan dan hangar pesawat. Kemarin untuk membangun hangar untuk skadron pesawat Sukhoi saja kita lakukan tiga tahap di daerah lain. Membangun hangar saja bisa sampai ratusan miliar, belum lagi runwaynya harus lebih kuat dari bandara penerbangan sipil, karena harus mampu didarati pesawat berbobot besar yang mengangkut peralatan militer," lanjutnya.

Sementara ini, tambah Pangkoops, pemerintah tengah membangun dan mengembangkan alat utama sistem pertahanan nasional (Alutsista).Sedangkan untuk membangun pangkalan udara baru belum masuk rencana. Terkait untuk peningkatan kemampuan alutsista pertahanan udara nasional, Mabes TNI AU lanjutnya akan menambah pesawat tempur jenis Hawk MK-53 sebanyak satu skadron mulai tahun 2010.

Jumlah Armada

Saat ini, jelasnya, jumlah armada pesawat tempur TNI AU yang layak terbang 100 unit lebih antara lain dari jenis Hawk 100 dan 200, pesawat Sukhoi, F-16, F-5, pesawat transword, Hercules, Foker 27, Boeing dan lain-lain.

"Namun untuk peningkatan pesawat tempur itu dilakukan bertahap hingga tahun 2024 karena pemerintah menitik beratkan pembangunan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat. Meski demikian tahun 2010 sudah ada penambahan anggara untuk pembelian pesawat tempur termasuk untuk TNI AD dan TNI AL," kata Pangkoopsau I.

Dia mengakui, jumlah armada yang ada masih jauh dari ideal dibanding besarnya wilayah RI yang hampir sama dengan Benua Amerika dan Australia. "Korea Selatan saja yang wilayahnya lebih kecil dari Pulau Jawa sudah punya ribuan pesawat tempur. Singapura juga punya pesawat tempur jauh lebih banyak dari Indonesia," katanya.

Sertijab Danlanud dihadiri Wakapoldasu Brigjen Pol Syafruddin, Wagubsu H Gatot Pujonugroho ST, Pangkosek Hanudnas III Marsma TNI Chaeruddin Ray, Ketua MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah, Ketua Umum BPD HIPMI Sumut Said Aldi Al Idrus, Kepala Kantor Bea Cukai Polonia Hendy Santosa, GM AP II Bandara Polonia, GM Garuda Indonesia Medan Muchwendi Harahap dan lain-lain.

Acara sertijab berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Di akhir acara, ditampilkan atraksi bela diri dari personil Paskhas (Pasukan Khas) AU mematahkan besi dengan tangan, paha dan kaki serta menembak balon dengan mata tertutup, memotong buah yang dipegang dengan mata tertutup.(nai)

source : http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=52464:pangkoopsau-i--lanud-medan-tidak-pindah-ke-kuala-namu-kol-pnb-taufik-hidayat-se-danlanud-medan-yang-baru&catid=31:umum&Itemid=30

=========


kok baru di omongin sekarang ???? :bash:

medan-visi
April 24th, 2010, 08:40 AM
Medan, (Analisa)

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I, Marsekal Muda TNI Eddy Suyanto ST menyebutkan, Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Medan berada di lokasi Bandara Polonia Medan walau bandara komersial nantinya pindah ke Bandara Kuala Namu.

Demikian kata Pangkoopsau I Marsda TNI Eddy Suyanto kepada wartawan usai acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Lanud Medan dari pejabat lama Kol (Pnb) HM Tata Endrataka kepada pejabat baru Kol (Pnb) Taufik Hidayat SE yang dilaksanakan di Hanggar Kelapa Sawit Lanud Medan, Jumat (23/4).

Menurut Pangkoopsau I, banyak faktor yang menyebabkan tetap dipertahankannya Lanud Medan di posisi saat ini. Di antaranya, lokasi Lanud Medan paling strategis. Karena mudah menjangkau negara-negara luar khususnya di wilayah Barat.

Nanti, katanya, dengan pindahnya bandara komersial ke Kuala Namu, maka Lanud Medan akan dikembangkan dengan menempatkan satu flight (empat pesawat tempur) siap operasi. Di sisi lain, eks Bandara Polonia bisa dijadikan sebagai landasan alternatif. Secara prinsip, Panglima tidak mempermasalahkan jika memang eks Bandara Polonia dijadikan kawasan bisnis. Tapi, landasan bandara tetap eksis sebagai pendukung pangkalan udara (Lanud) Medan.

Karena, menurutnya, kepentingan ekonomi harus berbarengan dengan sistem kekuatan pertahanan. Apalagi di Kota Medan memiliki banyak obyek vital. "Kita tidak boleh berpikir hanya sektoral. Pertahanan itu penting, dari segala-galanya. Banyak objek vital di sini. Kalau musuh masuk dan menguras habis kekayaan itu apa gunanya. Jadi kita harus pertahankan Lanud Medan ini. Silahkan kalau mau dibuat zona ekonomi tapi kita harus punya landasan pacu untuk pangkalan," tegas Marsda Eddy.

Menurut Suyanto, strategisnya Lanud Medan saat ini dari sisi sistem pertahanan karena berdekatan dengan negara luar. Bahkan dalam sejarahnya Polonia pernah dijadikan home base penempatan pesawat tempur saat Indonesia terlibat konflik dengan negara tetangga.

”Pangkoops saja datang kemari mereka sudah bertanya-tanya, ngapain Pangkoops ke Lanud Medan. Apalagi kalau pesawat tempur digeser ke sini (Polonia-red). Jadi sejarah sudah membuktikan lanud Medan sangat strategis. Untuk keadaan non perang, saat terjadi tsunami dukungannya pun dari Lanud Medan ini untuk memback-up karena Aceh tidak bisa didarati,” jelasnya.

Pemda Siap

Begitupun Pangkoops tetap memberikan kemungkinan lain. Dia tidak mempermasalahkan jika memang Lanud Medan harus dipindahkan. Hanya saja, siapa yang siap membangunkan Pangkalan Angkatan Udara di lokasi baru nanti. “Apakah Pemda siap. Silakan saja. Ikuti aturan yang ada,” ucap Pangkoops.

Sebab, menurutnya, saat ini Mabes TNI AU tidak punya anggaran cukup untuk membangun pangkalan udara baru di Kuala Namu jika memang Lanud Medan juga ikut pindah. Soalnya, untuk membangun satu landasan dan hanggar dan perkantoran membutuhkan biaya besar. Di lahan Kuala Namu saat ini, struktur tanahnya rawa-rawa. Sehingga kalau dibuat landasan paling tidak harus menggali tanah hingga 14 meter. Belum lagi membangun hanggar dan perkantoran.

"Biayanya besar untuk membangun pangkalan baru untuk membangun landasan, membangun perkantoran, perumahan dan hangar pesawat. Kemarin untuk membangun hangar untuk skadron pesawat Sukhoi saja kita lakukan tiga tahap di daerah lain. Membangun hangar saja bisa sampai ratusan miliar, belum lagi runwaynya harus lebih kuat dari bandara penerbangan sipil, karena harus mampu didarati pesawat berbobot besar yang mengangkut peralatan militer," lanjutnya.

Sementara ini, tambah Pangkoops, pemerintah tengah membangun dan mengembangkan alat utama sistem pertahanan nasional (Alutsista).Sedangkan untuk membangun pangkalan udara baru belum masuk rencana. Terkait untuk peningkatan kemampuan alutsista pertahanan udara nasional, Mabes TNI AU lanjutnya akan menambah pesawat tempur jenis Hawk MK-53 sebanyak satu skadron mulai tahun 2010.

Jumlah Armada

Saat ini, jelasnya, jumlah armada pesawat tempur TNI AU yang layak terbang 100 unit lebih antara lain dari jenis Hawk 100 dan 200, pesawat Sukhoi, F-16, F-5, pesawat transword, Hercules, Foker 27, Boeing dan lain-lain.

"Namun untuk peningkatan pesawat tempur itu dilakukan bertahap hingga tahun 2024 karena pemerintah menitik beratkan pembangunan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat. Meski demikian tahun 2010 sudah ada penambahan anggara untuk pembelian pesawat tempur termasuk untuk TNI AD dan TNI AL," kata Pangkoopsau I.

Dia mengakui, jumlah armada yang ada masih jauh dari ideal dibanding besarnya wilayah RI yang hampir sama dengan Benua Amerika dan Australia. "Korea Selatan saja yang wilayahnya lebih kecil dari Pulau Jawa sudah punya ribuan pesawat tempur. Singapura juga punya pesawat tempur jauh lebih banyak dari Indonesia," katanya.

Sertijab Danlanud dihadiri Wakapoldasu Brigjen Pol Syafruddin, Wagubsu H Gatot Pujonugroho ST, Pangkosek Hanudnas III Marsma TNI Chaeruddin Ray, Ketua MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah, Ketua Umum BPD HIPMI Sumut Said Aldi Al Idrus, Kepala Kantor Bea Cukai Polonia Hendy Santosa, GM AP II Bandara Polonia, GM Garuda Indonesia Medan Muchwendi Harahap dan lain-lain.

Acara sertijab berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Di akhir acara, ditampilkan atraksi bela diri dari personil Paskhas (Pasukan Khas) AU mematahkan besi dengan tangan, paha dan kaki serta menembak balon dengan mata tertutup, memotong buah yang dipegang dengan mata tertutup.(nai)

source : http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=52464:pangkoopsau-i--lanud-medan-tidak-pindah-ke-kuala-namu-kol-pnb-taufik-hidayat-se-danlanud-medan-yang-baru&catid=31:umum&Itemid=30

=========


kok baru di omongin sekarang ???? :bash:

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

kayaknya bandara polonia luasnya jauh lebih luas dari pada kota medan sendiri, makanya bandara polonia asik ngotot di pertahankan. mungkin saja, maksudnya kota medan lebih layak di pindahkan ke kualanamu ketimbang lanud

castle_92
April 25th, 2010, 07:57 AM
Berarti gak jadi donk berita ini.....

Kota Medan berkembang seiring dengan pesatnya pertumbuhan aktivitas perkotaan yang
menjalar ke wilayah sekitarnya. Perkembangan aktivitas ini telah membentuk suatu
kawasan metropolitan yang dikenal dengan Mebidang (Kota Medan, Kota Binjai, dan
Kabupaten Deli Serdang). Istilah Mebidang lahir sejak tahun 1980-an. Hal ini dapat
dilihat dalam beberapa studi perkotaan Kota Medan yang telah melibatkan wilayah
sekitarnya dalam studi tersebut. Beberapa studi yang memperkenalkan konsep Mebidang
adalah MUDS (Medan Urban Development Study 1980), MULMS (Medan Urban Land
Management Study 1986) dan penilaian ADB (Asian Development Bank) atas proyek
MUDP II tahun 1987. Secara resmi kawasan Mebidang telah ditetapkan oleh Gubernur
Propinsi Sumatera Utara sebagai Mebidang Metropolitan Area (MMA) pada tahun 1985.
Pada tahun yang sama, Ditjen Cipta Karya Departemen PU mempersiapkan Rencana
Umum Kota Kawasan Medan Raya yang merupakan rencana pengembangan kawasan
yang meliputi beberapa daerah regional. Pada saat itu pengembangan kawasan
metropolitan Mebidang diarahkan untuk menjadi salah satu titik pertumbuhan segitiga
pertumbuhan utara IMT-GT (Indonesia Malaysia Thailand – Growth Triangle) dalam
rangka menyongsong AFTA 1992.
Kawasan Mebidang saat ini menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah
Propinsi Sumatera Utara dan juga sebagai pintu gerbang keluar masuknya barang.
Metropolitan Mebidang merupakan salah satu dari 6 kawasan tertentu di Indonesia
sebagai Pusat Kegiatan Nasional dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
(RTRWN). Perkembangan yang terus terjadi di Kawasan Metropolitan Mebidang
dirasakan perlu adanya suatu perencanaan yang mencakup seluruh wilayah Mebidang,
sehingga lahirlah Rencana Umum Tata Ruang Perkotaan (RUTRP) Kawasan Mebidang
Metropolitan tahun 1996 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Utara.
Penyusunan RUTRP Mebidang merupakan pemaduan dan tindak lanjut dari studi-studi
yang telah dilakukan di wilayah Mebidang dan juga memadukan ketiga RTRW DT II

yang termasuk di Kawasan Perkotaan Mebidang. Dokumen ini menjadi acuan dalam
penyusunan program pembangunan di Kawasan Metropolitan Mebidang (RUTRK
Kawasan Metropolitan Mebidang, 1996).
Wilayah Mebidang itu sendiri terdiri dari 40 kecamatan yang meliputi 21 kecamatan
di Kota Medan, 5 kecamatan di Kota Binjai dan 14 kecamatan (dari 33 kecamatan) di
Kabupaten Deli Serdang.

Further info http://www.penataanruang.net/taru/nspm/buku/metropolitan/Bab3.pdf

Bandara Polonia (Wiki)

Akibat letaknya yang sangat dekat dengan pusat kota – sekitar 2 km – bandara ini menyebabkan bangunan-bangunan di Medan dibatasi jumlah tingkatnya. Dampak dari peraturan ini adalah sedikitnya jumlah bangunan tinggi di Medan. Selain itu, bandara ini juga diperkirakan sudah atau hampir melebihi kapasitasnya. Sejak pemberian izin penerbangan diringankan di Indonesia pada tahun 2000-an, jumlah penerbangan yang melayani Polonia meningkat tajam.
Bandara Polonia tidak mempunyai garbarata sehingga para penumpang harus berjalan melalui tarmac untuk mencapai pesawat.
Bandara Polonia tidak mempunyai garbarata sehingga para penumpang harus berjalan melalui tarmac untuk mencapai pesawat.

Menurut rencana, bandara ini dalam beberapa tahun ke depan akan dipindahkan ke Kuala Namu, di Kabupaten Deli Serdang. Pada 29 Juni 2006, wakil presiden Indonesia, Jusuf Kalla, meresmikan pembangunan Bandara Kuala Namu. Setelah Kuala Namu mulai beroperasi, Polonia direncanakan akan dialihkan fungsinya menjadi sebuah central business district (CBD) serta 40% lahannya diperuntukkan bagi sebuah kebun raya.

:)

Totto-Chan
April 26th, 2010, 10:21 AM
Medan, (Analisa)

Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I, Marsekal Muda TNI Eddy Suyanto ST menyebutkan, Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Medan berada di lokasi Bandara Polonia Medan walau bandara komersial nantinya pindah ke Bandara Kuala Namu.

Demikian kata Pangkoopsau I Marsda TNI Eddy Suyanto kepada wartawan usai acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Lanud Medan dari pejabat lama Kol (Pnb) HM Tata Endrataka kepada pejabat baru Kol (Pnb) Taufik Hidayat SE yang dilaksanakan di Hanggar Kelapa Sawit Lanud Medan, Jumat (23/4).

Menurut Pangkoopsau I, banyak faktor yang menyebabkan tetap dipertahankannya Lanud Medan di posisi saat ini. Di antaranya, lokasi Lanud Medan paling strategis. Karena mudah menjangkau negara-negara luar khususnya di wilayah Barat.

Nanti, katanya, dengan pindahnya bandara komersial ke Kuala Namu, maka Lanud Medan akan dikembangkan dengan menempatkan satu flight (empat pesawat tempur) siap operasi. Di sisi lain, eks Bandara Polonia bisa dijadikan sebagai landasan alternatif. Secara prinsip, Panglima tidak mempermasalahkan jika memang eks Bandara Polonia dijadikan kawasan bisnis. Tapi, landasan bandara tetap eksis sebagai pendukung pangkalan udara (Lanud) Medan.

Karena, menurutnya, kepentingan ekonomi harus berbarengan dengan sistem kekuatan pertahanan. Apalagi di Kota Medan memiliki banyak obyek vital. "Kita tidak boleh berpikir hanya sektoral. Pertahanan itu penting, dari segala-galanya. Banyak objek vital di sini. Kalau musuh masuk dan menguras habis kekayaan itu apa gunanya. Jadi kita harus pertahankan Lanud Medan ini. Silahkan kalau mau dibuat zona ekonomi tapi kita harus punya landasan pacu untuk pangkalan," tegas Marsda Eddy.

Menurut Suyanto, strategisnya Lanud Medan saat ini dari sisi sistem pertahanan karena berdekatan dengan negara luar. Bahkan dalam sejarahnya Polonia pernah dijadikan home base penempatan pesawat tempur saat Indonesia terlibat konflik dengan negara tetangga.

”Pangkoops saja datang kemari mereka sudah bertanya-tanya, ngapain Pangkoops ke Lanud Medan. Apalagi kalau pesawat tempur digeser ke sini (Polonia-red). Jadi sejarah sudah membuktikan lanud Medan sangat strategis. Untuk keadaan non perang, saat terjadi tsunami dukungannya pun dari Lanud Medan ini untuk memback-up karena Aceh tidak bisa didarati,” jelasnya.

Pemda Siap

Begitupun Pangkoops tetap memberikan kemungkinan lain. Dia tidak mempermasalahkan jika memang Lanud Medan harus dipindahkan. Hanya saja, siapa yang siap membangunkan Pangkalan Angkatan Udara di lokasi baru nanti. “Apakah Pemda siap. Silakan saja. Ikuti aturan yang ada,” ucap Pangkoops.

Sebab, menurutnya, saat ini Mabes TNI AU tidak punya anggaran cukup untuk membangun pangkalan udara baru di Kuala Namu jika memang Lanud Medan juga ikut pindah. Soalnya, untuk membangun satu landasan dan hanggar dan perkantoran membutuhkan biaya besar. Di lahan Kuala Namu saat ini, struktur tanahnya rawa-rawa. Sehingga kalau dibuat landasan paling tidak harus menggali tanah hingga 14 meter. Belum lagi membangun hanggar dan perkantoran.

"Biayanya besar untuk membangun pangkalan baru untuk membangun landasan, membangun perkantoran, perumahan dan hangar pesawat. Kemarin untuk membangun hangar untuk skadron pesawat Sukhoi saja kita lakukan tiga tahap di daerah lain. Membangun hangar saja bisa sampai ratusan miliar, belum lagi runwaynya harus lebih kuat dari bandara penerbangan sipil, karena harus mampu didarati pesawat berbobot besar yang mengangkut peralatan militer," lanjutnya.

Sementara ini, tambah Pangkoops, pemerintah tengah membangun dan mengembangkan alat utama sistem pertahanan nasional (Alutsista).Sedangkan untuk membangun pangkalan udara baru belum masuk rencana. Terkait untuk peningkatan kemampuan alutsista pertahanan udara nasional, Mabes TNI AU lanjutnya akan menambah pesawat tempur jenis Hawk MK-53 sebanyak satu skadron mulai tahun 2010.

Jumlah Armada

Saat ini, jelasnya, jumlah armada pesawat tempur TNI AU yang layak terbang 100 unit lebih antara lain dari jenis Hawk 100 dan 200, pesawat Sukhoi, F-16, F-5, pesawat transword, Hercules, Foker 27, Boeing dan lain-lain.

