View Full Version : Visit Lampung Year 2009
paradyto March 19th, 2008, 11:25 AM Visit Lampung Year 2009 Minim Publikasi
Oleh Triono Subagyo
Bandarlampung (ANTARA News) - Pemerintah Daerah Provinsi Lampung memanfaatkan hari ulang tahun ke-44 provinsi tersebut, yang jatuh pada tanggal 18 Maret, sebagai tonggak pencanangan Visit Lampung Year (VLY) 2009.
Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, meluncurkan maskot dan logonya, di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung (Unila), bersamaan dengan pemberian penghargaan kepada ribuan warga yang dianggap telah memberikan sumbangsih terbaik bagi daerah tersebut.
Logo itu berbentuk Menara Siger --ikon provinsi itu dan Gunung Anak Krakatau yang merupakan obyek pariwisata daerah Provinsi Lampung.
Sedangkan maskotnya berbentuk sepasang badak Sumatera yang bernama Andalas dan Rosa.
"Selama ini kita selalu mengandalkan gajah, namun menurut konsultan pariwisata lebih baik menggunakan maskot badak. Karena badak di Indonesia cuma ada di dua daerah yakni Banten dan Lampung," kata Sjachroedin.
Sedangkan logo VLY 2009, mengambil bentuk terakhir Gunung Anak Krakatau pada sisi Timur, tampak dari arah Lampung dan Menara Siger sebagai latar depannya.
Menara Siger yang berlokasi di Bakauheni, dilihat dari samping lebih memberi kesan dinamis dan tidak kaku, tipografinya meneruskan semangat Visit Indonesia Years 2008.
Tifografi yang dominan dengan sudut 45 derajat mengingatkan pada aksara Lampung, dengan warna putih, kuning dan merah, merupakan payung kebesaran Lampung.
Tulisan pada logo lebih tegas dan berani dengan pernyataan "Visit Lampung Year 2009, your second home".
Sedangkan desain maskot badak lebih ditekankan pada purwarupa badak Sumatera, terutama bentuk kepala.
Aplikasi kostumnya dapat disesuaikan dengan jenis kelamin (Rosa atau Andalas) dan dalam aplikasinya ditonjolkan ekspresi ramah dan jenaka dari pasangan badak itu.
Pada VLY 2009, daerah Lampung menargetkan dua juta wisatawan mancanegara maupun domestik yang datang untuk melihat secara langsung objek wisata maupun budaya daerah setempat.
Lampung masih mengandalkan empat kegiatan pariwisata yang juga merupakan agenda nasional pada Visit Indonesia Year 2008, yakni Festival Bandarlampung Begawi, Festival Teluk Stabas, Festival Krakatau, dan Festival Way Kambas.
Selama 2009, dijadwalkan berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan perhelatan itu. Pada bulan Maret diselenggarakan Festival Megou Pak di Kabupaten Tulang Bawang, Lomba Perahu Naga (Dragon Boat Competition), dan Petualangan Sungan dan Lahan Basah (Wet Land and River Tour).
Pada April mendatang akan diadakan Festival Radin Jambat, Festival Kuda Lumping, Lomba lari 10 K, dan lomba layang-layang hias.
Bulan Mei tidak ada kegiatan, namun pada Juni berbagai acara bakal digelar diantaranya Festival Kota Metro, Festival Kota Bumi Bettah, Cangget Bakha dan Manjau Tebing, Begawi Bandarlampung, International Mask Festival, International Kite Festival, dan Festival perahu hias.
Berbagai kegiatan di Bulan Juli yakni Festival Stabas, Surfing exhibition track series, semarak danau ranau, lomba panjat damar, dan pesona budaya Lampung Selatan.
Pada Agustus kegiatannya berupa festival Krakatau, tur krakatau, dan Lampung Expo. September acaranya berupa Festival Teluk Semangka, Fishing week, dan kebut Gunung Pesagi.
Oktober tidak ada kegiatan. November berupa Festival Selat Sunda dan Jet Ski, sedangkan di Bulan Desember berupa Ngumbay Lawok, Festival Way Kambas, Fox Hunting, dan National Offroad.
Minim Publikasi
Seorang peserta peluncuran maskot dan logo VLY 2009 itu, Hariman, menyayangkan kegiatan besar dan menghabiskan dana tidak sedikit tersebut sanat minim publikasi.
"Memang ada sejumlah media lokal yang membuat beritanya. Namun, pada pencanangan tidak ada media televisi swasta yang berkantor pusat di Jakarta meliputnya," kata dia.
Akhirnya, kegiatan besar tersebut hanya bisa dinikmati oleh pengunjung yang hadir, serta sebagian warga Lampung yang membaca koran atau menonton televisi lokal.
Padahal, lanjutnya, jika target dari VLY 2009 adalah datangnya wisatawan mencapai dua juta oarang, diperlukan publikasi yang gencar sejak sekarang.
"Semestinya pihak penyelenggara mengundang wartawan teve swasta atau TVRI serta media nasional yang bisa menyiarkan ke seluruh pelosok negeri," kata dia lagi.(*)
Have an info or pics about it??
paradyto March 19th, 2008, 02:09 PM 'Visit Lampung Year':Polda Kerahkan Polisi Pariwisata
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Menyambut Visit Lampung Year (VLY) 2009, Polda mengerahkan polisi pariwisata di berbagai objek wisata di seluruh Lampung.
"Dari 11 kabupaten dan kota di Lampung, sepertinya Lampung Timur, Bandar Lampung, dan Lampung Selatan merupakan kabupaten dan kota yang siap dengan infrastruktur pariwisata. Menyusul kemudian Lampung Barat," kata Kapolda Lampung Brigjen Polisi, Suharijono Kamino, saat coffee morning, pekan lalu.
Menurut dia, di tiga wilayah tersebut Polda menempatkan polisi pariwisata. Mekanismenya, di setiap Polres yang memiliki obyek pariwisata, ditempatkan sejumlah personel yang bertugas sebagai polisi pariwisata.
Pendataan sementara, kata Kapolda, sekitar 30 polisi pariwisata yang diterjunkan di tiga wilayah itu untuk mengamankan dan menjaga ketertiban. "Kami akan mendukung suksesnya Visit Lampung Year 2009," ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Tibridzi Asmarantaka, memprediksi terjadi peningkatan jumlah wisatawan berkunjung ke Lampung secara signifikan saat Visit Lampung Year 2009. Peningkatan tidak hanya pada wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.
Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan 10 event kabupaten dan kota serta perbaikan infrastruktur dan sarana prasarana wisata guna mewujudkan tahun kunjungan wisata tersebut.
Kasubdin Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Reni Utari Rusdi, mengemukakan kini pihaknya sudah berkoordinasi dan bekerja sama stake holder terutama pemda kabupaten dan kota guna mempersiapkan segala sesuatunya.
"Secara umum, kesiapan infrastuktur terutama yang mengarah ke daerah wisata unggulan di Provinsi Lampung dalam kondisi baik. Tinggal perbaikan sarana prasana serta fasilitas yang ada di sana saja yang perlu diperbaiki."
Yang masih dirasa sangat kurang, menurut Reni, adalah persoalan moda transportasi penunjang ke tempat wisata unggulan. Selain itu, belum ada shelter memadai dan menunjang yang bisa dikunjungi saat wisatawan menuju ke tempat wisata unggulan tersebut.
Contohnya, saat wisatawan menuju ke Taman Nasional Way Kambas belum ada shelter tujuan wisata alternatif yang bisa dijadikan pilihan sebelum memasuki Way Kambas. Pusat jajanan masyarakat yang biasa digelar pun hanya buka saat Sabtu dan Minggu.
Persoalan moda transportasi yang belum memadai sangat terasa di tempat wisata unggulan Lampung, yakni Anak Gunung Krakatau. "Sampai kini belum adanya dermaga yang memadai di sana, juga dermaga di Canti yang menyebabkan masih sangat sulit wisatawan menuju ke sana dari Lampung. Padahal, Gubernur sudah mengupayakan sejak tahun 2000. Tetapi, ini persoalan tingkat tinggi antardepartemen yang mesti mendapatkan izin Menteri Perhubungan," kata Reni. n TYO/K-1
paradyto March 19th, 2008, 02:13 PM Visit Lampung Year 2009 Targetkan Dua Juta Wisatawan
BANDAR LAMPUNG—MI: Tahun Kunjungan ke Lampung atau Visit Lampung Year (VLY) 2009 menargetkan dua juta wisatawan mancanegara maupun domestik untuk melihat secara langsung objek wisata maupun budaya daerah setempat.
"Pada 2007 lalu, wisatawan mancanegara maupun domestik mencapai 1,2 juta orang dan pada tahun kunjungan Lampung ini ditargetkan 2 juta wisatawan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung Tibrizi Asmarantaka, di Bandarlampung, Senin (17/3).
Ia menyebutkan gema kegiatan pariwisata guna mendukung tahun kunjungan Lampung telah dimulai salah satunya dengan peluncuran logo dan maskot VLY 2009.
Menurutnya, Provinsi Lampung masih mengandalkan empat kegiatan pariwisata yang juga merupakan agenda nasional pada Visit Indonesia Year 2008 yakni Festival Bandar Lampung Begawi, Festival Stabat, Festival Krakatau, dan Festival Way Kambas.
Ia mengakui potensi wisata Lampung cukup banyak, namun hingga sekarang belum tergarap dengan baik.
"Lampung memiliki ratusan potensi obyek pariwisata, tetapi belum tergarap secara maksimal," ujar dia.
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata itu menambahkan belum tergarapnya potensi wisata itu karena minimnya dana untuk pengelolaan obyek wisata tersebut dan kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten/kota yang daerahnya memiliki tempat wisata yang bagus.
Karena itu ia mengharapkan pemerintah daerah kabupaten/kota dapat mengelola objek wisatanya dengan baik.
Selain dukungan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota seluruh Lampung, ia juga mengharapkan peran swasta untuk mendukung penuh program tahun kunjungan Lampung 2009 ini. (Ant/OL-02)
=NaNdA= March 19th, 2008, 02:36 PM yap
Visit Lampung 2009 !! :okay:
thanks dyto for make this thread..
baru aja kemaren diluncurin di GSG Unila
barengan ama peringatan HUT Lampung ke - 44
pic coming soon...
soal minim publikasi jelaslah..
kan belum mulai.. :D:D
paradyto March 19th, 2008, 02:44 PM Minim Publikasi?? Nggak juga kok, kan ada di Forum SSC :okay:
Let's start to talk about it, and looking forward for your pics here:)
=NaNdA= March 25th, 2008, 06:29 AM Visit Lampung 2009!
The Logo..
http://img248.imageshack.us/img248/8808/pa040463uv8.jpg (http://imageshack.us)
Maskotnya..
http://img297.imageshack.us/img297/5455/pa040464ww4.jpg (http://imageshack.us)
Sorry masih ambil gambar dari spanduk
soalnya masih soft launching..
agak susah cari gambar yang agak bagus di Internet atau tempat lainnya... :)
paradyto March 25th, 2008, 09:14 AM Thanx Nanda:)
=NaNdA= March 25th, 2008, 05:05 PM Monday, March 24, 2008
Pariwisata: Visit Lampung Year 2009 Targetkan 10.000 Wisman
Bandarlampung, 23/3 (ANTARA) - Visit Lampung Year 2009 (VLY-2009), atau tahun kunjungan Lampung menargetkan sekitar 10.000 wisatawan manca negara (wisman) untuk melihat dan menikmati secara langsung objek wisata maupun budaya daerah setempat.
"Target kunjungan wisatawan pada VLY 2009, dua juta orang, sebanyak 10.000 di antaranya wisatawan manca negara," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung, Tibrizi Asmarantaka, di Bandarlampung, Minggu (23/3).
Ia menjelaskan, pada tahun 2007 lalu kunjungan wisatawan asing maupun domestik mencapai 1,2 juta orang, dan diharapakan pada tahun kunjungan Lampung ini mencapai 2 juta wisatawan.
Wisatawan asing yang datang ke Lampung, sangat menggemari keindahan Gunung Anak Krakatau dan kawasan yang memiliki fauna langka seperti Badak Sumatera di Way Kambas, Lampung Timur.
Berdasarkan data, katanya lebih lanjut, pada tahun 2007 lalu jumlah wisman yang mengunjungi Provinsi Lampung berjumlah sekitar 10.000 orang.
"Pada VLY 2009, wisman ditargetkan sekitar 10.000 orang lebih," kata Tibrizi menambahkan.
Sementara itu, gema kegiatan pariwisata guna mendukung tahun kunjungan Lampung telah dimulai, salah satunya dengan peluncuran logo dan maskot VLY 2009.
Provinsi Lampung, masih mengandalkan empat kegiatan pariwisata yang juga merupakan agenda nasional pada Visit Indonesia Year 2008, yakni Festival Bandarlampung Begawi, Festival Stabas, Festival Krakatau, dan Festival Way Kambas.
Potensi wisata Lampung cukup banyak, tetapi hingga sekarang belum tergarap dengan optimal.
"Lampung memiliki ratusan potensi objek pariwisata, tetapi belum tergarap secara maksimal," ujar dia.
Belum tergarapnya potensi wisata itu, kata Tibrizi lagi, antara lain karena minimnya dana untuk pengelolaan objek wisata tersebut dan kurangnya perhatian dari pemerintah kabupaten/kota yang daerahnya memiliki tempat wisata yang bagus.
Karena itu, ia mengharapkan agar pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Lampung dapat mengelola objek wisatanya dengan baik.
Selain dukungan dari pemerintah daerah provinsi maupun kabvupaten/kota se-Lampung, ia juga mengharapkan peran swasta untuk mendukung penuh program tahun kunjungan Lampung 2009 ini.
Sumber: Antara, 23 Maret 2008
=NaNdA= March 29th, 2008, 04:35 PM Soft launching Visit Lampung Year 2009
l284nhr4TRw
=NaNdA= March 30th, 2008, 07:52 AM Visit Lampung:Perlu Gelar Ajang Wisata Prakondisi
BANDAR LAMPUNG (Lampost/Ant): Untuk mendukung sukses program Visit Lampung Year (VLY) 2009, dinas terkait diminta segera mengagendakan dan mempersiapkan sejumlah event kegiatan pariwisata dari sekarang sebagai prakondisi untuk dapat meraih target dua juta kunjungan wisatawan ke Lampung, kata Ketua Yayasan Wisata Alam Lampung (Yawisal) Sibli Rais.
"Tapi hingga sekarang belum terlihat aksi untuk mempersiapkan sejumlah kegiatan wisata dalam VLY 2009," kata Sibli di Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.
Ia menyebutkan target dua juta wisatawan mancanegara maupun domestik itu dapat terpenuhi, asalkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung gencar mempromosikan objek-objek wisata yang ada dari sekarang. Anggota DPRD Bandar Lampung ini menyarankan Pemprov Lampung selain harus gencar mempromosikan objek wisata unggulan daerahnya, juga harus bisa memanfaatkan kerja sama dengan pihak lain untuk membantu mengenalkan sejumlah tempat wisata yang ada di sini.
Sejumlah pihak yang perlu digandeng untuk mengenalkan objek wisata di Lampung itu, antara lain Pengusaha Hotel Restoran Indonesia (PHRI), Asosiasi Tour and Travel (Asita), Himpunan Pemandu Indonesia (HPI), dan Persatuan Usaha Taman Hiburan Rakyat (Putri).
Sibli Rais mengingatkan umumnya wisatawan khususnya dari mancanegara menginginkan kedatangan mereka dapat melihat langsung ajang pariwisata yang tidak bersifat seremonial tapi bersifat natural.
Visit Lampung Year 2009 atau Tahun Kunjungan Lampung 2009 menargetkan sekitar 10 ribu wisatawan mancanegara (wisman) untuk melihat secara langsung objek wisata maupun budaya daerah Lampung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwiasata Provinsi Lampung, Tibrizi Asmarantaka, mengatakan target wisatawan pada VLY 2009 mencapai total dua juta orang, sebanyak 10 ribu di antaranya wisatawan mancanegara. Ia menyebutkan pada 2007 lalu kunjungan wisatawan asing maupun domestik mencapai 1,2 juta orang, dan diharapakan pada tahun kunjungan Lampung ini mencapai dua juta wisatawan.
Menurut dia, wisatawan asing yang datang ke Lampung, sangat menggemari keindahan Gunung Anak Krakatau dan kawasan yang memiliki fauna (hewan) liar langka, seperti badak sumatera di Way Kambas, Lampung Timur.
Pada 2007 lalu, jumlah wisman yang mengunjungi Lampung sekitar 10.000 orang.
Provinsi Lampung masih mengandalkan empat kegiatan pariwisata yang juga merupakan agenda nasional pada Visit Indonesia Year (VIY) 2008, yakni Festival Bandarlampung Begawi, Festival Teluk Stabas, Festival Krakatau, dan Festival Way Kambas. n K-1
abahoryza April 2nd, 2008, 05:08 PM bisnis wisata di lampung : persepsi dan kesadaran?
