View Full Version : JAVA & SUMATERA ISLAND | Jembatan Selat Sunda - Planned Road and Railway Connection


Pages : [1] 2 3

=NaNdA=
April 18th, 2008, 01:35 PM
walaupun udah ada di World Forum tapi koq di SSC Indonesia belum ada ya?
jadi minta ijin buat bikin threadnya yah.. :D

Thanks to farean yang udah buat threadnya di World Forum.. ;)

=NaNdA=
April 18th, 2008, 01:36 PM
The Location :

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/34/Sunda_strait_map_v3.png

=NaNdA=
April 18th, 2008, 01:38 PM
The Design :

http://www.jembatanselatsunda.com/templates/siteground-j15-19/images/logo1.jpg

http://www.wiratman.co.id/msunda.jpg

http://www.wiratman.co.id/overview_gb.jpg

=NaNdA=
April 18th, 2008, 01:39 PM
Spesifikasi Jembatan :

- Panjang 29 kilometer

- Lebar 60 meter

- Jalan mobil 2 x 3 meter

- Jalan sepeda motor dan pejalan kaki 2 x 1 meter

- Double track kereta di tengah

- Lokasi 50 kilometer dari Gunung Krakatau

- Desain tahan gempa dan tsunami

- Melintasi tiga pulau: Prajurit, Sangiang, dan Ular.

- Terdiri atas dua jembatan gantung berbentang ultrapanjang: 3,5 km dan 7 km.

- Terdiri atas tiga jembatan konvensional berbentang 6--7,5 km.

- Kapasitas maksimum 160 ribu kendaraan per hari dan 31.318 orang per hari

- Barang seperti batu bara sekitar 1,75 juta ton per tahun atau 4,7 ribu ton per hari

Sumber: Bappeda Lampung

=NaNdA=
April 18th, 2008, 01:41 PM
Teknologi yang mungkin akan digunakan

Principles of Bridge Construction
Kamis, 14 Pebruari 2008 09:57

A bridge must be strong enough to support its own weight as well as the weight of the vehicles and people that use it. It must also be able to resist varying environmental conditions. Different designs serve different purposes and lengths of spans. Load is transferred by hangers (arch bridges) or cables (suspension and cable-stayed bridges) to towers or abutments at the ends of the bridge, and these in turn transfer the force into the ground. Cantilever bridges have two independent cantilever arms projecting toward each other and joined by a central span.

http://www.jembatanselatsunda.com/images/stories/principles%20of%20bridge%20construction.jpg

=NaNdA=
April 18th, 2008, 01:42 PM
The Sunda Strait Bridge is a planned road and railway connection between the two Indonesian islands of Sumatra and Java. After years of discussion and planning, eventually in October 2007 the Indonesian government gave the initial go-ahead for what will become the world’s longest suspension bridge, across the 26km (16mi) Sunda Strait.

The $10bn project is for a series of bridges carrying a six lane highway and double track railway traversing the three islands of Prajurit, Sangiang and Ular in the strait. The longest span is projected to be about 3km, which is more than 50% longer than the longest existing structure, the Akashi-Kaikyo bridge in Japan. According to officials in the consortium that plan to build the bridge, construction would begin in 2012 if feasibility studies confirmed it was viable, with the first travelers crossing in 2025.

The project's greatest challenge is the fact that the strait lies in one of the world's most dangerous earthquake zones. Sumatra is frequently rocked by significant tremors and more than 230,000 people were killed when a 9.0-magnitude quake in December 2004 triggered a tsunami. Many active volcanoes lie in the area, including Krakatoa only 40km away, that has erupted repeatedly, massively, and with disastrous consequences throughout recorded history. The best known eruption culminated in a series of massive explosions on 26-27 August 1883, which killed tens of thousands of people.

The bridge would significantly cut the travel time between the islands, which takes several hours by ferry. Some 20 million people crossed the strait in 2006 and the figure is forecast to double by 2020. It would relieve mounting pressure on Java, home to 130 million people, whereas the population of the whole of Sumatra, which is three times larger, is 47 million. The capital Jakarta lies some 100km (65mi) to the east (on Java) of the strait.

From : Wikipedia

=NaNdA=
April 18th, 2008, 01:43 PM
Beberapa berita terakhir :

Pemprov Pelajari Seluruh Aspek Jembatan Selat Sunda

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pemprov Lampung, Banten, investor, dan tim ahli telah mempelajari seluruh aspek pembangunan megaproyek jembatan Selat Sunda (JSS) yang menelan biaya Rp92 triliun.

Rancang bangun JSS sudah memasukkan seluruh faktor yang memengaruhi, termasuk mempertimbangkan alur laut kepulauan Indonesia (ALKI)--jalur yang mengatur ketentuan pelayaran di laut. Hal itu disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lampung Suryono S.W. di Pemprov, Senin (1-10).