"Namun untuk peningkatan pesawat tempur itu dilakukan bertahap hingga tahun 2024 karena pemerintah menitik beratkan pembangunan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat. Meski demikian tahun 2010 sudah ada penambahan anggara untuk pembelian pesawat tempur termasuk untuk TNI AD dan TNI AL," kata Pangkoopsau I.

Dia mengakui, jumlah armada yang ada masih jauh dari ideal dibanding besarnya wilayah RI yang hampir sama dengan Benua Amerika dan Australia. "Korea Selatan saja yang wilayahnya lebih kecil dari Pulau Jawa sudah punya ribuan pesawat tempur. Singapura juga punya pesawat tempur jauh lebih banyak dari Indonesia," katanya.

Sertijab Danlanud dihadiri Wakapoldasu Brigjen Pol Syafruddin, Wagubsu H Gatot Pujonugroho ST, Pangkosek Hanudnas III Marsma TNI Chaeruddin Ray, Ketua MUI Sumut Prof Dr H Abdullah Syah, Ketua Umum BPD HIPMI Sumut Said Aldi Al Idrus, Kepala Kantor Bea Cukai Polonia Hendy Santosa, GM AP II Bandara Polonia, GM Garuda Indonesia Medan Muchwendi Harahap dan lain-lain.

Acara sertijab berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Di akhir acara, ditampilkan atraksi bela diri dari personil Paskhas (Pasukan Khas) AU mematahkan besi dengan tangan, paha dan kaki serta menembak balon dengan mata tertutup, memotong buah yang dipegang dengan mata tertutup.(nai)

source : http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=52464:pangkoopsau-i--lanud-medan-tidak-pindah-ke-kuala-namu-kol-pnb-taufik-hidayat-se-danlanud-medan-yang-baru&catid=31:umum&Itemid=30

=========


kok baru di omongin sekarang ???? :bash:


Pak...Pak... mbok ya kalo ngomong RISET dulu,pak.
1. kalo tetep keukeuh Lanud disana,terus mau ada CBD.. ya ujung2nya pembatasan tinggi bangunan,dll. pengaruh ke investor besar yang masuk

2. Lanud Polonia dijadikan tempat backup bantuan Tsunami. ya karena bandara domestik yg besar dan muat menampung bantuan yg paling dekat dar sana ya cuma Polonia (walaupun ke Back up di Batam jg kejadian karena Polonia penuh). bukan karena penting,tapi karena SATU-SATUNYA. Mungkin kalo ada Kuala Namu,pada tertampar liat semua pesawat lebih condong landing kesana yah.

3. Kalo Lanud Polonia dekat ke negara tetangga dan strategis.. apa bedanya ama Kuala Namu? lebih strategis dan lebih deket ke daerah bisnis mah iya.

Lanud Polonia itu bersejarah faktornya bukan hanya lokasi yang strategis satu-satunya. tapi ketidakberadaan alternatif bandara lain yg mumpuni. jadi gak usah Congkak, Jumawa, dan Sombong dulu lah. Sementara pindah ke Pekanbaru atau ikut ke Kuala Namu kan juga bisa.

Wilz
April 28th, 2010, 05:12 AM
haiz... ternyata dari AU jelas2 tidak mendukung kepindahan Bandara Polonia..
apa artinya bangun bandara di Kuala Namu tapi ujung2nya bandara lama tetap dijadikan pangkalan militer AU..

IMHO sih, pangkalan militer itu ngga ideal kalo di tengah kota, alasan gw:

1. Tanah di Kota relatif mahal dan lebih fungsional, jadi lebih baik digunakan untuk sektor komersial, jadi lebih baik kalau Pangkalan Militer itu diletakkan agak jauh dari pusat kota (apalagi mengingat Indonesia yg punya tanah begitu luasnya)

2. Pangkalan Militer tentunya menimbulkan polusi (udara & suara) yg cukup besar, kemudian resiko diserang atau resiko terbakar/meledak juga banyak, sebab banyak amunisi2 dan peralatan militer disana, jadi menurut saya, ada baiknya jika jauh dari pusat kota dan jauh dari pemukiman.

3. Pangkalan Militer yang dekat dengan pusat kota, otomatis dapat membuat personil2 di angkatan itu menjadi kurang disiplin, sebab asrama ataupun pangkalannya dekat dengan pusat2 hiburan malam atau hiburan2 lainnya.

4. Pangkalan Militer yang letaknya agak terpencil akan membuat Pangkalan tersebut menjadi lebih mudah penjagaannya, sebab tidak banyak kenderaan umum yang melewati jalan raya yg berada di sekeliling Pangkalan.

5. Keberadaan Pangkalan Militer di tengah kota otomatis menganggu aktifitas warga Kota, seperti yang kita tahu, jalan raya di depan Pangkalan TNI AU Medan, kalo sudah jam 10 malam, penjagaannya sudah semakin ketat, padahal jalan itu termasuk jalan penting di Kota Medan.

azkaaisyah
April 28th, 2010, 09:33 AM
Gosh! Nice progress ... Yey!!!

Bayangkan ini baru tahap I, gimana kalo tahap II? God Bless peoples of North Sumatera ... Semoga pemprovsu & pemerintah setempat diberikan kebijaksanaan buat mendukung & mensukseskan pembangunan semua proyek2 di Sumatera Utara ^^

bro, tanya dong.. kontraktor yang ngerjain untuk runway kuala namu siapa yah? aku taunya yang paket 1 itu Hutama karya terus yang 2 siapa yah?

medan-visi
April 29th, 2010, 01:58 PM
haiz... ternyata dari AU jelas2 tidak mendukung kepindahan Bandara Polonia..
apa artinya bangun bandara di Kuala Namu tapi ujung2nya bandara lama tetap dijadikan pangkalan militer AU..

IMHO sih, pangkalan militer itu ngga ideal kalo di tengah kota, alasan gw:

1. Tanah di Kota relatif mahal dan lebih fungsional, jadi lebih baik digunakan untuk sektor komersial, jadi lebih baik kalau Pangkalan Militer itu diletakkan agak jauh dari pusat kota (apalagi mengingat Indonesia yg punya tanah begitu luasnya)

2. Pangkalan Militer tentunya menimbulkan polusi (udara & suara) yg cukup besar, kemudian resiko diserang atau resiko terbakar/meledak juga banyak, sebab banyak amunisi2 dan peralatan militer disana, jadi menurut saya, ada baiknya jika jauh dari pusat kota dan jauh dari pemukiman.

3. Pangkalan Militer yang dekat dengan pusat kota, otomatis dapat membuat personil2 di angkatan itu menjadi kurang disiplin, sebab asrama ataupun pangkalannya dekat dengan pusat2 hiburan malam atau hiburan2 lainnya.

4. Pangkalan Militer yang letaknya agak terpencil akan membuat Pangkalan tersebut menjadi lebih mudah penjagaannya, sebab tidak banyak kenderaan umum yang melewati jalan raya yg berada di sekeliling Pangkalan.

5. Keberadaan Pangkalan Militer di tengah kota otomatis menganggu aktifitas warga Kota, seperti yang kita tahu, jalan raya di depan Pangkalan TNI AU Medan, kalo sudah jam 10 malam, penjagaannya sudah semakin ketat, padahal jalan itu termasuk jalan penting di Kota Medan.

======================================================================

kita harus maklum, di Indonesia byk sekali kepentingan primitif,,,,,yang pastinya selalu saja ada kepentingan2 yang tidak memiliki alasan yang mendasar. dan tidak heran, kenapa dlm pendidikan SD, SMP bahkan smU, selalu di ajarkan, dan disosialisasikan, agar masyarakat Indonesia, selalu bisa mengutamakan kepentingan golongan diatas kepentingan pribadi, dan kepentingan masyarakat luas diatas kepentingan golongan tertentu. inilah sumber permasalah bangsa Indonesia, yang walaupun telah berusia 65 tahun sejak Indonesia merdeka, namun masih saja blm mampu di merdekakan pola pikir bangsa ini untuk lebih mementingkan golongan, ataupun kepentingan yang lebih luas dari pada kepentingan individu pribadi maupun kelompok.

kota Medan merupakan kepentingan yang bersifat menyeluruh untuk kepentingan 3 juta masyarakat yang tinggal di kota medan, yang pastinya memiliki nilai kepentingan yang jauh lebih luas bila di bandingkan dengan golongan2 yang dimaksud tersebut diatas.

laba-laba
May 2nd, 2010, 06:18 PM
Tuesday, 27 April 2010 20:35
Budget issue not obstructed Kualanamu airport project
Warta

Govt: Public Works, Tirtanadi, and PLN must support the new International airport project
WASPADA ONLINE

MEDAN, N SUMATERA - Government confirms Kualanamu International airport construction project in Deli Serdang, North Sumatera province could be realized on June 2011 according to the plan. Transportation department official guarantees budget allocation yet to disturb the project.

"While carrying on the construction project, the budget will be provided," said the General Secretary of Transportation department Mohd Ikhyar Tatang, adding that Kualanamu establishment may significantly boost economic raise in North Sumatera, particularly Deli Serdang regency.

"Therefore, Public Works department, regional owned water tap company PDAM Tirtanadi, and regional owned electric power firm PLN to support the project," he suggested.

North Sumatera provincial Transportation agency Naruddin Dalimunthe agrees with Tatang that the new International airport planned to replace Polonia airport in Medan, North Sumatera should be realized soon.

"Considering intensified flight schedules in Polonia airport, the project should be finished on schedule," Dalimunthe told.

Tatang explains that Kualanamu project requires more fund several areas. "Air side project may need up to R4.3 trillion, for the runway (3 km long), taxi way, Instrument Landing System (ILS), along with other additional navigation," he said.

"Meanwhile, for landside project areas, namely terminal, barrier, way to access the airport, land purchasing, and railway express would require Rp1.4 trillion till Rp1.5 trillion."
Translated by: Ananta Politan Bangun

source http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=109282:budget-issue-not-obstructed-kualanamu-airport-project&catid=30:english-news&Itemid=101

Bettarga
May 5th, 2010, 01:44 PM
Eh kuala namu aiport ini membutuhkan berapa tahun sihh pembangunan'a???? apakah sampai 10 tahun

laba-laba
May 6th, 2010, 03:38 AM
Eh kuala namu aiport ini membutuhkan berapa tahun sihh pembangunan'a???? apakah sampai 10 tahun

uhm...
cobak aku hitung ya...

1997 - 2011 ( estimate )...

Bettarga
May 7th, 2010, 05:21 AM
uhm...
cobak aku hitung ya...

1997 - 2011 ( estimate )...

Wii..klo bandara Kuala namu butuh 14 tahun pembangunan...until fix...brarti bndara jogja yg baru katakanlah bandara'a di buat sekarang mungkin akan rampung tahun 2024 ...hemmm wahh lumayan lama....:nuts:

bbq
May 7th, 2010, 04:50 PM
Wii..klo bandara Kuala namu butuh 14 tahun pembangunan...until fix...brarti bndara jogja yg baru katakanlah bandara'a di buat sekarang mungkin akan rampung tahun 2024 ...hemmm wahh lumayan lama....:nuts:

One more thing, itu untuk tahap pertama doank. Masi ada 3 tahap lagi denger2nya ...

Wilz
May 8th, 2010, 11:36 AM
^^ tahap I bisa selesai Juni 2011 aja uda syukur banget..

soalnya uda pusing banget kalo liat bandara polonia, sumpek, jorok, banyak calo, uda gitu, mesti bayar Rp.75ribu lagi (airport tax LN)..

kalo di luar negeri, bayar airport tax pun rela, karna bisa menikmati airport megah dan mewah..

gw pernah ke Sultan Mahmud Airport di Kuala Terengganu (airport utama bagi yg mau ke Pulau Redang) Malaysia, cuma ada 3 maskapai yg beroperasi disana, malaysia airlines, firefly, dan airasia (2x sehari), setaon cuma hanya melayani 400ribuan penumpang, bandingkan dengan polonia yg melayani 5jutaan penumpang per taon, tapi ironisnya, bandara di kuala terengganu jauh jauh lebih besar dan lebih mewah dibandingkan dengan polonia...

haiz.. ironis sekali...

castle_92
May 19th, 2010, 07:38 PM
^^
Malaysia mmng gila-gilaan bangun infrastrukturnya, bahkan melaka yg dket KL aja bangun bandara megah :eek:

yudibali2008
May 19th, 2010, 11:12 PM
emang aneh bangsa kita, Indonesia ini, yg mudah dipersulit, yg sulit dibuat jelimet....terang aja sekarang negara tetangga kita pada tinggal landas dalam pembangunan (mungkin juga karena faktor teroris juga seh, kan malaysia biang keroknya :D)....saya harap kebiasaan para pejabat atas kita ini bisa diberantas abis, dan digantikan dengan paradigma yg simple, cepat dan tepat....jadi infrastruktur bisa dibangun cepat juga....

castle_92
May 20th, 2010, 02:10 AM
^^
Maybe generasi muda nt yg mewujudkanya :) :) :)

Widana89
May 22nd, 2010, 08:47 PM
^^ lambat bgt pembangunan bandara ini...

jeppy123
May 28th, 2010, 06:54 PM
emang aneh bangsa kita, Indonesia ini, yg mudah dipersulit, yg sulit dibuat jelimet....terang aja sekarang negara tetangga kita pada tinggal landas dalam pembangunan (mungkin juga karena faktor teroris juga seh, kan malaysia biang keroknya :D)....saya harap kebiasaan para pejabat atas kita ini bisa diberantas abis, dan digantikan dengan paradigma yg simple, cepat dan tepat....jadi infrastruktur bisa dibangun cepat juga....

Faktor lainnya mungkin karena Indonesia wilayahnya besar sekali, sedangkan Malaysia itu kecil. Itu sebabnya kenapa pemerintah Indonesia jarang sekali memfokuskan pembangunan ke suatu wilayah, karena mereka juga harus membangun di daerah-daerah terpencil supaya ekonominya tidak ketinggalan dari kota lain dan distribution of income lebih merata..

Tapi kalau saya pikir-pikir, pembangunan Kuala Namu ini memang sudah kelewatan lamanya, masa dari saya belum sekolah sampai nanti ketika saya udah mau lulus SMA? Saya harap pemerintah lebih serius lah, jangan ngomong aja, itu target Juni 2011 benar-benar dikejar (tapi juga jangan asal-asalan), dan pembangunan bandara ini selesai.. Kan selain ekonomi bakal naik, beban mereka juga berkurang..

Mimihitam
May 29th, 2010, 02:10 PM
Faktor lainnya mungkin karena Indonesia wilayahnya besar sekali, sedangkan Malaysia itu kecil. Itu sebabnya kenapa pemerintah Indonesia jarang sekali memfokuskan pembangunan ke suatu wilayah, karena mereka juga harus membangun di daerah-daerah terpencil supaya ekonominya tidak ketinggalan dari kota lain dan distribution of income lebih merata..

Tapi kalau saya pikir-pikir, pembangunan Kuala Namu ini memang sudah kelewatan lamanya, masa dari saya belum sekolah sampai nanti ketika saya udah mau lulus SMA? Saya harap pemerintah lebih serius lah, jangan ngomong aja, itu target Juni 2011 benar-benar dikejar (tapi juga jangan asal-asalan), dan pembangunan bandara ini selesai.. Kan selain ekonomi bakal naik, beban mereka juga berkurang..

Jangan gunakan luas wilayah sebagai excuse. China luasnya besar sekali, tapi bisa pesat pembangunan infrastrukturnya.

arif doank
May 30th, 2010, 09:11 AM
Jangan gunakan luas wilayah sebagai excuse. China luasnya besar sekali, tapi bisa pesat pembangunan infrastrukturnya.

cina lebih mudah melakukan pembangunan terhadap negaranya karena wilayahnya adalah daratan semua gan,, beda dengan Indonesia yang merupakan wilayah kepulauan! :lol:

SuaraRakyat
June 3rd, 2010, 08:42 AM
Pembangunan di Medan terkendala masalah listrik. KualaNamu selesai tapi listrik belum mendukung = nol. Jika dilihat-lihat, projek yang dipegang pemerintah selalu lelet, sebaliknya projek yang di pegang pihak swasta, bukan hanya hasilnya lebih berkualitas tetapi juga cepat dan lebih murah. Hal tersebut dikarenakan proses birokrasi yang panjang di bagian pemerintahan (Lebih sentralis). Sedangkan pihak swasta itu lebih independen dan punya otak pemikiran yang berbeda dibanding dengan pemerintah. Banyak sekali yang mengencam tindakan pemerintah yang menjual aset negara, padahal tidak semua itu buruk. Pemerintah tugasnya menjalankan negara bukan menangani masalh bisnis. Menurut anda? KualaNamu mendingan di pegang swasta ato di pegang pemerintah?

________________________________________________________
For a quick movie review, Click the link below.
http://movgoers.blogspot.com/

Wilz
June 7th, 2010, 03:03 PM
@atas
segala hal kalo dipegang oleh swasta, pasti hasilnya lebih bagus daripada dipegang oleh pemerintah (khusus di indonesia, kalo di negara maju malah sebaliknya)

tetapi ngga semua bidang bisa dikuasai swasta.. contohnya listrik, air, telekomunikasi, dll yg menyangkut hajat hidup rakyat..

salah satunya juga bandara dan pelabuhan, bisa kebayang ga tuh kalo swasta menguasai bandara dan pelabuhan di sumut, trus swastanya cekcok sama government, trus bandara n pelabuhannya ditutup oleh pihak swasta.. wakakaka..

trus, karna ngga senang dengan government, air n listrik tiba2 distop oleh pihak swasta, ngga kebayang kejadiannya bakal gimana.. hehehe..

seharusnya pemerintah indo uda harus mawas diri.. negara tetangga kita uda lari sangat jauh, malaysia malah menargetkan 2022 sudah menjadi negara maju.. padahal ekonomi mereka sangat bergantung pada rakyat indonesia (TKI & turisme)

barusan gw nonton opening ceremony Shanghai World Expo.. luar biasa banget, mereka bener2 welcome dalam hal turisme, event2 digelar.. biar semua orang datang liat negara mereka..

how about Indonesia? kebutuhan primer seperti listrik saja susah dipenuhi.. sepertinya perjalanan kita masih sangat jauh..

yg bisa kita lakukan sebagai warga negara adalah.. kita harus bayar pajak, supaya negara punya duit, tak perlu kita perdulikan duit pajak itu mo dikemanain sama negara, kalo dikorup sama pejabat negara, biarlah mereka pertanggung jawabkan di neraka, yg penting kita harus bayar pajak..

