View Full Version : Kuala Namu International Airport, Medan - Project & News Updates


Pages : [1] 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

UMD
November 12th, 2006, 01:50 PM
Countdown to the new MES - Kuala Namu International Airport, Medan
With an estimated 5 months to go before the official opening of this new airport in Medan, I will post the latest pictures to countdown to the opening of this airport.

All these pictures are reposts from pictures found in the pages of this thread. Credits and copyrights belong to the respective owners and posters in this thread.

Finishing of the departure area of Kuala Namu International Airport:

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/kualanamumasihdalamprosesfinisingdaninterior_zpse6901337.jpg

Departure Area - Main Entrance (Drop Off Area):

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/KNIADropOff1.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/KNIADropOff2.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/img00005856.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/13613781601516336415.jpg

Departure Area - Inside Main Terminal

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/86591791.jpg

Looking at one of the 4 check-in counter islands. Each island has at least 22 check-in counters on 2 sides giving the airport a total of at least 88 counters in the 1st phase of its operation.

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/86591641.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/86591822.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/13613783261661555173.jpg

Immigration Area @ the main Departure Pier - Both Domestic and International traffics will share a common sterile area on a departure pier before immigration. This view is looking towards the smaller International section of the departure pier.

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/13613783721632955734.jpg

Potential Layout of Each Floor Area at KNIA

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/8467812084_df92ee2fe1_c.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/8467812016_6d45d8d747_c.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/8466716713_cf43c97c0f_c.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/8466716511_abb1d5af5e_c.jpg

Rendering of the train station at KNIA (Construction is on going now...latest pictures will be reposted soon)

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/BandaraKualanamuBesar.jpg


Old Postings
The location of Kuala Namu in relation to the current Polonia airport:

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/BrosurKNIA08_resize.jpg

The master plan for this airport (all in 3 phases):

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/kualanamuct9.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/32999250.jpg

The 1st phase master plan which is what the current project is based on:

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/BrosurKNIA05_resize.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/MES.jpg

Areal View of the new Kuala Namu airport:

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/85449508.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/21132209.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/82950809.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/6444137155_c214b40212_b.jpg

Eyes-level view of the new airport:

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/ijoijobukancendolgan.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/KualaNamu10.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/53789881.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/tempatparkirnyaluasgan.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/tampaksampingy.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/KualaNamu3-1.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/KualaNamu5.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/serasadilngan.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/198453_190373634332550_108984149138166_390890_3641249_n.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/54425763.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/54425746.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/semuanya8belalaigajahga-1.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/apronbandaragan.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/198894_190371434332770_108984149138166_390838_1586922_n.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/54426150.jpg

I would need all your help to update this thread..... Let's see if Medan can get its new airport before the end of 2010.

Some preliminary information on the new airport:
- Terminal is still being designed
- Angkasa Pura 2 to be responsible in building the terminal side
- Ministry of Transportation and Telecommunication to be responsible in building the air side
- Earlier report stated that the terminal is designed to handle 10 million passenger per year in its 1st phase development. The entire project will take 3 phases and is expected to handle up to 50 million passengers per year once all phases are completed
- To be the 2nd largest airport in Indonesia after CGK - will have 2 runways once the entire project is completed
- To have a train connection directly from and to the terminal


Here is the latest update from the local Medan newspaper, Analisa Daily, on the project:

---------------------------------------------
Pemprovsu akan Terus Awasi Tahapan Pembangunan Bandar Udara Kuala Namu
Kacab PT Angkasa Pura II: Pembangunan Tahap Awal Sudah Dimulai

Medan, (Analisa)

Pemprovsu akan terus mengawasi tahapan pembangunan Badara Kuala Namu yang telah dicanangkan Wakil Presiden beberapa waktu lalu. Saat ini pihak Angkasa Pura sebagai pengelola, untuk tahap awal sedang melakukan pengerasan jalan menunju bandara tersebut, pembuatan pagar beton serta membangun pos jaga dalam upaya mengawasi proyek dimaksud.

“Dari kenyataan kita lihat memang pihak Angkasa Pura II sudah mulai bekerja. Untuk itu kita harapkan, secara bertahap proyek pembangunan ini dapat terus berjalan sesua dengan planning yang ditetapkan, sehingga target 2009 Bandara Kuala Namu sudah dapat kita operasikan akan terwujud,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provsu RE Nainggolan ketika meninjau proses awal pembangunan Bandara Kuala Namu, Selasa (7/11) siang.

RE Nainggolan didampingi Kacab Angkasa Pura II Medan Drs. Prido Frinaldo MM, Kaban Infokom Provsu Drs. Eddy Syofian MAP dan sejumlah wartawan unit Kantor Gubsu juga menyebutkan, proses pembangunan Bandara Kuala Namu ini menjadi perbincangan hangat di tingkat pusat.

Pemerintah Pusat saat ini, sedang menyiapkan dana APBN dan berupaya menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan Bandara ini.

“Dalam waktu dekat ini saya akan rapat lagi di Jakarta khusus membicarakan pembangunan Bandara Kuala Namu. Jadi dukungan masyarakat dan wakil-wakil kita yang ada di DPR-RI sangat menentukan, sehingga apa yang kita impikan akan menjadi kenyataan,” ujar RE Nainggolan.

Ketika ditanya tentang masih adanya lahan tanah masyarakat yang belum mendapat ganti rugi dengan tegas RE Nainggolan mengatakan, sebagaimana laporan yang ia terima dari Angkasa Pura II, semua lahan masyarakat yang terkena proyek pembangunan Bandara Kuala Namun sudah selesai.

Pembebasan lahan tidak masalah lagi. Saat ini kita sedang memfokuskan bagaimana proyek pembangunan Bandara Kuala Namu ini dapat berjalan sesuai rencana, dengan mencari para investor untuk mendanai pembangunan mega proyek ini.

“Saya optimis kalau pihak Angkasa Pura II serius menangani proyek ini, 2009 kita sudah terbang dari Bandara berkelas Internasional ini,” ungkapnya.

PROSES

Prido Frinaldo menjawab pertanyaan wartawan yang terkesan PT Angkasa Pura lamban dalam menangani pembangunan proyek ini mengatakan, sebenarnya dalam membanguan proyek raksasa seperti ini membutuhkan proses yang panjang dan perencanaan yang matang. Proses pembangunan sebenarnya bukan hanya terpaku kepada pembangunan fisik semata.

Jadi tidak benar kalau Angkasapura belum melakukan pengerjaan dalam proses pembangunan Bandara Kuala Namu. Saat ini kita sedang menyiapkan desain terminal.

Untuk sektor darat pengerjaan proyek ini sepenuhnya ditangani PT Angkasa Pura dan untuk sektor udara akan ditangani oleh Menteri Perhubungan.

Dari pengamatan wartawan, di atas areal yang akan dijadikan Bandara baru tersebut masih ada ribuan pohon jagung dan tanaman lainnya, meskipun seharusnya lahan tersebut harus bebas dari garapan masyarakat guna menghindari timbulnya masalah.

Menanggapi hal ini Prido Frinaldo mengatakan, sesuai kesepakatan yang dibuat antara masyarakat penggarap dengan PT Angkasa Pura, bahwa bila saatnya nanti lahan tersebut akan digunakan, maka masyarakat harus keluar dari areal tersebut.

“Kita sudah buat kesepakatan untuk itu. Jadi bagi pihak kami tidak ada masalah,” Prido. (di)

UMD
November 12th, 2006, 02:00 PM
More on the train connection from Medan to Kuala Namu - on Today's Tempo Daily...

Segala upaya itu tak sia-sia. Tanggapan positif datang dari investor dalam dan luar negeri. ”Pemerintah kini benar-benar serius,” kata Juergen D. Lagleder, Wakil Ketua Kamar Dagang Eropa di Indonesia, seperti dikutip The Jakarta Post. Penciutan menjadi hanya 10 proyek unggulan pun, kata Presiden Direktur PT Siemens Indonesia ini, lebih realistis ketimbang tahun lalu.

Acara pun berlangsung semarak. Meski setiap peserta kini dikenai biaya US$ 750, ajang ini berhasil menggaet 500 peserta. Sejumlah stan pameran pun ramai dikunjungi. Salah satunya, stan PT Angkasa Pura II yang menawarkan proyek pembangunan rel kereta yang akan menghubungkan stasiun Medan dan bandara. ”Investor dari Inggris dan Malaysia sudah menyatakan minatnya,” kata Salahudin Rafi, staf Angkasa Pura, kepada Tempo.

This is the design of the rail connection / city check-in terminal for Kuala Namu:

Medan City Check-in terminal:
http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/IMG_8714_resize_resize_resize.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/IMG_8712_resize_resize_resize.jpg

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/IMG_8718_resize_resize_resize.jpg

Rail station @ Kuala Namu:
http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/IMG_8722_resize_resize.jpg

Placeholder for the double rails @ the gate of the new airport entrance:
http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/Kuala%20Namu/78144577.jpg

UMD
November 12th, 2006, 02:13 PM
And here is what I found re: the tender information for the design of the new Kuala Namu passenger terminal from BUMN...


PENGUMUMAN PENGUMUMAN SELEKSI UMUM
NOMOR : PANPEL.KSN.007/KSN.009/2006



PANITIA PELELANGAN KANTOR PUSAT PT (Persero) ANGKASA PURA II AKAN MELAKSANAKAN PELELANGAN UNTUK PEKERJAAN:
JENIS PEKERJAAN DAN PERSYARATAN CALON PESERTA :
“JASA KONSULTASI DESAIN GEDUNG TERMINAL & FASILITAS PENUNJANG PEMBANGUNAN BANDARA MEDAN BARU-KUALANAMU”
- KLASIFIKASI : JASA KONSULTASI KONTRUKSI
- BIDANG : ARSITEKTUR
- SUB BIDANG : ARSITEKTUR BANGUNAN AR 0100
- KUALIFIKASI : B / NON KECIL

“PENYUSUN STUDY AMDAL BANDARA BARU MEDAN”
- KLASIFIKASI : JASA KONSULTASI KONTRUKSI
- BIDANG : TATA LINGKUNGAN
- SUB BIDANG : AMDAL TR 0100
- KUALIFIKASI : M / NON KECIL


SYARAT PENDAFTARAN
PENYEDIA JASA YANG BERMINAT DAPAT MENDAFTAR KE ALAMAT TERSEBUT DENGAN MEMBAWA SALINAN SERTIFIKAT BADAN USAHA (SBU) YANG MASIH BERLAKU SESUAI YANG DIPERSYARATKAN DAN MENUNJUKKAN ASLINYA.
PENYEDIA JASA YANG DIWAKILKAN WAJIB MEMBAWA SURAT KUASA BERMATERAI RP. 6000,- DARI PEMIMPIN PERUSAHAAN.


TEMPAT PENDAFTARAN, PENGAMBILAN DAN PENYERAHAN DOKUMEN PRAKUALIFIKASI :
SEKRETARIAT PANITIA PELELANGAN KANTOR PUSAT PT (Persero) ANGKASA PURA II GD.600 BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA DI TANGGERANG.
SEKRETARIAT PANITIA PELELANGAN KANTOR CABANG PT (Persero) ANGKASA PURA II BANDAR UDARA POLONIA-MEDAN.


WAKTU PENDAFTARAN, PENGAMBILAN DAN PEMASUKKAN DOKUMEN PRAKUALIFIKASI :
HARI : SENIN, SELASA, RABU dan KAMIS
TANGGAL : 28, 29, 30, dan 31 AGUSTUS 2006
WAKTU : PUKUL 10.00 WIB S.D 15.00 WIB


SYARAT DAN KETERANGAN LEBIH RINCI DAPAT DILIHAT DI PAPAN PENGUMUMAN PADA ALAMAT TERSEBUT DIATAS ATAU WEBSITE: http://www.bumn.go.id dan http://www.angkasapura2.co.id.

PROSES SELANJUTNYA AKAN DILAKSANAKAN DI SEKRETARIAT PANITIA PELELANGAN KANTOR PUSAT PT (Persero) ANGKASA PURA II GD. 600 BANDAR UDARA SOEKARNO-HATTA DI TANGERANG

DEMIKIAN UNTUK MENJADI MAKLUM.

TANGGERANG, 23 AGUSTUS 2006
PT (Persero) ANGKASSA PURA II
KANTOR PUSAT
PANITIA PELELANGAN


Sumber : Media Indonesia, 23 Agustus 2006

Masa Berlaku : 28 Agustus 2006 - 31 Agustus 2006

Blue_Sky
November 13th, 2006, 01:49 PM
Any rendering?

UMD
November 14th, 2006, 01:24 PM
I guess we won't have any rendering until the tender is completed. I have been constantly looking for it on the net but have not been successful.

UMD
November 15th, 2006, 01:10 PM
Here is the latest news regarding the building of the 3km access road to the site as well as news regarding the terminal bidding.

Setelah 4 Bulan Peletakan Batu Pertama
Pembangunan Bandara Kualanamu Baru Dimulai
Rabu, 08-11-2006
*mulyadi hutahaean
Medan Bisnis – Medan
Pembangunan terminal Bandara Kualanamu diperkirakan akan dimulai pertengahan 2007. Soalnya, walaupun ground breaking sudah dilaksanakan akhir Juni lalu, pembangunan akses jalan ke terminal sepanjang 3.000 meter itu baru dimulai Selasa (7/11) oleh kontraktor PT Bina Tama Sejahtera.

“Pembangunan akses jalan menuju terminal baru dikerjakan hari ini (Selasa, 7/11). Sebelum Lebaran memang sudah keluar SP3, tapi karena libur 10 hari, pekerjaan ditunda dan dimulai sekarang dengan melakukan pembersihan dan perataan tanah,” kata Kepala Cabang PT Angkasa Pura II (AP II) Polonia Medan, Frido Frinaldo, saat meninjau areal lokasi pembangunan bandara pengganti Bandara Polonia itu bersama Kepala Bappedasu RE Nainggolan, Kepala Bainfokom Eddy Syofian, Wakil Kepala Dinas Perhubungan S Widodo, Selasa (7/11).
Rombongan bersama wartawan saat tiba di lahan yang masih ditanami jagung tersebut melihat dua unit alat berat yakni buldoser dan scopel. Alat berat itu hanya membersihkan rerumputan dan meratakan tanah.
Frido Frinaldo kepada wartawan mengatakan, setelah pelaksanaan ground breaking oleh Wakil Presiden RI Yusuf Kalla, PT AP II sudah melaksanakan proses pelelangan. Akan tetapi pada proses pelelangan tersebut ada hambatan, sehingga prosesnya ditunggu hingga habis masa sanggah.
Untuk tahap pertama yang dilaksanakan PT AP II sebelum membangun terminal dengan anggaran Rp 1,3 triliun tersebut, PT AP II akan membangun jalan menuju terminal bandara yang diperkirakan selesai Februari 2007 (120 hari masa kerja). Proyek tersebut dilaksanakan PT Bina Tama Sejahtera dengan nilai proyek Rp 3,4 miliar, di mana panjang jalan 3.000 meter dan tahap awal lebar jalan 7 meter.
Walau tahap awal ini jalan yang dibangun lebarnya 7 meter, namun tanah yang diratakan seluas 30 meter. Dan pada 2007, akan dilanjutkan pembangunan jalan di sebelahnya karena jalan yang akan dibangun itu empat jalur, di mana saat ini akan dibangun dua jalur.
Pekerjaan lainnya, katanya, perbaikan pagar beton, karena pagar sudah banyak yang rusak dan perlu diganti. Selain perbaikan pagar juga pembuatan saluran utama di sisi barat laut, dan dilaksanakan PT Sumatera Indah Indonesia dengan nilai proyek Rp 1,2 miliar.
Kegiatan ketiga yakni akan membangun pos jaga untuk mengamankan kegiatan pembangunan terminal. Rencana pembangunan pos jaga masih menunggu proses penetapan pemenang lelang. Untuk kedua proyek yang sedang berjalan itu dilaksanakan kontraktor lokal atau asal Sumut.
“Proses pembangunan tahap pertama ini akan berlanjut. Untuk membangun terminal masih menunggu beauty contest desain terminal dan saat ini sedang dilaksanakan di Jakarta. Sekarang masih tahap pra desain,” jelasnya.
Tetap Dikawal
Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Sumut (Bappedasu) Drs RE Nainggolan MM mengatakan, Pempropsu akan tetap mengawal pembangunan bandara baru tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan meninjau dan melihat perkembangan di lapangan agar PT AP II menjalankan pembangunannya sesuai dengan rencana.
“Laporan dari PT AP II yang mengatakan, pengerjaan sudah dimulai, kita cek ke lapangan ternyata laporan itu mengandung kebenaran. Tanggapan-tanggapan masyarakat yang menyebutkan setelah ground breaking tidak ada pengerjaan, ternyata sudah berjalan prosesnya,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini sedang tahap desain dan dilanjutkan beauty contest bentuk terminal, apakah terminal gaya internasional atau budaya akan ditetapkan tim penilai. Kalau sudah tuntas, imbuhnya, proses pembangunan terminal akan dimulai.
“Batu yang dicanangkan itu akan menjadi batu-batu pembangunan. Saat ini PT AP II telah bekerja sama dengan BRI, PT KAI, dn Telkom. Sisi darat akan dibangun PT AP II, sisi udara dibangun pemerintah oleh Departemen Perhubungan. Komitmen pemerintah untuk merealisasikan bandara ini cukup serius, di mana sebelum dana dari IDB atau yang lainnya dikucurkan, pemerintah akan menggunakan dana dari APBN. Pemerintah sunguh-sungguh, dan diharapkan kepada masyarakat agar mendukungnya dan berpartisipasi untuk memperlancar pembangunan bandara baru ini,” kata RE Nainggolan.

UMD
November 15th, 2006, 01:12 PM
Here is the latest article regarding the construction of the rail access to the new airport.

Akses Jalan Rel KA ke Bandara Kualanamu
Pembebasan Lahan Dimulai 2007
Kamis, 09-11-2006
*hisar hasibuan
Medan Bisnis – Medan
Pempropsu melakukan pembebasan lahan milik warga yang akan digunakan untuk jalur rel kereta api (KA) dari Aras Kabu menuju Bandara Kualanamu mulai 2007. Total lahan yang akan dibebaskan 1,5 hektar dengan panjang real 3.000 meter dan lebar 25 meter.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Propinsi Sumatera Utara, RE Nainggolan kepada wartawan di sela-sela acara pembukaan pameran buku di Hotel Danau Toba, Rabu (8/11), menjelaskan, pembangunan rel itu sebagai salah satu akses jalan menuju Bandara Kualanamu yang kini sedang dalam tahap awal pembangunan.
Menurutnya, rute rel yang dibangun itu adalah Medan-Aras Kabu-Kualanamu. Saat ini, jalur rel KA Stasiun Besar Kota Medan-Aras Kabu telah tersedia, sedangkan dari Aras Kabu-Kualanamu masih belum.
Soal dana pelepasan lahan itu, lanjut Nainggolan berkisar Rp 400 juta hingga Rp 500 juta. Dana ini akan diambil dari APBD Sumut tahun 2007. “Biaya pembebasan lahan tersebut murni dari APBD Sumut Tahun 2007. Dana pembebasan lahan ini juga menjadi salah satu bentuk penyertaan saham kita dalam proyek Kualanamu,” ujarnya.
Namun, Nainggolan masih belum dapat memastikan apakah harga pembebasan lahan itu disesuaikan dengan NJOP tanah atau tidak. Pempropsu, lanjutnya, akan terus melakukan kajian.
Selain partisipasi dalam pembebasan lahan, sebut Nainggolan, Pempropsu juga akan turut serta dalam berbagai proyek pembangunan bandara baru sebagai pengganti Bandara Polonia tersebut sebagai bagian dalam penyertaan saham.
Sekadar informasi, peletakan batu pertama pembangunan Bandara Kualanamu sudah dilakukan Wapres Yusuf Kalla akhir Juni lalu. Namun, awal pembangunan baru dilakukan, Selasa (7/11), berupa pembersihan rumput dan perataan tanah.
Selain membangun jalan tol dari Medan ke Kualanamu, pemerintah juga akan membangun jalur rel kereta api sebagai salah satu akses jalan menuju bandara baru yang dananya untuk sementara ditanggulangi PT Angkasa Pura II.

UMD
November 15th, 2006, 01:14 PM
You know it is exciting for me just to find any updates on the construction work for the new airport. This one is from Nov. 11 regrading the company that will build the perimeter fence for the site as well as the drainage for the new airport site...

Akses Jalan Rel KA ke Bandara Kualanamu
Pembebasan Lahan Dimulai 2007
Kamis, 09-11-2006
*hisar hasibuan
Medan Bisnis – Medan
Pempropsu melakukan pembebasan lahan milik warga yang akan digunakan untuk jalur rel kereta api (KA) dari Aras Kabu menuju Bandara Kualanamu mulai 2007. Total lahan yang akan dibebaskan 1,5 hektar dengan panjang real 3.000 meter dan lebar 25 meter.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Propinsi Sumatera Utara, RE Nainggolan kepada wartawan di sela-sela acara pembukaan pameran buku di Hotel Danau Toba, Rabu (8/11), menjelaskan, pembangunan rel itu sebagai salah satu akses jalan menuju Bandara Kualanamu yang kini sedang dalam tahap awal pembangunan.
Menurutnya, rute rel yang dibangun itu adalah Medan-Aras Kabu-Kualanamu. Saat ini, jalur rel KA Stasiun Besar Kota Medan-Aras Kabu telah tersedia, sedangkan dari Aras Kabu-Kualanamu masih belum.
Soal dana pelepasan lahan itu, lanjut Nainggolan berkisar Rp 400 juta hingga Rp 500 juta. Dana ini akan diambil dari APBD Sumut tahun 2007. “Biaya pembebasan lahan tersebut murni dari APBD Sumut Tahun 2007. Dana pembebasan lahan ini juga menjadi salah satu bentuk penyertaan saham kita dalam proyek Kualanamu,” ujarnya.
Namun, Nainggolan masih belum dapat memastikan apakah harga pembebasan lahan itu disesuaikan dengan NJOP tanah atau tidak. Pempropsu, lanjutnya, akan terus melakukan kajian.
Selain partisipasi dalam pembebasan lahan, sebut Nainggolan, Pempropsu juga akan turut serta dalam berbagai proyek pembangunan bandara baru sebagai pengganti Bandara Polonia tersebut sebagai bagian dalam penyertaan saham.
Sekadar informasi, peletakan batu pertama pembangunan Bandara Kualanamu sudah dilakukan Wapres Yusuf Kalla akhir Juni lalu. Namun, awal pembangunan baru dilakukan, Selasa (7/11), berupa pembersihan rumput dan perataan tanah.
Selain membangun jalan tol dari Medan ke Kualanamu, pemerintah juga akan membangun jalur rel kereta api sebagai salah satu akses jalan menuju bandara baru yang dananya untuk sementara ditanggulangi PT Angkasa Pura II.

tata
November 15th, 2006, 01:30 PM
@UMD: thanks for news. it is good to hear that they are constructing the railway connection to the airport

David-80
November 15th, 2006, 01:44 PM
Well, it takes patient because the area is still undeveloped and located in Deli serdang if im not wrong?

cheers

JAG2
November 15th, 2006, 11:18 PM
any english version of the abv articles?

laba-laba
November 16th, 2006, 03:46 AM
Kuala namu have to redesign again !! newxt week probely have take new contractor to redesign kuala namu. the new contractor to give 8 mouths to finish them. and take 2 mounth to take new contraktor to build the main project.

maybe to start the main project is November 2007, and maybe finish november 2009.

btw. i have a pic of OLD design of kuala namu.

source : http://analisadaily.com/0-2.htm

Pemenang Tender Desain Terminal Kuala Namu Diumumkan Akhir Bulan Ini

Medan, (Anlisa)

PT Angkasa Pura II akhir November 2006 akan mengumumkan pemenang tender untuk pembuatan desain terminal Bandara Kuala Namu.

“Sebelumnya ikut sebagai peserta tender desain 18 peserta, dan dipilih tujuh yang masuk prakualifikasi. Akhir November ini akan dipilih satu pemenangnya,” kata Kacab PT AP II Bandara Polonia, Frido Frinaldo, Rabu (15/11).

Pemilihan pemenang untuk desain Bandara Kuala Namu itu, katanya, dilakukan oleh tim penilai gabungan beranggotakan unsur dari Dirjen Perhubungan Udara RI, unsur profesional (perguruan tinggi dan praktisi bidang terkait), Pemprovsu serta dari internal PT AP II.

Setelah penentuan itu, maka dalam jangka waktu delapan bulan, pemenang tender dapat segera membuat desain terminal Bandara Kuala Namu.

Selanjutnya, setelah proses pembuatan desain dibuat, pihak PT AP II akan segera mengadakan tender pembuatan terminal Bandara Kuala Namu sesuai dengan desain terminal.

“Kami perkirakan proses tender berjalan selama dua bulan,” ungkapnya.

Jika semua proses itu berjalan lancar dan sesuai jadwal yang sudah ada, lanjutnya lagi, maka pembangunan sisi darat (land side) Bandara Kuala Namu itu sudah dimulai pada November 2007 dengan prakiraan selesai di November 2009.

Untuk proses pembuatan desain terminal, tambah Kacab, PT AP II sendiri telah menyediakan anggaran sebesar Rp3,5 milyar. Angaran itu merupakan bagian dari total anggaran Rp1,3 triliun yang disiapkan PT AP II untuk pengerjaan bagian land side Bandara Polonia.

Sementara sembari menunggu proses tender desain hingga pengerjaan fisik land side bandara, pembangunan pendukung lainnya seperti pembuatan jalan, pagar bandara serta pembuatan pos tetap berlanjut. “Total nilai ketiga proyek tersebut mencapai Rp6 milyar,” jelasnya lagi.

Menurut rencana, lanjut Kacab, bandara bertaraf internasional ini nantinya akan dibangun dalam tiga tahap memiliki panjang runway 3.750 meter. Dengan panjang begitu, akan sanggup didarati pesawat berbadan lebar (wide body).

Selain runway yang memadai, terminal penumpang juga dirancang luas karena dibangun di atas 6,5 hektar dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektar dan fasilitas kargo 1,5 hektar.

Bandara itu nantinya juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti hotel, restoran, club house dan sebagainya sehingga dengan terbangunnya bandara itu, akan menjadi gerbang bagi wisata dan bisnis yang memacu pertumbuhan ekonomi di provinsi Sumut ini. (nai)

David-80
November 17th, 2006, 01:44 PM
I just saw the rendering of Kuala Namu in travel tourism channel (on indovision). The terminal looks like KLIA with railway connecting inside the terminal, the airport also have two section, north wing and south wing. Its pretty cool, if you have Indovision, check out travel and tourism channel every thursday during this month (they focused on Medan)

cheers

F-ian
November 18th, 2006, 08:07 PM
^^ as modern as KLIA?

Blue_Sky
November 19th, 2006, 02:10 PM
^^
I doubt it

David-80
November 19th, 2006, 02:22 PM
exterior is very similar, but i dont think the interior looked the same. Anyway, the rendering i saw on the tv actually old rendering, as laba-laba mentioned, they're now working on the new design....

cheers

paw25694
November 21st, 2006, 08:01 AM
hey.. does anyone has any kuala namu's old/new design?? thx... i'm new here...

laba-laba
November 22nd, 2006, 01:40 PM
Kuala Namu OLD design
http://labz.saranasukses.co.id/gallery/images/get_thumbs_on_fly.php?imgid=639&nw=800&nh=503

David-80
November 22nd, 2006, 03:29 PM
yeap thats the old design that showed by travel tourism channel.....the railway is the one connected to the terminal....

cheers

paw25694
November 22nd, 2006, 03:47 PM
why do they change it? it seems quite good..
thx

David-80
November 22nd, 2006, 04:09 PM
Maybe because they want to build something which dont cost much...the budgets are three trillion rupiah or 300 million dollars thats including the railway. AP will cover half of it (airside) while private company handle half of it (landside)

cheers

tata
November 22nd, 2006, 08:36 PM
Maybe because they want to build something which dont cost much...the budgets are three trillion rupiah or 300 million dollars thats including the railway. AP will cover half of it (airside) while private company handle half of it (landside)

cheers

does it mean they downgrade the design, facilities of the airport?

sanhen
November 23rd, 2006, 01:48 AM
Railway nya nanti diesel ya?
wah jadi hitam2 dong nanti sekitar station nya.

Btw, railway nya di gambarnya tuh yg mana sih?

laba-laba
November 23rd, 2006, 05:36 AM
i hope they dont downgrade the project. akan di laksanakan 3 tahap pengerjaan. Mungkin akhir nya akan semua project di bangun.

paw25694
November 23rd, 2006, 08:58 AM
Maybe because they want to build something which dont cost much...the budgets are three trillion rupiah or 300 million dollars thats including the railway. AP will cover half of it (airside) while private company handle half of it (landside)

cheers

are you sure? but angkasa pura said that a lot of investor asing yg mau ngebiayain kuala namu?

r4d1ty4
November 23rd, 2006, 02:26 PM
biasa.. omdo...

David-80
November 23rd, 2006, 05:09 PM
Haha.. dont believe everything what they said until it get realized. Remember, Juanda terminal 2 and new airport in Palembang would never be materialized if The Japanese government dont gave them loan and involved in the project.

The current project dont offer much luck for foreign investors as its going to be BOT (built, operate and transfer).

@sanhen, railway nya yang warna abu2...pojok kiri.

cheers

paw25694
November 24th, 2006, 01:28 PM
or maybe ap corrupt it... heheh

tata
November 28th, 2006, 05:30 PM
VP JK said: no more etnic design, build it boxy and modern.... :D

dari: SUARA PEMBARUAN DAILY hari ini 28/11


Pembangunan Bandara Kuala Namu Dimulai November 2007

[JAKARTA] Pembangunan Bandara Kuala Namu, Medan, Sumatera Utara akan dimulai November 2007 dan diharapkan selesai dalam dua tahun, sehingga pada November 2009, sudah bisa dioperasikan guna mengatasi kepadatan di Bandara Polonia.

Rencana konstruksi bandara dijelaskan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura II Edy Haryoto di Kantor Wakil Presiden, Senin (27/11).

Pembangunan bandara di atas lahan 1.300 hektare itu membutuhkan dana senilai Rp 3 triliun yang mencakup pembangunan fasilitas darat maupun udara. Angkasa Pura II akan menangani sisi darat seperti apron, tempat parkir, dan kargo. Pembangunan sisi darat membutuhkan anggaran Rp 1,3 triliun. Dana Angkasa Pura II sekitar Rp 500-600 miliar. Sisanya akan diperoleh melalui pinjaman dari Kuwait, Spanyol dan Jepang. Ia memastikan soal pinjaman tidak akan menjadi masalah sulit.

Sedangkan aspek udara mulai dari landasan pacu, navigasi penerbangan, dan menara akan ditangani oleh pemerintah. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan Mohammad Ihsan Tatang menambahkan, pihaknya harus menyiapkan dana Rp 1,7 triliun untuk pembangunan sisi udaranya. Untuk pembangunan tahap awal disiapkan Rp 60 miliar.

Wapres, menurut Tatang, meminta pembangunan fisik di lapangan baik sisi darat maupun udara segera dilakukan. Namun, pembangunan belum bisa dilakukan karena harus menunggu desain final yang masih dalam proses tender.

Yang sudah berjalan pembangunan jalan, saluran pembuangan maupun pekerjaan administratif. "Jadi tidak benar bahwa tidak ada kegiatan sama sekali dalam pembangunan Bandara Kuala Namu," terangnya.

Wapres juga meminta pembangunan Bandara Kuala Namu tidak terlalu menitikberatkan pada unsur etnis. Bandara itu akan berbentuk kotak, seperti di banyak negara dan akan tampil dengan nuansa kosmopolitan dan modern.

