View Full Version : Kuala Namu International Airport, Medan - Project & News Updates


Pages : 1 2 3 4 5 [6] 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

DJ_Archuleta
March 16th, 2011, 02:42 PM
Pembangunan Terminal, Jalur KA Ke Kualanamu Lampu Hijau


MEDAN (Waspada): Pencairan anggaran pembangunan terminal city chek in tiket dan jalur kereta api (KA) dari Medan tujuan Bandara Kualanamu di Deliserdang, sebesar Rp80 miliar, sudah ada tandatanda lampu hijau atau akan segera terealisasi dalam waktu dekat.


Direktur Operasional Kereta api (KA) Divisi regional (Divre) I Sumut/Aceh Jatun saat ini sedang mengadakan rapat kerja dengan Dirjen Kereta Api di Bandung.


“Saya yakin rapat dengan Dirjen Kereta Api di Bandung membahas masalah dana pembangunan city chek in tiket untuk berangkat melalui Bandara Kualanamu nantinya,” kata Humas KA Divre I Sumut/Aceh Irwan saat dikonfirmasi, kemarin.


Dia menyebutkan, Direktur Operasional KA Dirve I Sumut/Aceh sudah berada di Bandung sejak kemarin. Mudahmudahan dalam beberapa hari ke depan sudah ada kabar.


City chek in tiket nantinya akan dipusatkan di lantai II kantor besar KA Medan. Sementara jalur KA dari Medan tujuan Kualanamu mempunyai jalur khusus, dipastikan tidak bakal mengganggu operasional jalur kereta api pada rute perjalanan rutin selama ini.


Bahkan, dari Araskabu Deliserdang tujuan bandara baru, juga dibangun jalur kereta ap lebih kurang 5 Km berikut terminal penumpang di bandara baru Kualanamu Deliserdang. “Selama ini hambatan hanya masalah dana yang belum cair dari pemerintah pusat,” ujarnya.


Berita sebelumnya Humas KA Divre I Sumut/Aceh menyatakan, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan city chek in dan terminal penumpang serta jalur KA ke Bandara Kwalanamu mencapai lebih kurang Rp80 miliar. Dana itu bersumber dari pemerintah pusat melalui Dirjen Kereta Api di Bandung, padahal desain terminal dan city chek in sudah dikerjakan.

http://waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=10170:pembangunan-terminal-jalur-ka-ke-kualanamu-lampu-hijau-&catid=51:medan&Itemid=206

laba-laba
March 25th, 2011, 03:50 AM
OOT dikit

Friday, 25 March 2011 06:10
Bandara Polonia diperlebar

Warta
WASPADA ONLINE


http://berita.greatdirect.info/wp-content/plugins/rss-poster/cache/13d50_Polonia-WOL.jpg
(WOL Photo/Hermansyah)
MEDAN - Untuk kenyamanan penumpang, Angkasa Pura (AP) II melakukan pelebaran gedung terminal kedatangan penumpang domestik dan luar negeri di Bandara Polonia seluas lebih kurang 320 meter persegi.

Pelebaran itu menambah kapasitas daya tampung kedua terminal kedatangan penumpang yang kondisinya sangat padat, saat pergerakan pesawat ramai mendarat di Bandara Polonia Medan hampir bersamaan.

Kolonel Pnb Bram Bharoto Tjiptadi, selaku GM AP II Bandara Polonia Medan, membenarkan renovasi pelebaran itu terkait pembangunan kenyamanan penumpang. Namun selama perbaikan menyebabkan suasana di luar gedung terminal itu terlihat kurang nyaman.

Pelebaran itu dilakukan dengan menggeser dinding kaca sepanjang gedung di luar terminal luar negeri hingga terminal kedatangan sepanjang 28 meter, maju ke arah areal parkir kenderaan selebar 3,5 meter, menambah volume seluas lebih kurang 320 meter persegi.

Bahkan Humas AP II, Firdaus saat dikonfirmasi membenarkan, sesuai laporan Kepala Divisi Teknik/Bangunan, pekerjaan itu hanya bernilai Rp 96 juta, bisa dilakukan dengan penunjukkan langsung.

Menurut Firdaus, pelebaran gedung terminal kedatangan itu merupakan upaya AP II mengoptimalkan ruang atau space yang ada di Bandara Polonia untuk kenyamanan penumpang, terutama saat penumpang padat liburan sekolah, lebaran dan tahun baru.

Meskipun Bandara Polonia akan dipindah ke Kualanamu, namun AP II harus tetap menyikapi keterbatasan kapasitas gedung terminal seiring bertambahnya jumlah penumpang dan pergerakan pesawat di Bandara itu.

Diakuinya, 2011 AP II tidak ada lagi melakukan investasi atau pembangunan, praktis pelebaran gedung terminal kedatangan inilah yang dilakukan karena kondisinya sangat sesak saat penumpang ramai turun dari pesawat, kata Firdaus.

Dengan pelebaran itu sejumlah outlet atau warung jualan di sepanjang gedung terminal kedatangan pun ikut tergeser maju sejajar dengan dinding yang dimajukan. Kemudian jalur taksi yang ada saat ini akan digunakan untuk teras terminal tersebut.

Kata Humas AP-II, secara umum gedung terminal keberangkatan maupun kedatangan penumpang di Bandara Polonia desain awal memiliki daya tampung 900 ribu penumpang per tahun, dengan pertumbuhan penumpang saat ini, baik yang datang maupun berangkat mencapai 4,5 juta penumpang per tahun.

Itulah yang mendasari AP II segera menyiapkan pengganti Bandara Medan di lahan baru di Kuala Namu. Misalnya Ali Imran, salah seorang penumpang Lion Air saat mendarat dari Jakarta di Bandara Polonia Medan menyatakan terminal kedatangan domestik merasa lebih luas.

“Pejabat bagian bangunan AP-II Bandara Polonia Medan tergolong pandai, walaupun bandara akan pindah ke Kualanamu, masih ada peluang pembangunan walau sifatnya renovasi pelebaran,” ujarnya.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat05/wol)

source : http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=183447:bandara-polonia-diperlebar&catid=14:medan&Itemid=27

laba-laba
March 29th, 2011, 08:09 AM
Headline Senin, 28 Mar 2011 06:22 WIB

Bandara Kualanamu Dipastikan Siap 2013

MedanBisnis – Medan. Meskipun penyelesaian Bandara Kualanamu dinilai lamban, namun Menko Perekonomian Hatta Rajasa optimis bandara pengganti Polonia itu akan selesai tahun 2012 dan siap dioperasikan tahun 2013.
"Sesungguhnya sudah terlambat penyelesaiannya (Bandara Kualanamu-red) dari jadwal semula tahun 2011. Namun pemerintah selalu konsisten,penyelesaian bandara baru kebanggaan masyarakat Sumut itu harus selesai akhir 2012 dan dioperasikan paling lambat tahun 2013," ujar Hatta Rajasa kepada wartawan di VIP Room Bandara Polonia Medan, akhir pekan lalu.

Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum Ikatan Alumni ITB berada di Medan guna menghadiri pembukaan rapat kerja Alumni ITB Sumatera Utara. Di tangga pesawat Hatta Rajasa disambut Pejabat Gubsu Gatot Pudjonugroho, GM PT Angkasa Pura II Kol Pnb Bram Bharoto Tjiptadi dan para pengurus Partai Amanat Nasional Sumut.

Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah pusat berkeinginan agar Bandara Kualanamu selesai tepat pada waktunya, mengingat kehadiran bandara terbesar di wilayah barat Indonesia itu mempunyai nilai ekonomi dan cukup menjanjikan kepada masyarakat secara umum, bahkan menjadi pintu masuk bagi investor asing.

"Yang saya tahu selama ini penyelesaiannya bukan masalah dana, namun sisi udara seperti landasan pacu (runway) lebih dititikberatkan pada pemadatan lahan, sehingga pada saatnya penyelesaian tidak terjadi kendala lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, masyarakat yang terkena pembebasan lahan untuk akses ke bandara baru itu agar sama-sama mendukung kepentingan infrastruktur, seperti jalan bebas hambatan (tol) dan lainnya dan semua pihak secara bersama-sama mengawal pembangunan bandara itu agar selesai tepat pada waktunya.

Sementara itu, di tempat terpisah di JW Sky Lounge Bandara Polonia, Ketua Fraksi PAN DPRD Medan Ahmad Arif ketika dimintai pendapatnya soal Kualanamu menilai, melorotnya penyelesaian Bandara baru pengganti Bandara Polonia Medan karena keterbatasan dana pembangunan.

Menurutnya, anggaran yang tersedia untuk semua pekerjaan sisi udara sebesar Rp 300 miliar, sedangkan kebutuhan dana mencapai lebih kurang Rp 2 triliun.

"Ini gaweannya pejabat Provinsi Sumut yang seharusnya secara bersama-sama anggota DPR RI asal Sumut dapat mendesak pemerintah pusat agar segera mencairkan dana tersebut," ujarnya.

Padahal, kata Ahmad Arif, kalau Bandara Polonia Medan cepat dipindahkan maka Kota Medan yang menuju metropolitan dapat dikembangkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat dan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih besar."Saat itu gedung-gedung bertingkat di Medan sukar dikembangkan karenaterhambat tata ruang bahkan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP)," katanya. ( irvan sugito )

source : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/03/28/26016/bandara_kualanamu_dipastikan_siap_2013/

Aucostar
March 31st, 2011, 09:34 AM
Bandara Kuala Namu Munculkan Pusat Ekonomi Baru
Medan, (Analisa)

Bandara internasional di Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang, yang direncanakan beroperasi secara komersial mulai tahun 2013 diprediksi akan memunculkan sejumlah pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera Utara.

Informasi yang dihimpun dari paviliun Kabupaten Deli Serdang di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Medan, Selasa (29/3) menyebutkan, keberadaan bandara pengganti Polonia Medan tersebut akan berimbas kepada percepatan pembangunan berbagai kawasan industri, permukiman serta pusat jasa dan komersial.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Deli Serdang, Irman DJ Oemar mengatakan, pembangunan Bandara Kuala Namu akan diikuti pula dengan pembangunan berbagai infrastruktur lain, di antaranya jalan tol Medan-Tebing Tinggi, jalan-jalan alternatif, pembangkit listrik, instalasi air bersih dan pengadaan sarana telekomunikasi.

"Pembangunan berbagai infrastruktur tersebut tentunya akan mendukung kegiatan investasi," ujarnya. Karena itu, lanjut Irman, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang akan terus melakukan berbagai upaya untuk menjadikan daerah yang bertetangga dengan Kota Medan itu sebagai salah satu tujuan investasi ternyaman dan terlayak di Indonesia.

"Deli Serdang tidak hanya menyediakan sarana prasarana yang lengkap dan berbagai peluang investasi, tetapi juga atmosfir investasi yang murah dan aman," tambahnya. Bidang investasi yang potensial dikembangkan di daerah itu, antara lain perikanan, pariwisata, agribisnis, perumahan dan perdagangan. Para investor yang mengembangkan usaha industri di Deli Serdang juga dapat dengan relatif mudah dan efisien memperoleh beragam produk dan komoditi untuk bahan baku yang dibutuhkan.

Dari aspek pengembangan bisnis dan jasa, lanjut Irman, Deli Serdang sangat potensial dan memiliki prospek pasar menjanjikan, karena wilayah ini terletak di kawasan pantai timur Sumatera Utara (Sumut) dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka sebagai salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Deli Serdang juga termasuk di dalam bagian proyek pengembangan Metropolitan Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo (Mebidang-Ro). (Ant)

http://analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=90789:bandara-kuala-namu-munculkan-pusat-ekonomi-baru&catid=26:nasional&Itemid=44

unyupeople
April 4th, 2011, 02:20 PM
http://img217.imageshack.us/img217/602/kualanamu.jpg (http://img217.imageshack.us/i/kualanamu.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

MEDAN-Secara keseluruhan, pelaksanaan pembangunan Bandara Kualanamu sudah mencapai 75 persen. Bahkan, pembangunan sektor privat dan sektor publik bandara yang diperkirakan akan menjadi yang termegah di Pulau Sumatera ini sudah 99 persen atau tinggal finishing (penyelesaian akhir). Sektor privat adalah terminal penumpang, gedung kargo, jalan ke lokasi bandara, penampungan BBM, jalan dan parkir kendaraan.

Sedang sektor publik merupakan sistem navigasi udara, runway, apron, taxiway dan lain-lain.

”Untuk sektor publik dan sektor privat ada yang telah mencapai 99 persen atau tinggal finishing. Bahkan perkiraan akan selesai Juli 2011 mendatang. Finishingnya tinggal menunggu penyelesaian pembangunan utamanya,” kata Humas Angkasa Pura (AP) II Wisnu, Jumat (1/4).

Ketika Sumut Pos mendatangi lokasi pembangunan Bandara Kualanamu, pintu gerbang utama, dua jalur jalan utama menuju terminal terlihat sudah selesai dikerjakan.

Drainase utama Bandara Kualanamu telah selesai dikerjakan pada Febuari silam dan telah digunakan mengaliri air. Untuk mempertahankan kondisinya agar tetap berfungsi, pihak kontraktor melakukan perawatan dengan cara mengeruk sendimen di bagian dasar.

Dikatakan, lapangan parkir bandara seluas 50.820 meter persegi nantinya kan mampu menampung sekitar 407 unit taxi, 55 unit bus, dan 908 kendaran roda empat, telah selesai dikerjakan. Sekitar pingiran tempat parkir kini ditanami tanaman rumput serta sejumlah tanaman bunga.

Sarana penunjang listrik juga telah selesai dikerjakan. Bahkan sejumlah peralatan listrik berupa trafo telah standby. Fasilitas penunjang terminal penumpang berupa hydran dan alat keamanan lainnya, juga telah terpasang.
Sarana gedung keamanan telah berdiri dan selesai dikerjakan. Bahkan pihak AP II akan mengisi sarana mobiler dalam waktu dekat.

Namun demikian, pembangunan Bandara Kualanamu di Deli Serdang masih menghadapi beberapa kendala. Pertama, persoalan penyelesaian runway bandara sepanjang 3.75 kilometer dengan biaya Rp4,08 miliar yang rencana pengerjaannya oleh PT Waskita Karya selama 18 bulan terhitung Januari 2011 lalu.

Kemudian persoalan akses jalan tembus, baik jalan bebas hambatan (tol) atau jalan bukan tol. Ketiga adalah kendala pembebasan lahan, dimana di area bandara tersebut masih terdapat sebanyak 34 Kepala Keluarga (KK) yang menikmati hasil kebun kelapa sawit di sekitar lahan bandara. Yang terakhir adalah kelengkapan sarana dan prasarana seperti pengadaan arus listrik. Kebutuhan arus listrik untuk bandara sebesar 20 megawatt namun yang tersedia masih 5 megawatt. Selain itu, sarana dan prasarana air serta telekomunikasi juga belum selesai pengadaannya.
“Empat kendala ini merupakan hasil komunikasi antara saya dengan pihak Angkasa Pura (AP) II beberapa waktu lalu. Kita mendorong agar pembangunan bandara ini bias secepatnya selasai, karena pada prinsipnya DPRD Sumut memiliki political will dan legal standing dalam pengawasan itu. Karena, dengan selesainya pembangunan bandara, akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Sumut ini,” kata Chaidir Ritonga, Wakil Ketua Bidang Kerjasama Legislatif dan Lembaga Politik DPD Golkar Sumut kepada Sumut Pos, kemarin (3/4).

Terkait pembebasan lahan, Chaidir menjelaskan, harus ada solusi segera bagi sekitar 34 KK yang masih bermukim di area bandara. Namun, untuk keberadaan kebun sawit, menurutnya harus tetap dipertahankan untuk mendukung keasrian bandara. “Kebun sawit itu membuat area bandara menjadi lebih ramah lingkungan dan menjadi ciri khas Sumut sendir,” ungkapnya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Jhon Tahbu Ritonga menuturkan, rencana penyelesaian Bandara Kuala Namu memang sudah berlarut-larut. Karena dari sepengetahuannya, rencana semual bandara tersebut diprediksi selasai Tahun 2010 lalu, kemudian molor lagi menjadi Tahun 2011. Nah saat ini, katanya lagi akan selesai Tahun 2012 mendatang.

“Saya tidak yakin, 2012 nanti bandara itu siap. Karena Sumatera Utara sudah tidak memiliki dinamika penuntasan Bandara Kualanamu. Dan patut dicamkan juga, Sumut tidak mampu berbuat banyak karena proyek ini adalah proyek dari pemerintah pusat,” ungkapnya.

Jhon Tahbu juga menyoroti anggota dewan Sumut yang juga tidak bergairah dalam upaya mendorong pemerintah pusat melakukan percepatan penyelesaian bandara internasional itu.

“Gatot sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu pernah menyatakan, akan melakukan penyelesaian infrastruktur. Ini harus benar-benar dibuktikan. Salah satunya, pembebasan lahan Medan-Kualanamu, Kualanamu-Tebing Tinggi (untuk pembangunan tol Medan-Tebing Tinggi),” katanya.

Jhon Tahbu juga menyoroti pertikaian antara Gatot dengan fraksi-fraksi di DPRD Sumut. Pertikaian ini berdampak semakin lamanya penyelesaian pembangunan bandara itu. Seharusnya, baik Gatot maupun fraksi-fraksi yang ada di DPRD Sumut bersinergi. “Percepatan pembangunan akses Kualanamu dan Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi merupakan uji kapasitas bagi Gatot. Dulu Wagusbsu Rudolf Pardede menjadi Gubsu, mampu melakukan percepatan pembangunan Bandara Kualanamu. Sehingga Wapres kala itu menjanjikan bandara tersebut selesai 2010. Dan menjadi bukti kinerja Rudolf sebagai calon DPD RI dalam Pemilu 2009 dan meraih suara terbanyak. Jadi, Gatot harus mampu meyakinkan para stakeholder di pemerintah pusat dalam percepatan penyelesaian pembangunan Bandara Kuala Namu,” ungkapnya. (ari)

http://www.hariansumutpos.com/2011/04/3669/bandara-kualanamu-rampung-75-persen.htm

lastger
April 4th, 2011, 03:45 PM
^^

perkembangan bandaranya udah lumayan sih sepertinya..
apa mungkin hanya exterior departure hallnya??

unity
April 4th, 2011, 03:51 PM
http://img217.imageshack.us/img217/602/kualanamu.jpg (http://img217.imageshack.us/i/kualanamu.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)



^^
Wanjerrr, keren abissss!!!
Biarinlah ditunda sampe 2012, yang penting... MAKE THIS PERFECT!!!! :cheers:

Widana89
April 4th, 2011, 03:54 PM
^^ Wah... lebar juga jalan di depan terminalnya... :)

unyupeople
April 4th, 2011, 04:59 PM
^^
Wanjerrr, keren abissss!!!
Biarinlah ditunda sampe 2012, yang penting... MAKE THIS PERFECT!!!! :cheers:

kalau terburu" kesannya cepat rusak ya gan...
tapi kalau terlalu lama nunggunya bosen juga :D

unyupeople
April 4th, 2011, 05:06 PM
Struktur Landasan Fleksibel
11:27, 04/04/2011

Bandara Internasional Kualanamu dipastikan akan memiliki runway dengan panjang sekira 3.750 meter dengan lebarnya sekira 60 meter. Ketebalan aspalnya sekita 16 centimeter (cm), dengan biaya Rp4,08 miliar.

Demikian disampaikan, Konsultan Manajemen Kontruksi Pembangunan Sektor Udara PT JEV, Purwanto melalui Humas AP II Wisnu, Jumat (1/4). “Progresnya 13 persen dan diselesikan hingga akhir November 2012,” bilang Purwanto saat dihubungi Wisnu melalui ponsel nya.

Namun, secara keseluruhan pelaksanan pembangunan runway telah mencapai 70 persen. Struktur landasannya dengan sistem flexsibel dengan pengaspalan dengan tinggian 16 cm. Dipilihnya sistem struktur flexsibel aspal adalah sesuai dengan perencan pembangunan bandara megah ini.

Areal Bandara Kualanamu sendiri berada di Kecamatan Beringin dan Pantailabu, Deli Serdang, merupakan bekas kuala atau teluk. Sedangkan pengujian kadar tanah serta kualitasnya dilakukan konsultan teknis berkerjasama dengan Universitas Sumatera Utara. Tujuan pengujian itu untuk mengetahui kestabilan kondisi tanah.

Menurut tim teknis, diperkirakan untuk 10-20 tahun mendatang akan terjadi penurunan permukaan tanah, sehingga dikwatirkan kelak akan terjadi kerusakan di runway, apron, taxiway. Untuk mengatasi itu dibuat perbaikan kondisi tanah dengan cara pemadatan tanah permukaan atau disebut priloding.

Priloding dapat disebut menekan permukaan tanah dengan benda tertentu hingga kondisi yang dikehendaki. Dengan perlakuan ini, maka terhematkan waktu yang cukup signifikan. Dengan priloding, hanya dibutuhkan waktu 3-4 bulan untuk membuat permukaan tanah menjadi datar serta padat.

Hingga saat ini lokasi yang telah priloding di runway dengan luas 180.000 meter persegi atau 3.000 meter X 60 meter. Selanjutnya, apron dengan luas 30 hektare, sedangkan taxiway memiliki luas 120.000 meter persegi atau 3.000 meter X 40 meter.

Material yang digunakan mengpriloding berbeda-beda (lihat tabel, Red). Tetapi, cara priloding adalah menimbun material tanah atau pasir dengan asumsi setiap beban mampu menekan sampai 5 ton per meter persegi. “Sama dengan tekanan ketika takeoffnya pesawat Airbus A 380,” terangnya.

Kemudian tanah permukaan yang dipriloding dipisahkan dengan membuat lapisan khusus antara tanah awal dengan material yang ditimbun. Secara berkala, kondisi priloding diperiksa derajat kosidasinya.

Derajat kosidasi yang standar 90 persen. Setelah tercapai derajat kosidasinya, maka dilakukan pemotongan terhadap material yang ditimbunkan. Usai pematangan lahan, dilakukan pengaspalan dengan struktur flexsibel aspal. Tetapi untuk bagian apron dengan luas 30 Ha diberikan cor.

Untuk runway yang kini masih proses pelapisan dengan pasir sungai sedang mencapai pekerjan 50 persen. Sedangkan untuk taxiway sudah diaspal dengan sistem struktur flexsibel aspal. Secara pekerjaan, sistem struktur flexsibel aspal dimulai dengan pemadatan lahan.

Pemadatan dilakukan dengan material tanah timbun, pasir laut selanjutnya ditimpa dengan pasir sungai. Kemudian akan ditimpa lagi dengan pasir puti yang diperoleh dari pengunungan. Tindakan selanjutnya menimbunya dengan sirtu kemudian diaspal dengan mengunakan aspal hotmix. Bila dilihat secara keseluruhan pelaksana pembangunan telah mencapai 75 persen (btr)

http://www.hariansumutpos.com/2011/04/3668/struktur-landasan-fleksibel.htm

rilham2new
April 4th, 2011, 07:58 PM
http://img217.imageshack.us/img217/602/kualanamu.jpg (http://img217.imageshack.us/i/kualanamu.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)


http://www.hariansumutpos.com/2011/04/3669/bandara-kualanamu-rampung-75-persen.htm

Keren banget ... SUMPAHHH ...

acoolguyfromnz
April 4th, 2011, 08:19 PM
what a life! kalau semua berlomba membuat karya seni spt ini, hidup jadi lebih bermakna! Two thumbs up! Itu yg seharusnya Indonesia lakukan. Kalau sudah jadi benar2 keren, walaupun gedungnya rada kurang "wow".

Love it Medan!

laba-laba
April 5th, 2011, 02:47 PM
Infrastruktur Hari ini Pkl. 07:29 WIB
Sebagian Pekerjaan Kualanamu Diserahterimakan

MedanBisnis – Lubukpakam. Bandara Kualanamu yang di target pemerintah dapat beroperasi di akhir 2012 dipastikan akan terwujud. Sebab, progres pembangunan bandara itu, baik sisi udara (air site/sektor publik) maupun sisi darat (land site/sektor privat) pertanggal 27 Maret lalu sudah mencapai 72%. Bahkan beberapa sudah diserahterimakan kepada PT Angkasa Pura II.
Pekerjaan yang sudah diserahterimakan adalah terminal kargo, pintu gate way dan security building sudah selesai 100% dan kini sudah dalam proses serah terima. Selain itu, pondasi dan struktur atas gedung terminal sudah selesai 100%, struktur atap gedung terminal penumpang 99,11%, pengadaan dan pemasangan fasilitas M/E gedung terminal 100%. Begitu juga dengan pebangunan jalan area dan parkir kenderaaan sudah 100% dan pekerjaan fix bridge sudah mencapai 99, 11%.

Sisanya hanya runway, rel dan stasiun kereta api, serta penyediaan arus listrik dari PLN dengan kebutuhan sekitar 20 NVA. Di sektor publik, pengerjaan tanah di taxiway, perkerasan apron, tower, bangunan umum, bangunaan penunjang, bangunan operasional, pengerjaan M/E dan bangunan utilitas bandara seluruhnya sudah selesai 100%.

"Untuk boarding bridge masih dalam proses pabrikasi. Sementara gedung penunjang berupa gedung administrasi, stasiun kereta api dan masjid sedang proses tender di Jakarta. Sedangkan runway tanyakan saja kepada Satker Perhubungan Udara, " kata Pimpinan Project Implementation Unit (PIU) Bandara Kualanamu PT Angkasa Pura II, Joko Waskito didampingi Sekretaris Project, Sutjipto kepada MedanBisnis di ruang kerjanya, Senin (4/4).

Dikatakan Joko, kendala pihaknya dalam pengerjaan bandara tersebut sudah tidak ada lagi, kecuali 34 kepala keluarga (KK) dari sebelumnya 71 KK yang masih bertahan di eks perumahan PTPN2 yang masuk lokasi bandara.

"Masalah 34 KK ini sedang di tangani Muspida Plus Propinsi Sumatera Utara, karenanya kita masih menuggu. Meski demikian kita tetap berkomitmen bahwa Bandara Kualanamu akan siap beroperasi di akhir tahun 2012, " paparnya.

Masalah IMB
Terkait tudingan bahwa PT AP II telah merugikan Pemkab Deliserdang puluhan miliar karena tidak juga mengurus izin mendirikan bangunan (IMB), Sutjipto menambahkan kalau pihaknya perpedoman pada UU No 1/2009 tentang penerbangan, Peraturan Pemerintah (PP) No 36/2005 tentang pelaksanaan UU No 28/2002 tentang Bangunan Gedung dan Keputusan Menteri Perhubungan No KM 5/2008 tentang Pembangunan Bandara Kualanamu.

Menurut Sutjipto, pada Pasal 14 PP No 36/2005 menyebutkan, setiap orang yang akan mendirikan bangunan gedung wajib memiliki IMB, kecuali bangunan gedung fungsi khusus oleh pemerintah. Hal itu di kuatkan UU No1/2009 dalam pasal 214 menyebutkan bahwa Badar Udara sebagai bangunan gedung khusus.

"Menteri Perhubungan pada tahun 2008 lalu kan sudah menetapkan lokasi pembangunan Bandara Kualanamu, kan nggak mungkin belum ada koordinasi dengan Pemkab Deliserdang. Apalagi bangunan bandara itu merupakan suatu sistem dimana bangunannya tidak berdiri sendiri. Artinya, seluruh bangunan yang berada di dalam sistem adalah bangunan khusus. Kalau berdiri sendiri namanya bukan bandara dong," papar Sutjipto seraya menambahkan kalau pihaknya tetap taat pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Ketika ditanya bangunan apa saja yang diwajibkan mengurus IMB ke pemkab setempat, Sutjipto mengatakan bahwa yang diwajibkan mengurus IMB tersebut terdiri dari bangunan yang di lokasi lingkungan badara, tapi tidak masuk dalam bangunan sistem, seperti hotel, restauran dan bangunan lainnya.

"Tapi untuk penerbitan IMB nya harus ada rekomendasi penyelenggara bandara terkait saran teknis," sebutnya. ( rinaldi samosir )

source : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/04/05/27320/sebagian_pekerjaan_kualanamu_diserahterimakan/

bataxbond
April 6th, 2011, 06:58 AM
Maaf abang kakak skalian OOT dulu ya...meski masih ada hubungan dengan kuala namu

Thu, 24/03/2011
Pembangunan rel KA Kuala Namu Juni 2011 (http://www.tender-indonesia.com/tender_home/innerNews2.php?id=9513&cat=CT0017)

(Sumatera Utara) Manajemen PT Kereta Api memperkirakan pada Juni 2011 proses pembangunan jalur kereta api dari stasiun Medan-Aras Kabu-Bandar Udara Kuala Namu mulai dilakukan.

Humas PT KA Divre I Sumut dan NAD Irwan, mengatakan, proses pembangunan rel kereta api tersebut hanya tinggal menunggu proses tender selesai.

"Apabila proses tender telah selesai, kami akan memulai pengerjaan jalur kereta api tersebut mengingat dana yang telah dipersiapkan sebesar Rp 80 miliar sebagai dana untuk pemasangan jalur KA dan sistem persinyalan ke lokasi bandara telah tersedia," katanya.

Dia menjelaskan, untuk pembangunan pemasangan rel dari sistem persinyalan dari stasiun Aras Kabu hingga Kuala Namu dibutuhkan waktu selama lima sampai enam bulan waktu pengerjaan.

Pembangunan rel kereta api sepanjang 5,2 km dari stasiun Aras Kabu ke Kuala Namu merupakan wujud komitmen PT KA dalam menyukseskan proyek bandara Kuala Namu sebagai pengganti bandara Polonia.

Sementara itu, untuk jenis kereta sudah dipesan oleh PT Railink kepada PT INKA sejenis Kereta Api Rel Diesel dengan fasilitas dilengkapi pendingin udara dan interior kereta yang lebih canggih.

"Kami hanya sebagai pendukung operasionalnya saja, dan kabar terakhir yang diterima dari pusat bahwa telah menginstruksikan pengerjaan jalur kereta untuk segera dilakukan," jelasnya.

Irwan menambahkan, pihaknya siap menunggu selesainya pembangunan bandara agar rel tidak sampai menganggur dan optimis bisa diselesaikan tepat waktu.

"Dengan tersedianya kereta tersebut dapat mempermudah penumpang untuk menuju lokasi bandara Kuala Namu dan mempercepat proses pengiriman barang ke bagasi pesawat," tambahnya.

dapat dari tetangga (http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=4080&page=2) sebelah

unyupeople
April 6th, 2011, 08:08 AM
Maaf abang kakak skalian OOT dulu ya...meski masih ada hubungan dengan kuala namu



dapat dari tetangga (http://www.semboyan35.com/showthread.php?tid=4080&page=2) sebelah

wah..
bagus deh.. sudah ditetapkan bulan kapan di laksanakan proyek kereta apinya..
tinggal menunggu satu lagi..
jalan tol..
kapankah akan di kerjakan??
kan enak kalau bandara, kereta api dan jalan tol selesai dalam waktu yg bersamaan.. :D

unyupeople
April 7th, 2011, 01:18 AM
* Dua Pesawat Bisa Mendarat Sekaligus
* Kalahkan Bandara Hasanuddin Makassar

JAKARTA-Bandara Kualanamu akan menjadi salah satu bandara kelas wahid di negeri ini. Level kemegahannya hanya tersaingi oleh Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Jakarta. Seperti halnya Bandara Soetta yang punya landasan model paralel independen, Bandara Kualanamu juga demikian. Dengan model ini, bandara baru pengganti Polonia itu bisa digunakan untuk pendaratan dua pesawat sekaligus dalam waktu bersamaann
“Tapi untuk tahap awal dibangun satu landasan dulu,” kata Direktur Bandara Departemen Perhubungan Bambang Cahyono kepada Sumut Pos kemarin petang (4/4) di Jakarta. Untuk panjang landasan, Bandara Kualanamu malah mengalahkan Bandara Soetta.

Bambang menyebutkan, dua landasan Bandara Soetta masing-masing panjangnya 3.660 kali 60 meter dan 3.600 kali 60 meter. “Sedang Bandara Kualanamu 3.750 kali 60 meter. Jadi lebih panjang Kualanamu,” terang Bambang.
Bagaimana jika dibandingkan dengan bandara lain di level daerah? Bandara Kualanamu tetap unggul. Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sudah tergolong megah saat ini. Namun, nantinya tetap lebih megah Bandara Kualanamu. “Lahan bandara di Makassar itu 50 ribu meter persegi, sedang Bandara Kualanamu 120 ribu meter persegi,” sebut Bambang.

Jadi, apakah Bandara Kualanamu nantinya menjadi bandara terbesar di Indonesia? Bambang menjelaskan, besar kecilnya bandara dilihat dari jumlah penumpangnya. Jika ini ukurannya, sulit rasanya menandingi Bandara Soetta. “Untuk saat ini, terbesar Bandara Soetta, disusul Juanda Surabaya dan kemudian Bali,” terangnya. Dijelaskan, masing-masing bandara punya karakteristik penumpang berbeda-beda.

Jika bandara Soetta dan Ngurah Rai Bali seimbang antara penumpang domestik dan internasional, sedang Surabaya lebih banyak penumpang domestik. Sementara, Bandara Hasanuddin Makassar lebih banyak untuk penumpang transit.

Kalau Bandara Kualanamu nanti? “Diharapkan bisa bersaing untuk rute-rute Eropa, atau Korea misalnya,” terang Bambang. “Terlebih nanti Kualanamu ditunjang dengan kereta api,” imbuhnya.

Dijelaskan, penumpang dari Kualanamu nantinya bisa langsung terbang ke Eropa, sehingga bisa bersaing dengan bandara yang ada di negara tetangga Singapura dan Malaysia.

Mengenai pembangunan runway, Bambang menyebutkan, bukan merupakan kendala rencana operasional. Alasannya, pembangunan runway baru dimulai Januari 2011 dan diharapkan kelar Nopember 2012.
Bambang menjelaskan, khusus untuk pembangunan sektor publik lainnya, yang didanai APBN di mana terdapat 11 paket kontrak, posisi hingga pertengahan Maret sudah mencapai 78,1 persen. Delapan kontrak diantaranya sudah mencapai 100 persen. Sedang yang belum beres adalah pembangunan navigasi yang kini mencapai 45,5 persen, mekanik elektrical 82,5 persen, dan landasan yang baru mulai dikerjakan Januari 2011.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang menilai, pembangunan sektor privat meliputi terminal penumpang, gedung kargo, jalan ke lokasi bandara, penampungan BBM, jalan dan parkir kendaraan, masih agak lambat. “Sektor privat ini dikerjakan Angkasa Pura II, agak lambat ini,” cetusnya.

Sementara, mengenai masih adanya 34 KK yang masih bermukim di area bandara, Bambang mengatakan, sebenarnya dulu sudah pernah dibayarkan uang ganti rugi. “Yang sekarang ini nggak tahu, mungkin anak-anaknya,” ujar Bambang.

Dijelaskan, pada Senin (11/4) mendatang akan digelar rapat koordinasi di Medan, khusus membahas Bandara Kualanamu. Rapat ini untuk mencari solusi terhadap persoalan-persoalan yang masih tersisa, seperti soal lahan. “Rapat dipimpin Deputy Setwapres di Medan,” ujarnya.

Gatot: Rampung Oktober 2012

Penjabat Gubernur Sumatera Utara (Pj Gubsu) Gatot Pujo Nugroho memastikan, Bandara Kualanamu akan rampung pengerjaannya pada Oktober 2012 mendatang. Hal ini merujuk laporan pihak AP kepada Presiden Susilo Bambang Yudoyono.

“Kita akan mengawal realisasinya. Tapi mungkin untuk runningnya (launching, Red), kemudian finishingnya baru akhir tahun atau awal Tahun 2013,” ungkap Gatot di sela-sela acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi di Aula Martabe Lantai II Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, kemarin.
Untuk nama bandara, berdasarkan hasil Program Legislasi Daerah (Prolegda) DPRD Sumut menyatakan, tidak akan memakai nama Kualanamu. “Nama bandara nantinya memang harus sudah dilaunching secara nasional dan intenasional enam bulan sebelum pergantian (nama),” tutupnya.

Wakil Ketua DPRD Sumut HM Affan mendesak penyelesaian bandara pengganti Polinia itu. “Infrastruktur harus segera diselesaikan. Terutama jalur dari Medan ke Tebing Tinggi dan sebaliknya, serta jalur Medan ke Serdang Bedagai begitu pula Medan-Deli Serdang,” tuturnya.

Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi PDI-P ini menyatakan, perlu keseriusan untuk mengejar target penyelesaian pembangunan Oktober 2012. Wakil rakyat Sumut sudah menyampaikan hal itu ke pemerintah pusat, dalam hal ini, kementerian perhubungan.

“Kita sudah pernah ke pusat. Kita harus tahu bahwa pembangunan proyek ini gawean pemerintah pusat langsung. Pemprovsu hanya sebagai pendorong penyelesaian pengerjaannya. Maka dari itu, semua pihak harus bahu-membahu,” tegasnya. (sam/ari)

http://www.hariansumutpos.com/2011/04/3760/kemegahan-kualanamu-selevel-soekarno-hatta.htm

unyupeople
April 7th, 2011, 01:23 AM
11:22, 06/04/2011

Kualanamu Menuju Bandara Termodern

MEDAN-Bandara Kualanamu akan memiliki banyak kelebihan dibanding bandara lain di Indonesia, termasuk Bandara Soekarno-Hatta. Kelebihan itu antara lain tersedianya akses transportasi kereta api menuju bandara. Moda transportasi ini akan melayani rute Kualanamu-Medan dan kota lain, mendukung akses jalan tol dan jalan masuk lainnya.

Saat ini, proyek pembangunan perlintasan kereta api Medan-Kualanamu sedang digodok di Dirjen Perhubungan Darat RI. ”Mudah-mudahan proses pengerjaannya dikerjakan Mei ini,” tegas Irwan Humas PT KAI Divre I Sumut-Aceh, Irwan, di Jalan Prof HM Yamin, kemarin (5/4).
Tahap awal proyek yang proses tendernya ditangani pusat tersebut diperkirakan akan menelan biaya Rp81 miliar. “Dana itu untuk pembebasan lahan dan pembangunan perlintasan kereta api dari Stasiun Aras Kabu hingga Kualanamu yang berjarak 5 km,” sambung Irwan.

Selain itu, turut dibangun stasiun dan sarana transportasi kereta api lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho membenarkan, secara teknis sebenarnya PT KAI sudah siap. Hanya saja, masalah pembebasan lahan menjadi kendala. Karenanya, Gatot berharap Pergub Kerohiman yang saat ini drafnya sudah tahap finalisasi itu, diharapkan bisa menjadi solusi seluruh masalah pembebasan lahan. “Kalau ini sukses, bandara baru ini akan menjadi bandara termodern,” kata Gatot.

Pergub Kerohiman juga bisa digunakan pelepasan lahan untuk fasilitas pendukung Kualanamu lainnya. Gatot Pujo Nugroho mengakui pembebasan lahan menjadi kendala utama. Tidak hanya mengenai 34 Kepala Keluarga (KK) yang masih bermukim di area pembangunan bandara, namun juga terkait proyek jalan akses non tol dari Simpang Kayu Besar ke Kualanamu.

Khusus mengenai kendala pembangunan akses non tol ke Bandara Kualanamu tersebut, Gatot mengaku telah melakukan evaluasi. “Hasil evaluasi yang saya lakukan lebih ke soal pembebasan lahan,” ujar Gatot Pudjonugroho kepada koran ini usai menghadiri acara di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin.

Lahan yang masih menjadi persoalan itu, kata Gatot, dipilah menjadi tiga kluster yakni lahan PTPN, lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN, dan lahan yang masih ditempati warga masyarakat. Dijelaskan Gatot, sebenarnya untuk lahan yang ditempati masyarakat itu bisa diselesaikan dengan pemberian ganti rugi. Hanya saja, lanjut Gatot, sudah terjalin rasa solidaritas antara warga dengan warga masyarakat yang menduduki eks HGU PTPN. “Jadi, warga itu mau menerima ganti rugi, jika kawan-kawannya yang di eks HGU PTPN juga diberikan ganti rugi,” ujar Gatot.
Hanya saja, kata Gatot, berdasarkan masukan dari Kejaksaan Tinggi Sumut, warga yang menduduki eks HGU PTPN tidak boleh diberikan ganti rugi. Karenanya, dana ganti rugi yang belum dipakai itu sudah dikembalikan lagi ke APBD. “Karena belum bisa dieksekusi,” imbuhnya.

“Dengan Pergub Kerohiman ini kita harapkan menjadi solusi atas masalah pembebasan lahan atau aset pemerintah yang dimanfaatkan masyarakat dalam rentang waktu tertentu,” beber Gatot. Di Pergub itu nanti juga diatur secara rinci nilai nominal uang ganti rugi.

Terkait dengan proyek lain yang masih dalam satu rangkaian proyek Bandara Kualanamu, yakni tol Medan-Tebingtinggi juction Kualanamu, saat ini masih dalam proses tender yang diurus pemerintah pusat. Tol ini nantinya juga melewati tanah-tanah PTPN dan perkebunan milik swasta. “Kita kemarin sudah menyurati kementrian BUMN untuk mendapatkan izin penggunaan lahan itu” ujar Gatot. (rud/sam)

http://www.hariansumutpos.com/2011/04/3874/bangun-rel-ka-pusat-tender-proyek-rp81-m.htm

Widana89
April 7th, 2011, 07:09 PM
^^ Dapat gamabar di kaskus...
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5570528


http://i43.photobucket.com/albums/e399/dickymedan/20100507N3007.jpg
http://i43.photobucket.com/albums/e399/dickymedan/20100507N3006.jpg
http://i43.photobucket.com/albums/e399/dickymedan/20100507N2997.jpg
http://i43.photobucket.com/albums/e399/dickymedan/20100507N2996.jpg
http://i43.photobucket.com/albums/e399/dickymedan/20100507N2993.jpg
http://i43.photobucket.com/albums/e399/dickymedan/20100507N2987.jpg
http://i43.photobucket.com/albums/e399/dickymedan/20100507N2987.jpg

rilham2new
April 7th, 2011, 07:15 PM
^^ Itu gambar tahun lalu, tapi so FAR kayaknya ini COVERAGE gambar yang cukup komplit mengitari proyeknya, bakal di bawah jalan layang di Drop-Off Point juga ada ...

Widana89
April 7th, 2011, 07:57 PM
^^ Ya memang gambar tahun lalu ada tanggalnya:) tp lumayan hasil jepretannya memuaskan.. :D

wangweijie84
April 8th, 2011, 09:27 AM
gede neh bandara .... kalau bener dari pesawat dari kuala namu sampe ke eropa, makin keren banget, letak Medan sangat strategis dibanding kota besar Indonesia yg lain.

Semoga aja dengan bandara ini, Medan makin banyak proyek2 highrise, ditunggu neh .....

novian
April 9th, 2011, 08:30 AM
ini baru namanya Bandara!!!

t1t4n1c_1912
April 11th, 2011, 06:08 AM
Just wanna share a few updates. Photos are courtesy of Widjaja Lagha of NasPic, thanks a lot.

http://img198.imageshack.us/img198/8451/85449508.th.jpg (http://img198.imageshack.us/i/85449508.jpg/)
http://img269.imageshack.us/img269/9320/21132209.th.jpg (http://img269.imageshack.us/i/21132209.jpg/)
http://img194.imageshack.us/img194/2161/82950809.th.jpg (http://img194.imageshack.us/i/82950809.jpg/)
http://img848.imageshack.us/img848/2900/78144577.th.jpg (http://img848.imageshack.us/i/78144577.jpg/)
http://img807.imageshack.us/img807/9602/56380962.th.jpg (http://img807.imageshack.us/i/56380962.jpg/)
http://img853.imageshack.us/img853/710/56438199.th.jpg (http://img853.imageshack.us/i/56438199.jpg/)

t1t4n1c_1912
April 11th, 2011, 06:49 AM
Just wanna share a few updates. Photos are courtesy of Widjaja Lagha of NasPic, thanks a lot.

http://img198.imageshack.us/img198/8451/85449508.th.jpg (http://img198.imageshack.us/i/85449508.jpg/)
http://img269.imageshack.us/img269/9320/21132209.th.jpg (http://img269.imageshack.us/i/21132209.jpg/)
http://img194.imageshack.us/img194/2161/82950809.th.jpg (http://img194.imageshack.us/i/82950809.jpg/)
http://img848.imageshack.us/img848/2900/78144577.th.jpg (http://img848.imageshack.us/i/78144577.jpg/)
http://img807.imageshack.us/img807/9602/56380962.th.jpg (http://img807.imageshack.us/i/56380962.jpg/)
http://img853.imageshack.us/img853/710/56438199.th.jpg (http://img853.imageshack.us/i/56438199.jpg/)

Hadi
April 13th, 2011, 10:55 AM
OMG... This is amazing. Paling modern di Indonesia mantab!!!!!!!!!!!!

t1t4n1c_1912
April 13th, 2011, 11:33 AM
Courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.

http://img198.imageshack.us/img198/8451/85449508.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

t1t4n1c_1912
April 13th, 2011, 11:36 AM
http://img269.imageshack.us/img269/9320/21132209.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

http://img194.imageshack.us/img194/2161/82950809.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

http://img848.imageshack.us/img848/2900/78144577.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

http://img807.imageshack.us/img807/9602/56380962.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

All photos courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.

laba-laba
April 13th, 2011, 11:56 AM
mantap !! gak bisa jalan kaki lagi masuk ke Bandara !!

kekekkee

bbq
April 13th, 2011, 02:40 PM
Itu taxiway-nya ada yg nanggung & belom nyambung ke terminal kargo-nya… Saya berpikir gimana cara-nya pesawat kargo masuk ke area terminal kargo-nya nanti-nya?

UMD
April 13th, 2011, 04:48 PM
Courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.

http://img198.imageshack.us/img198/8451/85449508.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

Jika ada yang berminat untuk "Like" facebook page-nya NasPic...di sana ada 193 foto foto terbaru untuk Kuala Namu. Terdapat juga foto foto di dalam terminal. Bagus Bagus! Ditambah banyak foto foto buat bandara lain di Indonesia juga.

nowan
April 13th, 2011, 05:09 PM
Itu taxiway-nya ada yg nanggung & belom nyambung ke terminal kargo-nya… Saya berpikir gimana cara-nya pesawat kargo masuk ke area terminal kargo-nya nanti-nya?
Tentu akan dibuat nantinya. Itu landas pacunya kan belum dibuat juga. Dimana sih terminal kargonya? :)

Menjadi pertanyaan buat saya, kenapa perkerasan runway-nya tidak dibuat kaku seperti taxiway dan apron saja? Apa perbaikan tanah dasarnya sama?

UMD
April 13th, 2011, 05:11 PM
Tentu akan dibuat nantinya. Itu landas pacunya kan belum dibuat juga. Dimana sih terminal kargonya? :)

Menjadi pertanyaan buat saya, kenapa perkerasan runway-nya tidak dibuat kaku seperti taxiway dan apron saja? Apa perbaikan tanah dasarnya sama?

Gedung pertama di kiri seperti yg ada di foto setelah ladang sawit.

unity
April 14th, 2011, 12:25 AM
^^
Sayang, ATC Tower-nya nggak banget...:ohno:
Bikin yang tinggi dan glassy sekalian kek!!! Selalu kalo bikin sesuatu setengah2!!! :bash:

t1t4n1c_1912
April 14th, 2011, 05:50 AM
http://img194.imageshack.us/img194/2161/82950809.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

http://img848.imageshack.us/img848/2900/78144577.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

http://img807.imageshack.us/img807/9602/56380962.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

http://img28.imageshack.us/img28/2920/53789881.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

All photos courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.

t1t4n1c_1912
April 14th, 2011, 05:53 AM
http://img28.imageshack.us/img28/2920/53789881.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

t1t4n1c_1912
April 14th, 2011, 05:54 AM
http://img848.imageshack.us/img848/2900/78144577.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

t1t4n1c_1912
April 14th, 2011, 05:55 AM
http://img807.imageshack.us/img807/9602/56380962.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

All photos courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.

dira
April 14th, 2011, 06:47 AM
http://img28.imageshack.us/img28/2920/53789881.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

ATC nya kok kuntet banget :nuts:

AceN
April 14th, 2011, 06:53 AM
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/199771_190375354332378_108984149138166_390934_4859446_n.jpghttp://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/197575_190375490999031_108984149138166_390937_188868_n.jpg
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196892_190375550999025_108984149138166_390939_127945_n.jpghttp://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/189537_190375890998991_108984149138166_390946_8091139_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/189545_190376214332292_108984149138166_390952_1144470_n.jpghttp://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/199062_190376257665621_108984149138166_390953_6982346_n.jpg
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/199547_190376330998947_108984149138166_390954_6287959_n.jpghttp://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/190108_190377020998878_108984149138166_390973_6752002_n.jpg

All photos courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.

AceN
April 14th, 2011, 06:57 AM
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196315_190376890998891_108984149138166_390968_1042040_n.jpghttp://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/199364_190376944332219_108984149138166_390971_2223100_n.jpg
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/197547_190377794332134_108984149138166_391002_1027727_n.jpghttp://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/190343_190379690998611_108984149138166_391071_6700545_n.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196075_190379644331949_108984149138166_391069_1175550_n.jpghttp://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/198894_190371434332770_108984149138166_390838_1586922_n.jpg
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/200148_190373517665895_108984149138166_390887_2690486_n.jpghttp://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/200777_190373440999236_108984149138166_390885_331152_n.jpg
http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/189635_190372364332677_108984149138166_390859_6440219_n.jpghttp://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/188419_190373204332593_108984149138166_390879_629918_n.jpg

All photos courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.

AceN
April 14th, 2011, 07:03 AM
Mari masuk ke terminalnyaaaaa http://i44.tinypic.com/141n5k.gif

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196632_190373597665887_108984149138166_390889_4088362_n.jpghttp://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/198453_190373634332550_108984149138166_390890_3641249_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/199669_190373704332543_108984149138166_390892_1796142_n.jpghttp://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/188600_190373747665872_108984149138166_390893_6420886_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/198957_190373864332527_108984149138166_390896_1721892_n.jpghttp://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/190428_190373884332525_108984149138166_390897_2814532_n.jpg
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/196716_190373917665855_108984149138166_390898_4075888_n.jpghttp://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/188605_190373957665851_108984149138166_390899_5072321_n.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/200520_190373990999181_108984149138166_390900_5240031_n.jpghttp://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/197825_190374030999177_108984149138166_390901_5004536_n.jpg

All photos courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.

AceN
April 14th, 2011, 07:04 AM
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196689_190374077665839_108984149138166_390902_1736711_n.jpghttp://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196856_190374107665836_108984149138166_390903_2174930_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/189042_190374134332500_108984149138166_390904_7948810_n.jpghttp://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/190323_190374164332497_108984149138166_390905_2120510_n.jpg
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/189409_190374237665823_108984149138166_390906_652585_n.jpghttp://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/189733_190374284332485_108984149138166_390907_1230945_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/200520_190374334332480_108984149138166_390908_7553132_n.jpghttp://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/189894_190374380999142_108984149138166_390909_7932885_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/198602_190374437665803_108984149138166_390910_3994933_n.jpghttp://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/188715_190374464332467_108984149138166_390911_4754332_n.jpg

All photos courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.

AceN
April 14th, 2011, 07:06 AM
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/198009_190374517665795_108984149138166_390912_6802515_n.jpghttp://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196329_190374557665791_108984149138166_390913_2475238_n.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/199286_190374620999118_108984149138166_390914_3509758_n.jpghttp://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/189765_190374664332447_108984149138166_390915_2830226_n.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196341_190375137665733_108984149138166_390928_7359799_n.jpghttp://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/198924_190374960999084_108984149138166_390924_2828667_n.jpg

All photos courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.

============================================

sumpahh kerennnnn.... :banana::banana:

UMD
April 14th, 2011, 07:16 AM
http://img848.imageshack.us/img848/2900/78144577.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

ATC Towernya tidak pendek pendek amat kok. Buktinya dari foto ini yang diambil dari pintu utama ke area bandara ATC Towernya terlihat menjuang tinggi di belakang terminal.

Kalau dari foto kelihatan paling tidak ini ada 12 - 14 tingkat.

spidol
April 14th, 2011, 10:29 AM
kereeeennn bgt bandaranya.. gak sabaran pengen liat hasilnya..

Happy Man
April 14th, 2011, 11:17 AM
untuk ukuran di Indonesia bandara ini sudah termasuk MANTAP n KEREN !! Semuanya OK, cuma menurut saya tower nya kurang bagus dari segi desain. Model lama. :ohno: Idealnya mnrt saya sih seperti model ATC di bandara Suvarnabhumi (Bangkok) Simple dan Modern.

BTW...secara keseluruhan sudah MANTAP...tinggal nantinya mantaainence nya yang harus diperhatikan. Biasalah tipikal orang Indonesia yang hanya bisa membangun tapi gak bisa merawat.:bash:

unyupeople
April 14th, 2011, 03:14 PM
http://img848.imageshack.us/img848/2900/78144577.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

yg ditengah di khususkan untuk jalur kereta api pasti!!
mantap ah...
kalau udah kelar..
pasti lebih mantap lagi.. :D

unyupeople
April 14th, 2011, 03:15 PM
untuk ukuran di Indonesia bandara ini sudah termasuk MANTAP n KEREN !! Semuanya OK, cuma menurut saya tower nya kurang bagus dari segi desain. Model lama. :ohno: Idealnya mnrt saya sih seperti model ATC di bandara Suvarnabhumi (Bangkok) Simple dan Modern.

BTW...secara keseluruhan sudah MANTAP...tinggal nantinya mantaainence nya yang harus diperhatikan. Biasalah tipikal orang Indonesia yang hanya bisa membangun tapi gak bisa merawat.:bash:

sekarang bukan masalah modern atau tidak..
biarkan dari luar terlihat seperti biasa" saja..
tapi bagaimana kalau di dalam ATC ini peralatannya canggih"???
yg penting kualitasnya bukan model atau kuantitas semata

Happy Man
April 14th, 2011, 03:34 PM
sekarang bukan masalah modern atau tidak..
biarkan dari luar terlihat seperti biasa" saja..
tapi bagaimana kalau di dalam ATC ini peralatannya canggih"???
yg penting kualitasnya bukan model atau kuantitas semata

emang sih, apa yang lu bilang ada benarnya juga. cuma, menurut aku hal ini tanggung banget. Bangunan terminalnya udah begitu modern, kok ATC nya rada jadul. Kurang matching....Selain itu, sebuah bangunan kan pasti yang diliat pertama kali itu bagian luarnya kan? Apalagi bangunan seperti ATC ini gak bisa sembarangan orang masuk. Orang2 mana tau sih dalemanya seperti apa.:):)

unyupeople
April 14th, 2011, 04:47 PM
emang sih, apa yang lu bilang ada benarnya juga. cuma, menurut aku hal ini tanggung banget. Bangunan terminalnya udah begitu modern, kok ATC nya rada jadul. Kurang matching....Selain itu, sebuah bangunan kan pasti yang diliat pertama kali itu bagian luarnya kan? Apalagi bangunan seperti ATC ini gak bisa sembarangan orang masuk. Orang2 mana tau sih dalemanya seperti apa.:):)

okelah kita tidak akan pernah tahu bagaimana dalamnya..
yg paling utama di antara semua adalah..
fungsionalitas dari alat" ATC itu terjamin, aman dan berkualitas internasional.
biarlah jadul ATCnya..
daripada terminalnya yg jadul??

UMD
April 14th, 2011, 06:47 PM
okelah kita tidak akan pernah tahu bagaimana dalamnya..
yg paling utama di antara semua adalah..
fungsionalitas dari alat" ATC itu terjamin, aman dan berkualitas internasional.
biarlah jadul ATCnya..
daripada terminalnya yg jadul??

Benar...lagipula Tower-nya itu posisinya ada di area dalam (terlarang) bandara bukan di area publik seperti SHIA atau Changi.

Aku sebenarnya cukup puas dengan bentuk towernya.

gen.set
April 15th, 2011, 03:01 AM
halo semua!
salam kenal semua.. saya nubi, tapi bukan namanya yg nubi ya.. :lol:
selama ini pantau thread ini sama thread medan.. tertarik sekali sama perkembangan kota medan, terutama bandara barunya.. gabung di sini sangat menyenangkan, jadi tau banyak hal tentang konstruksi dan isu2 terkini perkembangan fisik kota kelahiran saya, meskipun skrg lagi ga di sana.. :)
keep posting ya master2 semua..


oya, kabarnya bisa city check-in ya dari Stasiun KA Medan? itu gimana teknisnya? bisa ga check-in 15 menit sblm pesawat take off di city check-in?

laba-laba
April 15th, 2011, 03:58 AM
teman aku sih ada poto2 dirinya pas di atas tower itu :)

panitiakurban
April 15th, 2011, 04:06 AM
Keren banget. Jalan masuk udah kliatan. Akses dari Kota Medannya gimana ya?
Buat rel KA juga cuma keliatan spacenya aja. Semoga gak tanggung2, langsung dibikin jaringannya. Jangan sampe pas bandara udah dibuka, rel KA belum ada. Ntar pasti jadi kelupaan... KA bukan pelengkap. Seharusnya moda transportasi utamanya ya kereta.

Happy Man
April 15th, 2011, 04:29 AM
okelah kita tidak akan pernah tahu bagaimana dalamnya..
yg paling utama di antara semua adalah..
fungsionalitas dari alat" ATC itu terjamin, aman dan berkualitas internasional.
biarlah jadul ATCnya..
daripada terminalnya yg jadul??

oi lae...yang aku kritik disini kan desainnya / modelnya...bukan fungsionalitasnya. Jangan dicampur adukan, ke 2 hal itu jelas berbeda. :nuts:

Pokoknya aku sebagai orang Medan, bangga banget dengan keberadaan bandara Kuala Namu ini. Bandara yang kutunggu2 sejak tahun 1996. :cheers:

bataxbond
April 15th, 2011, 06:47 AM
halo semua!
salam kenal semua.. saya nubi, tapi bukan namanya yg nubi ya.. :lol:
selama ini pantau thread ini sama thread medan.. tertarik sekali sama perkembangan kota medan, terutama bandara barunya.. gabung di sini sangat menyenangkan, jadi tau banyak hal tentang konstruksi dan isu2 terkini perkembangan fisik kota kelahiran saya, meskipun skrg lagi ga di sana.. :)
keep posting ya master2 semua..

Salam kenal juga...
untuk KA nya udah pernah diposting kok disini coba cari aja dengan seksama, paling dua atu tiga page sebelumnya....

bisa ga check-in 15 menit sblm pesawat take off di city check-in?
yaahh boss..yg bener aja, masa cek in di city cek in 15 menit sebelm pswat tek of..yg boneng aja...turun dari stasiun di bandara untuk langsung boarding aja keknya butuh waktu sgtu boss..apalagi dari tengah kota sampe ke bandara...emang yg dipake TGV apa...:lol:

unyupeople
April 15th, 2011, 10:12 AM
oi lae...yang aku kritik disini kan desainnya / modelnya...bukan fungsionalitasnya. Jangan dicampur adukan, ke 2 hal itu jelas berbeda. :nuts:

Pokoknya aku sebagai orang Medan, bangga banget dengan keberadaan bandara Kuala Namu ini. Bandara yang kutunggu2 sejak tahun 1996. :cheers:

eh lae.. aku pun tau apa yg aku omongin..
desain modern emg enak di pandang...
tapi yg utama bukan masalah desain seperti yg kau bilang..
pokoknya fungsionalitas di dalam ATC ini..
buat apa desain modern kalau fungsionalitas nya abal"
ngerti kau lae??
kalau kau pgn desain modern..
ajuinlah desain yg kau buat...

unyupeople
April 15th, 2011, 10:19 AM
Benar...lagipula Tower-nya itu posisinya ada di area dalam (terlarang) bandara bukan di area publik seperti SHIA atau Changi.

Aku sebenarnya cukup puas dengan bentuk towernya.

betul..
Towernya berada di areal terlarang..
orang" pun pasti gak bakal ambil pusing soal tower ini modern atau tidak..
sepengamatan saya yg sering ke luar kota dgn pesawat..
org" di dalam pesawat juga jarang melihat bagaimana ATC di setiap bandara..

Happy Man
April 15th, 2011, 10:46 AM
eh lae.. aku pun tau apa yg aku omongin..
desain modern emg enak di pandang...
tapi yg utama bukan masalah desain seperti yg kau bilang..
pokoknya fungsionalitas di dalam ATC ini..
buat apa desain modern kalau fungsionalitas nya abal"
ngerti kau lae??
kalau kau pgn desain modern..
ajuinlah desain yg kau buat...

ok lah ok lah...kasih kau menang aja lah. cuma masalah selepe gitu aja kok diributin. Itu kan hanya pendapat pribadiku aja lae. Gak bijaksana itu...lae. Pokoknya kita sesama warga kota Medan patut berbanggalah dengan Bandara ini,...termodern dan terbesar ke 2 setelah SHIA. :banana: Peace Man...:cheers:

dochan
April 15th, 2011, 10:57 AM
^^ kedua termegah & termodern? Menurut saya ini lebih megah & modern drpd SHIA :)

AceN
April 15th, 2011, 01:53 PM
Get ready for the next update of Kuala Namu from Indonesia International Infrastructure Conference & Exhibition 2011 :D

teaser..

http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/Rendering/Scan10038_resize.jpg


:D

unyupeople
April 15th, 2011, 02:06 PM
ok lah ok lah...kasih kau menang aja lah. cuma masalah selepe gitu aja kok diributin. Itu kan hanya pendapat pribadiku aja lae. Gak bijaksana itu...lae. Pokoknya kita sesama warga kota Medan patut berbanggalah dengan Bandara ini,...termodern dan terbesar ke 2 setelah SHIA. :banana: Peace Man...:cheers:

oke lah.
damai kita lae..
HORAS!!
amankan Medan lae..
meskipun awak lagi di Bandung :D

unyupeople
April 15th, 2011, 02:07 PM
Get ready for the next update of Kuala Namu from Indonesia International Infrastructure Conference & Exhibition 2011 :D

teaser..

http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/Rendering/Scan10038_resize.jpg


:D

DITUNGGGGUUUUUU!!!!

rilham2new
April 15th, 2011, 04:02 PM
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196689_190374077665839_108984149138166_390902_1736711_n.jpghttp://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196856_190374107665836_108984149138166_390903_2174930_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/189042_190374134332500_108984149138166_390904_7948810_n.jpghttp://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/190323_190374164332497_108984149138166_390905_2120510_n.jpg
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/189409_190374237665823_108984149138166_390906_652585_n.jpghttp://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/189733_190374284332485_108984149138166_390907_1230945_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/200520_190374334332480_108984149138166_390908_7553132_n.jpghttp://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/189894_190374380999142_108984149138166_390909_7932885_n.jpg
http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/198602_190374437665803_108984149138166_390910_3994933_n.jpghttp://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/188715_190374464332467_108984149138166_390911_4754332_n.jpg

All photos courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.

Mari masuk ke terminalnyaaaaa http://i44.tinypic.com/141n5k.gif

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/196632_190373597665887_108984149138166_390889_4088362_n.jpghttp://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/198453_190373634332550_108984149138166_390890_3641249_n.jpg
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/199669_190373704332543_108984149138166_390892_1796142_n.jpghttp://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/188600_190373747665872_108984149138166_390893_6420886_n.jpg
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/198957_190373864332527_108984149138166_390896_1721892_n.jpghttp://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/190428_190373884332525_108984149138166_390897_2814532_n.jpg
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/196716_190373917665855_108984149138166_390898_4075888_n.jpghttp://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/188605_190373957665851_108984149138166_390899_5072321_n.jpg
http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/200520_190373990999181_108984149138166_390900_5240031_n.jpghttp://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/197825_190374030999177_108984149138166_390901_5004536_n.jpg

All photos courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.
Dari sekian banyak gambar di halaman belakang, yang interior keren banget. Serasa ngeliat HKIA .... :okay:

rilham2new
April 15th, 2011, 04:06 PM
http://img807.imageshack.us/img807/9602/56380962.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-04-10

All photos courtesy of Widjaja Lagha of NasPic.

Jlannya dari cor beton. Wah alur jalan dengan cor beton ini seandainya tinggal sambung aja sama Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi :D

bbq
April 16th, 2011, 08:08 AM
Jumat kemarin teman-teman saya hendak melihat-lihat lokasi proyek Bandara Kualanamu dengan otorisasi dari salah satu kontraktor, namun katanya bapak Bupati sudah menutup lokasi proyek selama seminggu & merekapun tidak jadi ke lokasi… Any confirmation about this?

gen.set
April 18th, 2011, 03:10 AM
^^ kedua termegah & termodern? Menurut saya ini lebih megah & modern drpd SHIA :)

setujuh!
kayaknya sampai taun 2013 nanti (misalnya jadi beroperasi), bandara ini yang TERMEGAH dan TERMODERN di Indonesia! :banana:
tapi gimana kalo SHIA udah punya railway nanti? bandara ini gak jadi termodern lagi doong :ohno:
terus, keliatannya bandara yang akan dibangun di jawa barat bisa jadi saingan juga tuh.. hehe

Joe Philip
April 18th, 2011, 07:05 AM
Jumat kemarin teman-teman saya hendak melihat-lihat lokasi proyek Bandara Kualanamu dengan otorisasi dari salah satu kontraktor, namun katanya bapak Bupati sudah menutup lokasi proyek selama seminggu & merekapun tidak jadi ke lokasi… Any confirmation about this?

that's a bullshit information bro,...!!!

Joe Philip
April 18th, 2011, 07:18 AM
http://i472.photobucket.com/albums/rr86/tootje/th_Gensetroom.jpg (http://s472.photobucket.com/albums/rr86/tootje/?action=view&current=Gensetroom.mp4)

Generators in Main Power Station is in finishing stage

laba-laba
April 18th, 2011, 08:45 AM
Infrastruktur Hari ini Pkl. 07:29 WIB 18-4-2011

Runway Bandara Kualanamu Terhambat Pasokan Pasir

MedanBisnis –Lubukpakam. Bandar udara (bandara) baru di Kualanamu diperkirakan selesai tahun depan. Namun, sejauh ini, progres pembangunan runway (landasan pacu) Bandara Kualanamu baru mencapai 1, 5 %. Padahal menuru rencana, di bulan April ini sudah harus mencapai 3 %.
Sesuai perkiraan awal, landasan pacu yang berukuran 3.750 x 60 meter tersebut harus selesai dalam jagka waktu 16 bulan. Landasan tersebut di bagi empat zona, setiap zona memiliki waktu pengerjaan dan pemadatan selama empat bulan. Memang, kalau dikerjakan simultan, runway tersebut bisa diperhitungkan selesai dikerjakan dalam kurun wakut empat bulan saja.

Menurut informasi di lapangan, keterlambatan pengerjaan itu di sebabkan pasokan pasir untuk pembangunan landasan pacu mengalami kendala. Seharusnya, setiap hari di butuhkan pasir sebanyak 5.000 meter kubik. namun, sejauh ini hanya 2. 500 meter kubik saja yang bisa terealisasikan. Padahal secara keseluruhan, dihitung, pembangunan bandara baru itu butuh 700 ribu meter kubik.

"Untuk tahap pertama saja kita sudah kehilangan waktu dua bulan, sebab pasir yang sudah masuk baru sekitar 65 ribu meter kubik saja. Karenanya pengerjaan zona II dan zona III kita jadikan satu pase, sehingga keterlambatan dapat kita kejar. Meski demikian, kita yakin pengerjaan runway akan selesai sesuai waktu yang di berikan," kata Site Maneger PT Waskita-Yasa, Luki Darnadi kepada MedanBisnis di ruang kerjanya di lokasi Bandara Kualanamu, Sabtu (16/4) lalu.
Agak terhambat pasokan pasir, menurut Luki, karena saat ini pihaknya masih melakukan uji coba pasokan pasir dari beberapa sumber semisal kota Pari Kecamatan Pantai Cermin, Serdang Bedagai dan izinnya sudah hampir final. Sedangkan yang dari Deliserdang mereka nantinya hanya mengandalkan dari Desa Titi Besi Kecamatan Galang, Deliserdang.

Namun, katanya, mereka masih belum mau menerima pasokan dari Titi Besi karena izin galian C nya masih dalam urusan. Begitu juga pasir yang sempat di pasok dari Kecamatan Pantai Labu maupun Kecamatan Beringin sudah di hentikan sejak 9 April lalu.

"Kami membeli pasir dari suplier, sedangkan izin galian C urusan penambang. Tapi kami juga tidak ingin galian C tersebut merusak lingkungan khususnya bantaran Sungai. Meski demikian, kami tetap memfasilitasi pengurusan izin galian C yang memenuhi prosedur," paparnya seraya mengaharapkan semua pihak mendukung penyelesaian pembangunan Bandara Kualanamu.

Kepala Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Deliserdang Abdul Haris, yang di hubungi melalui telepon selulernya, menjelaskan bahwa penambangan pasir yang ada di Kecamatan Beringin dan Pantai Labu memang tidak memiliki izin galian C.

Sementara untuk penambangan pasir yang berlokasi di Titi Besi Kecamatan Galang hanya di perbolehkan di hulu Sungai, sedangkan yang di Hilir Sungai memang tidak di perbolehkan karena di sanksikan akan mengakibatkan abrasi.

"Jadi penambang pasir yang ada di Kecamatan Beringin dan pantai Labu memang tidak memiliki izin galian C. Jika ada di temukan kita minta agar Satpol PP untuk menghentikannya," papar Haris. Haris juga menjelaskan, pengurusan izin galian C di daerah Titi Besi memang sudah ada yang mengajukan, tapi sampai saat ini masalah izin di masksud masih belum juga di terbitkian karena masih dalam proses. (rinaldi samosir)

source : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/04/18/29631/runway_bandara_kualanamu_terhambat_pasokan_pasir/

UMD
April 22nd, 2011, 11:25 AM
Bang AceN, teganya dikau membuat kita menunggu teaser dari kamu sebegitu lamanya.....wkwkwkwkwk. Ditunggu secepatnya kalau bisa bang.

AceN
April 22nd, 2011, 06:41 PM
^^ Wkwkwkwwk...belum semua diupload, ini internet pake Semar di rumah ampun-ampunan, angin-anginan. Masa dapet speed cuma 7 kb/s :P~

jeppy123
April 23rd, 2011, 02:48 PM
Bang AceN, teganya dikau membuat kita menunggu teaser dari kamu sebegitu lamanya.....wkwkwkwkwk. Ditunggu secepatnya kalau bisa bang.

The longer the better.. Because the longer means more.. :lol:

Ditunggu updatenya... :okay:

opang
April 25th, 2011, 04:08 AM
Sumpahh kerennn, jadi ga sabaran nih!! Semoga dengan adanya terminal baru ini, bisa jadi tempat transit yang dipilih oleh maskapai2 asing lainnya. :banana:


oya, kabarnya bisa city check-in ya dari Stasiun KA Medan? itu gimana teknisnya? bisa ga check-in 15 menit sblm pesawat take off di city check-in?

Ya ampun, jgnkan di city check-in, di terminal check-in aja udah ga diterima klo 15 menit sebelum take off mas. Estimasi Medan-Kuala Namu aja udah lebih dari 15 menit, hehehhee

unity
April 26th, 2011, 04:37 PM
Ngeliat thread ini rasanya pengen nangis.... (lebay banget yakkk)
Penantian masyarakat Sumatera Utara... eh masyarakat Indonesia sejak 2005, yang masih dianggap mimpi siang bolong, sekarang udah semakin mendekati kenyataan... Entah kenapa euforia Kuala Namu lebih nendang buat gw ketimbang Suramadu sekalipun... All the best lah buat segala upaya penyelesaian dan pengoperasian bandara ini. Bisa seefisien pengelolaan T3 SHIA aja udah bagus banget...

Tiap hari gw pantengin ni thread meskipun nggak ada update terbaru... Sambil nungguin mas AceN yang belum muncul2...:D

laba-laba
April 27th, 2011, 10:04 AM
Infrastruktur Hari ini Pkl. 07:28 WIB

Underpass dan Flyover Solusi Kemacetan KA Kualanamu

MedanBisnis – Medan. Beroperasinya bandara baru di Kualanamu nanti, dipastikan akan menambah kesemrawutan lalulintas di jalan raya Kota Medan. Pasalnya, PT KAI berencana memberikan akses angkutan orang menuju Bandara Kualanamu tersebut. Bahkan direncanakan PT KAI siap mengangkut orang dan barang setiap 20 menit sekali dari Stasiun Besar Medan.
Tentunya semakin seringnya akses kereta api melintas sebagian pusat kota kelak, akan membawa dampak kemacetan. Penutupan perlintasan kereta api sepanjang jalur Stasiun Besar Medan ke Kualanamu akan semakin sering. Saat ini saja, hampir setiap kereta melintas terjadi kemacetan dan menurut perhitungan pakar lalulintas, butuh waktu sekitar 15 menit untuk mengurai kemacetan tersebut.

