View Full Version : [INDONESIA] Defence and Military Isuues [Part2]
Rock Star July 14th, 2009, 09:31 AM maaf kalau pernah ada yang posting hala yang sama.... :)
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/super-tucano.jpg
Pesawat tua yang banyak jasanya bagi bangsa Indonesia adalah OV-10 Bronco, telah mengabdi di TNI AU lebih dari 30 tahun sejak kedatangannya pertama di Indonesia tanggal 28 September 1976. Pesawat tempur taktis ini yang disebut Si Kuda Liar paling banyak diterjunkan dalam berbagai operasi, maklum pesawat ini lincah dan gesit namun dapat bermanuver dengan kecepatan rendah di atas target sehingga lebih mudah mengidentifikasi target.
Pesawat tempur taktis yang berkemampuan COIN (Counter Insurgency) ini telah melaksanakan operasi antara lain Ops Seroja (1976-1979), ops Tumpas (1977-1978), Ops Halilintar (1979), Ops Guruh Petir (1980), Ops Kikis (1981-1982), Ops Tumpas (1983-1985), Ops Halau (1985-1987), Ops Rencong Terbang (1991-1993), Ops Oscar (1991-1992). Dengan usianya lebih dari 30 tahun sudah sepantasnya ada pesawat pengganti yang dapat menggantikan tugas Si Kuda Liar ini.
Salah satu yang dilirik TNI AU sebagai pengganti OV-10 Bronco adalah EMB 314 Super Tucano buatan Brazil. Belum lama ini penulis memperoleh kesempatan mengunjungi pabriknya dan sekaligus merasakan terbang sebanyak dua sortie. Sortie pertama general flight, kemudian sortie kedua melakukan manuver air to ground.
Sejuta Jam Terbang
Super Tucano buatan pabrik pesawat terbang Embraer yang sebelumnya memproduksi EMB 312 Tucano sebagai pesawat latih dan tempur taktis mulai tahun 1983 yang telah terjual 650 pesawat untuk 15 negara dan digunakan AU Brazil lebih dari 130 pesawat dengan jumlah jam terbang di Brazilian Air Force Academy 1.000.000 jam terbang. Selain pesawat tempur Embraer juga memproduksi pesawat Maritime Patrol, AEWAC, Transport Regional, VIP dll dengan total produksi 5400 pesawat sejak tahun 1969 dengan 150 operator penerbangan lebih dari 40 negara.
Super Tucano sendiri mulai digunakan AU Brazil sejak tahun 2004 sampai saat ini sudah 46 pesawat dari 99 pesawat yang dipesan untuk digunakan oleh tiga skadron operasional dan satu skadron latih lanjut sebelum ke pesawat jet tempur. Sedangkan AU Columbia sudah terkirim lima pesawat dari 25 pesawat yang dipesan, selanjutnya Super Tucano banyak dilirik oleh negara di Amerika Latin dan belahan dunia lainnya termasuk Indonesia.
Sebagai gambaran, Super Tucano memiliki maximum take off weight 5.400 kg, dengan external load 1550 kg/5 hard point. Kapasitas internal fuel twin seater 656 liter dan single seater 956 liter dengan external tank 960 liter dapat terbang 7 jam dengan jarak capai 1480 nm. Sedangkan max operating speed 320 kts, cruising speed 280 kts dan stalling speed 80 kts, service ceiling 35.000 ft dengan cabin pressurize dan Oxygen Obogs (On board Oxygen Generation System). Begitu kita masuk Cockpit terlihat ejection seat Martin Baker MK-10 L (0-0) dengan operating 3 modes (normal, aft dan single) dan dilengkapi anti “G� suit dan personal Survival Kit.
Cockpit Layout
Setelah duduk dalam cockpit akan terlihat Super Tucano memiliki cockpit yang lebih ergonomic dengan penempatan panel instrument lebih baik dan memudahkan mengoperasikan system yang ada. Integrasi sistem HUD (Head Up Display), UFCP (Up Front Control Panel) dan dua CMFD (6�x8� Color Multi Function Displays) sangat memudahkan dan meringankan kerja penerbang. Pada front seat HUD dilengkapi Video Camera yang dapat dilihat oleh back seat dan dapat di-transmit ke station di bawah maupun pesawat lain via data link dan dapat direkam pada digital video recorder.
Melalui UFCP penerbang dapat merubah radio/nav aid freq, way point/tactical information, armament type/modes dan lain-lain. Sedangkan CMFD dapat memperlihatkan additional dan routine information (engine instruments, rute penerbangan, armament system dll), procedure list dan utamanya back up displays untuk HUD dan UFCP. Pada throttle dan stick control terdapat banyak tombol/switches yang akan memudahkan pengoperasian dengan tangan tetap pada throttle dan stick sehingga tetap mempertahankan control capability.
Itulah disebut konsep HOTAS (Hand On Throttle and Stick) yang menjamin penerbang tetap waspada dan penuh konsentrasi terhadap keadaan di luar cockpit. Pesawat ini juga dilengkapi Operational Flight Program, Mission and Displays Processor serta Digital Video Recorder dan Flight Data Recorder.
Engine Super Tucano
Adapun engine Super Tucano menggunakan Pratt & Whitney buatan Canada PT 6A-68C/3 Turboprop 1600 SHP dengan 5 blade propeller yang dilengkapi EICAS (Engine Indication and Crew Alerting System) dan Fire Detection System. Pelaksanaan start sangat mudah dan dapat dilakukan oleh front maupun back seat, pertama fuel booster pump ON kemudian push button start, 14 % RPM (Ng) throttle posisi start, setelah propeller unfeather light indicator off throttle idle kira kira 40 detik RPM stabil pada 66 % RPM temperature 6700 C. Sebelum taxy out, Cabin Pressurize dan Air Conditioning ON dilanjutkan parking brake release, idle power cukup untuk taxy speed. Selama taxy dirasakan manual nose wheel steering sangat responsive, dengan ujung kaki saja mudah mengatur speed taxy.
Sebelum take off flaps down kemudian line up hold the brake lalu full power rapidly, PT 6’S Power Management Unit mengatur turboprop engine agar tidak kelebihan temperatur dan torque limits. Engine Stabilize baru release brake saat itu terasa ada sedikit yawing, baru ketika mencapai kecepatan 50 kts automatic rudder trim aktif maka counter rudder tidak diperlukan. Pada speed 95 kts mulai 80 pitch up pesawat take off, gears and flap up dengan climbing speed 150 kts dengan rate of climb rata rata 4000 ft/menit menuju ketinggian 15.000 ft. Pengendalian Super Tucano sangat responsive ditambah dengan cabin pressurize suara putaran engine/propeller nyaris tidak terdengar, sehingga menerbangkan Super Tucano bagaikan menerbangkan pesawat Jet engine.
Maneuverability
Pada ketinggian 15000 ft mulai maneuver stall, spin, full aerobatic dan navigation. Pada kecepatan jelajah 280 kts lalu throttle idle, speed brake out langsung dengan cepat speed berkurang, pada speed sekitar 90 kts mendekati stall pesawat masih dapat dikontrol dengan baik.
Sedangkan pada pelaksanaan spin speed 94 kts warning stall bekerja lalu full aft stick dan full right rudder pedal maka pesawat spin nose low sekitar 500-700, setelah 3 putaran recovery dengan neutralize stick dan full left rudder tambahan satu putaran spin stop kehilangan altitude hanya 3000 ft, untuk spin kedua recovery dengan cara melepas stick dan rudder recovery spin stop tambah 2 putaran dengan kehilangan altitude 3500 ft. Pada aerobatic loop, barel roll dll power set maximum, saat high speed 310 kts air craft control tetap stabil, dicoba slow roll speed 200 kts maneuver sangat baik. Oleh karena itu Super Tucano untuk aerobatic sangat precise, mudah dikontrol dan sangat menyenangkan.
Nav aids dan Communication
ebelum kembali ke base melaksanakan short navigation, Super Tucano dilengkapi dengan GPS dan INS, Laser Ring Gyro dan Radar Altimeter sehingga hasilnya precise. GPS stand alone untuk mencegah trouble di salah satu sistem, selain itu tetap dilengkapi basic flight instrument. Nav aid dilengkapi VOR/ILS, DME dan ADF serta dilengkapi digital anti interception & jamming V/UHF radio dan juga Fuel Alarms (Joker/Bingo).
Untuk memudahkan pelaksanaan terbang dilengkapi Auto Pilot dengan modes Heading Hold, Altitude Hold, Navigation and Approach. Sistem komunikasinya dilengkapi VHF/UHF radios with cripto dan Data Link, HF radio, IFF transponder dan Emergency Locator Transmitter. Sistem Data Link di Super Tucano sangat menarik dapat melaksanakan operasi silent communication dengan ground ataupun pesawat lain (Secure Communication).
Kemampuan data link-nya antara lain Send/Receive tracks/waypoint, weapon system status, present position transmission, transmit aircraft systems status, operational coordination serta intelligence information tentang targets dan avoidance area. Untuk terbang malam Super Tucano dilengkapi Night Vision Goggles (NVG) Gen III, dimana external dan internal lights full NVG compatible.
Selain itu dilengkapi optional FLIR (Forward Looking Infra Red) yang dapat dioperasikan oleh kedua cockpit dan dapat terlihat di CMFD (Color Multi Function Displays). Pada saat kembali ke base melaksanakan circuit dengan 4 kali touch and go, speed below 150 kts gears and flap down, check gears down push button Beep akan terdengar oleh penerbang dan controller. Final speed 110 kts, short final 100 kts flare out sedikit dan landing, pada saat touch terasa agak keras dibandingkan landing dengan A-4 Skyhawk, namun Super Tucano disiapkan untuk landing di unprepared runways.
Armament System
Sistem persenjataan Super Tucano terdiri atas 2 machine gun kiri dan kanan 0,5 “ (250 round each), dan 5 hard point di wing untuk 2 out board station di bawah wing (max 250 kg) dan 2 inboard station di bawah wing dan di tengah (max 350 kg) yang dapat juga dipasang external tank, sehingga total maximum external load 1.550 kg.
Semua station dapat dipasang bomb sejenis MK-81 maupun MK-82, Cluster, Rocket Pod dan juga dapat dipasang Laser Guided Bomb. Selain itu di outboard station dapat dipasang Short Range Air to Air Missile (AIM-9L class) dan juga dapat dipasang Air to Ground Missile (Maverick class). Pesawat ini juga dilengkapi Self Protection System terdiri dari RWR (Radar Warning Receiver), MAWS (Missile Approach Warning System) dan Chaff & Flare Dispensers. Selain itu alat bidik dengan WDNS (Weapon Delivery Navigation System) terdiri dari beberapa modes yaitu, A/G-CCIP (gun, rocket, bomb), A/G-CCRP, DTOS (bomb), A/A Intercept, A/A Dog Fight (LCOS, CCIL,SSLC), Armament Remaining, In flight Gun Re-cocking, serta Debriefing Capability. Untuk latihan WDNS ini dapat dengan simulasi yang terdiri dari Virtual Radar, Armament Simulation dan Electronic Warfare Simulation.
Pada sorti kedua penjajakan Super Tucano melaksanakan air to ground dengan amunisi 4 BDU-33 dan peluru 0,5 “100 bullet kanan dan 100 bullet kiri. Pelaksanaan bombing 2 bomb dengan A/G-CCIP dive angle 300 dengan hasil 3m/4m, 2 bomb dengan A/G- CCRP level bombing dan DTOS dengan hasil 13m/14m. Adapun hasil strafing 3 runs, run pertama 20 peluru/17 in, run kedua 20 peluru/14 in, run ketiga 40 peluru/27 in. Walaupun dengan keterbatasan jumlah sorti, namun terlihat dari peralatan avionic dan hasil Weapon Delivery menunjukan Weapon Control System Super Tucano sama dengan generasi terbaru dari Jet Fighter Aircraft.
Sebagai kesimpulan, Super Tucano adalah pesawat Light Attack Turboprop yang sangat ideal untuk melaksanakan misinya dalam COIN (Counter Insurgency) dengan precise yang tinggi dan dapat operasional malam hari (FLIR & NVG Compatible). Selain itu Super Tucano dapat digunakan sebagai pesawat Latih Lanjut maupun transisi ke pesawat fighter jet generasi terakhir. Secara menyeluruh Super Tucano adalah pesawat tempur taktis yang low cost yang siap menggantikan pesawat OV-10 Bronco si Kuda Liar dalam melaksanakan tugasnya dalam misi COIN (Counter Insurgency).
Sumber: tni.mil.id/MARSDA TNI GANDJAR WIRANEGARA
Rock Star July 14th, 2009, 10:27 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/AIR_Super_Tucanos_Formation_lg.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/AIR_EMB-314_Super_Tucano_Dominican_.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/AIR_EMB-314_Drakos_Colombia_lg.jpg
Rock Star July 14th, 2009, 10:29 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/img_combat_supertucano_proven_perfo.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/img_combat_supertucano_light_attack.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/img_combat_supertucano_anatomy_01_z.jpg
Rock Star July 14th, 2009, 10:33 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/1_030301_0065_b_RGB.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/1150363.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/1140477.jpg
Rock Star July 14th, 2009, 10:40 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/1209068548_f.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/CSyD_A29_C02.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/emb314supertucanobn0.png
Rock Star July 14th, 2009, 10:43 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/img_combat_supertucano_interface_01.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/img_combat_supertucano_interface_02.jpg
:cheers: :cheers: :cheers: :cheers:
oweeyman July 14th, 2009, 12:12 PM ^^emang PT DI gak bisa bikin pesawat kayak gini ya? kan sama kayak cessna dll baling2 juga..
secara PT DI udah dipercaya jadi produsen komponen sayap A380 masa bikin pesawat gitu gak bisa (IMO)
Rock Star July 15th, 2009, 05:47 AM ^^emang PT DI gak bisa bikin pesawat kayak gini ya? kan sama kayak cessna dll baling2 juga..
secara PT DI udah dipercaya jadi produsen komponen sayap A380 masa bikin pesawat gitu gak bisa (IMO)
kalau cuma pesawat kayak gitu sih saya yakin bangsa kita bisa bikin....
cuma kalau disuruh buat pesawat dari 0, mungkin kita punya kesulitan di riset dan dananya, butuh waktu yang lama dan dana riset yang besar. tapi kabar yg menggembirakan (buka halaman sebelumnya) Indonesia diajak bekerjasam denga Korsel untuk mengembangkan pesawat F/A-50, semoga saja terlaksana. sedangkan untuk pesawat super tucano mungkin untuk mempererat kerjasama indonesia-brasil..(IMO)
Rock Star July 15th, 2009, 06:07 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/KRILAYANG805RUDALC-802.jpg
KRI Layang 805 sedang melepaskan peluru kendali C-802, dengan sasaran Eks KRI Karang Galang yg telah pensiun, Dokumentasi Latihan Gabungan 2008. (foto: TNI AL)
ANGKASA-ONLINE.COM - Tentara Nasional Indonesia sejak hari ini Selasa (14/7) secara resmi memiliki daerah yang bersifat permanen untuk penyelenggaraan Latihan Gabungan (Latgab). Hal ini ditandai dengan kesediaan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Kalimantan Timur untuk menjadikan wilayahnya sebagai lokasi Latgab TNI yang disampaikan langsung oleh Bupati Kutai Timur didampingi Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan dan Daerah Terluar Provinsi Kalimantan Timur, Pangdam VI/Tpr, Danrem 091/ASN, Dandim 0909/Sgt dan Danlanal Sangatta saat menemui Panglima TNI di Cilangkap, Jakarta Timur.
Persetujuan Pemda Kalimantan Timur ditandai dengan penyerahan surat Keputusan Bupati Kutai Timur nomor : 188.4.45/334/HK/VI/2009 tentang Penetapan Lokasi Latihan Gabungan TNI seluas 26.449,761 hektar yang terletak di Kecamatan Bengalon dan Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur kepada Panglima TNI, Jenderal TNI Djoko Santoso. Penyerahan keputusan ini disaksikan langsung oleh ketiga Kepala Staf Angkatan, Kasum TNI, para Asisten Panglima TNI dan Kapuspen TNI.
Pemda Provinsi Kalimantan Timur berpandangan bahwa dengan keberhasilan Latgab TNI Tahun 2008 lalu, maka penyelenggaraan di wilayah ini secara rutin akan dapat meningkatkan keamanan dan ketahanan negara pada umumnya dan khususnya wilayah Kalimantan Timur. Sebagaimana diketahui, di provinsi ini terdapat garis perbatasan darat dengan negara tetangga sepanjang 1.038 km dan perbatasan laut yang terbuka lebar, terutama di perairan Ambalat yang belakangan ini semakin gencar diklim oleh Malaysia sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.
Terkait dengan pengamanan di perbatasan darat dengan Malaysia, Pemda Kalimantan Timur mengharapkan agar pembangunan jalan di sepanjang perbatasan dapat dilaksanakan secara bertahap melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan pendanaan yang terprogram oleh pemerintah pusat dan daerah. Selain untuk kepentingan pengamanan wilayah, sarana prasarana perhubungan darat ini sangat diperlukan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.
Pada kesempatan tersebut Pangdam VI/Tpr, Mayjen TNI Tono Suratman sekaligus melaporkan rencana pembangunan pasar di perbatasan (Jagol Babeng) guna mengurangi mobilitas penduduk ke wilayah Malaysia untuk berbelanja keperluan sehari-hari. Termasuk pembangunan bagan-bagan permanen di perairan Ambalat yang telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan para nelayan Kalimantan Timur. (Pusat Penerangan TNI/DN.Yusuf)
Rock Star July 15th, 2009, 06:24 AM 15 Juli 2009
Oleh Laksamana TNI (purn) Sumardjono (Kepala Staf TNI Angkatan Laut 2007-2008)
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/foto-sumarjono140709.jpg
Berbicara tentang sistem pertahanan suatu negara, maka tidak cukup dengan melihat strategi, postur, serta doktrin pertahanannya. Juga tidak cukup bila sekedar melihat jumlah kekuatan, pengorganisasian, sarana dan prasarana pendukung kekuatannya.
Lebih dari itu harus dilihat kemampuan industri negara dalam mendukung, ataupun memproduksi sarana dan prasarana pertahanannya. Tidak berlebihan bila dikatakan kemampuan industri pertahanan suatu negara menjadi salah satu tolok ukur kemampuan pertahanan negara tersebut.
Lalu bagaimana dengan Indonesia? Adalah suatu kenyataan bahwa Indonesia adalah negara kepulauan, negara maritim, dengan luas wilayah lebih dari 50.000 km persegi. Panjang pantainya lebih dari 81.000 km, dengan dua pertiga dari luas wilayahnya berupa laut, dan sepertiga bagian dari luas wilayah itu adalah daratan berupa pulau-pulau besar maupun kecil yang tersebar di antara lautan.
Dalam konsep negara kepulauan, laut tersebut berfungsi sebagai penghubung atau penyambung keberadaan pulau-pulau, bukan sebagai pemisah pulau.
Undang Undang No. 3/2002 tentang Pertahanan Negara mengamanatkan penyusunan sistem pertahanan negara harus mengacu kepada bentuk geografi negara. Guna menopang sistem pertahanan tersebut, maka TNI-AL menetapkan visi menuju angkatan laut yang besar, kuat, profesional, dan solid, agar mampu menjamin kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi warga negara Indonesia khususnya masyarakat pengguna laut.
Dengan bentuk geografi sebagai negara kepulauan dengan wilayah NKRI yang sangat luas itu, tuntutan untuk memiliki angkatan laut yang besar, kuat, bukanlah kemewahan tetapi merupakan suatu kebutuhan.
Pada 1960-an pemerintah Indonesia membeli alat utama sistem pertahanan (alutsista) untuk Angkatan Laut dari Uni Soviet yang terdiri dari berbagai jenis kapal atas air, kapal selam, dan pesawat terbang, lengkap dengan persenjataan dan teknologi pada masa itu.
Alutsista yang cukup besar jumlahnya itu pada 1970-an telah menjadi besi tua, dan pada tahun 1980-an pemerintah membeli kapal-kapal baru dari Eropa seperti korvet, kapal selam, buru ranjau, Patrol Ship Killer, Landing Ship Tank, Fast Patrol Boat, diikuti dengan perencanaan yang sangat bagus mulai dari sistem penyiapan sumber daya manusia untuk pengawak alutsista, sistem pemeliharaan dan perbaikan, termasuk integrated logistic support disertai anggarannya.
Dengan dukungan anggaran yang ditetapkan, diharapkan kapal-kapal baru dari blok barat tersebut dapat beroperasi sampai 30 tahun ke depan dan berfungsi sebagaimana telah direncanakan.
Dalam perjalanannya, pemerintah menambah kapal-kapal yakni tiga fregat Tribal class dari Inggris, enam fregat Van Speijk class dari Belanda serta 39 kapal bekas dari Jerman Timur yang terdiri dari 16 korvet, 14 LST, dan 9 penyapu ranjau.
Bertambahnya kapal-kapal tersebut, memerlukan pembiayaan ekstra dalam pengoperasian, padahal anggaran tidak bertambah. Akibatnya, pengoperasian kapal-kapal terganggu, karena sebagian dana dipakai untuk perbaikan kapal-kapal bekas agar bisa melaut sesuai dengan fungsi asasinya.
Pada sisi lain, keberadaan badan penelitian dan pengembangan belum maksimal dalam menjalankan tugasnya, khususnya yang bersifat strategis, lagi-lagi karena hambatan dana. Anggaran untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) sangat kecil. Dengan kondisi anggaran yang minim, badan-badan penelitian yang ada tidak bisa fokus menentukan kegiatannya.
Sementara itu, keberadaan industri yang mempunyai nilai strategis yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMNIS), pada umumnya juga belum bisa menghasilkan produk sesuai harapan karena terbentur permodalan, manajemen, sumber daya manusia.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/KRIAJAK65304.jpg
KRI Ajak 653 kapal patroli buatan PT. PAL Surabaya salah satu BUMNIS.
Dengan kondisi perekonomian Indonesia yang belum membaik selama beberapa dasawarsa, sulit bagi pemerintah untuk menaikkan anggaran belanja negara guna mewujudkan kesejahteraan rakyat sekaligus membiayai sektor keamanan nasional secara maksimal.
Kebijakan pemerintah dalam membangun kekuatan pertahanan sebatas essential force (kekuatan minimum), hanya mampu memberikan anggaran kurang lebih 30 persen dari kebutuhan ideal kekuatan minimum.
Dari sisi TNI Angkatan Laut, keterbatasan anggaran yang disebabkan belum membaiknya perekonomian negara tersebut, memerlukan suatu rencana aksi; bagaimana mewujudkan misi TNI AL yang besar, kuat, profesional, dan solid dalam mendukung strategi pertahanan negara di laut di tengah keterbatasan anggaran yang tersedia.
Kemandirian
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/KRIKRAIT827.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/KRIKRAIT8273.jpg
KRI Krait 827 jenis Patroli Cepat (PC-40) yang dibuat oleh Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) TNI AL Mentigi Tanjung Uban, Riau bekerja sama dengan PT Batam Express Shipyard (BES), Batam.
Anggaran hendaknya jangan dijadikan alasan pembenar untuk tidak bisa memenuhi kebutuhan alutsista dalam memperkuat postur pertahanan. Sistem pertahanan negara akan kuat bila didukung oleh industri pertahanan yang kuat, artinya Indonesia perlu melangkah menuju kemandirian nasional dalam memenuhi kebutuhan peralatan pertahanan.
Dengan terpenuhinya peralatan pertahanan dari dalam negeri, maka ketergantungan pada produk luar negeri secara bertahap akan berkurang. Selain itu terjadi penyerapan tenaga kerja, terciptanya standardisasi alutsista sehingga pengoperasiannya menjadi efisien dan efektif, memiliki kerahasiaan tinggi serta bebas embargo.
Suplai suku cadang juga terjamin, dan mudah melakukan pengembangan teknologi berbasis dari teknologi yang sudah dikuasai.
Semuanya itu bila dilakukan akan memutar roda ekonomi dalam negeri sekaligus menekan devisa ke luar negeri. Agar bisa dilakukan, perlu komitmen kuat dan konsisten dari para pemimpin negeri ini di setiap strata, mengingat bahwa kegiatan ini memerlukan waktu yang lama dan lintas generasi. Agar kemandirian bisa terwujud maka "keinginan untuk mandiri" harus lebih kuat daripada "keinginan untuk bergantung".
"Keinginan untuk meyakini produk sendiri", dan "keinginan untuk berkembang" harus lebih kuat daripada "keinginan pasar" sehingga perlu ada sosialisasi untuk "mencintai produk sendiri" dan "bangga menggunakannya".
Dari semua itu faktor yang sangat penting dan menjadi kunci keberhasilan menuju kepada kemandirian adalah: (1) semangat, (2) komitmen, dan (3) konsistensi para pemimpin.
Janganlah faktor anggaran yang kurang, menjadi alasan untuk tidak melakukan gerakan menuju kemandirian. Harus disadari bahwa anggaran akan selalu kurang, karena itu perlu dicari terobosan atau solusi: mengubah hambatan menjadi peluang.
Bagaimana cara menuju kemandirian? Pertama, melalui langkah penelitian dan pengembangan sebelum barang diproduksi berdasarkan spesifikasi teknis dari pembeli. Pola ini memerlukan waktu yang panjang serta perlu biaya mahal. Kedua, melalui alih teknologi saat pembelian barang dengan membuat rencana kerjasama antara pihak pembeli dengan pabrik pembuat.
Bentuk kerjasama alih teknologi tersebut bermacam-macam, tergantung keperluannya. Alih teknologi yang dikembangkan TNI-AL pada saat pengadaan kapal kombatan jenis korvet Sigma dari galangan kapal Royal Scheelde Belanda dan kapal angkut jenis Landing Platform Dock (LPD) dari Daewoo Korea Selatan misalnya, adalah dari empat kapal korvet Sigma maupun LPD yang dibeli, maka pembangunan kapal pertama dilakukan di pabrik asal, sedangkan kapal kedua dibangun di Indonesia dengan komposisi 50 persen tenaga ahli dari negeri pabrik kapal, dan 50 persen tenaga dalam negeri Indonesia.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/2009-07-14_211340.png
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/indonesia003.jpg
Proses pengerjaan kapal jenis LPD pesanan Dephan yang dikerjakan di PT. PAL Surabaya. (Foto: mastekhi.com)
Kapal ketiga dibangun di tanah air dengan pihak negeri pabrik kapal sebagai pengawas, sedangkan tenaga pelaksananya adalah tenaga Indonesia. Kapal keempat, semua sudah ditangani putra-putri Indonesia, dengan pengawas juga orang Indonesia.
Namun apa yang telah direncanakan belum berjalan seperti apa yang diharapkan karena beberapa adanya sejumlah kendala, sehingga keempat kapal, dibangun di Scheelde Ship Building Belanda (korvet Sigma), sedangkan jenis LPD, dua dibangun di Korsel, dan dua dibangun di Indonesia
Demikian pula untuk rencana pengadaan dua kapal selam yang akan datang, diharapkan satu kapal dibuat di negeri pembuat (pemenang tender) dan kapal berikutnya sudah dibuat di dalam negeri.
Dengan demikian alih teknologi pada setiap pengadaan alutsista atau perlengkapannya, diharapkan akan bisa dilakukan dan dapat meningkatkan kemampuan industri dalam negeri sehingga pengadaan peralatan berikutnya sudah dilakukan oleh industri dalam negeri.
Alih teknologi dengan sendirinya juga akan peralatan serta alutsista secara otomatis terstandardisasi dan memudahkan pembinaan maupun pengoperasian alutsista dan perlengkapan tersebut yang akan berdampak pada penekanan penggunaan biaya (anggaran).
Di sisi lain, pengembangan terhadap hasil alih teknologi yang melekat pada alutsista dapat dikembangkan secara berlanjut. Sebagai contoh, Korea Selatan telah berhasil memproduksi kapal selam jenis U-209 hasil alih teknologi dari Jerman yang selanjutnya dikembangkan sendiri dengan memproduksi kapal selam jenis U-212 dan U-214.
Khusus untuk rencana pembangunan kapal selam, pihak TNI AL juga mengembangkannya melalui penelitian, bekerja sama dengan instansi terkait lainnya (Badan Penelitan dan Pengembangan Dephan), Perguruan Tinggi dalam negeri dan Kementerian Ristek, pada kenyataannya perlu waktu panjang selain dana yang tidak sedikit, karena pembuatan kapal selam memiliki tingkat kesulitan dan resiko lebih tinggi daripada kapal atas air.
Tahapan alih teknologi dalam pembangunan suatu kapal, bisa dimulai dari pelibatan saat rancang bangun, pembangunan kapal, dalam hal ini saat perakitan komponen komponen kapal, uji coba baik saat kapal masih ditambat di pangkalan maupun saat melaut, hingga finalisasi (uji fungsi).
Komponen komponen kapal tersebut mungkin didatangkan dari luar negeri sesuai tuntutan spesifikasi teknis pembeli/pengguna, namun secara bertahap harus bisa diganti dengan produk dalam negeri mulai dari peralatan yang sederhana (radio, alat navigasi, set perlengkapan dapur, mebel, pompa air, dll) dan secara bertahap peralatan dengan kandungan teknologi tinggi diharapkan juga sudah diproduksi di dalam negeri.
Dengan terlaksananya alih teknologi terhadap pengadaan alutsista, telah terbuka pintu menuju kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan alutsista angkatan laut. Dengan kemandirian itulah gerbang menuju visi Angkatan Laut yang "besar", "kuat", "profesional", dan "solid" dapat diwujudkan.
Besar dalam kapasitas alutsista, dan hasil produk sendiri. Kuat menunjukkan kapasitas kekuatan dengan daya tangkal (deterrence) yang sulit diprediksi oleh lawan. Profesional, menunjukkan keahlian dalam pengawakan organisasi, pengoperasian alutsista, keuletan, kegigihan, dan percaya diri pada keberhasilan misi. Solid mengandung arti adanya ikatan yang kuat, kompak, tanggung jawab terhadap pencapaian tugas yang diemban.
Sumber: ANTARA
:cheers: :cheers: :cheers:
r4d1ty4 July 15th, 2009, 06:47 AM klo gasalah dulu ada wacana klo KT-1 dipersenjatai pake FFAR sm bom ringan..
ato lebih bagus lagi klo PT.DI bisa bangun pesawat COIN sendiri..
Rock Star July 16th, 2009, 06:39 AM klo gasalah dulu ada wacana klo KT-1 dipersenjatai pake FFAR sm bom ringan..
ato lebih bagus lagi klo PT.DI bisa bangun pesawat COIN sendiri..
Mari berdoa semoga kerjasama dengan Indonesia-Korsel bisa terlaksana, dan indonesia bisa memiliki pesawat latih & tempur ringan sendiri
:banana: :banana: :banana:
Rock Star July 16th, 2009, 06:44 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/
rockstar66_2009/05_uss_george_washington_cvn_73.jpg
CVN-73 USS George Washington
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) akan mengikutsertakan lima kapal perangnya dalam parade kapal perang internasional Indonesia (Indonesian Fleet Review/IFR), pada 17-19 Agustus mendatang.
"Semula AS akan kirim dua kapal perangnya. Namun konfirmasi terakhir menjadi lima kapal perang," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno ketika ditanya di Jakarta, Rabu (15/7), tentang persiapan akhir IFR 2009 di Manado, Sulawesi Utara.
Lima kapal perang AS terdiri atas kapal induk George Washington dan empat lainnya merupakan perang jenis perusak (destroyer). Selain AS, 31 negara lainnya seperti negara-negara ASEAN, China, Pakistan, Eropa, Prancis, Inggris, Jepang dan Rusia juga akan mengirimkan
kapal perangnya sehingga diperkirakan ada 50 kapal perang yang akan ikut dalam IFR 2009.
Indonesia dalam kegiatan itu akan mengikutsertakan 10 kapal perangnya. "Ini merupakan kebanggaan tersendiri dapat menyelenggarakan IFR dengan peserta yang cukup banyak yakni 32 negara dengan hampir 50 kapal perang," kata KSAL.
Selain parade kapal perang (fleet review), juga ada lintas layar (sail pass), yacht rally Darwin (Australia) ke Manado, lintas terbang (fly pass), kirab kota, dan bakti sosial.
Pelaksanaan Parade Kapal Perang Indonesia kali pertama diselenggarakan pada Peringatan 50 Tahun Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1995, dan baru kembali diselenggarakan pada pertengahan Agustus 2009. Ini juga merupakan keikutsertaan AS yang kedua kalinya.
KSAL menambahkan, kegiatan IFR 2009 tersebut sekaligus menunjukkan keberadaan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, karena 2/3 wilayah Indonesia adalah perairan. Selain itu, melalui IFR 2009 dapat pula ditingkatkan kerja sama atas dasar saling menghormati dan menghargai antarnegara, khususnya angkatan laut masing-masing negara.
Pembukaan IFR 2009 rencananya akan dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sumber : MEDIAINDONESIA
Rock Star July 16th, 2009, 06:52 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/rokn209huge.jpg
Kapal selam kelas Chang Bogo buatan Korea Selatan ditawarkan ke Indonesia berikut alih teknologi. (Foto: nti.org)
15 Juli 2009, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, S.H., mengungkapkan bahwa TNI AL tengah menjajaki kemungkinan pembuatan kapal perang jenis Perusak Kawal Rudal dan kapal selam mini produksi industri strategis di dalam negeri.
Hal tersebut diungkapkan Kasal Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, S.H., Selasa (14/7) dalam sambutannya pada acara Bedah Buku Laksamana TNI (Purn) Sumardjono di salah satu hotel di Jakarta Pusat. Bedah Buku setebal 332 halaman tersebut berjudul ”Membangun Angkatan Laut Menuju Kemandirian” yang diterbitkan oleh Dinas Penerangan Angkatan Laut tahun 2009 dihadiri Menhan Prof. Dr. Juwono Sudarsono, M.A., Menneg PPN/Kepala Bappenas Kusmayanto Kadiman beserta sejumlah mantan Kasal dan pejabat TNI.
Menurut Kasal, TNI AL juga tengah membangun kapal patroli berukuran panjang 40 meter serta kapal cepat trimaran yang mempunyai panjang 60 meter dengan kecepatan 40 mil perjam yang akan dilengkapi persenjatan peluru kendali.
”Untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap luar negeri, khususnya Alutsista, maka jalan satu-satunya dengan memberdayakan industri strategis dalam negeri yang diawali dengan alih teknologi atau transfer of technology ” jelas Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, S.H.
Pandangan dan pemikiran tersebut, membuka tabir kemandirian Nasional dibidang industri pertahanan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan Alutsista Angkatan Laut. ”Dengan kemandirian ini, gerbang menuju TNI AL yang kuat dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia akan dapat terwujud,” tegasnya.
Sumber: DISPENAL
Rock Star July 16th, 2009, 07:44 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/LPD.jpg
KRI Surabaya 590 dan KRI Makasar 591, LPD buatan Korsel
(foto:KARBOL)
JAKARTA - PT PAL tengah menyelesaikan pembangunan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD). Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, PAL berjanji menyerahkan kapal angkut personel itu pada September mendatang.
Dia berharap, tidak ada lagi penundaan. "Karena sudah 11 kali penyerahannya ditunda," katanya usai menghadiri peluncuran buku mantan KSAL Laksamana (purn) Sumardjono di Jakarta, Selasa (14/7) malam.
Tedjo mengatakan, pembangunan LPD adalah realisasi alih teknologi senjata strategis dari Korea Selatan.
Angkatan Laut memesan empat kapal LPD dari Korea Selatan. Dua kapal pertama, KRI Surabaya dan KRI Makassar, dibuat di negeri ginseng tersebut dan telah hadir memperkuat jajaran matra laut.
Dua kapal terakhir dibangun di PT PAL, Surabaya, dengan asistensi penuh Korea. Dia menjelaskan, kapal terakhir direncanakan kelar Januari 2010.
Tedjo mengatakan, setelah LPD, diharapkan PAL membangun kapal perusak kawal rudal. Saat ini, TNI AL tengah menjajaki negara produsen yang berkomitmen memberikan alih teknologi. Beberapa calonnya, Prancis, Belanda, dan Italia. "Masih ditimbang mana yang terbaik," kata lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1975 itu.
Sumber : JURNAS
Rock Star July 16th, 2009, 07:46 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/surabaya1.jpg
Buset......... ni kapal gede bener ya..!!!! :nuts: :nuts: :nuts: (katro) :bash: :bash: :bash:
Rock Star July 16th, 2009, 07:48 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/27_96104_158623a57facf60.jpg
KUPANG - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan US Air Force menggelar "Operasi Pasific Angel" di dua kabupaten/kota, yakni Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 15-20 Juli 2009," kata kordinator pelaksana latihan Letkol Penerbang, Ferdinan Roring di Kupang, Rabu (15/7).
Kegiatan operasi yang dilaksanakan ini, kata Roring, khusus di bidang kesehatan antara TNI dan US Pacaf. Tim Pacaf ini akan menggelar pengobatan gratis di desa Batakte, Kecamatan Kupang Barat dan Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang serta di kelurahan Naioni Kota Kupang.
"Kegiatan pengobatan gratis ini dilaksanakan selama tiga hari hingga 17 Juli 2009," katanya.
Hari ini, kata Roring, pesawat kargo C-17 Globemaster milik USAF tiba di Lanud El Tari Kupang pada pukul 09.30 Wita mengangkut obat-obatan dan personel medis guna memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di dua kabupaten/kota tersebut.
Pesawat C17 tersebut, jelas dia, berangkat langsung dari Hawai menuju Kupang tanpa transit dengan menempuh perjalanan kurang lebih tujuh jam. Hal ini dimungkinkan karena pesawat mampu mengangkut bahan bakar hingga 50 ton.
Selain melakukan pengobatan gratis, kata Roring, tim Pacaf ini juga akan membangun "solar cell" dan pompa air di tiga wilayah tersebut guna mengatasi kesulitan air bersih yang dihadapi masyarakat di wilayah tersebut.
Puncak kegiatan, kata Roring, akan berlangsung pada 18-20 Juli 2009, yakni latihan evakuasi medis di udara antara TNI dan tim Pacaf USA di Lanud El Tari Kupang.
Ia mengatakan, mulai hari ini tim Pacaf dan TNI telah melaksanakan pelayanan kesehatan gratis di Kelurahan Naioni yang meliputi pemeriksaan mata, gigi, dan penyakit bagian dalam kepada semua warga yang berada di kelurahan tersebut.
Dengan diadakan pengobatan gratis oleh Pacaf USA ini, maka NTT sudah dua kali mendapat pengobatan gratis dari pemerintah Amerika Serikat, karena sebelumnya kapal Angkatan Laut UNSS Mercy juga pernah melakukan kegiatan pengobatan gratis di Provinsi NTT.
Sumber : ANTARA
Rock Star July 18th, 2009, 06:47 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/KRITelukSangkulirang542.jpg
Surabaya -- Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Teluk Sangkulirang (TSR)-542 yang sedang melaksanakan operasi keamanan laut di perairan timur Indonesia telah memeriksa 4 kapal dengan total muatan 25 Ton Ikan Tuna disekitar perairan utara Papua, belum lama ini, Rabu (15/7).
Ke empat kapal yang diperiksa tersebut yaitu, KM. Mahkota Abadi-03, Nahkoda kapal Thimotheos Dumolong, bobot 37 GT, jumlah ABK 12 orang WNI, 10 orang Taiwan, muatan 6 ton ikan Tuna. KM. Sinar Bali-18, Nahkoda kapal Kiwin Dolong Seda, bobot 75 GT, jumlah ABK 14 orang WNI, 2 orang Taiwan, muatan 4 ton ikan Tuna. KM. Lautan Lestari-01, Nahkoda kapal Yuliustan Katenggung, bobot 69 GT, jumlah ABK 10 orang WNI, 3 orang Taiwan, muatan 5 ton ikan Tuna. KM. Mahkota Abadi-12, Nahkoda Jeheskiel Nafali, bobot 109 GT, jumlah ABK 12 orang WNI, 2 orang Taiwan, muatan 10 ton ikan Tuna.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, ke empat kapal ikan tersebut diijinkan untuk melanjutkan pelayaran. Karena dalam pemeriksaan tidak diketemukan adanya pelanggaran, semua surat maupun dokumen lengkap,”kata Komandan KRI Teluk Sangkulirang-542 Mayor Laut (P) Dwi Prasetyo menegaskan.
Sumber :PENARMATIM
______________________________________________________________________________
TURUT BERDUKA UNTUK SEMUA KORBAN LEDAKAN BOM DI JW MARRIOTT HOTEL DAN THE RITZ CARLTON
Rock Star July 18th, 2009, 07:51 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/61351_pasukan_gabungan_anti_teror_p.jpg
pasukan gabungan anti teror polri dan tni.
Jakarta - Mabes TNI menyiagakan pasukan antiteror menyusul ledakan yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton yang berada di kawasan bisnis Mega Kuningan, Jakarta Selatan, pada Jumat pagi.
Juru Bicara TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen kepada ANTARA News mengatakan, sampai saat ini belum ada permintaan bantuan dari Polri dan pihak terkait namun seluruh pasukan antiteror TNI sudah otomatis disiagakan untuk diperbantukan.
“Berdasarkan temuan sementara dimana ledakan tidak berasal dari genset atau tabung gas maka sudah dapat diperkirakan ledakan adalah bentuk aksi terorisme. Karena itu TNI telah menyiagakan seluruh pasukan antiteror untuk mengatasi berbagai kemungkinan akibat ledakan tersebut,” kata Sagom.
Sementara itu Kepala Desk Antiteror Kementrian Politik Hukum dan Keamanan Irjen Pol Ansyaad Mbai menegaskan pemerintah akan terus melakukan pemberantasan terhadap aksi-aksi terorisme baik dengan jalan lunak (soft power) maupun keras (hard power).
“Kita tidak akan mentolerir apapun bentuknya, kita akan terus memberantas berbagai aksi terorisme yang ada,” katanya.
Sumber : Antara
David-80 July 18th, 2009, 04:41 PM jangan Hangat hangat Tai ayam, nanti setelah 2 tahun, tingkat kesiagaan nya menurun....ya gua ga bisa salahin sapa2 selain pihak intel dan keamanan sendiri...terutama keamanan hotel2 di Indonesia...bunyi alarm tapi didiemin aja...
contoh besar, di MCD sarinah.....bunyi tapi ga di check...nanti pas udah kena baru nyesel...
Arghh...menyesal kemudian...baru bertindak...
Cheers
VRS July 20th, 2009, 02:19 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/27_96104_158623a57facf60.jpg
Sumber : ANTARA
its that new hercules ...???
David-80 July 20th, 2009, 05:13 AM thats not Hercules, thats the Globemaster....
cheers
Venantio July 20th, 2009, 09:11 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/KRITelukSangkulirang542.jpg
Aduhh.. kapal perangnya kok karatan gitu sih?
VRS July 20th, 2009, 09:49 AM oh..thx david-80...
kapal perang tsb terlihat karatan walau dari jauh...
sepertinya bila cuaca buruk,kapal tsb tdak mampu utk hindari gelombang laut...
Rock Star July 21st, 2009, 07:15 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/diponegoro24.jpg
KRI Diponegoro 356
Jakarta, (ANTARA News) - Satuan Tugas Maritim Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-A merayakan hari jadi kedua Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Diponegoro-365 di Lebanon.
Perayaan dilaksanakan di tengah operasi rutin mengamankan perairan teritorial Lebanon bersama angkatan laut sejumlah negara yang tergabung dalam Satuan Tugas Maritim Pasukan Pemeliharaan Perdamaian di Lebanon (MTF-UNIFIL), demikian siaran jurnal Pasukan Perdamaian PBB yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin.
KRI Diponegoro dipesan pemerintah Indonesia dari Belanda dan resmi menjadi bagian TNI Angkatan Laut pada 2007.
Peringatan dua tahun KRI Diponegoro-365 bergabung dengan TNI Angkatan Laut itu ditandai dengan doa bersama, pemotongan tumpeng, ranah-tamah sesama awak KRI dan hiburan.
Komandan KRI Letkol Laut (P) Arsyad Abdullah mengatakan, hal itu merupakan momen yang sangat penting, yaitu kesempatan untuk introspeksi diri mengenai hal sudah dilakukan untuk kejayaan KRI Diponegoro selama dua tahun.
Ia juga mengajak seluruh ABK KRI Diponegoro agar dalam melaksanakan tugas selalu didasari sikap jujur, tangguh, pantang menyerah, berhati bersih dan percaya diri namun rendah hati sesuai yang dimiliki pahlawan Diponegoro.
KRI Diponegoro bergabung dalam Satuan Tugas Maritim (Maritime Task Force/MTF) UNIFIL di bawah Comander Task Force (CTF 448), bergabung dengan beberapa negara yang telah mengirimkan kapal perangnya seperti Prancis, Turki, Yunani, Italia, Belgia, Spanyol, dan Jerman.
Kapal perang jenis Korvet SIGMA itu tiba di Pelabuhan Beyrouth pada 16 April. Persyaratan minimal untuk kapal perang yang tergabung dalam MTF UNIFIL antara lain mampu mengoperasikan heli, mampu melaksanakan SAR, mampu melaksanakan RAS (Pengisian BBM di laut), memiliki fasilitas kesehatan level satu.
Kemudian, memiliki "combat management system" secara seketika, mampu melaksanakan "self protection", memiliki kemampuan mengidentifikasi kawan atau lawan (IFF), memiliki berbagai jenis persenjataan, serta mampu memberikan bantuan kepada Angkatan Laut Lebanon.