Posted By admin
tulisan ini bisa dibilang oleh-oleh saya dari kunjungan ke bandung beberapa hari yang lalu, dan bisa juga dikatakan sebagai ke”gatelan” saya akan kondisi wisata di lampung. dalam tulisan ini mungkin anda tak akan mendapatkan sebuah analisis yang mendalam, ataupun data lengkap tentang kondisi bisnis dan wisata di lampung.
menurut pengamatan saya dalam kunjungan ke bandung, kondisi iklim usaha yang sangat bagus dan dipadu dengan kreatifitas pelaku usaha ternyata mampu menarik pengunjung ke kota bandung. hal terlihat dengan menjamurnya kafe dan tempat wisata kuliner yang menjadi daya tarik wisata kota di Jawa Barat.
Bandung bisa dijadikan contoh real dalam mengelola aspek bisnis dengan konsep wisata, sehingga anggaran belanja pengunjung tidak dinilai dengan keuntungan materi melainkan dari arti sebuah rekreasi dan sebuah kesenangan dalam menikmati lokasi wisata dengan berbagai fasilitasnya.
seperti diungkap seorang kawan dalam blognya yang juga menyoalkan tentang bandung dan ekonomi pariwisata,
Kemampuan bandung untuk mengelola kedua hal tersebut (persepsi yang baik dan kesadaran entitas masyarakat-red) secara proporsional yang menjadikan kota ini berkembang sebagai salah satu pusat pariwisata di Indonesia. Dengan daya tarik struktur kota, daya tarik bisnis yang kompetitif dan brand yang telah dimilikinya, memberikan implikasi pada kondisi ekonomi yang baik. Sementara, kondisi ekonomi yang baik merupakan kontributor utama pertumbuhan masyarakat dalam dimensi luas.
dari sini bisa kita posisikan lampung sebagai daerah tujuan wisata, sebagaimana program pemda lampung yang baru saja di luncurkan yaitu Lampung Visit Year 2009 dengan target pengunjung sebesar 2 juta orang, dalam mencapainya perlu strategi khusus yang minimalnya sudah terbukti dan teruji. tentunya bila kita jadikan Bandung sebagai acuan maka bagaimana mencoba menerapkan potensi persepsi dan kesadaran itu di Lampung.
secara persepsi, diakui bahwa lampung belum memiliki persepsi yang baik akan daerah tujuan wisata, imej terminal rajabasa yang sangar, imej daerah yang masih terbelakang, warganya yang tidak ramah, dan kualitas pelayanan masyarakat yang tidak maksimal misalnya. persepsi daerah tujuan wisatawan lokal pun sepertinya masih belum diharapkan, masih banyak warga lampung yang memilih weekend ke luar lampung seperti Jakarta, Palembang, Bandung dan lokasi wisata lainnya di Pulau Jawa.
membangun persepsi
persepsi baik tentang lampung perlu dibangun dengan kualitas layanan di tempat-tempat publik seperti pintu gerbang Dermaga Kapal Bakauheni, persepsi baik tentang lampung bukan hanya sekedar adanya tugu siger yang mentereng di puncak bukit walaupun secara pandangan mata emang itu bagus, namun bila tidak disertai dengan sambutan pelaku ekonomi dan petugas di lapangan tidak sinkron, seperti contoh ketika turun dari kapal, kadang orang bete menikmati sambutan calo yang kasar dan sepertinya dibiarkan liar oleh para petugas. maka hal itu akan sia-sia, kalo dianalogikan seperti memandang gadis cantik, pas gadis itu ngomong bahasanya kasar dan cempreng he he he …
persepsi baik juga bisa dengan pemeliharaan dan pengadaan sarana pendukung wisata seperti alat transportasi dan fasilititas umum. setelah pengunjung turun dari kapal sudah bete dengan perilaku calo, kini mereka di suguhi bus-bus “AC” yang jauh dari kategori nyaman selayaknya menggunakan bus AC yang normal, mulai dari AC-nya yang kadang idup kadang nggak, berangkat telat karena nunggu penumpang terlalu lama, adanya jok tambahan yang bikin tidak nyaman dan sebagainya. yang dilihat justru pungutan kontribusi dari pemda yang begitu gencar baik di tiket maupun di peron tambahan.
Kesadaran entitas masayarakat
bisnis yang disandarkan pada aspek wisata adalah bisnis pelayanan dan bisnis kenyamanan, dia tidak sekedar bagaimana mencari keuntungan sebanyak-banyaknya, melainkan bagaimana konsumen puas sepuas-puasnya, sebetah-betahnya sehingga si konsumen tidak lagi melihat nilai ekonomis dari suatu barang melainkan nilai kepuasan yang tiada hingganya.
kesadaran masyarakat sangat penting bagaimana ketika dia bisa membuat pengunjung (baca konsumen) puas dan nyaman dalam menikmati jasa dan pelayanannya.
akhirnya bagaimana pemda sebagai fasilitator dan masyarakat sebagai eksekutor bisnis dan pariwisata bisa mengelola kedua hal ini, maka saya rasa benar apa yang dikatakan bung Sumandj, promosi besar-besaran visit lampung 2009 berupa seremoni-seremoni, festival dan hingar-bingar lainnya sebenernya tidak terlalu penting, tapi bagaimana membangun persepsi baik dan membangun kesadaran entitas masyarakat. sehingga tujuan wisata lampung berangkat dari kesadaran pengunjung atas persepsi baik tentang lampung yang mampu merayu pilihan kunjungan wisata, dan kesadaran masyarakat dalam mengemas potensi wisata di lampung dan bingkai bisnis dan usaha terbangun dengan baik.
Tags: Lampung, lampung visit year 2009, Objek Wisata, pariwisata, persepsi, tourism, visit lampung, wisata
Technorati : View blog reactions
Posted at : March 29th, 2008 - 2:19 pm
Filed under : Objek Wisata, budaya
Navigate : Previous post / Next post / Edit
Comments (3 comments)
setuju banget, dan semua pihak harus bantu, ayooo mana nih orang lampung,
*salam dari surabaya*
finthuk / March 29th, 2008, 2:26 pm / #
hehehe… tulisanku dikutip…
bah… kayaknya ini salah satu posting the best nya dikau deh…. hahahaha… welcome to the club…..
soemandjaja / March 29th, 2008, 4:52 pm / #
ada data yg menarik ttg bandung, ini muncul di saat kampanye pilgub di sana….. silakan di konfirm kalo salah..
PAD Bandung paling besar berasal dari sektor JASA, dan kalau ditelusuri lagi sebagai besar sektor tersebut adalah JASA yang berhubungan dengan PARIWISATA…
wah….. hebat kan…. bener yg pernah lu bilang bah…
di bandung mah masalah sosial rendah karena semua bisa makan…. jualan barang bekas aja bisa makan.. karena yg dibeli itu image “barang bekas DARI BANDUNG’ nya…. hehehe… kalo DARI LAMPUNG mah siapa yg mau beli.. hehehehe…
soemandjaja / March 29th, 2008, 4:56 pm / #
abahoryza April 2nd, 2008, 05:10 PM Ragukan Visit Lampung 2009
Posted By budihatees
Oleh Budi Hutasuhut
Wisatawan, menulis dari Jakarta.
Pemerintah Provinsi Lampung meluncurkan logo Visit Lampung 2009 pada Maret 2008 ini, bersamaan dengan HUT Provinsi Lampung. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Tibrizi Asmarantaka mengatakan hal ini kepada penulis, dan berharap program pembangunan sector pariwisata ini bisa berjalan seperti diharapkan.
Cuma, hingga hari ini tak jelas betul apa harapan yang ingin dicapai pemerintah provinsi. Itu sebabnya, Visit Lampung 2009 tidak bergema secara luas. Gaungnya cuma nyaring di kalangan elite pemerintah, terutama di Dinas Pariwisata dan Kebudaya Lampung dan instansi terkait. Kesibukan di kalangan pemerintah terkait pembangunan sector pariwisata terlihat gegap-gempita. Semua elemen dalam tim yang bertanggung jawab atas suksesnya pelaksanaan program ini sering menggelar rapat yang muaranya pada pemaksimalan kinerja tim.
Kesibukan tim kerja Visit Lampung 2009 lebih diarahkan untuk kalangan sendiri. Hal itu memberi kesan, Visit Lampung 2009 tidak akan melibatkan masyarakat. Karenanya, nasib Visit Lampung 2009 tidak akan berbeda seperti nasib program pembangunan sector pariwisata yang digelar selama ini: menyerap banyak dana APBD tetapi tidak membuat pariwisata menjelma sebagai sebuah industri yang dapat mejadi sumber pendapatan asli daerah. Konon lagi berharap pariwisata menjadi industri yang padat karya, yang mampu mengatasi persoalan tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di provinsi ini.
Pengekor
Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Visit Indonesia 2008, disinggung tentang 100 event yang akan digelar selama program itu berlangsung. Ke-100 event itu, beberapa diantaranya event pariwisata yang ada di Lampung seperti Festival Krakatau, Festival Teluk Stabas, dan festival-festival lainnya.
Visit Lampung 2009 hanya sebuah program ikutan yang didisain untuk menjaring dana APBN yang dialokasikan pemerintah bagi suksesnya Visit Indonesia 2008. Artinya, Visit Lampung 2009 merupakan kemasan lama dengan casing baru. Program ini digelontorkan pemerintah provinsi karena Jakarta memasukkan event-event pariwisata yang ada di Lampung sebagai event yang digadang-gadang untuk menarik wisatawan ke Indonesia.
Karena itu, Visit Lampung 2009 akan sangat tergantung pada calendar event tim Visit Indonesia 2008. Jika Visit Indonesia 2008 menetapkan akan menggelar kegiatan di Lampung, tim kerja akan menyesuaikannya dengan jadwal pelaksanaan event Festival Krakatau, misalnya. Saat itulah tim Visit Lampung 2009 bekerja serius mempersiapkan event-event pariwisata yang ada. Sangat mungkin event-event pariwisata yang ada di Lampung akan digelar secara serentak, sehingga Visit Indonesia 2008 dapat berjalan dengan sukses. Itulah target Visit Lampung 2009 yang paling nyata. Bisa berperan aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Visit Indonesia 2008. Setelah itu, bisa dibayangkan Visit Lampung 2009 tidak akan bergema lagi.
Hampir semua daerah memiliki program serupa sebagai bukti betapa negara ini masih dikelola oleh elite-elite yang hanya mampu mengekor pada Jakarta. Padahal, otonomi daerah yang berlangsung beberapa tahun mengandaikan bahwa daerah mesti memiliki insiatif sendiri untuk membangun. Tapi, dalam kasus pembangunan sector pariwisata di negeri ini, setiap daerah terkesan menunggu petunjuk, sehingga target yang hendak dicapai daerah sering tidak tergambarkan dalam menyusunan program.
Semangat otonomi daerah tidak punya tempat dalam pembangunan sector pariwisata. Penyebabnya, karena sector ini mensyaratkan banyak dana yang mesti dikucurkan. Ketergantungan sector pariwisata terhadap dana besar acap membuat pemerintah daerah kecut, apalagi bila dikaitkan dengan kondisi suprastruktur dan infrastruktur pariwisata di daerah yang rata-rata tidak maksimal. Di Lampung, selama provinsi ini berdiri, bisa dikatakan hampir tidak ada objek wisata yang terbangun secara maksimal meskipun kaya akan objek wisata. Kondisi ini membuat grafik pertumbuhan sector pariwisata Lampung selalu menurun, kalah jauh disbanding dengan Provinsi Banten.
Minim fasilitas
Sebagai kegiatan yang mengekor Jakarta, Visit Lampung 2009 tampaknya hanya kemasan. Sementara isinya tetap saja hal-hal lama. Karena itu, program yang akan didanai dengan APBD senilai Rp7 miliar ini tidak akan membawa perubahan positif pada peningkatan PAD dari sector pariwisata. Ini sangat mungkin, karena para wisatawan akan lebih memilih daerah-daerah wisata lainnya, yang para elitenya bekerja sangat serius dan telah berpengalaman dalam memasarkan pariwisata di daerahnya.
Ketika setiap daerah di negeri ini berlomba-lomba menarik wisatawan ke daerahnya demi menyukseskan Visit Indonesia 2008, sudah tentu daerah-daerah yang sangat akrab di telinga wisatawan akan menjadi kunjungan utama. Kita ambil contoh Provinsi Bali, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, Sumatra Barat, Jawa Barat, Nusatengara Barat, dan lain-lain. Pembangunan infrastruktur dan suprastruktur pariwisata di daerah-daerah ini sudah selesai, sehingga mereka tinggal memikirkan bagaimana mengemasnya dan memasarkannya. Sementara pariwisata Lampung masih belum beranjak dari persoalan infrastruktur dan suprastruktur, yang berarti pariwisata Lampung tertinggal beberapa tingkatan dibandingkan daerah-daerah kunjungan wisata lainnya.
Infrastruktur dan suprastruktur pembangunan pariwisata di provinsi ini tak kunjung dibenahi. Jalan-jalan rusak, transportasi menuju objek-objek wisata tidak memadai, sulit mendapatkan informasi yang ajek tentang objek-objek wisata di Lampung, dan jadwal event pariwisata selalu berubah. Lampung tidak memiliki media informasi pariwisata yang bisa dipercayai. Hotel-hotel tidak memiliki program memperkenalkan objek wisata kepada para pengunjungnya. Sedangkan biro-biro perjalanan wisata sering menolak permintaan wisatawan karena kendala buruknya sarana transportasi di provinsi ini.
Untuk kawasan Sumatra bagian Selatan, misalnya, para wisatawan akan lebih tertarik mengunjungi Palembang ketimbang Lampung. Ibu Kota Provinsi Sumatra Selatan ini memiliki bandara internasional yang dapat menampung para wisatawan dari manca negara, dan kondisi ini telah dipromosikan secara besar-besaran ke manca negara. Karena itu, akan sukar bagi pariwisata Lampung yang belum selesai pada tahap peningkatan prasarana untuk menarik minat wisatawan. Ditambah lagi mentalitas stake holder pariwisata yang memposisikan kegiatan kepariwisataaan cuma sebatas menonjolkan ekspresi-ekspresi budaya masyarakat Lampung.
Segala bentuk kegiatan yang ditawarkan dalam Visit Lampung 2009, dikelola dengan cara yang sama seperti Festival Krakatau dan event-event pariwisata lainnya dikelola. Semua event itu digelar tanpa didukung oleh kemampuan yang cakap dalam mengemas dan memasarkan. Karena itu, pantas dikhawatirkan Visit Lampung 2009 tidak akan membawa perubahan berarti bagi pembangunan sector pariwisata di provinsi ini.
Kerja sama antarprovinsi
Yang paling mungkin dilakukan dalam menyukseskan Visit Lampung 2009 adalah menjalin kerjasama antarprovinsi dalam hal memuaskan para wisatawan. Banyak objek wisata yang ada di provinsi ini tidak ada di provinsi lain. Begitu juga sebaliknya, provinsi ini tidak memiliki bjek wisata yang ada di provinsi lain. Sebab itu, stake holder pembangunan sector pariwisata di provinsi ini sudah harus memiliki daftar objek wisata yang tidak akan ditemukan wisatawan di daerah-daerah lain. Dengan begitu, pemerintah di provinsi ini bisa menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah lain terkait bagaimana membuat wisatawan betah.
Dengan demikian, persaingan antardaerah dalam merebut perhatian wisatawan tidak akan terjadi. Pada akhirnya, semua daerah akan diuntungkan sehinga tujuan yang ingin dicapai dengan kebijakan Visit Indonesia 2008 bisa terealisasikan dimana semua daerah menikmatinya.Kerja sama antarprovinsi ini bisa ditandai dengan adanya master of understanding (MoU), dimana klausulnya menyebutkan bahwa setiap daerah mesti memperkenalkan objek-objek wisata yang khas di daerah-daerah lain, sehingga para wisatawan tertarik untuk mengunjungi daerah tersebut.
Kerja sama ini mutlak perlu karena promosi pariwisata yang serentak dilakukan setiap daerah dapat membigungkan para wisatawan. Alhasil, mereka akan tetap memilih daerah-daerah yang sebelumnya sangat dikenalnya. Karena itu, segala upaya yang dilakukan daerah-daerah baru pariwisata tidak akan membawa hasil positif.
Sebagai contoh, Lampung memiliki objek wisata pemancingan yang tidak ditemukan di daerah lain. Primadona ikan Marlin di Kabupaten Lampung Barat selalu akan membuat para wisatawan datang ke daerah tersebut, ada atau tidak Visit Lampung 2009. Namun, para wisatawan sering terkandal pada soal transportasi laut, dimana mereka menjadi objek pemerasan dari para nelayan.