[A-21]

paw25694
November 29th, 2006, 10:44 AM
kira2 kualanamu bisa acomodate a380 ga yah?

laba-laba
November 29th, 2006, 12:33 PM
Analisa
http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=78156&more=1#more78156

Akses Jalan Rel KA ke Bandara Kualanamu
Pembebasan Lahan Dimulai 2007
Kamis, 09-11-2006
*hisar hasibuan
Medan Bisnis – Medan
Pempropsu melakukan pembebasan lahan milik warga yang akan digunakan untuk jalur rel kereta api (KA) dari Aras Kabu menuju Bandara Kualanamu mulai 2007. Total lahan yang akan dibebaskan 1,5 hektar dengan panjang real 3.000 meter dan lebar 25 meter.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Propinsi Sumatera Utara, RE Nainggolan kepada wartawan di sela-sela acara pembukaan pameran buku di Hotel Danau Toba, Rabu (8/11), menjelaskan, pembangunan rel itu sebagai salah satu akses jalan menuju Bandara Kualanamu yang kini sedang dalam tahap awal pembangunan.
Menurutnya, rute rel yang dibangun itu adalah Medan-Aras Kabu-Kualanamu. Saat ini, jalur rel KA Stasiun Besar Kota Medan-Aras Kabu telah tersedia, sedangkan dari Aras Kabu-Kualanamu masih belum.
Soal dana pelepasan lahan itu, lanjut Nainggolan berkisar Rp 400 juta hingga Rp 500 juta. Dana ini akan diambil dari APBD Sumut tahun 2007. “Biaya pembebasan lahan tersebut murni dari APBD Sumut Tahun 2007. Dana pembebasan lahan ini juga menjadi salah satu bentuk penyertaan saham kita dalam proyek Kualanamu,” ujarnya.
Namun, Nainggolan masih belum dapat memastikan apakah harga pembebasan lahan itu disesuaikan dengan NJOP tanah atau tidak. Pempropsu, lanjutnya, akan terus melakukan kajian.
Selain partisipasi dalam pembebasan lahan, sebut Nainggolan, Pempropsu juga akan turut serta dalam berbagai proyek pembangunan bandara baru sebagai pengganti Bandara Polonia tersebut sebagai bagian dalam penyertaan saham.
Sekadar informasi, peletakan batu pertama pembangunan Bandara Kualanamu sudah dilakukan Wapres Yusuf Kalla akhir Juni lalu. Namun, awal pembangunan baru dilakukan, Selasa (7/11), berupa pembersihan rumput dan perataan tanah.
Selain membangun jalan tol dari Medan ke Kualanamu, pemerintah juga akan membangun jalur rel kereta api sebagai salah satu akses jalan menuju bandara baru yang dananya untuk sementara ditanggulangi PT Angkasa Pura II.

laba-laba
November 29th, 2006, 12:34 PM
Analisa
http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=78308&more=1#more78308

Pembangunan Bandara Kualanamu
PT SII Pemenang Tender Perbaikan Pagar Panel Beton
Sabtu, 11-11-2006
*hisar hasibuan
Medan Bisnis – Medan
PT Sumatera Indah Indonesia (SII) terpilih sebagai pemenang tender proyek perbaikan pagar panel beton dan pembuatan saluran pembuangan air di kawasan lokasi Bandara Kualanamu, Kecamatan Beringin, Deliserdang. Total nilai kontrak yang diperoleh perusahaan asal Medan ini sebesar Rp 1,2 miliar.

Kepala Pengadaan Barang dan Jasa Bandara Polonia, Jasirin, Jumat (10/11), mengatakan, PT SII terpilih dari 31 peserta tender yang mendaftar. Dari jumlah tersebut, 21 perusahaan kontraktor berhasil lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tender. Setelah itu, baru diputuskan bahwa pemenang tender ini adalah PT SII.
Jasirin mengungkapkan, dalam waktu dua minggu ini pemenang tender diharapkan sudah dapat melaksanakan pekerjaan perbaikan pagar panel beton dan pembuatan saluran air. Pihak kontraktor diberi waktu 90 hari masa kerja untuk mengerjakan proyek ini.
Sebelumnya juga telah diumumkan pemenang tender pekerjaan pembuatan dan rehabilitasi jalan Bandara Kualanamu, yakni PT Bina Tama Sejahtera (BTS), dengan nilai proyek Rp 3,486 miliar. PT BTS telah memulai pekerjaan ini beberapa hari lalu berupa pembersihan rumput dan perataan tanah. Batas penyelesaikan pekerjaan selama 120 hari masa kerja. Jasirin juga mengungkapkan, dalam waktu dekat juga akan diumumkan nama pemenang tender pembuatan pos jaga Bandara Kualanamu. “Nilai proyeknya jauh lebih kecil, yakni Rp 500 juta. Saat ini ada 8 perusahaan yang mengikuti tender dan sedang dalam penelitian untuk menentukan pemenangnya,” tegas Jasirin.
Untuk tahun anggaran 2006 ini, sebutnya, terdapat 3 proyek yang telah atau akan diumumkan dan mulai dikerjakan. Ketiganya adalah proyek pekerjaan pembuatan dan rehabilitasi jalan Bandara Kualanamu, perbaikan pagar panel beton dan pembuatan saluran pembuangan air dan pembuatan pos jaga Bandara Kualanamu. “Semua pemenang tender ini ditentukan oleh panitia pusat. Sedangkan kita hanya bertugas menentukan perusahaan-perusahaan yang layak mengikuti proyek tersebut,” ungkapnya.

laba-laba
November 29th, 2006, 12:36 PM
Analisa
http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=78678&more=1#more78678

Bandara Kuala Namu
Pembangunan Jalan Sisi Kanan Dimulai 2007
Selasa, 28-11-2006
*hisar hasibuan
Medan Bisnis – Medan
Pembangunan jalan sisi kanan di Bandara Kuala Namu akan dimulai pada 2007. Total panjang jalan sekitar 3 kilometer dengan lebar 7 meter. Sementara, pembangunan jalan sisi kiri dengan ukuran yang sama kini dalam proses perataan tanah dan mendekati penyelesaian.

Kepala Cabang PT Angkasa Pura (Kacab AP) II Bandara Polonia, Frido Frinaldo, kepada wartawan, Jumat (24/11), menjelaskan, total lebar jalan yang akan diratakan 30 meter dan panjang 3 kilometer. Lebar jalan sisi kanan dan kiri masing-masing 7 meter.
Sisa lebar jalan akan digunakan untuk lintasan rel kereta api. Sedangkan pengaspalan jalan merupakan tahap akhir dan dilaksanakan setelah seluruh lajur jalan selesai dibangun. “Proyek lainnya yang akan dibangun pada 2007 adalah perpanjangan saluran pembuangan air Bandara Kuala Namu. Saluran pembuangan ini akan dibuat dalam bentuk melingkar mengelilingi bandara,” ungkapnya.
Frido juga menyebutkan, pelaksanaan kedua proyek ini (jalan sisi kanan dan perpanjangan saluran pembuangan air-red) akan ditenderkan. Saat ini, panitia masih memperhitungkan nilai proyek itu, sehingga belum bisa dipastikan kapan waktu pelaksanaan tendernya.
Perluasan Terminal
Dalam kesempatan itu, Frido juga mengungkapkan rencana PT AP II melakukan pengerjaan sejumlah proyek di Bandara Polonia, di antaranya pembanguna gedung baru Kantor AP II, perluasan terminal domestik dan teras publik area terminal. Ketiga proyek ini akan dimulai dikerjakan pada 2007.
“Kantor operasional yang kita tempati sekarang akan menjadi ruang tunggu bagi keberangkatan domestik,” ujarnya.

paw25694
November 29th, 2006, 01:32 PM
kayaknya nanti kalo udah jadi, kuala namu namanya jangan kuala namu.. ntar disebut copycat ama kuala lumpur ato others lah...

UMD
November 30th, 2006, 05:18 PM
kayaknya nanti kalo udah jadi, kuala namu namanya jangan kuala namu.. ntar disebut copycat ama kuala lumpur ato others lah...

I would prefer it called Medan's Kuala Namu International Airport rather than some difficult to pronounce Heroes names. It is after all to be the international gateway for Sumatra and not a musuem for a certain personality in the country. There is nothing wrong with - Incheon; Changi; Sepang; Heathrow; Narita; Haneda; Chubu; Kansai; San Francisco International, Los Angeles International; HKIA - Chek Lap Kok (the island it is located); Beijing International; Shanghai Pudong (the area of Shanghai it is located).

I hope the call sign is still MES. I don't know why some people combine the 2 words together. By the way, why would they call it copy cat? It is after all located in Kuala Namu.

F-ian
November 30th, 2006, 06:45 PM
^^ why not Medan International Airport?

laba-laba
December 1st, 2006, 01:32 AM
^^ why not Medan International Airport?

polonia airport in medan. not medan international airport.
kualanamu in the name of areal. its about 1 hr to take kuala namu from medan by car.

sanhen
December 1st, 2006, 05:06 AM
Sanhen International Airport aja!!! Hehehehe

Ada yg bisa tunjukin lokasinya di Google earth ga sih?

David-80
December 1st, 2006, 01:52 PM
^^ kalo ga salah di deli serdang....

cheers

UMD
December 1st, 2006, 03:41 PM
Deli Serdang itu kalo nggak salah kabupatennya, kalo nama desanya memang Kuala Namu.

Polonia itu di Medan namanya Polonia karena dulu waktu jaman belanda memang bandara itu dibangun oleh orang orang Polandia. Jadi namanya Polonia. Kalo pake analogi penamaan Polonia, Kuala Namu bisa jadi cuma Indonesia International Airport - soalnya yg bangun bandaranya sekarang adalah org Indonesia semua....ha ha ha....

paw25694
December 2nd, 2006, 09:15 AM
deli international airport? or medan deli? medan namu? konsepnya kayak di london aja,.. medan kuala namu.. jakarta cengkareng,, dll..

paw25694
December 8th, 2006, 12:18 PM
was this thread closed?

UMD
December 8th, 2006, 03:10 PM
Why was it closed? I believe it is very much alive....the problem is we are waiting on the news....The winner of the tender for the new airport design was supposed to be made at the end of Nov......now 8 days have passed with no news....typical Indonesian way of handling a project.

UMD
December 9th, 2006, 02:14 PM
Looks like they have shortlisted 3 contractors from the tender....PT Wiratman & Associates, PT Virama Karya, PT Citra Konsumalindo (Citra - Tutut's group??)

Taken from Tempo Interaktif.

Tiga Kontraktor Lokal Bersaing Garap Kuala Namu
Rabu, 29 November 2006 | 09:13 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tiga kontraktor lokal, yaitu PT Wiratman & Associates, PT Virama Karya, dan PT Citra Konsumalindo, bersaing dalam tender pembangunan konstruksi Bandar Udara Kuala Namu, Sumatera Utara, yang ditargetkan bisa dimulai pada November 2007.

Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura II Eddy Haryoto, pemenang tender akan diumumkan pada Desember mendatang. Pemenang tender tersebut, kata dia, selain sebagai kontraktor, akan menjadi perancang desain teknis bandara tersebut.

"Desain teknis akan dikonsep selama sembilan bulan untuk selanjutnya bisa dimulai pembangunan konstruksi," ujar Eddy. Sedangkan pengerjaan fisik yang tidak memerlukan desain, seperti pembuatan jalan dan saluran air, sudah mulai dilakukan sejak Juni lalu.

Eddy berharap pembangunan bandara ini selesai paling lambat pertengahan 2009. Sehingga diharapkan, pada November 2009, Kuala Namu bisa beroperasi menggantikan Bandara Polonia, Medan. "Sebab, Polonia akan mengalami kelebihan kapasitas pada 2009," katanya.

Bandara Kuala Namu rencananya akan dibangun dalam dua tahap. Tahap pertama merupakan tahap pembangunan infrastruktur utama, seperti sisi darat (land side) dan sisi udara (air side). Pada tahap ini, Kuala Namu ditargetkan bisa menampung delapan juta penumpang per tahun.

Sedangkan tahap kedua merupakan tahap penyempurnaan menjadi bandara pengumpul atau hub port, sehingga bandara mampu menampung 25 juta penumpang setiap tahun.
Angkasa Pura II akan menjadi operator dan pengelola Kuala Namu. Pembiayaan pembangunan bandara dengan panjang landasan 3,75 meter ini ditanggung Angkasa Pura II dan pemerintah.

Eddy menjelaskan, untuk pembangunan sisi darat, seperti terminal dan parkir pesawat, diperkirakan menghabiskan dana Rp 1,3 triliun. Kebutuhan dana ini akan dipenuhi oleh perseroan sebesar Rp 600 miliar dan sisanya menggunakan dana pinjaman bank. Sedangkan sisi udara, seperti landasan pacu, sistem navigasi, dan menara, membutuhkan investasi sekitar Rp 2,3 triliun, yang sepenuhnya dibiayai pemerintah.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Departemen Perhubungan M. Iksan Tatang mengatakan keterlibatan Angkasa Pura II dalam pendanaan proyek hanya khusus untuk membangun sisi komersial bandara. Sedangkan sisi publik, yaitu sisi udara, tetap di lakukan pemerintah. "Pendanaannya dari anggaran dan pinjaman dari luar," kata dia.

Bandara Kuala Namu, Tatang melanjutkan, nantinya akan menjadi gerbang masuk pesawat luar negeri ke wilayah Indonesia barat. Strategisnya lokasi bandara ini bisa untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera. "Pergerakan pesawat nantinya bisa mencapai 10 ribu kali per tahun," ujarnya.

Anton Aprianto

UMD
December 9th, 2006, 02:38 PM
This is the same news in English...

Three Local Contractors Compete to Build Kuala Namu Airport
Anton Aprianto, Tempo / Tempo Interactive - 2006-11-30 10:03:28

Jakarta, 29 November, 2006 (TEMPO) - Three local contractors, PT Wiratman & Associates, PT Virama Karya and PT Citra Konsumalindo, are competing in the tender of Kuala Namu Airport construction in North Sumatra, which is targeted to start in November 2007.

According to Eddy Haryato, PT Angkasa Pura II’s Managing Director, the tender winner will be announced in December.

The tender winner, he said, in addition to acting as contractor will also be the technical designer of the airport.

“The technical design concept will be worked on for nine months then the construction can begin,” said Eddy.

Physical construction that does not require designs, such as roads and water channels, has been carried out since June.

Eddy said he hoped that the airport construction could be completed by the middle of 2009 at the latest.

So it is expected that in November 2009 Kuala Namu can replace Polonia Airport, Medan.

“Because, Polonia's capacity will be overloaded in 2009,” he said.

It is planned that Kuala Namu airport will be built in two stages.

The first stage is the main infrastructure construction such as land side and air side.

In this stage, Kuala Namu is targeted to be able to accommodate eight million passengers per year.

The second stage is a finishing stage to be a hub port so that the airport can accommodate 25 million passengers every year.

Angkasa Pura II will be the operator and manager of Kuala Namu Airport.

The financing of the airport will be borne by Angkasa Pura II and the government.

Eddy explained that the construction of land side including terminal and hangar was estimated would cost Rp1.3 trillion.

This fund requirement will be met with Rp600 billion from the company and the remainder by bank loans.

For the air side including runway, navigation system and tower, investment needed is around Rp2.3 trillion, which will be completely financed by the government.

paw25694
December 9th, 2006, 02:41 PM
i hope knia have a lot of modern facilities.. more modern that icn.. what a dream.. :)

UMD
December 9th, 2006, 02:57 PM
paw25694, everyone can dream for it may just come true. BTW, I love how you label it KNIA.....

David-80
December 9th, 2006, 03:14 PM
In this stage, Kuala Namu is targeted to be able to accommodate eight million passengers per year.

By the time the airport finish, the passengers load in Medan already reach above 8 million.....eck! they should design the airport capacity with projection of 15-20 million passengers....

cheers

peseg5
December 11th, 2006, 03:46 PM
By the time the airport finish, the passengers load in Medan already reach above 8 million.....eck! they should design the airport capacity with projection of 15-20 million passengers....

cheers

hahaha...suddenly i reckon new Juanda...

rilham2new
December 11th, 2006, 05:55 PM
^^ @ DAvid-80

You are preety damn right ...... we cant predict if there is another domestic flight boom like happened in 2004-2005... We should've anticipated that for this lovely KUALA NAMU ..

UMD
December 12th, 2006, 03:44 PM
The latest news re: the tender and what aspects of design are being judged on (in Bahasa)

Selasa, 5 Desember 2006 22:21:00
JAKARTA, Investor Daily
Pekan ini, manajemen PT Angkasa Pura (AP) II akan mengumumkan pemenang tender desain bandara Kuala Namu, Medan. Semula, pemenang tender akan diumumkan Jum’at (1/12),


Demikian diungkapkan Direktur Operasi dan Teknik AP II I Gusti Made Dhordhy kepada Investor Daily, akhir pekan lalu.

Dhodhy menjelaskan, penundaan itu terkait kesibukan anggota direksi AP II yang mengikuti Asian Airport Association (AAA) Meeting pada 27-30 November di Bali.

Dia menuturkan, tidak ada masalah terkait dengan penjurian peserta tender. “Semua persyaratan telah dipenuhi. Semua berjalan dengan baik,” tuturnya.

Penjurian melibatkan 13 tim. “Institut Teknologi Bandung, Pemda Sumut dan Ikatan Arsitek Indonesia akan ikut menilai,” tandasnya.

Seperti diberitakan, tiga dari tujuh peserta tender desain bandara Kuala Namu terpilih sebagai peserta terbaik untuk selanjutnya akan dipilih satu sebagai pemenang. Ketiga peserta terbaik tersebut adalah Wiratman, Virama Karya, dan Citra Konsulindo Utama.

Dhordhy menjelaskan, pihaknya telah mendapat arahan dari Wapres Jusuf Kalla yang mencakup tiga hal yaitu, aspek fungsional, security , dan investasi serta pemeliharaan bandara.

Menurut dia, desain detail terminal bandara selesai sekitar Agustus 2007. “Kami mengharapkan sudah ada perintah desain detail terminal selama 9 bulan atau selesai pada Agusuts 2007,” ungkapnya. Selanjutnya, kata Dhordhy, AP II sudah mulai melakukan pekerjaan fisik pada November 2007. “Intinya, AP II telah dan sedang melakukan proyek bandara Kuala Namu,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan AP II Sudaryanto menambahkan, AP II telah mulai mengerjakan proyek prasarana awal Bandara Kuala Namu, Medan berupa pemagaran panel beton, rehabilitasi jalan, dan pembuatan pos jaga senilai Rp 6 miliar dan ditargetkan selesai pada Februari 2007.

Menurut dia, pembangunan bandara itu, bisa memecahkan permasalahan bandara Medan. Saat ini, bandara Polonia, Medan dengan luas areal 144 ha dan luas terminal 13.811 meter persegi dinilai sudah tidak mampu lagi menampung pergerakan penumpang. Pada 2006, pergerakan penumpang mencapai lebih dari 4,5 juta orang, lima kali lebih banyak dibandingkan kapasitas normal sebanyak 900 ribu orang.

“Dari sisi bisnis, pembangunan bandara Kuala Namu memiliki peran penting. Posisinya strategis karena dilalui pergerakan pesawat yang melakukan perjalanan bisnis antarbenua termasuk ke Singapura,” katanya. Ia menambahkan, Bandara Kuala Namu sangat prospektif menjadi hub aiport serta menjadi pintu gerbang provinsi Sumatera Utara dan bagian barat Indonesia.

Sumber pembiayaan berasal dari dua pihak, yakni sisi udara (air side) akan dibiayai oleh pemerintah yang mencapai Rp 2 triliun, sedangkan sisi darat (land side) dibiayai oleh AP II dengan dana Rp 1,3 triliun. (c98)

UMD
December 14th, 2006, 02:04 PM
Looks like Wiratman & Associates will win this one.......

Tangerang, 14 Desember 2006

Nomor : AC.007/LPS.1/KSN-2006
Perihal : Pengumuman Peringkat Teknis

Kepada Yth:
Para Peserta Seleksi Umum
Undangan Nomor:
PANPEL.007/UND.PU/KSN-2006
Tanggal 02 Oktober 2006
di
Tempat

Diberitahukan bahwa berdasarkan hasil evaluasi atas Dokumen Penawaran Sampul I
untuk pekerjaan: “Jasa Konsultansi Desain Gedung Terminal & Fasilitas
Penunjang Pembangunan Bandara Medan Baru Kualanamu” peringkat teknis dari
para peserta seleksi umum adalah:

NO NAMA PERUSAHAAN NILAI TEKNIS PERINGKAT
1 PT WIRATMAN & ASSOCIATES 73,41 I
2 PT VIRAMA KARYA 72,17 II
3 PT CITRA KONSULINDO UTAMA 71,23 III
4 PT DACREA AVIA 69,71 IV
5 PT TRIDAYA PAMURTYA 69,26 V
6 PT ARKONIN 69,12 VI

Pembukaan Dokumen Penawaran Sampul I peringkat nilai teknis terbaik akan
dilaksanakan pada :

Hari, tanggal : Senin, 18 Desember 2006
Tempat : Ruang Rapat Auction Committee
Kantor Pusat PT (Persero) Angkasa Pura II
Ged. 600 Bandara Soekarno-Hatta.
Waktu : Pukul 10:00 WIB

Demikian disampaikan, atas perhatian saudara kami ucapkan terima kasih.


AUCTION COMMITTEE

ace4
December 16th, 2006, 04:02 AM
i hope this airport finish construction as soon as possible. the polonia airport really is not feasible for medan, and i always have certain feelings during the descent to the airport, i can clearly see angkot and all the buildings in jalan jamin ginting. they do really feel close to you.

paw25694
December 16th, 2006, 12:54 PM
i hope it's done faster...

laba-laba
January 5th, 2007, 08:03 AM
Pemenang tender design bandara kualamu jatuh kepada PT.Wiratman.
Mereka akan redesign rancangan terdahulu, karena kapasitas yg design lama hanya menampung 900000 penumpang.

source : www.medanbisnisonline.com

paw25694
January 5th, 2007, 09:07 AM
900.000? sama kaya polonia dong.. 9juta kali.. punya designnya ga laba2?

laba-laba
January 5th, 2007, 01:31 PM
Pengerjaan design baru diberi waktu 8 bulan dari sekarang. Jadi pada nov 2007 sudah bisa dilaksanakan pengerjaan fisiknya. design lama sudah aku post di topic ini.

paw25694
January 5th, 2007, 02:30 PM
ooh... yang desain lama itu fase satunya 9juta kan?

David-80
January 5th, 2007, 07:21 PM
Pemenang tender design bandara kualamu jatuh kepada PT.Wiratman.
Mereka akan redesign rancangan terdahulu, karena kapasitas yg design lama hanya menampung 900000 penumpang.

Hehe, yang bikin Kuala Namu kayaknya ngecheck Skyscrapercity :P

cheers

paw25694
January 6th, 2007, 09:42 AM
jangan2 yang bikin laba-laba.. LOL..

laba-laba
January 10th, 2007, 05:23 AM
jangan2 yang bikin laba-laba.. LOL..

i wish i could !! hehehehehe

laba-laba
January 26th, 2007, 05:33 AM
sumber Medan Bisnis daily newspaper
http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=82003&more=1#more82003

Pemprop Hambat Pembangunan Rel KA Jalur Medan - Kuala Namu
Dana Rp35 Miliar Tak Masuk di R-APBD 2007
Jumat, 26-01-2007
*anang anas azhar
MedanBisnis – Medan
Pemprop Sumut dan DPRD Sumut dinilai telah menghambat, proses percepaan pembangunan jalur kereta api (KA) Medan - Kuala Namu. Ini dibuktikan, kedua lembaga ini tidak memasukkan alokasi anggaran pembangunan rel KA dalam R-APBD Sumut 2007 sebesar Rp35 miliar.

“Kita sangat kecewa, kenapa Pempropsu - DPRDSU tak mendukung pembangunan ini. Setidaknya, anggaran Rp35 miliar itu bisa dimasukkan secara bertahap dalam R-APBD 2007,” kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) DPRD Sumut, Drs H Rijal Sirait kepada wartawan di Gedung DPRD Sumut, Rabu (24/1).
Ia mengemukakan, seharusnya Pempropsu-DPRDSU menampung alokasi dana pembangunan rel KA Medan - Bandara Kuala Namu dalam APBD 2007. Sebab, lanjutnya, jika Pempropsu-DPRDSU menampung dana tersebut, akan menambah PAD Sumut dari sektor perhubungan.
Menurut Rijal, Pempropsu secara tidak langsung telah menanamkan sahamnya di Bandara Kuala Namu. “Tidak seperti selama ini, pembangunan bandara yang kita miliki, sepenuhnya ‘disedot’ oleh pemerintah pusat. Jadi, jika kita menganggarkan dana dalam pembangunan rel KA Medan - Kuala Namun, maka kita akan menghasilkan keuntungan dari pembangunan rel KA itu secara bertahap,” katanya.
Menurutnya, pembangunan rel KA Medan - Kuala Namun itu sangat positif untuk mendukung percepatan pembangunan Bandara Kuala Namu. Kalau pembangunan rel KA terlebih dahulu diselesaikan, maka akan membantu sarana transportasi di daerah ini.
Rijal yang juga anggota Komisi D DPRD Sumut ini, mengaku heran atas sikap Pempropsu - DPRDSU yang tidak mau mengalokasikan anggaran dana pembangunan rel KA Medan - Kuala Namu. Padahal sebelumnya, Pempropsu - DPRDSU ‘ngotot’ mendesak agar pembangunan rel tersebut dipercepat.

kaputra
March 19th, 2007, 03:01 PM
pengerjaan fisik?berarti ada non fisiknya ya-saya dengar landasan bandara ini dibutuhkan ijuk buat komposisi materialnya,,Benar gak??!


Pengerjaan design baru diberi waktu 8 bulan dari sekarang. Jadi pada nov 2007 sudah bisa dilaksanakan pengerjaan fisiknya. design lama sudah aku post di topic ini.

kaputra
March 19th, 2007, 03:07 PM
sekarang bulan maret,,,,memang sampai saat ini pengerjaan awal sudah sampai dimana?

I would need all your help to update this thread..... Let's see if Medan can get its new airport before the end of 2010.

Some preliminary information on the new airport:
- Terminal is still being designed
- Angkasa Pura 2 to be responsible in building the terminal side
- Ministry of Transportation and Telecommunication to be responsible in building the air side
- Earlier report stated that the terminal is designed to handle 10 million passenger per year in its 1st phase development. The entire project will take 3 phases and is expected to handle up to 50 million passengers per year once all phases are completed
- To be the 2nd largest airport in Indonesia after CGK - will have 2 runways once the entire project is completed
- To have a train connection directly from and to the terminal


Here is the latest update from the local Medan newspaper, Analisa Daily, on the project:

---------------------------------------------
Pemprovsu akan Terus Awasi Tahapan Pembangunan Bandar Udara Kuala Namu
Kacab PT Angkasa Pura II: Pembangunan Tahap Awal Sudah Dimulai

Medan, (Analisa)

Pemprovsu akan terus mengawasi tahapan pembangunan Badara Kuala Namu yang telah dicanangkan Wakil Presiden beberapa waktu lalu. Saat ini pihak Angkasa Pura sebagai pengelola, untuk tahap awal sedang melakukan pengerasan jalan menunju bandara tersebut, pembuatan pagar beton serta membangun pos jaga dalam upaya mengawasi proyek dimaksud.

“Dari kenyataan kita lihat memang pihak Angkasa Pura II sudah mulai bekerja. Untuk itu kita harapkan, secara bertahap proyek pembangunan ini dapat terus berjalan sesua dengan planning yang ditetapkan, sehingga target 2009 Bandara Kuala Namu sudah dapat kita operasikan akan terwujud,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provsu RE Nainggolan ketika meninjau proses awal pembangunan Bandara Kuala Namu, Selasa (7/11) siang.

RE Nainggolan didampingi Kacab Angkasa Pura II Medan Drs. Prido Frinaldo MM, Kaban Infokom Provsu Drs. Eddy Syofian MAP dan sejumlah wartawan unit Kantor Gubsu juga menyebutkan, proses pembangunan Bandara Kuala Namu ini menjadi perbincangan hangat di tingkat pusat.

Pemerintah Pusat saat ini, sedang menyiapkan dana APBN dan berupaya menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya dalam pembangunan Bandara ini.

“Dalam waktu dekat ini saya akan rapat lagi di Jakarta khusus membicarakan pembangunan Bandara Kuala Namu. Jadi dukungan masyarakat dan wakil-wakil kita yang ada di DPR-RI sangat menentukan, sehingga apa yang kita impikan akan menjadi kenyataan,” ujar RE Nainggolan.

Ketika ditanya tentang masih adanya lahan tanah masyarakat yang belum mendapat ganti rugi dengan tegas RE Nainggolan mengatakan, sebagaimana laporan yang ia terima dari Angkasa Pura II, semua lahan masyarakat yang terkena proyek pembangunan Bandara Kuala Namun sudah selesai.

Pembebasan lahan tidak masalah lagi. Saat ini kita sedang memfokuskan bagaimana proyek pembangunan Bandara Kuala Namu ini dapat berjalan sesuai rencana, dengan mencari para investor untuk mendanai pembangunan mega proyek ini.

“Saya optimis kalau pihak Angkasa Pura II serius menangani proyek ini, 2009 kita sudah terbang dari Bandara berkelas Internasional ini,” ungkapnya.

PROSES

Prido Frinaldo menjawab pertanyaan wartawan yang terkesan PT Angkasa Pura lamban dalam menangani pembangunan proyek ini mengatakan, sebenarnya dalam membanguan proyek raksasa seperti ini membutuhkan proses yang panjang dan perencanaan yang matang. Proses pembangunan sebenarnya bukan hanya terpaku kepada pembangunan fisik semata.

Jadi tidak benar kalau Angkasapura belum melakukan pengerjaan dalam proses pembangunan Bandara Kuala Namu. Saat ini kita sedang menyiapkan desain terminal.

Untuk sektor darat pengerjaan proyek ini sepenuhnya ditangani PT Angkasa Pura dan untuk sektor udara akan ditangani oleh Menteri Perhubungan.

Dari pengamatan wartawan, di atas areal yang akan dijadikan Bandara baru tersebut masih ada ribuan pohon jagung dan tanaman lainnya, meskipun seharusnya lahan tersebut harus bebas dari garapan masyarakat guna menghindari timbulnya masalah.

Menanggapi hal ini Prido Frinaldo mengatakan, sesuai kesepakatan yang dibuat antara masyarakat penggarap dengan PT Angkasa Pura, bahwa bila saatnya nanti lahan tersebut akan digunakan, maka masyarakat harus keluar dari areal tersebut.

“Kita sudah buat kesepakatan untuk itu. Jadi bagi pihak kami tidak ada masalah,” Prido. (di)

laba-laba
March 20th, 2007, 06:17 AM
sekarang lagi re design. tunggu aja sampai bulan 7. bulan 9 mungkin sudah bisa dikerjakan fisik bangunannya.
Sekarang sekadang di kerjakan infrastruktur pendukung, amdal, dll...

kaputra
March 21st, 2007, 10:35 AM
kabarnya landasan bandara diisi ijuk ya?gimana apa udah dimulai pengerjaannya sekarang?

sekarang lagi re design. tunggu aja sampai bulan 7. bulan 9 mungkin sudah bisa dikerjakan fisik bangunannya.
Sekarang sekadang di kerjakan infrastruktur pendukung, amdal, dll...

laba-laba
March 24th, 2007, 11:36 AM
Medan, (koran Analisa www.analisadaily.com)

Gubsu Rudolf M Pardede menjelaskan, pemerintah pusat menganggarkan Rp663,69 miliar untuk pembangunan Bandara Kuala Namu.

Penjelasan ini disampaikan dalam nota jawaban Gubsu atas pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi-fraksi, pada rapat paripurna dewan Jumat (23/3) di gedung DPRD Sumut.

Dijelaskan Gubsu, pembangunan bandara Kuala Namu setelah peletakan batu pertama oleh Wapres Jusuf Kalla, telah dilaksanakan pembangunan pada 2006 melalui tender pembuatan desain (detil design) gedung terminal bandara yang saat ini dalam proses pelaksanaan oleh PT Wiratman dan Associates. Serta melakukan pembangunan saluran drainase Rp1,3 miliar, pembangunan jalan utama tahap I Rp3,4 miliar.

