PDA

View Full Version : Pilkada Jakarta 2007


Blue_Sky
March 23rd, 2007, 04:32 AM
Yah karena isi beritanya mayoritas dalam bahasa Indonesia
Jadi thread ini saya buat dalam bahasa Indonesia juga

:cheers:

Blue_Sky
March 23rd, 2007, 04:35 AM
15/03/07 19:26


Jakarta (ANTARA News) - Pijakan Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk maju dalam pertarungan memperebutkan jabatan Gubernur DKI 2007-2012 semakin kuat setelah sejumlah partai politik mendeklarasikan dukungan kepadanya.

Sekitar 16 partai politik, Kamis, di Jakarta antara lain Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI-Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Amanat Nasional, Partai Damai Sejahtera menyatakan mendukung Fauzi sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta.

"Dengan ini kita mensyukuri kebersamaan dalam mendeklarasikan calon kepala daerah DKI Jakarta yang mampu memimpin masyarakat di dalam kemajemukan menuju persatuan bangsa, untuk itu figur yang kita usung adalah Fauzi Bowo," kata Ketua Umum DPP Partai Demokrat Hadi Utomo saat membacakan deklarasi mewakili 16 partai yang hadir.

Ia menjelaskan deklarasi tersebut dimaksudkan untuk menggalang kerjasama dalam lima hal yaitu memenangkan figur Fauzi Bowo dalam Pilkada DKI Jakarta, membentuk pemerintahan yang kuat, bersih dan efektif, meningkatkan kerjasama strategis antara lembaga eksekutif dan legislatif di pusat serta daerah.

Deklarasi itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan peran dan fungsi partai politik sebagai wadah perjuangan politik rakyat dalam mengembangkan kehidupan demokrasi.

Sementara itu Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Agung Laksono yang juga hadir dalam acara tersebut memaparkan sama sekali tidak ada upaya menjegal pihak manapun atau partai manapun terkait deklarasi 16 partai mengusung nama Fauzi Bowo untuk Pilkada DKI 2007.

"Deklarasi ini semata-mata karena sejumlah partai ini memiliki pandangan yang sama dalam hal ini," katanya.

Meski perwakilan PDI-Perjuangan tidak hadir dalam acara tersebut, Agung Laksono memastikan bahwa hal tersebut semata permasalahan teknis dan bukan karena menarik diri dari deklarasi.

Sementara itu Wakil Ketua Umum DPP PPP Chozin Chumaidy menyatakan partainya secara tulus dan ikhlas mengajukan nama Fauzi Bowo.

"Sosok yang dijadikan pemimpin DKI tidak boleh main-main karena Jakarta merupakan barometer nasional," katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Andi Anzhar yang juga hadir dalam kesempatan itu memaparkan deklarasi 16 partai tersebut tidak bertujuan untuk menghambat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pilkada di Jakarta.

"Kita sama sekali tidak memiliki maksud untuk menjegal PKS, namun kita juga menunggu dan mempersilahkan PKS bila ingin bergabung," katanya.

Selain Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Amanat Nasional, juga turut mendukung pencalonan Fauzi Bowo adalah Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) dan Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK).

Juga terdapat Partai Persatuan Daerah (PDK), Partai Merdeka (PM), Partai Persatuan Nahdatul Ulama Indonesia (PPNUI), Partai Nasionalis Indonesia Marhaen (PNI Marhaen) dan Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI).

"Ini kan dukungan pencalonan, saya bersyukur pada semua partai politik yang memberikan kepercayaan pada saya," kata Fauzi Bowo di Balaikota Jakarta menanggapi deklarasi 16 partai politik itu.

Sementara itu Ketua Tim Politik Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta Selamat Nurdin menyatakan pihaknya tidak kaget atas keputusan 16 partai tersebut mengusung Fauzi Bowo.

"Koalisi besar dalam demokrasi adalah hal lumrah dan biasa, karenanya kami tidak terlalu terkejut dengan koalisi besar," katanya kepada wartawan.(*)

Copyright © 2007 ANTARA

http://www.antara.co.id/arc/2007/3/15/pijakan-fauzi-bowo-semakin-kuat-menuju-pilkada-dki/

Koalisi besar 16 partai politik yang mengusung Fauzi Bowo vs PKS yang mengusung Adang Daradjatun

Tinggal tunggu jagoan dari PKB

Blue_Sky
March 23rd, 2007, 04:37 AM
15/03/2007 20:27 WIB

PKS: Pilkada DKI Pertarungan Agenda Elit Vs Agenda Rakyat
Arifin Asydhad - detikcom

Jakarta - Dikeroyok 17 partai politik (parpol) dalam pertarungan di Pemilihan Gubernur DKI, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa tersanjung. Sekjen DPP PKS Anis Matta menyebut Pilkada DKI nanti menjadi pertarungan antara agenda elit dan agenda rakyat.

"Kami tersanjung dengan pengeroyokan ini. Selama ini kami tidak pernah merasa terlalu kuat sampai pada tahap di mana kami harus dikalahkan melalui pengeroyokan," kata Anis Matta dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (15/3/2007).

Menurut Anis, pengeroyokan ini menyadarkan PKS bahwa pertarungan ini akhirnya seperti kisah 'bawang merah dan bawah putih.' "Ini adalah pertarungan antara agenda elit dan agenda rakyat. Kami bersyukur karena kami memperjuangkan agenda rakyat, walaupun untuk tujuan mulia itu kami harus menghadapi pengeroyokan ini," ujar dia.

Anis optimistis PKS akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dalam Pilkada nanti. "Kami percaya pada kebenaran agenda kami dan pada keniscayaan dukungan rakyat terhadap perjuangan kami. Bagi kami ini bukan pertarungan ideologi, tapi ini pertarungan hati nurani. Rakyat selalu memenangkan hati nurani," tegas dia.

PKS telah menetapkan Adang Daradjatun sebagai calon gubernur DKI 2007-2012. Dalam waktu dekat, PKS akan mengumumkan calon wakil gubernur yang akan mendampingi Adang.

Sementara itu, 17 parpol telah melakukan deklarasi Koalisi Bersama mendukung Fauzi Bowo alias Foke sebagai calon gubernur. Berdiri dalam barisan ini, antara lain PDIP, Partai Golkar, PPP, PBR, PDS, PBB, dan 9 partai gurem. Dua partai lainnya, PAN dan PKB, meski diklaim mendukung koalisi, tapi ternyata masih belum menentukan sikapnya. (asy/asy)

Blue_Sky
March 23rd, 2007, 04:38 AM
Ayo Ayo..!!!
Agenda Elit Vs Agenda Rakyat

:D:D

F-ian
March 23rd, 2007, 08:01 AM
Fauzi Bowo is the Current Wakil Gubernur Right? why didn't he "tebar persona" like Yusuf Kalla?

and wasn't he the one that wanted no more malls in jakarta? :(

I hope the next government doesn't give Height restrictions like the last governor (was it Ali Sadikin?)

Agum Gumelar did not calon himself right? :( worst case scenario :(

sanhen
March 23rd, 2007, 08:24 AM
Height restriction is due to Halim Airport, I think?

rilham2new
March 23rd, 2007, 08:34 AM
ehh.. PILKADAnya taon 2007 ini yach ??? Kirain masih taon depan.....

Kapan???? Kalo bulan Mei-Juni... aku bisa ikut deh kayaknya..... :D:D

rilham2new
March 23rd, 2007, 08:38 AM
Hehehe..... PKS kan menang di JAKARTA waktu PEMILU 2004 kemaren..... Jadi ada kemungkinan (besar banget) calon PKS menang.... nggak ada hubungannya koalisi2an dengan yang bakal menang.,.... Silahkan lihat sendiri pada PEMILU PRESIDEN 2004 kemarin.... Yang menang SBY, padahal koalisi MEgawati kan banyak banget tuh :D:D:D itu pendapatku btw...

F-ian
March 23rd, 2007, 09:33 AM
Height restriction is due to Halim Airport, I think?

no... its because of that if there is a fire in a skyscraper then it can' be reached last time the Maximum was CMIIW 50 floors :ohno:
thats why the WTC Jakarta isn't really tall

Halim Airport is in East Jakarta... pretty far away...

Alvin
March 23rd, 2007, 10:41 AM
I think Fauzi will win...he has the experience ...plus he has a doctorate degree in urban planning...so he's actually technically qualified to do the job . ;)

materialistus
March 23rd, 2007, 11:30 AM
I think Fauzi will win...he has the experience ...plus he has a doctorate degree in urban planning...so he's actually technically qualified to do the job . ;)

i haven't actually bother to read some of the articles above dalam bahasa indonesia. too much hard work...

but YEAH!! at the moment, please ANYONE who put urban planning on top of the list ! ANY planning! who knows, we might be able to clean the mess in our lifetime. believe me, once a city get organised, things will fall into place like domino effect. ie, prosperity, ecoonomic growth, etc. Look at Kuala Lumpur and Bangkok !!

But then again, when money talks, it won't matter if one has summa cumlaude in urban planning.... so, fingers crossed...

Blue_Sky
March 23rd, 2007, 11:35 AM
Usung Sarwono dan Rano, PKB Bisa Jadi Kuda Hitam
Nograhany Widhi K - detikcom

Jakarta - Koalisi 15 partai dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus awas. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bisa menjadi kuda hitam bila berhasil menggandeng partai-partai gurem.

"Jika PKB menggalang koalisi dengan PAN dan partai-partai kecil, yang gede-gede itu belum tentu menang. Akan ada tiga kutub, pilkada bisa dua putaran," kata pengamat politik Sukardi Rinakit dari Soegeng Sarjadi Syndicate pada detikcom, Jumat (16/3/2007).

Kekuatan yang dimiliki PKB ada pada calon wakil gubernurnya yang menguasai golongan menengah kebawah, yaitu Rano Karno. Cawagub tersebut yang juga merupakan kelemahan dari Koalisi Bersama dan dan juga PKS.

"Rano Karno menguasai masyarakat golongan menengah ke bawah DKI Jakarta," ujar Sukardi.

Selain itu, calon gubernur yang diusung PKB juga relatif lebih bersih daripada dua calon yang ada saat ini. "Kacamata publik melihat Fauzi Bowo yang orang pemerintahan dan Adang Daradjatun yang polisi terdapat kelemahan. Sarwono juga bekas orang pemerintahan, tapi relatif dikenal bersih pada jamannya," jelasnya.
(nwk/ken)

Blue_Sky
March 23rd, 2007, 11:36 AM
Hehehe..... PKS kan menang di JAKARTA waktu PEMILU 2004 kemaren..... Jadi ada kemungkinan (besar banget) calon PKS menang.... nggak ada hubungannya koalisi2an dengan yang bakal menang.,.... Silahkan lihat sendiri pada PEMILU PRESIDEN 2004 kemarin.... Yang menang SBY, padahal koalisi MEgawati kan banyak banget tuh :D:D:D itu pendapatku btw...

Pengamat: Jika Koalisi 17 Partai Solid, PKS Bakal Habis
Indra Subagja - detikcom

Jakarta - PKS harus siap-siap kerja ekstrakeras. Kekuatan mesin politik 17 partai pengusung Fauzi Bowo harus benar-benar diwaspadai. Bila tidak, alamat buruk bagi calon PKS Adang Daradjatun.

"Ambil kalkulator, kalau PDIP, Demokrat dan Golkar solid beraliansi, habis PKS. Digilas Adang!" kata pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Tjipta Lesmana saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Kamis (15/3/2007).

Menurut dia syarat utama yang penting adalah mesin politik partai-partai besar itu dibantu partai lainnya bekerja maksimal untuk Fauzi.

"Singkat kata Fauzi dan Adang diadu, Fauzi 95 persen menang, Adang kalah telak," imbuh Tjipta.