Wisata agrobisnis bisa juga ditawarkan di provinsi ini. Memetik lada, misalnya, akan menjadi objek wisata yang menarik bagi wisatawan yang sudah mengetahui bahwa Lampung merupakan Negeri Lada. Banyak lagi objek wisata lainnya, yang tidak ditemukan di daerah-daerah lain. Tinggal bagamana pemerintah provinsi bisa menjalin kerja sama antaraprovinsi sekalgus mengemas objek-objek wisata ang khas itu sebagai produk yang tak akan bisa ditolak para wisatawan. (budi hutasuhut, 081977100114)
Tags: visit lampung 2009
Technorati : View blog reactions
Posted at : March 20th, 2008 - 7:22 pm
Filed under : Objek Wisata
Navigate : Previous post / Next post / Edit
=NaNdA= April 2nd, 2008, 05:14 PM Welcome abahoryza!
lain kali judulnya digedein dunk... :)
gratist April 5th, 2008, 04:02 AM Sejauh ini saya belum pernah melihat promosi Visit Lampung Year 2009 di luar negeri. Seharusnya pada kesempatan International Tourism Bourse di Berlin pada bulan Maret 2008 yang lalu program ini sudah diluncurkan. Semoga segera ada gerakan konkret pada tahun 2008... jangan mengulangi "keterlambatan" VIY 2008 ya.
=NaNdA= April 13th, 2008, 07:57 AM thanks..kita juga berharap program ini siap..
walaupun yang terlihat seperti agak dipaksakan..
walaupun begitu kita dukung setiap event daerah semaksimal mungkin!
for more info please visit..
http://www.visitlampung.com/themes/white/head.gif
=NaNdA= April 16th, 2008, 01:54 PM Visit Lampung 2009 official logo
http://img260.imageshack.us/img260/2403/p4140581mx8.jpg (http://imageshack.us)
gantengscool May 13th, 2008, 01:03 PM Please pic obyek wisatanya dunk...
Pengen Journey ke Lampung nih.
=NaNdA= May 13th, 2008, 01:15 PM wah banyak..
ke Lampung ke mananya tepatnya?
sebagian objek wisata + peta ada di thread Lampung di Nusantara..
gantengscool May 13th, 2008, 01:32 PM wah banyak..
ke Lampung ke mananya tepatnya?
sebagian objek wisata + peta ada di thread Lampung di Nusantara..
Thanks.
Bosss, akan lebih bagus klo pic2 khusus wisata Lampung dimasukin ke sini.
Jd ngga nyari2 lagi.
lampung_gech July 22nd, 2008, 07:30 PM semoga bisa berkenan....
pantai kelapa rapet (klara beach)
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/klara-beach2.jpg
masih pantai klara...
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/menyusuri-pantai.jpg
pantai laguna..:okay:
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/palm.jpg
pantai mutun.....
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/the-canos.jpg
kalianda...
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/52321982EditGunungLautFajar.jpg
paradyto July 23rd, 2008, 01:17 AM Thanx infonya:)
OshHisham July 23rd, 2008, 02:52 AM Lampung ini..rata2 orang apa? orang jawa?
=NaNdA= July 23rd, 2008, 04:26 AM ada yang suku Lampung..
karena pernah transmigrasi dari Jawa dan Bali
jadi ada orang Jawa juga n Bali juga..
lalu sisanya pendatang
dari Banten, Jakarta, Sumbagsel dan Sumut.. :)
ada yang punya info lebih detil? :D
K14N July 23rd, 2008, 05:03 AM ada yang suku Lampung..
karena pernah transmigrasi dari Jawa dan Bali
jadi ada orang Jawa juga n Bali juga..
lalu sisanya pendatang
dari Banten, Jakarta, Sumbagsel dan Sumut.. :)
ada yang punya info lebih detil? :D
Yang saya tahu memang seperti ini kira2.. Di Lampung orangnya dibagi dua kan, ada yg suku Lampung Asli, ada yg suku pendatang. Suku pendatang paling banyak ya Jawa, Sunda, Bali, en juga etnis Tionghoa yang cukup signifikan jumlahnya di Kota Bandar Lampung (sekitar 40% kali yah, sama seperti di Palembang) :)
lampung_gech July 23rd, 2008, 09:35 AM (http://www.kongresbud.budpar.go.id/iwan_nurdaya.htm)
BERDASARKAN Pendataan Penduduk oleh Pencatatan Pemilih Berkelanjutan (P4B) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat/Statistik Provinsi Lampung pada bulan April 2003, populasi penduduk Provinsi Lampung adalah sckitar 6.900.000 jiwa. Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2000, dengan jumlah penduduk saat itu 6.646.890 jiwa, komposisi pcnduduknya menurut suku bangsa adalah:
- suku Jawa 61,88% (4.113.731 jiwa)
- suku Lampung (Pepadun, Abung Bunga Mayang, Peminggir) 11,92% (792.312 jiwa)
- suku Sunda (termasuk Banten) 11,27% (749.566 jiwa)
- suku Semendo dan Palembang 3,55% (236.292 jiwa)
- suku bangsa lainnya (Bengkulu, Batak, Bugis, Minang dll.) 11,35% (754.989 jiwa)
bisa kita lihat..propinsi lampung hanya memiliki penduduk dengan suku bangsa asli lampung hanya skitar 11%..:nuts:
banyak orang menyebut lampung adalah jawa utara, karena mayoritas penduduknya bersuku jawa....
suku jawa banyak berdomisili di kota metro, lampung tengah, tanggamus, lampung timur, dan tersebar juga di semua kabupaten...
sedangkan suku asli lampung banyak terdapat di sebagian lampung selatan, kota agung, lampung barat, way kanan, dan lampung utara, juga sebagian tulang bawang......
yang lebih fantastis lagi kota bandarlampung.....
kita tidak mungkin bisa membedakan orang dari gaya bicaranya....
bandarlampung sudah seperti jakarta, semua orang ngomong loe, gue..persis dialek jakarta....:nuts:
lampung_gech July 23rd, 2008, 09:49 AM Megalithic Area & Batu Bedil Inscription
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/meghalith.jpg
For the site-interested person of archeology (tour-history & the culture), in Pulau Panggung district, tourists could visit to the complex megalithic and Bedil Stone inscription. The inscription that was made in Sriwijaya royal era proofs the inhabitants' existence in this territory in the past that was connected with this kingdom.
Gotten by 3 complexes was separated that was adjacent in Pekon Bedil Stone of the Upstream and Lower; 10 minutes by vehicle to the north from the Tegi gate of the Stone Dam complex. Back to Talang Padang district territory. The producer area of the quality rice superior, namely Talang-Padang rice was the last district from Bandar Lampung side before entered to Kota Agung district territory. Apart from ethnic Lampung the A dialect and O dialect, the community in this dynamic territory was Semendo, Java, Sunda-Banten and Jaseng (the acronym Java-Serang) ethnic -the term in Lampung for the Banten ethnic group had spoke Java. Since several of their generations have assimilation interacting so as many that could hold a dialogue in five languages at the same time.
sumber : Indonesia Tourism
K14N July 23rd, 2008, 09:56 AM ([url]
yang lebih fantastis lagi kota bandarlampung.....
kita tidak mungkin bisa membedakan orang dari gaya bicaranya....
bandarlampung sudah seperti jakarta, semua orang ngomong loe, gue..persis dialek jakarta....:nuts:
Ada kok yang ngebedain.... Cek aja yang ngomong "gech", "angguran", itu pasti orang Bandar Lampung-nya, hehehe....:lol:
lampung_gech July 23rd, 2008, 10:04 AM Ada kok yang ngebedain.... Cek aja yang ngomong "gech", "angguran", itu pasti orang Bandar Lampung-nya, hehehe....:lol:
:lol: oh iya.......
ada lagi...kamu orang, dia orang, loe orang, kita orang
yeah..ada cri khas jugak:banana:
paradyto July 23rd, 2008, 12:34 PM (http://www.kongresbud.budpar.go.id/iwan_nurdaya.htm)
BERDASARKAN Pendataan Penduduk oleh Pencatatan Pemilih Berkelanjutan (P4B) yang dilaksanakan oleh Badan Pusat/Statistik Provinsi Lampung pada bulan April 2003, populasi penduduk Provinsi Lampung adalah sckitar 6.900.000 jiwa. Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2000, dengan jumlah penduduk saat itu 6.646.890 jiwa, komposisi pcnduduknya menurut suku bangsa adalah:
- suku Jawa 61,88% (4.113.731 jiwa)
- suku Lampung (Pepadun, Abung Bunga Mayang, Peminggir) 11,92% (792.312 jiwa)
- suku Sunda (termasuk Banten) 11,27% (749.566 jiwa)
- suku Semendo dan Palembang 3,55% (236.292 jiwa)
- suku bangsa lainnya (Bengkulu, Batak, Bugis, Minang dll.) 11,35% (754.989 jiwa)
bisa kita lihat..propinsi lampung hanya memiliki penduduk dengan suku bangsa asli lampung hanya skitar 11%..:nuts:
banyak orang menyebut lampung adalah jawa utara, karena mayoritas penduduknya bersuku jawa....
suku jawa banyak berdomisili di kota metro, lampung tengah, tanggamus, lampung timur, dan tersebar juga di semua kabupaten...
sedangkan suku asli lampung banyak terdapat di sebagian lampung selatan, kota agung, lampung barat, way kanan, dan lampung utara, juga sebagian tulang bawang......
yang lebih fantastis lagi kota bandarlampung.....
kita tidak mungkin bisa membedakan orang dari gaya bicaranya....
bandarlampung sudah seperti jakarta, semua orang ngomong loe, gue..persis dialek jakarta....:nuts:
Orang Balinya juga ada kan, orang kalau dari Bakauheni ke Palembang lewat Menggala dan perkebunan tebu banyak banget tuh kampung Bali:) Asik banget lagi pemandangannya, serasa di Bali:)
=NaNdA= July 23rd, 2008, 12:37 PM ^ bener, gw pernah dateng ke suatu daerah di Lampung Tengah
yang bener2 penduduknya Bali.,..
sumpah, Bali Banget!!
lingkungan, orang2nya, rumahnya, pohon2 kelapanya, pasir pantainya
budayanya, tempat ibadahnya, cuma minus orang asing aja..hehe.. :D
paradyto July 23rd, 2008, 12:41 PM Temen Gw pulang dari Palembang ke Jakarta, kalau nggak salah mereka berhenti di daerah Tulang Bawang ya... and take some pic.... Asli!!! Fotonya mereka seperti ada di Bali!!:D Nice Place!
=NaNdA= July 23rd, 2008, 01:08 PM ada kabar hari ini di Radar Lampung ( can't find the news on Internet.. :ohno: )
beberapa stakeholder pariwisata di Lampung
membentuk Lampung Tourism Board menyambut Lampung Visit Year 2009 :okay:
lampung_gech July 23rd, 2008, 06:34 PM Orang Balinya juga ada kan, orang kalau dari Bakauheni ke Palembang lewat Menggala dan perkebunan tebu banyak banget tuh kampung Bali:) Asik banget lagi pemandangannya, serasa di Bali:)
oh iyo....
komunitas bali di lampung merupakan yang terbesar di luar pulau bali, jumlahnya hampir 300 ribu..an,
mereka tinggal di daerah seputih raman, seputih banyak, seputih surabaya, di lampung selatan sendiri ada kampung namanya bali nuraga:)
lampung_gech July 23rd, 2008, 06:49 PM ada kabar hari ini di Radar Lampung ( can't find the news on Internet.. :ohno: )
beberapa stakeholder pariwisata di Lampung
membentuk Lampung Tourism Board menyambut Lampung Visit Year 2009 :okay:
wah mantap..:okay:
lampung_gech July 23rd, 2008, 07:53 PM view pantai putih dokh....
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/9898857.jpg
bendungan batu tegi...
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/9768997.jpg
pantai krui..lampung barat
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/Krui-Beach-View.jpg
anda dapat menemukan ini di lampung..:)
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/indonesia2006366.jpg
amazing view from indra puri hotel......
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/DSC02219.jpg
ini bukan di thailand..di lampung juga ada :cucumber:
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/Gajah-belum-sekolah.jpg
OshHisham July 24th, 2008, 02:50 AM ada hampir 7 juta jiwa?!!:nuts: wah...ramai sekali tu...moga moga pengangguran nya tidak separah di jakarta ya...
:lol: oh iya.......
ada lagi...kamu orang, dia orang, loe orang, kita orang
yeah..ada cri khas jugak:banana:
kita orang?....dia orang...? itu kayak dialek orang malaysia....:)
K14N July 24th, 2008, 09:02 AM ada hampir 7 juta jiwa?!!:nuts: wah...ramai sekali tu...moga moga pengangguran nya tidak separah di jakarta ya...
Well, untuk kaum muda-nya sih rata-rata pada cari kerja di JKT deh kayaknya.. Paling ntar kalau ud sukses baru balik Lampung en usaha hasil bumi... Kalau kerja kantoran mah miniiiiimmmmmm bgt kan di Lampung, even di Bandar Lampung sekalipun....
lampung_gech July 26th, 2008, 06:58 PM view from menara siger....
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/Bakauheni.jpg
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/Bakauheni-1-1.jpg
menara siger.....
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/DSC00049.jpg
lampung_gech July 26th, 2008, 07:25 PM teluk kiluan....
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/batu-di-katilu-bag-2.jpg
danau ranau...
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/salah-satu-sudut-danau-ranau-lampun.jpg
pulau tangkil di kajauhan...
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/P1010130.jpg
=NaNdA= July 27th, 2008, 04:03 AM beugh ada danau Ranau... thanks bro.. :okay:
FYI, Danau Ranau itu terbelah menjadi 2 untuk batas wilayah
bagian selatan danau masuk Lampung
bagian utara danau masuk wilayah Bengkulu... :)
CMIIW
=NaNdA= July 27th, 2008, 07:50 AM BANDAR LAMPUNG
'Stakeholder' Harus Berperan Aktif
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Sektor pariwisata di Lampung cukup memprihatinkan saat ini. Karena itu, stakeholder pariwisata harus berperan aktif dan membangun pariwisata Lampung melalui pembentukan Lampung Tourism Board (LTB) di Sai Bumi Ruwa Jurai ini.
Para stakeholder itu terdiri dari pengelola hotel, restoran, tur operator, objek wisata, bus pariwisata, asosiasi pariwisata, travel writer.
Pembentukan LTB sebagai Badan Pariwisata Daerah ini merupakan bentuk kepedulian kalangan pengelola sektor pariwisata terhadap dunia pariwisata Lampung yang selama ini mati suri. Padahal, Pemprov Lampung memiliki program mulia seperti Visit Lampung Year (VLY) 2009.
"Kami yang tergabung dalam LTB ini selalu peduli membangun sektor pariwisata Lampung bersama eksekutif dan legislatif. Namun, kami lagi-lagi selalu terhambat karena pergantian pimpinan daerah maupun satuan kerja (satker)," kata Zein Ginting, ketua steering committee pembentukan LTB ditemui di kantornya, Kamis (24-7).
Zein menjelaskan pihaknya bersama stakeholder lainnya sudah lama ingin membentuk LTB di Provinsi Lampung. Alasannya, LTB sebagai lembaga independen yang tidak terpengaruh terhadap kegiatan politik dan birokrasi bisa lebih fokus menangani dan membangun sektor pariwisata.
"Badan pariwisata ini tidak berpengaruh terhadap kegiatan politik dan birokrasi, baik di tingkat eksekutif maupun legislatif, karena kami hanya bertanggung jawab kepada pak gubernur saja," terang Zein yang juga president director Arie Tour.
Dia mengakui pembangunan sektor pariwisata tidak kelihatan nyata dalam jangka waktu singkat, seperti pembangunan jalan. Namun, membangun sektor yang diidentikkan dengan kunjungan turis asing ini akan terlihat lima tahun mendatang. Karena itu, stakeholder atau pengelola pariwisata di Bumi Ruwa Jurai ini akan beraudiensi dengan Gubernur Syamsurya Ryacudu untuk menyampaikan pembentukan LTB ini.
"Yang perlu disadari oleh kita semua, sektor pariwisata adalah lokomotif ekonomi sebuah daerah. Alasannya, seluruh elemen, mulai pengelola objek wisata, hotel, restoran, travel, pedagang suvenir, dan para pekerja di tempat-tempat hiburan bisa dihidupi. Artinya, lapangan pekerjaan yang cukup luas bisa tercipta. Ini tercipta apabila pariwisata di Lampung maju," tukas Zein.
Berdasarkan data yang ada, Lampung belum memasuki peringkat 10 besar daerah tujuan wisata (DTW) di Indonesia. Tidak hanya itu, provinsi yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa ini juga belum membentuk LTB atau badan pariwisata tersendiri.
"Kita masih ketinggalan jauh dengan Bali, Sumatera Utara, Jawa Barat, Batam, dan provinsi lainnya di negari ini. Seluruh daerah yang memiliki badan pariwisata sudah menunjukkan kemajuan di sektor pariwisata. Hal ini disebabkan karena konsep pembangunannya jelas dan tidak berpengaruh terhadap lembaga politik dan birokrasi," tandas Zein. n AAN/K-1
lampung_gech July 27th, 2008, 07:47 PM kawasan batu tegi......(from flikcr)
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/batutegi2.jpg
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/batutegi1.jpg
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/batutegi4.jpg
minjem iistilah balaputradewa..:)
"biarkan foto berbicara"
lampung_gech July 27th, 2008, 08:11 PM sheraton lampung...