=NaNdA=
June 8th, 2010, 06:15 PM
^^ lambat bgt pembangunan bandara ini...

lambatkah? :D

dapet dari someone's fb, credit to Rizky Pratama
http://www.facebook.com/photos.php?id=1579055111#!/album.php?aid=47574&id=1579055111

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs556.snc3/30398_1387987271248_1579055111_913450_6970254_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs338.snc3/29498_1358608056786_1579055111_844244_568076_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs358.snc3/29498_1362918004532_1579055111_850827_1805267_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs658.snc3/32498_1380165835717_1579055111_891053_8014278_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs658.snc3/32498_1383138510032_1579055111_899901_1306691_n.jpg

:okay:

Wilz
June 9th, 2010, 05:33 AM
@atas
makasi banget gambarnya... tapi IMHO, progressnya ngga beda jauh sama gambar yg kemarin2 ya..

nowan
June 10th, 2010, 11:46 PM
Ya seperti itulah proyek konstruksi gedung. Saat pekerjaan struktural terlihat kencang, begitu pekerjaan mekanikal, elektrikal sampai detail arsitektur terasa lambat :) Lagipula beberapa foto di atas sudah agak lama juga saya lihat di FB. Tentunya sekarang sudah lebih dari itu (semoga). Jadi lumayanlah kemajuan terminal ini :)

Wilz
June 11th, 2010, 08:27 AM
aneh aja... targetnya taon depan uda beroperasi, tapi progressnya ngga meyakinkan banget.. boleh dibilang itu yg uda siap cuma kerangka terminalnya aja..

dan di sisi udara, saya kira masih nimbun2..

moga cepat siap aja deh..

Widana89
June 13th, 2010, 03:05 AM
cina lebih mudah melakukan pembangunan terhadap negaranya karena wilayahnya adalah daratan semua gan,, beda dengan Indonesia yang merupakan wilayah kepulauan! :lol:

^^Negara Kepulauan atau daratan sama saja... Kalau membangun kan ttp di darat juga... gak mungkin kan membangn bandara di tengah laut...:lol::lol:
Tp Jika dibanding dengan cina kita emang jauh kalah... Negara kita udah anggarannya sedikit trus koruptor dmn2... jd kapan bisa bersaing dengan cina..:ohno::ohno:

Ocean One
June 13th, 2010, 04:48 PM
cina lebih mudah melakukan pembangunan terhadap negaranya karena wilayahnya adalah daratan semua gan,, beda dengan Indonesia yang merupakan wilayah kepulauan! :lol:

Lagian juga tanah di cina itu adalah milik negara. Jadi ketika negara membutuhkan suatu bidang tanah untuk pembangunan, soo rakyatnya mau tak mau harus ngasi n mereka gak punya pilihan buat nolak.:lol::lol::lol:

Coba bandingkan dengan negara kita. Investor pada angkat tangan tuh kalau dah berbicara mengenai pembebasan lahan, menangis cinalah mereka....:bash:

Wilz
June 14th, 2010, 08:21 AM
^^
saya rasa kurang etis kalo membandingkan china dengan indonesia, jelas2 kedua negara ini berbeda, indonesia menganut paham demokratis dengan menjunjung tinggi HAM, sementara china adalah negara diktator yang menganut paham komunis..

tentu masalah pembebasan lahan adalah salah satu penghambat dalam pembangunan infrastruktur, tapi jangan menggunakan ini sebagai kambing hitam
contohnya kuala namu saja, lahannya sudah clear, tinggal dibangun saja, itupun lelet..

Ocean One
June 14th, 2010, 05:41 PM
^^
saya rasa kurang etis kalo membandingkan china dengan indonesia, jelas2 kedua negara ini berbeda, indonesia menganut paham demokratis dengan menjunjung tinggi HAM, sementara china adalah negara diktator yang menganut paham komunis..

tentu masalah pembebasan lahan adalah salah satu penghambat dalam pembangunan infrastruktur, tapi jangan menggunakan ini sebagai kambing hitam
contohnya kuala namu saja, lahannya sudah clear, tinggal dibangun saja, itupun lelet..

Ini sih masalah kekuatan modal bro. China dengan cadangan devisa terbesar didunia yg sudah diatas 2T US$ terlalu mudah untuk melakukan berbagai hal untuk membangun negaranya dibanding dengan negara kita yg cm 74M US$. Di tambah lagi dengan komitment dari masing2 pemerintahan untuk pembangunan masing2 negara. Negara kita masih terlalu panjang untuk meraih apa yg bs di rasakan oleh rakyat sebagai kemakmuran yg berkeadilan sosial.:ohno::ohno::ohno:

Blum lg dengan berbagai macam kepentingan politik yg di pertontonkan pd masyarakat sebagai sebuah sandiwara or dongeng yg bahkan sudah tidak laku dijual di emperan toko, begitu sangat memuakkan dan bikin pengen muntah...:bash:

sasamakan
June 17th, 2010, 07:42 AM
^^ Tidak usah jauh jauh china, India aja yang tingkat ekonominya masih dibawah Indonesia pembangunan bandara dan sarana umumnya masih lebih baik dari Indonesia :D

Widana89
June 17th, 2010, 07:40 PM
^^Proyek2 di negara kita emang kebanyakan molor.... Pemerintah & Kontraktornya banyak alasan kalau udah molor, gak ada tanggung jawabnya sedikitpun....

sasamakan
June 18th, 2010, 10:26 AM
^^ Jujur deh, bandar udara Mangalore yang mungkin kondisinya hampir sama dengan Polonia yaitu sudah ga layak aja langsung ditangani sama pemerintah india, kurang lebih setahun bandaranya sudah kelar :D
Sekarang aja India lagi merenovasi besar-besaran fasilitas umum mulai dari bandar udara hingga pelabuhan disana. Satu sisi kecewa aja melihat kuala namu proyeknya jauh lebih lambat daripada Delhi Internasional Airport yang kalo udah salah tahap 3 nya udah kelar. Ayolah Kuala Namu, ini mega proyeknya Indonesia :D. Sudah saatnya dipercepat, jangan mau kalah sama negara India yang tingkat ekonominya masih dibawah Indonesia (Gatahu sekarang, sepertinya sudah diatas Indonesia)

laba-laba
June 22nd, 2010, 08:35 AM
DPD Tunggu Hasil Audit Pembangunan Bandara Kualanamu

Medan, (Analisa)

Pihak DPD RI masih menunggu hasil audit terhadap dana yang telah dikucurkan dalam proyek pembangunan Bandara Kualanamu yang hingga kini masih terbengkalai. Setiap dana tambahan diminta harus dikaji jelas dan transparan karena dicurigai ada permainan.

"Kita hanya minta diaudit, baru diturunkan anggaran biar tepat sasaran, penambahan dana itu untuk apa, semua harus transparan agar tidak saling menyalahkan," kata anggota DPD RI Asal Sumut Rahmat Shah seusai melakukan kunjungan kerja dengan Gubsu H Syamsul Arifin, Senin, (21/6).

Setiap kucuran dana besar di luar anggaran harus diteliti kemana arahnya. "Dana besar di luar anggaran harus diaudit, berapa layak penambahan untuk apa," ungkapnya.

Dikatakannya, semua kucuran dana yang akan ditalang untuk pembangunan Bandara harus dikaji ulang tingkat kelayakannya karena sebelumnya pihaknya juga telah menemukan berbagai kejanggalan dan kecurigaan atas usulan dana dalam pembangunan Bandara Kualanamu.

Dana untuk pembangunan Bandara diprediksi bisa dicukupkan Rp 2,7 Triliun untuk biaya keseluruhan pembangunan sampai selesai. Artinya hanya perlu penambahan tidak terlalu membangkak dari dana awal sebesar Rp Rp 2,1 triliun. "Sebab dana Rp Rp2,7 triliun cukup, jadi kalau ada usulan panambahan harus dilihat apakah layak atau tidak, tegasnya.

Sementara Anggota DPD RI Rudolf Pardede, mengatakan, pemerintah daerah berharap Bandara bisa selasai pada tahun 2012. Harapanya untuk pembangunan bisa selesai 2012," ujarnya.

Dikatakan Rudolf, semua usulan penambahan masih tahap pengusulan kepada Pemerintah pusat.

Sebelumnya Manager Konstruksi proyek pembangunan Bandara Kualanamu Tulus Tambunan mengatakan, Bandara Kualanamu masih membutuhkan tambahan dana lebih dari 100 persen, dari dana awal hanya sebesar Rp 2,1 triliun menjadi Rp 6 triliun.

Penambahan dana tersebut disebabkan terdeteksinya kandungan lumpur di jalur Taxi Way dan Run Way. Kedalaman lumpur 5-13 meter. Oleh sebab itulah pihaknya mengajukan dana tambahan, katanya. (ir)

source http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=59189:dpd-tunggu-hasil-audit-pembangunan-bandara-kualanamu&catid=31:umum&Itemid=30

DJ_Archuleta
June 25th, 2010, 09:38 AM
2 Instansi berbeda soal kemajuan Kuala Namu


MEDAN (Bisnis.com): Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut dan Angkasa Pura II saling berbeda data terkait pembangunan Bandara Kuala Namu yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Sumut.

Kepala Badan Perencanaan Pembanguan Daerah (Bappeda) Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan, per Mei 2010 bobot progres pembangunan untuk sektor publik (udara) mencapai 73,13%, sementara sektor privat (darat) mencapai 26,86%.Realisasi, untuk sektor publik mencapai 27,57% dari yang direncanakan 28,23% sehingga ada deviasi sekitar -0,6581%, sedangkan sektor private 15,81% dari yang direncanakan sebesar 16,90% sehingga deviasinya 1,0446%.

“Sehingga keseluruhan progressnya baru mencapai 43,38%. Dan kita menargetkan pada akhir 2010 akan selesai,” ungkapnya.

Selain itu, untuk pembiayaan sektor publik (udara) Kualanamu sebesar Rp4,3 triliun. Rinciannya, pemakaian dari tahun 2007-2009 sebesar Rp1,33 triliun. Sementara kini berdasarkan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) 2010 mencapai Rp602,423 miliar.

Dia menjelaskan, untuk kebutuhan dana sektor publik di 2011 sebesar Rp1,7 triliun, di mana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2010 sebesar Rp600 miliar. Sedangkan pembiayaan untuk sektor private kurang lebih sebesar Rp1,4 triliun.

Menurut Pimpinan Proyek PT Angkasa Pura II, Joko Waskito ketika dihubungi Bisnis via seluler mengatakan, bahwa progres realisasi untuk sektor private mencapai 60,0934% dari rencananya 65,5371%, sehingga deviasinya 5,2239%. Sedangkan untuk sektor publik rencananya 40,0445%, dengan realisasi mencapai 59,4086%, sehingga deviasinya -0,6359%. Total progres realisasi pembangunan kini telah mencapai 45,2833%, dari yang direncanakan sebesar 47,222%. Sehingga deviasinya -1,9389%.

“Progres pembangunan Bandara Kuala Namu yang benar adalah yang saya sebutkan tadi, data� dari Bappeda tidak benar. Mungkin data yang diberikan Bappeda adalah data sebelumnya, kalau yang ini adalah data per 6 Juni 2010 karenakan pembanguan terus bergerak,” tegasnya.

Wilz
June 27th, 2010, 09:37 AM
^^ Jujur deh, bandar udara Mangalore yang mungkin kondisinya hampir sama dengan Polonia yaitu sudah ga layak aja langsung ditangani sama pemerintah india, kurang lebih setahun bandaranya sudah kelar :D
Sekarang aja India lagi merenovasi besar-besaran fasilitas umum mulai dari bandar udara hingga pelabuhan disana. Satu sisi kecewa aja melihat kuala namu proyeknya jauh lebih lambat daripada Delhi Internasional Airport yang kalo udah salah tahap 3 nya udah kelar. Ayolah Kuala Namu, ini mega proyeknya Indonesia :D. Sudah saatnya dipercepat, jangan mau kalah sama negara India yang tingkat ekonominya masih dibawah Indonesia (Gatahu sekarang, sepertinya sudah diatas Indonesia)

India sekarang uda di atas Indonesia bro..

India tuh termasuk dalam BRIC (Brazil Russia India China) kekuatan ekonomi masa depan..

GDP India jauh di atas Indonesia..

laba-laba
June 28th, 2010, 03:45 AM
2 Instansi berbeda soal kemajuan Kuala Namu


MEDAN (Bisnis.com): Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut dan Angkasa Pura II saling berbeda data terkait pembangunan Bandara Kuala Namu yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Sumut.

Kepala Badan Perencanaan Pembanguan Daerah (Bappeda) Sumut, Riadil Akhir Lubis mengatakan, per Mei 2010 bobot progres pembangunan untuk sektor publik (udara) mencapai 73,13%, sementara sektor privat (darat) mencapai 26,86%.Realisasi, untuk sektor publik mencapai 27,57% dari yang direncanakan 28,23% sehingga ada deviasi sekitar -0,6581%, sedangkan sektor private 15,81% dari yang direncanakan sebesar 16,90% sehingga deviasinya 1,0446%.

“Sehingga keseluruhan progressnya baru mencapai 43,38%. Dan kita menargetkan pada akhir 2010 akan selesai,” ungkapnya.

Selain itu, untuk pembiayaan sektor publik (udara) Kualanamu sebesar Rp4,3 triliun. Rinciannya, pemakaian dari tahun 2007-2009 sebesar Rp1,33 triliun. Sementara kini berdasarkan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) 2010 mencapai Rp602,423 miliar.

Dia menjelaskan, untuk kebutuhan dana sektor publik di 2011 sebesar Rp1,7 triliun, di mana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2010 sebesar Rp600 miliar. Sedangkan pembiayaan untuk sektor private kurang lebih sebesar Rp1,4 triliun.

Menurut Pimpinan Proyek PT Angkasa Pura II, Joko Waskito ketika dihubungi Bisnis via seluler mengatakan, bahwa progres realisasi untuk sektor private mencapai 60,0934% dari rencananya 65,5371%, sehingga deviasinya 5,2239%. Sedangkan untuk sektor publik rencananya 40,0445%, dengan realisasi mencapai 59,4086%, sehingga deviasinya -0,6359%. Total progres realisasi pembangunan kini telah mencapai 45,2833%, dari yang direncanakan sebesar 47,222%. Sehingga deviasinya -1,9389%.

“Progres pembangunan Bandara Kuala Namu yang benar adalah yang saya sebutkan tadi, data� dari Bappeda tidak benar. Mungkin data yang diberikan Bappeda adalah data sebelumnya, kalau yang ini adalah data per 6 Juni 2010 karenakan pembanguan terus bergerak,” tegasnya.

yang pasti, orang BAPPEDA SU mengatakan Kuala Namu selesai taon 2012.

David-80
June 28th, 2010, 11:48 AM
India sekarang uda di atas Indonesia bro..

India tuh termasuk dalam BRIC (Brazil Russia India China) kekuatan ekonomi masa depan..

GDP India jauh di atas Indonesia..

GDP total jelas, karena mereka 1 milyar penduduknya, tapi percapita masih dibawah Indonesia, plus HDI nya.

btw nih di trip report dibawah, ada gambar kuala namu dari atas...

http://www.indoflyer.net/forum/tm.asp?m=459551

cheers

bbq
June 29th, 2010, 05:46 AM
GDP total jelas, karena mereka 1 milyar penduduknya, tapi percapita masih dibawah Indonesia, plus HDI nya.

btw nih di trip report dibawah, ada gambar kuala namu dari atas...

http://www.indoflyer.net/forum/tm.asp?m=459551

cheers


Nih gw bantu posting foto yang dimaksud … (^^)/

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/a3VhbGEgbmFtdS5qcGc.jpg

opang
July 2nd, 2010, 04:45 AM
belum selesai juga nih bandara? haha...seperti yg kuduga, bukan medan namanya kalo untuk urusan bangun-membangun selalu lambat. apalagi fasilitas publik seperti bandara dll...ckckck

yudibali2008
July 2nd, 2010, 04:58 AM
Nih gw bantu posting foto yang dimaksud … (^^)/

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/a3VhbGEgbmFtdS5qcGc.jpg



wedew...masih kayak gitu....bisa2 tahunan tuh baru jadi :bash:

Mimihitam
July 3rd, 2010, 04:19 AM
India sekarang uda di atas Indonesia bro..

India tuh termasuk dalam BRIC (Brazil Russia India China) kekuatan ekonomi masa depan..

GDP India jauh di atas Indonesia..

GDP Indonesia jauh di atas Malaysia dan Singapura, apakah itu berarti Indonesia di atas Malaysia dan Singapura? Data-data lain juga harus diliat

Secara pendapatan per kapita, HDI, Indonesia masih di atas India. 37.2%, atau sekitar 410 juta penduduk India masih dibawah garis kemiskinan. (source, Planning commission, Government of India)

AsianDragons
July 3rd, 2010, 08:37 AM
Is this the only airport thread not in the transport sub-forum ???

David-80
July 3rd, 2010, 01:05 PM
Is this the only airport thread not in the transport sub-forum ???

Because the airport is not finished yet.

Cheers

sasamakan
July 4th, 2010, 01:57 PM
GDP Indonesia jauh di atas Malaysia dan Singapura, apakah itu berarti Indonesia di atas Malaysia dan Singapura? Data-data lain juga harus diliat

Secara pendapatan per kapita, HDI, Indonesia masih di atas India. 37.2%, atau sekitar 410 juta penduduk India masih dibawah garis kemiskinan. (source, Planning commission, Government of India)

Sekarang sih mungkin lebih ke orang kitanya juag kali ya, bener2 serius ga menggarap proyek mega ini. Saya malah salut sama bangkok karena bandar udaranya yang bisa mengkamuflase kotanya yang menurut saya kalah bagus sama jakarta (Walaupun transportasi umum baik :D)
Orang2 males ke Indonesia karena pintu gerbang alias bandaranya aja udah ngasih imej jelek, mulai dari kebersihan, keamanan, petugas, keimigrasian dll. Sudah saatnya banget deh ini kuala namu harus segera dibuka, tapi dibukanya juga jangan asal-asalan, mulai dari pelayanan, keamanan, kebersihan, sama kenyamanan juga harus bener2 diperhatiin, kan siapa tahu bandara Kuala Namu ini bisa menjadi salah satu pintu gerbang yang terbaik di Indonesia sehingga menarik orang untuk datang iya ga :D menurut saya loooooooh

AsianDragons
July 5th, 2010, 04:24 AM
Because the airport is not finished yet.

Cheers

ohh my:lol:

jeppy123
July 5th, 2010, 05:12 AM
Tender interior design bandara ini sudah ada belum ya? Jadi penasaran dengan interiornya nanti :lol:

Dari gambar-gambar di atas, saya optimis pembangunan terminal sudah rampung pada akhir 2010, atau setidaknya hampir selesai. :lol:


http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/a3VhbGEgbmFtdS5qcGc.jpg

Tapi setelah melihat gambar yang ini, saya pesimis bandara itu selesai akhir 2010. Runway, Taxiway, dan apron aja masih ancur lebur begitu :ohno:

Ayolah, New Delhi di India sekarang sudah sukses dengan Indira Gandhi Airport terminal 3 nya yang sangat megah, dan rampung hanya dalam waktu 37 bulan (3 tahun 1 bulan)! Dan mereka sangat bangga dengan ketepatan waktu proyek mereka. Sudah saatnya Indonesia juga harus menunjukkan kalau negara ini pun bisa menyelesaikan sesuatu dengan tepat waktu.

sasamakan
July 5th, 2010, 06:54 AM
^^ saya berharap interiornya lebih bagus daripada SVB atau KLIA :D

UMD
July 5th, 2010, 10:41 AM
Tender interior design bandara ini sudah ada belum ya? Jadi penasaran dengan interiornya nanti :lol:

Dari gambar-gambar di atas, saya optimis pembangunan terminal sudah rampung pada akhir 2010, atau setidaknya hampir selesai. :lol:



Tapi setelah melihat gambar yang ini, saya pesimis bandara itu selesai akhir 2010. Runway, Taxiway, dan apron aja masih ancur lebur begitu :ohno:

Ayolah, New Delhi di India sekarang sudah sukses dengan Indira Gandhi Airport terminal 3 nya yang sangat megah, dan rampung hanya dalam waktu 37 bulan (3 tahun 1 bulan)! Dan mereka sangat bangga dengan ketepatan waktu proyek mereka. Sudah saatnya Indonesia juga harus menunjukkan kalau negara ini pun bisa menyelesaikan sesuatu dengan tepat waktu.

