View Full Version : VISIT MUSI | Investment issued & Breathless life into South Sumatra


Pages : 1 2 [3] 4 5

paradyto
August 4th, 2009, 02:32 PM
Glimpse of Sriwijaya Kingdom
by Diana Yeoh

http://www.travelific.my/admin/uploadStory/PalembangPagoda.jpg

Source :Travel Times, New Straits Times,2 June 2009

A trip to the museum in Karang Anyar is a must for visitors to Palembang, writes DIANA YEOH

PALEMBANG in South Sumatra is one of Indonesia´s oldest cities. It was once governed under the ancient Sriwijaya Kingdom between the 7th and 13th Centuries.

There are many sites there still bearing influences of the ancient kingdom. A museum in Karang Anyar showcases the archaeological artifacts of the Sriwijaya period. The museum is one of the must-visit places for you to get a feel of this historical place.

A typical Palembang city tour covers the museum, Musi River, market areas, city shopping centre, batik shops, handicraft centres and mosques.

If you have the time, do visit traditional houses and settlements (Limas House, Kapiten Kampung and Floating House) and the Siguntang Hill.

River Cruise

Sungai Musi, the longest river in south Sumatra, runs 460 kms and has eight tributaries � Komering, Ogan, Lematang, Kelingi, Lakitan, Semangus, Rawas and Batanghari Leko. No wonder Palembang is dubbed the City Of Rivers.

Sungai Musi divides the city into two parts � Seberang Ulu and Seberang Ilir. Ampera Bridge or the Golden Gate connects these two parts of the city.

Musi has witnessed the majesty and greatness of Sriwijaya Kingdom over the ages. Along the riverbank, monumental legacies are found together with historical stories, legends and myths.

As you cruise the river, you see floating houses and restaurants, Ki Merogan Mosque, Benteng Kuto Besak fortress and local markets.

Shop, Dance & Eat

For shopping, stop at Cik Eipah Batek Shop for batik materials, clothes, key chains, songket, songkok (traditional headgear), handbags and traditional fabrics sewet Tajung (for men) and sewet pelangi (silk fabric).

Don´t miss events that feature the traditional welcome dance called Gending Sriwijaya performed by dancers carrying various items like betel leaf box, colourful umbrellas and spears.

Typical Palembang food comprises laksa, nasi kebuli (rice with curry), nasi gemuk (rice cooked with coconut milk), layered cake, kerupuk and satay.

Kemaro Island

The island on Sungai Musi is accessible via a 10-minute boat ride from the Benteng Kuto Besak jetty. You have the option of going on the ketek (speedboat), sigentar alam (cruise boat) or dragon boat.

On the island are a pagoda and a Buddhist temple and the graves of Siti Fatimah and Tan Bun Ann. Legend has it that Tan Bun Ann, the son of a Chinese King, had asked for the hands of Siti Fatimah (daughter of a Palembang King).

The marriage was not to be as tragedy struck and they both died in the river. With their dying breath, they uttered: “If a land emerges out of this river, that is the place where we should be buried”. So they were buried inside the temple.

Where To Stay

There are four-star hotels like Novotel Hotel, Jl R. Sukamto, 8A Palembang (Tel: 62-711-369777) and Aston Hotel, Palembang Square (Tel 62-711-383838).

Located within walking distance to tourist attractions is Duta Hotel, Jl Letkoi Iskandar, 535 Palembang (Tel 62-711-372800).

How To Get There

AirAsia flies from Kuala Lumpur to Palembang daily.

paradyto
August 4th, 2009, 02:45 PM
Gadis Palembang/Palembang Girls!

http://i3.photoblog.com/photos5/98404-1241087119-1.jpg

http://i3.photoblog.com/photos5/98404-1241087119-0.jpg

paradyto
August 4th, 2009, 02:48 PM
http://farm3.static.flickr.com/2428/3635716025_6cb87af640.jpg

paradyto
August 4th, 2009, 03:08 PM
This head dress, which comprises a red cotton ceremonial didem with gilded ornaments, would have been warn by local Malays but is based
on a Chinese wedding headdress. Such head dresses were referred to as Ba Xian by the Straits Chinese community on the Malaysian
peninsular, on account of the Ba Xian (eight immortals) who are often depicted on such headdresses. The one here shows Vishnu astride
Garuda as its central ornament in place of the Chinese God of Longevity, as is common with the Sumatran version.

Illustrated: This actual piece is illustrated in Richter, A., The Jewelry of Southeast Asia, Thames & Hudson, 2000, p. 204-5.

http://www.michaelbackmanltd.com/sitebuilder/images/IMG_6396-600x361.jpg

paradyto
August 4th, 2009, 03:13 PM
http://palembangdaily.files.wordpress.com/2008/07/pic_1057.jpg

by palembangdaily

paradyto
August 4th, 2009, 03:16 PM
www.kompas.com

http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/langit_palembang.jpg

paradyto
August 4th, 2009, 03:27 PM
http://www.palembang.go.id/2007/images/objekwisata/03/01.jpg

paradyto
August 4th, 2009, 03:39 PM
Restoran Apung di Sungai Musi...

http://1.bp.blogspot.com/_2Jm7x_QJfio/SOrfEdqPOjI/AAAAAAAAbGY/82rvtWl-O_Q/s400/riverside+(1).JPG

by Palembangdaily: http://kotapalembang.blogspot.com/2008/10/river-side.html

paradyto
August 4th, 2009, 03:42 PM
http://img88.imageshack.us/img88/502/pusri32vnix6.jpg

PUSRI by me:D

paradyto
August 6th, 2009, 07:37 AM
Kunjungan Wisman Naik 21,08 Persen
Sriwijaya Post - Rabu, 5 Agustus 2009 15:07 WIB

PALEMBANG - Jumlah wisatawan mancan negara (wisman) yang berkunjung ke Sumsel melalui pintu masuk Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II pada bulan Mei sebanyak 649 orang.
Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 21,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Sumsel, Haslani Latief menuturkan wisman yang datang sebagian besar dari Maylasia sebayak 452 orang, disusul Singapura 82 orang, Cina 11 orang, Australia 5, Jepang 3 orang, dan masih
banyak lagi. Semantara tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang mencapai rata-rata 45,79 persen atau turun 0,46 persen dibandingkan bulan April.

"Rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik mencapai 1,50 hari atau turun sebesar 0,12 persen dari bulan April," katanya.

paradyto
August 6th, 2009, 07:47 AM
Arus Wisman Malaysia ke Sumsel Naik
Wednesday, 05 August 2009

PALEMBANG (SI) – Minat wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Sumsel melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang tercatat meningkat 21,08% pada Mei 2009.


Mereka paling banyak berasal dari Malaysia. Jumlah wisman yang berkunjung kali ini mencapai 649 orang, masingmasing dari Malaysia 454 orang, Singapura 82 orang, lainnya 33 orang, China 11 orang,Australia 5 orang, Jepang 3 orang, Belanda dan Amerika 2 orang.Namun,khusus wisman Malaysia, peningkatannya sangat signifikan, sebesar 79,51% dibanding April. “Ini erat kaitannya dengan program Visit Musi dan agenda penting lainnya sehingga banyak wisman yang berkunjung,” jelas Kepala BPS Provinsi Sumsel Haslani Haris.

Begitu pun jika dibandingkan periode yang sama pada 2008, jumlah wisman yang berkunjung ke Sumsel naik sebesar 9,26%,yaitu dari 536 orang menjadi 649 orang. Rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik pada hotel berbintang di Sumsel pada Mei 2009 mencapai 1,50 hari atau turun 0,12 hari dibandingkan ratarata lama menginap tamu pada April 2009.

Sementara itu,Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Iwan Setiawan mengatakan, pihaknya terus menggelar berbagai acara untuk mengundang tamu luar ke Sumsel. (komalasari)

Balaputradewa
August 6th, 2009, 08:19 AM
ya Kemaro Island :okay: if you go to Palembang, you had better visit it. The island has a legend of love affair between Siti Fatimah, a moslem princes of Palembang Sultaned who was proposed by the Budhist prince, the son of Chinese King, named Tan Bun An. Its so romantic story. ^^

Balaputradewa
August 6th, 2009, 03:53 PM
Bukit Siguntang - Dimana Kisah Melayu Bermula

Tempat turunnya Parameswara (Sultan Iskandar Syah) beserta pengikutnya Sang Sa Purba, Sang Nila Utama dan Ki Demang Selebar Daun menuju Pulau Temasek (Singapura), ke Semenanjung Malaka (Malaysia), Patani (Thailand Selatan) keturunannya (Iskandar Muda) pun membuka Negeri di Samudera Pasai (Aceh).

http://img526.imageshack.us/img526/7434/55062367.jpg (http://img526.imageshack.us/i/55062367.jpg/)

http://img526.imageshack.us/img526/7892/bs2r.jpg (http://img526.imageshack.us/i/bs2r.jpg/)

http://img526.imageshack.us/img526/9256/bs3t.jpg (http://img526.imageshack.us/i/bs3t.jpg/)

Balaputradewa
August 6th, 2009, 03:55 PM
http://img526.imageshack.us/img526/6397/bs4.jpg (http://img526.imageshack.us/i/bs4.jpg/)

http://img526.imageshack.us/img526/9739/bs5.jpg (http://img526.imageshack.us/i/bs5.jpg/)

http://img513.imageshack.us/img513/6136/bs6.jpg (http://img513.imageshack.us/i/bs6.jpg/)

Balaputradewa
August 6th, 2009, 04:25 PM
Gadis Palembang/Palembang Girls!

http://i3.photoblog.com/photos5/98404-1241087119-1.jpg

http://i3.photoblog.com/photos5/98404-1241087119-0.jpg

Sikok lagi gadeis Palembang :cheers:

http://img34.imageshack.us/img34/791/53001072674658384243299.jpg (http://img34.imageshack.us/i/53001072674658384243299.jpg/)

paradyto
August 9th, 2009, 10:48 AM
http://ratih170789.files.wordpress.com/2008/05/temam.jpg

Sejuknya Air Terjun Temam di Lubuk Linggau

Kota Lubuk Linggau memiliki objek wisata alam yang cukup banyak. Sebut saja, Bukit sulap, irigasi Watervang peninggalan Belanda, dan Air Terjun Temam. Bagi warga Lubuklinggau dan sekitarnya, keberadaan objek wisata ini bisa menjadi tempat melepas lelah setelah seharian bekerja. Melihat keindahan alam objek wisata tersebut, membuat suasana hati menjadi rileks.Salah satu yang banyak dikunjungi wisatawan termasuk warga setempat adalah Air Terjun Temam. Panoramanya yang indah sayang untuk dilewatkan begitu saja. Apalagi di sekitar air terjun tersebut banyak ditumbuhi pepohonan yang rimbun menghijau.Lengkaplah sudah keindahannya. Objek wisata yang masih alami ini terdapat di Kelurahan Rahma Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. Dari pusat kota Lubuklinggau, lokasinya sekitar 10 kilometer atau lebih kurang 20 menit jika naik kendaraan. Memang untuk menuju lokasi yang jalannya cukup mulus, kita harus membawa kendaraan sendiri, atau menyewa kendaraan umum. Pasalnya, belum ada angkot yang menuju ke lokasi. Jika dari dalam Kota Lubuk Linggau tarif sewanya sekitar Rp 75.000 sampai 100.000. Atau kalau naik ojek sewanya hanya sekitar Rp 5000.

Kalau perjalanan dari Palembang, kita bisa baik kereta api atau travel. Tarifnya KA Bisnis Rp 45.000 dan eksekutif Rp.100.000. Untuk travel, Rp 100.000 eksekutif dan kelas biasa Rp 60.000. Nah setelah sampai di Kota Lubuk Linggau baru kita bisa mencarter kendaraan menuju lokasi air terjun.

Begitu masuk kedalam lokasinya, setiap pengunjung hanya dikenakan biaya restribusi Rp 2 ribu. Sedangkan untuk parkir, biasanya dikenakan restribusi yang agak lebih besar sedikit. Untuk mencapai air terjun Temam, kita tak bisa menggunakan kendaraan karena harus menyusuri anak tangga yang berjumlah sekitar 90 anak tangga. Nah, bagi para pengunjung diharapkan untuk hati-hati menuruni anak tangga tadi. Apalagi, bila sudah mencapai dasar pelataran tempat kita melihat keindahan air terjun temam. Pasalnya, bebatuan yang ada di sekitar lokasi cukup licin. Jadi kita harus waspada.

Begitupula bagi wisatan atau pengunjung yang akan mandi di bawah air terjun, juga diminta ekstra hati-hti. Karena ada beberapa tempat yang airnya cukup dalam.

Untuk informasi Air Terjun Temam merupakan kawasan objek wisata alam berupa air terjun dengan ketinggian 12 meter dan lebar 25 meter. Luas lahan di objek wisata itu mencapai sekitar 5 hektar. Nah, bagi yang berminta bisa langsung datang ke lokasi. (Ibnu Holdun)

paradyto
August 9th, 2009, 04:09 PM
http://edelweislym.files.wordpress.com/2008/05/benteng-kuto-besak.jpg

Balaputradewa
August 10th, 2009, 01:20 PM
http://farm3.static.flickr.com/2428/3635716025_6cb87af640.jpg

view ini bisa anda dapatkan di River Side Restaurant :okay: Disini anda akan ditemani dengan alunan musik yang indah, memandang Jembatan Ampera yang megah serta disuguhi menu yang menggugah :cheers: salah satunya adalah menu dibawah ini :okay:


Mie Kerupuk Siram Seafood

http://img19.imageshack.us/img19/1036/miet.jpg (http://img19.imageshack.us/i/miet.jpg/)

Mie-nya terbuat dari kerupuk ikan yang super gede..terus disiram dengan kuah kental berisi udang, cumi, kerang, jamur, wortel dsb.. Gurih n renyah banget.. Kalo kata Wong Plembang.. "Lemak Nian.." :cheers:

paradyto
August 13th, 2009, 10:41 AM
10 Wartawan China Kunjungi Palembang
Wednesday, 12 August 2009

PALEMBANG (SI) – Sebanyak 10 wartawan media cetak dan elektronik dari China dijadwalkan akan mengunjungi Kota Palembang pada 16 Agustus.

Kunjungan selama tiga hari hingga 18 Agustus tersebut atas undangan Pemerintah Kota (Pemkot) dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) dalam rangka promosi potensi wisata Sungai Musi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang Baharuddin Ali mengungkapkan, kepastian kedatangan 10 wartawan beserta tour guide dari China tersebut diterima pihaknya dari surat pemberitahuan Depbudpar.

“Mereka (wartawan China) ini akan tiba di Palembang pada 16 Agustus dengan maskapai Garuda nomor penerbangan G114. Ini menandakan kedatangan mereka ini sudah pasti,”ujarnya seusai menghadiri pelantikan dan sumpah jabatan 81 pejabat eselon IV di ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Palembang kemarin Baharuddin menyebutkan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan penyambutan dan kegiatan yang akan dilaksanakan bersama dengan delegasi wartawan China tersebut.

Salah satunya melakukan city tour dan Musi tour guna melihat dan memperkenalkan secara langsung objek dan keunggulan wisata di Palembang. Kemudian, para delegasi dari China ini juga akan dipertemukan dengan Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra.“Saat ini kami juga tengah mengusahakan untuk dapat mempertemukan wartawan dengan Gubernur Provinsi Sumsel,” terangnya.

Kunjungan ini, lanjut dia, merupakan program Pemkot Palembang dalam rangka promosi objek wisata di Kota Palembang.Namun, dalam pelaksanaannya, program tersebut dibantu Depbudpar dan Palembang sendiri sebagai objek tujuan.“Ini kesempatan besar bagi kita (Palembang) untuk mempromosikan beberapa potensi wisata yang kita miliki dan ini didukung penuh oleh Depbudpar,”tukasnya.

Dia berharap para wartawan yang datang itu nantinya dapat menulis segala sesuatu yang ditemukan dan dirasakan di Kota Palembang. Dengan begitu, tulisan itu akan dibaca sekian banyak masyarakat Negeri Tirai Bambu tersebut. “Inilah kesempatan kita,mudahmudahan potensi yang dimiliki Palembang akan ditulis dan dibaca publik di China,”harapnya.

Mengenai kunjungan wartawan ASEAN yang batal ke Palembang, Baharuddin mengaku, kunjungan tersebut kembali dijadwalkan pada Desember. “Untuk kunjungan sekitar 50 wartawan ASEAN yang sempat dijadwalkan pada Juni, kami alihkan pada Desember bertepatan dengan Festival Dragon Boat International.( Jadwal kunjungan) ini pasti dan kami sudah dapat informasi langsung dari Depbudpar,” pungkasnya.

Sementara itu,Kepala Bidang (Kabid) Objek dan Daya Tarik Wisata Disbudpar Kota Palembang M Ryasidi menambahkan, program yang pertama kali dilakukan ini ditujukan untuk mengoptimalkan promosi wisata dan meningkatkan kunjungan wisata di Kota Palembang.“ Harapan kini, banyak tulisan dan gambar yang akan disampaikan kepada masyarakat di negara lain (China). Dengan demikian, mereka akan lebih mengenal kondisi riil dan kelebihan Kota Palembang,” tukasnya. (berli zulkanedi)

paradyto
August 14th, 2009, 06:40 PM
http://www.songket-palembang.com/images/dini/kol_songket2.jpg

www.songket-palembang.com

Songket Palembang Berkibar di ASEAN
Friday, 14 August 2009

PALEMBANG(SI) - Nama Sumatera Selatan (Sumsel) kembali berkibar di kancah dunia internasional. Kali ini ditorehkan pengrajin songket kawakan Tria Busana.

Dia berhasil menggondol Royal Trophy Award 2009 di ajang bergengsi ASEAN Collaboration on Sericulture Research and Development Conference 4-10 Agustus lalu di Thailand.

Lewat kerajinan songket jumputan, Tria berhasil menyisihkan puluhan peserta dari berbagai negara ASEAN dalam kategori Weaving Technique Combination With Ikat and Brocade in Chemical Dyed Fabric.“Pesaing kategori ini sangat banyak, jumputan bisa menang karena teknik menenunnya unik dan belum pernah ditemukan,” ujar Tria menceritakan awal kemenangannya.

Menurut pemilik nama lengkap Alwantriati Tundrarizmi itu, songket jumputan tidak hanya berhasil menyita perhatian dewan juri tapi juga Perdana Menteri Thailand. Sebagai negara produsen kain sutera terkenal, songket jumputan menurutnya punya keunikan tersendiri pada teknik pewarnaan kimia yang tidak dijumpai pada kain-kain kebanyakan. Selain Tria,beberapa pengrajin lain yang tak kalah populer juga ambil bagian mewakili Indonesia di kompetisi tahunan tersebut.

Mereka yakni Roso Tenun dan batik warna asal Yogyakarta; pengrajin pakaian Tuti Cholid; Imam Bidjiono asal Bali dengan produknya Infra Silk; serta Ami Kurnia Tenun Sutera asal Sulawesi Selatan (Sulsel).

“Kain yang saya ikutkan lomba ada dua, songket jumputan dan songket bordir.Tapi yang menang songket jumputan,” terang Tria bersemangat. Kompetisi ini sambung Tria sebenarnya sudah dilakukan kali ke-19 oleh negara Thailand. Hanya saja Indonesia baru berkesempatan mengikutinya tahun ini lewat bantuan Departeman Perdagangan (Depdag) RI. Beberapa negara yang turut berkompetisi dengan kerajinan tradisional kreasinya kali ini diakui Tria sangat banyak.

Di antaranya negara Birma,Myanmar, Laos, Vietnam, dan India. Dari negaranegara itu,kain songket dan sutera kata Tria menjadi kain yang paling banyak diikuti peserta lomba. Keikutsertaannya kali ini sambung Tria dilatar belakangi keinginannya pribadi membawa kain tradisional Palembang berjaya tak hanya di dalam tapi juga di luar negeri.

Pasalnya kain yang dibanderol Rp2 juta perlembar itu sudah mendapat pengakuan tertinggi pada event Dekranasda ke- 29 di Jakarta Convention Center, Maret lalu. “Kompetisi ini diadakan setiap tahun.Nah,kain yang menang biasanya dipelajari oleh Thailand agar bisa dimasalkan. Saya harap dengan cara ini Songket bisa mendunia,” ujarnya berharap.

Penghargaan ini lanjut Tria merupakan kali ketujuh yang diraih Rumah Busana Tria di ajang nasional dan Internasional.Hal itu menurutnya tak lepas dari keberaniannya mengkreasikan kain khas daerah dengan motif-motif modern yang tengah diminati. Dari ratusan kain yang diproduksinya, Tria mengaku baru mendapatkan HAKI untuk 8 produk saja. Jumlah itu masih sangat sedikit dari 20 produk yang diajukannya sejak lima tahun terakhir.

Masing-masing produk yang memiliki HAKI itu antara lain, Songket Jumputan,Songket Bordir,Songket Batik, Songket Tembaga, Songket Tembaga Bingkai, Songket Awan- Awan dan Songket Batik Bordir.

Prestasi Tria Busana membawa harum nama Sumsel di dunia Internasional mendapat sambutan positif Budayawan Sumsel Yudi Syarofi. Hanya saja Yudi mengimbau agar kreasi yang dilakukan Tria tidak melebar dari pakem ketradisionalan songket.Keaslian songket itu kata Yudi terletak pada motif di tepian kain.

Beberapa motif tepian songket Palembang itu kata Yudi misalnya kresek, upak pangkal, upak ujung atau tombak.Semua motif itu memiliki arti dan membedakan songket Palembang dengan songketsongket dari daerah lain karena memiliki nilai filosofis tersendiri.

Misalnya motif tepian pagar,itu melambangkan bahwa negara atau suatu daerah kekuasaan itu harus dipertahankan dengan sungguhsungguh. Pesan itu pula yang tidak boleh dilupakan para kreator songket karena itu merupakan ciri khas yang memperkaya kain tradisional kebanggaan wong Palembang.

“Ini memang sudah sepantasnya dihargai,walaupun dia mewakili negara yang dibawa tetap nama Palembang. Artinya inovasi dia sudah dapat disejajarkan dengan tekstil-tekstil negara lain.Tapi itu tadi jangan ditinggalkan pakemnya, sebab orang-orang terdahulu tidak sembarangan membuat motif-motif itu.Semuanya melambangkan pesan yang sangat mahal,” ungkapYudi. (komalasari)

paradyto
August 16th, 2009, 01:25 AM
Kuburan Bikin Heboh Palembang
Sunday, 16 August 2009

HIBUR WONG KITO, Grup Band Kuburan menghibur ribuan pengunjung Palembang Trade Center (PTC) pada acara launching produk terbaru Honda, Skuter Matic Vario Techno tadi malam.


PALEMBANG (SI) – Sensasional! Sepertinya kata itu yang cocok menggambarkan penampilan Kuburan Band di halaman parkir Palembang Trade Center (PTC) Mall tadi malam. Raut sumringah dan senyum puas terpancar dari ribuan warga Palembang yang menyaksikan penampilan band asal Bandung itu. Bagaimana tidak, selama kurang lebih satu jam berada di panggung.

Kuburan sangat menghibur warga yang menonton baik dengan nyanyian maupun banyolan segar serta tingkah polah konyol lainnya. Naik ke atas panggung tepat pukul 20.30 WIB, tidak seperti band lainnya yang langsung membuka konser dengan lantunan lagu, justru personil Kuburan berinteraksi dan ngobrol dengan penonton di awal konsernya.

Membawakan tujuh buah lagu di antaranya Bangkit dari Kubur, Tua-tua Klabing,Kota Indah Indah Kotaku,23 Tahun,A Letter To Euis, dan ditutup dengan hits yang melambungkan nama mereka yaitu Lupa-lupa Ingat. Dandanan ala gothic yang melekat sebagai identitas para personilnya membuat band yang digawangi Priya (Ujung Tombak),Dino (Pemukul Dramer), Raka (Pemain Gitaris), Denny (The Bassistman), Donny (Gitar is melodi), dan Udhe (Kiboran), menarik perhatian pecinta musik tanah air.

Bahkan meski berpenampilan garang, namun gaya kocak para personilnya menjadi daya tarik tersendiri bagi band yang berdiri tahun 2001 silam. Di samping mengapresiasikan kesenian pada seni musik,Kuburan pun memiliki misi sosial dengan slogan yang selalu disampaikan pada saat pentas kepada para Kuncen dan Kuncin (sebutan bagi fans Kuburan), di antaranya “Jauhi Narkoba Utamakan Keluarga”, “Budayakan Bersedekah Minimal Donor Darah”, dan “Boleh Brutal Tapi Taqwa”.

Kuburan band hadir dan menghibur warga Palembang dalam rangkaian kegiatan peluncuran perdana produk terbaru Honda Vario Techno di Sumsel. Berbagai kegiatan menandai peluncuran produk terbaru tersebut juga sekalian untuk memeriahkan pesta rakyat menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 dengan tema Merdeka Auto Matic.

Branch Manager (BM) PT Astra Honda Motor (AHM) Cabang Sumsel, Suwito, mengatakan, berdasarkan pemantauan PT AHM terhadap kondisi di lapangan ternyata terjadi peningkatan kebutuhan skuter matik di Indonesia. Suwito menambahkan, peningkatan yang terjadi pada pasar skuter matik Honda sendiri di semester I 2009 ini mencapai 67% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saat ini Honda sudah menguasai sekitar 37% pangsa pasar motor tipe skuter matik. Tentunya target kita bisa menguasai lebih besar lagi,” ujarnya dalam konfrensi pers, Sabtu (15/8) sore. Suwito mengatakan, kegiatan peluncuran Dunia Matik Honda di Sumsel, dilaksanakan di dua tempat terpisah yaitu Kota Palembang dan Kota Lubuklinggau.

“Kegiatan ini berlangsung serentak di PTC Mall dan Lapangan Tanah Merah di Lubuk Linggau, dengan berbagai kegiatan 17-an bersama seperti senam sehat, aerobic competition, fashion show, lomba masak antar ibu-ibu PKK, lomba mewarnai untuk anak-anak, photografi, dan lainnya,”ungkapnya. (cr1/iwan setiawan)

paradyto
August 16th, 2009, 03:27 PM
tBYBiIhOeVM

paradyto
August 18th, 2009, 01:25 AM
Wartawan China Liput Wisata Palembang

PALEMBANG - Sejumlah wartawan dari televisi Guangdong, China berkesempatan melakukan reportase sejumlah kegiatan wisata yang diselenggarakan Pemkot Palembang dalam memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-64, salah satunya meliput lomba bidar prestasi dan perahu motor hias.

Reporter Televisi Guangdong itu, Chen Simin, di Palembang, Senin (17/8) mengatakan, kegiatan reportase ini merupakan kerja sama pemerintah China dan Indonesia yang akan disiarkan di televisi tersebut.

Peliputan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan rakyat China terutama yang bisa menonton siaran televisi Guangdong, sehingga dapat tertarik berkunjung ke Kota Palembang, kata dia.

Menurut Simin, Kota Palembang sangat menarik baik dari segi objek wisata dan budayanya serta keramahan warganya.

Berbagai potensi untuk berbisnis bagi investor China, peluangnya juga sangat besar sehingga mudah-mudahan dengan tayangan televisi itu nanti akan banyak pengusaha yang datang menanamkan modal di Palembang, ujar dia pula.

Ia menyatakan, Palembang juga memiliki kedekatan tersendiri dengan China yang dibuktikan dengan banyak objek wisata peninggalan nenek moyang bangsa Tiongkok di daerah ini.

"Saya tadi ke Pulau Kemaro, nuansa China-nya sangat kental pada objek wisata yang berada di tengah Sungai Musi itu," kata Simin lagi.

Deputi Direktur Hubungan Internasional Direktorat Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Vinsensius Jemadu mengatakan, kegiatan untuk menghadirkan wartawan dari China tersebut dinilai merupakan salah satu cara efektif mempromosikan wisata Indonesia.

Rombongan tersebut pertama kali ke Indonesia langsung melakukan peliputan di Kota Palembang, dan selanjutnya akan ke Jakarta serta Jawa Barat, ujar dia.

Televisi Guangdong ini merupakan salah satu televisi terbesar di China, dan dipastikan mampu menjadi media promosi yang efektif bagi Indonesia.

Apalagi rombongan merasa sangat senang berada di Palembang, tidak hanya karena objek wisata yang menarik dan makanan yang lezat, tetapi juga keramahan wali kota setempat membuat mereka betah berada di kota ini, demikian Jemadu.

paradyto
August 18th, 2009, 01:34 AM
Bidar Pertamina Sabet Juara Pertama

PALEMBANG(SI) – Tim bidar PT Pertamina keluar sebagai juara pertama lomba bidar tradisional dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-64 di Sungai Musi, Kota Palembang, kemarin.

im bidar Pertamina berhasil menyisihkan 28 tim peserta lomba dalam mengarungi ombak Sungai Musi. Para peserta terdiri dari 16 tim perwakilan 16 kecamatan di kota Palembang dan 13 tim perwakilan dari BUMN dan BUMD. Perlombaan kapal bidar tradisonal ini juga diramaikan dengan perlombaan kapal hias.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang, Baharuddin Ali mengatakan,perlombaan kapal bidar sudah menjadi tradisi warga masyarakat Kota Palembang sehingga harus dilestarikan dan dilombakan di setiap perayaan kemerdekaan RI. Baharuddin juga mengatakan, untuk tahun ini, jumlah peserta lomba lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulilah sekarang peserta lomba lebih semarak terutama untuk perahu hias,” ujarnya disela-sela acara kemarin. Pantuan Harian Seputar Indonesia, ribuan warga Kota Palembang terlihat antusias menyaksikan perlombaan kapal bidar dan pertunjukan kapal hias.Sebagian besar warga memadati halaman Benteng Kuto Besak,namun ada juga yang memilih menyaksikan jalannya perlombaan dari atas Jembatan Ampera.

Kapal bidar Pertamina mampu mengalahkan tiga kapal bidar yang berhasil masuk dalam grand final dengan rekor tercepat selama 8 menit. Sementara juara kedua diraih oleh kapal bidar Ogan Ilir,dengan waktu 8 menit 5 detik,juara ketiga disabet kapal bidar Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir dengan waktu 8 menit 7 detik.

Sedangkan juara harapan pertama diraih kapal bidar tradisional dari Indomie dengan catatan waktu selama 9 menit 15 detik. \ Eva, salah juri dalam lomba bidar mengatakan, perlombaan kapal bidar ini dihitung kecepatan dalam mengarungi Sungai Musi dengan jarak tempuh 1,8- 2 Km. “Setiap kapal bidar boleh berisikan 56-60 orang pendayung dengan menempuh jarak tertentu.

Nantinya mereka akan saling adu cepat,” ujarnya. Encik Syajukno,28, salah satu pendayung kapal bidar Pertamina mengungkapkan sangat bahagia dapat memenangkan perlombaan. “Ya, kita bersyukur sekarang kita bisa menjadi pemenang. Mungkin hokinya lagi di kapal kita,”katanya santai.

Menurutnya, untuk tahun ini,puncak gelombang Sungai Musi sedikit mengganggu pelaksanaan perlombaan sehingga menyebabkan pendayung harus lebih keras dan bertenaga. Sementara itu, untuk lomba perahu hias tingkat perwakilan pemerintah dan perusahaan dimenangkan Dinas PU Cipta Karya Palembang, juara dua dimenangkan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, juara ketiga dimenangkan Dinas Tata Kota Palembang.

Sementara untuk harapan pertama dimenangkan PT Semen Baturaja. Sedangkan untuk perlombaan perahu hias tingkat kecamatan di Kota Palembang, dimenangkan Kecamatan Plaju, juara kedua dimenangkan Kecamatan Alangalang Lebar dan juara ketiga dimenangkan Kecamatan Seberang Ulu II,Palembang.

Amir Hamzah, pemerhati permainan kapal bidar tradisional di Palembang mengharapkan ke depan lebih banyak lagi kapal bidar yang meramaikan setiap perlombaan. “Tiap tahun, kapal bidarnya hanya yang itu-itu saja.Karena memang peremajaan terhadap kapal bidar semakin jarang dilakukan. Jika ingin tradisi permainan tetap lestari,seharusnya ada kepedulian untuk menciptakan kapal bidar ini lebih banyak,”harapnya. (cr1)

paradyto
August 26th, 2009, 01:26 AM
Hadirkan Tempat Berbuka ala Uzbekistan
Tuesday, 25 August 2009

Ada yang berbeda di Hotel Horizon,Palembang,saat Ramadan kali ini.Hotel bintang empat di bilangan Jalan Anwar Satro,itu menyulap diri bak negeri dongeng. Seperti apa serunya?

BERAGAM pertanyaan seketika menyeruak sesaat menjejakkan kaki di lobi hotel itu, manakala mata menyaksikan sederet patung unta tiga dimensi yang dipajang persis di depan pintu masuk hotel.

Tubuh unta yang kuning kecokelatan membuat patung dari bahan dasar gabus ini mirip sekali dengan unta sungguhan yang banyak ditemukan di negara Timur Tengah. Besarnya pun dibuat nyaris tak berbeda. Jadi, tak mengherankan jika banyak tamu yang berkunjung penasaran ingin memegang langsung hewan tiruan tersebut.Saking uniknya,tamu bahkan tak sungkan mengabadikan diri dengan unta buatan lewat kamera saku atau ponsel pribadi.

Semakin masuk ke hotel, pertanyaan akhirnya mulai terjawab satu per satu.Terlebih, setelah melihat bentangan-bentangan kain berwarna-warni mencolok yang didesain sedemikian apik di bagian atap lobi hotel, pohon hias kurma tak jauh deretan unta yang tadi dipajang. Ya, Hotel Horison memang sengaja ingin menciptakan suasana layaknya di negeri Uzbekistan yang kental dengan nuansa ke Islamannya selama bulan puasa ini.


“Kami ingin memberi suasana spesial kepada tamu yang berkunjung. Bedanya,tahun ini kami ingin lebih mengenalkan kebiasaan warga Uzbekistan,”papar Public Relation Hotel Horison Palembang Prayudi Tama kemarin. Selain patung unta, di bagian tangga menuju lantai dua hotel juga tampak semacam gerbang berwarna keemasan menyerupai gading.

Pun masuk ke lantai dua hotel, suasana negeri seribu satu malam dengan warnanya yang khas seperti hitam,merah marun, hijau tua,ungu gelap berpadu jadi tatanan menarik menghiasi tenda Ramadan khas Silk Road.Pun sebaran bantal berukuran besar dengan warna senada, menjadikan tenda ini menarik dipilih menjadi tempat berbuka puasa. Sekedar gambaran, di lantai dua ini, setidaknya ada empat tenda yang dibuat serupa.

Semua tenda bisa jadi pilihan tamu, untuk menghabiskan waktu berbuka dengan suasana unik dan berbeda. Khusus mendesain tenda ini,Hotel Horison setidaknya harus menghabiskan 250 helai kain berukuran panjang sekitar 7 meter.Kesemuanya didatangkan dari pemasok lokal, baik untuk kain sutera, songket, satin dan tenun Uzbek. Meski mirip dengan konsep tahun sebelumnya,Yudi mengaku butuh waktu hingga satu bulan untuk mempersiapkan semuanya.

Karena, selain ornamen khusus, Horison berupaya total menciptakan konsep ini hingga ke aneka menu yang dihidangkan. Tak tanggung-tanggung, untuk melengkapi ke ke-khas-an negaranegara yang dilalui jalur perdagangan Islam (jalur Silk Road) di masa lampau seperti Uzbekistan, Turki, Mongolia, Arab Saudi, dan India, pihak Horison sengaja memutar musik gambus dengan kemasan yang lebih fresh, karena telah di-mix ulang dengan gaya yang lebih modern. Penampilan para waiter-nya pun tak urung mengundang perhatian.

Sehingga jangan kaget,kalau saat berbuka di tempat ini nanti, banyak pemuda-pemudi ala Uzbek yang jadi pelayan setia anda. Bagi pengunjung yang belum pernah sama sekali ke Timur Tengah,konsep ini mungkin bisa jadi pemuas keingintahuan.

Karena, semua hal yang khas dari negeri kaya padang pasir tersebut disajikan lengkap,termasuk soal urusan menu negara di sepanjang Silk Road, misalnya Bakhlava, Samsa, Turkish Delight, Turkish Coffee Bavaroise, dan Turkish Coldstone. Penasaran? Coba saja berbuka ala Uzbekistan di Horison ini. (komalasari)

paradyto
September 3rd, 2009, 06:36 PM
Racing through Venice of the East

Indonesian Independence Day celebrations in the South Sumatran capital Palembang are the time to watch the Perahu Bidar traditional boat race.

The contestants usually come from government offices and private institutions, from both Palembang city and other regencies and cities in the province.

The competition always draws a large crowd to the competition, which begins at Pelabuhan 35 Ilir port and finishes near Pusri on the Musi River.

Each Perahu Bidar boat, made from the trunk of a huge hardwood tree, is brightly colored and adorned with distinctive decorations. At the stern, the dominant feature is a snakehead carving, representing the Sriwijaya Kingdom, with the Indian influences evident in the cobra.

Other contestants in the boat race use a pancalang boat, which means it can move fast. These boats are between 10 and 20 meters long and can hold up to 50 people, including the commander and a gong striker, who is called the boat boss.

According to Palembang historian Djohan Hanafiah, each pancalang boat is made from one piece of timber; historically, they were used in various regions around South Sumatra to transport people and goods along the rivers.

These boats were also often used for patrols and recreation and for couriers to deliver messages to the kings.

"The pancalang boats were the original Bidar boats," Djohan said. "The race is staged in an effort to preserve our culture."

These boats are distinctive for their triangular roofs and the rudder at the stern. During the race, the contestants use a bamboo pole, which serves as an oar.

It's not known when the Bidar race tradition began but, as it features in records from the Dutch administration in 1925 and the Palembang Sultanate, the race has been around for some time.

During the Dutch colonial era, the race was held to celebrate the king's or the queen's birthday; during the time of the Palembang Sultanate, it was held on important days in the Islamic calendar and after Idul Fitri.

The Palembang community calls the Bidar competition kenceran or plenceran.

But the modern Bidar boats are different from those of yesteryear, most markedly in their size: They are now bigger and longer. Some are more than 12 meters long and can carry 24 people; others reach 29 meters long and take 75 people.

Other traditions the participants follow include hanging an epigraph stone taken from an area of Kedukan Bukit.

The Kedukan Bukit Epigraph is one of the relics of the Sriwijaya Kingdom and is found in 35 Ilir, a subdistrict in Palembang. The epigraph was written in Pallawa characters in the old Malay language and was found in Batenburg in 1920.

Some residents believe the Bidar competition started from there.

"The legends, the stories, are part of our various traditions," said Djohan.

The Bidar competition is also part of Palembang's history, as the rivers are intimately connected with the city's history.

In his book Palembang Bari Period (Palembang's Olden Days), Djohan wrote that in the past, Palembang had more than a hundred tributaries.

This environment eventually became Palembang city where the land is always melembeng (having water), making Palembang becoming a place that has water - or pelembeng.

The name Palembang itself first appeared between the 7th and 12th centuries, before the fall of the Sriwijaya Kingdom.

Originally, the community called it lembeng, which means a water puddle, while the prefix "pa" refers to place. So when it was combined to become Palembang, it became a significant city that always has puddles of water.

"In the Dutch period, Palembang city was called the City of 20 Islands *de sta der teintig eilanden*; another name was Venice of the East. The existence of Musi river, which flows through the area of Seberang Ulu and Seberang Ilir Palembang, suggests that it is similar to Venice, the Italian city," he said.

As a tourist attraction, the Bidar competition has become one of the mainstays in Palembang city's bid to attract tourists.

But according to Djohan, the time has come to modify the competition to make it more interesting.

"If there is no creative touch and no new breakthroughs in the arrangement, then this competition will just remain a tradition and still be monotonous," he said. "It's now time to make it like other boat races, like dragon boats at an international level."

paradyto
September 5th, 2009, 07:39 AM
Lebaran, Wisatawan Naik Lima Persen
Saturday, 05 September 2009

PALEMBANG – Jumlah kunjungan wisata selama Idulfitri 1430 H diprediksi akan mengalami peningkatan. Hal ini diungkapkan Kabid Promosi dan Pemasaran Disbudpar Sumsel, Aufa Syahrizal SIP, kemarin. Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumsel pra dan pascaLebaran nanti sekitar lima persen.

Dijelaskannya, seseorang yang menetap lebih dari 1 x 24 jam di suatu daerah sudah dikatakan sebagai wisatawan. Nah, jelang Lebaran ini tentu banyak yang akan dating ke Sumsel, baik untuk tujuan pulang kampung mauun berlebaran di rumah saudara. Belum lagi yang transit di Palembang lebih dari satu malam untuk tujuan bisnis maupun wisata.

“Mereka bisa dikategorikan wisatawan transit,” beber Aufa. Belum lagi orang Sumsel maupun keluarganya yang telah menetap di provinsi lain kemudian kembali ke Sumsel untuk tujuan ziarah, melihat makan orang tuanya dan sebagainya. Mereka, kata Aufa, termasuk wisatawan ziarah. ”Jadi, rasanya tidak menurun. Malah kunjungan wisatawan akan terjadi peningkatan karena adanya Lebaran ini.”

Disbudpar memang belum menghitung data terakhir input dari berbagai pihak seperti hotel maupun travel dan penerbangan seputar jumlah kunjungan wisatawan ke Sumsel. “Namun, per Maret saja terjadi peningkatan kunjungan yang lumayan tinggi dibanding periode yang sama tahun kemarin. Bahkan, dari salah satu hotel didapatkan data jumlah kunjungan dari luar Sumsel mencapai 3.000 orang,” tukasnya.

Berdasar rilis data BPS Sumsel, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumsel melalui pintu masuk SMB II pada Juni tahun ini 795 orang. Dibanding kunjungan Mei lalu (649 orang) terjadi kenaikan 22,5 persen. Kepala BPS Sumsel Haslani Haris menjelaskan, kunjungan terbanyak wisatawan asal Malaysia dengan 652 orang. Disusul Singapura 60 orang, dan Australia 15 orang.

“Untuk wisatawan mancanegara yang peningkatannya paling tinggi dari Taiwan (100 persen), diikuti Australia dan Malaysia. Untuk tingkat hunian kamar hotel berbintang di Sumsel pada Juni rata-rata 46,87 persen atau naik 1,08 persen dibanding Mei lalu yang hanya 45,79 persen. “Sementara, rata-rata menginap tamu asing maupun domestik di hotel berbintang di Sumsel per Juni mencapai 1,37 hari atau turun 0,13 hari dibanding Mei lalu,” pungkas Haslani.(46)

paradyto
September 6th, 2009, 01:26 AM
Festival Palembang Darussalam Meriah

PALEMBANG (SI) – Festival Palembang Darussalam XI yang berlangsung tadi malam meriah. Sebanyak 22 karnaval mobil hias ikut meramaikan kegiatan dalam memperingati bulan suci Ramadan tahun ini.

Ketua Pelaksana Kegiatan M Zailani UD mengatakan, kegiatan yang sudah diperingati selama sebelas tahun tersebut brtujuan untuk melestariakan nilai budaya Palembang yang bernuansa Islami. ”Di tengahsituasiperkembanganzaman kita mencoba tetap mempertahankan budaya daerah dan juga memilikinilai- nilaikeislaman,”ujarnya di sela-sela festival dan karnaval di areal Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang,tadi malam.

Zainal mengatakan dalam rangka syiar Islam menyambut bulan suci Ramadan 1430 Hijriah, pihaknya juga mencoba untuk mendukung program Pemerintah Kota Palembang dalam bidang pariwisata dan kebudayaan serta pelestarian budaya tradisional.Sehingga Kerukunan Keluarga Palembang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang,Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel selaku penyelengara mencoba memeriahkannya dengan melibatkan seluruh masyarakat dalam 11 tangkai perlombaan.

Di antaranya,MTQ, azan, peragaan busana muslim,nasyid,lomba mewarnai,karnaval dan lainnya. ”Kebudayaan lokal memang memiliki nilai tersendiri sehingga kita perlu melestarikannya.Untuk itu dukungan semua pihak amatlah dibutuhkan,”tukasnya. Karnaval tadi malam dibuka dengan berbagai sajian permainan musik dari grup binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel dan Kota Palembang,serta tarian zapin. Serangkaian kegiatan penutupan Festival Palembang Darussalam akhirnya ditutup dengan karnaval mobil hias yang melibatkan banyak pihak.

Tampak hadir memeriahkan acara Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Syaiful Islam, jajaran pemerintah Kota Palembang dan sejumlah pejabat di lingkungan Kota Palembang. Pantauan Seputar Indonesia, kondisi arus lalu lintas Jalan Merdeka menuju areal Benteng Kuto Besak megitu ramai, hingga mengakibatkan kemacetan. Aparat kepolisian dan Satpol PP pun ikut mengamankan dan mengatur kelancaran lalu lintas.

Sementara itu, sekitar 22 peserta karnaval mobil hias sudah berjajar panjang di areal BKB siap berpartisipasi dalam penutupan Festival Palembang Darussalam tersebut. Peserta karnaval di antaranya dari Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Kanwil Departemen Agama Sumsel,Badan Perpustakaan Provinsi Sumsel, Bank Sumsel, Dinas Pendidikan Sumsel, Departemen Agama Kota Palembang, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Palembang, PT KAI, Dinas Pertanian,Tanaman Pangan dan Hortikultura Palembang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Dispenda Sumsel, Majelsi Dzikir SBY Nursalam Sumsel, H. Thoyib Akib,Kecamatan Seberang Ulu 2, Masjid Alitihad 15 Ulu, Semen Baturaja,PDPDE,PT Pusri dan Kerukunan Keluarga Sumatera Selatan (KKSS).

Tepat pukul 22.00 WIB Karnaval Mobil Hias dimulai dengan rute start dari halaman Benteng Kuto Besak, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Kapten A Rivai, Jalan Merdeka,dan kembali ke halaman Benteng Kuto Besak. Nampak, masyarakat pun berdesakan demi menonton Karnaval yang hanya dilaksanakan satu tahun sekali tersebut.Sehingga suasana malam di kawasan pinggiran Sungai Musi dengan keindahan Jembatan Ampera pun nampak semakin meriah. Yanto, peserta karnaval dari Kanwil Depag Sumsel menyatakan sangat senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Dia mengaku membutuhkan waktu tiga hari menghiasi kendaraan yang disulap menjadi Kabah. ”Kalau persiapannya kita butuh sekitar Rp6 juta.

Yang penting kita ikut memeriahkan kegiatan yang cukup positif tersebut,”ujarnya. Sementara itu, setiap peserta yang melewati dewan juri berlomba- lomba memamerkan keahlian masing-masing. Ada yang menari zapin, menabuh gambus, kasidah,dan sejenisnya. Ganda, 41, warga Kertapati Palembang yang menonton dengan keluarganya mengatakan,sangat senang dengan adanya festival tersebut.Menurutnya, masyarakat yang haus dengan hiburan cukup antusias menyaksikan kegiatan tersebut.

”Cukup senang karena kegiatan seperti ini sangat jarang digelar. Apalagi mobil-mobil hiasnya sangat indah, berbentuk masjid, kabah, alquran dan sifatnya mendidik,”pungkasnya. (retno palupi)

paradyto
September 6th, 2009, 01:52 AM
http://infokito.net/file/img/mappalembang.jpg

paradyto
September 12th, 2009, 04:45 PM
nice island of Palembang...

53 Kemaro Island of Palembang, South Sumatra

http://mycityblogging.com/palembang/files/2008/04/pic_0348.JPG

http://1.bp.blogspot.com/_aZ47lENEpuw/SY3SVX3wfDI/AAAAAAAAAXM/1mASjXXOvhI/s320/Plbg_perayaan+puncak+cap+go+meh+di+pulau+kemaro_isra+triansyah+(2).jpg http://i42.tinypic.com/16736ec.jpg

http://www.melayuonline.com/image/culture/2009/Pulau-Kemaro-02.jpg

http://www.sripoku.com/foto/berita/2009/2/7/7-2-2009-utama0702sts2.jpg

http://4.bp.blogspot.com/_8U0NE572NvA/SY-WTtMoMdI/AAAAAAAAAag/69_2QhvzKdo/s400/PIC_0771.JPG

http://4.bp.blogspot.com/_aZ47lENEpuw/SY3P-ovmpkI/AAAAAAAAAW8/v4TSpo0H6x0/s320/Plbg_perayaan+puncak+cap+go+meh+di+pulau+kemaro_isra+triansyah+(1).jpg

http://farm4.static.flickr.com/3020/3249877868_9dd61c8cc0.jpg?v=0

http://1.bp.blogspot.com/_8U0NE572NvA/SY-WNdIOWJI/AAAAAAAAAaY/dbR6ZJEw784/s400/PIC_0768.JPG

http://3.bp.blogspot.com/_4a3sO0z8pe4/SWtSaL153ZI/AAAAAAAAAEA/NzZIT3sul_k/s320/DSC03293.JPG

Kemaro Island is a tiny delta of Musi River, located about 6 kilometers downstream of Ampera Bridge. There is a Chinese vihara (klenteng Hok Tjing Rio) on it. Kemaro Island lies between the industrial areas of Sriwijaya Fertilizer Plant and Pertamina Oil Refinery in Plaju and Gerong River. Forty kilometers from Palembang, Kamero Island is a popular recreation site in the middle of Musi River. On the island there is a Buddha temple that often visited by Buddhists to pray or to visit the graves. Beside that, there is also mean of foretelling one's life and marriage. A great religious event Cap Go Meh is held in Kemaro Island every Imlek New Year.

Kemaro Island Is One of tourism place in Palembang (South Sumatra). Now with Cap Go Mee (chinese culture) some people make kemaro island one place to celebrate Cap Go Mee days. Kemaro Island one place of praying center for Buddhist, and directly as tourism place in Kecamatan Ilir Timur (IT) II in Palembang. Every Chinese day's moment always celebrate in Kemaro Island.

Some rituals in celebratation Cap Go Mee days like: barongsai, wayang cina, dragon (naga), and other attracted in Kemaro Island to celebrate Cap Go Mee, one of tradition by Chinese especially for Buddhist's. in the night continue with pray to Thien (sebahyang untuk Thien) and Pray to Dewa Bumi (Hok Tek Cin Sin). And after this ritual continue with cooking a black goat for eaten together in Kemaro Island.

This island will be crowded on the go by the visitors from both ethnic in china and abroad such as Malaysia, Singapore, Thailand, China and other countries, especially at the time of Cap Go Me (15 days after Imlek), and there is a rare tree in a tree where love is when young couples-mudi together when you carve the name of their love they say they will continue to weddings

paradyto
September 19th, 2009, 06:16 AM
Midnight Sale Carrefour
Saturday, 19 September 2009

Bandrol Murah 22 Item

PALEMBANG – Menyambut hari raya Idul Fitri 1430 H, Carrefour memberi kesempatan berbelanja lebih lama kepada pelanggan. Selama dua hari terakhir Ramadan, 18-19 September, pusat perbelanjaan di PS Mall menggelar midnight sale. ”Operasional kami buka hingga pukul 24.00 WIB,” kata Nur Fitri Mufti, Koordinator Customer Service Carrefour kepada Koran ini, kemarin (18/9).

Menariknya mulai pukul 22.00 WIB, Carrefour mengadakan diskon extra berbagai item. Itu berupa diskon 20 persen semua parcel tiffany (kecuali parcel sembako), dan diskon 30 persen semua kemeja pria dan sepatu formal pria.

Selain itu pada 18-22 September, customer bisa mendapatkan 22 item spesial dalam promo ’action spot’. ”Kami tawarkan daging rendang family pack Rp3.775/100gram yang semula harganya Rp5.900/100gram. Padahal kalau di pasar tradisional harga daging sekarang di atas Rp60 ribu,” ujar Fitri.

Lalu, penawaran beli 2 gratis 1 Coca Cola/Fanta Strawberry/Sprite 1,5 L Rp10.900/botol, anggur red globe USA Rp3.350/100gram, pear Xiang Lie Rp2.150/100gram, mangga harum manis Rp1.050/100gram, kentang granola curah Rp550/100gram, bawang Bombay curah Rp790/100gram, dan daging kerang Rp2.690/100gram (lihat grafis). ”Kami harap item-item ini bisa meringankan beban belanja kebutuhan hari raya pelanggan,” lanjutnya.

Bukan itu saja, masih ada penawaran diskon 30 persen semua mainan, toples, dus parcel, peralatan makan dan minum set, sandal serta baju muslim pria dan wanita. Sementara saat hari H Idul Fitri, Carrefour dan Carrefour Ekspress buka pukul 13.00 WIB. ”Selanjutnya akan buka seperti biasa,” pungkas Fitri. (mg29)

paradyto
September 24th, 2009, 07:52 AM
BKB dan Ampera Memikat Pengunjung
Wednesday, 23 September 2009

PALEMBANG (SI) – Dua tempat favorit di Palembang, yakni Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) dan Jembatan Ampera, ramai dikunjungi wisatawan dadakan selama musim libur Lebaran ini.

Berbagai jenis kendaraan bermotor dari luar Sumatera Selatan terlihat memadati areal parkir BKB dan berjejer di atas jembatan yang selama ini menjadi landmark Kota Palembang. Bahkan, banyak di antara pengunjung menyempatkan diri berfoto dan menikmati suasana Sungai Musi dari atas jembatan kebanggaan Wong Kito itu.

Memang harus diakui, suasana di sekitar Jembatan Ampera,terutama saat malam hari,memancarkan pesona yang begitu indah dan tidak mudah dilupakan bagi pendatang. Apalagi,warna-warni cahaya lampu hias di sela-sela temaramnya bantaran aliran Sungai Musi turut memantulkan perpaduan warna menawan di permukaan air sungai dan sekitar kawasan objek wisata air tersebut.

Ya, untuk memikat pengunjung, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang memang sengaja memasang berbagai aneka lampu hias di sepanjang jembatan dan di kedua menara jembatan, termasuk sekitar kawasan BKB. Namun sayang, kurangnya kesadaran para turis dadakan tersebut dan tidak adanya petugas yang berjaga sekitar kawasan membuat arus lalu lintas di jembatan menjadi macet dan terkesan semrawut.

Pasalnya,kendaraan bermotor, khususnya kendaraan roda empat yang dibawa para pelancong,kebanyakan diparkir di atas jembatan hingga menutup hampir separuh ruasjalan.Belumlagi,beberapakendaraan roda dua yang juga diparkir di pinggir trotoar jembatan turut menambah keruwetan lalu lintas di atas jembatan.

Alhasil, sejumlah pengendara yang melintas terpaksa mengurangi kecepatannya. Harum, 42, pelancong asal Jakarta, mengaku sengaja Lebaran kali ini dirayakan bersama keluarganya yang tinggal di daerah Sekip Bendung, Palembang. Menurut dia, seusai bersilaturahmi, sisa libur Lebaran sengaja dimanfaatkannya untuk mengelilingi Kota Palembang dan berbagai tempat wisata yang ada di kota tersebut.

Meski diakuinya sudah pernah mengunjungi BKB dan menikmati keindahan Sungai Musi dari atas Jembatan Ampera, dia belum pernah memandang Sungai Musi saat malam hari.Karena itulah,pada libur Lebaran kali ini,dia dan keluarganya kembali mendatangi jembatan kebanggaan masyarakat Palembang ini pada malam hari.

“Ternyata benar sekali,malam hari suasana (Sungai Musi) dari sini (Jembatan Ampera) lebih indah. Lampu-lampu dari rumah dan pabrik di sepanjang Sungai Musi terlihat lebih hidup,”tuturnya saat dibincangi SI kemarin malam. Harum juga mengakui, lokasi pelataran BKB dan sekitar Jembatan Ampera saat ini sudah sangat bagus penataannya.

Hanya,menurut dia,sebagaimana lazimnya tempat wisata di daerah lain,BKB dengan Jembatan Ampera masih sangat minim penjual suvenir khas Palembang. Jadi, para pelancong yang berwisata ke tempat ini sedikit kesulitan untuk mencari oleh-oleh khas Palembang.“Sayangnya gak ada toko yang jual kenang-kenangan yang mengingatkan pengunjung akan Jembatan Ampera.

Memang ada yang jual, tapi lokasinya agak jauh lagi ya,”sesalnya. Sementara itu,Dudi Santoso,wisatawan asal Bandung yang turut menikmati keindahan Sungai Musi, menyarankan,Pemkot Palembang harus berupaya keras menata para pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi di BKB.

Pasalnya, dari sisi penempatan,para PKL tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan, tapi juga membuat lokasi sekitar kawasan itu menjadi kumuh. “Saran saya, para PKL yang menjual makanan dan minuman ringan serta berjualan mainan diatur di tempat khusus. Jadi, kenyamanan pengunjung tidak terganggu,” kata PNS di salah satu dinas di Kabupaten Bandung ini. (iwan setiawan)

Balaputradewa
September 24th, 2009, 03:02 PM
hmmm..meskipun hampir memasuki tahun 2010..nampaknya thread Visit Musi 2008 tetap eksis nih..udah hampir 2 tahun lho ^^ Thanx mas Paradyto..emang Palembang gak ada habisnya..:okay:

paradyto
September 29th, 2009, 06:00 AM
http://www.triathlonindonesia.org/images/PosterPalembang.jpg

http://www.triathlon.org/events/event/2009_palembang_itu_triathlon_asian_cup/

Setelah melalui berbagai persiapan awal, akhirnya Palembang secara resmi mengumumkan sebagai tuan rumah kejuaraan Asian Cup Triathlon 2009. Pertandingan olah raga Triathlon tingkat Asia menurut rencana akan diselenggarakan pada tanggal 10-11 Oktober 2009.

Presiden Federasi Triathlon Indonesia, Mark Sungkar menjelaskan, kejuaraan akan dilaksanakan di Palembang dan mengambil tempat di Danau Opi dan stadion Jakabaring. Pada pertandingan ini akan diperebutkan juara lomba Triathlon tingkat Asia dan juga juara lomba untuk Aquathlon tingkat Asia. Selain itu dalam pertandingan ini juga akan terdapat open turnamen yang terbuka bagi atlit-atlit non professional triathlon.

Untuk kejuaraan Triathlon sendiri meliputi renang, bersepeda dan lari. Sedangkan Aquathlon meliputi renang dan lari.
Mark Sungkar menambahkan, sebagai tuan rumah, pihak Palembang turut bangga dan akan “all out” dalam menyukseskan kegiatan ini. Triathlon diharapkan bukan hanya sekadar pertandingan olah raga namun juga sebuah tontonan menarik yang akan menyedot wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Kesuksesan penyelenggaraan kegiatan ini akan menjadi sorotan dunia, mengharumkan nama Indonesia dan tentunya bisa menarik devisa ke dalam negeri. Pihak Palembang berharap kegiatan ini akan berlangsung setiap tahun di Palembang. Kegiatan ini diharapkan juga bisa menjadi pemanasan dan persiapan menuju SEA Games di Palembang.

Pemilihan Indonesia sebagai tempat berlangsungnya kegiatan Triathlon memang sudah direncanakan sejak tahun lalu melalui kongres Triathlon di Madrid. Indonesia sudah menjadi incaran karena lokasi dan kontur alamnya yang menarik bagipara atlit yang memang menyukai tantangan dan berwisata.

Apa itu Triathlon

Triathlon adalah olah raga yang menggabungkan tiga jenis aktivitas yakni berenang, bersepeda dan lari. Olah raga ini adalah salah satu olah raga elite yang digemari di Amerika, Canada, Australia dan Eropa dan kini sedang dikembangkan di berbagai Negara Asia dan Africa. Olahraga yang membutuhkan stamina prima serta mental yang kuat ini menjadi simbol kekuatan para Treathleet (julukan untuk atlit Triathlon).

Triathlon sudah dikembangkan sejak tahun 1920-an di Perancis. Beberapa kali penyelenggaraan even ini dilakukan di beberapa negara. Dengan semakin tingginya minat para pecinta olah raga ini di dunia, akhirnya pada tahun 1989 terbentuklah organisasi Triathlon tingkat dunia yang dinamakan ITU (International Triathlon Union).

ITU pada tahun 2000 berhasil memasukkan Triathlon sebagai cabang olah raga di Olimpiade Sidney. Dalam Olimpiade Sidney ini jarak tempuh bagi para atlit adalah 1500 meter renang, 40 km lari dan 10 km lari.

Mengenai jarak tempuh ada beberapa versi, mulai dari race pendek sampai jarak terjauh, yang sering juga disebut sebagai Ironman Triathlon. Perlombaan Ironman ini bisa menempuh total jarak sampai 226 km. Oleh karenanya olah raga ini memang benar-benar membutuhkan keahlian dan daya tahan yang tinggi dari para peserta.

Pemenang perlombaan Triathlon biasanya diukur berdasarkan total waktu tempuh yang dicapai. Pengukuran Triathlon dilakukan lima kali:

1) dari mulai start untuk berenang sampai ke area transisi pertama.
2) dari awal transisi pertama sampai akhir transisi
3) dari mulai start untuk bersepeda sampai ke area transisi kedua
4) dari awal transisi kedua sampai akhir transisi kedua
5) dari mulai start untuk lari sampai ke garis finish.

Menariknya Triathlon, olah raga ini bisa memiliki variasi yang non standard seperti Duathlon, Aquathlon, Aquabike,ironman, dan lain-lain. Bahkan Triathlon bisa dijadikan pertandingan olah raga yang bersifat fun. Di luar negeri, Triathlon diminati mulai dari anak-anak sampai kalangan militer.

http://www.triathlon.org/images/sized/images/logos/fedugskIndonesianTriathlougsk_image_0-0x250.jpg

Balaputradewa
September 29th, 2009, 07:58 AM
wah Danau OPI udah mulai mengambil peran di perhelatan olahraga :okay: Hmm bakal rame lagi nih Jakabaring ^^

Balaputradewa
September 29th, 2009, 08:01 AM
Visit Musi: Pagoda Pulau Kemaro, Palembang

http://img35.imageshack.us/img35/2999/96211363463558384243299.jpg (http://img35.imageshack.us/i/96211363463558384243299.jpg/)

foto by Eri Haykal Ghiffary

paradyto
September 30th, 2009, 06:49 AM
Visit Musi: Pagoda Pulau Kemaro, Palembang

http://img35.imageshack.us/img35/2999/96211363463558384243299.jpg (http://img35.imageshack.us/i/96211363463558384243299.jpg/)

foto by Eri Haykal Ghiffary

he he he keren keren keren:D

paradyto
October 1st, 2009, 10:48 AM
Pantesan, akhir2 ini banyak pelancong dari Malaysia di Palembang...

Malaysia Telusuri Jejak Sejarah

http://img526.imageshack.us/img526/7434/55062367.jpg (http://img526.imageshack.us/i/55062367.jpg/)


PALEMBANG, Sriwijaya Post — Sebanyak 10 orang rombongan ahli dan mahasiswa sejarah dari Negeri Pahang Malaysia menyempatkan diri bertemu dengan Walikota Palembang, H Eddy Santana Putra. Kedatangan rombongan ini untuk menyampaikan rencana mereka berkenaan dengan penelusuran jejak sejarah Palembang-Malaysia.
Pimpinan rombongan Datuk Sri Wan Abdul Wahid bin Wan Hasan, usai bertemu Walikota Eddy Santana, mengatakan Indonesia dan Malaysia khususnya Palembang-Negeri Pahang Malaysia dilihat dari pertalian sejarahnya berawal dari Demang Lebar Daun dan Sangsa Purba yang turun dari Bukit Siguntang. Mereka itulah akhirnya menjadi raja-raja melayu di Semenanjung Malaka dan akhirnya masuk ke Malaysia.
“Masih kita mempunyai raja yang kita boleh susul sejarahnya dari Bukti Siguntang berkaitan dengan Walisongo ada kekerabatan dengan raja-raja di Palembang ini dengan Malaysia yakni Raja Sultan Haji Ahmadsyah,” kata Datuk Sri Wan Abdul Hamid seraya mengaku dengan jejak sejarah yang dimiliki kedua negara itu memungkinkan Malaysia dan Indonesia adalah satu rumpun sehingga kerjasama hubungan antara kawasan kawasan lautan saling lewat lautan dan juga perlu pertukaran budaya perlu dimaklumkan.
“Diantara rombongan kami ini ada majelis budaya negeri Pahang, kumpulan dari budayawan yang sering memberikan seminar-seminar, pelatihan dan pendidikan masalah budaya,” ungkap Wan Abdul Hamid.
Datuk Sri Wan Abdul Wahid sendiri adalah Pengurus Persatuan Sejarah Malaysia Cawangan Negeri Pahang.

http://img526.imageshack.us/img526/7892/bs2r.jpg (http://img526.imageshack.us/i/bs2r.jpg/)

Dia melihat banyak sekali kesamaan antara Palembang-Malaysia mulai dari sisi bahasanya, seni dan budayanya, makanannya misalnya ikan seluang, ikan belida, patin, ruan (gabus). Termasuk cara memasak pun hampir sama. Budaya-budaya ini menyebar di Bagian tengah dan timur Malaysia.
Disinggung soal banyaknya produk-produk Indonesia diklaim pihak Malaysia sebagai ciptaan Malaysia, Datuk Sri Wan Abdul Wahid mengakui bahwa sebagian besar masyarakat Malaysia itu asalnya dari tanah besar Sumatera. Sukunya ada keturunan melayu, Minangkabau, Jawa dan Bugis. Dan asal usul rajanya juga dari Palembang yang turun ke Malaysia dan Malaka jadi rumpunnya juga satu rumpun makanya kebudayaannya, makanannya hampir sama. “Bahkan ketika zaman Belanda mengacau di Indonesia terjadi perpindahan penduduk (migrasi), jadi tidak asing lagi kalau kita ini serumpun,” terang Wan Abdul Hamid sembari mengaku jika asalnya satu rumpun mestinya produk kain, makanan dan budayanya tidak akan jauh beda. Artinya, di Malaysia juga ada kain songket yang dibuat orang Malaysia. Ada masakan pindang ala Malaysia yang cita rasanya juga tidak jauh beda dengan Indonesia. (trs)

Look like Indonesian cultures and Malaysia cultures are nearly same .:)

paradyto
October 3rd, 2009, 12:40 PM
Ada 16 Dubes Bakal Hadiri Hari Habitat Internasional

PALEMBANG, KOMPAS.com - Peringatan Hari Habitat Internasional di Indonesia, 5 Oktober 2009 akan dipusatkan di Kota Palembang. Selain pejabat tinggi negara, ada 16 duta besar dari sejumlah negara baik dari Asia maupun Eropa yang bakal hadir.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemko Palembang, Apriadi S Busri, di Palembang, Jumat (21/8) mengatakan, peringatan hari habitat tersebut bukan hanya dihadiri 16 duta besar yang mewakili sejumlah negara saja, tetapi juga dimeriahkan dengan pesta rakyat. "Peringatan hari habitat kali ini mengambil tema 'Merencanakan Kota untuk Masa Depan'," katanya.

Menurut dia, peringatkan difokuskan untuk mengkampanyekan kelestarian lingkungan dengan berbagai objek yang mesti tetap terjaga.

Kampanye menjaga lingkungan tersebut dengan menyelenggarakan seminar dan berbagai kegiatan menarik, tambahnya.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga akan diramaikan oleh pesta rakyat yang menampilkan berbagai hiburan tradisional Palembang, seperti bidar dan perahu motor hias termasuk lomba panjat pinang.

Dia menjelaskan, saat ini secara rutin penyelenggarakan lokal dan nasional saling berkordinasi untuk memastikan ajang tersebut, sehingga bisa berjalan sesuai dengan program kerja mereka.

Berbagai perlombaan yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan juga telah disiapkan, ujarnya.

Apriadi menambahkan, selain sejumlah duta besar dan pejabat tinggi pusat, kegiatan tersebut juga akan dihadiri semua bupati/wali kota se Indonesia.

Tetapi sampai kini pihaknya belum mendapatkan kepastian siapa yang akan membuka kegiatan tersebut, tambahnya.

Palembang: Host for 2009 Habitat Day Commemoration

Palembang was elected to host the commemoration of World Habitat Day in October 2009 for its achievement. Nowadays, work to decrease the width of slum area in Palembang will significantly contribute national target to have slum free cities in 2020 as stated by Specialist Staff for Minister of General Affairs Ismanto while reading the opening remark of Director General of Cipta Karya Budi Yuwono on the launching of inhabitable residences for Low Income Society in Palembang, Monday (6/7).

According to Ismanto, Habitat Day which is commemorated every Monday of the first week of October is aim at reminding all stakeholders in every country to ovecome the problem of slum area. “The target is slum free area in 2020,” said Ismanto.

Many activities, i.e. seminar, exhibition, discussion, and habitat related explanation will support the theme of World Habitat Day commemoration “Planning the Future of Our Cities.”

Responding the appointment, Palembang Mayor Eddy Santana Putra explained that Palembang is having some preparation to commemmorate the World Habitat Day by having several environment oriented activities, planting thousands of plants, and exhibiting environmentally friendly neighborhood associations.

Environmentally friendly neighborhood association is any neighborhood association fulfils the following categories; clean, beautiful, green, good road, having worship house, and having clean water facilities. After three years, Palembang now owns 642 good and healthy environments.

Besides the mayor’s commitment to make better Palembang societies, the government will also launch car free day each month, convert oil fuel into gas fuel for 354 public transportations, and launch Transmusi buses.

One more popular program is to release one million fish for fish restock in Musi river. The community may freely take those local government raised fish.

Balaputradewa
October 3rd, 2009, 04:33 PM
dipilihnya Palembang tak lain karena berhasil menyandang gelar Kota terbersih Indonesia 2007, 2008 dan 2009 ditambah ASEAN Environment n Sustainable City Award 'Kota Bersih Asia Tenggara' 2008 :okay:

Balaputradewa
October 4th, 2009, 07:25 AM
http://img25.imageshack.us/img25/2224/pic3657.jpg (http://img25.imageshack.us/i/pic3657.jpg/)

http://img18.imageshack.us/img18/2158/pic0010k.jpg (http://img18.imageshack.us/i/pic0010k.jpg/)

http://img96.imageshack.us/img96/9158/pic9519.jpg (http://img96.imageshack.us/i/pic9519.jpg/)

paradyto
October 5th, 2009, 09:18 AM
http://img154.imageshack.us/img154/8113/0209h01in6.jpg

Kunjungan Wisman Turun
Sunday, 04 October 2009

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Palembang tampaknya harus berjuang lebh keras guna mempromosikan potensi wisata yang dimiliki Kota Pempek ini.

Pasalnya, berdasarkan data telah terjadi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada semester I/2009 yakni sebesar 0,45%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang Tarjono mengungkapkan, saat ini jumlah wisman yang datang melalui pintu masuk Bandara Sultan Mahmud Badaruddin SMB) II dan Pelabuhan Boom Baru Palembang sebanyak 10.438 orang.