Tjipta yakin saat ini instruksi partai masih berjalan efektif, sehingga bila 17 partai itu bergabung bisa mendapatkan suara maksimal.

Namun apabila PKS bisa bermain cantik seperti kala Pemilu 2004 lalu dalam merebut suara masyarakat Jakarta, PKS diprediksikan dapat meraih keuntungan.

"Ada 2,5 juta rakyat miskin di Jakarta, kalau bisa digarap bagus itu," ujar dosen Lemhannas bidang komunikasi politik ini.

Selain itu strategi lain yang mungkin bisa dijalankan PKS melawan koalisi bersama ini dengan mencari borok-borok Fauzi kala menjabat sebagai Sekwilda dan Wagub DKI.

"Ini excellent, very good, PKS bisa langsung menggulirkan dan mem- blow up dan hitung-hitungan di atas bisa berbalik," urai Tjipta.

Dalam pertarungan ini, dia pun tidak melihat adanya gambaran pertarungan antara pihak kuat melawan yang lemah. "Politik itu seni bagaimana membuat mungkin menjadi tidak mungkin dan sebaliknya," ujar pria yang juga aktif di Lembaga Pengkajian Strategis Indonesia (LPSI) ini.(ndr/nrl)

rilham2new
March 23rd, 2007, 11:42 AM
^^ lohh... bukannya aku dah bilang KOALISASI itu gak terlalu menarik perhatian masyarakat kita, yang penting justru IMAGE sang calon itu sendiri...

FAUZI BOWO mungkin aja menang .... Sama seperti diramalkan waktu PEMILU 2004... Partai DEMOKRAT mngkin menang di JKT tapi ternyta PKS menang kan .... Kalo bicara JKT sihh masih random effect kayaknya ....

Blue_Sky
March 24th, 2007, 03:12 AM
Dont forget money politic from those big parties

:ohno:

Blue_Sky
March 24th, 2007, 03:14 AM
I hope the next government doesn't give Height restrictions like the last governor (was it Ali Sadikin?)

Agum Gumelar did not calon himself right? :( worst case scenario :(

This is first time I heard any Jakartian dislike Ali Sadikin
Most of ppl I know praise high on him

:)

Blue_Sky
March 24th, 2007, 03:16 AM
16/03/07 08:41
Koalisi Besar Parpol Dukung Fauzi Bowo Bisa Untungkan Adang

Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik Dr J Kristiadi mengatakan koalisi partai politik besar untuk mengajukan Fauzi Bowo sebagai calon Gubernur DKI Jakarta bisa bersifat kontraproduktif, atau menguntungkan bagi PKS yang mengusung Adang Daradjatun.

Namun, parpol-parpol dan tim Fauzi Bowo bisa meminimalkan kemungkinan ke arah kontraproduktif itu dengan melakukan kampanye yang tertata dengan baik, katanya di Jakarta, Jumat

Menurut Kristiadi, dalam pandangan masyarakat Jakarta bisa muncul kesan parpol besar "mengeroyok" PKS, dan hal itu akan menumbuhkan simpati yang lebih besar kepada mantan Wakil Kepala Polri Adang Daradjatun.

Simpati itu bisa makin besar jika pelayanan publik yang dilaksanakan Pemda DKI Jakarta selama ini dinilai masih kurang baik, karena Fauzi Bowo adalah Wagub DKI Jakarta.

Menurut dia, tim kampanye Adang Daradjatun tentunya akan mengelola kampanyenya dengan lebih baik menghadapi "keroyokan" parpol-parpol tersebut.

Mengenai alasan parpol besar mendukung Fauzi Bowo, ia memperkirakan keputusan itu berkaitan dengan posisi Jakarta yang berkembang ke arah kota jasa dengan penduduk yang heterogen.

Fauzi Bowo secara resmi diusung oleh Golkar, PDIP, PPP, PDS, dan Demokrat. Selain itu, kemungkinan PAN juga akan mendukung Fauzi Bowo. (*)


Pilkada Jakarta (http://www.antara.co.id/arc/2007/3/16/koalisi-besar-parpol-dukung-fauzi-bowo-bisa-untungkan-adang/)

Blue_Sky
March 24th, 2007, 03:17 AM
17/03/2007 02:29 WIB
Partai Gurem Bantah Dukung Foke
Ramdhan Muhaimin - detikcom

Jakarta - Selang satu hari koalisi bersama 15 parpol pendukung Fauzi Bowo dideklarasikan pada Kamis 15 Maret lalu, koalisi yang digalang 3 parpol besar yakni Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDIP mulai digoncang perpecahan.

Sembilan parpol kecil non-parlemen yang tergabung dalam Forum Lintas Partai (FLP) yang hadir dalam deklarasi itu disebut-sebut sebagai forum palsu.

Ketua FLP Meidy Juniarto membantah jika parpol-parpol non-parlemen yang bergabung dalam forum itu ikut-ikutan mendukung Foke (sapaan Fauzi Bowo) sebagai cagub DKI.

"FLP tidak pernah menyatakan dukungan terhadap Foke. Kalau FLP yang hadir dalam deklarasi kemarin itu palsu," ujar Meidy saat dihubungi detikcom, Jumat (16/3/2007).

Menurut Meidy, orang-orang yang hadir mengatasnamakan FLP dalam deklarasi tersebut bukanlah pimpinan partai politik. Sebab, kata Meidy, pada saat yang hampir bersamaan para pimpinan 9 parpol kecil yang tergabung dalam FLP itu tengah mengadakan pertemuan dengan mantan ketua KONI Agum Gumelar di kediamannya pada kamis (15/3/2007) sore.

Parpol-parpol itu antara lain Partai Patriot Pancasila, Partai Pelopor, Partai Buruh, PKPI, PNBK, PNI Marhaen, PPNUI, PSI, Partai Merdeka, dan PIB.

Bahkan sejak awal, lanjut Meidy, FLP telah berkomitmen untuk mendukung Agum dalam pilkada DKI mendatang. "Kami tetap dukung Pak Agum. Karena FLP ini seperti sudah punya Pak Agum," imbuh ketua DPW Partai Patriot Pancasila DKI Jakarta itu.

Namun demikian, dengan terbentuknya koalisi bersama tidak berarti peluang mantan danjen kopasus tersebut semakin tipis. FLP, kata Meidy, optimis peluang Agum maju sebagai DKI-1 masih terbuka lebar.

Alasannya, menurut dia, koalisi bersama yang terbangun sangat rapuh dan tidak bertahan lama disebabkan faktor-faktor yang sangat pragmatis. Apalagi ada parpol-parpol dalam koalisi tersebut memiliki kepentingan masing-masing.

"Saya tidak yakin Foke dapat membagi-bagikan kue secara adil kepada partai-partai itu. Dampaknya ya sangat rapuh. Akan ada parpol yang keluar dari koalisi, dan Pak Agum bisa diuntungkan. Apalagi PKB, PBR dan PAN belum final putuskan Foke," tandasnya.(rmd/ndr)

Alvin
March 24th, 2007, 03:00 PM
i support more competition ...let there be 4 candidates - fauzi, adang, agum and sarwono...long live democracy :lol:

Blue_Sky
March 25th, 2007, 05:22 AM
^^

Then the big parties coalition would be collapsed

Blue_Sky
March 25th, 2007, 05:23 AM
18/03/2007 12:40 WIB


Foke Disurvei Lebih Unggul Dibanding Adang, PKS Tak Gentar
Rafiqa Qurrata A - detikcom

Jakarta - PKS tidak gentar dengan hasil survei LSI yang menyebut Foke lebih top dibandingkan Adang Daradjatun. Survei itu justru membuat PKS bersemangat.

"Kita tidak khawatir, kita tenang saja hadapi persoalan," komentar Ahmad Heryawan, wakil ketua DPRD DKI Jakarta dari PKS di sela-sela Musyawarah Majelis Syuro PKS di Hotel Bidakara, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (18/3/2007).

"Ketika mengikuti pilkada, memang menang adalah tujuan kita. Tapi kalah pun harus terhormat. Survei itu juga perlu ada pembanding. Mungkin saja besok sudah berubah karena gencarnya masing-masing cagub turun ke masyarakat. Lagi pula pilkada masih jauh," ujar Ahmad.

Untuk agenda selanjutnya, PKS akan melakukan konsolidasi ke dalam. Kedua, mengelilingkan cagub ke akar rumput dengan berbagai cara. "Kita akan terus memperkenalkan calon-calon kita dan menaikkan brandnya," kata Ahmad.

Lalu siapa cawagubnya? "Ya nantilah kami umumkan, tunggu saja," jawab Ahmad.(nrl/ddn)

Blue_Sky
March 25th, 2007, 05:24 AM
18/03/2007 16:55 WIB


PKS Ngebut Rebut Popularitas Foke
Rafiqa Qurrata A - detikcom

Jakarta - PKS akan ngebut berpromosi agar popularitas jagoannya, Adang Daradjatun, mengalahkan Fauzi Bowo alias Foke.

"Saya kira di hasil survei Foke mungkin lebih populer daripada Pak Adang. Tapi waktu yang tersisa bagi kami, cukup untuk membalik semua itu," ujar Sekjen PKS Anis Matta di Hotel Bidakara, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Minggu (18/3/2007).

Survei LSI yang dirilis Sabtu kemarin menyimpulkan, Foke lebih populer dibandingkan Adang.

"Kita kan bawa isu membenahi Jakarta dan tingkat kepercayaan warga DKI pada Pemda pascabanjir kita tahu bagaimana," jawab Anis saat ditanya strateginya.

"Kita galang dukungan rakyat seluas-luasnya dari sisa waktu yang tersedia," imbuhnya.(nrl/ddn)

peseg5
March 26th, 2007, 03:42 AM
PKS officially announced that governor candidate Adang Darajatun is paired with Dani Anwar, one of member of PKS, as a vice governor candidate.

So who will be paired with Fauzi Bowo?

Blue_Sky
March 26th, 2007, 03:48 AM
Still unsure also

:dunno:

19/03/2007 10:57 WIB

Foke Mantap Jika Gandeng Rano
Nurvita Indarini - detikcom

Jakarta - Popularitas Fauzi Bowo alias Foke melebihi cagub DKI Jakarta lainnya, Adang Daradjatun. Foke bakal lebih mantap memperoleh suara bila menggandeng aktor Rano Karno.

"Foke lebih dikenal di mata pemilih. Selain itu kompetensinya lebih bisa dilihat karena selama ini menjadi wagub DKI," kata Direktur Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (19/3/2007).

Menurutnya, jika Foke menggandeng kalangan muda seperi si Doel ataupun Nurul Arifin maka akan semakin mantap. "Sebab yang seperti Rano atau Nurul Arifin itu adalah wakil dari kalangan muda," imbuh Denny.

Rano disebut-sebut bisa menjadi tokoh yang mampu menjaring suara dari kalangan apolitis. Yakni kalangan yang tidak berpikir politis, seperti kalangan muda yang jenuh dengan calon yang dihadirkan, ataupun kalangan ibu-ibu. Berkaca dari Pilpres 2002, SBY muncul sebagai figur yang disukai kaum ibu. (nvt/umi)

Blue_Sky
March 26th, 2007, 03:50 AM
Judulnya salah

================================================

Fauzi Bowo Ingin Cawagub yang Populer

Laporan Wartawan Kompas Emilius Caesar Alexey

JAKARTA, KOMPAS -- Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan calon wakil gubernur yang mendampinginya harus populer di mata pemilih dan memiliki kemampuan teknis dalam pembangunan. Sementara itu, wacana empat wakil gubernur menguat dengan sudah dikirimnya usulan mengenai penambahan wagub, dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso ke Departemen Dalam Negeri.

