View Full Version : Riau Province - The Land of Indonesian Malay
rilham2new December 31st, 2008, 08:44 AM I was talking and posting pics collection of GRAND ZURI in Duri, Kabupaten Bengkalis.
Now, let me show you. GRAND ZURI in Kota Dumai, as the 2nd largest city in Riau Province, with total inhabitants 200 thousands.
HOTEL GRAND ZURI - Kota Dumai
* About almost 200 km away from Pekanbaru
* It is the 2nd largest city in Riau Province
* Termasuk kawasan UNIT PENGOLAHAN II (UP II - PT. PERTAMINA)
Published Rate
Superior Room Rp. 550.000,-++
Deluxe Room Rp. 640.000,-++
Junior Suite Room Rp.1.300.000,-++
Restaurants
Cerenti Coffe Shop & Anggrek Lounge
Western & Eastern food available, and taste our drink creation in alcoholic or non alcoholic. Accompanied by Live Music & Local Singer.
Meeting Package
We serve you high quality of facilities that represent of your company.
Facilities : Meeting Room, LCD & OHP + Screen, Flip Chart, Pad & Pencil White Board with Marker.
Health Club
" The One and Only" in town provide the best sport facilities. Serving your need in keeping a Good Health...
Facilities : Sauna, Whirlpool, Fitness Center, Swimming Pool, Japanese Shiatsu.
Other Facilities
Laundry & Dry Cleaning
Business Center
Drug Store
Car Rentals
Airport Pick Up Service
WiFi-Hotspot
Official Website : http://grandzuri.com/home_dmi.html
exterior
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/Zuri_Dumai.jpg
Lobby
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/promo_dmi1.jpg
Cerenti Coffeshop & Meeting Lounge
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/resto_dmi.jpg
How the bedroom looks like
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/Roomdm.jpg
Aquarius Swimming Pool
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/aquarius_dmi1.jpg
^^ Lanjutan gambar dari HOTEL GRAND ZURI DUMAI :D
Fitness Center, Aquarius Swimming Pool, Sauna, & SHiatsu Massage area
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/healthclub_dmi.jpg
Cerenti Coffeshop, Meeting Lounge
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/resto_dmi.jpg
Selain dari GRAND ZURI Hotel, di Dumai juga terdapat COMFORT HOTEL :cheers:
COMFORT HOTEL * Kota DumaI
* Gambar oleh AJNATZ
http://images.ajnatz.multiply.com/image/3/photos/79/1200x1200/48/IMG-3942.jpg?et=j3jptRfPbrXFmPmeQV8RsQ&nmid=152084721
Kris18 December 31st, 2008, 05:36 PM ^^
Yang punya Grand Zuri siapa sih Ham.....?
Kayaknya adanya cuma di Riau aja yaa..?
rilham2new December 31st, 2008, 06:18 PM ^^ Yang punya GRAND ZURI itu namanya agak ke-Bali-bali-an gitu ... Kayaknya sih memang orang Bali, tapi grup bisnis mereka fokus di Riau, dan fokus kepada pelayanan a la Budaya Melayu gitu :D
rilham2new January 3rd, 2009, 02:17 AM PembangunaN di Riau bukan berada pada level Omong Kosong * Siak Sri Indrapura - Kabupaten SIak
* gambar oleh HARMAWANHARY (gambar NOV 2008)
* Pembangunan Bundaran menuju kawasan DAYUN
http://farm4.static.flickr.com/3226/3055492573_c944b15203_b.jpg
rilham2new January 3rd, 2009, 02:22 AM RIau masih banyak membangun ... * Siak Sri Indrapura -Kabupaten Siak
* gambar November2008, oleh HARMAWANHARY
* Akses Jembatan menuju TAMBAKREJO
http://farm4.static.flickr.com/3235/3055485973_4b29833c40_b.jpg
rilham2new January 3rd, 2009, 02:32 AM Sektor Konstruksi menyumbang besar terhadap pertumbuhan ekonomi fantastis provinsi ini yang mencapai 8.35% * Siak Sri Indrapura - Kabupaten Siak
* gambar oleh HARMAWANHARY (November 2008)
* masih sputaran pembangunan akses jalan menuju DAYUN
http://farm4.static.flickr.com/3276/3056316590_cb44bf235c_b.jpg
Kris18 January 3rd, 2009, 07:35 AM Sektor Konstruksi menyumbang besar terhadap pertumbuhan ekonomi fantastis provinsi ini yang mencapai 8.35% * Siak Sri Indrapura - Kabupaten Siak
* gambar oleh HARMAWANHARY (November 2008)
* masih sputaran pembangunan akses jalan menuju DAYUN
http://farm4.static.flickr.com/3276/3056316590_cb44bf235c_b.jpg
Update bulan November ya..?
Kata temenku sekarang jalannya udah bagus. :)
Lihat juga jalan setelah Gerbang masuk Pusat pemerintahan Ibukota Pelalawan. :) bakal berdecak kagum ....
rilham2new January 3rd, 2009, 08:00 AM Update bulan November ya..?
Kata temenku sekarang jalannya udah bagus. :)
Lihat juga jalan setelah Gerbang masuk Pusat pemerintahan Ibukota Pelalawan. :) bakal berdecak kagum ....
Yang ke arah mana yang sudah bagus ???
Kalau Pelalawan memang jalan lintasnya paling bagus, bahkan masih lebih mulus dari Pekanbaru-Bangkinang...
Kalau mau ke Siak sih masih lebih dekat lewat situ, seandainya Jalan Penghubung antara Jalan Lintas Timur (mulai Simpang Langgam), sampai ke Simpang Buatan ... nya dibagusin. Bulan Juni 2008 kemaren jalan ke sana sudah beraspal memang, tapi sayangnya kerusakan jalan sampai 30% .... Walaupun hanya memakan sekitar 20-30 km dari perjalanan dari total 120 km perjalanan ke Siak Sri Indrapura. Pastinya akan lebih cepat sampai lagi :)
Karena malas juga kalau ke Siak harus lewat Rumbai-Minas-Perawang ... di penyebrangan Perawangnya itu antrian gak tahann banget. Udah nyolong antrian di antrian perusahaan minyak pun, masih mesti nunggu 30 menit (nyebrangnya cuman 3-4 menit). Kecuali jembatannya dah bener2 siap :yes: ...
daeng_jal January 3rd, 2009, 03:08 PM sorry....dekat kawasan medan/riau ni ape yang menarik?
Kris18 January 3rd, 2009, 03:46 PM Yang ke arah mana yang sudah bagus ???
Kalau Pelalawan memang jalan lintasnya paling bagus, bahkan masih lebih mulus dari Pekanbaru-Bangkinang...
Kalau mau ke Siak sih masih lebih dekat lewat situ, seandainya Jalan Penghubung antara Jalan Lintas Timur (mulai Simpang Langgam), sampai ke Simpang Buatan ... nya dibagusin. Bulan Juni 2008 kemaren jalan ke sana sudah beraspal memang, tapi sayangnya kerusakan jalan sampai 30% .... Walaupun hanya memakan sekitar 20-30 km dari perjalanan dari total 120 km perjalanan ke Siak Sri Indrapura. Pastinya akan lebih cepat sampai lagi :)
Karena malas juga kalau ke Siak harus lewat Rumbai-Minas-Perawang ... di penyebrangan Perawangnya itu antrian gak tahann banget. Udah nyolong antrian di antrian perusahaan minyak pun, masih mesti nunggu 30 menit (nyebrangnya cuman 3-4 menit). Kecuali jembatannya dah bener2 siap :yes: ...
^^
Yang dimaksud temanku itu jalan yang diatas ini yang tepat masuk ke Jembatan Tengku Agung Sulthanah Latifah, katanya udah mulai bagus dan berbentuk.
Yang kumaksud itu jalan menuju Pusat Pemerintahan Kabupaten Pelalawan yang ada gerbangnya itu ada empat jalur dengan taman yang luas ditengah-tengah. Terakhir pertengahan tahun lalu udah diaspal dan mulai ditata, tapi kalau sekarang mungkin lebih cantik lagi ya..? Aku aja sampai kagum masuk kesana jalannya panjang sangat dan suasananya mirip dengan jalan masuk pusat pemerintahan kabupaten Banyuasin di Sumatera Selatan :).
Tapi kalau lanjut perjalanan menuju Jambi, masuk ke daerah Inderagiri Hulu-Inderagiri Hilir tepatnya di daerah keritang,, aduh alamak..!!
jalan rusak nian! lobang2x mulai dari yang kecil sampai seukuran jejak kaki dinosauruspun banyak sangat :nuts: dan itu sepanjang lebih dari 7 km...!! Pemandangan lebih dari 10 mobil dan truk banyak yang terpuruk dan dijamin bikin penumpang jadi mabok dijalan. :bash: (setahun lalu) kalau sekarang tak tahu jugalah apa sudah diperbaiki apa belum.
padahal jalan ini merupakan daerah perbatasan akses Riau menuju Jambi. :ohno: kayaknya kondisi itu seolah-olah tak diperhatikan, beda sekali dengan jalan akses menuju Sumbar, yang jauh lebih mulus.
Kris18 January 3rd, 2009, 04:01 PM Memperkenalkan
*Rumah adat dari Kabupaten Pelalawan :okay: *
tampak depan
http://farm4.static.flickr.com/3106/3159775334_9b68e1ea0d_b.jpg
tampak samping
http://farm4.static.flickr.com/3120/3159768566_4d2b555b32_b.jpg
rilham2new January 4th, 2009, 02:31 AM ^^
Yang dimaksud temanku itu jalan yang diatas ini yang tepat masuk ke Jembatan Tengku Agung Sulthanah Latifah, katanya udah mulai bagus dan berbentuk.
Yang kumaksud itu jalan menuju Pusat Pemerintahan Kabupaten Pelalawan yang ada gerbangnya itu ada empat jalur dengan taman yang luas ditengah-tengah. Terakhir pertengahan tahun lalu udah diaspal dan mulai ditata, tapi kalau sekarang mungkin lebih cantik lagi ya..? Aku aja sampai kagum masuk kesana jalannya panjang sangat dan suasananya mirip dengan jalan masuk pusat pemerintahan kabupaten Banyuasin di Sumatera Selatan :).
Pelalawan memang punya obsesi membangun pusat pemerintahan mereka sekeren mungkin.
Walaupun, kalau dilihat-lihat lagi Siak mungkin yang paling keren kali yah :D .. Yang gak boleh dilupakan adalah Kampar !!!! Kampar ternyata mau memindahkan pusat pemerintahan mereka yang di atas bukit itu, ke tempat lain :D ... AKu pernah lihat gambar2 nya lumayan bagus lah :D..
Walaupun kalau dari segi ukuran mungkin gak semegah yang punya SIak :D hehehe
^^
Tapi kalau lanjut perjalanan menuju Jambi, masuk ke daerah Inderagiri Hulu-Inderagiri Hilir tepatnya di daerah keritang,, aduh alamak..!!
jalan rusak nian! lobang2x mulai dari yang kecil sampai seukuran jejak kaki dinosauruspun banyak sangat :nuts: dan itu sepanjang lebih dari 7 km...!! Pemandangan lebih dari 10 mobil dan truk banyak yang terpuruk dan dijamin bikin penumpang jadi mabok dijalan. :bash: (setahun lalu) kalau sekarang tak tahu jugalah apa sudah diperbaiki apa belum.
padahal jalan ini merupakan daerah perbatasan akses Riau menuju Jambi. :ohno: kayaknya kondisi itu seolah-olah tak diperhatikan, beda sekali dengan jalan akses menuju Sumbar, yang jauh lebih mulus.
Kalau ini sih aku tahu, setelah Kawasan Seberida itu sampai ke perbatasan Jambi memang belum masuk tahap perbaikan. Yang sudah diperbaiki adalah Riau ke SUmatra Utara ... itu juga dah mayan mulus (kecuali di beberapa titik di dalam Kota Duri).
Kalau Lintas Timur setidaknya sampai Kota Seberida itu udah muluszzzz banget. Tapi yang deket2 perbatasan Jambi emang katanya agak rusak.
Kali Riau pergerakan ekonominya lebih banyak ke Utara dan Barat ketimbang ke Selatan :lol: ... atau mungkin lebih banyak pake jalur laut untuk EKSPOR nya :)
Dulu, aku pernah baca .... Riau dari segi perdagangan itu lebih erat kaitannya ke SIngapura dan Malaysia, ketimbang ke Provinsi-provinsi tetangganya :D
Kris18 January 4th, 2009, 05:06 PM Pelalawan memang punya obsesi membangun pusat pemerintahan mereka sekeren mungkin.
Walaupun, kalau dilihat-lihat lagi Siak mungkin yang paling keren kali yah :D .. Yang gak boleh dilupakan adalah Kampar !!!! Kampar ternyata mau memindahkan pusat pemerintahan mereka yang di atas bukit itu, ke tempat lain :D ... AKu pernah lihat gambar2 nya lumayan bagus lah :D..
Walaupun kalau dari segi ukuran mungkin gak semegah yang punya SIak :D hehehe
^^
Pusat pemerintahan KAmpar di bukit..? yang daerah lama..?
Terus yang mau dipindahkan ke tempat baru itu yang gedung baru itu khan..? :)
====================================
Kalau ini sih aku tahu, setelah Kawasan Seberida itu sampai ke perbatasan Jambi memang belum masuk tahap perbaikan. Yang sudah diperbaiki adalah Riau ke SUmatra Utara ... itu juga dah mayan mulus (kecuali di beberapa titik di dalam Kota Duri).
Kalau Lintas Timur setidaknya sampai Kota Seberida itu udah muluszzzz banget. Tapi yang deket2 perbatasan Jambi emang katanya agak rusak.
Kali Riau pergerakan ekonominya lebih banyak ke Utara dan Barat ketimbang ke Selatan :lol: ... atau mungkin lebih banyak pake jalur laut untuk EKSPOR nya :)
Dulu, aku pernah baca .... Riau dari segi perdagangan itu lebih erat kaitannya ke SIngapura dan Malaysia, ketimbang ke Provinsi-provinsi tetangganya :D
^^
Yaa,, itu kalau segi ekonomi,, tapi kalau segi kesejahteraan masyarakat diperbatasan ini bagaimana..??,termasuk juga masyarakat yg lalu lalang disitu dan bukan berarti warga Riau dan Warga Sumatera lainnya tidak pernah sering lewat di jalan itu,, Sangat ramai malah arus dari Riau dan ke selatan Sumatera yang lewat dijalan ini, Jika dibandingkan, lebih Ramai daripada arus dari dan ke Sumbar ataupun Sumut :). Dan Jalan ini juga memegang peran ekonomi yang besar secara Inderagiri hulu dan Hilir adalah pintu gerbang Riau bagian selatan. Kegiatan Arus kirim barang,perdagangan,hasil bumi, dll, dari Riau dan dari selatan sumatera juga melalui jalan ini. Artinya jalan ini penting juga. :)
Setidaknya pemerintah juga komit untuk perhatiannya di jalan ini. Masuk ke Jambi jalan dah sangat mulus,,
Sayangkan citra Riau gara-gara jalannya jelek juga jd tercoreng.
rilham2new January 4th, 2009, 05:29 PM Yaa,, itu kalau segi ekonomi,, tapi kalau segi kesejahteraan masyarakat diperbatasan ini bagaimana..??,termasuk juga masyarakat yg lalu lalang disitu dan bukan berarti warga Riau dan Warga Sumatera lainnya tidak pernah sering lewat di jalan itu,, Sangat ramai malah arus dari Riau dan ke selatan Sumatera yang lewat dijalan ini, Jika dibandingkan, lebih Ramai daripada arus dari dan ke Sumbar ataupun Sumut :). Dan Jalan ini juga memegang peran ekonomi yang besar secara Inderagiri hulu dan Hilir adalah pintu gerbang Riau bagian selatan. Kegiatan Arus kirim barang,perdagangan,hasil bumi, dll, dari Riau dan dari selatan sumatera juga melalui jalan ini. Artinya jalan ini penting juga. :)
Setidaknya pemerintah juga komit untuk perhatiannya di jalan ini. Masuk ke Jambi jalan dah sangat mulus,,
Sayangkan citra Riau gara-gara jalannya jelek juga jd tercoreng.
Setahu aku, kawasan berpenduduk cuman sampe ke Seberida aja. Dan setahu aku pula Rengat ke Seberida masih jauh lebih dekat daripada Seberida ke Jambi. Dari segi orang yang di Seberida mau ke Rengat atau Tembilahan sih gak ada masalah.
Tapi, memang masalah kalau orang Seberida mau ke Jambi (atau sebaliknya).
Aku rasa jalan raya ke Sumatra Utara dan Sumatra Barat memang masih lebih ramai. Jauh sekali, malah kalau kita bicara bedanya. Aku udah pernah ngalamin semuanya malah.
Malah kalau boleh jujur nih ya, lalu lintas lewat Sungai di Riau masih lebih tinggi dari yang lewat darat (terutama untuk ke Bengkalis dan pesisir sana). Kecuali kalau ke Duri tentunya hehehe.
Kris18 January 6th, 2009, 03:42 AM Pelalawan memang punya obsesi membangun pusat pemerintahan mereka sekeren mungkin.
.....................................................................................
^^
Aku dapat picnya, kecil , tapi ini setahun yang lalu, kalau sekarang mungkin dah lebih bagus.
http://farm4.static.flickr.com/3130/3171861981_d2f9cbb006_o.jpg
^^
Ini adalah kawasan masuk pusat pemerintahan kabupaten Pelalawan, dan itu gerbangnya yang besar mirip dengan gerbang masuk masjid.
rilham2new January 6th, 2009, 05:15 AM ^^ Ingat tidak hanya Pelalawan, tapi juga Kampar. ...
Yang aku paling kecewa itu sama pusat pemerintahannya Rokan Hulu, soalnya bangunnya kayak gak niat ...
rilham2new January 7th, 2009, 04:58 AM Selasa, 6 Januari 2009 16:28
Puncak Krisis, Kuartal II 2009
“Tembak negara-negara Timur Tengah untuk Order Baru Komoditas Unggulan”
Diprediksikan, puncak krisis ekonomi global akan terjadi pada kuartal II 2009 (April-Juni). Jika tak ingin ambruk, pemerintah dan dunia usaha perlu mencari repeat order (order ulang) dan order-order baru di negara-negara timur tengah bagi komoditas unggulan. Semisal CPO, Kakao (biji coklat), Karet dan pulp.
Riauterkini-PEKANBARU-Ketua Kadin Riau, Arsyad Juliandi Rachman di sela diskusi panel ‘Geliat Ekonomi 2008 Dan Meneroka Ekonomi 2009’ yang ditaja Kadin Riau di Hotel Pengeran Pekanbaru selasa (6/1) menyatakan bahwa diperkirakan puncak krisis ekonomi global akan terjadi pada kuartal II tahun 2009 (April-Juni). Jika tidak dilakukan tindakan antisipatif menurutnya, dunia usaha bahkan ekonomi nasional bakal ambruk. Untuk itu ada dua cara paling efektif yang perlu dilaksanakan. Yaitu, membangun industri hilir dalam negeri dan mencari order ulang bahkan order-order baru di negara-negara midle east (negara Timur Tengah).
Disinggung masih adanya gejolak politik dan militer di kawasan timur tengah, Andi Rachman tetap optimis untuk melempar kerjasama perdagangan dengan berbagai negara di timur tengah. Pasalnya, negara-negara tersebut masih memerlukan pasokan komoditas pertanian dan perkebunan.
“Beberapa negara importir yang sudah menjalis kerjasama perdagangan telah mengurangi bahkan membatalkan kontrak jual beli komoditas unggulan Indonesia. Seperti India, China, Jepang, Korea, AS dan negara-negara di Eropa. Kondisi itu cukup memberatkan kondisi perekonomian Indonesia. Jika kondisi tersebut tidak segera dicarikan solusinya, maka dunia usaha dan dunia pertanian/perkebunan akan ambruk. Untuk itu, perlu mencari pangsa pasar baru. Terutama di negara-negara timur tengah,” katanya.
Katanya, salah satu solusinya adalah membangun industri hilir untuk menangkap peluang membanjirnya komoditas unggulan guna memasok kebutuhan dalam negeri. Misalnya industri biji coklat dan CPO. Jika kedua komoditas unggulan tersebut dijadikan bahan jadi dan dipasarkan di dalam negeri, maka perekonomian dalam negeri akan terus berputar sembari menunggu pulihnya perekonomian dunia.
“Khusus untuk komoditas karet, beberapa waktu lalu, produsen ban terkemuka sempat datang ke Rohil guna meilhat komoditas tersebut. Menurutnya, dengan produksi perkebunan dengan komoditas karet yang melimpah tersebut bisa diupayakan industri hilirnya, maka kebutuhan ban yang selama ini diimpor dari negara produsen, akan dapat mencukupi kebutuhan akan ban oleh produsen pabrikan dalam negeri. Hal itu akan dapat menimbulkan perputaran roda ekonomi dalam negeri,” terangnya. ***(H-we)
rilham2new January 7th, 2009, 11:23 PM mudah2an lancar rute pku-cgknya, kira2 harga tiketnya brapa ya? klo oas dikantong pengen nyoba juga, blum pernah naik Bae nih
GO RAL.....
Maskapai kecil mau lewat .. kemaren RAL rute Halim-Pekanbaru nya suspend dulu .. Kenapa ??? Maklum kurang pesawat, Avro RJ 100 nya diutilisasi buat angkuta jemaah haji provinsi Riau dari Pekanbaru ke Batam :D
Padahal dulu pake Mandala loh :D hahaha. SYukurlah , nih RAL dikasih peluang juga ama Departemen Agama.
Mengherankan juga, sampe ada kelas bisnisnya segala :nuts:
=============
Januari Ini, RAL Terbangi Pekanbaru-Jakarta
Senin, 05 Januari 2009
PEKANBARU (RP)- Guna memperkuat dan memperluas jangkauan penerbangannya PT Riau Airlines akan menerbangi rute Pekanbaru-Jakarta (Cengkareng), yang akan mulai dibuka pada Januari 2009 ini.
Demikian disampaikan Diretur Produksi PT Riau Airlines Wendy Yunisbar kepada wartawan, Ahad (4/1). ‘’Kami akan membuka rute tersebut, karena kami menilai rute ini sangat memiliki prospek, disamping keperluan masyuarakat Riau sendiri yang tinggi akan rute tersebut,’’ ungkap Wendy.
Ia menjelaskan, dibukanya rute ini tidak terlepas dari visi Riau Airlines sebagai jembatan udara masyarakat Melayu yang akan menghubungkan antar daerah kabupaten dan kota di Riau serta pusat bisnis dan pemerintahan di Jakarta.
‘’Komitmen kami adalah mempermudah masyarakat Riau untuk berpergian dari satu daerah ke daerah lain guna menopang pembangunan ekonomi masyarakat Riau,’’ kata Wendy lagi.
Untuk penerbangan perdana (first flight), rencananya akan langsung dilepas Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP bersama sejumlah pemegang saham dari pemerintah daerah. ‘’Ini akan menjadi kado awal tahun kepada masyarakat Riau,’’ ungkap Wendy.
Dijelaskannya, untuk penerbangan Pekanbaru-Jakarta ini, RAL akan menggunakan pesawat RJ-100 yang menggunakan mesin jet dengan kapasitas tempat duduk 100 orang untuk kelas ekonomi dan 8 seat untuk kelas bisnis.
‘’Kami berharap dengan adanya penerbangan rute Pekanbaru Jakarta akan dapat memenuhi ekspektasi masyarakat Riau terhadap Riau Airliens sebagai Jembatan Melayu (Malay Brigde),’’ katanya.
Ditambahkan, untuk rute ini sangat memungkinkan bagi customer untuk bepergian dan pulang pada hari yang sama, karena RAL akan berangkat pada pagi hari pukul 07.00 WIB, dan dari Jakarta paling akhir pukul 19.00 WIB. ‘’Ini sangat memungkinkan bagi mereka yang memiliki waktu terbatas dan mengefisienkan waktu perjalanan, tertutama perjalanan dinas dan bisnis, untuk terbang dengan RAL,’’ paparnya.(uli)
Berikut Edisi Cetaknya ... Dari RIAUPOS
http://images.rilham2new.multiply.com/image/4/photos/49/1200x1200/2/RAL-PKU-JKT.jpg?et=RCQdlhdk5qgqcYNB6rPBeg&nmid=163228181
rilham2new January 7th, 2009, 11:34 PM Bandara Pinang Kampai, di kota terbesar kedua di Provinsi Riau .. kota Dumai. Sebenarnya sudah biasa melayani penerbangan berjadwal dengan PELITA AIR, baik itu ke Kota Pekanbaru ataupun Ke Jakarta melalui Bandara Halim Perdanakusuma. Kota ini juga rutin melayani penerbangan Dumai-Batam dengan Riau Airlines.
Sekarang, pengelolaan bandara tersebut diserahkan ke PEMKOT DUMAI yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan PT. PERTAMINA.
Yang mengejutkan adalah RIAU AIRLINES yang berencana menambah rute melalui bandara ini, yaitu Dumai-Jakarta, Dumai-Medan, dan Dumai-Padang. Walaupun hanya bisa didarati olerh F-100 (paling besar), tapi pihak Batavia Air telah mengurus perizinan untuk melayani rute melalui Kota Dumai (UPDATE: Rute yang dimaksud adalah Dumai-Pekanbaru) :cheers:
Dumai - Pekanbaru kalau lewat jalur darat tidak jauh sebenarnya hanya 210 km, atau kurang lebih sekitar 4 jam lah. Kalau naik pesawat, wah jangan2 cuman 15 menit lagi :nuts:
Baca berita di bawah ini ..
Mulai Hari Ini, Pemko Dumai Kelola Bandara
Senin, 05 Januari 2009
DUMAI (RP) - Hari ini, Senin (5/1) Bandara Pinang Kampai resmi dikelola oleh Pemerintah Kota (Pemko) Dumai. Penyerahan pengelolaan akan ditandai dengan penyerahan secara simbolis aset bandara dari PT Pertamina kepada Dinas Perhubungan Dumai.
Dengan pengelolaan bandara oleh Pemko Dumai, maka masyarakat umum yang akan menggunakan transportasi udara dari dan akan menuju Kota Dumai sudah bisa memanfaatkan Bandara Pinang Kampai, meskipun hanya untuk tujuan tertentu saja.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai Drs Syafruddin MM, Ahad (4/1) mengatakan serah terima akan dilakukan, Senin (5/1). ‘’Insya Allah besok (hari ini, red) akan di laksanakan penyerahan secara simbolis aset bandara dari PT Pertamina kepada Dinas Perhubungan Dumai. Penyerahan ini sekaligus menandakan penyerahan pengelolaan Bandara Pinang Kampai kepada Pemko Dumai,’’ kata Kadishub Kota Dumai, Drs Syafruddin MM.
Dikatakan Kadishub, saat ini semua persiapan dan administrasi pengelolaan bandara oleh Pemko Dumai sudah rampung. Pengelolaan akan dilakukan oleh Unit Pelayanan Terpadu (UPT) yang akan berkantor langsung di lokasi bandara. UPT akan dipimpin seorang kepala dan dibantu beberapa orang staf. Untuk saat ini, hanya ada Pelita Air saja, itu pun hanya untuk tujuan Dumai-Jakarta. Pemko masih menunggu Riau Air Line (RAL) yang rencananya akan membuka rute penerbangan Dumai-Jakarta, Dumai-Medan dan Dumai-Padang. Selain itu, beberapa maskapai nasional juga sudah menyatakan kesiapannya untuk membuka rute penerbangan dari Bandara Pinang Kampai. Salah satunya adalah Batavia Air yang saat ini dalam proses pengurusan izin.
‘’Sebenarnya banyak maskapai penerbangan nasional yang berminat membuka rute dari Bandara Pinang Kampai. Hanya saja, untuk saat ini landasan pacu kita hanya bisa menampung pesawat jenis Foker 100 saja. Sedangkan jenis yang lain masih belum memungkinkan untuk landing di Bandara Pinang Kampai. Saat ini pengajuan anggaran penambahan landasan pacu sudah diusulkan kepada Pemerintah Pusat,’’ katanya.
Meski sudah dikelola Pemko Dumai, dan bisa dimanfaatkan masyarakat umum, namun status Bandara Pinang Kampai masih bersifat bandara khusus. Sebab belum ada rute penerbangan untuk tujuan luar negeri. Karena itu, ke depan pihaknya akan melakukan pengusulan agar status Bandara Pinang Kampai menjadi bandara umum.
Menurutnya, dengan adanya Bandara Pinang Kampai dapat mendukung upaya terwujudnya Kota Dumai sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sekaligus membuka akses bagi investor yang akan berkunjung ke Dumai dan daerah sekitarnya. Selain itu, keberadaan Bandara Pinang Kampai akan sangat mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Riau tahun 2012 nanti. Sebab pertandingan beberapa cabang olahraga akan dilaksanakan di Kota Dumai.(n/rpg/aga)
============================
Pemko Gandeng Angkasa Pura
Selasa, 06 Januari 2009
DUMAI (RP) - Bandara Pinang Kampai Dumai resmi dikelola Pemerintah Kota Dumai, mulai Senin (5/1). Demi lancarnya operasional, Pemko mendatangkan tenaga akhli dari PT Angkasa Pura Pekanbaru.
‘’Alhamdulillah kita dapat bantuan tenaga dari PT Angkasa Pura Pekanbaru, khusus untuk pengelolaan manajemen bandara,’’ kata Kadishub Dumai Drs H Syafrudin Kamal MM kepada Riau Pos, Senin (5/1).
Selain itu, untuk tenaga kerja pihak Pemko masih mempertahankan sebagian pekerja yang ada di bandara Pinang Kampai. Sisanya, direkrut melalui seleksi CPNS, hanya saja keperluan tenaga yang diinginkan belum terisi. Karena itu, Dishub mengambil dari jalur honor. ‘’Saat ini ada tiga orang yang kita rekrut dari luar. Karena pada saat seleksi CPNS tidak terpenuhi. Tenaga honor ini sudah punya sertirifikasi dibidagnya,’’ jelas Syafruddin.
Sedangkan untuk renovasi gedung, sambungnya, Pemko telah menganggarakan dana melalui APBD 2009 sebesar Rp1,6 miliar. Anggaran ini dipergunakan untuk merenovasi ruang tunggu keberangkatan di lantai dua. ‘’Ruang ini sebelumnya dipakai sebagai kantin, nanti kita jadikan sebagai ruang tunggu keberangkatan seperti di bandara SSK II Pekanbaru,’’ ujarnya.
Mengenai perusahaan penerbangan yang akan masuk di bandara ini, dia mengatakan baru Pelita Air. Sedangkan lainnya sedang dalam proses menunggu izin trayek masuk Dumai. Riau Air Lines masih menunggu komitmen dari direktur umumnya yang baru. ‘’Seandainya Batavia Air masuk, berarti bandara ini akan dilayani pesawat Boeing seri 200 dengan trayek Dumai-Pekanbaru PP,’’ katanya.(*2)
=================================
Edisi Cetak RiauPos 5 Januari 2009 (scanned from E-Paper RIAUPOS)
http://images.rilham2new.multiply.com/image/4/photos/49/1200x1200/3/PinKam.jpg?et=0wKdN75woeTgt80iiLDu7g&nmid=163228181
rilham2new January 8th, 2009, 03:20 PM Kamis, 8 Januari 2009 19:27
Sejajar dengan Garuda,
Riau Airlines Masuk Kategori Maskapai Kelas Satu
Maskapai penerbangan Riau Airlines (RAL)naik kelas. Dirjen Perhubungan Udara menetapkan RAL masuk kelas satu, sejajar dengan Garuda dan sepuluh maskapai lainnya.
Riauterkini-PEKANBARU- Tahun baru 2009 diawali PT. Riau Airlines (RAL) dengan manis. Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan menetapkan maskapai penerbangan kebanggaan masyarakat Riau tersebut naik kelas, dari kategori II menjadi kategori I. Dengan kategori wahid tersebut, maka RAL sejajar dengan Garuda dan sepuluh maskapai penerbangan nasional lainnya.
"Alhamdulillah, berkar kerjasama yang baik semua kru RAL dan dukungan seluruh masyarakat Riau, akhirnya RAL berhasil masuk kategori satu dari penilaian Dirjen Perhubungan Udara," ujar Direktur Produksi RAL Wendy Yunisbar dalam jumpa pers di kantor RAL, Kamis (8/1/09) petang. Dalam kesempatan itu Wendy didampingi Manager Safety Agus Nugroho dan Manager Quality Ansurrance Toto Sutopo.
Dijelaskan Wendy, masuknya RAL pada ketegori satu merupakan hasil penilaian Dirjen Perhubungan Udara triwulan akhir 2008. Keberhasilan tersebut patut disyukuri, mengingat, jika gagal masuk kategori I, maka izin RAL akan dibekukan. "Karena RAL pada triwulan tiga 2008 masih kategori dua, kalau sampai kami gagal masuk kategori satu pada penilaian triwulan akhir 2008, maka izin RAL bisa dibekukan. Ketentuan tersebut juga berlaku bagi maskapai lain yang sekarang masih berada pada kategori dua," paparnya.
Lebih lanjut Wendy menjelaskan, bersama RAL ada sebelas lagi maskapai yang masuk kategori I, yakni Garuda, Merpati, Lion, Indonesia AirAsia, Mandala, Trigana, Wing, Metro Batavia, Indonesia Air Transport, Pelita dan Sriwijaya. Sementara tujuh maskapai masih berada pada kategori II, antara lain Linus, Kartika Air dan Megantara.
Setelah berhasil masuk kategori I, Wendy mengatakan ada tugas berat yang harus disukseskan, yakni mempertahankan kualitas RAL. Sejumlah aspek yang menjadi penilaian, seperti dokumentasi, pemeliharaan, kondisi mesin, ketercukupan SDM dan lainnya, harus terus dijaga kualitasnya. "Akan lebih berat bagi kami untuk mempertahankan kondisi ini, karena itu kami harus kerja keras lagi dan mohon dukungan terus dari masyarakat Riau," demikian harap Wendy.***(mad)
rilham2new January 8th, 2009, 04:16 PM Ih ih , sedapnye cakap .... Tahu tak kalau Industri itu perlu kan listrik ???? Kalau wak2 yang di pemerintahan tuh dah pandai ambik hati PLN untuk tambah pasokan listrik , oke lah kita boleh bercakap pasal pembangunan industri hilir.
Tapi kalau tengok fakta macam sekarang ni, PLN suka2 hati saja .... INvestor/pelabur asing pon kalau nak masuk, kena ikut harga PLN. Mane ade investor yang berminat, ncik ....
-----------------------------------------
Kamis, 8 Januari 2009 08:18
Harus Bangun Industri Hilir,
Agar Riau Bukan Sekedar Ekspor Bahan Baku
Selama ini Riau sekedar menjadi pengekspor bahan baku dengan resiko stablitas pasar yang kerap terganggu. Sebagai solusi, Kadin menyarankan agar dibangun industri hilir di Riau.
Riauterkini-PEKANBARU-Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Riau, Arsyadjuliandi Rachman meminta pemerintah Riau untuk tidak lagi mengekspor bahan baku dari bumi lancang kuning. Sebab dengan hanya mengekspor bahan baku, maka Riau hanya memberikan nilai lebih pada negara-negara pengolah bahan baku. Di antara produk yang selama ini diekspor adalah crude palm oil atau CPO dan karet.
"Pemerintah harus tegas supaya tidak lagi mengekspor bahan baku tetapi menciptakan industri hilir yang bermanfaat untuk mengerakkan ekonomi masyarakat tempatan dan menyerap tenaga kerjaa, " ujar Andi yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia wilayah Barat. Hal itu disampaikannya dalam diskusi terbatas di The Riau Institue, Rabu (7/1) sore dengan tema "Mencari Solusi Pertanian Riau Menghadapi Krisis Global".
Menurut Andi, Riau yang selalu mengekspor bahan baku selalu berada dalam posisi yang dirugikan. Sebab harga bahan baku yang sudah diolah menjadi produk akan lebih mahal dan menguntungkan daripada sekadar menjual bahan baku. Karena itu, ia minta Pemerintah Riau untuk menciptakan industri hilir.
Menurut Andi, letak strategis Riau dan Sumatera bisa disebut sebagai safety belt atau tali pengaman untuk produk-produk berbasis agro bagi pasar di Malaysia dan Semenanjung. Namun untuk meretas pasar agro di negara tetangga itu harus dengan program sektor pertanian yang terencana.
"Kita punya terminal agro di Dumai yang menghubungkan Dumai-Port Klang dan Dumia-Melaka, semestinya potensi ini harus dimanfaatkan pemerintah untuk meningkatkan produk-produk pertanian Riau yang bernilai ekspor," ujar Andi.
Ketua Kelompok tani dan nelayan Andalan (KTNA), Purwohadi menilai, petani dan nelayan adalah elemen yang sangat mandiri dan paling esensi dalam menghadang resesi ekonomi. Sebab selama ini mereka tidak bergantung dengan pasar internasional.
Gumpita MSi, calon anggota legislatif untuk DPRD dari Partai Golar dalam diskusi tersebut mengatakan, saat ini kelompok-kelompok inilah yang sangat penting diperhatikan pemerintah. "Kelompok ini harus dibina dengan tepat dan mendapat kemudahan dalam pendanaan seperti pemberian kredit, sehingga dapat tumbuh secara mandiri," ujarnya.
Ahmad Zazali, aktivis lingkungan Riau menilia, satu faktor yang menyebabkan sektor pertanian Riau terpinggirkan adalah tidak adanya regulasi dari pemerintah yang mengatur alih fungsi lahan dari tanaman pertanian menjadi tanaman perkebunan. "Ini menyebabkan pertanian kita semakin terpinggirkan dan tidak mendapat prioritas," ujarnya.*** (pal)
rilham2new January 8th, 2009, 04:18 PM Alamak, haram jadah betol pemerintah pusat ni. Takkan lah kami masyarakat Riau mesti bayar fiskal plak ....
Kamis, 8 Januari 2009 13:20
Riau Diwajibkan Fiskal,
Asosiasi Travel Akan Temui Direktorat Pajak
Terkait dengan pemberlakuan kebijakan bea fiskal, ASITA akan menggelar pertemuan dengan Kepala Diterotrat Jenderal Pajak (DJP) Riau-Kepri guna menyampaikan aspirasi ke Menkeu.
Riauterkini-PEKANBARU-Sekretaris Jendral Asosiasi Agen Travel dan Biro Perjalanan Indonesia (ASITA), Ibnu Mas’ud kepada Riauterkini Kamis (8/1) mengatakan bahwa pekan depan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Kepala DJP Riau Kepri. Pertemuan tersebut diagendakan untuk membahas mengenai kebijakan bea fiskal yang diterapkan di seluruh kawasan Indonesia. Padahal, Riau adalah salah satu provinsi yang memiliki kerjasama dengan negara-negara IMT-GT/IMS-GT dalam hal bebas fiskal.
“Pertemuan tersebut diagendakan untuk membahas mengenai pemberlakuan kebijakan bea fiskal di Riau. Kita akan menyampaikan permasalahan yang kita hadapi di Riau khususnya dengan pemberlakuan kebijakan tersebut. Karena dengan menurunnya tingkat bepergian ke luar negeri otomatis menurunkan pendapatan biro-biro perjalanan terutama dalam hal pemesanan tiket. Kita berharap hasil pertemuan tersebut dapat disampaikan ke Menteri Keuangan RI agar dipertimbangkan pemberlakuan kebijakan bea fiskal di Riau khususnya,” terangnya.
Menurutnya, dengan turunnya tingkat kepergian ke luar negeri sedikit banyak mempengaruhi tingkat pendapatan agen-agen biro perjalanan. Pasalnya, dengan menurunnya tingkat bepergian ke luar negeri, otomatis, pesanan tiket kepada biro perjalanan dan biro wisata menjadi menurun. Sementara perusahaan biro perjalanan dan biro wisata harus mengeluarkan biaya operasional dan biaya gaji pegawai. Kalau pendapatan menurun, ujung-ujungnya, terjadi PHK dan menambah jumlah pengangguran.
Disinggung mengenai penurunan pendapatan itu, pemilik salah satu biro perjalanan yang berbasis di Jl Sekolah Rumbai ini menyatakan bahwa tingkat pemesanan tiket pesawat maupun tiket kapal (Motor Veri/MV) menurun drastis. Penurunan bisa mencapai 50-60 persen.
“Saya contohkan kondisi penurunan perjalanan ke luar negeri. Garuda Indonesia Airways (GIA) sebagai ‘barometer’ maskapai penerbangan terjadi penurunan yang sangat menyolok. Jika biasanya load factor (tingat isian/kursi terisi) mencapai 90-an, sekarang ini load factor Garuda hanya di kisaran 30-an saja. Hal yang sama terjadi di arus keluar negeri pelabuhan Sei Duku. Jelas kondisi ini cukup merugikan anggota ASITA. Karena mengurangi omset pendapatan,” katanya. ***(H-we)
rilham2new January 8th, 2009, 04:22 PM Mari kita pegang bualan2 PLN ni, kalau orang berbual tak bertanggung jawab. Mari kita tindak ramai-ramai .....
Kamis, 8 Januari 2009 15:37
PLN Optimis 2009 Pemadaman Bergilir Bisa Dieleminir
Kabar gembira bagi para pelanggan PLN. Sepanjang 2009 diyakini krisis listrik tak separah tahun sebelumnya. Pemadaman bergilir bisa ditekan.
Riauterkini-PEKANBARU- Kepala Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) Robet R Aritonang menegaskan, bahwa krisis ketersediaan listrik di Riau tahun 2009 tidak akan separah tahun sebelumnya. Karena itu, ia yakin pemadaman bergilir tahun ini bisa dieleminir sejarang mungkin.
“Kita optimis tahun ini ketersediaan listrik untuk wilayah Riau bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dengan demikian pemadaman bergilir bisa kita eleminir sejarang mungkin,” ujarnya kepada wartawan di kantor Gubernur Riau, Kamis (8/1/09).
Keyakinan pasokan listrik akan lebih lancar, menurut Robet berdasarkan sejumlah pembangkit yang menjadi pemasok energi listrik ke Riau kondisnya sangat baik, setelah dilakukan pemeliharaan. “Sekarang ini hampir seluruh pembangkit besar yang tergabung dalam itnerkokesitas jaringan listrik dengan Riau dalam kondisi baik. Misalan PLTA Koto Panjang, PLTA Ombilin di Sumatera Barat juga sudah bisa memasok kebutuhan listrik di Riau. “Di Sumatera Utara juga ada satu PLTA yang sudah selesai pemeliharaannya dan siap memasok listrik ke kita,” tukasnya.
Kondisi tersebut, lanjut Robet, membuat daya mampu listrik untuk Riau seimbang dengan beban. Artinya kebutuhan listrik 220 megawatt (MW) pada beban puncak sudah tercukupi. “Karena itu sejak akhir Desember sampai sekarang tidak pernah lagi ada pemadaman bergilir,” tegasnya.
Meskipun saat ini daya mampu PLN menyediakan pasokan listrik untuk Riau sudah seimbang dengan beban, namun Robet menyatakan pihaknya terus melakukan upaya agar pasokan listrik di Riau mencapai kondisi ideal, yakni melebihi beban. “Idealnya daya mampu kita sampai 600 MW dan itu mungkin baru bisa pada tahun 2012,” jelasnya.
Untuk menuju tercapainya kondisi melebihi daya mampu, Robet memaparkan pihaknya menggandeng pihak swasta dan pemerintah daerah untuk membangun pembangkit listrik mini, berkapasitas sekitar 5 MW. Misalnya dengan PT. Riau Power yang tengah membangun pembangkit listrik bataubara dan gas di Rengat, PT. Bukit Asam di Peranap dan dengan Pemkab Rokan Hulu yang membangun di Pasirpengaraian.***(mad)
Kris18 January 8th, 2009, 06:12 PM Alamak, haram jadah betol pemerintah pusat ni. Takkan lah kami masyarakat Riau mesti bayar fiskal plak ....
Kamis, 8 Januari 2009 13:20
Riau Diwajibkan Fiskal,
Asosiasi Travel Akan Temui Direktorat Pajak
Terkait dengan pemberlakuan kebijakan bea fiskal, ASITA akan menggelar pertemuan dengan Kepala Diterotrat Jenderal Pajak (DJP) Riau-Kepri guna menyampaikan aspirasi ke Menkeu.
Riauterkini-PEKANBARU-Sekretaris Jendral Asosiasi Agen Travel dan Biro Perjalanan Indonesia (ASITA), Ibnu Mas’ud kepada Riauterkini Kamis (8/1) mengatakan bahwa pekan depan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Kepala DJP Riau Kepri. Pertemuan tersebut diagendakan untuk membahas mengenai kebijakan bea fiskal yang diterapkan di seluruh kawasan Indonesia. Padahal, Riau adalah salah satu provinsi yang memiliki kerjasama dengan negara-negara IMT-GT/IMS-GT dalam hal bebas fiskal.
“Pertemuan tersebut diagendakan untuk membahas mengenai pemberlakuan kebijakan bea fiskal di Riau. Kita akan menyampaikan permasalahan yang kita hadapi di Riau khususnya dengan pemberlakuan kebijakan tersebut. Karena dengan menurunnya tingkat bepergian ke luar negeri otomatis menurunkan pendapatan biro-biro perjalanan terutama dalam hal pemesanan tiket. Kita berharap hasil pertemuan tersebut dapat disampaikan ke Menteri Keuangan RI agar dipertimbangkan pemberlakuan kebijakan bea fiskal di Riau khususnya,” terangnya.
Menurutnya, dengan turunnya tingkat kepergian ke luar negeri sedikit banyak mempengaruhi tingkat pendapatan agen-agen biro perjalanan. Pasalnya, dengan menurunnya tingkat bepergian ke luar negeri, otomatis, pesanan tiket kepada biro perjalanan dan biro wisata menjadi menurun. Sementara perusahaan biro perjalanan dan biro wisata harus mengeluarkan biaya operasional dan biaya gaji pegawai. Kalau pendapatan menurun, ujung-ujungnya, terjadi PHK dan menambah jumlah pengangguran.
Disinggung mengenai penurunan pendapatan itu, pemilik salah satu biro perjalanan yang berbasis di Jl Sekolah Rumbai ini menyatakan bahwa tingkat pemesanan tiket pesawat maupun tiket kapal (Motor Veri/MV) menurun drastis. Penurunan bisa mencapai 50-60 persen.
“Saya contohkan kondisi penurunan perjalanan ke luar negeri. Garuda Indonesia Airways (GIA) sebagai ‘barometer’ maskapai penerbangan terjadi penurunan yang sangat menyolok. Jika biasanya load factor (tingat isian/kursi terisi) mencapai 90-an, sekarang ini load factor Garuda hanya di kisaran 30-an saja. Hal yang sama terjadi di arus keluar negeri pelabuhan Sei Duku. Jelas kondisi ini cukup merugikan anggota ASITA. Karena mengurangi omset pendapatan,” katanya. ***(H-we)
^^
Ham, kalau dah di Pekan, mau balik ke Malay, harus mengeluarkan lebih nih, :D
aku sempat nonton berita di RTV bagaimana keluh kesah turis-turis dari Melaka yang menggerutu soal bayar fiskal ini. Kayaknya nambah lagi nih kesusahan Riau, bisa-bisa tingkat wisatawan di Riau bisa berkurang terkait adanya bayar fiskal gini.
rilham2new January 8th, 2009, 06:27 PM ^^
Ham, kalau dah di Pekan, mau balik ke Malay, harus mengeluarkan lebih nih, :D
aku sempat nonton berita di RTV bagaimana keluh kesah turis-turis dari Melaka yang menggerutu soal bayar fiskal ini. Kayaknya nambah lagi nih kesusahan Riau, bisa-bisa tingkat wisatawan di Riau bisa berkurang terkait adanya bayar fiskal gini.
AKu juga gak bakal lari, kok. Ayahku punya NPWP kok. Jadi aku bisa aja gratis fiskal. TAPI, MASALAHNYA .... ayah ku kan NPWP dan Kartu keluarganya terdaftar di Jakarta. Termasuk KTP aku yang terbaru beserta SIM terbaru, itu semuanya terdaftar sebagai penduduk Jakarta.
Sedangkan, paspor ku masih Paspor Pekanbaru .... T_T ... kalau tahu kek gini, kemaren pas perpanjang di Jakarta aja sekalian ... :bash: ..
Sekarang paspor ku yang diperpanjang (terdaftar di imigrasi Pekanbaru) tadi, udah dapat VISA 2 tahun. Duh, kalau tukar paspor kan mesti ngurus VISA lagi T_T .... hiks ...
rilham2new January 9th, 2009, 07:41 AM REPOST dari thread Pekanbaru, kebetulan isinya relevan ....
Data Dalam satuan "Juta Rupiah" (data tahun 2005)
Atas dasar HARGA BERLAKU
Disusun menurut peringkat:
Untuk Pendapatan per kapita dengan MIGAS
1. Kepulauan Riau : 32.149,00
2. Riau : 30.356,00
3. Bangka-Belitung : 12.830,00
4. NAD : 12.679,00
5. Sumsel : 12.021,00
6. Sumut : 10.995,00
7. Sumbar : 9.784,00
8. Jambi : 8.531,00
9. Bengkulu : 6.460,00
10. Lampung : 5.598,00
Untuk pendapatan per kapita NON-MIGAS
1. Kepulauan Riau : 29.348,00
2. Riau : 17.264,00
3. Bangka-Belitung : 12.234,00
4. Sumut : 10.910,00
5. SUmbar : 9.784,00
6. Sumsel : 7.774,00
7. NAD : 7.752,00
8. Jambi : 6.982,00
9. Bengkulu : 6.460,00
10. Lampung : 5.461,00
=------------
Sebagai perbandingan
Kalimantan Timur (provinsi dengan disparitas antara MIGAS dan NON MIGAS terbesar di Indonesia) :
MIGAS 61.407,00
NON-MIGAS 23.253,00
Jawa Barat
MIGAS 9.941,00
NON-MIGAS 9.465,00
Jawa Tengah
MIGAS 7.331,00
NON-MIGAS 6.293,00
Jawa Timur
MIGAS 11.114,00
NON-MIGAS 11.090,00
Cara ngitung terkaya itu bukan dari jumlah total, tapi memang harus Jumlah Total dibagi dengan jumlah penduduk ....
Kris18 January 9th, 2009, 07:59 AM Dah baca Riau pos..?
DIPA yang diperoleh Riau separuh dari yang diperoleh Sumbar, sementara Sumut jauh lebih sekitar 23 T lebih . :nuts:
Penzaliman pusat terhadap Riau benar-benarlah..! :bash: :bash:
rilham2new January 9th, 2009, 09:03 AM Dah baca Riau pos..?
DIPA yang diperoleh Riau separuh dari yang diperoleh Sumbar, sementara Sumut jauh lebih sekitar 23 T lebih . :nuts:
Penzaliman pusat terhadap Riau benar-benarlah..! :bash: :bash:
Oh sudah tahu donk ... Tiap tahun malah Riau dizalimi seperti itu :nuts: ... Padahal kontribusi Riau terhadap keseimbangan APBN sangat tidak sedikit :nuts:....
Kris18 January 10th, 2009, 09:03 AM Sharing gambar-gambar dulu yaa... :)
============================================================
Kabupaten Kampar
Di Riau, pemandangan sungai-sungai besar,danau-danau,dan pegunungan paling banyak dapat ditemukan di daerah kabupaten kampar. Kabupaten Kampar dilalui oleh Sungai Kampar yang bermuara ke selat melaka.
Kampar, merupakan sebuah daerah terkenal dengan sejarah semenjak zaman muara takus dan terkenal mempunyai potensi wisata alamnya. Potensi alam ini berangsur-angsur mulai diangkat kembali oleh pemerintah :) .
http://farm4.static.flickr.com/3084/3183530189_1012f6dd90_b.jpg
Jembatan di danau Kotopanjang,Kampar.