Disebutkan, pembangunan tahap II pada 2007 dilaksanakan dengan sumber dana dari PT Angkasapura II. Sedangkan melalui APBN TA 2007 dengan jumlah dana Rp92,75 miliar untuk pekerjaan tanah dan lainnya dilaksanakan Satker Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

KONSTRUKSI

Tahun 2008, ungkap Gubsu, direncanakan pembangunan konstruksi landasan, seperti persiapan lahan, konstruksi landasan, taxiway, apron, pemagaran serta pembangunan gedung tower, operasional, emergency dan power house dengan estimasi biaya Rp 570,94 miliar.

Dari sisi angkutan Kereta Api bandara, Gubsu menjelaskan, APBD Sumut TA 2007 mengalokasikan dana untuk pembebasan lahan dari Aras Kabu-Kuala Namu dan tahun berikutnya direncanakan pekerjaan konstruksi jalan kereta api, serta fasilitas lainnya yang terkait dengan pembangunan bandara Kuala Namu.

“Jika rencana kegiatan pembangunan dapat dilaksanakan sesuai dengan program, ditargetkan waktu beroperasinya bandara Kuala Namu atau Airport Opening direncanakan pada akhir tahun 2009,” ungkap Gubsu.

Untuk mempercepat realisasi pembangunan jalan tol Medan-Tebingtinggi dan Medan-Binjai, Pemprovsu telah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan pemerintah pusat. Baik Bappenas maupun Departemen Pekerjaan Umum (PU).

Diungkapkan, sampai saat ini diupayakan kerjasama dengan PTPN yang terkena rencana lintas Jalan Tol untuk dapat membebaskan tanah tanpa ganti rugi. Pihak PTPN setuju aset tanahnya dipergunakan, tapi diperhitungkan sebagai saham dalam pembangunan jalan tol yang akan dilakukan investor.

Mengingat kegiatan pembangunan bandara Kuala Namu sangat mendesak, pembebasan tanah menjadi prioritas utama, terutama pembebasan lahan untuk jalan alternatif dari Tanjung Morawa menuju Bandara Kuala Namu.

Karena itu, Pemprovsu terus berkoordinasi dengan Departemen PU dalam pembangunan jalan tol itu dan mencarikan investor. (sug)

Blue_Sky
March 24th, 2007, 12:34 PM
kecil banget budget nya

kaputra
March 24th, 2007, 03:04 PM
kecil betul lah,,,gak salah proyek bandara ini direncanakan sudah dari tahun 1995 an-jangan2 nanti jadi tahun 2015 realisasinya..

kaputra
April 2nd, 2007, 03:50 PM
gimana perkembangan terbaru bandara kuala namu saat ini-ada yang tahu?!

laba-laba
April 4th, 2007, 11:13 AM
Sengketa Lahan Kualanamu
AP II Minta Bupati Deliserdang Tegas
Rabu, 04-04-2007
*hisar hasibuan
MedanBisnis – Medan
PT Angkasa Pura II (PT AP II) Bandara Polonia meminta Bupati Deliserdang (DS) Amrin Tambunan dan jajaran muspida bersikap tegas dalam menyikapi sengketa lahan eks Puskopad di Kualanamu yang akan dijadikan lokasi Bandara Kualanamu. AP II sendiri sudah membayar seluruh kewajiban dalam pembayaran ganti rugi atas lahan yang disengketakan oleh warga tersebut.

Hal itu dikatakan Kepala Cabang (Kacab) PT AP II Bandara Polonia, Frido Frinaldo, kepada wartawan di Bandara Polonia, Senin (3/4), menanggapi surat dari Ketua DPRD Deliserdang dan tim pengurus PETA KESRA yang meminta agar pembangunan di lokasi Bandara Kualanamu ditunda.
Dalam surat PETA KESRA yang mengatasnamakan 250 KK purnawirawan TNI AD itu disebutkan, PT AP II sebagai pelaksana pembangunan diminta untuk menghentikan kegiatannya di lokasi lahan. Hal ini disebabkan lahan tersebut dalam proses sengketa.
“Diminta pada pihak Angkasa Pura II Medan agar menunda segala kegiatan atau pembangunan pada areal yang masih dalam sengketa hingga ada penyelesaian dari pihak yang bersengketa. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami mohon pada semua pihak yang terkait dapat maklum dan dapat bekerja sama,” ujar Frido mengutip surat PETA KESRA yang diteken Wakil Ketua I Lumbantoruan dan Sekretaris A Syawaf Nur.
Sedangkan Ketua DPRD Deliserdang dalam isi suratnya mengatakan, pihak DPRD menyarankan kepada pimpinan DPRDSU dan pihak yang berkompeten untuk mengambil langkah-langkah guna mendapatkan penyelesaian masalah tersebut secara menyeluruh dan lebih transparan, khususnya kepada 250 KK purnawirawan yang bermukim di Perkebunan Kelapa Sawit Ramunia, Kecamatan Pantai Labu.
“Kita tidak mungkin menghentikan pembangunan yang tengah berjalan saat ini. Sebab, PT AP II sudah menyelesaikan seluruh pembayaran ganti rugi atas lahan itu. Sehingga, permasalahannya yang ada adalah antara warga dengan Puskopad, bukan kepada kita,” tegasnya.
Frido juga menegaskan, Pemkab Deliserdang dan unsur muspida setempat dapat memberikan penjelasan kepada warga bahwa PT AP II sudah menyerahkan dana ganti rugi kepada pihak Puskopad.
“Selain itu, kita juga meminta agar warga dapat dikeluarkan dari lahan Kualanamu, sehingga pekerjaan kita dalam membangun bandara tidak terganggu,” ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan, PT AP II sendiri sudah bertemu dengan jajaran Pempropsu beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu diputuskan bahwa pembangunan terus berjalan.
Gubsu juga telah mengirimkan surat kepada Bupati Deliserdang yang meminta turut terlibat dalam penyelesaian sengketa lahan. “Kita berharap, masalah sengketa lahan ini dapat segera diselesaikan,”ujar Frido.

r4d1ty4
April 4th, 2007, 02:26 PM
yaelah..cerita lama...bikin ngadat ni proyek aja

kaputra
April 6th, 2007, 03:51 PM
nah,,lahan lagi?!

paw25694
April 7th, 2007, 04:54 PM
ayo dong.. bangun,,

jansej
April 7th, 2007, 11:29 PM
hi.. i dont understand anything here.. is there a rendering? thanks~

paw25694
April 8th, 2007, 03:50 PM
^^ nope.. currently it's redesign phase.. scan pages before to see old rendering :)

hayabusa_future
April 12th, 2007, 02:17 PM
http://kompas.com/ver1/Nusantara/0704/12/190153.htm

Desains (sic) Bandara Kuala Namu Selesai Agustus

Laporan Wartawan Kompas Khaerudin

Detail desains Bandar Udara Kuala Namu diperkirakan selesai bulan Agustus mendatang. Dua bulan setelah desains bandara selesai, pembangunan fisik terminal bakal dimulai.

Detil desains Bandara Kuala Namu tengah dikerjakan oleh konsultan PT Wiratman & Associates sejak bulan Januari lalu. Menurut Kepala Cabang PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Polonia Medan Frido Frinaldo, lamanya pembuatan detail desains karena desains yang dikerjakan benar-benar baru.

“Ini redesign dari yang tahun 1997. Bandara Kuala Namu nantinya tidak seperti Bandara Padang. Mereka kan mau cepat bikin, karena sudah ada dana dari Jepang sehingga desainnya menggunakan desain lama. Kalau Kuala Namu, sama sekali desain yang baru dan berbeda dengan semua bandara yang ada di Indonesia,” ujar Frido di Medan, Kamis (12/4).

Perbedaan fundamental dalam desains Bandara Kuala Namu dijelaskan Frido antara lain terletak pada pembagian fungsi terminal. Dia mencontohkan, Bandara Kuala Namu nantinya mirip Bandara Changi di Singapura atau Bandara Kuala Lumpur.

-----------------Translation--------------
Kuala Namu's design is expected to be finished by August, which will then be followed by the construction of terminal in October. The delay in design is due to having to redesign the airport from scratch. A fundamental difference from other Indonesian airports will be the function of the terminals, an area in which the Polonia airport is modelled after Changi and KLIA.

win
April 12th, 2007, 03:04 PM
http://kompas.com/ver1/Nusantara/0704/12/190153.htm

Desains (sic) Bandara Kuala Namu Selesai Agustus

Laporan Wartawan Kompas Khaerudin

Detail desains Bandar Udara Kuala Namu diperkirakan selesai bulan Agustus mendatang. Dua bulan setelah desains bandara selesai, pembangunan fisik terminal bakal dimulai.

Detil desains Bandara Kuala Namu tengah dikerjakan oleh konsultan PT Wiratman & Associates sejak bulan Januari lalu. Menurut Kepala Cabang PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Polonia Medan Frido Frinaldo, lamanya pembuatan detail desains karena desains yang dikerjakan benar-benar baru.

“Ini redesign dari yang tahun 1997. Bandara Kuala Namu nantinya tidak seperti Bandara Padang. Mereka kan mau cepat bikin, karena sudah ada dana dari Jepang sehingga desainnya menggunakan desain lama. Kalau Kuala Namu, sama sekali desain yang baru dan berbeda dengan semua bandara yang ada di Indonesia,” ujar Frido di Medan, Kamis (12/4).

Perbedaan fundamental dalam desains Bandara Kuala Namu dijelaskan Frido antara lain terletak pada pembagian fungsi terminal. Dia mencontohkan, Bandara Kuala Namu nantinya mirip Bandara Changi di Singapura atau Bandara Kuala Lumpur.

-----------------Translation--------------
Kuala Namu's design is expected to be finished by August, which will then be followed by the construction of terminal in October. The delay in design is due to having to redesign the airport from scratch. A fundamental difference from other Indonesian airports will be the function of the terminals, an area in which the Polonia airport is modelled after Changi and KLIA.

:banana: congrat medan !!

indistad
April 12th, 2007, 07:40 PM
wow... hope it'll be as good as changi.. although that's hard to beat.. :banana:

hayabusa_future
April 13th, 2007, 12:53 AM
More complete article from print edition of Kompas:

http://kompas.com/kompas-cetak/0704/13/sumbagut/3452296.htm

Desain Selesai Agustus
Tahun 2007 APBN Menganggarkan Rp 55 Miliar

Medan, Kompas - Desain Bandar Udara Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diperkirakan selesai bulan Agustus mendatang. Dua bulan setelah desain bandara yang akan menggantikan Bandara Polonia itu selesai, pembangunan fisik terminal akan segera dimulai.

Detail desain Bandara Kuala Namu dikerjakan oleh konsultan PT Wiratman & Associates sejak bulan Januari. Menurut Kepala Cabang PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Polonia Medan, Frido Frinaldo, pembuatan detail desain bandara lama karena desainnya benar-benar baru. "Ini redesign dari desain tahun 1997. Jadi, ini sama sekali desain baru dan berbeda dengan semua bandara di Indonesia," ujar Frido di Medan, Kamis (12/4).

Perbedaan fundamental dalam desain Bandara Kuala Namu, menurut Frido, antara lain terletak pada pembagian fungsi terminal. Bandara Kuala Namu nantinya mirip Bandara Changi di Singapura atau Bandara Kuala Lumpur. "Tempat chek in di Kuala Namu mengambil tempat di area publik. Selama ini kan seperti halnya di Polonia, tempat chek in merupakan area terbatas, pengantar tidak diperbolehkan masuk," ujarnya.

Keunggulan lain, lanjut Frido, terletak pada desain bangunan terminal yang modern. Bandara Kuala Namu dibangun di lahan seluas 1.300 hektar. Meski Bandara Juanda relatif baru, namun desain bandara masih desain lama. "Kalau Kuala Namu nanti, benar-benar baru dan berbeda dengan bandara mana pun di Indonesia," katanya.

Frido menuturkan, kapasitas Bandara Kuala Namu disesuaikan dengan kebutuhan arus lalu lintas penumpang di Bandara Polonia Medan. Saat ini arus penumpang di Bandara Polonia Medan mencapai 4,5 juta, padahal kapasitas bandara hanya 900.000 orang. "Desain baru ini menghitung kapasitas penumpang yang lebih besar, sehingga nantinya tidak seperti Bandara Minangkabau yang relatif kecil," katanya.

PT Angkasa Pura, kata Frido, menyiapkan tender pembangunan terminal dan fasilitas land side lainnya. "Setelah desain selesai, langsung ditenderkan pembangunannya. Jadi kami perkirakan sekitar bulan November pembangunan fisik Terminal Bandara Kuala Namu dimulai," ujar Frido.

Dia membantah tudingan beberapa pihak yang menyatakan bahwa kelanjutan pembangunan Bandara Kuala Namu tak jelas. Pemerintah selaku penanggung jawab pembangunan air side bandara juga sudah menganggarkan dana sebesar Rp 55 miliar di APBN 2007.

Dana tersebut digunakan untuk proses land clearing atau proses pendataran lahan bandara dengan cara meninggikan hingga sembilan meter di atas permukaan laut. "Land clearing ini diperlukan agar bangunan bandara maupun landasannya tidak terkena banjir. Termasuk di lahan yang akan kami bangun terminal. Prosesnya sudah mulai tahap pra kualifikasi dan kemungkinan dimulai bulan Juni," katanya.

Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Sumut RE Nainggolan mengatakan, akses jalan bukan tol menuju lokasi Bandara Kuala Namu mulai dikerjakan tahun 2007 ini. Biaya pembebasan lahan untuk jalan sepanjang 14 kilometer dari simpang Kayu Besar-Kawasan Industri Deli Serdang-Bandara Kuala Namu sebesar Rp 49 miliar disediakan dalam APBD Sumatera Utara tahun 2007.

Tentang pendanaan pembangunan terminal maupun fasilitas land side lainnya, PT Angkasa Pura menurut Frido telah menyiapkan dana sebesar Rp 500 miliar dari total kebutuhan Rp 1,2 triliun. "Sambil jalan kami mencari mitra untuk memenuhi kebutuhan dananya. Begitu detail desain selesai, pembangunannya dimulai dengan dana PT Angkasa Pura dulu," katanya.

kaputra
April 15th, 2007, 11:27 AM
"kelanjutan pembangunan Bandara Kuala Namu tak jelas"------
ayo! kamu bisaa!!!



More complete article from print edition of Kompas:

http://kompas.com/kompas-cetak/0704/13/sumbagut/3452296.htm

Desain Selesai Agustus
Tahun 2007 APBN Menganggarkan Rp 55 Miliar

Medan, Kompas - Desain Bandar Udara Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diperkirakan selesai bulan Agustus mendatang. Dua bulan setelah desain bandara yang akan menggantikan Bandara Polonia itu selesai, pembangunan fisik terminal akan segera dimulai.

Detail desain Bandara Kuala Namu dikerjakan oleh konsultan PT Wiratman & Associates sejak bulan Januari. Menurut Kepala Cabang PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Polonia Medan, Frido Frinaldo, pembuatan detail desain bandara lama karena desainnya benar-benar baru. "Ini redesign dari desain tahun 1997. Jadi, ini sama sekali desain baru dan berbeda dengan semua bandara di Indonesia," ujar Frido di Medan, Kamis (12/4).

Perbedaan fundamental dalam desain Bandara Kuala Namu, menurut Frido, antara lain terletak pada pembagian fungsi terminal. Bandara Kuala Namu nantinya mirip Bandara Changi di Singapura atau Bandara Kuala Lumpur. "Tempat chek in di Kuala Namu mengambil tempat di area publik. Selama ini kan seperti halnya di Polonia, tempat chek in merupakan area terbatas, pengantar tidak diperbolehkan masuk," ujarnya.

Keunggulan lain, lanjut Frido, terletak pada desain bangunan terminal yang modern. Bandara Kuala Namu dibangun di lahan seluas 1.300 hektar. Meski Bandara Juanda relatif baru, namun desain bandara masih desain lama. "Kalau Kuala Namu nanti, benar-benar baru dan berbeda dengan bandara mana pun di Indonesia," katanya.

Frido menuturkan, kapasitas Bandara Kuala Namu disesuaikan dengan kebutuhan arus lalu lintas penumpang di Bandara Polonia Medan. Saat ini arus penumpang di Bandara Polonia Medan mencapai 4,5 juta, padahal kapasitas bandara hanya 900.000 orang. "Desain baru ini menghitung kapasitas penumpang yang lebih besar, sehingga nantinya tidak seperti Bandara Minangkabau yang relatif kecil," katanya.

PT Angkasa Pura, kata Frido, menyiapkan tender pembangunan terminal dan fasilitas land side lainnya. "Setelah desain selesai, langsung ditenderkan pembangunannya. Jadi kami perkirakan sekitar bulan November pembangunan fisik Terminal Bandara Kuala Namu dimulai," ujar Frido.

Dia membantah tudingan beberapa pihak yang menyatakan bahwa kelanjutan pembangunan Bandara Kuala Namu tak jelas. Pemerintah selaku penanggung jawab pembangunan air side bandara juga sudah menganggarkan dana sebesar Rp 55 miliar di APBN 2007.

Dana tersebut digunakan untuk proses land clearing atau proses pendataran lahan bandara dengan cara meninggikan hingga sembilan meter di atas permukaan laut. "Land clearing ini diperlukan agar bangunan bandara maupun landasannya tidak terkena banjir. Termasuk di lahan yang akan kami bangun terminal. Prosesnya sudah mulai tahap pra kualifikasi dan kemungkinan dimulai bulan Juni," katanya.

Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Sumut RE Nainggolan mengatakan, akses jalan bukan tol menuju lokasi Bandara Kuala Namu mulai dikerjakan tahun 2007 ini. Biaya pembebasan lahan untuk jalan sepanjang 14 kilometer dari simpang Kayu Besar-Kawasan Industri Deli Serdang-Bandara Kuala Namu sebesar Rp 49 miliar disediakan dalam APBD Sumatera Utara tahun 2007.

Tentang pendanaan pembangunan terminal maupun fasilitas land side lainnya, PT Angkasa Pura menurut Frido telah menyiapkan dana sebesar Rp 500 miliar dari total kebutuhan Rp 1,2 triliun. "Sambil jalan kami mencari mitra untuk memenuhi kebutuhan dananya. Begitu detail desain selesai, pembangunannya dimulai dengan dana PT Angkasa Pura dulu," katanya.

medan-visi
April 19th, 2007, 09:54 AM
:banana: congrat medan !!

I will not congrat medan, before we look the change of our principle Goverment to insist the project.

Because the Principle Goverment looks like nothing effort to make a help to this project

laba-laba
April 20th, 2007, 06:23 AM
http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=87919&more=1#more87919

Jumat, 20-04-2007
*hisar hasibuan
MedanBisnis – Medan
PT Angkasa Pura II (PT AP II) Bandara Polonia akan melelang 5 proyek pembangunan fasilitas pendukung Bandara Kualanamu pengganti Bandara Polonia, Medan. Kelima proyek tersebut memiliki nilai sebesar Rp 18 miliar lebih.
Hal itu dikatakan Kacab PT AP II Bandara Polonia, Frido Frinaldo, kepada wartawan di Bandara Polonia, Kamis (19/4).

Frido mengatakan, lima proyek yang akan dilelang terdiri dari pembuatan talud pasangan batu kali sisi selatan Kualanamu dengan nilai Rp 7 miliar, lanjutan pembuatan saluran primer Kualanamu dengan nilai Rp 7 miliar, lanjutan pembuatan jalan Kualanamu (Rp 3,5 miliar), pembuatan pos jaga (Rp 170 juta) dan tenaga konsultan pengawas senilai Rp 500 juta.
“Proses lelang akan kita lakukan secepatnya. Saat ini, kita masih dalam tahap persiapan prosedur administrasinya. Semua proyek yang kita lelang ini adalah sebagai fasilitas pendukung Bandara Kualanamu,” ujarnya.
Frido juga mengungkapkan, 3 proyek pembangunan fasilitas pendukung Bandara Kualanamu yang mulai dikerjakan pada tahun 2006 lalu saat ini sudah selesai.
“Ketiga proyek tersebut adalah pembuatan pagar panel beton dan pembuatan saluran primer bandara sebesar Rp 1,247 miliar, pembuatan dan rehabilitasi jalan Kualanamu sebesar Rp 3,48 miliar dan pembuatan pos jaga dengan nilai sebesar Rp 245,1 juta. Ketiganya mulai dikerjakan sejak November tahun 2006 dan selesai pada bulan Maret tahun 2007 lalu,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, PT AP II akan mulai melakukan pembangunan terminal penumpang di lokasi Kualanamu pada bulan November 2007. Saat ini, tengah dibuat desain terminal dan diharapkan pengerjaan desain tersebut dapat selesai pada bulan Agustus 2007.
Berdasarkan data yang ada, jika pembangunan terminal tersebut selesai dikerjakan, maka terminal ini akan mampu menampung penumpang hingga 8 juta orang per tahun. Terminal yang dibangun pada tahun 2007 dan ditargetkan selesai pada tahun 2009 tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 86.000 meter persegi.

kaputra
April 21st, 2007, 03:54 PM
Ada 7 ‘Benang Merah’ Penghambat Realisasi Proyek Bandara Kuala Namu
Filed in: Berita Utama
Add comments

Medan (SIB)
Realisasi fisik proyek pembangunan Bandara baru (pengganti Bandara Polonia) di Kuala Namu dinilai terkendala akibat adanya konspirasi kepentingan sejumlah pejabat di tingkat pusat, sehingga acara peletakan batu pertama pembangunan bandara itu hampir setahun lalu, dinilai sebagai pembohongan publik dan kamuflase program.
Praktisi bisnis dan pemerhati jasa konstruksi di Medan, Ir Raya Timbul Manurung menyatakan, ada tujuh indikator faktual sebagai faktor ‘benang merah’ yang menjadi penghambat realisasi proyek senilai Rp4,1 triliun yang semula diperjuangkan dari sumber dana APBN dan pinjaman asing (loan) itu.
Ke-7 ‘benang merah’ itu adalah: (1). Alokasi dana untuk proyek Bandara Kuala Namu ternyata sama sekali tak tercantum pada APBN 2007 yang sudah ‘ketok palu’ belum lama ini, sementara itu alokasi dana untuk proyek pembangunan dan pengembangan Bandara di Sumbar (Padang) dan Makassar tercantum masing-masing Rp20-an miliar lebih. (2). Regulasi Kementerian Negara BUMN bahwa PT Angkasa Pura II (yang meliputi pengelolaan Bandara Polonia) tidak bisa melakukan ekspansi usaha, yang diartikan termasuk proyek atau rencana pembangunan Bandara baru (3). Presentasi Menteri Pariwisata & Budaya RI Ir Jero Wacik bahwa pengembangan sektor pariwisata Indonesia selama periode ini (mulai 2007) diprioritaskan pada daerah tujuan wisata (DTW) utama: Bali, Yogya, dan Sumbar. (Sumut tak tercantum lagi sehingga pembangunan Bandara Kuala Namu dinilai belum urgen). (4). Regulasi Menteri Perhubungan RI Ir Hatta Rajasa, tentang kebijakan pemerintah yang telah menetapkan hanya satu Bandara yang berfungsi ‘hub’ di Sumatera, yaitu di Sumbar, dengan nama: Minangkabau International Airport (MIA). (5). Ekspansi bisnis PT Garuda Indonesia yang menetapkan rute perbangan baru Garuda dari dan ke Eropa via Padang, bukannya via Medan seperti yang berlaku selama ini. (6). Alokasi dana dividen BUMN PT Angkasa Pura II yang hingga kini masih mensubsidi operasional sejumlah Bandara lain di Aceh, Sumbar, Riau dsb sehingga alokasi untuk pembangunan Bandara Kuala Namu tak pernah baku, dan (7) adalah… Indikasi ‘sentimen kedaerahan’ berupa pemusatan kepentingan antara kalangan petinggi pemerintahan yang berasal dari daerah tertentu.
“Terjemahkan saja, ada apa dengan Wapres Jusuf Kalla, yang sudah melakukan peletakan batu pertama Bandara Kuala Namu, tetapi kemudian kita lihat seperti ada kebijakan terorganisir sehingga Menhub Hatta Rajasa menetapkan Bandara hub di Minangkabau, Dirut Garuda Emir Sattar itu juga berani mengalihkan Garuda rute Eropa via Padang, dan Menbudpar Jero Wacik berani mengalihkan posisi salah satu DTW utama Indonesia itu dari Medan (Sumut) ke Padang (Sumbar), Fakta ini menunjukkan kesan telah terjadi konspirasi kepentingan antara sejumlah petinggi pmerintahan di tingkat pusat, sehingga proyek-proyek di daerah lain seperti di Bandara Kuala Namu di Sumut ini jadi terdiskriminatif. Sepertinya pusat merasa tak perlu malu dengan kebijakan peletakan batu pertama yang tak ada kelanjutan ‘batu kedua’ dst itu,” ungkap Raya Timbul Manurung kepada SIB di Medan, Senin malam (9/4 kemarin di sela-sela pertemuan panitia Sumatera Internatinal Travel Fair (SITF 2007) di Restoran Kenanga Indonesia Padang Bulan.
Padahal, katanya, semua pihak sudah tahu bahwa proyek Bandara Kuala Namu merupakan salah satu proyek prioritas dan strategis karena merupakan salah satu proyek yang ditunda akibat masa resesi dan krisis moneter 1997 lalu. Pihak Dirjen Perhubungan Udara Dephub RI (ketika itu Ir Soentoro pada acara IMT-GT di Hotel Tiara Medan 1993) telah menetapkan bahwa Bandara hub di Sumatera (luar Jawa) adalah Medan (Sumut). DTW utama di Indonesia adalah 10 dengan posisi Sumut di urutan ke-3 setelah Bali dan Jakarta, dan semua orang tahu bahwa rute komersial Garuda yang potensial dari dan ke Eropa adalah Sumut dengan skedul baku selama ini: Amsterdam—Medan (pp), Medan—Frankfurt (pp), Medan—Paris (pp), dsb. (A14/u)

WooouuWWWW...?!!

paw25694
April 22nd, 2007, 03:12 AM
^^ Padang = menang di kultur, obyek wisata, dll. (bandaranya juga kecil kok.. somehow I love my hometown ;p)
tapi kalo masalah beginian, lebih setuju Medan!! Letaknya strategis, dan siapa tau ... siapa tau nih.. Kangaroo Flight bakal transit disini.. daripada KL, Sin, ato Padang..

laba-laba
April 22nd, 2007, 08:57 AM
Dah biasa itu terjadi...

Apa pada lupa yah petinggi2 itu. Di giatkan kembali pembangunan Kuala Namu ini karena adanya kecelakaan pesawat yg jatuh korban banyak, malah Gubernur, mantan turut menjadi korban !! pada lupa ya ??
Masa musti ada lagi yang mati untuk menggenjot proyek kuala namu ini ??
Kalo ada... "nyawa dibalas dengan nyawa !!".

NB : kapan2 aku usahakan fotoin pesawat yang takeoff dan landing yang begitu dekat dan rendahnya terhadap rumah penduduk.

medan-visi
April 23rd, 2007, 11:38 AM
Dah biasa itu terjadi...

Apa pada lupa yah petinggi2 itu. Di giatkan kembali pembangunan Kuala Namu ini karena adanya kecelakaan pesawat yg jatuh korban banyak, malah Gubernur, mantan turut menjadi korban !! pada lupa ya ??
Masa musti ada lagi yang mati untuk menggenjot proyek kuala namu ini ??
Kalo ada... "nyawa dibalas dengan nyawa !!".

NB : kapan2 aku usahakan fotoin pesawat yang takeoff dan landing yang begitu dekat dan rendahnya terhadap rumah penduduk.

seperti halnya pembangkit tenaga listrik di sumut.....Harian Analisa ( 23 April 2007) PLTP Sarulla ternyata merupakan proyek pembangkit tenaga listri yang telah terpending sejak 1989 s/d sekarang oleh pusat...( ironis banget Pemerintah pusat dalam menangapi suara Rakyat Sumut, sampe2 18 tahun menunggu proyek tersebut dan belum terealisasi sampe sekarang walupun tiap hari sumut selalu kekurangan pasokan listrik/ mati lampu)

PLTA Asahan juga sudah lama di pending pembangunan walaupun sudah ada persetujuan pembangunannya, dan hal ini tertunda sampe 17 tahun....


Begitu juga dengan Kuala Namu,,,,,,Mau ke arah mana dan motivasi pemerintah pusat yang selalu mendiskriminasikan Sumut yang nyata-nyata dalam kondisi kritis listrik dan kebutuhan mendesak akan pembangunan suatu bandara udara ?


DPRD Sumut kiranya harus bersatu, untuk mewujudkan realisasinya proyek2 tersebut. karena kita juga merupakan bagian dari Indonesia, dan berhak juga atas partisipasi dalam pembangunan ini.

medan-visi
April 23rd, 2007, 11:42 AM
[QUOTE=medan-visi;12795305]seperti halnya pembangkit tenaga listrik di sumut.....Harian Analisa ( 23 April 2007) PLTP Sarulla ternyata merupakan proyek pembangkit tenaga listri yang telah terpending sejak 1989 s/d sekarang oleh pusat...( ironis banget Pemerintah pusat dalam menangapi suara Rakyat Sumut, sampe2 18 tahun menunggu proyek tersebut dan belum terealisasi sampe sekarang walupun tiap hari sumut selalu kekurangan pasokan listrik/ mati lampu)

PLTA Asahan juga sudah lama di pending pembangunan walaupun sudah ada persetujuan pembangunannya, dan hal ini tertunda sampe 17 tahun....


Begitu juga dengan Kuala Namu,,,,,,Mau ke arah mana dan motivasi pemerintah pusat yang selalu mendiskriminasikan Sumut yang nyata-nyata dalam kondisi kritis listrik dan kebutuhan mendesak akan pembangunan suatu bandara udara ?


mungkin salah satu dari keluarga petinggi yang keluarganya tidak mengalami musibah jatuhnya pesawat di lokasi polonia, makanya mrk tidak begitu mempedulikan hal ini.....

orang yang mengabaikan nyawa seseorang akan membayar dgn nyawanya sendiri tuh......


DPRD Sumut kiranya harus bersatu, untuk mewujudkan realisasinya proyek2 tersebut. karena kita juga merupakan bagian dari Indonesia, dan berhak juga atas partisipasi dalam pembangunan ini

laba-laba
April 23rd, 2007, 11:50 AM
katannya 3 proyek pembangunan pembangkit listrik gak tau kejelasannya.

dan lebih dari 20 prush yang pasti akan hengkang dari sumut karena keterbatasan Listrik dan Gas.

HIDUP SUMUT !!

aku rasa sih bisa saja sumut membangun fasilitas2 itu sendiri. Apabila semua pendapatan Sumut tidak di limpahkan ke PUSAT.

Sumut dan beberapa t4 lain hanya memperkaya Indonesia dan mempermiskin daerah sendiri.

Cape deh...

rilham2new
April 23rd, 2007, 06:48 PM
^^ se-7

paradyto
April 25th, 2007, 02:56 PM
I'm looking forward to see this airport (underconstruction):) keep update guys...

JAG2
April 25th, 2007, 10:12 PM
I ve been trying to read all the above articles but alas I don t understand , is there a English version ??

laba-laba
April 26th, 2007, 11:02 AM
SPSI Ragu Bandara Kuala Namu Selesai 2009

Medan, (Analisa)

Pembangunan Badara Kuala Namu tidak mungkin bisa selesai sampai 2009, kecuali pemerintah pusat mau mengucurkan semua anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan bandara tersebut.

Sebab bila kondisi ekonomi tetap seperti sekarang ini, sepuluh tahun lagipun belum tentu bandara berstandar Internasional dimaksud bisa selesai dibangun.

Demikian Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Sumut H Mukhyir Hasan Hasibuan kepada wartawan di Medan, Senin (24/4) menyikapi adanya pernyataan Wapres Yusuf Kalla beberapa waktu lalau yang mengatakan Bandara Kuala Namu sudah harus beroperasi pada 2009.

Meski demikian, menurut Mukhyir pembanguanan Bandara Kuala Namu sangat pentingbagi kaum pekerja dan merupakan proyek yang sangat diharapkan. Terbangunnya bandara akan membuka investasi yang nantinya bisa menampung ribuan tenaga kerja.