RUnway ama Taxiway (yang berada di sebelah terminal) yang masih terbengkalai. Kalau Apron udah kelihatan bagus.

Tidak bisa Kuala Namu dibandingkan ke Indira Gandhi T3. Itu kan mereka kejar tayang untuk Commonwealth Games dna juga terminal itu dibangun di airport yang sudah ada.

rilham2new
July 6th, 2010, 04:21 PM
GDP Indonesia jauh di atas Malaysia dan Singapura, apakah itu berarti Indonesia di atas Malaysia dan Singapura? Data-data lain juga harus diliat

Secara pendapatan per kapita, HDI, Indonesia masih di atas India. 37.2%, atau sekitar 410 juta penduduk India masih dibawah garis kemiskinan. (source, Planning commission, Government of India)

Bicara soal HDI....

Itu gak cuman soal GDP.... Coba cek GDP per Capita di Afrika Selatan, mereka GDP per capita bagus,, tapi HDI nya anjlok. Bahkan lebih rendah dari Indonesia dan Vietnam.

Filipina yang GDP per Capitanya lebih rendah dari Indonesia. HDI nya masih lebih tinggi Filipina.

Cuba, pendapatan per kapitanya lebih rendah dari Malaysia. Tapi HDI nya masih lebih tinggi Cuba. Negara yang diembargo itu HDI nya jauhhh sekali di atas negara ini. HDI untuk Cuba bahkan lebih tinggi dari Russia ataupun Venezuela.

Di Indonesia contoh serupa juga ada, GDP per kapita Riau lebih tinggi dari Sulawesi Utara,,, tapi HDI nya tinggian Sulawesi Utara. GDP per kapita Kalimantan Timur jauh di atas Riau dan Sulawesi Utara, tapi HDI nya masih tinggian Riau, Sulawesi Utara, dan DKI Jakarta.


Dan untuk membangun,,, kita gak perlu nungguin HDI atau GDP per kapita naik dulu supaya bisa jadi justification. .. Gak ada GOOD REASON lain selain kelamaan nungguny, kasian Kota Medan ke depannya ...

David-80
July 6th, 2010, 07:01 PM
Ok, lets back to topic

menurut

http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=4080

pengerjaan raillink ke kuala namu lagi dikebut. disitu juga ada contoh keretanya.

OOT : Progress Kuala Namu fisik sdh 70%. Bahkan infonya kalau PT.Railink gak segera membuat bangunan Stasiun. Pihak APII yg akan mengerjakannya dan PT.Railink menyewa ke mereka.

PT.KAI pusat katanya juga sudah menyiapkan dana 60 M untuk pembangunan fisik jalur menuju Kuala Namu yg pjgnya sekitar 5.5KM.

Cheers

sesamee
July 7th, 2010, 02:52 PM
Afrika Selatan punya HDI rendah karena tingkat HIV/AIDS yang tertinggi di dunia beserta tingginya tingkat pembunuhan dan pemerkosaan. HDI bukan indikator ekonomis, melainkan indikator pembangunan semesta, jadi nggak bisa dipake buat melihat seberapa jauh sebuah perekonomian bisa menjustifikasi pembangunan bandara yang bagus.

AceN
July 8th, 2010, 09:11 AM
Ok, lets back to topic

menurut

http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=4080

pengerjaan raillink ke kuala namu lagi dikebut. disitu juga ada contoh keretanya.



Cheers

Thanks vid :) penasaran sama keretanya, mengingat selama ini IMO kereta buatan INKA interior & exterior nya selalu norak, kecuali Argo Bromo yang keren...hehe

sasamakan
July 8th, 2010, 11:07 AM
Ok, lets back to topic

menurut

http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=4080

pengerjaan raillink ke kuala namu lagi dikebut. disitu juga ada contoh keretanya.



Cheers

semoga aja bisa menyaingi kereta2 erport lainnya :D

Widana89
July 8th, 2010, 06:06 PM
Nih gw bantu posting foto yang dimaksud … (^^)/

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/a3VhbGEgbmFtdS5qcGc.jpg

:ohno::ohno: Ya ampun ini gambar terbaru ya??
Kapan selesainya kalau masih ky gini??

diorinisan
July 9th, 2010, 08:23 AM
lambatnya selesai bandara kuala namu:ohno:

Happy Man
July 9th, 2010, 05:36 PM
lambatnya selesai bandara kuala namu:ohno:

iya nih, gw jadi gregetan tunggunya. mungkin ada konspirasi tingkat tinggi yang sengaja memperlambat pembangunannya. who's know?:ohno:

DJ_Archuleta
July 24th, 2010, 11:01 AM
DPRD Minta Izin Proyek Kuala Namu Dicabut


MEDAN (Pos Kota) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Deli Serdang meminta Menteri Perhubungan mencabut izin tugas Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Proyek Bandara di Kuala Namu. Pasalnya, pengerjaan proyek tersebut dinilai mengambaikan aspek lingkungan.

“Proses pembangunan Bandara Kuala Namu telah menimbulkan dampak kerusakan jalan dan pencemaran lingkungan, tanpa dibarengi upaya perbaikan,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Deli Serdang, Syarifuddin Rosha kepada wartawan, Senin (19/7).

Menurutnya, sebagian badan jalan mulai dari Kecamatan Lubuk Pakam, Kecamatan Pantai Labu, Kecamatan Beringin hingga Desa Kuala Namu saat ini rusak parah karena setiap hari dilalui truk-truk pengangkut material bangunan proyek Bandara Kuala Namu pengganti Bandara Polonia Medan itu.

Mencermati persoalan itu, Komisi D DPRD Deli Serdang meminta Menhub membatalkan atau mencabut izin tugas yang diberikan kepada Satker Pelaksana Proyek Bandara Kuala Namu.

Permintaan pembatalan izin tugas pelaksana proyek Bandara Kuala Namu tersebut dinilai cukup beralasan dan relevan dengan Surat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM.5 Tahun 2008 yang antara lain menegaskan, Menhub akan mencabut izin
tugas pelaksana pembangunan jika terbukti mengabaikan tanggung jawab atas segala dampak yang ditimbulkan akibat pembangunan bandara itu.

DJ_Archuleta
July 24th, 2010, 11:23 AM
Kuala Namu & Soekarno Hatta akan saingi Changi
Oleh: Hendra Wibawa

JAKARTA (Bisnis.com): Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Kuala Namu Medan diproyeksikan menjadi pesaing utama Bandara Changi Singapura dan Bandara Kuala Lumpur Malaysia saat kebijakan liberalisasi penerbangan Asean pada 2015.

Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Tri Suriadjie Sunoko mengatakan kedua bandara itu akan diperbesar untuk melayani seluruh potensi penerbangan internasional sejak kebijakan langit terbuka (open sky) Asean.

"Kedua bandara itu akan kami genjot supaya bisa bersaing dengan bandara Singapura dan Malaysia," katanya seusai pelantikan dewan komisaris dan direksi AP I, AP II serta PT Kereta Api, hari ini.

Dia memaparkan pihaknya akan mengandalkan kedua bandara itu sebagai pengumpul (hub) layanan penumpang dan kargo di Asean. Saat ini, AP II dengan pemerintah tengah merampungkan pembangunan Bandara Kuala Namu yang memiliki potensi sebagai hub Asean karena lokasinya sangat strategis. "Bandara itu ditargetkan selesai 2012, sehingga pada 2015 Kuala Namu akan jadi andalan untuk open sky Asean," tutur Tri.(msb)

David-80
July 25th, 2010, 02:37 PM
DPRD Minta Izin Proyek Kuala Namu Dicabut

Now everybody knows, why this airport is soooo...long to finish

Cheers

Happy Man
July 25th, 2010, 06:56 PM
Now everybody knows, why this airport is soooo...long to finish

Cheers

kita cuma bisa mengelus dada alias sangat sabar menunggu sampe selesai. harapan kita, semoga kualitas bandara tersebut bisa sebanding dengan pengorbanan atas kesabaran kita selama ini. amin...:)

ruperdo
July 25th, 2010, 07:03 PM
Now everybody knows, why this airport is soooo...long to finish

Cheers

agreed, om David!

laba-laba
August 2nd, 2010, 05:27 AM
PAN Akan Dorong Pemerintah Percepat Pembangunan Bandara Kuala Namu
Medan, (Analisa).

Ketua Umum PAN Hatta Rajasa memukul gong saat pembukaan Muswil IV PAN Sumut di gedung Selecta Medan, Minggu (1/8).

Dalam Pembukaan itu turut hadir Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Gubsu H. Syamsul Arifin SE, Walikota Medan Drs. Rahudman Harahap.

Partai Amanat Nasional (PAN) akan terus mendorong pemerintah segera mempercepat proses penyelesaian pembangunan Bandara Kuala Namu di Sumut.
"PAN secara aktif terus memantau realisasai pembangunan bandara bertaraf Internasional ini, sehingga penyelesaian tepat waktu," kata Ketua Umum PAN Hatta Rajasa ketika membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) IV PAN Sumut, Minggu (1/8) malam.

Hatta Rajasa yang juga Menko Perekonomian tersebut mengatakan, sejauh ini sejumlah dana pendukung pembangunan Bandara Kuala Namu ini telah dialokasikan dalam APBN. Dan kita harapkan, paling lambat akhir 2010, bandara tersebut sudah dapat difungsikan.

Hatta juga menyebutkan, ada beberapa isu strategis lainnya di Sumut yang saat ini menjadi perhatian PAN di antaranya, masalah PT Inalum yang sebentar lagi akan berakhir masa kontraknya dengan pemerintah Jepang.

Terkait masalah ini ujar Menko Perekomian itu, pemerintah saat ini sedang membentuk tim teknis untuk mengkaji keberadaan aset-aset PT Inalum serta penanganan perusahaan ini ke depan.

Terkait Muswil PAN Sumut Hatta Rajasa mengatakan, secara jujur PAN memiliki nilai tawar yang tinggi baik dalam kancah nasional maupun daerah. Untuk itu mengingatkan, PAN akan ditinggalkan, jika partai maupun kader-kader PAN membuat jarak pemisah dengan rakyat.

Hatta Rajasa juga mengingatkan para kader, agar selalu istiqomah, karena apa yang sudah dicapai PAN bukan menjadi final.

Menurut Hatta Rajasa, Muswil sangat penting bagi partai dalam menentukan arah partai ke depan. Karena itu, Muswil jangan diartikan hanya sekedar memilih ketua dan pengurus baru, tapi ada esensi lain yang jauh lebih penting, yaitu melakukan refleksi perjalanan partai ke depan.

Generasi Muda

Sementara Gubsu H Syamsul Arifin mengatakan, posisi tawar PAN cukup kuat di Indonesia. Dan kalau PAN ingin maju, ke depan harus dipimpin generasi muda.

Gubsu juga terharu melihat banyaknya perubahan di PAN, karena belum ada partai yang kadernya hadir sebanyak ini dalam Musda.

Sebelumnya Ketua DPW PAN Sumut Ir Kamaluddin Harahap MSi berharap dalam memilih calon ketua agar menggunakan hati nurani dengan keikhlasan untuk kemajuan partai ke depan terutama dalam menghadapi Pemilu 2014.

Disebutkannya, keberhasilan yang diperoleh PAN dalam Pemilu 2009 merupakan dukungan rakyat dan kerja keras para kader, terutama keberhasilan yang diperoleh PAN Sumut telah meraih 70 kursi baik untuk kursi DPR-RI, DPRD Sumut dan DPRD kabupaten/kota se-Sumut.

Para tokoh PAN yang hadir di antaranya Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Rusmin Lawin SH Bendahara Partai PAN serta sejumlah tokoh penting lainnya. (di)

source : http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=64032:pan-akan-dorong-pemerintah-percepat-pembangunan-bandara-kuala-namu&catid=3:nasional&Itemid=128

-------------------

ditunggu realisasinya, mudah2an bukan bahasa politik saja !!

AceN
August 2nd, 2010, 06:00 PM
saya yakin itu pasti lip service belaka :D

bbq
August 3rd, 2010, 05:31 PM
Keterlambatan Kualanamu Berdampak Besar
Selasa, 3 Agustus 2010 | 22:13 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Keterlambatan pembangunan sektor publik Bandar Udara Medan Baru di Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara berdampak besar pada sektor privat. Salah satu dampaknya adalah, pengeluaran biaya perawatan sektor privat seperti terminal penumpang dan kargo oleh PT Angkasa Pura II.

PT Angkasa Pura II yang menjadi penanggung jawab pembangunan sektor privat khawatir, keterlambatan pembangunan sektor publik yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan, bakal berdampak pada membengkaknya biaya yang harus dikeluarkan.

"Seperti terminal kargo yang sudah selesai 100 persen pembangunannya. Tentu saja PT Angkasa Pura II harus mengeluarkan biaya perawatan untuk terminal kargo yang sudah jadi ini," ujar Pimpinan Tim Manajemen Kontruksi Sektor Privat, Priadi, Selasa (3/8/2010).

Sektor privat lainnya seperti terminal penumpang, kemajuan pembangunannya telah mencapai 65 persen. Bahkan menurut Priadi, seluruh sektor privat yang menjadi tanggung jawab PT Angkasa Pura II bisa diselesaikan akhir tahun 2010. Akan tetapi, jika PT Angkasa Pura II menyelesaikan seluruh pekerjaan sektor privat sampai akhir 2010 sementara sektor publik tak terselesaikan pada waktu yang sama, maka biaya perawatan sektor publik menjadi beban tersendiri bagi BUMN tersebut.

"Sehingga ada rencana penyelesaian sektor privat pun dijadwalkan agak bersamaan waktunya dengan sektor publik, pada Juli 2012. Meski pun rapat terakhir dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dinyatakan operasional Bandara Kualanamu ini rencananya pada akhir 2012," katanya.

Sekretaris Project Implementation Unit Bandara Kualanamu PT Angkasa Pura II Sutjipto mengakui, perusahaannya bakal menanggung biaya perawatan yang tidak sedikit jumlahnya untuk terminal penumpang dan kargo jika sektor publik tak juga terselesaikan oleh Kementerian Perhubungan. "Jumlahnya memang belum bisa kami hitung," ujarnya.

Saat ini terminal kargo yang telah jadi, biaya perawatannya untuk sementara masih menjadi tanggung jawab kontraktor. Akan tetapi jika masa perawatan kontraktor selesai, biaya perawatan tersebut akan menjadi tanggungan PT Angkasa Pura II.

Menurut Priadi, kondisi tanah menjadi salah satu penyebab pembangunan sektor publik terkendala. "Struktur tanah untuk landas pacu dinilai belum siap untuk mendapatkan beban cukup besar. Jadi masih harus ada perlakuan khusus terhadap tanah tersebut, sebelum dibangun landas pacunya," kata Priadi.

Salah satu perlakuan khusus tersebut adalah pemasangan vertical drain, suatu alat untuk mengeringkan kadar air dalam tanah. "Kalau untuk cepat selesai, vertical drain-nya harus dibangun rapat. Ini membutuhkan dana besar. Sementara kemampuan APBN membiayainya terbatas. Bisa saja vertical drain-nya tak rapat, tetapi butuh waktu lama," ujarnya.

Sutjipto mengungkapkan, bila pemerintah ingin menyelesaikan pembangunan sektor publik, memang dibutuhkan biaya besar untuk perlakuan khusus tanah yang dijadikan landas pacu. "Keuangan pemerintah juga mungkin terbatas. Apa lagi ini satu-satunya bandara di Indonesia yang pembangunannya murni dibiayai APBN. Sementara bandara lain, rata-rata pembangunannya dibiayai bantuan pinjaman luar negeri," katanya.

Aucostar
August 4th, 2010, 04:05 AM
Bandara Kualanamu Imbangi Bandara KLIA di Malaysia
Medan, (Analisa)

Bandara Internasional Kualanamu di Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kualanamu, Deli Serdang di yakini dapat mengimbangi bandara Internasional di negara Singapura dan KLIA di Kuala Lumpur. Bandara yang akan menggantikan Polonia Medan dilengkapi dengan hotel transit.

Demikian dikatakan Publik Inplementasi Unit (PIU) PT Angkasa Pura (AP) II Sutjipto didampingi tim leader manajer kontruksi Pradi, Kabag Hukum dan Humas Wisnu, Kabag Umum dan Humas, Firdaus Piliang SE kepada wartawan saat meninjau proyek pembangunan bandara Kualanamu, Selasa (3/8).

Menurut Sutjipto, fasilitas yang dapat mengimbangi bandara Singapura dan Kuala Lumpur tersebut merupakan hasil dari karya anak bangsa Indonesia. Terminal penumpang berkapasitas 90.000 M2 yang menampung 8 juta penumpang per tahun di desain layaknya mall yang membuat penumpang betah lama di bandara.

"Memang kita akui pembangunan bandara Kualanamu yang banyak tahapan dan rintangan sehingga menjadi lambatnya percepatan penyelesaian. Pengerjaan mega proyek yang memakan dana untuk sektor publik yang menganggarkan dana proyek sebesar Rp 4,3 triliun lebih," terangnya.

Sayangnya pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Aras Kabu di Kecamatan Beringin ke bandara belum dapat dikerjakan sebelum ada kepastian Kualanamu selesai. Alasannya, PT Kereta Api melalui PT Railink tidak memiliki anggaran perawatan jika kepastian pengoperasian belum dapat dipastikan.

"Pengerjaan ini dinilai terkesan saling tunggu menunggu. Alasan pun muncul dari berbagai aspek. Bagaimana halnya bangunan yang dikerjakan PT AP II, jika selesai sebelum air site selesai siapa yang akan mau bertanggung jawab dengan angaran perawatan bangunan. Ini yang menjadi polemik dan beban pemerintah pusat dalam memberikan anggaran dana yang masih kurang Rp 1 triliun lagi untuk pembangunan runway (landasan)," paparnya.

Butuh Rp 1 T lagi

Dikatakan, untuk pembangunan bandara Kualanamu masih membutuhkan dana sebesar Rp 1 triliun lagi untuk melanjutkan pembangunan runway pada tahun 2010.

"Jika disepakati akan dioperasikan tahun 2011, PT AP II siap mengejar penyelesaian pembangunan bandara Kualanamu. Namun apakah pemerintah kabupaten (pemkab) siap dengan aspek pembangunan prasarana jalan," tanyanya.