__________________________________________
http://farm4.static.flickr.com/3382/3183547943_de242e3997_b.jpg
tambak ikan di danau Kotopanjang, ada temenku, hehehe :D
___________________________________________
http://farm4.static.flickr.com/3411/3183536215_226965155e_b.jpg
Nih, ikan-ikannya buaanyaak lhoo,, ada ikan patin, ikan baung,,dan ikan-ikan lainnya,, Mmmmm..... :)
___________________________________________
Nah, kalau ini juga termasuk Kabupaten Kampar, daerah wisata juga, karena disini juga digelar festival pacu sampan/perahu naga, namanya Desa Wisata Buluh Cina, di Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar ( 20 km atau 30 menit dari pusat Kota Pekanbaru dan 90 km dari Kota Bangkinang).
Letak Desa Buluh Cina sangat unik, diapit oleh sebelas danau dari arah utara dan selatan.
http://farm4.static.flickr.com/3401/3184391686_838b4c1183_b.jpg
__________________________________________
http://farm4.static.flickr.com/3375/3183555237_1496f22211_b.jpg
__________________________________________
Ini juga terdapat di Kecamatan Kampar Kiri, desa Kuntu setelah Daerah Lipat Kain, kampung Datukku :) . Di daerah inilah konon terdapat Kesultanan Kunto Darussalam dan kerajaan Gunung Sahilan :) .
tebak, ini ditepi sungai atau ditepi pantai..? :D
VV
http://farm4.static.flickr.com/3128/3183568745_46743f869e_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3428/3183567471_dfe7e1cd34_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3370/3184412032_fd7e594731_b.jpg
wedskyosho January 10th, 2009, 03:28 PM Yth. Saudara Antoni
Berdasarkan PER-53/PJ/2008 yang merupakan penjabaran dari PP Nomor 80 Tahun 2008, orang pribadi yang bertempat tinggal dalam wilayah kerja sama ekonomi sub regional ASEAN sudah tidak lagi dikecualikan dari pengenaan Fiskal LN mulai 1 Januari 2009. Riau termasuk dalam kriteria ini.
Sementara itu dalam Pasal 7 PER-53/PJ/2008 diatur tentang pengecualian pengenaan Fiskal LN sejak 1 Januari 2009, antara lain adalah WNI yang bertempat tinggal tetap di luar negeri yang memiliki dokumen resmi sebagai penduduk negeri tersebut, dengan menunjukkan salah satu dari tanda pengenal resmi yang masih berlaku sebagai penduduk luar negeri berikut ini:
a. Green Card
b. Identity Card
c. Student Card
d. Pengesahan alamat di luar negeri pada Paspor oleh Kantor Perwakilan R.I. di luar negeri
e. Surat Keterangan dari Kedutaan Besar R.I. atau Kantor Perwakilan R.I. di luar negeri
f. Tertulis resmi di paspor oleh Kantor imigrasi negara setempat.
Meskipun seseorang mempunyai salah satu tanda pengenal resmi sebagaimana huruf a s.d. f, tetapi dalam kenyataannya tidak tinggal di negara tersebut tetapi tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan, yang bersangkutan wajib membayar Fiskal LN pada saat akan bertolak ke luar negeri.
Perlu kami sampaikan bahwa berdasarkan UU PPh yang merupakan produk bersama DPR dan Pemerintah, Fiskal LN baru ditiadakan pada tahun 2011.
Hormat kami,
Pusat Pengaduan Pajak
wedskyosho January 10th, 2009, 03:29 PM ilham, mogah2 info ne bisa menbantu dirimu.
DJ_Archuleta January 10th, 2009, 05:29 PM Ternyata PDB per kapita Riau tertinggi di Sumatera thn 2006
bisa liat di link sini
http://www.bps.go.id/leaflet/leaflet-desember-07-ind.pdf?
rilham2new January 11th, 2009, 05:37 AM ilham, mogah2 info ne bisa menbantu dirimu.
Siip, makasih :) ...
AKu berarti harus segera pergi ke Konsulat Jendral Indonesia di sini, ya :lol: ... Konsulat Jendral Indonesia adalah hal yang paling ingin aku hindari di JB, terutama kalau berurusan mengenai Legal Document kek gini. Malas ngantri soalnya :sleepy: ... Tahulah, KBRI dan Konjen Indonesia di Malaysia , ini gak kayak KBRI dan Konjen Indonesia di negara lain .... Kalau di Malaysia, selalunya ramee banget .... :sleepy: ..
rilham2new January 11th, 2009, 05:47 AM Keindahan alam :cheers: .. Hal yang jarang tersentuh di thread ini.... Karena ya mungkin memang salah aku kali ya, memang menonjolkan thread Riau ini dari segi ekonomi per kapitanya yang memang terbesar di Sumatra, bahkan lebih besar dari Jabar, Jateng, Jogja, dan Bali :lol:
Sharing gambar-gambar dulu yaa... :)
============================================================
Kabupaten Kampar
Di Riau, pemandangan sungai-sungai besar,danau-danau,dan pegunungan paling banyak dapat ditemukan di daerah kabupaten kampar. Kabupaten Kampar dilalui oleh Sungai Kampar yang bermuara ke selat melaka.
Kampar, merupakan sebuah daerah terkenal dengan sejarah semenjak zaman muara takus dan terkenal mempunyai potensi wisata alamnya. Potensi alam ini berangsur-angsur mulai diangkat kembali oleh pemerintah :) .
http://farm4.static.flickr.com/3084/3183530189_1012f6dd90_b.jpg
Jembatan di danau Kotopanjang,Kampar.
AKu gak pernah ke sana loh seumur hidup. Terakhir kali ke Sumbar aku tahun 1992, itupun naik pesawat dari Jakarta-Padang ... Jadi jalur ini memang kurang familiar.
Tapi bukan berarti aku jarang travelling ke Kawasan Bangkinang dan Rantau Berangin loh :D ... Sering.. sering banget, malah :tongue2:
Tapi, di pertigaan Rantau Berangin, Keluarga kami gak belok kiri.... Tapi justru Lurus :D .. Ke arah Ujung Batu-Pasir Pengaraian, soalnya kampung halaman ayahku ada di sana :yes:
_____________________
_____________________
http://farm4.static.flickr.com/3382/3183547943_de242e3997_b.jpg
tambak ikan di danau Kotopanjang, ada temenku, hehehe :D
___________________________________________
Itu pasti yang ada di Mesjid Raya itu :p~
http://farm4.static.flickr.com/3411/3183536215_226965155e_b.jpg
Nih, ikan-ikannya buaanyaak lhoo,, ada ikan patin, ikan baung,,dan ikan-ikan lainnya,, Mmmmm..... :)
___________________________________________
Tahun kemaren, pemerintah provinsi Riau meresmikan pabrik fillet Patin-Jambal kalengan buat diekspor. Kalau gak salah di Kampar juga , lokasinya :tongue2:
Nah, kalau ini juga termasuk Kabupaten Kampar, daerah wisata juga, karena disini juga digelar festival pacu sampan/perahu naga, namanya Desa Wisata Buluh Cina, di Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar ( 20 km atau 30 menit dari pusat Kota Pekanbaru dan 90 km dari Kota Bangkinang).
Letak Desa Buluh Cina sangat unik, diapit oleh sebelas danau dari arah utara dan selatan.
http://farm4.static.flickr.com/3401/3184391686_838b4c1183_b.jpg
__________________________________________
http://farm4.static.flickr.com/3375/3183555237_1496f22211_b.jpg
__________________________________________
Wow, Buluhcina .... :okay: ... Ini gak jauh dari Kota Pekanbaru, kan ??? Katanya kalau mau ke sini lewat Pandau, ya ???
Ini juga terdapat di Kecamatan Kampar Kiri, desa Kuntu setelah Daerah Lipat Kain, kampung Datukku :) . Di daerah inilah konon terdapat Kesultanan Kunto Darussalam dan kerajaan Gunung Sahilan :) .
tebak, ini ditepi sungai atau ditepi pantai..? :D
VV
http://farm4.static.flickr.com/3128/3183568745_46743f869e_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3428/3183567471_dfe7e1cd34_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3370/3184412032_fd7e594731_b.jpg
Mantap :) ... Itu tepian sungai.... Lazim di Riau itu Sungai besar justru dangkal, airnya deras. Sedangkan Sungai yang sempit seperti Sungai Siak, airnya sangat dalam .... Sehingga dijuluki sungai Terdalam di Indonesia. Ohya, Sungai Siak adalah Sungai yang bisa dilayari kapal tanker terjauh ke dalam daratan di Indonesia :cheers: ... Sebelum Jembatan Tengku Agung SUltanah Latifah di Siak Sri Indrapura selesai dibangun, kapal tanker yang lewat ukurang raksasa ..... Sekarang, yang lewat justru kapal ukuran yang lebih kecil.
Kris18 January 11th, 2009, 07:30 AM Keindahan alam :cheers: .. Hal yang jarang tersentuh di thread ini.... Karena ya mungkin memang salah aku kali ya, memang menonjolkan thread Riau ini dari segi ekonomi per kapitanya yang memang terbesar di Sumatra, bahkan lebih besar dari Jabar, Jateng, Jogja, dan Bali :lol:
AKu gak pernah ke sana loh seumur hidup. Terakhir kali ke Sumbar aku tahun 1992, itupun naik pesawat dari Jakarta-Padang ... Jadi jalur ini memang kurang familiar.
Tapi bukan berarti aku jarang travelling ke Kawasan Bangkinang dan Rantau Berangin loh :D ... Sering.. sering banget, malah :tongue2:
^^
Iya, nah kalau lewat jalan ini paling sering dijumpai pemandangan yang bagus-bagus, apalagi kalau sudah sampai di view puncak atas bisa lihat pemandangan danau kotopanjangnya dan kalau jalan terus lagi sampai di restoran atas puncak bukit :) .
Tapi, di pertigaan Rantau Berangin, Keluarga kami gak belok kiri.... Tapi justru Lurus :D .. Ke arah Ujung Batu-Pasir Pengaraian, soalnya kampung halaman ayahku ada di sana :yes:
^^
hoo,,, iya aku tahu, aku juga udah lama pengen jalan-jalan kesana, aku belum pernah sama sekali. Nenek ku juga ada yang kampungnya di Pasir Pengaraian :) , kalau udah di rumah nenekku akan dihidangkan gulai kokek asam durian :okay: .
Itu pasti yang ada di Mesjid Raya itu :p~
hehe,, iya,, itu gambarnya aku ambil pas dia jalan-jalan ke Riau.
Tahun kemaren, pemerintah provinsi Riau meresmikan pabrik fillet Patin-Jambal kalengan buat diekspor. Kalau gak salah di Kampar juga , lokasinya :tongue2:
Wow, Buluhcina .... :okay: ... Ini gak jauh dari Kota Pekanbaru, kan ??? Katanya kalau mau ke sini lewat Pandau, ya ???
^^
Iya, pokoknya jalannya teruus aja, nah nanti ada belokan dan ada gerbangnya yang jual karcis masuk. Pemandangannya macam-macam ada sungai, danau, tambak ikan, perbukitan, rumah-rumah tua :) .
Mantap :) ... Itu tepian sungai.... Lazim di Riau itu Sungai besar justru dangkal, airnya deras. Sedangkan Sungai yang sempit seperti Sungai Siak, airnya sangat dalam .... Sehingga dijuluki sungai Terdalam di Indonesia. Ohya, Sungai Siak adalah Sungai yang bisa dilayari kapal tanker terjauh ke dalam daratan di Indonesia :cheers: ... Sebelum Jembatan Tengku Agung SUltanah Latifah di Siak Sri Indrapura selesai dibangun, kapal tanker yang lewat ukurang raksasa ..... Sekarang, yang lewat justru kapal ukuran yang lebih kecil.
^^
Tiap pulang kampung, mandinya disana ,sungai kampar yg di desa kuntu itu, sejuuk, airnya masih jernih :) .
tapi aku belum pernah mandi di sungai siak :D , tapi katanya ada sih daerah-daerah sungai siak yang benar-benar airnya masih jernih dan sejuk .
Oya..?? kapal tanker..? oo jelas, secara pelayaran tersibuk .:okay:
rilham2new January 11th, 2009, 07:54 AM ^^
hoo,,, iya aku tahu, aku juga udah lama pengen jalan-jalan kesana, aku belum pernah sama sekali. Nenek ku juga ada yang kampungnya di Pasir Pengaraian :) , kalau udah di rumah nenekku akan dihidangkan gulai kokek asam durian :okay: .
Gulai Kokek ???? Itu yang ada lagunya itu, bukan ?? :D Yang sering tayang di RTV :D hehehe ...
Kokek, kokek .. Gulai Kokek oi lomak padek
Gulai pakai santan durian
Masakan Pasie pengaraian
^^
Iya, pokoknya jalannya teruus aja, nah nanti ada belokan dan ada gerbangnya yang jual karcis masuk. Pemandangannya macam-macam ada sungai, danau, tambak ikan, perbukitan, rumah-rumah tua :) .
Good, nanti kalau balik ke Riau lagi, aku bakal jalan2 ke sini buat poto2. Soalnya, terakhir kali pulang tahun lalu. Aku justru malah ke Siak Sri Inrapura :D
^^
Tiap pulang kampung, mandinya disana ,sungai kampar yg di desa kuntu itu, sejuuk, airnya masih jernih :) .
tapi aku belum pernah mandi di sungai siak :D , tapi katanya ada sih daerah-daerah sungai siak yang benar-benar airnya masih jernih dan sejuk .
Oya..?? kapal tanker..? oo jelas, secara pelayaran tersibuk .:okay:
Sungai Siak ada kok yang airnya jernih, tapi di hulu sungai :D Kalau di dekat Pekanbaru, Perawang, Teluk Masjid, memang airnya gak jernih .. warnanya coklat. Tapi itu juga bukan hanya karena limbah sawit semata. Tapi juga, karena basic tanah Riau yang gambut. Kalau di Siak Sri Indrapura, Sungai Siak airnya lumayan lah walaupun warnanya gelap. Tapi jauh lebih bersih dari di Pekanbaru :D
Kalau Sungai Kampar tentu saja jernih. Karena basic nya bukan Gambut. Tapi pasir dan kerikil di lembah2 sugai. Tapi itu juga cuman sampai Buluh Cina doank kok. Nanti pas udah mendekati ujung2 ke arah Selat Melaka, nanti airnya bakal gak ada bedanya sama Sungai Siak :lol: ..
Memang sudah diciptakan Allah, tanah Riau seperti itu adanya. Justru dari situlah, terkeruk kekayaan alam yang tak terhitung harganya :cheers:
wedskyosho January 11th, 2009, 12:04 PM betul tu kbri indonesia mau di kl n jb selalu rame..
antrian panjang banget.
Rasa ga usah lg k pergi ke Konsulat Jendral Indonesia, kan dirimu kuliah di jb.
Dr university kan ada student id. jadi tar pass di imigrasi bandara tinggal nampain tu student id. Adek aq begitu kemarin pass tgl 2january brgkt k malay.
Teman2 aq yg pny PR singapore juga sama. Mreka cuma nampakan tu IC or Student Card selesai.
rilham2new January 13th, 2009, 09:56 PM ^^ Ya udah deh, kapan2 dicoba :cheers:
rilham2new January 14th, 2009, 01:48 PM TIdak hanya Pekanbaru saja yang merekondisi dan merevitalisasi pasar tradisional di Provinsi Riau ini, tapi Kota Dumai pun ternyata juga bergiat melakukan hal yang sama
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/49/600x600/18/Pasar-Dumai-14Jan09.jpg?et=gQd%2CMTdZGYT%2Cnh6ZizUODw&nmid=163228181
Motor2 polisi yang keren2 bukan hanya dominasi Kota2 besar seperti Pekanbaru. Di Riau, kota kecil seperti Kota Dumai pun juga ada motor polisi yang keren2 :cheers:
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/49/1200x1200/17/Dumai-Motor-polisi.jpg?et=zZ2tYTIsfwJybAAYc2zu%2CA&nmid=163228181
rilham2new January 14th, 2009, 02:21 PM Maskapai kecil mau lewat .. kemaren RAL rute Halim-Pekanbaru nya suspend dulu .. Kenapa ??? Maklum kurang pesawat, Avro RJ 100 nya diutilisasi buat angkuta jemaah haji provinsi Riau dari Pekanbaru ke Batam :D
Padahal dulu pake Mandala loh :D hahaha. SYukurlah , nih RAL dikasih peluang juga ama Departemen Agama.
Mengherankan juga, sampe ada kelas bisnisnya segala :nuts:
=============
Januari Ini, RAL Terbangi Pekanbaru-Jakarta
Senin, 05 Januari 2009
PEKANBARU (RP)- Guna memperkuat dan memperluas jangkauan penerbangannya PT Riau Airlines akan menerbangi rute Pekanbaru-Jakarta (Cengkareng), yang akan mulai dibuka pada Januari 2009 ini.
Demikian disampaikan Diretur Produksi PT Riau Airlines Wendy Yunisbar kepada wartawan, Ahad (4/1). ‘’Kami akan membuka rute tersebut, karena kami menilai rute ini sangat memiliki prospek, disamping keperluan masyuarakat Riau sendiri yang tinggi akan rute tersebut,’’ ungkap Wendy.
Ia menjelaskan, dibukanya rute ini tidak terlepas dari visi Riau Airlines sebagai jembatan udara masyarakat Melayu yang akan menghubungkan antar daerah kabupaten dan kota di Riau serta pusat bisnis dan pemerintahan di Jakarta.
‘’Komitmen kami adalah mempermudah masyarakat Riau untuk berpergian dari satu daerah ke daerah lain guna menopang pembangunan ekonomi masyarakat Riau,’’ kata Wendy lagi.
Untuk penerbangan perdana (first flight), rencananya akan langsung dilepas Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP bersama sejumlah pemegang saham dari pemerintah daerah. ‘’Ini akan menjadi kado awal tahun kepada masyarakat Riau,’’ ungkap Wendy.
Dijelaskannya, untuk penerbangan Pekanbaru-Jakarta ini, RAL akan menggunakan pesawat RJ-100 yang menggunakan mesin jet dengan kapasitas tempat duduk 100 orang untuk kelas ekonomi dan 8 seat untuk kelas bisnis.
‘’Kami berharap dengan adanya penerbangan rute Pekanbaru Jakarta akan dapat memenuhi ekspektasi masyarakat Riau terhadap Riau Airliens sebagai Jembatan Melayu (Malay Brigde),’’ katanya.
Ditambahkan, untuk rute ini sangat memungkinkan bagi customer untuk bepergian dan pulang pada hari yang sama, karena RAL akan berangkat pada pagi hari pukul 07.00 WIB, dan dari Jakarta paling akhir pukul 19.00 WIB. ‘’Ini sangat memungkinkan bagi mereka yang memiliki waktu terbatas dan mengefisienkan waktu perjalanan, tertutama perjalanan dinas dan bisnis, untuk terbang dengan RAL,’’ paparnya.(uli)
Berikut scan dari RIAUPOS edisi cetak 14 Januari 2009 (E-paper based) untuk iklan RIAUPOS ....
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/49/600x600/11/RAL-14Jan09.jpg?et=gkxbkcBUEpJyoj%2CcOzfMvg&nmid=163228181
Diketahui bahwa, Pekanbaru-Jakarta akan dilayani oleh RIAU AIRLINES sebanyak 2 kali sehari. Tapi rutenya bukan Pekanbaru-Halim seperti yang aku sebutkan sebelumnya, melainkan Pekanbaru-Cengkareng. Untuk armada yang dipergunakan masih BAe-146, AvroRJ-100. Pejabat Riau sekarang direkomendasikan untuk naik RIAU AIRLINES untuk perjalanan dinasnya :nuts: ...
Pekanbaru - Jakarta kini dilayani oleh
GARUDA ( 4 kali sehari )
LION ( 3 kali sehari )
MANDALA ( 3 kali sehari )
BATAVIA ( 3 kali sehari )
RIAU AIRLINES (2 kali sehari )
AIR ASIA ( 1 kali sehari )
SRIWIJAYA ( 1 kali sehari )
pernah ada WINGS ( 1 kali sehari )
Pekanbaru - Batam kini dilayani oleh
LINUS ( 1 kali sehari )
MANDALA ( 1 kali sehari )
BATAVIA ( 1 kali sehari )
LION ( 1 kali sehari )
Akan segera dilayani dalam tahun 2009 ini CITILINK ( 1 kali sehari )
Musiman kadang ada, kadang tidak (kalau Holiday Season biasanya ada) RIAU AIRLINES (1 kali sehari )
Pekanbaru - Medan
LINUS ( 1 kali sehari )
SRIWIJAYA ( 1 kali sehari )
Akan segera dilayani dalam tahun 2009 ini LION ( 1 kali sehari )
Pekanbaru - Tanjung Pinang
RIAU AIRLINES ( 1 kali sehari )
Pekanbaru - Dumai
PELITA AIR ( kayaknya 1 kali sehari )
RIAU AIRLINES ( direncanakan setiap hari tapi, sejauh ini sepertinya tidak begitu )
Pekanbaru - Kuala Lumpur
AIR ASIA ( 1 kali sehari )
Pekanbaru - Subang KL
FIREFLY ( 1 kali sehari )
Pekanbaru - Malaka
RIAU AIRLINES ( tergantung season, kalau LOW SEASON : 1 kali sehari , kalau PEAK SEASON : 2 kali sehari)
Pekanbaru - Singapura
GARUDA ( 1 kali sehari )
AIR ASIA ( 1 kali sehari )
rilham2new January 15th, 2009, 06:16 AM Ini berita dari RIAUPOS .... PEMKAB Siak (salah satu kabupaten terkaya di Provinsi Riau) mencanangkan pembangunan infrastruktur senilai Rp 1.6 T (pake APBD Kabupaten mereka sendiri :nuts: )
Salah satunya adalah Jalan Trans berkualitas HIGHWAY (yang kabarnya bakal Free-of-Charge seperti kebanyakan US Interstates :nuts: ).. Kalau dari pengalaman aku baca RIAUPOS, wacana ini sudah ada sejak tahun 2006-2007. Tapi baru dianggarkan multiyears nya pada 2009-2011 ini :nuts: ... Semoga tidak ada kendala :cheers:
Dua jembatan dengan total proyek Rp 400 miliar (lagi2 dibangun pake APBD Kabupaten mereka sendiri), masih belum selesai juga ..... Hayoo selesaikan yang itu dulu, baru bangun yang lain ;)
Tiga Proyek Telan Rp1,6 Triliun
Kamis, 15 Januari 2009
Bupati Sampaikan Nota RAPBD 2009
Laporan ABU KASIM, Siak
Dalam pengajuan Rancangan Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (RAPBD) 2009, oleh Bupati Siak H Arwin AS SH, Rabu (14/1) ke DPRD Siak, terdapat tiga proyek tahun jamak (mult iyears) yang dimulai 2009-2011. Anggarannya untuk ketiga proyek ini Rp1,6 triliun lebih.
Adapun proyek yang dimaksud adalah, pembangunan Jalan High Way, turap pasar lama dan Masjig Benteng Hulu.
Padahal disisi lain, target penerimaan pendapatan daerah secara keseluruhan tahun 2009 hanya mencapai Rp1,461 trilun lebih atau turun sebesar Rp364,8 miliar lebih, bila dibandingkan dengan APBD murni 2008 mencapai Rp1,826 teriliun lebih atau mengalami penurunan mencapai delapan persen. Sedangkan terget pendapatan asli daerah (PAD) 2009 hanya sebesar Rp320,48 miliar atau turun sebesar Rp239 miliar bila dibandingkan target PAD 2008 sebesar Rp559,07 miliar atau terjadi penurunan sebesar 42,74 persen.
Data itu dipaparkan Bupati Siak H Arwin AS SH saat penyampaian nota keuangan RAPBD Siak 2009 dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Siak H Chairuddin Yunus dan didampingi Wakilnya H Endang Sukarelawan SH. Sedangkan dari pihak eksekutif, juga hadir Wakil Bupati Siak Drs H OK Fauzi Jamil, Sekda Siak Drs H Adli Malik, anggota Muspida, pejabat baru di lingkungan pemerintah Kabupaten Siak.
Sedangkan dalam rapat paripurna dewan itu Bupati juga menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pengajuan RAPBD 2009. Ini disebabkan adanya penyesuaian tetang SOTK baru. Makanya terhadap dinas atau badan yang mengalami penggabungan tentu tim anggaran eksekutif harus benar-benar memperhatikan pergeseran antara SKPD yang berhubungan dengan perubahan struktur tata laksana tiap SKPD. Disampaikan Bupati, dalam RAPBD Siak 2009 telah dialokasikan dana untuk urusan wajib pendidikan sebesar 20 persen.
Pengajuan RAPBD Siak 2009 ini cukup memberikan apresiasi yang besar terhadap pembangunan yang akan dilaksanakan selama satu tahun mendatang, maka pengajuan ini sudah melalui proses pembahasan yang alot dan terperinci.
Dikatakan Bupati, tahun ini banyak pos-pos penerimaan tertentu terjadi penurunan yang sangat signifikan, seperti penerimaan hasil pengelolaan alam melalui PT BSP yang diperkirakan hanya sebesar Rp250 miliar lebih dan perimbangan mengalami penurunan sebesar Rp117 miliar dari Rp1,212 triliun lebih tahun 2008 dan menjadi Rp1,095 triliun tahun 2009.
Perubahan yang terjadi dalam target penerimaan pendapatan, karena hasil retribusi daerah 2009 sebesar Rp11,88 miliar lebih atau turun 5,65 persen dibandingkan 2008 sebesar Rp17,53 miliar lebih. Demikian juga dengan hasil pengelolaan kekayaan alam yang dipisah tahun anggaran 2009 sebesar Rp254,10 miliar menurun Rp197,8 milir lebih bila dibandingkan 2008 sebesar Rp451,90 miliar atau turun mencapai 56,2 persen.
Dijelaskan Bupati, tahun ini belanja daerah direncanakan sebesar Rp2,160 triliun lebih, bila dibandingkan tahun lalu sebesar Rp2,318 triliun lebih dan terjadi penurunan sebesar Rp158 miliar.(mal)
rilham2new January 16th, 2009, 12:06 PM Ohh betulkah ini, atau aku hanya mimpi.... Ketok dulu ahhhhh :bash: :bash:
AKhirnya ada berita, RIAU MENUJU OTONOMI KHUSUS :banana: :banana: :banana:
Harap jangan tenggelam di tengah orang2 sirik di Jawa dan Jakarta :( .... TOlong,, plisss .. kali ini lolos donk :(
Pemerintah Pusat susah memperhatikan Riau, bagaimana kalau segala dana yang ada dari RIau dikembalikan lagi ke Riau ... Biarkan kami membangun segalanya sendiri .... Kami sanggup kok, pak :| ..
rilham2new January 16th, 2009, 12:08 PM Gileee,, sekarang aja Riau udah jadi provinsi paling makmur di SUmatra ... Kalau ada OTSUS wahhh gak tahu deh, gak kebayang impactnya ... Gedee banget :ohno:
Berita Dari RIAUTERKINI :cheers: ,, gak papa deh nunggu 12 tahun sejak era Otonomi Daerah ... Riau ini masih jauh lebih kaya dari NAD dan PAPUA, makanya Pusat takut banget ngasih status Otonomi Khusus :nuts:
Jum’at, 16 Januari 2009 16:08
Persetujuan Otsus Diserahkan ke DPR-RI Tahun 2010
Status Otsus yang diperjuangkan Riau sudah disetujuai oleh semua pihak. Termasuk DPRD Riau. Karena akhir 2009 anggota DPR-RI akan berganti, maka persetujuan itu baru akan diserahkan 2010.
Riauterkini-PEKANBARU- Rencana memberikan RUU Otsus Riau ke DPR RI pada tahun 2010. Karena, ditakutkan kalau saat ini diberikan, DPR RI akan berahir pada September 2009 dan akan menyerahkan kembali nanti pada Anggota DPR yang baru
Otonomi Khusu (Otsu) Riau dinilai telah layak di lanjutkan. Panitia Forum Nasional (Fornas) Otsus telah menyiapkan semua persaratan. Pembuatan Rancngan Undang-undang (RUU) dan persetujuan DPRD Riau telah terpenuhi.
Hal inidisampaikan Ketua Fornas Otsus Maimanah Umar, bahwa keinginan masyarakat Riau untuk diberikan Otsus dapat diberikan oleh pusat. Tidak ada alasan lagi untuk pusat tidak memberikan otsus pada rakyat Riau. Tinggal bagaimana tokoh masyarakat Riau memperjuangkan.
Ia menambahkan bahwa, telah banyak dukungan untuk Riau mendapatkan otsus. Baik dari masyarakat Riau seperti, seluruh kabupaten yang ada telah setuju iIni disampaikan oleh ketua DPRD Tingkat II telah memberikan persetujuan tertulis. Dari Provinsi lain juga, provinsi Papua melalui anggota DPR RI, mereka mendukung Otsus Riau.
. “Yang perlu ditekankan, Otsus hanya meminta diberikat selama 25 tahun. Selanjutnya kembali seperti semula. Tidak selamanya kok. Terpenting, Kalau Riau maju kan Indonesia bagian perbatasan anatar negara juga yang diuntungkan. Jadi Indonesia juga yang di untungkan,” jelasnya.***(tam)
Kris18 January 16th, 2009, 12:49 PM ^^
Kalau Riau dapat Otonomi khusus, yang akan kulakukan
:dance:
rilham2new January 16th, 2009, 01:53 PM ^^ SAma :yes:
Semua megaproyek yang dicanangkan itu selangkan lebih dekat dengan kenyataan tentunya :cheers:
BBK baru dapat status FTZ ... Kenapa Riau tidak dapat OTSUS, bukan begitu :cheers:
Soalnya OTSUS jauh lebih powerful, mengingat SDA di Riau sangat berlimpah :cheers:
lancang_kuning January 16th, 2009, 02:05 PM Jangan euforia dulu kak. Entah kenapa kalau menyangkut urusan dengan pusat agak gimaanaa gitu. Kalau nanti setelah Pemilu dan terjadi pergantian anggota DPR, mungkinkah akan memiliki pemikiran yang sama? Entahlah, tapi optimisme itu perlu tetap dibangun.
Hidup OTSUS Riau.
Kalau OTSUS benar2 terjadi, mungkinkah Dumai akan menjadi seperti Dubai (ya mungkin ga terlalu miriplah, tapi lumayan memiliki prestise tingkat internasional)?
rilham2new January 16th, 2009, 02:16 PM ^^ AKu gak euforia kok ...
Cuman berharap, mengenai kemungkinan paska PEMILU 2009 udah aku fikirkan :D tentu saja :D hehehe ...
Bukan hanya mungkin, tapi sangat mungkin (walaupun tidak se-"MEGA" dan se-"PRESTISIUS" Dubai)... tapi setidaknya kemampuan finansial kita dalam membangun infrastruktur penunjang investasi pake duit sendiri bakal meningkat drastis ... Smoga paket OTSUS Riau,
akan membalikkan DBH Migas dari 85:15 (Pusat : Daerah) jadi ... 15:85 :cheers: ... Amin :cheers:
DJ_Archuleta January 16th, 2009, 06:02 PM ^^ SAma :yes:
Semua megaproyek yang dicanangkan itu selangkan lebih dekat dengan kenyataan tentunya :cheers:
BBK baru dapat status FTZ ... Kenapa Riau tidak dapat OTSUS, bukan begitu :cheers:
Soalnya OTSUS jauh lebih powerful, mengingat SDA di Riau sangat berlimpah :cheers:
Prediksinya setelah FTZ BBK diberlakukan nanti investasi asing akan masuk drastis.. sekitar 15 us dollar dalam jangka waktu 5 thn kedepan.. dan diprediksi pendapatan per kapita provinsi Kepulauan Riau meningkat 100% menjadi USD 8000 dari yg skrg USD 4000..
gw doain smoga Riau juga bisa mendapatkan status OTSUSnya.. gw yakin nih provinsi Riau bakalan jadi kaya raya bgt setelah OTSUS diberlakukan.. hmm mnurut ham rationya berapa banding berapa klo dpr pusat mau approve OTSUS utk Riau nih..
rilham2new January 16th, 2009, 06:36 PM Prediksinya setelah FTZ BBK diberlakukan nanti investasi asing akan masuk drastis.. sekitar 15 us dollar dalam jangka waktu 5 thn kedepan.. dan diprediksi pendapatan per kapita provinsi Kepulauan Riau meningkat 100% menjadi USD 8000 dari yg skrg USD 4000..
gw doain smoga Riau juga bisa mendapatkan status OTSUSnya.. gw yakin nih provinsi Riau bakalan jadi kaya raya bgt setelah OTSUS diberlakukan.. hmm mnurut ham rationya berapa banding berapa klo dpr pusat mau approve OTSUS utk Riau nih..
Nah, kalau OTSUS jadi masuk ke RIAU... dipastikan gak perlu ada investasi aja duit yang ada di daerah bakal meningkat drastis :nuts:
PDRB Total Riau saja sudah luar biasa tingginya .... Apalagi PDRB per kapita .... Kekuatan non-migas nya juga lumayan (walau masih tergantung ekspor). Pemerintah daerah yang komited dalam pembangunan infrastruktur walau dalam keterbatasan ... Itu bisa menjadi indikasi cerah nih ...
Jangankan 15:85 ..... Dapat 50:50 aja, kurasa udah gila banget ...
Itu berarti, dari sekitar kapasitas produksi 600 ribu barrel per hari ,, Riau bakal punya kapasitas 300 ribu barrel per hari yang bakal mengalir langsung ke kas Riau ... That wud be an amazing additional to Local Treasures :nuts: ...
Kris18 January 17th, 2009, 04:30 PM Sudah pernah dengar atau baca sebuah wacana jika Riau telah menerima otonomi khusus..?
Mari kita berandai-andai,,:cheers:
Menurut wacana yang saya baca itu, jika Riau mendapatkan otonomi khusus, maka akan ada perubahan di pemerintahan dan tata hukumnya pun kemungkinan ditambah dan harus berdasarkan pada nilai-nilai budaya melayu Riau yang sesuai dengan agama Islam.
contohnya,
1. Nama Propinsi Riau akan berubah menjadi Provinsi Negeri Melayu Riau.
>>> pergantian nama propinsi ini seperti halnya pada provinsi D.I. Aceh, pasca mendapatkan otsus berubah nama menjadi propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dan ini dilakukan guna semakin mempermantap langkah Riau menuju visi & misinya di tahun 2020, menuju Riau sebagai pusat kebudayaan melayu di Asia tenggara.
Meskipun di Riau daratan sendiri kondisi sosialnya berbeda dengan Riau kepulauan,dimana Riau daratan lebih majemuk, tapi tetap menasbihkan diri sebagai ranah melayu.
2. Nama kepala daerah provinsi yang lazimnya adalah gubernur akan diganti dengan nama "Datuk Pemangku Negeri".
>>> Bisa jadi atau mungkin ini hanya sebuah gelar bagi gubernur-gubernur yang akan memimpin Riau nanti pasca otsus. Seperti halnya sekarang pada Pak HM. Rusli Zainal sebagai gubernur Riau bergelar "Datuk Setia Amanah".
3. Seiring pergantian nama kepala daerah, nama-nama pejabat pemerintahannya sampai posisi paling bawahpun, seperti kelurahan juga akan diubah sesuai dengan sebutan dalam adat resam melayu. Begitupula dengan nama-nama daerah,tempat-tempat,jalan-jalan, instasi-instasi akan dikembalikan kedalam dan harus bernama melayu dan bertuliskan dalam Arab Melayu.
4. Dan secara otomatis pula akan berlaku hukum dan adat dan syariah sesuai dengan tajuk melayu Riau yang berlandaskan Islam pada roda pemerintahannya .
>>> akankah kembali seperti zaman-zaman imperium melayu Riau dulu..??
5. Budaya melayu juga akan mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat, seperti halnya dalam berbusana di tempat-tempat umum, busana harus sesuai dengan syariah Islam, yaitu sopan dan menutup aurat.
>>> ini sudah sering disinggung oleh pemerintah dan sudah sering dimuat dalam media. Dan saya rasa, hal ini akan mendapat banyak dukungan dari masyarakat luas.
6. nah ini dia, soal pemerintahan dan kebijakkannya sepenuhnya akan dipegang oleh anak negeri. Dan secara otomatis pula pembagian hasil bumi yang diterima Riau akan lebih besar dibandingkan dengan pusat (semoga saja).
7. Pendidikan di Bumi Lancang Kuning tentu akan mendapat prioritas, kita akan mengejar pendidikan kita yang tertinggal jauh dari tanah Jawa. Dan tidak menutup kemungkinan sekolah-sekolah dan universitas-universitas akan bertambah, kualitasnya semakin meningkat, dan bekerja sama dengan pihak luar negeri. Sekarang saja sudah banyak yang seperti itu.
8. Pembangunan akan berkembang semakin cepat, dan Pekanbaru adalah indikator kemajuan di setiap daerah.
9. Kebudayaan Melayu Riau akan semakin terangkat dan marwahnya semakin kuat dan terjaga.
10. Adapula yang mengusulkan jika ada pendatang dari luar daerah yang ingin masuk ke Riau wajib menggunakan "passport khusus" :D :D , Saya juga kurang yakin buat yang satu ini, bercanda kali yaa.. :D
Itu baru sebagian contoh kecil saja, jika kita berandai-andai apabila Riau telah menjadi daerah yang berotonomi khusus. :) Maaf, saya lupa linknya.
rilham2new January 17th, 2009, 05:48 PM Menurut wacana yang saya baca itu, jika Riau mendapatkan otonomi khusus, maka akan ada perubahan di pemerintahan dan tata hukumnya pun kemungkinan ditambah dan harus berdasarkan pada nilai-nilai budaya melayu Riau yang sesuai dengan agama Islam.
Tidak masalah asal bukan dalam bentuk yang ekstrem seperti NAD ... Paling tidak minimal kayak Malaysia yang agak2 moderat gitu :D
contohnya,
1. Nama Propinsi Riau akan berubah menjadi Provinsi Negeri Melayu Riau.
>>> pergantian nama propinsi ini seperti halnya pada provinsi D.I. Aceh, pasca mendapatkan otsus berubah nama menjadi propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dan ini dilakukan guna semakin mempermantap langkah Riau menuju visi & misinya di tahun 2020, menuju Riau sebagai pusat kebudayaan melayu di Asia tenggara.
Meskipun di Riau daratan sendiri kondisi sosialnya berbeda dengan Riau kepulauan,dimana Riau daratan lebih majemuk, tapi tetap menasbihkan diri sebagai ranah melayu.
mengenai kemajemukan ... Kalau dari pengalaman aku ya ... KEPRI masih jauh lebih majemuk dari Riau hehehe. Ini serius loh :D .. Jumlah penduduk Melayu dan etnis Tionghoa asli sana aja jumlahnya jauh sekali di bawah warga pendatang.
Berbeda tentunya dengan Riau daratan, karena etnis asli masih menjadi yang paling dominan. Walaupun bukan dalam persentase yang sampe 90% ... angka wajar mungkin 50-60% saja .. malah mungkin 40%, tapi tetep gak ada yang sebesar populasi etnis asli ini. Kalau di Kepri, angka itu sangat rendah :D hehehe
2. Nama kepala daerah provinsi yang lazimnya adalah gubernur akan diganti dengan nama "Datuk Pemangku Negeri".
>>> Bisa jadi atau mungkin ini hanya sebuah gelar bagi gubernur-gubernur yang akan memimpin Riau nanti pasca otsus. Seperti halnya sekarang pada Pak HM. Rusli Zainal sebagai gubernur Riau bergelar "Datuk Setia Amanah".
Datuk pemangku Negeri :nuts: ... Kalau cuman tukar nama sih gak papa .... tapi kalau harus tukar tata cara dan kewenangan nanti malah kok rasanya jadi janggal.
Aku sih lebih cenderung pake istilah Gubernur.
3. Seiring pergantian nama kepala daerah, nama-nama pejabat pemerintahannya sampai posisi paling bawahpun, seperti kelurahan juga akan diubah sesuai dengan sebutan dalam adat resam melayu. Begitupula dengan nama-nama daerah,tempat-tempat,jalan-jalan, instasi-instasi akan dikembalikan kedalam dan harus bernama melayu dan bertuliskan dalam Arab Melayu.
Kalau ini sudah mulai diterapkan sejak era OTDA ... Huruf Arab Melayu sudah menjadi standar kok buat papan nama jalan di hampir setiap sudut kota Pekanbaru..
4. Dan secara otomatis pula akan berlaku hukum dan adat dan syariah sesuai dengan tajuk melayu Riau yang berlandaskan Islam pada roda pemerintahannya .
>>> akankah kembali seperti zaman-zaman imperium melayu Riau dulu..??
Silahkan kalau memang memungkinkan. tapi sekali lagi, tidak dalam bentukan se-ekstrem Aceh. Di mana bahkan non-muslim pun harus pakai kerudung kalau masuk Aceh. Aku berharap, paling tidak seperti Malaysia lah ...
Dan bukan dalam tahapan non-permisif .. tapi persuasif.
5. Budaya melayu juga akan mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat, seperti halnya dalam berbusana di tempat-tempat umum, busana harus sesuai dengan syariah Islam, yaitu sopan dan menutup aurat.
>>> ini sudah sering disinggung oleh pemerintah dan sudah sering dimuat dalam media. Dan saya rasa, hal ini akan mendapat banyak dukungan dari masyarakat luas.
Sama seperti di atas, bukan dalam tahapan non-permisif, sebaiknya dalam tahapan persuasif.
6. nah ini dia, soal pemerintahan dan kebijakkannya sepenuhnya akan dipegang oleh anak negeri. Dan secara otomatis pula pembagian hasil bumi yang diterima Riau akan lebih besar dibandingkan dengan pusat (semoga saja).
berbanding poin lain, tentu saja aku paling mengharapkan poin ini ...
7. Pendidikan di Bumi Lancang Kuning tentu akan mendapat prioritas, kita akan mengejar pendidikan kita yang tertinggal jauh dari tanah Jawa. Dan tidak menutup kemungkinan sekolah-sekolah dan universitas-universitas akan bertambah, kualitasnya semakin meningkat, dan bekerja sama dengan pihak luar negeri. Sekarang saja sudah banyak yang seperti itu.
Gak perlu OTSUS,, kualitas pendidikan di Riau meningkat drastis kok paska-OTDA ... Jumlah pelajar yang dikirim dengan beasiswa PEMPROV ke luar negeri saja meningkat drastis ... Riau mungkin provinsi yang berada dalam tahapan paling membanggakan dalam membeasiswakan mahasiswanya keluar negeri.
Aku kalau mau aja aku bisa dapat, kok ;) ... tapi ayahku rada malas berurusan dengan birokrasinya.
8. Pembangunan akan berkembang semakin cepat, dan Pekanbaru adalah indikator kemajuan di setiap daerah.
Pertumbuhan ekonomi Riau dan Pekanbaru sama2 pernah di atas 8% .... Suatu angka luar biasa dan sungguh gila yang dapat dicapai provinsi yang pendapatan per kapitanya memang sudah tinggi ;) ..
9. Kebudayaan Melayu Riau akan semakin terangkat dan marwahnya semakin kuat dan terjaga.
Stuju, tapi bukan dalam tahapan non-permisif. Sekali lagi, persuasif.
10. Adapula yang mengusulkan jika ada pendatang dari luar daerah yang ingin masuk ke Riau wajib menggunakan "passport khusus" :D :D , Saya juga kurang yakin buat yang satu ini, bercanda kali yaa.. :D
Itu baru sebagian contoh kecil saja, jika kita berandai-andai apabila Riau telah menjadi daerah yang berotonomi khusus. :) Maaf, saya lupa linknya.
^^ Why not :D ... Sarawak di Malaysia katanya juga ada yang gituan ... Tapi aku sih gak setuju :p~ .... Sebaiknya tetap dalam NKRI :)
Kris18 January 18th, 2009, 08:05 AM Nah, sekarang saya ingin memaparkan tentang salah satu kebudayaan melayu Riau, saya jadi heran, kenapa disetiap penyelenggaraan even-even yang bertema kebudayaan Indonesia di Jakarta (yang katanya dalam rangka melestarikan kebudayaan asli nusantara) justru bunda kebudayaan nusantara itu,budaya melayu, jarang ditampilkan ??(hampir tidak pernah)
Dan saya harap alasannya bukan bawaan dari sikap sentimentil orang-orang di Jawa terhadap negeri jiran disana.
Ingat! Kebudayaan melayu juga ada di Indonesia! Dan itu tersebar luas di 19 propinsi di Indonesia, dan provinsi Riau, merupakan garda utamanya!
Berikut beberapa kerajaan melayu yang terdapat di wilayah Riau yang menandakan bahwa Riau dulunya adalah pusat peradaban melayu terbesar di Asia Tenggara sejak dahulu kala. Beserta sisa bangunan berupa istana kerajaan yang masih ada.
1. Kerajaan Cerenti
2. Kerajaan Empat Koto Rokan
3. Kerajaan Gassib.
4. Kerajaan Gunung Sahilan (Kampar Kiri).
5. Kerajaan Inderagiri.
>>> Istana kerajaan Inderagiri sudah hancur dimakan zaman hanyut dibawa sungai Inderagiri, dan tahun kemarin Istana Kerajaan Inderagiri kembali diresmikan oleh Bupati Inderagiri Hulu pada saat itu Bapak H.Raja Thamsir Rachman (yang merupakan pewaris tahta kerajaan). Pembangunan Istana ini murni dari APBD kabupaten Inhu lhoo :) dan proses pembangunannya benar-benar asli harus sama dengaan saat pembangunan istana yang lama, seperti bahan bangunan, lamanya pengerjaan, upacara-upacara adat bahkan saat peresmiannya dihadiri oleh raja-raja keraton se-nusantara lengkap dengan penasbihannya kembali sebagai istana raja :uh: ,wuiih hebat khan, ini yang membangun kabupaten lhoo bukan dari negara dan bukan pula melalui sumbangan sana-sini :D.
http://tbn2.google.com/images?q=tbn:kK-G5j6bRIdtVM:http://rajathamsir.info/images/galeri/replikaistana.jpg
http://tbn1.google.com/images?q=tbn:ixJNVvAp-XjOFM:http://rajathamsir.info/images/galeri/raja.jpg
http://tbn2.google.com/images?q=tbn:Uxsu-xj_hWrhdM:http://rajathamsir.info/images/galeri/raja1.jpg
Kapan-kapan aku ke Rengat aagh ambil gambarnya :cheers:
6. Kerajaan Kepenuhan.
7. Kerajaan Koto Kampar.
8. Kerajaan Kunto Darussalam (Kampar Kiri).
9. Kerajaan Pelalawan.
http://wisataindonesia.info/id/img/wisata/p47b0343834177.jpg
from :wisata melayu.com
10. Kerajaan Rambah.
11. Kerajaan Rokan.
http://farm4.static.flickr.com/3475/3205077105_25d410cc37_o.jpg
from :wisata melayu.com
12. Kerajaan Segati.
13. Kerajaan Siak.
Istana Kerajaan Siak Sri Inderapura ini bernama Istana Asheerayah Hasyimiyah atau disebut juga dengan Istana "Matahari Timur" :)
http://farm4.static.flickr.com/3403/3205903890_56115a96b1_b.jpg
Rumah kediaman keluarga kerajaan:
http://farm4.static.flickr.com/3491/3205071205_71fd8125b4_b.jpg
14. Kerajaan Tambusai.
Ingat, itu baru diwilayah Riau (Andalas), jika ditelusuri lebih jauh melalui imperium melayu Riau, peradaban itu berasal dari dan sangat erat dengan rumpun selat melaka dan semenanjung malaya (serumpun) , jauh sebelum traktat london ada Kerajaan Johor-Riau dan Kerajaan Riau Lingga.
rilham2new January 18th, 2009, 10:26 AM ^^ Diakui atau tidak, memang spertinya cuman Istana Asserayah Al-Hasyimiyah lah aset kerajaan yang paling membanggakan di provinsi Riau.
Bahkan berbanding keraton di Jogja, perawatan Istana Asserayah Al-Hasyimiyah ini top punya. Kalau wisata budaya, Siak memang pandai merawatnya :cheers:
Sayang, karena Siak Sri Indrapura itu sendiri kurang aksesibel. Jadinya susah dijual :ohno: ... Padahal, Kota Siak Sri Indrapura sebagai paket wisata itu lengkap banget. Pusat pemerintahannya juga megah banget. Belum lagi kota tua/pecinan/kelenteng nya .. Itu bagus banget... Cuman memang ada beberapa titik yang masih kurang terawat.
Untuk Makam Sultan itu ya ... ampun terawat bersih teratur ...
Dan di sana, peraturannya strict ., bener2 ikut Hukum Islam. Gak boleh ada kegiatan persemedian, minta berkah atau bla-bla yang bernuansa syirik seperti layaknya kuburan raja2 di Jawa sana...
rilham2new January 18th, 2009, 10:28 AM Bahkan, kalau soal kebersihan .. Pekanbaru yang ADipura di tingkat Kota BEsar ... sangat tidak ada apa2nya dibanding Kota Siak Sri Indrapura... yang merupakan kota paling bersih yang pernah aku lihat di Indonesia ... :okay:
Kris18 January 18th, 2009, 11:13 AM ^^
Bang Ham punya koleksi gambar-gambar kota Siak ga..?? :)
posting.....
rilham2new January 18th, 2009, 11:17 AM ^^ ADa (banyak :D) ehehhehe nanti yaa di-upload .. Mesti di-Resize dulu :tongue2:
Kris18 January 18th, 2009, 04:16 PM Nah,
....sekarang saya ingin memperlihatkan beberapa video dari youtube yang melukiskan beberapa daerah di Riau :) .
KOTA DUMAI
DlrMvxckH64
lEZIVs21X_E
==================================
KABUPATEN BENGKALIS
WrvRzugJMU4
OivW4Su-RDI
===========================================
KABUPATEN SIAK
5Fyu4b_-qpA
===============================================
KABUPATEN PELALAWAN
g24Cep-uiHQ
===============================================
PACU JALUR DI KABUPATEN KUANTAN SENGINGI
RQvzSSdGStc
===============================================
KABUPATEN ROKAN HILIR
h3lbuzbS_vQ
Ritual Bakar Tongkang di Bagansiapi-api
u1RO1SGWy2M
======================================
KABUPATEN INDRAGIRI HILIR
02PZTWKUGns
Dan, nyanyian Pak Gubernur tentang keindahan pantai solop :D , jarang2 lho ada gubernur di Indonesia ini yang pandai mengaji, azan, dan juga menyanyi, saluut lah buat Pak Datuk Setia Amanah. :D
AxxSqx7a9FY&feature=related
=================================================
KABUPATEN INDRAGIRI HULU
_27Be2Tm4m0
YgFuOHGdJ3w&feature=related
===================================================
KABUPATEN KAMPAR
7S65c3CtaO0
swWmJqSvna0
rilham2new January 19th, 2009, 12:06 PM ^^ Mantap videonya :cheers:
rilham2new January 20th, 2009, 05:45 AM Dari RIAUPOS
Dari RIAUPOS
Riau, Sumut, NAD Segera Bebas Fiskal
Selasa, 20 Januari 2009
MEDAN (RP) - Ini kabar gembira bagi warga Sumut-Aceh hingga Riau yang tergabung dalam kawasan Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMTGT) dan Singapura, Johor, dan Riau (Sijori) hingga NAD. Pasalnya, pemungutan fiskal bagi yang tak memiliki NPWP di kawasan tersebut segera dihapuskan setelah Menteri Perekonomian, Sri Mulyani menyutujuinya. Hal ini dikatakan Direktur IMTGT, Andi Rahman.