Dari perhitungan tersebut, dapat diperkirakan hanya akan ada sekitar lima menit saja kondisi lancar di jalanan yang berlintasan dengan jalur kereta api di pusat Kota Medan.

"Kalau menurut data kami, ada sekitar delapan perlintasan yang perlu mendapat perhatian kita bersama untuk mencegah terjadinya kemacetan lalulintas di Kota Medan. Ini sedang dalam pembahasan kita dengan pemerintah Kota," ujar Irwan menambahkan.

Menanggapi hal tersebut, Manager Humas PT KAI Divre I Sumut NAD, Irwan mengatakan kalau pihak sudah mengkaji kondisi tersebut. Oleh karenanya saat ini pihaknya sedang berkonsultasi dengan jajaran terkait untuk mencari solusi.

Dibeberkannya juga, intinya pihak PT KAI sejak awal sudah siap, baik untuk pembangunan jaringan rel Aras Kabu - Kualanamu, terminal city check in, hingga penyediaan kereta jenis KRDI.

Begitu juga masalah pembebasan lahan untuk jaringan rel tidak masalah dan sudah lama diselesaikan. Hanya saja, menurut Irwan, pihaknya masih menunggu kesiapan bandara baru di Kualanamu terlebih dulu.

Salah satu alternatif yang ditawarkan agar laju kereta api tidak mengganggu lalulintas jalan raya adalah dengan membangun underpass dan flyover di sejumlah jalur perlintasan kereta di jalan raya yang dilaluinya.

"Permasalahan itu memang bisa terjadi. Untuk itu kita sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kota untuk menuntaskan hal tersebut. Karena tugas ini merupakan tanggungjawab kita bersama," ujar Irwan kepada MedanBisnis Selasa (26/4) kemarin.

Lebih lanjut dikatakan Irwan, pekerjaan jaringan kereta api tambahan dari Stasiun Aras Kabu -bandara baru di Kualanamu, yang diperkirakan sepanjang 5 Km, baru akan dilaksanakan awal tahun 2012 mendatang. Begitu juga halnya dengan pembangunan underpass dan flyover tersebut.
Poldasu Siap Amankan

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) bersama jajarannya pun menyatakan siap mengamankan pembangunan jalur rel kereta api dari stasiun Aras Kabu ke bandar udara baru di Kualanamu. Pengamanan ini dilakukan setelah pihak PT KAI Divre I Sumut dan NAD beraudiensi ke Direktur Binmas Poldasu.

Ini dikatakan Direktur Bimbingan Masyarakat (Dir Binmas) Kombes Pol Hery Sauri kepada wartawan usai menerima audiensi Kepala Divisi Divre (Ka PT KAI Divre I Sumut dan NAD Yusron dan beberapa pejabat lainnya, Selasa (26/4) di ruang kerjanya.

Dikatakan Hery, dalam audiensi itu penjagaan oleh pihak kepolisian dalam pembangunan jalur rel kereta api dari Stasiun Aras Kabu ke Bandar Udara Kualanamu segera dilakukan. "Minggu depan penjagaan keamanan dilakukan oleh anggota personel kepolisian dari jajaran Polres setempat," katanya.

Selain itu juga Hery menyebutkan, dalam penjagaan dan pengamanan pembangunan nantinya personel kepolisian juga akan diperbantukan oleh satuan petugas Khusus Kereta Api (Polsuska). Namun, sebelumnya pihaknya akan melakukan pelatihan terhadap satuan Polsuska untuk mengantisipasi penjagaan dan pengamanan.

Dalam audiensi itu juga sebut Hery, pihak PT KAI Divre I Sumut dan NAD juga meminta kepada Poldasu untuk memberikan pelatihan terhadap 50 anggota Polsuska selama 12 hari dan akan dimulai pada Minggu depan. Tujuannya, agar satuan Polsuska bisa mengantisipasi terjadinya tindak kriminal di kereta api.

Di dalam kereta api banyak penumpang, dan kemungkinan adanya tindak kriminal sangat mungkin terjadi, contohnya copet. Dengan modal pelatihan, diharapkan satuan Polsuska bisa menyidik pelaku kriminal di tempat kejadian perkara sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.
(irvan sugito/fahmi)

source : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/04/27/31013/underpass_dan_flyover_solusi_kemacetan_ka_kualanamu/

MARINHO
April 27th, 2011, 08:42 PM
Really nice this airport. It will become the benchmark for future Indonesian airports.

gen.set
April 28th, 2011, 06:08 AM
Infrastruktur Hari ini Pkl. 07:28 WIB

Underpass dan Flyover Solusi Kemacetan KA Kualanamu

MedanBisnis – Medan. Beroperasinya bandara baru di Kualanamu nanti, dipastikan akan menambah kesemrawutan lalulintas di jalan raya Kota Medan. Pasalnya, PT KAI berencana memberikan akses angkutan orang menuju Bandara Kualanamu tersebut. Bahkan direncanakan PT KAI siap mengangkut orang dan barang setiap 20 menit sekali dari Stasiun Besar Medan.
Tentunya semakin seringnya akses kereta api melintas sebagian pusat kota kelak, akan membawa dampak kemacetan. Penutupan perlintasan kereta api sepanjang jalur Stasiun Besar Medan ke Kualanamu akan semakin sering. Saat ini saja, hampir setiap kereta melintas terjadi kemacetan dan menurut perhitungan pakar lalulintas, butuh waktu sekitar 15 menit untuk mengurai kemacetan tersebut.

Dari perhitungan tersebut, dapat diperkirakan hanya akan ada sekitar lima menit saja kondisi lancar di jalanan yang berlintasan dengan jalur kereta api di pusat Kota Medan.

"Kalau menurut data kami, ada sekitar delapan perlintasan yang perlu mendapat perhatian kita bersama untuk mencegah terjadinya kemacetan lalulintas di Kota Medan. Ini sedang dalam pembahasan kita dengan pemerintah Kota," ujar Irwan menambahkan.

Menanggapi hal tersebut, Manager Humas PT KAI Divre I Sumut NAD, Irwan mengatakan kalau pihak sudah mengkaji kondisi tersebut. Oleh karenanya saat ini pihaknya sedang berkonsultasi dengan jajaran terkait untuk mencari solusi.

Dibeberkannya juga, intinya pihak PT KAI sejak awal sudah siap, baik untuk pembangunan jaringan rel Aras Kabu - Kualanamu, terminal city check in, hingga penyediaan kereta jenis KRDI.

Begitu juga masalah pembebasan lahan untuk jaringan rel tidak masalah dan sudah lama diselesaikan. Hanya saja, menurut Irwan, pihaknya masih menunggu kesiapan bandara baru di Kualanamu terlebih dulu.

Salah satu alternatif yang ditawarkan agar laju kereta api tidak mengganggu lalulintas jalan raya adalah dengan membangun underpass dan flyover di sejumlah jalur perlintasan kereta di jalan raya yang dilaluinya.

"Permasalahan itu memang bisa terjadi. Untuk itu kita sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kota untuk menuntaskan hal tersebut. Karena tugas ini merupakan tanggungjawab kita bersama," ujar Irwan kepada MedanBisnis Selasa (26/4) kemarin.

Lebih lanjut dikatakan Irwan, pekerjaan jaringan kereta api tambahan dari Stasiun Aras Kabu -bandara baru di Kualanamu, yang diperkirakan sepanjang 5 Km, baru akan dilaksanakan awal tahun 2012 mendatang. Begitu juga halnya dengan pembangunan underpass dan flyover tersebut.
Poldasu Siap Amankan

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) bersama jajarannya pun menyatakan siap mengamankan pembangunan jalur rel kereta api dari stasiun Aras Kabu ke bandar udara baru di Kualanamu. Pengamanan ini dilakukan setelah pihak PT KAI Divre I Sumut dan NAD beraudiensi ke Direktur Binmas Poldasu.

Ini dikatakan Direktur Bimbingan Masyarakat (Dir Binmas) Kombes Pol Hery Sauri kepada wartawan usai menerima audiensi Kepala Divisi Divre (Ka PT KAI Divre I Sumut dan NAD Yusron dan beberapa pejabat lainnya, Selasa (26/4) di ruang kerjanya.

Dikatakan Hery, dalam audiensi itu penjagaan oleh pihak kepolisian dalam pembangunan jalur rel kereta api dari Stasiun Aras Kabu ke Bandar Udara Kualanamu segera dilakukan. "Minggu depan penjagaan keamanan dilakukan oleh anggota personel kepolisian dari jajaran Polres setempat," katanya.

Selain itu juga Hery menyebutkan, dalam penjagaan dan pengamanan pembangunan nantinya personel kepolisian juga akan diperbantukan oleh satuan petugas Khusus Kereta Api (Polsuska). Namun, sebelumnya pihaknya akan melakukan pelatihan terhadap satuan Polsuska untuk mengantisipasi penjagaan dan pengamanan.

Dalam audiensi itu juga sebut Hery, pihak PT KAI Divre I Sumut dan NAD juga meminta kepada Poldasu untuk memberikan pelatihan terhadap 50 anggota Polsuska selama 12 hari dan akan dimulai pada Minggu depan. Tujuannya, agar satuan Polsuska bisa mengantisipasi terjadinya tindak kriminal di kereta api.

Di dalam kereta api banyak penumpang, dan kemungkinan adanya tindak kriminal sangat mungkin terjadi, contohnya copet. Dengan modal pelatihan, diharapkan satuan Polsuska bisa menyidik pelaku kriminal di tempat kejadian perkara sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian.
(irvan sugito/fahmi)

source : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/04/27/31013/underpass_dan_flyover_solusi_kemacetan_ka_kualanamu/

di reportase di atas ada tulisan begini:
Salah satu alternatif yang ditawarkan agar laju kereta api tidak mengganggu lalulintas jalan raya adalah dengan membangun underpass dan flyover di sejumlah jalur perlintasan kereta di jalan raya yang dilaluinya.

"Permasalahan itu memang bisa terjadi. Untuk itu kita sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kota untuk menuntaskan hal tersebut. Karena tugas ini merupakan tanggungjawab kita bersama," ujar Irwan kepada MedanBisnis Selasa (26/4) kemarin.
^^^^
ini artinya pembangunan flyover dan/atau underpass-nya tidak mungkin terealisasi dalam tahun ini. skrg aja masih diusulkan, belum masuk Rencana Kerja (Renja) Pemko Medan. belom lagi disahin DPRD. wah bakal lama..
pertanyaannya kenapa hal besar ini gak dipikirin sejak dulu?? :ohno::ohno::bash:

rilham2new
April 28th, 2011, 09:03 AM
Ya benar, masuk akal juga. Untuk yang perlintasan kereta apinya bakal sering memang diperlukan solusi dari kawasan yang dilalui pintu perlintasan rel Kereta Api.

rilham2new
April 30th, 2011, 08:37 PM
Bagi yang tidak gampang menjadi bosan, dan menyenangi hal-hal teknis disajikan dalam bentuk animasi ... tapi khusus pekerjaan tanah, dewatering dan macam-macam nya itu .. khusus proyek Bandara Kuala namu ini aja tapi ..
http://youtu.be/fLYinCIxQLE

fLYinCIxQLE

unity
May 1st, 2011, 01:05 PM
Edited...:D

dochan
May 1st, 2011, 02:40 PM
AceN, kita masih setia menunggu laporanmu :D :D :D

AceN
May 1st, 2011, 10:04 PM
^^ sorry for taking so long :D

-----------------------

1.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA01_resize.jpg

2.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA02_resize.jpg

3.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA03_resize.jpg

4.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA04_resize.jpg

AceN
May 1st, 2011, 10:07 PM
5.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA05_resize.jpg

6.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA06_resize.jpg

7.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA07_resize.jpg

8.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA08_resize.jpg

AceN
May 1st, 2011, 10:10 PM
9.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA09_resize.jpg

10.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA10_resize.jpg

11.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA11_resize.jpg

12.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA12_resize.jpg

AceN
May 1st, 2011, 10:12 PM
13.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA13_resize.jpg

14.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA14_resize.jpg

15.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA15_resize.jpg

16.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA16_resize.jpg

AceN
May 1st, 2011, 10:16 PM
17.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/Scan10004copy_resize.jpg

18.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/Scan10011copy_resize.jpg

19.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/Scan10012copy_resize.jpg

20.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/Scan10007copy_resize.jpg

AceN
May 1st, 2011, 10:21 PM
Airport Train Station

21.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/IMG_8722_resize_resize.jpg

City Air Terminal

22.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/IMG_8712_resize_resize_resize.jpg

23.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/IMG_8713_resize_resize_resize.jpg

24.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/IMG_8714_resize_resize_resize.jpg

AceN
May 1st, 2011, 10:27 PM
25.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/IMG_8715_resize_resize.jpg

26.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/IMG_8716_resize_resize_resize.jpg

27.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/IMG_8717_resize_resize_resize.jpg

28.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/IMG_8718_resize_resize_resize.jpg

29.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/IMG_8723_resize_resize_resize.jpg

E.O.U

rilham2new
May 2nd, 2011, 04:41 AM
Parahhhhhh bagusss banget.... bravo, cen..... bravo... :okay:

yudibali2008
May 2nd, 2011, 04:52 AM
wow, bro Acen emang maknyus......top abis dah :cheers:

Happy Man
May 2nd, 2011, 07:30 AM
Mantap banget Bro Acen....Speechless deh liatnya...:banana2: :master::master: Makasih banget lho ya..

btw...itu saya lihat di gambar stasiun KA yang dibandara jumlah tracknya ada 2. sedangkan lebar jalur yang disiapkan cukup sempit, berarti nanti realisasinya cuma 1 track dong. Terus ada yang salah ketik kayaknya, masak lebar runway cuma 45 m, yang benar kan 60 m. iya gak?

dochan
May 2nd, 2011, 08:28 AM
Penantian kita semua di sini ga sia-sia :D, thanx so much AceN

Sy kebayangnya terminalnya nanti bakal serasa KLIA

:okay:

bataxbond
May 2nd, 2011, 08:47 AM
Kalo melihat gambar diatas, untuk pengerjaan bandaranya bisa dibilang penyelesaiannya sudah 80-an% ya, karena hanya beberapa pekerjaan saja yg 99% plus pengerjaan runway yang belum kelar.

Btw, untuk city air terminal udah dikerjakan belom? soalnya setahu saya, lahan pembangunannya masih sengketa.

Superb bang Acen atas gambarnya. Membuat kita melihat lebih jauh perkembangan bandara kebanggaan sumut.

yudibali2008
May 2nd, 2011, 08:51 AM
saya yakin, semoga awal tahun 2012 dah pengoperasian penuh utk bandara Kualanamu ini.......:okay:

Happy Man
May 2nd, 2011, 08:57 AM
Penantian kita semua di sini ga sia-sia :D, thanx so much AceN

Sy kebayangnya terminalnya nanti bakal serasa KLIA

:okay:

hampir sama bro....yang satu KLIA satunya lagi KNIA hehe...:):)

netsurfe
May 2nd, 2011, 09:31 AM
Wow, thanks Acen udah nge-post.

Semoga2 bener2 bisa operasional sesuai jadwal, juga infrastruktur pendukungnya. This is long overdue.

unyupeople
May 2nd, 2011, 09:50 AM
wah!!! parah kali!!!
keren" semua..
terutama airport rail stationnya.
mantap bang acen!!!

unity
May 2nd, 2011, 11:15 AM
Waooowwww!!!
Yang ditunggu nongol juga akhirnyaa!!
Buka juga yang lain, Cen... Apa aja yang lu dapet dari Infrastructure Expo...:okay:

unyupeople
May 2nd, 2011, 12:58 PM
Ane ambil dari forumnya cendol gan :D

http://img339.imageshack.us/img339/5639/apronbandaragan.jpg (http://img339.imageshack.us/i/apronbandaragan.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

http://img710.imageshack.us/img710/7870/bandaradaridekat.jpg (http://img710.imageshack.us/i/bandaradaridekat.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

http://img862.imageshack.us/img862/2350/ijoijobukancendolgan.jpg (http://img862.imageshack.us/i/ijoijobukancendolgan.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

http://img39.imageshack.us/img39/8145/img3266l.jpg (http://img39.imageshack.us/i/img3266l.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

http://img685.imageshack.us/img685/3015/semuanya8belalaigajahga.jpg (http://img685.imageshack.us/i/semuanya8belalaigajahga.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

http://img703.imageshack.us/img703/595/serasadilngan.jpg (http://img703.imageshack.us/i/serasadilngan.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

http://img16.imageshack.us/img16/47/tampaksampingy.jpg (http://img16.imageshack.us/i/tampaksampingy.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

http://img651.imageshack.us/img651/9311/tempatparkirnyaluasgan.jpg (http://img651.imageshack.us/i/tempatparkirnyaluasgan.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

maap kalau repost yak :D

yudibali2008
May 2nd, 2011, 01:16 PM
thanks bro unyupeople, gambaran Kualanamu memang sangat mantab! :okay:

rilham2new
May 2nd, 2011, 03:44 PM
Mantap gambar2nya unyupeople :cheers:

unity
May 2nd, 2011, 03:45 PM
Nggak repost kok, Broo!!
Thanks a lot!! :D
Ijin repost di thread internasional, yaa!!

AceN
May 2nd, 2011, 05:53 PM
Parahhhhhh bagusss banget.... bravo, cen..... bravo... :okay:

wow, bro Acen emang maknyus......top abis dah :cheers:

Penantian kita semua di sini ga sia-sia :D, thanx so much AceN

Sy kebayangnya terminalnya nanti bakal serasa KLIA

:okay:

Wow, thanks Acen udah nge-post.

Semoga2 bener2 bisa operasional sesuai jadwal, juga infrastruktur pendukungnya. This is long overdue.

wah!!! parah kali!!!
keren" semua..
terutama airport rail stationnya.
mantap bang acen!!!

Kalo melihat gambar diatas, untuk pengerjaan bandaranya bisa dibilang penyelesaiannya sudah 80-an% ya, karena hanya beberapa pekerjaan saja yg 99% plus pengerjaan runway yang belum kelar.

Btw, untuk city air terminal udah dikerjakan belom? soalnya setahu saya, lahan pembangunannya masih sengketa.

Superb bang Acen atas gambarnya. Membuat kita melihat lebih jauh perkembangan bandara kebanggaan sumut.

Waooowwww!!!
Yang ditunggu nongol juga akhirnyaa!!
Buka juga yang lain, Cen... Apa aja yang lu dapet dari Infrastructure Expo...:okay:

Ur welcome all :D untung ga mengecewakan, maap ya kelamaan ngepostnya :D

Mantap banget Bro Acen....Speechless deh liatnya...:banana2: :master::master: Makasih banget lho ya..

btw...itu saya lihat di gambar stasiun KA yang dibandara jumlah tracknya ada 2. sedangkan lebar jalur yang disiapkan cukup sempit, berarti nanti realisasinya cuma 1 track dong. Terus ada yang salah ketik kayaknya, masak lebar runway cuma 45 m, yang benar kan 60 m. iya gak?

Ga bro, tetep ada 2 kok. Itu lebarnya ga sempit loh. Coba liat ini

http://img220.imageshack.us/img220/6779/img3268c.jpg

bandingin dengan ukuran truknya. Dan ini...

http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/BrosurKNIA02_resize.jpg

Bandingin sama orang yang ada di tengahnya. Cukup untuk 2 track :)

Lebar runway kayanya bener 45 m.

saya yakin, semoga awal tahun 2012 dah pengoperasian penuh utk bandara Kualanamu ini.......:okay:

Sayangnya pengoperasian diundur sampe 2013 :nuts:

Ane ambil dari forumnya cendol gan :D
[/URL]

maap kalau repost yak :D

Thank you unyuu, seneng dah ada update foto banyak :cheers:

UMD
May 2nd, 2011, 06:28 PM
Ur welcome all :D untung ga mengecewakan, maap ya kelamaan ngepostnya :D

Lebar runway kayanya bener 45 m.

:cheers:

Thank you, AceN. Akhirnya di post juga.

Nah mengenai lebar runway, saya juga yakin itu ada kesalahan ketik. Kalau dilihat dari diagramnya di brosur yang kamu dapatkan, itu spesifikasinya adalah 3,750 x 60m.

AceN
May 2nd, 2011, 06:44 PM
^^ Ur welcome :) Oh iya ya ? sorry2, kirain bener 45 :D

laba-laba
May 3rd, 2011, 01:07 AM
Sep2....

Dan petugas2 lapangan yang ngurus Tanah ke penduduk, HARUS MENYERTAI gambar-gambar ini yang ditujuk kepada pemilik-pemilik tanah yang tanahnya akan digunakan untuk Tol ataupun jalan Umum....

tuulll tidakkkk

Happy Man
May 3rd, 2011, 04:49 AM
@ Bro Acen....saya rasa double track nya gak mungkin bisa sampe ke stasiun Medan, paling cuma sampe stasiun Aras Kabu. Setelah itu bergiliran deh jalannya. Existing cuma ada 1 track dari Medan ke Aras Kabu, dan saya sampe sekarang belum pernah mendengar adanya rencana penambahan track. Tapi gpp deh, segitu aja juga udah mantap. :banana: Bandara pertama di Indonesia yang punya akses kereta api plus layanan city station Check in. :):)

yudibali2008
May 4th, 2011, 02:12 AM
Pembangunan Bandara Kualanamu Terkatung-katung

http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20110503_064803_Kualanamu.jpg


DELI SERDANG--MICOM: Penyelesaian Bandara Kualanamu yang digadang-gadang akan menjadi bandara kedua terbesar di Indonesia telah tertunda selama satu tahun akibat belum terpenuhinya infrastruktur pendukung.

Kepala Satuan Kerja Bandar Udara Medan Baru Kementerian Perhubungan Darpin Sinaga mengatakan, saat ini progress pembangunan bandara yang terletak di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, baru mencapai 74%.

Diharapkan keseluruhan pembangunan bandara senilai Rp3 triliun tersebut dapat rampung pada akhir 2012, mundur dari jadwal semula pada akhir tahun ini.

Kendati demikian, keberadaan infrastruktur pendukung bandara seperti jalan tol maupun akses jalan non tol menuju Kualanamu masih jauh dari kenyataan. Pembangunan jalan tol masih terhambat kendala klasik pembebasan lahan.

Hingga kini, baru 10% lahan yang berhasil dibebaskan dari pembangunan sepanjang 25 km. Sementara untuk akses jalan non tol, baru 70% yang telah memasuki tahap konstruksi.

"Meski kita telah menyelesaikan pembangunan fisik airport, tanpa adanya jalan akses, tetap belum bisa beroperasi. Akibatnya penyelesaian akan tertunda," kata Darpin kepada wartawan di Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (2/5).

Saat ini, akses jalan menuju bandara berupa jalan publik dua arah selebar 5-6 meter sepanjang 40 km dengan kondisi yang cukup rusak. Keadaan demikian menyebabkan perjalanan dari pusat kota Medan menuju kompleks bandara memakan waktu lebih dari satu jam perjalanan.

Menurut Darpin, pembebasan lahan banyak terhambat oleh sulitnya membebaskan tanah-tanah eks HGU (Hak Guna Usaha) milik PTPN II, PTPN IV, termasuk tanah milik PT London Sumatera Indonesia Tbk, PT Deli Muda, PT Sacfindo dan masyarakat setempat.

Untuk proyek jalan tol seksi 1 (Deli Serdang), dari total lahan proyek seluas 197,94 hektare, seluas 185,85 hektare belum bebas. Sementara untuk seksi 2 (Serdang Bedagai), lahan seluas 243,60 hektare sama sekali belum dapat dibebaskan.

Padahal, kata Darpin, balai besar jalan sudah menyiapkan dana sebesar Rp185,65 miliar untuk biaya pembebasan. Namun nyatanya baru sebesar Rp34,5 miliar yang dikucurkan. "Dana kami siap. Masalahnya mau dibayar ke siapa?" ujarnya.

Di samping kendala pembebasan lahan untuk akses jalan menuju bandara, penyelesaian pembangunan jalur landas pacu (runway) 2 bandara Kualanamu pun masih membentur tembok.

Menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bappeda Deli Serdang Lauren Gultom, penyelesaian runway 2 juga mengalami kendala dalam pembebasan lahan. Pihaknya, kata dia, masih belum memenuhi titik temu dengan 34 Kepala Keluarga (KK) eks-PTPN II yang saat ini masih bersikeras tidak ingin pindah dari lokasi.

"Kami belum menemukan titik temu dengan ke-34 KK yang tinggal di situ. Mereka minta direlokasi ke rumah sederhana dengan luas untuk masing-masing KK sebesar 1.000 m2, padahal luas tanah mereka sekarang hanya 300 m2 per KK. Apalagi mereka tidak memiliki bukti resmi kepemilikan tanah," ungkapnya. (Atp/OL-9)

Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/03/223024/21/2/Pembangunan-Bandara-Kualanamu-Terkatung-katung)

Guys, sebenarnya yg terjadi dilapangan, akses menuju ke/dari Kualanamu Airport ini sudah terealisasi kan? menilik berita diatas, masih ada permasalahan...mohon pencerahannya....trims :)

bataxbond
May 4th, 2011, 08:05 AM
Ane ambil dari forumnya cendol gan :D

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
maap kalau repost yak :D

Wow..ternyata parking arenya udah kelar, sesuai dengan postingan bang acen yg menunjukkan progres 90-100%.
Berarti bener bener tinggal nunggu runway dan finishing terminal ya....

Makasih sharenya bang Unyu...mantab

unyupeople
May 4th, 2011, 10:34 AM
cek link ini gan.. video kunjungan anggota dpr ke kuala namu.. setelah puas liat foto" kuala namu selama ini... mari kita liat bagaimana suasana kuala namu dalam berita :D http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/05/02/127424/Pembangunan-Bandara-Kuala-Namu-Molor

blablanonsense
May 4th, 2011, 10:55 AM
cek link ini gan.. video kunjungan anggota dpr ke kuala namu.. setelah puas liat foto" kuala namu selama ini... mari kita liat bagaimana suasana kuala namu dalam berita :D http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/05/02/127424/Pembangunan-Bandara-Kuala-Namu-Molor

Anggota DPR kog menyalahkan pemerintah saja sih? kalau UU pembebasan tanah lancar di DPR hal seperti ini tidak akan berkepanjangan kan? Dan kejadian di bawah ini juga bisa diminimalisir. :ohno:

Pembangunan Bandara Kualanamu Terkatung-katung

http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20110503_064803_Kualanamu.jpg

Menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Bappeda Deli Serdang Lauren Gultom, penyelesaian runway 2 juga mengalami kendala dalam pembebasan lahan. Pihaknya, kata dia, masih belum memenuhi titik temu dengan 34 Kepala Keluarga (KK) eks-PTPN II yang saat ini masih bersikeras tidak ingin pindah dari lokasi.

"Kami belum menemukan titik temu dengan ke-34 KK yang tinggal di situ. Mereka minta direlokasi ke rumah sederhana dengan luas untuk masing-masing KK sebesar 1.000 m2, padahal luas tanah mereka sekarang hanya 300 m2 per KK. Apalagi mereka tidak memiliki bukti resmi kepemilikan tanah," ungkapnya. (Atp/OL-9)

rilham2new
May 4th, 2011, 01:06 PM
cek link ini gan.. video kunjungan anggota dpr ke kuala namu.. setelah puas liat foto" kuala namu selama ini... mari kita liat bagaimana suasana kuala namu dalam berita :D http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/05/02/127424/Pembangunan-Bandara-Kuala-Namu-Molor

Ahh, berita metro TV lebih kayak "publikasi" kunjungan kerja (politik) Meutya Hafid ke daerah pemilihannya :tongue2:

yudibali2008
May 4th, 2011, 04:51 PM
3 Perusahaan China Bersaing Di Proyek Tol Kualanamu

JAKARTA: Sebanyak tiga perusahaan lolos prakualifikasi proyek pembangunan ruas tol Medan-Kualanamu, menyusul hasil evaluasi yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum beberapa waktu lalu.


Ketiga perusahaan yang lolos itu semuanya berasal dari China yang melakukan join operasi dengan konstraktor lokal yakni Hutama Karya-CHEC CSEC, PT PP dengan Shanghai Construction General Company, dan PT Waskita Karya dengan Sinohydro Corporation Limited.

Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah I Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Asep Sudrajat mengatakan berdasarkan jadwal rencana, perusahaan yang lolos prakualifikasi diminta menyerahkan penawaran proposal kontrak per 5 Mei 2011, dan dilanjutkan dengan penandatanganan rencana kontrak kerja pada 15 Juni 2011.

"Namun kemungkinan besar akan mundur dari jadwal yang telah ditetapkan, karena sampai sekarang masih dalam persiapan dan finalisasi draf kontrak lebih lanjut mengenai rencana tersebut," ujarnya, kemarin.

Meski lelang sudah siap dibuka, tetapi saat ini kondisi lahan yang sudah dibebaskan masih minim. Berdasarkan data dari Bina Pelaksanaan Wilayah I baru terealisasi sebesar 2,77%, sedangkan persentase pembayaran ganti rugi lahan baru mencapai 7,82%.

"Adapun untuk amdal yang sudah habis pada 2005 sedang dalam proses diperpanjang, dan kini tengah dievaluasi oleh Badan Lingkungan Hidup," tambahnya. (zuf)

Bisnis.com (http://www.bisnis.com/infrastruktur/properti/22584-3-perusahaan-china-bersaing-di-proyek-tol-kualanamu)

Semoga segera terwujud :cheers:

drie
May 5th, 2011, 03:37 AM
Pembangunan City Check In Kualanamu Terkendala Penguasaan Lahan
source : Bisnis-sumatra (http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2011/05/pembangunan-city-check-in-kualanamu-terkendala-penguasaan-lahan/)


MEDAN: Keberadaan lahan city check in Bandara Kualanamu di Jalan Jawa Medan terancam tidak dapat dibangun menyusul sengketa kepemilikan lahan antara PT Kereta Api (KA), Pemko Medan, dan PT Arga Citra Kharisma (ACK).

Humas PT KA Divisi Regional I Irwan bersikeras untuk mendapatkan hak pengelolaan (HPL) atas lahan A, C, dan D di Jalan Jawa, seluas 34.000 meter persegi, karena lahan itu memang milik PT KA.

”Menurut rencana PT KA, lahan A,C dan D itu akan dijadikan sarana penunjang Bandara Kualanamu, seperti city check in atau sarana parkir,” ujarnya di Medan Rabu 4 Mei 2011.

Menurut dia, kalau HPL lahan itu tidak dipegang oleh PT KA bagaimana membangun lahan itu menjadi city check in untuk Bandara Kualanamu?

Masalahnya, lanjut dia, lahan itu dikuasai pihak ketiga untuk dijual ke masyarakat. “Ini yang mau kami hentikan,” ujarnya.

Dia mengatakan, PT KA sudah pernah meminta Pemkot Medan menerbitkan surat rekomendasi untuk penerbitan HPL lahan tersebut ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Namun, Pemko Medan tidak mau memberikannya. ”Kami tidak tahu juga kenapa.Harusnya tanya ke Pemkot Medan.”

Lahan A,C dan D itu dikuasai PT ACK karena perusahaan itu yang membebaskan lahan tersebut dari masyarakat. Proses itu pun sudah diselesaikan seluruhnya pada 2003-2004, menghabiskan dana sekitar Rp54 miliar. Informasi lain menyebutkan BPN Medan tidak mau memproses HPL yang dimohonkan PT KA, dengan alasan lahan tersebut dikuasai pihak berbeda.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengaku tidak mau menandatangani rekomendasi untuk kelengkapan permohonan HPL PT KA tersebut. ”Tidak mau saya tanda tangani. Kenapa rupanya,”ujarnya.

Menurut dia, kalau memang untuk city check in, mana rencananya? Jalan tol saja belum siap. Jika memang mau dibangun untuk itu, saya siap menandatanganinya. “Karena itu untuk kepentingan masyarakat.Tapi PT KA harus menjelaskan komitmennya itu, kalau mau dibangun city check in,” tandasnya.

drie
May 5th, 2011, 03:43 AM
http://www.bisnis-sumatra.com/show_image_NpAdvSinglePhoto.php?filename=/2011/05/020511-rambe-BISNIS-01kualanamu4.jpg&cat=17&pid=4269&cache=false

Dua truk pengangkut logistik melintas di areal pembangunan proyek bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatra Utara, Senin (02/05). Pembangunan bandara baru pengganti Polonia yang diklaim menjadi bandara terbesar kedua setelah Soekarno Hatta tersebut saat ini sudah mencapai 73,4% secara fisik dan ditargetkan bisa selesai pada Desember 2012.

source : Bisnis-Sumatra (http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2011/05/kondisi-kualanamu-rampung-734/)

unyupeople
May 5th, 2011, 05:07 AM
[SIZE="4"]
Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengaku tidak mau menandatangani rekomendasi untuk kelengkapan permohonan HPL PT KA tersebut. ”Tidak mau saya tanda tangani. Kenapa rupanya,”ujarnya.


entah apapun maunya si Rahudman ini!!!
malas kali aku liat cakap dia..
btw katanya dia ada masalah perselingkuhan ya???
walkot macam apa yg suka selingkuh???

Happy Man
May 5th, 2011, 05:13 AM
entah apapun maunya si Rahudman ini!!!
malas kali aku liat cakap dia..
btw katanya dia ada masalah perselingkuhan ya???
walkot macam apa yg suka selingkuh???

betul lae....kali ini aku setuju sama kau. Tampangnya aja udah macam preman Sambu...:bash: terus terakhir ini dia tersangkut kasus penganiayaan...:ohno: oh...i miss Abdillah...:lol:

Totto-Chan
May 5th, 2011, 05:21 AM
Pembangunan City Check In Kualanamu Terkendala Penguasaan Lahan
source : Bisnis-sumatra (http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2011/05/pembangunan-city-check-in-kualanamu-terkendala-penguasaan-lahan/)


MEDAN: Keberadaan lahan city check in Bandara Kualanamu di Jalan Jawa Medan terancam tidak dapat dibangun menyusul sengketa kepemilikan lahan antara PT Kereta Api (KA), Pemko Medan, dan PT Arga Citra Kharisma (ACK).


Wali Kota Medan Rahudman Harahap mengaku tidak mau menandatangani rekomendasi untuk kelengkapan permohonan HPL PT KA tersebut. ”Tidak mau saya tanda tangani. Kenapa rupanya,”ujarnya.

Menurut dia, kalau memang untuk city check in, mana rencananya? Jalan tol saja belum siap. Jika memang mau dibangun untuk itu, saya siap menandatanganinya. “Karena itu untuk kepentingan masyarakat.Tapi PT KA harus menjelaskan komitmennya itu, kalau mau dibangun city check in,” tandasnya.

Ah,bapak.. yg ngurusin PT KA yg dijadiin excuse malah jalan tol. Jaka Sembung main gitar juga ini.

laba-laba
May 5th, 2011, 05:47 AM
Lahannya mau buat ini ...

http://www.medanku.com/wp-content/uploads/2011/02/medan-center-point-e1299513482372.jpg

source : http://www.medanku.com/centre-point-medan/

unity
May 5th, 2011, 06:39 AM
^^
Jelaslah dia nggak mau tanda tangan...
Dah dapet "pesangon" rupanya... :lol:

Aucostar
May 5th, 2011, 06:44 AM
^^
I think they are being childish...

laba-laba
May 5th, 2011, 06:53 AM
Sebenarnya Sengketanya udah lama ....
di tahun 2002-2004 sudah ada proyek yang mau di bangun juga

http://www.3designarchitect.com/images/gallery%20commercial/3%20itc%20medan%2001.jpg

Jadi... niat siapa niat sapa nih yang mau menyelesaikan sengketa tanahnya ???

UMD
May 5th, 2011, 01:32 PM
Lahannya mau buat ini ...

http://www.medanku.com/wp-content/uploads/2011/02/medan-center-point-e1299513482372.jpg

source : http://www.medanku.com/centre-point-medan/

Bung Laba Laba, ini bukan lahannya....tapi yang diseberang ini yang bersebelahan langsung dengan rel kereta. Lokasi Centre Point ini tidak berada di lokasi buat City Check-in.

laba-laba
May 6th, 2011, 01:08 AM
Bung Laba Laba, ini bukan lahannya....tapi yang diseberang ini yang bersebelahan langsung dengan rel kereta. Lokasi Centre Point ini tidak berada di lokasi buat City Check-in.

kalo disebelahnya memang punya pt kai. aku permah lihat denah sengketanya. lahan A.C berada disenerang station...