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/sheraton-1.jpg
danau ranau....
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/ranau.jpg
pulau tangkil.....
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/pulautangkil.jpg
=NaNdA= July 31st, 2008, 06:40 PM http://img110.imageshack.us/img110/2595/p2101189ld3.jpg (http://imageshack.us)
http://img110.imageshack.us/img110/2595/p2101189ld3.72e82bef6d.jpg (http://g.imageshack.us/g.php?h=110&i=p2101189ld3.jpg)
Balaputradewa August 1st, 2008, 01:58 PM Lampung emang:okay: dah..
Matei nayah kesan wawai yang ikam rasoke di Lampung, pokoknyo di ijo mak ket terlupoken lah :lol:. Inget ya jangan lupakan Krui di Pesisir Barat Lampung, menurut gue Pantai paling:okay: di Lampung itu ya di Krui. Sumpah !!
Yo..Sukseskan Visit Lampung 2009, Lampung a little Indonesia, Lampung Indonesia Banget !! ^^
Balaputradewa August 1st, 2008, 03:03 PM beugh ada danau Ranau... thanks bro.. :okay:
FYI, Danau Ranau itu terbelah menjadi 2 untuk batas wilayah
bagian selatan danau masuk Lampung
bagian utara danau masuk wilayah Bengkulu... :)
CMIIW
Nanda kayaknya salah deh.. bagian utara masuk Sumatra Selatan alias Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan ibukotanya di Muaradua. Disana tiap tahunnya ada Festival Danau Ranau, tahun kemaren sempet dibuka oleh Menbudpar Jero Wacik. Sedangkan Bengkulu batas paling selatannya Kabupaten Kaur yang berbatasan langsung ama calon Kabupaten Pesisir Barat (Krui) n mpe sekarang gak pernah ada klaim dari Bengkulu bahwa Danau Ranau wilayah mereka, mungkin udah puas kalee dengan Danau Dendam Tak Sudahnya :lol:^^
=NaNdA= August 1st, 2008, 03:07 PM oo.. salah ya? :lol:
ya brarti bagian utara masuk Sumsel..
thanks bro, seinget gw emang terbagi dalam 2 wilayah.. :D
=NaNdA= August 1st, 2008, 03:09 PM Lampung emang:okay: dah..
Matei nayah kesan wawai yang ikam rasoke di Lampung, pokoknyo di ijo mak ket terlupoken lah :lol:. Inget ya jangan lupakan Krui di Pesisir Barat Lampung, menurut gue Pantai paling:okay: di Lampung itu ya di Krui. Sumpah !!
Yo..Sukseskan Visit Lampung 2009, Lampung a little Indonesia, Lampung Indonesia Banget !! ^^
Sip bro.. mungkin 2009 gw dah ga di Lampung lagi.. :ohno:
tapi ga tau juga.. :D
ntar bantu update2 yah.. ehehe... :D
=NaNdA= August 10th, 2008, 04:19 PM FESTIVAL KRAKATAU XVIII 2008
( 25 - 31 Agustus 2008 ) LAMPUNG
FESTIVAL KRAKATAU XVIII 2008 schedule
1. SUPORTING EVENT
- Traditional Lampung Song Competition | 18 – 19 June | RRI Bandar Lampung
- Muli & Mekhanai Competition Lampung | 16- 19 July | Marcopolo Hotel
- Lampung Traditional Pop Song Galore | 26 – 27 July | Bandar Lampung
- Kiluan Fishing Week | 27 – 29 June | Teluk Kiluan
2. MAIN EVENT
- Opening Ceremony | 25 August | Bandar Lampung
- Cultural Carnival | 25 August | Bandar Lampug
- Krakatau Night | 25 August | Bandar Lampung
- Lampung Cultural Appreciation | 25 August | Bandar Lampung
- Lampung Art Festival | 26-28 August | Graha Wangsa
- Lampung Expo | 26-31 August | Graha Wangsa
- Krakatau Ritual Ceremony | 26 August | Gunung Anak Krakatau
- International Traditional Mask Festival | 26 August | GOR Saburai Parking Park
- Krakatau Tour | 27 August | Mount Anak Krakatau
- Paramotor Attraction | 25 – 27 August | Mount Krakatau
- International Kite Festival | 28 – 30 August | Kalianda Resort
- Krakatau Off Road & Tourism Rally | 25-28 August | Bandar Lampung
- Krakatau Jetski | 26 – 28 August | Gunung Krakatau
- Festival Tambur Nusantara | 28 – 30 August | GOR Saburai
- Closing Ceremony | 31 August | Graha Wangsa
Contact Details:
Dinas Koperindag Provinsi Lampung
Jl.Cut Meutia No. 23 B
Ph. (+62 721) 482612, 488722
Fax. (+62 721) 481440, 482612
Krakatau Festival XVIII 2008 Secretariat
Dinas Promosi Investasi, Kebudayaan & Pariwisata Provinsi Lampung
Jalan Jenderal Sudirman 29 Bandar Lampung 35127
Ph. (+62 721) 241457
Fax. (+62 0721) 266184
=NaNdA= August 10th, 2008, 04:28 PM Festival Krakatau 2008
Jumat, 01 Agustus 2008
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Lampung mulai bersiap-siap menggelar kegiatan primadona wisata daerahnya dalam Festival Krakatau (FK) ke-18 tahun 2008, pada 23-31 Agustus 2008 mendatang.
Informasi diperoleh dari Panitia FK ke-18 di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lampung, di Bandarlampung, Jumat (25/7), menyebutkan, rangkaian acara FK yang puncaknya akan digelar pada 23 Agustus 2008, dipusatkan di Pusat Kebudayaan dan Olahraga (PKOR) Way Halim, di Bandarlampung itu.
Acara pembukaan akan diramaikan dengan kolaborasi sendra tari, atraksi gajah, marching band dan pawai budaya, serta rangkaian kegiatan seremonial lainnya.
Kegiatan selama FK ke-18 itu, diantaranya Pesona Krakatau (Krakatau Night) berupa apresiasi pesona budaya Lampung (23/8), dipusatkan di Hotel Bukit Randu Bandarlampung, dan Jetski (24/8), di Kalianda Resort Lampung Selatan.
Di gedung Sumpah Pemuda Komplek PKOR Way Halim Bandarlampung, digelar pula Krakatau Festival Tourism, 23-28 Agustus 2008.
Pada 28 Agustus 2008 digelar Tour Krakatau, dengan pelayaran menggunakan kapal cepat maupun kapal feri ke gugusan Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda, Lampung Selatan, serta ritual Krakatau di sekitar anak gunung berapi yang induknya meletus dahsyat pada Agustus 1883.
Rangkaian kegiatan lainnya adalah Krakatau Off Road di Kalianda Resort Lampung Selatan (29-31/8), atraksi paramotor di Pulau Sebesi dan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda (24-25/8) , Lampung Expo 2008 dan Pesta Kesenian Lampung di Graha Wangsa di Bandarlampung (26-31/8).
Atraksi Tuping (pesta topeng tradisional) dan Tambur Nusantara, juga akan digelar pada 25 Agustus 2008 di lapangan parkir GOR Saburai Bandarlampung. Penutupan FK ke-18 dijadwalkan pada 31 Agustus 2008, di Graha Wangsa Bandarlampung.
Sebelum acara pembukaan FK itu, digelar pula kegiatan pendahuluan untuk meramaikannya, seperti Lomba Cipta Lagu Daerah Lampung di RRI Bandarlampung (18-19/7), Pemilihan Muli Mekhanai Lampung di Hotel Grand Anugerah Bandarlampung (9-12/7), dan Pagelaran Lagu Pop Daerah Lampung di Hotel Sahid Bandarlampung (25-26/7).
Kegiatan pendahuluan lainnya adalah Pagelaran Tari Kreasi daerah Lampung di Taman Budaya Lampung di Bandarlampung (27/7), Memancing (Fishing) berupa lomba mancing tradisional dan pesta rakyat di Pulau Sebesi Lampung Selatan (1-3/8), Kiluan Fishing Week di Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus (16-18/8), dan Fishing Competition di Pantai Ketapang, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran (24/8).
Digelar pula Festival Layang Layang Internasional, di Kalianda Resort, Lampung Selatan, 22-24 Agustus 2008.
Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu telah minta panitia FK ke-18 di daerahnya itu, berbenah diri untuk menyelenggarakan kegiatan festival yang dapat menggali potensi sektor wisata di Lampung, dan tidak terjebak pada kegiatan seremonial yang menghabiskan dana APBD daerahnya semata.
Kalangan DPRD Lampung juga mendesak agar agenda FK yang rutin diselenggarakan Pemda Lampung itu mendapatkan dukungan dana cukup besar dari APBD daerahnya itu.
Diharapkan FK ke-18 itu dapat menghadirkan para turis mancanegara dan turis domestik, sekaligus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah Lampung sendiri, bukan hanya diikuti oleh para pejabat dan kalangan terbatas saja.
Apalagi, FK itu menjadi rangkaian kegiatan untuk mendukung program Visit Indonesia Year 2008 dan Visit Lampung Year 2009, dengan target menjaring wisatawan datang ke Lampung lebih banyak lagi, sekaligus mempromosikan potensi wisata daerah Lampung.
Sumber : Kompas.com
=NaNdA= October 23rd, 2008, 03:45 PM Official Logo.. :D
http://farm4.static.flickr.com/3234/2881751307_86a7549907_b.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3047/2881751309_a55431ce70_b.jpg
adye_ahmad October 25th, 2008, 07:25 AM Hehehhehe....
Andalas & Rosa nya Udah ada Nemplok di sini rupanya....
:):)
paradyto October 25th, 2008, 03:32 PM SIGER official logonya... keren nanda:okay:
Hadi October 26th, 2008, 04:27 PM http://www.yourwonder.com/Asia/Indonesia.aspx#
you can click every hour.. support indonesia become the most beautiful country
=NaNdA= November 18th, 2008, 07:11 AM Apa Kabar VLY 2009?
M. Arman A.Z.
Warga Lampung
Lampung punya hajat besar tahun depan: Visit Lampung Year (VLY) 2009 dengan slogan "keren": Your second home. Disbudpar Lampung menargetkan kunjungan 1,2 juta turis domestik dan 24 ribu turis mancanegara selama VLY. Mereka juga menjanjikan KTE akan memberi banyak kenyamanan dan kemudahan bagi wisatawan saat mengunjungi Lampung; yang akan berdampak pada peningkatan PAD (Lampung Post, 24-8).
Tahun 2008 mau tutup buku, 2009 di depan pintu. Sudah bergemakah VLY 2009 di berbagai lapisan masyarakat Lampung? Apakah prioritas dan fokus VLY 2009 selain mendatangkan turis?
Mengenai target wisatawan, jika dibagi 12 bulan, berarti tiap bulan ada 100 ribu turis domestik dan 2.000 turis mancanegara mengunjungi Lampung. Lucunya, di Lampung Post (1-11), saya membaca target itu berubah jadi 2 juta wisatawan lokal dan mancanegara. Tolok ukur yang dipakai Disbudpar adalah jumlah kunjungan wisatawan tahun 2007 yang mencapa 1,5 juta orang.
Mengingat kondisi di lapangan, entah strategi apa yang dipakai mencapai target itu. Semoga capaian target itu tidak sekadar laporan statistik. Tampaknya ada jurang antara niat, strategi, dan aksi menyukseskan VLY 2009. Ini akan jadi bumerang yang berdampak buruk bagi pariwisata Lampung ke depan.
***
Jika warga luar Lampung ditanya satu hal yang identik dengan pariwisata Lampung, pasti yang terlintas di benak mereka gajah, Krakatau, keripik, kopi, atau nama sejumlah pantai. Jawaban itu bisa jadi mendominasi ketimbang agenda seni budaya dan pariwisata yang rutin dihelat instansi pemerintah macam Festival Krakatau, Festival Begawi, Festival Teluk Stabas, dan Festival Way Kambas.
Karena berwisata adalah hak manusia, produk wisata yang itu-itu saja bisa menimbulkan kejenuhan. Mestinya ada peremajaan, inovasi, variasi, diversifikasi produk wisata atau apalah namanya terhadap berbagai objek wisata potensial yang belum digarap maksimal.
Jauh sebelum berniat mencanangkan VLY 2009, sudahkah Disbudpar Lampung mengidentifikasi, menginventarisasi, dan berupaya memaksimalkan alternatif-alternatif wisata lain?
Selain wisata alam, Lampung juga menyimpan beragam wisata kuliner, wisata budaya, wisata sejarah, agrowisata, wisata religi atau spiritual. Ambil contoh, di kawasan Telukbetung ada wihara, masjid, dan taman yang jaraknya berdekatan. Berdasar aspek sejarah dan religi, tempat itu patut menjadi alternatif destinasi wisata.
Lalu, jangan menilai atau menentukan potensi pariwisata menurut kacamata kita (Lampung) selaku tuan rumah. Gunakanlah pula kacamata tamu (wisatawan). Tamu akan mencari sesuatu yang unik dan berkesan di destinasi wisata.
Saya pernah chatting dengan warga Belanda. Ketika obrolan membahas dahsyatnya letusan Gunung Krakatau tahun 1883, saya terkejut saat dia menyebut perihal Berouw, kapal Belanda yang terdampar jauh hingga kawasan Sumur Putri. Saya masygul, seandainya ada turis luar negeri yang ingin melihat lokasi terdamparnya Berouw. Bagaimana bisa sampai ke sana? Rasanya tidak ada instansi pemerintah dan penyelenggara paket wisata yang menjadikan lokasi Sumur Putri sebagai alternatif objek wisata yang berkaitan dengan Krakatau.
Memang tidak ada lagi jejak kapal itu di sana, tapi setidaknya ini layak dicoba, sekaligus menguji kemampuan menjelaskan keunikan sebuah objek wisata.
***
Ada tiga faktor dilematis dan krusial yang menurut saya akan menjadi sandungan menyukseskan VLY 2009. Pertama, infrastruktur. Banyak objek wisata di Lampung yang lokasinya masih sulit dijangkau. Parahnya, dari dahulu masalah ini tidak selesai-selesai. Dengan waktu yang tersisa, instansi pemerintah yang berkompeten dan stakeholder pariwisata harus serius menyikapi masalah sarana dan prasarana ini.
Kedua, promosi, informasi, dan sosialisasi. Wisatawan tentu lebih tertarik berkunjung ke daerah yang kadung familier sebagai destinasi wisata macam Bali, Lombok, Yogyakarta atau Sulawesi. Sudah sejauh mana upaya Disbudpar dan instansi terkait mendatangkan wisatawan ke Bumi Ruwa Jurai? Adakah kalender even selama VLY 2009 yang bisa dengan mudah diakses atau diketahui calon wisatawan dan warga Lampung?
Tidak ada baliho atau umbul-umbul di tempat-tempat strategis yang berisi informasi tentang VLY 2009. Tidak ada sosialisasi membangun kesadaran dan kepedulian warga Lampung untuk menyukseskan VLY 2009. Yang mendominasi justru spanduk dan baliho berisi pasfoto para caleg dengan senyum berkilau. Ini membuktikan promosi dan sosialisasi VLY 2009 terkesan masih lambat.
Disbudpar harus kerja ekstra keras mempromosikan potensi pariwisata di Lampung. Naif jika anggaran dijadikan kambing hitam; jika anggaran minim, kenapa berani menggelar hajat VLY 2009?
Ketiga, koordinasi dan kerja sama konstruktif. Kegiatan pariwisata selalu berhubungan dengan unsur-unsur lain. Untuk itu harus dijalin kemitraan yang saling menguntungkan antara pemerintah dan pihak-pihak lain, yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam sektor pariwisata. Diperlukan komitmen bersama.
***
Saya berharap Disbudpar Lampung menetapkan sasaran internal dan eksternal selama VLY 2009. Sasaran internal yang saya maksud adalah mengajak dan melibatkan warga Lampung berperan aktif menyukseskan VLY 2009. Harus ditekankan bahwa VLY 2009 bukan cuma kerja pemerintah dan pelaku pariwisata di Lampung, melainkan seluruh warga.
Belajarlah dari dunia pariwisata di Bali. Tahun 90-an, warga Pulau Dewata itu mengkritik kebijakan pemda yang memberi porsi sedikit pada warga berperan dan menikmati "kue" pariwisata. Slogan kritis yang mencuat kala itu adalah "Bali untuk pariwisata atau pariwisata untuk Bali".
Ini bisa dijadikan pelajaran, jangan sampai warga Lampung hanya jadi penonton yang gigit jari selama VLY 2009. Jadikanlah VLY 2009 sebagai program pariwisata berbasis masyarakat, yang dengan sendirinya akan mendatangkan pendapatan bagi masyarakat.