“Ada beberapa poin pengecualian pembayaran fiskal luar negeri. Salah satunya bebas fiskal kepada daerah atau kawasan yang memiliki hubungan diplomatik dan perekonomian. Poin inilah yang kita sampaikan kepada Menteri Perekonomian,” tegas Andi kepada RPG yang dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (19/1).
Andi mengatakan, pihaknya sudah bertemu dua kali dalam dua pekan kemarin dengan Menteri Perekonomian. Dalam pertemuan itu, pihaknya sudah menyampaikan permintaan bebas fiskal kawasan IMTGT yang juga masuk persyaratan bebas bayar fiskal dalam peraturan pemberlakuan fiskal saat ini. “Dalam pertemuan pada Jumat lalu dan Jumat kemarin, Menteri Perekonomian sudah memerintahkan kepada Sekretaris Menteri Perekonomian, Pak Eko untuk menyurati Dirjen Perpajakan agar mengeluarkan surat edaran bebas fiskal bagi kawasan perekonomian/diplomatik IMTGT,” bebernya.
Jika surat Menteri tersebut langsung ditanggapi Dirjen Perpajakan, kata Andi, maka mayarakat yang tinggal di kawasan IMTGT bakal bebas fiskal. “Sudah jelas sekali di dalam butir peraturan bebas fiskal tertera kalau kawasan yang memiliki hubungan diplomatik seperti IMTGT tidak dipungut fiskal. Makanya Menteri Perekomoian langsung menyurati Dirjen Perpajakan untuk segera diberlakukan bebas fiskal. Kita tunggu saja jawaban dari Dirjen Perpajakan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Fiskal Bandara Polonia, Mulyanto mengatakan, sejak Ahad (18/1) hingga Senin (19/1), penumpang yang keluar negeri dari bandara Polonia yang membayar fiskal sebanyak 54 orang. Dari jumlah tersebut, 80 persennya adalah warga Tionghoa. “Penumpang ke luar negeri dengan membayar fiskal banyak warga Tionghoa. Mungkin karena mau merayakan Gong Xi Fat Chai,” ujarnya. Sementara itu, staf Maskapai Airasia, Anto mengaku, sejak diberlakukannnya pembayaran fiskal membuat jumlah penumpang mereka menurun 30 persen. “Kalau tahun lalu, mendekati perayaan Gong Xi Fat Chai banyak yang berangkat ke luar negeri. Tapi tahun ini sepi penumpang. Ini karena penumpang tak mau bayar fiskal karena tak punya NPWP,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, pemberlakuan NPWP dan bayar fiskal kurang disosialisasikan kepada maskapai penerbangan. “Maskapai malah menjadi korban dari pemberlakuan fiskal ini,” ujarnya.(ila/jrr)
Kris18 January 20th, 2009, 05:54 AM ^^
:banana: yes..yes.. :cheer:
rilham2new January 20th, 2009, 06:02 AM Diajukan, DIPA-P Rp10 Triliun
Selasa, 20 Januari 2009
Laporan GEMA SETARA, Pekanbaru--
TIDAK sepadannya perolehan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Riau 2009, membuat Riau mengajukan tambahan DIPA Perubahan (DIPA-P) dalam APBN Perubahan nanti. Anggaran yang diajukan Riau, jumlahnya mencapai Rp10 triliun lebih.
Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP usai pertemuan tertutup dengan seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Senin (19/1) mengatakan, anggaran ini akan difokuskan untuk pelaksanaan kegiatan pada 2012 mendatang khususnya penyiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII dan sebagainya.
‘’Kita akan ajukan pada DIPA perubahan ini sebesar Rp10 triliun lebih. Kita berharap pemerintah bisa memahami bahwa keperluan Riau untuk berbagai program pembangunan khususnya dalam menyambut PON memerlukan dana yang cukup besar sekali,’’ ujarnya.
Oleh karenanya, lanjut gubernur lagi, Wakil Gubernur dan beberapa staf lainnya akan menghadap Wakil Presiden (Wapres) untuk membicarakan hal tersebut. Menurut rencana, pertemuan dengan Wapres tersebut akan dilakukan, Rabu (21/1) mendatang di Istana Wakil Presiden.
Menurut gubernur, pihaknya akan menyampaikan berbagai hal dan mengajukan dana DIPA tersebut. Anggaran Rp10 triliun itu dirasakan akan cukup membiayai berbagai program pembangunan khususnya menyiapkan berbagai sarana dan prasarana dalam menyambut PON tersebut.
Untuk berbagai program pembangunan khususnya penyiapan sarana dan prasarana untuk PON itu memang memerlukan dana yang cukup besar, karena itu dukungan dari pemerintah pusat terkait dana ini sangat diperlukan sekali. Mudah-mudahan dari pertemuan nanti Wapres akan bisa memahaminya.
‘’Kita akan paparkan berbagai program pembangunan dan dana yang diperlukan, sebab jika tanpa bantuan pemerintah pusat sangat berat bagi kita untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan,’’ ujarnya.(uli)
rilham2new January 20th, 2009, 06:27 AM Gubri Segera Bentuk Tim Prestasi
Selasa, 20 Januari 2009
Laporan ABDUL GAPUR, Pekanbaru --
KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau meminta Gubernur Riau segera membentuk tim Sukses Prestasi PON XVIII 2012. Sebab untuk mempersiapkan atlet yang berpretasi memerlukan waktu yang lama, sementera waktu efektif pelaksanaan iven besar nasional tersebut hanya menyisahkan kurang lebih tiga tahun.
Sekretaris KONI Riau Drs H Darmansyah mengatakan pembentukan tim sukses prestasi sangat mendesak. Tim inilah yang akan bertugas mempersiapkan atlet yang akan memperkuat Riau pada PON XVIII 2012 di Riau. Karena itu, Gubernur Riau sebagai kepala daerah diharapkan segera mengeluarkan surat keputusan penunjukkan orang-orang yang diberi tanggung jawab mempersiapkan atlet Riau.
Pelaksanaan PON yang tinggal beberapa tahun lagi, lanjut Darmansyah, memaksa Riau dan semua pengurus cabang olahraga di daerah ini segera bekerja. Jika persiapan tidak dilakukan sejak sekarang, bisa dipastikan atlet yang dibina tidak akan mencapai prestasi pada 2012.
‘’Waktu semakin sempit. Kalau tidak dipersiapkan dari sekarang, kapan lagi? Saya khawatir sukses prestasi yang dicanangkan Pak Gubernur (Rusli Zainal, red) tidak akan tercapai. Karena itu, tanpa mengurangi rasa hormat, kami mohon Pak Gubernur segera membentuk tim sukses prestasi Riau,’’ kata Darmansyah kepada Riau Pos, Senin (19/1).
Tanpa surat keputusan (SK), sebenarnya KONI Riau bersama KONI kabupaten/kota dan Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga sudah melakukan persiapan. Hanya saja kurang efektif, karena tidak punya kekuatan yang dipanyungi oleh hukum.
‘’Tim ini tugasnya mempersiapkan atlet, karena itu kami juga minta agar yang dilibatkan orang-orang yang berhubungan langsung dengan atlet. Di antaranya para pengurus KONI Riau, KONI kabupaten/kota, dan Pengprov cabang olahraga,’’ tutur calon anggota DPRD Riau dari Partai Golkar ini.
Darmansyah mengaku khawatir, karena sampai saat ini persiapan yang dilakukan sebagai tuan rumah multi even terakbar di tanah air ini belum maksimal. Salah satunya, belum ada sekretariat pengurus besar (PB) PON XVIII yang akan menjadi pusat administrasi. Bahkan nama-nama yang akan duduk di PB PON belum juga diusulkan ke KONI Pusat sebagai lembaga yang akan meng-SK-kan.
‘’Sekretariat sangat penting. Di situlah (sekretariat, red) pusat kegiatan persiapan Riau sebagai tuan rumah. Jadi semua provinsi yang menjadi peserta akan selalu menghubungi sekretariat,’’ lanjut Darmansyah.(eca)
Kris18 January 21st, 2009, 04:32 AM berita RiauInfo.com
Blok Langgam Kembali "Lepas" dari Riau
20 Jan 2009 11:35 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo): Impian Pemprov Riau segera mengelola ladang minyak Blok Langgak pupus lagi. Pasalnya pemerintah pusat masih memperpanjang kontrak PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) untuk blok tersebut 1 tahun lagi. Artinya, ini adalah untuk kelima kalinya kontrak dengan PT CPI diperpanjang.
Berita ini menjadi headline Riau Mandiri edisi Selasa (20/1) berjudul "Blok Langgak Kembali'Lepas'". Harian ini mengutip pernyataan Manager Communication and Media Relations PT CPI Hanafi Kadir membenarkan adanya perpanjangan kontrak untuk jangka waktu 1 tahun. Namun jika menjelang kontrak berakhir telah ditunjuk kontraktor definitif, PT CPI siap melakukan proses alih kelola.
Berita yang sama juga jadi headline Tribun Pekanbaru berjudul "Chevron Masih Kelola Blok Langgak". Dalam berita ini disebutkan juga bahwa Gubernur Riau HM Rusli Zainal mengatakan Menteri ESDM tetap menyerahkan blok tersebut kepada PT Sarana Pembangunan Riau, namun dalam beberapa bulan ini hanya melakukan join study.
Masalah Blok Langgak masih menjadi headline Rakyat Riau hari ini berjudul "SPR Kelola Block Langgak". Harian ini menyebutkan Rusli Zainal kembali menandaskan bahwa pengelolaan Blok Langgak jautuh kepada PT SPR panca berakhirnya kontrak PT CPI 19 Januari lalu. Tapi untuk mempersiapkan pengelolaan baru diperlukan waktu tiga atau empat bulan lagi.
Harian Koran Riau juga mengangkat masalah Blok Langgak itu sebagai headlinenya. Dalam berita berjudul "DPRD Minta PT SPR Tidak Tertutup" disebutkan Anggota Komisi B DPRD Riau Ir Bambang Triwayono minta kepada manajemen PT SPR untuk bersikap terbuka kepada publik, sebab operasi mereka menggunakan uang rakyat.
=============================================================
Aggota DPR RI Dukung PT SPR Kelola Blok Langgak
21 Jan 2009 08:40 wib
ad
JAKARTA (RiauInfo) - Anggota komisi VII DPR RI Idris Laena mendukung sepenuhnya pengelolaan ladang minyak di Blok Langgak, Kampar dan Rohul kepada Pemda Riau menyusul berakhirnya kontrak dengan Pemerintah Indonesia.
Pengelolaan ladang minyak secara resmi kepada PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) mulai Selasa (20/1) menunjukkan adanya kepercayaan yang tinggi dari pemerintah kepada Pemda Riau setelah dua kali mengalami masa perpanjangan kontrak. Dengan demikian, PT SPR menyingkirkan nama PT Riau Petroleum yang sebelumnya juga disebut-sebut bakal mengelola Blok Langgak.
Idris berharap kepercayaan terhadap Pemda Riau dalam mengelola blok Langgak menjadi pioneer bagi blok-blok atau ladang minyak lainnya di Riau. Keuntungan lainnya adalah SDM Riau diberdayakan secara maksimal sekaligus menunjukkan adanya tenaga kerja yang profesional.
"Ini (dikelola Pemda-red) merupakan sebuah kemajuan dan patut didukung semua masyarakat Riau dimanapun, " ujar politisi dari Partai Golkar itu, Selasa (20/1) kemaren di gedung DPR/MPR RI, Jakarta.
Sebagai anggota komisi VII DPR RI yang membidangi masalah migas, ristek dan SDA, Idris menyatakan sudah sepatutnya pengelolaan ladang minyak menjadi otoritas daerah atau Pemda. Dengan dikelola Pemda, maka berarti Pemda Riau diberikan kesempatan untuk mengelola ladang minyak yang berada di wilayahnya sendiri.
"Ini sebagai peluang terbaik Pemda untuk mandiri. Sebagai daerah penghasil migas, ini juga peluang untuk mengembangkan tambang-tambang asing, tidak perlu harus asing, " ujar Idris yang menjadi anggota DPR RI menggantikan Saleh Djasit itu.
Seperti diketahui pengelolaan ladang minyak Blok Ladang yang selama ini ditangani oleh PT Chevron Pacifik Indonesia (CPI) kontraknya bakal habis pada 19 Januari 2008. Kontrak PT CPI atas ladang minyak dengan 28 sumur itu sedianya berakhir 19 Januari 2007, namun pemerintah pusat memperpanjang kontrak hingga Januari 2009.
Menurut Idris, siapapun BUMD yang mengelola Blok Langgak harus didukung penuh. Yang pasti perusahaan pengelola Blok Langgak itu harus memiliki kesiapan secara manajerial dan finansial. "Yang penting Riau bisa mengelola sendiri dan tak tergantung pihak asing, " ujarnya.(ad/rls)
rilham2new January 21st, 2009, 05:45 AM ^^ Gila ya ni Blok ,, masih gak selesai2 juga peralihan kekuasaannya ...
rilham2new January 22nd, 2009, 05:38 AM Ingin Porsi Lebih, Ketua DPRD dan Gubri Temui Wapres
Kamis, 22 Januari 2009
JAKARTA (RP) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus berjuang ke pemerintah pusat agar pembangunan di Bumi Lancang Kuning ini mendapat porsi lebih. Salah satu yang terpenting dan mendesak adalah pembangunan di bidang infrastruktur.
Usulan tersebut juga disampaikan Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP yang didampingi Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Drs HR Mambang Mit, Ketua DPRD Riau Johar Firdaus dan Kepala Bappeda Riau Drs Emrizal Pakis MM saat diterima Wakil Presiden (Wapres) HM Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (21/1).
‘’Pembangunan infrastruktur di Riau, apakah jalan, jembatan, pelabuhan, litrik, air bersih dan lainnya menjadi sesuatu yang sudah sangat mendesak di Riau. Kita harus upayakan semaksimal mungkin,’’ ucap Gubri Rusli kepada pers usai diterima Wapres JK.
Saat menerima Gubri dan rombongan, Wapres JK didampingi Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Menkeu Sri Mulyani, Menakertrans Erman Suparno dan Dirjen Perimbangan Keuangan Depkeu Mardiasmo.
Rusli Zainal menegaskan, bila pembangunan infrastruktur di Riau tidak digesa, maka Riau akan sulit mengejar ketertinggalannya dalam berbagai bidang pembangunan. ‘’Bayangkan, saat ini begitu luasnya sawit di Riau. Dari seluruh kebun kelapa sawit yang ada di Indonesia, sekitar 30 persennya ada di Riau. Tanpa infrastruktur yang memadai, ini tidak akan membawa manfaat yang berarti bagi masyarakat. Itu baru sawit, belum yang lain. Makanya, pembangunan infrastruktur ini menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi,’’ tegas Gubri.
Makanya, lanjut Gubri, pihaknya sudah mengusulkan sejumlah proyek sektoral kepada Wapres JK. Diharapkan, proyek-proyek tersebut bisa dianggarkan dalam APBN 2009 ini. ‘’Kita sangat berharap dukungan dari pemerintah pusat. Riau ke depan harus menjadi ikon sekaligus billboard bagi bangsa ini, karena Riau itu berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga yang sudah lebih dulu maju dari Indonesia,’’ ujar Ketua DPD I Golkar Riau ini.
Rusli juga meyakini bahwa hanya dengan pembangunan infrastruktur isolasi bisa dibuka dengan demikian, angka kemiskinan juga bisa ditekan. ‘’Kita targetkan, minimal dalam satu tahun itu kita bisa menekan angka kemiskinan 1 persen di Riau itu. Jadi, kalau penduduk Riau itu sekitar 5 juta orang, maka sekitar 50 ribu orang per tahun harus keluar dari lingkaran kemiskinan,’’ tekadnya.
Ditanya soal masih rendahnya DIPA tahun 2009 yang diterima Riau, yakni hanya Rp6,5 triliun, Gubri Rusli mengatakan bahwa ini menjadi salah satu agenda perjuangannya. ‘’Itulah sebabnya, kita meminta dan mendesak pemerintah pusat agar menambah DIPA Riau. Kita harapkan nanti ada revisi dan ada tambahan dana untuk Riau,’’ ucapnya.
Di sisi lain, Gubri Rusli juga mengaku mendesak pemerintah pusat agar tidak lagi menjadikan Dana Bagi Hasil (DBH) sebagai pengurang bagi penerimaan Dana Alokasi Umum (DAU) Riau. Sebab seperti diketahui, sesuai dengan UU No 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah, DBH menjadi salah satu berkurangnya DAU Riau.
‘’Jadi, kita meminta agar pemerintan merubah formula yang selama ini diterapkan. Akibat formula itu, tahun ini Riau hanya menerima DAU sebesar Rp2,2 triliun. Ini sangat kecil dan sangat tidak memadai,’’ kata Gubri yang dikuatkan Emrizal Pakis.
Ditanya tentang tanggapan Wapres, Gubri mengatakan sangat positif. ‘’Beliau sangat mendukung apa yang kita sampaikan. Beliau juga sangat menginginkan agar daerah-daerah itu berkembang, karena dengan begitu Indonesia ini akan maju,’’ ujar Gubri.(izl)
Kris18 January 22nd, 2009, 07:14 AM ^^
Yup! itu merupakan langkah yang memang harus! Masa, Riau cuma dapat penzaliman aja.., kapan makmurnya..?
============================================
Sharing berita budaya melayu dulu yaa.. dari melayuonline.com
Perayaan Milad MelayuOnline.com II:
BKPBM Taja Anugerah Melayuonline 2
Yogyakarta, MelayuOnline.com - Dalam rangkaian perayaan Milad MelayuOnline.com II, Selasa malam (20/1), di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) memberikan Anugerah Melayuonline 2009 kepada para pelestari budaya Melayu.
Ibarat menunggu hujan di musim kemarau, sekitar enam ratus orang menyaksikan malam Anugerah Melayuonline 2009 yang dimeriahkan musik dan tarian Melayu itu. Sebanyak 13 kategori penghargaan diberikan kepada lembaga, media, tokoh adat, sejarawan, peneliti, dan sastrawan Melayu, yang dinilai BKPBM telah mendedikasikan sepenuh hidupnya bagi kegemilangan tamadun Melayu.
Para undangan yang terdiri dari raja-raja Melayu, para pejabat, akademisi, budayawan, sastrawan, dan pemerhati budaya Melayu tampak memenuhi deretan kursi warna merah yang tertata rapi. Beberapa di antaranya berdiri dan bahkan ada sejumlah pengunjung yang menyaksikan dengan duduk lesehan di lantai. Suasananya oleh sang Art Director, Ong Hariwahyu, dikemas bernuansa khas Melayu, dengan tata ruang, tata suara, dan tata lampu yang semarak.
Mahyudin Al Mudra, SH., MM., dalam sambutannya mengatakan, BKPBM sebagai lembaga kajian nirlaba akan selalu menghargai para insan dan lembaga yang telah berkiprah dalam mengembangkan, mengkaji, dan menggali khazanah tradisi dan budaya Melayu. “Pemberian anugerah ini merupakan yang pertama kali dilakukan dan akan dijadikan agenda tahunan BKPBM,” ujar Pemangku BKPBM dan Pemimpin Umum MelayuOnline.com tersebut.
Untuk kategori Tokoh Melayu yang Menggali dan Mengembangkan Kearifan Lokal Melayu, terpilih nama Dr. (HC) Tenas Effendy. Kemudian diikuti H. Sulaiman, yang malam itu turut mementaskan kepiawaiannya bermain musik gambus Melayu, sebagai Penggagas Pendirian dan Pewakaf Tanah Museum Linggam Cahaya di Daik, Lingga, Kepulauan Riau. Sementara itu, untuk kategori Penggiat Dokumentasi dan Publikasi Budaya Melayu diberikan kepada Dra. Hj. Septina Primawati Rusli, MM.
Selanjutnya, Hj. Aida Zulaikha Nasution, SE., MM., ditetapkan sebagai penerima Anugerah Melayuonline 2009 dalam kategori Perempuan Melayu yang aktif Mengembangkan Kesenian dan Syair Melayu, sedangkan Prof. Dr. Ding Choo Ming masuk dalam kategori Peneliti dan Penggagas Digitalisasi Sejuta Pantun Melayu melalui www.malaycivilization.com, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kemudian, atas keberhasilannya membangun dan mendeklarasikan Kota Tanjungpinang sebagai Kota Gurindam Negeri Pantun, BKPBM memilih Dra. Hj. Suryatati A. Manan dalam kategori Pembuat Kebijakan Pemerintah yang Berorientasi pada Pengembangan Budaya Melayu.
Sementara itu, kategori Sejarawan yang Konsisten Mengkaji Sejarah Kebudayaan Melayu disematkan kepada Yang Mulia Tuanku H. Tengku Luckman Sinar Basarshah II, SH., Sultan Pemangku Adat Kesultanan Melayu Negeri Serdang, Sumatera Utara. Dan untuk kategori Tokoh Melayu Penggerak Semangat Multikulturalisme di Kalimantan Barat, diberikan kepada H. Abang Imien Thaha, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat periode 2007-2012. Kemudian Dr. Pudentia MPSS., ditetapkan sebagai peraih Anugerah Melayuonline 2009 dalam kategori Pelestari Tradisi Lisan Melayu.
Penerima Anugerah Melayuonline 2009 yang lain adalah Rida K. Liamsi (Tokoh Sastrawan Melayu dan Penggagas Ekonomi Kerakyatan Melayu), Sutardji Calzoum Bachri (Pembaharu Kesusastraan Melayu-Indonesia), Drs. Suryadi, MA. (Peneliti Teks Melayu Kuno), serta Harian Umum Kompas (Media yang Peduli pada Warisan Budaya).
Atas penganugerahan tersebut, Drs. Suryadi, MA., mengaku tidak pernah memperkirakan upayanya dalam meneliti teks Melayu kuno akan diapresiasi dan dihargai seperti ini. “Sama sekali tidak,” ujarnya menegaskan. Dia sendiri menilai apa yang dilakukannya selama ini memang jarang dilakukan oleh orang lain, karena di samping melelahkan juga kurang menarik bagi sebagian orang. “Saya juga sangat apresiatif dan kagum kepada Melayuonline.com dalam upayanya melestarikan dan mengembangkan budaya Melayu melalui teknologi informasi,” jelas pengajar di Universiteit Leiden, Belanda, tersebut.
Sementara itu, Dra. Hj. Suryatati A. Manan selepas penerimaan anugerah mengatakan, dirinya merasa bersyukur dan berterima kasih atas Anugerah Melayuonline 2009 yang diberikan kepadanya. “Apa yang telah saya lakukan untuk kebudayaan Melayu di Kota Tanjungpinang masih tidak seberapa,” ujarnya merendah. Namun, selaku Walikota Tanjungpinang, dia mengharapkan adanya kerjasama lebih lanjut antara BKPBM dengan Pemkot Tanjungpinang dalam mensosialisasikan dan mengembangkan budaya Melayu.
(Tasyriq Hifzhillah/brt/21/01-09)
^^
Diluncurkan pula situs www.ceritarakyatnusantara.com
sudah buka..? :okay:
Suka dengan musik melayu? buka : www.themalay.com :okay:
rilham2new January 22nd, 2009, 09:24 AM ^^ Kerreeeennnn situs THEMALAY.COM
Ampun aku suka banget dengar lagu Zapinnya :cheers:
Mantaappp !!! Tengku Ryo itu siapa ???
Aku ada feeling kayaknya aku punya hubungan keluarga sama dia, soalnya kalau ada acara kawinan keluarga, perasaan sering ketemu :nuts: ... Ya, aku gak kenal dia, dia juga gak kenal aku .. tapi aku sering liat dia ... Sering banget :p~ ... Di Jakarta tentunya :D
Kali ada hubungan sepupu tuh sama ibu aku hehe.
rilham2new January 22nd, 2009, 09:27 AM Lagunya TENGKU RYO RIEZQAN yang Journey To Deli itu kayaknya dipake buat scoring musiknya Gita GUtawa - Tak Perlu Keliling DUnia... soalnya mirip banget !!!
Lagu yang Zapin Kasih Budi itu juga kayaknya punya irama yang serupa dengan lagu PAk NGah Balek Hari Dah Siang ... Mantap :okay:
Kris18 January 22nd, 2009, 10:35 AM ^^
Karena bagus itu makanya aku posting disini :cheers: , karena Tengku Rio sang composer spesial musik melayu itu berasal dari Medan,ya kupikir bisa jadi bang Ilham suka, karena sama-sama berasal dari melayu deli :)
The Malay itu adalah wadakh kegiatannya sekaligus nama grup musiknya dipimpin oleh Tengku Rio. kegiatannya dibidang musik dan tulisan,seni dan budaya, khususnya perkembangan budaya Melayu. , sudah sering menggelar pertunjukan musik melayu hingga mewakili Indonesia di luar negeri :okay:
Iya, itu tuh Journey to Deli bagus juga! cocok buat soundtrack film! :okay: Zapin Haur keren juga!
rata-rata semua lagu yang dimainkan bagus-baguslah.........
Tapi sayang, tak bisa di unduh (download) yaa..?
kalau ga, nyari albumnya yuuk.......?:D
rilham2new January 22nd, 2009, 11:10 AM ^^ AKu bisa unduh, kok ... hehehe :D pakai IDM
rilham2new January 22nd, 2009, 01:01 PM ^^
Bang Ham punya koleksi gambar-gambar kota Siak ga..?? :)
posting.....
Gambarb Perkenalan ..
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/4/IMG-5933.jpg?et=FgQN6QrLOwzj%2BH5R4NrfMw&nmid=175756743
Mo lebih banyak ???
http://rilham2new.multiply.com/photos/album/64/Siak_Sri_Indrapura_Riau_-_Juni_2008
^^ Silahkan di-REPOST kemari ...
Itu gambar yang kuposting masih sedikit .... Masih banyak lagi sebenarnya, tapi berhubung aku mo nonton YOUTUBE :D ... Jadi, uploadnya ditahan dulu sampe nanti malam ajalah menjelang mo tidur :)
Kalau mau di-REPOST ... tolong pakai resolusi yang kecil saja...Jangan pake resolusi asli (1024x768) :D
Lumayan, jumlah gambar di sana, cukup buat nyundul thread ini :D hahaha ...
lancang_kuning January 22nd, 2009, 02:31 PM ^^
Yup! itu merupakan langkah yang memang harus! Masa, Riau cuma dapat penzaliman aja.., kapan makmurnya..?
============================================
Sharing berita budaya melayu dulu yaa.. dari melayuonline.com
Perayaan Milad MelayuOnline.com II:
BKPBM Taja Anugerah Melayuonline 2
Yogyakarta, MelayuOnline.com - Dalam rangkaian perayaan Milad MelayuOnline.com II, Selasa malam (20/1), di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) memberikan Anugerah Melayuonline 2009 kepada para pelestari budaya Melayu.
Ibarat menunggu hujan di musim kemarau, sekitar enam ratus orang menyaksikan malam Anugerah Melayuonline 2009 yang dimeriahkan musik dan tarian Melayu itu. Sebanyak 13 kategori penghargaan diberikan kepada lembaga, media, tokoh adat, sejarawan, peneliti, dan sastrawan Melayu, yang dinilai BKPBM telah mendedikasikan sepenuh hidupnya bagi kegemilangan tamadun Melayu.
Para undangan yang terdiri dari raja-raja Melayu, para pejabat, akademisi, budayawan, sastrawan, dan pemerhati budaya Melayu tampak memenuhi deretan kursi warna merah yang tertata rapi. Beberapa di antaranya berdiri dan bahkan ada sejumlah pengunjung yang menyaksikan dengan duduk lesehan di lantai. Suasananya oleh sang Art Director, Ong Hariwahyu, dikemas bernuansa khas Melayu, dengan tata ruang, tata suara, dan tata lampu yang semarak.
Mahyudin Al Mudra, SH., MM., dalam sambutannya mengatakan, BKPBM sebagai lembaga kajian nirlaba akan selalu menghargai para insan dan lembaga yang telah berkiprah dalam mengembangkan, mengkaji, dan menggali khazanah tradisi dan budaya Melayu. “Pemberian anugerah ini merupakan yang pertama kali dilakukan dan akan dijadikan agenda tahunan BKPBM,” ujar Pemangku BKPBM dan Pemimpin Umum MelayuOnline.com tersebut.
Untuk kategori Tokoh Melayu yang Menggali dan Mengembangkan Kearifan Lokal Melayu, terpilih nama Dr. (HC) Tenas Effendy. Kemudian diikuti H. Sulaiman, yang malam itu turut mementaskan kepiawaiannya bermain musik gambus Melayu, sebagai Penggagas Pendirian dan Pewakaf Tanah Museum Linggam Cahaya di Daik, Lingga, Kepulauan Riau. Sementara itu, untuk kategori Penggiat Dokumentasi dan Publikasi Budaya Melayu diberikan kepada Dra. Hj. Septina Primawati Rusli, MM.
Selanjutnya, Hj. Aida Zulaikha Nasution, SE., MM., ditetapkan sebagai penerima Anugerah Melayuonline 2009 dalam kategori Perempuan Melayu yang aktif Mengembangkan Kesenian dan Syair Melayu, sedangkan Prof. Dr. Ding Choo Ming masuk dalam kategori Peneliti dan Penggagas Digitalisasi Sejuta Pantun Melayu melalui www.malaycivilization.com, Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kemudian, atas keberhasilannya membangun dan mendeklarasikan Kota Tanjungpinang sebagai Kota Gurindam Negeri Pantun, BKPBM memilih Dra. Hj. Suryatati A. Manan dalam kategori Pembuat Kebijakan Pemerintah yang Berorientasi pada Pengembangan Budaya Melayu.
Sementara itu, kategori Sejarawan yang Konsisten Mengkaji Sejarah Kebudayaan Melayu disematkan kepada Yang Mulia Tuanku H. Tengku Luckman Sinar Basarshah II, SH., Sultan Pemangku Adat Kesultanan Melayu Negeri Serdang, Sumatera Utara. Dan untuk kategori Tokoh Melayu Penggerak Semangat Multikulturalisme di Kalimantan Barat, diberikan kepada H. Abang Imien Thaha, Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat periode 2007-2012. Kemudian Dr. Pudentia MPSS., ditetapkan sebagai peraih Anugerah Melayuonline 2009 dalam kategori Pelestari Tradisi Lisan Melayu.
Penerima Anugerah Melayuonline 2009 yang lain adalah Rida K. Liamsi (Tokoh Sastrawan Melayu dan Penggagas Ekonomi Kerakyatan Melayu), Sutardji Calzoum Bachri (Pembaharu Kesusastraan Melayu-Indonesia), Drs. Suryadi, MA. (Peneliti Teks Melayu Kuno), serta Harian Umum Kompas (Media yang Peduli pada Warisan Budaya).
Atas penganugerahan tersebut, Drs. Suryadi, MA., mengaku tidak pernah memperkirakan upayanya dalam meneliti teks Melayu kuno akan diapresiasi dan dihargai seperti ini. “Sama sekali tidak,” ujarnya menegaskan. Dia sendiri menilai apa yang dilakukannya selama ini memang jarang dilakukan oleh orang lain, karena di samping melelahkan juga kurang menarik bagi sebagian orang. “Saya juga sangat apresiatif dan kagum kepada Melayuonline.com dalam upayanya melestarikan dan mengembangkan budaya Melayu melalui teknologi informasi,” jelas pengajar di Universiteit Leiden, Belanda, tersebut.
Sementara itu, Dra. Hj. Suryatati A. Manan selepas penerimaan anugerah mengatakan, dirinya merasa bersyukur dan berterima kasih atas Anugerah Melayuonline 2009 yang diberikan kepadanya. “Apa yang telah saya lakukan untuk kebudayaan Melayu di Kota Tanjungpinang masih tidak seberapa,” ujarnya merendah. Namun, selaku Walikota Tanjungpinang, dia mengharapkan adanya kerjasama lebih lanjut antara BKPBM dengan Pemkot Tanjungpinang dalam mensosialisasikan dan mengembangkan budaya Melayu.
(Tasyriq Hifzhillah/brt/21/01-09)
^^
Diluncurkan pula situs www.ceritarakyatnusantara.com
sudah buka..? :okay:
Suka dengan musik melayu? buka : www.themalay.com :okay:
sekeda info, kemarin saat berkunjung ke Bilik Melayu di perpustakaan Soeman HS, ada sebuah kotak yang berisi buku melayu, tertulis disitu Balai Kajian Melayu. Mantap benar organisasi satu ini. sampai2 perpustakaan ini mengimpor buku melayu dari BKM saking lengkapnya mungkin :)
Kris18 January 22nd, 2009, 03:02 PM ^^
Iya tuh, aku juga dah pernah masuk ke bilik melayunya kemarin terakhir kesana :) mantap sangat. :okay:
Buku-buku dari BKM ini juga diekspor sampai ke luar negeri juga lhoo......:)
^^ AKu bisa unduh, kok ... hehehe :D pakai IDM
Bang,, bagi-bagi dwonk lagunya,, hehe... :D
rilham2new January 22nd, 2009, 04:43 PM ^^
Iya tuh, aku juga dah pernah masuk ke bilik melayunya kemarin terakhir kesana :) mantap sangat. :okay:
Buku-buku dari BKM ini juga diekspor sampai ke luar negeri juga lhoo......:)
Bang,, bagi-bagi dwonk lagunya,, hehe... :D
PM aja e-mail Kris ke aku, nanti aku kirim lewat e-mail :) hehe
rilham2new January 23rd, 2009, 07:07 AM Dari RIAUPOS
Dari RIAUPOS
Riau, Sumut, NAD Segera Bebas Fiskal
Selasa, 20 Januari 2009
MEDAN (RP) - Ini kabar gembira bagi warga Sumut-Aceh hingga Riau yang tergabung dalam kawasan Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMTGT) dan Singapura, Johor, dan Riau (Sijori) hingga NAD. Pasalnya, pemungutan fiskal bagi yang tak memiliki NPWP di kawasan tersebut segera dihapuskan setelah Menteri Perekonomian, Sri Mulyani menyutujuinya. Hal ini dikatakan Direktur IMTGT, Andi Rahman.
“Ada beberapa poin pengecualian pembayaran fiskal luar negeri. Salah satunya bebas fiskal kepada daerah atau kawasan yang memiliki hubungan diplomatik dan perekonomian. Poin inilah yang kita sampaikan kepada Menteri Perekonomian,” tegas Andi kepada RPG yang dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (19/1).
Andi mengatakan, pihaknya sudah bertemu dua kali dalam dua pekan kemarin dengan Menteri Perekonomian. Dalam pertemuan itu, pihaknya sudah menyampaikan permintaan bebas fiskal kawasan IMTGT yang juga masuk persyaratan bebas bayar fiskal dalam peraturan pemberlakuan fiskal saat ini. “Dalam pertemuan pada Jumat lalu dan Jumat kemarin, Menteri Perekonomian sudah memerintahkan kepada Sekretaris Menteri Perekonomian, Pak Eko untuk menyurati Dirjen Perpajakan agar mengeluarkan surat edaran bebas fiskal bagi kawasan perekonomian/diplomatik IMTGT,” bebernya.
Jika surat Menteri tersebut langsung ditanggapi Dirjen Perpajakan, kata Andi, maka mayarakat yang tinggal di kawasan IMTGT bakal bebas fiskal. “Sudah jelas sekali di dalam butir peraturan bebas fiskal tertera kalau kawasan yang memiliki hubungan diplomatik seperti IMTGT tidak dipungut fiskal. Makanya Menteri Perekomoian langsung menyurati Dirjen Perpajakan untuk segera diberlakukan bebas fiskal. Kita tunggu saja jawaban dari Dirjen Perpajakan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Unit Pelayanan Fiskal Bandara Polonia, Mulyanto mengatakan, sejak Ahad (18/1) hingga Senin (19/1), penumpang yang keluar negeri dari bandara Polonia yang membayar fiskal sebanyak 54 orang. Dari jumlah tersebut, 80 persennya adalah warga Tionghoa. “Penumpang ke luar negeri dengan membayar fiskal banyak warga Tionghoa. Mungkin karena mau merayakan Gong Xi Fat Chai,” ujarnya. Sementara itu, staf Maskapai Airasia, Anto mengaku, sejak diberlakukannnya pembayaran fiskal membuat jumlah penumpang mereka menurun 30 persen. “Kalau tahun lalu, mendekati perayaan Gong Xi Fat Chai banyak yang berangkat ke luar negeri. Tapi tahun ini sepi penumpang. Ini karena penumpang tak mau bayar fiskal karena tak punya NPWP,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, pemberlakuan NPWP dan bayar fiskal kurang disosialisasikan kepada maskapai penerbangan. “Maskapai malah menjadi korban dari pemberlakuan fiskal ini,” ujarnya.(ila/jrr)
Berita buruk : Menteri Keuangan tidak dapat menjamin 10 Provinsi yang terikat perjanjian IMT-GT akan bebas fiskal ... Kalau memang susah, ya sudah yang SIJORI saja lah yang dibebaskan fiskalnya :nuts:
Berita baik : perjuangan tidak berhenti, minta pertolongan ke Presiden :tongue2: ..
Dari RIAUTERKINI
Kamis, 22 Januari 2009 13:38
Riau Baru Bebas Fiskal Tanpa NPWP pada 2011
Kontroversi mengenai kepastian pelaksanaan fiskal di Riau masih belum final. Karena ternyata, masalah itu masih menjadi pembahasan utama di Jakarta antara Menkeu dan Direktorat Jendral Pajak. Tetapi dipastikan 2011 Riau bebas bea fiskal.
Riauterkini-PEKANBARU-Humas DJP Riau, Suprapto kepada Riauterkini memastikan bahwa seluruh wilayah Indonesia termasuk Riau dan 9 provinsi yang kerjasama IMT/IMS GT lainnya, akan bebas fiskal pada tahun 2011. Kepastian itu termaktub dalam UU no.36 tahun 2008 pasal 25 nomor 8A.
“Dalam ketentuan UU no.36 tahun 2008 disebutkan bahwa pemberlakuan bea fiskal bagi wajib pajak non NPWP akan dihapus pada 31 Desember 2010. Jadi pada tahun 2011 nanti, warga Indonesia di manapun berada, memiliki NPWP atau tidak akan bebas fiskal jika bepergian ke luar negeri,” terangnya.
Intinya, tambah Suprapto, pemberlakuan fiskal (UU no.36/2008) yang dinaikkan per-Januari 2009 lalu dari Rp 1 juta menjadi Rp 2,5 juta (transportasi udara), dan Rp 500 ribu menjadi Rp 1 juta (angkutan laut) adalah sebagai upaya bagi pemerintah untuk mendongkrak jumlah NPWP. Diharapkan dalam kurun waktu 2 tahun, akan banyak wajib pajak yang memiliki NPWP.
Terkait dengan adanya isu bebas fiskal di 10 provinsi yang terikat kerjasama IMT/IMS GT, Suprapto mencoba meluruskan permasalahan yang ada. Katanya, temen-temen wartawan yang menkonfirmasinya waktu itu salah pengertian. Karena keputusan Menkeu yang akan dikeluarkan pada Februari nanti belum dipastikan apakan mengakomodir permintaan bebas fiskal 10 provinsi tersebut atau menolaknya.
“Beberapa waktu lalu saya menyatakan bahwa masalah pemberlakuan fiskal di 10 provinsi yang terikat kerjasama dengan IMT/IMS GT masih dibahas di pusat. Keputusannya akan turun pada Februari nanti. Keputusan itu bukan berarti Menkeu setuju. Karena hingga saat ini belum jelas bagaimana keputusan mengenai permasalahan tersebut,” terangnya.
Meenanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Kadin Riau, Muhammad Herwan menyatakan bahwa pada rapat Kadin dengan Menkeu pada 13 januari lalu, Menkeu sudah memerintahkan Sekretaris-nya untuk melanjutkan ke Direktorat jendrak Pajak guna melakukan perubahan perundang-undangan. ‘Kalau memang DJP menolak melakukan perubahan perundang-undangan itu, berarti mereka melawan menteri,” katanya.
Kata Herwan, kalau memang hasil keputusan tim (Menkeu-DJP) yang membahas masalah fiskal untuk 10 perusahaan yang terikat kerjasama IMT/IMS GT menolak bebas fiskal di 10 provinsi tersebut, maka Kadin akan meneruskan ke Presiden. Karena bagaimanapun juga ratifikasi tiga negara itu ditandatangani oleh Presiden 3 negara.
“Perjanjian IMT-GT tahun 1993 ditandatangani oleh 3 pimpinan negara waktu itu. Dari Indonesia adalah Presiden Suharto, Malaysia adalah PM Mahatir Mohammad dan PM Thailand Chuan Pek Thai,” kata Herwan.***(H-we)
Kris18 January 23rd, 2009, 08:49 AM Mo lebih banyak ???
http://rilham2new.multiply.com/photos/album/64/Siak_Sri_Indrapura_Riau_-_Juni_2008
^^ Silahkan di-REPOST kemari ...
Itu gambar yang kuposting masih sedikit .... Masih banyak lagi sebenarnya, tapi berhubung aku mo nonton YOUTUBE :D ... Jadi, uploadnya ditahan dulu sampe nanti malam ajalah menjelang mo tidur :)
Kalau mau di-REPOST ... tolong pakai resolusi yang kecil saja...Jangan pake resolusi asli (1024x768) :D
Lumayan, jumlah gambar di sana, cukup buat nyundul thread ini :D hahaha ...
Sip, nih kucoba posting ya.
=================================================
KOTA SIAK SRI INDRAPURA - KABUPATEN SIAK - RIAU
Original pict from rilham2new.multiply.com
Kereeeen...! :okay: Aku terakhir kemari pas Januari 2008 lalu, jadi udah lama juga,, sekaranga mungkin udah banyak berubah ya, apalagi jalan2nya itu lhoo.. :)
Jembatan favoritku, Jembatan Tengku Agung Sulthanah Latifah
Nama Jembatan ini diambil dari nama permaisuri Sultan Syarif Kasim II, karena kecantikannya.
http://images.rilham2new.multiply.com/image/6/photos/64/600x600/1/IMG-5929.jpg?et=zTs8xNyTRGNvG7KVdfwzBw&nmid=175756743
from my flickr (Januari 2008)
Di sepanjang jalan ini dipasang tong-tong tempat buang sampah, nah itu yang memang perlu agar terwujud kebersihan sepanjang jalan menuju kota wisata ini. :okay:
http://farm4.static.flickr.com/3412/3183560651_d6929f23df.jpg?v=0
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/3/IMG-5932.jpg?et=kUJlTrVj%2BMDxaCqaV8t9pg&nmid=175756743
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/6/IMG-5934.jpg?et=Pp9sNbUxLiDst9qEA0Ki2A&nmid=175756743
Masjid Sulthan Syarif Hasyim, megah... di lokasi ini venue MTQ 2008 tingkat propinsi Riau digelar, astakanya saja bertaraf internasional.
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/7/IMG-5937.jpg?et=3uftFH99Psjk74NySIE1nQ&nmid=175756743
Jalanannya bersih yaa..! Sangat pantas jika dianugrahi Adipura :okay:
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/8/IMG-5936.jpg?et=Y%2CC%2BoRWbBE82y%2B0vLROPkA&nmid=175756743
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/9/IMG-5938.jpg?et=jlnwHyRUjjIltcIYlNSXtg&nmid=175756743
Lampu-lampu jalan di Siak Sri Indrapura memang cantik-cantik sangat ya!
jika kita berada disini seolah-olah serasa benar-benar di kota kerajaan! ( memang iya :D ) Dan kalau diperhatikan setiap jalan ornamen-ornamen lampunya berbeda-beda yaaa....
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/4/IMG-5933.jpg?et=FgQN6QrLOwzj%2BH5R4NrfMw&nmid=175756743
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/64/600x600/12/IMG-5942.jpg?et=Xlw4U4jK%2B9kKNjVoBVJWQA&nmid=175756743
BALAI LEMBAGA ADAT MELAYU RIAU KABUPATEN SIAK Balai Melayu yang termegah :okay:
http://images.rilham2new.multiply.com/image/4/photos/64/600x600/10/IMG-5939.jpg?et=YyKs0dnMK0v2se1ZBypiZA&nmid=175756743
from my flickr (Januari 2008)
http://farm4.static.flickr.com/3121/3219072643_fbc423c0fe.jpg?v=0
Wah, ternyata di kota sekecil Siak Sri Indrapura ada traffic light yang pakai sistem timer yaa :).
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/64/600x600/13/IMG-5945.jpg?et=Ce5yVjaDgBFhhamhY6h9tA&nmid=175756743
Hmm.. ternyata disini multietnis juga yaa..
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/64/600x600/14/IMG-5947.jpg?et=P4deOIYXkT7O7jt%2BtpJ%2BzA&nmid=175756743
Ini disekitar pasar..?
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/64/600x600/16/IMG-5950.jpg?et=BCPjs3hBSFRWxmDDTS%2CJbQ&nmid=175756743
Istana Asheerayah Hasyimiyah, (Istana Matahari Timur) Istana Kerajaan Siak Sri Indrapura
from my flickr
http://farm4.static.flickr.com/3453/3183562637_bdc509e23b.jpg?v=0
http://farm4.static.flickr.com/3403/3205903890_56115a96b1.jpg?v=0
Lapangan didepan Istana, ini sebenarnya masih merupakan bagian taman dari Istana, jadi taman istana itu memang benar-benar luas hingga kedepan.
http://farm4.static.flickr.com/3486/3219910434_b753b9287b.jpg?v=0
Mesjid Raya Kesultanan disampinya itu merupakan makan pahlawan nasional sekaligus sulthan terakhir kerajaan Siak, Sultan Syarif Kasim II beserta permaisuri, Tengku Agung Sulthanah Latifah dan Tengku Maharatu.
http://farm4.static.flickr.com/3334/3219064537_308f6a1e57.jpg?v=0
Sebenarnya, aku juga punya banyak koleksi gambar-gambar sudut-sudut kota Siak termasuk jalan-jalan disekitar istana, tapi gambarnya lupa aku save dari komputerku di rumah.
Tapi gambar-gambar ini sebagian besar sudah sangat mewakili, dan benar-benar menggambarkan Siak Sri Indrapura yang benar-benar cantik :cheers:
Kris18 January 23rd, 2009, 09:17 AM Dari RiauInfo.
Ugh! Kenapa tiap tahun ada musim beginian..!? :ohno:
sekarang udah mulai parah nih!
KEBAKARAN LAHAN MAKIN BERLANJUT
Status Riau Dinyatakan Siaga Satu
23 Jan 2009 09:53 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau sampai Jumat (23/1) masih terus berlanjut. Di Kabupaten Bengkalis saja diperkirakan sudah lebih 1.000 hektar lahan terbakar. Belum lama di di Dumai, Rokan Hulu, Kampar, dan Kuansing kebakaran hutan dan lahan juga marak disini.
Terkiat hal itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Riau Ir Fadrizal Ralaby menyebutkan saat ini status Riau dinyatakan Siaga Satu Karhutla. Karena itu Pemprov Riau akan membentuk tim dalam upaya mengantisipasi kebakaran tersebut sekaligus memadamkannya.
Tim akan diturunkan ke sejumlah lokasi yang saat ini sedang dilanda kebakaran. Ada dua daerah yang akan menjadi prioritas, yakni Bengkalis dan Dumai. Sebab kebakaran hutan dan lahan di kedua daerah ini paling besar sehingga perlu mendapatkan penanganan segera.
"Kita sudah sepakat status Riau Siaga Satu, dan ini penting dilakukan agar tim yang dibentuk benar-benar selalu siaga dalam menjalankan tugasnya memadamkan kebakaran," ungkap Fadrizal. Mulai Jumat (23/1) ini tim diberangkatkan ke lokasi kebakaran.
Tim itu sendiri berasal dari Dinas Kehutanan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dari Dinas Kehutanan diturunkan sebanyak enam tim, sedangkan dari Satpol PP diturunkan delapan tim, sehingga totalnya mencapai 200 orang. Mereka nantinya di lapangan juga akan dibantu oleh masyarakat setempat.
Pengerahan tim ke lokasi kebakaran tidak akan ada acara pelepasan, karena sifatnya sesegara mungkin. "Jadi tidak ada waktu lagi membuat acara pelepasan, tim akan langsung diberangkatkan ke lokasi kebakaran untuk memadamkan api," tambahnya.
Fadrizal menambahkan lagi, pihaknya sudah sudah menginvetarisir daerah-daerah yang sedang dilanda kebakaran hutan dan lahan. dari inventarisir itu diketahui ternyata bencana kebakaran ini sudah sangat parah. Kebakaran terbesar masih terjadi di Bengkalis dan Dumai.
Namun dia belum bisa memastikan berapa luas kawasan yang terbakar, karena belum mendapatkan laporan resmi dari masing-masing daerah. "Sekarang yang menjadi prioritas bagi kami adalah upaya memadamkan api agar bencana ini tidak menjalar kemana-mana," tambahnya.(ad)
rilham2new January 23rd, 2009, 04:50 PM Kris ... dah di-EDIT aja pesannya. Jangan pasang E-mail di forum umum bahaya nanti :D hehehe.
Gambar di lapangan depan istana masih banyak kok :D ... Nanti aku upload ya hehehe ...
rilham2new January 23rd, 2009, 05:34 PM Hmm.. ternyata disini multietnis juga yaa..
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/64/600x600/14/IMG-5947.jpg?et=P4deOIYXkT7O7jt%2BtpJ%2BzA&nmid=175756743
Itulah hebatnya kerajaan melayu. Kita sangat terbuka dengan perbedaan.
Kris, jangankan di Riau. Di mana ada kerajaan melayu, di situ sudah bisa dipastikan ada pecinannya. Etnis Tionghoa Siak lumayan banyak loh :). RUko2 kayu tua yang antik di Siak Sri Indrapura itu adalah bukti eksistensi etnis Tionghoa di Provinsi Riau.
Makanya Riau berkembang pesat, karena punya keterbukaan yang luar biasa dan menjunjung tinggi serta menghargai perbedaan selama ke arah2 yang positif.
Kalau mau menilik lebih lanjut keterbukan masyarakat Melayu adalah dengan dimasukkannya FESTIVAL BAKAR TONGKANG yang merupakan festival budaya Tionghoa ke dalam kalender wisata Provinsi Riau ;) .... Bahkan, kegiatan tersebut disokong oleh pemerintah :) ..
rilham2new January 24th, 2009, 04:16 AM Pabrik Biodiesel Beroperasi di Rohul
Sabtu, 24 Januari 2009
PASIRPENGARAIAN (RP)- Pabrik Biodiesel dengan kapasitas 30 ton per hari memproduksi Bahan Bakar Minyak (BBM) nabati jenis solar dari hasil pengelohaan CPO, yang dibangun di Desa Tali Kumain, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Jumat (23/1) resmi beroperasi.
Diharapkan ini dapat membantu mengatasi kekurangan BBM jenis solar.
Pabrik ini merupakan satu-satunya yang beroperasi di kabupaten/kota se-Indonesia, hasil kerja sama antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, selain dari pihak swasta.
Pernyataan tersebut diungkapkan Bupati Rohul Drs H Achmad MSi kepada Riau Pos, Jumat (23/1) usai meresmikan pengoperasian pabrik tersebut, yang merupakan sharing program dan sharing budget antara Badan Penelitian dan Pengembangan Deparetemen Energi dan Sumber Daya Mineral (Lemigas ESDM) dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu.
Dalam peresmian tersebut, hadir HRD Centre For Oil and Gas Technology Kemeterian ESDM Dr Ir Hadi Purnomo MSc, sejumlah kepala dinas, badan dan kantor dilingkungan Pemerintah Kabupaten Rohul, camat, kepala desa serta tokoh masyarakat di Kecamatan Tambusai.