"Calon wagub perlu pribadi yang populer agar dapat menutupi kekurangan saya di bidang-bidang tertentu, saat pemilihan kepala daerah mendatang. Di sisi lain, calon wagub harus memiliki kemampuan teknis untuk memberi kontribusi bagi pembangunan kota," kata Fauzi di Jakarta, Selasa (20/3).

Menurut Fauzi, dia tidak mempermasalahkan latar belakang calon wagub, baik dari sipil maupun militer. Untuk nama-nama cawagub, Fauzi menyerahkannya pada keputusan koalisi partai yang mendukungnya.

Sementara itu, usulan penambahan wagub, dari satu menjadi empat orang, terus dibahas di Depdagri. Menurut Fauzi, usulan empat wagub sudah pernah dibahas dalam rapat kabinet dan belum diputuskan. "Empat wagub atau satu wagub memiliki kelebihan atau kekurangan masing-masing, dalam proses pemerintahan di Jakarta. Saya menyiapkan dua skenario berbeda untuk satu atau empat wagub," kata Fauzi.


Berita & Politik (http://www.kompas.com/ver1/Metropolitan/0703/20/122033.htm)

Alvin
March 26th, 2007, 04:16 PM
Berkaca dari Pilpres 2002, SBY muncul sebagai figur yang disukai kaum ibu. (nvt/umi)

When was there a pilpres in 2002? typos, typos....

Blue_Sky
March 29th, 2007, 03:57 AM
21/03/07 20:37
Agum Gumelar Duga Ada Tekanan Parpol Gagalkan Dirinya ke Cagub DKI

Jakarta (ANTARA News) - Mantan Ketua KONI, Agum Gumelar, menduga ada sejumlah partai politik (parpol) yang melakukan tekanan, agar tidak mendukung dirinya maju dan dipilih sebagai calon gubernur (cagub) dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta pada Agustus 2007.

"Siapa-siapa yang mem-'pressure', anda-anda sudah tahu," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) di era KH Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI itu kepada wartawan seusai seminar "Menuju Pilkada Jurdil Jakarta" di Kampus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Salemba, Jakarta Pusat, Rabu.

Pernyataan Agum itu terkait dengan gagalnya Partai Demokrat (PD) yang awalnya memintanya menjadi calon Gubernur DKI, namun pada Kamis (15/3) siang PD termasuk salah satu dari 16 parpol pendukung Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menjadi cagub DKI Jakarta dalam Pilkada 2007.

"Harusnya, partai kembali pada jalan yang benar, partai dalam melakukan rekrutmen kepemimpinan berpedoman pada aspirasi rakyat" ujar Agum.

Namun demikian, ia mengemukakan, ada upaya Partai Amanat Nasional (PAN) mencari dukungan dari beberapa partai untuk mendapatkan syarat minimal pendaftaran calon gubernur DKI Jakarta senilai 15 persen, agar dapat mengusung dirinya.

"Upaya itu, masih dilakukan oleh PAN, dan saya sendiri," katanya menegaskan.

Selama ini, Agum menjelaskan, telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pendekatan kepada partai politik, diantaranya melalui serangkaian lobi.

"Mulut saya sampai berbuih menyampaikan visi dan misi kepada partai serta meyakinkan kepada siapa pun yang akan menjadi pendukung saya. Jika saya terpilih akan begini dan begini itu. Sudah saya lakukan," katanya.

Namun, Agum akan mengembalikan seluruh upaya itu kepada parpol, apakah dirinya akan kembali diusung menjadi calon gubernur DKI Jakarta, setelah gagal diusung oleh PD.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PAN, Toto Daryanto, dalam acara silaturahmi Agum Gumelar dengan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan ada sinyal untuk pengusungan Agum.

"PAN belum mengambil keputusan, tapi mudah-mudahan melalui silaturahmi ini ada sinyalnya," ujarnya menambahkan. (*)

Copyright © 2007 ANTARA

http://www.antara.co.id/arc/2007/3/21/agum-gumelar-duga-ada-tekanan-parpol-gagalkan-dirinya-ke-cagub-dki/

Blue_Sky
March 29th, 2007, 03:59 AM
Agum Gumelar Meminta Dukungan Gus Dur

25/03/2007 08:14

Bursa calon gubernur DKI Jakarta kian marak. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan dirinya telah bertemu dengan Agum Gumelar terkait pencalonan gubernur DKI yang akan didukung PKB.

Liputan6.com, Jakarta: Bursa calon gubernur DKI Jakarta kian marak setelah partai-partai besar mengusung dua nama kandidat masing-masing yakni Fauzi Bowo dan Adang Darajatun. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan dirinya telah bertemu dengan Agum Gumelar terkait pencalonan dia dalam pemilihan kepala daerah ini. "Saya telah bertemu dengan Agum Gumelar untuk memasukan calon yang diperhitungkan," ungkap Gus Dur---sapaan Abdurrahman Wahid--- di Jakarta, Sabtu (24/3).

Sementara itu, nama Sarwono Kusumaatmaja juga disebut-sebut Gus Dur sebagai salah satu calon utama gubernur DKI yang akan diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun pencalonan anggota DPD itu masih menunggu pernyataan resmi PKB yang akan diumumkan dalam beberapa waktu mendatang.(ZIZ)

Blue_Sky
April 4th, 2007, 06:37 AM
26/03/2007 07:13 WIB
PKS Resmikan Adang-Dani, Karangan Bunga Berdatangan
Iqbal Fadil - detikcom

Jakarta - Terjawab sudah siapa pendamping calon Gubernur DKI Jakarta dari PKS Adang Daradjatun. PKS akan mengumumkan sekaligus meresmikan pasangan cagub-cawagub yang akan diusung dalam Pilkada DKI mendatang. Sejumlah karangan bunga ucapan selamat sudah berdatangan.

Rencananya pengumuman ini akan disampaikan langsung oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring di Gedung Dakwah DPP PKS, Jl Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan.

"Insya Allah kalau tidak ada halangan kita akan launching Cagub sekaligus Cawagub kita," ungkap Tifatul kepada detikcom hari Minggu 25 Maret kemarin.

Pendamping Adang adalah kader PKS yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Dani Anwar. Di jajaran DPW PKS DKI, Dani menduduki jabatan Ketua Bidang Penggalangan Massa.

Pengumuman ini sekaligus menutup teka-teki siapa cawagub yang maju mendampingi Adang Daradjatun. Sebelumnya, beberapa cawagub yang disebut-sebut selain Dani adalah Ahmad Heryawan (Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta) dan Igo Ilham (Ketua Bapilu PKS Jakarta).

Pantauan detikcom pukul 07.00 WIB Senin (26/3/2007), sekitar 10 karangan bunga ucapan selamat sudah menghiasi di depan Gedung DPP PKS. Karangan bunga ini menarik perhatian para pengguna jalan yang malambatkan laju kendaraannya. (bal/ziz)

Blue_Sky
April 4th, 2007, 06:38 AM
25/03/2007 18:57 WIB
Gandeng 14 Partai, Gus Dur Usung Sarwono Jadi Cagub DKI
Anwar Khumaini - detikcom

Jakarta - Ketua Umum Dewan Syura PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara resmi memutuskan cagub DKI Jakarta periode 2007-2012 adalah Sarwono Kusumaatmadja. Namun keputusan ini belum disahkan secara resmi oleh DPP PKB.

"Saya Abdurrahman Wahid sambil menunggu keputusan resmi menyatakan mencalonkan Sarwono sebagai cagub DKI Jakarta," ujar Gus Dur usai pertemuan dengan 14 partai politik di Gedung PBNU Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu (25/3/2007).

Ke 14 partai yang hadir selain PKB, adalah PAN, PKPB, Partai Patriot Pancasila, PPNUI, PPDK, PKPI, PNBK, PPDI, Partai Pelopor, Partai Syarikat Indonesia, PNI Marhaenisme, PBSD, PIB, PPD.

Ditegaskan mantan Presiden ke ke-4 ini, keputusan pencalonan Sarwono menunjukkan kalau PKB tidak takut dengan koalisi yang sudah dibangun Golkar. Gus Dur juga membantah jika keputusan ini dianggap terburu-buru.

"Ini gara-gara Golkar mengambil inisiatif nakut-nakutin yang lain agar semua dukung Foke dan PKS takut. Dia nggak berhasil nakutin PKB," tegasnya.

Menurut Gus Dur, keputusan ini sudah disepakati, namun belum ada laporan tertulisnya akibat adanya kisruh PKB di Jawa Timur. Rencananya keputusan ini akan segera dibawa ke DPP PKB di Kalibata untuk ditandatangani.

Mengenai peluang Agum Gumelar, Gus Dur menyatakan, Agum maju karena dijanjikan Partai Demokrat. Tapi DPP Partai Demokrat menentukan lain. "SBY ditakut-takutin Golkar. Biarin aja nggak usah pusing banyak kok kita temannya," cetus Gus Dur yang mengenakan batik coklat lengan pendek.

Apakah pencalonan ini sudah pasti? Gus Dur berujar, "Tidak, ini bukan putusan
saya sendiri," tegasnya lagi.

"Lalu ada dua pertanyaan, siapa wagubnya dan kenapa pencalonannya belum diputuskan rapat DPD. Sebenarnya rapat akan dilakuakan Selasa 27 Maret 2007," tandasnya. (mly/bal)

Blue_Sky
April 5th, 2007, 06:24 AM
26/03/2007 23:09 WIB

PDIP: Seringan Apapun, Duet Adang-Dani Kita Anggap Berat
Rafiqa Qurrata A - detikcom

Jakarta - Pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar resmi diusung PKS menjadi cagub-cawagub DKI Jakarta. Sebagai kompetitor, PDIP akan memperhitungkannya sebagai lawan yang berat.

Demikian disampaikan Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Agung Imam Sumanto, usai malam silaturahmi di Restoran Handayani, Jalan Matraman, Jakarta Pusat, Senin, (26/3/2007).

"Menurut saya, duet Adang-Dani ini kita perhitungkan. Seringan apapun, yang namanya lawan selalu kita anggap berat," kata Agung.

Agung menyebut bahwa jabatan wakil gubernur tidak kalah strategisnya dengan gubernur. Dani Anwar yang siang tadi resmi menjadi cawagub PKS, diakuinya tak bisa dianggap remeh.

"Peranan Dani di kalangan grass root cukup kuat. Dulu dia satu komisi dengan saya. Dia itu orangnya keras, tapi realistis," kata Agung.

Meski begitu, ia kembali menegaskan bahwa PDIP sudah siap untuk menghadapi seluruh kompetitor. "Kami sudah siap untuk bertempur di lapangan," tegasnya. (fiq/aba)


Berita & Politik (http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/03/tgl/26/time/230956/idnews/758933/idkanal/10)

Blue_Sky
April 5th, 2007, 06:24 AM
27/03/2007 00:10 WIB

Pendamping Fauzi Bowo Diumumkan Awal April
Rafiqa Qurrata A - detikcom

Jakarta - PDIP berjanji mengumumkan pendamping Fauzi Bowo dalam Pilkada DKI Jakarta pada pekan depan atau awal April 2007. Kandidat-kandidatnya sudah ada di internal partai.

"Minggu depan, mudah-mudahan sudah clear namanya. Yang jelas figurnya sudah ada," kata Ketua DPD PDIP DKI Jakarta, Agung Imam Sumanto, kepada wartawan usai malam silaturahmi di Restoran Handayani, Jalan Matraman, Jakarta Pusat, Senin (26/3/2007).

Figur yang akan mendampingi Fauzi Bowo atau Foke adalah yang bisa bersinergi. Sosok Foke yang cukup keras dan kadang sulit berkompromi, perlu pasangan yang sepadan.