KURANGI PENGANGGURAN

Selain mengurangi angka pengangguran yang tinggi di Sumut, pembangunan bandara ini dipastikan akan menarik minat investor luar dan dalam negeri untukmenanamkan modalnya di Sumut.

Namun yang menjadi pertanyaan, tambah Mukhyir, apakah mungkin dengan kondisi sekarang pembangunan Bandara Kuala Namu dapat selesai dalam waktu yang diharapkan.

“Malah kita khawatir kalau-kalau peletakan batu pertama bandara itu oleh Wapres Yusuf Kalla beberapa waktu lalau, akan menjadi peletakan batu yang terakhir pula. Sebab, peletakan batu pertama dimaksud sudah berjalan hampir satu tahun, tapi sampai sekarang tindaklanjutnya sama sekali tidak ada.”

Untuk itu, Mukhyir meminta Wapres tidak asal bicara yang nilainya hanya menabur pesona dan memberi harapan manis kepada masyarakat, khususnya Sumut. Kecuali Wapres sendiri mampu membiayai atau mencari solusi bagaimana cara mengatasi biaya pembangunan Bandara Kuala Namu.

“Namun hanya untuk memberi harapan manis, sebaiknya Wapres tidak perlu susah-susah membahasnya. Sebab, yang diperlukan rakyat saat ini adalah bukti, bukan janji. Atau mungkin masalah Bandara Kuala Namu tidak lepas dari politik ‘dagang sapi’ para petinggi negara. Secara kasat mata kita melihat banyak sekali kepantingan oknum-oknum tertentu dibalik pembangunan bandara di maksud,” ujarnya. (msm)

source ; http://analisadaily.com/1-6.htm

UMD
April 26th, 2007, 04:13 PM
Ada 7 ‘Benang Merah’ Penghambat Realisasi Proyek Bandara Kuala Namu
Filed in: Berita Utama
Add comments

Medan (SIB)
Realisasi fisik proyek pembangunan Bandara baru (pengganti Bandara Polonia) di Kuala Namu dinilai terkendala akibat adanya konspirasi kepentingan sejumlah pejabat di tingkat pusat, sehingga acara peletakan batu pertama pembangunan bandara itu hampir setahun lalu, dinilai sebagai pembohongan publik dan kamuflase program.
Praktisi bisnis dan pemerhati jasa konstruksi di Medan, Ir Raya Timbul Manurung menyatakan, ada tujuh indikator faktual sebagai faktor ‘benang merah’ yang menjadi penghambat realisasi proyek senilai Rp4,1 triliun yang semula diperjuangkan dari sumber dana APBN dan pinjaman asing (loan) itu.
Ke-7 ‘benang merah’ itu adalah: (1). Alokasi dana untuk proyek Bandara Kuala Namu ternyata sama sekali tak tercantum pada APBN 2007 yang sudah ‘ketok palu’ belum lama ini, sementara itu alokasi dana untuk proyek pembangunan dan pengembangan Bandara di Sumbar (Padang) dan Makassar tercantum masing-masing Rp20-an miliar lebih. (2). Regulasi Kementerian Negara BUMN bahwa PT Angkasa Pura II (yang meliputi pengelolaan Bandara Polonia) tidak bisa melakukan ekspansi usaha, yang diartikan termasuk proyek atau rencana pembangunan Bandara baru (3). Presentasi Menteri Pariwisata & Budaya RI Ir Jero Wacik bahwa pengembangan sektor pariwisata Indonesia selama periode ini (mulai 2007) diprioritaskan pada daerah tujuan wisata (DTW) utama: Bali, Yogya, dan Sumbar. (Sumut tak tercantum lagi sehingga pembangunan Bandara Kuala Namu dinilai belum urgen). (4). Regulasi Menteri Perhubungan RI Ir Hatta Rajasa, tentang kebijakan pemerintah yang telah menetapkan hanya satu Bandara yang berfungsi ‘hub’ di Sumatera, yaitu di Sumbar, dengan nama: Minangkabau International Airport (MIA). (5). Ekspansi bisnis PT Garuda Indonesia yang menetapkan rute perbangan baru Garuda dari dan ke Eropa via Padang, bukannya via Medan seperti yang berlaku selama ini. (6). Alokasi dana dividen BUMN PT Angkasa Pura II yang hingga kini masih mensubsidi operasional sejumlah Bandara lain di Aceh, Sumbar, Riau dsb sehingga alokasi untuk pembangunan Bandara Kuala Namu tak pernah baku, dan (7) adalah… Indikasi ‘sentimen kedaerahan’ berupa pemusatan kepentingan antara kalangan petinggi pemerintahan yang berasal dari daerah tertentu.
“Terjemahkan saja, ada apa dengan Wapres Jusuf Kalla, yang sudah melakukan peletakan batu pertama Bandara Kuala Namu, tetapi kemudian kita lihat seperti ada kebijakan terorganisir sehingga Menhub Hatta Rajasa menetapkan Bandara hub di Minangkabau, Dirut Garuda Emir Sattar itu juga berani mengalihkan Garuda rute Eropa via Padang, dan Menbudpar Jero Wacik berani mengalihkan posisi salah satu DTW utama Indonesia itu dari Medan (Sumut) ke Padang (Sumbar), Fakta ini menunjukkan kesan telah terjadi konspirasi kepentingan antara sejumlah petinggi pmerintahan di tingkat pusat, sehingga proyek-proyek di daerah lain seperti di Bandara Kuala Namu di Sumut ini jadi terdiskriminatif. Sepertinya pusat merasa tak perlu malu dengan kebijakan peletakan batu pertama yang tak ada kelanjutan ‘batu kedua’ dst itu,” ungkap Raya Timbul Manurung kepada SIB di Medan, Senin malam (9/4 kemarin di sela-sela pertemuan panitia Sumatera Internatinal Travel Fair (SITF 2007) di Restoran Kenanga Indonesia Padang Bulan.
Padahal, katanya, semua pihak sudah tahu bahwa proyek Bandara Kuala Namu merupakan salah satu proyek prioritas dan strategis karena merupakan salah satu proyek yang ditunda akibat masa resesi dan krisis moneter 1997 lalu. Pihak Dirjen Perhubungan Udara Dephub RI (ketika itu Ir Soentoro pada acara IMT-GT di Hotel Tiara Medan 1993) telah menetapkan bahwa Bandara hub di Sumatera (luar Jawa) adalah Medan (Sumut). DTW utama di Indonesia adalah 10 dengan posisi Sumut di urutan ke-3 setelah Bali dan Jakarta, dan semua orang tahu bahwa rute komersial Garuda yang potensial dari dan ke Eropa adalah Sumut dengan skedul baku selama ini: Amsterdam—Medan (pp), Medan—Frankfurt (pp), Medan—Paris (pp), dsb. (A14/u)

WooouuWWWW...?!!

Now it this is true, it is scary. But I tend to take some of the news in Indonesia with a grain of salt. I won't believe until it happens.

No offence to anyone from West Sumatra but even Silk Air cannot make Padang work. There is no more flight to Padang from Singapore. How could MIA be a International Hub? And its location that is more southern than Singapore cannot become an effective hub that connects Europe to Australia.

By the way, only SHIA and Polonia are the 2 airports that make profit for Angkasa Pura 2.

I would recommend that we all wait until August 2007 to see the final design from Wiratman. To be fair, there has been quite a number of news on this project on Angakasa Pura II website.

Blue_Sky
April 26th, 2007, 04:25 PM
By the way, only SHIA and Polonia are the 2 airports that make profit for Angkasa Pura 2.



Get your fact right mister :ohno:

Kinerja AP II

Sementara itu, enam bandara yang dioperasikan PT Angkasa Pura (AP) II masih akan merugi tahun ini, termasuk Sulthan Thaha Jambi dan Depati Amir Pangkalpinang.

Wasfan Wahyu Widodo, Kepala Humas AP II, mengatakan salah satu penyebab kerugian bandara itu adalah jumlah penumpang yang menggunakannya sebagai tempat pemberangkatan maupun tujuan penerbangan masih sedikit.

Keenam bandara itu adalah Sultan Iskandar Muda (Banda Aceh), Kijang (Tanjung Pinang), Sulthan Thaha (Jambi) dan Depati Amir (Pangkal Pinang). Dua lainnya yang merugi adalah Halim Perdana Kusuma (Jakarta) dan Hussein Sastra Negara (Bandung).

"Selain empat bandara yang setiap tahun terus merugi, dua bandara baru yang kami kelola [Sulthan Thaha dan Depati Amir] juga baru akan mencapai titik impas dalam lima tahun ke depan. Artinya tahun ini masih akan merugi," kata Wasfan.

Enam dari 12 bandara yang mencatat untung adalah Soekarno-Hatta Cengkareng, Polonia Medan, Supadio Pontianak, Sutan Syarif Kasim II Pekanbaru, Minangkabau Padang dan Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. sumber berita : (John A. Oktaveri) (hendra. wibawa@bisnis.co.id)

source
http://members.bumn-ri.com/angkasapura1/news.html?news_id=19694

UMD
April 26th, 2007, 04:30 PM
More complete article from print edition of Kompas:

http://kompas.com/kompas-cetak/0704/13/sumbagut/3452296.htm

Desain Selesai Agustus
Tahun 2007 APBN Menganggarkan Rp 55 Miliar

Medan, Kompas - Desain Bandar Udara Kuala Namu di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diperkirakan selesai bulan Agustus mendatang. Dua bulan setelah desain bandara yang akan menggantikan Bandara Polonia itu selesai, pembangunan fisik terminal akan segera dimulai.

Detail desain Bandara Kuala Namu dikerjakan oleh konsultan PT Wiratman & Associates sejak bulan Januari. Menurut Kepala Cabang PT Angkasa Pura (AP) II Bandara Polonia Medan, Frido Frinaldo, pembuatan detail desain bandara lama karena desainnya benar-benar baru. "Ini redesign dari desain tahun 1997. Jadi, ini sama sekali desain baru dan berbeda dengan semua bandara di Indonesia," ujar Frido di Medan, Kamis (12/4).

Perbedaan fundamental dalam desain Bandara Kuala Namu, menurut Frido, antara lain terletak pada pembagian fungsi terminal. Bandara Kuala Namu nantinya mirip Bandara Changi di Singapura atau Bandara Kuala Lumpur. "Tempat chek in di Kuala Namu mengambil tempat di area publik. Selama ini kan seperti halnya di Polonia, tempat chek in merupakan area terbatas, pengantar tidak diperbolehkan masuk," ujarnya.

Keunggulan lain, lanjut Frido, terletak pada desain bangunan terminal yang modern. Bandara Kuala Namu dibangun di lahan seluas 1.300 hektar. Meski Bandara Juanda relatif baru, namun desain bandara masih desain lama. "Kalau Kuala Namu nanti, benar-benar baru dan berbeda dengan bandara mana pun di Indonesia," katanya.

Frido menuturkan, kapasitas Bandara Kuala Namu disesuaikan dengan kebutuhan arus lalu lintas penumpang di Bandara Polonia Medan. Saat ini arus penumpang di Bandara Polonia Medan mencapai 4,5 juta, padahal kapasitas bandara hanya 900.000 orang. "Desain baru ini menghitung kapasitas penumpang yang lebih besar, sehingga nantinya tidak seperti Bandara Minangkabau yang relatif kecil," katanya.

PT Angkasa Pura, kata Frido, menyiapkan tender pembangunan terminal dan fasilitas land side lainnya. "Setelah desain selesai, langsung ditenderkan pembangunannya. Jadi kami perkirakan sekitar bulan November pembangunan fisik Terminal Bandara Kuala Namu dimulai," ujar Frido.

Dia membantah tudingan beberapa pihak yang menyatakan bahwa kelanjutan pembangunan Bandara Kuala Namu tak jelas. Pemerintah selaku penanggung jawab pembangunan air side bandara juga sudah menganggarkan dana sebesar Rp 55 miliar di APBN 2007.

Dana tersebut digunakan untuk proses land clearing atau proses pendataran lahan bandara dengan cara meninggikan hingga sembilan meter di atas permukaan laut. "Land clearing ini diperlukan agar bangunan bandara maupun landasannya tidak terkena banjir. Termasuk di lahan yang akan kami bangun terminal. Prosesnya sudah mulai tahap pra kualifikasi dan kemungkinan dimulai bulan Juni," katanya.

Di sisi lain, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Sumut RE Nainggolan mengatakan, akses jalan bukan tol menuju lokasi Bandara Kuala Namu mulai dikerjakan tahun 2007 ini. Biaya pembebasan lahan untuk jalan sepanjang 14 kilometer dari simpang Kayu Besar-Kawasan Industri Deli Serdang-Bandara Kuala Namu sebesar Rp 49 miliar disediakan dalam APBD Sumatera Utara tahun 2007.

Tentang pendanaan pembangunan terminal maupun fasilitas land side lainnya, PT Angkasa Pura menurut Frido telah menyiapkan dana sebesar Rp 500 miliar dari total kebutuhan Rp 1,2 triliun. "Sambil jalan kami mencari mitra untuk memenuhi kebutuhan dananya. Begitu detail desain selesai, pembangunannya dimulai dengan dana PT Angkasa Pura dulu," katanya.

JAG,

To summarize, this article talked about the design of the new Kuala Namu airport to be finalized August of this year. Construction of the terminal would then commence 2 months afterwards.

Angkasa Pura 2 explained that the design of this new terminal had taken so long because it was to be a totally new airport with new design. It was indicated that the old 1997 design would not be used and that this would be a very different airport compared to all other airports in Indoneisa. In the new design, Kuala Namu will mirror some of its area to Changi and KLIA, especially in the departure / check-in area where access will be open to general public.

At the end of the article, Angkasa Pura 2 also denied rumours that government were not serious in building this new airpot. It was pointed out that in 2007, Rp 49 Billion had been budgeted for land clearing and for raising the level of the airport area by 9 meters from the sea level to prevent any flooding in the future.

Othe simultaneous projects mentioned were the 14 km road access which had been approved in the North Sumatra provincial budget for 2007.

rilham2new
April 26th, 2007, 04:33 PM
^^ yeah .... Most of ANGKASA PURA2 airport records profit ...

rilham2new
April 26th, 2007, 04:36 PM
No offence to anyone from West Sumatra but even Silk Air cannot make Padang work. There is no more flight to Padang from Singapore. How could MIA be a International Hub? And its location that is more southern than Singapore cannot become an effective hub that connects Europe to Australia.
.

is it ??? whoa, It looks like PEKANBARU the only city that got direct flight to SINGAPORE in Central Sumatra region ... itupun GARUDA...

Pekanbaru and Medan also the only city served by GARUDA for its intl flight in Sumatra so far .... Padang - pekanbaru - SIngapore routes now were only Pekanbaru - Singapore. :(
:cheers:

UMD
April 26th, 2007, 04:41 PM
Get your fact right mister :ohno:



source
http://members.bumn-ri.com/angkasapura1/news.html?news_id=19694

Thanks for the correction. However, I know that it was the case until only several years back. It is good to see that more AP2 airports are making profits. I guess with the development of low cost airlines in Indonesia, it makes a lot of good sense.

Still, my argument stands that it just does not make sense to make MIA the hub for whatever reason. Also, that airport is too small to be designated hub status.

UMD
April 26th, 2007, 04:45 PM
is it ??? whoa, It looks like PEKANBARU the only city that got direct flight to SINGAPORE in Central Sumatra region ... itupun GARUDA...

Pekanbaru and Medan also the only city served by GARUDA for its intl flight in Sumatra so far .... Padang - pekanbaru - SIngapore routes now were only Pekanbaru - Singapore. :(
:cheers:

Actually all GA international flights out of Medan are code-shares with MH or Silk Air. Silk Air now serves Medan 2x daily, MH serves 3x daily, + Air Asia Malaysia, and Pelangi. Until 2 years ago, China Airlines also served Medan daily but it was stopped after it had issue with its right to fly from Medan to Taipei via Penang.

rilham2new
April 26th, 2007, 04:49 PM
hahahaha sedih tahu hal begini .... BATAM airport aja yang udah demikian well-organized International airport .... masih tidak dianggap sebagai hub international :(

Waktu era pra-krismon, ada flight BATAM-AMMAN (Jordan) - LONDON, MEDAN - PARIS - AMSTERDAM .... by GARUDA ....

now ???? sssshhhhh

rilham2new
April 26th, 2007, 04:51 PM
you know what, even GARUDA has re-routed the route PADANG-PEKANBARU-SINGAPORE to become PEKANBARU - SINGAPORE.... it means GARUDA has thought that Padang is not profitable (even for tourism to be served by GARUDA-classed airlines)

But, right now.... they decided to make it as a hub ????? WTH!!!!

UMD
April 26th, 2007, 05:05 PM
Actually, I believe the failure in Indonesia is in the Marketing side. West Sumatra is a beautiful province and if it is marketed right it will sell at least for the regional tourism.

JAG2
April 27th, 2007, 02:34 AM
Thanks UMD for the summary in english and at this moment I m using the internet at the Sheraton New York.
I ve just arrived today and the temperature is only 12 celsius.

rilham2new
April 27th, 2007, 09:33 AM
^^ wow you're so great man ......... actually I cant stand any temperature below 18 centigrade :D

sanhen
April 27th, 2007, 01:04 PM
18 centigrade is pretty warm actually.

J`Town
April 27th, 2007, 01:29 PM
have u guys ever been in a place where the temperature is below 0?? my worst experience was -22 degree celcius! it was actually freezing man....

rilham2new
April 27th, 2007, 01:43 PM
^^ yeah I have .....in Genting Highlangs Snow World ..... it was -10 ....I felt my feet shrinking a FEW INCHES.....it hurts my muscle and bone joints.....:(

btw, kok jadi OOT yach .....

sanhen
April 27th, 2007, 03:38 PM
Hmmm paling dingin kayanya -10c juga sih dulu... ngga kebayang deh kalo di Kanada gitu -20 pas musim dingin.

Kalo di Sukarno Hatta sih konstant 40c ya (biar ngga jadi OOT) hehehe

pencakar langit
April 28th, 2007, 03:24 PM
Yep, 18 centigrade is more than warm. I know I grew up in the tropics, but i cant stand heat! I like NZ weather. In auckland, a summer day wud be like 22 centigrade, and its blazing hot! A winter day wud be like 13 and i love it.

Yes, I have been in a place below 0 centigrade. I think it was abt -15 to -20, in Invercargill, the southernmost city in NZ. It was freezing, but of course, I had a jacket and jeans trouser on...

Btw, I dont think its -10 in Genting's Ice World. My siblings and I went there with shorts (but with jackets)...

Blue_Sky
April 28th, 2007, 05:06 PM
==========edited=========

c00lridge
April 28th, 2007, 11:46 PM
I like the weather in Sydney. It is almost warm all year around so people can go to the beach anytime. And the winter is also mild. Melbourne's weather get to 0 centigrade in winter morning and you can feel it in your toes with thick socks and shoes on. Can't think how -22 like.

UMD
April 29th, 2007, 05:32 PM
During my 5 year as student at UofM in the Twin Cities, the winter temperature there dipped to as low as -40C and lower with the wind. You could actually see your own breath froze in front of you. I remembered walking on the Washington Ave bridge across the Mississippi river where I had to constantly rub my eyes so they didn't freeze.

Anyway, let's go back to Kuala Namu....

JAG, I would try to summarize the other articles for you as well and I hope you don't mind waiting.

laba-laba
May 10th, 2007, 08:58 AM
Bandara Kualanamu Ditargetkan Selesai Juli 2009
Perbaikan Runway 05 Polonia Berbiaya Rp 8 Miliar Ditenderkan
Kamis, 10-05-2007
*hisar hasibuan
MedanBisnis – Medan
Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Edy Haryoto mengungkapkan, PT Angkasa Pura (AP II) menargetkan, pembangunan Bandara Kualanamu akan selesai Juli 2009, atau selesai lebih cepat dari rencana awal, Desember 2009.

”Kualanamu segera dibangun sesuai dengan perencanaan yang ada. Dana sudah tersedia, bahkan selesainya harus lebih cepat yakni dari rencana awal Desember 2009, menjadi Juli 2009,” katanya seusai menghadiri rapat membahas perbaikan landasan pacu 05 Bandara Polonia, Rabu (9/5) di bandara tersebut.
Edy mengatakan, untuk pembangunan sisi udara (air side) dibutuhkan dana sekitar Rp 2 triliun. Dana ini diperoleh dari pinjaman Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank/ADB). “Sedangkan pembangunan sisi darat (land side), dibutuhkan dana sekitar Rp 1,3 triliun. Sekitar Rp 500 miliar akan disediakan AP II dan sisanya berasal dari pinjaman bank,” ungkapnya.
Sedangkan Frido Frinaldo mengatakan, pada tahun ini akan dibangun terminal di lokasi Bandara Kualanamu. Sementara pembuatan desain terminalnya ditargetkan selesai bulan Juni 2007 atau lebih cepat 2 bulan dari rencana awal, yakni Agustus 2007.

Perbaikan Runway 05 Ditenderkan
Sementara itu, pihak AP II akan menenderkan perbaikan landasan pacu (runway) 05 Bandara Polonia yang ditaksir membutuhkan anggaran biaya mencapai Rp 8 miliar. Perbaikan total runway 05 diperkirakan berlangsung 30 hari kerja.
Direktur Utama (Dirut) PT AP II Edy Haryoto, mengatakan hal itu kepada wartawan di Bandara Polonia, Rabu (9/5), usai bertemu dengan pengelola Bandara Polonia membahas kerusakan runway 05.
Lebih lanjut dikatakan, tender diharapkan sudah dapat dibuka mulai minggu depan. ”Segera setelah kita menemukan pemenangnya, maka perbaikan total landasan pacu itu segera dilakukan,” tegasnya.
Edy yang didampingi Kacab PT AP II Bandara Polonia, Frido Frinaldo, mengungkapkan, perbaikan akan dilakukan terhadap landasan pacu dengan panjang berkisar 800 meter hingga 1 kilometer dan lebar landasan sekitar 20 meter.
Perbaikan ini, lanjutnya, tidak hanya sebatas melakukan over lay (pelapisan). Melainkan, landasan terlebih dahulu dibongkar hingga mencapai kedalaman 15 sentimeter. Setelah diganti dengan material baru, maka akan dilakukan pengaspalan dengan ketebalan aspal sekitar 8 inci.
Frido Frinaldo menambahkan, perbaikan run way 05 Bandara Polonia akan dilakukan pada malam hari, antara pukul 23.00 sampai 06.00 WIB. Hal ini dilakukan untuk menghindari gangguan pada aktivitas penerbangan di bandara tersebut.
Sebagaimana disiarkan sebelumnya, aspal landasan pacu 05 Bandara Polonia mengalami pengelupasan dan menyebabkan keluarnya batu-batu kerikil. Hal ini membahayakan pesawat yang hendak melakukan pendaratan.
Selain akan membuat badan pesawat penyok, loncatan bebatuan kerikil juga dapat memasuki bagian mesin pesawat. Peristiwa terakhir adalah menancapnya batu kerikil pada pesawat latih tempur Hawk 100 yang dicopiloti Danlanud TNI AU Polonia, Kol (Pnb) SB Supriyadi. Akibatnya, pesawat tempur tersebut mengalami pecah ban belakang bagian kanan pesawat.


source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=89569&more=1#more89569

kaputra
May 12th, 2007, 03:36 PM
nah..gitu kan mantaap-ngapain mundur(molor)

laba-laba
June 4th, 2007, 06:49 AM
DPR Perkirakan Pembangunan Bandara Kualanamu Tertunda
Konsorsium PT KAI - PT AP II Bangun Bersama Jalan Ringroad
Senin, 04-06-2007
*hendrik hutabarat
MedanBisnis – Medan
Komisi V DPR memperkirakan rencana pembangunan Bandara Kualanamu pengganti Bandara Polonia Medan pada tahun 2009 bakal tertunda. Pasalnya, sampai saat ini belum ada kejelasan dana tambahan serta pengerjaan tahap awal di Kualanamu pasca-peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla tahun lalu.

“Ini sudah bulan Juni 2007. Menurut saya kemungkinan bakal tertunda cukup besar. Walaupun ada keinginan dan ambisi cukup besar untuk mengoperasionalkan bandara itu pada 2009, seharusnya ambisi itu sudah bisa diimplementasikan. Bulan-bulan ini seharusnya sudah ada pengerjaan di kawasan Kualanamu,” ujar anggota Komisi V DPR dari Fraksi Golkar, Syarfie Hutauruk, kepada para wartawan seusai peringatan 100 tahun gugurnya pahlawan nasional Sisingamangaraja XII, di Pesantren Al-Kautsar Al’Akbar, Jalan Pelajar Timur, Medan, Sabtu (2/6).
Menurut Syarfie, jika pembangunan bandara segera dilakukan pasca-peletakan batu pertama oleh Wapres, maka operasional bandara tidak akan memakan waktu hingga bertahun. “Ya, paling satu atau dua bulan,” ujarnya. Kalaupun benar mengalami penundaan, komisi yang membidangi perhubungan itu hanya bisa mengakomodasi penundaan itu paling lama lima bulan dari rencana awal.
Karena itu, pihaknya sendiri akan memanggil pihak PT AP II dan Menteri Perhubungan yang baru, Jusman Syafei, dalam sebuah rapat dengar pendapat dengan Komisi V. “Kami ingin mengetahui kapan pengerjaan Kualanamu dimulai dan kapan desain gambar bandara bisa disahkan untuk diimplementasikan,” ungkapnya.
Pihaknya sendiri mendengar ada perubahan desain gambar dan bingung mengapa perubahan itu harus memakan waktu lama.
Kekurangan Dana
Syarfie mengakui faktor dana cukup memengaruhi proses keterlambatan pembangunan bandara yang konon memerlukan biaya hingga Rp 4 triliun. Namun pihaknya telah mendapat kepastian dari PT AP II yang sanggup menyuntikkan dana hingga Rp 1,3 triliun. “Di hadapan Komisi V, AP II bersama konsorsiumnya menyatakan kesanggupannya itu,” kata Syarfie tanpa menjelaskan siapa konsorsium AP II tersebut.
Tentang sisa dananya, Syarfie berharap akan ada investor yang akan menanamkan modalnya. Jika tidak ada juga investor, Komisi V akan mendesak pemerintah untuk memasukkan pembangunan bandara itu dalam APBN. Syarfie yakin pemerintah pusat tidak memiliki alasan kuat untuk menolak permintaan Komisi V itu.
Pasalnya, pemerintah sendiri dalam rencana pembangunan nasional meletakkan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas nomor dua setelah bidang pendidikan. “Tentu saja kami berharap pembangunan Bandara Kualanamu dimasukkan menjadi salah satu bagian pembangunan infrastruktur nasional,” katanya.
Konsorsium
Komisi V juga meminta keseriusan pemerintah untuk membangun akses jalan ringroad dari Medan-Araskabu dan Medan-Tebingtinggi. Pasalnya, pembangunan ringroad itu justru akan mempermudah kelancaran arus barang dan penumpang dari Medan ke Bandara Kualanamu dan sebaliknya. Pihaknya telah mendapatkan kepastian penganggaran pembangunan ringroad itu oleh Departemen PU.
“Sewaktu Pengantar APBN 2008 khusus infrastruktur yang dilontarkan Menteri PU (Joko Kirmanto-red), kami meminta mereka untuk memasukkan pembangunan ringroad itu dalam APBN 2008. PU bersedia menampungnya dalam anggaran tahun 2008,” terang Syarfie.
Namun dia tidak tahu berapa total dana yang akan dianggarkan, sebab penyusunan anggaran 2008 untuk sektor jalan dan jembatan masih perlu disimulasikan.
Syarfie juga mengungkapkan, akan dibangun sebuah badan usaha konsorsium pembangunan kereta api berikut fasilitasnya khusus ke Bandara Kualanamu antara PT KAI dengan PT AP II. Hal itu dilakukan mengingat tidak semua biaya pembangunan infrastruktur bandara tersebut dibebankan sepenuhnya ke pemerintah pusat. “Dengan demikian, bisa nanti terminal chek-in di Lapangan Merdeka Medan dan bisa juga di Araskabu,” tegasnya.

http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=91112&more=1#91112

Surakarta
June 4th, 2007, 08:04 AM
Kadang kagak ngerti sih to much bla..bla...again ditunda:ohno: :ohno:

inside_us
June 4th, 2007, 10:42 AM
ya gitulah indonesia, yg satu belom kelar , yg satunya udah menyusul

laba-laba
June 4th, 2007, 01:20 PM
seandainya presiden dan wakil presiden dari sumut....

Surakarta
June 4th, 2007, 01:28 PM
I think beter for Indonesia NOT centralisation as religions ( sharialay by Aceh & Tangerang ):nuts:

UMD
June 6th, 2007, 10:24 PM
As seen on Angkasa Pura 2 website dated June 6, 2007:

Tender Bandara Kuala Namu dimulai bulan depan.

(Kuala Namu is out for tender next month)

MARINHO
June 6th, 2007, 10:59 PM
This airport will possibly gain a lot of traffic.

It doesn't matter if traditional architecture or modern architecture is used.
As long as the amenities are good this airport will have a bright future.

But yes, maybe it will take another 10 years before it will be finished.

Who knows..........

rilham2new
June 7th, 2007, 01:14 AM
^^ of course Kuala Namu will gain brighter future. Polonia Airport is often accused as the cause of slow development of skyscrapers in Medan. Right after the airport finished, Polonia CBD will be soon realized. ;)

Of course, the air traffic will increase, as the time goes by.

laba-laba
June 7th, 2007, 05:51 AM
Tender Pembangunan Terminal Kualanamu Dimulai Juli 2007
Rabu, 06-06-2007
*hisar hasibuan
MedanBisnis – Medan
PT Angkasa Pura II berencana akan membuka tender pembangunan terminal penumpang Bandara Kualanamu pada bulan Juli 2007. Pelaksanaan tender dengan nilai anggaran sekitar Rp 1,3 triliun ini diperkirakan hingga Agustus 2007.
Kacab PT Angkasa Pura II Bandara Polonia, Frido Frinaldo, mengatakan hal itu kepada wartawan di Bandara Polonia, Selasa (5/6).

Pelaksanaan tender pembangunan terminal ini dilakukan setelah detil desain terminal penumpang selesai dibuat. “Sedangkan desain terminalnya sendiri selesai dikerjakan pada akhir Juni 2007 ini, atau lebih cepat dari rencana awal yakni bulan Agustus 2007,” ujarnya.
Berdasarkan rencana kerja yang disusun, pembangunan terminal penumpang Bandara Kualanamu akan dimulai pada bulan September 2007 dan berlangsung hingga September 2009.
Selain itu, lanjutnya, panitia juga tengah menenderkan proyek penimbunan lahan Bandara Kualanamu dengan nilai sebesar Rp 55 miliar. “Jika semua lancar, maka bulan Juli 2007 sudah bisa dilakukan penimbunan lahan di Bandara Kualanamu,” tuturnya.
Frido mengungkapkan, penimbunan lahan akan diprioritaskan pada lokasi pembangunan terminal penumpang. Sebab, terminal penumpang merupakan bagian pembangunan utama yang pertama dilakukan.
Namun Frido belum dapat memastikan ketebalan timbunan tanah pada lokasi tersebut. “Semuanya mengacu pada hasil desain terminalnya sendiri. Kalau desainnya sudah ada, kita bisa mengetahui ketebalan timbunan tanah yang dibutuhkan,” ungkap Frido.
Sedangkan pembangunan landasan pacu dengan nilai anggaran sebesar Rp 2,5 triliun direncanakan berlangsung pada tahun 2008 mendatang. Frido mengungkapkan, pembangunan landasan pacu dilakukan setelah terlebih dahulu dibuka tender pembuatan detil desain landasan pacu dan apron.

laba-laba
June 7th, 2007, 11:30 AM
sorry wrong place ...

laba-laba
June 14th, 2007, 04:43 AM
Investasi Kereta Api Akses Bandara Kualanamu Rp 126 Miliar
Pempropsu akan Sertakan Saham Rp 30 Miliar
Kamis, 14-06-2007
*mulyadi hutahaean
MedanBisnis – Medan
Proyek pembangunan kereta api akses Bandara Kualanamu membutuhkan investasi sebesar Rp 126,17 miliar. Pemerintah Propinsi Sumatera Utara (Pempropsu) sendiri akan menyertakan saham sebesar Rp 30 miliar atau 40% dari seluruh modal ekuiti pembangunan proyek tersebut. Penyertaan saham ini akan dilakukan secara bertahap sampai tahun 2009.