‘’Beroperasinya Pabrik Biodiesel industri hilir di Rohul, merupakan satu langkah dan solusi dari pemerintah dalam menjawab anjloknya harga jual TBS kelapa sawit petani ke depan. Jika harga TBS turun, bisa dijual ke pabrik Biodiesel ini. Pabrik ini memberikan dampak positif terhadap prekonomian, kesejahteraan masyarakat dan pembukaan lapangan kerja. Kita minta semua pihak untuk ikut menjaga keberadaan pabrik ini,’’ ungkap Achmad kepada masyarakat.
Dikatakan Bupati, untuk bahan baku Biodiesel, yakni CPO di Rohul, tidak ada permasalahan. Pihaknya akan bekerja sama dengan pihak perusahaan perkebunan yang selama ini mengekspor CPO keluar. Perusahaan ini bisa menjual sebahagian hasil produksinya ke Pabrik Bio Disel yang ada di Rohul, sehingga hasil produksi minyak solar itu dapat kembali dibeli oleh pihak perusahaan, dimamfaatkan untuk BBM mobil dinas Pemda dan mesin diesel masyarakat dengan harga dibawah dari harga jual Solar di SPBU.
Ditanya kelanjutan pengelolaan pabrik tersebut, Bupati mengatakan, Pemkab Rohul akan menyerahkan pengelolaannya ke Perusda Rokan Hulu Jaya. ‘’Pemkab akan serahkan pengelolaan Pabrik Biodiesel ini ke Perusahaan Daerah Rokan Hulu Jaya, disamping melakukan koordinasi dan kerja sama dengan Kementerian ESDM. Untuk tahap awal masih di bawah pembinaan dari Lemigas ESDM, sambil melatih tenaga teknis lokal dari Pemkab Rohul,’’ jelasnya.
Di tempat terpisah, HRD Centre For Oil and Gas Technology Kementrian ESDM Hadi Purnomo menjelaskan, berdirinya Pabrik Biodiesel ini merupakan kerjasama pemerintah pusat dengan Pemkab Rohul, yang pembangunannya dibiayai melalui APBN tahun 2007.
Prospek energi alternatif dari nabati ini, sangat besar di Rohul. Imbas positifnya, selain produksi solar, dari Biodiesel ini bisa memproduksi minyak goreng, sabun, es krim, coklat dan industri lain yang bisa dikembangkan dari pengelohaan CPO.
Disinggung, kenapa Kabupaten Rohul yang pertama ditunjuk dalam pembangunan Pabrik Biodiesel? Hadi Purnomo mengungkapkan, Rohul merupakan potensi penghasil CPO yang terbesar sebagai bahan baku Biodiesel. Disamping pendekatan dengan pemerintah pusat dan pertimbangan lainnya yang dianggap layak untuk sebagai bahan percontohan pembangunan Pabrik Biodiesel di kabupaten/kota se-Indonesia.
Dijelaskannya lagi, anggaran pendirian pabrik tersebut sharing budget antara APBN dan APBD Rohul tahun 2007. Untuk sarana pendukung seperti listrik, dan pembebasan lahan seluas 4,5 hektare dari APBD Rohul. Dimana berdirinya pabrik Biodisel ini sesuai dengan Permendagri ESDM Nomor 32/2008 tentang pemanfatan bahan bakar untuk industri harus menggunakan 10 persen Biodisel dan 90 persen solar
‘’CPO lebih menguntungkan diolah menjadi Biodisel. Sebab untuk mengasilkan Biodisel 1 liter hanya memerlukan biaya pengolahan dan bahan baku sebesar Rp2.500. Sekarang harga solar di SPBU sudah mencapai Rp4.500 per liter,’’ ujarnya.(epp)
Kris18 January 24th, 2009, 05:17 AM ^^
bang Ham, makasii ya udah dikirimin :D.
==========================================
Oya ada headline baru dari RiauInfo.
Tahukah..? Berita-berita kabut asap di Pekanbaru dan seluruh daerah Riau saat ini menjadi "bulan-bulanan" media. Di berita-berita televisi, kemarin dan hari ini saya lihat di metro tv, SCTV, RCTI, TVone, seriiing sekalii.....
HEADLINE BERITA KORAN TERBITAN PEKANBARU
Kabut Asap Selimuti Kota Pekanbaru, Herman Abdullah Mulai Geram
24 Jan 2009 08:51 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Akibat maraknya pembakaran hutan dan lahan akhir-akhir ini membuat kota Pekanbaru kembali diselmuti kabut asap. Kabut asap yang terasa sangat tebal pada sore hari ini membuat Walikota Pekanbaru Herman Abdullah mulai merasa geram.
Berita ini menjadi headline Tribun Pekanbaru edisi Sabtu (24/1) berjudul "Warga Mulai Pakai Masker". Dalam berita ini Herman Abdullah mengatakan sangat jengkel dengan adanya asap kiriman ini. Makanya dia minta kepada aparat terkait untuk menindak tegas pelaku pembakar hutan dan lahan itu.
Rasa geram yang sama juga diungkapkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal terhadap para pembakaran hutan dan lahan. Dalam headline Metro Riau berjudul "Pembakar Lahan, Tangkap", Rusli menyebutkan jangan segan-segan untuk melakukan tindakan tegas terhadap oknum pembakar lahan da hutan demi kepentingan orang banyak.
Berita kebakaran hutan dan lahan juga menghiasi berita utama Riau Mandiri hari ini berjudul "Provinsi Riau Siaga Satu". Harian ini mengungkapkan bahwa Pemprov Riau telah menyatakan Riau siaga satu untuk kebakaran hutan dan lahan ini. Terkait hal itu Gubri telah meminta seluruh pihak terkait mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan ini.
Kritikan peda Gubri Rusli Zainal terhadap anggota DPR RI asal Riau yang tidak memperjuangkan kepentingan Riau di pusat terkait rendahnya DIPA yang diterima Riau menjadi berita utama Koran Riau hari ini. Berita itu berjudul "Gubri Kritik Anggota DPR Asal Riau".
Berita yang sama juga jadi headline Media Riau hari ini berjudul "Anggota DPR RI Asal Riau Dikritik Gubri". Dalam berita ini disebutkan sikap anggota DPR RI itu tidak sepatutnya dilakukan, karena tugas mereka adalah memperjuangkan kepentingan daerah yang mereka wakili.
Sementara itu berita utama Pekanbaru Pos hari ini tentang tabrakan hebat antara mobil dina Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Riau Drs Basriman dengan mobil Karimun di simpang empat Jalan Ababil, Pekanbaru. Dalam peristiwa yang tidak menelan korban jiwa ini mobil dinas Terrani itu semoat terbalik. Berita berjudul "Mobil Kadis Jungkir Balik".
Berita yang sama juga jadi headline Pekanbaru MX hari ini. Dalam beritanya disebutkan mobil Karimun yang ditabrak itu ternyata ditumpangi dua istri perwira polisi yakni istri Kasar Rekrim Polres Pelalawan dan istri Kasat Reskrim Bengkalis. Berita itu diberi judul "2 Istri Kasat Ditabrak Terano".
Presiden AS Barrack Hussein Obama memamerkan kepiawaiannya dalam bahasa Indonesia pada acara briefing dengan pejabat Deplu AS Jumat (23/1) lalu menjadi berita utama Riau Pos hari ini. Dalam berita berjudul "Obama Bicara Indonesia" disebutkan bahwa Obama mengaku pernah tinggal di Menteng Dalam, Jakarta.(Ad)
--------------------------------------------------------------------
berita liputan 6.
Kabut Asap di Riau dan Sumbar Meluas
Liputan6.com, Bengkalis: Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau meluas setelah sekitar 1.000 hektare lahan gambut ikut terbakar. Kabut asap tebal yang dipantau dari udara pada Jumat (23/1) siang, berlokasi di kawasan perbatasan Kota Dumai dengan Kabupaten Bengkalis. Meski kobaran api tidak muncul di permukaan, kebakaran menimbulkan kabut asap yang jauh lebih tebal.
Kabut asap juga begitu mudah menyebar menyusul tiupan angin kencang. Bahkan kobaran api mulai mendekati areal hutan tanaman industri, perkebunan kelapa sawit dan karet milik perusahaan dan warga setempat.
Warga kawasan Tanjung Leban, Bengkalis, berupaya memadamkan api dengan cara memblokade sebaran api agar tidak merambat ke lahan mereka. Warga sudah terbiasa melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya karena pemerintah tidak tergerak memadamkan api yang sudah terjadi tiga hari.
Meluasnya kebakaran lahan membuat kota Pekanbaru juga diselimuti kabut asap yagn cukup tebal. Hingga Jumat petang, titik api sidah mencapai 104 titik dan akan terus meningkat seiring meluasnya areal yang terbakar.
Kabut asap juga sudah menyelimuti Kota Solok, Sumatra Barat, yang muncul pada pagi dan sore hari. Meski jarak pandang masih sepanjang satu kilometer, warga khawatir kabut asap akan semakin menebal jika tidak ada upaya pemadaman yang serius dari pemerintah.(UPI/Tim Liputan 6 SCTV)
rilham2new January 24th, 2009, 08:38 AM Ohya, kris :D
Bagi aku yang haus akan video2 terbaru Kota Pekanbaru ,, malah menjadi dapat hadiah nonton video Pekanbaru diselimuti asap.
Karena dijamin masuk di LIPUTAN6.COM atau METROTVNEWS.COM
hahaha :D
Kris18 January 25th, 2009, 05:36 PM Bang Ham, itu di thread sebelah ada judul thread 100 keajaiban alam indonesia.
Kayaknya kita harus merekomendasikan Riau juga seperti Taman Nasional Danau Zamrud dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh.
Sayng juga tuh kalau taman nasional terbesar di Sumatera tengah ini tidak dalam daftar.
Karena, pas saya lihat-lihat, sepertinya belum ada.
Bagaimana..? :cheers:
rilham2new January 25th, 2009, 07:46 PM ^^ SIlahkan ...
Danau Zamrud ada gambar lengkapnya ???
Bagaimana dengan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ????
Yang ada gambarnya hanya fenomena alam BONO ... di thread ini ada kok :). Itu juga bisa dikategorikan "unik" hehe, jarang2 kan di Indonesia (apalagi Indonesia Barat) ada tsunami di atas sungai :naughty:
kalimantanku January 26th, 2009, 02:53 AM ^^ SIlahkan ...
Danau Zamrud ada gambar lengkapnya ???
Bagaimana dengan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ????
Yang ada gambarnya hanya fenomena alam BONO ... di thread ini ada kok :). Itu juga bisa dikategorikan "unik" hehe, jarang2 kan di Indonesia (apalagi Indonesia Barat) ada tsunami di atas sungai :naughty:
sumpe lo, ada tsunami di sungai???
kira di laut aja.:nuts:
--------------------
SEE U @ VISIT KALSEL 2009
Kris18 January 26th, 2009, 05:08 AM ^^ SIlahkan ...
Danau Zamrud ada gambar lengkapnya ???
Bagaimana dengan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh ????
Yang ada gambarnya hanya fenomena alam BONO ... di thread ini ada kok :). Itu juga bisa dikategorikan "unik" hehe, jarang2 kan di Indonesia (apalagi Indonesia Barat) ada tsunami di atas sungai :naughty:
^^
Iya! ide bagus tuh,, klo perlu kita posting aja semuanya, hehe :D
silakan .. kalau bang kayaknya lebih meyakinkan, hehe.. :D
rilham2new January 26th, 2009, 11:35 AM sumpe lo, ada tsunami di sungai???
kira di laut aja.:nuts:
--------------------
SEE U @ VISIT KALSEL 2009
ADA ... di Riau ada fenomena alam namanya Bono, semacam Tsunami tapi di atas sungai.
Fenomena ini lazim kok, tapi di Sungai AMazon di Brazil sana.
Soalnya muara sungai-sungai besar di Riau itu bener2 lebar kayak selat di tengah lautan. Tapi airnya tergolong payau, belum ada studi ilmiahnya sih :) hehe
rilham2new January 26th, 2009, 11:44 AM Ini gambar BONO - tsunami kecil yang terjadi di sungai-sungai besar di Riau ... kabarnya selain Sungai Kampar, Sungai Rokan di Kabupaten Rokan Hilir pun juga memiliki fenomena alam BONO ini :yes:
Bono adalah fenomena alam yang unik yang terjadi di Riau. Bono adalah semacam TSUNAMI KECIL yang terjadi di ATAS SUNGAI DI RIAU.
Dari 4 sungai besar yang mengalir di Riau dan bermuara di Selat Malaka (Rokan, Kampar, Siak, dan Indragiri) .,, Semuanya punya BONO. Tapi BONO nya ada yang besar dan ada yang kecil.
BONO paling populer ada di SUNGAI KAMPAR. Ohyaa, BONO pernah menelan korban kapal penumpang (jetfoil/ferry) tahun lalu.
Katanya sih BONO mau dijadikan objek wisata gitu, jadi kita naik kapal buat MENYAKSIKAN BONO dari dekat. Dengan kelihaian nakhoda tertentu, menunggang BONO di atas air sangat mengasyikkan. Ada yang bilang cukup seru.
Seorang aktivis WILD TIGER dalam account flickr nya juga mengemukakan betapa menegangkannya BONO itu. Mari saya bawa anda merasakannya. Btw, aktifis itu bukan orang Indonesia, tapi orang asing. Riau bisa dikatakan selain provinsi yang dipenuhi ekspatriat yang bekerja di perusahaan minyak dan perkebunan. Juga bisa dikatakan sebagai Provinsi yang dipenuhi ekspatriat yang kerjanya ngurusin PERUSAKAN ALAM DI RIAU (jadi kalau kalian liat BLOG atau gambar yang jelek2 tentang RIAU, bisa dipastikan cecunguk ini yang posting)
Riding the Bono - Fun on the Kampar tidal-bore in Sumatra
http://farm1.static.flickr.com/39/109735409_894856d957_o.jpg
On our way back up-river after a month of surveys in the jungle, we encourage our boat driver to cut up behind the biggest bono of the year (a local name for this massive tidal bore on the Kampar river, Sumatra, Indonesia)....
...We had wanted to try this for a long time, and when we heard that the tides were perfect for the biggest bono of the year, we made sure we had a boat with good engine and competent driver...
Perched right up on the crest, we estimate that we're about 4 metres higher than the water-level of the river up front. Left and right on the distant banks of the Kampar, we can see logs and trees being tossed-up into the air as the wave rips along.
We spend an enjoyable but tense hour sitting on top of the crest, as it travels slowly up the Kampar, marvelling at nature's awesome power.
Riding the Bono - On the crest
http://farm1.static.flickr.com/42/109735411_61186a14c9_o.jpg
Perched right up on the crest, we estimate that we're about 4 metres higher than the water-level of the river infront. Left and right on the distant banks of the Kampar, we can see logs and trees being tossed-up into the air as the wave rips along.
....On our way back up-river after a month of surveys in the jungle, we encourage our boat driver to cut up behind the biggest bono of the year (a local name for this massive tidal bore on the Kampar river, Sumatra, Indonesia).
We spend an enjoyable but tense hour sitting on top of the crest, as it travels slowly up the Kampar, marvelling at nature's awesome power.
Selanjutnya pusaran yang kalau nakhoda kapal gak pandai .... akan sangat membunuh anda, seperti nasih FERRY yang tenggelam tahun lalu :P ... Bono stinggi 2 METER siap menghantam anda :D
Riding the Bono - Further upriver as it breaks into swells
http://farm1.static.flickr.com/43/109735412_828d1877ca_o.jpg
After an hour the bore temporarily subsides as we reach a wide section of the river. Turning into a dangerous mass of chops and swells, we escape by cutting across to the break in the middle, and then racing on in front. Turning a wide bend in the river, we come across hundreds of fishermen in their boats, all waiting to catch the fish that have been brought miles and miles up river inside the bore's vortex.
...On our way back up-river after a month of surveys in the jungle, we encourage our boat driver to cut up behind the biggest bono of the year (a local name for this massive tidal bore on the Kampar river, Sumatra, Indonesia).
We spend an enjoyable but tense hour sitting on top of the crest, as it travels slowly up the Kampar, marvelling at nature's awesome power.
^^ Postingan dedicated to bagi sesiapun di pUlau berpenduduk padat yang gak pernah lihat Sungai Lebar (air Tawar) seperti ini di daerahnya :nocrook:
Cerita Rakyat ttg BONO silahkan cek di bawah ini
http://pikpik.wordpress.com/2008/02/27/suak-air-mengubuk-si-miskin-yang-tamak/
rilham2new January 26th, 2009, 11:46 AM Kalau musim Bono, bukan berarti pelayaran terhenti, tetap dapat berlayar, tapi nakhoda nya harus yang bijak pandai... untuk membelah BONO tersebut, soalnya hampir tiap tahun ada berita kapal ferry yang tenggelam gara2 BONO ini :D heheh
Kris18 January 26th, 2009, 01:04 PM ^^
Saya pernah baca juga dulu di warta caltex, kalau pernah suatu ketika dulu ada bono yang besar hingga mampu menggulung sebagian perkampungan di tepi sungai kampar. Dan peristiwa Bono ini sudah masuk agenda pariwisata di kabupaten Kampar. Tapi, nah itu dia, kurang publikasinya :D, sehingga banyak juga orang yang belum tahu (coba saja kalau masuk tv).
rilham2new January 26th, 2009, 01:05 PM Gambarb Perkenalan ..
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/4/IMG-5933.jpg?et=FgQN6QrLOwzj%2BH5R4NrfMw&nmid=175756743
Mo lebih banyak ???
http://rilham2new.multiply.com/photos/album/64/Siak_Sri_Indrapura_Riau_-_Juni_2008
^^ Silahkan di-REPOST kemari ...
Itu gambar yang kuposting masih sedikit .... Masih banyak lagi sebenarnya, tapi berhubung aku mo nonton YOUTUBE :D ... Jadi, uploadnya ditahan dulu sampe nanti malam ajalah menjelang mo tidur :)
Kalau mau di-REPOST ... tolong pakai resolusi yang kecil saja...Jangan pake resolusi asli (1024x768) :D
Lumayan, jumlah gambar di sana, cukup buat nyundul thread ini :D hahaha ...
Ada 20 gambar baru telah ditambahkan kesana :cheers: ...
rilham2new January 26th, 2009, 05:35 PM EDITED ..
rilham2new January 27th, 2009, 04:48 AM Riau Tunjuk 4 Lokasi Pelatnas SEA Games
Selasa, 27 Januari 2009
Laporan ELVY CHANDRA, Pekanbaru -
RIAU menunjuk empat lokasi Pelatnas SEA Games pada Desember 2009 di Laos. Keempat lokasi tersebut GOR Angkasa Badminton Centre (ABC), GOR Tribuana, Labersa dan Rindu Sepadan.
Di mana cabang olahraga yang di Pelatnaskan yakni sepaktakraw, senam, golf, angkat berat dan angkat besi.
Mengenai tempat, GOR ABC yang berlokasi di Jalan Angkasa, bakal dijadikan tempat Pelatnas sepaktakraw, GOR Tri Buana di Jalan Diponegoro untuk senam, Labersa Golf Club Kampar untuk cabang golf dan Rindu Sepadan, Minas sebagai tempat Pelatnas angkat berat dan besi. Untuk Pelatnas, KONI Pusat menetapkan dilangsungkan mulai Februari hingga enam sampai tujuh bulan ke depan.
Dipilihnya Riau sebagai salah satu tuan rumah untuk Pelatnas, setelah mengadakan pertemuan antara KONI Riau dan KONI Pusat yang diwakili oleh Wakil Ketua KONI Pusat, Hendarji Supanji sebagai di Jakarta, Selasa (20/1). Hal ini akan dimanfaatkan Riau untuk meningkatkan SDM pelatih agar banyak belajar pada pelatih-pelatih nasional nantinya.
‘’Kami berharap dengan ditunjuknya Riau sebagai tuan rumah, pelatih lokal bisa banyak belajar dari pelatih nasional yang akan melatih atlet pelatnas nantinya di Riau ini, dan sebagai tuan rumah Riau hanya menyediakan tempat latihan, akomodasi atlet dan konsumsi selama pelatnas berlangsung,’’ sebut Sekretaris Umum KONI Riau, Darmansyah.
Delapan Atlet Riau Masuk Daftar Pelatnas
Ditambahkan Darmansyah, KONI Pusat memanggil delapan atlet Riau masuk Pelatnas SEA Games 2009. Kedelapan atlet tersebut yakni Rindu Pratiwi (senam), Floren, Mila, Zulkifli (sepaktakraw), Doni Rahmadianto, Yuliandra Aulia Rizky, Igor Andrean (boling), dan Marican (petinju putri).
‘’Mereka dipanggil atas dasar prestasi gemilang yang diukir untuk Riau. Tidak ketinggalan, satu pelatih sepaktakraw yang bertangan dingin, Yusmedi, yang berhasil mempersembahkan emas bagi Riau di PON XVII juga dipanggil untuk Pelatnas yang dimulai pada awal Februari 2009.
‘’Dengan dipanggilnya putra-putri Riau untuk mengikuti Pelatnas dalam menyongsong SEA Games 2009, kita berharap mereka dapat menunjukkan keseriusan untuk berkembang menjadi atlet masa depan Riau untuk terus berprestasi,’’ harap Darmansyah.(*/hbk)
rilham2new January 27th, 2009, 05:14 AM Journey to SIAK SRI INDRAPURA - Kabupaten SIak
* Aku gak pelit, anda berhak meng-UPLOAD, mengambil gambar koleksi Siak Sri Indrapura yang ada di dalam MULTIPLY saya. Di-REPOST ke forum lain, sharing-site lain. Anda juga TIDAK PERLU mencantumkan nama saya kalau mau mempromosikan gambar tersebut. Selama tujuannya untuk memuji keberadaan dan eksistensi Riau.
* Mengambil gambar di bawah ini butuh perjuangan, bensin, dan waktu. Jadi jangan sekali-sekali gunakan gambar di bawah ini untuk menghina atau menjelek-jelekkan Riau / Kabupaten Siak. Terlebih lagi jarak pulang pergi yang saya habiskan adalah sekitar 250 km untuk sampai ke Pekanbaru saja. Dan perlu dicatat karena saya penduduk resmi DKI Jakarta, maka saya telah menghabiskan lebih dari 2000 km, untuk mengambil gambar tersebut. Bentuk penghargaan yang saya harapkan adalah dengan tidak disalahgunakan, I will never take any credit dari semua poto yang aku poto sendiri (silahkan di-REPOST, RESHARE sesuka hati...).
* DISCLAIMER : Dengan anda mengklik SAVE-AS untuk menyimpan gambar di bawah, ataupun me-LINK gambar di atas di luar website ini. ANDA DIANGGAP TELAH SETUJU DENGAN PERATURAN DI ATAS.
==========================
Kondisi jalan kota yang baru terbangun
1
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/11/IMG-5941.jpg?et=XzB0wY3m55hP655IcESzow&nmid=175756743
2
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/12/IMG-5942.jpg?et=Yh%2C3D6DdGVODWGnTj7%2CKmQ&nmid=175756743
Kondisi Jalan Kota yang lebih tua (sebenarnya sebagian juga baru terbangun paska pemekaran Kabupaten ini
1
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/13/IMG-5945.jpg?et=MT95SoZXseYa23kXFVFQoA&nmid=175756743
2 populasi kota ini sangat kecil sepertinya hanya 30-40 ribu jiwa saj
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/14/IMG-5947.jpg?et=Ytt4V3Fhk%2BJtkKPESz3bCg&nmid=175756743
3
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/15/IMG-5949.jpg?et=VgydLZz%2BWMbq%2CbEw%2CjLSWQ&nmid=175756743
4 dekat pasar
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/16/IMG-5950.jpg?et=W0g46rOP0MFA73IvU%2Cag6A&nmid=175756743
rilham2new January 27th, 2009, 05:28 AM RSUD Kabupaten Siak (bangunannya masih panjang ke samping sebenarnya)
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/18/IMG-5944.jpg?et=jlpLE5UPafeUimtAr9EgKg&nmid=175756743
Yang aku suka dari Siak Sri Indrapura adalah tempat wisatanya yang terawat, bersih, rapi, dan bebas Pedagang kaki lima dan calo-calo gak jelas :D hahahaha, bangga banget jadi orang Riau kalau ngliat gimana hebatnya PEMKAB SIAK menjaga kawasan ini :okay:
Masjid Sultan Siak ~ agak kecil memang, but NICE loh
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/64/600x600/20/IMG-5956.jpg?et=9PioQmYUOFUEESMS65S0Jw&nmid=175756743
Tempat ambil air wudhu yang bersih dan berlokasi di tepian sungai
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/64/600x600/21/IMG-5957.jpg?et=ViNo4cXEoPlUrvF4xVqtsw&nmid=175756743
Chandelier di dalam Masjid kecil ini
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/64/600x600/22/IMG-5958.jpg?et=bQx6tu%2C0D9pjP8dMD7TTmQ&nmid=175756743
rilham2new January 27th, 2009, 06:29 AM IDe TENGKU DAHRIL di bawah ini TOP banget ... Saya dukung deh :D hehehehe ...
============
Riau Fish International Restaurant, Digagas!
at 24 Januari 2009
Untuk meningkatkan produksi perikanan dan menggemarkan masyarakat makan ikan, dalam waktu dekat akan dibangun restoran bertaraf internasional. Restoran dengan menu utama ikan ini akan diberi label Riau Fish International Restaurant.
Kita targetkan 2012 nanti, saat PON XVIII digelar, rencana ini sudah bisa diwujudkan,'' ujar kepala Dinas Perikanan dan kelautan Provinsi Riau Prof Dr Tengku Dahril M.Sc.
Ia mengatakan, ide tersebut dimaksudkan agar gerakan gemar makan ikan terus dilanjutkan. Saat ini, sedang dilakukan pengkajian terhadap rencana ini yang melibatkan akademisi, kalangan dunia usaha, profesional dan kalangan industri serta praktisi.
''Kita sedang membahas rencana-rencana ke depan untuk program ini,'' ujarnya.
Rencana pembanungan Riau Fish International Restaurant merupakan konsep pembangunan industri perikanan di Riau. Diharapkan dengan deemikian, maka industri perikanan di Riau semakin baik. Makan yang disajikan di restoran ini akan diusahakan masakan Melayu. Akan tetapi masakan itu dibuat dan dikemas dalam bentuk dan kemasan internasional. Dengan demikian dapat diterima kalangan internasional.
''Ya seperti KFC-lah. Itu, kan diterima di kalangan internasional,'' ujar Guru besar yang juga kolumnis ini.
Dalam hal ini, menurutnya Pemerintah Provinsi Riau hanya membuat contohnya saja, ditambah dengan pembuatan hak paten untuk produknya. Nanti akan diusahakan pembuatan satu hingga dua restoran sebagai model dan akan diteruskan pada yang lainnya.
''Tentu nanti yang mebangunnya adalah dunia usaha. Kita hanya mendorong dan meberikan modelnya. Kita harap dunia usaha, khususnya yang bergerak di bidang rumah makan dapat merespon ini,'' ujar Dahril.
rilham2new January 27th, 2009, 04:45 PM Tembilahan streetscape - Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir
* gambar dari RIAUPOS edisi cetak 27 Januari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/49/600x600/39/Tembilahan-27Jan09.jpg?et=ZPPMETPUaqhv9gQUT4%2Bqtw&nmid=163228181
Kris18 January 30th, 2009, 04:47 PM Berita dari RiauInfo.com :cheers:
http://riauinfo.com/images/news/news8317.jpg
Dede Yusuf Merasa Yakin Riau Bakal Sukses Jadi Tuan Rumah PON
30 Jan 2009 15:45 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf yang juga artis sinetro, Jumat (30/1) melakukan peninjauan terhadap persiapan Riau sebagai tuan rumah PON XVIII yang akan digelar 2012 mendatang. Peninjauan ini dilakukan dengan mendatangi setiap venues-venues yang akan digunakan sebagai tempat pertandingan cabang-cabang olahraga dalam PON mendatang.
Saat ditemui RiauInfo usai melaksanakan sholat Jumat di Mesjid Agung Annur, Pekanbaru mengatakan persiapan yang telah dilakukan Riau sudah seperti yang diharapkan. Beberapa venues memang sudah rampung disiapkan, sedangkan beberapa venues lainnya masih dalam pengerjaan.
Dia menyebutkan selain mempersiapkan venues, Pemerintah Provinsi Riau juga sedang membangun beberapa infrastruktur pendukung. "Dari pemantauan yang saya lihat langsung, secara garis besar persiapannya sudah seperti yang diharapkan. Karena itu saya yakin seluruh persiapan sudah rampung menjelang PON digelar," ungkapnya.
Memang diakuinya, penyelenggaraan PON memang cukup lama, lebih kurang 3 tahun lagi. Namun begitu persiapan-persiapan itu harus segera dilakukan agar menjelang PON digelar seluruhnya sudah rampung. "Kita berharap PON di Riau lebih sukses dibandingkan PON Kaltim kemaren," tambahnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Gubernur Riau HM Rusli Zainal menungkapkan bahwa persiapan yang dilakukan Riau untuk penyelenggaraan PON itu sudah berjalan sejak beberapa tahun lalu. "Sampai saat ini tidak ditemukan hambatan berarti untuk mempersiapkan penyelenggaraan PON itu," jelasnya.
Dia menyebutkan persiapan PON itu tidak hanya dilakukan di Pekanbaru saja, tapi juga di kabupaten/kota lainnya. Sebab tidak seluruh cabang olahraga dipertandingkan di Pekanbaru, beberapa cabang digelar di beberapa kota/kabupaten lain, seperti di Dumai, Bengkalis, Tembilahan, dan Bangkinang.
Rusli Zainal menyebutkan, seluruh lapisan masyarakat di Riau saat ini sangat mendukung persiapan yang dilakukan Riau untuk menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar nasional ini. "Makanya kami yakin penyelenggaraan PON di Riau nantinya akan berjalan sukses," tambah dia.(ad)
Kris18 January 30th, 2009, 05:07 PM Berita dari RiauInfo lagi :)
Bank Riau Harus Bisa Jadi Agen Pembangunan
30 Jan 2009 20:26 wib
ad
JAKARTA (RiauInfo) - Bank Riau sebagai bank milik pemerintah daerah harus bisa menjadiagen pembangunan. Keberadaan Bank Riau harus bisa membantu percepatanpembangunan Riau secara keseluruhan.
Harapan itu disampaikan Wakil Gubernur Riau (Wagubri) HR Mambang Mit disela-sela acara lokakarya dengan tema "Pemberdayaan Bank Pembangunan Daerah(BPD) Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Daerah," yang berlangsung diHotel Sultan, Jakarta, kemaren.
"Kita berharap Bank Riau tidak sekedarmenjadi kasir bagi Pemda, tapi benar-benar menjadi agent of development (agenpembangunan)," harap mantan Sekdaprov Riau itu.
Bagaimana caranya? Antara lain, sebut Wagubri dengan mendukung program-programpembangunan yang ditaja pemerintah daerah. "Jadi misi Pemda itu harus bisadiwujudkan oleh BPD kalau di Riau ya Bank Riau. Misalnya kita (Pemda Riau)membuat program pembangunan kebun K2I untuk masyarakat, Bank Riau harusmendukung itu agar bisa berhasil," ulasnya.
Hal senada juga disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono yang hadirpada kesempatan itu sebagai pembicara. Sebagai bank milik daerah, BPD, tegasBoediono harus pintar-pintar membuat terobosan sesuai kebutuhan masyarakatdaerah.
"Masing-masing daerah pasti punya kekhususan. BPD harus beranimembuat kebijakan khusus yang bisa mempercepat pembangunan di daerahnya,"ujar mantan Menko Perekonomian itu.
Dalam pada itu, Dirjen Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah Prof Dr Mardiasmoyang juga hadir sebagai pembicara sempat mengkritik keberadaan BPD yang masihterkesan hanya sebagai kasir bagi Pemda. "Selama ini masih banyak BPD yang cenderung berperan sebagai "kasir" bagi Pemda," ucapnya.
Menurut Mardiasmo, dana APBN yang dikucurkan ke daerah, yang tahun 2009mencapai Rp320 triliun, hampir seluruhnya disalurkan melalui BPD masing-masingselaku bank penampung Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). "Seharusnya denganbesarnya dana Pemda yang ada di BPD, BPD bisa berperan lebih aktif dalam memacupembangunan daerah," harapnya.
Sejauh ini, kritiknya, BPD masih lebih suka menempatkan dananya di SBI dan SBN.Posisi dana BPD di SBI per Desember 2008, katanya sebesar Rp24 triliun.Sementara dana BPD di SBN per Desember 2008 sebesar Rp9,3 triliun.
"Seharusnya BPD bisa menyalurkan dana yang besar itu ke sektor riil yangbersifat pro growth, pro job dan pro poor. Dengan begitu, pembangunan danperekonomian masyarakat bisa lebih baik," demikian Mardiasmo.(ad/rls)
rilham2new January 30th, 2009, 06:35 PM ^^ BBukannya keberadaan Bank Riau selama ini memang sudah menstimulus Pembangunan di Riau. Karena Pemerintah Riau selama ini memang menggunakan Bank Riau untuk kegiatan moneter mereka secara eksklusif. Bahkan termasuk beberapa pendanaan-pendanaan proyek2.
Bank Riau itu masih menjadi Bank Daerah terbesar ke-4 di Indonesia.. hehehe
Kris18 January 30th, 2009, 06:56 PM ^^
Bang, bank Riau di peringkat 4 berdasarkan apa ya? ekonomikah?
Tahun lalu, bank Riau sempat tembus di peringkat 3 kan ? :D
rilham2new January 30th, 2009, 07:00 PM ^^ Ohh bukan, ... berdasarkan Aset kalau gak salah :D hehehe ...
Perasaan memang dari dulu di peringkat 4 deh hehehe...
Susah mau nyaingin peringkat 1,2,3 nya .. soalnya provinsi berpenduduk besar semua kalau gak salah .... sebut saja Jawa Barat, DKI , sama satu lagi lupa apa ... kayaknya sih Jawa Timur ..
Riau yang penduduknya sekitar 4-5 juta ini bisa bercokol di posisi 4 itu amazing banget, karena ada provinsi yang penduduknya masih lebih besar dari Riau tapi asetnya masih di bawah Bank Riau :D ... Gak usah jauh2 lah ... Di Sumatra aja Riau itu populasinya masih di bawah Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Lampung, dan Sumatra Utara hehehe ... Riau juga populasinya di bawah Jawa Tengah (jauh sekali beda nya), populasi Riau juga di bawah Sulawesi Selatan ... Nah loh,, keren banget kan prestasi kita hehehe ..
Aku kurang ngerti sih darimana hitung2annya.
Kris18 February 1st, 2009, 06:26 AM ^^
Wah, salut sama prestasi-prestasi bank Riau. Jadi inilah satu-satunya bank pembangunan daerah di luar pulau Jawa yang meraih rating tertinggi :).
Sebelumnya dulu, aku gak terlalu memperhatikan bank Riau, dulu, kalau soal "popularitas" ada bank dari luar daerah Riau yang mendirikan cabangnya di Pekanbaru, gak tanggung-tanggung, bank daerah orang ini lebih dari 1 cabang di Pekanbaru. Mulanya ku herannya, apa hubungannya bank pembangunan daerah negeri orang di negeri sendiri? Apa hanya sekadar menghimpun nasabah khusus dari daerah itu, atau juga ikut andil dalam membangun Riau? Dan kayaknya gak ada hubungannya sama Riau sendiri, cuma menghimpun aset dari negeri orang aja untuk membangun negerinya (kayaknya..) :D.
Oo,ternyata tidak, aku baru tahu kalau ada undang-undang yang mengatur pendirian bank. Selama syaratnya terpenuhi, bank itu bisa didirikan dimana saja.
Dan walaupun sebanyak apapun bank-bank dari luar daerah buka cabang di Riau, tetap saja Bank Riau yang peringkatnya tinggi :cheers: .
Jadi kalau begitu, siapa tahu saja, kedepannya Bank Riau bisa buka cabang di Jakarta, atau di Malaysia? :D , eh sekarang aja ATM Bank Riau sudah ada di Malaysia. Jadi masyarakat Riau atau mahasiswa-mahasiswi dari Riau bisa menarik ATm di Malaysia :cheers: . Kayak temenku tuh yang kuliah di UTM. Wuiiih..
Kris18 February 1st, 2009, 08:04 AM He, tahu ga?
saya lagi battle pict nih di myyearbook , semacam facebook/friendster gitu dengan orang luar negeri.
Dan battle pict ini ketentuannya dengan cara vote oleh user-user lain. Vote tertinggi, maka dialah pemenangnya.
Nah dia pasang pict The Royal Palace in Copenhagen :
http://lh6.ggpht.com/_ufoEgQ7MlZM/SIt6XBDaPRI/AAAAAAAACIE/PhRopxsYBCE/s720/DSC_0087.JPG
VS
Saya pasang pict : The Siak Kingdom Palace :cheer: :
http://farm4.static.flickr.com/3403/3205903890_56115a96b1.jpg
finally,
Dia yang ngajak battle duluan :horse:, dan tahukah? 100% orang-orang dari luar negeri memilih The Siak Kingdom Palace (the winner) ,vote terbanyak cihuuuuy.... :applause:.
Hahaha.... ada-ada aja permainan kayak gitu didunia maya :lol: asal bukan battle antar wajah user aja :lol: hehehe...
rilham2new February 1st, 2009, 09:51 AM ^^
Wah, salut sama prestasi-prestasi bank Riau. Jadi inilah satu-satunya bank pembangunan daerah di luar pulau Jawa yang meraih rating tertinggi :).
Sebelumnya dulu, aku gak terlalu memperhatikan bank Riau, dulu, kalau soal "popularitas" ada bank dari luar daerah Riau yang mendirikan cabangnya di Pekanbaru, gak tanggung-tanggung, bank daerah orang ini lebih dari 1 cabang di Pekanbaru. Mulanya ku herannya, apa hubungannya bank pembangunan daerah negeri orang di negeri sendiri? Apa hanya sekadar menghimpun nasabah khusus dari daerah itu, atau juga ikut andil dalam membangun Riau? Dan kayaknya gak ada hubungannya sama Riau sendiri, cuma menghimpun aset dari negeri orang aja untuk membangun negerinya (kayaknya..) :D.
Oo,ternyata tidak, aku baru tahu kalau ada undang-undang yang mengatur pendirian bank. Selama syaratnya terpenuhi, bank itu bisa didirikan dimana saja.
Bank Nagari maksudnya >??? Ya , gak masalah lah mau buka cabang dimanapun :) .... Bank DKI juga punya cabang di mana-mana, kok.
Bank Riau gak cuman punya cabang di Riau aja loh, di Provinsi Kepulauan Riau juga ada hampir di tiap Kabupaten :lol: :lol: ... hehe
Dan walaupun sebanyak apapun bank-bank dari luar daerah buka cabang di Riau, tetap saja Bank Riau yang peringkatnya tinggi :cheers: .
Sebenarnya, peringkat Bank Riau berbanding bank nasional yang beroperasi di Riau masih kecil jumlahnya, berbanding Bank Mandiri, BNI, atau BCA hehehe ....
Bank Riau ("terlihat" besar) kalau disandingkan dengan Bank-bank BUMD daerah lain :) ...
Jadi kalau begitu, siapa tahu saja, kedepannya Bank Riau bisa buka cabang di Jakarta, atau di Malaysia? :D , eh sekarang aja ATM Bank Riau sudah ada di Malaysia. Jadi masyarakat Riau atau mahasiswa-mahasiswi dari Riau bisa menarik ATm di Malaysia :cheers: . Kayak temenku tuh yang kuliah di UTM. Wuiiih..
Sebenarnya Bank Riau sendiri tidak punya cabang di Malaysia.
Tapi, Bank Riau telah menjalin kerja sama di bawah nama "MEPS" sehingga bisa mengambil uang di mana-mana ATM di Malaysia dengan logo "MEPS" hehehehe. Itu ibaratnya, kalau di Indonesia ada logo VISA, ATM BERSAMA, LINK yang kayak2 gitu. Di Malaysia ada MEPS dan BANKCARD :yes:
rilham2new February 1st, 2009, 09:54 AM He, tahu ga?
saya lagi battle pict nih di myyearbook , semacam facebook/friendster gitu dengan orang luar negeri.
Dan battle pict ini ketentuannya dengan cara vote oleh user-user lain. Vote tertinggi, maka dialah pemenangnya.
Nah dia pasang pict The Royal Palace in Copenhagen :
http://lh6.ggpht.com/_ufoEgQ7MlZM/SIt6XBDaPRI/AAAAAAAACIE/PhRopxsYBCE/s720/DSC_0087.JPG
VS
Saya pasang pict : The Siak Kingdom Palace :cheer: :
http://farm4.static.flickr.com/3403/3205903890_56115a96b1.jpg
finally,
Dia yang ngajak battle duluan :horse:, dan tahukah? 100% orang-orang dari luar negeri memilih The Siak Kingdom Palace (the winner) ,vote terbanyak cihuuuuy.... :applause:.
Hahaha.... ada-ada aja permainan kayak gitu didunia maya :lol: asal bukan battle antar wajah user aja :lol: hehehe...
Gak heran mereka milih istana Siak ... Orang2 luar pasti nyari yang beda lah hahaha ... Kalau yang kayak pilihan nomor 1, pastinya mereka dah sering liat :cheers: :D hehehe
rilham2new February 2nd, 2009, 02:25 AM ^^ Well said :)
================
pic from RIAUTERKINI
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/54/1200x1200/21/30jan09.jpg?et=3dlwu%2BKNtZgil8m7i%2CuJLg&nmid=167300271
TERBANG PERDANA: Wagubri R Mambang Mit didampingi Dirut PT. Riau Airlines (RAL) Samudra Sukardi berbincang dengan penumpang sesaat sebelum terbang perdana rute Pekanbaru-Jakarta, Jumat (30/1/09). Penerbangan sukses.
Kris18 February 2nd, 2009, 03:16 AM Gak heran mereka milih istana Siak ... Orang2 luar pasti nyari yang beda lah hahaha ... Kalau yang kayak pilihan nomor 1, pastinya mereka dah sering liat :cheers: :D hehehe
Gak juga, dari komentar yang aku baca, rata-rata mereka pada bilang nice palace atau nice picture. :banana:
Kris18 February 2nd, 2009, 03:18 AM ^^ Well said :)
================
pic from RIAUTERKINI
http://images.rilham2new.multiply.com/image/2/photos/54/1200x1200/21/30jan09.jpg?et=3dlwu%2BKNtZgil8m7i%2CuJLg&nmid=167300271
TERBANG PERDANA: Wagubri R Mambang Mit didampingi Dirut PT. Riau Airlines (RAL) Samudra Sukardi berbincang dengan penumpang sesaat sebelum terbang perdana rute Pekanbaru-Jakarta, Jumat (30/1/09). Penerbangan sukses.
Siiplah,,nanti kucoba kalau aku gak dapat pesawat lagi :D.
rilham2new February 2nd, 2009, 03:25 AM ^^ AKu juga mau coba ahh kapan2 hehehe :D
rilham2new February 2nd, 2009, 01:08 PM Senin, 2 Pebruari 2009 18:29
Minta Dukungan Pemprov dan Pusat,
Siak Bangun Highway Senilai Rp 1,6 Triliun
Pemkab Siak tahun 2009 ini memulai pembangunan jalan bebas hambatan (highway) senilai Rp 1,6 triliun. Pemrpov Riau dan pemerintah pusat diminta dukung proyek multiyears tersebut.
Riauterkini-PEKANBARU- Pemerintah Kabupaten Siak telah memutuskan akan membangun jalan bebas hambatan atau highway sepanjang 47 kilometer senilai Rp 1,6 triliun. Pembangunanya dimulai tahun ini dan akan berakhir pada 2011 mendatang. Proyek tahun jamak atau multiyears tersebut akan menghubungkan perbatasan Siak-Pekanbaru ke Kuala Gasip dan Kuala Gasip ke Siak Sri Indrapura.
Rencana pembangunan jalan bebas hambatan tersebut disampaikan Bupati Siak Arwin AS kepada wartawan usai menghadap Gubernur Riau M Rusli Zainal di kantor gubernur, Senin (2/2/09). Tujuan pertemuan tersebut dalam rangka meminta dukungan Pemprov Riau dan pemerintah pusat pada proyek strategis tersebut.
"Proyek ini sangat strategis dan penting, karena itu kami meminta Pemprov dan pusat turut memberi dukungan. Jadi tidak hanya dari APBD Siak, tetapi juga dari APBD Riau dan APBN," ujar Arwin.
Dijelaskan Arwin, pembangunan jalan tersebut akan memperlancar akses transportasi dari Pekanbaru menuju Siak, selanjutnya akan menjadi pendukung utama pengembangan kawasan industri Buton. Untuk memulai mega proyek tersebut, Arwin mengatakan pihaknya telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 180 miliar pada APBD Siak 2009 yang masih diproses pengesahannya. Anggaran akan semakin besar disediakan pada tahun 2010 dan 2011.
Arwin mengaku yakin Pemprov Riau dan pemerintah pusat akan membantu proyek tersebut. Hal itu berdasarkan pengalaman Siak membangun kawasan industri Buton. Begitu Siak menunjukkan keseriusan memulai pembangunan, pusat dan Riau langsung membantu. "Saya yakin Pemprov dan pusat akan membantu. Sekarang, kita tunjukkan keseriusan terlebih dahulu," tegasnya.
Meski demikian, lanjut Arwin, jika nantinya ternyata Pemprov Riau dan pusat memiliki pandangan lain, sehingga tidak bisa membantu proyek tersebut, Arwin bertekad akan terus menjalankan proyek tersebut. Minimal sampai fungsional. "Pokoknya Siak harus jalan terus," tegasnya lagi.***(mad)
==============
Kalau soal Pembangunan Infrastruktur Kabupaten SIak memang luar biasa hebat ...
MEGAPROYEK Jembatan Tengku Agung SUltanah Latifah yang harganya sekitar Rp 500 Miliar (tapi ada yang bilang Rp 1 T, gak tahu mana yang betul ..... ) ... Sebuah proyek Jembatan lebar 4 lajur dengan trotoar lebar .... tipe cable-stayed ... sepanjang 1.2 km ... Pernah dibangun menggunakan APBD Kabupaten mereka sendiri ... Pembangunannya lama ... dari tahun 2002, baru selesai tahun 2007 ... :D .Harusnya selesai 2005, tapi karena polemik antara PEMKOT Pekanbaru dan PEMKAB Siak atas masalah ketinggian jembatan baru bener2 selesai pada tahun 2006, pembangunannya baru diteruskan tahun 2006. Tahun 2007 proyek itu selesai dan diresmikan PRESIDEN SBY ...
Tidak hanya itu sekarang mereka lagi bangun gak hanya 1 ... tapi sekaligus 2 jembatan yang masing2 nilai proyeknya 200 Miliar rupiah ... Dan panjang masing-masing lebih dari 1 km :nuts:
Keteguhan hati mereka dalam memajukan infrastruktur Jalan Raya harus kuacungi jempol, aku udah pernah ke Kabupaten Siak ... memang sepertinya pembangunan di sana itu gak berhenti sekecil apapun itu :nuts: ... :okay:
Bahkan pusat kota mereka yang megah pun dibangun hanya dalam tahun 2003 (yang masih mirip2 perkampungan sangat kecil ...) ... mendadak jadi sebuah kota dengan avenue lebar2 ..... dan gak cuman 1 , tapi banyak :nuts: ... Itu aku lihat sendiri waktu ke Siak tahun 2008 kemaren. DAN HEBATNYA, MEREKA MASIH TERUS MEMBANGUN .... :cheers:
Hehehehe, tapi mereka memang Kabupaten Kaya. Penduduk cuman 300 ribu jiwa, tapi di sana ada kawasan eksplorasi MINAS (MINAS FIELD) sebuah ladang minyak terluas kedua di Indonesia (yang nomor 1 juga ada di Riau, tepatnya DURI FIELD) ... ladang minyak yang pertama kali beroperasi di Riau, sudah dari tahun 1940-an .. kalau tidak salah ... Prestasinya sudah pernah 5-6 Milliar barrel gitu deh ... :D
eBol February 2nd, 2009, 01:28 PM Senin, 2 Pebruari 2009 18:29
Minta Dukungan Pemprov dan Pusat,
Siak Bangun Highway Senilai Rp 1,6 Triliun
Pemkab Siak tahun 2009 ini memulai pembangunan jalan bebas hambatan (highway) senilai Rp 1,6 triliun. Pemrpov Riau dan pemerintah pusat diminta dukung proyek multiyears tersebut.
Riauterkini-PEKANBARU- Pemerintah Kabupaten Siak telah memutuskan akan membangun jalan bebas hambatan atau highway sepanjang 47 kilometer senilai Rp 1,6 triliun. Pembangunanya dimulai tahun ini dan akan berakhir pada 2011 mendatang. Proyek tahun jamak atau multiyears tersebut akan menghubungkan perbatasan Siak-Pekanbaru ke Kuala Gasip dan Kuala Gasip ke Siak Sri Indrapura.
Rencana pembangunan jalan bebas hambatan tersebut disampaikan Bupati Siak Arwin AS kepada wartawan usai menghadap Gubernur Riau M Rusli Zainal di kantor gubernur, Senin (2/2/09). Tujuan pertemuan tersebut dalam rangka meminta dukungan Pemprov Riau dan pemerintah pusat pada proyek strategis tersebut.
"Proyek ini sangat strategis dan penting, karena itu kami meminta Pemprov dan pusat turut memberi dukungan. Jadi tidak hanya dari APBD Siak, tetapi juga dari APBD Riau dan APBN," ujar Arwin.
Dijelaskan Arwin, pembangunan jalan tersebut akan memperlancar akses transportasi dari Pekanbaru menuju Siak, selanjutnya akan menjadi pendukung utama pengembangan kawasan industri Buton. Untuk memulai mega proyek tersebut, Arwin mengatakan pihaknya telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 180 miliar pada APBD Siak 2009 yang masih diproses pengesahannya. Anggaran akan semakin besar disediakan pada tahun 2010 dan 2011.
Arwin mengaku yakin Pemprov Riau dan pemerintah pusat akan membantu proyek tersebut. Hal itu berdasarkan pengalaman Siak membangun kawasan industri Buton. Begitu Siak menunjukkan keseriusan memulai pembangunan, pusat dan Riau langsung membantu. "Saya yakin Pemprov dan pusat akan membantu. Sekarang, kita tunjukkan keseriusan terlebih dahulu," tegasnya.
Meski demikian, lanjut Arwin, jika nantinya ternyata Pemprov Riau dan pusat memiliki pandangan lain, sehingga tidak bisa membantu proyek tersebut, Arwin bertekad akan terus menjalankan proyek tersebut. Minimal sampai fungsional. "Pokoknya Siak harus jalan terus," tegasnya lagi.***(mad)
==============
Kalau soal Pembangunan Infrastruktur Kabupaten SIak memang luar biasa hebat ...
MEGAPROYEK Jembatan Tengku Agung SUltanah Latifah yang harganya sekitar Rp 500 Miliar (tapi ada yang bilang Rp 1 T, gak tahu mana yang betul ..... ) ... Sebuah proyek Jembatan lebar 4 lajur dengan trotoar lebar .... tipe cable-stayed ... sepanjang 1.2 km ... Pernah dibangun menggunakan APBD Kabupaten mereka sendiri ... Pembangunannya lama ... dari tahun 2002, baru selesai tahun 2007 ... :D .Harusnya selesai 2005, tapi karena polemik antara PEMKOT Pekanbaru dan PEMKAB Siak atas masalah ketinggian jembatan baru bener2 selesai pada tahun 2006, pembangunannya baru diteruskan tahun 2006. Tahun 2007 proyek itu selesai dan diresmikan PRESIDEN SBY ...
