View Full Version : [INDONESIA] Defence and Military Isuues [Part2]
Kopassus January 25th, 2009, 05:02 PM SU-30MK itu deterrent fighter/ air superiority fighter. dia bisa alih fungsi jadi bomber juga. kita ga butuh fighter yg sehebat itu, percuma, in this current situation, mana mungkin kita bakal nge Bomb australia? pasti uncle sam/ japan/UK udah pasti ikut campur...mendingan kita beli interceptor fighter kayak SU-27SK, buat ngusirin itu pesawat2 yg suka black flight....plus ditambah pesawat AWACS + radar buat monitor Indonesia timur...
apalagi kita negara kepulauan, mending kita konsentrasi ke logistic airplane, kayak hercules. kebayang kita sering bencana alam tapi slow bgt pengiriman bantuan nya...karena logistic kita kurang.
cheers
C130 sudah 20+, tapi memang sebagian dari armada kita sudah tua (C130B), harus diganti sm C130H(-30). Biar bekas, asal less flighthours.
Su-30MK(2) tidak hanya two-seat long-range multirole fighter, tapi juga punya datalink system " it has a radiolocation system which can transmit the positions of 10 targets to four other fighters (Su-27) at the same time", radarsystem yg lebih canggi, mampu membawa guided bombs, ASMs seperti Kh-29, Kh-31 dan Kh-35 dan AAMs yg juga lebih canggi.
Jadi kalau komposisi SkU11 jadi 5 Su-27SK(M) dan 5 Su-30MK(2), i think its oke.
=NaNdA= January 26th, 2009, 09:01 AM " it has a radiolocation system which can transmit the positions of 10 targets to four other fighters (Su-27) at the same time",
:omg: pesawat tempur apalagi yang punya kemampuan ini?
Kopassus January 26th, 2009, 10:57 AM :omg: pesawat tempur apalagi yang punya kemampuan ini?
Saab JAS39 Gripen: "The aircraft has VHF / UHF transmitters and receivers from Saab Avitronics, and a Thales TSC 2000 identification friend or foe (IFF) system. An air-to-air data link allows real-time exchange of tactical data within and between cooperating air units.
In the attack and reconnaissance role, the data link allows radar-derived surface data to be transferred from one Gripen to a group of radar-silent attacking aircraft."
oweeyman January 26th, 2009, 01:37 PM ^^sama banget sama ace combat 5 punya gw..:okay:
Kopassus January 27th, 2009, 03:24 AM RI SEGERA PERBAHARUI MESIN HERCULES TNI AU
Jakarta - Pemerintah Indonesia segera memperbaharui mesin, suku cadang, dan komponen kritis pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara (AU), untuk meningkatkan rata-rata kesiapan skadron udara angkut berat.
Sekjen Departemen Pertahanan (Dephan) Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan, pihaknya belum menentukan dari perusahaan mana mesin, suku cadang, dan komponen kritis pesawat C-130 Hercules itu.
"Kita masih melihat tiga perusahaan yang lulus seleksi dalam pengadaan mesin dan suku cadang Hercules tersebut, dan mereka akan mempresentasikannya. Kita akan melihat mana yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan serta kebijakan kita," katanya di sela-sela rapat Tim Evaluasi Pengadaan (TEP) Dephan terkait pengadaan mesin dan suku cadang Hercules TNI AU.
Ia menjelaskan, pengadaan perbaikan mesin "propeller" dan suku cadang Hercules menggunakan fasilitas Kredit Ekspor (KE) 2006 senilai 7,2 juta dolar AS, mengingat alokasi anggaran dalam negeri tidak mencukupi.
Dari delapan perusahaan, kini tinggal tiga yang terlibat dalam tender pengadaan dan perbaikan mesin dan suku cadang Hercules TNI AU yakni Aerod (Malaysia), Standard Aero (Kanada) dan Roll Royce dari Amerika Serikat (AS).
Dalam TEP Dephan tersebut, ketiga perusahaan itu melakukan paparan kesiapan pelaksanaan kontrak, lanjut Sjafrie.
Dengan pengadaan mesin dan suku cadang tersebut, lanjut dia, tingkat kesiapan skadron Hercules TNI AU dapat ditingkatkan.
Saat ini, dari 228 pesawat yang dimiliki TNI AU baru 94 pesawat yang beroperasi optimal dengan rata-rata kesiapan 30 hingga 60 persen.
Pesawat tempur TNI AU dari 75 pesawat hanya 27 yang siap, 51 pesawat angkut hanya 21 yang siap, dari 53 pesawat latih baru 21 pesawat yang operasional optimal. Sedangkan untuk helikopter, dari 50 unit yang ada hanya 25 unit yang berada dalam kondisi optimal.
Sumber : Antara
UJI TERBANG SUKHOI BARU TNI AU, SUKSES
Jakarta, Sebuah pesawat jet tempur Sukhoi baru TNI Angkatan Udara (AU) yang tiba 26 Desember 2008, bernomor TS3005 telah sukses menjalani uji terbang (test flight) di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Uji terbang satu Sukhoi SU-30MK2 tersebut dilakukan oleh penerbang Rusia Dhemchenko DN Tarakanov, selama satu jam untuk menguji dan memastikan semua sistem pesawat berfungsi dengan baik, ungkap Komandan Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin Kolonel Pnb Arif Mustofa ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.
"Uji terbang pertama dijalani oleh Sukhoi TS3005 dan telah berjalan sukses.Uji terbang dilakukan selama satu jam," ungkap Kolonel Arif Mustofa , yang memantau langsung proses uji terbang tersebut.
Perusahaan Rusia penghasil pesawat tempur Sukhoi pada 21 Agustus 2007 mengumumkan penjualan enam pesawat tempur tersebut kepada Indonesia senilai sekitar 300 juta dolar AS (Rp2,85 triliun).
Enam pesawat Sukhoi itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga SU-27SKM, yang akan melengkapi empat pesawat Sukhoi yang telah dimiliki TNI AU sejak September 2003.
Dengan uji coba tersebut, berarti ketiga pesawat jet tempur Sukhoi SU-30MK2 yang tiba pada 26 Desember 2008 tersebut, siap diserahterimakan dari Pemerintah Rusia kepada Indonesia.
Rencananya, ketiga pesawat jet tempur buatan Rusia itu akan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia awal Februari 2009.
Sementara itu, tiga pesawat Sukhoi jenis SU-27SKM akan tiba bertahap mulai 2009 hingga 2010. Dengan kedatangan enam Sukhoi hingga 2010, maka TNI AU memiliki sepuluh unit Sukhoi.
Sumber : Antara
TNI TINGKATKAN PENGAMANAN CEGAH PENYELUNDUPAN BBM
Kupang, Prajurit TNI-AD akan terus meningkatkan pengamanan di wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mencegah aksi penyelundupan BBM secara besar-besaran ke wilayah negara Timor Leste menyusul murahnya harga minyak di dalam negeri.
"Memang, harga BBM di Timor Leste saat ini cukup mahal sehingga membuka peluang bagi siapa pun untuk menyelundup BBM ke negara baru itu. Kita akan tingkatkan pengamanan guna mencegah kemungkinan terjadinya aksi tersebut," kata Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang, Kol Inf Winston Pardamean Simanjuntak di Kupang, Kamis.
Winston Pardamean Simanjuntak mengemukakan hal ini bertalian dengan rencana kunjungan kerja Kepala Staf TNI-AD (Kasad ), Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo, Kamis, ke wilayah perbatasan NTT-Timor Leste .
Kasad Jenderal Agustadi datang untuk melihat dari dekat kondisi keamanan di wilayah perbatasan sekaligus membagi rasa dengan para prajurit TNI-AD yang bertugas di tapal batas kedua negara.
Wilayah perbatasan NTT-Timor Leste saat di bawah kendali keamanan Yonif 744/Satya Yudha Bhakti (SYB), pasukan organik milik Korem 161/Wirasakti.
Batalyon ini akan melaksanakan tugas pengamanan secara permanen di wilayah perbatasan RI-Timor Leste.
Danrem Simanjuntak mengatakan, sejak harga BBM di dalam negeri turun secara bertahap hingga posisi Rp4.500/liter, pihaknya belum mendapatkan adanya aksi penyelundupan BBM secara besar-besaran ke negeri seberang di Timor Leste.
"Ada sih (penyelundupan, red) tetapi dalam jumlah yang sangat kecil. Umumnya minyak tanah untuk kebutuhan rumah tangga," katanya.
Harga BBM di Timor Leste saat ini sebesar 0,75 cen dolar AS atau sekitar Rp8.250/liter, sedang harga premium saat ini mencapai 0,90 cen dolar AS atau sekitar Rp9.900/liter.
Dazon January 28th, 2009, 05:14 AM bingung g kepada pemerintah Indonesia. kenapa TNI lebih memilih mengeluarkan anggarannya hanya untuk memperkuat pasukan udaranya. kenapa gak memperkuat pasukan laut nya. Sedangkan di perbatasan2 terjauh negara kita sering sekali kecolongan pencurian ikan dari negara2 tetangga.
Kita butuh banyak yang seperti gambar dibawah ini atau mungkin membeli cruiser or destroyer.
Admiral Kuznetsov dah mau pensiun tuh kenapa gak dibeli sama Indo hehehe... lumayan tuh buat armada SUkhoi kite.
Sea trial of KRI Krait (827). This ship is locally made by fasharkan TNI AL. I think this ship looks very promising in terms of design (full aluminium body) and outlook (clean look).
Photos taken from alutsista.blogspot.com
http://i249.photobucket.com/albums/gg217/den_bags79/DSC02844.jpg
from masbagus.wordpress.com
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/1/14/Kri-diponegoro-1600-1200.jpg
http://i223.photobucket.com/albums/dd112/karbol1978/TNI-AL/armada.jpg
=NaNdA= January 28th, 2009, 08:13 AM hah? pasukan laut bukannya kemarin banyak KRI baru berdatangan bro?
plus banyak corvet2 baru, Indonesia juga lagi mesen kapal2 patroli kecil dan corvet2 kecil ke PT. Lundin..buatan Indonesia!
Dazon January 29th, 2009, 03:31 AM ^^
belum cukup nan dengan armada sebanyak itu. luas perairan Indonesia luas sekali.
Venantio January 29th, 2009, 06:32 AM ^^
belum cukup nan dengan armada sebanyak itu. luas perairan Indonesia luas sekali.
Mungkin sudah waktunya mulai dipikirkan mengenai perlunya punya Kapal Induk.
Minimal 3 buah, satu di Wilayah Selat Malaka, Kalimantan bagian Barat dan Jawa; satu untuk wilayah Kalimantan bagian Timur, Bali, Nusa tenggara Barat dan Sulawesi bagian Barat; dan satu lagi untuk wilayah Sulawesi bagian Timur, Maluku, Nusatenggara Timur dan Papua.
=NaNdA= January 29th, 2009, 08:50 AM ^^ betul... kapal induk.. :)
abis beli kapal induk, ga bisa beli buat ngisi parkir pesawat diatasnya.. :D
David-80 January 29th, 2009, 08:13 PM Mungkin sudah waktunya mulai dipikirkan mengenai perlunya punya Kapal Induk.
Minimal 3 buah, satu di Wilayah Selat Malaka, Kalimantan bagian Barat dan Jawa; satu untuk wilayah Kalimantan bagian Timur, Bali, Nusa tenggara Barat dan Sulawesi bagian Barat; dan satu lagi untuk wilayah Sulawesi bagian Timur, Maluku, Nusatenggara Timur dan Papua.
Ini ide gila dan ga akan terjadi. Kapal Induk untuk operasional aja 1 bulan 1 milyar dollar, belom termasuk perawatan dan kru nya.....
mungkin yang dimaksud venantio, beli kapal sejenis kapal Induk tapi kecil...untuk itu kita sudah ada LPD ship (landing patrol deck ship) dan LHD (landing helicopter deck] bisa muat 5 helikopter..
cheers
VRS January 30th, 2009, 02:44 AM TNI tdk akan pernah ada niat utk mempunyai kapal induk sekelas Nimitz....
setahu aku kapal induk adalah airport berjalan yg lebih banyak berguna utk situasi war dibandingkan utk menjaga perbatasan negara.....karena harga yg sgt mahal berikut maintenance & technology yg tinggi di desaign utk menunjang war situation....
Kopassus January 30th, 2009, 07:01 AM Exactly, kita tidak perlu kapal induk, alutsista yg mahal tidak langsung berarti praktis dan bermanfaat. Prioritas skrg alutsista yg tua diganti dgn yg baru.
Puluhan Kapal patroli dan pesawat terbang partoli lebih bermanfaat drpd 1 kapal induk.
vsovereign January 30th, 2009, 09:50 AM Mungkin sudah waktunya mulai dipikirkan mengenai perlunya punya Kapal Induk.
supposing we need a or several aircraft carriers, than we should shut down one or several of our airbases. Because the aircraft carriers will be used as a mobile airbase to shift our air power where we need it the most.
I don't know whether it is more cost effective or not to have aircraft carrier instead of airbases, but I do know that carriers are responsibility of the navy while air bases are mostly the air forces' ---> we're going to emasculate our air force while giving our navy steroids :nuts:
just my 0.02 rupiahs :)
vsovereign January 30th, 2009, 10:00 AM welcome Sukhoi!! kayaknya mesti dirakit lagi.. :D
Does anybody know whether these Sukhois that we have already or will be -in the near future- have their weapons?
Venantio January 30th, 2009, 04:26 PM Ini ide gila dan ga akan terjadi. Kapal Induk untuk operasional aja 1 bulan 1 milyar dollar, belom termasuk perawatan dan kru nya.....
mungkin yang dimaksud venantio, beli kapal sejenis kapal Induk tapi kecil...untuk itu kita sudah ada LPD ship (landing patrol deck ship) dan LHD (landing helicopter deck] bisa muat 5 helikopter..
cheers
Do not ever say that this idea is "gila"...
Mungkin memang tidak dalam waktu dekat, tapi siapa tahu kebutuhan datang di suatu waktu di masa depan.. siapa tahu... Just my 2 cents. Rupiah nggak ada sen sih...
Mempermudah mobilitas, mempermudah pengawasan dan tentunya bisa meliputi sebagian besar wilayah perairan Nusantara dan mengesankan sikap siaga penuh, tiap hari...
Tentu memang ada harganya... "there is no free lunch"... Dan untuk saat ini memang sangat mahal... Tapi ya sekali lagi, siapa tahu.... Noboby knows what will happen in future....
David-80 January 30th, 2009, 06:11 PM ^^
fungsi kapal Induk itu untuk long distance operation, kalo untuk monitor kepulauan kita, TNI AL ke depan akan lebih memilih Frigates, LPD, LHD....
still, I insisted to say, its CRAZY idea to have aircraft carrier.... sorry bro :) kita punya pulau banyak, daripada TNI AL spend 1 milyar dollar/bulan dikapal, mending mereka bikin airbase dan radar, lebih murah dan lebih masuk akal...
except...kita bakal menjadi the police of the world. yang harus ready dengan 40 Fighter jet, untuk mengempur suatu negara...
cheers
Venantio January 30th, 2009, 09:47 PM ^^
except...kita bakal menjadi the police of the world. yang harus ready dengan 40 Fighter jet, untuk mengempur suatu negara...
cheers
Who knows? Semoga aja bisa begitu... :lol:
=NaNdA= January 31st, 2009, 02:53 AM ^^ bener.. :yes: biasanya kapal induk buat jadi base militer di tengah lautan luas.. kaya waktu US dan sekutunya di Perang Teluk, mereka ga ada base militer di darat, jadinya kirim banyak kapal induk..
kalo kita kan banyak daratan yang mengelilingi lautan, bikin base militernya didarat ajah.. heheh.... :D:D
oh ya gimana dengan tank? koq ga ada kabarnya Indonesia beli2 tank baru?
apa perawatannya mahal juga? :D
Fir3blaze January 31st, 2009, 03:01 AM cmiiw,
permasalahan yg paling besar untuk program aircraft carrier adalah pendanaan, baik untuk membangun carrier fleet dan ongkos operasional. Dari wiki, satu USS Nimitz class harganya $4 miliar, itu cuman kapalnya, belum termasuk pesawat tempurnya. Ongkos operasional kapal sekelas Nimitz sehari kalo gak salah $1 juta. Meskipun kita mampu beli kelas yg lebih kecil, belum tentu lebih baik. Sebagai contoh di ASEAN, Thailand negara satu2nya yg punya carrier (1 unit, walau lebih mirip helicopter carrier). Ujung2nya, karena urusan dana kapal itu lebih banyak berlabuh daripada berlayar. FYI, carrier mereka cuman bisa ngangkut pesawat tempur VSTOL (vertical short take off landing) dengan kemampuan tempur terbatas.
Plus, si carrier gak mungkin jalan2 sendirian, dia harus punya battle group yg biasa terdiri dari belasan kapal. Tanpa battle group yg memadai, bisa2 investasi kita di carrier tadi (dan pesawat2nya) ditenggelamkan musuh dengan mudah.
Program carrier perlu dana besar dan perencanaan yg matang. Untuk Indonesia pada saat ini, LPD/LHD sudah bagus deh. Aku setuju puluhan kapal yg lebih kecil dan pesawat patroli jauh lebih berguna.
Fir3blaze January 31st, 2009, 03:11 AM Does anybody know whether these Sukhois that we have already or will be -in the near future- have their weapons?
Kalo gak salah selama ini dipersenjatai cannon, plus kapan hari ada foto2 testing bom latihan (untuk sasaran darat), jadi secara teori bisa buat ngebom darat. Kalo rudal anti pesawat masih belum, tanpa rudal Sukhoi kita nggak bisa dipakai sebagai air superiority fighter.
Menurut blog ini (http://alutsista.blogspot.com/2009/01/uji-terbang-su-30mk2-ketiga-berjalan.html) tgl 21 Januari ada pengiriman senjata lagi, tapi tidak disebutkan jenis apa yg dikirim.
Ada yg punya info lain?
kaki_langit January 31st, 2009, 04:28 AM ^^
Artikel bagus ditulis oleh seorang perwira TNI-AL ..
Sebelum omong Alutsista .. maka sebaiknya kaji dulu "Paradigma Pertahanan" kita saat ini .... Apakah Strategi, Perencanaan, Implementasi dan Operasional Pertahanan masih relevan apa nggak?
Bukan seperti sekarang --> "Berperang bukan untuk Menang tapi untuk Kalah"
Aneh tapi Nyata ... Itulah Indonesia :banana::banana::banana:
Berperang Untuk Kalah
31 Januari 2009
All hand,
Konsep preventing the war is as important as winning the war apabila ditinjau dari perspektif perencanaan pertahanan merupakan sebuah konsep yang bagus. Banyak alasan untuk menyatakan konsep itu bagus, salah satunya adalah kesiapan menanggung cost yang harus dibayar untuk itu. Tentu saja cost-nya sudah diperhitungkan dengan benar dan berujung pada suatu ‘nilai” atau besaran yang mendekati pasti, bukan suatu cost yang tak terhingga seperti yang dianut oleh Sishankamrata maupun sishanta. Mengapa demikian?
Premis utama dari konsep itu adalah preventing the war. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan semua instrumen kekuatan nasional. Dengan kata lain, tidak semata mengandalkan kekuatan militer sebagai salah satu instrumen kekuatan nasional. Untuk preventing the war, sudah pasti ada cost yang harus dibayar ketika semua instrumen kekuatan nasional bekerja. Namun cost itu tentu saja sudah dikalkulasikan.
Untuk preventing the war, instrumen politik/diplomasi akan bekerja pada ranah antar bangsa. Instrumen ekonomi juga demikian, yang bagi kita yang bergelut di ranah strategi militer sulit memahami hutan rimba instrumen ekonomi itu. Instrumen ekonomi bukan sekedar soal penjatuhan sanksi perdagangan, pembatasan ekspor impor, tetapi juga mencakup pengendalian keluar masuk arus modal dan investasi ke negara sasaran. Sasarannya adalah membuat guncangan pada ekonomi negara sasaran, sehingga negara itu tidak melanjutkan langkahnya untuk berperang atau konflik dengan negara atau pihak lain.
Instrumen informasi bekerja “memanipulasi” informasi yang dilepaskan kepada publik nasional dan internasional. Dan para “manipulator” informasi ini tentu saja berguru kepada Dr. Joseph Goebbels sebagai mahaguru dalam urusan mempengaruhi opini masyarakat.
Lalu bagaimana dengan militer? Tentu saja militer juga bekerja untuk preventing the war, dengan show of force dalam berbagai bentuk. Tujuan dari show of force itu adalah untuk mempengaruhi pihak calon lawan sehingga membatalkan niatnya untuk perang atau konflik. Dan show of force hanya bisa dilakukan apabila jauh sebelum masa itu tiba, para pengambil keputusan politik telah membangun kekuatan militer, termasuk Angkatan Laut.
Mengenai winning the war, tentu saja itu sudah masuk pada domain militer dan tidak akan dibahas di sini. Sedangkan instrumen kekuatan nasional selain militer akan mendukung tercapainya tujuan dari operasi atau kampanye militer. Misalnya, instrumen diplomasi akan ‘bertempur” di kancah internasional, sementara instrumen ekonomi antara lain akan memasok kebutuhan dana buat operasi atau kampanye tersebut. Begitu pula dengan instrumen informasi yang akan “memanipulasi” informasi agar dunia internasional in favor of kepentingan kita.
Sekarang mari kita tarik ke dalam alam Indonesia? Adakah konsep attrition warfare yang berwujud Sishankamrata dan Sishanta menganut konsep preventing the war is as important as winning the war? Kalau asumsi untuk strategi perang saja sudah hopeless, lagi bagaimana dengan untuk preventing the war?
Itu baru strategi perang saja, sementara strategi mempunyai tiga elemen, salah satunya adalah ends. Ends dalam perang adalah winning the war. Lalu bagaimana bisa winning the war kalau strategi yang dianut sudah berangkat dari asumsi yang hopeless?
Kopassus January 31st, 2009, 04:44 AM Fireblaze dan David-80 benar...totally waste of our money. Juga kalau semua dana Dephan digunakan utk beli dan memelihara satu kapal induk, belum cukup. Only little kids with too much fantasy are thinking buying a 100.000 ton aircraft carrier is a good choice....
Masih ingat HrMs Karel Doorman? Kapal induk dari Belanda was completely defenceless if its had to face our MiG-21s, Tu-16s and subs....
F-ian January 31st, 2009, 04:25 PM ^^ biaya perawatan kapal Induknya bisa dari bisnisnya gelap TNI :D
Venantio February 2nd, 2009, 01:12 PM Fireblaze dan David-80 benar...totally waste of our money. Juga kalau semua dana Dephan digunakan utk beli dan memelihara satu kapal induk, belum cukup. Only little kids with too much fantasy are thinking buying a 100.000 ton aircraft carrier is a good choice....
Masih ingat HrMs Karel Doorman? Kapal induk dari Belanda was completely defenceless if its had to face our MiG-21s, Tu-16s and subs....
Kalau ngasih komen ya mbok jangan sampai ngatain seperti itu dong... Kalau gue punya ide lain yang mungkin jauh lebih "gila" lagi dengan berdasarkan mimpi gue Indonesia menjadi negara yang sangat kuat dalam kemiliteran, so what??? It's just a little idea from my fantasy.. and I'm not a little kid... Nggak ada yang salah buat tiap forumer di sini untuk berimajinasi? Nggak setuju, kasih pendapat dan alasan, setuju jug akasih alasan. It's not a toy game for a little kid, bro!! Without any useless comments..
But bukankah fantasy atau imajinasi anak atau mimpi-mimpi itulah yang bisa
membuat manusia maju... Without imagination... it's totally meaningless... hehehe
David-80 February 2nd, 2009, 02:21 PM Ok guys, cmon. lets not spoil this discussion with personal attack.
cheers
=NaNdA= February 2nd, 2009, 04:03 PM But bukankah fantasy atau imajinasi anak atau mimpi-mimpi itulah yang bisa
membuat manusia maju... Without imagination... it's totally meaningless... hehehe
agree... :yes: see my signature.. :D
Kopassus February 3rd, 2009, 01:54 AM Oke, sometimes i also dont have my imagination under control ..hehe ...
But here some real good news!:
2 Februari 2009
Tiga Su-30MK2 Resmi Diserahkan Kepada TNI AU
TNI Angkatan Udara yang diwakili oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Wardjoko menerima tiga unit pesawat Sukhoi SU-30MK2 dari Mabes TNI, dari enam yang direncanakan untuk melengkapi satu skadron. Penyerahan dilakukan oleh Irjen TNI Letjen TNI Liliek AS di Lanud Sultan Hasannudin Makassar, Senin (2/2).
Sebelumnya Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Syamsudin menerima pesawat tersebut dari pemerintah Rusia yang disampaikan oleh Dubes Rusia di Jakarta Alexander Ivanov, sekaligus menerima sertifikasi kelaikan pesawat yang kemudian diserahkan kepada Mabes TNI.
Dalam sambutan yang dibacakan Sekjen Dephan, Menhan RI mengatakan, pesawat tempur Sukhoi SU-30MK2 merupakan alutsista yang dapat memperkuat jajaran TNI AU khususnya Skadron Udara 11 Koopsau II, guna mendukung pelaksanaan tugas TNI dalam menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah yuridiksi nasional.
"Penempatan Skadron Udara 11 Sukhoi di Lanud Sultan Hasannudin Makassar didasarkan pada pertimbangan taktis dan strategis untuk memelihara kedaulatan NKRI, serta dapat menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan dan diharapkan TNI AU dapat mengoperasionalkan secara optimal alutsista ini termasuk sistem pemeliharaan dan perawatannya," ujar Sekjen Dephan membacakan amanat Menhan.
Dubes Rusia Alexander Ivanov mengatakan, pembelian alutsista TNI AU didasarkan kepada saling menguntungkannya kedua belah pihak, karena kerjasama dengan TNI AU sudah terjalin sejak tahun 1960-an dengan pengiriman pesawat MiG-17 yang terkenal cukup canggih pada masanya. Pemerintah Rusia juga menawarkan pengadaan kapal selam kepada pemerintah RI. (Dispenau/Roni Sontani)
Related : TNI AU - KCM
http://www.angkasa-online.com/photo/image/foto%20rilis/pen%20sukhoi3.jpg
What a beauties...hopefully they will serve TNI-AU for a long period....
VRS February 3rd, 2009, 02:37 AM more sukhoi pls...indonesia still need plane like that for coverage all indonesia territory...
=NaNdA= February 3rd, 2009, 03:12 AM cantiknya.. :cheers:
katanya mau ada 10 sukhoi ya untuk satu skuadron? :?
sekarang tinggal masalah maintenance.. :D
Kopassus February 3rd, 2009, 06:18 AM cantiknya.. :cheers:
katanya mau ada 10 sukhoi ya untuk satu skuadron? :?
sekarang tinggal masalah maintenance.. :D
Betul, tahun ini atau tahun depan, kita dapat tambahan 3 Su-27SKM.
VRS February 4th, 2009, 02:04 AM Sukhoi ini mempunyai kecepatan yg hampir sama dgn jet fighter dr America....??
Kopassus February 4th, 2009, 02:26 AM Sukhoi ini mempunyai kecepatan yg hampir sama dgn jet fighter dr America....??
"Jet fighter dr America" yg mana? :D
RI, M`sian armies to investigate removal of boundary markers
Jakarta, (ANTARA News) - The Indonesian and Malaysian armies will soon coordinate to investigate the removal of dozens of boundary markers along the two countries` common borders presumbly by Malaysian oil palm planters.
"They are not gone but are merely moved and we will put them back in their original places. However it will not be an easy job because their number is big while the Indonesian-Malaysian border is is some 2004 kilometers long," Indonesian Army Chief of Staff General Agustadi Sasongko Purnomo said here on Friday.
He said after leading an army leadership meeting that all border problems between the two countries were dealt with at the General Border Committee (GBC) forum.
"We will discuss the problem with the Malaysian army. After all, we are not able to conduct intensive monitoring to cover the 2004 kilometer-long border," he said.
Earlier the chief of the 1221 Alambhana Wanawwai military resoort, Col Nukman Kasodi, said tens of boundary markers on the border between Indonesia and Malaysia had gone as a result of Malaysian oilpalm developers` activity.
He said some of the boundary markers in the Indonesian district of Kapuas Hulu in West Kalimantan had vanished after Malaysian oilpalm developers built a two-kilometer long road there.
"The case was discovered based on a field monitoring around two weeks ago," he said.
Nukman said the markers had to be set up again because they marked the two countries` border. "Although the markers are gone the position of the borderline remains," he said.
He said around 50 boundary markers had gone spreading in five districts that borders with Malaysian state of Sarawak.
He said most of the markers that were gone were Type D. There are four types of boundary markers. Type A markers are planted 200 to 300 kilometers from each other while Type B around 10 kilomter from each other, Type C around one kilometer and Type D 100 to 200 meters from each other.
"The markers are spreading along the 2004 kilometer long border between Indonesian province of West Kalimantan and Malaysian state of Sarawak.(*)
COPYRIGHT © 2009 ANTARA
PubDate: 01/31/09 03:00
Kopassus February 4th, 2009, 04:17 AM KORVET TNI AL DARI PT PAL TUNGGU MENKEU
Jakarta - Pengadaan satu unit kapal jenis Korvet senilai 220 juta dolar AS pesanan TNI Angkatan Laut dari PT Pal Indonesia (PAL) tinggal menunggu penetapan kontrak dari Menteri Keuangan.
"Penetapan kontrak sedang diproses tinggal menunggu keputusan Menkeu," kata Kepala Staf AL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno, usai bertemu dengan Menneg BUMN Sofyan Djalil, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin.
Menurut KSAL, pengadaan kapal tersebut untuk menambah jumlah pesawat korvet yang juga sedang dipesan.
Ia menjelaskan, kebutuhan kapal jenis ini masih banyak karena wilayah laut Indonesia yang sangat luas.
"Dari sisi jumlah sampai kapanpun tidak akan terpenuhi. Harus selalu ada penambahan," ujarnya.
Kebutuhan minimal sekitar 150 unit kapal, sekarang TNI AL baru punya sekitar 135 kapal, sedangkan jumlah maksimal kebutuhan untuk mengawasi seluruh wilayah laut bisa mencapai 270 unit kapal.
Ia mengatakan, Indonesia sebelumnya telah memesan empat Korvet kelas Sigma dari Belanda, satu pesanan terakhir akan sampai di tanah air sekitar Maret 2009.
Kasal menambahkan, pihaknya juga sedang memesan empat unit kapal jenis"landing plattform dock" (LPD), dua diantaranya dari Korea Selatan, dan dua lagi buatan PT PAL.
"Pesanan dari PAL hampir selesai," ujarnya.
Pembiayaan pengadaan kapal-kapal tersebut diutarakannya, selain dari pemerintah juga dibiayai pihak asing.
Sumber : Antara
MARINHO February 4th, 2009, 05:59 AM "Jet fighter dr America" yg mana? :D
RI, M`sian armies to investigate removal of boundary markers
"The markers are spreading along the 2004 kilometer long border between Indonesian province of West Kalimantan and Malaysian state of Sarawak.(*)
COPYRIGHT © 2009 ANTARA
PubDate: 01/31/09 03:00
Some parts should be guarded with an UAV. It is clear that this is a situation which cannot continue this way. Maybe the government should consider conscription forces that can monitor this borderline.