__________________________________________________________________________________________
mahatirm July 21st, 2009, 10:54 AM Diambil dari thread sebelah:
Power Plant Tanjung Muria
http://2.bp.blogspot.com/_K8f_78xTKLU/R7KdvKQ9U3I/AAAAAAAAAA4/yD4U7PYNq7E/S758/PLTN+Tanjung+Muria.gif
So when? :banana: :cheers:
Rock Star July 21st, 2009, 11:27 AM ^^
nice info, thanks...
ada update beritanya nggak ???
:cheers: :cheers: :cheers:
jaystar July 21st, 2009, 07:07 PM Diambil dari thread sebelah:
Power Plant Tanjung Muria
http://2.bp.blogspot.com/_K8f_78xTKLU/R7KdvKQ9U3I/AAAAAAAAAA4/yD4U7PYNq7E/S758/PLTN+Tanjung+Muria.gif
So when? :banana: :cheers:
kok deket laut...
im really worried about the waste...here in germany they have also this problem (with the nuclear waste):ohno::ohno::ohno::ohno:
I think Indonesia should use renewable energy ...like solar or windmill we have a lot of water...
AceN July 21st, 2009, 07:52 PM ^^ knapa tu gambar dibawa ke thread ini ? ini kan thread Defence & Military..dan itu power plant, bukan pabrik pengembangan hulu ledak nuklir..
Cheers
Rock Star July 22nd, 2009, 07:16 AM weeehehehehe....iya juga tuh, inikan thread defence & military..... hari yang aneh.... :cheers:
Rock Star July 22nd, 2009, 07:24 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/S3020189.jpg
KRI Pulau Rimau 724
22 Juli 2009 -- Selama dua hari berturut-turut, Rabu (15/7) hingga Jumat (17/7), Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Pulau Rimau (PRU)-724 dari jajaran unsur Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang sedang melaksanakan patroli keamanan laut di perairan Timur Indonesia telah memeriksa 13 kapal yang melintas disekitar perairan Selat Makasar.
Ke 13 kapal yang diperiksa tersebut yaitu, LCT Berkat Anugerah-288, di Nahkodai Armin WNI, bobot 254 GT, ABK 11 orang WNI, muatan kosong. TB. Kaltim Dolphin 10-10/TK.ASL-76, Nahkoda M. Barbas, bobot 124 GT/ 1229GT, ABK 8 orang WNI, muatan batu bara. TB.Kaltim Dolphin 10-17/TK.ASN-77, Nahkoda Abd Jalal, bobot 124GT/1229GT, ABK 8 orang WNI, muatan batu bara. TB. Scorpio/TK.Pesut-2305, Nahkoda R. Lawendatu, bobot 111 GT/1437GT, ABK 10 orang WNI, muatan batu bara. LCT. Cahaya Agung-1, Nahkoda Dedi Sugeng, bobot 720 GT, ABK 11 orang WNI muatan material steel. TB. NK-1/OB. Cahaya Anugerah-09, Nahkoda H. Bawengan, bobot 192GT/1029GT, ABK 13 orang WNI, muatan BBM. TB. Kaltim Dolphin 1019/TK. Kaltim PT 3301, Nahkoda Iriaman R, bobot 141 GT/1360GT, ABK 9 orang WNI, muatan batu bara.
TB. Karunia Samudera II/TK. Karunia I, Nahkoda M. Rusli, bobot 78 GT/1437GT, ABK 9 orang WNI, muatan batu bara. TB. Anggrek Indah-II/TK HKA-II, Nahkoda Irfan, bobot 55GT/842GT, ABK 7 orang WNI, muatan batu bara. TB. Ersihan Venus/ TK.Propit 24, Nahkoda Haslawang, bobot 159GT/1302GT, ABK 10 orang WNI, muatan batu bara. LCT Bareto 38, Nahkoda Hartono, bobot 211 GT, ABK 10 orang WNI, muatan BBM, TB.MBS 39/TK.Sun Win 228, Nahkoda Roni K, bobot 114GT/1939GT, ABK 10 orang WNI, muatan batu bara. LCT. Meranti 10, Nahkoda Maxililian, bobot 174GT, ABK 6 orang WNI.
Menurut Komandan KRI Pulau Rimau-724 Mayor Laut (P) Jatiar Sinaga, setelah kapal-kapal tersebut diperiksa diijinkan untuk melanjutkan pelayarannya kembali. Karena dalam pemeriksaan tidak diketemukan adanya pelanggaran, semua surat maupun dokumen lengkap.
KRI Teluk Sangkulirang (TSR)-542 Periksa Kapal
Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Teluk Sangkulirang (TSR)-542 dari jajaran unsur Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) disekitar Laut Seram telah memeriksa dua kapal ikan dengan total muatan 12 ton Udang pada saat melaksanakan patroli keamanan laut di perairan timur Indonesia, belum lama ini, Minggu (19/7).
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/KRITELUKSANGKULIRANG54203.jpg
KRI Teluk Sangkulirang 542
Ke dua kapal ikan yang diperiksa tersebut masing-masing, KM. Binama-15 yang dinahkodai Hairudin Kaunar WNI dengan memiliki bobot 104 GT (gros ton). Kapal tersebut diawaki oleh 18 ABK, semuanyan WNI, dengan muatan 2 ton Udang. Sedangkan kapal satunya lagi, KM. Binama-2 dinahkodai Albert Talabessy WNI dengan bobot 137 GT. Kapal tersebut memiliki ABK 19 orang, semuanya WNI, dengan muatan 10 ton Udang.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, ke dua kapal tersebut diijinkan untuk melanjutkan pelayarannya kembali. Karena dalam pemeriksaan tidak ditemukan adanya tindak pelanggaran hukum di laut. Semua surat maupun dokumen lengkap,”kata Komandan KRI TSR-542 Mayor Laut (P) Dwi Prasetyo menegaskan.
Sumber :DISPENARMATIM
:banana: :banana: :banana:
VRS July 22nd, 2009, 11:17 AM KRI teluk sangkulirang 542 = pls go to island immediately...that war ship its not requirement for battle condition...
Rock Star July 23rd, 2009, 07:40 AM KRI teluk sangkulirang 542 = pls go to island immediately...that war ship its not requirement for battle condition...
yah...lumayanlah buat nakutin para pencuri ikan atau penyelundup...tapi kalau untuk menumpas pembajak kapal di perairan somalia mending pikir2 dulu.. :cheers:
Rock Star July 23rd, 2009, 07:44 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/24111857027644906603oun2.jpg
22 Juli 2009, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo menyatakan, pihaknya siap memerangi terorisme, dengan menyiagakan desk antiteror di masing-masing kodam di seluruh wilayah Indonesia.
"Kami siap memerangi terorisme sesuai kewenangan yang dimiliki TNI, berdasar keputusan Presiden pada 2005 agar TNI membantu Polri memerangi terorisme," katanya, di Jakarta, Rabu.
Kasad menegaskan, aksi terorisme tidak diperbolehkan oleh agama mana pun dan masyarakat di dunia manapun.
Agustadi menjelaskan, desk antiteror bertujuan mencari dan menyajikan informasi untuk Kasad dan Panglima TNI sebagai bahan pertimbangan untuk menangani terorisme, semuanya terkoordinir dengan baik.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/2411184060537f897ffeotd2.jpg
"Tak hanya itu, dalam rangka penanganan dini TNI Angkatan Darat sebagai pembina kekuatan menyiapkan Detasemen 81 Anti teror dari Kopassus," ujarnya.
Pada kesempatan terpisah, Menko Polhukam Widodo Adi Sutjipto menegaskan negara, pemerintah, aparat punya kewajiban untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya terorisme.
"Karena ancaman teror memang eksis dan nyata. Kami mengingatkan masyarakat, bukan menakut-nakuti. Kita ingin membangun kewaspadaan bersama agar tidak lalai dan lengah. Karena kekurangwaspadaan akan membuat teroris dengan leluasa melakukan aksinya," tuturnya.
Ia mengatakan, masyarakat bisa berbuat banyak, antara lain bisa melaporkan keganjilan-keganjilan yang dilihat di lingkungannya pada aparat.
"Teror harus dihadapi bersama. Negara, pemerintah, dan rakyat harus bersatu dan teguh memberantas terorisme. Mari wujudkan dan pelihara keamanan guna untuk kepentingan seluruh rakyat," kata Widodo.
Sumber : antara
:cheers: :cheers: :cheers:
jaystar July 23rd, 2009, 08:46 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/24111857027644906603oun2.jpg
22 Juli 2009, Jakarta -- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo menyatakan, pihaknya siap memerangi terorisme, dengan menyiagakan desk antiteror di masing-masing kodam di seluruh wilayah Indonesia.
"Kami siap memerangi terorisme sesuai kewenangan yang dimiliki TNI, berdasar keputusan Presiden pada 2005 agar TNI membantu Polri memerangi terorisme," katanya, di Jakarta, Rabu.
Kasad menegaskan, aksi terorisme tidak diperbolehkan oleh agama mana pun dan masyarakat di dunia manapun.
Agustadi menjelaskan, desk antiteror bertujuan mencari dan menyajikan informasi untuk Kasad dan Panglima TNI sebagai bahan pertimbangan untuk menangani terorisme, semuanya terkoordinir dengan baik.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/2411184060537f897ffeotd2.jpg
"Tak hanya itu, dalam rangka penanganan dini TNI Angkatan Darat sebagai pembina kekuatan menyiapkan Detasemen 81 Anti teror dari Kopassus," ujarnya.
Pada kesempatan terpisah, Menko Polhukam Widodo Adi Sutjipto menegaskan negara, pemerintah, aparat punya kewajiban untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya terorisme.
"Karena ancaman teror memang eksis dan nyata. Kami mengingatkan masyarakat, bukan menakut-nakuti. Kita ingin membangun kewaspadaan bersama agar tidak lalai dan lengah. Karena kekurangwaspadaan akan membuat teroris dengan leluasa melakukan aksinya," tuturnya.
Ia mengatakan, masyarakat bisa berbuat banyak, antara lain bisa melaporkan keganjilan-keganjilan yang dilihat di lingkungannya pada aparat.
"Teror harus dihadapi bersama. Negara, pemerintah, dan rakyat harus bersatu dan teguh memberantas terorisme. Mari wujudkan dan pelihara keamanan guna untuk kepentingan seluruh rakyat," kata Widodo.
Sumber : antara
:cheers: :cheers: :cheers:
nice pics:cheers:
novian July 23rd, 2009, 09:34 AM DATASEMEN KHUSUS 88(POLRI)
http://www.abload.de/img/00093fb6.jpg
http://www.abload.de/img/0010zg82.jpg
http://www.abload.de/img/0011pdlh.jpg
novian July 23rd, 2009, 09:37 AM KLO INI PASUKAN APA YAH??
http://i937.photobucket.com/albums/ad215/ritanava/bom-meledak42.jpg
http://i29.tinypic.com/20auolf.jpg
novian July 23rd, 2009, 09:51 AM KRI yang siap mengganyang......
http://i937.photobucket.com/albums/ad215/ritanava/nala2.jpg
http://i937.photobucket.com/albums/ad215/ritanava/parchim1.jpg
http://i223.photobucket.com/albums/dd112/karbol1978/LATGAB/DSC_0069.jpg
novian July 23rd, 2009, 09:57 AM LPD ke 3 yg di buat PT.PAL (hmmm sudah kelar blom yah???)
http://img25.imageshack.us/img25/5417/lpdpal.jpg
http://img23.imageshack.us/img23/3673/lpd2.jpg
http://img13.imageshack.us/img13/3931/lpdpal1.jpg
http://img11.imageshack.us/img11/2713/lpdpal2.jpg
ini LPD yang ke 4 kah??
http://img245.imageshack.us/img245/7636/lhd2.jpg
novian July 23rd, 2009, 10:12 AM Hati-Hati Gunakan Anggaran Pertahanan
JAKARTA - Alokasi anggaran belanja pertahanan tahun anggaran 2010 mendatang dipastikan naik sebesar Rp 7 triliun, jika dibandingkan dengan alokasi anggaran tahun sebelumnya Dephan dipastikan bakal menerima Rp 40,7 triliun (US$ 4 milyar). Namun begitu pemerintah mewanti-wanti agar alokasi tambahan dana itu dipakai dengan hati-hati.
Terkait masalah itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Widodo AS datang menemui Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono di kantornya, Rabu (22/7), untuk berkoordinasi. "Kehadiran saya ke sini sekadar mampir sekaligus membahas kebijakan pengamanan penggunaan anggaran (pertahanan). Saya ingin pastikan kebijakan itu sudah dijabarkan dalam bentuk rancangan-rancangan," ujar Widodo.
Usai pertemuan, Menhan tidak keluar ruangan mengantar kepulangan Widodo. Hanya Sekretaris Jenderal Dephan Sjafrie Sjamsoeddin saja tampak mengantar Widodo ke halaman gedung Dephan. "Nantinya anggaran tambahan itu hanya boleh digunakan jika terprogram dengan rapi, masuk dalam postur TNI, dan tidak asal menggunakan anggaran," ujar Sjafrie usai mengantar Widodo.
Menurut Sjafrie, penggunaan alokasi anggaran akan difokuskan untuk memenuhi sejumlah kebutuhan seperti kesiapan operasional, baik personel, kesatuan, dan peralatan, selain itu juga untuk pemeliharaan peralatan, manusia, maupun kebutuhan operasional seperti kesiapan pangkalan sebagai penunjang operasional.
Lebih lanjut dari kenaikan sebanyak Rp 7 triliun tersebut, pemerintah telah menyisihkan sebanyak Rp 8 miliar untuk memenuhi sejumlah kebutuhan untuk biaya operasional mendesak, anggaran pusat pasukan perdamaian (Peace Keeping Center) TNI, dan juga untuk pengadaan kendaraan tempur jenis panser.
Rencananya dari 154 unit panser yang di pesan ke PINDAD, TNI bakal menerima lagi 22 panser kanon 90mm berkemampuan amphibi hasil alih teknologi dari Korea.
Dalam pertemuan itu juga dilaporkan hasil audit tim investigasi pemeliharaan peralatan utama sistem persenjataan (alutsista) TNI, yang diketuai Inspektur Jenderal (Irjen) Dephan. Dalam posisi itu Menko Polhkam menurut Sjafrie terus memantau sejauh mana temuan kemudian ditindaklanjuti.
Sumber : KOMPAS.COM
Rock Star July 23rd, 2009, 10:13 AM [QUOTE=novian;40173376]KLO INI PASUKAN APA YAH??
Detasemen khusus 88 POLRI..
Rock Star July 23rd, 2009, 10:15 AM LPD ke 3 yg di buat PT.PAL (hmmm sudah kelar blom yah???)
ini LPD yang ke 4 kah??
http://img245.imageshack.us/img245/7636/lhd2.jpg
jelas bukan LPD, tuh dibawahnya ada tulisan helicopter carrier.. :cheers: :cheers:
novian July 23rd, 2009, 02:35 PM jelas bukan LPD, tuh dibawahnya ada tulisan helicopter carrier.. :cheers: :cheers:
m)) beda yah.......
novian July 23rd, 2009, 02:36 PM PT Dirgantara produksi 10.000 roket FFAR
PT Dirgantara Indonesia tahun ini akan memproduksi sedikitnya 10.000 roket Fin Folding Aerial Rocket untuk memenuhi permintaan Departemen Pertahanan menyusul kebijakan pemerintah yang memprioritaskan penggunaan produksi dalam negeri.
Agus Eddy, General Manager Satuan Usaha Defence PT DI, mengatakan roket jenis Fin Folding Aerial Rocket (FFAR) itu sudah diserap TNI sejak pertama kali diproduksi pada 1981.
Dia mengungkapkan roket yang sebagian besar materialnya berasal dari komponen lokal itu sebenarnya memiliki kapasitas produksi hingga 20.000 unit per tahun.
"Kapasitas 10.000 unit itu untuk satu shift kerja. Apabila permintaan naik, kami bisa memproduksi hingga 20.000 unit," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Roket jenis FFAR memiliki tiga tipe berdasarkan diameter serta jarak luncur, yakni tipe MK 60 dengan diameter 100 mm serta tipe MK4 dan MK40 berdiameter 67 mm.
Peralatan ini tidak bisa dikendalikan sehingga peluncurannya ke target sasaran membutuhkan kecermatan personel militer. Pada TNI AU, roket ini biasa digunakan sebagai senjata untuk jet tempur.
FFAR memiliki kemandirian teknologi yang sulit diketahui negara lain, sebab proses produksinya ditangani seluruhnya oleh personel BUMN strategis itu.
Agus mengatakan saat pertama kali diproduksi pada 1981, pihaknya masih menerapkan teknologi di bawah lisensi produsen roket Force de Zeeburg Belgia.
"Kami terus mempelajari dan memodifikasi teknologi itu, sehingga bisa diproduksi sendiri."
PT DI juga memproduksi roket multilauncher yakni jenis yang tidak hanya bisa diluncurkan dari udara namun dari darat dan laut.
Roket jenis itu, kata Agus, 100% desainnya dibuat personel PT DI, namun dia tidak bisa menyebutkan kapasitas produksi dari jenis ini karena tidak mengetahui datanya.
Satuan Usaha Defence PT DI saat ini juga mampu membuat torpedo berdiameter 122 milimeter yang mempunyai jangkauan area hingga 40 km di pabrik divisi perusahaan yang berlokasi di Tasikmalaya, Jawa Barat.
"Semua peralatan ini sebagian besar diserap oleh TNI dan sebagian lainnya diekspor ke sejumlah negara. Namun, kami tidak bisa menyebutkan nama negaranya karena terikat perjanjian," tandasnya.
http://img139.imageshack.us/img139/2829/ffarkarbol.jpg
sumber : http://www.bumn-ri.com/news.detail.html?news_id=19024
Kopassus July 23rd, 2009, 05:43 PM Thanks for the news. BTW the torpedos are made in the IPTN factory in Surabaya (the rockets are made in Tasikmalaya), they are not 122mm but 533mm/ 21".
Kopassus July 23rd, 2009, 05:50 PM [QUOTE=novian;40173376]KLO INI PASUKAN APA YAH??
Detasemen khusus 88 POLRI..
Bukan, Gagana dari Brimob.
Kopassus July 23rd, 2009, 05:54 PM ini LPD yang ke 4 kah??
LPD ke4 sama dgn no 3. Yg buatan Korsel (no 1 dan 2) panjangya 122 meter, yg buatan PAL (3 dan 4) 125 meter. A product to be proud of...
novian July 24th, 2009, 11:12 AM Naik Tank Rame-Rame :)
PASURUAN - Prajurit TNI dari Yonkav 8 Tank Beji bersama anggota masyarakat konvoi naik tank keliling Kota Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (23/7). Menyambut HUT ke-47 Yonkav 8 Tank Beji, para prajurit TNI mengajak masyarakat naik tank Scorpion, dan Stormer keliling kota Bangil. FOTO ANTARA/Musyawir/Koz/mes/09.
http://www.antarafoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1248330870
http://www.antarafoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1248330854
http://www.antarafoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1248330842
novian July 24th, 2009, 11:15 AM Rumah Konstruksi Baja Untuk Pos Perbatasan
CILEGON - Rumah baja dengan sistem bongkar pasang (knock-down) salah satu produk unggulan PT Krakatau Steel (PT KS)l Cilegon Banten menjadi perhatian Direktorat Jendral Sarana Pertahanan (Ditjen Ranahan) Dephan.
"Untuk peralatan TNI membutuhkan sesuatu yang cepat dan kuat dan tahan terhadap kondisi lingkungan," kata Kepala Divisi Engineering Untuk Aplikasi Produk Krakatau Engineering, Ridho Yulianto kepada ANTARA di Cilegon, Kamis (23/7).
Menurut Ridho, oleh Ditjen Rahanan Dephan rumah baja tersebut akan ditempatkan di wilayah perbatasan untuk perumahan prajurit.
Rumah baja dengan sistem bongkar pasang selain efisien dan ekonomis juga tahan terhadap cuaca dan gempa. Selain itu rumah dengan konstruksi baja berkualitas tinggi itu bisa digabung dengan bahan bangunan lain.
"Untuk pemasangan rumah baja tipe 36 hanya memerlukan waktu sekitar lima hari, bandingkan dengan pembangunan rumah konvensional dengan tipe yang sama," kata Ridho.
Dijelaskannya, untuk di daerah terpencil rumah baja sangat cocok, sebab dalam pemasangannya tidak memerlukan tenaga listik ataupun peralatan bantu eletronik lainnya.
"Semua sudah dikemas dalam satu paket, tinggal di pasang karena sistemnya `knock down` atau modul satu dengan modul lainnya tinggal disambung," jelas Ridho sambil menambahkan bahwa untuk pos penjagaan di wilayah perbatasan rumah baja sangat cocok.
Modul rumah baja itu, ujarnya, bisa dari logam maupun bahan lain seperti kayu, bata dan lain-lain.
Selain itu Krakatau Engineering juga membuat menara pantau dari bahan yang sama. Menurut dia, apabila dibandingkan dengan menggunakan bahan lain nilainya jadi tidak ekonomis dan sangat mahal.
"Secara ekonomi harga rumah bersaing dengan rumah konvensional, di mana harga satu unit rumah baja mencapai Rp100 juta per unit," katanya.
sumber :http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8877
novian July 24th, 2009, 11:17 AM Latihan Anti Teror Kopaska di Juanda-Surabaya
SURABAYA - Tentara Indonesia dari satuan khusus TNI AL (Kopaska) tengah membidik senapannya dalam latihan anti teror di Lanud Juanda, Surabaya, Kamis (23/7). Pemerintah Indonesia meningkatkan pengamanan diberbagai fasilitas umum setelah serangan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada 17 Juli kemarin, serangan ini menewaskan 6 warga asing, 1 warga Indonesia dan 2 orang tersangka pembom.
http://img100.imageshack.us/img100/8197/610xx.jpg
novian July 24th, 2009, 11:18 AM Cassa 212 TNI AL Tergelincir di Juanda
http://3.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/Smk63W52NsI/AAAAAAAABdo/xbtxVOWlCYQ/s400/cn212AL.jpg
SURABAYA - Pesawat TNI AL jenis Cassa 212 dikhabarkan tergelincir di runway Bandara Internasional Juanda, Jumat (24/7). Belum ada konfirmasi resmi mengenai penyebab tergelincirnya pesawat latih itu. Telepon seluler Komandan Lanudal Kol Laut (P) Subarioto pun tidak dijawab saat dihubungi.
Karena lalu lintas penerbangan sudah dibuka, pesawat komersial yang sempat tertunda pun satu persatu giliran mengangkasa. Meski bandara sudah kembali normal, namun dua penerbangan dengan tujuan Balikpapan Kalimantan Timur dan Banjarmasin Kalimantan Selatan masih tertunda.
sumber: http://surabaya.detik.com/read/2009/07/24/112345/1170759/466/penyebab-pesawat-tni-al-tergelincir-di-juanda-masih-tanda-tanya
Rock Star July 25th, 2009, 04:10 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/KRITELUKSANGKULIRANG54204.jpg
KRI Teluk Sangkulirang 542
24 Juli 2009 -- Kapal ikan KM. Varia Tuna dengan muatan 60 ton ikan jenis campuran diperiksa Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Teluk Sangkulirang (TSR)-542 dari jajaran unsur Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) nyang sedang melaksanakan patroli keamanan laut disekitar laut Arafuru, kemarin lusa, Rabu (22/7).
Kapal ikan yang diperiksa tersebut memiliki bobot 162 GT (grs ton) dan di Nahkodai oleh Frangky A Mende. Kapal ikan berbendera Indonesia itu diawaki25 ABK (Anak Buah Kapal), terdiri 23 orang WNI, 1 orang China dan 1 orang warga Negara Taiwan.
Menurut keterangan Komandan KRI TSR-542 Mayor Laut (P) Dwi Prasetyo, setelah dilakukan pemeriksaan kapal ikan tersebut diijinkan untuk melanjutkan pelayaran. Karena dalam pemeriksaan tidak diketemukan adanya tindak pelanggaran hukum di laut. Semua surat dan dokumen lengkap.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/KRIbadik623.jpg
KRI Badik 623
KRI Badik 623 Periksa Kapal Muat 358 Batang Kayu Log
Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Badik-623 dari jajaran unsure Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang sedang melaksanakan patroli keamanan laut disekitar laut Sulawesi telah memeriksa kapal jenis Tug Boat TB. L. Satria/TK. Prasetya 2 dengan muatan 358 batang kayu log campuran, belum lama ini, Selasa (21/7).
Kapal yang diperiksa tersebut di Nahkodai Astani WNI, memiliki bobot 50 GT/634GT dengan jumlah ABK (Anak Buah Kapal) sebanyak 9 orang, semuanya warga Negara Indonesia.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal yang tujuannya ke Samarinda tersebut diijinkan untuk melanjutkan pelayaran. Dalam pemeriksaan tidak diketemukan adanya tindak pelanggaran hukum di laut, dan semua surat maupun dokumen lengkap,”kata Komandan KRI Badik-632 Mayor Laut (P) Yayan Sofyan ST.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/533.jpg
KRI Teluk Cendrawasih 533
KRI Teluk Cenderawasih 533 Periksa Kapal Muat 2 Ton Ikan
Kapal Perang TNI Angkatan Laut KRI Teluk Cendrawasih (TCW) dengan nomor lambung 533 dari jajaran unsur Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang sedang melaksanakan patroli keamanan laut di perairan Timur Indonesia telah memeriksa kapal ikan KM. Fak-Fak Jaya- II dengan muatan 2 Ton ikan jenis campuran, belum lama ini, Rabu (22/7).
Kapal ikan yang diperiksa disekitar sebelah utara laut Halmahera tersebut di Nahkodai Mulyadi WNI dan memiliki bobot 80 GT (gros ton). Kapal yang warna anjungan putih dan lambung biru itu diawaki 23 orang ABK (Anak Buah Kapal), semuanya warga Negara Indonesia.
“Setelah dilakukan pemeriksaan, kapal ikan tersebut diijinkan untuk melanjutkan pelayarannya kembali. Karena dalam pemeriksaan tidak diketemukan adanya pelanggaran hukum di laut. Semua surat maupun dokumen lengkap,” kata Komandan KRI TCW-533 Mayor Laut (P) Baroyo Eko Basuki menegaskan.
Sumber : DISPENAL
:applause: :applause: :applause:
:cheers: :cheers: :cheers:
VRS July 27th, 2009, 02:18 AM very glad to see military thread after rock star & novian was contribute up date news & picture of military knowledge..
Kopassus July 27th, 2009, 11:42 AM Menhan RI Terima Dubes RI Untuk Rusia
http://1.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/Sm1MnxqOM5I/AAAAAAAABdw/AVbVOm-J-pk/s200/MI-35-06.JPG
Draft Kontrak Pembelian Mi-35
JAKARTA – Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono menerima kunjungan duta besar RI untuk Rusia Hamid Awaludin, Jum’at (24/7) kemarin, di kantor Dephan, Jakarta. Saat mendampingi tamunya, menhan didampingi Karo Humas Setjen Dephan Brigjen TNI S. Hariyanto dan Karo TU Setjen Dephan Laksma TNI Agus Purwoto.
Maksud kunjungan dubes Rusia kepada menhan kali ini selain menyampaikan perkembangan, situasi dan keadaan politik, ekonomi, pertahanan dan militer di Rusia, juga menegaskan tentang draft kerjama pertahanan RI - Rusia yang saat ini masih dalam proses penyempurnaan.
Dubes RI untuk Rusia juga menyampaikan tentang draft kerjasama Belarus yang sudah mendapat respons positif dari pemerintah Republik Belarusia salah satu negara di Eropa Timur. Dan menurut dubes RI untuk Rusia diperkirakan presiden Republik Belarus akan mengunjungi Indonesia pada awal tahun 2010 dan kemungkinan pada bulan Oktober tahun depan akan dibentuk joint commision antara RI – Belarus di Jakarta.
Ditambahkannya bahwa dalam waktu dekat akan segera dikirim draft kontrak helikopter tempur TNI AD jenis MI-35. Pemerintah Rusia berharap draft kontrak helikopter MI-35 tersebut dapat dialihbahasakan kedalam bahasa Indonesia untuk selanjutnya dapat segera ditandatangani kedua negara.
Sumber : DMC
Brp Mi-35 ya.... mungkin 3..
4 Panser Pindad Ditempatkan di Cikeas
BOGOR - Empat panser yang selama ini diletakkan di beberapa titik strategis di kediaman Presiden SBY di Cikeas, Bogor, berganti wajah. Jika sebelumnya 4 panser yang dipajang adalah buatan luar negeri, saat ini panser yang disiagakan adalah Panser Anoa 6x6 buatan PT Pindad, Bandung, yang beberapa waktu lalu diserahterimakan kepada TNI.
Panser tersebut tiba di Cikeas sekitar pukul 14.30 WIB, Senin (27/7). Keempatnya langsung diletakkan di tempat-tempat strategis termasuk di depan pintu gerbang Puri Cikeas. Sementara panser lama dibawa ke markas Paspampres di Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Panser APC ini sebelumnya diserahterimakan dari PT Pindad ke TNI pada Jumat (10/7) lalu. Panser yang pembeliannya digagas oleh Wapres Jusuf Kalla tersebut dipesan sebanyak 154 buah. Ke depannya bakal ada penambahan 20 unit panser lagi pada Oktober 2009 nanti.
Sumber : DETIK.COM
Kopassus July 27th, 2009, 11:52 AM Naik Tank Rame-Rame :)
http://www.antarafoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1248330842
Every time i see pictures like this, i reminded the accident in Moskva in begin nineties, when a civillian fels from a tank and his head was crushed...
Bagaimana kalau salah satu anak di Pasuruan jatuh dari tank? Pasti ortunya minta uang, kemudian TNI masuk berita dan wartawan dan org politik salahin TNI.:ohno:
Rock Star July 28th, 2009, 06:58 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/photo_200559_12325.jpg
F-5 Tiger TNI AU
28 Juli 2009, Balikpapan -- Wilayah udara perbatasan Republik Indonesia dan Malaysia di kawasan perairan Blok Ambalat yang selama ini kerap diterobos armada pesawat tempur asing, dinilai sebagai salah satu daerah rawan yang harus didukung dengan pengamanan ekstra. Selain kawasan perairan yang sering dilintasi kapal perang negara jiran secara ilegal.
Mengantisipasi hal-hal tersebut, TNI Angkatan Udara bakal menggelar Latihan Pertahanan Udara di wilayah Kaltim, khususnya di kawasan perairan Ambalat. Latihan ini rencananya bakal digelar mulai hari ini hingga Jumat (31/7) mendatang.
Seperti dijelaskan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) Marsekal Muda TNI Dradjad Rahardjo SIP, saat ditemui wartawan usai mendarat di Base Operasional TNI Angkatan Udara Balikpapan kemarin siang.
“Ibarat pepatah sambil menyelam minum air. Melakukan latihan sekaligus menggelar operasi pertahanan udara di kawasan perbatasan,” tegas Dradjad.
Kemarin, sambil melakukan pengecekan persiapan latihan pertahanan udara, Dradjad sekaligus menjadi kopilot pesawat tempur F5/F-Tiger II.
“Saya cuma jadi kopilot. Yang menerbangkan adik-adik yang masih muda. Sekalian refreshing saja,” ungkap Dradjad saat disinggung tentang penerbangannya kemarin.
Dalam latihan dengan sandi operasi Perkasa B 2009 itu, Dradjad menjelaskan adalah latihan gabungan untuk pengamanan perbatasan. “Selain dari TNI AU, kita juga akan menggandeng pihak TNI Angkatan Laut,” terangnya.
Ditanya tentang pemilihan lokasi latihan di Kaltim yang dikhususkan di kawasan perairan Ambalat, Dradjad menjelaskan hal itu merupakan perintah langsung Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso. “Supaya mereka nggak kurang ajar,” tegas Dardjad.
Dalam latihan tersebut, sejumlah armada pesawat bakal dilibatkan. “Pertama ada pesawat Hercules, kemudian juga ada F5 E/F dari Skuadron 14, Lanud Iswahjudi Madiun. Juga akan dilibatkan Heli SAR. Kalau untuk personel TNI AU yang dilibatkan, mencapai 114 personel,” jelasnya.
Sementara mengenai skenario latihan yang akan digelar, Dradjad mengungkapkan meliputi skenario standar seperti skenario air intercept (AI), serta penindakan pesawat.
Sumber : kaltim post
:banana: :banana: :banana:
VRS July 28th, 2009, 12:58 PM TNI AU Siap ''Perang'' di Ambalat...????
actually how many war planes we have it till now=compare with malaysia...??
kaki_langit July 28th, 2009, 02:31 PM TNI AU Siap ''Perang'' di Ambalat...????
actually how many war planes we have it till now=compare with malaysia...??
Hahahahaha ..... perang kata-kata melalui media cetak dan elektronik doang... nggak lebih.
David-80 July 28th, 2009, 04:21 PM Orbat kita aja jauh dari Malaysia...ga mau sounds pesimis...tapi kita harus ngeliat kenyataan...mungkin kita menang di Man power dan pengalaman...tapi itu juga harus didukung oleh Alutsista kita.....
contohnya aja...Sukhoi mereka udah pake Kh-71 missile...sedangkan kita masih ompong...
dan hari gini? masih ngomongin perang?
cheers
Rock Star July 29th, 2009, 06:58 AM Australia Tawarkan Hibah Hercules Kepada TNI
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/1509440.jpg
Royal Australian Air Force C-130H
TEMPO Interaktif, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Marsekal Muda Sagom Tamboen mengatakan Australia pernah menawarkan hibah pesawat Hercules kepada TNI. "Niatan hibah itu berasal dari mereka, disampaikan beberapa saat setelah Aceh mengalami Tsunami," ujarnya kepada Tempo, Selasa malam (28/07).
Menurut Sagom jenis pesawat Hercules yang akan dihibahkan adalah Hercules tipe C130 H. "Saat itu memang tipe itu yang ditawarkan," ujarnya. Jumlahnya berapa, Sagom mengaku hal itu belum dibicarakan.
Mengenai kelanjutan hibah tersebut, kata Sagom TNI masih menunggu. "Saat ini kita sifatnya menunggu," ujarnya. Kalau benar akan terealisir, lanjut dia TNI merasa bersyukur. "Kalau tidak juga tidak apa-apa".
Sebelumnya atase pertahanan Australia, Raymond Straus mengatakan bahwa Australia akan menghibahkan pesawat Hercules tipe C130H kepada Indonesia. Pesawat angkut itu adalah pesawat buatan perusahaan Locheck Martin Amerika Serikat.
____________________________________________________________________________________________
Indonesia Minta Pesawat Hercules Australia
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/1554493.jpg
Royal Australian Air Force C-130H
TEMPO Interaktif, Malang - Pemerintah Indonesia mengajukan penawaran kepada pemerintah Australia untuk memiliki pesawat Hercules C 130 tipe H. Atase pertahanan udara kedutaan besar Australia Kolonel Reymond Press mengatakan pemerintah bersedia membeli atau menerima hibah pesawat produksi Lockheed Martin Amerika Serikat ini. "Belum ada kepastian, tergantung keputusan Pemerintah Australia," katanya, di pangkalan udara Abdulrcahman Saleh, Selasa (28/7).
Ia menyebutkan, sebanyak 12 pesawat Hercules tipe H akan dihentikan operasional pada 2013 mendatang. Hingga kini, pemerintah Australia masih mempertimbangkan apakah menjual, menghibahkan, atau menyimpan pesawat-pesawat tua itu. Seluruh pesawat tipe H akan digantikan tipe G yang tergolong generasi terbaru pesawat angkut Hercules.
Menurutnya, kerjasama tersebut dilakukan antar negara sedangkan angkatan udara Australia Royal Australian Air Force tak memiliki kewenangan mengambil keputusan. Sejauh ini, kata Reymond, sebagian pesawat Hercules masih beroperasi untuk angkutan dan bantuan kemanusiaan. "Salah satunya digunakan latihan bersama TNI Angkatan Udara," jelasnya.
Kegiatan latihan bersama TNI angkatan udara dengan Australia Royal Australian Air Force dilangsungkan mulai 27-30 Juli 2009. Latihan dengan sandi rajawali ini lakukan di pangkalan udara Abdulrachman Saleh Malang dan lapangan tembak Pandanwangi Kabupaten Lumajang. Sebanyak 21 tentara Australia dilibatkan dalam latihan menggunakan pesawat angkut jenis Hercules.
Latihan bersama ini khusus untuk tugas kemanusiaan dan penanganan bencana alam. Yakni meliputi pengangkutan dan pengiriman bantuan melalui pesawat terbang, dengan ketinggian antara 600-3 meter. Latihan cargo delivery system ini telah berlangsung beberapa kali. "Saling bergantian memperagakan pengiriman bantuan udara, menjatuhkan barang dari pesawat," katanya. Ia menyangkal jika latihan ini berkaitan dengan isu perang melawan terorisme.
Sementara itu, komandan pangkalan wing 2 pangkalan udara Abdulrachman Saleh, Kolonel Ismet Ismaya Saleh mengatakan kedua angkatan udara saling berbagi ilmu dan mengasah kemampuan militer. "Latihan ini direncanakan sejak lama, dilakukan secara rutin," jelasnya.
Sumber : TEMPO
:bash: Yahhh......mudah-mudahan tidak sekedar mimpi belaka.... :nuts: :nuts: :cheers: :cheers:
Rock Star July 29th, 2009, 07:09 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/1508625.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/1519571.jpg
Lockheed Martin C-130H Hercules technical specifications
Manufacturer - Lockheed Martin.
Role - Medium tactical and multi-role transport.
Crew - Two pilots, navigator, flight engineer, loadmaster.
Engine - Four Allison turboprops (4,190 shaft horsepower each) driving 4-blade propellers
Airframe - Length: 29.7m height: 11.8m
Wingspan - 40.4m
Weight - 70,450kg is the Max AUW (79,380kg is the Maximum Alternate AUW)
Speed - 595km/h (normal operations)
Range - 5,100km with 14,000kg payload
Ceiling - 40,000 feet
Accommodation - Depending on configuration:
92 troops
64 paratroops
74 stretcher patients and two medical attendants
light armoured vehicles, artillery pieces or four-wheel drives
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star July 29th, 2009, 07:47 AM Yogyakarta (ANTARA News) - TNI Angkatan Udara menargetkan kenaikan rata-rata kesiapan pesawat sekitar 10 hingga 15 persen, dengan kenaikan anggaran pertahanan pada APBN 2010 sebesar Rp7 triliun.
"Kami masih fokus pada kenaikan anggaran untuk pemeliharaan dan pembelian suku cadang, yang pada tahun anggaran sebelumnya tidak bisa terbeli, hingga dapat menaikkan kesiapan pesawat kita," ujar Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio ketika dikonfirmasi ANTARA di Yogyakarta, Rabu.
Pada APBN 2010 ,Pemerintah berencana menganggarkan kenaikan anggaran pertahanan sebesar 20 persen atau sekitar Rp7 triliun.
Dari jumlah itu, TNI AU mendapat alokasi sekitar Rp1,2 triliun.
"Nah dana itu yang akan kita fokuskan untuk pemeliharaan dan pembelian suku cadang.Prioritas memang pada pesawat angkut tanpa mengabaikan kenaikan kesiapan pesawat tempur dan helikopter," tutur Subandrio.
Dengan demikian, maka kenaikan anggaran itu, kesiapan pesawat secara total akan naik menjadi 50 persen.
Tentang pengadaan pesawat pengganti OV-10 Bronco, Kasau, mengatakan, TNI AU berharap dapat segera direalisasikan.
"Semua masih di Departemen Pertahanan, tergantung keputusan mereka dan Departemen Keuangan Kami sih maunya segera," tuturnya.
Mengenai pengganti Hawk MK-53, Subandrio mengatakan, akan segera diajukan setelah penggantian OV-10 Bronco direalisasikan.
"Mungkin mulai 2013...itu pun belum bisa sekaligus tetapi bertahap," ujarnya.
Pada tahun 2009 ini, beberapa pesawat milik TNI-AU telah jatuh antara lain di Madiun, Jawa Timur, Bandung sehingga TNI-AU tidak saja kehilangan beberapa alat utama sistem senjatanya( alutsista) tapi juga para prajuritnya dalam jumlah yang tidak sedikit.
Jatuhnya beberapa pesawat itu telah mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, serta pimpinan Departemen Pertahanan dan Mabes TNI serta Mabes TNI-AU untuk menambah anggaran TNI terutama bagi pengadaan pesawat serta helikopter baru.
Rock Star July 29th, 2009, 08:51 AM Sinergi TNI AL - Thailand Navy
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/HTMSNaresuan4212.jpg
Frigate HTMS Naresuan 421 Royal Thai Navy
29 Juli 2009, Balikpapan -- Ancaman terorisme juga berpotensi menyerang kawasan perairan. Untuk mengantisipasinya, TNI Angkatan Laut berencana menggelar latihan bersama di wilayah perairan Balikpapan dengan melibatkan armada angkatan laut Thailand (Navy Thai). Latihan matra laut ini digelar mulai 3 hingga 8 Agustus mendatang.
Selain simulasi pertempuran yang meliputi 3 ancaman dari bawah permukaan, dasar permukaan dan serangan udara, juga akan dilakukan simulasi penanganan terorisme di kawasan perairan.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/c0ec705684792f3ca72a226f92e4a108.jpg
Frigate KRI Karel Satsuitubun 356 TNI AL
“Bukan hanya kegiatan latihan perang saja, nantinya juga akan digelar bakti sosial ke sejumlah panti asuhan yang ada di Balikpapan,” tambah Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lanal) Balikpapan Letkol Laut (P) Retarto Setyo W.
Upacara pembukaan latihan yang akan digelar di markas Lanal Balikpapan akan dihadiri oleh Komandan Gugus Tempur TNI AL Armada Timur (Guspurlatim) Laksmana Pertama TNI RM Harahap.
Sementara untuk armada yang akan dilibatkan dalam latihan ini, Retarto mengungkapkan antara lain meliputi 2 buah kapal perang TNI AL jenis frigate, dan 2 buah pesawat udara jenis Cassa. Sementara dari Angkatan Laut Thailand selain menurunkan 2 jenis kapal frigate juga akan diturunkan 1 unit helikopter. “Untuk personel yang terlibat dalam latihan ini sekitar 800 orang,” jelas Retarto.
Sumber : KALTIMPOST
_____________________________________________________________________
Militer Indonesia-Sri Langka Tingkatkan Kerja Sama
JAKARTA - MILITER Indonesia dan Sri Lanka sepakat meningkatkan kerja sama dalam berbagai bidang, khususnya pendidikan dan latihan melalui pertukaran siswa Sekolah Staf dan Komando (Sesko).
Sebanyak 17 siswa Sesko Angkatan Darat Sri Lanka yang dipimpin Komandan Sekolah Komando Mayor Jenderal Niranjan Asoka Ranasinghe bertemu dengan Kepala Staf TNI AL Laksamana (KSAL) Tedjo Edhy Purdijatno dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Wardjoko di Jakarta, Selasa (28/7).
"Mereka ingin meningkatkan kerjasama kedua institusi," kata KSAL dalam siaran pers yang diterima redaksi.
Sedangkan saat bertemu petinggi TNI AU, Wardjoko mengatakan, "rombongan ingin mengetahui lebih dekat matra udara RI dan kemungkinan kerja sama yang bisa direalisasikan.
Sumber : JURNAL NASIONAL
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star July 29th, 2009, 09:17 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/DSCF0028.jpg
KRI Sultan Iskandar Muda 367 Corvette SIGMA
29 Juli 2009, Sengata, Kutai Timur -- Dermaga Marine milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) di Sengata, Kutai Timur, yang biasanya disibukkan oleh kegiatan yang berkaitan dengan aktivitas tambang batu bara, kemarin kedatangan “tamu” istimewa. KRI Sultan Iskandar Muda (SIM) merapat di sana.
Kedatangannya dalam rangka mendukung Latihan Pertahanan Udara di Kaltim, khususnya dikawasan perairan Ambalat. Latihan dengan sandi operasi Perkasa B 2009 itu melibatkan sejumlah pesawat TNI AU, di antaranya F5 E/F dari Skuadron 14 Lanus Iswahjudi Madiun, Jawa Timur.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/img29072009328781.jpg
Bupati Kutim Isran Noor (tengah) mendapat penjelasan Letkol Laut Arianto C tentang fungsi sejumlah perangkat di ruang kendali kapal.(Foto: Kaltimpost/dardiri/kp)
KRI SIM adalah kapal perang ketiga dari empat kapal perang yang dipesan pemerintah RI dari Belanda.
Harga kapal yang dibangun di galangan kapal Flissingen itu 140 juta Euro atau setara dengan Rp 1,96 triliun dengan kurs 1 euro sama dengan Rp 14 ribu. Harga itu belum termasuk peralatan tempur. Supaya komplet, masih diperlukan dana sekira Rp 420 miliar. Jadi total diperlukan anggaran Rp 2,380 triliun.
Kaltim Post bersama Bupati Kutai Timur (Kutim) Isran Noor, Danlanal Sengata Letkol Laut Ali Triswanto, dan sejumlah pejabat pemerintahan Kutim mendapatkan kesempatan melihat dari dekat kapal yang mulai dibangun 2006 dan baru diselesaikan akhir 2008 lalu itu.
Rombongan disambut komandan KRI SIM Letkol Laut Arianto C. Dia menjelaskan satu demi satu komponen penting dalam kapal perang yang saat ini mendukung TNI Angkatan Udara dalam latihan perang di Kaltim itu.