“Tahun 2007 ini Pempropsu akan menyertakan saham Rp 5 miliar, tahun 2008 sebesar Rp 10 miliar dan tahun 2009 sebesar Rp 15 miliar. Penyertaan saham ini dimaksudkan selain sebagai dorongan mempercepat pembangunan akses bandara, sekaligus dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor kereta api bandara tersebut nantinya,” ujar Kepala Badan Informasi dan Komunikasi (Bainfokom) Propinsi Sumatera Utara, Eddy Syofian, kepada wartawan melalui Government Information Service (GIS), di Medan, Rabu (13/6).
Eddy menjelaskan, penyertaan modal dari Pempropsu ini nantinya dapat dilakukan melalui PT Pembangunan Sarana Prasarana Sumatera Utara sebagai badan usaha milik daerah (BUMD). Namun, dana untuk penyertaan modal melalui perusahaan milik Pempropsu ini belum dapat dipastikan apakah dibebankan dalam APBD atau obligasi. Untuk itu akan ada pembahasan lebih lanjut oleh pihak-pihak berkompeten.
“Setelah semua ini nantinya kelar, rencananya akan dilakukan penandatanganan naskah kerja sama antara Gubernur Sumatera Utara dan PT Railink. Perusahaan ini sebelumnya dibentuk oleh PT Kereta Api Indonesia dan PT Angkasa Pura II sebagai perusahaan gabungan untuk menangani kereta api akses Bandara Kuala Namu,” jelas Eddy.
Menurut Eddy, dalam rapat yang dilakukan di Bappedasu dipimpin RE Nainggolan MM dan diikuti Dinas Perhubungan Propsu, Dinas Pendapatan Propsu, Biro Keuangan Setdapropsu, Bainprom Propsu, Biro Hukum Setdapropsu, PT KAI Divre I Sumut dan NAD serta PT Railink sebelumnya, terungkap bahwa total investasi yang diusulkan PT Railink untuk pembangunan kereta api bandara ini sebesar Rp 126,17 miliar, dengan rincian untuk pembangunan fisik Rp 123,18 miliar dan pembangunan non-fisik Rp 2,99 miliar.
Dari perkiraan PT Railink, imbuh Eddy, pada tahun 2010 pendapatan kereta api bandara ini bakal mencapai Rp 60 miliar, dengan asumsi penumpang yang menggunakan jasa kereta api sebesar 30% dari estimasi jumlah penumpang pesawat 5,4 juta orang.
Kemudian ditambah lagi jumlah pengantar sebesar 30% dengan tarif Rp 30.000 per penumpang. Sedangkan biaya operasional diperkirakan sebesar 60% dari pendapatan Rp 60 miliar tersebut.
“Dengan perhitungan itu, maka diperkirakan pendapatan bersih akan mencapai Rp 25 miliar, sehingga kereta api bandara ini bisa break even point (BEP) selama lima tahun. Dan itu masih perhitungan khusus jasa penumpang, belum lagi jasa yang lain seperti kargo, bahan bakar pesawat serta angkutan material keperluan bandara pada saat pembangunan berjalan,” terang Eddy seraya menyebutkan pola sharing oleh Pempropsu dan PT Railink untuk pembangunan kereta api bandara ini diperbolehkan sesuai UU 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=91872&more=1#more91872

laba-laba
June 20th, 2007, 08:26 AM
Dana Pembangunan Airside Bandara Kualanamu Digunakan 2008
Selasa, 19-06-2007
*hisar/rinaldi
MedanBisnis – Medan
Pemerintah sudah setuju atas pemakaian secara bertahap sebagian dari total anggaran senilai total Rp 2,6 triliun mulai tahun 2008 untuk pembangunan air side (sisi udara) Bandara Kualanamu.
Hal itu dikatakan anggota DPR Serta Ginting saat meninjau lokasi pembangunan Bandara Kualanamu, Senin (28/6). “Dana tersebut murni dari APBN,” tegasnya.

Serta Ginting merupakan anggota Tim Satuan Kerja Sumut yang terdiri dari anggota DPR dan DPD asal Sumut di antaranya Rambe Kamaruzaman, Syarfie Hutauruk, Yusuf Pardamean, Mahadi Sinambela, Hj Antarini Manik dan Hasrul Azwar.
Ginting mengatakan, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas), Paskah Suzeta, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sudah menyetujui jika dana itu dapat mulai digunakan pada tahun 2008.
“Sehingga dari segi pembiayaan pembangunan sisi udara, sudah tidak ada masalah lagi. Tinggal menunggu bagaimana realisasi pelaksanaan pembangunannya saja,” ujar Serta.
Kepala Satker Pembangunan air side Bandara Kualanamu, Darpin Sinaga, menjelaskan, pada tahun ini, pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Udara hanya mengalokasikan dana Rp 55 miliar untuk pembersihan lahan (land clearing) dan penimbunan.
Land clearing dan penimbunan akan difokuskan pada lahan yang akan digunakan untuk pembangunan terminal penumpang. Sebab, terminal penumpang merupakan proyek besar yang pertama akan dikerjakan di lokasi tersebut.
“Untuk pembangunan sisi udara dan fasilitas pendukung, dana yang digunakan sebesar Rp 2,6 triliun. Dana ini digunakan untuk pembangunan run way, taxi way, apron dan fasilitas pendukung seperti gedung ATC, navigasi dan sebagainya,” tuturnya.
Darpin juga mengatakan, untuk pembersihan lahan dan penimbunan seluruh area dibutuhkan biaya Rp 900 miliar. Pekerjaan ini dilakukan sepanjang tahun 2008 dan di akhir tahun akan masuk ke dalam tahap konstruksi.
Kepala Cabang PT Angkasa Pura II Bandara Polonia, Frido Frinaldo, mengungkapkan, pembangunan land side (sisi darat) sepenuhnya didanai PT Angkasa Pura II.
Total dana sebesar Rp 1,3 triliun ini diperoleh dari dua sumber. “Angkasa Pura II mengalokasikan Rp 500 miliar. Sisanya Rp 800 miliar akan dipinjam perusahaan dari bank,” jelasnya.
Terkait masih adanya warga eks PTPN2 yang tinggal di lokasi pembangunan, anggota DPD asal Sumut, Yopie Batubara, meminta pihak pelaksana pekerjaan menjelaskan status warga dimaksud.
Frido mengatakan, PT AP II pada tahun 1997 telah membayar ganti rugi pembebasan lahan proyek. Mendekati akan dilakukannya pembangunan terminal penumpang, Frido meminta agar Pemda Deliserdang segera merelokasi warga tersebut.
Bupati Deliserdang, Amri Tambunan, mengatakan, semua prosedur yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan sudah dilakukan. “Kita telah berkordinasi dengan PTPN2 serta AP II. Dalam waktu dekat, para warga akan direlokasi,” katanya.
Seperti diketahui, hingga kini masih ada 71 KK karyawan dan pensiunan PTPN2 yang masih tinggal dan bertahan di lokasi. Mereka menolak meninggalkan lokasi lokasi karena ganti rugi yang diberikan terlalu kecil.
Kepada anggota DPR dan DPD meninjau lokasi, sejumlah ibu-ibu yang masih bertahan di lokasi menyampaikan keluhannya. “Pak kami warga yang tinggal di lokasi Bandara Kualanamu belum mendapatkan ganti rugi kenapa dibilang tak ada lagi masalah”, kata salah seorang ibu yang datang menggendong anaknya.
Ketika anggota DPR menanyakan apakah ibu dimaksud karyawan PTPN2, ia menyebutkan bukan. “Tapi saya anak karyawan yang sejak dulu tinggal di areal PTPN2 yang menjadi lokasi bandara,” katanya. Mendengar penjelasan itu, anggota DPR dan DPD berjanji akan menanyakankan kepada pihak terkait.
Sementara anggota DPR Rambe Kamaruzaman menegaskan, Bandara Kualanamu harus dioperasikan 2009.
Pertanyakan
Pada kesempatan itu Ginting mempertanyakan hasil penjualan buah sawit yang ada di lahan seluas 1.000 hektar itu, yang masuk ke kas Koperasi AP II Polonia. Menurutnya uang hasil penjualan ini harus masuk ke kas negara. “Pembebasan lahan ini memakai uang negara, sehingga hasil penjualan kelapa sawit juga harus masuk kas negara. PT AP II Polonia harus menjelaskan hasil penjualan 10 tahun ini,” katanya.

http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=92155&more=1#more92155

laba-laba
June 29th, 2007, 11:41 AM
Sindikasi BPD Siap Biayai Proyek Bandara Kualanamu
Jumat, 29-06-2007
*insan khoirul qolbi
MedanBisnis – Medan
Sebanyak 26 bank pembangunan daerah (BPD) di Indonesia siap memberikan pembiayaan pembangunan proyek-proyek strategis di Sumut, termasuk Bandara Kualanamu, jalan tol Medan-Binjai dan Medan-Tebingtinggi melalui program sindikasi.

“Untuk ini dipersilakan kepada pemerintah daerah (pemda) membuat feasibility study dan segera mengajukan kepada BPD setempat. Dalam hal ini diharapkan Bank Sumut dapat menjadi leading sector-nya untuk diteruskan ke Asbanda,” kata Ketua Asosiasi Bank Daerah (Asbanda), Winny E Hassan, kepada wartawan usai melakukan penandatanganan surat persetujuan pemberian kredit sindikasi (SPPKS) senilai Rp 140 miliar oleh 8 BPD atas pembiayaan kepada Pemerintah Kabupaten Mukomuko Bengkulu, Kamis (28/6), di Hotel Tiara Medan.
Winny menjelaskan, jika dalam perhitungan, proyek tersebut dinilai feasible, maka BPD akan akan ikut dalam membiayai proyek tersebut. Selama ini, dia mengaku, dana BPD cukup banyak untuk membiayai proyek-proyek besar. “Daripada dana itu tersimpan di SBI, kan lebih baik disalurkan,” imbuhnya.
Menurut dia, meskipun proyek tersebut milik pemerintah, BPD dalam memberikan persetujuan akan tetap memberikan penilaian dan melakukan evaluasi secara objektif berdasarkan dasar-dasar manejemen risiko.
“Jadi silakan saja buat proposalnya. Karena, selain kita punya dana kita juga ada pengalaman seperti penadatanganan yang hari ini kita lakukan dengan Kabupaten Mukomuko,” terangnya.
Winny menyebutkan, sindikasi atas pembiayaan Kabupaten Mukomuko diikuti 8 BPD, di antaranya Bank Sumut senilai Rp 20 miliar, Bank Nagari Rp 35 miliar, Bank Bengkulu Rp 12 miliar, Bank Jatim Rp 20 miliar, Bank Kaltim Rp 20 miliar, Bank Sumsel Rp 11 miliar, Bank Aceh Rp 12 miliar dan Bank Jambi Rp 10 miliar.
“Pembiayaan tersebut untuk percepatan pembangunan infrastruktur Kabupaten Mukomuko tahun 2007 dan pengembaliannya dari APBD tahun 2008-2009 dengan bunga 14%,” papar dia.
Dia juga mengatakan, sebelumnya, yakni pada (26/6) lalu, Asbanda juga telah melakukan penandatanganan perjanjian kredit untuk ruas Tol Kertosono Mojokerto senilai Rp 1,39 triliun. Sindikasi ini dilakukan antara sejumlah BPD dengan bank nasional milik BUMN.
Winny menuturkan, pemberian bantuan dari BPD kepada pemda dapat dilakukan sesuai peraturan dan persyaratan jika direkomendasikan DPRD setempat dan disetujui Depdagri. “Di samping itu, kita juga melihat apakah pemda tersebut memiliki komitmen yang kuat dalam pengembalian utang itu,” papar Winny.
Menurut Bupati Mukomuko, Ichwan Yunus, pengajuan kredit kepada BPD dilakukan untuk pembangunan infrastruktur terhadap kabupaten yang berusia empat tahun hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkulu Utara ini. Selain itu, untuk menutupi defisit APBD tahun 2007. Dirut Bank Sumut Gus Irawan juga menegaskan kesiapan pihaknya untuk ikut memberikan pembiayaan kepada sejumlah proyek besar di Sumut, termasuk Bandara Kualanamu. “Untuk pembagunan Kualanamu ini kan kita kan belum tahu pastinya apakah memakai dana APBN/APBD atau diserahkan kepada swasta. Namun kita sudah melakukan penjajakan kepada pemda,” ungkapnya.
Gus Irawan mengaku, pada tahun-tahun sebelumnya juga pernah ikut dalam sindikasi BPD dalam membiayai proyek-proyek seperti di Irian Jaya (Papua) dan Nusa Tenggara Barat. “Jadi kita punya cukup pengalamanlah,” imbuh dia.
Penandatanganan perjajian sindikasi BPD tersebut merupakan rangkaian acara rapat direktur utama dan direktur pemasaran BPD se-Indonesia dan rapat kerja nasional forum komunikasi dewan komisaris/pengawas BPD seluruh Indonesia (FKDK/P BPDSI) yang diselenggarakan masing-masing di Hotel Tiara dan Hotel Danau Toba Medan.

Source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=92850&more=1#more92850

laba-laba
July 3rd, 2007, 04:23 AM
Anggota DPR Kembali Desak Pemerintah Percepat Bangun Bandara Kualanamu
Selasa, 03-07-2007
*mulyadi hutahaean
MedanBisnis – Medan
Anggota DPR pemilihan asal Sumatera Utara (Sumut), Drs H Hasrul Azwar MM kembali mendesak pemerintah pusat agar mempercepat pembangunan Bandara Kualanamu. Soalnya, apabila Bandara Polonia Medan belum dipindahkan maka tidak bisa membangun Kota Medan menuju kota metropolitan.

“Pembangunan Bandara Kualanamu itu sudah sangat mendesak dan ini sudah didambakan masyarakat Sumut sejak 11 tahun lalu. Wakil Presiden Yusuf Kalla jangan meletakkan batu pertama dan yang terakhir,” kata Hasrul Azwar kepada wartawan, Sabtu (30/6) di Medan.
Hasrul Azwar yang juga Ketua Komisi VIII DPR RI ini meminta pemerintah pusat agar mendengar aspirasi masyarakat Sumut.
Diakuinya, anggota DPR RI, DPD RI asal pemilihan Sumut sudah berulangkali menyuarakan aspirasi masyarakat Sumut tersebut, namun pemerintah pusat belum secara serius meresponnya.
“Kami (anggota DPR dan DPD) asal Sumut sudah bertemu Menteri PU, Menteri Keuangan dan Kepala Bappenas membicarakan pembangunan Bandara Kualanamu. Kalau masalah uang, bukan itu masalahnya, karena dananya ada sebab dana yang dibutuhkan Rp 3,5 triliun itu tergolong kecil,” jelasnya.
Menurutnya, keterlambatan membangun Bandara Kualanamu sebagai pengganti Bandara Polonia Medan hanya masalah kurang responnya pemerintah pusat terhadap aspirasi masyarakat Sumut. Soalnya, Bandara Tabing di Sumatera Barat dan Bandara di Sulawesi Selatan sudah selesai dibangun padahal baru sekitar empat tahun yang lalu diajukan ke pemerintah pusat.
“Visibility studynya sudah ada, dan kenapa pengerjaannya begitu lambat. Apakah warga Sumut harus meminta atau meneriakkan merdeka baru diperhatikan pemerintah pusat aspirasi yang disampaikan masyarakat Sumut,” kata Hasrul Azwar.
Dibalik kekecewaan terhadap pemerintah pusat itu, Hasrul Azwar merasa optimis bahwa Bandara Kualanamu akan terwujud.
Untuk itu, Hasrul meminta semua pihak agar memberi dukungan terutama dalam hal pembangunan akses jalan baik jalan tol, nontol dan kereta api ke bandara tersebut.
Sulit Dicapai
Menjawab pertanyaan wartawan dengan adanya pemadaman listrik di daerah ini, Hasrul Azwar mengatakan dirinya pesimis Sumut bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 7% tahun ini. Soalnya, investasi tidak akan bertumbuh, lapangan kerja baru tidak terbuka dan masyarakat mengalami kerugian.
“Omong kosong pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7% kalau listrik padam hingga delapan jam per hari. Dengan pemadaman itu, alat-alat elektronik masyarakat Sumut banyak yang rusak, yang tentunya bisa membuat masyarakat mengalami kerugian akibat pemadaman listrik,” jelasnya.

source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=93166&more=1#more93166

laba-laba
July 25th, 2007, 08:38 AM
DPRDSU Minta Runway Bandara Kualanamu Sesuai Standar Internasional
Selasa, 24-07-2007
*anang anas azhar
MedanBisnis – Medan
DPRD Sumatera Utara (Sumut) meminta pemerintah agar pembangunan runway Bandara Kualanamu disesuaikan dengan standar internasional sepanjang 3.000 meter sampai 5.000 meter.
“Menurut informasi, panjang runway Bandara Kualanamu yang akan dibangun hanya 2.500 meter. Ini jelas tidak sesuai standar internasional,” kata Wakil Ketua DPRD Sumut Drs H Hasbullah Hadi SH SpN kepada wartawan, Senin (23/7).

Hasbullah mengatakan, sesuai dengan hasil rapat pimpinan dewan, rencana pembangunan runway hanya sepanjang 2.500 meter itu dinilai tidak layak dan akan merugikan masyarakat Sumatera Utara.
Dikatakan, jika rencana pembangunan runway hanya 2.500 meter, dikhawatirkan sangat merugikan warga sekitarnya sebagai lalulintas penerbangan udara. Bahkan, menurutnya, juga akan mengganggu penyelenggaraan ibadah haji yang akan dilewati pesawat berbadan lebar.
“Bandara yang hanya memiliki panjang runway 2.500 meter, belum memenuhi standar internasional dan ini artinya tidak bisa digunakan menjadi embarkasi penerbangan jamaah haji,” ujarnya.
Dia menekankan, pembangunan Bandara Kualanamu dengan runway sesuai standar internasional selanjutnya akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi Sumut.
“Sebaliknya Bandara Kualanamu jika tetap dibangun dengan runway hanya 2.500 meter akan sangat merugikan,” sebutnya.
Jangan Tertunda
Di bagian lain, DPRD Sumut juga mendesak agar deadline pembangunan Bandara Kualanamu tidak mengalami penundaan lagi.
Pimpinan DPRD Sumut menegaskan, semakin cepat realisasi pembangunan Bandara Kualanamu terwujud, hal itu akan semakin baik dan menguntungkan masyarakat Sumatera Utara.
DPRD Sumut berharap pembangunan Bandara Kualanamu dapat diselesaikan dengan tepat waktu sesuai yang direncanakan yakni minimal tuntas pada tahun 2009.
Hasbullah menambahkan, pembangunan Bandara Kualanamu sesuai deadline akan sangat menguntungkan dan selanjutnya akan dapat memacu percepatan pembangunan Kota Medan.

source :
http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=94855&more=1#more94855

UMD
July 31st, 2007, 07:21 PM
It is now the wee hour of Aug. 1. I will be waiting to see if Wiratman will release the design or the rendering of this new airport. The deadline for completion of the design has just passed.

laba-laba
August 1st, 2007, 06:40 AM
Pemerintah akan Ambil Alih Pembangunan Tol Tamora-Tebingtinggi
Agustus 2007 Ditenderkan
Selasa, 31-07-2007
*mulyadi hutahaean
MedanBisnis – Medan
Pemerintah bersiap mengambilalih pembangunan ruas jalan tol Tanjungmorawa-Tebingtinggi-junction Kualanamu jika tidak ada investor yang meminatinya. Sedangkan pihak Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) akan menenderkan kembali ruas tol tersebut Agustus atau September mendatang.

Dua keputusan strategis itu diungkapkan Gubsu melalui Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut RE Nainggolan MM usai mengikuti pertemuan di Kantor Wakil Presiden (Wapres) di Jakarta Senin (30/7) ketika ditanya wartawan mengenai perkembangan pembangunan jalan tol di Sumut.
RE Nainggolan mengatakan, pihaknya bersama Kepala Dinas Jalan dan Jembatan Propsu Syarifullah Harahap MSi, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) T Erry Nuradi, mewakili Bupati Deliserdang. Pertemuan itu dipimpin staf khusus Wakil Presiden, Abdu, mewakili Wakil Presiden (Wapres), H Jusuf Kalla, dan didampingi Meneg BUMN Sofyan Djalil, Deputi Bidang Pengawasan Wapres Sanusi, dan Biro Insfrastruktur Wapres Helson Siagian, Badan Pengembangan Jalan Tol, serta dihadiri Dirut PTPN2, PTPN3 dan PTPN4 di Jakarta, Senin (30/7).
Disebutkannya, pemerintah menilai pembangunan ruas tol sepanjang 59,5 kilometer itu sangat strategis untuk mendukung sekaligus menunjang operasional Bandara Kualanamu yang dijadwalkan bisa dioperasikan 2009.
Oleh karena itulah, menurut RE Nainggolan, jika pembangunan ruas jalan tol itu tidak ada peminatnya, maka pemerintah akan mengambil alih pelaksanaan pekerjaannya termasuk pendanaannya. “Kalau investor tidak ada yang berminat setelah ditenderkan BPJT, maka pemerintah akan menyelesaikannya,” jelas RE Nainggolan.
Nainggolan juga mengatakan, dalam pertemuan itu pihak PTPN sepakat bahwa semua arealnya yang terkena pembangunan jalan tol tersebut akan diserahkan. Wapres melalui Abdu juga meminta semua pihak (Pempropsu, Pemkab Deliserdang dan Departemen Pekerjaan Umum-red) akan melakukan inventarisasi lahan-lahan yang pasti secara rinci termasuk luas areal dan siapa pemiliknya.
“Memang sebelumnya sudah diketahui bahwa lahan yang dipergunakan membangun jalan tol itu seluas 462,5 hektar. Tapi, biar lebih pasti, akan dilakukan inventarisasi ulang oleh Pempropsu, Pemkab Deliserdang bersama Departemen PU,” jelas Nainggolan
Dia mengatakan, jalan tol Tanjungmorawa-Tebingtinggi-junction Kualanamu sudah pernah ditenderkan tetapi tidak ada yang berminat. Untuk itulah, Gubsu terus mendesak pemerintah pusat agar terus berupaya menenderkan pembangunan ruas jalan tol tersebut agar segera dibangun guna mendukung Bandara Kualanamu.
“Pada pertemuan tadi (Jakarta, Senin 30/7-red), disepakati jalan tol itu harus segera ditenderkan ulang oleh BPJT dalam waktu dekat yakni paling cepat Agustus dan paling lama September 2007. Pertemuan ini merupakan upaya Bapak Gubsu mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Sumut,” jelas Nainggolan.
Dia juga mengatakan, berbagai upaya percepatan pembangunan jalan tol itu telah dilakukan di antaranya Surat Penetapan Penghunjukan Lokasi Pekerjaan (SP2LP). Sebab, SP2LP itu sebelumnya menjadi salah satu kendala perampungan proyek berbiaya Rp 4,5 triliun tersebut.

source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=95360&more=1#more95360

UMD
August 8th, 2007, 02:33 PM
I don't know if this means anything at all to the resumption of the KualaNamu project.


PT (Persero) ANGKASA PURA II

PENGUMUMAN
HASIL PRAKUALIFIKASI

PEKERJAAN

MANAJEMEN KONSTRUKSI
PEMBANGUNAN BANDARA MEDAN BARU KUALANAMU
NOMOR : AC.03.07.KSN-07/PEN/HASIL.PRA/00/2007
Tanggal 2 Agustus 2007



Berdasarkan Pengumuman Prakualifikasi Seleksi Umum Nomor:
AC.03.04.KSN.07/PD.ULG/PEN/00/2007 tanggal 11 Juli 2007, bahwa setelah diadakan seleksi atas
berkas pendaftaran peserta lelang terdapat hasil sebagai berikut :

No Nama Perusahaan Alamat NPT Hasil
Evaluasi

YANG DIUNDANG UNTUK MENGIKUTI PENJELASAN PEKERJAAN:
1 PT BINA KARYA Jl D I Panjaitan Kav 2, Cawang Jakarta
Timur 13340 Rp 1.953.088.500 LULUS 1
2 PT JAYA CM Taman Perkantoran Blok B Jl Bintaro
Utama I, Bintaro Jaya Jakarta 12330 Rp 15.379.287.000 LULUS 2
3 PT DIGRATIA AVIA Jl Bendungan Hilir Raya Kav. 36A Blok B
No 8-9 Jakarta 12210 Rp 7.600.000.000 LULUS 3

Demikian disampaikan untuk menjadi maklum, atas perhatian dan partisipasinya diucapkan terimakasih.


AUCTION COMMITTEE



KANTOR PUSAT
Bandar Udara Internasional Soekarno - Hatta Gedung 600 Kotak Pos 1001-JKT 19120, Tangerang
Telp (62) (021) 550 5074, Fax (62) (021) 550 2141, 5502528, Homepage: www.angkasapura2.co.id

paw25694
August 8th, 2007, 05:08 PM
no rendering? :banana:

laba-laba
August 14th, 2007, 04:10 AM
AP II Tenderkan Pembangunan Terminal Penumpang Kualanamu

Selasa, 14-08-2007
*hisar hasibuan
MedanBisnis – Medan
PT Angkasa Pura (AP) II akan menggelar tender pembangunan terminal penumpang Bandara Kualanamu yang ditaksir berbiaya Rp 1,3 triliun. Tender tersebut dilakukan, setelah pembuatan desain terminal selesai dikerjakan akhir Juli 2007.

Kepala Cabang PT Angkasa Pura II (Kacab PT AP II) Polonia, Frido Frinaldo mengatakan hal itu kepada wartawan di Bandara Polonia, Senin (13/8). “Desain terminal sudah selesai dibuat akhir Juli lalu. Saat ini PT AP II sedang mempersiapkan berkas dokumen pelelangan,” ungkapnya.
Frido memperkirakan, lelang pembangunan terminal Bandara Kualanamu akan dimulai pertengahan atau akhir Agustus ini. Direncanakan, total dana untuk pembangunan terminal ini mencapai sekitar Rp 1,3 triliun.
Pembuatan desain terminal Bandara Kualanamu ini telah dimulai pada Januari lalu. PT Wiratman and Associates terpilih sebagai pemenang lelang pembuatan desain terminal Bandara Kualanamu.
Rencana awal, pembuatan desain terminal Kualanamu akan memakan waktu selama delapan bulan. Namun Wapres Jusuf Kalla meminta agar pembuatan desain tersebut dipercepat, sehingga pada Bulan Juli 2007 lalu, pembuatannya telah selesai dilakukan.
Frido juga mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diketahuinya, pelaksanaan pembersihan dan penimbunan (land clearing) lahan Kualanamu juga akan segera dilakukan pada pertengahan Agustus ini.
“Saya mendapat informasi, kalau alat-alat berat untuk pekerjaan land clearing sudah memasuki lokasi pekerjaan. Sehingga pertengahan Agustus ini, pekerjaan tersebut sudah bisa dimulai. Pekerjaannya dilakukan oleh kontraktor asal Medan,” ungkapnya.

Tender Overlay
Pihak PT AP II Polonia juga telah membuka lelang ulang overlay runway 05 Bandara Polonia. Pada kertas yang ditempelkan di papan pengumuman AP II Polonia, lelang dibuka mulai Senin (13/8) dan berlangsung hingga 15 Agustus 2007.
Lelang overlay run way 05 ini dilakukan untuk kedua kali. Sebab, dalam lelang pertama, keempat perusahaan peserta dinilai tidak dapat memenuhi persyaratan teknis, sehingga harus diulang. Lelang ulang ini diumumkan dengan nomor: PAN.PEL.14.09.08/05/08/2007/06 yakni keterangan pelelangan umum pasca kualifikasi dengan anggaran tahun 2007 AP II. Sedangkan jenis pekerjaan merupakan perbaikan pemukaan landasan, taxi way dan apron di Polonia.
Pada pengumuman lelang tersebut juga dijelaskan, persyaratan khusus yang bersifat mandatori bagi peserta lelang, yaitu harus memiliki 2 unit mesin pengupas aspal (cold milling machine), 2 unit asphalt finisher, 2 unit Pneumatic Tire Roller, 2 unit Tandem Roller.
Untuk pengambilan dokumennya dilakukan pada Kamis, 16-21 Agustus 2007. Sedangkan untuk penjelasan pekerjaannya dilakukan panitia lelang AP II pada 24 Agustus 2007.
Sementara itu, pada tahap pembukaan lelang overlay sebelumnya yang gagal mengambil pemenang tender, panitia tender AP juga membuka pengumuman lelang overlay. Namun pada pengumuman tender overlay tersebut panitia AP II tidak turut menyertakan persyaratan peralatan teknis yang harus dimiliki peserta yang ikut. Sedangkan tender ulang overlay yang dibuka hari ini oleh panitia AP II malah menyertakan persyaratan teknis.


source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=96335&more=1#more96335

Ampelio
August 15th, 2007, 07:15 AM
good news... bad news.... good news... bad news... good news... :):)

g4brielle
August 15th, 2007, 12:22 PM
^^
:lol: :lol: :lol:
I'm eager to see some skyline pics pls.

Surakarta
August 15th, 2007, 12:36 PM
Bad news....bukan cepat dikerjakan ajah:banana:

peseg5
August 22nd, 2007, 09:45 AM
Waktu ke kantor AP2...td gak sengaja liat maketnya Kuala Namu...

Ternyata layout airportnya hampir mirip Soetta yang sekarang... 2 runway 2 terminal... tengah2nya tempat parkir.. pokoknya hampir mirip...

Tapi kalo liat design terminalnya...VERY UGLY... desainnya kayak rumah2 di kota wisata yang bercorak fantasi tapi norak...

Tapi gak tau yah, itu maket tahun kapan dan apakah itu final designnya... Mudah2an sih designnya diperbarui, tapi kalo kayak gitu kasian deh Medan...

Sorry no pic...

laba-laba
August 23rd, 2007, 06:10 AM
AP II Gelar Lelang Gedung Terminal Penumpang Bandara Kualanamu
Kamis, 23-08-2007
*hisar hasibuan
MedanBisnis – Medan
Setelah menyelesaikan pembuatan desain, PT Angkasa Pura (AP) II akhirnya membuka lelang (tender) pembuatan pondasi dan struktur atas gedung terminal Bandara Medan Baru Kualanamu. Lelang ini merupakan bagian rencana pembuatan terminal penumpang, yang menelan total biaya sekitar Rp 1,3 triliun.