It is also time to make physical arrangements like watchtowers, barbwire etc. etc. It might be expensive but Indonesia learned it's lessons about Sipidan and Ligitan.
vsovereign February 6th, 2009, 09:35 AM Some parts should be guarded with an UAV. It is clear that this is a situation which cannot continue this way. Maybe the government should consider conscription forces that can monitor this borderline.
It is also time to make physical arrangements like watchtowers, barbwire etc. etc. It might be expensive but Indonesia learned it's lessons about Sipidan and Ligitan.
I don't know about UAV. I think that thought still hasn't entered the minds of people in the DoD.
You are right however that it's not something that we can continue to tolerate. At the moment we're still concentrating in AF & Navy. When we starting to concentrate on the Army I'm sure we will do something to safeguard the border.
Oh yes, we learned a VERY expensive & bitter lesson on Sipadan & Ligitan: Occupation is 90% sovereignty. That's why we're guarding & documenting our outermost islands. No matter how small they are. Because they're the points form which our maritime boundary is drawn.
Example: Pulau (Island) Nipah.
We're in the middle of massive restructuring & modernization of TNI. It's been going on since 2004 and slated to last until 2014 or even longer.
So we're in watch in see phase right now...
paradyto February 10th, 2009, 12:44 AM RI to purchase Russian submarine
The Jakarta Post | Mon, 02/09/2009 10:01 PM | National
The government is set to purchase Russian-made submarine, a legislator said Monday as quoted by Antara state news agency.
“There’s always been a plan to purchase submarine and I’ve surveyed a few submarine workshops in Moscow, Russia. This submarine is to display our naval strength and also anticipate any armed conflicts,” deputy speaker of the House of Representatives’ Commission I on political, security and foreign affairs Yusron Ihza said Monday.
He added that due to the global economic downturn, the purchase would be made in stages.
“It’s not necessary to own many submarines since they are expensive, just three state of the art units suffice to safeguard the integrity of our waters,” Ihza said.
He said the country’s economic power needed enhancement as it correlated to the country’s defense and security.
VRS February 10th, 2009, 02:10 AM how many submarine will purchase from russia...??
its nuclear submarine or just diesel submarine..??
Kopassus February 10th, 2009, 03:01 AM how many submarine will purchase from russia...??
its nuclear submarine or just diesel submarine..??
The plan was to order two Project 636 (Improved Kilo klas) boats.
Lets wait and see, its just a politician who visited Russian plants. Sy baru:banana: kalau kapal selam pertama diserahkan kepada TNI-AL.
Dazon February 10th, 2009, 09:46 AM ^^
menarik!!
nuclear submarine ada kemungkinan untuk sekarang Indonesia tidak dapat membeli, bugdet nya itu sangat mahal.
^^
fungsi kapal Induk itu untuk long distance operation, kalo untuk monitor kepulauan kita, TNI AL ke depan akan lebih memilih Frigates, LPD, LHD...
Sedikit tambahan untuk semuanya... beberapa US carrier banyak yang di pergunakan untuk defense salah satunya tipe USS Abraham Lincoln/USS Kitty Hawk yang berada di kawasan Asia Pasifik yang bertujuannya untuk menjaga perairan terluar negara Amerika sendiri jadi tidak hanya untuk Long distance operation saja.
Yap untuk Indonesia sekarang lebih membutuhkan banyak sekelas Frigates, cruiser. Submarine dah oc punya!!
VRS February 11th, 2009, 02:14 AM because geographic indonesia is much of many islands ....
frigates , submarine...its important..for security around indonesia territory..
oweeyman February 13th, 2009, 05:13 PM obrak-abrik nih website.. isinya full tentang militer dunia.. termasuk indonesia yang GFP Rangking-nya no.13:D
novian February 14th, 2009, 03:35 AM world military ranking (sumber : http://www.globalfirepower.com/ 0
1 U.S.A.
2 Russia
3 China
4 India
5 Germany
6 France
7 Japan
8 Turkey
9 Brazil
10 U.K.
11 Italy
12 South Korea
13 Indonesia
14 Mexico
15 Canada
16 Iran
17 Egypt
18 North Korea
19 Spain
20 Pakistan
21 Australia
22 Saudi Arabia
23 Thailand
24 Argentina
25 Sweden
26 Israel
27 Greece
28 Taiwan
29 Syria
30 Philippines
31 Poland
32 Ukraine
33 Norway
34 Iraq
35 Libya
36 Venezuela
37 Lebanon
38 Nepal
39 Afghanistan
=NaNdA= February 14th, 2009, 03:39 AM ^^ hah? masa sih Iran ama North Korea dibawah kita??
Spain ama Israel juga dibawah kita?? ini apaan ya parameternya?? :nuts:
novian February 14th, 2009, 03:43 AM quote dari forum tetangga
senjata-senjata buatan PT.PINDAD
1. MORTIR KOMANDO ( MO-1 / MO-2 / MO-3 )
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/MORTIRGABUNGAN.jpg
MO-1
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/MO-1.jpg
MO-2
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/MO-2.jpg
MO-3
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/MO-3.jpg
Spesifikasi MO-2
Caliber : 60 mm
Overall lenght of barrel : 855 mm
Total weight (with baseplate,bipod assembly and sight) : 18.0 kg
Barrel + Breech piece : 8.0 kg
Bipad : 4.5 kg
Baseplate : 5.5 kg
sight 1.1 kg
Elevetion provided Traverse without moving the bipod : 40-79
At 50 elevation : 100 mils
At 70 elevation : 140 mils
Rrange
Maximum range : 4000 m
Minimum range : 200 m
Rate of fire : rapid-20 rds per min
Spesifikasi MO-3
Caliber : 81 mm
Bore diameter : 81,4 mm
Barrel assembly length : 1560 mm SB
Bipod assembly length (folded) : 960 mm
Bipod assembly Weight-Split barrel : 20,9 mm
Bipod assembly weight : 14 kg
Base plat weight : 12,5 kg
Sight instrument accurancy : 1 mil
Sight instrument weight : 1,55 kg
Sight instrument case weight : 2.9 kg
Max. working pressure (piezo) : 1050 kg/cm
Weight of complete mortar : 49 kg
Elevation Range (degree) : 45-85
Range Max. : 6500 m
2. Pistol (double action)
P2-V1
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/P2-V1.jpg
P2-V2
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/P2-V2.jpg
P2-V3
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/P2-V3.jpg
P2-V4
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/P2-V4.jpg
Spesifikasi P 2
NSN : -
Calibre : 9 x 19 mm Parabellum
Barrel Length : 100 mm
Overall Length : 177 mm
Capacity : 15 Rounds
Weight : 0.8 kg
Sight : 3 Dot Fixed
Firing Mode : Single, Safe
Locking : Intercept Notch & Hammer Block
Finishing : Black/Gray
Spesifikasi P 3
NSN : 1005-45-000-1723
Calibre : 7.65 x 17 mm (1.32 ACP)
Barrel Length : 100 mm
Overall Length : 177 mm
Capacity : 12 Rounds
Weight : 0.794 kg
Sight : 3 Dot fixed
Firing Mode : Single, Safe
Locking : Intercept Notch & Hammer Block
3. Forest Guard Gun
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/PM-2.jpg
Spesifikasi PM2-V1
Calibre : 9 mm
Weight Without Magazine : 2, 90 kg
Weight with magazine : 3, 18 kg
Length Butt Extended : 625 mm
Length Butt Folded : 417 mm
Hight with magazine : 270 mm
Hight Without magazine : 225 mm
Wide : 70 mm
Barrel Length : 195 mm
Sight : Ajustable
Operation : Blow back
Capacity : 20
Firing modes : Semi-Automatic,Double
Spesifikasi PM2-V2
Calibre : 9 mm
Weight Without Magazine : 3, 20 kg
Weight with Magazine : 3, 45 kg
Butt extended : 720 mm
Butt folded : 515 mm
Hight With Magazine : 270 mm
Hight Without Magazine : 225 mm
Wide : 70 mm
Barrel Length : 145 mm
Sight : Adjustable
Operation : Blow back
Capacity : 20
Firing modes : Semi-Automatic,Double
4. REVOLVER
R1-V1
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/R1-V1.jpg
R2-V2
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/R1-V2.jpg
Spesifikasi R 1 - V 1
- N S N : 1005-45-000-1721
- Calibre : 38 Spc
- Overall Length : 235 mm
- Capacity : 6 Rounds
- Weight : 0.970 kg
- Sight : Fixed
- Finishing : Black
Spesifikasi R 1 - V 2
- N S N : 1005-45-000-1722
- Calibre : 38 Spc
- Overall Length : 181 mm
- Barel Length : 2"
- Capacity : 6 Rounds
- Weight : 0.88 kg
- Fixed : Fixed
- Finishing : Black
5. SAR-2
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/GBR1_JTSAR2.jpg
SAR-2 kal 38mm SAR-2 is single action anti riot gun to fire 38 mm cartridges, such as tear gas and rubber projectiles cartridges.
Spesifikasi SAR-2
Calibre : 38 mm
Barrel Length : 360 mm
Weight : 2,43 kg
Overall Length : 746 mm
Mechanizm : Manual
6. SHOTGUN Professional MAGNUM
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/GBR1_JTSGM1.jpg
The professional shotgun is the first choice of users who seek maximum working speed and high shooting performance.
Spesifikasi SHOTGUN Professional MAGNUM
Calibre : 12 gauge
Barrel length : 560 mm
Weight : 2,85 kg
Mechanism : Semi Automatic
7. Machine Gun
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/SM2.jpg
Spesifikasi SPM2-V1
Calibre : 7.62 x 51 mm
Total length : 1070 mm
Barrel length : 635 mm
Weight : 13 kg
Total weight incl. tripod : 31.75 kg
Locking system : dropping the locking lever
Trigger pull strength : 3 kg
Ammunition : MU-2T J
Firing mode : automatic
Firing distance : 1500 m
Spesifikasi SPM2-V2
Calibre : 7.62 x 51 mm
Total length : 1275 mm
Barrel length : 635 kg
Weight : 2.95 kg
Weight with bipod : 11.58 kg
Locking system : dropping the locking lever
Trigger pull strength : 3 kg
Ammunition : MU-2T J
Firing mode : automatic Effective
Firing distance : 1500 m
8. Grenade launcher
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/SPG1-V1.jpg
Spesifikasi
Calibre : 40 mm
Overall Length : 289 mm
Barrel Length : 200 mm
Overall Weight : 1,33 kg
Overall Weight With Sabhara V2 : 4,68 kg
Overall Weight With Amunition : 4,93 kg
Trigger Strength : 2,30 kg
Amunition : GL 40, Prastice HE, HEDP, ILLUM, Tear Gas
Firing Mode : Single
Firing Range : 380 m
Muzzle Speed (Vo): 75 m/sec
9. Sniper Rifle
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/SPRGABUNGAN.jpg
This 7,62 mm caliber rifle is designed to meet all requirements and features of a sniper rifle. A bipod and a telescope are normally fit to the rifle for higher aiming and shooting accuracy and stability.
Spesifikasi
Weight : 6,82 kg
Mechanism : Bolt Action
Magnification : 3,5 - 10 X
10. Sabhara Rifle
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/SABHARA.jpg
The successful design SS1 series has encouraged our designers and engineers to develop the war enforcement versions. The development of these version is manly based on the requirement of paralyzing stopping power appropriate or law enforcement conditions. Available in 2 versions: SABHARA/POLICE-VI and SABHARA/POLICE-V2.
Spesifikasi
Calibre : 7.65 x 45 mm
Barrel Length : 247 mm
Weight : 3,38 kg
Overall Length : 790 mm
Mechanism : Gas operated
11. Assault Rifle SS1
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/SS1.jpg
Spesifikasi SS1-V1
Overall Length Butt Extended : 997 mm
Overall Length Butt Folded : 766 mm
Barrel Length : 449 mm
Weight With Empty Magazine : 4,01 kg
Weight With Magazine content 30 : 4,37 kg
Sight in No. 250 : 0 - 300 m
Sight in No. 400 : 300 - 450 m
Firing Mode : Single,3-Round Burst,Full Auto,Safe
Cyclic Rate of Fire : 720 - 760 rpm
Amunition : MU5-TJ atau SS 109 atau MU5-H
Spesifikasi SS1-V2
Overall Length Butt Extended : 890 mm
Overall Length Butt Folded : 666 mm
Barrel Length : 363 mm
Weight With Empty Magazine : 3,91 kg
Weight With Magazine content 30 : 4,27 kg
Sight in No. 250 : 0 - 300 m
Sight in No. 400 : 300 - 450 m
Firing Mode : Single,Full Auto,Safe
Cyclic Rate of Fire : 720 - 760 rpm
Amunition : MU5-TJ atau SS 109 atau MU5-H
Spesifikasi SS1-V3
Barrel Length : 363 mm
Overall Length Butt Extended : 997 mm
Overall Length Butt Folded : 766 mm
Barrel Length : 449 mm
Weight With Empty Magazine : 4,01 kg
Weight With Magazine content 30 : 4,37 kg
Sight in No. 250 : 0 - 300 m
Sight in No. 400 : 300 - 450 m
Firing Mode : Single,3-Round Burst,Safe
Amunition : MU5-TJ atau SS 109 atau MU5-H
Spesifikasi SS1-V5
Overall Length Butt Extended : 770 mm
Overall Length Butt Folded : 557 mm
Barrel Length : 252 mm
Weight With Empty Magazine : 3,37 kg
Weight With Magazine content 30 : 3,73 kg
Sight in No. 250 : 0 - 100 m
Sight in No. 400 : 100 - 200 m
Firing Mode : Single,Full Auto,Safe
Cyclic Rate of Fire : 720 - 760 rpm
Amunition : MU5-TJ atau SS 109 atau MU5-H
12. Assault Rifle Marinized
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/SS1M125.jpg
With special coating process, making SS1 Marinize weapon hold up to sea water / not easy to rust. Weapon remain to function after drenched in the mud or sand. SS1 Marinize is designed with elegan colour touch. Available in 3 variant, SS1-M1 long barrel with foldable butt, SS1-M2 short barrel with foldable butt, and SS1-M5 Commando.
Spesifikasi
NSN : -
Calibre : 5.56 x 45 mm
Barrel Length : 449 mm
Overall Length Butt Extended : 997 mm
Overall Length Butt Folded : 766 mm
Weight With Empty Magazine : 4.01 kg
Cyclic Rate of Fire : 720 - 760 rpm
Firing Mode : Single,3-Rounds Burst,Full Auto,Safe
Sight : Mechanical Sight
Max Effective Range : 450 m
Finishing : Gray / Black
13. SS1-R5 Raider
SS1-R5 Raider"]
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/SS1-R5.jpg
SS1-R5 Assault Rifle come up light and slimer with high accuration. Destined to special team like attack, infiltration, short distance contact with forest field, mount, swamp, sea and or urban. SS1-R5 can be attached bayonet and various types of telescopes.
Spesifikasi
NSN : -
Calibre : 5.56 x 45 mm
Barrel Length : 252 mm
Overall Length Butt Extended : 770 ,,
Overall Length Butt Extended : 557 mm
Weight With Empty Magazine : 3.37 kg
Cyclic Rate of Fire : 650 - 700 rpm
Firing Mode : Single,Full Auto,Safe
Sight : Mechanical Sight
Max Effective Range : 375 m
Finishing : Gray / Black
14. Assault Rifle SS2
Assault Rifle SS2
http://i549.photobucket.com/albums/ii400/wanthook/SS2GABUNGAN.jpg
SS2 is a new generation of assault rifle having caliber 5.56 x 45 mm and barrel twist 7?. It has lightweight, reliability, and high accuracy by using foldable butt to make it flexible for suitable necessities. This rifle is compatible with mechanical or optical sight as well as suitable with several accessories such as silencer, bayonet, grenade launchers, etc. It has also been developed into types of long and short barrels that can be used with mechanical or optical sight to meet with its operation in the battlefield.
Spesifikasi SS2-V1
NSN : -
Calibre : 5.56 X 45 mm
Barrel Length : 460
Overall Length
Butt Extended : 990
But Folded : 740
Weight
With Empty Magazine : 3.4 kg
Cyclic Rate of Fire : 675 - 725 rpm
Mode Firing : Single, Full Auto, Safe
Sight : Mechanical Sight
Max Effective Range : 500 m
Finishing : Black / Gray
Spesifikasi SS2-V2
NSN : -
Calibre : 5.56 X 45 mm
Barrel Length : 403
Overall Length
Butt Extended : 920
But Folded : 670
Weight
With Empty Magazine : 3.4 kg
Cyclic Rate of Fire : 675 - 725 rpm
Mode Firing : Single, Full Auto, Safe
Sight : Mechanical Sight
Max Effective Range : 400 m
Finishing : Black / Gray
Spesifikasi SS2-V3
NSN : -
Calibre : 5.56 X 45 mm
Barrel Length : 460
Overall Length
Butt Extended : 990
But Folded : 740
Weight
With Empty Magazine : 4.2 kg
Cyclic Rate of Fire : 675 - 725 rpm
Mode Firing : Single, Full Auto, Safe
Sight : Optical Sight
Max Effective Range : 600 m
Finishing : Black / Gray
=NaNdA= February 14th, 2009, 03:47 AM ^^ thanks, kemarin gw liat juga threadnya di forum sebelah, mau copas udah ngantuk.. :D
novian February 14th, 2009, 03:49 AM Indonesia Military Strength
PERSONNEL
Total Population: 237,512,352 [2008]
Population Available: 125,530,542 [2008]
Fit for Military Service: 104,496,911 [2008]
Reaching Military Age Annually: 4,291,700 [2008]
Active Military Personnel: 316,000 [2008]
Active Military Reserve: 400,000 [2008]
Active Paramilitary Units: 207,000 [2008]
ARMY
Total Land-Based Weapons: 2,122
Tanks: 425 [2004]
Armored Personnel Carriers: 684 [2004]
Towed Artillery: 293 [2004]
Self-Propelled Guns: 70 [2004]
Anti-Aircraft Weapons: 515 [2004]
NAVY
Total Navy Ships: 111
Merchant Marine Strength: 971 [2008]
Major Ports and Harbors: 10
Aircraft Carriers: 0 [2008]
Destroyers: 0 [2008]
Submarines: 2 [2004]
Frigates: 15 [2004]
Patrol & Coastal Craft: 24 [2004]
Mine Warfare Craft: 12 [2004]
Amphibious Craft: 26 [2004]
AIR FORCE
Total Aircraft: 313 [2004]
Helicopters: 194 [2004]
Serviceable Airports: 652 [2007]
FINANCES (USD)
Defense Budget: $4,740,000,000 [2008]
Foreign Exch. & Gold: $56,920,000,000 [2007]
Purchasing Power: $843,700,000 [2008]
OIL
Oil Production: 837,500 bbl/day [2007]
Oil Consumption: 1,100,000 bbl/day [2006]
Proven Oil Reserves: 4,430,000,000 bbl [2007]
LOGISTICAL
Labor Force: 109,900,000 [2007]
Roadways: 391,009 km
Railways: 6,458 km
GEOGRAPHIC
Waterways: 21,579 km
Coastline: 54,716 km
Square Land Area: 1,919,440 km
Sources: US Library of Congress; Central Intelligence Agency
Last Updated: 2/12/2009
novian February 14th, 2009, 03:53 AM dengan infrastruktur militer yg minim aja kita bisa diperingkat 13...hmm apalagi klo udh di upgrade semuanya yach....ga' kebayang...ck..ck..ck...........
dan berarti militer kita terkuat No.5 diasia dan
terkuat di asia tenggara donk!!!!
=NaNdA= February 14th, 2009, 03:55 AM ^^ nah itu yang gw heran.... yang dinilai apanya??
novian February 14th, 2009, 04:00 AM ky'ny para meternya bukan infrastruktur militernya deh mungkin aja
populasi penduduk, personel tentara, kondisi geografi, dan baru infrastruktur serta budget untuk pertahanan militer
AceN February 14th, 2009, 11:28 AM world military ranking (sumber : http://www.globalfirepower.com/ 0
1 U.S.A.
2 Russia
3 China
4 India
5 Germany
6 France
7 Japan
8 Turkey
9 Brazil
10 U.K.
11 Italy
12 South Korea
13 Indonesia
14 Mexico
15 Canada
16 Iran
17 Egypt
18 North Korea
19 Spain
20 Pakistan
21 Australia
22 Saudi Arabia
23 Thailand
24 Argentina
25 Sweden
26 Israel
27 Greece
28 Taiwan
29 Syria
30 Philippines
31 Poland
32 Ukraine
33 Norway
34 Iraq
35 Libya
36 Venezuela
37 Lebanon
38 Nepal
39 Afghanistan
Data taun 1967 yak ? waktu Indonesia lagi gagah-gagahnya :p~
oweeyman February 14th, 2009, 05:34 PM dBYenFn515I
yLMevHl4cok
Kopassus February 14th, 2009, 11:29 PM Data taun 1967 yak ? waktu Indonesia lagi gagah-gagahnya :p~
Yes, bulsyit. Completely unreliable rankinglist.
=NaNdA= February 15th, 2009, 03:43 AM ^^ betul.. :yes:
kita diatas Iran, Israel dan Spanyol? wuidih.. hebat mamat.. :D
novian February 15th, 2009, 08:33 AM ^^ betul.. :yes:
kita diatas Iran, Israel dan Spanyol? wuidih.. hebat mamat.. :D
cek aja langsung ke sumber...ky'nya itu data terbaru deh....
icracked February 15th, 2009, 10:33 PM Indonesia kuat karena ukuran militer (size)
Australia has only 20.000 military person?
VRS February 16th, 2009, 03:52 AM police trucks.....
http://img216.imageshack.us/img216/9468/090216084936us9.jpg (http://imageshack.us)
http://img216.imageshack.us/img216/090216084936us9.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img216/090216084936us9.jpg/1/)
oweeyman February 16th, 2009, 02:28 PM ^^pasukan pembunuh penerobos jalur busway:lol:
Dazon February 17th, 2009, 04:45 AM ^^ betul.. :yes:
kita diatas Iran, Israel dan Spanyol? wuidih.. hebat mamat.. :D
kalo di lihat dari manpowernya Indo menang kok dari mereka, tapi kalo di lihat dari agresivitas Israel no 1 dan soal teknologi Indonesia kalah sama Israel n Spanyol.
ky'ny para meternya bukan infrastruktur militernya deh mungkin aja
populasi penduduk, personel tentara, kondisi geografi, dan baru infrastruktur serta budget untuk pertahanan militer
sepertinya di liat dari man powernya deh.
=NaNdA= February 17th, 2009, 05:16 AM lha, kan emang man power kita besar karena luas wilayah.. :?
brarti harusnya yang diukur perbandingan luas wilayah ama jumlah personel dunk.. ;)
Kopassus February 17th, 2009, 11:16 AM sepertinya di liat dari man powernya deh.
Tidak juga, pasukan dari Iran, Egypt, North Korea dan Pakistan lebih banyak...
Dazon February 17th, 2009, 12:05 PM ^^
duh jadi bingung... di lihat dari apa nya ya? :?
r4d1ty4 February 17th, 2009, 12:24 PM good news !
Ristek Kembangkan Robot Penjinak Bom Bersenjata
http://www.detikinet.com/images/content/2009/02/05/511/Robot-Penjinak-Bom285.jpg
JAKARTA - Penggiat robot tanah air tengah mengembangkan sebuah robot yang ditujukan untuk menjinakkan bom. Namun yang unik, robot ini dilengkapi senjata untuk melumpuhkan bom sebelum meledak.
Sjaeful Irwan, Kepala Bidang Program Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Kementerian Riset dan Teknologi mengatakan, senjata yang disematkan tersebut berbentuk shotgun dan menggunakan peluru kosong.
"Melontarkannya pakai tekanan air sehingga membuat bom itu dihancurkan tanpa meledak," ujarnya dalam wawancara dengan detikINET di kantornya, Kamis (5/2/2009).
Robot ini sendiri merupakan hasil kerja sama dari berbagai institusi. Yakni Ristek yang bertugas sebagai koordinator, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) untuk membuat sistem kontrol dan artificial intelligent, Pindad untuk platform-nya serta LIPI untuk remote control dan digital signal processing-nya.
Ditambahkan Sjaeful, robot ini dihadirkan untuk mendampingi robot penjinak bom lainnya yang dimiliki Tim Gegana. Namun robot yang lain itu masih produksi luar negeri.
"Saat ini masih dalam tahap pengembangan. Diharapkan 1-2 tahun lagi pengerjaannya," tukasnya.
sumber : detik
r4d1ty4 February 17th, 2009, 12:26 PM ngintip produksi Panser TNI buatan Pindad
http://www.antaraphoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1234261307
http://www.antaraphoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1234261301
source : ANTARA
VRS February 17th, 2009, 03:26 PM itu panser made by Pindad adl sama dgn panser yg digunakan oleh Garuda force d lebanon..??
=NaNdA= February 17th, 2009, 03:33 PM :yes: dicat putih dengan tulisan UN.. :)
CMIIW.. :D
=NaNdA= February 20th, 2009, 01:18 PM apa2an nih...? :?
Dua Sukhoi Lanud Hasanuddin Dikunci Missile
MAKASSAR, JUMAT — Dua pesawat Sukhoi SU-30 milik TNI AU dikunci missile pihak tidak dikenal ketika berlatih intersepsi udara di wilayah udara pesisir selatan Sulawesi Selatan, Jumat (20/2). Alarm missile lock kedua pesawat berbunyi secara tiba-tiba, tetapi kedua pesawat canggih yang dibeli dari Rusia itu tidak bisa mengenali siapa pihak yang mengunci mereka dengan tembakan missile.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama Ida Bagus Putu Dunia, ketika dihubungi di Makassar pada Jumat, menjelaskan, di masing-masing pesawat yang sedang berlatih itu terdapat instruktur terbang dari Rusia yang sedang melatih dua penerbang tempur TNI AU. Kedua instruktur itulah yang menyatakan alarm berbunyi karena pesawat di-lock missile. "Saya menerima laporannya sekitar pukul 09.00 WITA," kata Putu.
Menurutnya, pesawat itu melakukan terbang pada ketinggian 15.000-20.000 kaki, atau sekitar 4.572 meter hingga 6.096 meter di atas permukaan laut. "Kami belum mengetahui siapa yang mengunci pesawat kami. Kami telah melakukan pencarian dengan mengirimkan pesawat Boeing yang telah terbang berkeliling dalam radius sekitar 370 km dari VOR MKS di Makassar, tetapi pencarian itu tidak menemukan apa-apa. Pesawat Boeing sekarang dalam perjalanan ke Bali, dan melanjutkan pencarian di sekitar wilayah lintasannya," kata Putu.
Putu menyatakan, hingga Jumat pihaknya tidak menerima permintaan izin melintas dari pesawat ataupun kapal asing yang ingin melintasi wilayah udara dan perairan Indonesia. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pangkalan Utama TNI AL Makassar, dan sejauh ini tidak ada izin melintas dari pesawat atau kapal asing," kata Putu.
Dazon February 20th, 2009, 03:00 PM apa2an nih...? :?
Dua Sukhoi Lanud Hasanuddin Dikunci Missile
MAKASSAR, JUMAT — Dua pesawat Sukhoi SU-30 milik TNI AU dikunci missile pihak tidak dikenal ketika berlatih intersepsi udara di wilayah udara pesisir selatan Sulawesi Selatan, Jumat (20/2). Alarm missile lock kedua pesawat berbunyi secara tiba-tiba, tetapi kedua pesawat canggih yang dibeli dari Rusia itu tidak bisa mengenali siapa pihak yang mengunci mereka dengan tembakan missile.
Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama Ida Bagus Putu Dunia, ketika dihubungi di Makassar pada Jumat, menjelaskan, di masing-masing pesawat yang sedang berlatih itu terdapat instruktur terbang dari Rusia yang sedang melatih dua penerbang tempur TNI AU. Kedua instruktur itulah yang menyatakan alarm berbunyi karena pesawat di-lock missile. "Saya menerima laporannya sekitar pukul 09.00 WITA," kata Putu.
Menurutnya, pesawat itu melakukan terbang pada ketinggian 15.000-20.000 kaki, atau sekitar 4.572 meter hingga 6.096 meter di atas permukaan laut. "Kami belum mengetahui siapa yang mengunci pesawat kami. Kami telah melakukan pencarian dengan mengirimkan pesawat Boeing yang telah terbang berkeliling dalam radius sekitar 370 km dari VOR MKS di Makassar, tetapi pencarian itu tidak menemukan apa-apa. Pesawat Boeing sekarang dalam perjalanan ke Bali, dan melanjutkan pencarian di sekitar wilayah lintasannya," kata Putu.
Putu menyatakan, hingga Jumat pihaknya tidak menerima permintaan izin melintas dari pesawat ataupun kapal asing yang ingin melintasi wilayah udara dan perairan Indonesia. "Kami juga sudah berkoordinasi dengan Pangkalan Utama TNI AL Makassar, dan sejauh ini tidak ada izin melintas dari pesawat atau kapal asing," kata Putu.
nah2 ini diah.... siapa ya pelakunya
David-80 February 20th, 2009, 06:01 PM masa sih, 2 instruktur russia itu ga bisa nge detect...
I am suspecting exaggeration stories or media sensational stories....ujung2nya pasti yg di suspect...siapa lagi kalo bukan our nortern or southern neighbour...
cheers
=NaNdA= February 21st, 2009, 05:55 AM ^^ apa lagi latihan mengatasi lock missile? :D
VRS February 21st, 2009, 02:41 PM could be stealth plane,which rusia fighter cant detect..??
be careful TNI what U wish for, U wish high tech plane,then more high tech challenge will face to U....
Jungle_surf February 22nd, 2009, 03:08 PM Hehehe, itu sih bukan rahasia umum bagi dunia intelejen.
Cuman gak dipublish aja.
Gosipnya itu adalah Pesawat Raptor Amerika yg sedang patroli mengawal Hillary kemarin.
Stealth-nya ternyata gak bisa terdeteksi oleh Sukhoi kita.
Benarkah begitu? Kalau memang, artinya tuh Sukhoi butuh di upgrade software terbaru.
Kalo memang kebobolan, berartti TNI AU kita agak malu gituw..
Yah, udah jadi rahasia umum, bahwa setiap pejabat penting Amerika berkunjung di suatu negara, maka tak jauh dari sana pastilah ada kapal induk US. CMIIW :D
VRS February 23rd, 2009, 05:44 AM this police car its definitely cant have power for pursuit sport car/motorcycle ....
http://img13.imageshack.us/img13/1108/090222081900.jpg (http://imageshack.us)
http://img13.imageshack.us/img13/090222081900.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img13/090222081900.jpg/1/)
=NaNdA= February 23rd, 2009, 07:55 AM ^^ jelaslah itu kan bukan Highway Patrol..
ini yang sanggup.. :D
http://i365.photobucket.com/albums/oo95/cls_300/2mff29x.jpg
VRS February 24th, 2009, 02:10 AM jelaslah.itu the real highway patrol......mobil aku pasti tersusul olh mereka....
oweeyman February 24th, 2009, 02:39 PM yang ini?
http://www.ibike.com.hk/01_bike_report/local/yama/diverson900/police_front_large2.jpg
=NaNdA= February 24th, 2009, 02:51 PM ^^ udah pernah dibahas kan di thread Vehicle.. itu Yamaha Diversion 900 cc police edition.. ;)
VRS February 25th, 2009, 03:57 AM ini mobil pengangkut kuda utk police...
http://img135.imageshack.us/img135/6227/090225061341.jpg (http://imageshack.us)
http://img135.imageshack.us/img135/090225061341.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img135/090225061341.jpg/1/)
jaystar February 25th, 2009, 02:07 PM ini mobil pengangkut kuda utk police...
http://img135.imageshack.us/img135/6227/090225061341.jpg (http://imageshack.us)
http://img135.imageshack.us/img135/090225061341.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img135/090225061341.jpg/1/)
ada foto dari kuda dan polisinya gak?