KRI SIM memiliki dimensi panjang 87 meter, dan lebar 13 meter. Jumlah personel yang berada di kapal jenis corvette ini sebanyak 80 personel. Ada lima dek dalam kapal. Dek paling bawah adalah mesin. Lalu dek kedua diisi akomodasi dan ruang kerja, di dek ketiga untuk akomodasi dan ruang kendali. Dek keempat anjungan, dan dek kelima geladak terbuka.
Kecepatan kapal maksimal mencapai 28 knot atau sekira 50,4 km per jam.
“Ketika kami bawa dari Belanda ke Indonesia, waktu yang diperlukan 41 hari dari waktu standar 43 hari,” kata Arianto. Biasanya, dalam sebuah operasi atau patroli, kapal selalu berada di laut sampai 90 hari.
Karena masih baru, semua peralatan serba kinclong. Bahkan, kalau tidak ada goyangan ombak di laut, penumpang tidak terasa kalau sedang berada di sebuah kapal.
KRI SIM adalah kapal perang yang dibangun dengan sistem SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modular Approach). Bentuknya geometrik yang disusun dari beberapa modul (bagian kapal). Penyeimbang kapal adalah air di dalam lambung kapal.
“Kapal ini juga didesain sebagai kapal siluman (stealth by design),” ungkap Arianto. Maksudnya dengan beberapa perlengkapan tambahan, kapal tidak terdeteksi oleh radar lawan. Cat khusus, bahan kapal serta radar adalah sebagian perlengkapan tambahan untuk menjadikan kapal sulit dideteksi radar.
Untuk mengoperasikan kapal ini, seluruh personel harus mendapatkan pelatihan khusus selama dua tahun.
“Kapal ini penuh dengan ratusan alarm. Kapal juga didesain auto pilot,” kata perwira bermelati dua di pundaknya itu. Artinya, dengan diprogram secara khusus, kapal bisa berjalan sendiri.
Arianto juga membawa rombongan melihat ruang kendali utama di anjungan yang merupakan otak kapal. Di sana bertebaran panel indikator, tombol serta layar. Dari ruangan inilah diketahui kecepatan kapal, kedalaman laut, kecepatan angin serta arah pelayaran. Di sini pula komandan KRI SIM berada.
Komponen elektronik di ruang utama rasanya seperti gado-gado karena berasal dari sejumlah pabrikan. Ada yang dari Jerman, dari Italia, dan Inggris.
“Bahkan ada komponen kapal dari China,” tutur Arianto. Dengan begitu, harga kapal bisa lebih ditekan sedikit.
Ruangan yang juga sempat dilihat rombongan adalah ruang kontrol radar dan komunikasi. Ruangan ini dilengkapi dengan sejumlah layar untuk mengetahui benda-benda yang berada di dalam laut dan di udara. Pesawat komersial yang lokasinya dalam jangkauan radar akan terlacak.
Radar yang dimiliki KRI SIM bisa mendeteksi benda di angkasa sejauh 55 nautical mile atau setara dengan 105 kilometer.
Peralatan tempur KRI SIM didesain dengan sistem otomatis. Dalam kondisi perang, tidak ada satu pun manusia di geladak kapal. Semuanya dikendalikan melalui tombol dan mouse komputer. Operator sambil minum kopi pun masih bisa berperang.
Sumber : KALTIMPOST
:cheers:
VRS July 30th, 2009, 03:02 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/DSCF0028.jpg
Karena masih baru, semua peralatan serba kinclong. Bahkan, kalau tidak ada goyangan ombak di laut, penumpang tidak terasa kalau sedang berada di sebuah kapal.
Untuk mengoperasikan kapal ini, seluruh personel harus mendapatkan pelatihan khusus selama dua tahun.
Peralatan tempur KRI SIM didesain dengan sistem otomatis. Dalam kondisi perang, tidak ada satu pun manusia di geladak kapal. Semuanya dikendalikan melalui tombol dan mouse komputer. Operator sambil minum kopi pun masih bisa berperang.
Sumber : KALTIMPOST
:cheers:
inilah yg membuat kita tidak bisa merawat n memelihara peralatan tempur...
hasil dari belajar selama 2 tahun utk mengoperasikan peralatan tempur adalah=
minum kopi sambil berperang...????:bash:
Rock Star July 30th, 2009, 06:45 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/RX-420_3.jpg
Roket RX-420. (Foto: LAPAN)
Antara news, Jakarta -- Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) berencana meluncurkan roket pendorong satelit bertingkat empat yang disebut dengan Roket Pendorong Satelit (RPS)-420 pada tahun 2014.
"Namun, LAPAN akan berupaya agar proses peluncuran itu dapat dimajukan pada 2012 sebagaimana yang diminta DPR," kata Deputi Teknologi Dirgantara LAPAN, Dr. Ing. Soewarto Harhienata dalam seminar "Diseminasi Perkembangan Roket dan Satelit di Indonesia" di kantor LAPAN, Jakarta, Rabu.
Soewarto menjelaskan, pihaknya sedang merancang roket bertingkat empat dengan dua RPS guna meluncurkan satelit pemantau Indonesia pada tahun 2014.
Sebagai pendahuluan, LAPAN telah berhasil meluncurkan roket RX-320 pada 30 Mei 2008 dan RX-420 2 Juli 2009 yang dilaksanakan di Stasiun Uji Terbang Pamengpeuk, Jawa Barat.
Hingga saat ini, sebagian proses pembuatan RPS-420 itu telah dilaksanakan dan telah diujiterbangkan meski masih membutuhkan beberapa perbaikan lagi.
"Kalau secara persentase (RPS-420 itu) sudah selesai kira-kira 40 persen", katanya.
Karena proses pembuatan RPS-420 itu dianggap lancar, DPR meminta LAPAN untuk mempercepat rencana peluncurannya menjadi tahun 2012.
"DPR sudah mengetahui tidak ada masalah di bidang teknologi (perwsiapan RPS-420 itu), melainkan hanya di bidang pembiayaan," kata Soewarto.
Karena itu, kata Soewarto, DPR meminta LAPAN untuk mengajukan proposal pembiayaan agar proses peluncuran itu dipercepat dan sudah dapat terealisasi pada tahun 2012.
LAPAN sedang mengupayakan agar roket keempat atau terakhir yang membawa satelit itu nantinya di angkasa memiliki kecepatan maksimal, minimal 7,4 Km per detik.
RPS-420 itu diproyeksikan terlebih dulu pada kemampuan untuk mengorbitkan satelit di antariksa tapi belum memuat peralatan untuk pemantuan di angkasa tersebut.
Jika proyek RPS-420 itu berhasil baru LAPAN menyiapkan satelit untuk diluncurkan, katanya.
Meski demikian, kata dia, LAPAN tetap akan meluncurkan dua satelit di Shree Hari Kota, India yang berfungsi sebagai wadah pemantauan atau pengintaian sedangkan satunya lagi untuk proses telekomunikasi.
Proses pembuatan satelit untuk komunikasi itu dilakukan bekerja sama dengan ORARI, katanya.
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Yiiipiiiiiiiiiii..........Go LAPAN GO :banana: :banana: :banana:
Rock Star July 30th, 2009, 07:39 AM Surabaya - PT Penataran Angkatan Laut (PAL) Indonesia (persero) saat ini menunggu kucuran dana penyelamatan, karena kini "Good Corporate Governance" (GCG) sedang melihat dan memastikan tidak adanya kebocoran dana pada masa mendatang.
"Pengucuran dana penyelamatan kami tinggal selangkah lagi. Namun, sejauh ini belum ada kejelasan tentang waktu dan besaran uang yang akan disalurkan untuk pabrik kapal miliki negara ini," kata Sekretaris Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), M. Said Didu, di Surabaya, Rabu.
Menurut dia, proses pencairan dana dari PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sudah melewati prosedur yang digariskan. Bahkan, secara prinsip berkas dari PT PAL sudah memenuhi syarat.
"Namun, untuk melakukan restrukturisasi sebuah BUMN, pemerintah memang harus berhati-hati," ujarnya.
Upaya kehati-hatian itu, jelas dia, ini terkait besaran dana yang harus tetap, artinya tidak kurang dan tidak lebih. Selain itu, juga harus ada perbaikan kinerja secara internal perusahaan.
"Di samping itu, harus ada orang yang memiliki kompetensi di posisi masing-masing di perusahaan," katanya.
Ia mengaku, untuk bisa mendapatkan dana PAL harus membuktikan efisiensi di antaranya memangkas pos pengeluaran yang tidak perlu atau berlebihan. Akan tetapi, pemerintah tidak berharap ada pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya.
"Bahkan, sangat mungkin akan ada penyesuaian gaji untuk karyawan PAL. Apabila semula biasa makan tiga kali, mungkin sementara harus dua kali," katanya.
Mengenai posisi berkas pengajuan dana dari PT PAL, ia menyatakan, saat ini sudah tidak lagi di Sekretariat Kementerian BUMN.
"Setahu saya, kini sudah tidak ada di meja saya," katanya.
Secara terpisah, Direktur Utama PT PAL, Harsusanto, membenarkan, ia belum menerima dana dari PPA. Namun, perusahaannya masih aktif berproduksi dengan dana dari beberapa bank, yaitu untuk penyelesaian beberapa kapal dari 18 kapal.
"Sampai sekarang, kami masih aktif. Bahkan, Agustus nanti kami akan menyerahkan kapal 'Landing Platform Dock' (LPD) seberat 9.000 DWT pesanan Departemen Pertahanan untuk TNI AL," katanya.
Akan tetapi, ia belum bisa menyebutkan kepastian tanggal pencairan dana untuk menyelamatkan kondisi keuangannya.
"Kini, kami masih sama-sama menunggu dan berharap tidak ada pemutusan hubungan kerja," katanya meyakini.
Sumber : Antara
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/lpd1tu6indonewlpdef8.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/lpd2tg4indonewlpdzd7.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/lpd3yj4indonewlpd990fp9.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/krimakassar01fz2.jpg
Daewoo International Corporation Proses pengerjaan LPD KRI Makassar 990 yang kemudian berubah nomor lambungnya menjadi 590
UKURAN UTAMA KAPAL :
Length Over All ; 125 Meter
Length Between Perpendicular ; 109,2 Meter
Breath ; 22.00 Meter
Depth (Tank Deck) ; 6.7 Meter
(Truck Deck) ; 11.3 Meter
Draft Max ; 4.9 Meter
Displacement ; 7.300 Ton
Kecepatan Maximum ; 15 Knots
Endurance days ; 30 Days
Cruising Range ; 10.000 Miles
Max embarcation ; 344 Person terdiri dari :
- Crew ; 126 Person
- Troops & Guest ; 218 Person
Helicopter ; 5 Unit
LCVP ; 2 Unit
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star July 30th, 2009, 07:55 AM Aero L 159 ALCA (Advanced Light Combat Aircraft)
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/AIR_L-159_Top_Armed_lg.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/9435.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/AIR_L-159T_and_L-159_lg.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/L-159.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Cockpit-L159.jpg
Aero L 159 ALCA kandidat pengganti Hawk MK-53.
General characteristics
Crew: one, pilot
Length: 12.72 m (41 ft 8 in)
Wingspan: 9.54 m (31 ft 3 in)
Height: 4.87 m (16 ft)
Empty weight: 4,350 kg (9,590 lb)
Max takeoff weight: 8,000 kg (17,637 lb)
Powerplant: 1× Honeywell/ITEC F124-GA-100 turbofan, 28 kN (6,280 lbf)
Performance
Maximum speed: 955 km/h
Range: 1,570 km (848 nm, 970 m)
Service ceiling: 13,200 m (43,300 ft)
Rate of climb: 68 m/s (9,950 ft/min)
Armament
Guns:ZVI Plamen PL-20 2×20mm gun pod
Hardpoints: 7, 3 under each wing and 1 under the fuselage holding up to 2340 kg (5,159 lb)
Missiles:
Air-to-air: AIM-9M Sidewinder, IRIS-T, AIM-132 ASRAAM
Air-to-surface: AGM-65 Maverick, AGM - HARM
Bombs: various laser-guided and unguided bombs GBU, CBU
Avionics
Grifo-F Radar
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star July 30th, 2009, 07:59 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/05_uss_george_washington_cvn_73.jpg
Kapal induk USS George Washington CVN73.
28 Juli 2009, Manado -- Sebuah kapal istimewa bakal hadir dalam hajatan Sail Bunaken, 12-20 Agustus 2009 mendatang. Kapal induk USS George Washington (CVN/Carrier Vessel Nuclear 73) dijadwalkan berpartisipasi di kegiatan tersebut. "USS George Washington juga akan berpartisipasi," ujar Danlantamal VIII Laksamana Pertama Willem Rampangilei, kemarin.
Kehadiran kapal ini jelas akan menjadi atraksi tersendiri bagi warga untuk menyaksikannya. Hanya saja, belum diketahui kapan kapal induk yang berbasis di Yokosuka Naval Base, Jepang itu akan masuk perairan Sulut. Belum juga diketahui pasti di mana kapal itu akan berlabuh nantinya.
Selain USS George Washington, kapal-kapal lainnya dijadwalkan berdatangan mulai 11 Agustus mendatang. Dua kapal perang Thailand hampir dapat dipastikan akan berlabuh di pelabuhan Bitung. “Kapal dari Thailand akan merapat untuk berpartisipasi dalam parade kapal perang,” jelas Rampangilei.
Kedua kapal itu sebelumnya melakukan latihan bersama dengan kapal perang Indonesia di perairan Laut Sulawesi. Karenanya, kata Willem, pasca latihan tersebut, kapal dari Thailand ini menuju Pelabuhan Bitung. "Saat ini ada sekitar 32 kapal perang 32 kapal perang yang akan berpartisipasi, sudah termasuk USS George Washington," tuturnya.
Kapal-kapal perang itu akan berparade dalam acara puncak, sekitar pukul 16:00 pada 19 Agustus nanti. “Diperkirakan tanggal 14 atau 15 Agustus mendatang seluruh kapal perang yang menjadi peserta Sail Bunaken sudah hadir ada semua di perairan Sulut," jelasnya.
Selain parade kapal perang, juga akan ada pemecahan rekor selam massal oleh 1.500 penyelam di Teluk Manado. Ada juga lomba perahu layar Darwin-Manado, yang akan dilepas Menteri DKP Freddy Numberi pada Sabtu (18/8) nanti dari Darwin. Panitia Sail Bunaken sendiri memperkirakan acara ini akan mendatangkan sekitar 7.000 hingga 10.000 peserta.
Dana Keamanan
Sementara itu, tekad politisi Sario memperjuangkan dana tambahan keamanan untuk pelaksanaan Sail Bunaken dari APBD-Perubahan 2009 sudah harga mati. Usulan ini berhembus kencang dalam Rapat Paripurna Dewan Provinsi (deprov) Sulut kemarin siang. Personil Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) paling ngotot menyuarakannya. “Kami harap pemerintah provinsi) memperhatikan hal ini, karena dana tambahan keamanan Sail Bunaken sangat penting untuk pemulihan nama baik Indonesia di mata internasional, pasca bom di Jakarta,” beber Benny Rhamdani.
Dana tambahan itu dikalkulasikan Rp500 juta untuk aparat keamanan TNI, Rp1 miliar untuk Polri, dan Rp1 miliar untuk Kesbangpol Sulut. “Karena TNI dan Polisi perlu biaya operasional ekstra dalam menjalankan tugas tambahan, sedangkan untuk Kesbangpol sebagai dana sosialisasi dan publikasi ke masyarakat,” terangnya.
Penegasan kesuksesan Sail Bunaken juga terjabarkan dalam pemandangan umum Fraksi Partai Golkar yang dibacakan Elisabeth Lihiang. “Sukses Sail Bunaken akan ikut berdampak pada minat investor menanamkan modal di daerah ini,” kata Lihiang saat membacakan pemandangan umumnya.
Mewakili eksekutif, Sekretaris Provinsi Drs Robby Mamuaja menyatakan akan memperhatikan usulan dewan ini, dengan meneruskanya pada Gubernur Sulut SH Sarundajang.
Sebelumnya Wakil Gubernur Freddy Sualang mengakui ada dana tambahan pengamanan Sail Bunaken. “Dananya akan masuk ke Kesbangpol,” terang Sualang, beberapa waktu lalu.
Sumber : Manado Post
AceN July 30th, 2009, 09:24 AM LPD nya keren :okay:
=NaNdA= July 30th, 2009, 10:27 AM inilah yg membuat kita tidak bisa merawat n memelihara peralatan tempur...
hasil dari belajar selama 2 tahun utk mengoperasikan peralatan tempur adalah=
minum kopi sambil berperang...????:bash:
maksudnya ini, semuanya serba otomatis...
jadi kalau lagi perang pun, masih bisa minum kopi, hehe
David-80 July 30th, 2009, 04:00 PM inilah yg membuat kita tidak bisa merawat n memelihara peralatan tempur...
hasil dari belajar selama 2 tahun utk mengoperasikan peralatan tempur adalah=
minum kopi sambil berperang...????
Itu hanya kiasan, jadi sambil minum kopi pun, bisa ngatur kapal dalam keadaan perang...saking canggihnya...
cheers
peseg5 July 30th, 2009, 04:52 PM Itu hanya kiasan, jadi sambil minum kopi pun, bisa ngatur kapal dalam keadaan perang...saking canggihnya...
cheers
Masa depan perang udah bukan man to man lagi. Tapi robot to robot atau machine to machine. Semua dikendalikan dari jarak jauh. Sekarang saja sudah banyak pesawat tanpa awak dipersenjatai. Nanti ada tank/kapal tanpa awak. Lama2 jadi kayak film terminator... robotnya memberontak, manusianya yg mau dilenyapkan.
AceN July 30th, 2009, 06:36 PM ^^ iRobot atau terminator ?
=NaNdA= July 30th, 2009, 06:41 PM ^^ kalo iRobot kan basisnya robot pelayan ceN, hehe...
kalo terminator ya baru basicnya robot buat defense..
atau ada planet autobot yang mau nyerang? wekekeke...
VRS July 31st, 2009, 03:33 AM memang seharusnya semua sudah automatic....jd lebih mudah utk berperang tanpa harus kontak fisik...
ehm USS George Washington which would like go to Sulawesi,its the latest new nimitz....??
Rock Star July 31st, 2009, 04:13 AM memang seharusnya semua sudah automatic....jd lebih mudah utk berperang tanpa harus kontak fisik...
ehm USS George Washington which would like go to Sulawesi,its the latest new nimitz....??
^^ ^^
Nimitz-class supercarrier terakhir adalah USS George H.W. Bush CVN-77, untuk lebih akuratnya cek link ini :
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_aircraft_carriers_of_the_United_States_Navy
Kopassus July 31st, 2009, 04:48 AM LPD nya keren :okay:
Bulan Agustus...good news.. :okay:
Sepertinya LPD ini sdkt beda dgn yg 590 dan 591, bisa tamba 1 heli ekstra...
AceN July 31st, 2009, 04:49 AM ^^ kalo iRobot kan basisnya robot pelayan ceN, hehe...
kalo terminator ya baru basicnya robot buat defense..
atau ada planet autobot yang mau nyerang? wekekeke...
Belom ntn terminator nan :D hehehe..
Rock Star July 31st, 2009, 04:50 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Wallops_Research_Range.jpg
Mid-Atlantic Regional Spaceport (MARS), Virginia, USA : gambaran spaceport di negeri paman sam mudah2an indonesia bisa lebih bagus dari yang ini (photo : wikipedia)
LEMBAGA Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mendirikan “space port” atau lokasi peluncuran roket pendorong satelit di Pulau Biak, Papua.
Pulau Biak dipilih karena sangat strategis sebagai lokasi peluncuran stelit, kata Sekretaris Utama Lapan, DR. Bambang Koesoemanto usai seminar “Diseminasi Perkembangan Roket dan Satelit di Indonesia” di kantor Lapan, Jakarta, Rabu.
Secara teritorial, kata Bambang, Pulau Biak berhadapan langsung dengan samudera luas sehingga proses peluncuran roket yang akan dilakukan diperkirakan tidak akan mengganggu negara lain.
Jika roket pendorong satelit itu diluncurkan, serpihan atau benda-benda yang jatuh dari dari proses peluncuran itu akan jatuh ke laut, tidak mengenai negara lain, termasuk wilayah Indonesia.
Selain itu, Pulau Biak juga terletak di di area “ekuatorial” sehingga dorongan roket peluncur satelit lebih kuat dan mampu mengantar alat pemantauan di angkasa ke antariksa.
Bambang menyatakan pihaknya telah mengajukan rencana pendirian “space port” atau lokasi peluncuran roket pendorong satelit di Pulau Biak itu ke DPR yang ternyata memberikan dukungannya.
“DPR mendukung rencana (pembuatan space port di Biak) itu,” katanya.
Meski demikian, menurut Deputi Teknologi Dirgantara Lapan, Dr. Ing. Soewarto Harhienata, program itu belum dapat direalisasikan saat ini karena masih banyak hal yang perlu disiapkan.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/summaryphoto-rx-3201.jpg
saat2 peluncuran roket RX-320 LAPAN (photo : Defence News)
Diantaranya, kata dia, perlu dibuat peraturan dari pemerintah agar pendirian lokasi peluncuran roket pendorong satelit di Biak itu memiliki landasan hukum.
Selain itu, rencana tersebut perlu disosialisasikan kepada seluruh kalangan masyarakat. Termasuk pemerintah daerah dan masyarakat Papua agar tidak dipolitisasi dan “dipelintir” dengan hal yang tidak benar.
“Masalah teknologi (dalam pembuatan lokasi itu) tidak ada masalah tapi perlu disosialisasikan,” katanya. Sumber : JURNAS
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/China_Xichang_Satellite_Center_-_Ti.jpg
Peluncuran Tianlian, Xichang Satellite Launch Center (XSLC) China (Photo : wikipedia)
_________________________________________________________________
mari berdoa semoga niat baik pemerintah untuk terus mendukung program2 LAPAN demi kemajuan bangsa dan negara....Aamiiiiiiinnnn.....
:banana: :banana: GO LAPAN GO :banana: :banana:
Rock Star July 31st, 2009, 04:55 AM Syukurlah thread ini kembali hidup..... :D dah mulai banyak yg beri komen... mudah2an gak bikin sirik tetangga sebelah dengan kemajuan teknologi negara kita tercinta Indonesia dengan tangan kita sendiri...
PEACE :cheers: :cheers: :cheers:
Kopassus July 31st, 2009, 05:21 AM Berita buruk lagi
Pengadaan Kapal Selam Ditunda
JAKARTA - Departemen Pertahanan menyatakan, pengadaan dua kapal selam baru bagi TNI Angkatan Laut akan ditunda sampai 2011, karena keterbatasan anggaran pemerintah.
"Meski ada rencana kenaikan anggaran pertahanan pada APBN 2010 sebesar 20 persen, namun itu masih belum memadai untuk pengadaan alutsista seperti kapal selam dan pesawat tempur baru. Kenaikan anggaran masih diprioritaskan untuk pemeliharaan," kata Dirjen Sarana Pertahanan Departemen Pertahanan Mersekal Muda TNI Eris Herryanto di Jogjakarta, Rabu (29/7).
Dikonfirmasi ANTARA di sela-sela peringatan Hari Bakti ke-62 TNI Angkata Udara, ia mengatakan, pembahasan pengadaan dua kapal selam baru bagi TNI AL untuk sementara dihentikan menyusul kebijakan pemerintah untuk menunda pengadaan alat utama sistem senjata strategis baru.
"Bagi para negara produsen yang telah memasukkan proposalnya, kami terus lakukan kajian dan pendalaman dari mana Indonesia akan mengadakan, tetapi belum akan segera direalisasikan pengadaannya hingga 2011," tutur Eris.
Indonesia sebelumnya telah membuka tender bagi pengadaan dua kapal selam baru pada 2010-214. Untuk pengadaan kapal selam TNI AL ada beberapa negara yang menjadi pilihan seperti Jerman (U-209), Korea Selatan (Changbogo), Rusia (Kelas Kilo), dan Perancis (Scorpen).
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno menyatakan, pihaknya telah melakukan kajian mendalam untuk spesifikasi kapal selam yang dibutuhkan sesuai tingkat ancaman yang akan dihadapi.
"Hasil kajian berupa spesifikasi teknik (spektek) dan operation requirement/opsreq (kebutuhan operasi) kepada Departemen Pertahanan (dephan) untuk kemudian ditentukan dari negara mana kapal selam itu diadakan. Jadi, kita tidak mengajukan merk atau negara mana. Hanya spektek dan opsreq. Dari negara mana, bukan masalah yang penting kemampuan tempurnya," ujarnya.
Sumber : ANTARA
Without modern subs we have no chance against neighbours with unfriendly intentions....
We need to choose between priorities: A better trained and equipped armed forces or useless prestige projects (jembatan Selat Sunda) and inefficient burocracy (all those different pemilus and useless new laws).
Pangkohanudnas Resmi Menutup Latihan Perkasa A/B 2009
JAKARTA - Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Dradjad Rahardjao S.IP, selaku Direktur Latihan Hanudnas Perkasa A/B TA. 2009, didampingi Asops Kohanudnas Kolonel Pnb Barhim dan para Asisten lainnya secara resmi menutup latihan Hanudnas Perkasa “A” dan “B”, melalui voice yang bisa didengar langsung oleh para pelaku latihan di Satuan Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) I Jakarta maupun Kosekhanudnas II Makasar, dari ruang Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas) Makohanudnas, di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7).
Gelar latihan Hanudnas Perkasa “A” dan “B” telah berlangsung sejak 10 Juli 2009 atau selama tiga minggu dengan mengambil dua lokasi, di wilayah Kosekhanudnas I dipusatkan di Tanjung Pinang dan Batam Sumatra, dan wilayah Kosekhanudnas II dipusatkan di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Unsur-unsur Hanud yang dilibatkan antara lain : pesawat Tempur Sergap F-5 Tiger, Hawk 109-209, MK-53 HS Hawk, F-16 dan seluruh Satuan Radar (Satrad) yang berada dalam jajaran Kosekhanudnas I dan II. KRI berkemampuan Hanud dan Arhanud pun ikut dikerahkan, begitu pula Detasemen Rudal (Denrudal) 004/I/ Bukit barisan dan Denrudal 002/VI/ Tanjungpura.
Sebagai pendukung ikut diturunkan pesawat intai Boing-737, pesawat angkut C-130 Hercules dan Helikopter SAR, kata Pangkohanudnas.
Lebih lanjut Marsda TNI Dradjad Rahardjo S.IP, mengatakan, latihan Hanudnas Perkasa “A” dan “B” TA. 2009 ini, merupakan latihan tahapan menuju puncak latihan Kohanudnas (Latihan Tutuka), sebagai uji tingkat kesiapsiagaan unsur-unsur Hanud yang berada di jajaran Kohanudnas dalam menghadapi acaman yang sebenarnya untuk penindakan maupun penangkalan dalam mengamankan Wilayah Udara Nasional.
Sumber : PUSPEN TNI
Rock Star July 31st, 2009, 06:08 AM Berita buruk lagi
Without modern subs we have no chance against neighbours with unfriendly intentions....
Benar-benar berita buruk... :ohno: :ohno: :ohno:
Yup...walau tidak dipungkiri lagi kapal selam termasuk matra laut yang sangat penting untuk penyusupan keperairan musuh atau head to head vs kapal selam musuh atau kapal perang musuh... tapi jangan lupa kita masih punya CN-235MPA yang bisa mendeteksi kapal selam musuh, urusan dengan kapal perang, serahkan pada SIGMA atau frigates2 bisa juga menggunakan LPD (yang akan diserah terimakan) yang membawa MIL MI-35 serta Sukhoi SU-30MK/F-16, IMO.. :bash:
VRS July 31st, 2009, 06:42 AM ^^ ^^
Nimitz-class supercarrier terakhir adalah USS George H.W. Bush CVN-77, untuk lebih akuratnya cek link ini :
http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_aircraft_carriers_of_the_United_States_Navy
ah thx Rock star...:)
novian July 31st, 2009, 11:20 AM Lanud Halim Kedatangan KC-130 dan Boeing-767
JAKARTA - Dua pesawat tangker udara KC-130 Hercules milik AU Amerika Serikat selama satu malam berada di Lanud Halim Perdanakusuma Kamis (30/7) dalam misi Latihan bersama TNI AL (Marinir) dengan Marinir Amerika serikat di Jakarta.
Dalam latihan ini hadir juga Boeing 767 milik AU Jepang, rencananya latihan yang dimulai pada 28 Juli kemarin akan berakhir hari ini. Kegiatan ini merupakan suatu wujud kerja sama yang telah terjalin baik selama ini antara TNI AU dengan Japan Air Force dan US Air Force.
http://www.tni-au.mil.id/images/content/2009-07-30-hlm.jpg
Sumber : DISPENAU
novian July 31st, 2009, 11:24 AM Pangkohanudnas Resmi Menutup Latihan Perkasa A/B 2009
JAKARTA - Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Muda TNI Dradjad Rahardjao S.IP, selaku Direktur Latihan Hanudnas Perkasa A/B TA. 2009, didampingi Asops Kohanudnas Kolonel Pnb Barhim dan para Asisten lainnya secara resmi menutup latihan Hanudnas Perkasa “A” dan “B”, melalui voice yang bisa didengar langsung oleh para pelaku latihan di Satuan Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Kosekhanudnas) I Jakarta maupun Kosekhanudnas II Makasar, dari ruang Pusat Operasi Pertahanan Udara Nasional (Popunas) Makohanudnas, di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7).
http://3.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/SnJWTJ8-ErI/AAAAAAAABeo/ePvGo2tRZUg/s1600/012655414.jpg
Gelar latihan Hanudnas Perkasa “A” dan “B” telah berlangsung sejak 10 Juli 2009 atau selama tiga minggu dengan mengambil dua lokasi, di wilayah Kosekhanudnas I dipusatkan di Tanjung Pinang dan Batam Sumatra, dan wilayah Kosekhanudnas II dipusatkan di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Unsur-unsur Hanud yang dilibatkan antara lain : pesawat Tempur Sergap F-5 Tiger, Hawk 109-209, MK-53 HS Hawk, F-16 dan seluruh Satuan Radar (Satrad) yang berada dalam jajaran Kosekhanudnas I dan II. KRI berkemampuan Hanud dan Arhanud pun ikut dikerahkan, begitu pula Detasemen Rudal (Denrudal) 004/I/ Bukit barisan dan Denrudal 002/VI/ Tanjungpura.
Sebagai pendukung ikut diturunkan pesawat intai Boing-737, pesawat angkut C-130 Hercules dan Helikopter SAR, kata Pangkohanudnas.
Lebih lanjut Marsda TNI Dradjad Rahardjo S.IP, mengatakan, latihan Hanudnas Perkasa “A” dan “B” TA. 2009 ini, merupakan latihan tahapan menuju puncak latihan Kohanudnas (Latihan Tutuka), sebagai uji tingkat kesiapsiagaan unsur-unsur Hanud yang berada di jajaran Kohanudnas dalam menghadapi acaman yang sebenarnya untuk penindakan maupun penangkalan dalam mengamankan Wilayah Udara Nasional.
Dengan latihan ini diharapkan adanya peningkatan kemampuan, baik perorangan maupun Satuan yang berada di jajaran Kosekhanudnas I dan II, dalam mengaplikasikan dan penerapan Doktrin operasi pertahanan udara, untuk menyusun rencana operasi yang disiapkan berdasarkan analisa kontijensi yang diperkirakan akan terjadi, dan meningkatkan kerja sama unsur-unsur Hanud di wilayah Kosekhanudnas I dan II, atau keterpaduan penyelenggaraan operasi pertahanan udara harap Pangkohanudnas.
Sumber : PUSPEN TNI
David-80 July 31st, 2009, 01:59 PM Benar-benar berita buruk... :ohno: :ohno: :ohno:
Yup...walau tidak dipungkiri lagi kapal selam termasuk matra laut yang sangat penting untuk penyusupan keperairan musuh atau head to head vs kapal selam musuh atau kapal perang musuh... tapi jangan lupa kita masih punya CN-235MPA yang bisa mendeteksi kapal selam musuh, urusan dengan kapal perang, serahkan pada SIGMA atau frigates2 bisa juga menggunakan LPD (yang akan diserah terimakan) yang membawa MIL MI-35 serta Sukhoi SU-30MK/F-16, IMO.. :bash:
1st priority dulu guys, TNI dan dephan mungkin ingin OVERHAUL semua logistic support mereka...terutama untuk hercules, LPD dan beberapa helikopter baru....
setau saya, masih ada 2 kapal selam kita yg lagi di perbaharui di Daewoo? udah selesai apa belom ya?
cheers
typhoonbringer July 31st, 2009, 11:58 PM 1st priority dulu guys, TNI dan dephan mungkin ingin OVERHAUL semua logistic support mereka...terutama untuk hercules, LPD dan beberapa helikopter baru....
setau saya, masih ada 2 kapal selam kita yg lagi di perbaharui di Daewoo? udah selesai apa belom ya?
cheers
halo saia baru nih nimbrung yah
yg udah dateng 401 sama 402, chakra sama nenggala, kemaren tender kan korea sama rusia buat kapal selam baru, tapi keknya diundur lagi or malahan ga jadi :bash:
oh iya CN-235 MPA turki di overhaul sama thales + insinyur pt di buat jadi ASW loh, nyang bikin malah baru punya yg standar :nuts:
Rock Star August 7th, 2009, 07:54 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/2009-08-06-hnd.jpg
MAKASSAR - CN 235-220 MPA (Maritim Patrol Aircraft) telah resmi beroperasi dan menjadi salah satu kekuatan alutsista Skadron Udara 5 wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin yang ditandai penerimaannya oleh Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Ida Bagus Putu Dunia, pada hari Rabu (5/8) di Skadron Udara 5 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin.
Pesawat CN 235-220 MPA ini merupakan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia dan telah sukses menjalani uji kegiatan flight training dan Mission system Pesawat di Bandung.
Pesawat ini dilengkapi dengan peralatan Mission Console buatan pabrik Thaless Prancis yaitu Tactical Commander (Tacco) radar console yang berfungsi untuk searhing atau pencarian target weather radar dan mapping
Selain itu CN 235-220 MPA juga dilengkapi dengan Equipment Support Mission (ESM) Console yang memiliki kemampuan untuk mengindentifikasi sinyal frequensi dari obyek lain dengan kemampuan pasif. Juga dilengkapi dengan kamera Agile-4 yang dapat merekam dan mencetak target.
Dengan bertambahnya satu pesawat CN-235MPA maka akan menambah kemampuan dan kesiapan operasional Skadron Udara 5 sebagai satuan intai guna menjaga dan menegakkan kedaulatan Negara di udara dalam wilayah udara yuridiksi Nasional Republik Indonesia
Pada acara penerimaan pesawat tersebut, Danlanud menyampaikan bahwa pesawat CN 235-220 MPA dengan kelengkapannya adalah pesawat mahal dan canggih, yang dibutuhkan Lanud Sultan Hasanuddin dalam mendukung pelaksanaan tugas, untuk itu dituntut personel yang mampu mengawaki, mengoperasikan dan memeliharanya.
Komandan selanjutnya mengatakan bahwa dalam hal pengawakan, telah menyusun personel-personel yang terlatih, dan diharapkan dalam waktu 2 minggu sampai satu bulan crewnya sudah siap dan seterusnya perlu pembinaan, penggenerasian dari crew tersebut.
Sumber : PENTAK HASANUDDIN
Rock Star August 7th, 2009, 08:00 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/800px-USS_George_Washington_CVN-73_.jpg
JAKARTA — Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS George Washington CVN-73, 18 Agustus 2009 akan berlabuh di Bunaken, Manado, Sulawesi Utara. Namun, kedatangan armada perang AS itu bukan untuk keperluan perang, melainkan sebagai peserta parade kapal perang Indonesian Fleet Review 2009 (IFR 09) yang diselenggarakan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dan Departemen Kelautan dan Perikanan RI pada 12 Agustus hingga 19 Agustus 2009.
"Amerika Serikat akan mengirimkan kapal induk nuklirnya pada 18 Agustus 2009 ke sana (Bunaken-Manado)," ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul saat jumpa pers di Wisma Elang Laut, Jakarta, Kamis (6/8).
Perhelatan spektakuler bertaraf internasional yang diberi nama Sail Bunaken 2009 tersebut terdiri dari berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut antara lain olahraga bahari, kirab kota, seminar, dan parade kapal perang internasional atau disebut IFR 09 (Indonesian Fleet Review), serta dirangkai dengan dua pemecahan rekor dunia, yakni selam massal pada 16 Agustus 2009 dan upacara bendera di bawah laut untuk memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 pada 17 Agustus 2009.
Menurut Iskandar, hingga saat ini sudah ada 42 negara, termasuk AS, yang sudah positif menyatakan kehadirannya dalam acara IFR 09. Beberapa negara di antaranya akan hadir dengan delegasi beserta kapal perangnya, sementara yang lainnya hanya akan mengirimkan delegasi perwakilan.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/tunas.jpg
Kapal Layar Diraja Tunas Samudera (KLD Tunas Samudera)
"Di antara negara yang hadir dengan delegasi dan kapal perangnya, yaitu Amerika Serikat, Australia, India, Inggris, Malaysia, Rusia, dan lain-lain, sedangkan yang hadir dengan delegasi, misalnya, Arab Saudi, Banglades, Belanda, Brunei Darussalam, Cile, Iran dan lain-lain," katanya.
Adapun jumlah kapal perang negara sahabat peserta IFR 09 yang akan hadir adalah sebanyak 29 kapal perang, ditambah dua tall ship (Tunas Samudera dari Malaysia dan Nadezha dari Rusia, serta satu kapal Coast Watch Australia), sedangkan jumlah personel yang akan menjadi peserta lebih dari 8.000 pelaut.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/Russian-Ship-Nadezhda.jpg
Kapal Latih Nadezhda Rusia
"Indonesia sebagai tuan rumah akan mengerahkan 10 KRI, 1 flight Sukhoi, 1 flight F-16, 1 skuadron Cassa, 1 skuadron Nomad, dan 13 kapal pemerintah, serta 30 kapal pelayaran rakyat," paparnya.
Sumber : Kompas
:banana: :banana: :banana:
Rock Star August 7th, 2009, 08:49 AM Anggaran Departemen Pertahanan 2010 Rp 40,7 Triliun, Senilai Rp 11,3 Triliun untuk Belanja Alutsista
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/PETAkekuatanGlobal.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/PETAkekuatanasiatenggara.jpg
Posisi anggaran pertahanan Indonesia terhadap negara lain pada tahun 2008 (image: Defense Studies)
Anggaran Dephan 2010 Rp 40,7 Triliun
Anggaran Departemen Pertahanan pada 2010 sebesar Rp 40,7 riliun. Anggaran itu ditujukan untuk menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI.
Dalam Pidato Presiden mengenai Penyampaian Pengantar Pemerintah atas RUU tentang APBN 2010 dan nota keuangan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan anggaran pertahanan itu juga untuk pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Anggaran untuk Kepolisian Negara RI sebesar Rp 25,8 triliun pada 2010.
Sementara untuk anggaran Departemen Pekerjaan Umum sebesar Rp 34,3 triliun, dan anggaran Departemen Perhubungan sebesar Rp 16 triliun. Anggaran tersebut diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Anggaran Departemen Kesehatan Rp 20,8 triliun pada 2010 ditujukan untuk peningkatan kualitas dan perluasan pemerataan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menkeu: Rp 11,3 Triliun untuk Beli Senjata TNI
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11,3 triliun untuk pembelian peralatan khusus sistem persenjataan utama bagi militer untuk menjaga pertahanan dan kedaulatan Indonesia. "Pemerintah anggarkan untuk Dephan khusus untuk persenjataan sebesar Rp 11,3 triliun," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2009.
Menurut dia, anggaran tersebut riil agar peralatan dan sistem persenjataan TNI bisa diperbarui. "Jadi, tidak ada lagi kompromis," katanya.
Selama ini anggaran yang minim sering dikeluhkan sebagai biang terjadi peristiwa kecelakaan sejumlah pesawat militer milik Indonesia. Selain itu, kapal-kapal Indonesia juga kalah cepat dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia, seperti di wilayah Ambalat ketika didatangi oleh kapal Malaysia.
Dalam pidato kenegaraan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran Departemen Pertahanan pada 2010 sebesar Rp 40,7 triliun. Termasuk dalam anggaran itu adalah dana untuk pembelian sistem persenjataan. "Ini untuk menjaga kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah RI."
Sumber : Vivanews/Defense Studies
Rock Star August 7th, 2009, 10:00 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/geo.jpg
Kapal Penelitian Geomarin III (image: DEP. ESDM)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro Rabu (5/8/), meresmikan pengoperasian Kapal Peneliti Geomarin III. Acara yang berlangsung di Pelabuhan Cirebon ini dihadiri oleh Walikota Cirebon, Komandan Lantamal Cirebon, Syahbandar Pelabuhan Cirebon, Pejabat Eselon I dan II Departemen ESDM dan Pejabat Fungsional Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM.
Kapal Peneliti Geomarin III dioperasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) dalam melaksanakan tugas survei dan pemetaan geologi kelautan dalam mendukung sektor Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai bagian integral dari pembangunan nasional. Kapal yang dibuat di galangan PT PAL Surabaya ini selanjutnya akan menjadikan Pelabuhan Cirebon sebagai basis operasi.
Kapal Peneliti Geomarin III memiliki panjang 61,70 meter dengan Groos Register Tonnage 1300 GT. Menggunakan mesin 2 x 1000 HP dengan konsumsi bahan bakar 4,8-9,3 ton/hari atau 6040-11600 liter. Geomarin III memiliki kecepatan maksimum 13,5 knot, kecepatan jelajah 12,5 knot, kecepatan survey 4,0 knot dan masa layar (endurance) 30 hari. Kapal ini memiliki 22 Awak Kapal dan mampu membawa Ilmuwan dan Teknisi sebanyak 29 orang.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/GeomarineIII.jpg
Kapal Peneliti Geomarin III juga dilengkapi peralatan survei berupa Peralatan Hidrografi yaitu Deep Sea Echosounder 15/200kHz, Sub Bottom Profiler 3.5 kHz, Gyrocompass dan Side Scan Sonar. Peralatan navigasi berupa Differential GPS dan Perangkat lunak navigasi. Laboratorium berupa Stereo Microscope, Peralatan Pembelah Contoh Sedimen dan Crusher. Peralatan Selam berupa Kompresor Udara dan Diving Gear.
Selain itu juga dilengkapi peralatan Geologi dan Geofisika berupa Kompresor Seismik dengan Kapasitas total 370 CFM, Airgun Seismik dengan Kapasitas 4 x 150 cu in, Seismik Digital Multichannel hingga 120 Channel, Sistem Pemrosesan Data Seismik Onborad, Magnetometer dan Pengambil Contoh Sedimen: Dredger dan Gravity/Piston Corer berikut Winch untuk kedalaman 6.000 m.
Saat memberikan sambutan, Menteri ESDM mengungkapkan bahwa kapal peneliti Geomarin III sudah lama dinantikan. Hal ini disebabkan seluruh perairan dangkal di Indonesia telah hampir selesai dipetakan. Sehingga sisanya yaitu sekitar 76% wilayah perairan laut dalam (deep sea) belum dapat dipetakan mengingat masih terbatasnya kemampuan kapal dan fasilitas peralatan survey. Artinya, bahwa bagian laut dalam yang jauh lebih luas, masih belum terjamah pemetaan.
Saat ini terdapat indikasi pemanfaatan sumber daya energi dan mineral di daratan hampir mencapai titik kulminasi, sehingga di masa mendatang akan bertumpu pada laut sebagai harapan yang terakhir atau sebagai “the last frontier”. Kehadiran kapal ini diharapkan dapat mempercepat menyelesaikan program pemetaan dan eksplorasi sumber-sumber daya alam baru untuk dimanfaatkan dan didaya-gunakan demi mensejahterakan masyarakat Indonesia.
Seperti diketahui, bahwa hampir 70% dari cadangan minyak dan gas bumi Indonesia berada pada cekungan-cekungan migas tertier di laut, dan lebih dari separuhnya terletak di laut dalam (kedalaman lebih dalam dari 200 m). Mengacu pada kenyataan ini, maka eksplorasi di laut dalam harus dilaksanakan secepat mungkin agar potensi-potensi sumber daya migas ini dapat diketahui dan dimanfaatkan lebih cepat dan optimal.
Demikian pula dengan potensi berbagai komoditi sumber daya mineral yang terdapat di dasar laut, saat ini belum sepenuhnya dapat dieksplorasi karena keterbatasan sumber daya manusia, fasilitas dan peralatan survey. Padahal perairan Indonesia diyakini masih menyimpan berbagai potensi yang cukup menjanjikan sebagai contoh energi laut (mekanik, potensial, dan perbedaan termperatur) menjadi energi listrik.
Dengan diberlakukannya Hukum Laut Internasional PBB (UNCLOS 1982), maka Indonesia memiliki aset pertambahan wilayah laut nasional yang cukup signifikan. Luas wilayah perairan Indonesia mencapai 5,9 juta km2 termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dengan rincian luas kepulauan 2,8 juta km2, luas laut territorial 0,4 km2, serta klaim atas Landas Kontinen di luar 200 mil seluas 3500 km2 di sebelah barat Aceh.