Kepala Cabang PT AP II Polonia, Frido Frinaldo, kepada wartawan, Rabu (22/8), mengatakan, pendaftaran dan pengambilan dokumen kualifikasi dan pengembalian dokumen lelang oleh peserta, berlangsung mulai tanggal 22-30 Agustus 2007.
“Pendaftaran, pengambilan dokumen kualifikasi dan pengembalian dokumennya berlangsung mulai pukul 10.00 WIB-16.00 WIB dan diadakan di Sekretariat Auction Committee Kantor Pusat PT AP II Gedung 600 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dan Sekretariat Panitia Pelelangan Kantor Cabang PT AP II Polonia, Medan,”jelasnya.
Adapun syarat-syarat yang ditetapkan oleh panitia adalah, perusahaan calon peserta merupakan perusahaan jasa pelaksana konstruksi dengan bidang arsitektur dan sub bidang gedung dan pabrik. Atau juga perusahaan yang bergerak di bidang arsitektural dengan sub bidang bangunan non perumahan lainnya. Sedangkan kualifikasi perusahaan masuk dalam kualifikasi non kecil (B).
“Proyek ini dibiayai dengan dana dari PT AP II untuk tahun anggaran 2007. Untuk harga perhitungan sendirinya, saya masih belum tahu. Tapi pekerjaan ini merupakan bagian dari pembuatan terminal penumpang Bandara Kualanamu yang totalnya menelan biaya sekitar Rp 1,3 triliun,” ujarnya.
Frido juga mengatakan, dengan dimulainya lelang pembuatan pondasi dan struktur atas gedung terminal Bandara Medan Baru Kualanamu ini, maka pekerjaan-pekerjaan berskala besar di lokasi tersebut akan segera dimulai.
Saat ini, lanjutnya, tengah dilakukan land clearing tahap pertama senilai Rp 55 miliar di atas lokasi proyek juga tengah berlangsung dengan jangka waktu pekerjaan sekitar dua bulan. Setelah tahap pertama selesai, maka land clearing tahap II senilai Rp 200 miliar juga akan berlangsung.
“Jika lelang tersebut berlangsung sesuai waktu yang ditetapkan, yakni 45 hari kerja, maka bulan Oktober 2007 sudah bisa dilakukan pembangunannya. Dan di lokasi tersebut juga akan dilakukan berbagai proyek berskala besar lainnya,”tambah Frido.

http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=96661&more=1#more96661

rilham2new
August 23rd, 2007, 08:12 AM
AP II Gelar Lelang Gedung Terminal Penumpang Bandara Kualanamu
Kamis, 23-08-2007
*hisar hasibuan
MedanBisnis – Medan
Setelah menyelesaikan pembuatan desain, PT Angkasa Pura (AP) II akhirnya membuka lelang (tender) pembuatan pondasi dan struktur atas gedung terminal Bandara Medan Baru Kualanamu. Lelang ini merupakan bagian rencana pembuatan terminal penumpang, yang menelan total biaya sekitar Rp 1,3 triliun.



Kayaknya, orang2 Angkasa Pura 2, ini mesti diancem pake piso ....supaya mau posting RENDERING nya di sini :D

laba-laba
September 7th, 2007, 06:04 AM
Meski Warga Tetap Bertahan, Pembangunan Bandara Kualanamu Berlanjut
Jumat, 07-09-2007
*rinaldi samosir

MedanBisnis – Beringin
Sedikitnya 71 kepala keluarga (KK) pensiunan karyawan PTPN 2 masih bertahan di lahan yang dijadikan Bandara Kualanamu. Namun proyek pembangunan bandara tersebut terus berlanjut tanpa hambatan yang berarti. Pasalnya, pengerjaan tahap pertama pembangunan bandara itu belum mengarah ke aeral pemukiman milik PTPN2 yang dihuni pensiunan karyawan.

Hal itu diungkapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Bandara Kualanamu, Syafullah Siregar didampingi perwakilan kontraktor PT Lampiri Jaya Abadi, Eka, ketika menerima kunjungan sejumlah pengurus Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi NAD-Nias ke Bandara Kualanamu, Selasa (4/9).
“Mengenai 71 KK yang masih bertahan di areal Bandara Kualanamu, itu bukan urusan kita lagi, sebab ganti ruginya sudah diberikan kepada PTPN 2. Begitu juga areal pemukiman Kodam yang ada di Kecamatan Panti Labu juga sudah diganti rugi selurunya kepada Puskopad,” ungkap Syafullah Siregar.
Menurutnya, meski ke 71 KK masih bertahan di areal bandara, namun pihaknya bersama kontraktor terus berupaya melakukan pendekatan dari hati kehati, sekaligus memberikan penjelasan bahwa ganti rugi lahan sudah diberikan PT ( Persero) Angkasa Pura II kepada pihak PTPN 2.
Tentang kemungkinan ke 71 KK tersebut tetap bersikukuh tidak mau pindah ?. “Oh, itu bukan kita yang menangani, melainkan pihak yang terkait. Tapi kami yakin kok kalau mereka (71 KK-red) nantinya juga mau memahami kalau tugas kita hanya membangun bandara,” jelasnya.
Sementara Eka, perwakilan kontraktor menjelaskan, meski di areal bandara masih terdapat sejumlah tanaman pertanian milik masyarakat, mereka juga masih memberikan toleransi sampai waktu panen.
“Bahkan ada lokasi yang seharusnya minggu ini sudah dimulai pengerjaannya, terpaksa kita undur sampai minggu depan. Sebab, di lokasi itu terdapat tanaman padi masyarakat yang belum dipanen,” ujar Eka.
Pada kesempatan itu, Syafullah Siregar menambahkan, karena lokasi Bandara Kulanamu adalah lahan kosong, pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Deliserdang, terutama menyangkut Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK). Sedangkan menyangkut pembangunan jalan tol dan non-tol, ganti ruginya ditangani pemda setempat.
Berdasarkan pengamatan MedanBisnis, pengerjaan Bandara Kualanamu masih di sektor pengerjaan tanah tahap pertama yang ditangani PT Lampiri Jaya Abadi dan PT Mitra Engineering Group JO dengan dana sebesar Rp 49.968.000.000 yang bersumber dari dana DIPA APBN 2007. Diperhitungkan pada pertengahan Desember 2007, pengerjaan tanah tahap pertama tersebut sudah selesai dikerjakan.

http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=98096&more=1#more98096

Blue_Sky
September 7th, 2007, 06:26 AM
Selamat, thread ini saya pilih sebagai thread paling membosankan dalam sejarah SSC
Gk ada rendering, gk ada kejelasan yang ada hanya diam mundur diam mundur, gk maju maju kayak nya

@Angkasapura

capeee deee

lombok
September 7th, 2007, 07:52 AM
Kapan ih selesai ? 2009 Gue akan ke Medan:banana: :banana: :banana:

paw25694
September 7th, 2007, 12:08 PM
Selamat, thread ini saya pilih sebagai thread paling membosankan dalam sejarah SSC
Gk ada rendering, gk ada kejelasan yang ada hanya diam mundur diam mundur, gk maju maju kayak nya

@Angkasapura

capeee deee

padahal gw nemu ssc gara2 nemu thread Kuala Namu :(

Blue_Sky
September 7th, 2007, 07:39 PM
padahal gw nemu ssc gara2 nemu thread Kuala Namu :(

Klo gitu selamat buat elo juga :D
Soalnya sama kayak gue, nemu SSC karena nyari artikel Menara Jakarta yang sama gk jelas nya dengan bandara ini

laba-laba
September 10th, 2007, 05:22 AM
Oktober, Pengerjaan Konstruksi Rel KA Aras Kabu-Kualanamu Dimulai
Senin, 10-09-2007
*hisar hasibuan

MedanBisnis – Medan
PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menargetkan pengerjaan konstruksi rel kereta api (KA) dari Aras Kabu menuju Kualanamu sudah bisa dimulai Oktober 2007. Demikian diungkapkan Kepala PT KAI Divre I Sumut, Muliantha Sinulingga, didampingi Kahumas Suhendro Budi Santoso, kepada wartawan, pada peringatan HUT ke-62 PT KAI di Medan, Minggu (9/9).

“Kita mendapat informasi dari Pempropsu, September 2007 ini sudah dimulai pembebasan lahan untuk rel KA tersebut dan menurut rencana selesai pada bulan ini juga. Karenaya, kita targetkan Oktober mendatang sudah bisa memasuki tahap konstruksi,” jelasnya.
Muliantha menambahkan, jika tahap konstruksi pembangunan rel ini dimulai Oktober 2007, maka diharapkan awal 2008 rel sepanjang 3.000 meter tersebut sudah dapat difungsikan. “Keberadaan rel itu sangat penting dalam mendukung pembangunan bandara baru di Kualanamu. Sebab, berbagai peralatan berat untuk pembangunan disana akan diangkut dengan menggunakan kereta api,” katanya.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut, RE Nainggolan kepada MedanBisnis mengatakan, tim penyelesaian pembebasan lahan Aras Kabu-Kualanamu yang dibentuk Pemkab Deliserdang akan mulai melakukan pembebasan lahan pada September ini. “Diperkirakan proses pembebasan lahan ini akan memakan waktu antara 1-2 bulan dengan anggaran sekitar Rp 500 juta dan luas lahan yang dibebaskan sekitar 1,4 - 1,5 hektar,” ungkapnya yang dihubungi via ponsel.
Pemkab Deliserdang, ujar RE Nainggolan, telah menyikapi rencana pembangunan rel KA tersebut dengan sangat serius. Karenanya, Pempropsu, Pemkab DS, PT KAI serta pihak terkait lain sangat mengharapkan dukungan dari masyarakat sekitar lokasi.
Terminal Check In
Sementara itu, Muliantha mengungkapkan, pada Selasa (4/9), Menneg BUMN Sofyan Djalil telah mengadakan pertemuan dengan PT KAI, Walikota Medan dan Badan Pertanahan Pusat (BPN). Dalam pertemuan tersebut, Sofyan menginstruksikan agar PT KAI dan Pemko Medan bekerja sama membuat bussiness plan pembangunan terminal city check in yang akan dibangun di Jalan Jawa Gang Buntu.
"Dalam pembangunan city check in ini, kita sudah diinstruksikan Menneg BUMN untuk membuat bussiness plan bersama dengan Pemko Medan. City check in tersebut akan menjadi stasiun KA dari Medan menuju Bandara Kualanamu,” jelasnya.
Pembangunan itu nantinya akan melibatkan pula pihak ketiga, yakni investor. Namun, Muliantha masih belum dapat memastikan berapa persen saham yang dimiliki masing-masing pihak di city check in tersebut.
"Sharing saham ini tergantung dengan bussiness plan yang kita buat. Sekarang saya masih belum dapat memastikan besar penyertaan saham dari masing-masing pihak,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut Muliantha, PT KAI sedang membangun kereta rel diesel elektrik (KRDE) yang nantinya akan digunakan sebagai kereta pengangkut penumpang ke bandara baru di Kualanamu. “Berbeda dengan kereta biasa, kereta ini akan memiliki dua lokomotif yang bersatu dengan gerbong penumpang. Kita berharap, ketika bandara selesai dibangun, maka kereta ini sudah dapat beroperasi,” tandasnya.

source :http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=98295&more=1#more98295

laba-laba
September 19th, 2007, 05:19 AM
AP II Anggarkan Rp 180 Miliar untuk Pondasi Terminal Kualanamu
Rabu, 19-09-2007
*hisar hasibuan

MedanBisnis – Medan
PT Angkasa Pura (AP) II Polonia menganggarkan dana sekitar Rp 180 miliar untuk pembangunan pondasi dan struktur atas terminal penumpang bandara di Kualanamu, yang direncanakan sebagai pengganti Bandara Polonia. Kepala Cabang PT AP II Polonia, Frido Frinaldo mengatakan hal itu kepada wartawan di Bandara Polonia, Selasa (18/9).

Lebih lanjut dikatakan, saat ini lelang pembangunan pondasi dan struktur atas terminal penumpang bandara di Kualanamu tengah memasuki tahap penjelasan. Tahap ini dilakukan di Medan dan 10 peserta lelang juga telah meninjau lokasi di Kualanamu.
Seperti yang diberitakan beberapa waktu lalu, lelang pembangunan pondasi dan struktur atas terminal penumpang bandara di Kualanamu diikuti oleh 10 peserta. Enam diantaranya merupakan kalangan BUMN, yaitu adalah Adhi Karya, Waskita Karya, PT Pembangunan Perumahan, Wijaya Karya, Hutama Karya dan Windia Karya. Sedangkan empat perusahaan peserta merupakan swasta yaitu Citra Gading Asritama, Modern Widya Technical, PT Duta Graha dan Jaya Konstruksi.
Frido mengatakan, setelah tahap ini, maka akan dilakukan tahap selanjutnya, yaitu tahap pembukaan sampul penawaran teknis dan harga. Tahap pembukaan sampul penawaran teknis akan dilakukan pada 30 September 2007, sedangkan pembukaan sampul penawaran harga dilakukan pada tanggal 7 oktober 2007.
“Kalau semua berjalan lancar, diperkirakan tanggal 19 Oktober 2007 dapat ditetapkan pemenang lelang. Sedangkan pengerjaan proyek ini direncanakan berjalan selama 8 bulan,” ujarnya.

http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=99107&more=1#more99107

ace4
September 19th, 2007, 07:54 AM
padahal gw nemu ssc gara2 nemu thread Kuala Namu :(

gw juga ketemu SSC waktu mencari informasi tentang Jakarta Monorel :D

btw gimana tuh kabar nya kuala namu, terakhir gw mendarat di Polonia bener2 terminal bus, walaupun sekarang ban berjalannya di areal kedatangan ada tiga biji

AceN
September 19th, 2007, 05:36 PM
Tadi sore g denger di Public Corner-MetroTV, pemprov sumut mengadakan Sumut Expo. Expo nya ada di Semanggi Expo, di SCBD. Mereka terus menyebut-nyebut Kuala Namu sebagai Megaproyek yang sedang dilaksanakan di Sumut, dan diharapkan tahun depan pengerjaannya sudah mulai dilaksanakan. Coba deh ke Semanggi Expo, barangkali ada maketnya Kuala Namu & bisa nge post di sini....

paw25694
September 20th, 2007, 09:16 AM
^^ beneran? gw liat nya waktu itu iklan SULUT expo di kemang :lol:

AceN
September 20th, 2007, 08:57 PM
^^ beneran? gw liat nya waktu itu iklan SULUT expo di kemang :lol:

LoOh...Kuala Namu pindah ke SuLuT ya ? Waduh..udah lama ga baca koran, sampe ga tau g....:lol: :lol: :lol:

paw25694
September 21st, 2007, 03:56 PM
hihi.. tauk tuh :D:D:lol:

peseg5
September 22nd, 2007, 07:00 PM
Tadi sore g denger di Public Corner-MetroTV, pemprov sumut mengadakan Sumut Expo. Expo nya ada di Semanggi Expo, di SCBD. Mereka terus menyebut-nyebut Kuala Namu sebagai Megaproyek yang sedang dilaksanakan di Sumut, dan diharapkan tahun depan pengerjaannya sudah mulai dilaksanakan. Coba deh ke Semanggi Expo, barangkali ada maketnya Kuala Namu & bisa nge post di sini....

Kalau mau liat datang ke kantornya AP2 aja di Bandara Soekarno Hatta...

Gak bakal ditanya apa2 kok, securitynya biasa saja..

Pokoknya di dalam lobbynya... Saya udah liat, tapi waktu itu gak bawa camera.

Pokoknya layoutnya hampir persis bandara Soekarno Hatta. 2 runway paralel dan 2 terminal saling berhadapan, di tengahnya area parkir. Hanya yang agak mengganggu adalah desainnya agak norak di maket tersebut. Mudah2an diredesign lagi sih.

AceN
September 22nd, 2007, 08:02 PM
Kalau mau liat datang ke kantornya AP2 aja di Bandara Soekarno Hatta...

Gak bakal ditanya apa2 kok, securitynya biasa saja..

Pokoknya di dalam lobbynya... Saya udah liat, tapi waktu itu gak bawa camera.

Pokoknya layoutnya hampir persis bandara Soekarno Hatta. 2 runway paralel dan 2 terminal saling berhadapan, di tengahnya area parkir. Hanya yang agak mengganggu adalah desainnya agak norak di maket tersebut. Mudah2an diredesign lagi sih.

Iya? Gapapa ? Kalo ditanya, jawabnya apa donk ? Mau liat maket kuala namu gitu ? :lol: nanti deh g coba! maketnya ada di deket pintu masuk ?

eh iya, masuk ke kantornya lewat jalan yang mana ? Btw, thanx for yout info !:) :)

sanhen
September 23rd, 2007, 03:59 PM
Foto dong foto maket nya kalo kesana...

peseg5
September 23rd, 2007, 04:08 PM
Iya? Gapapa ? Kalo ditanya, jawabnya apa donk ? Mau liat maket kuala namu gitu ? :lol: nanti deh g coba! maketnya ada di deket pintu masuk ?

eh iya, masuk ke kantornya lewat jalan yang mana ? Btw, thanx for yout info !:) :)

Pokoknya begitu masuk gerbang tol Bandara terus saja, nanti ada percabangan ke kiri ke terminal, sedangkan terus ke kantor. Ambil yang terus lewatin bunderan. Nanti ada 2 gedung abu2 di sebelah kanan, masuk ke area parkir disitu. Agak susah juga ya nerangin. Tanya aja orang2 disitu, disana banyak tukang ojek nangkring kok.

Yang penting sih, pakaiannya yang rapih dan sopan biar gak ditanya2in. Kalau pakai baju renang pasti bakalan ditanyain...:D

Oya maketnya deket pintu masuk, begitu masuk ada disebelah kanan.

glitz_boy
September 23rd, 2007, 05:16 PM
hah? blon mulai toh ..... capeee dddd thread nya dah panjang banget

AceN
September 23rd, 2007, 05:47 PM
Pokoknya begitu masuk gerbang tol Bandara terus saja, nanti ada percabangan ke kiri ke terminal, sedangkan terus ke kantor. Ambil yang terus lewatin bunderan. Nanti ada 2 gedung abu2 di sebelah kanan, masuk ke area parkir disitu. Agak susah juga ya nerangin. Tanya aja orang2 disitu, disana banyak tukang ojek nangkring kok.

Oya maketnya deket pintu masuk, begitu masuk ada disebelah kanan.

G kan blum dikasi kendaraan ni di Jkt, jadi kalo g mo maen ke eRpod paling naek Damri yang dari Gambir. Nha..kalo naek Damri turun di T1 / T2 ?


Yang penting sih, pakaiannya yang rapih dan sopan biar gak ditanya2in. Kalau pakai baju renang pasti bakalan ditanyain...:D

Oke Dhe ! Nanti g pake kemeja + name tag ! Biar dikira peserta tender.....:lol: :lol:

rilham2new
September 23rd, 2007, 06:07 PM
^^ Jangan turun di Terminal donk, ... turunnya di kawasan perkantorannya :tongue2:

AceN
September 23rd, 2007, 07:01 PM
Kan DAMRInya cuma berhenti di T1 / T2 .. Kaga ke kantoran kayanya.. :( nasib anak kos... :fiddle:

peseg5
September 23rd, 2007, 07:43 PM
Kan DAMRInya cuma berhenti di T1 / T2 .. Kaga ke kantoran kayanya.. :( nasib anak kos... :fiddle:

Cari pangkalan ojek di area parkirnya... begitu turun langsung ke daerah tempat parkir. Tanya aja pangkalan ojek disitu. Trus minta anterin deh ke kantor AP2. Itu kalo niat banget yah, kesana cuman buat moto maket doang. :lol:

AceN
September 23rd, 2007, 07:54 PM
Cari pangkalan ojek di area parkirnya... begitu turun langsung ke daerah tempat parkir. Tanya aja pangkalan ojek disitu. Trus minta anterin deh ke kantor AP2. Itu kalo niat banget yah, kesana cuman buat moto maket doang. :lol:

Kalo turun dari T1 ato T2 trus jalan aja bisa ga ya.... ? :D Abiss..penasaran banget..maketnya bukan kaya yang dulu pernah di post disini kan ?

rilham2new
September 24th, 2007, 04:04 AM
Seandainya kayak yang dulu pernah dipost di sini .... nih bakalan jadi reaksi AceN ..... waktu ngliat maketnya

:eek2: :eek2: :eek2:

Soalnya firasat aq pasti sama kek maket yang dulu pernah diposting di sini :tongue3:

laba-laba
September 24th, 2007, 05:13 AM
Pembangunan Bandara Kualanamu Terlambat, SBY Bertanggung Jawab
Senin, 24-09-2007
*hendrik hutabarat
MedanBisnis – Medan
Pemerintah Propinsi Sumatera Utara berharap pembangunan Bandara Kualanamu bisa segera direalisasikan pada tahun 2009 agar roda perekonomian Sumatera Utara bergerak lebih cepat dan pembangunan Kota Medan tidak terhambat akibat lambannya pemindahan Bandara Polonia ke Kualanamu. Kalau pembangunan bandara itu terhambat, masyarakat Sumatera Utara layak menuntut pertanggungjawaban kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Sebenarnya kita semua sudah tenang (dengan rencana pembangunan Bandara Kualanamu -red). Sebab hal itu sendiri sudah ditegaskan oleh Bapak Pre*siden pada tanggal 16 Agustus lalu dalam pidato kenegaraan di Jakarta,” ujar Kepala Badan Informasi dan Komunikasi (Kabainfokom) Pempropsu Edy Sofyan kepada para wartawan di Hotel Madani Medan, akhir pekan lalu.
Dia mengatakan, pihaknya sudah lama meminta kepada Departemen Perhubungan agar pendirian bangunan di Medan yang ada tidak hanya sebatas 45 meter. Sebab, selama ini pembangunan kota terhambat karena lambannya pembangunan Bandara Polonia.
“Sekarang saja ekonomi Sumut mengalami kemajuan sekitar 9,3 persen, bahkan mendapat pujian dari Bapak Presiden sekalipun keadaan transportasi, infrastruktur, dan listrik belum optimal,” ujarnya.
Mengenai kemungkinan pemangkasan ba*ngunan tinggi yang berpotensi mengganggu dunia penerbangan, Edy menyerahkan persoalan itu kepada Dinas Perhubungan dan sesuai prosedur berlaku.
Tetapi Edy berharap polemik ketinggian bangunan di kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) ini menjadi dorongan agar Bandara Polonia dipindahkan secepatnya. Dia yakin pembangunan bandara yang baru diselesaikan tahun 2008. “Persoalan yang ada saat ini hanya di tahap awal, yakni di tahap tender,” ujarnya.
Posisi Pempropsu saat ini hanya mendorong agar Kota Medan bisa maju dan modern, de*ngan salahsatu cirinya adalah memiliki banyak bangunan tinggi di tengah lahan kota yang semakin sempit. Adapun pembangunan bandara yang baru pasti segera diwujudkan.
“Sebab kita sudah terlalu lama menunggu realisasi bandara yang baru ini. Sudah sejak tahun 1994 kita menunggu, padahal lahan yang ada sudah dibebaskan untukbandara itu,” tegas pria berkumis lebat ini.

source http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=99524&more=1#more99524

AceN
September 24th, 2007, 08:10 AM
Seandainya kayak yang dulu pernah dipost di sini .... nih bakalan jadi reaksi AceN ..... waktu ngliat maketnya

:eek2: :eek2: :eek2:

Soalnya firasat aq pasti sama kek maket yang dulu pernah diposting di sini :tongue3:

Wakakaka...! :lol: :lol: wah..wah..u can read my mind...!! gawat..gawat..nanti smua pikiran g kebaca lagi....!! :D :D

Btw, ada yang bisa post aerial view lahan yang buat Kuala Namu ? Sekelilingnya masih sawah2 smua ya ?

...atau...

.....bangunan KUMUH ? ....:banana: :banana:

peseg5
September 24th, 2007, 02:23 PM
Kalo turun dari T1 ato T2 trus jalan aja bisa ga ya.... ? :D Abiss..penasaran banget..maketnya bukan kaya yang dulu pernah di post disini kan ?

yg mana yah? emg pernah di post?

UMD
September 24th, 2007, 03:32 PM
Yang pernah dipost kan desain lama. Kalo menurut jadwal yg direncanakan, akhir bulan Agustus yg lalu sudah dikeluarkan desain baru....tapi yah...cara AP2 menjalani proyek ini juga malas malasan, yah....mungkin aja masih maket lama yg dipake.

AceN
September 24th, 2007, 07:02 PM
Yang pernah dipost kan desain lama. Kalo menurut jadwal yg direncanakan, akhir bulan Agustus yg lalu sudah dikeluarkan desain baru....tapi yah...cara AP2 menjalani proyek ini juga malas malasan, yah....mungkin aja masih maket lama yg dipake.

Yah biasa lah..tunggu nanti g post maketnya disini. We'll see it later.. :) Kalo ga gini ya bukan Angkasa Pura-Pura, eh..Angkasa Pura.. :D:D

laba-laba
September 25th, 2007, 05:04 AM
Percepat Pembangunan Bandara Kualanamu
Pempropsu Harapkan Dukungan Masyarakat
Selasa, 25-09-2007
*mulyadi hutahaean/hisar hasibuan
MedanBisnis - Medan
Pempropsu sangat mengharapkan dukungan masyarakat untuk percepatan pembangunan Bandara Kualanamu. Dukungan itu dapat dilakukan dengan membantu panitia pembebasan lahan yang diketuai Sekdakab Deliserdang agar bisa menuntaskan pekerjaan tersebut.

“Dana untuk pembebasan lahan pembuatan jalan non tol (highway) ini telah disiapkan pemerintah sebesar Rp 40,5 miliar melalui APBD Sumut. Diharapkan masyarakat dapat membantu soal pelepasan lahan,” kata Kepala Badan Perencana dan Pembangunan Daerah Sumut (Bappeda) Sumut, Drs RE Nainggolan MM, kepada wartawan, Senin (24/9).
Harapan itu disampaikan RE Nainggolan yang didampingi Kabid Sarana dan Prasara Bappedasu Lauren Gultom usai menggelar rapat dengan instansi terkait yang dihadiri pejabat Pemkab Deliserdang, Kepala Divisi Regional PT KAI Mulianto Sinulingga, Kadis Jalan dan Jembatan Propsu Ir Syarifullah Harahap, Kadis Perhubungan Propsu Ir Farhan Tanjung, Satker PT Angkasa Pura II dan Satker Ditjen Perhubungan Udara.
Dalam rapat yang dipimpin RE Nainggolan itu, dirumuskan bahwa Pemkab Deliserdang diminta untuk melakukan pembebasan lahan untuk pembuatan jalan dari Simpang Kayu Besar, Tanjungmorawa menuju Kualanamu sepanjang 14,4 kilometer dengan lebar 33 meter serta pembebasan lahan untuk lintasan Kereta Api (KA) dari Aras Kabu menuju Kualanamu seluas 1,3 hektar.
Pihak PT KAI, kata Nainggolan, telah meminta secepatnya agar pembebasan lahan bisa dilakukan secepatnya, supaya mereka bisa melakukan pembangunan jalan KA dimaksud.
Dana untuk pembebasan lahan jalan itu sebesar Rp 40 miliar, sedangkan dana untuk pembebasan lahan untuk KA tahap pertama dianggarkan Rp 500 juta (1,3 hektare). Saat ini pekerjaan sudah dimulai (tahap perataan tanah).
Sedangkan dana untuk pembangunan tahap pertama dianggarkan sebesar Rp 56,3 miliar yang terdiri dari Rp 49,9 miliar untuk pekerjaan fisik tanah dan biaya konsultansi lebih kurang Rp 589 juta. “Dana pembangunan untuk tahap pertama ini sudah ditampung dalam APBN, dan pekerjaan sudah dilaksanakan,” kata RE Nainggolan.
Pada APBN-P 2007, dana untuk percepatan pembangunan jalan menuju Bandara Kualanamu ini disiapkan sebesar Rp 200 miliar dan telah diusulkan kepada Menteri Keuangan RI supaya dianggarkan dalam tahun jamak. Dengan demikian, dana tersebut dapat diambil setiap saat untuk keperluan pembangunan proyek dimaksud.
Jalan Pengganti
Dijelaskan RE Nainggolan, saat ini Pemkab Deliserdang telah membangun jalan pengganti menuju Kualanamu yang sebelumnya berada di lokasi/areal Bandara Kualanamu. Diharapkan pembangunan jalan pengganti di areal/ dalam pagar areal Bandara Kualanamu ini bisa cepat selesai.
Dalam rapat persiapan pembangunan Bandara Kualanamu yang digelar setiap akhir bulan itu, Pemkab Deliserdang juga disarankan untuk melakukan pelatihan bagi warga sekitar Bandara Kualanamu. Pelatihan dimaksud untuk menambah wawasan warga sekitar, sehingga mereka memiliki keahlian dalam berpartisipasi bagi pembangunan proyek di Kualanamu.
Lelang
Sementara itu, PT Angkasa Pura (AP) II berencana akan melakukan tender pembangunan gedung terminal penumpang (arsitektur) Bandara Kualanamu pada bulan Oktober 2007 mendatang. Namun masih belum diketahui berapa jumlah anggaran yang disediakan untuk pembangunan ini.
Kepala Cabang PT AP II Bandara Polonia, Frido Frinaldo, mengatakan hal itu kepada wartawan di Bandara Polonia, Senin (24/9). “Sampai sekarang masih belum diketahui nilai anggaran untuk pembangunan ini,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini tengah berlangsung lelang pembangunan pondasi dan struktur atas terminal penumpang Bandara Kualanamu, dengan nilai anggaran sekitar Rp 180 miliar dan direncanakan pembangunan berjalan selama 8 bulan.
“Lelang ini diikuti sekitar 10 perusahaan kontraktor, di mana enam di antaranya merupakan BUMN. Apabila berjalan lancar, tanggal 19 Oktober 2007 sudah bisa diketahui pemenangnya. Setelah lelang ini, direncanakan baru lelang pembangunan gedung terminal penumpang Bandara Kualanamu,” ujarnya.

http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=99673&more=1#more99673

===========

LAMA KALI BAH PROSES NYA..

rilham2new
September 26th, 2007, 10:29 PM
Ini alasan kenapa airport ini mesti cepet2 dibangun


SITUASI RUANG TUNGGU DOMESTIK DI POLONIA AIRPORT, MEDAN ...

http://www.youtube.com/watch?v=xTYkezNFmxQ

Ampelio
September 28th, 2007, 04:02 AM
Polonia?
http://img216.imageshack.us/img216/1900/poloniamvr1.jpg (http://imageshack.us)

AceN
September 28th, 2007, 06:24 AM
yEp ! :) du hast Recht, daß Polonia ist.. übrigens, woher erhieltest du sie?... :D:D:D

paw25694
September 28th, 2007, 09:22 AM
Ich heiße paw..
:lol:

BauIng
September 28th, 2007, 11:09 AM
yEp ! :) du hast Recht, daß Polonia ist.. übrigens, woher erhieltest du sie?... :D:D:D

hier steht das Bild : http://de.wikipedia.org/wiki/Flughafen_Medan :)

rilham2new
September 28th, 2007, 11:17 AM
Welehhhh ,,, pada ngemeng bahasa vajn broer de kejeboer yach -_-" ..


@ ampelio ... ya itu memang Polonia ... terminal domestik dan internasional nya terpisah ... trus, pesawatnya diparkir dalam posisi miring dari gedung terminalnya .... Soalnya, umumnya airport di Indonesia, pesawat diparkir dengan membentuk sudut 90 derajat dengan gedung terminalnya ..

paw25694
September 28th, 2007, 11:40 AM
^^ jayus deh :lol::lol::D:D:p

laba-laba
September 29th, 2007, 05:07 AM
Hingga Medium September
Konstruksi Bandara Kualanamu hanya 8%
Sabtu, 29-09-2007
*mulyadi hutahaean
MedanBisnis – Medan
Pelaksanaan pembangunan atau konstruksi di Bandara Kualanamu hingga medium September 2007 baru mencapai 8%. Dengan keseriusan semua pihak, bandara baru sebagai pengganti Bandara Polonia Medan itu pada tahun 2009 sudah dapat diterbangi atau operasional.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Propsu Ir Farhan Tanjung melalui Kasubdis Bina Program Dishub Propsu Ir Sastra Bangun kepada wartawan, Kamis (27/9) di Aula Badan Infokom Propsu, Medan.
Dijelaskannya, pekerjaan fisik yang telah dijalankan yakni pembuatan kantor kerja, pembuatan jalan kerja, telah dilakukan mobilisasi peralatan, pengukuran lahan serta fasilitas penunjang. Pekerjaan yang sedang dijalankan saat ini diantaranya grubbing, clearing dan stripping di Area Runway, Taxiway, Apron, terminal, parkir dan jalan lanjutan.
“Awalnya kami kurang optimis bahwa 2009 ini bandara baru itu bisa dioperasionalkan, tapi setelah saya dalami kami jadi optimis. Dan semakin yakin setelah mengetahui komitmen Presiden dan anggarannya sudah dimasukkan dalam APBN sebesar Rp 480 miliar,” jelas Sastra Bangun.
Ditambahkannya, pelepasan lahan untuk pembangunan jalan non tol atau artileri tujuan bandara baru itu sudah dilangsungkan. Bahkan, untuk dana pembangunan citi chek in sudah dibahas dan akan disiapkan antara Ray Link dengan Pempropsu.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Sumut (Bappedasu) Drs RE Nainggolan MM mengatakan tim pembebasan lahan yakni Sekda Deliserdang untuk pembangunan akses ke Kualanamu sudah melakukan peninjauan. Tim tersebut juga sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat agar dapat membantu dan mendukung pemerintah membangun bandara baru tersebut.
Selain mempercepat pembangunan jalan artileri mulai dari Kayu Besar menuju Kuala Namu itu, saat ini juga sedang proses tender pembangunan jalan tol Tanjungmorawa-Tebingtinggi-Juncuntion Kualanamu. “Ada 11 ruas jalan tol akan ditenderkan dalam waktu dekat, dua diantaranya berada di Sumut yakni Tanjungmorawa-Tebingtinggi-Junction Kualanamu dan Medan-Binjai,” jelasnya.

source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=100094&more=1#more100094

laba-laba
October 3rd, 2007, 05:50 AM
19 Oktober 2007 Lelang Pembangunan Pondasi Terminal Kualanamu Diumumkan
Rabu, 03-10-2007
*hisar hasibuan

MedanBisnis – Medan
PT Angkasa Pura (AP) II Pusat akan mengumumkan pemenang lelang pembangunan pondasi dan struktur atas terminal penumpang bandara baru di Kualanamu pada tanggal 19 Oktober 2007. “Apabila pelaksanaan lelang ini berjalan lancar, maka nama pemenang peserta tender bisa diumumkan tanggal 19 Oktober 2007,” kata Kepala Cabang PT AP II Bandara Polonia, Frido Frinaldo, kepada wartawan di Bandara Polonia, Selasa (2/10).