"Paling tidak, wakilnya itu disegani oleh Foke. Tidak punya potensi untuk berlawanan dengan sang gubernur, sehingga tidak menjadi ganjalan" tegas Agung.

Fauzi Bowo atau Foke telah diumumkan sebagai cagub yang didukung resmi PDIP pada 15 Maret 2007. Walaupun berasal dari birokrat, sosok Foke dianggap konsisten terhadap visi membangun Jakarta.

"Walaupun dia calon dari Golkar, tapi dulu kan jadi wagub karena dicalonkan oleh PDIP," kata Agung. (fiq/aba)

paw25694
April 5th, 2007, 11:09 AM
^^ bukan bung karno yah?? maksudnya bung rano??

Blue_Sky
April 5th, 2007, 01:24 PM
Bung karno betul tapi bung rano juga gak salah
namanya kan rano karno

:D

paw25694
April 5th, 2007, 02:43 PM
masak si gus dur mempersilahkan bung rano karno memilih pasangan gubernurnya?? lucu gak sih??

rilham2new
April 28th, 2007, 06:44 PM
pilkada .....wah kayaknya aku bakal ikut nyoblos nihhh ....

paw25694
April 28th, 2007, 07:13 PM
^^ ilham, ktpmu apa?? riau?? jakarta?? medan?? jayapura?? tangerang??
since you posted a lot photos of those cities here :D

F-ian
April 28th, 2007, 07:17 PM
hahah yea..:D

so who will you pick Ham (Ilham)?

Oya, I wanna ask: Fauzi Bowo is currently the Deputy Governor right? then why didn't he make a change in Jakarta or something while being the Deputy Governor? I mean if he did that he could've gotten some good votes ato emang wakil gub gak boleh berbuat sesuatu?:?

rilham2new
April 28th, 2007, 07:24 PM
^^ ilham, ktpmu apa?? riau?? jakarta?? medan?? jayapura?? tangerang??
since you posted a lot photos of those cities here :D


tembus 17 tahun ....... pake KTP Pekanbaru .... buat paspor juga PEKANBARU .... bebas fiskal soalna ....:D

pindah ke JKT....pake KTP JakBar.....

----------- JAYAPURA pics dapetnya dari MULTIPLY :tongue2: .... AKu cuman pernah tinggal di JKT-PEkanB-Batam-Palembang-Lampung.....so, Indonesia yang tengah ke timur emang sama sekali gak pernah ke sana :tongue2: kecuali Bali kali yeee..

rilham2new
April 28th, 2007, 07:28 PM
hahah yea..:D

so who will you pick Ham (Ilham)?

Oya, I wanna ask: Fauzi Bowo is currently the Deputy Governor right? then why didn't he make a change in Jakarta or something while being the Deputy Governor? I mean if he did that he could've gotten some good votes ato emang wakil gub gak boleh berbuat sesuatu?:?

ohhh FAUZI BOWO itu tenggelam dengan popularitas SUTIYOSO ....biasa lah .... dimana2 kalo wakil2an emang tenggelam namanya ...kecuali presiden kita kali yeee:tongue2: malah sebaliknya ....hahahahaha:lol:

Wah, gak tahu ..... nanti cek2 di INTERNET ... apa plus minus value masing2 kandidat .....:)

peseg5
April 28th, 2007, 07:45 PM
Wakil gub itu emang dasarnya ban serep. Sama seperti kedudukan Wapres dan Pres. Tapi untuk kabinet sekarang berbeda, karena Wapresnya tidak difungsikan hanya sebagai ban serep, tapi ban belakang.

Smua calon ada PLUS (+) dan MINUS (-) nya. Lebih baik sering2 baca berita di TV, internet, majalah tentang track record mereka, dan visi dan misi apa saja yg bakal mereka usung....

Contohnya buat gw, kalo ada calon gurbernur yang mengusung bakal menertibkan "POLISI TIDUR" di jalanan...kemungkinan besar gw pilih. Karena itu sebenarnya hal sepele tapi realitanya menjengkelkan dan tidak pernah ada instansi pemerintah/media massa menyinggungnya / bertindak..



hahah yea..:D

so who will you pick Ham (Ilham)?

Oya, I wanna ask: Fauzi Bowo is currently the Deputy Governor right? then why didn't he make a change in Jakarta or something while being the Deputy Governor? I mean if he did that he could've gotten some good votes ato emang wakil gub gak boleh berbuat sesuatu?:?

Balandra
April 30th, 2007, 09:04 AM
Contohnya buat gw, kalo ada calon gurbernur yang mengusung bakal menertibkan "POLISI TIDUR" di jalanan...kemungkinan besar gw pilih. Karena itu sebenarnya hal sepele tapi realitanya menjengkelkan dan tidak pernah ada instansi pemerintah/media massa menyinggungnya / bertindak..

:D :D :D :D
I Like this quote
lucu banget...tapi ada benernya, LC gue pernah nyaris ancur gara-gara POLISI TIDUR di sebuah jalanan biasa di daerah Kayuputih Jaktim yang justru bukan kawasan pemukiman...:bash:

sanhen
April 30th, 2007, 11:15 AM
Iya, kadang2 polisi tidur dibuat dgn seenaknya. Bahaya banget kan kalo lagi cepet tiba2 ada polisi tidur. Bisa loncat mobil. Emangnya Knight Rider...

peseg5
April 30th, 2007, 04:49 PM
Hehe... sebenarnya di INDONESIA itu ada aturan yang mengatur STANDARD SPEED TRAP (atau polisi tidur). Aku pernah baca di suatu artikel tapi lupa tuh namanya. Beberapa yang aku ingat:

- 15 meter sebelum polisi tidur harus ada rambu peringatan dan marka peringatan.
- Polisi tidur harus di cat putih subaya pengendara bisa melihat jelas pada saat siang / malam hari, ataupun sedang hujan/berkabut.
- Dimensi polisi tidur ditetapkan dengan berbagai syarat dan toleransi yang ditentukan, tidak boleh melanggar ketentuan ini.
- Hanya boleh dibangun pada kondisi jalan tertentu.

Hahaha... REALITANYA dari polisi tidur yang ada di Jakarta saja, gak ada tuh yang memenuhi keempat syarat diatas...palingan hanya satu dua syarat aja yang terpenuhi, sisanya ABOVE THE LAW!!!

Sanhen, kalau di Aussie gimana? Apa banyak Speed Trapnya juga di pemukiman?



Iya, kadang2 polisi tidur dibuat dgn seenaknya. Bahaya banget kan kalo lagi cepet tiba2 ada polisi tidur. Bisa loncat mobil. Emangnya Knight Rider...

rilham2new
April 30th, 2007, 06:34 PM
AKu pilih GUBERNUR yang dengan ikhlas menonaktifkan parkir tepi jalan ..... :D:D:D:D ...COntoh JALAN SABANG .... mestinya dengan trafik seperti hari ini parkirannya harus terpisah .... JALAN OTISTA, wahhh banyak dehh jalan2 sempit di KEMANG ....

sanhen
April 30th, 2007, 07:48 PM
Hum.. disini polisi tidurnya gendut2 dan besar2. Dan jelas2 ngikutin aturan. Ada rambu2nya dsb. Tapi tetep aja... selalu nongol disaat2 yg ngga diduga dan kadang2 ngga keliatan.

paw25694
May 1st, 2007, 06:47 AM
pernah kepentok depan bajaj trus jatoh ke lante bajaj gara2 polisi tidur... :p:p

pilkada
May 1st, 2007, 07:45 AM
:bash: :bash: :bash: Gue sich yang penting bisa bikin jakarta gak macet, trus nanem pohon sejuta biji ma ngilangin banjir .... :ohno:

Keki banget waktu gubernur bilang ... ini banjir 5 tahunan ..
SO WHAT .. !!! ... maksudnya siap2 5 tahun lagi rumah tenggelem lagi ....

Katrookkk !!

http://feeds.feedburner.com/pilkada.2.gif (http://feeds.feedburner.com/~r/pilkada/~6/2)

pilkada
May 1st, 2007, 08:06 AM
http://farm1.static.flickr.com/183/471117752_026b1564c2.jpg?v=0

F-ian
May 23rd, 2007, 10:25 AM
Wakil Gubfernur DKI Fauzi Bowo: Mendewakan Pedestrian

23/05/2007 02:44:40 WIB
JAKARTA, Investor Daily
Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo punya cita-cita agar Jakarta menjadi kota yang lebih “beradab”. Ia ingin Jakarta menyiapkan tempat yang layak bagi kaum pedestrian.

Bang Fauzi-panggilan akrab Fauzi Bowo, tak mau Jakarta dicap kota sumpek, semrawut dan amburadul. Ia ingin kota ini dikenal sebagai kota berbudaya, apik dan harmonis. Apa konsep calon gubernur DKI ini membawa Jakarta ke arah lebih “beradab”, santun dan apik?


Berikut petikan hasil wawancara wartawan Investor Daily Michael Ferdin, Yosef Tor Tulis, Bani Saksono, dan Tino Oktaviano, belum lama ini di ruang kerjanya di Balai Kota, Jakarta.

Sebagai Ibu Kota Negara, Jakarta cukup sarat dengan beban untuk mendukung kelangsungan pemerintah pusat. Fasilitas apa saja yang harus disediakan Jakarta?

Kami akan mendirikan sejumlah infrastruktur, di antaranya pengembangan jalan tol dalam kota, pengembangan pelabuhan, dan pengembangan zona economic special.

Dari segi administrasi, kami akan mendirikan one gate service, dengan tujuan untuk memperpendek proses perizinan, proses sektor, proses waktu, dan besaran biaya.

Selain itu, saya punya bayangan, Jakarta harus menyiapkan area yang layak bagi pejalan kaki atau pedestrian. Kawasan itu perlu dibenah dan dibangun.
Tapi, semua itu butuh banyak dana?

Betul. Saat ini, fasilitas yang ada belum memadai sehingga masih membutuhkan investor asing maupun dalam negeri. Yang kami perlukan adalah investasi untuk memfasilitasi megaproyek infrastruktur dan transportasi. Untuk itu kami
membangun Jakarta Investment Forum, menggandeng Kadin dan asosiasi. Lalu mengadakan kerja sama investasi terutama dengan sister city DKI seperti Tokyo, Seoul, Beijing, Berlin, dan Sydney. Mengoordinasi dan membuat program dengan lembaga keuangan seperti bank, asuransi, nonbank, maupun sekuritas. Kami juga punya program pengembangan UKM Center, Tourism Center.

Investasi apa saja yang diminati?

Yaitu investasi yang memberikan nilai tambah yang tinggi, contohnya investasi yang bersifat padat modal, padat pengetahuan (knowledge-intensive), padat teknologi (technology-intensive), dan hemat pemanfaatan lahan (land-intensive). Untuk dua tahun terakhir ini , didominasi kebanyakan dari investor dalam negeri.

Setujukah Anda jika sebagian peran Ibu Kota didistribusikan ke daerah?

Melihat kenyataan yang ada saat ini, kawasan Jadebotabekjur telah tumbuh menjadi satu kesatuan wilayah ekonomi, yang ditandai dengan arus lalu lintas barang dan orang yang padat dan intensif. Jawaban atas arus lalu lintas barang dan orang tersebut diwujudkan dalam penyediaan jaringan jalan tol ke arah timur, barat, dan selatan, yang menghubungkan satu daerah administrasi dengan daerah administrasi lainnya dalam wilayah Jadebotabekjur.

Bisakah Pola Transportasi makro (PTM) Jakarta disinergikan untuk menggandeng kawasan sekitar Jakarta?