Disebutkan, usulan pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu sebagai usaha pengembangan prasarana pengangkutan ke bandara yang telah berulang kali diusulkan, namun belum dapat persetujuan dari pemerintah pusat yang direncanakan awal tahun 2005-2010.

Dijelaskannya, pembangunan selama bertahun-tahun terhambat masalah pembebasan lahan yang belum terselesaikan. Hingga Juni 2006, seluas 1.650 hektar lahan yang telah tidak bermasalah (telah diselesaikan sejak 1994), sementara lahan yang dihuni 71 kepala keluarga lainnya masih sedang dinegosiasikan, namun pada November 2006 dilaporkan bahwa Angkasa Pura II telah menyelesaikan seluruh pembebasan lahan.

Luas terminal penumpang yang akan dibangun adalah sekitar 6,5 hektar dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektar dan fasilitas kargo seluas 1,3 hektar. Bandara International Kuala Namu memiliki panjang landas pacu 3.750 meter, dan sanggup didarati oleh pesawat berbadan lebar.

"Saat ini masyarakat eks pekerja PTPN II yang masih bertahan sebanyak 35 KK lagi. Segala hal telah dilakukan, hingga Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) untuk melobinya namun tidak mendapatkan hasil. Potensi bandara Kualanamu sangat strategis dan dipastikan dapat meningkatkan devisa negara dan daerah," sebutnya. (msm)

c00lridge
August 6th, 2010, 10:15 AM
Akses ke Bandara Kualanamu Belum Tuntas

Kamis, 5 Agustus 2010 | 19:54 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Meski kemajuan pembangunan Bandar Udara Kualanamu telah mencapai 54,79 persen, namun akses menuju lokasi bandar udara pengganti Polonia tersebut belum sepenuhnya tuntas. Bandar udara baru yang ditargetkan beroperasi akhir tahun 2012 tersebut terancam tak dapat beroperasi karena lahan untuk akses jalan belum sepenuhnya dibebaskan.
"Kami jadi khawatir juga melihat perkembangan pembebasan lahan untuk jalan akses menuju bandara. Bagaimana kalau nanti bandara selesai dibangun tetapi akses jalannya belum jadi. Bisa-bisa bandara selesai dibangun tapi tak bisa beroperasi karena aksesnya tak ada," ujar Sekretaris Project Implementation Unit Bandara Kualanamu PT Angkasa Pura II, Sutjipto di Medan, Rabu (5/8/2010).

Sedikitnya akan ada tiga akses jalan menuju Bandara Kualanamu, selain jalan yang sudah ada saat ini, yakni jalan non tol Kayu Besar-Bandara Kualanamu, jalan tol Medan-Tebing Tinggi simpang Kualanamu dan jalan kereta api, dari Stasiun Aras Kabu menuju bandara. Jalan yang sudah ada saat ini lebih sering digunakan untuk kepentingan proyek pembangunan dan tidak langsung menuju pintu masuk gerbang bandara.

Menurut Sutjipto, PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara sangat mengkhawatirkan kemajuan proyek jalan non tol. Sutjipto mengungkapkan, dalam rapat koordinasi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sumut, status proyek jalan non tol masih dalam proses pembebasan lahan dan memerlukan desain ulang karena adanya perbaikan aliran sungai. "Padahal lahan yang dibebaskan tersebut kebanyakan bekas HGU (hak guna usaha) PTPN II. Seperti kebanyakan HGU, sepertinya memang sulit dibebaskan," katanya.

Untuk akses jalan kereta api menuju bandara, PT Angkasa Pura II dan PT Kereta Api Indonesia telah membentuk perusahaan patungan untuk mengoperasikan kereta bandara, PT Railink. Kereta api bandara akan mengambil rute dari Medan dengan menggunakan rel kereta api yang sudah ada hingga Stasiun Aras Kabu. Dari Stasiun Aras Kabu menuju bandara dibutuhkan rel kereta baru yang panjangnya tiga kilo meter.

"Kalau untuk kereta api bandara kami tak terlalu khawatir, karena memang tanahnya telah selesai dibebaskan. Butuh waktu tujuh bulan untuk membangun rel yang siap dilewati kereta bandara. Makanya, untuk pembangunan rel kereta api ini, sengaja diundur, menyesuaikan selesainya pembangunan keseluruhan bandara," kata Sutjipto.

Menurut Sutjipto, dari tiga jenis akses jalan, yang paling tak jelas kondisinya adalah jalan tol. Jalan tol menuju Bandara Kualanamu sebenarnya ikut dalam proyek jalan tol baru di Sumut, yakni ruas Medan-Tebing Tinggi. "Kalau jalan tol ini kan hanya jalan yang disodet dari rencana ruas tol Medan-Tebing Tinggi. Tetapi memang sampai sekarang kami masih belum tahu perkembangannya," katanya.

Pimpinan Tim Manajemen Konstruksi Sektor Privat Bandara Kualanamu Priadi menuturkan, terganjalnya pembangunan akses jalan berakibat pada terhambatnya kegiatan lain seperti pemasangan pipa air bersih. "PDAM itu kan memasang pipa bersisian dengan jalan. Sekarang mereka belum dapat memasang pipa karena jalannya belum jadi. Enggak mungkin memasang pipa sepotong-sepotong," ujarnya.

Priadi mengatakan, saat ini total kemajuan pembangunan Bandara Kualanamu baik dari sektor privat maupun sektor publik telah mencapai 54,79 persen. Sedangkan target realisasinya 57,73 persen sehingga ada deviasi yakni minus 2,9 persen. Sektor privat antara lain terminal penumpang dan terminal kargo menjadi tanggung jawab PT Angkasa Pura II, sementara sektor publik antara lain adalah landas pacu, taxi way, apron hingga menara kontrol, pembangunannya menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan.

David-80
August 6th, 2010, 10:01 PM
^^ digesting from the news it seems, the train will finish 1st before the highway. hmm interesting.

Cheers

laba-laba
August 7th, 2010, 05:09 AM
tapi kok mau yah AP II mengeluarkan biaya perawatan ???

laba-laba
August 7th, 2010, 06:54 AM
Deklarasikan Gerakan Rp1000 untuk Percepatan Pembangunan Bandara Kuala Namu

Medan, (Analisa)

Lambannya pembangunan Bandara Kuala Namu mengundang keprihatinan masyarakat Sumatera Utara. Padahal, pembangunan Kuala Namu sangat mendesak demi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Di tahun 2010, pemerintah pusat kembali menggeser rencana penyelesaian Bandara Kuala Namu menjadi tahun 2011, Belakangan berubah lagi menjadi tahun 2012 akhir dengan alasan bahwa pengerjaan landasan pacu sepanjang 3.760 meter butuh waktu 400 hari, sementara pemenang lelang belum ditetapkan,” kata Direktur Eksekutif Development Insitute (Pusat Studi dan Aksi Pembangunan) Sumatera Utara, Aulia Rahman, ST kepada wartawan di Medan, Jumat (5/8).

Didampingi Wakil, Arie Nurwanto, SH, Sekretaris Gerakan, Fauzan Nurahmad, SKom, MCS, koordinator gerakan Halomoan Harahap, SSi dan Kordinator Deli Serdang, Erwin Ramadhani, Aulia Rahman menjelaskan, kondisi ini membuat masyarakat prihatin, makanya atas nama masyarakat Sumatera Utara, Development Institute akan mendeklarasikan gerakan Rp1000,- untuk percepatan pembangunan Bandara Kuala, 10 Agustus 2010 di Taman Makam Pahlawan Medan.

Deklarasi ini sebagai bentuk keprihatinan atas sikap pemerintah pusat yang terkesan lambat menangani percepatan Bandara Kuala Namu. Mengingat berlarut-larutnya penyelesaian pembangunan Bandara Kuala Namu deklarasi gerakan Rp1000,- untuk percepatan pembangunan Bandara Kuala Namu merupakan salah satu bentuk dukungan dalam bentuk penggalangan dana masyarakat guna diberikan kepada pemerintah pusat.

“Gerakan ini didasari karena pemerintah pusat selalu memberi alasan terkendalanya pembangunan Bandara Kuala Namu karena persoalaan pendanaan. Kalau tidak ada dana masyarakat Sumatera Utara siap mendukung,” kata Aulia Rahman.

Sekretaris Gerakan Rp1000 untuk percepatan Pembangunan Bandara Kuala Namu, Fauzan Nur Ahmad, SKom, MCS, menambahkan, tujuan gerakan ini untuk mendorong pemerintah pusat memberikan perhatian yang lebih khusus agar Bandara Kuala Namu segera selesai sehingga bermuara kepada peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah Sumatera Utara.

Kehadiran Bandara Kuala Namu, lanjutnya bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di atas 7,7 persen, mampu menyerap tenaga kerja di Deli Serdang yang banyak tamatan perguruan tinggi. Koordinator gerakan Halomoan Harahap, SSi menambahkan, sistematika gerakan dilakukan di depan Taman Makam Pahlawan dengan menghadirkan berbagai kalangan dari mahasiswa, pemuda,tokoh masyarakat, penguasaha, kalangan ormas, anggota DPRD Sumut, anggota DPD, DPR RI asal Sumut, tokoh masyarkat dan sebagainya.

Hasil penggalangan dana yang terkumpul, akan diantar langsung ke pemerintah pusat melalui demonstrasi damai dengan melibatkan 100 massa masyarakat Sumatera Utara ke kantor Departemen Perhubungan RI, Kantor DPR RI, kantor DPD RI. Selanjutnya uang diserahkan ke Kantor Bappenas RI.

“Kita berharap masyarakat umum dari berbagai kalangan dapat hadir dan berpartisipasi ketika acara deklarasi 10 Agustus 2010 pukul 08.30 WIB-12.30 WIB di depan Taman Makam Pahlawan,” katanya. (maf)

source : http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=64712:deklarasikan-gerakan-rp1000-untuk-percepatan-pembangunan-bandara-kuala-namu-&catid=31:umum&Itemid=143

David-80
August 7th, 2010, 03:15 PM
tapi kok mau yah AP II mengeluarkan biaya perawatan ???

mau ga mau bang, secara mereka nantinya yang operate itu airport, jadi daripada nanti rusak semua pas sebelum buka, ya di rawat dulu. Moga2 perawatan ini ga cuman pre-opening but seterusnya....

Masalah yang sering terjadi di indonesia kan masalah perawatan.....:ohno:

cheers

laba-laba
August 7th, 2010, 03:33 PM
mau ga mau bang, secara mereka nantinya yang operate itu airport, jadi daripada nanti rusak semua pas sebelum buka, ya di rawat dulu. Moga2 perawatan ini ga cuman pre-opening but seterusnya....

Masalah yang sering terjadi di indonesia kan masalah perawatan.....:ohno:

cheers

mungkin om udah ada duitnya disisihkan dari APBN, mungkin ya om... gak nuduh awak.
soalnya mana mau lah ap2 nanggung kerugian...

AceN
August 11th, 2010, 12:56 PM
Bandara Kualanamu Harus Selesai Tahun 2012
Selasa, 10 Agustus 2010 | 20:10 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Masyarakat Sumatera Utara bisa bergejolak jika pemerintah pusat kembali tak dapat menepati janji, menyelesaikan pembangunan Bandara Kualanamu pada tahun 2012.

Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin mengaku telah menyampaikan kekhawatiran ini dalam retreat bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Kabinet Indonesia Bersatu di Istana Bogor pekan lalu.

"Soal Kualanamu, maksimal tahun 2012 harus sudah operasional. Bila tidak, sekarang ini saja sudah mulai ada gejolak di masyarakat yang merasa Sumut seperti dianaktirikan oleh pemerintah pusat," ujar Syamsul.

Menurut Syamsul, dirinya mendapat jaminan dari Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, bahwa Bandara Kualanamu bakal beroperasi pada tahun 2012. Jaminan ini lanjut Syamsul, termasuk ketersediaan anggaran dalam APBN untuk menyelesaikan sektor publik seperti landas pacu, taxiway dan apron yang menjadi tanggung jawab Kementerian Perhubungan.

Saat disinggung, sebelumnya janji pemerintah pusat melalui mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, bahwa Bandara Kualanamu dapat beroperasi pada tahun 2009, tak dapat terealisasi, Syamsul hanya mengatakan, "Ya kami maklumi saja, waktu itu kan Beliau masa tugasnya tinggal seminggu lagi."

sesamee
August 12th, 2010, 08:20 PM
^^ benerin dulu pemda dan korupsi yang merajalela. bisanya nyalahin pemerintah pusat aja.

laba-laba
August 13th, 2010, 03:45 AM
^^ benerin dulu pemda dan korupsi yang merajalela. bisanya nyalahin pemerintah pusat aja.

Ok.. itu harus

tapi apa hubungannya dengan dana APBN yg tidak turun2 yang sudah dianggarkan untuk Kuala Namu ???

c00lridge
August 13th, 2010, 01:48 PM
Ini Artikel uda tahun lalu, cuma kayaknya masih worth it buat di share sekarang


Lokasi Bandara Bekas Teluk

Sumut Pos | Wednesday, 28 October 2009

Persulit Proses Penimbunan

LUBUK PAKAM-Lokasi pembangunan proyek Bandara Kualanamu di Beringin dan Pantailabu ternyata bekas kuala atau teluk. Kondisi ini menyebabkan proses penimbunan menjadi sulit dan tidak stabil.

“Secara teknis, lokasi bandara bekas teluk itu terlihat dari lapisan tanah yang dikaji sebelum dilakukan pembangunan,” bilang Manajemen Konsultan Pembangunan Sisi Udara, Syiril Erwin ketika ditemui wartawan koran ini di Kantor Satker Direktorat Jenderal Perhubungan Udara di Kualanamu, Deli Serdang, Selasa (27/10).

Ia mengatakan pengujian kadar tanah dan kualitas yang dilakukan konsultan teknis dan kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU), diketahui bahwa tanah di lokasi pembangunan Bandara Kualanamu tidak stabil.

Oleh karenanya, menurut dia, kondisi ini akan terjadi penurunan permukaan tanah pada 10-20 tahun. Dikhawatirkan, kelak akan terjadi kerusakan di runway, avron dan taxiway.

Tetapi pembangunan Bandara Kualanamu dari sisi udara baik runway, avron dan taxiway, dibuat perbaikan kondisi tanah dengan cara pemadatan tanah permukaan (preloading).

Dengan teknologi preloading, akan menghemat waktu yang cukup signifikan. Sebab dengan preloading, hanya butuh 3-4 bulan untuk membuat permukaan tanah menjadi datar dan padat.

Preloading dapat disebut menekan permukaan tanah dengan benda tertentu hingga kondisi yang dikehendaki.
”Hingga saat ini lokasi yang telah priloding adalah runway dengan luas 180 ribu meter persegi atau 3.000×60 m2.

Selanjutnya, avron dengan luas 30 hektare sedangkan taxiway dengan luas 120 ribu meter persegi atau 3.000×40 m2,” katanya.

Syiril mengatakan, tempat material yang digunakan untuk priloding berbeda-beda. Tetapi cara preloading, dengan menimbun material tanah atau pasir. Asumsinya, setiap beban mampu menekan sampai lima ton/m2. “Sama dengan tekanan ketika take off pesawat Airbus A 380,” terangnya.
Namun secara teknis, menurut Syiril, tanah permukaan preloading dipisahkan dengan membuat lapisan khusus antara tanah awal dengan material yang ditimbun.

Kemudian, lanjut dia, secara berkala kondisi preloading (tanah ayng dibentuk menyerupai bukit, Red) periksa derajat kosidasi.

Derajat kosidasi yang standar adalah 90 persen dimana setelah tercapai derajat kosidasinya, akan dilakukan pemotongan terhadap material yang ditimbunkan.

Satker Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Darpin Sinaga didampingi Humas Satker, Farel Lumban Tobing membantah adanya tudingan pengunaan lumpur.

“Pembangunan Bandara Kualanamu menjadi perhatian internasional dan melibatkan lembaga sertifikasi penerbangan,” jelasnya.

Ia mengatakan, sejak diberi perintah kerja oleh Menteri Keuangan tahun 2007 lalu, Satker Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bertekad selama lima tahun akan menyelesaikan proses pembangunan.

“Kontrak kerja mulai tahun 2007-2011. Adanya pernyataan pembangunan selesai 2009, itu bersifat politis. Kami tidak mengurus demikian,” tegasnya.

Kembali dijelaskannya, untuk sisi udara biayanya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sehingga bila terjadi permasalahan keuangan negara, imbasnya terhadap pembangunan bandara.

“Bandara Kalanamu adalah Bandara yang dibangun atas biaya Indonesia,” tambahnya.

Ia menepis mengenai tudingan miring terhadap pelaksanaan pembangunan Bandara Kualanamu. Darpin mengatakan bahwa tudingan tersebut, tidak bertanggung jawab.

Disebutkan dia, berapa waktu lalu, pihak kejaksaan, lembaga jasa konstuksi dan lembaga swadaya masyarakat, telah datang melakukan pemeriksaan dan menguji teknik priloding tersebut. (btr)

c00lridge
August 13th, 2010, 01:51 PM
Share some pictures from hpjisumut.or.id

Studi ekskursi 120 mahasiswa Dept Teknik Sipil USU ke proyek pembangunan bandara udara Kualanamu, Jumat 12 Maret 2010

http://img15.imageshack.us/img15/7892/bbikatsi0310112.jpg

http://img818.imageshack.us/img818/9841/bbikatsi0310142475x318.jpg

unity
August 13th, 2010, 01:58 PM
For the God sake, please finish these airport...
Plis, buat kali ini... Kerjalah yang bener wahai pemerintah...

rilham2new
August 14th, 2010, 09:01 AM
Absolutely, I'm dying to see this project completion :D

Ocean One
August 14th, 2010, 06:25 PM
^^
Akhirnya ada juga yang update pic perkembangan bandara ini, walaupun cuma 2 but it's oklah. Dah mulai install kaca juga ya!! Semoga pemerintah bisa lebih serius dalam menyelesaikan proyek ini secepat mungkin...:cheers:

AceN
August 14th, 2010, 07:02 PM
^^ Itu tertanggal 12 Maret mas. Mestinya sekarang udah jauh dari update yang di post nanda dulu

@coolridge Thanks anw :)

m4rk3y
August 15th, 2010, 04:09 PM
^^^ oh iya ya. Sekarang sudah 5 bulan kemudian. Mestinya perkembangannya lebih jauh dari foto itu. Jadi kira-kira target 2011 bisa tercapai nih :D

Happy Man
August 15th, 2010, 05:50 PM
^^ kalo dari progress sisi daratnya sih gak ada masalah. lancar2 aja. masalahnya sekarang dari sisi udaranya (a.k.a landasan pacu) yang molor terus.:bash: tanahnya harus digali dan ditimbun ulang. itu yang membuat anggaran jadi membengkak.

medan-visi
August 17th, 2010, 09:22 AM
^^ benerin dulu pemda dan korupsi yang merajalela. bisanya nyalahin pemerintah pusat aja.