F-ian
May 6th, 2011, 05:22 PM
was this ever posted here? you usually see it on the airportteve in CGK..

J64mZAR5zUo

UMD
May 7th, 2011, 02:44 AM
29.
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/KNIA-IICE/IMG_8723_resize_resize_resize.jpg

E.O.U

Kalau lihat di sini...jelas gedung A, B dan C semua berada di area rel kereta api dan tidak ada gedung yang menyebrang Jl. Jawa. Berarti area yang disengketakan bukan di area yang sekarang lagi dibangun Centrepoint.

laba-laba
May 7th, 2011, 05:55 AM
Nah, kalau di gambar itu kan emang lahan dan bangunan milik PT KAI yang digunakan selama ini..
Dan aku rasa cuman removasi aja di lahan itu. Dan tidak ada masalah dengan pertanahan. Tinggal bangun dan renovasi...

Jadi masalahnya apa coba ya ???

http://multiply.com/mu/medanphoto/image/10/photos/8/600x600/28/kretaapis2a.jpg?et=UfUyl7SP%2CDxCsIRs1cfVyQ&nmid=50117941

Sama kan ? masak PT.KAI gak boleh membangun di daerah dia sendiri ???

http://multiply.com/mu/medanphoto/image/9/photos/15/600x600/17/medan-rel-zoom.jpg?et=KKAn43S2eD26t%2BnhnKcneA&nmid=51098547

source : http://medanphoto.multiply.com

Happy Man
May 7th, 2011, 01:30 PM
Setahu saya pihak KA belum mulai membangun fasilitas ke bandara lantaran mau menunggu kepastian kapan siapnya Kuala Namu? Kalo terlalu cepat dibangun kan nanti mau habis uang buat maintenance lagi sementara fasilitasnya belum bisa dipake.:)

Ini saya ada link berita tentang pembangunan city check in dri harian medan bisnis :

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/05/07/32825/medan_city_airport_terminal_pertama_di_indonesia/

disana gak disebutkan tentang kendala apa pun mengenai masalah lahan. dan dari rencana pembangunan yang dipaparkan sama persis dengan maket yg nantinya akan dibangun. Mudah2an proses pembangunannya lancar lancar saja. Lahan yang diributkan itu kan letaknya diseberang stasiun (termasuk lahan yang berada persis di belakang kantor KA yang dulu pernah dibuka tempat jajanan, namanya Kantin Lokomotof).

laba-laba
May 7th, 2011, 04:15 PM
dilain sisi emang pt kai lagi 'mempesoalkan tanah diaeberangnya. jadi om rahudman gak mau tanda tangan bukan pembangunan city cek in ??? atau ada perubahan maket???

bbq
May 9th, 2011, 05:32 AM
TOL MEDAN-KUALANAMU DIMULAI TAHUN 2011

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek jalan tol Medan-Kualanamu akan dimulai tahun ini. Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah I Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Asep Sudrajat menyatakan pembangunan tol itu akan dibiayai dari pinjaman China sebesar US$ 137 juta. Sebagian lagi juga berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011 sebesar US$ 15,22 juta.

"Total biaya yang dianggarkan sebesar US$ 152,22 juta atau Rp 1,37 triliun dengan estimasi nilai pemilik sebesar Rp 1,14 triliun," ujar Asep, akhir pekan lalu.

Proses tender proyek jalan tol tersebut juga sudah dimulai. Asep mengatakan, ada tiga perusahaan China yang lolos tahap prakualifikasi. Ketiga perusahaan itu adalah CHEC CSEC yang bekerja sama dengan PT Hutama Karya, Shanghai Construction General Company dengan PT PP, dan Sinohydro Corporation Limited dengan PT Waskita Karya.

Menurut Asep, rencana pemasukan penawaran tol Medan-Kualanamu ini akan dilakukan pada tanggal 16 Mei mendatang. Sementara itu, rencana penandatanganan kontrak akan dilakukan pada akhir Juni 2011, dan pelaksanaan konstruksinya pada tahun ini juga setelah kontrak ditandatangani.

Kendati demikian, proses pembangunan jalan tol ini masih terhambat pembebasan lahan. Dari data yang dimiliki Bina Pelaksanaan Wilayah I, total kebutuhan lahan tol Medan-Kualanamu sebesar 197,94 hektare, sementara yang sudah dibebaskan baru 8% atau seluas 15,83 ha atau 8%. Asep mengatakan, pembebasan tanah masih berada tahap negosiasi harga.

Kepala Kapuskom Kementerian Pekerjaan Umum Waskito Pandu menambahkan, pembangunan tol Medan-Kualanamu merupakan bagian dari rencana pemerintah meningkatkan pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara. "Pemerintah mempersiapkan Sumatera sebagai pusat pengelolaan sumber energi dan produksi hasil bumi dan industri nasional," ujar Waskito.

Waskito menjelaskan, pemerintah memberikan kesempatan kepada tiga kontraktor China dan tiga kontraktor lokal akan ikut pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu. Diharapkan dengan kerjasama ini, percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dapat direaliasikan. (Noverius Laoli/KONTAN)

Sumber: http://m.kompas.com/news/read/2011/05/09/08465385/Tol-Medan-Kualanamu-Dimulai-Tahun-2011

Dupank17
May 10th, 2011, 10:28 PM
^^Semoga bandara terbaik di indonesia ini cepat selesai pembangunanya.. Amin

laba-laba
May 13th, 2011, 05:08 AM
Infrastruktur Sabtu, 07 Mei 2011 07:12 WIB

Medan City Airport Terminal Pertama di Indonesia

MedanBisnis – Medan. Seiring perjalanan waktu, perkembangan penumpang di Stasiun Medan tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Tercatat pada tahun 2010 sebanyak 1.251.528 penumpang yang terangkut. Dari jumlah penumpang tersebut, pihak PT KAI Divre I Sumut NAD membukukan pendapatan dari sektor angkutan penumpang sebesar Rp 42,857,761,500.
Dengan jumlah penumpang yang besar tersebut sewajarnya Stasiun Medan direnovasi dan dibangun sesuai bangunan yang multifungsi. Apalagi nantinya akan ada kereta bandara yang membuka akses penumpang langsung dari Stasiun Medan ke Bandara Kualanamu.

"Sebagai bagian rencana pembangunan KA Bandara Kualanamu, Stasiun Medan nantinya akan direnovasi dan difungsikan sebagai City Air Port Terminal (CAT) yang pertama kali di Indonesia," ujar Manager Humas PT KAI Divre I Sumatera Utara, Irwan kepada wartawan di ruang kerjanya Jumat (6/5) kemarin. Dikatakan Irwan, guna mewujudkan fungsi CAT tersebut, Stasiun Medan akan direhabilitasi di bagian emplasemen jalan Kereta Api, bangunan stasiun dan sistem persinyalan.

Adapun bentuk dari program rehabilitasi tersebut, lanjut Irwan, yaitu menghidupkannya kembali fungsi sepur sembilan di emplasemen Stasiun Medan, penggantian bantalan wesel, memodifikasi sistem persinyalan dan membangun berbagai fasilitas penumpang di bagian bangunan stasiun Medan dilantai 2,3. dan 4.

Dijelaskannya, guna perubahan fungsi pada bangunan di lantai 2,3 dan 4 Stasiun Medan yang sebelumnya difungsikan sebagai tempat pertokoan dan hiburan, nantinya akan berubah fungsi menjadi ruangan pendukung fasilitas penumpang KA bandara.

Selain itu, fasilitas yang akan dibangun adalah ruang tunggu kelas eksekutif, ruang check in yang dilengkapi dengan sinar X dan ruangan komersil lainnya. Tidak hanya itu, nantinya juga akan dibangun gedung baru yang letaknya disebelah sepur 9. Nantinya bangunan baru ini akan terhubung langsung bangunan lama lewat sebuah jembatan penghubung.

"Jadi pintu masuk bagi penumpang KA bandara akan melewati bangunan lama stasiun, selanjutnya dengan menggunakan jembatan penghubung para penumpang ke bangunan baru karena KA bandara diboyong melalui KA di sepur 9 empalesen Stasiun Medan," pungkasnya. (irvan sugito)


source : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/05/07/32825/medan_city_airport_terminal_pertama_di_indonesia/#.TcygGFt5-ho

laba-laba
May 13th, 2011, 05:17 AM
Pembebasan Lahan Hambat Air Tirtanadi Ke Bandara Kualanamu

Posted by Redaksi on Mei 11, 2011 · Leave a Comment

* 2015 Kejar Cakupan Pelayanan 80 Persen

MEDAN (Berita): PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara sudah menyiapkan alokasi air 35 liter per detik dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Limau Manis, Tanjungmorawa untuk kebutuhan di Bandara Kualanamu dan masyarakat sekitarnya.

Direktur Utara PDAM Tirtanadi Ir Azzam Rizal, MEng kepada wartawan di Medan Selasa (10/5) malam mengatakan air dari Limau Manis itu sudah ada pipanya sepanjang 12 km dari Limau Manis menuju Bandara Kualanamu. Namun tinggal 1,2 km lagi yang belum terpasang karena terhambat pembebasan lahan. “Kita sudah siapkan air dan pipanya tapi gara-gara pembebasan lahan sampai sekarang masih terhambat sampai ke Bandara Kualanamu,”" tegas Azzam.

Dia berbicara kepada wartawan usai pertemuannya dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Sumut Drs M Syahrir dan para Pemimpin Redaksi media cetak di Medan antara lain Pemimpin Redaksi Harian Waspada H Prabudi Said, Pemimpin Redaksi Harian Analisa H Sofyan, Pemimpin Redaksi Harian SIB Immanuel Panggabean, Pemimpin Redaksi Harian Gebrak H Ronny Simon, Pemimpin Redaksi Harian Mandiri H Sulben Siagian dan Pemimpin Redaksi Harian Bersama Semangat Sembiring. Azzam saat itu didampingi Direktur Administrasi dan Keuangan H Ahmad Thamrin, SE,MPsi, Direktur Perencana dan Produksi Ir H Tamsil Lubis dan para kepala divisi.

Azzam berharap pembebasan lahan untuk jalur pipa akan cepat selesai agar mampu memenuhi kebutuhan air di Bandara dan masyarakat sekitarnya. Saat ini total produksi air PDAM Tirtanadi mencapai 5.250 liter per detik yang berasal dari enam yakni IPA Sibolangit, Hamparan Perak, Sunggal, Delitua, Limau Manis dan Tirta Lyonais (TLM).

Menurutnya dengan debit 5.250 liter per detik, jumlah pelanggan untuk Medan sekitarnya yang terlayani mencapai 365.000 dengan cakupan pelayanan 73 persen. Sesuai program Millenium Development Goals (MDG’s), tahun 2015 cakupan pelayanan air di perkotaan 80 persen dan pedesaan 60 persen. Dengan demikian Tirtanadi harus mengejar penambahan cakupan pelayanan 7 persen sampai tahun 2015 nanti. “Untuk mencapai cakupan pelayanan 80 persen pada tahun 2015 perlu kerja keras dengan menambah produksi air,” katanya.

Ia menjelaskan penambahan 7 persen cakupan pelayanan berarti harus tambah produksi air sedikitnya 2.000 liter pe detik sehingga mampu memenuhi 100.000 sambungan rumah (pelanggan). Tirtanadi tidak bisa bekerja sendiri tapi perlu dukungan pihak swasta dan pemerintah.

Oleh karena itu, ia berharap dana penyertaan modal Pemprovsu sesuai Perda tentang PDAM sebesar Rp400 miliar dan kini sisanya sekira Rp270 miliar harus diselesaikan dalam lima tahun dengan minimal Rp55 miliar setahun. Dana itu untuk membiayai sarana dan prasarana guna meningkatkan pelayanan air bersih kepada pelanggan.

Tahun 2011 ini, tambahnya, sedang proses penambahan debit 500 liter per detik di IPA Sunggal, sekarang produksinya masih 1.700 liter per detik sehingga diharapkan total produksinya nanti mencapai 2.200 liter per detik. Selain itu target penambahan lima sumur bor.

Ketua PWI Cabang Sumut Drs M Syahrir berharap selain orientasi bisnis, Tirtanadi hendaknya berjiwa sosial. Apalagi air yang tidak bisa ditawar-tawar lagi merupakan kebutuhan hidup orang banyak. (wie)

source : http://beritasore.com/2011/05/11/pembebasan-lahan-hambat-air-tirtanadi-ke-bandara-kualanamu/

uchupp
May 19th, 2011, 09:55 AM
ganjil amat ga dibikin genap 2020 skalian?

setau aku sih... kalo 2020... selesai ny tahap II dari proyek bandara Kuala Namo... jadi setelah kuala namu selesai januari 2013 maka lanjut ke Tahap II.. Yg rencana nya selesai 2020.. :nuts:

uchupp
May 19th, 2011, 10:06 AM
Tepat di tengah bagian bawah foto terlihat seperti rongga yg agak besar, kira kira tau gak itu apa, apa mungkin buat jalur kereta api ya?

Nice pic bang laba-laba

itu untuk drainase nya gan...
kalo untuk railway station nya ada di tengah2 parkir kendaraan roda 4..
tepatnya di depan terminal.. :)

uchupp
May 19th, 2011, 10:11 AM
Pembangunan Terminal, Jalur KA Ke Kualanamu Lampu Hijau


MEDAN (Waspada): Pencairan anggaran pembangunan terminal city chek in tiket dan jalur kereta api (KA) dari Medan tujuan Bandara Kualanamu di Deliserdang, sebesar Rp80 miliar, sudah ada tandatanda lampu hijau atau akan segera terealisasi dalam waktu dekat.


Direktur Operasional Kereta api (KA) Divisi regional (Divre) I Sumut/Aceh Jatun saat ini sedang mengadakan rapat kerja dengan Dirjen Kereta Api di Bandung.


“Saya yakin rapat dengan Dirjen Kereta Api di Bandung membahas masalah dana pembangunan city chek in tiket untuk berangkat melalui Bandara Kualanamu nantinya,” kata Humas KA Divre I Sumut/Aceh Irwan saat dikonfirmasi, kemarin.


Dia menyebutkan, Direktur Operasional KA Dirve I Sumut/Aceh sudah berada di Bandung sejak kemarin. Mudahmudahan dalam beberapa hari ke depan sudah ada kabar.


City chek in tiket nantinya akan dipusatkan di lantai II kantor besar KA Medan. Sementara jalur KA dari Medan tujuan Kualanamu mempunyai jalur khusus, dipastikan tidak bakal mengganggu operasional jalur kereta api pada rute perjalanan rutin selama ini.


Bahkan, dari Araskabu Deliserdang tujuan bandara baru, juga dibangun jalur kereta ap lebih kurang 5 Km berikut terminal penumpang di bandara baru Kualanamu Deliserdang. “Selama ini hambatan hanya masalah dana yang belum cair dari pemerintah pusat,” ujarnya.


Berita sebelumnya Humas KA Divre I Sumut/Aceh menyatakan, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan city chek in dan terminal penumpang serta jalur KA ke Bandara Kwalanamu mencapai lebih kurang Rp80 miliar. Dana itu bersumber dari pemerintah pusat melalui Dirjen Kereta Api di Bandung, padahal desain terminal dan city chek in sudah dikerjakan.

http://waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=10170:pembangunan-terminal-jalur-ka-ke-kualanamu-lampu-hijau-&catid=51:medan&Itemid=206

share design terminal city check in nya dong gan... penasaran... :banana: :lol:

t1t4n1c_1912
May 19th, 2011, 10:52 AM
Rencana pengembangan bandara Kuala Namu
http://img703.imageshack.us/img703/2158/1303720103871440855300x.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-05-19

Dari jembatan masuk terminal
http://img204.imageshack.us/img204/7581/13037202891336386274300.gif
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-05-19

Kurang jelas, mungkin area check-in
http://img219.imageshack.us/img219/6404/checkin050411.gif
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-05-19

Boarding area
http://img190.imageshack.us/img190/607/boarding050411.gif
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-05-19

Happy Man
May 19th, 2011, 10:59 AM
share design terminal city check in nya dong gan... penasaran... :banana: :lol:

ada tuh...di halaman 67..:)

unyupeople
May 19th, 2011, 06:17 PM
Rencana pengembangan bandara Kuala Namu
http://img703.imageshack.us/img703/2158/1303720103871440855300x.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-05-19

Dari jembatan masuk terminal
http://img204.imageshack.us/img204/7581/13037202891336386274300.gif
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-05-19

Kurang jelas, mungkin area check-in
http://img219.imageshack.us/img219/6404/checkin050411.gif
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-05-19

Boarding area
http://img190.imageshack.us/img190/607/boarding050411.gif
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-05-19

wow!!!
thx udah share gan...
kalau boleh tau dpt foto" update kuala namu dari mana ya??? :D

laba-laba
May 23rd, 2011, 12:45 PM
Tol Medan-Kualanamu Selesai Awal 2012

11:23, 23/05/2011

Bandara Kualanamu sedang dalam tahapan pengerjaan intensif. Tampak gapura bandara yang sudah dalam tahapan finishing.//batara sidik/sumut pos

Tiga Wakil Menteri Tinjau Pembangunan Bandara

LUBUK PAKAM-Tiga Wakil Menteri (Wamen) meliputi Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Wakil Menteri Perdagangan Mahandra Siregar, meninjau pembangunan Bandara Kualanamu, akhir pekan silam.

“Kita meninjau sampai dimana proses pembangunan Bandara Kualanamu ini, termasuk mengkoordinasikan sejauh mana pekerjaan membangun jalan nasional, jalan tol serta jalan non tol,” bilang Wakil Menteri PU Hermanto Dardak kepada wartawan disela-sela kunjungan.

Akses jalan non tol yang harus di kerjakan sepanjang 13 kilometer dan ditargetkan selesai awal tahun 2012, begitu juga flay over menuju stasiun kecil kereta api. Sedangkan masalah jalan non tol yang berada di tanah pembebasan atau HGU ada 3,5 kilometer yang harapkan segera selesai.

“Pembangunan jalan tol yang berada ditanah pembebasan sudah kita kerjakan, sementara anggaran untuk pergantiannya ada 5 kilometer ditambah flay over 3,4 persen, tinggal diproses saja” kata Hermanto tanpa merinci berapa dana pembebasan dan pembangunan jalan akses menuju banadara pengganti Bandara Polonia tersebut

Pembangunan jalan tol dibagi dua meliputi jalan tol Medan-Tebing Tinggi, Jalan Tol Medan-Bandara Kualanamu yang dibangun oleh pemerintah. “Anggaran dari pemerintah yang mendapat pinjaman dari Cina, dan awal 2013 Bandara ini bisa sudah beroprasi. Karenanya, jalan non tol menuju Bandara Kualanamu ini adalah yang paling utamakan kita selesaikan,” papar Hermanto sambil bergegas pulang menuju helikopter.

Di sisi lain Kepala Satuan kerja (Satker) Bandara Kualanamu, Darpin Sinaga menjelaskan bahwa progres pengerjaan sisi udara (sektor publik) sudah mencapai 80,5 persen. Sedangkan progres sisi darat (sektor privat) baru 64 persen.
Tetapi pihaknya mengalami kendalan karena pasokan material berupa pasir untuk runway (landasan pacu) bermasalah sehingga proses pembangunan terhenti sejenak. Pasalnya, lokasi penambangan pasir ditutup Pemkab setempat. “Hampir sepekan ini tidak ada kegiatan pengerjaan runway,” ungkap Darpin Sinaga. Penutupan lokasi penambangan pasir ditutup karena penambang pasir belum memiliki izin galian C.

“Bila mendapatkan pasir, maka pembangunan bandara tidak akan tersendat. Untuk itu saya berharap agar semua pihak mendukung proses pembangunan Bandara Kualanamu ini,” harapnya. (btr)

SOURCE http://www.hariansumutpos.com/2011/05/7330/tol-medan-kualanamu-selesai-awal-2012.htm

jeppy123
May 23rd, 2011, 03:17 PM
Bandara Kuala Namu Rampung 80%
Monday, 23 May 2011

DELISERDANG – Proyek pembangunan Bandara Kuala Namu di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, telah rampung 80%. Bandara pengganti Polonia Medan ini dipastikan siap beroperasi akhir 2012.


“Pekerjaan proyeknya sudah selesai 80% dari target. Dengan kondisi itu, bandara siap beroperasi pada akhir 2012,” kata pimpinan pembangunan sisi darat proyek Bandara Kuala Namu Joko Waskito dalam paparannya saat Bupati Deliserdang Amri Tambunan bersama Dan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Amri Husaini ke lokasi proyek kemarin.

Joko juga memaparkan, Bandara Kuala Namu adalah bandar udara besar pertama yang sejak perencanaan hingga sumber dayanya menggunakan anggaran lokal yakni melalui APBN Departemen Perhubungan (Dephub) dan PT Angkasa Pura (AP) II bagi pelaksanaan pembangunan.

Luas seluruh area mencapai 1.365 hektare, yang meliputi runway sepanjang3.750meterx 45 meter,paralel taxiway I 3.750 x 30 meter, taxiway II 2000 x 30 meter, luas apron 200 meter kubik, dan kapasitas apron 33 pesawat. Luas terminalnya mencapai 118.930 m2 dengan kapasitas 8,1 juta orang per tahun (tahap I), gudang kargo 13.000 m2, luas area parkir 50.820 m2,kapasitas area parkir 407 taksi,55 bus,dan 908 mobil.

Pada kesempatan itu,Bupati Deliserdang Amri Tambunan atas nama masyarakat Deliserdang menyematkan seperangkat pakaian adat Melayu kepada Dan Lantamal I Laksamana TNI Amri Husaini. Ini dilakukan sebagai simbolis kebesaran hati warga Deliserdang atas kunjungannya ke Kabupaten Deliserdang.

Semenara itu,lokasi proyek Bandara Kuala Namu juga didatangi tiga wakil menteri sekaligus. Mereka adalah Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak,Wakil Menteri Perdagangan Mahandra Sinaga, dan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Sumantro. “Kita meninjau sampai di mana proses pembangunan Bandara Kuala Namu ini,” kata Wakil PU Hermanto Dardak.

Menurut Hermanto, selain Bandara Kuala Namu, hal yang menjadi prioritas mereka juga yakni pengerjaan infrastruktur jalan nasional, jalan tol, serta jalan nontol. Misalnya, akses jalan nontol yang membentang sepanjang 13 kilometer, plus flyover menuju Stasiun Kereta Api (KA) Araskabu ditargetkan selesai awal 2013.

Untuk penyelesaian akses jalan non tol tersebut tinggal menunggu pembebasan lahan seluas 3,5 kilometer. Dia pun mengakui kondisi itu bukan kendala yang berarti sebab lahan tersebut berstatus hak guna usaha (HGU) PTPN II.“Itu artinya tanah negara, ”tandasnya. Harapan tiga wakil menteri itu tampaknya tak berjalan mulus.

Sejak sepekan terakhir lokasi proyek tersebut tak lagi mendapat suplai material, khususnya tanah timbun.Kondisi itu ditengarai karena aktivitas pengambilan material (kwari) di kawasan Sungai Ular, Kecamatan Galang yang dilakukan pihak ketiga selaku penyuplai dihentikan.

Itu karena kegiatan tersebut juga belum mengantongi izin dari pemerintah setempat. Sekretaris Komisi C DPRD Deliserdang Syarifuddin Rosha dengan tegas menyatakan bahwa aktivitas Galian C untuk proyek Bandara Kuala Namu yang kini beroperasi di Kecamatan Beringin, Galang, dan Pantai Labu ilegal.

Tak ada satu pun praktik itu yang mengantongi izin resmi dari Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Kabupaten Deliserdang sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11/2006 tentang Izin Galian C. Tak hanya itu, menurut Rosha, aktivitas itu juga turut melanggar UU No 32/2009 tentang Lingkungan Hidup dan UU No 4/2009 tentang Pertambangan.“ Aktivitas galian C itu harus pakai izin,”katanya.

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/400804/ :banana:

v-sun
May 26th, 2011, 07:55 AM
Kamis, 26 Mei 2011 , 02:07:00
DPR Desak Kualanamu Kelar 2012
Laporan Penyelewengan Dana Kualanamu Banyak Masuk DPR

JAKARTA -- Komisi V DPR menerima banyak laporan mengenai dugaan penyelewengan dana pembangunan bandara Kualanamu, Medan. Hanya saja, komisi yang membidangi masalah infrastruktur itu tidak mau ikut campur masalah penyelewengan dana dimaksud.

Ketua Komisi V DPR Yasti Soepredjo Mokoagow menjelaskan, pihaknya hanya punya kewenangan untuk mendorong agar proyek bandara Kualanamu bisa kelar sesuai target, yakni tahun depan.

"Banyak laporan miring yang masuk soal Kualanamu. Tapi itu domain BPK dan aparat penegak hukum yang lain. Yang kita kejar, Kualanamu harus selesai pada 2012," terang Yasti kepada JPNN, Rabu (25/5).

Politisi perempuan dari Partai Golkar itu menyebutkan, laporan yang masuk ke komisi yang dipimpinnya antara lain dari LSM. Komisi V DPR, lanjutnya, sempat menanyakan masalah itu ke dirjen perhubungan udara kemenhub dalam forum rapat kerja. "Kami minta klarifikasi dan pemaparan dirjen katanya baik-baik saja," terangnya.

Dijelaskan, dalam waktu dekat Komisi V DPR juga akan melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek Kualanamu. Kunjungan kerja ini guna melihat progres pembangunan, sudah sesuai atau belum pengalokasian anggarannya. "Kita harus memastikan bahwa anggaran digunakan dan ada progres di lapangan," ujarnya.

Terkait dengan kondisi saat ini, dimana pengerjaan sisi udara (sektor publik) sudah mencapai 80,5 persen sedang progres sisi darat (sektor privat) baru 64 persen, Yasti mengatakan, pihaknya harus melihat langsung di lapangan.

Namun, lanjutnya, sejak awal pihaknya sudah memperkirakan pengerjaan sisi darat bakal molor. Ini terkait dengan kondisi tanah yang mudah turun. "Kalau kondisi tanah mudah turun, sebenarnya kan tak cocok (untuk bandara)," katanya. Dia menduga, studi kelayakan yang dilakukan sekitar 7-8 tahun silam, kurang cermat mengkaji kondisi tanah ini.

Karenanya, Yasti mengaku tidak kaget jika ada persoalan pengurukan runway (landasan pacu). Sebelumnya Kepala Satuan kerja (Satker) Bandara Kualanamu, Darpin Sinaga yang menjelaskan bahwa progres pengerjaan sisi udara (sektor publik) sudah mencapai 80,5 persen. Sedangkan progres sisi darat (sektor privat) baru 64 persen.

Darpin mengatakan, pihaknya mengalami kendala karena pasokan material berupa pasir untuk runway (landasan pacu) bermasalah sehingga proses pembangunan terhenti sejenak. Pasalnya, lokasi penambangan pasir ditutup Pemkab setempat. (sam/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2011/05/26/93154/DPR-Desak-Kualanamu-Kelar-2012-

uchupp
May 26th, 2011, 08:16 PM
ada tuh...di halaman 67..:)

udah ane liat gan...

cakep bgt gan....

smoga dapat di realisasikan dengan baik ya gan...

jadi gk sabar nih... gimana jadinya medan kalo udah selesai semua nya ya??? whohohohohooo...

:cheers: :dance2: :lock: :cheers1:

uchupp
June 4th, 2011, 11:54 PM
mana nieh.. update terbaru nya?????...
udah bbrp hari ane tungguin kagak ad... :nuts:

netsurfe
June 5th, 2011, 03:27 PM
udah ane liat gan...

cakep bgt gan....

smoga dapat di realisasikan dengan baik ya gan...

jadi gk sabar nih... gimana jadinya medan kalo udah selesai semua nya ya??? whohohohohooo...

:cheers: :dance2: :lock: :cheers1:

Mungkin elo confuse ssc dengan forum sebelah. Tapi disini tidak menggunakan "gan-gan-an".. Thanks

uchupp
June 7th, 2011, 05:43 PM
Mungkin elo confuse ssc dengan forum sebelah. Tapi disini tidak menggunakan "gan-gan-an".. Thanks

oh gitu ya??? jadi pake apaan dong???
abis gw seneng sih ama forum ini...
sesuai dgn pekerjaan saya... :)

t1t4n1c_1912
June 14th, 2011, 10:37 AM
Koq thread Kuala Namu dan juga thread kota Medan akhir2 ini sepi sekali yah? Ga ada update atau berita terbaru atau foto2 terbaru utk proyek Kuala Namu kah akhir2 ini? Atau paling ga ada pembahasan yg lbh aktif di thread ini. Trims.

mesmdn
June 15th, 2011, 03:55 AM
http://static.panoramio.com/photos/medium/54219527.jpg
http://static.panoramio.com/photos/medium/54219535.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/54219541.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/54219537.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/54219525.jpg
http://static.panoramio.com/photos/medium/54219532.jpg
http://static.panoramio.com/photos/medium/54219529.jpg

t1t4n1c_1912
June 15th, 2011, 05:59 AM
Kapan lah Kuala Namu beres?
Warta - Sumut

AGUS ZULHAMIDI
WASPADA ONLINE

MEDAN – Realisasi pembangunan Bandara Kuala Namu 2012 terancam molor. Sejumlah proyek masih ada yang belum dikerjakan, salah satunya akses jalan non tol atau access road ke Bandara Kuala Namu.

Akses jalan non-tol, yang kini dalam proses pengerjaan dari Simpang Kayu Besar, Tanjung Morawa menuju Bandara Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) bahkan belum dikerjakan sama sekali karena memang terkendala pembebasan lahan.

Hal ini diakui oleh Kepala Seksi Hukum, Humas dan Umum Project Implementation Unit Bandara Kuala Namu PT Angkasa Pura (AP) II, Wisnu Budi Setianto. Dikatakan Wisnu, hingga kini proses realisasi akses non tol masih terkendala pembebasan lahan. “Tanjung Morawa-Kuala Namu direncanakan sepanjang 14,5 kilo meter dan hingga kini masih ada sekitar 11 hektare lagi lahan yang belum dibebaskan, karena proses pembebasan lahan untuk akses non-tol dari Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa ke Bandara Kuala Namu masih belum selesai” ujar Wisnu kepada Waspada Online, tadi malam.

Wisnu menjelaskan, ruas akses jalan non-tol Tanjung Morawa-Bandara Kuala Namu direncanakan dibangun dua jalur selebar 14 meter, dengan masing-masing jalur diproyeksikan sebanyak empat lajur. "Kami berharap proses pembebasan lahan untuk ruas jalan non-tol dari Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa ke Bandara Kuala Namu bisa segera diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama sehingga pembangunan jalan sesuai dengan schedule,” sebutnya.

Sebelumnya, Wisnu membeberkan, salah satu kendala penyelesaian Bandara Kuala Namu adalah terhentinya pasoan pasir timbun dan tanah untuk proyek runway. "Pengerjaan penimbunan landasan pacu Bandara Kuala Namu sudah hampir dua minggu terhenti karena pasokan tanah dan pasir timbun belum ada,” ujar Wisnu.

Wisnu memaparkan, hal ini karena pihak PT Waskita Yasa, yang merupakan perusahaan kontraktor proyek penimbunan taxiway mengalami kendala untuk memperoleh pasokan pasir dan tanah timbun, yang diperoleh dari para pedagang lokal, sehingga kemampuan pasokannya terbatas.

Lanjutnya, dalam upaya mengoptimalkan volume pasokan pasir, pihak PT Waskita Yasa telah mengajukan surat permohonan untuk memperoleh izin galian C melalui pihak Dinas Cipta Karya serta Pertambangan Kabupaten Deli Serdang. Wisnu juga berharap agar Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Deli Serdang segera menerbitkan izin tersebut. "Dengan memiliki izin galian C, PT Waskita relatif lebih mudah memenuhi kontrak pengadaan pasir dan tanah timbun tanpa harus tergantung dari pemasok lain," sebutnya.

Sementara itu, kata Wisnu, di sektor pemadatan tanah yang mengaplikasikan teknik vertical drain dan penimbunan tanah atau preloading di landasan pacu sepanjang 4.450 meter, dibutuhkan pasir berserta tanah timbun sekitar 3,2 juta meter kubik. "Hingga saat ini proses pemadatan dan penimbunan tanah di landasan pacu baru terealisasi sekitar 10 persen lebih," bebernya.

Wisnu menyatakan, bila proses pemadatan berserta penimbunan tanah bisa terlaksana sesuai schedule, runway Kuala Namu rampung pada Oktober 2012. Hal ini karena proses pengerjaan runway, parkir pesawat, taxiway dan apron memakan waktu, karena sebelumnya lokasi tersebut merupakan sawah dan rawa.

Wilz
June 15th, 2011, 06:59 AM
^^ ga ada yg bisa dihabas, semuanya tinggal nunggu kelar aja.. wkwkwk..

David-80
June 15th, 2011, 09:08 AM
http://static.panoramio.com/photos/medium/54219527.jpg
http://static.panoramio.com/photos/medium/54219535.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/54219541.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/54219537.jpg
http://static.panoramio.com/photos/original/54219525.jpg
http://static.panoramio.com/photos/medium/54219532.jpg
http://static.panoramio.com/photos/medium/54219529.jpg

@mesmdn, sudah saya fix pictures nya, thanks for sharing :)

cheers

wangweijie84
June 15th, 2011, 10:05 AM
Good ... be a exclussive modern airport in Indonesia after T3 Soekarno-Hatta Jakarta and Hassanuddin Makassar

t1t4n1c_1912
June 15th, 2011, 10:54 AM
Thanks Mesmdn for uploading those pics and David-80 for fixing them. Sebenarnya masih kurang puas n pengen nampak lebih byk foto detail tiap sudut terminal Kuala Namu, tapi dah bagus lah daripada ga ada foto terbaru sama sekali. :-D Dari foto-foto tsb nampak progress pembangunan terminal Kuala Namu cukup memuaskan, cuma sayang tidak diikuti oleh progress pembangunan jalan akses non-tol dan jalan tol ke bandara yang sampai skrg kynya masih belum dimulai.

Happy Man
June 16th, 2011, 04:27 AM
Thanks Mesmdn for uploading those pics and David-80 for fixing them. Sebenarnya masih kurang puas n pengen nampak lebih byk foto detail tiap sudut terminal Kuala Namu, tapi dah bagus lah daripada ga ada foto terbaru sama sekali. :-D Dari foto-foto tsb nampak progress pembangunan terminal Kuala Namu cukup memuaskan, cuma sayang tidak diikuti oleh progress pembangunan jalan akses non-tol dan jalan tol ke bandara yang sampai skrg kynya masih belum dimulai.

Kalo masih kurang puas, dipersilahkan langsung ke lokasinya aja, bro. :lol: Dijamin bisa lihat sampe puas, sekalian di foto buat sharing di forum ok. hehe...just joking....no offense ya. :cheers:

Yang lebih saya khawatirkan bukan jalan tol dan non tol, melainkan landas pacu nya yang sudah terhenti selama 2 minggu. Bayangkan, progress konstruksi yang semestinya bisa dikerjakan selama 2 minggu hilang begitu saja. :bash:

t1t4n1c_1912
June 16th, 2011, 06:11 AM
Hahaha. Kalo mmg bole gitu gw juga mau, bro Happpy Man. Gw pengen bgt liat2 sendiri kondisi sebenarnya dan progress pekerjaan dilapangan saat ini, cuma sayangnya gw ga pnya kenalan atau pass masuk ke lokasi proyek, jalan menuju kesana aja gw ga tau, jd apa bole buat. :lol: ngmg soal progress, meski pekerjaan landasan pacu udah terhenti 2 minggu krn kesulitan bahan sprti yg diberitakan, begitu bahan udah masuk dan mereka kebut kerja 24/7 gw yakin ga da masalah. Tapi gw msh tetap merasa kalo masalah pembebasan lahan utk akses jalan arteri dan jalan tol adalah masalah yg lebih rumit dan susah diselesaikan krn ga bisa dikebut sebelum negosiasi dgn pihak PTPN n sisa bbrp KK yg masih bertahan diatas lahan yg akan dibebaskan itu selesai dilakukan. :ohno:

uchupp
June 17th, 2011, 01:39 PM
tadi gw lewat simpang kayu besar.. jalan akses menuju bandara... gw liat tadi ada pengerjaan proyek pelebaran jalan menuju bandara kuala namu... sayang tadi gk gw foto.. abis gw buru2 sih... ada event property... jadi semangat ngeloiat nya... ternyata jalan akses nya dlm pengerjaan... padahal selama ini gw pikir gak dikerjain..
:cheers: :banana:

rilham2new
June 17th, 2011, 01:43 PM
^^ Ya, dikerjain lah ... Masa' gak dikerjain ... Ini kan proyek prioritas nasional, bahkan karena proyek ini udah ON-GOING, pastinya skala prioritas nya sejajar sama Jalan Tol Trans Jawa untuk proyek infrastruktur ...

laba-laba
June 18th, 2011, 03:50 AM
Thursday, 16 June 2011 22:03

Railway ke Kuala Namu masih mimpi

Warta - Warta Fokus

HENDRI SYAHPUTRA
Reporter-in-training
WASPADA ONLINE


(medangame.net)
MEDAN - Keinginan bahwa Bandara Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara sebagai bandara pertama yang memiliki jalur kereta api (railway) nampaknya hanya mimpi. Pasalnya, rencana yang digagas sejak Kuala Namu dirancang 2008 silam, belum ada rencana apapun terkait realisasi railway.

