View Full Version : [Jakarta] Capital or Bussiness Center ?


AceN
August 31st, 2007, 10:07 AM
Guys, menurut kalian dengan kondisi Jakarta seperti skarang ini, apa kita sudah harus berpikir buat pelan-pelan mindahin ibukota ke kota lain ?

Sperti Malaysia yang mulai memindahkan ibukotanya ke Putrajaya...

Dulu Bung Karno memiliki angan2, Jakarta sebagai ibukota dan Surabaya sebagai pusat bisnis. Sperti China dengan Beijing & Shanghai-nya.

Menurut kalian gmana ? Kalo emang ibukota mesti pindah, pindah ke kota mana ya ? Sharing yukk.... :) :) :) :) :)

:hi: :hi: :hi:

rilham2new
August 31st, 2007, 10:10 AM
The first question,,

how bout the $$$ we have to relocate the capital .... :D

F-ian
August 31st, 2007, 10:20 AM
Korea has Seoul, Japan has Tokyo, UK has London..... these developed countries only has a Capital for everything

in Indonesia, if you make something like Putrajaya lengkap with Houses for the Pejabat2 gedung2 pemerintah yg baru dll. nantinya ngehambur2in duit a.k.a White Elephante gak? it just makes the Gap between Government n rakyat farther...

just a reminder :)

paw25694
August 31st, 2007, 10:50 AM
hmm.. kalo menurut gw, kalo dipindah mending ke Sulawesi Barat aja :D:D (various reasons)
kalo memindah kan ibukota.. aduh $$$$$$$ banget

Exx
August 31st, 2007, 12:47 PM
tempat bisnis n ibukota di bogor...

F-ian
August 31st, 2007, 01:10 PM
Meding di Pulau Bawean aja supaya Neutral ama tepat di Tengah2 Indonesia so everything is not Java centered

Di mana Pulau Bawean? here it is circled red:

http://i30.photobucket.com/albums/c321/fahrianhs/utk%20indo/IndonesiaCapital.jpg

or the one that is circle green (uhhh Karimun Jawa?) seems to be a good place...

name? DKI Administrakarta :D so long eh?

paw25694
August 31st, 2007, 01:13 PM
ah kalo kena tsunami hanyut hanyut dah :lol:

sanhen
August 31st, 2007, 01:18 PM
No.. harus dipindah. Memang biaya gede sih. Tapi masalahnya di negara demokrasi, yg namanya demonstrasi tuh ada tiap hari. Belon kalo ada acara kenegaraan yg sampe harus nutup jalan dsb. Kalo terjadi di Jakarta kan pasti mengganggu bisnis (macet lah dsb). Kalo ibukota bukan di Jakarta, kalo demo ngga terlalu efek.

ace4
August 31st, 2007, 01:25 PM
bukankah dulu seingat awak bung karno pernah rencana membuat ibukota indonesia di palangkaraya yak?

tetapi katanya batal karena kekurangan biaya waktu itu sebab palangkaraya waktu itu masih di tengah hutan dan harus membangun kota baru dari awal.

itulah yang awak baca di koran kompas tetapi lupa edisi yang kapan

sanhen
August 31st, 2007, 01:47 PM
Dulu Soeharto juga pernah rencana mao mindahin ke Cilangkap kan?

rilham2new
August 31st, 2007, 01:51 PM
Palangkaraya, salah satu kota dengan sistem tatakota terbaik di Indonesia :okay: ..

paradyto
August 31st, 2007, 05:10 PM
Kalimantan Timur:okay:

peseg5
August 31st, 2007, 05:26 PM
SAYA SETUJU PINDAH... Ya meningan ke Kalimantan aja...