Dengan tinggi dari permukaan air laut 70 meter dan bentangan 30,4 kilometer pada celah laut dalam, ujar Suryono, JSS bisa dilalui kapal besar termasuk jenis kapal induk. "Pembangunan jembatan ini akan memperlancar jalur Merak--Bakau dibanding dengan penambahan trip kapal," ujarnya.

Celah laut dalam yang menjadi jalur ALKI kini di antara Pulau Sangiang dan Prajurit yang lebar bentangnya 3,5 kilometer. Rencananya, dua tiang penyangga jembatan berada di dua pulau itu.

Kini, ujar Suryono, ada pengalihan ALKI dari Selat Malaka ke Selat Sunda. Sebab, kapal besar yang melintas di Selat Malaka tidak boleh melalui jalur itu lagi setelah jembatan Selat Malaka (JSM) selesai dibangun.

Sebagai tana dimulai pengerjaan JSS, besok akan ditandatangani memorandum of agreement (MoA) antara Pemprov Lampung, Banten, dan investor di Pulau Sangiang. Pekerjaan awal jembatan itu ditanggung konsorsium perusahaan Artha Graha Network (AG Network) yang menjadi investor pembangunan JSS. AG Network membiayai pekerjaan mulai pra-feasibility studies (studi lapangan), perencanaan, dan pembangunan.

Jaminan Pakar

Saat ekspose bersama Pemprov Lampung-Banten beberapa waktu lalu, Profesor Wiratman dari Konsultan Wiratman & Associates yang bekerja untuk AG Network memperkirakan biaya pembangunan JSS mencapai 10 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp92 triliun). Biaya tersebut dibagi dua tahap: Biaya studi dan jasa engineering 190 juta dolar AS atau Rp1,8 triliun dan biaya konstruksi 9.810 juta dolar AS atau 90,2 triliun. "Perkiraan pelaksanaan konstruksi 6--10 tahun," katanya.

JSS sudah menyesuaikan dengan kondisi geologis, ekologis, dan geografis dengan ide pembuatan jembatan gantung. Menurut Wiratman, kini di dunia ada tiga generasi jembatan gantung yang ditemukan para ilmuwan. Pertama, sistem pylon kaku dengan dek dipikul gelegar rangka kaku dan berat.

Kedua, pylon kaku dengan dek dipikul gelegar kotak tunggal yang aerodinamik, kaku, dan ringan. Generasi terakhir adalah pylon fleksibel, yaitu dek dipikul gelegar kotak majemuk yang aerodinamik, fleksibel, dan sangat ringan.

Sebagai bagian dari Asian highway, JSS akan disambungkan dengan jalan tol Merak ke Ibu Kota negara, Jakarta. Kemudian, di Sumatera disambungkan dengan rencana pembangunan tol Lampung.

Kapasitas maksimum JSS diperkirakan 160 ribu kendaraan per hari dan 31.318 orang per hari. Dengan maksimum jumlah angkutan mencapai 76.800 per hari.

"Untuk barang seperti batu bara dapat melewati jembatan itu sekitar 1,75 juta ton per tahun. Rujukan kami adalah jembatan Messina atau Stretto Di Messina di Italia," ujar Wiratman. n AAN/U-1

MEGAPROYEK Rp92 TRILIUN

Jembatan Selat Sunda (JSS) dikerjakan konsorsium perusahaan Artha Graha Network. Pengerjaan konstruksi megaproyek yang menelan biaya Rp92 triliun ini membutuhkan waktu 6--10 tahun. Besok (3-10), Pemprov Lampung, Banten, dan investor akan menandatangani memorandum of agreement sebagai tanda dimulainya pengerjaan JSS.

=NaNdA=
April 18th, 2008, 01:44 PM
Pembangunan Jembatan Selat Sunda Dipercepat

By editor, on 02-04-2008 08:22

Bandar Lampung-Pemprov Lampung dan Banten menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) percepatan pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS).
Penandatanganan dilakukan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP didampingi Ketua DPRD Indra Karyadi dengan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah didampingi Ketua DPRD Ady Suryadharma di Bandar Lampung, Jumat (10/8) malam.

Nota kesepahaman ini merupakan kelanjutan dari MoU sebelumnya tahun 2004 tentang rencana peningkatan dan pengembangan transportasi penghubung kedua provinsi yang dipisahkan Selat Sunda tersebut.
Menurut Gubernur Lampung, rencana percepatan pembangunan JSS sudah dibahas dalam draf usulan hasil pertemuan kepala daerah se-Sumatera, yang meminta agar jalan lintas Sumatera (JLS) ditingkatkan, baik volume maupun kualitasnya sebagai pendukung pembangunan JSS sepanjang 29 kilometer.
Sementara Ratu Atut mengatakan, percepatan pembangunan JSS untuk lebih menyinergikan kawasan pembangunan.

