View Full Version : Kuala Namu International Airport, Medan - Project & News Updates
bataxbond July 19th, 2011, 04:20 PM Setelah menyampaikan itu, giliran JK menaiki podium untuk menyampaikan kata sambutannya. Di sela-sela itu, JK menegaskan pada saat menjabat Wapres, dia meminta pembangunan Bandara Kualanamu segera diselesaikan. Bahkan, saat Rudolf M Pardede sebagai Gubernur, ia berulang kali meminta gambar atau desain bandara tersebut.
“ Rudolf menunjukkan ada dua gambar yakni ciri khas Toba dan Melayu. Saya ketika itu langsung berpikir. Ini bisa menimbulkan kecemburuan etnis, karena di Sumut banyak keturunan Jawa,” ucapnya.
Nimbrung ya bang...
dan sorry aku rada emosi liat pernyataan JK yg di-bold...
WTF...sadar gak siih dia itu dibangun di tanah Deli. Dan kalaupun di-mix dengan etnis Batak sah-sah saja..toh masih di Sumatera Utara Kalo dikombinasikan dengan tradisional jawa ataupun lainnya itu baru aneh dan justru menimbulkan kemarahan warga SUMUT..Maaf tidak bermaksud menyinggung SARA.
Kekmana mnurut abang kakak semua?
rahul medan July 19th, 2011, 05:03 PM klo menurutku mo designnya gimanapun gag masalah. asal berkelas dan pembangunannya cepat selesai.. :)
gag molooooorrr terus...
rahul medan July 20th, 2011, 04:49 AM EKONOMI - INVESTASI
Rabu, 20 Juli 2011 , 03:07:00
Tak Perlu Marah, Kualanamu Kelar 2012
JAKARTA -- Pernyataan mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla terkait proses pembangunan bandara Kualanamu, mendapat tanggapan pejabat Departemen Perhubungan (Dephub). Direktur Bandara Dephub, Bambang Cahyono mengatakan, tanpa ada yang marah pun, pembangunan bandara pengganti Polonia itu jalan terus dan sudah sesuai schedule.
"Tak perlu ada yang marah. Saya pastikan bahwa target akan terkejar. Hingga saat ini masih on schedule," ujar Bambang Cahyono kepada JPNN di Jakarta, kemarin (19/7).
Seperti diberitakan, saat pidato di acara pelantikan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut, Senin (18/7) di Medan Club, Jusuf Kalla (JK) mengatakan, “Penyelesaian Bandara Kuala Namu bisa cepat selesai bila banyak pihak yang marah.”
JK juga menceritakan, ketika menjabat sebagai Wapres sudah tiga kali mendatangi bandara tersebut. Kehadirannya itu setiap enam bulan sekali. “Jadi kalau saya hitung, saya baru tiga kali marah bandara sudah berdiri seperti itu,” katanya sembari tersenyum disambut tawa para undangan.
Bambang Cahyono menjelaskan, saat ini proses pembangunan sudah memasuki minggu ke-182. Dari data yang ada, dari 11 paket pekerjaan di sektor publik, tujuh paket pekerjaan diantaranya sudah mencapai 100 persen atau mendekati angka itu.
Paket pekerjaan yang sudah mencapai 100 persen antara lain, pekerjaan bangunan umum, bangunan penunjang, bangunan operasional. Bangunan penunjang seperti control tower, operational building, general workshop, fire station, emergency building, sub station building, ATC Radar, transmitter station, receiver station, power house, ad bandara, dan general aviation.
Pekerjaan bangunan umum seperti bangunan pemerintahan, bangunan ad bandara, bangunan perumahan, mushala, dan balai pengobatan.
Sedang untuk pekerjaan elektrik mekanik, sudah mencapai 90 persen. Pekerjaan navigasi udara sudah 63 persen, dan pekerjaan runway baru mencapai 8,9 persen. "Untuk sektor publik yang dibiayai APBN pekerjaan sudah mencapai 82,4 persen. Selalu ada kemajuan, tidak terlambat, masih on schedulu," terangnya.
Diakui, pekerjaan pembangunan runway tergolong paling lambat karena sempat ada masalah pasokan material berupa pasir untuk pemadatan runway (landasan pacu). "Tapi sekarang masalah itu sudah beres, sudah dibicarakan dengan bupati," ujar Bambang.
Dia mengaku setiap saat selalu memantau data perkembangan pekerjaan. "Data selalu ada di meja saya. Jadi, setiap saya bicara, selalu menggunakan data. Saya monitor terus perkembangannya," ucapnya.
Bambang menjanjikan, usai lebaran nanti pekerjaan akan lebih dikebut lagi. Dikatakan, progres pembangunan bandara Kualanamu baru saja dilaporkan dan dibahas di Kantor Wapres. "Terakhir, beberapa hari lalu di Wapres, tak ada masalah. Target optimis, Nopember 2012," ujar Bambang.
Namun, dia mengakui, ada persoalan lain yang akan mengganggu, yakni akses jalan masuk ke Kualanamu. "Ada tanah yang masih dalam proses pembebasan," katanya. (sam/jpnn)
http://www.jpnn.com/read/2011/07/20/98442/Tak-Perlu-Marah,-Kualanamu-Kelar-2012-
GoOd News nich..
t1t4n1c_1912 July 20th, 2011, 09:33 AM Ada beberapa foto terbaru tertanggal 13 Juli 2011 dari MedanKu.com. Semua cuma foto dari depan, jadi ga ada nampak progress pembangunan yang signifikan, krn gw yakin kebanyakan pekerjaan sekarang ada di bagian dalam terminal, plus runway. Tapi daripada ga ada foto progress sama sekali, jadi gw post aja foto2 tsb, sambil menunggu foto2 yg lebih baru yg menunjukkan lebih byk detail bagian dalam terminal. :nuts: :cheers:
http://img269.imageshack.us/img269/781/kualanamumedanairporten.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-07-20
http://img847.imageshack.us/img847/2175/kualanamumedanairport11.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-07-20
http://img42.imageshack.us/img42/7871/kualanamumedanairportde.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-07-20
http://img339.imageshack.us/img339/7518/kualanamumedanairporthi.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-07-20
http://img9.imageshack.us/img9/7913/kualanamumedanairportco.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-07-20
http://img194.imageshack.us/img194/5761/kualanamumedanairportha.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-07-20
Courtesy of MedanKu.com
Widana89 July 21st, 2011, 03:18 AM ^^ nice bro.... :okay:
rahul medan July 21st, 2011, 06:38 AM Medan-Kualanamu Dilayani KA Listrik
10:48, 21/07/2011
Bandara Kualanamu
AP II: Proyek Bandara Selesai 75 Persen
JAKARTA-Para petinggi Depertemen Perhubungan (Dephub) terus mengumbar optimisme bahwa pembangunan bandara Kualanamu bakal kelar sesuai target. Setelah pada Selasa (19/7) Direktur Bandara Dephub, Bambang Cahyono menyatakan keyakinannya bandara pengganti Polonia itu beres November 2012, giliran Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Dephub, Tunjung Inderawan, juga mengungkapkan optimismenya.
Sesuai bidang yang menjadi urusannya, Tunjung menyatakan, jalur kereta api dari stasiun Medan ke bandara Kualanamu akan langsung operasional, begitu bandara Kualanamu sudah beroperasi. “Dari dulu (jalur kereta api, red) sudah siap. Kita selaraskan saja dengan diberlakukannya bandara Kualanamu. Begitu operasional bandara Kualanamu, maka kereta api siap mengangkut penumpang dari Medan ke Kualanamu,” terang Tunjung Inderawan kepada Sumut Pos di kantornya, Rabu (20/7).
Dia menjelaskan, jalur untuk track kereta api sudah siap. “Tanah yang akan dilalui track sudah dibebaskan,” terangnya. Untuk proyek ini, katanya, akan dikerjakan sendiri oleh PT KAI.
Namun dijelaskan, untuk tahap awal nantinya kereta api dari Medan hanya mengangkut calon penumpang pesawat saja. Jadi, untuk tahap awal, tidak bisa langsung dilakukan check in calon penumpang pesawat di stasiun Medan. “Arahnya nanti memang bisa check in di Medan. Tapi untuk tahap pertama, mengangkut penumpang dulu,” terang Tunjung.
Bahkan, ke depan, kereta api dari stasiun Medan ke Kualanamu ini akan dijadikan kereta api listrik (KRL)
yang selama ini baru ada di kawasan Jabodetabek saja. Tahapannya, tahun depan Dephub akan melakukan studi kelayakan di lapangan. Sekaligus untuk menyiapkan track untuk KRL. “Mudah-mudahan, pada 2013 bisa dilakukan perbaikan track.
Track yang kurang mantap diperbaiki, sehingga layak untuk jalur KRL,” terangnya.
Jika sudah dianggap layak, tidak langsung digunakan untuk jalur Medan-Kualanamu. Namun, untuk jalur di perkotaan saja, yang dianggap padat penumpang. Program KRL di daerah ini, juga akan diterapkan di sejumlah kota besar, seperti Bandung dan Surabaya.
Nah, nantinya jika sudah mantap, jalur Medan-Kualanamu juga dengan menggunakan KRL. “Nantinya termasuk yang mengakses ke Kualanamu. Tapi itu untuk jangka panjang,” ulasnya.
Targetnya kapan Medan-Kualanamu akan mulai menggunakan KRL? “Kita lihat dulu bagaimana nanti hasil survey lapangan,” jawabnya.
Sementara, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk, mengaku sangat pesimis Bandara Kualanamu bisa selesai Noveber 2012. Mantan anggota Komisi V DPR yang dulunya ikut mendorong cepat dimulainya pembangunan Bandara Kualanamu ini mengatakan, target awal yang dicanangkan Jusuf Kalla yang waktu itu masih Wapres, Kualanamu sudah siap di 2011. “Targetnya dulu 2011 sudah operasi. Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda yang kelihatan. Lantas ditarget ulang 2012. Ini pun tak kelihatan signifikan pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan. Saya mencemaskan. Kita sangsikan bisa 2012,” terang Syarfi usai acara di Dephub, kemarin.
Syarfi cerita, dulu dia sebagai anggota komisi di DPR yang membidangi infrastruktur, paling ngotot agar Bandara Kualanamu cepat dimulai pembangunannya, berapa pun anggaran harus disediakan. “Saya juga yang minta agar Wapres Jusuf Kalla yang melakukan peletakan batu pertama, bukan menteri. Ini untuk menunjukkan keseriusan pemerintah,” ujarnya. Kemarin, di sela-sela acara di Dephub, Sumut Pos sempat mendengar obrolan Syarfi dengan Tunjung Inderawan. “Bapak ini yang dulu ngotot Bandara Kualanamu cepat dimulai,” ujar Tunjung kepada Syarfi sambil berjabatan tangan. Syarfi sendiri cuman senyum.
Lain Syarfi, lain pula tanggapan Kamaluddin Harahap. Wakil Ketua DPRD Sumut ini lebih menyoroti kurang matangnya perencanaan awal pembangunan bandara sebagai penyebab kemungkinan molornya jadwal penyelesaian proyek bandara.
Menurutnya, megaproyek sekelas Bandara Internasional Kualanamu haruslah mempertimbangkan dengan matang dan presisi permasalahan yang akan timbul. Tentunya harus sudah ada solusi untuk menanganinya. Bila itu dilakukan, tidak akan ada masalah seperti saat ini.
“Sangat terlihat kalau perencanaan proyek tersebut masih kurang matang. Ini juga imbas dari keinginan wapres saat itu (Jusuf Kalla, Red) yang terlalu dipaksakan,” tegas Kamaluddin, kemarin.
Mengenai landasan pacu (runway) yang juga tak kunjung selesai, Kamaluddin mengutarakan, hal tersebut sudah terjadi sejak 2009 lalu. “Masalah penimbunan runway itu sudah sejak lama ada. Jadi, hingga saat ini belum selesai juga? Ini bukti kurang matangnya persiapan-persiapan untuk menyelesaikan megaproyek ini,” tuturnya.
Andai saja proyek pembangunan Bandara Internasional Kualanamu ini konsisten didasari hasil studi, tentunya tak akan banyak kendala yang terjadi seperti saat ini.
Selesai 75 Persen
Sementara itu, Humas Project implementation Unit (PIU) Satuan Kerja (Satker) Angkasa Pura (AP) II, Wisnu, tetap menegaskan, kendala pembangunan runway Bandara Kuala Namu tidak mengubah schedule penyelesaian proyek. Disebutkanya, progres pelaksanan pembangunan keseluruhan bandara terhitung 26 Juni, sekitar 75 persen. Untuk sisi udara atau publik (runway, lampu navigasi, ATC ‘air traffic contro’) sekitar 81 pesen dan Sisi darat atau privat (terminal penumpang, terminal kargo, jalan lingkungan) sekitar 65 persen.
Untuk pelaksanan pembangunan kontruksi terminal mencapai sekira 90 persen. Pekerjaan tahun 2011 ini, dibidang kontruksi membangun avron kargo. Saat ini sedang berlangsung tender pengadaan dan pemasangan sarana X-ray, CCTV , Pembangunan Terminal Kareta Api, fasilitas pakir, pemasangan mekanikal elektrikal dan pemasangan alat pagasi sistem bargot (barcode) serta fenuter.
Bila tender berlangsung sesuai jadwal, diharapakan pembangunan terminal berbiaya Rp400 miliar akan selesai awal 2012. Namun, bila pelaksana pekerjaan pengadan serta pemasangan peralatan di terminal membutuhkan waktu 2-3 bulan diperkirakan pertengahan 2012 sudah tuntas. Pemasangan sarana tersebut diperkirakan akan mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan serta pengamanannya. Karena hingga saat ini pembangunan runway masih bermasalah.
“Saat ini pekerjan yang tertinggal sekitar 35 persen. Tetapi bila perlatan terpasang akhir tahun ini, maka pekerjan tinggal perawatan,” katanya.
Bila pelaksana pemasangan peralatan segerah tuntas maka, diperkirakan ujicoba landasan dapat dilakukan Desember 2010. Namun, bila permasalahan runway belum tuntas sampai bulan depan, dipastikan tuntasnya pembangunan Bandara Kualanamu akan mundur sampai pertengahan bahkan akhir tahun 2012.
Di sisi lain, saat ini kondisi Bandara Polonia yang berada di inti Kota Medan sudah mendesak untuk dipindah. Pasalnya per tahunya bandar udara warisan Belanda itu menampung sekira 5,5 juta penumpang. Sementara itu, Bandara Kualanamu bila beroperasi mampu menampung sekitar 8 juta penumpang per tahunnya. (sam/saz/btr)
bataxbond July 21st, 2011, 07:11 AM klo menurutku mo designnya gimanapun gag masalah. asal berkelas dan pembangunannya cepat selesai.. :)
gag molooooorrr terus...
Iya sih bang..cuma kan cukup aneh aja..masa di pembangunan di tanah Deli, tp suku laen iri..kan gak masuk akal...
Tp yg penting kuala namu cepat kelar laah..
bataxbond July 21st, 2011, 07:12 AM Ada beberapa foto terbaru tertanggal 13 Juli 2011 dari MedanKu.com. Semua cuma foto dari depan, jadi ga ada nampak progress pembangunan yang signifikan, krn gw yakin kebanyakan pekerjaan sekarang ada di bagian dalam terminal, plus runway. Tapi daripada ga ada foto progress sama sekali, jadi gw post aja foto2 tsb, sambil menunggu foto2 yg lebih baru yg menunjukkan lebih byk detail bagian dalam terminal. :nuts: :cheers:
http://img194.imageshack.us/img194/5761/kualanamumedanairportha.jpg
By t1t4n1c_1912 (http://profile.imageshack.us/user/t1t4n1c_1912) at 2011-07-20
Courtesy of MedanKu.com
Pasti keren nanti klo udah selesai..
Makasih updatenya Bang t1t4n1c_1912
laba-laba July 21st, 2011, 09:33 AM GRREEEEAATT NEEWWSSSSS
Bandara Kuala Namu Dipastikan Tak Dapat Dioperasikan 2012
Medan, (Analisa)
Bandar udara (Bandara) Kuala Namu dipastikan tidak dapat dioperasikan sesuai jadwal semula pada 2012, mengingat pengerjaan proyek lanjutan untuk pengerasan landasan pacu (run way) sudah terhenti dalam beberapa bulan terakhir, meskipn bangunan terminal sudah rampung.
Kepastian ini disampaikan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut Bidang Pemukiman, Pengembangan Kawasan dan Perhubungan, Dhody Thahir SE MBA kepada para wartawan pada jumpa pers di Sekretariat Kadinsu Jalan Sekip Baru Medan, Rabu (20/7).
Dhody yang didampingi Komite Tetap Perhubungan Kadinsu, Ade Putra Nasution mengungkapkan, pihaknya sudah menyaksikan langsung di lapangan atas terhentinya pembangunan Bandara Kuala Namu tersebut beberapa hari lalu.
Hal ini dirasa perlu untuk diungkapkan kepada khalayak ramai, dengan harapan akan muncul dukungan dari berbagai kalangan untuk mendesak percepatan penyelesaian pembangunan proyek Bandara Kuala Namu.
"Pengoperasian Bandara Kuala Namu dipastikan akan memberikan dampak sangat positif terhadap kemajuan pembangunan berbagai sektor di daerah ini, termasuk kemajuan dunia usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, dengan tertunda-tundanya proyek raksasa yang akan menjadi salah satu kebanggaan Indonesia dan Sumut khususnya, dapat menjadikan daerah ini akan semakin tertinggal dibandingkan provinsi lain," tegas Dhody.
Dua Faktor
Menurut Dhody, dari hasil peninjauan ke lapangan ada dua faktor yang menyebabkan pengerjaan proyek Bandara Kuala Namu saat ini terhenti, yakni dikarenakan ketiadaan material dan akses pendukungnya seperti pembangunan jalan tol tak kunjung jelas.
Baik Pimpinan Proyek (Pimpro) maupun Satuan Kerja (Satker) terkait mengaku saat ini tidak mampu lagi menyediakan material seperti pasir dan batu untuk keperluan pengerasan landasan pacu, dikarenakan harga tebusnya jauh lebih mahal sebagai dampak pemberlakuan perubahan Peraturan Daerah (Perda) oleh Pemkab Deli Serdang untuk retribusi Galian C.
Berdasarkan Perda baru yang berlaku efektif per 1 Juni 2011 itu, Pemkab Deli Serdang mengenakan retribusi pasir sebesar Rp7.000 dibandingkan sebelumnya hanya Rp300 per kubik, sementara retribusi batu Rp35.000 dari Rp5.000 per kubik.
Kenaikan retribusi Galian C yang demikian tinggi, tentu saja sangat memberatkan pelaksana proyek dan pada gilirannya terpaksa menghentikan pengerjaan akibat tidak mampu menyediakan kebutuhan material dengan harus mengeluarkan dana tambahan yang cukup tinggi.
Mengejutkan
Menurut Dhody, kebijakan yang diambil Pemkab Deli Serdang ini secara kasat mata memang sangat mengejutkan, tapi dapat dimaklumi karena selama ini sebagai ‘pemilik lahan’ merasa kurang diikutsertakan dalam percepatan pelaksanan proyek pembangunan Bandara Kuala Namu yang nota benenya merupakan proyek nasional.
"Pekerjaan awal proyek tentu lancar-lancar saja dikarenakan tanpa harus mengurus segala bentuk perizinan kepada pemerintah daerah setempat, namun atas alasan merasa disepelekan Pemkab Deli Serdang akhirnya berontak juga dengan melambungkan retribusi galian C, sehingga pihak pelaksana proyek kelimpungan dan bahkan tak mampu mengadakan kebutuhan material pasir maupun batu bagi kebutuhan pengerasan jalur pacu karena dana yang harus disediakan sudah di luar scedul tender yang disepakati semula," ujar Dhody prihatin.
Namun, apa pun ceritanya terhentinya pembangunan Bandara Kuala Namu ini adalah menjadi kerugian bagi semua pihak, untuk itu Kadinsu merasa terpanggil menjadi penengah guna mencari solusi terbaik atas berbagai permasalahan atau kendala yang dihadapi.
Disebutkan, pihak Kadinsu sudah berusaha menghubungi instansi terkait di Pemkab Deli Serdang untuk membicarakan agar suplai material bagi pembangunan/pengerasan run way Bandara Kuala Namu bisa secepatnya dialirkan lagi sehingga proyek dapat berjalan kembali, tetapi sejauh ini belum berhasil.
Diinformasikan, mantan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla selaku penanggung jawab proyek Bandara Kuala Namu, belum lama ini juga telah memanggil bupati Deli Serdang dan bupati Serdang Bedagai ke Jakarta untuk membicarakan masalah terhentinya pengerjaan proyek ini, namun bupati Deli Serdang hanya mengutus Kepala Bagian Hukum saja, akibatnya langkah penyelesaian menjadi cenderung mengambang.
Untuk itu, Kadinsu menyatakan siap menjadi fasilitator untuk mengajak pihak-pihak terkait duduk satu meja mencari solusi terbaik dalam mempercepat penyelesaian pembangunan Bandara Kuala Namu.
"Semua pelaksana proyek, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat harus bisa menyatukan persepsi bahwa proyek Bandara Kuala Namu adalah milik dan untuk kepentingan bersama. Dengan demikian, terhentinya pembangunan dinilai menjadi kerugian bersama pula," ujar Dhody seraya bertanya siapa yang akan menanggung biaya pemeliharaan bangunan bila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut.
Akhirnya Dhody berharap semua pihak kiranya berkenan memberikan dorongan agar Bandara Kuala Namu bisa dioperasikan paling tidak 2013 setelah target 2012 dirasa sudah tidak mungkin lagi untuk dipenuhi. (rama)
source : http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=101794:bandara-kuala-namu-dipastikan-tak-dapat-dioperasikan-2012&catid=3:nasional&Itemid=128
t1t4n1c_1912 July 21st, 2011, 10:33 AM Pasti keren nanti klo udah selesai..
Makasih updatenya Bang t1t4n1c_1912
Sama2 bung bataxbond, dan juga bung Widana89. :cheers:
Sapa lagi yang punya foto2 terkini progress pembangunan Kualanamu, terutama progress interior-nya please di-upload dan post disini.:nuts: Really appreciate it. Thanks.
t1t4n1c_1912 July 21st, 2011, 10:42 AM Bung laba2, kalo gw ga salah baca sebelumnya memang pernah dibilang terakhir target penyelesaian bandara Kualanamu telah diubah menjadi akhir 2012 dan mulai beroperasi awal 2013. Cuma kayaknya ada pihak yang masih berusaha keras dan meminta pemerintah dan Angkasapura II untuk mempercepat supaya bisa digunakan akhir 2012. Berarti sekarang memang keliatannya Kualanamu tidak akan bisa beroperasi taon 2012. Lagipula dari artikel sebelumnya pihak pemerintah yang diwakili dirjen bandara kemenhub menyatakan optimismenya kalo pembangunan bandara masih tetap on-schedule untuk selesai November 2012, bukan dikatakan beroperasi November 2012. Jadi yah moga2 kali ini target bener2 ga meleset lagi dan bandara Kualanamu bisa beroperasi mulai awal 2013. :cheers: :cheers:
laba-laba July 21st, 2011, 10:47 AM Bung laba2, kalo gw ga salah baca sebelumnya memang pernah dibilang terakhir target penyelesaian bandara Kualanamu telah diubah menjadi akhir 2012 dan mulai beroperasi awal 2013. Cuma kayaknya ada pihak yang masih berusaha keras dan meminta pemerintah dan Angkasapura II untuk mempercepat supaya bisa digunakan akhir 2012. Berarti sekarang memang keliatannya Kualanamu tidak akan bisa beroperasi taon 2012. Lagipula dari artikel sebelumnya pihak pemerintah yang diwakili dirjen bandara kemenhub menyatakan optimismenya kalo pembangunan bandara masih tetap on-schedule untuk selesai November 2012, bukan dikatakan beroperasi November 2012. Jadi yah moga2 kali ini target bener2 ga meleset lagi dan bandara Kualanamu bisa beroperasi mulai awal 2013. :cheers: :cheers:
itu artikel hari ini di analisadaily.com
bimbim July 21st, 2011, 01:31 PM Haduh ribetnya sama pemerintah daerah itu yah,.....
Semoga cepet kelar saja bandara ini, sangat....sangat sayang kalau molor lagi operasionalnya......
Lha, bandara sekeren ini sayang banget kalau gak cepet2 dipakai/dioperasikan....bisa2 rusak sebelum dipakai nih :(...
Kuala namu akan menjadi salah satu bandara TOP bg di Indonesia.... (SAmbil menunggu Bandara Denpasar & Balikpapan jadi hehehehehehe...).
rahul medan July 22nd, 2011, 03:36 AM Kereta Api Bandara Kuala Namu Tetap Kereta Api Diesel
Medan, (Analisa)
Humas PT KA Divre I Sumut-NAD Irwan menyampaikan, sampai saat ini rencana pemasangan kereta api (KA) untuk mengangkut para penumpang pesawat dari Medan ke Bandara Kuala Namu masih kereta api diesel (KRD).
"Jadi belum ada surat dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, kalau ke Bandara Kuala Namu itu dengan kereta api listrik," ujar Irwan menjawab wartawan, Kamis (21/7).
Menurutnya, rencana pekerjaan dari awal tidak ada perubahan, namun yang menjadi persoalan mengenai kesiapan pembangunan Bandara Kuala Namu yang hingga kini masih lewat dari jadual yang tetapkan.
"Intinya PT KA sejak awal sudah siap, baik untuk pembangunan jaringan rel Aras Kabu-Kuala Namu, terminal city check in, hingga penyediaan kereta jenis jenis diesel atau KRDI," katanya.
Ditambahka, angkutan KA Bandara Kuala Namu cukup menjanjikan untuk pendapatan PT KA. Pihaknya yakin proyek ini akan cepat break even point (balik modal). Dari segi bisnis, pembangunan city check in dan jalur rel KA ke Kuala Namu merupakan kesempatan bagus bagi PT KA Sumut-NAD, sebab diperkirakan sedikitnya 25% dari calon penumpang akan menggunakan transportasi KA.
"Misalnya, diperkirakan jumlah penumpang yang diangkut pesawat mencapai 6 juta orang per tahunnya. Kita mengestimasikan, sedikitnya 25% penumpang dapat kita angkut dengan KA. Jika kita mengenakan tarif tiket KA sebesar Rp 20.000-Rp 25.000, maka total investasi sebesar Rp129 miliar akan kembali dalam waktu 5 tahun," jelasnya.
Berbeda dengan kereta biasa, lanjutnya, kereta khusus bandara ini masuk dalam kategori kereta kelas super eksekutif. Kereta ini akan memiliki dua kepala pada bagian ujung masing-masing kereta, sehingga ketika berbalik arah, maka masinis tidak perlu melansir lokomotif.
Angkutan lebaran
Selain itu, katanya, dalam menghadapi kesiapan angkutan liburan puasa maupun Lebaran 2011 ini 7 petugas dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian RI hari itu telah melakukan pengecekan kecakapan (sertifikasi) masinis di Sumut.
"Sebab yang memimpin perjalanan KA saat liburan puasa maupun Lebaran adalah masinis. Apalagi jumlah perlintasan KA di Sumut cukup banyak, yakni sebanyak 372 perlintasan, dan hanya 98 perlintasan yang dijaga. Sisanya tidak dijaga. Jadi perlu dicek kecakapan para masinis," paparnya.
Terkait masalah calo, katanya, pihaknya telah bekerjasama dengan pihak kepolisian. Sesuai UU RI No. 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian pasal 184; setiap orang dilarang menjual karcis KA di luar tempat yang telah ditentukan oleh penyelenggara sarana perkeretaapian. Kemudian pasal 208 ; setiap orang yang menjual karcis KA di luar tempat yang telah ditentukan penyelenggara sarana perkeretaapian sebagaimana dimaksud dalam pasal 184, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan," terangnya. (msm)
http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=101908:kereta-api-bandara-kuala-namu-tetap-kereta-api-diesel&catid=3:nasional&Itemid=128
bimbim July 22nd, 2011, 01:38 PM Kereta Api Bandara Kuala Namu Tetap Kereta Api Diesel
Medan, (Analisa)
Humas PT KA Divre I Sumut-NAD Irwan menyampaikan, sampai saat ini rencana pemasangan kereta api (KA) untuk mengangkut para penumpang pesawat dari Medan ke Bandara Kuala Namu masih kereta api diesel (KRD).
"Jadi belum ada surat dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, kalau ke Bandara Kuala Namu itu dengan kereta api listrik," ujar Irwan menjawab wartawan, Kamis (21/7).
Menurutnya, rencana pekerjaan dari awal tidak ada perubahan, namun yang menjadi persoalan mengenai kesiapan pembangunan Bandara Kuala Namu yang hingga kini masih lewat dari jadual yang tetapkan.
"Intinya PT KA sejak awal sudah siap, baik untuk pembangunan jaringan rel Aras Kabu-Kuala Namu, terminal city check in, hingga penyediaan kereta jenis jenis diesel atau KRDI," katanya.
Ditambahka, angkutan KA Bandara Kuala Namu cukup menjanjikan untuk pendapatan PT KA. Pihaknya yakin proyek ini akan cepat break even point (balik modal). Dari segi bisnis, pembangunan city check in dan jalur rel KA ke Kuala Namu merupakan kesempatan bagus bagi PT KA Sumut-NAD, sebab diperkirakan sedikitnya 25% dari calon penumpang akan menggunakan transportasi KA.
"Misalnya, diperkirakan jumlah penumpang yang diangkut pesawat mencapai 6 juta orang per tahunnya. Kita mengestimasikan, sedikitnya 25% penumpang dapat kita angkut dengan KA. Jika kita mengenakan tarif tiket KA sebesar Rp 20.000-Rp 25.000, maka total investasi sebesar Rp129 miliar akan kembali dalam waktu 5 tahun," jelasnya.
Berbeda dengan kereta biasa, lanjutnya, kereta khusus bandara ini masuk dalam kategori kereta kelas super eksekutif. Kereta ini akan memiliki dua kepala pada bagian ujung masing-masing kereta, sehingga ketika berbalik arah, maka masinis tidak perlu melansir lokomotif.
Angkutan lebaran
Selain itu, katanya, dalam menghadapi kesiapan angkutan liburan puasa maupun Lebaran 2011 ini 7 petugas dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian RI hari itu telah melakukan pengecekan kecakapan (sertifikasi) masinis di Sumut.
"Sebab yang memimpin perjalanan KA saat liburan puasa maupun Lebaran adalah masinis. Apalagi jumlah perlintasan KA di Sumut cukup banyak, yakni sebanyak 372 perlintasan, dan hanya 98 perlintasan yang dijaga. Sisanya tidak dijaga. Jadi perlu dicek kecakapan para masinis," paparnya.
Terkait masalah calo, katanya, pihaknya telah bekerjasama dengan pihak kepolisian. Sesuai UU RI No. 23 Tahun 2007 tentang perkeretaapian pasal 184; setiap orang dilarang menjual karcis KA di luar tempat yang telah ditentukan oleh penyelenggara sarana perkeretaapian. Kemudian pasal 208 ; setiap orang yang menjual karcis KA di luar tempat yang telah ditentukan penyelenggara sarana perkeretaapian sebagaimana dimaksud dalam pasal 184, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan," terangnya. (msm)
http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=101908:kereta-api-bandara-kuala-namu-tetap-kereta-api-diesel&catid=3:nasional&Itemid=128
Walah kok jadi diesel?....
Jadi nggak elite nih,....tapi ya udah lah yang penting cepetan jadi aja tuh bandara. Dah kayak pasar tuh Bandara yang lama...pa nggak punya malu ya pemkot nya kalau ke bandara polonia medan.
rilham2new July 23rd, 2011, 03:35 PM Walah kok jadi diesel?....
Jadi nggak elite nih,....tapi ya udah lah yang penting cepetan jadi aja tuh bandara. Dah kayak pasar tuh Bandara yang lama...pa nggak punya malu ya pemkot nya kalau ke bandara polonia medan.
Kereta api diesel pun sudah lumayan bagus sekali.
Untuk ukuran Indonesia, mungkin baru satu-satunya...
Daripada dari Medan ke Kuala Namu yang ada malah Sudako-way .. Mana yang lebih gak elit lagi ...
rahul medan July 23rd, 2011, 04:32 PM Kereta api diesel pun sudah lumayan bagus sekali.
Untuk ukuran Indonesia, mungkin baru satu-satunya...
Daripada dari Medan ke Kuala Namu yang ada malah Sudako-way .. Mana yang lebih gak elit lagi ...
setuju....
lagian kutipan beritanya juga seperti ini
" Berbeda dengan kereta biasa, lanjutnya, kereta khusus bandara ini masuk dalam kategori kereta kelas super eksekutif. Kereta ini akan memiliki dua kepala pada bagian ujung masing-masing kereta, sehingga ketika berbalik arah, maka masinis tidak perlu melansir lokomotif ".
Kalau kereta listrik Jabodetabek ampunnn deh... :bash:
bimbim July 25th, 2011, 05:15 PM O.K....O.K. brother,..
btw, sekarang gimana progressnya bandara ini?...(duh gak sabar tunggu di operasikan bandara ini).
rahul medan July 28th, 2011, 06:35 PM OOT dikit..
Thursday, 28 July 2011 23:03 PDF Print E-mail
Bandara Polonia tidak sanggup lagi, kata mantan Sekda
Warta - Medan
AGUS ZULHAMIDI
WASPADA ONLINE
MEDAN – Meski memiliki kapasitas 900.000 penumpang per tahunnya, namun pada akhir 2010 lalu tercatat sebanyak 6 juta penumpang angkutan udara berlalu-lalang menggunakan jasa Bandara Internasional Polonia, Medan di Sumatera Utara. Ini salah satu hal yang seharusnya menjadi pemicu percepatan realisasi Bandara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang yang direncanakan mengganti Polonia.
Akan tetapi, realisasi Kuala Namu yang sudah beberapa kali mangkir dari jadwal atau schedule, acap kali dijadikan alasan terhadap minimnya pelayanan publik yang disuguhkan di Polonia. Alih-alih karena penggunaan Polonia hanya tinggal menunggu realisasi Kuala Namu, sehingga akan mubazir bila melakukan renovasi di Polonia. Kuala Namu sering dijadikan alasan mengapa Polonia tidak melakukan upaya peningkatan pelayanan.
join_facebookjoin_twitter
Menyikapi hal ini, mantan Sekretaris Daerah Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut), RE Nainggolan, hari ini menyatakan, keberadaan Kuala Namu memang sudah sangat dinantikan, namun, selama proses realisasinya masih berjalan, fasilitas dan kualitas pelayanan publik yang ada di Polonia juga harus ditingkatkan.
“Sementara menunggu realisasi Kuala Namu, pihak Angkasa Pura II harus memaksimalkan pelayanan publiknya. Terutama dengan menata berbagai lokasi, seperti lokasi kios-kios tempat berjualan di bandara. Jangan sampai bandara semakin penuh dengan kios-kios, terutama di lokasi terminal keberangkatan domestik, ini kan semakin menambah kesan semrawut di bandara, ini harus ditata,” urai Nainggolan, kepada Waspada Online.
Mantan orang nomor 3 di Sumatera Utara ini menyarankan agar pihak Angkasa Pura II segera melakukan penataan di Polonia, sehingga bandara berlevel internasional ini dapat menyesuaikan antara kapasitas dan layanan publik yang diberikan kepada para pengguna bandara, terutama fasilitas umum. Karena ini sangat berpengaruh bagi kenyamanan dan kenyamanan para pengguna bandara.
“Kita sadari betul kalau bandara Polonia sudah tidak sanggup lagi untuk menampung seluruh penumpang yang lalu-lalang melalui bandara ini, dan ini kita maklumi. Tapi mengenai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kepada pengguna bandara, ini kan kewajiban Angkasa Pura II, dan ini harus dilakukan,” sebutnya.
Dikatakan Nainggolan, bukan hal yang mustahil untuk melakukan upaya perbaikan di Polonia, karena baik dari sisi materi dan lokasi masih memungkinkan untuk merealisasikan hal itu. “Kan ada airport tax (pajak bandara, red), yang alokasinya itu untuk pengelolaan bandara. Dan sebelum Kuala Namu beroperasi Polonia ini kan masih bisa diperbagus, baik dari sisi kiri maupun kanan bandara. Begitupula di jalur keluar-masuk bandara, sehingga kesan nyaman terasa sejak masuk hingga saat keluar bandara. Tak akan mubazir lah, Polonia ini kan memberikan keuntungkan untuk Angkasa Pura,” tandasnya.
http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=208516:bandara-polonia-tidak-sanggup-lagi-kata-mantan-sekda&catid=14:medan&Itemid=27
olivia9 July 29th, 2011, 03:55 AM halo..
mw nanya ada yg punya masterplan bandara kuala namu dengan size besar jadi kalo di zoom ga burem.. kalo ada yg punya atau info dapet dimana tolong di kabari yaa.. aku butuh buat tugas akhir..
trima kasih =)
Tawon July 29th, 2011, 11:13 AM GRREEEEAATT NEEWWSSSSS
Bandara Kuala Namu Dipastikan Tak Dapat Dioperasikan 2012
Namun, apa pun ceritanya terhentinya pembangunan Bandara Kuala Namu ini adalah menjadi kerugian bagi semua pihak, untuk itu Kadinsu merasa terpanggil menjadi penengah guna mencari solusi terbaik atas berbagai permasalahan atau kendala yang dihadapi.
Disebutkan, pihak Kadinsu sudah berusaha menghubungi instansi terkait di Pemkab Deli Serdang untuk membicarakan agar suplai material bagi pembangunan/pengerasan run way Bandara Kuala Namu bisa secepatnya dialirkan lagi sehingga proyek dapat berjalan kembali, tetapi sejauh ini belum berhasil.
"Semua pelaksana proyek, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat harus bisa menyatukan persepsi bahwa proyek Bandara Kuala Namu adalah milik dan untuk kepentingan bersama. Dengan demikian, terhentinya pembangunan dinilai menjadi kerugian bersama pula," ujar Dhody seraya bertanya siapa yang akan menanggung biaya pemeliharaan bangunan bila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut.
Akhirnya Dhody berharap semua pihak kiranya berkenan memberikan dorongan agar Bandara Kuala Namu bisa dioperasikan paling tidak 2013 setelah target 2012 dirasa sudah tidak mungkin lagi untuk dipenuhi. (rama)
source : http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=101794:bandara-kuala-namu-dipastikan-tak-dapat-dioperasikan-2012&catid=3:nasional&Itemid=128
Ada beberapa keanehan saya lihat dalam tindakan bupati Deli Serdang menghentikan proyek mega Kuala Namu yang bernilai triliunan rupiah. Saya melihatnya seperti perompak primitif Somalia yang menyandera tanker yang muatannya ratusan juta dolar ketika melintas di "wilayah perompak" Teluk Aden.
Bupati ini menuntut proyek nasional meminta izin dari dia. Di Amerika pun, dimana County/Kabupaten sangat otonom, proyek pemerintah federal tidak perlu mengurus perizinan dari pemerintah lokal.
Lebih aneh lagi, sang bupati ini melihat urusan perizinan sebagai sumber penghasilan. Ada kata lain untuk ini yaitu korupsi. Urusan perizinan adalah pelayanan pemerintah bagi masyarakat, bukan sumber uang. Kalaupun ada pungutan seharusnya itu sangat minimum, hanya untuk biaya kertasnya saja. Pemerintah idealnya hanya memperoleh uang dari pajak dan dialokasikan oleh DPRD sehingga semua uang transparan. Kalau pemerintah/bupati bebas cari uang, praktek seperti inilah yang mempermudah korupsi. Pantasan ada beberapa bupati/walikota yang bermasalah di Sumut.
blablanonsense July 29th, 2011, 04:47 PM ^^ solusinya cuma 1: Periksa kekayaan bupati ini. Masak pusat impoten sih berhadapan dengan 'kroco' macam ini. Ketahuan bupati ini ijazahnya nyogok, peraturan negara saja tidak mengerti. Teman-teman forumer, yuk kita banjiri kotak aduan sms dan email presiden dan wapres. Semoga kebaca oleh mereka.
rahul medan July 29th, 2011, 05:05 PM Kuala Namu jangan jadi alasan Polonia
Warta - Warta Fokus
IMANIURI SILABAN
Asisten pemimpin Redaksi
WASPADA ONLINE
[(WOL Photo)]
(WOL Photo)
MEDAN – Sudah bukan rahasia lagi jika Bandara Internasional Polonia di Medan, Sumatera Utara, kelebihan penumpang. Berdasarkan data Angkasa Pura (AP) II, otoritas pelaksana Bandara Polonia, kapasitas yang mampu ditampung bandara ini sebesar 900 ribu orang, sedangkan pada kenyataannya kapasitas yang masuk saat ini mencapai 6,3 juta.
Jumlah berkali lipat dibanding yang mampu ditampung ini tentu berpengaruh pada pelayanan yang diberikan kepada penumpang yang membludak. Wakil Ketua DPRD Medan, Augus Napitupulu, bahkan menyatakan sudah saatnya AP II melakukan pembangunan untuk mengakomodir jumlah yang berlipat ini. “Sudah seharusnya Polonia itu dibangun untuk menyesuaikan dengan meningkatnya volume penumpang,” kata Augus kepada Waspada Online, hari ini.
join_facebookjoin_twitter
Pelayanan yang dinilai kurang memuaskan ini juga ini diakui salah satu petugas kemanan di Bandara Polonia, Hasibuan. “Dalam pandangan saya sendiri belum prima. Kita sudah berupaya menyampaikan keluhan-keluhan dari para pemakai jasa, ke atasan, tapi nyatanya masih belum (terlaksana),” ujarnya kepada Waspada Online.
Berdasarkan penuturan Hasibuan, pihak AP II menyatakan peningkatan akan dilakukan ketika jalur penerbangan berpindah ke Kuala Namu yang masih dalam proses pembangunan di Kabupaten Deli Serdang. “Katanya kita mau pindah ke Kuala Namu, disana pun sudah berapa persen selesai,” ujarnya.
Menanggapi ini, Augus menilai alasan yang dikeluarkan pihak AP II tidak rasional. “Kalau Kuala Namu tidak siap-siap gimana? Kuala Namu itu jangan ditunggu dan jadi alasan untuk rendahnya pelayanan ke masyarakat,” kata Augus.
Ketidakrasionalan ini juga mengingat bahwa Kuala Namu, yang kelak menggantikan Polonia, belum jelas kapan selesainya. “Masyarakat jangan jadi korban lah,” imbuhnya lagi.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan, Freddy Numberi, mengatakan Bandara Kuala Namu akan beroperasi pada Januari 2013. Freddy mengatakan, pembangunan sarana transportasi pengganti Bandara Polonia Medan itu telah mengalami kemajuan cukup baik. Pemerintah akan menyalurkan Rp5 triliun untuk menyelesaikan pembangunan di seluruh bagian bandara. ”Itu anggaran secara keseluruhan,” ujar Freddy.
Freddy menjelaskan, dari perkembangan terakhir, pembangunan Kuala Namu diperkirakan selesai pada November 2012, dan akan dilakukan uji coba penerbangan di awal Januari 2013.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=208651:kuala-namu-jangan-jadi-alasan-polonia&catid=77:fokusutama&Itemid=131
rahul medan July 29th, 2011, 05:06 PM Friday, 29 July 2011 17:10
Kuala Namu, JK turun langsung
Warta - Sumut
AGUS ZULHAMIDI
WASPADA ONLINE
MEDAN – Masalah pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Sumatera Utara, sepertinya tak kunjung henti khususnya persoalan realisasi proyek runway (landasan pacu, red) di bandara ini. Setelah sebelumnya terpaksa ditender ulang karena realisasi yang tidak sesuai, realisasi runway kembali terbengkali karena melonjaknya tarif retribusi galian C yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.