Dua fakta ini harus jadi lampu kuning dan disikapi Disbudpar Lampung menjelang VLY 2009. Pertama, laporan hasil survei indeks daya saing turisme tahun 2008 yang diadakan lembaga internasional World Economic Forum (WEF), yang menempatkan Indonesia di urutan ke-80 dari 130 negara anggota PBB. Tiga negara ASEAN berada di atas kita (Singapura urutan ke-16, Malaysia ke-23, dan Thailand ke-42).
Ironisnya, tahun ini Indonesia sedang menjalankan program Visit Indonesia Year 2008. Indonesia dinilai hanya bagus dari sisi "niat" menjadikan pariwisata sebagai prioritas kebijakan, tapi lemah implementasi. Juga terpuruk dalam aspek kesehatan, kebersihan, lingkungan, dan keamanan.
Kedua, Lampung tidak termasuk 10 destinasi pariwisata unggulan yang dinilai Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Lampost, 19-10).
Berbekal fakta ini dan waktu yang kian mepet, mampukah Pemprov dan Disbudpar Lampung mengubah strategi dan aksi menyukseskan VLY 2009? Akhirnya, masih banyak yang harus dibenahi jika tidak ingin VLY 2009 dicap sebagai program mubazir yang memboroskan uang rakyat. Masih banyak yang harus dibenahi jika ingin wisatawan pulang membawa oleh-oleh, cerita, dan kenangan yang baik tentang Lampung. n
K14N November 24th, 2008, 07:15 AM Tour guide cadets train for Visit Lampung Year 2009
Warief Djajanto Basorie , Contributor , Bandarlampung | Mon, 11/03/2008 10:19 AM | Potpourri
Sixteen young people sit relaxed behind computers in a classroom in Lampung's capital city Bandarlampung. They are training at the Learning and Development Center (BPKB) to become tour leaders.
Course instructor Yolinda leads the class in English conversation, which they continue while taking a break and sharing snacks.
"What are you eating," asked a visitor.
"I'm eating a biscuit," replied Suci Wahyuni, a 17-year-old who recently finished a sewing course in a non-formal education program.
"Is it manis (sweet), asin (salty) or pedas (spicy)?"
"It's sweet," Suci said.
When asked about her plans after completing the course, Suci said in English that she wanted to become a tour guide for foreign visitors in Way Kambas and Kalianda, two popular tourist spots in Lampung.
Another trainee, 21-year-old Taufik, expressed a similar desire.
"I want to provide information on Lampung tourism, about Way Kambas and Krakatau," said the graduate of SMIP, a vocational tourism school. Taufik has also been an intern at a hotel.
Way Kambas is an elephant reserve on the province's east coast. Kalianda, a port town on Lampung's southern tip, boasts coastal scenery, beaches, trips to offshore islands, hot springs and hiking trails at the foot of the 1,284 meter high Mount Rajabasa. The vast range of options make Lampung a diverse destination.
Krakatau, the volcano in the Sunda Strait between Sumatra and Java, is another attraction.
Tour guide trainees pose with their course instructor Yolinda (second left) in Bandarlampung, Lampung province. The course aims to serve as a model for tour guide training programs. (JP/Warief Djajanto Basorie)
Yolinda, a professional interpreter for visiting foreign dignitaries and businesspeople in Lampung, stirred excitement with her multilingual skills and overseas experience.
Apart from English, Yolinda also speaks Dutch, Spanish and Norwegian. She lived for 15 years in Holland, three years in Norway and two years in Spain.
"I like this work. The participants show so much enthusiasm that they ask for an hour's extension of the sessions and want to come to class during holidays too," Yolinda said.
When asked if they enjoyed the course, 31-year-old Dian, a nonformal education teacher, gave a straightforward and honest reply.
"I like it because she's smart and beautiful," Dian said, causing laughter from the class and muted protest from Yolinda.
Dian, Suci, Taufik and their classmates are taking an intensive tour guide competency course that began in mid August.
The course lasts for 48 sessions, from 8 a.m. to midday and from 1 p.m. to 6 p.m. each working day.
Twenty-six of the sessions are in English, with other topics including local tourism knowledge, pubic relations and personal presentation.
"We'll add new material as we see fit," says Farizal A.T., a program planning officer at the BPKB, a center under the auspices of the provincial education office.
The BPKB runs many courses -- from food processing to computer studies and early childhood education -- based on the needs of the area as well as the unemployment problem in Lampung, Farizal said.
In the tourism sector, Lampung has many tourist destinations but few trained guides.
"Many guides come from outside the province. We want the job to go to Lampung's young job seekers, particularly in the run up to Visit Lampung Year 2009," said Farizal.
He then named a list of Lampung's tourist attractions, from Kalianda, Krakatau, Way Kambas to Krue on the west coast, which is popular for surfing and hunting.
The tour guide course is the first of its kind with partial funding coming from the central government budget. It is free for students who board at the center throughout the course.
Upon completion, students who pass the exam are placed with local tour operators and help promote Lampung in 2009. The course itself serves as a model for tour guide training programs.
Farizal underscored the program's experimental nature. "This is a trial and error course. We will tirelessly try and try again to make it the best we can."
=NaNdA= November 24th, 2008, 08:08 AM the website is up!! :cheers:
http://www.visitlampung2009.com/
http://www.visitlampung2009.com/sites/all/themes/VisitLampung2009/img/headerbg.jpg
AceN November 24th, 2008, 12:40 PM logonya lucuuuu :hug: lebih keren dari visit musi & visit batam :)
http://www.visitlampung2009.com/sites/all/themes/VisitLampung2009/img/headerbg.jpg
K14N November 25th, 2008, 02:27 AM Some information about Lampung: :)
LAMPUNG
Lampung is strategically located and easily accessible, particularly from Jakarta. Bandar Lampung, its capital, was formerly two separate towns, Tanjungkarang and Telukbetung. In the course of development these towns have spread out to one an other to become one single city. Lampung has its own traditions, high valued handicraft and art creations such as woven cloth, interwoven by gold threads called "tapis".
Sumatran elephants, tigers and hundreds of species of birds can be watched at the Way Kambas nature reserve. Rafflesia, the biggest flower in the world can be seen when it is blooming at Bukit Barisan Selatan National Park, on the southern coastline of Sumatra. The province has a great potential in agriculture, however, its population is small.
Agriculture provides the main income to its population, from farming, fishery and plantations. Clove, coffee and coconut grow extensively along the southern coast. While on the eastern part and hinterland they cultivate pepper, coffee, cassava, cocoa and rice, the tobacco growing area is around Lake Ranu in the northern part.
It is known that Lampung has been inhabited since prehistoric times. This was proven by the discovery of cultural relics in the form of megalithic sculptures at Kebontebu, Kenali, Pugung and Batubedil. There are historical remains showing that it was under the country's greatest maritime empire Sriwijaya.
The stone inscriptions of Palas Pasemah and Batubedil in southern Lampung are among the relics of this Empire of the 7th century.
The influence of Islam is seen from the Tambra Prasasti inscription containing a contract of merchandise supplies between the Kingdoms of Banten and Lampung. Priorto Islam, the inhabitants of Lampung practiced a syncretic Buddhist-Hindu cult.
--------------------------------------------------------------------------------
PLACES OF INTEREST
Bandar Lampung
The capital of Lampung has several interesting places such as the Museum and the Monument of the Krakatau Eruption. Worth while seeing or doing is the weaving process of Tapis textile, art and dance performances or just sunbathing on the beach.
Museum of Lampung
Located at Teuku Umar Street, it can be reached within 15 minutes from the centre of Bandar Lampung. It contains ethnographic and archaeological collections, Chinese ceramics, traditional music instruments, ancient Tapis cloth and ornaments.
Way Kambas Reserve and Way Wako River
Way Kambas is a 2-hour drive from Bandar Lampung. 130,000 hectares of area on Lampung's East coast, Way Kambas is the best place to watch wild Sumatran elephants, tigers and many species of birds. Motorboats can be hired at Way Kanan for cruising around and up the river.
Way Kanan River
Here we can sail along Way Kanan and Way Kambas by canoe or boat to watch the surrounding flora and fauna while in the mouth of Way Kambas, it's good for fishing and swimming. In the morning, we can safari for 2 hours through the prepared track and listen to wild animals roaring and birds singing.
Elephant Training Centre
Way Kambas Elephant Training is an international project which is partly funded by the World Wildlife Fund. The aim of training them is to make the captured elephant be useful to mankind.
Most visitors come to Way Kambas to see the training centre and to have an opportunity to ride on an elephant.
Simple tourist facilities are available at Way Kanan such as lodges, wooden houses on poles, river boats and an observation centre. Way Kambas is accessible by car from Bandar Lampung. The activities and special interests are bird watching, jungle tracking, elephants safari, and river cruises.
Krakatoa
An uninhabited island Krakatoa is located on the southern part of the Bay of Lampung. Krakatoa is reachable in three hours by boat from Canti, a fisherman village near Kalianda, South Lampung. This group of islands consists of four islands, one of them is called Anak Krakatau (Child of Krakatoa) which has grown higher every year.
Anak Krakatau has emerged from the bottom of the sea between three other islands by early 1928 or 45 years after Krakatoa's 1883 formidable eruption.
Pugung Archaeologicai Site
Located in Pugung Raharjo village, 40 km. northeast of Bandar Lampung, is a site of megalithic and prehistoric relics as well as of the classical Hindu Buddhist period. There are primitive trenched fortresses which almost surround its site. Stone inscription, ancient Chinese porcelains, Polynesian statue and the statue of Bodhisatwa are at the museum, a house on poles located on the way to Pugung Raharjo.
Merak Belantung Beach
Located 40 km south of Bandar Lampung on the way to the seaport of Bekauheni. The beach is ideal for swimming and wind surfing. Cottages and equipment for wind surfing are available.
K14N November 25th, 2008, 02:33 AM Lampung Tourism Map:
http://www.freeimagestoring.com/images/u0akqg4joqnt5kb0lden.png (http://www.freeimagestoring.com/)
=NaNdA= November 25th, 2008, 03:04 AM Ayo kita ke Lampung!!!! :D :cheers:
adien_satria December 10th, 2008, 09:43 AM Welcome To Lampung :banana: :cucumber::tyty::banana2::hi::nocrook::dance:
lampung_gech December 10th, 2008, 12:07 PM teluk kiluan
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/rocky.jpg
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/what-a-view-.jpg
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/our-boat-1.jpg
lampung_gech December 10th, 2008, 12:24 PM krakatoa nirwana resort
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/Krakatoa-Nirwana-resort5.jpg
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/Krakatoa-Nirwana-resort4.jpg
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/Krakatoa-Nirwana-resort3.jpg
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/Sunrise1.jpg
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/DSC-0053.jpg
=NaNdA= December 10th, 2008, 12:37 PM Teluk Kiluan emang keren.. pengen kesana.. :drool:
K14N December 11th, 2008, 08:17 AM dimana itu teluk kiluan?
=NaNdA= December 11th, 2008, 12:09 PM kalo ga salah Lampung Barat ya? :?
cuma denger2 aja kalo tempatnya bagus.. :D
lampung_gech December 11th, 2008, 01:48 PM laguna helau
Laguna Helau, means beautiful Lagoon, is a beach side resort in Kalianda, a small fishing town not far from Bakaheuni Port. It is set in the very edge of a lagoon overlooking the Sunda Straits in the southern tip of Sumatra.
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/261.jpg
Laguna Helau has been designed as a Sumatran fishing village, with natural wooden cottages perched on high columns. The cottages are elevated to take advantage of the spectacular views to the sea and the surroundings natural vista.
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/262.jpg
Situated in a lagoon facing the Sunda Straits that feeds off to the Indian Ocean, one can see the silhouette of Anak Krakatau the offspring of the infamous volcano. Right in front of the cottages is the beach where turtles have been known to come ashore to lay their eggs.
Eight Wooden Cottage on the Beach
Laguna Helau has eight Sumatran-style wooden cottage situated right on the beach. All eight cottages offer unimpeded sea views and features spectacular prospects of the sunsets and the neighbouring islands.
Six of the cottages are a spacious 144 metre squares that can accommodate up to eight guests. Each is furnished in wood and it features four free-standing bedrooms and an open space living that consist of a living room and a dining room. The cottages are fitted with two modern bathrooms each with a shower, a gas-stove kitchen and a mini bar. Dining wares and cooking utensils are provided.
With elevated balconies built on columns and sliding wooden doors that reveals outdoor decks and his & her divans each cottage opens up to magnificent views of the sea and has the mood of an over-water accommodation.
2 Two bedrooms units and four studio units with similar style are also available.
Address:
Jl. Sinar Laut No. 81 Ketang Kalianda
Lampung Selatan
Lampung
HP: 0811 727 638, 0811 790 638
Jakarta Reservation:
Muara Karang
Tel: (021) 6621946 - 47, 6621844, 6621880
Fax: (021) 6678021
lampung_gech December 15th, 2008, 02:22 PM TAHUN BARU: Krakatoa Nirwana Gelar 'Travelers Escape'
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Menyambut Tahun Baru 2009, Travelers Krakatoa Nirwana Resort menggelar paket travelers escape selama tiga hari dua malam mulai 30 Desember 2008 sampai 1 Januari 2009. Program ini dikemas dalam fun and leisure for everyone dengan menampilkan aneka hiburan dan atraksi kembang api.
Sales Manager Krakatoa Nirwana Resort, Lukmansyah, Jumat (12-12), menjelaskan paket ini untuk keluarga dan perorangan. "Kami menampilkan hiburan rampak beduk, music unplugged, DJ party, dan live music," kata Lukman.
Kawasan wisata yang terletak di jalan lintas Sumatera, Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan, ini menawarkan paket travelers escape mulai Rp2,6 juta--Rp6,8 juta/paket. Sedangkan untuk extra-bed dikenakan tambahan Rp850 ribu. Setiap paket berlaku untuk dua orang ditambah anak-anak usia di bawah 12 tahun.
Pergantian tahun digebyar dengan kembang api dan makan malam di VIP Legundi Room. Selain itu, diadakan barbeque di swimming pool Hotel Nirwana. "Paket ini termasuk welcome drink, breakfast, lunch dan dinner," kata dia.
Bagi yang tidak ingin menginap dapat menghabiskan Tahun Baru dengan membayar tiket Rp30 ribu/orang dengan mendapat terompet, welcome drink, dan dihibur live music dari Bandung. Untuk meningkatkan pelayanan dan hiburan bagi pengunjung, Travelers Krakatoa Nirwana Resort kini memiliki fasilitas tambahan seperti permainan air, jet ski, banana boat, dan kano.n CR-1/E-1
Travelers Krakatoa Nirwana Resort merupakan satu-satunya resort yang sedang berkembang di Lampung. Kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas seperti hotel, cottage, dan berbagai sarana bermain keluarga seperti banana boat, flying fox, dan kano. Krakatoa juga dilengkapi dengan ruang pertemuan yang diperuntukkan perusahaan atau dinas instansi yang ingin melakukan pertemuan sekaligus berlibur.
paradyto December 15th, 2008, 02:55 PM TAHUN BARU: Krakatoa Nirwana Gelar 'Travelers Escape'
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Menyambut Tahun Baru 2009, Travelers Krakatoa Nirwana Resort menggelar paket travelers escape selama tiga hari dua malam mulai 30 Desember 2008 sampai 1 Januari 2009. Program ini dikemas dalam fun and leisure for everyone dengan menampilkan aneka hiburan dan atraksi kembang api.
Sales Manager Krakatoa Nirwana Resort, Lukmansyah, Jumat (12-12), menjelaskan paket ini untuk keluarga dan perorangan. "Kami menampilkan hiburan rampak beduk, music unplugged, DJ party, dan live music," kata Lukman.
Kawasan wisata yang terletak di jalan lintas Sumatera, Merak Belantung, Kalianda, Lampung Selatan, ini menawarkan paket travelers escape mulai Rp2,6 juta--Rp6,8 juta/paket. Sedangkan untuk extra-bed dikenakan tambahan Rp850 ribu. Setiap paket berlaku untuk dua orang ditambah anak-anak usia di bawah 12 tahun.
Pergantian tahun digebyar dengan kembang api dan makan malam di VIP Legundi Room. Selain itu, diadakan barbeque di swimming pool Hotel Nirwana. "Paket ini termasuk welcome drink, breakfast, lunch dan dinner," kata dia.
Bagi yang tidak ingin menginap dapat menghabiskan Tahun Baru dengan membayar tiket Rp30 ribu/orang dengan mendapat terompet, welcome drink, dan dihibur live music dari Bandung. Untuk meningkatkan pelayanan dan hiburan bagi pengunjung, Travelers Krakatoa Nirwana Resort kini memiliki fasilitas tambahan seperti permainan air, jet ski, banana boat, dan kano.n CR-1/E-1
Travelers Krakatoa Nirwana Resort merupakan satu-satunya resort yang sedang berkembang di Lampung. Kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas seperti hotel, cottage, dan berbagai sarana bermain keluarga seperti banana boat, flying fox, dan kano. Krakatoa juga dilengkapi dengan ruang pertemuan yang diperuntukkan perusahaan atau dinas instansi yang ingin melakukan pertemuan sekaligus berlibur.