Tidak hanya itu sekarang mereka lagi bangun gak hanya 1 ... tapi sekaligus 2 jembatan yang masing2 nilai proyeknya 200 Miliar rupiah ... Dan panjang masing-masing lebih dari 1 km :nuts:
Keteguhan hati mereka dalam memajukan infrastruktur Jalan Raya harus kuacungi jempol, aku udah pernah ke Kabupaten Siak ... memang sepertinya pembangunan di sana itu gak berhenti sekecil apapun itu :nuts: ... :okay:
Bahkan pusat kota mereka yang megah pun dibangun hanya dalam tahun 2003 (yang masih mirip2 perkampungan sangat kecil ...) ... mendadak jadi sebuah kota dengan avenue lebar2 ..... dan gak cuman 1 , tapi banyak :nuts: ... Itu aku lihat sendiri waktu ke Siak tahun 2008 kemaren. DAN HEBATNYA, MEREKA MASIH TERUS MEMBANGUN .... :cheers:
Hehehehe, tapi mereka memang Kabupaten Kaya. Penduduk cuman 300 ribu jiwa, tapi di sana ada kawasan eksplorasi MINAS (MINAS FIELD) sebuah ladang minyak terluas kedua di Indonesia (yang nomor 1 juga ada di Riau, tepatnya DURI FIELD) ... ladang minyak yang pertama kali beroperasi di Riau, sudah dari tahun 1940-an .. kalau tidak salah ... Prestasinya sudah pernah 5-6 Milliar barrel gitu deh ... :D
Siak dan Riau mantab benar :okay: ......uda mau bangun highway....
rilham2new February 2nd, 2009, 01:56 PM ^^ ADa berita lagi numpang lewat dari RIAUINFO ...
Anggaran infrastruktur Provinsi Riau itu selalu mencapai setidaknya melebihi 40% dari total APBD Provinsi :yes:
Karena selalunya, Provinsi Riau mempertahankan perimbangan APBD mereka sebagai berikut:
25% pendidikan (jauh sebelum amanat pendidikan nasional)
25% belanja aparatur (duhh, gede banget porsi nya :nuts: ) ., malu2in :nuts:
hampir 50% untuk infrastruktur dan lain-lain ,,, ini paling membanggakan :cheers:
Anggaran Multiyears 2009 Mencapai Rp2 Triliun
19 Jan 2009 20:54 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo): Untuk tahun 2009 ini Pemprov Riau berencana membuat lagi program multiyar dengan dana sekitar Rp2 triliun. Rencananya anggaran tersebut diperuntukkan bagi pembangunan indrastruktur seperti jalan dan jembatan yang saat ini masih terasa minim.
Hal itu dikatakan anggota Komisi C DPRD Riau Abubakar Siddik kepada wartawan di Pekanbaru belum lama ini. Menurut Abubakar, daerah yang akan mendapatkan program ini diutamakan bagi kabupaten/kota yang belum mendapatkan program multiyear tahun lalu, seperti Kuansing, Kampar dan Rokanhilir.
Dia mengatakan, untuk kabupaten-kabupaten itu sudah diprogramkan beberapa pembangunan yang akan menggunakan anggaran multiyears. Misalnya saja untuk Kuansing akan diusulkan pembangunan Jalan Lintas Selatan yang melewati Inhu dan Kuansing.
Panjang jalan itu totalnya 192 kilometer, dimana di wilayah Inhu sepanjang 103 kilometer dan Kuansing sepanjang 89 kilometer. Kemudian dibangun lagi ruas jalan yang menghubungkan antara Muaralembu dengan Pangkalan Indarung menuju perbatasan Sumbar, yakni Kabupaten Sawahlunto dengan panjang 70 Km.
Masih di Kabupaten Kuansing, akan dibangun pula jalan dari Simpang Sako Pangean menuju daerah Setungal sampai ke Pangkalan Kerinci. Panjang jalan ini diperkirakan lebih kurang 100 km.
Sedangkan untuk Kabupaten Kampar direncanakan untuk pelebaran jalan Pekanbaru-Bangkinang dan pembangunan jalan Lingkar Bangkinang. Kemudian untuk Rokan Hilir juga direncanakan untuk pembangunan jalan baru, dimana di ruas jalan itu ada dua jembatan.(ad)
Kris18 February 3rd, 2009, 03:19 PM Belajar dari sebuah peristiwa yang memilukan, semoga, kejadian yang terjadi di Sumatera Utara tidak terulang kembali di propinsi Riau.
Memang kalau sudah menyangkut masalah pemekaran, segala hal dan tindakan bisa terpicu dengan mudah akibat tindak provokasi dan menyebabkan anarkisme yang mengakibatkan jatuh korban.
Apalagi di Riau, masalah pemekaran masih dengan mudah menjadi isu polemik berkepanjangan. Benar juga apa yang dikatakan oleh salah satu wakil rakyat di DPR RI asal Sumut,Pak Sinambela bahwa di suatu daerah yang taruhlah belum menerima pemerataan pembangunan tidak mesti harus mendirikan struktur pemerintahan baru. Dapat jabatan baru, punya pejabat sedaerah baru, dengan jas, mobil, dan gedung mewah bukan solusi utama untuk memajukan pembangunan. Pelaksanaan pembangunan bisa saja merata jika diterapkan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal, perhatian pemerintah sebagai penyelenggara otonomi daerah, dan infrastruktur. Jika perlu buat saja jalan tol Sibolga-Medan,tutur beliau.
Apalagi untuk propinsi Riau yang sedari dulu telah dimekarkan oleh pusat dengan terbentuknya provinsi Kepulauan Riau. Belum lagi pelaksanaan pemekaran-pemekaran dalam provinsi Riau sendiri terhadap hampir seluruh kabupaten, Bengkalis sudah dimekarkan empat kali, Siak dan Pelalawan merupakan contoh daripada keberhasilan otonomi daerah di propinsi Riau.
Jadi, sejalan dengan Mendagri dan Gubernur Riau, tidak akan ada lagi pemekaran di kabupaten Bengkalis, cukuplah memberi perhatian lebih dan pelayanan pada masyarakat secara maksimal. Apalagi nanti mau dibangun jalan tol Pekanbaru-Dumai, saya rasa Mandau dan sekitarnya akan lebih cepat berkembang, bahkan kalau nanti Riau sudah dapat otsusnya, Insya Allah, Riau tak perlu lagilah buat kabupaten-kabupaten baru, jika otsusnya sukses berjalan secara luas dan merata :cheers: . Apalagi sekarang aja untuk seukuran kecamatan Mandau di Duri sudah punya mall dan hotel berbintang, lebih maju ketimbang di Kota Bengkalis sendiri bukan?
Maka dari itu disini saya tegaskan kembali bahwa saya sebagai warga Riau secara tegas dan terang MENOLAK pembentukan kabupaten Mandau! Kemungkinan besar, bukan hanya saya yang menolak, namun tidak sedikit pula.
Karena saya yakin, itu tidak akan justru selalu membawa dampak keadilan dan keberhasilan, belum tentu juga bagi warga suku sakai yang akan semakin terhimpit dan bagi masyarakat di Bengkalis sendiri jika memang kalau itu hanyalah ide akal-akalan dalam bentuk provokasi semata.
Jadi, sory-sory sajalah ya buat pak Si****** yang ingin bermaksud memecah belah kembali ranah melayu Riau sehingga berkotak-kotak dengan mengancam akan membawa pasukan anarkis sampai-sampai dari kampung bapak sendiri dan menyuruh orang-orang Duri untuk berlomba-lomba SMS di kolom pembaca koran tribun untuk menjelek-jelekkan gubernur dan orang melayu. Ikuti sajalah aturan para aparatur negara ini, secara yang mengatakan TIDAK itu adalah justru dari bapak menteri dalam negeri sendiri.
Dan saya harap kedepannya, jika masih dalam catatan betul-betul masih diperlukan dengan motivasi murni demi kesejahteraan RAKYAT RIAU, pemekaran di Riau harus dilakukan dengan benar-benar aspirasi RAKYAT RIAU, dengan car adat dan marwah kita yang santun, dan berpolitik yang santun.
Ingat, demokrasi, sebenarnya TIDAK dengan cara bebas memaki-memaki, bebas menghancurkan, apalagi sampai membunuh.! Tapi justru dilakukan dengan cara pandang yang maju dan sikap yang santun.
abijafar February 4th, 2009, 04:30 PM Ingat, demokrasi, sebenarnya TIDAK dengan cara bebas memaki-memaki, bebas menghancurkan, apalagi sampai membunuh.! Tapi justru dilakukan dengan cara pandang yang maju dan sikap yang santun.
Sebagai orang yang sering banget ke Duri dan capek deh.. dengan infrastruktur disana, saya MENDUKUNG terbentuknya kabupaten Mandau. Mandau has give a lot to Bengkalis and has little in return. Good bye Bengkalis.
Ma'af saya berbeda pendapat dengan anda.
Kris18 February 4th, 2009, 05:30 PM ^^
Tidak apa-apa, perbedaan pendapat tidak menjadi masalah, malah menambah kevariasian cara kita berasumsi :)
Kalau saya punya alasan khusus kenapa menolak, yah mungkin dari sudut pandang yg berbeda, dan pernah saya utarakan bersama bang Ilham sebelumnya disini :).
Andapun juga punya pendapat berbeda dengan sudut pandang yang lain pula :),
Yaah,, apapunlah mana yg terbaik sajalah ya :), terbaik bagi masyarakat mandau,pinggir, dan disekitarnya terbaik bagi masyarakat di Bengkalis sendiri, dan bagi masyarakat Riau juga :) . Di Riau ini terkenal dengan kesantunan, kedamaian, dan sikap toleransi sesama masyarakatnya,oleh karena itu, yg namanya cara anarkis tidak ada dikamus Riau ini.
Cuma, saya berpikir Mandau dan Pinggir pun bisa maju dari yg sebelum-belumnya, seperti yg saya kemukakan diatas, dengan catatan perhatian dari pemerintah setempat, apalagi setelah Kepulauan Meranti mendirikan struktur pemerintahan sendiri? Sudah bertambah sedikitkan wilayah Bengkalis? Seharusnya daerah-daerah yg tersisa sekarang benar-benar bisa difokus pembangunannya. Mungkin lebih fokus dari segi infrastruktur dan pelayanan terhadap masyarakat. Karena dengan kurun waktu yg sama halnya dengan Pekanbaru di Duripun mengalami perkembangan, terutama dalam segi populasi penduduk. Kalau dulu 5 tahun yang lalu jumlah penduduk Mandau dan Pinggir tidak seperti sekarang. Dengan bertambah banyaknya penduduk memang dibutuhkan perhatian yg lebih, terutama infrastruktur dan pelayanan kepada masyarakatnya :) .
Bisa saja opsi kedua dijalankan, yaitu memindahkan pusat pemerintahan ke Duri, karena wilayah Bengkalis terbanyak di daratan Sumatera sementara pulau Bengkalis akan dipersiapkan project khusus sama halnya dengan pulau Rupat. Saya sudah pernah dengar kalau soal ini, bahkan baca di warta investasi Riau. Tidak masalah menurut saya :) .
Nah, kalau soal pemekaran, saya lebih setuju jika saat ini dibentuk Kabupaten Kampar Hulu dan Kabupaten Inderagiri Hlir Utara serta Kabupaten Indragiri Hilir Selatan.
Karena saya sudah beberapakali pernah kesana dan mengalami perjalanan disana. Di Kampar Hulu, setelah Teratak Buluh lurus terus menuju Lipat Kain dan terus hingga ke perbatasan dengan kabupaten Kuantan Sengingi, ternyata wilayah Kampar masih sangat luas kedalam, belum lagi masuk ke pelosok-pelosok desanya, Denyut nadi pembangunannya masih terbilang lambat :ohno:. Kampar kiri (Lipat Kain) dan Kampar Kanan (Bangkinang) belum mempunyai akses jalan yg menghubungkan kedua daerah itu. Jadi selama ini jika ada warga Kampar Kiri yg ingin mengurus segala urusan yg berkenan dengan sipil maka harus jauh-jauh dulu menempuh perjalanan hingga sampai ke Bangkinang dengan terlebih dahulu melewati Pekanbaru :ohno:. Belum lagi desa-desanya masih banyak yg terbilang tertinggal, saya ambil contoh desa alm datuk saya di Domo,Kuntu, (setelah Lipat Kain menuju Kuansing) denyut perkembangannya masih lamban, padahal hasil alam seperti ladang dan perikanan disana berlimpah. Dulu kalau mau ke desa harus menyebrang sungai Kampar dengan rakit (bukan feri), tapi sekarang Alhamdulillah sudah ada jembatannya.
Begitupula dengan daerah Indragiri Hilir, sudah pernah saya ceritakan pengalaman saya disni bagaimana nasib daerah-daerah Inhil yg berbatasan dengan Jambi, sangat memilukan, jalan rusak parah lebih dari 10 km (lebih parah dari yg di Duri) :ohno:, infrastrukturnya sama sekali belum begitu memadai, desa-desa masih tertinggal, pelayanan masyarakat apalagi :ohno:. Padahal Inhil merupakan kampung halaman daripada gubernur kta sekarang ini. Seolah-olah tidak ada perhatian pemkab setempat selama ini :(. Wilayah Inhil sangat luas dan belum pernah dimekarkan.
Dan kita harap jika ada pemekaran di provinsi Riau bukan semata-mata karena kepentingan elit tertentu.
rilham2new February 5th, 2009, 05:15 AM Aku tidak mendukung isu pemekaran yang kental isu SARA nya ....
Jadi mulai hari ini STOP PEMEKARAN ... menghabiskan duit.
Kalau alasan pemekaran itu biasanya disparitas atau gap (jurang ekonomi) yang terlalu besar, karena biasanya kawasan baru yang dimekarkan itu ekonominya kecil. Jadi kalau pemekaran untuk memajukan ekonomi, mungkin masih logis.
Tapi kalau pemekaran yang sengaja diisukan karena kawasan itu sudah kaya raya. Itu sudah isu yang mengarah kepada "politisasi" dan "kekuasaan". Ujung2nya bakal perang saudara tuh di kawasan yang baru dimekarkan. Lihat aja betapa bar-barnya orang2 pro-pemekaran.
Contoh : Meranti sengaja dimekarkan karena memang disparitas antara Kawasan Meranti, baik dengan Mandau (PInggir), dan Bengkalis memang besar. Kalau ini yang kaya justru ingin melepas dari induknya , itu agak aneh rasanya ... Contoh lain yang saya rasa serupa adalah pembentukan Kota Tangerang Selatan, yang merupakan suburb yang penduduknya rata-rata golongan ekonomi mapan, bahkan ada township development seperti BSD City, Bintaro, Serpong yang tujuannya bener2 menengah ke atas.
Cape banget deh sama isu2 pemekaran. Kalau gitu, Riau ini dimekarkan saja sekalian jadi negara sendiri yang bebas dari Indonesia karena infrastruktur kelistrikan yang parah (karena ulah pemerintah pusat). ... Secara kasar, Abijafar mau mengatakan hal tersebut ... tapi bedanya Riau menurut Abijafar ditukar jadi "Mandau" ... dan Indonesia menurut Abijafar ditukar jadi "Bengkalis" ... Dan hebatnya kekacauan infrastruktur di Mandau yang termasuk di dalamnya JALAN NEGARA dan KELISTRIKAN PLN ditimpakan kepada Penghuni Pulau Bengkalis. Memangnya penghuni PUlau Bengkalis tidak parah infrastrukturnya ??? Bangunannya aja kali yang enak dilihat, kondisi jalan dan kelistrikan itu sih satu-sama kalau menurut aku .... Bedanya di sana ada Rumah Sakit dan Pelabuhan yang agak bagus, sama kantor pemerintahan doank.
Siapapun pasti eneg denger statement seperti itu... Aku juga bisa ngomong seperti itu kalau bicara Riau keseluruhan. Cuman, sayangnya orang cuman bakalan ketawa2 aja dengernya ... Karena menurut aku, isu pemekaran, karena kabupaten yang dimekarkan lebih potensional secara ekonomi itu hanya akan membawa kepada isu2 perebutan kekuasaan yang tidak jelas, apalagi tipikal penduduk kawasan tersebut tipikal mudah disulut emosi dan lain-lain.
Kris18 February 5th, 2009, 08:51 AM ^^
Aku setuju juga kok bang, tak usah lagilah ya Riau dimekar-mekarkan. Polemik terus nanti ngabis-ngabisin duit. Itu namanya yg ngabisin duit yg sebenarnya.
Iya, itu juga aneh, daerah yg justru kaya yg justru melepaskan diri, bayangkan, hanya 2 kecamatan saja kok. Yang lain tak mendukung. Jadi seolah-olah ini bentuk keegoisan semata saja bagi kepentingan-kepentingan tertentu.
Benar bang, saya sendiri sudah lelah dengan segala komentar-komentar orang-orang Duri,sampai-samapai dibawa ke forum-forum internet ini. Isu bawa-bawa SARA nya kental bgt dan menjelek-jelekan Bengkalis juga acap. Saya aja udah muak mendengarnya. Sudah berapa kali saya berdebat.
Bang Ilham, sekali-kali coba deh baca koran Tribun, komentar abang ini cocok dimasukkan kesana. Kapan lagi coba ada suara yg menolak karena selama ini hanya suara-suara yg mendukung tapi bentuknya provokasi saja.
Iya, aku juga berpikiran sama, seolah-olah Mandau itu Riaunya, dan Bengkalis itu Indonesianya. Lah kalau gitu kenapa gak sekalian aja ya kita mendirikan negara sendiri. Menyamakan dengan Dubaipun kita juga mampu kok, lebih dari Brunei juga bisa :D.
Tapi kita lihat saja, kalau nanti Otonomi Khusus Riau benar-benar terwujud, Insya Allah, tidak akan ada lagi yg namanya pemekaran.
rilham2new February 5th, 2009, 10:47 AM ^^ Iyaa,, aku juga tidak suka kalau isu ini terlalu di-blow-up, apalagi pake provokasi dan bawa2 SARA. Kayak orang gak beradab aja ...
Tribun Pekanbaru itu bukan bacaan yang baik bagi aku, rasanya kalau sama aku kayak semua berita di sana itu ditulis oleh orang2 yang susah dan gak pernah puas nerima keadaan.
Gagal dapat jabatan, ngadunya ke situ.
Gagal dapat proyek, ngadunya (lagi-lagi) ke situ.
Gagal bikin kabupaten, ngadunya ke situ.
Tempat untuk mengadukan kegagalan kayaknya ... hahaha ... Jadi tidak usah dipikirkan yang kurang perlu seperti itu. Aku pribadi secara bahasa aku paling suka baca RIAUINFO, ringkas sederhana, dan kritis (tapi tahu adat cara mereka kritik sangat sopan). Secara fleksibilitas dan kehangatan bahasa, aku suka RIAUINFO ...
RIAUTERKINI, sering salah ketik ... Wartawannya kadang2 masih kurang wawasan EYD nya, hehehe.. sering salah eja isitlah bahasa Inggris. Mentang2 pejabat ngomong pake istilah Inggris, langsung dimasukkan begitu saja, ke judul berita. Lain kali tolong di Translate dulu, kalau bisa untuk Judul jangan pakai Bahasa Inggris, jadi bener2 pakai bahasa Indonesia :D. TAPI WALAU BAGAIMANAPUN, RIAUTERKINi ini mirip DETIK (tapi versi lokal), keren ada Update Gambar. Paling bagus secara isi berita masih RIAUTERKINI .... Paling kenceng update nya. Sumber berita2 mantap. Secara UPDATE yang kenceng aku suka RIAUTERKINI.
RIAUPOS, paling detail, biasanya beritanya lengkap. Kalau versi cetak banyak gambarnya. Walopun E-Paper nya jarang update, hehehe.. Secara kelengkapan aku suka RIAUPOS.
Kalau media yang satu itu yang Kris sebut, jujur aku cuman pernah baca beberapa kali, itupun karena ada diagram reka kejadian kecelakaan mobil. Makanya aku penasaran, setelah baca berita2 yang lain isinya kritik2 kosong melulu, malas ahh. Jadi kalau suatu saat komen2 kurang penting yang kadang gak punya adat itu tetep dimasukin di berita mereka, supaya ada unsur kontroversi. tapi hati2 kebanyakan main2 kontroversi, ntar korannya kerasa kosong dan gak informatif ;)/
fajarmuhasan February 5th, 2009, 10:58 AM Paling gak sreg ama namanya pemekaran wilayah....gw masih sangat mendukung indonesia cuma 27 propinsi....udah gw hapalin sejak SD (hiksss dulu ada timtim), Skrg entah berapa propinsi dah gak hapal, apalagi nama ibukotanya.
Makin banyak pemekaran akan membuat pengelurana negara makin boros. Contoh simpel dulunya cuma menggaji gubernur 27 org skrg jadi 30 lebih, belum lagi DPRD, Kapolda, Sekda, Pengadilan Tinggi, Kejaksaan Tinggi, dll...............otomatis kabupaten juga nambah...nambah bupati dan perangkatnya, dst............males banget dech....
Kalo cuma pemerataan jalan keluarnya bukan dg pemekaran tapi pengawasan yg bagus dan SDM-nya juga bagus. Akan hebat jika seorang gubernur atau bupati yg mempunyai wilayah sangat luas tapi bisa melakukan pembangunan secara merata..........tapi jika wilayahnya kecil...apa hebatnya jika bisa membangun wong yg diurusin juga dikit.
rilham2new February 5th, 2009, 11:05 AM Sekarang Kris tahu, kan kenapa sepanjang sejarah aku di SSC, aku jarang banget, bahkan mungkin hanya 1-2 kali aja aku mengutip berita dari Media Tr*b*n ..
=========
Nih contoh berita dari RIAUPOS, Bahasa RiauPos itu adem ayem. Kalau negatif, maka memang negatif. Tapi kalau positif yaa memang positif.
Nih contoh berita bermanfaat dari RIAUPOS ..
2010, Bantuan PON Riau Masuk APBN
Kamis, 05 Pebruari 2009
PEKANBARU (RP)- Kepala Bappeda Provinsi Riau Emrizal Pakis memastikan bahwa dukungan pelaksanaan PON Riau 2012 dari Pemerintah pusat baru akan direalisasikan tahun depan atau maksimal dua tahun sebelum pelaksanaan PON XVIII.
Dukungan anggaran ini, tidak saja untuk pembangunan venue namun juga infrastruktur pendukung seperti listrik, air bersih dan asrama bagi atlet.
Hal ini terungkap ketika Komisi A DPRD Riau menggelar rapat dengar pendapat (hearing) dengan Pemprov Riau yang membahas persiapan pelaksanaan PON XVIII tahun 2012, Rabu (4/2) di gedung DPRD Riau.
Rapat dengar pendapat yang berlangsung hampir 2 jam di ruang medium DPRD Riau itu, dipimpin Ketua Komisi A Yuherman Yusuf dan dihadiri Wakil Ketua Komisi Yudha Bakti, sekretaris komisi Hotman E Manurung dan dua anggota masing-masing Rusli Effendi dan Hasyim Aliwa. Sementara Pemprov dipimpin Plt Sekdaprov Riau H Wan Syamsir Yus, Kepala Bappeda Emrizal Pakis, Staf Ahli Bidang Ekonomi, dan Teguh Indarmadji.
Ada tiga substansi yang disampaikan Pemprov dalam pertemuan tersebut, yakni tentang dukungan pusat, dukungan kabupaten/kota serta dukungan pihak ketiga dalam pelaksanaan PON ini. ‘’Dukungan dari pusat untuk pelaksanaan PON ini, baru mereka anggarkan 2 tahun sebelum penyelenggaraan PON, paling tidak pada tahun 2010 atau 2011 nanti baru ada dukungan dari pusat,’’ kata Emrizal.
Untuk perumahan, Pemprov sudah melakukan koordinasi dengan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), dimana saat ini sudah mulai dibangun rumah susun yang akan dijadikan tempat perumahan atlit. Sementara air bersih yang akan diambil dari wilayah Pekanbaru Selatan direncanakan juga akan dimulai pembangunannya pada 2010.(wws)
rilham2new February 6th, 2009, 05:28 AM Senin, 2 Pebruari 2009 18:29
Minta Dukungan Pemprov dan Pusat,
Siak Bangun Highway Senilai Rp 1,6 Triliun
Pemkab Siak tahun 2009 ini memulai pembangunan jalan bebas hambatan (highway) senilai Rp 1,6 triliun. Pemrpov Riau dan pemerintah pusat diminta dukung proyek multiyears tersebut.
Riauterkini-PEKANBARU- Pemerintah Kabupaten Siak telah memutuskan akan membangun jalan bebas hambatan atau highway sepanjang 47 kilometer senilai Rp 1,6 triliun. Pembangunanya dimulai tahun ini dan akan berakhir pada 2011 mendatang. Proyek tahun jamak atau multiyears tersebut akan menghubungkan perbatasan Siak-Pekanbaru ke Kuala Gasip dan Kuala Gasip ke Siak Sri Indrapura.
Rencana pembangunan jalan bebas hambatan tersebut disampaikan Bupati Siak Arwin AS kepada wartawan usai menghadap Gubernur Riau M Rusli Zainal di kantor gubernur, Senin (2/2/09). Tujuan pertemuan tersebut dalam rangka meminta dukungan Pemprov Riau dan pemerintah pusat pada proyek strategis tersebut.
"Proyek ini sangat strategis dan penting, karena itu kami meminta Pemprov dan pusat turut memberi dukungan. Jadi tidak hanya dari APBD Siak, tetapi juga dari APBD Riau dan APBN," ujar Arwin.
Dijelaskan Arwin, pembangunan jalan tersebut akan memperlancar akses transportasi dari Pekanbaru menuju Siak, selanjutnya akan menjadi pendukung utama pengembangan kawasan industri Buton. Untuk memulai mega proyek tersebut, Arwin mengatakan pihaknya telah mengusulkan anggaran sebesar Rp 180 miliar pada APBD Siak 2009 yang masih diproses pengesahannya. Anggaran akan semakin besar disediakan pada tahun 2010 dan 2011.
Arwin mengaku yakin Pemprov Riau dan pemerintah pusat akan membantu proyek tersebut. Hal itu berdasarkan pengalaman Siak membangun kawasan industri Buton. Begitu Siak menunjukkan keseriusan memulai pembangunan, pusat dan Riau langsung membantu. "Saya yakin Pemprov dan pusat akan membantu. Sekarang, kita tunjukkan keseriusan terlebih dahulu," tegasnya.
Meski demikian, lanjut Arwin, jika nantinya ternyata Pemprov Riau dan pusat memiliki pandangan lain, sehingga tidak bisa membantu proyek tersebut, Arwin bertekad akan terus menjalankan proyek tersebut. Minimal sampai fungsional. "Pokoknya Siak harus jalan terus," tegasnya lagi.***(mad)
==============
Kalau soal Pembangunan Infrastruktur Kabupaten SIak memang luar biasa hebat ...
MEGAPROYEK Jembatan Tengku Agung SUltanah Latifah yang harganya sekitar Rp 500 Miliar (tapi ada yang bilang Rp 1 T, gak tahu mana yang betul ..... ) ... Sebuah proyek Jembatan lebar 4 lajur dengan trotoar lebar .... tipe cable-stayed ... sepanjang 1.2 km ... Pernah dibangun menggunakan APBD Kabupaten mereka sendiri ... Pembangunannya lama ... dari tahun 2002, baru selesai tahun 2007 ... :D .Harusnya selesai 2005, tapi karena polemik antara PEMKOT Pekanbaru dan PEMKAB Siak atas masalah ketinggian jembatan baru bener2 selesai pada tahun 2006, pembangunannya baru diteruskan tahun 2006. Tahun 2007 proyek itu selesai dan diresmikan PRESIDEN SBY ...
Tidak hanya itu sekarang mereka lagi bangun gak hanya 1 ... tapi sekaligus 2 jembatan yang masing2 nilai proyeknya 200 Miliar rupiah ... Dan panjang masing-masing lebih dari 1 km :nuts:
Keteguhan hati mereka dalam memajukan infrastruktur Jalan Raya harus kuacungi jempol, aku udah pernah ke Kabupaten Siak ... memang sepertinya pembangunan di sana itu gak berhenti sekecil apapun itu :nuts: ... :okay:
Bahkan pusat kota mereka yang megah pun dibangun hanya dalam tahun 2003 (yang masih mirip2 perkampungan sangat kecil ...) ... mendadak jadi sebuah kota dengan avenue lebar2 ..... dan gak cuman 1 , tapi banyak :nuts: ... Itu aku lihat sendiri waktu ke Siak tahun 2008 kemaren. DAN HEBATNYA, MEREKA MASIH TERUS MEMBANGUN .... :cheers:
Hehehehe, tapi mereka memang Kabupaten Kaya. Penduduk cuman 300 ribu jiwa, tapi di sana ada kawasan eksplorasi MINAS (MINAS FIELD) sebuah ladang minyak terluas kedua di Indonesia (yang nomor 1 juga ada di Riau, tepatnya DURI FIELD) ... ladang minyak yang pertama kali beroperasi di Riau, sudah dari tahun 1940-an .. kalau tidak salah ... Prestasinya sudah pernah 5-6 Milliar barrel gitu deh ... :D
Dari RIAUPOS
Empat Perusahaan Dukung Highway
Kamis, 05 Pebruari 2009
Laporan Abu Kasim, Siak
EMPAT perusahaan yang ada di Kabupaten Siak masing-masing PT Arara Abadi (AA), PT Kimia Tirta Utama (KTU), PT Aneka Inti Persada (AIP) dan PTPN-V mendukung pembangunan jalan highway.
Apalagi pembangunannya akan memakai lahan ke empat perusahaan ini, sehingga dukungan itu dapat menjadi dasar yang kuat bagi pemerintah terhadap keseriusan membangun jalan bebas hambatan tersebut.
Dukungang perusahaan ini terungkap dalam hearing bersama tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Siak terhadap Rancangan Peraturan daerah (Ranperda) multiyears di DPRD Siak yang dihadiri masing-masing perwakilan perusahaan, di antaranya dari PTPN-V dihadiri Ir H Helmi Harahap, PT KTU dihadiri T Nainggolan, dari PT AIP dihadiri Hj Sumiati S dan dari PT AA dihadiri Nazaruddin.
Hearing yang dipimpin oleh Ketua Panusus Ranperda Multiyears H Abdul Muis SPdi bersama anggotanya, berlangsung selama dua jam. Setelah masing-masing memberikan argumen akhirnya disepaki dalam sebuah berita acara yang ditanda tangani masing-masing perwakilan perusahaan. Hanya saja dalam penandatanganan dukungan terhadap pembangunan jalan highway ini, hanya PT AA dan PTPN-V yang mendandatangani dukungan tersebut. Sedangkan dua perusahaan lainya masih menunggu untuk berkoordinasi dengan pimpinan perusahaan.
‘’Pada dasarnya keempat perusahaan sudah sutuju dan mendukung sepenuhnya pembangunan jalan highway. Dukungan ini dituangkan dalam sebuah berita acara sebagai bukti tertulis atas dukungan perusahaan kepada pemerintah,’’ ujar Abdul Muis kepada Riau Pos, Rabu (4/2) di DPRD Siak.
Dalam berita acara dukungan pemanfaatan lahan untuk program pembangunan jalan highway, disepakati perusahaan menyatakan mendukung rencana pembebasan lahan, sepanjang segala ketentuan dan undang-undang yang berlaku dipatuhi serta memberhatikan semua usulan dan masukan yang disampaikan pada saat hearing.
Dikatakan Muis, dalam pertemuan itu semua perusahaan hadir dan pada prinsipnya dukungan perusahaan ini sangat diperluka, karena pembangunan jalan highway ini melintasi lahan perusahaan dan ini juga komitmen perusahaan dalam pembangunan jalan highway. Sehingga pembangunannya nanti tidak ada kendala lagi, karena persoalan seperti ini selalu timbul jika tidak dilakukan secara tegas sebelum pembangunannya dilakukan di lapangan.
Menurutnya, pembahasan Perda multiyears ini tidak beberapa tahapan lagi, makanya langkah demi langkah dalam pembahasan ini terus dilakukan. Karena peruturan daerah ini akan sangat mempengaruhi kebijakan dalam pembangunannya nanti dan pembahasan ini akan dilakukan dengan cermat serta memperhatikan aspek-aspek hukum yang berlaku.(rnl)
Kris18 February 7th, 2009, 12:33 AM Kampar ISLAMIC CENTER Construction Update - BANGKINANG - Kabupaten Kampar
*c/o CUNGKRINK
1
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG-0330.jpg
2
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG-0314.jpg
3
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG-0343.jpg
Ada lanjutannya :)
Original from => Friendster: "Kampar Riau"
KOMPLEKS ISLAMIC CENTER KABUPATEN KAMPAR - BANGKINANG - KABUPATEN KAMPAR
1
http://farm4.static.flickr.com/3429/3258349463_c8e741ef57_o.jpg
2
http://farm4.static.flickr.com/3335/3259212186_d6720435f0_o.jpg
3
http://farm4.static.flickr.com/3301/3258381657_0139cfc240_o.jpg
4
http://farm4.static.flickr.com/3299/3259205170_df6fb497fc_o.jpg
5
http://farm4.static.flickr.com/3444/3259205158_6cebb299e1_o.jpg
6
http://farm4.static.flickr.com/3429/3259212668_463947eeea_o.jpg
7
http://farm4.static.flickr.com/3093/3258365809_bf99fb86c6_o.jpg
8
http://farm4.static.flickr.com/3080/3258363569_acd17dc8c7_o.jpg
9
http://farm4.static.flickr.com/3101/3259186166_2c061e216d_o.jpg
10 Tampak dari jauh (lapangan stadion bola)
http://farm4.static.flickr.com/3406/3259205168_f69902369c_o.jpg
11
http://farm4.static.flickr.com/3079/3259205166_bd28451b54_o.jpg
12
http://farm4.static.flickr.com/3255/3258367357_fbb83d9740_o.jpg
rilham2new February 7th, 2009, 04:56 AM ^^ Tau gak di mana lokasi pastinya ??? Apakah di dekat STANUM ??
rilham2new February 7th, 2009, 05:02 AM Gubri Dukung Pembangunan Jalan Lingkar Bangkinang
Sabtu, 07 Pebruari 2009
PEKANBARU (RP)- Gubernur HM Rusli Zainal SE MP bersama Bupati Kampar, Jumat (6/2) meninjau pembangunan jalan lingkar Kota Bangkinang sepanjang 15,20 kilometer.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar sendiri mengharapkan dukungan dana dari Pemprov Riau untuk penyelesaian pembangunan jalan ini, khususnya pengaspalan.
Gubri sangat mendukung pembangunan sarana infrastruktur seperti ini, sehingga dengan demikian akan bisa membuka keterisoliran daerah-daerah yang ada. Karenanya, Pemprov akan memberikan dukungan nantinya.
‘’Ini langkah yang tepat. Pemprov akan memberikan dukungan. Pembangunan infrastruktur ini harus dilakukan oleh semua kabupaten/kota di Riau sehingga daerah-daerah terisolir bisa dibuka keterisolirannya, dan desa-desa itu akan menjadi pusat pertumbuhan daerah baru,’’ ujar gubernur.
Bupati Kampar Burhanuddin Husin disela-sela peninjauan mengatakan, dukungan dari Pemprov sangat diperlukan. Dukungan dana yang diperlukan dirasakan tidak terlalu besar, karena Pemprov diminta hanya mengaspal jalan sepanjang enam kilometer saja, sisanya akan diselesaikan oleh Kabupaten Kampar.
‘’Bagi Kampar jalan ini sangat penting, sebab ke depan bus-bus tidak diperkenankan lagi lewat jalan kota. Dengan demikian, jalan dalam kota tidak rusak. Dukungan dari Pemprov sangat kami perlukan,’’ tuturnya.
Dalam peninjauan itu, gubernur juga sempat meninjau pembangunan Kampus Politeknik Kampar. Pembangunan kampus ini dilakukan dengan sistem sharing budget, antara pemerintah pusat, pemprov dan Pemkab Kampar. Tahun 2009 ini pemerintah pusat mengucurkan dana Rp60 miliar.
‘’Total anggaran pembangunannya diperkirakan mencapai Rp100 miliar, dari pemerintah pusat sudah mengucurkan dana Rp60 miliar, hanya saja dari Pemprov baru Rp4 miliar. Kita berharap ke depan ditambah lagi,’’ ujar bupati.(gem)
Kris18 February 7th, 2009, 05:26 AM ^^ Tau gak di mana lokasi pastinya ??? Apakah di dekat STANUM ??
^^
O.. bukan, ini lokasinya persis di pinggir jalan kota Bangkinang (maaf saya lupa :p),, jalan akses dari Pekanbaru itu lho kalau kita ke Bangkinang. Jadi, jika ada pejalan dari Pekanbaru atau dari Sumbar yg menuju ke Pekanbaru akan langsung melihat sendiri dengan mata telanjang sambil berdecak kagum :D. Jadi sangat strategis nih lokasinya, bisa dilihat oleh semua orang.
Bagus khan masjidnya :cheers:?
rilham2new February 7th, 2009, 05:49 AM ^^
O.. bukan, ini lokasinya persis di pinggir jalan kota Bangkinang (maaf saya lupa :p),, jalan akses dari Pekanbaru itu lho kalau kita ke Bangkinang. Jadi, jika ada pejalan dari Pekanbaru atau dari Sumbar yg menuju ke Pekanbaru akan langsung melihat sendiri dengan mata telanjang sambil berdecak kagum :D. Jadi sangat strategis nih lokasinya, bisa dilihat oleh semua orang.
Bagus khan masjidnya :cheers:?
Bagus :D
Tapi lokasi pastinya di mana ... apakah di Ruas RantuBerangin - Bangkinang, ataukah dari Pekanbaru-Bangkinang ???
Kalau dari Pekanbaru-Bangkinang, apakah selepas Kuok atau AirTiris ??? Terakhir kali pul-kam ke PasirPengaraian itu udah dari tahun 2005-2006, jadi sudah 3 tahun berlalu. Seingat aku tidak ada pembangunan Islamic Center yang terlihat ketika itu.
Satu2nya Masjid yang aku ingat (Dan selalu jadi tempat persinggahan) adalah masjid yang ada di dalam kawasan militer gitu. di mana, semua mobil wajib menurunkan kecepatan jadi sekitar 40 km/jam saja kalau lewat kawasan mereka :D hehehe ...
rilham2new February 7th, 2009, 05:53 AM Peringatan IMLEK di Kota Selatpanjang (kota kecamatan, calon ibukota Kabupaten baru, MERANTI :D )
* gambar dari RIAUNEWS
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/54/1200x1200/26/imlek020209.jpg?et=G5wqACaTuAxdN6jPIfkAGA&nmid=167300271
Kris18 February 7th, 2009, 07:22 AM Bagus :D
Tapi lokasi pastinya di mana ... apakah di Ruas RantuBerangin - Bangkinang, ataukah dari Pekanbaru-Bangkinang ???
Kalau dari Pekanbaru-Bangkinang, apakah selepas Kuok atau AirTiris ??? Terakhir kali pul-kam ke PasirPengaraian itu udah dari tahun 2005-2006, jadi sudah 3 tahun berlalu. Seingat aku tidak ada pembangunan Islamic Center yang terlihat ketika itu.
Satu2nya Masjid yang aku ingat (Dan selalu jadi tempat persinggahan) adalah masjid yang ada di dalam kawasan militer gitu. di mana, semua mobil wajib menurunkan kecepatan jadi sekitar 40 km/jam saja kalau lewat kawasan mereka :D hehehe ...
Masjid Islamic Center ini lokasinya berseblahan dengan masjid raya Bangkinang, maksudnya satu deret pas ditengah-tengah kota Bangkinang nah ini tau khan apa nama jalannya? :D Yup! nama jalannya Prof. M.Yamin,,, pokoknya jalan pas kita masuk kota Bangkinang kalau kita dari Pekanbaru itu lhoo..
Islamic Center ini dibangun diatas lahan ±1,5 ha, bangunan megah ini menghabiskan ±2 kali APBD Kampar.
Dan Membuat mantan gubernur DKI Jakarta Bapak Sutiyoso sampai terkagum-kagum ketika mengunjungi Bangkinang, selengkapnya di :
http://www.detikriau.com/index.php?option=com_content&task=view&id=937&Itemid=2
Selengkapnya info tentang masjid ini di : http://wendy-kampar.blogspot.com/2009/01/islamic-centre-bangkinang-icb_07.html
Oya, nama Masjid Islamic Center yang menjadi ikon baru kota Bangkinang ini bernama :
MASJID AL-IKHSAN MARKAZ ISLAMIC
rilham2new February 7th, 2009, 07:33 AM ^^ Di tepi Jalan Lintas Sumatra-nya, kah ??? Aku gak hapal nama jalan2 di Bangkinang :D
Tapi, kayaknya kalau sewaktu-waktu aku pergi ke sana, sepertinya aku bisa cari jalannya :D hehehe
Kris18 February 7th, 2009, 07:51 AM ^^
Iya, di tepi jalan itu,nih ya aku beri gambarannya :D, setelah masjid raya Bangkinang, sebelum stadion, jauh sebelum koramil dan jembatan rantau berangin. Pokoknya kalau kita dari Pekanbaru masuk Bangkinang, udah deh langsung nemu di tepi jalan sebelah kiri :cheers:.
lancang_kuning February 7th, 2009, 01:41 PM ^^ intinya pas sekali di pusat kotanya kak :D
rilham2new February 8th, 2009, 01:53 PM Selain dari Islamic Center ...
di sana juga diresmikan beberapa proyek baru senilai Rp 290 miliar :)
======== Dari RIAUTERKINI ======
Jum’at, 6 Pebruari 2009 15:55
Kantor Bupati dan DPRD Diresmikan di Hari Jadi Kampar ke-59
Kabupaten Kampar genap berusia 59 tahun. Pada hari jadinya tersebut ada kado istimewa, berupa peresmian komplek kantor bupati dan DPRD oleh Gubri M Rusli Zainal.
Riauterkini-BANGKINANG- Gubernur Riau M Rusli Zainal meresmikan penggunaan komplek perkantoran bupati dan DPRD Kampar di Bangkinang, Jumat (6/2/09). Peresmian tersebut merupakan rangkaian dari peringatan hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Kampar ke-59 yang dipusatkan di komplek perkantoran megah tersebut. Hadir dalamr kegiatan tahunan tersebut sejumlah kepala daerah, seperti pelaksana tugas (Plt) Bupati Pelalawan Rustam Effendi. Hadir juga Wakil Ketua DPRD Riau Juharman Arifin dan sejumlah undangan penting lainnya.
Rangkaian peringatan HUT Kampar ke-59 diawali dengan upacara yang dipimpin gubernur di halaman dalam kantor bupati, selanjutnya dilakukan rapat paripurna DPRD Kampar. Lokasi kantor bupati dan gedung DPRD yang berdekatan memudahkan acara bisa dipindah-pindah dalam waktu yang singkat.
Dalam amanah yang disampaikan dalam upacara tersebut, gubernur mengatakan bahwa keberhasilan Kampar mencapai kondisi maju seperti sekarang ini tak lepas dari kondusifnya situasi politik dan keamanan daerah tersebut, karena itu gubernur berpesan agar semua komponen masyarakat Kampar terus memelihara kondisi tersebut, agar proses pembangunan bisa terus berkelanjutan.
"Tanpa adanya persatuan dan sikap saling menghormati, mustahil bisa tercipta situasi yang aman. Padahal, tanpa keamanan proses pembangunan tidak bisa dilakukan," tutur gubernur.
Sementara itu Bupati Kampar Burhanuddin Husin mengatakan, bahwa meskipun merupakna kabupaten tertua di Riau, namun dibandingkan daerah lain, Kampar masih perlu bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. "Disamping kami mensyukuri atas pencapaian kemajuan yang ada, namun kami juga harus tetap bekerja keras dalam rangka mengejar ketertinggalan dibandingkan daerah lain," tuturnya.
Sebagai data tambahan, kantor bupati dan DPRD Kampar yang diresmikan penggunaannya tersebut merupakan hasil proyek tahun jamak atau multiyears di era Bupati Jefri Noer. Selain kedua kantor tersebut ada tiga proyek lain yang merupakan satu paket, yakni pembangunan Islamic Centre dan dua jembatan. Total anggaran yang digunakan Rp 290 miliar.***(mad)
lancang_kuning February 8th, 2009, 03:25 PM Selain dari Islamic Center ...
di sana juga diresmikan beberapa proyek baru senilai Rp 290 miliar :)
======== Dari RIAUTERKINI ======
Jum’at, 6 Pebruari 2009 15:55
Kantor Bupati dan DPRD Diresmikan di Hari Jadi Kampar ke-59
Kabupaten Kampar genap berusia 59 tahun. Pada hari jadinya tersebut ada kado istimewa, berupa peresmian komplek kantor bupati dan DPRD oleh Gubri M Rusli Zainal.
Riauterkini-BANGKINANG- Gubernur Riau M Rusli Zainal meresmikan penggunaan komplek perkantoran bupati dan DPRD Kampar di Bangkinang, Jumat (6/2/09). Peresmian tersebut merupakan rangkaian dari peringatan hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Kampar ke-59 yang dipusatkan di komplek perkantoran megah tersebut. Hadir dalamr kegiatan tahunan tersebut sejumlah kepala daerah, seperti pelaksana tugas (Plt) Bupati Pelalawan Rustam Effendi. Hadir juga Wakil Ketua DPRD Riau Juharman Arifin dan sejumlah undangan penting lainnya.
Rangkaian peringatan HUT Kampar ke-59 diawali dengan upacara yang dipimpin gubernur di halaman dalam kantor bupati, selanjutnya dilakukan rapat paripurna DPRD Kampar. Lokasi kantor bupati dan gedung DPRD yang berdekatan memudahkan acara bisa dipindah-pindah dalam waktu yang singkat.
Dalam amanah yang disampaikan dalam upacara tersebut, gubernur mengatakan bahwa keberhasilan Kampar mencapai kondisi maju seperti sekarang ini tak lepas dari kondusifnya situasi politik dan keamanan daerah tersebut, karena itu gubernur berpesan agar semua komponen masyarakat Kampar terus memelihara kondisi tersebut, agar proses pembangunan bisa terus berkelanjutan.
"Tanpa adanya persatuan dan sikap saling menghormati, mustahil bisa tercipta situasi yang aman. Padahal, tanpa keamanan proses pembangunan tidak bisa dilakukan," tutur gubernur.
Sementara itu Bupati Kampar Burhanuddin Husin mengatakan, bahwa meskipun merupakna kabupaten tertua di Riau, namun dibandingkan daerah lain, Kampar masih perlu bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. "Disamping kami mensyukuri atas pencapaian kemajuan yang ada, namun kami juga harus tetap bekerja keras dalam rangka mengejar ketertinggalan dibandingkan daerah lain," tuturnya.
Sebagai data tambahan, kantor bupati dan DPRD Kampar yang diresmikan penggunaannya tersebut merupakan hasil proyek tahun jamak atau multiyears di era Bupati Jefri Noer. Selain kedua kantor tersebut ada tiga proyek lain yang merupakan satu paket, yakni pembangunan Islamic Centre dan dua jembatan. Total anggaran yang digunakan Rp 290 miliar.***(mad)
credit to RiauTerkini.com
http://farm4.static.flickr.com/3376/3263347472_e0d4cc7094.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3466/3263347724_6c033bf04e.jpg
------------------------
megah juga ya, jadi pengen lihat keseluruhannya :)
Kris18 February 8th, 2009, 04:18 PM ^^
Iii..... cantiik kaliiii........ :shocked: Bangunannya kayak di luar negeri.
Kayaknya pemkab Kampar tak mau kalah dengan pemko Pekanbaru.
Aku baru sadar kalau Kampar saat ini lagi giat-giatnya membangun, beda kondisinya dengan 5-10 tahun lalu, Bangkinang itu dulu belum ada apa-apanya. Itu dulu, kini.... :)
Aku harap pemkab Kampar juga dapat meratakan pembangunan-pembangunan infrstrukturnya hingga pelosok-pelosok daerah. :)
Dimano lokasinyo tuh diok..? :D
Kris18 February 8th, 2009, 04:24 PM Sama-samalah ncik kita nie serumpon, lah jadi kalau ada produk-produk dari dan ke Malaysia juga biasa. Riau juga sering ekspor ke Malaysia
==============================================================
Ikan Teri Malaysia Mulai Merambah Pasar di Riau
08 Feb 2009 21:17 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Jika selama ini warga Riau sangat keranjingan mengkonsumsi ikan teri Tanjungpinang, namun nampaknya hal itu akan berakhir. Sebab saat ini sudah mulai masuk ke Riau ikan teri asal Malaysia yang rasanya lebih enak dan gurih.
Hanya saja ikan teri asal Malaysia ini belum begitu merasa terdistribusi di pasar-pasar di Riau. Untuk saat ini ikan teri ini hanya ditemukan di Pasar Kampar yang buka sekali sepekan yakni pada hari Minggu saja.
Jika anda penasaran untuk merasakan ikan teri Malaysia ini, cukup datang ke pasar yang terletak lebih kurang 5 km dari Jembatan Danau Bingkuang ke arah Bangkinang itu. Begitu sampai di pasar tersebut cukup menanyakan kepada pedagang disana, dimana tempat penjualan ikan teri Malaysia.
Karena hampir semua pedagang mengenali ikan teri Malaysia itu, maka anda pasti akan ditunjukkan ke tempatnya. Harga ikan teri ini juga tidak lebih mahal dibandingkan ikan teri Tanjungpinang yang dikenal selama ini. Pedagang menjualnya dengan harga antara Rp60 ribu hingga Rp65 ribu perkilogram.
Ikan teri Malaysia yang dijual di pasar ini juga terdiri dari berbagai jenis. Ada berukuran besar, sedang dan ada pula yang berukuran kecil. "Kalau saya biasanya membeli ikan teri berukuran kecil karena lebih guri," ungkap Rita, salah seorang pembeli.(ad)
rilham2new February 8th, 2009, 04:30 PM ^^
Iii..... cantiik kaliiii........ :shocked: Bangunannya kayak di luar negeri.
Kayaknya pemkab Kampar tak mau kalah dengan pemko Pekanbaru.
Aku baru sadar kalau Kampar saat ini lagi giat-giatnya membangun, beda kondisinya dengan 5-10 tahun lalu, Bangkinang itu dulu belum ada apa-apanya. Itu dulu, kini.... :)
Aku harap pemkab Kampar juga dapat meratakan pembangunan-pembangunan infrstrukturnya hingga pelosok-pelosok daerah. :)
Dimano lokasinyo tuh diok..? :D
Bukan gak mau kalah sama PEMKOT Pekanbaru .... sejak kapan bangunan PEMKOT Pekanbaru keren2 :tongue2: ...
Yang keren itu bangunan PEMPROV RIAU ehehehehe :D
Yang bener itu mereka gak mau kalah sama bangunan PEMKAB SIAK, PEMKAB BENGKALIS, sama PEMKOT DUMAI, ada juga yang desain biasa tapi ukuran besar seperti PEMKAB PELALAWAN dan PEMKAB KUANSING ... :nocrook:
PEMKAB INHU juga akan memindahkan pusat pemerintahannya ke Pematang Reba ,, kalau gak salah ... PEMKAB INHIL malah lagi berbenah membangun kantor baru yang layak :D
====
Yang jelek itu menurutku ROHUL, hiks .. padahal itu kampung halaman bapakku :nuts: .. Tapi, aku harus objektif di sana memang gak begitu bagus pekerjaan pembangunannya :ohno:
Kris18 February 9th, 2009, 03:56 AM ^^
O.. iya.. aku baru ingat kalo pemprov itu yg paling bagus :D......
Yg di Rohul.....?? wah aku kapaan yaaaa bisa kesanaaa,,,,,,,
Bang, di Rohul kalo mo tamasya pemandangan alam bagusnya dimana...? di Pasir? Penasaran...
rilham2new February 9th, 2009, 05:36 AM ^^
O.. iya.. aku baru ingat kalo pemprov itu yg paling bagus :D......