Jumlah tersebut merupakan data survei inbound-outy bount tourisme (kumpulan data statistik kunjungan tamu asing) BPS Kota Palembang,periode Januari 2008–- Juni 2009.Dari semester awal 2008, kunjungan wisman menunjukkan tren peningkatan sesuai yang diharapkan. “Peningkatan tersebut terjadi di akhir 2008.

Namun, pada semester pertama 2009 tidak terjadi peningkatan, bahkan menunjukkan penurunan, meskipun dalam persentase yang relatif kecil,”ujarnya, di Palembang, kemarin. Secara rinci dia menyebutkan, kunjungan wisman pada semester I/2008, mencapai 2.925 orang, semester II/2008 sebanyak 3.748 orang, dan semester I/2009 sebanyak 3.748.

Dari jumlah tersebut, wisman Asia mendominasi hingga 85%. Kemudian disusul sebagian wisman yang berasal dari Benua Amerika,Oseania serta Afrika,dan terakhir paling sedikit Eropa. “Tapi,dari krisis keuangan global yang dialami oleh semua negara, ternyata tidak begitu berpengaruh terhadap kunjungan wisman ke Kota Palembang.

Hal itu dapat dilihat dari data kunjungan wisman hingga semester I/2009 ini, yang tidak mengalami penurunan yang begitu berarti,”terangnya. Menurut Tarjono, selain gencarnya promosi wisata dan keunggulan daerah,pertumbuhan perhotelan di Palembang juga memiliki andil besar untuk menarik wisatawan.

Apalagi,saat ini pertumbuhan hotel di Kota Palembang cukup tinggi,terutama hotel berbintang. “Memang (tingkat kunjungan wisman) tidak terlepas dari faktor keamanan dan sumber daya alam yang dimiliki Palembang,umumnya lagi Sumatera Selatan,” tukasnya.

Sebelumnya,Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang Baharuddin Ali menyebutkan,secara umum Kota Palembang kaya akan potensi wisata, terutama wisata sejarah dan budaya.Karena itu,pemasaran wisata yang dilakukan lebih difokuskan pada wilayah Asia, yang lebih menyukai wisata sejarah dan budaya.“

Sementara wisman dari Eropa dan Amerika lebih menyukai wisata yang memberikan kesenangan dan santai atau enjoy,” ujarnya. Karena alasan itulah, lanjut dia, saat ini program pariwisata di Palembang lebih dititik beratkan pada promosi wisata budaya dan sejarah.

“Tahun ini kita lebih pada perbaikan. Tahun depan fokus pada promosi, dan dalam waktu dekat diluncurkan jargon atau slogan Palembang The Legend of Asia,”pungkasnya. (berli zulkanedi)

paradyto
October 11th, 2009, 10:21 AM
Ramai Even,Okupansi Hotel Naik 90%
Saturday, 10 October 2009

PALEMBANG (SI) – Okupansi (tingkat hunian) sejumlah penginapan, mulai hotel berbintang hingga losmen di Kota Palembang meningkat 90% lebih.

Peningkatan okupansi dipicu ramainya berbagai even,baik even yang berskala nasional maupun internasional, yang digelar di Kota Pempektersebut. “Baik hotel berbintang maupun penginapan kelas biasa, pada Oktober ini memiliki tingkat hunian rata-rata penuh, sejak beberapa hari yang lalu,” kata Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Palembang Iwan Setiawan, kemarin.

Iwan menjelaskan, terjadinya peningkatan hunian hotel, sejak Kota Palembang menjadi tuan rumah hari habitat sedunia (5/10), lalu disambung dengan perhelatan olahraga internasional The Asian Asian Cup Triathlon & 7th Asian Aquathlon Championship: perlombaan olahraga mahasiswa se-Indonesia (Pomnas),Rakernas Mahkamah Agung se-Indonesia (6-10/10), Rapat Kerja Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan se-Indonesia, dan berbagai even lainnya.

“Jika ditotalkan,mobilisasi pengunjung dan hunian hotel juga sangat tinggi. Apalagi, beberapa even tersebut dilakukan di waktu yang hampir bersamaan,” ujarnya sumringah. Bahkan,menurut Iwan, peningkatan okupansi ini akan terasa hingga beberapa bulan mendatang.

Karena, di Kota Palembang masih akan disusul berberbagai even lainnya. Misalnya saja,rakor persatuan dokter Indonesia, perhelatan olahraga dan rakor wartawan se-Indonesia, Gebyar Pariwisata oleh Departemen Pariwisata Seni dan Budaya (Deparsenibud) RI, serta beberapa event lagi di akhir tahun.

Kendati Palembang tengah ramai- ramainya even.Tapi, Iwan sedikit menyayangkan, maraknya even berskala nasional dan internasional ini, belum didukung oleh penyediaan fasilitas pariwisata yang memadai di Palembang. ”Secara jujur harus kita akui,di tengah gencarnya pelaksanaan even berskala nasional dan internasional yang diselenggarakan di Palembang, belum diimbangi dengan perbaikan dan perbaruan keberadaan obyek-obyek wisata penunjang.

Jikapun ada, jumlahnya sangat terbatas dan masih pada tempat- tempat yang sama,”ujarnya. Terpisah,Public Relation Hotel Novotel, Revina juga membenarkan, beberapa pekan terakhir terjadi peningkatan okupansi hotel. “Beberapa even di selenggarakan di hotel kita.Namun,ada juga even di luar, namun (-engnjung menginap di sini (Novotel).

Saat ini, memang penuh, ya sekitar 90% lebih okupansinya,” ungkapnya seraya menyebutkan, tingginya tingkat hunian hotel, masih akan berlangsung beberapa minggu ke depan. Tidak hanya hotel yang meningkat okupansinya, beberapa toko cenderamata khas Palembang juga mengalami peningkatan pengunjung, salah satunya toko cendramata songket di Jalan Masjid Lama.

Bahkan,salah satu pemilik toko cendramata, Kirani mengaku, pihaknya sudah mendapatkan pesanan cendramata sejak sebulan yang lalu, dari even rakor pembantu rektorseluruhIndonesia.“Lumayan lah mbak. Walau harganya tidak seberapa, tapi jika pesanan dalam jumlahyangbesar,kan lumayanjuga keuntungannya,”tukasnya. (cr1)

paradyto
October 11th, 2009, 10:24 AM
Rusia Dominasi Aquathlon
Saturday, 10 October 2009

PALEMBANG(SI) – Atlet triathlon asal Rusia masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya di Asian Cup Triathlon & 7th Asian Aquathlon Championship yang berlangsung di Palembang 10-11 Oktober 2009.

Seperti diprediksi sebelumnya, atlet triathlon putra yang menduduki peringkat 9 dunia International Triathlon Union (ITU), Dmitry Polyansky akan mendominasi kejuaraan triathlon tingkat Asia ini di kategori putra. Terbukti, pada seri elite aquathlonyang memperlombakan renang 1 km dan lari 2,5 km, Dmitry berhasil mencatatkan waktu tercepat kategori putra dengan raihan 0:22:53.616.

Di posisi kedua, bercokol atlet triathlon asal Amerika Serikat Barrett Brandon, yang mencatatkan waktu 0:23:13.573. Sedangkan di tempat ketiga bercokol nama atlet asal Cina Taipei Hsieh Shen-Yen dengan catatan waktu 0:23:28.320. Sementara itu,atlet asal Indonesia dan Sumsel hanya mampu berada di urutan 10 hingga 14, dari 14 peserta yang ambil bagian dalam seri elite aquathlon putra.

Catatan waktu terbaik diraih Dodhy Ade Chandra dengan total waktu 0:29:10.735. Begitu pun di kategori putri,atlet triathlon Rusia berjaya di seri elite women athlete aquathlon.Anastasiya Polyanskaya yang merupakan atlet triathlon peringkat 102 dunia,berhasil menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 0:25:17.853.

Di tempat kedua,juga masih ditempati atlet Rusia Liubov Ivanovskaya yang menyelesaikan dua jenis lomba tersebut dengan waktu 0:25:19.955.Atlet Philipina Lea Coline Langit yang juga berpartisipasi dalam kejuaraan ini,mencatat waktu 0:25:31.987 dan berhak duduk di peringkat ketiga.

Di kelas junior putra, atlet Korea Selatan meraih posisi satu dan dua melalui Dai Young Lee dan Lee Jun Hyeong.Sedangkan di pe-ringkat ketiga diraih atlet Hongkong Chan Chun Lung Alan. Di kelas junior putri yang hanya diikuti tiga atlet,utusan Hongkong Chan On Ki berhasil menjadi yang terbaik.

Di bawahnya berturut-turut atlet asal Indonesia Agatha Rhana Aveonita dan Ida Oktanisa. Ditemuiusaiperlombaan,Dmitry Polyansky mengatakan, hasil yang dicapainya pada perlombaan aquathlonkemarinsesuaitargetyang dibawanya. Bukan hanya menjadi juara di aquathlon,Dmitry juga ingin menjadi yang terbaik di perlombaan triathlon kali ini.

Sebab, dari hasil kejuaraan ini diharapkannya bisa sedikitmemperbaikiperingkatnya di ITU. “Lihat saja besok (hari ini),saya akan coba tampilkan kemampuan terbaikuntukbisajadijuaratriathlon kali ini,” tuturnya melalui penerjemah bahasa. Kejuaraan internasional triathlon dan aquathlon yang dipusatkan di Danau Ogan Permata Indah (OPI) ini menyedot animo ribuan warga Palembang.

Selain warga komplek perumahan OPI, kebanyakan yang hadir di acara pembukaan dan perlombaan kemarin adalah siswa SMP dan SMA. Meski awalnya acara dijadwalkan dibuka oleh Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Adhyaksa Dault.Namun, akhirnya kejuaraan internasional triathlon dibuka secara resmi oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan H Alex Noerdin.

“Mudah-mudahan Pak Menteri bisa melepas atlet pada kejuaraan triathlon besok (hari ini) pagi,”harap alex. Sementara pantauan SI di lapangan, di luar arena kejuaraan, banyak masyarakat yang memprotes panitia maupun anggota kepolisian yang berjaga. Sebab, penutupan akses Jalan Gubernur HA Bastari yang dijadikan jalur perlintasan triathlon,membuat aktivitas warga terganggu.

Bahkan, tak jarang petugas yang berjaga bersitegang dengan warga yang dilarang melintas. Akan tetapi, karena kesabaran petugas dalam memberi kejelasan mengenai even ini,membuat ketegangan tersebut tidak sampai menjurus pada tindakan anarkis. (iwan setiawan)

paradyto
October 11th, 2009, 10:29 AM
Butuh 52 Emas untuk Jadi Juara Umum

http://www.unsri.ac.id/kemahasiswaan/idfile/POMNAS/images/pomnas.gif

PALEMBANG (SI) – Kontingen Sumatera Selatan (Sumsel) harus bekerja ekstra mendapatkan keping-keping medali emas, jika ingin mewujudkan ambisi untuk menjadi juara umum. Setidaknya, dari 281 medali emas yang tersedia,Sumsel harus meraup 52 emas dari 12 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan.

Ketua Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi) Sumsel Anis Saggaff menjelaskan, untuk mencapai target juara umum,pihaknya telah mengkalkulasikan donasi emas yang harus mereka raih.”Ya,kalau mau juara umum,kita harus mengantongi 52 medali emas,” jelasnya usai acara pembukaan Pomnas XI 2009 di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, kemarin siang.

Untuk mendulang 52 keping medali emas tersebut,sambung Anis, mereka sudah mempunyai tangkai-tangkai dari cabor yang diproyeksikan mendapatkan medali emas tersebut. Atletik ada 18 emas dan renang ada 14 emas,dua cabor ini menjadi tangkai yang potensi emasnya paling tinggi untuk diraih.

”Selain itu, kita juga kuat dicabor sepak takraw dan tenis meja putri, meskipun untuk dua cabor terakhir ini emas yang diperebutkan tidak sebanyak renang dan atletik,”katanya. Terpisah, target juara umum pada Pomnas XI kali ini juga datang dari sang juara bertahan,DKI Jakarta.Bahkan,menurut mereka, Pomnas tidak ada bedanya dengan PON,karena semua atlet yang tampil membela nama daerahnya masing-masing.

”Untuk itulah, DKI mendapat dukungan semangat dari gubernurnya langsung.Guna memenuhi target itu, DKI menurunkan 174 atlet yang tampil di 12 cabang yang akan dipertandingkan,” kata Ketua Bapomi DKI Jakarta Erizal Azhar. Bagi kontingen DKI, Pomnas kali ini memiliki arti penting bagi para mahasiswa yang tampil di dalamnya.

Pasalnya, ajang ini menjadi media pematangan bagi atlet yang akan dijaring masuk tim POM ASEAN, di Thailand 2010 mendatang. ”Jadi, sudah jelas semua atlet yang tampil akan berpacu mengejar tampuk juara di setiap cabang yang dipertandingkan,” ucapnya lagi. Hanya saja, kubu DKI sangat menyayangkan cabang catur yang menjadi andalan tim DKI, tidak dipertandingkan di Palembang.

Padahal, di POM ASEAN di Vietnam dua tahun lalu, cabang tersebut dipertandingkan, dan tim catur nasional tampil sebagai juara umum dengan meraih enam medali emas. Target berbeda malah datang dari kontingen favorit juara seperti Jawa Timur.Ketua Kontingen Bapomi Jatim, Imam Marsudi malah hanya menargetkan posisi bertahan pada runner up.”Kami bersikap realistis setelah membaca peta kekuatan kontingen lawan, sehingga berusaha minimal di posisi kedua.

Syukur-syukur bisa menggeser DKI dan menjadi juara umum,”imbuhnya. Sedikit membalik kisah, pada gelaran Pomnas X Banjarmasin 2007 lalu, juara umum diraih kontingen DKI Jakarta, dengan merebut 59 emas, 29 perak, dan 36 perunggu. Di urutan kedua diambil Jatim dengan donasi medali sebanyak 12 emas, 25 perak, dan 12 perunggu. Sedangkan kontingen Sumsel sendiri hanya mampu berada di posisi 10 dengan torehan medali 4 emas,5 perak,dan 3 perunggu.

2.018 Atlit Mahasiswa Siap Berlaga

Sementara itu,gong tanda pembukaan pesta Pomnas XI 2009 Palembang telah dilaksanakan,kemarin. Sekitar 2.018 duta olahraga mahasiswa dari 31 kontingen dari seluruh Indonesia, siap memperebutkan 950 medali dari 12 cabor yang dipertandingkan.

Ajang multi even yang khusus diperuntukkan bagi kaum intelektual muda ini, secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Nasional yang diwakili Kepala Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional (Kalitbang Diknas) Prof Mansyur Ramli dan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin.

Kalitbang Diknas Prof Mansyur Ramli dalam pidatonya menjelaskan, dalam pertandingan olahraga ini,setiap atlet harus bersaing secara sehat, serta tetap menunjukkan sikap sportif dan kompetitif. ”Dalam bersaing menggapai prestasi ini, mahasiswa juga tidak melupakan sikap saling mengenal. Karena even ini memiliki visi membangun dunia olahraga di lingkungan mahasiswa sendiri,” katanya.

Selain itu, sambung dia, even seperti ini juga diharapkan dapat menjaringatlet-atletmudaberbakat yang nantinya akan disaring lagi guna mengikuti ajang serupa di level ASEAN, bahkan pentas olahraga Mahasiswa Internasional. ”Ini juga bias menjadi tolak ukurkebangkitan dunia olahraga nasional. Karena, dari sini akan terjaring bibit-bibit potensial yang akan dikembangkan lebih lanjut,”sambungnya.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin juga meminta kepada seluruh peserta Pomnas untuk bisa mencetak prestasi olahraga baru, yang selama ini belum tercipta, khususnya dari kalangan mahasiswa. ”Pomnas ini termasuk salah satu rangkaian agenda kami untuk terus berbenah. Ajang ini, juga menjadi langkah kami untuk menjadi tuan rumah Sea Games 2011 mendatang, yang telah direncanakan,” tandasnya.

Freeport Sumbang 3.000 Kaos Pomnas

Sementara itu, PT Freeport Indonesia, kemarin turut memberikan kontribusi pada even Pomnas XI 2009 Palembang, dengan menyumbangkan sebanyak 3.000 lebar kaos untuk seluruh peserta Pomnas. President Director-Chief Executive Officer (CEO) PT Freeport Indonesia Armando Mahler mengungkapkan, satu hal yang mendasari mengapa Freeport Indonesia yang berada di ujung timur Indonesia ikut memberikan kontribusi, karena ajang ini khusus untuk mahasiswa.

”Sedangkan saya adalah putra asli Sumsel serta dulunya pernah menjadi mahasiswa di Universitas Sriwijaya (Unsri). Karena posisi saya sangat jauh dari Palembang, jadi tidak bisa membantu dengan tenaga.Tapi, setidaknya saya harus memberikan kontribusi pada mahasiswa,” jelasnya saat menghadiri pembukaan Pomnas XI di Stadion Madya Bumi Sriwijaya,kemarin.

Orang nomor satu di perusahaan tambang emas di Papua ini mengatakan, dengan adanya Pomnas dua tahun sekali ini, diharapkan banyak hal yang dapat digali.”Dari sini, kan kita bisa sama-sama belajar bagaimana membentuk kedisiplinan mahasiswa, mencari cara terbaik dalam hal kerja tim dan sebagainya,”tuturnya.

Selain itu,tandas pria asli Kayu Agung ini, hal yang terpenting adalah bagaimana antar sesama mahasiswa dan dosen atau civitas akademika yang terlibat selama Pomnas ini,bisa saling share untuk pengembangan dan kemajuan perguruan tinggi masing-masing.

”Share bersama dengan mahasiswa atau dosen dari daerah yang berbeda inikan sangat jarang terjadi. Kecuali kalau ada seminar nasional atau reuni dari satu perguruan tinggi. Jadi, inilah momen yang tepat untuk mencari langkah kemajuan pendidikan lewat even seperti ini,”pungkasnya. (sidratul muntaha)

paradyto
October 12th, 2009, 04:19 AM
Brett Brandon Juara Triatlon
Monday, 12 October 2009

PALEMBANG (SI) – Setelah melalui persaingan sengit,Brett Brandon asal Amerika Serikat berhasil menyabet peringkat pertama kategori elite triathlon pada Asian Cup Triathlon & 7th Asian Aquathlon Championship yang berlangsung di Palembang,10-11 Oktober 2009.

Jika pada kategori elite aquathlon yang digelar sehari sebelumnya, Brandon hanya menduduki peringkat kedua di bawah atlet Rusia Dmitry Polyansky. Maka dia membuktikan bisa mengalahkan atlet yang menduduki peringkat 9 International Triathlon Union (ITU) tersebut. Terpaut total waktu sekitar 20 detik dengan Dmitry, Brandon akhirnya keluar sebagai juara pertama dan berhak atas hadiah uang USD1.400.

Sementara Dmitry Polyansky yang berjaya di nomor aquathlon,harus mengakui keunggulan atlet nonperingkat ITU tersebut dengan menempati posisi kedua dan membawa pulang hadiah uang USD900. Di tempat ketiga bercokol atlet asal Kanada Steven Richard Hewick dan berhak mengantongi hadiah USD500. Pertandingan triatlon kemarin berlangsung seru.

Meski demikian, perhatian lebih tertuju pada persaingan dua atlet Amerika Serikat dan Rusia yaitu Brett Brandon dan Dmitry Polyansky.Sebab kedua atlet tersebut sudah saling bersaing sejak nomor aquathlon digelar Sabtu (10/- 10) lalu. Di nomor yang memperlombakan cabang olahraga renang dan lari, Brandon harus mengakui keunggulan Dmitry dengan selisih 20 detik. Kala itu Dmitry berhasil mencatatkan waktu 0:22:53.616. Namun seolah ingin membalas hasil sehari sebelumnya,Brandon tampak memiliki semangat berbeda ketika turun di nomor triatlon kemarin.

Di nomor renang yang harus menyelesaikan jarak 1,5 km atau dua kali mengitari lintasan yang dibuat panitia di Danau OPI Jakabaring,waktu yang dicatatkan kedua atlet ini relatif sama.Waktu mereka hanya terpaut detik saja. Jika Brandon berhasil menyelesaikan renang dalam waktu 0:19:23.- 105.Maka Dmitry mencatat waktu 0:19:24.913. Dilanjutkan dengan bersepeda, Dmitry unggul dari Brandon. Atlet peringkat 9 ITU ini berhasil menyelesaikan jarak 40 km hanya dengan waktu 1:03:04.382. Sedangkan Brandon membutuhkan waktu 1:03:05.631.

Menurunnya kondisi Dmitry dimanfaatkan betul oleh Brandon di nomor terakhir yaitu lari 10 km. Brandon yang menyimpan tenaga di awal-awal lomba melakukan sprint menjelang finish.Terbukti strategi ini berhasil membuatnya menjadi yang tercepat di nomor lari dengan catatan waktu 0:34:- 06.565. Catatan waktu itu terpaut lebih 15 detik dari Dmitry yang menyelesaikan nomor lari dengan waktu 0:34:25.718.Dengan hasil ini Brett Brandon menempati posisi pertama dengan waktu 1:56:- 35.301, dan Dmitry di posisi kedua dengan waktu 1:56:55.013, serta Steven Richard Hewick di tempat ketiga dengan waktu 2:00:27.732.

Di kategori putri, atlet triatlon Rusia yang juga juara elite women athlete aquathlon, Anastasiya Polyanskaya, kembali menjadi yang terbaik di elite women athlete triathlon.Anastasiya yang merupakan atlet triathlon peringkat 102 dunia itu berhasil menjadi yang terbaik dengan catatan waktu 2:11:51.554. Di tempat kedua, masih ditempati atlet Rusia Liubov Ivanovskaya yang menyelesaikan lomba dengan waktu 2:11:56.432. Selanjutnya atlet Philipina Lea Coline Langit yang juga menempati peringkat ketiga pada nomor aquathlon kembali menduduki peringkat yang sama pada nomor triathlon dengan catatan waktu 2:16:04.763.

Presiden Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Mark Sungkar mengucapkan terima kasih kepada warga Palembang dan Sumsel atas suksesnya penyelenggaraan kejuaraan triatlon internasional ini.Ia juga meminta maaf jika selama berlangsungnya even ini ada kegiatan masyarakat yang terganggu karena ada beberapa akses jalan yang ditutup untuk kelancaran kejuaraan.

“ Salut saya buat masyarakat Palembang atas suksesnya even ini. Kredit lebih buat Palembang dan Sumsel yang kini memiliki sarana dan prasarana triatlon yang sangat baik. Kita semua berharap fasilitas ini bisa dijaga sehingga untuk even triatlon berikutnya kita lebih mudah mempromosikan Palembang,”pungkasnya. (iwan setiawan)

paradyto
October 12th, 2009, 04:48 AM
Revamped Songket impresses the world
Khairul Saleh , The Jakarta Post , Palembang | Fri, 10/09/2009 11:47 AM | Culture

Palembang songket — fabric adorned or embroidered with gold or silver threads — has been brought out of the realms of formal-wear-only, and into the land of everyday wear, thanks to new designs
and good-quality fabric.

Behind the new, modern take on a traditional favorite are the visions and ideas of Tria Gunawan, owner of Busana Tria boutique in Palembang, and Ita Diana, 35, an embroidery motif designer.

“Embroidery on cotton and or silk means it [songket] is more affordable,” Tria Gunawan, 43, told The Jakarta Post recently.

The two women’s innovations have attracted enthusiasts at home and internationally, including Singapore, Malaysia, China and the Middle East, with the fabric finding favor among buyers of all backgrounds, Tria said.

But, she added, it’s no easy task creating new product lines because to do so demands highly skilled embroiderers.

Tria has already earned various national and international awards for her innovations. Her most recent honor was being the recipient of the Royal Trophy Award 2009 at the prestigious 9th ASEAN Collaboration on Sericulture Research and Development Conference in Thailand on Aug. 4–10, in the category of Weaving Technique Combination with Ikat (plaited cloth) and Brocade in Chemical Dyed Fabric. She rose above dozens of contestants from ASEAN countries and India.

Other Indonesians who entered the contest included Roso Tenun (cotton) and batik artisans from Yogyakarta, clothing designer Tuti Cholid, Imam Bidjiono from Bali with his Infra Silk, and Ami Kurnia, a silk producer from South Sulawesi.

In addition to the chemically dyed jumputan fabric that won the contest, Tria’s also entered embroidered songket. “The jumputan emerged as the best because of its unique weaving and chemical dyeing technique, which isn’t used for most woven materials,” Tria explained.

Her songket jumputan, as it is called, impressed not only the judges but also the prime minister of Thailand, a nation famous for its silk production. As a winning material, Tria’s jumputan will be studied in Thailand for possible use for popular wear.

“Let’s hope everything runs smoothly so that my dream of introducing songket to the world will come true,” said Tria.

http://www.thejakartapost.com/files/images/p25-d_36.jpg

Aware of the intense competition in the field and the uncontrolled copying of designs, she has filed for patents for 20 of her products during the past five years; eight of these, including songket jumputan, have been granted.

“I don’t understand why only eight of them have been recognized, while all their requirements were already met. With such a slow response by the authorities, it’s possible that unscrupulous parties could someday claim the rest as their own work,” she said, her annoyance plain in her voice.

Tria says that what has enabled her to create her new songket fabric and motifs is her courage to experiment with the modern patterns that shoppers are seeking, combined with her willingness to diverge from conventional standards, for instance by using colors currently in vogue.

“In the process of innovation, skilled embroiderers do need to be well versed in traditional songket designs,” she said, adding, “They need to have a lot of artistic flair and creativity, too.”

Tria’s persistence in seeking novelty led her in 2008 to the idea of combining the standard jumputan method and chemical dyeing in the same cloth.

“Only standard weaving methods locally known as songket, jumputan and blongsong had been used.

I wanted to create something new by combining two techniques in one piece of fabric,” she said.

However, her first six attempts with chemical dyes failed as the colors didn’t penetrate the songket motifs. Tria, undaunted, continued to try and find a way.

http://www.thejakartapost.com/files/images/p25-a_65.jpg

“It demands perseverance, accuracy and great patience, otherwise the patterns can’t absorb the dye,” she said. “Artisans have to work more carefully too because the threads on the motifs have to be tight and solid to be able to soak up the dye.”

Her persistence has paid off. In addition to the awards and appreciation from Thailand, Tria is enjoying material gain, with her products finding favor among shoppers.

Most of her casual employees work from their homes, most of which are in the Seberang Ulu and Tangga Buntung areas known as the embroidery handicraft centers of Palembang. They produce songket pieces to order, with Tria supplying all the basic materials.

Her full-time employees are 10 songket craftswomen from Cempaka village, in East Ogan Komering Ulu regency, and embroiderers and handloom operators in Java’s Tasikmalaya and Bandung.

Ita Diana, one of the 10 craftswomen who is also Tria’s coordinator, said the craftswomen have a lot of experience in making songket, but need additional instruction because the new process is different from anything they have done before.

“The new products use either cotton or silk and their color motifs are not as showy as in conventional embroidery,” she said.

Ita said her job, which she has been doing for four years now, was pleasant and enabled her to help support her parents in their village home. Every 10 to 14 days, she makes three or four pieces of songket, for which she is paid Rp 300,000 per piece; the standard for songket makers is Rp 200,000 to 250,000 per piece. Board and lodging are also provided.

join_zulfian
October 13th, 2009, 10:35 AM
Wah hebat benar yah dalam waktu relatif bersamaan palembang mengadakan event besar berskala nasional dan internasional sekaligus. saluuuut:nuts:
Bro dyto kalu ado foto2nyo, nak kujingokke samo kawan2 di riau:bash:

join_zulfian
October 13th, 2009, 10:58 AM
Wow.. syukurlah udah hampir selesai.. :cheers: gue masih inget mulai buatnya pas gue lagi kelas 3 di SMPN 17 Bukit Besar:).. masih Gubernur Rosihan Arsyad.. pertama kali di perkenalkan ataw kerennya di "launching" berbarengan dg peresmian renovasi Masjid Agung n pembukaan Festival Sriwijaya yg dihadiri oleh Ibu Mega sbg Presidennya. gak nyangka sekarang berita-nya muncul lagi.. dg kabar yang baek :okay: padahal gue udah lupa hehe:lol:

wah bala ternyata alumni smpn 17 ya. sy juga alumni smpn 17, cuma sudah lama banget.:bash:

paradyto
October 18th, 2009, 11:08 AM
http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/oleh-oleh_dari_Palembang_.jpg

http://i1.treklens.com/photos/6763/palembang_city--.jpg

paradyto
October 19th, 2009, 01:22 AM
Coklat Pukau Wong Palembang
Sunday, 18 October 2009

PALEMBANG (SI) – Penampilan group Band Coklat, sukses membius ribuan pengunjung sport hall, tadi malam dalam acara peringatan 250 tahun merek minuman terkenal Guiness.

Acara yang digelar dua hari berturut-turut,Sabtu dan Minggu itu sebelumnya di isi dengan berbagai kegiatan. Di antaranya dengan permainan soccer game,basket game,polo game,dan javeline game. Penampilan Band Coklat, yang digawangi Kikan sang vokalis praktis menghibur penonton wong Palembang. Kikan yang mengenakan kaos hitam dipadu rok motif polkadod terlihat atraktif berinteraksi dengan penonton.

Sekitar pukul 21.00 WIB dia membuka acara dengan lagu Pergi yang diambil dari album pertama Coklat. Di sela penampilannya Coklat sempat membagikan beberapa hadiah dari Guiness untuk penonton yang terus berusaha ke depan panggung. Suasana makin panas, saat Kikan kembali menyanyikan lagu kedua,Kupilih Dia.

Ketika itu juga penonton terus mengikuti bait alunan lagu yang dimainkan secara harmonis oleh Coklat Band. Dalam kesempatan itu Kikan menyapa warga Palembang sekaligus memperkenalkan dua orang personilnya yang juga kelahiran Kota Palembang. Dua orang personil itu yakni Edwin dan Ernes,warga Palembang kelahiran Plaju.

Dengan logat khasnya, dua orang kru band Coklat ini menyapa penonton hingga semakin antusias untuk menyaksikan atraksi mereka. Band Coklat sekali lagi memainkan lagu bertajuk Jauh, dari Album Segitiga yang di rilis pada tahun 2007 akhir. Aksi tadi malam berlangsung tertib dan lancar. (komalasari)

paradyto
October 19th, 2009, 01:23 AM
Songket Tembus Pasar Korea
Sunday, 18 October 2009

PALEMBANG (SI) – Kain tradisional songket khas Palembang membukukan prestasi gemilang kembali. Awal Oktober,kerajinan leluhur Sriwijaya ini sukses menembus pasar handicraft di negeri ginseng,Korea.

Salah satu pasar terbesar di kawasan Asia itu sukses dibidik setelah industri kecil menengah (IKM) Rumah Busana Tria berhasil menggaet satu di antara perusahaan bisnis agensi kenamaan. Tak pelak, kini Rumah Busana Tria segera menyuplai minimal 100 potong overcoat pada tahap awal kerja sama.

“Mereka tertarik memasarkan blongsong,songket,dan batik yang dibuat menjadi overcoat (sejenis jaket musim dingin).Tetapi, mereka pesan warnanya yang agak gelap dan didesain bolak-balik,” tutur pemilik IKM Rumah Busana Tria,Tria Gunawan, di kediamannya kemarin. Menurut Tria, prestasi ini sudah lama ditunggu. Maklum, dengan cara inilah songket dan kain tradisional kerajinan Palembang bisa mendunia.

Inovasi dan modifikasi kain juga terus dilakukannya agar songket bisa menemukan segmen pasarnya sendiri. Selain diproduksi dalam bentuk garmen,kain tradisional,kata dia, lebih diminati jika dibuat dalam bentuk selendang karena mudah dan simpel digunakan. Sebaliknya, kain yang dijajakan secara lembaran justru belum banyak dilirik di pasar Korea.

Lantaran itu, Tria tak menyia-nyiakan kesempatan membuat aneka overcoatsebelum ditunjuk mengikuti pelatihan pada 5–11 Oktober di Korea Selatan. Selain belajar, kesempatan ini dimanfaatkannya untuk mencari agen yang berminat memasarkan produknya. “Di sana kami diajari banyak sekali termasuk kuliah dan business meeting. Kami juga bertemu beberapa agensi,kebetulan mereka tertarik.

Karena sewaktu -pelatihan overcoat dari kain blongsong, saya pakai ke mana-mana,” ujarnya menjelaskan awal ketertarikan agensi. Demikian pula dengan kain songket, warnanya yang tajam membuat beberapa agensi tertarik memasarkannya untuk aksesori interior. Biasanya ini banyak digunakan untuk hiasan dinding di hotelhotel setempat.

Tak berbeda dengan yang diminati konsumen negara Oman beberapa waktu terakhir. Untuk segmen barunya ini, Tria tak mematok harga tinggi. Satu overcoat dihargainya sekitar Rp1 juta. Harga tersebut lebih murah dibandingkan produk-produk yang dijual setempat.

Sementara itu, pengamat ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) Amidi mengatakan, prestasi tersebut sudah sepatutnya diteladani pengusaha industri kecil yang lain di Sumsel.Pasalnya, prestasi akan berimbas positif bagi perekonomian masyarakat Palembang.“Banyaknya permintaan produksi ke luar negeri, tentu tenaga kerja yang dibutuhkan juga bertambah,”ujarnya. (komalasari)

paradyto
October 19th, 2009, 01:25 AM
Rosda, Lestarikan Motif Songket Tradisional
Senin, 19 Oktober 2009 | 03:12 WIB

Meneruskan bisnis keluarga bukan tujuan satu-satunya bagi Rosda Sari (33) untuk menggeluti bisnis songket Palembang. Rosda memiliki keinginan agar motif songket tradisional khas Palembang tetap terjaga.

Rosda merupakan generasi ketiga yang menjalankan bisnis songket dengan label Serengam Setia di Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang. Serengam Setia merupakan salah satu industri kecil dan gerai songket di sentra industri songket Palembang yang tetap eksis.

Sebelum Rosda mulai menjalankan bisnis songket tahun 2000, ayah dan ibunya, yaitu H Mahidin Achmad dan Sakdiyah, yang menjalankan bisnis songket Serengam Setia sejak tahun 1960-an. Tahun 1991, H Mahidin mendapat anugerah Upakarti dari Presiden Soeharto karena mengembangkan industri kecil.

Menurut wanita kelahiran Palembang, 4 April 1976, itu, dari lima bersaudara hanya dia yang menggeluti bisnis songket. Adapun adik-adiknya berprofesi sebagai PNS atau karyawan swasta sehingga tidak langsung terjun dalam bisnis songket.

Rosda mengungkapkan, sejak dia mengurusi bisnis secara langsung, ayah dan ibunya lebih banyak berperan di belakang layar sebagai pengontrol kualitas songket.

”Butuh waktu bertahun-tahun untuk dapat mengontrol kualitas songket, perlu kejelian tersendiri. Oleh sebab itu, saya yang bergerak di bidang pemasaran dan pengembangan produk,” ujar istri dari Zulkifli Rusdi (40) yang bekerja sebagai notaris.

Menurut Rosda, industri songket Serengam Setia tetap mempertahankan motif songket Palembang tradisional karena kalau tidak dipertahankan bisa hilang. Di samping itu, motif songket tradisional menurut penilaian Rosda masih lebih bagus daripada motif songket modern.

”Motif songket Palembang tradisional ada tiga kelompok utama, yaitu lepus, berante, dan tabur. Sampai saat ini belum ada motif songket yang betul-betul baru,” ujar ibu dari M Fadil Alkautsar (10) dan Fadila Khairunnisa (3) itu. Karena kesetiaan terhadap motif songket Palembang tradisional itu, Serengam Setia mendapat penghargaan produk sandang unggulan dari Departemen Perdagangan tahun 2006.

Tujuan lainnya adalah membuka lapangan pekerjaan bagi para perajin songket ataupun perajin kain jumputan yang tersebar dari Palembang sampai ke Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir. Saat ini terdapat 15 karyawan tetap dan 30 karyawan tidak tetap yang bekerja di Serengam Setia.

Rosda mengungkapkan, setiap bulan penghasilan kotor dari bisnis yang dikelolanya sekitar Rp 30 juta. Jumlah tersebut belum dipotong biaya produksi dan gaji para karyawan.

Menurut Rosda, persoalan yang dihadapi industri songket adalah terbatasnya bahan baku benang emas yang harus diimpor dan pemasaran yang masih terbatas. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Rosda kerap mengikuti pameran industri kecil di Jakarta dan menitipkan produk terbarunya ke berbagai toko. (WAD)

paradyto
October 21st, 2009, 01:38 AM
71 Motif Songket Dipatenkan
Rabu, 21 Oktober 2009 | 02:52 WIB

Palembang, Kompas - Pemerintah Kota Palembang mendaftarkan 71 motif kain songket untuk mendapatkan hak paten ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Rencana itu didukung sejumlah pengamat dan warga karena dianggap sebagai sebuah upaya untuk melindungi dan menghargai warisan sejarah budaya yang bernilai tinggi.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palembang Wantjik Badaruddin, Selasa (20/10) di Palembang, nama-nama motif kain songket yang sedang diajukan hak patennya antara lain naga besaung, lepus bintang berakit, tigo negeri betabur intan, tigo negeri cantik manis, dan limar cempuk.

”Kita menunggu proses dan hasil pematenannya. Kalau sudah keluar hasil resminya, Pemkot Palembang akan menjalankan rencana selanjutnya, yakni menggali lagi sejumlah motif songket dan makanan tradisional lainnya. Diperkirakan ada lebih dari 100 motif songket Palembang,” katanya.

Bernilai sejarah

Menurut Retno Purwanti, arkeolog dari Balai Arkeologi Palembang, songket merupakan kain yang memiliki nilai sejarah tinggi. Berdasarkan kajian sejarah, motif kain songket dikenal untuk pertama kalinya melalui penemuan arca di Candi Bumiayu. Temuan itu diperkirakan berasal dari abad ke-11 hingga ke-12.

”Ketika ditemukan, ada dua macam motif kain songket yang digunakan di arca tersebut,” katanya.

Hasil tinjauan sejarah juga menunjukkan bahwa keberadaan kain songket ini terpengaruh oleh kebudayaan bangsa China. Kajian tersebut diperkuat melalui keberadaan warna dan motif songket yang ada kemiripan dengan kain-kain dari China.

”Memang sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sampai Kesultanan Palembang, pengaruh kebudayaan China cukup kuat. Tidak hanya pada kain, tetapi juga terlihat melalui keragaman kulinernya,” kata Retno.

Pada era kerajaan sampai kesultanan, keberadaan kain songket ini terkait dengan status sosial. Hak pemakaiannya juga sangat terbatas, terutama bagi raja, sultan, dan anggota keluarganya. Kaum awam sulit memiliki, apalagi memakainya.

”Dalam perkembangannya, songket juga menjadi simbol penting perkawinan adat. Kain ini menjadi salah satu syarat yang harus dimiliki pria dalam meminang seorang gadis,” katanya.

Menanggapi rencana Pemkot Palembang mematenkan motif kain songket, Retno sangat mendukung. Alasannya, hal itu merupakan langkah penting untuk melestarikan kain songket sebagai warisan sejarah-budaya yang ketenarannya sudah sampai ke Malaysia.

Tarmidzi (32), warga Kelurahan Lorok Pakjo, juga melontarkan dukungannya terhadap rencana tersebut meski sebenarnya hal ini tergolong terlambat. Namun, dia mengatakan lebih baik terlambat daripada tidak dipatenkan sama sekali.

Museum songket

Mempertimbangkan tingginya nilai sejarah-budaya sekaligus keragaman motif songket tersebut, Retno mengatakan, sudah seharusnya Kota Palembang memiliki museum songket. Meski saat ini sudah berdiri museum tekstil, Retno menilainya kurang representatif.

”Tekstil ini kan asumsinya kain industri biasa serta kurang spesifik. Berbeda dengan songket yang punya nilai sejarah-budaya. Maka, sudah layak dan sepantasnya diubah namanya jadi museum songket,” katanya. (ONI)

Balaputradewa
October 21st, 2009, 05:50 PM
Setuju..Palembang perlu ada Museum Songket..menampilkan 71 motif otentik Palembang :okay:

paradyto
October 22nd, 2009, 01:35 AM
http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/01/23/ce/00/palembang.jpg

paradyto
October 22nd, 2009, 04:26 PM
http://4.bp.blogspot.com/_2Jm7x_QJfio/SN6RjYFCFJI/AAAAAAAAa2w/w7Q52zExElk/s400/angkmudik.JPG

Balaputradewa
October 25th, 2009, 02:41 PM
Ukiran Al-Quran Terbesar - Masjid Agung SMB II Palembang

http://img21.imageshack.us/img21/7361/alakbaralquranukiranpal.jpg (http://img21.imageshack.us/i/alakbaralquranukiranpal.jpg/)

paradyto
October 26th, 2009, 01:26 AM
Pemkot Gelar Festival Musi 2009
Monday, 26 October 2009

PALEMBANG (SI) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang pada akhir tahun ini menggelar Festival Musi 2009.Pada festival yang akan diselenggarakan 3-9 Desember ini, akan disemarakkan dengan Festival Dragon Boat Internasional,Festival Kuliner Nusantara dan Pameran Pembangunan Pendidikan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kota Palembang Drs Baharuddin Ali mengatakan, digelarnya Festival Musi ini juga bertepatan dengan peringatan ke-4 hari Wisata Sungai, sejak di-launching tahun 2005 lalu. Diharapkan, festival ini dapat menarik kunjungan wisatawan ke Palembang.

“Biasanya saat akhir tahun kan banyak yang ingin berlibur.Nah kita ambil momen itu.Dengan harapan banyaknya kegiatan ini dapat menarik minat wisatawan baik asing maupun domestik,ke Palembang,” jelas Baharuddin, saat ditemui di Pemkot Palembang, kemarin. Untuk Festival Dragon Boat, kata Baharuddin, saat ini baru ada empat negara yang menyatakan kesiapannya untuk menjajal Sungai Musi. Empat negara tersebut adalah Singapura, Malaysia, Filipina dan Thailand. “Kita masih menunggu beberapa negara lainnya, seperti Hongkong, China dan Vietnam untuk ikut bergabung dalam ajang bergengsi ini. Kalau untuk lokalnya, sepertinya semua propinsi akan ikut. Karena kebetulan pada bulan Desember itu digelar Kejurnas Dragon Boat di Jakabaring. Jadi sepertinya tahun ini dragon boat akan lebih semarak dibanding tahun lalu,”bebernya.

Sementara untuk festival kuliner, jelasnya, akan memperlombakan masakan-masakan khas nusantara dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain dilombakan,peserta juga bisa langsung menjual masakan tersebut, jika ada pengunjung yang berminat.“Kalau pameran pendidikan itu akan diikuti oleh sekolah-sekolah. Nanti, akan dikoordinatori langsung oleh Disdikpora. Nah, semua kegiatan ini akan kita satukan digelar di Benteng Kuto Besak,” ungkapnya.

Diakui Baharuddin, dana yang disiapkan untuk pelaksanaan Festival Musi ini,tidak banyak.Untuk dragon boat saja,Disparbud hanya menyiapkan dana sekitar Rp 400 juta saja.“Sebenarnya butuh lebih banyak, tapi mudah-mudahan bisa tetap sukses, ”ungkapnya.

Terpisah,Asisten II Setda Kota Palembang Ir H Apriadi S Busri CES mengatakan, digelarnya Festival Musi ini sudah melalui pengamatan dan pembahasan yang mendalam. “Memang diperlukan banyak kegiatan menarik pada saat menjelang akhir tahun. Nah, kita harapkan festival ini mampu menyedot pengunjung ke Palembang. Sehingga, denyut pariwisata kita akan terus bergerak,”tukasnya. (muhammad uzair)

paradyto
October 27th, 2009, 07:52 AM
http://img220.imageshack.us/img220/2914/tarifdj3.jpg

paradyto
October 27th, 2009, 07:53 AM
Festival Kuliner Nusantara Desember 2009

Pemerintah Kota Palembang akan menyediakan sebanyak 40 stan untuk menyelenggarakan festival kuliner Nusantara yang berlangsung pada 3-6 Desember 2009. Kepala Bagian Ekonomi Pemkot Palembang Irwan Destra di Palembang, Senin (26/10), mengatakan, pihaknya akan menyediakan sebanyak 40 stan pameran untuk festival kuliner nasional di kawasan pinggiran Sungai Musi atau Plaza Benteng Kuto Besak, Palembang. ”Undangan bagi peserta festival telah disampaikan ke pemprov dan kota serta kabupaten di Indonesia,” katanya. Menurut dia, festival kuliner Nusantara tersebut diharapkan mampu menggali potensi wisata kuliner di berbagai daerah; tidak hanya Palembang, tetapi juga kota-kota lain di Indonesia.Dengan demikian, kuliner khas Indonesia tidak hanya dikenal masyarakat di negeri ini, tetapi juga dapat diekspor sehingga makanan tradisional juga dapat dinikmati warga dunia, tambahnya. Ia mengatakan, konsep festival kuliner Nusantara itu mengombinasikan makanan tradisional siap saji dan yang menyajikan proses memasak sampai dengan menghidangkan makanan. (ANTARA/BOY)

paradyto
October 29th, 2009, 01:41 AM
HOTELS
IN SOUTH SUMATRA

ASTON HOTEL
Address : 9 Porn St., Palembang Square
Phone : 0711 -383838

AGUNG RAYA HOTEL
Address : 364 - 366 Lematang St., Palembang
Phone : 0711 - 372 444

ALAM SUTRA HOTEL
Address : 182 Kol. H. Burlian St., Palembang
Phone : 0711 - 419311

AL FATHAMELIA HOTEL
Address : 19 Aipda KS. Tubun St., Tujuh Belas Ilir, Palembang
Phone : 0711 - 7370488

AMBAH HOTEL
Address : 232 Letnan M. Akib St. Muara Enim
Phone : 0734 - 42 1096

ANDALAS HOTEL
Address : 304 Letnan Munandar St., Sekayu
Phone : 0714 - 32 1292

ANIDA HOTEL
Address : 64 R. Sukamto St., Palembang 30127
Phone : 0711 - 810032
Fax : 0711 - 811608

ANUGERAH HOTEL
Address : 149 Jend. Sudirman St., Palembang 30129
Phone : 0711 - 312828

ANUGRAHA HOTEL
Address : Jend. Sudirman St., Palembang
Phone : 0711 - 31 2727, 35 2472

ARJUNA HOTEL
Address : 219 Kapt A Rivai St., Palembang 30136
Phone : 0711 - 356 719, 36 4761

ASA KARYA MULTIGUNA HOTEL
Address : 2 Tasik St., Palembang
Phone : 0711 - 320 836

ASIANA HOTEL
Address : 45 Jend Sudirman St., Palembang
Phone : 0711 - 35 6016

ASIH PALEMBANG HOTEL
Address : 36 Kept A Rivai St., Palembang
Phone : 0711 - 364 349

ASRAMA HAJI
Address : 9 Kol. H. Burlian St., Palembang
Phone : 0711 - 41 9341

AT FATH MELIA HOTEL
Address : 19 Ks Tubun St., Palembang
Phone : 0711 - 370 488

AZURA HOTEL
Address : 55/1371 Sayuti St., Palembang
Phone : 0711 - 31 5666, 31 6780

AZURE HOTEL
Address : 437 Letkol Iskandar St., Palembang
Phone : 0711 - 319 888

BANDUNG HOTEL
Address : 205 Sungai Rendang St., Palembang
Phone : 0711 - 352 689

BANJAR SARI HOTEL
Address : Lintas Sumatra St., Manjar Sari

BARI HOTEL
Address : 57 - 1371 Sayuti St., Palembang
Phone : 0711 - 315 666

BARI PONDOKAN
Address : Jend A Yani St., Lor Dua Saudara 656, Palembang
Phone : 0711 - 519 548

BATURAJA HOTEL
Address : Hs Simanjuntak St., Baturaja
Phone : 0735 - 20246

BELANA HOTEL
Address : RE Martadinata St., Baturaja

BUDI HOTEL
Address : Complex Ilir Bukit Permai BI D-2/26, Palembang
Phone : 0711 - 350 192

BUMI ASIH HOTEL
Address : 42 Natuna St., Palembang
Phone : 0711 - 36 4352

BUMI ASIH PALEMBANG HOTEL
Address : 36 Kapt. A. Rivai St., Palembang 30137
Phone : 0711 - 364349

CARRISIMA HOTEL
Address : 1421 Kapt. Anwar Sastro St., Palembang
Phone : 0711 - 373391, 373395

CENDANA HOTEL
Address : 22 Jend. Sudirman St.,kilometer 3
Phone : 0711 - 410 558, 411 964

CROSSANDA HOTEL
Address : 1711 Dwikora I St.
Phone : 0711 - 313 667

DARMA AGUNG HOTEL
Address : Kol. H. Burlian St., kilometer 7, Palembang
Phone : 0711 - 416888, 410558
Fax : 0711 - 411959, 411964

DHARMA KARYA
Address : Kapten Sanap St., Pagar Alam
Phone : 0730 - 62 1247

DIAN HOTEL
Address : 336 Perindustrian II St., kilometer 9
Phone : 0711 - 412 435

DYNASTY HOTEL
Address : 42 Letkol Muchtar Saleh St., Kayu Agung
Phone : 0712 - 32 2691, 32 2888

FILIA HOTEL
Address : Kol. H. Burlian St., kilometer 9, Palembang
Phone : 0711 - 41 6470

GANESHA HOTEL
Address : 102 Karet St., Palembang
Phone : 0711 - 35 7333, 41 1906

GANESHA HOTEL
Address : 6/10 Karet St.
Phone : 0711 - 357 333

GUBANG HOTEL
Address : Sukajaya St., kilometer 5,5
Phone : 0711 - 416 681, 416 669

GUBANG HOTEL
Address : 47 Kol. H. Burlian St., Palembang
Phone : 0711 - 41 1906

INDAYU HOTEL
Address : 24 Natuna St.
Phone : 0711 - 359 453, 361 502

INDRYASARI COTTAGES
Address : Palembang - Prabumulih Main St., kilometer 26, Indralaya
Phone : 0711 - 355 955
Fax : 0711 - 362 622

KEMENANGAN HOTEL
Address : 369/370 Lematang St., Palembang
Phone : 0711 - 37 3131, 37 2115

KENANGA INN HOTEL
Address : 76 Bukit Kecil St., Palembang
Phone : 0711 - 358 166

KING'S HOTEL
Address : 623 Kol. Atmo St., Palembang
Phone : 0711 - 36 2323, 35 7599
Fax : 0711 - 31 0937

KUMIA PENGINAPAN
Address : 129 Mesjid Lama St., Palembang
Phone : 0711 - 357 254

LEMBANG HOTEL
Address : 16 Kol .Atmo St., Palembang
Phone : 0711 - 36 5555
Fax : 0711 - 35 2472

LEMBANG HOTEL
Address : 415 Kol. Atmo St., Palembang
Phone : 0711 - 36 3333
Fax : 0711 - 35 2472

LEPARADIS HOTEL
Address : 58 Kapt. A. Rivai St., Palembang 30135
Phone : 0711 - 356719, 357142

LEE PARADISE HOTEL
Address : 257 Kapt. A. Rivai St.
Phone : 0711 - 356 707

LIMAS HOTEL
Address : 448 Iskandar St., Rt. 236, Palembang
Phone : 0711 - 376 555

LINTAS SUMATRA HOTEL
Address : 21 Yos Sudarso St., Lubuk Linggau 31622
Phone : 0733 - 21370, 23370
Fax : 0733 - 21730

LUKITA HOTEL
Address : Kol. H. Barlian St., Kilometer 7/662 Palembang 30152
Phone : 0711 - 41 0403

MAKASSAR HOTEL
Address : 715 Letkol Iskandar St., Palembang
Phone : 0711 - 35 9565

MALAYA HOTEL
Address : 87 Ali Gathmir St., Palembang
Phone : 0711 - 352 838

MARTINI HOTEL
Address : 17 Yos Sudarso St., Tanjung Pandan
Phone : 0719 - 21432
Fax : 0719 - 21433

MARWAH HOTEL
Address : Kapt. A. Rivai St., Palembang
Phone : 0711 - 320932, 354218
Fax : 0711 - 354234

MATARAM HOTEL
Address : 58 Jend. A. Yani St.
Phone : 0711 - 516 633

MENTARI HOTEL
Address : Kol. Burlian St., kilometer. 9, Palembang
Phone : 0711 - 413 457

MENTARI HOTEL
Address : 637 Sukarela St.
Phone : 0711 - 413 457

MIMI GUEST HOUSE
Address : Kapten Sanap St., Pagar Alam
Phone : 0730 - 62 1174

MIRASA
Address : Kapten Sanap St., Pagar Alam
Phone : 0730 - 62 1266

NANGJU HOTEL
Address : Peltu Menalis St., Pagar Alam
Phone : 0730 - 62 1054

NOVOTEL HOTEL
Address : 8A R. Sukamto St., Palembang
Phone : 0711 - 36 9777

NUSANTARA HOTEL
Address : 563/17 Letkol Iskandar St., Palembang 30134
Phone : 0711 - 35 3306, 0711-36 4139

OLGA WISMA
Address : I/8 Sumatera St., Palembang
Phone : 0711 - 313 323

PALAPA PRIMA HOTEL
Address : 54 Musi II St., Palembang
Phone : 0711 - 442 524

PARADIS HOTEL
Address : 257 Kapt. A. Rivai St., Palembang
Phone : 0711 - 35 6707

PARADIS HOTEL
Address : 58 Kapt A Rivai St., Palembang
Phone : 0711 - 356 707

PARAI INDAH HOTEL
Address : 75 Jend Sudirman St., Palembang
Phone : 0711 - 311 743

PERMATA HOTEL
Address : 792 - 793 Jend. Sudirman St., Palembang 30137
Phone : 0711 - 35 4565, 35 1478

PONDOK INDAH HOTEL
Address : Sukarela St., Palembang
Phone : 0711 - 41 4365

PRINCESS HOTEL
Address : Complex Ilir Barat Permai, 68 Letkol Iskandar St., Palembang
Phone : 0711 - 31 3131
Fax : 0711 - 31 2801

PURI INDAH HOTEL
Address : 38 - 40 Merdeka St., Palembang
Phone : 0711 - 35 5785
Fax : 0711 - 81 1608

PURNAMA HOTEL
Address : 78/832 Mayor Ruslan St., Palembang
Phone : 0711 - 35 1400, 35 9189

RAFLESIA MESS
Address : 11 - 65 Syakyakirti Bay Salim St., Palembang
Phone : 0711 - 310 834

RAMAYANA WISMA
Address : 10 Kol H Burian St., Palembang
Phone : 0711 - 411 695

RANGGONANG HOTEL
Address : 245 Merdeka St., Kayu Musi Banyuasin 30711
Phone : 0714 - 322263, 321912
Fax : 0714 - 321488

RATU AGUNG HOTEL
Address : 5 Jend A Yani St., Palembang
Phone : 0711 - 51 0644

RENE HOTEL
Address : 107 Jend Sudirman St., Muara Enim
Phone : 0734 - 21085

RIAN COTTAGE HOTEL
Address : Kol. H. Burlian St., kilometer 9, Palembang
Phone : 0711 - 41 1760
Fax : 0711 - 41 2662

RINO HOTEL
Address : 280 Jend Sudirman St.
Phone : 0734 - 21280

RIVANO HOTEL
Address : Kol H Burlian St., kilometer 6, Palembang
Phone : 0711 - 410 075

ROYAL
Address : Yos Sudarso St., Lubuk Linggau
Phone : 0733 - 21685

ROYAL ASIA HOTEL
Address : 521 Veteran St., Palembang
Phone : 0711 - 37 2372
Fax : 0711 - 35 2569

RUPALESTA HOTEL
Address : Ade Irma Suryani Nasution St.
Telepon : 360032

SALEM GRAHA
Address : 144D/162 Mesjid Lama St., Palembang
Phone : 0711 - 310 895

Address : 288 Hisbullah St., Palembang
Phone : 0711 - 440 547

SANJAYA HOTEL
Address : 6193 Kapten A. Rivai St., South Sumatra
Phone : 0771 - 62222, 31 3727

SANTAI GUEST HOUSE
Address : 277 Slamet Riyadi St., Palembang
Phone : 0711 - 353 330

SANTOSA HOTEL
Address : 99 Radial St., Palembang
Phone : 0711 - 373999

SAOTA HOTEL
Address : Mayor Ruslan St., Ilir Timur II
Phone : 0711 - 368 960, 368 961

SARI BUNDO HOTEL
Address : M.P. Negara Patal Pusri, Palembang

SARI HOTEL
Address : 1031 H Jenderal Sudirman St., Palembang
Phone : 0711 - 31 3320, 35 3319

SAVANA HOTEL
Address : 667 Mayor Ruslan St., Palembang
Phone : 0711 - 31 3269, 35 3291

SAYANGAN HOTEL
Address : 597 Sayangan St., Palembang
Phone : 0711 - 320 714

SEGARAN HOTEL
Address : 207 Segaran St., Palembang
Phone : 0711 - 355 134

SEHATI HOTEL
Address : 1 Dr. Wahidin St., Palembang 30253
Phone : 0711 - 351 537, (0711) 35 0388

SEKIP 29
Address : 30 May Salim Batubara St., Palembang
Phone : 0711 - 365 352

SELATAN HOTEL
Address : 36 Kapt. A. Rivai St., Palembang
Phone : 0711 - 35 3833

SELATAN HOTEL
Address : 2086 Jend Sudirman St., Palembang
Phone : 0711 - 373 560

SEMERU INN
Address : 237 KH Wahid Hasyim St., Palembang
Phone : 0711 - 512 655

SENTOSA HOTEL
Address : 99 Radial St., Palembang
Phone : 0711 - 373 999

SHOFA MARWAH HOTEL
Address : 1297 Kept Anwar Sastro St., Palembang
Phone : 0711 - 320 932

SINTERA HOTEL
Address : 667 May. Ruslan St., Palembang
Phone : 0711 - 354 618, 354 619

SINTERA HOTEL
Address : 38 Jend Sudirman St., Palembang
Phone : 0711 - 354 618

SRIWIJAYA HOTEL
Address : 31 Letkol Iskandar St., Palembang
Phone : 0711 - 354 193

SUMATERA HOTEL
Address : 47 Mayor Ruslan St., Palembang
Phone : 0711 - 35 2603

SURABAYA HOTEL
Address : 669 Sayangan St., Palembang
Phone : 0717 - 356 874

SURYA I HOTEL
Address : Sukarjo Seb-Ulu 1 St., Palembang
Phone : 0711 - 512 657

SURYA I HOTEL
Address : 1 Wardoyo SH St., Palembang
Phone : 0717 - 512 657

SURYA II HOTEL
Address : 3 Jend A Yani St., Palembang
Phone : 0717 - 512 541

SWARNA DWIPA HOTEL
Address : 2 Tasik St., Palembang
Phone : 0711 - 31 3322, 31 3157

TANJUNG PESONA HOTEL
Address : Pantai Rebo St., Sungai Liat
Phone : 0717 - 35 5955

TELAGA BIRU
Address : Vandrik Karim St., Pagar Alam
Phone : 0730 - 62 1081

TIMBUL JAYA
Address : 1547/1 Letkol Iskandar St., Palembang
Phone : 0711 - 350 177

TRANSIT HOTEL
Address : 243 Yos Sudarso St., Lubuk Linggau
Phone : 0733 - 22842, 21842

TRFIKA MADUMA SERENE HOTEL
Address : 40 Lintas Tmr St., Simp Tmbangan St., Palembang
Phone : 0717 - 581 431

TWINS STAR HOTEL
Address : Sukajadi Main St., kilometer 13,50

WISATA HOTEL
Address : Kol. Atmo St., Palembang

WISATA HOTEL
Address : 105 - 107 Letkol Iskandar St., Palembang 30134
Phone : 0711 - 35 2681, 31 3956, 35 5324

WISMA BARA
Address : Kapten Sanap St., Pagar Alam
Phone : 0730 - 62 4253

WISMA OLGA
Address : 1 - 7 Sumatera St.
Phone : 0711 - 311 265

WISMA PRODEXIM
Address : Kapt A Rivai St., Lor Nyoman Ratu 9, Palembang
Phone : 0711 - 351 511

WISMA RAMAYANA
Address : Kol. H. Burlian St., kilometer 6
Phone : 0711 - 411 695

WISMA RUPALESTA
Address : 1716 Kapt Anwar Sastro St., Palembang
Phone : 0711 - 360 032

WRASAR HOTEL
Address : 715 Letkol Iskandar St., Palembang
Phone : 0711 - 382 044

YALARAM HOTEL
Address : 58 Jend A Yani St., Palembang
Phone : 0711 - 516 633

999 HOTEL
Address : 769 A - B Sayangan St., Palembang
Phone : 0711 - 351 737


OTHERS CHOISE
ABU HOTEL
Address : Talang Ubi St., Pendopo

AGUNG HOTEL
Address : 91 Veteran I St., Prabumulih
Phone : 0734 - 21040

AKASIA INDAH HOTEL
Address : Baturaja St., Tanjung Enim
Phone : 0734 - 51530

AMBAH HOTEL
Address : 32 Letnan Adib St., Muara Enim
Phone : 0734 - 21117

AMBARSARI HOTEL
Address : 77 Duta St., Tanjung Enim
Phone : 0734 - 51248

ANDY PUTRA HOTEL
Address : 146 Dempo Raya St., Pagar Alam

ARDIAN HOTEL
Address : Lingga Raya St., kilometer 1, Tanjung Enim
Phone : 0743 - 5245

ARYA GUNA HOTEL
Address : Yos Sudarso St., Lubuk Linggau

BARU HOTEL
Address : Stasiun Lahat St.

BARU HOTEL
Address : 3 Jendral Sudirman St., Muara Enim
Phone : 0734 - 21167

BELIH HOTEL
Address : Lintas Sumatra St., kilometer 26, Lubuk Linggau

BELITI HOTEL
Address : 254 Yos Sudarso St., Lubuk Linggau

BOROBUDUR HOTEL
Address : Pahlawan Kemuning St., Baturaja

BUKIT ASAM HOTEL
Address : Lingga Raya St., Tanjung Enim
Phone : 0734 - 51146

CEMPAKA PUTIH HOTEL
Address : Kecamatan Banding Agung St.

CENDRAWASIH HOTEL
Address : Cemara St., Lahat

CHARLEO HOTEL
Address : Talang UBT St., Pendopo

DAMAI HOTEL
Address : 64 Veteran I St., Prabumulih

DAMAI HOTEL
Address : 50 Jendral Sudirman St., Lubuk Linggau

DARMA KARYA HOTEL
Address : 200 May Ruslan St., Pagar Alam
Phone : 0731 - 21297

GOYANG LIDAH HOTEL
Address : Jendral Sudirman St.

HALMAHERA HOTEL
Address : Pahlawan Kemuning St., Baturaja

HORAS HOTEL
Address : Stasiun St., Lahat

HORIZON HOTEL
Address : 5 Hs Simanjuntak St., Baturaja
Phone : 0735 - 21005

INDAH RAFLESIA HOTEL
Address : 230 Lingga Raya St., Tanjung Enim
Phone : 0734 - 51079

INDONESIA HOTEL
Address : Pahlawan Kemuning St., Baturaja

INDONESIA HOTEL
Address : Kecamatan Muara Dua St.

KARAMUSI HOTEL
Address : Dr M Hatta St.,Baturaja

KENANGAN HOTEL
Address : 158 Jendral Sudirman St., Prabumulih

KENCANA I HOTEL
Address : Pahlawan Kemuning St., Baturaja

KENCANA II HOTEL
Address : Gatot Subroto St., Baturaja

KITA HOTEL
Address : 188 Teduh St., Tanjung Enim

KOTA BARU HOTEL
Address : 189 Kota Baru Main St., Martapura

KURNIA HOTEL
Address : Pahlawan Kemuning St., Baturaja

LINTAS SUMATRA HOTEL
Address : 225 Yos Sudarso St., Linggau

LINTAS TIMUR HOTEL
Address : 225 Yos Sudarso St., Lubuk Linggau

LUBES JAYA HOTEL
Address : Yos Sudarso St., Lubuk Linggau

MANDALA HOTEL
Address : Pahlawan Kemuning St., Baturaja

MEGARIA HOTEL
Address : Pasar Bawah St.,Tanjung Enim, Muara Enim

MERATI HOTEL
Address : Yos Sudarso St., Lubuk Linggau

MERDEKA HOTEL
Address : 99 Stasiun St., Baturaja

MIRASA HOTEL
Address : Mailan St., Paga Alam

MUSTIKA RAYA HOTEL
Address : Mayjen MT Haryono St., Baturaja

NASIONAL HOTEL
Address : 247 Merdeka St., Martapura

NUSANTARA HOTEL
Address : Pahlawan Kemuning St., Baturaja

NUSANTARA HOTEL
Address : May Ruslan II St.

PERDANA INDAH HOTEL
Address : 14 Yos Sudarso St., Lubuk Linggau

PERIANGAN HOTEL
Address : Talang Ubi St., Pendopo

PERMANA HOTEL
Address : 03 Talang Ubi St., Pendopo
Phone : 0743 - 21096

PERSEGI HOTEL
Address : A Yani St., Baturaja

PERMATA HOTEL
Address : III32 May Ruslan St., Lahat
Phone : 0731 - 321642

PURNAMA HOTEL
Address : 318 A Yani St., Baturaja
Phone : 0735 - 20173

RAFFLESIA HOTEL
Address : 464 Saringan Utama St.
Phone : 0734 - 51038

RAHAYU SENTOSA HOTEL
Address : Veteran II St., Prabumulih

RAHMAT HOTEL
Address : Pasar St., Tebing Tinggi

RUSMALA HOTEL
Address : Abdul Wahab St., Prabumulih

SEDERHANA HOTEL
Address : 65 Veteran St.

SEDERHANA HOTEL
Address : Kecamatan Belirung St., Baturaja

SEDERHANA HOTEL
Address : 817 A Yani St., Baturaja

SEDERHANA HOTEL
Address : Stasiun Lama St., Lahat

SEHATI HOTEL
Address : 82 Prajurit Suhib St., Lahat

SEMPURNA HOTEL
Address : Laskar Marik St., Pagar Alam

SEMPURNA HOTEL
Address : 201 Yos Sudarso St., Lubuk Linggau

SIDODADI HOTEL
Address : Talang Ubi St., Pendopo

SIMPANG BARU HOTEL
Address : 82 JPrajurit Suhib St., Gg. Tengah
Phone : 0731 - 322607

SIMPANG HOTEL
Address : II/9 May Ruslan St., Lahat
Phone : 0731 - 21940

SRIWIJAYA II HOTEL
Address : Sempa Zakaria St., Baturaja

SURABAYA HOTEL
Address : Pahlawan Kemuning St., Baturaja

SURAKARNA HOTEL
Address : Stasiun Lama St., Lahat

SURYA I HOTEL
Address : 12611 Jend Sudirman St., Prabumulih

SURYA II HOTEL
Address : 12611 Jendral Sudirman St., Prabumulih

SURYA INDAH HOTEL
Address : Kecamatan Banding Agung St., Baturaja

TANJUNG RAYA HOTEL
Address : Kecamatan Muara Dua St.

TELAGA BIRU HOTEL
Address : 224 Vandrik Karim St., Pagar Alam

TIGA DARA HOTEL
Address : 4 Dr Sutomo St., Baturaja

TIMBANG RASA HOTEL
Address : Pasar Lama St., Belitung, Baturaja

TRANSIT HOTEL
Address : 243 Yos Sudarso St., Lubuk Linggau
Phone : 0733 - 21842

paradyto
November 3rd, 2009, 02:21 PM
Malam Ini, Miliknya Anak Kampus

PALEMBANG – Suasana baru dalam pagelaran musik di kota pempek ini, bisa Anda saksikan pukul 19.30 WIB malam ini (Selasa, 3/11) di Grand Ballroom Hotel Aryaduta. Di sana, Sampoerna untuk Indonesia mempersembahkan Musicademia 2009 “Bagimu Pahlawan”.Konser musik simfonik tersebut didukung oleh Deteksi Production, Twilite Orchestra yang dipimpin Addie MS dan artis pendukung lainnya. Sebut saja, ada Afgan, Lea Simanjuntak, dan Tenor Nasional Cristhoper Abimanyu. Benar-benar beda lho!“Sudah 9 kali kita gelar konser serupa. Tujuannya, lebih memasyarakatkan musik simfonik ke pada masyarakat kampus. Tahun ini, Universitas Sriwijaya dengan Paduan Suara Mahasiswa ‘Belisario Choir’ ikut mengisi acara bersama Twilite Orchestra,” tukas Addie MS saat jumpa pers di Hotel Aryaduta kemarin (2/11).Dikatakan, untuk menggelar konser orkestra tidaklah gampang. Perlu persiapan, fasilitas serta biaya yang besar. Apalagi, konsernya digelar di luar Jakarta. “Sebagai bayangan, konser di Jakarta saja sudah sangat merepotkan, apalagi kalau digelar di luar.”


Maksud Anda? “Saya ingin mengatakan, konser di sini (Palembang, red), bisa terjadi berkat bantuan sponsor, tiket yang murah, dan kemudahan lainnya. Itu tadi, biar anak kampus bisa merasakan musik yang cerdas.”

Ia juga berjanji akan menyajikan penampilan terbaik. Kualitasnya sama dengan ketika tampil dalam konser besar lainnya.

Director Communications PT HM Sampoerna Tbk, Niken Rachmad menambahkan, konser ini merupakan wujud komitmen PT HM Sampoerna Tbk, melalui “Program Kampus Sampoerna”. Tujuannya, ikut berkontribusi dalam kemajuan dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Di samping, mendorong komunitas akademik dalam mengembangkan wawasan dan pengetahuan.

Niken menambahkan, tema “Bagimu Pahlawan” sengaja dipilih agar civitas akademika dapat menikmati pertunjukan orkestra yang diaransemen modern dan merasakan langsung bagaimana musik simfonik dapat memberikan inspirasi yang positif. Juga menumbuhkan semangat kepahlawanan dan mencintai bangsa.

Artis pendukung, Lea Simanjuntak yang hadir pada konfrernsi pers kemarin, mengatakan dirinya bersama Twilite Orchestra akan membawakan beberapa lagu nasional (Indonesia Jaya). Juga lagu milik David Foster (The Power of Dream).

“Untuk nyanyi di orkestra aku baru pertama kali di Palembang, namun untuk show nyanyi lainnya aku sudah sering tampil. Pastinya pada penampilan besok malam (malam inim, red), akan ada sedikit perbedaan, baik dari atmosfernya dan juga sambutan dari para penonton,” terang Adik dari Sofie Novita ini. (mg40)

paradyto
November 3rd, 2009, 02:24 PM
Afgan Senang Bisa Tampil di Konser Musicademia 2009
Sriwijaya Post - Selasa, 3 November 2009 14:00 WIB

PALEMBANG - Afgan pendatang baru dalam dunia musik Indonesia. Meski demikian sebagai pendatang baru penyanyi yang punya nama lengkap Afgan Syah Reza, namanya sudah tidak asing lagi bagi penggemar musik terutama kalangan anak muda.
Penyanyi kelahiran Jakarta 27 Mei 1987 ini malam ini bakal tampil di Aryadutha Hotel Palembang dalam konser musik Simfonik Musicdemia 2009 bertajuk Bagimu Pahlawan bersama Twilite Orchestra pimpinan Addie MS. Konser musik orkestra yang diusung PT HM Sampoerna TBK untuk pertama kalinya digelar di kota Palembang.