^^ Menarik banget neh:)
=NaNdA= December 19th, 2008, 08:17 AM Jum'at, 19 Desember 2008
BANDAR LAMPUNG
VISIT LAMPUNG 2009: Program Mendongkrak Pemasaran Pariwisata
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pariwisata menjadi salah satu bagian terpenting dalam pembangunan kesejahteraan rakyat. Sebab itu Provinsi Lampung membuat program Visit Lampung Year (VLY) 2009 untuk mendongkrak pemasaran pariwisata.
Selasa (23-12), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung akan menggelar peluncuran VLY 2009 di Lapangan Parkir GOR Saburai. Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu akan menekan tombol sirine sebagai dimulainya perhelatan wisata di Lampung itu.
Acara peluncuran itu diisi berbagai kegiatan dengan hadiah yang menarik, salah satunya adalah jalan sehat gubernur bersama masyarakat. Panitia memberi kesempatan untuk mengikuti acara tersebut secara gratis plus hadiah besar.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung M. Natsir Ari didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Lampung Adeham mengatakan selain gubernur, jalan sehat diikuti bupati dan wali kota se-Lampung.
Masyarakat dapat berbaur dengan para pemimpin daerahnya pada acara itu sebagai wujud partisipasinya dalam pembangunan kepariwisataan di Lampung.
"Sudah saatnya pengembangan pariwisata didukung oleh partisipasi masyarakat, semua orang Lampung harus menjadi warga sadar wisata. Maka program ini akan berjalan," jelasnya.
Dalam jalan sehat itu, panitia menyediakan kupon gratis kepada masyarakat yang berminat. Masyarakat dapat mengambil kupon itu di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan selama jam kerja mulai Rabu (17-12) dan ditutup hari ini, Jumat (19-12).
Kupon-kupon itu nantinya menjadi nomor undian peserta jalan sehat yang akan memperebutkan sepeda motor, televisi, sepeda, dan hadiah hiburan lainnya.
Menurut Adeham, jalan sehat itu akan mengikuti rute Lapangan Parkir GOR Saburai--Jalan Sriwijaya--Jalan Jenderal Sudirman--Jalan A. Yani-- Jalan Kartini dan kembali ke GOR Saburai. Setelah jalan sehat itu barulah peresmian dimulainya agenda wisata Lampung dalam peningkatan kesejahteraan rakyat.
"Setelah acara ini, maka agenda kegiatan pariwisata akan dimulai dengan Festival Durian pada 23--25 Januari 2009 di Bandar Lampung," kata Adeham.
Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Festival Begawi Adat serta Wet Land and River Tour pada Maret 2009 di Kabupaten Tulangbawang. Secara berturut-turut dilanjutkan dengan festival budaya dan pariwisata di Way Kanan pada April, dan pada Juni festival digelar di Kota Metro, Lampung Utara, dan Bandar Lampung.
Pada Juli digelar Festival Teluk Setabas di Lampung Barat dan Festival Budaya di Lampung Selatan. Terakhir adalah festival di Lampung Timur dan Tanggamus pada Desember 2009. n AAN/K-1
=NaNdA= December 22nd, 2008, 05:47 AM PARIWISATA: Krisis, Wisatawan Malah Meningkat
SUKADANA (Lampost): Krisis global tak menurunkan jumlah wisatawan baik asing maupun wisatawan domestik. Bahkan, selama krisis global jumlah wisatawan di berbagai tempat naik belasan persen dibanding sebelum krisis.
Hal tersebut dikatakan staf ahli Bidang Ekonomi dan Iptek Departemen Kebudayaan Titin Sukaria saat memberi sambutan pada acara Festival Way Kambas di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Sabtu (20-12).
"Selama krisis jumlah wisatawan mengalami kenaikan kalau untuk omzet dari wisata kami belum mengetahui berapa kenaikannya. Namun, teorinya jika jumlah wisata mengalami kenaikan tentunya pendapatan omset akan lebih banyak bila dibanding sebelumnya," kata Titin.
Salah satu contoh, pengunjung di TNWK naik sekitar 45 persen, jika dibanding dengan tahun sebelumnya. "Selain itu, di Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, menurut data kami tahun 2008 pengunjung wisata asing mengalami kenaikan 10-15 persen dibanding dengan tahun 2007," kata dia.
Titin juga mengharapkan pemerintah provinsi, kabupaten, ataupun pihak TNWK, memedulikan nasib petani yang terganggu oleh gangguan gajah liar.
"Saya sangat prihatin setelah membaca Lampung Post tentang gajah yang terus menghantui petani. Kasihan jika hal itu terus menurus menjadi momok petani," ujarnya.
Tiga Strategi
Sementara itu, Direktur Jasa Wisata Departemen Kehutanan Bambang Tri Hartono mengatakan Balai TNWK merupakan salah satu dari 50 balai nasional yang telah ditetapkan pemerintah.
"Dalam pengelolaan taman nasional harus didasarkan pada tiga strategi konservasi, yakni perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan, keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosisitem," ujar Bambang.
Menurut Bambang, Way Kambas juga merupakan tempat pertama didirikan pusat pelatihan gajah yang telah berkembang menjadi salah satu atraksi wisata yang menarik dan bahkan menjadi ikon wisata di Lampung.
Selain pelatihan gajah dan atraksi gajah, di TNWK terdapat Suaka Rhino Sumatera (SRS), yang merupakan tempat penelitian pengembangan badak sumatra.
"Menurut World Tourism Organization (WTO), tahun 2010 nanti diperkirakan kegiatan kepariwisataan akan banyak bergeser ke arah wisata alam, seperti di TNWK ini," kata Bambang
=NaNdA= December 23rd, 2008, 12:28 PM VISIT LAMPUNG 2009: Hari ini Dibuka Gubernur Lampung
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Hari ini (23-12) Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu membuka grand launching Visit Lampung Year (VLY) 2009 di lapangan parkir GOR Saburai Bandar Lampung. Gubernur akan membunyikan sirine sebagai tanda dimulai ajang wisata dan budaya sepanjang tahun 2009.
Acara itu dimulai dengan jalan sehat masyarakat dengan gubernur dan bupati/wali kota se Lampung. Jalan sehat yang menawarkan beragam hadiah itu kemudian berakhir di lapangan parkir GOR Saburai.
Kemudian dilanjutkan dengan peluncuran akbar Tahun Kunjungan Wisata Lampung. Acara itu juga sekaligus meresmikan situs resmi wisata Lampung yang beralamat di www.visitlampung2009.com.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lampung M. Natsir Ari mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya event wisata Lampung adalah Festival Krakatau dan Festival Way Kambas.
Namun, untuk tahun 2009, ada satu lagi ajang andalan wisata di Lampung yakni Festival Durian yang digelar di Bandar Lampung pada Januari 2009.
"Event perdana dalam kalender kegiatan wisata Lampung itu direncanakan jadi andalan karena substansinya untuk mengangkat produk pertanian masyarakat," kata Natsir ditemui di ruang kerjanya, Senin (21-12).
Menurut dia, apalagi saat ini Bandar Lampung telah memosisikan daerahnya menjadi sentra durian. Keseriusannya ditandai dengan membangun Tugu Durian di daerah yang menjadi penghasil durian, pasar durian dan wisata durian yakni Sukadana Ham-Batuputu.
"Kami berharap tugu durian itu jangan hanya cukup dibangun, tapi ada kegiatan yang berkaitan dengan pembangunannya itu," kata dia.
Natsir menjelaskan keberhasilan VLY 2009 itu bukan hanya di tangan Disbudpar, melainkan di satuan kerja dan instansi di sektor lain harus mendukung, agar wisatawan datang ke Lampung sebanyak-banyaknya. Terutama pemda kabupaten/kota sebagai pemilik objek wisata harus berjuang mendukung VLY dengan membuat kegaiatan wisata.
"Jangan sampai program yang kita luncurkan ini tidak ada pergerakannya sampai akhir tahun. Targetnya tahun ini kunjungan dua juta wisatawan dengan target waspada 1,5 juta wisatawan dan minimal satu juta wisatawan," kata Natsir yang didampingi Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispbudpar Lukmansyah kemarin.
Lukmansyah menambahkan seluruh elemen masyarakat juga diundang untuk memberi kontribusi terhadap VLY 2009. Misalnya, pada awal Januari 2009, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Lampung akan menggelar Kemah Pemuda Lintas Agama Peduli Lingkungan di Youth Camp Gunung Betung.
Pada kegiatan itu akan diundang organisasi pemuda berbasis agama se-Sumatera dan Jawa untuk berkemah di sana. "Yang jelas apa pun kegiatan yang bakal bisa mendatangkan wisatawan atau memberi peluang orang untuk mengetahui potensi wisata di Lampung, akan didukung," uajr dia.
lampung_gech December 23rd, 2008, 02:31 PM South Lampung
Tue, 19/08/2008 - 7:38am — Anonymous
South Lampung has several interesting tourism objects. Most of them are natural tourism, consist of beaches or small islands. Krakatau was a very popular tourism besides Kalianda Resort with its white sand beach.
However, you can visit other tourism destination such like Laguna Helau, Sebesi and Sebuku Island or Seafish Breeding.
Sebesi & Sebuku Island
For those wishing to take a longer, closer look at the magnificent Krakatau, the islands of sebesi and Sebuku are the closests inhabited islands, providing other attraction such as swimming, diving and hiking for sun seekers.
Mt. Sebesi takes up most of Sebesi island, covering an area of 16 square kms. "On the island is an extensive coconut palm planting area for producing copra". Cake, a primary product for cooking oil. Sebesi is conected to the main land by a morning and afternoon boat service that takes one hour to reach the island from Canti beach.
Cottages are available for visitors as well as motor bike which can be hired to explore the island.
The southern part of the island is reserved for wild boar hunting. Sebuku island is the closer to Canti. Small villages line the island in front of the narrow strait between Sebuku and Sebuku Lunik. This enchanted sleepy little island is an ideal place for swimming and snorkeling or simply up the sun.
Merak Belantung Beach
Located on the south central coast of Lampung Province, just 10 kms from Kalianda, the capital of South Lampung District, is a beach popularised by the Lampungnesse, on Sundays, as a meeting place for youths and families. Merak Belantung beach lies under the impressive Rajabasa Mountain and also offers a cinematic view of the Krakatau volcanic islands. On weekdays tourists may enjoy the tranquility of an isolated beach, warm waters, brilliant sun and the cool shade of the coconut palms. A trip to Merak Belantung could be combined with a visit to nearby Mount Rajabasa. The mountain also has "public baths". the spring water, heated by the volcano is said to have healing properties, good for the skin. 1,281 ms high, the summit of mount Rajabasa is shrouded in lush tropical forest producing fresh, crisp, cool air.
From here you can see many attractive little beaches, such as Wartawan beach (Way Muli), whose white and crystal clear waters are accessible by local "mini bus" transportation.
Kalianda Resort
Breaking the wave, diving while enjoying the beauty of coral reef in the sea floor and slowly walking through the white sand are the most exciting adventures that you can have in Kalianda Resort. Kalianda offers visitors with adventures of the most complete resort that may not be found elsewhere. Situated in the district of Kalianda South Lampung of 45 Km from Bakauheni Seaport, this resort can be reached for only 1 hour drive. The facilities and activities you can have :
Bungalow, Meeting room, jet ski, Floating tent, Banana Boat, Restaurant, Tree House, Cycling.
Laguna Helau Resort
A family beach resort, natural and equipped with cottages & kitchen ware, restaurant. A good sandy beach just 10 minutes from the town of Kalianda. Laguna Helau Resort is designed for family especially for weekend with a thrully idyllic atmosphere !
Seafish Farming
Located at hanura village, 16 kms west of Bandar Lampung. In this area you can see cultivation process of various sea fish from insemination, breeding and harvesting. Several species we can found are ; napoleon, shellfish, kerapu fish, kakap putih fish (Lates calcariver) also sea horse.
Nearby the location there is Tegal island where we can enjoy its beautiful panorama and just 2.5 kms south of Hanura you will find mount Betung which offers enchanting beauty of mountainous and sea of Lampung bay.
People Forest Garden of WAN ABDUR RACHMAN
Garden People Forest of Wan Abdur Rachman represent an unit that managed by Departmen of Forestry of Lampung Province , in this forest garden contain a lot of potency of tourism, like waterfall and others, following representing potency of tourism in Garden People Forest of Wan Abdur Rachman.
*
“Sinar Tiga” Waterfall, highly 70 metre and located in Pwsawahan Indah Kecamatan Padang Cermin, South Lampung.
*
“Talang Rabun” Waterfall, highly 35 metre.
* “Penyarian” Waterfall , highly 35 metre located in Padang Cermin ± 40 km of Bandar Lampung
* “Tanah Longsor” Waterfall , highly 35 metre located in Padang Cermin Village ± 40 km of Bandar Lampung.
* Way Sabu Waterfall
* "Siamang (Abah Bewok)" Waterfall
* "Gunung Tanjung" Waterfall
* Talang Teluk Waterfall
* Hot Water Dource in Lubuk Baka
* Keramat Grave
* Stone Endue “Langka” River
* Villa Abbah Uban
Krakatau Island
Krakatau represent an archipelago bunch which consist of 4 Island that is Island of Sertung, Island of Krakatau Big ( Island of Rakata), Island of Krakatau Small ( Long Island) and Island Child of Krakatau which emerge in the middle of third other Island in the year 1927 or 44 year after awful eruption in the year 1883.
Detail...
Pasir Putih Beach & Pulau Pasir Beach
White Sands offer coast with view of inviting sea. Available facilities are shelter, toilet, room;chamber rinse, coastal motor ship Etc. This beach is always visited by many people in the holiday. Located in Countryside of Tarahan, 15 Km of Bandar Lampung.
Activity of which can done is to relax, swimming and boating to “Condong Sulah” Island . Adjacent with this recreation garden is Pulau Pasir Beach. This place have condition and facility which is equal to Pasir Putih Beach.
Marina Beach
Marina beach have view of beautiful nature with reefs which its for is multifarious of manner. According to the story of the residence one of the reef of is so-called hall stone represent Prince place of Bumi accept guest. This beach is located in District of Sidomulyo or ± 43 Km of Bandar Lampung, available facility : Guesthouse, MCK, ground play and park. This recreation more functioning as people amusement centre like Pasir Putih, etc. The condition of big wave relative and compose at coastal some part and coastal screen (do not far from coastline) downhill sharply.
Condong Sulah Island
Owning natural potency, island form like trapeze loo like dome where all bevel and surface of hill fulfilled by coastal forest including merbau, waru, cassia alata, etc. Part of island south like apart which can be use to climb ajang rock , climb and also athletics having the character of natural challenge. Region around Condong Sulah Island , Condong Darat, Condong Laut are used by swim practice place, swimming fin, diving, to clubs of diving in Bandar Lampung.
Condong Sulah is often used as location of Outbound Training. Existing Facility step by step is fulfilling. Transportation among/between continent and island /Pasir Putih only 15 minutes available each moment. Two cottage and a café available to visitor.
Hot Water Source of Way Belerang
Located in hillside of Rajabasa ± 4 Km of downtown of Kalianda which have cold atmosphere. This recreation place represent a bath place for keeping in good health husk and freshness of body. This Bath place is provided with room;chamber rinse, dressing room, medium park, kiosks seller of food and beverage.
CIRCUMFERENCE MOUNT of RAJABASA & SOURCE OF HOT WATER of WAY MULI
Coastal location occupy narrow areal among/between Mount ring road of Rajabasa, sea and mountainside. A source of hot water reside in coastal side of continuous bald mount foothills rock release hot vapour ( water temperature go out to sea 80 - 100º C). This place located in Way Muli 14 Km of Kalianda and 30 Km of branch of Gayam at band of Bakauheni – Bandar Lampung. From this location is got by free view up at bunch of Krakatau. At Mount location of Rajabasa this ( west bevel in Town periphery of Kalianda) there are climb route atop to cauldron / adjoining lake there are some chair and “cukup” stone. Temperature around cauldron ± 1º C. Bath Of Hot Water of located Way Belerang ± 3 north Km direction of Town of Kalianda have cold atmosphere , available 3 bath pool to visitor. Mausoleum of Raden Intan have location Fortress of Cempaka village of Kuripan 1 Km of Branch of Gayam in north foot/feet of Mount of Rajabasa. To all natural lover and history there are ± 9 defence fortress around Mount of Rajabasa interesting to be explored.