Jumlah pulau sekitar 17.504 terdiri dari pulau besar dan kecil, sedangkan panjang garis pantai pulau-pulau nusantara mencapai 81.290 km lebih yang merupakan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Fakta fisik inilah yang menjadikan Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dan negara maritim terbesar di dunia. Wilayah laut yang sangat luas ini perlu segera diinventarisasi dan dipetakan agar dapat dimanfaatkan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Oleh karena itu, kehadiran kapal baru yang canggih ini akan meningkatkan semangat dan motivasi para peneliti di PPPGL dalam menyelesaikan pemetaan geologi kelautan dan inventarisasi sumber daya energi dan mineral di seluruh wilayah perairan Indonesia serta melaksanakan berbagai kajian geologi kelautan guna mempercepat penyelesaian isu-isu nasional, terutama isu-isu kelautan yang berkaitan dengan sektor ESDM.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/01.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/02.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/03.jpg
photo: Antara
Sumber : Dep. ESDM
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 7th, 2009, 10:23 AM Marinir Indonesia-AS Tingkatkan Kerja Sama
JAKARTA--MI: Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Korps Marinir Amerika Serikat sepakat untuk meningkatkan kerja sama, terutama dalam peningkatan kemampuan antiteror.
"Kita semua menyadari ancaman terorisme akan tetap ada dan bahkan mengalami peningkatan. Karenanya kami akan terus bekerja sama," kata Komandan Korps Marinir AS Jenderal James T Conway kepada seusai menerima penghargaan "Baret Korps Marinir" TNI AL di Jakarta, Jumat (7/8).
James Conway mengatakan, peningkatan kemampuan personel marinir kedua negara telah lama dilakukan dalam berbagai bentuk seperti pendidikan dan latihan bersama. "Terkait dengan kontra terorisme, kita akan bekerja sama untuk saling meningkatkan kemampuan antiteror. Yang selama ini sudah berjalan baik, namun ke depan akan kita sempurnakan lagi," ujar Conway.
Conway menambahkan, kerja sama korps marinir kedua negara telah banyak mengalami peningkatan positif dan banyak hal yang masih dapat dikerjasamakan kedua pihak di waktu mendatang. "Korps Marinir Indonesia adalah terbaik ketiga di dunia, dan telah banyak yang kami lakukan bersama dan akan dilakukan di masa datang dengan lebih baik bagi peningkatan profesionalisme kami sebagai marinir," katanya.
Sementara itu, Komandan Korps Marinir TNI AL Mayjen (Mar) Djunaidi Djahri mengatakan, pihaknya akan terus membina kerja sama dengan korps marinir negara lain. "Selain untuk membina hubungan baik, latihan bersama ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel marinir," ujarnya.
Beberapa latihan bersama telah dilakukan antara marinir RI dan AS dan akan terus ditingkatkan dengan cakupan kerja sama yang lebih luas tak hanya kemampuan di bidang perencanaan, kegiatan staf, prosedur operasi pemeliharaan, komando pengendalian, pengambilan keputusan dan pengawasan. Akan tetapi juga pertukaran keilmuan antara marinir kedua negara seperti sistem kerja simulator counter insurgency line of operation, militery decision making process dan marine corps planning process.
"Kami juga telah mengadakan latihan bersama untuk operasi pemelihara perdamaian PBB .Operasi bertujuan meningkatkan stabilitas keamanan untuk mengembalikan dan memelihara kebebasan bergerak serta memberikan bantuan kemanusiaan di sejumlah wilayah konflik di dunia," kata Djunaidi.
Sumber : Media Indonesia
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 7th, 2009, 11:23 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/su-30-mk2.jpg
Sukoi SU-30Mk2 milik TNI-AU
LOMBOK - Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Soebandrio mengatakan, pesawat tempur jenis Sukhoi tetap dioperasionalkan untuk memantau perkembangan di blok Ambalat.
"Patroli rutin terus dilakukan dan pesawat tempur Shukoi selalu disiagakan di Makassar," kata Subandrio usai menghadiri puncak peringatan Hari Bhakti ke-62 TNI AU yang digelar Detasemen Rambang, di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (6/8).
Subandrio mengaku tidak akan terburu-buru untuk menerapkan kebijakan tegas ketika menyikapi konflik antara Indonesia dan Malaysia dalam memperebutkan blok Ambalat dan East Ambalat di Laut Sulawesi.
"Belum ada seperti itu, masalah Ambalat itu ranah politik, cukup patroli rutin Sukhoi yang ada di Makassar, karena dengan mudah digerakkan ke sana," ujarnya ketika ditanya kemungkinan TNI AU akan menempuh kebijakan tegas jika kapal perang Malaysia terus melakukan aksi provokasi di sekitar blok Ambalat.
Pesawat-pesawat tempur Sukhoi buatan Rusia itu disiagakan di Markas TNI AU di Skuadron Udara 11 Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin Makassar.
Kini, empat dari 16 pesawat tempur Sukhoi yang direncanakan, terdiri dari dua jenis SU-27 (satu awak) dan dua SU-30 (dua awak) telah dilengkapi persenjataan canggih yang dibeli dari Rusia tahun 2003 seperti peralatan bombing (pembom), roket dan stroffing (peluru tajam).
Seperti diketahui, konflik di Ambalat ini terjadi menyusul klaim Malaysia atas wilayah itu.
Malaysia melalui perusahaan migasnya, Petronas, bahkan pada 16 Februari lalu telah memberikan konsesi blok kaya migas itu kepada The Royal Dutch/Shell Group (perusahaan patungan Inggris-Belanda).
Berdasarkan data Ditjen Migas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, kawasan Ambalat itu mempunyai kandungan minyak yang sangat besar, diperkirakan mencapai 700 juta hingga satu miliar barel, sementara kandungan gasnya diperkirakan lebih dari 40 triliun kaki kubik (TCF).
Klaim pihak Malaysia itu tentu ditolak mentah-mentah oleh Pemerintah Indonesia yang merasa lebih dulu menguasai wilayah itu, apalagi sebelumnya Indonesia juga telah memberikan konsesi pengelolaan migas blok Ambalat kepada perusahaan Italia, ENI, serta Blok East Ambalat bagi perusahaan Amerika Serikat (AS), Unocal.
Berbagai kalangan mengkhawatirkan konflik itu makin meruncing karena kedua belah pihak kini telah mengerahkan kekuatan angkatan bersenjatanya di kawasan sengketa.
Sumber : Antara
:cheers: :cheers: :cheers:
typhoonbringer August 7th, 2009, 10:57 PM wah edun patroli make heavy fighter, harusnya kan workhorse @_@
btw ada kabar f-16 bakal dikirim dari guam (hibah), blok berapa, senjata apa, sama kuantitas pesawat belum pasti
David-80 August 8th, 2009, 12:18 AM is it? confirmed? kalo iya, moga2 block 52...
cheers
Rock Star August 8th, 2009, 06:18 AM Korps Marinir Indonesia Terbaik ke-3 di Dunia
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/imgHandler.jpg
Komandan Korps Marinir AS Jenderal James T Conway
JAKARTA - Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Korps Marinir Amerika Serikat (US Marine Corps/USMC) sepakat untuk meningkatkan kerja sama, terutama dalam peningkatan kemampuan antiteror.
"Kita semua menyadari ancaman terorisme akan tetap ada dan bahkan mengalami peningkatan. Karenanya kami akan terus bekerja sama," kata Komandan Korps Marinir AS Jenderal James T Conway usai menerima penghargaan "Baret Korps Marinir" TNI AL di Jakarta, Jumat (7/8).
James Conway mengatakan, peningkatan kemampuan personel marinir kedua negara telah lama dilakukan dalam berbagai bentuk seperti pendidikan dan latihan bersama.
"Terkait dengan kontra terorisme, kita akan bekerja sama untuk saling meningkatkan kemampuan antiteror. Yang selama ini sudah berjalan baik, namun ke depan akan kita sempurnakan lagi," ujar Conway.
Conway menambahkan, kerja sama korps marinir kedua negara telah banyak mengalami peningkatan positif dan banyak hal yang masih dapat dikerjasamakan kedua pihak di waktu mendatang.
"Korps Marinir Indonesia adalah terbaik ketiga di dunia, dan telah banyak yang kami lakukan bersama dan akan dilakukan di masa datang dengan lebih baik bagi peningkatan profesionalisme kami sebagai marinir," katanya.
Sementara itu, Komandan Korps Marinir TNI AL Mayjen TNI (Mar) Djunaidi Djahri mengatakan, pihaknya akan terus membina kerja sama dengan korps marinir negara lain.
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/060715-N-6954B-004view.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/060715-N-6954B-003view.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/4thmarineregimentpakess-1.jpg
US Marine mencoba SS-1 di Puslatpur Marinir TNI AL, Situbondo.
"Selain untuk membina hubungan baik, latihan bersama ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel marinir," ujarnya.
Beberapa latihan bersama telah dilakukan antara marinir RI dan AS dan akan terus ditingkatkan dengan cakupan kerja sama yang lebih luas tak hanya kemampuan di bidang perencanaan, kegiatan staf, prosedur operasi pemeliharaan, komando pengendalian, pengambilan keputusan dan pengawasan.
Akan tetapi juga pertukaran keilmuan antara marinir kedua negara seperti sistem kerja simulator counter insurgency line of operation, militery decision making process dan marine corps planning process.
"Kami juga telah mengadakan latihan bersama untuk operasi pemelihara perdamaian PBB .Operasi bertujuan meningkatkan stabilitas keamanan untuk mengembalikan dan memelihara kebebasan bergerak serta memberikan bantuan kemanusiaan di sejumlah wilayah konflik di dunia," kata Djunaidi.
Sumber : Antara
WUHUUUUUUIIIII...........
:banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana:
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 8th, 2009, 06:49 AM Pecahkan Rekor Dunia, 495 Penyelam Berangkat ke Bitung
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/KRISurabaya5911.jpghttp://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/591.jpg
Surabaya - 495 penyelam dari Surabaya berangkat ke Bitung. Sulawesi Utara. Para penyelam ini diangkut dengan KRI Surabaya-591 yang dikomandani Letkol Laut (P) Octavianus Budi Susanto.
Rombongan dilepas oleh para pejabat Komando Armada Timur RI (Koarmatim) di Dermaga Ujung, Jumat (7/8/2009). Mereka akan berangkat ke Sulawesi untuk mengikuti selam massal dalam kegiatan Sail Bunaken yang memecahkan rekor dunia.
Penyelam koordinator wilayah Surabaya yang berangkat berasal dari TNI AL, personel Brimob Watukosek, Ditpolair Polda Jatim, UHT, APS, POSSI, Pelindo, dan KPLP.
Dalam selam massal iakan dilakukan upacara bendera di dalam air memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini berlangsung di Pantai Malalayang, Teluk Manado.
Kegiatan diharapkan dapat menyedot perhatian publik, baik nasional maupun internasional serta media massa dunia. Sehingga meningkatkan citra positif Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Pemecahan rekor ini juga menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia memiliki penyelam yang handal.
Selama ini rekor dunia selam massal secara berturut-turut dipecahkan oleh Australia tahun 2004 dengan 600 penyelam. Kemudian di Thailand tahun 2005 pada Festival Kohtao dengan 722 penyelam dan di Maladewa tahun 2009 dengan 900 penyelam. Indonesia mengerahkan minimal 1500 penyelam yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus 2009.
Sumber : Dispen Armatim
:cheers: :cheers: :cheers:
AceN August 8th, 2009, 07:43 AM Great news rockstar :D
David-80 August 8th, 2009, 08:48 AM ga heran kalo korps marinir kita terbaik ketiga...selain mereka lebih friendly ke masyarakat dan profesional dibanding yg lain...mereka memang sudah terkenal dari dulu...sebagai pasukan amphibi, darat dan udara....
selain itu juga faktor negara kita yg kepulauan dan kelautan, itu yg membuat marinir lebih berpengalaman dan teruji...
cheers
typhoonbringer August 8th, 2009, 06:32 PM is it? confirmed? kalo iya, moga2 block 52...
cheers
beum confirmed, ada kabar lagi kalo itu A4 :nuts:
simpang siur, yg jelas sih pesawat seken US, combatan, kemungkinan paling gede sih f-16
ga heran kalo korps marinir kita terbaik ketiga...selain mereka lebih friendly ke masyarakat dan profesional dibanding yg lain...mereka memang sudah terkenal dari dulu...sebagai pasukan amphibi, darat dan udara....
selain itu juga faktor negara kita yg kepulauan dan kelautan, itu yg membuat marinir lebih berpengalaman dan teruji...
cheers
yg gw takutin kalo berita ntu aga berlebihan :D
Kopassus August 9th, 2009, 10:35 AM Kini, empat dari 16 pesawat tempur Sukhoi yang direncanakan, terdiri dari dua jenis SU-27 (satu awak) dan dua SU-30 (dua awak) telah dilengkapi persenjataan canggih yang dibeli dari Rusia tahun 2003 seperti peralatan bombing (pembom), roket dan stroffing (peluru tajam).
Huuuu..really state-of-the-art-high-tech-modern weaponry....free-fal bombs, unguided rockets and "peluru tajam"!!:lol:
"empat dari 16 pesawat tempur Sukhoi yang direncanakan"?!? 16? Didnt know that!
Artinya, yg 3 Su-30MK2 belum dibersenjata...:nuts:
typhoonbringer August 9th, 2009, 02:13 PM definisi senjata canggihnya pak menhan :nuts:
typhoonbringer August 9th, 2009, 04:08 PM bad news
KRI Nala Terbakar
MESIN Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Nala-363 terbakar saat berada di Laut Jawa, Sabtu (8/8). Kapal sedang berlayar menuju Bitung, Manado, untuk mengikuti "Sail Bunaken".
Akhirnya, kapal jenis korvet itu terpaksa di tarik kembali oleh Kapal Motor (KM) Bintang ke dermaga Komando Armada RI Kawasan Timur, Surabaya. "Sedang dicek kerusakannya," kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno di Jakarta, Minggu (9/8). Dia mengatakan, setelah diperbaiki dan dianggap laik, kapal segera kembali berlayar ke Bitung.
Dalam gelaran "Sail Bunaken" yang puncaknya dimeriahkan dengan parade kapal perang internasional itu, Indonesia mengirimkan sepuluh kapal perang antara lain KRI Nala-363. Hingga kini telah terdaftar 29 kapal perang dari 14 negara siap memeriahkan kegiatan tersebut.
sumber: http://jurnalnasional.com/?media=KR&cari=tni&rbrk=&id=101814&detail=Jakarta%20dan%20Sekitarnya
=====================================================
good god :nuts:
dari kaskus, well moga2 yg ini terlaksana
KSAL: Kontrak Kapal Selam Kelar Bulan Ini
KEPALA Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno menepis kabar adanya penundaan pengadaan kapal selam. Ia yakin kontrak pembelian dan produsen asal senjata strategis itu bisa dirampungkan Departemen Pertahanan (Dephan), akhir bulan ini.
"TNI AL tak bisa dikte Dephan. Tapi harusnya bisa selesai Agustus ini," katanya usai menghadiri lomba lari Hari Ulang Tahun ke-64 TNI di Monas, Jakarta, Minggu (9/8). Tedjo menjelaskan, spesifikasi teknis dan kebutuhan operasi kapal bawah air itu sudah diserahkan ke Dephan.
Dua produsen kapal selam juga telah melakukan presentasi, yaitu galangan kapal dari Jerman dan Korea Selatan. Keduanya telah menyatakan siap melakukan alih teknologi yang disyaratkan matra laut.
Ada beberapa jenis kapal yang menjadi pilihan, antara lain U-209 (Jerman), Changbogo (Korea Selatan), Kelas Kilo (Rusia), dan Scorpen (Prancis). Tedjo menyerahkan sepenuhnya pilihan pada Dephan. "Yang penting kemampuan tempurnya sesuai kebutuhan dan tingkat ancaman yang dihadapi," katanya.
Dia yakin, dua kapal dapat hadir sebelum kepemimpinan periode kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berakhir. "Karena pembangunan kapal memakan waktu 3,5 tahun," katanya.
Saat ini TNI AL memiliki dua kapal selam, yakni KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksma Iskandar Sitompul menjelaskan, kapal selam memiliki efek tangkal cukup besar. Kehadirannya akan membuat perimbangan kekuatan kawasan mengingat Singapura, Malaysia, dan Australia terus menambah armada bawah airnya.
"Permintaan kami tak muluk-muluk, hanya pembangunan kekuatan minimal untuk mengamankan perairan Indonesia yang sedemikian luas," katanya. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dephan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, pembelian kapal selam tidak dianggarkan melalui APBN, tapi lewat kredit negara yang ditawarkan Rusia sebesar U$1 miliar.
Departemennya menargetkan, kontrak pembelian senjata asal negeri Beruang Merah tersebut kelar Desember tahun ini. Target tersebut sebagai tindak lanjut percepatan penyerapan sisa anggaran pertahanan dari Kredit Ekspor periode 2004-2009 yang mencapai U$1,2 miliar dolar atau sekitar Rp14 triliun.
Dephan akan menyesuaikan kalau ternyata pemerintah tidak menyediakan skema anggaran bagi pembelian kapal selam. "Bedakan antara keputusan politik dan proses manajemen di Dephan," kata lulusan Akademi Militer tahun 1974 itu.
http://jurnalnasional.com/?media=KR&cari=tni&rbrk=&id=101813&detail=Sembilan
David-80 August 9th, 2009, 04:16 PM Huuuu..really state-of-the-art-high-tech-modern weaponry....free-fal bombs, unguided rockets and "peluru tajam"!!:lol:
"empat dari 16 pesawat tempur Sukhoi yang direncanakan"?!? 16? Didnt know that!
Artinya, yg 3 Su-30MK2 belum dibersenjata...:nuts:
duh...mending kita beli ini dulu deh...baru namanya state of the art..
http://warfare.ru/image.aspx?img=0702ey70/update/jan2005/5/x31.jpg
gua dari awal udah miris dengan pembelian sukhoi ini...mending dana nya buat beli pengganti Rapier...+ beberapa hercules....
cheers
Kopassus August 10th, 2009, 03:11 AM duh...mending kita beli ini dulu deh...baru namanya state of the art..
http://warfare.ru/image.aspx?img=0702ey70/update/jan2005/5/x31.jpg
gua dari awal udah miris dengan pembelian sukhoi ini...mending dana nya buat beli pengganti Rapier...+ beberapa hercules....
cheers
Rapier sudah dlm proces diganti sama Kobra system (ZUR-23-2KG).
Mudah2an kontrak pembelian kapal selam diteken bln ini...
typhoonbringer August 11th, 2009, 03:53 AM ada yg tau ini pic apa?
http://i536.photobucket.com/albums/ff329/masmass/rudal2.jpg
di ritech expo kemarenan nongol, keknya buatan LAPAN tapi nda tau nama, jenis dan specnya
Kopassus August 11th, 2009, 04:53 AM Memang dari LAPAN, tapi jenisnya dan specs kurang tau.
Kontrak Kapal Selam Rampung Bulan Ini
JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno menepis kabar adanya penundaan pengadaan kapal selam. Ia yakin kontrak pembelian dan produsen asal senjata strategis itu bisa dirampungkan Departemen Pertahanan (Dephan), akhir bulan Agustus ini.
"TNI AL tak bisa dikte Dephan. Tapi harusnya bisa selesai bulan ini," katanya usai menghadiri lomba lari Hari Ulang Tahun ke-64 TNI di Monas, Jakarta, Minggu (9/8). Tedjo menjelaskan, spesifikasi teknis dan kebutuhan operasi kapal bawah air itu sudah diserahkan ke Dephan.
Dua produsen kapal selam juga telah melakukan presentasi, yaitu galangan kapal dari Jerman dan Korea Selatan. Keduanya telah menyatakan siap melakukan alih teknologi yang disyaratkan matra laut.
Ada beberapa jenis kapal yang menjadi pilihan, antara lain U-209 (Jerman), Changbogo (Korea Selatan), Kelas Kilo (Rusia), dan Scorpene (Prancis). Tedjo menyerahkan sepenuhnya pilihan pada Dephan. "Yang penting kemampuan tempurnya sesuai kebutuhan dan tingkat ancaman yang dihadapi," katanya.
Dia yakin, dua kapal dapat hadir sebelum kepemimpinan periode kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berakhir. "Karena pembangunan kapal memakan waktu 3,5 tahun," katanya.
Saat ini TNI AL memiliki dua kapal selam kelas 209-1300, yakni KRI Cakra-401 dan KRI Nanggala-402. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksma Iskandar Sitompul menjelaskan, kapal selam memiliki efek tangkal cukup besar. Kehadirannya akan membuat perimbangan kekuatan kawasan mengingat Singapura, Malaysia, dan Australia terus menambah armada bawah airnya.
"Permintaan kami tak muluk-muluk, hanya pembangunan kekuatan minimal untuk mengamankan perairan Indonesia yang sedemikian luas," katanya. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dephan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, pembelian kapal selam tidak dianggarkan melalui APBN, tapi lewat kredit negara yang ditawarkan Rusia sebesar U$1 miliar.
Departemennya menargetkan, kontrak pembelian senjata asal negeri Beruang Merah tersebut kelar Desember tahun ini. Target tersebut sebagai tindak lanjut percepatan penyerapan sisa anggaran pertahanan dari Kredit Ekspor periode 2004-2009 yang mencapai U$1,2 miliar dolar atau sekitar Rp14 triliun.
Dephan akan menyesuaikan kalau ternyata pemerintah tidak menyediakan skema anggaran bagi pembelian kapal selam. "Bedakan antara keputusan politik dan proses manajemen di Dephan," kata lulusan Akademi Militer tahun 1974 itu.
Sumber : JURNAS
Mudah2an bukan hanya janji2 aja.
Monday, August 10, 2009
Kehadiran Kapal Selam Diupayakan Dalam Dua Tahun
JAKARTA - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan akan mengupayakan kehadiran dua kapal selam dalam dua tahun mendatang untuk memperkuat pertahanan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara peringatan lima puluh tahun kesatuan kapal selam hiu kencana di Jakarta, Senin (10/8).
"Kita akan mengejar agar dalam dua hingga tiga tahun ini, kapal selam dapat bertambah dua. Tapi, kata kuncinya adalah akan saya usahakan," kata Juwono.
Ia berharap penandatanganan kontrak dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Pada tahun 2011, sambung dia, kapal selam tersebut diharapkan telah sampai dalam tahap pengantaran ke Indonesia.
"Dalam delapan bulan terakhir harus segera dilaksanakan (pembuatan kontraknya). Kita akan sesegera mungkin kalau ketersediaan anggaran memungkinkan," ujarnya.
Harapan tersebut juga diungkapkan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Tedjo Edhi Purdijatno. Ia mengatakan perkembangan terakhir dalam pengadaan kapal selam sudah dalam tahap pemilihan antara dua negara penyedia. Pilihan yang tersisa, kata dia, antara Rusia dan Korea Selatan.
"Spek itu sudah dibuat tapi tidak mengarah ke negara mana. Kita ajukan ke sana dan negara yang mengajukan itu akan kita uji mana yang memenuhi syarat dengan opsrek dan spektek yang kita punya," tandasnya.
Anggaran Pertahanan Terbatas
Dalam sambutannya Menhan Juwono menjelaskan, pada tahun 1959 Pemerintah Indonesia membeli 12 kapal selam dalam rangka merebut Irian Barat, pada saat itu anggaran pertahanan sebesar sekitar 40% dari anggaran belanja pemerintah.
KRI Cakra-401 (U-209). (Foto : Karbol@mp.net)
Menhan melanjutkan, saat ini, anggaran pertahanan berjumlah kurang dari 5 % dari anggaran belanja pemerintah. Hal ini memperlihatkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi masalah pada prioritas pembangunannya. Meskipun demikian, yang paling diusahakan oleh Dephan saat ini adalah pengiriman/delivery dua kapal selam pada kurun waktu dua sampai tiga tahun mendatang.
Dijelaskan oleh Menhan Juwono, dalam sidang kabinet yang lalu Presiden menjelaskan bahwa tema anggaran untuk lima tahun mendatang tahun 2009-2014 adalah tetap mensejahterakan masyarakat dan menjaga nadi pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu Menhan Juwono kepada Panglima TNI dan Para Kepala Staf selama empat tahun ini memberi penjelasan untuk terus bersabar dalam upaya pengadaan alutsista canggih sampai kesejahteraan yang diprioritaskan tercapai dan perekonomian Indonesia stabil.
Saat ini menurut Menhan, dalam anggaran pertahanan yang terbatas, perlu dicapai keseimbangan antara alat pukul dan alat angkut TNI serta satuan-satuan pendukung lainnya. Kapal selam sebagai alat pukul dalam strategi pertahanan bagi negara kepulauan terbesar di dunia ini adalah hal yang penting.
Sumber : MEDIAINDONESIA.COM
Lebih Baik Buat Beli Beras Jika Dibelikan Kapal Selam Seadanya
JAKARTA - Dengan suara lantang di hadapan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan para purnawirawan, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno menyatakan, "daripada dapat kapal selam `ecek-ecek`, lebih baik uangnya untuk beli beras,".
Masih dengan nada suara yang sama, pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah itu menambahkan, "masih banyak rakyat yang butuh makan, jadi lebih baik uangnya untuk beli beras daripada beli kapal selama yang seadanya," ungkapnya dalam sambutan di acara peringatan lima puluh tahun kesatuan kapal selam hiu kencana di Jakarta, Senin (10/8).
Pria yang dilantik sebagai orang nomor satu di matra laut pada 1 Juli 2008 itu mengatakan, Indonesia harus memiliki kapal selam yang spesifikasi teknik dan operasionalnya minimal sama dengan kapal selam negara tetangga.
Jadi, kata dia, Indonesia tidak dipandang remeh oleh negara lain. "Kapal selam itu tidak semata untuk bertempur, tetapi juga harus bisa memberikan efek daya tangkal," ujar lulusan Akademi Angkatan Laut 1975 itu.
Tedjo Edhy Purdijatno yang 14 tahun menghabiskan karir militernya di satuan udara TNI Angkatan Laut itu mengatakan, pihaknya tidak hirau darimana kapal selam itu akan diadakan Departemen Pertahanan, apakah Jerman, Rusia, Korea Selatan, atau Perancis.
"Yang jelas, kapal selam TNI Angkatan Laut ke depan dapat menyamai atau bahkan mengimbangi kapal selam negara lain," katanya menegaskan.
Dengan mantap dan yakin, Tedjo pun meminta agar dua kapal selam baru yang diidamkan dapat segera diadakan oleh pemerintah pada 2011.
Sumber : ANTARA
Knp harus impor beras?!?
RI sudah bisa ekspor beras kata SBY/JK, kan?
Nanti petani kita nga bisa jual beras lagi... :ohno:
Selain itu, kita nga bisa membela NKRI dgn beras.....:nuts:
Rock Star August 11th, 2009, 10:51 AM PT DI Segera Rakit 10 Helikopter Pesanan TNI
10 Agustus 2009, Jakarta -- PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) segera merakit 10 helikopter merek Bell-412 EP dengan nilai kontrak 115 juta dolar AS, pesanan TNI Angkatan Darat dan Basarnas.
"Jika kontrak dilakukan tahun ini maka tahun ini pula kita akan langsung memulai perakitan," kata Vice President (VP) Marketing and Sales Aircraft Integration PTDI Arie Wibowo di Jakarta, Senin.
Namun, kata Arie, kontrak ini terbentur pada pencairan dana APBN sehingga proyek baru akan terlaksana tahun 2010.
Menurut dia, sekitar 15 persen dari nilai kontrak akan didanai APBN sementara sisanya 85 persen akan dibiayai oleh pihak eksternal di antaranya Bank Exim Amerika Serikat dan BNI.
"Nilai kontrak untuk ke-10 helikopter ini adalkah 115 juta dolar AS," katanya.
Arie mengemukakan, untuk merakit satu helikopter diperlukan waktu sedikitnya 18 bulan.
"Tetapi setelah itu, kita bisa merakit satu unit tiap dua bulan. Itu pun jika pemesanannya sekaligus," katanya.
PTDI menargetkan untuk merakit 22 helikopter merek Bell hingga 2014.
Arie menegaskan, pihaknya menetapkan `local content` untuk perakitan helikopter minimal 20 persen dari sisi tenaga kerja (manpower), sistem integrasi, `sertification test` dan lain-lain.
"Kami juga sudah memperbarui kembali lisensi dengan Bell Helicopter Textron Inc (perusahaan helikopter terkemuka asal AS) agar dapat menyediakan unit yang kompetitif," katanya.
PT DI Perbarui Lisensi Produksi Bell Helicopter
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperbaharui lisensi untuk memproduksi helikopter dari produsen helikopter ternama asal AS, Bell Helicopter Textron Inc.
"Kami memperbaharui lisensi untuk memproduksi helikopter merek Bell," kata VP Marketing and Sales Aircraft Integration PTDI, Arie Wibowo, di Jakarta, Senin.
Sebelumnya, PTDI telah menjalin kerja sama dan memegang lisensi perakitan helikopter Bell khususnya seri Bell 412 SP dan Bell 412 HP.
Arie mengatakan, pihaknya telah memperbaharui kerja sama dengan Bell yang memungkinkan bagi PTDI untuk merakit helikopter model Bell 412 EP yang dibuat di Amerika Utara.
"Dalam proses perakitan tersebut, PTDI akan melengkapi helikopter dengan berbagai peralatan dan perlengkapan yang sesuai kebutuhan para pengguna helikopter di Indonesia," katanya.
Di Indonesia saat ini telah dioperasikan 36 helikopter model Bell 412, terdiri dari 27 Bell jenis 412 SP, 4 helikopter Bell-412 HP, dan 5 unit Bell-412EP.
Semua helikopter Bell 412 SP dan Bell 412 HP merupakan helikopter yang dibuat antara 1980-1990 oleh PTDI di bawah lisensi dari Bell Helicopter Amerika.
PTDI mengakhiri kerja sama dengan Bell pada 2000 karena tidak ada permintaan dari pasar dalam negeri khususnya pemerintah.
"Kami hentikan karena tidak lagi kompetitif dan tidak ada `demand` (permintaan) pemerintah. Tapi kita coba `renew` (perbarui) lagi dengan Bell," katanya.
Arie menambahkan dengan lisensi yang baru tersebut diharapkan PTDI dapat memberikan unit-unit helikopter yang terkini dan sesuai dengan pesanan pengguna.
PTDI sendiri menargetkan mampu merakit 22 unit helikopter merek Bell hingga 2014.
Sumber : antara
typhoonbringer August 11th, 2009, 08:59 PM hell, KASAL yg sekrang rada berani nih mulutnya, ati2 aja dipensiunkan dini :nuts:
tapi emang bener sih, daripada beli KW2, udah bikinnya mahal, lama, pas jadi KW2 dan KS negara lain dah lebih maju, deterennya dimana
dassault_rafale August 12th, 2009, 03:24 AM trus kalo nanti bneran dibeliin beras gimana...kapal selam slamat tinggal donk...nanti jadi alasan pemerintah donk...kesejahteraan dulu baru tentara...dan terus dan terus...
Kopassus August 12th, 2009, 08:04 AM trus kalo nanti bneran dibeliin beras gimana...kapal selam slamat tinggal donk...nanti jadi alasan pemerintah donk...kesejahteraan dulu baru tentara...dan terus dan terus...
Memang, kalau sikap kita begitu terus, kita lemah terus, dan kita dikertawain terus... :'(
Rock Star August 12th, 2009, 08:23 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/412EP.jpg
412EP (Enhanced Performance)
Specifications (412EP)
General characteristics
Crew: 1-2 pilots
Capacity: up to 13 passengers, maximum external load of 4,500 lb (2,040 kg)
Length: 41 ft 9 in (12.7 m)
Rotor diameter: 46 ft (14 m)
Height: 15 ft (4.6 m)
Disc area: 1,662 ft² (154.4 m²)
Empty weight: 6,789 lb (3,079 kg)
Max takeoff weight: 11,900 lb (5,397 kg)
Powerplant: 2× Pratt & Whitney Canada PT6T-3BE Twin-Pac turboshafts, 900 shp (671 kW) each
Performance
Maximum speed: 140 knots (161 mph, 259 km/h)
Cruise speed: 122 knots (140 mph, 226 km/h)
Range: 402 nmi (463 mi, 745 km)
Service ceiling: 20,000 ft (6,096 m)
Rate of climb: 1,350 ft/min (6.86 m/s)
Power/mass: 0.2663 hp/lb (0.437 W/kg)
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/412cockpit.jpg
cockpit Bell 412EP
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/PT6T-3BasinstalledinaBell412helicop.jpg
PT6T-3B as installed in a Bell 412 helicopter
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/RotorheadandtransmissionofaBell412.jpg
Rotor head and transmission of a Bell 412
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/0513060.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/412in2.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/412in.jpg
passengers seat Bell 412
Rock Star August 12th, 2009, 09:01 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/1510763.jpg
(image:airliners.net)
Jakarta - PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) akan mengirimkan empat pesawat CN-235 surveilance pesanan Korea Selatan (Korsel) senilai 100 juta dolar AS pada 2010.
"Kita akan mulai deliver pada 2010, order Korea berupa empat pesawat CB-235 surveilance," kata VP Marketing and Sales Aircraft Integration PTDI, Arie Wibowo, di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan, Korea merupakan salah satu negara pemesan CN-235 dengan total order untuk empat pesawat tersebut senilai 100 juta dolar AS.
Saat ini, PTDI memproduksi CN-235 dalam berbagai versi dan telah dioperasikan di beberapa negara selain Indonesia dan Korea.
"Korea, hanya salah satu. Pada dasarnya kita tidak memiliki kompetitor di Asia Pasifik untuk industri kedirgantaraan," katanya.
CN-235 produksi PTDI juga telah dioperasikan di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, UEA, Pakistan, dan Burkina Faso.
Selain itu PTDI juga memproduksi helikopter Super Puma NAS-332 di bawah lisensi Eurocopter (d/h Aerospatiale) Prancis.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/o9hflc.jpg
(image: Ardava)
PTDI saat ini sahamnya dimiliki seluruhnya oleh Pemerintah RI. BUMN itu berdiri sejak 1976 dan sejak awal telah memproduksi pesawat NC-212, pesawat berpenumpang 19-24 tempat duduk di bawah lisensi EADS CASA Spanyol, dan helikopter NBO-105 di bawah lisensi DASA Eurocopter Jerman.
Sejak 1984, PTDI memproduksi NBell-412 SP dan HP di bawah lisensi Bell Helicopter Textron AS.
"Di samping memproduksi pesawat dan helikopter, kami juga memproduksi komponen struktur pesawat untuk Boeing 737, Boeing 777, Bombardier, Airbus, Mitsubishi Heavy Industry, Eurocopter, dan CTRM Malaysia," katanya.
BUMN itu merupakan satu-satunya perusahaan yang memproduksi dan memasok komponen Inboard-Outboard Fixed Leading Edge (IOFLE) Airbus A 380.
President Director & CEO Bell Helicopter Textron Inc., Ricard J. Millman, berpendapat, PTDI memiliki semua potensi dan kapabilitas untuk menjadi perusahaan kedirgantaraan termasuk produsen dan pemasaran yang menguasai Asia Pasifik.
"PTDI memiliki potensi untuk itu," katanya. (*)
Sumber: Antara
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 12th, 2009, 09:04 AM Satu Heli Super Puma segera Perkuat TNI AU
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/as332superpumaxp2.jpg
JAKARTA--MI: Satu unit helikopter Super Puma PT Dirgantara Indonesia (DI) segera akan memperkuat TNI Angkatan Udara (AU) pada akhir 2009.
"Saya kira beberapa bulan ini akan segera diserahkan," kata Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Subandrio ketika dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (11/8).
Ditemui usai menghadiri upacara penganugerahan Bintang Yudha Dharma Utama, Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Nararya dan Bintang Yudha Dharma Pratama, ia mengatakan, pihaknya tinggal menunggu konfirmasi PT DI waktu penyerahan helikopter tersebut.
Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU) melakukan pemesanan 16 helikopter Super Puma NAS 332 beserta suku cadangnya dari PT DI berdasarkan kontrak jual beli (KJB) 010 pada 1998.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/800px-Eurocopter_Cougar.jpg
Eurocopter AS332 Super Puma (photo:wikipedia)
Namun, karena krisis ekonomi maka PT DI hanya sanggup menuntasakan sepuluh darui 16 unit yang dipesan tersebut.
"Dari 16, tujuh unit sudah selesai. Dari sembilan unit yang tersisa, tiga unit tengah dalam penyelesaian. Satu unit telah mencapai 90% dan dalam dua bulan ke depan sudah dapat diterbangkan, sedangkan dua lainnya masih sekitar 60-70 persen pengerjaannya," kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso, pada kesempatan terpisah.
"Dengan akan selesainya tiga unit tersebut, maka telah 10 unit yang kami serahkan. Sisanya, akan akan dimodifikasi menjadi Super Puma II atau Cougar yang lebih baru teknologinya," katanya.
Modifikasi yang merupakan kerja sama antara PT DI dengan Eurocopter Perancis itu, untuk menguasai pasar helikopter khusus Angkatan Udara di kawasan Asia.
Sumber: Antara
:banana: :banana: :banana: :cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 12th, 2009, 09:09 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/C-130EUSAF.jpg
C-130E USAF
12 Agustus 2009, Jakarta -- Pemerintah Amerika Serikat dan Australia akan memberikan enam pesawat angkut C-130 Hercules tipe E dan J kepada pemerintah Indonesia pada 2012, demikian Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Erry Biatmoko kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
"Enam Hercules hibah dari AS itu merupakan pesawat yang sebelumnya diperuntukkan bagi tiga negara di Asia dan Afrika. Namun, semua sebelum dihibahkan ke Indonesia telah mengalami perbaikan dan modifikasi," katanya.
Sebelumnya, AS menjanjikan bantuan pengadaan enam pesawat angkut C-130 Hercules tipe H dan J untuk Indonesia.
Bantuan berupa potongan harga dengan menggunakan fasilitas Foreign Military Financing (FMF) dan bantuan suku cadang bagi pesawat angkut berat Hercules.
Australia menawarkan Hercules Tipe J, namun pesawat dari Australia masih jangka panjang, kendati prosesnya sudah dilaksanakan sejak sekarang, namun realisasinya masih lama, ujar Erry.
Indonesia mengoperasikan jenis C-130B sejak 1960 dalam dua tahap kedatangan, pertama membeli langsung dari Lockheed sebanyak delapan unit C-130B dan dua KC-130B (air-refueling capability).
Tahap kedua pada tahun 1975 setelah mendapat hibah dari Amerika sebanyak 3 unit C-130B bersama dengan pesawat latih jet T-33A dan helly S-58T lewat program Defense Liaison Group (DLG).
Tidak itu saja, dalam program peningkatan kemampuan AU pada 1980 didatangkan tiga unit C-130H, 7 unit C-130HS (long body), satu unit C-130 MP (patroli maritim), satu unit L-100-30 (Hercules tipe sipil untuk VIP), selain enam unit L-100-30 yang juga dioperasikan PT Merpati dan Pelita Air untuk program transmigrasi.
Populasi Hercules 27 unit di Indonesia kini dioperasikan semua Skadron Udara 31/Halim dan Skadron 32/Abdurahman Saleh.
Hingga kini Indonesia memiliki satu skadron C-130 Hercules berbagai tipe, yakni C-130 Hercules VIP, C-130 H/HS, C-130 B/H dan C-130 BT dengan tingkat rata-rata kesiapan 60 persen atau sekitar sembilan unit.
Meskipun telah puluhan tahun, TNI AU tetap menggunakan dan memelihara C-130 Hercules melalui perawatan terjadwal service life extension programmed (SLEP), inspection repair as necessary (IRAN), dan program retrofit dengan biaya US$51 juta untuk empat pesawat agar dapat bertugas lebih lama lagi yakni sekitar 15 tahun.
"Kini dari empat Hercules yang menjalani peremajaan di Singapura, dua telah selesai, dan dua sisanya masing-masing diremajakan di Singapura dan Depo Pemeliharaan 10 TNI AU," demikian Erry.
Sumber: Antara
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 12th, 2009, 09:14 AM 12 Agustus 2009, Kupang-- Dalam pekan ini sebagian besar kekuatan yang dimiliki Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang, Nusa Tenggara Timur, dikonsentrasikan mengamankan Sail Bunaken di Bitung dan Manado, Sulawesi Utara.
"Sail Bunaken 2009 merupakan salah satu event internasional kerja sama antara Departemen Kelautan dan Perikanan dengan TNI AL. Event yang memadukan beberapa rangkaian kegiatan bahari ini akan dilaksanakan di Kota Manado dan Kota Bitung pada 12 - 19 Agustus. Karena itu, pengamanannya harus diperketat," kata Komandan Lantamal (Danlantamal) VII Kupang Laksamana Pertama (Laksma) TNI, Amri Husaini di Kupang, Selasa (11/8).
Menurutnya, kegiatan itu menghadirkan kapal-kapal perang dan kapal-kapal layar tinggi dari 30 negara sahabat, dan disaksikan langsung oleh Presiden RI, sekaligus sebagai rangkaian HUT RI ke-64.
"Untuk kegiatan internasional ini, pihaknya memutuskan untuk mengonsentrasikan pengamanannya di dua wilayah itu," katanya.
Walau demikian, tidak berarti tugas patroli dan pengawasan terhadap wilayah perairan di wilayah Timur lain bebas dari pantauan personil yang telah ditugaskan.
Sumber: Media Indonesia
Rock Star August 12th, 2009, 09:34 AM @all :bash:
ada yang tau, kenapa websitenya sail bunaken nggak bisa di buka ya ???
Padahal sudah hari H, tapi web malah nggak bisa dibuka :ohno: :ohno:
typhoonbringer August 12th, 2009, 04:04 PM wah good newsnya banyak :D
eh itu bukannya ASW buat turki ya? ko jadi korsel?
Kopassus August 13th, 2009, 02:56 AM Walaupun C-130E lebih baru drpd C-130B kita, model E lebih tua drpd C-130H(-30) kita. Mendingan hanya membeli 10 pswt model H.
AS Tawarkan 34 Hercules ke Tentara Nasional Indonesia
12 Agustus 2009
http://cdn-www.airliners.net/aviation-photos/photos/5/3/2/0331235.jpg
C-130E Hercules Amerika Serikat (photo : Airliners)
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat menawarkan 34 pesawat angkut C-130 Hercules tipe E kepada Tentara Nasional Indonesia. Tawaran membeli itu telah disampaikan kepada Departemen Pertahanan beberapa bulan lalu. Saat ini Departemen Pertahanan telah meminta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara untuk mengkaji penawaran tersebut. “Minggu depan tim perencanaan mulai bekerja,” kata Kepala Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia Angkutan Udara, Marsekal Pertama Bambang Soelistyo di Jakarta, Rabu (12/8).
Menurut Bambang pesawat-pesawat tersebut sudah tidak lagi digunakan di Amerika Serikat. Jika sepakat dibeli, Aamerika Serikat akan melakukan perbaikan dan modifikasi terlebih dahulu. Satu pesawat dibanderol U$ 40 juta atau sekitar Rp 400 miliar. Sebagai perbandingan untuk satu pesawat terbaru Hercules tipe J harganya mencapai U$ 90 juta atau hampir Rp 1 triliun.
Bambang mengatakan, dengan keterbatasan anggaran pertahanan, diperkirakan hanya enam pesawat yang akan diambil. “Tapi semua masih dikaji dahulu,” katanya. Departemen Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia menempatkan prioritas pembelian dan pemeliharaan pesawat angkut untuk lima hingga sepuluh tahun mendatang. Alasannya, pesawat angkut memiliki dua fungsi baik militer maupun non militer. “Armada angkut juga efektif membantu penanganan bencana,” kata Bambang.
Pengamat Militer Universitas Indonesia Andi Widjojanto menilai, Departemen Pertahanan harus memanfaatkan tawaran negeri adidaya tersebut. “Harus diambil,” kata dia. Namun, Andi mengingatkan, pembelian harus berlangsung secara paket. Artinya, setidaknya pesawat dimodifikasi setara kemampuan tipe H. Jaminan suku cadang juga harus diminta Departemen Pertahanan. “Paling tidak ada
garansi tiga tahun,” katanya.
Dia mencontohkan pembelian 39 kapal bekas dari Jerman Timur awal tahun 1990-an. Meski Indonesia membeli kapal dengan harga murah, tidak adanya jaminan suku cadang dan pelatihan bagi anak buah kapal membuat anggaran pembelian jadi membengkak.
Saat ini Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara memiliki dua skadron Hercules yang berada di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan Pangkalan Udara Abdurrachman Saleh, Malang. Dengan rata-rata tingkat kesiapan sekitar 60 persen. Untuk meningkatkan kesiapan pesawat, matra udara melakukan program peremajaan. Sembilan pesawat tipe B (buatan tahun 1960) masuk program ini. Empat di antaranya telah selesai diremajakan di Singapore Technical Industry, Singapura. Peningkatan kemampuan Hercules di Singapura mencakup perbaikan badan pesawat, modifikasi avionik dan modifikasi mesin.
Dalam program itu Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara sekaligus mengirimkan teknisi untuk meningkatkan kemampuan pemeliharaan dan perbaikan pesawat Hercules. Peremajaan selanjutnya dilakukan di dalam negeri. Depo Pemeliharaan 30, Lanud Abdurrahman Saleh akan peningkatan kemampuan mesin tipe B ke tipe H.