Afgan yang siang tadi bertamu ke redaksi Sripo, bersama rombongan yang dipimpin Niken Rachmad Director Communication PT HM Sampoerna TBK, mengatakan ia senang dan bangga bisa tampil dalam konser orkestra. "ini baru pertama kali saya tampil di konser Musicademia 2009 ini," ujar Afgan yang sudah sering ke kota Palembang.

Kehadirannya Afgan ditandai dengan debut albumnya Confession No 1 pada Januari 2008.

Afgan sendiri merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Lola Purnama dan Loyd Yahya. Lahir di Jakarta, 27 Mei 1989, ia besar dalam keluarga penikmat musik, yang kemudian membuka kesempatan dirinya mengembangkan karir.

Karir solo Afgan yang semakin menanjak ditandai dengan prestasi yang diraihnya di belantika musik Indonesia. Dalam ajang Anugrah Musik Indonesia 2009, Afgan meraih penghargaan sebagai penyanyi pria Solo terbaik melalui lagu Terima Kasih Cinta.

Sukses di album perdana, membuat Afgan ingin memberikan yang terbaik pada album keduanya yang segera diluncurkan. Dalam album ini Afgan akan mengusung musik tahun 60-an.

Prestasi Afgan di bidang tarik suara tak hanya bergema di dalam negeri. Namun juga sampai di negeri Jiran, Malaysia. Ia masuk menjadi nominasi ajang Anugerah Planet Muzik 2009. Saat konser orkestra yang digelar nanti malam dengan harga tiket Rp 20.000, Afgan akan membawakan beberapa lagu diantaranya lagu Juwita Malam.

paradyto
November 4th, 2009, 10:05 AM
Okupansi Hotel Bintang Tiga Rendah
Tuesday, 03 November 2009

PALEMBANG(SI) – Hotel bintang lima masih menjadi tujuan penginapan favorit bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sumatera Selatan (Sumsel) pada Agustus 2009.

Jumlah peminatnya mencapai 73,19% dari total 670 wisman yang berkunjung melalui pintu masuk Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Dibandingkan Juli sebelumnya, tingkat kunjungan ini mengalami kenaikansekitar4,69% saja.Namun, dibandingkan dengan periode yang sama 2008,kenaikannya cukup signifikan mencapai 49,89%, yaitu dari 447 wisman menjadi 670 wisman. Menurut Kepala Statistik dan Distribusi BPS Sumsel Nazaruddin Latief, peningkatan wisman disebabkan naiknya jumlah wisman dari berbagai negara asal wisatawan.

Secara persentase, wisman yang mengalami kenaikan paling tinggi berasal dari Belanda sebesar 200%, diikuti wisman asal China dan Malaysia. Namun, peningkatan paling tinggi justru terjadi pada wisman asal Malaysia, berjumlah 194 orang.Secara absolut,wisman asal Malaysia mengalami peningkatan paling tinggi sebanyak 70 orang. Kunjungan wisman pada Agustus 2009 paling banyak berasal dari Malaysia sebesar 77,16%, diikuti Singapura sebesar 8,06%.

”Ada 10 negara asal wisman yang berkunjung ke Sumsel.Selain Malaysia, wisman yang paling banyak berkunjung berasal dari Singapura dan China,” terang Nazaruddin. Dampak kunjungan wisman tersebut, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pun cukup terdongkrak sebesar 6,58 poin atau sebesar 50,09%. Angka ini naik dibandingkan TPK hotel pada Juli 2009 sebesar 43,51%.Berdasarkan hasil pengamatan BPS,menurut klasifikasi hotel,diketahui pada Agustus 2009, TPK hotel bintang lima masih menjadi favorit.

Jumlahnya mencapai 73,19% dan merupakan TPK hotel tertinggi dibandingkan kelas hotel berbintang yang lain. Sedangkan, TPK hotel terendah justru terjadi pada hotel bintang tiga yang hanya mencapai 34,47% saja.Sementara itu, dibandingkan Juli sebelumnya, hotel bintang empat justru menjadi idola wisman, meskipun jumlah pengunjung yang menginap tak berbeda jauh dengan hotel bintang lima.

Sementara itu,Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Iwan Setiawan mengakui pertumbuhan hotel di Palembang cukup pesat. Ini ditunjukkan dengan ekspansi tiga hotel baru, masing-masing Hotel Home In, Low We One, dan Quest. (komalasari)

paradyto
November 4th, 2009, 10:24 AM
Muktamar PBB Direncanakan Berlangsung di Palembang
Sriwijaya Post - Rabu, 4 November 2009 16:10 WIB

PALEMBANG - Muktamar Partai Bulan Bintang (PBB) direncanakan bakal digelar Kota Palembang (Sumatera Selatan). Dalam muktamar tersebut akan dibicarakan nasib PBB kedepan. Selain itu juga akan dilakukan pemilihan Ketua Umum PBB yang baru. Dijadwalkan bahwa Muktamar PBB tersebut digelar bulan April 2010.

Sekretaris DPW PBB Sumsel Ismail Prabujaya yang ditemui Rabu (4/11) mengungkapkan, ada tiga opsi nasib PBB kedepan. Pertama kemungkinan di merger atau digabung dengan partai lain. Kedua berubah nama menjadi Partai Bintang Bulan. Dan ketiga tetap sebagai Partai Bulan Bintang.

"Memang dari pendapat yang berkembang, kader sepertinya lebih memilih untuk mengganti menjadi Partai Bintang Bulan. Alasannya lebih mudah karena Partai Bintang Bulan sudah disiapkan jauh sebelumnya dan sudah legal statusnya," ujar Ismail.

Sebelumnya Kota Palembang juga sudah pernah menjadi tuan rumah bagi even Partai Bulan Bintang berskala nasional, yakni Mukernas PBB beberapa tahun lalu. Ketika itu Ketua Umum PBB MS Ka'ban membuka Mukernas PBB yang berlangsung di Hotel Aston, sekarang menjadi Hotel Aryaduta

paradyto
November 15th, 2009, 07:22 AM
Pelesetkan Ampera Jadi Ngampera
Kuburan Band

Dandanan sedikit nyentrik, penampilan Kuburan Band di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB), dalam Road Map to Zero Acident yang digelar departemen Perhubungan Sabtu malam (14/11) mampu membius ribuan Kuncen – Kuncin (sebutan fans Kuburan Band, red) di Kota Palembang.

Mengusung aliran multi genre, penampilan Kuburan semakin menghibur. Apalagi ditengah-tengah penampilannya, Kuburan Band memberikan banyolan khas dari personil Kuburan. Melengkapi penampilannya, Kuburan Band juga menyertakan pocong lincah (congli) dan penghuni kuburan lainnya.

“Saya bangga konser di Palembang, apalagi di Palembang ada Sungai Musik (Musi) dan Jembatan Ngampera (Ampera),” ujar Priya, sang Vokalis Kuburan Band. “Salah di Palembang cuma ada Jembatan Ampera dan Sungai Musi,” protes Kuncen-Kuncin, meralat ucapan Priya yang memplesetkan Sungai Musi menjadi Sungai Musik dan Jembatan Ampera dengan Ngampera.

Priya pun senang atas respon dari masyarakat terhadap banyolan yang diberikan kepada wong Palembang. “Ternyata masyarakat Palembang kritis juga. Meskipun kita salah ucap, wong Palembang tetap mau memperbaikinya,” lanjutnya dengan bahasa Palembang yang sedikit dipaksakan yang dibalas tepukan tangan dari Kuncen dan Kuncin Palembang.

Kuburan yang digawangi Priya ( Ujung Tombak/vokalis ), Dino (Pemukul Dramer), Raka (Pemain Gitaris), Denny (TheBassistman) , DOnny (Gitar melodi ), Udhe (keyboard), membawakan tujuh lagu. Berturut-turut, Maling Kundang, Jomblo Muktahir, Kota Indah, Tua-Tua Clubbing, 23 Tahun, Euis dan ditutup dengan Lupa-Lupa tapi Ingat.

Sebelum menyelesaikan lagu terakhir, Priya mengingatkan warga Palembang untuk tidak menggunakan narkoba dan mengutamakan keluarga, sering-sering sedekah minimal mendonorkan darah dan tetap mematuhi lalu lintas selama di jalan. ”Ingat, pesan ini harus tetap dilaksanakan kuncen dan kuncin bila tidak ingin menjadi korban dan miskin hati,” pesannya.

Kegiatan Road Map to Zero Accident juga diisi pesan singkat dari Departemen Perhubungan mengenai pencegahan selama berada di angkutan transporatsi baik darat, laut maupun udara. ”Bila penumpang mengaktifkan handphone selama di dalam pesawat, selain mengganggu navigasi pesawat juga akan membahayakan penumpang yang ada. Selain itu, yang bersangkutan dikenai denda Rp 200 Juta dan pidana selama 2 tahun penjara,” ujar Anggoro, staf Departemen Perhubungan.(mg23)

paradyto
November 16th, 2009, 12:22 AM
10 Provinsi Ikuti Kejurnas Offroad
Sunday, 15 November 2009

PAGARALAM (SI)–Sebanyak 10 provinsi di Indonesia kemarin masih mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas) Offroad ke-5 tahun 2009 di Pagaralam, Sumsel.

Para provinsi yang ikut serta Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI, Banten, Lampung, Sumsel, Jambi, Bengkulu, Pekanbaru, dengan total keseluruhan mencapai 62 peserta. “Kejuaraan dilaksanakan dari tanggal 13-15 November ini bertajuk Offroad Dempo Battle Of The Best Wali Kota Pagaralam Cup Tahun 2009 dipusatkan di kawasan wisata Curuf Embun, Gunung Dempo Kota Pagaralam tersebut yang disemarakkan dengan hadirnya offroader-offroader tingkat nasional yang berasal dari seluruh provinsi se-Indonedia,” kata Wali Kota Pagaralam H Djazuli Kuris di sela-sela acara Offroad,kemarin.

Wali Kota mengatakan,Kejurnas Offroad yang bekerja sama dengan Indonesian Offroad Federation (IOF) dilaksanakan dengan rute 3 kabupaten kota yaitu Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Empat Lawang. “Offroad ini merupakan olahraga ketangkasan yang sifatnya menjunjung tinggi sportivitas antarpeserta. Oleh sebab itu, apabila orang mengatakan offroad olahraga bunuh diri itu sangat salah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pagaralam Syafrudin didampingi Ketua Pelaksana Dempo Battle Of The Best 2009 Alfian kemarin mengungkapkan, selain sudah menjadi agenda tahunan, even olahraga tingkat nasional offroad tersebut juga dimaksudkan untuk mempromosikan Pagaralam sebagai kota tujuan wisata terutama wisata alam. “Tahun ini Offroad tahun ke-5 dan khusus mulai tahun 2009 ini even ini akan dilaksanakan atas kerja sama tiga kabupaten/kota yakni Lahat, Pagaralam, dan Empat Lawang.

Alhamdullillah, peserta pada tahun ini semuanya dapat menjunjung tinggi sportivitas sehingga menang ataupun kalah tidak menjadi persoalan,” ungkapnya. Syafrudin menambahkan, seperti tahun-tahun sebelumnya setiap kali Pagaralam menggelar kejuaraan Offroad antuasiasme para offroader untuk ikut cukup tinggi hal ini terbukti dengan banyaknya peserta yang ikut dari berbagai daerah.

Ketua Pelaksana Dempo Battle Of The Best 2009 Alfian menyebutkan, juara pertama akan mendapatkan 1 unit Toyota Hartop seharga Rp65 juta,juara kelas 2.500 CC ke atas akan mendapatkan 10 sepeda motor dan 7 sepeda motor untuk pemenang point SCS. (m marzuki)

Balaputradewa
November 16th, 2009, 03:02 AM
^^ hmmm..tgl 19 besok Pertamina ngundang gathering pengusaha SPBU se-Sumbagsel di Horison tp ad bbrapa orang belum konfirm, alasannya lagi ngikut offroad..blum dapat dipastikan. :lol: ternyata di Pagaralam toh acaranya :okay:

paradyto
November 16th, 2009, 01:31 PM
http://www.denieksukarya.com/photo_library/photo726_12_DGS_1223-ampera%20bridge,%20musi%20river,%20palembang,%20south%20sumatra.jpg

http://nationalgeographic.co.id/sub/zulhen/4.jpg

http://www.palembang.go.id/2007/images/objekwisata/03/01.jpg

http://lh4.ggpht.com/_O9OGfbi4-JY/SRSBpvVtHkI/AAAAAAAAADE/QQBwdM67Ubs/20080815ed16.jpg

paradyto
November 16th, 2009, 01:59 PM
http://img194.imageshack.us/img194/7056/959zn.jpg (http://img194.imageshack.us/i/959zn.jpg/)

paradyto
November 23rd, 2009, 04:10 AM
Armada Band-The Rock ”Unjuk Gigi”

Penampilan The Rock di lapangan parkir Stadion Bumi Sriwijaya, semalam, benar-benar memukau penonton yang sedang menikmati malam Minggu. The Rock, grup musik yang digawangi Ahmad Dani (vokalis), Ink Nolk (drummer), Ices (bassist) dan Fitri (gitaris) mampu menghidupkan suasana malam.
Tak heran, ratusan kawula muda berdatangan dari seluruh penjuru metropolis ingin menyaksikan grup band kesayangannya. Para penonton pun berjingkrak-jingkrak menikmati setiap lagu yang dibawakan.

The Rock sendiri baru tampil sekitar pukul 22.00 WIB. “Apo kabar Palembang,“ ucap Dani mengawali penampilannya dengan lagu berjudul Mustapa. Kemudian disusul lagu berjudul Aku Cinta Kau dan Dia, Kamu-kamulah Surgaku, Separuh Nafas, Seksi, Madu Tiga.

Dilanjutkan lagu berjudul Aku Ingin Bercinta dan Penantian Cinta sebagai lagu pamungkas. Suasana makin hidup ketika penampilan drummer The Rock, Ink Nolk, sempat membikin penonton kagum dan terperangah gebukan drumnya.
Sebelum The Rock, tampil band pembuka. Grup band yang hit dengan lagu Selamat Tinggal Kekasih, ”Armada Band” mampu memukau penonton. Armada band yang digawangi Rizal (vokalis), Andit (drumer), Rada (gitaris) dan Enda (bassist). membawakan lagu-lagu berjudul Pilu Phobia, Balas Dendam, Gagal Bercinta, Kau Pikir Aku Apa, Bukan Dewa, Rintangan, Kekasih, Buka Hatimu, Jawab, dan Selamat Tinggal Kekasih.

Sayangnya, saat membawakan lagu ketiga berjudul ”Gagal Bercinta”, nyaris terhenti karena terjadi keributan. “Oi, Oi, Aku dak galak nyanyi lagi,” cetus Rizal, vokalis Armada dengan logat Palembang. Dia juga minta agar keributan untuk dihentikan. “Aku seneng nian di sini, tapi jangan bebala cak ini. Tunjuke dengan dunia,” kata Rizal yang disambut dengan tepuk tangan penonton.
Beruntung keributan tersebut cepat dikendalikan aparat kepolisian. Polisi bertindak cepat mengamankan dan membawa keluar pelaku keonaran tersebut. Selain itu, The S.I.G.I.T Band juga tampil sebagai band pembuka dengan penyelenggara One Mild. Pantauan koran ini, penampilan grup musik tersebut mengakibatkan dua orang penonton terpaksa dilarikan keluar akibat lemparan benda keras. Keduanya, langsung dijahit dan mendapat perawatan medis. Bahkan, seorang penonton terpaksa dibawa dengan mobil ambulans menuju ke rumah sakit karena menderita luka cukup serius.(09)

paradyto
November 25th, 2009, 04:26 PM
Tarik Wisatawan ke Palembang, Festival Musi 2009 Digelar
Rabu, 25 November 2009 | 22:07 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Bonivasius Dwi P

PALEMBANG, KOMPAS.com - Guna mendongkrak kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, Pemerintah Kota Palembang menggelar Festival Musi 2009 pada 3-6 Desember mendatang. Kegiatan yang dikemas dalam berbagai agenda kegiatan ini memanfaatkan momen pari wisata akhir tahun yang biasanya disertai dengan peningkatan pergerakan wisatawan domestik dan mancanegara.

Menurut Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Palembang Apriadi Busri, Rabu (25/11), kepada wartawan di Palembang, pelaksanaan kegiatan Festival Musi 2009 ini sudah melalui berbagai tahap, mulai dari pengamatan, pembahasan, dan perbaikan dari even tahun sebelumnya.

Sejumlah kegiatan pokok dalam Festival Musi 2009 tersebut meliputi Festival Internasional Perahu Naga Internasional, Festival Tari Nusantara dan Pameran Pembangunan Pendidikan. Pemerintah menargetkan ratusan ribu wisatawan bakal datang ke Palembang untuk melihat momen ini.

"Pemerintah berpikir perlu ada kegiatan menarik terutama menjelang akhir tahun. Ini memanfaatkan momen peningkatan pergerakan wisatawan. Motonya, wisatawan datang, maka sektor pariwisata berdenyut," kata Apriadi.

Selain ketiga agenda diatas, even ini juga akan menghadirkan Festival Kuliner Nusantara . Sebanyak 40 stan makanan dan minuman khas daerah di Tanah Air akan meramaikan kegiatan ini. Jika dirinci, sebanyak 22 stan akan digunakan untuk atraksi demo masak di tempat, sedangkan sisanya 18 stan untuk pameran makanan jadi.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Palembang Baharuddin Ali, digelarnya Festival Musi ini juga bertepatan dengan peringatan ke-4 hari Wisata Sungai, sejak di-launching tahun 2005 lalu. Diharapkan, festival ini dapat menarik kunjungan wisatawan ke Palembang.

Biasanya saat akhir tahun kan banyak yang ingin berlibur. Nah kita ambil momen itu. Dengan harapan banyaknya kegiatan ini dapat menarik minat wisatawan baik asing maupun domestik, ke Palembang , jelas Baharuddin, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kepala Bidang UKM pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palembang Ade Jaya Martin, mengatakan, sebelumnya, even ini bernama Festival Dragon Boat dan tidak berskala nasional.

Namun, tahun ini, untuk pertama kalinya even ini berubah nama menjadi festival Musi dan skalanya berubah menjadi skala nasional. "Untuk ke depannya, rencananya even ini akan menjadi agenda tahunan," sebut Ade Martin, kemarin.

Terpisah, Asisten II Setda Kota Palembang Apriadi Busri mengatakan, digelarnya Festival Musi ini sudah melalui pengamatan dan pembahasan yang mendalam.

"Memang diperlukan banyak kegiatan menarik pada saat menjelang akhir tahun. Nah, kita harapkan festival ini mampu menyedot pengunjung ke Palembang. Sehingga, denyut pariwisata kita akan terus bergerak," kata Apriadi.

Balaputradewa
November 27th, 2009, 12:08 PM
http://img4.imageshack.us/img4/2778/sam0021.jpg (http://img4.imageshack.us/i/sam0021.jpg/)

Balaputradewa
December 1st, 2009, 01:41 PM
Museum Negeri Balaputradewa, Palembang

http://img195.imageshack.us/img195/1307/mus3.jpg (http://img195.imageshack.us/i/mus3.jpg/)

http://img21.imageshack.us/img21/546/musu.jpg (http://img21.imageshack.us/i/musu.jpg/)

http://img691.imageshack.us/img691/4840/mus2.jpg (http://img691.imageshack.us/i/mus2.jpg/)

paradyto
December 2nd, 2009, 05:49 AM
Palembang Jazz Festival 2009 Memukau
Tuesday, 01 December 2009

PALEMBANG (SI) - Palembang Jazz Festival 2009 yang diselenggarakan di Atrium Palembang Indah Mall (PIM) berjalan meriah.

Apalagi, kali ini live performance Otti Jamalus dan Yance Manusama Quartet tampil memukau pecinta jazz Kota Palembang. Otti dengan piawai membawakan lagu just the way you are; I don't want to miss a thing, dessafinado, I've goit u under my skin, my funny valentine dan Sejumlah lagu lainnya. Selain itu, sempat tampil sejumlah band anak muda aliran jazz diantaranya Erwin and friends, Jazzier, Pure Accoustic, Ayu and Father, New Orleands dan Lazzeta.

Ikut pula memeriahkan Palembang Jazz Festival 2009, yakni pemain biola asal Sumsel, Adi yang sempat memukau penonton. Otti menyampaikan, antusiasme band-band anak muda Palembang sangat proaktif. “Saya bangga Palembang dapat menggelar festival jaz seperti ini, belum tentu di kota-kota lain maupun Jakarta sen-diri mengadakan festival seperti ini,”ujarnya tadi malam. Selain itu, Gio Noufran, vokalis Jazzier sempat menyanyikan se-jumlah lagu jazz diantaranya lagu berjudul if aint got you dan just the two of us.

"Saya senang bisa konsen di jazz, ditambah komunitasnya fleksibel dan asyik,”tandasnya. Selain itu, Ketua Palembang Jazz Community Zaenal Hanani menyatakan, kehadiran event-event seperti ini bertujuan untuk lebih mendekatkan jazz ke masyarakat. “Apalagi acara-acara kita bersifat gratis tidak dipungut biaya. Kami mengusung konsep perpaduan Music Clinic dan Live Perfomance dari band-band jazz di Palembang,”katanya.

Sementara itu, Public Relation dari Palembang Jazz Community sekaligus Operation Manager Radio Trijaya 87,6 FM Palembang, Adji Soebiantoro berkomentar bahwa event ini menjadi embrio Jazz Festival yang lebih besar.(retno palupi)

paradyto
December 2nd, 2009, 11:31 AM
Warga Sumsel Sudah Kehilangan Jiwa Sungainya
Taufik Wijaya - detikNews

Palembang - Sejak masa kerajaan Sriwijaya hingga hari ini, sebagian masyarakat di Sumatera Selatan (Sumsel) hidup bergantung dengan sungai. Di daerah ini ada sembilan sungai besar, dan yang paling besar dan panjang adalah sungai Musi. Namun, di masa sekarang, kebudayaan yang berkembang sudah meninggalkan karakter sungai.

Hal ini dikatakan Yudhy Syarofie saat peluncuran bukunya berjudul "Bidar: Cermin Filosofis Budaya Tepian Sungai", di Aula Handayani Dinas Pendidikan Nasional Sumsel, Jalan Kapten A. Rivai, Palembang, Rabu (02/12/2009).

"Masyarakat Sumsel sudah kehilangan jiwa tepian sungainya yang telah membangun peradaban Sumsel. Saat ini perahu bidar hanya sebuah tradisi ceremonial, yang hanya akan ada pada saat perlombaan hari-hari besar," kata Yudhy Syarofie.

Menurut Yudhy, bidar bukan sekadar perahu panjang dengan kecepatan mendayung. Namun lebih dari itu. Kesalahan Belanda adalah dengan membangun jembatan datar di sungai Sekanak sehingga kapal-kapal tidak bisa lewat. Dan kesalahan itu diikuti oleh masyarakat kita dengan membangun banyak jembatan di sungai," katanya.

"Kita adalah masyarakat sungai, bahasa asli kita yang lembut dan berayun sesuai dengan aliran sungai. Begitu banyak pengaruh sungai terhadap kehidupan masyarakat Sumsel, selain logat bicara, dan bahasa keseharian, olahraga beladiri Palembang pun telah dipengaruhi oleh sungai, dengan kuda-kuda yang dalam posisi bersila hal ini menggambarkan kehidupan jaman dulu yang lebih banyak di atas perahu sehingga dalam berkelahi pun tak jarang di atas perahu," jelasnya.

"Melalui buku Bidar ini saya akan mengangkat dan menghidupkan kembali kebudayaan sungai yang telah menghilang," tambah pekerja budaya yang pernah bekerja di harian Sriwijaya Post sebagai jurnalis ini.

Sebagai informasi, Bidar merupakan perahu yang setiap tahun dilombakan. Terutama saat ulang tahun kota Palembang dan perayaan kemerdekaan Indonesia. Bidar perahu panjang yang didayung oleh puluhan orang. Lomba perahu bidar diyakini telah berlangsung sejak jaman kerajaan Sriwijaya.

Beberapa waktu lalu, Yudhy Syarofie menerbitkan buku "Legenda Tepian Sungai Musi".

Saat ini, Yudhy Syarofie tengah mempersiapkan buku terbarunya tentang kuliner atau masakan khas Palembang. "Saya lagi menyusunnya, insyaallah tahun depan terbit," kata Yudhy.

(tw/djo)

paradyto
December 4th, 2009, 12:17 AM
Festival Musi 2009 Resmi Digelar
Thursday, 03 December 2009

PALEMBANG(SI) – Even besar promosi aset wisata dan budaya Palembang dan Sumsel,Festival Musi 2009 resmi dibuka tadi malam.Perhelatan yang akan berlangsung hingga 6 desember itu,akan dimeriahkan dengan Festival Dragon Boat Internasional.

Selain Festival Dragon Boat yang diikuti peserta dari berbagai negara, Festival Kuliner Nusantara dan Pameran Pembangunan Pendidikan turut digelar.Festival Musi 2009 digelar bertepatan dengan peringatan ke-4 hari Wisata Sungai, sejak di-launching tahun 2005 lalu. Pemerintah Kota Palembang berharap kegiatan ini dapat lebih menarikminatwisatawan,baikasing maupun domestik untuk datang ke Palembang. Even ini dibuka langsung oleh Dirjen Pemasaran Pariwisata RI,Sapta Wiranda di Pelataran Benteng Kuto Besak,tadi malam.

Dalam pembukaan yang juga dihadiri Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf,Wali kota Palembang, Eddy Santana Putra serta unsur Muspida tersebut, juga menampilkan beberapa festival tari dan festival kuliner yang dilaksanakan ditempat yang sama. Dirjen Pemasaran Pariwisata RI, Sapta Wiranda mengatakan kota Palembang kedepan diprediksikan menjadi salah satu kota yang memiliki potensi wisata budaya yang bisa dipromosikan ke luar negeri. ”Ini merupakan salah satu pertanda baik bagi kita.Kita harapkan dengan adanya festival seperti ini dapat menjadi acuan bagi daerah-daerah lain yang juga memiliki potensi yang sama,”ujarnya, di Palembang,tadi malam.

Sapta menyarankan, sebaiknya festival seperti ini dilakukan secara kontinyu, sehingga dapat semakin mengembangkan potensi asli dari kota Palembang dan Sumsel. ”Dengan berkaca pada kegiatan-kegiatan ditahun sebelumnya, diharapkan dapat terus meningkat ditahuntahun mendatang,”katanya. Sementara itu,Wakil Gubernur Sumsel, Eddy Yusuf mengemukakan, Festifal ini menjadi salah satu media promosi berbagai aset dan potensi daerah. ”Tentu saja harus kita dukung secara optimal.Kita juga menghimbau kepada seluruh kabupaten/ kota untuk dapat menggelar kegiatan yang serupa,”tegasnya.

Wali kota Palembang, Eddy Santana Putra mengatakan,dalam Festival Musi ini juga telah didi-rikan 40 stand makanan dan minuman khas daerah di Tanah Air.Perinciannya, 22 stan disediakan bagi peserta yang langsung masak di tempat, sisanya 18 stand khusus untuk pameran makanan jadi.Festival Musi merupakan perubahan nama dari Festival Dragon Boat yang digelar tiap tahun. Sejumlah kegiatan pokok telah direncanakan untuk memeriahakan Festival Musi 2009, antara lain Festival Perahu Naga Internasional, Festival Tari Nusantara, Pameran Pembangunan Pendidikan, dan Festival Kuliner Nusantara.

Selain itu, pada 5 Desember akan digelar pembuatan pempek kapal selam terbesar, dengan target memecahkan rekor MURI.”Peserta dragon boat diikuti 8 provinsi. Sedangkan peserta luar negeri yakni Filipina dan Malaysia. Satu tim dragon boat beranggotakan 50 orang, hingga kemarin siang baru tim dari Riau yang sudah tiba, dan diperkirakan hari ini semua tim sudah datang termasuk 30 peserta festival kuliner.

Festival dragon boat akan dimulai 4-6 Desember setelah kejurnas yang dilaksanakan di danau OPI,sedangkan pembuatan pempek kapal selam terbesar dilakukan 4 Desember,”beber Eddy Santana Putra. Pada pembukaan tadi malam, selain dihibur dengan pementasan Dulmuluk, salah satu Band asal Kota Palembang yang telah sukses di Jakarta, Armada juga turut memeriahkan acara.

Sedangkan 12 duta besar dari luar negeri yang direncanakan turut menghadiri kegiatan tersebut tidak tampak hadir.Belum diketahui alasan duta besar tersebut tidak datang dalam kegiatan tersebut. (andhiko tungga alam)

Rock Star
December 4th, 2009, 08:02 AM
Festival Musi Siap Pecahkan Rekor Muri
Jumat, 4 Desember 2009 04:28 WIB | Hiburan | Seni/Teater/Budaya | Dibaca 177 kali

Palembang (ANTARA News) - Wali Kota Palembang, Sumatra Selatan, H Eddy Santana Putra, mengungkapkan target pelaksanaan Festival Musi 2009 untuk memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), dengan membuat empek-empek terbesar.

Pada pembukaan Festival Musi 2009, di Palembang, Kamis malam, Eddy menyatakan optimistis rekor MURI akan dipecahkan pada pelaksanaan Festival Musi ini, sehingga menjadi catatan prestasi tersendiri.

Pembukaan festival tahunan ini, dihadiri Direktur Jendral Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia Sapta Nirwandar, Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf beserta jajarannya, dan unsur Muspida Kota Palembang.

Menurut Wali Kota Eddy Santana, dalam ajang festival ini akan mempertunjukkan makanan khas daerah tersebut, dalam ukuran yang terbesar di Indonesia.

"Kami akan memecahkan rekor Muri dengan membuat empek-empek dengan ukuran panjang 2 meter, lebar 1 meter, dan tinggi setengah meter," kata dia pula.

Ia menyatakan, upaya tersebut merupakan rangkaian dari beberapa agenda wisata tahunan daerahnya yang diselenggarakan, di tingkat nasional bahkan Internasional, yaitu Festival Perahu Naga yang akan diikuti oleh 25 peserta dari berbagai provinsi bahkan mancanegara,diantaranya Hongkong dan Brunei Darussalam.

Selain ajang perlombaan perahu naga yang bakal digelar di perairan Sungai Musi,

juga diselenggarakan pameran usaha kecil menengah (UKM), seni budaya, kuliner, dan festival band sebagai ajang untuk meningkatkan kreativitas pemuda Kota Palembang.

Sebagai kepala daerah, Eddy bertekad untuk terus meningkatkan pembangunan di bidang pariwisata di ibukota Provinsi Sumsel itu.

Beberapa upaya itu, seperti membangun hotel mewah serta pasar modern di pinggir Sungai Musi, sebagai salah satu pesona alam yang ada di daerah itu, dan bertujuan
mengundang turis lokal, nusantara maupun mancanegara.

"Pada 2010 nanti, kami bisa lebih siap lagi untuk melaksanakan pembangunan sebagai penunjang pariwisata, terutama dalam menjual pesona Sungai Musi yang merupakan salah satu potensi alam yang ada didaerah ini," kata Eddy lagi.

Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf mengatakan, dalam meningkatkan potensi alam sebagai objek wisata yang dapat mengundang peminat wisata lokal maupun mancanegara, tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri melainkan merupakan agenda bersama.

Menurut dia, untuk menjadikan suatu daerah sebagai tempat wisata yang banyak
didatangi oleh para pengunjung, perlu memperhatikan bidang keamanan, ketersediaan sarana dan prasarana termasuk hidangan, baru setelah itu melakukan upaya promosi.

"Karena mereka yang datang berkunjung untuk menikmati pesona alam yang ada di
Sumsel umumnya dan Palembang khususnya, perlu dipenuhi terlebih dahulu
pelayanannya, karena yang mau diundang manusia," kata dia pula.

Dirjen Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI, Sapta Nirwandar
menyampaikan bahwa salah satu penunjang daya tarik suatu daerah adalah makanannya.

"Upayakan, menu masakan yang tersedia di hotel-hotel berbintang di daerah ini,
harus mengedepankan makanan khas daerah itu sendiri. Jangan justru sebaliknya malam banyak mengadopsi masakan ala mancanegara," kata dia pula.

Menurut Sapta, dalam meningkatkan pariwisata selain penginapan, makanan dan buah-buahan yang banyak dikenal, dapat menjadikan sebuah daya tarik bagi wisatawan untuk datang melancong.

Dia mengungkapkan pula, devisa negara yang diperoleh dari pariwisata berkisar Rp7,5 miliar dollar AS, dan Sumsel merupakan salah satu penyumbang pesona alamnya dalam bidang pariwisata itu.

"Karena itu, perlu ditingkatkan kembali, seperti Sungai Musi yang memiliki potensi
besar, masih perlu peningkatan infrastruktur, sarana transportasi sungai yang memadai serta pelayanan penunjang lainnya," ujar Sapta yang memiliki keturunan asal dari Lampung dan Bengkulu itu lagi.

Pada sela-sela acara pembukaan tersebut, dia menyempatkan untuk menikmati
makanan khas yang juga menjadi "ikon" kuliner Kota Palembang berupa empek-empek (pempek).

Acara pembukaan juga diramaikan penampilan tari dan seni budaya yang ada di daerah tersebut, sehingga menimbulkan kekaguman para tamu undangan dan warga yang menyaksikan di sekitar kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) itu.

_____________________________________________________________________________________________

^^ :nuts: :nuts:
gimana cara makanya pempek sebesar itu.... dan seberapa banyak "cuko" yg di butuhkan :lol: :lol: :lol:


:cheers: :cheers:

paradyto
December 5th, 2009, 12:35 AM
Wong Kito Demam Jazz
Sabtu, 5 Desember 2009 | 04:18 WIB

Citra musik jazz sebagai musik yang rumit dan tak bisa dinikmati orang awam masih kental, tak terkecuali di Palembang. Para pencinta jazz di Palembang melalui Palembang Jazz Community berusaha memopulerkan musik jazz supaya lebih diterima masyarakat. Usaha itu tak sia-sia.

Anggota komunitas Palembang Jazz Community di situs jaringan sosial Facebook sudah mencapai 1.200-an orang,” kata Humas Palembang Jazz Community Adji Soebiantoro, Jumat (4/12).

Adji mengungkapkan, jumlah anggota Palembang Jazz Community yang benar-benar aktif baru 25 orang. Hal itu karena untuk menjadi anggota harus membayar Rp 100.000 untuk mendapatkan kartu anggota, kaus, dan buletin.

Menurut Adji, anggota Palembang Jazz Community terdiri dari penikmat dan musisi jazz. Namun, para anggota Palembang Jazz Community di Facebook masih sebatas penikmat.

Adji mengatakan, Palembang Jazz Community didirikan dua tahun lalu. Tingginya jumlah anggota Palembang Jazz Community di Facebook ataupun anggota aktif menunjukkan musik jazz semakin diterima di Palembang.

”Untuk memopulerkan musik jazz, Palembang Jazz Community dan radio Trijaya 87.6 FM Palembang mengadakan acara Jazz on Trijaya setiap hari Minggu malam,” ujarnya.

Saat ini jumlah kelompok musik jazz di kota pempek semakin bertambah. Adji mencatat sedikitnya lima kelompok musik jazz senior dan 15 kelompok yunior. Kelompok musik jazz Palembang di antaranya New Orleans, Erchink, Pure Acoustic, Jazzier, Blur Drive, dan Ayu and Father.

”Sambutan masyarakat terhadap musik jazz cukup bagus. Setiap ada pergelaran musik jazz, para musisi jazz Palembang selalu tampil,” kata Adji.

Klinik jazz

Supaya musik jazz tak hanya di awang-awang, Palembang Jazz Community mendatangkan musisi jazz nasional, seperti Harry Toledo, Beben, Balawan, dan Nita Artsen.

Hari Selasa lalu, Palembang Jazz Community dalam acara Palembang Jazz Festival 2009 di Palembang Indah Mal menghadirkan musisi jazz Otti Jamalus and Yance Manusama Quartet.

Otti Jamalus yang juga seorang guru musik memberikan klinik musik jazz kepada pengunjung.

”Arti musik jazz bagi saya adalah musik yang enak bagi saya dan orang lain,” ujarnya lugas.

Otti menjelaskan batas antara musik jazz dan musik lain semakin tipis. Banyak musisi melakukan eksplorasi musik dan tidak mempersoalkan apakah musiknya disebut musik jazz atau bukan. (WAD)

Balaputradewa
December 5th, 2009, 02:51 AM
olalala..wong Plembang suka Jazz juga yah :D

paradyto
December 6th, 2009, 03:01 PM
Jambi Berjaya di Sungai Musi

Sriwijaya Post - Minggu, 6 Desember 2009 19:15 WIB
PALEMBANG - Tim dayung Jambi berjaya di International Dragon Boat Festival Musi 2009 dengan menyabet dua nomor kejuaraan kategori 10 pendayung putri dan 10 pendayung mix (putra-putri), Minggu (6/12). Sementara tim dayung Kaltim yang merupakan peserta terjauh dalam perlombaan itu meraih juara pertama dalam kategori putra 10 pendayung.

H Bahrun, Ketua PODSI Kabupaten Penajam Pasir Utara yang mewakili Kaltim, mengatakan, bangga dengan prestasi itu karena sebelumnya mereka tidak memasang target. Pertandingan kategori lainnya saat ini masih dilaksanakan.

paradyto
December 9th, 2009, 07:41 AM
Tompi Konser Jazz di Selebriti Cafe

PENYANYI yang senang memakai topi, Tompi, rencananya Sabtu (12/12) mendatang bakal tampil menghibur masyarakat Palembang dalam acara Jam Jazz di Selebriti Cafe, Jl Petanang Palembang.
Penyanyi kelahiran Aceh, Aceh 22 September 1978 mengatakan baginya kota Palembang tidak asing lagi.

Tompi yang hobi makan pempek ini, terakhir tampil di Palembang Juni 2009 lalu, dalam suatu acara. Kehadiran penyanyi yang punya nama Teuku Adiftrian, di Palembang sekaligus mewujudkan niatnya untuk tampil membawakan lagu Jazz di Palembang.
"Wah saya siap kapan saja ke Palembang untuk konser lagu Jazz," ujar kepada Sripo berapa bulan lalu. Kini niat penyanyi yang betitel dokter ini kesampaian.

Asisten Manager Selebriti Cafe Deddy kepada Sripo, Selasa (8/12) mengatakan kehadiran Tompi di Palembang, untuk menghibur penggemar lagu-lagu jazz. Untuk nonton korser musik Jazz harga tiket hanya Rp 150.000.

Sedangkan bagi yang membeli tiket sebelum hari H diskon 10 persen, kata Deddy diskon 10 persen.Untuk
medapatkan tiket bisa langsung ke Selebriti Cafe, Jl Petanang Palembang, telepon 0711 323333. dan tiket terbatas." ujar Deddy.

Balaputradewa
December 12th, 2009, 08:22 AM
Museum Negeri Balaputradewa, Palembang

http://img405.imageshack.us/img405/4626/muse5.jpg (http://img405.imageshack.us/i/muse5.jpg/)

http://img195.imageshack.us/img195/6342/musev.jpg (http://img195.imageshack.us/i/musev.jpg/)

http://img198.imageshack.us/img198/2859/muse2.jpg (http://img198.imageshack.us/i/muse2.jpg/)

Balaputradewa
December 12th, 2009, 08:27 AM
http://img10.imageshack.us/img10/1678/muse3.jpg (http://img10.imageshack.us/i/muse3.jpg/)

http://img198.imageshack.us/img198/6764/muse4.jpg (http://img198.imageshack.us/i/muse4.jpg/)

http://img259.imageshack.us/img259/5958/muse6.jpg (http://img259.imageshack.us/i/muse6.jpg/)

paradyto
December 14th, 2009, 02:24 AM
Bala, patung ysng hilsng dulu sudah dikembalikan nggak ke Museum? nice pics...

Balaputradewa
December 14th, 2009, 03:44 AM
^^ kata officer-nya belum mas..mereka kesulitan dlm penjagaan yg mnim personil..bahkan CCTV aja gk ada :ohno:

Balaputradewa
December 14th, 2009, 07:01 PM
Pameran Lukisan “A Journey to Palembang” Diundur

PALEMBANG – Pameran lukisan bertema “ Journey to Palembang” yang sedianya berlangsung pada 14-19 Desember 2009 diundur pelaksanaannya menjadi 19-26 Januari 2010. Pengunduran ini dilakukan karena beberapa hal, antara lain penjadwalan ulang agenda Wakil Gubernur Sumsel yang akan membuka dan menutup pameran, penjadwalan ulang tempat pameran yakni Hotel The Jayakarta Daira Palembang dan juga kesiapan total seluruh pameran.

“Kami harus menghitung dengan cermat semua hal berkaitan dengan pelaksanaan pameran karena kita ingin semua stake holder dan masyarakat dapat menikmati pameran ini. Karena itu hasil rembukan antara panitia, para perupa dan kurator memutuskan agar pameran kita diundur satu bulan ke depan,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Djoesev Soetrisno, SE.

Panitia sendiri sudah melakukan persiapan penuh agar pameran berjalan sempurna, juga meminimalisir hal-hal yang kelak akan menjadi hambatan. Sampai saat ini, panitia sudah melakukan pembingkaian karya, menyiapkan katalog dan undangan serta merancang tata letak (display) termasuk menghubungi para pihak yang akan terlibat dalam pameran.

“Tak ada kendala berarti, hanya kami ingin masyarakat tahu bahwa pameran ini dilaksanakan dengan sangat serius sehingga hal-hal kecil akan kami perhitungkan agar jangan menjadi persoalan pada tahap pra hingga pelaksanaan. Kami tidak ingin mengecewakan masyarakat,” tambah Djoesev.
Kurator pameran Nurhayat Arif berpendapat serupa. Sampai saat ini dia masih menyeleksi, menyortir dan mengemas karya-karya tersebut.

“Kami tak ingin kecolongan, karya yang dipamerkan nanti harus yang terbaik,” ujar Arif.

Lebih lanjut, Djoesev menyatakan permohonan maafnya kepada rekan-rekan media yang telah merespon positif kegiatan ini. Dia mengharap selama satu bulan ke depan, media akan tetap memback up pemberitaan-pemberitaan mengenai pameran ini.

“Kami sedang menyiapkan portal dan blog agar rekan-rekan media lebih mudah mengakses semua hal berkaitan dengan pameran. Semoga langkah yang kami lakukan ini tepat dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan senirupa khususnya di Palembang,”ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pameran senirupa bertajuk “ A Journey to Palembang” akan mengetengahkan sedikitnya 30 karya rupa. Sesuai dengan tema, semua lukisan akan bercerita tentang perjalanan kota Palembang sejak lahir di abad ke 6 hingga saat kini. Rekonstruksi dan pemaknaan ulang sejarah Palembang secara visual ini melibatkan lima perupa; Abdul Aziz, Mardiono, Heru Ardiansyah, Fajar Agustono dan Ramadhan Abdi.

Salah satu lukisan berjudul “Tafakkur” karya Mardiono telah diminati Bupati 4 Lawang H Budi Antoni Aldjufri. (Fir/Ril)

paradyto
December 17th, 2009, 03:42 PM
Muharam, Lima Ruas Jalan Ditutup

PALEMBANG – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1431 Hijriah, hari ini (17/12) dipastikan semarak. Pasalnya, sekitar 10 ribu umat muslim perwakilan ormas Islam, Kesultanan Palembang Darussalam, majelis taklim, pengajian, dan unsur pemerintah bakal ambil bagian.

Sayuti Hadim, staf ahli Bidang Sosial Masyarakat Setda Kota Palembang mengatakan muharaman dimulai pukul 14.00-18.00 WIB. Acara diawali dengan parade dan arak-arakan umat muslim dengan berjalan kaki dari GOR Kampus menuju Monpera. "Diibaratkan umat muslim yang mengikuti arak-arakan adalah kaum muhajirin. Kemudian, mereka disambut kaum anshar di Monpera dengan lagu selawat Badar," tukas Sayuti. Rutenya melalui Jalan Angkatan 45, Kapten A Rivai, Jenderal Sudirman, Bundaran Air Mancur, dan finis di Monpera.

Nah, begitu tiba di Monpera akan dihelat festival Beduk yang diikuti 107 kelurahan di Kota Palembang. "Masing-masing kelurahan membawa 2 beduk. Berarti akan ada 214 beduk yang nanti ditabuh serempak oleh penabuh beduk di masjid, saat tahun baru Islam masuk waktu. Sebelumnya akan ada pemukulan beduk oleh wali kota.”

Berbeda dengan Tahun Baru Masehi mulai pukul 00.00 WIB, Tahun Baru Islam 1 Muharam jatuh pada 17.55 atau 18.00 WIB. Acara juga dimeriahkan oleh marching band MTs 1 dan MAN 3, syarofal anam, rebana, dan jidur (terompet), musik Arabi (gambus) dengan nuansa seni budaya Islam. "Bakda Isya ada kegiatan ritual di Masjid Agung. Rencananya, qari dari Mesir akan melantunkan ayat-ayat suci Alquran," jelasnya. Lanjutnya, lima ruas jalan utama bakal ditutup, pukul 14.00-17.00 WIB. Jalan dimaksud adalah sebagian Jl Merdeka, Jl Palembang Darussalam, Jl Tjik Agus Kiemas, belakang Monpera (depan RS. AK Gani), dan BKB (depan kantor Pol PP).

Ada lagi, jalan yang dilewati oleh rombongan arak-arakan mulai dari RS RK Charitas juga terpaksa ditutup. “Petugas Dishub akan mengerahkan 40 personel, 1 peleton untuk satlantas dan Pol PP.”

Kepala Dishub Kota, Edi Nursalam menambahkan, selain penutupan, sejumlah rute juga dialihkan. Sebut saja, kendaraan yang datang dari arah Seberang Ulu ke Seberang Ilir melalui Jembatan Ampera tidak boleh memutar dari Merdeka-Tjik Agus Kiemas untuk ke Jenderal Sudirman, tetapi bisa langsung lurus ke Sudirman. "Pagar penghalang akan kita bongkar sementara agar kendaraan bisa masuk ke Sudirman," ujar Edi. Sementara itu, lokasi parkir ditentukan di Taman Nusa, Jalan Palembang Darussalam, Jalan Cik Agus Kiemas, dan BKB.

51 Tempat Ibadah Dikawal Khusus

Di sisi lain, jelang Natal 25 Desember, sebanyak 260 personel dari Poltabes Palembang akan mengawal sejumlah tempat ibadah umat Nasrani di Kota Palembang. Sedikitnya, 51 tempat ibadah bakal diamankan selama sepuluh hari pelaksanaan operasi Lilin Musi.

"Metode pengamanan dilakukan baik secara preventif maupun pengamanan kegiatannya sendiri," ujar Wakapoltabes Palembang, AKBP Drs Sabarudin Ginting saat memberi keterangan pers usai memimpin rapat internal pengamanan operasi Lilin Musi di Poltabes Palembang kemarin (16/12).

Operasi Lilin Musi berlangsung 24 Desember 2009 hingga 2 Januari 2010. Kegiatan difokuskan pada pengamanan terhadap ibadah natal dan kegiatan malam Tahun Baru. “Kita juga akan dirikan sejumlah pos pengamanan. Rencananya, ada di enam titik, Stasiun Kertapati, Terminal, PTC Mall, Bundaran Air Mancur, Musi II, dan PS Mall.”

Nah, khusus malam tahun baru, daerah yang menjadi fokus perhatian pengamanan ada di Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak. “Di sana akan jadi titik keramaian saat malam Tahun Baru. Tempat hiburan malam, terdata 18 juga kita kawal,” tandasnya. (mg29/mg18)

paradyto
December 19th, 2009, 05:25 AM
Pereli Nasional Ramaikan SRI 2009

Sebanyak 16 pereli bakal bersaing pada Sriwijaya Rally of Indonesia (SRI). Ajang yang akan digelar Sabtu hingga Minggu ini dipusatkan di perkebunan karet Desa Mainan, Banyuasin 19-20 Desember 2009 ini akan. Beberapa pereli nasional juga tak mau ketinggalan. Diantaranya, Subhan Aksa yang akan mengendarai Mitsubishi Evolution VIII, Rizal Sungkar yang mengemudi Mitsubishi Evolution X (32,5) dan Sadikin Aksa yang memacu Mitsubishi Evolution X (32).

Sumsel sendiri hanya menurunkan 1 pereli yakni Kemas Haikal yang mengendarai Mitsubishi Lancer GLXi. Sisanya sebanyak 10 kendaraan masuk kategori Jeep dan semuanya merupakan peserta lokal Sumsel.

“Semua persiapan berlangsung lancar dan besok (hari ini, red) para peserta memulai perlombaan sebanyak sebelas special stages (SS) dan dilanjutkan empat SS berikutnya pada hari Minggu,” kata Direktur PT Bloedus Management Indonesia (BMI) yang juga bertindak sebagai pimpinan perlombaan.

Semenatara itu, Subhan Aksa merasa optimistis bisa kembali kembali memimpin lomba. Tentunya bisa meraih juara pertama relly Indonesia musim ini. Subhan ber harap bisa go international musim depan.

“Kami rasa SS di Banyuasin memiliki kesulitan tersendiri. Selain lintasannya yang berliku-liku, juga terbilang licin. Banyak antisipasi yang harus kami lakukan untuk menaklukkan lintasan tersebut,” timpal Subhan.

Senada diutarakan Rizal Sungkar yang merasa tetap optimis. Meskipun persaingan bakal berjalan ketat Rizal berusaha untuk menjadi yang terbaik. ”Kami akan fokus mulai dari start. Ya mudah-mudahan tidak ada kendala dengan mesin,” pungkas Rizal. (mg42)

paradyto
December 19th, 2009, 05:33 AM
Merpati Bird Sriwijaya Cup Digelar :D

PALEMBANG (SI) – Persatuan Penggemar Merpati Balap Palembang (PPMBP) menggelar acara Merpati Bird Sriwijaya Cup di Landasan Aeromodeling Jakabaring kemarin.Lomba ini memperebutkan uang pembinaan total puluhan juta rupiah,trofi,hingga kendaraan roda dua.

Ketua PPMBP Nobon Muhimin mengatakan, perlombaan ini berlangsung selama tiga hari ke depan, dengan tujuan mempersiapkan penggemar merpati balap untuk mengikuti kejuaraan di tingkat nasional, yakni President Cup dan BNR Cup. “Diharapkan melalui kejuaraan Sriwijaya Cup ini muncul merpati balap dari setiap perwakilan daerah, yang nantinya mampu bersaing di kejuaraan di tingkat nasional,”ungkap dia. Nobon menjelaskan,sekitar 70 pasang burung merpati dari berbagai daerah di Sumatera bagian selatan (Sumbagsel) berkompetisi mengikuti kejuaraan Sriwijaya Cup dengan kategori merpati balap.

Tidak tanggung-tanggung, jarak tempuh sprint merpati balap ini melintas sepanjang 700 meter. Di sela-sela kejuaraan, Nobon mengatakan, Sriwijaya Cup merupakan koalisi antarpenggemar merpati di wilayah Sumbagsel yang diikuti perwakilan Palembang, Jambi, Lampung, Bangka, hingga Bengkulu. Nobon menambahkan, kejuaraan ini juga sebagai ajang mempromosikan jenis burung merpati yang dimiliki para penggemar.Di mana, penggemar burung merpati balap ini untuk wilayah Palembang telah mencapai 50 orang, sedangkan wilayah Indonesia telah mencapai ribuan anggota.

“Penggemar burung merpati balap terus mengikuti kejuaraan. Hal ini karena bila burungnya meraih juara di tingkat lokal saja harga jual burung bisa mencapai Rp50 juta, sedangkan tingkat nasional harganya bisa mencapai Rp200 juta,”sambung dia. Ari Sri Bintang, peserta dari Lampung, mengatakan, dalam mengikuti perlombaan Sriwijaya Cup, dia dan timnya melakukan beberapa persiapan mulai prakondisi burung merpati yang diikutsertakan untuk merebut juara pertama.

“Persiapan itu,mulai dari perawatan rutin, asupan vitamin, dan pakan terbaik, seperti kacang-kacangan, beras merah dan jagung,”kata dia. (erik okta subadra)

paradyto
December 21st, 2009, 12:33 AM
Road Race Bupati Cup I Digelar
Sunday, 20 December 2009

MUARAENIM (SI)– RatusanRoader yang berasal dari Jakarta, Palembang dan Muara Enim,kemarin ikuti kejuaraan road race Bupati Muaraenim Cup I.Kejuaraan tersebut di gelar selama dua hari 19-20 Desember 2009, memerebutkan trophy dan uang pembinaan dengan total Rp31 juta lebih.


Road Race itu digelar di Sirkuit GOR Pancasila Muara Enim. Ketua KONI Muara Enim, Chrysantus Hasan Taslim (San-San) didampingi oleh Ketua Pelaksana Arie Purnama SH,MKn,mengatakan, tujuan kegiatan Road Race Bupati Muara Enim Cup I tersebut, selain memeriahkan HUT Kabupaten Muara Enim ke-63, juga untuk mencari bibit atlit muda dan berbakat dalam menyalurkan hobinya dibidang olahraga otomotif. ”Ini merupakan ajang untuk membina dan menyalurkan bakat,dan juga untuk mencari bibit muda road race di Muara Enim,”ujarnya,kemarin.

Road race ini mempertandingkan empat kelas yakni kelas Bebek 4 tak 110cc Open, kelas Bebek 4 tak 110cc pemula open,kelas bebek 4 tak 110cc lokal,kelas bebek 2 tak 110cc tune up,kelas bebek 2 tak 110cc tune up pemula open, kelas bebek 2 tak 110cc tune up lokal, kelas Sport 135cc open, kelas standar Pabrik Yamaha, kelas scooter/vespa open.Sebanyak 123 peserta terlibat dalam memerebutkan torphy dan uang pembinaan dengan total Rp31 juta. ”Peserta yang ikut cukup beragam seperti ada dari Jakarta, Palembang, Jambi, Lampung, Baturaja, Lahat,Pagar Alam dan Muara Enim.

Selain itu juga dihadiri oleh pembalap nasional Rafiq Topan yang pada bulan November 2009 lalu berhasil menjuarai event bergengsi tingkat Asia Tenggara di Sirkuit Sentul,”bebernya. Sementara itu, Bupati Muara Enim,Ir Muzakir SS,menyatakan, sangat mendukung kegiatan tersebut, dan mudah-mudahan kedepan akan semakin banyak para roader muda dari Kabupaten Muara Enim, yang bisa mengharumkan nama daerah ditingkat nasional dan internasional.

Kedepan, pihaknya akan membangun sirkuit yang presentatif,sehingga para anak-anak muda yang hobi olahraga otomotif bisa menyalurkan hobinya seoptimal mungkin. (muhammaduzair)

paradyto
December 22nd, 2009, 01:04 AM
Hotel Berbintang Sudah Full Booking
Monday, 21 December 2009

PALEMBANG (SI) – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2010,tingkat okupansi hotel berbintang di Palembang naik tajam.Rata-rata peningkatan mencapai 90% atau full booking.

”Rata-rata tingkat hunian hotel bintang 2, 3, dan 4 telah 90% dan ini akan terus mengalami lonjakan hingga pekan depan,”kata Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Iwan Setiawan kemarin. Menurut dia, tingginya tingkat hunian bulan ini bukan saja terjadi di hotel bintang 2, 3 dan 4 saja, melainkan juga akan terjadi pada hotel-hotel berbintang dan melati lainnya di Kota Palembang. “Memang tahun ini ada peningkatan cukup berarti. Pertumbuhannya sekitar 10% bila dibandingkan tahun sebelumnya,”tuturnya.

Dia meminta pelaku usaha industri perhotelan di Palembang untuk tidak melakukan perang harga demi mendongkrak tingkat hunian hotel tersebut. Namun, apabila pelaku usaha industri tetap saja bermain dalam harga, dimungkinkan akan memberikan dampak serius terhadap hotel yang bersangkutan. “Pelanggan sudah mulai memesan kamar hotel jauh-jauh hari, ya sejak November lalu. Ini dilakukan agar pelanggan dapat menikmati pesta malam Natal dan Tahun Baru di hotel ternama,”katanya. Dia memprediksikan, pada tahun mendatang, hotel dan restoran juga akan mengalami pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun ini yang berkisar 10%.

Bahkan, pertumbuhan bukan saja bakal terjadi pada usaha hotel dan restoran,melainkan juga akan terjadi pada usaha lainnya, seperti transportasi,properti,perbankan. Terkait soal keamanan, beber dia,biasanya manajemen hotel telah mempersiapkan satuan pengamanan (satpam) dan apabila diperlukan, nanti akan dikoordinasikan dengan petugas kepolisian dalam wilayah masing-masing. “Manajemen hotel senantiasa selektif menerima tamu. Namun, apabila ada tamu yang mencurigakan, biasanya pihak manajemen hotel langsung mengontak pihak berwajib untuk melaporkannya,” ujarnya.

Dia berharap Natal dan Tahun Baru di Palembang ini dapat berjalan tertib, aman, dan terkendali dan mengharapkan tahun depan kondisi perekonomian, khususnya di Sumsel,semakin stabil dan baik. General Manager (GM) Sahid Imara Hotel HR Faisal Suryomiluhur membenarkan mendekati Natal dan Tahun Baru tingkat hunian hotel meningkat. Puncak peningkatan okupansi hotel tersebut,kata dia, diprediksi akan terjadi sehari setelah Natal hingga sehari setelah Tahun Baru 2010 dengan asumsi sekitar 60% pelanggan dari dalam Sumsel dan 40% dari luar Sumsel.

Bank Lipat Gandakan Dana ATM

Sementara itu,menjelang Natal dan Tahun Baru 2010, sejumlah perbankan di Kota Palembang mulai melipatgandakan dana di anjungan tunai mandiri (ATM).Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nasabah dalam melakukan penarikan secara cepat.

Manajer Operasional Kantor Cabang (Kacab) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kapten A Rivai Palembang Enny Fitria mengaku apabila memang diperlukan pihaknya akan melipatgandakan uang di sejumlah ATM tertentu. Seperti, ATM Kacab BRI A Rivai, yang sebelumnya hanya diisi sekitar Rp1 miliar, tetapi mendekati Natal dan Tahun Baru akan ditambah menjadi Rp2 miliar. “Kita prediksikan pada 23 Desember nanti mulai ramai nasabah.

Sejumlah nasabah biasanya akan melakukan tarik tunai di ATM dan ini sudah kita antisipasi sebelumnya,”ujarnya. Dia melanjutkan, saat ini pihaknya memiliki 13 outletATM.Di mana 11 ATM di antaranya berada di Kacab A Rivai dan dua ATM lainnya berada di Kantor Cabang Pembantu Sudirman dan di simpang Golf Palembang.“Bagi ATM yang dananya dianggap kurang, akan diisi.Biasanya nasabah telah mempersiapkan uang tunai untuk keperluannya, baik untuk Natal dan Tahun Baru,”terangnya.

Sementara itu,Pemimpin Sekretaris Bank Sumsel Wilsar Lubis mengatakan,pihaknya juga berencana menambah frekuensi pengisian uang di 93 mesin ATM se- Sumsel. Dia menambahkan, kapasitas mesin tiap ATM maksimal Rp200 juta.Sebagai langkah antisipasinya, pihaknya akan memantau sejumlah mesin ATM tersebut. (darfian mj suprana)

paradyto
December 25th, 2009, 12:24 AM
Palembang, Kota Tujuan Wisata ke-5 se-Indonesia
Thursday, 24 December 2009

PALEMBANG (SI) – Palembang dengan segudang lokasi tempat wisata, dalam tenggat waktu libur perayaan Natal dan Tahun Baru 2010, belakangan diserbu pengunjung.

Potensi wisata Palembang dikenal sebagai kota tujuan wisata ke lima di Indonesia setelah Yogyakarta, Denpasar, Malang, dan Surabaya. Pengunjung tidak hanya didominasi dari lokal Kota Palembang, tetapi bahkan diprediksi 16 kabupaten/kota di Sumsel memadati wahana di kota legenda dan kota wisata air ini.Kepala Dinas Pariwisata Kota Palembang Baharudin Ali mengungkapkan, Palembang kini salah satu destinasi wisata bergengsi di Indonesia. Pengunjung dapat menemukan wisata sejarah,budaya ,supranatural, spiritual,rekreasi,hingga kuliner.

Memang untuk jumlah pengunjung, Palembang masih berada di bawah Denpasar,Malang,Surabaya, Tana Toraja,Manado,Kutai Kertanegara, Badung (Bali), Solo, dan Lombok Barat. Kondisi ini terjadi karena terkendala ketersediaan sarana perhotelan, transportasi,yang representatif bagi wisatawan. Tetapi, untuk potensi keragaman budaya dan keindahan alam serta daya tariknya, tidak kalah dengan objek wisata yang dimiliki daerah lain.

Mulai wisata Benteng Kuto Besar (BKB),MasjidAgung,Masjid Lawang Kidul,Masjid Ki Merogan,Pasar 16 Ilir, Bukit Siguntang, Pulau Kerto, TPKS,Kawah Tengkurep,PuloKemaro, JembatanAmpera,Mopera,TPKS, Kampung Kapiten, Rumah Rakit, hingga Museum Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Baharudin menekankan, karena Palembang saat ini menjadi kota tujuan wisata ke lima di Indonesia, Pemkot Palembang terus melakukan pembenahan di beberapa lokasi, seperti Pasar 16 Ilir,pelataran BKB, pelataran Monpera.Tujuannya mempercantik tujuan wisata dan mengembalikan era Palembang Venesia dari Timur ini,apalagi masa perayaan Natal dan Tahun Baru 2010.

“Kekumuhan yang selama ini melekat di Pasar 16,BKB,dan Monpera kini berganti warna, terlebih setelah dilakukan pengaspalan jalan di sepanjang Apotek Musi hingga Jembatan Ampera.Kemudian, pemasangan pernik lampu taman. Bahkan, sekarang di Pasar 16 Ilir berdiri 2.000 los pedagang eceran terbesar berlatar belakang Sungai Musi kebanggaan Kota Palembang,” paparnya. Kepala Bidang Pemasaran Wisata Kota Palembang Drs H Ismail Ishak MPd mengatakan,Pulau Kemaro di antara Kecamatan Kalidoni dan Kecamatan Plaju bagian hilir dan dikelilingi Sungai Musi juga menjadi andalan pariwisata.

Kini kawasan itu dicitrakan sebagai pulau yang tidak pernah tergenang atau tenggelam oleh pasang surutnya Sungai Musi. Dia menambahkan, Pulau Kemaro merupakan tujuan tepat bagi wisatawan karena melambangkan perjuangan pasukan Palembang di masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin II melawan pasukan penjajahan bangsa Belanda. “Terbukti, Pulau Kemaro merupakan altar rumah peribadatan Hok Ceng Bio bagi umat Buddhisme, Taoisme,dan Konfusius (Tridarma) serta banyak didatangi tidak hanya wisatawan lokal domestik, tetapi juga mancanegara,”jelas dia.

Berdasarkan pencatatan Dinas Pariwisata Kota Palembang, Pulau Kemaro banyak dikunjungi pada saat perayaan Cap Go Meh, yakni pada pertemuan bulan purnama pertama tahun Imlek.“Kunjungan wisatawan bisa mencapai angka 30.000 pengunjung pada perayaan Cap Go Meh,”kata dia. Hal itu karena keunikan prosesi peribadatan perayaan Cap Go Meh bagi umat Tridarma, yakni pemberian tanda penghormatan kepada almarhumah Buyut Siti Fatimah yang merupakan umat dari agama Islam.“Sayang jika tujuan wisata ini dilewatkan.

Selain wisatawan dapat melihat langsung altar Dewa Langit Shien Thien Shang Tee,altar Tuhan YME Thien, altar pengawal Chien Chiang, dan altar tanah tumbuh dan memiliki kekhasan suasana supranatural,” ulas dia. Dari sisi sejarah, Palembang merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya sebelum dihancurkan Majapahit.“ Situs sejarahnya masih dapat dilihat di Bukit Siguntang,” ungkap dia. Palembang merupakan kota tertua di Indonesia
yang merupakan ibu kota Kerajaan Sriwijaya yang dibangun pada 16 Juni 683 Masehi.

Data itu menurut prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang. Bukit Siguntang ditilik dari cerita rakyat merupakan lembah pemujaan yang begitu sakral. (erik okta subadra)

paradyto
December 26th, 2009, 12:33 AM
Kembang Api, Hadirkan 70 Jenis Menu

http://m.travelpn.com/images/palembang/hotel/0/051203/Exterior_F_1.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/1260252.jpg

http://img112.imageshack.us/img112/6302/novotel2gi0.jpg

Semua hotel di kota ini menghadirkan beragam tawaran istimewa untuk memanjakan para tamu di Tahun Baru, 1 Januari 2010 nanti. Mulai dari paket makanan, hiburan hingga kamar. Bagaimana kesiapan mereka?Malam Tahun Baru boleh dibilang menjadi milik Novotel Palembang Hotel and Residence. Mereka telah menyiapkan paket khusus, Celebration Dinner. Ada tiga tempat yang akan dipakai yakni The Square Restaurant, The Orient Chinese Restaurant, dan Le Bar.

Menurut Public Relation Manager (PRM) Novotel Revina Christanty, masing-masing outlet akan menyajikan menu dan konsep tersendiri. “Chef Setiyo Cahyono dkk bakal menyiapkan sekitar 50 jenis menu international buffet di The Square Restaurant,” ungkap Revina kepada Sumatera Ekspres kemarin.

Harga yang ditawarkan pun terjangkau, Rp285 ribu untuk satu orangnya. “Tamu kita bebas memilih menu yang ingin dimakannya. All you can eat,” tuturnya ramah. Di antara jenis menu yang ditawarkan, yakni Striploin, Peking Duck, Assorted Tempura, Prawn with Garlic Butter, Tiramisu dan lainnya.

Kata Revina, sengaja menonjolkan International menu untuk memberikan nuansa lebih kepada para tamu. “Kalau menu Indonesia kan sudah biasa, tiap hari dinikmati. Ini spesial agar berbeda.”

Nah, di Orient Chinese Restaurant, akan disiapkan dua pilihan menu. Yakni khas Szechuan dan Canton. Masing-masing ditawarkan dengan harga Rp3 juta dan Rp5 juta per mejanya. “Satu meja untuk 10 orang. Pilihan ini pas untuk keluarga atau bersama teman-teman,” beber Revina lagi.

Ragam menu yang ditawarkan memang khas masakan Cina. Misalnya, Ikan Malas, Angsio, Abalone, Angsio Haisom, Sup Hisit Daging Kepiting hingga bebek panggang.

Untuk makan malam (dinner) dalam suasana yang lebih santai dari dua lokasi itu, Novotel telah menyiapkan European Set Menu di Le Bar Lobby Lounge. Di sini para tamu yang ingin menghabiskan malam Tahun Baru bisa menikmati berbagai menu special lain. Sebut saja, Exotic Prawn Salad, Crab & Asparagus Cream Soup, Seared Beef Loin & Salmon hingga Lemon Cheese Cake.

“Pokoknya, ketika outlet itu kita siapkan untuk tamu, mulai dari makanan pembuka hingga penutup, dari makanan ringan sampe makan berat ada semua,” tuturnya. Chef Setiyo Cahyono menambahkan, total ada sekitar 70 jenis menu yang akan dihidangkan kepada para tamu.

Untuk memanjakan para tamu yang menikmati makan malamnya, Novotel juga menyiapkan program hiburan menarik dan musik. Seluruh acara akan dimulai pukul 19.00 WIB. Sembari tamu menikmati hidangan dinner, alunan musik bernuansa Latin akan mengalun lembut di telinga.

Revina menimpali, ”Setelah semua tamu dinner, giliran para dancer (penari) tampil,” ujarnya. Mereka akan menuntun para tamu berkumpul seluruhnya di lobi hingga countdown. Acara di lobi akan dimeriahkan live music, door prize, magician, hingga pesta kembang api.”

Bagi tamu yang memesan tiket Tahun Baru sebelum 26 Desember, tambah dia, akan ada diskon 20 persen. Karena itu, seragam karyawan Novotel pada malam Tahun Baru bakal menyesuaikan. Ada yang akan mengenakan tuxedo, pakai Chiong Sam (pakaian khas Cina) dan ada pula yang berpakaian bebas tapi tetap rapi. “Berbagai aksesori Tahun Baru tentunya akan dipasang juga. Mulai dari meja hingga setiap sudut ruang acara dan lobi yang menjadi lokasi pusat acara,”tukas Revina.

Sedang untuk paket kamar, menurut Revina, pihaknya telah menyiapkan paket Rp860 ribu khusus kamar Superior. Harga itu sudah termasuk makan pagi dua oang. Di samping, ada kamar Suite, Apartemnent dan Penthouse yang dilengkapi dengan ruang tamu, dapur plus peralatan dan lemari es. (46)

Balaputradewa
December 26th, 2009, 08:39 AM
http://img252.imageshack.us/img252/8789/petawisata.jpg (http://img252.imageshack.us/i/petawisata.jpg/)

paradyto
December 27th, 2009, 01:02 AM
Pramuka ASEAN Hadiri Jamnas Sumsel
Saturday, 26 December 2009

PALEMBANG(SI) – Jambore Nasional Pramuka terakhir dilaksanakan pada 2006 di Jatinangor, Jawa Barat.Pada 2011, Sumsel menjadi tuan rumah Jambore Nasional Pramuka IX dan merupakan provinsi keempat di luar Jawa.

Gugus Depan Ranting Ilir Barat (IB) I Ery Dela SPd MT menjelaskan, jambore adalah pertemuan pramuka penggalang dalam bentuk perkemahan besar di Indonesia, yang diselenggarakan Kwartir Gerakan Pramuka,seperti Jambore Ranting (tingkat kecamatan), Jambore Daerah (provinsi), Jambore Nasional (nasional), Jambore Dunia (tingkat dunia). Ditemui di lapangan SMAN 1 Palembang, Ery menjelaskan, dalam rangka mempersiapkan Jambore Nasional Pramuka,Gugus Depan Ranting IB I melakukan persiapan peserta terbaik yang nantinya menjadi perwakilan dalam pelaksanaan Jambore Nasional.