Sebab, kini diperlukan perubahan pendekatan kewilayahan pembangunan dengan mengembangkan kawasan regional Lampung-Banten.
”Kajian pembangunan JSS ini harus diperdalam lagi dan melakukan pembentukan Badan Kerja Sama Pembangunan Jembatan Selat Sunda (BKPJSS). Kita juga harus mendorong pemerintah pusat mengakomodasi pembangunan Jmbatan Selat Sunda agar masuk dalam dokumen RTRW (rencana tata ruang wilayah) nasional sesuai revisi UU No 26/2007,” ujarnya.
Penandatanganan itu sendiri dihadiri unsur Muspida Lampung dan Banten, kepala dinas/biro/ kantor/badan, dan anggota DPRD.

Seusai penekenan nota kesepahaman, Deputi LIPI Bidang Jasa Ilmiah Jan Sopaheluwakan memaparkan pengembangan zona ekonomi Selat Sunda dari perspektif kerja sama LIPI dan pemerintah daerah dalam pengembangannya.
Sebelumnya, Gubernur Lampung bersama pimpinan DPRD Lampung memaparkan pentingnya pembangunan JSS bagi kemajuan kedua daerah.
Pembangunan JSS yang akan menggunakan dana dari APBN ini juga akan menggandeng pihak ketiga atau investor. Bila terealisasi, JSS menjadi jembatan terpanjang kedua di dunia setelah Jembatan Shanghai, China sepanjang 36 km.
(syafnizal datuk sinaro)

Sumber: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0708/13/eko02.html

=NaNdA=
April 18th, 2008, 01:45 PM
JSS Peroleh Restu Presiden

By editor, on 02-04-2008 07:57

PolitikIndonesia.com: “Lakukan kajian yang seksama. Apabila memungkinkan dari segi ekonomi, geografis serta kontrol terhadap infrastruktur tersebut, proram besar itu bisa dilakukan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak peringatan Hari Pangan Sedunia XXVII di Lapangan Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (5/12).

Menurut Presiden, kalau Sumatera dan Jawa bisa menyatu, otomatis bakal mendatangkan keuntungan nyata bagi masyarakat di kedua pulau itu. Perekonomian bisa tumbuh dengan terjadinya lintas perdagangan. Itu sebabnya, kehadiran Jembatan Selat Sunda harus untuk pengembangan ekonomi Sumatera dan jawa.

Sebelumnya, para gubernur se-Sumatera juga sudah sepakat untuk segera mewujudkan berbagai proyek infrastruktur yang menghubungkan berbagai kawasan di Pulau Sumatera. Satu diantaranya adalah jembatan Selat Sunda yang akan dilakukan Konsorsium Artha Graha Network.

Menteri Dalam Negeri Mardiyanto berharap supaya kesepakatan antar pemerintah provinsi tersebut bisa tersusun lebih rinci lagi dengan melibatkan konsultan yang terpercaya, dan dikoordinasikan kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Kehendak itu perlu dibarengi kajian rencana seperti proyek yang sudah dilaksanakan di Jawa Timur yaitu Jembatan Surabaya-Madura atau Suramadu sebagai contoh konkret,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Lampung dan Banten meneken kerjasama pembangunan jembatan sepanjang 29 kilometer itu pada Juni 2005 lalu bersama Konsorsium Artha Graha Network. Sebelumnya, sempat ada dua wacana yang sama kuat, yaitu jembatan atau terowongan. Tapi, setelah ada studi terbaru kedua provinsi tersebut lebih memilih jembatan.

Rencananya, jembatan yang akan dibangun 70 meter di atas permukaan laut dengan lebar 60 meter itu dibagi menjadi enam jalur. Masing-masing dua untuk kereta api, kendaraan roda empat, dan roda dua. Setidaknya butuh duit US$10 miliar atau sekitar Rp93 triliun buat mewujudkan proyek tersebut.

Presiden menambahan rencana pemerintah provinsi se-Sumatera membangun jalur kerea api trans Sumatera juga mesti dilihat lebih seksama termasuk nilai untung ruginya. “olusi, mengangkut banyak manusia dan barang, tentu harus dibangun sesuai kemampuan anggaran pusat dan daerah,” katanya.

Begitu juga soal keinginan membangun tol Trans Sumatera Lintas Timur, Barat dan Tengah, serta jalan di Kepulauan Riau dan Bangka Belitung.

Sumber: http://www.politikindonesia.com/readhead.php?id=2005&jenis=plt

=NaNdA=
April 18th, 2008, 01:46 PM
Jembatan Selat Sunda Dibangun Akhir 2008

By editor, on 05-04-2008 04:37

SABTU, 05/04/2008

JAKARTA (SINDO) – Tanda-tanda keseriusan pemerintah untuk mempercepat pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) mulai terlihat.