Retribusi galian C di saat ini naik hampir 1000 persen, dari Rp800 meter kubik (m3) menjadi Rp7.500 per m3, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pertambangan Umum. Hal ini akan memperlambat laju realisasi Kuala Namu, karena sejak bulan Juni lalu, proses penimbunan di lokasi runway telah terhenti lantaran minimnya pasokan pasir yang disuplai oleh PT Waskita Yasa selaku perusahaan kontraktor proyek penimbunan.
join_facebookjoin_twitter
Padahal realisasi runway memerlukan waktu 20 bulan karena membutuhkan berbagai tahapan, namun bila masalah ini dibiarkan berlarut-larut, sudah pasti realisasi Kuala Namu kembali mandek hingga pertengahan 2013 mendatang.
Mantan Sekertaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut), RE Nainggolan, menyikapi permasalahan ini. Masing-masing pihak memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap peningkatan retribusi galian C yang diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, kata RE. Seperti yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2011. Sehingga bila tak segera diselesaikan akan berdampak bagi proses pengerjaan Kuala Namu.
“Maka dari itu, seluruh pihak yang memiliki keterlibatan dalam hal ini, seperti pemerintah pusat, pemerintah Sumut, Deli Serdang, Dinas Pertambangan Umum dan Angkasa Pura II harus duduk bersama guna mencarikan solusi akan hal ini,” ujar Nainggolan hari ini, kepada Waspada Online.
Akan tetapi, sebut Nainggolan, dalam hal ini harus ditemukan sebuah solusi yang benar-benar solutif, dimana tidak ada pihak yang merasa diberatkan, melainkan menguntungkan seluruh pihak, termasuk publik karena pengoperasian Kuala Namu ini sudah sangat mendesak untuk menggantikan Bandara Polonia yang sudah overloaded atau terlalu penuh.
Selain itu, lanjut Nainggolan, pemerintah pusat harus mampu menunjukkan peranannya dengan melakukan kontrol secara berkala. Dan ini juga harus dimulai melalui proses koordinasi berkala terhadap seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam proses realisasi Kuala Namu. “Sebelumnya ini kan pernah dilakukan oleh mantan Wakil Presiden pak Jusuf Kalla, beliau turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi Kuala Namu sehingga beliau benar-benar tahu sejauh mana realisasinya. Cara-cara seperti ini harus diberlakukan secara rutin sehingga schedule yang telah ditetapkan bisa berjalan sesuai dengan target pengoperasiannya,” jelas Nainggolan.
Dikatakan Nainggolan, bila proses pengawasan dilakukan secara sinergi baik oleh pemerintah pusat, daerah, kabupaten dan pihak-pihak yang memiliki peranan penting bagi proses realisasi, hasil yang didapat juga pasti lebih baik. “Kuala Namu ini kan bukan hanya kepentingan pemerintah daerah saja, pemerintah pusat juga harus terus mengontrol progresnya, sehingga percepatan Kuala Namu itu benar-benar terwujud. Dan ini harus dimulai kembali dengan memberikan solusi terhadap tarif retribusi galian C ini, karena masalah ini bisa menghambat terwujudnya Bandara Kuala Namu, dan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” tandasnya.
Sebelumnya, Satuan Kerja Pembangunan Bandara Kuala Namu meminta agar Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk mengeluarkan kebijakan khusus, untuk meringanan tarif retribusi galian C. “Surat permohonan pengurangan retribusi galian C sudah kami kirimkan kepada Bupati Deli Serdang beberapa waktu lalu dan diharapkan sebelum akhir Juli 2011 sudah mendapat persetujuan,” ucap pejabat penandatangan surat perintah membayar (SPM), Satker Pembangunan Bandara Kuala Namu, Sigit Widodo.
Diuraikan Sigit, pihak Pemerintah Kabupaten Deli Serdang meminta kepada Satker Bandara Kuala Namu, agar Perda No.2 Tahun 2011 diberlakukan terhadap proyek pembangunan bandara, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Deli Serdang. Namun, lanjutnya, permintaan itu belum bisa diakomodir oleh Satker maupun perusahaan kontraktor pengelola proyek.
http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=208661:kuala-namu-jk-turun-langsung&catid=15:sumut&Itemid=28
rahul medan August 1st, 2011, 03:48 PM Pembangunan Landasan Pacu Bandara Kuala Namu Dilanjutkan
Posted by Redaksi on Agustus 1, 2011
MEDAN (Berita): Pembangunan proyek landasan pacu Bandara Internasional Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dilanjutkan lagi pada Agustus 2011 setelah terhenti selama satu bulan lebih akibat masalah pengadaan pasir. “Pembangunan landasan pacu bakal segera dilanjutkan karena pihak pengelola proyek menyatakan sudah ada titik terang soal pengadaan pasir,” kata pejabat penandatangan surat perintah membayar (SPM) Satuan Kerja Bandara Kuala Namu Sigit Widodo saat dihubungi dari Medan, Minggu [31/07].
Proyek pembangunan landasan pacu Bandara Kuala Namu dihentikan sementara guna menunggu kesepakatan antara pengelola proyek dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang mengenai tarif material galian C. PT Waskita Yasa selaku pengelola proyek dan Satker Bandara Kuala Namu mengusulkan kepada Pemkab Deli Serdang agar tarif retribusi material galian C untuk menimbun landasan pacu tidak mengacu pada Perda Nomor 2 Tahun 2011, yakni sebesar Rp7.000 per meter kubik (M3).
Tarif retribusi galian C yang baru diberlakukan Pemkab Deli Serdang tersebut lebih tinggi dibanding retribusi sebelumnya sebesar Rp800 per M3. PT Waskita Yasa sebelumnya menyatakan kesulitan mengakomodasi tarif retribusi galian C yang baru karena dipastikan akan berimbas pada penambahan anggaran proyek yang sudah disetujui.
Besaran tarif retribusi galian C yang disanggupi oleh pihak pengelola proyek tanpa harus menunggu hasil keputusan revisi anggaran proyek landasan pacu bandara pengganti Bandara Polonia Medan itu diperkirakan maksimum sebesar Rp2.000 per M3.
Setelah melalui beberapa tahapan pembahasan antara tim dari Kementerian Perhubungan dan pengelola proyek dengan Pemkab Deli Serdang, menurut dia, kini sudah ada kesepakatan soal tarif retribusi khusus yang diberikan untuk proyek tersebut.
Namun demikian, Sigit belum memperoleh informasi lebih lanjut seputar tarif retribusi khusus yang disepakati untuk pengadaan material galian C ke proyek bandara internasional yang seluruh pembangunan fisik dan nonfisiknya direncanakan selesai sebelum akhir 2012.
Pengerjaan penimbunan areal landasan pacu Bandara Kuala Namu saat ini baru terealisasi sekitar 20 persen dan untuk menuntaskan proyek itu dibutuhkan lagi minimal 1,2 juta m3 pasir darat. “Khusus untuk proses penimbunan dan pembangunan fisik landasan pacu diproyeksikan selesai sebelum akhir Oktober 2012,” ucapnya.
Dalam upaya menjamin kelancaran pengadaan pasir untuk kebutuhan pembangunan landasan pacu bandara, kata dia, pihak pengelola proyek kemungkinan bakal terlibat langsung melakukan eksplorasi pasir di beberapa lokasi penambangan, di antaranya di sekitar daerah aliran Sungai (DAS) Ular.
Bandara Kuala Namu terdiri atas landasan pacu sepanjang 3.750 meter x 45 meter, paralel taxi way I berukuran 3.750 x 30 meter, taxi way II 2.000 x 30 meter, kapasitas apron 33 pesawat dan kapasitas terminal diproyeksikan mampu menampung sebanyak 8,1 juta penumpang per tahun.(irm/ant)
http://beritasore.com/2011/08/01/pembangunan-landasan-pacu-bandara-kuala-namu-dilanjutkan/
Seluruh sisi Polonia butuh perbaikan
Warta
AGUS ZULHAMIDI
WASPADA ONLINE
MEDAN – Operasional Bandara Internasional Polonia Medan di Sumatera Utara bisa dibilang hanya tinggal menghitung hari. Karena, bila Bandara Internasional Kuala Namu yang hingga kini masih dalam tahap penyelesaian rampung, seluruh operasional di Polonia akan dipindahkan ke Kuala Namu.
Hal inilah yang acap kali dijadikan alibi bagi pihak Angkasa Pura (AP) II, selaku pengelola bandara, untuk melakukan perbaikan di Polonia. Karena akan mubazir bila melakukan perbaikan, terutama renovasi fisik di Polonia, lantaran sesuai dengan schedule yang ditetapkan oleh pihak Angkasa Pura II, Kuala Namu sudah bisa beroperasi di awal 2013.
Mantan Sekertaris Daerah Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut), RE Nainggolan, menuturkan, sementara menunggu realisasi Kuala Namu, pihak AP II harus memaksimalkan fasilitas serata kualitas pelayanan publik di Polonia, karena kedua hal itu merupakan faktor penentu yang sangat berpengaruh bagi kredibilitas Polonia sebagai bandara bertaraf internasional.
“Polonia ini masih bisa berubah. Bukanlah suatu hal yang mustahil bagi Angkasa Pura II untuk melakukan perbaikan di Polonia, karena AP II memiliki materi dan lokasi yang memungkinkan untuk merealisasikannya,” ujar Nainggolan kepada Waspada Online.
Dijelaskan Nainggolan, tadi malam, materi bukanlah masalah bagi Angkasa Pura II, karena ada retribusi airport tax (pajak bandara, red) yang alokasinya adalah untuk memberikan dan menyediakan pelayanan public di area bandara, bagi seluruh pengguna jasa bandara. “Tak akan mubazir lah kalau membenahi fisik Polonia. Polonia ini kan memberikan keuntungkan untuk Angkasa Pura,” sebutnya.
Untuk perbaikan fisik bandara, sebut Nainggolan, akan lebih baik bila hal ini dilakukan di lokasi-lokasi yang peka, terutama yang sering dan pertama kali dilalui oleh para pengguna bandara. “Jalur keluar-masuk bandara harus mengalami perbaikan, sehingga kesan nyaman terasa sejak masuk hingga saat keluar bandara. Dan untuk melakukan perbesarannya juga sangat memungkinkan karena baik lokasi di gerbang masuk dan keluar Polonia masih sangat memungkinkan untuk dilakukan pembesaran,” tandasnya.
Sementara, mantan Walikota Medan, Maulana Pohan, menyatakan, bukan lagi rahasia umum kalau Bandara Polonia tak layak disebut sebagai bandara internasional. Hal ini karena kondisi dan pelayanan di bandara ini belum memadai, bahkan sangat buruk untuk kepasitas bandara taraf internasional.
Dikatakan Maulana, nyaris seluruh sisi di Bandara Polonia membutuhkan perbaikan dan pembaharuan untuk menunjang pengoperasian dan status internasional yang melekat di bandara ini, terutama dalam sektor pelayanan publiknya, karena masih sangat minim.
“Ya memang betul itu. Dari semua airport yang selama ini saya kunjungi, Polonia inilah bandara yang paling jelek, baik dari sisi pelayanan publik, seperti handling barang, check in terlalu lama, macam-macam lah,” tutur Maulana.
Padahal, sebut Maulan, ada retribusi airport tax yang diberlakukan oleh pengelola bandara, yakni Rp35.000 untuk penerbangan domestik dan Rp75.000 untuk penerbangan internasional yang alokasinya adalah, untuk menyediakan pelayanan publik yang memadai terhadap seluruh konsumen di bandara.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=209001:seluruh-bandara-polonia-butuh-perbaikan&catid=77:fokusutama&Itemid=131
Happy Man August 3rd, 2011, 03:21 PM Bandara Kualanamu Paling Cepat Selesai Akhir 2012
(Analisa/ferdy) Anggota DPD asal Sumut Parlindungan Purba sedang menerima penjelasan dari sejumlah petugas saat meninjau Bandara Kualanamu, Selasa (2/8). Pengerjaan Bandara Kualanamu telah mencapai 85 persen dan diperkirakan selesai paling cepat akhir 2012.
Medan, (Analisa). Bandar udara (Bandara) Kualanamu diperkirakan paling cepat selesai akhir 2012. Itu pun masih mungkin mundur karena ada beberapa pengerjaan yang belum selesai karena berbagai faktor.
"Walaupun begitu kita harus optimis dan sama-sama mendukung agar Bandara Kualanamu bisa beroperasi selambatnya 2013," ujar anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba saat mengunjungi Bandara Kualanamu, Selasa (2/8).
Karena itu ia berharap agar instansi terkait selalu duduk bersama untuk membicarakan penyelesaian Bandara Kualanamu seperti, soal listrik, air, pembebasan lahan dan sebagainya."Tanpa kerjasaama dan koordinasi antar-instansi terkait, pengerjaan Bandara Kualanamu tidak akan bisa berjalan lancar," ujarnya.
Menurut Parlindungan Purba, hasil peninjauannya tersebut akan disampaikan pada rapat paripurna DPD dan DPR RI pada 16 Agustus mendatang di mana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan pidato kenegaraan.
"Kami butuh masukan sudah sejauh mana perkembangan pembangunannya dan kendala apa yang dihadapi sehingga harus dicari bagaimana solusi untuk mengatasinya," ujarnya.
Pada kesempatan itu Parlindungan Purba menyampaikan beberapa hal yang perlu diperbaiki antara lain jalan masuk yang dianggap terlalu sempit sehingga nantinya akan menghambat kendaraan yang masuk.
"Biasanya orang yang masuk bandara itu selalu terburu-buru sehingga butuh akses yang lebar. Di samping itu jalan yang terlalu sempit membuat bandara kurang baik dilihat," ungkapnya.
85 persen
Sementara itu Pimpro Sisi Darat (Landside) Joko Waskito menjelaskan, sejauh ini pembangunan Bandara Kualanamu telah selesai 85 persen. "Tinggal 15 persen lagi yang belum selesai terutama di bagian runway yang masih mengalami kendala dalam penyelesaiannya," ungkapnya.
Menurutnya, sisi darat yang belum selesai terutama isi dari bangunan seperti, furniture, x-ray, groundhandeling dan lainnya. "Ini menunggu penyelesaian secara menyeluruh," ujarnya.
Khusus untuk pembiayaan landside menurutnya, seluruhnya Rp1,8 triliun dan yang terserap sudah mencapai Rp 1,2 triliun. "Yang Rp600 miliar untuk menyelesaikan hal yang belum selesai," ujarnya.
Mengenai jalan menuju Bandara Kualanamu menurutnya untuk jalan non-tol dari sekitar 15 km, 10 km di antaranya sudah selesai. Sedangkan untuk tol sedang dilakukan pembebasan lahan.
Sedangkan Koordinator Lapangan Firzal Sawi Toenoes menjelaskan sisi udara. Menurutnya, mulai dari apron hingga run taxi sudah selesai. Yang masih mengalami kendala adalah runway. "Runway baru selesai sekitar 10 persen," ungkapnya.
Kendala pembangunan runway kata Firzal tersangkut pengadaan pasir. "Kontraktor masih mengalami kendala dalam penyediaan pasir karena naiknya pajak Galian C yang ditetapkan Pemkab Deliserdang dari Rp 800/m3 menjadi Rp7.000/m3," ujarnya.
Jumlah pasir yang dibutuhkan untuk menimbun runway sekitar 1,5 juta m3. Saat ini yang sudah terpenuhi baru sekitar 200.000 m3. Jumlah sebenarnya itu dipenuhi pasir dari Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Namun yang paling dominan dari Deli Serdang.(rrs)
http://www.analisadaily.com/news/read/2011/08/03/6775/bandara_kualanamu_paling_cepat_selesai_akhir_2012/#.TjlLDW-S_n0
rahul medan August 3rd, 2011, 03:55 PM Kuala Namu butuh dukungan semua pihak
MEDAN – Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara, dipastikan dapat beroperasi pada akhir 2012 mendatang. Secara keseluruhan, pihak Angkasa Pura II menyatakan pembangunan bandara telah selesai 80 persen.
Anggota DPD asal Sumatera Utara, Parlindungan Purba, menanggapi hal itu dengan positif. Parlindungan optimis Kuala Namu dapat beroperasi pada akhir 2012. “Dari yang saya lihat ini, pembangunan bandara sudah cukup bagus. Hanya perlu keseriusan dan kerjasama dari berbagai pihak, diantaranya pengusaha, konsultan, pemerintah, dan masyarakat,” uajrnya.
Parlindungan juga meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumatera Utara untuk turut mensukseskan pembangunan bandara pengganti Bandara Internasional Polonia, Medan itu. “Pembangunan hampir selesai, sementara pembangunan jalan tol baru siap 15 persen dan jalan non-tol hanya siap 50 persen. Untuk itu semua pihak harus mendukung Kuala Namu ini,” tukasnya.
Sebelumnya, pimpinan proyek pembangunan sisi darat Bandara Kuala Namu, PT Angkasa Pura II, Joko Waskito, juga menyatakan bahwa pembangunan bandara telah selesai 80 persen. Angka ini, katanya, telah digabung dari pembangunan sisi darat dan udara. “Pembangunan landway (sisi darat) bandara telah selesai 66 persen, tinggal memasukkan alat-alatnya saja. Lalu pembangunan dari airway (sisi udara) sudah siap 85 persen, tinggal pembangunan runway yang belum siap,” ujarnya.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=209567:dpd-sumut-kuala-namu-butuh-dukungan-semua-pihak&catid=77:fokusutama&Itemid=131
UMD August 4th, 2011, 12:14 AM Medan di peringkat ke 13 sebagai The World's Fastest Growing Airport...tapi apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan pemda Sumut mengenai Kuala Namu?
The world's fastest-growing airports
1. Istanbul Sabiha Gökçen Airport, Turkey
2. Viracopos-Campinas, Brazil
3. Rio de Janeiro, Brazil
4. Charleroi, Belgium
5. Moscow Sheremetyevo, Russia
6. Belo Horizonte, Brazil
7. Bogota, Colombia
8. Phuket, Thailand
9. Shanghai Pudong, China
10. Muscat, Oman
11. Ankara, Turkey
12. St Petersburg, Russia
13. Medan, Indonesia
14. Shanghai Hongqiao, China
15. Milwaukee, WI, USA
Data from Airports Council International - http://www.airports.org/
Happy Man August 4th, 2011, 06:53 AM Medan di peringkat ke 13 sebagai The World's Fastest Growing Airport...tapi apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan pemda Sumut mengenai Kuala Namu?
The world's fastest-growing airports
1. Istanbul Sabiha Gökçen Airport, Turkey
2. Viracopos-Campinas, Brazil
3. Rio de Janeiro, Brazil
4. Charleroi, Belgium
5. Moscow Sheremetyevo, Russia
6. Belo Horizonte, Brazil
7. Bogota, Colombia
8. Phuket, Thailand
9. Shanghai Pudong, China
10. Muscat, Oman
11. Ankara, Turkey
12. St Petersburg, Russia
13. Medan, Indonesia
14. Shanghai Hongqiao, China
15. Milwaukee, WI, USA
Data from Airports Council International - http://www.airports.org/
PEMERINTAH : Emang Gue Pikirin...!!
Tawon August 4th, 2011, 10:30 PM Kab. Deli Serdang sebaiknya antisipasi masa depan dengan kehadiran Kuala Namu. Don't kill the goose that lays the golden eggs.
Karena Kuala Namu bakal menjadi hub yang akan menyaingi Changi dan KL, bakal banyak hotel/ restoran/toko yang ingin berdiri di sekitarnya untuk melayani penumpang transit. Ini mempunyai potensi besar untuk menghasilkan pajak lokal bagi Deli Serdang. Sebaiknya Kab.Deli Serdang mengantisipasi ini, jangan bersikap kampungan. Siapkan Master Plan untuk ini. Jangan rintangi Kuala Namu. Bilang sama kontraktor Kuala Namu: Yes sir. What can I do for you ? Bukan what can you do for me.
Kemanapun kita pergi di dunia ini, dimana ada airport, di sekitarnya banyak hotel/restoran/toko dsb.
rahul medan August 5th, 2011, 04:23 AM Thursday, 04 August 2011 21:37 PDF Print E-mail
Tata ruang Kuala Namu bakal berbahaya
Warta
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE
[(WOL Photo)]
(WOL Photo)
MEDAN – Tata ruang Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), harus memiliki konsep penataan ruang yang jelas. Karena jika tidak, ada potensi bahaya yang mengintai.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Manager Project Implementation Unit Bandara Kuala Namu, Joko Waskito, dalam rapat koordinasi bersama pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho, dan instansi terkait proyek Kuala Namu, di Kantor Gubernur Sumut, hari ini. "Sangat diperlukan karena ada potensi bahaya," sebut Joko, dengan nada serius.
join_facebookjoin_twitter
Dia menuturkan, tata ruang di sekitar lokasi pembangunan Bandara Kuala Namu merupakan masalah yang sangat merisaukan, karena bila hal ini tidak segera diantisipasi, berpotensi menyebabkan masalah dikemudian hari. Joko menyatakan, banyaknya bangunan, baik perumahan warga maupun gedung layanan umum yang berada tidak jauh dari landasan pacu bandara, merupakan salah satu potensi bahaya bagi realisasi bandara ini.
Keberadaan berbagai bangunan tersebut, katanya, sangat dikhawatirkan dapat mengganggu manuver pesawat yang akan beroperasi di bandara. Selain itu, kondisi tersebut juga dikhawatirkan mengganggu masyarakat karena diperkirakan akan terus mengalami kebisingan dari suara pesawat terbang.
"Khawatirnya nanti, masyarakat akan selalu mengalami kebisingan," ungkapnya. Dia menambahkan, penataan terhadap tata ruang itu di sekitar lokasi Kuala Namu juga sangat diperlukan, karena di sekitar lokasi merupakan daerah yang rentan dengan banjir. “Selama ini, lokasi pembangunan Kuala Namu itu merupakan tempat penampungan air jika di daerah tersebut menerima debit air dalam jumlah besar, baik karena hujan mau pun air pasang,” ucapnya.
Namun, lanjut Joko, setelah adanya proses pembangunan bandara, terjadi proses peninggian tanah di sejumlah lokasi, sehingga dikhawatirkan bila debet air di lokasi sedang tinggi, air akan beralih ke pemukiman warga sekitar. "Khawatirnya, air itu akan beralih daerah sekitarnya, termasuk ke pemukiman warga," bebernya.
Menanggapi keluhan Joko itu, Gatot Pujo Nugroho mengatakan, pihaknya telah mempertanyakan hal itu kepada Bupati Deli Serdang, Amri Tambunan. Gatot juga menyatakan telah mendapat informasi jika Pemerintah Kabupaten Deli Serdang telah memiliki komitmen untuk mengatur tata ruang di sekitar Lokasi Bandara Kuala Namu secara terintegrasi.
"Secara personal, kita terus tanyakan pada bupati, dan bupati tetap berkomitmen untuk melakukan tata ruang yang terintegrasi, agar nantinya kawasan Bandara Kuala Namu menjadi kawasan yang holistik dan menjadi wajah yang menggambarkan wajah Sumut," tandasnya.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=209860:tata-ruang-kuala-namu-bakal-berbahaya&catid=77:fokusutama&Itemid=131
rilham2new August 5th, 2011, 07:28 PM Medan di peringkat ke 13 sebagai The World's Fastest Growing Airport...tapi apa yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan pemda Sumut mengenai Kuala Namu?
The world's fastest-growing airports
1. Istanbul Sabiha Gökçen Airport, Turkey
2. Viracopos-Campinas, Brazil
3. Rio de Janeiro, Brazil
4. Charleroi, Belgium
5. Moscow Sheremetyevo, Russia
6. Belo Horizonte, Brazil
7. Bogota, Colombia
8. Phuket, Thailand
9. Shanghai Pudong, China
10. Muscat, Oman
11. Ankara, Turkey
12. St Petersburg, Russia
13. Medan, Indonesia
14. Shanghai Hongqiao, China
15. Milwaukee, WI, USA
Data from Airports Council International - http://www.airports.org/
Kalau penumpangnya nambah dalam 1 tahun dari 4 juta penumpang, ke 6 juta penumpang pada tahun berikutnya itu artinya pertumbuhan tinggi sampai 50%.. walaupun secara absolut penambahan cuman 2 juta penumpang di tahun berikutnya.
Tapi, kalau jumlah penumpangnya adalah 36 juta penumpang, kemudian tahun berikutnya jadi 43 juta penumpang. Nah penambahannya secara presentasi lebih kecil, tapi secara absolut penambahannya juga besar.
Melihat beberapa kota di atas Medan di LIST itu secara ukuran jauh lebih besar dari Medan... Apalagi SHANGHAI dan MOSCOW segala ...,, dammnnn MEGACITY itu ... tapi masih melonjak tinggi pertumbuhannya, itu baru persentase... Belum angka absolutnya :nuts:
Tawon August 5th, 2011, 09:14 PM Kalau penumpangnya nambah dalam 1 tahun dari 4 juta penumpang, ke 6 juta penumpang pada tahun berikutnya itu artinya pertumbuhan tinggi sampai 50%.. walaupun secara absolut penambahan cuman 2 juta penumpang di tahun berikutnya.
Tapi, kalau jumlah penumpangnya adalah 36 juta penumpang, kemudian tahun berikutnya jadi 43 juta penumpang. Nah penambahannya secara presentasi lebih kecil, tapi secara absolut penambahannya juga besar.
Melihat beberapa kota di atas Medan di LIST itu secara ukuran jauh lebih besar dari Medan... Apalagi SHANGHAI dan MOSCOW segala ...,, dammnnn MEGACITY itu ... tapi masih melonjak tinggi pertumbuhannya, itu baru persentase... Belum angka absolutnya :nuts:
Yes, you are right. Tapi ukuran persentase saya kira lebih fair. Karena sekiranyapun potensi Medan bisa bertambah 10 juta penumpang sekarang misalnya, itu mustahil dapat terwujut karena keterbatasan infra-struktur. Jadi untuk melakukan proyeksi ke masa depan kita harus menggunakan persentase karena lebih natural. Kita harus sabar karena kemajuan infra-struktur hanya bisa merangkak kayak keong. Lihat saja pembangunan Kuala Namu sekarang.
Ingat interesting quote from Mao (ane bukan komunis lho): Long March sejuta kilometer dimulai dengan langkah pertama.
rahul medan August 6th, 2011, 07:49 PM Lahan Eks HGU untuk Jalan Arteri Diberi Santunan
Tribun Medan - Jumat, 5 Agustus 2011 18:16 WIB
Share |
Laporan Wartawan Tribun Medan, Adol Frian Rumaijuk
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Proses pembangunan Bandar udara Kuala Namu pengganti Badara Polonia Medan terus diupayakan dan terus mengalami peningkatan penyelesiaian. Meski masih diragukanakan terjadi keterlambatan, namu pihak pemerintah provinsi tetap melakukan langkah-langkah dalam percepatan pembangunan.
Kebutuhan lahan untuk pembangunan jalan arteri dan nontol dari dan ke bandara sekitar 122 ribu meter persegi. Untuk itu, lahan tersebut ada yang sedang dihuni atau dikuasai masyarakat. Sehingga untuk itu, dalam peraturan gubernur yang sedang disiapkan drafnya telah disepakati untuk memberikan santunan bagi masyarakat yang ada disekitar lahan yang dibutuhkan.
Seperti disampaikan dalam rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Sumut yang dipimpim oleh pelaksana Tugas Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho di ruang beringin lantai 9 kantor Gubernur Sumut, Jl Diponegoro Medan, Jumat (5/8).
Untuk keperluan pembayaran santunan, akan dialokasikan dalam Perubahan APBD 2011 Provinsi Sumut. “Karena selama ini, ada alokasi yang disertakan dalam APBD adalah pembebasan lahan bukan untuk santunan, sehingga perlu dialokasikan lagi,” katanya.
Hal itu dipertegas oleh Kepala Kejaksaan tinggi Sumut, Basumi Masyarif SH MH bahwa pengalokasian dana harus sesuai perundangan. Sehingga nantinya tidak akan terjebak dalam permasalahan hukum. “Harus disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku. Jika memungkinkan agar dialokasikan dalam PAPBD,” katanya.
Sedangkan pengalokasian dana dalam PAPBD untuk dana santunan dimaksud telah disampaikan oleh ketua DPRD Sumut Saleh Bangun yang mengatakan bahwa di P APBD akan dianggarkan. “Kami minta agar drafnya disiapkan oleh pemprov dan diserahkan kepada banggar, sehingga akan segera dibahas di DPRD,” katanya.
Hal lain yang perlu diperhatikan, menurut Kepala Kepolisian Daerah Sumut, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro agar tetap diperhatikan aspek-aspek lain yang bisa menimbulkan masalaha kemudian. Termasuk menigkatknya jumlah penduduk pmilik lahan atau munculnya propokator. “Harus di data benar, jangan malah latar belakang peguasaan lahan tidak diperhatikan,” katanya.
Karena bisa saja, menurutnya akan bermunculan bangunan-bangunan baru. Yang justru tidak seharusnya berada di jalur yang akan dibebaskan. Terutama lahan eks HGU yang akan diberikan santunan.
Sedangkan untuk lahan yang benar-benar dikuasai dan dimiliki warga akan dibebaskan. Sedangkan untuk lahan yang eks HGU akan diberikan santunan. Kemudian, dalam penyempurnaan perencanaan dan proses pembangunan peran serta masyarakat sangat dibutuhkan.
Demi pembangunan Sumut yang lebih baik, sehingga masyarakat Sumatera Utara juga harus memberikan sumbangsih peran yang bisa mempermudah proses pembangunan.
Sedangkan pengalokasian dana yang diamaksud juga telah termasuk di dalamnya masalah pembangunan drainase jalan yang akan dibangun.
Namun seperti disampaikan oleh Gatot, nama dalam pointer yang akan dicantumkan dalam PAPBD secara penamaan akan disesuaikan dengan kebutuhan nantinya. “Tinggal penamaan secara redaksinya saja, namun akan dicantumkan dalam PAPBD,” katanya.(afr/www.tribun-medan.com)
http://medan.tribunnews.com/2011/08/05/lahan-eks-hgu-untuk-jalan-arteri-diberi-santunan
rahul medan August 8th, 2011, 07:51 AM Penambahan Fasilitas Umum di Polonia Tidak Efektif
Oleh Master Sihotang on Aug 4th, 2011
MEDAN: PT Angkasa Pura II menilai penambahan fasilitas publik pada Bandara Internasional Polonia Medan tidak efektif, karena seluruh kegiatan operasional bandara dipindahkan ke bandara baru di Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang pada 2013.
“Kondisi sejumlah fasilitas dan area pelayanan publik di Bandara Polonia memang sudah kurang memadai, tetapi dari sisi efektivitas tidak layak dilakukan perbaikan maupun penambahan,” kata Kabag Humas PT Angkasa Pura II Bandara Polonia Firdaus di Medan, Kamis 4 Agustus 2011.
Dari sisi penggunaan biaya dan waktu, lanjut dia, perbaikan terhadap sejumlah fasilitas dan sarana pelayanan publik di bandara saat ini dinilai sebagai tindakan pemborosan.
Karena itu, menurut dia, pihak PT Angkasa Pura II untuk tahun 2011 tidak ada mengalokasikan anggaran untuk perbaikan maupun penambahan fasilitas pelayanan publik di Bandara Polonia.
“Kami saat ini lebih fokus kepada upaya mengoptimalkan kinerja pelayanan di bidang keselamatan penerbangan, mengingat frekuensi penerbangan di Bandara Polonia sejak beberapa tahun terakhir meningkat tajam,” ucapnya.
Disebutkannya, jumlah penumpang yang datang dan berangkat di Bandara Polonia selama tahun 2010 mencapai 6,3 juta orang penumpang, atau meningkat dibanding tahun 2009 sebanyak 4,9 juta orang.
“Kami memperkirakan jumlah penumpang yng datang dan berangkat melalui Bandara Polonia tahun 2011 bisa mencapai lebih dari 6,5 juta orang,” ujarnya.
Peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan tersebut dinilai sudah tidak sesuai dengan kapasitas atau daya tampung sejumlah sarana dan fasilitas pelayanan publik yang disediakan PT Angkasa Pura II.
Dia juga membenarkan, sejak dua tahun terakhir banyak penumpang dan para pengguna jasa lainnya mengaku kecewa dengan kondisi fisik fasilitas pelayanan publik di Bandara Polonia.
Fasilitas pelayanan publik yang kerap dikeluhkan para pengguna jasa di bandara itu, di antaranya ruang tunggu kedatangan dan kebarangkatan yang dinilai dari sisi luas sudah tidak ideal lagi menampung para penumpang maupun calon penumpang.
Selain itu, suasana koridor menuju pintu terminal keberangkatan domestik terkesan sempit dan tidak nyaman karena di sisi kiri dan kanannya disesaki kios.
Suasana kurang nyaman juga kerap dikeluhkan para pengguna jasa bandara saat berada di sekitar pelataran gedung terminal kedatangan domestik, karena sebagian besar area itu selama ini berfungsi sebagai lokasi parkir taksi.
“Kondisi dan kualitas pelayanan publik di Bandara Polonia memang kurang memadai. Solusi tepat untuk mengatasi halm itu adalah bagaimana agar Bandara Kuala Namu bisa selesai dibangun sesuai dengan jadwal yang direncanakan sekitar awal tahun 2013,” ucap Firdaus. (ant)
http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2011/08/penambahan-fasilitas-umum-di-polonia-tidak-efektif/
Tawon August 8th, 2011, 02:36 PM [QUOTE=rahul medan;82641864]Penambahan Fasilitas Umum di Polonia Tidak Efektif
Oleh Master Sihotang on Aug 4th, 2011
Disebutkannya, jumlah penumpang yang datang dan berangkat di Bandara Polonia selama tahun 2010 mencapai 6,3 juta orang penumpang, atau meningkat dibanding tahun 2009 sebanyak 4,9 juta orang.
“Kami memperkirakan jumlah penumpang yng datang dan berangkat melalui Bandara Polonia tahun 2011 bisa mencapai lebih dari 6,5 juta orang,” ujarnya.
Peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan tersebut dinilai sudah tidak sesuai dengan kapasitas atau daya tampung sejumlah sarana dan fasilitas pelayanan publik yang disediakan PT Angkasa Pura II. Ends quote.
==============0000========================================================
Menurut data di atas, pertambahan traffick penumpang dari tahun 2009 ke 2010 : 1,4 juta orang.
Pertambahan traffick dari tahun dari 2010 ke 2011 (taksiran) : 0,2 juta.
Saya kira Angkasa Pura harus menjelaskan penurunan drastis pertambahan demikan. walaupun itu masih proyeksi. Lagipun, Angkasa Pura sebaiknya memberi actual data sebegitu jauh untuk tahun 2011 walaupun masih berjalan untuk mengetahui apakah taksiran mereka untuk tahun 2011 masuk akal atau reasonable.
rahul medan August 8th, 2011, 04:54 PM Pembebasan lahan tol Medan-Kualanamu rampung 2012
Oleh Mia Chitra Dinisari
Published On: 08 August 2011
MEDAN: Pemerintah menargetkan proses pembebasan lahan untuk proyek pembangunan ruas tol Medan-Kualanamu rampung pada 2012, menyusul akan segera dilaksanakannya pembangunan konstruksi proyek itu tahun ini juga.
Rencana pembebasan lahannya sendiri dilaksanakan dalam dua tahun anggaran. Yakni tahun ini seluas 128,87 hektar atau sebesar 65,11%nya, dan sisanya sebesar 34,89%nya atau seluas 69,07 hektar dibebaskan tahun depan.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Kementerian Pekerjaan Umum Wijaya Seta mengatakan untuk tahun ini lahan yang akan dibebaskan mencapai 128,87 hektar terdiri dari lahan masyarakat seluas 72,50 hektar, lahan PTPN II seluas 39,97 hektar, PT Losum 13,48 hektar dan lahan Kementerian PU 2,92 hektar.
Saat ini menurutnya proses pembebasah lahan cukup berjalan lancar karena mereka memprioritaskan lahan milik instansi yang notabenenya lebih mudah dibebaskan. Sedangkan untuk lahan milik masyarakat sebagiannya sudah dibayarkan. Total pembebasan lahannya sendiri
"Untuk pembebasan lahan, pemda setempat sudah menerbitkan pergub untuk percepatan pelaksanaannya, jadi saya rasa masalah pembebasan lahan akan berjalan sesuai jadwal," ujar Wijaya pada Bisnis usai paparan kunjungan kerja DPR ke Medan hari ini.
Adapun luas lahan yang harus dibebaskan untuk pembangunan tol itu yakni mencapai 197,94 hektar dengan rincian kepemilikan lahan masyarakat sebesar 141,57 hektar atau sebesar 71,52%, lahan milik PTPN II 39,97 hektar sebesar 20,19%, lahan PT Lonsum 13,48 hektar atau sebesar 6,81% dan lahan kementrian PU 2,92 hektar atau sebesar 1,48%nya.
Sementara itu, lanjutnya, untuk pembangunan ruas tol Medan-Kualanamu ditargetkan dimulai November 2011, menyusul akan segera ditetapkannya pemenang lelang proyek senilai 1,50 triliun tersebut.
Saat ini, proses pelaksanaan lelang sudah memasuki tahap pembukaan penawaran proyek pada 20 Juli lalu. Setidaknya dalam sebulan kedepan hasil pemenang akan segera diumumkan.
Dari penawaran lelang, setidaknya ada tiga perusahaan yang masuk. Mereka adalah perusahaan China yang bergabung dengan perusahaan lokal. Namun, dia tidak memerinci nama-nama perusahaan itu, sekaligus nilai penawaran lelang yang diajukan masing-masingnya.
"Dari tiga perusahaan yang mendaftar, kemungkinan besar PT Hutama Karya yang juga join dengan perusahaan asal China yang akan menang. Karena mereka mengajukan lelang dengan nilai terendah, yakni Rp1,3 triliun," ujarnya.
Dia mengatakan setelah pengumuman pemenang ditetapkan, proses konstruksi diperkirakan akan dapat dimulai pada November 2011. Masa pembangunan sendiri, katanya, akan berlangsung selama 900 hari, atau dua tahun setengah. Artinya proyek yang dananya berasal dari pinjaman China itu akan rampung pada 2014.
Sementara itu, untuk pembangunan jalan non tol menuju bandara Kualanamu, katanya, akan dirampungkan hingga 2013. Pasalnya, jadwal pelaksanaan pembangunan jalan tersebut memang dibagi dalam III tahap.
Sebelumnya, dalam tahun anggaran 2008-2010 telah dilaksanakan pembangunan jalan akses sisi kiri sepanjang 10 kilometer dengan alokasi kontrak multi years senilai Rp88,20 miliar. Tahap II akan dibangun fly over sisi kiri sepanjang 1.000 meter dengan nilai kontrak Rp63,78 miliar. Untuk pembangunannya sendiri akan dilaksanakan oleh PT Hutama Karya.
Sedangkan rencana penanganan pada 2012 dan 2013 berupa kelanjutan pembangunan fly over sisi kiri dengan pagu anggaran Rp45 miliar. "Untuk tahun 2012 dan 2013 akan dilaksanakan pembangunan akses jalan dan fly over sisi kanan sepanjang masing-masing 13,70 km dan fly over 800 meter. Anggarannya sendiri dialokasikan Rp240 miliar," tambahnya.
Dia menambahkan untuk penyelesaian proyek jalan non tol sepanjang 13,075 kilometer itu juga masih terkendala masalah lahan, dimana untuk proyek konstruksi di sisi bagian kiri yang mencapai 3,07 kilometer belum dibebaskan sepanjang 2,82 kilometernya. Sedangkan di sisi kanan dengan panjang konstruksi 10 km, lahan yang belum bebas sepanjang 9,30 km. (bsi)
http://www.bisnis.com/infrastruktur/transportasi/34588-pembebasan-lahan-tol-medan-kualanamu-rampung-2012
Tawon August 8th, 2011, 06:24 PM [QUOTE=rahul medan;81723104]Genjot Kualanamu, Gatot Ngadu ke JK
10:24, 19/07/2011
MEDAN- Bandara Kualanamu yang direncanakan akan selesai dan dioperasikan akhir 2012, masih dalam tahap pembangunan. Ada kekhawatiran, bandara terbesar di luar Pulau Jawa ini tidak akan selesai sesuai jadwal.
Melihat gelagat tersebut, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho meminta tolong kepada mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK). Gatot meminta saran dan bantuan agar pembangunan bandara pengganti Polonia itu selesai tepat waktu.
“Kami minta tolong ke Bapak (JK, Red) ‘bantu kami pak agar bandara Kualanamu ini selesai’,” kata Gatot dalam kata sambutannya pada pelantikan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut, Senin (18/7) di Medan Club.
Spontan permintaan Gatot ke JK itu mendapatkan riuh tepuk tangan dan sambutan sejumlah undangan. Tak sedikit para pejabat tersenyum melihat Gatot menyerukan permintaan tolongnya kepada JK. ends quote.
======================000======================
Saya tidak mengerti mengapa JK dilibatkan lagi. Beliau tidak punya pengaruh apa-apa lagi dalam pemerintahan. Apakah karena partai Plt Gubsu Gatot, Golkar ? Terus terang saya tidak tahu partainya Gatot. Partainya JK Golkar tidak turut lagi dalam koalisi yang berkuasa. JK sering melontarkan kecaman-kecaman goblok terhadap SBY. Malah kehadiran JK justru dapat memperlambat proses pembangunan Kuala Namu, karena pemerintah tidak akan memberi kesempatan bagi JK untuk membual bahwa dia berjasa mempercepat Kuala Namu.
Sebenarnya JK turut memperlamban Kuala Namu. Misalnya ketika ia berkuasa, landasan pacu Kuala Namu tidak diperhitungkan untuk menampung pesawat A-380 dan yang sekelas dengan itu. Dan kapasitas penumpang untuk tahap pertama hanya diperhitungkan untuk 6 juta. Sekarang saja traffick penumpang Polonia sudah lebih 6 juta. Ini kan kerjaan perencana kampungan. Oleh karena itu, rancangan JK terpaksa dirombak dan ini makan waktu yang lama.
rahul medan August 10th, 2011, 06:11 AM Jalur Rel KA Aras Kabu-Bandara Kuala Namu Dibangun Oktober 2012
Medan, (Analisa). PT Kereta Api (Persero) Divre I Sumut-NAD telah menyiapkan Rp 28 miliar khusus pembangunan jalan/rel kereta api (KA) Medan-Stasiun Kereta Api Aras Kabu-Bandara Kuala Namu. Rencana pembangunannya akan dimulai paling cepat Oktober tahun 2012 ini dan paling lambat awal tahun 2013.
"Hingga kini kita tinggal menunggu surat dari Dirjen Perkeretaapian di Bandung untuk pengerjaannya, sedangkan tender sedang atau akan segera dilakukan di Bandung," sebut Humas PT KA (Persero) Divre I Sumut dan NAD Irwan kepada wartawan di Medan, Selasa (9/8).
Menurutnya, rencana pekerjaan dari awal tidak ada perubahan, yaitu memanfaatkan jarak pendek antara Stasiun Aras Kabu menuju Bandara Kuala Namu yang berjarak 4,9 KM. Namun yang menjadi persoalan mengenai kesiapan pembangunan Bandara Kuala Namu yang hingga kini masih lewat dari jadual yang tetapkan.
"Intinya PT KA sejak awal kita sudah siap, baik untuk pembangunan jaringan rel Aras Kabu-Kuala Namu, terminal city check in, hingga penyediakan kereta jenis diesel atau KRDI. Mengenai disain dan pendanaannya juga sudah kita siapkan untuk pembangunan rel KA ke Bandara Kuala Namu itu. Termasuk rencana pembangunan city cek in di Jalan Jawa Medan belakang Stasiun Besar KA Medan. Sekarang ini tinggal pembangunannya," urainya.
Dikatakannya, jika Bandara Kuala Namu sudah beroperasi maka kereta api juga otomatis tentu beroperasi. "Adapun kapasitas angkutan penumpang Kereta api sekali jalan dari Medan menuju Bandara Kuala Namu kurang lebih 200 orang dalam 4 gerbong kereta api. Tapi bisa ditambah menjadi 8 gerbong sehingga bisa menjadi 800 orang sekali angkut. Kita hanya menambah jalur rel KA dari Stasiun KA Aras Kabu ke Bandara Kuala Namu sepanjang 4,9 Km. Sedangkan luas lokasi city cek In di lokasi Jalan Jawa Medan itu sebesar 3-4 hektar, juga akan sediakan penginapan. Jarak tempuh Medan-bandara sekira 60 menit," jelasnya.