VRS February 26th, 2009, 06:02 AM mobil pertama ada kuda....can u see just the head of that horse ...
Kopassus March 1st, 2009, 03:09 PM itu panser made by Pindad adl sama dgn panser yg digunakan oleh Garuda force d lebanon..??
Yg di Libanon Panhard VAB (4x4), buatan Perancis.
Kopassus March 1st, 2009, 03:11 PM ^^ jelaslah itu kan bukan Highway Patrol..
ini yang sanggup.. :D
http://i365.photobucket.com/albums/oo95/cls_300/2mff29x.jpg
nice...Mazda 6?
Kopassus March 1st, 2009, 03:25 PM Hehehe, itu sih bukan rahasia umum bagi dunia intelejen.
Cuman gak dipublish aja.
Gosipnya itu adalah Pesawat Raptor Amerika yg sedang patroli mengawal Hillary kemarin.
Stealth-nya ternyata gak bisa terdeteksi oleh Sukhoi kita.
Benarkah begitu? Kalau memang, artinya tuh Sukhoi butuh di upgrade software terbaru.
Kalo memang kebobolan, berartti TNI AU kita agak malu gituw..
Yah, udah jadi rahasia umum, bahwa setiap pejabat penting Amerika berkunjung di suatu negara, maka tak jauh dari sana pastilah ada kapal induk US. CMIIW :D
Jangan khawatir, kata berita itu error dari RWR sensor....katanya.....
F-22 tidak bisa beroperasi dari kapal induk. Ada juga kemungkinan radarlock dari darat atau laut. Mungkin salah satu dari Diponegoro klas sdg latihan....
"News / National / Article
Markus Junianto Sihaloho
New Sukhoi Jets ‘Attacked’ by Malfunctions
Two of the Air Force’s three new Russian-made Sukhoi jet fighters were struck with what are believed to be minor mechanical problems during a training session over the Makassar Strait on Friday.
Air Force spokesman Air Commodore Chaeruddin Ray said two SU-30MK2 fighters, each flown by one Indonesian and one Russian pilot, were undergoing interception exercises when an alarm signalled in both aircraft that they were under attack from a foreign jet fighter.
The pilots reported the warnings to the Makassar Airbase, which ordered both fighters to return to base where they landed without incident, Chaeruddin said.
He rejected suggestions that there was another aircraft trying to engage the two Sukhois, saying radar evidence around Makassar had not detected any other fighter aircraft above Sulawesi Island.
“After the report [from the Sukhoi pilots], a surveillance aircraft was also deployed to search, but no other aircraft was found.”
Chaeruddin said data collected by the Air Force led to the conclusion that the two Sukhois’ “lock system,” which detects enemy weapons targeting, had malfunctioned.
“Technicians from Russia are already [at Makassar Airbase] to check and repair the aircraft,” he said."
=NaNdA= March 2nd, 2009, 06:05 AM nice...Mazda 6?
:yes: Mazda 6 2007.. :)
http://www.automedia.com/NewCarBuyersGuide2007/photos/2007/Mazda/MAZDA6/Sedan/2007_Mazda_6sedan_ext_1.jpg
High End Police car in Indonesia.. :cheers:
kapan ya punya versi yang EVOX ? :|
VRS March 2nd, 2009, 07:09 AM NaNdA= are u not wrong post..??? that suppose you put at Vehicle thread right...??
mazda 6 saja sudah cukup buat kejar n mampu tangkap penjahat yg punya motor RX king or toyota avanza....tak mungkin penjahat jakarta punya lamborgini..../mercedez SLK
=NaNdA= March 2nd, 2009, 08:57 AM ^^ itu kan quote aja dari jawaban Kopassus.. :)
Penjahat pake Lambo? :colgate:
MegaBliz March 2nd, 2009, 09:51 AM ^^
duh jadi bingung... di lihat dari apa nya ya? :?
dilihat dari kekayaan para pejabat militernya kali......:lol:
VRS March 3rd, 2009, 02:15 AM dozen of army trucks....
http://img220.imageshack.us/img220/9237/090302173318.jpg (http://img220.imageshack.us/my.php?image=090302173318.jpg)
http://img220.imageshack.us/img220/090302173318.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img220/090302173318.jpg/1/)
its that vehicle for determined bomb...?? *black truck
http://img216.imageshack.us/img216/6025/090302174014.jpg (http://img216.imageshack.us/my.php?image=090302174014.jpg)
http://img216.imageshack.us/img216/090302174014.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img216/090302174014.jpg/1/)
jaystar March 4th, 2009, 11:05 AM trucks nya mau kemana oom?
oweeyman March 4th, 2009, 02:02 PM NaNdA= are u not wrong post..??? that suppose you put at Vehicle thread right...??
mazda 6 saja sudah cukup buat kejar n mampu tangkap penjahat yg punya motor RX king or toyota avanza....tak mungkin penjahat jakarta punya lamborgini..../mercedez SLK
kalo polisi rx-king udah sering liat..
kenapa polisi gak beli avanza juga ya?? avanza itu kenceng banget padahal..
Kopassus March 5th, 2009, 07:35 AM The first news was predictable.....
PENGGANTIAN DUA PESAWAT TEMPUR TNI AU DITUNDA
Jakarta - Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio mengatakan, penggantian dua pesawat tempur TNI Angkatan Udara (AU) masing-masing OV-10 Bronco dan Hawk MK-53 mengalami penundaan karena terbatasnya anggaran.
"Kami sudah mengajukan penggantian dua pesawat tersebut, bahkan penjajakan ke beberapa negara produsen juga telah dilakukan. Tetapi anggarannya sudah dipatok sekian, gak boleh nambah lagi," katanya, menjawab ANTARA di Jakarta, Rabu.
Ditemui usai Rapat Kerja dengan Komisi I DPR, Kasau mengatakan, semula penggantian dua pesawat tempur itu akan dialokasi dengan fasilitas Kredit Ekspor (KE) 2004-2009.
Namun, karena keterbatasan anggaran maka pengadaan dua pesawat tempur itu akan dilakukan dalam skema KE 2010-2014, ujar Subandrio.
Kasau mengatakan, untuk pengganti OV-10 Mabes TNI AU telah menetapkan Super Tucano dari Brazil dan kini tengah digodok di Dephan.
Sedangkan untuk Hawk MK-53 Mabes TNI AU hingga kini masih merahasiakannya dan terus menggodok berbagai jenis pesawat yang menjadi kandidat pengganti pesawat buatan Inggris itu.
Hingga kini Mabes TNI AU mengantongi pesawat dari Italia, dari Cina, dan L-159B dari Ceko untuk pengganti Hawk MK-53.
Dilanjutkan
Terkait percepatan penyerapan sisa anggaran KE 2004-2009 senilai 1,2 miliar dolar AS, Kasau mengatakan, TNI AU tetap akan melanjutkan sejumlah pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) seperti PSU (Penangkis Serangan Udara), tiga pengadaan Sukhoi SU-27SKM, persenjataan tujuh Sukhoi yang telah dimiliki TNI AU, peremajaan sembilan unit C-130 Hercules, dan penyelesaian tujuh helikopter Super Puma dari PT Dirgantara Indonesia (DI) dan mitranya dari Perancis.
"Dana yang tersedia, tersebut akan kita gunakan untuk melanjutkan pengadaan sejumlah alutsista yang telah berjalan. Kita gak bisa nambah, karena dananya adanya hanya segitu," katanya.
TNI AU kini telah memiliki tujuh pesawat Sukhoi dari rencana satu skadron. Sisanya sebanyak tiga unit Sukhoi bertie SU-27SKM akan tiba pertengahan 2009 dan awal 2010.
Sedangkan dari sembilan unit C-130 Hercules tipe B, TNI AU telah melakukan peremajaan terhadap empat unit pesawat angkut berat buatan Amerika Serikat (AS) tersebut dan akan selesai pada 2010.
Terkait helikopter Super Puma dari PT DI, dari 16 unit yang dipesan baru selesai tujuh unit dan PT DI hanya mampu menyelesaikan sisanya sebanyak tiga unit.
Enam unit lainnya, akan di`korbankan` dimodifikasi menjadi Super Puma II atau "Cougar", yang merupakan kerja sama antara PT DI dengan Eurocopter Perancis.
"Semuanya akan kita lanjutkan, dengan sesuai sisa anggaran yang ada," demikian Kasau.
Sumber : Antara
RI SEGERA PERBAHARUI MESIN HERCULES TNI AU
Jakarta - Pemerintah Indonesia segera memperbaharui mesin, suku cadang, dan komponen kritis pesawat angkut berat C-130 Hercules TNI Angkatan Udara (AU), untuk meningkatkan rata-rata kesiapan skadron udara angkut berat.
Sekjen Departemen Pertahanan (Dephan) Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan, pihaknya belum menentukan dari perusahaan mana mesin, suku cadang, dan komponen kritis pesawat C-130 Hercules itu.
"Kita masih melihat tiga perusahaan yang lulus seleksi dalam pengadaan mesin dan suku cadang Hercules tersebut, dan mereka akan mempresentasikannya. Kita akan melihat mana yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan serta kebijakan kita," katanya di sela-sela rapat Tim Evaluasi Pengadaan (TEP) Dephan terkait pengadaan mesin dan suku cadang Hercules TNI AU.
Ia menjelaskan, pengadaan perbaikan mesin "propeller" dan suku cadang Hercules menggunakan fasilitas Kredit Ekspor (KE) 2006 senilai 7,2 juta dolar AS, mengingat alokasi anggaran dalam negeri tidak mencukupi.
Dari delapan perusahaan, kini tinggal tiga yang terlibat dalam tender pengadaan dan perbaikan mesin dan suku cadang Hercules TNI AU yakni Aerod (Malaysia), Standard Aero (Kanada) dan Roll Royce dari Amerika Serikat (AS).
Dalam TEP Dephan tersebut, ketiga perusahaan itu melakukan paparan kesiapan pelaksanaan kontrak, lanjut Sjafrie.
Dengan pengadaan mesin dan suku cadang tersebut, lanjut dia, tingkat kesiapan skadron Hercules TNI AU dapat ditingkatkan.
Saat ini, dari 228 pesawat yang dimiliki TNI AU baru 94 pesawat yang beroperasi optimal dengan rata-rata kesiapan 30 hingga 60 persen.
Pesawat tempur TNI AU dari 75 pesawat hanya 27 yang siap, 51 pesawat angkut hanya 21 yang siap, dari 53 pesawat latih baru 21 pesawat yang operasional optimal. Sedangkan untuk helikopter, dari 50 unit yang ada hanya 25 unit yang berada dalam kondisi optimal.
Sumber : Antara
PT DI SEGERA SELESAIKAN SUPER PUMA TNI AU
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (DI)Bandung segera menyelesaikan pembuatan tiga helikopter Super Puma pesanan TNI Angkatan Udara (AU), untuk melengkapi tujuh unit yang telah selesai sebelumnya.
"Dari sembilan unit yang tersisa, tiga unit tengah dalam penyelesaian. Satu unit telah mencapai 90 persen dan dalam dua bulan kedepan sudah dapat diterbangkan, sedangkan dua lainnya masih sekitar 60-70 persen pengerjaannya," kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso menjawab ANTARA di Jakarta, Senin.
Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) melakukan pemesanan 16 helikopter Super Puma NAS 332 beserta suku cadangnya dari PT DI berdasarkan kontrak jual beli (KJB) 010 pada 1998.
Dari 16 unit yang dipesan, baru tujuh yang telah selesai dan diserahkan ke TNI AU. Sedangkan sembilan unit lainnya, tersendat-sendat pengerjaannya karena keterbatasan dana.
"Dengan selesainya tiga unit tersebut, maka telah 10 unit yang kami serahkan. Sisanya, akan akan dimodifikasi menjadi Super Puma II atau Cougar yang lebih baru teknologinya," katanya.
Modifikasi yang merupakan kerja sama antara PT DI dengan Eurocopter Perancis itu, untuk menguasai pasar helikopter khusus Angkatan Udara di kawasan Asia.
Sumber : Antara
VRS March 9th, 2009, 03:24 AM this is property of Army department but not use for battle war....
http://img7.imageshack.us/img7/7591/090307132713.jpg (http://img7.imageshack.us/my.php?image=090307132713.jpg)
=NaNdA= March 9th, 2009, 07:49 AM ^^ pasti punya Pejabat nih.. :D New Nissan X-Trail.. :cheers:
btw, ada yang tau cara baca plat nomor militer dan polisi ga? :? penasaran nih.. :D
Kopassus March 9th, 2009, 03:37 PM ^^ pasti punya Pejabat nih.. :D New Nissan X-Trail.. :cheers:
btw, ada yang tau cara baca plat nomor militer dan polisi ga? :? penasaran nih.. :D
Yg sy tau
AU: I artnya Koopsau I
Plat AD kadang2 berakhir sm misalnya III: Kodam Siliwangi.
Thats all i know.
VRS March 13th, 2009, 03:32 AM The first news was predictable.....
PT DI SEGERA SELESAIKAN SUPER PUMA TNI AU
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (DI)Bandung segera menyelesaikan pembuatan tiga helikopter Super Puma pesanan TNI Angkatan Udara (AU), untuk melengkapi tujuh unit yang telah selesai sebelumnya.
"Dari sembilan unit yang tersisa, tiga unit tengah dalam penyelesaian. Satu unit telah mencapai 90 persen dan dalam dua bulan kedepan sudah dapat diterbangkan, sedangkan dua lainnya masih sekitar 60-70 persen pengerjaannya," kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso menjawab ANTARA di Jakarta, Senin.
Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) melakukan pemesanan 16 helikopter Super Puma NAS 332 beserta suku cadangnya dari PT DI berdasarkan kontrak jual beli (KJB) 010 pada 1998.
Dari 16 unit yang dipesan, baru tujuh yang telah selesai dan diserahkan ke TNI AU. Sedangkan sembilan unit lainnya, tersendat-sendat pengerjaannya karena keterbatasan dana.
"Dengan selesainya tiga unit tersebut, maka telah 10 unit yang kami serahkan. Sisanya, akan akan dimodifikasi menjadi Super Puma II atau Cougar yang lebih baru teknologinya," katanya.
Modifikasi yang merupakan kerja sama antara PT DI dengan Eurocopter Perancis itu, untuk menguasai pasar helikopter khusus Angkatan Udara di kawasan Asia.
Sumber : Antara
= this super puma...???
http://img27.imageshack.us/img27/5404/varis2i.jpg (http://img27.imageshack.us/my.php?image=varis2i.jpg)
=NaNdA= March 13th, 2009, 10:33 AM betul.. :yes:
ada bacaan gini ga ya di bodinya..
"Spesifikasi dapat berbeda di tiap negara"
:D
VRS March 19th, 2009, 07:08 AM sniper parade....
http://img207.imageshack.us/img207/4346/varis2.jpg (http://img207.imageshack.us/my.php?image=varis2.jpg)
Jungle_surf March 20th, 2009, 05:13 PM ^^
kalo sniper pakai baju gitu mirip boneka orang2-an biasanya diletakkan di tengah sawah :D
btw terlepas dari itu....GAGAH euy snipernya :)
Kopassus March 23rd, 2009, 11:35 AM 19 March 2009
DIRGANTARA DELIVERS NBO-105 TO NATIONAL ARMY
Dirgantara Indonesia delivers a unit of NBO-105 CBS helicopter to Indonesian Army.
It is the 122nd product and the latest aircraft of the license agreement of Dirgantara and Messerschmit Bolkow Blohm (MBB) and also the 25th national army’s helicopter.
Indonesian Army has been operating some Dirgantara products and the currently
delivered one is the 25th national army’s helicopter and expectedly able to support national Army Defense.
The delivery, which is the realization of December 2007 contract order and takes place at Dirgantara hangar on Thursday, 19 March 2009, is personally signed by Dirgantara President, Budi Santoso and Indonesian Army Logistics Assistant, Mayor General Hari Krisnomo, SIP.
Hari Krisnomo states that the delivery shows the serious willing of Indonesian
government to use the products of national strategic state-owned enterprises and to make use the technology transfer.
tollfreak March 23rd, 2009, 06:05 PM Minggu, 22/03/2009 18:29 WIB
Dephan RI-Ceko Bahas Kelanjutan Kerjasama Pertahanan
Eddi Santosa - detikNews
Praha - Kerjasama antara lain mencakup pendidikan dan latihan militer. Dephan RI menyampaikan tentang program sekolah komando di Indonesia, universitas pertahanan dan short-course bagi perwira muda.
Demikian pembicaraan Sekretaris Jenderal Dephan RI Letjen TNI Sjafrie Samsoeddin dengan Deputi Menhan Ceko Jaroslav Kopriva, seperti dituturkan Korfungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi kepada detikcom hari ini, Minggu (22/3/2009).
Pertemuan ini merupakan kunjungan balasan pihak Indonesia setelah kunjungan Deputi Menhan Ceko ke Jakarta di 2008.
Dalam pertemuan di Praha pada Kamis (19/3/2009) itu petinggi Dephan kedua negara membahas kelanjutan Persetujuan Kerjasama Pertahanan yang telah diteken di Jakarta tiga tahun lalu (2006).
Sekjen Dephan RI, yang didampingi Dubes RI untuk Republik Ceko Salim Said dan rombongan, menjelaskan bahwa sampai saat ini Indonesia belum meratifikasi perjanjian tersebut serta mengusulkan beberapa solusi dan alternatif untuk implementasinya sepanjang masih dalam ruang lingkup kewenangannya.
Terkait itu, Deputi Menhan Ceko menyatakan bahwa kedua negara telah menunjukkan minat untuk melakukan kerjasama di bidang pertahanan dan pihak Ceko siap mendiskusikan langkah yang dapat dilakukan sebelum tuntasnya proses ratifikasi di Indonesia.
Deputi juga memberitahukan keunggulan sistem pengawasan radar Vera S dan Vera SM buatan Ceko untuk mendeteksi sasaran di laut dan udara, serta tentang pesawat latih tempur L-159.
Lebih lanjut kedua pihak juga melakukan pertukaran informasi mengenai perkembangan, kemajuan, reformasi angkatan bersenjata, sistem pendidikan dan pelatihan militer. Termasuk industri strategis dan peremajaan alut-sista yang terus dilakukan kedua negara untuk menghadapi tentangan abad 21.
Sizter85 March 24th, 2009, 04:59 AM 15 April, Sukhoi Solo Aerobatik
http://i44.tinypic.com/dokqqs.jpg
JAKARTA - Satu unit pesawat jet tempur Sukhoi TNI Angkatan Udara (AU) akan melakukan solo aerobatik pada peringatan HUT ke-63 TNI AU pada 15 April 2009.
"Karena pada hari jadi TNI AU pada 9 April bertepatan dengan Pemilu Legislatif, maka diundur pada 15 April dan pada saat peringatan kita akan tampilkan solo aerobatik Sukhoi yang baru," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama FH Bambang Soelistyo kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Dijelaskannya, pada peringatan HUT ke-63 TNI AU akan dihadirkan dua dari tiga pesawat jet tempur Sukhoi baru yang tiba pada akhir 2008 dan awal 2009.
Satu unit akan melakukan solo areobatik dan satu unit akan berada di "static line" sebagai bagian dari "static show". "Keduanya akan diterbangkan langsung dari Makassar, sehari sebelum peringatan dilaksanakan," tutur Bambang.
Pada akhir 2008 dan awal 2009, TNI AU mendapat tiga unit Sukhoi SU-30MK2, melengkapi empat Sukhoi SU-27SK dan SU-30MK yang telah dimiliki sebelumnya pada 2003.
Pada pertengahan 2009 hingga 2010, TNI AU akan mendapat tiga Sukhoi SU-27SKM, sehingga secara keseluruhan TNI AU memiliki sepuluh unit pesawat jet tempur yang terkenal pula dengan sebutan Flanker.
Sukhoi merupakan jet tempurt Rusia yang terkenal dengan manuver patukan kobra yang hingga kini belum tertandingi pesawat tempur Barat.
Pada HUT ke-59 TNI AU tahun 2005 empat Sukhoi sebelumnya juga pernah menampilkan berbagai atraksi aerobatik.(ANT)
Sizter85 March 26th, 2009, 02:31 AM April, TNI-AU Operasi Kilat di Kaltim
http://i39.tinypic.com/f1k31u.jpg
BALIKPAPAN - Tak lama lagi, TNI-AU akan menggelar latihan udara di Kaltim. Latihan bersandi Operasi Kilat itu akan diadakan April 2009. Rencananya, operasi kilat ini akan melibatkan lima unit pesawat tempur jenis Hawk 100/200. Pesawat berwana loreng ini akan didatangkan dari Skuadron Supadio Pontianak.
"Kami belum tahu pasti tanggal operasi udara ini, yang jelas bulan April. Saat ini kami sedang mempersiapkan apron karena perlu diperbaiki," kata Komandan Lanud Balikpapan, Letkol Pnb Agus Pandu Purnama, Rabu (25/3).
Operasi ini akan mengambil base operasi Bandara Sepinggan Balikpapan, kemudian akan dilanjutkan dengan operasi di Tarakan dan Ambalat.(*)
Advrider March 27th, 2009, 04:39 AM very nice thread about the TNI and such
aatea March 30th, 2009, 12:52 AM = this super puma...???
http://img27.imageshack.us/img27/5404/varis2i.jpg (http://img27.imageshack.us/my.php?image=varis2i.jpg)
Waw ! ini salahsatu Buatan PTDI ya ?
Phetoy6 March 30th, 2009, 02:11 AM sniper parade....
http://img207.imageshack.us/img207/4346/varis2.jpg (http://img207.imageshack.us/my.php?image=varis2.jpg)
berapa lama ya dandannya?? hehehe :lol:
VRS March 30th, 2009, 02:33 AM jk dandan 5 jam lama,but musuh cepat datang...sempat mungkin...
Kopassus March 30th, 2009, 09:43 AM Waw ! ini salahsatu Buatan PTDI ya ?
Yg dari foto ini tidak, Super Puma ini dari AU Perancis, jadi buatan Aerospatiale/Eurocopter. Tapi memang IPTN memproduksi Super Puma atas lisensi (NAS-332).
Yg dibawah dari TNI-AU dan buatan IPTN.
http://94.100.114.147/528150001-528200000/528181301-528181400/528181367_5_gNlo.jpeghttp://94.100.113.40/340200001-340250000/340218101-340218200/340218196_5_w2Ks.jpeghttp://94.100.113.40/340200001-340250000/340218101-340218200/340218195_5_rLUP.jpeg
VRS April 10th, 2009, 09:23 AM itu senapan yg di photo= memakai peredam suara...???
oweeyman April 11th, 2009, 08:51 AM ^^trus itu kacamatanya oakley asli??:D
David-80 April 12th, 2009, 08:50 PM asli, helm nya aja kevlar unit asli....semua produk pasukan anti terror bagus2 semua...belom liat yg D-88 ya? Night vision nya aja udah generation 2
ga usah yg anti terror, yg biasa2 aja semua uda pake Kevlar helmet
cheers
VRS April 13th, 2009, 04:14 AM generation 2 for night vision...?? whats the different...??
David-80 April 13th, 2009, 01:42 PM lebih terang dan kalo kena sinar ga silau. yg special force juga punya Bio thermal vision. untuk lacak suhu tubuh di hutan2..
cheers
=NaNdA= April 13th, 2009, 02:03 PM wah, ada heat detector.. :cheers:
VRS April 14th, 2009, 08:01 AM berapa harganya ya...??? cari dimana ya,agar punya alat tsb...
http://img27.imageshack.us/img27/8199/faris1.jpg (http://img27.imageshack.us/my.php?image=faris1.jpg)
icracked April 22nd, 2009, 12:02 PM Sukhoi SU-30
http://indonesian-sky.com/wp-content/gallery/war-plane/su30.jpg
Indonesian made CN-235
http://indonesian-sky.com/wp-content/gallery/war-plane/cn235_tniau_04_resize.jpg
F-16
http://www.f-16.net/modules/Gallery2/gallery2/main.php?g2_view=core.DownloadItem&g2_itemId=181174&g2_serialNumber=2
VRS April 22nd, 2009, 12:33 PM sudah pasti aku pilih sukhoi 30 donkkk...*double cabin ya..??
puma heli ....
http://img22.imageshack.us/img22/8503/helip.jpg (http://img22.imageshack.us/my.php?image=helip.jpg)
icracked April 26th, 2009, 12:27 AM sudah pasti aku pilih sukhoi 30 donkkk...*double cabin ya..??
puma heli ....
http://img22.imageshack.us/img22/8503/helip.jpg (http://img22.imageshack.us/my.php?image=helip.jpg)Nice helicopter! Indonesia's military is going through some heavy modernization, which is great.
More Indonesian Sukhois jets
http://img91.imageshack.us/img91/3234/flanker2.jpg
http://img2.imageshack.us/img2/1106/pensukhoi3.jpg
Indonesian's Navy Corvettes
http://i223.photobucket.com/albums/dd112/karbol1978/TNI-AL/kri_sultan_iskandar_muda_367_09.jpg
Kopassus April 27th, 2009, 12:17 PM KRI Iskandar Muda when it still was in Vlissingen. A modern, high tech piece of warship, but absolutely incapable of defending itself against serious air-threats and sea-skimmers...
VRS April 28th, 2009, 06:55 AM police trucks has convoy at HI area....
http://img527.imageshack.us/img527/3111/090426090115.jpg (http://img527.imageshack.us/my.php?image=090426090115.jpg)
Kopassus April 28th, 2009, 10:49 AM Pswt latihan mendarat darurat di Semarang.
http://www.thejakartapost.com/news/2009/04/28/navy-plane-makes-emergency-landing-semarang.html
(Note: The aircraft is a Socata Tobago 10 GT (http://www.socata.org/models/) So its not a "Cessna" or "Tobacco 10"
Kopassus April 28th, 2009, 11:43 AM 28 April 2009
TB-10 TNI AL Jatuh di Lanud Ahmad Yani, Semarang
Baru lalu sekitar Pukul 10.30 WIB, sebuah pesawat latih Socata TB-10 Tobago milik TNI AL jatuh menjelang mendarat di ujung runway Lanumad Ahmad Yani, Semarang. Wartawan Angkasa Dodi Aviantara yang tengah meliput di Skadron 31 Heli Serbu Penerbad, sempat kaget ketika tiba-tiba beberapa orang mengatakan bahwa ada pesawat jatuh.
Menurut sejumlah keterangan yang berhasil dikumpulkan di lapangan, pesawat yang hendak mendarat setelah melakukan latihan terbang siswa penerbang TNI AL di area Ahmad Yani, tiba-tiba mengalami engine fail hingga jatuh di kali di ujung runway di wilayah Pantai Marun, Semarang utara. Menurut saksi mata, kedua penerbang yang merupakan siswa dan instruktur diketahui selamat karena terlihat keluar dari kokpit. Akibat kejadian ini aktifitas penerbangan di Lanumad Ahmad Yani sempat terhenti sementara.
Menurut beberapa saksi mata, diketahui sejak kemarin pesawat ini memang bermasalah. Kemarin terlihat pesawat batuk-batuk ketika hendak mendarat, dan tadi pagi terlihat pesawat sempat didorong dan diutak-atik agar bisa hidup. Beberapa personel Penerbad terlihat turut membantu.
Sejak kemarin berdasarkan pantauan Angkasa, empat pesawat single engine TB-10 yang menggunakan sebuah mesin piston Model Lycoming O-360-A-1, telah mendarat di Ahmad Yani. Sepertinya pesawat tengah melaksanakan terbang navigasi jarak jauh yang merupakan materi pendidikan bagi pilot baru. (ben)
VRS May 4th, 2009, 03:47 PM i can see many polices has catch up their trucks....
http://img503.imageshack.us/img503/2276/090502153220.jpg (http://img503.imageshack.us/my.php?image=090502153220.jpg)
Kopassus May 6th, 2009, 02:42 PM TNI RESMI GUNAKAN PANSER PRODUKSI DALAM NEGERI
Bandung - PT Pindad memproduksi empat jenis panser yang akan digunakan TNI AD.
Keempat panser buatan Pindad tersebut adalah jenis panser komando yang dapat memuat sekitar lima prajurit yakni Panser Recovery, Panser Logistik, dan Panser Ambulance.
Sejumlah panser produksi PT Pindad diserahkan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Rasyid Qurnuen A kepada Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) dan Kompi Kavaleri Serbu (Kikavser) di Bandung, Selasa.
"TNI berkomitmen untuk bisa menggunakan sarana pendukung operasional buatan Indonesia", kata Pangdam.
Dengan penambahan Panser APS-2, Kodam III/Siliwangi memiliki empat unit panser buatan dalam negeri.
Pangdam III/Siliwangi juga memerintahkan kepada para Dansat (komandan satuan) dan Perwira Satuan penerima Ranpur APS-2 ini agar Ranpur tersebut dapat dipelihara secara optimal dan melakukan koordinasi perawatan dengan bagian Paldam (Peralatan Kodam) dan PT. Pindad selaku area servis.
Keseluruhan panser yang diproduksi PT Pindad berjumlah 154 unit yang direncanakan akan selesai diproduksi pada bulan April 2010, sedangkan Panser yang sudah diserahkan kepada pihak TNI AD berjumlah 20 unit.
Dalam pembuatan Panser APS-2 ini PT Pindad diawasi personel TNI yang berjumlah 24 orang prajurit yang langsung mengawasi dalam proses pembuatan panser tersebut.
Dari 20 unit panser tersebut sudah didistribusikan kepada masing-masing Kodam mendapatkan empat unit panser seri APS-2 atau Angkutan Personel Sedang.
Panser buatan PT Pindad adalah panser produksi Indonesia pertama yang langsung digunakan TNI AD.
Sumber : Antara
VRS May 7th, 2009, 03:34 AM belum ada information of specification dari senjata n kemampuan dari panser indonesia ya...??
Kopassus May 17th, 2009, 12:21 PM Navy denies losing border territory to Singapore
The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 05/08/2009 7:06 PM | National
A senior naval officer has denied allegations that with the recent signing of a border agreement with Singapore, Indonesia had lost territory.
The agreement covered the western segment of Indonesia's maritime border with Singapore.
"Perhaps, on certain parts of the border, we did lose territory but in other parts, we gained territory, so there was no loss," said Commodore Edhi Nuswantoro, assistant for operations to the Indonesian navy's chief of staff in Batam Friday as quoted by Antara state news agency.
He further stressed that the lines taken from some segments of the boundary were changed from horizontal to lopsided toward the eastern part.
"Before it was a straight line, now it is lopsided. In some parts , our territory shrank but elsewhere our territory widened," he said while showing a map of Indonesia-Singapore sea boundaries.
Indonesia succeeded in convincing Singapore to determine waters territory by measuring diameter of outer island but not from reclaimed shore in line with Convention on Sea Law of 1982.
By doing so, shore reclamation conducted by Singapore will not affect the border of the two countries.