=========================================================

Bukan menyalahi, memang ketegasan daerah harus lebih di tujukan kepada Pusat. Terus terang saja, Pusat tidak berani neko2 sama propinsi Riau (Pekanbaru) karena masyarakat pekanbaru pernah bergejola untuk mendirikan Riau Merdeka, karena riau selalu di anak tirikan. Bahkan dlm waktu singkat saja, pemberian anggaran dari Pusat untuk pembangunan bandara Sultan syarif yang seharusnya masih layak di pakai begitu cepat terealisasi, dan begitu cepat meresponnya. Bahkan pembangunan 2 jalan layang juga sudah di turunkan anggaranya. dan semua menjadi begitu cepat. karena para pejabat di pekanbaru cukup proaktif dan mendesak ke pusat untuk kepentingan rakyat riau, beda dengan di medan yang senantiasa menunggu bola dari Pusat. dan kalau pusat gak di desak ya akibatnya nunggu dan melorot terus sampai bertahun2.

Sudah selayaknya Rakyat Sumut bersuara kepada PUSAT. itulah arti kemerdekaan ini, bahwa segala pembangunan Indonesia harus di nikmati oleh seluruh bangsa Indonesia, terumasuk Sumut, dan bukan saja pembangunan dan kemerdekaan Financial hanya di miliki oleh Pusat / Jakarta. MERDEKA.

sesamee
August 19th, 2010, 02:32 PM
^^ lol, kamu nggak pernah ke jakarta ya? kota itu sudah hampir bisa dikatakan gagal dalam menangani infrastruktur paling mendasar: masalah drainase, transportasi, perumahan dan lain-lain. aku nggak paham apa maksudmu dengan penganak-tirian. apa nggak lihat foto2 diatas? medan, yang dianaktirikan, akan memiliki airport paling modern di indonesia dalam waktu dua atau tiga tahun lagi. dan permasalahan utama airport ini adalah ketiadaan transportasi dari kota ke airport, sesuatu yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemda. kebanyakan sentimen itu bullshit, masalah utama indonesia adalah kenyataan bahwa pemerintah kita emang nggak punya cukup duit.

David-80
August 19th, 2010, 03:09 PM
Sudah selayaknya Rakyat Sumut bersuara kepada PUSAT. itulah arti kemerdekaan ini, bahwa segala pembangunan Indonesia harus di nikmati oleh seluruh bangsa Indonesia, terumasuk Sumut, dan bukan saja pembangunan dan kemerdekaan Financial hanya di miliki oleh Pusat / Jakarta. MERDEKA.

Baca lagi di halaman balik ini, ada usul Pemda Deli Serdang yang ingin menghentikan proyek Kuala Namu. Masalah ini bukan prioritas pusat atau apa, You wrong. Coba anda bayangin, jika airport airside sama landside udah jadi, tapi access ga ada, karena Pemda ga pro aktif dalam pembebasan lahan, salah sapa sekarang?


cheers

c00lridge
August 20th, 2010, 02:00 AM
Medan (Sumut) emang bukan contoh daerah yg paling giat menuntut pembangunan bagi rakyatnya. Liat aja kebersihan, transport publik dan banyaknya iklan berserakan kayak taik di medan.

Tapi bukannya yg bertanggung jawab atas airside itu pemerintah pusat. Dana yg disediakan di APBN cuma 194 milyar. Apa cukup utk proyek 4 trilyun?
http://www.tempointeractive.com/hg/nasional/2010/08/04/brk,20100804-268700,uk.html

laba-laba
August 20th, 2010, 04:12 AM
Kalo masalah ketegasan pihak daerah itu tidak perlu sebenarnya. Kalau memang pemerintah pusat mendukung dan punya niat.

Itu aja dari aku....

David-80
August 20th, 2010, 06:13 AM
Kalo masalah ketegasan pihak daerah itu tidak perlu sebenarnya. Kalau memang pemerintah pusat mendukung dan punya niat.

Itu aja dari aku....


Ya perlu lah, percuma pemerintah pusat mendukung tapi pemda nya loyo? :ohno:


coba baca ini, sebagai eye opener, apa yang terjadi di kuala namu

Komisi V DPR RI tetap komit terhadap pembangunan Bandara Kuala Namu di Desa Beringin Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara 2011 dengan dukungan dana APBN-P sebesar Rp1,4 triliun. Realisasi pembangunan Kuala Namu lambat bukan karena dana tapi daya serap anggaran di lapangan rendah.

http://hariansib.com/?p=110573

cheers

laba-laba
August 20th, 2010, 06:45 AM
Ya perlu lah, percuma pemerintah pusat mendukung tapi pemda nya loyo? :ohno:


coba baca ini, sebagai eye opener, apa yang terjadi di kuala namu



http://hariansib.com/?p=110573

cheers

Terserah lu mau percaya sama ucapan siapa. Jadi Elu merasa kalau Gubernur Sumatera itu berbicara tidak benar ?

David-80
August 20th, 2010, 06:48 AM
Terserah lu mau percaya sama ucapan siapa. Jadi Elu merasa kalau Gubernur Sumatera itu berbicara tidak benar ?


Mana kita tau? :ohno:

cheers

laba-laba
August 20th, 2010, 07:17 AM
Mana kita tau? :ohno:

cheers

gak konsukwen si om ini . . .





Ya perlu lah, percuma pemerintah pusat mendukung tapi pemda nya loyo? :ohno:

cheers

David-80
August 20th, 2010, 07:18 AM
lah, itu kan pemda Deli serdang yang ane senggol......Gimance sih... :lol:

DPRD Minta Izin Proyek Kuala Namu Dicabut


Intinya, semua instansi harus saling tegas, pemda, pemkot, pemerintah pusat.

cheers

laba-laba
August 20th, 2010, 10:44 AM
lah, itu kan pemda Deli serdang yang ane senggol......Gimance sih... :lol:




Intinya, semua instansi harus saling tegas, pemda, pemkot, pemerintah pusat.

cheers

makanya om lebih percaya omongan siapa ?

Daya serap lapangan itu yang dimana maksudnya om ??
Yang aku tau, Dana untuk landasan belum juga turun hingga sekarang ? Gimana mau diserap ???

David-80
August 20th, 2010, 12:12 PM
makanya om lebih percaya omongan siapa ?

Daya serap lapangan itu yang dimana maksudnya om ??
Yang aku tau, Dana untuk landasan belum juga turun hingga sekarang ? Gimana mau diserap ???

Untuk saat ini lebih percaya ke Komisi V

Makanya di pahami dong bang, beritanya yang saya posting. Mereka itu masalah dana terbentur adanya kalkulasi yang beda dilapangan. Salah satunya Masalah penyerapan itu, nah penyerapan dana yang dimaksud salah satunya pembebasan lahan nya ga jelas sampai sekarang, kalo itu kan bukan masalah pemerintah pusat lagi tapi Pemda setempat (Deli serdang)

Airside, runway, itu kan lagi itung2an salah satu faktor yang saya dengar karena lahan nya yang memang aneh dan juga yang ditakutkan mereka, bandara udah jadi tapi jalan nya belom, trus mau gimana? abis duitnya buat perawatan bandara tapi operational income nya zero.

Ibarat kita bikin Mall, tapi di tengah hutan, sapa yang mau dateng? '

jadi disini perlu ketegasan semua pihak, terutama pihak yang saya singgung tadi.....Pemda Deli Serdang, Pusat dan SUMUT.

saya pernah dengar cerita dari people in charge di perusahaan yang kerja sama dengan kita di SSC yaitu jotun, ketika mereka survey kesana, airside/landside construction keliatan cepet, tapi disekitarnya masih banyak lahan penduduk....karena mungkin banyak yang ga mau pindah..ya itu tadi masalah pembebasan lahan.

Cheers

bbq
August 20th, 2010, 03:42 PM
^^

Guys, supaya suasana panas ini kembali hangat ...

- Soal pembebasan lahan mari kita serahkan kepada bapak Rahudman (seandainya saja dia Bupati Deli Serdang) :nuts:
- Soal dana, yuk mari dukung & sumbangkan Rp. 1.000,- buat teman2 yg ngadain gerakan Rp. 1.000,- untuk pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu :)

David-80
August 20th, 2010, 04:26 PM
^^ Ini mah ga panas bro, cuman debat biasa, gua sama laba laba udah lama saling berdebat sejak jaman DALnet tahun 2000 :)

Gua setuju tuh sama usul bro bbq, Iam willing to donate my money walaupun ga banyak, ya sedikit yang penting bisa bantu proyek ini selesai, 10,000 rupiah x berapa juta orang dapet lah sisi runway nya. Walaupun gua bukan Warga sumut.:okay:

cheers

laba-laba
August 21st, 2010, 05:12 AM
yang di bilang Om Dapid itu benar. Pejabat ngomong itu gak mau disalahin sendirian. makanya ngomongin ada kesalahan dilakukan pihak lain ( orang sumut la ). Kan bukan brarti mereka ( Pusat ) tidak salah gara2 ada kesalahan dari orang sumut ?

Aku sudah lama mendapatkan informasi dari Bappeda kalau memang taon 2012 bandara selesai dikarenakan dana belum turun ( kesulitan dana ).

Dan aku baca2 di forum semarang, mereka merasa akan mengalami kesulitan dana dari pusat apabila dibangun bandara baru di jateng. Brarti memang dana itu bukan isyu orang sumut aja.

Dev, ada fb nya si zend0 ? ;p

Sizter85
August 22nd, 2010, 02:41 PM
2012, Menhub Pastikan Bandara Kuala Namu Sudah Beroperasi == 2010 Telah Dialokasikan Anggaran Rp3,3 Triliun
Posted in Berita Utama by Redaksi on Agustus 22nd, 2010

Medan (SIB)
Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi kembali memastikan, Bandara Kuala Namu sudah dapat beroperasi 2012 sesuai jadwal dan pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2010 telah mengalokasi dana sekitar Rp3,3 triliun. Masyarakat Sumut tidak perlu khawatir dan Bandara Kuala Namu pasti lebih baik dari Bandara Cengkareng.
Demikian dijelaskan Menhub, Sabtu (21/8) saat berkunjung dan meninjau Pasar Petisah Medan bersama Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menkeu, Menteri Pertanian, Gubsu dan Walikota Medan.
“Bandara Kuala Namu sudah beroperasi 2012 sesuai jadwal dan masyarakat Sumut tidak perlu khawatir dan Bandara Kuala Namu pasti lebih baik dari Bandara Sukarno-Hatta,” ujar Menhub.
Menhub juga tidak membantah kalau dalam proses pembangunan Bandara ini ada kesalahan teknis seperti di run-way ada lapisan tanah yang gembur dan hal ini telah diklaim kepada perusahaan yang mengerjakan. Sesuai perjanjian bila ditemukan hasil yang tidak baik akan diganti rugi. “Tidak mungkin kita punya Bandara dengan run-way yang gembur. Ini masalah teknis dan ini butuh waktu, sehingga dihitung kembali,” ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini.
Disebutkan, tahun anggaran 2010 awalnya telah dialokasikan Rp2 triliun, tapi ada tambahan karena masalah tanah gembur menjadi Rp3,3 triliun dan ini sudah dievaluasi serta sudah ada penghematan sekitar Rp500 miliar dari sebelumnya.
Khusus masalah pembebasan tanah, Menhub menjelaskan bahwa hal itu merupakan urusan Pemda. Namun demikian, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Pemda. Menhub juga menghimbau, Bandara Kuala Namu mau cepat selesai masyarakat dihimbau untuk turut membantu demi kelancaran pembangunan bandara ini.
“Masyarakat harus turut membantu, kalau bandara ini mau cepat selesai. Ini kepentingan masyarakat jangka panjang. Masalah harga ganti rugi tanah, Pemda harus lebih arif,” ujarnya. (M3/d)


http://hariansib.com/?p=137074

Happy Man
August 22nd, 2010, 04:08 PM
2012, Menhub Pastikan Bandara Kuala Namu Sudah Beroperasi == 2010 Telah Dialokasikan Anggaran Rp3,3 Triliun
Posted in Berita Utama by Redaksi on Agustus 22nd, 2010

Medan (SIB)
Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi kembali memastikan, Bandara Kuala Namu sudah dapat beroperasi 2012 sesuai jadwal dan pemerintah pusat untuk tahun anggaran 2010 telah mengalokasi dana sekitar Rp3,3 triliun. Masyarakat Sumut tidak perlu khawatir dan Bandara Kuala Namu pasti lebih baik dari Bandara Cengkareng.
Demikian dijelaskan Menhub, Sabtu (21/8) saat berkunjung dan meninjau Pasar Petisah Medan bersama Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menkeu, Menteri Pertanian, Gubsu dan Walikota Medan.
“Bandara Kuala Namu sudah beroperasi 2012 sesuai jadwal dan masyarakat Sumut tidak perlu khawatir dan Bandara Kuala Namu pasti lebih baik dari Bandara Sukarno-Hatta,” ujar Menhub.
Menhub juga tidak membantah kalau dalam proses pembangunan Bandara ini ada kesalahan teknis seperti di run-way ada lapisan tanah yang gembur dan hal ini telah diklaim kepada perusahaan yang mengerjakan. Sesuai perjanjian bila ditemukan hasil yang tidak baik akan diganti rugi. “Tidak mungkin kita punya Bandara dengan run-way yang gembur. Ini masalah teknis dan ini butuh waktu, sehingga dihitung kembali,” ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan ini.
Disebutkan, tahun anggaran 2010 awalnya telah dialokasikan Rp2 triliun, tapi ada tambahan karena masalah tanah gembur menjadi Rp3,3 triliun dan ini sudah dievaluasi serta sudah ada penghematan sekitar Rp500 miliar dari sebelumnya.
Khusus masalah pembebasan tanah, Menhub menjelaskan bahwa hal itu merupakan urusan Pemda. Namun demikian, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Pemda. Menhub juga menghimbau, Bandara Kuala Namu mau cepat selesai masyarakat dihimbau untuk turut membantu demi kelancaran pembangunan bandara ini.
“Masyarakat harus turut membantu, kalau bandara ini mau cepat selesai. Ini kepentingan masyarakat jangka panjang. Masalah harga ganti rugi tanah, Pemda harus lebih arif,” ujarnya. (M3/d)


http://hariansib.com/?p=137074

A M I N ......!!!

David-80
August 22nd, 2010, 06:18 PM
Gua semakin yakin, nih menteri ama WP baca SSC. setiap kita abis berdebat disini eh langsung ada aja beritanya....lol

dulu pak Jusuf kalla masalah tanah, sekarang menhub masalah dana. :lol:

@laba2, tak ada aku bang nomer si zend0 itu...bah...masih inget kau pulak :P

cheers

rilham2new
August 22nd, 2010, 07:27 PM
=========================================================

Bukan menyalahi, memang ketegasan daerah harus lebih di tujukan kepada Pusat. Terus terang saja, Pusat tidak berani neko2 sama propinsi Riau (Pekanbaru) karena masyarakat pekanbaru pernah bergejola untuk mendirikan Riau Merdeka, karena riau selalu di anak tirikan. Bahkan dlm waktu singkat saja, pemberian anggaran dari Pusat untuk pembangunan bandara Sultan syarif yang seharusnya masih layak di pakai begitu cepat terealisasi, dan begitu cepat meresponnya. Bahkan pembangunan 2 jalan layang juga sudah di turunkan anggaranya. dan semua menjadi begitu cepat. karena para pejabat di pekanbaru cukup proaktif dan mendesak ke pusat untuk kepentingan rakyat riau, beda dengan di medan yang senantiasa menunggu bola dari Pusat. dan kalau pusat gak di desak ya akibatnya nunggu dan melorot terus sampai bertahun2.

Sudah selayaknya Rakyat Sumut bersuara kepada PUSAT. itulah arti kemerdekaan ini, bahwa segala pembangunan Indonesia harus di nikmati oleh seluruh bangsa Indonesia, terumasuk Sumut, dan bukan saja pembangunan dan kemerdekaan Financial hanya di miliki oleh Pusat / Jakarta. MERDEKA.

Kasus di Medan dan PKU gak sama .... Di Medan, kotanya besar (BANGET). Penanganannya MAHAL, sehingga butuh pendanaan yang besar. Di Medan ada proyek kanalisasi SKALA BESAR tuh di dekat Medan Johor yang didanai APBN. Dan di dekat Medan, juga perasaan ada proyek Pembangkit Listrik yang disiapkan oleh PLN yang kapasitasnya sampai ratusan MW di danai APBN juga tuh sampai trilyunan.

Di Pekanbaru, sebenarnya banyak pembangunan itu tidak pakai APBN. Untuk bandara SSK II itu kan bukan APBN, tapi dana punya Angkasa Pura II. Karena pengeluarannya cuman Rp 300 milyar. Dan itupun kalau gak salah, untuk pembangunan APRON perluasan, Runway, dan Taxiway itu nantinya akan share budget dengan APBD Provinsi. Bahkan lahan parkir pun katanya akan dibangun secara sharing.

Aku gak mau bicara proyek2 PON yang trilyunan, karena sampai hari ini itu masih murni APBD.

Kalau bicara sambil meregangkan "urat" yang selevel dengan Kuala Namu untuk Medan, di Riau mungkin padanannya Jalan Tol Pekanbaru-Dumai ,,, yang gak ada realisasinya sama sekali, cuman sebatas penganggaran Pemda untuk pembebasan lahan. Dan juga PLTU Tenayan Raya 2x100 MW yang nilainya trilyunan, nah kalau yang ini baru murni Lobby PEMPROV, plus DEMO ANARKIS rakyat Riau di kantor PLN tahun lalu, waktu pemadaman di Pekanbaru begitu parah sampai 3 jam hidup, 3 jam padam, dengan siklus 24 jam sehari, dan 7 hari seminggu :D .. kalau yang itu sih GOL proyeknya dari para lobbyist.

Tapi, kalau Flyover, Terminal Baru Bandara, Trans Metro Pekanbaru, itu sih bukan karena lobby ... itu bantuan datang karena memang Pusat "melongok" dan "memilih" Pekanbaru.

rilham2new
August 22nd, 2010, 07:30 PM
Gua semakin yakin, nih menteri ama WP baca SSC. setiap kita abis berdebat disini eh langsung ada aja beritanya....lol

dulu pak Jusuf kalla masalah tanah, sekarang menhub masalah dana. :lol:

@laba2, tak ada aku bang nomer si zend0 itu...bah...masih inget kau pulak :P

cheers

Forum di sini jelas dibaca sama petinggi dan beberapa komisi di DPR. Dan juga para kontraktor.

Counter story dari argumen forumer di sini, cepet banget dibalas sama pihak yang berwenang. Di thread SHIA paling kelihatan :D ... Dan thread Garuda juga :D

Thread PON juga :D

star2dusts
August 23rd, 2010, 04:21 AM
Proyek Bandara Mundur

Medan, Kompas - Penyelesaian proyek pembangunan Bandar Udara Kuala Namu di Sumatera Utara dipastikan mundur. Paling cepat setahun atau paling lambat hingga tahun 2012. Padahal, proyek ini dijadwalkan selesai tahun 2010.

Tidak hanya itu, biaya pembangunan proyek juga membengkak dari perkiraan Rp 2 triliun menjadi Rp 4,2 triliun walaupun akhirnya bisa ditekan lagi menjadi Rp 3,3 triliun.