Radin Intan II Grave
Radin Intan II Gelar Kesuma Ratu ( 1834-1856) still represent clan of Fatahillah of its marriage with Putri Sinar alam of clan of Pugung and known as [by] persistent leader oppose colonization of Dutch. Mount of Rajabasa loaded with secondhand ommission of citadel and fortress defence of war is mute eyewitness [is] warrior of Radin Intan II located in Countryside Gedung Harta village, recognized by the name of Fortress of Cempaka ± 18 Km of Town of Kalianda Sub-Province Lampung Selatan.
Lampung Bay
Enjoying the beautiful of view under the sea, amicable and also dish with various fish type, prawn, cockle and also other sea biota represent incomparable award, altogether earn you enjoy in Teluk Lampung.
Broadly about/around ± 1.888 Km and depth of the sea gyrate 10 to 30 metre, and also have a number of isles with its clean coast and comfortable situation make Teluk Lampung as choice tourism object to the tourists which fond of to dive and fish. Teluk Lampung that located in South side of Bandar Lampung city very keep handy only during less than one hour. Some Club Dive in Bandar Lampung with diver which have owned International certificate is ready to guide you for beautiful enjoying of Teluk Lampung.
Development Plan of Siger Monumen
This Siger Monument building is planned to hold several activities:
1. TRANSIT ACTIVITY
> Wide Park
> Warehousing
> Fuel Pump
> Food Court
> ATM, Telecommunication shop and Phone Credit Counter
> Rest Room(toilet, sitting room)
2. RELAXING AND TRANSIT ACTIVITY
> Car Maintenance and treatment (car saloon, car wash)
> Restaurant
> Information Center
> Retail, Handycraft Shop, Lampung Food Shop.
3. FOR THE MOMENT STAYING ACTIVITY
> Siger Monumen
> Large Meeting Room/Hall, Wedding Party Building
> Live Music Show
> Mini entertainment (biliard, karaoke, games)
> Rest Room
> Elephant caretake
4. STAY OVER-NIGHT ACTIVITY
> Convention Hall in the basement
> Viewing Deck
> Park and Plaza
> Amphitheater for outdoor show
> Hotel andCottages
> Bar – Saloon – Spa
> Sport Club and outbond area
Facility & Accomodation
Hotel:
* HOTEL WAY URANG, Jl. Kusuma Bangsawan - Kalianda, capacity 14 rooms
* HOTEL KALIANDA, Jl. Indra Bangsawan - Kalianda, capacity 31 rooms
* HOTEL BERINGIN, Jl. Kusuma Bangsawan - Kalianda, capacity 8 rooms
* HOTEL BINTANG SELATAN, Jl. Indra Bangsawan Gg. Sanggar Kalianda, capacity 10 rooms
* HOTEL FAJAR, Jl. Trans Sumatera - Kalianda, capacity 14 rooms
* HOTEL SUDI MAMPIR, Jl. Pesisir Rajabasa, capacity 7 rooms
* HOTEL PASIR PUTIH, Jl. Trans Sumatra - Tarahan Ketibung, capacity 20 rooms
* HOTEL AMARTA AGUNG, Jl. Trans Sumatra - Tarahan Ketibung, capacity 5 rooms
* HOTEL MINI II, Jl. Trans Sumatra - Tarahan Ketibung, capacity 20 rooms
* HOTEL MUTIARA, Jl. Trans Sumatra - Tarahan Ketibung, capacity 15 rooms
* HOTEL MINI III, Jl. Trans Sumatra - Branti Raya, capacity 13 rooms
* HOTEL BRANTI INDAH, Jl. Trans Sumatra - Branti Raya, capacity 20 rooms
* HOTEL VILLA MAS, Jl. Trans Sumatra - Branti Raya, capacity 16 rooms
Restaurant:
* RM. Begadang III, Jl. Raya Branti
* RM. Danau Kembar, Jl. Raya Natar
* RM. Taniran, Jl. Raya Bakauheni
* RM. Pondok Indah, Jl. Raya Natar
* RM. Sari Minang, Jl. Raya Tegineneng
* RM. Jam Gadang, Jl. Raya Natar Km. 29
* RM. Tiga Saudara, Jl. Raya Penengahan
lampung_gech December 23rd, 2008, 02:33 PM Bandar Lampung
Tue, 19/08/2008 - 6:01am — Anonymous
Bandar Lampung is the capital city of Lampung Province, located right next to the beautiful landscape of Lampung Bay. For the traveller, Bandar Lampung is a transit city connecting Java and all provinces of Sumatera.
Bandar Lampung is accessible both by air and land. It takes 40 minutes from Jakarta to Lampung by air and 6 hours by land. Ferries standby in 24 hours, connecting Bakauheni and Merak with every 30 minutes departure. Travelling along the edge of hilly road as a part of trans Sumatera is in exiting moment offering the beautiful scenery of the countryside.
The major road, the trans Sumatera, leads you all the way to the extreme north / west of Sumatera, a distance of about 2.200 Kms. By this extensive network of road and highway, it is quite easy to get to places of interest you want to visit.
While shopping centres and supermarket are located in the heart city of Tanjungkarang and Telukbetung such as Bank Mandiri, Danamon and BCA. American express, Master Card and traveler's cheque are accepted as well as at hotels.
Cash that usually accepted to change are US Dollar, australian Dollar, Japanese Yen, Malaysian and Singapore dollar and Netherland Gulden.
City Forest Area
The city forrest area is located about 5 km from the heart of Bandar Lampung. That is stand on a valley of Betung mountain with 700 height from sea-line, surrounded by green hills. The area is assigned for nature lover, with cool air and a beautifull view with some activities can do are cross country and camping.
Museum of Lampung
The Museum of Lampung is located in Z.A. Pagar Alam street or just 5 km from the heart city of Tanjungkarang. It has 3.233 collections compiled from prehistory, Hindu, Budha and Islamic Age.
The Museum also collects lokal and foreign ceramic from China. You can also find the statue from Hindu-Budhist periode, house hold utensils from ancient time, old tapis clothest, ancient traditional boat, war outfits etc.
Ball Iron Opener of Farming Land
Represent equipments used to open transmigration farm in East Lampung region , North Raman and Purbolinggo, East Lampung Regency, "Seputi Banyak" and "Seputih Raman" on year 1953-1956. Way of its operation is pulled by two tractor to uproot bush and tree in land;ground areal which level off. Iron ball nowadays become collection of Lampung Museum.
Tour Garden Bumi Kedaton – Batu Putuk
Countrified Green nuance with the hilly panorama.This region was known as the producer of the fresh fruit like the durian, mangosteens, duku, bananas, and the second crop. Taman Wisata Bumi Kedaton was located in the Stone Village of Putuk – Teluk Betung Bandar Lampung, 20 minutes from the center of the city. Was available facilities of the family's recreation, typical house beamed of Lampung, be suitable for relaxed, small meetings were oriented towards nature, the land camped beside the river that flowed in the area of the Tour Garden that came from the slope of the Betung Mountain. The attraction arena of the elephant was available for the visitor along with the package travelled by the elephant around the location with elephant expert in conquering animals that was ready to serve you, travelled by the elephant carriage, et cetera.
The special package tracking the elephant was prepared by us for the visitor likewise the activity rode a horse around the location, and other attractions. The fauna collection will in stages be supplemented especially with the aim more introduced the Indonesian Archipelago fauna wealth, especially Sumatra.
>>> Map of Tour Garden Bumi Kedaton, Batu Putuk
Krakatau Monument
Garden of Dipangga which located in Telukbetung contained of a history evidence about is awful of Krakatau Mountain eruption in the year 1883. The evidence is a lighthouse port of Telukbetung at that time, which slammed by waving Tsunami effect of Mount eruption of Krakatau and strand in West Teluk Betung ± 1 Km from the offshore. A monument made in garden precisely in front/ahead of Office of Lampung Police Station . Similar Fringe is also found in Sub-District Of Sukaraja Bandar Lampung.
Traditional House
With its typical culture, lampung people in Bandar Lampung city still have traditional house buildings example:
1. Traditional house in Ulok Gading village , this house represent residency of Prominent Custom from one port in custom structure Lampung Peminggir / Sebatin. Form veranda / terrace;core, staircase, arrange room;chamber situation and typical kitchen and also various patrimony / house content set as it is, so that we earn to see / knowing clearly and intact about specification of house.
2. Traditional house / custom in Kedamaian village, representing ommission house of a big family from prominent custom / Nuwat Lampung Pubian ( Pubian Telu Suku). Family meeting and custom deliberation at certain times is often done.
3. Traditional house o] Kedatun Keagungan, traditional house with various patrimony objects collection and supply have, very tradition nuance to jell in the middle of areal for the width of ± 7000 m². This " Museum Hidup" is located in Jl. Sultan of Haji - Kota Sepang Bandar lampung
Fruit & Food Shopping Centre
"Bambu Kuning" market is a traditional market that located in the midtown on Imam Bonjol Street No. 1. "Bambu Kuning" market has been known as a place which sales cheap goods with best quality.
Art Market
Artistic Market or Bandar Lampung is located in Field of Enggal at athletic Court of Saburai, representing centre of activitiess to actor, there are open podium which is often utilized to perform stage of music, festival and dance and place maisonettes sell objects result of handycraft, traditional food and painting.
Others...
Other Tourism Objects that is able to be visited:
* Duta Wisata Beach , Jl.RE. Martadinata
* Puncak Sukadana Ham, in Sukadana Village - West Teluk Betung
* Fruity Forest, in Batu Putu Village Teluk Betung
* Dipangga Garden, Jl. WR. Supratman
* Putri Welldi Kelurahan Sumur Putri
* Buterfly Park, in Sukadana Village - West Teluk Betung
* Golf Field, on Jl. Urip Sumoharjo Sukarame
* Hutan Raya Sukarame, Jl Soekarno-Hatta Sukarame
* Pulau Pasaran, di Teluk Betung Barat
* Wisata Alam Batu Putu, di Kelurahan Batu Putu Tjk. barat
* Fishing Pool, Jl. Untung Suropati Labuhan Dalam
* Fishing Pool, Jl. Urip Sumoharjo Sukarame
* Swimming Pool of Lampung University, Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.01
* Swimming Pool of Hotel Marcopolo, Jl. Dr. Susilo Teluk Betung
* Swimming Pool of Hotel Sahid, Jl. Yos Sudarso Teluk Betung
* Swimming Pool of Hotel Kartika, Jl. KH. Ahmad Dahlan Teluk Betung
* Swimming Pool of Hotel Sheraton, Jl. Wolter Mongonsidi Teluk Betung
* Swimming Pool of Stadion Pahoman, Jl. Hi. Juanda Pahoman
Facility & Accomodation
Hotel:
1. SHERATON LAMPUNG ****
Jl. Wolter Mongonsidi No.157 Bandar Lampung
Telp. (0721) 486666 Fax. (0721) 486690, Capacity: 107 rooms
2. MARCOPOLO ***
Jl. Dr. Susilo No.4 Bandar Lampung
Telp. (0721) 262511 Fax. (0721) 254419, Capacity: 104 rooms
3. SAHID BANDAR LAMPUNG ***
Jl. Yos Sudarso No.294 Bandar Lampung
Telp. (0721) 488888 Fax. (0721) 486589, Capacity: 105 rooms
4. INDRA PURI ***
Jl. Wolter Mongonsidi No.70B Bandar Lampung
Telp. (0721) 258258 Fax. (0721) 2622440, Capacity: 57 rooms
5. KARTIKA **
Jl. KH. A. Dahlan No.96E Bandar Lampung
Telp. (0721) 487994 Fax. (0721) 485413, Capacity: 70 rooms
6. HARTONO *
Jl. Kesehatan No.7B Bandar Lampung
Telp. (0721) 262525 Fax. (0721) 267929, Capacity: 18 rooms
7. ARINAS *
Jl. Raden Intan No.35B Bandar Lampung
Telp. (0721) 266778 Fax. (0721) 268645, Capacity: 43 rooms
8. HOTEL NUSANTARA, Jl. Soekarno Hatta - Sukarame, Capacity: 144 rooms
9. HOTEL NUSA INDAH (Melati III)
Jl. Raden Intan No.132 Bandar Lampung
Telp. (0721) 265242 Fax. (0721) 264820, Capacity: 33 rooms
10. HOTEL KURNIA PERDANA (Melati III)
Jl. Raden Intan NO.114 Bandar Lampung
Telp. (0721) 262030 Fax. (0721) 262924, Capacity: 25 rooms
11. HOTEL ANDALAS (Melati III)
Jl. Raden Intan No.89 Bandar Lampung
Telp. (0721) 263432 Fax. (0721)261481, Capacity: 30 rooms
12. HOTEL KURNIA DUA (Melati III)
Jl. Raden Intan No.75 BDL
Telp. (0721) 252905, Capacity: 59 rooms
13. HOTEL PURNAMA (Melati III)
Jl. Raden Intan No.75 BDL
Telp. (0721) 26148, Capacity: 51 rooms
14. HOTEL RIA (Melati III)
Jl. Kartini No.107 Bandar Lampung
Telp. (0721) 253974, Capacity: 41 rooms
15. HOTEL MAHLIGAI PURI (Melati III)
Jl. Hos. Cokroaminoto No.29 BDL
Telp. (0721) 253694, Capacity: 20 rooms
16. HOTEL KEMALA (Melati III)
Jl. Gatot Subrota No.73/75 BDL
Telp. (0721) 262548, Capacity: 38 rooms
17. HOTEL SARI DAMAI (Melati III)
Jl. Teuku Umar Bandar Lampung
Telp. (0721) 701935,Capacity: 25 rooms
18. HOTEL PARAHIYANGAN (Melati III)
Jl. Teuku Umar Bandar Lampung
Telp. (0721) 255339, Capacity: 9 rooms
19. HOTEL PACIFIC (Melati III)
Jl. Yos Sudarso No.13 BDL
Telp. (0721) 482334, Capacity: 44 rooms
20. HOTEL MERPATI (Melati III)
Jl. Yos – Sudarso Bandar Lampung
Telp. (0721) 341333, Capacity: 34 rooms
21. WISMA BANDAR LAMPUNG
Jl. Z.A Pagar Alam No.1 BDL
Telp. (0721) 704676,Capacity: 38 rooms
22. WISMA HAJI
Jl. Soekarno – Hatta Bandar Lampung
Telp. (0721) 702077
23. etc...
Restaurant:
1. BUKIT RANDU (Talam Kencana)
Jl. Kamboja No.1-2A Bandar Lampung
Telp. (0721) 2566680-81
Fax. (0721) 252838
2. GARUDA (Talam Gangsa)
Jl. Kartini No.31 Bandar Lampung
3. MORO SENENG
Jl. P. Diponegoro No.164 Bandar Lampung
Telp. (0721) 484386
4. BEGADANG II
Jl. P. Diponegoro Bandar Lampung
Telp. (0721) 253201
5. CIANJUR FRIED CHICKEN
Jl. Dr. Susilo No.21A Telukbetung Bandar Lampung
Telp. (0721) 251085
6. etc...
paradyto December 27th, 2008, 07:11 AM :okay: neh infonya, thanx banget Lampung_Gech:)
VL2009 dah ada tuh di TV Nasional iklannya:okay:
paradyto January 1st, 2009, 03:35 PM Ayo kita ke Lampung!!!! :D :cheers:
AYO!!!!!^^^^
kakakido January 1st, 2009, 03:58 PM [QUOTE=lampung_gech;29191412]krakatoa nirwana resort
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/Krakatoa-Nirwana-resort5.jpg
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/Krakatoa-Nirwana-resort4.jpg
http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/Sunrise1.jpg
Gagah banget... keren keren keren..:okay:. pengen kesana juga neh...
kakakido January 1st, 2009, 04:00 PM AYO!!!!!^^^^
ikutan dong....:)
=NaNdA= January 7th, 2009, 02:57 PM Tabek Indah ( dari kaskus, credit to dollay )
http://i213.photobucket.com/albums/cc99/respekta/SL375846.jpg
http://i213.photobucket.com/albums/cc99/respekta/SL375794.jpg
http://i213.photobucket.com/albums/cc99/respekta/SL375793.jpg
http://i213.photobucket.com/albums/cc99/respekta/SL375773.jpg
http://i213.photobucket.com/albums/cc99/respekta/SL375872.jpg
paradyto January 7th, 2009, 03:35 PM Tabek Indah ( dari kaskus, credit to dollay )
http://i213.photobucket.com/albums/cc99/respekta/SL375846.jpg
http://i213.photobucket.com/albums/cc99/respekta/SL375794.jpg
http://i213.photobucket.com/albums/cc99/respekta/SL375793.jpg
http://i213.photobucket.com/albums/cc99/respekta/SL375773.jpg
http://i213.photobucket.com/albums/cc99/respekta/SL375872.jpg
Nanda :okay:
=NaNdA= January 15th, 2009, 01:05 PM Visit Lampung: Dibutuhkan Kerja Sama untuk Membangun Pariwisata Lampung
BANDAR LAMPUNG (Lampost): Lampung memiliki banyak potensi pariwisata yang dapat dijual dan Lampung sudah siap memberikan pelayanan dalam Visit Lampung Year (VLY) 2009 ini. Untuk itu, dibutuhkan adanya kerja sama semua pihak, dalam menumbuhkembangkan pembangunan pariwisata di Lampung.