Menurut dia, mengenai pembangunan city check yang dipusatkan di stasiun kereta api Medan, dekat lapangan Merdeka, pihaknya akan menghadirkan pihak PT Angkasa Pura II. "Karena yang mengatur atau mengelola ini nanti adalah pihak PT Angkasa Pura II. Demikian juga pembangunan rel KA di Bandara Kuala Namu nanti, kita juga diundang karena pengelolanya adalah PT KA," ucapnya.
Angkutan Lebaran
Menghadapi angkutan lebaran 2011, PT KAI Divre I Sumut siap mengangkut sekitar 18 ribu penumpang setiap harinya. Untuk mendukung angkutan tersebut PT KAI Divre I Sumut telah menyiapkan 29 Lokomotif, 63 kereta dan 2 KRDI untuk semua rute tujuan dari Medan ke daerah atau jurusan yang ada di Sumut.
"Untuk angkutan tahun ini ada 12.972 kursi yang tersedia. Begitupun kita siap mengangkut sekitar 18 ribu penumpang perharinya.," ujar Irwan.
Menurutnya, berdasarkan aturan yang berlaku kalau pihak PT KAI diperbolehkan mengangkut penumpang tanpa tempat duduk atau non seat dengan aturan untuk KA Bisnis 25 persen dan KA Ekonomi 150 penumpang dari jumlah normal 106. Sedangkan untuk KA eksekutif tidak ada penambahan muatan penumpang diluar jumlah kursi yang tersedia.
Dijabarkannya, hingga Selasa (9/8) kemarin pemesanan tiket KA sudah dilakukan oleh masyarakat yang akan melakukan mudik lebaran. Berdasarkan data yang dihimpun di Stasiun Besar Medan pemesanan tiket kelas eksekutif dan bisnis untuk keberangkatan dari Stasiun Besar Medan pada tanggal 23 hingga 25 Agustus telah terjual sekitar 40 persen. Sedangkan untuk keberangkatan tanggal 27 hingga 31 Agustus rata-rata sudah mencapai sekitar 70 persen.
Dijelaskan Irwan pemesanan tiket jauh hari sebelum keberangkatan merupakan langkah positif untuk mengantisipasi terjadinya antrian panjang di loket. Selain itu masyarakat juga dapat mengantisipasi kehabisan tiket KA karena tingginya permintaan jelang lebaran Idul Fitri yang diperkirakan puncak mudiknya terjadi pada tanggal 29 Agustus mendatang. (msm)
spetznaz_kdi August 10th, 2011, 02:49 PM Sebenarnya JK turut memperlamban Kuala Namu. Misalnya ketika ia berkuasa, landasan pacu Kuala Namu tidak diperhitungkan untuk menampung pesawat A-380 dan yang sekelas dengan itu. Dan kapasitas penumpang untuk tahap pertama hanya diperhitungkan untuk 6 juta. Sekarang saja traffick penumpang Polonia sudah lebih 6 juta. Ini kan kerjaan perencana kampungan. Oleh karena itu, rancangan JK terpaksa dirombak dan ini makan waktu yang lama.
Saya gak ngerti deh, kok rancangan JK yang disalahkan, emang JK yang ngerancang? bukankah rancangan itu sudah dibuat bahkan sebelum JK jadi wapres...
setau saya sih keterlibatan JK itu dulu waktu jadi wapres adalah pejabat tertinggi Republik Indonesia yang beberapa kali meninjau langsung ke lapangan, gak sekedar ngomong di jakarta doang...
Dan salah seorang yang cukup keliatan mendorong segera pembangunan Kualanamu kan JK setelah berapa tahun tuh cuma jadi konsep, wlaupun entah saya gak tau agenda apa yang dibawa JK, tp saya sih prasangka baik aja melihat sepak terjang JK yang to the point......
jeppy123 August 10th, 2011, 08:25 PM Saya tidak mengerti mengapa JK dilibatkan lagi. Beliau tidak punya pengaruh apa-apa lagi dalam pemerintahan. Apakah karena partai Plt Gubsu Gatot, Golkar ? Terus terang saya tidak tahu partainya Gatot. Partainya JK Golkar tidak turut lagi dalam koalisi yang berkuasa. JK sering melontarkan kecaman-kecaman goblok terhadap SBY. Malah kehadiran JK justru dapat memperlambat proses pembangunan Kuala Namu, karena pemerintah tidak akan memberi kesempatan bagi JK untuk membual bahwa dia berjasa mempercepat Kuala Namu.
Sebenarnya JK turut memperlamban Kuala Namu. Misalnya ketika ia berkuasa, landasan pacu Kuala Namu tidak diperhitungkan untuk menampung pesawat A-380 dan yang sekelas dengan itu. Dan kapasitas penumpang untuk tahap pertama hanya diperhitungkan untuk 6 juta. Sekarang saja traffick penumpang Polonia sudah lebih 6 juta. Ini kan kerjaan perencana kampungan. Oleh karena itu, rancangan JK terpaksa dirombak dan ini makan waktu yang lama.
Mungkin yang dibahas meminta bantuan pada JK bukan dalam hubungan politik dengan JK sebagai mantan wapres. Hubungannya lebih berupa hubungan bisnis dengan Kalla Group. Yang saya lihat, Kalla Group akhir-akhir ini memang sedang bergejolak setelah pembangunan indoor themeparks Trans Studio dan rencana mereka untuk membangun monorel di Makassar dan Bandung.:)
laba-laba August 11th, 2011, 12:09 AM JK datang pas masihjadi wapres gak ngaruh lah maren...
Yang ngaruh tuh dikarenakan Jatuhnya pesawat Mandala. langsung pembangunan di reschedul lagi...
rahul medan August 11th, 2011, 04:52 AM DPR: Kuala Namu harus cepat selesai
Warta - Sumut
WASPADA ONLINE
MEDAN – Anggota DPR RI asal Sumatera Utara (Sumut) berharap agar seluruh tahapan pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang dapat rampung sesuai schedule atau jadwal yang telah ditentukan.
Hal ini meliputi akses jalan, lintasan kereta api (KA) dari Medan-Bandara Kuala Namu, serta seluruh faktor pendukung operasional bandara ini. “Saya sudah bertemu dengan Plt Gubsu (Gatot Pujo Nugroho) dan membicarakan angkutan penumpang pesawat dari Medan ke Kuala Namu,” kata anggota Komisi V DPR RI, Ali Wongso Sinaga, tadi malam di Medan sebelum bertolak ke Jakarta.
Dimana-mana bandara jauh dari kota mempunyai jaringan lintasan kereta api dari kota ke bandara, termasuk dari Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Sepang, katanya.
Sebelumnya, pejabat Kereta Api Indonesia (KAI) sudah berjanji, pembangunan terminal city check-in tiket dan lintasan jaringan kereta api akan disurvei pada Mei 2012 dan setelah itu akan dilakukan pembangunan. Sedangkan dana pembangunan diperkirakan mencapai Rp80 miliar bersumber dari kantor pusat KAI di Bandung.
Demikian juga masalah hambatan jalan arteri, pihaknya sudah membicarakan dengan Plt Gubsu agar Pemkab Deli Serdang dan Serdang Bedagai konsen untuk memperjuangkan pembangunan bandara itu, supaya cepat selesai. “Paling lambat harus selesai awal 2013,” kata Ali Wongso.
Untuk itulah dia setuju Gubsu membuat Peraturan Gubernur (Pergub) Kerohiman, untuk membantu warga yang berdomisili di sekitar proyek. Hal itu juga pernah dilakukan Pemprov Banten terhadap warga yang tinggal di daerah pinggiran kali. “Ke depan saya harapkan masalah jalan non tol yang dibiayai APBD dan pembangunan jalan tol didanai APBN tidak ada masalah lagi, kalau secara bersama-sama saling mendukung.”
Dikatakan Sinaga, bandara kebanggaan masyarakat Sumut akan menjadi tempat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga sekitar itu, sehingga Sumut nantinya menjadi daerah terkenal di ASEAN bahkan Eropa. Menurutnya, hal ini karena Bandara Internasional Polonia di Medan tidak mungkin lagi dikembangkan, karena dananya juga dibutuhkan untuk pembangunan Kuala Namu.
“Namun sebelum Kuala Namu selesai, sebaiknya kualitas pelayanan terhadap penumpang harus dijaga, walau dalam keterbatasan-keterbatasan infrastruktur, mengingat penumpang yang berangkat sudah membayar airport tax,” tandasnya.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=210874:dpr-kuala-namu-harus-cepat-selesai&catid=15:sumut&Itemid=28
jhojockey August 11th, 2011, 06:58 AM JK datang pas masihjadi wapres gak ngaruh lah maren...
Yang ngaruh tuh dikarenakan Jatuhnya pesawat Mandala. langsung pembangunan di reschedul lagi...
memang beginilah adanya indonesia, tunggu ada yg celaka dulu baru brtindak. saya yakin klo ndak ada tragedi mandala smpe 2020 pun ngga akan ada peletakan batu pertama :ohno:
Tawon August 11th, 2011, 01:15 PM Saya gak ngerti deh, kok rancangan JK yang disalahkan, emang JK yang ngerancang? bukankah rancangan itu sudah dibuat bahkan sebelum JK jadi wapres...
setau saya sih keterlibatan JK itu dulu waktu jadi wapres adalah pejabat tertinggi Republik Indonesia yang beberapa kali meninjau langsung ke lapangan, gak sekedar ngomong di jakarta doang...
Dan salah seorang yang cukup keliatan mendorong segera pembangunan Kualanamu kan JK setelah berapa tahun tuh cuma jadi konsep, wlaupun entah saya gak tau agenda apa yang dibawa JK, tp saya sih prasangka baik aja melihat sepak terjang JK yang to the point......
Tahun 2007 rancangan/design masih dikerjakan. Siapapun yang ngerjakan rancangan, itu tidak boleh dilaksanakan sebelum disetujui oleh JK dan JK harus dianggap bertanggung jawab atas semua konsekwensi keputusannya, baik atau buruk. Bukan hanya enaknya saja.
Memang JK rajin datang ke lapangan, tetapi itu semua ternyata kemudian percuma karena kerjaannya terpaksa dirombak. Ini bukan hanya berakibat penundaan, tetapi juga biaya yang meningkat karena harus dua kali kerja. Perombakan baru dapat dilakukan setelah JK tidak turut lagi.
spetznaz_kdi August 12th, 2011, 04:07 PM ^^
Oo... ada kisah lainnya ya, hehehe gak tau soal yang itu, gak pernah diinfokan ke publik sih....
rahul medan August 12th, 2011, 05:44 PM Nurdin Optimistis Kualanamu Rampung 2012
Tribun Medan - Jumat, 12 Agustus 2011 21:56 WIB
Share |
Laporan Wartawan Tribun Medan/afr
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Anggota Komisi VI DPR RI Nurdin Tampubolon menyanpaikan keyakinannya Kualanamu bisa beroperasi tahun 2012 dan akan menjadi bandara internasional kebanggaan Provinsi Sumatera Utara.
"Kita yakin 2012, bandara berstandar internasional di Sumut ini bisa diresmikan melihat kondisi sekarang sudah pada tahap finishing," ujar wakil rakyat daerah pemilihan Sumut ini menjawab wartawan, di Sekretariat Nurdin Centre di Jl Iskandar Muda Medan, Kamis (11/8).
Menurut Nurdin masih ada beberapa area bandara yang masih harus dibenahi, seperti area taxi, dan run way. "Namun yang terpenting akses jalan menuju ke bandara, sehingga tidak mengakibatkan kemacetan," katanya.
Usai reses meninjau Bandara Kualanamu, menurutnya DPR akan langsung mengundang Dirut PT Angkasapura II ke Jakarta, guna membahas penyelesaian bandara skala internasional ini. Menurut Nurdin, seyogianya pembangunan bandara dan insfrastruktur bersifat paralel, sehingga saat bandara siap difungsikan, infrastruktur pendukungnya juga siap digunakan.
Jalan tol, menurut politisi Partai Hanura ini, juga seharusnya menjadi prioritas pihak Angkasa Pura II (AP II). "Karena itu kita akan melakukan pembicaraan dengan Jasa Marga dan AP II agar jalan tol Medan-Kuala Namu disegerakan," kata Nurdin.(afr)
http://medan.tribunnews.com/2011/08/12/nurdin-optimistis-kualanamu-rampung-2012
rahul medan August 12th, 2011, 05:48 PM Proyek Kualanamu terkendala 5 masalah
Published On: 11 August 2011
JAKARTA: Setidaknya ada lima permasalahan yang diindikasikan dapat menjadi kendala dalam merealisasikan pembangunan bandara Kualanamu Medan pada akhir 2012.
Kelima permasalahan itu yakni pertama belum memadainya akses jalan sepanjang 15 kilometer menuju bandara Kualanamu, Masalah jalan akses 15 km memadai, kedua adanya tuntutan relokasi dari 34 kepala keluarga yang masih menghuni lahan di wilayah bandaran.
Selanjutnya adalah belum rampungnya masalah pembebasan lahan untuk ruas jalan tol dan non tol, keempat program perbaikan sistem drainase disekitar bandara yang belum terlaksana, dan masih belum lancarnya suplai material kelokasi bandara.
Kepala Satuan Kerja Proyek pembangunan Bandara Kualanamu Darpin Sinaga mengatakan dengan kondisi tersebut diharapkan pemerintah segera menyelesaikan permasalahan yang ada sehingga rencana realisasi operasionalisasi bandara dapat terpenuhi sesuai rencana.
"Kami juga sudah mengusulkan beberapa solusi misalnya untuk akses jalan perlu ada peningkatan status jalan dari jalan kabupaten menjadi jalan nasional, dan percepatan pembebasan lahan dan pembangunan tol menuju Bandara untuk mendukung arus kendaraan masuk," ujarnya dalam paparan didepan Komisi V DPR di Medan kemarin.
Akibat kendala itu juga, saat ini realisasi pelaksanaan pembangunan bandara seluas 1.365 hektar itu meleset sekitar 1,98% dari rencana hingga 9 Agustus 2011. Seharusnya, hingga periode tersebut realisasi fisik mencapai 78,45%nya, namun saat ini baru terealisasi sekitar 76% secara keseluruhan.
Meski demikian, mereka tetap optimistis progres pembangunan akan berjalan sesuai rencana. Menurutnya untuk kegiatan fisik pembangunan runway diperkirakan akan rampung pada November 2011, dan sistem navigasi selesai pada 2012. "Jika seluruh kegiatan fisik bisa sesuai jadwal, maka kami targetkan bandara ini rampung pada akhir 2012," tambahnya.
Selain itu , dari total kebutuhan investasi sebesar Rp1,7 triliun, dana yang terserap baru mencapai Rp1,2 triliun. Sedangkan nilai kontrak yang sudah ditandatangani mencapai Rp1,4 triliun, dan yang sudah diserahkan pada kontraktor mencapai Rp1 triliun.
Bandara Kualanamu akan dibangun diarea seluas 1.365 hektar, dengan rincian area runway mencapai 3.750x 60 meter, pararel taxiway masing-masing 3.750x 30 meter dan 2.000x 30 meter. Selanjutnya luas apron 200.000 meter persegi dengan kapasitas tampung mencapai 33 pesawat.
Kemudian luas terminal 118.930 meter persegi, dengan kapasitas terminal8,1 juta pax per tahun untuk tahap I. Bandara itu juga akan menyediakan gudang kargo seluas 13.000 meter persegi, area parkir 50.820 meter persegi, yang dapat menampung 407 taksi, 55 bus dan 908 mobil.
Sementara itu, Jumlah penumpang di Bandara Polonia Medan hingga semester I/2011 mencapai 3,377 juta penumpang. Artinya angka tersebut sudah melebih dari 50% realisasi jumlah penumpang selama 2010 yang mencapai 6,186 juta penumpang.
Sedangkan angkutan kargo di bandara mencapai 23,98 juta, sementara selama 2010 angkutan kargo mencapai 35,18 juta. Untuk pergerakan pesawatnya sendiri hingga Juni 2011 mencapai 30,441 juta, sementara selama 2010 mencapai 58,438 juta. (bsi)
http://www.bisnis.com/infrastruktur/transportasi/35272-proyek-kualanamu-terkendala-5-masalah
rahul medan August 12th, 2011, 05:55 PM Pilih Kuala Namu atau Polonia?
Warta - Warta Fokus
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE
[(WOL Photo/Imaniuri Silaban)]
(WOL Photo/Imaniuri Silaban)
MEDAN – Ketidakpedulian pengelola Bandara Internasional Polonia di Medan yang kondisinya saat ini sudah penuh sesak dengan penerbangan dan lalu lintas penumpang dapat berpotensi terulangnya tragedi 'Mandala', jika tidak segera dibenahi.
Ekonom dari Universitas Sumatera Utara (USU), Polin Pospos, mengatakan, Polonia sudah sangat crowded dengan jumlah penerbangan yang terus bertambah, sementara tidak ada dilakukan renovasi. Hal ini, katanya, dapat memicu terjadinya kecelakaan seperti tragedi Mandala lima tahun silam yang menewaskan 148 orang, termasuk Gubernur Sumatera Utara saat itu, Rizal Nurdin.
join_facebookjoin_twitter
"Barangkali pemerintah menunggu kejadian Mandala lagi," ujarnya kepada Waspada Online, tadi malam.
Dia menambahkan, pemerintah sejatinya harus melakukan antisipasi sebelum tragedi serupa berulang. Dalam konteks ini, tentunya dengan membuat Bandara Polonia senyaman dan seaman mungkin. "Pemerintah tidak pernah melakukan antisipasi. Kalau sudah terjadi, baru kebakaran jenggot," bebernya seraya mengatakan jika hal ini terus dibiarkan besar kemungkinan ada tragedi Mandala 2, Mandala 3, dan seterusnya.
"Jangan tunggu nyawa orang terbang, baru dibenahi," imbuhnya.
Seperti diketahui, pengelola Bandara Internasional Polonia, Angkasa Pura II, tidak berencara melaksanakan renovasi di Polonia karena hanya akan menghabiskan anggaran karena Bandara Kuala Namu telah dibangun.
Menurut Polin, pemerintah harus memilih salah satu, antara Kuala Namu dengan Polonia. "Pemerintah harus memilih. Tetapkan saja Kuala Namu selesai Juni 2012 misalnya, artinya Polonia bisa dipakai hingga Juni 2012. Lebih dari itu, tidak tanggung jawab apa yang terjadi di Polonia. Harus tegas, berikan limit. Itu baru namanya perencanaan yang baik," bebernya.
Polin sendiri mengaku takut jika berada di Bandara Polonia. "Saya terus terang takut ada di situ (Polonia, red). Takut saja jadi korban sewaktu-waktu," pungkasnya
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=211008:pilih-kuala-namu-atau-polonia&catid=77:fokusutama&Itemid=131
Btw Polonia ini bandara yg sangaaaaattt menguntungkan yaaa... tp nasibnya....
Tawon August 13th, 2011, 07:17 PM JK datang pas masihjadi wapres gak ngaruh lah maren...
Yang ngaruh tuh dikarenakan Jatuhnya pesawat Mandala. langsung pembangunan di reschedul lagi...
Saya kira pemerintah Indonesia sudah lebih serius sekarang karena harus mengejar Perjanjian Open Sky ASEAN tahun 2015. Ini berarti bahwa setiap airline/maskapai di ASEAN mulai tahun itu akan bebas terbang kemana saja di ASEAN. Ini akan memperkuat persaingan dan efisiensi. Perusahaan kecil yang tak mampu bersaing sendirian akan terpaksa "merger" dengan perusahaan lain.
Indonesia tentunya berharap sebanyak mungkin maskapai mempertimbangkan Medan dan Jakarta sebagai hub. Keuntungannya yang utama adalah pariwisata disamping lapangan pekerjaan. Saya kira, Medan lebih bersaing sebagai hub daripada bandara manapun di Indonesia. Ini disebabkan lebih dekatnya Medan ke negara-negara ASEAN lain dan non-ASEAN terutama Eropa, India dan China. Disamping itu, ekonomi SUMUT mampu menunjang bandara sebesar apapun.
rahul medan August 13th, 2011, 07:30 PM yupzz... Kuala Namu khan dirancang menjadi bandara Transit International seperti Changi dan KLIA (coz jarak antar 3 bandara ini termasuk dekat dan sama2 berada dekat dngn selat malaka yg merupakan jalur perdagangan dunia yg padat)
Harapannya ya menjadi pesaing 2 Bandara negara tetangga itu..
Kuala Namu juga merupakan bandara sipil unlimited (beroperasi penuh selama 24 jam)
Berbarengan dengan SHIA akan menjadi bandara Hub Int
Tawon August 15th, 2011, 04:38 AM Menyambung tulisan saya sebelumnya, rupanya Indonesia hanya membuka 5 bandara tahun 2015 untuk Open Sky ASEAN. Bandara tersebut adalah Jakarta, Medan, Surabaya, Den Pasar dan Makassar. Pembukaan semua bandara mendapat tentangan dari industri angkutan udara Indonesia.
Tapi ekonomi Sumut beruntung karena Kuala Namu termasuk dalam daftar yang dibuka untuk ASEAN nanti. Ini akan menurunkan ongkos, karena persaingan, bagi penumpang ASEAN untuk datang ke Medan. Seperti contoh yang diberikan oleh seorang Profesor Universitas Nasional Singapura, ketika angkutan udara Kuala Lumpur-Singapura diliberalisasi bulan Desember tahun 2008, ongkos sejak itu telah turun dari $ 400 ke $ 100 sekarang. Traffick penumpang dan kargo telah meningkat 34 persen. Hal serupa juga dialami di negara-negara lain yang menerapkan Open Sky.
Berdasarkan pengalaman di negara lain, ada alasan bagi kita untuk berharap bahwa Open Sky ASEAN akan meningkatkan jumlah wisatawan ke SUMUT.
bbq August 15th, 2011, 05:51 AM FYI: Truk-truk bermuatan material pasir & batu˛an ke Pantai Labu (wilayah belakang proyek bandara) kembali berseliweran… :)
rahul medan August 15th, 2011, 01:31 PM FYI: Truk-truk bermuatan material pasir & batu˛an ke Pantai Labu (wilayah belakang proyek bandara) kembali berseliweran… :)
Mantaaapp... Kok bisa tau bro..:banana:
rahul medan August 16th, 2011, 05:40 PM Tuesday, 16 August 2011 06:12 PDF Print E-mail
Bandara Kuala Namu terancam gelap
Warta
WASPADA ONLINE
MEDAN - DPRD Sumatera Utara mengecam sikap perusahaan perkebunan milik swasta yang ngotot meminta ganti kepada PT (Persero) PLN atas penggunaan lahan PTPN untuk pembangunan jaringan transmisi ke Bandara Internasional Kuala Namu.
Bila masalah itu tak terselesaikan, pusat berencana akan menarik anggaran untuk pembangunan jaringan listrik Kuala Namu yang dianggarkan dalam APBN, dan aliran listrik ke Bandara Kuala Namu bisa tak terbangun.
join_facebookjoin_twitter
Menurut Komisi D DPRD Sumut dalam rapat dihadiri GM Unit Induk Pembangkit Jaringan (UIPJ) Sumatera-I Bintatar Hutabarat, GM PT London Sumatera, Mina Lasmana, perwakilan PT Mega Pustaka Andalas (MPA), T. Ginting, dan PT Marajaya, Syamsul Bahri, sikap perkebunan swasta tersebut sangat tak berpihak kepada kepentingan publik..
Sejumlah anggota Komisi D menyebut, perusahaan perkebunan telah bertindak sebagai rentenir. Menghitung ganti rugi tanahnya sampai beranak pinak.
Sebelumnya, GM UIPJ Sumatera-I, Bintara Hutabarat, memaparkan bahwa proyek pembangunan transmisi ke Bandara Kuala Namu bakal terbengkalai. Alasannya, karena negosiasi dengan beberapa perkebunan sampai sekarang belum menemui hasil. Pihaknya tahun ini menangani tiga paket proyek yang dibiayai oleh APBN. Yakni pembangunan transmisi 150 KV dari Galang – Tanjung Morawa, Galang-Kualanamu dan Galang-Namorambe.
Dalam pelaksanaan proyek ini, kata Hutabarat, PLN harus mengganti rugi lahan yang terkena proyek. Terutama untuk tapak tower. Masalahnya, negosiasi tentang nilai ganti rugi belum menemui kata sepakat. Pihak perkebunan minta tiap pohon sawit mereka dihargai Rp2,5 juta. Sementara PLN hanya mampu Rp650 ribu/pohon kelapa sawit.
GM PT London Sumatera yang menyebutkan mereka minta lahan mereka diganti untung oleh PLN. Penetapan nilai Rp2,5 juta untuk tiap pohon sawit yang terkena jaringan, sebenarnya belum menguntungkan perusahaan. "Tapi, karena kami mendukung proyek ini, kami hanya meminta ganti rugi sebesar itu," kata Mina Lasmana.
Pernyataan yang sama juga dikatakan pihak PT MPA. Disebutkan Ginting, kalau PLN berkeinginan menguasai tanah mereka, maka caranya harus dilakukan ganti untung. Kalau tidak, PTMPA punya solusi yang baik. Yakni PLN hanya menyewa tanah mereka, seperti yang dilakukan pihak PT Terlkomsel.
Sedangkan menurut anggota Komisi D lainnya, Ajib Shah, harga yang ditawarkan PLN Rp650 ribu untuk tiap batang pohon kelapa sawit itu saja sudah sangat mahal. Katanya, dalam satu hektare lahan, rata-rata ditanami 140 batang kelapa sawit. Kalau itu dikalika Rp650 ribu, berarti harga satu hektare kebun sawit Rp91 juta. "Itu saja sudah kemahalan," katanya.
Kemudian, lanjut Ajib Shah, ada pula tuntutan dari perusahaan ganti rugi Rp2,5 juta/batang kelapa sawit. Itu berarti harga satu hektare kebun kelapa sawit Rp350 juta. ‘’Makanya saya bilang perusahaan perkebunan ini rentenir. Menghitung ganti rugi sampai beranak pinak,’’ kata Ajib.
Anggota dewan lainnya Jhon Hugo Silalahi, lain lagi. Mendengar pernyataan pihak pekebunan seperti itu, dia meminta pemerintah untuk menuntut perusahaan perkebunan yang ‘’memakan’’ sepadan jalan.
Disebutkan Jhon Hugo Silalahi, tdai malam, aturan mengatakan 75 meter garis sempadan jalan harus kosong. Faktanya di lapangan, perusahaan perkebunan merampas sempadan jalan tersebut dan menanam pohon kelapa sawit sampai 2 meter dari batas sempadan jalan. ‘’Sekarang kita minta pemerintah untuk menghitung kerugian selama puluhan tahun oleh perkebunan,’’ katanya.
Komentar paling menggugah dilontarkan oleh M. Nasir. Anggota dewan dari Fraksi PKS ini minta pihak perkebunan tidak menghitung ganti rugi dengan berbasis pada ekonomi kapitalis. Harusnya perkebunan lebih melihat masalah ini juga untuk kebutuhan rakyat.
Bayangkan, kata Nasir, PT Lonsum menguasai 40.000 hektare tanah selama berpuluh-puluh tahun. Namun begitu sebagian kecil tanah mereka diambil untuk kemutuhan masyarakat, mereka langsung ‘teriak’. Padahal lahannya yang terkena proyek hanya 7.500 meter, dan diganti rugi pula. ‘’Bayangkan dengan rakyat yang hanya punya tiga batang pohon kelapa. Itupun mereka rela tanamannya ditebang untuk kebersamaan,’’ kata Nasir.
Pimpinan rapat hari itu, Maratua Siregar, akhirnya meminta PLN dan perusahaan perkebunan melakukan negosiasi ulang. Diharapkan, pada pertemuan Selasa pekan depan, sudah ada kata sepakat antara PLN dengan perusahaan perkebunan tersebut mengenai nilai ganti rugi lahan.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=211667:bandara-kuala-namu-terancam-gelap&catid=77:fokusutama&Itemid=131
Tawon August 16th, 2011, 09:00 PM ][QUOTE=rahul medan;82936806]Tuesday, 16 August 2011 06:12 PDF Print E-mail
Bandara Kuala Namu terancam gelap
Warta
WASPADA ONLINE
MEDAN - DPRD Sumatera Utara mengecam sikap perusahaan perkebunan milik swasta yang ngotot meminta ganti kepada PT (Persero) PLN atas penggunaan lahan PTPN untuk pembangunan jaringan transmisi ke Bandara Internasional Kuala Namu.
Bila masalah itu tak terselesaikan, pusat berencana akan menarik anggaran untuk pembangunan jaringan listrik Kuala Namu yang dianggarkan dalam APBN, dan aliran listrik ke Bandara Kuala Namu bisa tak terbangun. quote.[/B]
join_facebookjoin_twitter
Saya jadi bingung lagi. Bukankah Angkasa Pura telah mengatakan bahwa mereka tidak akan menggunakan listrik PLN, mereka akan gunakan generator sendiri karena Angkasa Pura kurang yakin akan PLN Sumut ? Sayang sekali media di Medan kurang critical meminta klarifikasi dari berbagai phak.
Jangan-jangan PLN menggunakan Kuala Namu untuk mendapat tanah gratis.
Masalah seperti ini sebenarnya sengketa antara dua perusahaan. Mereka dapat menyelesaikannya dengan mudah berdasarkan business dan hukum. DPRD tidak perlu memihak karena itu dapat menjadi preseden yang tidak baik bagi masa depan investasi di Sumut atau calon investor bisa takut. Lebih buruk lagi, perusahaan dapat tergoda untuk menyuap anggota DPRD atau pejabat supaya mau memihak pada kepentingannya.
Happy Man August 17th, 2011, 05:20 AM ^^ ada saja masalahnya heran saya...:ohno: kenapa koordinasi antar instansi terkait dalam pembangunan bandara ini kok sedemikian lemah dan bobrok. Kenapa gak bisa meniru China dalam membangun proyek skala apa pun. Dari proyek kecil sampai MEGA proyek selalu lancar2 saja dan tepat waktu...Tanya Kenapa ??? :ohno::ohno:
rahul medan August 17th, 2011, 07:29 AM Yup.. Malah dr berita-berita sebelumnya masalah listrik di KNIA gag bermasalah. Katnya November 2011 dah Ok semua. Krn ada pembangunan pembangkit listrik baru di sumut yg dah mo finishing. Saat ini bru masuk 5MW saja ke proyek tsb.
Ini apa wartawannya yg lebay atau apa ya..?? :bash:
Tawon August 17th, 2011, 01:11 PM INDAG Jumat, 07 Jan 2011 07:30 WIB
Medan Belum Yakin PLN Siap
MedanBisnis – Medan. Kendati telah ditandatanganinya perjanjian kerja sama antara pihak PT Angkasa Pura (AP) Soekarno Hatta dengan PT PLN, General Manager PT AP II Bandara Polonia Medan, Bram Baroto Tjiptadi mengaku belum memikirkan akan memanfaatkan perusahaan listrik negara di bandara yang dipimpinnya kini.
Ia bahkan belum merasa yakin dengan kesiapan PT PLN di Sumut mengingat masih seringnya peristiwa mati lampu yang tentunya berdampak fatal bagi pelayanan dan penerbangan. "Kalau PLN di Jakarta mungkinlah, tapi kalau di sini (Polonia-red), aduh kita masih kurang yakin. Lihat saja sering mati lampu. Bisa kacau kalau di Bandara Polonia nantinya sering mati lampu," ujar Bram Baroto kepada MedanBisnis, di Medan Kamis (6/1).
Pun demikian, lelaki yang berpangkat Kolonel (Pnb) itu tidak ingin pesimis terhadap PLN. Menurutnya, jika PLN telah dapat menjamin tidak akan ada lagi pemadaman bisa saja suatu saat Bandara Polonia atau nanti di Kualanamu menggunakan daya listrik dari PLN.
"Memang saya belum melihat drafnya untuk Bandara Kualanamu nanti apakah masih menggunakan mesin sendiri atau menggunakan PLN. Tetapi yang jelas, kalau PLN dinilai telah cukup mampu tentunya bisa saja listriknya dari mereka. Tapi kalau ditanya sekarang, saya pikir kita masih yakin dengan mesin kita sendiri dulu," ujarnya.
Humas AP II Bandara Polonia Medan, Firdaus mengatakan saat ini pihaknya memiliki 5 generator dengan rincian 1.000 KPA sebanyak satu unit, 500 KPA sebanyak dua unit, 155 KPA satu unti dan 435 KPA satu unit. Dengan jumlah tersebut Firdaus meyakini telah mampu menunjang kebutuhan listrik di Bandara Polonia Medan. (irvan sugito)
source http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/01/07/14003/medan_belum_yakin_pln_siap/
Ini dia yang saya cari-cari yang menunjukkan bahwa KNIA tetap akan jalan terus apakah PLN siap atau tidak. Kalaupun PLN tidak siap KNIA tidak akan gelap.
rahul medan August 17th, 2011, 05:31 PM yupp pastinyaa.... Pasti akan ada pembangkit listrik sendiri.. Gedung-gedung yg gede2 di Medan juga punya pembangkit listrik sendiri kok.. gag ngandalin PLN
rahul medan August 17th, 2011, 05:38 PM setelah ngobok-ngobok mbah Google akhirnya ketemu juga berita yg pernah aku baca dulu
[B]Listrik Kuala Namu Terpenuhi pada Desember 2012
MEDAN--MICOM: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Proyek Induk Pembangkit Jaringan Sumatera Utara, Aceh dan Riau menjamin pasokan listrik untuk Bandar Udara Internasional Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara terpenuhi pada Desember 2012.
"Pasokan listrik untuk Bandara Kuala Namu akan terpenuhi Desember 2012 atau bersamaan dengan rencana operasional bandara itu," ujar Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara H Maratua Siregar di Medan, Selasa (15/3).
Pada kesempatan itu Komisi D DPRD Sumut melakukan kunjungan kerja (kunker) ke PT PLN Proyek Induk Pembangkit Jaringan Sumatra Utara, Aceh, Riau (Pikitring SUAR) di Medan. Ikut serta dalam kunjungan itu sejumlah anggota Komisi D di antaranya H Ajib Shah dan Jamaluddin Hasibuan.
Maratua Siregar menyebutkan, PT PLN menjamin kebutuhan listrik untuk operasional Bandara Internasional Kuala Namu sebesar 28 MegaWatt (MW) terpenuhi seluruhnya pada Desember 2012.
"Jika saat ini daya yang tersedia untuk Bandara Kuala Namu baru sekitar lima MW saja, maka pada Desember 2012 dijamin akan terpenuhi seluruhnya," ujarnya.
Dalam kunker tersebut Komisi D DPRD Sumut mempertanyakan kepastian pasokan listrik untuk bandara baru pengganti Bandara Polonia Medan itu.
Pihak PT PLN menjamin pasokan tersebut mengingat saat ini tengah dibangun proyek pembangkit listrik baru berkapasitas 2x100 MW di Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumut.
"Karena kebutuhan hanya 28 MW sementara kapasitas pembangkit baru mencapai 2x100 MW, maka tidak ada masalah soal listrik untuk Kuala Namu. Bahkan pasokan untuk bandara itu juga tidak akan mengganggu kondisi kelistrikan di Kota Medan dan di wilayah Sumut lainnya," katanya.
Selain meminta kepastian soal pasokan listrik ke Bandara Kuala Namu, dalam kunker tersebut Komisi D DPRD Sumut juga mempertanyakan perihal program listrik masuk desa (LMD) di daerah itu.
Maratua Siregar mengatakan, pemerintah telah mengucurkan dana sebesar Rp98 miliar ke Sumut untuk pengerjaan proyek LMD di sejumlah daerah.
"Sehingga kita berharap dengan adanya program LMD tersebut tidak akan ada lagi desa yang gelap gulita akibat ketiadaan pasokan listrik," ujar politisi Partai Amanat Nasional itu. (Ant/OL-3)
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/03/210572/126/101/Listrik-Kuala-Namu-Terpenuhi-pada-Desember-2012
Tuh kan ada pembangkit listrik yg lagi di bangun juga di SUMUT, tepatnya di kab. Langkat
Happy Man August 18th, 2011, 04:06 PM Januari-Agustus Tak Ada Pekerjaan
Bandara Kualanamu Terancam "Karatan"
MedanBisnis – Medan. Bandar udara baru Medan di Kualanamu Deliserdang, Sumut, terancam "karatan" atau hanya menjadi tumpukan besi tua. Pasalnya, bangunan utama dan pendukung yang sudah hampir rampung sepenuhnya berikut instalasi kelistrikannya, namun belum ada tanda-tanda perampungan pembangunan landasan pacu (runway).
"Harusnya sesuai rencana, baik pembangunan fasilitas utama dan pendukung, bersamaan perampungannya dengan landasan pacu. Artinya, baik sisi udara dan sisi darat, harus sama-sama rampung. Namun karena landasan itu belum siap, bangunan utama dan pendukung yang hampir rampung sepenuhnya itu terancam karatan sebab juga masa pemeliharaan dan perawatannya segera habis," kata Anggota Komisi D DPRD Sumut, Tunggul Siagian kepada wartawan di Gedung Dewan, Selasa (16/8).
Selain karena landasan pacu yang belum siap, Bandara Kualanamu terancam "karatan" juga karena belum adanya progres pembangunan akses jalan non tol menuju bandara. Demikian juga dari aspek belum dilakukannya pembangunan depo Pertamina untuk pengisian bahan bakar pesawat, jaringan air bersih, bendungan dan saluran air dan lainnya.
Tunggul mengatakan, Pemerintah Propinsi Sumut (Pempropsu) harus menjadi leading sektor untuk perampungan bandara berkelas internasional ini. Kenaikan tarif galian "C" yang mengakibatkan ketidakmampuan kontraktor menimbun landasan pacu, menurut Tunggul harus dicarikan solusinya karena jika tidak akan semakin tidak memperjelas kapan pembangunan landasan.
"Kita tentunya sangat menyesalkan hal ini. Seharusnya, meskipun Kabupaten Deliserdang berwenang memberlakukan kenaikan retribusi untuk galian C, namun harusnya tidak diberlakukan untuk proyek Kualanamu, apalagi karena proyek ini dilakukan negara menggunakan uang negara. Malah Seharusnya Deliserdang bersyukur karena bandara dibangun di wilayahnya," katanya.
Kemudian soal lahan-lahan yang belum dapat diganti rugi karena segudang persoalan, juga menurut Tunggul harus menjadi perhatian serius. Akses jalan non tol, sebunya, masih nyangkut di masalah pembebasan lahan. Sebelumnya, Rapat Muspida plus di Kantor Gubsu telah menetapkan pemberian santuanan kepada warga yang menghuni lahan eks HGU, namun hingga kini belum juga terealisasi.
"Pempropsu harus lebih berperan. Tidak juga hanya itu, pihak-pihak lainnya, termasuk Pemkab Deliserdang, Muspida plus di Sumut, DPRD Sumut, DPR dan DPD RI, kementerian perhubungan, kementerian BUMN dan lainnya, sudah harus sama-sama mencurahkan perhatiannya yang lebih serius untuk perampungan bandara ini," ujarnya.
Mengapa harus sama-sama memberi perhatian, menurut Tunggul punya alasan kuat. Pasalnya, sejak Januari-Agustus, tidak ada progres pekerjaan yang dilakukan. Bahkan pihak angkasa pura (AP) II sudah kewalahan menjaga aset trilunan rupiah di bandara itu, menyusul kerap terjadinya pencurian material-material berharga. "Dalam hal ini, Poldasu harus lebih meningkatkan pengamanan. Kalau hanya mengandalkan Polsek setempat, sangat tidak cukup," ujarnya.
Akibat ketidaksinkronan pembangunan sisi udara dan darat dan ketidakpaduan instansi-instansi yang berwenang dalam pembangunan bandara, maka proyeksi pembangunan yang sebelumnya soft launching pada bulan Agustus 2012, tidak mungkin bisa dilaksanakan.
Sebelumnya, langkah percepatan dari pelaksana pembangunan proyek ini sendiri, sudah dilakukan, yakni dengan pengurangan ketinggian landasan untuk efisiensi waktu dan biaya dalam rangka percepatan dan penghematan pembangunan.
Sebagai solusinya, dilakukan sistem pompanisasi, yang mana jika erjadi hujan dengan intensitas tinggi, air dari landasan akan dipompa ke bendungan yang disiapkan untuk selanjutnya dialirkan ke pembuangan. "Namun bendungan yang merupakan kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II, juga belum selesai," katanya. Dia kembali menegaskan agar semua pihak memberi perhatian serius. (benny pasaribu)
sumber : http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/08/18/50944/bandara_kualanamu_terancam_karatan/#.Tk0bwm-S_n1
David-80 August 18th, 2011, 04:12 PM ^^
FYI: Truk-truk bermuatan material pasir & batu˛an ke Pantai Labu (wilayah belakang proyek bandara) kembali berseliweran… :)
kalo bro bbq sih gw percaya :)
cheers
UMD August 18th, 2011, 05:18 PM Kalau menurut aku sih wartawan Medan Bisnis dan Waspada serta sumber sumber berita mereka suka lebay.
rahul medan August 18th, 2011, 05:44 PM ^^
Yup terutama Waspada terlalu lebay infonya..
Harian Analisa aja yg terbesar di Sumut jarang2 expose berita ttg KNIA, klo pun ada gk bad news melulu..
Lagian Terminal belum 100% finishing. Masih dalam masa pengerjaan. gimana mo karatan..??
bataxbond August 18th, 2011, 08:30 PM Kalau menurut aku sih wartawan Medan Bisnis dan Waspada serta sumber sumber berita mereka suka lebay.
Namanya media bang..memang yang orangtu jual berita yg menarik orang, meski ke akuratannya dipertanyakan...sama aja kayak infotainment...yg mana yg bisa dijual, itu yang diekspos..
Tawon August 18th, 2011, 08:43 PM Saya perhatikan para wartawan di Medan terima beritanya hanya dari satu sumber, lalu mereka berani langsung muat. Itulah sebabnya kita sering melihat berita simpang-siur. Para wartawan mudah diperalat untuk kepentingan sumber berita. Para wartawan tidak mengecek berita yang mereka terima dengan menanyakan sumber lain. Dan kalau ada perbedaan atau pertentangan berita, sumber-sumber harus dikonfontir satu-sama lain. Dengan demikian para pembaca/pendengar dapat memperoleh gambaran yang lebih benar dan beritanya juga lebih menarik.
Para wartawan harus selalu bersikap skeptis mengenai kebenaran berita yang mereka peroleh; jangan asal nerimo aja seperti wartawan amplop. Ingat, setiap sumber mempunyai agenda tersendiri.
Di luar masalah wartawan, keanehan lainnya dalam proyek Kuala Namu adalah absennya General Contractor, yang mengkoordinir semua sub-kontraktor dan pembayaran. Ibarat dalam perang General Contractor-lah yang bertindak sebagai panglimanya, pengusa tunggal dalam perang, atau dalam hal ini, proyek. Sehingga kita/pemerintah/DPRD mudah mengetahui status proyek setiap saat. Saya dengar GUBSU atau wakilnya lah yang seharusnya bertindak sebagai General Contractor. Menurut saya, Presiden untuk proyek sebesar ini seharusnya mengangkat orang dari Jakarta dan berada di lapangan 24 jam.
rilham2new August 20th, 2011, 10:14 AM Kalau menurut aku sih wartawan Medan Bisnis dan Waspada serta sumber sumber berita mereka suka lebay.
Media lokal (dan juga nasional) kalau lagi gak ada bencana alam atau kecelakaan hebat. Berita mereka memang kadang suka gak relevan dan sengaja mencari-cari topik walaupun gak make sense dan gak relevan.