”Terminal penumpang secara fisik akan rampung tahun ini, tetapi itu baru bangunannya, isinya belum rampung. Pada tahun ini juga akan diselesaikan apron dan taxiway. Adapun runway belum selesai tahun ini,” kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (21/8), saat mengikuti kunjungan kerja Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Ia menegaskan, tidak ada alasan keterlambatan pembangunan proyek Kuala Namu karena dalam setiap pertemuan dengan masyarakat Sumatera Utara hanya ada dua hal yang paling disoroti, yakni pembangunan Bandara Kuala Namu dan pengembangan Pelabuhan Belawan.

”Kuala Namu ini adalah pintu gerbang turisme dari utara dan masuknya perdagangan ke Indonesia. Jadi, tidak mungkin tidak dipercepat pembangunannya,” kata Hatta.

Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin juga mengatakan, masyarakat Sumatera Utara sudah tidak sabar menanti penyelesaian Kuala Namu.

Apalagi, lanjut Gubernur Sumut, Jusuf Kalla, pada waktu masih menjabat sebagai Wakil Presiden, sempat menjanjikan penyelesaian proyek Kuala Namu pada tahun 2010.

”Malah muncul isu perubahan master plan (rencana induk) Kuala Namu. Ini yang akan memperlambat. Kami hanya bisa berharap tidak ada perubahan apa pun sehingga Kuala Namu bisa selesai 2011,” ujar Syamsul.

Menhub mengungkapkan, hingga kini masih ada 35 keluarga yang belum bersedia melepas kepemilikan atas lahan yang akan digunakan dalam pembangunan Kuala Namu itu.

Meski demikian, Kementerian Perhubungan bertekad seluruh infrastruktur fisik bandara ini akan selesai paling cepat pada tahun 2011.

”Sebagai pendukung, kami sudah mendapatkan komitmen dari Pertamina, PLN, dan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) yang sudah siap masuk ke Kuala Namu. Kami juga berharap ada pendekatan dari pemerintah daerah kepada ke-35 keluarga yang belum bersedia melepaskan lahannya,” ungkapnya.

Konsultasi dengan BPK

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bhakti menyebutkan, dari sisi anggaran, Kemhub telah menurunkan perhitungan nilai proyek Kuala Namu berdasarkan hasil konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pada awalnya, Kuala Namu diperkirakan membutuhkan anggaran Rp 2 triliun, tetapi kemudian, untuk mempercepat pengerjaan sempat membengkak menjadi Rp 4,2 triliun karena harus membiayai dua paket pekerjaan yang dilakukan sekaligus.

”Belakangan, kami putuskan untuk menggunakan satu paket pekerjaan saja tetapi dengan hasil dan kualitas yang lebih bagus meskipun memang membutuhkan waktu yang lebih lama. Dengan penggunaan satu paket pekerjaan ini, anggaran menjadi turun ke Rp 3,3 triliun atau ada penghematan Rp 900 miliar. Itu sudah termasuk pada pemadatan tanah untuk runway. Hingga 2010, sudah Rp 2 triliun dana yang dihabiskan,” tutur Herry.

Akibat penggunaan satu paket itu, penyelesaian Kuala Namu secara keseluruhan baru akan tuntas pada tahun 2012. Ini dinilai lebih bagus karena beriringan dengan penyelesaian fasilitas pendukung lainnya, antara lain, jalan tol Medan-Kuala Namu.

”Percuma juga Kuala Namu diselesaikan 2011 kalau jalan tolnya sendiri belum selesai,” ujar Herry. Proyek ini terkendala kepadatan tanah yang tak memenuhi syarat sebagai runway pesawat terbang sehingga membutuhkan waktu tambahan minimal setahun. (OIN)
_________________________________________________

sumber: http://cetak.kompas.com/read/2010/08/23/03100157/proyek..bandara.mundur.

:ohno::ohno: memang tidak ada feasibility study ya kok baru tau tanahnya gak memenuhi syarat jadi runway?? :bash::bash:

nowan
August 23rd, 2010, 06:15 AM
^^ Nah itu dia. Lebih tepatnya, siapa tim ahli geoteknik di konsultan perencana bandara ini? :) Mereka yang yang ditugaskan untuk masalah itu. Jika investigasi tanah dilakukan dengan hati-hati, masalah tanah labil pasti diketahui dari awal.
Memang sudah nasib KN harus dikonstruksi seperti ini kali ya..
Dengan masalahnya yang banyak, tetap harus diperjuangkan untuk diselesaikan. Jangan terlalu disesalkan masalah kondisi tanah landasan pacu tsb. Diketahui dari awal pun, biaya konstruksi akan tetap besar. Hanya disini jadi terlihat perencanaan dan koordinasi semua pihak yang kurang baik.
Tetap semangat... :)

Sizter85
August 24th, 2010, 06:13 AM
MENHUB KUNJUNGAN MENDADAK KE LOKASI PEMBANGUNAN KUALA NAMU
Posted in Berita Utama by Redaksi on Agustus 24th, 2010

DAMPINGI: Satker Pembangunan Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Darpin Sinaga mendampingi Menhub Freddy Numberi saat melakukan kunjungan mendadak ke lokasi Bandara Kuala Namu, Sabtu (21/8).

* Perbaikan Infrastruktur Jalan di Deli Serdang Tanggung Jawab Departemen PU Pusat

Deli Serdang (SIB)
Pembangunan Bandara Medan Baru di Kuala Namu Deli Serdang dipastikan selesai tahun 2012. Saat ini proses pelaksanaan pembangunan Bandara Medan Baru terus berjalan dengan progress sekitar 57,5 persen. Pasalnya ada kondisi tertentu yang dianggap menjadi hambatan sehingga terdapat sedikit perubahan dalam proses pembangunan.
Demikian diungkapkan Menteri Perhubungan Freddy Numberi saat melakukan kunjungan mendadak ke lokasi Bandara Kuala Namu, Sabtu (21/8). Penyebab penghambat tersebut karena kondisi tanah gembur di wilayah pembangunan runway. Pada saat proses pembangunan, tanah disana merupakan tanah gembur sehingga rangkaian pembangunan mengalami perubahan teknis.
Oleh karenanya, Kementerian Perhubungan telah meminta perusahaan pelaksana pembangunan untuk mengevaluasi ulang proses pembangunan runway. ”Masalah teknis membutuhkan waktu, sehingga diperlukan kesabaran, tetapi pelaksanaannya sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya.
Sedangkan dana pembangunan itu, berasal dari APBN 2010 sekitar Rp 2 triliun. Namun, karena adanya permasalahan pembangunan runway diperkirakan akan terjadi penambahan. “Karenanya hitung kembali anggarannya,” ujarnya.
Senada dengan Menhub, Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bhakti S Gumay menyatakan bakal ada penambahan dana sekitar Rp 1,3 triliun dari pagu semula sekitar Rp 2 triliun. “Sehingga dana yang ada sekarang sekitar Rp 3,3 triliun,” ujarnya.
Terkait perbaikan infrastruktur Deli Serdang yang hancur akibat truk pengangkut bahan material bandara, Herry Bhakti menjelaskan, bahwa perbaikan itu merupakan tanggungjawab pemerintah. Perbaikan kerusakan jalan di Kabupaten Deli Serdang akan dimasukkan menjadi tanggung jawab Departemen PU pusat. (M-32/s)


http://hariansib.com/?p=137351

timur_mangkuto
August 24th, 2010, 09:06 AM
sebelum nya perkenalkan nama saya timur mangkuto salah satu admin dari gerakan Rp.1000 untuk percepatan pembangunan bandara kuala namu. link ( Gerakan Rp.1000 untuk Bandara kuala namu (http://www.facebook.com/?ref=home#!/group.php?gid=108972152491094&v=wall))

saya ucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman di forum ini yang secara tidak langsung saya banyak mengambil masukan dari teman-teman yang di tulis di forum ini... semoga bandara ini cepat selesai dan benar-benar menjadi pintu masuk nya investor di Indonesia bahagian barat... semoga menjadi icon Indonesia seperti KLIA di malasia atau changi di singapura

David-80
August 24th, 2010, 03:19 PM
^^ Bro sedikit koreksi, gambar yang di profile FB itu bukan Bandara kuala namu tapi Minangkabau :cheers:

Kita sama2 disini juga ingin bandara Kuala Namu cepet selesai kok, lanjutkan :okay:

cheers

timur_mangkuto
August 24th, 2010, 04:14 PM
ooo ia terima kasih untuk koresi nya segera saya ubah gambar profile nya, benar kita ingin bandara kula namu cepat selesai

AceN
August 24th, 2010, 08:14 PM
^^ Lanjutkan bro ! Kita smua disini udah Sherina mode on smua : GEREGETAN :D

Ocean One
August 25th, 2010, 04:56 PM
^^ Wkwkwwk, sumpah gw ngakak2 sendiri neh di bridge baca posting loe ceN. Kasihan tuh Sherina sampe keselek krn namanya di bawa2 ke forum SSCI.. :lol: :lol: :lol:

timur_mangkuto
August 27th, 2010, 08:07 AM
^^ Lanjutkan bro ! Kita smua disini udah Sherina mode on smua : GEREGETAN :D

sama bro kita juga sudah geregetan dengan kinerja pembangunan bandara kuala namu ini gan, karena itu saya mohon dukungan teman-teman sekalian terutama dari forum ini untuk memblowup permasalahan bandara kuala namu ini dengan bergabung dan mengundang teman-teman lain untuk bergabung di group Facebook Gerakan Rp.1000 Untuk Percepatan pembangunan Bandara kuala Namu (http://www.facebook.com/#!/group.php?gid=108972152491094)

Mimihitam
August 28th, 2010, 04:36 PM
MENHUB KUNJUNGAN MENDADAK KE LOKASI PEMBANGUNAN KUALA NAMU

DAMPINGI: Satker Pembangunan Bandar Udara Ditjen Perhubungan Udara Darpin Sinaga mendampingi Menhub Freddy Numberi saat melakukan kunjungan mendadak ke lokasi Bandara Kuala Namu, Sabtu (21/8).
* Perbaikan Infrastruktur Jalan di Deli Serdang Tanggung Jawab Departemen PU Pusat

Deli Serdang (SIB)
Pembangunan Bandara Medan Baru di Kuala Namu Deli Serdang dipastikan selesai tahun 2012. Saat ini proses pelaksanaan pembangunan Bandara Medan Baru terus berjalan dengan progress sekitar 57,5 persen. Pasalnya ada kondisi tertentu yang dianggap menjadi hambatan sehingga terdapat sedikit perubahan dalam proses pembangunan.
Demikian diungkapkan Menteri Perhubungan Freddy Numberi saat melakukan kunjungan mendadak ke lokasi Bandara Kuala Namu, Sabtu (21/8). Penyebab penghambat tersebut karena kondisi tanah gembur di wilayah pembangunan runway. Pada saat proses pembangunan, tanah disana merupakan tanah gembur sehingga rangkaian pembangunan mengalami perubahan teknis.
Oleh karenanya, Kementerian Perhubungan telah meminta perusahaan pelaksana pembangunan untuk mengevaluasi ulang proses pembangunan runway. ”Masalah teknis membutuhkan waktu, sehingga diperlukan kesabaran, tetapi pelaksanaannya sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya.
Sedangkan dana pembangunan itu, berasal dari APBN 2010 sekitar Rp 2 triliun. Namun, karena adanya permasalahan pembangunan runway diperkirakan akan terjadi penambahan. “Karenanya hitung kembali anggarannya,” ujarnya.
Senada dengan Menhub, Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bhakti S Gumay menyatakan bakal ada penambahan dana sekitar Rp 1,3 triliun dari pagu semula sekitar Rp 2 triliun. “Sehingga dana yang ada sekarang sekitar Rp 3,3 triliun,” ujarnya.
Terkait perbaikan infrastruktur Deli Serdang yang hancur akibat truk pengangkut bahan material bandara, Herry Bhakti menjelaskan, bahwa perbaikan itu merupakan tanggungjawab pemerintah. Perbaikan kerusakan jalan di Kabupaten Deli Serdang akan dimasukkan menjadi tanggung jawab Departemen PU pusat. (M-32/s)

http://hariansib.com/?p=137351

sasamakan
September 2nd, 2010, 03:25 PM
Kayaknya Malaysia sudah antisipasi dengan dibuatnya Kuala Namu Airport dengan membuat KLIA 2 yang akan menggantikan LCCT tahun 2012

OPTX
September 2nd, 2010, 07:13 PM
sama bro kita juga sudah geregetan dengan kinerja pembangunan bandara kuala namu ini gan, karena itu saya mohon dukungan teman-teman sekalian terutama dari forum ini untuk memblowup permasalahan bandara kuala namu ini dengan bergabung dan mengundang teman-teman lain untuk bergabung di group Facebook Gerakan Rp.1000 Untuk Percepatan pembangunan Bandara kuala Namu (http://www.facebook.com/#!/group.php?gid=108972152491094)

Bisa dijelaskan secara detail bagaimana dan maksud atau tujuan dari "Gerakan Rp.1000 Untuk Percepatan pembangunan Bandara kuala Namu" ?

:)

timur_mangkuto
September 3rd, 2010, 09:19 AM
Bisa dijelaskan secara detail bagaimana dan maksud atau tujuan dari "Gerakan Rp.1000 Untuk Percepatan pembangunan Bandara kuala Namu" ?

:)

terimakasih atas pertanyaan nya kawan,

tapi sebelum nya saya mencoba menjelaskan sedikit tentang bandara ini (kalau ada yang salah mohon dikoreksi) bandara kualanamu adalah bandara penganti bandara polonia yg dinilai sudah tidak layak lagi karena berada diinti kota medan yg menyebabkan terhambat nya pertumbuhan ekonomi kota medan dengan intensitas penerbangan yang sangat tinggi sehingga pembangunan fisik kota terhambat. keberadaan bandara kuala namu nanti nya bisa menjadi hub asia tenggara dan menjadi pintu masuk nya investasi di daerah Indonesia bahagian barat,ide pemindahan bandara polonia diprakrasai oleh mantan mentri perhubungan Azwar anas dan pemerintahan (pada pemenrintahaan SBY-JK) menjanjikan kepada masyarakat sumut akan selesai pada tahun 2009, namun terus berubah menjadi tahun 2010,2012, belakangan santer terdengar info menjadi 2014. keterlambatan pembangunan bandara ini selalu di kait-kait kan dengan ketidak ada nya alokasi dana dari apbn, gerakan ini bukan sekedar mengumpulkan uang 1000 rupiah tapi gerakan ini lebih menitik beratkan kepada membuka pemikiran (menyentil) pemerintah bahwa bandara ini penting bagi bangsa ini dan harus cepat selesai, karena itu kami berusaha mengalang perhatian masyarakat terutama di dunia maya karena di dunia mayalah suatu dunia tanpa ada batas semua bisa terhubung dengan semakin banyak nya masyarakat yang bergabung semakin kuat gaung gerakan ini semakin cepat didengar oleh pemerintah. begitu kawan sekian dulu penjelasan nya

AceN
September 3rd, 2010, 10:18 AM
Kayaknya Malaysia sudah antisipasi dengan dibuatnya Kuala Namu Airport dengan membuat KLIA 2 yang akan menggantikan LCCT tahun 2012

hahaha..KLIA 2 yang untuk LCCT aja kalo disini udah jadi main terminal :P~

sasamakan
September 4th, 2010, 11:56 AM
^^Makanya, Indonesia kalo emang mau serius harus cepet2 nih AP

laba-laba
September 6th, 2010, 05:44 AM
MONDAY, 06 SEPTEMBER 2010 00:02

WASPADA ONLINE


(WOL Photo/Hermansyah)
MEDAN – Tanggal 5 September 2005, Sumut dihentakkan dengan tragedi meledaknya pesawat Mandala Airline saat lepas landas dari Bandara Polonia.
Peristiwa itu menewaskan tiga putra terbaik Sumut yakni T Rizal Nurdin (Gubsu ketika itu), Raja Inal Siregar (mantan Gubsu dan anggota DPD RI) serta Abdul Halim Harahap (anggota DPD RI).

Hari ini, lima tahun sudah tragedi itu berlalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Gubsu bersama keluarga korban serta pejabat di Sumut memperingati tragedi itu dengan melakukan ziarah kubur dan sedekah kepada anak yatim.

Dikesempatan itu, Gubsu berharap komitmen yang diberikan pemerintah terakhir kalinya terhadap percepatan pembangunan Bandara Kuala Namu sebagai pengganti Bandara Polonia agar tidak molor lagi.

“Sudah ditegaskan pemerintah bahwa Bandara Kuala Namu akan operasional 2012. Kita harapkan segera terwujud dan pembangunannya tak molor lagi,” ungkap Gubsu, malam ini.

Diketahui, pembangunan Bandara Kuala Namu terjadi kemoloran. Dari awal tahun 2011, mundur ke tahun 2012. Bahkan Menteri Perhubungan, Freddy Numbery, mengatakan saat berada di Medan kalau Bandara Kuala Namu akan beroperasi pada tahun 2013.

Sebelumnya, ketika ziara kubur didampingi Eddy Syofian, Kependam Kolonel Asren Nasution, Gubsu mengatakan, T Rizal Nurdin adalah salah seorang dari seratusan korban pesawat Mandala.

Di dalam pesawat yang naas lima tahun lalu itu, juga terdapat almarhum mantan Gubsu Raja Inal Siregar dan Ketua Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumut yang juga anggota DPD-RI asal Sumut, Abdul Halim Harahap.

“Hari ini, lima tahun lalu, masyarakat Sumut berduka karena kehilangan tiga putra terbaiknya dalam kecelakaan pesawat Mandala Airlines di ujung landasan pacu Polonia Medan. Makanya, di hari bersejarah ini berziarah ke makam mantan pemimpin saya, sekaligus ke makam Sultan Deli,” ujar Gubsu.

Gubsu mengingatkan, masyarakat Sumut tak boleh melupakan jasa ketiga pemimpin ini dalam memajukan dan mensejahterakan perekonomian di daerahnya.

“Dua diantara mereka adalah pemimpin di bidang pemerintahan dan seorang lagi pemimpin spritual. Jadi, di hari baik di bulan Ramadhan ini saya sebagai seorang pemimpin di masa kini berdoa kepada Allah untuk meminta pengampunan atas kesalahan dan kealpaan ketiga pemimpin masa sebelumnya semasa hidupnya,” jelas Gubsu.

Sementara, Eddy Syofian, menambahkan bahwa renungan tragedi Mandala selain dilakukan ziarah ke pusara ketiga putra terbaik Sumut itu, Gubsu juga bersama keluarga almarhum T Rizal Nurdin melakukan zikir dan wirid yasin bersama anak yatim di Gubernuran Medan.

Dijelaskan Eddy, acara seperti hari ini setiap tahun terus digelar Gubsu dan keluarga almarhum T Rizal Nurdin. Setidaknya gugurnya tiga putra terbaik Sumut itu, akan dijadikan momentum untuk percepatan pembangunan Bandara Kuala Namu.