Ketua Komite Pariwisata Lampung Idrus Djaendar Muda mengatakan dia tidak sependapat jika wisata Lampung mengalami kemunduran. Selain begitu banyaknya objek wisata yang sudah dikembangkan, kini terdapat 42 agenda dalam VLY 2009. Sehingga, target kunjungan wisatawan ke Bandar Lampung yang hanya 2 juta orang, bukan hal yang sulit didapat.
"Kita jangan hanya melihat adanya objek wisata yang infrastrukturnya belum bagus. Masih banyak juga objek wisata yang jalannya bagus dan perlu dikembangkan. Tinggal bagaimana kita melayani wisatawan dengan baik. Tentunya harus melalui promosi yang kontinu," kata Idrus, dalam pertemuan sinergisitas pelaku wisata, di RM Pondok Bambu, Way Halim, Rabu (14-1).
Menurut Idrus, yang akrab dipanggil Yuskas, jika ditanya kesiapan, hampir semua daerah tidak akan siap dalam pengelolaan objek wisata. Terlebih dalam VLY. Mengingat, pembangunan objek wisata selalu dinamis, mengikuti selera wisatawan yang akan mengunjunginya.
"Tapi, dengan semangat kebersamaan, semua bisa dilaksanakan. Kalau menunggu kesempurnaan aksesibilitas, sampai kapan pun sulit terwujud," kata dia.
Sementara itu, pemerhati masalah budaya, Ansori Djausal, mengatakan menyambut VLY 2009, dalam waktu dekat ini, di Bandar Lampung akan dilaksanakan Festival Durian, mulai tanggal 23--25 Januari 2008. Dan, pada bulan Juni 2008, akan digelar Festival Begawi Bandar Lampung.
"Belum lagi puluhan festival lainnya. Semua memiliki nilai jual, seperti Festival Krakatau dan festival lainnya yang ada di kabupaten/kota," kata dia.
Semua pelaku wisata, lanjut Ansori, harus mampu memanfaatkan VLY 2009 sebagai momentum kebangkitan pariwisata Lampung. Terlebih, di Indonesia, dalam satu tahun, terdapat 120 juta wisatawan. Di mana 80 persennya mengunjungi objek wisata di Jakarta dan Jawa Barat. "Sehingga, sangat tidak mungkin Lampung tidak mampu meraih dua juta wisatawan dari total yang ada," kata dia. n Kim/K-2
=NaNdA= January 23rd, 2009, 02:57 PM http://www.freeimagestoring.com/images/ka0x3nax3p6yl147m9.jpg
=NaNdA= February 2nd, 2009, 11:52 AM http://img201.imageshack.us/img201/1189/dsc01461vg9.jpg (http://imageshack.us)
http://img201.imageshack.us/img201/dsc01461vg9.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img201/dsc01461vg9.jpg/1/)
=NaNdA= February 3rd, 2009, 03:16 AM sory berita agak lama.. :D
Manneken Pis Berbusana Lampung, Indonesia Raya Bergaung
Brussel - Pertama kali dalam sejarah, Manneken Pis, landmark dan maskot kota Brussel yang sohor di seluruh jagad, mengenakan busana Indonesia dari daerah Lampung. Sebuah kado istimewa untuk HUT RI ke-63.
Peresmian pemakaian busana adat Lampung pada tubuh mungil Manneken Pis (Bocah Pipis) itu berlangsung Senin, 18/8/2008, di lokasi yang banyak dituju para pelancong, di sudut simpang jalan Rue de l'Etuve dan Rue du Chene, Brussel.
Disaksikan ratusan masyarakat Indonesia dari Belgia, Luxemburg dan Belanda serta para pelancong asing yang menyemut, Dubes RI Nadjib Riphat Kesoema menarik tali selubung penutup Manneken Pis. Begitu selubung terbuka, terlihatlah Manneken Pis gagah dengan busana adat Lampung. Ini merupakan busana ke-809 bagi patung mungil dengan tinggi 58 cm itu.
Lalu dalam fraksi sekian detik Manneken Pis memancarkan air seninya. Whus! Pertama kencang sekali sehingga mengenai massa pengunjung, setelah beberapa detik lalu mengendur. Setelah itu berkumandanglah lagu Indonesia Raya, sementara bendera merah putih berkibar di latarbelakang. Para pejabat kota Brussel dan pelancong asing ikut khidmat menghormat dengan meletakkan tangan mereka di dada sebelah kiri.
Sebelumnya seremoni serah terima pakaian lengkap adat Lampung dilakukan di Balaikota Brussel pada jam 11.00 oleh Dubes RI Nadjib Riphat Kesoema kepada Protokol Kota Brussel, disaksikan Dirjen Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar, Dubes J.E Habibie, dubes negara-negara ASEAN, India, Arab Saudi dan Kuwait.
Selanjutnya rombongan para pembesar ini menuju ke lokasi Manneken Pis, diiringi puluhan putera-puteri Indonesia berpakaian adat dari berbagai daerah.
Peristiwa pemakaian Manneken Pis dengan busana salah satu daerah Indonesia terjadi pada momentum tepat, yakni bertepatan dengan HUT RI ke-63, HUT Deplu ke-63 dan upaya pemerintah menaikkan angka pelancong asing ke Indonesia melalui Visit Indonesia Year 2008.
Dengan dan melalui Manneken Pis Indonesia sebagai destinasi pariwisata bisa menjadi pusat perhatian para pelancong dunia. Salute dan Dirgahayu!(es/es)
sumber :
http://www.detiknews..com/read/2008/0...-raya-bergaung
Foto Manneken Pis
http://www.antara.co.id/module/show.php?f=bWFubmVrZW5waXMuanBn
http://kupalima.files.wordpress.com/2008/08/mannekenpis.jpg
dengan baju adat Lampung
http://rezaislah.files.wordpress.com/2008/08/mannekenpis1bin.jpg
http://farm4.static.flickr.com/3053/2776110622_69ce8dd390.jpg?v=0
=NaNdA= February 16th, 2009, 06:20 PM dari kaskus, credit to malb
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/MatiHelauAnjakTimbayTigohGanta.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/LautkuadalahHartaku.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/PenghujungMalamLampung.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/SenjadiSiger.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/PotensiWisataYangBelumTergali.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/TheSiger.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/Tuhanberbicaralewatalam.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/untitled.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/WelcomeLampung.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/BanyuBiru.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/heavenlyforest2.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/keindahanalamadalahsuatukarunia2.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/lampungpostcard2.jpg
http://i274.photobucket.com/albums/jj256/cari_ce_xx/panoramalautdankelestarianalam.jpg
=NaNdA= February 28th, 2009, 11:32 AM Clas Carnaval SCTV 2009
http://img15.imageshack.us/img15/8512/dsc01602l.jpg (http://img15.imageshack.us/my.php?image=dsc01602l.jpg) http://img15.imageshack.us/img15/dsc01602l.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img15/dsc01602l.jpg/1/)
http://img54.imageshack.us/img54/8901/dsc01615.jpg (http://img54.imageshack.us/my.php?image=dsc01615.jpg)
http://img54.imageshack.us/img54/dsc01615.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img54/dsc01615.jpg/1/)
http://img12.imageshack.us/img12/745/dsc01621.jpg (http://img12.imageshack.us/my.php?image=dsc01621.jpg)
http://img12.imageshack.us/img12/dsc01621.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img12/dsc01621.jpg/1/)
http://img502.imageshack.us/img502/681/dsc01622t.jpg (http://img502.imageshack.us/my.php?image=dsc01622t.jpg)
http://img502.imageshack.us/img502/dsc01622t.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img502/dsc01622t.jpg/1/)
K14N March 18th, 2009, 12:09 PM Ayo wisata kuliner ke Bandar Lampung, makan duren rame2!!
http://www.freeimagestoring.com/images/zkx9ninmdm43a2ug82f.jpg (http://www.freeimagestoring.com/)
Pic from Kompas.com
=NaNdA= March 18th, 2009, 01:30 PM Tugu Durian.. :okay:
=NaNdA= May 18th, 2009, 06:19 AM sory no update.. ada titipan temen nih.. :cheers:
http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs012.snc1/2919_1148111827058_1355444243_30386282_3652545_n.jpg
http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs012.snc1/2919_1148111787057_1355444243_30386281_5560296_n.jpg
http://photos-a.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v4409/55/110/1355444243/n1355444243_30409784_3768445.jpg
http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs004.snc1/4409_1155758218213_1355444243_30409783_6051108_n.jpg
http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs004.snc1/4409_1155758298215_1355444243_30409785_668776_n.jpg
http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs004.snc1/4409_1155758378217_1355444243_30409787_975347_n.jpg
http://photos-g.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v4409/55/110/1355444243/n1355444243_30409814_3566154.jpg
http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs044.snc1/4409_1155768378467_1355444243_30409812_4677396_n.jpg
very.. very.. recommended from me.. :okay:
paradyto July 22nd, 2009, 05:40 PM Festival Krakatau Tetap Berlangsung
Rabu, 22 Juli 2009 | 03:01 WIB
Bandar Lampung, Kompas - Pemprov Lampung tetap akan menyelenggarakan Festival Krakatau ke-19 di tengah kekhawatiran menurunnya kepercayaan terhadap keamanan Indonesia. Sebanyak 15 duta besar negara sahabat dipastikan akan menghadiri festival yang dibuat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lampung Erwin Nizar, Selasa (21/7), seusai rapat koordinasi penyelenggaraan Festival Krakatau ke-19 mengatakan, seluruh pelaku industri pariwisata di Lampung tetap harus optimistis. Pariwisata harus terus berjalan.
Salah satunya melalui Festival Krakatau. Festival tersebut diselenggarakan salah satunya sebagai upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia, khususnya Lampung.
Sebanyak 15 duta besar negara sahabat dipastikan akan menghadiri acara pembukaan dan mengikuti rangkaian festival tersebut. Ke-15 duta besar tersebut adalah duta besar dari Amerika Serikat, Jerman, Romania, Portugal, Filipina, Turki, Hongaria, Polandia, Singapura, Yunani, Slowakia, Lebanon, Bosnia Herzegovina, Suriname, dan Palestina.
Meskipun demikian, ujar Erwin, penyelenggara bukannya tidak belajar dari pengalaman bom Jakarta, Jumat (17/7) lalu. Untuk itu, penyelenggara bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Lampung.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Zulhami mengatakan, sebanyak 600 personel gabungan Polda Lampung dan Polres Lampung Selatan akan menjaga festival tersebut. ”Kita tetap harus menunjukkan Indonesia aman sehingga kegiatan pariwisata tetap berjalan,” ujar Zulhami.
Lebih lanjut Erwin mengatakan, sebagai upaya mempromosikan obyek wisata Lampung kepada para duta besar dan wisatawan mancanegara, penyelenggara Festival Krakatau merencanakan mengajak sebagian duta besar mengunjungi kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Sebelum menuju kawasan TNBBS, panitia penyelenggara akan membawa para duta besar ke Pulau Bule di kawasan Lampung Selatan.
Erwin mengatakan, festival tersebut akan berlangsung selama empat hari, mulai dari 25 Juli 2009 hingga 29 Juli 2009. Pembukaan akan dilangsungkan pada 25 Juli 2009 di Pusat Kegiatan Olah Raga (PKOR) Way Halim. (hln)
paradyto October 19th, 2009, 01:29 AM Semalam di Pulau Bule
Debur ombak yang memercik keras nan melambai, dihiasi hembusan angin , dan udara yang sejuk serasa meringankan kepenatan rutinitas sehari hari. Berada di sebuah pulau pinggiran kota Lampung, tepatnya di Pulau Bule, Perairan Teluk Lampung , Lampung Selatan , petang hari itu, badan dan pikiran terasa segar dan indah.Ya , pulau seluas 30 hektare itu di desain dengan konsep alami. Di dalamnya terdapat resort dengan kamar yang asri terbuat dari kayu, ruang pertemuan, dan tempat bermain dipenuhi pepohonan yang amat rimbun. Jalan setepak dari satu tempat peristirahatan satu ke tempat peristirahan lain juga cukup apik. Sesekali terdapat rusa yang berlarian di sekeliling. Di pinggir pulau terdapat kolam ikan yang sudah didesaian dengan cukup nyaman untuk dipandang atau diolah bagi setiap tamu atau rombongan yang datang. Itulah pulau milik Tommy Winata, Bos Artha Graha yang nama aslinya Oe Suat Hong. Barangkali karana nyaman, di tempat itu juga sering diguanakan pertemuan. Baik koleganya maupun sang big bos sendiri dalam menjalankan roda aktivitasnya, termasuk pelestarian alam.
Ya, hari itu sejumlah redaktur dan Pimpinan Redaksi Jawa Pos Grup sedang diskusi soal masa depan koran. Selain itu juga diskusi dengan Tommy Winata soal pelestarian alam, sejumlah proyek yang ditanganinya maupun soal lainya yang menyangkut pribadinya.
TW sebutan akrab Tommy menyambut rombongan kami di dermaga pulau itu. Ia berpenampilan santai sekali, berkaos abu-abu bertulis Naval Postgraduate School- NPS, dan memakai celana sport warna hijau muda yang kakinya cuma dialasi sandal jepit.
Rombongan berangkat dengan diangkut dengan dua kapal ke Pulau Bule tersebut. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke pulau Bule, jika melalui Pelabuhan Bitung. Sepanjang menuju pulau tersebut, banyak juga hamparan pulau pulau kecil menonjol di atas permukaan laut.
Setelah kami tiba, dijamu dengan akrab. Kami lalu berkumpul di aula diskusi. Tempat itu dilengkapi perangkat tata suara, sebuah televisi layar lebar, proyektor dan layar untuk presentasi. Di sekeliling dindingnya dihiasi lima belas awetan kepala rusa. Disinilah - resor yang setiap hari diurus oleh 23 pekerja itu - TW mempresentasikan jejaring bisnis yang sudah ia bangun dan proyek-proyek yang akan dia bangun.
“Saya sampai minta maaf ke Xanana Gusmao (Perdana Menteri Timor Leste) yang sudah janjian ketemu di Bali. Karena kalian-kalian datang. Benar ini,” katanya saat mengawali pertemuan.
Bayangan kami tentang TW, selama ini adalah bak kepala mafia. Dikawal berlapis dan ketat. Bayangan itu ternyata tak benar selamanya. TW adalah manusia biasa. Ia terbuka, senang bergurau, dan pribadinya hangat. Sampai dia melepas kami keesokan harinya dia ternyata juga masih belum berganti baju.
Tetapi, ada yang tidak biasa pada sosok ini. Dalam diskusi, lewat Artha Graha Network - jaringan bisnis yang ia bangun sejak usia 14 tahun - dan Arthagraha Peduli - TW bukan sekedar pebinis tangguh. Dia adalah sosok amat penting di negeri ini.
TW dengan orang-orang kepercayaannya tampak bersahaja. Jaringan bisnisnya membentang di semua daerah di Indonesia. ”Sejak umur 14 tahun saya sudah bisnis dengan TNI di seluruh Indonesia,” jelas TW, yang memprakarsai pembangunan jembatan Selat Sunda yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Sumetera ini..
Karena kedekatan dengan TNI itu maka TW menjadi warga yang nasionalismenya tinggi sekali. ”Sepanjang hidup, saya didoktrin oleh TNI lima kali,” katanya.
Ia mengatakan tidak pernah menyimpan kekayaannya di luar negeri, atau berbisnis selain di Indonesia. Dia mengatakn, seandainya 40 persen saja uang orang Indonesia yang ada di luar negeri kembali, cepat sekali proses pemulihan ekonomi di Indonesia bisa tercapai. Itulah sebagian dari diskusi malam itu.
Tidak ada kecewa dalam nada bicaranya. Padahal, dalam diskusi malam itu terungkap banyak sekali proyeknya yang gagal, hanya karena kebobrokan birokrasi, niat baiknya yang disalah mengerti, dan lebih sering lagi karena gangguan dari dari Lembaga yang digerakkan oleh pihak-pihak tertentu.
Jarang orang tahu bahwa TW juga punya perusahaan penghasil benih padi hibrida unggul di Lampung. Tahun lalu, satu juta ton, atau separo dari produksi padi Indonesia yang kita makan tiap hari dihasilkan dari sawah yang ditanami benih dari PT Sumber Alam Sutera yang punya laboratorium di Lampung Tengah itu.
Setelah diskusi panjang lebar, dan malam teleh larut , rombonongan beristirahat. Kami menikmatinya malam itu dengan nyenyak. Di kamar berdinding kayu, bunyi kicauan burung, sesekali terdengar lari larian rusa tak menganggu malam itu.
(mahmud/ mudvia@yahoo.comE-mail ini dilindungi dari spam bots, kamu perlu mengaktifkan JavaScript utk melihatnya )
|
|