Sangat dimungkinkan, mengingat keterkaitan aktivitas dan pergerakan masyarakat Bodetabekjur ke Jakarta ataupun sebaliknya. Setiap harinya tidak kurang 600 ribu kendaraan masuk ke Jakarta. Hal itu membawa konsekuensi logis yang tidak kecil dampaknya bagi Jakarta. Hal tersebut sedikit banyak mempengaruhi kinerja transportasi di Jakarta, khususnya kemampuan daya dukung jaringan jalan di wilayah Jakarta.

Apabila pemerintah provinsi/kabupaten/kota di wilayah Jadebotabekjur dapat duduk bersama untuk mensinergikan rencana tata ruang dan pembangunan di wilayahnya, bukan tidak mungkin busway yang saat ini hanya sampai di Kalideres bisa diteruskan hingga menjangkau wilayah Tangerang. Begitu juga halnya dengan koridor-koridor busway lainnya.

Sudah sampai di mana pelaksanaan Pola Transportasi Makro (PTM) di Jakarta?

Ada busway, waterway, monorel, dan subway. Khusus subway, akan mulai dibangun pada 2008. Diharapkan pada 2012 sudah selesai, 2013 sudah bisa dioperasikan.

Subway nantinya membentang dari Lebak Bulus, Ratu Plaza, Duku Atas, Harmoni, hingga ke Kota. Proyek ini tidak mimpi. Sebab soal financing-nya sudah kita amankan, yaitu dari Jepang (JIBC, red) yang akan masuk dalam perhitungan APBD (DKI) dan APBN. Pinjaman itu bunganya kecil 0,1-0,4%.

Dengan adanya subway ini, berarti akan ada kehidupan di bawah tanah antara Ratu Plaza, hingga Duku Atas. Proyek itu membutuhkan setidaknya 60.000 tenaga kerja. Ini berarti menggerakkan ekonomi kota secara dinamis. Soal law enforcement? Kita bisa belajar pada kota yang mirip dengan Jakarta.

Busway termasuk proyek prestisius dari Sutiyoso. Apakah Anda siap melanjutkannya?

Begini, saya ingin jelaskan bahwa sektor transportasi merupakan sektor yang perlu perhatian sejak 40 tahun lalu. Pertama, saat Pak Ali Sadikin. Ketika itu beliau memberikan pinjaman jangka panjang lunak sekali bagi operator bus kota, ada 13 perusahaan, termasuk PPD. Itu terjadi akhir 1969, sudah terlalu lama, lebih dari 36 tahun lalu. Sudah terlalu banyak kajian, baik transportasi yang berbasis rel maupun roda.

Kita harus menghargai kebijakan mengambil hasil kajian itu secara proporsional. Khusus busway, sebetulnya kajiannya menunjukkan rute dari Pulogadung-Pemuda-Pramuka, saya lupa ujungnya. Kalau tidak salah belok ke Lapangan Banteng.

Waktu kita menelaah itu, saya minta itu direview. Saya usul lajurnya dipindahkan ke lajur Sudirman, dari Blok M ke Kota. Itu menggunakan tenaga ahli juga. Yang saya gembira, Pak Sutiyoso berani mengambil keputusan itu. Saya yang menyarankan, beliau yang memutuskan.

Anda yakin dalam jangka panjang, busway ini mampu mengurangi secara signifikan kemacetan di Jakarta?

Bukan hanya jalur yang kita bangun, tapi juga angkutan penumpangnya yang harus kita ciptakan. Dari mana, tentu dari mereka yang menggunakan jenis angkutan lain. Khususnya angkutan pribadi. Kalau ini bisa, maka busway akan sukses dan betul-betul merupakan solusi.

Apa sebenarnya konsep dasar Megapolitan Jadebotabek?

Konsep dasar Megapolitan pada hakekatnya bertujuan untuk menyelesaikan tata ruang, pelayanan masyarakat, dan infrastruktur, bukan penggabungan wilayah administrasi atau amalgamasi.

Undang-Undang Nomor 32/2004 tang Pemda mengatur kewenangan otonimi dan batas administrasi masing-masing wilayah. Ini berarti wilayah Bodetabekjur tidak menjadi bagian dari Provinsi DKI Jakarta, tetapi rencana pembangunan kawasan tersebut disusun sesuai dengan pola dan karakter masing-masing daerah yang keseluruhannya terpadu dan komprehensif dalam master plan Megapolitan Jadebotabekjur.

Gagasan Megapolitan ini juga merupakan bentuk antisipasi dalam meningkatkan peran dan fungsi kawasan Jadebotabekjur di masa mendatang agar mampu mewujudkan kehidupan kota/kawasan yang efisien dan kompetitif sesuai dnegan prinsip pembangunan berkelanjutan (urban ecology).

Apakah itu pengaruh urbanisasi di Jakarta?

Bukan hanya faktor urbanisasi. Selama 5 tahun terakhir, terjadi gerakan penduduk yang cukup tinggi di daerah tertentu. Seperti Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, kurang lebih konstan. Di Jakarta Pusat, penduduk yang keluar (imigrasi) lebih banyak dari yang masuk (emigrasi). Ini menjawab jawaban tadi bahwa faktor urbanisasi tidak semuanya benar.

Ada trend yang demikian. Yang masuk, adalah orang-orang yang baru masuk ke pasar kerja, mencari kerja. Sedang yang keluar cenderung mereka yang agak settle (mapan), punya kerja, punya daya beli cukup memadai, punya motor, lalu bisa beli mobil, lalu kredit rumah di Kemang Pratama, Bekasi, atau di Depok dan Tangerang.

Jangan lupa, mereka adalah kelas menengah ke atas, yang berkualitas, punya sumber daya yang baik, sangat mobile dan komuting setiap hari, karena bekerja di Jakarta. Ini pasar yang mudah diajak, asal ada perhitungan yang rasional.

Masalah penduduk bukan hanya ledakan jumlah, tapi juga menyangkut rumah, kesehatan, air minum, pendidikan, transportasi, sampah, dan seterusnya. Tidak cukup kesehatan terpenuhi, pendidikan juga harus terpenuhi. Lalu, juga ada tuntutan kebutuhan akan udara yang bersih agar hidup sehat. Begitu juga soal sampah, itu bukan masalah yang sederhana.

Sekarang sudah dilaksanakan sampai di mana?

Kan kita punya RTR (Rencana Tata Ruang, red) sampai 2010, tiap lima tahun dievaluasi. Itu ada benchmark-nya, ada indikatornya. Berdasarkan beberapa indikator itu, kita evaluasi, apakah perlu toleransi sampai berapa jauh. Ada benchmark-nya, ada matriks yang cukup rumit. Tidak sederhana.

Apakah Gubernur Jakarta harus jadi raja tega, seperti Sutiyoso?

Hahaha ... . Mudah-mudahan semua orang berpikir seperti Anda.

Anda punya sifat seperti itu?

Kalau nggak, saya nggak akan mencalonkan diri jadi gubernur. Saya tahu apa dan bagaimana memimpin Jakarta karena sudah mendampingi gubernur Jakarta sejak zaman Ali Sadikin. Jadi, bukan cuma era Sutiyoso saja. Saya sudah mengikuti Pak Ali Sadikin. Waktu itu saya jadi konsultan untuk proyek ‘megapolitan’ Jabotabek. Lalu, pada zaman Pak Tjokro Pranolo, jadi kepala biro Gubernur.

Terakhir, jadi kepala biro masa Pak Wardiman Djojonegoro. Waktu Ali Sadikin, saya jadi stafnya Pak Wardiman, saya menggantikan Pak Wardiman waktu beliau ke BPPT mengikuti Pak Habibie. Akhirnya saya jadi kepala biro saat Pak Tjokro, Pak Suprapto, sampai Pak Soerjadi. Setelah itu, saya pindah ke Pariwisata bersama Pak Joop Ave. Saat Pak Sutiyoso masuk, saya jadi Sekda.

Alasan lain maju merebut kursi gubernur DKI?

Saya ini lahir di Jakarta, sekolah dan besar di Jakarta, sudah lebih dari 30 tahun mengabdi di Pemerintahan Provinsi DKI di Jakarta. Kalau tidak karena ingin mengabdi ke Pemprov, saya kira saya tidak akan mencalonkan diri sebagai gubernur.

Orang bilang Sutiyoso itu tegas, apakah Anda juga bisa tegas seperti Sutiyoso?

Begini, sebelum saya maju, kami bikin survei tentang apa yang diinginkan orang Jakarta, survei itu kita ulangi lagi tiap bulan. Yang bikin survei ini lembaga yang punya reputasi.

Kami tanya, kepemimpinan seperti apa yang diharapkan orang Jakarta. Hampir 70% menyatakan butuh kepemimpinan yang kuat, strong leadership. Strong leadership ini diterjemahkan menjadi, pertama, mendapatkan dukungan dari partai politik. Artinya partai politik yang menentukan. Kedua, punya kemampuan memimpin (leadership) dan kemampuan profesional.

Dan ketiga, mendapat legitimasi dari rakyat yang dipimpin. Itu definisi bukan saya yang buat, tapi dari hasil survei yang tiap tiga bulan di-up date. Rata-rata atau hampir 70% lebih menginginkan kepemimpinan yang seperti itu

F-ian
May 31st, 2007, 08:45 PM
FAUZI BOWO-PRIJANTO DIDEKLARASIKAN 1 JUNI 2007, Prijanto: Saya Sangat Terkejut

31/05/2007 23:12:45 WIB
JAKARTA, Investor Daily
Teka-teki siapa calon wakil gubernur DKI yang akan mendampingi calon gubernur DKI Fauzi Bowo dalam Pilkada DKI sudah terjawab. Fauzi akhirnya memilih Mayjen TNI Prijanto, asisten teritorial kepala staf TNI AD (Aster KSAD).

Terpilihnya Prijanto sebagai cawagub DKI pendamping Fauzi cukup mengejutkan. Sebab, namanya selama ini tidak tampak di bursa cawagub yang digodok partai politik koalisi bersama.

Koalisi yang dimotori oleh PDI-P, Partai Golkar, Partai Demokrat, PPP, dan PDS itu sebelumnya sedang menggodok dua nama bekas jenderal untuk mendampingi Fauzi Bowo. Yaitu, mantan Pangdam Jaya Mayjen TNI (Purn) Slamet Kirbiatoro dan mantan Danpuspom Mayjen TNI (Purn) Djasri Marin.

Namun, situasi politik berubah dengan cepat. Hanya dalam hitungan hari, Slamet Kirbiantoro dan Djasri Marin nyatanya harus ‘angkat koper’ dari bursa cawagub DKI. Bahkan, PDI-P yang selama ini mengusung Slamet Kirbiantoro berpaling ke Prijanto.

“Keputusan ini sudah menjadi kesepakatan koalisi. Pasangan Fauzi Bowo-Prijanto akan dideklarasikan pada 1 Juni 2007, tepat hari kelahiran Pancasila. Lalu tanggal 6 atau 7 Juni, akan mendaftar ke KPUD DKI,” kata Sekjen DPP PDI-P Pramono Anung, ketika mengumumkan Prijanto di sekretariat DPD PDI-P DKI, di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (30/5).

Pramono mengatakan, Prijanto dipilih demi meluruhkan kepentingan partai di koalisi bersama yang masing-masing saling menjagokan kandidatnya. Prijanto dianggap jalan tengah demi menjaga keutuhan koalisi.

Dari segi kemampuan, Prijanto juga dianggap mumpuni. Sebab, pria berusia 56 tahun ini punya pengalaman di Jakarta. Dia pernah menjadi komandan Korem Wijayakarta, kepala staf Kodam Jaya, dan komandan Garnisun Tetap I Jakarta. “Saya yakin Pak Prijanto tidak pernah mimpi jadi cawagub,” kata Pramono.