”190 peserta perwakilan dari SD dan SMP di Kecamatan IB I bersaing menjadi yang terbaik untuk kemudian dipersiapkan mengikuti Jambore Nasional Kepramukaan,” sambung dia. Perwakilan dari enam SD se- Kecamatan IB I,120 peserta dibagi menjadi 12 regu,SMP 70 peserta dibentuk menjadi 7 regu perwakilan dari empat SMP. Persiapan dilakukan mulai pelatihan hingga perlombaan yang dibagi tiga bentuk, yakni kepramukaan, religius, dan kesenian. Ery menambahkan,peserta tingkat SD hanya diikutkan lomba teknik baris-berbaris, MTQ, azan, pembacaan puisi, pidato berbahasa Inggris,kaligrafi.

”Penambahan bagi peserta dari tingkat menengah pertama, teknik ketangkasan baris-berbaris (LTKBB), sedangkan SD hanya (LTBB) yang ditekankan,” ungkap dia. Jambore Nasional nantinya diikuti 24.000 peserta pramuka penggalang dan penegak, ditambah 6.000 pendamping. Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumsel H Ade Karyana beberapa waktu lalu meminta setiap unsur terkait melakukan pembenahan, persiapan sarana pelaksana (tempat) penyelenggaraan Jambore Nasional. ”Persiapan maksimal tentu karena Sumsel tuan rumah.

Ini penting karena akan dihadiri utusan dari berbagai negara di ASEAN nantinya.Tidak hanya datang, mereka juga meninjau kesiapan daerah penyelenggara,”ungkap dia. Jambore Nasional di Sumsel selain pramuka se-Indonesia, juga membahas perkembangan kepramukaan, termasuk kegiatan sosial di Indonesia.Ade berharap Sumsel mampu mempersiapkan segala sesuatunya, karena kegiatan itu akan mengangkat nama baik Provinsi Sumsel di panggung nasional dan ASEAN.

Menambahkan, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyatakan dukungan sepenuhnya pelaksanaan Jambore Nasional yang akan dilaksanakan di OKI, tepatnya di Danau Teluk Gelam.Alex menilai Jambore Nasional sebagai pemacu percepatan pembangunan di OKI. Jika tidak ada aral melintang, pelaksanaan Jambore Nasional akan dilaksanakan di OKI pada Juli 2011. Sepanjang sejarah jambore, Sumsel adalah provinsi keempat di luar Jawa. Menurut Alex, momentum Jambore Nasional Pramuka di Sumsel bertepatan dengan berlangsungnya Sea Gamesdengan 4.200 atlet.

Namun, Alex minta agar pelaksanaan Jambore Nasional di OKI tidak seperti jambore di Sibolangit pada 2001. Saat itu sarana dan fasilitas yang dibangun dengan dana miliaran rupiah terkesan mubazir pascajambore. ”Sumsel tidak memiliki mental seperti itu, dengan dukungan semua pihak, akan kita buktikan nanti,”pungkasnya. (erik okta subadra)

paradyto
December 28th, 2009, 12:40 AM
Obyek Wisata Dipadati Pengunjung
Senin, 28 Desember 2009 | 02:39 WIB

Palembang, Kompas - Selama liburan panjang, sejumlah obyek wisata di Kota Palembang pada akhir pekan lalu dipadati pengunjung yang datang dari berbagai daerah di Sumatera Selatan. Bahkan, ada pengunjung yang berasal dari Pulau Jawa.

Nasrudin (38), pengemudi perahu kayu atau ketek di Sungai Musi, Palembang, Sabtu (26/12), mengatakan, sejak Kamis lalu penumpang ketek yang datang dari berbagai daerah meningkat.

”Padahal, pada hari biasa kami hanya melayani warga yang menyeberang saja atau penduduk asli pinggiran sungai,” ujarnya.

Menurut dia, sebagian besar pengguna jasa transportasi tersebut menyewa ketek untuk melihat langsung obyek-obyek wisata di pinggir sungai, seperti Masjid Ki Mirogan dan Pulau Kemaro.

Pengguna jasa biasanya datang secara rombongan atau sedikitnya lima orang dalam satu kelompok.

Nasrudin mengatakan, tarif sewa perahu kayu sekitar Rp 50.000 sampai Rp 150.000 sekali perjalanan, tergantung jarak tempuh.

Oleh karena itu, pendapatan pengemudi ketek bisa mencapai Rp 300.000 per hari, berbeda dengan hari biasa, maksimal hanya Rp 30.000 per hari.

Selain Sungai Musi, obyek wisata yang paling ramai dikunjungi wisatawan adalah Danau Opi di kawasan Jakabaring. Tempat ini juga padat dikunjungi warga yang datang dari berbagai daerah.

Obyek wisata berupa danau buatan itu dilengkapi sejumlah permainan air, seperti kano, perahu, juga ski air yang dapat disewa pengunjung dengan tarif berkisar Rp 50.000 per unit.

Dewi (32), warga Palembang, mengaku mengajak keluarganya berwisata ke Danau Opi selama libur panjang akhir pekan ini karena ingin menikmati wisata kano di danau tersebut.

Selama ini, untuk mengisi libur panjang, Dewi biasanya berkunjung ke mal atau Hutan Wisata Punti Kayusaja. Namun kini sudah tersedia obyek wisata yang tidak kalah menarik. (ANTARA/BOY)

paradyto
January 2nd, 2010, 08:05 AM
Warga Beijing Terpesona Sungai Musi

Sriwijaya Post - Jumat, 1 Januari 2010 20:01 WIB[/SIZE][/B]

Keduanya begitu bergembira melewatkan pergantian tahun berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ya, Rino dan Indah bersama sekitar 98 warga lainnya menyusuri Sungai Musi. Penumpang yang berada di atas kapal tersebut terlihat menikmati indahnya pemandangan malam sepanjang Sungai Musi.

Perjalanan yang bertolak dari restoran River Side di Kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) mulai pukul 21.00 menuju ke arah Semen Baturaja. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju wilayah Pulau Kemaro dan Sungaigerong.

Kurang lebih dua jam perjalanan wisata tersebut diguyur hujan. Namun hal itu tidak menyurutkan niat para penumpang keluar haluan untuk mengambil gambar guna mengabadikan perjalanan wisata air tersebut. Alunan lagu-lagu nostalgia yang dinyanyikan semakin membuat penumpang terhanyut hingga membuat suasana semakin terasa romantis.

Sekitar pukul 23.32, kapal wisata tersebut tiba dihadapan pelataran BKB. Namun kapal tersebut tidak langsung menepi, melainkan berhenti di tengah-tengah aliran Sungai Musi hingga pukul 00.00. “Kita akan berhenti di tengah sungai hingga pukul 00.00. Kita akan menghabiskan tahun 2009 ini di atas aliran sungai Musi,” ujar seorang pelayan memberitahukan kepada seluruh penumpang yang ada.

Tepat pukul 00.00, seluruh penumpang serempak meniupkan terompet tanda pergantian tahun 2010 sembari sesekali berteriak “Selamat tinggal 2009,” meski tidak terlalu terdengar karena banyaknya suara ledakan kembang api. Setelah pukul 00.10, kapal wisata Air tersebut perlahan merapat menuju restoran River Side.

Kami mengikuti perjalanan ini karena tamu kami yang berasal dari Beijing ingin menghabiskan tahun 2009 ini diatas Sungai Musi ini,” terang Seorang wanita yang enggan disebutkan Namanya.
Menurutnya, keinginan kedua orang luar negeri tersebut tidak bisa ditolak. “Mereka memaksa ingin naik kapal air pada malam hari, dan kebetulan malam ini merupakan malam pergantian tahun yang memang cukup ramai,” katanya.

Ungkapan serupa juga keluar dari mulut Widono (35) warga asal Bandung yang sengaja datang bersama kelima anggota keluarganya untuk menghabiskan tahun 2009 di Kota Palembang tepatnya diatas aliran Sungai Musi. “Sudah dua malam ini kami tiba di Palembang, Kami sengaja ke sini untuk menghabiskan tahun 2009 di Sungai Musi. Ternyata memang cukup indah,” kata dosen ITB ini.
(mg3)

paradyto
January 3rd, 2010, 03:32 PM
Hadirkan Konsep ”Musi Lagoon”
Sunday, 03 January 2010

Eksistensi Universitas Bina Darma (UBD) kini makin diperhitungkan. Bahkan, Rektor UBD Bochari Rachman pun telah memperluas bisnis UBD dengan membuka kawasan Agrowisata Bina Darma di Jalan Palembang- Indralaya, Km 23, Ogan Ilir.

NAMUN, kehadiran objek wisata bernuansa alam nan modern ini bukan untuk bisnis semata,melainkan juga sebagai wahana pendidikan serta laboratorium alam berbagai spesies langka dan tanaman khas Sumsel.Lebih dari itu,tempat ini juga menjadi tempat belajar mahasiswa dalam rangka mempraktikkan ilmu kewirausahaan.

Untuk mengetahui lebih jauh apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan pihak UBD dalam mengembangkan bisnis barunya ini, berikut wawancara SI Muhlis dan Alfrenzi Panggarbesi dengan Bochari Rahman di lokasi Agrowisata Bina Darma baru-baru ini.

Pak Rektor,bisa Anda jelaskan konsep apa yang sedang dikembangkan Universitas Bina Darma sekarang melalui Agrowisata Bina Darma?

Agrowisata Bina Darma merupakan semacam anak perusahaan UBD yang hadir atas pengamatan. Melihat Palembang saat ini sangat kurang tempat hiburan yang baik, sehingga UBD menggagas tempat hiburan untuk keluarga yang bukan saja bernuansa pertanian alam, melainkan juga untuk pendidikan.

Berapa lahan yang disiapkan untuk pengembangan Agrowisata Bina Darma ini?

Sekarang, kalau yang baru dikelola sekitar 5 ha dari areal yang sudah dimiliki sebanyak 20 ha. Sebenarnya, rencana kita semua totalnya (total lahan) 30 ha,bahkan tanahnya akan dibebaskan sampai ke wilayah Sungai Rambutan, yang akan dibuat pantaian.Jadi,dengan luas lahan tersebut,UBD ingin menjadikan tempat rekreasi bernuansa alam dan memiliki unsur pendidikan yang komplit atau istilahnya one stop shoopping.

Untuk menuju layanan one stop shooping, tentunya banyak yang harus disiapkan. Nah, sejauh mana persiapan yang telah dilakukan pengelola?

Maksud one stop shooping kan kalau orang masuk semuanya ada, seperti restoran yang bangunannya terbuat dari bambu sehingga nuansa alamnya sejuk, pondokan yang atapnya terbuat dari alangalang, dan di bawahnya ada kolam ikan. Sekarang, restoran ini masih franchise dari Jakarta bernama Mang Engking dengan selera masakan Sunda.

Selain itu, kita telah menyiapkan sarana outbound,seperti flying fox. Juga ada kuda, lalu kolam dengan perahu bebek-bebekan yang sudah ada,termasuk kolam renang untuk anak-anak, dan sarana permainan tembak-tembakan atau paint ball, yang akan memacu adrenalin para pengunjung dalam sebuah permainan atau simulasi tempur.

Sedangkan, aneka permainan lain yang segera akan hadir seperti mobil menggunakan transmisi otomatis atau mobil matik dengan pelumas khusus transmisi automatic transmission fluid (ATF).Kemudian, dilengkapi kolam pancing, lalu kolam tangkap ikan untuk anakanak, sawah untuk anak belajar menanam padi,termasuk bila mau membajak kerbaunya, sekalian akan disiapkan.

Untuk melengkapi sarana rekreasi,kita juga akan menyiapkan gajah dan beberapa binatang lainnya. Selain itu, untuk 30 ha (lahan) lainnya,akan dibangun water boom yang besar dan spektakuler berikut pembangunan hotel, convention center, termasuk arena permainan skyboard, golf mini yang agak panjang jalurnya.

Khusus pengembangan agrowisata alam yang memiliki unsur pendidikan, sebenarnya hal seperti apa yang ingin Anda wujudkan di sini?

Unsur pendidikan yang dimaksud, kita ingin fasilitas permainan yang akan dibangun juga bernuansa pendidikan, seperti ada unsur matematika dan komputer yang dilakukan sambil bermain.Konsepnya, yaitu kombinasi antara alamiah dan modern. Jadi, anak-anak kita jangan terlalu lupa terhadap hal-hal yang alamiah, misalnya memperkenalkan cara membajak dengan kerbau dan menanam padi.

Termasuk jika akan menanam berbagai macam tanaman langka dan pohon buah-buahan, mulai duku, rambutan, manggis, hingga lengkeng yang sudah jarang ditemui dan patut dilestarikan. Jadi, anak-anak akan tahu, bukan sekadar makan. Kita ingin ini menjadikan objek wisata sekaligus lokasi belajar, seperti laboratorium alam.

Selain itu, untuk mengingatkan dengan budaya lama, kita juga akan membangun kampung dusun yakni,berupa rumah yang akan dibuat di atas kolam-kolam air dengan bahan alamiah, seperti kayu gelam, atap dari daun rumbia, ti-dak pakai listrik dengan pe-nerangan hanya lampu teplok, bahkan kasur juga tidak ada hanya pakai dipan. Tetapi, meskipun kampung yang digunakan sebagai rumah tempat orang istirahat santai sehabis perjalanan menikmati agrowisata, fasilitas rumah dusun ini tetap fasilitas kota,seperti toilet modern.

Jadi, keinginan saya, pelayanan kita tetap modern,tetapi rumahnya nuansa dusun,atau back to nature. Selain itu, semua ide yang bernuansa alam tentunya akan dikombinasikan dengan konsep luar negeri agar nuansa internasionalnya ada. Seperti konsepnya Sunway Lagoon Malaysia.

Mengapa mencontoh Sunway Lagoon di Malaysia, karena sebenarnya di sana (Sunway Lagoon), kondisi alamnya tidak terlalu bagus, sama seperti di sini (Palembang). Namun, dengan sentuhan teknologi modern menjadi menarik.Konsep inilah yang akan terus dikembangkan Agrowisata Bina Darma sehingga dapat menjadi sebuah Musi Lagoon.

Apa yang mendasari pemikiran Anda sehingga begitu kuat ingin membuat tempat rekreasi yang alami dan bernuansa pendidikan?

Yang mendasarinya, karena saya melihat sekarang masyarakat sudah banyak meninggal kan alam dan terlarut dengan nuansa modern. Seperti cucu saya, dia tidak tahu lagi tentang alam karena terlalu banyak main games di komputer. Padahal, itu kurang bagus untuk kesehatan dan perkembangan anak. Kalau dikombinasikan dengan belajar menanam padi, mengolah tanah dengan bajak kerbau, atau menangkap ikan di kolam,perkembangan jiwa anak tentu akan menjadi lebih baik.

Dengan hadirnya Agrowisata Bina Darma di Sumsel ini nanti,apa harapan Anda?

Harapan saya, tempat ini akan menjadi tempat hiburan baru bagi masyarakat Palembang sehingga tidak perlu terlalu jauh lagi kalau mau hiburan, seperti ke Ancol, Taman Mini,atau Puncak di Bogor. Selama ini, di Palembang tidak ada, dan terbukti hari ini(Saat tahun baru kemarin) (tempattempat hiburan dan wisata di Palembang) membludak. Mulai tempat parkir penuh dan itu menjadi bukti masyarakat Palembang dan sekitarnya membutuhkannya (tempat hiburan dan wisata).

Dalam jangka waktu berapa lama dapat mewujudkan semua itu?

Kalau secara keseluruhan, mungkin memakan waktu 3–4 tahun.Namun, untuk hotel, di-targetkan pada Sea Games 2011sudah berdiri hotel kelas bagus yang dapat menampung atlet Sea Games. Kenapa,saya berani berkata seperti itu,karena saya ada yang membantu yaitu dunia perbankan dan investor yang mau menanamkan sahamnya di sini.

Kalau saya sendiri yang melakukannya lambat. Namun,meskipun ada investor luas, semua tetap akan di bawah manajemen kami. Selain hotel, sudah siap juga investor untuk membangun water boom yang besar, ada juga yang mau mendirikan mini market. Saat ini anggaran dana yang terserap baru sekitar Rp10 miliar dari rencana sekitar Rp50 miliar–Rp100 miliar.

Selain rencana ini, khusus untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, apa lagi yang ingin dibangun?

Kita akan menjadi tempat ini juga sebagai tempat memperoleh oleh-oleh khas Palembang, seperti kerupuk kemplang, pempek, lempok. Selama ini sebenarnya jajanan khas Palembang ini sudah terkenal sampai ke Jawa.Namun,karena kemasannya kurang bagus, orang malas membawanya.Padahal, dari segi rasa, kerupuknya (kerupuk Palembang) enak sekali.

Relevansinya sendiri dengan UBD terkait pengembangan Agrowisata Bina Darma ini?

Erat sekali, seperti tempat menampung alumni UBD untuk bekerja di sini.Selain itu,saya ingin tempat ini menjadi tempat latihan mahasiswa berbisnis. Kita ingin memperlihatkan contoh dan caranya. Bukan sekadar teori di kelas, melainkan praktik berbisnis, dengan macam-macam yang di-usahakan dan dikembangkan.

Harapannya, menjadikan pemikiran mahasiswa berkembang yaitu jiwa entrepreneur-nya. Ini telah saya tanamkan juga kepada dosennya agar berjiwa entrepreneur. Silakan kalau ingin membuka perusahaan apa di luar UBD, tetapi ilmunya terapkan ke mahasiswa. Saya ingin UBD menjadi universitas entrepreneurship yang kuat dalam bisnis.

Sebenarnya pemikiran apa yang mendasari sehingga Anda membuat terobosan yang begitu besar, padahal banyak universitas yang masih berkutat pada akademis?

Saya melihat sekarang banyak sekali lulusan perguruan tinggi yang menganggur, itu kan aneh. Saya tidak suka itu sehingga melakukan terobosan bisnis ini. Kalau saya bikin program go international, sehingga lulusan dapat bersaing secara internasional di samping berjiwa bisnis.

Penyebab lainnya, selama ini mahasiswa tidak dilatih dan diberi contoh. Kalau untuk saya pribadi, tidak begitu penting lagi, tapi saya ingin mengembangkan sesuatu yang lebih buat generasi muda. Bagaimana agar dapat mencapai cita-cita, menjadi entrepreneur, laku di pasar, dan dapat bersaing dengan lulusan luar negeri.

Selain menyerap tenaga kerja, apa tujuan akhirnya agrowisata ini nanti?

Saat ini meskipun baru di softlauncingpada27Desember 2009,Agrowisata UBD ini telah berhasil menyerap tenaga sekitar 30 orang,dan bisa nanti mencapai 300–400 orang. Namun, jumlah serapan itu bukan tujuan utama.

Yang diharapkan adalah effect yang ditimbulkan masing-masing mereka yang terlibat dalam rencana besar ini. Jadi, mereka ini dapat memengaruhi yang lain, dengan bekerja di luar,serta terinspirasi untuk mengembangkan bisnis sendiri setelah melihat apa yang kita perbuat. (muhlis/alfrenzi panggarbesi)

paradyto
January 4th, 2010, 04:14 AM
http://images.sripoku.com/photo/photo_berita/2009/12/20091220sts08.jpg

Bupati Banyuasin, Amiruddin Inoed (tengah) berfoto bersama para juara Rally Indonesia yang bertarung di Kejurnas Sriwijaya Rally 2009, Subhan Aksa/Hade Mboi (juara Idari Pertamina Bosowa), Rizal Sunkar/Indra Prasetyo (juara II dari Prima XP), Sadikin Aksa/Adi Wibowo (juara III dari Mitsubishi Evolution) di Lapangan Sepakbola Desa Mainan, Minggu (20/12). SRIWIJAYA POST/SYAHRUL HIDAYAT

http://images.sripoku.com/photo/photo_berita/2009/12/20091220sts09.jpg

Para juara Rally Indonesia yang bertarung di Kejurnas Sriwijaya Rally 2009, Subhan Aksa/Hade Mboi (juara Idari Pertamina Bosowa), Rizal Sunkar/Indra Prasetyo (juara II dari Prima XP), Sadikin Aksa/Adi Wibowo (juara III dari Mitsubishi Evolution) dan Irvansyah/Robbie (juara IV dari Suzuki SX4), foto bersama seusai penyerahan trofi di Lapangan Sepakbola Desa Mainan, Minggu (20/12). SRIWIJAYA POST/SYAHRUL HIDAYAT

http://images.sripoku.com/photo/photo_berita/2009/12/20091220sts07.jpg

Bupati Banyuasin, Amiruddin Inoed menyerahkan trofi juara Rally Indonesia Subhan Aksa/Hade Mboi (Pertamina Bosowa), pada Kejurnas Sriwijaya Rally 2009, di Sepakbola Desa Mainan, Banyuasin, Minggu (20/12). SRIWIJAYA POST/SYAHRUL HIDAYAT

paradyto
January 6th, 2010, 08:10 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2010/01/06/3634537p.jpg

Geliat Suvenir Khas Palembang di Pasar 16 Baru
Rabu, 6 Januari 2010 | 03:22 WIB

Cerita muram tentang penjualan kain songket dan suvenir khas Kota Palembang lambat laun mulai dilupakan pedagang. Sejak hari raya Idul Fitri beberapa bulan silam, gairah penjualan kain songket dan suvenir terus menggeliat.

Sejumlah terobosan yang dilakukan pedagang membuat sentra penjualan songket dan suvenir Pasar 16 Baru, Palembang, ramai dikunjungi pembeli.

”Dahulu sulit sekali membawa pulang uang Rp 1 juta pada hari biasa. Kini pendapatan saya pada hari biasa minimal Rp 2 juta. Kalau libur bisa sampai Rp 5 juta sehari,” tutur Umar Sahab (52), pemilik Toko Sakina Umar yang juga Ketua Asosiasi Pedagang Pasar 16 Baru, Sabtu (2/1).

Pendapatan yang terus meningkat sejak hari raya Idul Fitri itu salah satunya, diakui Umar, berkat strategi mengikuti selera konsumen. Saat ini kain songket berbahan katun bisa dibeli hanya dengan harga Rp 15.000 per meter. Harga ini jauh lebih murah dari kain songket berbahan sutra yang mencapai Rp 100.000 per meter.

Meski demikian, tidak sedikit pula pembeli yang menginginkan kain songket dengan motif dibordir. Biasanya permintaan ini datang dari konsumen kelas menengah ke atas yang digunakan saat menghadiri pesta. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta per kain, sesuai pesanan motif bordir. ”Untuk kain songket bordir kami hanya menyediakan sesuai pesanan dan tidak menyiapkan stok,” ujarnya.

Umar juga menyediakan kain songket bermotif batik karena banyak konsumen yang menggemarinya. Selain itu, tokonya menjual pakaian khas Palembang, seperti jumputan, tajung, dan glongsong.

Satu set jumputan berupa selendang, sarung, dan baju untuk perempuan serta hem untuk laki-laki dijual seharga Rp 225.000. Sementara tajung atau sarung laki-laki bermotif songket dijual seharga Rp 160.000 per buah. Adapun satu setel glongsong berupa sarung dan selendang dijual Rp 250.000. ”Dulu warnanya terbatas pada hitam, putih, dan coklat. Namun, sekarang kami menyediakan warna cerah dengan berbagai variasi potongan sehingga konsumen pun senang,” ujar Umar.

Kain batik yang dijual seharga Rp 30.000 per potong juga menjadi incaran konsumen. Yanti, warga Jalan Kaca Piring, mengaku membeli kain batik untuk dipakai saat datang ke resepsi pernikahan atau acara perayaan lainnya. Selain itu, kain batik berguna untuk membungkus jenazah. ”Hal ini tampaknya sepele, tetapi justru banyak orang terpaksa meminjam saat ada anggota keluarga yang meninggal,” katanya.

Terobosan

Terobosan juga dilakukan pedagang suvenir. Menurut Idrus Ahmad (80), pemilik Toko Rizki Ilahi, saat ini tokonya menyediakan produk baru berupa sarung bantal dari kain jumputan yang dijual seharga Rp 80.000 berisi empat sarung bantal kecil dan satu sarung bantal besar. Hal ini jauh lebih murah dari sarung bantal berbahan kain songket yang dijual seharga Rp 100.000 (tiruan) dan Rp 500.000 (asli) per buah.

”Saya senang berbelanja suvenir khas Palembang karena pedagang menjual motif yang semakin beragam. Harganya pun saat ini mulai memerhatikan pembeli kelas bawah seperti saya,” ungkap Rosna yang datang dari Lubuk Linggau.

Selain mengikuti selera konsumen, sejumlah pedagang sukses menggandeng beberapa perusahaan, seperti Pertamina dan Pupuk Sriwijaya, sebagai ”bapak angkat”. Menurut Umar, sekitar 25 persen dari 100 pedagang di Pasar 16 Baru mendapatkan pinjaman modal dengan bunga ringan dari kedua perusahaan itu. ”Kami juga berharap agar pemerintah menjadikan pasar ini sebagai salah satu tempat tujuan wisata,” ungkapnya. (RIZ)

Balaputradewa
January 7th, 2010, 02:42 AM
http://img11.imageshack.us/img11/4113/visig.jpg (http://img11.imageshack.us/i/visig.jpg/)

http://img195.imageshack.us/img195/9589/vis2a.jpg (http://img195.imageshack.us/i/vis2a.jpg/)

Balaputradewa
January 7th, 2010, 02:45 AM
http://img519.imageshack.us/img519/7813/vis4.jpg (http://img519.imageshack.us/i/vis4.jpg/)

http://img709.imageshack.us/img709/9749/vis5.jpg (http://img709.imageshack.us/i/vis5.jpg/)

http://img683.imageshack.us/img683/1185/vis3.jpg (http://img683.imageshack.us/i/vis3.jpg/)

Balaputradewa
January 8th, 2010, 04:45 AM
Sultan Mahmud Badaruddin III Prabu Diradja
Keraton Kuto Lawang

http://img11.imageshack.us/img11/612/sultan7.jpg (http://img11.imageshack.us/i/sultan7.jpg/)

http://img684.imageshack.us/img684/2654/sultana.jpg (http://img684.imageshack.us/i/sultana.jpg/)

http://img525.imageshack.us/img525/7753/sultan2.jpg (http://img525.imageshack.us/i/sultan2.jpg/)

http://img695.imageshack.us/img695/1848/sultan3.jpg (http://img695.imageshack.us/i/sultan3.jpg/)

Balaputradewa
January 8th, 2010, 04:47 AM
http://img21.imageshack.us/img21/692/sultan4.jpg (http://img21.imageshack.us/i/sultan4.jpg/)

http://img204.imageshack.us/img204/6637/sultan5.jpg (http://img204.imageshack.us/i/sultan5.jpg/)

http://img684.imageshack.us/img684/4673/sultan6.jpg (http://img684.imageshack.us/i/sultan6.jpg/)

Balaputradewa
January 11th, 2010, 03:04 PM
Makam Sabokingking
Kelurahan 1 Ilir Boom Baru Palembang

http://img130.imageshack.us/img130/7533/sabokingking.jpg (http://img130.imageshack.us/i/sabokingking.jpg/)

paradyto
January 14th, 2010, 12:47 AM
Songket Tak Terimbas
33 Motif Khas Sumatera Selatan Telah Dipatenkan ke Dirjen HKI
Kamis, 14 Januari 2010 | 03:52 WIB

Palembang, Kompas - Pemerintah optimistis kain tradisional songket akan bertahan meski sistem perdagangan bebas Asean-China berlaku sejak 2010. Alasannya, kain tradisional punya keunggulan yang tak tersaingi tekstil China seperti kekhasan motif dan peran dalam kegiatan adat-budaya.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan Eppy Mirza, Rabu (13/1) di Palembang, produk-produk tekstil buatan Indonesia dipastikan akan kalah bersaing jika harus berhadapan dengan beragam produk dari China pascapenerapan sistem perdagangan bebas ASEAN-China. Selama ini pihaknya telah mengamati kualitas produk dari negara China dan beberapa negara ASEAN lainnya.

”Hasilnya jelas terlihat bahwa produk-produk dari Indonesia, selain tekstil, sudah kalah kualitas, antara lain sepatu, alat elektronik, dan baja,” katanya.

Namun, Eppy Mirza menambahkan bahwa hal itu akan berbeda jika dibandingkan dengan keberadaan tekstil tradisional, salah satunya kain songket Palembang. Produk-produk industri rumah tangga di skala lokal, seperti kerajinan kain tradisional dan makanan, diperkirakan bakal aman dari imbas sistem ASEAN- China FTA.

Selain itu, komoditas andalan lain dari sektor agrobisnis, seperti karet dan kelapa sawit, juga diharapkan bisa bertahan dari gempuran sistem perdagangan bebas. Eppy menegaskan bahwa sektor andalan berada di posisi yang aman karena China tidak memiliki komoditas serupa.

Kualitas unggul

Ia menambahkan, kain tradisional songket memiliki keunggulan yang tak dimiliki tekstil internasional lainnya, antara lain kekhasan motif dan diproduksi melalui buatan tangan.

Ditanya soal keberadaan kain tenun serupa yang berasal dari negara ASEAN lain, seperti Malaysia dan Thailand, Eppy menjawab, masing-masing kain tradisional tetap memiliki pangsa pasar tersendiri. Selain itu, keunggulan lain terletak pada peran di bidang budaya yang tak bisa digantikan.

”Karena itu, saya yakin produk ini aman dari dampak perdagangan bebas. Sampai sekarang dampaknya juga belum terlihat,” katanya.

Selain itu, songket Palembang memiliki motif dan corak yang khas. Hal ini tidak bisa ditiru negara lain karena sudah dipatenkan. Dengan demikian, kekhasan ini tidak akan mungkin diambil perajin lain karena sudah menjadi ciri khas Sumsel.

33 motif

Eppy juga menginformasikan, saat ini sudah 33 motif songket yang dipatenkan. Dengan adanya perdagangan bebas ini, ekspor songket ke negara ASEAN dan China akan bertambah lagi dibandingkan sebelum diberlakukan kesepakatan perdagangan bebas ini.

”Selama ini songket belum banyak diekspor. Tetapi, dengan perdagangan bebas, tentu peluang ekspor lebih besar,” ujarnya.

Hasan Bisri (45), salah satu produsen asal Tangga Buntung, berpendapat senada. Menurut dia, salah satu faktor pendukung terkait dengan citra masyarakat terhadap songket Palembang.

”Saya yakin konsumen punya kesan bahwa songket Palembang ini berkualitas karena diproduksi dengan tangan, bukan mesin. Kalaupun ada produk yang sejenis, statusnya tidak akan sama,” katanya.

Ia menambahkan, songket Palembang ini memiliki penggemar setidaknya di Sumatera Selatan dan beberapa wilayah di Indonesia. Demikian halnya dengan kain tenun Malaysia yang juga punya penggemar di kalangan internal. Ini terjadi karena setiap kain tenun daerah pasti melekat di hati warga setempat. (ONI)

Balaputradewa
January 21st, 2010, 06:12 AM
Event penutup Desember 2009:

http://img42.imageshack.us/img42/1835/golf2ws.jpg (http://img42.imageshack.us/i/golf2ws.jpg/)

paradyto
January 29th, 2010, 03:40 AM
SELAMA ini, selain sebagai kota asal makan seperti pempek dan lenggang, Kota Palembang juga banyak dikenal penduduk Nusantara sebagai kota penghasil kain kerajinan songket. Ini juga bisa dijarikan oleh-oleh oleh turis lokal maupun mancanegara.

Salah satunya yaitu apa yang dijual oleh pengrajin tenun songket Palembang “Mayang Koleksi”. Toko yang beralamat di Jl Kiranggo Wiro Sentiko tersebut menjual berbagai cendera mata khas Palembang.

Produk-produk asli buatan wong kito itu, di antaranya miniatur Jembatan Ampera, miniatur lemari, boneka pengantin berpakaian adat Palembang, gantungan kunci, dan dompet. Bahkan, ada juga tas dan tempat lipstik yang dasarnya dibuat dari kain songket.

“Kalau harganya bervariasi, sesua jenis barang dan ukuran,” ujar sang pengelola toko Mayang Songket Maria Fikri kepada Sumatera Ekspres kemarin. Miniatur jembatan Ampera sedikit mahal. Ukuran besar dijual Rp350 ribu sedangkan ukuran sedang Rp150 ribu.

Melihat bentuknya, harga yang dipatok untuk miniatur jembatan peninggalan bangsa Jepang itu masih terbilang wajar. Selain di cat dengan warna yang sama dengan warna jembatan aslinya, miniatur Ampera itu terlihat sangat realistik.

Betapa tidak, ornamennya dilengkapi dengan sejumlah lampu penerangan yang banyak terpasang di pinggir jalan sepanjang jembatan. Bolehdibilang mirip seperti aslinya. “Miniatur itu kita buat sendiri,” katanya. Wanita berkulit putih itu mengaku, alasan dibuatnya miniatur jembatan Ampera lantaran banyaknya orang yang mencari dan bertanya-tanya mengenai kerajinan dari
kayu tersebut.

Nah, lanjutnya, karena memang banyak dicari, permintaannya pun bisa dibilang bagus. Selain dibeli para turis lokal, miniatur Ampera juga pernah dibeli para turis mancanegara. “Kalau tidak salah, ada (pembeli, red) yang dari Malaysia,” terangnya.

Lanjut wanita berjilbab itu, pihaknya juga menjual kerajinan berupa boneka pengantin berpakaian adat Palembang. “Bentuknya lucu-lucu loh,” ujarnya sedikit berpromosi. Memberikan pilihan kepada pembeli, boneka-boneka tersebut dipasang pakaian adat dengan warna yang berbeda-beda. Ada berpakaian merah, biru dan lainnya.

Pengamatan koran ini, ukurannya juga ada dua, besar dan sedang. Boneka tersebut dijual dengan harga variasi sesuai ukuran tadi. Boneka besar dipasarkan seharga Rp125 ribu sedangkan yang kecil Rp40 ribu. “Tinggal pilih mau yang mana sesuai selera,” tuturnya.

Sempat berhenti berbincang sejenak karena melayani pembeli, Maria melanjutkan penjelasannya. Selain dua produk tadi, pihaknya juga menyediakan kerajinan atau cinderamata dengan harga serba Rp10 ribu seperti gantungan kunci berbentuk sandal, tanjak, sepatu dan dompet.

Ada juga tempat pena-pensil, kotak tissue, dan wadah listik. “Murah meriahkan,” ujarnya lagi. Lebih lanjut, kata Maria, khusus gantungan kunci, sepaketnya berisi 12 buah. Nah, selain dibeli untuk oleh-oleh, kerajinan serba sepuluh ribu itu juga sering dibeli warga Palembang untuk dijadikan kenang-kenangan atau cinderamata pada sedekah atau acara pernikahan.

“Kalau untuk nikahan, biasanya beli dalam jumlah banyak,” terangnya. Selain saat musim nikah, terang wanita berambut lurus itu, penjualan cinderamata khas Palembang itu bakal meningkat kalau ada even tertentu di Palembang.

Pasalnya, kata Maria, saat itu akan banyak warga dari luar kota datang ke Palembang. “Nah, kalau mau pulang. Biasanya mereka (tamu luar kota, red) bakal mencari cinderamata untuk dijadikan oleh-oleh,” tukasnya.

Namun berlaku sebaliknya, jika tak ada even atau kegiatan penjualan cinderamata akan terasa lesu seperti saat ini. Oleh karena itu, ke depan pihaknya berharap akan semakin banyak even baik itu berskala nasional maupun internasional yang digelar di Palembang. Dengan begitu, dunia usaha khususnya dibidang kerajinan khas Palembang dapat berkembang dan terus menggeliat.(*)

paradyto
February 1st, 2010, 12:20 AM
Keliling Sungai Musi Rp 10 Ribu
Sriwijaya Post - Minggu, 31 Januari 2010 21:58 WIB

PALEMBANG - Setelah kapal pesiar Putri Kembang Dadar, pemerintah kota menambah satu bus air yang melayani angkutan wisata Sungai Musi. Bus Air yang diberi nama Juaro yang mempunyai kapasitas tempat duduk 15 orang tersebut siap dioperasikan dalam waktu tak lama lagi.

Walikota Palembang, Eddy Santana Putra usai mencoba bus air Juaro mengatakan, bus air produksi tahun 2009 ini, menggunakan mesin luar 2x40 PK dengan kecepatan 16 knot lebih cepat dibandingkan bus air Belido. Juaro untuk mendukung pariwisata dan angkutan sungai Musi

menjelang dan sesuai Sea Games 2011 mendatang. “Sayang agak rendah, ketika penumpang masuk sedikit terganggu. Akan diperbaiki,” jelas Eddy, Jumat (29/1).

Bus air ini juga dilengkapi alat pengamanan sehingga penumpang merasa lebih nyaman. Masyarakat dapat memanfaatkan bus air Juaro setiap hari untuk menikmati wisata air seperti Benteng Kuto Besak (BKB) ke Pulau Kemaro, Pulo Kerto dan tempat-tempat wisata lainnya dengan

tarif Rp 10 ribu per kepala. Rencananya pengelolaan bus air seharga Rp 250 juta yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diserahkan kepada PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J).

Keberhadaan bus air Juaro tidak akan mematikan angkutan sungai yang ada seperti ketek. Pemerintah hanya memberikan contoh transportasi sungai yang aman kepada masyarakat. Bila,

kata Eddy ada pihak swasta yang tertarik atau berminat untuk menyediakan angkutan serupa, pemerintah akan mendukung karena kebutuhan bus air masih cukup besar antara 5-25 unit. Mudah-mudahan angkutan ini dapat memberikan masukan/pendapatan daerah,” tegasnya.

Pemerintah kota juga telah membuat grand design trasportasi sungai Musi dan membangun dermaga dari Pulo Kerto hingga Sungai Lais dan menambah 25 bus air. Sejak tahun 2009 lalu itu, yakni Balido, Siguntang, Sido Ing Lautan, dan Ariodilla.

Kelima bus itu melayani beberapa rute seperti 16 Ilir-Sungai Lais atau Ampera-35 Ilir. Untuk rute 16 Ilir-Sungai Lais berangka pukul 10.00 dan 12.00 dengan ongkos jauh dekat Rp 5.000.

paradyto
February 1st, 2010, 07:12 AM
1 April, Turis Dapat Refund

Selain sebagai surga wisata, negara ini bakal menjadi surga belanja dunia. Pasalnya, turis asing yang shooping ke Indonesia akan diberikan keuntungan. Mereka mendapatkan refund atau pengembalian pajak pertambahan nilai (PPN) berdasarkan UU PPN No 42 Tahun 2009.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumsel dan Kep Babel, Estu Budiarto, UU tersebut menguntungkan para turis asing. Namun, yang mendapatkannya hanya yang berbelanja pada batas tertentu. ”Denpasar dan Jakarta sudah jadi percontohan. Untuk Palembang belum. Baru akan berlaku per 1 April 2010 mendatang,” katanya, akhir pekan lalu.

Pengembalian PPN, lanjutnya, berwujud cek saat akan berangkat di bandara. Aturan ini sendiri, sudah berlaku di tingkat internasional. ”Seperti di Singapura, setiap wisatawan asing yang berbelanja dapat refund PPN. Mereka sudah menjadikan ini peraturan,” ujarnya. Selain mengatur soal refund untuk turis asing, UU PPN No 42 juga mempermudah wajib pajak (WP). Terutama mengenai penerbitan faktur pajak yang langsung dilakukan saat transaksi.
”Kalau sebelumnya ‘kan ditunda dulu hingga satu bulan ke depan. Faktur itu bukti kalau WP yang menjual barang sudah memotong PPN,” tuturnya. Yang terpenting, jelas Estu, unsur-unsur faktur bisa terpenuhi. Tidak harus sama persis untuk mempermudah WP. Lantas mengapa harus segera diterbitkan? ”Jika ditunda, WP bisa lupa memasukan dan menerbitkan faktur transaksi jual belinya. Jadi ini untuk menghindarinya,” tandasnya.

Selain UU PPN, Estu juga menyebut UU PDRB No 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang berlaku sejak Januari 2010. Jenis pajak PBB khusus sektor perkotaan dan pedesaan (P2) paling lambat per 31 Desember 2013 dan BPHTB 1 Januari 2011 akan segera dialihkan pengelolaannya ke kabupaten/kota.

”Tapi, target tahun ini untuk penerimaan PBB dan BPHTB masih kami tetapkan sebesar Rp1,7 triliun,” lanjutnya. Itu belum dihapus, karena dua jenis pajak belum dialihkan. ”Mungkin baru target penerimaan BPHTB yang akan dihilangkan tahun depan. Selama jatuh tempo, silakan Pemda setempat menyiapkan segala sesuatunya terutama yang wajib perda,” tukasnya. (mg29)

Balaputradewa
February 1st, 2010, 02:09 PM
Dokumentasi: Kunjungan Duta Besar Thailand di Little Chao Phraya alias "Sungi Musi Cindo" :D

Mr. Akrasid Amatayakul, The Ambassador of Thailand
visit Musi River in Palembang City

http://img194.imageshack.us/img194/5152/img1502ez.jpg (http://img194.imageshack.us/i/img1502ez.jpg/)

http://img194.imageshack.us/img194/6923/img1506p.jpg (http://img194.imageshack.us/i/img1506p.jpg/)

http://img163.imageshack.us/img163/4812/img1500a.jpg (http://img163.imageshack.us/i/img1500a.jpg/)

http://img194.imageshack.us/img194/9360/img1504m.jpg (http://img194.imageshack.us/i/img1504m.jpg/)

paradyto
February 3rd, 2010, 12:24 AM
Kunjungan Wisatawan Asing Meningkat

Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Sumsel melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, pada November 2009 sebanyak 851 orang, atau meningkat 51,6 persen dibandingkan selama Oktober 2009 sebanyak 561 orang. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Haslani Haris, Senin (1/2), mengutarakan, peningkatan jumlah wisatawan asing pada November 2009 disebabkan naiknya jumlah wisatawan asing dari beberapa negara asal wisatawan terutama dari Malaysia dan Singapura. Jumlah wisatawan asing dari Malaysia pada November sebanyak 649 orang, sedangkan pada bulan Oktober sebanyak 413 orang. Jumlah wisatawan asing dari Singapura juga meningkat dari 51 orang pada bulan Oktober menjadi 98 orang pada November. (WAD)

paradyto
February 5th, 2010, 12:34 AM
Menegpora Support Peserta Honda DBL

Hari ketujuh, kompetisi Honda Development Basketball League (DBL) 2010 South Sumatera Series ternyata mendapat perhatian khusus dari Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Dr Andi Alfian Mallarangeng dan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin. Ya, mereka rela menyisihkan waktunya untuk men-support tim-tim yang bertanding.

Kedatangan mereka dilakukan di sela-sela acara Pembukaan Porwanas X Sumsel 2010 yang digelar di Stadion Bumi Sriwijaya, Kampus, Palembang. Uniknya, Menegpora dan Gubernur rela berjalan kaki menuju arena Honda DBL yang terdapat di GOR Sriwijaya Kampus. Saat berjalan sekitar 300 meter, para pelajar banyak yang ikut berdesak-desakan dengan rombongan menteri. Mereka banyak yang berdesakan minta tandatangan mantan juru bicara presiden ini. “Sekolah yang baik dan serius ya,” pesan Andi Mallarangeng kepada pelajar yang ngeloyor minta tandatangan.

Saat tiba di arena Honda DBL, gemuruh tepuk tangan pun diberikan kepada rombongan Menegpora oleh ratusan suporter SMA Xaverius 3 dan suporter SMAN 2 yang saat bersamaan sedang antusias mendukung timnya.
Turut menyambut kedatangan Menegpora dan Gubernur Sumsel, GM Sumatera Ekspres H Subki Sarnawi, Pimpinan Redaksi Sumatera Ekspres H Mahmud, Manajer Personalia Hamka Abdullah, dan sejumlah panitia Honda DBL lainnya.

"Antusias penonton dan peserta Honda DBL South Sumatera Series luar biasa. Dengan adanya event seperti ini bukan tidak mungkin ke depan akan lahir pebasket andal. Terima kasih pada penyelenggara yang turut men-support ajang ini," kata Andi, sapaan akrabnya kepada Sumatera Ekspres kemarin, (4/2).

Kepada para peserta yang bertanding, Andi sempat memberikan support-nya agar bermain yang sportif. Mudah-mudahan dari ajang inilah muncul pebasket andal Tanah Air yang bisa berlaga di even lebih tinggi lagi nantinya.

Sebagai seorang menteri negara sudah pasti memiliki jadwal kegiatan yang ekstrapadat, bahkan, kegiatan yang terjadwal dengan cukup rapi. Makanya kedatangan mereka di arena basket pelajar Honda DBL patut diacungi jempol. Seharusnya, usai meresmikan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) X Sumsel 2010, Andi dan Gubernur Alex Noerdin harus berlaga pada eksebisi antara Sriwijaya FC dengan PWI Allstar. Namun usai tendangan bola pertama justru peduli dan rela meninjau pagelaran Honda DBL South Sumatera Series.

"Sangat disayangkan pada grand opening Honda DBL South Sumatera Series 29 Januari lalu saya tidak dapat hadir karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Makanya begitu saya ke Palembang saya usahakan untuk mampir," tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menambahkan, sedikit tidak percaya dengan pesatnya perkembangan basket pada kalangan pelajar di Sumsel saat ini. Oleh karena itu, mantan bupati Musi Banyuasin itu, optimis olahraga di Sumsel ke depan akan semakin maju, tak terkecuali basket.

"Kalau dilihat dari antusias penonton hingga peserta yang luar biasa Honda DBL patut diberi acungan kedua jempol. Ya, mudah-mudahan event seperti ini ke depan bisa lebih marak lagi," timpal Alex, sapaan akrabnya. (mg42/mg43)

paradyto
February 6th, 2010, 12:53 AM
Festival Keraton Nusantara VII

Kota Palembang mendapat kepercayaan menjadi tempat pelaksanaan Festival Keraton Nusantara VII. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan Moehammad Jhonson, Rabu (4/2), rapat persiapan Festival Keraton Nusantara VII baru saja dilaksanakan. Festival itu untuk melestarikan nilai budaya yang ada di Nusantara. Keraton merupakan bagian dari wisata karena memiliki berbagai benda peninggalan kesultanan sehingga festival itu perlu disukseskan. Karena itu, kata Moehammad Jhonson, festival yang diselenggarakan di Palembang itu perlu didukung semua lapisan masyarakat agar berlangsung meriah. Adapun Sultan Palembang Iskandar mengatakan, festival itu akan menampilkan, antara lain pameran benda kuno, makanan khas keraton, dialog budaya, dan kirab agung.

(ANTARA/ONI)

Balaputradewa
February 6th, 2010, 04:50 AM
^^ gud...Kesultanan Palembang Darussalam masih eksis kok :okay:

Sultan Mahmud Badaruddin III Prabu Diradja
Keraton Kuto Lawang

http://img684.imageshack.us/img684/2654/sultana.jpg (http://img684.imageshack.us/i/sultana.jpg/)

paradyto
February 6th, 2010, 06:20 AM
^^ gud...Kesultanan Palembang Darussalam masih eksis kok :okay:

sultan-nya yang mana ya yang asli?

Balaputradewa
February 7th, 2010, 09:31 AM
^^ Kalo gak salah Solo dan Cirebon juga punya 2 sultan..masih polemik sampe skrg CMIIW yah..

di Palembang, skrg memang ada 2 Sultan, yakni Sultan Mahmud Badaruddin III RM Prabu Diradja dan Sultan RM Iskandar Mahmud Badaruddin.

Terlebih dahulu dinobatkan adalah SMB III Raden Muhammad Prabu Diradja sbg Sultan, beberapa tahun kemudian Raden Muhammad Iskandar Mahmud Badaruddin dinobatkan sbg Pemimpin Zuriat Kesultanan dalam perkembangannya Beliau-pun dinobatkan sebagai Sultan oleh beberapa Guguk.

Masing2 Sultan memiliki argumentasi dan pembuktiannya sendiri2. Mana yang dianggap sah, tergantung atau kembali pada Guguk masing2. Kalau tidak salah di Palembang ada 80 Guguk, belum lagi Guguk2 di luar Palembang termasuk di Jambi dan Ternate.
Kalo Bala dari Guguk Pengulon (kawasan Masjid Agung, Bukit Kecik dan Bukit Besak) mengakui SMB III RM Prabu Diradja, sedangkan Sultan RM Iskandar Mahmud Badaruddin kebanyakan didukung oleh Guguk2 di Seberang Ulu, seperti Guguk Tanggo Rajo (2 Ulu) dan Guguk Laut Bawah Tanjung (1 Ulu).

RM Iskandar Mahmud Badaruddin sebenarnya keturunan Pangeran Purboyo bin Sultan Mansyur Jayo Ing Lago, sementara SMB III RM Prabu Diraja merupakan salah satu keturunan Sultan Mahmud Badaruddin dari selirnya (istri pertama dan anak-anaknya ikut lari ke Ternate), tapi "jatah sultan" Sultan Palembang sudah diambil oleh keturunan Sultan Mahmud Badaruddin II lainnya, yakni Sultan Ahmad Najamuddin Pangeran Ratu, sebagai Sultan Palembang terakhir sebelum bubar pada 1821.


^^ Kaitannya dg FKN 2010 merupakan "hajatan" dari Sultan RM Iskandar Mahmud Badaruddin yg juga merupakan Ketua FKN saat ini :)

paradyto
February 9th, 2010, 02:23 PM
SBY KUNJUNGI KEDAI PEMPEK PAK RADEN

http://www.sripoku.com/foto/berita/2010/2/9/0902STS9.JPG

Sriwijaya Post - Selasa, 9 Februari 2010 16:56 WIB
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono menyaksikan cara pembuatan pempek ketika mengunjungi Pempek Pak Raden Jl Radial, seusai menghadiri HPN ke-64, di The Aryaduta Hotel, Palembang, Selasa (9/2).

paradyto
February 20th, 2010, 06:17 AM
Besok di Palembang, 1.400 Burung Ngoceh Bareng

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sekitar 1.400 peserta Lomba Burung Berkicau Piala Gubernur Sumatra Selatan yang berasal dari dari Sumatera, Jawa, dan Kalimantan akan berkompetisi dalam 30 kelas perlombaan yang diselenggarakan pada Minggu (21/2/2010).

Ketua Yayasan B n R, Boy AG, di Palembang, Sabtu mengatakan, lomba burung berkicau ini menjadi ajang bagi penggemar burung dapat berpartisipasi dalam mensukseskan kunjungan wisata di Sumsel. Kegiatan ini dinilai sangat menarik dan akan ramai diikuti, sehingga potensi wisata di daerah juga akan terangkat, kata Boy, didampingi ketua panitia penyelenggara, Fatahillah Chan dan segenap pengurus penggemar burung yang tergabung dalam B n R.

Menurut dia, lomba burung berkicau sangat efektif menjadi pemersatu bangsa, karena dengan berbagai latar belakang tetapi memiliki kegemaran yang sama. Kegiatan ini juga menjadi upaya pihaknya membina pencinta burung untuk melestarikan binatang unggas tersebut, kata dia lagi.

Ia mengatakan, pada lomba itu pihaknya mempertandingkan sebanyak 30 kelas di antaranya katcer, murai batu, dan "love bird". Selain mendapatkan piala gubernur, pemenang juga akan mendapatkan total dana pembinaan sebesar Rp 300 juta dari semua kelas, kata dia lagi.

Dia menjelaskan, perlombaan ini juga menjadi salah satu upaya pembinaan pihaknya terhadap penggemar burung untuk melestarikan burung dengan memberikan kesadaran mengembangbiakkan atau menangkarkan burung, bukan mengambilnya dari kehidupan binatang liar itu di hutan.

"Karenanya, penggemar burung diimbau untuk membuat penangkaran khusus burung-burung kegemaran mereka, karena kualitas kicau burung hasil penangkaran lebih bagus ketimbang yang baru dibawa dari hutan," ujar dia lagi.

Boy menambahkan, kegiatan yang akan berlangsung Minggu (21/2) mulai pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB dibuka Dewan Pembina B n R Pusat, Sutiyoso, dan akan dihadiri Gubernur Sumsel dan Gubernur Bengkulu, serta sejumlah wali kota dan bupati di daerah penyelenggara.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Kota Bengkulu, dan selanjutnya akan dilaksanakan di Kota Medan, Sumatera Utara.

paradyto
February 21st, 2010, 02:24 PM
Eksotis Sungai Musi
Sriwijaya Post - Sabtu, 20 Februari 2010 20:18 WIB

SUNGAI Musi menyimpan banyak keindahan yang belum digarap secara maksimal. Sungai yang memiliki panjan 460 km membelah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Timur ke Barat dan membelah kota Palembang menjadi dua Ulu dan Ilir, menyimpan suasana eksotis yang dapat dinikmati semua orang. Keindahan yang didapat dari menelusuri sungai yang mempunyai lebar 200-400 meter ini, baik pada siang maupun malam hari.

Tak sulit menikmati keindahan Sungai Musi, karena banyak angkutan yang ditawarkan, mulai dari kapal Ketek, Speed Boat, kapal wisata seperti Putri Kembang Dadar, Kapal River Side, Juaro, Patin, Gagus, dan lainnya. Soal tarif tidak terlalu mahal, tergantung anggaran (budget). Kalau dana yang dimilik terbatas, Anda bisa memilih menggunakan kapal River Side yang tarifnya Rp 30 ribu per orang yang berangkat setiap malam minggu pukul 20.30. Atau menggunakan kapal wisata milik Pemerintah Kota (Pemkot) seperti Putri Kembang Dadar dan Juaro.

Berwisata menelusuri Sungai Musi, Anda dapat melihat permukiman pendudukan dan berbagai aktivitas warga rumah rakit, bongkar muat di pelabuhan 16 Ilir dan Pelabuhan Boombaru. Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi tempat-tempat wisata di pinggir sungai seperti Pulau Kemarau, Masjid Lawang Kidul, Masjid Ki Marogan, Bagus Kuning, Kampung Kapitan meski hanya sebentar. Sepanjang perjalanan, pemandu wisata akan menjelaskan tentang objek-objek wisata yang ada di sepanjang Sungai Musi.

Bagi pencinta photografi, banyak tempat yang dapat dijadikan objek foto, yang semuanya masih alami (natural). Atau mengabadikan matahari saat terbenam dari di balik jembatan Ampera atau suasana malam dengan temaram lampu yang dipancarkan dari rumah penduduk, kapal, PT Pusri dan Pertamina.
Kapal yang anda tumpang akan yang anda tampungi, akan memberikan penjelasan
Alunan Musik

Apabila anda menginginkan pemandangan yang indah dengan udara sejuk dan tidak panas. Sebaiknya, perjalanan menelusuri Sungai Musi pada malam hari menggunakan kapal wisata. Sembari mendengarkan alunan musik serta ditiupan angin malam serta debur ombak membuat suasana terasa lebih indah. Suasana seperti ini mampu menghilangkan kepenanan dan menjadikan Anda bersama orang-orang yang dicintai untuk berlama-lama di atas kapal. sripo

paradyto
February 22nd, 2010, 12:30 AM
1.600 Kicau Mania Ramaikan Gubernur Cup I
Sunday, 21 February 2010

PALEMBANG (SI) – Sedikitnya 1.400 penggemar burung atau disebut kicau mania dari seluruh penjuru tanah air ikut meramaikan Gubernur Cup I Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) 2010, Minggu (21/2) di KomplekAsrama Haji,Palembang.

Tak tanggung-tanggung, kegiatan yang didukung langsung yayasan BnR dan Bank Sumsel Babel tersebut dihadiri Pembina Yayasan BnR Sutiyoso,Gubernur Sumsel H Alex Noerdin,Pangdam II Sriwijaya M Sohib,Ketua BnR Pusat Kamaludin, Ketua Yayasan BnR Sumsel Fatahillah Chan dan pejabat di lingkungan Pemprov Sumsel. Dalam lomba tersebut sedikitnya 30 kelas yang diperlombakan dengan enam sesi.Hadiah yang dipatok juga mencapai puluhan juta rupiah. Ketua BnR Pusat Kamaludin mengatakan, lomba yang dilaksanakan kali ini memperebutkan piala Gubernur Sumsel pertama yang digelar di tingkat nasional.

Dimana, sedikitnya 1.600 peserta hadir dari seluruh penjuru tanah air sehingga membuat tiket habis diborong oleh para kicau mania. “Kegiatan ini yang pertama kali dilakukan di Sumsel.Apalagi ini memperebutkan piala Gubernur yang pertama.Oleh karena itu, semua peserta sangat antusias. Sehingga membludak hingga 1.600 peserta dari 30 kelas yang dilombakan,” ujar Kamaludin,kemarin. Dia mengatakan, yayasan BnR selaku pendukung sangat memegang sportifitas dalam berlomba. Dimana, juri yang disiapkan adalah para juri-juri BnR yang sudah diambil sumpahnya sehingga tidak dapat melakukan kecurangan. Dengan begitu lomba dapat berjalan lancar tanpa adanya hambatan. “Kita sangat ketat dalam memilih juara.

Dimana, satu persatu burung harus memenuhi kriteria.Juri pun tidak diperbolehkan menerima apapun dari peserta untuk meloloskan jagoan mereka agar dapat menjadi juara.Untuk itu,juri terlebih dahulu dikarantina dan baru diperbolehkan masuk ketika semua peserta keluar dan menggantangkan burungnya di arena,”ujar dia. Dia menambahkan, yayasan BnR juga berkomitmen juga untuk mengurangi pengangguran. Dimana, BnR menyediakan lokasi ternak atau breeding, kerajinan sangkar dan pakan burung. Dengan begitu dapat menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi pengangguran.

Sementara itu,Pembina Yayasan BnR Sutiyoso mengukapkan, lomba burung berkicau bukan hanya untuk penyaluran hobi semata. Melainkan sebagai salah satu langkah melestarikan fauna, khususnya jenis burung berkicau. Dimana, cara tersebut bisa melalui ternak atau breeding misalnya untuk burung cucak rawa. Burung cucak rawa jika dihabitat aslinya hanya dapat bertelur dua kali, tetapi melalui ternak dapat empat hingga lima kali. Dengan demikian selain merupakan suatu penghasilan juga merupakan cara untuk memperbanyak spesies burung tersebut.

“Selama ini BnR memberlakukan ketentuan dimana anggota BnR yang menjadi pemenang lomba burung berkicau diharuskan menyerahkan burung hasil tangkarannya ke BnR. Dimana, hal tersebut sebagai bentuk pelestarian. Kemudian,perlombaan juga harus menggunakan kandang BnR,”ungkapnya. Sementara itu,Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, melestarikan spesies burung yang jumlahnya diperkirakan ratusan di wilayah Sumatera umumnya dan Sumatera Selatan (Sumsel) khususnya sangat perlu.Untuk itu,provinsi Sumsel akan dibuka tempat penangkaran burung yang nantinya akan bekerjasama dengan BnR.

“Nanti kita akan bangun tempat penangkaran sesuai dengan persetujuan Bang Yos (Sutiyoso). Sehingga dengan adanya penangkaran tersebut juga dapat menyerap tenaga kerja.Untuk itu,sangat diperlukan kerjasama dan tenaga yang terampil,” ujar Gubernur Sumsel Alex Noerdin. Untuk lokasi, akan dipilih daerah yang memang cocok baik iklim dan lingkungannya bagi tempat penangkaran burung seperti di Lahat atau Pagaralam. (yayan darwansah)

paradyto
February 22nd, 2010, 12:46 AM
Hikayat dari Bukit Siguntang...
Senin, 22 Februari 2010 | 04:24 WIB

Kawasan Bukit Siguntang, Palembang, dilihat kasatmata tak tampak seperti sebuah situs penting. Di sana tak berdiri patung, candi, atau arca yang menandakan tempat itu penting, terkecuali sejumlah makam (konon) raja-raja Sriwijaya yang dikeramatkan.

Tetapi, siapa sangka, tempat ini pernah dan masih menyita perhatian publik dunia. Bahkan, Duta Besar Yunani untuk Indonesia Charambos Christopoulus, medio 2008 menginjakkan kaki ke tempat ini seusai mendengar kabar Bukit Siguntang adalah tempat Alexander The Great dimakamkan.

Dalam cerita rakyat Melayu, kisah hidup Raja Macedonia ini adalah hikayat Raja Iskandar Zulkarnain atau sering disebut Pangeran Sigentar Alam oleh warga setempat. Meskipun para arkeolog tak menemukan kaitan sejarah di antara kedua kisah ini, Dubes Yunani Charambos telanjur menganggap penting situs yang terletak di ketinggian 26 meter di atas permukaan laut (tertinggi di Palembang) ini.

Bukan hanya Yunani, banyak negara menganggap Siguntang sebagai situs yang sangat penting. Bukit Siguntang menjadi salah satu pusat ziarah umat Buddha yang tak kalah penting dari Borobodur sekalipun. ”Pengunjung dari luar, seperti Tibet, Singapura, dan Thailand, kerap datang dan bersembahyang di sini,” tutur Sulaeman (30), juru kunci Bukit Siguntang, akhir pekan lalu.

Bahkan, tokoh pemuka agama dari Tibet, Rinphoche, pernah mengunjungi tempat ini. Pada abad ke-9, tempat ini merupakan pusat belajar agama para pendeta Buddha. Di zaman Sriwijaya ini, pendeta-pendeta dari wilayah Asia berguru kepada Maha Guru Suvarnadvipa Dharmakirti.

Di tempat ini pula banyak ditemukan peninggalan sejarah yang penting macam arca Buddha Sakyamuni berukuran besar yang mengenakan jubah. Arca ini kini disimpan di Museum Badaruddin II, Palembang. Sebelumnya, tubuh badan dan kepala arca ini terpisah.

Harus kembalikan

Menurut arkeolog dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Bambang Budi Utomo, arca ini semestinya dikembalikan ke Bukit Siguntang demi menjaga kelestarian sekaligus kesakralan lokasi situs. Ia menyayangkan pula munculnya sejumlah bangunan pendukung, seperti pelataran istirahat, yang dinilai justru mengganggu keasrian situs.

Tempat ini juga tampak kurang terawat. Jalan menuju lokasi makam dan bangunan tempat sembahyang dipenuhi lumut. Rumput ilalang tumbuh lebat. Atap gedung pun bocor.

”Sudah dua bulan ini belum turun anggaran perawatan. Kami pun tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar Sulaeman menjelaskan.

”Kami pernah mengusulkan membangun sendiri bangunan tempat sembahyang, tetapi nyatanya yang dibangun pemerintah jadinya seperti ini,” kata Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Sumsel Darwis Hidayat(Yulvianus Harjono)

Balaputradewa
February 25th, 2010, 07:44 AM
Pulau Kemaro Jelang Perayaan Cap Go Meh 2010

http://img109.imageshack.us/img109/7569/cgm13.jpg (http://img109.imageshack.us/i/cgm13.jpg/)

http://img11.imageshack.us/img11/5210/cgm10.jpg (http://img11.imageshack.us/i/cgm10.jpg/)

http://img694.imageshack.us/img694/3334/cgm12.jpg (http://img694.imageshack.us/i/cgm12.jpg/)

http://img28.imageshack.us/img28/7219/cgm16.jpg (http://img28.imageshack.us/i/cgm16.jpg/)

http://img534.imageshack.us/img534/743/cgm.jpg (http://img534.imageshack.us/i/cgm.jpg/)

------------------
kmaren dpt undangan (baca yg ditandai biru), sampe segitunya-kah :D

http://img696.imageshack.us/img696/33/taga.jpg (http://img696.imageshack.us/i/taga.jpg/)

paradyto
February 25th, 2010, 02:13 PM
Pulau Kemaro Jelang Perayaan Cap Go Meh 2010
------------------
kmaren dpt undangan (baca yg ditandai biru), sampe segitunya-kah :D

http://img696.imageshack.us/img696/33/taga.jpg (http://img696.imageshack.us/i/taga.jpg/)

he he he Gw kira cuma kantor Gw terima pesan accomodation request by mail itu dari pusat Jakarta, ternyata PERTAMINA juga yah... sempet heran, tapi mungkin itu kenyataannya..

BTW, nice Pics Bala!:okay:

paradyto
February 25th, 2010, 02:17 PM
Tanjidor hingga Wayang Orang

Jelang puncak perayaan Capgomeh tanggal 26-27 Februari, Pulau Kemaro terus “bersolek”. Saat ini sudah terpasang ponton sepanjang 200 meter yang menjadi akses menuju pulau yang menjadi salah satu aset wisata tersebut.

Jembatan yang dibangun dengan menyambungkan enam unit ponton itu, terbuat dari besi baja. Fungsinya, menghubungkan Pulau Kemaro dengan Dermaga Intirub di kawasan Kalidoni.

Kemarin sejumlah pekerja sibuk menyelesaikan pembangunan jembatan. Ada yang memasang penutup sambungan antara kapal ponton dengan bahan terbuat dari ban karet. Sebagian lagi mengeringkan air hujan yang menggenang di tengah-tengah ponton.

Sebaliknya, persiapan perayaan Capgomeh di Pulau Kemaro sendiri hampir rampung. Begitu menginjakkan kaki di dermaga Pulau Kemaro, terlihat ratusan lampion berwarna merah digantung dan disusun rapi di ruas-ruas jalan pulau tersebut.

Stan-stan pedagang juga mulai berdiri. Menurut Ketua Majelis Rohaniawan Tridarma Indonesia Komda Sumsel, Chandra Husin, persiapan sudah sekitar 80 persen. “Ada 30 stan yang menjual alat-alat sembahyang nanti,” kata Chandra kepada Sumatera Ekspres di Pulau Kemaro, kemarin.

Selain itu, tambah Chandra, di Pulau Kemaro ada juga stan bagi para pedagang untuk berjualan makanan dan minuman serta aksesori Capgome. “Kita menyiapkan acara hiburan berupa band, tanjidor, dan wayang orang. Sekarang semua sudah siap.”

Dikatakan, selama acara berlangsung, pihaknya menyiapkan dua jalur alternatif bagi warga yang ingin ke Pulau Kemaro. Jalur pertama, melalui sungai. Menggunakan kapal tongkang di Dermaga Gudang Garam 13 Ilir. “Siapa saja yang mau naik, baik itu umat ataupun warga, silakan naik. Selama acara gratis, kok,” tukasnya.

Jalur kedua yaitu jalur darat melalui Dermaga Intirub. “Jembatan ponton yang kita pasang hanya dipergunakan sebagai jembatan orang, bukan jembatan kendaraan.”

Nah, bagi warga yang membawa kendaraan tidak perlu khawatir. Sebab, panitia menyiapkan lahan parkir di sekitar dermaga. “Jadi, kendaraannya bisa diparkir di dermaga,” kata Chandra lagi.

Dikatakan, sepanjang ponton hingga dermaga Pulau Kemaro bakal dipasang tenda. Fungsinya untuk melindungi umat dan warga dari panas terik dan hujan. “Ya, biar semarak kita sudah pasang 1.500 lampion berwarna merah.”

Mengapa warna merah? Kata Chandra, agar suasana sekitar kegiatan menjadi semakin terang dan meriah. “Kita prediksi, yang datang Capgome tahun ini, lebih banyak dari tahun lalu. Ya, sekitar 100 ribu orang,” tukasnya.

Namun, terangnya, meski ramai, warga tidak perlu khawatir soal keamanan. Pasalnya, panitia sudah berkoordinasi dengan sejumlah instansi dan aparat seperti Dishub, polisi, TNI dan Pol Airut. “Kita optimistis sukses,” tandasnya. (mg13)

paradyto
February 28th, 2010, 03:07 PM
Mega Borong Songket
Sriwijaya Post - Sabtu, 27 Februari 2010 20:38 WIB

MANTAN Presiden Megawati Soekarnoputri memborong enam lembar kain songket dalam kunjungan ke Palembang, Sabtu (28/2) malam. Ketua Umum PDI Perjuangan itu ditemani putrinya, Puan Maharani dan Ketua DPD PDIP Sumsel, Eddy Santana Putra.

Mega membeli songket motif limar antik dan cantik manis warna merah marun, hijau, ungu, biru, dan orange. Sekitar 45 menit ia melihat banyak koleksi Zainal Songket di Jl Ki Gede Ing Suro Kelurahan 32 Ilir sebelum membeli kain khas tenunan Palembang itu.
Mega dan Puan terlihat teliti mengamati tiap koleksi yang ada di ruang tengah sanggar. Sayangnya, Sripo tidak mendapatkan komentar dari Mega karena dilarang ajudan. Bahkan untuk diabadikan fotografer pun tak boleh.

Pengelola sanggar Zainal Songket, Husaini (30), mengatakan, enam koleksi songket itu harganya kisaran Rp 30 juta. Dia mengaku sudah diberi tahu Mega akan berkunjung pukul 11.00 kemarin.
Rencananya pukul 15.00, tapi diundur karena Bu Mega masih di Lampung. Kita tentu saja senang malam ini beliau jadi datang,” katanya.

Berbagai persiapan dilakukan Husaini dan enam karyawan Zainal Songket, termasuk menyediakan penganan khas maksuba, bolu lapis, bolu kojo, bolu delapan jam, dan tentu saja pempek berikut cuka. Sebelum pulang, Mega sempat melihat fotonya yang dipajang di dinding sewaktu berkunjung ke sanggar itu beberapa tahun lalu.
Ketua DPD PDIP Sumsel, Eddy Santana yang juga Walikota Palembang, mengatakan, Megawati berkunjung ke Palembang menghadiri Konferensi Daerah (Konferda) III PDI Perjuangan Sumsel di Hotel Novotel siang ini.

Mega tiba di Palembang pukul 17.00 dan langsung istirahat di kediaman Puan Maharani di kawasan Tasik dekat Masjid Raya Takwa. Taufik Kiemas, suami Mega yang juga Ketua MPR RI, ada di rumah itu tapi tak ikut ke sanggar Zainal Songket. Sekjen PDI Perjuangan, Pramono Anung juga terlihat di rumah itu.

Anggota DPRD Sumsel Fraksi PDI Perjuangan, Darmadi Djufri, mengatakan, agenda konferda menentukan kepemimpinan DPD PDIP Sumsel lima tahun ke depan. Berdasarkan hasil Konfercab Januari lalu, Eddy Santana Putra didukung 13 DPC Kab/Kota se Sumsel.

Acara besok sekaligus pelantikan karena Eddy Santana dianggap figur yang dibutuhkan untuk memimpin PDIP Sumsel lima tahun ke depan,” katanya. Ditambahkan Darmadi, kinerja Eddy Santana lima tahun memimpin PDIP Sumsel berhasil mengonsolidasi partai dengan baik. Eddy Santana juga digadang untuk maju dalam Pilgub Sumsel 2013 mendatang. sripo

paradyto
March 1st, 2010, 12:26 AM
Sunway Lagoon di Ogan Ilir
Sunday, 28 February 2010

KABUPATEN Ogan Ilir (OI) yang merupakan daerah pemekaran dari Ogan Komering Ilir (OKI), biasa disebut dengan kabupaten Santri singkatan dari Serasi, Aman, Nyaman,Tertib dan Religius.