(Tempo Interaktif)
TNI-AU Gunakan Satelit LAPAN TUBSat
http://1.bp.blogspot.com/_En-sxfOkXP8/SoLPb8rtt_I/AAAAAAAAC2U/DnJO8SVjX7M/s400/TUBSat_Lapan.gif
Satelit LAPAN TUBSat (photo : Lapan)
Aplikasi Satelit LAPAN-TUBSAT untuk DISSURPOTRUDAU
Teknisi Satelit Lapan-Tubsat sedang mendemontrasikan kemampuan alat disaksikan oleh Kadissurpotrudau, Sesbalitbang Dephan dan Kapuslitbang Strahan Balitbang di halaman depan ruang Kadissurpotrudau.
Dissurpotrudau terus berupaya berbenah diri untuk meningkatkan kemampuan air surveillance dengan peralatan yang dimiliki saat ini. Berbagai macam informasi yang berguna untuk kepentingan pertahanan keamanan maupun pembangunan nasional mampu dihasilkan secara optimal. “Namun untuk lebih mengembangkan kemampuan dan daya saing, penggunaan teknologi yang lebih inovatif perlu dilakukan”, jelas Kadissurpotrudau, Marsma TNI Drs. Paulus D. Harsoyo.
Sejalan dengan pemikiran tersebut, pada hari selasa (11/8), Kadissurpotrudau menerima kunjungan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Dephan dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dibawah pimpinan Sesbalitbang Dephan, Marsma TNI Eddy Priyono di ruang rapat Dissurpotrudau, Lanud Halim Perdanakusuma.
Tujuannya adalah untuk memaparkan teknologi air surveillance Satelit Lapan-Tubsat yang telah mengorbit pada ketinggian 635 km dari permukaan bumi. Turut hadir dalam paparan itu, Kapuslitbang Strahan Balitbang, Brigjen TNI Frans B. Workala dan Kapusiptekhan Balitbang, Prof. Edy untuk mengkaji peralatan Satelit Lapan-Tubsat dari aspek politik dan aspek teknologi pertahanan.
Data yang dihasilkan Satelit Lapan-Tubsat berupa rekaman video permukaan bumi dan dapat diproses menjadi citra foto dengan resolusi hingga 5 meter. Pengaturan posisi satelit dilakukan di ground station yang didirikan di daerah Rumpin untuk mengcover wilayah Indonesia barat dan di daerah Biak untuk mengcover wilayah Indonesia timur.
Untuk mewujudkan sinergi antara sistem pemotretan udara untuk kepentingan air surveillance yang digunakan di Dissurpotrudau dengan sistem Satelit Lapan-Tubsat, perlu dilakukan modifikasi di beberapa bagian dari satelit tersebut, “ papar Kadissurpotrudau, Marsma TNI Drs. Paulus D. Harsoyo.
Teknisi Satelit Lapan-Tubsat sedang mendemontrasikan kemampuan alat disaksikan oleh Kadissurpotrudau, Sesbalitbang Dephan dan Kapuslitbang Strahan Balitbang di halaman depan ruang Kadissurpotrudau. (photo : TNI-AU)
Melalui pertemuan ini diharapkan segera terwujud suatu teknologi karya anak bangsa yang berguna untuk kepentingan pertahanan keamanan yang dapat diaplikasikan di Dissurpotrudau.
Kopassus August 13th, 2009, 03:02 AM Sejak dua minggu setiap hari ada dua truk dari Korps Marinir dari Sukabumi menuju Palabuhan Ratu yg berisi dgn militer asing/bule, sepertinya tentara AS. Ada seorang disini yg tau, ini utk latihan apa?
Rock Star August 13th, 2009, 04:42 AM Sejak dua minggu setiap hari ada dua truk dari Korps Marinir dari Sukabumi menuju Palabuhan Ratu yg berisi dgn militer asing/bule, sepertinya tentara AS. Ada seorang disini yg tau, ini utk latihan apa?
Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT)
:cheers:
Rock Star August 13th, 2009, 05:09 AM 650 Prajurit Yonif 611/Awl Berangkat Ke Perbatasan RI-Malaysia
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/FOTO3.jpg
12 Agustus 2009, Balikpapan -- Sebanyak 650 prajurit Batalyon Infanteri 611/Awanglong Rabu pagi (12/08) meninggalkan pangkalan mereka yang berada di Kota Samarinda menuju perbatasan untuk menunaikan tugas negara menjaga perbatasan Republik Indonesia-Malaysia (Sabah) dengan menggunakan kapal PELNI KM Tidar di pelabuhan Semayang Balikpapan.
Keberangkatan 650 personel Yonif 611/Awl tersebut untuk menggantikan Yonif 613/Raja Alam yang sudah bertugas selama 13 bulan di perbatasan RI-Malaysia termasuk menjaga perairan Karang Unarang yang menjadi sengketa antara pemerintah RI dengan pemerintah Malaysia.
Kapal KM Tidar yang membawa 650 pasukan Yonif 611/Awl tersebut akan berlayar menuju Kota Tarakan yang dilanjutkan ke Kota Nunukan dan akan berlayar kurang lebih selama 28 jam. Di kota Nunukan tersebut para prajurit tersebut akan melaksanakan serah terima tugas pengamanan perbatasan dengan pasukan yang akan diganti yaitu pasukan Yonif 613/Raja Alam.
Pelepasan 650 personel tersebut dilakukan oleh Pangdam VI/Tpr Mayjen TNI Tono Suratman Selasa Sore (11/08) di Samarinda yang didampingi Danrem 091/Asn, para Asisten, Kabalak serta para perwira Korem 091/Asn.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/FOTO4.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/FOTO1.jpg
Sebelum berangkat menunaikan tugas ke perbatasan 650 prajurit Yonif 611/Awl tersebut terlebih dahulu melaksanakan latihan selama kurang lebih 4 Bulan di Samarinda. Selama 4 bulan para prajurit tidak hanya melaksanakan latihan pertempuran para prajurit tersebut juga berlatih berkebun serta mendapat bimbingan kerohanian yang dibawakan langsung oleh Disbintalad. Nantinya para prajurit tersebut akan masuk ke pos-pos yang tersebar yang jaraknya cukup jauh hingga ratusan kilometer.
Dalam sambutannya Pangdam VI/Tpr meminta kepada seluruh prajurit yang akan bertugas agar memusatkan perhatian kepada tugas yang mereka emban dan tidak perlu ragu meningalkan isteri, anak, dan anggota keluarga lainnya karena apa yang mereka lakukan adalah sebuah ibadah dalam menjalankan tugas negara mempertahankan NKRI.
Sumber: Penerangan Kodam VI/Tanjungpura
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 13th, 2009, 05:58 AM Pameran Perlengkapan Perang di Makassar
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/pameran1.jpg
PERLENGKAPAN PERANG. Dua pasukan TNI AD menjaga sejumlah senjata yang dipamerkan pada Pameran Pembangunan Sulsel 2009 di Benteng Somba Opu Makassar, Rabu (12/8). Pameran tersebut berlangsung 12-16 Agustus 2009 dan diikuti 103 peserta termasuk TNI dan Polri. FOTO ANTARA/Yusran Uccang/ED/pd/09
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/pameran2.jpg
COBA PERLENGKAPAN PERANG. Seorang bocah mencoba sejata milik TNI AD yang dipamerkan pada Pameran Pembangunan Sulsel 2009 di Benteng Somba Opu Makassar. FOTO ANTARA/Yusran Uccang/ED/pd/09
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/pameran3.jpg
SERAGAM DENSUS 88. Tiga pengunjung melintas di dekat seragam Densus 88 yang dipamerkan pada Pameran Pembangunan Sulsel 2009 di Benteng Somba Opu Makassar. FOTO ANTARA/Yusran Uccang/ED/pd/09
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/PPT.jpg
AMUNISI PESAWAT TEMPUR. Seorang pengunjung memegang deretan amunisi pesawat tempur yang dipamerkan pada Pameran Pembangunan Sulsel 2009 di Benteng Somba Opu Makassar. FOTO ANTARA/Yusran Uccang/ED/pd/09
Sumber: Antara
Rock Star August 14th, 2009, 07:29 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/LatiihanTempur2.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/LatiihanTempur.jpg
PASURUAN, LATIHAN TEMPUR. Pasukan Yonkav 8 Devisi Infantri 2 Kstrad, Beji melakukan monuver saat latihan di Puslatpur TNI AL Grati, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/8). Pasukan Yonkav 8 Devisi Infantri 2 Kostrad, Beji melaakukan uji siap tempur selama 4 hari dengan menggunakan tank Scorpion, dan Stormer. FOTO ANTARA/Musyawir/Koz/nz/09.
Rock Star August 14th, 2009, 08:45 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/Latihan1.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/Latihan2.jpg
MAGELANG - Sejumlah petinggi militer angkatan darat Indonesia dan Singapura laksanakan Novelty Shoot atau lomba menembak antar petinggi militer AD kedua negara dalam rangka Army Interaction Games IV/2009 di lapangan tembak komplek Akmil, Magelang, Jateng, Kamis (13/8). Kegiatan tersebut untuk mengakrabkan antar petinggi militer dan meningkatkan kerjasama kedua negara di bidang pendidikan militer, latihan militer dan bidang intelejen. FOTO ANTARA/Anis Efizudin/ss/pd/09
Rock Star August 14th, 2009, 08:55 AM Russia shortlisted for submarine contract with Indonesia
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/Sub.jpg
JAKARTA, August 11 (RIA Novosti) - Russia has been shortlisted for a $700 million contract to deliver two submarines to Indonesia, the Indonesian Navy commander said on Tuesday.
"Of the four bidders for the submarines, Russia and South Korea have reached the final round, passing France and Germany," Admiral Tedjo Edhy Purdijatno said.
Russia's bid is the Project 636 diesel-electric submarine (export agent Rosoboronexport) while South Korea's is the U-209 sub manufactured by Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering under German license.
"One of the principal conditions [of the contract] is, among other things, the transfer of technology," Purdijatno said.
The successful bidder is expected to be named by the end of August.
The Indonesian defense minister has said the submarines are to be delivered in 2011.
Sumber: RIA NOVOSTI
blinkblink August 14th, 2009, 01:50 PM untuk urusan transfer teknologi ,pilihan terbaik pasti korea:cheers:
David-80 August 14th, 2009, 04:27 PM ^^ setuju...korea, russia agak2 pelit...belanda malah lumayan baik...buktinya sigma class sisanya dibikin di PT PAL...
cheers
typhoonbringer August 14th, 2009, 04:52 PM ^^ setuju...korea, russia agak2 pelit...belanda malah lumayan baik...buktinya sigma class sisanya dibikin di PT PAL...
cheers
bukannya ga jadi?
David-80 August 15th, 2009, 03:41 AM ^^ oh iya. , My mistake...then...South Korea deh :cheers2:
cheers
Rock Star August 15th, 2009, 04:43 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/margojpegcopy.jpg
Pengumuman bagi siapa saja yang bisa hadir ke even ini mohon kasih update gambar ke forum ini hehehehe......coz aku berada di tanah yg berbeda
Rock Star August 15th, 2009, 05:52 AM ^^ ^^ ^^
Dikutip dari Majalah Angkasa No 11 Agustus 2009
DIRGANTARA FAIR
14 - 17 AGUSTUS 2009
MARGOCITY DEPOK - JAWA BARAT
FLIGHT SIMULATOR
RADAR MOBILE DETECTIONS
MOVIE ON SCREEN
HOVERCRAFT SHOW
AERO MODELING SHOW
Rock Star August 15th, 2009, 07:13 AM Dirgantara Fair 2009: Aerospace Expo in Margo City, Indonesia
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/2009-08-14-mbau.jpg
On the occasion of the 64th Indonesia's air force anniversary, Aesrospace expo has been held in Margo City of Depok...
Sumber: Defence News
___________________________
Come on guys, keep up date :
Rock Star August 15th, 2009, 07:39 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/2ujtqg7.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/30vc2t5.jpg
Indonesian Army soldiers aboard armored vehicles secure the parliament building as Indonesian President Susilo Bambang Yudhoyono delivers his state of the nation address before parliament in Jakarta on August 14, 2009 ahead of Independence day celebrations. Yudhoyono sent a message of defiance to Islamist extremists, saying Indonesia would not be defeated by terrorism after police uncovered a plot to assassinate him. AFP PHOTO / ROMEO GACAD (Photo credit should read ROMEO GACAD/AFP/***** Images)
Fress pic dari forum sebelah (MP) Credit to : bd popeye
dassault_rafale August 15th, 2009, 07:42 PM paspampres so cool...i dont know that anoa being used by them...how many?
typhoonbringer August 16th, 2009, 01:51 AM we pamer maenan baru euy paspampres :D
itu yg baret jingga paskhas kan?
David-80 August 16th, 2009, 05:12 AM Yup paskhas
cheers
=NaNdA= August 16th, 2009, 04:07 PM itu masuk kategori Panser? masih buatan Pindad? :?
typhoonbringer August 16th, 2009, 07:41 PM itu anoa 6x6 apc, panser itu bhs hjermannya armored vehicle, kan klasifikasiny biasanya recon, apc, ifv, mbt
blinkblink August 17th, 2009, 01:45 AM Dirgahayu Indonesia
http://img17.imageshack.us/img17/9984/iluvindonesia.gif (http://img17.imageshack.us/i/iluvindonesia.gif/)http://img17.imageshack.us/img17/9984/iluvindonesia.gif (http://img17.imageshack.us/i/iluvindonesia.gif/)http://img17.imageshack.us/img17/9984/iluvindonesia.gif (http://img17.imageshack.us/i/iluvindonesia.gif/)
Merdeka!!!!
typhoonbringer August 17th, 2009, 05:23 AM wedew emoticon kaskus gan :nuts:
gada berita baru ttg pesawat dari guam?
Rock Star August 18th, 2009, 09:17 AM TNI Bangun Radar Pertahanan Udara di Timika
TIMIKA - Guna memperkuat pertahanan negara dalam mengantisipasi adanya gangguan pihak asing, TNI Angkatan Udara akan membangun sebuah radar pertahanan udara di wilayah Timika, Papua.
Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Timika, Letkol (P) Easter Haryanto di Timika, Senin (17/8), mengatakan pembangunan radar pertahanan udara tersebut akan direalisasikan mulai 2011.
"Tahun ini akan dibangun ruas jalan dan jembatan. Selanjutnya tahun depan pembangunan perumahan dan kompleks perkantoran dan tahun berikutnya mulai pembangunan radar," kata Easter.
Sehubungan dengan rencana dimaksud, pada 25 Agustus nanti tim dari Mabes TNI AU akan melakukan survei ke lokasi pembangunan radar pertahanan udara di Timika.
Radar pertahanan udara Timika dibangun di atas lahan seluas 30 hektare di lokasi SP 1, Kampung Kamoro Jaya, sekitar belasan kilometer dari Kota Timika, ibukota Kabupaten Mimika.
Biaya pembebasan lahan sebagian ditanggung pihak Mabes TNI AU dan sebagian ditanggung Pemda Mimika.
Easter menjelaskan, keberadaan radar pertahanan udara Timika nantinya sangat penting untuk meng-`cover` pengamanan di wilayah pantai selatan Papua.
Pengamanan di wilayah pantai selatan Papua selama ini dinilai masih kurang maksimal sehingga rentan terjadi aksi pencurian hasil laut (ilegal fishing) dan berbagai kejahatan lainnya baik yang bersifat nasional maupun transnasional.
Guna meminimalisasi berbagai potensi gangguan dan aksi kejahatan tersebut, saat ini TNI AU sedang membangun radar pertahanan udara di wilayah Merauke.
Radar serupa akan dibangun di wilayah Saumlaki, Tanimbar, Kepulauan Maluku Tenggara Barat yang berhadapan langsung dengan perairan Samudra Hindia dan Australia.
Saat ini jajaran TNI baru memiliki sebuah radar pertahanan udara untuk mengamankan wilayah Papua yaitu di Biak.
"Jika tidak ada hambatan berarti pada tahun 2102 radar pertahanan udara Timika sudah dapat dioperasikan," kata Easter.
Sumber: Antara
dassault_rafale August 19th, 2009, 05:02 AM wahh tinggal dibangun radar di timika, trus di merauke,bangun radar lagi di maluku tenggara...trus ditambah skadron tempur di kupang, biak...bentuk 1 kodam lagi di papua barat,,trus divisi 3 kostrad dah jadi...trus Armada Timur udah pindah permanen di sorong bersama marinirnya.....korps polisi perbatasan dibentuk di perbatasan...dan coast guard dibentuk negara....
akhirnya beres dahh pertahanan di timur indonesia.....moga2...
blom termsuk pangkalan S-300...hehehhe
(moga mimpi gw bisa terwujud sapapun presidenya),,,
Rock Star August 19th, 2009, 06:54 AM SBY Dapat Brevet Komando
19 Agustus 2009, Jakarta -- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mendapat Brevet Komando Kehormatan dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Penyematan akan dilakukan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Agustadi Sasongko Purnomo kepada Presiden di Markas Kopassus, Cijantung, esok (20/8).
Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Christian Zebua mengatakan, pemberian brevet bukan tanpa alasan. SBY dinilai sangat perhatian pada satuan komando tersebut sejak berdinas dimiliter hingga purna bakti.
"Beliau pantas dan berhak menerima brevet itu," katanya saat silaturahmi bersama wartawan di Jakarta, Selasa (18/8).
Menurutnya, adanya perhatian SBY, akan menjadi pendorong pasukan untuk terus berlatih dan mampu melaksanakan tugas secara bermartabat dan terhormat
Mutasi Pejabat TNI AU
Sebanyak 14 pejabat TNI AU, yakni 12 perwira tinggi dan dua perwira menengah mengalami mutasi. Pergantian berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/508/VIII/2009 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia.
Pejabat yang dirotasi antara lain, Marsekal Pertama (Marsma) Boy Syahril Qamar dari Komandan Pangkalan TNI AU (Danlanud) Halim Perdanakusuma menjadi Staf Ahli KSAU bidang Air Power, Marsma R Hari Muljono dari Danlanud Adi Sucipto menjadi Wakil Komandan Seskoau, dan Marsma Edy Soenarwondo dari Wakil Komandan Seskoau menjadi Wakil Gubernur AAU.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsma Bambang Soelistyo mengatakan, rotasi selalu dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. Pejabat yang menerima jabatan baru diharapkan dapat menyumbangkan tenaga dan pikirannya guna pelaksanaan tugas matra udara.
"Jabatan baru hakekatnya penghargaan sekaligus kepercayaan yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab," katanya dalam siaran pers yang diterima redaksi.
Sumber: JURNAS
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 19th, 2009, 07:19 AM Perundingan Ambalat Alami Kemajuan
17 Agustus 2009, Kuala Lumpur -- Dubes RI untuk Malaysia Da'i Bachtiar mengatakan, perundingan delimitasi laut antara Indonesia-Malaysia, khususnya perbatasan laut Ambalat, mengalami kemajuan.
"Ini dua kado ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-64," kata Da'i usai memimpin upacara peringatan kemerdekaan RI ke-64 di Kuala Lumpur, Senin (17/8).
Para warga Indonesia, TKI, ekspatriat dan mahasiswa mengikuti upacara kemerdekaan yang dilakukan di rumah duta besar. Penyanyi dangdut Inul Daratista dan Mpok Ati ikut meriahkan peringatan kemerdekaan di Kuala Lumpur.
"Kemajuan perundingan perbatasan laut di Ambalat, 13-14 Agustus 2009 di Kota Kinabalu adalah kedua belah pihak bisa saling memahami dasar klaim batas laut kedua negara, yang selama ini agak berjalan alot," katanya.
Selain itu, kedua negara bertetangga ini akan melakukan pembicaraan mengenai revisi MOU tahun 2006 mengenai penempatan dan perlindungan TKI di Malaysia.
Sebelumnya, perundingan ini mengalami dua kali penundaan yang seharusnya diadakan 15 Juli 2009, diundur akhir Juli 2009, tapi kemudian ditunda lagi hingga 20 Agustus 2009.
"Perundingan revisi MOU tahun 2006 diharapkan dapat memperbaiki kondisi kerja, khususnya pembantu rumah tangga di Malaysia, karena kedua negara sepakat untuk memberikan hari libur per minggu, masalah paspor, struktur biaya dan lain-lain," katanya.
Sementara itu, Kol TNI AL Yunus yang ikut serta dalam perundingan delimitasi laut di Kota Kinabalu mengakui bahwa perundingan yang membahas khusus kawasan laut Ambalat, mengalami kemajuan.
"Kemajuannya ialah pihak Malaysia banyak menerima usul Indonesia. Kondisi perundingan sangat kondusif dan cair, yang sebelumnya tidak terjadi pada perundingan-perundingan sebelumnya," katanya.
Ia menjelaskan salah satu kemajuan, Malaysia sudah mengakui bahwa Karang Ungaran memang masuk wilayah Indonesia.
Sebelumnya, Karang Ungaran menjadi kawasan panas. Ketika Indonesia mencoba memasang batas laut itu dengan menara Indonesia sempat dikecoh oleh angkatan laut Malaysia. Kedua angkatan laut kedua negara sempat saling provokasi di kawasan Karang Ungaran saat itu.
Sumber: Media Indonesia
:cheers: :cheers: :cheers:
typhoonbringer August 19th, 2009, 04:27 PM ngapain nego lagi, ambalat punya indo, titik
Kopassus August 20th, 2009, 05:58 AM ngapain nego lagi, ambalat punya indo, titik
:okay: setuju 100%
"Ini dua kado ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-64,":ohno:
Kado? Ambalat bukan kado dari Malingsia utk Indonesia, krn dari dulu bagian dari NKRI!!
Papua juga bukan kado dari Belanda, krn Papua seharusnya bagian dari RI dari awal.
Manohara juga bukan kado dari Malingsia, krn dia TKI. Beda sama Nurdin M Top, itu baru kado dari Malaysia, krn dia warga negara itu..:nuts:
Rock Star August 20th, 2009, 06:03 AM ngapain nego lagi, ambalat punya indo, titik
:okay: setuju 100%
"Ini dua kado ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-64,":ohno:
Kado? Ambalat bukan kado dari Malingsia utk Indonesia, krn dari dulu bagian dari NKRI!!
Papua juga bukan kado dari Belanda, krn Papua seharusnya bagian dari RI dari awal.
Manohara juga bukan kado dari Malingsia, krn dia TKI. Beda sama Nurdin M Top, itu baru kado dari Malaysia, krn dia warga negara itu..:nuts:
Ambalat memang punya Indonesia, barangkali yang di nego kapal perangnya jangan banyak2 yg dikirim ke ambalat :D patrol boat vs frigate imbang nggak tuh :lol: :lol: :lol: hajar malingshit
bagak August 23rd, 2009, 01:30 PM Indonesia Harus Punya Kapal Selam Sekelas Australia
http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/08/23/17180782/Indonesia.Harus.Punya.Kapal.Selam.Sekelas.Australia
JAKARTA, KOMPAS.com - Kekuatan armada laut Indonesia di era Presiden Soekarno tidak usah diragukan lagi. Belasan kapal selam telah kita miliki pada era itu. Bahkan pada era 1960-an, Angkatan Laut Indonesia dengan kapal selam yang dimilikinya sempat menjalankan misi untuk membantu Pakistan, yang ketika itu sedang berperang dengan India.
Namun setelah Soekarno lengser, armada kapal selam yang dimiliki TNI AL seperti tak tersentuh dan cenderung menyusut dari segi jumlah yang dapat dioperasionalkan. Usulan untuk membeli kapal selam pun dilontarkan oleh berbagai pihak belakangan ini. Maklum saja, sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah laut yang teramat luas, sangatlah wajar jika Indonesia memiliki armada militer laut yang memadai.
Menanggapi hal itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, jika Indonesia hendak membeli kapal selam, hendaknya membeli kapal selam yang memiliki kualitas yang baik, seperti yang dimiliki oleh negara-negara lain. Karena jika kapal selam yang dibeli kapal selam lama atau model lama, maka Indonesia akan tetap mengalami ketertinggalan dengan negara lain.
"Ibaratnya kalau Australia punya anjing herder kita punya yang diatasnya herder lah, atau minimal sama herder. Kalau nggak ya sia-sia aja, cuma nambah beban buat kasih makan aja," ujarnya dalam jumpa pers di rumah kediamannya di Jakarta, Minggu (23/8).
Menurutnya, negara-negara tetangga saat ini telah memiliki kapal selam yang cukup tangguh dan banyak. Karenanya, jika Indonesia ingin memiliki kapal selam hendaknya kapal selam yang berteknologi dan berkemampuan yang canggih. "Vietnam mau beli 6 kapal selam dari Rusia. Kalau Singapura sudah punya 4," katanya.
typhoonbringer August 24th, 2009, 12:59 AM KILO! KILO!
heran gw sama rekanan, masiiii aja getol pengen changbogo :nuts:
Kopassus August 24th, 2009, 04:09 AM Yes the Project 636 (Improved Kilo) is the best choice i think, TNI_AL pengen juga kapal selam Rusia, kalau bisa Amur/Lada Project 677 Kelas, katanya...tapi ya....., Amur Kelas pasti lebih mahal dan belum operational juga.
Kapal Selam TNI AL Jalani Pemerliharaan di Korsel
Jakarta (ANTARA news) - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno mengungkapkan, kapal selam KRI Nanggala 402 akan menjalani pemeliharaan berat (overhaul) di Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd (DSME), Korea Selatan.
"Pelaksanannya akan berjalan mulai bulan depan, selama 22 bulan," katanya, dalam obrolan santai di kediaman dinasnya di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan, dengan overhaul, maka kemampuan kapal selam tersebut dapat diperbaharui hingga pada kondisi awal dimana rata-rata kesiapan mencapai 100 persen.
"Yang penting dari program overhaul itu, selain murah, juga dapat mengembalikan kekuatan kapal selam bersangkutan hingga dapat difungsikan secara maksimal sebagai alat utama sistem senjata (alutsista) strategis TNI, " kata Tedjo.
TNI Angkatan Laut sebelumnya telah melakukan overhaul terhadap KRI Cakra dengan nonor lambung 401 di perusahaan yang sama sehingga perangkat teknologinya yang buatan 1970-an, kini tampil lagi dengan teknologi 1990-an
Pada kesempatan itu, Kasal menegaskan, TNI Angkatan Laut ingin memiliki kapal selam yang memiliki kemampuan tempur dan daya tangkal sejajar dengan negara lain, seperti Malaysia dan Singapura.
"Bahkan kapal selam kita yang baru, kalau bisa melebihi kemampuan tempur dan daya tangkal yang dimiliki negara lain. Misalnya, Malaysia, kini memiliki kapal selam pertama jenis Scorpene yang diluncurkan di Prancis, beberapa waktu lalu. Ya.. kita harus punya yang lebih dari Scorpene. Kalau tidak lebih baik, tidak usah beli," tuturnya.
Kasal menegaskan, keberadaan kapal selam tidak semata sebagai alat utama sistem senjata strategis, melainkan sebagai alat yang dapat memberikan efek tangkal yang mendukung posisi tawar Indonesia.
Pada 2011, pemerintah menjanjikan dua kapal selam baru bagi TNI Angkatan Laut. Namun, hingga kini Departemen Pertahanan belum memutuskan jenis dan dari negara mana kapal selam akan diadakan. (*)
(Antara)
Baca Juga :
Kapal Selam Mulai Perbaikan
BULAN Depan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut akan mengirimkan kapal selam, KRI Nanggala-402 ke Ockpo, Korea Selatan. Nanggala akan menjalani perbaikan menyeluruh (overhaul) di Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering.
"Prosesnya memakan waktu 22 bulan," kata Kepala Staf TNI AL Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno di kediaman dinasnya di Jakarta, Minggu (23/8).
Perbaikan akan meliputi bangunan kapal, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, sistem kendali senjata, diesel generator, serta penggantian sejumlah komponen radar dan sonar dengan peralatan baru.
Tedjo mengatakan, perbaikan akan mengembalikan kemampuan kapal selam tipe 209 buatan Jerman tahun 1980 itu.
"Syukur-syukur kekuatannya bisa sama dengan kapal keluaran terbaru," katanya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Iskandar Sitompul mengatakan, anggaran yang dikucurkan untuk perbaikan Nanggala tidak beda jauh dengan perbaikan Cakra. Nilai kontraknya mencapai US$60 juta (sekitar Rp550 miliar). n
Rock Star August 24th, 2009, 07:33 AM ^^
Comparison
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/f690319d.jpg
(image:flickr/mateus)
Kilo Class Submarine Sepcification :
Designer: Rubin Central Maritime Design Bureau
Builders: Admiralteyskiye Verfi Shipyard; Severodvinsk Shipyard; Krasnoye Sormovo Shipyard
Crew: 52
Length: (Project 877EKM) 72.9m (Project 636) 73.8m
Beam: 9.9m
Draft: 6.3m
Displacement: (Surfaced)(Project 877EKM) 2,300 tonnes (Project 636) 2,350 tonnes
Displacement: (Dived)(Project 877EKM) 3,950 tonnes (Project 636) 4,000 tonnes
Speed: (Dived) 20 knots; (surfaced) 11 knots
Diving depth: (Operational) 240m (Maximum) 300m
Endurance: 45 day; 6,000 miles with snorkel @7 knots; or 400 miles submerged @3 knots
Ship-to-ship missiles: 3M-54E inertial cruise + active radar homing to 220km, warhead 450kg, sea-skimming
Torpedoes: 6 X 533mm bow tubes, 24 weapons; TEST-71MKE remotely controlled torpedo with active sonar homing + TV guidance; warhead 205kg; or 53-65KE wake-homing to 40km; warhead 200kg
Mines: 24~36 in lieu of torpedoes
Radar: MRK-50 (Snoop Tray-2) surface search
Electronic countermeasures: Radar warning receiver
Sonar: (Project 877EKM) MGK-400 Rubikon (Shark Teech) hull-mounted, active/passive search and attack, medium frequency; (Project 636) MGK-400EM digital sonar
Arrangement: Diesel-electric
Propulsion: 2X diesel generators; 1X main propulsion motor; 1X fuel-economic motor; Single shaft driving a seven-blade fixed-pitch propeller
Lada or Armur Class submarine specification :
Designation Project 677 Lada class
Project 1650 Amur class [export version]
Designer Rubin
Builder Admiralty Shipyard
Displacement: 1,675 tons surfaced
2,800 tons surfaced
Speed (kts): 21 knots Full submerged speed
Dimensions (m): 67 meters long
7.1 meters beam
x? meters draft
Propulsion: diesel and electric motors
Diving depth: 250 meters maximum submergence depth
Range: 6,000 miles submerged dieseling mode
650 miles Submerged at cruising speed
Armament:
Missiles: Novator Al'fa or Oniks SSM
RPK-6/SS-N-16 Vodopod/Stallion ASR
Torpedoes: 6/533 mm VA-111 (w: c/nucl) Total: 18
Sonar: Active & passive bow & flank arrays
Towed array
Rock Star August 24th, 2009, 07:35 AM Indonesia Harus Punya Kapal Selam Sekelas Australia
23 Agustus 2009, Jakarta -- Kekuatan armada laut Indonesia di era Presiden Soekarno tidak usah diragukan lagi. Belasan kapal selam telah kita miliki pada era itu. Bahkan pada era 1960-an, Angkatan Laut Indonesia dengan kapal selam yang dimilikinya sempat menjalankan misi untuk membantu Pakistan, yang ketika itu sedang berperang dengan India.
Namun setelah Soekarno lengser, armada kapal selam yang dimiliki TNI AL seperti tak tersentuh dan cenderung menyusut dari segi jumlah yang dapat dioperasionalkan. Usulan untuk membeli kapal selam pun dilontarkan oleh berbagai pihak belakangan ini. Maklum saja, sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah laut yang teramat luas, sangatlah wajar jika Indonesia memiliki armada militer laut yang memadai.
Menanggapi hal itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, jika Indonesia hendak membeli kapal selam, hendaknya membeli kapal selam yang memiliki kualitas yang baik, seperti yang dimiliki oleh negara-negara lain. Karena jika kapal selam yang dibeli kapal selam lama atau model lama, maka Indonesia akan tetap mengalami ketertinggalan dengan negara lain.
“Ibaratnya kalau Australia punya anjing herder kita punya yang diatasnya herder lah, atau minimal sama herder. Kalau nggak ya sia-sia aja, cuma nambah beban buat kasih makan aja,” ujarnya dalam jumpa pers di rumah kediamannya di Jakarta, Minggu (23/8).
Menurutnya, negara-negara tetangga saat ini telah memiliki kapal selam yang cukup tangguh dan banyak. Karenanya, jika Indonesia ingin memiliki kapal selam hendaknya kapal selam yang berteknologi dan berkemampuan yang canggih. “Vietnam mau beli 6 kapal selam dari Rusia. Kalau Singapura sudah punya 4, Malaysia juga sudah punya 4,” katanya.
Sumber: SURYA
VRS August 24th, 2009, 07:47 AM interesting info...
Kopassus August 24th, 2009, 08:05 AM Indonesia Harus Punya Kapal Selam Sekelas Australia
23 Agustus 2009, Jakarta -- Kekuatan armada laut Indonesia di era Presiden Soekarno tidak usah diragukan lagi. Belasan kapal selam telah kita miliki pada era itu. Bahkan pada era 1960-an, Angkatan Laut Indonesia dengan kapal selam yang dimilikinya sempat menjalankan misi untuk membantu Pakistan, yang ketika itu sedang berperang dengan India.
Namun setelah Soekarno lengser, armada kapal selam yang dimiliki TNI AL seperti tak tersentuh dan cenderung menyusut dari segi jumlah yang dapat dioperasionalkan. Usulan untuk membeli kapal selam pun dilontarkan oleh berbagai pihak belakangan ini. Maklum saja, sebagai negara kepulauan yang memiliki wilayah laut yang teramat luas, sangatlah wajar jika Indonesia memiliki armada militer laut yang memadai.
Menanggapi hal itu, Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, jika Indonesia hendak membeli kapal selam, hendaknya membeli kapal selam yang memiliki kualitas yang baik, seperti yang dimiliki oleh negara-negara lain. Karena jika kapal selam yang dibeli kapal selam lama atau model lama, maka Indonesia akan tetap mengalami ketertinggalan dengan negara lain.
“Ibaratnya kalau Australia punya anjing herder kita punya yang diatasnya herder lah, atau minimal sama herder. Kalau nggak ya sia-sia aja, cuma nambah beban buat kasih makan aja,” ujarnya dalam jumpa pers di rumah kediamannya di Jakarta, Minggu (23/8).
Menurutnya, negara-negara tetangga saat ini telah memiliki kapal selam yang cukup tangguh dan banyak. Karenanya, jika Indonesia ingin memiliki kapal selam hendaknya kapal selam yang berteknologi dan berkemampuan yang canggih. “Vietnam mau beli 6 kapal selam dari Rusia. Kalau Singapura sudah punya 4, Malaysia juga sudah punya 4,” katanya.
Sumber: SURYA
Malingsia akan dapat 2 kapal selam (Scorpene), bukan 4! Is our KSAL really so uninformed?
If we get our Project 636s/Improved Kilo it will be on the same level as the Scorpenes and better than the 4 40 years old refurbished Sjoormens from Singapore. But Singapore will get 2 refurbished 20 years old Västergötland Class boats, comlete with AIP this year and next year.
Vietnam will have a stronger submarine fleet, with six 636's, and australia will still have a stronger fleet also with their 6 Collins Class boats. (Although there were/still are problems with their ships)
Rock Star August 24th, 2009, 08:49 AM Timor Leste Ingin Berguru ke TNI AL
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/800px-East_Timor_soldier_with_a_M14.jpg
Anggota AL Timor Leste berlatih menembak dengan senapan M14 diatas geladak kapal perusak kawal rudal kelas Arleigh Burke USS Lassen (DDG 82), Rabu (28/1). Latihan diadakan saat Lassen berkunjung ke Dili. (Foto: US Navy/ Mass Communication Specialist 2nd Class Brock A. Taylor)
23 Agustus 2009, Jakarta -- Sejak era Presiden Soekarno, reputasi TNI Angkatan Laut telah dikenal oleh dunia. Tak heran TNI AL ketika itu menjadi salah satu angkatan laut yang cukup disegani oleh negara lain.
Kegagahan dan ketangguhan TNI AL ternyata hingga kini masih dilirik oleh negara-negara lain. Hal ini terbukti dari keinginan Angkatan Laut Negara Timor Leste yang ingin berguru kepada TNI AL, baik dari tingkat pendidikan taruna hingga tingkat sesko.
Hal ini diakui Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno. Menurut Tedjo, keinginan belajar dari TNI AL diungkapkan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut Timor Leste saat penyelenggaraan Sail Bunaken di Manado, Sulawesi Utara.
"Waktu saya ketemu dengan Kasal Timor Leste dia mengatakan Timor Leste akan berguru kepada kita dari tingkat pendidikan taruna sampai sesko. Mereka juga ingin belajar kapal-kapal patroli dan latihan perang bersama, tapi kalau kapal perang belum lah. Mereka katakan ingin sekali berguru kepada kita," ujar Kasal dalam jumpa pers di rumah kediamannya di Jakarta, Minggu (23/8).
Meski merasa tersanjung, namun Kasal mengatakan, jika Angkatan Laut Timor Leste menginginkan hal itu, maka harus ada sebuah nota kesepahaman (MoU) yang dibuat antara kedua negara. Karena menyangkut dua negara yang berbeda.
"Angkatan laut mereka (Timor Leste) baru dan Kasalnya saja pangkatnya baru Letkol, tapi sekali lagi saya bilang kita perlu payung hukum dan waktu itu dia bilang nanti mereka pulang akan sampaikan ke Menhan mereka," katanya.
Seperti diketahui, Timor Leste merupakan salah satu bekas provinsi di Indonesia yang melepaskan diri menjadi negara sendiri pada saat pemerintahan BJ Habibie. Ketika masih menjadi bagian Indonesia, Timor Leste bernama Timor Timur, yang kemudian berubah menjadi Timor Leste setelah menjadi negara sendiri.
Sumber: KOMPAS
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 24th, 2009, 09:14 AM Hanya Kapal Selam Buatan Rusia Yang Sanggup Menyaingi Kapal Selam Tetangga
JAKARTA - Teknologi kapal selam Indonesia sudah ketinggalan dibandingkan negara tetangga Malaysia. Karena itu, TNI AL menginginkan kapal selam yang efek tangkisnya lebih dari kapal Scorpen yang dimiliki negeri jiran tersebut.
Keinginan tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Tedjo Edhi Purdijatno saat berbincang dengan wartawan di kediamannya di Jakarta, Minggu (22/8).
“Kita harus punya kapal selam yang punya deterrent effect. Mereka tahu saja kita punya, sudah membuat mereka takut. Kalau kita beli yang tidak ada deterrent effect-nya, mending dibelikan beras saja,” katanya.
Dephan telah menganggarkan US$700 juta untuk pembelian kapal selam. TNI AL berencana membeli dua kapal selam untuk menambah kekuatan kapal selam Indonesia yang sudah usang. KSAL beberapa waktu lalu menyebut ada dua opsi negara yang dipertimbangkan untuk menyediakan kapal selam bagi Indonesia, yakni Rusia dan Korea Selatan.
Menurutnya, kapal selam yang dimiliki oleh Malaysia bisa disaingi oleh kapal selam buatan Rusia kelas kilo dimodifikasi project 636. Sedangkan, kapasitas kapal selam buatan Korsel tidak berbeda jauh dengan yang dimiliki Indonesia sekarang, yakni tipe U214.
“Kapal selam buatan Rusia itu bisa menembak dari bawah laut ke darat,” sahutnya.
Ia tidak menampik jika rencana pembelian itu bisa memancing perlombaan persenjataan. Menurutnya, jika memang ingin membangun kekuatan militer, tentunya bersaing dalam kualitas.
“Jika ingin membangun kekuatan tentara, ya mesti ada persaingan persenjataan,” ucapnya.(Sumber : Media Indonesia)
:banana: :banana: :banana:
Kopassus August 25th, 2009, 05:03 AM As i said, we really need these Russian stuf! Thanks Rockstar.
Angkatan Laut Timor Timur? I tought they only have a Naval Component, part of the East Timorese Defence Forces.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d7/East_Timor_Armed_Forces.png/300px-East_Timor_Armed_Forces.png
Rock Star August 26th, 2009, 06:48 AM Menlu: Perundingan Ambalat Capai Kemajuan
25 Agustus 2009, Jakarta -- Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda mengatakan perundingan antara Indonesia dan Malaysia mengenai batas wilayah di kawasan Ambalat mengalami kemajuan.
Usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa, Menlu mengatakan, kemajuan itu salah satunya adalah adanya tim dari Malaysia yang keberadaannya lebih melancarkan proses perundingan dibanding sebelumnya.
"Tanggal 20 Juli yang lalu memang ada pertemuan di Kinabalu spesifik membicarakan masalah batas perairan kita baik laut wilayah dan landas kontinen serta ZEE. Saya tidak bisa mangatakan apa hasilnya karena memang masih dalam proses. Tapi kita menyambut baik tim negosiasi Malaysia yang diperbaharui satu tim yang pada pertemuan yang baru lalu itu juga telah membantu kelancaran proses," katanya pada wartawan.
Menurut Wirajuda, bila sebelumnya dalam tim perunding Malaysia untuk urusan hukum, materinya sangat bergantung pada Kejaksaan Agung, namun saat ini telah dibentuk direktorat jenderal untuk bidang perjanjian internasional sehingga memudahkan proses perundingan.
Kemajuan lain, menurut Menlu Wirajuda adalah pihak perunding Malaysia lebih terbuka terhadap ide, konsep dan metode dalam proses perundingan yang juga disambut baik oleh pihak Indonesia.
"Jadi tanda-tandanya positif saya tidak dapat mengatakan (kapan selesainya-red), masih dalam proses yang butuh waktu yang bisa jadi panjang," katanya.
Ketika ditanya mengapa Indonesia masih menempuh proses perundingan padahal posisi Indonesia di kawasan Ambalat cukup kuat, Menlu Wirajuda mengatakan dalam konvensi hukum laut internasional 1982 batas wilayah laut tidak bisa diklaim oleh satu pihak saja namun harus melalui kesepakatan dengan pihak lain melalui proses perundingan.
"Konvensi hukum laut 1982 sangat jelas mengatakan perbatasan laut itu seperti juga darat adalah satu produk dari perundingan, dengan kata lain kita tidak bisa menetapkan batas laut kita secara sepihak. Kita juga tidak bisa menduduki katakanlah secara militer dengan begitu bisa diakui oleh masyarakat international, karena garis batas perairan kita harus merupakan hasil dari perundingan," tegasnya.
Sementara itu mengenai hak eksplorasi atas wilayah itu, Menlu mengatakan,"karena dia (Malaysia-red) tahu kita kukuh pada prinsip bahwa itu milik kita tentunya tentang konsensi menjadi secondary. Dalam artian bukan menjadi isu besarnya. Isu besarnya adalah penentuan garis.
Sumber: Antara
Good News..... :cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 26th, 2009, 10:39 AM Dewa Ruci Satu-satunya di Dunia
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/dewaruci-1600-1200.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/dewaruci.jpg
KRI DEWARUCI
26 Agustus 2009, Makassar - - Indonesia boleh berbangga karena KRI Dewa Ruci merupakan satu-satunya kapal layar bertiang tinggi buatan H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman, yang masih beroperasi. Keperkasaan kapal itu kini bisa disaksikan di Lantamal IV, Makassar, karena baru saja merapat, Rabu (26/8) pagi.
Galangan kapal H.C. Stulchen & Sohn Hamburg, Jerman, pernah memproduksi tiga kapal sejenis di dunia namun dari ketiga kapal itu hanya KRI Dewa Ruci yang masih layak berlayar.
Kapal inilah yang digunakan taruna atau kadet Akademi Angkatan Laut RI belajar selama pelayaran Kartika Jala Krida atau pelayaran rutin ke berbagai belahan dunia, termask singgah di Makassar.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/070914-N-4965F-004.jpg
Sumber : Tribun Timur
___________________
:cheers: :cheers:
Rock Star August 26th, 2009, 10:48 AM TNI jadi Direktur UNIFIL di PBB
25 Agustus 2009, Jakarta -- Salut untuk Brigjen TNI Zahari Siregar yang dipastikan menjadi Direktur Strategic Military Cell (SMC) Pasukan Pemelihara Perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL) yang bermarkas di New York, AS.
"Penunjukan Zahari itu menyusul permintaan PBB kepada Indonesia untuk menetapkan salah satu perwira tingginya sebagai Direktur SMC UNIFIL," kata wakil direktur keamanan internasional dan perlucutan senjata Deplu, Fikry Cassidy di Jakarta, malam ini.
Zahari sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI. Ketika dikonfirmasi, Fikry mengatakan, Direktur SMC UNIFIL antara lain bertugas merumuskan kebijakan strategis yang akan diterapkan UNIFIL agar misinya menciptakan perdamaian dan stabilitas keamanan di Lebanon Selatan berhasil.
Ia menambahkan, keberadaan SMC baru dibentuk PBB misinya di Lebanon Selatan, sedangkan dalam misi PBB lainnya di wilayah lain, keberadaannya tidak ada. Dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah pasukan terbesar setelah Perancis dan Italia.
Indonesia juga akan meningkatkan jumlah personel TNI untuk bergabung dengan pasukan pemelihara perdamaian PBB menjadi 2 ribu personel pada 2009. Saat ini jumlah personel TNI yang tergabung dalam pasukan PBB mencapai 1.526 orang yang bertugas di 4 wilayah dunia yakni di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Afrika.