Frido mengatakan, AP II Pusat berharap pengerjaan proyek dengan anggaran sekitar Rp 180 miliar dan berlangsung delapan bulan tersebut dapat dimulai pada awal November 2007.
Dimulainya pembangunan pondasi dan struktur atas terminal penumpang bandara baru di Kualanamu ini setelah pengerjaan penimbunan lahan selesai dilakukan. Sebagaimana diketahui, di lokasi yang akan menjadi pembangunan terminal penumpang, tengah dilakukan penimbunan lahan yang diperkirakan membutuhkan 1 juta meter kubik tanah dan total biaya sekitar Rp 55 miliar.
“Pada bulan Oktober ini juga akan dilakukan lelang arsitektur atau pembangunan gedung terminal penumpang dan disusul dengan lelang mechanical engineering. Hanya saja, nilainya masih belum diketahui,” ujarnya.
Frido mengungkapkan, apabila pembangunan tahap pertama terminal penumpang tersebut selesai, maka terminal ini memiliki daya tampung sebanyak 8 juta orang per tahunnya.
Menurutnya, daya tampung terminal penumpang bandara Kualanamu ini jauh lebih besar dibandingkan kapasitas terminal penumpang Bandara Polonia yang hanya 900.000 orang per tahun.
Lebih lanjut dikatakan, saat ini arus pergerakan penumpang di terminal penumpang Bandara Polonia sudah sangat tidak sebanding dengan kapasitasnya.
Arus pergerakan penumpang saat ini sudah mencapai 4,5 juta orang pada tahun 2006 dan tahun ini diperkirakan mencapai 5 juta orang. Sehingga, dengan kondisi itu, maka keberadaan bandara baru di Kualanamu sudah sangat mendesak.
Bangun Lanside
PT AP II sendiri telah menganggarkan dana sebesar Rp 1,3 triliun untuk pembangunan landside bandara baru ini. Dana ini digunakan untuk pembangunan panel beton, parit, pos jaga, jalan kerja, desain terminal penumpang, terminal penumpang dan sarana pendukung lainnya, termasuk diantaranya pembuatan belalai gajah.
Sedangkan pemerintah sendiri melalui APBN, telah menganggarkan dana sebesar Rp 2,1 triliun untuk pembangunan air side, seperti penimbunan lahan, landasan pacu, apron dan sebagainya. Untuk tahap pertama, landasan parkir bandara baru ini diperkirakan mampu menampung sekitar 24 pesawat secara bersamaan.
“Dengan selesainya pembuatan detail desain bandara pada Juli lalu serta dilakukannya penimbunan lahan dan tender pembangunan terminal, maka pembangunan di lokasi itu akan terus berlanjut

source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=100386&more=1#more100386

AceN
October 4th, 2007, 01:25 PM
Imagine if Kuala Namu can be built like this....

http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/1161264.jpg

That is Liege Airport in Belgium. A small yet beautiful airport, can handle passenger up to 2 million pax.. :) and Kuala Namu will be designed for up to 8 million pax...hope it's better than this ! :okay:

paw25694
October 5th, 2007, 01:44 PM
yes beautiful and modern. but a bit plain imo :D:D

Puntagorda
October 7th, 2007, 01:26 PM
^
Liège adalah kota Belgia!!! ;-)

paw25694
October 7th, 2007, 02:25 PM
^^ lol. i just realized Liege is in Belgium :D:D
can you speak Bahasa Indonesia? or you use translator software?

AceN
October 7th, 2007, 08:07 PM
^^ EHhh !!! Iya..i read the wrong passage ! :lol: :lol: Click on this link (http://www.liegeairport.com/liege-airport-belgium/passagers/index.php) and we can see something strange on Liege Airport's websites....:D

@Puntagorda : Sorry & ThanX ! :nocrook:

Puntagorda
October 9th, 2007, 10:38 AM
saya sudah kuliah bahasa/sastra Indonesia di Jerman... :D

btw, itu bandara kota saya (Stuttgart):

Terminal 1:

http://www.flughafen-stuttgart.de/de/image/presse/64_mittel.jpg

http://www.flughafen-stuttgart.de/de/image/presse/8_mittel.jpg

http://www.flughafen-stuttgart.de/de/image/presse/9_mittel.jpg

Terminal 3:

http://www.flughafen-stuttgart.de/de/image/presse/118_mittel.jpg

http://www.gmp-architekten.de/2projects/FlughafenS/flugS_1.jpg

http://www.gmp-architekten.de/2projects/FlughafenS/flugS_4.jpg

ncon
October 9th, 2007, 11:20 AM
^^ if ppl nvr read wat u write

they thoght this it the nwe Kuala Namu :lol:

AceN
October 9th, 2007, 02:21 PM
Then..people will start screaming :

"OH my God! My GOd..My God...... THis is the best airport in Indonesia !!" <--- Tourists...

"Damn!! This is cooL man !" <--- Young American Tourist..

"WOooOWWW !! Indonesia is really changing !! :applause: for Indonesia!" <--- Foreign Investor...

"Segera perintahkan Walikota dan Direktur Angkasa Pura 2 untuk perluas bandara Hasanuddin!!!
Jangan lupa contact Norman Foster untuk menggambar rancangannya !!! Jangan kalah sama Medan !" <-- Wapres kita...... :D:D:D

:nocrook:

paw25694
October 9th, 2007, 03:37 PM
im proud! someone still studying Sastra Indonesia (im very happy.. haha) :D:D
btw nice airport mate!
http://www.gmp-architekten.de/2projects/FlughafenS/flugS_4.jpg
this one looked like a tree

Puntagorda
October 11th, 2007, 04:16 PM
oh... saya posted foto-foto itu sebagai inspirasi saja! :lol:

tetapi saya juga suka terminal yang baru di surabaya, manado dan makassar, dan saya harap kualanamu akan dibangun cepat...

paw25694
October 11th, 2007, 06:34 PM
^^ terima kasih :)
saya juga suka di Surabaya. Walau tidak besar dan desain nya kurang elegan :D:D
terminal Makassar yang baru memang sangat megah dan modern :D:D
yeah.. semoga Kuala Namu dibangun cepat.. hehe

AceN
October 12th, 2007, 04:29 AM
^^ Terima kasih juga. Saya juga suka Juanda Airport, meskipun lebih terlihat seperti terminal Bus yang modern daripada sebuah bandara.. :D:D
Ya..kita semua juga berharap pembangunan Kuala Namu dapat dipercepat :)

hayabusa_future
October 26th, 2007, 01:28 AM
Tadi sore g denger di Public Corner-MetroTV, pemprov sumut mengadakan Sumut Expo. Expo nya ada di Semanggi Expo, di SCBD. Mereka terus menyebut-nyebut Kuala Namu sebagai Megaproyek yang sedang dilaksanakan di Sumut, dan diharapkan tahun depan pengerjaannya sudah mulai dilaksanakan. Coba deh ke Semanggi Expo, barangkali ada maketnya Kuala Namu & bisa nge post di sini....

Analisa daily reported that the Sumut Expo was opened yesterday at Semanggi. If someone is in the area and have time to drop by, do you mind having a look to see if Kuala Namu is shown there.... cheers

Open from 25-28 October 2007

Official site: http://www.sumutexpo.com/

laba-laba
October 29th, 2007, 07:16 AM
yang pasti, bulan feb 2008 paling cepat strukturan bandara dapat dimulai pengerjaannya.

laba-laba
October 29th, 2007, 07:24 AM
Dokumen Amdal Kualanamu Tahap II Sedang Disiapkan

Sabtu, 27-10-2007
*herman saleh
MedanBisnis – Medan
Team Leader Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Pembangunan Bandara Kualanamu Abdul Razak Manan sedang mempersiapkan dokumen amdal tahap II. Amdal tahap II itu untuk penyempurnaan pembangunan bandara pengganti Bandara Polonia Medan tersebut.

“Dalam dokumen tahap II ini, merupakan lanjutan dan penyempurnaan dari dokumen amdal yang sebelumnya. Kalau sebelumnya kita belum bisa melihat seperti apa gambaran bandara tersebut, sekarang ini lebih jelas karena sudah ada gambar konstruksi, bentuk bangunan, dan pendukung lainnya, seperti jalan tol,” katanya kepada wartawan di Bandara Polonia Medan, Jumat (26/10).
Dikatakannya, selain amdal, dalam dokumen tahap II tersebut juga disiapkan mengenai Rencana Kelola Lapangan (RKL) dan Rencana Pantauan Lapangan (RPL). Saat ini, lanjutnya, sedang dalam proses penyelesaian dan ditargetkan selesai paling lambat Januari 2008. “Dengan demikian, pengerjaan bandara Kualanamu tahap II baru bisa dilakukan Februari 2008. Sedangkan pengerjaaan yang sekarang masih tahap pertama, dan tahap II bisa dilaksanakan setelah tahap I selesai serta masih berpedoman pada amdal tahap I,” jelasnya.

source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=101845&more=1#more101845

bbq
November 3rd, 2007, 02:38 PM
Dokumen Amdal Kualanamu Tahap II Sedang Disiapkan

Sabtu, 27-10-2007
*herman saleh
MedanBisnis – Medan
Team Leader Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Pembangunan Bandara Kualanamu Abdul Razak Manan sedang mempersiapkan dokumen amdal tahap II. Amdal tahap II itu untuk penyempurnaan pembangunan bandara pengganti Bandara Polonia Medan tersebut.

“Dalam dokumen tahap II ini, merupakan lanjutan dan penyempurnaan dari dokumen amdal yang sebelumnya. Kalau sebelumnya kita belum bisa melihat seperti apa gambaran bandara tersebut, sekarang ini lebih jelas karena sudah ada gambar konstruksi, bentuk bangunan, dan pendukung lainnya, seperti jalan tol,” katanya kepada wartawan di Bandara Polonia Medan, Jumat (26/10).
Dikatakannya, selain amdal, dalam dokumen tahap II tersebut juga disiapkan mengenai Rencana Kelola Lapangan (RKL) dan Rencana Pantauan Lapangan (RPL). Saat ini, lanjutnya, sedang dalam proses penyelesaian dan ditargetkan selesai paling lambat Januari 2008. “Dengan demikian, pengerjaan bandara Kualanamu tahap II baru bisa dilakukan Februari 2008. Sedangkan pengerjaaan yang sekarang masih tahap pertama, dan tahap II bisa dilaksanakan setelah tahap I selesai serta masih berpedoman pada amdal tahap I,” jelasnya.

source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=101845&more=1#more101845

td sore gw barusan ke kota pantai labu yg jln aksesnya itu merupakan areal belakang bandara kuala namu, gw liat msi ada pemukiman trus byk areal yg masi brupa kebun sawit ...

tapi byk jg dump truck yg masuk areal itu trus ada bbrp alat berat, bisakh mas laba2 show site kuala namu dari google earth? ... plizz ... thx ...

rilham2new
November 5th, 2007, 07:06 AM
^^ kawasan Kuala Namu belum High Resolution,, lagi pula citra2 satelitnya masih keluaran yang lama untuk kawasan Medan itu :ohno:

hayabusa_future
November 17th, 2007, 04:08 AM
some sort of update....

Pemprovsu dan PT Railink Tandatangani MoU
Transportasi Kereta Api Solusi Atasi Kemacetan ke Bandara Kuala Namu
17 November 2007

Medan, (Analisa)

Pemprovsu dan PT Railink melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengoperasikan transportasi darat massal dari Medan ke Bandara Kuala Namu. Penandatanganan kesepahaman antara Direktur Utama PT Railink Masjrahul Hidayat dan Gubsu Drs Rudolf M Pardede itu dilangsungkan di Aula Martabe Kantor Gubsu, Medan, Jumat (16/11).

Dalam sambutannya, Gubsu mengatakan Bandara Kuala Namu yang dijadwalkan akan mulai beroperasi Oktober 2009, juga merupakan unsur yang berpeluang menimbulkan kemacetan.

Salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan itu diperlukan penyediaan transportasi massal yakni mengembangkan transportasi kereta api untuk akses Medan menuju Bandara Kuala Namu.

Penyediaan transportasi massal yang modren dengan tarif murah itu juga untuk mengantar penumpang dari stasiun Medan (city check in) ke ruang tunggu Bandara Kuala Namu.

Untuk memberikan kenyamanan kepada pengguna jasa transportasi massal itu, Gubsu berharap agar PT Railink mengoperasikan kereta baru dengan model modren.

“Kereta yang akan dioperasikan itu nantinya jangan seperti kereta sekarang. Kepalanya harus cantik, catnya bagus dan interior kereta bisa membuat penumpang merasa nyaman,” kata Gubsu.

Efek Multiflier

Dijelaskan, pengembangan kereta api bandara tersebut diharapkan dapat menimbulkan efek multiflier antara lain tersedianya memperlancar pelaksanaan kegiatan pembangunan Bandara Kuala Namu yang sedang dibangun, mencegah dan mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas.

Dan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengingat dalam pengembangan kereta api bandara tersebut, Pemprovsu turut berpartisipasi dalam penyertaan modal/saham yang diikutsertakan melalui PT Pembangunan Sarana dan Prasarana Sumut sebagai BUMD.

Sementara itu, Direktur Utama PT Railink Masjrahul Hidayat jalan kereta api yang akan dibangun sepanjang tiga kilometer yang dimulai dari Stasiun Araskabu sampai terminal di dalam bandara.

Dijelaskan, jarak Stasiun Araskabu dari Kota Medan lebih kurang 26 kilometer, sedangkan jarak dari Stasiun Araskabu sampai dengan pagar pembatas bandara lebih kurang 700 meter.

“Detail desain pembangunan jalan kereta api sudah selesai dilakukan, kami mohon ke Kepala Dinas Perhubunagn Propsu untuk mengesahkannya. Untuk kemudahan penumpang pesawat, kami akan membuat fasilitas city check in di Stasiun Medan, sehingga penumpang dapat melakukan check ini lebih awal di pusat kota,” kata Masjrahul Hidayat.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Propsu Ir Farhan Tanjung mengatakan penandatangan MoU itu bertujuan untuk terintegrasinya moda kereta api dengan bandara dan moda transportasi udara dalam batas-batas tanggung jawab, kewenangan, kapasitas, kemampuan materi dan sumber daya manusia yang tersedia dengan prinsip-prinsip saling menguntungkan.

Dijelaskan, sambil menunggu terbentuknya PT Pembangunan Sarana dan Prasarana Sumut, Pemprovsu (pihak kedua) akan membentuk tim pelaksana dengan keputusan Gubernur yang anggotanya terdiri dari pihak dengan tugas utama menyusun draft perjanjian kerjasama atau bentuk perjanjian lainnya dengan prinsip saling menguntungkan paling lambat satu bulan sejak nota kesepahaman ditandatangani. (di)

laba-laba
November 29th, 2007, 11:20 AM
aku ambil dari AceN

Yippy.. :banana: untung udah bener.. :okay:

===================================

Let's start then..... :runaway:

Kuala Namu International Airport
( it's written Kwalanamu in the maquette.. dunno why :dunno: )

http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/erpod.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/erpod3.jpg
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/erpod4.jpg

will be built in 2 Phase :) IMO Design terminalnya mirip sama Sultan Iskandar Muda di Aceh... Not too bad, but not too good.. :tongue2:

Btw, Sultan Iskandar MUda juga lagi diperluas Apron & Terminalnya.. :D

Still to come.....SHIA T3........ :)

laba-laba
November 30th, 2007, 05:15 AM
Kamis, 29 November 2007 23:39 WIB
Rp60 Miliar Untuk Pembebasan Lahan Tol Tj Morawa-Kualanamu
Medan, WASPADA Online

Pembangunan ruas jalan tol Tanjungmorawa-Kualanamu dalam waktu dekat akan terealisasi. Soalnya, pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran pada APBN 2008 sebesar Rp60 miliar untuk pembebasan lahan lebih kurang 16 kilometer di wilayah tersebut.

"Beberapa ruas jalan tol di Sumut (Medan-Binjai, Tanjungmorawa-Tebingtinggi-Kualanamu) telah ditenderkan namun investor belum ada yang tertarik karena dinilai dari segi finansial kurang.

Mengingat masalah pelepasan lahan sangat ditakuti investor, sehingga khusus ruas jalan tol Tanjungmorawa-Kualanamu pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp60 miliar untuk pelepasan lahannya," kata Kasubdit Pengadaan Lahan Ditjen Bina Marga Wijaya Seta kepada wartawan, Rabu (28/11) di Royal Room Hotel Danau Toba Internasional, Medan.

Wijaya Seta yang datang ke Medan menghadiri Diseminasi Peraturan Kepala BPN RI No 3/2007 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perpres No 36/2005 Jo Perpres No 65/2006, memberikan pengarahan aturan kepada panitia pengadaan lahan di Sumut. Diharapkan pembebasan lahan baik untuk pembangunan jalan tol Tanjungmorawa-Kualanamu, rel kereta api Kualanamu dapat dilakukan sesuai aturan yang ada untuk menghindari perkara.

Dia mengakui, Peraturan Kepala BPN RI No 3/2007 itu lebih baik dari sebelumnya karena penetapan harga lahan saat dilakukan pembebasan lahan bukan hanya berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tapi melibatkan tim atau lembaga penilai harga tanah. Diharapkan, tim penilai harga tersebut bisa independen yakni bisa menghitung harga tanah sehingga bisa diterima semua pihak (masyarakat-pemerintah).

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Drs RE Nainggolan, MM saat membuka acara Diseminasi Peraturan Kepala BPN RI No 3/2007 tentang Ketentuan Pelaksanaan Perpres No 36/2005 Jo Perpres No 65/2006 itu mengatakan, kegiatan tersebut sangat penting. Soalnya, saat ini di Sumut sedang berlangsung proses pembebasan lahan untuk pembangunan high way, rel kereta api, ruas jalan tol Tanjungmorawa-Tebingtinggi-Kualanamu dan lainnya.

"Untuk pembangunan rel kereta api dan high way, diharapkan minggu ketiga dan keempat Desember 2007 akan dilakukan pelepasan lahan. Sebab, saat ini tim sudah selesai 100% melakukan inventarisasi lahan," katanya sembari mengharapkan kepada masyarakat memberikan dukungan terhadap program pembangunan Sumut tersebut. (m19) (ags)

source : http://www.waspada.co.id/Berita/Medan/Rp60-Miliar-Untuk-Pembebasan-Lahan-Tol-Tj-Morawa-Kualanamu.html

michael2088
December 1st, 2007, 05:27 PM
Polonia airport kebakaran lagi. good news or bad news? :p

F-ian
December 1st, 2007, 06:51 PM
^^ Supaya mempercepat construksi Kuala Namu kali :tongue2:

ncon
December 1st, 2007, 06:51 PM
^^ maybe for some good news (forcing the moving out of Polonia :naughty:)

at the same time i wish there are no victims :ohno:

ncon
December 1st, 2007, 06:52 PM
^^ Supaya mempercepat construksi Kuala Namu kali :tongue2:

itu sengaja di bakar kali yah :lol:

:jk:

UMD
December 2nd, 2007, 01:32 PM
aku ambil dari AceN

Acen and Laba Laba, are you sure this is the final design by Wiratman? I may be wrong but I seem to remember seeing the same or similar design 5 years ago when the put it on display at the departure lounge of Polonia.

I remembered what struck me odd about the terminal that time was the use of the blue color for the terminal building and the similar parking arrangement as SHIA.

laba-laba
December 3rd, 2007, 12:23 AM
Acen and Laba Laba, are you sure this is the final design by Wiratman? I may be wrong but I seem to remember seeing the same or similar design 5 years ago when the put it on display at the departure lounge of Polonia.

I remembered what struck me odd about the terminal that time was the use of the blue color for the terminal building and the similar parking arrangement as SHIA.

aku rasa emang mirip banget dgn design yang lama...
Acen tuh yang ambil foto di kantor APII kan ? emang dulu maketnya gak ada diruang itu ??

atut
December 3rd, 2007, 04:50 AM
kira2 kapan baru Kuala Namu bisa beroperasi? I guess 10 tahun, kerjaan Indo lambat... karena mau memperhitungkan dan memikirkan cara KKN nya :P

laba-laba
December 3rd, 2007, 05:07 AM
kira2 kapan baru Kuala Namu bisa beroperasi? I guess 10 tahun, kerjaan Indo lambat... karena mau memperhitungkan dan memikirkan cara KKN nya :P

kapan2 laa !!

UMD
December 3rd, 2007, 05:11 AM
kapan2 laa !!

Ha Ha Ha..... I like this.:lol:

RumahBolon
December 3rd, 2007, 09:57 AM
Informasi KNIA ini terdapat di Polonia Keberangkatan Domestik - mungkin ikut juga terbakar !

http://img509.imageshack.us/img509/2392/kualanamunw4.jpg

http://img509.imageshack.us/img509/6702/kualanamu2hq0.jpg

RumahBolon
December 4th, 2007, 08:18 AM
Pandangan Satelit Untuk Gambar di atas :

http://img64.imageshack.us/img64/1373/kniahp0.jpg

laba-laba
December 15th, 2007, 05:46 AM
Jalan Tol Medan-Kualanamu Mulai Dibangun Februari 2008
Kadinsu: Kawasan Bandara Kualanamu Dilirik Investor

Sabtu, 15-12-2007
*benny pasaribu|ant|dtf
MedanBisnis – Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, Bandara Kualanamu akan ditargetkan dioperasikan pada 2009. Sejumlah infrastruktur pun mulai dibangun untuk mendukung bandara pengganti Polonia itu.

“Kita akan membangun jalan tol dari Medan ke Kualanamu pada Februari 2008,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto usai rapat dengan Wapres M Jusuf Kalla di Jakarta, Jumat (14/12).
Wapres Jusuf Kalla memimpin langsung rapat khusus membahas kebakaran di Bandara Polonia Medan dan pembangunan Bandara Kualanamu.
Djoko menjelaskan, saat ini tender pembangunan jalan tol itu sudah selesai. “Begitu juga dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA),” jelasnya. Menurutnya, jalan tol tersebut akan dibangun dengan panjang 14,5 km. “Dananya kira-kira Rp 206 miliar,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga akan membangun jalur arteri jalan raya dari Medan ke Kualanamu. “Itu sudah dianggarkan dan harus selesai sebelum Bandara Kualanamu berdiri pada akhir 2009,” ujarnya.
Kepala Bappeda Sumatera Utara RE Nainggolan menambahkan, pihaknya siap membantu rencana tersebut. “Kita akan membantu mengenai pembebasan lahannya. Dananya akan diambil dari APBD sebesar Rp 40 miliar,” ujarnya.
Pemprop Sumut, lanjut Nainggolan, juga akan membangun railway. Bandara ini akan menjadi bandara pertama yang menggunakan railway," jelasnya. Menurutnya, pembangunan railway ini juga akan menggunakan dana dari APBD. “PU juga akan membantu pembangunan ini,” pungkasnya.
Sementara menurut Menteri Perhubungan Jusman S Djamal, target penyelesaian pembangunan tahap pertama Bandara Kualanamu bisa diselesaikan pada Oktober 2009. Saat ini, tambah Menhub, sedang dalam persiapan pembangunan terminal dan landasan pacu.
Dilirik Investor
Sementara di Medan, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumut Irfan Mutyara melalui Direktur Eksekutif Hendra Utama kepada MedanBisnis mengatakan, sejumlah investor sedang melirik kawasan Bandara Kualanamu. Di sana, investor tertarik menciptakan komunitas ekonomi baru. Saat ini pun, para investor sedang mencari informasi, mempelajari regulasi, dan tahapan, serta budaya masyarakat untuk berinvestasi di daerah itu.
Kawasan Bandara Kualanamu menurut para investor berpotensi untuk menciptakan komunitas ekonomi. Untuk itu, di sana mereka akan membangun pusat perbelanjaan, hiburan, perhotelan, perkantoran, industri, dan perumahan. Bahkan, fasilitas infrastruktur, seperti pembukaan jalan baru, listrik, juga akan disediakan.
Saat ini, para investor sedang mencari informasi, mempelajari regulasi, dan tahapan, serta budaya masyarakat untuk berinvestasi di daerah itu. Di sisi lain, investor menyambut gembira dimulainya pembangunan beberapa bagian bandara.
“Para investor mendesak pemerintah untuk percepatan pembangunan bandara. Hal itu sangat penting untuk menjamin kepastian berinvestasi,” ujarnya.
Disebutkan, para investor berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand, bahkan dari beberapa negara di Asia. “Di IMT-GT Pinang Malaysia lalu, investor serius menanyai kita. Jadi, kita sudah terangkan kawasan Kualanamu dan Sumut. Saat ini, mereka sedang mempelajari bagaimana caranya masuk ke kawasan itu,” ujar Hendra.
Selain melalui promosi, upaya Kadin Sumut untuk merealisasikan rencana ini dilakukan melalui hubungan koordinasi yang lebih serius dengan konsulat Indonesia di masing-masing negara tersebut. Kadin Sumut dengan konsulat sepakat untuk menyajikan informasi memadai terkait kondisi Bandara Kualanamu, dan Sumut secara umum.
Para investor kata Hendra, tidak saja melirik kawasan ini. Kota Medan pun cukup diminati untuk berinvestasi. Di mata investor, Medan menjanjikan peluang investasi melalui pembukaan usaha baru. Bahkan, para investor kata Hendra, kagum dengan pesatnya pembangunan Kota Medan saat ini.
“Di Penang kemarin kan, kita memaparkan informasi perkembangan Kota Medan dan daerah lainnya di Sumut. Maraknya pembangunan hotel, apartemen, pembangunan Bandara Kualanamu, dan potensi pariwisata, serta suasana kondusif di Kota Medan, semakin meyakinkan mereka. Ini kesempatan besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi Kota Medan khususnya dan Sumut umumnya,” papar Hendra.
Sedangkan daerah lainnya di Sumut, investor tertarik mengembangkan sektor industri berbasis pertanian, pariwisata, dan pemasaran produk-produk UKM, serta beberapa sektor lain. Hanya saja sambung Hendra, investor masih meragukan regulasi. Para investor ini katanya, kerap terbentur di masalah regulasi yang berbelit-belit, seperti yang mereka alami di beberapa negara.
“Kadin Sumut sebagai fasilitator berusaha meyakinkan mereka dan menjamin kemudahan untuk berinvestasi. Namun, ini kan bagian dari promosi untuk menarik perhatian. Terkait pelaksanaannya di lapangan nanti, sangat ditentukan perda/kebijakan pemprosu dan pemda,” jelasnya.
Untuk itu, diharapkan ada hubungan yang bersinergi antara pempropsu dan pemda, utamanya dari sisi kebijakan. Sebab selama ini, banyak perda/kebijakan yang tumpang tindih antara pemda dan pempropsu.

source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=105460&more=1#more105460

laba-laba
December 15th, 2007, 05:52 AM
Dari Rakor Percepatan Pembangunan Kualanamu
Wapres Optimis Bandara Kualanamu Beroperasi Oktober 2009

Sabtu, 15-12-2007
*mulyadi hutahaean
MedanBisnis – Medan
Wakil Presiden (Wapres) RI H M Jusuf Kalla tetap komit dan optimis untuk mengoperasikan Bandara Kualanamu di Deliserdang pada Oktober 2009. Hal itu diutarakan Wapres saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Bandara Kualanamu, Jumat (14/12) di Istana Wapres, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Kepada wartawan, Jumat (14/12), Kabid Humas Pempropsu Drs M L Tobing mengatakan bahwa rakor yang dipimpin langsung oleh Wapres itu turut dihadiri beberapa menteri terkait yakni Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Paska Suzeta, Menko Perekonomian Boediono, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan Djusman Syafii Djamal, PT Angkasa Pura II Syaiful Djalal, Deputi Anggaran Depkeu, Dirjen Bangda Depdagri.
Gubsu Drs Rudolf M Pardede diwakili Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Propsu Drs RE Nainggolan MM, Kadis Perhubungan Ir Farhan I Tanjung.
Dalam pertemuan itu, RE Nainggolan bersama Farhan I Tanjung menyampaikan berbagai perkembangan pembangunan Bandara Kualanamu tersebut. Juga dilaporkan tahapan-tahapan pembangunan yang telah berlangsung baik mengenai pelepasan lahan, rencana pembangunan jalan non tol, jalan tol serta pembangunan akses rel kereta api dari Aras Kabu ke terminal keberangkatan Bandara Kualanamu.
Selain menerima laporan perkembangan pembangunan bandara baru sebagai pengganti Bandara Polonia Medan dari RE Nainggolan, Wapres juga menerima laporan dari para menteri termasuk masukan untuk mempercepat pembangunan bandara yang sudah dinanti-nantikan masyarakat Sumut tersebut.
Setelah mendengar berbagai laporan dan masukan baik dari Gubsu yang diwakili Kepala Bappeda Sumut dan para menteri yang mengikuti rakor tersebut, Wapres mengambil keputusan bahwa pembangunan Bandara Kualanamu untuk tahap pertama harus selesai dan bisa dioperasikan Oktober 2009.
Pembangunan tahap pertama yang akan dijalankan tersebut meliputi pondasi dan struktur atas terminal penumpang berkapasitas 8 juta orang pertahun, dua run way atau landasan pacu sepanjang 3.000 meter sehingga bisa didarati pesawat jenis Boeing 737 dan fasilitas lainnya.
Wapres menjelaskan bahwa pelaksanaan tender tahap pertama itu termasuk pelaksanaan proyeknya dijalankan dengan sistem multiyear (tahun jamak). Untuk pembangunan air side (sisi udara), tender dan pelaksanaan pekerjaannya dijalankan Departemen Perhubungan (Dephub RI), sementara land site (sisi darat) akan dilaksanakan PT AP II.
Dijelaskan, bahwa pembangunan jalan nontol akses ke Bandara Kualanamu akan ditangani Departemen PU, sedangkan pembebasan lahannya ditangai Pempropsu dengan menggunakan dana dari APBD Propinsi Sumut.
Sementara pembangunan rel kereta api akses Aras Kabu hingga ke terminal keberangkatan Bandara Kualanamu akan dibangun sampai ke Bandara Kualanamu. Untuk pembangunan jalan tol Tanjungmorawa-Kualanamu dilaksanakan pemerintah pusat termasuk pelepasan lahannya.
Wapres menegaskan, untuk mempercepat pembangunan bandara ini, akan dilakukan terus pertemuan lanjutan untuk mengetahui perkembangan pembangunan dan berbagai permasalahan. Untuk mengecek sistem drainase di bandara tersebut, Wapres menugaskan pihak Departemen PU.

source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=105488&more=1#more105488

bbq
December 15th, 2007, 01:51 PM
trully madly deeply a good news ...

bbq
December 16th, 2007, 01:07 PM
Dari Rakor Percepatan Pembangunan Kualanamu
Wapres Optimis Bandara Kualanamu Beroperasi Oktober 2009

Sabtu, 15-12-2007
*mulyadi hutahaean
MedanBisnis – Medan
Wakil Presiden (Wapres) RI H M Jusuf Kalla tetap komit dan optimis untuk mengoperasikan Bandara Kualanamu di Deliserdang pada Oktober 2009. Hal itu diutarakan Wapres saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Bandara Kualanamu, Jumat (14/12) di Istana Wapres, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Kepada wartawan, Jumat (14/12), Kabid Humas Pempropsu Drs M L Tobing mengatakan bahwa rakor yang dipimpin langsung oleh Wapres itu turut dihadiri beberapa menteri terkait yakni Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Paska Suzeta, Menko Perekonomian Boediono, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan Djusman Syafii Djamal, PT Angkasa Pura II Syaiful Djalal, Deputi Anggaran Depkeu, Dirjen Bangda Depdagri.
Gubsu Drs Rudolf M Pardede diwakili Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Propsu Drs RE Nainggolan MM, Kadis Perhubungan Ir Farhan I Tanjung.
Dalam pertemuan itu, RE Nainggolan bersama Farhan I Tanjung menyampaikan berbagai perkembangan pembangunan Bandara Kualanamu tersebut. Juga dilaporkan tahapan-tahapan pembangunan yang telah berlangsung baik mengenai pelepasan lahan, rencana pembangunan jalan non tol, jalan tol serta pembangunan akses rel kereta api dari Aras Kabu ke terminal keberangkatan Bandara Kualanamu.
Selain menerima laporan perkembangan pembangunan bandara baru sebagai pengganti Bandara Polonia Medan dari RE Nainggolan, Wapres juga menerima laporan dari para menteri termasuk masukan untuk mempercepat pembangunan bandara yang sudah dinanti-nantikan masyarakat Sumut tersebut.
Setelah mendengar berbagai laporan dan masukan baik dari Gubsu yang diwakili Kepala Bappeda Sumut dan para menteri yang mengikuti rakor tersebut, Wapres mengambil keputusan bahwa pembangunan Bandara Kualanamu untuk tahap pertama harus selesai dan bisa dioperasikan Oktober 2009.
Pembangunan tahap pertama yang akan dijalankan tersebut meliputi pondasi dan struktur atas terminal penumpang berkapasitas 8 juta orang pertahun, dua run way atau landasan pacu sepanjang 3.000 meter sehingga bisa didarati pesawat jenis Boeing 737 dan fasilitas lainnya.
Wapres menjelaskan bahwa pelaksanaan tender tahap pertama itu termasuk pelaksanaan proyeknya dijalankan dengan sistem multiyear (tahun jamak). Untuk pembangunan air side (sisi udara), tender dan pelaksanaan pekerjaannya dijalankan Departemen Perhubungan (Dephub RI), sementara land site (sisi darat) akan dilaksanakan PT AP II.
Dijelaskan, bahwa pembangunan jalan nontol akses ke Bandara Kualanamu akan ditangani Departemen PU, sedangkan pembebasan lahannya ditangai Pempropsu dengan menggunakan dana dari APBD Propinsi Sumut.
Sementara pembangunan rel kereta api akses Aras Kabu hingga ke terminal keberangkatan Bandara Kualanamu akan dibangun sampai ke Bandara Kualanamu. Untuk pembangunan jalan tol Tanjungmorawa-Kualanamu dilaksanakan pemerintah pusat termasuk pelepasan lahannya.
Wapres menegaskan, untuk mempercepat pembangunan bandara ini, akan dilakukan terus pertemuan lanjutan untuk mengetahui perkembangan pembangunan dan berbagai permasalahan. Untuk mengecek sistem drainase di bandara tersebut, Wapres menugaskan pihak Departemen PU.

source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=105488&more=1#more105488

mas laba2 ...

apakah pak wapres salah satu investor di kuala namu juga?
soalnya kyknya dia tuh vokal banget, sdg brothernya alias pak presden adem ayem sj tuh ...

rilham2new
December 16th, 2007, 01:10 PM
^^ Ssstt,, jangan prasangka gitu donk ....... :D ..