Touching on some segments of the territory which could not yet result in an agreement, especially east segment of sea boundary which is located between Bintan island of Indonesia and Changi airport of Singapore, he said overlapping recognition is still applicable.
Under overlapping recognition, he said the government of Indonesia could take action against Singapore fishermen entering that territory and vise versa.
"It is really overlapping, but it is the case..." he said.
Singapore delayed the sea territory agreement for east segment with Indonesia, as that neighboring country has to settle their dispute on Batu Puteh with Malaysia.
Kopassus May 17th, 2009, 12:22 PM belum ada information of specification dari senjata n kemampuan dari panser indonesia ya...??
http://armouredvehicles.hyves.nl/forum/500041/E1OH/Pantserwielvoertuigen/
(in the middle of the page)
VRS May 17th, 2009, 01:59 PM thx for that information kopassus..
Kopassus May 17th, 2009, 02:57 PM police trucks has convoy at HI area....
http://img527.imageshack.us/img527/3111/090426090115.jpg (http://img527.imageshack.us/my.php?image=090426090115.jpg)
Youre welcome, btw, nama gedung baru yg ditengah apa ya?
VRS May 18th, 2009, 03:33 AM blue tower..??? thats city tower...
novian May 18th, 2009, 04:34 AM Hari Ini Kapal Perang India Buka untuk Umum ,
Bawa Misil Berdaya Jelajah 100 Mil
KAPAL dari negeri Shahrukh Khan ini tampak kokoh. Sejumlah tentara India terlihat penuh wibawa melakukan penjagaan ketat. Mereka sengaja berkunjung untuk mempererat tali silaturahmi dengan Indonesia, khususnya dalam bidang pertahanan.
Duta Besar India untuk Indonesia Biren Nanda langsung terbang dari Jakarta ke Batam untuk meninjau kapal perang dari negaranya tersebut. Kapal ini bernama Khanjar.
Biren mengatakan, kedatangan kapal ini merupakan kegiatan muhibah atau kunjung antarnegara. Kapal ini juga sebagai bukti eksisnya hubungan Indonesia-India khususnya dalam bidang keamanan. Bahkan dua kali dalam setahuan Indonesia dan India mengadakan patroli bersama di Selat Malaka.
“Sudah lama India menjalin kerja sama dengan Indonesia. Tidak ada tujuan khusus kapal ini. Hanya untuk mempererat hubungan kedua negara,” terang Biren.
Kapal perang Khanjar milik Angkatan Laut India ini tiba di Batam, Senin (11/5), sekitar pukul 09.00 WIB. Kapal ini sebelumnya mengunjungi Jepang dan akan kembali ke Jepang tanggal 14 Mei medatang. Kapal yang dikapteni Dinesh Singh ini mengangkut 135 kru kapal yang terdiri dari 120 Anak Buah Kapal (ABK) dan 15 orang perwira.
Dalam upaya memberantas teroris di Asia, kapal ini juga punya peranan penting. Dubes Biren menambahkan, Indonesia-India saling tukar informasi mengenai keberadaan teroris di Asia.
Kapten kapal, Dinesh Singh, mengaku kapalnya sudah sering menggagalkan upaya pembajakan di lautan. Namun ia enggan untuk menyebutkan secara detil jenis pembajakan yang dimaksud.
Kapal yang dibuat tahun 1991 ini memiliki senjata utama anti Piracy atau pembajakan di laut. Kapal ini dilengkapi dengan empat senjata misil jarak menengah 76.2 milimeter (mm) dengan daya jelajah sampai 100 mil, dan senjata mesin AK 630 untuk menembak musuh dari jarak dekat.
Di bagian belakang pesawat ini juga tersedia helipad untuk pendaratan helikopter AL India. Selain itu dilengkapi radar yang cukup canggih.
Dinesh Singh menambahkan, kapal itu ikut ambil bagian dalam pengiriman bantuan saat terjadinya bencana tsunami di Aceh 2004 lalu. Bahkan kapal ini juga sering dilibatkan dalam membantu negara-negara lain di Asia.
Hari ini, Selasa (12/5), kapal ini akan terbuka untuk umum khususnya bagi para pelajar di Kota Batam. Pengunjung dapat masuk dan melihat semua fasilitas yang tersedia. “Mungkin masih banyak orang atau pelajar yang penasaran dan belum pernah masuk ke kapal perang. Besok (hari ini) pintu kapal akan kami buka untuk umum sekalian untuk menambah pengalaman mereka,” tutup Dinesh Singh.(alfian lumbangaol)
Kopassus May 19th, 2009, 04:17 PM blue tower..??? thats city tower...
Thanks VRS.
Breaking news.
according to RCTI and Metro TV, some OPM terrorists has occupied an airstrip in Papua.
OPM Kuasai Bandara Perintis Kaisepo
Headline News / Nusantara / Selasa, 19 Mei 2009 17:17 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Sejak Ahad hingga hari ini Bandar Udara Perintis Kaisepo, Membramo, Papua, dikuasai oleh kelompok bersenjata dari Organisasi Papua Merdeka. Kepolisian Daerah Papua sudah mengirim pasukan ke lokasi untuk mengamankan dan kembali mengambil-alih bandara.
Dalam telewicara dengan Metro TV, Kepala Polda Papua Inspektur Jenderal Polisi F.X. Bagus Ekodanto membenarkan bahwa Polda Papua sudah mengirimkan pasukan dari Freeport ke Membramo. Pengiriman pasukan itu menyusul laporan dan permintaan dari masyarakat Membramo dan bupati Membramo Raya atas pendudukan Bandara Perintis Kaisepo oleh kelompok bersenjata.
Bagus mengatakan, untuk menuju lokasi dibutuhkan waktu tempuh selama dua hari. Dan itu pun hanya bisa ditempuh dengan pesawat perintis dari Jayapura. Menurut Bagus, kondisi di Membramo memang cukup genting. Sekelompok masyarakat sudah menguasai lapangan terbang dan melarang warga sekitar untuk ke luar wilayah.
Selain mengirim pasukan, Bagus mengatakan, Polda Papua sudah berkoordinasi dengan pihak gereja dan tokoh masyarakat serta adat. Polda memberi kesempatan kepada mereka untuk bernegosiasi dengan kelompok yang menduduki bandara. Jika negosiasi tidak berbuah hasil, Polda Papua akan mengambil tindakan untuk merebut kembali bandara dan menormalisasikan situasi Membramo Raya.(DSY)
VRS May 19th, 2009, 04:29 PM OPM menguasai bandara..?? apa yg mereka inginkan..?? masih tetap ingin merdeka dari indonesia...??mereka dapat dana dari mana ya..??
Venantio May 19th, 2009, 04:34 PM Ini bisa saja sebagai suatu akibat dari tidak meratanya pembangunan...
Kopassus May 19th, 2009, 05:15 PM OPM menguasai bandara..?? apa yg mereka inginkan..?? masih tetap ingin merdeka dari indonesia...??mereka dapat dana dari mana ya..??
Hany alapangan terbang perintis/airstrip.
10 org dgn senjata api/bambu runcing sudah cukup, nga usa perlu dana besar, asal cukup utk ongkos angkot dan 1 kardus mie instan.....
Kopassus May 20th, 2009, 03:33 AM Sekali lagi berita buruk utk TNI dan Indonesia...
Ada C130 Hercules jatuh di Iswahyudi Madiun tadi pagi 6:20. Awak minimal 4 org, dan kemungkinan besar minimal 1 tewas.
Kopassus May 20th, 2009, 03:54 AM From Kompas
Pesawat Hercules TNI AU Jatuh di Magetan
Rabu, 20 Mei 2009 | 08:03 WIB
MADIUN, KOMPAS.com — Sebuah pesawat angkut jenis C-130 Hercules Alpha 1325 jatuh di Desa Geplak Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur pada Rabu pagi pukul 06.30 WIB.
Menurut Kadispen AU Marsma TNI F Bambang Sulistyo saat dihubungi Kompas.com, penyebab kecelakaan masih diselidiki. Diberitakan bahwa pesawat Hercules yang dipiloti Mayor (Pnb) Danu itu mengangkut 13 awak. Dua awak lain adalah Kapten Younan dan Marsma Harsono, mantan Danlanud Supadio.
Pesawat jatuh dalam penerbangan dari Jakarta menuju Lanud Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur. Pesawat jatuh di sekitar permukiman dan menimpa setidaknya tiga rumah penduduk. Akibatnya, sedikitnya dua orang tewas.
Saat ini pesawat dalam kondisi berasap, tetapi personel dari Angkatan Udara telah berada di lokasi kejadian. "Saat ini sedang evakuasi," ujar Bambang.
Sebelumnya satu pesawat Hercules TNI AU diberitakan mendarat di luar landasan di bandar udara Sentani, Papua. Akibat kecelakaan dua roda pesawat copot.
A1325... i think its an C-130H.
Air Force Hercules crashes in East Java
The Jakarta Post , Jakarta | Wed, 05/20/2009 8:41 AM | National
An Air Force Hercules crashed onto houses and burned only four kilometers away from Iswahyudi Airport in Magetan regency, East Java on early Wednesday morning. At least two local residents were killed in the incident.
The plane was on its way from Halim Perdanakusuma Airport in Jakarta, carrying 13 crews, tempointeraktif.com has reported.
The Air Force, however, has yet to issue any statement.
The C-130 Hercules Alpha 1325 crashed onto several houses in Geplak village at around 6:30 a.m.. Air Force personnel came immediately and extinguished at around 8:30 a.m.. (dre)
Kopassus May 20th, 2009, 03:59 AM This is A-1323, A1325 looks the same.
http://94.100.113.20/333650001-333700000/333688701-333688800/333688703_6_TkK0.jpeg
Kopassus May 20th, 2009, 04:16 AM Rabu, 20/05/2009 08:59 WIB
Pesawat Jatuh di Magetan
Pangdam: Hercules Berisi 98 Orang dan 14 KruIrawulan - detikNews
Surabaya - Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suwarno menyatakan jumlah penumpang di dalam pesawat Hercules TNI AU yang jatuh di Magetan sebanyak 98 penumpang dan 14 kru.
Laporan sementara yang diperoleh, kata dia, jumlah orang yang berhasil diselamatkan 10 orang. "Saya peroleh laporan berpenumpang 98 orang dan 14 kru," kata dia saat ditemui Gedung Grahadi Surabaya, Rabu (20/5/2009).
Penerbangan ini kata dia adalah penerbangan rutin. "Rencananya akan terbang dari Halim transit di Lanud Iwahyudi dan melanjutkan ke Biak," ungkapnya.
(gik/nrl)
=NaNdA= May 20th, 2009, 05:34 AM ^^ getting worse, di vivanews korban jatuh mungkin 48 orang
another bad accident.. :ohno:
VRS May 21st, 2009, 02:48 AM wait...bukankah 11 mei *jk tak salah, ada kecelakaan hercules terjadi di indonesia...*ingat = masalah ban lepas mengenai warga pada saat mendarat...
anyway this C-130 Hercules still the best hercules plane right..??
http://img200.imageshack.us/img200/11/c130herculesjpg.jpg (http://img200.imageshack.us/my.php?image=c130herculesjpg.jpg)
Tunasa May 21st, 2009, 02:59 AM best hercules? Tergantung buat apa.
paradyto May 21st, 2009, 04:11 AM C-130 pernah angkut jenasah Pak Harto...
kaki_langit May 21st, 2009, 05:26 AM Lucu betul Menhan kita ini dalam menghadapi Malingsia .. Jika betul-betul Ambalat adalah wilayah kita .. Yah nggak ada pilihan lain .. Jika Malingsia tetap melakukan provokasi maka option dengan cara-cara militer harus dilakukan. Bukan kayak sekarang .. terus menunggu, mengharapkan pengertian dan pengakuan wilayah kita oleh Malingsia .. Hehehehe
Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengungkapkan Malaysia bertahan dengan klaimnya atas Ambalat sehingga perundingan Indonesia dan Malaysia tentang status perbatasan Blok Ambalat ini belum mencapai kesepakatan.
"Perundingan masih berlanjut antara Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional, Deplu dengan pihak Malaysia," kata Juwono kepada ANTARA di Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Rabu, saat menghadiri Dialog Budaya Satu Abad Kebangkitan Nasional.
Juwono menuturkan, hingga saat ini Malaysia tidak mau mengalah atas penguasaan laut Blok Ambalat yang disengketakan kedua negara sehingga akhir perundingan belum bisa dipastikan.
"Kita belum tentukan, tergantung dari Menlu dan Pak Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional," katanya.
Di bawah Peraturan Presiden Nomor 21 tahun 2008, Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis bidang hukum dan perjanjian internasional.
Juwono menjelaskan, para ahli hukum internasional sebenarnya menilai penguasaan Blok Ambalat oleh Malaysia itu bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.
Oleh karena itu, Indonesia telah mengirimkan enam kapal perang ke daerah perbatasan itu.
"Kehadiran tentara supaya mereka (Malaysia) tidak serta merta mengolah minyak yang sekarang masih dalam status sengketa. Kita jaga jarak," katanya.
Dia mengungkapkan, Indonesia terpaksa menempuh sistem pengawasan pulau-pulau terluar melalui patroli bergilir karena belum bisa menempatkan pasukan di setiap pulau mengingat upaya itu membutuhkan bantuan logistik penuh.
Menteri Pertahanan juga menyatakan, penempatan pasukan di pulau-pulau terluar hanya dilakukan jika ada potensi sengketa atau klaim dari negara lain atas pulau-pulau terluar itu.
"Kemudian kita lihat nilai pulau itu, apakah dekat dengan kandungan minyak dan gas atau tidak. Jika tidak, cukup dengan patroli," kata Juwono.
kaki_langit May 26th, 2009, 09:17 AM http://img40.imageshack.us/img40/9858/sa2t.jpg
KD Yu terpantau secara visual dari anjungan KRI Untung Suropati.
Ambalat, 25 Mei 2009 (TANDEF) - Hari ini tanggal 25 Mei 2009 menjelang fajar menyingsing, KRI Untung Suropati yang sedang berpatroli di wilayah Ambalat dikejutkan oleh kehadiran KD Yu - 3508 (kapal perang TLDM (AL Malaysia) jenis fast attack craft - gun) pada posisi 04.03.00 LU / 118.01.70 BT baringan 135 jarak 8 mil laut halu 130 cepat 16. Atas kondisi ini, segera KRI Untung Suropati mempersiapkan peran tempur bahaya permukaan. Didapati bahwa KD Yu ini telah masuk ke dalam wilayah NKRI sejauh 12 mil laut. Dalam kontak radio, KD Yu beralasan ingin ke Tawau. KRI Untung Suropati lalu memerintahkan KD Yu untuk segera meninggalkan wilayah NKRI. KD Yu kemudian bersedia menjauh.
Namun, setelah diusir, KD Yu ternyata menipu dengan tidak pergi ke Tawau melainkan ternyata berubah haluan ke timur dan masih masuk wilayah NKRI. Peringatan terakhir pun diberikan oleh KRI Untung Suropati untuk segera meninggalkan NKRI. Sempat terjadi adu argumen di radio. Mereka bersikeras bahwa mereka berpatroli di wilayahnya. Setelah dijelaskan bahwa KD Yu melanggar UNCLOS tentang batas wilayah laut, mereka diam dan kemudian menjauh sampai batas terluar. KRI Untung Suropati menggiring KD Yu hingga keluar dari wilayah laut NKRI.
KRI Untung Suropati bersama-sama dengan KRI Hasanuddin pada hari sebelumnya mengusir KD Baung - 3509. Pada hari yang sama pula, helikopter Malaysian Maritime Enforcement Agency memasuki wilayah udara NKRI. Begitu juga dengan pesawat Beechcraft TLDM melakukan pelanggaran kedaulatan wilayah udara NKRI sejauh 40 mil laut.
Foto kejadian:
http://img195.imageshack.us/img195/2189/sa3q.jpg
http://img193.imageshack.us/img193/8233/sa1d.jpg
http://img40.imageshack.us/img40/9858/sa2t.jpg
Source: TANDEF (http://www.tandef.net/kapal-perang-malaysia-lagi-lagi-langgar-kedaulatan-nkri)
peseg5 May 26th, 2009, 09:31 AM Harusnya kasih saja tembakan peringatan. Peringatan 1 tembak ke udara, gak digubris kasih peringatan 2 tembak ke arah laut dekat objek penyusup, itu masih gak digubris kasih peringatan 3 tembak langsung ke lambung kapal.
Kapal nelayan asing yg nekad aja ada yg ditembakin, harusnya kapal perang juga diperlakukan sama.
Kopassus May 26th, 2009, 02:43 PM Trims utk posting berita ini Kakilangit!
Sekali lagi ini buktinya/alasan bahwa kita harus terus alert dan berpatroli di daerah Ambalat.
Dan tidak hanya itu, tapi kita harus terus meremajakan alutsista kita...
@b1 May 27th, 2009, 11:51 AM Ada gak rencana TNI AL Indonesia mau beli kapal selam lagi?
Kopassus May 28th, 2009, 07:16 AM Ada gak rencana TNI AL Indonesia mau beli kapal selam lagi?
Memang rencananya beli 2 Project 636 dari Russia, tapi sampai sekarang belum jelas jadi atau nga. Ada kemungkinan juga kita beli Type 209 dari Korsel...
VRS May 29th, 2009, 02:55 AM our army department would like to buy 636 submarine..??? *from Russia...
second hand...?
http://img14.imageshack.us/img14/3086/submarines.jpg (http://img14.imageshack.us/my.php?image=submarines.jpg)
David-80 May 29th, 2009, 06:09 AM No, TNI AL will buy the Kilos submarine, brand new. There is talk also from South Korea, they will exchange Submarines type 209 with several CN-235 MPAs
cheers
=NaNdA= May 29th, 2009, 08:34 AM 1 submarine with several CN-235?
emang harga kapal selam baru brapa?
paradyto May 31st, 2009, 03:33 PM AS Janjikan Enam Hercules Baru
Minggu, 31 Mei 2009 19:18 WIB
JAKARTA--MI: Pemerintah Amerika Serikat (AS) menjanjikan bantuan pengadaan enam pesawat angkut C-130 Hercules tipe H dan J untuk Indonesia.
"Bantuan berupa potongan harga dengan menggunakan fasilitas Foreign Military Financing (FMF)," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono seusai mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS Robert Gate di sela-sela Forum ke-8 Dialog Keamanan Asia Pasifik Shangrilla-Dialogue di Singapura, Minggu (31/5).
Selain itu, kata Menhan, AS juga menjanjikan bantuan suku cadang bagi pesawat angkut berat Hercules. Tentang jumlah potongan harga dan jangka waktu kredit yang digunakan untuk pengadaan enam Hercules baru tersebut, Juwono enggan berkomentar lebih jauh.
Indonesia mengoperasikan jenis C-130B sejak 1960 dalam dua tahap kedatangan. Tahap pertama membeli langsung dari Lockheed sebanyak delapan unit C-130B dan dua KC-130B (air-refueling capability).
Tahap kedua pada tahun 1975 setelah mendapat hibah dari Amerika sebanyak 3 unit C-130B bersama dengan pesawat latih jet T-33A dan helly S-58T lewat program Defense Liaison Group (DLG).
Tidak itu saja, dalam program peningkatan kemampuan AU pada 1980 didatangkan tiga unit C-130H, 7 unit C-130HS (long body), satu unit C-130 MP (maritime patrol), satu unit L-100-30 (Hercules tipe sipil untuk VIP), selain enam unit L-100-30 yang juga dioperasikan PT Merpati dan Pelita Air untuk program transmigrasi.
Populasi Hercules 27 unit di Indonesia kini dioperasikan semua Skadron Udara 31/Halim dan Skadron 32/Abdurahman Saleh.
Hingga kini Indonesia memiliki satu skadron C-130 Hercules berbagai tipe, yakni C-130 Hercules VIP, C-130 H/HS, C-130 B/H dan C-130 BT dengan tingkat rata-rata kesiapan 60 persen atau sekitar sembilan unit.
Meskipun telah puluhan tahun, TNI AU tetap menggunakan dan memelihara C-130 Hercules melalui perawatan terjadwal "service life extension programmed" (SLEP), "inspection repair as necessary" (IRAN), dan program retrofit dengan biaya US$51 juta untuk empat pesawat agar dapat bertugas lebih lama lagi yakni sekitar 15 tahun.
"Kini dari dua Hercules yang menjalani peremajaan di Singapura, dua telah selesai dan sisanya akan dikerjakan dan menyusul lima unit lainnya," kata Juwono Sudarsono. (Ant/OL-03)
VRS June 1st, 2009, 02:48 AM how come 2 hercules angkatan bersenjata kita dirawat di singapore oleh angkatan bersenjata singapore...???
kita mampu buy tapi tak mampu memperbaiki sehingga harus ke negara singapore...??
Kopassus June 1st, 2009, 04:33 PM 1 submarine with several CN-235?
emang harga kapal selam baru brapa?
Harga CN235 kira2 $18jt (versi biasa) sampai $30jt+ (MPA).
Satu kapal selam ratusan juta USD/Euro.
kaki_langit June 1st, 2009, 04:33 PM how come 2 hercules angkatan bersenjata kita dirawat di singapore oleh angkatan bersenjata singapore...???
kita mampu buy tapi tak mampu memperbaiki sehingga harus ke negara singapore...??
Karena mereka memberikan kredit ke kita ... Hehehe.
Kopassus June 1st, 2009, 04:38 PM how come 2 hercules angkatan bersenjata kita dirawat di singapore oleh angkatan bersenjata singapore...???
kita mampu buy tapi tak mampu memperbaiki sehingga harus ke negara singapore...??
KC-130B dari TNI-AU dimodifikasi di Airod Malaysia. KDC-10 dari Angkatan Udara Belanda (KLu/RNLAF) dirawat (heavy maintenance check)di GMF....
Mungkin outsourcing kadang2 lebih gampang/murah.
Pemeliharaan dari Hercules kita biasanya dilakukan di Bandung dan Malang. Tapi kita kirim 4 Hercules ini ke Singapura untuk overhaul.
Kopassus June 6th, 2009, 05:03 AM Really beautiful shots of our newest korvet, KRI Frans Kaisiepo
http://www.youtube.com/watch?v=deC2dVjrfsQ&feature=player_embedded
Sizter85 June 7th, 2009, 06:45 PM Pesawat Tempur Asing Menyusup
TNI Pasang Radar di Sebatik
JAKARTA- Tak hanya kapal perang Malaysia, pesawat tempur asing juga menyusup ke Ambalat, Kaltim. Satuan radar TNI AU mencatat telah terjadi empat kali penyusupan pesawat tempur asing di blok yang kini akan dicaplok Malaysia tersebut. "Memang ada laporan seperti itu, tapi sudah ditindaklanjuti sesuai prosedur," ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Bambang Sulistyo, kemarin (6/6).
Laporan itu disampaikan oleh Satuan Radar 225 Tarakan TNI AU. Pesawat militer asing tersebut terdeteksi memasuki wilayah udara Ambalat sejak Desember 2008 hingga Februari 2009. Pesawat biasanya terbang rendah dengan ketinggian 7.000 kaki dengan kecepatan 300 km/jam, pesawat bergerak dari dari Tawau, Malaysia.
Namun demikian, TNI AU belum bisa memastikan apakah pesawat tersebut merupakan pesawat tempur Malaysia atau negara lain. "Pelanggaran wilayah udara oleh pesawat militer asing itu terdeteksi oleh radar kita. Belum diketahui milik siapa, tapi sudah kami laporkan ke Kosekhudnas (Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional) di Lanud Makassar," kata Komandan Satuan Radar 225 Tarakan TNI AU Mayor Elektronika Hadi Siswoyo.
TNI AU memang masih kekurangan radar militer. Dari kebutuhan 32 radar militer, baru 17 Radio Detection and Ranging (Radar) Militer yang dipasang di berbagai daerah untuk memantau yuridiksi Indonesia. "Kemampuan radar TNI AU belum sepenuhnya mendukung tugas TNI, karena keterbatasan radar," ujar Bambang Sulistyo.
Dia berharap, kebutuhan radar militer ini bisa diselesaikan. Kondisi pertahanan udara terutama tadar belum menenuhi kebutuhan minimum essential force TNI. "Pengadaanya tergantung dari anggaran yang diberikan pemerintah yang pengadaanya akan dilakukan secara bertahap karena harganya yang mahal, TNI hanya sebagai pemakai," ungkapnya.
Selama ini untuk menunjang kemampuan radar militer, TNI AU mengintegrasikan radar sipil untuk memperoleh informasi kondisi udara wilayah Indonesia. Namun, beberapa radar sipil seperti di Banda Aceh dan Papua belum terintegrasi dengan baik. "Ini yang terus diupayakan, tapi untuk terintegrasipun sangat sulit mengingat sistim sarana komado, kendali, komunikasi komputerisasi dan intelijen belum seluruhnya berbasis komputer dan terintegrasi dengan baik," akunya.
TNI AU menargetkan sampai tahun 2014 jumlah radar militer yang dimiliki mencapai 24 radar, dimana pada tahun 2011 direncanakan bertambah tiga satuan radar militer baru. TNI saat ini memiliki beberapa tipe radar berjenis Thomson TRS 2230, Plessey AWS 2, Plessey AR 325, Pleessey AR 15 dan Thales Master T.
Selain itu sedikitnya ada 14 radar sipil dan puluhan radar milik Badan Meteorologi dan Geofisika. Beberapa radar militer yang dimiliki TNI AU sendiri usianya sudah relatif tua dengan tahun produksi 1960. Daya jangkaunya sudah tidak maksimal, dengan jarak jangkau yang hanya 100 hingga 120 nutical miles atau sekitar 120 kilometer. Padahal, jarak jangkau radar yang baik mencapai 470 kilometer.
PASANG RADAR
Dari Nunukan, Kaltim dilaporkan, selama dua hari terakhir, tidak ada armada kapal perang Malaysia yang melakukan manuver di perairan Tawau-Sebatik. Hal ini dikatakan Dan Pos AL di Sei Pancang Lettu Masripin mendampingi Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Djatmoko. “Biasanya mereka rutin melakukan manuver-manuver saat melintas di sekitar perairan antara Sebatik dengan Tawau.
Tapi dua hari terakhir ini tidak satupun terlihat,” terang Masripin. Namun apakah ‘libur’ selama dua hari ini terkait dengan ketatnya pengawasan KRI di perairan tersebut serta kesiapaan antisipasi-antisipasi pasukan di daratan, Masripin tidak bisa memastikan.
Pihak TNI, selain menempatkan sejumlah armada KRI di perairan blok Ambalat, saat ini di Pulau Sebatik sebagai wilayah terdekat dengan Malaysia juga sudah dilengkapi dengan radar pemantau perairan. Danlanal Nunukan Djatmoko memastikan, keberadaan radar tersebut akan memberi informasi lebih cepat dan akurat pada pasukan keamanan yang berada di daratan Pulau Sebatik.
“Yang pasti, pengawasan terhadap keamanan laut dapat dilakukan lebih baik. Terutama pengawasan perbatasan dengan negara tetangga yang selalu harus diwaspadai,” tegas Djatmoko. Dirincikan Danlanal, radar ini mampu memonitor wilayah perairan hingga sejauh 20 mil.
Radar dilengkapi kamera yang dapat merekam objek yang diinginkan serta menghasilkan catatan titik koordinat keberadaan objek. “Dengan demikian jika ada armada kapal perang Malaysia yang terekam memasuki perairan Indonesia, kita memiliki bukti-bukti kuat yang dapat dijadikan dasar bersikap tegas terhadap tetangga tersebut,” tegasnya.
Radar yang sudah diuji coba ini diperkirakan sudah bisa dioperasikan pada Juli mendatang. Penggunaannya tinggal menunggu pembangunan mess pasukan yang mengawaki peralatan canggih tersebut.
Tanpa keberadaan KRI yang memang dilengkapi dengan radar, pasukan keamanan di Pulau Sebatik cukup sulit memastikan apakah armada kapal perang Malaysia yang melakukan manuver di Ambalat melakukan pelanggaran atau tidak. Pasalnya, selama ini deteksi hanya melalui pandangan mata.(rdl/ade/jpnn)
VRS June 8th, 2009, 03:00 AM quote from sizter 85 *TNI AU menargetkan sampai tahun 2014 jumlah radar militer yang dimiliki mencapai 24 radar, dimana pada tahun 2011 direncanakan bertambah tiga satuan radar militer baru. TNI saat ini memiliki beberapa tipe radar berjenis Thomson TRS 2230, Plessey AWS 2, Plessey AR 325, Pleessey AR 15 dan Thales Master T.
what year is now..2009 right... so 5 years later will be many stealth flying surround earth..
wish our radar will be up grade to be more high tech radar....
Kopassus June 8th, 2009, 03:49 AM quote from sizter 85 *TNI AU menargetkan sampai tahun 2014 jumlah radar militer yang dimiliki mencapai 24 radar, dimana pada tahun 2011 direncanakan bertambah tiga satuan radar militer baru. TNI saat ini memiliki beberapa tipe radar berjenis Thomson TRS 2230, Plessey AWS 2, Plessey AR 325, Pleessey AR 15 dan Thales Master T.
what year is now..2009 right... so 5 years later will be many stealth flying surround earth..
wish our radar will be up grade to be more high tech radar....
Untung aja TUDM tidak punya pswt stealth...:)
Oke, kita membutuhkan 32 unit radar , tapi punya 17, dan tahun 2014 hanya bertamba sampai 24 radar.... :ohno:
Anggaran kita habis krn pemilu.... waste of money....mendingan sy jadi diktator RI aja, biar lebih cost efficient.. muhaha
Kopassus June 8th, 2009, 08:45 AM What a waste of money and time....drpd kirim delegasi yg begitu besar, orang2 penting dgn pengawal dan staf, mendingan satu regu Gegana/Densus88.
Ministers in Jayapura to resolve airport occupation
The Jakarta Post , Jakarta | Mon, 06/08/2009 10:46 AM | National
Several ministers are scheduled to leave for Jayapura Monday and will meet with Police Chief of Papua and other officials to resolve the occupation of an airport in Kapeso, Mamberamo, Papua, which has been blockaded since Sunday.
State news agency Antara reported Monday that Coordinating Minister for Political, Legal and Security Affairs Widodo AS, Chief Military Commander Djoko Santosa, Home Affairs Minister Mardiyanto and National Police Chief Bambang Hendarso Danuri will meet with the Police Chief of Papua, Sarmi and Mamberamo regency officials tomorrow.
Papua Police Chief Gen. Bagus Eko Danto said Monday his office had deployed a number of Mobile Brigade Unit (Brimob) officers to the airport and was waiting for further instructions from the National Police Chief.
“I received the latest news saying that Deky Imbiri, who led the armed separatist Free Papua Movement (OPM), left the place and headed into the forest,” he said.
The ministers are scheduled to hold a meeting with the Governor of Papua and chairman of the provincial representatives council. (ewd)
oweeyman June 8th, 2009, 01:10 PM presidennya harus seorang diktator militer..
seperti Alm. Soeharto:D
coba SBY tegas kayak dia..:nocrook:
VRS June 8th, 2009, 03:23 PM jangan kirim gegana/densus 88 donkkt...tak sopan....kita harus berdiplomasi dengan mengirim pasukan taktis kostrad.....secara langsung tepat sasaran...
hildalexander June 8th, 2009, 03:50 PM presidennya harus seorang diktator militer..
seperti Alm. Soeharto:D
coba SBY tegas kayak dia..:nocrook:
kalo begitu yang cocok Prabowo dong.... secara dia udah declare, siap singsingkan lengan baju perang untuk ambalat
Kopassus June 8th, 2009, 04:47 PM Inalillahi wainailaihi rojiun... sekalih lagi pswt TNI jatuh, skrg satu heli NBO-105 dari Penerbad...