Menurut rencana, tim khusus yang akan mengurus pembangunan jembatan penghubung Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera tersebut. Targetnya sebelum pada akhir 2008 tim ini sudah terbentuk. Pemerintah berencana membentuk tim khusus percepatan pembangunan proyek JSS sebelum akhir 2008.

”Feeling saya tahun ini (pembentukan badan/timnya) sudah selesai. Namanya, apakah bentuknya badan ataupun tim saya nggak tahu. Yang ngurusin Pak Lambok (Deputi Bidang Hukum Setneg),” ujar Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dedy S Priatna di Jakarta kemarin.

Menurut Deddy, badan/tim tersebut bertugas menampung setiap usulan serta berbagai permasalahan terkait percepatan pembangunan proyek JSS. Keanggotaan tim bersifat lintas sektoral sesuai banyaknya aspek yang terkait dalam pembangunan itu, seperti Departemen Pekerjaan Umum (PU), PT PLN (Persero), Departemen ESDM, PT KAI, dan Departemen Perhubungan (Dephub).

”Kalau belum ada timnya seperti sekarang, orang kan bingung, Selat Sunda kalau mau ngurus ke siapa perginya? Ke PU? PU kan hanya jembatannya. Padahal, itu ada tol, ada kereta api, ada listrik, gas, dan kawasan. Jadi, itu lintas sektor, lintas departemen,” kata Deddy. Dalam catatan SINDO, pertengahan 2005 Pemerintah Provinsi Lampung dan Banten sepakat membangun jembatan yang menghubungkan Selat Sunda.

Opsi pembangunan jembatan diambil setelah sebelumnya juga diusulkan pembangunan terowongan Selat Sunda. Pembangunan JSS dilakukan sebagai sarana penghubung alternatif bagi kelancaran transportasi untuk mengirimkan hasil bumi dari Sumatera ke Pulau Jawa. Rencananya JSS bakal dibangun 70 meter di atas permukaan laut dengan lebar 60 meter. Nantinya jalan ini dibagi menjadi enam jalur, yaitu masingmasing dua jalur untuk kereta api, kendaraan roda empat, dan roda dua.

Menurut perhitungan dalam rancangan pembangunan JSS, jembatan yang diyakini bakal memiliki panjang 27,4 km setidaknya memerlukan biaya total mencapai USD10 miliar atau sekitar Rp93 triliun. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Provinsi Banten Isbatullah Alibasja mengatakan, pihaknya menyambut baik sinyal yang diberikan pusat.

Menurut dia, keberadaan badan/tim penanganan percepatan proyek JSS lintas departemen di tingkat pusat sudah cukup. ”Tapi, kami dari daerah juga siap untuk dilibatkan, guna memudahkan kelancaran proyek tersebut. Tapi, kalau tidak dilibatkan, kami meminta nantinya hasil apapun bisa disosialisasikan ke daerah,” ujar dia.

Isbatullah menambahkan, pembangunan JSS sangat diharapkan bisa segera terealisasi. Sebab, keberadaan JSS akan mampu menyatukan dua kekuatan ekonomi nasional, Jawa, dan Sumatera. Namun, kata dia, pihaknya juga berharap pembangunan Pelabuhan Internasional Bojonegoro realisasinya dipercepat. ”Itu akan makin menyempurnakan, jadi perlu didorong,” kata dia. (zaenal muttaqin)

Sumber: www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/jembatan-selat-sunda-dibangun-akhir.html

=NaNdA=
April 18th, 2008, 01:49 PM
DIRJEN BINA MARGA KUNJUNGI LOKASI TERPENDEK RENCANA JEMBATAN SELAT SUNDA

By editor, on 14-03-2008 10:03

http://www.pu.go.id/PUBLIK/IND/Berita/ppw281207gt1.jpg

Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Rabu (26/12) melakukan peninjauan ke lokasi rute terpendek rencana pembangunan jembatan Selat Sunda, tepatnya di daerah Cigading, Pelabuhan Ciwadan, Provinsi Banten.

Jarak terpendek untuk menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Sumatera dipekirakan panjangnya 27 km, mulai dari daerah Cigading, Anyer, Banten ke daerah Ketapang di Lampung melalui beberapa pulau diantaranya: Pulau Ular, Pulau Sangiang dan Pulau Prajurit. Ide untuk menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera ini telah dimuncul pada tahun 1960 dan telah pula dilakukan serangkaian seminar dan studi-studi awal yang dilakukan oleh Departemen PU, BPPT, JICA, PT Wiratman, Terowongan Nusantara, ITB termasuk MOU dengan Pemerintah China pada tahun 2002 untuk melakukan kajian Key-Technology.

http://www.pu.go.id/PUBLIK/IND/Berita/ppw281207gt2.jpg

Mengingat lintasan ini memiliki nilai strategis, akhir-akhir ini semakin banyak pula pihak-pihak tertarik akan rencana pembangunan ini diantaranya PT Jembatan Selat Sunda tahun 2000, Nils D. Olsson tahun 2006 dan PT Wiratman bersama PT Artha Graha 2007.