"Namun rencana tersebut akan dipertimbangkan lagi mengingat terjadi krisis ekonomi global," ujar Fikry. Diimbuhkan dia, keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian PBB memiliki nilai strategis yakni mempererat kerja sama multilateral untuk penyelesaian konflik. Keikutsertaan itu tetap dilandasi kebijakan politik luar negeri bebas aktif sesuai amanah UUD 1945.
Selain itu, keterlibatan Indonesia juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme TNI-Polri. Khusus dalam misi PBB di Lebanon, selain mengirimkan pasukan darat, Indonesia juga bergabung dalam satuan Tugas Maritim (MTF) UNIFIL, dengan jumlah seluruh personel sekitar 1.400 orang. Hal ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjaga dan memelihara perdamaian dunia berdasarkan kebijakan politik luar negeri bebas dan aktif. (sumber: waspada)
VRS August 26th, 2009, 12:25 PM the last picture its stunning.....
how brave that guys standing at that high....
Rock Star August 27th, 2009, 08:49 AM PT PAL Incar Proyek Kapal Pengawal Rudal TNI
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/PKRSpecs.jpg
Perusak Kawal Rudal 105 m, panjang kapal 105 m, lebar 14 m, berat 2400 ton, kecepatan maksimal 30 knot, jelajah 18 knot, ekonomis 14 knot, jarak jelajah 5000 nm, waktu berlayar 12 hari, jumlah awak 120 orang (sumber: PT PAL).
6 Agustus 2009, Jakarta -- PT PAL Indonesia tengah mengincar proyek pembuatan kapal pengawal rudal milik TNI Angkatan Laut. Nilai kapal tersebut ditaksir mencapai EUR 170 juta.
"Ada rencana TNI AL membutuhkan kapal itu dan kami berharap bisa dibuat di PAL," ujar Direktur Utama PAL Indonesia Harsusanto di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2009.
Menurut Harsusanto, Departemen Pertahanan (Dephan) telah membuat pembelian (procurement) tentang pengadaan kapal tersebut. Kebutuhan pendanaan untuk proyek kapal itu akan diperoleh dari kredit ekspor. "Belum ada perusahaan yang ditunjuk.Diharapkan ada alih teknologi dari perusahaan yang menang," katanya.
PAL tahun ini menargetkan produksi kapal sebanyak enam unit. Rencananya bulan ini, perusahaan akan menyerahkan satu unit kapal jenis Landing Platform Deck (LPD) dilanjutkan peluncuran kapal tanker tanker pada 3 September 2009.
Selanjutnya pada November-Desember 2009, PAL juga akan menyerahkan tiga unit kapal cepat 28 meter milik Bea Cukai dan dua unit kapal jenis escorttug untuk proyek Tangguh.
Lebih lanjut, Hersusanto mengatakan program restrukturisasi PAL sudah memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan. Saat ini pihaknya tinggal menyelesaikan administrasi antara PAL dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
"Kami akan mengundang PPA ke PAL minggu depan untuk merampungkan administrasinya," katanya.
Harsusanto menambahkan jika masalah administrasi tersebut dapat diselesaikan dalam waktu seminggu, proses pencairan suntikan modal dapat segera dilakukan pada awal September 2009.
PAL sendiri akan memperoleh tambahan modal sekitar US$44 juta yang akan digunakan untuk modal kerja pada divisi pemeliharan, perbaikan, engineering, dan divisi pembangunan kapal.
Sumber: vivanews
Rock Star August 27th, 2009, 09:06 AM Selat Makassar Rawan Disusupi Kapal Asing
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/KRINUKU873_resize.jpg
KRI NUKU 873 (image:beritahankam)
27 Agustus 2009, Makassar -- Selat Makassar masih rawan disusupi kapal-kapal asing dari arah selatan dan utara Tanjung Mangkaliat. Hal itu diungkapkan Asisten Operasi (Asops) Lantamal VI Letkol Laut Muhammad Ali di Makassar, Rabu (26/8).
"Arah selatan berasal dari selat Lombok. Ujung utara Tanjung Mangkaliat adalah Laut Sulawesi yang berdekatan dengan kawasan blok Ambalat," ujarnya.
Penyusupan kapal-kapal asing milik Malaysia, ungkap Ali beberapa bulan terakhir ini masih terus berlangsung di blok Ambalat. Bahkan, pelanggaran kapal-kapal asing yang masuk ke wilayah itu telah mencapai puluhan kali. "Mereka masih menganggap wilayah itu adalah milik mereka, sementara kita menganggap itu daerah kita. Jadi masih ada perbedaan," ujarnya.
Namun, TNI AL tetap menghindari adanya kontak senjata melalui jalur damai. Peringatan yang dilakukan hanya dilakukan dengan cara komunikasi. Sejauh ini, keamanan alur laut tersebut dibawah kordinasi Komando Armada Timur (Koartim) yang berpangkalan di Surabaya. Untuk mengamankan alur tersebut, hanya diturunkan lima kapal perang yang secara bergantian bertugas diantaranya KRI Nuku, KRI Hasanuddin, dan KRI Slamet Riyadi. "Kita menghindari kapal-kapal asing itu jangan sampai memasuki wilayah perairan ALKI 2," ungkapnya.
_______________________________________________________________________
TNI AL Fokus Jaga Pulau Terluar
Permasalahan soal pulau kembali mencuat. Kasus kali ini tidak terkait dengan negara tetangga melainkan pelelangan pulau-pulau kecil di Kabupaten Mentawai.
Meski tugas penjagaan kedaulatan ada di tangan TNI, khususnya TNI AL, mereka mengatakan persoalan penjualan pulau bukan tanggung jawab mereka. Apalagi, ketiga pulau yang dilelang bukanlah termasuk dua belas pulau terluar yang menjadi fokus penjagaan marinir.
"Kalau Kepulauan Karimun, itu masuk zona aman karena termasuk pulau dalam, bukan pulau luar. Jadi, kalau ada isu penjualan itu, tanyakan pada pemdanya," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul kepada Media Indonesia di Jakarta, Rabu (26/8).
Jika terkait pulau terluar, ia tegaskan bahwa TNI AL tentu mengerahkan kapal patroli untuk menjaga kedaulatan kawasan Indonesia. Selain itu, TNI AL menempatkan marinir ke-12 pulau strategis.
"Kapal itu berkeliling terus. Terutama, untuk daerah yang rawan. Misalnya, kita menempatkan enam kapal di wilayah Ambalat atau menempatkan kapal di wilayah barat," sahutnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal KP3K Alex SW Retraubun menyatakan bahwa penjualan pulau dilarang di Indonesia. Namun, jika pulau tersebut disewakan, itu tetap diperbolehkan. "Kalau for hire oke, tapi for sale tidak ada," tandasnya.
Sumber: Media indonesia
-------------------------------------------------------------------
Situs penjualan pulau di indonesia http://www.privateislandsonline.com/indonesia.htm silahkan di cek
^^
:ohno: :ohno: :ohno: :ohno:
typhoonbringer August 27th, 2009, 05:06 PM ngara maritim tapi maritimnya dibonsai :nuts:
Rock Star August 28th, 2009, 11:26 AM RI Tunggu Konfirmasi Filipina Tentang Senjata Pindad
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/610xvai.jpg
(image:kaskus militer)
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia sedang menanti konfirmasi dari pemerintah Filipina apakah senjata yang ditemukan aparat Filipina pada pekan lalu dari kapal berbendera Panama sebagai buatan PT Pindad Indonesia.
"Memang ditemukan lima peti senjata yang tercampur, jadi sedang dipastikan apakan itu betul buatan Indonesia," kata Juru bicara Departemen Luar Negeri Teuku Faizasyah di Jakarta, Jumat.
Apabila itu benar senjata buatan PT Pindad Indonesia, lanjut Faizasyah, maka Deplu akan melakukan pengecekan ke pihak terkait apakah ada suatu perjanjian ekspor antara PT Pindad dengan Filipina.
"Dipastikan jika memang betul melakukan ekspor tujuannya kemana, kalau ke Filipina maka itu sudah melalui prosedur yang benar maka kita pertanyakan mengapa ada penyitaan," katanya.
Ia menjelaskan bahwa sejauh ini pihaknya belum memperoleh penjelasan apakah antara Filipina dan PT Pindad memiliki perjanjian jual beli senjata sehingga senjata yang masuk tersebut adalah legal. Berbeda dengan di Indonesia, penjualan senjata di Filipina relatif jauh lebih bebas.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/610xwey.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/610xrvx.jpg
(image: kaskus militer)
Aparat bea cukai Filipina menahan sebuah kapal kargo "Capt Ufuk" yang mengangkut sekitar 50 senapan di Bataan, Kamis malam (20/8). Setelah dicek, ditemukan senapan buatan Pindad berjenis SS1-V1, beberapa perlengkapan militer lainnya, dan senjata laras panjang bermerek Israel "Galil". Senjata itu adalah sejenis senjata tipe serbu yang sangat akurat (300-800 meter).
Selain senjata-senjata itu, aparat Filipina juga menahan 14 kru dari Georgia dan Afrika. Kapal tersebut disebutkan berangkat dari Pelabuhan Georgia dan singgah di Indonesia untuk mengambil barang, sebelum kemudian berlayar ke Pelabuhan Mariveles.(*)
Sumber: Antara
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pasukan Elit TNI AL Tambah 56 Prajurit Baru
SURABAYA--MI: Komando Pengembangan dan Pendidikan TNI AL (Kobangdikal) telah berhasil menggembleng 14 prajurit Pasukan Katak dan 42 prajurit Intai Amfhibi (Taifib).
Dengan demikian, TNI AL telah menambah kemampuan dan daya dobraknya dengan bergabungnya 56 prajurit Pasukan Elit TNI AL yang memiliki kemampuan khusus itu. Ke-56 pasukan khusus TNI AL itu berhak atas brevet pasukan katak dan trimedia Taifib Marinir setelah berhasil mengikuti pendidikan selama 10 bulan di Kobangdikal. Menurut siaran pers yang diterima Media Indonesia, penyematan brevetnya sendiri dilakukan oleh Wadan Kobangdikal Brigjen TNI (Mar) Arief Suherman di Kobangdikal, Bumimoro, Surabaya, Jumat (28/8).
Dalam masa 10 bulan penggemblengan tersebut, ke-56 prajurit calon pasukan elit TNI AL ini telah mengalami pendidikan yang berbeda dengan pendidikan prajurit biasanya. Tingkat kesulitan, bobot, dan risiko latihannya pun lebih tinggi bila dibanding dengan prajurit lainnya. Hal ini dimaklumi karena pasukan elit memang disiapkan untuk melaksanakan tugas-tugas khusus dengan tingkat tekanan yang tinggi namun harus tetap cermat, tepat, dan akurat dalam pelaksanaanya.
Setiap tahunnya, Kobangdikal sebagai lembaga pencetak SDM TNI AL, senantiasa meluluskan prajurit dengan kualifikasi khusus seperti Paska dan Taifib dalam jumlah terbatas. Ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas lulusan dalam tiap angkatan. Lulusan kali ini adalah Dikpaska angkatan ke-32 yang digembleng di Pusat Pendidikan Khusus, Kodikosla. Sementara itu, Diktaifib angkatan ke-35 digembleng di Pusdik Infantri Marinir, Kodikmar Gunugsari.
Sumber : Media indonesia
:banana: :banana: :banana:
Kopassus August 29th, 2009, 05:10 AM Thanks Rockstar,
Kata berita2 di tv, Bea Cukai ketemu senapan "Galil buatan Pindad", well, Pindad tidak membuat senapan Israel ini, dan semua senjata di peti di foto, SS-1.
Sy juga tidak mengerti kenapa PAL memberi nama Perusak (Destroyer) Kawal Rudal 105 m, kepada kapal perang yg panjang 105 m, lebar 14 m dan berat 2400 ton, dan bukan fregat.
typhoonbringer August 29th, 2009, 05:37 AM dinamainya kan perusak kawal rudal, alias missile destroyer escort a.k.a frigate cmiiw
mungkin mengacu sama istilah yg dipakai US navy, bisa diliat dimari http://en.wikipedia.org/wiki/Claud_Jones_class_destroyer_escort
panjang destroyer escort emang 100 meteran
hmmm kira2 sapa yah yg "cari uang jajan" dgn nyelundupin ss-1
Rock Star August 29th, 2009, 07:58 AM Pindad: Pengiriman Senjata ke Filipina Legal
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/ss1family_01.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/ss1family_02.jpg
(image: armyrecognition.com)
29 Agustus 2009, Jakarta -- PT Pindad menyatakan sejumlah senjata yang ditemukan otoritas Filipina merupakan pesanan resmi yang dilakukan melalui prosedur legal.
Juru Bicara PT Pindad Timbul Sitompul mengatakan,sejumlah senjata yang ditemukan di Filipina adalah pesanan dari Pemerintah Filipina dan Pemerintah Mali."Filipina memesan senjata jenis pistol P2 sebanyak sepuluh unit dan Pemerintah Mali (Afrika Selatan) memesan senjata laras panjang SS1-V2,"ungkap Timbul di Jakarta kemarin. Menurut dia,seluruh pemesanan dan pengiriman barang ke dua negara tersebut telah melalui persetujuan dan referensi dari negara pemesan, yakni Filipina dan Mali.
Selain itu,seluruh pemesanan senjata ke dua negara itu juga telah dilengkapi surat kontrak dari negara pengimpor, mendapat referensi dan persetujuan dari TNI,serta izin ekspor Departemen Pertahanan (Dephan)."Ketiga mekanisme itu telah kita lakukan untuk setiap ekspor senjata ke negara manapun, termasuk Filipina dan Mali," papar Timbul. Sebelumnya aparat bea cukai Filipina pada Kamis (20/8) menemukan sejumlah senjata dalam sebuah kapal berbendara Panama dengan nama MV Captain Ufuk di Pelabuhan Mariveles,Provinsi Bataan,utara Manila.
Dalam penggeledahan itu, ditemukan 20 kotak senjata laras panjang bermerek Israel "Galil", pistol, dan amunisinya. Selain itu ditemukan pula senjata berjenis SS1-VI yang diduga buatan Pindad. PT Pindad mengaku senjata bermerek "Galil" yang ditemukan di Filipina merupakan produksi mereka. Senjata tersebut semula direncanakan akan diekspor ke Mali. Namun, kapal pengangkut harus berhenti di Filipina karena harus menurunkan senjata laras pendek yang dipesan salah satu organisasi menembak di Filipina.
Menurut Timbul, dugaan penyelundupan senjata itu muncul karena sistem pengiriman senjata menggunakan mekanisme FOB, yaitu kapal yang digunakan ditentukan oleh pemesan dalam hal ini Filipina, yang ternyata berbendera Panama."Jadi,kita tidak tahu kapal itu dipesan dari mana, yang jelas dua pesanan senjata untuk Filipina dan Mali diangkut dengan kapal yang sama lengkap dengan dokumen resmi.Ketika sampai di Filipina, kemungkinan belum dikonfirmasi oleh pemilik kapal tentang keberadaan senjata lain, selain untuk Filipina,"paparnya.
Sementara itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah menyatakan Pemerintah Indonesia masih menunggu konfirmasi Pemerintah Filipina perihal penemuan senjata buatan PT Pindad tersebut. Deplu sudah menyampaikan surat kepada PT Pindad dan Pemerintah Filipina mengenai masalah ini. "Kita sedang meminta klarifikasi siapa yang memesan dan kenapa berhenti di Filipina.
Kita belum mendapat penjelasan resmi dari Filipina, sehingga kita masih mencari tahu kepada pihak-pihak yang berwenang,"ungkap Faizasyah.
Sumber: okezone
-----------------------------------------------------------------
Fiuh.....syukurlah, ternyata resmi ya... Btw ternyata SS1 ngetop juga di Mali.. :banana: :banana:
Rock Star August 29th, 2009, 08:03 AM KRI Teluk Ende Dilepas Lewat Lagu
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/KRITELUKENDE517.jpg
29 Agustus 2009, Makassar -- Sebanyak 179 kadet (taruna) Akademi Angkatan Laut yang mengikuti pelayaran Kartika Jala Krida dengan menggunakan KRI Dewa Ruci akhirnya meninggalkan Makassar, Sabtu (29/8).
Pelepasan dilakukan tepat pukul 08.00 wita di dermaga Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar. Kepergian mereka juga disaksikan warga setempat yang ingin melihat kapal tersebut dari arah dekat.
Namun tidak semuanya kadet meninggalkan Makassar dengan menggunakan KRI Dewa Ruci. Ada pula yang menggunakan KRI Teluk Ende.
Sesaat setelah meninggalkan dermaga, kelompok marching band dari Lantamal VI memainkan lagu-lagu perjuangan. Salah satunya lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut.
Musik mereka berbalas dengan lagu lain yang dimainkan para taruna dari atas dek KRI Dewa Ruci.
Sumber: tribun timur
______________________________________________________________________________________________
Latma Elang Ausindo 2009”, Dilaksanakan Di Australia
29 Agustus 2009, Madiun -- Profesionalisme selain diperoleh melalui pendidikan, juga bisa diperoleh melalui latihan-latihan yang dilaksanakan secara berjenjang, bertahap dan berlanjut. Seperti yang dilakukan TNI Angkatan Udara dengan Angkatan Udara Australia (Royal Australia Air Force (RAAF)) kali ini yang dilaksanakan di Darwin, Australia. Untuk mendukung Latihan Bersama dilaksanakan selama empat hari (1-4/9) tersebut, Lanud Iswahjudi memberangkatkan pesawat-pesawat tempur jenis F-16/Fighting Falcon dari Skadron Udara 3 beserta 57 personil pendukung latihan.
Latihan Bersama dengan sandi “Elang Ausindo 2009”, tersebut dilaksanakan selain untuk mempererat hubungan bilateral kedua Negara, juga dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan kerjasama para personel angkatan udara kedua Negara.
Komandan Lanud Iswahjudi dalam sambutannya yang dibacakan Danwing 3 Kolonel Pnb Tatang Harlyansyah. S.E., mengharapkan agar latihan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab. Karena tempat latihan merupakan daerah baru, untuk itu seluruh personil latihan harus memperhatikan unsur-unsur keselamatan terbang dan kerja (lambangja) serta melaksanakan koordinasi dengan satuan-satuan terkait dengan baik, agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.
Sedang macam dan metode dalam latihan bersama “Elang Ausindo 2009” adalah latihan taktis dengan materi latihan meliputi Familirization, Dissimilar Basic Fighter Manouver (DBFM), Dissimilar Air Combat Manouver (DACM) serta Dissimilar Air Combat Taktic (DACT).
Upacara pemberangkatan Alutsista dan personil penduklung latihan dipimpin oleh Danwing 3 Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Tatang Harlyansyah. S.E., di Skadron Udara 3 Jumat (28/8). Hadir dalam upacara tersebut, Para Kepala Dinas, Para Komandan Satuan dan Para Pejabat Jajaran Lanud Iswahjudi.
Sumber: PENTAK LANUD ISWAHJUDI
Rock Star August 31st, 2009, 05:20 AM Jangan Salahkan PT Pindad
30 Agustus 2009, Jakarta -- WakilPresiden Jusuf Kalla menegaskan PT Pindad selaku pihak produsen senjata tidak bisa disalahkan karena menjual senjata kepada Israel.
"Baguslah Indonesia bikin senjata yang baik. Kalau kemudian ada yang beli ya baguslah. Pindad tidak bisa disalahkan," ujar Kalla kepada pers usai acara buka puasa bersama di kediaman Ketua MPR Hidayat Nurwahid di Jakarta, Sabtu (29/8).
Menurutnya, PT Pindad selaku pihak pembuat senjata tidak bisa disalahkan. Ia menambahkan, dalam kasus ini pihak yang seharusnya dipersalahkan adalah pihak distributor yang menjual senjata tersebut kepada Israel, selaku negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.
"Masak Anda yang bikin, kemudian di bawa orang lalu Anda yang disalahkan. Yang bawanya yang salah, bukan Pindad," pungkas Kalla.
DPR Minta Keterangan Pemerintah Soal Senjata Pindad
Komisi I DPR akan meminta keterangan pemerintah tentang kasus senjata buatan PT Pindad yang disita oleh aparat bea cuka Filipina.
Ketua Komisi I DPR Theo Sambuaga, usai acara buka puasa bersama di rumah Ketua DPR Agung Laksono, di Jakarta, Sabtu, mengatakan DPR ingin mendengar pengetahuan pemerintah tentang masalah tersebut mengingat PT Pindad adalah perusahaan negara yang langsung berada di bawah Kementerian Negara BUMN.
DPR, lanjut dia, juga ingin mengetahui langkah-langkah apa yang telah dilakukan pemerintah untuk mengusut kasus tersebut.
"Senin mendatang kita akan mengadakan rapat dengan Menkopolhukam, ada juga Menteri Pertahanan, Panglima TNI dan jajarannya," ujarnya.
Permintaan keterangan itu tidak dilakukan dalam sesi khusus, tetapi pada acara rapat membahas penanganan terorisme yang digelar di Gedung DPR, Senin 31 Agustus 2009.
"Saya kira ini akan kita angkat karena ini masalah aktual dan menonjol di masyarakat," kata Theo.
Menurut dia, penjualan senjata oleh PT Pindad ke luar negeri harus mengikuti aturan yang berlaku, yaitu harus dilakukan secara terbuka serta harus dijual kepada otoritas berwenang seperti pemerintah dan angkatan bersenjata negara lain.
"Bahwa itu produk Pindad, itu yang perlu diteliti, apakah Pindad menjual secara resmi atau dicuri sehingga ilegal. Orang yang mencuri itu dari dalam atau tidak, itu yang harus diteliti," tuturnya.
Theo menilai perlu ada pengusutan dan sanksi yang tegas apabila senjata tersebut ternyata dijual secara ilegal dan melibatkan oknum dari PT Pindad sendiri.
Ia menengarai kecil kemungkinan penjualan senjata itu melibatkan TNI, karena semua senjata api yang dibeli TNI dari PT Pindad harus tercatat.
Sementara itu Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso membantah keterlibatan TNI dalam penjualan senjata tersebut. Menurut dia, TNI hanya pemakai senjata yang dibeli langsung dari PT Pindad.
"TNI hanya pemakai, coba tanya Pindad, tanya BUMN. Kita kan pemakai saja, kita juga beli dari Pindad. Siapa yang beli di Pindad kan tidak lewat TNI," ujarnya.
Aparat bea cukai Filipina menahan kapal kargo "Capt Ufuk" yang mengangkut sekitar 50 pucuk senapan di Bataan, Kamis malam. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan senapan buatan PT Pindad berjenis SS1-V1, beberapa perlengkapan militer lainnya, serta senapan laras panjang bermerk Israel "Galil".
PT Pindad telah membantah bahwa penjualan senjata tersebut adalah ilegal. Perusahaan negara itu mengaku menerima pesanan 10 pucuk pistol P2 Pindad dari Persatuan Menembak Filipina.
Pesanan itu dikirimkan bersama dengan 100 pucuk senapan SS1-V1 yang dipesan oleh Mali. Pesanan tersebut dimuat dalam satu kargo, terdiri atas 20 kotak yang satu di antaranya adalah pesanan untuk Filipina.
Pihak Departemen Luar Negeri saat ini tengah melakukan pengecekan, apakah PT Pindad memang mempunyai kerja sama penjualan senjata dengan Filipina.
Sumber: Media Indonesia
________________________________________________________________________________________
Pindad: Dokumen Ekspor Senjata Lengkap
30 Agustus 2009, Bandung -- Direktur Utama PT Pindad Adik Alvianto menyatakan, perusahaan pembuat senjata nasional itu selalu melengkapi dokumen penjualan dan ekspor senjata baik langsung kepada negara pemesan maupun penjualan melalui agen.
"Pindad perusahaan besar, tak mungkin gegabah dalam melakukan penjualan atau ekspor senjata. Semuanya selalu dilengkapi dengan dokumen resmi dan legal," kata Adik Alvianto ketika dihubungi ANTARA dari Bandung, Minggu.
Termasuk dalam ekspor senjata yakni senjata api genggam dan senjata serbu SS-1 yang saat ini "tertahan" dan dipermasalahkan di Filipina, menurut Adik sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang biasa ditempuh.
Menurut dia, pengiriman ratusan senjata itu dilakukan dengan perizinan baku dari Departemen Pertahanan RI dan juga melengkapi dokumen ekspor di Imigrasi.
Adik dengan tegas membantah ekspor senjata itu dilakukan ilegal karena pihaknya telah melengkapinya dengan dokumen yang resmi dan sesuai dengan prosedur ekspor senjata.
Ia menyebutkan, ekspor senjata genggam pesanan dari Perbakinnya Filipina dan senjata SS-1 untuk negara di Afrika itu melalui seorang agen yang biasa melakukan perdagangan senjata yang sudah dikenal.
Pengirimannya juga sudah mengikuti prosedur dan dokumen ekspor senjata yang berlaku.
"Bukan sekali ini saja kami mengekspor senjata. Dalam kasus ini pengiriman resmi melalui Pelabuhan Tanjung Priok, bila dokumennya tidak lengkap mungkin pihak Imigrasi tidak akan mengizinkan pengiriman itu," katanya.
Ia menegaskan, PT Pindad tidak mungkin melakukan penjualan senjata tanpa sepengetahuan pemerintah karena perusahaan pembuat senjata tersebut milik pemerintah.
Lebih lanjut, Dirut PT Pindad itu menyebutkan, ekspor senjata itu dilakukan dengan perantara agen asal Filipina yang biasa melakukan perdagangan senjata dan sudah dikenal.
Dari sisi pembayaran tidak ada kerugian bagi Pindad. Begitu barang pesanan sampai di Pelabuhan Tanjung Priok dan dikapalkan, langsung dilakukan pembayaran.
Menurut Adik, nilai ekspor senjata itu mencapai Rp1 miliar dengan harga per unit di atas penjualan untuk TNI.
"Dengan sistem penjualan SOB, jelas pembayaran tak masalah. Namun Pindad tetap mempunyai tanggung jawab moral dengan adanya kejadian ini dan kami terus mengikuti perkembangan," katanya.
Ia menyebutkan, pihaknya terus melakukan kontak dengan agen itu sekaligus menunggu permasalahan yang sebenarnya terkait senjata yang sudah dikirimkan dengan kapal berbendera Panama itu.
"Senjata genggam untuk Perbakin-nya Filipina tak menjadi masalah, tapi SS-1 untuk negara Afrika itu yang dipersoalkan," katanya.
Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu informasi dan kemungkinan dokumen lainnya yang diperlukan.
Ia menyebutkan, ekspor senjata oleh PT Pindad dilakukan dalam rangka mengembangkan perusahaan itu dan juga untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya.
PT Pindad, kata Adik Alvianto merupakan BUMN Strategis yang memiliki potensi besar memasarkan produknya baik di dalam maupun ke luar negeri.
Selain memproduksi senjata dan amunisi, PT Pindad juga telah mampu memproduksi panser APS 6X6 untuk TNI-AD serta memproduksi berbagai suku cadang kendaraan tempur.
Ekspor Senjata Pindad Sesuai Prosedur
Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Anwar Suprijadi menyatakan, senjata yang ditahan otoritas Filipina merupakan barang ekspor legal sesuai dengan prosedur kepabeanan yang dilakukan PT Pindad.
"Itu (senjata) ada pemberitahuan ekspor barang (PEB) dari Tanjung Priok, Jakarta dan diberangkatkan tanggal 10 Agustus lalu. Jadi itu semua resmi karena dokumennya lengkap," ujarnya disela kunjungan ke Pelabuhan Belawan, Minggu.
Terkait kemungkinan kesalahan persepsi di pihak bea cukai Filipina, menurut dia, hal itu bisa saja terjadi.
Hal ini dapat disebabkan kurangnya komunikasi dengan pembeli dan laporan manifes kapal yang kurang lengkap atau tidak dilaporkan dalam daftar isi muatan kapal yang diangkut.
"Muatan di kapal adalah senjata. Jika tidak dilaporkan maka jadi permasalahan," katanya.
Namun, lanjut Anwar, secara resmi PT Pindad telah mengekspor dengan persyaratan yang ditetapkan.
Kendati demikian, jika dilakukan pergantian senjata di laut, kemungkinan itu bisa saja terjadi.
"Jika di laut ada pergantian kita tidak tahu, karena pengawasan kami hanya sampai di Tanjung Priok," tegasnya.
Sebelumnya aparat bea cukai Filipina telah menahan satu kapal kargo "Capt Ufuk" di Bataan, yang mengangkut sekitar 50 senapan, pada Kamis malam (20/8).
Setelah dicek, ditemukan senapan buatan Pindad berjenis SS1-V1, beberapa perlengkapan militer lainnya, dan senjata laras panjang bermerek Israel "Galil", sejenis senjata tipe serbu yang sangat akurat dalam jarak 300-800 meter.
Selain senjata-senjata itu, aparat Filipina juga menahan 14 awak kapal dari Georgia dan Afrika.
Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Georgia dan singgah di Indonesia untuk mengambil barang, sebelum kemudian berlayar ke Pelabuhan Mariveles.
Pemerintah Indonesia masih menanti konfirmasi dari pemerintah Filipina terkait dengan temuan dari kapal berbendera Panama ini.
Sedangkan juru bicara PT Pindad, Timbul Sitompul, mengatakan, sejumlah senjata yang ditemukan di Filipina itu adalah pesanan dari pemerintah Filipina dan Mali.
"Filipina memesan senjata jenis pistol P2 sebanyak sepuluh unit dan Pemerintah Mali (Afrika Selatan) memesan sejumlah senjata laras panjang SS1-V2," katanya.
Sumber: Antara
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 31st, 2009, 07:31 AM Tim Latma Elang AUSINDO transit di Lanud El Tari
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/Ausindo.jpg
31 Agustus 2009, Kupang -- Minggu, 30 Agustus 2009 Tim Latma Elang AUSINDO transit di Lanud El Tari sebelum melanjutkan perjalanan ke Darwin, Australia. Danlanud Iswahyudi bertindak sebagai ketua rombongan tim yang pada kedatangannya di Lanud El Tari langsung disambut oleh Danlanud El Tari Letkol Pnb Joko Sugeng S.
Pada latihan bersama antara TNI Angkatan Udara dan Australian Air Force, TNI AU mengerahkan kekuatan 4 pesawat tempur F-16 dan 2 Pesawat C-130 Herkules sebagai pendukung serta personel sebanyak 87 orang. Tim transit semalam dan melanjutkan perjalanan ke Darwin tanggal 31 Agustus 2009.
Pada kesempatan yang sama Lanud El Tari melaksanakan “open house” kepada masyarakat kupang untuk melihat dari dekat pesawat – pesawat tempur yang di miliki oleh TNI Angkatan Udara yang akan melaksanakan latihan bersama dengan Australia. Masyarakat kupang sangat antusias sekali terhadap kegiatan ini karena dapat melihat dari dekat pesawat – pesawat tempur yang dimiliki oleh Indonesia.
Sumber: PENTAK LANUD EL TARI
:cheers:
Rock Star August 31st, 2009, 08:33 AM TNI Tambah 600 Prajurit Amankan PT Freeport
Biak (ANTARA News) - Sedikitnya 600 prajurit TNI AD akan diperbantukan mengamankan areal kerja PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Timika, Papua mulai 2 September 2009.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ahmad Yani Nasution di Biak, Senin, mengatakan, penempatan ratusan prajurit TNI itu atas permintaan Polri dalam upaya memulihkan situasi Kamtibmas di areal PT.Freeport.
"Ke-600 prajurit TNI AD tambahan itu akan bertugas secara efektif 2 September," kata Mayjen AY Nasution.
Ia mengakui, prajurit TNI AD yang diperbantukan mengamankan Freeport dipersiapkan untuk menghadapi kelompok separatis (TPN/OPM) yang sering mengganggu keamanan masyarakat setempat, khususnya di sekitar Freeport.
Nasution belum memastikan sampai kapan prajurit tambahan itu akan bertugas di Freeport, yang jelas sampai situasi keamanan di sana benar-benar pulih.
Menyinggung situasi keamanan di Papua dan Papua Barat, Pangdam Nasution mengemukakan, sampai saat ini tetap kondusif. Aktivitas warga masyarakat maupun fasilitas umum berjalan normal seperti biasanya.
"Untuk wilayah teritorial Kodam XVII/Cenderawasih situasi aman dan terkendali," ujar Nasution. (*)
___________________________________________________________________________________
Pelibatan TNI Tangani Terorisme Punya Payung Hukum
Jakarta (ANTARA News) - Menko Polhukkam Widodo AS menegaskan, pelibatan TNI dalam upaya penanggulangan berbagai aksi terorisme saat ini mempunyai payung hukum dan hal itu dilakukan apabila Polri meminta bantuan pada TNI setelah adanya perkembangan kebutuhan di lapangan.
"Pelibatan TNI dalam upaya penanggulangan terorisme merupakan penguatan upaya nasional yang dipayungi oleh peraturan perundang-undangan," ujar Widodo saat rapat kerja dengan Komisi I di Gedung DPR Jakarta, Senin.
Ditegaskannya bahwa pelibatan itu merupakan bantuan TNI kepada Polri atas permintaan setelah adanya sejumlah perkembangan situasi dan kebutuhan dilapangan, yakni pada skala dan eskalasi ancaman teror tertentu dan diperlukan pengerahan sumber daya dan kemampuan tertentu yang berada di luar kapasitas Polri.
Hal-hal yang berada di luar kapasitas Polri itu, Widodo menggambarkan, semisal pembajakan kapal di laut lepas atau dalam pesawat terbang, penyanderaan di daerah terpencil hingga penggunaan senjata pemusnah massal.
Terkait payung hukum pelibatan TNI dalam penanggulangan terorisme, Widodo menjelaskan bahwa UU No 2/2002 tentang Kepolisian RI dan UU No 34/2004 tentang TNI memberikan ruang untuk perumusan bersama mekanisme dan prosedur pelibatan TNI itu.
Penjabaran kedua UU tersebut, menurut Widodo, akan memayungi pelibatan TNI dalam penanggulangan teror, baik secara politis maupun secara hukum.
Dalam raker yang dipimpin Ketua Komisi I Theo Sambuaga itu, tampak hadir mendampingi Menko Polhukkam diantaranya Mendagri Mardiyanto, Kepala BIN Syamsir Siregar, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Jaksa Agung Hendarman Supandji dan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.
Pada kesempatan itu, kalangan anggota Komisi I banyak mengkritik kinerja jajaran kepolisian berikut intelijennya dalam penanganan kasus teror bom, khususnya untuk perburuan Noordin M Top dan jaringannya yang tidak kunjung usai. (*)
Sumber: Antara
VRS September 1st, 2009, 03:32 AM lovely to see ur so many article...keep posting bro...
Rock Star September 6th, 2009, 12:40 PM lovely to see ur so many article...keep posting bro...
Thanks Bro.....
Badan Pengawas Senjata Belum Mendesak
5 September 2009, Jakarta -- Departemen Pertahanan (Dephan) menilai pembentukan badan pengawas perdagangan senjata belum mendesak. Alasannya, mekanisme pengadaan, khususnya ekspor senjata telah dilakukan sesuai prosedur.
"Yang perlu dilakukan revitalisasi fungsi dan peran masing-masing instansi terkait," kata Sekretaris Jenderal, Dephan, Letnan Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin di kantor Dephan, Jakarta, Jumat (4/9).
Wacana pembentukan badan pengawas menguat menyusul penyitaan ratusan senjata buatan PT Pindad oleh otoritas Filipina yang ditemukan dalam kapal kargo berbendera Panama, Captain Ufuk, dua pekan lalu. Pemerintah dan Pindad bersikukuh proses di dalam negeri sudah sesuai prosedur. Penyitaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemesan.
Dia menegaskan, departemennya telah sesuai aturan dan norma dalam ekspor senjata, termasuk unsur pengawasan. Namun, kasus Filipina mengharuskan pihaknya lebih teliti dan jeli dalam menerbitan izin ekspor, khususnya jika menggunakan kontrak free on board (FOB).
Dalam pembelian melalui kontrak FOB, pengawasan yang menjadi tanggung jawab produsen hanya sampai di pelabuhan muat. Pengiriman selanjutnya diserahkan pada pemesan.
"Sehingga mesti diteliti betul rekam jejak perusahaannya," katanya.
Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menyatakan, selama ini pemberian izin pengesahan pengamanan (security clearance) ekspor senjata sudah melalui mekanisme pengecekan dan dilakukan dengan selektif.
"Tidak main-main dan sembarangan," katanya.
Dalam proses ekspor senjata ke Filipina dan Mali, pihaknya telah melakukan prosedur sesuai aturan berlaku. Dia meminta, TNI jangan dibawa-bawa ketika muncul persoalan dalam proses pengiriman.
Pasalnya, kewenangan militer hanya pemberian security clearance. Terkait kondisi dan keberadaan senjata-senjata itu di luar negeri, TNI sudah tidak memiliki kewenangan.
Di Filipina, Senator Rodolfo Biazon mengusulkan Senat menyelidiki temuan senjata Pindad dan mempertimbangkan kasus itu sebagai isu keamanan nasional. Dia mengatakan, senjata-senjata sitaan yang diperuntukkan untuk bertempur itu seharusnya menjadi perhatian militer.
"Bukan sekadar kasus hilangnya senjata. Ini adalah kasus keamanan nasional karena 200 senjata dapat mempersenjatai satu batalyon," kata mantan kepala staf angkatan bersenjata ini seperti dilansir media Filipina Inquirer.net.
Dia meminta kasus tersebut diselidiki komite pertahanan nasional berdasarkan Resolusi Senat 1386. Sumber: JURNAS
RI Masih Bisa Beli Alutsista Rusia US$900 Jt
5 September 2009, Jakarta -- Pemerintah Indonesia masih memiliki sisa komitmen pendanaan Alat Utama Sistem Persenjataan (alutista) dengan Rusia senilai US$ 900 juta. Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang akan mengusahakan komitmen ini, agar ke depan bisa dipakai secara maksimal.
Direktur Pinjaman dan Hibah Departemen Keuangan Maurin Sitorus mengatakan dana sebesar itu adalah sisa dari komitmen yang pernah disepakati pada tahun 2007 lalu.
"Saat itu ada komitmen untuk state credit untuk pembelian peralatan alutista dari Rusia dengan pagu sebesar US$ 1 miliar dan baru terpakai US$ 100 juta," kata Maurin di Kantor Menko Perekonomian, Jumat 4 September 2009.
Untuk 2010, pemerintah akan mengusahakan dana ini guna mengoptimalkan pembelanjaan alutista Indonesia. "Nanti mengenai alutista sendiri kami harapkan ada kelanjutan G to G dari pagu yang tersisa," katanya.
Sisa pagu ini, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Pagu kemarin baru terpakai sedikit karena saat itu negosiasi harga tidak berjalan mulus. "Negosiasi berjalan alot, sehingga realisasi minimal," katanya.
Menurut Maurin, pihak Rusia yang menjalin kerjasama ini adalah BUMN Rusia, Roso Boron Export. "Itu partner Dephan kita," katanya.
Selain itu untuk memperkuat persenjataan dalam negeri, pemerintah tahun lalu juga telah mengeluarkan PP 54 tahun 2008 tentang pinjaman dalam negeri. "Sesuai dengan PP ini tahun depan kita menganggarkan Rp 1 triliun untuk pembiayaan produk-produk pertahanan atau alutista yang bisa dihasilkan dari dalam negeri," ujar Maurin.
Sumber anggaran Rp 1 triliun ini, kata dia, asalnya dibatasi hanya dari BUMN, Pemda dan institusi yang memiliki anggaran surplus. "Itu
karena sifatnya pinjaman dalam negeri, nanti mungkin pertama akan diusahakan dari perbankan," ujarnya. Sumber : Vivanews
Latihan Bersama TNI AU-RAAF Berakhir
5 September 2009, Kupang -- Latihan bersama TNI Aangkatan Udara (AU) dan Angkatan Udara Australia (RRAF) di kawasan udara Darwin, Northern Territory (NT), Australia, berakhir sejak Jumat (4/9).
Empat pesawat tempur F-16 TNI AU yang terlibat latihan tersebut, Sabtu (5/9), tiba di Pangkalan Udara TNI AU El Tari Kupang sebelum melanjutkan penerbangan ke Skuadron Udara Tiga Lanud Iswahyudi. Prajurit TNI AU lainnya yang berjumlah 90 orang, juga telah kembali ke Tanah Air bersama dua pesawat Hercules milik TNI AU.
Kepala Penerangan Lanud El Tari Kupang Lettu Tari Dedy Setiawan mengatakan latihan yang dimulai 31 Agustus 2009 tersebut berlangsung sukses. Latihan itu bertajuk 'Elang Ausindo 2009' melibatkan tujuh pesawat temput F-18 milik RAAF.
"Latihan ini bertujuan meningkatkan kualitas tempur dan ketahanan awak pesawat, dan meningkatkan hubungan Indonesia-Australia, " katanya ketika dihubungi wartawan di Kupang, Sabtu. Latihan tersebut mwrupakan kelanjutan latihan yang pernah digelar di Makasar, Sulawesi Selatan pada 2007. Latihan antara lain dilakukan dengan teknik tempur udara antara pesawat TNI melawan pesawat RAAF dan manuver udara. Sumber: Media Indonesia
Pengamat LIPI: Pengadaan Kapal Selam Mendesak
5 September 2009, Jakarta -- Pengamat Militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, pengadaan kapal selam mendesak dilakukan mengingat kondisi geografis dan kekuatan pertahanan kawasan regional saat ini.
"Efek tangkalnya yang sangat tinggi diharapkan bisa mengurangi potensi ancaman. Jangan ditunda-tunda pembeliannya," katanya, ketika dihubungi di Jakarta, Minggu.
Kendala keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah dalam pengadaan alat utama sistem senjata strategis seperti kapal selam, dapat disiasati dengan kesetaraan kualitas kemampuan tempur dengan kapal selam yang dimiliki negara lain.
"Dengan anggaran terbatas tidak perlu bicara kuantitas. Kesetaraan kualitas lebih penting diperhatikan," katanya.
Jaleswari mengemukakan, Dephan dan TNI berani mereduksi alat utama sistem persenjataan yang sudah tidak layak pakai. Anggaran perbaikan senjata lawas tersebut bisa dialokasikan untuk membayar cicilan.
Khusus untuk TNI AL diharapkan memiliki teknologi pemantauan antikapal selam yang dipasang di pulau-pulau yang rawan dilalui kapal selam negara lain.
"Tapi semua langkah ini percuma kalau Indonesia belum memiliki visi kemaritiman yang kuat," katanya menegaskan.
Pada 2011 Indonesia, berencana menambah dua kapal selam untuk TNI Angkatan Laut. Hal itu kini masih dibahas di Departemen Pertahanan yang telah mengantongi dua negara yang menjadi negara produsen. Dua negara produsen itu yakni Korea Selatan dan Rusia.
Pengadaan dua kapal selam baru tersebut, sebenarnya masuk dalam alokasi Kredit Ekspor 2004-2009. Namun, keterbatasan anggaran yang disediakan mengakibatkan pengadaannya tersendat hingga kini.
"Kami upayakan dapat segera teken kontrak pada 2011," ujar Menteri Pertahanan Juwono. Sumber: tvone
---------------------------------------------------------
KILO KILO KILO :banana: :banana: :banana:
typhoonbringer September 6th, 2009, 11:31 PM mantap, ayo kasal, ngotot herdeeer :D
ah moga2 ga disabotase sama rekanan + softex
bagak September 7th, 2009, 04:38 AM Indonesian Old Submarines...
http://img512.imageshack.us/img512/3475/armadakapalselamindones.png (http://img512.imageshack.us/i/armadakapalselamindones.png/)
Kopassus September 7th, 2009, 07:39 AM Thanks Bro.....
Pengamat LIPI: Pengadaan Kapal Selam Mendesak
5 September 2009, Jakarta -- Pengamat Militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, pengadaan kapal selam mendesak dilakukan mengingat kondisi geografis dan kekuatan pertahanan kawasan regional saat ini.
"Efek tangkalnya yang sangat tinggi diharapkan bisa mengurangi potensi ancaman. Jangan ditunda-tunda pembeliannya," katanya, ketika dihubungi di Jakarta, Minggu.
Kendala keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah dalam pengadaan alat utama sistem senjata strategis seperti kapal selam, dapat disiasati dengan kesetaraan kualitas kemampuan tempur dengan kapal selam yang dimiliki negara lain.
"Dengan anggaran terbatas tidak perlu bicara kuantitas. Kesetaraan kualitas lebih penting diperhatikan," katanya.
Jaleswari mengemukakan, Dephan dan TNI berani mereduksi alat utama sistem persenjataan yang sudah tidak layak pakai. Anggaran perbaikan senjata lawas tersebut bisa dialokasikan untuk membayar cicilan.
Khusus untuk TNI AL diharapkan memiliki teknologi pemantauan antikapal selam yang dipasang di pulau-pulau yang rawan dilalui kapal selam negara lain.
"Tapi semua langkah ini percuma kalau Indonesia belum memiliki visi kemaritiman yang kuat," katanya menegaskan.
Pada 2011 Indonesia, berencana menambah dua kapal selam untuk TNI Angkatan Laut. Hal itu kini masih dibahas di Departemen Pertahanan yang telah mengantongi dua negara yang menjadi negara produsen. Dua negara produsen itu yakni Korea Selatan dan Rusia.
Pengadaan dua kapal selam baru tersebut, sebenarnya masuk dalam alokasi Kredit Ekspor 2004-2009. Namun, keterbatasan anggaran yang disediakan mengakibatkan pengadaannya tersendat hingga kini.