Di wilayah ini sangat banyak menyimpan potensi wisata, mulai dari wisata alam, sejarah, budaya, pendidikan, sentra industri kerajinan, sampai taman rekreasi. Sebut saja diantaranya potensi wisata Pantai Jodoh Sungai Ogan di Tanjung Raja; Danau Lebong Karangan di desa Sejaro Sakti; Danau Teluk Putih di Indralaya; Tanjung Putus di kelurahan Indralaya Raya; Agrowisata Agropolitan Agro Techno Park di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara; dan terbaru Agrowisata Bina Darma yang berlokasi di Desa Pulau Semambu, Jalan Palembang- Indralaya Km 26, Kecamatan Indralaya Utara,Ogan Ilir.

Sejak disoft launcing pada Minggu,27 Desember 2009,Agrowisata Bina Darma menjadi icon terbaru objek wisata agro, yang selalu ramai setiap libur sekolah.Pengunjung bukan saja dari OI dan Palembang, melainkan juga dari daerah lain di Sumatera Selatan. Rektor Universitas Bina Darma, Prof Ir H Bochari Rachman MSc, mengatakan, kehadiran agrowisata Bina Darma membawa konsep wisata yang menyatu dengan alam,dengan nuansa sangat berbeda dari tempat rekreasi umumnya.

“Kami mencoba memberikan konsep wisata yang menyatu dengan alam, yang mengacu pada salah satu tempat wisata terkenal di Malaysia, Sunway Lagoon,”sebutnya. Dia mengatakan, kedepan akan mewujudkan agrowisata ini menjadi Ancolnya Sumsel.

Objek wisata itu selain bisa menjadi media dan suatu lembaga pendidikan,sekaligus juga mengajarkan kepada para mahasiswa untuk berorientasi agar mampu berwirausaha. Banyak fasilitas yang telah dibangun, seperti fasilitas permainan outbond, flying fox, perahu bebek, perahu karet,berkuda,water ball,dan akan menyusul ATV Track, BMX touring dan Paint Ball. (muhlis)

paradyto
March 1st, 2010, 12:27 AM
Manjakan Keluarga di Caroline Island
Sunday, 28 February 2010

PRABUMULIH (SI) – Kota Prabumulih kini memiliki sarana hiburan dengan konsep keluarga yang lengkap. Konsep hiburan dari Caroline Island ini banyak menghadirkan permainan-permainan yang dapat memuaskan kebersamaan bersama keluarga.

Setelah sebelumnya menambah fasilitas water ball (bola air) dan water boom (seluncuran) serta beberapa fasilitas hiburan lainnya. Kini tempat hiburan yang menjadi salah satu alternatif wisata masyarakat kota Prabumulih dan sekitar itu, menghadirkan badut mickey mouse dan donal bebek yang siap menyapa pengunjung.

Direktur Utama Caroline Island, Nandang Sugiarto alias Widot mengatakan, upaya yang terus dilakukan Caroline Island tak lain untuk memberikan hal yang baru bagi masyarakat khususnya para pengunjung. Upaya ini, kata dia,menunjukkan keseriusan Caroline Island menjadi wisata dambaan keluarga Prabumulih dan sekitarnya yang lengkap dan nyaman. ”Kita ingin menjadikan Caroline Island salah satu wisata dambaan masyarakat kota Prabumulih dan sekitar,”kata pria yang juga pengusaha SPBU desa Karangan ini.

Dia menjelaskan, saat ini Caroline Island telah menyediakan berbagai fasilitas permainan air antara lain,ember tumpah,water ball,waterboom, kolam renang anak-anak dan dewasa serta beberapa fasilitas bermain lainnya. ”Sebagai tempat wisata, kami ingin memanjakan pengunjung yang datang dengan fasilitas lengkap,”ujarnya kemarin.

Pihaknya pun berharap, setiap keluarga yang berlibur di Caroline Island dapat merasa puas dan kembali datang pada setiap musim liburan. ”Harapan kami Caroline Island ini menjadi salah satu tujuan utama warga kota Prabumulih dan sekitar untuk berlibur dan bermain maupun menghilangkan rasa penat setelah beraktifitas,”imbuhnya. Meskipun fasilitas bermain bertambah, harga tiket masih tetap, yakni hari biasa Rp15 ribu dan hari libur Rp20 ribu. (sidratul muntaha)

paradyto
March 1st, 2010, 12:29 AM
Pesona Wisata Danau Teluk Gelam
Sunday, 28 February 2010

OKI KAYU AGUNG (SI)- Setiap daerah memiliki ciri khas dan gaya tarik tersendiri,tak terkecuali kabupaten OKI dan Ogan Ilir (OI).Apalagi,kedua daerah ini lebih diuntungkan dengan letaknya yang tak terlalu jauh dari pusat Pemerintahan Provinsi Sumsel di Palembang.

DENGAN demikian,kedua daerah ini terutama OKI dengan keindahan Danau Teluk Gelamnya telah menjadi daerah penyangga kota Palembang,dengan keragaman budaya dan pariwisata andalan. Seperti adat istiadat, di OKI terbagi atas beberapa suku yakni suku Komering dari berbagai daerah hulu Sungai Komering dari kecamatan Tanjung Lubuk dan Kota Kayuagung; Suku Penesak dari kecamatan Pedamaran; dan suku Jawa yang sebelumnya merupakan Transmigran; suku melayu dari kecamatan SP Padang, Jejawi, Pampangan dan Tulung Selapan.

Ciri khas lainnya yakni jenis sajian kuliner maupun buah-buahan. Di OKI terkenal dengan duku komering yang manis, durian, nangka, jeruk,semangka,pisang dan pepaya dan lainnya. Selain danau Teluk Gelam,OKI masih memiliki potensi lainnya seperti Pulau Maspari di kecamatan Tulung Selapan; Lebak Air Hitam dandanau TelukRasaudikecamatan Pedamaran; Lebak Deling Pangkalan Lampa dan Hutan Suaka Sebokor di Tulung Selapan; Sungai Komering dan Pantai Sungai Lumpur di kecamatan Cengal; dan Kuala Sungai Pasir kecamatan Tulung Selapan.

Namun, dari sekian banyak potensi wisata tersebut,hanya Danau Teluk Gelam yang telah tergarap maksimal dan kini menjadi objek wisata andalan OKI. Di objek ini menawarkan wisata alam dan air yang berbasis hiburan keluarga. Karena disiapakan fasilitas untuk menelusuri danau dengan kapal pesiar,Jet Sky,kapal dayung,perahu angsa,kapal pesiar,bumper car, sky air (jet ski),dragon coaster dan lain sebagainya.

Sebagai fasilitas penunjang di pinggir danau seluas 250 hektare itu telah tersedia hotel Danau Teluk Gelam bebintang dua. Karenaitu,bagimasyarakatyang hendak menikmati suasana alam yang sejuk dan tenang dengan pemandangan danau,cukup dengan menempu perjalanan kurang lebih 2 jam dari kota Palembang,anda akan disambut dengan kecantikan Danau Teluk Gelam yang mempesona.

Jika liburan sekolah dan akhir pekan, OKI dapat menjadi alternatif bagi anda bersama keluarga. Hotel Danau Teluk Gelam atau disebut juga dengan hotek kembar juga turut menawarkan harga menarik dengan harga mulai Rp200.000/- kamar (superior) hingga Rp220.- 000/kamar (Delux) dan VIP hanya Rp275.000.

“Di hotel kembar kita siapkan ada 40 kamar dan wisatawan bisa leluasa menikmati fasilitas yang tersedia,”kata Asisten Manager Wisata Danau Teluk Gelam,Aryadi. Di kawasan nan teduh itu juga ada restaurant pagi sore teluk gelam dengan berbagai fasilitas mulai dari musholla,lapanganparkir,toiletdan ruang makan VIP.Untuk menikmati sensasi lain, juga disiapkan rumah knock down (bongkar pasang) berarsitektur rumah panggung khas rumah adat kabupaten OKI.

Pesona Rumah 100 Tiang

Tempat wisata yang tengah dikembangkan dan berlokasi tak tak jauh dari Danau Teluk Gelam yakni rumah 100 tiang yang berada di desa Sugiwaras, kecamatan Teluk Gelam. Rumah peninggalan Pangeran Redjed sejak tahun 1811 Masehi.Rumah berarsitektur khas Komering itu terbuat dari Kayu Unglen Serumpun yakni kayu kualitas terbaik.

Peninggalan secara itu membuktikan pengaruh Etnis Tionghoa, yang terlihat dari ukiran di rumah 100 tiang tersebut.“Dari tumah 100 tiang itu, sering berganti –ganti tukang karena pengerjaan harus rapi. Dan harus pahatan diujidengan kain sutera.Jika belum rapi diulangi kembali,“kata Kasi Antraksi Seni dan Budaya OKI,Aswidimpo.

Rumah Seratus Tiang itu juga, akan dijadikan cagar budaya, bahkan sudah banyak peneliti dari Jambi dan Palembang untuk mengetahui nilai sejarah di tempat itu.“Banyak ukiran - ukiran khas etnis Tionghoa. Meskipun begitu, kondisinya masih terus memerlukan perbaikan karena ada atap yang bocor,”tandasnya.

Asal Muasal Teluk Gelam

Siapa sangka keindahan danau teluk gelam yang sudah menjadi salah satu objek wisata andalan di Provinsi Sumsel ini menyimpan sejumlah mitos.Padahal dahulunya sekeliling danau teluk gelam adalah hutan belantara dengan pohonpohon besar. Dan saat ini banyak ditumbuhi tanaman kelapa sawit sebagai perkebunan rakyat.

Kabid Promosi Pariwisata Disbudpar OKI, Kamil menjelaskan disekitar danau yakin dahulunya danau teluk gelam berawal dari tangisan seorang pangeran bernama pangeran tappa karena putra putrinya yang masih balita tewas dibunuh perampok.Didalam danau itu juga ada sejumlah ikan yang dinamakan masyarakat sana sebagai ikan tappa yang konon berada di bawah pulau terapung ditengah danau.

Dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihatnya seperti pada bulan purnama. Sedangkan istri Pangeran Tappa bernama Putri Gelam saat kejadian memilukan itu menjelma menjadi seekor burung yang selalu mengitari di danau teluk gelam. Burung berleher agak panjang itu dinamai warga burung gelam dan pada saat tertentu bertelur di sekitar danau.Sehingga dahulunya danau tersebut dinamai danau “telok” gelam atau danau tempat bertelurnya burung gelam.

“Namun seiring perubahan ucapan berubah jadi danau teluk gelam,” katanya. Kepercayaan mitos itu merupakan keyakinan banyak warga sesepuh disekitar sana. Meskipun begitu panorama danau teluk gelam tidak kalah dengan objek wisata lainnya. Ada juga terjadinya danau teluk gelam bermula dari seorang warga sedang mencari kayu gelam dan menemukan rawa danu kecil yang airnya tidak pernah kering.

Disekitar rawa banyak anak sungai kecil sehingga lama kelamaan air sungai berkumpul dan menyatu menjadi danau yang dinamakan teluk gelam. Kamil juga menuturkan pengembangan objek wisata danau teluk gelam terus dibenahi terutama terus menjaga kenyamanan dan keamanantempatwisata.

Sebelumnya, danau teluk gelam dikelola Perusahaan Daerah (PD) Bende Seguguk milik Pemkab OKI namun kedepannya akan dikelola sepenuhnya pihak swasta.“Sudah ada PT Eljohn yang akan mengembangkan areal wisata andalan kita ini,”ujar Kamil. Untuk itu dia optimistis, kedepannya danau teluk gelam bakal terus ramai dikunjungi wisatawan.

Meskipun tidak signifikan,jumlah kunjungan wisatawan di danau teluk gelam mengalami peningkatan, pada tahun 2006 jumlah kunjungan wisata ditempat itu mencapai 28.502 orang, tahun 2007 naik menjadi 29.388 orang dan tahun 2008 naik menjadi 29.553. “Tahun 2011 danau teluk gelam akan menyelenggarakan Jambore Nasional dan tempat wisata ini akan terus dikembangkan seperti akan dibuatkan menjadi bumi perkemahan dan objek wisata keluarga dan remaja,”kata Kamil. (sierra syailendra)

paradyto
March 3rd, 2010, 02:40 PM
Pereli Dunia Berwisata di Sumsel
Sriwijaya Post - Rabu, 3 Maret 2010 19:30 WIB

PALEMBANG -Guna mempromosikan wisata di Sumsel yang tersohor dengan kerajaan Sriwijaya serta kesiapan tuan rumah SEAG XVI, provinsi Sumsel menyambut kehadiran 50 pereli dunia, 1-3 Agustus 2010.

Even bertajuk Asian Friendship Wisata Drive 2010 dengan start dari Thailand-Malaysia-Singapura. Lalu terbang ke Palembang. Di Palembang mereka ini telah disiapkan mobil. Selain diikuti pereli negara ASEAN juga ada dari India, Srilangka, Australia. Dari Jakarta ikut 50 mobil, dan lokal Sumsel

ada 50 mobil,” terang Ketua Umum Pengurus Provinsi IMI Sumsel, Anto Bambang Utoyo didampingi Kabid Wisata Pengprov IMI Sumsel Muslim SE MSi pada pembukaan Rakerda IMI Sumsel di Mahameru Room Hotel Swarna Dwipa, Rabu (3/3).

Dijelaskan Muslim, rencananya dari Palembang peserta akan naik bus ke Pagaralam menginap Minggu (1/8) malam. Lalu paginya Senin (2/8) melakukan touring di Gunung Dempo Pagaralam dan sekitarnya. Mungkin selanjutnya ke Telukgelam OKI, Tanjungenim, OI dan arah kembali ke Palembang.

Di Palembang ke Masjid Chengho, Pulau Kemaro, situs sejarah tempat kuliner dan kerajinan khas,” terang Muslim.
Sebelumnya pagi kemarin, Kepala Departemen Wisata Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (PP IMI) Otte Ruchiyat usai bertemu dengan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, Rabu (3/3) kepada

wartawan mengatakan, kegiatan Reli Wisata Internasional menjadi agenda internasional. Reli ini juga bertujuan untuk mempromosikan tempat-tempat wisata Sumsel dan Indonesia umumnya sekaligus sosialisasi pelaksanaan SEA Games XVI yang sebagian besar pelaksanaannya terpusat di Palembang.

Ini momentum yang baik dan kesempatan menjadi tuan rumah sehingga harus dimanfaatkan semakisimal mungkin agar acara berlangsung sukses. Selain menelusuri lintasan di jalan di Sumsel, nantinya peserta reli akan diwajibkan membeli hasil kerajinan khas 15 kabupaten dan kota.

Ini peluang untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mari sukseskan reli wisata internasional ini,” kata Anto.
Sebanyak 36 klub yang aktif dari 81 yang terdaftar mengikuti Rakerda IMI Sumsel 2010 dibuka Asisten III Setda Provinsi Sumsel dr H Aidit Aziz.

Mulai 2010, IMI Sumsel dengan tegas akan menerapkan peraturan IMI No. 006/IMI/PI-ORGAN/XII/2009 Tentang Tindakan Disiplin Organisasi,” ujar Ketua Panitia Rakerda Barnas Bursyah yang juga Sekum IMI Sumsel. sripo
(sin/fiz)

Balaputradewa
March 4th, 2010, 01:40 AM
^^ memopulerkan SEA Games 2011 :okay:

Balaputradewa
March 7th, 2010, 05:48 AM
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Palembang
mempersembahkan:

http://img638.imageshack.us/img638/214/23622102321146467655100.jpg (http://img638.imageshack.us/i/23622102321146467655100.jpg/)

paradyto
March 7th, 2010, 12:01 PM
he he he Bala nggak ikutan?

paradyto
March 8th, 2010, 01:15 AM
12 Dubes Kagumi Wisata Sumsel
Sunday, 07 March 2010

PALEMBANG(SI) – Sebanyak 12 duta besar (dubes) dari berbagai daerah mengagumi pariwisata yang ada di Sumatera Selatan (Sumsel).Hal ini terungkap saat mereka mengunjungi beberapa daerah wisata di Palembang Sumsel,kemarin.

Dalam lawatannya tersebut, para dubes mengaku cukup kagum dengan kekayaan budaya di Sumsel. Bahkan, beberapa di antaranya telah mengagendakan kunjungan kembali ke kota empek-empek ini. ”Saya kaget, di daerah seperti ini ada pulau kecil yang mengandung nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi,” kata Manuel Innocencio de Lacerda Santos, Dubes Brazil saat mengunjungi Pulau Kemaro. Manuel lebih terkejut lagi ketika mengetahui pada saat pelaksanaan Cap Go Meh beberapa waktu lalu, pulau tersebut dikunjungi lebih dari 10.000 pengunjung. Setelah itu, rombongan kemudian berkeliling dan melihat bangunan pagoda di Pulau Kemaro.

Namun,mereka juga sedikit menyayangkan karena potensi wisata yang layak dijual di kancah internasional tersebut tempatnya tersembunyi. ”Saya percaya, apabila tempat ini dikembangkan lebih baik lagi maka akan menjadi daerah tujuan wisata unggulan di Indonesia. Terutama di Sumsel,” tambah Manuel. Pendapat senada diungkapkan Romuald Morawaski, dubes asal Polandia.Dia mengaku,sangat terkesan dengan kunjungan pertamanya di Palembang. ”Penduduknya ramah, masakannya walau pedas tapi enak. Wisatanya sendiri seperti tersembunyi, jadi kalau digarap lebih baik lagi, maka pasti akan banyak pengunjung yang datang,” ungkapnya.

Untuk itu,pada saat kembali ke negara mereka masing-masing,Romuald berjanji akan memberikan informasi kepada warganya bahwa ada tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi di Sumsel yakni, Pulau Kemaro. Pasalnya, selain tempatnya bagus, juga latar belakang cerita berdirinya pulau tersebut mempunyai nilai tersendiri. Sementara itu, pemimpin rombongan Tantowi Yahya pada kesempatan tersebut menjelaskan tentang sejarah berdirinya pulau di lahan seluas lima hektar ini. Dimana, kata Tantowi,pulau ini membuktikan bahwa di Palembang terdapat percampuran budaya yang telah berlangsung sejak dahulu. Salah satunya dengan perkawinan antara wanita pribumi Siti Fatimah dengan pangeran asal Tiongkok Tan Bun An.

Tantowi membeberkan, ke 12 dubes yang hadir tersebut berasal dari negara-negara sahabat seperti Amerika Serikat,Kolombia, Meksiko, Polandia, Brazil, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Argentina hingga Afrika Selatan. ”Sebenarnya dari daftar ada 17 dubes yang mau hadir,namun karena berbarengan dengan festival Java Jazz di Jakarta maka yang lainnya berhalangan,”pungkasnya. Sementara itu,Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengungkapkan, sebenarnya di Sumsel ini selain Kota Palembang terdapat beberapa kota lagi yang wajib untuk dikunjungi sebagai daerah wisata.

Yakni seperti Kota Pagaralam, dimana, di kota tersebut sangat banyak peninggalan bersejarah seperti megalit. ”Kita yakin kedepan Sumsel akan menjadi daerah terdepan tujuan MICE.Oleh karena itu juga berbagai fasilitas seperti hotel dan lainnya bakal dilengkapi guna menampung banyaknya pengunjung yang datang.Terutama pada perhelatan Sea Games 2011 mendatang,” beber Alex.

12 Dubes Ikut ”Hijaukan” Palembang

Sebanyak 12 dubes negara tadi kemarin mendatangi Kota Palembang. Tujuan konsulat negaranegara asing tersebut selain ingin melihat sejauh mana perkembangan wisata di kota Palembang, juga hendak meninjau kesiapan Palembang selaku tuan Rumah Sea Games 2011 mendatang.

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra di sela-sela pertemuan dengan 12 Dubes tersebut mengatakan, sebagai bentuk rasa terimakasih dan penghormatan,12 Duta besar tersebut diharapkan ikut berpartisipasi untuk menghijaukan Palembang dengan melakukan penanaman Pohon sebagai wujud cinta terhadap lingkungan.” Intinya ikut membangun kehidupan dan perilaku ramah lingkungan yang bermotto,Green , Clean and Blue (Hijua, bersih dan biru),”kata dia,kemarin.

Salah satu perwakilan Dubes USA Ted Edison mengungkapkan sangat berbangga hati telah terlibat dalam penghijaun di Kota Palembang ini. ”Baru pertama ini saya secara pribadi terlibat dalam ikut melestarikan lingkungan, terlebih lagi penanaman secara lansung di lokasi untuk penghijauan perkotaan,”ujarnya. (yayan d/andhiko t a)

paradyto
March 8th, 2010, 01:25 AM
SERBA-SERBI JELAJAH MUSI 2010
Senin, 8 Maret 2010 | 03:19 WIB

Untung Datang Lagi...

Minggu (7/3) pagi seorang teman anggota tim ekspedisi Jelajah Musi 2010 bertanya keheranan, ”Memang ada Tugu Rimau di atas? Kok, saya tidak tahu?” Rupanya, pada kedatangan dia pertama kali ke perkebunan teh di kaki Gunung Dempo di Pagar Alam pada pertengahan Februari, dia hanya berjalan sampai ke permukiman kebun teh Tangsi 2. Sebenarnya, saat itu dia sudah bertanya-tanya mengenai ujung kebun teh tersebut. Akan tetapi, rasa ingin tahu itu tidak terpenuhi. Ia memilih bersama timnya hanya bertahan cukup sampai permukiman, kemudian kembali lagi turun ke kota Pagar Alam. Itu sebabnya ketika ia mendapat kesempatan datang lagi ke kebun teh itu dan diajak ke puncak kebun teh, ia sangat senang. Di sana ia tidak hanya berfoto-foto, tetapi juga menikmati keluasan kebun teh dari atas, kabut tebal, serta patung Rimau, patung tempat pengambilan api PON XIV tahun 2004. ”Untung saya datang lagi kemari,” ujarnya sambil senyum-senyum malu. (HLN)

”Merapat ” di Keremangan Kebun Teh

Tim ekspedisi Jelajah Musi 2010, Sabtu (6/3) malam, tiba di areal perkebunan teh milik PTPN VII sekitar pukul 20.00. Kabut tipis yang mulai turun dari lereng Gunung Dempo menambah dinginnya suasana malam itu. Saat mobil melintas di tikungan pertama menuju Villa Gunung Dempo, mata kami tertuju ke sebuah papan segi empat bertuliskan ”Dilarang Berkemah di Areal Perkebunan Teh”. Sekitar 200 meter ke depan dari papan nama itu, terparkir dua sepeda motor di pinggir jalan. Sesaat kami heran dan bertanya di mana pemilik sepeda motor itu. Keheranan ini dijawab pengelola vila dengan penjelasan bahwa tiap malam Minggu banyak anak muda datang ke areal kebun teh. Sepeda motor diparkir di pinggir jalan dan pasangan itu biasanya ”merapat” dalam perkebunan teh. Spontan saya menanggapi, seharusnya tulisan peringatan itu diganti dengan tulisan ”Dilarang ’Merapat’ di Keremangan Kebun Teh”. (ONI)

Kerbau Berganti Sepeda Motor

Pembangunan memang mampu mengubah segalanya, di antaranya kebiasaan. Demikian juga yang terjadi pada masyarakat desa di sepanjang aliran Sungai Musi. Apabila lazimnya masyarakat memanfaatkan aliran sungai untuk memandikan kerbau setelah dipakai bekerja di sawah, beberapa tahun terakhir warga memanfaatkan aliran sungai untuk mencuci sepeda motornya. Seperti yang terlihat di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Pendopo Lintang, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, Minggu (7/3) sore. Warga, khususnya pemuda desa, dengan riang gembira mendatangi tepian Musi sambil mengendarai sepeda motor. Begitu sampai tepian, mereka langsung memasukkan sepeda motornya ke aliran sungai. Di tepi sungai itulah dengan telaten mereka mencuci sepeda motor yang kotor setelah dipakai untuk mengangkut hasil bumi kopi. Sepeda motor yang sudah bersih dari lumpur, kemudian dipoles dengan cairan pencuci. Cling! Bersihlah sepeda-sepeda motor itu. (HLN)

Waspadai Anjing dan Kambing…

Memasuki ruas jalan Kota Pagar Alam ke Kecamatan Pendopo Lintang, Kabupaten Empat Lawang, Minggu (7/3) sore, mobil yang semula berjalan dengan tenang dan stabil mendadak berjalan bergoyang-goyang. Usut punya usut, ternyata banyak dijumpai lubang di jalanan yang selebar 5 meter. Perjalanan menjadi lebih terhambat karena banyak dijumpai ternak piaraan warga setempat, yakni anjing dan kambing. Gunawan (30), anggota staf rumah tangga Kompas Sumbagsel selaku sopir mobil ketiga, bergumam bahwa dia harus meningkatkan kewaspadaan. ”Tak hanya waspadai mobil yang melintas, tetapi juga harus waspadai ternak. Apalagi, ada kesepakatan umum di kawasan ini bahwa kalau menabrak anjing harus mengganti kambing. Kalau menabrak kambing, harus mengganti dengan sapi,” katanya. (ONI)

Balaputradewa
March 8th, 2010, 03:37 AM
he he he Bala nggak ikutan?

ud pernah ikut ajang serupa mas :D untuk yg ini kayaknya belum punya waktu, lagian Bala nomaden, gak stay di Palembang..masih untung sebulan sekali bisa balik Palembang kumpul sama ortu :)

paradyto
March 15th, 2010, 08:10 AM
Pulau Kemaro Jelang Perayaan Cap Go Meh 2010

http://img109.imageshack.us/img109/7569/cgm13.jpg (http://img109.imageshack.us/i/cgm13.jpg/)

http://img11.imageshack.us/img11/5210/cgm10.jpg (http://img11.imageshack.us/i/cgm10.jpg/)

http://img694.imageshack.us/img694/3334/cgm12.jpg (http://img694.imageshack.us/i/cgm12.jpg/)

http://img28.imageshack.us/img28/7219/cgm16.jpg (http://img28.imageshack.us/i/cgm16.jpg/)

http://img534.imageshack.us/img534/743/cgm.jpg (http://img534.imageshack.us/i/cgm.jpg/)


Kemaro Tak Kehilangan Pesona
Senin, 15 Maret 2010 | 02:39 WIB
Oleh Wisnu Aji Dewabrata

Pesona Pulau Kemaro, yang luasnya tak lebih dari luas tiga lapangan sepak bola itu, tak pernah redup. Setiap perayaan Cap Go Meh, pulau mungil di tengah Sungai Musi tersebut dipenuhi ratusan ribu orang yang berziarah di Kelenteng Hok Tjing Bio.
Suasana Pulau Kemaro, Jumat (26/2) malam sangat ramai melebihi pasar malam. Puluhan ribu orang dari etnis Tionghoa dan etnis lain tak henti-hentinya datang dan pergi.

Ratusan pedagang makanan, minuman, peralatan sembahyang, dan barang lainnya tumpah ruah di pelataran Pagoda.

Selama beberapa tahun terakhir, hanya acara Cap Go Meh di Pulau Kemaro, yang merupakan satu-satunya acara di Palembang, yang mampu mendatangkan begitu banyak orang.

Pengunjung Pulau Kemaro bukan hanya warga Palembang, tetapi juga daerah lain, seperti Jambi, bahkan Jakarta dan sekitarnya.

Urut-urutan sembahyang di Pulau Kemaro sama seperti di kelenteng lain. Dimulai dengan warga Tionghoa sembahyang di depan Thien Kung (Tuhan Yang Maha Esa), dilanjutkan berdoa di depan Dewa Bumi, makam Siti Fatimah, Dewi Kwan Im, Dewa Langit, dan Dewi Laut.

Sembahyang diakhiri dengan membakar uang emas di tempat pembakaran khusus yang dibangun di luar kelenteng.

Sebuah pagoda sembilan tingkat setinggi 40 meter di Pulau Kemaro menambah keindahan pulau.

Pagoda tertinggi di Palembang itu bisa disaksikan dari kejauhan sambil naik perahu menyusuri Sungai Musi. Pagoda itu telah menjadi penanda Pulau Kemaro.

Khusus pada saat perayaan Cap Go Meh, panitia mengadakan pesta kembang api tepat pukul 00.00. Letusan kembang api merupakan atraksi yang paling ditunggu pengunjung Pulau Kemaro.

Ribuan pengunjung Pulau Kemaro biasanya tidak langsung pulang setelah sembahyang. Mereka duduk-duduk di halaman kelenteng sambil menggelar tikar dan bercengkerama hingga fajar menyingsing.

Ritual rutin
Anton, warga Jambi, mengatakan, setiap tahun pada saat Cap Go Meh, dia dan keluarganya selalu datang ke Pulau Kemaro untuk berdoa. Anton menyewa mobil untuk datang di Palembang. Biasanya dia bersama keluarga tinggal di Palembang selama tiga hari.

”Setelah saya punya bisnis sendiri, saya selalu sempatkan sembahyang di Pulau Kemaro. Kalau tidak sembahyang di sini, rasanya ada yang kurang,” kata Anton yang ditemui seusai membakar uang emas. Ritual sembahyang di Pulau Kemaro sudah dijalaninya sejak kecil.

Panitia menyediakan sebidang tanah di Pulau Kemaro bagi pengunjung kelenteng yang ingin menyalakan hio besar yang panjangnya hampir dua meter. Nyala api dari ratusan hio menimbulkan pemandangan yang indah dengan latar belakang Sungai Musi.

Amin, warga Palembang, berjalan keluar dari kelenteng menuju tempat pembakaran hio sambil menenteng hio besar. Dia meminta bantuan panitia untuk menancapkan hio besar tersebut ke dalam tanah, kemudian menyalakannya.

”Harapan saya sederhana saja. Semoga tahun ini lebih baik daripada tahun lalu,” kata Amin singkat tentang harapan dan doanya pada tahun Macan Emas.

Berbagai etnis

Pesona Pulau Kemaro tidak hanya menarik bagi etnis Tionghoa. Warga etnis lain juga berdatangan ke Pulau Kemaro untuk berwisata dan mencoba mencari peruntungan.

Pada saat perayaan Cap Go Meh, kambing dipotong sebagai hewan kurban.

Cerita dari mulut ke mulut menyebutkan, darah kambing yang disembelih di Pulau Kemaro bisa mendatangkan rezeki. Caranya, uang kertas diolesi dengan darah kambing, lalu uang tersebut disimpan.

Bujang, warga 5 Ulu Palembang, tampak sedang antre di depan tempat penyembelihan kambing bersama puluhan orang lainnya. Dia menggenggam dua lembar Rp 5.000 yang sudah kumal. Uang itu akan diolesi dengan darah kambing supaya rezeki lancar.

”Kata teman saya, kalau ingin dagangan laris, harus ke Pulau Kemaro saat Cap Go Meh. Lalu, uangnya diolesi darah kambing,” kata Bujang yang bekerja sebagai penjual makanan keliling.

Menurut Bujang, temannya yang sudah mengolesi uangnya dengan darah kambing di Pulau Kemaro sukses dalam berdagang. Dia ingin mengikuti jejak sahabatnya itu.

Pulau Kemaro bagaikan sebuah magnet yang menarik siapa saja. Pesonanya membuat orang ingin datang dan orang yang pernah datang ingin datang kembali.

retroisme
March 17th, 2010, 05:33 AM
kalau mau ke Pulau Kemaro harus lewat BKB ya? pake ketek kemarin aku tanya mahal banget 150ribu. gila nih. mana ada orang yang mau kalo ga penting2 amat kesana..

Fikr
March 17th, 2010, 05:45 AM
kalau mau ke Pulau Kemaro harus lewat BKB ya? pake ketek kemarin aku tanya mahal banget 150ribu. gila nih. mana ada orang yang mau kalo ga penting2 amat kesana..

^^ ditawar 50 Ribu pasti mau :)

paradyto
March 17th, 2010, 07:22 AM
^^ ditawar 50 Ribu pasti mau :)

premannya BKB berbicara he he he... thanx Fikr..

paradyto
March 20th, 2010, 01:41 AM
Menikmati Pesona Malam Musi...
Sabtu, 20 Maret 2010 | 03:41 WIB

Oleh Boni Dwi Pramudyanto

Gambaran keunikan Palembang dengan Sungai Musi-nya belumlah lengkap tanpa menikmati suasana kehidupan malam hari. Seiring datangnya rembulan menggantikan surya, eksotisme dan pesona sebagai kota bersejarah dengan peradaban sungai yang kental justru semakin terpancar.
Ketika senja tiba, itulah saatnya Sungai Musi mulai bermandikan cahaya, memantulkan sinar ribuan lampu hias Jembatan Ampera. Pemandangan seperti ini niscaya memberikan sensasi, pesona, dan daya tarik mendalam bagi siapa pun yang belum pernah melihat sisi lain kehidupan malam dari Kota Palembang.

Seiring kemajuan pembangunan di kota yang menyandang julukan ”Venesia dari Timur” atau ”Kota Seribu Sungai” ini, ada beragam aktivitas yang bisa dilakukan untuk menikmati pesona Sungai Musi pada malam hari.

Sejumlah alternatif wisata malam Sungai Musi antara lain merasakan sensasi wisata kuliner berlatar pemandangan Sungai Musi yang dipadu kesejukan embusan angin malam, memancing ikan dengan berperahu atau duduk di tepi sungai, menelusuri keramaian ruang publik ”Plaza Benteng Kuto Besak”, atau mengelilingi tempat-tempat bersejarah dengan kapal wisata.

”Bahkan, penggemar fotografi bisa melatih kemahiran teknik memotret malam hari. Obyek foto yang menarik misalnya Jembatan Ampera bermandikan cahaya, gemerlap lalu lintas kapal di Sungai Musi, dan hiruk pikuk warga di ruang publik,” kata Ahmad (32), penggemar fotografi asal Palembang saat ditemui di kawasan Benteng Kuto Besak, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, untuk berwisata kuliner pada malam hari, tersedia beragam pilihan lokasi dan menu. Bagi wisatawan yang keuangannya cukup memadai, tak ada salahnya mencoba menu khas Palembang di River Side Restaurant atau Warung Legenda. Agar terkesan sensasional, sebaiknya memilih meja makan luar ruangan yang lokasinya langsung menghadap Sungai Musi.

Suasana makan malam niscaya bertambah hangat tatkala para biduan ataupun biduanita restoran mulai menyanyi dengan diiringi harmonisasi alat musik organ. Tentunya lagu nostalgia karya Alfian berjudul ”Sebiduk di Sungai Musi” merupakan sebuah lagu wajib yang tak akan lupa dilantunkan para biduan-biduanita tersebut.

Pemerintah Kota Palembang dan sejumlah pengusaha juga menyediakan paket makan malam mengelilingi sungai dengan kapal wisata. Ada dua buah kapal yang bisa digunakan setiap saat, yakni kapal wisata Putri Kembang Dadar milik pemerintah dan kapal wisata milik River Side Restaurant.

Di sisi lain, keunikan wisata kuliner di tepian Sungai Musi dengan penonjolan nuansa tradisional kerakyatan juga bisa dinikmati di Warung Kopi Terapung. Disebut demikian karena setiap wisatawan mesti naik ke dalam perahu jukung yang terapung di tepi Sungai Musi. Di dalam perahu, terdapat dua meja panjang dengan beragam makanan tradisional beserta kursi bagi para pembeli.

”Saya sungguh terkesan saat mencoba warung terapung ini. Yang membuat betah adalah badan terus bergoyang pelan mengikuti empasan arus sungai sembari minum kopi kental sumatera dan menyantap pempek hangat. Ingin rasanya punya warung seperti ini di rumah walau jelas itu mustahil,” kata Fachrudin Gani (38), wisatawan asal Banda Aceh.

Plaza BKB

Setelah puas berwisata kuliner, tak ada salahnya melangkahkan kaki ke Plaza Benteng Kuto Besak. Kawasan terbuka yang terletak di antara Sungai Musi dan Benteng Kuto Besak ini merupakan ruang publik paling ramai di Kota Palembang.

Hasil pemantauan Kompas menunjukkan, pengunjung ruang publik ini didominasi kalangan bujang-gadis, istilah lokal untuk pasangan anak muda yang berlainan jenis. Sebagian pengunjung lainnya adalah keluarga. Saat senja merupakan waktu tepat bagi pasangan bujang-gadis datang. Jumlahnya terus bertambah ketika senja telah berganti malam.

Bahkan, saat malam sudah hampir larut, ratusan pasang bujang-gadis yang duduk berdampingan di sepanjang tepian sungai masih menjadi pemandangan dominan di ruang publik. Jarak yang saling berdekatan sepertinya bukan masalah bagi mereka.

”Kito ni meraso lemak man pacaran di Plaza Benteng Kuto Besak—Bagi kami, Plaza Benteng Kuto Besak merupakan tempat pacaran favorit. Idak pulo bicaro bae kito ni, karno mato pacak jingok nerawang banyu mili—Tidak hanya ngobrol santai karena otak dan pandangan bisa terhibur setelah menerawang air mengalir,” kata Taufik (27) yang tengah duduk bersama kekasihnya, Ida (27).
Bagi wisatawan yang sekadar ingin duduk, bersantai, dan menyalurkan hobi memancing, tersedia sejumlah pilihan cara ataupun lokasi, antara lain memancing dari Jembatan Ampera, memancing dari areal turap di sepanjang pinggiran sungai, atau memancing sambil berperahu menghabiskan malam.

Masalah lingkungan

Gemerlap suasana yang terpancar dari dinamika kehidupan Sungai Musi di satu sisi memang menjanjikan suasana memesona yang sulit ditemukan di kota-kota lain. Namun, di sisi lain, Sungai Musi sampai sekarang masih menyimpan persoalan lingkungan serius yang patut diperhatikan pemegang kebijakan terkait.

Sejumlah persoalan lingkungan yang melingkupi sungai ini antara lain kerusakan daerah aliran sungai di wilayah hulu ataupun hilir, tingginya laju endapan, serta pencemaran air sungai akibat aktivitas rumah tangga dan industri.

Menurut Hendrian dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Sumsel, volume endapan di Sungai Musi ini rata-rata mencapai 2-3 juta kubik per tahun. Masalah endapan ini belum bisa dituntaskan karena minimnya fasilitas yang dimiliki pemerintah.

”Untuk itu, kami sedang mengajukan dana ke Departemen Perhubungan RI untuk pengadaan kapal keruk. Meski harganya mahal karena mencapai Rp 250 miliar, alat ini harus dimiliki Sumsel untuk mengurangi endapan di Sungai Musi,” kata Hendrian.

Di satu sisi, upaya serius untuk membenahi masalah Sungai Musi tidak hanya merepresentasikan bentuk kecintaan pemerintah dan warga atas lingkungan hidup. Namun, di sisi lain juga menunjukkan keseriusan memajukan bidang pariwisata. Dampaknya bisa untuk memajukan ekonomi rakyat. Semoga hal ini jalan beriringan.

http://farm3.static.flickr.com/2083/2215570089_b0486ecfe2_b.jpg

Balaputradewa
March 21st, 2010, 01:39 PM
^^ ditawar 50 Ribu pasti mau :)

wah kalo 150rb mahal nian..bener tuh tawar be 50rb bolak balik...suruh tunggu. Mending rame2 jadi 50rb biso keroyokan..hehe

paradyto
April 9th, 2010, 01:34 AM
49 Motif Songket Tunggu Hak Paten
Thursday, 08 April 2010

PALEMBANG (SI) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang memastikan, pihaknya saat ini menunggu perkembangan usulan atas hak paten kain tenun khas Palembang,kain songket.

Usulan ini, menurut Kepala Bidang Industri Disperindagkop Palembang Rosidi Ali,merupakan kelanjutan setelah 22 motif kain songket yang sebelumnya sudah dipatenkan. ”Kita kembali mengusulkan 49 motif ke Kementerian Hukum dan HAM pusat.Selain itu, kita terus melakukan inventarisasi kain khas Palembang lainnya,mulai kain tajun hingga kain jumputan untuk dilakukan hal yang sama,” jelas Rosidi kemarin.

Disperindagkop mendaftarkan usulan itu ke Kementerian Perindustrian pada 9 November 2004 dan telah disetujui pada 20 Januari lalu. Surat tersebut berisikan pemberitahuan dari Ditjen HKI, Kementerian Hukum dan HAM bahwa karya/produk yang diajukan yang pendaftaran hak cipta atas motif hasil kebudayaan rakyat. ”Saat itu kita mengusulkan 71 motif songket, tapi yang disetujui hanya 22 motif, makanya pengajuan kembali kita lakukan agar 49 motif songket lainnya dapat dipatenkan pula,”ujarnya.

Rosidi Ali menjelaskan, motif yang disetujui ada 22 jenis, seperti bungo intan,limar mawar jepang berantai limar kandang (janda bareas) limar tigo negeri, lepus pulir tigo negeri, dan limar berantai. ”Sedangkan, 49 usulan songket yang kita ajukan pada 16 Maret lalu seperti motif lepus bintang berakam,bungo pacik,tabur limar bintang gajah mada, jupri, bungo bakung, dua warna bunga kayu apui.

Selain itu, bungo tabur limar kucing tidur tajung rompak, limar tigo negeri cempuk kupu,” jelasnya. Sementara itu, Kadisperindagkop Palembang Wantjik Badarrudin mengatakan, persiapan pematenan sejumlah motif tenun songket tradisional Palembang ini ditempuh sebagai langkah pelestarian sekaligus memberikan perlindungan hukum terhadap berbagai hasil kreativitas masyarakat secara turun-temurun.

”Kita terus melakukan pendataan terhadap motif utama tenun songket tradisional yang akan dipatenkan,karena motif itu tumbuh dan berkembang di masyarakat sejak ratusan tahun lalu. Bahkan, usaha ini dikembangkan secara perorangan dalam beragam desain baru. Hal itu agar (desain) tidak dicuri atau justru dipatenkan orang atau negara lain,” jelasnya.

Saat ini jumlah penenun songket di Kota Palembang hampir mencapai 1.000 orang,mulai industri menengah, kecil, hingga rumah tangga. Menurut Wanjtik, jika motif songket telah dipatenkan, nantinya memiliki perlindungan hukum sehingga lebih mudah menembus pasar internasional.” Beberapa negara telah terlebih dahulu mematenkan hasil karya budaya dan industri masyarakatnya. Malaysia, misalnya, telah mematenkan motif-motif songket tradisional Melayu yang mirip motif kain songket Palembang,” jelasnya. (andhiko tungga alam)

Balaputradewa
April 9th, 2010, 03:36 PM
Melati Karangan: Sonteng Aesan Gades Pelembang

http://img25.imageshack.us/img25/2435/pelembang.jpg (http://img25.imageshack.us/i/pelembang.jpg/)

http://img213.imageshack.us/img213/2732/pelembang2.jpg (http://img213.imageshack.us/i/pelembang2.jpg/)

my cousins: Nina and Eva

paradyto
April 9th, 2010, 04:58 PM
Eh iya, Pakaian seragam untuk Pramugari Sriwijaya Air itu, motif songket nggak?

Balaputradewa
April 9th, 2010, 05:46 PM
Bisa jadi terinspirasi dari songket mas.. soalnya motif dan warna-nya emang mirip2 songket tp dimodifikasi ke nuansa oriental. Pernah juga liat versi seragam lainnya yang justru mirip kain jumputan :)

paradyto
April 10th, 2010, 01:22 AM
Bisa jadi terinspirasi dari songket mas.. soalnya motif dan warna-nya emang mirip2 songket tp dimodifikasi ke nuansa oriental. Pernah juga liat versi seragam lainnya yang justru mirip kain jumputan :)

Kalau mirip kain Jumputan, Gw belum pernah lihat. mungkin khusus hari Jum'at yah he he he... thanx infonya^^

Balaputradewa
April 10th, 2010, 04:06 PM
12 Duta Besar Mengikuti Musi Tour
Promosi Kota Internasional Berwawasan Lingkungan

http://img97.imageshack.us/img97/4811/capm.jpg (http://img97.imageshack.us/i/capm.jpg/)

Keindahan Kota Palembang tidak hanya diminati wisatawan dalam negeri saja, wisatawan luar negeripun turut mengagumi Kota Palembang, 12 duta besar, konsulat serta pengusaha dari Jakarta mengikuti Musi Tour dengan mengunjungi berbagai macam objek wisata di Kota Palembang seperti wisata sungai musi dari BKB sampai ke pulau kemarau.

Tantowi Yahya sebagai Ketua rombongan mengatakan, Palembang Trip bukan sekadar untuk jalan-jalan, tetapi untuk menunjukan kepada negara dan dunia bahwa Palembang merupakan Kota yang juga menarik untuk dikunjungi.

Walikota Palembang bersama 12 Duta besar yang terdiri dari Duta Besar dan konsultan dari Benua Afrika, Amerika, Asia dan Eropa seperti duta besar Afrika Selatan, Argentina, Belgia, Brunai Darusalam, Jerman, Amerika Serikat, Kolombia, dan masih banyak lagi. Selain itu, ada juga pengusaha seperti dari World Bank, City Bank, dan PT Out of Asia melakukan penanaman phon bersama serta penandatanganan prasasti di Kambang Iwak.

Kegiatan tersebut sebagai dukungan kepada Kota Palembang dalam menciptakan Kota Internasional yang Clean, Green and Blue dan sebagai Kota yang berwawasan Lingkungan.

paradyto
April 11th, 2010, 07:21 AM
12 Duta Besar Mengikuti Musi Tour
Promosi Kota Internasional Berwawasan Lingkungan

http://img97.imageshack.us/img97/4811/capm.jpg (http://img97.imageshack.us/i/capm.jpg/)

Keindahan Kota Palembang tidak hanya diminati wisatawan dalam negeri saja, wisatawan luar negeripun turut mengagumi Kota Palembang, 12 duta besar, konsulat serta pengusaha dari Jakarta mengikuti Musi Tour dengan mengunjungi berbagai macam objek wisata di Kota Palembang seperti wisata sungai musi dari BKB sampai ke pulau kemarau.

Tantowi Yahya sebagai Ketua rombongan mengatakan, Palembang Trip bukan sekadar untuk jalan-jalan, tetapi untuk menunjukan kepada negara dan dunia bahwa Palembang merupakan Kota yang juga menarik untuk dikunjungi.

Walikota Palembang bersama 12 Duta besar yang terdiri dari Duta Besar dan konsultan dari Benua Afrika, Amerika, Asia dan Eropa seperti duta besar Afrika Selatan, Argentina, Belgia, Brunai Darusalam, Jerman, Amerika Serikat, Kolombia, dan masih banyak lagi. Selain itu, ada juga pengusaha seperti dari World Bank, City Bank, dan PT Out of Asia melakukan penanaman phon bersama serta penandatanganan prasasti di Kambang Iwak.

Kegiatan tersebut sebagai dukungan kepada Kota Palembang dalam menciptakan Kota Internasional yang Clean, Green and Blue dan sebagai Kota yang berwawasan Lingkungan.

That's why I called "The Green Metropolitan":)

paradyto
April 17th, 2010, 02:39 PM
Momentum Benahi Pariwisata Kota
Sabtu, 17 April 2010 | 04:37 WIB

Sektor pariwisata di Kota Palembang cenderung stagnan selama lima tahun terakhir. Terbukti dari sejumlah indikator jumlah kunjungan wisatawan yang tidak menunjukkan kenaikan, minimnya inovasi produk, dan stagnasi investasi.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Palembang, tahun 2005-2010 angka kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke kota ini hanya berada di kisaran 1 juta orang per tahun. Lonjakan cukup signifikan terjadi pada tahun 2008. Melalui program yang dikemas dengan nama ”Visit Musi 2008”, kunjungan wisatawan menjadi 2 juta orang.

Menurut Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra, Senin (12/4) di Palembang, pemerintah masih berkeinginan menggemakan kembali program wisata ”Visit Musi”. ”Kebetulan, tahun 2011 ada hajatan olahraga Sea Games ke-16 di Kota Palembang. Ini momen baik untuk mengenalkan potensi pariwisata Kota Palembang. Tak hanya sebatas wisata sungai, tetapi bentuk wisata lainnya,” kata Eddy.

Pengamat pariwisata, Rachman Zeth, menilai infrastruktur yang belum memadai menjadi hambatan utama memajukan pariwisata Palembang. Saat ini terjadi ketimpangan infrastruktur, mulai dari fasilitas jalan, jembatan, dan lampu jalan, antara kawasan Seberang Ilir dan Seberang Ulu.

Sejak dulu Seberang Ulu tidak pernah digarap serius. Ketimpangan infrastruktur ini jelas menghambat sektor pariwisata. Padahal, pada Sea Games nanti, sebagian besar pertandingan justru fokus ke kawasan Seberang Ulu, yakni di Jakabaring.

Program terpadu

Eddy Santana berjanji menggeliatkan kembali sektor pariwisata di Kota Palembang melalui program wisata terpadu. Salah satu potensi pariwisata yang akan digarap serius, antara lain, agrowisata di Kecamatan Gandus. Di sana tersedia puluhan hektar areal pertanian padi yang terpadu. Pemkot akan mengucurkan dana Rp 379 miliar untuk proyek tersebut.

Pekan lalu telah dipaparkan rencana pembangunan kawasan Agropolitan Gandus oleh PT Wiswakharman selaku konsultan dan mitra pemerintah. Selama 2009-2010, diprioritaskan pada pembebasan lahan milik warga serta pembangunan infrastruktur. Pemerintah mengalokasikan Rp 10 miliar untuk membiayai proses ganti rugi lahan seluas 112 hektar.

Konsultan PT Wiswakharman Andi Siswanto mengatakan, kawasan agropolitan Gandus nantinya dibangun menjadi area rekreasi kota atau urban park. Rencananya, akan didirikan tujuh zona wisata yang menonjolkan keunggulan Kota Palembang.

Agrowisata Gandus ditargetkan selesai paling lambat pertengahan 2011 sehingga bisa digunakan sebagai salah satu tujuan wisata bagi atlet, pelatih, dan anggota kontingen Sea Games. (ONI)

paradyto
April 22nd, 2010, 03:45 AM
by conan_adogawe

KAMPOENG WISATA KAPITAN 7 ULU PALEMBANG

http://img10.imageshack.us/img10/8670/26806129547951506814727.jpg (http://img10.imageshack.us/i/26806129547951506814727.jpg/)
(taman kampung kapitan)


http://img88.imageshack.us/img88/6686/26806129585676449914727.jpg (http://img88.imageshack.us/i/26806129585676449914727.jpg/)
(salah satu rumah warga keturunan tionghoa yang beragama moeslim)

http://img85.imageshack.us/img85/74/26806129547955506914727.jpg (http://img85.imageshack.us/i/26806129547955506914727.jpg/)
(altar persembahan keluarga Kapitan)

http://img708.imageshack.us/img708/2060/26806129549079535014727.jpg (http://img708.imageshack.us/i/26806129549079535014727.jpg/)
(perayaan imlek warga kapitan)

http://img59.imageshack.us/img59/2672/26806129549595547914727.jpg (http://img59.imageshack.us/i/26806129549595547914727.jpg/)http://img717.imageshack.us/img717/7579/26806129552831628814727.jpg (http://img717.imageshack.us/i/26806129552831628814727.jpg/)http://img219.imageshack.us/img219/9194/26806129553759652014727.jpg (http://img219.imageshack.us/i/26806129553759652014727.jpg/)
(rumah abu keluarga keturunan kapitan)

http://img341.imageshack.us/img341/8086/26806129551355591914727.jpg (http://img341.imageshack.us/i/26806129551355591914727.jpg/)
(Salah satu rumah keluarga Kapitan yang dijual ke warga Pribumi ( Rumah ketiga ))

http://img512.imageshack.us/img512/4677/26806129584552421814727.jpg (http://img512.imageshack.us/i/26806129584552421814727.jpg/)
(jembatan penghubung antar bangunan ( rumah utama & rumah abu ))

conan_adogawe
April 22nd, 2010, 03:45 AM
Baru aja mw reposting ini udach keduluan hehehehehe...!!

paradyto
April 26th, 2010, 01:29 AM
Seni Budaya Sumsel Dipatenkan
Sunday, 25 April 2010

PALEMBANG (SI)– Pemprov Sumsel melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sumsel Dalam waktu dekat akan mematenkansenibudaya Sumsel.

Untuk itu,pemprov tengah melakukan penelitian seni budaya khas masing-masing daerah untuk dibuatkan peta wisata yang selanjutnya di patenkan. Hal ini mengingat pentingnya mematenkan seni budaya disela penjiplakan seni budaya oleh negara luar. “Saat ini kita tengah melakukan penelitian bersama Dewan Keseniaan Sumatera Selatan (DKSS) dan pihak pemerhati wisata untuk mengetahui data seni budaya apa yang dimiliki kabupaten/kota di Sumsel.

Jika semua data yang ada sudah terkumpul maka secepatnya akan kita hak patenkan,” ujar Kepala Balitbangda Sumsel Ekowati Ratnaningsih di Palembang,kemarin. Ekowati mengungkapkan, dilakukannya pendataan tersebut karena saat ini pihaknya belum punya peta seni budaya. Sehingga ketika ada orang yang menanyakan seni budaya apa yang khas di daerah A di Sumsel pihaknya belum dapat menjawab dengan pasti.Untuk itu,akan dibuat peta seni budaya masingmasing daerah.

“Setelah dilakukan pemetaan seni budaya Sumsel,dan diketahui potensi unggulan seni budaya di masing-masing daerah, kita akan segera mengamankan potensi seni budaya di Sumsel dengan mengurus hak paten ke pusat.Semua seni budaya unggulan ini, akan daftarkan ke Dirjen HKI (Hak Kekayaan Intelektual), agar nanti tidak seperti daerah lain yang seni kebudayaannya diklaim oleh negara lain,”jelas dia.

Penelitian itu, selain untuk mempatenkan seni budaya, pada akhirnya juga dibuatkan peta wisata untuk mengetahui desa mana yang dapat dikemas menjadi desa wisata.Dan apa yang dapat dijual dari desa wisata tersebut. “Sebenarnya, niat baik Pemprov Sumsel ini siap dibantu Komisi X DPR RI yang membidangi Pendidikan,Pemuda, Olahraga, Kesenian dan Pariwisata.

Dimana, beberapa waktu lalu Ketua Komisi X DPR RI, H Mahyudin NS telah melempar bola dengan mengatakan, jika ada keseriusan dari Pemerintah Provinsi untuk mengusulkan hak paten seni budaya kepada DPR RI khususnya kerajinan Sumsel agar tidak direbut Negara-negara lain, pihaknya dapat memperjuangkannya di pusat,”kata Ekowati.

Sementaraitu,KepalaDinasPariwisata Provinsi Sumsel Jhonsos mengungkapkan selain akan mendata seni dan budaya,pihaknya akan mendata semua makam bersejarah di Sumsel.Sehingga dengan dilakukannya pendataan tersebut diharapkan tidak akan terjadi sengketa seperti Tanjung Priok beberapa waktu lalu.

“Di Sumsel ini bisa dipastikan jumlah makan akan mencapai ribuan. Pasalnya,selain makan pangeran dan raja-raja juga terdapat makam puyang atau leluhur. Untuk itulah, nantinya semua makan itu akan kita data,”ujar dia. (yayan darwansah)

paradyto
April 26th, 2010, 01:32 AM
Benahi Obyek Wisata
Jembatan Ampera dan Sungai Musi Kurang Menarik
Senin, 26 April 2010 | 04:34 WIB

Palembang, Kompas - Obyek wisata yang ada di Palembang harus dibenahi untuk menyambut para atlet dan wisatawan saat SEA Games 2011. Jembatan Ampera dan Sungai Musi masih memiliki banyak kekurangan sehingga perlu dibenahi dan dipercantik penampilannya.
Demikian dikemukakan Sekretaris Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Winarno Sudjas, Jumat (23/4) di sela pertemuan Indonesian Tourism Senior Club (ITSC) 2010 di Hotel Horison, Palembang.

Winarno mengatakan, selama berada di Palembang belum melihat daya tarik Jembatan Ampera dan Sungai Musi. Padahal, wisatawan yang datang ke suatu daerah selalu mencari sesuatu yang berbeda. ”Prinsip pariwisata adalah setiap saat melakukan inovasi, pembenahan, dan kreativitas sehingga obyek wisata yang sama selalu tampil berbeda dari tahun ke tahun,” kata Winarno.

Winarno menuturkan, di daerah lain belum ada yang menawarkan sungai dan jembatan sebagai oyek wisata sehingga Palembang harus menonjolkan potensi wisata yang dimiliki, yaitu Jembatan Ampera dan Sungai Musi.

Perlu kemasan

Menurut Winarno, selain obyek wisata yang perlu dibenahi, Palembang belum dikemas sebagai destinasi atau tempat tujuan wisata. Tugas kepala daerah dan pelaku pariwisata adalah menyiapkan kemasan.

Kemasan sebagai tempat tujuan wisata berarti menyiapkan daftar obyek wisata alam dan budaya serta menginformasikan jadwal kunjungan ke lokasi wisata tersebut.

”Kemasan (paket wisata ke Palembang) itu harus disiapkan sejak sekarang, termasuk menyiapkan sumber daya manusia di bidang pariwisata. Mereka harus menyusun paket-paket wisata seperti wisata tradisional, wisata minat khusus, dan wisata kuliner,” kata Winarno.

Ketua ITSC Adi Tirtawisata mengungkapkan, syarat kota wisata harus bersih, aman, dan rapi. Palembang harus memenuhi ketiga syarat tersebut untuk dapat menjaring wisatawan.

Menurut Adi, Palembang memiliki potensi wisata yang menarik, yaitu menikmati Jembatan Ampera dan Sungai Musi pada waktu malam. Untuk itu, tengah dirancang sebuah paket wisata diberi nama Musi by Night-Ampera Bridge.

Paket wisata selama tiga hari itu di antaranya mengunjungi Pulau Kemaro, kerajinan songket Tangga Buntung, dan makan malam di restoran terapung. (WAD)

paradyto
April 26th, 2010, 01:34 AM
49 Motif Songket Dipatenkan
Di Palembang Terdapat 1.500 Perajin Songket
Senin, 26 April 2010 | 04:37 WIB

Palembang, Kompas - Pemerintah Kota Palembang kembali mengajukan hak paten atas 49 motif songket kepada Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual. Ini sebagai upaya melindungi warisan budaya agar tidak hilang sekaligus meningkatkan daya saing di pasar internasional.
Menurut Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Pemerintah Kota Palembang Rosidi Ali, Sabtu (24/4) di Palembang, ke-49 motif songket tersebut merupakan hasil inventarisasi tim pemerintah kota selama dua bulan. Tim tak hanya dari unsur pemerintah, tetapi juga dari kalangan akademisi dan pemerhati sejarah-budaya.

”Teknisnya, tim mendatangi perajin untuk mengambil sampel produksi. Kemudian setiap kain songket yang akan dipatenkan diberi nama. Penamaan mengacu pada detail motif, jenis kain, dan corak produksi akhir,” kata Rosidi Ali.

Beberapa nama motif songket yang dipatenkan antara lain lepus bintang berakam, bungo pacik, tabur limar bintang gajah mada, jupri, bungo bakung, bungo kayu apui, bungo tabur limar kucing tidur tajung rompak, dan limar tigo negeri cempuk kupu.

Surat resmi pengajuan hak paten ke-49 motif songket palembang itu telah disampaikan kepada Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia, melalui Direktorat Jenderal Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), pada pekan lalu. Sebelum hak patennya keluar, Pemerintah Kota Palembang harus menunggu beberapa proses lanjutan, mulai dari penelitian motif, konfirmasi lisan dan nonlisan, lalu diakhiri surat pemberitahuan resmi dari pusat.

22 motif disetujui

Catatan Kompas, upaya Pemkot Palembang mendata dan mematenkan motif songket dimulai sejak 2007. Pada akhir 2008, pemkot setempat mendaftarkan hak paten 71 motif songket ke pusat. Dari ke-71 motif itu, pemerintah pusat hanya menyetujui 22 motif. Pertengahan Maret 2010, pemkot kembali mengajukan lagi hak paten 25 motif.

”Surat persetujuan dari Dirjen HAKI terkait 22 motif dari 71 motif songket itu sudah diterima Pemkot Palembang awal Februari 2010. Karena itu, begitu hak patennya keluar, kami langsung mendata lagi motif lainnya dan mengajukan hak paten. (Sebanyak 49 motif) ini pengajuan yang ketiga,” kata Rosidi Ali.

Beberapa nama motif songket palembang yang sudah memiliki hak paten antara lain bungo intan, limar mawar jepang, limar berantai, limar negeri, lepus pulir tigo negeri, dan limar emas berantai.

Upaya pelestarian

Kepala Disperindagkop Kota Palembang Wantjik Badaruddin menambahkan, pematenan tersebut merupakan upaya pemerintah melestarikan warisan budaya luhur dengan cara memberikan perlindungan hukum. Di era perdagangan bebas dan globalisasi, songket sebagai produk lokal yang sudah berlangsung turun-temurun juga perlu diberi identitas berupa hak paten.

”Ini penting untuk mengantisipasi praktik plagiat, pencurian, dan pematenan motif oleh pihak tertentu terutama dari negara lain,” kata Wantjik.

Saat ini di Kota Palembang terdapat 1.500 perajin songket. Dilihat dari kapasitas produksinya, para perajin di Palembang masih berada di level usaha mikro-kecil, menengah, dan rumah tangga. Saat ini kurang lebih 200 motif songket palembang diproduksi perajin setempat.

Zainal, perajin songket, mendukung upaya pematenan yang digalakkan pemerintah tersebut. Selain penting untuk memproteksi motif, pematenan ini juga bermanfaat dalam hal pemasaran songket. Salah satu dampak positif adalah bisa meningkatkan daya saing dan posisi tawar perajin dalam memasarkan songket di dunia internasional.

”Kami yakin adanya hak paten membuat songket palembang bisa lebih maju. Kualitas jadi lebih meningkat,” ujarnya. (ONI)

paradyto
April 26th, 2010, 01:36 AM
Sebuah Dokumentasi Sungai Musi yang Lengkap
Senin, 26 April 2010 | 04:36 WIB

Sekitar sebulan lalu sejumlah teman melalui situs jejaring sosial Facebook Jelajah Musi dan pesan singkat telepon seluler menanyakan rencana penerbitan buku Jelajah Musi 2010. Mereka mengaku ingin segera memiliki buku itu karena tidak sempat mengkliping tulisan dan berita laporan perjalanan jurnalistik Kompas tentang Sungai Musi yang diterbitkan Kompas selama 6-17 Maret 2010 secara lengkap.

”Laporan jurnalistik Kompas dalam Jelajah Musi 2010 memberikan gambaran yang cukup lengkap tentang peran strategis Sungai Musi itu. Adanya buku Jelajah Musi memudahkan masyarakat mengetahui kondisi dan peran Sungai Musi tersebut, sebab penyajian dalam buku biasanya selalu terstruktur. Senang sekali buku Jelajah Musi segera diluncurkan,” kata Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun yang mengaku mengklipingkan laporan Jelajah Musi 2010 di Kompas dalam satu bundelan khusus.

Ekspedisi Kompas dengan nama Jelajah Musi 2010 sungguh menarik. Sebelum memulai perjalanan resmi pada 8-15 Maret 2010 dari Tanjungraya, Kecamatan Pendopo Lintang, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, tim Kompas terlebih dahulu menjelajahi kawasan hulu Sungai Musi di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Tujuannya agar laporan yang disajikan Kompas dalam Jelajah Musi lebih lengkap mulai dari hulu hingga hilir. Pembaca dapat memahami lebih lengkap kondisi Sungai Musi saat ini.

Hasil peliputan telah menggambarkan betapa pesona dan eksotika Sungai Musi masih tinggi meski sudah terancam oleh daya dukung lingkungan yang cenderung merosot. ”Sungai Musi tidak hanya penting di masa lalu, tetapi jauh lebih penting lagi perannya di masa depan. Sulit dibayangkan pula Sumatera dan Indonesia tanpa Sungai Musi, atau Sungai Musi tanpa Indonesia. Sungai Musi tidak hanya penting bagi Sumatera Selatan, tapi juga penting bagi Indonesia, bahkan dunia,” ujar Pemimpin Redaksi Kompas Rikard Bagun dalam kata pengantar buku Jelajah Musi.

Buku Jelajah Musi akan diluncurkan pada Rabu (28/4) pukul 09.00 WIB di Aryaduta Convention Center Palembang. Buku setebal 400 halaman ini dilengkapi sambutan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Alex Noerdin menyatakan, Sungai Musi dengan delapan anak sungainya, atau dikenal dengan istilah Batanghari Sembilan, merupakan anugerah Tuhan yang telah lama menjadi urat nadi dan sumber kehidupan masyarakat Sumsel. Hingga saat ini sungai yang panjang keseluruhannya sekitar 720 kilometer itu tetap memiliki peran besar dalam pergerakan penduduk, perdagangan, dan pengiriman barang kebutuhan pokok, meskipun tidak sebesar pada masa lalu.

”Saya berterima kasih kepada seluruh jajaran Kompas, khususnya tim Jelajah Musi 2010, yang telah menunjukkan kepeduliannya dalam menjelajahi dan memotret Sungai Musi sebagai mosaik kekayaan alam Indonesia. Apa yang telah dilakukan ini sungguh dapat menjadi referensi, sekaligus telah menyadarkan kita semua, betapa kompleks masalah yang menyertai keberadaan Sungai Musi kini. Ini tentu jadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pemerintah (pusat dan daerah), serta berbagai komponen masyarakat lainnya,” kata Alex Noerdin.

Buku ini akan dipasarkan sejak Rabu (28/4) dengan harga Rp 89.000 per eksemplar. (Jannes Eudes Wawa)

paradyto
April 28th, 2010, 01:16 AM
Gubernur Buka KGF di Palembang
Rabu, 28 April 2010 | 04:20 WIB

Palembang, Kompas - Gubernur Alex Noerdin akan membuka pameran buku terbesar di Sumatera Selatan, yaitu Kompas Gramedia Fair (KGF) di The Arya Duta Convention Center, Rabu (28/4) pukul 09.00. Turut hadir dalam acara pembukaan KGF yaitu Redaktur Pelaksana Harian Kompas Budiman Tanuredjo.
Acara pembukaan semakin berbobot dengan peluncuran dan diskusi buku Jelajah Musi yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas. Buku Jelajah Musi adalah kumpulan tulisan selama berlangsungnya Ekspedisi Jelajah Musi 2010 yang pernah dimuat di harian Kompas pada Maret lalu.

Alex Noerdin menuliskan kata sambutan untuk buku Jelajah Musi. Sebelumnya, Alex Noerdin melepas keberangkatan tim Jelajah Musi di Pendopo, Kabupaten Empat Lawang.

Pembicara dalam diskusi buku adalah pakar ekonomi dari Universitas Sriwijaya, Didiek Susetyo, dan pakar lingkungan dari Unsri, Fachrurrozi Syarkowie. Adapun sebagai moderator adalah pakar lingkungan dari Unsri, Momon Sodik Imanudin.

Acara pembukaan juga diisi dengan pengumuman dan penyerahan hadiah lomba menulis tentang Sungai Musi tingkat SMA se-Sumsel.

Ketua Panitia KGF Aji Purwoko, kemarin, mengatakan, KGF akan dibuka untuk umum mulai Rabu pukul 11.00. Pengunjung KGF tidak dipungut biaya.

KGF berlangsung mulai tanggal 28 April sampai 2 Mei 2010. Panitia menargetkan jumlah pengunjung 10.000 orang per hari.

Menurut Aji, KGF di Palembang terdiri dari 45 stan dari unit usaha dalam Kompas Gramedia (KG) dan di luar KG, termasuk 10 stan makanan dan minuman. Panitia sengaja menyediakan stan makanan dan minuman agar pengunjung KGF tidak kesulitan mencari makanan dan minuman selama berada di kawasan pameran buku.

Aji mengungkapkan, persiapan stan terus dilakukan hingga hari Selasa. Pembukaan KGF dipastikan berlangsung tepat waktu.

Potongan harga

Aji menuturkan, buku yang dijual selama pameran mendapat potongan harga 10 persen sampai 70 persen. Pengunjung yang berbelanja dengan kartu kredit BCA mendapat diskon tambahan sebesar 10 persen.

Pengunjung yang berbelanja senilai Rp 100.000 dan kelipatannya mendapat kupon undian dengan hadiah sepeda motor, televisi, LCD, laptop, telepon seluler, dan banyak hadiah menarik lainnya serta hadiah utama mobil KIA Picanto. (WAD)

paradyto
April 29th, 2010, 01:35 AM
Warga Mulai Serbu KGF
Berbagai Acara Tambahan Memeriahkan KGF Palembang
Kamis, 29 April 2010 | 03:56 WIB

Palembang, kompas - Ribuan pengunjung menyerbu arena Kompas Gramedia Fair di Aryaduta Convention Centre, Palembang, pada hari pertama pameran, Rabu (28/4). Antusiasme pengunjung semakin bertambah dengan digelarnya seminar bertema ”Mind Mapping”.
Kompas Gramedia Fair (KGF) Palembang berlangsung selama 28 April sampai 2 Mei. Acara tersebut terselenggara atas kerja sama Kompas Gramedia dengan PT Bank Central Asia Tbk dan PT KIA Mobil Indonesia.

Ketua Panitia KGF Palembang Aji Purwoko mengungkapkan, jumlah pengunjung pada hari pertama mencapai 3.000 orang. Jumlah tersebut adalah pengunjung murni, di luar undangan yang diundang dalam acara peluncuran buku Jelajah Musi.

Aji optimistis jumlah pengunjung akan semakin meningkat pada hari berikutnya karena pameran hari pertama terpotong dengan acara pembukaan dan peluncuran buku Jelajah Musi.

Menurut Aji, nilai transaksi pada hari pertama KGF Palembang sampai pukul 18.00 mencapai ratusan juta rupiah. Jumlah itu juga dipastikan meningkat karena pameran berlangsung sampai malam hari.

Aji mengungkapkan, seminar bertema ”Mind Mapping” dengan pembicara Sutanto Windura berhasil menarik banyak peserta. Jumlah peserta seminar tersebut mencapai 300 orang.

Meninjau stan

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyempatkan meninjau beberapa stan KGF Palembang. Alex Noerdin meninjau stan didampingi Guru Besar Unsri Fachrurrozi Syarkowie dan Redaktur Pelaksana Kompas Budimana Tanuredjo.

Alex Noerdin juga berbelanja sejumlah buku yang ditawarkan di arena KGF Palembang. Salah satu buku yang dibeli Alex Noerdin berjudul Profil DPR dan DPD Periode 2009-2014.

Sebelum meninggalkan lokasi KGF Palembang, Alex Noerdin singgah di stan harian Kompas untuk menyaksikan video yang ditayangkan melalui situs Kompas.com.

Alex Noerdin bertemu anggota KompasMuda dari Palembang. KompasMuda adalah komunitas pembaca Kompas kelompok pelajar dan mahasiswa yang sering terlibat dalam kegiatan Kompas.

Acara tambahan

Panitia KGF Palembang menyelenggarakan berbagai acara pada hari Kamis (29/4) untuk memeriahkan KGF Palembang. Acara yang menjadi andalan setiap KGF, yaitu lomba menyanyi yang disebut Ayo Menyanyi, akan mulai digelar hari Kamis ini. Acara Ayo Menyanyi pada hari Kamis adalah babak penyisihan kategori TK dan SD.