Diminta Fauzi

Prijanto yang berada di sebelah Pramono hanya tersenyum. Tak berapa lama, Prijanto langsung diberi kesempatan untuk angkat bicara. “Saya sangat terkejut ketika diminta Pak Fauzi untuk menjadi cawagubnya,” ujar Prijanto.

Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur itu mengaku tidak menyangka. Prosesnya begitu cepat. Ceritanya dimulai ketika Fauzi Bowo menelpon KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso pada 10 Mei 2007. Saat itu, Fauzi meminta KSAD untuk menyetujui rencananya yang akan meminang Prijanto. Kemudian, KSAD menanyakannya ke Prijanto yang akhirnya menyatakan setuju.

“Finalnya baru Selasa (29/5) malam ketika saya dipertemukan dengan partai-partai politik di Fauzi Bowo Center di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat,” tutur Prijanto.

Setelah itu, dia mengaku juga sudah minta izin kepada Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto dan KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso. Bahkan, Prijanto mengaku sudah menandatangani surat pengunduran dirinya dari TNI pada 30 Mei 2007 atau dua tahun lebih cepat. “Ya, kalau jadi syukur, kalau tidak jadi, ya sudah pensiun saja,” ujar,” dia

Blue_Sky
June 1st, 2007, 03:24 AM
Looks like majority of Indonesia still like figure from military to lead them

F-ian
June 1st, 2007, 12:03 PM
^^ I think its ok, there are lots of Preman and crime.... a militant is good for solving that matter.... if Fauzi was picked Prijanto's job should be to make Jakarta Safer while Fauzi is the City planner..

indistad
June 2nd, 2007, 04:10 AM
^^ well, a lot of those preman are payed by you're so called 'militant'.. so it has nothing to do with it. what we need (i dun care if its from the military or not) are honest people willing to do the right thing for the common good..

peseg5
June 2nd, 2007, 08:10 PM
Hari gini, cari orang pintar mah banyak....cari orang ikhlas dan jujur tuh baru jarang!

^^ well, a lot of those preman are payed by you're so called 'militant'.. so it has nothing to do with it. what we need (i dun care if its from the military or not) are honest people willing to do the right thing for the common good..

indistad
June 3rd, 2007, 02:26 AM
^^ agreed 100%

arirangboy
June 4th, 2007, 05:37 PM
I vote for Governor and Vice Governor nominators who have sense of aesthetic in addition to ledership. So, under their leadership, Jakarta will have beautiful landscape: iconic buildings, scenic gardens and public spaces, wonderful water elements (fountains, ponds, rivers, lakes), attractive city lightings, well arranged and nice outdoor advertisements etc.

JAG2
July 22nd, 2007, 12:06 PM
M Ma’ruf who is the Indonesia Home Secretary (Mendagri) and being sick right now, the candidates to replace him are founded sooner. Those candidates are Jakarta Governor Sutiyoso, Middle Java Governor Mardiayanto, ex-North Sulawesi Governor EE Mangidaan, and General Secretary of DPD Siti Nurbaya.

Sutiyoso said that he is ready to replace Ma’ruf as the Home Secretary. “I’m ready to replace him, but we have to wait from president’s decision,” said Sutiyoso on Friday (20/7).

As known before, Sutiyoso’s incumbency will be over on October 7, 2007 and his replacement will be decided on Jakarta local election next August. Two candidates are ready to struggle for the first place as Jakarta Governor and Vice, those are Fauzi Bowo-Prijanto and Adang Daradjatun-Dani Anwar.

Blue_Sky
July 22nd, 2007, 07:12 PM
Street kids meet with governor candidate

Emmy Fitri, The Jakarta Post, Jakarta

A group of Jakarta street children and juvenile prisoners had a rare opportunity Saturday to discuss their dreams and goals with a gubernatorial candidate during an event sponsored by non-government groups ahead of National Children's Day on Monday.

"I want to have real teachers, not prison staffers, to teach at our school," said Febian Wijasena, who is serving a seven-year term at the Tangerang juvenile detention center for murder.

Febian said he also hoped that once he was released from detention, people would not judge him and would give him a chance to prove himself.

Other children said they wanted to be left alone by public order officials and not chased off the streets when they were trying to earn money.

Some older children, members of an association for street vendors and street musicians, said they wanted to see more jobs created for them so they could get off the streets.

Organizer Rahma Fitriati said the Saturday event was important because it gave the children the chance to speak with gubernatorial candidate Adang Daradjatun, who could end up running Jakarta.

Both candidates in the Aug. 8 election were invited to the event, but Fauzi Bowo was unable to attend because of a scheduling conflict.

"It's partly our fault because this event was set up at the last minute and we didn't know that Pak Fauzi had so many other commitments today," said Rahma, who is also an executive at the National Commission for Children's Rights Protection.

Commission chairman Seto Mulyadi said meeting with the children was a good way for the candidates to hear about the needs and wants of some of the city's younger residents.

"Children should come first in any plan and our future governor, whoever he is, can begin with this," Seto said.

There are at least 80,000 street children in Jakarta and it is feared that number will continue to rise as poverty forces more children to drop out of school and look to earn money on the streets to help their parents.

Jakarta has long been considered by urban observers as "unfriendly" to the poor, with most development programs orientated more toward serving the middle-to-upper classes.

Governor candidate Adang was asked an unexpected question from one of the street children, Muhammad Ali, who said:you just here for your campaign or do you really care about us?"

The retired police general said, "I've been on the streets as a police officer, I know how hard it is down there."

The governor hopefuls are scheduled to begin official campaigning on Sunday. Campaigning will begin with a plenary session of the City Council, during which the two candidates will deliver policy speeches.

Separately, in Yogyakarta, National Children's Day is being marked by awithout television" campaign.

Activists are taking the campaign, which started Friday, to the streets with rallies, and to playgroups, kindergartens and elementary schools with presentations. They are asking people to keep their TVs turned off for the whole day on Sunday (July 22).

They urge people to enjoy other activities in place of TV, such as reading, playing sports, house-cleaning, gardening, or visiting friends and relatives.

"Hopefully we can open people's minds and show them that life is much more enjoyable and valuable when we do other useful activities besides just watching television," said Salman Faridi of the Community for Research and Empowerment.

Blue_Sky
August 8th, 2007, 01:31 PM
Fauzi has won the election ... !!!

Surakarta
August 8th, 2007, 02:46 PM
Fauzi has won the election ... !!!

Alhamdullilah....Gue baca di koran Belanda katanya lawannya di dukung hardlinner Islam...

paw25694
August 8th, 2007, 05:06 PM
bukannya masih quick count ya menang nya??
i dunno why, i dont think he will be a good governor (dunno why. my heart said so.. lol :rofl:)
:ohno:

rilham2new
August 8th, 2007, 05:08 PM
Udah pilkada nya yach ....:D

Kirain masih lama tahu2 udah bulan agustus aja :D ..


Ternyata aq dah d Malaysia, alo gak bakalan ikut PILKADA ...:(

r4d1ty4
August 8th, 2007, 05:18 PM
Coblosss Kumisnya !!!!

J`Town
August 8th, 2007, 08:54 PM
sorry everyone, I was just wondering
first of all, congratulations to Fauzi Bowo!!!
but how is he like, his personality? is he bias?

I personally chose him after seeing his promotion advertisement (it was hell funny) bec. i didnt know nobody else :P

he looks like a nice guy
but i dunno nothing from any of those candidates

and does anyone have the Coblos Kumisnya video, if so can you post it here? hehehe

F-ian
August 8th, 2007, 09:43 PM
^^ posted on Indo Faq

^^ I like this commerical 0_o :D

http://s106.photobucket.com/albums/m264/hellofest/menteridesain/?action=view&current=kumiskecil.flv

rilham2new
August 9th, 2007, 05:19 AM
Aq kira fauzi menangnya bakal telak 90:10 atau 80:20 atau 70:30

Jujur, punya OPOSAN yang sangat kuat (57:43) tuh gak nyenengin banget :( ...

Blue_Sky
August 9th, 2007, 06:22 AM
bukannya masih quick count ya menang nya??
i dunno why, i dont think he will be a good governor (dunno why. my heart said so.. lol :rofl:)
:ohno:

sorry everyone, I was just wondering
first of all, congratulations to Fauzi Bowo!!!
but how is he like, his personality? is he bias?

I personally chose him after seeing his promotion advertisement (it was hell funny) bec. i didnt know nobody else :P

he looks like a nice guy
but i dunno nothing from any of those candidates

and does anyone have the Coblos Kumisnya video, if so can you post it here? hehehe

The one who many people concern is Fauzi was back up by 17 political parties, and I am sure with political condition in Indonesia right now each party must already set a project to be approved by Fauzi.

So in this period Fauzi will accomodate the interest of parties which back him up. So people like you and me is priority no 19 after Fauzi's interest and 17 parties which back him up. Poor Jakartian :ohno:

J`Town
August 10th, 2007, 10:03 AM
Warga ingin Fauzi tiru Bang Ali

oleh : Lahyanto Nadie

JAKARTA (Antara): Sejumlah warga ibu kota menginginkan agar gubernur DKI Jakarta yang baru Fauzi Bowo untuk mengikuti jejak keberhasilan Ali Sadikin yang akrab dipanggil Bang Ali yang pernah memimpin dan mengelola Jakarta dari periode 1966-1977.

"Semoga gubernur terpilih dapat mencontoh kesuksesan yang muncul setelah Jakarta dipimpin Ali Sadikin," kata warga Kramat Jati, Syafi`i, 57, di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, pembangunan Jakarta mulai terasa signifikan ke arah yang lebih baik pada masa kepemimpinan Bang Ali yang ditunjukkan antara lain dengan pembangunan beragam fasilitas umum seperti Terminal Cililitan.

Syafi`i berpendapat, para pejabat yang menduduki kursi gubernur setelah era Bang Ali lebih banyak hanya meneruskan dan mengimplementasikan konsep yang sebenarnya telah dicetuskan semenjak dahulu, seperti konsep Jakarta sebagai megapolitan.

Senada dengan Syafi`i, warga lainnya Said, 50, mengemukakan salah satu hal yang diingatnya dari keberhasilan ibu kota oleh Bang Ali adalah pembangunan jalan yang tidak hanya jalan besar tetapi juga jalan kecil ke daerah pemukiman warga melalui Proyek Muhammad Husni Thamrin(MHT).

Selain itu, Said juga mengingat kesuksesan dalam tata pengelolaan kebersihan dan program penghijauan yang dilakukan oleh gubernur kelahiran Sumedang 7 Juli 1927 itu.

Berkaitan dengan penghijauan, warga Tanjung Priok Wiyono menginginkan agar gubernur baru menambah ruang terbuka hijau (RTH) yang bermanfaat dalam memberikan kenyamanan, kesejahteraan, dan keindahan di wilayah perkotaan.

"Saya berharap program RTH segera diwujudkan agar dapat mengurangi tingkat polusi udara yang sudah semakin tinggi di Jakarta," kata Wiyono.

Ali Sadikin adalah gubernur keenam ibukota yang diangkat oleh Presiden Soekarno. Jasa-jasanya antara lain proyek pembangunan jalan perkampungan yang dikenal sebagai Proyek Muhammad Husni Thamrin (MHT), pusat kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (TIM), dan Pusat Perfilman Usmar Ismail (PPUI).

Gubernur DKI sebelum Bang Ali adalah Suwirjo (1945-1951), Sjamsuridjal (1951-1953), Sudiro (1953-1960), Soemarno Sostroatmodjo (1960-1964 dan 1965-1966), dan Henk Ngantung (1964-1965).