Lokasi Jatuhnya Heli TNI AD Dijaga Aparat
Senin, 8 Juni 2009 | 20:54 WIB
CIANJUR, KOMPAS.com - TNI dibantu warga setempat melakukan evakuasi korban jatuhnya helikopter Bolkow-BO 105 milik TNI AD di Pagelaran Kabupaten Cianjur, Senin (8/6).
Berdasarkan laporan Antara di Cianjur, helikopter buatan PT Dirgantara Indonesia tahun 1998 itu jatuh di rumpun bambu di Kampung Rawabeber, Desa Situhiang, Kecamatan Pagelaran, Cianjur Selatan, Jawa Barat.
Helikopter yang menewaskan dua penumpang yakni Kolonel Ricky Samuel dan Letkol Agung, serta melukai tiga korban lainnya itu jatuh sekitar pukul 15.25.
Hujan deras di lokasi kejadian sempat menghambat upaya evakuasi yang dilakukan oleh TNI dan warga setempat.
Lokasi jatuhnya heli berwarna hijau tua itu dijaga aparat kepolisian, sementara itu para korban selamat dibawa ke RS Cianjur untuk mendapatkan perawatan.
Meski lokasi kejadian disterilkan, warga yang penasaran untuk melihat reruntuhan pesawat itu meski dari jarak yang cukup jauh.
Menurut keterangan warga setempat, helikopter itu sempat berputar-putar di atas kampung itu. Cuaca yang sangat buruk yakni hujan deras diduga menjadi penyebab kecelakaan pesawat heli TNI-AD itu.
Lima Korban Heli Jatuh TNI AD Sudah Dievakuasi
/
Senin, 8 Juni 2009 | 20:51 WIB
CIANJUR, KOMPAS.com - Lima korban helikopter TNI AD jenis Bolkow BO105 bernomor HS7112 yang jatuh di Kampung Cibuni, Rawa Beber, Pagelaran, Cianjur, Senin (8/6) petang, dievakuasi.
Dua penumpang yang tewas adalah Kolonel Ricky Samuel dan Kapten Agung. Sementara korban selamat dan menderita luka-luka adalah Lettu Hadi (pilot), Lettu Sasongko (co pilot) dan Letda Agus.
Juru bicara TNI Angkatan Darat (AD) Brigjen TNI Christian Zebua mengatakan korban yang selamat akan dibawa ke rumah sakit terdekat dan yang meninggal dunia akan dibawa ke Jakarta.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian sementara, kecelakaan terjadi disebabkan cuaca buruk berupa hujan lebat disertai angin cukup kencang.
Helikopter yang membawa lima orang anggota Komandan Pasukan Khusus TNI AD (Kopassus) itu tengah menjalani misi dukungan latihan dari Pusat Pendidikan Batujajar menuju Cianjur.
Christian mengatakan, kondisi helikopter naas itu rusak berat dan hingga kini dalam proses evakuasi. "Evakuasi korban dulu yang penting," katanya.
Helikopter NBO-105CB diproduksi oleh IPTN atas lisensi Messerschmitt-Bölkow-Blohm (MBB), Jerman. Selain digunakan untuk mendukung operasi tempur, heli ini juga kerap digunakan untuk evakuasi medis di medan perang.
Sizter85 June 9th, 2009, 07:34 AM Selasa, 09 Juni 2009 , 08:55:00
Malaysia Pancing Supaya Ditembak
Menhan Minta Dua Kapal Selam untuk Jaga Ambalat
http://i42.tinypic.com/rc0ny8.jpg
DITOLAK: Memanasnya situasi berkaitan dengan pelanggaran wilayah Blok Ambalat oleh kapal perang Malaysia, mulai berimbas pada pelayaran sipil. Sebuah speedboat dari Sebatik, Kaltim tujuan Tawau, Malaysia harus berbalik arah. Penyebabnya, perahu cepat itu ditolak aparat keamanan Tawau. Para penumpangnya pun harus kembali ke Sebatik. (Mustari A Rauf /Radar Tarakan)
JAKARTA - Persoalan pelanggaran batas negara yang dilakukan Malaysia di Blok Ambalat, Kaltim makin memanas. Kendati demikian, Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono mengatakan bahwa perang adalah opsi terakhir. Karena berdasarkan hukum dan politik, Indonesia memiliki hak daulat atas blok yang kaya minyak bumi tersebut.
“Kita (Indonesia, Red.) jangan sampai terpancing untuk melakukan tembakan pertama ketika kapal perang Malaysia melintasi wilayah kita. Karena ini akan merugikan posisi Indonesia secara hukum. Hal ini memang ditunggu-tunggu Malaysia karena itu mereka terus melakukan provokasi kekuatan militer di wilayah itu.
Secara hukum dan politik, Indonesia-lah yang memiliki hak daulat di Ambalat, karena itu jangan terpancing untuk memulai perang,” ujar Yuwono sesaat sebelum memulai pertemuan dengan Komisi I DPR RI di Senayan, kemarin.
Lebih jauh dijelaskannya, perebutan wilayah Ambalat yang oleh Malaysia disebut Blok XWZ itu bukan untuk memperebutkan pulaunya, tapi hak konsesi minyak bumi di wilayah itu.
“Malaysia memulai masalah klaim itu pada Februari 2005. Sejak itu, tumpang tindih klaim terus terjadi. Padahal, Indonesia sudah mendapatkan pengakuan hak daulat di wilayah itu sejak 1980-an. Yang jelas, Indonesia secara de facto harus mengamankan wilayah itu. Karena itu perang jangan dimulai oleh Indonesia. Kecuali kalau Malaysia menembak kapal kita, maka perang harus dilakukan,” tuturnya.
Juwono terus melakukan kontak dengan Kementrian ESDM dalam proses hak konsesi minyak di Ambalat. Sementara untuk permasalahan batas wilayah, telah dilakukan koordinasi dengan Departemen Luar Negeri (Deplu) untuk mengukur batas wilayah.
“Indonesia melalui Deplu sudah berkali-kali mengeluarkan nota diplomatik yang memperingatkan Malaysia yang sudah melanggar batas wilayah, namun tak pernah dihiraukan Malaysia. Terakhir dihiraukan dengan keluarnya nota protes dari Malaysia bahwa Indonesia juga beberapa kali melanggar batas wilayah mereka,” jelasnya.
Kini, persoalan Ambalat terus dikejar Indonesia. Pemerintah terus mendesak Malaysia untuk mengakui batas wilayah Indonesia di Ambalat. Kendati demikian, Malaysia terkesan mengulur-ulur waktu. Karena itu, Juwono mengusulkan agar dilakukan pembatasan investasi Malaysia di Indonesia hingga masalah di Ambalat selesai.
“Namun, usul ini akan dibahas lagi oleh menteri-menteri terkait, seperti Menteri Perekonomian untuk menghitung untung rugi pemblokiran investasi Malaysia di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara, Panglima TNI Djoko Santoso mengatakan, pihaknya terus meningkatkan patroli dan pengawasan di Ambalat.
“Pantauan terus dilakukan. Dalam kondisi ini, kami akan berada di garis terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI. TNI siap perang menjaga wilayah NKRI bila ada negara lain yang melanggar batas-batas wilayah,” ujarnya.
MINTA TAMBAHAN
Anggaran untuk pertahanan Indonesia yang hanya mencapai Rp 33 triliun tahun lalu, dinilai kurang oleh Menhan Juwono Sudarsono. Tahun 2010, pihaknya meminta tambahan dana Rp 7 triliun untuk peningkatan kekuatan militer. Selain itu, Menhan juga mengusulkan adanya penambahan 2 kapal selam untuk meningkatkan pengawasan laut, terutama di wilayah Ambalat.
“Permintaan ini kami sodorkan ke DPR RI agar mendapat dukungan. Untuk kapal selam, ini memang sewajarnya dilakukan karena semua negara juga terus meningkatkan pertahanan militer mereka,” jelasnya.
Sementara, DPR RI masih belum menunjukkan dukungannya atas permintaan tambahan dana Rp 7 triliun untuk sektor pertahanan.
Bahkan, menurut beberapa anggota Komisi I DPR RI, tahun 2010 anggaran untuk sektor pertahanan malah akan berkurang atau lebih kecil dari Rp 33 triliun yang dianggarkan tahun ini.(*/che)
oweeyman June 10th, 2009, 03:35 PM ^^sabotase aja kapal perang malaysia..:devil:
kalo begitu yang cocok Prabowo dong.... secara dia udah declare, siap singsingkan lengan baju perang untuk ambalat
secara nama gw prabowo juga:nuts:
peseg5 June 23rd, 2009, 03:50 AM http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/249349/38/
Nomad TNI AL Diganti CN-235
Tuesday, 23 June 2009
SURABAYA (SI) – Sejumlah pesawat intai jenis Nomad milik Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal) akan diganti dengan CN-235 produksi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).
Rencana ini menjadi kabar baik bagi Puspenerbal yang Rabu (17/6) genap berusia 53 tahun. Penggantian tersebut diharapkan menjadi tonggak bagi peremajaan alat utama sistem senjata (alutsista) bagi TNI. Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama (Laksma) Rudy Hendro Satmoko menegaskan, penggantian Nomad sebagai alutsista lama telah masuk dalam rencana strategi (renstra) 2010–2014. ”Dalam waktu dekat akan ditandatangani perjanjian dengan PT DI Bandung.
Kita akan mengganti pesawat Nomad yang berumur 20 tahun dengan CN-235,” kata Rudy di sela-sela geladi bersih peringatan HUT Puspenerbal kemarin. Puncak peringatan HUT Penerbal akan digelar hari ini di kompleks Pangkalan Udara TNI AL Juanda,Surabaya. Menurut Rudy,pesawat CN-235 dilengkapi patroli maritim, radar, forward looking infra red,dan sarana lain pendukung pelaksana tugas.
”Ada tiga (unit CN-235) yang akan masuk (ke Puspenerbal). Mudahmudahan segera ditandatangani kontraknya. Kemudian, ada lagi sampai 2014,akan ada enam,”ungkapnya. Rudy mengungkapkan, pesawat jenis Nomad didatangkan ke Surabaya antara 1983–1990-an dan terakhir pada 1993.Nomad yang didatangkan lebih dulu akan diganti dengan CN-235. Sementara yang datang belakangan akan tetap dimanfaatkan antara 5–10 tahun ke depan sambil menunggu penggantinya.
”Kita sekarang masih cukup optimal (dalam) penggunaan Nomad. Memang dengan ekstra maintenance untuk melaksanakan tugas zero accident (nihil kecelakaan). Di laut penerbangan rendah untuk mengintai kapal, karena kalau tinggi-tinggi nggak bisa melihat jenis kapalnya,”ujarnya. Rencana penggantian pesawat Nomad dengan CN-235 dinilai masih belum cukup. Puspenerbal pun menggagas menambah jumlah helikopter.”Saya (sempat) ke Paris Air Show melihat peluang-peluang bagi kita menambah unsur helikopter antikapal selam.
Masih belum ditentukan jenis pesawat apa, tapi helikopter antikapal selam,” papar Rudy. Pada upacara HUT ke-53 Puspenerbal hari ini,Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno dijadwalkan sebagai inspektur upacara. Sipamdok dan Publikasi Puspenerbal Mayor Laut (p) Dani Hamdani menambahkan, tema HUT Penerbangan tahun ini adalah “Dengan Semangat Darma Jalakaca Putra,Penerbangan TNI AL Bertekad Meningkatkan Profesionalisme dalam Pengabdian Terbaik Kepada Bangsa dan Negara.”
“Tema tersebut sangat relevan dengan tekad luhur yang terkandung dalam upaya mewujudkan penerbangan TNI AL yang besar, kuat, dan profesional,” ujar Dani. Menurutnya, peringatan HUT Penerbal pada hakikatnya merupakan upaya melestarikan nilainilai sejarah terhadap eksistensi awal berdirinya Penerbangan Angkatan Laut. Di sisi lain, TNI AL bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pelatihan peningkatan keterampilan dasar teknik instruksional.
Kepala Dinas Pendidikan TNI AL Laksamana Pertama TNI Kent Chaidian mengatakan, pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dasar mengajar.Pelatihan dilaksanakan pada 22–25 Juni di Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL Surabaya.
“Pelatihan ini diberikan kepada personel TNI AL, baik prajurit maupun PNS yang melaksanakan tugas pengabdian sebagai instruktur di lembaga pendidikan TNI AL, seperti Kobangdikal,AAL maupun Seskoal,” papar Kent Chaidian kemarin.Dia menambahkan,pelatihan ini diikuti oleh 60 peserta. (soeprayitno/zaki zubaidi)
Kopassus June 24th, 2009, 02:45 AM Akhirnya...yah, CN235-220 lumayan mahal, tapi N22 Nomad/Searchmaster agak unreliable, banyak yang sudah jatuh, nickname N22: widowmaker. Oleh karena itu tidak dipakai lagi sama negara asalnya (Australia)
fcaesarn June 24th, 2009, 10:31 AM Akhirnya...yah, CN235-220 lumayan mahal, tapi N22 Nomad/Searchmaster agak unreliable, banyak yang sudah jatuh, nickname N22: widowmaker. Oleh karena itu tidak dipakai lagi sama negara asalnya (Australia)
kalo ga salah sekarang lagi dibangun/ proses pembelian 3 CN, setau gw versi MPA.. waktu itu di pamerin di standnya PT DI, versi ASW (Anti Submarine Warefare) sesuai dengan kebutuhan TNI-AL..
kemarin kata kasal, dia ke paris air show, mau liat2 helikopter baru, khusus helikopter anti kapal selam. ga tau deh jadi beli atau ga..
CMIIW..
novian June 25th, 2009, 04:43 PM http://i476.photobucket.com/albums/rr123/vians_rud/1-1.jpg?t=1245938712
http://i476.photobucket.com/albums/rr123/vians_rud/3.jpg?t=1245938756
Kopassus June 26th, 2009, 03:44 PM kalo ga salah sekarang lagi dibangun/ proses pembelian 3 CN, setau gw versi MPA.. waktu itu di pamerin di standnya PT DI, versi ASW (Anti Submarine Warefare) sesuai dengan kebutuhan TNI-AL..
kemarin kata kasal, dia ke paris air show, mau liat2 helikopter baru, khusus helikopter anti kapal selam. ga tau deh jadi beli atau ga..
CMIIW..
Ya, TNI-AU juga sudah pesan 3 CN235-220MPA, satu sudah diserahkan tahun lalu (AI-2336).
http://94.100.116.174/140800001-140850000/140804101-140804200/140804193_5_nWzM.jpeg
fOTO INI DIAMBIL AKHIR TAHUN 2007, waktu engine-test dan namanya masih AX-2336.
Sebelum krismon 1998 Penerbal punya rencana utk beli 6 sampai 8 Super Lynx Mk300, tapi...yah, tidak jadi.
novian June 27th, 2009, 01:43 PM BATAM - Pegawai pemerintah Kota Batam mendapat kesempatan berkunjung ke kapal perang USS Howard (DDG 83) milik Amerika Serikat pagi tadi Jumat (26/06) yang berlabuh di pelabuhan Kabil selama lawatan sosialnya selama 4 hari di Batam. Kesempatan berkunjung diberikan kepada Bagian Humas Pemko Batam dan wartawan media cetak dan elektronik se-Kota Batam yang dikoordinir Kasubbag Dokumentasi Humas Pemko Batam, Rudi Panjaitan sebagai ketua rombongan. Rombongan diterima oleh Komandan William Scott Switzer, selaku penanggung jawab kapal.
Dalam sambutannya William mengatakan tujuan utama mereka ke Indonesia khususnya BatamRuang Kendali Utama USS Howard Picture 330 untuk mempererat jalinan kerjasama antar dua negara disamping misi sosial lain yang sudah dijadwalkan seperti penanaman pohon bakau bekerjasama dengan Dinas KP3K Kota Batam dan TNI Angkatan Laut di kawasan duriangkang kemarin Kamis (25/6) serta pembersihan pantai di perkampungan padat penduduk Tanjung Uma bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Batam serta pertandingan sepakbola persahabtan dengan LANAL Batam di Tanjung Sengkuang keesokan harinya. Wiliam sangat appreciate atas kunjungan aparat Pemko Batam, keramahtamahan masyarakat Batam memberikan pengalaman tersendiri baginya. “Saat jalan ke luar kapal untuk berinteraksi dengan masyarakat agar lebih mengenal budaya masyarakat setempat, setiap bertemu orang selalu tersenyum,” tambahnya.
USS Howard termasuk kapal perusak yang memiliki panjang 1683 meter, berat 9250 tons, Salah satu peralatan perang USS HowardPicture 332kecapatan 30+ knots. Digunakan berperang untuk pertama kalinya 24 Mei 2004 di Western Pacific. Howard diambil dari nama Jenderal Jimmie E Howard Corps Marinir Amerika Serikat, yang telah mendapat penghargaan Presiden AS Lyndon B Johnson atas nama konggres. Penghargaan diberikan berkat keberaniannya mempertaruhkan hidupnya sendiri dalam melaksanakan tugas sebagai pemimpin peleton melawan komunis di Vietnam 16 Juni 1966.
Kapal tersebut membawa 290 crew, yang terdiri dari 70 wanita dan laki-laki sisanya. Mereka bertolak dari Sandiego markas mereka di California sejak tanggal 29 Mei 2009, telah berlayar selama 26 hari. Batam merupakan tempat singgah pertama bagi mereka. Keputusan Batam yang menjadi tempat singgah merupakan kewenangan pihak atasan. Mereka juga belum mengetahui tujuan berikutnya.Sebelumnya Wiliam dan crew memang belum pernah ke Batam. Pertama kali kesan yang mereka perlihatkan cuaca Batam yang tidak bersahabat, yaitu sangat panas.
Deli Afriana selaku perwakilan Konsulat Amerika untuk wilayah Sumatra mengatakan kedatangan kapal USS Howard selama 5 hari. Dan setiap harinya ada acara yang mereka lakukan diantaranya kemarin telah dilakukan penanaman 1500 mangrove di taman hutan lindung Duri Angkang dengan kerjasama pihak TNI AL Indonesia. Besok pagi 27 Juni mereka akan melakukan pembersihan daerah pemukiman kumuh di Tanjung Uma Kecamatan Lubuk Baja, berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan. Siangnya pukul 14.00 tentara Angkatan Laut Amerika akan melakukan pertandingan sepak bola dan permainan tradisional dengan Angkatan Laut Indonesia di LANAL Batam. Hari minggu 28 Juni mereka bertolak dari Batam menuju tempat yang belum ditentukan seraya menunggu perintah atasan mereka.
Kesempatan berkunjung diberikan terbatas kepada pihak pemerintah Kota Batam dengan alasan keamanan dan waktu kunjung yang terbatas. Tapi semoga walau hanya sesaat kerjasama Indonesia-Amerika semakin erat dan ditahun-tahun yang akan datang kunjungan Kapal Perang Amerika ke Batam memberikan nilai positif bagi masyarakat Indonesia khususnya di Batam.
(humas_crew/vvt&nn)
foto2ny :
http://humasbatam.com/wp-content/uploads/2009/06/Kunjungan-ke-USS-Howard-fdjoko.jpg
http://humasbatam.com/wp-content/uploads/2009/06/Kunjungan-USS-How-2-f-djoko.jpg
http://humasbatam.com/wp-content/uploads/2009/06/Ruang-Kendali-Utama-USS-Howard-Picture-330.jpg
http://humasbatam.com/wp-content/uploads/2009/06/Salah-satu-peralatan-perang-USS-HowardPicture-332.jpg
VRS June 28th, 2009, 07:56 AM i love ur last picture...
but i believe u hold that machine gun with wrong hand ...
Tunasa June 29th, 2009, 01:42 AM wrong hand gemana? Tapi itu MG position nya yg ketinggian atau dianya yg kependekan?
Rock Star June 29th, 2009, 11:06 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Indonesian%20Army/AVIOCARFA-991.jpg
pesawat yang digunakan untuk mengintai aktivitas kapal perang Amerika
Pada hari Rabu 24 Juni 2009 NC-212 TNI AL no.U-621 yang berada di bawah Wing Udara II mendeteksi konvoi kapal Induk US Navy di perairan Natuna yang terdiri dari 1 Kapal induk USS Ronald Reagan CVN 76, satu kapal suplai dan dua kapal frigate sedang malaksanakan RAS, satu kapal suplai dan satu kapal frigate siap melaksanakan manuver RAS, serta satu kapal suplai dengan kecepatan tinggi.
Pesawat diterbangkan oleh Kapten Laut (P) Ahmad Samsuri dan Letda Laut (P) Rama Ariyadi berhasil mendokumentasikan unsur-unsur laut US Navy tersebut. Namun pada saat mendekat U-621 diescort oleh satu buah helikopter jenis Sea Hawk milik US Navy.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Indonesian%20Army/casa3.jpg
dua kapal frigate dan satu kapal suplai
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Indonesian%20Army/casa2.jpg
USS Ronald Reagan CVN 76
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Indonesian%20Army/casa0.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Indonesian%20Army/casa1.jpg
satu kapal suplai dan satu kapal frigate siap melaksanakan manuver RAS
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Indonesian%20Army/casa.jpg
helikopter Sea Hawk US Navy
Sumber : PUSPENERBAL
VRS June 29th, 2009, 03:38 PM waow....mungkin ini sudah yg ke berapa kali kapal induk AS masuk perairan Indonesia...
Tunasa = MG machine gun its that..?? usually for more accurate target they position hand like this...
memang sepertinya dia kependekan...but utk penembakan yg accurate harus terlihat cukup tangguh posisi tangan tsb...
http://img5.imageshack.us/img5/4269/mg42a.jpg (http://img5.imageshack.us/i/mg42a.jpg/)
David-80 June 30th, 2009, 02:20 AM I believe the US aircraft carrier and friends are going to the south china sea for the north korean crisis.....My step uncle was assigned in that escort before, he said the north korean missile can reach as far as honolulu HI, so no surprise for the orbat parade...
cheers
Rock Star June 30th, 2009, 08:33 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/AIR_UAV_Hermes_450_Overland_lg.gif
Surabaya (ANTARA News) - Seorang anggota DPR RI mengatakan, Komisi I telah sepakat menolak permohonan Departemen Pertahanan (Dephan) yang ingin membeli pesawat tanpa awak atau unmanned airborne vehicle (UAV) dari Israel yang didanai dari pinjaman Bank Leumi Plc.
"Dua tahun lalu kami sudah mengingatkan Dephan untuk tidak diteruskan berdagang dengan Israel, karena kita tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara itu," kata anggota Komisi I DPR Djoko Susilo ketika dihubungi per telepon dari Surabaya, Senin.
Namun, kata politisi PAN itu, Dephan tampaknya bersikeras untuk membeli pesawat tanpa awak itu sekarang, bahkan sedang dalam proses finalisasi dengan dana pinjaman senilai 16 juta dolar AS dari bank Israel cabang London itu.
"Komisi I DPR RI sudah sepakat untuk menolaknya, bahkan Fraksi PAN DPR RI akan menolak dengan tegas, karena itu Dephan akan sulit mendapatkan persetujuan dari DPR RI untuk pembayaran pembeliannya," katanya.
Menurut dia, Dephan sebenarnya bisa saja membeli dari negara lain, bahkan ITB juga bisa membuatnya, meski tidak secanggih buatan Israel.
"Kalau pun mau beli dari negara lain pun nggak apa-apa, termasuk dari Amerika, karena itu kami tidak mengerti alasan Dephan untuk tetap bersikeras membeli pesawat dari negara itu. Kalau alasan kualitas, masak negara lain nggak bisa," katanya.
DPR keberatan dengan rencana Dephan karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Apabila Dephan tetap membeli dari Israel berarti melanggar keputusan negara tentang hubungan diplomatik.
"Karena itu, kami akan menolak untuk memberi izin pembayaran pesawat itu. Kami juga minta Depkeu untuk menghentikannya, kecuali dialihkan kepada negara lain," katanya.
Menurut Djoko, ketidakjelasan prosedur dalam pembelian pesawat itu juga merupakan indikasi kuat bahwa pembelian itu melalui perusahaan jasa dari Philipina dan bukan langsung dari penjual atau pabrik.
:nuts::nuts::nuts:
Rock Star June 30th, 2009, 08:38 AM Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah RI dan Malaysia sepakat untuk mengintensifkan komunikasi guna menghindari salah persepsi dan pengertian.
"Kami berbicara tentang kemungkinan untuk memperbanyak kunjungan informal tokoh pemerintah maupun militer kedua negara, termasuk purnawirawan senior militer, untuk memperkokoh saling pengertian," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di Jakarta, Selasa.
Berbicara usai menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Ahmad Zahid bin Hamidi, Juwono mengatakan, kedua pihak sepakat untuk meredakan ketegangan di Blok Ambalat, yang beberapa waktu belakangan sempat menghangat.
"Khusus untuk Ambalat, kami sepakat untuk meredakan ketegangan antara lain dengan menetapkan batas patroli oleh angkatan laut dan polisi maritim kedua negara, hingga tidak ada lagi persepsi pelanggaran wilayah oleh masing-masing pihak," kata Juwono.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Ahmad Zahid bin Hamidi mengatakan, pihaknya berharap dengan komunikasi yang intensif, segala persoalan termasuk Ambalat dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
"Semisal pada bulan Juli mendatang, akan ada pertemuan teknis antara kedua negara untuk menyelesaikan persoalan Blok Ambalat," katanya.
Hamidi sepakat agar selama proses perundingan berlangsung, maka gelar kekuatan yang dilakukan kedua negara harus dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah disepakati kedua pihak, yakni gelar kekuatan yang terukur dan berada di batas yang telah ditetapkan hingga tidak ada persepsi pelanggaran wilayah oleh masing-masing pihak.
Tentang batas zona yang disepakati dalam patroli bersama di wilayah kedua negara di Blok Ambalat, kedua menteri pertahanan sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya kepada komandan setiap angkatan bersenjata dan polisi maritim kedua negara.
"Agar tidak salah persepsi, maka perlu ada komunikasi yang intensif antara kedua pihak, mulai dari pejabat negara, pejabat militer, tokoh masyarakat dan purnawirawan senior angkatan bersenjata kedua negara. Jadi, kita memiliki persepsi yang sama dan dapat menyelesaikan segala persoalan dengan suasana dingin," kata Hamidi.
Selain masalah perbatasan, kedua negara juga sepakat untuk menjajaki industri bersama bidang pertahanan. Dan terkait itu, Menteri Pertahanan Hamidi mengadakan kunjungan ke PT Pindad.
David-80 June 30th, 2009, 08:40 AM Like it or not, Indonesia TNI AU had been purchasing aircraft from Israel in the past. For instance, A4 Skyhawk....
cheers
Rock Star June 30th, 2009, 08:47 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/juwono-sudarsono.jpg Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan kenaikan anggaran pertahanan Rp5 triliun hingga Rp7 triliun sangat realistis.
"Kami sering mengajukan anggaran diatas Rp100 triliun. Mamun itu kan tergantung pada pagu yang ditetapkan Departemen Keuangan, apakah prioritas masih untuk Kesra dan ekonomi atau tidak dalam lima tahun mendatang. Kalau iya, berarti kenaikan lima hingga tujuh triliun rupiah masih realistis," tuturnya di Jakarta, Selasa.
Berbicara usai menerima kunjungan kehormatan Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Ahmad Zahid bin Hamidi, ia mengatakan, yang lebih penting dalam pengelolaan pertahanan adalah pengelolaan dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang ada.
"Jangan lalu karena anggaran yang sedikit, lalu banyak kecelakaan pesawat dan helikopter TNI. Ini harus hati-hati. Anggaran terbatas, kalau pengelolaannya tepat sasaran tentu tetap dapat memaksimalkan pemeliharaan alat utama sistem senjata," tuturnya.
Menteri Pertahanan menuturkan, masih ada beberapa kebocoran dalam pengelolaan anggaran pertahanan di masing-masing satuan kerja baik di Departemen Pertahanan maupun TNI.
"Saya masih melihat ada kebocoran, baik dari segi angka, jenis barang, maupun prosedurnya. Tergantung satuan kerjanya, tetapi saya tidak bisa ungkap di sini," ujar Juwono.
Rp 7 Triliun duit semua ya..... :lol: :lol: :lol:
Rock Star June 30th, 2009, 10:47 AM link dibawah ini sempat membuat iri tetangga sebelah, benar atau tidaknya keakuratan data yang di peroleh hanya tuhan yang tau.... :bash:
:nuts: :nuts: :nuts:
List of countries by size of armed forces : http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_size_of_armed_forces
List of countries by military expenditures : http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_military_expenditures
Strength in Numbers : http://www.globalfirepower.com/
peseg5 June 30th, 2009, 02:58 PM Like it or not, Indonesia TNI AU had been purchasing aircraft from Israel in the past. For instance, A4 Skyhawk....
cheers
Ini yang pakai operasi rahasia intel RI (kerjasama Mossad) bukan? Pernah dibahas di Metro TV Files, tapi gw lupa episodenya.
Tunasa July 1st, 2009, 03:57 AM link dibawah ini sempat membuat iri tetangga sebelah, benar atau tidaknya keakuratan data yang di peroleh hanya tuhan yang tau.... :bash:
:nuts: :nuts: :nuts:
List of countries by size of armed forces : http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_size_of_armed_forces
List of countries by military expenditures : http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_military_expenditures
Strength in Numbers : http://www.globalfirepower.com/
Bikin iri gemana? Dengan jumlah tentara kita yg banyak tapi alut sistanya dikit? Dengan jumlah budget yg lebih kecil?
Rock Star July 1st, 2009, 06:06 AM Bikin iri gemana? Dengan jumlah tentara kita yg banyak tapi alut sistanya dikit? Dengan jumlah budget yg lebih kecil?
alutsista kita banyak lho....cuma, usianya aja yang dah uzur, serta kondisi alutsista yang minim anggaran untuk perawatan.. tetangga sebelah merasa alutsista mereka lebih modern dibanding kita, jadi mereka iri deh..kenapa mereka dalam rangking masih di bawah indonesia...... geetoooo.... peace..!! :cheers:
Rock Star July 1st, 2009, 06:17 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/hercules-C-130H-30.jpg
Hercules C-130H
TEMPO Interaktif, Jakarta - Departemen Pertahanan berencana untuk membeli pesawat Hercules dari Amerika Serikat. “Kami masih perhitungkan dan sedang jajaki pembelian itu,” kata Menteri Pertananan Juwono Sudarsono usai pertemuan dengan Menteri Pertahanan Malaysia Dato’ seri Ahmad Zaid Bin Hamidi di kantor Dephan Jakarta, Selasa (29/06).
Juwono mengaku baru saja dapat kabar dari Sekretaris Jenderal Dephan Letnan Jenderal Sjafrie Syansudin dan Direktorat Jenderal bahwa ada orang dari Perusaan Lockheed Martin Amerika Serikat menyampaikan penawaran. “Mereka datang tiga minggu lalu melalui deputi Menteri Pertahanan AS,” ujarnya. Departemen Pertahanan, lanjut dia sedang menjajaki untuk membeli Hercules Tipe H dengan harga diskon.