Hal tersebut juga diakui otoritas pengelola kereta api di Sumatera Utara PT KA Divre I Sumut. Menurut Kepala Humas PT KA Sumut, Irwansyah, kepada Waspada Online malam ini, proyek itu masih wacana yang rencananya akan dikerjakan oleh PT KA melalui Departemen Perhubungan. Akan tetapi, karena belum ada anggaran dana serta wacananya, makanya sampai saat ini belum dikerjakan.

“Memang hingga saat ini rencana pembuatan akses jalur kereta api yang rencananya akan mengangkut penumpang yang menggunakan jasa pesawat melaului Kuala Namu belum siap. Bahkan bisa dipastikan, jika Kuala Namu siap dikerjakan pada tahun 2012 ini, jalur rel yang kami kerjakan belum siap pada tahun 2012 ini,” ujarnya.

Karena, katanya, lambatnya proyek yang dulunya direncanakan dikerjakan oleh PT KA Pusat itu dikarenakan belum adanya dana anggaran untuk membuat rel KA ke sana. Makanya hingga saat ini, pihak kami belum ada melakukan pembuatan rel yang menuju ke sana.

Namun begitupun, sebutnya, hingga saat ini pihak PT.KA Sumut sudah melakukan lelang tender untuk proyek pembuatan bantal jalur rel kesana. “Mudah-mudahan proses tendernya segera siap, dan pembuatan bantal relnya segera siap juga dikerjakan ketika Bandara Internasional Kuala Namu siap," pungkasnya.

Selain akses railway, akses ke Kuala Namu juga dirancang dengan dua akses jalan lainnya yakni akses jalan non-tol dan akses tol. Namun, hingga sekarang dari ketiga akses tersebut belum ada yang terealisasi karena sejumlah permasalahan seperti biaya dan terkendala pembebasan lahan. Sehingga rencana penyelesian Kuala Namu yang direncanakan rampung 2012 akan terancam gagal menyusul banyaknya masih permasalahan yang belum tuntas.
Editor: HARLES SILITONGA
(dat02/wol)

source : http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=200303:railway-ke-kuala-namu-masih-mimpi&catid=77:fokusutama&Itemid=131

panitiakurban
June 18th, 2011, 08:23 AM
Railway masih mimpi? MENGECEWAKAN.
Jelas sudah kalo negara ini memang jalanraya-sentris. Mobilpribadi-sentris.
Kenapa bangun jaringan rel kesana yang pusing PTKA sendirian sih? Aneh betul.

Kenapa ya saya pesimis rel kereta akan jadi dibangun. Kalo jalan tol sudah dibangun pasti akan terlena, dan melupakan kereta api. Jalan tol macet? Lebarin saja, tidak ada itu kereta api... Ngeselin.

rilham2new
June 18th, 2011, 08:30 AM
Inllah akibatnya kalau para pelobi Grup Astra jadi gurita di pemerintahan dan DPR, dan patut dicurigai pula isi dewan komisaris Astra, jangan2 mantan pejabat pemerintahan semua.

Begitu BBM mau naik, yang gonjang-ganjing malah Astra :p

bbq
June 18th, 2011, 09:35 AM
some photos (june 08, 2011)

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/KualaNamu08Juni201101.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/KualaNamu08Juni201102.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/KualaNamu08Juni201103.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/KualaNamu08Juni201104.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/KualaNamu08Juni201105.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/KualaNamu08Juni201106.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/KualaNamu08Juni201107.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/KualaNamu08Juni201108.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/KualaNamu08Juni201109.jpg

http://i297.photobucket.com/albums/mm226/bq_tan/KualaNamu08Juni201110.jpg

drie
June 18th, 2011, 12:40 PM
^^ Waaahh mantap - mantap Pict nya bang :okay:

Happy Man
June 18th, 2011, 01:28 PM
Thursday, 16 June 2011 22:03

Railway ke Kuala Namu masih mimpi

Warta - Warta Fokus

HENDRI SYAHPUTRA
Reporter-in-training
WASPADA ONLINE


(medangame.net)
MEDAN - Keinginan bahwa Bandara Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara sebagai bandara pertama yang memiliki jalur kereta api (railway) nampaknya hanya mimpi. Pasalnya, rencana yang digagas sejak Kuala Namu dirancang 2008 silam, belum ada rencana apapun terkait realisasi railway.

Hal tersebut juga diakui otoritas pengelola kereta api di Sumatera Utara PT KA Divre I Sumut. Menurut Kepala Humas PT KA Sumut, Irwansyah, kepada Waspada Online malam ini, proyek itu masih wacana yang rencananya akan dikerjakan oleh PT KA melalui Departemen Perhubungan. Akan tetapi, karena belum ada anggaran dana serta wacananya, makanya sampai saat ini belum dikerjakan.

“Memang hingga saat ini rencana pembuatan akses jalur kereta api yang rencananya akan mengangkut penumpang yang menggunakan jasa pesawat melaului Kuala Namu belum siap. Bahkan bisa dipastikan, jika Kuala Namu siap dikerjakan pada tahun 2012 ini, jalur rel yang kami kerjakan belum siap pada tahun 2012 ini,” ujarnya.

Karena, katanya, lambatnya proyek yang dulunya direncanakan dikerjakan oleh PT KA Pusat itu dikarenakan belum adanya dana anggaran untuk membuat rel KA ke sana. Makanya hingga saat ini, pihak kami belum ada melakukan pembuatan rel yang menuju ke sana.

Namun begitupun, sebutnya, hingga saat ini pihak PT.KA Sumut sudah melakukan lelang tender untuk proyek pembuatan bantal jalur rel kesana. “Mudah-mudahan proses tendernya segera siap, dan pembuatan bantal relnya segera siap juga dikerjakan ketika Bandara Internasional Kuala Namu siap," pungkasnya.

Selain akses railway, akses ke Kuala Namu juga dirancang dengan dua akses jalan lainnya yakni akses jalan non-tol dan akses tol. Namun, hingga sekarang dari ketiga akses tersebut belum ada yang terealisasi karena sejumlah permasalahan seperti biaya dan terkendala pembebasan lahan. Sehingga rencana penyelesian Kuala Namu yang direncanakan rampung 2012 akan terancam gagal menyusul banyaknya masih permasalahan yang belum tuntas.
Editor: HARLES SILITONGA
(dat02/wol)

source : http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=200303:railway-ke-kuala-namu-masih-mimpi&catid=77:fokusutama&Itemid=131

Gimana sih PT.KA ini? Tempo hari saya pernah baca, mereka bilang soal dana udah gak ada masalah. Udah ada anggarannya, hanya mau tunggu kepastian kapan beroperasinya bandara Kuala Namu ini, soalnya kalo terlalu cepat dibangun sementara bandara masih molor terus, kan yang rugi PT KA juga. Lha, sekarang dibilang gak dana. :bash:

Ini yang salah wartawannya atau orang KA nya yg gak ngerti apa2 ? Bingung saya....:nuts:

unyupeople
June 18th, 2011, 02:35 PM
pemerintah oh pemerintah..
cobalah sedikit melihat ke arah kami sumatera..
terutama sumatera utara..
ini proyek nasional bandara kuala namu..
masa harus molor sih selesainya..
saya sendiri udah muak dgn mimpi2 yg pemerintah berikan..
"KUALA NAMU AKAN BEROPERASI AKHIR 2012"
yakin akhir 2012 bakalan selesai???
mau gak taruhan ama saya pak SBY?? pak boediono???
terutama Pemerintah SUMUT???

jgn sampai hal yg saya takutkan terjadi..
proyek kuala namu terhenti krn kekurangan dana..
jadi gedung bandara sekarang berubah jadi ruko..
koplak!!!

bosan ah ama janji2 orang besar di pusat dan daerah!!!

t1t4n1c_1912
June 19th, 2011, 06:48 AM
Thanks bung bbq for the photos update. Ada yang post photos interior dan skrg photos jalan dan exterior. Mantappppp coi. :banana:
Ngomong soal pembangunan rel kereta api ke Kualanamu, memang gw sebelumnya juga pernah baca kalo pihak KA belum bangun karena tunggu kepastian waktu penyelesaian bandara (dan bukan masalah dana krn dana udah tersedia n dialokasi) dan kira2 akan dimulai bulan Juni 2011. Tapi gitu baca artikel terakhir gw jadi pesimis akan bisa terealisasi dlm wkt cepat, karena individu2 dari pihak KA sendiri pun ga jelas dan memberikan statement2 yang berbeda dan bertolakbelakang. Napa yah proyek Kualanamu selalu ada aja hambatan2nya? Pertama dana untuk pembangunan bandara sendiri, skrg bandara dah 80% lebih selesai, muncul masalah pembebasan lahan utk jalan non-tol dan jalan tol, terakhir muncul lagi masalah pembangunan rel KA. :bash:

mesmdn
June 19th, 2011, 04:25 PM
ada yang ketinggalan nih...

http://static.panoramio.com/photos/original/54425746.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54425763.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54425771.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54425777.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54425785.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54425813.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54425796.jpg

mesmdn
June 19th, 2011, 04:32 PM
lagi...

http://static.panoramio.com/photos/original/54426209

http://static.panoramio.com/photos/original/54426198.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54426184.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54426165.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54426154.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54426150.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54426123.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54426143.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54426118.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54426133.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54426490.jpg

David-80
June 19th, 2011, 06:00 PM
^^ gambar sudah saya betulkan (lagi) tolong besok lagi kalo posting gambar yang di link adalah file source JPG nya ya bro, bukan web tapi web.jpg

thanks for sharing

cheers

t1t4n1c_1912
June 19th, 2011, 06:15 PM
Thanks a lot for posting more pics of KNIA, bung mesmdn, dan juga bung David-80 utk betulkan posting-nya bung mesmdn. Tapi kayanya foto paling atas di halaman lagi... masih belum tampil. Overall, really appreciate it, bung mesmdn n David-80 for his help. :cheers: ada foto interior bagian laen, seperti area baggage claim misalnya? :nuts:

t1t4n1c_1912
June 19th, 2011, 06:24 PM
Btw, pembangunan bandara dan jalan akses aja masih belum selesai, tapi ada aja oknum2 tertentu terutama dari pihak Deli Serdang yang (dah pernah bahas ttg ini) akhir2 ini ungkit lagi masalah pemberian nama utk bandara Kualanamu. Padahal menurut hemat gw, sebenarnya nama bandara Kualanamu (Kuala Namu International Airport) atau bandara Sumatera Utara (North Sumatra / Sumatera Utara International Airport) dah cukup representatif mewakili semua kalangan, etnis, masyarakat Sumatera Utara secara umum, baik masyarakat kota Medan atau kabupaten Deli Serdang.

t1t4n1c_1912
June 19th, 2011, 06:27 PM
Sunday, 19 June 2011 20:55

Nama Bandara Kuala Namu diributkan

ANGGRAINI LUBIS
WASPADA ONLINE

MEDAN - Kepastian kapan Bandara Internasional Kuala Namu bisa beroperasi belum juga bisa dipastikan. Kini muncul persoalan baru, dimana nama apa yang akan disematkan pada bandara baru Sumatera Utara ini sudah menjadi pembahasan, bahkan diributkan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deli Serdang, Syarifuddin Rosha, meminta pemerintah pusat lebih arif dalam menetapkan nama bandara internasional yang direncanakan mulai beroperasi sekitar awal tahun 2013. "Sikap arif pemerintah sangat dibutuhkan dalam menetapkan nama bandara di Kuala Namu agar kelak tidak menimbulkan kesan nama bandara tersebut seolah-olah merepresentasi suku atau budaya dari suku tertentu," katanya, malam ini.

Sebelum nama bandara yang diproyeksikan sebagai pengganti Bandara Polonia Medan itu ditetapkan, menurut dia, pemerintah perlu mempertimbangkan beberapa aspek, diantaranya dari aspek sejarah dan budaya masyarakat asli di Deli Serdang. Aspek sejarah dan budaya masyarakat di Deli Serdang, lanjut dia, patut terwakili pada nama bandara tersebut, karena Kuala Namu dari sisi geografis berada di wilayah Deli Serdang.

"Bandara di Kuala Namu memang bukan milik masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang semata, tetapi adalah suatu keputusan yang arif bilamana nuansa khas budaya ataupun sejarah Deli Serdang terabadikan dalam nama bandara tersebut," paparnya.

Namun, kata dia, wacana tersebut semata-mata dilatabelakangi keinginan agar nuansa sejarah, budaya ataupun aspek geografis Deli Serdang kelak terepresentasi pada nama bandara yang berjarak sekitar 35 kilometer dari Kota Medan itu.

Sekretaris Komisi C DPRD Deli Serdang ini menambahkan, penabalan nama tokoh maupun pahlawan pada nama bandara merupakan suatu hal yang lazim untuk merepresentasi ciri khas atau identitas setiap daerah di penjuru dunia, termasuk di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Anggota Dewan Perwakilan Daeraha (DPD) asal Sumut, Parlindungan Purba meminta semua pihak untuk memprioritaskan waktu pengoperasian Bandara Kuala Namu saja. “Nama itu bisa dimusyawarahkan kalau bandaranya sudah jadi. Masih banyak lagi elemen dalam pembangunan bandara ini yang harus mendapat perhatian kita selain sebuah nama,” tegasnya kepada Waspada Online.

Saat ini, pembangunan Kuala Namu masih mendapatkan banyak hambatan. Pembangunan landasan pacu yang belum juga selesai, jalan akses menuju bandara yang belum juga usai membuat semua pihak pesimis Kuala Namu akan selesai pada 2012 seperti rencana sebelumnya.

Sementara itu, beberapa nama untuk bandara juga mulai mencuat, di antaranya pahlawan nasional Sisingamangaraja XII, pujangga dan pahlawan nasional Tengku Amir Hamzah, Jenderal Abdul Haris Nasution serta dua nama mantan Gubernur Sumut masing-masing almarhum Raja Inal Siregar dan H.T Rizal Nurdin.

Editor: HARLES SILITONGA

Source : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=200788:nama-bandara-kuala-namu-diributkan&catid=15:sumut&Itemid=28

Comeliness
June 19th, 2011, 06:34 PM
lagi...

http://static.panoramio.com/photos/original/54426123.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54426133.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/54426154.jpg

Thanks for the update. :okay:

t1t4n1c_1912
June 19th, 2011, 07:22 PM
Sunday, 19 June 2011 20:34

Pemprov Sumut abaikan Kuala Namu

AGUS ZULHAMIDI
WASPADA ONLINE


MEDAN – Beragam masalah yang hingga kini menghiasi proses realisasi Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), karena para petinggi di jajaran Pemerintahan Provinsi Sumatear Utara (Pemprov Sumut) tidak fokus untuk menangani jalannya mega proyek ini.

Pernyataan ini diutarakan oleh anggota Komisi D DPRD Sumut, Tunggul Siagian. Dikatakan Tunggul, sebagai lembaga pemerintahan tertinggi, seharusnya para pejabat tinggi di Pemprov Sumut memiliki inisiatif dan memberikan solusi yang tepat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang terjadi di Kuala Namu.

“Jadi tidak ada lagi alasan dari berbagai lembaga di Sumut ketika ditanya mengenai kendala yang terjadi di Kuala Namu. Mulai dari kejaksaanya begini, BPN (Badan Pertahanan Nasional, red) begitu, hingga Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Mereka masing-masing memiliki beragam alasan dengan keegoannya. Terus terang ini semua karena tidak adanya unsur pimpinan yang jelas di Sumut, mulai dari Gubernurnya yang masih Plt (Pelaksana tugas, red), Sekdanya pun Plt. Jadi leading sector-nya tidak jelas,” ujar Tunggul kepada Waspada Online, malam ini.

Menurut Tunggul, kalau saja unsur pimpinan di Pemprov Sumut bertindak langsung sebagai kordinator dalam hal ini, sudah pasti para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berhubungan langsung dengan pembangunan Kuala Namu tidak berani untuk beralibi. Namun leading sector-nya juga harus benar-benar serius, sehingga jika para SKPD tersebut beralibi sang leading sector bisa membantahnya, karena dia tahu betul biduk perkaranya.

“Disini tidak ada seorang kordinator bagi mereka, jadi masing-masing instrumen untuk pembangunan Kuala Namu ini jalan sendiri. Harusnya disini ada kordinator dan untuk posisi ini petinggi di Pemprov lah yang layak,” tandasnya.

Editor: HARLES SILITONGA

aguuungg
June 20th, 2011, 06:50 AM
Sunday, 19 June 2011 20:34

Pemprov Sumut abaikan Kuala Namu

AGUS ZULHAMIDI
WASPADA ONLINE


MEDAN – Beragam masalah yang hingga kini menghiasi proses realisasi Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), karena para petinggi di jajaran Pemerintahan Provinsi Sumatear Utara (Pemprov Sumut) tidak fokus untuk menangani jalannya mega proyek ini.

Pernyataan ini diutarakan oleh anggota Komisi D DPRD Sumut, Tunggul Siagian. Dikatakan Tunggul, sebagai lembaga pemerintahan tertinggi, seharusnya para pejabat tinggi di Pemprov Sumut memiliki inisiatif dan memberikan solusi yang tepat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang sedang terjadi di Kuala Namu.

“Jadi tidak ada lagi alasan dari berbagai lembaga di Sumut ketika ditanya mengenai kendala yang terjadi di Kuala Namu. Mulai dari kejaksaanya begini, BPN (Badan Pertahanan Nasional, red) begitu, hingga Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Mereka masing-masing memiliki beragam alasan dengan keegoannya. Terus terang ini semua karena tidak adanya unsur pimpinan yang jelas di Sumut, mulai dari Gubernurnya yang masih Plt (Pelaksana tugas, red), Sekdanya pun Plt. Jadi leading sector-nya tidak jelas,” ujar Tunggul kepada Waspada Online, malam ini.

Menurut Tunggul, kalau saja unsur pimpinan di Pemprov Sumut bertindak langsung sebagai kordinator dalam hal ini, sudah pasti para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berhubungan langsung dengan pembangunan Kuala Namu tidak berani untuk beralibi. Namun leading sector-nya juga harus benar-benar serius, sehingga jika para SKPD tersebut beralibi sang leading sector bisa membantahnya, karena dia tahu betul biduk perkaranya.

“Disini tidak ada seorang kordinator bagi mereka, jadi masing-masing instrumen untuk pembangunan Kuala Namu ini jalan sendiri. Harusnya disini ada kordinator dan untuk posisi ini petinggi di Pemprov lah yang layak,” tandasnya.

Editor: HARLES SILITONGA

duit yang masuk kekantong pejabat nya cuma sedikit jadi diabaikan deh. OPS :lol:
:piss

icracked
June 20th, 2011, 09:55 AM
Kuala Namu will be Indonesia's best design airport and most modern!:banana:

rilham2new
June 20th, 2011, 05:52 PM
MASSIVE parahhhhh ... Gede banget :D

Sy selalu suka kalau ada update dari ketinggian :D

t1t4n1c_1912
June 20th, 2011, 06:48 PM
Monday, 20 June 2011 19:49

Ada saja kendala Kuala Namu

INDRA WIDYASTUTI
Reporter-in-training
WASPADA ONLINE

MEDAN - Pembangunan akses jalan dari dan ke Bandara Kuala Namu, hingga kini, masih terkendala pembebasan lahan. Ada lima lahan yang belum deal dengan masyarakat setempat untuk akses jalan non tol (arteri).

Kepala Bidang Perencanaan Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Utara, Tetty Magdalena Nasution, mengatakan, ada empat akses jalan yang direncanakan terhubung dengan bandara yang bakal menjadi terbesar kedua di Indonesia tersebut. Yakni, jalan arteri (non tol), jalan tol, jalur kereta api, dan jalur laut. Namun, hingga kini, pengerjaan jalan arteri masih menjadi fokus utama.

Untuk akses jalan arteri dari Simpang Kayu Besar ke Bandara Kuala Namu, yang merupakan akses utama menuju bandara, akan dibuat jalan sepanjang 13,5 kilo meter dengan empat lajur, dua arah, yakni Medan-Kuala Namu dan Kuala Namu-Medan. Progres pembangunan jalan non tol ini sudah 10 km di dua lajur atau satu sisi, dari Medan menuju Kuala Namu. "Progresnya sudah 10 km, dan itu tahap perkerasan," ujarnya kepada Waspada Online, malam ini.

Namun, katanya, jalan sepanjang 10 km tersebut belum merata. Masih loncat-loncat, artinya, jalan yang dibangun masih terputus-putus. Sebab, pemerintah masih terkendala pembebasan lahan. Dia menjelaskan, ada lima lahan yang hingga kini belum dibebaskan, yaitu, eks HGU PTPN III seluas 7,7 hektar. Lahan ini tinggal menunggu surat pelepasan aset dari Meneg BUMN karena harganya belum sesuai.

Lahan kedua adalah milik PTPN II seluas 10.333 meter bujursangkar. Kemudian, lahan seluas 8271 meter bujursangkar milik PT KAI yang saat ini sedang dalam proses. "Ini masih terkendala. Masyarakat disana bilang batas tanah 50 meter dari rel, ini berdasarkan surat yang pernah dikeluarkan BPN. Sementara PT KAI bilang 20 meter," bebernya.

Dia melanjutkan, lahan selanjutnya yang belum dibebaskan adalah eks HGU PTPN II seluas 77676 meter bujur sangkar di Kabupaten Deli Serdang. "Ini sudah dapat izin pelepasan dari Meneg BUMN. Tinggal menunggu draft dari gubernur untuk memberi santunan," jelasnya.

Lahan terakhir, adalah tanah masyarakat di Desa Araskabu Kecamatan Beringin seluas 9583 meter bujur sangkar. Menurut Tetty, lahan ini harus diinventaris ulang karena masih ada sengketa tanah wakaf antara ahli waris dengan masyarakat.

Editor: HARLES SILITONGA

Source : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=201001:ada-saja-kendala-kuala-namu&catid=77:fokusutama&Itemid=131

t1t4n1c_1912
June 20th, 2011, 06:53 PM
Monday, 20 June 2011 16:47

Investor Korea minati tol Kuala Namu

INDRA WIDYASTUTI
Reporter-in-training
WASPADA ONLINE

MEDAN - Sebuah perusahaan asal Korea berminat membangun jalan tol Bandara Kuala Namu dan akan segera melakukan survei ke bandara internasional pengganti Bandara Polonia Medan itu.

Menurut pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, rencana investor asal Korea tersebut akan berkunjung ke Kuala Namu pada tanggal 27 Juni mendatang untuk selanjutnya akan dilakukan MoU (Memorandum of Understanding) proyek jalan tol Kuala Namu-Arteri Tanjung Morawa.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara atau Pemprov Sumut akan melihat sejauh mana keseriusannya untuk membangun jalan tol ini. “Kita lihat sampai dimana keseriusan investor Korea tersebut. Kalau serius, maka kita akan terus lanjutkan. Hanya saja, sekarang ini di jalan tol arteri menuju Kuala Namu hanya tinggal pembebasan lahan saja. Ada sekira 18 KK (kepala keluarga) di dalam areal itu. Nanti, kalau sudah selesai ganti rugi lahan tersebut, maka pembangunan ini tetap dilanjutkan," katanya, sore ini.

Disebutkan Gatot, pembangunan Bandara Kuala Namu ini diharapkan sudah selesai pada 2012 tepatnya di bulan Oktober sudah bisa dilandasi pesawat. "Saya yakin, bandara terbesar nomor dua di Indonesia ini akan rampung, dan bisa dilandasi pesawat yang sangat besar,” ujarnya.

Editor: HARLES SILITONGA

Source : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=200990:investor-korea-minati-tol-kuala-namu&catid=77:fokusutama&Itemid=131

David-80
June 20th, 2011, 07:19 PM
^^ jgn lupa link berita nya bro titanic.

cheers

rahul medan
June 21st, 2011, 07:13 AM
http://www.hariansumutpos.com/2011/06/9304/gatot-oktober-2012-kualanamu-beroperasi.htm

unity
June 21st, 2011, 07:30 AM
Gatot: Oktober 2012, Kualanamu Beroperasi
11:42, 21/06/2011

http://www.hariansumutpos.com/wp-content/uploads/2011/06/kualanamu-tol.jpg

MEDAN- Pembangunan jalan tol Kualanamu-Tebingtinggi-Medan akan tetap dilanjutkan. Akses jalan menuju bandara yang direncanakan terbesar setelah Soekarno Hatta itu, diupayakan selesai secepatnya.

“Kalau tidak selesai, dikhawatirkan akan menggangu proyek pembangunan bandara Kualanamu, bandara terbesar kedua di Indonesia,” jelas Plt Gubernur, Gatot Pujo Nugroho, kemarin (20/6).

Terkait pembangunan jalan tol tersebut, investor asal Korea Selatan yang menyatakan ketertarikan melaksanakan proyek tersebut akan datang 27 Juni mendatang. Diharapkan, kedatangan investor tersebut sekaligus menandatangani surat kesepahaman kerja sama (MoU/Memorandum of Understanding). “Kita lihat sampai di mana keseriusan investor Korea tersebut. Kalau serius, maka kita akan terus lanjutkan,” ujar Gatot.

Saat ini, proyek jalan tol alteri menuju Kualanamu tinggal pembebasan lahan. “Ada sekitar 18 KK di areal,” tambah Gatot.

Disebutkan Gatot, pembangunan Bandara Kualanamu diharapkan bisa dilandasi pesawat Oktober 2012. “Saya yakin, bandara terbesar nomor dua di Indonesia ini akan rampung, dan bisa dilandasi pesawat yang sangat besar,” tukas Gatot.

Sebagai informasi, pembangunan Bandara Kualanamu yang terletak di Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, saat ini masih dalam proses pembangunan yang ditangani PT Angkasa Pura telah mencapai 65 persen. Pembangunan itu sedikit terkendala, karena akses jalan (jalan tol) Tanjungmorawa menuju Bandara Kualanamu menuju arah Tebing Tinggi sepanjang 72,03 Km terkendala pembebasan lahan.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dalam acara Indonesia International Infrastructure 2011 di Jakarta baru-baru ini mengatakan, sudah ada tiga kontraktor nasional lolos prakualifikasi tender tol Medan-Kualanamu yang dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Ketiga kontraktor nasional tersebut masing-masing bermitra dengan kontraktor asal Cina, mengingat proyek itu didanai pinjaman pemerintah Cina sebesar USD137 juta.

Menurut Gatot, Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah I Ditjen Bina Marga Kementerian PU, Asep Sudrajat, sudah menyatakan ketiga kontraktor tersebut adalah PT Hutama Karya-CHEC CSEC, PT PP dengan Shanghai Construction General Company, dan PT Waskita Karya dengan Sinohydro Corporation Limited.

“Pada 5 Mei lalu sudah ada pengumuman penyerahan proposal dari perusahaan yang lolos prakualifikasi. Mereka diminta menyerahkan penawaran proposal dan dilanjutkan dengan penandatanganan rencana kontrak kerja pada 15 Juni 2011,” kata Gatot.

Meskipun lelang sudah siap dibuka, saat ini kondisi lahan yang sudah dibebaskan masih minim. Berdasarkan data Bina Pelaksanaan Wilayah I, baru terealisasi sebesar 2,77 persen sedangkan persentase pembayaran ganti rugi lahan baru 7,82 persen.

Adapun nilai pinjaman dalam paket pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu mencapai USD137 juta, dengan nilai pendamping APBN sebesar USD15,22 juta, sehingga totalnya USD152,22 juta. Adapun nilai investasi konstruksinya mencapai Rp1,14 triliun.

Menurut rencana,dalam proses lelang ruas Medan -Kualanamu- Tebing Tinggi, pemerintah akan menawarkan proyek tersebut kepada investor dengan skema public private partnership (PPP).Proyek ini direncanakan selesai pada 2015, sehingga dapat terkoneksi dengan jalan tol Belawan- Medan-Tanjung Morawa (Belmera). Sementara itu terkait penanganan jalan di Lintas Timur Sumatera, mengatakan saat ini 192,68 km dalam kondisi rusak berat, 262,40 km rusak ringan, 383,38 km kondisi sedang,dan 1.853,38 km dalam kondisi baik.(ari)

http://www.hariansumutpos.com/2011/06/9304/gatot-oktober-2012-kualanamu-beroperasi.htm

m4rk3y
June 22nd, 2011, 05:46 AM
ada yang ketinggalan nih...

http://static.panoramio.com/photos/original/54425763.jpg


Terlihat megah sekali.. keren dah.:banana:

t1t4n1c_1912
June 22nd, 2011, 06:31 AM
Rabu, 22 Juni 2011 , 01:50:00

Urus Pasir Bandara Kualanamu, Dephub Kirim Tim Lobi Bupati

JAKARTA -- Departemen Perhubungan (Dephub) sudah menerima laporan dari SPM Satker Perhubungan Udara terkait persoalan pasokan pasir yang digunakan untuk menimbun runway bandara Kualanamu. Dephub telah mengirim tim yang punya tugas khusus melobi bupati Deliserdang agar tidak menyetop penambangan pasir dimaksud.

"Saya sudah kirim tim ke Medan untuk bicara dengan bupati. Besok (hari ini, red) mungkin sudah bisa selesai," ujar Direktur Bandara Dephub, Bambang Cahyono, kepada JPNN di Jakarta, kemarin (21/6).

Kok baru kirim tim, padahal soal macetnya pasokan pasir sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu? Bambang menyebutkan, pihaknya mengambil langkah pengiriman tim setelah Satker sudah tidak sanggup menyelesaikan masalah ini. "Kalau Satker tak sanggup, kirim surat ke pusat, maka kita kirim tim untuk membantu," terangnya.

Bagaimana jika tim lobi tetap tidak berhasil? Bambang mengancam akan melaporkan masalah ini ke Wapres Boediono dan Unit Kerja Presiden Bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4). "Kalau tetap tidak selesai, kita bawa ke setwapres dan UKP4," tegasnya.

Bambang menjelaskan, masalah penambangan pasir itu muncul lantaran ada perubahan kebijakan dari bupati Deliserdang. Sebelumnya, katanya, izin penambangan pasir cukup dikelurkan oleh camat. "Ada perubahan policy, sekarang harus diurus ke bupati. Ini yang jadi persoalan," pparnya.

Dia berharap agar semua pihak mendukung proyek pembangunan bandara Kualanamu, sebagai proyek nasional. "Ini bukan proyek pemda. Kita mohon pengertian pemda. Kalau dulu sudah ada persetujuan, ya harus terus didukung dong. Kalau tidak, kita repot," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, penyelesaian pembangunan Bandara Kualanamu yang berlokasi di Kecamatan Pantailabu dan Beringin kembali terancam molor. Penyebab keterlambatan itu karena ketiadan pasokan pasir untuk penimbunan runway.

Pejabat SPM Satker Perhubungan Udara Sigit Widodo sebelumnya menjelaskan, sesuai jadwal, mestinya saat ini pekerjan penimbunan runway 85 persen. Tetapi karena tidak ada pasokan pasir menjadi 81 persen. "Ada ketertinggalan 4 persen,” bilangnya.

PT Waskita Yasa sebagai kontraktor pembangunan runway Bandara Kualanamu membutuhkan pasir sekitar 1,5 juta meter kubik untuk kegiatan penimbunan. Sementara kegiatan penimbunan terhenti karena Pemkab Deliserdang mendesak pihak PT Waskita Yasa agar tidak menerima pasir yang berasal dari wilayah Kabupaten Deliserdang dengan alasan tidak ada satupun kegiatan tambang pasir yang memiliki izin. (sam/jpnn)

Source : http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=95841

aedee
June 22nd, 2011, 10:43 AM
Rabu, 22 Juni 2011 , 01:50:00

Urus Pasir Bandara Kualanamu, Dephub Kirim Tim Lobi Bupati

JAKARTA -- Departemen Perhubungan (Dephub) sudah menerima laporan dari SPM Satker Perhubungan Udara terkait persoalan pasokan pasir yang digunakan untuk menimbun runway bandara Kualanamu. Dephub telah mengirim tim yang punya tugas khusus melobi bupati Deliserdang agar tidak menyetop penambangan pasir dimaksud.

"Saya sudah kirim tim ke Medan untuk bicara dengan bupati. Besok (hari ini, red) mungkin sudah bisa selesai," ujar Direktur Bandara Dephub, Bambang Cahyono, kepada JPNN di Jakarta, kemarin (21/6).

Kok baru kirim tim, padahal soal macetnya pasokan pasir sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu? Bambang menyebutkan, pihaknya mengambil langkah pengiriman tim setelah Satker sudah tidak sanggup menyelesaikan masalah ini. "Kalau Satker tak sanggup, kirim surat ke pusat, maka kita kirim tim untuk membantu," terangnya.

Bagaimana jika tim lobi tetap tidak berhasil? Bambang mengancam akan melaporkan masalah ini ke Wapres Boediono dan Unit Kerja Presiden Bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4). "Kalau tetap tidak selesai, kita bawa ke setwapres dan UKP4," tegasnya.

Bambang menjelaskan, masalah penambangan pasir itu muncul lantaran ada perubahan kebijakan dari bupati Deliserdang. Sebelumnya, katanya, izin penambangan pasir cukup dikelurkan oleh camat. "Ada perubahan policy, sekarang harus diurus ke bupati. Ini yang jadi persoalan," pparnya.

Dia berharap agar semua pihak mendukung proyek pembangunan bandara Kualanamu, sebagai proyek nasional. "Ini bukan proyek pemda. Kita mohon pengertian pemda. Kalau dulu sudah ada persetujuan, ya harus terus didukung dong. Kalau tidak, kita repot," paparnya.

Sebelumnya diberitakan, penyelesaian pembangunan Bandara Kualanamu yang berlokasi di Kecamatan Pantailabu dan Beringin kembali terancam molor. Penyebab keterlambatan itu karena ketiadan pasokan pasir untuk penimbunan runway.

Pejabat SPM Satker Perhubungan Udara Sigit Widodo sebelumnya menjelaskan, sesuai jadwal, mestinya saat ini pekerjan penimbunan runway 85 persen. Tetapi karena tidak ada pasokan pasir menjadi 81 persen. "Ada ketertinggalan 4 persen,” bilangnya.

PT Waskita Yasa sebagai kontraktor pembangunan runway Bandara Kualanamu membutuhkan pasir sekitar 1,5 juta meter kubik untuk kegiatan penimbunan. Sementara kegiatan penimbunan terhenti karena Pemkab Deliserdang mendesak pihak PT Waskita Yasa agar tidak menerima pasir yang berasal dari wilayah Kabupaten Deliserdang dengan alasan tidak ada satupun kegiatan tambang pasir yang memiliki izin. (sam/jpnn)

Source : http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=95841

Luar biasa, Proyek Nasional dihambat seorang bupati..
Hanya mungkin terjadi di era ini, pasti tak akan pernah terjadi di masa dulu..

rahul medan
June 22nd, 2011, 11:41 AM
Kuala Namu, daerah bisa tuntut pusat
Warta
HENDRI SYAHPUTRA
Reporter-in-training
WASPADA ONLINE

MEDAN - Diabaikannya Peraturan Daerah dalam pembangunan Bandara Kuala Namu khususnya Perda Pemkab Deli Serdang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemda bisa menggugat pemerintah pusat.