“Peristiwa kelabu lima tahun itu kini sudah jadi momentum percepatan Bandara Kuala Namu. Sebab, saat almarhum T Rizal Nurdin dikebumikan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Menteri Perhubungan kala itu Hatta Radjasa sudah memberikan janji untuk mewujudkan pembangunan Bandara Kuala Namu,” terang Eddy.

Editor: SATRIADI TANJUNG

source : http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=141486:gubsu-kuala-namu-jangan-molor-lagi&catid=15:sumut&Itemid=28

medan-visi
September 7th, 2010, 06:50 PM
terimakasih atas pertanyaan nya kawan,

tapi sebelum nya saya mencoba menjelaskan sedikit tentang bandara ini (kalau ada yang salah mohon dikoreksi) bandara kualanamu adalah bandara penganti bandara polonia yg dinilai sudah tidak layak lagi karena berada diinti kota medan yg menyebabkan terhambat nya pertumbuhan ekonomi kota medan dengan intensitas penerbangan yang sangat tinggi sehingga pembangunan fisik kota terhambat. keberadaan bandara kuala namu nanti nya bisa menjadi hub asia tenggara dan menjadi pintu masuk nya investasi di daerah Indonesia bahagian barat,ide pemindahan bandara polonia diprakrasai oleh mantan mentri perhubungan Azwar anas dan pemerintahan (pada pemenrintahaan SBY-JK) menjanjikan kepada masyarakat sumut akan selesai pada tahun 2009, namun terus berubah menjadi tahun 2010,2012, belakangan santer terdengar info menjadi 2014. keterlambatan pembangunan bandara ini selalu di kait-kait kan dengan ketidak ada nya alokasi dana dari apbn, gerakan ini bukan sekedar mengumpulkan uang 1000 rupiah tapi gerakan ini lebih menitik beratkan kepada membuka pemikiran (menyentil) pemerintah bahwa bandara ini penting bagi bangsa ini dan harus cepat selesai, karena itu kami berusaha mengalang perhatian masyarakat terutama di dunia maya karena di dunia mayalah suatu dunia tanpa ada batas semua bisa terhubung dengan semakin banyak nya masyarakat yang bergabung semakin kuat gaung gerakan ini semakin cepat didengar oleh pemerintah. begitu kawan sekian dulu penjelasan nya

===================================================================

Bro saya setuju sekali, bahwa gerakan Rp.1000, bukan berarti mengalang dana, namun sebagai bagian dari protest atas ketidak seriusan dari Pusat akan kebutuhan bandara yang selalu di tunda2.

Ada beberapa pendapat mengatakan, bahwa gerakan Rp. 1000,- untuk Kuala Namu itu tidak harus di kolektif secara fisik, namun dapat di lakukan secara simbolis atas partisipasi dari para pendukung yang dapat di tuangkan dalam sebuah group Facebook. tergantung siapa yang akan mendesign Group Gerakan Rp. 1000 Untuk kualanamu.


ide ini saya rasa imput yang cukup menarik, sehubungan dengan respon pembaca di forum ini seputar gerakan Rp 1000,-

K14N
September 8th, 2010, 11:32 AM
hahaha..KLIA 2 yang untuk LCCT aja kalo disini udah jadi main terminal :P~

LCCT KL sama SHIA aja kok IMO lebih bagus LCCT KL yah?
SHIA itu kesannya remang2, jadi kurang gimana gt

DJ_Archuleta
September 16th, 2010, 03:01 PM
PT KAI akan bangun rel ke Bandara Kualanamu


Medan - Mundurnya target penyelesaian Bandara Kualanamu menjadi alasan PT KAI belum membangun akses jalur kereta api menunju bandara.

"PT Kereta Api Indonesia siap membangun jalur KA tersebut begitu proyek bandara itu akan selesai," kata Suhendro, Humas PT KAI Divre Sumut-NAD, Selasa,dikantornya.

Dia menjelaskan pembangunan jalur rel kereta api dari Araskabu-Bandara Kualanamu sepanjang 4,8 Km - 5 Km itu akan memakan waktu 4-6 bulan.

"Lahan tanah sudah dibebaskan, dana pengadaan jalur kererta api Araskabu-Kualanamu sudah dipersiapkan. PT KA siap membangun jalur itu begitu proyek bandara itu akan selesai. Tinggal menunggu kesiapan PU dan pengelola Bandara Kualanamu kapan pengerjaan bandara akan selesai,"kata Suhendro.

PT KA, ujarnya, siap membangun jalur tersebut begitu bandara Kualanamu akan selesai. "Pembangunan jalur rel kerata api ini pengerjaannya selesai 4-6 bulan," kata Suhendro."

Menurut dia, bila pembangunan jalur rel kereta api selesai dikerjakan, akan tetapi bandaranya belum selesai, maka tidak efisien.

"PT KAI masih menunggu pembangunan bandara Kualanamu akan selesai baru KA siap dioperasikan,"tambahnya.

PT Railink, sambung Suhendro, perusahaan patungan PT Angkasa Pura dan PT KA merealisasikan angkutan kereta menuju bandara Kualanamu. "Kereta khusus angkutan bandara Kualanamu sudah dipesan oleh PT Railink kepada PT INCA." (su)

bbq
September 19th, 2010, 03:21 PM
Kaget melihat seekor burung besi raksasa Boeing 747-400 milik Garuda Indonesia sedang lewat & bersiap2 mendarat di Polonia hari ini sekitar jam 10 pagi. Tapi gak sempat direkam... Maaf gak nyambung... :nuts:

Wilz
September 20th, 2010, 11:09 AM
^^
waktu liburan idul fitri.. cathay pacific juga mendarat di Polonia..
Penerbangan langsung MEDAN - HONGKONG :shocked:

bataxbond
September 22nd, 2010, 06:45 AM
^^
waktu liburan idul fitri.. cathay pacific juga mendarat di Polonia..
Penerbangan langsung MEDAN - HONGKONG :shocked:

Oiyaa..kapan tuh ??
[salam kenal karena aku anak baru]

Wilz
September 24th, 2010, 05:17 AM
Oiyaa..kapan tuh ??
[salam kenal karena aku anak baru]

tanggal pastinya saya lupa.. tapi emang bener adanya (sumber Analisa)

itu Cathay Pacific yg berasal dari Juanda, Surabaya, jadi sebelum balik menuju Hongkong, mereka singgah ke Medan dulu, ceritanya sih dicarter gitu.. mungkin karna wisatawan sedang banyak banget, jadi travel agent di Medan langsung aja carter 1 pesawat.. :cheers:

AceN
September 25th, 2010, 08:57 AM
Update Construction

Kuala Namu International Airport
15-8-2010

http://lh4.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2YlbiJIII/AAAAAAAAAEs/4ztjSPx_sus/Slide1.JPG

AceN
September 25th, 2010, 08:58 AM
1
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2YqGNlWpI/AAAAAAAAAEw/8BauRfVBCzc/Slide2.JPG

2
http://lh4.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Yxx3fmwI/AAAAAAAAAE0/xfIQ-I7-khk/Slide3.JPG

AceN
September 25th, 2010, 09:00 AM
Rendering

3
http://lh4.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2W7Ux1qjI/AAAAAAAAADk/1TLcpXA3rro/Slide4.JPG

4
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Y0ajosTI/AAAAAAAAAE8/pCAeI6-qA7o/Slide5.JPG

AceN
September 25th, 2010, 09:02 AM
Rendering Aerial Terminal

5
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Y4mMfVSI/AAAAAAAAAFA/_usB_0pf6Nc/Slide6.JPG

6
http://lh6.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZHxgZ6AI/AAAAAAAAAFQ/HT1OnAnHXDg/Slide10.JPG

AceN
September 25th, 2010, 09:03 AM
Rendering Stasiun KA

7
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZDif7C1I/AAAAAAAAAFM/UgHP4MAdahE/Slide9.JPG

AceN
September 25th, 2010, 09:04 AM
rendering

8
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Y8fAA52I/AAAAAAAAAFE/4-HwIZR7MPs/Slide7.JPG

9
http://lh4.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZAICeqDI/AAAAAAAAAFI/WMpREOfG4wo/Slide8.JPG

AceN
September 25th, 2010, 09:05 AM
Terminal Kargo & Security Building

10
http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZKcsai3I/AAAAAAAAAFU/KJPpUWuNlYk/Slide11.JPG

11
http://lh6.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZNuJu_8I/AAAAAAAAAFY/KnvB9liXGGM/Slide12.JPG

AceN
September 25th, 2010, 09:06 AM
Gateway & Jalan Poros

12
http://lh6.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZQRFb31I/AAAAAAAAAFc/_uROA3V5vm8/Slide13.JPG

13
http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZTF4P6cI/AAAAAAAAAFg/tx5LK9wT6VY/Slide14.JPG

AceN
September 25th, 2010, 09:09 AM
Update Construction

Kuala Namu International Airport
15-8-2010

http://lh4.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2YlbiJIII/AAAAAAAAAEs/4ztjSPx_sus/Slide1.JPG

1
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2YqGNlWpI/AAAAAAAAAEw/8BauRfVBCzc/Slide2.JPG

2
http://lh4.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Yxx3fmwI/AAAAAAAAAE0/xfIQ-I7-khk/Slide3.JPG

Rendering

3
http://lh4.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2W7Ux1qjI/AAAAAAAAADk/1TLcpXA3rro/Slide4.JPG

4
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Y0ajosTI/AAAAAAAAAE8/pCAeI6-qA7o/Slide5.JPG

Rendering Aerial Terminal

5
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Y4mMfVSI/AAAAAAAAAFA/_usB_0pf6Nc/Slide6.JPG

6
http://lh6.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZHxgZ6AI/AAAAAAAAAFQ/HT1OnAnHXDg/Slide10.JPG

Rendering Stasiun KA

7
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZDif7C1I/AAAAAAAAAFM/UgHP4MAdahE/Slide9.JPG

rendering

8
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Y8fAA52I/AAAAAAAAAFE/4-HwIZR7MPs/Slide7.JPG

9
http://lh4.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZAICeqDI/AAAAAAAAAFI/WMpREOfG4wo/Slide8.JPG

Terminal Kargo & Security Building

10
http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZKcsai3I/AAAAAAAAAFU/KJPpUWuNlYk/Slide11.JPG

11
http://lh6.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZNuJu_8I/AAAAAAAAAFY/KnvB9liXGGM/Slide12.JPG

Gateway & Jalan Poros

12
http://lh6.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZQRFb31I/AAAAAAAAAFc/_uROA3V5vm8/Slide13.JPG

13
http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZTF4P6cI/AAAAAAAAAFg/tx5LK9wT6VY/Slide14.JPG

Runway, Taxiway, Apron

14
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZWPIpnHI/AAAAAAAAAFk/zf1cvcz5KUM/Slide15.JPG

15
http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZYpdF12I/AAAAAAAAAFo/xKNmtxxKf8I/Slide16.JPG

16
http://lh4.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZbbdRnAI/AAAAAAAAAFs/5T3ozZBZ7m8/Slide17.JPG

AceN
September 25th, 2010, 09:11 AM
Bangunan Penunjang

17
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Zehg3VBI/AAAAAAAAAFw/NsH7uLdr18Y/Slide18.JPG

18
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZiO-lN6I/AAAAAAAAAF0/c5iCjJtHZnI/Slide19.JPG

19
http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZmFl3r7I/AAAAAAAAAF4/E7aQdFZrO8c/Slide20.JPG

AceN
September 25th, 2010, 09:13 AM
Navigasi, Mechanical Engineering, & Regulating Pond

20
http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2ZptJ58zI/AAAAAAAAAF8/DVqJXueYEps/Slide21.JPG

21
http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Ztw-cE2I/AAAAAAAAAGA/UJhwVLuLoKQ/Slide22.JPG

22
http://lh6.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Zw3J5Q8I/AAAAAAAAAGE/oM9NCccAGac/Slide23.JPG

AceN
September 25th, 2010, 09:16 AM
Rangka Atap Bangunan, Terminal, & Pier, Jalan & Drainase, Pertamina

23
http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Z0sftCCI/AAAAAAAAAGI/q4CZq1nl39I/Slide24.JPG

24
http://lh6.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Z3eWXQeI/AAAAAAAAAGM/_JL1Oqqe9Ro/Slide25.JPG

25
http://lh6.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Z52Td6qI/AAAAAAAAAGQ/-cvfqNzIqok/Slide26.JPG

Rekap Proyek

26
http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2Z8Bl3PAI/AAAAAAAAAGU/AnoR4144G-s/Slide27.JPG

AceN
September 25th, 2010, 09:18 AM
Tambahan Rendering Interior Bandara

27
http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2abkGXNNI/AAAAAAAAAHA/GONY2ixd9iE/Slide8.JPG

28
http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2asubh4EI/AAAAAAAAAHY/x-RHDcc_b2s/Slide13.JPG

29
http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ2av3KIj4I/AAAAAAAAAHc/Yqt6VzqQJsA/Slide14.JPG

============================

smoga terpuaskan :D hehehehe

eurico
September 25th, 2010, 09:38 AM
What a huge update bro! Nice job, ni bangunan terminalnya bisa 3-4 kali dari terminalnya Sultan Hasanuddin Makassar yah....

AceN
September 25th, 2010, 01:29 PM
^^ Thanks. hehe..iya, ini emang gede bro

=============

ketinggalan, maket kuala namu

http://lh5.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ3bjLZD8KI/AAAAAAAAANw/2g5cuPHgaiE/IMG_3782.JPG

http://lh3.ggpht.com/_5jC-slcBWYk/TJ3bnt-XJjI/AAAAAAAAAN4/oEeR60I0LIY/IMG_3784.JPG

ncon
September 25th, 2010, 01:32 PM
ini baru bener"
MASSIVE and DETAILEDD update!!

thanks acen :D!!

unity
September 25th, 2010, 01:42 PM
AceN...
You're made my day!!!

After weeks of boring news and speculation, finally I can see some progress here...
So satisfied!!! :D

AceN
September 25th, 2010, 04:32 PM
^^ hahaha, yeahh.. g juga seneng waktu liat ini :D ternyata udah lumayan banyak yang jadi. hehehe

@con ur welcome mate :D !!

UMD
September 25th, 2010, 08:01 PM
Thanks AceN! Great update! Good progress too! Ada beberapa yang keren dari bandara ini:

1. Gateway bersama jalur kereta api-nya
2. Jalan layang ke Departure Hall-nya juga tinggi sekali yah. Ini pentanda arrival hall juga ceiling tinggi.
3. Gedung parkir terintegrasi. Dari area departure, bisa juga masuk gedung parkir dari jalan layang
4. Full panel kaca di airside cocok sekali buat spotting pesawat
5. Jalur untuk pick-up penumpang di area arrival yang khusus
6. Area cek in departure hall dibuka untuk umum seperti di bandara SIN, BKK, KUL, HKG.
7. Runway dengan lebar 60m dan Taxiway dengan lebar 30m sudah didesain untuk A380.
8. Terminal cargo yang cukup besar.

Di Slide no. 23, kelihatan juga bahwa ada beberapa gate yang akan pakai double aerobridge.

Kuala Namu benar benar akan menjadi bandara Indonesia yang keren dan modern. Semoga benar benar dipelihara dengan baik.

UMD
September 26th, 2010, 06:36 AM
Oy iya, itu tower-nya kelihatan bagus juga. Ada rendering dari towernya tidak, AceN ?

dira
September 26th, 2010, 02:04 PM
@AceN.. picnya mana yah? kok ga kliatan?

Sizter85
September 26th, 2010, 02:10 PM
^^Itu serius cuman 8 unit aerobridge ?? kenapa nanggung sekali :ohno:

AceN
September 26th, 2010, 05:08 PM
^^ Phase 1 sis, inget kan dulu gambarnya aerobridge sampe segambreng ada 50 biji kalo smua phase lengkap :D hehehe...

Thanks AceN! Great update! Good progress too! Ada beberapa yang keren dari bandara ini:

1. Gateway bersama jalur kereta api-nya
2. Jalan layang ke Departure Hall-nya juga tinggi sekali yah. Ini pentanda arrival hall juga ceiling tinggi.
3. Gedung parkir terintegrasi. Dari area departure, bisa juga masuk gedung parkir dari jalan layang
4. Full panel kaca di airside cocok sekali buat spotting pesawat
5. Jalur untuk pick-up penumpang di area arrival yang khusus
6. Area cek in departure hall dibuka untuk umum seperti di bandara SIN, BKK, KUL, HKG.
7. Runway dengan lebar 60m dan Taxiway dengan lebar 30m sudah didesain untuk A380.
8. Terminal cargo yang cukup besar.

Di Slide no. 23, kelihatan juga bahwa ada beberapa gate yang akan pakai double aerobridge.

Kuala Namu benar benar akan menjadi bandara Indonesia yang keren dan modern. Semoga benar benar dipelihara dengan baik.

Oy iya, itu tower-nya kelihatan bagus juga. Ada rendering dari towernya tidak, AceN ?

Thanks :) Towernya ga punya gambarnya nih. Blum dapet. hehe

@AceN.. picnya mana yah? kok ga kliatan?

^^ sorry, bagi yang gambarnya ga kliatan bisa klik kanan, copy image url, trus paste ke browser. Atau klik kanan, open image ini new tab. Bandwith g exceed kayanya, kebanyakan post update berbarengan. Photobucket g juga bandwith exceeded soalnya :D


=============

bagi yang ga bisa liat gambarnya :

http://picasaweb.google.com/vincentius.valdi/KualaNamu?feat=directlink

Ocean One
September 26th, 2010, 05:56 PM
What a huge update bro! Nice job, ni bangunan terminalnya bisa 3-4 kali dari terminalnya Sultan Hasanuddin Makassar yah....


^^ Gak sampai segitunya kali bro. Compare aja luas terminal keduanya, Hasanuddin sekitar 70.000an m/square dan Kualanamu 90.000m/square... :cheers:

AceN
September 26th, 2010, 07:26 PM
^^ luas terminal Hasanuddin berdasar data dari website nya 10.815 m² mas. Sedangkan Kuala Namu ini kalo jadi smua luas terminal 224.298 m² :)

bataxbond
September 27th, 2010, 08:04 AM
Keren banget ya...sprtnya bakal ngalagkan SHIA neeh...
moga 2012 pas gw mudik dah merasakan bandara ini
Thank Acen for the informative update...

Sizter85
September 27th, 2010, 09:02 AM
^^ Phase 1 sis, inget kan dulu gambarnya aerobridge sampe segambreng ada 50 biji kalo smua phase lengkap :D hehehe...


^^Oiya, benar :bash:?!
Tapi ekspektasi gw seharusnya Kualanamu phase I paling tidak minim butuh 15 garbarata untuk mengakomodir passangers movement yg begitu padat, apalagi dlm beberapa wktu dekat akan ada beberapa airlines lagi yang launch rute2 baru Int'l via MES ini, :cheers:

So, 8 aerobridge kira2 akan mampu bertahan sampai berapa tahun kedepan ya ? :ohno:

Aucostar
September 27th, 2010, 09:22 AM
Polonia skrg ad brp aerobridges???