Yg di Rohul.....?? wah aku kapaan yaaaa bisa kesanaaa,,,,,,,
Bang, di Rohul kalo mo tamasya pemandangan alam bagusnya dimana...? di Pasir? Penasaran...
Iya, cuman itu yang sjauh ini bener2 membanggakan di Rohul ... Alamnya ... Memang yang punya alam natural yang paling keren di Riau cuman Kampar, Rohul, dan KuanSing .. :D
Di ROHUL ada goa huta sikafir, sumber air panas sipogas, air terjun aek martua, bendungan di daerah pawan, benteng tujuh lapis (yang gak jelas gimana bentuknya :nuts: ) ...
Ke ROHUL itu jauh, sekitar 180 km .. Jalannya juga gak bagus2 amat. Kalau dari Pekanbaru sampai ke UjungBatu sih mulus (150 km pertama), nah yang jelek itu dari UjungBatu sampai ke Pasir Pengaraian nya kira2 sekitar 20-30 km ..
Kalau gak salah aku pernah posting gambarnya di sini :) ... Nanti aku cari dulu ya :D
rilham2new February 9th, 2009, 05:42 AM DOBEL POST :D
rilham2new February 9th, 2009, 05:49 AM Mungkin banyak orang berpikir, Hutan Tropis Riau terlalu datar untuk punya air terjun ... hehehe, kata siapa ??? :tongue2:
Malah, Riau itu provinsi yang hutannya paling Bio-Diverse di Sumatra setelah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam ... dan masih ada harimaunya pula :D
Tahukan saudara, bahwa THE LARGEST TROPICAL LOWLAND RAINFOREST in the world ada di provinsi Riau ??? Dan hutan itu kini merana karena eksplorasi kelapa sawit yang gila2an ...
Mau gimana lagi, minyak bumi tidak bisa dimanfaatkan untuk memajukan Riau secara langsung ,, kita butuh solusi untuk mengatasi masalah sosial, bukan ?? ;)
Ini salah satu yang tersisa (dari sekian banyak yang telah hancur :ohno: )
^^ Ohhh aku juga tahu ... tapi gambarnya gak ada sih :| ... aku kira cuman event kecil doank .... lagian, tempat pelaksanaannya juga bukan di Riau :nuts:.. btw, thanx for sharing :)
Zapin itu bukan hanya milik Bengkalis, tapi orang kepulauan seperti Bintan, Natuna, orang2 semenanjung seperti Johor, dan bahkan Kalimantan seperti Pontianak juga ada tari zapin :)
Kalau di Pontianak namanya Tari Jepin..
=================================================
EXPLORING RIAU PROVINCE's NEWLY DISCOVERED TROPICAL TREASURY
When u're firstly arrived in Riau Province, no wonder the view below will dominate your journey ... Riau is well-known for its Palm-Oil Plantation
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/sawit_smua_nehh.jpg
Mmm, not exactly right .... LEt's take you to different place, and embrace to the new "thicked" tropical world
The place, u'll see below is probably the newly-disovered area. This area was never reached by any human being until the last several year that this place "is discovered" by Local Traditional Loggers (tukang cari kayu hutan, duhhh hari gini..... )
The area is located in Kabupaten Rokan Hulu (approximately 180 km northwest Pekanbaru)... Here, I will present you a journey by MAPALA UIN SUSKA, to this new world
LEt's pictures talk starting from now ...
A small-shallow river in the middle of thick forrest, which u'll never seen anywhere in Indonesia except Sumatra anf Kalimantan
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0519.jpg
Even u can spot some mini-waterfalls here :), yeah in the middle of this dark-green world
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0524.jpg
Small stream of mini waterfall, sometimes can be found
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0570.jpg
Actually, it is not that easy to reach some spot u've seen above ... because u have to struggle beating some grassy and air-rooted tree
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0534.jpg
Have u ever seen the death river ????A river which its water flow nowhere and remain there like a fishing pond ... and as resulting of the increasing of salt-concentration, the water surface looks really dark and oily..... Quite usual inside Riau Jungle btw ...
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0515.jpg
Here we come for our final destination, MATOA WATERFALL. This waterfall is a newly discovered waterfall by local traditional loggers. The news is spreaded like a wildfire, and this place is suddenly becoming popular for forrest-tracking .. This waterfall is quite tall btw
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0439.jpg
U can smell the humid air of A group of wet rocks and the stream of waterfalls at the lowermost part of this water fall ... Hmm, quite slippery
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0465.jpg
Here is the Matoa Waterfall as a whole .. hmm, really tall
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0464.jpg
Probably, u will think that ... "gosh, we had reached our last pit-stop. And we should stop here, and going back for sure". Hmmm, not exactly right, WHY ??? Because, if u want to u can climb the cliff... and observing this Matoa Waterfall from its TOPMOST part :)
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0582.jpg
Hmm, it's not that it. Actually, your effort to reach the topmost part of this waterfall also will offer u a view-bonus which u'll never forget in a lifetime. HEre are the view of GReeny-carpet of tropical rain-forrest :), yup.... in the middle of BUKIT BARISAN MOUNTAINOUS RANGE (the largest MOUNTAINOUS RANGE in Indonesia)
1
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0578.jpg
2
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0579.jpg
Hmm, written in very not-readable and lowest range of English vocabs. Sorry for incovenience resulted.
rilham2new February 9th, 2009, 05:52 AM Nah ini juga pemandangan alam nih, sawah2 sebelum memasuki Kota Bangkinang :)
RIce Field on Jalan Raya Pekanbaru - Bangkinang *Kabupaten Kampar
http://farm4.static.flickr.com/3296/2333294438_4dbb77cd00_b.jpg
Credited to RIAUAA
Kris18 February 9th, 2009, 07:17 AM ^^
Nah, kalau itu , kita juga sama-sama tahu, jujur, aku juga gak bakal tahu soal potensi alam dan wisata di Riau kalau gak ada thread-thread seperti yg ada di SSC ini. Terutama juga dari situs wisatamelayu :). Secara aku juga jarang baca-baca buku. Kalau gak ada Pekanbaru atau Riau Expo dan Bilik Melayu di Perpustakaan Soeman HS, aku juga gak bakal tahu pelosok-pelosok kampung halaman sendiri.
Kalau selama ini orang-orang banyak malah mengatakan kalau alam Riau itu belum ada apa-apanya dibandingkan dengan provinsi tetangga kita. Nah, kalau menurutku itu sebenarnya komen-komen berdasarkan atas apa yg ada di benaknya saja,gak pernah melihat,menelusuri, dan apalagi membaca. dikiranya Riau itu cuma Pekanbaru saja kali ya :lol:.
Potensi Alam Riau itu melimpah dan banyak ragamnya. Kalau di daerah hulu Riau, seperti Rohul, Kampar, Pekanbaru, Kuansing, hulu Pelalawan, dan Inderagiri Hulu didominasi dengan alam perbukitan, sungai-sungai besar, danau-danau, air terjun, bahkan dijadikan sebagai Taman Nasional terbesar dan adapula fenomena langka tsunami di tengah sungai dalam (bang apa sudah di post di thread sebelah? :D ).
Nah, kalau di Riau bagian hilir, seperti Rohil,Bengkalis, Dumai, Siak,Pelalawan, dan Indragiri Hilir didominasi dengan pemandangan alam nan indah seperti pantai-pantai, laut lepas, dan hutan bakau di pesisir :). Ada pula di bagian pulau-pulau Riau seperti Bengkalis, Pulau Jemur di Rohil, Kepulauan Meranti, :okay: (Dulu sewaktu kita masih satu dengan Kepulauan Riau, wisata pantai di Kepulauan itu jadi andalan, dan Riau menjadi gerbang tujuan wisata mancanegara setelah Bali di Selat Melaka ;) )
Aku rasa dengan memaksimalkan potensi-potensi wisata itu kita juga gak kalah kok dengan daerah-daerah lain. Cuma, saat ini saja pemprov Riau lebih giat ke bisnis-bisnis investasi. Aku harap kedepannya kalau memang pemerintahan Pak Rusli benar-benar mencanangkan tahun pariwisata, potensi alam itu benar-benar diperhatikan dengan mengakomodirkan juga dengan sistem-sistem penunjang, seperti infrastruktur.
Oya, bang, kalau soal sawit, meski kita juga bangga sebagai yg terbesar,dan sebagai pemasok, aku rasa sisi kerugiannya juga ada. Contoh tiap tahun hutan-hutan Riau habis dibabat, dibakar untuk membuka ladang ini. Belum lagi tanaman sawit sendiri yg dikenal kurang bersahabat dengan lingkungan, karena sawit sangat rakus dengan air, sehingga menyebabkan tanah-tanah disekitarnya terkesan tandus.
rilham2new February 9th, 2009, 11:26 AM RIAU banyak kok tempat wisatanya tapi memang kurang promosi, padahal menjual banget ... Aku udah ke Siak Sri Indrapura.. penanganan dan pengelolaan tempat di sana sudah sangat bagus, infrastruktur lumayan (setelah jembatan Perawang disiapkan).
Kalau untuk Air Terjun Aek Martua (Matoa) di atas itu ... nah, kalau itu murni karena infrastruktur ke sana masih kurang :ohno: .. Jadi cuman anak2 MAPALA aja yang mau maen2 ke sana ... Dan lintasan nya juga berbahaya bagi yang maenannya cuman lintas alam di gunung2 tempat wisata ... Karena rute yang dilewatin bener2 alam liar, penduduk asli aja takut lewat sana. Yang lewat sana itu cuman pencari kayu hutan doank.
Dan air terjun itu bukan air terjun lama , yaa kalau secara alami memang sudah lama ... Tapi secara PENGETAHUAN MASYARAKAT LOKAL ,, itu air terjun baru ditemukan dalam 10-20 tahun belakangan, itu juga karena pencari kayu yang gak sengaja mendengar gemericik air :D hehehe
Katanya di KUANSING ada versi Air Terjun yang tujuh tingkat malah :D hehehe
\=================
Sawit memang rakus air, tanah kan langsung kering kalau ditanam sawit. Tapi, hasilnya itu menggiurkan, apalagi kalau memang Riau jadi dicanangkan sebagai tempat produksi BioDiessel nasional .. kayaknya gak ada tempat lain yang lebih cocok dari Riau ini deh.
Sangat dekat dengan pelabuhan Internasional. Lahan luas, perkebunan kelapa sawit terbesar juga di sini. Angkatan pencari kerja di Riau juga meningkat gila2an dalam beberapa tahun belakangan. Pertumbuhan ekonomi Non-Migas juga luar biasa tinggi ...
rilham2new February 9th, 2009, 11:34 AM Kantor DPRD Kabupaten Kampar yang baru diresmikan beberapa hari lalu * Bangkinang - Kabupaten Kampar
* dari RIAUPOS Edisi Cetak 6 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/600x600/43/DPRD-Kampar-6Feb09.jpg?et=BOPqXIoxMVC%2B1yBYSSh1yg&nmid=163228181
rilham2new February 9th, 2009, 11:57 AM Dulu aku dah pernah posting RAMAYANA Kota Dumai :D
Sekarang nikmati gambar ini :)
Gambar oleh FERRY ADITYA (Motulu)
=========
RAMAYANA DEPT. STORE
* Kota Perawang (Kecamatan Tualang, Kabupaten SIak)
* 80 km dari Kota Pekanbaru
* BUKAN IBUKOTA KABUPATEN
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/fi1.jpg
ANother angle (pic by CUNGKRINK )
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG-1457.jpg
Another angle, courtesy of ZULKIFLI DUMAI
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/DSC00077.jpg
Di Riau ada beberapa cabang RAMAYANA Dept. Store ... beberapa cabang nya yaitu:
1. Kota Pekanbaru (tentu saja :D)
2. Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan (sekitar 40 km ke arah tenggara kota Pekanbaru)
3. Kota Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak (sekitar 80 km ke arah Timur Laut Kota Pekanbaru) *BUKAN IBUKOTA KABUPATEN
4. Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis (sekitar 130 km arah Utara Kota Pekanbaru) * BUKAN IBUKOTA KABUPATEN
5. Kota Dumai (sekitar 200 km arah utara kota Pekanbaru, statusnya adalah KOTA).
=================
Baik di atas semuanya dah ada gambar kecuali RAMAYANA DURI sama RAMAYANA KERINCI masih belum ada nih :D
Nah let me give u this ;)
RAMAYANA DEPT. STORE - Pangkalan Kerinci - Kabupaten Pelalawan
* gambar dari RIAUPOS edisi Cetak 9 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/600x600/44/Ramayana-kerinci-6Feb09.jpg?et=%2B6C%2Bre69X%2CH6I31aHIMu7Q&nmid=163228181
rilham2new February 9th, 2009, 12:00 PM TEMBILAHAN Streetscape - Tembilahan - Kabupaten Indragiri Hilir
* gambar dari RIAUPOS edisi Cetak 9 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/600x600/45/Tembilahan-6Feb09.jpg?et=Es8gCWedJYoTPJ5393Fr1w&nmid=163228181
Kris18 February 9th, 2009, 01:00 PM Wah, pusat-pusat perbelanjaan sudah mulai meramaikan di daerah-daerah yaa :). Di Pekanbaru, mau ditambah lagi malnya.... :D
Setelah Pekanbaru,Ramayana ada di Kerinci, Duri, Dumai, Perawang. Kalau di Rengat ada Plaza Rengat, oya, katanya di Siak juga akan mau dibangun, namanya Rempak Square, tapi progress pembangunannya belum kedengaran...?
Kata temenku yg berasal dari Tembilahan, Kotanya itu hampir sama sekali belum ada perubahan. Masih dengan wajah yang lama. Apa sama kali ya dengan Pasir Pengarayan?..
rilham2new February 10th, 2009, 03:54 AM ^^ Pasir Pengaraian kurang tahu ... aku terakhir kali ke sana sekitar 4 tahun yang lalu. Di Tembilahan, cuman ada semacam Plaza (walau agak mirip pasar kalau pakai standar Pekanbaru) ... Di Pulau Bengkalis sudah ada semacam Plaza, namanya Mikro :D hehehe
Kalau di Rengat sudah ada Plaza Rengat ...
Di Ujung Batu, kemaren mau dibangun Plaza Batu Intan (tapi kayaknya terbengkalai). Di Bangkinang juga belum ada, apa karena terlalu dekat dengan Pekanbaru ;) ...
Di Taluk juga kliatannya masih belum ada. Bagansiapi-api juga masih belum punya. Kalau Pasir Pengaraian sih gak usah ditanya, terakhir kali kesana cuman ada pasar :nuts: ...
rilham2new February 10th, 2009, 04:11 AM Perkiraan di akhir tahun 2009, ekonomi RIAU hanya tumbuh 7.5% saja :ohno:
Tidak hanya itu, di akhir tahun 2008, ekonomi RIAU juga jatuh ke posisi 7.7% saja ... :ohno:
Padahal di akhir tahun 2007, ekonomi Riau pernah menyentuh 8.25% :nuts:
Ekonomi Pekanbaru lagi bombastis, di tahun yang sama Riau dapat angka 8.25%, Pekanbaru berhasil menyentuh 8.9% :nuts: ..
Tapi jatuhnya ini sudah bisa diduga, karena ekspor minyak bumi, kelapa sawit, dan kertas yang masih menjadi andalan Riau. itu smuanya lagi jatuh sebagai dampak krisis global.
Ohya, Riau adalah penghasil MINYAK BUMI Nomor 1 di Indonesia. Penghasil Kelapa Sawit Nomor 1 di Indonesia, dan penghasil KERTAS Nomor 1 di Indonesia :) ... Cuman sekedar ngasih tahu, doank :p .. kali aja ada yang gak tahu .... :D
Riau dan Kepulauan Riau adalah provinsi di Indonesia yang punya ketergantungan terhadap pasar ekspor yang sangat-sangat tinggi .. terlebih di Riau daratan, pasaran ekspor yang kita maksud adalah pasar bahan2 mentah :nuts: .. Yang harganya fluktuatif.. Hal ini menyebabkan, pemain di sektor ini tidak banyak, sangat sedikit. Tapi pemain tersebut betul2 besar .... (ketika aku bilang besar, berarti memang besar).
Sebut saja.
1. PT. CHEVRON PACIFIC INDONESIA (memproduksi 60% minyak bumi di Indonesia) .. Kapasitas produksi 600 ribu barrel per hari.
2. PT. RIAU ANDALAN PULP PAPER (produsen kertas PaperONE, kualitas ekspor .... TERBESAR DI INDONESIA, salah satu terbesar di ASIA PASIFIK), kepunyaan APRIL Group, pokoknya ada nama2 SUKANTO TANOTO di dalamnya :D
3. PT. INDAH KIAT PULP PAPER (produsen kertas INDAHKIAT, TERBESAR Nomor 2 di Indonesia, salah satu terbesar di ASIA PASIFIK) ... kepunyaan SINARMAS Group ...
=== Dari RIAUPOS
Ekonomi Riau Tumbuh 7,5 Persen
Selasa, 10 Pebruari 2009
PEKANBARU (RP)- Meski perlambatan ekonomi global mempengaruhi ekonomi nasional termasuk Riau namun pertumbuhan tetap ada. Pertumbuhan ekonomi di 2008 diperkirakan 7,7 persen atau melambat dibandingkan 2007 8,25 persen.
2009, diperkirakan ekonomi Riau tetap tumbuh meski sedikit melambat yakni 6,5 persen hingga 7,5 persen.
“Kondisi ini disebabkan lesunya pertumbuhan ekonomi mitra dagang sehingga menurunkan nilai ekspor komoditas utama Riau yakni CPO, Pulp dan kertas,” ujar Pemimpin Bank Indonesia Cabang Pekanbaru, Gatot Sugiono. Hal itu diungkapkannya dalam pertemuan tahunan BI yang dihadiri Wakil Gubernur Riau Drs HR Mambang Mit dan para bankir serta kalangan pengusaha, Senin (9/2) malam.
Menurut Gatot, hal ini menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi di Riau tetap menggembirakan. Adapun laju inflasi pada 2008 (yoy) mencapai 9,02 persen. Meski demikian angka ini lebih rendah dibanding inflasi nasional, 11,06 persen. 2009, lanjutnya lagi, laju inflasi Riau diharapkan dapat dipertahankan di bawah inflasi nasional.
Pincab BI itu mengatakan bahwa optimisme itu bukan tanpa alasan. Optimisme itu sesuai dengan pertimbangan bahwa sejak keluarnya SK Gubri tentang pembentukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau yang beranggotakan Bank Indonesia, Bappeda, BPS, Dishub, Dinas Perindustrian Perdagangan serta Perum Bulog Riau adalah bentuk sinergi yang cukup kuat.
“Perlu kami informasikan bahwa TPID Riau ini merupakan tim yang pertama di Indonesia, dibentuk secara formal berdasarkan SK KDH,” ujarnya lagi. Lewat tim ini, diharapkan angka inflasi terkendali, rendah dan stabil.
Pada kesempatan itu dengan disaksikan oleh Wagubri juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara tiga lembaga yakni BI Pekanbaru, Iwapi Riau oleh Ketuanya Irma Rafidhah Rahman dan dari PT Riau Consultan Global Detri Karya yang bersinergi membantu usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Riau.
“Lewat kerja sama ini diharapkan persoalan UMKM di Riau yang punya kendala di bidang masing-masing dapat dibantu mengatasinya,” ujar Gatot lagi.(fiz)
rilham2new February 10th, 2009, 04:19 AM Setelah harga CPO yang anjlok tahun kemaren, dan telah berhasil menyebabkan pertumbuhan ekonomi Riau jatuh ke kisaran 7.7% ... dan harga minyak dunia juga jatuh parah tahun 2009 kemaren.
Ini ada berita angin segar ...
======== Dari RIAUPOS ===
Harga CPO Naik, Sawit Ikut Terkatrol
Selasa, 10 Pebruari 2009
Laporan HELFIZON ASSYAFEI, Pekanbaru
Harga CPO di pasar dunia kini mulai mengalami trend positif. Dalam sepekan terakhir kenaikan harga CPO mencapai 5,7 persen. Hal ini mengatrol harga sawit yang beberapa waktu sempat anjlok. Trend ini membuat pengusaha kelapa sawit Riau kembali optimis.
“Ya Alhamdulillah harga CPO di pasar dunia mulai naik ini membawa pengaruh pada harga sawit lebih positif,” ujar Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Riau, Wisnu Suharto kepada Riau Pos, Senin (9/2).
Wisnu mengatakan bahwa diperkirakan di tahun 2009 ini harga akan bermain di kisaran Rp1.100 sampai dengan Rp1.350. Oleh karena itu ia berharap para pengusaha dan juga petani sawit di Riau tetap optimis menjalankan usahanya. Menanggapi apakah kenaikan harga sawit akan signifikan di tahun 2009 ini, Wisnu mengatakan masih dalam batas normal.
“Tekanan ekonomi dan juga kelebihan suplai di wilayah Indonesia dan Malaysia membuat kenaikan harga sawit belum terlalu signifikan namun cukup cerahlah,” ujarnya. Menurutnya pasokan sawit memang tergantung sekali pada seberapa besar daya serap pasar CPO dunia.
Menurut Wisnu kenaikan harga CPO ini tak terlepas dari berkurangnya dominasi minyak kedelai dunia. Apalagi setelah supplier terbesar minyak kedelai dunia Brazil dan Argentina mengalami penurunan pasokan karena kekeringan. Dari informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa produksi kedelai di Argentina berkurang hingga 25 persen.
Begitu juga Brazil yang selama ini juga jadi pemain utama di minyak kedelai dunia produksinya mengalami penurunan di tahun ini dari 60 juta ton di tahun 2008 menjadi 57,2 juta ton di tahun 2009. “Ini merupakan gejolak pasar dunia dan subsitusi minyak kedelai dengan harga yang terjangkau adalah CPO. Bila permintaan CPO meningkat maka harga akan terkatrol naik lagi,” ujarnya.
Wisnu juga berharap permintaan pasar dunia terhadap CPO kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya sehingga harga sawit akan kembali mendatangkan profit bagi para pelaku usahanya.(ekk)
rilham2new February 11th, 2009, 10:31 AM Dari RIAUPOS
Kota terbesar ke-2 di Provinsi Riau , kini dilayani DIRECT FLIGHT ke Jakarta .... Sebelumnya, selain dari RIAU AIRLINES, yang punya direct flight ke Jakarta dari Dumai adalah PELITA AIR SERVICE :) (cuman gak tahu, apa sekarang masih jalan apa, gak :p )
======
RAL Layani Rute Dumai-Jakarta
Rabu, 11 Pebruari 2009
Masyarakat Riau Pesisir Agar Naik RAL
DUMAI (RP) - Lobi internal yang dilakukan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Dumai, H Syafruddin dengan Dirut Riau Airline, Samudra Sukardi, agar Riau Airline kembali membuka penerbangan di Dumai membuahkan hasil. Dalam Februari 2009 ini, RAL bakal mendarat di Bandara Pinang Kampai untuk melayani penerbangan Dumai-Jakarta setiap hari.
Untuk memajukan perusahaan penerbangan kebanggaan Provinsi Riau ini, Kadishub meminta kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) c/q kepala kabupaten dan kota di Riau Pesisir, agar memanfaatkan penerbangan RAL tujuan Jakarta. ‘’Dengan adanya pelayanan RAL tujuan Dumai-Jakarta, maka tak perlu lagi harus ke Pekanbaru,’’ kata Syafruddin Kamal kepada RPG.
Dalam penerbangan tujuan Jakarta, penumpang dari Bandara Pinang Kampai diangkut menggunakan pesawat RAL Fokker 50 tujuan Bandar Sultan Syarif Kasim II, kemudian diterbangkan kembali menggunakan pesawat RAL RJ 100 ke Jakarta.
‘’Kita mendapatkan pelayanan terbaik, karena diberi untuk tujuan Jakarta menggunakan pesawat RAL RJ 100 terbaru milik maskapai perusahaan lokal ini. Bukan hanya RAL yang bakal membuka penerbangan dari Dumai tujuan beberapa daerah, tetapi maskapai swasta juga sudah memberikan sinyal kepada kita. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah dapat diketahui perusahaan penerbangan tersebut,’’ sebut Syafruddin.
Kendati belum ada tanggal pasti tentang penerbangan RAL tujuan Dumai-Jakarta, tetapi Pak Dirut, sudah memberi lampu hijau sekitar Februari 2009. ‘’Kita harapkan rencana itu menjadi kenyataan sehingga Bandara Pinang Kampai menjadi tujuan masyarakat dari kabupaten dan kota untuk penerbangan ke Jakarta. Kalau saja program ini dapat berjalan normal, maka akan menjadi pertimbangan maskapai lain untuk membuka penerbangan di Dumai,’’ kata Kadishub mengharapkan.
Ketika penerbangan Dumai-Jakarta via Pekanbaru sudah dimulai, diperkirakan dalam satu hari bisa antara 3 hingga 4 kali penerbangan. Kalau dalam per harinya jumlah penumpang meningkat signifikan, untuk selanjutnya penerbangan tujuan Dumai-Jakarta bakal menggunakan pesawat RJ 100.(wan/rpg/rnl)
rilham2new February 11th, 2009, 10:32 AM Jalan Maharaja Indera - Pangkalan Kerinci - Kabupaten Pelalawan
* Dari RIAUPOS Edisi cetak 11 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/600x600/55/Jalan-Maharaja-Indera-PKLKerinci-11Feb09.jpg?et=Gi3MCukigMsbBhbPJVpZLw&nmid=163228181
rilham2new February 11th, 2009, 10:34 AM DPK Perbankan Riau Rp33,11 T
Rabu, 11 Pebruari 2009
Laporan HELFIZON ASSYAFEI, Pekanbaru
GELIAT perbankan di Riau menunjukkan kemajuan pesat. Total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan di Riau selama 2008 mencapai Rp33,11 triliun. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar 6 persen.
Pemimpin Bank Indonesia Pekanbaru, Gatot Sugiono mengungkapkan hal itu dalam Bankers Dinner 2009 yang berlangsung di Kantor BI Pekanbaru, Senin malam lalu. Hadir pada kesempatan itu Wagubri Drs HR Mambang Mit, para bankir, pengusaha dan sejumlah perwakilan UMKM.
Dalam paparannya Gatot Sugiono menjelaskan bahwa total aset perbankan Riau 2008 mencapai Rp39,54 triliun atau tumbuh 9,56 persen (yoy). Alokasi kredit yang berhasil disalurkan mencapai Rp21,49 triliun atau tumbuh sebesar 28,63 persen. “Pencapaian ini di atas target sebesar 20 persen,” ujarnya.
Adapun kredit bermasalah (NPL), lanjutnya masih terkendali yakni 2,16 persen dan masih jauh di bawah batas toleransi yakni 5 persen. Gatot juga memaparkan bahwa pembiayaan oleh perbankan syariah di Riau pada periode yang sama juga mencapai Rp884,57 miliar atau tumbuh 29,44 persen. Sedangkan pembiayaan bermasalah (NPF) sebesar 2,81 persen.
“Ini merupakan perkembangan yang menggembirakan meski kita masih mengalami tekanan ekonomi global,” ujarnya. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dorongan BI Pekanbaru kepada kalangan perbankan untuk meningkatkan fungsi intermediasi perbankan terutama terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM) cukup memotivasi.
Perhatian perbankan sudah cukup tinggi dengan kredit kepada UMKM mencapai Rp14,72 triliun tahun 2008 atau sebesar 72,65 persen dari total kredit perbankan Riau. Sedangkan penyaluran KUR sebesar Rp316,98 miliar kepada 24.318 nasabah serta kredit ketahanan pangan dan energi (KKP-E) sebesar Rp600 juta khususnya untuk peternakan sapi di Kampar.
Gatot juga menambahkan bahwa BI bersama perbankan, Pemda, Pengusaha dan kelompok usaha rakyat sedang merintis penyaluran Kredit Pengembangan Energi nabati-Revitalisasi Perkebunan (KPEN-RP) untuk perkembangan perkebunan rakyat di Riau. Selain itu program pendampingan Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB) telah berhasil menghubungkan 956 UMKM untuk memperoleh pelayanan krdit perbankan dengan realisasi kredit Rp26,8 miliar pada akhir 2008.(ekk)
Berikutnya >
rilham2new February 12th, 2009, 05:15 AM Dumai, sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Riau, menuju status SPECIAL ECONOMIC ZONE (SEZ)
Berita dari RIAUPOS
KEK Dumai Terwujud 2009
Kamis, 12 Pebruari 2009
Mendag Kunjungi KID
Laporan GEMA SETARA dan M NIZAR, Dumai --
Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu menyatakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Dumai tahun ini bisa diwujudkan, karena saat ini pihaknya dan DPR-RI sedang membahas KEK Dumai itu.
‘’Kita sudah menerima proposalnya, saat ini kami bersama DPR RI masih membahasnya rancangan Undang Undang (UU) pembentukan itu, mudah-mudahan dalam tahun 2009 ini UU itu selesai dibahas dan KEK di Kota Dumai bisa diwujudkan,’’ tuturnya usai me-launching minyak goreng Minyakita di Pekanbaru, Rabu (11/2).
Dikatakan, sarana dan prasarana untuk mendukung KEK Dumai memang sudah ada, akan tetapi semuanya harus dilihat secara menyeluruh mengenai potensi-potensi yang lainnya. ‘’Kita mendapatkan laporan untuk sarana dan prasarananya sudah ada, tetapi kita harus melihatnya secara menyeluruh,’’ tutur menteri.
Menjawab apakah untuk Kota Dumai akan dikembangkan menjadi Free Trade Zone (FTZ), Menteri Elka mengatakan, dalam UU baru tidak ada istilah FTZ. Yang ada hanya KEK dengan berbagai karakteristik yang sebetulnya serupa dengan FTZ, dimana barang bisa keluar masuk dengan mudah.
Matangkan KID
Dalam pada itu, Mendag juga berkunjung langsung ke Kawasan Industri Dumai (KID) yang berada di kawasan Pelintung, Rabu (11/2). Dalam kunjungannya, Mendag RI yang didampingi oleh Gubri HM Rusli Zaenal dan romongan tiba di Bandara Pinang Kampai (KP) sekitar pukul 11.55 WIB.
Rombongan langsung disambut oleh Wakil Wali Kota Dumai dr H Sunaryo, Dandim 0303 Bengkalis Letkol (kav) Hendrawan, Kejari Dumai Radja Nafrizal, dan unsur Muspida lainnya.
‘’Ini lokasinya strategis dan perlu terus dimatangkan persiapan agar KID segera terwujud,” ujar Menteri Elka.
Pada kesempatan itu pihak Wilmar Group sempat mempresentasikan keberadan dan potensi KID. Pesentasi berlangsung di ruang VIP Wilmar Group yang terletak di KID. Presentase diberikan langsung oleh Dirut Wilmar Group, Hendri Sakti dan GM Marketing Wilmar Indonesia, Max Ramajaya.
Dalam presentasi itu, Gubri HM Rusli Zainal MP juga memberikan gambaran, sekitar kesiapan pemerintah daerah untuk mewujudkan semua itu, karena selain melihat geografis, berdekatan dengan negara tetangga, Dumai juga saat ini sedang berkembang.
Menanggapi hal tersebut Mendag mengatakan bahwa saat ini masih perlu persiapan-persiapan yang matang. Dibutuhkan apa yang dinamakan infrastruktur yang lengkap untuk menunjang aktivitas KID itu sendiri.
‘’Jika melihat negara-negara yang sangat dekat dengan Kota Dumai, memang seperti segi tiga, kedekatan ketiga negaran saat ini, yakni Malaysia, Singapura dan Negara Indonesia, sangat memberikan kesempatan untuk melakukan aktivitas kerja sama,’’ kata Mary.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa karena ini baru persiapan, ke depan dibutuhkan SDM yang tangguh. Selain itu kata Mendag lagi, jika dilihat dari sisi positifnya keberadaan KID itu tentu akan menyerap tenaga kerja, dengan demikian nanti akan dapat mengurangi pengangguran. Selain itu nanti pasti akan ada orang yang mau menginvestasikan modalnya di KID.
Sesuai agenda, rombongan Mendag mengelilingi hampir seluruh Kota Dumai, Mendag juga sempat meninjau Pelabuhan Ro-Ro, Pelindo, dan mengelilingi Kota Dumai, untuk melihat geliat pembangunan kota saat ini.
Setelah usai melakukan peninjauan, di VIP Bandara PK Mendag dan Gubri menyempatkan waktu selama lebih kurang 10 menit kepada pers, dan setelah itu Gubri dan Mendag bertolak ke Pekanbaru.
Harga Gula
Sisi lain menteri menjelaskan terkaitnya mahalnya harga jual gula saat ini. Menurut menteri, kenaikan harga gula disebabkan oleh dua faktor musiman. Pertama, saat ini tidak musim giling kedua karena ada gangguan banjir dan sebagainya.
‘’Kapal-kapal terganggu dalam mendistribusikan dan distribusi di darat juga mengalami hal yang sama,’’ kata menteri.
Semoga setelah ini berakhir, harga kembali normal. ‘’Tapi di daerah-daerah yang harganya tinggi sudah dibicarakan dengan PTPN untuk menggelar Operasi Pasar (OP). Apakah di Riau akan dilakukan OP masih dipelajari,’’ kata menteri.(men)
rilham2new February 15th, 2009, 06:28 AM Jalan masuk menuju KAWASAN INDUSTRI DUMAI - Kota Dumai
* gambar dari RIAUPOS edisi cetak 14 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/1200x1200/58/Kawasan-Industri-Dumai-14Feb09.jpg?et=tp7Cz9TLrk7W1uarLZ%2CZ7g&nmid=163228181
Kris18 February 16th, 2009, 11:17 AM Berikut ini beberapa list dibuku investasi Riau yang saya catat dari kunjungan saya dari perpus.
I. Infrastructure :
1. Project The Development of New Seaport and Industrial Park In Dumai.
2. Project The Development of New Seaport and Industrial Tanjung Button.
3. Project The Development of New Riau Railway System.
4. Project The Development of The Pekanbaru-Tanjung Button Highway (via Perawang and Siak).
5. Project The Development of The Pekanbaru-Kuala Enok Highway (via Kerinci and Rengat).
6. Project The Development of New Ring Road in Pekanbaru.
7.Project The Development of Dumai Industrial Estate.
II. Power & Energy
1. Project The Development of Mine-Mouth Coal Power Plant In Kuansing and Inhu.
2. Project The Development of Gas-Fueled in Duri, Bengkalis.
3. Project The Development of Hydropower Plant in Lubuk Ambacang (Kuantan River).
III. Basic Industry and Development
1. Project The Development of Cement Factory/ Industry in Rohul
2. Project The Development of New Clean Water Treatment and Supply in Pekanbaru.
IV. Agriculture
1. Project The Development of Crumb Rubber -Factory In Kotopanjang.
2. Project The Development of Oled Rubber Timber Industry Process (Inhu, Bengkalis, Kuansing)
3. Project The Development of Sago Processing Tool in Riau Province.
4. Project The Development of Pineapple Manufacturing in Siak Regency
V. Tourism.
1. Project The Development of Pekanbaru Amusement Theme Park.
2. Project The Development of Waterfront City In Pekanbaru :okay:.
3. Project The Development of Waterfront City In Dumai :okay:.
4. Project The Development of Rupat Island, Bengkalis :okay:
5. Project The Development of Rest Area In Rokan Hulu :).
6. Project The Development of Wisata Rantau Puar Kasimang Kepenuhan, Rohul :).
===============================================================
Mengenai Waterfront city, disitu ada gambar desainnya, keren..! Inspirasinya dari Eropa gitu :okay:, semoga aja ya :).
rilham2new February 16th, 2009, 11:29 AM ^^ Itu ada gambarnya, gak Kris ???
Wah, visi Riau udah sampe sejauh itu rupanya ... padahal yang kudengar baru beberapa loh ...
=-============
Kantor Bupati Kampar (yang baru diresmikan pada Januari 2009, Kantor Bupati yang baru menggantikan yang lama). - BANGKINANG - KABUPATEN KAMPAR
* Dari RIAUPOS Edisi cetak 16 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/600x600/65/Kantor-Bupati-Kampar-16Feb09.jpg?et=QEOP7MlsQIRjk962dJfhHA&nmid=163228181
rilham2new February 16th, 2009, 12:24 PM RIAU Penghasil 60% minyak bumi nasional tergantung kepada MIGAS ????
Kata siapa, wak ??? LIhat sektor ekonomi Non-Migas berkembang pesat bahkan sampe di level 8.06% :nuts:
Ck ck ck ... Riau sudah mulai beralih nih gak cuman kawasan yang sekedar mengandalkan minyak :D ... Harap2 nanti ketika Minyak Bumi habis ... Perekonomian Riau sudah sangat mandiri :p~ ... Hari ini juga Rakyat RIau sudah dididik untuk seperti itu karena DANA BAGI HASIL Minyak Bumi cuman 85:15 (Pusat : Daerah) ..
Padahal industri Riau dan perekonomian Riau sering disangka dalam keadaan terkapar karena krisis listrik, ehh gak tahunya masih tumbuh dalam angka "lumayan" tinggi juga :nuts:
Dari RIAUTERKINI ...
Senin, 16 Pebruari 2009 17:06
Pertumbuhan Ekonomi Riau Tanpa Migas Capai 8,06 Persen
Pertumbuhan ekonomi Riau tanpa migas capai 8,06 persen. Pertumbuhan terjadi di semua sektor. Tertinggi adalah sektor pertambangan dan penggalian.
Riauterkini-PEKANBARU-Kepala BPS Riau, Irland Indrocahyo kepada Riauterkini senin (16/2) mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Riau tanpa migas selama tahun 2008 terjadi pada semua sektor. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 18,13 %.
Selama 2008, Product Domestik Regional Bruto (PDRB) tanpa migas atas dasar harga berlaku sebesar Rp 149,125 triliun. Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 sebesar Rp 42,6 triliun.
“Pertumbuhan juga terjadi di sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 13,65 persen, sektorabangunan sebesar 11,14 % dan sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 10,45 %. Sedangkan sektor pendorong pertumbuhan ekonomi Riau adalah sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan dengan sumbangan sebesar 1,80 %, sektor perdagangan, hotel dan restoran 1,69 %, sektor industri pengolahan 1,58% dan sektor jasa-jasa sebesar 0,94%,” terang Irland.
Menurut Irland, struktur ekonomi Riau tanpa migas pada triwulan IV 2008 ditandai dengan sumbangan terbesar berasal dari pengeluaran konsimsi rumah tangga sebesar 51,47%. Diikuti ekspor 45,42% dan investasi fisik atau pembentukan modal tetap[ bruto sebesar 19,64%.
Laju pertumbuhan ekonomi Riau tanpa migas tahun 2008 tersebut didorong oleh pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 8,00 %, pembentukan modal tetap bruto 8,82%, pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 8,21 % dan ekspor 6,03 %. Sementara import tumbuh sebesar 11 %.***(H-we)
rilham2new February 18th, 2009, 06:46 AM Daerah Aliran Sungai Siak - Kota SIak Sri Indrapura - Kabupaten SIak
* Gambar dari RIAUPOS edisi cetak 17 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/1200x1200/70/SungaiSiakKabSiak-17Feb09.jpg?et=%2BKZKpX%2C9m8MD5d0hJ0AEpw&nmid=163228181
rilham2new February 18th, 2009, 07:04 AM Ini nih berita HOT !! :D hahahaa
Gila yaa,, ternyata CPI udah memasuki prestasi 11 Miliar Barrel Produksi :nuts:
Makjanngggg .... Besarnya .... 11 Miliar Barrel itu. Awalnya aku bingung, dalam rangka apa Menteri ESDM PURNOMO YUSGIANTORO, ke Pekanbaru kali ini ...... EHhh. ternyata untuk meresmikan Prestasi 11 Miliar barrel, toh :cheers: .. dan seingat aku, PURNOMO YUSGIANTORO ini tergolong sering juga jalan ke Riau :p~ ... Kenapa, pak ?? Mengamankan posisi pemerintah pusat di Riau, ya ??? :naughty: ... Tenang, pak ... kami belum niat mau merdeka kayak Aceh. :D
Dan aku baru tahu kalau ternyata UNIT PRODUKSI CHEVRON di seluruh dunia, gak ada yang pernah mencapai prestasi sebesar ini. Yang dikelola CHEVRON itu berapa banyak sih :tongue2: ... Kan baru tahun 2004-2005 ke atas kalau gak salah .... Dulu itu namanya CALTEX PACIFIC INDONESIA.
Masih jadi Produsen Minyak terbesar di Indonesia ????? Jadi ladang minyak duri udah 11 Miliar ???? Kok cepat banget, ya ????
Kendati ladang minyak DURI (terbesar di Indonesia) baru dibuka tahun 1952, sebenarnya ada ladang minyak MINAS yang sudah dibuka sejak tahun 1940-an.
EHh. ngomong2 Pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau tanpa MIGAS tahun 2008 kemaren berada di kisaran 8.06% saja. Tahun ini mungkin agak terkoreksi nih ke 7.7%. Tapi tetep lah THANX TO MINYAK BUMI, karena mampu mempertahankan ekonomi RIAU di level POSITIF waktu krisis ASIA 1998 dulu. Seperti yang kita ketahui bersama dulu, pertumbuhan ekonomi Indonesia dan mayoritas provinsi2 di Indonesia berada di level MINUS. Namun, tidak halnya di Provinsi Riau ;).....
===============================================
Dari RIAUPOS
Rabu, 18 Februari 2009 , 08:14:00
Produksi CPI Capai 11 Miliar Barel
11 MILIAR BAREL: Gubernur Riau HM Rusli Zainal menan-datangani prasasti 11 miliar barel produksi CPI selama 1952-2008 disaksikan Menteri ESDM RI, Purnomo Yusgiantoro di Duri, Selasa (17/2/2009).(said mufti/riau pos)
PEKANBARU (RP)-Kontribusi minyak yang diambil dari perut bumi Riau jadi tulang punggung produksi minyak Indonesia. Dengan lebih dari 50 persen produksi minyak yang dilakukan oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), menempatkan minyak asal Riau sebagai penyumbang produksi minyak negara.
Bahkan PT CPI yang beroperasi di Riau mencatat prestasi produksi kumulatif 1952-2008 mencapai 11 miliar barel.
“Bagi saya angka kumulatif 11 miliar barrel benar-benar penting. Mengapa? karena tidak satu unit bisnis pun di Chevron seluruh dunia yang mencapai ataupun mendekati angka ini,” ujar Presiden Direktur CPI-Indo Asia Business Unit Minas, Indonesia, Suwito Anggoro.
Hal itu diungkapkannya dalam acara perayaan pencapaian produksi kumulatif PT CPI 11 miliar barrel di Golden Barrel Club Minas, Siak, Selasa (17/2). Hadir pada kesempatan itu Menteri ESDM RI, Purnomo Yusgiantoro, Gubri HM Rusli Zainal, Kepala BP Migas RI, R Priyono, Dirjen Migas Evita Legowo, Presdir Asia Pacific Exploration and Production, Jim Blackwell dan Managing Director Indo Asia Bussiness Unit Minas, Stve Green.
Pada acara penting itu juga hadir manta Presdir PT CPI sebelumnya yakni Humayunbosha, Baihaki Hakim, Yudiana dan keluarga dari Presdir pertama PT CPI yakni George dan Sjakon Tahija. Dalam sambutannya Presdir PT CPI, Suwito Anggoro mengatakan bahwa apa yang telah dicapai CPI di Riau adalah sebuah prestasi yang gemilang. “Yang kita rayakan hari ini bukan tentang angkanya tetapi tentang manusia dan kerja kerasnya, tentang kemitraan yang saling mengerti dan tentang kinerja yang penuh kesungguhan,” ujarnya lagi. Menurutnya makna di balik angka 11 miliar barrel itu yang pantas dirayakan.
Produksi monumental ini, lanjutnya, tidak semudah membalik telapak tangan, tidak terjadi hanya karena uang dan kemauan namun memerlukan dedikasi, komitmen, kemampuan teknis dan fokus tanpa henti terhadap keselamatan dan efisiensi kerja dari ribuan karyawan.
“Saya bangga bagaimana pemerintah, Chevron dan masyarakat telah bekerja sama untuk menjadi penghasil devisa terbesar untuk Indonesia, mendorong pertumbuhan ekonomi nasinal dan regional selama lebih dari lima dasawarsa,” ujarnya lagi. Sumberdaya Migas, lanjutnya, milik rakyat Indonesia dan sebagai kontraktor yang dipercayai mengembangkan sumberdaya ini Chevron telah menjalankannya dengan kesungguhan.
“Hampir setiap hari saya ditelepon oleh Dirjen Migas RI ibu Evita Legowo yang menanyakan kondisi produksi minyak kami. Syukurlah kami mampu menjawabnya dengan prestasi,” ujarnya lagi disambut aplaus hadirin. Suwito juga menjelaskan kebanggan lainnya adalah keungulan operasional dan keahlian teknis tenaga kerja 97 persen adalah SDM Indonesia. “Hanya 3 persen lagi tenaga asing,” ujarnya.
Presdir CPI ini yakin di bawah bumi Sumatera ini masih tersimpan miliaran barel lagi cadangan minyak. “Mungkin teknologi kita hari ini belum bisa mengangkatna ke atas. Namun tidak ada yang tidak mungkin di masa mendatang,” tegasnya.
Di Atas Target
Sementara itu Kepala BP Migas RI, R Priyono memberikan apresiasi atas kinerja PT CPI dengan nilai sangat baik. “Produksi CPI punya pernanan sangat penting dalam mengejar target-target pemerintah Indonesia terkait dengan penerimaan negara,” ujarnya. Bahkan jika ada gangguan operasional sedikit saja maka jumlah produksi minyak nasional bisa anjlok dan mengurangi penerimaan negara.
Priyono mengatakan bahwa dari data yang ada pada mereka mencatat bahwa pencapaian produksi minyak rata-rata tahun 2008 adalah 407,466 barel per hari. Sedangkan hingga 12 Februari 2009 produksi berkisar 393,084 per hari. “Meski ada sedikit penurunan dari 2008 namun upaya CPI meningkatkan produksi di berbagai sumur minyak tua telah mampu memproduksi minyak di atas target yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2009 yakni 380,330 barel per hari,” ujarnya.
Perhatikan Daerah
Sementara itu Gubri HM Rusli Zainal pada kesempatan itu mengatakan bahwa apa yang telah dicapai CPI adalah prestasi yang patut disyukuri. Meski demikian, lanjutnya, ke depan perhatian terhadap daerah hendaknya ditingkatkan.
“Kalau Dirjen Migas selalu telepon soal produksi saya juga rajin telepon ke Presdir CPI untuk meningkatkan corporate social responsibility (CSR),” ujarnya sembari tersenyum. Menurutnya di zaman orde baru Riau terabaikan meski kaya dengan minyak. “APBD Riau termasuk Kepri waktu itu cuma Rp300 miliar,” ujarnya mengenang.
“Dana itu sekarang hanya cukup buat jembatan,” ujarnya lagi. Oleh karena itu, lanjutnya, ke depan kemajuan CPI hendaknya juga memberi kontribusi yang lebih banyak kepada daerah. Apalagi, tambahnya, tahun 2012 mendatang Riau akan jadi tuan rumah PON sehingga memerlukan fasilitas olahraga yang layak untuk pertandingan tingkat nasional.
Sementara itu menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro dalam kesempatan itu atas nama pemerintah menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kinerja PT CPI dalam memenuhi target-target yang telah ditetapkan pemerintah. “Ini bukti bahwa dedikasi, komitmen dan kerja keras telah mampu memberikan hasil terbaik,” ujarnya lagi.
Dalam jumpa pers, Purnomo mengungkapkan, ESDM menyetorkan dana sebesar Rp350 triliun ke negara namun yang kembali hanya Rp5 triliun, Rp4 triliun dibagi-bagikan ke daerah dalam bentuk bantuan listrik pedesaan.
Tunggakan Retorasi
Dalam pada itu, di dari Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan terus mengejar tagihan uang negara dan berencana menagih biaya restorasi pasca eksploitasi migas yang menjadi kewajiban para kontraktor asing. Nilai tunggakannya mencapai US 20 juta dollar.
Wakil Ketua KPK Haryono Umar mengatakan, total kewajiban sejumlah kontraktor asing senilai US 34 juta dollar. Namun, KPK selama ini baru menerima informasi bahwa setoran biaya restorasi baru mencapai US 13,8 juta dollar. ‘’Kami (akan) meminta sisanya segera diserahkan,” jelas Haryono di Gedung KPK, kemarin.
Paling tidak, kata dia, penyerahan itu harus segera dilakukan dalam waktu sebulan hingga dua bulan ke depan. ‘’Kami luwes saja sebulan atau dua bulan ke depan harus segera dikembalikan,’’ terang Haryono. Dana itu harus segera disetorkan kepada rekening bersama yang dikelola Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dan Kontrak Karya dan Kerja Sama (KKKS). Rekening bersama itu tercatat di Bank BRI dan BNI.
Haryono mengungkapkan pengembalian dana tersebut harus dibawah pengetahuan Departemen Keuangan (Depkeu). ‘’Depkeu juga harus tahu masalah ini sebab terkait penertiban (anggaran),’’ terang Haryono.
Dia menambahkan biaya restorasi merupakan biaya yang dikenakan sesuai kontrak karya antara kontraktor asing dengan BP Migas. Dana itu digunakan untuk memperbaiki kondisi lingkungan yang rusak pascaekspolitasi minyak dan gas di suatu daerah. Untuk menagih pengembalian ini, komisi juga menggandeng Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).(git/agm/jpnn/fiz/hen)
Ada PRO pasti ada KONTRA donk .... Sebenarnya, pembangunan prasasti 11 Miliar barrel ini menyebabkan kalangan elite politik daerah di Riau rada gerah ..... Maklum sajalah, kondisi kelistrikan dan infrastruktur PEMERINTAH PUSAT di Riau ini agak berantakan kondisinya.... Sangat tidak sebanding dengan apa yang telah RIAU Kontribusikan untuk menyeimbangkan APBN.
Maklum sajalah, gimana coba rasa sakitnya PROVINSI PENGHASIL BERAS dan TKI, malah lebih baik kondisi jalan negara dan kelistrikannya dari PROVINSI PENGHASIL MINYAK .... Ada yang aneh ??? NO OFFENSE AT ALL, BECAUSE I REALLY MEAN IT ... IN VERY RUDE WAY ... Asli kesel banget .....
Dari RIAUTERKINI
Selasa, 17 Pebruari 2009 17:17
Prasasti 11 Miliar Barel Produksi Minyak CPI Sakiti Rakyat Riau
PT. CPI membuat prasasti 11 miliar barel pencapaian produksi komulatif minyak. Hal itu menyadarkan betapa besar sumbangsih Riau, namun yang diterima belum seberapa. Menyakitkan!
Riauterkini-PEKANBARU- Terhitung awal Januari 2009 lalu produksi komulatif minyak mentah PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI), sejak 1956 di Riau mencapai 11 miliar barel. Pencapaian tersebut diabadikan dalam prasasati yang ditandatangani Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro, Kepala Badan Palaksana Kegiatan Hulu Migas R Priono, Gubernur Riau M Rusli Zainal dan Direktur Utama CPI Suwito Anggoro di Minas, Selasa (17/2/09).
Penandatangan prasasti tersebut dinilai Ketua DPRD Riau Johar Firdaus sebagai sikap paradok. Karena prasasti tersebut menyadarakan masyarakat Riau mengenai betapa besar sumbangsih yang telah diberikan untuk kemakmuran bangsa ini, namun tetap saja masyarakat Riau masih banyak yang miskin dan terbelakang. "Menurut saya sikap CPI tersebut sangat paradok. Di sisi lain mereka bangga atas prestasi mampu mencapai produksi hingga 11 miliar barel, namun di sisi lain keberadaannya tak memberikan banyak manfaat bagi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Riau," ujarnya saat berbincang dengan riauterkini di gedung wakil rakyat, Selasa (17/2/09).