VRS
April 18th, 2008, 03:35 PM
nice up date Nanda...end of the year 2008 the bridge will be build?? 29 KM??
the design like san francisco bridge ya?? how about krakatau volcano earthquake..?? its very near with the bridge plan right??

=NaNdA=
April 18th, 2008, 03:39 PM
ga tau juga sih kl soal itu..
emang riskan soalnya dibangun di jalur gunung volcano salah satu yang paling aktif di dunia.. :ohno:

tp katanya udah diperhitungkan koq ;)
kan feasibilty studynya aja 1,98 trilyun.. :D

=NaNdA=
April 19th, 2008, 08:26 AM
nice up date Nanda...end of the year 2008 the bridge will be build?? 29 KM??
the design like san francisco bridge ya?? how about krakatau volcano earthquake..?? its very near with the bridge plan right??

Daerah sekitar Selat Sunda dari sudut geologi merupakan daerah yang labil. Salah satu kunci untuk memahami proses deformasi kerak bumi yang terjadi dilokasi ini adalah dengan cara mengamati dan mempelajari mekanisme sesar Sumatera, khususnya pada segmen sesar Semangko. Adanya gunung Krakatau di Selat Sunda juga erat hubungannya
dengan sesar ini. Sesar Sumatera ini memanjang dari Aceh sampai ke Selat Sunda.

Untuk mengetahui ngegirisi atau tidaknya lokasi tersebut terhadap resiko gempa, maka ada baiknya untuk mengintip terlebih dahulu catatan gempa yang pernah terjadi sejak tahun 1897 - 2001.

http://wiryanto.files.wordpress.com/2007/11/catatan-gempa1.gif?w=500&h=454
Peta Gempa berdasarkan Magnitude Gempa (Jodi 2003)

Berdasarkan data tersebut, gempa terbesar di daerah Selat Sunda yang pernah terjadi di sekitar lokasi proyek tidak melebihi Mw = 7 dengan kedalaman menengah.

Kecuali magnitude maka dapat dilihat juga kedalaman sumber gempa yang terjadi. Seperti diketahui bahwa meskipun secara horizontal dekat tetapi kalau sumber gempa jauh didasar bumi maka pengaruhnya relatif kecil.

http://wiryanto.files.wordpress.com/2007/11/catatan-gempa2.gif?w=500&h=544
Peta Gempa Berdasarkan Kedalaman Gempa (Jodi 2003)

from www.wiryanto.files.wordpress.com

=NaNdA=
April 19th, 2008, 08:27 AM
Usulan Prof. Wiratman W. (1997)

Alignment jembatan ditentukan sedemikian sebagai hasil feasibility study untuk mendapat harga yang paling ekonomis antara bentang dan kedalaman pondasi jembatan.

Tahun 1992 Prof. Wiratman menyelidiki tiga alternatif bentang jembatan dan menemukan bahwa kombinasi dua jembatan gantung (generasi ketiga) dengan bentang tengah 3500 m memberikan biaya yang paling ekonomis. Alignment yang dimaksud adalah

- P. Jawa - P. Ular : viaduct 3 km
- P. Ular - P. Sangiang : 7.8 km jembatan gantung
- P. Sangiang : 5 km jalan dan rel kereta api
- P. Sangiang - P. Prajurit : 7.6 km jembatan gantung
- P. Prajurit : 1 km jalan dan rel kereta api
- P. Prajurit - P. Sumatera : viadut 3 km

http://wiryanto.files.wordpress.com/2007/11/alur-jembatan1.gif

http://wiryanto.files.wordpress.com/2007/11/jembatan-selat-sunda-prof.gif

Dazon
April 19th, 2008, 08:28 AM
^^
nan itu pulau yg 3 biji itu punyanya orng jepang + TW bukan?
tp bener kan itu dibuat akhir 2008?

=NaNdA=
April 19th, 2008, 08:32 AM
Usulan Dr. Jodi Firmansyah (2003)

Dr. Jodi memberi alternatif jembatan selat Sunda yang sedikit berbeda, relatif konservatif berdasarkan jembatan yang pernah dibangun di Indonesia dan yang menarik adalah harganya yang sangat murah.

Tapi mempelajari makalahnya ada catatan penting. Bahwa itu semua dapat dilaksanakan jika pelaksanaan pilon di atas laut dalam dan yang mempunyai arus deras dapat dilaksanakan.

Padahal dari pengalaman sebelumnya, di dunia ini belum ada yang pernah membangun pilar dengan kedalaman yang kira-kira sama untuk jembatan selat Sunda ini. Dalam asumsi ini, manusia (engineer) dapat melakukan sedikit improvement terhadap teknologi konstruksi laut dalam yang ada. Lha disinilah yang perlu diperhatikan. Apakah harga yang ditawarkan (yang lebih murah tersebut) dapat meng-cover ketidak-pastian biaya konstruksi laut dalam tersebut.