Setelah Ali Sadikin, sosok yang menjabat sebagai gubernur Jakarta adalah Tjokropranolo atau Bang Nolly (1977-1982), Soeprapto (1982-1987), Wiyogo Atmodarminto atau Bang Wi (1987-1992), Surjadi Soedirja (1982-1997), dan Sutiyoso atau Bang Yos (1997-2007).(ln)

F-ian
August 10th, 2007, 05:45 PM
kenapa gak bikin Ali Sadikin jadi gubernur mentor kayak Lee Kwan Yew yg jadi Minister mentor (semacam kyk penasihat)....

Ara
August 12th, 2007, 01:30 PM
kenapa gak bikin Ali Sadikin jadi gubernur mentor kayak Lee Kwan Yew yg jadi Minister mentor (semacam kyk penasihat)....

Itu ide yg bagus.

peseg5
August 23rd, 2007, 09:13 AM
Memang selama ini Sutiyoso dimentori Ali Sadikin... Tapi gak dalam struktur organisasi seperti posisinya LKY...

Ada berita bagus nih, Fauzi Bowo berencana menertibkan portal, pagar rumah yang melanggar Perda ttg ketertiban... Selama ini kan banyak tuh rumah bangun pagar setinggi2 langit, kayak benteng, dan jalanan2 ditutupin portal disana disini tanpa menghiraukan kepentingan orang lain. Nah itu semua mau ditertibkan, kata janjinya Fauzi Bowo, baca di Republika...


http://www.republika.co.id/Koran_detail.asp?id=304149&kat_id=286

DKI akan Tertibkan Portal di Permukiman Warga

Pendirian bangunan portal harus ada izin.

JAKARTA -- Dianggap mengganggu hubungan interaksi sosial kemasyarakatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penertiban atas keberadaan bangunan portal di sejumlah permukiman warga. Penertiban portal tersebut akan dituangkan dalam Raperda Ketertiban Umum.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menyatakan aturan terkait pembangunan portal di permukiman segera dimasukkan dalam raperda. Kendati fungsi keberadaan portal untuk meningkatkan keamanan, namun keberadaannya diatur supaya tidak mengganggu interaksi sosial. Semisal permukiman kalangan menengah dengan warga di sekelilingnya. ''Tujuan keamanan yang dimaksud tetap berjalan tanpa mengurangi interaksi sosial di permukiman setempat. Keberadaan portal akan ada aturannya," ujar Fauzi usai pembahasan Raperda Ketertiban Umum menggantikan Perda 11 Tahun 1988, Selasa (21/8).

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD DKI Jakarta, Ahmad Husein Alaydirus, menyatakan, sudah sepantasnya pengadaan portal di permukiman warga diatur. Ini agar tercipta hubungan interaksi sosial yang merata. Menurut dia, keberadaan portal khususnya di permukiman perumahan kelas menengah hingga atas adalah sah-sah saja. Biasanya kompleks permukiman kalangan menengah dan atas kerap 'terasing' dengan permukiman warga umumnya, sehingga jarang terjalin kegiatan sosial seperti gotong-royong atau sekadar temu warga.

Dia memaparkan, pendirian bangunan portal harus ada izin dari Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) DKI. Di samping itu, harus ada pengaturan jam pemberlakuan seperti mulai pukul 00.00 hingga 05.00 WIB. "Jangan bangun portal seenaknya saja tapi izin aparat berwenang. Sebab akan menciptakan hubungan sosial yang buruk meski konsekuensinya bila tidak ada portal aparat keamanan perlu meningkatkan penjagaannya di permukiman tersebut,'' ungkap Ahmad.

Sanksi
Sementara itu, pemberi sumbangan kepada pengemis dan anak jalanan di jalan di wilayah Jakarta akan dikenakan sanksi hukuman. Sanksi juga diberikan bagi orang yang menjadi koordinator atau menyuruh seseorang untuk mengemis di jalanan.

''Yang menyuruh dan melakukan tindakan mengemis serta memberikan sumbangan kepada pengemis akan dikenakan sanksi,'' kata Fauzi dalam Rapat Paripurna terhadap pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi DKI Jakarta tentang Raperda Ketertiban Umum). Dalam raperda tersebut, pelanggar ketertiban umum akan dikenakan sanksi enam bulan kurungan atau denda Rp 50 juta.

Fauzi menyatakan itu ketika menanggapi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera yang mempertanyakan Pasal 37 hanya mengatur larangan bagi pihak yang menyuruh orang lain untuk mengemis, sedangkan terhadap pelakunya, yakni penyandang masalah kesejahteraan sosial (gepeng, anak jalanan, dan pekerja seks komersial) tidak diatur. Menurut Fauzi, pihak eksekutif sependapat untuk mengubah kalimat pada Pasal 37 dengan memuat materi ''.. yang menyuruh dan melakukan tindakan mengemis serta memberikan sumbangan kepada pengemis akan dikenakan sanksi.'' zak

Fakta Angka

Rp 50 Juta
Denda bagi pelanggar ketertiban umum

rilham2new
August 23rd, 2007, 12:19 PM
^^ Di Tomang, belakang rumah aq, banyak banget tuh jalan2 yang ditutup sama warganya,.....

Demi ketenangan warga :D

Jalan depan rumah ku juga pake sistem buka-tutup kok (pake portal maksudnya :D).....Soalnya kalo gak kayak gitu, ntar jalan2 di kawasan perumahan dijadikan jalan tikus ama pengendara mobil ... Buat jadi jalan pintas.

kamski
August 24th, 2007, 01:59 PM
Pfft false "democracy"

materialistus
September 21st, 2007, 01:26 PM
Jakarta Voted - Keep Holding Your Nose!

By Andre Vltchek

Visit to the fourth largest urban area on earth (with approximately 23 million inhabitants) may be hazardous to your health. Although there are no exact statistics to prove it and one can hardly rely on official data anyway, the city of Jakarta is rapidly collapsing. It is terribly polluted, but the local press stubbornly refrains from conducting any serious investigation that would analyze pollutants in the air. Visitors get often sick, unless they stick to some luxury and fully sheltered hotels equipped with air conditioners and air purifiers. Eventually they succumb to the coughing spells, poisoned by the grayish substance hanging over the capital; substance which can be, if one uses some imagination, still described as "air".

Many visitors also develop stomach ailments due to appalling quality of local water supply and food. Some simply collapse psychologically under the weight of sheer ugliness of the place, where traffic jams are the main landmarks of the capital city and where one has to drive to the shopping malls in order to "take a walk", as almost nothing 'public' survived decades of 'pro-business' turbo-capitalism of Suharto and post-Suharto era and that of the latest, outgoing governor Sutiyoso.

Continuity is now guaranteed. In the city's first gubernatorial election that took place on August 8th (before the governor of Jakarta had been appointed by the president or as in 2002, by local legislature), former deputy governor Fauzi Bowo, life-long bureaucrat and "urban planning specialist" (as he likes to be described) backed by a medley 19 mainstream political parties, won around 58 percent of the votes, comfortably winning over Adang Daradjatun from conservative Islamic "Prosperous Justice Party"(PKS).

Talents and abilities of the "urban specialist" Fauzi Bowo are highly questionable. If anything, Mr. Bowo and his outgoing boss, governor Sutiyoso, brought the capital city closer to collapse. Jakarta is dotted with modern skyscrapers as well as smelly, garbage-filled canals with muddy water - the only "playground" for hundreds of thousands of children. According to some unofficial statistics (it seems that pollution is yet another "sensitive issue" with almost no reliable official data available), Jakarta is the third most polluted city on earth after Katmandu (Nepal) and New Delhi (India). This unflattering 3rd place is shared with Chinese city of Chongqing.

"The UN reports that the city's drinking water system is ineffective, leading 80 percent of Jakarta inhabitants to use underground water, which has become steadily depleted. In low-lying North Jakarta, groundwater depletion has caused serious land subsidence, making the area more vulnerable to flooding and allowing seawater from the Java Sea to seep into the coastal aquifers. According to Suyono Dikun, Deputy Minister for Infrastructure at the National Development Planning Board, more than 100 million people in Indonesia are living without proper access to clean water", reports Red Orbit in the article on the "Cities of the Future". It is not surprising, as drinking water had been privatized and ran as pro-profit enterprise by French and British companies, "increasing prices and decreasing quality", according to The Economist.

Deforestation, over-development and poor city planning led to repeated and devastating floods. The most recent one, on February 2nd 2007, displaced more than 350 thousand people, and destroyed property in more than 50% of Jakarta's dwellings, as approximately 70 to 75 percent of the city area had been flooded with water 4 meters deep. Infrastructure damage and lost property amounted to almost 600 million dollars. Great majority of the population has no insurance.

City is choked by traffic jams and specialists are warning that it is approaching permanent gridlock, unless there are some dramatic changes in the very near future. Jakarta has almost no public transportation system, considering its size. Sutiyoso's brainchild: so called bus ways (idea adopted from much smaller cities in South America) never managed to fly. Part of the funds disappeared in corruption, buses are (ridiculously) equipped with only one door for uploading and downloading of the passengers; elevators for disabled people never arrived. One-way fare is going to climb to over 50 cents in the country where the average monthly income is approximately 65 dollars a month and where more than half of the population lives on lesser than 2 dollars a day.

There is no transparency and accountability in the governance. Much advertised "monorail" system had to have its first line opened in 2007. Some of the main avenues were blocked, traffic increased and the citizens were asked to be patient as the city government is trying to offer acutely needed transportation alternatives. But at some point, construction of the monorail simply stopped. Trees in the middle of the roads were already cut down; ugly concrete pillars had been driven into the earth, metal bars sticking several meters high. There was no explanation given to the citizens. No hotline to call, no information about the funds that allegedly disappeared. Once again, the government had shown profound spite for its own citizens. Local press unfamiliar with anything even distantly resembling investigative journalism decided not to ask uncomfortable questions: small surprise in the country where the media is owned, without exception, by big business.

Instead of monorail, outgoing governor Sutiyoso introduced "water service", probably in order to guarantee himself a place in the history of the city. Two pathetic little "public" boats navigate 1.5 kilometers of polluted water of canal, looking like two miniscule icebreakers cutting through the endless rubbish. 'Service' is available only for a few hours, on weekends: hardly a solution to almost permanent gridlock.

After being ruled for years by former general Sutiyoso, Jakarta truly resembles filthy military barrack, or maybe a mythical purgatory with its dark sky, endless chain of vehicles, children begging and offering themselves at several major intersections. Some beggars have faces burned beyond recognition; others are showing what is left of their amputated hands and legs, for a fee. And, unlike in other Muslim countries that are broadcasting only calls for prayer, citizens of Jakarta are bombarded at least 6 hours a day by prayers and religious recitations blasted at unbearable volume like in the worst Orwellian nightmare, reassuring the majority and reminding to minorities of who is really in charge.

There is almost nothing "public" left in the capital. Jakarta has only a handful of small parks, of which some are even charging entrance fee (like the one on the coast in Ancol). The city has almost no passable sidewalks. City seems to be fragmented, brutal and compassionless; commercialized to the extreme. No wonder: it had been shaped after the 1965 military coup that killed between 2 and 3 million people, from those belonging to the leftist parties and movements to those belonging to the ethnic and religious minorities.

MILITARY CONNECTION

Indonesia is still governed to a large extent by the old military clique. President of the country - Susilo Banbang Yudhoyono is retired four-star general. Outgoing Governor Sutiyoso is also a (retired) top army brass: Lieutenant general who served in the Indonesian military for three decades, and was involved in Indonesia's occupation of East Timor. It has been alleged at the inquest that Sutiyoso had been a member of 'Team Susi' - one of the units of the Indonesian military that were involved in the savagely brutal advancement on Balibo on the day in 1975 when five foreign journalists were killed.