Diakui Johar Firdaus, bahwa selama ini CPI telah menggulirkan program community developmen (CD), namun program tersebut belum memberikan manfaat sebagaimana diharap masyarakat Riau. Terlebih belakangan program CD CPI cenderung menurun kualitas dan kuantitasnya. Sebagai contoh, Johar menyebut masih sangat banyak masyarakat yang tinggal di kawasan ladang minyak CPI masih hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan. "Misalnya di Rohil, banyak masyarakat yang tinggal di kawasan ladang minyak CPI masih miskin dan tertinggal," sindirnya.
Terhadap pemerintah pusat, Johar juga berharap agar moment pencapaian produksi 11 miliar barel menjadi titik awal kesadaran, bahwa sudah semestinya Riau menerima lebih dari apa yang telah diberikan kepada bangsa ini. "Perjuangan untuk minta tambah DBH Migas harus direspon, karena faktanya Riau telah memberikan sedemikian besar hasil buminya bagi kesejahteraan bangsa," pintanya.
Penilaian lebih kritis disampaikan budaywan Riau Al Azhar. Menurutnya sikap CPI dari dulu tak berubah. Merasa sebagai perusahaan yang tak memiliki kaitan dengan wilayah dan masyarakat tempatnya melakukan kegiatan usaha. "Mereka (CPI.red) seperti pompa angguk. Terus saja menyedot dan menyedot minyak dari perut bumi, tanpa perduli kalau lingkungan disekitarnya bersemak," sindirnya.
Karena itu Al Azhar menilai pembuatan prasasti pertanda pencapaian produksi 11 miliar barel minyak CPI sangat menyakitkan. "Ini menambah pedih perasaan masyarakat Riau. Terutama saudara kita masyarakat Sakai, yang tanah tumpahnya menjadi lokasi pertambangan Chevron," runtuknya.
Karena itu, Al Azhar mengajak semua pihak untuk menjadikan moment pencapaian produksi minyak CPI ke-11 miliar barel sebagai kesempatan mengkalkulasi ulang sumbangsih Riau dari sumber daya alam. Kemudian mengghitung juga berapa yang telah diterima Riau. "Sekaranglah saatnya semua komponen masyarakat Riau mengkalkulasi ulang sumbangsi Riau kepada pemerintah dan yang diterima Riau dari pemerintah pusat dan Chevron," ajaknya.
Lebih lanjut tokoh asal Tambusai, Rokan Hulu tersebut mengatakan, sudah saatnya pengelolaan sumber daya alam di Riau diambilalih daerah, seperti yang telah dilakukan Siak melalui PT. Bumi Siak Pusako yang mengelola ladang CPP Blok.
Sebagaimana Johar Firdaus dan Al Azhar, kalangan mahasiswa juga beranggapan sama. Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Riau dan Kepulauan Riau Misbah Ibrahim menilai CPI tidak semestinya menyakiti masyarakat Riau dengan sekedar menggelar seremoni menandai pencapaian produksi 11 miliar barel. Semestinya CPI membuat program fenomenal yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Riau sebagai penanda prestasi tersebut. "Kalau CPI menandai pencapai produksi 11 miliar barel dengan meluncurkan program fenomenal yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Riau, tentu masyarakat Riau akan turut bangga dengan pancapaian itu, namun ternyata tidak. CPI sekedar membuat kegiatan seremoni yang menyakiti perasaan masyarakat Riau," sesalnya.
Sebagai misal, Misbah mengatakan, seandainya hari ini CPI menandai pencapaian produksi komulatif 11 miliar dengan mengumumkan kesiapannya membangun sarana pendukung PON, mengingat 2012 Riau menjadi tuan rumah PON ke-XVIII. "Kalau itu yang dilakukan CPI, maka perusahaan itu akan dikenang sepanjang massa oleh masyarakat Riau," demikian tanggapan Misbah.***(mad)
================
Selasa, 17 Pebruari 2009 18:12
Ditanya Sumbangsih, Dirut Chevron Gusar
Dirut PT.CPI Suwito Anggoro meradang. Ia gusar saat ditanya soal sumbangsih perusahaannya kepada Riau, terkait pencapaian produksi 11 miliar barel minyak.
Riauterkini-PEKANBARU- Direktur Utama (Dirut) PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) meradang saat ditanya wartawan mengenai tanggapannya terhadap anggapan sebagian pihak, bahwa sumbangsih CPI terhadap Riau tak sebanding dengan apa yang telah didapat dari daerah ini, mengingat produksi komulatif minyak CPI sudah melampau 11 miliar barel sejak beroperasi di Riau tahun 1956. Prasasti pencapaian tersebut hari ini ditandatangani Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Gubri M Rusli Zainal, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas R Priono dan Suwito sendiri di Minas, Kabupaten Siak.
Wawancara yang dilakukan beberapa wartawan, termasuk riauterkini di ruang VIP Lancang Kuning Bandara Sultan Syarif Kasim (SKK) II Pekanbaru, Selasa (17/2/09) sambil menunggu keberangkatan Menteri ESDM ke Jakarta. Suwito menjelaskan, bahwa pencapaian produksi komulatif 11 miliar barel minyak mentah perusahaannya bukan target berkala. “Tidak bisa disebut apakah pencapaian tersebut secara waktu sudah sesuai target, karena kami tak pernah menetapkan target pencapaian dengan patokan waktu, melainkan kami lakukan sesuai prosedur teknis yang ada,” paparnya.
Suwito lantas mengatakan, bahwa produksi seluruh ladang minyak perusahaannya di Riau saat ini jauh dari puncak pencapaian yang pernah sampai sejuta barel sehari. “Sekarang tinggal sekitar 390 ribu barel setiap harinya. Usianya ladangnya sudah tua. Sudah limapuluh tahun,” tukasnya.
Ketika ditanya, apakah CPI tidak berniat membuat sebuah program fenomenal yang langsung memberi manfaat nyata bagi masyarakat Riau sebagai prasasti pencapaian 11 miliar barel? Suwito mengatakan pihaknya tak memiliki rencana seperti itu, karena hasil minyak yang didapat di Riau mayoritas untuk negara, bukan untuk perusahaannya. “Bagian kita hanya sekitar sepuluh persen. Sembilanpuluh persennya untuk negara,” tukasnya lagi.
Tak lama kemudian Suwito menunjukkan perubahan sikap. Ia menjadi gusar ketika ditanya tanggapannya terhadap anggapan sebagian pihak, bahwa sumbangsih CPI masih sangat kecil, dibandingkan dengan sedemikian besar yang telah didapat dari daerah ini. Dengan nada agak tinggi ia menyergah, “Kalau tak punya data, jangan mengatakan itu!”
Suwito kemudian memanggil Djati Susetya yang berdiri tak jauh darinya. “Pak Jati sini. Jelaskan apa saja yang telah kita buat untuk Riau,” perintahnya sambil meninggalkan wartawan. Namun Djati yang diminta memberi penjelasan lanjutan sama sekali tak berkata apupun kepada wartawan.***(mad)
Kebetulan saya orang Riau asli Melayu .... tapi keluarga saya bukan dari Perusahaan Minyak itu, dan keluarga saya juga bukan ELITE POLITIK di Riau apalagi pejabat Tinggi itu.. Jadi bagi saya, mengkritisi pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan juga CHEVRON bisa saya lakukan sesuka hati ..... mohon diteliti, kalau kritisi saya salah.
rilham2new February 18th, 2009, 08:17 AM Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Provinsi Riau jadi rujukan bagi Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan
* Dari RIAUPOS E-paper Edisi Cetak 18 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/1200x1200/72/BP2TRiauRujukanSumsel-18Feb09.jpg?et=oiKYhzyfahCpUSZVR3CgZg&nmid=163228181
barried February 19th, 2009, 01:09 AM The Land Of Indonesian Malay tuh maksudnya apa ya? Bukannya emang pada dasarnya mayoritas penduduk Indonesia itu etnis Melayu?
rilham2new February 19th, 2009, 04:27 AM ^^ Maksudnya Ras Melayu kali .... kalau secara etnis, kayaknya cuman terbatas di Sumatra dan Kalimantan aja deh ...
Kris18 February 19th, 2009, 04:58 AM Tunggu oleh-olehku dari kunjunganku ke Teratak Buluh - Kuntu-Domo - Lipat Kain - Teluk Kuantan.
Tahukah..??
aku behasil meliput sebagian pembangunan disana termasuk desain sport center di Teluk Kuantan untuk perhelatan PON 2012c nanti :cheers:.
Kris18 February 19th, 2009, 05:23 AM The Land Of Indonesian Malay tuh maksudnya apa ya? Bukannya emang pada dasarnya mayoritas penduduk Indonesia itu etnis Melayu?
Memang benar melayu, tapi untuk jaman sekarang sulit sekali kita melihat pengakuan dan pengangkatan dari nilai-nilai budaya melayu itu sendiri di daerah-daerah lain. Termasuk juga pada setiap even-even penampilan budaya nusantara, sangat jarang sekali ditampilkan budaya melayu Indonesia itu. Kalau di Riau memang budaya melayu dijunjung tinggi meski masarakatnya kini sangat heterogen, dan ini sebagai alam rumpun tamadun melayu Indonesia hingga pencapaian visi & misi Riau 2020
rilham2new February 19th, 2009, 10:53 AM Tunggu oleh-olehku dari kunjunganku ke Teratak Buluh - Kuntu-Domo - Lipat Kain - Teluk Kuantan.
Tahukah..??
aku behasil meliput sebagian pembangunan disana termasuk desain sport center di Teluk Kuantan untuk perhelatan PON 2012c nanti :cheers:.
Terima kasih lagi :cheers:
Ternyata TELUK Kuantan di persiapkan jadi tempat penyelanggaraan PON juga ya ???
rilham2new February 21st, 2009, 03:03 AM Oleh2 dari thread sebelah ..
According Riauterkini.com
Kunjungan Pansus KEK DPR RI,
Dumai Miliki Kelebihan Letak Geografis untuk Jadi KEK
Pansus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) DPR RI berkujung ke Pekanbaru. Usai bertemu Pemprov Riau dan Pemko Dumai, Ketua Pansus menyebutkan Dumai punya keunggulan letak geografis untuk jadi KEK.
Riauterkini-PEKANBARU- Sebanyak 14 anggota Panitia Khusus (Pansus) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) DPR RI dipimpin Ketua Pansus Nasir Bahar melakukan kunjunga ke Pekanbaru, Jumat (20/2/09). Kunjungan Pansus hanya diisi pertemuan tertutup dengan Pemprov Riau dan Pemko Dumai di Ruang Kenangan kantor Gubernur Riau. Hadir dalam pertemuan tersebut Gubernur Riau M Rusli Zainal dan jajarannya serga Walikota Dumai Zulkifli AS beserta sejumlah staf.
Usai pertemuan tertutup yang berlangsung lebih dua jam, Ketua Tim Pansus KEK DPR RI, Nasir Bahar mengungkapkan, letak strategis tersebut sangat memungkinkan bagi Riau untuk menjadi salah satu KEK di Indonesia. “Kalau kita lihat sepertinya Pemerintah Provinsi Riau, khususnya Kota Dumai, sudah siap untuk menjadi KEK. Melihat kesiapan sarana, prasarana, infrastruktur serta didukung dengan geografis dan demografis yang memungkinkan, tinggal pencocokan kriteria dan elemen-elemen yang harus dilengkapi,” jelas Nasir kepada wartawan, termasuk riauterkini.
Nasir menambahkan, untuk pencocokan kriteria akan diambil perbandingan dari negara-negara tetangga yang kawasan ekonomi khususnya berkembang lebih dulu, seperti Thailand, Singapura dan Philipina. Karena pencetusan KEK Indonesia dalam rangka mengembangkan ekonomi khusus suatu daerah, sehingga dapat lebih unggul dari negara-negara tetangga.
Selain itu, kata Nasir, untuk menjadi KEK ada enam elemen yang harus dipersiapkan. Di antaranya berkaitan dengan dimensi hukum, kelembagaan, prioritas, manfaat bagi pengentasan kemiskinan dan tingkat sosial bagi lingkungan sekitarnya. “Kita akan mempersiapkan segalanya, sehingga kita akan lebih unggul dari negara tetangga yang lebih unggul,” tegasnya.
Nasir menjelaskan, kedatangan 20 orang rombongan anggota DPR RI termasuk dua orang dari Sekretariat DPR RI, dalam rangka meminta masukan-masukan dari stakeholders, yakni Pemprov Riau, serta pemerintah kabupaten dan kota di Riau. Tujuannya, untuk penyusunan Rancangan Undang Undang (RUU) KEK yang deadline-nya menjadi UU pada September 2009.
“Untuk mendukung terwujudnya UU KEK perlu adanya kriteria dan elemen-elemen yang harus dipenuhi daerah yang akan menjadi KEK. Sampai saat ini ada 18 provinsi yang mengajukan proposal KEK ke pemerintah pusat. Kunjungan kita kali ini ke lima provinsi, termasuk Riau dan Sumatera Selatan,” ungkap Nasir.
Menurut Nasir, dibandingkan dengan free trade zone (FTZ), cakupan KEK lebih luas, meliputi pengembangan dan perangkulan potensi-potensi ekonomi yang ada. Seperti yang tertuang dalam enam elemen yang harus dipenuhi untuk sebuah KEK. “Kalau Riau menjadi KEK maka otomatis FTZ hilang, tapi di dalam KEK ini bisa mencakup FTZ karena cakupannya lebih luas,” papar Nasir.
Sementara itu Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP mengatakan, untuk menindaklanjuti terwujudnya KEK, di Kota Dumai akan dibentuk satu tim atau badan pengelola yang akan menindak lanjuti secara teknis pengembangan-pengembangan KEK di Riau. Karena potensi-potensi yang ada, termasuk geografis Riau sangat memenuhi untuk dijadikan KEK. Tinggal menunggu UU yang saat ini sedang dibuat oleh DPR RI. Sehingga KEK Riau mempunyai landasan hukum dalam pengembangannya. “Dari aspek geografis, potensi, sarana, prasarana dan infrastruktur, saat ini sangat memungkinkan Riau menjadi KEK,” tegas Gubri.
Di tempat terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Dearah (Bappeda) Provinsi Riau Drs H Emrizal Pakis mengungkapkan, tim yang pembentukannya sedang dalam proses tugasnya untuk percepatan KEK, bukan mengurangi perkerjaan yang ada. “Karena dari kunjungan-kunjungan yang dilakukan oleh pemerintah pusat, baik itu presiden, wakil presiden maupun menteri, tidak ada yang menyatakan bahwa Riau tidak siap menjadi KEK. Semua mendukung dengan melihat aspek pendukung untuk menjadi KEK,” katanya.
Emrizal menjelaskan, kerja dari tim yang akan dipimpin Gubri tersebut, hanya untuk memenuhi kebutuhan dokumen-dokumen, usulan-usulan, pemantauan dan evaluasi kekurangan. Sehingga jika ada yang membutuhkan sentuhan pembangunan bisa segera dilakukan. “Untuk kesiapan, jauh-jauh hari kita sudah siap menjadi KEK. Karena kita sudah melakukan pembangunan infrastruktur pendukung itu, misalnya pembangunan jalan Dumai-Pelintung, infrastruktur, serta listrik 50 megawatt (MW) saat ini hanya terpakai 25 (MW). Jadi tim ini nantinya tidak untuk mengurangi pekerjaan, tapi sebuah instansi koordinasi antara stakeholders terkait,” tutupnya.***(mad)
rilham2new February 21st, 2009, 04:20 AM Aerial View - Pangkalan Kerinci - Kabupaten Pelalawan
* Dari RIAUPOS edisi cetak 19 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/1200x1200/78/Pangkalan-Kerinci-19Feb09.jpg?et=%2Cl3EDTA5YK8WBqMdg9tQbA&nmid=163228181
Kris18 February 24th, 2009, 03:28 AM Di Pekanbaru saat ini lagi heboh dengan berita, bayangin 55 orang anggota legislatif terhormat DPRD Riau ikutan outbond dasar kepemimpinan ke Bangka Belitung dengan menghabiskan hingga genap 800 juta rupiah :ohno: .
Berita ini terus menjadi sorotan, baik oleh media cetak maupun media elektronik, banyak kritikan pedas dari berbagai pihak termasuk warga Riau yang mengklaim kegiatan tersebut menghambur-hamburkan uang rakyat.
Kenapa mesti ke Bangka Belitung..?? kalau mau outbond kenapa tidak lakukan kegiatan aja di alam Riau. Kan banyak tuh daerah-daerah yang lebih menantang, mulai dari bono di pelalawan :D hingga di pulau Rupat.
rilham2new February 24th, 2009, 11:50 AM ^^ mereka mau mengenang masa kecil mereka sebagai Laskar Pelangi, tuh :tongue2: ...
Ayahku aja yang dulu masa SD nya di Riau, mereka bilang kehidupan SD dia di kampung hampir persis dengan Laskar Pelangi, bedanya yaa agak2 bagus dikit lah .. Dan alamnya hutan rimba :D hahaha
Kris18 February 26th, 2009, 02:31 PM Aerial View - Pangkalan Kerinci - Kabupaten Pelalawan
* Dari RIAUPOS edisi cetak 19 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/1200x1200/78/Pangkalan-Kerinci-19Feb09.jpg?et=%2Cl3EDTA5YK8WBqMdg9tQbA&nmid=163228181
Ini di pusat kota Pangkalan Kerinci, yang dulu konon, desas-desus yang aku dengar nih mau diubah namanya menjadi Bandar Sri Pelalawan.
Dan, area pusat pemerintahan Kabupaten Pelalawan berlokasi sebelum memasuki daerah ini, kalau tak salah dari arah Pekanbaru begitu pertama kali kita memasuki kota, ada gerbangnya di belokan kanan.
Kris18 February 26th, 2009, 02:32 PM Rp 1,8 M Untuk Kembangkan Dua Kawasan Wisata di Riau
26 Feb 2009 12:00 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Departemen Pariwisata mengucurkan dana sebesar Rp 1,8 miliar untuk mengembangkan dua kawasan wisata di Riau. Kedua kawasan wisata yang akan dikembangkan itu adalah Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) di Kabupaten Indragiri Hulu dan Pulau Rupat di Kabupaten Bengkalis.
Dari dana Rp 1,8 miliar yang dikucurkan itu, sebanyak Rp 1 miliar diantaranya diperuntukkan untuk pengembangan kawasan TNBT. Sedangkan sisanya sebesar Rp 800 juta digunakan untuk pengembangan objek wisata Pulau Rupat.
"Diharapkan dengan dikucurkannya dana dari pusat itu, bisa membantu pemerintah daerah Riau dalam mengembangkan kedua kawasan wisata tersebut," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Seni dan Pariwisata Riau Joni Irwan SH di Pekanbaru.
Dia mengatakan, saat ini Riau memang sedang memfokuskan diri mengembangkan sektor pariwisata mengingat tahun 2010 mendatang akan dijadikan sebagai tahun kunjungan wisatawan ke Riau. "Menyambut tahun itu, tentunya persiapannya harus dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya," ungkap dia.
Beberapa waktu lalu sudah ada kesepakatan antara Pemprov Riau dengan kabupaten/kota untuk menyiapkan satu objek dan satu iven wisata yang bisa dijual. Saat ini sudah ada dua daerah yang telah menyiapkan iven wisatanya yakni Rokan Hilir dan Kuantan Sengingi.
Dia berharap daerah lainnya akan segera menyiapkan satu objek dan satu iven wisata itu. "JIka setiap daerah sudah memiliki objek dan iven pariwisata, maka sektor pariwisata di Riau akan tumbuh dengan maju," tambah Joni Irwan lagi.(ad)
rilham2new February 26th, 2009, 03:09 PM Ini di pusat kota Pangkalan Kerinci, yang dulu konon, desas-desus yang aku dengar nih mau diubah namanya menjadi Bandar Sri Pelalawan.
Dan, area pusat pemerintahan Kabupaten Pelalawan berlokasi sebelum memasuki daerah ini, kalau tak salah dari arah Pekanbaru begitu pertama kali kita memasuki kota, ada gerbangnya di belokan kanan.
Iya betul Pusat Pemerintahannya kalau dari arah Pekanbaru kalau gak salah belok kanan gitu. Lokasinya sebelum Simpang Langgam (jalur Kerinci-Buatan, kalau mau ke Siak Sri Indrapura lewat Lintas Timur).
Bandar Sri Pelalawan ???? Wahh, enakan Pangkalan Kerinci kayaknya, hehehe..
Kris, tahu gak ... kalau dulu Kota Pangkalan Kerinci itu (sebelum pemekaran) hanya sebuah kota kecamatan yang kecil. Dan jalan yang ada di gambar udara itu, adalah jalan Lintas Timur Sumatra, sebenarnya :D hehehe ...
Cuman, menjelang tahun 2001, jalan itu dilebarkan karena PangkalanKerinci mau ditingkatkan jadi ibukota Kabupaten. Dulu itu cuman jalan raya sempit 2 lajur. Jadi pelebaran itu tergolong baru, baru tahun 2001 ke atas ...
Sekarang aku kurang tahu kayak apa kotanya, soalnya terakhir kali ke sana itu tahun 2001, waktu keluargaku berlebaran di Medan (waktu itu masih tinggal di Palembang), pake mobil hehehe ... Pengalaman keren banget :D ....
Kris18 February 26th, 2009, 03:43 PM ^^
Iya, betul, jalan lintas timur sumatra. Itu jalan lintas timur yang lazim digunakan untuk perhi ke Rengat?
Malah ada yang meramalkan kalau Pangkalan Kerinci itu bakal jadi kota terbesar lagi di Riau setelah Pekanbaru dan Dumai, karena melihat posisi strategisnya dan perkembangan yang begitu pesat ditambah lagi ditunjang oleh sektor perkebunan dan industri.
rilham2new February 26th, 2009, 04:10 PM ^^ Kalau melihat kepesatan pembangunannya memang iya, Pelalawan itu contoh Otonomi daerah yang berhasil di Riau, di luar Siak tentunya :D ... hehehe ....
Kris18 March 1st, 2009, 03:09 PM Rp 51 Miliar Untuk Memakmurkan Masjid dan Bantuan Sosial
01 Mar 2009 14:36 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Pemerintah Provinsi Riau setiap tahun memberikan alokasi anggaran untuk memakmurkan masjid sekaligus memberikan perhatian yang pantas terhadap para pengurus masjid. Tahun 2009, Pemprov Riau mengalokasikan anggaran sebesar Rp51 miliar, antara lain untuk memakmurkan masjid dan bantuan sosial lainnya.
"Masjid sebagai rumah Allah harus lebih baik dan lebih bagus dari rumah kita. Makanya, kalau dulu orang lebih suka membangun GOR atau gedung-gedung bertingkat, sementara kalau untuk bangun masjid ngutang, sekarang harus kita ubah. Pembangunan masjid harus didahulukan," ujar Gubri Rusli saat memberikan ceramah di depan para peserta Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Hotel Borobudur, Jakarta, Sabtu (28/2).
Gubri juga menegaskan bahwa orang yang suka ke masjid dan menjadi pengurus masjid, bukanlah orang kampungan atau tidak modern. Justru sangat banyak orang-orang pintar dan terkemuka di negeri ini yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masjid.
Sebut saja misalnya Menteri Kehutanan (Menhut) MS Kaban yang seorang muballig. Gubri Rusli sendiri adalah seorang qori yang kini sudah masuk periode kedua menjadi Gubernur Riau. "Banyak tokoh-tokoh lain di Indonesia yang bisa disebut sebagai orang-orang masjid," ungkap Gubri.
Terkait keberadaan DMI, yang kini juga aktif melakukan survei terutama menyangkut capres dan cawapres yang paling layak menurut para jemaah masjid, Gubri Rusli mengajak agar sebaiknya DMI jangan sampai terlibat politik praktis. "Kalaupun berpolitik, harus dengan tujuan untuk kemaslahatan ummat," ajak Gubri.
Siapapun capres dan cawapres terpilih nantinya, kata Gubri, DMI harus mendo'akan agar yang bersangkutan benar-benar akan mengabdikan diri untuk kebaikan dan kemaslahatan rakyat Indonesia.(ad/rls)
Kris18 March 1st, 2009, 03:11 PM 110 Ribu Warga Miskin di Riau Butuh Rumah Layak Huni
01 Mar 2009 14:44 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Saat ini sebanyak 110 ribu kepala keluarga miskin di Riau membutuhkan rumah layak huni. Hal ini tentunya menjadi tantangan bagi para pengembang di daerah ini berperan dalam menyediakan rumah layak huni untuk masyarakat tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Riau HM Mambang Mit saat membuka Musda I Asosiasi Pengembang Perumahan Se-Indonesia, Sabtu (28/2) di Hotel Pangeran, Pekanbaru. Salah satu agenda dari Musda tersebut adalah memilih Ketua Apersi yang baru periode 2009-2013.
Pada kesempatan tersebut, Wagubri HR Mambang Mit meminta kepada semua pihak, khususnya Apersi untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat Riau. “Pada dasarnya, pemerintah mendukung segala sesuatu yang dilakukan Apersi, dalam memujudkan kesejahteraan rakyat, dalam memenuhi kebutuhan perumahan," ungkapnya.
Dia menyebutkan, jumlah rakyat miskin di Riau saat ini hanya 11 persen. Jika saja penduduk Riau saat ini mencapai 5 juta, artinya ada 600 ribu orang miskin yang mendiami bumi lancang kuning ini. Dan jika dari masing-masing 1 kepala keluarga mempunyai 5 anggota keluarga, maka berarti ada 110 ribu masyarakat miskin yang membutuhkan rumah layak huni.
Sementara Ketua DPD Adisman Kasim (periode 2005-2008) memaparkan, sepanjang tahun 2006 hingga 2008 Apersi telah membangun 7.500 unit rumah di Riau. Sedangkan pada tahun 2009, Apersi telah menargetkan 3500 unit rumah.(ad)
Kris18 March 1st, 2009, 03:14 PM Sewindu LBD, Chevron Gelar Forum Pengembangan Usaha Tempatan
01 Mar 2009 16:04 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) – Dengan semangat membangun perekonomian daerah, sejak 2001 PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) telah menggulirkan program Pengembangan Usaha Tempatan (Local Business Development/LBD). Tepat pada tahun ini, program tersebut telah memasuki tahun kedelapan pelaksanaannya.
Untuk memperingati sekaligus mengevaluasi program yang menjadi kebanggaannya ini, CPI akan menggelar Forum Pengembangan Usaha Tempatan (Local Business Development Forum) pada Selasa, 3 Maret yang akan datang bertempat di Rumbai Country Club, Rumbai Camp.
Perhelatan ini menurut rencana akan diisi dengan diskusi panel dengan pembicara kalangan akademisi, praktisi dan asosiasi bisnis dengan topik ”Membangun Kapasitas Masyarakat Tempatan Melalui Program Local Business Development (LBD)”.
Direncanakan tokoh Riau yang menelurkan Gerakan Sejuta (Genta) Melayu Rida K. Liamsi yang juga CEO Riau Pos, dan ekonom, dosen serta praktisi bisnis Riau Edyanus Herman Halim akan menjadi keynote speaker dalam diskusi panel tersebut. Selain itu untuk meramaikan acara, akan digelar juga pameran foto yang terbuka untuk umum dan kuis dengan berbagai hadiah menarik.
Team Manager LBD Prakoso Catur Putra menyatakan bahwa LBD Forum ditaja tidak hanya sebagai informasi bagi khalayak tentang keberadaan LBD semata, tapi juga sarana evaluasi untuk mendapatkan masukan dari berbagai kalangan demi kemajuan program pengembangan usaha tempatan ini ke depannya.
”Melalui LBD forum ini kita mengharapkan adanya pemikiran-pemikiran baru seputar pengembangan pengusaha tempatan, termasuk peluang-peluang baru yang mungkin bisa kita raih dan lakukan untuk membina pengusaha lokal”, tuturnya.
Program LBD merupakan komitmen CPI untuk membina dan meningkatkan kompetensi perusahaan kecil/koperasi tempatan melalui program kemitraan usaha. Tujuan utama program ini adalah membina dan mengembangkan usaha kecil tempatan yang berada di sekitar wilayah operasi CPI menjadi rekanan yang profesional, andal dan mampu bersaing dengan rekanan besar lainnya dalam proses penyediaan barang dan jasa di lingkungan CPI.
Tercatat, sejak diluncurkan pada 2001, enam ratus pengusaha tempatan telah tergabung dalam LBD. Para pengusaha yang tergabung dalam program ini juga mendapat pelatihan tidak hanya di bidang teknis, tapi juga manajemen usaha secara berkala. Melalui LBD, CPI turut andil membantu pemerintah mempercepat tumbuh kembang usaha dan ekonomi daerah.(ad)
Kris18 March 1st, 2009, 03:24 PM Dari Riaupos:)
Jum'at, 27 Februari 2009 (Riaupos.com)
Riau Dapat Pasokan Listrik 30 MW
Pemerintah pusat melalui Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 30 Mega Watt (MW). Dibangunnya pembangkit listrik ini merupakan hasil lobi yang dilakukan Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP saat kunjungan Menteri ESDM ke Riau baru-baru ini.
Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP, Kamis (26/2) mengatakan, sebelum pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) bulan April mendatang pembangkit listrik ini akan segera dibangun. Lokasi pembangunan di daerah Teluk Lembu, Kota Pekanbaru. Diharapkan dengan penambahan daya listrik 30 MW ini sedikit banyak bisa mengurangi krisis energi listrik di Riau.
‘’Alhamdulillah ketika Bapak Menteri ESDM datang ke Riau baru-baru ini saya sampaikan ke beliau tentang krisis energi listrik dan beliau langsung komunikasi dengan PLN dan didapat kesepakatan untuk menambah pasokan listrik dengan melakukan pembangunan pembangkit listrik dengan kapasitas 30 MW,’’ kata gubernur.
Dikatakan gubernur, setidaknya dengan penambahan pasokan listrik ini sedikit banyak akan mengatasi persoalan krisis energi listrik di Riau khususnya di Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau. ‘’Nanti energinya akan tersambung secara interkoneksitas, sehingga seluruh daerah dapat menikmati aliran listrik ini,’’ tutur gubernur.
Dalam pada itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Riau Drs H Adul Lafiz mengungkapkan, dalam waktu yang tidak terlalu lama antara Pemprov Riau dan pihak PLN akan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) terkait hal ini. Total anggaran untuk pembangunan pembangkit baru ini sebesar Rp350 miliar.
Pembangkit baru ini akan ditempatkan di Teluk Lembu, ini murni dilakukan oleh pemerintah pusat tidak ada sharring dana antara pusat dan daerah.(hus)
Satu lagi bentuk sumbangsih dan perhatian pemerintah terhadap warganya :)
Menpera Resmikan Rusunawa Perdana di Pekanbaru
27 Feb 2009 18:07 wib
Surya
PEKANBARU (RiauInfo) - Untuk pertama di Riau, rumah susun sederhana sewa (rusunawa) secara resmi dibangun di Kota Pekanbaru. Peresmian pembangunan rusunawa secara langsung dilakukan oleh menteri Perumahan Rakyat (Menpera), M Yusuf Asyari, Jumat (27/02/2009) ini di linkungan kampus Universitas Islam Riau (UIR), Pekanbaru.
Menpera mengatakan, pembangunan rusunawa bukan saja diperuntukkan bagi lingkungan kampus semata. Namun program yang telah berjalan sejak 2005 silam ini telah berjalan di beberapa kota besar di Indonesia hingga menyentuh di beberapa daerah untuk kepentingan perumahan karyawan. Menteri menyatakan target pada 2009 akan mencapai 79 rusunawa di seluruh Indonesia dengan anggaran Rp.10 milir setiap rusunawa.
Sasaran pembangunan rusunawa di kota Pekanbaru lainnya adalah dekat Universitas Lancang Kuning, Kelurahan Sri Meranti, kecamatan Rumbai. Selanjutnya sekitar wilayah pesantren Babussalam dan di Pesantren Darul Ulum, Kulim Pekanbaru.(Surya-Ham)
Nih, ada gambarnya dari Riauterkini.com :)
Rusunawa ini merupakan yang perdana di Riau :)
http://riauterkini.com/gambar/27feb09.jpg
fajarmuhasan March 2nd, 2009, 03:00 AM [QUOTE=Kris18;33000298]Dari Riaupos:)
Utk PLTG di teluk lembu apakah tidak bentrok dg rencana PT Riau Power yg telah membangun dan akan menambah daya dg adanya hibah turbine gas dari CPI???
Kris18 March 2nd, 2009, 09:05 AM ^^
Kalau soal bentrok, kurang tahu juga, tapi kalau saya rasa bagi pemerintah tak masalah, malah pemerintah provinsi Riau banyak memuat proyek investasi membangun sektor kelistrikan dalam project developmentnya. Mungkin ini sebagai langkah representatif menanggulangi krisis kelistrikan di Riau selama ini.
PLTG teluk Lembu, di Duri juga, di Inhu, Inhil, Kuantan, Dumai, Bengkalis.
Kemarin investor dari negara Qatar sudah ingin berinvestasi untuk membantu mengatasi masalah kelistrikan di Riau, tapi gara-gara terganjal regulasi dari pusat, akhirnya tak jadi :(.
Kris18 March 2nd, 2009, 09:32 AM Assalammualaikum wwb.,
Salam takzim saya haturkan kepada seluruh kawan sesama forumer SSC yg ada disini dan ataupun yang pernah singgah di thread Riau dan Pekanbaru :).
Perkenankan saya hendak mempersembahkan pantun sedikit,
Makanlah sirih ujunglah unjungan
Sirih dimakan di Riau andalan
Selamat datang para kawan di laman
Salam dan hormat kami persembahkan
Sekapur Sirih kami persembahkan
Haraplah diterima para jemputan
Marilah tuan dan puan kita bertukar pikiran
Agar dapat menambah wawasan
Wahai sahabat tambatan hati
Hiduplah engkau saling mengasihi
Silang sengketa engkau jauhi
Supaya hidupmu diberkahi Illahi
Kalaulah rubuh kota Melaka
Papan di Jawa kami tegakkan
Kalau jatuh marwah negara
Budaya bangsa kami bangunkan
Amanah diterima tugaspun diemban
Kalaulah berjuang ingatlah selalu Tuhan
Kalaulah saya hendak memberi saran
Bolehlah pantun menjadi ciri khas kita disini kawan
Kris18 March 2nd, 2009, 07:16 PM PMA Riau Berada di Urutan Ketiga di Indonesia
02 Mar 2009 20:43 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Riau berada pada peringat ketiga di Indonesia untuk realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada tahun 2008 lalu. Selama tahun ini sebanyak enam proyek PMA direalisasikan di Riau dengan anggaran mencapai 460,9 juta dolar AS.
Sedangkan untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menempati urutan kelima dengan jumlah realsasinya sebanyak empat proyek dengan nilai Rp 1,15 triliun. Ini membuktikan bahwa Riau termasuk daerah yang cukup diminati baik oleh PMA maupun PMDN.
"Untuk tahun 2008 lalu ada sembilan izin PMDN yang diberikan dengan total investasi Rp3,34 triliun, tai yang teralisasi hanya empat proyek," ujar Kepala Badan Penanaman Modal dan Investasi Riau Feisal Qomar Karim kepada wartawan di Pekanbaru.
Dia menyebutkan, investasi bagi Riau menjadi salah satu core program karena dinilai mempunyai peran sangat besar terhadap upaya pengentasan kemiskinan di daerah ini. Masuknya investasi ke daerah ini dengan sendirinya akan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Karena itu, menurut dia, Pemprov Riau terus berupaya menarik investor agar menanamkan modalnya di daerah ini. Hal ini ditambah pula dengan potensi sumber daya alam Riau yang sangat mendukung para investor tertarik masuk ke Riau.(ad)
Kris18 March 4th, 2009, 02:48 AM Awalnya aku kira, kalau listrik dari tenaga surya itu hanya ada di kota Pekanbaru, ternyata pemerintah pusat juga berencana akan membantu pasokan listrik yang juga berasal dari tenaga surya untuk desa-desa :).
___________________________________________________________________________
Desa di Riau Bakal Dapat Pembangkit Listrik Tenaga Surya
03 Mar 2009 12:13 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah pedesaan di Riau, sejumlah desa di Riau ahun 2009 in bakal mendapatkan peralatan pembangkit listrik tenaga surya dari pemerintah pusat. Tidak kurang sebanyak 1.200 unit peralatan itu akan segera dikirim ke desa-desa.
Selain dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi Riau juga akan memberikan bantuan peralatan serupa sebanyak 360 unit. Dengan demikian nanti jumlah pembangkit listrik tenaga surya yang akan diberikan kepada masyarakat desa berjumlah 1.560 unit.
"Dengan adanya bantuan ini diharapkan nantinya masyarakat Desa di Riau akan bisa menikmati aliran listrik, sehingga desa-desa di Riau nantinya akan terang menderang," ujar Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Riau, H Abdul Lafiz di Pekanbaru.
Mnyinggung pemasangan peralatan tersebut, Abdul Lafiz mengatakan, pemasangannya akan dilakukan langsung oleh ousat. Untuk satu unit alat akan diperuntukkan bagi satu rumah. Jadi jika alatnya 1.560 unit, maka sebanyak 1.200 kepala keluarga akan memilikinya.
Dikatakannya, nantinya alat tersebut akan diprioritaskan kepada desa-desa yang benar-benar belum memiliki aliran listrik. "Kita akan berikan alat kini kepada masyarakat yang desanya belum memiliki aliran listrik sama sekali," tambahnya.(ad)
Kris18 March 4th, 2009, 02:54 AM Konon dulu, pada jaya-jayanya kerajaan ini, setiap meriam kerajaan dibunyikan pada malam hari , seluruh lampu-lampu rumah penduduk kerajaan langsung padam dengan sendirinya.
____________________________________________________________________________
DANA PEMUGARAN RP 10,3 MILYAR
RAPP Serahkan Istana Sayap ke Pemkab Pelalawan
03 Mar 2009 13:07 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Proses pembangunan kembali Istana Sayap Pelalawan yang didanai PT Riau Andalan Pulp And Paper (PT.RAPP) sejak tahun 2003 silam akhirnya dapat dirampungkan. Bangunan yang terletak di Desa Pelalawan, persis di situs sejarah Kesultanan Pelalawan (30 km dari ibukota Pangkalan Kerinci).
Ini merupakan sumbangan kebudayaan perusahaan bagi masyarakat Pelalawan guna mengenangkan kembali sejarah dan pewarisan nilai kebudayaan bagi generasi kini. Dengan rampungnya pembangunan Istana Sayap itu akhirnya PT.RAPP menyerahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Penyerahan bangunan Istana Pelalawan dilakukan Direktur PT.RAPP Thomas Handoko kepada Plt. Bupati Pelalawan, H.Rustam Effendi di Kantor Bupati Pelalawan, Selasa (3/3).
Hadir pada kesempatan tersebut tokoh masyarakat Pelalawan yang juga budayawan Riau H.Tennas Efendi, Sekda Pelalawan Drs.H.Marwan Ibrahim dan pewaris Kerajaan Pelalawan H.T.Kamaruddin Haroen, Wakil Ketua DPRD Pelalawan, Ramli, FE. serta Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Pelalawan Drs.H.T.Azwir Mustafa dan Camat Pelalawan Drs.Martias.
Sedangkan dari perusahaan bubur kertas itu hadir Direktur PT.RAPP, Thomas Handoko, Social Capital Head APRIL Indonesia Jakarta, Ketut Wirabudi, Deputy Direktur Fakhrunnas MA Jabbar dan Direktur CSR PT.RAPP, H.Amru Mahalli serta Manajer Hubungan Media, Nandik Sufaryono.
Dalam sambutan penyerahannya, Direktur PT.RAPP, Thomas Handoko mengatakan pembangunan kembali replika Istana Sayap sesungguhnya sudah rampung pada tahun 2006, namun karena beberapa kendala yang terjadi di lapangan maka baru saat inilah terwujud serah terima dengan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Thomas menambahkan komiten PT.RAPP dalam membangun situs bersejarah tetap dipegang teguh dan diwujudkan sebagai sumbangan kebudayaan yang besar bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pelalawan.
“Kami berharap Istana Sayap ini dapat menjadi ikon dan kebanggan semua pihak di daerah ini. Inilah sumbangan PT.RAPP bagi kebudayaan dan masyarakat Pelalawan. Selain dapat mengenang kembali sejarah masa lalu yang penuh kejayaan, Istana Sayap ini diharapkan pula dapat mengembangkan pariwisata dan nilai budaya,” harap Thomas.
Di sela-sela kegiatan penyerahan, Deputy Direktur PT.RAPP Ir.Fakhrunnas MA Jabbar kepada wartawan menyatakan bangunan istana tersebut terletak di atas lahan seluas dua hektare yang terdiri atas bangunan istana utama didampingi dua bangunan sayap, mushalla, bangunan genset dan toilet.
Dikatakannya bangunan Istana Sayap yang disumbangkan PT.RAPP ini sangat besar maknanya bagi masyarakat Pelalawan.
“Adanya bangunan Istana Sayap ini, diharapkan dapat mengembalikan kenangan sejarah para orangtua di daerah ini tentang kejayaan masa Kesultanan Pelalawan. Di samping itu tentu diharapkan pula akan menjadi salah satu obyek wisata utama bagi Kabupaten Pelalawanb,” kata Fakhrunnas.
Lebih jauh Fakhrunnas menjelaskan pembangunan kembali Istana Sayap yang menelan biaya sekitar Rp. 10,3 Milyar memang sempat mengalami keterlambatan karena musibah banjir yang menghanyutkan tanah timbun lokasi pembangunan. Di samping itu, akses jalan darat untuk mengangkut bahan-bahan bangunan juga mengalami rusak berat sehingga sulit dilewati.
“Namun, komitmen untuk merampungkan pembangunan situs bersejarah ini tetap dipegang teguh dan diwujudkan PT.RAPP sebagai sumbangan kebudayaan yang besar maknanya bagi semua pihak,” pungkas Fakhrunnas.
Pihaknya, kata Fakhrunnas, sebenarnya telah merampungkan pembangunan Istana Sayap dan kawasan sekitar sejak akhir tahun 2006 lalu. Namun, karena kesibukan semua pihak terkait, maka proses serah terima kepada Pemkab Pelalawan baru bisa dilaksanakan hari ini.
Seluruh bangunan Istana Sayap terbuat dari kayu dan papan yang dilengkapi ukiran-ukiran khas Melayu hampir di semua bagian sisi yang ada. Bangunan Istana Sayap yang dirancang sesuai aslinya atas daya ingat tokoh masyarakat Pelalawan, T. Said Umar dan digambar oleh budayawan H. Tenas Effendy. Bangunan utama istana dicat berwarna kuning sedang banguna sayap di kiri dan kanan berwarna hijau.(ad)
rilham2new March 4th, 2009, 12:29 PM Wah, Kris sebentar lagi Thread ini tembus 700 postingan, siap2 Thread kedua :cheers: Hehehe...
Internet aku dah pulih, hebatnya kecepatan UPLOAD nya meningkat drastis dari sebelum jaringan rusak :nuts: .. Duhh Terima Kasih Ya Allah ... ..ya walaupun DOWNLOADING speednya agak menurun, terutama untuk MULTIPLY :( ... tapi ya gak papalah ...
========
Pembangunan GOR menuju PON 2012 - Pangkalan Kerinci - Kabupaten Pelalawan
* Dari RIAUPOS edisi cetak 27 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/1200x1200/97/GOrKerinci-27Feb09.jpg?et=o%2B6FEGddV6LLeIWVOreSRw&nmid=163228181
=============
Pembangunan Jalan Sapta Taruna, hmm pake konsep RIGID CONCRETE kayaknya nih - Siak Sri Indrapura - Kabupaten Siak
* Dari RIAUPOS Edisi Cetak 27 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/1200x1200/98/JalanSaptaTrunaSiak-27Feb09.jpg?et=auVjezTNl7%2BC8e4x7pnNYA&nmid=163228181
=========
Riau kebagian jatah pembangunan pembangkit Listrik sebesar 30 MW di Teluk Lembu
* Dari RIAUPOS 27 Februari 2009
* Akhirnya Bapak Purnomo Yusgiantoro yang berulang kali datang ke Riau, melakukan sesuatu yang agak menyenangkan rakyat Riau juga. Biasanya datang cuman buat nengokin anak2nya BPMigas doang ..... :tongue2:... Jangan cuman OMDO menjelang Pemilu 2009. Awas kalau tidak terealisasi. Semoga janji dibangun pada April 2009 itu betul2 ya, pak. Tapi, kenapa cuman 30MW ??? Pertanggungjawaban Pusat atas rumitnya regulasi di Jakarta yang menyebabkan kandasnya investastor asing dalam berinvestasi 2X150 MW itu gimana tuh, pak ??? Kok gak ada lagi kejelasannya ???
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/1200x1200/96/Riau30MW-27Feb09.jpg?et=jFZlVpIZNx1bca%2BGK0azjA&nmid=163228181
===================
Proyek Daerah: Jembatan penghubung Kecamatan Kelayang dan Kecamatan Rakit Kulim - Kabupaten Indragiri Hulu
* Dari RIAUPOS Edisi cetak 28 Februari 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/1200x1200/109/JembatanRakitKulimKelayang-28Feb09.jpg?et=bYbRrG3XUAfuthk8bR2lGw&nmid=163228181
===========
Ritual Ceng Beng masyarakat etnis Tionghoa - Bagansiapi-api - Kabupaten Rokan Hilir
* Dari RIAUPOS Edisi Cetak 2 Maret 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/1200x1200/116/CengBeng-Rohil-2Mar09.jpg?et=LFOpBdAtwdJ94Br2BZL%2CWg&nmid=163228181
=====================
rilham2new March 4th, 2009, 12:42 PM Realisasi Investasi PMDN Riau (cuman) Rp 1.15 Trilyun ...
*Dari RIAUPOS Edisi Cetak 2 Maret 2009
* Untuk PMDN Riau peringkat ke-5, sementara PMA Riau peringkat ke-3 di Indonesia.
PMA : Penanaman Modal Asing, PMDN : Penanaman Modal Dalam Negeri
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/1200x1200/115/RealisasiInvestasiPMDN1T-2Mar09.jpg?et=dLpcPFOgLe8T7%2BDehkqhEw&nmid=163228181
Mati Lampu atau lampu jalannya memang Rusak ?? Jalan Veteran - Rengat - Kabupaten Indragiri Hulu
* Dari RIAUPOS Edisi cetak 2 Maret 2009
http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/600x600/117/RengatNightshot-2Mar09.jpg?et=JmCNfxlPSz0rkwcXyiGraQ&nmid=163228181
Kris18 March 8th, 2009, 06:08 PM Sadar kalau masalah kelistrikan di Riau ini memang betul-betul butuh perhatian khusus. Sebanyak-banyaknya penawaran terhadap investor-investor termasuk melobi pusat. Yah, benar, kalau langkah ini gak dijalani, mana mungkin bisa membangun dan sejahtera kalau kelistrikan saja masih menjadi persoalan utama.
Setelah gagal dengan investor dari negara Qatar, gak tanggung-tanggung, kini pemerintah mengundang investor dari negeri gingseng korea membantu menangani masalah kelistrikan di provinsi Riau.
Pembangunannya juga berada di daerah kabupaten, artinya daerah-daerah Riau akan mendapat dampak positif dari pembangunan infrastruktur tersebut.
_____________________________________________________________________________
KOREA BERMINAT BANGUN POWER PLANT DI RIAU
Gubri: Kebutuhan Listrik Kita Masih Tinggi
08 Mar 2009 10:44 wib
Tony
JAKARTA (RiauInfo) – Swasta Korea Selatan berminat membangun dua buah power plant (pembangkit listrik) berbahan bakar batubara di Provinsi Riau; masing-masing di Pulau Padamaran, Rokan Hilir, dan di Rengat, Indragiri Hulu.
Gubernur Riau HM Rusli Zainal bersama Bupati Rokan Hilir Anas Ma’mun menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Presiden & CEO Korea Midland Power Co. Ltd, Bae Sung Ki, di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Sabtu (7/3) kemarin.
Penandatanganan kerjasama yang dilaksanakan dalam acara “Indonesia – Korea CEO Bsiness Dialogue” disaksikan langsung pemerintahan kedua negara. Dari Indonesia nampak menyaksikan Menkom Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu.
Selain penandatangan MoU dengan Riau, pemerintah dan swasta Korea Selatan yang datang bersama Presidennya, Lee-Myung-bak, itu juga menandatangani enam proyek lainnya dengan rencana nilai total investasi (termasuk untuk Riau) sekitar USD 6 miliar. Keenam MoU itu ditandatangani antara Korea Energy Management Corporation of Korea dengan Pemerintah DKI Jakarta, Korea Gas Corp dengan PT Pertamina, Korea Institute of Industrial Technology of Korea dengan Departemen Kelautan dan Perikanan, Korea Energy Management Corp dengan Pemerintah Gorontalo, Korea Export Insurance Corp dengan PT Asuransi Ekspor Indonesia dan Korea Midland Power Orient F A Machinary Samsung C & T Corp dengan Medcopapua Industri Lestari.
Dalam keterangannya kepada pers seusai penandatanganan MoU tersebut, Gubernur Riau HM Rusli Zainal menyebutkan kerjasama ini merupakan kelanjutan dari rencana pemerintah untuk membangun pembangkit listrik 10.000 MW di seluruh Indonesia. Ternyata, kata Gubri, investor yang berminat untuk membangun power plant ini di Riau adalah pengusaha dari Korea Selatan.
Secara detail, beluam bisa dipastikan jumlah mega watt yang akan dibangun oleh pihak Korea di dua tempat di Riau tersebut. Namun untuk lokasi Pulau Padamaran direncanakan 2 x 250 MW. “Ini kan baru nota kesepahaman. Masih akan dilakukan penjajakan lebih lanjut oleh kedua belah pihak,” kata Gubernur.
Menurut Rusli, Riau memang membutuhkan listrik dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan masyarakat dan industri yang terus bertumbuh. Untuk calon pelanggan rumah tangga saja, kata dia, tercatat 80.000 pemohon baru yang harus dipenuhi dengan segera.
Ia berharap, setelah MoU ini segera dilakukan dalam bentuk action sehingga kebutuhan listrik untuk daerah ini bisa diatasi secara bertahap.
Peringkat Keenam di Indonesia
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M. Lutfi, dalam keterangannya kepada wartawan menyebutkan Korea merupakan negara di posisi keenam dalam peringkat investasi di Indonesia. Sejak tahun 1990 sampai Januari 2009, negeri gingseng itu sudah menginvestasikan dananya sebesar USD4,8 miliar dengan 1.195 proyek.
Untuk masalah infrastruktur, terutama di bidang kelistrikan dan kelautan, kata Lutfi, Korea Selatan mempunyai komitmen besar. “Ini sesuatu yang perlu kita kembangkan bersama-sama,” katanya.
Menteri Keuangan yang sekaligus Menko Perekonomian, menyebutkan bahwa Korea m erupakan negara paling setia untuk tetap menjalankan bisnisnya di In donesia, meskipun dalam kondisi perekonomian dunia sedan g sedang krisis. “Ini patut kita hargai, karena sejak krisis tahun 1997/1998, Korea tetap bertahan di Indonesia,” kata Sri Mulyani.
Setelah penandatanganan MoU ini, Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla juga datang ke tempat dialog, sekaligus mengadakan jamuan makan siang bersama Presiden Korsel, Lee Myung-bak dan rombongan.