Kemampuan pelaksanaan di atas laut dalam dan berarus kencang, merupakan titik kelemahan usulan Dr. Jodi. Itu juga masih tergantung pihak asing, dalam hal ini menurut pak Jody memberi contoh pihak asing yang dianggap mampu yaitu engineer Jepang, yang berhasil membangun jembatan Akashi Kaikyo (1999 m) dan yang sampai sekarang memegang rekor jembatan terpanjang di dunia. Tapi ingat, itupun kedalamannya lebih kecil dibanding yang untuk selat Sunda.

Usulan jembatan dilihat dari sisi Sumatera hingga ke Pulau Sangiang diusulkan menggunakan 3 tipe jembatan, yaitu jembatan Balance Cantilever dengan bentang utama sepanjang 180 m dan kedalaman sea bed sekitar –30 m. (disebut segmen I)

http://wiryanto.files.wordpress.com/2007/11/jodi-segmen1-kecil.gif?w=500&h=289

Selanjutnya adalah segmen II yaitu terdiri dari jembatan Cancang (Cable Stayed) dengan bentang utama 750 m dan kedalaman sea bed sekitar –40 m, jembatan Gantung (Suspension) dengan bentang utama 2500 m dan kedalaman sea bed sekitar –80 m.

http://wiryanto.files.wordpress.com/2007/11/jodi-segmen2-kecil.gif?w=500&h=226

Selanjutnya adalah segmen III, yaitu dari Pulau Sangiang ke Pulau Jawa diusulkan dua buah jembatan Cancang dengan bentang utama 700 m dan kedalaman sea bed sekitar –40 m, jembatan Gantung dengan bentang utama 2500 m dan kedalaman sea bed sekitar –80 m.

http://wiryanto.files.wordpress.com/2007/11/jodi-segmen3-kecil.gif?w=500&h=264

Yang terakhir setelah jembatan gantung maka masih diperlukan sekitar 25 buah jembatan Balance Cantilever dengan bentang utama 180 m dan kedalaman sea bed sekitar –40 s.d. –10 m.

http://wiryanto.files.wordpress.com/2007/11/jodi-segmen4-kecil.gif?w=500&h=265

Untuk jembatannya Prof. Wiratman, maka masalah utamanya adalah di struktur atas, yang akan menjadi bentang jembatan terpanjang di dunia, sedangkan untuk Dr. Jodi masalah utamanya adalah konstruksi struktur bawah, pondasi pilon di atas laut dalam berarus kuat yang belum pernah ada sebelumnya untuk kedalaman yang diperlukan.

SkySpeed
April 19th, 2008, 07:26 PM
weeww...gile bener ini jembatan..bentang kabelnya panjang amat...kalo suspensinya ga kuat tuh..nauzubilah deh..:nohope:

BauIng
April 20th, 2008, 11:08 AM
Nice info !! :okay:

Sony Sjklw
April 20th, 2008, 02:06 PM
Good info Nanda:okay:
Tapi walaupun begitu perlu perencanaan yang benar-benar matang karena labilnya lempeng yang dilalui jembatan selat sunda tersebut.

=NaNdA=
April 20th, 2008, 03:15 PM
Saat ini inilah suspension bridge terpanjang...

The Akashi Kaikyo Bridge in Japan is the longest suspension bridge in the world. Completed in 1998, it measures 1.99 km (1.24 mi) between its two supporting towers. The bridge connects the city of Kōbe with Awaji Island and carries both road and rail traffic. Built to withstand earthquakes, the bridge survived a 1995 tremor measuring 7.2 on the Richter scale.

http://www.jembatanselatsunda.com/images/stories/ak.jpg

anOz
April 20th, 2008, 03:36 PM
Gw pernah liat pembuatannya di NG Megastructures.
Jepang aja buatnya sampe belasan tahun (yg lama buat pondasi tiang beton itu), itu juga cuma nyebrang 2 kilo apalagi Sunda strait....

atmada
April 21st, 2008, 02:32 AM
jembatan selat sunda bisa jadi landmark khas Indonesia bgt

=NaNdA=
April 21st, 2008, 03:28 AM
from Sunda-starit bridge in World Forum

Hi,
Berlusconi is back in da house! And what´s most important, he will relaunch his project to build the Strait of Messina bridge which will be the longest suspension bridge in the world (main span: 3300m). :D
It would be nice when a mod could insert one single word in the thread title: "second" :D

Thanks. :)


http://www.iht.com/articles/2008/04/15/business/itecon.php

Berlusconi's victory gives some Italian stocks a boost

http://img.iht.com/images/2008/04/15/silvio-265.jpg

[...]