“Tapi harganya berapa dan diskonnya berapa kami belum tahu,” ujarnya.
Harga dan diskon tersebut, lanjut dia sangat tergantung pada Lockheed Martin. “Dan tergantung juga pada berapa banyak pinjaman yang diberikan oleh Dephan AS,” kata Juwono.
Moga2 diskonnya gede2an, jadi bisa borong banyak pesawat, terus dibongkar dijiplak, terus bikin pesawat sendiri yang kualitasnya sama kaya Hercules C-130H..... :| :| :|
:righton:
Rock Star July 1st, 2009, 06:36 AM Rabu, 01 Juli 2009
Jakarta, DMC – Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono, Selasa (30/6) menerima kunjungan kehormatan Menhan Malaysia Y.B. Dato’Seri DR. Ahmad Zahid Bin Hamidi beserta rombongan di kantor Dephan, Jakarta. Saat menerima tamunya Menhan Juwono didampingi Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin, Dirjen Strahan Dephan Mayjen TNI Syarifuddin Tippe, S.Ip., M.Si, Dirjen Ranahan Dephan Marsda TNI Eris Herryanto, S.Ip, M.A, Staf Ahli Menhan Bidang Keamanan Mayjen TNI M. Nasrun dan Karo Humas Setjen Dephan Brigjen TNI S. Hariyanto.
Sumber : Defence Media Centre
Link : http://www.dmcindonesia.web.id/
Rock Star July 1st, 2009, 07:23 AM PONTIANAK - Pembentukan komando daerah militer (kodam) di Kalimantan
Barat (Kalbar) dipastikan akan terealisasi pada tahun depan. Kepastian ini disampaikan Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, di Pontianak, Kalbar, Selasa (30/6).
"Pembentukannya sedang dipersiapkan. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi pada tahun depan," kata Panglima TNI. Ia mengatakan pembentukkan kodam baru di Pulau Kalimantan itu berdasarkan pertimbangan pengamanan dan penjagaan kawasan perbatasan dengan Malaysia.
"Tidak mungkin pengamanan perbatasan yang sepanjang 2004 kilometer itu hanya dikelola oleh satu komando (kodam)," tegasnya.
Kalbar sebelumnya pernah memiliki kodam, yakni pada 1958-1985, dengan nama Kodam XII/Tanjungpura yang terbentuk dari likuidasi Resimen Infanteri 20 Tentara dan Teritorium IV/Tanjungpura. Namun, setelah itu kodam tersebut dilebur dengan tiga kodam lainnya di Kalimantan dan berkedudukan di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Menurutnya, pembentukan kodam baru ini tidak akan diikuti dengan penambahan personel dan alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara besar-besar karena sebagain kebutuhan itu akan diambil dari yang sudah ada saat ini.
"TNI akan memperkuat alutsista secara berjenjang dan sesuai kebutuhan operasional," tegasnya. Ia menambahkan, sebagai langkah awal persiapan pembentukan Kodam di Kalbar, TNI telah membentuk satuan tempur baru, yakni Brigade Infantri Khatulistiwa, beberapa tahun lalu.
Brigade hasil peleburan dari seluruh batalyon infantri di Kalbar itu memiliki tugas utama menjaga wilayah perbatasan dengan Malaysia.
"Untuk tugas penjagaan dan pengamanan perbatasan, TNI selalu berkoordinasi dengan tentara Malaysia. Termasuk saat melakukan operasi," kata Panglima TNI.
Sumber : MEDIA INDONESIA
Rock Star July 1st, 2009, 09:33 AM PUSPEN TNI (29/6),- Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda di Lebanon kembali menunjukkan prestasinya dalam lomba menembak antar kontingen se UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) yang diselenggarakan oleh Batalyon India UN POSN 4-2 selama dua hari (25-26 Juni 2009) di Lapangan Tembak Sektor Timur UNIFIL. Lomba tembak ini diikuti oleh 19 tim dari 12 negara terdiri dari Korea Selatan, Indonesia, India, Malaysia, Spanyol, Italia, Polandia, Perancis, El Savador, China, Ghana dan Nepal yang dibagi dalam dua kategori yaitu tim Senapan dan Pistol.
Untuk lomba menembak senapan, Juara I diraih oleh Tim Rokbatt (Korea Selatan) dengan nilai 210, Juara II Tim Indo FHQSU (Force Head Quarter Support Unit/Konga XXVI-A) dengan nilai 209 dan Juara III Tim SEMPU (Sector East Military Police Unit/Konga XXV-A) dengan nilai 204 dari total nilai 300. Kopral Dua (Kopda) Tasimin dari Indobatt (Konga XXIII-C) yang memperkuat Tim SEMPU keluar sebagai petembak terbaik dengan nilai 114 (total nilai 150) dari tiga sikap menembak : tiarap, jongkok/duduk dan berdiri jarak 100 m menggunakan 30 butir peluru.
Sedangkan dalam lomba menembak pistol, Juara I diraih oleh Tim Indobatt (Konga XXIII-C) dengan nilai 278, Juara II Tim Rokbatt (Korea Selatan) dengan nilai 268 dan Juara III Tim Indbatt (India) dengan nilai 256 dari total nilai 300. Prajurit Kepala (Praka) M. Eka Adhi Sumanegara dari Indobatt keluar sebagai petembak terbaik dengan nilai 142 (total nilai 150), menembak jarak 15 m menggunakan 5 butir peluru dan 25 m menggunakan 10 butir peluru dengan sikap berdiri.
Hasil rekapitulasi nilai menembak senapan dan pistol, Tim Rokbatt (Korea Selatan) menduduki peringkat pertama dengan nilai 478 disusul oleh Tim Indobatt dengan nilai 463 sedangkan Indo FHQSU menempati posisi ketiga dengan nilai 460 dari total nilai 600.
Dalam acara penyerahan piala dan medali kepada para pemenang di Markas Batalyon India (Indbatt UN POSN 4-2), Komandan Sektor Timur UNIFIL (Sector East Commander), Brigadir Jenderal Prieto Martinez yang berasal dari Spanyol mengatakan bahwa menembak adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap prajurit, one shoot one enemy. Jenderal Martinez juga mengucapkan selamat kepada para pemenang dan seluruh kontingen yang telah berpartisipasi dalam pelaksanaan lomba menembak, sehingga dapat berlangsung dengan sportifitas yang tinggi meskipun Tim Spanbatt (Spanyol) sendiri belum mampu menjadi yang terbaik dan hanya berada pada posisi ke tujuh.
Sumber : http://www.tni.mil.id/task.php?q=dtl&id=677
Sungguh sangat membanggakan :applause: :applause: :applause:
arif doank July 1st, 2009, 11:20 AM sebnarnya klu urusan skill TNI gak kalah bagus dengan tentara2 dari negara2 maju dan itu sejarah membuktikan!!!!
cuma masalahnya g'ada perhatian serius oleh pemerintah terhadap peningkatan alutsista bagi TNI
Rock Star July 2nd, 2009, 07:57 AM sebnarnya klu urusan skill TNI gak kalah bagus dengan tentara2 dari negara2 maju dan itu sejarah membuktikan!!!!
cuma masalahnya g'ada perhatian serius oleh pemerintah terhadap peningkatan alutsista bagi TNI
^^
Setuju.....!!!!
Rock Star July 2nd, 2009, 08:03 AM 1 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/panser2.jpg
Anoa 6x6 PINDAD
BANDUNG (SI) – Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Ahmad Zahid bin Hamidi berkunjung ke Kota Bandung kemarin.
Didampingi Panglima Tentera Udara Malaysia Jenti Tan Asri Sri Dato Sri Azizan bin Ariffin,Zahid mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad. Zahid mengaku kunjungannya untuk melihat dan membahas industri pertahanan.Dia juga mengatakan kerja sama bidang pertahanan dua negara sangat diperlukan.
Pertukaran perdagangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi yang utama. “Kita melihat apa yang ada di sini, dan ternyata ada kendaraan tempur 6X6, sementara kita memiliki industri yang memproduksi 8X8.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/patriaTheAMV8x8equippedwithOtoMe-1.jpg
Patria 8x8
Jika kita membutuhkan kendaraan tempur 6X6, maka lebih baik kita ambil dari PT Pindad tidak ke negara lain,begitu pun juga Indonesia jika membutuhkan 8X8. Kita bekerja sama sebagai negara ASEAN,”kata Zahid. Menurut dia, kerja sama pertanahan sesama negara ASEAN harus segera direalisasikan.
ASEAN memiliki 500 juta penduduk dan jika kekuatan pertahanan dan persenjataan dibangun bersama,membuat negara-negara di kawasan ASEAN menjadi lebih kuat.“Saya dengar negara-negara di Eropa sudah melakukan ini atas inisiatif dari Uni Eropa (UE).
Jadi untuk ASEAN Community juga bisa membangkitkan ini. Kita sudah bicarakan tadi, umpamanya ada komponen-komponen tertentu yang kita bisa produksi dapat dikirim ke sini agar dapat digunakan untuk memproduksi kendaraan tempur,” tambah Zahid.
Dia akhir pembicaraan, Zahid juga sempat melakukan test drive kendaraan tempur produksi PT Pindad Anoa 6X6. Direktur Utama PT Pindad Adik Aldvianto mengaku siap bekerja jika ada kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia di bidang industri pertahanan. “Implementasinya berupa offset program. Misalnya, jika Malaysia membutuhkan peralatan, mereka membeli ke kita. Begitu pun juga dengan kita harus membeli kepada Malaysia,”jelas Adik.
Untuk senjata, kata dia, Malaysia sudah mengirim tim uji ke tempatnya. Hasilnya,Malaysia tertarik membeli beberapa persenjataan yang diproduksi PT Pindad. Senjata produksi dari Indonesia itu akan digunakan untuk pasukan khusus Malaysia.
Sumber : Seputar Indonesia
Rock Star July 2nd, 2009, 08:13 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/CN-235MPADefenseStudies.jpg
CN-235MPA PTDI
BANDUNG - Selain berkunjung ke PT. Pindad Menteri Pertahanan Malaysia Dato’ Seri DR. Ahmad Zahid Bin Hamidi, Selasa (30/6) kemarin juga melakukan kunjungan ke PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung.
Dalam kunjungannya ke PT. DI menhan Malaysia diterima oleh Dirut PT. DI, Budi Santoso beserta jajarannya. Selama di PT. DI, menhan Malaysia berkesempatan meninjau secara langsung proses pembuatan pesawat CN 235.
Saat menerima kunjungan Menhan Malaysia, Dirut PT. DI menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaanya berkunjung ke PT. DI. Menurutnya, PT. DI juga merasa terhormat karena selama ini Malaysia merupakan customer yang telah lama menjalin kerjasama yang begitu baik dengan PT. DI.
Dijelaskannya, sejak 20 tahun yang lalu Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) telah memberikan kepercayaan kepada PT. DI untuk memasok alat transportasi udaranya. Enam pesawat CN 235 transport militer telah dioperasikan oleh TUDM dan di tahun 2002 kembali Kementerian Pertahanan Malaysia memutuskan untuk membeli dua unit pesawat CN 235 VIP. Dirut PT. DI menambahkan, kontrak pembelian tersebut menambah keyakinan bahwa Malaysia mempercayai terhadap hasil produksi bangsa Indonesia.
Menhan Malaysia juga menyatakan kekaguman dan ketertarikannya akan pesawat patroli maritim yang dibuat PTDI (CN-235MPA), beliau berharap PTDI bisa bekerjasama dengan Industri strategis Malaysia dalam konteks saling menguntungkan antar kedua negara.
Keinginan terserbut menurut Menhan Malaysia telah disampaikannya saat pertemuannya dengan Menhan RI Juwono Sudarsono Senin (29/6). Dalam kunjungannya kepada Menhan RI diantaranya dibicarakan kemungkinan untuk menjalin kerjasama di bidang industri pertahanan antara kedua negara. ”Jadi apa yang ingin kita pelajari sekarang adalah soal smart partnership” tambahnya.
Rock Star July 2nd, 2009, 09:25 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/m_060.jpg http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/phoca_thumb_l_m_059.jpg
KUPANG-MI: Rencana pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) Kompi Kavaleri (Kikav) Tank di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap dilanjutkan oleh TNI, walaupun ada aksi penolakan dari pemerintah daerah dan masyarakat di kabupaten tersebut.
"Penolakan tersebut bukan merupakan bagian tugas dari otonomi daerah (Otda) karena setiap jengkal tanah dipertahankan secara sentralistik atau negara yang akan mempertahankan tanah ini," kata Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Hotmangaraja Pandjaitan, di Kupang, Senin (29/6).
Dia mengatakan, upaya menyiapkan kekuatan pasukan TNI itu adalah untuk mencegah berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan. Karena itu, pada 10 tahun mendatang akan dibangun Kikav Tank di kabupaten tersebut, jika pembangunan dalam waktu dekat ini mendapat reaksi dari sejumlah elemen masyarakat.
"Pembangunan Kikav tersebut baru rencana, kemungkinan terwujudnya 10 tahun yang akan datang," katanya dan berharap seluruh masyarakat di wilayah itu memberikan dukungan terhadap pembangunan dan pembentukan satuan-satuan TNI di wilayah teresbut.
Dia menambahkan, pembangunan kavaleri tidak hanya untuk mempertahankan negara jika terjadi peperangan, tapi juga TNI dapat membantu masyarakat bila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Ia mengakui, aksi penolakan sejumlah elemen dalam masyarakat TTU terhadap rencana pembangunan Kikav Tank, karena kurangnya sosialisasi yang dilakukan pihaknya.
"Saya yakin itu kurang sosialisasi kepada masyarakat sehingga mereka menolak, karena masyarakat ketahui, jika bicara TNI sama dengan perang. Tidak seperti itu," katanya.
Pembangunan dan pembentukan satuan TNI, lanjut dia, sangat diperlukan di wilayah yang dinilai strategis tersebut, terutama dalam upaya menangkal ancaman dan gangguan dari luar mengingat daerah tersebut berbatasan langsung dengan Timor Leste.
"Jadi, tujuan dibentuknya satuan baru tersebut merupakan program dari pemerintah pusat di bidang Hankam --pertahanan dan keamanan-- untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan semata-mata untuk kepentingan TNI," katanya.
Selain itu, lanjutnya, pembentukan satuan baru TNI dan pembangunan kavaleri tank di NTT memberikan kontribusi positif bagi pengembangan ekonomi daerah, sehingga kesejahtraan masyarakat meningkat.
"Dengan pertahanan yang kuat, maka tidak ada negara lain yang mengklaim wilayah Indonesia menjadi wilayah mereka," katanya.
Dengan kekuatan yang kuat pula, kata putra pahlawan nasional DI Pandjaitan ini, pihaknya dapat melakukan pengawasan, penjagaan dan pengamanan di setiap jengkal wilayah termasuk pulau-pulau terdepan di daerah perbatasan.
Sumber : Media Indonesia
Rock Star July 2nd, 2009, 09:50 AM 02 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/KAMnmlFkmC.jpg
GARUT--MI: Menristek Prof Kusmayanto Kadiman menyaksikan uji coba peluncuran tiga roket milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) di Stasiun Peluncuran Roket LAPAN Cilauteureun, Pameungpeuk Garut, Jawa Barat, Kamis (2/7) pagi.
Ketiga roket yang diluncurkan masing-masing satu unit jenis RX-420, yang mulus diluncurkan Kepala Lapan Dr Adi Sadewo pada pukul 07.00 WIB, disusul dua unit roket jenis RX-100, yang juga disaksikan Sekretaris Utama Menko Kesra, ungkap Kepala Bagian Humas Lapan Eli Kuncahyono.
Uji coba tersebut, katanya, antara lain dimasudkan, guna mengetahui kualifikasi orbiter jenis roket RX. 420 tersebut sebagai boster pendorong satelit, setelah jenis RX. 320 diuji coba terbangkan pada tahun lalu.
Sedangkan pada 2012 mendatang, diagendakan peluncuran roket empat tingkat RX.420 yang bermuatan satelit, sehingga pada momentum uji coba saat ini mendapatkan perhatian Menristek.
Masyarakat sekitar, termasuk kalangan nelayan yang terpaksa ditunda melaut selama beberapa jam hingga proses peluncuran ketiga roket tersebut tuntas seluruhnya, juga menyaksikan acara tersebut.
:applause: :applause: :applause: :cheers: :cheers: :cheers: :banana: :banana: :banana:
Rock Star July 2nd, 2009, 10:34 AM berita yang lainnya :
Uji Coba Rudal RX-420
GARUT - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Kamis (2/7) pagi tadi sukses meluncurkan roket jenis RX-420 berdaya jangkau 389 Kilometer di Garut Jawa Barat. Roket eksperimental (RX) ini nantinya akan digunakan bagi kebutuhan militer untuk mengisi kesenjangan kebutuhan rudal setiap matra TNI. Uji coba kali ini dilakukan hanya berdaya jangkau 100 Kilometer, untuk mengukur tingkat kestabilan dan kecepatan rudal. Sebelumnya pada Desmber 2008 roket ini sukses melaukukan uji statik.
Riset dan penelitian roket ini dilakukan sejak tahun 2007 oleh Departemen Pertahanan, bekerja sama dengan LAPAN. Kedua Insitusi tersebut juga melakukan pengembangan roket kaliber 70 milimeter sebagai roket militer yang dilengkapi hulu ledak.
Dalam pengembangannya LAPAN juga bekerjasama dengan PT Pindad, dalam melakukan penelitian hulu ledak kaliber 70-122 milimeter. Langkah selanjutnya yang tengah di kembangkan adalah menempatkan pemandu pada badan roket menjadi rudal, diproyeksikan kedepannya Indonesia mampu memproduksi rudal ground-to-ground dan ground-to-air secara mandiri.
"Dephan juga melakukan penelitian tentang penguatan materi energi yang bersifat eksplosif dan propelan," kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, beberapa waktu lalu.
Diliput Media Asing
Roket yang baru saja diluncur adalah kali ketiga, dimana sebelumnya diluncurkan tahun 2007 sebanyak 12 roket dengan jenis tipe RX-70 FFAR yang berdaya jangkau 50-75 km di Garut, Jawa Barat.
Berita tentang peluncuran roket itu sepi dari media massa nasional, tetapi ramai diberitakan media negera tetangga seperti The Straits Times (Singapura) dan The Sydney Morning Herald (Australia).
Indonesia memang jarang-jarang meluncurkan roket. Ini baru kedua kalinya. Juli 2007 lalu Indonesia juga pernah meluncurkan 12 roket untuk kepentingan militer dari Garut.
Kepala LAPAN Adi Sadewo Salatun mengatakan jangkauan 12 roket itu 50 kilometer, sementara roket yang baru saja jenis RX-420 diluncurkan sejauh 100 kilomureter.
Dari 12 roket yang diluncurkan tahun 2007 lalu, di antaranya untuk keperluan militer yakni roket tipe RX-70 FFAR yang berdaya jangkau 50-7,5 km. Artinya, jika ditembakan dari Batam,roket-roket itu bisa menjangkau Singapura.
Juru bicara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Elly Kuntjahyowati, mengungkapkan bahwa peluncuran roket rakitan pagi hari ini merupakan bagian dari ambisi LAPAN untuk meluncurkan satelit dengan roket produksi dalam negeri pada 2014.
LAPAN, menurut Elly, mengaku senang dengan suksesnya peluncuran roket itu. LAPAN pun berencana memadukan teknologi RX-420 itu dengan teknologi roket yang telah diujicoba tahun lalu untuk meluncurkan satelit pada 2014.
Sumber : Vivanews
Rock Star July 2nd, 2009, 11:17 AM 2 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/martinez1.jpg http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/martinez2.jpg http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/martinez3.jpg
Komandan Sektor Timur UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon), Brigadir Jenderal Prieto Martinez meninjau Batalyon Indonesia (Indobatt)/Konga XXIII-C. Pasukan Konga sedang melaksanakan Operasi penggelaran pasukan secara maksimal. Jenderal Martinez didampingi Wadansektor, Kolonel Inf Bambang Sudiono dan Kepala Staf Sektor, Kolonel Granero mendarat di Helly Pad Indobatt UN POSN 7-1 dan disambut oleh Dansatgas Konga XXIII-C Letkol Inf R. Haryono beserta beberapa perwira Indobatt yang lain termasuk Wadansatgas Letkol Mar Suherlan.
Sumber : Detik Foto
:cheers: :cheers: :cheers:
VRS July 2nd, 2009, 11:18 AM interesting info anyway....
Rock Star July 2nd, 2009, 11:25 AM interesting info anyway....
untuk kemajuan informasi mengenai pertahanan dan keamanan, update terus berita terbarunya.....Merdeka...Merdeka...Merdeka...
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star July 3rd, 2009, 04:38 AM 2 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/img20032009185311.jpg http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/RoketRXLapan.jpg
Roket RX-420 Lapan
GARUT - Instrumen roket RX-420 yang diujicobakan di Stasiun Peluncuran Roker Cilauteureun, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat sepenuhnya memakai bahan lokal. Menurut Menteri Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman, daya jelajahnya pun 100 kilometer dengan kekuatan yang empat kali lebih cepat dari kecepatan suara.
"Karena itu, peluncuran kali ini juga untuk menguji roket untuk menembus daerah subsonik dan supersonik. Karena daerah tersebut memiliki panas di atas 1.200 derajat celcius. Cukup besar dibandingkan yang lainnya,” kata Kusmayanto di Pameungpeuk, Garut, Kamis (2/7).
Menurutnya, instrumen roket yang dibuat Lapan tersebut sepenuhnya menggunakan bahan baku lokal. Hal itu untuk mencegah terjadinya embargo dari negara lain, bila negara yang digunakan bahannya untuk roket bermasalah dengan Indonesia. “Bahan roket ini bisa kita beli di pasar,” ujarnya.
Pembuatan roket itu memakan waktu selama tiga bulan. Spesifikasi roket itu, berdiameter 420 mm, berat luncur 1000 kg, panjang roket 6200 mm, jenis propelan solid-komposit, waktu bakar 13 detik, waktu terbang 205 detik, maksimum kecepatan 4,5 mach, prediksi jangkau 101 km, prediksi ketinggian 53 km, muatan: diagnostik,GPS, altitudemeter, gyro, 3-axis accelerometer, processor dan baterai.
Sedangkan spesifikasi roket RX-100 diantaranya, diameter 110 mm, berat luncur 30 kg, panjang roket 1900 mm, jenis propelan solid-komposit, waktu bakar 2,5 detik, waktu terbang 70 detik, maksimum kecepatan 1,7 mach, prediksi jangkau 11 km, prediksi ketinggian 7 km, muatan: diagnostik, GPS, altitudemeter, gyro, 3-axis accelerometer, processor dan baterai.
Sumber : Tempo Interaktif
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star July 3rd, 2009, 06:04 AM Pontianak (ANTARA News) - Komandan Korem 121//Alambhana Wanawwai, Kolonel (Inf) Nukman Kosadi, menilai Pemerintah Malaysia menutup mata dalam penyelesaian lima tapal batas Indonesia - Malaysia di Kalimantan Barat.
"Dari beberapa pertemuan pihak Malaysia selalu berdiam diri dan tidak ada niat baik menyelesaikan permasalahan patok batas negara antara Indonesia - Malaysia," kata Nukman Kosadi di Pontianak, Kamis.
Lima patok tapal batas negara yang bermasalah itu adalah Camar Bulan di Kabupaten Sambas, titik D 400 di Kabupaten Bengkayang, Gunung Raya di Bengkayang, Sungai Buan Bengkayang dan Batu Aum Kabupaten Bengkayang.
"Lima titik batas negara itu bermasalah sejak tahun 1980-an tetapi hingga kini tidak ada titik temu karena Malaysia selalu ngotot," kata Nukman.
Nukman menilai Malaysia telah berlaku licik dalam perluasan wilayahnya di Semunying, Kabupaten Bengkayang, tahun 2008 dimana ada sekitar dua hektare lahan Indonesia dicaplok Malaysia guna ditanami sawit.
"Kita tidak perlu kompromi untuk masalah itu, lahan sawit itu langsung kita bersihkan karena memang wilayah Indonesia," katanya.
Korem 121/ABW juga menemukan sekitar 50 patok tapal batas negara di wilayah Kalbar - Sarawak, hilang dan ada di sepanjang dua kilometer.
"Patok tapal batas negara yang hilang itu sebagian besar tipe B, dugaan kita sementara hilangnya karena aktifitas pembukaan jalan untuk perkebunan sawit dari Malaysia," katanya.
Korem 121/ABW telah menyampaikan temuan hilangnya patok tapal batas negara itu ke tentara Malaysia. "Mereka menyebutkan hilangnya patok itu karena aktivitas perkebunan, bukan oleh Pemerintah Malaysia," katanya.
Diperkirakan lebih banyak lagi patok tapal batas yang hilang mengingat panjang perbatasan darat Indonesia - Malaysia di Kalimantan mencapai 2.004 kilometer, terdiri dari 857 kilometer di Kalbar dan 1.147 kilometer di Kaltim.
Perbatasan Kalbar sangat rawan oleh tindakan ilegal, seperti eksploitasi kekayaan alam, pembalakan hutan liar, pedagangan gelap, penyelundupan, perdagangan manusia, infiltrasi, sabotase, dan kegiatan intelijen asing, demikian Nukman.
Sumber : Antara
emang itu "malingsia" nggak pernah kapok cari masalah sama orang kita... :ohno: :ohno: :ohno:
VRS July 3rd, 2009, 06:39 AM great RX-420 news...local material..?? anyway thats one step to big step
anyway convoy by police trucks...
http://img195.imageshack.us/img195/2401/090620074855.jpg (http://img195.imageshack.us/i/090620074855.jpg/)
Rock Star July 3rd, 2009, 07:07 AM great RX-420 news...local material..?? anyway thats one step to big step
anyway convoy by police trucks...
http://img195.imageshack.us/img195/2401/090620074855.jpg (http://img195.imageshack.us/i/090620074855.jpg/)
kok kosong ya trucknya, polisinya pada kemana ??? :cheers:
Rock Star July 3rd, 2009, 07:10 AM Dephan : Ujicoba Rudal Untuk Mengukur Alutsista Alternatif
3 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/66146_menhan__juwono_sudarsono_thum.jpg
JAKARTA - Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhan) RI Juwono Sudarsono mengatakan ujicoba rudal terbesar buatan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) merupakan langkah untuk mengukur kemampuan sebagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) alternatif.
"Ujicoba roket tersebut untuk mengajukan salah satu alternatif bagi persenjataan Indonesia," kata Juwono Sudarsono di Jakarta, Kamis (2/7).
Juwono menuturkan pihaknya masih mempertimbangkan apakah roket RX-420 bisa menjadi salah satu senjata penangkal di darat yang dapat diandalkan sehingga Departemen Pertahanan (Dephan) tidak perlu armada kapal atau senjata perang lainnya.
Menhan juga mengungkapkan rudal yang berpangkal di darat itu, berpotensi menjadi pengembangan alutsista Indonesia pada masa depan dengan mempertimbangkan faktor biaya.
"Apakah pengembangan rudal berpangkal di darat lebih murah dibanding dengan membeli alutsista seperti kapal atau pesawat," ujarnya seraya menambahkan biaya untuk pengembangan rudal akan dianggarkan dari Dephan.
Sebelumnya, Lapan bekerja sama dengan Menteri Riset dan Teknologi menguji coba peluncuran rudal RX-420 di Garut, Jawa Barat pada Kamis pagi, dengan daya jelajah sekitar 100 kilometer dan empat kali kecepatan suara.
Selain itu, Juwono menyebutkan pihaknya akan mengkalkulasikan kekuatan rudal berpangkal di darat tersebut bisa menjadi pengkal yang efektif dan efisiensi atau masih diperlukan patroli laut dan udara.
Sumber : Antara
Rock Star July 3rd, 2009, 11:18 AM 3 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/20080829_112429_panser24.gif
Panser Anoa 6x6 PINDAD
BANDUNG - Sebanyak 40 panser buatan PT Pindad akan diserahkan Presiden SBY pada Departemen Pertahanan Minggu, (5/7) di PT Dirgantara Indonesia Jl Padjajaran 154 Bandung.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Humas PT DI Rakhendi Triiyatna, yang ditemui detikbandung disela-sela acara 'Penandatangan kerjasama PTDI dan BP Migas' Jum'at (3/7) di Gedung Pusat Manajemen PTDI, Bandung.
"Rencananya penyerahan akan dilangsungkan pukul 13.00 WIB didepan hanggar CN," tutur Rakhendi.
Selain itu, PT DI sendiri akan memamerkan produk-produk teranyar PT DI dalam pameran yang bertajuk 'Pameran Teknologi Mutakhir Anak Bangsa,' di hari yang sama.
"Kita akan memamerkan produk-produk andalan dan beberapa produk baru PT DI Diantaranya, CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA), hovercraft, rudal, dan torpedo. Selain itu tentunya akan ada pameran produk pesawat buatan PT DI lainnya," ujar Rakhendi.
Sumber : Detik Bandung
:banana: :banana: :banana:
Kopassus July 3rd, 2009, 11:54 AM Pontianak (ANTARA News) - Komandan Korem 121//Alambhana Wanawwai, Kolonel (Inf) Nukman Kosadi, menilai Pemerintah Malaysia menutup mata dalam penyelesaian lima tapal batas Indonesia - Malaysia di Kalimantan Barat.
"Dari beberapa pertemuan pihak Malaysia selalu berdiam diri dan tidak ada niat baik menyelesaikan permasalahan patok batas negara antara Indonesia - Malaysia," kata Nukman Kosadi di Pontianak, Kamis.
Lima patok tapal batas negara yang bermasalah itu adalah Camar Bulan di Kabupaten Sambas, titik D 400 di Kabupaten Bengkayang, Gunung Raya di Bengkayang, Sungai Buan Bengkayang dan Batu Aum Kabupaten Bengkayang.
"Lima titik batas negara itu bermasalah sejak tahun 1980-an tetapi hingga kini tidak ada titik temu karena Malaysia selalu ngotot," kata Nukman.
Nukman menilai Malaysia telah berlaku licik dalam perluasan wilayahnya di Semunying, Kabupaten Bengkayang, tahun 2008 dimana ada sekitar dua hektare lahan Indonesia dicaplok Malaysia guna ditanami sawit.
"Kita tidak perlu kompromi untuk masalah itu, lahan sawit itu langsung kita bersihkan karena memang wilayah Indonesia," katanya.
Korem 121/ABW juga menemukan sekitar 50 patok tapal batas negara di wilayah Kalbar - Sarawak, hilang dan ada di sepanjang dua kilometer.
"Patok tapal batas negara yang hilang itu sebagian besar tipe B, dugaan kita sementara hilangnya karena aktifitas pembukaan jalan untuk perkebunan sawit dari Malaysia," katanya.
Korem 121/ABW telah menyampaikan temuan hilangnya patok tapal batas negara itu ke tentara Malaysia. "Mereka menyebutkan hilangnya patok itu karena aktivitas perkebunan, bukan oleh Pemerintah Malaysia," katanya.
Diperkirakan lebih banyak lagi patok tapal batas yang hilang mengingat panjang perbatasan darat Indonesia - Malaysia di Kalimantan mencapai 2.004 kilometer, terdiri dari 857 kilometer di Kalbar dan 1.147 kilometer di Kaltim.