Gak mungkin lah proyek ini berhenti .... :tongue2:
rahul medan August 20th, 2011, 11:20 AM Abis lebaran pengen ke areal project KNIA lah walaupun yakin gag bakalan dikasih masuk ke dalam proyek bandara ma securitynya..:ohno:
Setidaknya pengen liat kondisi jalan menuju bandara..
tp jauhh bgt ya..:nuts:
Tawon August 20th, 2011, 02:28 PM Abis lebaran pengen ke areal project KNIA lah walaupun yakin gag bakalan dikasih masuk ke dalam proyek bandara ma securitynya..:ohno:
Setidaknya pengen liat kondisi jalan menuju bandara..
tp jauhh bgt ya..:nuts:
Bung Rahul. mungkin satu cara untuk dapat masuk adalah melalui rombongan misalnya mahasiswa fakultas teknik sipil USU atau universitas lain yang akan meninjau kesana (field study). Mungkin ada orang anda kenal atau mereka tidak keberatan, karena tidak ada ruginya bagi mereka.
Cara kedua adalah melalui Angkasa Pura. Kasih tahu terus terang bahwa anda ingin meng-update foto=foto yang anda muat dalam forum Skyscrapercity karena banyak orang dari seluruh dunia bertanya-tanya bagaimana perkembangan Kuala Namu. Mungkin Angkasa Pura mau mempertimbangkannya karena mereka juga butuh publisitas.
rahul medan August 20th, 2011, 04:55 PM ide yg bagus tuh bro..
tp ya sulit dijuga dijalanin.. hehe..
Aq pernah sekali ke areal Bandara, n di tolak masuk padahal alasanku cuma ingin update foto aja.. Tp emank banyak bgt security di pintu gerbang proyeknya. Trus pintunya tertutup, hanya dibuka saat ada kendaraan proyek yg hilir mudik, dan tim yg berkunjung ke sana jg harus ada pass izin masuknya..
jawaban securitynya :
" maaf bang.. apapun alasannya walaupun KTP di tahan saya tidak izinkan krn sudah sesuai prosedur"
tumben bijak..
rahul medan August 21st, 2011, 01:28 PM Sekedar Sharing dan Berbagi Informasi
Jalan Arteri Non Tol Menuju Bandara Kuala Namu
1. Simpang kayu besar Tanjung Morawa (-/+ 1 KM dr gerbang Tol Belawan-Medan-Tg.Morawa trus dr Jalinsum belok ke arah kiri)
http://img856.imageshack.us/img856/1244/arteri1.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/856/arteri1.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Lokasi Bandara KNIA kira2 masih 15km lg dr sini
2.Kondisi jalan ada yg melebar dan ada yg menyempit krn belum sempurnanya "proses pembebasan lahan" bisa dilihat dr pict ini
http://img10.imageshack.us/img10/4534/arteri2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/10/arteri2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
3.perjalanan di hiasi pemandangan kebun kelapa sawit
http://img508.imageshack.us/img508/346/arteri3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/508/arteri3.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
rahul medan August 21st, 2011, 03:58 PM Di Luar jalan Arteri yg tadi ada lokasi perkebunan kelapa sawit yg dipagari proyek. dan ternyata adalah proyek pembangunan jalan. Jalan ini sangat panjang ttp masih buntu di ujungnya
apakah jalan arteri non tol menuju KNIA akan dibelokkan ke sini?
atau ini pembangunan jalan tol Medan Kuala Namu..??
Terlihat jalur kedua sedang di keruk
http://img703.imageshack.us/img703/985/tol1.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/703/tol1.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img825.imageshack.us/img825/8792/tol2z.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/825/tol2z.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
masih buntu di ujung jalan, dan dr sini udah dekat bandaranya
http://img4.imageshack.us/img4/3649/tol3v.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/4/tol3v.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img685.imageshack.us/img685/2189/tol4u.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/685/tol4u.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
rahul medan August 21st, 2011, 04:20 PM Samar-samar terlihat gerbang KNIA.. dan perumahan penduduk di luar komplex Bandara ini sudah rata dengan tanah karena akan dibangun jalan menuju jalur arteri non tol, jalan tol dan 2 jalur kereta api yg akan menembus ke gerbang tsb menuju KNIA
camdig gw udah zoom maximal, maklumlah belum punya kamera proffesional
http://img687.imageshack.us/img687/8440/knia1.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/687/knia1.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img194.imageshack.us/img194/4008/knia2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/194/knia2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img202.imageshack.us/img202/6923/knia3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/202/knia3.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
rahul medan August 21st, 2011, 04:25 PM ^^
Andai ku bisa masuk.. bakal banyak foto2 kawasan bandara
:wallbash::wallbash:
rilham2new August 21st, 2011, 04:30 PM Update yang sangat berharga ..... Mantap bang :D
Btw, yang di bawah ini kayaknya masih jauh sekali dari proyek Kuala Namu ... Ini perasaan jalan di Tanjung Morawa, dan cuman dikit banget deh habis keluar Tol.
Lagipula ini kan cuman jalan di Samping Lapangan Golf itu ...
Lagian daripada ke Kuala Namu lewat sini (memutar dari selatan), lebih baik ke Kuala Namu lewat daerah Percut Sei Tuan / kalau dari Medan lewat kawasan Medan Denai. Jalan Raya yang ada masuk tol (Bandar Selamat) lurussss aja ..
Sekedar Sharing dan Berbagi Informasi
Jalan Arteri Non Tol Menuju Bandara Kuala Namu
1. Simpang kayu besar Tanjung Morawa (-/+ 1 KM dr gerbang Tol Belawan-Medan-Tg.Morawa trus dr Jalinsum belok ke arah kiri)
http://img856.imageshack.us/img856/1244/arteri1.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/856/arteri1.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Lokasi Bandara KNIA kira2 masih 15km lg dr sini
2.Kondisi jalan ada yg melebar dan ada yg menyempit krn belum sempurnanya "proses pembebasan lahan" bisa dilihat dr pict ini
http://img10.imageshack.us/img10/4534/arteri2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/10/arteri2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
yudibali2008 August 21st, 2011, 04:32 PM nice update bro rahul :okay:
rahul medan August 21st, 2011, 05:03 PM Ilham: bener bgt bro.. wah ilham tau bgt ya seluk beluk jalan di Indonesia :okay: bro Ilham dan yudibali niy salah 1 forumer favouriteku ni
Proyek tsb sih emank lebih mengutamakan jalur dr selatan via Tanjung Morawa untuk jalan arteri menuju KNIA. apalagi di Tg. Morawa ada jalan tol Belmera yg melintasi Tg. Morawa, Medan hingga pelabuhan Belawan. walau jauh kan banyak gerbang tol nya ( gerbang tol belawan, gerbang tol tanjung mulia, gerbang tol kawasan industri Medan, Gerbang tol H.anif/perumahan cemara asri, gerbang tol krakatau, gerbang tol tembung, gerbang tol amplas hingga tg.morawa)
Kalau jalan arteri dr jalan Letda Sujono ke arah Tembung dan Batang Kuis mgkn terlalu beraat dana di pembebasan lahannya.. Kawasan tsb sangat padat apalagi pintu masuk Medan dr Tembung yg amat macet di pagi dan sore hari. Dari Tembung hingga batang kuis jalannya sempit, padat dan full ruko dan pemukiman. Mgkn berat di dana pembebasan lahan dan prosesnya pasti lama. Jalur tsb bisa jadi alternatif ke bandara sih, jika mau bermacet-macetan.. hehe...
Ini menurutku sih..:)
rahul medan August 21st, 2011, 05:04 PM nice update bro rahul :okay:
thx bro..:)
rilham2new August 21st, 2011, 05:20 PM Ilham: bener bgt bro.. wah ilham tau bgt ya seluk beluk jalan di Indonesia :okay: bro Ilham dan yudibali niy salah 1 forumer favouriteku ni
Jelas lah aku tahu, dari ibuku Nenek ku Asli Langkat ... Kakek ku asli Deli (tepatnya Percut itu ...) :D
Btw, aku baru tahu sekarang Perumahan Cemara Asri ada Akses Tol nya sendiri .... Sejak kapan ya??? Menurut aku sih jalan tolnya masih disambung kalau mau ke Kuala Namu... Gak mesti dari Tanjung Morawa. Dari arah Mabar/Tj. Mulia juga bisa, tapi karena tol nya mau disambung ke Tebingtinggi makanya jadinya dibangun lewat selatan.
Karena posisi Kuala Namu ini kalau dari Medan itu agak-agak ke Timur Laut.
rahul medan August 21st, 2011, 05:33 PM wah suku Melayu nihh ( nebak) hehe..
Udah beberapa bulan sih ada akses tol di Cemara Asri. Gerbang tol H.Anif namanya..
pintu masuknya di jalan baru di samping POM Bensin Cemara Asri yg gede bgt itu. Dr Pom bensin tsb ada gerbang masuk/keluar jg ke perumahan mewah tsb dan bisa langsung menuju gerbang tol H. Anif.
Gerbang tol dan Jalan H.Anif yg baru di bangun itu juga mengarah ke Buddha Center yg lg di bangun n keliatan gede bgt saat kita sedasng ngelintasin jalan tol.. Kata2nya sih patung Buddha nya bakal terbesar se Asia Tenggara (mgkn lebay ya)
Tawon August 21st, 2011, 06:52 PM [QUOTE=rahul medan;83075920]Sekedar Sharing dan Berbagi Informasi
Jalan Arteri Non Tol Menuju Bandara Kuala Namu
1. Simpang kayu besar Tanjung Morawa (-/+ 1 KM dr gerbang Tol Belawan-Medan-Tg.Morawa trus dr Jalinsum belok ke arah kiri)
http://img856.imageshack.us/img856/1244/arteri1.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/856/arteri1.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Lokasi Bandara KNIA kira2 masih 15km lg dr sini
[U]
Jalan se-arah ? Thanks bung Raul.
rilham2new August 22nd, 2011, 02:36 AM wah suku Melayu nihh ( nebak) hehe..
Udah beberapa bulan sih ada akses tol di Cemara Asri. Gerbang tol H.Anif namanya..
pintu masuknya di jalan baru di samping POM Bensin Cemara Asri yg gede bgt itu. Dr Pom bensin tsb ada gerbang masuk/keluar jg ke perumahan mewah tsb dan bisa langsung menuju gerbang tol H. Anif.
Gerbang tol dan Jalan H.Anif yg baru di bangun itu juga mengarah ke Buddha Center yg lg di bangun n keliatan gede bgt saat kita sedasng ngelintasin jalan tol.. Kata2nya sih patung Buddha nya bakal terbesar se Asia Tenggara (mgkn lebay ya)
HMm, jadi sejauh ini tidak ada tanda-tanda akses tol akan dibangun??? Sebenarnya kalau cuman Jalan Akses (ASAL LEBAR dan modenya seperti jalan bebas hambatan atau semi bebas hambatan) sih masih memadai kalau kubilang untuk Kuala Namu.
OOT, aku memang melayu sumatra baik dari ayah maupun ibu (satunya RIAU, satunya SUMUT :D)
rahul medan August 22nd, 2011, 04:23 PM Tawon : ur welcome bro :)
rencana pemerintah dr news yg ada jalan arterinya 2 arah masing2 terdiri dr 4 lajur kiri dan 4 lajur kanan bro.. ya tp khan emank belum selesai prosesnya..
Ilham : kalau gk salah untuk jalan tol masih dalam proses pembebasan lahan dah sekian persen gitu. Tp yg di utamakan untuk jalan arterinya dulu. kalau rel kereta api tinggal nyambung aj sekitar 5km dr rel existing di mulai dr stasiun aras kabu.
Mgkn untuk tahap awal peresmiannya untuk jalan arteri yg lebar plus jalur KA sudah cukup buat KNIA. Ttp untuk ke depannya KNIA pasti amat butuh jalan tol coz KNIA akan dijadikan bandara transit international unlimited (24jam beroperasi).
Mimihitam August 23rd, 2011, 04:35 PM http://assets.kompas.com/data/photo/2011/04/22/2205514620X310.jpg
Gambar oleh kompas
simplyrammy August 23rd, 2011, 05:48 PM http://assets.kompas.com/data/photo/2011/04/22/2205514620X310.jpg
Gambar oleh kompas
Boleh nanya nih ya, saya masih bingung dengan rancangan Kuala Namu untuk sisi landside nya.
Kalau lihat gambar di atas itu jalan yang nempel ke terminal hanya satu jalan elevated saja kah?
Apakah nanti dibawahnya juga akan dibangun jalan?
Bila tidak, apa nantinya keberangkatan dan kedatangan akan berada di satu level?
Sama bila stasion kereta nya sudah jadi, apa ada penghubung nya sendiri atau penumpang nanti harus menyebrang jalan dan panas-panasan untuk masuk ke terminal bandara?
rahul medan August 23rd, 2011, 06:10 PM http://www.aeronusa.com/forum/userpix/23_Foto_3_D_Bandara_Kualanamu_Page_1_1.jpg
http://www.aeronusa.com/forum/userpix/23_Foto_3_D_Bandara_Kualanamu_Page_2_1.jpg
http://www.aeronusa.com/forum/userpix/23_Foto_3_D_Bandara_Kualanamu_Page_3_1.jpg
http://www.aeronusa.com/forum/userpix/23_Foto_3_D_Bandara_Kualanamu_Page_4_1.jpg
http://www.aeronusa.com/forum/userpix/23_Foto_3_D_Bandara_Kualanamu_Page_5_1.jpg
http://www.aeronusa.com/forum/userpix/23_Foto_3_D_Bandara_Kualanamu_Page_6_1.jpg
Klo aku kurang tau sih mengenai sisi landside maupun airside nya bro.. Mgkn jawabannya bisa di tebak melalui rendering tahap 1 nya aja..
Klo dr rendering 1 ada jalan kok di bawahnya..
rahul medan August 23rd, 2011, 06:16 PM http://farm4.static.flickr.com/3420/3249974340_8ee66d5f20_b.jpg[/QUOTE]
Tawon August 23rd, 2011, 08:54 PM Boleh nanya nih ya, saya masih bingung dengan rancangan Kuala Namu untuk sisi landside nya.
Kalau lihat gambar di atas itu jalan yang nempel ke terminal hanya satu jalan elevated saja kah?
Apakah nanti dibawahnya juga akan dibangun jalan?
Bila tidak, apa nantinya keberangkatan dan kedatangan akan berada di satu level?
Sama bila stasion kereta nya sudah jadi, apa ada penghubung nya sendiri atau penumpang nanti harus menyebrang jalan dan panas-panasan untuk masuk ke terminal bandara?
Kalau menurut apa yang saya lihat di luar negeri. Tingkat atas dimana kelihatan jalan aspal (hitam), itu adalah untuk penumpang yang akan berangkat. Ini masuk akal karena orang berangkat biasanya buru-buru dan wajar dapat di antar naik mobil sampai pintu terminal.
Yang di bawah adalah untuk kedatangan. Biasanya orang datang menjemput. Penjemput langsung ke parkir (lihat gambar terbuat dari lantai beton/bukan aspal) lalu ia jalan kaki ke terminal (lantai bawah) untuk menemui/menunggu tamunya. Mengenai rel kereta api, saya kira nanti akan terletak di tengah parkir kanan dan kiri,
Widana89 August 24th, 2011, 01:43 AM Update Bandara Kuala Namu
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu10.jpg
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu3.jpg
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu5.jpg
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu13-1.jpg
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu4.jpg
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu15.jpg
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu11.jpg
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu9.jpg
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu2.jpg
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu6.jpg
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu12.jpg
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu8.jpg
http://i1177.photobucket.com/albums/x348/alenichevunder/Kuala%20Namu/KualaNamu14.jpg
Source: http://www.kaskus.us/showpost.php?p=496143972&postcount=1
simplyrammy August 24th, 2011, 02:34 AM ^^^^ WOW ternyata sudah lumayan rampung pembangunan terminal nya, sayang banget kalau proyek ini harus tersendat-sendat hanya karena beberapa orang yang ngambek gak dapet amplop :ohno:
Kalau menurut apa yang saya lihat di luar negeri. Tingkat atas dimana kelihatan jalan aspal (hitam), itu adalah untuk penumpang yang akan berangkat. Ini masuk akal karena orang berangkat biasanya buru-buru dan wajar dapat di antar naik mobil sampai pintu terminal.
Yang di bawah adalah untuk kedatangan. Biasanya orang datang menjemput. Penjemput langsung ke parkir (lihat gambar terbuat dari lantai beton/bukan aspal) lalu ia jalan kaki ke terminal (lantai bawah) untuk menemui/menunggu tamunya. Mengenai rel kereta api, saya kira nanti akan terletak di tengah parkir kanan dan kiri,
Nah bukannya ini sedikit berkontradiksi? Jika mikirnya penumpang yang berangkat itu buru-buru, kenapa stasion kereta nya di lantai bawah? Nanti kan penumpang yang naik kereta tetap harus jalan dan naik ke lantai atas. Kenapa gak dari awal dirancang elevated station saja?
rahul medan August 24th, 2011, 11:26 AM Thx bro widana89 tlah ngeposting new update pict kuala namu.. Wow.. Kereen bgt, jd gk sabar tuk menikmati fasilitas bandara ini
rahul medan August 24th, 2011, 01:25 PM Saatnya reboisasi pohon2 rindang yg cepat gede di kawasan bandara tsb. Juga pembuatan taman2 bunga yg indah.. Agar saat pengoperasiannya nanti bandara tsb tidak kelihatan terlalu gersang
Widana89 August 24th, 2011, 01:26 PM Thx bro widana89 tlah ngeposting new update pict kuala namu.. Wow.. Kereen bgt, jd gk sabar tuk menikmati fasilitas bandara ini
^^ Sama-sama bro....:)
yudibali2008 August 24th, 2011, 01:29 PM Wow great update bli Widana :okay:
Tawon August 24th, 2011, 01:42 PM ^^^^ WOW ternyata sudah lumayan rampung pembangunan terminal nya, sayang banget kalau proyek ini harus tersendat-sendat hanya karena beberapa orang yang ngambek gak dapet amplop :ohno:
Nah bukannya ini sedikit berkontradiksi? Jika mikirnya penumpang yang berangkat itu buru-buru, kenapa stasion kereta nya di lantai bawah? Nanti kan penumpang yang naik kereta tetap harus jalan dan naik ke lantai atas. Kenapa gak dari awal dirancang elevated station saja?
You have a point. Tapi ingat, penumpang kereta api bisa check-in di stasiun kota sehingga penumpang tidak lagi harus bawa koper berat, tinggal jalan sedikit, naik elevator/escalator/lift dan cari Gate saja dan nunggu boarding time. Sedangkan yang naik mobil masih harus nyeret koper dan check-in.
Lagipun jalan atau lari dikit kan bagus untuk kesehatan, he ... he. I don't mind.
Happy Man August 24th, 2011, 03:17 PM You have a point. Tapi ingat, penumpang kereta api bisa check-in di stasiun kota sehingga penumpang tidak lagi harus bawa koper berat, tinggal jalan sedikit, naik elevator/escalator/lift dan cari Gate saja dan nunggu boarding time. Sedangkan yang naik mobil masih harus nyeret koper dan check-in.
Lagipun jalan atau lari dikit kan bagus untuk kesehatan, he ... he. I don't mind.
Saya bisa tambahin dikit...itu di gambar ke 2 dan 3 kelihatan jelas ada eskalator (dibungkus plastik biru) untuk naik ke lantai dua dan tiga dari lantai dasar. Jadi dalam khayalan saya ( sampai berkhayal2 ria ) :lol: nanti begitu turun dari KA, calon penumpang bisa dengan santainya naik eskalator ke lantai 3 (alias departure). Gak usah terburu2 deh...santai saja...:lol:
btw, kok saya gak liat ada ban berjalan yah...padahal kan lumayan panjang juga dari ujung ke ujung...:nuts:
rahul medan August 24th, 2011, 04:34 PM senang bgt nih melototin pict KNIA.. Smoga proses pembangunannya lancar2 saja. Sudah terlalu banyak masalah dalam proses pembangunannya dan sudah terlalu lama Warga Negara Indonesia menunggu proses penyelesaian salah satu bandara kebanggaan hasil kreasi anak bangsa ini..
laba-laba August 25th, 2011, 06:47 AM Thursday, 25 August 2011 08:23
Maret 2013, Bandara Kuala Namu beroperasi
Warta
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE
[(WOL Photo)]
(WOL Photo)
MEDAN - Bandara Internasional Kuala Namu ditargetkan baru bisa beroperasi pada Maret 2013. Sejumlah kendala masih menghambat terealisasinya proyek nasional tersebut, salah satunya, retribusi galian C.
Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi D DPRD Sumut, M Nasir usai berkunjung ke bandara internasional yang terletak di Kabupaten Deli Serdang tersebut. Dia menuturkan, saat ini, pekerjaan fisik di bandara yang akan menjadi tercanggih di Indonesia tersebut, sudah 80 persen, meliputi infrastruktur dalam seperti runway dan sebagainya.
join_facebookjoin_twitter
Oleh sebab itu, pihak satuan kerja (satker) Bandara Kuala Namu menargetkan bandara berbiaya Rp3,2 triliun tersebut bisa beroperasi pada Maret 2013 mendatang. Target ini meleset dari deadline awal yang direncanakan, akhir 2012, bandara pengganti Polonia, Medan itu sudah bisa difungsikan untuk penerbangan.
"Satker menargetkan Maret 2013 baru bisa beroperasi," ujar Nasir kepada Waspada Online, hari ini.
Dia menambahkan, pengerjaan masih terkendala sejumlah hal, salah satunya, tanah timbun galian C yang retribusinya naik dari harga semula. Meski Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sudah menurunkan harga dan sudah ada kesepakatan dari kedua belah pihak, namun, hal itu belum direalisasikan.
Kendala lain, masih adanya 34 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan mantan karyawan PTPN II masih bermukim di areal bandara yakni di lahan eks HGU PTPN II. "Itu sudah dijembatani oleh Pemprovsu, dan tidak lama lagi akan diberi santunan. Pergubnya sudah ditandatangani oleh Plt Gubsu, tidak lama lagi bisa dibayarkan," bebernya.
Lebih lanjut dia mengatakan, ada kendala lain yang menghambat pembangunan bandara tersebut, yaitu pembebasan lahan untuk pembangunan akses road menuju bendara, yakni lahan milik PT Lonsum lebih kurang seluas 36 hektar. Dimana belum ada kecocokan harga yang ditawarkan PT Lonsum dengan pihak satker.
Untuk mengejar ketertinggalan 20 persen lagi, pihak Satker tidak berani menjamin bandara akan selesai pada tahun 2012. Apalagi, biaya dari pemerintah pusat juga menjadi salah satu kendala.
Sementara itu, anggota Komisi D lainnya, Amsal Nasution menambahkan, selain galian C, revitalisasi kanal juga belum selesai. Karena pembebasan lahan masih akan dibicarakan tahun ini.
"Ada kanal sejak zaman Belanda yang mereka sebut Kanal Belanda. Ini harus direvitalisasi untuk mengendalikan banjir. Tapi tahun ini masih akan dibicarakan pembebasan lahan," ujarnya.
Dia menyebutkan, hal ini menunjukkan tidak ada keseriusan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Perhubungan. Karena semua pekerjaan yang dilakukan terkesan tidak terjadwal dengan baik. "Tidak ada jaminan schedule. Secara umum kita ingin ada penanganan komprehensif agar ini bisa selesai tepat waktu," ungkapnya.
Menurut Amsal, harus ada terobosan dari pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan Bandara Kuala Namu, misalnya terobosan atas peraturan yang mereka buat sendiri sehingga tidak ada kendala di tengah perjalanan proyek seperti retribusi galian C yang menghambat pembangunan runway.
Editor: IMANIURI SILABAN
(dat04/wol)
WARTA KARTUN HARI INI
http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=212988:maret-2013-bandara-kuala-namu-beroperasi&catid=77:fokusutama&Itemid=131
===========
prediksiku, ntar akhirnya molor ke Desember 2013 ( like always )
=============
Thursday, 25 August 2011 09:12
Kuala Namu butuh terobosan pemerintah pusat
Warta
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE
[(WOL Photo)]
(WOL Photo)
MEDAN – Pekerjaan fisik di Bandara Internasional Kuala Namu dinyatakan sudah selesai 80 persen. Pekerjaan ini meliputi infrastruktur dalam seperti runway dan sebagainya. Meskipun pengerjaannya tinggal 20 persen lagi, satuan kerja (satker) tidak berani menjamin bandara akan selesai pada tahun 2012.
Anggota Komisi D DPRD Sumut, Amsal Nasution menyebutkan, hal ini menunjukkan tidak ada keseriusan dari pemerintah pusat, dalam hal ini Departemen Perhubungan. Karena semua pekerjaan yang dilakukan terkesan tidak terjadwal dengan baik.
join_facebookjoin_twitter
"Tidak ada jaminan schedule. Secara umum kita ingin ada penanganan komprehensif agar ini bisa selesai tepat waktu," ungkapnya kepada Waspada Online, malam ini.
Menurut Amsal, harus ada terobosan dari pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan Bandara Kuala Namu, misalnya terobosan atas peraturan yang mereka buat sendiri sehingga tidak ada kendala di tengah perjalanan proyek seperti retribusi galian C yang menghambat pembangunan runway.
Selain itu, Kuala Namu juga masih terkendala beberapa hal. “Pengerjaan masih terkendala sejumlah hal, salah satunya, tanah timbun galian C yang retribusinya naik dari harga semula. Meski Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sudah menurunkan harga dan sudah ada kesepakatan dari kedua belah pihak, namun, hal itu belum direalisasikan,” jelas anggota Komisi D DPRD Sumut, M Nasir.
Kendala lain, masih adanya 34 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan mantan karyawan PTPN II masih bermukim di areal bandara yakni di lahan eks HGU PTPN II. "Itu sudah dijembatani oleh Pemprovsu, dan tidak lama lagi akan diberi santunan. Pergubnya sudah ditandatangani oleh Plt Gubsu, tidak lama lagi bisa dibayarkan," bebernya.
Lebih lanjut dia mengatakan, ada kendala lain yang menghambat pembangunan bandara tersebut, yaitu pembebasan lahan untuk pembangunan akses road menuju bendara, yakni lahan milik PT Lonsum lebih kurang seluas 36 hektar. Dimana belum ada kecocokan harga yang ditawarkan PT Lonsum dengan pihak satker.
Editor: IMANIURI SILABAN
(dat04/wol)
source : http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=212974:kuala-namu-butuh-terobosan-pemerintah-pusat&catid=77:fokusutama&Itemid=131
anno_malay August 25th, 2011, 07:56 AM Saya bisa tambahin dikit...itu di gambar ke 2 dan 3 kelihatan jelas ada eskalator (dibungkus plastik biru) untuk naik ke lantai dua dan tiga dari lantai dasar. Jadi dalam khayalan saya ( sampai berkhayal2 ria ) :lol: nanti begitu turun dari KA, calon penumpang bisa dengan santainya naik eskalator ke lantai 3 (alias departure). Gak usah terburu2 deh...santai saja...:lol:
btw, kok saya gak liat ada ban berjalan yah...padahal kan lumayan panjang juga dari ujung ke ujung...:nuts:
oiya bener juga ..koq gak ada ban berjalannya :bash::bash:,bisa2 olahraga sendiri ntuk berjalan dari area check in ke area tunggu ,
apa jangan2 diisntall belakangan ya
rahul medan August 25th, 2011, 04:21 PM Ratusan Pekerja Proyek Bandara Mudik ke Jawa
Rabu, 24 Agustus 2011 | 13:08 WIB
Dibaca: 3,672
Cetak Artikel
Kirim Artikel
DELI SERDANG | SURYA Online - Lokasi proyek Bandara Internasional Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sejak sepekan terakhir relatif lengang karena ratusan pekerjanya mudik ke Pulau Jawa untuk merayakan Lebaran.
“Di lokasi proyek Bandara Kuala Namu saat ini minim aktivitas, karena sejak sepekan lalu sedikitnya sudah 300 orang lebih pekerja mudik ke Pulau Jawa,” kata Humas Project implementation Unit (PIU) Satuan Kerja (Satker) Angkasa Pura (AP) II, Wisnu Budi Setianto kepada ANTARA di Deli Serdang, Rabu (24/8/2011).
Sebagian besar pekerja di bidang pembangunan sarana dan fasilitas fisik yang direkrut beberapa perusahaan kontraktor proyek Bandara Kuala Namu itu mudik bareng ke sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Mereka mudik ke Pulau Jawa menggunakan bus yang disediakan masing-masing perusahaan kontraktor proyek bandara pengganti Bandara Polonia Medan tersebut.
“Usai merayakan Lebaran, ratusan pekerja itu kami harapkan sekitar 5 September 2011 sudah kembali ke Deli Serdang untuk melanjutkan tugas mereka,” ucapnya.
http://www.surya.co.id/2011/08/24/ratusan-pekerja-proyek-bandara-mudik-ke-jawa
rahul medan August 25th, 2011, 04:36 PM Thursday, 25 August 2011 15:08
Kuala Namu, DPRD Sumut akan panggil PT Lonsum
Warta - Warta Fokus
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE
[(Istimewa)]
(Istimewa)
MEDAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara akan memanggil PT Lonsum pada September mendatang. Dewan ingin memfasilitasi perusahaan tersebut agar mendukung pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang.
Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi D DPRD Sumut, M Nasir kepada Waspada Online, hari ini. Nasir menuturkan, PT Lonsum dinilai tidak mendukung pembangunan bandara tercanggih di Indonesia tersebut. Hal ini terindikasi dengan tidak dilepasnya lahan milik perusahaan tersebut karena ketidakcocokan harga. Pemerintah menawarkan harga Rp700 ribu untuk satu pohon sawit milik mereka. Namun, PT Lonsum menawarkan harga fantastis, Rp2,5 juta per pohon.
"Ini kan tidak rasional. Itu namanya dia (PT Lonsum, red) tidak mendukung pembangunan Bandara Kuala Namu. Ini kan proyek nasional, yang akan mendapatkan keuntungannya juga masyarakat Sumut," ujarnya.
Sikap PT Lonsum ini menghambat pembangunan akses road menuju bandara berbiaya Rp3,2 triliun tersebut. Apalagi saat ini, proyek nasional itu baru terealisasi 80 persen untuk pembangunan infrastruktur dalamnya. Sehingga, Bandara Kuala Namu yang awalnya diharapkan bisa beroperasi pada akhir 2012, akan mundur hingga Maret 2013.
Untuk itu, pada September 2011 mendatang, Komisi D DPRD Sumut akan menjadwalkan pemanggilan PT Lonsum beserta satuan kerja (Satker) Bandara Kuala Namu dan pihak terkait. "September kita jadwalkan pemanggilan mereka beseta pihak terkait. Kita akan fasilitasi," ungkapnya.
Sementara itu, anggota Komisi D lainnya, Amsal Nasution menambahkan, lahan milik PT Lonsum yang terkena pembangunan akses road berkisar 36 hektar. Luas lahan ini akan digunakan untuk pembangunan jalan tol Medan-Deli Serdang seluas 13,48 hektar dan Lubuk Pakam-Tebing Tinggi seluas 22,3 hektar.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=213101:kuala-namu-dprd-sumut-akan-panggil-pt-lonsum&catid=77:fokusutama&Itemid=131
Woww.. mahal bgt harga 1 pohon kelapa sawit Rp. 2,5 jt (belum lagi harga tanahnya). Ngebayangin berjuta-juta pohon sawit dan karet yg ada di Sumut.. PTPN, Bakrie Sumatera Plantation, London Sumatera, Sinar Mas, Bridgestone, Good Year dll yg banyak memiliki kebun di Sumut. Sebagian besar perusahaan asing. Bridgestone dan Good Year bahan mentah ban nya ada di sini, ttp betapa mahalnya klo kita membeli ban tsb.. Menyedihkan sekali.. Harusnya betapa kayanya Indonesia ini.. :ohno:
rilham2new August 26th, 2011, 02:53 AM ^^ Lonsum perusahaan lama (seingatku sih udah ada dari zaman atuk-atuk :tongue2: ). Lagian LONSUM kan tanahnya di Sumatra Utara paling banyak. Harusnya dibebasin dulu lahannya baru bangun bandara. Ya mereka minta mahal lah jadinya. Memang harga per batangnya mahal kok, karena dikelola perusahaan. Jadi efisiensi produksinya tinggi.
Dan Sumatra Utara memang isinya perkebunan kelapa sawit prusahaan karena memang generasi perkebunannya juga tua-tua, era 1950-an dan 1960-an pun ada ..... Jaman segitu, mana ada rakyat yang sanggup punya perkebunan besar-besar :)
Memang pembebasan lahan apapun, kalau sudah mau memotong lahan Perusahaan... dipastikan tidak akan mudah, memang cuman 1-2 lahannya tapi ukurannya besar-besar.... (lain kalau lahan rakyat, kita berurusan dengan lahan yang kecil-kecil tapi banyak jumlahnya).
rahul medan August 26th, 2011, 05:53 PM lahan PT. Lonsum tuh buat akses jalan Tol Medan-Kuala Namu_Tebing Tinggi
Klo lahan Bandaranya tentu saja sudah bebas krn progressnya juga udah 80% :)
sigarantang August 27th, 2011, 08:59 AM gw yakin ini jadinya bakal keren bgt!!
Happy Man August 27th, 2011, 12:59 PM gw yakin ini jadinya bakal keren bgt!!
Kok bisa seyakin itu...dasarnya apa nih?:lol: Cuma feeling doank ya...?:)
ncon August 28th, 2011, 12:24 PM thanks for the updates guys :D i things that really concern me is the "maintenance"
moga" gak banyak spanduk iklan/rokok di airport classy and modern ini :cheers:
korangborenzoro August 28th, 2011, 12:34 PM Nah bukannya ini sedikit berkontradiksi? Jika mikirnya penumpang yang berangkat itu buru-buru, kenapa stasion kereta nya di lantai bawah? Nanti kan penumpang yang naik kereta tetap harus jalan dan naik ke lantai atas. Kenapa gak dari awal dirancang elevated station saja?
IMHO, pembangunan elevated station bakalan lebih costly dibandingkan ground level station. Mungkin nanti akan ada (dan seharusnya ada) ekskalator yang menghubungkan lantai atas dan bawah untuk memfasilitasi pengguna kereta api, sama seperti yang ada di Schiphol, Belanda.
overall, bandara nya TOP! :okay::okay::okay:
Happy Man August 29th, 2011, 06:57 AM IMHO, pembangunan elevated station bakalan lebih costly dibandingkan ground level station. Mungkin nanti akan ada (dan seharusnya ada) ekskalator yang menghubungkan lantai atas dan bawah untuk memfasilitasi pengguna kereta api, sama seperti yang ada di Schiphol, Belanda.
overall, bandara nya TOP! :okay::okay::okay:
Memang ada kok eskalatornya...perhatikan aja yang digambar 2 dan 3...yang dibungkus plastik biru itu apaan kalo bukan eskalator.:cheers::cheers:
rahul medan August 29th, 2011, 01:57 PM Monday, 29 August 2011 07:23 PDF Print E-mail
Pemerintah didesak tuntaskan Kuala Namu
Warta
SUWANDI
Staff Writer
WASPADA ONLINE
MEDAN – Ketidaknyamanan Bandara Internasional Polonia di Medan, Sumatera Utara, seharusnya menjadi perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, untuk mempercepat realisasi pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang.
Analis tata kota, Rafriandi Nasution, kepada Waspada Online hari ini mengatakan, pemerintah pusat harus secepatnya menyelesaikan progres pembangunan Kuala Namu dan jangan mengulur-ulur jadwalnya lagi. "Jadi Gatot tak perlu heran dan terkejut melihat Polonia tak layak ditempati, karena kapasitas penumpang tidak sesuai dengan kapasitas yang direncanakan. Apalagi, mengingat saat ini memasuki Lebaran akan terjadi lonjakan penumpang, tentu membuat Polonia semakin sumpek," ujar Rafriandi.
Dia mengatakan, Gatot jangan hanya melihat yang sudah ada di Bandara Polonia, tetapi Gatot harus melihat dari sisi lainnya, seperti tata wilayah ruang penduduk di sekitar Polonia yang padat dan dibangunnya CBD yang bisa mengancam keselamatan para penumpang, ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, Bandara Internasional Kuala Namu ditargetkan baru bisa beroperasi pada Maret 2013. Sejumlah kendala masih menghambat terealisasinya proyek nasional tersebut, salah satunya retribusi galian C.
Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi D DPRD Sumut, M Nasir usai berkunjung ke bandara internasional yang terletak di Kabupaten Deli Serdang tersebut. Dia menuturkan, saat ini, pekerjaan fisik di bandara yang akan menjadi tercanggih di Indonesia tersebut, sudah 80 persen, meliputi infrastruktur dalam seperti runway dan sebagainya.
“Pengerjaan masih terkendala sejumlah hal, salah satunya, tanah timbun galian C yang retribusinya naik dari harga semula. Meski Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sudah menurunkan harga dan sudah ada kesepakatan dari kedua belah pihak, namun, hal itu belum direalisasikan,” jelasnya kepada Waspada Online.
Kendala lain, masih adanya 34 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan mantan karyawan PTPN II masih bermukim di areal bandara yakni di lahan eks HGU PTPN II. "Itu sudah dijembatani oleh Pemprov Sumut, dan tidak lama lagi akan diberi santunan. Pergubnya sudah ditandatangani oleh Plt Gubsu, tidak lama lagi bisa dibayarkan," bebernya.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=213618:pemerintah-didesak-tuntaskan-kuala-namu&catid=15:sumut&Itemid=28
Tawon August 29th, 2011, 05:07 PM Monday, 29 August 2011 07:23 PDF Print E-mail
Pemerintah didesak tuntaskan Kuala Namu
Warta
SUWANDI
Staff Writer
WASPADA ONLINE
MEDAN – Ketidaknyamanan Bandara Internasional Polonia di Medan, Sumatera Utara, seharusnya menjadi perhatian pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, untuk mempercepat realisasi pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang.
Analis tata kota, Rafriandi Nasution, kepada Waspada Online hari ini mengatakan, pemerintah pusat harus secepatnya menyelesaikan progres pembangunan Kuala Namu dan jangan mengulur-ulur jadwalnya lagi. "Jadi Gatot tak perlu heran dan terkejut melihat Polonia tak layak ditempati, karena kapasitas penumpang tidak sesuai dengan kapasitas yang direncanakan. Apalagi, mengingat saat ini memasuki Lebaran akan terjadi lonjakan penumpang, tentu membuat Polonia semakin sumpek," ujar Rafriandi.
“Pengerjaan masih terkendala sejumlah hal, salah satunya, tanah timbun galian C yang retribusinya naik dari harga semula. Meski Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sudah menurunkan harga dan sudah ada kesepakatan dari kedua belah pihak, namun, hal itu belum direalisasikan,” jelasnya kepada Waspada Online.
Kendala lain, masih adanya 34 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan mantan karyawan PTPN II masih bermukim di areal bandara yakni di lahan eks HGU PTPN II. "Itu sudah dijembatani oleh Pemprov Sumut, dan tidak lama lagi akan diberi santunan. Pergubnya sudah ditandatangani oleh Plt Gubsu, tidak lama lagi bisa dibayarkan," bebernya.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=213618:pemerintah-didesak-tuntaskan-kuala-namu&catid=15:sumut&Itemid=28
Sebenarnya yang memperlambat proyek ini sebagian besar bukan pemerintah pusat, melainkan pemerintah daerah, Deli Serdang dan Sumut.
Orang-orang tertentu di Kab. Deli Serdang tiba-tiba menaikkan harga pasir 10 kali lipat persis ketika proyek Kuala Namu sangat membutuhkannya. Ini telah menunda proyek berbulan-bulan. Sebenarnya atas dasar ini pemerintah pusat bisa menyeret orang-orang Kab. Deli Serdang ke pengadilan atas tuduhan menyabot proyek vital pemerintah. Kecuali kalau mereka (Deli Serdang) bisa menjelaskan sebab-sebab lain mengapa mereka harus mendadak menaikkan harga pasir 10 kali lipat dan tidak ada hubungannya dengan Kuala Namu.
Pemerintah SUMUT yang bertanggung jawab untuk membebaskan tanah sampai sekarang belum menyelesaikannya.
Saya muak melihat pejabat Deli Serdang dan Sumut sering bertingkah seolah-olah mereka tidak tahu mengapa Kuala Namu terlambat.
rahul medan August 29th, 2011, 08:54 PM ^^
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sama-sama harus bertanggung jawab atas lambannya proyek ini..
Jangan sampai terulang kembali tragedi gagal take off pesawat Mandala pd tahun 2005, hingga keluar areal bandara menabrak rumah2 penduduk dan meledak pas di tengah badan jalan Jamin Ginting yg padat lalu lintas atau tragedi pesawat Garuda A-300 yg menabrak pegunungan di Brastagi saat mo mendarat di bandara Polonia dan menewaskan seluruh penumpangnya pd thn 1997 akibat terbatasnya jarak pandang krn ada kabut asap kebakaran hutan dan human error dgn petugas menara ATC Polonia. Medan walaupun terletak 60Km dr kawasan pegunungan ttp jalur pesawat yg mendarat di bandara Polonia harus memutar di kawasan pegunungan tsb sblm terbang rendah melintasi pemukiman padat di sekitar bandara polonia.
Klo Kuala Namu kan dekat dgn laut. Jadi jalur take off n landingnya pasti berubah dan pastinya safety
Klo dah kejadian aja barulah pemerintah cem kebakaran jenggot..:bash:
laba-laba August 30th, 2011, 12:18 AM pemerintah pusat yg menyebabkan undurnya jadwal dari 2010 ke 2012. atau malah jadwal 2005.
penkab deliserdang bertanggung jawab juga (bkn satu2nua sebab) pengunduran dari des 2012 ke maret 2013.
Widana89 August 30th, 2011, 07:43 AM pemerintah pusat yg menyebabkan undurnya jadwal dari 2010 ke 2012. atau malah jadwal 2005.
penkab deliserdang bertanggung jawab juga (bkn satu2nua sebab) pengunduran dari des 2012 ke maret 2013.
^^ Waduh... kapan selesainya kalau diundur trus ky gtu...:bash:
Harusnya dipercepat penyelesaiannya biar biayanya gak membengkak...!!:cheers:
rilham2new September 1st, 2011, 03:16 AM BEnar, kalau ditunda terus maka biaya membengkak. Mulai dari bayar pekerja (karena jam kerja nambah).
Harga material yang bakal terombang-ambing fluktuasi harga dunia. Belum lagi INFLASI TAHUNAN. Wahhh, paling malas lah kalau proyek urusan LEGAL nya gak dikelarin dulu. Kalau mau selesaikan gak usah pake2 Media kenapa ... Selesaikan saja di Belakang layar.
Mana ada sih yang mau peduli soal LEGAL-LEGAL begini (walaupun penting), yang paling penting itu cepat selesai, cepat dioperasikan.
rahul medan September 1st, 2011, 05:23 AM Yup.. belum lagi biaya perawatan bagian2 yg sudah rampung dari bandara tsb.. tentunya juga tidak murah..
akibat kelambanan pemerintah makin banyak dana yg keluar sia-sia..:bash:
laba-laba September 1st, 2011, 12:10 PM udah mereka alokasikan tanpa mengalami kerugian....
kurasa....
opang September 2nd, 2011, 09:23 AM Wah, cukup menarik juga melihat perkembangan KNIA ini. Sebagai warga yang dibesarkan di medan, tentu sangat mengharapkan bandara ini segera rampung secepat-cepatnya mengingat kenyamanan Polonia yang benar-benar sudah tidak dapat di tolerir lagi.
Kalau mengikuti diskusi kawan-kawan diatas dan mengaitkannya dengan keterlambatan pembangunan KNIA ini, saya melihat memang tidak ada keseriusan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam mendukung proyek ini. Mungkin ini satu-satunya proyek terlama di dunia yang pernah saya ketahui. Gimana tidak, pembangunan yang telah dimulai dari tahun 1997 sampai sekarang (September 2011) belum selesai. Let say, terjadi Reses 1998, tapi pembangunan baru berlanjut tahun 2006! Sepertinya ekonomi Indonesia tidak memakan waktu hingga 8 tahun untuk pulih. Di awal era millenium, kita bisa melihat geliat pertumbuhan sektor aviasi yang gila-gilaan. Oke, lupakan 8 tahun masa kegelapan bagi KNIA, dan mencoba melihat kedepan, start it from 2006. But what, 2006-2013, means butuh 7 tahun untuk penyelesaian. Jadi kalau di total-total, butuh 15 tahun untuk Bandara ini berdiri, itupun masih Tahap I.