Wapres mengatakan, dari total investasi Korea di Indonesia itu, telah berhasil mempekerjakan lebih dari 400.000 tenaga kerja di Indonesia. “Melalui kerjasama ini, diharapkan kontribusi kedua negara akan lebih baik,” kata Presiden Lee menimpali. (Tony/rls)
rilham2new March 10th, 2009, 12:33 PM ^^ That's good news ... itu udah DEAL, kan ??? :p
Tapi, malas juga sih kalau cuman MoU aja :D hehehehe
Kris18 March 10th, 2009, 03:17 PM ^^
Sepertinya kerjasama pemprov dengan pihak Korea Selatan ini ada hubungannya ya dengan kunjungan Presiden Korea Selatan di Jakarta.
Kris18 March 10th, 2009, 03:30 PM ^^ Gamvbarnya pas penandatanganan MoU. Yah, seidaknya sudah ditandatangani, kalau realisasi kita tunggu ajaa :).
http://riauterkini.com/gambar/8mar09.jpg
rilham2new March 12th, 2009, 06:58 AM ^^ Kuharap terealisasi :)
beberapa investasi di Riau memang bener dan terealisasi, katakanlah mengenai pengembangan Kelapa Sawit, belakangan yang terealisasi adalah Proyek Air Bersih Pekanbaru Selatan, yang investasinya ya lumayan lah sampe ratusan miliar juga ...
Kris18 March 17th, 2009, 04:47 PM Sejak dahulu, Riau itu merupakan jembatan melayu yang menghubungkan kerja sama antara Indonesia dan Malaysia :)
CeRDaS Gagas Diskusi Jaringan Strategik Indonesia-Malaysia
17 Mar 2009 15:26 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Centre for Riau Development Studies (CeRDaS) menggagas roundtable Diskusi Jaringan Strategik Indonesia-Malaysia, Rabu (18/3) di Hotel Jatra Pekanbaru. Kegiatan ilmiah yang diprakarsai CeRDaS dengan University Kebangsaan Malaysia (UKM) ini, dimaksudkan untuk mengetahui sudah sejauh mana hubungan perdagangan terjalin antara para pelaku ekonomi di Riau dalam menjual produk Malaysia.
Ketua Pembina CeRDaS, HM Rizal Akbar SSi MPhil, Selasa (17/3) di Kantor CeRDaS mengatakan, bahwa kegiatan rountable ini dilakukan untuk melihat fenomena hubungan Indonesia-Malaysia dari aspek perdagangan, jasa dan investasi di tingkat pelaku.
"Selama ini, hubungan baik regional maupun bilateral, lebih menonjolkan G2G (Goverment to Govenment),"ujar Rizal Akbar.Menurut Rizal, inti dari pertemuan ini adalah untuk melihat kuasa pasaran yang membolehkan produk baik barang, jasa maupun investasi boleh masuk ke dalam kawasan kedua negara.
"Banyak perdagangan, jasa dan investasi baik besar, menengah dan kecil sudah terjalin dengan baik antara pelaku ekonomi dua negara ini, meskipun tidak melibatkan pemerintah. Ini artinya, ekonomi regional dan bilateral itu tidak hanya terjadi akibat campur serta G2G, melainkan akibat kehendak pasar," kata Rizal Akbar.
Sementara, Direktur Eksekutif Muammar Armain SSos menambahkan, bahwa acara roundtable diskusi tersebut akan menghadirkan tiga orang doktor dan satu profesor dari University Kebangsaan Malaysia, yakni Prof Dr Hamzah Jusoh sekaligus Ketua TIM dari UKM, DR Sipavalan Selpadurai, DR Habibah Ahmad dan DR Evelyn Erah Choy.
Untuk pembicara di tingkat Riau akan dipaparkan oleh, Kepala BPI Riau, Ir H Feisal Qomar Karim, Kepala Balitbang Riau, DR Ir H Achmad Helmi MSc, Kepala Kadin Riau/Ketua Forum IMT-GT, Ir H Arsyadjuliandi Rahman MBA, DR B Isyandi, Prof. DR. Detri Karya MSc, Drs. Andi Yusran MSi dan Drs H Tarmizi MA.
"Acara akan dimulai pukul 13.00 WIB hingga 22.00 WIB. Sejauh ini narasumber memastikan kehadirannya. Pada Kamis (19/3), Tim dari UKM dan CeRDAS akan mengunjungi pusat perbelanjaan yang menjajakan produk Malaysia di Pekanbaru," kata Mumammar.(ad/rls)
Kris18 March 18th, 2009, 07:10 PM SBY: PON Harus Bermanfaat untuk Riau
18 Mar 2009 15:42 wib
ad
JAKARTA (RiauInfo) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima para pengurus KONI se-Indonesia, termasuk Ketua Umum KONI Riau HM Rusli Zainal SE MP di Istana Negara, Jakarta, Rabu (18/3). Dalam pidatonya, Presiden SBY sempat menyinggung soal pelaksanaan PON XVIII tahun 2012 yang akan berlangsung di Riau.
"Riau sebagai tuan rumah harus memanfaatkan momentum pelaksanaan PON, tidak saja untuk mengukir prestasi, tapi juga mengedepankan dan mempromosikan budaya Melayu Riau, termasuk menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat," ucap SBY, berpesan.
Saat berbincang dengan Gubernur Riau Rusli Zainal, SBY juga berpesan agar pelaksanaan PON sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan. "Pelaksanaannya harus on schedule dan mengacu kepada aturan yang berlaku," harapnya.
Jangan sampai, pesan Presiden SBY, pelaksanaan PON di Riau nanti justru menyisakan persoalan yang tidak baik. Tapi sebaliknya, Riau sebagai tuan rumah harus memetik hasil yang positif dari pelaksanaan PON itu.
Gubernur Riau Rusli dalam perbincangan singkat tersebut melaporkan kepada Presiden SBY soal kesiapan Riau sebagai tuan rumah. Kata Rusli, saat ini pembangunan venus-venus sudah mencapai 70 persen. Sementara stadion utama direncanakan rampung pembangunannya pada 2011 mendatang.
"Presiden juga sangat mendukung keputusan kita membangun venus-venus di lingkungan kampus-kampus yang ada di Riau, karena setelah pelaksanaan PON nanti, itu semua tetap bisa dimanfaatkan," tegas Rusli.
Sebelumnya (17/3) dalam rakornas KONI, Gubernur Rusli juga mamaparkan soal kesiapan Riau ini. "Sebagai tuan rumah, Riau akan berupaya menjadi yang terbaik. Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah pusat, parlemen (DPR dan DPD RI), termasuk juga dukungan dari kalangan pers sangat kami harapkan," ucap Gubri saat menyampaikan ekspos tentang kesiapan Riau menjadi tuan rumah PON XVIII.
Hadir pada kesempatan itu Ketua Umum KONI Pusat Rita Subowo dan jajarang pengurus KONI lainnya baik pusat maupun daerah. Dari Riau selain Gubri selaku Ketua Umum KONI Riau, hadir mendampingi antara lain Ketua Pelaksana Harian KONI Riau Yuherman Yusuf dan Wakil Ketua Umum Zulkifli Saleh.
Dalam paparannya, Gubri mengatakan bahwa sejauh ini, sekitar 70 persen venus-venus sudah selesai pembangunannya. Sementara sisanya ada yang akan dibangun baru dan ada yang direnovasi. Stadion utama direncanakan rampung pembangunannya pada 2011 mendatang.
"Hampir semua venus kita bangun di Kota Pekanbaru. Stadion utama berada di dekat Kampus UNRI dan sudah mulai dibangun pada 2009 ini," jelasnya seraya menambahkan, stadion utama berkapasitas sekitar 43 ribu orang.
Stadion-stadion lain, lanjut Gubri, semuanya berada di dekat kampus beberapa universitas yang ada di Provinsi Riau, mulai dari UNRI, Unilak, IUR dan UIN. "Kita bangun dekat kampus, sehingga nanti kalau PON sudah usai, stadion-stadion ini tetap bisa dimanfaatkan," urai pria plamboyan yang juga Ketua DPD Partai Golkar Riau ini.
Menyangkut soal cabang olahraga (cabor) apa saja yang akan dipertandingkan di Riau nanti, menurut Gubri sepenuhnya diserahkan kepada keputusan KONI Pusat. "Riau sendiri sudah mengusulkan 30 cabor. Kita diberikan hak untuk menetapkan 2 caob yang mesti dipertandingkan, dan kita mengusulkan aerosport dan tarung drajat," jelas Gubri.
Selain soal pembangunan venus-venus, Gubri juga memaparkan kesiapan Riau terkait dengan infrastruktur lainnya, seperti penginapan dan perumahan atlit, PLN, termasuk kesiapan Bandar Udara Sultan Syarif Kasim (SSK) yang pembangunannya juga akan rampung pada 2012 mendatang.
"Kita punya 5 hotel bintang lima, 6 hotel bintang empat dan beberapa hotel lainnya. Kita juga siapkan perumahan atlit, 3 unit rusunawa yang bisa menampung 1200 atlit yang kita bangun dekat kampus UNRI, Unilak dan UIR," kata Gubri.
Soal berapa dana yang diperlukan untuk itu, Gubri mengatakan sekitar Rp2 triliun hingga 2,5 triliun. Dana ini selain dari pemerintah pusat, juga sharing antara Pemerintah Provinsi Riau dengan Pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di Riau. "Kalau Kaltim yang beberapa waktu lalu menjadi tuan rumah menghabiskan dana sekitar Rp4 triliun, Riau kita perkirakan sekitar Rp2 hingga 2,5 triliun. Ini bersifat multiyears," jelasnya.
Gubri menyatakan, sebagai tuan rumah, Riau mengharapkan, selain sukses sebagai penyelenggara, sukses meraih prestasi, juga sukses meningkatkan perekonomian dan promosi daerah. "Inilah yang ingin kita capai," tegas Gubri.
Bagaimana dengan target Riau pada PON XVIII tahun 2012 itu? Menurut Gubri, Riau tidak berharap muluk-muluk. Pada kenyataannya, prestasi atlit-atlit Riau setiap penyelenggaraan PON terus meningkat. "Pada waktu di Surabaya, kita urutan ke-18, waktu di Palembang urutan ke-11 dan di Kaltim beberapa waktu lalu urutan ke-10. Di Riau nanti, kita berharap prestasi naik menjadi satu digit, bisa urutan 1, tapi juga bisa ke-9," katanya yang disambut tepuk-tangan hadirin.
Soal pembinaan atlit, sejak beberapa waktu Riau terus melakukan. Melalui gerakan Riau Bangkit, para atlit yang meraih medali emas di PON, mendapat bonus Rp2,5 juta setiap bulan, peraih medali perak mendapat Rp2 juta dan peraih medali perunggu mendapat jatah Rp1,5 juta per bulan. "Begitu juga dengan para pelatihnya," terang Gubri.
Gubri juga menekan bahwa Riau akan berusaha agar semua atlit yang bertanding atas nama Riau adalah atlit-atlit yang memang dibina di Riau. "Semua harus made in Riau. Tidak boleh ada yang bajakan. Kalau pun ada atlit yang ingin pindah ke Riau, kita pastikan bahwa memang keluarganya sudah di Riau, seperti atlit Elfira Rosa Nasution yang memang orang tuanya sudah pindah ke Riau," demikian jelas Gubri.(ad/rls)
Kris18 March 23rd, 2009, 08:08 AM Riau khususnya Kota Pekanbaru memang sudah berpengalaman dalam hal MICE , banyak penyelenggaraan even-even berskala nasional hingga internasional yang setiap tahun diselenggarakan. :cheers:
Riau Terpilih Sebagai Tuan Rumah Rakernas Asperapi 2010
23 Mar 2009 10:48 wib
Tony
BANDUNG (RiauInfo) - Keinginan Riau untuk menjadi pusat industri MICE di Sumatera semakin cepat terwujud, dengan terpilihnya Riau sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rakernas Asperapi -Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia- tahun 2010 mendatang. Keputusan ini diambil pada rakernas 2009 yang diselenggarakan pada 19 - 20 Maret 2009 di Hotel Savoy Homann Bandung, Jawa Barat.
Dalam acara itu Ketua Asperapi Riau, Ahmad Fadli mengatakan kedepannya industri pameran benar-benar menjadi pilar bagi industri kecil dan menengah untuk menopang kegiatan promosi. "IKM kita akan dikenal dan berkembang jika banyak pameran-pameran yang diikuti. Sehingga dibutuhkan banyak sekali acara-acara pameran untuk mendukung IKM ini", lanjutnya.
Fadli mengharapkan, dengan acara ini Riau dapat menjadi tujuan MICE (Meeting, Incentive, Convention & Exhibition) bagi dunia usaha baik dalam maupun luar negeri.
"Disini peran pemerintah sangat besar, terutama dalam mempersiapkan infrastrukturnya, seperti Convention Hall, Exhibition Hall dengan kapasitas minimal 10.000M2". Fadli mencontohkan Yogyakarta yang sudah memiliki Jogya Expo Center, Gramedia Expo. "Kalau untuk Meeting & Convention kita sudah memiliki hall yang lumayan besar di Hotel Pangeran, Hotel Ibis, dan sekarang Hotel Grand Labersa", tambahnya.
Dalam Rakernas yang dihadiri oleh Wagub Jabar, Dede Yusuf dan pengurus DPP Asperapi juga disampaikan agar Provinsi Riau dapat mempersiapkan dan memanfaatkan sebaik-baik acara ini demi kemajuan Riau itu sendiri. (Tony)
Kris18 March 28th, 2009, 07:28 PM Potensi itu ada, dan sangat besar, Riau ini negeri bundanya budaya, negeri bundanya sejarah, bumi berlimpah SDA ditambah lagi sekarang trendnya Riau daerah tujuan investasi utama di Indonesia hanya saja peran dan perhatian pemerintah daerah untuk hal ini memang betul-betul dibutuhkan agar kredibilitas potensi itu betul-betul tampak dan mencuat, sehingga orang-orang tidak lagi berpikiran bahwa Bumi Lancang Kuning ini tidak mempunyai daerah wisata yang representatif.
Potensi Budaya dan Pariwisata Riau Sangat Besar
25 Mar 2009 19:42 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Riau memiliki potensi budaya dan pariwisata sangat besar dan dapat dikembangkan dan dijual kepada wisatawan. Potensi yang ada itu diharapkan nantinya akan menjadi handalan Riau dalam mendukung program Visit Indonesia Year 2012.
Gubernur Riau HM Rusli Zainal diwakili Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit mengatakan hal tersebut saat membuka acara Rapat Koordinasi Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau 2009 yang digelar Rabu (25/3) di Hotel Aryaduta, Pekanbaru.
Lanjut Gubri, kompleksitas potensi yang ada di Riau diantaranya seperti wisata sejarah, wisata alam serta bahari diharapkan akan mampu memainkan perannya masing-masing. "Ini tentunya selain akan membuat Riau dikenal orang banyak, juga akan memberikan kontribusi bagi mendapatan daerah," ungkapnya.
Berkenaan dengan upaya mengembangkan kebudayaan dan dunia pariwisata di Provinsi Riau, Gubri berharap, melalui kesempatan Rakor ini, rumusan dan kesepakatan yang dihasilkan akan menjadi acuan dalam rangka penyusunan kebijakan untuk masa yang akan datang.
"Saya berharap melalui Rakor ini akan tercipta sebuah rumusan dan kesepakatan untuk dijadikan acuan kebijakan pada masa mendatang," ungkapnya. Makanya rakor ini dinilai sangat penting dalam mengembangkan sektor kebudayaan dan pariwisata di Riau.(ad)
Kris18 March 28th, 2009, 07:29 PM 87.168 Keluarga Miskin di Pekanbaru Dapat Jatah Berobat Gratis
27 Mar 2009 21:52 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Upaya Pemko Pekanbaru memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal untuk warganya terus dilakukan. Diantaranya dengan memberi subsidi pengobatan kepada 87.168 keluarga miskin alias tak mampu di Pekanbaru.
Para keluarga tak mampu itu akan mendapatkan pengobatan secara gratis melalui penggunaan Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). "Setiap keluarga miskin yang telah memiliki kartu Jamkesmas akan dijamin pengobatan gratis," ujar Plt Kadiskes Pekanbaru dr Rini Hermiyati.
Dia menyebutkan Jamkesmas yang diberikan kepada keluarga miskin itu hanya berlaku untuk pengobatan di Puskesmas saja. "Untuk pengobatan di RSUD bisa dipakai, asalkan sudah mendapatkan rujukan dari Puskesmas, tempat mereka berobat," ujarnya.
Menyinggung keluarga miskin yang yang bakal mendapatkan Jamkesmas itu, Rini menyebutkan akan ditentukan berdasarkan pendataan yang dilakukan BPS di seluruh kecamatan di Pekanbaru. "Data yang telah dihimpun itu secara otomatis menjadi peserta Jamkesmas," ungkapnya.(ad)
Kris18 March 28th, 2009, 08:02 PM Akhirnya diresmikan juga :cheers:, ternyata hotel Grand Labersa ditinjau dari lokasinya bukan lagi termasuk dalam daerah Kota Pekanbaru, melainkan berada di daerah Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
Nah, ini merupakan plan strategis dalam menanamkan investasi bagi investor dan bagi perkembangan daerah sekitar Kota Pekanbaru, mengingat Siak Hulu ini sudah di plan oleh pemprov akan dijadikan sebagai daerah/kota satelitnya Kota Pekanbaru di samping kota Bangkinang, Minas (Siak), dan Pangkalan Kerinci di Pelalawan. Artinya pembangunan secara merata keseluruh daerah itu memang sedang dikerjakan. Pekanbaru dalam koran Riau Pos telah berpenduduk sekitar 800 ribuan jiwa. Dan pada siang harinya (di jam-jam sibuk) penduduknya malah dapat mencapai hingga 1 juta jiwa. Beneran gak tuh?? pantas aja jalan Sudirman sekarang udah macet di siang hari, meski hanya macet berjalan alias, bisa jalan cuma tersendat-sendat saja kok.
BERSTANDAR INTERNASIONAL
Gubri Resmikan Grand Labersa Hotel and Convention
28 Mar 2009 17:51 wib
ad
http://www.riauinfo.com/images/newspic/news747.jpg
http://www.riauinfo.com/images/newspic/news745.jpg
PEKANBARU (RiauInfo) - Gubernur Riau HM Rusli Zainal Sabtu (28/3) meresmikan Grand Labersa Hotel and Convention, sebuah hotel berbintang lima yang terletak di Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh gubernur.
Dirut PT Hutahean, HW Hutahaean selaku owner hotel tersebut menyebutkan hotel ini dibangun di kawasan seluas 350 hektar dengan diloengkapi berbagai penunjang pariwisata bertaraf internasional. Fasiltas itu antara lain lapangan golf dan Water Park yang bakal menjadi kebanggaan Riau.
http://www.riauinfo.com/images/newspic/news746.jpg
Dia menyebutkan hotel ini sengaja dirancang semenarik mungkin agar nantinya bisa menyedot wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk datang ke Riau. "Ini tentunya sangat mendukung program pariwisata yang dicanangkan Riau," tambahnya.
http://www.riauinfo.com/images/news/news8939.jpg
Dalam kesempatan yang sama Rusli Zainal menyebutkan keberadaan Hotel Labersa ini tentunya akan sangat berpengaruh terhadap perekonomian Riau, karena telah tercipta lapangan kerja yang cukup besar. "Dalam kondisi sekarang ini tentunya hal itu akan berdampak sangat positif bagi Riau," ujarnya.
Hotel yang berasitektur cukup menarik ini dibangun dengan investasi cukup spektakuler yakni mencapai Rp 700 miliar. Labersa sengaja diambil karena merupakan singkatan dari Delapan Bersaudara, sesuai jumlah anak HW Hutahean.(ad)
dupone March 28th, 2009, 08:11 PM ^^wah..wah..akhirnya Grand Labersa Hotel diresmikan juga oleh bapak gubernur :)
Dilihat dari gambar-gambar yang ada lahan dari hotel ini luas banget yah.Yang mana ada lapangan golf juga.Ga sabar jadi pengen liat langsung nih..tapi masih lama juga pulang ke PKU..:)
Kris18 March 29th, 2009, 11:10 AM ^^
Di harian epaper riaupos edisi cetak sekarang juga ada lho gambar-gambar lainnya :).
Berbintang Lima, Hotel Labersa Diresmikan Gubernur
Sebuah hotel berbintang lima resmi beroperasi. Hotel Labersa yang berlokasi di Kampar diresmikan Gubri M Rusli Zainal.
http://www.riauterkini.com/gambar/laber.JPG
Riauterkini-KAMPAR- Sebuah hotel berbintang lima dilengkapi berbagai fasilitas bertaraf internasional diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur Riau M Rusli Zainal, Sabtu (28/3/09) di Desa Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Meskipun secara administrasi wilayah berada di Kampar, namun hotel milik PT. Hutahaean tersebut berjarak sekitar lima kilomter dari pusat kota Pekanbaru.
Peresmian hotel dengan nama Labersa Grand Hotel And Convention tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh gubernur didampingi Direktur Utama PT. Hutahaean, HW Hutahaean. Hadir juga dalam peresmian Bupati Kampar Burhanuddin Husin, Walikota Pekanbaru Herman Abdullah dan Bupati Bengkalis Syamsurizal. Wakil Gubernur Riau Raja Mambang Mit juga turut hadir.
http://www.riauterkini.com/gambar/laber1.JPG
Dalam pidato sambutannya, HW Hutahaean mengatakan, bahwa pembangunan Hotel Labersa merupakan bagian dari pengembangan usaha PT. Hutahean yang selama ini bergerak di bidang jasa kontruksi dan perkebunan. Dijelaskannya, selain keberadaan hotel berbintang lima sebagai bagian bisnis utama, di kawasan seluas 350 hektar juga dibangun sejumlah fasilitas penunjang pariwisata bertaraf internasional, seperti lapangan golf dan Water Park.
"Keberadaan lapangan golf dan water park yang semuanya bertaraf internasional diharapkan menjadikan kawasan ini terpadu sebagai lokasi tujuan wisata. Tidak hanya bagi wisata lokal, tetapi juga manca negara," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Riau M Rusli Zainal dalam pidato sambutannya memberikan pujian kepada PT. Hutahaean yang berani melakukan investasi ketika iklim ekonomi belum sepenuhnya pulih dari krisis. Ia menilai pembangunan Hotel Labersa dan segala sarana penunjang yang bertaraf internasional akan sangat mendukung terwujudnya Visi Riau 2020.
Lebih lanjut gubernur mengucapkan terima kasih kepada PT. Hutahaean atas keputusannya melakukan kegiatan investasi di Riau. "Dengan adanya Hotel Labersa ini maka akan terjadi kegiatan ekonomi yang besar di sini, akan tersedia lowongan pekerjaan dan pada akhirnya membawa dampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Riau," tutur gubernur.
Sementara itu, dalam sesi jumpa pers, WH Hutahaean menyebutkan, nilai investasi yang ditanamkannya pada megaproyek Hotel Labersa yang artinya Delapan Bersaudara (jumlah anak HW Hutahaen.red) mencapai Rp 700 miliar. Ketika ditanya mengenai kapan investasi tersebut bisa kembali, HW Hutahaean tak bisa menyebut waktu pasti. "Tetapi saya optimis usaha ini akan berkembang," yakinnya.
Secara keseluruhan, HW Hutahaean juga mengatakan, keberadaan Hotel Labersa dan seluruh sarana pendukungnya akan menyerap tenaga kerja sekitar 500 orang. ***(mad)
Kris18 April 3rd, 2009, 06:54 AM Potensi itu ada, dan sangat besar, Riau ini negeri bundanya budaya, negeri bundanya sejarah, bumi berlimpah SDA ditambah lagi sekarang trendnya Riau daerah tujuan investasi utama di Indonesia hanya saja peran dan perhatian pemerintah daerah untuk hal ini memang betul-betul dibutuhkan agar kredibilitas potensi itu betul-betul tampak dan mencuat, sehingga orang-orang tidak lagi berpikiran bahwa Bumi Lancang Kuning ini tidak mempunyai daerah wisata yang representatif.
Potensi Budaya dan Pariwisata Riau Sangat Besar
25 Mar 2009 19:42 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Riau memiliki potensi budaya dan pariwisata sangat besar dan dapat dikembangkan dan dijual kepada wisatawan. Potensi yang ada itu diharapkan nantinya akan menjadi handalan Riau dalam mendukung program Visit Indonesia Year 2012.
Gubernur Riau HM Rusli Zainal diwakili Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit mengatakan hal tersebut saat membuka acara Rapat Koordinasi Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau 2009 yang digelar Rabu (25/3) di Hotel Aryaduta, Pekanbaru.
Lanjut Gubri, kompleksitas potensi yang ada di Riau diantaranya seperti wisata sejarah, wisata alam serta bahari diharapkan akan mampu memainkan perannya masing-masing. "Ini tentunya selain akan membuat Riau dikenal orang banyak, juga akan memberikan kontribusi bagi mendapatan daerah," ungkapnya.
Berkenaan dengan upaya mengembangkan kebudayaan dan dunia pariwisata di Provinsi Riau, Gubri berharap, melalui kesempatan Rakor ini, rumusan dan kesepakatan yang dihasilkan akan menjadi acuan dalam rangka penyusunan kebijakan untuk masa yang akan datang.
"Saya berharap melalui Rakor ini akan tercipta sebuah rumusan dan kesepakatan untuk dijadikan acuan kebijakan pada masa mendatang," ungkapnya. Makanya rakor ini dinilai sangat penting dalam mengembangkan sektor kebudayaan dan pariwisata di Riau.(ad)
ngomong-ngomong dari berita RiauInfo.com, rencana program tahun kunjungan wisata Riau atau yang lebih dikenal visit Riau itu akan diselenggarakan pada tahun 2012. Artinya pas sekalilah dengan even akbar nasional Pekan Olahraga Nasional yang juga tepat diselenggarakan di Riau pada tahun itu :cheers:.
Nah, yang kita harapkan juga semoga segala persiapan penunjang terhadap hal itu, terutama infrastruktur dan kelistrikan benar-benar siap dan sudah lebih baik, please... kali ini aku mohon banget sama pemerintah, kapan lagi coba Riau ini bisa mengekspos kekayaan yang terkandung pada dirinya ke dunia luar sana, yah, disamping even-even semacam Riau Summit itulah, hehehe.
Nah, dari sekian kekayaan budaya dan keindahan alam Riau yang masih tersimpan rapi, salah satu daerah tujuan wisata di Riau ini, ialah Kabupaten Kampar dan Kabupaten Kuantan Singingi :). Yup, disini aku bakal menceriterakan salah satu perjalananku dari Kota Pekanbaru menuju Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, yang mengasyikan melihat salah satu sisi lain dari Kabupaten Kampar, ya dikarenakan, jika kita ingin ke daerah Teluk Kuantan, kita bakal melewati 2 daerah kabupaten sekaligus. Kabupaten Kampar, tepatnya di daerah Teratak Buluh, desa Kebun Durian, dan Lipat Kain, kec.Kampar Kiri.
Kris18 April 3rd, 2009, 04:18 PM ^^
Tengah jalan di Kampar Kiri
Nah, bagi teman-teman dari Pekanbaru yang ingin menuju ke Teluk Kuantan atau ke Lipat Kain, pasti tahu nih daerah ini dimana, persinggahan sekaligus salah satu tempat wisata kuliner yang sayang bila dilewatkan :D.
http://farm4.static.flickr.com/3422/3310272621_2595021c54.jpg http://farm4.static.flickr.com/3086/2609069343_7f6a25d118.jpg?v=0
yup!, Teratak Buluh..! :D
kelihatah tuh jembatan Teratak Buluh yang melintasi sungai Kampar, dan terdapat pula disebrangnya bangunan "pekan" atau pasar tradisional dengan bentuk bangunan yang khas tradisional.
Salah satu makanan khas racikan didaerah ini:
http://farm4.static.flickr.com/3449/3307865347_d57e86b591.jpg?v=0 http://farm4.static.flickr.com/3562/3310286747_001f661ba9.jpg?v=0
dan yang pasti, tidak jauh-jauh bedalah dengan khas Riau yang lain, seperti gulai dan asam pedas patin atau ikan baung, ikan selais, ayam, sambal hijau. Hmm... Sodap lomak! :D.
Salah satu restoran di daerah Teratak Buluh ini, restoran Kota Patin (kurang lebih beberapa meter lagi setelah daerah ini) sudah beberapa kali diliput oleh program acara wisata kuliner di tv-tv :). Gambar sebelah kanan adalah sungai Kampar di Teratak Buluh, sungai Kampar merupakan salah satu 4 dari sungai-sungai besar di Riau.
http://farm4.static.flickr.com/3442/3311123482_3c0bbabdd8.jpg?v=0 http://farm4.static.flickr.com/3359/3310290427_061ac6d118.jpg?v=0
Sebelah kiri merupakan bangunan pasar tradisional yang lazim kita temukan didaerah-daerah Riau, selain Kota Pekanbaru sendiri. Gambar sebelah kanan ini ialah jembatan-jembatan yang bakal sering kita temukan disepanjang perjalanan, ya, karena daerah-daerah Riau juga paling banyak dilalui anak-anak sungai. Airnya masih jernih dan masih banyak ikan tentunya.
http://farm4.static.flickr.com/3335/3310371145_946f9a2ec6.jpg?v=0 http://farm4.static.flickr.com/3438/3311227788_a883597b04.jpg?v=0
Gambar kiri: pemandangan alam sepanjang perjalanan. Hijau, tenang, lenggang, sejuk, dan sedap santai.
Gambar kanan : tidak hanya di Kota Pekanbaru, bahkan sepanjang perjalanan hingga ke pelosok-pelosok desa papan nama jalanpun sudah bertuliskan Arab Melayu :).
http://farm4.static.flickr.com/3436/3311203784_84bbbdb4f2.jpg?v=0 http://farm4.static.flickr.com/3488/3310377065_b3c3ea8dca.jpg?v=0
Tahukah anda dari daerah mana cerita legenda "Si Lancang" ? atau tahukah kota di Riau yang terkenal pas dilintasi oleh garis khatulistiwa(equator) ? Yup! Gambar diatas ialah suasana di daerah Lipat Kain, Kampar Kiri.
pemandangan sungai Kampar didesa Domo, Kampar Kiri,
http://farm4.static.flickr.com/3372/3184410620_41f3fdbea8.jpg?v=0 http://farm4.static.flickr.com/3128/3183568745_46743f869e.jpg?v=0
Sungai Kampar didesa Kuntu,Kampar Kiri. Nah setelah melewati jembatan ini, kita sudah memasuki daerah perbatasan kabupaten Kampar dengan Kuantan Singingi.
http://farm4.static.flickr.com/3442/3310386445_f1f5895792.jpg?v=0
Nah, ditengah perjalan yang panjang memakan waktu sekitar 3 jam ini apakah anda sudah merasa lelah yang sangat + lapar lagi? :D. Tenang, ditengah perjalanan berliku-liku diatas perbukitan ini, percayakah kalau anda akan menemukan sebuah cafe ditengah-tengah hutan dengan view yang tak kalah bagusnya disini.
http://farm4.static.flickr.com/3371/3310389113_5e0b9c7ecb.jpg?v=0 http://farm4.static.flickr.com/3461/3310393531_0842b353b8.jpg?v=0
Masakkannya juga tak kalah sodapnyo! :D, ini memang dipersiapkan oleh warga didaerah ini sebagai wisata tempat peristirahatan dan kuliner menjelang kita melanjutkan perjalanan ke Teluk Kuantan.
G-NAtion April 3rd, 2009, 04:29 PM ^^
Tengah jalan di Kampar Kiri
Nah, bagi teman-teman dari Pekanbaru yang ingin menuju ke Teluk Kuantan atau ke Lipat Kain, pasti tahu nih daerah ini dimana, persinggahan sekaligus salah satu tempat wisata kuliner yang sayang bila dilewatkan :D.
http://farm4.static.flickr.com/3422/3310272621_2595021c54.jpg http://farm4.static.flickr.com/3086/2609069343_7f6a25d118.jpg?v=0
yup!, Teratak Buluh..! :D
kelihatah tuh jembatan Teratak Buluh yang melintasi sungai Kampar, dan terdapat pula disebrangnya bangunan "pekan" atau pasar tradisional dengan bentuk bangunan yang khas tradisional.
Salah satu makanan khas racikan didaerah ini:
http://farm4.static.flickr.com/3449/3307865347_d57e86b591.jpg?v=0 http://farm4.static.flickr.com/3562/3310286747_001f661ba9.jpg?v=0
dan yang pasti, tidak jauh-jauh bedalah dengan khas Riau yang lain, seperti gulai dan asam pedas patin atau ikan baung, ikan selais, ayam, sambal hijau. Hmm... Sodap lomak! :D.
Salah satu restoran di daerah Teratak Buluh ini, restoran Kota Patin (kurang lebih beberapa meter lagi setelah daerah ini) sudah beberapa kali diliput oleh program acara wisata kuliner di tv-tv :). Gambar sebelah kanan adalah sungai Kampar di Teratak Buluh, sungai Kampar merupakan salah satu 4 dari sungai-sungai besar di Riau.
http://farm4.static.flickr.com/3442/3311123482_3c0bbabdd8.jpg?v=0 http://farm4.static.flickr.com/3359/3310290427_061ac6d118.jpg?v=0
Sebelah kiri merupakan bangunan pasar tradisional yang lazim kita temukan didaerah-daerah Riau, selain Kota Pekanbaru sendiri. Gambar sebelah kanan ini ialah jembatan-jembatan yang bakal sering kita temukan disepanjang perjalanan, ya, karena daerah-daerah Riau juga paling banyak dilalui anak-anak sungai. Airnya masih jernih dan masih banyak ikan tentunya.
http://farm4.static.flickr.com/3335/3310371145_946f9a2ec6.jpg?v=0 http://farm4.static.flickr.com/3438/3311227788_a883597b04.jpg?v=0
Gambar kiri: pemandangan alam sepanjang perjalanan. Hijau, tenang, lenggang, sejuk, dan sedap santai.
Gambar kanan : tidak hanya di Kota Pekanbaru, bahkan sepanjang perjalanan hingga ke pelosok-pelosok desa papan nama jalanpun sudah bertuliskan Arab Melayu :).
http://farm4.static.flickr.com/3436/3311203784_84bbbdb4f2.jpg?v=0 http://farm4.static.flickr.com/3488/3310377065_b3c3ea8dca.jpg?v=0
Tahukah anda dari daerah mana cerita legenda "Si Lancang" ? atau tahukah kota di Riau yang terkenal pas dilintasi oleh garis khatulistiwa(equator) ? Yup! Gambar diatas ialah suasana di daerah Lipat Kain, Kampar Kiri.
pemandangan sungai Kampar didesa Domo, Kampar Kiri,
http://farm4.static.flickr.com/3372/3184410620_41f3fdbea8.jpg?v=0 http://farm4.static.flickr.com/3128/3183568745_46743f869e.jpg?v=0
Sungai Kampar didesa Kuntu,Kampar Kiri. Nah setelah melewati jembatan ini, kita sudah memasuki daerah perbatasan kabupaten Kampar dengan Kuantan Singingi.
http://farm4.static.flickr.com/3442/3310386445_f1f5895792.jpg?v=0
Nah, ditengah perjalan yang panjang memakan waktu sekitar 3 jam ini apakah anda sudah merasa lelah yang sangat + lapar lagi? :D. Tenang, ditengah perjalanan berliku-liku diatas perbukitan ini, percayakah kalau anda akan menemukan sebuah cafe ditengah-tengah hutan dengan view yang tak kalah bagusnya disini.
http://farm4.static.flickr.com/3371/3310389113_5e0b9c7ecb.jpg?v=0 http://farm4.static.flickr.com/3461/3310393531_0842b353b8.jpg?v=0
Masakkannya juga tak kalah sodapnyo! :D, ini memang dipersiapkan oleh warga didaerah ini sebagai wisata tempat peristirahatan dan kuliner menjelang kita melanjutkan perjalanan ke Teluk Kuantan.
:banana::banana::banana::banana:
Kris18 April 4th, 2009, 03:00 PM ^^
Selamat datang bro G-Nation di thread Riau,Bumi Melayu Lancang Kuning. :)
Dari Teluk Kuantan ya..? :D
Mari kita berdiskusi dan sharing-sharing mengenai daerah kita disini :cheers:.
Kris18 April 6th, 2009, 08:48 AM Kabupaten Kuantan Singingi
pemandangan alamnya :)
http://farm4.static.flickr.com/3594/3362170378_c03270573e_b.jpg
Memasuki daerah kabupaten Kuantan Singingi, kita akan bakal menjumpai hutan karet yang tersebar beserta pabrik yang mengolahnya, persis ditepi jalan yang disekelilingnya adalah hutan :D. Memang, kabupaten ini juga kaya akan hasil alamnya :).
http://farm4.static.flickr.com/3540/3362137360_f3ab3d7196_b.jpg
Dan, ini daerah yang terkenal, desa Logas, terkenal karena daerah ini penghasil emas sejak jaman penjajahan Jepang dulu mulai dieksploitasi. Lihat daerah penambangan emasnya itu, daerah sesungguhnya sangat indah. Sayang, eksploitasi ini justru tidak memberikan dampak kebaikan bagi daerah ini. Faktor ketersediaan dan pengolahan bisa jadi adalah kendala utamanya.
http://farm4.static.flickr.com/3657/3362133518_5aa8d0d8c5_b.jpg
Kris18 April 6th, 2009, 01:59 PM TELUK KUANTAN , Kabupaten Kuantan Singingi
Dikenal pula oleh sebagian besar masyarakat dengan bahasa lokal : "Taluk Kuantan" atau "Toluk Kuantan" .
Kota "jalur" atau disebut juga dengan Negeri "jalur"
Yup, itu lah sebutan khas dari daerah ini :). Dikarenakan, Teluk Kuantan sangat terkenal dengan even pariwisata nasionalnya "Pacu Jalur" yang telah dikenal sejak dahulu kala :). Pacu Jalur merupakan seni budaya asli masyarakat melayu Kuantan. Even ini acap diselenggarakan disetiap tahunnya, umumnya diselenggarakan setiap perhelatan haru kemerdekaan RI 17 Agustus di batang (sungai) Kuantan. Dan setiap tahunnya, kota ini selalu penuh sesak diramaikan oleh para turis dari seluruh penjuru hingga manca negara. Ya, even pacu jalur merupakan even pariwisata nasional Indonesia yang juga sedang digalakkan pada Visit Indonesia years 2008 - 2009.
Memasuki gerbang kota :cheers:
http://farm4.static.flickr.com/3616/3362140990_c9612efbeb_b.jpg
Salah satu sudut taman kota
http://farm4.static.flickr.com/3548/3361590655_0a871477c6_b.jpg
Nah, ini adalah gerbang memasuki taman jalur dan arena pacu jalur di batang Kuantan. Daerah ini sangat terkenal bagi para turis.
http://farm4.static.flickr.com/3619/3362410238_f13d4d663f_b.jpg
Taman Jalur
Taman Kota yang sangat menarik, ada fasilitas free wiFi buat hotspotan sama anak-anak muda disini :okay:
http://farm4.static.flickr.com/3435/3362413836_6a12d5675e_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3415/3418114378_eb3022f6e8_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3572/3362860536_06ce3aac7a_b.jpg
disamping taman jalur ada sebuah pusat perbelanjaan moderen sedang dibangun, kata temanku disini, konsepnya seperti plaza.
http://farm4.static.flickr.com/3464/3362863668_a9eb7d788f_b.jpg
Jalan didepan taman jalur
http://farm4.static.flickr.com/3578/3361600691_f317990411.jpg?v=0
Ditepian batang Kuantan
http://farm4.static.flickr.com/3429/3362429732_703913b551_b.jpg
Batang (sungai) Kuantan
Sangat besar :cheers:
http://farm4.static.flickr.com/3548/3362426888_f18c14b8d2_b.jpg
saat itu air sungainya lagi surut
http://farm4.static.flickr.com/3450/3362032409_742f3da314_b.jpg
Video dari melayuonline mengenai even nasional budaya Pacu Jalur di Teluk Kuantan :okay:
vmY5r14l3_M
Wisma Jalur
Banyak tempat-tempat penginapan di Teluk Kuantan semisal hotel-hotel atau wisma-wisma yang selalu penuh disaat even pacu jalur. Wisma ini pas berada ditepi batang Kuantan.
http://farm4.static.flickr.com/3423/3362038565_f77031ae1c_b.jpg
Didepan wisma jalur, ada sebuah taman monumen kecil bernama monumen proklamasi kemerdekaan RI di Teluk Kuantan, maksudnya, monumen ini menandakan bahwa gaung Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 lalu sampai di daerah ini dan rakyat Kuantan dengan gegap gempita antusias menyambutnya.
http://farm4.static.flickr.com/3436/3362035333_6bfc5e9cc1_b.jpg
Kris18 April 6th, 2009, 02:20 PM Pasar Rakyat Teluk Kuantan
Pasar tradisional yang sudah diremajakan ini sangat lengkap, isinya malah menyerupai plaza :). Dan tentunya, bersih :okay:
http://farm4.static.flickr.com/3612/3362423552_c89fb3794e_b.jpg
salah satu jalan di tengah kota
http://farm4.static.flickr.com/3085/3362867194_c2b82117ca_b.jpg
Jalan di perumahan
http://farm4.static.flickr.com/3432/3362061887_66b34a8f21_b.jpg
Jalan Sudirman
http://farm4.static.flickr.com/3557/3362069927_0dbc8642df_b.jpg
Terminal Bus dan angkutan umum
http://farm4.static.flickr.com/3584/3362073435_dc5948e681_b.jpg
Lapangan Limono
Lapangan Limono merupakan semacam public space sekaligus lapangan olahraga bagi masyarakat. Disini juga merupakan tempat pembukaan penyelenggaraan even Pacu Jalur yang dibuka langsung oleh Gubernur Riau.
http://farm4.static.flickr.com/3470/3362891978_482a1ca0d9_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3574/3362080871_a7b2d74348_b.jpg
Masjid Raya Teluk Kuantan
http://farm4.static.flickr.com/3457/3362084415_de0b70c05f_b.jpg
Tugu Pacu Jalur Kuantan Singingi
http://farm4.static.flickr.com/3556/3362096609_da28a34069_b.jpg
Pemandangan Alam
http://farm4.static.flickr.com/3561/3362931502_e5c7b1cc5b_b.jpg
Ini dia proyek-proyek pembangunan di Kabupaten Kuantan Singingi
http://farm4.static.flickr.com/3544/3362927928_51a23e8e78_b.jpg
Desain Sport Center Venue PON XVIII 2012 Riau di Teluk Kuantan - Kab. Kuantan Singingi. :okay:
http://farm4.static.flickr.com/3465/3362120045_e8b531e537_b.jpg
Pada desain tersebut, digambarkan bahwa akan ada Sport Main Stadium yang besar, venue olahraga air,gelanggang renang olimpiade, dan beberapa stadion lainnya. :okay:
Kris18 April 6th, 2009, 02:58 PM Pusat Pemerintahan Kabupaten Kuantan Singingi - Teluk Kuantan, Riau
Ketika kita memasuki kota Teluk Kuantan dari kota Pekanbaru, kita akan dihadapkan pada persimpangan jalan. Di belokan kiri adalah jalan menuju kawasan Sport Center, di jalan depan merupakan pusat kota dan pada belokan kanan ialah kawasan pusat pemerintahan :okay:.
Di Riau, pada daerah-daerah/ kabupaten-kabupaten baru hasil pemekaran seperti Kab. Pelalawan, Kuantan Singingi,Siak, Rokan Hilir, membangun pusat pemerintahannya sebagus mungkin dengan menempatkan pusat pemeritahan itu secara sentral, diikuti pula sekarang oleh kabupaten Kampar (kecuali Siak, Pemda Siak justru menjadikan suasana kota Siak Sri Indrapura seperti suasana yang kental dengan melayu seperti di Malaysia, kabarnya lampu-lampu kota di Siak didatangkan secara khusus dari negeri jiran tersebut). Untuk itu, pemda setempat melakukan kajian/studi banding ke Putrajaya, Malaysia. Hasilnya? Subhanallah, cantik sangatlah.
Aku harap suatu saat Pekanbaru juga melakukan hal yang sama :|.
jalan panjang menuju pusat pemerintahan kab. Kuantan Singingi yang terkenal karena berada pada perbukitan nan asri dan indah :okay:
http://farm4.static.flickr.com/3658/3362939490_aa63d42b64_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3621/3417309469_a63c9631ff_b.jpg
Desain komplek pusat pemerintahan yang sedang dikembangkan
http://farm4.static.flickr.com/3629/3362168701_9c1ac8a959_b.jpg
Bundaran Air Mancur
http://farm4.static.flickr.com/3589/3362946378_39eea3227c_b.jpg
Kantor DPRD Kab. Kuantan Singingi
http://farm4.static.flickr.com/3203/3362128079_4a5aafee92_b.jpg
Menyusuri Kantor-kantor pemerintahan dengan berjalan diatas bukit :cheers:
http://farm4.static.flickr.com/3570/3362185431_c64e32527a_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3570/3362185431_c64e32527a_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3420/3362179489_e744da493b_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3241/3417335151_d20deed0f7_b.jpg
Kantor Bupati Kab. Kuantan Singingi
http://farm4.static.flickr.com/3443/3363020204_1116dfaa76_b.jpg
Halte di tepi jalan komplek perkantoran
http://farm4.static.flickr.com/3584/3362242249_9d004266ba_b.jpg
Lapangan yang berada didepan kantor bupati ini digunakan untuk tempat upacara dan juga olah raga. Disini kita juga bisa melihat view Teluk Kuantan dari puncak bukit :).
http://farm4.static.flickr.com/3206/3363014172_8540ccd72c_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3658/3362193075_338bde0369_b.jpg
Kris18 April 6th, 2009, 03:54 PM Perjalanan dari Pekanbaru ke Teluk Kuantan dan sebaliknya memakan waktu hingga kurang lebih 3 jam, itu juga paling cepat.
Next destination, hmm... :cheers: aku pengen ke Bengkalis, Pelalawan lagi, atau ke Rengat lagi. Sekalian koleksi gambar :D
zeinedean April 6th, 2009, 04:26 PM Perjalanan dari Pekanbaru ke Teluk Kuantan dan sebaliknya memakan waktu hingga kurang lebih 3 jam, itu juga paling cepat.
Next destination, hmm... :cheers: aku pengen ke Bengkalis, Pelalawan lagi, atau ke Rengat lagi. Sekalian koleksi gambar :D
Terima kaseh Kris kerana thread ini sangat informatif!
Pacu Jalur Talok Kuantan juga diketahui di Malaysia!
Untuk pengetahuan anda orang orang Kuantan Malaysia asal muasalnya dari Taluk Kuantan dan ada tempat bernama Baserah diKuantan Malaysia yg juga terdapat di Taluk Kuantan! Ingin rasanya menginjakan kaki di Taluk Kuantan yg padaku punyai loghat bahasa sama seperti orang orang Negeri Sembilan!
Orang orang di Perak , Selangor serta Mentakab Pahang juga banyak yg berasal dari Taluk Kuantan!
rilham2new April 7th, 2009, 09:03 AM TERATAK BULUH always my favorite :okay:
:) Mantap tuh, itu kan Desa yang paling pertama terlihat di udara kalau pesawat mau mendarat dari arah selatan Kota Pekanbaru, kayak gambar ku yang di atas itu :tongue2:
Ohya, thread ini sudah 700 posting,. Mari kita tutup buka yang baru ya :)
G-NAtion April 7th, 2009, 02:30 PM Terima kaseh Kris kerana thread ini sangat informatif!
Pacu Jalur Talok Kuantan juga diketahui di Malaysia!
Untuk pengetahuan anda orang orang Kuantan Malaysia asal muasalnya dari Taluk Kuantan dan ada tempat bernama Baserah diKuantan Malaysia yg juga terdapat di Taluk Kuantan! Ingin rasanya menginjakan kaki di Taluk Kuantan yg padaku punyai loghat bahasa sama seperti orang orang Negeri Sembilan!
Orang orang di Perak , Selangor serta Mentakab Pahang juga banyak yg berasal dari Taluk Kuantan!
Syukurlah ternyata paju jalur sampai juga ke negeri tetangga berita'a..
oia, saya emang dah lama dgr kalo di malaysia tu banyak org taluk...
tapi ga tw dmana..
@zeinedean : pacu jalur tahun nii singgahlah ke taluk.. saya juga pas pacu bsok mau pulang kampung nih...hehehehehe
join_zulfian October 19th, 2009, 07:34 AM MASJID ISTIQOMAH
Location : Bengkalis (Kabupaten Bengkalis)
http://farm3.static.flickr.com/2157/1555322499_e6380fb775_b.jpg
by periplus
http://www.flickr.com/photos/periplus/
Masjid yang cantik:)
pantau January 18th, 2010, 01:28 PM ^^ Ohhh aku juga tahu ... tapi gambarnya gak ada sih :| ... aku kira cuman event kecil doank .... lagian, tempat pelaksanaannya juga bukan di Riau :nuts:.. btw, thanx for sharing :)
Zapin itu bukan hanya milik Bengkalis, tapi orang kepulauan seperti Bintan, Natuna, orang2 semenanjung seperti Johor, dan bahkan Kalimantan seperti Pontianak juga ada tari zapin :)
Kalau di Pontianak namanya Tari Jepin..
=================================================
EXPLORING RIAU PROVINCE's NEWLY DISCOVERED TROPICAL TREASURY
When u're firstly arrived in Riau Province, no wonder the view below will dominate your journey ... Riau is well-known for its Palm-Oil Plantation
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/sawit_smua_nehh.jpg
Mmm, not exactly right .... LEt's take you to different place, and embrace to the new "thicked" tropical world
The place, u'll see below is probably the newly-disovered area. This area was never reached by any human being until the last several year that this place "is discovered" by Local Traditional Loggers (tukang cari kayu hutan, duhhh hari gini..... )
The area is located in Kabupaten Rokan Hulu (approximately 180 km northwest Pekanbaru)... Here, I will present you a journey by MAPALA UIN SUSKA, to this new world
LEt's pictures talk starting from now ...
A small-shallow river in the middle of thick forrest, which u'll never seen anywhere in Indonesia except Sumatra anf Kalimantan
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0519.jpg
Even u can spot some mini-waterfalls here :), yeah in the middle of this dark-green world
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0524.jpg
Small stream of mini waterfall, sometimes can be found
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0570.jpg
Actually, it is not that easy to reach some spot u've seen above ... because u have to struggle beating some grassy and air-rooted tree
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0534.jpg
Have u ever seen the death river ????A river which its water flow nowhere and remain there like a fishing pond ... and as resulting of the increasing of salt-concentration, the water surface looks really dark and oily..... Quite usual inside Riau Jungle btw ...
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0515.jpg
Here we come for our final destination, MATOA WATERFALL. This waterfall is a newly discovered waterfall by local traditional loggers. The news is spreaded like a wildfire, and this place is suddenly becoming popular for forrest-tracking .. This waterfall is quite tall btw
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0439.jpg
U can smell the humid air of A group of wet rocks and the stream of waterfalls at the lowermost part of this water fall ... Hmm, quite slippery
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0465.jpg
Here is the Matoa Waterfall as a whole .. hmm, really tall
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0464.jpg
Probably, u will think that ... "gosh, we had reached our last pit-stop. And we should stop here, and going back for sure". Hmmm, not exactly right, WHY ??? Because, if u want to u can climb the cliff... and observing this Matoa Waterfall from its TOPMOST part :)
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0582.jpg
Hmm, it's not that it. Actually, your effort to reach the topmost part of this waterfall also will offer u a view-bonus which u'll never forget in a lifetime. HEre are the view of GReeny-carpet of tropical rain-forrest :), yup.... in the middle of BUKIT BARISAN MOUNTAINOUS RANGE (the largest MOUNTAINOUS RANGE in Indonesia)
1
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0578.jpg
2
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0579.jpg
Hmm, written in very not-readable and lowest range of English vocabs. Sorry for incovenience resulted.
bang, lokasi aer terjun matoa ini dekat mana bang?
saya orang riau jg tapi blom pernah dengar
|
|