Alasannya, pemerintah pusat telah melanggar undang-undang tentang Otonomi Daerah (Otda) dan melanggar Peraturan Daerah (Perda), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang.

Penggugatan dan mempidakan pemerintah pusat itu karena dalam proyek pembangunan Bandara Kuala Namu, pemda kehilangan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari retribusi pengurusan izin yang seharusnya menjadi hak daerah.

Dimana perda yang dilanggar pusat antara lain, tidak adanya pemerintah Pusat untuk melaporkan dan membuat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin membuat Galian C tambang pasir dan tanah, serta Izin Amdal dari limbah proyek Bandara itu.

“Saya sarankan Pemerintah Sumut dan Pemkab Deli Serdang sudah bisa melakukan gugatan dan pidanakan pemerintah pusat. Karena telah melanggar Perda dan Undang-undang milik keduanya. Dimana gara-gara itu Sumut dan Deli Serdang merugi, karena tidak mendapakan PAD apa-apa dari pembangunan Kuala Namu,”tegas Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PPP, Bustami Hasibuan, kepada Waspada Online.

Dikatakan, alasan bahwa proyek Kuala Namu adalah proyek pusat yang vital sehingga mengabaikan hak-hak daerah. "Pemerintah pusat menjadi sesuka hati dan semaunya saja melanggar Perda dan tidak memberikan PAD yang ada selama ini diterapkan Pemerintah Sumut dan Deli Serdang pada Masyarakat Sumut," ujarnya

“Jangan gara-gara pemerintah Pusat yang membuat Sumut Dan Deli Serdang merugi, karena dilanggar perdanya, dan tidak ada diberikan kotribusi apa-apa dalam proyek itu, kita hanya diam saja. Kita bisa melakukan gugatan dan mempidakan Pemerintah kok.”

Sebelumnya, Bustami menyebut, pembangunan Bandara Kuala Namu berpotensi merugikan pemerintah daerah baik Sumut dan Deli Serdang karena sejumlah izin yang perlunya diurus malah tidak diurus yang dapat memberikan potensi PAD.

Peraturan Daerah (Perda) yang selama ini ditetapkan dan dilaksanakan oleh Pemprov Sumut dan Kabupaten Deli Serdang pada masyarakat, dalam mengelola Izin Membangun Bangunan (IMB), Galian C dan izin Amdal (Analisis Menganai Dampak Lingkungan) limbah tidak pernah diurus pemegang proyek sehingga merugikan pemerintah setempat untuk pendapatan dari pengurusan izin tersebut.

Berarti selama ini sambung politis asal Partai PPP ini, niat pemerintah pusat yang langsung mengerjakan proyek pembangunan Bandara Kuala Namu hanya untuk merugikan sejumlah daerah yang ada di Sumut saja dengan alasan bahwa proyek itu dikerjakan langsung oleh pemerintah pusat.

Seharusnya Pemerintah Pusat itu harus bijak dan adil dalam masalah Kuala Namu ini. Sebab,gara-gara ini pemerintah setempat dan merugi dibuatanya karena tidak mendapatkan apa-apa dari pembangunan Bandara Internasional itu,” ketusnya.

Editor : HARLES SILITONGA
(dat01/wol)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=201348:-kuala-namu-daerah-bisa-tuntut-pusat&catid=15:sumut&Itemid=28


Pusing deh ama masalah "kuala namu" ini...
masalah2 yg muncul dalam pembangunannya bukan diselesaikan, ttp malah di cari-cari...

t1t4n1c_1912
June 22nd, 2011, 11:44 AM
Mungkin ini lah akibatnya belum berjalannya otonomi daerah sebagaimana yang diharapkan, inkonsistensi antara peraturan pusat dgn peraturan daerah yg cenderung selalu berubah seiring bergantinya kepemimpinan, kurang ada komunikasi antara pusat dan daerah, dan terlalu banyak pihak yang mengutamakan kepentingan masing2. Sehingga untuk pembangunan 1 bandara saja di suatu daerah bisa terus terhambat oleh segala macam masalah yang tiada hentinya yang mengakibatkan molornya waktu penyelesaian, dan tentunya yang paling dirugikan adalah masyarakat setempat yang telah menantikan cukup lama untuk dapat menggunakannya. :bash:

blablanonsense
June 22nd, 2011, 03:14 PM
saya heran, kog pemda merasa di atas angin begini. Sudah menghambat pasokan pasir, meributkan IMB dan terakhir meributkan nama bandara. Saya bingung, bukannya menurut UU otsus, pemda tetap harus tunduk pada pusat untuk program nasional? Bukankah pejabat pemda itu dibawahnya menteri dalam negeri, yang adalah anggota kabinet pemerintah pusat? Tapi ya ujung-ujungnya pemda memang meributkan uang juga...
maaf OOT

David-80
June 22nd, 2011, 03:24 PM
“Saya sarankan Pemerintah Sumut dan Pemkab Deli Serdang sudah bisa melakukan gugatan dan pidanakan pemerintah pusat. Karena telah melanggar Perda dan Undang-undang milik keduanya. Dimana gara-gara itu Sumut dan Deli Serdang merugi, karena tidak mendapakan PAD apa-apa dari pembangunan Kuala Namu,”tegas Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PPP, Bustami Hasibuan, kepada Waspada Online.

Sadis.....jaman sekarang, pemda bisa menggugat dan mempidanakan pemerintah pusat....

gimana proyek infrastructure Indonesia bisa maju kalo kayak gini?.....:ohno:

cheers

laba-laba
June 22nd, 2011, 04:29 PM
pemkabnya kebiasaan mungut2 nih...

rahul medan
June 22nd, 2011, 06:01 PM
saya heran, kog pemda merasa di atas angin begini. Sudah menghambat pasokan pasir, meributkan IMB dan terakhir meributkan nama bandara. Saya bingung, bukannya menurut UU otsus, pemda tetap harus tunduk pada pusat untuk program nasional? Bukankah pejabat pemda itu dibawahnya menteri dalam negeri, yang adalah anggota kabinet pemerintah pusat? Tapi ya ujung-ujungnya pemda memang meributkan uang juga...
maaf OOT

setuju banget..
aku ampe tersenyum miris membaca berita tersebut..
sungguh berbelit-belitnya sistem pemerintahan di Indonesia..
harusnya mereka bangga di wilayah mereka akan hadir bandara sekelas kuala namu dan bersama-sama bahu membahu guna kelancaran dan kemajuan bandara tsb. negara bakal diuntungkan dan indonesia bisa berbangga dimata dunia jika bandara kuala namu dikelola dengan sempurna sehingga bisa bersaing dengan changi singapura dan KLIA nya malaysia (mgkn hanya sebuah mimpi di siang bolong pemerintah dan rakyat RI)... masing-masing divisi di pemerintahan hanya memikirkan gimana caranya memenuhi pundi-pundi mereka dari uang RAKYAT.. tetap yang menjadi korban adalah RAKYAT.. Ingat..... Untuk saat ini bandara kuala namu sudah menghabiskan dana trilyunan rupiah..
Apa mereka masih menutup mata dengan extreme nya letak bandara polonia..?? seluruh penjuru dari sisi bandara polonia sudah berjamur pemukiman, pusat bisnis dan perkantoran.. apalagi traffic di bandara polonia sangat padat. hampir 7juta penumpang pertahun
:bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash::bash:

rilham2new
June 22nd, 2011, 06:04 PM
Sadis.....jaman sekarang, pemda bisa menggugat dan mempidanakan pemerintah pusat....

gimana proyek infrastructure Indonesia bisa maju kalo kayak gini?.....:ohno:

cheers

Masyarakat mau menggugat Presiden dan Wakil Presiden aja bisa kok ... Presiden dan Menteri Pendidikan Nasional kita kan masih bermasalah secara hukum, atas gugatan soal Penyelenggaraan Ujian Nasional.

David-80
June 22nd, 2011, 06:23 PM
Masyarakat mau menggugat Presiden dan Wakil Presiden aja bisa kok ... Presiden dan Menteri Pendidikan Nasional kita kan masih bermasalah secara hukum, atas gugatan soal Penyelenggaraan Ujian Nasional.


Ham, betul, tapi maksud saya, dalam konteks proyek infrastructure yang berhubungan dengan pembangunan nasional. Kalo di negara lain pasti seneng, kalo pemerintah pusat membantu daerahnya, nah ini malah mau di pidanakan, hanya masalah IMB, bagi hasil, amdal tidak jelas...:nuts:

Masalah IMB seharusnya tidak merupakan masalah, coba tuh wakil rakyat suruh baca Peraturan pemerintah No 70 th 2001 yang mengenai bandar udara.

cheers

blablanonsense
June 22nd, 2011, 07:01 PM
Masyarakat mau menggugat Presiden dan Wakil Presiden aja bisa kok ... Presiden dan Menteri Pendidikan Nasional kita kan masih bermasalah secara hukum, atas gugatan soal Penyelenggaraan Ujian Nasional.

Masyarakat menggugat itu wajar, karena masyarakatlah yang memberi mandat ke pemerintah di dalam sistem demokrasi; masyarakat punya hak untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah. Lha ini, pemda... apa sih pemda itu... mereka tidak punya hak untuk menggugat, istilahnya pegawai kog mau merintah juragan... DPRD juga tidak jauh berbeda; kewenangan mereka kan hanya di tingkat daerah, kog ini ingin menjadi pahlawan kesiangan. Ada peraturan yang jelas, tapi mereka sendiri tidak mengerti, dan maaf, asal ngebacot. Kesannya egois sekali pemda-pemda yang selalu mencari-cari kesalahan hanya untuk memuaskan nafsu politik dan keserakahan mereka akan bagi hasil. Memang tidak bisa dipungkiri kalau daerah ingin menggenjot penghasilan dari PAD, tapi ya mbok sedikit kreatif lah, berpikir dengan cerdas bagaimana mencari penghasilan yang lain, misalnya dari sektor pariwisata kah atau memajukan industri di daerahnya; jangan serobot sana serobot sini. Ini mirip seperti pemda Maros yang ngotot minta retribusi parkir pesawat untuk PAD; padahal yang namanya parkir pesawat itu kan sumber penghasilan bandara, eh ini malah mau dikutak katik juga walaupun undang-undang-nya jelas. Kelihatan sekali kan betapa malasnya mereka untuk berpikir mencari sumber penghasilan baru. Kalau ada orang pemda yang merasa offended karena post ini, baguslah dan semoga hatinya terbuka...memang saya sengaja ingin membuat cecunguk-cecunguk ini malu hati...

t1t4n1c_1912
June 22nd, 2011, 07:13 PM
Kembali lagi ke permasalahan Otonomi Daerah. Kalo menurut gw, sejak era reformasi dan mulai diberlakukannya Otda, karena Otda masih termasuk hal yang baru dan belum dimengerti dan dijalankan dengan benar, makanya masih banyak pihak terutama daerah yang ga ngerti atau pura2 ga ngerti dan menyalahgunakan wewenang dengan mengatasnamakan Otda untuk menekan pihak lain termasuk pem pusat untuk kepentingan sepihak. Seharusnya UU Otda itu digunakan untuk memajukan daerah masing2 dengan wewenang yg telah diberikan, bukan disalahgunakan untuk menekan pihak lain dengan menggunakan wewenang atas nama Otda, seperti yg jelas sedang terjadi dalam kasus bandara Kualanamu ini, dimana ada anggota DPRD menyarankan ke pemkab Deli Serdang dan pemprov Sumut untuk mengugat pempus dengan atas nama Otonomi Daerah. So amazingly preposterous. :bash:

rilham2new
June 22nd, 2011, 07:33 PM
Masyarakat menggugat itu wajar, karena masyarakatlah yang memberi mandat ke pemerintah di dalam sistem demokrasi; masyarakat punya hak untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah. Lha ini, pemda... apa sih pemda itu... mereka tidak punya hak untuk menggugat, istilahnya pegawai kog mau merintah juragan... DPRD juga tidak jauh berbeda; kewenangan mereka kan hanya di tingkat daerah, kog ini ingin menjadi pahlawan kesiangan. Ada peraturan yang jelas, tapi mereka sendiri tidak mengerti, dan maaf, asal ngebacot. Kesannya egois sekali pemda-pemda yang selalu mencari-cari kesalahan hanya untuk memuaskan nafsu politik dan keserakahan mereka akan bagi hasil. Memang tidak bisa dipungkiri kalau daerah ingin menggenjot penghasilan dari PAD, tapi ya mbok sedikit kreatif lah, berpikir dengan cerdas bagaimana mencari penghasilan yang lain, misalnya dari sektor pariwisata kah atau memajukan industri di daerahnya; jangan serobot sana serobot sini. Ini mirip seperti pemda Maros yang ngotot minta retribusi parkir pesawat untuk PAD; padahal yang namanya parkir pesawat itu kan sumber penghasilan bandara, eh ini malah mau dikutak katik juga walaupun undang-undang-nya jelas. Kelihatan sekali kan betapa malasnya mereka untuk berpikir mencari sumber penghasilan baru. Kalau ada orang pemda yang merasa offended karena post ini, baguslah dan semoga hatinya terbuka...memang saya sengaja ingin membuat cecunguk-cecunguk ini malu hati...

Kalau memang dari awal niat membantu, harusny urusan legalitas juga dipikirkan, jangan sampai di belakang muncul celah. Celah seperti itu harus sudah ditutup. Kalau tidak ditutup artinya prinsip kehati-hatian dalam urusan LEGALITAS nya tidak diperhatikan. Kalau urusan beginian, maaf saja baik Pemerintah di Daerah dan Pemerintah Pusat sama-sama punya borok dalam skala tersendiri :D

Mengenai keegoisan PEMDA, nafsu politik, dan keserakahan tetap tidak menjadi justifikasi yang bisa menggugurkan hak PEMDA (manapun) untuk membuat gugatan kepada siapapun. Mengenai membuat gugatan, itu sih hak semua orang. Dan harusnya sama di mata hukum. Makanya, kalau dari awal sinergitas itu ada gak bakal kejadian deh kayak gini.

Menyalahkan PEMDA, ya gak bisa juga .. toh memang bener ada kesalahannya (setidaknya dari perspektif PEMDA). Legalitas bukan hal sepele. Manusia bisa berperkara gara-gara hal begini. Dan perspektif kita di sini sih cuman laku sebagai OPINI doank. Karena perspektif dari segi peradilan juga kan yang benar jadinya. Tapi, saya personal merasa .. kasus beginian tidak akan lama. Paling juga tutup buku sendiri, setelah "main bawah meja" nya selesai.

And after all, ini kan "dihembuskan" dari media daerah ...Biasalah kalau media daerah mempermasalahkan hal-hal sampai sedetail itu ... Di negara maju yang sistem media daerah nya berkembang sampai ke level COUNTY, di Amerika Serikat sana ... makin ke daerah,, bahasan media makin ngaco dan makin gak penting, karena hal penting yang mau dibahas juga kurang. :D. Saya tinggal di Sumatra sudah merasakan sendiri pola pemberitaan media lokal, di Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan ... yaa memang beginilah bahasa media lokal di Sumatra ... "Tukang Kompor"

laba-laba
June 24th, 2011, 03:28 AM
INDAG Jumat, 07 Jan 2011 07:30 WIB

Medan Belum Yakin PLN Siap

MedanBisnis – Medan. Kendati telah ditandatanganinya perjanjian kerja sama antara pihak PT Angkasa Pura (AP) Soekarno Hatta dengan PT PLN, General Manager PT AP II Bandara Polonia Medan, Bram Baroto Tjiptadi mengaku belum memikirkan akan memanfaatkan perusahaan listrik negara di bandara yang dipimpinnya kini.
Ia bahkan belum merasa yakin dengan kesiapan PT PLN di Sumut mengingat masih seringnya peristiwa mati lampu yang tentunya berdampak fatal bagi pelayanan dan penerbangan. "Kalau PLN di Jakarta mungkinlah, tapi kalau di sini (Polonia-red), aduh kita masih kurang yakin. Lihat saja sering mati lampu. Bisa kacau kalau di Bandara Polonia nantinya sering mati lampu," ujar Bram Baroto kepada MedanBisnis, di Medan Kamis (6/1).

Pun demikian, lelaki yang berpangkat Kolonel (Pnb) itu tidak ingin pesimis terhadap PLN. Menurutnya, jika PLN telah dapat menjamin tidak akan ada lagi pemadaman bisa saja suatu saat Bandara Polonia atau nanti di Kualanamu menggunakan daya listrik dari PLN.

"Memang saya belum melihat drafnya untuk Bandara Kualanamu nanti apakah masih menggunakan mesin sendiri atau menggunakan PLN. Tetapi yang jelas, kalau PLN dinilai telah cukup mampu tentunya bisa saja listriknya dari mereka. Tapi kalau ditanya sekarang, saya pikir kita masih yakin dengan mesin kita sendiri dulu," ujarnya.

Humas AP II Bandara Polonia Medan, Firdaus mengatakan saat ini pihaknya memiliki 5 generator dengan rincian 1.000 KPA sebanyak satu unit, 500 KPA sebanyak dua unit, 155 KPA satu unti dan 435 KPA satu unit. Dengan jumlah tersebut Firdaus meyakini telah mampu menunjang kebutuhan listrik di Bandara Polonia Medan. (irvan sugito)

source http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/01/07/14003/medan_belum_yakin_pln_siap/

rahul medan
June 24th, 2011, 04:14 AM
SUMUT
Jangan Tunda Penyelesaian
Bandara Kuala Namu

Jumat, 24 Juni 2011
MEDAN (Suara Karya): Fraksi Partai Golkar DPRD Sumatera Utara (Sumut) meminta pemerintah pusat untuk tidak menunda-nunda penyelesaian bandara baru Kuala Namu dengan berbagai alasan. Sebab, bandara tersebut merupakan kebanggaan masyarakat Sumut yang sudah lama ditunggu-tunggu.

"Kita tidak ingin Bandara Kuala Namu sebagai pengganti Bandara Polonia Medan ditunda lagi penyelesaiannya. Bandara ini sudah dua kali tertunda dari jadwal yang sudah ditetapkan. Pemerintah kita minta serius dalam penyelesaiannya. Medan sudah ketinggalan dari kota-kota di Indonesia di bidang bandara, padahal Medan kota ketiga terbesar di Indonesia," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sumut, Ajib Shah, kepada Suara Karya, Selasa.

Hal senada juga dikatakan anggota Fraksi Golkar yang lain, Sudirman Halawa. Pemprov Sumut dan pemkab yang bersinggungan dengan Bandara Kula Namu, seperti Deli Serdang dan Serdang Bedagai, sebaiknya memberikan perhatian penuh bagaimana agar penyelesaian bandara itu cepat selesai.

"Kita minta, guna penyelesaian ganti rugi tanah untuk pembangunan jalan tol dan non-tol ke bandara, Pemkab Deli Serdang dan Serdang Bedagai berperan. Begitu juga PTPN (PT Perkebunan Nusantara-Red) II yang tanahnya diambil untuk pembangunan jalan akses masuk bandara. Termasuk instansi yang berwenang seperti Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Pertanahan Nasional (BPN)," ucap Sudirman Halawa.

Menurut Ajib Shah, seandainya Satker (Satuan Kerja) Proyek Bandara Kuala Namu mengalami kendala dalam penyelesaian proyek, diminta berkoordinasi dengan DPRD Sumut, terutama Komisi D yang membidangi pembangunan, juga Pemprov Sumut dan instansi terkait lainnya. Dengan demikian, semua permasalahan dapat dipecahkan bersama.

Menurut catatan Suara Karya, penyelesaian Bandara Kuala Namu yang berlokasi di Kabupaten Deli Serdang, sekitar 30 km selatan Medan, itu sudah dua kali tertunda. Terakhir penyelesaiannya dijadwalkan Oktober 2012. Bandara yang memiliki luas sekitar 13.000 hektare itu akan memiliki dua landasan pacu, masing-masing sepanjang 3.750 meter x 60 meter, mampu menampung 255.617 pergerakan pesawat jenis A380 per tahun. (M Tampubolon)

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=281490

laba-laba
June 24th, 2011, 06:54 PM
FRIDAY, 24 JUNE 2011 18:59

Pasokan pasir pembangunan Kuala Namu distop

Warta
RIDIN
Koordinator Liputan
WASPADA ONLINE


(WOL Photo)
LUBUK PAKAM - Pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara, terus didera masalah. Setelah masalah anggaran, pembebasan lahan, tender ulang dan keterlambatan realisasi pembangunan, kini muncul masalah baru dengan terhambatnya pasokan pasir timbun untuk proyek runway.

Terhambatnya pasokan pasir timbun tersebut membuat penyelesaian pembangunan landasan pacu (runway) Kuala Namu terkendala dan tersendat selama 2 bulan terakhir. Bahkan keterlambatan ini bisa menghambat realisasi Bandara Kuala Namu beroperasi, terancam molor.

Pihak pengelola proyek bandara juga telah meminta advis ke DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Deli Serdang. Permohonan dukungan itu disampaikan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP II), Laurentius Manurung, didampingi Kasubdit Rekayasa Bandara Ditjen Perhubungan Udara, Polana, dihadapan Ketua DPRD Deli Serdang Ketua DPRD, Fatmawati Takrim serta anggota Komisi C DPRD.

Laurentius Manurung bersama Polana yang khusus datang dari Jakarta tersebut sempat menjelaskan pelaksanaan serta kendala yang dihadapi dalam pembangunan Bandara Kuala Namu. "Pembangunan runway mengalami ketertinggalan minus 5 persen. Padahal sejatinya pembangunan saat ini sudah mencapai 85 persen, tetapi kenyataan di lapangan berbeda," ungkapnya, malam ini.

Permasalahan keterlambatan pembangunan tersebut disebabkan keterbatasan ketersedian pasir sungai yang berguna untuk menimbun runway. Kebutuhan untuk penimbunan runway sekitar 1,5 juta meter kubik pasir sungai. Namun karena pemasok pasir ke bandara tidak memiliki izin galin C dari Pemkab Deli Serdang yang akhirnya menimbulkan gejolak."Sudah dua bulan pasokan pasir terhenti," jelasnya.

Polana melanjutkan, Pemkab Deli Serdang bersama DPRD mau membantu permasalahan yang dihadapi oleh para kontraktor bandara, untuk mempermudah pengurusan izin galin C. Semenjak terhentinya pasokan dari penambang pasir di sungai ular membuat laporan pekerjan menurun terus. Bahkan bila berlanjut demikian, dipastikan bandara bakal terlambat selesai dari target yang ditetapkan sekitar akhir 2012 mendatang.

Ketua DPRD, Fatmawati Takrim, didampinggi Ketua Komisi C, Abudi bersama anggota lainnya, Apoan Simanungkalit, Herwanhafil, menyampaikan dukungan sepenuhnya pelaksanan pembangunan Bandara Kuala Namu. Namun, disisi lain pihaknya harus melindungi warga Deli Serdang yang terkena dampak pembangunan bandara.

Kemudian, perihal perizinan galian C yang tidak dimiliki pemasok pasir ke bandara, Fatmawati Takrim menyarankan kepada PT AP II dan Dirjen Perhubungan Udara agar berkoordinasi dengan Pemkab Deli Serdang. "Soalnya selain tidak memiliki izin galian C, Pemkab Deli Serdang tidak mendapat PAD dari kegiatan ilegal tersebut," tegasnya.

Editor: HARLES SILITONGA
(dat03/wol)

source http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=201885:pasokan-pasir-pembangunan-kuala-namu-distop&catid=77:fokusutama&Itemid=131

=================================

udah gak usah diselesaikan aja Kuala Namu tuhh

laba-laba
June 24th, 2011, 08:18 PM
Pemkab DS Minta Rp8,5 M
11:07, 24/06/2011

BERANTAS KORUPSI DI DAERAH: Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM-UI) melakukan aksi teatrikal dengan menyapu uang, saat berunjuk rasa di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/6). //Tedy Kroen/Rakyat Merdeka/JPNN
Tarik Ulur Retribusi Pasir untuk Bandara Kualanamu

LUBUK PAKAM-Permasalahan pemenuhan kebutuhan pasir untuk penimbunan runway Bandara Kualanamu ternyata butuh keseriusan dan pembahasan lebih lanjut. Pertemuan dengan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP II) Laurentius Manurung, Kasubdit Rekayasa Bandara Ditjen Perhubungan Udara Polana, dengan Ketua DPRD Deli Serdang Ketua DPRD Hj Fatmawati Takrim, Rabu (22/6) lalu, ditindaklanjuti dengan pembicaran lanjutan, kemarin (23/6).

Pertemuan lanjutan digelar di ruang Komisi C DPRD Deli Serdang, dipimpin sekretaris komisi, Sarifudinrosa, serta dihadiri Kepala Project Implementation Unit (PIU) Angkasa Pura II, Joko Waskito, mewakili operator pembangunan Bandara Kualanamu. Hadir pula Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah Pemkab Deli Serdang Drs Hasbi Budiman MSi serta Kasat Reskrim Polres Deli Serdang AKP Anggoro Wicaksono SiK SH.

Dalam pertemuan itu, pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyatakan dukungan penuh pembangunan bandara terbesar kedua di Indonesia itu. Soal kebutuhan pasir.

Pemkab menyatakan siap membantu dengan syarat, PT Waskita Yasa selaku kontraktor pembangunan runway membayar retribusi dan pajak hasil galian C senilai Rp8,5 miliar. Perhitungan itu berdasarkan angka kebutuhan pasir sekitar 1,5 juta meter kubik dan retribusi Rp7.000 per kubik ke pemerintah kabupaten Deli Serdang.

“Pasir yang sudah sempat diterima dari penambang tetapi belum dibayarkan restribusinya akan dihitung ulang,” kata Kepala Dinas Pengelolan Keuangan Daerah Pemkab Deli Serdang Hasbi Budiman.

Sarifudirosa menambahkan, menurut Undang-undang No 4 /2009 tentang Pertambangan mineral dan batubara, pada pasal 158 setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP,IPR atau IUPR sebagaimana dimaksud dalam pasal 40 ayat (3), pasal 48, pasal 67 ayat (1), pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

“Kita berkepentingan bandara cepat selesai dibangun. Tetapi karena aturannya menyebutkan harus ada pengurusan izin, maka semua pihak wajib mengikutinya,” tegas politisi PBR itu.

Belum ada keputusan apakah PT AP II dan Ditjen Perhubungan Udara akan menerima permintaan pemkab Deli Serdang tersebut. Perwakilan pemerintah pusat itu berjanji membahas hal di tingkat internal untuk kembali dibahas pekan depan.

Seperti diketahui, pembangunan Bandara Kualanamu yang berlokasi di Kecamatan Pantailabu dan Beringin kembali terancam molor karena ketiadan pasokan pasir untuk penimbunan runway. “Sesuai jadwal, saat ini pekerjan penimbunan runway 85 persen. Tetapi karena tidak ada pasokan pasir menjadi 81 persen, ada ketertinggalan 4 persen,” bilang pejabat SPM Satker Perhubungan Udara Sigit Widodo, PT Waskita Yasa sebagai kontraktor pembangunan runway Bandara Kualanamu membutuhkan pasir sekitar 1,5 juta meter kubik untuk kegiatan penimbunan. Sementara kegiatan penimbunan terhenti karena Pemkab Deliserdang mendesak pihak PT Waskita Yasa agar tidak menerima pasir yang berasal dari wilayah Kabupaten Deliserdang dengan alasan tidak ada satupun kegiatan tambang pasir yang memiliki izin.

Kepala Dinas Cipta Karya Pemkab Deli Serdang Abdul Haris Pane, berjanji mencarikan solusi kekurangan pasir sungai itu, dengan membuat rencana peraturan bupati tentang pengambilan pasir sungai untuk kepentingan pembangunan Bandara Kualanamu. “Sabarya masih dicari solusinya, karena ini menyankut perda yang sudah ada,” bilangnya.

Menyikapi permasalahan kebutuhan pasir ini, Departemen Perhubungan (Dephub) mengirim untuk melobi bupati Deliserdang agar tidak menyetop penambangan pasir dimaksud. “Saya sudah kirim tim ke Medan untuk bicara dengan bupati,” ujar Direktur Bandara Dephub, Bambang Cahyono, Selasa (21/6) lalu.
Bagaimana jika tim lobi tetap tidak berhasil? Bambang mengancam akan melaporkan masalah ini ke Wapres Boediono dan Unit Kerja Presiden Bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4). “Kalau tetap tidak selesai, kita bawa ke setwapres dan UKP4,” tegasnya.

Bambang menjelaskan, masalah penambangan pasir itu muncul lantaran ada perubahan kebijakan dari bupati Deliserdang. Sebelumnya, katanya, izin penambangan pasir cukup dikelurkan oleh camat. “Ada perubahan policy (kebijakan), sekarang harus diurus ke bupati. Ini yang jadi persoalan,” paparnya.

Dia berharap agar semua pihak mendukung proyek pembangunan bandara Kualanamu, sebagai proyek nasional. “Ini bukan proyek pemda. Kita mohon pengertian pemda. Kalau dulu sudah ada persetujuan, ya harus terus didukung dong. Kalau tidak, kita repot,” ujarnya lagi.(btr)

source http://www.hariansumutpos.com/2011/06/9451/pemkab-ds-minta-rp85-m.htm


OOT http://www.hariansumutpos.com/2011/06/9449/masyarakat-deli-serdang-pantas-marah.htm

netsurfe
June 25th, 2011, 02:53 AM
“Kita berkepentingan bandara cepat selesai dibangun. Tetapi karena aturannya menyebutkan harus ada pengurusan izin, maka semua pihak wajib mengikutinya,” tegas politisi PBR itu.


Halaahhhh...... aturan hanya dijalankan oleh pihak yang diuntungkan, bukan karena semua pihak wajib mengikutinya.

rahul medan
June 25th, 2011, 06:44 PM
Saturday, 25 June 2011 21:45
Krisis pasir Kuala Namu usai?
Warta - Warta Fokus

WASPADA ONLINE

[(WOL Photo)]

(WOL Photo)
MEDAN - Krisis pasokan pasir di proyek landasan pacu Bandara Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara, diprediksi dalam waktu yang tidak terlalu lama segera teratasi. Krisis pasir penimbun runway (landasan pacu) bandara ini, sempat menghentikan pembangunan bandara ini.

"Dari hasil pembicaraan kami dengan Bupati Deli Serdang baru-baru ini, sepertinya sudah ada titik terang soal izin penambangan pasir untuk kebutuhan proyek landasan pacu Bandara Kuala Namu," kata Kepala Seksi Hukum, Humas dan Umum Project Implementation Unit (PIU) Bandara Kuala Namu PT Angkasa Pura (AP) II, Wisnu Budi Setianto di Medan, malam ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, menurutnya, berjanji akan memperlancar proses penerbitan izin penambangan pasir untuk PT Waskita Yasa selaku perusahaan kontraktor pembangunan landasan pacu Bandara Kuala Namu. Pasokan pasir untuk menimbun landasan pacu Bandara Kuala Namu terhenti sejak sekitar sebulan, terkait dengan himbauan Pemkab Deli Serdang dan DPRD setempat kepada PT Waskita Yasa agar tidak membeli pasir dari penambang ilegal.

Pemkab Deli Serdang juga melarang kegiatan penambangan pasir maupun tanah timbun tanpa dilengkapi surat izin resmi dari Dinas Cipta Karya dan Pertambangan setempat.

Sebelum pasokan pasir ke bandara itu terhenti, menurut dia, volume pasir yang sudah dipasok sudah mencapai sekitar 81 persen dari total kebutuhan sebanyak 1,5 juta meter kubik. Wisnu menambahkan, pihaknya berharap pasokan pasir untuk kebutuhan penimbunan runway bandara pengganti Bandara Polonia Medan itu bisa terealisasi sebelum awal Juli 2011. "Kegiatan penimbunan landasan pacu diharapkan kembali normal sebelum akhir Juli 2011, sehingga tahapan pengerjaan landasan pacu bisa berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan," ujarnya.

Dia membenarkan, keterlambatan proses penimbunan landasan pacu bisa menghambat jadwal penyelesaian pengerjaan keseluruhan proyek Bandara Kuala Namu yang diestimasikan selesai akhir tahun 2012. "Kami berharap agar semua pihak mendukung proyek pembangunan Bandara Kuala Namu, sehingga nantinya bandara tersebut bisa dioperasikan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah," katanya.

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=202072:krisis-pasir-kuala-namu-usai&catid=77:fokusutama&Itemid=131

t1t4n1c_1912
June 27th, 2011, 05:43 AM
Tol Medan—Kuala Namu siap dilelang

Oleh Mia Chitra Dinisari
Published On: 26 June 2011

JAKARTA: Kementrian Pekerjaan Umum akan melelang proyek tol Medan-Kualanamu paling lambat pada Juli 2011.

Dirjen Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan kontrak proyek dengan nilai sekitar Rp1,75 triliun itu diharapkan sudah diteken kontraknya pada Juni 2011, sehingga pada Juli 2011 kegiatan konstruksi proyek itu bisa dilaksanakan.

"Kita harapkan konstruksi bisa dilaksanakan pada Juli 2011, karena Juni ini diperkirakan kontrak proyek sudah ditandatangani," ujarnya kemarin.

Pembebasan lahan proyek jalan tol Medan-Kualanamu kini telah capai 40%, sehingga pemerintah optimis pada akhir Juni 2011 nanti kontrak proyek tersebut sudah bisa diteken.

Terkait denga pengadaan lahan, Djoko mengatakan saat ini sudah mencapai sekitar 40-50% terealisasi, dan ditargetkan pada 2012 seluruh pengadaan lahan bisa rampung diselesaikan. Proses pengadaan lahan itu, menurutnya cukup sesuai jadwal yang diperkirakan sebelumnya.

Dia menjelaskan setelah kegiatan konstruksi tol yang menjadi bagian dari pemerintah tersebut, diharapkan akan segera dilanjutkan dengan proses lelang proyek tol yang menjadi bagian dari proyek yang akan dikerjasamakan dengan swasta dengan pola pembiayaan public private partnership.

Pasalnya dengan dilaksanakannya proyek yang menjadi kewenangan pemerintah itu, juga menjadi jaminan dari kepastian kelanjutan proyek itu sendiri bagi swasta.

Apalagi, proyek tol PPP hingga Tebing Tinggi itu merupakan salah satu dari lima proyek show case lima proyek PPP yang telah dinyatakan siap lelang oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal saat ini.
“Karena ini merupakan bagian dari proyek PPP prioritas pemerintah, kami juga berusaha menggenjot pelaksanaannya,” tambahnya.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan sebelumnya menyatakan pengadaan proyek tol Medan Kualanamu yang akan dibiayai dengan pola PPP akan mendapat jaminan dari PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII) yang akan memberikan jaminan pada proyek tersebut.

Jaminan tersebut merupakan jaminan berupa cash seperti asuransi yang akan menjamin pembiayaan proyek jika sewaktu-waktu terjadi keterlambatan pembayaran. (sut)

Source : http://www.bisnis.com/infrastruktur/properti/28868-tol-medankuala-namu-siap-dilelang

t1t4n1c_1912
June 27th, 2011, 05:55 AM
Jika berita tentang progress pembebasan lahan untuk jalan tol ke Kualanamu telah mencapai 40% itu benar apa adanya, then it's really good news. Karena satu, benar ada progress dari pembebasan lahan setelah usaha dan lobi dari pihak sana sini; kedua, berarti proses pengerjaan yang akan segera dimulai dan mudah2an bisa selesai tepat pada waktunya. Tapi terkait dengan kejadian dan pengalaman2 sebelumnya bahwa janji2 dari pemerintah jarang ada yang sesuai dengan realita di lapangan dan informasi yang diberikan juga ga selalu akurat, gw masih rada pesimis dan ga yakin kalo angka 40% itu benar apa adanya, karena terakhir gw baca kalo ga salah masih sebatas single digit atau sekitar 8%. Moga2 aja keraguan gw salah kali ini. :cheers:

Happy Man
June 27th, 2011, 11:58 AM
Jika berita tentang progress pembebasan lahan untuk jalan tol ke Kualanamu telah mencapai 40% itu benar apa adanya, then it's really good news. Karena satu, benar ada progress dari pembebasan lahan setelah usaha dan lobi dari pihak sana sini; kedua, berarti proses pengerjaan yang akan segera dimulai dan mudah2an bisa selesai tepat pada waktunya. Tapi terkait dengan kejadian dan pengalaman2 sebelumnya bahwa janji2 dari pemerintah jarang ada yang sesuai dengan realita di lapangan dan informasi yang diberikan juga ga selalu akurat, gw masih rada pesimis dan ga yakin kalo angka 40% itu benar apa adanya, karena terakhir gw baca kalo ga salah masih sebatas single digit atau sekitar 8%. Moga2 aja keraguan gw salah kali ini. :cheers:

yaaahhh...begitulah bro..(SKEPTIC Mode : ON) mudah2an aja beritanya benar. Kayaknya sekarang saya sudah malas kasih komentar. Udah banyak makan ati :lol: Just wait n see aja deh....:cheers:

laba-laba
June 29th, 2011, 06:21 AM
malas aku bacanya, jadi ku kasih link aja ya...

http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=202825:pemprov-sumut-bingung-bayar-kuala-namu&catid=77:fokusutama&Itemid=131

http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=202746:proyek-bandara-internasional-kuala-namu-bisa-diboikot&catid=15:sumut&Itemid=28

http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=202222:bandara-kuala-namu-daerah-meradang&catid=15:sumut&Itemid=28

source : waspada online www.wasapada.co.id

blablanonsense
June 29th, 2011, 06:36 AM
maksudnya tidak menguntungkan bagi daerah itu apa? Kan Kuala Namu menguntungkan provinsi Sumut juga, malah pemkab deli serdang tidak usah keluar uang untuk membangun, hanya disuruh untuk membantu mengadakan pasir. Tidak mengeluarkan modal untuk membangun kog berharap untuk memperoleh semua pemasukan bandara dan properti bandara itu sendiri. Di semua daerah juga bandara di kelola oleh angkasa pura, jadi mengapa Pemkab Deli Serdang ngotot ingin punya dan mengelola bandara sendiri? Belum tentu punya keahlian mengelola bandara; kalau menghisap uang bandara untuk kepentingan sendiri sih kayaknya sudah patut mendapat gelar professor.

bataxbond
June 29th, 2011, 08:19 AM
Maaf abang dan kakak skalian,
sebelumnya saya mau tanya...