He has also pledged more infrastructure spending to stimulate the economy, including revived plans for the world's biggest suspension bridge to link mainland Italy and Sicily.

In a research note, analysts at the investment bank Abaxbank said that with the center-right's election victory, "we believe that all shares linked to infrastructure and those in niche sectors with strong business talent will mostly end up having a strong advantage."

Insurers and banks, however, would probably be penalized since Giulio Tremonti, who is tipped to be the next economy minister, would like to exclude them from cuts in corporate tax rates, the Abaxbank analysts said.

Shares in the largest Italian builder, Impregilo, closed 4.6 percent higher even as the DJ Stoxx index of European construction companies fell.

Impregilo had headed a consortium to build the Sicily bridge under Berlusconi's previous government, from 2001 to 2006, but the outgoing center-left government scrapped the plan.

[...]

so our upcoming longest suspension bridge become the second longest?? :ohno:

VRS
April 21st, 2008, 03:42 AM
thx so much for ur complete info Nanda...hmm...tak yakin loh apa bisa Sunda bridge selesai or just idea saja..need cost n accurate calculation yang hebat loh...

=NaNdA=
April 21st, 2008, 03:47 AM
yah ga tau juga seh..
denger kata anoz jadi pesimis juga..hehe

Jepang aja bangunnya belasan tahun... :nuts:
padahal cuma segitu panjangnya..
n udah tahan gempa 7,2 skala richter
gile ga tuh..

gliazzurra
April 21st, 2008, 09:08 AM
kalo yg dijalanin itu solusinya Prof wiratman, longest span nya jadi 3500m kan?? bukannya masi lebi panjang dari jembatan messina yg 3300m?

rilham2new
April 21st, 2008, 10:59 AM
Good, kalau jembatan ini jadi ... tolong selesaikan juga Jalan Tol Lintas Sumatra .... Atau Highway, atau paling tidak CORBETON semua ruas Jalan Lintas Timur, dari Ujung Banda Aceh sampai ke kawasan Bakauheni.

Aku yakin kalau tol trans sumatra (atau perbaikan infrastruktur 2000 km lebih jalan lintas timur)dilakukan, jembatan ini layak menyandang nama "Jawa-Sumatra" ketimbang "Merak-Bakauheni" atau "Banten-Lampung" (tapi dengan asumsi mengatakan, Jalan Tol Trans Jawa akan siap dalam beberapa belas tahun lagi ... maka jembatan ini akan bagus juga dinamakan "Lampung-Jawa" )

gliazzurra
April 21st, 2008, 11:11 AM
Good, kalau jembatan ini jadi ... tolong selesaikan juga Jalan Tol Lintas Sumatra .... Atau Highway, atau paling tidak CORBETON semua ruas Jalan Lintas Timur, dari Ujung Banda Aceh sampai ke kawasan Bakauheni.

Aku yakin kalau tol trans sumatra (atau perbaikan infrastruktur 2000 km lebih jalan lintas timur)dilakukan, jembatan ini layak menyandang nama "Jawa-Sumatra" ketimbang "Merak-Bakauheni" atau "Banten-Lampung" (tapi dengan asumsi mengatakan, Jalan Tol Trans Jawa akan siap dalam beberapa belas tahun lagi ... maka jembatan ini akan bagus juga dinamakan "Lampung-Jawa" )

ketika tol tans jawa dan tol trans sumatera selesai, mungkin bakal ada jembatan selat sunda II.. *mimpi mode ON* :D

VRS
April 21st, 2008, 11:22 AM
pls lah....JORR saja belum selesai....banjir kanal belum selesai....MRT /monorel belum selesai.....mana uangnya??

=NaNdA=
April 21st, 2008, 12:00 PM
^ uangnya Tomy Winata kan?
kan beda ama project itu.. :lol:

ketika tol tans jawa dan tol trans sumatera selesai, mungkin bakal ada jembatan selat sunda II.. *mimpi mode ON* :D

walah...bangun satu itu aja kayanya bakal ngos2an.. :nuts:
mau dua..tapi ada rencana bangun jembatan Selat Malaka tuh..
gw pernah baca di world forum, tp lupa thread mana.. :D

VRS
April 21st, 2008, 12:29 PM
selat malaka di manakah area tsb?? just idea i guess...

atmada
April 21st, 2008, 03:22 PM
antara Medan - Malaysia?
bener ga tuh?

Dazon
April 22nd, 2008, 04:04 AM
^ uangnya Tomy Winata kan?
kan beda ama project itu.. :lol:

walah...bangun satu itu aja kayanya bakal ngos2an.. :nuts:
mau dua..tapi ada rencana bangun jembatan Selat Malaka tuh..
gw pernah baca di world forum, tp lupa thread mana.. :D

iya duitnya om TW + Artha Graha Grup yang pasti investor JPN turun tangan. soalnya tuh pulau 2 milik orng JPN juga.