Disini terlihat jelas bahwa either Pemerintah Pusat maupun Daerah setengah hati dalam mewujudkan sarana yang berkelas bagi kemajuan Sumatera Utara. Hal ini terlihat jelas dari sikap arogan Pemda setempat yang menaikkan tarif galian gol. C dan masalah pembebasan tanah yang tidak kunjung selesai. Sekarang gini, kalau bicara masalah pembebasan lahan, pembangunan bandara dapat dikategorikan sebagai salah satu dari 21 jenis pembangunan yang dilaksanakan untuk kepentingan umum (Perpres 36 Tahun 2005 jo peraturan-peraturan sebelumnya). Kalau kita baca di peraturan yang ada, penetapan jumlah ganti rugi atas pengadaan tanah untuk kepentingan umum adalah sepenuhnya ditetapkan oleh pemerintah melalui Tim Panitia Pengadaan Tanah Untuk Kepentingan Umum. Musyawarah tetap dibuka, sebagai bentuk penghormatan negara kepada warganya. Namun perlu diingat bahwa musyawarah ini dilakukan paling lama 90 hari kalender dan bila tidak tercapai kesepakatan, panitia akan menetapkan besarnya jumlah ganti rugi secara sepihak dan menitipkan jumlah uang ganti rugi tersebut kepada pengadilan negeri setempat yang wilayah hukumnya meliputi lokasi tanah yang bersangkutan. Dalam hal pemegang hak atas tanah tidak menerima keputusan penetapan jumlah ganti rugi, maka dapat menyampaikan keberatan kepada Bupati/Walikota atau Gubernur atau Mendagri beserta alasan-alasannya dan berdasarkan hal tersebut, Bupati/Walikota atau Gubernur atau Mendagri akan mengeluarkan keputusan apakah itu mengukuhkan atau mengubah keputusan Panitia Pengadaan Tanah. Dalam hal yang bersangkutan tetap tidak menerima, maka Bupati/Walikota atau Gubernur atau Mendagri dapat mengusulkan mekanisme Pencabutan Hak Atas Tanah kepada Kepala BPN dengan tembusan Menteri Hukum dan HAM. Kalau proses ini dijalankan secara maksimal baik oleh Pemda maupun Pusat, saya yakin masalah pembebasan tanah ini tidak akan menjadi masalah yang berlarut-larut.
Yang kedua adalah masalah penetapan tarif retribusi galian gol-C oleh Pemda setempat yang tidak tanggung-tanggung. Harusnya kan si Gubernur atau mungkin Mendagri bisa langsung minta justifikasi Pemda setempat menerapkan persentase tertinggi sebagaimana diatur dalam UU No. 28/2009. UU memang mengijinkan adanya batas atas tariff retribusi, tapi kan penggunaannya harus beralasan. Gubernur SUMUT/ Mendagri tuh silahkan panggil Bupati Deli Serdang, maksudnya apa buat tariff setinggi itu. Apalagi ada kaitannya dengan mega proyek Kepentingan Umum seperti KNIA ini. Kalau justifikasi si Pemda ga kuat, tinggal cabut aja tuh Perda nya, dianggap ngawur dan tidak mendukung program pembangunan. KNIA kalau sudah jadi, pasti kan Pemda juga ikut menikmati melalui pajak-pajak maupun retribusi yang sudah ditetapkan oleh UU. Secara tidak langsung juga bisa menjadi trigger untuk pembangunan Kuala Namu dan sekitarnya dalam jangka panjang.
Disinilah saya melihat memang Pemda maupun Pusat memang setengah-setengah dalam mewujudkan proyek ini. Kalau Bandara Sultan Hasanuddin bisa cepat, kenapa KNIA ini lamanya ga karu-karuan. Besar mana emang Kota Medan sama Makassar sana, siapa yang lebih membutuhkan, Medan atau Makassar? (no offense buat warga Sulsel, hanya mencoba membandingkan sikap cuek Pemerintah terhadap pembangunan KNIA yang sangat-sangat dibutuhkan-bukan sekedar ditunggu)
Just my Rp. 1000,-
Widana89 September 2nd, 2011, 12:58 PM Disinilah saya melihat memang Pemda maupun Pusat memang setengah-setengah dalam mewujudkan proyek ini. Kalau Bandara Sultan Hasanuddin bisa cepat, kenapa KNIA ini lamanya ga karu-karuan. Besar mana emang Kota Medan sama Makassar sana, siapa yang lebih membutuhkan, Medan atau Makassar? (no offense buat warga Sulsel, hanya mencoba membandingkan sikap cuek Pemerintah terhadap pembangunan KNIA yang sangat-sangat dibutuhkan-bukan sekedar ditunggu)
^^Bro, saya setuju kalau pemerintah kita yang sekarang memang sangat lambat dalam segala hal. Proyek-proyek pemerintah mana ada yang gak molor pengerjaannya, hampir semua proyek pemerintah molor alasannya bermacam2, kalau pun ada yg selesai tepat waktu tp hasilnya sering gak sesuai standar.
Bandara Hassanudin dulu juga sempat molor beberapa bulan sampai Pak JK marah2, kalau bukan karena Pak JK mungkin Bandara Hassanudin juka bakalan bernasib sama seperti Kualanamu. Dulu kalau gak salah yang memplopori pembangunan Bandara Kualanamu tahun 2006 juga Pak JK, seandainya dia masih menjabat menjadi wapres saya yakin banyak pihak yang kena "sentil". Jujur saya rindu sosok pemimpin seperti Pak JK, sikap tegas beliau mungkin bisa merobah keadaan bangsa kita seperti sekarang ini.
*Sorry bukan bermaksud kampanye. Tp sebuah ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah yg skrg!!
David-80 September 2nd, 2011, 01:09 PM ^^ kayaknya kita udah capek kali yah ngebahas hal yang sama terus2an, gimana kalau kita tidak masuk ke ranah politik untuk masalah kuala namu? setuju? :)
Ini ada berita bagus dari media yang selalu "hot" kalo memberitakan kualanamu
Thursday, 01 September 2011 18:53
Izin galian C Kuala Namu sudah dikantongi
Warta
WASPADA ONLINE
DELI SERDANG - Pasokan pasir timbun untuk proyek landasan pacu Bandara Internasional Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, dipastikan kembali lancar. Hal ini dikarenakan izin galian C dari pemerintah setempat telah dikantongi kontraktor proyek tersebut.
"Kekurangan pasir untuk menimbun landasan pacu segera teratasi, karena PT Waskita Yasa selaku kontraktor proyeknya telah memperoleh izin menambang pasir dari Pemkab Deli Serdang," kata Kepala Seksi Hukum, Humas dan Umum Project Implementation Unit (PIU) Bandara Kuala Namu PT Angkasa Pura (AP) II, Wisnu Budi Setianto.
Izin galian C diberikan Pemkab Deli Serdang kepada PT Waskita Yasa untuk dua lokasi penambangan pasir, di antaranya di sekitar daerah aliran sungai (DAS) Ular. Dengan demikian, penambangan pasir untuk proyek runway bandara tersebut bisa dimulai pascalibur Lebaran.
Untuk mempercepat proses penimbunan landasan pacu, menurut Wisnu, izin galian C tersebut perlu ditambah hingga sekitar delapan izin lagi sehingga volume pasokannya bisa menjadi lebih banyak lagi.
Surat izin penambangan pasir tersebut diperoleh PT Waskita Yasa melalui proses pembahasan selama hampir dua bulan antara perusahaan kontraktor yang bersangkutan dengan Pemkab Deli Serdang, Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura II dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Selama menunggu penerbitan galian C, aktivitas penimbunan landasan pacu sempat terhenti selama hampir satu bulan lebih.
Sebelumnya, PT Waskita Yasa melaksanakan pengerjaan penimbunan landasan pacu bandara itu dengan mengandalkan pasokan pasir dari para rekanan sesuai dengan kesepakatan ditambah retribusi galian C sebesar Rp800 per meter kubik (m3). Namun, tarif retribusi tersebut tidak diberlakukan lagi oleh Pemkab Deli Serdang setelah keluarnya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 yang di antaranya menetapkan tarif retribusi penambangan pasir sebesar Rp7.500 per m3.
Pemkab Deli Serdang semula bersikukuh hanya bersedia mengeluarkan izin galian C untuk kebutuhan proyek penimbunan landasan pacu bandara pengganti Bandara Polonia Medan itu bilamana kontraktornya bersedia membayar retribusi sesuai dengan Perda yang baru.
Penerapan tarif retribusi tersebut membuat biaya pengadaan pasir timbun untuk proyek landasan pacu dipastikan menjadi bertambah atau melebihi total anggaran yang telah disepakati antara PT Waskita Yasa dengan Satuan Kerja Proyek Bandara Kuala Namu.
Sementara paket proyek penimbunan dan pengerjaan fisik landasan pacu Bandara Kuala Namu ditetapkan sudah harus selesai sebelum akhir Oktober 2012 agar sekitar awal 2013 seluruh tahapan mega proyek itu sudah selesai dikerjakan dan bandara internasional itu bisa segera dioperasikan secara komersial.
Hingga kini, menurut dia, volume pengerjaan proyek landasan pacu bandara itu baru sekitar 20 persen dan total pasir timbun yang dibutuhkan mencapai 1,5 juta m3 lagi.
Setelah melalui berbagai pertimbangan, Pemkab Deli Serdang akhirnya bersedia mengeluarkan dua izin galian C kepada PT Waskita Yasa dengan tarif retribusi khusus sekitar Rp2.500 per m3.
Editor: IMANIURI SILABAN
(dat06/antara)
source http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=214032:izin-galian-c-kuala-namu-sudah-dikantongi&catid=77:fokusutama&Itemid=131
cheers
Tawon September 2nd, 2011, 02:02 PM Wah, cukup menarik juga melihat perkembangan KNIA ini. Sebagai warga yang dibesarkan di medan, tentu sangat mengharapkan bandara ini segera rampung secepat-cepatnya mengingat kenyamanan Polonia yang benar-benar sudah tidak dapat di tolerir lagi.
Kalau mengikuti diskusi kawan-kawan diatas dan mengaitkannya dengan keterlambatan pembangunan KNIA ini, saya melihat memang tidak ada keseriusan dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam mendukung proyek ini. Mungkin ini satu-satunya proyek terlama di dunia yang pernah saya ketahui. Gimana tidak, pembangunan yang telah dimulai dari tahun 1997 sampai sekarang (September 2011) belum selesai. Let say, terjadi Reses 1998, tapi pembangunan baru berlanjut tahun 2006! Sepertinya ekonomi Indonesia tidak memakan waktu hingga 8 tahun untuk pulih. Di awal era millenium, kita bisa melihat geliat pertumbuhan sektor aviasi yang gila-gilaan. Oke, lupakan 8 tahun masa kegelapan bagi KNIA, dan mencoba melihat kedepan, start it from 2006. But what, 2006-2013, means butuh 7 tahun untuk penyelesaian. Jadi kalau di total-total, butuh 15 tahun untuk Bandara ini berdiri, itupun masih Tahap I.
Disinilah saya melihat memang Pemda maupun Pusat memang setengah-setengah dalam mewujudkan proyek ini. Kalau Bandara Sultan Hasanuddin bisa cepat, kenapa KNIA ini lamanya ga karu-karuan. Besar mana emang Kota Medan sama Makassar sana, siapa yang lebih membutuhkan, Medan atau Makassar? (no offense buat warga Sulsel, hanya mencoba membandingkan sikap cuek Pemerintah terhadap pembangunan KNIA yang sangat-sangat dibutuhkan-bukan sekedar ditunggu)
Just my Rp. 1000,-
Saya tidak begitu menyalahkan pemerintah pusat walaupun tentu saja ada kekurangannya, karena tahun 1997/98 Indonesia mengalami apa yang disebut waktu itu "krismon." Kalau kita ingat waktu itu, nilai Rupiah jatuh ke tong sampah. Kurs dolarAS dengan cepat naik dari Rp 2000 ke Rp 15 ribu dan terus mengarah ke Rp 20 ribu. Banyak perusahaan Indonesia bangkrut karena tidak mampu bayar hutang dalam dolar. Bahkan Suharto-pun tidak luput ia turut jatuh.
Untuk menghentikan terjun bebas Rupiah, IMF datang memberi jaminan ke pasar internasional dengan kredit $ 40 milyar untuk Indonesia. Kejatuhan rupiahpun segera berhenti dan perlahan-lahan menguat ke Rp 12 ribu, Rp 10 ribu dan sekarang $ 8 ribu.
Untuk menunjukkan ke mata internasional bahwa ekonomi Indonesia bukan sampah, pemerintah Indonesia pun segera mengangsur kembali kredit IMF tadi. Dengan disiplin yang terpuji (thanks to Budiono yg waktu itu Menkeunya Megawati) kredit tersebut akhirnya lunas pada awal termen pertama SBY (kira-kira tahun 2005). Itulah sebabnya Pusat tidak dapat memberi perhatian yang layak pada Kuala Namu sampai tahun 2006, karena kebutuhan Kuala Namu memang bukan uang receh.
Widana89 September 2nd, 2011, 02:10 PM ^^ kayaknya kita udah capek kali yah ngebahas hal yang sama terus2an, gimana kalau kita tidak masuk ke ranah politik untuk masalah kuala namu? setuju? :)
cheers
^^Sipz.. Mod... :)
rahul medan September 2nd, 2011, 07:00 PM Good News Mod..
thx :)
rahul medan September 2nd, 2011, 08:09 PM yg aku gk abis fikir sih apa penambangan pasir galian c cuma bisa di lakukan di Kabupaten Deli Serdang aja.. Ok lah Deli Serdang adalah lokasi di mana KNIA berdiri, tentunya klo materialnya di tambang dr kab. ini proses pengiriman ke lokasi bandara lebih cepat dan biaya transportasi lebih murah. Ttp di saat bermasalah dgn Pemkab setempat kenapa ya gak ada solusi lain penambangan galian c di lakukan di kabupaten2 lainnya yg ada di Sumut sperti Kab.Langkat, Serdang bedagai, Asahan dll, atau dr provinsi lain aja sehingga tidak terjadi kekosongan progress di runway hingga 2 bulan yg menyebabkan molornya bandara ini :wallbash:
Happy Man September 3rd, 2011, 07:44 AM yg aku gk abis fikir sih apa penambangan pasir galian c cuma bisa di lakukan di Kabupaten Deli Serdang aja.. Ok lah Deli Serdang adalah lokasi di mana KNIA berdiri, tentunya klo materialnya di tambang dr kab. ini proses pengiriman ke lokasi bandara lebih cepat dan biaya transportasi lebih murah. Ttp di saat bermasalah dgn Pemkab setempat kenapa ya gak ada solusi lain penambangan galian c di lakukan di kabupaten2 lainnya yg ada di Sumut sperti Kab.Langkat, Serdang bedagai, Asahan dll, atau dr provinsi lain aja sehingga tidak terjadi kekosongan progress di runway hingga 2 bulan yg menyebabkan molornya bandara ini :wallbash:
lho...macam mana pulak ini, bukankah msalah gali menggali udah rebes eh, beres kan? ada masalah apa lagi ini? bikin gemas aja ...:bash:
rahul medan September 3rd, 2011, 01:52 PM udah rebes sih masalah gali menggalinya...
maxudkuw kenapa ya di saat ada konflik dgn pemkab setempat ttg mslh gali2 menggali harus mengorbankan kokosongan pengerjaan hingga sekian bulan gitu..
Harusnya ada solusi dunk seperti ketegasan pemerintah pusat ke pemkab Deli Serdang or pengalihan sementara material galian c nya di supply dr daerah lain..
Tp udahlah.. let by gone be by gone..
rahul medan September 6th, 2011, 06:55 PM Selasa, 06 September 2011
Molornya Penyelesaian Kualanamu Sebabkan Pembengkakan Biaya
MedanBisnis – Medan. Mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumatera Utara (Sumut), Yopie Batubara, mengatakan, keterlambatan penyelesaian pembangunan bandara udara baru Medan di Kualanamu, Deliserdang, Sumut akan mengakibatkan membengkaknya biaya.
“Sesuai rencana awal, bandara baru sebagai pengganti Bandara Polonia tersebut seharusnya sudah dapat digunakan pada 2009 lalu. Namun karena banyaknya persoalan yang harus diselesaikan, maka pengoperasiannya diundur menjadi 2011 dan kembali diundur pada 2012," ujarnya kepada wartawan di Medan, Senin (5/9).
Yopie mengatakan, semakin lamanya jadwal pengoperasian bandara di Kualanamu tersebut, justru merugikan masyarakat Sumut sendiri. Seperti harus tetap menggunakan Bandara Polonia yang sudah sangat sesak dan tidak layak, terganggunya roda perekonomian daerah dan sebagainya.
"Peranan bandara sendiri bagi suatu daerah sangat penting. Sebagai salah satu bagian dari infrastruktur transportasi, bandara berperan untuk mendukung pergerakan transportasi penumpang serta arus keluar masuk aneka produk dan jasa yang dihasilkan daerah tersebut," jelasnya.
Yopie mengungkapkan, kalangan anggota DPR dan DPD asal Sumut, sudah mendorong pemerintah agar mempercepat penyelesaian pembangunan bandara tersebut. "Sebab dengan adanya bandara baru itu, maka pembangunan dibidang ekonomi di Sumut ini akan bergerak lebih cepat lagi. Dan ini akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi propinsi ini," tegasnya.
Yopie juga mengingatkan, kalangan DPR dan DPD asal Sumut juga perlu mengingatkan pemerintah, agar berbagai sarana pendukung keberadaan bandara di Kualanamu itu juga dibangun tepat waktu. Seperti infrastruktur jalan tol dan kereta api. "Jangan sampai bandara selesai dibangun, tapi sarana pendukungnya belum. Kalau ini yang terjadi, maka masyarakat juga nantinya yang akan dirugikan," ujarnya. (hisar hasibuan)
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/09/06/53350/molornya_penyelesaian_kualanamu_sebabkan_pembengkakan_biaya/#.TmZM3Goh_Mw
rahul medan September 10th, 2011, 03:45 AM NUSANTARA - SUMUT
Jum'at, 09 September 2011 , 10:53:00
DPRD Bentuk Pansus Bandara Kualanamu
MEDAN-Permasalahan yang dihadapi dalam percepatan penyelesaian Bandara Internasional Kualanamu akan segera tuntas. Dengan terbentuknya Pansus, maka percepatan penyelesaiannya akan segera digeber.
Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga mengatakan, masalah yang saat ini masih terjadi adalah kurangnya pendekatan terhadap masyarakat maupun instansi terkait. “Nah, dengan terbentuknya Pansus ini diharapkan bisa membantu pihak-pihak terkait dalam berinteraksi kepada masyarakat dan instansi pemerintahan dalam setiap permasalahan yang dihadapi,” terangnya, Kamis (8/9).
Ia juga mengatakan Pansus tersebut dibentuk untuk mengawal percepatan penyelesaian Bandara Interasional Kualanamu. “Pansus ini diharapkan bisa mengatasi masalah saat nanti tak ada yang mau bertanggung jawab jika terjadi masalah berkepanjangan,” kata Chaidir.
Pansus ini dibentuk, sambungnya lagi, bukan hanya sebagai pertanggung jawaban kepada publik tentang infrastruktur yang tertinggal. “Tapi juga untuk menegaskan mengenai strategisnya Bandara Internasional Kualanamu sebagai pintu gerbang Sumut dari dunia luar,” ujar Chaidir lagi.
Politisi dari Partai Golkar ini juga menyebutkan, penyelesaian akses rute ke bandara, baik tol maupun non tol, yang selama ini masih menjadi masalah yang kompleks, akan bisa ditangani segera. “Ini tentunya tak bisa ditangani sendiri oleh Angkasa Pura II. Nah, peran Pansus di sini sangat dibutuhkan, baik dalam pendekatan kepada masyarakat maupun instansi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bappedasu Riadil Akhir Lubis yang ditemui di Kantor Gubsu, Kamis (8/9), mengatakan, sesuai komitmen pemerintah pusat bandara akan selesai pada akhir 2012 mendatang. “Kita berharap infrastruktur pendukung bandara, seperti jalan tol, non tol, arteri, air, listrik, telekomunikasi dan sebagainya bisa secepatnya diselesaikan,” ujarnya.
Menurut Raidil lagi, penimbunan run way dan pembebasan tanah warga memang menjadi permasalahan utama dalam penyelesaian proyek tersebut.
“Kita melihat intensitas dan progress pengerjaannya terlalu lambat. Kita berharap dengan adanya Pansus ini bisa meminimalisir sehingga meningkatkan progress penyelesaian proyek tersebut lebih cepat,” katanya. (saz)
http://www.jpnn.com/read/2011/09/09/102378/DPRD-Bentuk-Pansus-Bandara-Kualanamu-
rahul medan September 12th, 2011, 06:28 AM ada berita baik nih ttg bandara KNIA
sepertinya target pengoperasiannya tidak akan mundur
mudah2an ya....
Senin, 12 September 2011
Headline Hari ini Pkl. 06:25 WIB
Bappenas Pastikan Bandara Kualanamu Beroperasi 2013
MedanBisnis – Lubuk Pakam. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memastikan Bandara Kualanamu di Deliserdang yang diproyeksikan untuk menggantikan Bandara Polonia Medan akan selesai di akhir 2012 dan dapat beroperasi awal 2013.
Kepala Bappenas Prof Armida S Alisyahbana mengemukakan, Bandara Kualanamu merupakan salah satu bandara terbaik di Indonesia. "Kami sudah berkeliling Indonesia, jadi bandara ini salah satu bandara terbaik yang ada di Indonesia. Sebab Bandara Kualanamu ini sangat bagus dan cukup luas untuk menampung kapasitas yang lebih banyak. Kalau Bandara Polonia hanya dapat menampung sekitar 6 juta penumpang/tahun, di Bandara Kualanamu bisa mencapai 10 juta," paparnya kepada MedanBisnis ketika meninjau progres pembangunan Bandara Kualanamu,Minggu (11/9).
Ia mengunjungi Bandara Kualanamu didampingi Deputi Ekonomi Prasetiono, Kabiro Humas dan Tata Usaha Pimpinan Bappenas DR Ir Maruhum Batubara, Wakil Bupati Deliserdang H Zainuddin Mars, Bupati Samosir Mangindar Simbolon, Kepala Bappeda Deliserdang Ir Irman Dj Oemar,Kadis Perhubungan H Abdulmalik Dalimunte SH, Kadis Infokom Deliserdang Drs Neken Kataren serta pimpinan Project Impelementation Unit Bandara Kualanamu Joko Waskito dan rombongan.
Bandara Kualanamu sendiri berulangkali mengalami penundaan dalam pembangunannya, di mana sebelumnya Jusuf Kalla semasa menjabat Wakil Presiden RI pernah menjanjikan bandara tersebut beroperasi 2011. Tapi molor gara-gara tanah di areal runway ternyata labil sehingga mempengaruhi konstruksinya, selain adanya permasalahan lingkungan untuk pengadaan tanah guna menimbun kawasan untuk bandara tersebut.
Armida mengemukakan, sehubungan pembangunan Bandara Kulanamu pihaknya akan mendorong pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di luar Kota Medan mengingat ibu kota Propinsi Sumatera Utara itu sudah jenuh sehingga tidak mungkin lagi bisa dikembangkan. "Saya melihat Deliserdang cukup berpotensi menjadi pusat pengembangan sentra ekonomi di Sumatera Utara baik pusat perbelanjaan, real estate dan sentra lainnya. Jadi dengan sendirinya pengembangan ini pasti berlanjut. Apalagi Kabupaten Deliserdang cukup luas yang di wilayahnya terdapat Bandara Kualanamu yang jaraknya hanya sekitar 25 kilometer dari dari Medan dari jalan tol," katanya.
Guna mendukung semua itu, ia mengemukakan, harus ada jalan akses, baik menuju maupun keluar Bandara Kualanamu, termasuk ke klaster industri Sei Mangke di Simalungun.Meski semua itu tidak bisa sekali jadi, tapi Masterplan Percepatan Pembangunan Indonesia (MP3I) sudah menjadi pemikiran pihak terkait secara nasional. Armida menekankan bahwa jalan akses ke Bandara Kualanamu tersebut, termasuk ke objek wisata di sekitarnya juga menjadi prioritas.
Kepala Bappeda Deliserdang Ir Irman Dj Oemar pada kesempatan itu meminta pemerintah pusat untuk mengalokasikan anggaran peningkatan jalan di wilayahnya. Hal itu karena jalan kabupaten akan menjadi jalan arteri primer. "Mengingat pendapatan asli daerah (PAD) terbatas dan berhubung dengan pengembangan dari bandara Kualanamu, otomatis jalan-jalan di sekitar bandara Kualanamu statusnya meningkat," katanya saat berbincang dengan Kepala Bappenas Prof Armida S Alisyahbana di Terminal Bandara Kualanamu. (rinaldi samosir)
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2011/09/12/54378/bappenas_pastikan_bandara_kualanamu_beroperasi_2013/#.Tmw1fGEUWho
bimbim September 12th, 2011, 12:28 PM Progress dilapangan sendiri saat ini bagaimana yah?
Ada aktivitas pengerjaan atau berhenti? kalau ada aktivitas sih yah,...masih bersyukurlah kita berarti nih proyek jalan.
Tapi kalau sebaliknya maka gw sangsi proyek ini jalan. Pejabatnya cuma omong doang kayaknya....
Please infonya buat rekan2 di Medan:cheers:
rahul medan September 12th, 2011, 02:05 PM pas pertengahan puasa kemarin aku lewat project ini emank lagi progress banget.. Banyak alat berat dan truk hilir mudik..
Pastinya setelah lebaran progress nya di genjot lebih kencang lg lah.. bbrp page sebelum ini ada kok update pict KNIA
rahul medan September 13th, 2011, 04:41 PM NUSANTARA - SUMUT
Senin, 12 September 2011 , 12:17:00
Kualanamu Hubungkan Medan-Danau Toba
LUBUK PAKAM-Keberadaan pembangunan Bandara Kuala Namu merupakan bagian dari program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025. Bakal berfungsinya Bandara Kualanamu yang ditarget awal 2013, dipastikan akan membutukan aksesbilitas berupa sarana jalan tol dan arteri.
“Direncanakan akan ada jalan baru antara Medan dengan Kualanamu, atau Kualanamu dengan kota lainnya, terutama daerah wisata seperti ke Danau Toba,” beber Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Prof Dr Armida Salsiah Alisjahbana SE MA, seperti diberitakan Sumut Pos (Grup JPNN).
Prof Armida berkunjung ke lokasi pembangunan Bandara Kualannamu, di Kecamatan Beringin, Minggu (11/9), sekitar pukul 13. 30 WIB.
Namun, guru besar di Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran itu tidak merinci berapa anggaran yang disiapkan untuk pembangunan jalan dimaksud. Tetapi, untuk mendukung tercapainya sasaran tersebut kini difokuskan meningkatkan kerjasama pemerintah dengan swasta, meningkatkan pelayanan infrastruktur sesuai Standar Pelayanan Minimal, mendukung peningkatan daya saing sektor riil.
“Diharapkan konektivitas dapat meningkatkan keterkaitan ekonomi di antara kota dan desa atau kota dengan kota yang lain, demikian halnya keberadan Bandara Kualanamu diharapakan ada konektivitas Deliserdang dengan Medan dalam proses pembangunan,” papar Prof Armida Salsiah Alisjahbana.
Pengembangan Koridor Ekonomi dalam MP3EI, merupakan bentuk kerja bersama (pemerintah, swasta dan akademisi) dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Pengembang keenam koridor ekonomi diharapkan terjadi percepatan pertumbuhan di luar Jawa sehingga pada saat yang sama mengurangi beban wilayah Jawa.
Pengembangan keenam koridor tersebut berbasis potensi dan sumber daya lokal serta dengan mempertimbangkan daya saing nasional secara keseluruhan.
Pembangunan secara nasional dilakukan secara maksimal, bahkan untuk itu pengelolaan APBN harus dilakukan secara berhati-hati dan selaras dengan RPJMN dan RKP. Sementara itu prioritas RKP 2012 anggaran belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) diarahkan antara lain mendorong peningkatan belanja infrastruktur untuk mengatasi sumbatan dan keterhubungan domestik/konektivitas, serta perluasan program penanggulangan kemiskinan (klaster 4).
Sehingga pada tahun 2012 pemerintah mengalokasikan sekitar Rp54,6 triliun untuk anggaran infrastruktur yang akan digunakan melaksanakan 16 program prioritas. Sasaran prioritas itu meliputi sumber daya air, transportasi, perumahan dan permukiman, penataan ruang, komunikasi dan informatika.
Sementara itu, Kepala Project Implementation Unit (PIU) Satker AP II Joko Waskito yang menerima kedatangan Menteri Bappenas menjelaskan bahwa saat ini pelaksanan pembangunan Bandara Kualannamu telah mencapai sekitar 75 persen.
Pihknya optimis pelaksanan pambangunan Bandara Kuala Namu, bakal selesai akhir tahun 2012 mendatang.”saat ini tidak ada kendara yang cukup berarti, tetapi bantuan serta peran serta warga Deli Serdang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan saat ini,” bilangnya.
Turut hadir mendampingi Menteri Bappenas, Bupati Samosir Mangindar Simbolon, Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars, serta sejumlah Kadis Deliserdang terkait.(btr)
http://www.jpnn.com/read/2011/09/12/102575/Kualanamu-Hubungkan-Medan-Danau-Toba-
jactkwn September 13th, 2011, 06:15 PM So any update in English? Thanks
rahul medan September 15th, 2011, 03:48 PM landasan pacu bandara kuala namu selesai 2012
Kamis, 15 September 2011 14:05 WIB | 782 Views
... pengerjaan fisik landasan pacu Bandara Kuala Namu masih berjalan sesuai jadwal dan direncanakan selesai sekitar akhir 2012...
Deli Serdang, Sumatera Utara (ANTARA News) - Pembangunan landasan pacu sepanjang 4.450 meter Bandara Internasional Kuala Namu, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, hampir dapat dipastikan selesai sesuai jadwal atau sebelum akhir tahun 2012.
Beberapa waktu lalu, pemenuhan tenggat waktu itu sempat terancam gagal terkait ketersediaan pasir. Akhirnya hal itu terselesaikan setelah pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan khusus tentang ini.
"Tahapan pengerjaan fisik landasan pacu Bandara Kuala Namu masih berjalan sesuai jadwal dan direncanakan selesai sekitar akhir 2012," kata Kepala Seksi Humas dan Umum Unit Implementasi Proyek Bandara Kuala Namu PT Angkasa Pura II, Wisnu Budi Setianto, di Lubuk Pakam, Deli Serdang, Kamis.
Untuk menimbun dan memadatkan landasan pacu Bandara Kuala Namu sepanjang 4.450 meter dibutuhkan pasir dan tanah timbun sekitar 1,5 juta meter kubik.
Proses pengerjaan proyek landasan pacu saat ini baru mencapai sekitar 20 persen.
Bandara Kuala Namu bila kelak dioperasikan secara komersial tahun 2013, dipastikan akan menjadi bandara internasional yang memiliki landasan pacu terpanjang di Indonesia.
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta juga tidak sepanjang itu, sementara landas pacu terpanjang di Indonesia sat ini terdapat di Bandara Hang Nadim Batam, yakni mencapai 4.025 meter. (ANT-197)
http://www.antaranews.com/berita/275653/landasan-pacu-bandara-kuala-namu-selesai-2012
rahul medan September 15th, 2011, 03:49 PM seriuskah panjang landasannya seperti itu..??
Tawon September 15th, 2011, 06:47 PM seriuskah panjang landasannya seperti itu..??
Kalau memang Indonesia serius mau bersaing dengan Changi dan KLIA, Kuala Namu harus bisa menawarkan nilai lebih, minimal dalam panjang runway.
Changi punyai runway sepanjang 4 Km dan KLIA punya runway sepanjang 4,124 Km.
rahul medan September 15th, 2011, 06:54 PM ^^
syukurlah.. berarti untuk urusan runway KNIA lebih panjang dr KLIA dan Changi :okay:
gini nih harusnya, bangun sesuatu itu jangan nanggung..
Pastinya AIR BUS A-380 bisa mendarat..
Widana89 September 15th, 2011, 07:24 PM landasan pacu bandara kuala namu selesai 2012
Kamis, 15 September 2011 14:05 WIB | 782 Views
... pengerjaan fisik landasan pacu Bandara Kuala Namu masih berjalan sesuai jadwal dan direncanakan selesai sekitar akhir 2012...
Deli Serdang, Sumatera Utara (ANTARA News) - Pembangunan landasan pacu sepanjang 4.450 meter Bandara Internasional Kuala Namu, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, hampir dapat dipastikan selesai sesuai jadwal atau sebelum akhir tahun 2012.
Beberapa waktu lalu, pemenuhan tenggat waktu itu sempat terancam gagal terkait ketersediaan pasir. Akhirnya hal itu terselesaikan setelah pemerintah setempat mengeluarkan kebijakan khusus tentang ini.
"Tahapan pengerjaan fisik landasan pacu Bandara Kuala Namu masih berjalan sesuai jadwal dan direncanakan selesai sekitar akhir 2012," kata Kepala Seksi Humas dan Umum Unit Implementasi Proyek Bandara Kuala Namu PT Angkasa Pura II, Wisnu Budi Setianto, di Lubuk Pakam, Deli Serdang, Kamis.
Untuk menimbun dan memadatkan landasan pacu Bandara Kuala Namu sepanjang 4.450 meter dibutuhkan pasir dan tanah timbun sekitar 1,5 juta meter kubik.
Proses pengerjaan proyek landasan pacu saat ini baru mencapai sekitar 20 persen.
Bandara Kuala Namu bila kelak dioperasikan secara komersial tahun 2013, dipastikan akan menjadi bandara internasional yang memiliki landasan pacu terpanjang di Indonesia.
Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta juga tidak sepanjang itu, sementara landas pacu terpanjang di Indonesia sat ini terdapat di Bandara Hang Nadim Batam, yakni mencapai 4.025 meter. (ANT-197)
http://www.antaranews.com/berita/275653/landasan-pacu-bandara-kuala-namu-selesai-2012
^^ Buset panjang benar landasan pacunya....:okay: rata2 landasan pacu bandara2 di Indonesia kan 3000m..:D
rahul medan September 16th, 2011, 02:27 PM yupz.. rata2 panjang runway di Indonesia 3000 M x 45
SHIA 3660x60
KNIA 4450x60
bbq September 16th, 2011, 05:13 PM So any update in English? Thanks
latest update: still piling up the soil for the runway... according to the latest post, the runway will have a measurement about 4450m long & 60m wide makes it as the longest runway in Indonesia... :)
Tawon September 17th, 2011, 02:00 AM latest update: still piling up the soil for the runway... according to the latest post, the runway will have a measurement about 4450m long & 60m wide makes it as the longest runway in Indonesia... :)
Probably not just in Indonesia. Kuala Namu's runway might be the longest in Southeast Asia, since KLIA's runway is only 4.124 Km, Changi 4 km and Bangkok 4 Km.
Happy Man September 17th, 2011, 03:34 AM Probably not just in Indonesia. Kuala Namu's runway might be the longest in Southeast Asia, since KLIA's runway is only 4.124 Km, Changi 4 km and Bangkok 4 Km.
jadi penasaran...kira2 pertimbangan apa yang membuat AP2 tiba2 merivisi panjang landasannya dari yg semula 3.7 ke 4.4 km? berarti ada penambahan sekitar 700 an meter. wah, lumayan panjang juga ya? Bagus deh, kalo memang benar adanya...:banana:
rilham2new September 17th, 2011, 07:39 AM Probably not just in Indonesia. Kuala Namu's runway might be the longest in Southeast Asia, since KLIA's runway is only 4.124 Km, Changi 4 km and Bangkok 4 Km.
Runway Hang Nadim Batam ... sampai hari ini masih terpanjang di Indonesia .... sekitar 4.02 km kalau gak salah ...
rilham2new September 17th, 2011, 07:52 AM yupz.. rata2 panjang runway di Indonesia 3000 M x 45
SHIA 3660x60
KNIA 4450x60
Ada datanya ??? Sumbernya ????
Panjang Runway rata-rata di negara ini sangat tidak mungkin sampai 3000 meter.
Untuk ibukota provinsi saja, rata-rata panjang runway paling banter 2200 - 2400 meter. Belum lagi kalau memperhitungkan airport perintis.
Di Indonesia, airport yang punya panjang Runway 3000 meter
Banda Aceh, Medan, Batam, Palembang, Jakarta (CGK dan HLP), Surabaya, Makassar, Denpasar, dan Biak.
Sekarang RUNWAY terpanjang di negara ini kalau diranking.
1. Hang Nadim (4 km)
2. Soekarno-Hatta (3.6 km)
3. Frans Kaisiepo, BIAK, PAPUA (3.5 km)
Lain dari ini rata2 panjangnya di kisaran 3000 meter atau lebih pendek dari itu. Mayoritas sih di 2200 - 2400 meter.
Tawon September 17th, 2011, 08:12 AM jadi penasaran...kira2 pertimbangan apa yang membuat AP2 tiba2 merivisi panjang landasannya dari yg semula 3.7 ke 4.4 km? berarti ada penambahan sekitar 700 an meter. wah, lumayan panjang juga ya? Bagus deh, kalo memang benar adanya...:banana:
Saya kira itu sudah sejak semula memang begitu, cuman mungkin sengaja disembunyikan pemerintah supaya calon saingan tidak segera melebihinya. Jakarta merencanakan Kuala Namu itu terbesar di Indonesia karena potensinya bukan hanya untuk ekonomi Sumut, tetapi juga Indonesia. Kalau berhasil kelak, Kuala Namu dapat menjadi sumber uang untuk membantu pembangunan bandara seluruh Indonesia. Disamping itu, praktek wartawan Medan saya lihat masih kurang canggih. Mereka tidak berusaha mencari konfirmasi berita dari sumber lain, sehingga tidak membantu transparansi.
Tawon September 17th, 2011, 08:37 AM Runway Hang Nadim Batam ... sampai hari ini masih terpanjang di Indonesia .... sekitar 4.02 km kalau gak salah ...
Karena memang Habibie dulu merencanakan Batam untuk menyaingi Singapura tetapi tidak berhasil, sebagaimana Cengkareng sebelumnya juga gagal. Memang begitulah biasanya produk pemerintahan otoriter. Pemborong Cengkareng saja anak-anak Suharto. Lihat bangunan terminalnya, dari luar kelihatan seperti restoran Pizza Hut. Tadinya, sekiranya Suharto tidak lengser, anak-anak Suharto juga yang akan membangun Kuala Namu, bahkan pada tahun 1990-an mereka sudah mulai mengurusi pembebasan tanah.
Jadi untuk pembangunan Kuala Namu, kita tidak boleh menggunakan bandara Indonesia sebagai perbandingan, tetapi harus saingan-saingannya di Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok dan Hongkong. Sebab tahun 2015 ASEAN akan memberlakukan Open Sky, dan bandara=bandara ASEAN akan berebutan untuk menjadi hub. Dan Kuala Namu disiapkan untuk itu.
rahul medan September 17th, 2011, 11:35 AM Ada datanya ??? Sumbernya ????
Panjang Runway rata-rata di negara ini sangat tidak mungkin sampai 3000 meter.
Untuk ibukota provinsi saja, rata-rata panjang runway paling banter 2200 - 2400 meter. Belum lagi kalau memperhitungkan airport perintis.
Di Indonesia, airport yang punya panjang Runway 3000 meter
Banda Aceh, Medan, Batam, Palembang, Jakarta (CGK dan HLP), Surabaya, Makassar, Denpasar, dan Biak.
Sekarang RUNWAY terpanjang di negara ini kalau diranking.
1. Hang Nadim (4 km)
2. Soekarno-Hatta (3.6 km)
3. Frans Kaisiepo, BIAK, PAPUA (3.5 km)
Lain dari ini rata2 panjangnya di kisaran 3000 meter atau lebih pendek dari itu. Mayoritas sih di 2200 - 2400 meter.
itu informasi dari surat kabar2 yg gw posting di sini.. ada di page2 sebelumnya :cheers:
lagian bandara polonia Medan juga panjang runwaynya 3000M
ya sangat mungkin dunk bandara Kuala Namu panjangnya seperti itu..
rahul medan September 18th, 2011, 02:05 PM Terlihat jalur jalan arteri baru menuju KNIA. Rencananya jalur 2 arah ini tdd 4 lajur
http://img683.imageshack.us/img683/6096/kn1z.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/683/kn1z.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Tanpa zoom, terlihat samar-samar dr kejauhan gerbang utama pintu masuk KNIA. Di area ini akan dibangun Fly Over yg langsung menuju ke gerbang KNIA. Dan dibawahnya terdapat 2 jalur kereta api
Berarti ada 2 flyover di kawasan Bandara ini. Flyover pertama di di depan terminal bandara ini dan flyover kedua di luar gerbang bandara ini
http://img37.imageshack.us/img37/6780/kn2k.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/37/kn2k.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Zoom maximal ( terlihat gerbang masuk KNIA)
http://img14.imageshack.us/img14/2334/kn3j.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/14/kn3j.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Mendekati proyek dan zoom maximal
http://img694.imageshack.us/img694/7559/kn4j.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/694/kn4j.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Happy Man September 18th, 2011, 06:15 PM ^^ thanks bro Rahul atas updatenya...berarti memang pemerintah sepertinya tidak main2 dalam mempersiapkan KNIA sebagai hub internasional dalam rangka open sky ASEAN di tahun 2015 nanti. Sayangnya upaya ini tidak sepenuhnya didukung oleh pemerintah daerah seperti banyaknya permasalahan yang dihadapi (syukur deh, sementara sudah beres). Saya masih belum mendapatkan gambaran, bagaimana posisi fly over itu nantinya...soalnya gak ada rendering mengenai FO ini. Apa bro Rahul bisa sedikit menjelaskan posisi FO tsb, apakah melintang searah dengan gerbang masuk atau berlawanan dengan gerbang?
Tawon September 18th, 2011, 06:36 PM Bung Rahul, thanks atas foto-fotonya. Apa ngambilnya waktu hari libur ? Hampir tidak ada batang-hidung orang saya lihat.:lol:
rahul medan September 18th, 2011, 06:42 PM sama2 bro happy man .
yachh.. sepertinya progress di lapangan emank lagi giat2nya tuh... aku cuma bisa lihat progress pembangunan jalan menuju bandara tsb..
Aku juga baru tau dari banner di pict tsb bahwa ada FO lagi yg dibangun di luar kawasan bandara ini atau di depan gerbang utama bandara ini.. kirain cuma FO yg didepan terminal KNIA yg megah itu aja...kereen bgt khan..
Klo untuk posisinya apakah melintang atau tegak lurus mengarah ke gerbang KNIA aku jg belum dapat gambaran coz jalan arteri dan (tol nantinya) yg mengarah tepat ke bandara ini belum kelihatan. Untuk pict 1 mengenai jalan arteri yg aku posting itu masih buntu. Jalan tsb harus menembus perkebunan kelapa sawit lagi untuk mencapai bandara ini.
rahul medan September 18th, 2011, 06:45 PM Bung Rahul, thanks atas foto-fotonya. Apa ngambilnya waktu hari libur ? Hampir tidak ada batang-hidung orang saya lihat.:lol:
sama2 bung tawon
ngambilnya td siang, hari minggu :lol:
pict arteri yg 1 itu lagi dikerjakan kok, aku sengaja nge take pictnya di areal yg gk keliatan pekerjanya. coz gk enak aja moto2 klo diliatin gitu
Trus proyek fly over di depan gerbang KNIA tsb khan keliatan tuh ada asap keluar dr alat berat penanam paku bumi coz tuh alat lagi bekerja..
rahul medan September 22nd, 2011, 02:13 PM Thursday, 22 September 2011 18:05
Jalan arteri Kuala Namu dilanjutkan
Warta
WASPADA ONLINE
MEDAN - Pembangunan jalan arteri nontol di kawasan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara menuju lokasi Bandara Internasional Kuala Namu, mulai dilanjutkan.