Sprt yg ada di Peraturan pemerintah No 70 th 2001 Pasal 13

Bupati atau Walikota memberikan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk bangunan-bangunan yang bukan fasilitas pokok bandar udara dan berada di atas tanah yang terletak di dalam daerah lingkungan kerja bandar udara dengan mempertimbangkan saran teknis dari penyelenggara bandar udara.

Yang termasuk bangunan bukan fasilitas pokok meliputi apa ya? Soalnya sepengetahuan saya, bangunan seperi; terminal, tower, cargo, bangunan untuk fasilitas listrik, depo minyak..itu kan termasuk bangunan pokok bukan..CMIIW

kalo memang yg saya sebutkan tadi benar?? berarti pemda dan pemprove tidak berhak lah mengenakan pajak IMB

Mohon penjelasannya, soalnya yg slama ini santer dipermasalhkan ya seputar izin dan IMB

TQ

anno_malay
June 30th, 2011, 02:16 AM
koq kayaknya ribet banget utk infrastruktur vital beginian ya pemda2 itu..
itu khan nanti bakal punya efek domino...

brrrrrr...

blablanonsense
June 30th, 2011, 07:13 AM
^^ dibilang domino malah yang mereka pikirin main gaplek lagi :lol: :lol: :lol:

Yang heran, masak kasus ini ga nyampe di kuping wapres sih? Mestinya pejabat pemda bisa ditegur Mendagri kan kalau mengada-ada seperti ini?

t1t4n1c_1912
June 30th, 2011, 07:29 AM
Iya, gw yakin semua orang (terutama masyarakat kota Medan) juga dah capek dan makin pesimis dengan proyek bandara kualanamu ini, karena banyak kali alasan2 dan kejadian2 yang terjadi yang seharusnya tidak perlu terjadi, seperti masalah IMB n PAD yg akhir2 ini sering diributkan pihak pemkab dan DPRD Deli Serdang, yg menyatakan akan memboikot proyek bandara krn tidak memberikan keuntungan n kontribusi apapun ke daerah krn semua dari awal smp pengelolaan bandara dipegang oleh pusat. :bash::bash:

t1t4n1c_1912
June 30th, 2011, 07:47 AM
Bukti konkretnya, hari ini ada sebuah artikel terbaru di harian waspada tentang permasalahan IMB, PAD dan kontribusi untuk daerah yang diributkan pihak pemkab dan DPRD DS ke pemerintah pusat. Cape gw bacanya, tapi apa boleh buat, itulah yang sering terjadi di negeri ini.:bash: Sekedar berbagi info aja.:ohno:


Wednesday, 29 June 2011 23:45

Pusat tidak pedulikan Kuala Namu

HENDRI SYAHPUTRA
Reporter-in-training
WASPADA ONLINE

Source : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=202954:pusat-tidak-pedulikan-kuala-namu&catid=77:fokusutama&Itemid=131

MEDAN - Mega proyek pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang saat sedang dikerjakan oleh pemerintah pusat, tidak memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah, baik Pemprov Sumut dan Pemkab Deliserdang.

Pasalnya, seluruh proyek dikerjakan pusat termasuk mengabaikan hak-hak daerah yang berkaitan dengan perda (peraturan daerah). “Jika memang pembangunan bandara itu tidak ada memprioritaskan untuk memajukan daerah. Lebih bagus bandara itu tidak usah dibuat oleh pemerintah pusat. Karena, selama ini suatu pembangunan itu yang mengelola pemerintah daerah, jadi tidak ada campur tangan pusat,” ujar anggota DPRD Sumut, Bustami Hasibuan, kepada Waspada Online, malam ini.

Makanya, sebut politisi dari PPP ini, sikap egois dan sabotase yang dilakukan pemerintah pusat untuk membuat bandara itu sudah menunjukan tidak adanya perhatian dan sikap pusat untuk membantu pemda, malah membuat rugi daerah yang tidak ada mendapatkan keuntungan. Ini juga terlihat dari mulai pembangunan hingga pengelolaannya. Makanya pusat dinilai tidak ada memprioritaskan pemda.

Betapa tidak, seharunya pemda mendapatkan konstribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Izin Mendirikan Bangunan IMB), izin Galian C, dan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang tidak ada dimiliki oleh kontraktor yang mengerjakan proyek Kuala Namu itu.

“Pusat memang tidak ada memiliki program agar memprioritaskan kemajuan pemerintah daerah, dari pembangunan proyek-proyek mega yang ada di daerah,” bebernya.

Editor: HARLES SILITONGA
Copy Editor: IMANIURI SILABAN

laba-laba
June 30th, 2011, 09:54 AM
terlepas dari masalah itu semua, apakah Pempropsu, pengkab deliserdang mereka semua yang menurus, melobi pemerintah pusat dalam upaya pelaksanaan proyek ini.
Aku takut, byk orang dulunya duduk2 aja tak peduli, stelah melihat KEMEGAHAN KUALA NAMU baru kayak kakek2 kebakaran jenggot.

anno_malay
June 30th, 2011, 10:34 AM
ckckckckckck
bener2 jadi gregetan gw baca berita di post 1462 atas...

brggggggggggggggg
wong bukannya berterima kasih gitu sudah dibantuin pusat sampe selesai..
keliatan banget jika mreka itu pengen kena 'ciprat'...

seharusnya negara kita sudah mulai memikirkan UU yang membahas masalah IMB ato sebangsanya yang peruntukannya ukt infrastuktur vital, sehingga tidak muncul lagi polemik "cari-cari lahan" seperti ini

ayo pejabat-pejabat ...anda semua itu dipilih untuk memajukan daerah anda khusunya dan untuk Indonesia umumnya..bukan mencari kepentingan pribadi/golongan

uchupp
June 30th, 2011, 10:48 AM
udah aja lah bapak2 dn ibu2 skalian... sbenernya tinggal nunggu slesai aj... dri pada brdebat2.... sbg info ni... (sblum ny jg udh di share), pasokan pasir sudah tidak ad hambatan lagi... dan akan mulai dikerjakan kembali secepatnya... mudah2an awal juli nanti, agar pembangunannya sesuai dengan jadwal...
om.. dan ibu2 skalian... ad pic terbaru gk??? trutama bung acen sma bung laba-laba nih yg rajin share pic KNIA... ad yg terbaru gk??? pasti tambah keren dong... \(^_^)/

t1t4n1c_1912
June 30th, 2011, 11:15 AM
Gw lmyn setuju dgn komentar bung Laba2 yg terakhir. Sebelum bandara Kualanamu bener2 mulai dibangun taon 2006 lalu, kayanya ga da satu orangpun dari pihak pemkab ataupun pemprovsu (kecuali mgkn almarhum bapak gubernur Rizal Nurdin) yang ada melakukan sesuatu alias melobi ke pempus utk mulai bangun kualanamu, semuanya terkesan cuek dan ga peduli dgn kondisi Polonia yang makin hari makin tidak memadai dan juga kemajuan ekonomi daerah. Pempus sendiri juga kalo bukan karena peristiwa Mandala yang sampai merenggut nyawa byk orang termasuk 2 mantan gubernur Sumut juga mungkin sampe skrg belum ada niat utk mulai membangun kualanamu. Jadi alangkah baiknya semuanya sekarang saling mendukung dan jangan saling menyalahkan atau mencari-cari kesalahan pihak lain lagi, dan bersama-sama membangun untuk kemajuan daerah Deli Serdang, kota Medan dan provinsi Sumut pada khususnya, dan negara Indonesia pada umumnya. Ini sbnrnya harapan gw, mski kalo diliat kondisi skrg yg carut-marut baik masalah teknis ataupun non-teknis dari pembangunan kualanamu khususnya, gw terus terang aja pesimis dengan pola pemikiran anggota DPRD dan juga pemda.

t1t4n1c_1912
June 30th, 2011, 11:24 AM
Dan bung uchupp, gw yakin semua org disini dan juga masyarakat Medan, DS dan Sumut juga sgt berharap kalo pembangunan kualanamu lancar2 aja tanpa ada hambatan berarti dan bakal diselesaikan tepat pada waktunya kali ini (setelah keterlambatan beberapi kali sebelumnya). Masalahnya skrg selain masalah teknis sperti pengadaan bahan pasir utk runway, juga byk masalah non-teknis seperti wacana pemboikotan oleh DPRD dan pemkab dan pemprovsu gara2 masalah IMB, PAD dan kontribusi utk daerah. Sebenarnya utk masalah non-teknis seperti ini, harus adanya komunikasi antara pempus dgn pemprovsu dan pemkab ttg perda dan UU yang telah diciptakan masing2 supaya bisa sejalan, namun kenyataannya byk perda yg diciptakan daerah tidak sejalan atau bahkan bertentangan dgn UU yang diciptakan pempus, jadi mana yg jadi acuan pun jadi tidak jelas dan akibatnya semua pihak jadi mencari kesalahan satu sama lain dan bertentangan. Hubungan yg harmonis antara semua stakeholder (pemilik kepentingan) dalam 1 proyek itu adalah keharusan, dan dalam hal ini stakeholder yg dimaksud adalah pempus, AP II, pemprovsu, pemkab dan masyarakat. Jadi moga2 aja selain pembangunan di lapangan terus bisa berjalan dengan lancar sesuai jadwal, dan masalah2 lain yang ditimbulkan selama ini bisa diselesaikan dengan baik oleh semua pihak. Amen. :cheers: :cheers:

t1t4n1c_1912
July 1st, 2011, 06:10 AM
Akhir2 ini hampir ga ada berita yang menggembirakan dari proyek bandara kualanamu ini yang gw baca. Selalu masalah dan tambah masalah yang ada. Bagi yang belum bosan untuk membaca tentang masalah kualanamu, silahkan baca artikel terbaru dari harian waspada ini. :ohno:

Friday, 01 July 2011 00:29

Warga lawan proyek jalan Bandara Kuala Namu

SUDARMANTO
WASPADA ONLINE

MEDAN - Rencana pembangunan jalan umum di pintu III menuju Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara, ditentang warga pemukim di sana. Alasannya, proyek pembangunan jalan di pintu III tersebut membuat akses warga tertutup karena jalan yang dibuka pihak proyek juga menjadi jalan masuk pemukiman.

Menurut warga setempat, Ulumuddin, kepada Waspada Online, tadi malam, mengatakan, penolakan pembukaan akses jalan umum menuju pintu III Bandara Kuala Namu disebabkan jalan pemukiman akan tertutup otomatis. "Mereka (Angkasa Pura, red) seenaknya menutup akses jalan umum yang masih dipergunakan masyarakat. Apalagi dengan mengatasnamakan mega proyek Bandara Kuala Namu," kata Ulumuddin.

Artinya, ganti rugi kepada waga belum ada titik temu. Namun, pihak project officer Kuala Namu seharusnya jangan seenaknya menutup akses jalan umum yang masih dipergunakan warga. "Seharusnya selesaikan dulu hak-hak warga. Setelah itu, silahkan apa yang mau dilakukan mereka (Angkasa Pura II, red)," sebutnya.

Ulumuddin menambahkan, pihak Bandara Kuala Namu juga seenaknya melakukan penggalian C untuk penimbunan berbagai akses yang diperlukan pihak Bandara Kuala Namu. Tapi diduga tidak memiliki izin dari Pemkab Deli Serdang.

Sementara, Kepala Humas PT Angkasa Pura, Wisjnu mengutarakan, pihaknya tidak memerlukan izin galian C dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Pertambangan Deli Serdang. "Tidak perlu adanya izin dari Pemkab Deli Serdang," ujarnya

Kepala Satpol PP Deli Serdang, SP Tambunan menegaskan, galian C di area Bandara Kuala Namu jelas ilegal. "Proyek Bandara Kuala Namu di daerah Deli Serdang harus mematuhi peraturan yang ada di daerah. Galian C Bandara Kuala Namu ilegal, karena tidak memiliki izin," ucap SP. Tambunan.

Editor: HARLES SILITONGA
Copy Editor: IMANIURI SILABAN

Source : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=203183:warga-lawan-proyek-jalan-bandara-kuala-namu&catid=15:sumut&Itemid=28

panitiakurban
July 1st, 2011, 01:09 PM
Kenapa ya Pemda mikirnya cuma jangka pendek: Bagaimana mendapatkan duit dari proyek ini. Dia gak mikir apa dampak besar jangka panjang setelah Kualanamu beroperasi. Semua sektor di Sumut (bukan hanya Deli Serdang!) bakal bisa jadi potensi sumber pendapatan. Gak sekedar IMB dan PAD yang paling brapa doang. Ampun dah.

Pusat dianggap ga pedulikan Kualanamu? Pemutarbalikkan fakta. Jelas2 yang boikot pembangunan itu Pemda dan DPRD. Gimana toh.

Maap emosi.

Semoga Bandara Kualanamu cepat selesai. Anjing menggonggong, khafilah tetap berlalu. Hehe..

bataxbond
July 1st, 2011, 05:07 PM
Kenapa ya Pemda mikirnya cuma jangka pendek: Bagaimana mendapatkan duit dari proyek ini. Dia gak mikir apa dampak besar jangka panjang setelah Kualanamu beroperasi. Semua sektor di Sumut (bukan hanya Deli Serdang!) bakal bisa jadi potensi sumber pendapatan. Gak sekedar IMB dan PAD yang paling brapa doang. Ampun dah.

Pusat dianggap ga pedulikan Kualanamu? Pemutarbalikkan fakta. Jelas2 yang boikot pembangunan itu Pemda dan DPRD. Gimana toh.

Maap emosi.

Semoga Bandara Kualanamu cepat selesai. Anjing menggonggong, khafilah tetap berlalu. Hehe..

Jawabannya ada beberapa sih bang, cuman yang cukup menohok awak rasa karena mereka duduk di pemerintahan karena dukungan partai. Apalagi yang namanya DPR mau pake D atau enggak sama aja...dan mereka udah ngluarin duit bejuta juta supaya bisa duduk di parlemen aka DPR. Jadinya mumpung ada proyek yang bisa dijadikan lahan untuk balmod [baca:balek modal], dengen segala kemegahan Kuala Namu.

Yang Kedua: Terkait dengan alasan di atas, MENTAL MANUSIANYA yang bobrok..yang mereka pikirkan cuma urusan kantong sendiri, cemana caranya bisa balek modal dan bisa untung dari kursi pejabat. Padahal kalo mereka bener˛ memiliki niat dan hati yang bersih, Selesainya proyek kuala namu ini, nama mereka juga akan di-anju-anju [klo orang batak bilang], dan nama mereka juga yang harum. Cuman ya gitulah...Kalo untuk menjabat aja pake keluar duit.

[maaf klo ada salah kata]

blablanonsense
July 1st, 2011, 05:08 PM
^^ numpang tanya, mengapa pasirnya ga dipasok dari daerah lain saja kalau pemkab dan DPRD DS tetap mengganggu jalannya proyek?

bataxbond
July 1st, 2011, 05:10 PM
^^ numpang tanya, mengapa pasirnya ga dipasok dari daerah lain saja kalau pemkab dan DPRD DS tetap mengganggu jalannya proyek?

Mungkin masalah operasional aja bang.kan semakin jauh sumber nya semkain besar juga biaya operasionalnya

titowahyu
July 2nd, 2011, 03:49 AM
tidak ada keseriusan...
gak bakalan jalan nie proyek...

t1t4n1c_1912
July 2nd, 2011, 08:17 PM
Akhirnya, setelah sekian lumayan lama cuma ada berita-berita kurang mengenakkan dari pembangunan bandara kualanamu, ada juga setitik berita positif yang bisa membuat orang sedikit lebih optimis, paling ga utk saat ini. :nuts:

Saturday, 02 July 2011 18:04

Kuala Namu, izin pembebasan lahan keluar

INDRA WIDYASTUTI
Reporter-in-training
WASPADA ONLINE

MEDAN- Pembangunan jalan arteri menuju Bandara Kualanamu akan segera rampung. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah mengeluarkan surat izin pelepasan lahan eks HUG dan HGU PTPN II yang mendominasi pembangunan akses road non tol tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Tim Koordinasi Percepatan Pembebasan Lahan Non Tol Kualanamu, Johan Samose Harahap kepada Waspada Online, hari ini. Dia menuturkan, tanggal 27 Juni lalu, surat izin pelepasan tersebut sudah diambil dari Menteri Negara BUMN di Jakarta, yakni, untuk pembebasan lahan eks HGU dan HGU PTPN II sekitar 85 ribu meter persegi.

"Izin pelepasan sudah keluar dari Meneg BUMN. Tanggal 27 lalu kita ambil suratnya," katanya.

Disebutkannya, sebelumnya, ada sekitar 85 ribu meter bujursangkar lahan eks HUG dan HGU PTPN II yang belum dibebaskan, dan itu sangat dominan terhadap pembangunan jalan non tol. Dengan adanya surat izin pelepasan ini, maka, sesegera mungkin, pembayaran dilakukan dan pembangunan dapat direalisasikan.

"Jadi, kalau ini sudah keluar, kemungkinan bisa cepatlah direalisasikan. Tinggal proses P2T dengan PTP," imbuhnya.

Dia menjelaskan, untuk pembangunan jalan arteri dari dan menuju Kuala Namu dengan empat lajur dua arah, ada sekitar 122 ribu meter bujur sangkar lahan yang harus dibebaskan. Kini, keseluruhan lahan yang dibebaskan sudah 62 persen. Dan hampir 80 persen lahan yang belum bebas itu adalah eks HGU dan HGU PTPN II, sementara lahan milik masyarakat hanya 20 persen. Kini, dengan keluarnya surat izin pelepasan dari Meneg BUMN, maka praktis, tinggal lahan masyarakat yang belum bebas.

"Yang paling penting izin sudah keluar dan P2T sudah bisa negoisasi langsung dengan PTP. Kalau itu belum keluar, tentu PTP tidak berani. Jadi, ini salah satu presentasi yang sangat besar. Ke depan, dalam waktu dekat, ini bisa clear," bebernya.

Lantas, bagaimana dengan lahan masyarakat yang belum ada kesepakatan harga? Menurut Johan Samose, tinggal proses musyawarah karena masih ada yang belum sependapat. Tapi teknisnya ada pada Satker dan Tim IX.

"Soal teknis lapangan ada pada P2T. Kita tim koordinasi melihat dimana yang sangkut, ternyata selama ini masalah yang sangat dominan adalah belum keluarnya izin pembebasan lahan. Maka itu, kita presure terus dan sekarang sudah keluar," ujar Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum dan Pemerintahan tersebut.

Seperti diketahui, pembangunan akses road non tol Kuala Namu sudah dikerjakan, dari panjang 13,5 km dengan empat lajur dua arah, sudah dibangun 10 km dua lajur. Namun, karena masih terkendala pembebasan lahan, jalan yang sudan dibangun sepanjang 10 km tersebut terpisah-pisah.

Editor: ANGGRAINI LUBIS

Source : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=203567:kuala-namu-izin-pembebasan-lahan-keluar&catid=77:fokusutama&Itemid=131

t1t4n1c_1912
July 3rd, 2011, 06:44 AM
Perda baru yang diciptakan untuk mengeruk uang, uang dan lebih banyak uang. :bash: :bash:

Sunday, 03 July 2011 05:55

Kuala Namu terhalang Perda?

RIDIN
Koordintor Liputan
WASPADA ONLINE

MEDAN – Kendala utama lambatnya penyelesaian pembangunan runway Bandara Kuala Namu adalah terhentinya pasokan pasir penimbun runway (landasan pacu). Hal ini terutama karena sampai saat belum adanya tindak lanjut kerjasama (MoU) antara pihak PT Angkasa Pura (AP II) dengan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang tentang izin dan pajak penambangan pasir untuk pembangunan runway Bandara Kuala Namu.

“Memang pembicaraan sudah ada dengan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP II) Laurentius Manurung dan Kasubdit Rekayasa Bandara Ditjen Perhubungan Udara Polonia. Tetapi hingga kini belum final,“ ujar Bupati Deli Serdang Amri Tambunan kepada Waspada Online, hari ini.

Menurut Amri, hal itu ditengarai selama ini retribusi pertambangan yang dibayarkan oleh pihak pengelola pembangunan Bandara Kuala Namu masih menggunakan Perda yang lama.

Namun kini Pemkab Deli Serdang telah memberlakukan Perda yang baru yaitu Perda nomor 2 tahun 2011 tentang retribusi. Sehingga pihak pengelola kekurangan dana untuk memenuhi ketentuan Perda yang baru, sehingga harus melakukan kordinasi kembali dengan pemerintah pusat.

“Kita tunggu saja bagaimana hasilnya,apakah mereka (pihak Bandara, red),yang jelas pemkab tidak akan mundur memberlakukan Perda tersebut,” katanya.

Sebelumnya anggota DPRD Deli Serdang menuding PT Waskita Yasa/Karya telah melecehkan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Pasalnya,hingga akhir Juni 2011 kemarin,pihak perusahaan BUMN itu tidak ada memasukkan permohonan izin terkait penambangan pasir di daerah itu.

Tenggat waktu itu sudah menjadi kesepakatan dalam pertemuan sebelumnya antara Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP II), Kasubdit Rekayasa Bandara Ditjen Perhubungan Udara dengan Pemerintah dan DPRD Kabupaten Deli Serdang. Disepakati pihak pengelola bandar Kuala Namu dalam hal ini PT Waskita Karya/Yasa membutuhkan 1.250.000 kubik pasir darat untuk material penimbunan runway.

Dalam hal ini pihak pengelola diwajibkan membayar retribusi sebesar Rp7.000/meter kubik sesuai perda nomor 2 /2011.Sehingga total keseluruhan yang harus dibayarkanm oleh PT Waskita Karya/Yasa ke kas pemkab Deli Serdang sekira Rp9 miliar (1.250.000 kubik x Rp 7000 ).

Sementara itu, menurut Kepala Seksi Hukum, Humas dan Umum Project Implementation Unit Bandara Kuala Namu PT Angkasa Pura (AP) II, Wisnu Budi Setianto mengatakan kepada Waspada Online bahwa PT Waskita Yasa, yang merupakan perusahaan kontraktor proyek penimbunan taxiway mengalami kendala untuk memperoleh pasokan pasir dan tanah timbun, yang diperoleh dari para pedagang lokal, sehingga kemampuan pasokannya terbatas.

Lanjutnya, dalam upaya mengoptimalkan volume pasokan pasir, pihak PT Waskita Yasa telah mengajukan surat permohonan untuk memperoleh izin galian C melalui pihak Dinas Cipta Karya serta Pertambangan Kabupaten Deli Serdang. Wisnu juga berharap agar Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Deli Serdang segera menerbitkan izin tersebut. "Dengan memiliki izin galian C, PT Waskita relatif lebih mudah memenuhi kontrak pengadaan pasir dan tanah timbun tanpa harus tergantung dari pemasok lain," sebutnya.

Sementara itu, kata Wisnu, di sektor pemadatan tanah yang mengaplikasikan teknik vertical drain dan penimbunan tanah atau preloading di landasan pacu sepanjang 4.450 meter, dibutuhkan pasir berserta tanah timbun sekitar 3,2 juta meter kubik. "Hingga saat ini proses pemadatan dan penimbunan tanah di landasan pacu baru terealisasi sekitar 10 persen lebih," bebernya.

Wisnu menyatakan, bila proses pemadatan berserta penimbunan tanah bisa terlaksana sesuai schedule, runway Kuala Namu rampung pada Oktober 2012. Hal ini karena proses pengerjaan runway, parkir pesawat, taxiway dan apron memakan waktu, karena sebelumnya lokasi tersebut merupakan sawah dan rawa.

Editor: ANGGRAINI LUBIS

Source : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=203609:kuala-namu-terhalang-perda&catid=77:fokusutama&Itemid=131

rahul medan
July 3rd, 2011, 08:16 AM
aneh lah kalau baca berita ttg Kuala Namu... sangat-sangat membosankan, lucu tp membuat emosi.. ntah wartawannya yg terlalu lebay atau apalah..
perhatikan aja deh, dalam waktu 1 hari aja bisa berubah-ubah info ttg kuala namu. yg pertama good news, trus bbrp jam kmudian bad news.. gitu terus...
Btw aku dah pernah masuk ke proyek Kuala Namu n aku liat pengerjaan di lokasi kompleks bandara yg amat luas tsb emank benar2 dikebut kok..
klo akses jalan diluar bandara baik tol, non tol dan jalur KA cuma ALLAH lah yg tahu kapan selesainya... haha....
indonesia oh indonesia...

bataxbond
July 3rd, 2011, 12:41 PM
Maaf mau nanya abang kakak skalian...agak OOT sih...

beberapa bulan yang lalu ada satu organisasi yang mengumpulkan dana untuk pembangunan Kuala namu...setelah mengumpulkan 1000 IDR, kok kabarnya gak ada lagi? tidak ketahuan apakah mereka sukses mengumpulkan duit, atau tidak...
Ada yang tau gak ya?

Thank you

abiepolaris
July 3rd, 2011, 05:59 PM
capek deh.. kalo aja wapresnya Jusuf Kalla pasti udah kelar dari dulu

laba-laba
July 3rd, 2011, 06:59 PM
capek deh.. kalo aja wapresnya Jusuf Kalla pasti udah kelar dari dulu

wah salah tuh. Yusuf kala swaktu jadi wakil presiden udah brapa kali ninjau kuala namu, tapi nihil, nol besar.
Dia peduli dan punya power ama daerahnya aja.

uchupp
July 5th, 2011, 10:33 AM
wah salah tuh. Yusuf kala swaktu jadi wakil presiden udah brapa kali ninjau kuala namu, tapi nihil, nol besar.
Dia peduli dan punya power ama daerahnya aja.

aku stuju tuh ama mr. laba-laba...
liat aja pembangunan di makasar...
trus ama proyek2 nya.. baik yg sedang dlm proposal atw yg sdg dlm pembangunan...
siapa lagi yg mendukung pembangunan itu kalo gak pak JK... :ohno:

rahul medan
July 6th, 2011, 06:18 PM
Pembangunan Jalan Arteri Kuala Namu Tunggu Pergub
Tribun Medan - Rabu, 6 Juli 2011 17:43 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Plt Gubernur Sumut, dalam waktu dekat akan mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) untuk pembebasan lahan guna pembangunan jalan arteri menuju Bandara Kuala Namu. Sebelumnya Kementrian BUMN telah melepaskan lahan HGU maupun eks HGU.

Hal tersebut dikatakan Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, Selasa (5/7). Disebutkannya, setelah Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengeluarkan izin pelepasan lahan atas lahan HGU dan eks HGU yang nantinya bakal dijadikan akses jalan menuju Kuala Namu, tidak ada masalah untuk pembebasan lahan tersebut.

"Pelepasan lahan dari BUMN sudah di dapat. Pemprov tinggal membuat prakonsultasi dengan forum pimpinan komunikasi daerah," kata Gatot seraya pihaknya menunggu masukan dari Pangdam, dan Kajati.

Jika nantinya draf pergub sudah mendapatkan masukan, dan telah clear dan tidak ada masalah lagi. Sehingga, lahan yang di simpang Kayu Besar-Kuala Namu yang terdiri dari tiga klaster masing-masing masih dikuasai PTPN, eks HGU serta masyarakat ini tinggal menunggu pemberian santunan saja.

Disebutkannya selama ini belum bisa dilakukan pembebasan lahan dengan pemberian ganti rugi ataupun santunan, dikarenakan belum adanya payung hukum.
"Namun sekarang, sudah ada, jadi tinggal menunggu Pergubnya saja," katanya seraya menekankan hal tersebut dalam waktu dekat akan diterbitkan.

Sekedar mengingatkan, Tim Koordinasi Percepatan Pembebasan Lahan Non Tol Kualanamu, Johan Samose Harahap, menyebutkan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 27 Juni lalu sudah mengeluarkan surat izin pelapasan lahan eks HUG dan HGU PTPN II yang mendominasi pembangunan akses road non tol tersebut.

Untuk pembebasan lahan eks HGU dan HGU PTPN II sekitar 85 ribu meter bujur sangkar. Jalan arteri ini, nantinya dari dan menuju Kuala Namu dengan empat lajur dua arah, ada sekitar 122 ribu m2, yang harus dibebaskan.

Kini, keseluruhan lahan yang dibebaskan sudah 62 persen. Dan hampir 80 persen dari lahan yang belum bebas adalah eks HGU dan HGU PTPN II, sementara lahan milik masyarakat hanya 20 persen. Pembangunan akses road non tol Kuala Namu sudah dikerjakan, dari panjang 13,5 km dengan empat lajur dua arah, sudah dibangun 10 km dua lajur. Namun, karena masih terkendala pembebasan lahan, jalan yang sudan dibangun sepanjang 10 km tersebut terpisah-pisah.

Gatot juga menambahkan, Kamis (7/7) mendatang akan bertemu dengan Wakil presiden. Untuk membahas tentang kelanjutan pembangunan Kuala Namu.(afr/ www.tribun-medan.com)

http://medan.tribunnews.com/2011/07/06/pembangunan-jalan-arteri-kuala-namu-tunggu-pergub

titowahyu
July 7th, 2011, 03:33 PM
Pembangunan Jalan Arteri Kuala Namu Tunggu Pergub
Tribun Medan - Rabu, 6 Juli 2011 17:43 WIB

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Plt Gubernur Sumut, dalam waktu dekat akan mengeluarkan peraturan gubernur (Pergub) untuk pembebasan lahan guna pembangunan jalan arteri menuju Bandara Kuala Namu. Sebelumnya Kementrian BUMN telah melepaskan lahan HGU maupun eks HGU.

Hal tersebut dikatakan Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, Selasa (5/7). Disebutkannya, setelah Kementrian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengeluarkan izin pelepasan lahan atas lahan HGU dan eks HGU yang nantinya bakal dijadikan akses jalan menuju Kuala Namu, tidak ada masalah untuk pembebasan lahan tersebut.

"Pelepasan lahan dari BUMN sudah di dapat. Pemprov tinggal membuat prakonsultasi dengan forum pimpinan komunikasi daerah," kata Gatot seraya pihaknya menunggu masukan dari Pangdam, dan Kajati.

Jika nantinya draf pergub sudah mendapatkan masukan, dan telah clear dan tidak ada masalah lagi. Sehingga, lahan yang di simpang Kayu Besar-Kuala Namu yang terdiri dari tiga klaster masing-masing masih dikuasai PTPN, eks HGU serta masyarakat ini tinggal menunggu pemberian santunan saja.

Disebutkannya selama ini belum bisa dilakukan pembebasan lahan dengan pemberian ganti rugi ataupun santunan, dikarenakan belum adanya payung hukum.
"Namun sekarang, sudah ada, jadi tinggal menunggu Pergubnya saja," katanya seraya menekankan hal tersebut dalam waktu dekat akan diterbitkan.

Sekedar mengingatkan, Tim Koordinasi Percepatan Pembebasan Lahan Non Tol Kualanamu, Johan Samose Harahap, menyebutkan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 27 Juni lalu sudah mengeluarkan surat izin pelapasan lahan eks HUG dan HGU PTPN II yang mendominasi pembangunan akses road non tol tersebut.

Untuk pembebasan lahan eks HGU dan HGU PTPN II sekitar 85 ribu meter bujur sangkar. Jalan arteri ini, nantinya dari dan menuju Kuala Namu dengan empat lajur dua arah, ada sekitar 122 ribu m2, yang harus dibebaskan.

Kini, keseluruhan lahan yang dibebaskan sudah 62 persen. Dan hampir 80 persen dari lahan yang belum bebas adalah eks HGU dan HGU PTPN II, sementara lahan milik masyarakat hanya 20 persen. Pembangunan akses road non tol Kuala Namu sudah dikerjakan, dari panjang 13,5 km dengan empat lajur dua arah, sudah dibangun 10 km dua lajur. Namun, karena masih terkendala pembebasan lahan, jalan yang sudan dibangun sepanjang 10 km tersebut terpisah-pisah.

Gatot juga menambahkan, Kamis (7/7) mendatang akan bertemu dengan Wakil presiden. Untuk membahas tentang kelanjutan pembangunan Kuala Namu.(afr/ www.tribun-medan.com)

http://medan.tribunnews.com/2011/07/06/pembangunan-jalan-arteri-kuala-namu-tunggu-pergub



waw...
4 lajur...???
lumayan lha ntu....:)

t1t4n1c_1912
July 7th, 2011, 07:44 PM
Thursday, 07 July 2011 23:47

Proyek KA Kuala Namu sesuai jadwal

Warta
WASPADA ONLINE

DELI SERDANG - Proyek pembangunan perlintasan kereta api (KA) dari Medan hingga Bandara Internasional Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, segera direalisasikan sesuai jadwal dan direncanakan selesai sebelum akhir tahun 2012.

"Pembangunan prasarana dan sarana KA Bandara Kuala Namu akan dimulai tahun 2011 ini," kata Kepala Seksi Hukum, Humas dan Umum Project Implementation Unit (PIU) Bandara Kuala Namu PT Angkasa Pura (AP) II, Wisnu Budi Setianto, tadi malam.

Untuk tahap awal, menurut dia, PT Railink selaku anak perusahaan PT (Persero) KA bekerja sama dengan pihak ketiga akan membangun jalur rel KA sepanjang lima kilo meter lebih mulai dari Desa Aras Kabu hingga menuju terminal Bandara Kuala Namu.

Seiring dengan pengerjaan pembangunan jalur rel KA tersebut, lanjut dia, kedua perusahaan tersebut akan merealisasikan pembangunan sarana fisik terminal 'city check in' yang berlokasi di gedung lantai dua hingga lantai empat terminal Stasion Besar KA Medan.

Disebutkannya, khusus untuk proses pembangunan seluruh prasarana dan sarana pendukung akses transportasi KA dari Aras Kabu hingga Bandara Kuala Namu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar delapan bulan dengan total anggaran sekitar Rp.84 miliar.

Wisnu membantah anggapan yang menyebutkan tahapan pengerjaan proyek KA bandara pengganti Bandara Polonia Medan itu terlambat dari jadwal yang direncanakan.

"Tahapan pengerjaan proyek perlintasan KA Bandara Kuala Namu masih sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Hingga kini belum ada kendala yang membuat rencana pembangunan proyek tersebut tertunda," katanya.

Humas PT KA Divre I Sumatera Utara-Aceh, Irwan, mengatakan proses pembangunan rel KA dari stasiun Aras Kabu hingga Bandara Kuala Namu saat ini masih dalam proses tender di Jakarta.

"Apabila proses tender selesai dan pemenangnya telah ditetapkan, berarti tahapan pengerjaan jalur kereta api tersebut sudah bisa direalisasikan," ujarnya.

Pembangunan rel KA dari stasiun Aras Kabu ke Kuala Namu merupakan wujud komitmen PT Kereta Api Indonesia dalam upaya turut mensukseskan proyek Bandara Kuala Namu yang direncanakan mulai dioperasikan sekitar awal tahun 2013.