1. Bebas tsunami

2. Minim gempa / lempeng pasif...

3. Dekat dengan hutan, artinya ada sisi positifnya: Kalau ada kebakaran hutan SUDAH PASTI MENJADI PRIORITAS UTAMA penanggulangan, presiden, DPR, dan pejabat2 lain gak mungkin rela ngirup asap lama2....ehehhee

Blue_Sky
August 31st, 2007, 06:50 PM
Pindah ke Nusa Kambangan aja
Toh pejabat kita rata2, cepat ato lambat juga kesana nanti nya :D:D

sanhen
August 31st, 2007, 07:33 PM
^^ Hahahaha funniest post of the day

XxRyoChanxX
September 1st, 2007, 12:31 AM
how about Jayapura?

paradyto
September 1st, 2007, 12:53 AM
SAYA SETUJU PINDAH... Ya meningan ke Kalimantan aja...

1. Bebas tsunami

2. Minim gempa / lempeng pasif...

3. Dekat dengan hutan, artinya ada sisi positifnya: Kalau ada kebakaran hutan SUDAH PASTI MENJADI PRIORITAS UTAMA penanggulangan, presiden, DPR, dan pejabat2 lain gak mungkin rela ngirup asap lama2....ehehhee

he he he Gw dukung Bos:D

kamski
September 7th, 2007, 03:20 PM
Pindah ke Nusa Kambangan aja
Toh pejabat kita rata2, cepat ato lambat juga kesana nanti nya :D:D

Hahahah :lol:

Gw setuju ibu kota dipindahin, tapi sebelum itu kayaknya kita harus jadiin Indonesia negara federasi (atau otonomi yg jauh lebih besar untuk provinsi daripada yg sekarang --kalo gak salah udah mau dikeluarin yah lewat UU otonomi daerah--), biar setiap daerah puas dan gak harus merasa "dekat" dgn Jakarta. Maksudnya biarin ibu kota bisa bergerak secara independen.

Jakarta udah jadi pusat bisnis aja, sama Medan, Surabaya, Denpasar, dll. Semakin menyebar semakin baik :)

Ampelio
September 17th, 2007, 11:10 AM
Korea has Seoul, Japan has Tokyo, UK has London..... these developed countries only has a Capital for everything
:)

South Korea's total size is only 1/3 of Sumatra island and the whole country only a piece of peninsula (with small islands)

Japan (with all islands) and UK (with all islands), both country sizes are just like Sumatra with Bangka Belitung, Kepri, and west coast islands (Nias cs)

INDONESIA???
no more reason... the capital must be moved in Kalimantan island or somewhere else outside Java... :)

F-ian
September 17th, 2007, 02:15 PM
South Korea's total size is only 1/3 of Sumatra island and the whole country only a piece of peninsula (with small islands)

Japan (with all islands) and UK (with all islands), both country sizes are just like Sumatra with Bangka Belitung, Kepri, and west coast islands (Nias cs)



^^ South Korea is 1/20th of Sumatra..... what about Russia?? :D 50+x Bigger than Indonesia only Moscow

but still it should be in Bawean....

MARINHO
September 17th, 2007, 10:24 PM
I am glad to hear that many of you share the view that Jakarta should become less important.

Jakarta's restaurants, hotels, shoppingcenters and educational institutions are on par with many worldcities but the there are many problems in Jakarta which can't be solved in the coming decade. And it's not only the amount of problems it's also the scale of the problems and if solutions are available it's difficult to implement them.
If Jakarta get's hit by a disaster Indonesia will be paralyzed. For that reason goverment offices should be spread over different cities.

The best solution is to spread the institutions and offices but also manufacturing plants. This can probably positively influence people searching for jobs hopping from island to island. Which is very inefficient and will cause chaos, uncontrolable poverty and the local infrastructure will not be able to cope with them.

The other cities especially on Sumatra should become far more important and attractive to releave Jakarta from the huge amount of jobseekers.

Ampelio
September 19th, 2007, 04:54 AM
Jakarta's worst problems : FLOODING, POLLUTION and SLUMS and even worse...