Not surprisingly, Fauzi Bowo's deputy will be another retired general, this time retired Major General Prijanto - described by Jakarta Post as "long time army officer". This is a part of Prijanto's biography published by Jakarta Post, (as it appears on their website, unedited and linguistically uncorrected): "Maj. Gen. (ret) Prijanto is a long time Army officer who started his career at air defense infantry division of the Army's Strategic Reserves Command in 1976. He served in the division for eleven years before being promoted as the governor of the Army's Military Academy in Magelang in 1987. His field expertise was tested when he was deployed to East Timor (now Republic of Timor Leste) as chief squad of air defense infantry at Operasi Seroja (Lotus Operation) to East Timor in 1978.

The operation which last from 1975 to 1979 is aimed to curb efforts from Fretilin, a movement from a group of indigenous Timorese who wants separation from Indonesia. Aside from the operation, Prijanto spent most of his career as an off-field officer. He spent most of his career over the last decade at the Jakarta Military in various divisions, mostly at the defense infantry division, which he knows best. Known as a diligent officer who always complies to his chief's command, he was appointed in 1995 as head of a team of private assistant of Let. Gen. (ret) AM Hendropriyono who serves as a commander at that time. Prijanto also had served as coordinator of private assistant of Gen. (ret) Wiranto when he was the Indonesia Military Chief in 1998 before returning to the Jakarta Military Command as a regional military commander a year after that"...

It is worth remembering that some of the worst atrocities in East Timor took place during the time when General Wiranto was "in charge".

Lotus Operation (Operasi Seroja) in which Prijanto actively participated began on December 7th, 1975. With the US approval, Indonesian forces landed a massive air and sea invasion utilizing almost entirely the US-supplied weapons and equipment. By mid February, around 60.000 men, women and children of tiny East Timor were dead. United Nations never accepted occupation and colonization of East Timor.

But the story doesn't end here. The opponent of Fauzi Bowo was no civilian either. He served as the former Deputy National Police Chief; a military man as well, considering that in the past police and the army were parts of the same organization. In a "touching" biography, Jakarta Post writes: "Adang Daradjatun's ambition since childhood was to join the police or military? After Adang graduated from high school, his father wanted him to apply to Bandung's Padjadjaran University or the Bandung Institute of Technology. But Adang insisted on becoming a police officer. He told his father he was impressed by the discipline of police officers. Eventually his father relented and Adang was accepted at Akabri in 1968, graduating in 1971"?

That's some ambition, considering that he joined the force just 3 years after Indonesian military massacred between 2 and 3 million innocent people.

CHOICE? WHAT CHOICE?

"We definitely don't support any candidate who would implement regulations that limit women's rights, like those in Tangerang City", said Masruchah, the secretary-general of Indonesia's Women Coalition (KPI), referring to the Tangerang bylaw that prohibits women from leaving their home at night.

Most of the citizens of Jakarta did not go to polls to vote for the candidate of their choice, as there were no candidates willing to address the grievances of the majority. They voted to prevent calamity, and the face of calamity was resembled, at least for the most of them, an Islamic party taking over the governance of their capital city. Several areas of Java are now facing discriminatory restrictions imposed by sharia-law. In theory, sharia bylaws are unconstitutional, but extremely weak and indecisive administration of SBY is unwilling or unable to confront increasingly strong Islamist movements and organizations. Many citizens of Indonesia worry that secular essence of Indonesian state is in danger.

Primarily, pre-election campaign consisted of colorful pop music concerts and "stars" expressing support for one of two candidates. Eventually, both candidates appeared on television screens hugging elderly, children and the poor. Neither of them offered serious analyses of devastating future Jakarta is facing. And the media, as always compliant, restrained from asking hard questions. As a result, only a handful resident of the capital believes that elections will have deep impact on their lives. Cynicism is growing but the opposition is fragmented and weak, natural for the country where the military and religion play decisive role.

In the meantime, rotting garbage contaminates poor neighborhoods and clogging canals. Corruption is so institutionalized that police would not investigate car theft or burglary, unless offered considerable sum of money in advance. "When one of our correspondents is robbed, we call police and complain", says one of editors of national news magazine who doesn't want to be identified. "They often apologize and bring the loot back in just a few hours. What does it mean? That police is working with the thieves. How can you fight corruption with such police force?"

Millions of uninsured and unprotected people are living in shacks. Even those surviving under the bridges in the makeshift carton dwellings are facing extortion: they are forced to pay "rent" to local thugs and "officials". Social services already collapsed, and so did the infrastructure. Next to the luxury hotels, people eat in dirty stalls, often washing dishes with the water from open sewage. If the situation doesn't change dramatically, citizens of Jakarta may be tempted to turn to conservative Islam, considering it the only force willing to "protect" them. But in these latest elections they had still opted for "secular" candidate, for the "city planner" and his deputy who had "proven himself" by bombing East Timorese civilian population more than 30 years ago.

bola
September 22nd, 2007, 05:28 AM
??????????????
this guy hates jakarta so muich????

kamski
September 22nd, 2007, 05:53 AM
How is he hating Jakarta? If anything, a person who loves Jakarta should be as critical as him.

rilham2new
September 22nd, 2007, 05:57 AM
ANdre Vltchek tuh sapa sih ???

Kok dari tulisannya kayak udah LOST HOPE banget ama Indonesia :tongue2: .... I'm still young to lost my hope for some certain aspect,,, ya gak paw :D ??? hihihihii,,,, Tapi gak over-ke-PEDE-an kayak Surakarta, loh ... jangan salah sangkeuh .. :D

lombok
September 22nd, 2007, 11:32 AM
ANdre Vltchek tuh sapa sih ???

Kok dari tulisannya kayak udah LOST HOPE banget ama Indonesia :tongue2: .... I'm still young to lost my hope for some certain aspect,,, ya gak paw :D ??? hihihihii,,,, Tapi gak over-ke-PEDE-an kayak Surakarta, loh ... jangan salah sangkeuh .. :D

Kau bawa-bawa nama lama gue:nuts: :nuts: :nuts: :bash: :bash: :bash:
Biarin ajah di kritik sana-sini...yang penting JKT tetep cantik & kinclong apalagi kalau yang kumuh-kumuh segera lenyap di muka bumi JKT. Tapi bagu gue tetep CINTA Jkt walau banyak kumuhnya.....:bash: :bash: :bash:

Ini kritik membangun JKT dari Gue:banana: :banana: :banana:

1. Bandara S-H sebagai pintu gerbang harus ditata ulang semuanya termasuk orang-orangnya yang berkaitan:bash: :bash: :bash: :banana: :banana:

2. Jalan utama JKT yang kukum-kumuh dilarang, kalau dari bandara ke pusat keliatan sekali daerah perkumuhan bikin mata sepet:nuts: :nuts: :nuts:

3. Para pengemis & PKL ditertibkan tidak berkeliaran dimana-mana:banana: :banana: :banana:

4. kali & serta temapat umum lainnya bersih...sih....:banana: :banana: :banana: , buang sampah sembarang di denda, dan kalau orang tidak berpenduduk JKT tertangkap di penjara biar kapok:banana: :banana: :banana:

5. Korupsi dibasmi pake baygon kalau perlu:banana: :banana: :banana:

6. Demonstrasi harus tertib tidak vandalism, serta kalau demo berbau agama dilarang. Indonesia hanya mengenal PANCASILA ssudah harga mati:banana: :banana: :banana:

7. Dibangun museum berskala international, dari 27 provinsi yang ada.

8. Trayek angkutan umum harus segera diperbaiki, biar JKT tidak sesak sama mobil pribadi yang bikin macet serta sumpek:nuts: :nuts:

lainnya ? nanti disambung lagi:banana: :banana: :banana:

F-ian
September 22nd, 2007, 03:03 PM
ANdre Vltchek tuh sapa sih ???

Kok dari tulisannya kayak udah LOST HOPE banget ama Indonesia :tongue2: .... I'm still young to lost my hope for some certain aspect,,, ya gak paw :D ??? hihihihii,,,, Tapi gak over-ke-PEDE-an kayak Surakarta, loh ... jangan salah sangkeuh .. :D

he's a guy who overdramatise stuff... why probably the FilmMaker of Antz, a Bug Life and Antbull :D cuz he Increadibly makes such small things significantly detailed hehe

And, unlike in other Muslim countries that are broadcasting only calls for prayer, citizens of Jakarta are bombarded at least 6 hours a day by prayers and religious recitations blasted at unbearable volume like in the worst Orwellian nightmare, reassuring the majority and reminding to minorities of who is really in charge.

an e.g ^^

btw

just to remember... what he writes is in his Opinion... its those written in that page in Kompas newpapers where they have drawing of dead flowers/roses,birds, and mice running around etc. in the middle of the Newspage

paw25694
September 22nd, 2007, 05:44 PM
membangun :puke:
anyway there are 33 provinces. not 27 :rofl:

rilham2new
September 23rd, 2007, 06:10 PM
Kau bawa-bawa nama lama gue:nuts: :nuts: :nuts: :bash: :bash: :bash:
Biarin ajah di kritik sana-sini...yang penting JKT tetep cantik & kinclong apalagi kalau yang kumuh-kumuh segera lenyap di muka bumi JKT. Tapi bagu gue tetep CINTA Jkt walau banyak kumuhnya.....:bash: :bash: :bash:

Ini kritik membangun JKT dari Gue
1. Bandara S-H sebagai pintu gerbang harus ditata ulang semuanya termasuk orang-orangnya yang berkaitan

2. Jalan utama JKT yang kukum-kumuh dilarang, kalau dari bandara ke pusat keliatan sekali daerah perkumuhan bikin mata sepet

3. Para pengemis & PKL ditertibkan tidak berkeliaran dimana-mana

4. kali & serta temapat umum lainnya bersih...sih.... , buang sampah sembarang di denda, dan kalau orang tidak berpenduduk JKT tertangkap di penjara biar kapok

5. Korupsi dibasmi pake baygon kalau perlu

6. Demonstrasi harus tertib tidak vandalism, serta kalau demo berbau agama dilarang. Indonesia hanya mengenal PANCASILA ssudah harga mati

7. Dibangun museum berskala international, dari 27 provinsi yang ada.

8. Trayek angkutan umum harus segera diperbaiki, biar JKT tidak sesak sama mobil pribadi yang bikin macet serta sumpek

lainnya ? nanti disambung lagi

Okay,, dehh ...nanti kalo SURAKARTA ikut PILKADA nanti aq pilih deh :D

rilham2new
September 23rd, 2007, 06:16 PM
he's a guy who overdramatise stuff... why probably the FilmMaker of Antz, a Bug Life and Antbull :D cuz he Increadibly makes such small things significantly detailed hehe


Hmmm :yes: .. I loved your words and the way u describe about this such author :D


[
an e.g ^^

btw

just to remember... what he writes is in his Opinion... its those written in that page in Kompas newpapers where they have drawing of dead flowers/roses,birds, and mice running around etc. in the middle of the Newspage

Yeah,,, some people may has OVER-SENSIBLE of SUBJECTIVITY :D ... When I read that article, actually I read nothing than an internet-blogger (and also whiner)



Btw, u're getting wiser, pal..... while some other user getting more childish (including me myself ) :D

materialistus
September 24th, 2007, 10:34 AM
Yes, he's just expressing his opinion. And he's not only writing about Indonesia. His wife is Indonesian, so he did some pieces on Indonesia.

I don't think he's overdramatising the situation. I think he describes it as it is in reality. For most indonesian, this kind of things are not pleasant to hear. so I understand you guys.

It's just that he didn't take into account that in Indonesia, standard of things are 'different' to the rest of the world.