Petugas pembangunan jalan itu mengerahkan sejumlah alat berat untuk merobohkan rumah atau pagar warga yang akan menjadi bagan jalan.
Menurut petugas pembangunan jalan, Rikanaldi, pengerjaan jalan itu merupakan lanjutan proyek yang telah dilakukan di kawasan Simpang Kayu Besar, Tanjungmorawa.
Namun pengerjaan tersebut hanya dilakukan di lahan masyarakat yang telah mendapatkan ganti rugi dari satuan kerja pembangunan Bandara Kualanamu.
"Kalau yang belum dibebaskan, belum dapat dikerjakan," katanya, tadi sore.
Salah seorang tokoh masyarakat Dusun 6, Desa Dalu, Kasuma, mengatakan sebagian besar warga telah menerima ganti rugi dari pihak pengembangan atas penggunaan tanahnya untuk pembangunan jalan. "Sudah dibayar, Rp300 ribu per meter," katanya.
Tokoh masyarakat yang sering dipanggil Datuk itu mengatakan, dana ganti rugi tersebut telah dibayarkan sekitar lima bulan lalu. Jalan yang akan dibangun tersebut akan diperlebar dengan ukuran 10 meter dari parit yang ada di sisi jalan lama.
Pelebaran dan pembangunan itu menyebabkan ada sebagian rumah warga yang akan berdekatan langsung dengan jalan arteri yang akan dibangun.
Disebabkan pertimbangan itu, ada sebagian warga yang sempat menolak jika lahan yang berada di bagian depan rumahnya dibebaskan untuk dibangun jalan.
Namun karena kegiatan pembangunan itu merupakan program pemerintah untuk mendukung Bandara Kualanamu, warga terpaksa melepaskan lahannya. "Apa boleh buat. Ini kan program pemerintah," ujarnya.
Meski pembangunan itu menyebabkan berkurangnya sejumlah lahan masyarakat tetapi pihaknya memberikan apresiasi karena pihak pelaksana proyek membolehkan warga untuk mengambil tanah timbun yang berasal dari pengorekan alat berat tersebut.
"Asalkan ada mobil, warga boleh mengambil tanah timbunnya," katanya.
Editor: SUWANDI
(dat06/antara)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=216737:jalan-arteri-kuala-namu-dilanjutkan&catid=15:sumut&Itemid=28
Tawon September 23rd, 2011, 01:45 AM Thursday, 22 September 2011 18:05
Jalan arteri Kuala Namu dilanjutkan
Warta
WASPADA ONLINE
MEDAN - Pembangunan jalan arteri nontol di kawasan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara menuju lokasi Bandara Internasional Kuala Namu, mulai dilanjutkan.
Jalan yang akan dibangun tersebut akan diperlebar dengan ukuran 10 meter dari parit yang ada di sisi jalan lama.
Meski pembangunan itu menyebabkan berkurangnya sejumlah lahan masyarakat tetapi pihaknya memberikan apresiasi karena pihak pelaksana proyek membolehkan warga untuk mengambil tanah timbun yang berasal dari pengorekan alat berat tersebut.
"Asalkan ada mobil, warga boleh mengambil tanah timbunnya," katanya.
Editor: SUWANDI
(dat06/antara)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=216737:jalan-arteri-kuala-namu-dilanjutkan&catid=15:sumut&Itemid=28
Pelebaran 10 meter dari parit kedua sisi jalan ? Jadi kalau jalan lama misalnya 6 meter, lebar jalan baru menjadi 26 meter dari parit ke parit ?
rahul medan September 23rd, 2011, 04:32 PM good news niy...
NUSANTARA - SUMUT
Jum'at, 23 September 2011 , 07:12:00
Landasan Pacu Kualanamu Dikebut
JAKARTA -- Pengerjaan pembangunan landasan bandara Kualanamu saat ini terus digenjot. Direktur Bandara Dephub, Bambang Cahyono mengatakan, pengebutan pengerjaan landasan ini dilakukan lantaran di sektor ini sempat tersendat pengerjaannya yang dipicu persoalan pasokan pasir penguruk. Sebelum lebaran lalu, pengerjaannya masih di bawah 10 persen.
Dikatakan Bambang, pengebutan pengerjaan landasan ini sudah dilakukan usai lebaran lalu. "Kita pacu pengerjaannya, terutama untuk landasannya," ujar Bambang kepada JPNN di Jakarta, Kamis (22/9).
Seperti sudah berulang kali disampaikan, Bambang mengklaim, proses pembangunan bandara pengganti Polonia itu jalan terus dan masih sesuai schedule. "Jangan khawatir, hingga saat ini masih on schedule," ujar Bambang.
Dia menyampaikan, masalah proyek ini pada Juli 2011 lalu sudah dirapatkan di Kantor Wapres. " Tak ada masalah. Target optimis, Nopember 2012," imbuhnya.
Pejabat Dephub yang punya tanggung jawab langsung terhadap proyek Kualanamu ini menjelaskan, dari data yang ada, dari 11 paket pekerjaan di sektor publik, tujuh paket pekerjaan diantaranya sudah mencapai 100 persen atau mendekati angka itu.
Paket pekerjaan yang sudah mencapai 100 persen antara lain, pekerjaan bangunan umum, bangunan penunjang, bangunan operasional. Bangunan penunjang seperti control tower, operational building, general workshop, fire station, emergency building, sub station building, ATC Radar, transmitter station, receiver station, power house, ad bandara, dan general aviation.
Pekerjaan bangunan umum seperti bangunan pemerintahan, bangunan ad bandara, bangunan perumahan, mushala, dan balai pengobatan.
Sedang untuk pekerjaan elektrik mekanik, sudah mencapai 90 persen. Pekerjaan navigasi udara sudah 63 persen, dan pekerjaan runway baru mencapai 8,9 persen. Yang prosentasenya masih kecil itulah yang terus dikebut pengerjaannya.
Proses pembangunan bandara Kualanamu terus mendapat sorotan publik. Terakhir, Juli 2011 lalu, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, saat pidato di acara pelantikan pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut di Medan Club, mengatakan, “Penyelesaian Bandara Kuala Namu bisa cepat selesai bila banyak pihak yang marah.”
JK juga menceritakan, ketika menjabat sebagai Wapres sudah tiga kali mendatangi bandara tersebut. Kehadirannya itu setiap enam bulan sekali. “Jadi kalau saya hitung, saya baru tiga kali marah bandara sudah berdiri seperti itu,” katanya sembari tersenyum disambut tawa para undangan. (sam/jpnn)
http://www.jpnn.com/read/2011/09/23/103658/Landasan-Pacu-Kualanamu-Dikebut-
rilham2new September 24th, 2011, 10:56 AM ^^ thanks bro Rahul atas updatenya...berarti memang pemerintah sepertinya tidak main2 dalam mempersiapkan KNIA sebagai hub internasional dalam rangka open sky ASEAN di tahun 2015 nanti.
Yang suka bilang pemerintah kita main-main dalam mempersiapkan KNIA kan sebenarnya Waspada dan Medan Bisnis :D
Andre_theRising September 26th, 2011, 05:00 AM Yang suka bilang pemerintah kita main-main dalam mempersiapkan KNIA kan sebenarnya Waspada dan Medan Bisnis :D
Kalo gak salah Bandara Pekanbaru juga dekat kali ke kota ya Bro Rilham. Daerah sekitar jalan arah ke Bangkinang dan Lipat Kain/Kuantan. Itu gimana penangannya bro? Apalagi Pekanbaru sekarang kan dipenuhi pembangunan properti gila2an yang bikin anak Medan iri dan gondok kali..
Happy Man September 27th, 2011, 12:08 PM Kalo gak salah Bandara Pekanbaru juga dekat kali ke kota ya Bro Rilham. Daerah sekitar jalan arah ke Bangkinang dan Lipat Kain/Kuantan. Itu gimana penangannya bro? Apalagi Pekanbaru sekarang kan dipenuhi pembangunan properti gila2an yang bikin anak Medan iri dan gondok kali..
Gak sampe iri dan gondok lah bro....Pekan Baru itu kan ibarat adiknya Medan. Kalo "adik" sendiri bisa maju dan berkembang pesat, kan 'abangnya' juga yang bangga....lagian sama2 kota di Sumatera harus maju jangan sampe kalah dengan kota2 di Jawa hehe...:banana:
Happy Man September 27th, 2011, 12:20 PM Menko Perekonomian: Bandara Kuala Namu Harus Siap 2012
Medan, (Analisa). Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, Bandara Kuala Namu harus sudah rampung dan sudah bisa dipergunakan tahun 2012.
"Saya tegaskan harus siap, tidak boleh ada istilah tidak siap," kata Hatta Rajasa menjawab wartawan usai memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa UMSU pada sosialisasi Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di aula Kampus UMSU, Jalan Muktar Basri Medan, Senin (26/9).
Hatta Rajasa menegaskan, persoalan Bandara Kuala Namu sudah dirapatkan bahkan dirinya yang merangkap menteri BUMN juga sudah memperjuangkan. Saat ditanya jika deadline 2012 tidak selesai, Hatta menjawab, harus siap, karena 2012 masih lama, ada beberapa bulan maka waktu yang tersisa tersebut harus bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikannya sehingga 2012 Bandara Kuala Namu bisa dipergunakan.
Dalam kuliah umum tersebut, Hatta menjelaskan bahwa peluang investasi bagi investor di Indonesia sangat besar, hal ini disebabkan adanya jaminan keamanan dan jaminan lainnya bagi investor. Kehadiran investor, katanya juga bisa mempercepat proses pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Dia juga menjamin Indonesia menjadi negara kuat di masa depan. Hal itu, katanya tidak terlepas dari berbagai kelebihan yang dimiliki Indonesia yang saat ini menuju emerging country untuk menuju ke negara maju.
Menurutnya, pemerintah terus melakukan akselerasi mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung pembangunan. Dalam pembangunan infrastruktur, Indonesia dibagi menjadi enam koridor,salah satu koridor ada di Sumatera.
Sumatera Utara, kata Hatta dalam MP3EI pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara di atas rata-rata nasional. Bahkan, melebihi Aceh yang ke depannya masih di bawah standar rata-rata nasional.
Dijelaskan, ada sejumlah rencana pembangunan yang akan dilakukan di Sumatera Utara sebagai pintu gerbang bagian barat yakni Bandara Polonia sebagai bandara internasional dan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung.
Hatta juga menyampaikan dampak krisis global yang sedang terjadi tidak akan mampir ke Indonesia karena sejumlah lembaga internasional memberikan rating tinggi, dan media terkemuka di luar negeri mengakui kelebihan yang dimiliki Indonesia sehingga disebut sebagai macan ekonomi dunia.
"Majalah politik internasional, Foreign Policy, menyebut Indonesia sebagai negara demokrasi terkuat di dunia," katanya yang meminta semua itu bisa dilakukan bila mindset masyarakat Indonesia juga ikut mendukung perencanaan pembangunan ke arah lebih baik.
"Perilaku masyarakat akan sangat memberikan sumbangsih besar bagi pembangunan Indonesia ke arah lebih baik," katanya.
Hatta juga menegaskan masalah terorisme seperti bom di Solo dinilai tidak mengganggu ekonomi. Dia menilai aparat keamanan di Indonesia bisa memecahkan persoalan ini.
"Saya meyakini persoalan ini bisa kita atasi karena kita memiliki Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan pendekatan tidak hanya yang bersifat penanggulangan tapi akar masalah dan pencegahan, pendidikan dan ekonomi. Makanya saya yakin akan bisa diatasi, dan ekonomi kita cukup bisa. Artinya, sejauh ini tidak terganggu," kata Hatta Rajasa. (maf)
Source : www.analisadaily.com/news/read/2011/09/27/14731/menko_perekonomian_bandara_kuala_namu_harus_siap_2012/#.ToGivG-S_n0
Andre_theRising September 27th, 2011, 02:33 PM Gak sampe iri dan gondok lah bro....Pekan Baru itu kan ibarat adiknya Medan. Kalo "adik" sendiri bisa maju dan berkembang pesat, kan 'abangnya' juga yang bangga....lagian sama2 kota di Sumatera harus maju jangan sampe kalah dengan kota2 di Jawa hehe...:banana:
Haha, bener juga bro, agak typo dikit. Maksud aq bukan gondok ke arah Pekanbaru-nya, tapi lebih karena kenapa Medan cuma gitu2 aja dari dulu. Aq cuma 'nembak' ke topik lama aja kayak KKOP, dana kurang, desain kota, dsb..
Secara pribadi gw senang dengan Pekanbaru, lagi berkembang pesat dan masih potensial untuk didesain seperti infrastruktur dan penggunaan lahan, gak seperti Medan yang udah padat dimana2 dan jalan2nya susah dilebarkan..
Andre_theRising September 27th, 2011, 02:38 PM Satu hal yang aku kuatirkan terkait Bandara Kuala Namu, ialah kalau transport KA bandara-kota udah jadi. Paling nggak setiap 45 menit/1 jam bakal ada 2 kereta pergi dan datang..
Itu berarti palang lintasan di Jl. Haryono MT, Pandu, Sisingamangaraja, Sutomo, Thamrin, Sukaramai, dan Mandala By Pass bakal sangat sering tit tut tit tut :nuts:
Dengan keadaan sekarang aja, jalan2 yg aku sebutin di atas udah sering kali macet total apalagi siang dan sore hari setiap kereta api habis lewat.. Gimana kalo KA bandara udah jadi, bisa mati kutu nih pusat kota Medan:ohno:
Ada gak ya solusi kayak underpass, atau jalan layang kereta api setidaknya dari sekitar Jl. Wahidin ampe stasiun?
rahul medan September 27th, 2011, 05:55 PM Tuesday, 27 September 2011 19:44
Hatta: Kuala Namu selesai 2012
MEDAN - Menteri Kordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, memastikan bahwa Bandara Kuala Namu dipastikan selesai pembangunannya sesuai pada 2012 mendatang.
"Diutarakan Hatta dari hasil rapat kordinasi tentang pembahasan pembangunan pada Senin (26/9) pagi tadi, bahwa dalam rapat tersebut diputuskan pembangunan bandara selesai pada 2012 mendatang," ucapnya sembari menerangkan bahwa dirinya juga merangkap sebagai Menteri BUMN, kepada wartawan.
Hatta mengakui bahwa kondisi pembangunan Bandara Kuala Namu baru selesai 90 persen pengerjaannya. Namun demikian masih ada jeda waktu untuk menyelesaikan pembangunan Bandara Kuala Namu yang menggantikan Bandara Polonia Medan.
Sebagaimana diketahui Bandara Kuala Namu adalah Bandar Udara terbesar di Sumatera Utara yang mampu menampung pesawat berbadan besar. Akan tetapi hingga saat ini, pengerjaan belum selesai pengerjaannya.
Meski demikian Menko Perekonomian yang juga merangkap Menteri BUMN, Hatta Rajasa berjanji bandara termewah di P.Sumatra sudah bisa dioperasi pada 2012, ujarnya
Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat06/wol)
http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=217442:hatta-kuala-namu-selesai-2012&catid=14:medan&Itemid=27
rahul medan September 28th, 2011, 02:24 PM NUSANTARA - SUMUT
Rabu, 28 September 2011 , 01:47:00
Plt Gubernur Dinilai Lambat Urus Proyek Kualanamu
JAKARTA -- Acara halal bihalal jajaran Pemprov Sumut dengan anggota DPR dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Sumut di Hotel Mulia, Jakarta, tadi malam (27/9) menjadi ajang untuk mengkritik kepemimpinan Plt Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho. Abdul Wahab Dalimunthe misalnya, mengkaitkan lambatnya pembangunan bandara Kualanamu dengan sikap lembek Gatot.
Mantan Ketua DPRD Sumut yang kini menjadi anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat menyingung masalah pembebasan tanah yang akan digunakan untuk area pembangunan bandara Kualanamu, yang belum klir, yang menyebabkan proses pembangunan lambat. Mestinya, ketika ada persoalan seperti itu, Gatot turun tangan untuk menegur langsung bupati.
"Janganlah pidato panjang-panjang, Kualanamu, tanah tak beres-beres. Tolong urusi itu tanah. Gatot sanggup nggak kamu jewer bupati. Kalau tidak sanggup, kamu yang kami jewer," ujar Abdul Wahab di atas podium, saat diberi kesempatan bicara.
Hadir di acara itu Gatot, plt Sekda Rachmatsyah, dan mayoritas SKPD Pemprov Sumut, termasuk Irwasdaprov, Nurdin Lubis. Dari 30 anggota DPR asal Sumut, mayoritas juga hadir. Dari empat anggota DPD asal Sumut, hanya Parlindungan Purba yang tidak hadir. (sam/jpnn)
http://www.jpnn.com/read/2011/09/28/104154/Plt-Gubernur-Dinilai-Lambat-Urus-Proyek-Kualanamu-
rahul medan September 28th, 2011, 02:28 PM Wednesday, 28 September 2011 14:11
Seminar peduli Kuala Namu digelar
Warta
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE
MEDAN - Bandar Udara Internasional Kuala Namu direncanakan akan beroperasi pada tahun 2012 mendatang. Namun hingga kini, sejumlah kendala masih menghambat terealisasinya Bandara pengganti Polonia Medan itu. Apalagi, banyak tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum Bandara itu dioperasikan nantinya.
Agar perpindahan Bandara Polonia ke Bandara Kuala Namu nantinya tidak mengalami kendala, DPC Indonesia Air Traffic Controler Association (IATCA) Medan menggelar seminar nasional sehari "Menyongsong Pengoperasian Bandara Kuala Namu: Ciptakan Keselamatan Efisiensi Pelayanan Menuju World Class Airport", di Auditorium Hotel Danau Toba Medan, Rabu (28/9).
Ketua Panitia, Syafei Samsudin mengatakan, latar belakang diadakannya seminar ini, semata-mata supaya perpindahan berjalan mulus agar tidak terjadi accident dalam perpindahan bandara itu nantinya.
"Perpindahan airport bukan hal yang mudah dan sederhana. Seluruh tahapan harus dilakukan, sehingga standart yang ada tidak terlampaui," ujarnya.
Dia menuturkan, dari hasil kunjungan IATCA ke Bandara Kuala Namu, dari hasil diskusi yang mereka lakukan dengan pihak Satker Bandara Kuala Namu, banyak hal yang harus disegerakan. Sebab, 2012 bukanlah wktu yang lama.
"Kalau kita sudah declair akan pindah, itu ada tahapan selama 56 hari atau dua bulan, kita umumkan ke seluruh dunia bahwa kita akan pindah," imbuhnya.
Selain itu, lanjutnya, ada tahapan-tahapan lainnya yang harus dilalui, seperti trial peralatan yang ada sekitar tiga bulan, bahkan ada yang sampai tiga bulan, juga tahapan lain seperti pelatihan SDM untuk operator perlatan di Bandara tersebut.
Acara dibuka oleh GM PT Angkasa Pura II cabang Polonia Medan, Bram Baroto. Seminar juga dihadiri oleh tim Ditjend Perhubungan Udara, perwakilan Pangkosek III Hanudnas, Dinas Perhubungan, PT Angkasa Pura, Satker Kuala Namu, Kepala Otoritas Bandara, serta perwakilan Airlines.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=217589:seminar-peduli-kuala-namu-digelar&catid=14:medan&Itemid=27
rahul medan September 28th, 2011, 04:42 PM Wednesday, 28 September 2011 20:32 PDF Print E-mail
Pembangunan tol Kuala Namu selesai 47%
Warta
WASPADA ONLINE
MEDAN - Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol dari Bandara Internasional Kuala Namu dan Tebingtinggi telah selesai 47 persen. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovs Sumut) sangat menyadari jika keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu kendala utama dalam pengembangan berbagai potensi yang ada di Sumut.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho, mengatakan pihaknya juga banyak menerima keluhan dari berbagai pihak, khususnya kalangan pengusaha dengan kondisi infrastruktur tersebut. Namun Pemprov Sumut memastikan upaya perbaikan infrastruktur terus dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan.
"Salah satu upaya perbaikan yang dipercepat adalah pembangunan jalan tol dari Bandara Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang hingga Tebingtinggi. Dari upaya yang telah dilakukan, sekitar 47 persen lahan untuk pembangunan jalan tol telah dibebaskan guna dapat dilakukan pembangunan konstruksi," ujar Gatot, tadi sore.
Untuk menunjang transportasi lainnya, pihaknya juga sedang menyiapkan pembangunan jalan tol dari Bandara Kualanu menuju Kota Medan. Untuk pembangunan tol Medan-Kualanamu, tinggal penandatangan kontrak.
Sebelumnya, ketika menerima kunjungan Majelis Bekas Wakil Rakyat Malaysia, Kepala Badan Koordinas Penanaman Modal (BKPM) Sumut, Salman Ginting, mengatakan pembangunan infrastruktur jalan tol Kualanamu dan Tebingtinggi dengan panjang 47 Km merupakan salah satu dari dua investasi besar di daerah itu.
Pihaknya memperkirakan investasi tersebut akan menarik karena investor yang akan menanamkan modalnya hanya bertugas untuk memperkirakan infrastruktur jalan. Sedangkan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol tersebut dilakukan pemerintah Indonesia, termasuk biaya pembebasannya.
Sedangkan investasi besar kedua adalah pembangunan perusahaan untuk mengolah industri turunan dari produksi kluster perkebunan kelapa sawit Sei Mangke di Kabupaten Simalungun.
http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=217615:pembangunan-tol-kuala-namu-selesai-47&catid=15:sumut&Itemid=28
Apakah pembebasan lahan tol Medan - Kuala Namu dah selesai? sementara pembebasan lahan Kuala Namu - T. Tinggi yg bru 47%?
laba-laba September 29th, 2011, 10:12 AM Wednesday, 28 September 2011 23:55
Pasir Kuala Namu masih bermasalah
Warta
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE
MEDAN – Walaupun Pemerintah Kabupaten Deli Serdang telah memberikan izin galian C untuk penambangan pasir bagi pembangunan Bandara Kuala Namu Sumatera Utara khususnya untuk proyek runway (landasan pacu), namun izin tersebut tidak menyelesaikan masalah.
Buktinya, Bandara Kuala Namu masih membutuhkan satu juta kubik pasir untuk penimbunan runway. Karena izin galian C dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang masih ada sebagian belum diterbitkan.
join_facebookjoin_twitter
Hal itu diungkapkan Pejabat Satuan Kerja (Satker) Bandar Udara Medan Baru (Kuala Namu, red), Farel Lumban Tobing di sela-sela seminar nasional sehari "Menyongsong Pengoperasian Bandara Kuala Namu, hari ini.
Farel menuturkan, hingga kini, izin galian c di lokasi sungai ular masih belum dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang. "Sebagian sudah diizinkan, tapi tidak mencukupi," ujarnya.
Dia menjelaskan, saat ini, pasir yang digunakan untuk penimbunan runway Bandara Kuala Namu berasal dari daerah Patumbak dan Serdang Bedagai. Namun, pasokan dari dua lokasi tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhan di Kuala Namu. "Yang paling bisa memenuhi itu, dari sungai ular. Sampai sekarang belum dikasih izin, khusus di sana (sungai ular,red) sama sekali belum," ungkapnya.
Farel menjelaskan, runway Bandara Kuala Namu membutuhkan 1,4 juta kubik pasir lagi. Sementara pasokan dari dua lokasi galian tersebut, yakni Patumbak dan Sergei, hanya 400 ribu kubik. Jadi artinya, masih dibutuhkan satu juta kubik lagi.
"Kurang satu juta lagi. Itu yang kita harapkan dari sungai ular. Kendalanya di situ (izin,red)," bebernya.
Hal itu, tutur Farel, dikhawatirkan akan membuat Bandara Kuala Namu yang dideadline selesai Desember 2012, akan mundur. "Sekarang deviasinya sudah minus untuk menyelesaikan itu," paparnya.
Lebih lanjut Farel mengatakan, hal ini sudah dibicarakan sampai ketingkat pusat. Namun, hingga kini izin tak kunjung keluar. Karena izin belum keluar, pihaknya tidak ingin dianggap menerima barang illegal.
Dia berharap, Pemkab Deli Serdang menyikapi ini. Sebab, ini merupakan proyek nasional, yang nantinya akan memberi PAD lebih banyak kepada Pemkab, seperti parkir, airport tax, dan pembangunan di sekitar bandara yang tentunya akan menambah income masyarakat sekitar.
Runway merupakan kendala utama belum selesainya bangunan fisik bandara pengganti Polonia Medan itu.
Menanggapi belum juga beresnya izin galian c untuk penimbunan runway Bandara Kuala Namu, anggota DPRD Sumut, Syamsul Hilal menilai Pemerintah Provinsi Sumut kurang berkoordinasi dengan Pemkab Deli Serdang.
Dia mengatakan, Pemprov Sumut terkesan tidak mau tahu dengan kondisi yang terjadi di Bandara Kuala Namu. Sebab, tersendatnya pasokan pasir tersebut tentu akan menghambat pembangunan bandara bertaraf internasional itu. Dan ini juga menghambat percepatan pembangunan di Sumut. Karena Bandara Kuala Namu yang merupakan proyek APBN tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat Kabupaten Deli Serdang tapi juga Sumatera Utara.
Oleh sebab itu, menurut Syamsul Hilal, Pemprov Sumut dan Pemkab Deli Serdang harus duduk bersama mencari solusi agar permasalahan ini segera teratasi. "Pemprov dan Pemkab harus duduk bersama mencari solusi. Harusnya mereka cepat bertindak," ujarnya.
Dia menambahkan, Pemprov Sumut tidak bisa lepas tangan dengan masalah ini. Mereka juga ikut bertanggung jawab kalau pembangunan bandara yang digadang-gadang akan menjadi yang tercanggih di Indonesia, bahka Asia Tenggara tersebut, kembali molor.
"Ini bukan hanya kepentingan nasional, tapi juga kepentingan masyarakat Sumut. Kalau tertunda lagi, Pemprov Sumut harus bertanggung jawab," tandasnya.
Editor: HARLES SILITONGA
(dat03/wol)
WARTA KARTUN HARI INI
source : http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=217695:pasir-kuala-namu-masih-bermasalah&catid=15:sumut&Itemid=28
==================
solusi apa bos ??? lucu x
rahul medan September 29th, 2011, 04:50 PM Headline - Hari ini Pkl. 06:40 WIB
Awal 2012 Jaringan KA Bandara Kuala Namu Dikerjakan
Medan, (Analisa). PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre I Sumut siap membangun jaringan kereta api (KA) airport dari Medan tujuan Bandara Kuala Namu Deli Serdang sepanjang lebih kurang 30 km. Pada akhir 2012 jaringan jalan KA dipastikan sudah tersedia dan operasi selaras dengan beroperasinya Bandara Kuala Namu.
Penegasan tersebut disampaikan M Yassir, Kadivre I PT KAI Sumut dan NAD kepada wartawan seusai membuka selubung logo baru PT KAI di kantor Jalan Prof HM Yamin SH Medan, Rabu (28/9).
Yassir yang didamping Kepala Humas PT KAI Sumut Irwan mengatakan, pada prinsipnya pembangunan jaringan KA ke bandara baru sudah siap, paling tidak pekerjaan fisik dapat dikerjakan awal 2012 dan akhir 2012 sudah dapat difungsikan. Untuk itu, tersedia dana investasi murni dari PT KAI Rp50 milar lebih.
Sementara untuk desain dan studi kelayakan sudah dilaksanakan, berikut dana sudah tersedia, dia berharap akhir 2012 KA baru itu dapat digunakan.
Sementara terkait jenis KA, dia belum dapat merincikan, apakah nantinya KA arah ke Bandara Kuala Namu kereta diesel atau listrik. Kadivre menyatakan sedang mempertimbangkan dengan kondisi yang ada.
"KA angkutan penumpang udara yang jelas lebih baik dari Kereta Rel Diesel Indonesia (KRDI) Srilelawangsa, sementara harga tiket juga akan lebih mahal," jelasnya.
Perubahan Logo
Menyinggung perubahan logo KA yang mulai berlaku 1 Oktober 2011, Kadivre I yang baru itu menyatakan, perubahan dilakukan untuk memotivasi agar pengembangan KA ke depan lebih baik lagi dari saat ini. Dengan logo baru tersebut dia berharap jajaran juga mendapat semangat baru.
Kepala Divisi Regional (Kadivre) I Sumut yang baru bekerka tiga hari di Medan ini berharap dukungan penuh para staf dan karyawan KA di Medan.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang KA, terhitung mulai 1 Oktober 2011, untuk stasiun besar agar dilaksanakan sistem boarding dan penumpang diperbolehkan masuk ke dalam Peron maksimal 2 jam sebelum KA berangkat.
Karcis peron tidak berlaku (pengantar tidak diperbolehkan masuk ke Peron). KA Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi (Putri Deli) dijual memakai tanda nomor tempat duduk dan hanya sesuai dengan jumlah tempat duduk yang tersedia atau 100 persen, untuk kenyamanan.
Sementara KA ekonomi Sri Lelawangsa diperbolehkan lebih dari jumlah tempat duduk maksimal 125 persen.
Pelayanan penjualan karcis sistem ticketing computer dan batas waktu pelayanan H-40 untuk KA komersial dan H-7 untuk KA non komersil (Ka Ekonomi Putri Deli). Penjualan karcis sistem manual djual saat hari H keberangkatan.
Mencegah penumpang tanpa karcis agar dilaksanakan kegiatan PS (pemeriksaan serentak) dan penumpang tanpa karcis harus diturunkan di stasiun terdekat. (msm)
http://www.analisadaily.com/news/read/2011/09/29/14995/awal_2012_jaringan_ka_bandara_kuala_namu_dikerjakan/
rahul medan September 30th, 2011, 02:11 PM Runway Bandara Kualanamu Baru Tuntas 12 Persen
Diposkan pada September 30, 2011 dalam rubrik Daerah
Jalan Tak Ada yang Layak Dilintasi
DELI SERDANG-Landas pacu (runway) Bandara Kuala Namu, Deli Serdang baru selesai 12 persen dari target penyelesaian akhir 2012. Pembangunan runway yang telah berjalan dua tahun ini hanya sebatas untuk proses menstabilkan lapisan tanah.
Amatan wartawan Sumut Pos di lokasi pembangunan bandara, tiga alat berat sedang bekerja dan sejumlah truk pengangkut pasir timbun tampak mondar-mandir di lokasi runway. Bukan itu saja, di lokasi runway sepanjang sepanjang 3.750 meter dan lebar 60 meter itu dipasang sejumlah pipa untuk menguras kandungan air.
Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Bandara Kualanamu, Sigit Widodo mengatakan pembangunan runway ditargetkan selesai akhir 2012. Karena hal itu sesuai kontrak kerja dengan pihak kontraktor.
“Sesuai laporan 25 September 2011, pembangunan runway sudah 12 persen selesai,” ucapnya ketika ditemui Sumut Pos, Kamis (29/9) di ruang kerjanya di lokasi pembangunan Bandara Kuala Namun, Deli Serdang.
Widodo menerangkan keterlambatan pembangunan runway itu memiliki kendala, mulai teknis hingga kepada kendala material. Namun, hal itu sudah diselesaikan secepatnya. Sehingga, sekarang ini pihak kontraktor terus bekerja.
Pejabat di Kementrian Perhubungan itu memaparkan, hingga kini pembangunan runway tidak ada anjlok, melainkan sengaja dianjlokkan karena runway yang dibangun harus memiliki konstruksi tanah yang stabil agar pada saat operasionalnya tidak anjlok lagi.
“Sekarang ini runway terus ditimpa tanah dengan rupa-rupa beban yang sama dengan bobot pesawat A380, supaya ketika ditimpa beban yang sama tidak anjlok,” katanya. “Makanya, di lokasi pembangunan runway dipasang pipa untuk mengeluarkan air,” tambahnya.
Tapi, dia optimis penyelesaian runway bisa tuntas 2012 sama dengan target penyelesaian Bandara Kualanamu secara keseluruhan. “Penyelesaian Bandara Kualanamu bisa tuntas, bila seluruh instansi mendukungnya,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Hukum, Humas dan Umum Project Implementation Unit Bandara Kualanamu PT Angkasa Pura (AP) II, Wisnu Budi Setianto menyampaikan, fisik bangunan Bandara Kualanamu di lahan seluas 1.365 hektar sudah selesai 83 persen.
Hanya saja, sekarang ini belum bisa dilakukan percobaan perangkat secara keseluruhan dikarenakan instalasi seperti telekomunikasi, listrik dan air belum bisa difungsikan. Khusus untuk telekomunikasi dan listrik belum ada kesepakatan antar instansi, tapi untuk masalah airnya tinggal keputusan bersama.
“Bandara Kuala Namu ini bisa selesai, jika seluruh instansinya mendukung, jadi kami harap semua mendukungnya,” paparnya.
Ketika Sumut Pos bertandang ke kawasan itu, ada sedikit keanehan mengenai akses jalan menuju bandara itu. Memang, banyak jalan menuju bandara itu. Tapi, tak satupun layak untuk dilalui menggunakan kendaraan roda empat. Keseluruhan jalan rusak.
“Inilah yang masih jadi kendala, kami berharap seluruhnya bisa tuntas secara bersamaan. Termasuk jalan ini juga harus tuntas,” harapnya. (ril)
http://www.hariansumutpos.com/2011/09/15610/runway-bandara-kualanamu-baru-tuntas-12-persen.htm
Andre_theRising September 30th, 2011, 06:18 PM Rasanya kita butuh deh tim reporter khusus untuk Bandara Kuala Namu ini yang secara rutin meliput perkembangan pembangunan sekaligus menyajikannya ke masyarakat Sumut..:runaway:
Di koran yang satu beritanya beginilah...yang lain begitulah.. trus datang pejabat yang satu optimis demikianlah..pejabat yang ini mintak2 jatah pasirlah...eehh, yang terakhir runway baru kelar 12 persen..Pening kepala ngikutinya... :nuts:
Pokoknya Ngeri-ngeri sedap awak kalo baca berita terbaru mengenai Bandara Kuala Namu.
Sayang orang sipil belum diizinkan masuk bebas ke dalam lokasi proyek gara-gara Pasal Sol Sol Do (551 KUHP). Kalo nggak bisa dicek langsung kek mana kondisi di dalam
Andre_theRising September 30th, 2011, 06:27 PM Wednesday, 28 September 2011 20:32 PDF Print E-mail
Pembangunan tol Kuala Namu selesai 47%
Warta
WASPADA ONLINE
Apakah pembebasan lahan tol Medan - Kuala Namu dah selesai? sementara pembebasan lahan Kuala Namu - T. Tinggi yg bru 47%?
Feeling aku kayaknya tol Tanjung Morawa - Kuala Namu dulu yang dikelarkan dengan proyeksi akan selesai berbarengan dengan Bandara Kuala Namu. Kemudian 2013 akan dilanjutkan sisanya ke arah Tebing Tinggi
Andai itu benar, untuk mengantisipasi kemacetan kelak aku sih berharap aspal jalan alternatif Lubuk Pakam ke Tebing Tinggi via Galang/Dolok Masihul ditingkatkan sehingga bisa dipakai kendaraan jalur Medan Tebing Tinggi. Jalan yang sekarang dari Perbaungan - Rampah sempitnya bukan main dan kayaknya sulit buat dilebarkan. Lebih gampang diaspal lagilah jalan Galang - Tebing.. :cheers2:
rahul medan October 1st, 2011, 02:07 PM ^^
yupz.. kadang aku bosan baca berita ttg KNIA.. berita baik, ttp dalam bbrp jam kemudian muncul lagi berita buruk..
Masalah akses masuk ke lokasi proyek emank sulit banget. Harus ada izin resmi kali..
rahul medan October 3rd, 2011, 05:54 AM Monday, 03 October 2011 00:13 PDF Print E-mail
Bandara Kuala Namu bisa ditolak
Warta
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE
[(WOL Photo)]
(WOL Photo)
MEDAN – Walaupun Bandara Internasional Kuala Namu di Desa Beringin, Kabupaten Deli Serdang digadang-gadang selesai tahun 2012 mendatang, tapi perpindahan Bandara Internasional Polonia Medan ke Bandara Kuala Namu tidak gampang. Perpindahan ini dirasa sangat tidak memungkinkan mengingat sejumlah tahapan belum dilakukan.
Air Trafic Services (ATS) Regional Coordinator, Syafei Samsudin mengatakan, perpindahan bandar udara ada dua, perpindahan air service-nya dan perpindahan airport (sisi darat). Dia menyebutkan, ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan sebelum sebuah Bandar udara dipindahkan. Satu diantaranya, pengumuman kepada seluruh dunia bahwa akan ada perpindahan bandara 56 hari atau dua bulan sebelum bandara baru beroperasi. Selain itu, tahapan lain yang tak kalah penting adalah trial operation.
join_facebookjoin_twitter
"Karena kan peralatan di sana semuanya baru. Karena itu harus ada trial operation, mencoba peralatan, mana kira-kira yang layak atau enggak, dimana kekurangannya, itu kan user-nya kita sebagai pengatur lalu lintas udara," ujarnya hari ini.
Syafei menambahkan, trial operation bukanlah hal yang sederhana. Dibutuhkan pelatiihan untuk memahami dan bisa menggunakan peralatan baru tersebut. "Tidak mudah, misalnya alat ini suka mati setiap detik, yang lain masih kurang, atau bagaimana. Ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit," bebernya.
Dia menjelaskan, untuk trial operation, dibutuhkan waktu paling cepat tiga bulan. Dalam tahap itu, jika belum puas, pelatihan dapat diperpanjang lagi hingga peralatan tersebut bisa mengakomodir apa yang diinginkan. Bila trial operation tidak berhasil, waktu percobaan dapat diperpanjang hingga sampai setahun, bahkan bisa lebih.
"Trial itu bisa sampai satu hingga tiga tahun. Di Jepang, pernah trial alat sampai empat tahun. Dan kita juga pernah sampai tiga tahun. Karena itu enggak mudah," ungkapnya.
Tak hanya itu, lanjut Sjafei, masih ada tahapan lain yang harus dilakukan bila trial operation berhasil dilalui dengan baik. Yakni tahap komisioning yang memakan waktu sekitar tiga bulan.
Sjafei menjelaskan, traning ini merupakan apilkasi dari trial training, misalnya apakah alat itu bisa dipakai atau tidak. Ada juga shadow operation saat perpindahan, belum lagi training SDM yang diperkirakan memakan waktu paling sedikit tiga bulan. Bila digabungkan, maka waktu untuk melewati seluruh tahapan itu genap satu tahun. Sementara waktu yang tersisa untuk penyelesaian Bandara Kuala Namu tinggal setahun lagi.
"Makanya kalau ada statement 2012 akan pindah, kami sebagai orang-orang dari profesi itu menjadi miris, ini betul enggak," paparnya.
Menurut Sjafei, hingga kini, belum ada satu pun dari tahapan tersebut yang sudah dilakukan dalam konteksi perpindahan Bandara Polonia ke Bandara Kuala Namu tersebut. "Kita enggak tahu. Seharusnya Kuala Namu counter part-nya adalah kita, ternyata kita tidak dijadikan counter part mereka. Dan ini bukan salah mereka. Mereka kan punya proyek, ya dilakukan saja yang ada di situ, kalau tidak ada, ya tidak dilakukan," jelasnya.
Oleh karena itu, ujar Sjafei, jika Bandara Kuala Namu tetap dioperasikan pada 2012 nanti, sementara seluruh tahapan tersebut belum dilalui, maka ATS berhak menolak.
"Kita berhak menolak. Kalau kita belum tahu alat itu apa, makanya harus ada training. Dalam UU No 1 tahun 2009 tentang penerbangan, orang yang mengoperasikan sesuatu tanpa sertifikat itu bisa dihukum," cetusnya.
Sementara itu, GM PT Angkasa Pura II cabang Polonia Medan, Bram Baroto Ciptadi mengatakan, pihaknya didesak untuk melancarkan perpindahan bandara itu. Dan perpindahan Bandara Polonia ke Kuala Namu sangat mendesak mengingat kapasitas Bandara Polonia yang sudah tidak memadai dengan jumlah penerbangan.
Bandara Polonia yang kapasitasnya 900 ribu per tahun kini pergerakannya sudah 192 penerbangan dalam sehari. Bahkan, pada tahun 2011 ini, sudah 7 juta kapasitas. Akhir tahun 2012, diprediksi penumpang akan mencapai 8 juta, sehingga Bandara Kuala Namu diharapkan selesai tepat waktu.
Pada kesempatan yang sama, Razali Abubakar, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah II mengatakan, bila melihat interval waktu yang tinggal setahun, perpindahan ini sangat mepet dan rasanya dikhawatirkan tidak akan cukup waktunya. Selain itu, masih ada hambatan untuk perpindahan itu sendiri.
“Namun, bila ini dipacu, apalagi pengerjaan seudah 84 persen, maka Bandara Kuala Namu dapat selesai tepat waktu,” ujarnya.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=218207:bandara-kuala-namu-bisa-ditolak&catid=15:sumut&Itemid=28
laba-laba October 3rd, 2011, 08:22 AM baru di omongin sekarang ? itu pun di publik ?
ahhhhhhhhh.... lebay semua...
medanku.ayomaju October 3rd, 2011, 10:53 AM ku tengok Harian Waspada ini lebih sering beritain yang buruk2 tentang kuala namu nih? memang begitu keadaannya apa gimana ya?:ohno:
Andre_theRising October 3rd, 2011, 01:37 PM Kan, baru aja kemarin kubilang awak udah pening baca berita2 tentang KNIA
Datang lagi berita yang memuakkan..
bbq October 3rd, 2011, 03:27 PM tenang aja bro-bro... truk-truk pengangkut material pasir masi berseliweran kok... hehehe :)
rilham2new October 3rd, 2011, 03:38 PM ku tengok Harian Waspada ini lebih sering beritain yang buruk2 tentang kuala namu nih? memang begitu keadaannya apa gimana ya?:ohno:
Media lokal kan memang kekurangan berita. Jadi hal kecil pun jadi kayak Headline news.
Gak cuman Waspada, perasaan Medan Bisnis juga kek gitu :D
Tawon October 3rd, 2011, 03:40 PM Monday, 03 October 2011 00:13 PDF Print E-mail
Bandara Kuala Namu bisa ditolak
Warta
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE
[(WOL Photo)]
(WOL Photo)
MEDAN – Walaupun Bandara Internasional Kuala Namu di Desa Beringin, Kabupaten Deli Serdang digadang-gadang selesai tahun 2012 mendatang, tapi perpindahan Bandara Internasional Polonia Medan ke Bandara Kuala Namu tidak gampang. Perpindahan ini dirasa sangat tidak memungkinkan mengingat sejumlah tahapan belum dilakukan.
Air Trafic Services (ATS) Regional Coordinator, Syafei Samsudin mengatakan, perpindahan bandar udara ada dua, perpindahan air service-nya dan perpindahan airport (sisi darat). Dia menyebutkan, ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan sebelum sebuah Bandar udara dipindahkan. Satu diantaranya, pengumuman kepada seluruh dunia bahwa akan ada perpindahan bandara 56 hari atau dua bulan sebelum bandara baru beroperasi. Selain itu, tahapan lain yang tak kalah penting adalah trial operation.
Bandara Polonia yang kapasitasnya 900 ribu per tahun kini pergerakannya sudah 192 penerbangan dalam sehari. Bahkan, pada tahun 2011 ini, sudah 7 juta kapasitas. Akhir tahun 2012, diprediksi penumpang akan mencapai 8 juta, sehingga Bandara Kuala Namu diharapkan selesai tepat waktu.
Pada kesempatan yang sama, Razali Abubakar, Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah II mengatakan, bila melihat interval waktu yang tinggal setahun, perpindahan ini sangat mepet dan rasanya dikhawatirkan tidak akan cukup waktunya. Selain itu, masih ada hambatan untuk perpindahan itu sendiri.