Pada pukul 16.00 sampai pukul 18.00 akan berlangsung babak penyisihan cheerleader kategori SMP. Kemudian pukul 18.30 sampai pukul 21.00 akan diselenggarakan acara Kompasiana Klinik.

Kompasiana Klinik merupakan acara yang khusus ditujukan bagi para blogger di Palembang. Narasumber dalam acara tersebut ialah penggiat blog Kompasiana. Peserta akan ditunjukkan tentang pengelolaan database di harian Kompas yang dapat diakses melalui jaringan internet.

Menurut Aji, pengunjung pameran KGF Palembang setiap hari dapat mengikuti acara meraup buku. Pengunjung yang paling banyak meraup buku bisa memiliki buku-buku tersebut secara gratis.

”Rekor meraup buku adalah KGF di Samarinda. Ada yang bisa meraup sampai 95 buku dan rekor itu belum pernah pecah. Barangkali rekor itu bisa pecah di Palembang,” ujarnya. (WAD)

paradyto
May 3rd, 2010, 01:28 AM
http://www.kompas.com/data/photo/2010/05/03/3801214p.jpg

Buku Keluarga dan Anak Diminati
Senin, 3 Mei 2010 | 03:00 WIB

Palembang, Kompas - Buku untuk segmen keluarga dan anak merupakan produk yang paling diminati masyarakat Palembang selama pameran buku Kompas Gramedia Fair di Palembang. Dari sekitar 10.000 unit yang laku terjual selama 28 April-2 Mei, sekitar 40 persennya merupakan buku untuk kedua segmen tersebut.

Demikian hasil evaluasi pameran Kompas Gramedia Fair (KGF) 2010. Pameran buku yang digelar di Aryaduta Convention Center tersebut ditutup Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra pada Minggu (2/5) pukul 20.00. Ikut hadir sejumlah pejabat teras setempat.

Menurut Adji Purwoko, Ketua Panitia KGF 2010, setelah mengamati profil pengunjung selama pameran, segmen keluarga dan anak merupakan profil pengunjung terbanyak pameran.

”Ini seiring dengan jenis buku yang laris terjual selama pameran, yakni untuk keluarga dan anak. Kalau diamati mendetail, pengunjung tidak hanya keluarga muda, tapi juga keluarga mapan,” katanya.

Selain itu, jenis buku lainnya yang diminati adalah ilmu pengetahuan. Buku ini diperuntukkan bagi beragam segmen pembaca, seperti pelajar, mahasiswa, akademisi, pengusaha, hingga pemerintah. Jenis fiksi seperti novel dan cerita pendek menduduki peringkat ketiga produk buku yang terlaris selama KGF 2010.

Budianto, penjaga stan Kanisius, mengakui hal serupa. Dalam pameran ini, penerbit Kanisius memamerkan 700 buku.

Peluang besar

Hal yang mengejutkan dalam pameran ini adalah begitu tingginya antusiasme masyarakat Palembang membeli buku impor. Buku-buku asing itu salah satunya ditawarkan Direct Selling.

”Meski mahal mencapai jutaan, buku impor punya peluang besar di Palembang. Buku ini punya segmen khusus dari golongan atas, seperti pejabat kepolisian, aparat hukum, dan pejabat universitas. Ada seri buku hukum seharga Rp 10 juta dan kamus Rp 30 juta, tetap saja laku,” kata Adji Purwoko.

Berdasarkan hasil evaluasi panitia KGF 2010, dari total 50.000 buku yang dipamerkan, sekitar 10.000 unit laku terjual. Adapun jumlah pengunjung pameran selama lima hari mencapai 30.000 orang dengan omzet senilai Rp 913 juta. Jika dievaluasi dari sisi penerbit buku yang menjadi peserta pameran, ada tiga penerbit yang produknya paling laris terjual, meliputi PT Gramedia Pustaka Utama, PT Elex Media Komputindo, dan PT Bhuana Ilmu Populer.

Pameran KGF 2010 tak hanya memperlihatkan tingginya antusiasme warga Palembang terhadap ajang pameran, tetapi juga kemampuan ekonomis dalam hal membeli serta cukup tingginya minat baca warga Palembang.

Namun, potensi ini belum diimbangi dengan event pameran rutin. Salah satu penyebabnya adalah ketiadaan tempat pemeran yang berskala besar.

Menanggapi ini, Eddy Santana mengatakan, pemerintah sedang membangun gedung konvensi di Jakabaring. Pembangunan akan dimulai dalam waktu dekat dan ditargetkan selesai tahun 2011.

”Saya memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya acara ini. Karena itu, saya mengajak Kompas Gramedia menggelar event serupa dalam menyambut HUT Kota Palembang pada Juni 2010,” katanya. (ONI)

paradyto
May 6th, 2010, 01:36 AM
BKB Jadi Wahana bagi Para Pelukis
Kamis, 6 Mei 2010 | 02:57 WIB

Palembang, Kompas - Pemerintah Kota Palembang menjadikan Benteng Kuto Besak sebagai wahana seni lukis. Dengan program ini, para seniman lukis, baik yang berstatus pemilik sanggar maupun seniman jalanan, bisa bebas menuangkan apresiasi seni. Tempat ini juga bisa difungsikan sebagai lokasi pemasaran bagi pelaku seni.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang Baharuddin Ali kepada wartawan di Palembang, Rabu (5/5).

Menurut Baharuddin, program ini diluncurkan sebagai bagian dari program menyambut HUT ke-1.327 Kota Palembang yang jatuh pada 17 Juni 2010. Dasarnya, pemerintah ingin mengakomodasi potensi yang dimiliki pelukis Kota Palembang.

”Hasil pencatatan dinas kebudayaan dan pariwisata menunjukkan ada lebih dari 100 pelukis yang tinggal di Kota Palembang. Sebagian kecil pelukis itu memiliki sanggar produksi dan pemasaran sendiri. Namun, sebagian besar masih berstatus seniman jalanan alias tidak punya sanggar sendiri,” katanya.

Dengan demikian, para pelukis itu akan dirangkul pemerintah dengan cara dilibatkan dalam berbagai pameran. Konkretnya, para pelukis di Kota Palembang dibuatkan lokasi khusus dengan nama Pasar Seni Lukis. Lokasi yang sedang disiapkan di sekitar Benteng Kuto Besak.

”Lokasi itu dipilih dengan pertimbangan sebagai kawasan strategis. Selain sangat tepat bagi para pelukis untuk menyalurkan hobinya, hasil seninya juga bisa dilihat warga Palembang yang datang ke tempat itu,” katanya.

Selain berfungsi sebagai ajang menghasilkan seni lukis, Baharuddin menambahkan, warga yang memiliki minat khusus terhadap seni lukis bisa langsung memesan atau bertransaksi dengan para pelukis. Pemerintah tidak akan memungut pajak tertentu dari para pelukis mengingat hal ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap bidang seni budaya.

Waktu khusus

Pada tahap awal, pemerintah memberi waktu khusus bagi para pelukis untuk berkreasi, yakni Sabtu dan Minggu. Jika animo masyarakat cukup besar, tidak menutup kemungkinan jumlah harinya akan ditambah.

Dia juga mengakui perhatian pemerintah terhadap ratusan seniman jalanan atau pelukis yang tidak punya wadah resmi belum intensif selama ini. Kemampuan dan hasil karya mereka juga belum terkoordinasi dengan baik. Dia berharap program pemerintah ini bisa direspons dengan baik oleh para seniman.

Tanggapan seniman

Wardana Sulaiman (38), salah seorang pelukis jalanan yang tinggal di Kelurahan Tangga Buntung, menanggapi positif rencana pemerintah tersebut. Selama ini, dia tidak bisa maksimal memamerkan hasil karyanya kepada publik di Palembang.

”Kami para seniman jalanan selama ini merasa tidak pernah difasilitasi pemerintah. Mau berpameran, kami harus mengeluarkan biaya mahal untuk sewa tempatnya. Selain itu, Kota Palembang ini juga tidak punya lokasi yang representatif untuk berpameran,” ujarnya.

Oleh karena itu, Wardana berharap pemerintah agar tidak hanya menjadikan Benteng Kuto Besak sebagai ajang pameran yang bersifat sementara. Lebih jauh lagi, dia berharap pemerintah berinisiatif membangun lokasi pameran seni lukis yang sifatnya permanen.

Dengan adanya lokasi yang permanen, para pelukis jalanan akan terbantu dari sisi pemasaran. Alasannya, selama ini pemasaran merupakan kendala terbesar pelukis jalanan di Kota Palembang. (ONI)

DJ_Archuleta
May 8th, 2010, 09:32 AM
Ampera Bridge
Palembang, Sumatra Selatan

http://farm3.static.flickr.com/2792/4416031361_b944578a63_b.jpg

paradyto
May 9th, 2010, 09:56 AM
Wilayah Kumuh Disulap Jadi Ikon Kota
Saturday, 08 May 2010

PALEMBANG(SI) – Wajah Kota Palembang,khususnya di tepian Sungai Musi bagian hilir,dalam beberapa tahun terakhir banyak berubah.Suasana di bawah Jembatan Ampera—yang menghubungkan Palembang bagian Ulu dan Ilir—saat ini sudah bersih dari pedagang kaki lima (PKL).

Suasana ini diperkuat dengan keberadaan Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) yang menjadi salah satu tempat wisata, baik bagi warga pendatang maupun lokal Palembang. Khusus Plaza BKB,Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang telah berupaya sekuat tenaga untuk mengubah imej daerah yang sebelumnya kumuh menjadi sebuah ikon kota. Sebelumnya,Plaza BKB ini adalah daerah yang sangat padat oleh pedagang sayur, ikan, pakaian bekas, buku-buku bekas,hingga buahbuahan.

Mereka tumplek menjadi satu. Suasana kumuh, jorok,kotor, dan bau busuk sudah menjadi ”makanan” sehari-hari bagi mereka yang beraktivitas di sini. Melihat keadaan ini,Wali Kota Palembang, yang dulu dijabat H Husni, mulai melakukan pembenahan tanpa harus menghilangkan nilai historis BKB sebagai kebanggaan Kota Palembang. Pada 2002,dimulailah upaya ”pembersihan”. Perubahan ini mulai tampak sekitar akhir 2004 dan kian lebih bersih sejak awal 2005.

Melalui operasi yustisi terpadu yang digelar pemkot, tempat yang menjadi landmark kota ini berangsur enak dipandang. Meski demikian, upaya pembersihan plaza yang dilakukan Pemkot Palembang sebetulnya tak berjalan mulus. Tanggapan beragam muncul. Kalangan pedagang yang tidak terima terus berupaya untuk menggagalkan upaya tersebut. Bahkan, hingga kini, saat Wali Kota Palembang dijabat H Eddy Santana Putra,permasalahan PKL tetap menjadi momok bagi Pemkot Palembang.

Menurut Eddy, pihaknya terus mencarikan jalan keluar sehingga masing-masing pihak tidak ada yang dirugikan. ”Kita sudah memiliki titik-titik yang tidak dilarang,” ujar Eddy. Para pedagang dipersilakan mencari nafkah di pasar tradisional, seperti Pasar Ritel Jakabaring, termasuk pasar kuliner. ”Dan, itu sudah hak mereka. Tapi, kalau mereka masih tetap bersikeras untuk menggelar dagangan di BKB,tentu saja tidak benar dan tidak diperkenankan,” tandas Eddy kemarin. Sejak dimulainya pembangunan Plaza BKB hingga kini,keinginan pedagang asongan dan PKL untuk menggelar dagangan di BKB tak akan pernah diizinkan.

“Mereka tidak kami izinkan berjualan karena sesuai Perda No 44/2002 mengenai Ketertiban Umum,di lokasi tersebut memang dilarang untuk berjualan,” ucap Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumsel ini. Solusi permasalahan tersebut, rencananya dibicarakan lagi sesuai kebijakan yang ada.“Kalau solusi yang kami tawarkan, mereka (pedagang) segera pindah ke pasar tradisional yang masih kosong, seperti di Jakabaring,”katanya. Pemkot Palembang sendiri mempunyaialasankuatuntuktidak membiarkan PKL kembali berkeliaran di Plaza BKB.

Setidaknya,hal itu dibuktikan dengan dana yang cukup fantastis,yang digelontorkan pemkot untuk membuat wilayah kumuh tersebut menjadi sedap dipandang dan bisa diunggulkan. Berdasarkan catatan Pemkot Palembang, pembiayaan proyek BKB ini mendapat bantuan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp20 miliar, sedangkan dari APBD Sumsel sebesar Rp2,2 miliar.

Pelaksanaan pembangunan kawasan BKB yang mencapai 9.000/m2 itu sudah dimulai sejak 2002, dengan total perencanaan biaya Rp9,6 miliar. Tak hanya sampai di situ.Setiap tahun, Pemkot Palembang terus menganggarkan dana untuk pemeliharaan aset wisata ini. Bahkan, Departemen PU membantu dana sebesar Rp26 miliar untuk pembangunan turap serta dinding penyangga Sungai Musi di kawasan Ampera hingga 16 Ilir.

Dana ini tidak termasuk pembangunan dermaga yang mendapat bantuan dari Pemprov Sumsel. Pemkot Palembang sendiri untuk penataan kawasan tersebut sudah menganggarkan dana Rp1,1 miliar. Kerja keroyokan ini tentunya tidak terlepas dari alasan minimnya dana pemkot serta percepatan pembenahan kawasan BKB dan 16 Ilir yang sebetulnya sudah diprogramkan sejak lama.

Menurut Eddy Santana, pembangunan Plaza BKB ini tercetus saat melihat sebuah negara di belahan Eropa, yakni Venesia, Italia. Konsepnya ialah bagaimana mengembalikan Palembang sebagai kota tepian air dan Palembang sebagai Venesia dari timur. ”Karena itu, kita lakukan perubahan untuk mengubah suasana sekitar BKB,dari yang dulunya kumuh menjadi tempat pilihan masyarakat, khususnya para remaja.

Apalagi, di tempat ini sering digelar pentas-pentas musik dan kegiatan seremonial lainnya, seperti pameran nasional dan kegiatan wisata Sungai Musi yang kini tengah digalakkan Pemkot Palembang,” papar dia. Bahkan, pembangunan plaza ini juga bisa membantu Kota Palembang dalam mempersiapkan Sea Gamespada 2011. Hal senada diungkapkan Asisten II Setda Kota Palembang Apriadi S Busri.

Dia menjelaskan,Plaza BKB ini akan menjadi ruang publik bagi masyarakat Palembang.”Tempat ini menjadi semacam peristirahatan dan tempat bersantai warga kota. Transportasi angkutan kota (angkot) yang trayeknya melintas di depan BKB akan diatur lagi,”kata dia. Bahkan, guna menunjang hal tersebut,Pemkot Palembang juga menyediakan restoran terapung. ”Kita telah mendapatkan pengajuan penawaran dari investor untuk mengelola restoran tersebut.

Salah satunya dari Lampung, yang katanya sudah profesional membuat restoran di pinggir pantai,”ujar dia. Terkait masih banyaknya PKL berada di Plaza BKB,Ketua DPRD Kota Hornojoyo berpendapat,Pemkot Palembang seharusnya dapat mengambil solusi yang terbaik dalam menyikapi masalah ini.”Sebaiknya, para pedagang kecil, pemkot, dan instansi lainnya dapat duduk satu meja sehingga diskriminitatif tidak terjadi di sisi pedagang,”ujar politikus Partai Demokrat ini.

Meski demikian, Harnojoyo juga menyetujui tindakan Pemkot Palembang yang mengeluarkan keputusan melarang para pedagang kecil dan asongan berjualan di areal BKB. BKB ini merupakan aset sejarah yang sangat mahal harganya. Terlebih, banyak sekali turis, baik domestik maupun mancanegara, yang kerap datang untuk melihat kondisi benteng tersebut. ”Karena itu, jangan sampai hal ini terus dibiarkan. Dengan keberadaan pasar kuliner,tentu saja akan dapat membawa dampak yang positif bagi pemkot Palembang,”ujar Harnojoyo. (andhiko tungga alam)

paradyto
May 20th, 2010, 04:01 PM
I made it for this next event...

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/3/photos/57/600x600/83/Visit-Musi-2011.jpg?et=Ib6%2CLM%2CkUuLbVwgAb%2CHFPQ&nmid=107317897

paradyto
May 21st, 2010, 02:30 PM
Surya Slim Konser Hadirkan Artis Papan Atas
:dance:
Sriwijaya Post - Jumat, 21 Mei 2010 17:07 WIB

SEJUMLAH penyanyi papan atas, seperti Ari Lasso, Andra And The Back Bone, Lusi Rahmawati, Saykoji, DJ Anton, Sabtu (22/5) malam ini pukul 19.00m bakal tampil dalam konser bertajuk Surya Slim Stage Slissamtion - Escape To The Future di halaman Pakit Bumi Sriwijaya Palembang.

Branch Manager Surya Slim dan Gudang Garam Pro, Baskaris Ibrata didampingi Hamonangan Naingolan Surya, dari Adrenalen Managament sebagai even organizer, beberapa artis Saykoji, presenter Magdalena dan Vino Sabastian, mengatakan konser musik yang diselenggarakan Surya Slim ini diharapkan akan mengundang penasaran masyarakat karena menghadirkan sejumlah artis papan atas di padu pembawa acara Vino Sabastian dan Magdalena.
Para artis ini akan tampil di atas stage megah dilengkapi permanan lighting spetakuler serta penampilan multimedia yang memukau didukung sekorasi panggung yang diseuaikan dengan tema konser Esfafe To The Future.
Para penonton nantinya akan dibawa ke dalam suasana futuristik di saat artis idola mereka beraksi diatas panggung. Konser ini kata Baskaris Ibrata diadakan di enam kota besar meliputi, Jawa, Sumetera Sulawesi dan Kalimantan.

"Palembang adalah kota kelima. Setelah di Palembang dilanjutkan 29 Mei 2010 dilapangan MTQ Pekanbaru yang merupakan kota terakhir," jelasnya.
Tujuan dari konser ini Surya Slim, ingin memberikan edukasi mengenai musik yang nyaris satu sama lain.

"Disinilah Surya Slim mencoba untuk mengajak kaum muda kususnya mahasiswa, untuk bisa datang menikmati konser ini. Konser yang dapat disaksikan setiap masyarakat dari berbagai kalangan tidak dipungut bayaran alias gratis.

Kiagus
May 22nd, 2010, 02:34 AM
Halo semuanya...
Saya baru di sini.
Trit ini gimana kalo namanya diganti, karena sudah lewat jauh dari tahun 2008, misalnya diganti dengan: Breathles Life Into South Sumatra

paradyto
May 23rd, 2010, 01:22 AM
Halo semuanya...
Saya baru di sini.
Trit ini gimana kalo namanya diganti, karena sudah lewat jauh dari tahun 2008, misalnya diganti dengan: Breathles Life Into South Sumatra

Good idea, tapi nanti Ki kalau Thread ini sudah nyampe 700 post, ntar lagi nyampe neh:) and Welcome You!

paradyto
May 23rd, 2010, 01:29 AM
Saykoji CS Sukses Pukau Wong Plembang
Sunday, 23 May 2010

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/images/stories/lifestyle/20100523plmb.jpg

MEMUKAU, Penyanyi Saykoji dan Lusi Rahmawati berduet di atas panggung pada konser musik Surya Slimsation, di lapangan Parkir Bumi Sriwijaya Palembang, kemarin. Konser musik yang digelar Surya Slims Stage Slimsation bertajuk “Escape To The Future” sukses mengguncang ribuan Wong Plembang.

PALEMBANG (SI) – Konser musik yang digelar Surya Slims Stage Slimsation bertajuk “Escape To The Future” sukses mengguncang ribuan pengunjung Lapangan Parkir Madya Bumi Sriwijaya,kemarin (22/5) malam. Sederet artis papan atas Ari Lasso,Andra And The Back Bone, Lusi Rahmawati, Saykoji serta DJ Anton yang tampil all out tak urung menghibur warga kota pempek hingga tengah malam.

Sebagai artis pembuka, Band Saykoji berhasil menghangatkan suasana akhir pekan para penonton yang sudah memadati area konser sejak sore. Tembang-tembangnya yang tak asing lagi di telinga seperti So What Gitu Lho,Jomblo dan Right Now pun disambut antusias penonton dengan koor-koor panjang hingga bait-bait terakhir.Ditambah kolaborasinya dengan DJ Anton, lagulagu yang dinyanyikan band gaul tersebut semakin menyemarakkan pembukaan konser tadi malam.

Tak berhenti sampai di sana,dahaga pencinta musik di Palembang terus diguyur oleh penampilan artis lain yang tak kalah seru.Sebagai pengisi acara kedua, Lusy Rahmawaty yang khas dengan tampilannya yang selalu freshmakin melengkapi romantisme malam Minggu kawula muda Palembang dengan tembangnya Ternyata Tanpamu.

Kejutan-kejutan yang dijanjikan panitia dalam jumpa pers sebelumnya juga terbukti, manakala mantan personel AB Three tersebut tampil featuringdengan Saykoji dengan mulus menyanyikan lagu bertajuk Dilema. Permainan lighting yang spektakuler makin menambah seru lagu Jai Ho yang dimainka dua performance papan atas tersebut. Puas dengan tampilan atraktif keduanya,pengunjung kembali dibuat terhenyak dengan penampilan Andra CS.

Dengan aksi panggung dan penampilan yang sedikit garang,Andra and The Back Bone mengawali aksi mereka dengan lagu Musnah. Lagu yang memang lawas dan ditunggu-tunggu ini akhirnya berhasil membuat penonton terus merangsek ke depan bibir panggung yang dijaga ketat aparat. Meski waktu menunjukkan hampir pukul 22.00 WIB, arus pengunjung terus berdatangan.

Kondisi cuaca yang cerah membuat pengunjung makin ramai dan larut dalam suasana kegembiraan melihat langsung idola-idola mereka yang tengah unjuk gigi di atas panggung. Membawakan lebih dari 5 lagu andalannya,Andra CS tadi malam pun harus menyudahi penampilannya dengan tembangnya Jalanku Bukan Jalanmu, setelah sebelumnya melempar tembang Lagi,lagi dan lagi.

Rasa penasaran penonton akhirnya terobati dengan penampilan pamungkas solois beken Ari Lasso di ujung konser. Tembangtembang Ari seperti Rahasia Perempuan dan Mengejar Matahari membuat kerumunan massa yang sudah terbius terus bergoyang menikmati setiap alunan musik menghibur yang dilantunkan.Demikian halnya saat lagu berjudul Penjaga Hati dinyanyikan, tanpa dikomandoi penonton yang kebanyakan ABG serentak menglambaikan tangan mengiringi lagu hingga penutupan konser.

Sebelumnya, Branch Manajer Surya Slim Baskaris Ibrata mengatakan, konser ini diyakini akan membawa penonton ke dalam suasana futuristik di saat artis idola mereka beraksi di atas panggung. Tampilan artis akan dikemas berbeda dengan selingan-selingan kolaborasi yang diarahkan oleh show director handal Erick J Turangan, serta kejutan-kejutan yang akan dilihat pada saat konser akan dimulai sampai akhir konser. (komalasari)

Balaputradewa
May 23rd, 2010, 06:19 PM
Good idea, tapi nanti Ki kalau Thread ini sudah nyampe 700 post, ntar lagi nyampe neh:) and Welcome You!

Visit Musi Forever :D

Suasana Pendaftaran Koko dan Cici Palembang 2010

http://img690.imageshack.us/img690/2029/26792133311441935615759.jpg (http://img690.imageshack.us/i/26792133311441935615759.jpg/)

http://img33.imageshack.us/img33/3373/31523118636404836129100.jpg (http://img33.imageshack.us/i/31523118636404836129100.jpg/)

http://img33.imageshack.us/img33/2227/31523118641134835656100.jpg (http://img33.imageshack.us/i/31523118641134835656100.jpg/)

http://img341.imageshack.us/img341/4657/29123118954361471000100.jpg (http://img341.imageshack.us/i/29123118954361471000100.jpg/)

http://img189.imageshack.us/img189/6754/31523118641138168989100.jpg (http://img189.imageshack.us/i/31523118641138168989100.jpg/)

Photo by: Facebook Koko Cici Palembang Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
May 29th, 2010, 10:47 AM
Malam ini Kerispatih Manggung Gratis di BKB
Sriwijaya Post - Sabtu, 29 Mei 2010 14:06 WIB

MALAM ini tiga grup band kondang bakal tampil dalam konser bertajuk "In Mild Music Beat " di Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) di Palembang. Konser yang diusung In Mild, ini menampilkan Seventeen, She dan Krispatih.

Noor Cahyo Disrict Suvevisor In Mild, kepada Sripo konser ini tidak dipungut bayaran."Dipekirakan akan dihadiri ribuan penonton kareha konser gratis." ujarnya.

Menurut Noor Cahyo, tiga grup band ini karena mereka sudah lama tidak tampil di Palembang. "Ketiga band ini cukup banyak penggemarnya di Palembang," ujarnya.
Seperti Seventean, menelorkan beberapa album diantaranya Bintang Terpilih, Sweet Seventeen dan Lelaki Hebat.

"Seventeen dengan personil Bani (bas), Yudhi (gitar), Herman (gitar) dan Ifan (vokal). Grup ini berdiri tahun 1999. Sudah lama tidak tampil di Palembang," ujarnya.

Begitu juga dengan SHE (Sound and Harmony Eclectic) adalah sebuah grup musik asal berdomisli di Bandung. Grup musik ini dibentuk tahun 2000. Semua personilnya adalah kaum hawa, tujuh orang "mojang priangan". "Tentu ini konser yang paling asyik ditonton," imbuhnya.

Sedangkan Kerispatih, kehadiran di Palembang dengan personil baru Fendi Santoso, Fandi yang jebolan Idol ini resmi
mengantikan Sammy yang tersangkut kasus narkoba.
Personil Krispatih lainnya adalah Badai, Arief, Andhika, dan Anton. Krispatih melejit lewat lagunya Tak Lekang oleh Waktu, Kejujuran Hati dan lagu lainnya. Tiga grup band ini akan melihatkan aksi mereka di stage." Penasaran datang saja ke BKB," pungkas Noor Cahyo.

paradyto
June 5th, 2010, 06:39 AM
Mega dan Miranda Borong Songket Tria
Saturday, 05 June 2010

PALEMBANG(SI) – Kain songket Palembang memang memikat siapa saja, tak terkecuali mantan Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Di selasela agendanya menghadiri acara Arisan Nusantara di Palembang kemarin, Mega beserta rombongan bahkan memborong aneka kain tradisional di Rumah Busana Tria. Mega yang tiba di sentra kerajinan Rumah Busana Tria di kawasan Jalan Anggar, Kampus, Palembang, sekitar pukul 09.00 WIB kemarin terlihat antusias mengamati songket-songket hasil modifikasi Tria Gunawan.Saking terpikatnya, Mega bahkan tak segan merogoh kocek sampai puluhan juta untuk beberapa lembar kain, seperti songket batik sulam, jumputan, blongsong, jumputan kacang ijo. Tak hanya Mega, Deputi Senior BI Miranda Goeltom juga terlihat hadir dalam rombongan tersebut. Meski awalnya hanya menemani, ibu-ibu ini akhirnya tertarik juga menjadikan songketsongket modifikasi Tria ini menjadi oleh-oleh.

Walaupun warna khas songket Palembang merah,rombongan ini kebanyakan tertarik membeli songket hitam yang disulam dengan benang tembaga. Selama sekitar dua jam, rombongan ini terlihat asyik mencoba kain-kain ciptaan peraih Upakarti tersebut.Sedangkan,Mega tampaknya sangat tertarik dengan kain songket sulam tangan yang berwarna terakota. “Tentu senang ya, sampai mantan presiden ke sini. Kalau mereka berniat mengunjungi, artinya produk kita itu diterima pasar. Makanya mereka sampai rela datang dan membeli beberapa potong,” kata pemilik Rumah Busana Tria,Tria Gunawan,kemarin. Menurut Tria, rombongan ini cukup banyak memborong kain buatannya. Alasan mereka ratarata mengagumi modifikasi songket yang membuatnya jadi lebih modern sehingga bisa dipakai di semua kesempatan.

Sebelum berkunjung ke Rumah Busana Tria, rombongan ini juga sudah berkeliling ke beberapa sentra perajin songket lain. Tak hanya kain khas tradisional, rombongan ini juga tak melewatkan wisata kuliner Palembang yang terkenal. Di antaranya,Mie Celor 26 dan Rumah Makan Sri Melayu. Dalam jadwalnya,Mega juga diagendakan berkunjung ke Pasar Ramayana dan Museum Tekstil. Dalam kunjungannya kemarin, Mega tak terlalu banyak berkomentar. Dia hanya mengata-kan, ketertarikannya dengan kain-kain produksi Tria sangat dipengaruhi modifikasi sang perancang.

Permainan warna yang tidak monoton membuat kain songket jadi lebih menarik dan cocok dipakai di semua kesempatan. “Modifikasinya menarik dan lebih beragam.Itu yang membuat kain-kain ini diminati,”ujarnya. (komalasari)

paradyto
June 5th, 2010, 06:54 AM
Carrefour opens national SME product showcase
The Jakarta Post, Jakarta | Tue, 06/01/2010 11:34 AM | Headlines

PT Carrefour Indonesia, one of the country's largest retailers, launched Monday a program in the company's hypermarket outlets that will offer customers a range of products made by small- and medium-scale enterprises (SMEs), says a company official.

About 140 SMEs joined Carrefour's first bazaar in Jakarta and sold various products, including food, garments, herbal medicine, handicrafts and furniture. The bazaar will run from May 31 to June 6, said a company official.

Carrefour's second bazaar will start in Palembang, South Sumatra, on June 7. The company will stage week-long bazaars in the parking outlets of all its outlets in Indonesia.

Carrefour president director Shafie Shamsuddin said in Jakarta on Monday that the bazaar was also a selection process for SMEs that hope to sell products at the company's hypermarkets and supermarkets.

"Carrefour has allocated Rp 3 billion *US$327,000* for the program," Shafie told reporters at the program's launch, which was attended by eight Cabinet ministers.

"After the bazaar, we will choose winners based on sales, display layouts and product creativity."

"The winners will receive training, financial support and free promotion," he added.

The winners would become temporary Carrefour suppliers and be allowed to display and promote their products at an area inside Carrefour outlets to be called Pojok Rakyat.

If the winners can sustain sales, product quality and supply continuity over time, Carrefour will make them permanent suppliers and offer them an opportunity to become a global supplier, he added.

"Carrefour is aiming to recruit 100 new suppliers from the SME sector by the end of the year," Carrefour president commissioner Chairul Tanjung said.

He added that there would be no fees for SMEs to participate in the program. (rch)

paradyto
June 8th, 2010, 01:34 AM
Novri-Marty, BGP 2010
Senin, 07 Juni 2010 01:47

http://www.sumeks.co.id/images/stories/07-06-2010/bu-BGP.jpg

M Novrial Nawawi dan Marty Fitrianty akhirnya dinobatkan sebagai Bujang Gadis Palembang (BGP) 2010. Keduanya berhasil menyisihkan 11 pasangan finalis lainnya dalam acara Grand Final Pemilihan Bujang Gadis Palembang Ke-23 Tahun 2010 di Hotel Novotel, tadi malam (6/6).

Keduanya bangga dan terharu menjadi Bujang Gadis Palembang 2010. “Kami tidak menyangka bisa menang dalam Bujang Gadis Palembang 2010. Terima kasih pada juri yang memilih kami, akan kami jalankan amanat ini sebaik-baiknya,” ujar Nofrial.

Selain itu, terpilih Aldi Prima dan Apriliza Larasati sebagai wakil I Bujang Gadis Palembang. Dody Fernandes dan Nindy Analia Rizky sebagai wakil II Bujang Gadis Palembang 2010. Untuk juara harapan I Bujang Gadis diraih Harry Chandra Satria dan Sharly Amalia. Harapan II Berry Satria dan Cindy. Harapan III direbut Ahmad Ritopan dan Sandfreni. Selain itu, terpilih M Efran Fuadi dan Nabila Sindami sebagai Bujang Gadis Favorit serta M Faried Akbar dan Candri Puspita Sari sebagai Bujang Gadis Fotogenik.

Dalam acara itu, hadir Asisten II Pemerintah Kota Apriadi S Busri, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Palembang Drs Baharuddin Ali MSc, Plt Kadisdikpora Palembang, Kapoltabes Palembang, Kepala Kejari (Kajari) Palembang, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin II, tokoh masyarakat dan lain sebagainya. Untuk dewan juri bertindak sebagai ketua Drs Erman Rum dengan anggota Muchlisin, Amelia, Pradiana, serta Mr Ali Hanafiah.

Menurut Asisten II Pemerintah Kota, Ir Apriady S Busri, pemilihan BGP 2010 sangat positif dalam rangka mendukung program pemerintah di dunia pariwisata. “Bujang Gadis Palembang 2010 ini akan ditingkatkan kemampuan dan wawasan wisatanya dalam rangka mengenalkan sumber daya wisata di Palembang,” bebernya.

Selain itu, dalam SEA Games Ke-26 pada 2011 nanti, Bujang Gadis Palembang akan berpartisipasi sebagai duta wisata serta mengenalkan budaya pada negara peserta SEA Games. “Bujang Gadis Palembang yang sebelumnya juga kita libatkan dalam SEA Games 2011 nanti,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Palembang, Drs Baharuddin Ali MSc, agar bujang gadis mampu tampil sebagai duta pariwisata yang mengenalkan Palembang pada dunia luar. “Kita berharap bujang gadis dapat berpartisipasi meningkatkan daya tarik Palembang di mata dunia luar. Baik dari luar provinsi maupun negara lain,” ujarnya.(mg41/mg15/mg39)

paradyto
June 11th, 2010, 12:16 PM
Sumsel Bangun Industri Pariwisata
Sriwijaya Post - Kamis, 10 Juni 2010 16:23 WIB

PALEMBANG - Pemerintah Sumatera Selatan bergerak cepat menggali dan memajukan potensi pariwisata menjelang pelaksanaan SEA Games 2011. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumsel ditarget meningkat 300 persen. Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) RI, DR Sapta Nirwandar, mengatakan, target wisatawan yang datang ke Indonesia pada 2011 capai 6,4 juta. Sebagian besar ke Palembang.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, mengatakan, pelaksanaan SEA Games 2011 dijadikan momen mendatangkan wisatawan domestik dan internasional ke Sumsel.

“Selain sukses pelaksanaan, kita target SEA Games 2011 membawa manfaat bagi masyarakat Sumsel. Silahkan kerahkan semua potensi pariwisata yang ada, menyambut tamu-tamu kita dari 11 negara ASEAN dan wisatawan domestik,” kata Alex, ketika menjadi pembicara pada acara The Ancient Heritage of Sriwijaya, Seminar Potensi Ekonomi dan Pariwisata Muara Enim dan Kota Palembang, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (10/6).

Dia mengatakan, panitia dari 11 negara ASEAN akan ditempatkan di lantai 1-5 Gedung Bank Sumsel di Kompleks Jakabaring. “Gedung itu nanti berlantai 17. Panitia akan ditempatkan di lantai 1 sampai 5 Bank Sumsel, lokasi sekretariat panitia,” kata Alex, sesaat sebelum bergegas ke bandara menuju Palembang.

Plt Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sumsel, Robby Kurniawan, menambahkan, Pemprov Sumsel tengah memperbaiki semua jalur transportasi menuju Sumsel.

“Kita tengah membenahi dan membuka lebih luas sarana transportasi darat, laut, dan udara. How to get there (bagaimana menuju ke sana/Palembang). Contoh, rute penerbangan Singapura-Palembang, Kuala Lumpur-Palembang. Termasuk memperbanyak rute Jakarta-Palembang. Kita berbenah dan mengajak masyarakat Sumsel demam SEA Games, seperti demam World Cup,” tambahnya.

Dirjen Pemasaran Pariwisata, Sapta Nirwandar, optimistis Sumsel bisa memanfaatkan momen SEA Games 2011. Sebagai pria asal Sumsel, Sapta berharap provinsi ini bisa mendatangkan wisatawan asing ke Palembang dengan jumlah yang lebih besar dari tiga daerah penyelenggara SEA Games yang lain, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

"Ayo gerakkan ekonomi kreatif, seperti cinderamata, souvenir, songket, pempek, tekwan, kaus, pindang, dan kekayaan potensi wisata kita. Buat kemasan yang menarik dan secantik mungkin. Catatan saya, ekonomi kreatif seperti ini bisa menjadikan masyarakat sejahtera,” paparnya.

Sapta mengatakan, potensi wisatawan nusantara yang datang ke Sumsel antara lain datang dari domestik Sumsel, Bangka Belitung, Banten, DKI, dan Bengkulu. “Untuk pasar wisatawan manca negara, antara lain dari Malaysia, Singapore, China, dan Eropa,” paparnya.

Turut hadir sebagai pembicara dalam acara The Ancient Heritage of Sriwijaya, antara lain Bupati Muara Enim Muzakkir Sai Sohar dan Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra. Acara dilanjutkan peninjauan kerajinan Sumsel, ramah tamah, dan launching buku Hatta Rajasa, yang dihadiri tokoh-tokoh Sumsel di Jabodetabek

paradyto
June 13th, 2010, 03:13 PM
DAFTAR WONG PLEMBANG (FAMOUS PERSON)

Budayawan:

Abdullah Totong Mahmud

Politik:

Alex Noerdin
Antasari Azhar
Aulia Pohan
Djaelani Naro
Hatta Rajasa
Jimly Asshiddiqie
Marzuki Alie
Sainan Sagiman
Syahrial Oesman
Syamsurya Ryacudu
Taufiq Kiemas

Pahlawan:

Mahmud Badaruddin II dari Palembang

Artis:

Anwar Fuady
Arumi Bachsin
Delia Ecoutez
Farah Quinn
Ferry Salim
Fenita Ari
Helmy Yahya
Irene Librawati
Joe Taslim
Lyra Virna
Onky Alexander
Putri Titian
Ricky Perdana
Revalina S Temat
Riyanni Djangkaru
Selly Hasan
Shandy Syarif
Tantowi Yahya
Titi Kamal
Ustad Ahmad Al Habsy

News Anchor/Presenter

Dicky Syahputra Abrar Trans 7
Ike Suharjo Tv One
Jemmy Darrusman Tv One
Muahammad Rizky Hidayatullah TvOne
Reza Prahadian TvOne
Soraya Hylmi

Balaputradewa
June 13th, 2010, 05:53 PM
tambahan..

Budayawan
Prof. Gajah Nata
Amran Halim
Djohan Hanafie

Politik:
Susno Duadji
Kiemas Yahya

Pahlawan:
AK Gani (Pahlawan Nasional)

Artis:
Nyimas Shandy Aulia
Masayu Clara
Dea Imoet
Caroline Zachrie
Anissa Bahar
Keluarga Azhari (Ayu, Sarah, Rahma)


News Anchor:
Tia Yufada Metro TV

SSCI:
Paradyto :D

join_zulfian
June 14th, 2010, 05:20 AM
tambahan...

politik :
- ryamizard ryacudu
- alamsyah ratu prawiranegara
- said agil almunawar

Artis :
- devi permatasari

paradyto
June 14th, 2010, 03:19 PM
tambahan..
SSCI:
Paradyto :D

ha ha ha sejak kapan Bala:lol::bash:

paradyto
June 14th, 2010, 03:21 PM
Persiapan Fisik 90 Persen

Kompleks Dekranasda semakin semarak. Puluhan pekerja terus menyelesaikan pembangunan tenda untuk stan dan fasilitas Sriwijaya Expo 2010 sekaligus Festival Sriwijaya XIX, 16-23 Juni. Tenda-tenda untuk pameran kerajinan dari para peserta hampir kelar dibangun.

Masih tersisa satu roader lagi yang dalam tahap penyelesaian. Sedangkan dua roader lainnya selesai dipasangi air conditioner (AC) dan pencahayaan. “Kalau tidak nanti malam, besok (hari ini, red) sudah selesai didirikan semua tenda stannya,” kata seorang pekerja di sana kemarin.

Tiga panggung untuk Festival Sriwijaya, panggung Sriwijaya ekspo yang menjadi zona musik dan panggung Sapta Pesona untuk menampilkan kreasi anak-anak muda Sumsel sudah pula disiapkan. Di samping, ada arena permainan anak sekaligus pasar malam. “Saat ini, pengerjaan fisik jalan sekitar 10 persen,” kata Abby Krisnamurti, General Manager Sriwijaya Media Convex, yang menjadi event organizer (EO) Sriwijaya Expo.

Katanya, 10 persen pengerjaan fisik akan rampung secepatnya. “Malam ini kemungkinan selesai,” cetusnya. Tampak yang belum ada, gerbang penyambutan dan beberapa fasilitas pelengkap lainnya. Tiga roader tenda stan Sriwijaya Expo mempunyai daya tampung sekitar 200 peserta. Diperuntukkan bagi stand jajaran pemerintahan, BUMN, BUMD, dari pihak UKM/swasta lainnya.

Ada pula 23 unit tenda kerucut dengan ukuran 5 x 5 meter untuk UKM yang kurang mampu dari segi pendanaan. “Para peserta sudah bisa mulai mendekor stan 15 Juni mendatang,”jelas Abby. Pada 14-15 Juni dijadwalkan akan dilakukan gladi kotor dan gladi bersih pembukaan Sriwijaya Expo dan Festival Sriwijaya.

Untuk mendukung sukses pelaksanaan acara, EO menyiapkan empat genset berkapasitas 2000 kVA dan AC yang memadai. Akan ada utusan dari peserta luar negeri. Yakni dari Srilanka, Australia, Aljazair dan Amerika Serikat. Sayangnya, mereka bukan datang sebagai peserta Sriwijaya Expo 2010.

“Mereka datang untuk mengunjungi even ini. Kemungkinan besar sekaligus mencoba mengadakan kerja sama dengan pemerintah Sumsel. Karena tampaknya ada ketertarikan pada sejumlah komoditas kita. Jadi sifatnya G to G(government to government),”beber Abby.

Seluruh daerah di Sumsel sudah memastikan hadir dan mengirim utusannya. Termasuk Provinsi Riau, Kepri, Kaltim, Lampung, Babel, dan Sumbar. Yang dari Malaysia, yakni utusan Melaka dan Negeri Perak. Sriwijaya Expo 2010 dan Festival Sriwijaya XIX ini akan dibuka Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Jero Wacik 16 Juni mendatang.

Diungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Sumsel M Jhonson, akan ada pula beberapa kegiatan untuk memeriahkan even ini. Seperti panjat tebing pinang, permainan enggrang, terompah panjang dan gasing di TPKA Karang Anyar, Gandus. Lalu lomba bidar pada 17 Juni dan lomba mancing internasional pada 20-21 Juni. “Jumlah peserta Festival Sriwijaya ini saja sekitar 600 orang, bahkan bisa lebih,” ungkapnya.(46)

Fikr
June 15th, 2010, 10:58 AM
ha ha ha sejak kapan Bala:lol::bash:

^^
tambahan Band

- Armada Band
- Salju Band
- R-Band (Rimau Band)

join_zulfian
June 15th, 2010, 11:57 AM
^^
tambahan Band

- Armada Band
- Salju Band
- R-Band (Rimau Band)

klo armada band sdh go nasional banget, sampe dpt doubel platinum. :cheers: Salju band sama R-band sy baru denger, apa sdh buat album ya?

paradyto
June 15th, 2010, 03:13 PM
^^
tambahan Band

- Armada Band
- Salju Band
- R-Band (Rimau Band)

Fikr mau kenalan sama Vocalist-nya?
di Facebook ada kok: RBAND [Rimau Band] Palembang

Balaputradewa
June 16th, 2010, 04:29 AM
Finalis Koko dan Cici Palembang 2010 Memasuki Masa Karantina
Menginap di Wisma Pertamina, Belajar Sejarah Hingga Merias

http://img690.imageshack.us/img690/2029/26792133311441935615759.jpg (http://img690.imageshack.us/i/26792133311441935615759.jpg/)

Sumatera Ekspres, 15 Juni 2010

Sebanyak 12 pasang finalis Koko Cici Palembang 2010 mulai menjalani masa karantina. Mereka menginap di wisma Pertamina Golf, 14-19 Juni. Bahkan, kemarin (14/6), para finalis itu mengikuti beragam agenda yang disusun panitia pemilihan. Kegiatan perdana, belajar sejarah dengan mengunjungi Masjid Muhammad Ceng Ho Sriwijaya Jakabaring yang pendiriannya diprakarsai PITI (Pembina Iman Tauhid Indonesia) Sumsel. Dilanjutkan ke Kampung Kapitan di 7 Ulu dan Kelenteng Dewi Kwan Im kawasan 10 Ulu.

Tiba di Masjid Muhammad Ceng Ho Sriwijaya, ke-12 pasang finalis langsung disambut Herwansyah, pengurus masjid. Mengenakan kemeja putih dengan balutan jas atau blues hitam serta celana atau rok hitam, para finalis itu, enak dipandang.
“Masjid ini awalnya sedikit ditentang oleh sejumlah LSM. Tapi dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, serta dukungan pendanaan dari warga Tionghoa yang sudah muslim maupun belum serta donatur lain, masjid ini pun bisa seperti sekarang,” jelas Herwansyah.

Para finalis tampak mendengarkan dengan seksama. Sesekali mereka bertanya apa yang tidak mereka mengerti. “Sangat baik ada kunjungan seperti ini. Saya baru tahu kalau ada Masjid Ceng Ho di Jakabaring. Dengan ini, bisa tahu dan tambah pengetahuan. Termasuk tempat-tempat lain yang nanti kita kunjungi,” ungkap Robert, seorang finalis Koko Cici.

Finalis Koko Cici 2010 juga belajar sejarah Kampung Kapitan yang merupakan peninggalan keluarga Tjoa atau Kapitan Tjoa. Dari sana, mampir ke tempat peribadatan umat Tridharma yang dikenal pula dengan Kelenteng Dewi Kwan Im yang usianya berkisar 400 tahunan, tertua di Sumsel. Yanti Liu, panitia pemilihan Koko Cici Palembang 2010 menjelaskan, para finalis selama lima hari masa karantina diajari banyak hal. Setelah mengunjungi tiga tempat itu, mereka belajar cara berhias diri dan malamnya ada pembekalan sejarah Palembang. “Yang akan melatih mereka kebetulan saya sendiri. Untuk yang lain ada pelatihnya lagi,” jelasnya.

Hari ini (15/6), para finalis belajar menari. Siangnya audiensi dengan jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Palembang. Malamnya, belajar table maner di Vihara Maitreya lapangan Hatta. Termasuk cara membuat makanan. Lusa (Rabu, red), para finalis dipandu panitia rencananya akan mengunjungi Pulau Kemaro. Pembina Koko Cici Palembang, Qori menjelaskan, selama masa karantina ini semua finalis akan dinilai dari banyak hal. “Kita nilai keterampilan, kemandirian, kepribadian, dan bahasanya. Penilaian ini akan juga menentukan siapa yang akan menjadi pemenang pada malam grand final 19 Juni mendatang,” bebernya.

Panitia nantinya akan memilih juara pertama, kedua dan ketiga, juara harapan dan favorit. Malam grand final rencananya akan dihadiri langsung Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT. “Kita sudah undang pak Wako, mudah-mudahan beliau bisa hadir karena kita tahu sekarang sedang sibuk ntuk peringatan hari jadi Kota Palembang. Belum lagi ada Sriwijaya Expo dan acara lainnya,”tukas Qori.

Ke-12 pasang finalis ini merupakan pilihan dari 25 pasang semifinalis Koko Cici Palembang 2010. Sebelumnya, yang mendaftarkan diri pada ajang pemilihan ini sekitar 200 orang peserta. Namun, dalam serangkaian tes di Hotel Wisata, terpilihlah para finalis ini. (46)

paradyto
June 17th, 2010, 01:24 AM
Festival Sriwijaya XIX Meriah
Thursday, 17 June 2010

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/images/stories/sindosore/20100617plmb.jpg

FESTIVAL SRIWIJAYA, Gubernur Alex Noerdin, Menbudpar RI Jero Wacik, Ketua MPR RI Taufik Kiemas, Ketua DPR RI Marzuki Alie dan Anggota DPR RI Mahyuddin NS saat membuka Festival Sriwijaya XIX, tadi malam.

PALEMBANG (SI) - Malam pembukaan Festival Sriwijaya ke XIX dan Sriwijaya Ekspo 2010 yang digelar di Komplek Dekranasda Palembang, Provinsi Sumatera Selatan,tadi malam berlangsung meriah. Hadir Ketua MPR RI Taufik Kiemas,Ketua DPR RI Marzuki Alie didampingi istri, Asmawati, Menteri KebudayaandanPariwisata( Menbudpar) RI Jero Wacik,Ketua Komisi X DPR RI Mahyuddin NS,Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Wakil Gubernur Sumsel Eddy Yusuf,dan Bupati serta Wali Kota se-Sumsel.

Rombongan yang hadir dalam event akbar yang diselenggarakan sejak 16 -23 Juni 2010 tersebut disambut dengan musik dan tarian hinaria Sriwijaya. Selanjutnya Menbudpar menerima kalungan jumputan sebagai tanda penghormatan dan terimakasih dari masyarakat Sumsel terhadap kedatangan seluruh tamu yang merupakan orang penting di RI tersebut. Kegiatan yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB tersebut diwarnai rangkaian acara, terutama iringan musik Rejungdan tari-tarian.

Pujian atas kesuksesan pembukaan event akbar tersebut langsung meluncur dari bibir Menbudpar. Dia mengaku, dari 10 kali menghadiri festival, baru kali ini dihadiri seluruh unsur baik Ketua MPR dan Ketua DPR secara langsung. ”Di hari ini tokoh-tokoh daerah yang menjadi tokoh nasional dapat hadir, dan ini merupakan kebanggan. Maka kita songsong dan berikan dukungan atas kegiatan tersebut berikut juga dukungan untuk Palembang yang menjadi tuan rumah Sea Games yang juga merupakan dukungan Presiden,” ujar Jero Wacik di sela kegiatan.

Menurut dia, partisipasi seluruh kabupaten/kota terhadap puncak kegiatan seni dan budaya tersebut sangat baik. Jero mengatakan,sudah sepantasnya di tengah hiruk pikuk kehidupan politik,ekonomi dan hukum yang ada harus diimbangi dengan kehidupan seni dan budaya. ”Optimisme bangsa yang besar harus kita pegang.Apalagi seni budaya memiliki peran yang besar bagi kemajuan bangsa serta bagi kesatuan masyarakat. Seni dan budaya memiliki peranan kuat untuk memersatukan bangsa,” tandasnya.

Gubernur Susmel Alex Noerdin menambahkan,sudah saatnya mengembalikan kejayaan Sriwijaya. Selaku Gubernur dirinya sangat apresiasi terhadap partisipasi semua pihak dalam kesuksesan acara tersebut. ”Kebanggan kita ditambah dalam waktu dekat tanah Sriwijaya akan menjadi tuan rumah Sea Games dan berharap Festival Sriwijaya ke depan dapat lebih baik,”kata Alex. Menurut dia, kegiatan serupa akan dilaksanakan lebih optimal baik secara kuantitas maupun kualitas.”

Harapannya khusus Festival Sriwijaya dan Sriwijaya Expo 2011 akan digelar pada 11 November 2011 berbarengan dengan pembukaan Sea Games pula,”harapnya. Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Jhonson mengatakan, persiapan yang matang dan dukungan masyarakat amatlah penting dalam kegiatan tersebut.”Mudah-mudahan tahun berikutnya kita semakain baik secara kualitas dan kuantitas.

Kita pun mengedepankan kekuatan dan dukungan pihak terkait,stakeholder dan masyarakat. Sekaligus mendorong sektor usaha kecil menengah yang berpartisipasi aktif dalam even ini,”tandasnya. Acara ditutup sekitar pukul 22.00 WIB dengan pentas drama teaterikal tentang kejayaan Demang Lebar Daun, diteruskan dengan karnaval seluruh kontingen dari kabupaten/kota yang ada di Sumsel hingga kunjungan ke seluruh stan. (retno palupi)

paradyto
June 17th, 2010, 01:33 AM
Karnaval Budaya 2010 Meriah
Wednesday, 16 June 2010

PALEMBANG (SI) – Karnaval budaya 2010 di Provinsi Sumsel resmi dibuka Menteri Kebuda-yaan dan Pariwisata RI Jero Wacik, kemarin. Cuaca Kota Palembang yang mendung dan gerimis tak sedikit pun mengurangi kemeriahan pawai keragaman budaya se – Sumsel ini.

Pelepasan karnaval yang dipusatkan di halaman kantor gubernur tersebut, juga dalam rangka memeriahkan Festival Sriwijaya ke XIX. Dengan didampingi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, bupati/ wali kota se Sumsel, Menteri Jero Wacik, dimanjakan dengan suguhan seni budaya yang unik dari masing-masing daerah. Iringan peserta karnaval sempat membuat macet di ruas jalan yang dilalui seperti Jalan Kapten A Rivai dan Jalan Sudirman.

Kemacetan terjadi, karena para pengendara yang melintas mengurangi kecepatannya untuk melihat keindahan dan keunikan masing – masing peserta karnaval. Peserta karnaval hanya mengambil rute hingga jalan sudirman depan Pasar Cinde. Selanjutnya, para peserta menaiki bus yang telah disediakan untuk menuju kawasan Sriwijaya Expo di Jakabaring. Meskipun hanya sekilas, suguhan dari masing-masing daerah cukup membuat menteri bangga akan keragaman budaya di Sumsel.

Seperti kontingen Ogan Ilir yang menyuguhkan cerita rakyat tentang legenda Lanang Kuaso, Pagaralam menampilkan cerita manusia digigit ular hingga menjadi batu,Empat Lawang menyuguhkan cerita dengan tema “The Legend of Mak Sumai”, Prabumulih menceritakan tentang Nanas Pehabung Mule dan masih banyak keunikan lainnya. “Kita harus bangga akan seni dan budaya yang diwariskan nenek moyang kita.

Untuk itu, kita harus melestarikan budaya dan dijadikan alat pemersatu, agar tercipta kerukunan antar masyarakat ditengah berbagai perbedaan,” ujar menteri usai pelepasan kontingen karnaval budaya, di halaman kantor Gubernur, kemarin. Dalam kesempatan tersebut Jero Wacik mengaku sangat bangga sekaligus terharu melihat festival budaya di Sumsel. “Pak Presiden berpesan, jadikan seni budaya ini menjadi alat pemersatu, perekat bangsa, kerukunan dan jangan ada perbedaan.

Jadi, mari kita budayakan kesenian ini sehingga tidak hilang,”katanya. Dia menegaskan, kegiatan festival budaya bukan sekadar menghabiskan anggaran. Melainkan sebagai wujud menghargai negeri, terlebih dengan melibatkan generasi muda dalam festival, agar mereka mengetahui dan menghargai nilai budayanya sejak dini.

“Kita terus melakukan promosi pariwisata di Indonesia, dan Indonesia merupakan tempat yang memenuhi kriteria wisatawan untuk berkunjung,”sebutnya. Di mana, budaya tersebut harus didukung oleh beberapa faktor agar wisata dari luar berminat datang ke Indonesia seperti kondisi alam, budaya, orang atau manusianya,makanan,value atau nilai uang yang masih murah dan keamanan. “Indonesia memiliki alam yang sangat luas dan banyak potensi, budayanya kaya, orang Indonesia ramah, termasuk masyarakat Sumbagsel yang dinamis, bersahabat.

Kemudian, makanan di Indonesia dan Sumsel sangat banyak dan beragam, nilai uangnya juga masih murah dibanding negara lain didunia, kemananan di Sumsel juga kondusif. Jadi, kondisi inilah yang mendukung pariwisata Sumsel bisa bersaing,” urainya.Menteri mengaku yakin, turis asing akan datang, apalagi visa sudah dipermudah, hotel sudah banyak dan aman. Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, Festival Sriwijaya 2010 ini merupakan yang ke XIX.

Di mana, untuk 2011, waktu penyelenggaraan festival Sriwijaya dan Sriwijaya Expo akan digeser bersa-maan dengan pelaksaan Sea Games XXVI 2011, yaitu pada November. Dengan begitu, pelaksanaan Festival Sriwijaya ke XX nantinya akan lebih meriah. “Kita meyakini bahwa untuk saat ini masih banyak yang kurang. Tetapi, kami berjanji pada 2011 nanti penyelenggaraan Festival Sriwijaya dan Sriwijaya Expo pada 2011 akan lebih baik dari tahun ini.

Apalagi, festival ini juga akan dilaksanakan berbarengan pembukaan Sea Games,”beber Alex. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel M Jhonson menambahkan,karnaval budaya ini sekaligus untuk mempromosikan keanekaragaman seni budaya Sumsel kepada masyarakat luas. Untuk itu, pihaknya ingin menyajikan tampilan yang menarik dan berbeda.

Dia juga menyebutkan,Festival Sriwijaya dan Sriwijaya Expo digelar 16-23 Juni 2010,di Komplek Dekranasda Jakabaring, Palembang, yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi Sea Games. “Untuk festival ini setiap daerah mengirimkan kontingennya. Jadi,mulai dari tanggal 16-23 Juni mendatang, setiap malam masing-masing daerah akan menampilkan keseniannya di arena sriwijaya expo. Dengan ini mari kita saksikan Festival Seni Sriwijaya ke XIX dengan datang ke komplek Dekranasda Jakabaring,” ajaknya. (yayan darwansah)

paradyto
June 18th, 2010, 01:25 AM
1.300 Peserta Ramaikan Karnaval
Thursday, 17 June 2010

PALEMBANG (SI) – Rangkaian peringatan hari jadi ke- 1.327 Kota Palembang peringatan ke-39 dimeriahkan dengan karnaval. Sebanyak 1.300 peserta dari ber-bagai instansi pemerintah dan swasta tampak larut dalam kegiatan yang digelar di pelataran Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) tersebut.

Setelah dilepas Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Palembang Apriadi S Busri, para peserta karnaval start dari BKB menuju Jalan Sekanak–Jalan Merdeka– Kam-bang Iwak dan finis di kediaman wali kota di Jalan Tasik No 1, yang juga tempat tinggal Wali Kota Pa-lembang Ed-dy Santana Putra. Di sepanjang jalan yang dilalui, berbagai bunyi-bunyian, mulai terompet,rebana,hingga tanjidor yang dibawa rombongan karnaval, mampu menyedot perhatian masyarakat Kota Palembang.

Tak hanya itu, sebuah atraksi reog ponorogo yang dibawakan rombongan Turonggo Jaya Laras juga mengundang decak kagum masyarakat. Perwakilan Dinas Pendidikan, Pemuda,dan Olahraga (Disdikpora) dengan rombongan pelajar berprestasi serta atraksi drum band oleh para pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 115 dan SDN 117 juga tidak ketinggalan dan menyita perhatian warga. Selang satu jam kemudian, rombongan karnaval tiba di kediaman dinas Wali Kota Palembang.

Berada di atas panggung kehormatan, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra beserta segenap jajarannya telah menunggu kedatangan para peserta. Asisten II Pemkot Palembang Apriadi S Busri bersyukur kegiatan yang memang sudah direncanakan sejak jauh hari tersebut berjalan lancar dan sukses.“Kegiatan ini sengaja digelar untuk menggairahkan program wisata,” ujarnya.

Dia berharap kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahunnya. “Tujuannya mendukung program wisata dan menarik minat wisatawan berkunjung ke kota kita (Palembang),” tukasnya. Sementara itu,Kepala Disbudpar Palembang Baharudin Ali melalui Kasi Pemasaran Wisata Ismail Ishak mengatakan, karnaval diharapkan mampu menambah khasanah budaya dan pariwisata di Palembang, juga merupakan satu wujud syukur.

Baharuddin berharap, pada momentum HUT kali ini,Kota Palembang dapat tetap berjaya dan menjadi nomor satu di Indonesia. Bahkan, saat ini pun Palembang telah mampu menyejajarkan diri dengan kota-kota besar lainnya. Karena itu, dia mengajak segenap masyarakat dan mitra kerja untuk bahu-membahu melaksanakan pembangunan dan menyukseskannya.“ Yang jelas manfaat lan-carnya program pembangunan akan dirasakan bersama. Maka dengan bertambahnya usia, Palembang akan semakin maju dan terdepan dalam berbagai hal,”tambahnya. (andhiko tungga alam)

paradyto
June 23rd, 2010, 03:59 PM
Tahun Depan Sriwijaya Internasional Expo
Sriwijaya Post - Rabu, 23 Juni 2010 16:48 WIB

PALEMBANG - Transaksi yang berlangsung selama sepekan Sriwijaya Expo mencapai angka fantastis, yaitu Rp 4,2 miliar. Meski angka ini tergolong besar, Ketua panitia Sriwijaya Expo M Jhonson enggan mengklaim acara ini sukses.

"Silakan rakyat saja yang menilai apakah acara ini sukses atau tidak," tandas Jhonson saat ditemui Sripo di Komp Dekranasda Jakabaring Palembang.

Ia menambahkan, angka transaksi tersebut merupakan angka yang didapat panitia sampai Selasa malam (22/6). Pembeli yang datang tidak hanya dari dalam negeri, tapi pula dari luar negeri. Dari sekian negara yang diundang panitia Sriwijaya Expo untuk bertandang ke Palembang, Jhonson mengatakan, buyer dari Australia dan Timur Tengah yang berkunjung.

"Mereka datang sebentar," terangnya.

Ketika ditanya komoditi apa yang paling banyak diminati pembeli, Jhonson menjawab,komoditi tekstil. "Tekstil dan hasil-hasilnya termasuk pula kain jumputan khas Sumsel," akunya.

Ke depan, pagelaran Sriwijaya Expo dan Festival Sriwijaya akan dibarengi dengan SEA Games 2011. Namanya pun akan diganti menjadi Sriwijaya International Expo. "Ya tahun depan akan dibarengi dengan SEA Games," ujar Jhonson.

paradyto
June 24th, 2010, 05:24 AM
Transaksi Sriwijaya Expo Rp42 M
Wednesday, 23 June 2010

PALEMBANG (SI) – Transaksi bisnis selama seminggu pelaksanaan Sriwijaya Expo 2010 yang dimulai 16-23 Juni di Jakabaring,Palembang mencapai sekitar Rp45 miliar.

Angka ini meningkat tiga kali lipat lebih dari transaksi Sriwijaya Expo 2009 lalu yang hanya mencapai Rp13 miliar. Di mana, transaksi tersebut baru sebatas sektor retail dan belum termasuk transaksi untuk lapangan bisnis antara pemilik stan dengan pelaku usaha lainnya. Selain itu, Pemprov Sumsel mencatat sedikitnya 200.000 pengunjung Sriwijaya Expo baik dari lokal maupun dari luar seperti Australia, Malaysia dan Timur Tengah. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Jhonson mengatakan, pada pelaksanaan Sriwijaya Ekspo 350 unit stan yang tersedia semua terjual habis.

Baik untuk pengusaha menengah atas dan UKM. Bahkan terjadi penambahan stan di luar tenda-tenda resmi sehingga makin meningkatkan transaksi pada Sriwijaya Ekspo tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa Festival Sriwijaya dan Sriwijaya Expo diminati masyarakat. “Berdasarkan inventarisasi yang kita lakukan bersama dengan Disperindag, transaksi sampai tadi malam (Selasa malamred) mencapai Rp42 miliar lebih transaksi.Terbanyak dari UKM, itu belum termasuk kemungkinan terjadi future trading atau komitmen kelanjutan bisnis antara pedagang dan eksibitor. Buyer dari luar negeri pun juga ada yang datang, seperti Australia, Amerika Timur Tengah dan lainnya,” terangnya.

Pada 2011 kata Jhonsosn, Festival Sriwijaya dan Sriwijaya Expo akan berganti nama menjadi Sriwijaya Internasional Expo, yang meliputi Tourism,Trade and Investment (pariwisata, perdagangan dan investasi) yang akan dilangsungkan bersamaan dengan pembukaan SEA Games. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Epy Mirza mengungkapkan, produk-produk hasil perkebunan dan pertanian Sumsel seperti biji kopi, kopi bubuk dan karet banyak diminati pembeli dari mancanegara “Saat berlangsungnya Sriwijaya Expo 2010 di kawasan Dekranasda, Jakabaring,ada pembeli dari beberapa negara yakni Malaysia, Thailand, Vietnam, Arab Saudi dan Amerika Serikat serta Belanda. Mereka sangat tertarik dengan bagi produk Sumsel, terutama kopi dan karet,” jelasnya kemarin.

Menurut Epy Mirza,para calon pembeli dari mancanegera tersebut memesan biji kopi dan kopi bubuk dari Sumsel dengan jumlah, yang besar. Misalkan, Arab Saudi memesan 50 ribu ton pertahun, Amerika Serikat 150 ribu ton pertahun, Belanda 100 ribu ton pertahun. "Jika itu terealisasi, kita sanggup memenuhinya. Sebab produksi kopi kita pertahunnya mencapai 670 ribu ton pertahunnya. Namun yang jadi kesulitan kita, adalah peningkatan kualitas," terangnya Kendati belum melakukan transaksi, jelas Epy Mirza,namun calon buyer sudah tertarik untuk membeli produk-produk Sumsel.

Bahkan sudah mengambil sejumlah contoh produk untuk di-bawa ke negaranya masing-masing. Calon pembeli itu lanjutnya, juga sudah mengajukan syarat terkait kualitas barang yang ingin mereka beli.Misalnya,untuk kopi mereka mensyaratkan harus grade 2 dengan ciri-ciri biji kopi ukuran standar dan mulus. Mereka juga bisa menerima kopi grade 2 namun, harus higenis sebab pembeli dari beberapa negara itu, tahu pengelolaan kopi di Sumsel, tidak higenis karena dijemur di badan jalan dan tanah. ”Inilah yang menjadi kesulitan Sumsel,karena kualitas kopi Sumsel mayoritas pada grade 3 dan 4. "Ada grade 2, tetapi kualitasnya masih belum sesuai standar yang mereka inginkan," jelas Mirza.

Sementara itu Anggota Komisi II DPRD Sumsel Arudji Kartawinata berharap, pada tahun mendatang dinas terkait dan pihak event organizer (EO) lebih memperhatikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam melakukan promosi di event tersebut. (erwanto/yayan darwansyah)

gunny.gunason
June 28th, 2010, 06:16 AM
Transaksi Sriwijaya Expo Rp42 M
Wednesday, 23 June 2010

PALEMBANG (SI) – Transaksi bisnis selama seminggu pelaksanaan Sriwijaya Expo 2010 yang dimulai 16-23 Juni di Jakabaring,Palembang mencapai sekitar Rp45 miliar.

Angka ini meningkat tiga kali lipat lebih dari transaksi Sriwijaya Expo 2009 lalu yang hanya mencapai Rp13 miliar. Di mana, transaksi tersebut baru sebatas sektor retail dan belum termasuk transaksi untuk lapangan bisnis antara pemilik stan dengan pelaku usaha lainnya. Selain itu, Pemprov Sumsel mencatat sedikitnya 200.000 pengunjung Sriwijaya Expo baik dari lokal maupun dari luar seperti Australia, Malaysia dan Timur Tengah. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Jhonson mengatakan, pada pelaksanaan Sriwijaya Ekspo 350 unit stan yang tersedia semua terjual habis.

Baik untuk pengusaha menengah atas dan UKM. Bahkan terjadi penambahan stan di luar tenda-tenda resmi sehingga makin meningkatkan transaksi pada Sriwijaya Ekspo tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa Festival Sriwijaya dan Sriwijaya Expo diminati masyarakat. “Berdasarkan inventarisasi yang kita lakukan bersama dengan Disperindag, transaksi sampai tadi malam (Selasa malamred) mencapai Rp42 miliar lebih transaksi.Terbanyak dari UKM, itu belum termasuk kemungkinan terjadi future trading atau komitmen kelanjutan bisnis antara pedagang dan eksibitor. Buyer dari luar negeri pun juga ada yang datang, seperti Australia, Amerika Timur Tengah dan lainnya,” terangnya.

Pada 2011 kata Jhonsosn, Festival Sriwijaya dan Sriwijaya Expo akan berganti nama menjadi Sriwijaya Internasional Expo, yang meliputi Tourism,Trade and Investment (pariwisata, perdagangan dan investasi) yang akan dilangsungkan bersamaan dengan pembukaan SEA Games. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumsel, Epy Mirza mengungkapkan, produk-produk hasil perkebunan dan pertanian Sumsel seperti biji kopi, kopi bubuk dan karet banyak diminati pembeli dari mancanegara “Saat berlangsungnya Sriwijaya Expo 2010 di kawasan Dekranasda, Jakabaring,ada pembeli dari beberapa negara yakni Malaysia, Thailand, Vietnam, Arab Saudi dan Amerika Serikat serta Belanda. Mereka sangat tertarik dengan bagi produk Sumsel, terutama kopi dan karet,” jelasnya kemarin.

Menurut Epy Mirza,para calon pembeli dari mancanegera tersebut memesan biji kopi dan kopi bubuk dari Sumsel dengan jumlah, yang besar. Misalkan, Arab Saudi memesan 50 ribu ton pertahun, Amerika Serikat 150 ribu ton pertahun, Belanda 100 ribu ton pertahun. "Jika itu terealisasi, kita sanggup memenuhinya. Sebab produksi kopi kita pertahunnya mencapai 670 ribu ton pertahunnya. Namun yang jadi kesulitan kita, adalah peningkatan kualitas," terangnya Kendati belum melakukan transaksi, jelas Epy Mirza,namun calon buyer sudah tertarik untuk membeli produk-produk Sumsel.

Bahkan sudah mengambil sejumlah contoh produk untuk di-bawa ke negaranya masing-masing. Calon pembeli itu lanjutnya, juga sudah mengajukan syarat terkait kualitas barang yang ingin mereka beli.Misalnya,untuk kopi mereka mensyaratkan harus grade 2 dengan ciri-ciri biji kopi ukuran standar dan mulus. Mereka juga bisa menerima kopi grade 2 namun, harus higenis sebab pembeli dari beberapa negara itu, tahu pengelolaan kopi di Sumsel, tidak higenis karena dijemur di badan jalan dan tanah. ”Inilah yang menjadi kesulitan Sumsel,karena kualitas kopi Sumsel mayoritas pada grade 3 dan 4. "Ada grade 2, tetapi kualitasnya masih belum sesuai standar yang mereka inginkan," jelas Mirza.

Sementara itu Anggota Komisi II DPRD Sumsel Arudji Kartawinata berharap, pada tahun mendatang dinas terkait dan pihak event organizer (EO) lebih memperhatikan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam melakukan promosi di event tersebut. (erwanto/yayan darwansyah)

my fav festival:banana::cheers:

paradyto
June 29th, 2010, 01:32 AM
Kampung Kapitan Jadi Desa Wisata Nasional
Monday, 28 June 2010

PALEMBANG (SI) – Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) mengusulkan Kampung Kapitan sebagai desa wisata tahun 2010.