"Melalui sarana transportasi kereta api khusus bandara itu nantinya, perjalanan dari Medan ke Bandara Kuala Namu hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Selain itu, calon penumpang juga relatif lebih mudah mengirim barang ke bagasi pesawat," ujar Irwan.

Editor: SUWANDI

Source : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=204546:proyek-ka-kuala-namu-sesuai-jadwal&catid=15:sumut&Itemid=28

bbq
July 8th, 2011, 05:20 PM
Thursday, 07 July 2011 23:47

Proyek KA Kuala Namu sesuai jadwal

Warta
WASPADA ONLINE

DELI SERDANG - Proyek pembangunan perlintasan kereta api (KA) dari Medan hingga Bandara Internasional Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, segera direalisasikan sesuai jadwal dan direncanakan selesai sebelum akhir tahun 2012.

"Pembangunan prasarana dan sarana KA Bandara Kuala Namu akan dimulai tahun 2011 ini," kata Kepala Seksi Hukum, Humas dan Umum Project Implementation Unit (PIU) Bandara Kuala Namu PT Angkasa Pura (AP) II, Wisnu Budi Setianto, tadi malam.

Untuk tahap awal, menurut dia, PT Railink selaku anak perusahaan PT (Persero) KA bekerja sama dengan pihak ketiga akan membangun jalur rel KA sepanjang lima kilo meter lebih mulai dari Desa Aras Kabu hingga menuju terminal Bandara Kuala Namu.

Seiring dengan pengerjaan pembangunan jalur rel KA tersebut, lanjut dia, kedua perusahaan tersebut akan merealisasikan pembangunan sarana fisik terminal 'city check in' yang berlokasi di gedung lantai dua hingga lantai empat terminal Stasion Besar KA Medan.

Disebutkannya, khusus untuk proses pembangunan seluruh prasarana dan sarana pendukung akses transportasi KA dari Aras Kabu hingga Bandara Kuala Namu diperkirakan membutuhkan waktu sekitar delapan bulan dengan total anggaran sekitar Rp.84 miliar.

Wisnu membantah anggapan yang menyebutkan tahapan pengerjaan proyek KA bandara pengganti Bandara Polonia Medan itu terlambat dari jadwal yang direncanakan.

"Tahapan pengerjaan proyek perlintasan KA Bandara Kuala Namu masih sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Hingga kini belum ada kendala yang membuat rencana pembangunan proyek tersebut tertunda," katanya.

Humas PT KA Divre I Sumatera Utara-Aceh, Irwan, mengatakan proses pembangunan rel KA dari stasiun Aras Kabu hingga Bandara Kuala Namu saat ini masih dalam proses tender di Jakarta.

"Apabila proses tender selesai dan pemenangnya telah ditetapkan, berarti tahapan pengerjaan jalur kereta api tersebut sudah bisa direalisasikan," ujarnya.

Pembangunan rel KA dari stasiun Aras Kabu ke Kuala Namu merupakan wujud komitmen PT Kereta Api Indonesia dalam upaya turut mensukseskan proyek Bandara Kuala Namu yang direncanakan mulai dioperasikan sekitar awal tahun 2013.

"Melalui sarana transportasi kereta api khusus bandara itu nantinya, perjalanan dari Medan ke Bandara Kuala Namu hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Selain itu, calon penumpang juga relatif lebih mudah mengirim barang ke bagasi pesawat," ujar Irwan.

Editor: SUWANDI

Source : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=204546:proyek-ka-kuala-namu-sesuai-jadwal&catid=15:sumut&Itemid=28

Trus gimana dengan lajur KA yg akan digunakan, apakah akan selajur dengan rel KA umum atau terpisah (seperti KLIA Transit & KLIA Express)? Setiap kali KA mau lewat, beberapa jalan protokol dalam kota harus ditutup, kebayang kan bakal gimana kondisi lalu lintas dalam kota seandainya kalo frekuensi KA Medan - KNIA tinggi?

rahul medan
July 8th, 2011, 06:21 PM
pengen ngelihat update new pict KNIA
:)

bataxbond
July 9th, 2011, 11:08 AM
Anggaran Bandara Kuala Namu bisa bengkak
(http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=204832:anggaran-bandara-kuala-namu-bisa-bengkak&catid=15:sumut&Itemid=28)Warta - Sumut

WASPADA ONLINE

DELI SERDANG - Kenaikan retribusi galian C di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dipastikan akan ikut menaikkan anggaran proyek penimbunan landasan pacu Bandara Internasional Kuala Namu.

"Kenaikan retribusi galian C dipastikan ikut berpengaruh terhadap anggaran untuk pengadaan pasir di Bandara Kuala Namu," kata Kepala Seksi Hukum, Humas dan Umum Project Implementation Unit (PIU) Bandara Kuala Namu PT Angkasa Pura (AP) II, Wisnu Budi Setianto, hari ini.

Retribusi galian C di Deli Serdang saat ini naik dari Rp800 meter kubik (M3) menjadi Rp7.500 per M3, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pertambangan Umum.

Disebutkannya, untuk menimbun dan memadatkan landasan pacu Bandra Kuala Namu sepanjang 4.450 meter dengan lebar sekitar 80 meter dibutuhkan pasir sekitar 1,2 juta M3. Dia menambahkan, aktivitas penimbunan landasan pacu atau run way Bandara Kuala Namu oleh PT Waskita Yasa sejak tiga pekan terakhir ini terhenti.

Pihak PT Waskita Yasa selaku perusahaan kontraktor pemenang tender pembangunan landasan pacu dilarang membeli pasir darat maupun tanah dari pemasok yang tidak memiliki izin galian C dari Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Kabupaten Deli Serdang.

Proses penimbunan landasan pacu di areal bandara itu hingga kini baru terealisasi sekitar 20 persen lebih. Untuk menjadikan agar proses penimbunan landasan pacu bisa selesai sesuai rencana pada Oktober 2012 mendatang, kata dia, dibutuhkan pasir darat minimal 5.000 M3 setiap hari.

PT Waskita Yasa bersama mitra kerja sama operasionalnya PT Waskita Karya Yasa hingga kini masih mengupayakan agar bisa memperoleh izin galian C, sehingga bisa terlibat langsung dalam kegiatan eksploitasi pasir darat untuk mempercepat proses penimbunan run way bandara yang direncanakan beroperasi sekitar awal 2013 itu.

Wisnu membenarkan, pihak pengelola proyek Bandara Kuala Namu bersama instansi pemerintah terkait di tingkat pusat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang kini masih mencari solusi tepat untuk menuntaskan masalah perizinan yang terkait dengan pengerjaan proyek bandara pengganti Bandara Polonia Medan itu.

"Kami berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, proyek penimbunan landasan pacu Bandara Kuala Namu bisa kembali terlaksana," katanya.
Editor: HARLES SILITONGA
Copy Editor: IMANIURI SILABAN
(dat02/wol/antara)

Kebetulan bermasalah, kebetulan diperlukan...mari naikkan harga...
Oh Indonesia...:applause::ohno::ohno:

laba-laba
July 13th, 2011, 03:47 AM
GREAT NEWS !!!

Infrastruktur Hari ini Pkl. 07:11 WIB

Bandara Kualanamu Molor Lagi Polonia Kian Terpuruk

MedanBisnis – Medan. Pembangunan bandara udara (bandara) baru Medan di Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), bakal molor lagi dari jadwal tahun 2012. Perkiraan ini menguat menyusul terjadi kendala atau hambatan delivery (pemesanan) tanah timbun.
Hal tersebut disampaikan Darpin Sinaga dari Satuan Kerja pembangunan Kualanamu pada rapat dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Sumut yang dipimpin Wakil Ketua Komisi Mustofawiyah di Gedung Dewan, Selasa (12/7).

Kendala pemesanan tanah timbun itu, jelasnya, antara lain terkait retribusi yang memberatkan pemborong. Sehingga sejak sebulan yang lalu, pengangkutan tanah timbun dihentikan. "Retribusi malah dinaikkan dari Rp 800 menjadi Rp 7.000 per meter kubik," kata Darpin.

Dikatakan, kenaikan retribusi yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, dinilai sangat memberatkan, sehingga permasalahan non teknis ini menjadi kendala penyebab kemunduran penyelesaian pembangunan run way (landasan pacu) bandara.

"Meski pemerintah pusat meminta Satuan Kerja harus menargetkan capaian pembangunan 90% tahun 2011, hal itu dipastikan tidak bisa dicapai. Karena jika tanah timbun tidak bisa diperoleh, maka pembangunan run way akan berhenti," jelasnya.

Hingga saat ini, menurutnya, progres capaian sektor publik sekitar 82,4%, sehingga untuk mencapai 90% tidak bisa dijamin, jika permasalah tidak bisa secepatnya diselesaikan. Meski pertemuan dengan wakil presiden telah memutuskan untuk memediasi pemkab Deliserdang dengan pihak pemborong.

Penjelasan Darpin ditanggapi Komisi C DPRD. Komisi ini meminta agar pembangunan tetap difokuskan pada percepatan pembangunan. "Mohon agar dikoordinasikan dengan kami kendala teknis maupun non teknis. Hal ini penting agar menjadi perhatian DPRD Sumut untuk menyelesaikannya," jelasnya.

Komisi ini kembali menekankan agar Satker tetap melakukan semaksimal mungkin agar pembangunan tetap bisa selesai pada 2012. "Kendala-kendala agar segera diselesaiakan, jangan menghalalkan pengunduran penyelesaian hanya karena masalah nonteknis tersebut," katanya.
Terpuruk

Pada kesempatan itu, GM Angkasa Pura II, Bram Bharoto Tjiptadi mengatakan, Bandara Polonia Medan kian terpuruk. Dikatakan, pengoperasian Bandara Polonia kian menuai masalah dan kendala dalam pengoperasiannya. Hal ini karena keterbatasan ruang dan perlengkapan yang dimiliki.

Terlebih lagi, katanya, karena saat ini tidak adalagi program penambahan kelengkapan bandara melainkan hanya kepada perbaikan dan perawatan. "Bukan saja mengenai luas bandara, namun juga masalah daya tampung parkir kendaraan pengunjung," kata Bram.

Hal yang membuat Polonia kian terpuruk, juga karena meningkatnya jumlah penumpang, dengan penambahan negara tujuan penerbangan. Dia juga mengatakan bahwa saat ini, banyak anggotanya yang masih mau menghalalkan segala cara dalam pengaturan perparkiran.

Bram sangat menyesalkan itu, meski sudah sering mengeluarkan surat edaran. "Bahkan saya sering menyamar dan banyak yang tertangkap basah," katanya. Meski demikian, pengawasan untuk keselamatan penumpang tetap diutamakan.

Hal lain yang menjadi kendala yang menyangkut kenyamanan di Bandara Polonia adalah kesadaran penumpang yang baru tiba dan akan berangkat dari Bandara Polonia masih rendah. "Terkadang baru keluar dari peswat, langsung menghidupkan rokok," katanya. Hal itu bisa menimbulkan berbagai ketidaknyamanan.

Terhadap permasalahan ini, Komisi C juga mengharapkan tetap adanya pelayanan maksimal dari Angkasa Pura II kepada para pengguna jasa bandara dan penerbangan. "Jangan karena Bandara Polonia mau pindah, sehingga pelayanan terabaikan," sebut Mustofawiyah. (benny pasaribu)

source : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/07/13/44725/bandara_kualanamu_molor_lagi_polonia_kian_terpuruk/#.Thz48Fsquxc
==============

hahahahahaha

Happy Man
July 13th, 2011, 03:57 PM
^^Bung laba2 sengaja mau nyindir ya?:nuts: Berita kayak gitu kok dibilang great news hehehe...:lol: Memang kita2 sudah pada apatis dan pesimistis sama proyek yang satu ini, jadi berita apa pun sudah dianggap great news...:lol::lol: Nasib...nasib....

balikpapan
July 13th, 2011, 05:53 PM
Badai pasti berlalu...

anno_malay
July 14th, 2011, 01:52 AM
GREAT NEWS !!!

Infrastruktur Hari ini Pkl. 07:11 WIB

Bandara Kualanamu Molor Lagi Polonia Kian Terpuruk

MedanBisnis – Medan. Pembangunan bandara udara (bandara) baru Medan di Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), bakal molor lagi dari jadwal tahun 2012. Perkiraan ini menguat menyusul terjadi kendala atau hambatan delivery (pemesanan) tanah timbun.
Hal tersebut disampaikan Darpin Sinaga dari Satuan Kerja pembangunan Kualanamu pada rapat dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Sumut yang dipimpin Wakil Ketua Komisi Mustofawiyah di Gedung Dewan, Selasa (12/7).

Kendala pemesanan tanah timbun itu, jelasnya, antara lain terkait retribusi yang memberatkan pemborong. Sehingga sejak sebulan yang lalu, pengangkutan tanah timbun dihentikan. "Retribusi malah dinaikkan dari Rp 800 menjadi Rp 7.000 per meter kubik," kata Darpin.

Dikatakan, kenaikan retribusi yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, dinilai sangat memberatkan, sehingga permasalahan non teknis ini menjadi kendala penyebab kemunduran penyelesaian pembangunan run way (landasan pacu) bandara.



source : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/07/13/44725/bandara_kualanamu_molor_lagi_polonia_kian_terpuruk/#.Thz48Fsquxc
==============

hahahahahaha

ckckckckckck :bash::bash::bash::bash:
naik 1000% ....apa-apaan itu...korupsi terbuka:ohno::ohno:

fajri
July 14th, 2011, 09:09 AM
Pengennya KNIA lancar2 sajaaaa..
masa proyek sebesar ini pihak2 yang lain malah gak peduli dan malah mencari keuntungan dr proyek ini..

Happy Man
July 14th, 2011, 12:50 PM
Pengennya KNIA lancar2 sajaaaa..
masa proyek sebesar ini pihak2 yang lain malah gak peduli dan malah mencari keuntungan dr proyek ini..

Inilah bedanya kita dengan bangsa lain, Cina misalnya. Kita (terutama oknum pejabatnya) lebih mementingkan kantong masing2 daripada kepentingan yang lebih besar. Kapan mau majunya kalo begitu....?:bash:

rahul medan
July 14th, 2011, 04:42 PM
Tuesday, 12 July 2011 22:02
Kuala Namu molor hingga 2013
Warta - Warta Fokus

INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE

[(WOL Photo)]

(WOL Photo)
MEDAN – Pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu yang digadang-gadang selesai tahun 2012 bisa molor lagi sampai 2013. Alasannya, ada sejumlah permasalahan yang kembali menghadang megaproyek tersebut.

Pejabat Satuan Kerja (Satker) Bandar Udara Medan Baru, Farel T Lumban Tobing, mengatakan, secara keseluruhan untuk sektor layanan publik seperti runway, apron, tower, dan bangunan penunjang lainnya, baru terealisasi 82,437 persen dari yang ditargetkan bulan ini yakni 85,07 persen. "Per tanggal 10 Juli, baru terealisasi 82,437 persen, padahal seharusnya 85,07 persen. Kita minus 2,65 persen," katanya kepada Waspada Online, malam ini.

Dia menambahkan, dari minus 2,65 persen tersebut, runway menyumbang keterlambatan terbesar yakni sekitar 1,7 persen. Farel menuturkan, runway hingga kini masih terkendala pasokan pasir dan tanah timbun karena belum dikeluarkannya izin Galian C dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang. Sehingga, penimbunan menjadi terkendala yang seharusnya sudah mencapai 24,5 persen, tetapi baru 8,9 persen.

Sementara untuk sistem navigasi seperti radar, utilitas seperti genset, pompa pengolahan limbah, pengolahan air bersih, dan pengolahan air kotor, hanya tinggal 8 persen. Begitu pun untuk pengadaan fasilitas bandara seperti ambulans, mobil pengangkut sampah, mobil pemadam kebakaran, dan mobil pembersih runway, tidak membutuhkan waktu yang lama.

Diprediksi, Desember 2011 akan rampung. "Kalau pengadaan itu tidak lama. Runway yang memakan waktu cukup lama," ungkapnya.

Farel menjelaskan, jika persoalan ini tak kunjung selesai, maka pengoperasian Kuala Namu diprediksi baru mulai pada Maret 2013 mendatang karena penyelesaian runway yang molor hingga akhir 2012.

Molornya penyelesaian proyek Kuala Namu dari target semula juga terungkap dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Sumut hari ini. Darfin Sinaga dari Satker Kuala Namu menyebutkan, direncanakan awal 2013 mendatang, perpindahan bandara tersebut, sudah bisa dilaksanakan.

Bahkan diawal juga direncanakan di akhir 2012 mendatang, bandara ini sudah bisa dioperasikan. Namun karena kendala non teknis, menyebabkan target awal ini terancam tak terealisasi. Dia menjelaskan, di tahun 2011 ini, dari sisi pelayanan publik seyogianya ditargetkan mencapai 90 persen. Namun target ini, tidak sampai sehingga dikhawatirkan baru selesai 2013 mendatang.

Dikatakannya, kendala tersebut dikarenakan sejak tiga minggu terakhir tidak bisa menimbun runway Kuala Namu. Dia berharap, dalam waktu dekat, semua bisa beres, sehingga pencapaian target 2012 tetap terus diusahakan.

Sementara rapat tersebut merekomendasikan agar PT Pembangunan Sarana dan Angkasa Pura II segera membentuk formulasi kerjasama dengan Kuala Namu. Selanjutnya, dalam upaya peningkatan PAD, untuk operasi Kuala Namu, meminta Satker melaporkan kendala non teknis agar jadi perhatian khusus.
Editor: HARLES SILITONGA
(dat02/wol)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=205410:kuala-namu-molor-hingga-2013&catid=77:fokusutama&Itemid=131


Tuesday, 12 July 2011 22:30
AP II pasrah Bandara Polonia sumpek
Warta - Medan

INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE

MEDAN – Kondisi Bandara Internasional Polonia Medan saat ini sudah terasa sumpek dan tak terkendali kenyamanan publiknya. Sayangnya, Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara ini, memastikan tidak akan mengembangkan Bandara Polonia dan hanya memfokuskan kepada pemeliharaan rutin hingga rampungnya Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Sikap tersebut langsung diutarakan General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Polonia, Bram Bharoto, dihadapan Komisi C DPRD Sumut, hari ini, yang turut dihadiri satker proyek Bandara Kuala Namu Deli Serdang. Dia juga mengatakan kalau bandara saat ini sudah seperti pool taksi karena taksi yang parkir sembarangan. Namun, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat apa-apa.

Begitu pun, pihaknya tetap mengutamakan pelayanan. Meskipun untuk keamanan, secara personil, mereka masih kurang memadai untuk melakukan penertiban di bandara. Saat ini, katanya, pihaknya hanya memiliki 96 orang petugas keamanan. Jumlah tersebut, masih sangat minim, dari yang diharapkan.

Dalam kesempatan yang sama dia menambahkan, dirinya sudah berulang kali memperingatkan hal tersebut. Termasuk dengan mengeluarkan surat edaran, namun juga hasilnya belum maksimal. Oleh sebab itu, tak jarang dia turun langsung ke lapangan, terutama di malam hari untuk memantau kemanan dan ketertiban di kawasan bandara.

"Saya kadang-kadang jadi seperti teroris kalau malam supaya para petugas yang ada waspada," ujarnya.

Pihaknya juga mengharapkan Bandara Kuala Namu akan selesai 2012 mendatang karena Polonia dinilai kurang aman untuk penerbangan karena dekat pemukiman warga. "Pembinaan lingkungan warga agak susah, seperti banyak anak-anak bermain layang-layang yang berpotensi mengganggu kemanan penerbangan," tandasnya.

Sejumlah kalangan mengeluhkan rendahnya kualitas pelayanan publik Bandara Polonia yang dikelola oleh Angkasa Pura II padahal, AP mengutip airport tax dari setiap penumpang yang akan menggunakan jasa Bandara Polonia yakni Rp35.000 untuk penumpang dalam negeri per orang dan Rp75.000 per orang untuk penumpang luar negeri.
Editor: HARLES SILITONGA

http://img841.imageshack.us/img841/5165/poloniadalam.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/841/poloniadalam.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=205436:ap-ii-pasrah-bandara-polonia-sumpek&catid=14:medan&Itemid=27

laba-laba
July 16th, 2011, 04:19 AM
Infrastruktur Hari ini Pkl. 07:13 WIB

Anggota DPRD Deliserdang Kecam Kasatker Bandara Kualanamu

MedanBisnis – Lubuk Pakam. Anggota DPRD Deliserdang H Syarifuddin Rosha mengecam dan menyesalkan ungkapan Satker Pembangunan bandara baru di Kualanamu, Darpin Sinaga. Darpin diduganya melakukan pembohongan publik dan memutar balik fakta menyangkut molornya pelaksanaan pembangunan Bandara Kualanamu.
"Kita sangat kecewa atas ungkapan Kepala Satker yang menyudutkan Pemkab Deliserdang sebagai penyebab terjadinya kemoloran pembangunan Bandara Kualanamu," ungkap anggota Komisi C DPRD Deliserdang itu, Kamis (13/7) lalu di Lubuk Pakam.

Menurut Syarifuddin Rosha, sangat tidak wajar Kepala Satker Pembangunan Bandara Kualanamu "mengkambing hitamkan" Perda Deliserdang No 2 tahun 2011 tentang pajak galian C sebagai penyebab terjadinya keterlambatan pembangunan run way Bandara Kualanamu.

Selama ini kebutuhan material galian C yang telah dipergunakan di lokasi pembangunan Bandara juga tidak memiliki izin yang secara otomatis tidak membayar pajak. Disebutkannya, seperti sudah diberitakan media massa, penetapan pajak galian C di Deliserdang menjadi salah satu faktor penyebab terlambatnya pembangunan bandara baru di Kualanamu.

Pada berita di MedanBisnis Rabu (13/7) lalu dikatakan pembangunan Bandara Udara (Bandara) Baru Medan di Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), bakal molor lagi dari jadwal tahun 2012. Perkiraan ini menguat menyusul terjadi kendala atau hambatan deliveri (pemesanan) tanah timbun.

Hal tersebut disampaikan Darpin Sinaga dari Satuan Kerja pembangunan Kualanamu pada rapat dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Sumut yang dipimpin Wakil Ketua Komisi Mustofawiyah di Gedung Dewan, Selasa (12/7).

Kendala pemesanan tanah timbun itu, jelasnya, antara lain terkait retribusi yang memberatkan pemborong. Sehingga sejak sebulan yang lalu, pengangkutan tanah timbun dihentikan. "Retribusi malah dinaikkan dari Rp 800 menjadi Rp 7.000 per meter kubik," kata Darpin.

Dikatakan, kenaikan retribusi yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, dinilai sangat memberatkan, sehingga permasalahan non teknis ini menjadi kendala penyebab kemunduruan penyelesaian pembangunan run way (landasan pacu) bandara.

"Meski pemerintah pusat meminta Satuan Kerja harus menargetkan capaian pembangunan 90% tahun 2011, hal itu dipastikan tidak bisa dicapai. Karena jika tanah timbun tidak bisa diperoleh, maka pembangunan Run Way akan berhenti," jelasnya.

Padahal, kata Syarifuddin Rosha, penetapan tarif itu sudah sesuai Perda No 2 Tahun 2011, nilanya sebesar Rp 7. 000 per m3. "Namun hingga kini pengelola pembangunan Bandara baru Kualanamu tidak memiliki izin sehingga tidak memiliki dasar untuk mengajukan permohonan pengurangan pajak," ujarnya.

"Terjadinya kenaikan pajak galian C di Deliserdang pada dasarnya bukanlah kehendak Pemkab Deliserdang untuk menjaring PAD semata. Namun kenaikan pajak galian C itu karena Perda No 2 Tahun 2011 merujuk kepada UU No 28 Tahun 2009," katanya lagi.

Kadis Infokom Deliserdang Neken Ketaren membenarkan kalau pajak galian C di Deliserdang telah naik dari Rp 800 per M3 menjadi Rp 7. 000 per M3. Dalam menentukan tarif pajak galain C, menurutnya, sesuai UU No 28 tahun 2009 ditetapkan 25% dari harga bahan dasar.

Karenanya, berdasarkan survei yang dilakukan Pemkab Deliserdang harga bahan dasar Rp 28. 000 sehingga ditetapkan pajak galain C menjadi Rp 7. 000 per m3.

Kata Neken lagi, pada prinsipnya Pemkab Deliserdang sangat mendukung pembangunan bandara baru di Kualanamu. Namun sangat disesalkan hingga kini masyarakat di sekitar lokasi pembangunan Bandara Kualanamu terus menerima dampak negatif. Jalannya menjadi rusak, pada musim kemarau debu beterbangan ke pemukiman penduduk sehingga banyak warga yang teserang penyakit ISPA. Sementara pada musim hujan kondisi jalan bagaikan kubangan kerbau.
Menjawab pertanyaan wartawan, Kadis Infokom Deliserdang itu juga membenarkan hingga kini Pemkab Deliserdang belum mengeluarkan izin galian C untuk pembangunan Bandara Kualanamu.

"Sejauh ini baru PT Waskita-Yasa yang mengajukan permohonan izin penambangan pasir timbun (galian C). Permohonan diajukan tertanggal 5 Juli 2011 itu masih dalam proses," tandasnya. (rinaldi samosir)

source : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/07/16/45381/anggota_dprd_deliserdang_kecam_kasatker_bandara_kualanamu/#.TiDz3lsquxc

ruperdo
July 16th, 2011, 08:43 AM
Badai pasti berlalu...

^^ abis itu muncul badai berikut nya.. :bash:

@b1
July 16th, 2011, 09:31 AM
^^ Baguslah kalo begitu. Sekalian aja gagalkan proyek bandara Kuala Namu dan dibikin jadi bandara militer dan kamp konsentrasi. :tongue: Masa harus nunggu jamannya satrio piningit dulu baru bandaranya jadi? :lol:

rahul medan
July 16th, 2011, 06:38 PM
Friday, 15 July 2011 11:32
Tunggu Kuala Namu, Polonia buka jalur
Warta
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE

MEDAN - Tahun 2011, Bandara Polonia Medan tidak banyak melakukan kegiatan investasi, hanya bersifat pemeliharaan. Ini mengingat rencana kepindahan ke Bandara Polonia yang semakin dekat.

General Manager Angkasa Pura (AP) II Bandara Polonia Medan, Bram Bharoto, mengatakan pemeliharaan dilakukan untuk mempertahankan level of sfety and security.

Dia menuturkan, sejumlah kendala yang dihadapi di Bandara Polonia, diantaranya, masih minimnya kesadaran masyarakat dan aparat terhadap peraturan tentang kebandarudaran dan peraturan-peraturan lainnya.

Disebutkannya, rencana pimindahan Bandara Poloni ke Bandara Kuala Namu akhir 2009 berubah menjadi 2012, telah membuat kapasitas Bandara Polonia 900 ribu pax per tahun menjadi 6,3 juta pax per tahun.

"Kepadatan lalulintas di depan Bandara Polonia sangat mempengaruhi pergerakan kenderaan di dalam bandara. Sehingga kini sedang ada pembuatan jalur baru ke luar bandara untuk mengurangi kemacetan di bandara depan terminal," bebernya, tadi pagi.

Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan aparat terkait untuk melaksanakan patroli di lingkungan bandara dan sosialisasi kepada masyarakat. Juga mengoptimalkan segala fasilitas yang ada untuk meningkatkan pelayanan kepada publik dengan tetap memprioritaskan aspek kemanan dan keselamatan penerbangan.

"Pada saat-saat padat, akses emergency dibuka untuk melancarkan arus keluar kenderaan," tandasnya.

Editor: SUWANDI

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=205884:tunggu-kuala-namu-polonia-buka-jalur&catid=15:sumut&Itemid=28

olivia9
July 18th, 2011, 04:46 AM
halo..
mw nanya ada yg punya masterplan bandara kuala namu dengan size besar jadi kalo di zoom ga burem.. kalo ada yg punya atau info dapet dimana tolong di kabari yaa.. aku butuh buat tugas akhir..
trima kasih =)

rahul medan
July 19th, 2011, 11:32 AM
Genjot Kualanamu, Gatot Ngadu ke JK
10:24, 19/07/2011

MEDAN- Bandara Kualanamu yang direncanakan akan selesai dan dioperasikan akhir 2012, masih dalam tahap pembangunan. Ada kekhawatiran, bandara terbesar di luar Pulau Jawa ini tidak akan selesai sesuai jadwal.
Melihat gelagat tersebut, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho meminta tolong kepada mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). Gatot meminta saran dan bantuan agar pembangunan bandara pengganti Polonia itu selesai tepat waktu.

“Kami minta tolong ke Bapak (JK, Red) ‘bantu kami pak agar bandara Kualanamu ini selesai’,” kata Gatot dalam kata sambutannya pada pelantikan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut, Senin (18/7) di Medan Club.
Spontan permintaan Gatot ke JK itu mendapatkan riuh tepuk tangan dan sambutan sejumlah undangan. Tak sedikit para pejabat tersenyum melihat Gatot menyerukan permintaan tolongnya kepada JK.

Setelah menyampaikan itu, giliran JK menaiki podium untuk menyampaikan kata sambutannya. Di sela-sela itu, JK menegaskan pada saat menjabat Wapres, dia meminta pembangunan Bandara Kualanamu segera diselesaikan. Bahkan, saat Rudolf M Pardede sebagai Gubernur, ia berulang kali meminta gambar atau desain bandara tersebut.
“ Rudolf menunjukkan ada dua gambar yakni ciri khas Toba dan Melayu. Saya ketika itu langsung berpikir. Ini bisa menimbulkan kecemburuan etnis, karena di Sumut banyak keturunan Jawa,” ucapnya.

JK langsung menegaskan, Bandara Kuala Namu harus berpandangan ke depan, seperti modern dan futuristik. Karena bandara itu merupakan tempat singgah sementara bagi para pendatang maupun orang yang hendak pergi.
Berkaitan ungkapan Plt Gubsu tadi, JK menyatakan, “Penyelesaian Bandara Kuala Namu bisa cepat selesai bila banyak pihak yang marah.” Dirinya saja ketika menjabat sebagai Wapres sudah tiga kali mendatangi bandara tersebut. Kehadirannya itu setiap enam bulan sekali. “Jadi kalau saya hitung, saya baru tiga kali marah bandara sudah berdiri seperti itu,” katanya sembari tersenyum disambut tawa para undangan.

Selanjutnya, untuk pembangunan tol, JK berpesan kepada para pejabat untuk memanfaatkan pengusaha lokal, karena di Makasar saja bisa dimanfaatkannya pengusaha lokal untuk membangun tol. “Saya yakin pengusaha lokal di Sumut bisa membangun jalan tol dan termasuk mengelolanya, Makasar saja bisa,” cetusnya.

Sebelumnya, seperti diberitakan Sumut Pos beberapa waktu lalu, GM Angkasa Pura II Bandar Udara Polonia Kol Penerbang Bram Baroto Ciptadi, Pelaksana Pembangunan Bandar udara Kualanamu Wisnu, Humas Angkasa Pura II Bandara Polonia Firdaus berharap Kualanamu selesai tepat waktu. “Diharapkan setelah 2012 nanti Bandar Udara Kualanamu sudah dapat dioperasiomalkan dengan keamanan penerbangan kita tingkatkan juga pelayanan yang dimaksimalkan,” ucap Bram.

Sampai saat ini, beberapa fasilitas gedung sudah selesai dibangun, seperti gedung kargo, security building, gate away.
Sementara itu Project Implementasi Unit yang juga Kepala Seksi Hukum/Humas Bandar Udara Kualanamu Wisnu Budi Setianto menjelaskan pembangunan 18 fasilitas bandara melibatkan Departemen Perhubungan, PT Angkasa Pura II, Bina Marga, PDAM, PLN, Telkom, dan Pertamina. Untuk sektor publik memiliki bobot 64.8096 persen dengan realisasi 39.6120 persen. Sementara sektor privat dari bobot 35.1904 persen sudah terealisasi 20.6289 persen.

Pintu masuk dan keluar sudah terpasang 10 dengan tujuh yang difungsikan. Bangunan terminal Cargo sendiri 12.200 m2 dimana 9.000 m2 untuk gudang, 1.600 m2 untuk perkantoran, dan 1.600 m2 atap beton bangunan. Cargo berkapasitas 86 ton/tahun dengan luas parkir 6680 m2. Terminal penumpang seluas 90.000 m2 dgn kapasitas delapan juta per tahunnya. Bangunan terminal dan pier ditargetkan selesai 15 April 2011, untuk MEP Terminal Penumpang ditargetkan 15 Maret 2011, pekerjaan jalan, parkir kendaraan, dan drainase ditargetkan 7 Februari 2011.

Bandara Kualanamu memiliki 12 bangunan penunjang seperti control tower, operational building, general workshop, fire station, emergency building, sub station building, ATC Radar, transmitter station, receiver station, power house, ad bandara, dan general aviation. Pekerjaan bangunan umum sendiri seperti bangunan pemerintahan, bangunan ad bandara, bangunan perumahan, mushala, balai pengobatan sudah mencatat progres 53.0764 persen.

“Untuk infrastruktur dijadwalkan sudah selesai 2011 termasuk area. Karena bandara baru bisa dioperasionalkan dengan catatan akses masuk ke areal baik via jalan tol maupun non-tol harus sudah diselesaikan juga. Jadi pengoperasionalan Kualanamu kita harapkan sudah dimulai 2013,” pungkas Wisnu.

Sementara itu, Komisi V DPR mengaku menerima banyak laporan dugaan penyelewengan dana pembangunan bandara Kualanamu. Hanya saja, Ketua Komisi V DPR Yasti Soepredjo Mokoagow menjelaskan, komisi yang membidangi masalah infrastruktur itu tidak mau ikut campur.

“Banyak laporan miring yang masuk soal Kualanamu. Tapi itu domain BPK dan aparat penegak hukum yang lain. Yang kita kejar, Kualanamu harus selesai pada 2012,” terang Yasti kepada Sumut Pos di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu 25 Mei lalu.

Sebelumnya Kepala Satuan kerja (Satker) Bandara Kualanamu, Darpin Sinaga menjelaskan bahwa progres pengerjaan sisi udara (sektor publik) hingga Mei 2011 sudah mencapai 80,5 persen. Sedangkan progres sisi darat (sektor privat) baru 64 persen.

Darpin mengatakan, pihaknya mengalami kendala karena pasokan material berupa pasir untuk runway (landasan pacu) bermasalah sehingga proses pembangunan terhenti sejenak. Pasalnya, lokasi penambangan pasir ditutup Pemkab setempat.(ril)

http://www.hariansumutpos.com/2011/07/10869/genjot-kualanamu-gatot-ngadu-ke-jk.htm

Widana89
July 19th, 2011, 03:50 PM
http://img219.imageshack.us/img219/8145/img3266l.jpg (http://img219.imageshack.us/i/img3266l.jpg/)
http://img220.imageshack.us/img220/6779/img3268c.jpg (http://img220.imageshack.us/i/img3268c.jpg/)
http://img855.imageshack.us/img855/7870/bandaradaridekat.jpg (http://img855.imageshack.us/i/bandaradaridekat.jpg/)
http://img845.imageshack.us/img845/9311/tempatparkirnyaluasgan.jpg (http://img845.imageshack.us/i/tempatparkirnyaluasgan.jpg/)
http://img39.imageshack.us/img39/3015/semuanya8belalaigajahga.jpg (http://img39.imageshack.us/i/semuanya8belalaigajahga.jpg/)
http://img171.imageshack.us/img171/5639/apronbandaragan.jpg (http://img171.imageshack.us/i/apronbandaragan.jpg/)
http://img600.imageshack.us/img600/2929/masihbanyaktanahkosongg.jpg (http://img600.imageshack.us/i/masihbanyaktanahkosongg.jpg/)
http://img88.imageshack.us/img88/7696/menarapengawas.jpg (http://img88.imageshack.us/i/menarapengawas.jpg/)
http://img827.imageshack.us/img827/2350/ijoijobukancendolgan.jpg (http://img827.imageshack.us/i/ijoijobukancendolgan.jpg/)
http://img641.imageshack.us/img641/47/tampaksampingy.jpg (http://img641.imageshack.us/i/tampaksampingy.jpg/)
http://img818.imageshack.us/img818/595/serasadilngan.jpg (http://img818.imageshack.us/i/serasadilngan.jpg/)


http://www.kaskus.us/showpost.php?p=412945453&postcount=1