...the ideal of a capital city should have less and less problems :)

AceN
December 11th, 2008, 08:05 AM
Wacana Kaltim Menjadi Ibu Kota Negara Kembali Mencuat
Kadin Siapkan Kajian Teknis, Lokasinya Balikpapan atau Samarinda
Kamis, 11 Desember 2008

Wacana pemindahan ibu kota negara kembali muncul. Kali ini rencana itu dilontarkan dari Jakarta, dalam pemaparan visi Indonesia 2033 yang disampaikan Direktur Eksekutif CIRUS Surveyors Group Andrinof A. Chaniago, Selasa (9/12) lalu. Kaltim masih menjadi pilihan untuk dijadikan ibukota negara, selain Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dalam paparannya di hadapan sejumlah anggota DPR RI, Andrinof menyebutkan provinsi yang paling strategis dan layak dijadikan ibu kota Indonesia adalah Kaltim atau Kalteng. Ini karena posisi kedua provinsi ini berada di pantai timur Kalimantan dan lokasinya berada di tengah-tengah.

Hasil penelitian Center for Indonesian Regional and Urban Studies (CIRUS) Surveyors Group ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Pasalnya, beberapa bulan lalu, wacana ini sempat mencuat dan menjadi isu sentral. Bahkan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kaltim sudah menyusun penelitian rencana pemindahan ibukota negara ini.

Menurut Andrinof, kebutuhan memindahkan ibu kota negara sudah sangat mendesak. Sebab, diprediksi Jakarta mengalami kemacetan total pada 2014. Belakangan, kata Andrinof, prediksi itu malah sudah direvisi menjadi 2011. "Jadi, persiapan pemindahan seharusnya bisa dimulai pada 2010," ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia itu. Gagasan visi Indonesia 2033 dirumuskan bersama Ahmad Erani Yu tika, dosen Universitas Brawijaya yang kini menjadi direktur utama Indef.

Selain itu daya dukung lingkungan dan sumber daya air di Jawa sudah sangat memprihatinkan. Tidak berimbang dengan kebutuhan 59 persen penduduk Indonesia yang bermukim di atasnya. Sementara itu, program transmigrasi dan program percepatan pembangunan daerah tertinggal terbukti tidak berjalan efektif untuk memeratakan penduduk ke luar Jawa.

Menurut Andrinof, pembangunan ibu kota negara yang baru membutuhkan Rp 5 triliun untuk masa pembangunan empat tahun. Jadi, per tahun bisa dianggarkan Rp 1,25 triliun. "Angka itu tidak ada artinya dibanding potential cost yang hilang akibat kemacetan di Jakarta yang mencapai Rp 43 triliun per tahun," tegasnya.

Wacana pemindahan ibu kota ini sebenarnya juga sempat muncul pada era Orba. Tapi, lokasi yang ditawarkan masih di sekitar Jakarta. Beberapa alternatif yang pernah disodorkan, antara lain, Jonggol, Bogor; Serang bagian selatan; Bogor Selatan; dan Subang, Jabar

Wacana ini pun direspons Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Heru Cahyono. Apalagi kata dia, posisi Kaltim memang sangat strategis karena yang tepat berada di pantai timur Kalimantan. Kaltim juga didukung kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. "Kami (Kadin, Red.) juga akan menyiapkan tim kajian untuk menindaklanjuti hasil penelitian ini," kata Heru yang menangani bidang Prasarana, Permukiman dan Tanah ini.

Heru mengatakan, ada dua kota yang bisa dijadikan pertimbangan untuk dijadikan lokasi ibu kota, yakni Samarinda dan Balikpapan. Di Balikpapan misalnya, telah didukung, Bandara Sepinggan Balikpapan yang sudah melayani penerbangan internasional.

"Faktor lainnya yang bisa dijadikan pertimbangan utama adalah faktor keamanan. Terbukti, Kaltim yang pertama kali melaksanakan pilgub (pemilihan gubernur, Red.) dua putaran, mampu menggelar dengan aman. Padahal pilgub dua putaran ini, sangat rawan timbulnya gejolak," sebutnya.

Karena itulah, Heru menilai, Kaltim memang layak dijadikan ibu kota negara. Apalagi, dari penelitian tersebut, yang dipindahkan hanyalah pusat pemerintahan, bukan pusat bisnis. "Yang kita perlukan dan siapkan hanyalah lahan yang bisa dijadikan pembangunan pusat pemerintahan," sebutnya. (gs/pri/jpnn)