Selain Kampung Kapitan,Sabokingking dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya (TPKS) juga diusulkan. Keputusan ini didapat setelah perwakilan Kemenbudpar melakukan penilaian dan peninjauan secara langsung ke lokasi wisata sejarah yang berada di kawasan 7 ulu Palembang ini.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Ditjen Destinasi Pariwisata Kementrian Budaya dan Pariwi-sata Republik Indonesia (RI), Bakri mengatakan, sebanyak 200 desa di 29 provinsi telah diusulkan menjadi desa wisata yang nantinya mendapatkan bantuan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. ”Untuk Sumsel ada tujuh desa yang diantaranya 3 desa wisata di Kota Palembang.Secara nasional, ketiga kawasan wisata inilah yang pertama kali mendapatkan bantuan pengembangan dana,” jelas Bakri usai rapat integrasi PNPM Pariwisata di ruang rapat utama Parameswara Pemkot Palembang, kemarin.

Menurut Bakri, dalam program ini, setiap desa wisata yang mendapatkan bantuan PNPM mandiri jumlah bervariasi,mulai dari Rp 70 juta sampai Rp100 juta pertahun untuk kurun waktu selama tiga tahun. ‘’Kami ingin warga yang ada di kawasan desa wisata bisa hidup sejahtera.

Untuk itu, bantuan yang kami berikan semoga dapat membantu mengembangkan desa setempat, dengan model pengembangan PNPM Mandiri melalui pariwisata yakni pengembangan desa wisata, pengembangandesa sekitar Objek Desa tempat Wisata serta kemitraan usaha pariwisata,”jelasnya.

Pada 2011 mendatang, lanjut Bakri, akan ada peningkatan jumlah desa yang mendapatkan bantuan Kemungkinan desa yang mendapatkan bantuan meningkat menjadi 400 hingga 500 desa.Bakri berharap, program ini meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan melalui usaha kepariwisataan ini, untuk bersama dijadikan program yang handal kerja sama yang baik setiap elemen masyarakat.

“Pengawasan tidak hanya akan dilakukan kita dari pusat,rekan wartawan serta pengawasan dari masyarakat sangat diharapkan. Pprogram ini harus jalan, kalau ternyata tidak berhasil, tentunya bantuan tersebut bisa kita tarik,”tegasnya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang Baharuddin Ali mengatakan, dana PNPM tersebut akan digunakan untuk perbaikan setiap desa wisata yang diusulkan oleh pemerintah pusat.

Bantuan itu nantinya akan lebih kita fokuskan pada perbaikan fisik, seperti akan dibangun kios-kios wisata (souvenir) untuk menampung PKL di kawasan wisata tersebut, dan perbaikan sarana penunjang lainnya,seperti atap,pembuatan home industry serta penyuluhan sadar wisata Baharuddin mengaku dana PNPM yang akan diterima pada 2011 mendatang mengalami penurunan. ”Kita mungkin menerima 150 juta untuk masing-masing desa, sebab jumlah desa yang kita usulkan juga meningkat, sekitar 10-15 desa,”jelasnya. (andhiko tungga alam)

paradyto
July 1st, 2010, 02:01 AM
Songket Palembang Magnet Baru Pariwisata
Thursday, 01 July 2010

Keberadaan kain songket memang belum sepopuler batik yang telah membumi di seluruh lapisan masyarakat.Padahal, kain songket memiliki keindahan yang tak ternilai.

Keindahan kain songket Nusantara sebagai bagian peninggalan sejarah tak hanya mengundang decak kagum dunia,tetapi juga menjadi salah satu benda yang kerap diburu warga Eropa. Di Belanda,kita bisa menemukan kain songket asal Indonesia menjadi salah satu kain yang dikoleksi oleh museum maupun perorangan. Kekuasaan kolonial Belanda memungkinkan mereka mengoleksi kain kuno di Indonesia yang umurnya mencapai ratusan tahun.

Tak heran jika kain songket asal Indonesia yang terkenal dengan keindahan dan keunikannya menjadi salah satu buruan wisatawan mancanegara (wisman). Ini adalah peluang yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Apalagi jika melihat data terakhir jumlah wisman yang datang ke Indonesia terus meningkat. Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik, Indonesia masih menjadi negara tujuan wisman.

Hal ini dapat terlihat dengan terus meningkatnya jumlah wisman dari tahun ke tahun. Pada April 2010, jumlah wisman ke Indonesia mencapai 555.900 orang atau naik 14,12% dibanding jumlah wisman April 2009 yang hanya 487.100 orang. Jumlah wisman yang datang melalui 19 pintu masuk utama pada April 2010 mengalami kenaikan 14,94% dibanding April 2009,yaitu dari 456.968 orang menjadi 525.223 orang.

Peningkatanjugaterjadipada tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di 17 provinsi pada April 2010 mencapai rata-rata 49,77% ataunaik4,04poindibanding TPK April 2009 sebesar 45,73%. Istilah songket sendiri digunakan untuk teknik kain yang ditenun dengan tambahan benang pakan emasdanperak.

Katainiberasaldari istilah junkel atau sungkil yang berarti mengangkat benang lungsi dan menyisipkan benang pakan emas,perak,atau warna lain sebagai tambahan untuk menciptakan motif di atas permukaan kain tenun. Kain songket adalah salah satu peninggalan Perang Dunia II.Keberadaan songket tidak bisa dipisahkan dari perkembangan sejarah Indonesia, di antaranya kain songket Palembang.

Sebagai bukti kejayaan Sriwijaya menguasai perdagangan internasional pada masanya, kain songket Palembang memiliki bahan dan motif yang khas. Kekayaan dan keunikan motif songket Palembang sangat dipengaruhi kesenian yang dibawa para pedagang, di antaranya Timur Tengah dan Tiongkok.Para ahli memperkirakan ada persamaan dengan motif yang ada dalam desain songket Palembang dengan bukti peninggalan sejarah dari zaman Hindu di Indonesia.

Saat ini keberadaan kain songket bertahan dalam lingkup pemenuhan kebutuhan adat maupun tradisi seperti di Palembang. Misalnya, untuk menghadiri upacara perkawinan, upacara cukur rambut bayi,dan sebagai busana penari Gending Sriwijaya (tarian selamat datang). Keberadaan kain songket yang merupakan peninggalan sejarah bangsa Indonesia harus tetap dipertahankan.

Salah satunya dengan mengembangkan penggunaan songket dan memasyarakatkan dalam kehidupan sehari-hari seperti halnya batik.Namun, hal ini dilakukan tanpa melupakan fungsinya sebagai benda sakral yang digunakan untuk prosesi adat. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah mempertahankan dan melestarikan kain songket bernilai historis tinggi.

Keberadaannya bisa menjadi salah satu daya tarik wisata sekaligus kekayaan budaya tak ternilai yang dapat menjadi magnet pariwisata dunia untuk datang ke Indonesia. Sebagai negeri penghasil kain tenun terbesar di dunia,keberadaan kain songket seharusnya bisa menjadi ciri khas atau identitas bangsa yang patut dibanggakan.

Langkah awal yang bisa ditempuhadalahmengenalkanlebihdekat keberadaan songket kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuk menumbuhkan rasa cinta terhadap songket seperti halnya masyarakat mencintai batik. Ini merupakan tantangan sekaligus peluang. Mengembangkan etnik tanpa menyesuaikan dengan selera masyarakat saat ini bukanlah hal yang mudah.

Dibutuhkan terobosan dan inovasi mengembangkan desain dan penggunaan songket yang bernilai seni tinggi untuk kebutuhan fashion masyarakat. Dibutuhkan sentuhan desainer yang saat ini lebih banyak mengeksplorasi batik ketimbang songket. Peranan pemerintah dibutuhkan untuk mendorong peran serta masyarakat ikut menumbuhkan kepedulian melestarikan songket.

Potensi kain songket tanah air sudahseharusnya menjadiperhatian seluruh pihak untuk ikut melestarikan sekaligus mengembangkannya menjadi salah satu daya tarik wisata. Ini juga yang menggugah masyarakat Sumatera Selatan untuk menggelar acara Sriwijaya Heritage di Hotel Darmawangsa, 11–12 Juni 2010. Dalam momen ini, selain memamerkan kain songket kuno koleksi para tokoh Indonesia juga menggelar seminar, pagelaran budaya,serta penerbitan buku.

Upaya lain yang bisa ditempuh adalah memberikan perhatian lebih besar terhadap daerah-daerah penghasil songket, terutama yang memiliki nilai historis tinggi. Otonomi daerah akan menjadi modal besar bagi daerah untuk lebih mengeksplorasi songket sebagai sumber daya pariwisata yang menjanjikan yang mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya para perajin.(*)

BUDI KARYA SUMADI
Pemerhati Budaya

paradyto
July 4th, 2010, 04:46 PM
Ada Apa Dengan Tari Gending Sriwijaya
Minggu, 04 Juli 2010

Tari Gending Sriwijaya mempunyai sejarah panjang mengambarkan kebudayaan masyarakat Sumsel. Tarian ini menggambarkan kebesaran zaman Sriwijaya dan mereflesikan perilaku masyarakat Sumsel. Selama 18 kali penyelenggaraan Festival Sriwijaya tari ini selalu ditampilkan.

Tapi tidak pada penyelengaraan Festival Sriwijaya tahun 2010 ini. Para seniman dan budayawan Sumsel pun dibuat bertanya. Ada apa dengan tari Gending Sriwijaya?Masyarakat Sumsel tentu tidak asing lagi dengan tari serta syair Gending Sriwijaya. Harus diakui, tari sambut ini gerakanya lambat dan sedikit monoton. Namun, penciptaan tari ini dipercaya sesuai dengan gambaran kebesaran kerajaan Sriwijaya serta perilaku masyarakat Sumsel. Yang lemah lembut dalam menyambut tamu, mewah dengan pakaianya yang keemasan, tetapi sopan. Ibarat sungai Musi, terus mengalir, sejuk dan khidmat.

Seperti di Irian Jaya, tarian di tampilkan masyarakatnya tentu lebih energik. Ciri khas lain, penarinya yang tidak berpakaian sesuai dengan keseharian masyarakat Papua. Jika anda melihat Tari sambut Serimpi asal Yogyakarta, geraknya lebih lambat lagi dari Gending Sriwijaya. Hanya saja, gerakan ini sesuai dengan perilaku masyarakat Jawa yang lemah lembut melebihi masyarakat Sumsel.

Nah, selama 18 kali penyelengaraan Festival Sriwijaya, Gending Sriwijaya selalu dihadirkan. Namun tidak pada penyelengaraan Festival Sriwijaya ke-19 dilaksanakan pertengahan Juni lalu. Tidak tampilnya tari ini pun di pertanyakan koordinator Kaukus Seniman Sumsel, Vebri Al Lintani. Pada sebuah artikel ditulis, ”Gending Sriwijaya di Tangan Penguasa” Vebri kembali mengingatkan masyarakat luas mengenai sejarah panjang di ciptakanya tari Gending Sriwijaya serta makna tari tersebut pada sebuat media lokal.

Informasi di kalangan seniman Sumsel, tidak tampilnya tari Gending Sriwijaya atas intruksi Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin. Di kalangan seniman, bukan barang baru jika orang nomor satu di Sumsel itu kurang menyukai tari Gending Sriwijaya. Dalam salah satu kegiatan audiensi dengan seniman, alasan mantan Bupati Muba tersebut tidak menyukainya karena durasi dan geraknya terlalu lama.

Masalah ini pun sebenarnya telah mendapat tanggapan Alex Noerdin. Secara bijaksana ia menyatakan sangat menghormati tari Gending Sriwijaya. Hanya saja, keagungan tari tersebut menurutnya seharusnya ditampilkan pada tempat tertutup (indoor) dengan lighting serta sound system yang baik. Sehingga tari ini dapat benar-benar dinikmati seutuhnya. Tari ini pun, menurutnya harus ditampilkan pada acara sakral, bukan di lapangan parkir Dekranasda (outdoor) tempat berlangsungnya Festival Sriwijaya Juni lalu.

Pembatasan, Punahkan Gending Sriwijaya

Bukanya mendinginkan permasalahan, tanggapan orang nomor satu tersebut kembali memantik kontroversi. Ditemui belum lama ini, Vebri mengaku sangat berterimah kasih atas pernyataan Alex yang sangat menghormati Gending Sriwijaya sebagai tari sakral dan harus di tempatkan pada posisi yang terhormat.

“Kami sepakat, sebab, jika tidak salah, di masa Gubenrur Asnawi Mangku Alam ada semacam aturan dari Pemrov semacam Perda atau SK, menyatakan tari ini harus berbeda penempatannya dengan -tari sambut lainnya,” ujarnya kepada Sumeks Minggu.

Hanya saja, hasil diskusi para pelaku tari tergabung dalam Kaukus Seniman Palembang (KSP) membahas penempatan tari Gending Sriwijaya yang harusnya berada di indoor dengan tempat yang nyaman serta lighting dan sound system yang baik sulit diterima. Selain Vebri, beberapa tokoh Kaukus yang hadir saat diskusi Senin (21/6), H Soleh Umar, Eli Rudi, Lina Muchtar, Ali Ujang, Isnayanti, Saudi Berlian, Kemas Ari, Muhaimin, Dedek.

Sebab, sebagai tari sambut, Gending Sriwijaya dapat digelar di lapangan terbuka. Pengalaman tokoh tari Sumsel, Eli Rudi, tahun 2007, Gending Sriwijaya pernah digelar di lapangan bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II ketika menyambut Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Tepatnya pada acara peresmian Bandara SMB II. “Kesakralan tidak harus diartikan di tempat tertutup atau terbuka,” jelas Vebri.

Di Sumsel lanjut Vebri, banyak tari sambut lainya. Seperti Tari Tanggai, Tepak Keraton dan lainya. Untuk membedakan, meninggikan keberadaan Gending Sriwijaya, tari ini hanya di peruntukkan dalam acara penyambutan tamu agung seperti kepala negara, kepala pemerintahan atau yang disejajarkan (termasuk menteri).

Festival Sriwijaya sendiri bukanlah acara sembarangan. Festival yang sudah 19 kali digelar merupakan tempat yang layak bagi Gending Sriwijaya. Masalahnya, Festival tersebut mengusung nama Sriwijaya dengan peserta dari negara luar. Apalagi, Festival dihadiri oleh Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, dan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Dengan pernyataan serta kenyataan makin dipersempitnya penampilan Gending Sriwijaya, secara otomatis, masyarakat kesulitan menemukan pagelaran Gending Sriwijaya. Sebab, keistimewaan Gending Sriwijaya yang hanya ditampilkan pada acara penyambutan tamu agung saja, menurut Vebri sebenarnya sudah membatasi pagelaran tarian ini. “Syarat harus di tempat tertutup yang akustik, tentu akan sangat jarang terjadi. Bukankah ini satu usaha untuk meniadakan Gending Sriwijaya,” urai Vebri.

Selain itu, pernyataan Alex, pada acara Refleksi Seni, di Griya Agung, penghujung tahun 2009, menyatakan pembukaan Sea Games di Laos, menampilkan Gending Sriwijaya garapan Deni Malik dengan tempo cepat menjadi persoalan tersendiri. Logikanya, tempo tari yang dipercepat dapat menghilangkan makna tari tersebut.

Tidak adanya penari asal Sumsel yang lolos saat audisi ketika tari dimotori Deni Malik kala itu, pun menjadi sorotan para seniman tari. Seluruh seniman tari mengaku tidak mengetahui kapan audisi dilaksanakan. “Sehebat-hebatnya orang Jakarta, tidak akan lebih paham dari pada orang bodoh di Sumsel. Itu kalau bicara soal tarian SUmsel,” tandas Vebri. (wwn)

Balaputradewa
July 5th, 2010, 05:19 PM
^^ yup setuju dg Vebri dan rekan2 kaskus..ups maksudnya kaukus :D

Penutupan SEA Games Laos, tdk murni Gending Sriwijaya, lirik yg dipercepat dan tidak utuh, serta gerakan, kostum, irama diluar "pakem". Deni Chandra merombak total Gending Sriwijaya. Waktu Pembukaan Visit Musi juga tidak sampai selesai. Memang masalahnya durasi tarian ini yg cukup panjang, ada intro musik, masuk ke lirik lagu, kemudian penutup.

Menurut Bala sih, Gending Sriwijaya wajib ada di Festival Sriwijaya karena sudah menjadi tradisi dari festival dulu2, apalagi dlm Festival Sriwijaya selalu dihadiri pejabat tinggi, minimal menteri dan para gubernur. So..wishing pada Festival Sriwijaya taon depan tari ini tetap dimainkan..utk menutupi "absen"-nya pd 2010, maka taon depan tari ini dimainkan 2 kali pd saat penerimaan tamu.. haha :nuts:

unborn
July 6th, 2010, 10:22 AM
[QUOTE=Balaputradewa;59802613]^^ yup setuju dg Vebri dan rekan2 kaskus..ups maksudnya kaukus :D

Penutupan SEA Games Laos, tdk murni Gending Sriwijaya, lirik yg dipercepat dan tidak utuh, serta gerakan, kostum, irama diluar "pakem". Deni Chandra merombak total Gending Sriwijaya. Waktu Pembukaan Visit Musi juga tidak sampai selesai. Memang masalahnya durasi tarian ini yg cukup panjang, ada intro musik, masuk ke lirik lagu, kemudian penutup.

Deni Chandra apa Deni Malik ya..??:)

paradyto
July 6th, 2010, 11:44 AM
Deni Chandra apa Deni Malik ya..??:)

Deni Malik, tapi kalau di Palembang mungkin jadi Deni Candra he he he..

Balaputradewa
July 6th, 2010, 06:51 PM
^^ haha sori salah ya.. Deni Chandra kan pelawak hehe :bash:

Balaputradewa
July 20th, 2010, 05:22 PM
Kerupuk I Love U :)

http://img35.imageshack.us/img35/7515/kerupuk.jpg (http://img35.imageshack.us/i/kerupuk.jpg/)

http://img31.imageshack.us/img31/9350/kerupuk2.jpg (http://img31.imageshack.us/i/kerupuk2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
July 20th, 2010, 05:23 PM
mas dyto..ditunggu thread lanjutan Visit Musi-nya yah..jadi gak sabaran nih :D

paradyto
July 25th, 2010, 05:26 AM
mas dyto..ditunggu thread lanjutan Visit Musi-nya yah..jadi gak sabaran nih :D

Gw malah nungguin Pemkot Palembang, kalau mereka mau meluncurkan VM2011:)

btw, berita mengenai souvenir SEAG2011..

Miniatur rumah limas, Jembatan Ampera dan rumah rakit terpajang rapi di dalam dan luar etalase kaca ruang jual Putra Sriwijaya Art. Itu adalah toko kerajinan, suvenir dan miniatur khas Palembang.

Ada yang berukuran kecil, ada pula yang besar. Maruk Yulianto, pemilik toko tersebut mengatakan, usaha yang ia geluti saat ini berawal dari hobinya terhadap dunia seni. Ketika berkunjung ke sejumlah tempat, ia tak lupa membeli suvenir khas daerah yang dikunjungi buat koleksi.

Dari situ, timbul pemikiran untuk membuka usaha kerajinan dan suvenir khas daerah yang memang ketika itu belum begitu populer. Apalagi, kata pria yang akrab dipanggil Yayan tersebut, Sumatera Selatan (Sumsel), khususnya Palembang sedang bersiap sebagai tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI.

“Itu (PON XVI, red) kita jadikan momen untuk memulai usaha,” terang ayah tiga orang anak tersebut. Modal nekat, ia akhirnya memutuskan untuk menseriusi usaha tersebut meskipun dipandang sebelah mata oleh sejumlah pihak.

Bermodalkan Rp5 juta yang dirogoh dari kocek pribadi, ia dan rekan-rekan memulai usaha kerajinan pembuatan suvenir. ”Ya, kalau idenya dari saya sendiri, tapi waktu itu kita buatnya keroyokan, ramai-ramai sama teman,” ungkapnya.

Awal usaha, ia hanya membuat dua produk yaitu kapal layar Sriwijaya dan perahu jukung. Untuk membuat miniatur kapal layar Sriwijaya, ia mengumpulkan informasi seperti apa bentuknya melalui sejumlah buku sejarah. Bahkan, datang langsung ke candi Borobudur untuk melihat seperti apa bentuk kapal tersebut dalam relief di sana.

Belum cukup, ia pun berkonsultasi dengan Badan Arkeolog. Ini guna menentukan apa yang bakal dipasang di bagian kepala kapal. Saat itu, ia mempertimbangkan memasang naga dan ular kobra.
“Dari hasil konsultasi, akhirnya ditetapkan untuk dipasang kepala ular kobra. Lagipula katanya naga itu tidak ada,” terangnya. Jika awal menjalankan usaha, ia dan rekan-rekan hanya mampu produksi sekitar 10-20 miniatur.

Kini usahanya mampu menghasilkan 100-200 unit kerajinan suvenir atau miniatur per bulan. Per hari satu orang dapat membuat satu miniatur ukuran normal.

Namun, lanjut ayah dari M Arief Nur Cahyo itu, saat ini ia tidak lagi menjalankan usahanya itu bersama rekan-rekannya. Lantaran, sebagian temannya memilih untuk bekerja di bidang lain yang mungkin dinilai lebih menjanjikan. Selepas bekerja sama dengan teman-temannya, ia mempekerjakan sejumlah karyawan.

Dirasa kurang efektif, saat ini ia lebih memilih untuk bermitra dengan sejumlah pengrajin yang masih menjadi binaannya. Dari sekitar 5 mitra kerja, hanya ada 3 yang aktif.

Lagipula, jelas pria berusia 32 tahun tersebut, untuk menciptakan, suvenir atau miniatur buatan tangan (handmade) yang berkualitas dibutuhkan kerapian, kejelian dan ketelitian. “Jadi tidak sembarang orang bisa,” ungkapnya.

Apalagi, pihaknya sangat mengutamakan kualitas demi kepuasan para konsumen yang kebanyakan merupakan pecinta seni. “Jadi, kita akan terus menjaga kualitas produk yang kita hasilkan,” tuturnya.

Oleh karena itu, tidak heran jika saat ini kerajinan yang ia hasilkan, miniatur rumah rakit diserahkan ke Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas.

Soal pemasaran karyanya, kata Yayan, masih sebatas metropolis. “Kalau untuk ekspor belum,” ujarnya. Namun, ada rekannya yang memesan dan memasarkannya ke luar negeri untuk memenuhi permintaan dari sejumlah pecinta seni dan kerajinan.

Ia juga kerap diajak oleh pemerintah mengikuti sejumlah pameran baik dalam maupun luar negeri. Tak hanya itu, tidak sedikit turis baik itu nasional dan manca negara yang membeli kerajinan miliknya.

“Kadang turis datang langsung ke sini. Mereka tertarik dan antusias membeli karena melihat bentuknya yang unik,” ungkapnya. Sejumlah turis yang pernah berkunjung ke tokonya di Kompleks Perum PNS OPI Jl Kalimantan Blok AU.15 Rt54/18 tersebut di antaranya berasal dari Jerman, Ukraina, Malaysia dan lain sebagainya.

Makin diminatinya produk kerajinan tangan, membuat ia memutuskan untuk mengembangkan usaha dengan memproduksi bermacam jenis suvenir dan miniatur. Harga jual pun terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp5 juta.

“Tergantung ukurannya,” jelas Yayan. Gantungan kunci Rp10 ribu, miniatur rumah limas ukuran 17 cm Rp325 ribu, miniatur perahu layar Sriwijaya lengkap dengan kotak Rp375 ribu, dan perahu rakit Rp275 ribu.
Paling mahal, perahu layar Sriwijaya ukuran 1 meter seharga Rp5 juta. “Tapi itu sudah jarang kita produksi, tidak banyak yang beli sehingga akhirnya menjadi pajangan saja,” ungkapnya.

Keuntungan yang ia dapat pun dapat membuatnya hidup mandiri. Kini, ia mulai mengembangkan usaha dan investasi di bidang angkot dan bengkel. Namun, itu tidak membuatnya berpuas hati, menjelang pelaksanaan SEA Games XXVI pada November 2011, ia bakal menyiapkan strategi khusus.

Rencananya ia bakal memproduksi suvenir yang mungkin bisa dijual dengan harga murah sekitar Rp5 ribu per buah. “Tapi sementara kita masih menunggu seperti apa maskot SEA Games. Nanti kalau sudah ditetapkan mungkin baru akan kita buat suvenirnya,” tukas Yayan.(mg13)

paradyto
July 26th, 2010, 01:39 AM
Aldi-Apriliza Bujang Gadis Sumsel 2010
Monday, 26 July 2010

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/images/stories/food/20100726plmbng.jpg

BUJANG GADIS SUMSEL 2010 Aldi Prima dan Apriliza, wakil Bujang Gadis Kota Palembang terpilih sebagai Bujang Gadis Sumsel 2010 pada pemilihan yang berlangsung di Hotel Horison, Palembang tadi malam.

PALEMBANG (SI) - Aldi Prima dan Apriliza Larasati terpilih sebagai Bujang dan Gadis Sumatera Selatan ( BGS) tahun 2010.

Keduanya menyisihkan 15 pasangan dari 15 kota/ kabupaten lainnya di Sumatera Selatan dalam acara Grand Final Bujang Gadis Sumatera Selatan 2010 di Hotel Horizon Palembang, tadi malam. Aldi dan Apriliza merupakan finalis dari Kota Palembang. Pada ajang Grand Final BGS Sumsel tahun 2010 kali ini, Kota Palembang mengirimkan dua pasang finalis. Pada peringkat kedua atau wakil I BGS tahun 2010 dimenangkan Heri Fedrika—finalis Bujang dari Kabupaten Musi Banyuasin serta Handayani—finalis gadis dari Kabupaten Empat Lawang.

Untuk posisi ketiga atau wakil II BGS tahun 2010 berhasil disabet oleh finalis bujang dari Kabupaten Ogan Ilir, Muhammad Hari Rendora serta untuk posisi wakil II gadis Sumsel dimenangkan finalis dari Kabupaten Musi Banyuasin,Anjuni. Para pemenang dalam BGS tahun 2010 ini mendapatkan hadiah tabungan dari Bank Sumsel Babel, uang pembinaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, tiket penerbangan ke Kuala Lumpur serta voucher menginap di Hotel Djayakarta Palembang. Sedangkan dewan juri yang memberikan penilaian kepada para peserta tadi malam antara lain Prof Dr Amzulian Rivai sebagai ketua,Teli T Zaidan sebagai Sekretaris serta beranggotakan Dr dr Zulkhair Ali, Devi Bayumi serta Deki Saputra Abra.

Ketua dewan juri Prof Dr Amzulian Rivai yang juga dekan fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) kepada Seputar Indonesia mengatakan, hasil yang mereka keluarkan merupakan kalkulasi dari semua penilaian dari seluruh dewan juri. “Insya Allah apa yang menjadi keputusan dewan juri malam ini adalah yang terbaik, dan apa yang kami keluarkan tidak bisa diganggu gugat,” terangnya. Sementara Aldi Prima, Bujang Sumsel 2010 terpilih,mengaku tidak menduga akan keluar sebagai pemenag. Menurutnya semua yang didapat merupakan anugerah dari Allah SWT.

“ Semua proses dalam pemilihan ini sudah saya ikuti,dan kalau akhirnya menjadi pemenang itu juga anugerah dari yang diatas,” terang mahasiswa semester empat fakultas ekonomi jurusan akuntansi Universitas Sriwijaya ini. (irhamudin)

paradyto
July 31st, 2010, 02:26 PM
Sriwijaya Expo Jadi Internasional
Sriwijaya Post - Jumat, 30 Juli 2010 16:27 WIB

PALEMBANG - Festival Sriwijaya Ekspo yang biasa digelar setiap tahunnya bulan Juni-Juli, sepertinya untuk 2011 mendatang dimundurkan di minggu kedua November, bertepatan SEA Games XXVI. Ekspo berkelas internasional ini, diharapkan pesertanya berasal dari 11 negara Asia Tenggara, 33 provinsi di Indonesia dan 15 kabupaten kota di Sumsel.

"Kenapa dimundurkan, karena Sriwijaya Ekspo dibarengkan dengan SEA Games sehingga gebyarnya lebih meriah," jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumsel H Eppy Mirza, Jumat (30/7).

Menurutnya, jajaran Disperindag jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk menyambut even olahraga ini dengan menggelar pameran produk kerajinan khas Sumsel. Ungkapan ini juga disampaikan Eppy Mirza pada rapat persiapan Sriwijaya Internasional Expo.

Dikatakannya, persiapan ini dilakukan sejak jauh hari mengingat kegiatan ini adalah kegiatan Internasional oleh karenanya harus dipersiap lebih matang agar dalam pelaksanaanya nanti berlangsung dengan baik.
Penyelenggaraan Sriwijaya Internasional Ekspo kali ini akan berlangsung selama pelaksanaan SEA Games 2011. Setiap peserta dari Sumsel tidak akan dipungut biaya, karena seluruh biaya stand berukuran 3x3 meter seharga 15 juta rupiah akan ditanggung Pemprov Sumsel melalui Disperindag, termasuk pembiayaan lighting (lampu) dan dekorasi serta aksesoris lainnya. Untuk rencana ini, disiapkan dana Rp 1 miliar.

Tetapi, menurut Eppy untuk peserta yang akan menambah stand sendiri-sendiri, maka biaya dibebankan kepada masing-masing peserta dengan lokasi yang terpisah, karena menurutnya lokasi ekspo nanti akan terbagi dalam tiga Blok yaitu Blok Provinsi Sumatera Selatan, kemudian Blok yang diperuntukkan kepada 33 Provinsi di Indonesia dan Blok ketiga untuk peserta lain seperti BUMN, BUMD dan pihak Swasta, termasuk dari negara peserta SEA Games, jika ada yang mau bergabung.
“Silakan saja bagi yang mau menambah stand diluar yang kita siapkan, biayanya ditanggung masing-masing peserta bekerjasama dengan Event Organizer-nya,” katanya.

Sedangkan untuk untuk peserta dari 33 Provinsi pihaknya sedang berusaha agar pembiayaanya dapat ditanggung oleh dana APBN melalui Kementrian Perindustrian dan Perdagangan. Rapat yang diikuti 79 Pengusaha Kerajinan Sumatera Selatan yang didampingi Dinas Perindag Kabupaten Kota masing-masing ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan motivasi agar nantinya mereka dapat berpartisipasi menyambut kegiatan Akbar ini. Dan diharapkan dari kegiatan ini nantinya dapat mendongkrak Produksi maupun Penjualan mereka.

“Jadi selain mereka memarkan produknya disitu diharapkan akan terjadi transaksi secara besar-besaran,” ujarnya.

paradyto
August 12th, 2010, 01:36 AM
Hibur 300 LO SEA Games
Sriwijaya Post - Rabu, 11 Agustus 2010 21:17 WIB

PROGRAM televisi Indonesia Mencari Bakat (IMB) melahirkan sosok-sosok menawan yang mencuri perhatian.

Salah satunya sang penampil dua wajah, Hudson. Dia hadir di Palembang menghibur Liaison Officer (LO) SEA Games 2011 di Hotel Djayakarya Daira, Senin (9/8) malam lalu.

Pria bernama asli Hudson Prananjaya ini satu sisi tubuhnya laki-laki dan sisi lainnya perempuan dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Tentu saja tidak dalam artian sesungguhnya, karena penampilan separuh-separuhnya Hudson hanya mengandalkan riasan wajah dan kostum.

Sisi laki-laki sebelah kiri tubuhnya mengenakan setelan hitam dengan potongan rambut mohawk. Hubson menggunakan nama aslinya untuk sisi ini. Sedangkan untuk sisi perempuan yang dinamai Jessica, dia mengenakan gaun merah dengan potongan rambut pirang yang ikal dan panjang.

Sebelum manggung, Sripo berkesempatan ngobrol dengan Hubson di ruang tunggu. Dia habis berias ditemani dua saudaranya.

Ternyata tak jauh beda dengan aksinya di panggung, Hubson tetap sosok yang enerjik dan seru. Dia juga ramah.

“Ini bukan pertama saya ke Palembang, sebelumnya lumayan sering. Tapi belum sempat jalan, tiba siang tadi langsung istirahat. Besok sudah mau pulang,” katanya.

Lalu dia bercerita awal memerankan sosok dua wajah sekitar tiga tahun lalu. Ketika itu, pemuda asal kota gudeg Yogyakarta ini bekerja di sebuah kelab sebagai event manager.

Ada tuntutan kepada dirinya untuk selalu bisa menghadirkan pertunjukan yang segar sekaligus menghibur untuk para tamu.

Sekali waktu dia kehabisan ide. “Lalu aku terpikir untuk tampil sebelah cowok, sebelah cewek. Ternyata responnya bagus. Dari sana aku mulai,” katanya.

Aksi panggungnya semalam memikat dan membuat kagum banyak orang karena tidak hanya menampilkan dua wajah, tapi juga dua suara dan dua perilaku. Konsistensinya menjaga vokal tetap prima patut diacungi jempol.

Dia bernyanyi dengan vokal laki-laki sekaligus perempuan secara langsung, lengkap dengan kemasan teatrikal yang kocak. Sekali waktu dia bertingkah kemayu, lain waktu dia gagah dan jantan.

Penampilan Hudson yang unik itu menghibur banyak orang. Aplus tepuk tangan dan teriakan meriah 300 orang LO dan undangan berulang kali menyela penampilannya. Banyak yang mengabdikannya pakai kamera ponsel.

“Apa yang saya lakukan terpenting untuk menghibur. Ada yang suka, ada yang tidak. Yang tidak suka belum tentu tidak baik buat kita, jusru penyemangat,” katanya, bijak.

Hubson mengaku hobi tidur dan makan. Tubuhnya terlihat tetap proporsional karena dia suka bergerak, dulu menari sekarang sering olahraga jogging. “Terutama jalan-jalan ke mal,” ujarnya.

Dia menilai dunia hiburan di Palembang semakin berkembang dan tetap punya potensi di masa depan. “Pesan saya buat pekerja seni di sini, jangan pernah putus asa, gali saja terus potensi diri. Kesuksesan tergantung minat, usaha, dan doa,” katanya.

Di akhir penampilan di atas panggung, Hubson kembali menyampaikan pesan. “Jangan lupa ketik IMB spasi Hubson kirim ke 9910,” katanya, membuat suasana ramai gelak tawa. (ahf)

Balaputradewa
August 18th, 2010, 05:08 PM
Visit Musi Duta Besar Palestine
Mr. Fariz Al Mehdawi

http://img46.imageshack.us/img46/9449/palestine3.jpg (http://img46.imageshack.us/i/palestine3.jpg/)
Disambut Bujang Gadis Palembang

http://img23.imageshack.us/img23/8356/palestinea.jpg (http://img23.imageshack.us/i/palestinea.jpg/)
Bersama Walikota Palembang, Eddy Santana Putra

http://img12.imageshack.us/img12/1750/20557113233644322116715.jpg (http://img12.imageshack.us/i/20557113233644322116715.jpg/)
Ramah Tamah bersama Walikota dan unsur Muspida Kota Palembang

http://img837.imageshack.us/img837/5654/palestine2.jpg (http://img837.imageshack.us/i/palestine2.jpg/)
Bersama Bujang Gadis Palembang dan Kak Defi (Arena 123 TVRI)

http://img405.imageshack.us/img405/8122/palestine4.jpg (http://img405.imageshack.us/i/palestine4.jpg/)
Sultan Mahmud Badaruddin II

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
August 18th, 2010, 05:13 PM
Menikmati Indahnya Malam di Sungai Musi
Bersama Bujang Gadis Palembang :)

http://img843.imageshack.us/img843/3472/16332237357883295716638.jpg (http://img843.imageshack.us/i/16332237357883295716638.jpg/)

http://img833.imageshack.us/img833/6913/17157113512447292016715.jpg (http://img833.imageshack.us/i/17157113512447292016715.jpg/)

http://img689.imageshack.us/img689/9255/16332237357878295716638.jpg (http://img689.imageshack.us/i/16332237357878295716638.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
August 19th, 2010, 01:33 AM
Bala ikut rombongan neh? thanx for sharing pics:)

Balaputradewa
August 20th, 2010, 06:46 PM
dokumentasi kegiatan taun lalu, lagi lincah2nya :D pikir2 daripada buruk dlm leptop mending di sharing aja disini :)
Gak semuanya juga Bala yg ngambil, sebagian dokumentasi BGP.

Balaputradewa
August 23rd, 2010, 05:17 PM
Jingle Visit Musi

Mari kita sambut bersama..
Kedatangan tamu-tamu kita..
Dari penjuru dunia..
Menuju tempat-tempat wisata

Yo..yo Visit Musi..
Kita sambut bersama-sama
Yo..yo Visit Musi..
Lalala..(lupa lirik :nuts:)

Sumatra Selatan tempatnya..
Banyak pemandangan yang indah..
Sungai Musi membelah kota..
Lalala..(lupa lirik :nuts:)


Pulau Kemaro

http://img820.imageshack.us/img820/7775/kemaro.jpg (http://img820.imageshack.us/i/kemaro.jpg/)

http://img823.imageshack.us/img823/7825/kemaro2.jpg (http://img823.imageshack.us/i/kemaro2.jpg/)
Photo by Septi Arniza - Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
September 2nd, 2010, 12:56 PM
Glory of Sriwijaya Road Show di 4 Benua
Sriwijaya Post - Rabu, 1 September 2010 22:43 WIB

PALEMBANG —Untuk mempromosikan SEA Games 11 November 2011 mendatang, dijadwalkan puluhan negara dari 4 benua akan hadir dalam pagelaran seni “Glory of Sriwijaya” mempromosikan SEA Games XXVI tahun 2011, di Jakarta 5 November. Selanjutnya Glory of Sriwijaya ini akan melakukan road show di empat Benua.

Pergelaran seni ini, sejak awal diagendakan KONI pusat guna memperkenalkan daerah-daerah yang menjadi tuan rumah. Namun sempat tertunda. Makanya kita agendakan pada 5 November nanti,” jelas Wakil Ketua Umum Biro Hubungan Masyarakat KONI Sumsel, Asdit Abdullah di Palembang, Rabu (1/9).

Adapun negara-negara yang diundang terdiri dari 11 negara peserta SEA Games. Kemudian, negara-negara benua Eropa, Asia, Amerika, dan Australia, Prancis, Inggris, Belanda, Jerman, China, dan Korea.

Dijelaskan Asdit, pagelaran seni direncanakan digelar di Hotel Said Jakarta. KONI Sumsel akan menggunakan jasa dari konsultan teknis acara pembukaan dan penutupan SEA Games Denny Malik. Setelah promosi di Indonesia, maka tahap selanjutnya akan digelar promosi ke setiap negara peserta SEA Games dalam bentuk acara road show.”Sumsel tetap akan mengusung tema “Glory Of Sriwijaya”,” jelas Asdit.

Seperti diketahui, usai ditetapkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahwa tuan rumah SEA Games adalah Sumsel dan DKI Jakarta, maka pergelaran seni untuk mempromosikan SEA Games dapat digelar di Indonesia. “Bukan hanya kita saja yang akan menampilkan kesenian daerah pada pergelaran itu, tapi DKI Jakarta juga,” kata dia.

KONI Sumsel memakai tema pergelaran seni itu dengan nama “Glory of Sriwijaya” karena konsep ini menjadi alternatif pada acara pembukaan dan penutupan SEA Games di Sumsel. Konsep Glory of Sriwijaya menjadi salah satu pilihan untuk ditampilkan pada acara pembukaan dan penutupan. “Jadi terasa pas jika pada tahap awal di perkenalkan di pergelaran nanti,” tegasnya.(ndr)

paradyto
September 3rd, 2010, 01:22 AM
Wisatawan Dari Malaysia Turun
Sriwijaya Post - Kamis, 2 September 2010 21:42 WIB

http://img690.imageshack.us/img690/7647/amperakfv.jpg (http://img690.imageshack.us/i/amperakfv.jpg/)

PALEMBANG - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung di Sumatera Selatan melalui pintu masuk Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, pada bulan Juni 2010 sebanyak 158 orang. Jumlah Wisman yang datang ke Sumatera Selatan pada bulan Juni 2010 ini mengalami peningkatan sebesar 30,58 persen dibandingkan bulan Mei 2010.

Akan tetapi jika dibandingkan dengan bulan Juni 2009, jumlah Wisman yang datang mengalami penurunan sebesar 80,13 persen, yaitu dari 795 orang menjadi 158 orang. Menurut Kepala BPS Sumsel M Haslani Haris MA, diharapkan pada bulan-bulan berikutnya jumlah kunjungan Wisman dapat lebih meningkat lagi.

Penurunan jumlah Wisman bulan Juni 2010 dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya antara lain disebabkan oleh turunnya jumlah wisman dari beberapa negara asal wisatawan. Secara prosetase, wisman yang mengalami penurunan paling banyak adalah Wisman dari Taiwan dan Korea Selatan sebesar 100 persen diikuti dari Malaysia dan Australia.

Namun secara absolut, penurunan Wisman yang paling tinggi berasal dari Malaysia yaitu sebanyak 648 orang. Sementara itu, bila dibandingkan dengan bulan Mei 2010, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, yang paling tinggi secara prosentase berasal dari negara Inggris yaitu sebesar 400 persen, diikuti Jepang dan Amerika Serikat masing-masing sebesar 200 persen dan 166,6 persen.

"Tidak tahu kenapa penurunan wisatawan dari Malaysia begitu tinggi, mungkin dikarenakan adanya hubungan yang kurang baik antara kedua negara sekarang ini," tambah Haslani.

Secara absolut wisman Singapura mengalami peningkatan paling tinggi sebanyak 48 orang. Kunjungan wisman pada bulan Juni 2010 ini paling banyak dari Singapura sebesar 62,6 persen diikuti Amerika Serikat sebesar 5,06 persen.

paradyto
September 15th, 2010, 10:52 AM
http://img8.imageshack.us/img8/3207/amperawallpaper.jpg (http://img8.imageshack.us/i/amperawallpaper.jpg/)

Pemudik Serbu Kaus Baso Plembang
Tuesday, 14 September 2010

PALEMBANG (SINDO) – Selama Idul Fitri 1431 H, sejumlah outlet penjualan kaus khas Palembang diserbu pembeli.Umumnya para pembeli merupakan para pemudik yang sedang merayakan Lebaran di Kota Palembang.

Karyawan outlet kaus ‘Nyenyes’ Zima mengatakan,pada hari biasa pihaknya hanya mampu menjual sebanyak 40–50 potong kaus per hari.Namun,selama Idul Fitri penjualan mereka meningkat tajam hingga mencapai 250 potong. Untuk setiap potongnya, kaus Nyenyes di jual dengan harga Rp50.000–Rp60.000 untuk anakanak dan Rp75.000–Rp85.000 untuk dewasa. “Iya, selama Lebaran ini penjualan kita memang meningkat tajam.Bahkan,saat ini hampir semua stok kita sudah habis terjual,” ujar Zima di sela-sela kesibukannya melayani pembeli yang datang ke outlet kaus Nyenyes di Palembang Indah Mall (PIM) kemarin.

Menurut Zima, para pembeli tak hanya berasal dari Kota Palembang dan sekitarnya. Sebaliknya, sebagian besar mereka justru para pemudik dari kota lain, seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Kalimantan, Batam, Riau yang sedang berhari raya di Palembang. Karena itu, mereka sengaja membeli kaus Nyenyes sebagai oleh-oleh untuk saudara, kerabat, ataupun sahabat yang ada di kotanya masingmasing. Tingginya antusiasme masyarakat terhadap kaus Nyenyes ini, lanjut Zima, tak terlepas dari mutunya yang bagus serta desainnya yang kreatif dan khas Palembang, mulai karikatur Jembatan Ampera, pempek Palembang, perahu ketek, hingga aneka pantun dan kata-kata plesetan lainnya.

“Desainnya beragam dan asli desain Palembang. Jadinya, sangat cocok buat dijadikan oleholeh. Selain kaus,gantungan kunci dan stiker juga banyak yang laku terjual,”kata Zima. Senada, karyawan outlet kaos Kelakar Yuli menuturkan, selama musim Lebaran, penjualan kaus Kelakar meningkat hingga di atas 100%. Pada hari biasa, kaus Kelakar hanya terjual sekitar 15–20 potong saja.Namun,selama musim Lebaran, kaus Kelakar ini mampu terjual hingga 60 potong per hari. umumnya desain yang paling banyak diminati adalah kaus dengan gambar Jembatan Ampera, Masjid Agung,ataupun iwak belido.

Untuk harganya, berkisar antara Rp30.000–Rp35.000 untuk anakanak dan Rp50.000– Rp60.000 untuk dewasa. “Kalau sekarang ini pembeli banyak yang datang dari luar kota, kebetulan mereka sedang mudik. Jadinya,ya beli kaus ini buat oleholeh,” ungkap Yuli saat di temui di outlet kaus Kelakar di Jalan Merdeka, Palembang,kemarin. Suko,warga Jakarta yang mudik di Palembang,menuturkan ia sengaja ingin membeli kaos khas Palembang sebagai oleh-oleh untuk para saudara dan kerabatnya di Jakarta.Sebab,selain lucu dan kreatif, kaus-kaus tersebut juga sangat mencirikan khas Palembang.

“Kalau Yogya punya Dagadu, Bali punya Joger, maka Palembang juga punya kaus-kaus khasnya. Makanya, saya mau bawa ini buat oleh-oleh,”ungkap Suko. Sukro mengakui, jika harga kaus-kaus tersebut memang masih relatif mahal.Namun, hal tersebut tak mengurangi niatnya untuk tetap membeli kaus-kaus tersebut. “Kalau dibanding kaus sejenis di kota lain, memang iya agak mahal.Tapi gak apalah karena kualitasnya memang lumayan bagus dan desainnya sudah cukup kreatif.Lagi pula pulang ke Palembang belum tentu setahun sekali.

Kalau oleh-olehnya cuma makanan kayak pempek atau kerupuk cepet habis. Nah, kalau ini bisa jadi kenang-kenangan,” ungkap Suko. (febria astuti)

paradyto
September 18th, 2010, 06:07 AM
Tiga Negara Daftar Lomba Aeromodelling
Sriwijaya Post - Jumat, 17 September 2010 23:04 WIB

MUSIRAWAS - Kepala Bagian Humas Musirawas Kgs Effendi Fery mengatakan, saat ini sudah ada tiga negara yang sudah mendaftar untuk mengikuti perlombaan aeromodelling. Sedangkan untuk tingkat nasional, sudah 20 propinsi yang mendaftar untuk mengikuti perlombaan yang akan digelar 27 Oktober-3 Nopember 2010.

Undangan untuk mengikuti perlombaan tersebut sudah kita sebar melalui media elektronik. Untuk tingkat internasional, sudah ada tiga negara dari sepuluh negara ASEAN yang mendaftar yaitu

Malaysia. Singapore dan satu lagi yaitu negara diluar ASEAN Timor Leste. Sedangkan negara lainnya, seperti Myanmar, Thailand, Bruney, Filipina, Kamboja, Laos masih belum mendaftar” ujarnya, Jumat (17/9).

Disebutkan, selaku tuan rumah, Kabupaten Musirawas akan memersiapkan lokasi lomba, yang akan dipusatkan di alun-alun agropolitan centre di Kecamatan Muarabeliti dan di Bandara Silampari.
Untuk pelaksanaan sendiri, ada tim teknis dari pusat yaitu pengurus PB PASI. Direncanakan, pembukaan lomba akan dimeriahkan oleh band dari Jakarta yaitu Wonder Boy” katanya. (zie)

Balaputradewa
September 22nd, 2010, 05:40 PM
Bisa Jadi Pasar Baru Pariwisata Palembang :)
Masuk Agenda: Dikemas sebagai salah satu Aktraksi Visit Musi.

Sembahyang Tahunan Warga Korea di Sungai Musi

http://img210.imageshack.us/img210/8841/62138large.jpg (http://img210.imageshack.us/i/62138large.jpg/)

http://img835.imageshack.us/img835/3592/99816664.jpg (http://img835.imageshack.us/i/99816664.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
September 23rd, 2010, 08:08 AM
http://img205.imageshack.us/img205/3193/bidardjpg13th6.jpg

http://img221.imageshack.us/img221/396/bidardjpg14fk0.jpg

http://img215.imageshack.us/img215/1311/bidardjpg30se3.jpg

http://img247.imageshack.us/img247/8770/bidardjpg28bx7.jpg

http://img247.imageshack.us/img247/9017/bidardjpg19ak5.jpg

by Fikr

retroisme
September 27th, 2010, 05:54 PM
ga tau nyambung apa ga sama pariwisata kota Palembang. tapi kaya nya thread nya benar deh. :p

IMEU IV Will be held in Palembang - South Sumatera


Indonesia–Middle East Update: Promoting Relation and Cooperation in the Field of Trade, Investment and Tourism (IMEU) is an annual business event (plus tourism excitement) jointly held by the Ministry of Foreign Affairs, Republic of Indonesia and provinces governments as well as in cooperation with the Indonesian Missions in the Middle East countries.
The Event, which does not require any registration fee (free of charges), consists of several attractive business activities aiming at promoting greater economic cooperation between Indonesian entrepreneurs (including small and medium enterprises) and Middle East business communities. It gathers businessperson from various fields or business cores — ranging from products of mining, plantation, agriculture and horticultura, forestry, livestock, fisheries, food and beverages, etc.

On October, 11th – 12th 2010, the Event will be convened in Palembang which is located in South Sumatera Province.

The Committee welcomes all of the applicants who are willing to come to the Palembang, Indonesia for grabbing the chance of business and investment meeting and enjoying the leisure of tourism resorts and attractions. In due course, the Committee is looking forward to welcoming the participants in the Sultan Mahmud Badaruddin II International Airport of Palembang. In addition, by arranging several business activities plus pleasure gathering and visiting the most exciting and beautiful resorts in the South Sumatera Province, the Committee will make sure that participants get gentle, remarkable and comfortable companion during their participation in the Event of Indonesia – Middle East Update.

Similar to the Committee, the people and the high ranks officials of South Sumatera Province Authorities are glad to entertain the Middle East businessmen. In this regard, the welcoming dinner and cultural performance will be presented by local Government and the committee.

Our best effort and commitment to prepare and accomplish the Event prove Indonesia’s seriousness in promoting better economic cooperation with the international, particularly Middle East business community.

Please access to http://www.indonesia-tourism.com/south-sumatra/ for brief information on South Sumatera and its tourism potencies.

We look forward to you in Palembang.

Sumber:http://imeu4.wordpress.com/2010/07/19/hello-world/

paradyto
September 28th, 2010, 01:55 AM
nice info retroisme:okay:


btw...

Peringati Jasa Dewi Chang Er
Senin, 27 September 2010

http://www.sumeks.co.id/images/stories/27-09-2010/met3.jpg

Lomba fashion show, mewarnai, dan menggambar di Atrium Palembang Indah Mall (PIM), kemarin (26/9), menjadi penutup rangkaian kegiatan Festival Mooncake 2010 yang digelar sejak 20 September lalu.Kegiatan pertama kalinya di Palembang itu, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat metropolis. Apalagi, tujuannya untuk mengenalkan budaya Tionghoa yang sejak zaman dulu sudah menghiasi kota ini dan wilayah Indonesia lainnya.
"Ini untuk mengingatkan kebudayaan Tionghoa. Lebih memasyarakatkan kembali apa itu, kue bulan (mooncake)," ujar Wondho Setia, manajemen Koko Cici Palembang di sela-sela acara, kemarin.

Menurut dia, kebudayaan Tionghoa merupakan salah satu kekayaan yang ada di Palembang. Bila melihat sejarah, etnis Tionghoa sudah tinggal dan menetap sejak ratusan tahun lalu di kota pempek ini.

Nah, perayaan mooncake sendiri punya cerita sendiri. Ribuan tahun lalu di Cina, ada 10 matahari, sehingga menyebabkan panas dan terik yang luar biasa. Lantas raja memerintahkan untuk mencari pemanah ulung guna memanah 9 matahari tersebut. Pemanah tersebut adalah Hou Yi.

Setelah berhasil memanah matahari, ia banyak mendapat penghargaan dan pujian dari sang raja. Istri Hou Yi adalah Dewi Chang Er. Lama-kelamaan karena banyak mendapat pujian, Hou Yi lupa diri dan banyak melakukan kezaliman serta memiliki sikap arogan.

Ia kemudian mencari pil keabadian dan berhasil menemukannya. Namun, melihat si suami berubah total, Dewi Chang Er mencuri pil tersebut agar tidak disalahgunakan. Karena dikejar si suami, ia pun menelan pil itu, hingga membuat tubuhnya melayang terbang ke bulan. "Jadi, untuk memperingati jasa Dewi Chang Er, maka ada peringatan kue bulan," jelas Wondho.

Hari sebelumnya, pada 20-24 September, ada bazar pameran kaligrafi Cina, catur gajah yang merupakan tradisional Cina dan sebagainya. Kemudian, 25 September dilakukan kegiatan lomba karaoke mandarin anak dan dewasa serta lomba membuat lampion.

Saat penutupan kemarin, ada lomba fashion show, mewarnai dan menggambar. Semua lomba ada kategori anak dan dewasa. "Total peserta 200 orang lebih, bukan hanya etnis Tionghoa, namun juga dari masyarakat Palembang," katanya.

Lanjutnya, ini merupakan kegiatan pertama kali yang dilakukan di Palembang. Ke depan, pihaknya terus melakukan kegiatan serupa guna memperingati peringatan kue bulan. Semua finalis Koko dan Cici, baik 2008, 2010 dilibatkan menjadi panitia. "Kita juga ingin menyukseskan pelaksanaan Sea Games di Palembang," tambahnya.

Hadiah yang diberikan untuk pemenang setiap lomba yakni, trofi, piagam, bingkisan dari sponsor dan tabungan. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Anita, Cici Palembang 2010, Alwin Soetandar, Koko 2010 dan finalis lainnya, baik 2008 dan 2010. kemudian Herman The, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Palembang.(mg44)

retroisme
September 28th, 2010, 05:09 PM
dewi chang er itu yang disukai ama pat kai kan? (re: kera sakti) hehehehehe

paradyto
September 30th, 2010, 01:43 AM
Karnaval Seni Spektakuler
Sriwijaya Post - Rabu, 29 September 2010 20:33 WIB

SEKAYU - Karnaval seni budaya pawai dan kendaraan hias Kabupaten Muba yang diikuti 447 peserta dari 230 instansi, berlangsung meriah disaksikan ribuan warga Sekayu. Kegiatan yang mengambil start di Jl Kol Wahid Udin depan RSUD Sekayu ini dilepas oleh Bupati Muba, H Pahri Azhari.

Ribuan massa sejak siang hari memadati pinggiran jalan untuk menyaksikan karnaval yang menampilkan pula seni dan budaya Muba ini. Sebelum karnaval digelar, telah dilaksanakan berbagai kegiatan di antaranya lomba panjat pinang, gaplek, lomba lari karung dan pertandingan sepak bola antara eksekutif dengan legislatif.

Berbagai bentuk kendaraan hias meramaikan karnaval di antaranya kapal laut, pesawat terbang yang ditampilkan Dinas Perhubungan Muba lengkap dengan awaknya, patung harimau Sumatera yang ditampilkan Dinas Kehutanan Muba, tanki minyak dari Conocophilips, dan berbagai perusahaan yang ada di Muba termasuk perbankan.

Kepala Bappeda dan Penanaman Modal Kabupaten Muba, Ir Akmal Edy mengatakan, karnaval seni dan budaya ini diikuti 23 kelompok siswa sekolah, 31 peserta umum, dan 15 waria, sepeda hias 135 unit, becak hias 57 unit, motor hias 125 unit, dan mobil hias yang dikuti 49 SKPD dan 12 unit dari peserta umum. (naf)

paradyto
October 1st, 2010, 08:34 AM
Ayo Tunjukkan Bakatmu di IMB 2
Sriwijaya Post - Jumat, 1 Oktober 2010 11:13 WIB

PALEMBANG - Sukses menggelar Indonesia Mencari Bakat 1, Trans TV kembali membuka kesempatan kepada warga Indonesia untuk menunjukkan bakat di ajang IMB 2. Bagi yang berminat bisa mendapatkan formulir di Radio Lanugraha dan Momea.

Head Of Marketing Public Relations Trans TV menjelaskan, Palembang merupakan kota ke dua di Sumatera setelah Medan yang diharapkan bisa memunculkan bakat potensial dalam ajang IMB 2. Pihak panitia membutuhkan bakat menghibur yang akan dibawa mengikuti audisi di Jakarta sebanyak mungkin. Audisi kota akan dilaksanakan pada 2 dan 3 Oktober 2010 di Hotel Horison.

"Kita mengharapkan baakat bakat dari Palembang melebihi bakat yang ada di IMB 1," katanya saat konferensi pers, Jumat (1/10). Kesempatan yang diberikan kepada peserta hanya sekitar 2 menit. Peserta maksimal 15 orang jika dalam grup.

paradyto
October 2nd, 2010, 01:36 AM
Linggau Juara Festival Randik
Sriwijaya Post - Jumat, 1 Oktober 2010 20:39 WIB

SEKAYU - Festival Randik dalam rangka Hadi Jadi Kabupaten Muba ke-54 yang berlangsung sejak 28 September 2010 lalu, menghasilkan juara umum pertama yaitu Kota Lubuk Linggau.Pemenang dari empat kategori ini diumumkan panitia pelaksana, Jumat (1/10).

Festival Randik diikuti tujuh peserta dari tujuh kabupaten se Sumsel, di antaranya Lubuk Linggau, Lahat, Banyuasin, dan Pagaralam.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Muba, Drs Syafarudin di dampingi Kabag Humas Pemkab Muba HM Soleh Naim menjelaskan, Kota Lubuk Linggau meraih peringkat pertama

kategori penyaji paket seni terbaik, diikuti Lahat kategori penata tari terbaik sebagai peringkat kedua. Namun Kabupaten Lahat mendapat peringkat pertama dalam penata musik tradisional terbaik.

Sementara itu Bupati Musi Banyuasin, H Pahri Azhari mengatakan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Muba ini merupakan ajang silaturahmi antar seluruh komponen masyarakat dan sebagai salah satu upaya untuk menyampaikan informasi terkait dengan penyelenggaraan pembangunan di Muba. (naf)

paradyto
October 10th, 2010, 06:32 AM
Festival Musi Kembali Digelar
Saturday, 09 October 2010

PALEMBANG (SINDO) – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kembali akan menggelar Festival Musi III.Kegiatan yang dipu-satkan di Sungai Musi dan Benteng Kuto Besak (BKB) tersebut akan dilaksanakan pada 10 hingga 12 Desember 2010.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Palembang Baharuddin Ali mengatakan, pelaksanaan Festival Musi disamping merupakan event tahunan, merupakan salah satu cara Pemerintah Kota Palembang menarik minat wisatawan untuk datang ke Palembang.Tidak hanya itu, kedatangan wisatawan tersebut juga diharapkan berdampak pada terjalinnya hubungan kerjasama dalam bidang yang menguntungkan. Misalnya, menanamkan investasi untuk pengembangan pariwisata di Kota Palembang. Untuk itu, sebagai salah satu cara promosi kegiatan ini digelar.

“Sebenarnya,Festival Musi III ini akan dilakukan pada 26-29 Oktober 2010 ini.Akan tetapi, karena mengiringi jadwal Wali Kota Palembang H Eddy Santana Putra,maka pelaksanaan Festival Musi III akan dilaksanakan 10-12 Desember mendatang,”ujarnya di Palembang,kemarin. Untuk mensukseskan kegiatan ini, kata Ali, pihaknya telah mengundang semua daerah di Indonesia untuk ikut berpartisipasi. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengundang negara tetangga seperti Malaysia,Singapura,Thailand, Brunei Darussalam dan lainnya, untuk berpartisipasi dalam pameran maupun perlombaan yang digelar di Sungai Musi.

“Sebelumnya, kita telah melaksanakan Festival Musi I dan II.Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan yang kita lakukan berhasil. Kita berharap pada Festival Musi III ini hal yang sama dapat diraih,”sebutnya. Dia menambahkan, pada Festival Musi ini nantinya akan menampilkan atraksi-atraksi wisata yang memanfaatkan Sungai Musi lewat berbagai lomba seperti bidar tradisional, perahu motor hias, festival kuliner nusantara, pameran pembangunan pendidikan dan lainnya. “Mengapa dikatakan Festival Musi, sebab kegiatan ini dipusatkan di Sungai Musi Dengan begitu,promosi yang kita lakukan dapat berjalan baik,”tukas dia. Sementara itu, Mgs Fachrudin, 37, salah seorang pengrajin perahu hias di Kota Palembang mengatakan, untuk pelaksanaan Festival Musi III ini pihaknya telah membuat berbagai kerajinan perahu hias.

Tahun ini pihaknya akan menampilkan kerajinan yang identik dengan binatang khas Sumatera seperti Hamimau, Gajah, Ikan Belida, Angsa dan lainnya. “Sekarang untuk Harimau Sumatera telah selesai kita buat. Untuk angsa tinggal merangkai. Nantinya, semua itu akan kita letakkan diatas perahu dan dihiasi seindah mungkin. Sebab, perahu hias tersebut akan diperlombakan. Kita berharap bias menjadi juara seperti tahun sebelumnya,” kata Fachrudin. (yayan darwansah)

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
October 11th, 2010, 01:15 AM
Palembang Bakal Dikunjungi Ratusan Raja dan Sultan
Monday, 11 October 2010

PALEMBANG (SINDO) – Palembang dipastikan menjadi tuan rumah Festival Keraton Nusantara (FKN) VII yang akan digelar 26 sampai 28 November 2010 mendatang.

Dalam even dua tahunan tersebut, direncanakan 100 utusan kerajaan, kesultanan dan lem-baga adapt di Indonesia akan ambil bagian. Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin mengata-kan, pihaknya telah memper-siapkan semua hal yang berhubu-ngan dengan festival tersebut. Termasuk mengundang semua utusan kerajaan dan kesultanan se nusantara. Dari 184 undangan, hingga saat ini sudah ada 100 per-wakilan kesultanan, kerajaan dan lembaga adat yang menyatakan kesediaannya. “Kita masih menunggu kepastian keikutsertaan undangan lain yang belum konfirmasi kehadiran,” jelas Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, di kediamannya, kemarin.

Menurut Sultan, tidak hanya dari dalam negeri, beberapa rajaraja dari luar Indonesia juga akan menghadiri FKB VII itu. Salah satunya adalah Sultan dari Kesultanan Sulu Filiphina. “Pimpinan kerajaan Sulu tersebut sudah menyatakan bersedia hadir dalam FKN VII di Palembang,: ujarnya. Dalam kegiatan ini, jelas Sultan, serangkaian kegiatan festival keraton sudah disiapkan, mulai dari pagelaran seni,pameran benda pusaka. “Selain itu, ajang tersebut juga menjadi wadah memantapkan pembentukan koperasi persaudaraan raja,sultan dan lembaga adapt,”ujarnya.

Dia menjelaskan, terpilihnya Palembang sebagai tuan rumah FKN VII,mengacu pada hasil musyarawah raja dan sultan nusantara pada Festival Keraton Nusantara VI 2008 di Gowa Makassar Sulawesi Selatan. Festival ini mengambil tema Peranan Keraton Dalam Lingkungan Hidup. Dimana salah satu implementasinya akan diwujudkan dalam kegiatan penanaman pohon. “Dalam festival itu nantinya juga akan dilakukan musyawarah besar raja dan sultan kerajaan se nusantara. Direncanakan dalam musyarawat tersebut akan mengangkat beberapa topik penting, mulai dari peranan keraton dan lembaga adat dalam memperkokoh ketahanan budaya bangsa, deklarasi persaudaraan raja/sultan dan lembaga adat menjadi wadah tunggal persaudaraan raja/ sultan dan lembaga.

Selain itu, juga dilakukan pembentukan koperasi persaudaraan raja, sultan dan lembaga adat nusantara dan penentuan tuan rumah FKN VIII 2012 mendatang,”terangnya. Sultan Iskandar mengaku optimistis kegiatan tersebut terlaksana maksimal dan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke kota “pempek”ini. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, Moeham-mad Jhonson mengatakan, FKN bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya yang ada di busantara.

Selain itu, kata Jhonson, FKN juga mampu mempromosikan kebudayaan yang ada di masing-masing kabupaten dan kota di Sumsel. (andhiko tungga alam)

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

babaimana neh dengan Kesultanan Palembang?:cheers:

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
October 25th, 2010, 07:03 AM
Besok, Nidji-P Project Tampil di Bumi Sriwijaya
Sriwijaya Post - Senin, 25 Oktober 2010 11:24 WIB

PALEMBANG - Bertempat di halaman pakir Bumi Sriwijaya Palembang Grup Band papan atas dan P-Project Pop Selasa (26/10) besok akan tampil memeriahkan Pesta Musik yang di Gelar Djarum Istimewa.

Pesta musik ini selain digelar di Palembang juga diadakan di Lampung, Baturaja, Lahat, Muarobungo, Lubuklinggau dan Bengkulu.
Konser dimulai dihalaman pakir dimulai pukul 20.00, sampai selesai.

Konser akan diawali dengan penampilan P-Project. Grup Padhyangan atau yang lebih akrab dikenal dengan P-Project adalah kelompok komedi asal Bandung yang dibentuk oleh mahasiswa dua perguruan tinggi Universitas Padjajaran dan Universitas Katolik Parahyangan pada tanggal 4 Desember 1982.

Kelompok ini didirikan sebagai wadah menyalurkan bakat dan ide-ide gila anggota-anggotanya terutama dalam bidang seni. Seni panggung yang ditampilkan Padhyangan adalah sejenis drama komedi yang mengandalkan musik untuk menyampaikan ceritanya yang dikenal dengan istilah kabaret.

Sedangkan Niji adalah grup musik dengan komposisi enam orang asal Jakarta, terdiri atas Giring (vokal), Rama dan Ariel (gitar), Adri (drum), Andro (bass) dan Run-D (kibor). Nama Nidji merupakan penyempurnaan dari kata Niji yang diambil dari bahasa Jepang yang berarti pelangi.

Nidji dapat diartikan sebagai ikatan warna dan konsep lagu yang merefleksikan warna musik mereka yang beragam. Bagi penggemar musik di Palembang kedua gruup musik ini tidak asing lagi,

Nah, kalau penasaran datang saja ke Pesta Musik yang disponsori Djarum Istimewa.
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
October 26th, 2010, 03:57 PM
Adsor Palembang Unjuk Gigi Hadirkan The Virgin
Sriwijaya Post - Selasa, 26 Oktober 2010 19:15 WIB

PALEMBANG --- Meski usianya baru berapa bulan, Ahmad Dhani School of Rock (Adsor) Cabang Palembang yang beralamat Jl Angkatan 45 mulai mampu menunjukkan kiprahnya.

Dalam usia belum seumur jagung ini Adsor Palembang telah mampu menunjukkan eksistensi diri dan Insya Allah akan terus memberi karya-karya terbaik,” ungkap Kepala Adsor Cabang Palembang, Mohammad Masyaheril SPd, Selasa (26/10).

Adsor cabang Palembang mulai berkiprah dengan konser perdananya memeriahkan HUT Sriwijaya Post di Atrium PIM Minggu (17/10), juara I paduan suara tingkat anak-anak Paduan Suara Indomaret di Novotel, Minggu (17/10) sehingga dikirim untuk mengikuti loba tingkat nasional di TMII Jakarta, 14 November mendatang.

Lalu diminta mengisi acara dalam rangka pelantikan Pengprov Gabsi Sumsel di Auditorium PT PLN (Persero) Pembangkit Sumbagsel, Selasa (26/10). Menjadi pengisi acara paduan suara dan band dalam puncak acara Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2010 di Basket Indoor Kampus.

Rencananya 28 November 2010 akan menggelar coaching clinic perdana bagi siswa Adsor dengan menghadirkan The Virgin yang juga tergabung dalam manajemen Republik Cinta.
Siswa dan orangtua juga difasilitasi berbincang dengan owner Ahmad Dhani melalui teleconfrence setiap bulannya,” terang Masyaheril. (fiz)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 2nd, 2010, 11:25 AM
Jatim Dipastikan Juara Umum Aeromodelling
Sriwijaya Post - Selasa, 2 November 2010 15:46 WIB

MUSIRAWAS - Memasuki hari terakhir pelaksanaan kejuaraan nasional (Kejurnas) aeromodelling di Musirawas, kontingen Jawa Timur (Jatim) hampir dipastikan jadi juara umum. Jatim memperoleh 10 medali, masing-masing 5 emas, 4 perak, 1 perunggu.

Sembilan dari 10 medali yang diperoleh Jatim, disumbangkan oleh Erick Limanhadi dan Benny Limanhadi, sisanya medali perunggu disumbangkan Taufiq Nur Rahman.

Kepala Bidang Aeromodeling FASI Bambang Agus menyatakan, dengan tersisa dua mata lomba untuk kategori Kejurnas, yaitu Chuck Gleider dan A2 maka dipastikan Jatim juara umum. "Jatim juga kuat dikategori Chuck Gleider, maka hampir bisa dipastikan dapat juara umum. Selama ini, memang Jatim cukup kuat dan jadi saingan berat tim lainnya" ujarnya.
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 3rd, 2010, 02:54 AM
Guys, thread ini sudah berubah titled menjadi "Investment Issued & Breathless life into South Sumatra.

Artinya: untuk pembahasan issued Investment, Business, Entertaintment/hiburan dan Pariwisata di Sumatera Selatan, Kita bahas disini.

Jadi Thread SUMSEL di Sub Nusantara, diperuntukkan untuk images/pics, dan comment yang mendukung lainnya diluar thread VISIT MUSI ini.

Tapi ingat, diminimalisasikan thread SUMSELnya terhadap hal yang berbau "Chatting", kesannya kejar setoran alias kejar jumlah postingan, mendingan kerja jumlah yang "view" saja he he he...

thanx to David
-cheers-
the paradyto
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

Dua Investor Incar Potensi Gas Metan Sumsel
Tuesday, 02 November 2010

PALEMBANG (SINDO) – Potensi sumber daya alam (SDA) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali dilirik investor.Potensi itu adalah gas metan batu bara atau CBM (coal bed methane).

Kedua investor yang berminat itu yakni PT Sugico Graha dan Arrow yang merupakan perusahaan konsorsium. Sekretaris Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Sumsel, Harie Madhona seusai rapat dan konsultasi daerah penawaran wilayah kerja gas metana batu bara dengan perwakilan investor dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) RI di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel kemarin.

Menurut Harie, dua calon investor yang berminat menanamkan investasi CBM tersebut merupakan perusahaan konsorsium yang berpengalaman di bidang eksploitasi CBM. “Hari ini (kemarin) merupakan kelanjutan dari penandatanganan kontrak kerja sama pada 2008, antara pemerintah pusat yaitu kementrian ESDM dengan Medco, agar CBM di Sumsel bisa diaplikasikan,”ujar Harie.