Perbatasan Kalbar sangat rawan oleh tindakan ilegal, seperti eksploitasi kekayaan alam, pembalakan hutan liar, pedagangan gelap, penyelundupan, perdagangan manusia, infiltrasi, sabotase, dan kegiatan intelijen asing, demikian Nukman.
Sumber : Antara
emang itu "malingsia" nggak pernah kapok cari masalah sama orang kita... :ohno: :ohno: :ohno:
Kita harus berpatroli terus di perbatasan kita di Kalimantan, ya, nga usa seketat di perbatasan Korut-Korsel, tapi minimal setiap bulan sepanjang 2004 km perbatasan ini.
Kopassus July 3rd, 2009, 12:02 PM 1 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/panser2.jpg
Anoa 6x6 PINDAD
BANDUNG (SI) – Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Ahmad Zahid bin Hamidi berkunjung ke Kota Bandung kemarin.
Didampingi Panglima Tentera Udara Malaysia Jenti Tan Asri Sri Dato Sri Azizan bin Ariffin,Zahid mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT Pindad. Zahid mengaku kunjungannya untuk melihat dan membahas industri pertahanan.Dia juga mengatakan kerja sama bidang pertahanan dua negara sangat diperlukan.
Pertukaran perdagangan alat utama sistem persenjataan (alutsista) menjadi yang utama. “Kita melihat apa yang ada di sini, dan ternyata ada kendaraan tempur 6X6, sementara kita memiliki industri yang memproduksi 8X8.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/patriaTheAMV8x8equippedwithOtoMe-1.jpg
Patria 8x8
Jika kita membutuhkan kendaraan tempur 6X6, maka lebih baik kita ambil dari PT Pindad tidak ke negara lain,begitu pun juga Indonesia jika membutuhkan 8X8. Kita bekerja sama sebagai negara ASEAN,”kata Zahid. Menurut dia, kerja sama pertanahan sesama negara ASEAN harus segera direalisasikan.
ASEAN memiliki 500 juta penduduk dan jika kekuatan pertahanan dan persenjataan dibangun bersama,membuat negara-negara di kawasan ASEAN menjadi lebih kuat.“Saya dengar negara-negara di Eropa sudah melakukan ini atas inisiatif dari Uni Eropa (UE).
Jadi untuk ASEAN Community juga bisa membangkitkan ini. Kita sudah bicarakan tadi, umpamanya ada komponen-komponen tertentu yang kita bisa produksi dapat dikirim ke sini agar dapat digunakan untuk memproduksi kendaraan tempur,” tambah Zahid.
Dia akhir pembicaraan, Zahid juga sempat melakukan test drive kendaraan tempur produksi PT Pindad Anoa 6X6. Direktur Utama PT Pindad Adik Aldvianto mengaku siap bekerja jika ada kesepakatan antara Pemerintah Indonesia dan Malaysia di bidang industri pertahanan. “Implementasinya berupa offset program. Misalnya, jika Malaysia membutuhkan peralatan, mereka membeli ke kita. Begitu pun juga dengan kita harus membeli kepada Malaysia,”jelas Adik.
Untuk senjata, kata dia, Malaysia sudah mengirim tim uji ke tempatnya. Hasilnya,Malaysia tertarik membeli beberapa persenjataan yang diproduksi PT Pindad. Senjata produksi dari Indonesia itu akan digunakan untuk pasukan khusus Malaysia.
Sumber : Seputar Indonesia
I dont thrust them, they only want to have some Anoa's, so they know the quality, strength and weakneses of our indigenious made APC.
On the picture is a Sisu/Patria AMV, but i cant find anything about licence production of the AMV by Malingsia...
Kopassus July 3rd, 2009, 03:33 PM Latihan Anti-Teror Taifib-1
SURABAYA - Sejumlah penumpang pesawat dievakuasi anggota pasukan khusus Intai Amfibi-1 (Taifib-1) Marinir, saat simulasi pengamanan obyek vital menjelang Pilpres 2009 oleh pasukan anti teror Taifib-1 Marinir di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jumat (3/7). FOTO ANTARA/Eric Ireng/ed/ama/09
http://www.antarafoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1246601829
http://www.antarafoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1246601840
http://www.antarafoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1246601835
B737-200 dari Merpati?
Rock Star July 4th, 2009, 04:04 AM http://www.youtube.com/watch?v=e2PDJWFh_XI&feature=player_embedded
Rock Star July 4th, 2009, 04:29 AM 3 Juli 2009
MALANG(SI) – Ratusan massa mengamuk dan menguasai sejumlah titik di Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Mereka bertindak beringas dan nekat merusak sejumlah fasilitas yang ada di pangkalan militer ini.
Semakin lama, massa semakin beringas.Mereka bahkan mulai memblokade jalan masuk dan membakar ban bekas sehingga aktivitas keluar masuk pangkalan militer tersebut menjadi terhenti. Melihat kondisi semakin tidak terkendali,pimpinan TNI AU di Lanud Abdulrachman Saleh Malang mengambil tindakan tegas dengan menurunkan pasukan yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan dan Pertahanan Pangkalan (Satgas Pamhanlan).
Pasukan berkekuatan setingkat kompi (SSK) ini langsung bergerak cepat, efektif, dan tegas mengamankan para perusuh serta orang-orang yang diduga sebagai provokator. Pemandangan di kawasan Bandara Baru Lanud Abdulrachman Saleh Malang ini bukan kejadian sungguhan,namun hanya simulasi penanganan huru-hara yang dilakukan pasukan Garuda Perkasa Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Menurut Komandan Wing II Lanud Abdulrachman Saleh Malang Kol Ismet Ismaya Saleh,ada ratusan personel yang terlibat dalam kegiatan latihan ini,baik mereka yang bertugas sebagai anggota Satgas Pamhanlan maupunmassaperusuh.
”Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan pasukan TNI AU dalam mengamankan dan mempertahankan pangkalan dari berbagai bentuk ancaman keamanan dan kerusuhan,”terangnya. Lanud Abdulrachman Saleh Malang juga akan menggelar latihan bersama dengan angkatan udara Australia. (yuswantoro)
Sumber : Seputar Indonesia
Rock Star July 6th, 2009, 04:29 AM 6 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/julPar0004Image.jpg
RSS Kallang and KRI Rengat conducting annual mine-countermeasure exercise off eastern coast of Bintan, Indonesia. (photo : Mindef)
The Republic of Singapore Navy (RSN) and the Indonesian Navy (TNI-AL) are conducting their annual mine-countermeasure (MCM) exercise, code-named Joint MINEX, from 29 June to 7 July 2009. RSN's Then Commander, Maritime Security Task Force, Rear-Admiral Tan Wee Beng, and TNI-AL's Commander, Western Fleet Sea Security Group, First-Admiral Sugeng Darmawan, officiated at the exercise opening ceremony in Batam, Indonesia on 29 June 2009.
Two RSN mine-countermeasure vessels (MCMVs), RSS Kallang and RSS Punggol; one TNI-AL MCMV, KRI Pulau Rengat; and a TNI-AL minesweeper, KRI Pulau Rangsang, are participating in the exercise. As part of the exercise, the two navies will conduct joint MCM operations against simulated mine threats off the eastern coast of Bintan, Indonesia, and in the Singapore Strait.
This year's exercise, the 12th in the Joint MINEX series, aims to strengthen the interoperability and professionalism of the RSN and TNI-AL mine-countermeasure forces. The exercise also helps to enhance mutual understanding among the personnel of both navies.
Sumber : MINDEF
VRS July 6th, 2009, 12:01 PM another mitsubishi police car for high speed pursuit...
but whats the meaning of patwal...??
http://img8.imageshack.us/img8/743/090704104610.jpg (http://img8.imageshack.us/i/090704104610.jpg/)
Rock Star July 7th, 2009, 04:03 AM [QUOTE=VRS;39318282]another mitsubishi police car for high speed pursuit...
but whats the meaning of patwal...??
^^
PATWAL mungkin berarti Patroli dan Kawal...
Rock Star July 7th, 2009, 04:05 AM 6 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/TNIAUlatihan1.jpg
Sejumlah anggota Satuan POM AU (Polisi Militer Angkatan Udara) mengamankan pilot dan kru pesawat asing yang dipaksa mendarat ketika "Operasi Perebutan Pangkalan" dalam "Latihan Tempur Garuda Perkasa" di pangkalan Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Senin (6/7). Latihan tempur yang bertujuan untuk melatih para anggota Paskhas dalam menghadapi segala ancaman terhadap kedaulatan RI tersebut juga digunakan sebagai penyambutan terhadap para taruna dalam kegiatan Bhinneka Eka Bhakti Taruna Akademi TNI 2009. (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto/Koz/mes/09)
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/tniaulatihan2.jpg
Sejumlah anggota Satuan Tempur (Satpur) Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU, memberikan perlindungan terhadap senjata Triple Gun ketika "Operasi Perebutan Pangkalan" dalam "Latihan Tempur Garuda Perkasa" di pangkalan Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Senin (6/7). (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto/Koz/mes/09)
Rock Star July 7th, 2009, 04:06 AM 6 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/TNIAL.jpg
Surabaya -- Permasalahan dalam bidang maritim khususnya daerah perbatasan yang bisa berkembang menjadi suatu ancaman, baik yang bersifat potensial maupun faktual harus diantisipasi sedini mungkin. Penegasan itu disampaikan Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Lili Supramono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kasarmatim Laksma TNI Slamet Yulistiono pada saat membuka Latihan Pratugas Satgas Operasi Perbatasan Laut 01/09 di Puslat Opsla Kolat Koarmatim Ujung, Surabaya, Senin (6/7).
Sampai dengan saat ini, lanjut Pangarmatim, masalah yurisdiksi wilayah maritim masih sangat problematik sebagai akibat dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam penentuan batas wilayah maritim. Masalah tersebut akhirnya menjadi salah satu potensi konflik, karena adanya perbedaan persepsi dasar hukum yang digunakan sebagai dasar penentuan titik-titik batas wilayah negara, seperti Indonesia dengan Malaysia, Philipina, Australia dan sebagainya.
Menurut Pangarmatim, TNI AL sebagai komponen utama pertahanan negara di laut merupakan penindak dan pencegah awal terhadap segala bentuk ancaman lewat laut.
Kesiapsiagaan satuan-satuan operasional TNI AL merupakan suatu tuntutan dan kewajiban dalam menjawab permasalahan yang timbul di bidang maritim, khususnya dalam merespon segala bentuk ancaman yang mungkin terjadi meliputi kegiatan penyelundupan, pelanggaran batas wilayah, illegal fhising, illegal logging, illegal minning, illegal entry, maritime terorism dan pelanggaran-pelanggaran hukum laut lainnya. Masih menurut Pangarmatim, dihadapkan dengan kondisi alutsista saat ini yang masih diwarnai dengan keterbatasan baik dalam aspek finansial maupun material, hendaknya tidak dijadikan sebagai kendala untuk terus membina kemampuan.
“Dengan memahami situasi dan kondisi perekonomian negara yang belum menentu serta segala keterbatasan anggaran yang ada, kita masih bisa menyelenggarakan kegiatan latihan ini. Oleh sebab itu, saya perintahkan kepada seluruh peserta latihan agar melaksanakan latihan ini dengan serius dan penuh tanggung jawab,”kata Pangarmatim.
Sementara itu latihan yang berlangsung hingga akhir bulan Jui tersebut, para peserta disamping menerima beberapa materi pembekalan di Pangkalan, juga akan menggelar manuver lapangan yang dilaksanakan 26 hingga 31 Juli mendatang dengan melibatkan beberapa unsur kapal perang, pasukan katak dan pesawat udara TNI AL.
Sumber : PENARMATIM
Rock Star July 7th, 2009, 04:08 AM 6 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/apaanyah-.jpg
JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani menetapkan pembebasan bea masuk atas impor alutsista (alat utama sistem senjata) seperti persenjataan, amunisi, perlengkapan militer dan kepolisian.
Menurut Sri Mulyani, pembebasan bea masuk impor tersebut juga termasuk suku cadang, serta barang dan bahan yang dipergunakan untuk menghasilkan barang yang dipergunakan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara.
"Barang impor yang mendapat pembebasan bea masuk adalah barang dan bahan yang digunakan oleh industri tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai produsen barang untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara," katanya dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Senin, (6/7).
Selain itu, barang yang mendapat bebas bea masuk juga yang termasuk penghasil barang yang diperuntukkan bagi keperluan pertahanan dan keamanan negara serta barang yang diimpor oleh lembaga kepresidenan, Departemen Pertahanan, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Intelejen Negara, dan Lembaga Sandi Negara.
Ia menambahkan, untuk mendapatkan pembebasan bea masuk, lembaga tersebut dan/atau pihak ketiga yang bekerja sama harus mengajukan surat permohonan kepada Kepala Kantor Pabean tempat pemasukan barang.
Sumber : DETIKFINANCE.COM
"Sedangkan untuk industri yang ditunjuk sebagai produsen barang untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara harus mengajukan permohonan pembebasan bea masuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai," jelasnya.
Rock Star July 7th, 2009, 04:14 AM 6 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/panser2-2.jpg
PT Pindad menyerahkan 20 panser kepada Departemen Pertahanan (Dephan) di PT Pindad Bandung, Jabar, Jumat (27/2). Panser Anoa 6x6 ini akan diserahkan kepada Mabes TNI untuk kebutuhan pasukan TNI AD. 17 Dari 20 Panser itu berjenis panser pengangkut pasukan (Armor Personal Carrier), 2 kendaraan jenis komando dan 1 unit ambulans. (Foto: detikFoto/Ramadhian Fadillah)
Bandung -- PT Pindad selesaikan pengerjaan 40 unit panser APS 6x6 pesanan pemerintah dan akan diserah terimakan kepada Departemen Pertahanan Selasa (7/7) .
Rencananya serah terima panser untuk memperkuat Alutsista Indonesia itu akan disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kompleks PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung.
"Penyerahan panser besok merupakan tahap kedua, Februari lalu sudah diserahkan sebanyak 20 Panser lainnya," kata Kepala Humas PTDI, Timbul Sitompul di Bandung. Dengan demikian, PT Pindad hingga awal Juli 2009 ini telah menyelesaikan sebanyajk 60 unit panser dari total Panser 6x6 dan panser pengintai pesanan pemerintah sebanyak 154 unit.
Timbul menyebutkan, sisa pesanan itu akan diselesaikan hingga akhir 2010 mendatang. Sementara itu total nilai kotrak pengadaan Panser itu senilai US$1,1 miliar. "Panser itu akan digunakan oleh TNI, namun distribusinya akan dilakukan oleh Dephan," kata Timbul.
Panser 6x6 APS itu merupakan panser pengangkut yang bisa dipasangi dua jenis senjata api berat di bagian depan dan belakang. Selain itu juga dilengkapi dengan teknologi komunikasi yang cukup handal untuk diturunkan di medan tugas.
Menurut Timbul, kontrak pengadaan panser dengan Dephan RI merupakan yang pertama kalinya dilakukan. PT Pindad sendiri berupaya maksimal memproduksi panser dalam jumlah besar. Panser APS itu, dirancang dengan body terbuat dari besi baja yang tahan ledakan serta dengan teknologi mesin Renault dan gearboks dari Eropa.
Pesanan panser itu, merupakan salah satu realisasi dari program pengadaan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) buatan dalam negeri sekaligus optimalisasi BUMN strategis di dalam negeri.
Sementara itu, disamping akan menyerahkan 40 unit Panser pesanan Dephan, di Kompleks PTDI juga akan digelar "Gelar Teknologi Hankam". "Pindad akan memamerkan seluruh produk mulai dari panser, persenjataan serta lainnya," kata Timbul.
Pindad selama ini memproduksi senjata api genggam maupun laras panjang. Salah satu produk andalannya adalah senjata SS-1 dan SS-2 yang saat ini didistribusikan untuk persenjataan TNI maupun Polri.
Sementara itu Kepala Humas PT Dirgantara Indonesia, Rokhendi menyebutkan, PTDI akan memamerkan produk andalannya yakni Pesawat CN-235, CN-235 MPA, prototipe CN-250 serta produk PTDI lainnya. Gelar Teknologi Hankam itu akan digelar di Hanggar CN-235 PTDI.
Sumber : MEDIA INDONESIA
:banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana:
Jungle_surf July 7th, 2009, 07:12 AM Pindad Delivers 150 New Armored Vehicles
TEMPO Interactive, Jakarta: The government announced that 150 armored vehicles ordered from the State defense contractor PT Pindad have been completed one year later than its initial completion date.
Vice President Jusuf Kalla said on Monday that the VAB 4 x 4 cost the government around Rp4.5 billion per unit more than half the price of the original French made VAB the government claimed would cost around Rp10 billion.
The project was originally started between PT Pindad and the Agency of Technology Assessment and Implementation as Vice president Kalla ordered the production of 150 armored vehicles in December 2007. But the government changed the project later by involving Krakatau Steel and 25 other companies.
Kalla demanded PT Pindad to deliver the vehicles by October 2008 on the anniversary of the Indonesia Armed Forces. The fund to pay the vehicles to be taken from the 2009-2010 state budget.
KURNIASIH BUDI
icracked July 7th, 2009, 10:26 AM Pindad Delivers 150 New Armored Vehicles
TEMPO Interactive, Jakarta: The government announced that 150 armored vehicles ordered from the State defense contractor PT Pindad have been completed one year later than its initial completion date.
Vice President Jusuf Kalla said on Monday that the VAB 4 x 4 cost the government around Rp4.5 billion per unit more than half the price of the original French made VAB the government claimed would cost around Rp10 billion.
The project was originally started between PT Pindad and the Agency of Technology Assessment and Implementation as Vice president Kalla ordered the production of 150 armored vehicles in December 2007. But the government changed the project later by involving Krakatau Steel and 25 other companies.
Kalla demanded PT Pindad to deliver the vehicles by October 2008 on the anniversary of the Indonesia Armed Forces. The fund to pay the vehicles to be taken from the 2009-2010 state budget.
KURNIASIH BUDIThanks for translating it in English:cheers:
Rock Star July 7th, 2009, 10:34 AM 7 Juli 2009
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Pemerintah Malaysia tetap melanjutkan komitmennya menjajaki kerja sama pembangunan industri pertahanan dengan Indonesia, walaupun muncul masalah soal perbatasan kawasan laut Ambalat dan Manohara.
"Pemerintah Malaysia tetap komitmen untuk bekerja sama pembangunan industri senjata dengan Indonesia. Terbukti, Menhan Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengunjungi pabrik Pindad dan PT DI (Dirgantara Indonesia) seusai melakukan pertemuan dengan Menhan Juwono Sudarsono di Jakarta, belum lama ini," kata Atase Pertahanan KBRI Kuala Lumpur Kol TNI Sudibyo, Selasa.
Keinginan kerja sama di bidang industri senjata itu awalnya dikemukakan ketika PM Malaysia Najib Tun Razak bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta.
Walaupun ada ketegangan antara Indonesia - Malaysia terkait soal kawasan laut Ambalat dan Manohara, situasi itu tidak menyurutkan Malaysia untuk meneruskan rencana itu.
"Mengenai produksi industri pertahanan apa yang diperlukan masih belum jelas, namun Malaysia memang ingin membeli produksi industri pertahanan Indonesia sebagai bentuk kerja sama bilateral. Malaysia telah mengoperasikan pesawat CN-235 Indonesia sejak 2001," tambah dia.
Atase Pertahanan Kol Kav Sudibyo juga menjelaskan, Malaysia juga melakukan hal sama dalam sengketa wilayah dengan China di kepulauan Spratly.
"Belum lama ini ada berita-berita, pemerintah China meminta angkatan laut Malaysia untuk tidak memasuki kawasan Spratly yang diklaim masuk wilayah Malaysia. Jadi pelanggaran itu dilakukan juga oleh Malaysia kepada China yang punya persenjataan lebih maju, bukan hanya dengan Indonesia.
Sumber : Antara
Rock Star July 7th, 2009, 10:36 AM 7 Juli 2009
Bandung - Sekitar 19 ribu personel dari Polda Jabar siap amankan pemilu 2009. Bukan hanya polri, satu pleton atau 30 personel TNI disiagakan di tiap Polres di Jawa Barat.
Pernyataan tersebut dikatakan oleh Kapolda Jabar Irjen Pol Timur Pradopo usai mengikuti teleconference di Aula Mapolwiltabes Bandung, Selasa (7/7/2009).
"Polri siap kawal jalannya pilpres, kita siapkan 19 ribu personel Polri di wilayah Jabar. Selain itu satu pleton TNI juga ditempatkan di tiap-tiap Polres," kata Kapolda didampingi oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary.
Sebelumnya, di acara Sosialisasi dan Silaturahmi Jabar Sukses Pemilu Capres dan Cawapres 2009, Senin (6/7/2009) malam, Kapolda mengatakan jika masih dibutuhkan personel keamanan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pangdam III Siliwangi untuk membantu pengamanan jalannya pemilu.
"Jika diperlukan tambahan satu pleton akan disiagakan di tiap kabupaten kota atau
satu kompi di tiap provinsi," kata Timur.
Jumlah personel Polri dan TNI yang disiagakan tersebut akan mengawal jalannya pemunggutan suara di 64.417 TPS yang ada di wilayah Jabar.
Sumber : Detik Bandung/Andri Haryanto
Rock Star July 9th, 2009, 07:52 AM 7 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/LapanSLV.jpg
Roket Pengorbit Satelit Lapan (photo : Elang Guntur)
Bagai sekeping puzzle, keberhasilan uji terbang roket eksperimen RX-420 yang dilaksanakan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional di Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (2/7), telah melengkapi gambaran tentang peta jalur menuju Roket Pengorbit Satelit.
Roket berdiameter 420 mm dan panjang 6,2 m itu merupakan roket terbesar yang dibuat dan berhasil diluncurkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dalam 10 tahun terakhir. Dengan bobot 300 kilogram, RX-420 melesat hingga jarak 101 kilometer dan ketinggian 53 kilometer dengan kecepatan 4,4 mach (4,4 x kecepatan suara).
Keberhasilan peluncuran ini menjadi pembuka jalan menuju Roket Pengorbit Satelit (RPS) atau Satellite Launch Vehicle (SLV) yang direncanakan Lapan meluncur pada tahun 2014. Dalam konfigurasi RPS ini, RX-420 merupakan struktur utama.
Untuk membawa satelit ke orbit berketinggian sekitar 300 km akan dibuat RPS terdiri dari empat tingkat propulsi, berturut-turut meliputi RX-420 (3 unit) di tingkat dasar sebagai booster atau roket pendorong. Dua propulsi RX-420 di tingkat dua dan tiga serta satu propulsi RX-320 di tingkat empat bagian puncak. Panjang total RPS ini 9.496 mm dengan berat total sekitar 3,8 ton. Satu roket RX-420 yang berbobot sekitar 2 ton memiliki jangkauan 120 km. Dengan konfigurasi itu, SLV I diharapkan dapat menjangkau ketinggian sekitar 300 km. Roket ini dapat membawa muatan 50 kg sampai orbit di ketinggian sekitar 250 km. Kecepatan horizontal roket di orbit mencapai 7 km-8 km per detik. Roket RX-420 merupakan roket keenam Lapan.
Menilai peluncuran pekan lalu, Kepala Lapan, Adi Sadewo Salatun mengungkapkan, perlu ada perbaikan pada RX-420, yaitu pada bagian sirip, nosel, dan propelan. ”Pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan adalah meningkatkan oktan atau spesifik impuls (Isp) dari 230 menjadi 300,” ujarnya. Untuk itu akan dipilih butiran amonium perklorat lebih halus.
Paduan propelan juga akan ditambah beberapa aditif untuk meningkatkan nilai impulsnya. Saat ini selain AP juga digunakan aluminium, HTPB (Hidroxy Terminated Polybutadiene) dan TDI (Toluene Diisocyanate). Dalam hal ini sebagai pembanding China menggunakan sembilan macam paduan untuk menghasilkan RPS.
Peningkatan daya dorong roket harus dilakukan dengan meningkatkan oktan atau impuls pada roket. Hal ini dapat tercapai dengan meningkatkan performasi propelan atau bahan bakar roket. Sutrisno, Kepala Bidang Propelan, menyatakan, nilai impuls spesifik (Isp) propelan akan ditingkatkan dari 230 menjadi 250.
Untuk itu, jumlah komposisi bahan bakar akan ditambah dari empat menjadi tujuh jenis. Jumlah kandungan padatan, oksidator, ataupun aditif akan ditambah untuk meningkatkan energinya. Untuk kebutuhan propelan akan dibuat pabrik AP 10 ton per tahun, dari yang sekarang 2 ton per tahun.
Perbaikan ”nosel”
Perbaikan juga akan dilakukan pada bagian nosel atau lubang tempat keluarnya gas. Menurut Kepala Teknik RX-420 Lilis Maryani, pada bagian nosel akan dilakukan pengurangan bobot hingga 40 persen. Saat ini dengan material balok grafit, bobotnya mencapai 90 kg.
Perbandingan antara berat struktur dan propelan masih 500 kg : 500 kg. Harusnya berat struktur ditekan menjadi 200 kg sehingga menyumbang percepatan hingga 3 km per detik. Pengurangan berat akan berpengaruh pada peningkatan jangkauan roket. Pada uji terbang RX-420 mencapai jarak sekitar 100 km atau lebih jauh 2,5 kali lipat ketimbang RX-320.
”Selama ini nosel dibuat dengan dibubut. Untuk menghasilkan produk lebih ringan akan dibuat nosel dari cetakan, bisa dibuat Krakatau Steel,” tambah Adi. Nosel cetakan dibuat dari paduan bahan baja stainless dan aluminium. Uji statik RX-420 hasil perbaikan akan dilakukan Desember 2009 dan uji terbang dilakukan tahun depan, yaitu roket RX-420 dua tingkat, untuk pengujian motor. Jangkauan diharapkan menjadi 150 km.
Terkait konfigurasi itu Kepala Teknik RPS Rika Andiarti mengatakan, tahun depan mulai dikembangkan sistem separasi antarroket. Juga disiapkan nosel untuk lapisan udara ketinggian di atas 20 km ketika motor tingkat dua dinyalakan.
Masalah lain, lanjut Adi, adalah sirip roket yang pada uji terbang pekan lalu retak. Pada uji terbang roket dengan kecepatan supersonik atau 4,4 Mach atau 1,2 km per detik itu terjadi pemanasan aerodinamik sehingga melemahkan material. ”Ini akan diperbaiki dengan memberi perlindungan panas,” tanggap Lilis.
Propulsi 520
Konfigurasi empat tingkat RX-420 dan RX-320, menurut Adi, masih memiliki kelemahan pada roket pendorong pendamping atau strap on booster. ”Jika konfigurasi ini tidak berhasil, akan dipilih konfigurasi alternatif dengan kombinasi propulsi 520 dan 420 agar berat struktur berkurang dan percepatan dapat ditingkatkan,” urai Adi.
Sementara itu, dari segi muatan roket, Kepala Teknik Muatan Roket Lapan Herma Yudhi Irwanto mengatakan, pengujian muatan roket pada RX-420 meliputi dua unit GPS, sensor suhu, sensor gerak, dan sensor kecepatan motor roket.
Pada uji terbang berikutnya akan dilakukan pengembangan peredam getaran untuk muatan roket termasuk satelit. Dalam hal ini engine test satellite sudah mulai dibangun dengan menggunakan teknologi satelit Lapan A1 dan Lapan A2.
Selain itu, dipersiapkan pula peluncur yang mobile. Untuk peluncuran RPS akan dicari lokasi selain Pameungpeuk. Pilihannya adalah daerah Ujung Kulon dan pantai selatan Bengkulu. Untuk program RPS, tahun ini Lapan mendapat alokasi anggaran Rp 50 miliar, naik dari semula Rp 30 miliar untuk optimasi RX- 420 yang mengarah ke RX-520.
Sumber : KOMPAS
:banana: :banana: :banana:
Rock Star July 9th, 2009, 07:55 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Bandung7Juli-1.jpg
BANDUNG - Pada hari Selasa (7/7) Sejatinya 40 unit panser APS 6x6 "Anoa" pesanan pemerintah akan diserah terimakan kepada Departemen Pertahanan disaksikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kompleks PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Bandung.
Namun acara penyerahan ini dibatalkan, dan dijadwalkan kembali setelah hari pemilihan presiden Rabu (8/7). Ini merupakan kali kedua acara dibatalkan, awalnya acara akan dilakukan pada Minggu (5/7) namun mundur ke hari Selasa (7/7). "Panser ini merupakan penyerahan tahap kedua, tahap pertama dilakukan pada Februari 2009 lalu sebanyak 20 Panser" kata Kepala Humas Pindad, Timbul Sitompul di Bandung.
Dengan demikian, PT Pindad hingga awal Juli 2009 ini telah menyelesaikan sebanyajk 60 unit panser dari total Panser 6x6 dan panser pengintai pesanan pemerintah sebanyak 154 unit.
Timbul menyebutkan, sisa pesanan itu akan diselesaikan hingga akhir 2010 mendatang. Sementara itu total nilai kotrak pengadaan Panser itu senilai hampir Rp.1 trilyun. "Panser itu akan digunakan oleh TNI, namun distribusinya akan dilakukan oleh Dephan," kata Timbul.
Panser 6x6 APS itu merupakan panser pengangkut yang bisa dipasangi dua jenis senjata api berat di bagian depan dan belakang. Selain itu juga dilengkapi dengan teknologi komunikasi dan GPS device.
Menurut Timbul, kontrak pengadaan panser dengan Dephan RI merupakan yang pertama kalinya dilakukan. PT Pindad sendiri berupaya maksimal memproduksi panser dalam jumlah besar.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Bandung7Juli-2.jpg
Rencananya disamping akan menyerahkan 40 unit Panser di Kompleks PTDI juga akan digelar "Gelar Teknologi Hankam". "Pindad akan memamerkan seluruh produk mulai dari panser, persenjataan serta lainnya," kata Timbul.
Tidak jelas kapan acara tersebut akan kembali diadakan, yang jelas ke-40 panser kemarin secara bertahap dipulangkan kembali ke Pindad di Kiaracondong. Admin sempat mengikuti iring-iringan kepulangan Panser dari PTDI ke Pindad, sayangnya dikarenakan masalah keamanan kami diminta untuk tidak ikut didalam panser saat konvoy melainkan disebuah mobil tersendiri dibelakang iring-iringan.
Sumber : ALUTSISTA (photo:ALUTSISTA)
Rock Star July 9th, 2009, 07:59 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Fly/AIR_T-50B_Fuel_Tank_Separation_lg.jpg
F/A-50 : pesawat fighter Korea yang akan dikembangkan dari T-50 Golden Eagle
Korea Selatan Tawarkan Kerjasama Jasa Pelatihan Bagi TNI AU
Jakarta, DMC, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim Ho young, Senin (6/7) di kantor Departemen Pertahanan, Jakarta. Saat menerima tamunya menhan didampingi oleh Dirjen Ranahan Dephan Marsda TNI Eris Heriyanto, S.Ip, MA, Kabalitbang Dephan Prof. Ir. Lilik Hendrajaya, M.Sc, PH.D, Karo Humas Setjen Dephan Brigjen TNI S Hariyanto dan Karo TU Setjen Dephan Laksma TNI Agus Purwoto.