"Kami upayakan dapat segera teken kontrak pada 2011," ujar Menteri Pertahanan Juwono. Sumber: tvone
---------------------------------------------------------
KILO KILO KILO :banana: :banana: :banana:
Ditunda lagi!!!????:ohno:
Bulan lalu, katanya "Akhir Agustus kita akan bikin keputusan pilih yg mana"
Soon Malingsia will get their second Scorpene......kalau kontrak diteken 2011, kami mungkin baru dapat kapal selam baru tahun 2016an....
7 years such a big capability gap! Iyalah, Malingsia semakin lama semakin lebih sombong, cause we make no chance in a conflict.
Daripada menggunakan dana yg begitu terbatas utk proyek2 prestige yg tidak berguna seperti Jembatan Selat Sunda.....
Kopassus September 7th, 2009, 07:52 AM Confirmation of the bad news of Rockstar...
Monday, September 07, 2009
Pengadaan Alutsista Strategis Ditunda Hingga 2011
JAKARTA - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan, pengadaan alutsista strategis seperti kapal selam baru mulai diadakan pada 2011.
"Hal itu sesuai pesan presiden kepada Menhan bahwa fokus kabinet baru 2009-2011 adalah mengatasi kemiskinan dan pembangunan infrastruktur. Semua pengadaan alutsista strategis yang mahal, baru akan teken kontrak mulai 2011," katanya, kepada ANTARA di Jakarta, Minggu (6/9).
Ia menegaskan, dalam pengembangan kemampuan pertahanan negara baru akan difokuskan pada pengadaan alutsista angkut, seperti kapal angkut dan pesawat angkut, belum pada alutsista yang bersifat strategis tempur seperti kapal selam dan pesawat tempur.
Biar kemampuan kita tidak berkembang...:ohno:
Untuk mengimbangi kekuatan tempur negara lain, Indonesia memfokuskan diri untuk melakukan kesetaraan teknologi (upgrade) pada alutsista strategis yang dimilikinya, lanjut Juwono.
"Kesetaraan teknologi militer dengan negara tetangga tetap dipertahankan meski dalam jumlah masih belum memadai. Disamping itu ketrampilan dan mutu prajurit, pelaut dan penerbang kita tetap unggul sehingga menjadi faktor penggetar
What a bulls.. kita sudah tidak setara lagi sm tetangga kita, tapi sudah tertinggal....
"menjadi faktor penggetar....":lol:...yaah, oleh karena itu kita diketawain sama tetangga....
Other news...
TNI wants 100 new speedboats
The Jakarta Post | Mon, 09/07/2009 9:50 AM | National
The Indonesian Military (TNI) said Monday it wanted to have 100 new speedboats to protect Indonesian waters near the border with neighboring countries.
"Most of them will be placed near our borders with the Philippines," TNI Chief Gen. Djoko Santoso said as quoted by kompas.com.
Kompas.com also reported that border areas between Indonesia and the Philippines were prone to smuggling and terrorism activities as the security was too loose there.
Recently, a number of firearms illegally delivered from Indonesia were seized in the Philippines.
KOh!? illegally?! Itu yg dari Pindad utk Mali kan?
Rock Star September 7th, 2009, 05:46 PM Confirmation of the bad news of Rockstar...
Ia menegaskan, dalam pengembangan kemampuan pertahanan negara [B]baru akan difokuskan pada pengadaan alutsista angkut, seperti kapal angkut dan pesawat angkut belum pada alutsista yang bersifat strategis tempur seperti kapal selam dan pesawat tempur.
Biar kemampuan kita tidak berkembang...:ohno:
:nuts: Supaya kalau terjadi perang bisa untuk ngungsiin warga negaranya...... :bash: :bash:
:lol: :lol: :lol: :lol: :lol:
Sizter85 September 9th, 2009, 01:25 AM Selasa, 08 September 2009 , 12:06:00
Pesawat Intai Jatuh di Tambak, 4 Tewas
Pilot dan Copilot Selamat, Ada Penumpang Sipil
TERBELAH: Inilah bangkai pesawat Nomad, terbelah dua di tengah tambak. Korban yang selamat termasuk pilot dievakuasi menuju rumah sakit. (foto:radar tarakan)
http://i29.tinypic.com/13zmqz4.jpg
BALIKPAPAN - ‘Burung besi’ milik TNI jatuh lagi. Kali ini pesawat intai jenis Nomad milik TNI Angkatan Laut, jatuh dan terbelah dua di kawasan tambak Sekatak Bengara, Sungai Sukun Mentadau RT 3 Kabupaten Bulungan, Senin (7/9) siang kemarin sekira pukul 14.15 Wita.
Pesawat Nomad tipe CN 22 nomor penerbangan P 837 biasa digunakan melakukan patroli udara rutin di udara perbatasan Malaysia dan Indonesia di kota Nunukan Kalimantan Timur.
Dalam kecelakaan pesawat tersebut, pesawat membawa 9 awak termasuk kru. Akibatnya, 4 orang tewas dan 5 awak lainnya luka parah dan sampai saat ini sedang dilakukan evakuasi oleh jajaran TNI-kepolisian kota Bulungan dibantu masyarakat.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Rudi Pranoto mengatakan, pihaknya telah mendapatkan laporan terakhir pukul 17.00 Wita, kemarin. Menurut Rudi Pranoto, pesawat Nomad bikinan Australia dipiloti Letnan Satu (Lettu) Erwin, kopilot Lettu Syaiful dan Sersan Mayor Sodikin, bertolak dari kecamatan Long Apung Kabupaten Malinau sekira pukul 13.17 Wita menuju bandara Juwata Tarakan. Namun kurang lebih 30 menit mengudara, hilang kontak dengan menara pengawas.
“Setelah sempat Lost Contact atau hilang kontak, kami dapat informasi pesawat jatuh dari anggota Polres Bulungan. Lokasi jatuhnya pesawat pada titik koordinat 03’09618 LU, 11711575 BT,” jawab mantan Kapolres Malinau ini.
Polda Kaltim sendiri masih menunggu laporan dari jajaranya yang telah menuju ke lokasi jatuhnya pesawat terletak sekira dua jam dari kota Bulungan menuju pesisir sungai. Seluruh korban tengah dilakukan evakuasi.
Diketahui korban tewas yakni Yakob Yayang, Sri Hardi, Rilla dan Muslimin seluruhnya warga sipil. Sementara itu Lettu Erwin mengalami luka parah, Lettu Syaiful mengalami luka parah dan teknisi Serma Sadikin menderita luka ringan dan Muhaimir warga sipil mengalami luka ringan.
“Seluruh korban meninggal dan selamat dibawa ke rumah sakit TNI AL Tarakan. Kondisi pesawat saat ini menurut laporan, posisinya terbalik dan patah menjadi dua bagian,” tuturnya.
Lokasi jatuhnya pesawat di areal tambak milik H Arif di pulau Mantadau, kondisi peswata patah bagian kepala dan terbalik terlentang. Saksi yang melihat kejadian tersebut penjaga tambak Sukri (26) dan Acok (16). (bai)
http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=22574
VRS September 9th, 2009, 03:14 AM sorry to hear that....another tragedy....feels that Singapore n Malaysia always monitoring news about army aircraft in Indonesia..
Rock Star September 9th, 2009, 07:40 AM ^^ Oooooohhhhh tidaaakk....mengapa ini harus terjadi lagi... :ohno: :ohno: :ohno:
MPR: Segera Selamatkan Pesawat Militer
Jakarta, (ANTARA News) - Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengatakan, pemerintah agar segera menghadirkan kebijakan pencegahan untuk menyelamatkan pesawat-pesawat militer beserta pilotnya agar berbagai kecelakaan tidak lagi terulang di kemudian hari.
"Harus ada mekanisme ketat perawatan pesawat-pesawat itu dan juga alokasi anggaran untuk `maintenance` dan pengadaannya," ujarnya menjawab pers di gedung DPR Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan, peristiwa jatuhnya pesawat intai maritim Nomad TNI Angkatan Laut yang jatuh itu merupakan peringatan keras bagi jajaran TNI dan pemerintah.
Menurut Ketua MPR, berbagai kecelakaan pesawat militer dalam beberapa waktu terakhir seharusnya menyadarkan jajaran TNI untuk segera meremajakan berbagai pesawat tempurnya.
"Peristiwa ini seharusnya menjadi yang terakhir dan tidak boleh terulang lagi," tegasnya seraya menambahkan bahwa dalam setiap peristiwa harus bisa diambil hikmahnya.
Pada kesempatan itu, Hidayat juga mengingatkan kalangan panitia anggaran DPR agar lebih memperhatikan rencana anggaran untuk peremajaan berbagai sarana militer yang digunakan untuk mempertahankan kedaulatan negara.
Sebelumnya pesawat milik TNI jenis Nomad dilaporkan jatuh di daerah Sekatak Bengara Sungai Sukun Mentadau RT 03 Kabupaten Bulungan, Kaltim pada Senin (7/9) siang . Pesawat itu sedang dalam perjalanan dari Long Bawan di Kabupaten Nunukan ke Bandar Udara Juwata di Kota Tarakan, Kaltim.
Pesawat itu mengangkut tiga awak serta enam penumpang. Tiga awak pesawat itu adalah Pilot Lettu Erwin, Kopilot Lettu Saiful, dan kru teknisi Serma Sodikin. Dalam insiden itu, sebanyak empat orang dilaporkan tewas, dan lima korban lainnya cedera dan dirawat di RS AL Tarakan.(*)
Tujuh Pesawat Nomad TNI-AL Sementara Tak Boleh Terbang
TNI AL memutuskan tidak mengoperasikan tujuh pesawat Nomad yang kondisinya masih laik terbang. Perintah diamanatkan Kepala Staf TNI AL (KSAL) Laksamana Tedjo Edhy Purdijatno menyusul jatuhnya Nomad P-837 di Kecamatan Sekatak Bengarai, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, dua hari lalu.
“Diperintahkan tidak terbang sementara waktu,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksma Iskandar Sitompul di Jakarta, Selasa (8/9). Matra Laut memiliki 19 Nomad yang masih dapat dioperasionalkan. Tapi keterbatasan anggaran membuat hanya delapan unit yang saat ini dinyatakan sudah laik terbang, termasuk pesawat naas itu.
Iskandar mengatakan, saat ini tim investigasi TNI AL masih penyelidiki penyebab jatuhnya pesawat. Laporan awal pilot ke Tower Bandara Tarakan memang mengindikasikan adanya kerusakan mesin pada pesawat buatan Australia tahun 1982 itu.
Dari lokasi jatuhnya pesawat dilaporkan, proses evakuasi bangkai pesawat akhirnya diundur. Pasalnya, Bandara Juwata di Tarakan, Kaltim tengah diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan. Menurut Komandan Pangkalan TNI-AL (Danlanal) Tarakan, Letkol Laut (P) Bambang Irwanto, proses evakuasi Tim Salvage atau Search and Rescue (SAR) dari Armada RI Kawasan Timur (Armatim) yang berada di Surabaya, Jawa Timur seharusnya sudah mulai tiba di Tarakan Selasa (8/9). Evakuasi bangkai pesawat Nomad dijadwalkan Rabu (9/9), hari ini.
“Untuk menuju ke Sekatak melalui Tarakan. Karena kondisi bandara di Tarakan berkabut asap evakuasi terpaksa diundur,” kata Irwanto kemarin. Proses evakuasi tim Salvage akan melalui perairan dengan menggunakan speed boat dari kota Tarakan menuju Sekatak, Bulungan.
Siaran pers Dinas Penerangan TNI AL menyatakan seluruh korban sembilan orang telah dievakuasi ke Tarakan oleh Satuan Tugas SAR, termasuk lima korban selamat. Mereka telah berada di Rumah Sakit TNI AL Tarakan untuk mendapatkan perawatan intensif. Empat korban meninggal dalam proses penyerahan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Di Istana Negara, Presiden SBY menyampaikan bela sungkawa atas tewasnya empat penumpang sipil dalam peristiwa jatuhnya pesawat intai TNI Angkatan Laut di Sungai Sukun Mentadan, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, Senin (7/9) siang. Sumber: JURNAS
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/1007240.jpg
=NaNdA= September 9th, 2009, 11:40 AM ^^ kalo ga salah ini buatan Australia ya? dan Australia sendiri udah ga mau make pesawat ini..
perusahaan pembuat pesawatnya juga ngaku kalo ada kesalahan desain/manufaktur/apa gitu.. CMIIW
Kopassus September 9th, 2009, 03:44 PM ^^ kalo ga salah ini buatan Australia ya? dan Australia sendiri udah ga mau make pesawat ini..
perusahaan pembuat pesawatnya juga ngaku kalo ada kesalahan desain/manufaktur/apa gitu.. CMIIW
Yes , its made bi Government Aircraft Factory(GAF) and indeed, the Australians dont want to fly anymore with their own aircraft because of its unreliability, so they sell those "widowmakers" to their northern neighbours....
Its really time to replace those crap with our own NC212-200 MPA or CN235-220 MPA's.... not only Indonesian made, but also better, in reliability and capability(only more expensive)
Wednesday, September 09, 2009
TNI-AL Kaji Percepatan Penggantian Nomad
JAKARTA - Mabes TNI AL mengkaji percepatan penggantian pesawat patroli Nomad dengan CN-235 buatan PT Dirgantara Indonesia, menyusul kecelakaan yang menimpa pesawat Nomad P-837 di Kalimantan Timur, Senin (7/9).
"Saat ini, kita masih nyatakan pesawat Nomad masih layak pakai meski usianya sudah sangat tua dan kini jumlahnya tinggal tujuh unit dari semula 42 unit," kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul ketika dikonfirmasi ANTARA News di Jakarta, Rabu (9/9).
Ia mengemukakan, untuk sementara waktu tujuh unit pesawat Nomad yang tersisa tidak dioperasionalkan guna penyelidikan lebih lanjut tentang sebab-musabab jatuhnya pesawat Nomad tersebut.
"Sambil melakukan penyelidikan, kita juga mengkaji kemungkinan untuk mempercepat penggantian Nomad dengan CN-235MPA dari PT DI," kata Iskandar.
Setidaknya dalam waktu dekat ini, akan ada tiga pesawat jenis CN-235 yang dipesan TNI AL dari PT DI.
Rencana pembelian ini diharapkan menjadi tonggak penambahan sekaligus peremajaan alat utama sistem senjata (alutsista) di Pusat Penerbangan TNI AL (Puspenerbal).
Sumber : ANTARA
Rock Star September 10th, 2009, 06:50 AM TNI: 70% Persenjataan harus Diganti
JAKARTA - Sekitar 70% persenjataan yang dimiliki TNI sudah saatnya untuk diganti dengan yang baru, kata Juru bicara TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen.
"Sekitar 70% persenjataan yang dimiliki TNI sudah berusia di atas 20 tahun dan memang sudah saatnya diganti," katanya, saat dikonfirmasi hasil audit bersama Departemen Pertahanan dan Mabes TNI tentang alat utama sistem senjata, di Jakarta, Rabu (9/9).
Namun begitu, apakah seluruh persenjataan itu akan langsung dikandangkan dan tidak digunakan lagi, itu perlu kajian dan penelitian lebih lanjut," ujarnya menambahkan.
Bagaimana pun, tambah Sagom, TNI tetap membutuhkan peralatan dan persenjataan untuk latihan dan melaksanakan operasi sesuai tugas pokok, peran dan fungsi TNI.
Jika semua peralatan dan persenjataan yang telah berusia diatas 20 tahun langsung dikandangkan, TNI tidak dapat melaksanakan latihan rutin untuk memelihara kesiapan operasional dan profesionalitasnya.
Sagom mengemukakan, peralatan dan persenjataan TNI yang berusia lebih dari 20 tahun, sebagian telah mengalami peremajaan (retrovit) atau repowering. "Sehingga masih tetap kita pakai, meski sudah saatnya diganti dengan yang benar-benar baru," tuturnya.
Ia menambahkan, saat ini rata-rata kesiapan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI hanya berkisar antara 40-70% dari kebutuhan ideal. Sebagian peralatan dan persenjataan TNI merupakan 'sisa' pengadaan pada era 1960-an, 1980-an dan periode 1990 hingga 2000.
Era 1960-an boleh dikatakan sebagai masa puncak kejayaan TNI tidak saja di kawasan ASEAN, tetapi juga belahan bumi Selatan. Sayang masa kejayaan itu tidak bertahan lama. Pada era 1970-an kondisi dan tingkat kesiapan alutsista yang dimiliki TNI cenderung menurun. Pesawat, kapal dan kendaraan tempur asal negara Timur banyak yang harus diistirahatkan dan diganti buatan negara negara barat.
Kebangkitan TNI baru terasa kembali pada 1980-an. Saat itu TNI diperkuat dengan beberapa persenjataan dan peralatan baru meski tidak terlalu siginfikan. Kondisi ini mengalami sedikit perbaikan di era 1990-2000 dengan penambahan dua Sukhoi, dua Korvet dan panser VAB. "Selain itu, sebagian besar peralatan TNI atau sekitar 70% telah berusia diatas 20 tahun," kata Sagom. Sumber: MEDIA INDONESIA
_______________________________________________________________
Wiidiiiihhhh.....sedih banget ya mendengar berita kayak gini.... :ohno: :ohno:
Kapan Indonesia bisa kembali pada masa kejayaan sperti era 60-an :bash:
VRS September 10th, 2009, 11:11 AM 70%....?? waow...
bagak September 10th, 2009, 05:35 PM TNI: 70% Persenjataan harus Diganti
Kapan Indonesia bisa kembali pada masa kejayaan sperti era 60-an :bash:
Not in a million years, in 60's we have like a dozen submarines, now we have only 2 impotent diving wreck.
Rock Star September 11th, 2009, 08:19 AM padahal indonesia adalah negara terkuat di belahan bumi bagian selatan pada tahun 60-an...selusin kapal selam kelas hiu kencana, 26 Tu-16KS-1, Mig-21, dan masih banyak lagi...kenyatannya berbalik arah sekarang Hiks..hiks..
ini salah satu link kekuatan indonesia tempo doeloe.. cekidot.. http://www.scramble.nl/id.htm
Kopassus September 11th, 2009, 10:32 AM 20 years is not too old......but some of our inventory are made in the 50ties...like the Ferret, Saracen, Saladin, BTR-40, BTR-50 and PT-76....
There is a huge capabillitygap between our almost 30 year old Cakra Kelas (Type 209/1300) and the brand new Scorpenes, but they are still useable, also because they both get refurbished in Korsel....
Menhan: Dua Negara Tawarkan Pesawat Pengganti Nomad
JAKARTA - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan, saat ini ada dua negara yang menawarkan untuk menjual pesawat pengganti Nomad. Hal ini ditegaskan Juwono terkait adanya wacana penggantian pesawat Nomad pascamusibah jatuhnya pesawat jenis Nomad milik TNI Angkatan Laut di Nunukan, Kaltim.
"Ada dua negara yang menawarkan, yaitu Polandia dan Korea Selatan. Dephan dan TNI masih mempertimbangkan mana yang akan dibeli untuk menggantikan pesawat Nomad dua sampai tiga tahun mendatang," kata Menhan Juwono Sudarsono, Kamis (10/9).
Ia juga menjelaskan, ada opsi untuk mendahulukan pembelian pesawat jenis patroli laut yang diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (DI). Namun, untuk mewujudkan hal itu diperlukan suntikan dana khusus dari pemerintah kepada PT DI.
"Kita mengharapkan hal itu karena komitmen Presiden dan Wakil Presiden adalah kita mendahulukan industri penerbangan dalam negeri," kata Juwono.
Mesin Nomad Mati Mendadak
Sementara itu Pilot Letnan Satu Laut (P) Erwin Wahyuwono di RSAL dr Ilyas di Tarakan, Kamis (10/9) ketika dimintai keterangan mengenai kecelakaan pesawat Nomad mengatakan: Kedua mesin mengalami mati mendadak secara bergantian. Akibatnya, pesawat intai maritim itu jatuh dan terhempas ke pertambakan Sukun-Mentadau di Desa Sekatak Bengara, Kecamatan Sekatak, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur. "Mesin kanan mendadak mati lebih dulu. Setengah menit kemudian mesin kiri ikut mati".
Pesawat jatuh saat terbang dari Long Ampung, Kabupaten Malinau, tujuan Tarakan. Pesawat berangkat dari Long Ampung pukul 12.04 Wita. Pesawat dijadwalkan mendarat di Tarakan pukul 13.17 Wita. Namun, pukul 13.00 Wita, kontak dengan Nomad terputus.
Saat mesin kanan mati, menurut Erwin, penerbangan diteruskan dengan satu mesin dan dimungkinkan karena Tarakan sudah dekat. Namun, saat mesin kedua mati, Erwin harus segera mendaratkan pesawat berpenumpang teknisi Sersan Mayor Sodikin dan enam warga sipil dari Long Ampung.
Kopilot Letnan Satu Laut (P) Syaiful menyarankan agar pesawat mendarat di sungai. Namun, menurut Erwin, mendarat di sungai yang dekat muara cukup berbahaya sebab diduga banyak buaya. Karena Syaiful kian cemas, Erwin memutuskan mendaratkan pesawat di pertambakan.
"Jelas mukjizat saya masih bisa hidup karena pesawat terbelah dua dan nyaris hancur," kata Erwin.
Erwin menyatakan duka mendalam sebab kecelakaan itu menewaskan empat dari enam penumpang sipil seketika. Mereka adalah Yakub Kayan asal Bulungan, Muslimin asal Tarakan, serta Fikri dan Sri Hardi asal Nusa Tenggara Barat. Seorang lainnya yakni Muhib meninggal dua hari kemudian di RSUD Tarakan seusai menjalani operasi di RSAL. Korban lain yang selamat yakni Muhaimin asal Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, masih dirawat di RSAL.
Muslimin telah dimakamkan di Tarakan, sedangkan Yakub dimakamkan di Bulungan. Jenazah Fikri dan Sri Hardi telah diterbangkan ke NTB melalui Kota Surabaya dengan pesawat Boeing maskapai Batavia Air, Rabu. Jenazah Muhib dibawa ke NTB juga lewat Surabaya dengan pesawat serupa, Kamis siang.
Sumber : KOMPAS.COM
http://www.tni-au.mil.id/images/content/2009-09-11-abd.jpg
Friday, September 11, 2009
Hercules TNI AU A-1305 Kembali Dari Overhaul di Singapura
SEMARANG - "Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh yang salah satunya memiliki tugas dan kewajiban mengoperasikan serta memelihara sampai tingkat sedang pesawat C-130 Hercules dalam mendukung tugas-tugas operasi TNI AU, dituntut pesawat yang ada harus dalam kondisi siap operasional". Demikian sambutan Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Ida Bagus Anom M., SE. dalam acara penyambutan pesawat Hercules A-1305 di lapangan apel Skadron Udara 32 Lanud Abd Saleh, Kamis (10/9). Disaksikan para pejabat Lanud Abd Saleh dan Insub.
Mengingat jam terbang pesawat Hercules begitu besar, maka diperlukan perawatan berkala dan menyeluruh agar pesawat dapat beroperasi dengan maksimal. Oleh karena itu di lakukan program perawatan menyeluruh Hercules TNI AU A-1305 yang telah selesai dilaksanakan di Singapura. Dengan demikian di harapkan tidak ada lagi accident dan incident terhadap pesawat pesawat Hercules yang ada di Lanud Abd Saleh.
Sumber : DISPENAU
Rock Star September 11th, 2009, 10:57 AM ^^ ^^ Nice Info, thanks bro... :cheers:
Rock Star September 12th, 2009, 07:26 AM Norwegia Tawarkan Empat Hercules
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/35409081EDI001.jpg
C-130H Hercules milik AU Norwegia.
11 September 2009, Jakarta -- Pemerintah Norwegia menawarkan empat unit pesawat angkut C-130 Hercules tipe H kepada Indonesia, kata Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Imam Wahyudi, Jumat.
Ditemui ANTARA di ruang kerjanya di Jakarta, ia mengatakan, empat unit Hercules tipe H itu sebelumnya telah digunakan angkatan udara Norwegia.
"Karenanya mereka (Pemerintah Norwegia) akan melakukan retrovit atau peremajaan terhadap empat Hercules tersebut sebelum diberikan kepada Indonesia," katanya.
Imam mengatakan, empat unit Hercules tipe H yang ditawarkan tersebut keseluruhannya bernilai 66 juta dolar AS. "Ya dengan harga segitu, lumayan juga untuk menambahkan kekuatan skadron Hercules kita, jika pemerintah Indonesia tertarik membelinya," katanya menambahkan.
Sebelumnya, AS menjanjikan bantuan pengadaan enam pesawat angkut C-130 Hercules tipe H dan J untuk Indonesia.
Bantuan berupa potongan harga dengan menggunakan fasilitas Foreign Military Financing (FMF) dan bantuan suku cadang bagi pesawat angkut berat Hercules.
Australia menawarkan Hercules Tipe J, namun pesawat dari Australia masih jangka panjang, kendati prosesnya sudah dilaksanakan sejak sekarang, namun realisasinya masih lama.
Hingga kini Indonesia memiliki satu skadron C-130 Hercules berbagai tipe, yakni C-130 Hercules VIP, C-130 H/HS, C-130 B/H dan C-130 BT dengan tingkat rata-rata kesiapan 60 persen atau sekitar sembilan unit.
Meskipun telah puluhan tahun, TNI AU tetap menggunakan dan memelihara C-130 Hercules melalui perawatan terjadwal service life extension programmed (SLEP), inspection repair as necessary (IRAN), dan program retrofit dengan biaya 51 juta dolar AS untuk empat pesawat agar dapat bertugas lebih lama lagi yakni sekitar 15 tahun.
"Kini dari empat Hercules yang menjalani peremajaan di Singapura, dua telah selesai, dan dua sisanya masing-masing diremajakan di Singapura dan Depo Pemeliharaan 10 TNI AU," demikian Imam.
Sumber: Antara
:cheers:
Rock Star September 12th, 2009, 07:30 AM Hercules TNI-AU Siap Kembali Beroperasi
Kekuatan Skuadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang kembali mendapatkan suntikan tenaga baru, setelah satu unit pesawat Hercules A- 1305 yang sempat menjalani proses retrovet di Singapura kembali dapat dioperasikan.
Sebelumnya, pesawat ini menjalani penggantian mesin total yang sudah usang dan tidak layak beroperasi. Proses kedatangan pesawat Hercules di Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh Malang ini kemarin disambut dengan upacara khusus yang dipimpin Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Malang Marsma TNI Ida Bagus Anom Manuaba. ”Skuadron Udara 32 yang mengoperasionalkan pesawat Hercules, memiliki tugas dan kewajiban mengoperasikan serta memelihara sampai tingkat sedang pesawat Hercules, untuk mendukung tugas-tugas operasi TNI AU,” terangnya.
Mengingat fungsinya yang sangat vital karena mampu menjadi pesawat angkut personel TNI dan logistik, Skuadron Udara 32 setiap saat dituntut selalu menjaga pesawat dalam kondisi siap beroperasi. Selain untuk kemiliteran, kata Ida Bagus,Hercules juga berperan penting dalam operasi kemanusiaan utamanya di daerah bencana di seluruh wilayah Indonesia.
Program retrovet pesawat Hercules ini sengaja dilakukan di Singapura. Ini merupakan perawatan berkala dan menyeluruh agar pesawat dapat beroperasi dengan maksimal, mengingat jam terbang pesawat Hercules cukup tinggi. Diharapkan, dengan perbaikan ini
Sumber: Seputar Indonesia
Rock Star September 12th, 2009, 08:17 AM Pulau Jemur Sah Milik Indonesia
11 September 2009, Padang -- Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia (DEKIN) Rizald Max Rompas, menyatakan Pulau Jemur secara de jure dan de facto hingga kini masih jelas milik Indonesia.
"Secara yuridis, Pulau Jemur berada dalam wilayah NKRI bukan saja dalam batas landas kontinen dan laut wilayah tetapi perairan kepulauan (archipelagic waters)," kata Rizald dalam siaran persnya yang disampaikan Humas DKP, Jumat (11/9).
Rizald mengatakan itu untuk membantah adanya isu klaim Malaysia atas Pulau Jemur dan penjualan Pulau-pulau di beberapa Wilayah Indonesia.
Menurut dia, keberadaan Pulau Jemur itu tidak perlu diributkan lagi oleh bangsa Indonesia karena sesuai PP Nomor 38 Tahun 2002 jo PP Nomor 37 Tahun 2008 tentang Daftar Koordinat Geografis Titik-titik Garis Pangkal Kepulauan Indonesia, Pulau Jemur terletak dalam gugusan Kepulauan Aruah dan berada dalam garis pangkal yang menghubungkan titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia.
Kepemilikan Pulau Jemur oleh Indonesia, katanya, juga ditandai dengan adanya infrastruktur di pulau itu seperti menara suar, pos TNI Angkatan Laut, pos pendaratan ikan, dan Wisma Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hilir.
Namun demikian, terkait adanya promosi Pulau Jemur sebagai destinasi wisata Malaysia secara tidak langsung justru menguntungkan Indonesia sebagai sarana promosi.
"Selain terkenal dengan panorama alam yang indah, pantai berpasir putih, Pulau Jemur juga merupakan habitat penyu hijau dan daerah penghasil ikan," katanya.
Mencermati adanya isu penjualan pulau-pulau di beberapa wilayah NKRI seperti di Mentawai, Sumatera Barat dan Jawa Timur, Rizald mengatakan bahwa tidak ada penjualan pulau-pulau di Indonesia.
"Tidak ada penjualan pulau-pulau di Indonesia yang ada adalah pemanfaatan pulau oleh pihak asing," katanya.
Kegiatan itu pun telah dilakukan sesuai dengan hukum nasional yang berlaku seperti beberapa pulau di Kepulauan Mentawai, Pulau Tabuhan di Kabupaten Banyuwangi, dan Pulau Sitabok di Kabupaten Sumenep Jawa Timur.
Apalagi adanya Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor PER.20/MEN/2008 tentang Pemanfaatan Pulau-Pulau Kecil dan Perairan di Sekitarnya secara tegas menyebutkan bahwa pemanfaatan pulau-pulau kecil dan perairan di sekitarnya dapat diberikan kepada orang asing dengan persetujuan Menteri.
"Pihak asing juga harus sanggup menggunakan fasilitas penanaman modal asing (PMA) yang sekurang-kurangnya 20 persen modalnya berasal dari dalam negeri terhitung sejak tahun pertama perusahaan didirikan dan sejumlah persyaratan lainnya," katanya.
Sebagai lembaga yang berfungsi sebagai forum konsultasi bagi penetapan kebijakan umum di bidang kelautan, DEKIN perlu melaksanakan rapat konsultasi dengan stakeholders guna keterpaduan kebijakan terutama dalam pengelolaan pulau-pulau kecil dan terluar.
Namun demikian, hal yang lebih penting dan menjadi fokus perhatian bagi pemerintah khususnya pemerintah daerah adalah membangun dan mengembangkan potensi pulau-pulau kecil terluar lainnya di wilayah NKRI, tambahnya.Sumber : Media Indonesia
_________________________________________________________________
Empat Pilar Penentu Keungulan Udara
11 September 2009, Jakarta -- Rabu (9/9), Panglima Kosekhanudnas I Marsma TNI J.F.P Sitompul didampingi para staf dan asisten khusus matra darat Kohanudnas melaksanakan kunjungan kerja ke satuan-satuan unsur pelaksana operasi BKO (bawah komando operasi) kosekhanudnas I diantaranya Den Rudal 003 Cikupa Tangerang, Yon Arhanudse 6 Tanjung Priok, dan Yon Arhanudse 10 Bintaro, Pangkosek I didampingi para staf dan asisten khusus matra darat Kohanudnas.
Pada kunjungannya tersebut, Panglima Kosekhanudnas I memaparkan bahwa saat ini ancaman udara yang bisa dimanfaatkan oleh pihak lawan untuk menghancurkan sasaran bukan hanya berupa pesawat udara dan rudal, namun dengan meningkatnya teknologi yang berkembang saat ini ancaman udara berupa pesawat tanpa awak (UAV) bahkan olahraga dirgantara sekalipun dapat menjadi suatu ancaman diantaranya pesawat aeromodelling baik yang berbentuk rotary atau fix wing, ultralight, gantole bermotor dan lain sebagainya yang menggunakan wahana udara dan dikendalikan dari tempat serta jarak yang cukup jauh dari sasaran. Oleh karena itu bahwa untuk mencapai keunggulan udara ditentukan oleh 4 pilar, yaitu keunggulan sumber daya manusia, alutsista, doktrin dan kodal, dengan demikian maka sumber daya manusia senantiasa harus dibekali pendidikan dan latihan secara rutin dan berlanjut, alutsista dan doktrin dimodernisasi sesuai dengan perkembangan jaman, kodal harus dapat mendukung kegiatan pengendalian operasi dengan lancar. Papar Panglima Kosekhanudnas I kepada para prajurit Yon Arhanud dan Den Rudal. Dalam rangkaian kunjungan itu pula para prajurit Yon Arhanud dan Den Rudal memberikan simulasi ataupun system kerja dari alutsista yang dimiliki. Sumber: PEN KOSEK HANUDNAS
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star September 15th, 2009, 08:02 AM Penggantian Dua Pesawat Tempur Mendesak
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara meminta penggantian dua pesawat tempur, yakni OV-10 Bronco dan Hawk MK-53 tidak tertunda.
"Secara operasional sudah mendesak," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Bambang Soelistyo di Jakarta, pekan lalu.
Bambang menanggapi rencana Departemen Pertahanan (Dephan) yang hingga 2011 belum akan melakukan pengadaan senjata strategis ber-budget besar seperti pesawat tempur dan kapal selam.
Dia berharap, pengadaan pesawat bisa dikecualikan. "Karena tinggal proses akhir," katanya.
Pemerintah sudah mengalokasikan US$400 juta (sekitar Rp4 triliun) guna mengganti dua skadron pesawat pemukul tersebut. "Tinggal menunggu persetujuan Departemen Keuangan (Depkeu) menggunakan kredit ekspor yang mana," katanya.
Bronco sudah dikandangkan sejak medio 2007 lalu. Matra udara sudah merekomendasikan Super Tucano dari Brasil untuk menggantikan Bronco.
Sedangkan enam unit MK-53 yang ada, hanya dua unit yang kondisinya siap terbang. Ketersediaan suku cadang yang makin sulit mengakibatkan tingkat kesiapan MK-53 makin menurun. "2011 sudah tidak bisa dipakai lagi," kata Bambang.
Untuk pengganti MK-53, TNI AU mengaku masih menggodok berbagai jenis pesawat. Setidaknya terdapat lima alternatif, yakni, L-159B dari Republik Ceko, Yak-130 dari Rusia, Aermacchi M346 asal Italia, Chengdu FTC-2000/JL-9 dari China, dan T-50 asal Korea.
"Akan dipilih dua untuk diajukan ke Dephan," kata dia.
Mengenai spesifikasi, Markas Besar AU menginginkan pesawat yang dipilih tidak hanya untuk keperluan latihan. Pesawat juga harus bisa "berkelahi" agar dapat mengantisipasi kehadiran pesawat asing.
CALON PENGGANTI PESAWAT HAWK MK-53
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/800px-L-159_ALCA_Czech_Air_Force.jpg
Aero L 159 ALCA (Advanced Light Combat Aircraft) is a Czech-built multi-role combat aircraft.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/yak130_large.jpg
The Yakovlev Yak-130 is a Russian subsonic two-seat advanced jet trainer/light attack aircraft that first flew on 26 April 1996
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/m-346_152.jpg
The Alenia Aermacchi M-346 Master is a military transonic trainer aircraft
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/04.jpg
The Guizhou JL-9, also known as the FTC-2000 Mountain Eagle (Shanying) is a 2-seat fighter trainer being developed by the Guizhou Aircraft Industry Corporation for the People's Liberation Army Air Force (PLAAF)
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/1245905283_DubaiAirShowNews5bigT-50.jpg
The T-50 Golden Eagle is a South Korean supersonic advanced trainer and light attack jet, developed by the Korean Aerospace Industries beginning in the late 1990s. The T-50 is South Korea's first indigenous supersonic aircraft and one of the few supersonic trainers. Currently, KAI is upgrading its four prototypes of the T-50 Golden Eagle trainer to advanced light fighters designated FA-50.
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star September 15th, 2009, 08:05 AM ^^ ^^ ^^ ^^ ^^
Ayo - ayo silahkan dipilih...... :lol: :lol:
Rock Star September 15th, 2009, 08:07 AM Alutsista TNI Memprihatinkan
15 September 2009, Jakarta -- Kondisi alat utama sistem persenjataan yang dimiliki Tentara Nasional Indonesia (TNI) memprihatinkan. Hal ini tercermin dari hasil audit yang dilakukan Departemen Pertahanan (Dephan) dan TNI.
Dalam penjelasan tertulis Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono pada Komisi I (bidang pertahanan) di Jakarta, Senin (14/9), penurunan pemeliharaan senjata TNI dikarenakan keterbatasan suku cadang, menurunnya kondisi peralatan (tools) dan fasilitas pendukung seperti hanggar dan bengkel yang kurang memenuhi syarat.
Keterbatasan anggaran perbaikan mengakibatkan militer masih melakukan kanibalisme dan memperpanjang usia pakai pada suku cadang tertentu untuk memenuhi kebutuhan operasional.
Minimnya kesiapan senjata berujung terhadap latihan dan pembinaan sumber daya manusia.
Semisal, penerbang Hercules yang berjumlah 47 orang hanya "dilayani" delapan pesawat laik terbang. Begitu pula pesawat tempur yang 90 penerbangnya hanya disiapkan 21 armada. "Senjata yang habis masa pakainya mesti diganti teknologi terkini," kata Juwono.
Tahun 2010, Dephan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp40,7 miliar atau naik Rp7,02 miliar dibanding 2009. Juwono menegaskan, kenaikan anggaran sebagian besar digunakan untuk pengadaan senjata baru. "Alokasinya sekitar Rp2,5 triliun," katanya.
Pemeliharaan mendapat porsi terbesar kedua dengan Rp791,9 miliar. "Agar usia pakai bertambah."
Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso menolak menyebutkan persentase kesiapan senjata yang dimiliki. "Tidak bisa diungkapkan," katanya.
Yang jelas, hasil audit sudah dilaporkan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden berpesan agar militer intensifkan manajemen pemeliharaan dan pengadaan senjata. "Kebocoran anggaran juga terus dikurangi," kata lulusan Akademi Militer tahun 1975 itu.
Direktur Jenderal Sarana Pertahanan, Dephan, Marsekal Muda Eris Herryanto mengatakan, dari Rp2,5 triliun dialokasikan Rp1 triliun untuk pengadaan dalam negeri.
Alasannya, meningkatkan industri dalam negeri lewat transfer tekonologi dapat mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.
Rencananya, akan diadakan pesawat CN-235 dan helikopter Cougar dari PT Dirgantara Indonesia untuk TNI AU dan Matra Laut. "Juga untuk senjata dan amunisi TNI AD," kata Eris.
Sumber : JURNAS
:ohno: :ohno: :ohno: :nuts: :nuts: :nuts: :ohno: :ohno: :ohno:
Rock Star September 15th, 2009, 09:04 AM PT Pindad Siap Jadi "World Class Player"
PT Pindad menyatakan siap menjadi produsen produk militer kelas dunia dalam tiga tahun ke depan. Namun, BUMN yang dulunya di bawah naungan Badan Pengelola Industri Strategis (BPIS) ini, membutuhkan political will (dukungan politik) dari pemerintah untuk merealisasikan ambisinya.
"Kami yakin dalam tempo tiga tahun ke depan bisa menjadi world class player (pemain dunia) asalkan ada political will dari pemerintah dan didukung semua pihak terkait di Tanah Air," tegas Dirut PT Pindad Adik Avianto Soedarsono dalam perbincangan khusus dengan SP di Bandung, pekan lalu.
PT Pindad yang belakangan ini banyak diekspos media massa terkait ekspor senjata ke Mali dan Filipina, telah berhasil menjadi produsen senjata ringan paling berkualitas di Asia. Pindad menjadi satu-satunya perusahaan eks BPIS yang terus menangguk laba dalam beberapa tahun terakhir.
"Selain memproduksi peluru, senjata serbu SS-1, dan SS-2 dengan berbagai varian serta panser, Pindad kini tengah mengembangkan roket antarpulau dan meriam tempur," lanjutnya.
Menurut Adik, selama 10 tahun terakhir, Pindad sudah mengekspor amunisi dan senjata ke beberapa negara. "Semua konsumen kami puas dan mengapresiasi apa yang dihasilkan Pindad," kata Adik yang enggan memerinci negara-negara tujuan ekspor.
Sekalipun demikian, lanjutnya, Pindad tetap memberi prioritas pesanan dari TNI dan Polri. "Mayoritas produksi kami dipasok ke TNI dan Polri. Hanya sepuluh persen yang diekspor," ungkapnya.
[B]Butuh Dukungan
Menurut Adik, pengembangan industri strategis, khususnya alat utama sistem persenjataan (alutsista), tidak akan berjalan baik tanpa dukungan politik yang kuat pemerintah. Meski Presiden Yudhoyono sudah menginstruksikan agar industri strategis dalam negeri mendapatkan prioritas, kenyataan di lapangan belum seperti itu.
"Masih banyak pihak di pemerintahan yang tidak berdiri satu garis dengan pimpinannya. Kalau tidak pernah ada programnya, bagaimana kita mau bisa berkembang (dalam pengadaan alutsista). Peluangnya besar kalau mau dimanfaatkan, kalau tidak, kita yang ketinggalan terus," jelasnya.
Salah satu contoh dukungan itu, sambung Adik, adalah dengan memberitahukan kepada Pindad tentang program-program pengadaan alutsista. Menurutnya, sebagai "anak asuh" Departemen Pertahanan seharusnya Pindad dibina. Tidak hanya dipandang sebagai salah satu "pemain" yang ikut dalam pengadaan alutsista.
"Misalnya mau memesan senjata laras pendek, bilang dulu berapa banyak pesanannya. Kalau memang kita masih belum bisa, silakan cari ke luar. Tapi, jika sudah tahu berapa kebutuhannya, kita akan berupaya memenuhinya. Jadi jangan asal langsung ditanya bisa-tidak, lalu beli ke luar," tambahnya.
Bentuk dukungan lainnya adalah kepastian. Adik memberi contoh pemesanan 150 unit panser. "Karena dijanjikan 150, teknologinya bisa kita beli. Kalau tidak dijanjikan, dari mana mengganti ongkosnya? Dengan diberdayakan, kita akan belajar, karena kita ada kesempatan," katanya.
Karena, terang Adik, Pindad memiliki kemampuan untuk mengembangkan senjata, seperti pada SS-1. Senjata laras panjang yang teknologinya dibeli dari luar negeri 10 tahun silam itu sudah bisa dikembangkan menjadi SS-2 di Pindad.
Sejak menjabat sebagai orang nomor satu di Pindad, Adik mengaku dirinya terus mendorong karyawan memiliki nilai tambah. Saat ini, kapasitas produksi Pindad mencapai 20.000 pucuk senjata setiap tahun. Kapasitas ini masih lebih kecil bila dibanding industri sejenis di Italia. Di negeri sepakbola itu, kapasitas produksinya bisa mencapai 60.000 pucuk dengan tenaga kerja lebih sedikit.
Dengan jumlah tenaga kerja sekarang, seharusnya kapasitas produksi bisa lebih tinggi. Hanya saja, tidak seluruh produksinya bisa terserap karena memang permintaan dari pemerintah tidak lebih dari 20.000 pucuk.
Sayangnya, tidak seluruh pemangku kepentingan memberikan prioritas kepada PT Pindad untuk memenuhi kebutuhan alutsista. Salah satunya adalah produksi 150 unit panser 6x6.
Pada 2008, Pindad sudah bisa memproduksi hingga 40 unit. Namun pada 2009, Departemen Pertahanan hanya minta diproduksi 25 unit saja. "Padahal, kemampuan sudah 40 (panser) terbukti. Seharusnya kasih lagi 40 (unit)," tuturnya.
Untuk itu, Adik mengharapkan pemerintah serius memihak industri nasional, antara lain dengan memberi prioritas penggunaan produk buatan dalam negeri yang kualitasnya bagus dan harganya bersaing, serta mengusahakan sinergi diantara institusi pemerintah, dalam hal ini BUMN-BUMN terkait.
Harus Didukung
Terkait kesiapan Pindad, anggota Komisi I DPR Andreas Pareira dan pengamat militer Jaleswari Pramodhawardani berpendapat sudah saatnya Pindad dan semua industri strategis lain memperoleh dukungan penuh pemerintah dan instansi terkait. Bentuk dukungan paling nyata adalah mengurangi, bahkan menghentikan pembelian senjata dari luar negeri. Presiden harus tegas mengeluarkan instruksi, yakni Departemen Pertahanan berhenti membeli senjata dari luar negeri, kecuali suku cadang senjata yang sebelumnya dibeli dari luar negeri.
Menurut Andreas, pada dasarnya, kemampuan militer suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan industri strategisnya. "Hal ini berlaku di mana saja. Tidak mungkin kekuatan militer dibangun dengan basis senjata-senjata yang diimpor," katanya.
Dengan terus mengimpor senjata, lanjutnya, Indonesia tidak memiliki kemampuan menata rahasia militer dan pertahanan. Untuk itu, kalau semua berpikir tentang militer dan pertahanan yang kuat, langkah vital yang harus dilakukan adalah memberi dukungan penuh kepada pem-bangunan industri strategis, seperti Pindad.