“Namun, bila ini dipacu, apalagi pengerjaan seudah 84 persen, maka Bandara Kuala Namu dapat selesai tepat waktu,” ujarnya.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=218207:bandara-kuala-namu-bisa-ditolak&catid=15:sumut&Itemid=28
Ini kan "worst case scenario," belum tentu terjadi, kecuali mungkin kalau karyawan yang direkrut adalah orang-orang utan dari Bukit Lawang:banana: Just joking.:lol:
Wartawannya (Indra Widyastuti) pun bego. Dia tidak menanyakan apa usaha Syafei sendiri untuk mencegah penundaan perpindahan. Dia juga tidak menanyakan dimana di Indonesia pernah terjadi penundaan sampai 3 tahun dan kapan, apa masalahnya (terinci),
rahul medan October 3rd, 2011, 05:21 PM Menanggapi berita di atas
Emank ngeselin bgt ya pernyataan tsb. Emank mo butuh waktu brp lama sih buat training penggunaan peralatan baru di Bandara Kuala Namu?
3 bulan oke lah, dah cukup lama tuh..
Lagian mereka kan bukan fresh graduate, mereka sudah memegang kendali pekerjaan yg sama di Bandara Polonia... Malah katanya bisa setahun or lebih :ohno: klo gt begok amat sih..
Klo gk sanggup mending rekrut aj org2 yg lebih ahli, bersertifikat dan qualified
blablanonsense October 4th, 2011, 05:44 PM lho, kalau semua pegawai Polonia pindah ke Kuala Namu, apa perlu sertifikasi baru? Kalau pegawainya yang itu-itu saja seharusnya hanya tinggal familiarisation dengan keadaan saja dong tanpa harus ada pelatihan dari nol. Hmm, ada pakar penerbangan sipil yang bisa menerangkan? Penasaran juga deh.
Andre_theRising October 5th, 2011, 05:12 PM Sampai saat ini : Kuala Lumpur & Subang, Penang, Bangkok, Ipoh, Singapura
http://img819.imageshack.us/img819/7703/picture024r.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/819/picture024r.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Semoga semakin bertambah kelak dan terutama di 2013 !
Pengennya --> Hong Kong, Taiwan, Korea, Dubai/Abu Dhabi, Jeddah, Chennai/Madras, Munich, Amsterdam, Brunei, Perth/Melbourne
Andre_theRising October 5th, 2011, 05:18 PM lho, kalau semua pegawai Polonia pindah ke Kuala Namu, apa perlu sertifikasi baru? Kalau pegawainya yang itu-itu saja seharusnya hanya tinggal familiarisation dengan keadaan saja dong tanpa harus ada pelatihan dari nol. Hmm, ada pakar penerbangan sipil yang bisa menerangkan? Penasaran juga deh.
Ah udahlah, gak usah didengarkan orang2 kek gitu. Mereka belum tau aja kek mana kalo anak Medan udah marah :scouserd:
rilham2new October 6th, 2011, 04:01 AM Sampai saat ini : Kuala Lumpur & Subang, Penang, Bangkok, Ipoh, Singapura
http://img819.imageshack.us/img819/7703/picture024r.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/819/picture024r.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Semoga semakin bertambah kelak dan terutama di 2013 !
Pengennya --> Hong Kong, Taiwan, Korea, Dubai/Abu Dhabi, Jeddah, Chennai/Madras, Munich, Amsterdam, Brunei, Perth/Melbourne
Kayaknya di Indonesia, airport yang paling banyak Flight Internasional di Luar Jakarta dan Denpasar (dan mungkin Surabaya) itu di Medan ya ...
Ini sih banyak banget flight internasionalnya.
Mungkin ini juga yang bikin mungkin sekilas Makassar kelihatan banyak flight nya kalau ditunjukkan yang domestik-domestiknya (Medan kelihatan kalah kalau kita potret cuman FIDS Domestik doang).
Padahal begitu DOMESTIK + INTERNASIONAL digabung, langsung Medan kelihatan sibuk banget :nuts:
Happy Man October 6th, 2011, 12:45 PM ^^sekarang udah ada beberapa rute internasional yang diutup. seperti rute amsterdam-abu dhabi - vienna di tahun 90 an dulu. terus, rute medan-tai pei via Penang dengan peswat china airline, kalo gak salah dulu juga ada medan - guangzhou (cuma sebentar saja), dan yang terakhir Medan - HK dengan maskapai AA.
Pinginnya selepas KNIA beroperasi semakin bnyk jurusan internatisional yang dibuka. :banana:
Tawon October 6th, 2011, 02:23 PM Yang sudah pasti Garuda akan menggunakan KNIA sebagai hub jurusan ke Barat Indonesia (Eropa, Timteng, India). Ini saja akan mendatangkan banyak penumpang transit ke seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Sekiranya ada 3 pesawat, masing-masing berangkat dari KL, Changi dan KNIA pada waktu yang sama, ke Eropa/India/Timteng, jelas pesawat dari KNIA akan duluan sampai ke tujuan karena yang paling Barat. Ini merupakan advantage yang menarik bagi para businessmen. Tentu saja bukan hanya ini faktor dalam persaingan, tak kurang pentingya adalah mutu management Garuda sendiri, daya tarik alam Medan dan sekitarnya dan hal-hal lain yang membuat penumpang transit merasa welcome/nyaman untuk menghabiskan waktu mereka yang tersisa.
Prospek India sebagai sumber pengunjung/pebusiness di masa depan sangat cerah, menurut prediksi saya, karena ekonomi negara itu sedang "on track" menuju ekonomi nomor 3 di dunia (GDP) setelah AS dan China.
Andre_theRising October 6th, 2011, 02:59 PM ^^sekarang udah ada beberapa rute internasional yang diutup. seperti rute amsterdam-abu dhabi - vienna di tahun 90 an dulu. terus, rute medan-tai pei via Penang dengan peswat china airline, kalo gak salah dulu juga ada medan - guangzhou (cuma sebentar saja), dan yang terakhir Medan - HK dengan maskapai AA.
Pinginnya selepas KNIA beroperasi semakin bnyk jurusan internatisional yang dibuka. :banana:
Tambahan :
Dari Polonia itu ada juga
1. GARUDA : Medan - Hongkong (via Jakarta)
2. GARUDA : Medan - Guangzhou (via Jakarta)
Via di sini berarti emang penerbangannya terkoneksi langsung dan teregister di rekap penerbangan Garuda. Dgn kata lain bagasi sudah otomatis disambung, check in hanya di Polonia saja, dsb. Paling cuma imigrasi yang di Soekarno Hatta (Term.3 pastinya).Lupa frekuensinya berapa kali seminggu,tapi yg pasti lebih dari 3 kali.
Saya juga kemarin dari Mumbai/Bombai ke Medan dengan Malaysia Airlines via Kuala Lumpur tidak ada urusan tetek bengek pas transit di KL. Cuma naik sky train aja ke terminal internasional arah Barat..
Dengan Malaysia Airlines kayaknya kita bisa Via Kuala Lumpur ke India, China, dan Australia tanpa ada yang harus diurus selagi transit..
Nggak tau dengan Air Asia, kayaknya automatic transit cuma ke Cina/HK aja..
rahul medan October 6th, 2011, 03:06 PM hmm.. Semoga Kuala Namu nantinya emank benara-benar bisa menjadi bandara transit International.. palagi letaknya dekat dengan selat malaka yg merupakan selat tersibuk di dunia dan jg dekat dgn 2 bandara utama transit international yaitu Changi dan KLIA. Smoga Indonesia bisa bersaing dgn kedua negara tetangga tsb..
Andre_theRising October 6th, 2011, 03:16 PM Bus2 Pariwisata yang parkir di Polonia. Jumlahnya kini udah cukup banyak, ada 4-6 sekali parkir.
Dan mereka dapat space parkir khusus di Polonia, kyknya hasil kebijakan deh..
1 minggu yg lalu aq liat grup wisatawan dari China (atau Singapore?) berjumlah 20-an lebihyang datang di Polonia terus menuju salah satu Bus Pariwisata. Aq langsung bisa nebak mreka wisatawan asing karena emg raut wajah dan bodi-nya berbeda jauh dengan Tionghoa yang di Medan..
http://img849.imageshack.us/img849/7688/picture032fw.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/849/picture032fw.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
MOga2 aja di Kuala Namu ntar makin banyak Bus Pariwisata yang berseliweran. Pengennya sih ada jalan lingkar luar dari Tanjung Morawa/Timbang Deli ke arah Jalan Pancurbatu sehingga para wisatawan asing yg gak ke Medan bisa langsung menuju DTW kawasan Karo atau Langkat tak terkendala kemacetan Medan...
Tapi yaa pengennya sih mreka nginap di hotel2 di Medan
Andre_theRising October 6th, 2011, 03:20 PM Kayaknya di Indonesia, airport yang paling banyak Flight Internasional di Luar Jakarta dan Denpasar (dan mungkin Surabaya) itu di Medan ya ...
Ini sih banyak banget flight internasionalnya.
Mungkin ini juga yang bikin mungkin sekilas Makassar kelihatan banyak flight nya kalau ditunjukkan yang domestik-domestiknya (Medan kelihatan kalah kalau kita potret cuman FIDS Domestik doang).
Padahal begitu DOMESTIK + INTERNASIONAL digabung, langsung Medan kelihatan sibuk banget :nuts:
Mungkin SUrabaya tujuannya lebih banyak. Ada yang ke Bandar Seri Begawan (Brunei), Hong Kong, dan Taipei langsung. Rencana juga ada yg ke Australia (Darwin atau Perth)...
Tapi kalo dihitung dgn frekuensi penerbangan dari Medan ke Malaysia, yaa mungkin jumlahnya jadi seri.. Jangan lupa penerbangan Medan - Penang adalah yang terbanyak dari bandara Penang... :cheers:
Sayang sih Medan - Hong Kong ditutup gara2 harga bahan bakar. Padahal penerbangan ni cukup rame dan banyak orang dari Jakarta/Jawa yang memilih naik Air Asia ke HK dari Medan daripada langsung dari SHIA karena ongkosnya yang jauh lebih mura :ohno:
Andre_theRising October 6th, 2011, 04:08 PM http://img207.imageshack.us/img207/9021/picture039dw.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/207/picture039dw.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Yang ke Hong Kong di'delete' hiks..
rahul medan October 6th, 2011, 04:09 PM ^^
yupz AA sempat menutup penerbangan Langsung MES - HK
semoga AA kembali membuka flight International mereka ke lebih banyak tempat lagi. Palagi MES merupakan bandara Hub Int mereka..
tertutama warga malaysia nich yg paling banyak berlibur di Medan atau Sumut deh. Walaupun cuma ngabisin week end yg cuma 2 hari :lol:
rahul medan October 6th, 2011, 04:12 PM http://img207.imageshack.us/img207/9021/picture039dw.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/207/picture039dw.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Yang ke Hong Kong di'delete' hiks..
tuh destination Int yg mnggunakan AA aj, belum lagi maskapai yg lain.. Btw AA gk ngelayani rute Medan-Singapure..??
Andre_theRising October 6th, 2011, 04:16 PM Yang sudah pasti Garuda akan menggunakan KNIA sebagai hub jurusan ke Barat Indonesia (Eropa, Timteng, India). Ini saja akan mendatangkan banyak penumpang transit ke seluruh Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Sekiranya ada 3 pesawat, masing-masing berangkat dari KL, Changi dan KNIA pada waktu yang sama, ke Eropa/India/Timteng, jelas pesawat dari KNIA akan duluan sampai ke tujuan karena yang paling Barat. Ini merupakan advantage yang menarik bagi para businessmen. Tentu saja bukan hanya ini faktor dalam persaingan, tak kurang pentingya adalah mutu management Garuda sendiri, daya tarik alam Medan dan sekitarnya dan hal-hal lain yang membuat penumpang transit merasa welcome/nyaman untuk menghabiskan waktu mereka yang tersisa.
Prospek India sebagai sumber pengunjung/pebusiness di masa depan sangat cerah, menurut prediksi saya, karena ekonomi negara itu sedang "on track" menuju ekonomi nomor 3 di dunia (GDP) setelah AS dan China.
Setuju banget untuk 2 paragraf di atas. Cuma awak khawatir sangat sama Pemkot Medan, Pemkab Deli Serdang, dan Pemprov Sumut apakah bisa menjawab tantangan ini kelak? Jangan2 nantinya stelah KNIA kelar pada kelabakan semua dan saling menyalahkan, tanpa ada persiapan dan strategi sama sekali..
Untuk India, prediksi pertumbuhan ekonomi itu sangat saya sangsikan. Perbedaan mereka dengan Indonesia hanyalah slogan 'Proud to be Indian' yang terpatri di hati stiap orang dan kemampuan ekonom kelas dunia serta advertising yang menarik dalam hal bisnis. Selain itu sama aja, bahkan mungkin lebih parah korupsinya dan kemiskinan di sana, termasuk keramah-tamahan penduduk. Faktor keamanan juga pertanyaan (2 bom dalam 3 bulan terakhir, plus teror dan sbg)
Makanya turis lebih banyak ke Indonesia daripada ke India (2010: IND =5,3 jt, INA = 7 jt) padahal India lebih ikonik dan kekayaan sejarah dan kulturnya lebih memikat
Tapi keknya nggak mungkin awak cerita panjang lebar tentang nagri orang di sini heh..heh..
Note aja, harusny Medan - Chennai/Madras sudah direalisasikan sejak dulu. Slain etnis Tamil yang banyak sekali di Medan/Sumut, juga point hub terdekat di India, banyak industri di sana dan tentu bisa jadi sarana investor India datang ke Indonesia
Andre_theRising October 6th, 2011, 04:20 PM tuh destination Int yg mnggunakan AA aj, belum lagi maskapai yg lain.. Btw AA gk ngelayani rute Medan-Singapure..??
Nggak ada AA ke Singapore. Kyknya sih prediksi penumpang dan pertimbangan bisnis mengenai jatah penerbangan ke Singapura dari Medan (Silk Air/Singapore Airlines sudah lebih dulu dapet hak jadi bakal sulit didapat ama prusahaan pnerbangan negara tetangga pesaing, Malaysia).
titowahyu October 6th, 2011, 04:32 PM hanya satu yang ku inginkan...
"KUALA NAMU HARUS SIAP AKHIR 2012"
UMD October 6th, 2011, 05:22 PM Nggak ada AA ke Singapore. Kyknya sih prediksi penumpang dan pertimbangan bisnis mengenai jatah penerbangan ke Singapura dari Medan (Silk Air/Singapore Airlines sudah lebih dulu dapet hak jadi bakal sulit didapat ama prusahaan pnerbangan negara tetangga pesaing, Malaysia).
Kan tidak perlu dilayani oleh AK tapi seharusnya bisa dilayani oleh QZ. Nah yang pasti sih dengar dengar Garuda yang akan jalankan MES - SIN (kemungkinan dgn lanjutan ke DPS). Tinggal tunggu izin sepertinya.
Andre_theRising October 7th, 2011, 03:47 AM Kan tidak perlu dilayani oleh AK tapi seharusnya bisa dilayani oleh QZ. Nah yang pasti sih dengar dengar Garuda yang akan jalankan MES - SIN (kemungkinan dgn lanjutan ke DPS). Tinggal tunggu izin sepertinya.
Sampai tahun 2005 Garuda Indonesia melayani Medan - Singapura. Tapi karena tingkat isian (load factor) yang kurang akhirnya penerbangan ini dihentikan..
Menurut aku Garuda gak bakal buka ini lagi. Mereka bakal nunggu Kuala Namu kelar sambil studi kelayakan rute baru kyk ke Cina ato Eropa/Timur Tengah. Lagian untuk Singapura kayaknya ValuAir atau Silkair bakal duluan nambah frekuensi penerbangan jika pertumbuhan penumpang meningkat.
Wilz October 7th, 2011, 08:28 AM ^^^
menurutku ada bagusnya juga kalo AirAsia ada buka MES-SIN karna skrg harga tiket ke SIN pake silkair terlalu mahal dan kalopun valuair murah, pun gak semurah AirAsia..
kalo menurut pengamatan saya sih, setelah KNIA siap, akan lahir rute baru ke India dan China/HK.. kalo untuk rute ASEAN sih kyknya gak akan ada lagi..
IMHO, rute MES-HK ditutup tuh karna pihak malaysia gerah.. karna penumpang yg mau ke HK ngga pake transit di tempat mereka lagi..
sebab kan gak semua penumpang AA yg ke HK tuh langsung sambung flight dari airport, kebanyakan juga nginap, jadi kan bisa berkontribusi untuk ekonomi negara mereka (walaupun penumpangnya mau ke hongkong)..
dulu saya naek AA pake AK MES-KUL dulu, nginep 1 hari biar gak capek, baru besoknya KUL-HKG (juga lebih aman, gak takut2 lagi kalo ada delay).. soalnya kalo delay kan bisa mempengaruhi connecting flight.. jadi kebanyakan penumpang tuh cari yg aman..
padahal load factor MES-HKG pake QZ tergolong cukup tinggi.. sebab flightnya juga nggak setiap hari.. seminggu 3 kali aja CMIIW..
yang pastinya, untuk saat ini, MES-SIN perlu lebih banyak maskapai yg terbang.. biar harganya bisa turun...
Tawon October 7th, 2011, 12:50 PM Bagaimana dengan Batavia Air yang tempo hari mengiklankan rute barunya Medan-Singapura ?
Andre_theRising October 7th, 2011, 04:02 PM ^^^
menurutku ada bagusnya juga kalo AirAsia ada buka MES-SIN karna skrg harga tiket ke SIN pake silkair terlalu mahal dan kalopun valuair murah, pun gak semurah AirAsia..
kalo menurut pengamatan saya sih, setelah KNIA siap, akan lahir rute baru ke India dan China/HK.. kalo untuk rute ASEAN sih kyknya gak akan ada lagi..
IMHO, rute MES-HK ditutup tuh karna pihak malaysia gerah.. karna penumpang yg mau ke HK ngga pake transit di tempat mereka lagi..
sebab kan gak semua penumpang AA yg ke HK tuh langsung sambung flight dari airport, kebanyakan juga nginap, jadi kan bisa berkontribusi untuk ekonomi negara mereka (walaupun penumpangnya mau ke hongkong)..
dulu saya naek AA pake AK MES-KUL dulu, nginep 1 hari biar gak capek, baru besoknya KUL-HKG (juga lebih aman, gak takut2 lagi kalo ada delay).. soalnya kalo delay kan bisa mempengaruhi connecting flight.. jadi kebanyakan penumpang tuh cari yg aman..
padahal load factor MES-HKG pake QZ tergolong cukup tinggi.. sebab flightnya juga nggak setiap hari.. seminggu 3 kali aja CMIIW..
yang pastinya, untuk saat ini, MES-SIN perlu lebih banyak maskapai yg terbang.. biar harganya bisa turun...
Bagaimana dengan Batavia Air yang tempo hari mengiklankan rute barunya Medan-Singapura ?
Mungkin bro Wilz belum tau persaingan (atau perjanjian?) antara airlines Malaysia dan Singapura. Aq pun belum tau secara keseluruhan ceritanya, tapi yang bisa aq tangkap sejauh ini Maskapai dari salah satu negara agak sulit mendarat di bandara negara yang lain kecuali penerbangannya berasal dari bandara di negara asal Maskapai tersebut. Tidak sepenuhnya berlaku sih, tapi ya setelah aq lakukan little research untuk rute internasional selain yg dari Jakarta, kliatannya begitu..
Contohnya (aq bikin singkatan / kode aja yah biar lebih nyaman ceritanya)
AK KL-SIN itu ada, tapi bakal sulit buat AK realisasi penerbangan MES-SIN. Begitu pula sebaliknya MI bisa buat rute SIN-KL tapi nyaris mustahil buat rute MES-KL ataupun sekedar MES-PEN.. Catatan ya, AK punya rute CGK-SIN tapi gak tau frekuensinya. Mungkin krn CGK ibukota negara dan lalu lintas CGK-SIN yang sangat tinggi sehingga AK bisa dapat peluang
KAlo Indonesia ya contohnya AK yg bisa bikin rute MES-HGK dan JQ serta LH untuk rute CGK-SIN, pdhl gak ada kan Air Asia Cina atau Air Asia Hong Kong dan JQ itu maskapai Australia subsidiary QF, LH itu dari Jerman..
Oh ya QF juga ada rute SIN-DEL
Agak jarang sih emang ada maskapai suatu negara dapat rute antara 1 ngr lain dgn ngr lainnya lagi
Kalau AK MES-HGK, alasan formalnya karena ketidakstabilan harga bahan bakar. Tapi gak tw ya dengan alasan 'politis ekonom' seperti yg dikemukakan bro Wilz...bisa aja sih
Batavia Air rute MES - SIN yang direncanakan tidak jadi atau tidak terealisasi. Aq udah cek ke website dan nanya ke travel agen yg ckp besar di medan, termasuk ke counter Y6 di Polonia.. Krg ngerti alasannya apa :ohno: soalnya kan penumpang dari MES ke SIN dan sebaliknya cukup banyak
Andre_theRising October 7th, 2011, 05:01 PM Inilah simpang dan jalan2 yang bakal sangat ramai dan padat sekali bila KNIA selesai kelak. (lurus - Medan, kanan - Batang Kuis, jln. arteri KNIA)
Terus terang aq nggak yakin tol MEdan - Kuala Namu selesai awal 2013 jadi satu setengah tahun lagi kondisi simpang Kayu Besar ini bakal sangat macet total terutama menjelang Gerbang Tol Tanjung Morawa
http://img818.imageshack.us/img818/7563/picture303a.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/818/picture303a.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
rahul medan October 7th, 2011, 05:43 PM ^^
nge take nya dari JPO tanjung morawa niy :okay:
rahul medan October 7th, 2011, 06:15 PM ini ada sedikit pict update progress fly over yg menghubungkan jalur arteri dan tol ke pintu gerbang masuk bandara
http://img690.imageshack.us/img690/8979/fo1w.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/690/fo1w.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img84.imageshack.us/img84/7049/fo2cm.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/84/fo2cm.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Andre_theRising October 8th, 2011, 09:45 AM ^^
nge take nya dari JPO tanjung morawa niy :okay:
Wah, situ ketauan banget spesialis pemerhati perkembangan KNIA (termasuk sering melihat sarana jalan dan rute menuju ke sana)
Sampe hafal gitu lokasi JPO ini dimana hahaha... :lol:
blablanonsense October 8th, 2011, 10:16 AM Mungkin bro Wilz belum tau persaingan (atau perjanjian?) antara airlines Malaysia dan Singapura. Aq pun belum tau secara keseluruhan ceritanya, tapi yang bisa aq tangkap sejauh ini Maskapai dari salah satu negara agak sulit mendarat di bandara negara yang lain kecuali penerbangannya berasal dari bandara di negara asal Maskapai tersebut. Tidak sepenuhnya berlaku sih, tapi ya setelah aq lakukan little research untuk rute internasional selain yg dari Jakarta, kliatannya begitu..
Contohnya (aq bikin singkatan / kode aja yah biar lebih nyaman ceritanya)
AK KL-SIN itu ada, tapi bakal sulit buat AK realisasi penerbangan MES-SIN. Begitu pula sebaliknya MI bisa buat rute SIN-KL tapi nyaris mustahil buat rute MES-KL ataupun sekedar MES-PEN.. Catatan ya, AK punya rute CGK-SIN tapi gak tau frekuensinya. Mungkin krn CGK ibukota negara dan lalu lintas CGK-SIN yang sangat tinggi sehingga AK bisa dapat peluang
KAlo Indonesia ya contohnya AK yg bisa bikin rute MES-HGK dan JQ serta LH untuk rute CGK-SIN, pdhl gak ada kan Air Asia Cina atau Air Asia Hong Kong dan JQ itu maskapai Australia subsidiary QF, LH itu dari Jerman..
Oh ya QF juga ada rute SIN-DEL
Agak jarang sih emang ada maskapai suatu negara dapat rute antara 1 ngr lain dgn ngr lainnya lagi
Kalau AK MES-HGK, alasan formalnya karena ketidakstabilan harga bahan bakar. Tapi gak tw ya dengan alasan 'politis ekonom' seperti yg dikemukakan bro Wilz...bisa aja sih
Batavia Air rute MES - SIN yang direncanakan tidak jadi atau tidak terealisasi. Aq udah cek ke website dan nanya ke travel agen yg ckp besar di medan, termasuk ke counter Y6 di Polonia.. Krg ngerti alasannya apa :ohno: soalnya kan penumpang dari MES ke SIN dan sebaliknya cukup banyak
CGK-SIN bukannya oleh QZ (Indonesia Air Asia); kalau dengan AK tidak akan diberi izin oleh Dephub juga kan? Kalau MES-HGK ada bukannya akan mematikan D7 (AirAsia X) yang fokus ke rute-rute di atas 3 jam? Saya pikir karena masing-masing ada fokus marketnya mangkanya diusahakan jangan mengkanibal sesama anggota group. CMIIW ya.
rahul medan October 8th, 2011, 12:19 PM Wah, situ ketauan banget spesialis pemerhati perkembangan KNIA (termasuk sering melihat sarana jalan dan rute menuju ke sana)
Sampe hafal gitu lokasi JPO ini dimana hahaha... :lol:
:lol: abis keliatan sih lampu sorot tuk iklan di JPO
dah keliatan aj gerbang bandaranya dr jauh..
andai ada pass masuk dah aku potoin abis2an tuh bandara :nuts:
rilham2new October 9th, 2011, 03:19 AM Note aja, harusny Medan - Chennai/Madras sudah direalisasikan sejak dulu. Slain etnis Tamil yang banyak sekali di Medan/Sumut, juga point hub terdekat di India, banyak industri di sana dan tentu bisa jadi sarana investor India datang ke Indonesia
Chennai ????
Industri apa ??? Industri IT ????
hehehe, setahu aku ... Pekerja IT di India itu UNDERPAID padahal kerja di MutiNational Company (mereka bener2 diperes habis2an sama MNC di sana).
Kayaknya peluang atau kemungkinan mereka untuk "terbang" ke Medan sangat kurang. Tinggal mengandalkan Penduduk Medan yang mau berwisata ke India aja ... Ini aku kurang tahu potensinya gimana.
Daripada terbang ke India, mendingan terbang ke MALDIVES atau SRI LANKA yang bener2 sudah jelas adalah Kawasan Pariwisata Eksotis nan elite ... Banyak turis bulenya. Medan sudah sangat dekat dari kawasan ini, harga tiket bisa sangat murah. Warga Medan bisa punya lokasi liburan yang baru. Tapi ya syaratnya harga tiket nya harus bener2 terjangkau. Karena kalau Orang Medan sanggup berlibur ke Singapura dan Malaysia (yang secara LEISURE COST lebih mahal, cuman TRANSPORT COST k sananya luar biasa murah) ,,, Mungkin bisa bersaing dengan SRI LANKA :D ... Yang LEISURE COST nya Murah, tapi Transport Cost bisa lebih mahal :D
Aku aja mau terbang ke Sri Lanka atau Maldives kalau ada kesempatan (dan tiket murah :D)
rilham2new October 9th, 2011, 03:28 AM Contohnya (aq bikin singkatan / kode aja yah biar lebih nyaman ceritanya)
AK KL-SIN itu ada, tapi bakal sulit buat AK realisasi penerbangan MES-SIN. Begitu pula sebaliknya MI bisa buat rute SIN-KL tapi nyaris mustahil buat rute MES-KL ataupun sekedar MES-PEN.. Catatan ya, AK punya rute CGK-SIN tapi gak tau frekuensinya. Mungkin krn CGK ibukota negara dan lalu lintas CGK-SIN yang sangat tinggi sehingga AK bisa dapat peluang
KAlo Indonesia ya contohnya AK yg bisa bikin rute MES-HGK dan JQ serta LH untuk rute CGK-SIN, pdhl gak ada kan Air Asia Cina atau Air Asia Hong Kong dan JQ itu maskapai Australia subsidiary QF, LH itu dari Jerman..
Oh ya QF juga ada rute SIN-DEL
Agak jarang sih emang ada maskapai suatu negara dapat rute antara 1 ngr lain dgn ngr lainnya lagi
Kalau AK MES-HGK, alasan formalnya karena ketidakstabilan harga bahan bakar. Tapi gak tw ya dengan alasan 'politis ekonom' seperti yg dikemukakan bro Wilz...bisa aja sih
Batavia Air rute MES - SIN yang direncanakan tidak jadi atau tidak terealisasi. Aq udah cek ke website dan nanya ke travel agen yg ckp besar di medan, termasuk ke counter Y6 di Polonia.. Krg ngerti alasannya apa :ohno: soalnya kan penumpang dari MES ke SIN dan sebaliknya cukup banyak
Ini sih gak perlu dirahasiakan lagi ... Namanya juga negara ini belum OPEN AIR POLICY. Jadi masih PROTEKTIF terhadap industri penerbangan dalam negeri ..... Semua negara ASEAN perasaan juga begitu (kecuali Singapura yang sepertinya NO OTHER CHOICE). Gak semua airport di negara mereka bisa bebas dilayani penerbangan ke luar negeri. APalagi airline luar negeri mau main-main di rute yang "bukan domain nya". Intinya TIMBAL BALIK, mereka BIKIN KITA KAYAK GITU ... Ya kita juga BIKIN MEREKA KAYAK GITU ... Ini terkait AIr Asia dipersulit utk terbang Singapura ya ...
APALAGI, Malaysia :D ..... Wah ini negara PROTEKTIF sekali terhadap industri dalam negeri mereka (gila-gilaan) makanya di Indonesia pun Air Asia (walau udah pakai nama QZ) juga perkembangannya tidak gampang untuk rute domestik.
Dengar-dengar banyak "PENJEGAL" nya supaya AIR ASIA bisa sukses di Indonesia.
Kalau kita baca Indoflyer, rute2 Air Asia ini (kecuali Internasional) sebenarnya bukan rute2 yang rame ... apalgi rute2 domestik ny. Mungkin rute nya rame ,,, RAME YANG NAIK AIRLINE LAIN :D tapi yang naik Air Asia ... hmm cukup QUESTIONABLE. Setelah sekian banyak JEGALAN dan JEGALAN, surprisingly Air Asia masih SURVIVE juga .....
Apalagi ditambah Mandala (maskapai Indonesia yang COMMIT LCC) mengajukan BANKRUPTCY ya sudah lah .... Air Asia dapat angin banyak banget ...... Karena DIrjen-dirjen di bawah KEMENHUB punya "TARGET KERJA" sendiri .....Kalau cara untuk mencapai TARGET itu harus dengan bermanis-manja dengan AIR ASIA .... Ya mereka akan lakukan :D
netsurfe October 9th, 2011, 08:38 AM Sampai tahun 2005 Garuda Indonesia melayani Medan - Singapura. Tapi karena tingkat isian (load factor) yang kurang akhirnya penerbangan ini dihentikan..
Menurut aku Garuda gak bakal buka ini lagi. Mereka bakal nunggu Kuala Namu kelar sambil studi kelayakan rute baru kyk ke Cina ato Eropa/Timur Tengah. Lagian untuk Singapura kayaknya ValuAir atau Silkair bakal duluan nambah frekuensi penerbangan jika pertumbuhan penumpang meningkat.
Dont be so sure. Mas UMD infonya cukup 'dalem' dalam hal GA. Kalo dia bilang kemungkinan bakal buka, gw rasa ada kemungkinan cukup besar untuk buka. Jangan lupa GA terakhir melayani rute ini masih kacau balau, beda dengan GA sekarang yang beda, terlebih lagi bisa synchronisasi dengan ops GA di SIN untuk ke DPS, Makassar atau interline ke SkyTeam dan juga partner lain.
Bagaimana dengan Batavia Air yang tempo hari mengiklankan rute barunya Medan-Singapura ?
Batavia Air rute MES - SIN yang direncanakan tidak jadi atau tidak terealisasi. Aq udah cek ke website dan nanya ke travel agen yg ckp besar di medan, termasuk ke counter Y6 di Polonia.. Krg ngerti alasannya apa :ohno: soalnya kan penumpang dari MES ke SIN dan sebaliknya cukup banyak
Batavia sudah terbang rute MES-SIN vv beberapa bulan lalu, tapi tidak berumur panjang, kalo gak salah ga sampai 3 minggu sudah ditutup lagi. Menurut info yang cukup terpercaya, bahkan kejadian beberapa flight hanya 3-5pax.
Kenapa gagal? Pastinya ya kita ga tau, cuman kalo boleh menduga, ya IMO karena kurangnya publikasi (hanya sedikit orang yang tau mereka terbang rute ini), timing gak pas (siang/sore gitu, nanggun banget, kayak timing GA waktu itu), harga yang ga bersaing (masak lebih mahal dari Valuair dan bahkan hampir sama dengan Silkair kalau promo??).
Andre_theRising October 9th, 2011, 08:43 AM Chennai ????
Industri apa ??? Industri IT ????
hehehe, setahu aku ... Pekerja IT di India itu UNDERPAID padahal kerja di MutiNational Company (mereka bener2 diperes habis2an sama MNC di sana).
Kayaknya peluang atau kemungkinan mereka untuk "terbang" ke Medan sangat kurang. Tinggal mengandalkan Penduduk Medan yang mau berwisata ke India aja ... Ini aku kurang tahu potensinya gimana.
Daripada terbang ke India, mendingan terbang ke MALDIVES atau SRI LANKA yang bener2 sudah jelas adalah Kawasan Pariwisata Eksotis nan elite ... Banyak turis bulenya. Medan sudah sangat dekat dari kawasan ini, harga tiket bisa sangat murah. Warga Medan bisa punya lokasi liburan yang baru. Tapi ya syaratnya harga tiket nya harus bener2 terjangkau. Karena kalau Orang Medan sanggup berlibur ke Singapura dan Malaysia (yang secara LEISURE COST lebih mahal, cuman TRANSPORT COST k sananya luar biasa murah) ,,, Mungkin bisa bersaing dengan SRI LANKA :D ... Yang LEISURE COST nya Murah, tapi Transport Cost bisa lebih mahal :D
Aku aja mau terbang ke Sri Lanka atau Maldives kalau ada kesempatan (dan tiket murah :D)
Chennai itu merupakan pusat industri manufaktur no 1 di India dan industri berat lainnya. Untuk IT mereka itu no.2 setelah Bangalore, tapi IT park di India itu yang terbesar adanya di Chennai. Makanya dari London dan Amrik juga ada penerbangan langsung ke sana, dan bersama Bangalore mereka adalah magnet industri dan perdagangan di India dengan fasilitas lengkap, gak kyk Bombai atau Delhi yang udah terlalu padat dan rawan teroris..
Soal gaji di India underpaid, saya yang sudah bekerja di India juga mengalami itu. Tapi apa di Indonesia juga bukan seperti itu masalahnya?
Oh ya, level gaji di India dan Indonesia itu sama, termasuk biaya hidupnya nyaris sama persis. Underpaid itu karena pendudk India yang bejibun (1,2 M) dan adanya kebijakan pem. India mengharuskan investor buat menyerap banyak tenaga kerja.. jadinya gaji rata2 kecil deh
Negara bagian Tamil Nadu itu memiliki penduduk tercatat sebanyak lebih dari 40 juta penduduk, belum termasuk etnis Tamil yang menyebar di daerah India SElatan lainnya termasuk negara bagian India yang lain. Mereka termasuk etnis petualang di India yang suka travel ke berbagai lokasi (ingat, Tamil tuh bahasa nasional di Singapura dan adalah etnis India terbanyak di Malaysia dan Qatar). Dengan adanya penerbangan langsung ke Medan (alternatifnya transit Medan, ke Singapur) tentu hanya akan mengundang para pelancong Tamil datang ke Indonesia...
Ke Sri Lanka ada maskapai Sri Lankan Airlines (atau apa gitu, agak lupa) dari Jakarta dengan harga tiket yang relatif murah sekitar 2,5 - 3,5 jt
Masalahnya bro Rilham mungkin gak tau, sampai sekarang agak sulit buat WN Sri Lanka mendapat izin berkunjung ke Indonesia karena masuk warning list (termasuk Afghan, Pakistani, Kamerun, Nigeria). Jadi ya nantinya kebanyakan malah WNI yang banyak ke sana --> alamat devisa negatif :bash:
Untuk Maldives, kyknya cukup dari Jakarta aja kali ye kecuali Pemda / Pem. pusat punya strategi pariwisata yang baik dengan cara membuat join kembar destinasi pariwisata Maldives/Sumatera (mimpi kali yee :) )
Andre_theRising October 9th, 2011, 08:57 AM Ini sih gak perlu dirahasiakan lagi ... Namanya juga negara ini belum OPEN AIR POLICY. Jadi masih PROTEKTIF terhadap industri penerbangan dalam negeri ..... Semua negara ASEAN perasaan juga begitu (kecuali Singapura yang sepertinya NO OTHER CHOICE). Gak semua airport di negara mereka bisa bebas dilayani penerbangan ke luar negeri. APalagi airline luar negeri mau main-main di rute yang "bukan domain nya". Intinya TIMBAL BALIK, mereka BIKIN KITA KAYAK GITU ... Ya kita juga BIKIN MEREKA KAYAK GITU ... Ini terkait AIr Asia dipersulit utk terbang Singapura ya ...
APALAGI, Malaysia :D ..... Wah ini negara PROTEKTIF sekali terhadap industri dalam negeri mereka (gila-gilaan) makanya di Indonesia pun Air Asia (walau udah pakai nama QZ) juga perkembangannya tidak gampang untuk rute domestik.
Dengar-dengar banyak "PENJEGAL" nya supaya AIR ASIA bisa sukses di Indonesia.
Kalau kita baca Indoflyer, rute2 Air Asia ini (kecuali Internasional) sebenarnya bukan rute2 yang rame ... apalgi rute2 domestik ny. Mungkin rute nya rame ,,, RAME YANG NAIK AIRLINE LAIN :D tapi yang naik Air Asia ... hmm cukup QUESTIONABLE. Setelah sekian banyak JEGALAN dan JEGALAN, surprisingly Air Asia masih SURVIVE juga .....
Apalagi ditambah Mandala (maskapai Indonesia yang COMMIT LCC) mengajukan BANKRUPTCY ya sudah lah .... Air Asia dapat angin banyak banget ...... Karena DIrjen-dirjen di bawah KEMENHUB punya "TARGET KERJA" sendiri .....Kalau cara untuk mencapai TARGET itu harus dengan bermanis-manja dengan AIR ASIA .... Ya mereka akan lakukan :D
Yang pasti aku seneng banget dengar rute MES-SUB dan MES-BDO sukses. SUB kini udah sekali sehari dan BDO udah 10 X seminggu dari yg tadinya kalo ga salah 4 kali seminggu. Ke depan aku sih pengen IAA bisa banyakin rute dari Sumatera. Kalo ke Indonesia Timur kayaknya bakal banyak yang jegal kali yee, jadi mending fokus ke Sumatra aja yang mana orang Sumatra sudah punya feel bagus sama brand Air Asia, masih termasuk dekat sama bisnis Malaysia, dan gak ketara kali anti2 Malaynya :lol:
Coba deh rute ke Palembang dan ke Yogyakarta dari Medan langsung.. Dari Pekanbaru, Padang, dan Batam termasuk Banda Aceh bisa diperbanyak tuh rute domestiknya... Kyk Aceh-Pekanbaru, Batam-Palembang, Batam-Nias, Pekanbaru-Palembang, Medan-Palembang, Aceh-Batam, Jambi-Batam, dan Medan/Pekanbaru/Padang-Lampung..
Semoga aja Open Air Policy ASEAN 2015 bisa membawa warna baru dalam dunia penerbangan ASEAN. Jujur aja, gw hidup di Asia Selatan dipenuhi sinisme, phobia, dan suspicion, antara satu negara dgn negara yang lain, jadi sangat teramat sulit untuk travel dari satu negara ke negara lain. Jadi bangga tinggal di ASEAN dimana sangat mudah travel antar negara tanpa visa kapan dan kemana saja..
Andre_theRising October 9th, 2011, 09:12 AM Dont be so sure. Mas UMD infonya cukup 'dalem' dalam hal GA. Kalo dia bilang kemungkinan bakal buka, gw rasa ada kemungkinan cukup besar untuk buka. Jangan lupa GA terakhir melayani rute ini masih kacau balau, beda dengan GA sekarang yang beda, terlebih lagi bisa synchronisasi dengan ops GA di SIN untuk ke DPS, Makassar atau interline ke SkyTeam dan juga partner lain.
Batavia sudah terbang rute MES-SIN vv beberapa bulan lalu, tapi tidak berumur panjang, kalo gak salah ga sampai 3 minggu sudah ditutup lagi. Menurut info yang cukup terpercaya, bahkan kejadian beberapa flight hanya 3-5pax.
Kenapa gagal? Pastinya ya kita ga tau, cuman kalo boleh menduga, ya IMO karena kurangnya publikasi (hanya sedikit orang yang tau mereka terbang rute ini), timing gak pas (siang/sore gitu, nanggun banget, kayak timing GA waktu itu), harga yang ga bersaing (masak lebih mahal dari Valuair dan bahkan hampir sama dengan Silkair kalau promo??).
Well, of course I still hold a little candle to GA MES-SIN :), but I'm more expecting GA MES-Middle East and MES-Europe
Kalo Batavia, simpel aja mnrutku. Gak Niat!! Minggu depan mulai terbang, promosi baru mulai hari ini. Itupun cuma iklan baris biasa yg skitar 15pts di Medan Bisnis di iklan penerbangan Batavia (yah, harus diakui oplah MB di Medan gak sebesar Analisa ato Waspada). Jadwalnya juga bikin sesukanya, pdhl kalo terbang sore itu mesti nyari penginapan terburu2 dan harga penginapan pasti gila2an (kcuali kalo ud ada kluarga di sana), belum sore hari magrib jam pulang kantor di Singapur pasti macet . Biasanya dari Medan ke SIngapore itu bisnis dan kuliah..
Agak sebal aja, soalnya Batavia ada rute BDO-SIN yang survive ampe sekarang dan cukup baik.
Andre_theRising October 9th, 2011, 10:12 AM Buat merangkum semua rute penerbangan harapanku dari Medan
Pre KNIA
1. MES - PLM (plg gak 4 X seminggu, tapi idealnya 1 kali sehari, penumpangnya ud cukup banyak dari beberapa berita data manifest MES-CGK-PLM)
2. MES - DJB (plg gak 2/3 X seminggu)
3. MES - HGK
KNIA on the way
1. MES - PVG (bisa juga MES-HGK-PVG ) atau rute bersambung MES - PVG - PEK
2. MES - CAN (plg gak 2X seminggu, ud bbrp kali aq dengar kenalan atau teman di Medan yang mau pergi ke Guangzhou)
* paling nggak dengan adanya Konsulat RRC di Medan yang baru dibuka, bisa menggairahkan pertumbuhan penumpang dari Cina ke Sumatera dan vice versa..
2. MES - CHN (bisa juga rute CHN-MES-SIN)
3. MES - AUH/DXB (Uni Emirat Arab)
4. MES - DPS (sudah saatnya, apalagi kalo rencana twin destination Toba-Bali terwujud dlm 2/3 tahun ini)
5. MES - SIN - PER
6. MES - KUL/SIN - BWN (Brunei)
7. MES - AUH/DXB - MUC/FRA
8. MES - AMS (Belanda, secara turis Belanda no 3 peringkat kunjungan ke Sumut (termasuk Sumbar), padahal smuanya via KL ato Jakarta)
9. MES - NRT (Jepang)
rahul medan October 11th, 2011, 03:47 PM Tuesday, 11 October 2011 11:15
Kuala Namu selesai tepat waktu
Warta
WASPADA ONLINE
[(WOL Photo)] MEDAN – Satuan Kerja pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menyatakan optimistis mega proyek itu akan selesai tepat waktu atau sekitar akhir tahun 2012.
“Sekitar akhir tahun 2012, seluruh tahapan proyek Bandara Kuala Namu sudah selesai dikerjakan,” kata pejabat penandatangan surat perintah membayar Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Bandara Kuala Namu, Sigit Widodo di Deli Serdang, Senin.