Dalam pertemuan tersebut dibicarakan beberapa hal tentang peningkatan kerjasama di bidang pertahanan antara kedua negara, antara lain tentang rencana kerjasama di bidang industri pertahanan, kerjasama pelatihan, transfer of technology seperti pesawat tempur dan kapal perang.
Disampaikan oleh Duta Besar Republik Korea Selatan, bahwa saat Kepala Staf Angkatan Udara Korea Selatan berkunjung ke Indonesia beberapa waktu yang lalu telah menyampaikan kepada Menhan Juwono, bahwa Korea akan memberikan jasa pelatihan lanjutan pesawat terbang, negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Untuk menindaklanjuti hal tersebut pihak Korea Selatan memerlukan suatu Lanud, dan meminta jawabannya atau tanggapannya dari pihak Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, menhan RI Juwono Sudarsono menjelaskan hal ini sudah diusahakan dan koordinasikan oleh Dephan dengan Mabes TNI khususnya dengan Mabes TNI AU termasuk kapan dapat dilaksanakan. Lebih lanjut Menhan Juwono menjelaskan, Duta Besar Republik Korea Selatan berkaitan dengan kunjungan Presiden Korea ke Indonesia pada tanggal 6 Maret yang lalu, yaitu dengan telah ditandatanganinya Letter of Intens antara Dafa dan Departemen Pertahanan yaitu tentang kerjasama pembuatan pesawat fighter.
Menhan berharap dukungan program ini dengan adanya road map bersama, sehingga dapat diikuti oleh intansi-instansi terkait seperti Bapennas, Depkeu, Dephan dan mabes TNI. Menhan juga berharap mudah-mudahan kerjasama ini, terdapat suatu komitmen bersama untuk menentukan tahapan selanjutnya. Informasi yang diterima, saat ini tahapan sudah memasuki pada tahapan feasibility study sampai pada bulan Juli, setelah itu ada design selama 3 tahun, dan dilanjutkan dengan development selama 7 tahun. Sehingga pada tahun 2020 mendatang diharapkan terdapat prototype 5 buah pesawat. “ Jadi kita perlu ada road map lebih kongkrit lagi”, tambah Menhan Juwono.
Sumber : DMC
:banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana:
Rock Star July 9th, 2009, 08:04 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Fly/namacha_213.jpg http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Fly/namacha_432.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Fly/namacha_431.jpg http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Fly/namacha_474.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Fly/namacha_475.jpg http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Fly/namacha_476.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Fly/namacha_471.jpg
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star July 9th, 2009, 08:21 AM 9 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/imagedb_create.jpg
War ships of the Republic of Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda-367. (Photo: koarmatim)
Surabaya (ANTARA News) - The Indonesian warship KRI Sultan Iskandar Muda-367 intercepted and arrested a fishing boat manned by an all Philippine crew.
Spokesman for the Indonesian Fleet Command for the Eastern Region Navy Lt Col Toni Syaiful said in Surabaya Wednesday that when arrested MV Cisadane II had 7 tons of fish in its holds.
"It is unusual that the ship flying the Indonesian colors arrested in the Arafuru waters did not have a skipper," he added.
Cisadane II was arrested when KRI Sultan Iskandar Muda-367 was patroling the eastern region waters. When passing the Arafuru waters, the naval vessel under the command of Lt Col Ariantyo Condoro
Wibowo, caught the fishing boat engaged in suspicious activites.
In a search of the fishing boat, naval personnel found that the fishing boat lacked legal documents, he said.
For further investigation, the fishing boat was towed to the Tual naval base in Southeast Maluku.
VRS July 10th, 2009, 03:36 AM great news...interesting info anyway by rock star
Rock Star July 10th, 2009, 06:44 AM 10 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/IMG_0208.jpg
Panser APC Anoa 6x6 PINDAD (photo:ALUTSISTA)
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menghadiri acara penyerahan 40 unit Panser APS buatan PT Pindad kepada Departemen Pertahanan .
Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen mengatakan kepada ANTARA News di Jakarta, Jumat bahwa penyerahan 40 panser buatan putra-putra Indonesia itu akan dilakukan di Hanggar CN- 235 PT Dirgantara Indonesia Jalan Padjadjaran Kota Bandung, Jumat .
"Ke-40 panser APS itu merupakan bagian dari 154 panser yang dipesan pemerintah kepada PT Pindad. Sebelumnya, 20 unit sudah diserahkan oleh PT Pindad ke Pemerintah dan kini telah digunakan TNI. Jadi total sudah 60 unit selesai," ujarnya.
Untuk memproduksi 150 unit panser APS itu, PT Pindad mendapat dana talangan dari Bank Mandiri, Bank BNI dan BRI. Satu unit panser memiliki harga Rp5,5 miliar atau lebih rendah dari produksi Perancis seharga Rp10 miliar.
Panser APS-2 6X6 memiliki dimensi 6000x2500x2500, berat 11/14 ton, kecepatan 90 km/jam, dengan radius putar 10 meter, dan daya tanjak 31 derajat. Panser ini juga telah dilengkapi dengan persenjataan 7,62 mm, 12,7 mm (infanteri) dan AGL 40 mm (kavaleri).
Tidak itu saja, panser PT Pindad ini juga dilengkapi peralatan khusus seperti sarana penglihatan malam dan Winch 6 ton. Untuk alat komunikasi, terdapat intercom set plus VHF/FM (anti jamming dan hopping) serta GPS.
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyerahkan 40 unit panser 6x6 Pindad kepada Panglima TNI di hanggar CN 235 PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jumat (10/7) pagi.
Rombongan Kepala Negara berangkat dari kediaman pribadi di Puri Cikeas Indah sekitar pukul 06.30, dengan menggunakan mobil, menempuh jarak sekitar 148 km.
Presiden Yudhoyono tiba di gedung pusat manajemen PT Dirgantara Indonesia sekitar pukul 08.30 dengan disambut oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.
Setibanya di PT Dirgantara Indonesia, Presiden memimpin rapat terbatas terlebih dahulu selama 1,5 jam.
Seusai menyerahkan secara simbolis 40 unit panser 6x6 Pindad yang dihadiri Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono itu, Presiden kemudian melakukan peninjauan.
Rombongan Kepala Negara dijadwalkan kembali ke Cikeas sekitar pukul 13.45 seusai shalat Jumat.
SBY Tegur Karyawan PT DI yang Ngobrol
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/sby-dalam-1.jpg
Detik, Bandung - Presiden SBY kembali mengeluarkan teguran saat berpidato. Kali ini orang yang kena tegur adalah karyawan PT Dirgantara Indonesia (DI). Si karyawan tidak mendengarkan sambutan SBY saat meresmikan penyerahan 40 panser buatan PT Pindad kepada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.
"Saya kok lihat Bapak yang di situ kok bicara terus dari tadi. Tolong didengarkan," tutur SBY sambil menunjuk seorang karyawan PT DI yang duduk di antara ratusan karyawan PT Pindad dan PT DI di Hangar Pesawat C-235 Kompleks PT DI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/7/2009).
SBY mengingatkan karyawan tersebut saat memberikan sambutan terkait dengan kemampuan bangsa Indonesia untuk menciptakan atau mengkreasikan alat-alat militer buatan dalam negeri.
Sebelum memarahi karyawan tersebut, SBY menjelaskan bahwa Indonesia harus malu jika terus mengimpor alat-alat pertahanan dari luar negeri seperti senapan, peluru, dan sepatu.
"Harusnya kita malah yang justru bisa mengekspor," kata SBY.
Dalam kesempatan ini SBY juga menjelaskan produk-produk alutsista dalam negeri harus bisa bersaing di dunia internasional kalau ingin berkembang di masa yang akan datang.
Terkait dengan panser, SBY menjelaskan sejak 2005 lalu pemerintah telah mencanangkan apa pun yang bisa dibuat di dalam negeri harus dibuat. Seperti apakah itu alutsista atau pun produk-produk lain yang menjadi kebutuhan bangsa Indonesia.
Pengadaan panser ini, sebelumnya, merupakan inisiatif Wapres Jusuf Kalla (JK) . JK beberapa waktu lalu meminta Pindad memproduksi panser sehingga TNI tidak perlu mengimpor alutsista ini.
:banana: :banana: :banana:
Wuidiiihh.....bapak yg satu ini galak bener ya........ :lol::lol::lol: ^^ ^^
Rock Star July 10th, 2009, 06:46 AM great news...interesting info anyway by rock star
Thanks @VRS :cheers:
Rock Star July 10th, 2009, 10:43 AM 10 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Alutsista.jpg
BANDUNG - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah akan menaikkan anggaran pertahanan sebesar 20 persen pada 2010. Hal itu dikemukakan oleh Kepala Negara saat menyaksikan serah terima 40 panser 6x6 dari Direktur Utama PT Pindad kepada Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso di kawasan PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jumat (10/7) siang.
"Mulai 2010, anggaran pertahanan akan kita tingkatkan secara signifikan pada 2009 sebesar Rp 33,6 triliun, kita naikkan sekitar Rp 7 triliun atau 20 persen menjadi Rp 40,6 triliun," katanya.
Menurut Kepala Negara, peningkatan anggaran pada 2010 itu akan menjadi awal dari peningkatan bertahap anggaran pertahanan. "Tahun demi tahun akan kita tingkatkan, ...(sehingga) kita makin dekat dengan kekuatan minimum yang diperlukan," ujarnya seraya menambahkan bahwa kekuatan minimum yang diperlukan memerlukan dana setara Rp 100 trilun s/d Rp 120 trilun. Presiden mengatakan bahwa peningkatan anggaran pertahanan dapat diwujudkan seiring dengan pertumbuhan ekonomi.
Kepala Negara menilai anggaran pertahanan dalam beberapa tahun terakhir memang masih di bawah kebutuhan karena pemerintah menitikberatkan pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat.
Lebih lanjut Presiden mengatakan bahwa peningkatan anggaran secara signifikan itu hendaknya digunakan secara tepat sesuai kebutuhan, tetap mengutamakan prioritas, menggunakan audit, dan berorientasi pada pengguna.
Sementara itu, terkait penyerahan panser, Menhan Juwono mengatakan bahwa 40 buah panser APS 6x6 tersebut merupakan produksi PT Pindad yang dibiayai oleh APBN sebesar Rp 1,12 trilun untuk 154 panser.
"Panser-panser itu merupakan produksi pertama kendaraan tempur dalam negeri sejak era reformasi," katanya.
Seusai menyaksikan serah terima Presiden melakukan peninjauan dan pemeriksaan panser-panser tersebut. Kepala Negara juga naik ke salah satu panser tersebut.
Cetak Biru Modernisasi Pertahanan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau bahwa alat-alat pertahanan yang dapat dibuat di dalam negeri hendaknya tidak dibeli dari luar negeri. "Alat-alat pertahanan yang bisa dibuat di dalam negeri saya larang dibeli dari luar negeri," kata Presiden.
Kepala Negara menilai kebijakan itu bukanlah suatu bentuk dari proteksionisme melainkan wujud dari komitmen pada 2005 untuk memproduksi sendiri alat-alat yang dapat dibuat di dalam negeri.
"Untuk pertahanan kita prioritaskan produk dalam negeri, itupun kita masih membeli persenjataan yang lain (dari luar negeri)," katanya.
Namun, lanjut Presiden, hal itu hanya dapat dilakukan jika industri pertahanan dalam negeri kompetitif sehingga rakyat tidak dirugikan karena membeli produk yang sama dengan produk luar negeri dengan harga yang lebih mahal.
Menurut Kepala Negara, industri pertahanan harus kompetitif jika tidak ingin mati akibat kalah bersaing.
Selain kompetitif, lanjut dia, agar dapat memberikan sumbangan signifikan pada pembentukan postur pertahanan, industri pertahanan juga harus efisien dan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan itu semua, Kepala Negara berjanji bahwa pemerintah siap membantu dengan berbagai inovasi, teknologi dan investasi.
Sebelum menyaksikan serah terima itu, Kepala Negara menggelar rapat terbatas dengan Panglima TNI Djoko Santoso, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Mensesneg Hatta Rajasa dan Seskab Sudi Silalahi untuk membahas mengenai usulan cetak biru modernisasi pertahanan Indonesia.
Kepala Negara mengatakan cetak biru moderenisasi sistem pertahanan diperlukan untuk betul-betul mewujudkan postur pertahanan yang kokoh.
Cetak biru tersebut, menurut Kepala Negara, juga akan disesuaikan dengan anggaran negara sehingga diperlukan suatu prioritas.
Sumber : KOMPAS,ANTARA,ALUTSISTA
Rock Star July 10th, 2009, 10:47 AM 10 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/grab.jpg http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/grab2.jpg http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/grab3.jpg
(Photo : Antara)
Bandung,(ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau bahwa alat-alat pertahanan yang dapat dibuat di dalam negeri hendaknya tidak dibeli dari luar negeri.
"Alat-alat pertahanan yang bisa dibuat di dalam negeri saya larang dibeli dari luar negeri," kata Presiden saat menyaksikan serahterima 40 panser APC 6x6 dari Direktur Utama PT Pindad kepada Menteri Pertahanan di PT Dirgantara Indonesia Bandung, Jumat.
Kepala Negara menilai kebijakan itu bukanlah suatu bentuk dari proteksionisme melainkan wujud dari komitmen pada 2005 untuk memproduksi sendiri alat-alat yang dapat dibuat di dalam negeri.
"Untuk pertahanan kita prioritaskan produk dalam negeri, itupun kita masih membeli persenjataan yang lain (dari luar negeri)," katanya.
Namun, lanjut Presiden, hal itu hanya dapat dilakukan jika industri pertahanan dalam negeri kompetitif sehingga rakyat tidak dirugikan karena membeli produk yang sama dengan produk luar negeri dengan harga yang lebih mahal.
Menurut Kepala Negara, industri pertahanan harus kompetitif jika tidak ingin mati akibat kalah bersaing.
Selain kompetitif, lanjut dia, agar dapat memberikan sumbangan signifikan pada pembentukan postur pertahanan, industri pertahanan juga harus efisien dan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan itu semua, Kepala Negara berjanji bahwa pemerintah siap membantu dengan berbagai inovasi, teknologi dan investasi.
Saat memberikan penjelasan antara perlunya kesesuaian antara cetak biru moderenisasi sistem pertahanan dengan kesediaan anggaran negara, Presiden sempat menegur tiga orang tamu undangan yang sibuk bercakap-cakap.
Sebelumnya Kepala Negara juga pernah menegur seorang tamu undangan yang mengantuk di saat pidatonya di Lemhanas tahun lalu.
Sebelum menyaksikan serah terima itu, Kepala Negara menggelar rapat terbatas dengan Panglima TNI Djoko Santoso, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Mensesneg Hatta Rajasa dan Seskab Sudi Silalahi untuk membahas mengenai usulan cetak biru modernisasi pertahanan Indonesia.
Kepala Negara mengatakan cetak biru moderenisasi sistem pertahanan diperlukan untuk betul-betul mewujudkan postur pertahanan yang kokoh.
Cetak biru tersebut, menurut Kepala Negara, juga akan disesuaikan dengan anggaran negara sehingga diperlukan suatu prioritas.
Sementara itu Menhan mengatakan bahwa 40 buah panser APS 6x6 tersebut merupakan produksi PTB Pindad yang dibiayai oleh APBN --Rp1,12 trilun untuk 154 panser.
:cheers: :cheers: :cheers:
oweeyman July 10th, 2009, 10:57 AM wah, keren rock star beritanya!
lanjutgan!:D
Rock Star July 11th, 2009, 06:31 AM wah, keren rock star beritanya!
lanjutgan!:D
OK Daaahhh..... thanks... :banana:
Rock Star July 11th, 2009, 06:35 AM update foto nih, dari acara serah terima panser APC anoa 6x6 PINDAD yang diserahkan bapak SBY ke DEPHAN......Sumber foto dari Detik.com
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/sbypanser01.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/sbypanser02.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/sbypanser03.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/sbypanser04.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/sbypanser05.jpg
:cheers: :cheers: :cheers:
VRS July 11th, 2009, 06:42 AM nice...nice but our government would like to raise military budget as we know from that news.,,its police budget include it..??
David-80 July 11th, 2009, 05:23 PM Polisi sama militer beda budget CMIIW. karena mereka skrg beda insititusi.
cheers
AceN July 11th, 2009, 08:59 PM ^^ Ga vid, budget nya dibawah dephan juga. Jadi 40,6 T itu gabungan buat Polri, TNI AU, AD, AL..CMIIW
Kopassus July 12th, 2009, 02:03 PM 10 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Alutsista.jpg
Sumber : KOMPAS,ANTARA,ALUTSISTA
GreaT JOB! SAYANG MI-24 di kanan-bawah bukan Mi-35 dari TNI-AD.
Rock Star July 13th, 2009, 05:40 AM ^^ Ga vid, budget nya dibawah dephan juga. Jadi 40,6 T itu gabungan buat Polri, TNI AU, AD, AL..CMIIW
Yup, betul .... tapi kayaknya anggaran sebesar itu lebih diberatkan untuk perbaikan pesawat dan heli milik TNI AU, secara sudah banyak Alutsista TNI AU yang terbengkalai perbaikannya karna embargo dari ASU...
Rock Star July 13th, 2009, 05:43 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/cn235mpa.jpg
CN-235-220 MPA (foto:antara)
11 Juli 2009, Bandung -- PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan mengembangkan pesawat terbang CN-235 Anti-Submarine atau antikapal selam yang menjadi varian terbaru dari produk pesawat terbang berbaling-baling itu.
"Teknologinya sudah siap, SDM sudah kita miliki. Mereka punya pengalaman merakit dan memodifikasi pesawat jenis itu," kata Direktur Aircraft Integration PTDI, Budi Wuraskito di Bandung, Sabtu.
Menurut dia, PTDI memiliki SDM yang cukup untuk membuat pesawat terbang antikapal selam. Selama ini sekitar 40 SDM PTDI terlibat dalam pembuatan dan modifikasi pesawat terbang anti kapal selam di Turki.
Pesawat terbang jenis itu dimodifikasi versi militer yang dilengkapi teknologi, persenjataan dan rudal untuk melumpuhkan kapal selam.
"Mereka baru kembali empat bulan lalu setelah menuntaskan pengerjaan pesawat antikapal selam di Turki, teknologinya sudah kita kuasai," kata Budi.
PTDI sendiri saat ini telah mampu mengembangkan dan memproduksi CN-235 MPA atau patroli maritim yang menjadi andalan produk perusahaan dirgantara Indonesia itu.
Sedangkan pesawat anti-submarine, katanya segera akan dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi dan keunggulan CN-235.
"Beberapa negara tertarik dan berminat membeli CN-235 antikapal selam ini, salah satunya Malaysia yang memanfaatkan kunjungan Menteri Pertahanannya untuk melakukan pembicaraan dengan pihak PTDI," ungkapnya.
Malaysia merupakan salah satu negara pengguna CN-235 di samping Korea Selatan dan beberapa maskapai penerbangan lokal di beberapa negara lainnya.
PTDI hingga saat ini telah memproduksi pesawat CN-235-220 sebanyak 250 unit, NC 212-200 sebanyak 102 unit, helikopter Super Puma NAS 332 sebanyak 19 unit, Helikopter NBELL 412 sebanyak 31 unit dan Helikopter NBO 105 sebanyak 122 unit.
Sedangkan produk pesawat terbang yang sedang dikerjakan dan akan selesai adalah satu unit CN-235 MPA pesanan Korsel (2010), satu NC 212-400 lisensi EADS-CASA pesanan PT Airfast (2010), satu N19 prototype hasil rancang bangun PTDI (2013) dan satu unit pesawat ampibi lisensi Donier Seawings (2013).
:banana: :banana: :banana:
Rock Star July 13th, 2009, 06:02 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/CN-235-220MPAindomiliter.jpg
CN-235-220 MPA (foto:indomiliter)
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/3046394632_ceb2a73bb3_o.jpg
CN-235-220 MPA (foto:flickr)
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/IMG_0052.jpg
cockpit CN-235-220 MPA (foto:alutsista)
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/2008-06-06-mbau2.jpg
CN-235-220 MPA di Apron Skadron Udara 2 Lanud Halim Perdanakusuma (foto: tni-au.mil.id )
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/mpa7.jpghttp://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/mpa8.jpg
(foto:kaskus militer)
Rock Star July 13th, 2009, 06:08 AM BANDUNG - Sejumlah Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis (BUMNIS) menyambut baik rencana kenaikan anggaran pertahanan sebesar 20 persen.
Rencanan kenaikan anggaran pertahanan itu disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Penyerahan 40 unit Panser APS 6x6 buatan PT Pindad di Bandung, Jumat (10/7).
Beberapa BUMNIS yang menyambut baik rencana kenaikan anggaran pertahanan pada 2010 itu antara lain PT Dirgantara Indonesia dan PT Pindad yang berharap bisa melakukan kontrak baru untuk sektor alutsista.
"Pendapatan terbesar kami selama ini dari kontrak dengan Dephan. Belanja Dephan nilainya mencapai 60-80 persen dari pendapatan kami," kata Direktur PT Pindad, Adik Avianto.
Selain dari kontrak penjualan senjata dan amunisi, PT Pindad juga mendapat kontrak strategis pengadaan sekitar 150 unit panser APS 6x6 dan 4 unit panser intai 4x4 untuk memenuhi kebutuhan TNI-AD yang ditargetkan tuntas pada 2010.
Sedangkan PTDI juga berharap penambahan anggaran pertahanan itu bisa menambah kontrak pembelian produk-produk PTDI seperti pesawat CN-235, Helikopter N-Bell dan Super Puma.
Direktur Aircraft Integration PTDI, Budi Wuraskito, nilai kontrak pembelian pesawat terbang dari Dephan dalam lima tahun terakhir sekitar 25 juta dolar AS. Ia berharap dengan adanya peningkatan anggaran pertahanan bisa lebih banyak lagi kontrak yang bisa dilakukan oleh PTDI. Ia berharap, bisa lebih banyak menangani pesawat-pesawat TNI.
"Ke depan kami siap menjadi partner dalam pengadaan suku cadang pesawat terbang, tentunya dengan kerjasama dengan pabrikan pesawat di luar negeri. Sehingga nantinya tidak kesulitan mencari suku cadang saat dilakukan maintenance," kata Budi Wuraskito.
Kenaikan anggaran pertahanan itu juga disambut baik oleh BUMN lainnya seperti PT INTI dan PT LEN yang memproduksi dan mengembangkan alat-alat telekomunikasi untuk sipil dan kebutuhan militer.
Sumber : ANTARA
Rock Star July 13th, 2009, 09:18 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/AthanSpanyol.jpg
Sebagai bagian dari TNI, TNI Angkatan Darat memiliki tugas yang sangat strategis yang intinya untuk menjaga kedaulatan darat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tugas tersebut antara lain dilaksanakan melalui kerjasama dengan Angkatan Darat negara-negara sahabat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo saat menerima kunjungan kehormatan sekaligus perkenalan pejabat Atase Pertahanan (Athan) negara Spanyol untuk Malaysia Akriditasi Indonesia Captain (N) Joaquin Ballesterros di ruang tamu Kasad Mabesad, Jakarta, Senin (13/7).
“Seperti diketahui bersama bahwa sejauh ini belum ada kerjasama yang terjalin antara TNI Angkatan Darat dan Angkatan Darat Spanyol. Upaya mewujudkan kerjasama militer yang konstruktif pada dasarnya perlu dibangun, karena kedua Angkatan Bersenjata merupakan pilar utama negara masing-masing dalam bidang pertahanan”, tegas Kasad.
Berbagai bentuk kerjasama dapat kita laksanakan seperti, pertukaran kunjungan Perwira Senior dan kerjasama di bidang pendidikan maupun latihan. Dengan kerjasama ini diharapkan bisa memberi kontribusi positif bagi upaya peningkatan hubungan kedua Negara serta meningkatkan profesionalitas prajurit khususnya kedua Angkatan Darat.
Kasad berharap, dengan kunjungan Captain (N) Joaquin Ballesterros ini, Pemerintah Spanyol dapat menempatkan perwakilannya di Indonesia guna memperlancar komunikasi dan koordinasi untuk mewujudkan kerjasama militer antar kedua negara.
Hingga saat ini Pemerintah Spanyol belum menempatkan perwakilan militernya di Indonesia, meskipun pemerintah Indonesia telah menempatkan Athannya di Spanyol. Oleh karena itu Captain (N) Joaquin Ballesterros juga menyampaikan, bahwa kunjungannya ke Indonesia selain sebagai Atase Pertahanan Spanyol untuk Malaysia juga sebagai pejabat Athan di Indonesia untuk meningkatkan komunikasi kerjasama militer khususnya Angkatan Darat Indonesia dan Spanyol di masa mendatang.
Sumber : www.tniad.mil.id
Rock Star July 13th, 2009, 09:20 AM 13 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/2009520puspenTNI.jpg
Juru Bicara TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen
Jakarta,(ANTARA News) - Mabes TNI tidak akan menambah personel perbantuan (BKO) di Timika, Papua, menyusul insiden penembakan terhadap karyawan berkewarganegaraan Australia dan petugas keamanan PT Freeport Indonesia akhir pekan lalu.
Juru Bicara TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen ketika dikonformasi ANTARA di Jakarta, Senin mengatakan, sejak pengamanan obyek vital nasional seperti PT Freeport Indonesia, diserahkan sepenuhnya kepada kepolisian, maka TNI hanya menyiagakan satu satuan kompi (SSK) personel BKO dari Kodam XVII/Cenderawasih.
"Itu sudah prosedur tetap yang kami jalankan selama ini. Dan hingga kini kami tetap akan menyiagakan personel BKO yang sudah ada dan tidak akan ada penambahan personel," ujar Sagom.
Dengan personel BKO yang sudah ada tersebut, tambah dia, TNI akan berkoordinasi dengan Polri untuk mengamankan seluruh area PT Freeport Indonesia, terutama pasca insiden penembakan pada Sabtu (11/7) dan Minggu (12/7).
Secara umum, lanjut dia, TNI dan Polri juga telah rutin menggelar patroli rutin bersama di seluruh Papua terutama yang dinilai rawan aktifitas kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Pada Sabtu (11/7) pagi, Drew Nicholas Grant (38), warga negara Australia. Ia bersama rekannya Lia Madandan, Maju Panjaitan, dan Lukan Jon Biggs dicegat sekelompok orang bersenjata yang menembak mobil mereka saat melintas di Mile 53, areal PT Freeport Indonesia.
Arah penembakan diduga berasal dari atas bukit. Saat itu Lukan yang mengendarai mobil perusahaan PT Freeport Indonesia bernomor LWB 01.2587. Pada pukul 05.20 WIT mereka dikejutkan penembakan yang mengakibatkan Drew tewas.
Kini, tiga penumpang lainnya, Lia Madandan, Maju Panjaitan serta Lukan Jon Biggs, masih dirawat di klinik Kuala Kencana.
Insiden kembali berlanjut pada Minggu (12/7) saat petugas keamanan PT Freeport dan kepolisian menyisir area perusahaan tambang itu. Terjadi tembakan yang melukai beberapa petugas keamanan dan mengakibatkan satu orang tewas.
Rock Star July 13th, 2009, 09:23 AM 13 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/ambalat.jpg
Kuala Lumpur (ANTARA News) - Indonesia-Malaysia kembali berunding mengenai batas-batas laut di Departemen Luar Negeri Malaysia, Putrajaya, 13-14 Juli 2009, yang salah satu agenda pembahasannya ialah sengketa kasus laut Ambalat .
Perundingan kedua negara bertetangga dan satu rumpun ini akan membahas batas-batas laut yang masih menjadi sengketa, di antaranya di kawasan laut Ambalat, Selat Sulawesi, demikian sumber ANTARA News di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin.
Tim perunding dari Indonesia terdiri atas Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Deplu Arif Havas Oegroseno, TNI Angkatan Laut, Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional) dan Departemen Pertahanan.
Pertemuan itu tertutup untuk diliput media massa dan kemungkinan baru pada hari Selasa akan ada jumpa pers di KBRI Kuala Lumpur.
:bash: :bash: :bash: :ohno: :ohno: :ohno:
oweeyman July 13th, 2009, 01:59 PM ^^jangan sampe ke(maling)an:D
Rock Star July 14th, 2009, 06:31 AM 14 Juli 2009
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/OV-10BroncoHawkMK-53TNIAU.jpg
OV-10 Bronco dan Hawk MK-53 TNI Angkatan Udara yang telah lama dikandangkan
Jakarta (ANTARA News) - TNI akan memfokuskan kenaikan anggaran pertahanan sebesar 20 pada APBN 2010, untuk pengadaan sejumlah alat utama sistem senjata baru menggantikan alat utama sistem senjata yang telah lama dikandangkan seperti pesawat OV-10 Bronco dan Hawk MK-53 TNI Angkatan Udara (AU).
"Tentu itu akan diadakan bertahap, tidak langsung masing-masing satu skadron. Kenaikannya kan juga harus diprioritaskan juga untuk pemeliharaan dan perawatan alat utama sistem senjata yang masih digunakan," kata Juru Bicara TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen di Jakarta, Selasa.
Selain itu, TNI akan mengajukan kembali sisa pengadaan helikopter Mi-17 bagi TNI Angkatan Darat (AD) dan kapal selam yang masih tertunda pengadaannya bagi TNI Angkatan Laut (AL).
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/grab-1.jpg
Helicopter Mi-17 buatan Rusia milik TNI AD (foto:antara)
"Semua alat utama sistem senjata itu, selama ini telah diajukan namun belum bisa direalisasikan karena keterbatasan anggaran. Jadi, kita masih melanjutkan program yang sudah direncanakan sebelumnya," kata Sagom.
Untuk pengajuan beberapa alat utama sistem senjata itu, tambah dia, masih digodok terlebih dulu di masing-masing angkatan untuk kemudian dibawa ke Mabes TNI dan dibahas bersama Departemen Pertahanan dan instansi terkait seperti Departemen Keuangan.
Sebelumnya, Sekjen Departemen Pertahanan Letjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin mengemukakan, segera menggelar rapat bersama Mabes TNI untuk membahas apa saja yang akan difokuskan menyusul rencana kenaikan anggaran pertahanan/TNI sebesar 20 persen pada APBN 2010.
"Kami (Dephan) akan bahas bersama TNI untuk menentukan apa saja yang bisa dilakukan dengan kenaikan anggaran itu. Setelah itu, baru kami berkoordinasi dan membahas bersama instansi terkait seperti Departemen Pertahanan," ujarnya.
Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelaskan, dalam rancangan APBN 2010, pemerintah mengusulkan kepada DPR untuk menaikkan anggaran pertahanan lebih dari 20 persen dari Rp 33,6 triliun pada 2009 menjadi Rp 40,6 triliun.
"Secara sistematik, tahun demi tahun, kita menuju angka yang dibutuhkan untuk mencapai kekuatan minimum yang diperlukan, antara Rp 100-120 triliun," ujar Presiden.
==================================================================
wwuuuuhhuuuuuu....tambah alutsista nih :banana: :banana: :banana:
Rock Star July 14th, 2009, 07:04 AM aku tambahin dah gambar Heli nya..... hasil googling.. :)
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/mi-171.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/TNIADMi-17HIP4.jpg
(foto: karbol)
Rock Star July 14th, 2009, 09:21 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/1_37_b.jpg
Embraer EMB-314 Super Tucano kandidat kuat penganti OV-10 Bronco. (Foto: Embraer)
|
|