Sedangkan, Jaleswari mengatakan, dengan memaksimalkan Pindad dan industri strategis lainnya anggaran pertahanan yang minim bisa diatasi. "Selama ini Presiden dan Wakil Presiden terus meminta untuk tidak membeli senjata dari luar. Namun, kenyataannya masih saja sering terjadi pembelian dari luar," katanya.
Kurangnya dukungan buat Pindad dan industri strategis lainnya, selain karena kurangnya kedisiplinan dalam pemesanan alutsista, juga laporan audit yang kurang profesional. Pindad juga sering ditekan dengan bea masuk yang tinggi. "Industri strategis kita berbeda dengan Korea Selatan dan Tiongkok. Mereka memproduksi senjata dengan 80 persen bahan baku lokal, sedangkan Indonesia hanya 20 persen bahan lokal. Bea masuk yang tinggi menyulitkan Pindad," katanya.[EMS/153]
Sumber : suara pembaruan
:cheers: :cheers: :cheers: :banana: :banana: :banana:
kaki_langit September 15th, 2009, 12:22 PM Penggantian Dua Pesawat Tempur Mendesak
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara meminta penggantian dua pesawat tempur, yakni OV-10 Bronco dan Hawk MK-53 tidak tertunda.
"Secara operasional sudah mendesak," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Bambang Soelistyo di Jakarta, pekan lalu.
Bambang menanggapi rencana Departemen Pertahanan (Dephan) yang hingga 2011 belum akan melakukan pengadaan senjata strategis ber-budget besar seperti pesawat tempur dan kapal selam.
Dia berharap, pengadaan pesawat bisa dikecualikan. "Karena tinggal proses akhir," katanya.
Pemerintah sudah mengalokasikan US$400 juta (sekitar Rp4 triliun) guna mengganti dua skadron pesawat pemukul tersebut. "Tinggal menunggu persetujuan Departemen Keuangan (Depkeu) menggunakan kredit ekspor yang mana," katanya.
Bronco sudah dikandangkan sejak medio 2007 lalu. Matra udara sudah merekomendasikan Super Tucano dari Brasil untuk menggantikan Bronco.
Sedangkan enam unit MK-53 yang ada, hanya dua unit yang kondisinya siap terbang. Ketersediaan suku cadang yang makin sulit mengakibatkan tingkat kesiapan MK-53 makin menurun. "2011 sudah tidak bisa dipakai lagi," kata Bambang.
Untuk pengganti MK-53, TNI AU mengaku masih menggodok berbagai jenis pesawat. Setidaknya terdapat lima alternatif, yakni, L-159B dari Republik Ceko, Yak-130 dari Rusia, Aermacchi M346 asal Italia, Chengdu FTC-2000/JL-9 dari China, dan T-50 asal Korea.
"Akan dipilih dua untuk diajukan ke Dephan," kata dia.
Mengenai spesifikasi, Markas Besar AU menginginkan pesawat yang dipilih tidak hanya untuk keperluan latihan. Pesawat juga harus bisa "berkelahi" agar dapat mengantisipasi kehadiran pesawat asing.
CALON PENGGANTI PESAWAT HAWK MK-53
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/800px-L-159_ALCA_Czech_Air_Force.jpg
Aero L 159 ALCA (Advanced Light Combat Aircraft) is a Czech-built multi-role combat aircraft.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/yak130_large.jpg
The Yakovlev Yak-130 is a Russian subsonic two-seat advanced jet trainer/light attack aircraft that first flew on 26 April 1996
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/m-346_152.jpg
The Alenia Aermacchi M-346 Master is a military transonic trainer aircraft
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/04.jpg
The Guizhou JL-9, also known as the FTC-2000 Mountain Eagle (Shanying) is a 2-seat fighter trainer being developed by the Guizhou Aircraft Industry Corporation for the People's Liberation Army Air Force (PLAAF)
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/1245905283_DubaiAirShowNews5bigT-50.jpg
The T-50 Golden Eagle is a South Korean supersonic advanced trainer and light attack jet, developed by the Korean Aerospace Industries beginning in the late 1990s. The T-50 is South Korea's first indigenous supersonic aircraft and one of the few supersonic trainers. Currently, KAI is upgrading its four prototypes of the T-50 Golden Eagle trainer to advanced light fighters designated FA-50.
:cheers: :cheers: :cheers:
Jangan mimpi yang tinggi-tinggi untuk masa 5 tahun kekuasaan rezim SBY - NO ....
Paling-paling penggantinya kayak gini ... murah meriah dan anti crash ..
http://img.photobucket.com/albums/v289/veryclone/Dogfightdarurat1.jpg
blinkblink September 15th, 2009, 03:40 PM ^^ ^^ ^^ ^^ ^^
Ayo - ayo silahkan dipilih...... :lol: :lol:
pilih T 50 Golden Eagle buatan korea beli satu skuadron pasti dikasih TOT minimal untuk pengadan suku cadangnya
Rock Star September 16th, 2009, 10:15 AM ^^ ^^
mungkin malah lebih dari satu skuadron bro... korsel sedang menjalin hubungan kerjasama dengan indonesia untuk mengembangkan F/A-50
Rock Star September 16th, 2009, 10:18 AM CN-235MPA Pengganti Pesawat Nomad Selesai 2010
JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, tiga pesawat intai maritim CN-235 MPA dari PT Dirgantara Indonesia pengganti Nomad, selesai dalam dua tahun.
"Satu unit selesai dan diterima pada 2010 dan sisanya dua unit pada 2011," kata Tedjo Edhy Purdijatno, usai berbuka puasa bersama dengan media massa di Jakarta, Selasa (15/9) malam.
Ia menambahkan, ketiga pesawat CN-235 MPA itu sudah selesai lengkap dengan berbagai fasilitas sebagai pesawat intai maritim. KSAL menegaskan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan sebab musabab jatuhnya pesawat intai maritim TNI Angkatan Laut jenis Nomad P-837 di Sekatak, Kalimantan Timur pada 7 September 2009.
"Proses penyelidikan masih dilakukan oleh tim Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) sedangkan tujuh Nomad kini tengah menjalani pengecekan ulang dan tidak boleh diterbangkan," kata KSAL.
Pesawat Nomad P-837 merupakan buatan Australia pada 1982. TNI Angkatan Laut memiliki dua unit Nomad P-837 bernomor seri N24A-135, dari keseluruhan Nomad yang dimiliki sebanyak 42 unit.
Dari 42 unit tersebut 23 unit telah disisihkan dan 19 unit lainnya masih dapat dioperasionalkan. Namun dari 19 unit tersebut hanya 14 unit yang disiapkan sesuai dengan anggaran yang tersedia.
Dari ke-14 unit itu hanya delapan unit yang dinyatakan siap dan kini tinggal tujuh unit menyusul kecelakaan yang terjadi pada awal September. Pesawat Nomad terbagi dalam empat jenis, yakni N-22S, N-22B, N-22MK 1, dan N-24, dengan tahun pembuatan beragam yaitu tahun 1974, 1981 dan 1984.
Data teknis Nomad: memiliki panjang 14,34 m, lebar/wing span 5,53 m, kecepatan maksimum 166 knot, jarak jelajah 900 mil laut, kemampuan lama terbang lima jam dengan mesin turboprop.
Sumber: MEDIAINDONESIA
_______________________________________________________________
:banana: :banana: semoga akan lebih banyak lagi pesawat yang di pesan dari PT.DI , demi kemajuan bangsa dan PT.DI sendiri :banana: :banana:
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star September 16th, 2009, 10:24 AM TNI AL Prioritaskan Kapal Patroli Cepat Pada 2010
JAKARTA - Mabes TNI AL pada 2010 akan memprioritaskan pengadaan kapal patroli cepat untuk menjaga wilayah perairan nasional, termasuk di wilayah perairan yang berbatasan dengan negara lain.
Dalam perbincangan singkat dengan ANTARA di Jakarta, Selasa (15/9) malam, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan, untuk menimbulkan efek tangkal (detterence) maka kapal-kapal patroli cepat itu akan dilengkapi persenjataan seperti peluru kendali yang memadai.
"Dengan tingkat kesiapan kapal-kapal perang yang minim, maka kita harus memiliki strategi dan skala prioritas tinggi agar wilayah perairan kita tetap terjaga, karena banyak kandungan mineral, minyak dan sumber daya alam lainnya ada di laut," tuturnya.
Tak hanya itu, dengan pengadaan kapal-kapal patroli cepat dapat makin memberdayakan industri pertahanan dalam negeri karena PT PAL sudah dapat membuat kapal-kapal patroli cepat.
"Selain itu, kapal patroli cepat dapat lebih lincah bermanuver terutama di wilayah-wilayah perairan sempit seperti di sebagian perbatasan laut kita dengan negara lain," kata Tedjo.
Berdasarkan hasil audit bersama Departemen Pertahanan dan Mabes TNI tentang persenjataan TNI, kesiapan rata-rata persenjataan TNI hanya 35 persen.
Kasal mengatakan, pihaknya tidak dapat memprediksi berapa persen kenaikan kesiapan alutsista matra laut dari kenaikan anggaran pertahanan pada 2010 sebesar Rp40,7 Triliun.
"Semua sangat tergantung dari apa yang akan kita prioritaskan, apakah tempur, angkut atau apa. Tetapi, yang jelas dengan kondisi yang ada maka kita akan prioritaskan kapal patroli cepat yang dipersenjatai rudal secara memadai hingga menimbulkan efek tangkal efektif dan efisien," demikian Tedjo.
Sumber: ANTARA
______________________________________________________________
:cheers: :cheers: :cheers:
typhoonbringer September 16th, 2009, 04:37 PM MPA trus ASW hmmm sluurpp
Kopassus September 17th, 2009, 12:17 PM Ada lagi pesawat latih jatu.....skrg di Jateng, 1 pilot tewas..
Rock Star September 18th, 2009, 06:38 AM Ada lagi pesawat latih jatu.....skrg di Jateng, 1 pilot tewas..
^^
yup benar, nih beritanya
Pesawat Latih TNI AU, AS202 Bravo Jatuh di Sragen
SRAGEN - Kamis (17/9) pagi tadi sekitar pukul 10.30 dikhabar kembali terjadi kecelakaan pesawat TNI AU di Kampung Gulon, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pesawat latih jenis AS 202 Bravo itu memakan korban siswa penerbangan TNI Angkatan Udara, Letda Felix, langsung di lokasi kejadian .
Wartawati Kompas dari lokasi kejadian melaporkan, badan pesawat latih yang hancur itu ditutupi terpal coklat. Pesawat itu jatuh di tengah persawahan kering yang sudah tidak ditanami padi lagi.
Sampai pukul 14.30, ratusan warga berdatangan, menyaksikan lokasi jatuhnya pesawat yang sudah dibatasi dengan garis polisi.
Saksi mata, Dinah (30), mengungkapkan, pesawat latih itu terbang sangat rendah di atas atap rumahnya. “Pesawat itu terbang tidak seperti biasanya. Rendah sekali. Lalu, tiba-tiba terdengar suara keras. Rupanya pesawat itu jatuh,” kata Dinah sambil menggendong bayinya yang berusia dua tahun.
Sumber: Kompas
Rock Star September 18th, 2009, 09:51 AM ^^ ^^
niiihh... gambar pesawat dan spek
AS/SA 202 Bravo
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/as202bravo.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/2009-09-17-mbau-bravo.jpg
General characteristics
Crew: One, pilot
Capacity: One or two passengers
Length: 6.65 m (21 ft 9¾ in)
Wingspan: 9.8 m (32 ft 2 in)
Height: 2.51 m (8 ft 2¾ in)
Wing area: 13.16 m² (141.58 ft²)
Empty weight: 486 kg (AS 202-18A4 742 kg) (1,069 lb)
Max takeoff weight: 852 kg (AS 202-18A4 1,080 kg[2]) (1,874 lb)
Powerplant: 1× Lycoming O-235-C2A 4-cylinder air-cooled horizontally-opposed piston engine, 86 kW (115 hp)
Max landing weight : AS 202-18A4 1,050 kg
Performance
Never exceed speed: 175 knots
Maximum speed: 227 km/h (122 knots, 141 mph)
Cruise speed: 211 km/h (114 knots, 131 mph)
Stall speed: Flaps 0° 60 KIAS. Flaps 15° 56 KIAS. Flaps 41° 49 KIAS
Rate of climb: 3.66 m/s (720 ft/min)
Endurance : 4½ hrs for 202-18A4
:cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star September 18th, 2009, 10:00 AM F-16 Fighting Falcon Siaga Selalu
18 September 2009, Madiun -- Untuk mewujudkan kondisi aman dan kondusif Skadron Udara 3 dengan menggunakan empat pesawat F-16/Fighting Falcon di siagakan untuk menjaga keamanan dalam liburan lebaran yang sebentar lagi dilaksanakan, Kamis (17/9).
Menindaklanjuti arahan Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Bambang Samoedro S.Sos., agar personel Lanud Iswahjudi yang mendapat tugas siaga selama lebaran agar senantiasa siaga untuk ikut mewujudkan keamanan dan ketertiban. Oleh karenanya Skadron Udara 3 menyiagakan 4 pesawat tersebut lengkap dengan para Penerbang dan Crew Pendukungnya.
Para teknisi mulai terlihat memasang perlengkapan pesawat F-16, berupa drop tank dan sejumlah persenjataan berupa AIM-9 disisi kanan dan kiri pesawat, bila mana ada permintaan/perintah dari Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas). Bila ada serangan secara mendadak maka pesawat tempur tersebut sudah siap siaga bila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Kaitannya dengan hal tersebut, Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Fajar Adriyanto mengatakan, lebaran atau tidak lebaran Skadron Udara 3 selalu siaga. Hal ini disebabkan Skadron Udara 3 harus selalu waspada terhadap situasi (Situation Awareness) dan sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk menjaga keutuhan kedaulatan NKRI.
Sumber: PENTAK LANUD ISWAHJUDI
Rock Star September 18th, 2009, 10:31 AM ini dia nih bocoran info tentang pembangunan LPD ke 3 Indonesia... di bangun di PT. PAL Surabaya... LPD ke 3 yang di beri nama KRI Banjarmasin no lambung belum diketahui.... wuuiiiiiiiihhhh....sangat membanggakan, semoga lebih banyak lagi kapal sejenis..
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/img8246.jpg
LPD KRI Banjarmasin buatan indonesia di PT. PAL (photo credit: cakrabyuha@angkasareaderscommunitiy dan karbol@mp.net)
______________________________________________________________
:banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :cheers: :cheers:
VRS September 18th, 2009, 12:01 PM nice info...keep posting bro...
Rock Star September 19th, 2009, 08:25 AM Petugas Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan Senpi
Jakarta (ANTARA News) - Petugas Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten menggagalkan upaya penyelundupan senjata api (senpi) dari Amerika Serikat. Senpi itu ditemukan oleh petugas Kantor Tukar Pos Udara Kargo Bandara Soekarno Hatta yang sedang melakukan pemeriksaan kiriman pos.
Pusat Komunikasi dan Informasi Polda Metro Jaya, Jumat, menyebutkan, petugas saat itu menemukan kardus terbungkus plastik putih berukuran 60 x 20 cm dengan berat 2,4 kg karena isinya tidak terbaca dengan sinar X.
Karena curiga, petugas lalu membuka kardus tersebut yang ternyata berisi dua buah pistol merk Pietro Bareta Kaliber 45 mm buatan Amerika Serikat berikut dua magazen.
Dalam dokumen yang ada, pengirim paket itu bernama BK yang beralamat di Bandung, Jawa Barat, sedangkan penerima bernama ADH, yang beralamat di, Medan.
Penemuan benda berbahaya itu lalu dilaporkan ke Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta untuk diselidiki. (*)
:cheers: :cheers: :cheers: :cheers: :cheers:
Kopassus September 21st, 2009, 05:26 AM ini dia nih bocoran info tentang pembangunan LPD ke 3 Indonesia... di bangun di PT. PAL Surabaya... LPD ke 3 yang di beri nama KRI Banjarmasin no lambung belum diketahui.... wuuiiiiiiiihhhh....sangat membanggakan, semoga lebih banyak lagi kapal sejenis..
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/img8246.jpg
LPD KRI Banjarmasin buatan indonesia di PT. PAL (photo credit: cakrabyuha@angkasareaderscommunitiy dan karbol@mp.net)
______________________________________________________________
:banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :cheers: :cheers:
Thanks for posting... i expect it will be 592, after KRI Makassar 590 and kRi Surabaya 591.
Nice to seeing progress, really a great LPD, with the big helideck for three helicopters.
It will be equipped with an 100mm maingun, but until now i dont know which model. French made DCNS 100mm or the chinese made H/PJ87 100 mm naval gun or Type 210 100 mm?
risma2006 September 21st, 2009, 09:54 AM Wah hebat yah bangsa Indonesia semakin maju saja di bidang Pertahanan. Semoga bisa membantu mempertahankan kedaulatan NKRI.
oweeyman September 25th, 2009, 02:51 PM edit:D
kaki_langit September 25th, 2009, 04:07 PM Thanks for posting... i expect it will be 592, after KRI Makassar 590 and kRi Surabaya 591.
Nice to seeing progress, really a great LPD, with the big helideck for three helicopters.
It will be equipped with an 100mm maingun, but until now i dont know which model. French made DCNS 100mm or the chinese made H/PJ87 100 mm naval gun or Type 210 100 mm?
Sesuai kontrak harusnya sudah diserah-terimakan bulan September ini ... Tapi sayang molor terus karena termin pembayaran dari pemerintah/Depkeu macet alias tertunda-tunda melulu sehingga PAL kehabisan napas untuk terus menyelesaikan LPD ini .. Hehehehehe
seoul sams September 26th, 2009, 10:26 AM Sesuai kontrak harusnya sudah diserah-terimakan bulan September ini ... Tapi sayang molor terus karena termin pembayaran dari pemerintah/Depkeu macet alias tertunda-tunda melulu sehingga PAL kehabisan napas untuk terus menyelesaikan LPD ini .. Hehehehehe
pemerintah kita emang tukang ngutang!!:ohno:
sama perusahaan dalam negri aja masih ngutang
Rock Star September 28th, 2009, 10:14 AM Berita terkait :
Siap Diserahkan, Kapal LPD Buatan PT PAL
26 September 2009, Jakarta -- Bila berjalan sesuai dengan rencana, akhir September ini PT PAL Indonesia yang berpusat di Surabaya akan menyerahkan sebuah kapal jenis landing platform dock atau LPD 125 meter pesanan Departemen Pertahanan untuk TNI AL.
Kapal buatan PT PAL ini akan menjadi kapal LPD ketiga yang masuk jajaran TNI AL. Dua kapal LPD pertama dibuat pabrik Korea Selatan, Daewoo International Corporation, dan diserahkan kepada TNI AL tahun silam.
Dibandingkan dengan dua LPD pertama, alat utama sistem persenjataan TNI AL yang dibangun di PT PAL ini mengalami sejumlah penyempurnaan mengikuti keinginan TNI AL. Yang termasuk dalam penyempurnaan adalah daya angkut helikopter ditambah dari tiga menjadi lima, kecepatan kapal ditingkatkan dari 15 knot menjadi 15,4 knot, dan bentuk bangunan atas mengurangi penampang radar (radar cross section), membuat kapal lebih sulit ditangkap radar musuh.
Selain itu, kapal LPD tersebut juga dirancang untuk bisa dipasangi senjata 100 mm dan dilengkapi ruang khusus untuk sistem kendali senjata (fire control system), yang memungkinkan kapal mampu melaksanakan pertahanan diri.
Kapal yang dibeli dengan fasilitas pembiayaan kredit ekspor ini berfungsi sebagai pengangkut kapal pendarat pasukan, operasi amfibi, pengangkut tank, pengangkut personel, juga untuk operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana serta pengangkut helikopter.
PT PAL sejak tahun 1980 telah menyelesaikan lebih dari 150 kapal aneka jenis.
Sumber : Kompas
__________________________________________________________________
Sayang tepatnya tanggal penyerahan kapal belum di cantumkan.....jadi masih tanda tanya ???? Kapan?????? :ohno:
typhoonbringer September 28th, 2009, 06:40 PM wah KRI banjarmasin kan september katanya diserahin? berati benatr lagi donk, dah mau oktober gtu
Rock Star October 9th, 2009, 04:27 AM fiuuuuhhh...lama rasanya nggak buka forum ini...
Slovakia Tawarkan Kerja Sama Industri Pertahanan
8 Oktober 2009, Jakarta -- Slovakia menawarkan kerja sama industri pertahanan. Salah satu produksi yang diajukan adalah peralatan Marinir, khususnya tank amfibi.
Hal ini diungkapkan Duta Besar Slovakia untuk Indonesia, Stefan Rozkopal, saat bertemu Panglima TNI Djoko Santoso, di markas TNI, Cilangkap, Jakarta, dua hari lalu.
TNI menyambut baik kerja sama yang diajukan. Kolaborasi dianggap strategis karena Slovakia, yang merupakan negara pecahan Cekoslovakia, pernah jadi produsen alat pertahanan terbesar keempat di dunia. Kini, Slovakia masih bertengger sebagai produsen kendaraan militer terbesar.
"Kelanjutannya bisa disampaikan melalui Departemen Pertahanan," kata Djoko.
Sedangkan peralatan militer yang ditawarkan bisa langsung dibahas dengan pejabat terkait di Indonesia atas koordinasi Dephan.
TNI juga merespons positif ajakan kerja sama yang diungkapkan Duta Besar Sri Lanka Nanda Mallawarachichi.
"Kesempatan perwira Srilanka untuk belajar di Indonesia sangat terbuka lebar," kata Djoko.
Srilangka memang mengharapkan peningkatan hubungan, seperti tukar kunjungan pejabat militer, pendidikan dan latihan.
Selain pendidikan Sekolah Staf dan Komando (Sesko) Angkatan yang telah diikuti perwira Sri Lanka selama ini, Nanda mengajukan usulan untuk pendidikan Sesko TNI dan pendidikan perwira pertama.
"Termasuk pendidikan yang bersifat teknis kemiliteran," kata Nanda.
Sumber : JURNAS
Rock Star October 9th, 2009, 04:47 AM Oleh2 perjalanan dinas ke Pekanbaru... foto di Bandara Sultan Syarif Kasim II
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/IMG_3480copy.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/IMG_3484copy.jpg
:cheers: :cheers: :cheers:
Kopassus October 9th, 2009, 01:05 PM Thanks Rockstar!
Sejumlah warga menyaksikan pasukan TNI yang melakukan parade defile saat memepringati HUT TNI ke-64 di Lapangan Hasanuddin Makassar, Senin (5/10).
http://www.antarafoto.com/dom/prevw/grab.php?id=1254718375
BTR-40 dan Saracen....memalukan... :'(
typhoonbringer October 9th, 2009, 05:04 PM saya ripos ke kaskus yah, ada creditnya kok
Rock Star October 10th, 2009, 07:56 AM saya ripos ke kaskus yah, ada creditnya kok
wah....ternyata beneran di ripos di ksks ya....aku masih ada lagi fotonya, kapan2 aku tambah fotonya :cheers:
Rock Star October 10th, 2009, 08:45 AM 9 Oktober 2009, Jakarta -- Tahun depan, TNI Angkatan Udara menargetkan naiknya kesiapan operasi pesawat hingga 25 persen.
"Kesiapan diupayakan lebih dari 50 persen," kata Panglima Komando Operasi TNI AU (Koopsau) I, Marsekal Muda Imam Sufaat usai serah terima jabatan komandan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma di Jakarta, Kamis (8/10).
Hasil audit alat utama sistem persenjataan (Alutsista) yang dilakukan Departemen Pertahanan (Dephan) dan TNI mengungkapkan, kondisi pesawat yang siap saat ini hanya 30,88 persen. Kemampuan pemeliharaan menurun karena terkendala keterbatasan suku cadang, serta fasilitas pendukung seperti hanggar dan bengkel yang kurang memenuhi syarat.
TNI AU berjanji kucuran dana sekitar Rp5 triliun pada 2010 akan difokuskan untuk pemeliharaan dan pembelian suku cadang yang sebelumnya tidak bisa terbeli.
"Pembelian dilakukan dengan prioritas tinggi dan sangat selektif agar benar-benar bisa meningkatkan kemampuan," katanya.
Ketimbang angkatan lain, pemeliharaan pesawat memang menyedot anggaran terbesar. Berdasarkan data Dephan tahun 2009, dari Rp684,69 miliar, lebih dari Rp354 miliar atau 52 persen untuk TNI AU.
Untuk menyiasati minimnya kesiapan pesawat, kata Imam, dilakukan optimalisasi intelijen dan radar yang dimiliki. Koopsau I juga fokus pada pengamanan pulau-pulau terluar dan Selat Malaka. "Sembari mengantisipasi kegiatan ilegal di titik-titik rawan dengan pesawat pengintai," kata dia.
Asisten Perencanaan Kepala Staf TNI AU, Marsekal Muda Erry Biatmoko mengatakan, fokus pada pemeliharaan tidak membuat pihaknya melupakan pengadaan baru. TNI AU menargetkan pengadaan pesawat OV-10 Bronco dan Hawk MK-53 dapat terwujud dalam jangka waktu 2010-2014.
"Terus dibahas dengan departemen terkait agar realisasinya dipercepat," kata dia. Anggarannya lewat kredit ekspor dengan total nilai US$400 juta atau sekitar Rp4 triliun.
Bronco sudah dikandangkan sejak medio 2007 lalu. Matra udara sudah merekomendasikan Super Tucano dari Brasil. Sementara pengganti Hawk MK-53, baru diajukan setelah penggantian Bronco direalisasikan.
TNI AU memperkirakan, pengganti Hawk baru terwujud mulai 2013. "Itu pun didatangkan bertahap," katanya.
Untuk pengganti MK-53, TNI AU mengaku menggodok berbagai jenis pesawat. Setidaknya terdapat lima alternatif, yakni, L-159B dari Republik Ceko, Yak-130 dari Rusia, Aermacchi M346 asal Italia, Chengdu FTC-2000/JL-9 dari China, dan A-50 asal Korea.
Sumber : JURNAS
:cheers: :cheers: :cheers:
VRS October 12th, 2009, 02:28 AM nice up date also great picture...
Rock Star October 12th, 2009, 06:26 AM @VRS..... thanks.... :)
PT Pindad Ekspor Amunisi ke Amerika Serikat
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/556x45oq7.jpg
(Foto: Imageshack/dragunova)
11 Oktober 2009, Bandung -- PT Pindad (Persero) Oktober ini akan mengekspor 1 juta butir amunisi ke sebuah klub olahraga menembak di Amerika Serikat. Nilai transaksinya mencapai 200.000 dollar AS.
”Rencananya, mereka memesan 10 juta butir amunisi buatan PT Pindad yang diproduksi di Malang, Jawa Timur. Tapi, Pindad sementara ini hanya mampu memenuhi pesanan 1 juta butir,” kata Direktur Utama PT Pindad (Persero) Adik Avianto Soedarsono, Sabtu (10/10) di Bandung.
Bila terjadi kesepakatan lagi, kemungkinan PT Pindad akan kembali mengirim 1 juta butir amunisi ke AS akhir tahun.
”Saat ini, kami juga baru mendapatkan izin pemerintah untuk mengekspor 1 juta amunisi,” kata Adik menambahkan.
Pemasaran produk amunisi di AS, menurut Adik, amat menjanjikan. Permintaan amunisi untuk keperluan olahraga menembak sangat tinggi.
Pemenuhan pesanan dari klub olahraga menembak di AS tersebut juga diharapkan bisa membuka jalan pemasaran amunisi produksi Pindad bagi militer AS. Produk Pindad juga dinilai berkualitas baik.
”Klub olahraga menembak itu juga sempat melakukan survei ke sejumlah produsen senjata di beberapa negara. Pilihan mereka akhirnya jatuh kepada Pindad. Mereka menanyakan, kenapa Pindad tidak berupaya menyuplai amunisi bagi militer AS,” kata Adik.
Saat ini, lanjut Adik, PT Pindad masih kesulitan melayani pesanan amunisi dalam jumlah besar. Padahal, pabrik amunisi di Malang didesain untuk menghasilkan 150 juta butir amunisi per tahun.
”Selama bertahun-tahun, Pindad kurang memaksimalkan potensi sumber daya manusia maupun peralatan yang ada karena keterbatasan pasar. Dulu, kami terbiasa menyuplai permintaan dari angkatan bersenjata dalam negeri yang jumlahnya tidak besar. Akibatnya, ketika sekarang ada permintaan dalam jumlah besar, kami kelabakan dan sulit memacu produksi,” katanya.
Ekspor juga dimaksudkan untuk mengurangi risiko kerugian perusahaan akibat kapasitas mesin dan sumber daya yang tidak terpakai.
Perketat prosedur
Menyinggung produksi senjata, menurut Adik, saat ini pemerintah masih memperketat prosedur pengiriman senjata ke luar negeri. Hal itu dimaksudkan untuk memperkecil risiko penyelundupan atau kemungkinan salah prosedur, seperti yang terjadi di Filipina beberapa waktu lalu.
”Sekarang pemerintah mewajibkan ada spesimen (contoh) tanda tangan dari pengirim dan penerima senjata. Tanda tangan itu juga harus dinyatakan atau dibenarkan secara resmi dan tertulis oleh kedutaan kedua negara,” kata Adik.
Ditanya soal dugaan penyelundupan senjata ke Filipina beberapa waktu lalu, juru bicara PT Pindad, Timbul Sitompul, menegaskan, persoalan itu sudah berakhir dan senjata telah dikirim ke negara tujuan di Afrika.
”Kami pun telah memasukkan agen yang tidak tertib tersebut ke dalam daftar hitam (blacklist),” katanya.
Sumber : Kompas
:banana: :banana: :banana:
Kopassus October 14th, 2009, 12:23 PM Dua Kapal Perang Malaysia 'Kembali' Masuk Perairan Ambalat
http://www.navy.mil.my/images/stories/aset/skn_1_fac_m/kd_ganas_3053.jpg
TARAKAN - Kapal perang Malaysia memasuki perairan laut di Karang Unarang, Kalimantan Timur, Selasa (13/10). Kedua kapal perang Tentera Laut Diraja Malaysia, yaitu KD Yu 3508 dan KD Ganas 3503 memasuki perairan Ambalat sejauh 4 mil laut.
Melihat ulah dua kapal patroli cepat berpeluru kendali jenis Thornycroft ini, KRI Layang 805 yang sedang berpatroli di perairan Ambalat langsung mengusir kedua kapal yang berkecepatan antara 14 hingga 16 knot. KRI Layang 805 memaksa kedua kapal tersebut keluar dari perairan.
Danlanal Tarakan Kolonel Laut Bambang Irwanto mengatakan, ia mendapatkan laporan bahwa dua kapal perang Malaysia tersebut masuk ke perairan Karang Unarang. "Namun dua kapal itu telah dihalau KRI Layang keluar dari perairan," katanya, saat dihubungi Media Indonesia.
http://3.bp.blogspot.com/_1XZMX_E0z5c/StUlmIFLO8I/AAAAAAAABmY/Dn9q-e5Qtk0/s400/805+KRI+Layang.jpg
KRI Layang-805
Bambang mengungkapkan, dalam pengusiran kedua kapal negara tetangga tersebut, TNI AL telah melaksanakan sesuai dengan protap. "Saya kira telah sesuai dengan protap yang ada di lapangan. Setiap ada kapal masuk di perbatasan, pastinya dideteksi oleh gabungan KRI yang ada dalam tugas laut," ucapnya.
Bambang juga mengatakan, hingga saat ini kapal perang TNI AL masih terus berpatroli secara rutin di perairan Karang Unarang. "Beberapa kapal ada di daerah perbatasan. Satuan kapal ini berpatroli sesuai tugas utamanya," ujarnya.
KD Ganas 3503 bukan buatan Vosperthornycroft (UK) tapi buatan Perancis (Kelas La Combattante II 4AL/Perdana)
KD Yu 3508 (Kelas TNC 45/ Jerong), buatan Lürssen Werft Bremen, Jerman.
VRS October 15th, 2009, 02:24 AM baru ketahuan masuk laut indonesia setelah 4 mil...??
Rock Star October 15th, 2009, 04:20 AM ^^ :ohno: :ohno: wah..kalau begini terus, mending di bentuk KOARMAUT alias komando armada utara, jadi bisa segera menghalau kapal2 asing yg masuk tanpa izin, sekaligus memperkuat teritorial Nusantara bagian Utara..... :bash: :bash:
seoul sams October 15th, 2009, 01:42 PM knapa ya s kampungan akhir2 ini sering bngt nyari gara2???
atmada October 15th, 2009, 05:01 PM ^^ wew.. :D
typhoonbringer October 15th, 2009, 08:36 PM wah....ternyata beneran di ripos di ksks ya....aku masih ada lagi fotonya, kapan2 aku tambah fotonya :cheers:
ditunggu gan :cheers:
btw ada yg tau yg meledak di bone apaan, dugaan gw sih UCAV global hawk, pemerintah minta tebusan ke us :lol:
VRS October 16th, 2009, 02:24 AM really ..?? global hawk accident..?? how they know about that...?
Rock Star October 17th, 2009, 04:49 AM upload lagi aaahhhh......
masih oleh2 dari pekanbaru..... enjoy :cheers:
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/IMG_3102copy.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/IMG_3103copy.jpg
:cheers: :cheers: :cheers:
typhoonbringer October 19th, 2009, 02:17 AM @VRS
cuma spekulasi gw ajah
@rockstar
ijin sedoot
VRS October 19th, 2009, 03:41 AM the last picture its Hawk jet plane...??
how many our air force have it..??
Kopassus October 19th, 2009, 11:32 AM the last picture its Hawk jet plane...??
how many our air force have it..??
Betul
Hawk Mk53: dibeli 1980: 20 tersisa: 6
Hawk Mk109: dibeli 1993: 8 tersisa: 6 atau kurang
Hawk Mk209: dibeli 1993+1996: 16+16, tersisa 31 atau kurang
(TUDM punya 10 Mk108 dan 18 Mk208)
VRS October 19th, 2009, 12:21 PM means 6 + 6 + 31 = 43 jet fighter hawk only....
Kopassus October 19th, 2009, 12:28 PM ya, selain itu 8 F5-E dan 4 F5-F, 7 F-16A dan 3 F-16B (tapi rata2 hanya 30% operationable)
Kemudian 2 Su-27SK, 2 Su-30MK dan 3 Su-30MK2.
Tahun depan TNI-AU akan terima 3 Su-27SKM
Rock Star October 20th, 2009, 07:16 AM Good News
Akhir 2009, TNI AU Akan Miliki 10 Sukhoi
19 Oktober 2009, Jakarta -- Tiga pesawat Sukhoi terakhir yang dipesan Indonesia dari Rusia, dijadwalkan tiba di Indonesia akhir 2009. Dengan kedatangan tiga pesawat baru, akhir 2009 Indonesia akan memiliki sepuluh pesawat Sukhoi. Saat ini TNI-AU telah memiliki sebanyak tujuh pesawat Sukhoi.
Kepada wartawan di Bandung, Senin (19/10), Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Subandrio mengungkapkan bahwa , hingga kini tidak ada perubahan jadwal kedatangan terhadap tiga pesawat jet tempur buatan Rusia itu. "Tidak ada perubahan. Bahkan info yang saya terima terakhir, hingga kini tidak ada masalah," kata Subandrio.
Pada 2003, Indonesia membeli empat pesawat Sukhoi jenis SU-30MK dan SU-27SK masing-masing dua unit. Selanjutnya, perusahaan Rusia penghasil pesawat tempur Sukhoi pada 21 Agustus 2007 mengumumkan penjualan enam pesawat tempur tersebut kepada Indonesia senilai sekitar 300 juta dollar AS (Rp 2,85 triliun).
Sebanyak enam pesawat Sukhoi itu terdiri atas tiga Sukhoi SU-30MK2 dan tiga SU-27SKM. Tiga unit jenis SU30MK2 telah tiba secara bertahap pada Oktober 2008 dan Januari 2009. Sedangkan tiga unit sisanya yakni jenis SU-27SKM direncanakan tiba di Indonesia pada akhir 2009. "Ya mudah-mudahan tidak ada perubahan. Doakan saja," ucap Subandrio.
Tentang program 2010 menyusul kenaikan anggaran pertahanan sekitar Rp 7 triliun, Kasau mengatakan, pihaknya hanya akan memprioritaskan pemeliharaan dan peningkatan kesiapan alat utama sistem senjata yang sudah ada. "Kalau mengadakan persenjataan dan peralatan baru dengan anggaran segitu mana cukup," ujarnya.
Sumber : Republika
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Siiiiiiipppppp, mudah2an sampai akhir 2010 bisa sampai 20 Unit sukhoi berbagai jenis :bash: :bash: :bash:
Kopassus October 20th, 2009, 02:56 PM Thanks for the good news...tahun ini....ya...doakan saja ya.....
Rock Star October 21st, 2009, 07:34 AM Kelelahan Jungle Survival, 10 Prajurit AS dievakuasi
BANYUWANGI - Marinir Amerika atau United States Marine Corps (USMC) menghadapi tantangan berat. Pasalnya, mereka harus menjalani latihan bertahan hidup di dalam hutan Selogiri, Banyuwangi, Jawa Timur, seperti yang dituturkan Kepala Tim (Katim) Survival Kapten Marinir M. Machfud di hutan Selogiri, Banyuwangi, Selasa (20/10).
Cuaca pagi itu sangat cerah dan sedikit demi sedikit mulai berangsur panas. Ratusan Prajurit Marinir Amerika tampak bersemangat dengan persiapan segala perlengkapan tempur seperti layaknya akan berangkat ke medan perang.
Senapan laras panjang M.16 A4 dan GPMG serta senjata canggih lainnya yang dilengkapi dengan infra merah tak pernah lepas dari genggaman mereka. Tak ketinggalan, peralatan komunikasi yang cukup canggih dan alat Global Positioning System (GPS).
Maklum, pasukan elit dari Amerika ini sedang bersiap akan mengikuti sesi latihan perang dan bertahan hidup di dalam hutan yang dikenal dengan istilah Jungle Survival, latihan ini dilakukan di hutan Selogiri, kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Hutan Selogiri merupakan hutan tropis yang sangat mendukung untuk latihan perang dan memiliki karakteristik daerahnya memungkinkan pasukan untuk membuat manuver-manuver saat berperang di dalam hutan. Pohon-pohonnya sangat rindang. Gemericik air sungai yang jernih, suara burung dan hewan lainnya seakan menyambut Marinir Amerika untuk menjajal medan baru yang belum mereka kenal. “ Show me the jungle,” ungkap salah satu tentara Amerika kepada seorang pemandu dari Marinir TNI AL Serma Mar M. Ani Rosidin.
Latihan Survival kali ini diikuti 362 Marinir Amerika yang dipandu oleh 16 pelatih, 3 Interpreter, 4 Personel Komunikasi, 5 Prajurit Regu Pandu Tempur (Rupanpur) Korps Marinir TNI AL. Kegiatan survival ini merupakan bagian dari rangkaian latihan bersama Marinir Amerika dan Indonesia dangan nama Latihan bersama (Latma) Interoperability Field Training Exercise (IIP-FTX) 2009 yang digelar 17-24 Oktober 2009.
Latihan bersama yang dikomandani oleh Kolonel Marinir Nur Alamsyah ini dilakukan di empat tempat, antara lain di Pantai Banongan, Puslatpur Marinir Karangtekok, kecamatan Banyu Putih, Situbondo, Pasewaran dan hutan Selogiri, Banyuwangi.
Sebanyak 362 Prajurit Marinir Amerika yang menjelajahi hutan liar itu dibagi menjadi 2 gelombang, tiap gelombang dibagi menjadi 5 Tim yang tiap tim dipandu oleh para pelatih dan dokter dari Korps Marinir TNI AL.
Satu persatu tim di berangkatkan, didalam hutan, sudah disiapkan rintangngan dan jebakan ranjau yang dipasang sedemikian rupa sebagai tantangan. Blarr ... Sesekali terdengar suara ranjau yang meledak dari balik rerimbunan hutan. Tak ayal, para prajurit sempat kalang kabut. Namun mereka tetap saling koordinasi dan satu komando dengan komandan regunya.
Sebelum menjalani perang di dalam hutan, para prajurit Marinir Amerika ini dibekali beberapa pengetahuan dan wawasan terkait cara bertahan hidup di dalam hutan. ”Mereka juga kita ajari bagaimana cara makan tumbuh-tumbuhan di hutan, menghadapi hewan buas seperti ular dan beberapa jenis binatang buas lainnya”, terang Kepala Tim Survival Kapten Marinir M. Machfud.
Seorang pelatih lainnya Pelda Marinir Mujiono mempraktekkan bagaimana cara yang benar dalam menjinakkan ular. Beberapa prajurit Marinir Amerika pun juga ada yang mencoba makan beberapa jenis tumbuh-tumbuhan liar .
Dengan bekal logistik yang terbatas, seorang tentara memang dituntut bertahan hidup. Tiap gelombang latihan Survival ini memakan waktu empat hari empat malam. Tanpa persediaan makanan, pasukan diharapkan mampu bertahan selama empat hari empat malam.
Namun karena kelelahan dan tidak tahan dengan cuaca tropis, terhitung sejak Senin, 19 Oktober hingga Selasa 20 Oktober 2009 telah tercatat 10 prajurit Marinir Amerika yang tumbang dan tidak sanggup melanjutkan latihan survival dimedan latihannya para prajurit Korps Marinir TNI AL dari semua strata kepangkatan.
Ranus (26 th) berpangkat BFC kelahiran California misalnya, ia merupakan salah satu dari 10 Prajurit Marinir Amerika yang terpaksa harus dievakuasi oleh tim medis dari Korps Marinir Indonesia akibat kelelahan menghadapi hutan tropis yang menurutnya cukup berat dijadikan ajang latihan bertempur baginya.
Sumber : DISPENAL
________________________________________________________________________
weeeekss....ternyata kemampuan marinir amerika tidak sebanding dengan marinir kita.... :ohno:
Kopassus October 21st, 2009, 08:01 AM Thanks for the news. A litlle bit dumb to train and prepare the USMC for a potential invation of our own country.....
With trainings like this the Americans learn to overcome the only weak point: how to survive in tropical Indonesia
Indonesia plans to launch surveillance drone
Air Force News — By Agence France-Presse on October 19, 2009 at 4:24 am
Jakarta: Indonesia plans to launch a drone plane called "Puna" next year to support national defence and monitor extremist activity, an official said Sunday.
"Puna, an unmanned small aircraft, can safely observe hard-to-reach areas. It has been tested and we'll launch it next year," said Surjatin Wiriadidjaja, deputy chairman of the government's Agency for the Assessment and Application of Technology.
"We equipped Puna with a camera and the military and the police can use it for surveillance," he told AFP.
Wiriadidjaja said Puna could be used "to observe terrorist activities" and for other tasks such as monitoring forest fires.
Indonesian authorities are on guard against new Islamist attacks after the killing and arrests of extremists led by slain Malaysian Noordin Mohammed Top.
Noordin, blamed for a string of suicide blasts across Indonesia since 2003 including July hotel attacks in Jakarta, was gunned down in a police raid in September in Central Java.
Several of his alleged accomplices have been killed or arrested in the probe into the July hotel blasts, which killed nine people.
Rock Star October 22nd, 2009, 07:22 AM Pemerintah RI Resmi Tutup Namru-2
JAKARTA - Pemerintah Indonesia secara resmi menghentikan kerja sama dengan Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2).
Berkaitan dengan hal itu, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari telah mengirim surat kepada pemerintah Amerika Serikat. "Dengan hormat, pemerintah Republik Indonesia menyatakan penghentian kerja sama," ujar Siti Fadilah seperti yang ditulis dalam suratnya kepada Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron Hume.
Surat penghentian kerja sama itu disampaikan pada 16 Oktober dengan nomor 919/Menkes/X/2009. Surat juga ditembuskan kepada Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, dan Menteri-Sekretaris Negara.
Dalam suratnya, Fadilah menyatakan apresiasinya terhadap kerja sama dengan Namru dalam bidang kesehatan dan teknologi. "Pemerintah juga menyatakan penghargaan atas kerja sama yang telah dibangun sejak 16 Januari 1970,"katanya.
Beberapa waktu yang lalu kerja sama pemerintah dengan Namru-2 sempat menimbulkan polemik. Fadilah menghendaki kerja sama tersebut dihentikan karena tidak mendatangkan manfaat serta tak memberikan keadilan dan kesetaraan. Sejumlah politikus di Senayan juga menuntut hal serupa. Bahkan, dalam kaitan dengan kasus ini, sempat beredar tudingan bahwa Namru-2 melakukan aktivitas intelijen.
Namun, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan, Namru-2 bukan operasi intelijen Amerika Serikat di Indonesia.
Alasannya, Namru-2 hanya badan pelaksana unit penelitian Angkatan Laut Amerika Serikat."Namru2 bukan mata-mata," kata Juwono di Jakarta, pertengahan Mei 2008.
Untuk mengurangi kontroversi, Juwono menyarankan agar dokter dari Angkatan Laut Indonesia dilibatkan dalam penelitian Namru-2."Dari Angkatan Laut harus disertakan mengawasi, meneliti, dan mendapat manfaat dari penelitian itu," ujarnya.
Sumber : Koran Tempo
____________________________________________________________________________
:nuts: salut untuk bu Siti Fadilah Supari yg berani menentang ketidak adilan dari amerika yg super power.. LANJUTKAN :bash:
:cheers: :cheers: :cheers:
|
|