Pengerjaan proyek fisik maupun non fisik di area Bandara Kuala Namu saat ini untuk sisi darat sudah mencapai 66 persen dan sisi udara 84 persen.Sejumlah infrastruktur fisik yang sudah rampung, antara lain menara pengawas, taxi way, apron, gedung umum, gedung main power dan terminal domestik maupun internasional.
Untuk proyek gedung terminal akan dilanjutkan dengan pengadaan dan pemasangan sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya perangkat kamera pemantau (CCTV), x-ray, sistem pelayanan bagasi atau bagage handling system, eskalator.
Total anggaran proyek sisi darat yang dialokasikan pemerintah untuk pembangunan bandara itu sebesar Rp1,8 trilyun dan anggaran sisi udara mencapai Rp3,2 trilyun. Khusus untuk paket proyek landasan pacu atau run way, Sigit membenarkan masih terjadi keterlambatan pasokan pasir dan tanah timbun dari PT Waskita Yasa selaku perusahaan kontraktor pengelola proyek.
“Pasokan pasir masih belum maksimal dan volumenya masih belum sesuai dengan progres,” katanya. Progres proyek landasan pacu hingga saat ini baru terealisasi sekitar 12 persen.
Jika mengacu kepada progres, lanjut dia, pengerjaan proyek landasan pacu sepanjang 3.700 meter lebih itu saat ini seharusnya sudah berkisar antara 20 persen hingga 25 persen.
Terkait dengan keterlambatan tahapan proyek landasan pacu, pihaknya telah mengingatkan PT Waskita Yasa agar melipatgandakan jumlah armada truk pengangkut pasir dari lokasi galian C ke area proyek bandara.
Untuk memasok kebutuhan pasir di lokasi protyek landasan pacu, jumlah armada truk yang dioperasikan baru sekitar 100 unit. Total volume pasir yang dibutuhkan untuk menimbun run way sekitar 1,5 juta meter kubik (M3) dan hingga saat ini baru terpenuhi 250.000 M3 lebih.
Pasokan pasir untuk menimbun landasan pacu bandara pengganti Bandara Polonia Medan itu sempat terhenti selama satu bulan lebih. Hal itu berkaitan dengan kenaikan tarif retribusi atas material galian C yang diberlakukan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=219292:kuala-namu-selesai-tepat-waktu&catid=14:medan&Itemid=27
Andre_theRising October 12th, 2011, 10:45 AM Baru dapat berita kemarin bahwa untuk Jalan Bebas Hambatan (Tol) ruas Tanjung Morawa - Kuala Namu sepanjang kurang lebih 15-20 km, pembangunan akan dilakukan dengan menggunakan dana dari Pemerintah China, dan akan dilaksanakan oleh investor dari Cina yang telah melakukan audiensi dengan Pjs. Gubsu sebelumnya. Kalo sudah gini ya alamat persiapan konstruksi dan peletakan batu pertama :)
Untuk ruas Kuala Namu (Lubuk Pakam) - Tebing Tinggi sepanjang kurang lebih 37 km kini sedang dalam proses pembebasan lahan dan pencarian investor/persiapan tender. Mungkin ruas yang ini bakal agak telat bangunnya dan tidak akan paralel dengan penyelesaian proyek Bandara Kuala Namu. Berita baiknya bahwa pembebasan lahan adalah tanggung jawab pemerintah, sementara investor tinggal membangun. Ini pasti akan menarik minat banyak investor, soalnya kegagalan tender beberapa kali selama 7 tahun terakhir dikarenakan poin pembebasan lahan..
Well, things going right finally..:banana:
Tapi sebenarnya aq malah pengen ruas Kuala Namu - Tebing Tinggi dulu yang diselesaikan karena lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera sudah jauh melebihi toleransi atas jalan yang sangat sempit dan telah menjadi tempat berkeliaran malaikat2 maut...
NB : Buat yang mau nanya link, aq ud cari2 ke Waspada dan Medan Bisnis tapi blum nemu. Namun britanya udah kubaca di koran hari ini yakni Waspada (hlm 1 pojok kiri atas) dan Medan Bisnis di hlm 16
David-80 October 12th, 2011, 10:48 AM ^^ Sepertinya yg sektor 2 akan di menangkan China juga
berita tentang China menang tender
Recent reports, for instance, have revealed that China has invested in bridge and road projects.
In Kendari, Southeast Sulawesi, it helped build a bridge with a total investment of US$80 million while it also financed a bridge in Tayan, Kalimantan, with a total investment of $65 million.
The country is also involved in the development of the Medan — Kualanamu toll road with a total investment of $475 million and the Cisunduwu toll road with a total investment of $250 million.
source http://www.thejakartapost.com/news/2011/10/11/japan-set-rival-china-ri%E2%80%99s-infrastructure-development.html
China dan Japan memang lagi aggressive sekarang di infrastructure development Indonesia.
Cheers
Andre_theRising October 12th, 2011, 12:39 PM ^^ Sepertinya yg sektor 2 akan di menangkan China juga
berita tentang China menang tender
source http://www.thejakartapost.com/news/2011/10/11/japan-set-rival-china-ri%E2%80%99s-infrastructure-development.html
China dan Japan memang lagi aggressive sekarang di infrastructure development Indonesia.
Cheers
Wahhh mantap dah. Aq cari2 link-nya di koran lokal Medan tapi sampe skarang nggak dapat.
Nggak terpikir search ke The Jakarta Post, aq mah malah langsung cari ke BBC dan CNN hahaha :lol:
Aq udah baca beritanya. Terlepas dari Kuala Namu, senang rasanya banyak investasi asing infrastruktur ke daerah2 di luar Pulau Jawa seperti Sulawesi Tenggara yang jarang disebut, dan Kalimantan...
Nggak masalahlah dari negara mana, yang penting Indonesia merata dan makmur
Sizter85 October 12th, 2011, 12:50 PM Buat merangkum semua rute penerbangan harapanku dari Medan
Pre KNIA
1. MES - PLM (plg gak 4 X seminggu, tapi idealnya 1 kali sehari, penumpangnya ud cukup banyak dari beberapa berita data manifest MES-CGK-PLM)
2. MES - DJB (plg gak 2/3 X seminggu)
3. MES - HGK
KNIA on the way
1. MES - PVG (bisa juga MES-HGK-PVG ) atau rute bersambung MES - PVG - PEK
2. MES - CAN (plg gak 2X seminggu, ud bbrp kali aq dengar kenalan atau teman di Medan yang mau pergi ke Guangzhou)
* paling nggak dengan adanya Konsulat RRC di Medan yang baru dibuka, bisa menggairahkan pertumbuhan penumpang dari Cina ke Sumatera dan vice versa..
2. MES - CHN (bisa juga rute CHN-MES-SIN)
3. MES - AUH/DXB (Uni Emirat Arab)
4. MES - DPS (sudah saatnya, apalagi kalo rencana twin destination Toba-Bali terwujud dlm 2/3 tahun ini)
5. MES - SIN - PER
6. MES - KUL/SIN - BWN (Brunei)
7. MES - AUH/DXB - MUC/FRA
8. MES - AMS (Belanda, secara turis Belanda no 3 peringkat kunjungan ke Sumut (termasuk Sumbar), padahal smuanya via KL ato Jakarta)
9. MES - NRT (Jepang)
^^Kenapa destinasi2 dari negeri Bollywood tdk dimasukkan list, padahal IMO potensi besar juga lho, semacam chennai, or etc :cheers:
UMD October 12th, 2011, 12:55 PM Buat merangkum semua rute penerbangan harapanku dari Medan
KNIA on the way
2. MES - CAN (plg gak 2X seminggu, ud bbrp kali aq dengar kenalan atau teman di Medan yang mau pergi ke Guangzhou)
* paling nggak dengan adanya Konsulat RRC di Medan yang baru dibuka, bisa menggairahkan pertumbuhan penumpang dari Cina ke Sumatera dan vice versa..
Ini memang lagi digodok tetapi tidak dengan Garuda tapi partner masa depannya di SkyTeam. Dengar dengar pesawatnya malah mau ngeron di MES untuk bisa terbang kesokan hari kembali ke CAN. Jadi tinggal tunggu tanggal mainnya. Katanya sih akan terjadi sewaktu MES masih ada di Polonia.
Dari Medan sebenarnya boleh juga ke XMN dan TPE karena banyak kedekatan kultur orang orang Hokkien di Medan dan di daerah Fujian dan Taiwan sana. Masalahnya sampai sekarang kebanyakan trafik MES itu adalah trafik wisata dan bukan trafik bisnis jadi penerbangannya cuma masuk akal kalau seasonal kecuali cargo bisa ditingkatkan.
Andre_theRising October 12th, 2011, 01:02 PM Denah rencana Jalan Tol Kuala Namu
http://img402.imageshack.us/img402/8236/kualanamutol.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/402/kualanamutol.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://www.hariansumutpos.com/2011/06/9304/gatot-oktober-2012-kualanamu-beroperasi.htm
Andre_theRising October 12th, 2011, 01:05 PM http://www.hariansumutpos.com/2011/10/16480/undang-hungaria-garap-tol-kualanamu-tebing.htm
Undang Hungaria Garap Tol Kualanamu-Tebing
Diterbitkan pada 12 October, 2011 dalam rubrik Metroolis
MEDAN-Keberadaan Bandara Kualanamu tampaknya dijadikan Pemprovsu sebagai ajang ‘mengakrabkan’ diri dengan pemodal asing. Setelah pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu dikuasai investor asal Cina, kini pemodal Hungaria pun diundang untuk ikuti tender Jalan Tol Kualanamu-Tebing Tinggi yang akan segera dilakukan dalam jangka waktu dekat.
“Salah satu proyek infrastruktur yang siap tender antara lain Tol Kualanamu-Tebing Tinggi. Dan ini tentu, sangat terbuka bagi siapapun yang ikut berartisipasi menjadi peserta,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho ketika menerima audiensi Duta Besar (Dubes) Hungaria untuk Indonesia, Szilvester Bus, di ruang kerjanya, lantai 9 Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro Medan, Selasa (11/10).
Gatot menjelaskan, pemenang tender proyek tesebut nantinya hanya akan melaksanakan pembangunan jalan tol hingga selesai. Jadi, pemenang tender pembangunan jalan tol tersebut, tidak lagi direpotkan dengan masalah pembebasan lahan. Karena, masalah pembebasan lahan, menjadi tanggung jawab Pemprovsu. “Selain proyek jalan tol Kualanamu-Tebing Tinggi, masih ada yang lainnya yakni, Jalan Tol Medan-Binjai. Untuk Pembangunan Jalan Tol Medan-Kualanamu sudah selesai tender dan dimenangkan investor dari Cina,” kata Gatot.
Tak pelak, penawaran itu langsung disambut baik oleh Dubes Szilvester Bus. Bahkan, Bus langsung meminta Pemprovsu menyiapkan penawaran layaknya berbentuk proposal dengan dilengkapi data yang lengkap menyangkut perkembangan rencana pengerjaan tol tersebut. Dari itu semua, Szilvester Bus mengaku, akan coba untuk menawarkan pada investor di Hungaria. “Saya kira akan banyak investor di Hungaria yang akan tertarik, karena itu saya meminta ada semacam gambaran terkait proyek tersebut, termasuk hal lainnya yang bisa dimasuki investor,” katanya.(ari)
Andre_theRising October 12th, 2011, 01:13 PM test
Andre_theRising October 12th, 2011, 01:14 PM ^^Kenapa destinasi2 dari negeri Bollywood tdk dimasukkan list, padahal IMO potensi besar juga lho, semacam chennai, or etc :cheers:
uDah kan bos : MES-MAA (aq salah tulis bro, kubuat MES-CHN)..mklmlah banyak kalangan di Chennai yg ga suka pake nama 'Madras' jadinya mreka slang ke CHN gitu, aq jadi terbawa-bawa haha
Pengennya nanti ada MES-BOM dan MES-DEL :)
GI katanya mau nerbangin ke BOM dan DEL dari CGK mulai tahun depan, nah Medan harusnya juga ambil kesempatan ini.
Selain karena kedekatan kultur etnis India di Medan dan Sumut, aq yakin juga bakal banyak peminat penerbangan ini dari etnis India di Jawa terutama Jakarta, dan pelancong yang ingin ke India, termasuk turis India yang ingin ke Indonesia. ^^
Oh ya, aq sering iseng2 cek brosur2 perjalanan pas masuk kantor travel agen di India di beberapa kota, dan senangnya ada banyak brosur dan booklet tentang Indonesia, di samping Nepal, Thailand, China, dan Sri Lanka. Yaa cuman 5 negara itu aja yang sering aq liat brosur dan bookletnya tertampang :banana:
Maunya sih ada poster juga
Andre_theRising October 12th, 2011, 01:17 PM Ini memang lagi digodok tetapi tidak dengan Garuda tapi partner masa depannya di SkyTeam. Dengar dengar pesawatnya malah mau ngeron di MES untuk bisa terbang kesokan hari kembali ke CAN. Jadi tinggal tunggu tanggal mainnya. Katanya sih akan terjadi sewaktu MES masih ada di Polonia.
Dari Medan sebenarnya boleh juga ke XMN dan TPE karena banyak kedekatan kultur orang orang Hokkien di Medan dan di daerah Fujian dan Taiwan sana. Masalahnya sampai sekarang kebanyakan trafik MES itu adalah trafik wisata dan bukan trafik bisnis jadi penerbangannya cuma masuk akal kalau seasonal kecuali cargo bisa ditingkatkan.
Iya bro, semoga aja ada yang langsung Medan - Guangzhou..
Dengan adanya Konsulat China di Medan (di JW Marriot) tentu saja akan memudahkan etnis Tionghoa yang ada di Medan, Sumut, Aceh, maupun Riau yang akan pulkam ke sana untuk ziarah dsb..
Dan tentu saja memudahkan turis China yang konon sangat banyak jumlahnya datang ke Medan, nggak seperti selama ini selalu via Singapore..
Secara investasi RRC di Sumut dan Sumatera pada umumnya setahuku belum banyak. Moga2 dengan proyek tol Tanjung Morawa - Kuala Namu - Tebing Tinggi bisa membuka jalan investasi dari pengusaha China lebih banyak lagi
rahul medan October 12th, 2011, 03:04 PM suka ama berita-berita baik seperti ini...
smoga cepat terwujud..
laba-laba October 14th, 2011, 01:30 PM sapa ada koran Tribun ? ada tentang Kuala namu, dari Peta Bandara, dll
Andre_theRising October 14th, 2011, 02:41 PM sapa ada koran Tribun ? ada tentang Kuala namu, dari Peta Bandara, dll
Pas aq kluar siang, udah pada abis bro di persimpangan2 dan kios koran..
Dapet link 1 nih
KA Medan-Kualanamu Empat kali Sejam
Tribun Medan - Kamis, 13 Oktober 2011 23:57 WIB
|
Berita Terkait
Medan Punya KIM, Deliserdang Akan Bangun KIDS
Deliserdang Incar PAD Rp 1 Triliun dari Kualanamu
Laporan Reporter Tribun Medan / Arifin Al Alamudi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kereta api khusus dari Stasiun Besar Medan menuju ke Bandara Kualanamu akan beroperasi empat kali dalam satu jam. Bahkan calon penumpang dapat langsung check in dari stasiun kereta api untuk tujuan penerbangan ke mana pun atau disebut fasilitas "City Check in".
Hal tersebut diungkapkan oleh Humas PT Kereta Api Divre I Sumut, Irwan kepada Tribun, Kamis (13/10). "Melalui sarana transportasi kereta api khusus bandara kualanamu itu nantinya akan ada 48 jadwal keberangkatan per harinya, dan perjalanan hanya membutuhkan waktu 15 menit," ujarnya.
Irwan menerangkan, untuk membangun pelayanan seperti itu, dua hal yang akan dibangun. Pertama adalah pembangunan rel kereta api sepanjang kurang lebih lima kilometer dari Stasiun Araskabu, Batangkuis, Deliserdang menuju ke Bandara Kualanamu. "Pembangunan rel kereta api ini saat ini sudah memasuk tahap tender, kita sudah mengumumkan tendernya, target kita pembangunan dimulai akhir 2011 dan akan selesai akhir tahun 2012," ungkapnya.
Yang kedua adalah pembangunan sarana fisik di Stasiun Besar Kereta Api Medan. Yakni untuk mendukung fasilitas "City Check in" yang akan berada di lantai dua, tiga dan empat Stasiun Besar KA. Diperkirakan dana yang dibutuhkan untuk membangun kedua fasilitas itu lebih dari Rp 80 miliar.
Kereta api yang akan digunakan jenisnya adalah Kereta Api Diesel (KRD). Serta dengan tarif tiket yang tergolong murah. Diperkirakan sebesar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu.
Namun Irwan belum bisa menjelaskan secara teknis apakah jadwal keberangkatan kereta api lainnya akan mengalami perubahan akibat rute baru ini dan kereta api jurusan mana yang akan dipakai untuk tujuan Medan-Kualanamu.
"Yang pasti kita optimis ini akan selesai tepat waktu," jelasnya.
Ditempat Terpisah, Pimpinan Project Implementation Unit (PIU) Bandara Kualanamu PT Angkasa Pura II, Joko Waskito menjelaskan bahwa pembangunan Bandara Kualanamu sudah selesai 85 persen. Sektor yang ditanggungjawabi oleh Joko adalah Sektor Private. Yakni terminal penumpang, terminal cargo, jalan yang ada di dalam bandara, dan penampungan BBM.
"Kalau sektor private yang kita tanggungjawabi tahap pembangunan sudah selesai 65 persen, kalau sektor lain bukan tanggungjawab kitan" ujar Joko yang dihubungi via selular, Kamis (13/10).
Menurutnya, semua bangunan terminal penumpang, terminal cargo, dan jalan di dalam bandara sudah selesai. "Saat ini hal yang akan dilakukan PT Angkasa Pura II hanya tinggal membeli peralatan dan interior semua bangunan itu," ujarnya.
Joko optimis, diakhir tahun 2012 seluruh sektor private tersebut sudah selesai. Hanya tinggal menunggu sektor lainnya selesai agar Bandara Kualanamu dapat segera dioperasikan.
Namun saat ditanya mengenai sektor publik yang melingkupi runway, navigasi udara, apron, taxiway, dan lain sebagainya, Joko mengaku tak tahu menahu. "Kalau untuk runway itu langsung ditangani menteri perhubungan, untuk jalan tol itu Bappeda, rela kereta api itu langsung ditangani oleh PT KAI, jadi kita hanya menangani sektor private saja," jelasnya.
Kepala Bappeda Deliserdang, Irman yang juga membantu Bappeda Sumut untuk pembangunan tol menuju Bandara Kualanamu mengatakan masih ada kendala terkait pembangunan jalan bebas hambatan tersebut. Yakni terkait pembebasan lahan.
"Kita dilematis soal pembebasan lahan ini, itu kan sebenarnya bukan tanah masyarakat, tapi tanah yang sudah digarap puluhan tahun oleh masyarakat, jadi berdasarkan peraturan itu tidak boleh ganti rugi, kalau kita lakukan bisa kena pidana korupsi," ungkapnya.
Pihak Pemkab Deliserdang pun mengupayakan agar memberi uang tali asih kepada warga untuk mengganti uang pindah. "Tapi mereka nggak mau, mereka mintanya ganti rugi tanah, padahal nggak punya alas hak," jelas Irman saat menyabangi Tribun dalam acara diskusi politik yang berlangsung di Kantor Tribun Medan, Kamis (13/10).
Hingga saat ini pihaknya masih mencari cara untuk pembebasan lahan tersebut sebelum tahun 2011 berakhir. Agar pelaksanaan pembangunan jalan bebas hambatan dapat terlaksana sesuai jadwal. (Rif/tribun-medan.com)
http://medan.tribunnews.com/2011/10/13/ka-medan-kualanamu-empat-kali-sejam
Andre_theRising October 14th, 2011, 02:44 PM Lagi
Deliserdang Incar PAD Rp 1 Triliun dari Kualanamu
Tribun Medan - Kamis, 13 Oktober 2011 23:57 WIB
Laporan Reporter Tribun Medan / Arifin Al Alamudi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keberadaan Bandara Kualanamu yang akan menggantikan Bandara International Polonia Medan tak mau disia-siakan oleh Pemerintah Kabupaten Deliserdang. Target yang dipasang oleh Pemkab DS adalah memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) minimal Rp 1 Triliun dari pembangunan bandara di wilayahnya itu.
Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati Deliserdang Zainuddin Mars dalam diskusi politik yang dilaksanakan Tribun Medan, Kamis (13/10).
Zainuddin Mars yang didampingi Kadis Infokom DS, Neken Ketaren dan Kepala Bappeda DS Irman mengatakan pemasukan kas daerah Deliserdang sebelum pembangunan bandara kualanamu hanya Rp 45 miliar.
Pada tahun 2010 PAD mengalami peningkatan 100 persen. Yakni mencapai Rp 100 miliar lebih. "Tahun ini kita targetkan PAD Rp 300 miliar, nanti pada tahun 2013 saat bandara sudah beroperasi kita targetkan PAD bisa mencapai Rp 1 Triliun," ungkapnya.
Hal tersebut jika didengar sesaat memang terdengar utopis. Namun Zainuddin memaparkan hitung-hitungan tersebut dengan sangat jeli.
Menurutnya, ada beberapa upaya yang akan dilakukan Pemkab Deliserdang untuk mendongkrak PAD. Yang paling dekat adalah soal izin mendirikan bangunan (IMB) diluar bangunan utama bandara. "Saat ini sudah pada tahap pembahasan dengan PT Angkasapura II. Ada beberapa hal yang merupakan kewenangan kita, misalnya IMB untuk bangunan penunjang. Jadi harus disepakati seluruh bangunan diluar bangunan utama baik yang sudah selesai maupun yang belum harus mendapat IMB dari kita, itu sesuai UU Nomor 1 tahun 2009," jelasnya.
Kedua soal penggunaan air. Pihak Pemkab DS akan membangun kesepakatan agar semua fasilitas air di bandara akan disuplai oleh PDAM Tirtadeli Deliserdang, bukan dari PDAM Tirtanadi Medan. Ketiga mencoba mendongkrak PAD dari pengelolaan parkir, iklan dan peluang lainnya yang bisa digarap.
Keempat, adalah dari mengusahakan pemasukan dari aiport tax atau pajak airport. "Kita sudah pelajari juga dari beberapa daerah, dimana bandara itu memberikan sebagian pajaknya kepada daerah, prediksinya Bandara Kualanamu akan dilalui 10 juta penumpang selama setahun, umpamanya Rp 5 ribu saja perorang masuk kas daerah. Jika dikalikan 10 juta penumpang setiap tahun, makan target PAD Rp 1 Triliun itu pasti bisa tercapai," ungkapnya.
Hal terakhir yang juga akan dilakukan oleh Pemkab DS untuk mendongkrak PAD adalah mengurangi pengangguran. "Saya tidak mau rakyat Deliserdang hanya jadi penonton, diperkirakan Bandara Kualanamu membutuhkan 20 ribu tenaga kerja, masa sebagian tenaga kerjanya harus masyarakat kita, kalau pengangguran berkurang kan otomatis PAD bisa meningkat," ungkapnya.
Semua rencana itu, menurut Zainuddin saat sudah memasuki tahap pembicaraan. "Insyaallah akan dapat kita wujudkan, kalau PAD kita sudah baik, maka rakyat yang akan sejahtera, jangan sampai pembangunan bandara ini tak bisa memberi manfaat apa-apa buat kita," jelasnya. (Rif/tribun-medan.com)
http://medan.tribunnews.com/2011/10/13/deliserdang-incar-pad-rp-1-triliun-dari-kualanamu
drie October 14th, 2011, 03:38 PM sapa ada koran Tribun ? ada tentang Kuala namu, dari Peta Bandara, dll
Nih ada Pictnya, sory kalau kurang jelas :D
http://img214.imageshack.us/img214/3632/32999250.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/214/32999250.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
rahul medan October 14th, 2011, 05:12 PM ^^
thx drie
rilham2new October 14th, 2011, 07:01 PM Aku suka kali kalimatnya "Kualanamu Bila Selesai" ini benar2 logat Melayu asli :tongue2: ...
OOT, Kata "Bila" sebagai pengganti "Ketika" atau "Kapan" sudah jarang terdengar.... Tapi kalau ke Medan :D ... masih sering dipakai, atuk ku sama ibu ku aja masih sering ngomong "Bila??" gitu :D
Btw, ada yang bisa posting berita di bawah nya ??? Itu dari judul beritanya Medan-Kualanamu cuman 15 menit .... Naik apa ya ??? Kereta api Cepat kah ???
Sutanto90 October 14th, 2011, 09:36 PM naek kereta api bro rilham hehehe
Hal tersebut diungkapkan oleh Humas PT Kereta Api Divre I Sumut, Irwan kepada Tribun, Kamis (13/10). "Melalui sarana transportasi kereta api khusus bandara kualanamu itu nantinya akan ada 48 jadwal keberangkatan per harinya, dan perjalanan hanya membutuhkan waktu 15 menit," ujarnya."
netsurfe October 15th, 2011, 04:55 AM Nih ada Pictnya, sory kalau kurang jelas :D
Thanks drie.
Info KNIA tambah lama tambah banyak nih, mantap ......
momo45 October 15th, 2011, 03:19 PM No Update pict progress?? :(
bimbim October 15th, 2011, 04:21 PM Hehehehehe....Idem mas bro,....
gw juga nunggu2 kali aja ada yang update picture KNIA.
Walaupun cukup melelahkan melihat perkembangan pembangunan bandara ini. Tapi, menurut gw kalau jadi is the best dah (baik konsep maupun design-nya. cuma masalah waktu pengerjaan aja yang yang payah menurut gw).
Kalau boleh ber opini,
Sebenarnya kalau mau membangun bandara2 di Indonesia ini, ya kayak KNIA ini sih...gak nanggung ukurannya sama system transportasinya (tapi ya emang dana yang dibutuhkan juga gak main2, hehehehe....). Tapi kalau dah jadi gw yakin, puas banget.
Trus plan pengerjaannya dibuat bertahap kayaknya, bukan model tambal sulam seperti kebanyakan bandara di Indonesia (karena ukurannya yang sering serba nanggung).
Just my 2 rupiah bro....:cheers:
rahul medan October 15th, 2011, 08:29 PM No Update pict progress?? :(
gk ada pass masuk ke lokasi proyek :nuts:
rilham2new October 16th, 2011, 08:06 AM Hehehehehe....Idem mas bro,....
gw juga nunggu2 kali aja ada yang update picture KNIA.
Walaupun cukup melelahkan melihat perkembangan pembangunan bandara ini. Tapi, menurut gw kalau jadi is the best dah (baik konsep maupun design-nya. cuma masalah waktu pengerjaan aja yang yang payah menurut gw).
Kalau boleh ber opini,
Sebenarnya kalau mau membangun bandara2 di Indonesia ini, ya kayak KNIA ini sih...gak nanggung ukurannya sama system transportasinya (tapi ya emang dana yang dibutuhkan juga gak main2, hehehehe....). Tapi kalau dah jadi gw yakin, puas banget.
Trus plan pengerjaannya dibuat bertahap kayaknya, bukan model tambal sulam seperti kebanyakan bandara di Indonesia (karena ukurannya yang sering serba nanggung).
Just my 2 rupiah bro....:cheers:
Ukuran nanggung gak papa lah ..... Tapi, RUANG UNTUK EXPANSI disediakan..... Lagian kemampuan finansial negara ini juga bukan kuat-kuat banget. Kita gak sanggup membangun airport yang ukurannya sebesar ini secara sekaligus sampai 3-4 biji.
Syukurnya bandara gak kayak Jalan Tol Trans Jawa ..... yang proses pembebasan lahannya ribet.
Yang pasti, harapan besar kalau airport besar ini nanti sistem PAGAR PENGAMAN nya harus bagus. Jangan terulang kasus yang baru2 ini terjadi di Makassar, di mana ada orang bisa masuk dan bunuh diri di Runway ....
Sayang airport bagus, tapi fasilitas sederhana seperti PAGAR PENGAMAN malah gampang dimasuki. Perlu dikawal juga hal2 yang konon sepele seperti itu.
rahul medan October 16th, 2011, 05:11 PM Malam ini aku baru aj dari Bandara Polonia, ngantar ortu ke KL, take off skitar jam 22.00 gitu terus lanjut dr KLIA terbang ke Mumbay, India.
Aduh makin menyedihkan banget terminal keberangkatan internationalnya. Bener2 deh berita di koran klo AP II terus berdalih ttg buruknya fasilitas di polonia dgn alasan mubazir coz bandara ini bakal off dr aktivitas penerbangan. Ampe airport tax jg dipermasalahkan klo fasilitas bandara masih buruk. Khan polonia masih dipake ampe akhir 2012 (klo skedjul Kuala Namu gk delay lagi), setidaknya bagusin tuh lahan parkir, cat ulang bandaranya, dll, dll yg emank parah banget..
AP II kan banyak meraup untung dari padatnya bandara polonia. Klo masih beralasan Kuala Namu percepat dunk penyelesaian pembangunannya.
netsurfe October 16th, 2011, 06:01 PM ^^
Internasionalnya sih masih mending, domestiknya yang bener2 parah ....
rahul medan October 16th, 2011, 08:06 PM ini ada 192 buah pict Kuala Namu, walaupun bkn pict progress terbaru ttp pict progress 5 bulan yg lalu
http://www.facebook.com/media/set/?set=a.190370770999503.34997.108984149138166&type=1
unity October 17th, 2011, 04:30 AM ^^
repost... Gambarnya udah pernah di post di halaman2 sebelumnya...
medanku.ayomaju October 19th, 2011, 05:19 AM sepiiiiii.....
update info/pic doong. :sleepy:
rahul medan October 19th, 2011, 05:53 PM Klo pict selain bandaranya jauh juga gk ad pass masuknya. Penjagaan gerbangnya ketat dan ancaman KUHP. Minta izin ma securitynya jg gk dikasih kecuali ada izin resmi. Klo liat dr luar terminal dan ATC nya hanya terlihat samar-samar. Khan luas bgt niy bandara
rahul medan October 19th, 2011, 05:54 PM Wednesday, 19 October 2011 01:10 PDF Print E-mail
Warga masih duduki Kuala Namu
Warta
WASPADA ONLINE
[(WOL Photo)]
(WOL Photo)
MEDAN - Sebanyak 35 kepala keluarga (KK) hingga kini masih menduduki lahan di dalam kompleks Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara.
"Hingga kini masih ada 35 kepala keluarga lagi yang belum bersedia meninggalkan lahan Bandar Kuala Namu," kata Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang Syafrullah, tadi malam.
join_facebookjoin_twitter
Sebanyak 35 KK yang bertahan di areal proyek bandara itu merupakan sisa dari 71 KK yang sebelumnya juga menduduki lahan serupa. Lahan yang diduduki 35 KK itu sebelumnya merupakan eks lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II yang telah dilepas kepada PT Angkasa Pura II untuk dijadikan areal Bandara Kuala Namu.
Mereka yang bertahan di lahan tersebut adalah para kepala keluarga eks karyawan PTPN II. "Dalam proses pengosongan lahan yang diduduki warga tersebut tidak ada istilah ganti rugi, melainkan hanya disediakan uang pindah," ujarnya.
Untuk mempercepat proses pengosongan lahan, pihak PT Angkasa Pura II selaku salah satu pihak pengelola proyek Bandara Kuala Namu bersama Muspida Deli Serdang akan segera melakukan pendekatan kepada masing-masing kepala keluarga. Syafrullah membenarkan bahwa proses pengosongan lahan mendesak dilaksanakan guna mendukung kelancaran pembangunan bandara tersebut.
"Jika mereka juga belum bersedia pindah, kemungkinan besar terhadap mereka yang menolak untuk pindah akan dilakukan upaya paksa," ucap dia.
Proyek Bandara Internasional Kuala Namu direncanakan selesai sekitar akhir tahun 2012.
Hingga memasuki tri wulan ketiga tahun 2011, tahapan pengerjaan proyek sisi darat dan sisi udara proyek bandara itu diperkirakan sudah mencapai lebih dari 75 persen.
http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=220412:warga-masih-duduki-kuala-namu&catid=77:fokusutama&Itemid=131
medanku.ayomaju October 20th, 2011, 04:15 AM Klo pict selain bandaranya jauh juga gk ad pass masuknya. Penjagaan gerbangnya ketat dan ancaman KUHP. Minta izin ma securitynya jg gk dikasih kecuali ada izin resmi. Klo liat dr luar terminal dan ATC nya hanya terlihat samar-samar. Khan luas bgt niy bandara
oke broo rahul..
semoga ada yg bisa ngeakses dan ngepost foto terbaru di sini.. :)
rahul medan October 21st, 2011, 06:21 PM Friday, 21 October 2011 18:49
Kuala Namu miliki prospek cerah
Warta
WASPADA ONLINE
MEDAN – Keberadaan Bandara Internasional Kuala Namu di Sumatera Utara membuat wilayah di sekitar bandara tersebut menjadi pusat bisnis. Dan ini sudah menjadi pertimbangan para pelaku bisnis properti.
Ketua REI Sumut, Tomi Wistan mengatakan, setiap daerah yang membangun bandara baru pasti diikuti perkembangan sektor-sektor lain seperti properti karena setelah selesainya bandara ini nanti, perkembangan daerah ini akan semakin cepat. Kuala Namu adalah salah satu daerah yang tepat untuk dijadikan kawasan investasi saat ini.
join_facebookjoin_twitter
Hal itu dikarenakan biaya untuk berinvestasi masih cukup murah dibanding saat sudah berkembang nanti. Saat yang paling tepat untuk berinvestasi adalah tahun ini. "Sebenarnya mulai dari tahun 2010 kemarin sudah saat yang tepat dan untuk perkiraan sementara hal ini akan berlangsung sampai 2013 nanti," katanya hari ini.
Sementara itu, Walikota Medan, Rahudman Harahap juga memperkirakan bahwa keberadaan Bandara Kuala Namu akan membuat jalur bisnis dari dan ke Kuala Namu melalui Medan akan semakin tinggi. Akibatnya, jalur laut pun akan menjadi lebih sibuk. Karenanya, menurut Rahudman pelabuhan yang ada di Belawan tidak cukup.
Untuk itu, kata Rahudman, Medan butuh satu pelabuhanlagi untuk mendukung pergerakan bisnis ini. "Pelabuhan baru kira-kira seluas 17 hektare tersebut yakni di sekitar perumahan bahari," jelasnya.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=220839:kuala-namu-miliki-prospek-cerah&catid=77:fokusutama&Itemid=131
rahul medan October 21st, 2011, 06:23 PM Thursday, 20 October 2011 22:23
Bandara Kuala Namu ilegal dibantah
Warta
WASPADA ONLINE
MEDAN – Adanya dugaan aktifitas galian C yang ilegal dalam proyek pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu di Deli Serdang, Sumatera Utara, dibantah oleh pihak pengelola.
Pejabat Satuan Kerja (Satker) Bandara Internasional Kuala Namu, Farel Lumban Tobing, kepada Waspada Online malam ini membantah adanya praktek ilegal di bandara itu, khususnya galian C. “Itu tidak benar sama sekali,” akunya.
Menurutnya, saat ini pihaknya sedang menunggu izin penurunan harga kepada pemerintah kabupaten soal harga restribusi penggalian yang naik hampir 10 kali lipat, yakni dari Rp800 menjadi Rp7.000. Meski demikian, dia menjelaskan bahwa aktifitas penggalian tetap berjalan lancar. “Lancar kok, malahan warga sekita bandara ada yang menawarkan tanah mereka untuk digali juga. Dengan sukarela loh,” tambahnya.
Warga meminta demikian karena para warga ingin lahan tanah kosong mereka agar diratakan oleh pihak bandara, sehingga mereka bisa bercocok tanam. “Tanah mereka tidak rata, jadi antara warga dengan pihak bendera sama-sama untung. Ini berdasarkan persetujuan dari kedua belah pihak,” jelasnya.
Namun walaupun demikian, soal rampungnya Bandara Internasional Kuala Namu tidak dapat kepastian. Farel mengatakan, timnya akan berusaha semaksimal mungkin untuk meyelesaikan proyek bandara yang disebut-sebut akan menjadi bandara paling canggih di Asean. “Kita usahakan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Anggota DPRD Deli Serdang mensinyalir adanya praktek galian C dekat lokasi Kuala Namu diduga ilegal atau tidak memiliki izin resmi dari pemerintah daerah setempat. "Penggalian tanah dekat areal Bandara Kuala Namu diduga kuat ilegal," kata anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Deli Serdang, Rakhmatsyah, hari ini.
Berdasarkan informasi dari warga masyarakat, lanjut dia, kegiatan galian C diperkirakan terjadi di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II. Material dari hasil galian C itu disinyalir dijual oleh oknum pengusaha kepada perusahaan kontraktor pengelola proyek pembangunan landasan pacu atau runway Bandara Kuala Namu.
Terkait dengan kegiatan galian C yang diduga bermasalah tersebut, Komisi C DPRD Deli Serdang akan memanggil segenap jajaran pimpinan PT Angkasa Pura II Satuan Kerja (Satker) Proyek Bandara Kuala Namu serta Kepala Dinas Cipta Karya dan Pertambangan Deli Serdang, Senin (24/10). "Dalam pertemuan itu kami juga akan membahas kinerja penerimaan pajak dari hasil galian C di wilayah Deli Serdang," kata Sekretaris Komisi C DPRD Deli Serdang, Syarifuddin Rosha.
Menanggapi pernyataan dua anggota DPRD Deli Serdang itu, pejabat Satuan Kerja Pembangunan Bandara Kuala Namu, Sigit Widodo menyatakan bahwa, kontraktor proyek bandara tidak dibenarkan membeli material galian C dari usaha penambangan ilegal. "Di dalam kontrak perjanjian kerja kami dengan masing-masing perusahaan kontraktor proyek Bandara Kuala Namu dinyatakan secara tegas bahwa, material galian C yang digunakan harus berasal dari kegiatan usaha galian C yang memiliki izin resmi," tambahnya.
PT Angkasa Pura II sebagai salah satu instansi pengelola proyek Bandara Kuala Namu, menurut Sigit, akan memberi sanksi tegas kepada kontraktor yang terbukti memasok maupun menadah material galian C dari kegiatan penambangan ilegal.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=220733:bandara-kuala-namu-ilegal-dibantah&catid=15:sumut&Itemid=28
rahul medan October 21st, 2011, 06:27 PM Thursday, 20 October 2011 22:22
Amir Hamzah nama Bandara Kuala Namu?
INDRA WIDYASTUTI
WASPADA ONLINE
[(WOL Photo)]
(WOL Photo)
MEDAN - Pahlawan Nasional Tengku Amir Hamzah diusulkan menjadi nama untuk Bandara Internasional Kuala Namu. Hal itu terungkap dalam Seminar Nasional 100 Tahun Amir Hamzah hari ini.
Pada kesempatan itu, Munthe dari Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) mengatakan, sebaiknya nama Tengku Amir Hamzah diabadikan sebagai bandara untuk mengenang kepahlawanan beliau.
join_facebookjoin_twitter
Sementara itu, MS Kaban, mantan Menteri Kehutanan selaku pembicara dalam seminar tersebut mengatakan, dirinya juga sangat setuju bila nama Tengku Amir Hamzah diabadikan menjadi nama bandara pengganti Bandara Internasional Polonia Medan itu. Dia juga meminta DPRD Sumut untuk dan pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumut mengusulkan dan mengesahkannya. Seperti Cengkareng itu Bandara Soekarno-Hatta, dan di Makassar ada Bandara Hasanuddin. "Jadi di Sumut, ada Bandara Tengku Amir Hamzah," ujarnya.
Selain itu, lambannya penyelesaian proyek Bandara Kuala Namu juga menjadi sorotan MS Kaban. “Proyek ini sudah lama sekali tapi tidak juga ada kepastian penyelesaiannya,” kata Kaban.
Hingga kini, beragam masalah masih menggelayuti pembangunan Bandara Kuala Namu. Mulai dari pembebasan lahan, hingga pembangunan landasan pacu yang masih kekurangan pasir serta masalah galian C ilegal. Belum lagi pembangunan akses jalan dari dan menuju bandara pengganti Polonia Medan ini juga tidak pasti kapan akan selesai.
Namun, beberapa waktu lalu, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan, Bandara Kuala Namu harus sudah rampung dan sudah bisa dipergunakan tahun 2012. "Saya tegaskan harus siap, tidak boleh ada istilah tidak siap," kata Hatta Radjasa di Medan beberapa waktu lalu.
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=220722:-amir-hamzah-nama-bandara-kuala-namu&catid=77:fokusutama&Itemid=131
Waduhh.. Namanya tetap Kuala Namu aj deh. Walaupun Kuala Namu itu hanya nama desa yg sama sekali gk terkenal dan mencuat coz disinilah bandara international ini diabngun. Dah familiar banget dgn nama kuala namu coz progressnya yg memiliki 1001 masalah.
Khan gk harus bandara2 di Indonesia diabadikan dgn nama pahlawan..
Bandara Polonia contohnya
rahul medan October 21st, 2011, 06:31 PM Hermes Place Lirik Kualanamu
Tribun Medan - Rabu, 19 Oktober 2011 18:54 WIB
Share |
Hermes_Place.jpg
Internet
Laporan wartawan Tribun Medan / Irfan Azmi Silalahi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Disinggung terkait kurang positifnya persaingan usaha dibidang perhotelan di Kota Medan, termasuk di dalamnya sistem banting harga dijelaskan Markom Manager Hermes Place Hotel Denny Suryana, itu diakibatkan hotel yang berbintang lima harus memenuhi beban biaya operasional.
Tidak miungkin katanya hotel yang berdiri megah konsisten memakai harga jual tinggi sementara peminat tidak ada.
"Sejak berdiri 7 Oktober 2010 lalu, grafik penjualan kita sudah cukup baik. Kita juga tidak akan banting harga seperti yang dilakukan pemain-pemain besar dibidang perhotelan. Untuk mengalahkan hotel-hotel besar tadi memang cukup sulit, tetapi kita berusaha mengambil celah cerukan konsumen," ujarnya, Rabu (19/10).
Disinggung terkait tren pendirian hotel yang semakin banyak bermunculan di kota Medan, ia meyakini 10 tahun kedepan tren tersebut bakal berlanjut. Medan katanya masih ladang empuk dibidang perhotelan terutama hotel bintang tiga dan empat. Sementara hotel bintang lima yang belakangan mulai bergeliat, perlahan akan menurunkan harga.
"Tren ini akan terus berlanjut terutama pemain-pemain di hotel bintang tiga dan empat yang akan muncul secara simultan terus-menerus. Hotel bintang lima yang sudah berdiri, saya yakin akan banting harga. Tetapi tidak mungkin mereka menurunkan kualitasnya yang membuat greet hotel itu akan menurun," ujarnya.
Untuk ekspansinya sendiri Hermes Hotel dijelaskan Denny sudah mengambil ancang-ancang bermain di kawasan pinggiran yaitu Kuala Namu. Sejalan dengan berdirinya bandara baru, pihaknya yakin omzet yang akan diperoleh lebih baik ketimbang hotel yang ada di Kota Medan.(Irf/tribun-medan.com)
http://medan.tribunnews.com/2011/10/19/hermes-place-lirik-kualanamu
Sebentar lagi Kab. Deli Serdang, khususnya kota Lubuk Pakam yg berjarak hanya 20an km lebih dari Medan bakal berkembang pesat...
rahul medan October 22nd, 2011, 10:19 PM Tribunnews.com - Jumat, 21 Oktober 2011, 22:42 WIB
Indonesia Buka 5 Bandara untuk Liberalisasi Penerbangan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia memastikan hanya akan membuka lima bandara besar dalam program liberalisasi penerbangan (open sky) ASEAN. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono di Jakarta, Jumat (21/10/2011).
Lima bandara dimaksud adalah Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Bandara Juanda (Surabaya), Bandara Ngurah Rai (Denpasar), Bandara Hasanuddin (Makassar) dan Bandara Kuala Namu (Medan).
read more....
http://www.tribunnews.com/2011/10/21/indonesia-buka-5-bandara-untuk-liberalisasi-penerbangan
|
|