Harie menjelaskan, kandungan CBM di Sumsel mencapai 183 tcf (triliun cubic feet) dari kumulasi se-Indonesia yang mencapai 450 tcf. Di mana, Sumsel merupakan provinsi yang memiliki potensi CBM paling besar di Indonesia. Untuk kerja sama ini, Pemprov Sumsel dan pemerintah kabupaten selaku pemilik lokasi CBM, menawarkan dua blok untuk dikerjasamakan, yaitu blok pertama Muara Enim,Lahat,Musi Rawas, dan blok kedua Muara Enim serta Lahat.

“Sistem kerjanya nanti memakai pipanisasi dari kandungan yang ada dengan Medco,”paparnya. Dia berharap, pada 2011, proyek ini sudah terwujud.Jika kerja sama ini terwujud, Sumsel merupakan provinsi pertama di Indonesia yang melaksanakan proyek CBM. “Pemda hanya sebatas menunggu hasil dari kontrak yang dilakukan pemerintah pusat, kalau dari pembicaraan rapat tadi mudah- mudahan di akhir bulan November ini sudah ada tindak lanjutnya,” tandasnya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintah Provinsi Sumsel, H Mukti Sulaiman menambahkan, CBM Sumsel sudah ditawarkan kepada calon investor, namun kerja sama tidak serta merta dapat dilakukan,karena semua perizinan untuk kerja sama tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. “CBM ini energi alternatif yang jumlahnya di Sumsel sangat besar yaitu 183 tcf, ini sangat menjanjikan untuk Sumsel ke depan,”ujar Mukti. (ade satia pratama)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 3rd, 2010, 03:18 AM
Dubai companies to invest in South Sumatra`s energy sector
Saturday, October 23, 2010

London (ANTARA News) - Two Dubai companies, Salam Investments and Mas ClearSight Investment Bank, plan to invest in the energy sector in South Sumatra, an Indonesian official said.

"The two companies from Dubai are interested in investing in coal mining and power generation and prepared to sink about 0.5 billion US dollars in eventual projects ," Mansyur Pangeran, Indonesian consul general in Dubai, told ANTARA here on Saturday.

Pangeran said he had accompanied Abdelhakim Mosleh of Salam Investments and Senior Vice President of Mas Clear Sight Investment Bank, Mujitaba Sarfaraz, on a business mission to the capital city of South Sumatra province, Palembang , recently.

In Palembang, they met with the head of the province`s regional coordinating agency for investment (BKPMD) as well as with officials representing coal mining and power plant sectors. The two Dubai businessmen got comprehensive information on those sectors, including aspects related to permit issuance, locations for coal mining and power plant and the supporting infrastructures.

Pangeran said after the visit to Palembang they also met with officials of the central investment coordinating agency (BKPM) and Indonesia power company PT PLN in Jakarta for further talks on their plan to invest in South Sumatra.

In accordance with the regulation for foreign investments, Pangeran added, the two Dubai businessmen sought data on Indonesian companies, state-owned or provincial government-owned companies, that will be made partners in the investments.

The business visit of the two Dubai businessmen to South Sumatra province was facilitated by the Indonesian consulate general in Dubai, Ministry of Foreign Affairs and South Sumatra provincial government (Pemprov Sumsel). (*)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 3rd, 2010, 03:22 AM
Palembang to host entrepreneurship week commemoration
Tuesday, November 2, 2010 18:08 WIB | Economic & Business

Palembang S Sumatra (ANTARA News) - Indonesia`s commemoration of the Global Entrepreneurship Week will be organized in Palembang, South Sumatra Province, on November 16, 2010.

"The upcoming event to observe the Global Entrepreneurship Week will be attended by successful international and national businessmen such as Ciputra," Palembang Mayor Eddy Santana Putra, said here Tuesday.

He hoped that the event would encourage Palembang youths to become businessmen.
Thousands of participants will be involved in the event`s activities which will include a seminar to motivate the younger generation to enter the business world.

Lecturers, teachers and students as well as businessmen will actively participate in the activities.

Global Entrepreneurship Week (GEW) is an international initiative that introduces entrepreneurship to young people in six continents.

GEW emerged in 2008 as a result of Enterprise UK and Entrepreneurship Week USA 2007. Since its creation, more than 10 million people from 102 countries have participated in entrepreneurial-related activities during the Week.

The Palembang mayor said that his city should become an entrepreneurship city which could create ample job opportunities.

The mission of GEW is to expose people to the benefits of entrepreneurship through different activities and to motivate them to explore their own innovative entrepreneurial ideas. (*)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 3rd, 2010, 10:51 AM
http://images.travelpod.ca/users/barbieandken/1.1263988439.4_night-out-in-palembang.jpg
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 3rd, 2010, 10:58 AM
by AJ Amandajane
source: http://www.travelblog.org/Asia/Indonesia/Sumatra/Palembang/blog-531415.html
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 5th, 2010, 01:34 AM
Jatim Raih Penghargaan Sebagai Propinsi Penarik Investasi Terbaik Se Indonesia
Thursday, 04 November 2010

Surabaya - Provinsi Jawa Timur kembali peroleh penghargaan dari Pemerintah Pusat. Kali ini penghargaan itu berupa Penyelenggara Terbaik Pertama Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di bidang Penanaman Modal. Gubernur Jawa Timur Dr.H.Soekarwo menerima langsung penghargaan itu dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Gedung Suhartoyo Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jakarta, Kamis (4/11) siang.

BKPM di Jakarta melalui lembaga independen PT Surveyor Indonesia, melakukan kualifikasi dan penilaian terhadap 130 PTSP di bidang penanaman modal, 33 di antaranya merupakan PTSP provinsi, 54 PTSP Kabupaten, dan sisanya PTSP Kota. PTSP Provinsi Jawa Timur masuk nominasi bersama 9 PTSP provinsi lainnya. Di antaranya provinsi DKI, Banten, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Maluku, Bali, dan Bangka Belitung.Dua provinsi lain, yakni Sumatera Selatan dan Jawa Barat yang akhirnya menduduki rangking dua dan tiga sesudah Jatim. Penghargaan dari BKPM ini adalah yang kedua kali diterima Pemprov Jatim.

Akhir tahun lalu, Pemprov menerima penghargaan berupa invesment award atas prestasi dalam menciptakan iklim investasi yang baik. Fokus penilaian saat itu di bidang pelayanan perijinan dan pelayanan sistim informasi penanaman modal. Kriteria penilaian di antaranya meliputi kelembagaan pelayanan penanaman modal, iklim investasi daerah, promosi investasi daerah, komitmen, infrastruktur, akses lahan, tenaga kerja, kondisi keamanan usaha, kinerja ekonomi, dan peran dunia usaha.

Banyak pihak menilai, upaya Pemprov Jatim untuk menggenjot investasi dirasa luar biasa. Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jawa Timur dalam setiap kesempatan sering mengatakan, pihaknya akan memberi jaminan kepada para investor. Jaminan itu berupa masalah tanah, buruh, energi listrik, dan kemudahan perizinan.Selain itu, banyak upaya lain yang dilakukan pemprov untuk meningkatkan investasi. Di antaranya dengan memperkuat jaringan kerjasama perdagangan, investasi dan tourism melalui kerjasama sisters-province dalam dan luar negeri. Juga kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim dengan luar negeri, dan kerjasama antar investor dalam dengan luar negeri.Langkah bekerjasama dengan berbagai pihak itu ditunjang dengan upaya mengintesifkan dan memperluas jaringan promosi di dalam dan luar negeri, menyediakan layanan informasi secara online melalui website, serta melakukan kerjasama pelayanan perizinan investasi antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

Atas berbagai upaya itu, Jatim berhasil menarik banyak investor, termasuk investor dari mancanegara. Berdasar data Badan Penanaman Modal (BPM) Provinsi Jawa Timur, total investasi PMA dan PMDN pada Triwulan III/2010 berjumlah Rp 45,21 trilyun. Investasi tersebut meningkat cukup besar, yakni sebanyak 139,08% dibanding semester yang sama 2009 yang berjumlah Rp 18,91 trilyun. Sementara itu, ijin investasi yang dikeluarkan pihak Pusat Pelayanan Terpadu (P2T) Prov Jatim, dalam kurun Januari hingga September 2010, telah diterbitkan 4.239 ijin investasi dengan nilai sekitar 2,5 trilyun rupiah. Dari jumlah investasi sebesar itu, jumlah tenaga kerja yang bisa direkrut sekitar 20 ribu orang.

Gubernur Jatim Dr.H. Soekarwo dalam keterangan persnya mengatakan untuk terus menarik investasi pihaknya akan memberi jaminan kepada para investor. Jaminan itu berupa masalah tanah, buruh, energi listrik, dan kemudahan perizinan. Selain itu, peningkatan infrastruktur akan terus dilakukan, mulai peningkatan kapasitas Pelabuhan Tanjung Perak, penambahan runway Bandara Internasional Juanda, juga memperpecat pembangunan jalan tol pengganti di wilayah Porong Sidoarjo. Yang lebih membanggakan lagi, dari sepuluh nominasi PTSP tingkat Kabupaten, empat di antaranya berasal dari Jawa Timur, yakni Kabupaten Sidoarjo, Pasuruan, Gresik, dan Ngawi. Mereka bersaing dengan enam kabupaten lain, yakni Kabupaten Sragen, Banyumas, Sukabumi, Purwakarta, Karanganyar, dan Purbalingga. Kabupaten Sidoarjo akhirnya menduduki rangking kedua setelah Kabupaten Sragen.

Bagi Kabupaten Sidoarjo, prestasi itu tentu membanggakan karena dalam empat tahun terakhir bencana lumpur Sidoarjo menjadi kendala utama pengembangan investasi di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya itu.Sedangkan untuk katagori pemerintah kota, Surabaya masuk nominasi bersama dengan 9 kota lain di Indonesia. Pada katagori ini, posisi terbaik satu, dua, dan tiga, masing-masing diraih Kota Cimahi, Pekalongan, dan Bitung.[yud/sf]

Pemprov Sumsel Raih Posisi Kedua PTSP Award
Thursday, 04 November 2010

PALEMBANG (SINDO) – Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil meraih posisi terbaik kedua dalam ajang nominasi pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) tingkat pemerintah provinsi se-Indonesia 2010 di Jakarta kemarin.

Penyerahan diserahkan langsung Menko Perekonomian Hatta Rajasa kepada Gubernur Sumsel H Alex Noerdin disaksikan Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Negara Pemberdayaan aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) EE Mangindaan, serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wiryawan dan para tamu undangan.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada BKPM dan para gubernur, wali kota, dan bupati penerima penghargaan.Menurut Hatta,prestasi ini adalah hasil kerja keras para kepala daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya sektor penanaman modal dan investasi. ”Karena Investasi akan mendorong laju pembangunan di daerah,”katanya.

Selanjutnya, selama ini masih ada sebagian masyarakat yang menganggap usaha pemerintah dalam melaksanakan pembangunan belum maksimal bahkan tidak berhasil. Menurut dia, indikator keberhasilan pembangunan sudah jelas, di antaranya dengan tingkat pengangguran dan kemiskinan yang semakin berkurang dan daya beli masyarakat yang terus mengalami peningkatan.

Karena itu, pemerintah akan terus mendorong iklim investasi yang sehat sehingga akan bermuara pada peningkatan ekonomi rakyat dan daya beli masyarakat meningkat.“Jadi, saya rasa tidak benar kalau dikatakan pemerintah tidak berhasil dalam melaksanakan pembangunan, karena indikator keberhasilan itu jelas sekali,”ujar Hatta. Sementara itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin melalui Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sumsel Permana mengatakan, penghargaan ini milik warga Sumsel.

Penghargaan ini kiranya mampu membuat sistem pelayanan publik di Sumsel lebih meningkat, dengan terus memperbaiki sumber daya manusia (SDM) dan memperbanyak personil yang mampu berbahasa Inggris. “Termasuk,melengkapi sarana dan prasarana, seperti gedung yang mudah dijangkau masyarakat maupun kalangan usaha serta melengkapi IT yang sudah ada,”ujarnya. (ade satia pratama/rel)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 6th, 2010, 01:07 AM
Bank Sumsel Babel Over Target
Friday, 05 November 2010

PALEMBANG (SINDO) – Hingga akhir Oktober lalu, manajemen Bank Sumsel Babel berhasil melampaui target penghimpunan aset,yaitu Rp11,394 miliar,dari target Rp9,277 miliar.

“Capaian yang diraih ini patut disyukuri karena merupakan hasil kerja keras semua pihak. Bukan saja dari sisi aset,dana pihak ketiga (DPK) juga berhasil menempati posisi kedua setelah Bank Mandiri. Penyaluran kredit juga menempati posisi kedua setelah Bank BRI,” ujar Direktur Utama Bank Sumsel Babel Asfan Fikri Sanaf di sela-sela silaturahmi bersama keluarga besar Bank Sumsel Babel di Kantor Pusat Bank Sumsel Babel kemarin. Menurut dia,pencapaian kinerja keuangan ini merupakan bentuk kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang diberikan Bank Sumsel Babel. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian aset dari tahun ke tahun yang kian meningkat.Pada 2009, realisasi aset yang berhasil dihimpun Bank Sumsel Babel mencapai Rp8,388 miliar.

Khusus DPK, yang berhasil direalisasikan telah mencapai Rp9,765 miliar, dengan rincian DPK yang dihimpun dari pemerintah daerah memberikan kontribusi sebesar Rp4,001 miliar. Sedangkan, DPK yang dihimpun dari masyarakat justru sangat besar,yakni hingga Rp5,764 miliar. Begitu pula untuk penyaluran kredit, masih didominasi kredit konsumtif dengan nilai penyerapan mencapai Rp4,417 miliar. Sementara, penyerapan kredit produktif sebesar Rp2,278 miliar.

“Dari 26 Bank Pembangunan Daerah (BPD), ternyata Bank Sumsel Babel menduduki posisi ke- 22. Untuk nilai loan to deposit ratio (LDR) atau perbandingan antara nilai kredit dan dana yang berhasil dihimpun masih terbilang kurang, mengingat LRD dikatakan sehat apabila berada di angka 78–100. Sedangkan, LRD Bank Sumsel Babel hanya berada di angka sebesar 68,”katanya. Untuk itulah, lanjut Asfan, pihaknya tidak akan terlalu memfokuskan diri untuk meningkatkan penyaluran kredit, apalagi kredit konsumtif yang berisiko tinggi. Sebab, jika terlalu berlebihan, akan berdampak pada tergerusnya capital aspect ratio(CAR) atau rasio kecukupan modal.

Bahkan, dilihat dari sisi angka kecukupan modal dibandingkan 26 BPD di Indonesia,ternyata bank milik pemerintah Sumatera Selatan ini menduduki posisi ke-26. Begitu pula untuk tingkat kemacetan kredit (NPL) berada di posisi 15 dari 26 BPD di Indonesia. Untuk lebih meningkatkan CAR, pihaknya pada waktu rapat umum pemegang saham (RUPS) telah meminta pemegang saham menyuntikkan tambahan modal sekitar Rp150 miliar per tahun.Dia juga berencana pada 2011 akan lebih meningkatkan sisi pelayanan terhadap masyarakat sehingga kinerja Bank Sumsel Babel akan benar-benar menunjukkan ke arah lebih positif.

Ekonom Sumsel Amidi menilai rasio kecukupan modal atau modal untuk rasio aset berbobot risiko adalah suatu cara mengukur modal bank yang ditunjukkan sebagai pembukaan kredit berbobot risiko bank. “Tentu saja langkah yang diambil dengan melakukan penambahan modal juga akan meningkatkan pemberian kredit tanpa menggerusCARyangada,”ujarnya. (darfian jaya suprana)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 6th, 2010, 01:15 AM
salah satu bentuk mempromosikan THE GLORY OF SRIWIJAYA:okay:

The Glory of Sriwijaya Meriah
Sriwijaya Post - Jumat, 5 November 2010 23:36 WIB

JAKARTA - Menjelang gelaran SEA Games 2011 di Sumatera
Selatan, diselenggarakan launching bertema The Glory of
Sriwijaya. Acara itu dihadiri sederet tokoh dan artis ibukota,
serta dimeriahkan oleh sajian tarian dan lagu-lagu daerah asal
Sumsel.

"Kita bersyukur karena SEA Games 2011 ini milik Sumsel. Dari 40
cabang olahraga, 24 cabor dimainkan di Sumatera Selatan. Sisanya,
dimainkan di ibukota Jakarta. Kesempatan ini merupakan peluang
emas bagi kita sebagai tuan rumah pembukaan dan penutupan," kata
Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, di Puri Agung, Hotel Grand Sahid
Jakarta, Jumat (5/11) malam.

Alex mengatakan, even akbar ini akan diikuti oleh 11 negara dari
Asia Tenggara. "Sumatera Selatan siap menyelenggarakan SEA Games
ke-26 yang akan dibuka pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011. Ini
sejarah bagi Sumsel, karena belum tentu SEA Games ke depan
diselenggarakan di Sumsel lagi," kata Alex.

Dalam acara itu, juga dilakukan penyerahan cenderamata oleh
Gubernur Sumsel Alex Noerdin kepada para duta besar (Dubes) yang
hadir, antara lain kepada China, Filipina, Singapura, Jepang,
Australia, Timor Leste, dan Malaysia.

Sementara itu, di tengah ribuan tamu dan undangan, Ketua KONI
Sumsel Muddai Madang menyerahkan bantuan sebesar Rp 50 juta
kepada Ketua KONI Pusat Rita Subowo. Bantuan itu untuk diberikan
kepada korban bencana alam di Mentawai Sumatera Barat dan korban
letusan Gunung Merapi di Yogyakarta.

Di antara ribuan tamu dan undangan, tampak pula Menegpora Andi
Malarangeng, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua MPR Taufik Kiemas,
mantan Ketua MK Jimly Asshiddiqie, Ketua DPRD Sumsel Wasista
Bambang Oetoyo, mantan Gubernur Sumsel Rosihan Arsyad. Acara itu
dimeriahkan sejumlah artis ibukota dan puluhan penari, seperti
Titi Dj dan Cici Faramida, dengan dipandu MC Tantowi Yahya dan
Thia Yufada. Hadir pula seluruh bupati dan walikota se-Sumatera
Selatan.
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 9th, 2010, 01:19 PM
Palembang Tuan Rumah Workshop Sanitasi Internasional

PALEMBANG--MICOM: Wali Kota Eddy Santana Putra mengatakan, Kota Palembang dijadwalkan menjadi tuan rumah workshop sanitasi internasional tingkat Asia. yang masuk dalam keanggotaan citynet.

"Workshop direncanakan pada 29 November nanti yang akan diikuti perwakilan dari sejumlah negara anggota citynet," katanya di Palembang, Selasa (2/11).

Menurut dia, kegiatan tersebut akan membahas berbagai permasalahan sanitasi sejumlah negara anggota citynet.

Peserta pertemuan tersebut berasal dari sejumlah negara dan menghadirkan pakar lingkungan sebagai narasumber, tambahnya.

Ia mengatakan, Palembang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut setelah beberapa kali pertemuan dilaksanakan di Filipina dan Jepang serta negara lain.

Pihaknya berharap pertemuan internasional itu mampu menghasilkan solusi dalam pengolahan limbah secara optimal, sehingga kualitas sanitasi lingkungan terus meningkat, katanya.

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Palembang, Hardayani menjelaskan, sejumlah negara yang akan mengikuti workshop internasional bertema sanitasi tersebut antara lain adalah Jepang, Filipina, Bangladesh dan Srilanka serta Singapura.

"Kegiatan itu akan membahas berbagai permasalahan limbah dan solusi untuk mendorong sanitasi pemukiman perkotaan yang sehat," ujarnya.

Dia menambahkan, sampai sejauh ini sebagian besar negara Asia yang masuk dalam keanggotaan citynet sudah menyatakan kesediaan mengikuti forum tersebut.

"Sejumlah pakar sanitasi internasional telah menyatakan kesiapan mereka menjadi narasumber pada kegiatan yang dikemas serius dan santai," tambahnya.

Ia menyatakan, pertemuan tersebut akan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi bidang pengelolaan limbah lingkungan yang berkualitas.

"Di sela-sela pembahasan serius masalah sanitasi tersebut pihaknya juga akan menyediakan khusus wisata mengarungi Sungai Musi bagi narasumber dan peserta," ungkapnya. (Ant/OL-3)

source: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/11/179181/126/101/Palembang-Tuan-Rumah-Workshop-Sanitasi-Internasional
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 10th, 2010, 02:28 PM
Sumsel Siap Gelar Kejuaraan Voli se-Asia
Sriwijaya Post - Rabu, 10 November 2010

PALEMBANG - Dalam rangka memantapkan diri sebagai tuan rumah SEA Games, Sumatera Selatan terus melakukan ujicoba atau pemanasan dengan menggelar berbagai even setingkat nasional bahkan internasional. Dalam waktu dekat Sumsel akan menggelar kejuaraan voli se-Asia pada Juli 2011 mendatang.

“Dipastikan Sumsel tuan rumah voli se Asia, Juli 2011 nanti. Penandatangannya sudah dilakukan, (7/11),” kata Ketua KONI Sumsel Muddai Madang, Rabu (10/11).

Menurut Muddai, Sumsel sejaklama mengincar tuan rumah Kejuaraan Voli Tingkat Asia, sebab sejak lama karena dia menilai Sumsel siap untuk menggelar kejuaraan Voli tingkat Asia.

“Kita berani karena kita siap, tidak sekali ini saja Sumsel menggelar kejuaran Asia. Di cabor sepakbola, balap motor dan cabor lainya Sumsel juga sudah pernah melakukannya," ujar Muddai.
Tentunya, Sumsel tidak ingin sekedar menjadi tuan rumah, atlet voli Sumsel juga ditargetkan mewakili Indonesia untuk turun di kejuaraan itu dan diharapkan bisa menorehkan prestasi.“Kita tidak ingin hanya jadi penonton, atlet voli kita mesti mampu berprestasi," urainya.

Even ini bertujuan menjajal venues voli SEA Games yang akan digelar di Sumsel. Juga dimanfaatkan sebagai pembelajaran bagi pengurus provinsi dan segenap masyarakat Sumsel sebelum menjamu tamu asing se Asia Tenggara.

“Even itu menjadi ajang pemanasan menjelang SEA Games, bukan hanya bagi atlet, tapi seluruh masyarakat perlu belajar menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan kesan mendalam bagi tamu peserta SEA Games nantinya,” jelasnya.

Dampak lainya, menurut Muddai, menjadi tuan rumah kejuaraan Asia juga berpengaruh positif terhadap perekonomian masyarakat dan ikut mempromosikan daerah ke negara-negara lain.“Ini juga ajang promosi bagi daerah, kita mesti memanfaatkanya sebaik mungkin. persiapan sejauh ini sudah dilakukan pihak Pengprov PBVSI," urainya.
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 13th, 2010, 07:04 AM
Dua Juta Wisatawan Kunjungi Palembang
Saturday, 13 November 2010

PALEMBANG (SINDO) – Dinas Pariwisata Kota Palembang memastikan kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, di Kota Palembang baru mencapai 2 juta orang atau 80%.

Jumlah ini hampir mendekati target yang ditetapkan, yakni 2,5 juta orang per tahunnya. Belum tercapainya target ini dikare-nakan promosi dan pengelolaan tempat wisata sebagai daya tarik Kota Palembang belum maksimal dilakukan. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang Baharuddin Ali mengatakan, jumlah wisatawan tersebut didominasi wisatawan lokal, sedangkan 10% lainnya wisatawan mancanegara.

Wisatawan yang sengaja berkunjung ke tempat wisata di kota pempek ini masih sangat kurang, terutama objek-objek wisata. “Liburan bersama keluarga, pulang kampung dan bisnis masih menjadi alasan mengapa mereka mendatangi Palembang. Sedangkan yang sengaja mengunjungi tempat wisata, masih sedikit,” kata Baharuddin di kantor Pemkot Palembang kemarin. Oleh karena itu, sambungnya, ke depan perlu ada program untuk memperbaiki sejumlah objek wisata yang ada.

Tujuannya, agar tempat-tempat wisata tersebut lebih cantik dan menarik minat para wisatawan untuk mengunjunginya. Apalagi, sambungnya, sejumlah event atau kegiatan baik itu tingkat nasional dan internasional bakal digelar di Bumi Sriwijaya Festival Keraton, Festival Musi dan Global Entrepreneurship Week (GEW) Indonesia 2010. “Event seperti ini yang harus kita tingkatkan sehingga pariwisata kota Palembang bisa dikenal masyarakat luar.

Hal ini juga mempengaruhi jumlah wisatawan kita, ” katanya. Serangkaian kegiatan yang telah dijadwalkan ini,diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan sehingga target yang hendak dicapai tahun ini tercapai. Apalagi waktu yang tersisa masih cukup panjang sekitar dua bulan lagi. ”Mudah-mudahan hingga akhir tahun jumlah kunjungan wisata kita tembus 2,5 juta orang,” katanya.

Tahap pertama, lanjutnya, sejumlah perbaikan dan pengelolaan kawasan wisata dalam waktu dekat segera dilakukan. Pasalnya, perhelatan akbar olahraga se-Asia Tenggara sudah di depan mata.”Jangan sampai saat pelaksanaan SEA Games mendatang, objek wisata yang kita miliki belum dibenahi. Itu tentu akan berdampak pada pandangan masyarakat terhadap pariwisata di kota kita,”tuturnya.

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengaku sangat prihatin dengan kondisi tempat wisata, terutama makam-makam yang ada di kota Palembang.Terutama Makam Kawah Tengkurep telah menjadi salah satu kunjungan wisata rohani dan wisata sejarah. Dan bila tidak segera dilakukan perbaikan, dikhawatirkan akan merusak bentuk asli makam. (andhiko tungga alam)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 15th, 2010, 12:16 AM
Tiga Band Hentak Palembang
Sunday, 14 November 2010

PALEMBANG (SINDO) – Tiga band papan atas yakni Alexa, J Rock dan GIGI,kemarin berhasil membius ribuan penonton yang memadati Stadion Kamboja Palembang.

Palembang merupakan kota ke empat setelah Bandung, Jakarta dan Balikpapan yang menggelar konser Coca Cola Soundburts. “Program Coca Cola Soundburts ini merupakan upaya Coca Cola menghadirkan pengalaman bermusik serta menikmati musik ala Coca Cola kepada remaja pecinta Cola Cola di 9 kota di Indonesia, termasuk Palembang,”kata Senior Integrated Marketing and Communications Manager PT Coca Cola Indonesia Dodi Rukminto, di Palembang, kemarin.

Menurut dia, selain menggelar konser musik Coca Cola Soundburts, pihaknya juga melakukan audisi bagi band-band muda untuk tampil di tur musik ini serta pemenang akan berkesempatan mengikuti music camp dan coaching clinic pada penutupan Coca Cola Soundburts, yang akan dilangsungkan di Surabaya 11 Desember mendatang. Dia mengaku Coca Cola Soundburts diramaikan sekitar 50 band papan atas seperti Alexa, J Rock, GIGI,Kotak, Naif, Rif,Pas Band, SO7, Netral, Nidji, The Changcuter dan sederetan artis lainnya.

“Coca Cola Soundburts sejalan dengan kampanye live possitive yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu, dimana perusahaan berkomitmen untuk memperhatikan unsur berkelanjutan (sustainability) disetiap kegiatan,” katanya. Sejalan dengan komitmen live possitive tersebut, kata dia, Coca Cola Soundburts memiliki keunikan tersendiri dimana penonton yang menghadiri konser masuk secara gratis dengan menukarkan kemasan Coca Cola teman imut atau botol plastik PET 250 mililiter atau kaleng.

Dia melanjutkan, botol yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke pusat daur ulang untuk menjadi produk yang bermanfaat. Bahkan, selama konser penonton diajak untuk senantiasa menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan dengan mengumpulkan dan membuang sampah pada tempatnya sembari menikmati musik band favorit.

Terkait bencana di Indonesia, kata dia, pihaknya juga melangsungkan konser mengusung tema amal di Yogyakarta dan uang yang terkumpul akan diserahkan pada saat pelaksanaan Coca Cola Soundburts di Yogyakarta, pada 4 Desember 2010. “Coca Cola juga mengajak penonton untuk menyisihkan sedikit uangnya untuk para korban bencana di Mentawai Sumbar dan meletusnya gunung merapi di Yogyakarta,”imbuhnya.

Marketing PT Coca Cola Indonesia Richard menambahkan, konser Coca Cola Soundburts juga menampilkan band internasional asal Denmark yakni MEW yang rencananya hadir pada saat penutupan di Surabaya. “Bukan saja menyuguhkan musik bagi pecinta musik Coca Cola, melainkan juga mengusung tema menggalang dana bagi korban bencana tsunami Mentawai Sumatera Barat dan meletusnya gunung merapi Yogyakarta,”katanya. (darfian jaya suprana)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 16th, 2010, 01:01 AM
rasanya Masyarakat SUMSEL mungkin harus sedikit memberi peluang ALEX sampai masa jabatannya berakhir... Kita lihat perkembangannya:)

Pembangunan Infrastruktur Sumsel, Pesat

Tepat 7 November 2010, pasangan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin dan Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf telah memimpin Provinsi Sumsel selama dua tahun. Mewujudkan Provinsi Sumsel menjadi provinsi terdepan dan termaju dibanding provinsi lain di Indonesia semakin terbuka lebar dan sudah di depan mata, hal ini dibuktikan dengan banyaknya investasi yang masuk ke Sumsel, dan banyaknya pembangunan infrastruktur yang tengah dan akan dilaksanakan di Sumsel.

“Ada banyak kemajuan dan perubahan yang nyata, terjadi sejak pemerintahan pak Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin dan pak Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf sejak menjabat 2008 lalu,” ungkap Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Provinsi Sumsel, Ir H Eddy Hermanto SH MM saat diwawancara di Kantor Gubernur, kemarin, Jumat (12/11).

Ia memaparkan, hal yang benar-benar real dan sedang dilaksanakan adalah pembangunan rel kereta api dari Lahat ke Tanjung Api-api (TAA), yang terwujud atas kerjasama PT Adani Global, PT Bukit Asam dan Pemprov Sumsel. “PT Adani Global sudah melakukan HoA (Head of Aggreement), selain membuat rel KA PT Adani juga akan membangun stock pile dan pelabuhan di TAA,” jelasnya.

Tidak hanya itu, investor asal India yaitu Nalco sudah berminat menanamkan investasinya di TAA, lalu investor dari Uni Soviet telah meminta lahan 20 hektar untuk membangun pabrik ban di TAA dengan nilai investasi mencapai Rp1,5 Triliun. Kemudian investor Cina yang akan membangun pabrik gasifikasi dari batubara ke gas di TAA, dan juga PT Pusri yang akan membangun pabrik baru di TAA.

“Saat ini kita juga sedang mengupayakan untuk menjadikan TAA sebagai KEK (kawasan ekonomi khusus), dan untuk membentuk KEK ini kita akan membahasnya lintas dinas, tentunya kita akan melibatkan Kabupaten Banyuasin sebagai pemilik wilayah,” katanya.

Eddy juga menjelaskan, untuk di Palembang sendiri, pembangunan infrastruktur yang sudah terlihat seperti renovasi gedung olahraga (GOR) di Jalan POM IX menjadi Palembang Sport Convention Center (PSCC), berikut pembangunan hotel and town square.

Lalu, rencana pembangunan Mall di Jakabaring oleh Lippo Group, rencana pembangunan mall bawah tanah di bawah Lapangan Parkir Bumi Sriwijaya. Kemudian rencana pembangunan International School oleh Lippo Group di Komplek Lumban Tirta Jalan POM IX. “Untuk pembangunan Water Theme Park di Jakabaring sudah tinggal pelaksanaan, dan juga rencana pembangunan Kebun Binatang (Zoo Park) di OKI tahapnya sekarang sedang didesain,” jelas dia.

Terakhir ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur lain yang juga sudah jelas di lapangan adalah pembangunan venues SEA Games XXVI di Jakabaring, Wisma Atlet dan lainnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya (PU CK), Rizal Abdullah Dipl.He MT menilai, selama kepemimpinan Gubernur Alex dan Wagub Eddy Yusuf dua tahun ke belakang, telah mulai menunjukkan pembangunan disegala bidang yang cukup signifikan. Tidak hanya infrastruktur atau fisik namun juga pembangunan non fisik. “Pak Gubernur dan pak Wagub memiliki konsep matang untuk membangun Provinsi Sumsel,” katanya.

Di bidang infrastruktur, banyak pembangunan-pembangunan fisik berstandar nasional bahkan internasional dilaksanakan, mulai dari renovasi GOR Jalan POM IX, pembangunan Convention Center, Hotel and Town Square. Lalu, rumah sakit berstandar internasional, fasilitas-fasilitas olahraga untuk kepentingan kegiatan South East Asian (SEA) Games XXVI di Sumsel pada November 2011 mendatang, sekolah olahraga, rencana pembangunan Masjid tercantik, Islamic Center dan gedung UIN Raden Fatah dan berbagai pembangunan fisik lainnya.

Bahkan, pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat juga telah dilakukan, seperti rumah murah sektor formal tipe 36 di Jakabaring, dan sektor non formal tipe 21 di Keramasan. Tidak hanya itu, di Jakabaring juga dibangun power plant/pembangkit listrik juga water treatment/pengelola air bersih.

Bahkan, tempat hiburan keluarga atau water theme park terbesar juga segera direalisasikan, yang kesemuanya untuk kepentingan masyarakat Sumsel. “Tapi saya melihat, Gubernur dan Wagub tidak hanya fokus di pembangunan fisik saja, namun juga pembangunan non fisik, seperti program-program pengembangan SDM sejak dini yaitu sekolah gratis dari tingkat SD, SMP dan SMA, bahkan menyiapkan puluhan beasiswa s3 nasional/internasional dan lainnya,” katanya.

Sehingga kata Rizal, selain pendidikan gratis, Gubernur juga memberikan kesehatan gratis, bantuan hukum gratis dan lainnya. Selain SDM yang dipersiapkan, sarana prasarana penunjang SDM juga telah diperhatikan secara detail oleh pasangan Aldy ini, sehingga pencapaian tujuan dapat maksimal. “Gubernur bahkan juga telah memikirkan lapangan kerja masyarakat Sumsel, dengan menarik banyak investor ke Sumsel untuk berinvestasi salah satunya di kawasan industri Tanjung Api-api (TAA), yang akan menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja dari berbagai strata pendidikan,” jelas dia.

Menurutnya, masa kepemimpinan dua tahun Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin dan Wakil Gubernur Sumsel, H Eddy Yusuf sudah memperlihatkan keberpihakan terhadap pembangunan provinsi dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

agustian pratama
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

aa coy
November 16th, 2010, 08:51 AM
@paradyto : setuju bgt kalo sampe akhir jabatan ke1 ok, perlu diksh kesempatan jabatan ke2. menurut gw Alex Nurdin gubernur sumsel paling sukses & agresif bahkan mgkn termasuk di indonesia serta jiwa enterpreneurship/marketingnya perlu ditiru gubernur lain.

paradyto
November 19th, 2010, 02:55 AM
@paradyto : setuju bgt kalo sampe akhir jabatan ke1 ok, perlu diksh kesempatan jabatan ke2. menurut gw Alex Nurdin gubernur sumsel paling sukses & agresif bahkan mgkn termasuk di indonesia serta jiwa enterpreneurship/marketingnya perlu ditiru gubernur lain.

including Bapak Walikota:)

Fokus, Berani Melangkah

http://www.sumeks.co.id/images/stories/18-11-2010/buhead.jpg

Seminar Internasional Global Entrepreneurship Week (GEW) Indonesia 2010 di Hotel Aryaduta, Selasa (16/11), berlangsung sukses. Setidaknya, 1.000 peserta ambil bagian dalam acara bertemakan “Mengubah Sampah dan Rongsokan Menjadi Emas” tersebut.

Diawali tari Zapin, pembukaan seminar yang menjadi puncak peringatan GEW itu ditandai dengan penekanan sirene oleh CEO Jawa Pos Group Sumbagsel, Banten, sebagian Jawa Tengah dan Jawa Barat Suparno Wonokromo, Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra, dan Wakil Ketua DPRD Kota Palembang Fahlevi Maizano.

Dalam seminar yang digelar atas kerja sama Pemkot Palembang-Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC)-Harian Sumatera Ekspres itu, para pengusaha top dan tokoh entrepreneurship tampil bergantian. Acara dibagi dalam tiga sesi. Pertama, dipandu moderator Hamid Basyaif (staf ahli ketua MPR-RI), menampilkan dua pembicara Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra dan Dirut PLN & Columnis, Dahlan Iskan.

Sedangkan sesi kedua dengan moderator Tantowi Yahya (artis dan anggota DPR-RI), menampilkan dua pemateri yakni pengusaha sukses yang saat ini menjadi ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN), Chairul Tanjung dan Pembina UCEC, Dr Ir Ciputra (Pak Ci).

Sesi terakhir, kembali dipandu oleh Hamid Basyaif. Pemateri pengusaha dan bos Lippo Group, James Riady. Kemudian President & CEO Kauffman Foundation, Carl J Schramm. Pada sesi pertama, Wako Eddy membawakan materi “Menuju Kota Internasional yang Berjiwa Entrepreneurship”. Menurut Eddy, sudah saatnya mengubah mindset masyarakat dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.

Oleh karena itu, sambungnya, Palembang mungkin akan lebih dulu menerapkan pelajaran entrepreneurship dalam kurikulum sekolah mulai tingkat taman kanak-kanak/pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah.

“Mungkin nanti pelajaran entrepreneur tersebut bisa terintegrasi dengan mata pelajaran lain,” terang Eddy. Rencananya, dimulai tahun depan. Harapan bisa menghasilkan generasi penerus yang andal, hebat, dan berdedikasi tinggi.

Kata Eddy, dengan tertanamnya jiwa entrepreneurship, tamat dari pendidikan sekolah atau perguruan tinggi, para generasi penerus bangsa dapat berkreasi membuka lapangan kerja. “Jadi tidak hanya mengandalkan lowongan kerja.”

Dengan begitu, mereka nantinya menjadi pengusaha sukses sehingga ke depan tidak ada lagi warga metropolis yang miskin. Bahkan, jika saat ini pegawai negeri sipil (PNS) menjadi pekerjaan yang favorit, ke depan menjadi pilihan terakhir.

“Entrepreneurship itu memiliki kekuatan yang luar biasa,” tukasnya. Eddy mencontohkan, ia pernah bertemu seorang ibu yang hidup bersama seorang anaknya dengan berjualan sayur di Simpang Sungki. Dengan modal Rp50 ribu, sang ibu bisa mendapatkan keuntungan sekitar Rp20-30 ribu sehari, uang tersebut dijadikan modal hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, kata Eddy, entrepreneurship pun bisa dilakukan di pemerintahan atau istilahnya entrepreneurship goverment (E-Gov) seperti yang ia lakukan beberapa tahun belakangan. Dulu, sekitar 2004, pelayanan air bersih di metropolis baru sekitar 43 persen.

“Saat itu kondisi PDAM tidak ada uang, merugi dan disubsidi oleh pemkot,” terangnya. Tak mau kondisi tersebut terus berlangsung, ia lantas menggelar rapat dengan direksi PDAM. Dalam rapat tersebut, ia menyampaikan keinginannya agar direksi menghitung berapa lama waktu dan dana yang dibutuhkan untuk mencapai pelayanan air bersih hingga 80 persen.

Setelah dihitung, untuk mencapai hal tersebut ternyata dibutuhkan waktu sekitar 11 tahun dan dana sekitar Rp120 miliar. “Itu terlalu lama,” ungkap Eddy. Oleh karena itu, pihaknya bertekad untuk mencapai hal tersebut dalam tiga tahun.

Sebagai konsekuensinya, ia bekerja keras mencarikan dana sebesar Rp120 miliar tersebut. Di 2004, PDAM disuntik dana sebesar Rp33 milliar yakni Rp10 miliar dari APBD kota, Rp10 miliar dari APBD Provinsi, Rp7 miliar uang yang ada di PDAM, dan Rp6 miliar dari APBN.

Kenyataannya, setelah disuntik dana tadi pertumbuhan PDAM pesat. Mendapatkan banyak pelanggan, pada tahun berikutnya kembali disuntikkan dana sebesar Rp53 miliar yang sebagian dananya dari pembayaran pelanggan.

Hanya, ungkap Eddy, agar pendapatan lebih besar dari biaya yang dikeluarkan maka diadakan penyesuaian tarif sehingga PDAM bisa memperoleh untung. Akhirnya dana sebesar Rp120 miliar yang dibutuhkan tersebut berhasil dihimpun dalam tiga tahun.

Namun, jelas Eddy, ternyata target sekitar 80 persen warga Palembang terlayani kebutuhan air bersihnya tersebut tidak bisa dicapai dalam tiga tahun. Target tersebut baru bisa dicapai pada 2008 atau empat tahun ke depan.

Saat ini, pelayanan air bersih PDAM sudah mencapai 90 persen, termasuk yang dilakukan pihak swasta. Ke depan, akhir 2011, ditargetkan pelayanan air bersih bisa mendekati angka 100 persen. “Itu bukan hal yang mustahil.” Buktinya, tahun lalu PDAM berhasil membukukan keuntungan Rp60 miliar dimana nilai investasi mencapai Rp500 miliar. “Saat ini PDAM tidak lagi disubsidi dari dana APBD, malah sudah menyumbang buat APBD.”

Dikatakan, keberhasilan PDAM tersebut dicapai dengan merombak sistem pengelolaannya, termasuk membentuk pegawai yang bekerja dengan penuh tanggung jawab dan integritas tinggi. Pembenahan lain yaitu menciptakan transportasi massal yang murah, aman dan nyaman dengan dioperasionalkannya Bus Rapid Transit (BRT) Transmusi.

Bahkan, terangnya, saat ini Transmusi sudah dikenal di wilayah Asia Pasifik. Dikelola oleh Perusahaan Daerah PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), bus Transmusi beroperasi tanpa subsidi dari pemkot.

Agar berjalan lancar, seluruh pekerjaan di PT SP2J dibuat seefektif dan seefisien mungkin dimana saat ini manajemen perusahaan tersebut hanya ada sekitar lima staf. Mendorong percepatan terciptanya tranportasi massal yang nyaman dan aman bagi masyarakat, tahun ini PT SP2J menambah sekitar 60 armada bus, dimana dananya melalui pernyertaan modal pemkot sebesar Rp11 miliar.

Sektor lain yang saat ini juga menjadi perhatian pemkot yakni tersedianya perumahan yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sekarang di kawasan 3-4 Ulu dibangun rumah murah bagi MBR.

Nantinya warga bisa membayar uang pembelian rumah tersebut secara kredit sebesar Rp10 ribu per hari. “Jadi tidak berat,” tegasnya. Dengan adanya sejumlah program yang dijalankan tersebut, diharapkan pada lima tahun ke depan metropolis sudah sangat berubah, dimana seluruh masyarakatnya menjadi sejahtera.

Dirut PLN dan Columnis, Dahlan Iskan, tampil dengan tema “Mengelola Perusahaan dengan Jiwa Entrepreneurship”, Dahlan menjelaskan langkah-langkah untuk maju dan menjadi seorang entrepreneurship.
Dimulai dengan melangkah, dimana seorang calon entrepreneur akan mengalami jatuh dan bangun lebih dahulu. “Semua diawali dengan melangkah. Jadi, jangan takut melangkah kalau ingin maju. Jika hendak bisa itu harus melangkah dulu,” ujar Dahlan. Godaan biasanya akan langsung datang ketika seseorang mulai melangkah. Yakni keinginan untuk langsung besar dan berhasil. Dahlan menyarankan, agar tidak memulai usaha langsung dari yang besar, tapi mulailah dari yang kecil.

“Kalau kita mulai dari yang kecil, jatuh tidak sakit dan bisa bangun kembali. Tapi kalau langsung besar, jatuh mati,” beber pria kelahiran Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951 lalu. Kemudian, seorang entrepreneur juga harus fokus dalam mengembangkan usahanya. Fokus ini harus juga didukung sikap tabah dan tahan terhadap godaan. Kalau seorang calon entrepreneur sudah tahu rasanya jatuh, maka tidak akan mau jatuh untuk yang kedua kalinya. Yang paling sakit ketika jatuh adalah perasaan malu karena gagal dalam berusaha.

Dikatakan Dahlan, ia menemukan cara ampuh agar tidak mudah tergoda, yakni dengan belajar ilmu Tauhid. Inti dari ilmu ini adalah mengesakan Tuhan. Dan inti dari mengesakan Tuhan adalah fokus. Ia menilai, orang-orang yang berusaha tidak fokus adalah musyrik. “Dalam agama, kalau musyrik masuk neraka. Dalam bisnis, nerakanya orang musyrik ya bangkrut,” cetusnya. Untuk fokus memang butuh waktu yang tidak sebentar.

Ia sendiri, selama lima tahun awal di Jawa Pos fokus untuk memikirkan. Ia mengaku tidak memiliki hobi apapun saat itu, termasuk dalam hal sepakbola. Di saat itu pula, ia menjadi manajer Persebaya untuk membesarkan nama Jawa Pos (induk koran ini). “Itu bukan bagian dari musyrik dan godaan ini termasuk luar biasa, karena harus memegang Jawa Pos dan menjadi manajer Persebaya,” katanya.

Namun setelah itu, ia baru menemukan core-nya yang ia pilih di bidang media Jawa Pos. “Apakah core yang ditemukan seseorang adalah pedagang pempek, pedagang ikan atau apapun tetap harus dijalani. Dan di situlah saya harus menjalani core bisnis yang saya temukan (Jawa Pos, red),” jelas Dahlan Iskan.

Setelah menemukan core bisnis, ada yang tetap hanya di bidang tersebut dan ada pula yang melakukan ekspansi. Namun, sebelum melakukan ekspansi yang utama dipikirkan adalah apakah sudah merasa kuat atau sudah tersistem dengan baik. “Bila sudah merasa kuat dan tersistem dengan baik, kemudian berpikir akan tetap di situ atau membesarkan yang lain dengan fokus,” kata Dahlan Iskan.

Lanjutnya, yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, dirinya memegang banyak bidang, mulai dari TV, percetakan, koran dan listrik. Namun, ia meminta jangan mempersoalkan hal tersebut, karena dirinya sudah merasa makrifat, beda dengan syariat. Meski begitu, orang yang sudah ada di posisi tersebut tetap akan mendapat gelombang.

Banyak gelombang yang akan dihadapi seseorang dalam kehidupan. Seperti krisis moneter, masalah warisan anak, istri yang minta cerai, kemudian menikah lagi dan pertekaran anak serta lainnya. “Ketika ada badai, kita harus tahu diri. Apakah kita akan koalisi atau akan melakukan exit,” bebernya.

Lanjutnya, setelah menemukan core bisnis, seorang entrepreneur harus tetap fokus atau melakukan ekspansi usaha. Diceritakan Dahlan, ia pernah nyaris berbisnis properti besar. “Saat itu, kalau tidak dilakukan saya rugi Rp100 miliar, tapi kalau diteruskan malah rugi Rp500 miliar. Ya saya pilih mundur dan rugi Rp100 miliar. Harus ada keputusan tegas untuk itu,” ucapnya.

Seorang entrepreneur juga harus siap menghadapi badai dalam usahanya. Ada dua pilihan jika menghadapi itu, kembali ke core bisnis atau keluar dari bisnis tersebut. Ia sendiri bisa seperti sekarang memulai karier dari seorang pekerja magang, lalu pekerja honor, pekerja, profesional, pengusaha, mengabdi dan pada akhirnya mati. “Sekarang, saya di posisi mengabdi sebagai seorang dirut PLN. Saya kembali ke nol,” imbuhnya.
Sejak dipercaya menjadi dirut PLN, ia selalu fokus dan melupakan bisnis korannya. Bahkan, saat ada acara keluarga sendiri ia tidak hadir karena tidak mau memikirkan apapun, sehingga bisa membawa PLN berubah ke arah yang lebih baik.

Menurut Dahlan, semua karyawan PLN merupakan orang-orang pintar, tinggal yang diperlukan memanajerial mereka akan bekerja lebih baik dalam pelayanan kepada masyarakat Indonesia. Begitu pun saat memimpin Jawa Pos, ia mencurahkan semua tenaga dan pikirannya untuk memajukan media itu, menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.

Ia juga mengungkapkan, saat ditunjuk menjadi dirut PT PLN oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 10 bulan lalu, ia sempat menolak karena ia merasa orang yang tidak jelas dan sakit-sakitan. Namun, saat itu Presiden menginginkan orang yang memiliki jiwa entrepreneurship.

Dan dokter yang memeriksa dirinya saat itu memperbolehkan Dahlan memegang bidang listrik. “Kata Presiden saya harus menerima. Saya juga dirayu Chairul Tanjung hingga pukul 03.00 WIB agar mau menerima tawaran dari SBY,” ungkapnya.

Kemudian, ia pun fokus mengerjakan tugasnya di bidang kelistrikan. Selama enam bulan awal menjabat sebagai dirut PLN, ia tidak memikirkan hal lainnya kecuali listrik. “Selama enam bulan itu, saya selalu mondar-mandir keliling Indonesia. Baik itu saat Sabtu dan Minggu. Jadi, selama 10 bulan saya menjadi dirut, tinggal tiga provinsi lagi yang belum saya datangi,” ungkapnya.

Namun, ia mengaku belum merasa bangga terhadap kerja yang ia lakukan saat ini. Banyak tantangan di depan yang belum ia laksanakan, seperti di daerah Lampung, Jambi, Sumsel dan beberapa daerah lainnya. “Tantangannya berupa penyelesaian daftar tunggu di provinsi tersebut. Pada Mei nanti, harus sudah habis dan Mei nanti akan ada Gerakan Satu Juta Sambungan lagi,” tukasnya.

Dalam acara yang sama, Pak Ci menyerahkan miniatur tugu entrepreneurship kepada Wako Eddy. Nantinya, Wako Eddy akan menentukan di mana lokasi pembangunan Tugu Kota Entrepreneurship Pertama di Indonesia tersebut.

Sementara itu, usai mengisi materi seminar, Chairul Tanjung bertolak meninggalkan Palembang dengan menggunakan pesawat pribadinya yakni jenis N525 yang diparkirkan di lapangan Bandara SMB II Palembang. Informasinya pesawat tersebut bertolak menuju Singapura pada pukul 16.43 WIB.

Petangnya, James Riady juga meninggalkan Palembang menggunakan pesawat pribadi jenis Galaksi. Informasinya pesawat tersebut bertolak menuju Jambi. Dari petugas bandara, diketahui jika kedua pesawat tersebut tidak menginap, hanya berada di Palembang selama beberapa jam saja.(mg13/mg15/ mg44/46)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 19th, 2010, 04:12 PM
Peninjau Asal Jerman ke Festival Keraton
Sriwijaya Post - Jumat, 19 November 2010 21:45 WIB


PALEMBANG --- Festival Keraton Nusantara ke-7 di Palembang, 26-28 November akan dihadiri peninjau dari Universitas Freiburg, Jerman, Prof DR Tudith Schelle.

Zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin mengatakan selain seratus lebih utusan kerajaan, kesultanan dan lembaga adat yang akan menghadiri FKN ke-7, kegiatan tersebut juga ditinjau langsung peneliti dari Jerman.

Prof DR Tudith Schelle sudah mengkonfirmasi kehadirannya di Palembang bersamaan dengan Raja Samusamu VI dari Maluku,” katanya.

Kehadiran peneliti dari Jerman tersebut membuktikan kalau beragamnya adat, kebudayaan dan seni nusantara menarik bagi bangsa lain.

Karena itu, pihaknya menargetkan Festival Keraton Nusantara (FKN) ini mampu mempertahankan keberagaman tersebut. Festival tersebut akan menampilkan berbagai khasanah kekayaan bangsa Indonesia mulai dari kebudayaan, adat dan seni.

Dia menjelaskan, festival akan dihadiri sedikitnya 119 kerajaan, kesultanan dan lembaga adat seluruh Indonesia. Selain itu, juga dihadiri utusan dari Kesultanan Buayan Darussalam, Filipina dan Brunei Darussalam serta Serawak Malaysia.

Sultan menambahkan, kegiatan tersebut diawali dengan jamuan makan malam di Griya Agung kediaman dinas gubernur setempat. Selanjutnya, Jumat siang (26/11) kirab agung dirangkai dengan pameran benda pusaka, seminar, musyawarah besar dan pagelaran seni dan budaya. (Ant/fiz)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 21st, 2010, 06:29 AM
Schramm: Yakin Palembang Berkembang
Sabtu, 20 November 2010

Kehadiran Dr Carl Schramm (president & CEO Kouffman Foundation) dalam Seminar Internasional Global Entrepreneurship Week (GEW) Indonesia 2010 di Hotel Aryaduta, Selasa (16/11) lalu, benar-benar istimewa. Tampil pada sesi ketiga sebagai pamungkas acara yang diikuti 1.000 peserta itu.

Schramm dalam seminar bertema “Mengubah Sampah dan Rongsokan Menjadi Emas” itu, menjelaskan panjang lebar bagaimana sejatinya seorang yang disebut entrepreneur. “Usaha baru ternyata menjadi faktor penentu seberapa besar ekonomi bisa bertumbuh,” kata dia dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan oleh Antonius Tanan, direktur Ciputra Group.

Menurut Schramm, di Amerika, 40 persen pertumbuhan ekonomi dihasilkan oleh perusahaan baru yang tidak ada pada tahun 1980. Yang menciptakan usaha baru ini adalah para entrepreneur. “Sayang sempat ada kekeliruan, banyak ekonom di Amerika tidak tahu entrepreneur menjadi solusi pertumbuhan ekonomi,” ujar Schramm lagi.

Padahal, lanjutnya, entrepreneur menularkan misteri yang tidak gampang dikenal. “Merekalah yang mengubah ekonomi dan masyarakat,” ujarnya. Karena seorang entrepreneur membawa inovasi, mengajarkan ke masyarakat tentang kebutuhan yang tidak disadari. “Contoh, bayangkan hidup tanpa handphone (hp). Dulu kita tidak sadar butuh hp. Tapi setelah para entrepreneur menciptakan hp, produk ini menjadi kebutuhan urgent untuk komunikasi.”

Paling penting, seorang entrepreneur menciptakan lapangan pekerjaan. “Di Amerika, perusahaan pencipta lapangan kerja berumur sangat muda maksimal lima tahun,” kata dia. Itu artinya usaha baru justru yang lebih banyak berperan menciptakan kesejahteraan masyarakat. Faktanya usaha baru mampu menekan 1/3 penduduk miskin di negara Cina dan India dari sejak tahun 1970.

Fakta lain, ternyata pertumbuhan ekonomi hanya terjadi di perusahaan swasta karena sektor swasta memberikan apa yang diinginkan masyarakat. Juga menolong menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi secara nasional.

Schramm percaya setiap orang punya bakat entrepreneur. “Setiap orang punya peluang mendorong pertumbuhan ekonomi melalui entrepreneurship,” lanjutnya. Tercatat saat ini 1,3 juta lulusan perguruan tinggi (PT) menganggur pada tahun 2009 di Indonesia, para entrepreneur harus mampu menciptakan usaha baru untuk mengatasi permasalahan itu.

“Tidak ada kota di dunia yang mendeklarasikan kotanya sebagai kota entrepreneurship kecuali Palembang, saya hargai dan support,” ujarnya. Dia yakin Palembang bakal menjadi kota berkembang. Ini pula alasan Kouffman Foundation melakukan pembukaan “Global Entrepreneurship Week” di Indonesia, dari 112 negara yang akan dikunjungi.

Selain Schramm, dalam seminar sesi ketiga yang dipandu Hamid Basyaif (staf ahli ketua MPR-RI) itu, tampil pembicara lain, James Riady. Ia seorang entrepreneur Indonesia yang terbilang sangat sukses. “Senang bisa datang ke Palembang dan berbagi pengetahuan seputar entrepreneurship.”

Menurut James, dalam membangun perekonomian, pemerintah haruslah mengenali proses kreatif yang dapat dilakukukan masyarakatnya. Nah, proses inilah yang ia sebut sebagai entrepreneurship. Dimana akan muncul inovasi-inovasi baru dan penciptaan usaha baru dengan produk. Semuanya, kata James akan memunculkan suatu persaingan. “Produk yang dihasilkan harus mampu bersaing, kualitas bagus tapi harga lebih murah,” ujarnya.

Kata James, seorang akan sukses dalam usahanya bukan karena pintar, tapi harus pula jeli memilih peluang. Dikatakannya, Indonesia merupakan negara yang kaya. Kekayaan ini meningkat sekitar 20-30 triliun dolar setiap tahunnya.

Lalu, milik siapa kekayaan ini? Dikatakan James, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,5 persen per tahun. Sebelum dipotong inflasi bahkan berkisar 13,6 persen. Dengan begitu, ada satu ekonomi baru yang muncul setiap lima tahun sekali. “Dalam kondisi ini, masak masih dibilang tidak ada peluang usaha? Sektor swasta saja tumbuh sekitar 20 persen per tahunnya,” bebernya.

Bahkan, dari bidang jasa bisa mencapai 25 persen. Sayangnya, di kalangan masyarakat ada tradisi politik yang selalu menjelek-jelekkan dunia ekonomi dan usaha. Ia mengakui masih ada pandangan sebagian kalangan yang menilai pengusaha sebagai sapi perahan ataupun hewan buas yang harus dibunuh.
“Padahal, disadari atau tidak mereka menjadi penunjang perekonomian dan bertambahnya kekayaan di Indonesia,” cetus James. Untuk menjadi seorang entrepreneur memang tidak mudah, ada banyak faktor yang diperlukan. Salah satunya keyakinan (confidence) dalam dunia usaha.

Harus dimengerti pula sebelumnya tentang perspektif entrepreneurship. Yang pertama yakni siapa yang memiliki perekonomian Indonesia. Kedua, bentuk dari sumbangsih sebuah entrepreneurship, bisa secara sekuler (berupa corporate social responsibility) maupun stuartship (penatalayanan).

“Yang ketiga, harus tahu mau masuk di bidang apa,” katanya. Bisa berdasarkan talenta yang memang dimiliki atau berdasarkan panggilan hati. Ia menyoroti rendahnya semangat juang (fighting spirit) masyarakat Indonesia untuk maju dalam berusaha. Apalagi, entrepreneurship identik dengan kreativitas. “Fighting spirit kita paling parah,” cetusnya.

Diakuinya, acapkali alasan modal menjadi penyebab mundurnya seseorang untuk memulai berusaha. Namun, harus ditegaskan apa itu aset dan apa itu modal usaha. “Kita memang perlu modal, bukan aset,” imbuhnya. Intinya, untuk menjadi seorang entrepreneur tak perlu merisaukan masalah modal yang pas-pasan, terpenting memulai usaha itu.

Bicara soal perkembangan ekonomi di Indonesia, musuh yang paling jahat bukanlah korupsi. Melainkan kebijakan pemerintah yang salah. “Salahnya pemerintah dalam mengambil kebijakan akan sangat memengaruhi perkembangan dunia usaha, bahkan mematikan kreativitas bahkan usaha-usaha yang ada,” tegas James.

Di sisi lain, ia juga miris dengan persepsi sebagian pihak terkait profit (keuntungan) yang didapatkan dari sebuah usaha. Usaha memang sudah seharusnya mencari keuntungan, karena hakikat dalam berusaha memang demikian. “Tapi, di suatu tempat kadang mencari keuntungan dianggap haram, sedangkan di tempat lain tidak berpendapat seperti itu,” tuturnya. (mg29/mg14/46)

source: http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=11644:schrammyakin-palembang-berkembang&catid=19:berita-utama&Itemid=66
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 21st, 2010, 08:57 AM
http://img813.imageshack.us/img813/7093/dsc0223ql.jpg (http://img813.imageshack.us/i/dsc0223ql.jpg/)

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

retroisme
November 21st, 2010, 09:22 AM
btw, background baligho itu keraton dimana deh?

paradyto
November 21st, 2010, 09:37 AM
btw, background baligho itu keraton dimana deh?

Gw rasa saat ini, itu bukan di Palembang, tapi gambar tersebut bisa mewakili Keraton Palembang...
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 22nd, 2010, 12:28 AM
Tari dan Lagu Khas Sumsel Segera Dipatenkan
Sunday, 21 November 2010

PALEMBANG (SINDO) – Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sumatera Selatan mendesak Dinas Pariwisata dan Dewan Kesenian kabupaten/ kota segera mengirimkan video tarian dan lagu khas daerah masingmasing ke Balitbangda untuk proses pengajuan hak paten.

Kepala Balitbangda Provinsi SumselEkowatiRetnaningsihkemarin mengatakan,proses pengajuan hak paten ini belum bisa dilakukan sebelum semua kabupaten/ kota menyampaikan CD keseniannya.“Kita sudah dua bulan menunggu kabupaten/ kota untuk mengirimkan dokumentasi video tari-tarian khas daerah, setelah semua terkumpul kita akan patenkan ke Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (Haki),kemudian diteruskan ke Kementrian Pariwisata,” ungkap dia kemarin. Menurut Ekowati,budaya Sumsel, baik berupa tari-tarian maupun lagu-lagu khas daerah, harus dilindungi sehingga tidak diklaim provinsi atau pun negara lain.

Untuk itulah,Balitbangda melakukan inventarisasi bekerja sama Dewan Kesenian.“Tahap pertama ini taritarian dan lagu-lagu telah diidentifikasi Dewan Kesenian, tari-tarian kita kerja sama kabupaten/kota. Kita ingin melindungi budaya kita, agar nanti tak diklaim orang, jangan sampai sudah diklaim baru ribut,”tandasnya. Jika semua sudah terkumpul seluruh tarian serta lagu khas Sumsel di 15 kabupaten/kota, secepatnya didaftarkan.”Terpenting saat didaftarkan nanti tidak hanya menyebut nama tarian atau lagu melainkan berupa rekaman video yang memperlihatkan pakaian dan cara menari dari awal hingga akhir. Jadi kita mohon kepada kabupaten/ kota dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga Dewan Kesenianagarlebihcepatmengirimkan CD tari-tarian itu,”katanya.

Setelah didaftarkan, pemerintah pusat akan memverifikasi pengajuan dari Sumsel untuk dicek apakah sudah ada provinsi lain yang mengakuinya.Jika sudah ada yang mengakui, pemerintah pusat akan menentukan provinsi mana yang memiliki tarian atau lagu tersebut.Namun, setelah dicek dan diumumkan tidak ada yang mengakui, tari-tarian atau lagu tersebut sepenuhnya milik Sumsel. “Kita targetkan akhir November ini,tari-tarian dan lagu Sumsel sudah sampai ke kita, dan paling lambat Desember 2010,kita sudah daftarkan ke Dirjen Haki. Untuk mempercepat itu, kita sedang menyiapkan surat dari Gubernur Sumsel untuk mengingatkan kembali kabupaten/kota agar segera mengirimkan CD yang diminta.

Saya kira untuk menyiapkan itu tidaklah sulit, misalnya ada acara resmi segera didokumentasikan tari-tarian atau lagu itu,”katanya. Terpisah, salah satu pencipta lagu daerah Sumsel Kamsul Arifuddin Harla mengaku sangat mendukung langkah Balitbangda Sumsel untuk mendaftarkan tarian dan lagu Sumsel ke Dirjen Haki dan Kementerian Pariwisata RI. ”Saya kira program ini sudah lama dicanangkan, tapi belum terealisasi. Saya berharap tahun depan lagu dan tarian asal Sumsel semuanya sudah terdaftar,”ucapnya. (ade satia pratama)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 23rd, 2010, 12:25 AM
25 Lukisan Maestro Pukau Wong Palembang
Monday, 22 November 2010

PALEMBANG (SI) – Sebanyak 25 lukisan karya maestro seni rupa Indonesia mulai kemarin (22/11) dipamerkan di Hall Ida Bayumi Kampus Universita IBA Palembang.

Lukisan berharga milik koleksi Galeri Nasional ini tak urung menyita perhatian ratusan siswa dan pencinta seni di Kota Palembang. Selain karya pelukis kenamaan Basoeki Abdullah berjudul “Kakak adik”, pameran itu juga diramaikan oleh hasil karya pelukis Affandi dengan judul “Bunga Matahari” dan beberapa karya pelukis lain seperti S.Sudjono, Haryadi Selobinangun, Sudarso, Sudjana dan Kerton. Sementara 25 lukisan lainnya merupakan hasil karya perupa lokal Sumsel seperti Suharno Manap,Indra Kesuma dan Tata Sarmanta.

“Sebelum di Palembang, pameran Galeri Nasional ini juga digelar di Medan,Mando,dan Balikpapan,” ujar Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus Andre Sukmana,di Palembang,kemarin. Pameran keliling ini, sambung Tubagus, sebagai bentuk kegiatan proaktif Galeri Nasional terhadap masyarakat yang belum berkesempatan atau punya akses datang ke Galeri Nasional Indonesia (GIN). Dia berharap, pameran ini dapat memudahkan akses para seniman Sumsel pada publik sekitarnya maupun pada pergaulan yang luas secara nasional dan internasional. “Secara umum, perkembangan seni rupa di Sumsel baik.Lihat saja kan ada Amri Yahya yang terkenal, itu artinya ada penggemblengan,” paparnya.

Dia juga berharap, pameran ini bisa jadi kesempatan para perupa lokal untuk mengasah talenta dengan kekayaan kebudayaan yang ada. Mengingat koleksi yang dibawa ini sangat berharga, pihaknya juga berusaha menerapkan SOP secara ketat.Termasuk dalam hal pengemasan untuk menangani masalah fisik lukisan. Maklum, lukisan-lukisan ini harus dijaga sedemikian agar tidak rusak. Sementara itu,Ketua Pelaksana Pameran A. Erwan Suryanegara yang juga kurator pendamping mengatakan, pameran ini tak sekedar memajang hasil lukisan, sebaliknya dia berharap, pameran apresiasi ini bisa memotivasi perupa di Sumsel untuk lebih kreatif memanage pameran yang baik.

“Salah satu tujuannya memang itu, tapi kita ingin pemerintah lebih peduli dengan dunia kesenian di Palembang.Termasuk soal belum adanya gedung yang memadai untuk menggelar pameran seperti ini,”tandasnya. Tak hanya pameran, kegiatan yang digelar hingga tanggal 27 November itu, kata dia, akan diisi dengan berbagai kegiatan seni yang lain seperti performance art,diskusi seni rupa serta eksebisi melukis. Khusus Eksebisi melukis peserta yang akan ambil bagian mencapai sembilan orang.

Disini para pelaku seni rupa akan unjuk kebolehan. Saking antusiasnya, pengunjung banyak yang mengabadikan diri dengan lukisan yang dipamerkan. Terutama lukisan hasil karya Basoeki Abdullah dan Affandi. (komalasari)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 24th, 2010, 12:20 AM
Holding Perusahaan Pupuk Berjalan 2011
Tuesday, 23 November 2010

PALEMBANG (SINDO) – Manajemen baru PT Pusri (Persero) optimistis restrukturisasi perusahaan pupuk nasional berjalan sesuai rencana awal tahun depan.Saat ini proses pemisahan PT Pusri (induk holding) dan PT Pusri Palembang (anak perusahaan) sedang diajukan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Direktur Utama PT Pusri (Persero) Arifin Tasrif mengatakan, sesuai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 4 Agustus 2010,terbentuklah manajemen baru untuk menggantikan manajemen lama yang masa pengabdiannya telah diperpanjang satu tahun. Manajemen baru memiliki pekerjaan rumah yang ditinggalkan manajemen lama,yang belum terealisasi, yaitu restrukturisasi pabrik pupuk nasional.“Target kita,akhir tahun ini semua yang menyangkut restrukturisasi perusahaan bisa selesai. Jadi awal 2011 sudah bisa jalan,” ujarnya dalam sesi jumpa pers di Wisma Melati,Kompleks PT Pusri,kemarin.

Menurut Arifin, sebenarnya perusahaan holding pupuk sudah terlaksana pada 1997. Saat itu, sesuai PP 28/1997, PT Pusri ditunjuk sebagai pemimpin holding,tapi sifatnya baru sebatas operating holding. “Sayangnya karena ketidakjelasan batasan, Pusri sebagai induk holding sering overlapping dalam mengurus diri sendiri dan anak perusahaan lainnya,” katanya. Arifin tidak menampik jika restrukturisasi menjadi hal mendesak dalam pengembangan industri pupuk, kimia, dan agrokimia di Indonesia. Program yang telah dicanangkan sejak 2001 tak kunjung terealisasi. Bahkan, pada 2008, Kementerian BUMN sampai mencanangkan ulang program ini.

“Restrukturisasi ini kan sesuatu yang baru,sehingga butuh waktu memahami dan menjelaskan kepada semua pihak terkait.Hambatan lainnya datang dari pemerintah sendiri, yaitu terjadinya pergantian birokrasi yang diikuti perubahan kebijakan.Tetapi,mudah-mudahan kali ini tidak meleset lagi, apalagi berkas-berkas PT Pusri Palembang sudah diproses akta notaris di Kemenkumham. Aktanya nanti disesuaikan pada 24 Desember 2010 sesuai tanggal berdirinya PT Pusri pada 1959,”kata Arifin. Mantan Dirut PT Petrokimia Gresik ini juga menjamin karyawan lama tidak akan dirugikan dengan pembentukan holding ini.

“Hak-hak karyawan tetap dipenuhi dan kemungkinan peningkatan kesejahteraan sangat terbuka.Pasalnya, aset yang dimiliki PT Pusri (Persero) akan dialihkan ke PT Pusri Palembang sehingga tidak ada alasan khawatir akan proses ini,”pungkasnya. Direktur Produksi PT Pusri (Persero) Indra Jaya menambahkan, restrukturisasi sangat mendesak dilakukan. Salah satu manfaat yang bisa diambil perusahaan pupuk dengan terbentuknya holding adalah berjalannya revitalisasi pabrik pupuk yang sudah berumur. “Investasi yang dibutuhkan untuk revitalisasi pabrik pupuk yang sudah tua maupun membangun pabrik baru sangatlah besar.

Hal itu tidak mungkin lagi menunggu dana dari pemerintah, sehingga dengan pembentukan holding, bisa mencari solusi kebutuhan anggota holding,”ungkapnya. Seperti halnya PT Pusri yang sejak 1994 stagnan di angka produksi 2,1 juta ton per tahun.“Kalau holdingterbentuk,PT Pusri Palembang akan fokus membangun dan mengurus dirinya sendiri.

Seperti halnya pembangunan pabrik Pusri 2B yang sudah mendesak.Kalau itu terealisasi, minimal produksi urea Pusri bisa mencapai 2,5 juta ton per tahun,”tukasnya. (iwan setiawan)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 25th, 2010, 03:33 PM
Good Shoot!!!:cheers:

http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/36669567.jpg

by si.nandoh

http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/41087654.jpg

http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/40792426.jpg

by soga soegiarto

http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/31321198.jpg

http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/31321194.jpg

by ikung adiwar
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)

paradyto
November 25th, 2010, 03:36 PM
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/31321467.jpg

by ikung adiwar

http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)