Tapi aq sih gak peduli mo siapa kek investornya ,,, yang penting airport baru bisa segera dibangun :)

laba-laba
December 17th, 2007, 05:04 AM
Pondasi Terminal Penumpang Bandara Kualanamu Dibangun Awal 2008

Senin, 17-12-2007
*hisar hasibuan
MedanBisnis – Medan
Pembangunan pondasi dan struktur atas terminal penumpang Bandara Kualanamu direncanakan akan dimulai pada awal tahun 2008. Saat ini, proses land clearing dan penimbunan tanah di lokasi yang akan dibangun telah mendekati tahap akhir penyelesaian.

Kepala Satuan Kerja pembangunan bandara Kualanamu dari Departemen Perhubungan, Darpin Sinaga, mengatakan hal itu kepada wartawan di bandara Kualanamu, Minggu (16/12). “Awal tahun depan sudah bisa dimulai. Saat ini proses land clearing dan penimbunan lahan sudah hampir finish. Total dana untuk land clearing dan penimbunan tersebut sekitar Rp 49 miliar,”jelasnya.
Darpin mengatakan, seiring dengan pembangunan tersebut, maka akan segera dilakukan land clearing dan penimbunan tahap kedua. Untuk tahap kedua ini, penimbunan dilakukan pada lahan yang nantinya akan digunakan sebagai air side (sisi udara), seperti landasan pacu, taxi way, tower dan bagian operasional lain bandara Kualanamu.
“Kita mengerjakannya secara fast track atau berkesinambungan. Memang pekerjaannya dikebut, namun tetap akan mendapat pengawasan ketat, agar kualitasnya tetap terjaga. Dan untuk tahap kedua ini membutuhkan waktu 18 bulan dengan masa pemeliharaan 1 tahun. Semuanya dikerjakan secara cepat dan bertahap,” tegasnya.
Lebih lanjut dikatakan, untuk tahap pertama, penimbunan lahan dan land clearing dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan, sedangkan pembangunan gedungnya akan dilakukan oleh PT Waskita Karya.
Darpin mengatakan, jika semua berjalan dengan lancar, maka bulan Oktober 2008, bandara Kualanamu sudah dapat beroperasi, meskipun dengan terbatas. “Seperti, landasan pacu yang ditargetkan berukuran panjang 3.750 meter X 60 meter, maka pada operasional terbatas tersebut, panjang sekitar 3.000 meter dulu,” ujarnya. Pemerintah sendiri, lanjutnya, menargetkan pada tahun 2010, bandara Kualanamu tersebut baru dapat beroperasi penuh. Menurutnya, sampai saat ini, pembangunan yang sudah direalisasikan di lokasi tersebut, masih kurang dari 10%.

source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=105554&more=1#more105554

=====

maret-april pun awal tahun ya..

UMD
December 17th, 2007, 02:17 PM
^^ Ssstt,, jangan prasangka gitu donk ....... :D ..

Tapi aq sih gak peduli mo siapa kek investornya ,,, yang penting airport baru bisa segera dibangun :)

Paling tidak kan dia bs supplai jetway nya....itu aerobridge kan harus dari BUKAKA juga.

UMD
December 17th, 2007, 02:21 PM
Pondasi Terminal Penumpang Bandara Kualanamu Dibangun Awal 2008

untuk tahap pertama, penimbunan lahan dan land clearing dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan, sedangkan pembangunan gedungnya akan dilakukan oleh PT Waskita Karya.
Darpin mengatakan, jika semua berjalan dengan lancar, maka bulan Oktober 2008, bandara Kualanamu sudah dapat beroperasi, meskipun dengan terbatas. “Seperti, landasan pacu yang ditargetkan berukuran panjang 3.750 meter X 60 meter, maka pada operasional terbatas tersebut, panjang sekitar 3.000 meter dulu,” ujarnya. Pemerintah sendiri, lanjutnya, menargetkan pada tahun 2010, bandara Kualanamu tersebut baru dapat beroperasi penuh. Menurutnya, sampai saat ini, pembangunan yang sudah direalisasikan di lokasi tersebut, masih kurang dari 10%.




Seharusnya October 2009.....secara terbatas pengoperasiannya..... Ini landasan kalo lebarnya 60 meter berarti lebih lebar dari yg ada di SHIA (45 meter) dan sudah didesain secara khusus untuk A380. :banana:

ulost16
December 17th, 2007, 03:19 PM
Seharusnya October 2009.....secara terbatas pengoperasiannya..... Ini landasan kalo lebarnya 60 meter berarti lebih lebar dari yg ada di SHIA (45 meter) dan sudah didesain secara khusus untuk A380. :banana:



mau a380 kek..ga urus kali bang..
paling ga 747-300 nya adam, garuda, ato md nya lion bisa ndarat..
klao ga ya sama aja..artinya ga siap2..hehehe

AceN
December 17th, 2007, 04:16 PM
mas laba2 ...

apakah pak wapres salah satu investor di kuala namu juga?
soalnya kyknya dia tuh vokal banget, sdg brothernya alias pak presden adem ayem sj tuh ...
kan jatahnya wapres ngurusin bidang ekonomi & infrastruktur...coba aja buka situs Setwapres. Disitu ada sub-topik Infrastruktur, yg notabene ga ada di site Presiden...


Seharusnya October 2009.....secara terbatas pengoperasiannya..... Ini landasan kalo lebarnya 60 meter berarti lebih lebar dari yg ada di SHIA (45 meter) dan sudah didesain secara khusus untuk A380. :banana:

SHIA udah 60 m juga kok....

mau a380 kek..ga urus kali bang..
paling ga 747-300 nya adam, garuda, ato md nya lion bisa ndarat..
klao ga ya sama aja..artinya ga siap2..hehehe

adam ga punya 747-300..garuda juga ga punya... :D

laba-laba
December 18th, 2007, 07:10 AM
Jika Ingin Maju, Bandara Kualanamu
Harus Terpisah dari Enclave Militer
Selasa, 18-12-2007
*hisar hasibuan
MedanBisnis – Medan
Salah satu upaya agar Bandara Kualanamu dapat berkembang pesat dan maju menjadi bandara berkelas internasional adalah dengan memisahkan bandara tersebut dari keberadaan militer. Militer hanya dapat berperan jika pengelola bandara meminta bantuan.

Hal itu dikatakan Kepala Administrator Bandara (Adband) Polonia, Yuli Sudoso, kepada wartawan di Medan, Senin (17/12).
“Sebaiknya Bandara Kualanamu murni dikelola sipil, sedangkan militer memiliki pangkalan tersendiri. Sehingga pengelolaan bandara dapat berjalan lebih profesional. Apalagi lahan tempat berdirinya Bandara Kualanamu milik dari pengelola bandara, bukan militer,” ujarnya.
Namun, Yuli juga mengatakan, militer dapat berperan di bandara sipil apabila pengelola bandara meminta bantuan mereka. Seperti yang dilakukan di Bandara Ngurah Rai, Bali atau Bandara Polonia, di mana pengelola bandara meminta bantuan militer dalam hal pengamanan bandara.
“Di Singapura atau Jepang sendiri, militer memiliki lapangan terbang khusus dan tidak bercampur dengan bandara sipil. Hal itu yang membuat kedua bandara itu maju dan berkembang pesat,” jelasnya.
Yuli juga mendapat selentingan bahwa pihak luar negeri enggan membantu pendanaan pembangunan Bandara Kualanamu akibat mendengar berita bahwa militer juga akan ikut di sana. Karena itu, lanjutnya, sebaiknya bandara sipil terpisah dari militer.

source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=105605&more=1#more105605

bbq
December 25th, 2007, 02:55 PM
Jika Ingin Maju, Bandara Kualanamu
Harus Terpisah dari Enclave Militer
Selasa, 18-12-2007
*hisar hasibuan
MedanBisnis – Medan
Salah satu upaya agar Bandara Kualanamu dapat berkembang pesat dan maju menjadi bandara berkelas internasional adalah dengan memisahkan bandara tersebut dari keberadaan militer. Militer hanya dapat berperan jika pengelola bandara meminta bantuan.

Hal itu dikatakan Kepala Administrator Bandara (Adband) Polonia, Yuli Sudoso, kepada wartawan di Medan, Senin (17/12).
“Sebaiknya Bandara Kualanamu murni dikelola sipil, sedangkan militer memiliki pangkalan tersendiri. Sehingga pengelolaan bandara dapat berjalan lebih profesional. Apalagi lahan tempat berdirinya Bandara Kualanamu milik dari pengelola bandara, bukan militer,” ujarnya.
Namun, Yuli juga mengatakan, militer dapat berperan di bandara sipil apabila pengelola bandara meminta bantuan mereka. Seperti yang dilakukan di Bandara Ngurah Rai, Bali atau Bandara Polonia, di mana pengelola bandara meminta bantuan militer dalam hal pengamanan bandara.
“Di Singapura atau Jepang sendiri, militer memiliki lapangan terbang khusus dan tidak bercampur dengan bandara sipil. Hal itu yang membuat kedua bandara itu maju dan berkembang pesat,” jelasnya.
Yuli juga mendapat selentingan bahwa pihak luar negeri enggan membantu pendanaan pembangunan Bandara Kualanamu akibat mendengar berita bahwa militer juga akan ikut di sana. Karena itu, lanjutnya, sebaiknya bandara sipil terpisah dari militer.

source : http://www.medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=105605&more=1#more105605

mstinya bgtu ...

tpi jgnlah ssdh kuala namu buka, polonia dijadiin lanud AU ...
gimana kota Medan bisa maju ...

UMD
January 5th, 2008, 12:36 PM
It is now official that new Medan Kuala Namu airport will have the best looking and the most modern terminal in Indonesia. This is the picture of the winning design just downloaded from the Wiratman website.

http://i17.photobucket.com/albums/b72/umd_1970/kualanamu3.jpg

paw25694
January 5th, 2008, 04:31 PM
^ quite nice.. tapi Makassar kayaknya better deh :D

UMD
January 5th, 2008, 05:27 PM
^ quite nice.. tapi Makassar kayaknya better deh :D

I have to disagree. [Egotism mode on] I think Kuala Namu is better and has cleaner design:wink2:. [Egotism mode off]

Also, I read somewhere that Kuala Namu will be the 1st airport in Indonesia where the check-in area is open to public like that in KLIA, Changi, HKIA, BKK, PVG, ICN, NRT, CAN and other new international airport in the region. This can be clearly seen from how big the check-in hall is in the picture.

paw25694
January 5th, 2008, 05:43 PM
^ :eek::eek: keren dong! :D:D

tapi lagi, kayaknya entrance door nya kecil bgt :ohno:
i was expecting better tapi gak papa lah :)

ncon
January 6th, 2008, 04:54 AM
IMO makassar one much better tapi gak tau yah :nuts:

the ceiling remind me of Changi Airport T2

hope that the cleaniness and facilities will not be like Soekarno-Hatta airport :ohno:

r4d1ty4
January 6th, 2008, 08:14 AM
bukannya makassar jg open-check in ya??

laba-laba
January 8th, 2008, 07:48 AM
Tender Ruas Tol Medan-Binjai dan Medan-Kualanamu Dihentikan

Selasa, 08-01-2008
MedanBisnis – Jakarta
Proses tender ruas jalan tol Medan-Binjai (15,8 km) dan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (60 km) dihentikan sementara akibat kurangnya dukungan dari pemerintah daerah. Selain itu, Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur (KPPI) juga belum menyetujuinya karena dianggap kurang layak secara finansial.

Pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara proses tender 11 ruas tol di berbagai propinsi di Indonesia hingga Februari 2008, termasuk kedua ruas jalan tol di Sumatera Utara tersebut.
Seharusnya proses tender berjalan sejak akhir tahun lalu, namun kini proses tersebut terhenti menunggu dukungan pemda, kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Hisnu Pawenang, di Jakarta, Senin (7/1).
“Sudah kita umumkan, dan sudah ada puluhan investor berminat, namun karena masalah kurang layak secara finansial terpaksa diundur prosesnya,” ungkap Hisnu.
Ke-11 ruas jalan tol yang akan ditender yaitu Cileunyi-Sumedang (25 Km), Soreang-Pasir Koja (15 Km), Palembang-Indralaya (22 Km), Medan-Binjai (15,8 Km), Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (60 Km), Pekanbaru-Dumai (40 Km), Tegineneng-Babatan (51 Km), Serangan-Tanjung Benoa (7,5 Km), Pandaan-Malang (37 Km), Sukabumi-Ciranjang (31 Km), dan Manado-Bitung (46 Km).
Menurut Hisnu, dari 11 ruas tol yang akan ditender, kecuali ruas Pandaan-Malang, memiliki kelayakan secara ekonomi. Namun secara finansial tingkat kelayakannya masih marginal atau tidak memberikan keuntungan bagi investor. Dengan demikian, nantinya diperlukan keterlibatan pemerintah misalnya berupa pengadaan tanah hingga pembangunan sebagian konstruksinya.
Menurutnya, pengunduran proses tender ini dapat bermanfaat bagi para investor yang sudah mengambil dokumen penawaran untuk bersiap diri, mencari pendanaan dan mitra. “Dengan begini investor bisa lebih bersiap diri,” jelasnya.
Land Capping
Hisnu juga mengatakan, pemerintah akan menetapkan patokan harga tanah atau land capping sebesar 110 persen dari biaya tanah atau sebesar 2 persen dari nilai investasi jalan tol. Patokan harga tanah itulah yang akan ditanggung oleh investor. Sisanya, akan ditanggung oleh pemerintah.
Menurut Hisnu kebijakan ini akan menjadi insentif bagi para investor untuk melancarkan proses pembangunan jalan tol. Anggaran dari land capping ini akan masuk dalam APBN untuk sektor infrastruktur.
“Hari ini hasil keputusan rapat di Kantor Wapres mengenai land capping akan ditandatangani, setelah itu akan dibuat Surat Keputusan dari Menteri Keuangan, Menko Perekonomian, Menneg PPN dan Menteri PU secara bersamaan. Diharapkan pada Januari keempat surat itu sudah terbit,” ungkapnya.
“Sebenarnya ini sesuatu yang sudah jalan, namun kali ini kita memberi kepastian hukum untuk memperbaiki iklim investasi dengan adanya risiko berimbang antara pemerintah dan investor,” tambahnya.
Tim Penilai Harga Tanah yang dibentuk oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan mengevaluasi harga tanah di setiap proyek jalan tol yang telah disetujui pemerintah. Tim inilah yang akan menilai harga realistis tanah secara independen untuk memperoleh harga tanah yang sebenarnya untuk melaksanakan kebijakan land capping. (dtf)

source : http://medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=106696&more=1#106696

Nett
January 9th, 2008, 05:48 AM
Hello all,

I am new member in this forum. Want to know more about Kuala Namu Project. Anybody know access road plan to this new airport ? please share.... I am thinking of buying a piece of land around this area.

thank,
nett

laba-laba
January 9th, 2008, 07:52 AM
anda sekarang berada dimana ?

Nett
January 9th, 2008, 08:57 AM
Hello,

Saya di Medan. 2 minggu yang lalu ke kuala namu via Lubuk pakam. Sampe disana tanya-tanya mana arah ke Kuala Namu ngak ada yang tau pasti. Terakhir jalan sendiri sampe ketemu runway yang lagi dikerjakan dan ketemu dinding pembatas kiri and kanan bandara.

Dimana ya posisi gerbang depan ? Mau cari tanah yang cocok untuk invest.

Thanks,
Nett

rilham2new
January 9th, 2008, 09:09 AM
^^ Sebaiknya jangan beli tanah di dekat lahan yang sedang ada pembangunan fasilitas umumnya ... ntar disangkain spekulan lagi ..

Maksudnya sih untuk mensukseskan program pemerintah ... Mendingan kalau mau beli tanah di Lubuk Pakam saja... Kan nantinya Airport baru ini akan memberikan imbas yang besar ke Lubuk Pakam (sebagai kawasan kota yang terdekat)

laba-laba
January 9th, 2008, 11:38 AM
yg aku tau.. jalan yg akan di buka pemerintah itu jalur baru... bukan jalur yg sudah ada..
nantinya jalur itu akan diposisikan sejajar pinggiran pantai... asik yahh..

ada info juga, Universitas Sumatera Utara juga mempunyai areal untuk perumahan dosen disana...

lahh.. buat apa yah ? gak tau aku.. bapak aku pernah di tawarin... aku lupa posisinya dmn...

ulost16
January 9th, 2008, 02:50 PM
yg aku tau.. jalan yg akan di buka pemerintah itu jalur baru... bukan jalur yg sudah ada..
nantinya jalur itu akan diposisikan sejajar pinggiran pantai... asik yahh..

ada info juga, Universitas Sumatera Utara juga mempunyai areal untuk perumahan dosen disana...

lahh.. buat apa yah ? gak tau aku.. bapak aku pernah di tawarin... aku lupa posisinya dmn...


bang laba2 bapak nya dosen usu ya??bapak ku jugaa..halah..
Kata kawan ku yg org lubuk pakam, pengerjaan nya masih belon jalan..
sekarang lagi proses ngapain ya itu??

bbq
January 9th, 2008, 03:18 PM
bang laba2 bapak nya dosen usu ya??bapak ku jugaa..halah..
Kata kawan ku yg org lubuk pakam, pengerjaan nya masih belon jalan..
sekarang lagi proses ngapain ya itu??

denger2 sih masih proses penimbunan tanah ...
dump truck masih byk berseliweran di sekitar kota lubuk pakam ...

Nett
January 11th, 2008, 05:43 AM
Hello,

Thanks for the response.

Wa pikir batang kuis lebih ada harapan untuk berkembang karena masih banyak lahan kosong. Lubuk Pakam selain lebih jauh dari Medan , penataan kota juga sudah semberawut dan banyak rumah burung walet. Investor2 pasti ngak bakal pilih L.Pakam.

Waduh kalo buka jalan baru kapan siapnya ? Ada peta rencana jalan yang bisa di share ?

Thanks,
Nett

laba-laba
January 24th, 2008, 05:51 AM
Proyek Jalan Ke Bandara Kuala Namu Rp84 M Mulai Ditender

Medan, WASPADA Online

Proyek pembangunan jalan akses ke Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, pengganti Bandara Polonia mulai ditenderkan, Rabu (23/1)

Penawaran tender, kemarin, dibuka di gedung Diklat PU Jalan Busi Medan. Informasi yang diperoleh dari panitia, ada sekitar 17 peserta yang mengajukan penawaran untuk proyek akses jalan sepanjang 14,5 km ke bandara itu dengan total nilai proyek, anggarannya bersumber dari APBN, sekitar Rp84 miliar lebih.

Proses penawaran berlangsung pagi hingga pukul 14.00 itu relatif kondusif. Berbeda dengan suasana beberapa hari lalu, saat dilakukan tender 29 paket jalan dan jembatan di beberapa daerah di Sumut oleh Dinas Jalan Dan Jembatan Sumut, ricuh disebabkan puluhan preman dikerahkan ke lokasi agar proyek dikuasai kelompok peserta tertentu.

Meski berjalan kondusif, proses pembukaan penawaran ini juga dijaga lima aparat kepolisian dari Satuan Brimob. Meski demikian, beberapa peserta tender tetap membawa aparat kepolisian.

Dari sekitar 17 perusahaan ikut penawaran, sesuai informasi diperoleh Waspada, ada delapan perusahan masuk kategori panawaran terendah yakni PT Widya Satria Rp71,3 miliar, PT Tamako Raya Perdana Rp78,6 miliar lebih, PT Bangun Cipta Kontraktor Rp80,2 miliar, PT Daya Mulia T. Rp80,6 miliar, PT Hutama Nidya Karya Jo. Rp80,6 miliar, PT Krakatau Eng Perkasa HS Jo. Rp80, 8 miliar, PT Adhi Karya Rp81,05 miliar dan PT Duta Graha Indah Rp81,06 miliar.

Kepala Panitia Tender Ibnu S Hutomo menepis adanya 'permainan' untuk memenangkan perusahaan tertentu atau peserta tender dari kalangan BUMN. "Kita tetap mengacu Keppres No 80 tahun 2003," katanya.

Menurut Ibnu, pemenang akan diambil dari penawaran terendah namun harus tetap memenuhi syarat dan kriteria yang telah ditentukan antara lain kelengkapan administrasi, keahlian dan kelengkapan alat teknis.

Sementara itu, Simon Ginting, Satker Pembangunan Metropolitan di bawah Dirjen Bina Marga Departemen PU, mengatakan, pembangunan jalan ini tahap I mulai dari Simpang Kayu, dalam rangka penyiapan Bandara Kuala Namu. Proyek ini tidak termasuk rencana fly over di kawasan perlintasan kereta api di Aras Kabu, menuju bandara.

Ginting optimis Bandara Kuala Namu siap 2009, namun tergantung dengan pembebasan lahan oleh Pemkab Deli Serdang. "Kendalanya sekarang di situ."

Ginting berharap sekitar Maret proyek ini sudah bisa dilaksanakan. Disinggung isu panitia akan memenangkan perusahan BUMN, Ginting membantahnya. "Tidak ada itu." (m15) (ags)

source : http://www.waspada.co.id/Berita/Medan/Proyek-Jalan-Ke-Bandara-Kuala-Namu-Rp84-M-Mulai-Ditender.html

ulost16
January 24th, 2008, 04:13 PM
Aku sih memang berharap bener2 bisa siap akhir 2009.
Tp apa mungkin?Mall aja 2 taun baru siap, bahkan lebih. Ini Airport yg besarnya juga bukan maen2, apa mungkin bisa siap?

laba-laba
January 25th, 2008, 07:48 AM
Aku sih memang berharap bener2 bisa siap akhir 2009.
Tp apa mungkin?Mall aja 2 taun baru siap, bahkan lebih. Ini Airport yg besarnya juga bukan maen2, apa mungkin bisa siap?

kalo gedung fisik struktur kuala namu dah siap.. usir aja polonia dari medan...

ulost16
January 25th, 2008, 12:49 PM
kalo gedung fisik struktur kuala namu dah siap.. usir aja polonia dari medan...

bagusan diselesain landasan nya aja dl..begitu siap landasan udah pindahin aja..ga usah pake terminal..di ruangan terbuka aja..hehehe..
(kayak pas abis kebakaran di polonia kemaren)

laba-laba
February 2nd, 2008, 04:27 AM
Anggaran Dipangkas Rp 480 Miliar, Bandara Kualanamu Bakal Molor

Sabtu, 02-02-2008
*hendrik hutabarat
MedanBisnis – Medan
Realisasi pembangunan Bandara Kualanamu yang direncanakan bisa operasional akhir 2009 bakal molor. Pasalnya, dana pembangunan yang sudah dialokasikan pada APBN 2008 sebesar Rp 980 miliar mengalami pemotongan sebesar Rp 480 miliar.

Hal itu terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi D DPRD Sumut dengan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut Dr Drs RE Nainggolan MM, di aula gedung dewan, Jumat (1/2). Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua Komisi Eron Lumbangaol, dan dihadiri Sekretaris Komisi Rafdinal Dalimunthe, serta dihadiri para anggota seperti Harman M, Toga Sianturi, dan lainnya.
RE Nainggolan dalam penjelasannya, semula ada dana sebesar Rp 980 miliar dan tercantum dalam APBN 2008 untuk pembangunan pengganti Bandara Polonia tersebut. Dana itu semestinya bisa dialokasikan sepenuhnya untuk pembangunan beberapa bagian dari Bandara Kualanamu yang didanai APBN.
“Tapi kami enggak tahu kok tiba-tiba ada pemotongan atas dana itu sebesar Rp 480 miliar. Tidak diketahui dengan pasti siapa yang melakukan pemotongan tersebut,” ujarnya.
Tak pelak anggota dewan tersentak kaget mendengar kenyataan tersebut. Menurut mereka hal itu sebenarnya tidak boleh terjadi. Setelah melalui berbagai proses diskusi, mereka sepakat untuk berangkat ke Jakarta dalam waktu dekat untuk menanyakan hal itu.
Sekretaris Komisi D, Rafdinal Dalimunthe, yang ditemui MedanBisnis seusai RDP tersebut mengaku kecewa atas kenyataan tersebut. Dia tidak ingin menyalahkan Pempropsu, termasuk Bappeda dalam hal ini.
Dirinya mengaku tidak habis pikir mengapa dana yang sudah dialokasikan untuk pembangunan bandara berskala internasional itu dipotong oleh pusat begitu saja.
“Keputusan untuk berangkat ke Jakarta memertanyakan hal itu ke pusat sangat wajar. Kami akan bertanya kenapa pemotongan ini dilakukan. Termasuk yang akan kami tanya adalah pihak komisi V DPR RI yang membidangi persoalan transportasi,” ujarnya.
Diakuinya, pembangunan Bandara Kualanamu sangat penting diwujudkan mengingat nilai penting dan strategis yang diemban bandara itu jika selesai dibangun. “Bandara itu akan jadi pusat ekonomi bagi Sumut, di mana masyarakat di sekitarnya juga akan menikmatinya,” ujarnya.
Harman M juga menyatakan kekecewaannya yang sama. Dari berbagai informasi yang dia peroleh, dana pembangunan untuk bandara baru itu sebesar Rp 200 miliar untuk tahun 2007. Tahun 2008 meningkat sebesar Rp 980 miliar sebelum dipotong dan menjadi Rp 500 miliar.
“Setahu saya total pembangunan beberapa bagian Bandara Kualanamu yang dibiayai APBN adalah sebesar Rp 2,25 triliun. Jika Rp 980 miliar itu penuh dialokasikan, maka bila ditambah dengan dana Rp 200 miliar dari anggaran 2007, jumlah dana yang telah dialokasikan berjumlah Rp 1,12 triliun,” ujarnya.

source : http://medanbisnisonline.com/rubrik.php?p=108628&more=1#108628

============================================================
MMMMAAAAAAAANNNNNNNNNNTTTTTTAAAAAAAAAAAABBBBBBBBBBBB

rilham2new
February 2nd, 2008, 02:17 PM
Woww ....-_-" ... airport lain yang gak perlu2 amat disiapin duluan nih airport udah selangkah lagi menuju roboh kembali "DIANIAYA" oleh kebijakan Pusat -_-" ..

Btw, Kuala Namu ini nanti dana pembangunannya berapa ya ??? Apa sekitar 3 T ??? Atau bahkan, lebih ??? :)

lovindair
February 2nd, 2008, 05:54 PM
^^^ oh ye, bener2 dah. ga heran banyak proyek di indo sering molor selesainya :(

bbq
February 3rd, 2008, 06:38 AM
^^^ oh ye, bener2 dah. ga heran banyak proyek di indo sering molor selesainya :(

selain itu gk ada keseriusan juga ...

takut gk kebagian korupsi jg ...

cape deeeeee ...

AceN
February 3rd, 2008, 08:12 AM
Tiiidaaaakkkkkkkk...................... :doh::doh::doh::doh:

rilham2new
February 3rd, 2008, 09:24 AM
(IKUTAN ^^) TIdakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk :eek:

laba-laba
February 4th, 2008, 03:53 AM
kalo proyek2 yang pemerintah pusat sedikit terjun dalam proyek tersebut, maka proyek tersebut akan lambrat pengerjaannya..

AceN
February 4th, 2008, 04:25 AM
kalo proyek2 yang pemerintah pusat sedikit terjun dalam proyek tersebut, maka proyek tersebut akan lambrat pengerjaannya..
Padahal pempus baru terjun sedikit ya bang, blum nyampe nyemplung trus berenang-renang di situ... kalo dah nyemplung, alhasil malah BATAL :D ...liat aja tuh, Rail Link CGK... :D

rilham2new
February 4th, 2008, 02:03 PM
kalo proyek2 yang pemerintah pusat sedikit terjun dalam proyek tersebut, maka proyek tersebut akan lambrat pengerjaannya..

karena pemerintah pusat siapin airport Makassar dulu :naughty: .... Aku berharap airport yang baru ini bener2 besar, :ohno: ... JAngan cuman buat serep doank, ........ :ohno: ..

Kan gak lucu aja,,, kalau nenek aku yang sudah 78 tahun gak dapat tempat duduk di dalam ruang tunggu penumpangnya karena sudah kepenuhan ....

Idealnya seperti di BAtam..... Satu ruang Tunggu untuk 1 penerbangan :D ...