Jadi buat Pak VRS tidak usah khawatir lagi soal pendanaan.

soal jembatan selat Malaka itu sudah ada sejak dahulu(proposalnya) dan itu berbarengan dengan proposal JSS pertama kali.

UMD
April 24th, 2008, 02:52 PM
Jembatan Selat Malaka itu kan asalnya bagian dari Asian Highway yg bisa menghubungkan Eropa hingga ke Sumatera (kalau tidak salah lewat Asahan di Sumut) dan Jawa (kalo Jembatan selat Sunda jadi) lalu ke Bali.

Tapi menurut map terakhir dari Unesco, cuma pake Ferry ke Indonesia....

http://www.unescap.org/TTDW/common/TIS/AH/maps/ah_map_2007.jpg

SkySpeed
April 24th, 2008, 03:56 PM
waduh
kenapa ga sekalian dibuat jembatan aja tuhh??? bisa ke jerman naik mobil..hehehehe:D:D:D

=NaNdA=
April 25th, 2008, 11:09 AM
yang gw pernah baca ada Jembatan Selat Malaka itu
katanya emang Project menghubungkan London to Java...

Trip2Java
April 25th, 2008, 11:23 AM
yang gw pernah baca ada Jembatan Selat Malaka itu
katanya emang Project menghubungkan London to Java...

semoga....:cheers:
jadi dari jkt melakukan trip ke sejumlah negara bisa pake darat...?seperti di eropa sana
lebih worthed tuh, bisa singgah dulu dibeberapa negara

SkySpeed
April 26th, 2008, 05:32 PM
semoga....:cheers:
jadi dari jkt melakukan trip ke sejumlah negara bisa pake darat...?seperti di eropa sana
lebih worthed tuh, bisa singgah dulu dibeberapa negara


kalo begini caranya mah capek nyupirnya...ga kebayang nyupir sampe ke London.:ohno::ohno:

sand7
April 27th, 2008, 11:54 AM
Jumat, 25/04/2008 16:17 WIB
http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/25/time/161721/idnews/929597/idkanal/4

Proyek Jembatan Selat Sunda akan 'Dipayungi' Perpres
Suhendra-detikFinance

Jakarta-Proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) akan segera mempunyai payung hukum dalam bentuk perpres. Dengan demikian kejelasan realisasi pembangunan jembatan yang akan menghubungkan antara Jawa dan Sumatra ini akan menemukan titik cerah.
"Sekarang sudah disiapkan perpresnya oleh Sekneg dan sudah disepakati oleh Bappenas," ujar Deputi bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Supriadi Priatna saat dihubungi, Jumat (25/4/2008).
Nantinya, dari Perpres ini akan mengatur bentuk dari kelembagaan dalam pelaksanaan penyelesaian JSS, apakah dalam bentuk forum komunikasi maupun dalam bentuk badan. Juga akan diatur mengenai konsesi terhadap para investor yang akan masuk dalam program ini.
"Tahun ini kita harapkan bisa selesai, namun untuk soal pendanaan nantinya akan kita dorong dari pihak swasta," katanya.
Dedy menambahkan, presiden SBY sangat mendukung program JSS ini. Mengingat fungsinya yang multifungsi sebagai jembatan jalan raya, jalur kereta api, jalur pipa gas dan lain-lain.
Sebelumnya pada tanggal 3 September 2007 telah disepakati memorandum of Agreement (MoA) antara dua Gubernur yaitu Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP beserta konsorsium Wiratman Assosiates dan Artha Graha Network untuk pelaksanaan pre-feasibility study JSS.
Rencananya proyek ambisius ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2025. Jembatan dengan panjang 29 KM ini diperkirakan menelan biaya mencapai Rp 90 triliun.

=NaNdA=
April 28th, 2008, 07:46 AM
:okay: GO.. GO.. GO.. :D

VRS
April 28th, 2008, 11:02 AM
Rencananya proyek ambisius ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2025. Jembatan dengan panjang 29 KM ini diperkirakan menelan biaya mencapai Rp 90 triliun.

thn=2025?? gw uda keburu tua tuk jogging di jembatan tsb..Rp.90 trilliun dgn kurs sekarang,gmana thn 2025?? kurs berapa?? apa tak makin besar biaya??

=NaNdA=
April 28th, 2008, 11:06 AM
beli materialnya dari sekarang aja..

timbun dulu di gudang.. :nocrook:

c00lridge
April 28th, 2008, 11:11 AM
kalo begini caranya mah capek nyupirnya...ga kebayang nyupir sampe ke London.:ohno::ohno:

Sebenarnya nyupir dari singapore ke london uda bisa, walopun jalannya ga lancar all the way. Tinggal jembatan selat malaka dan selat sunda selesai. Kita bisa deh nyetir ke london. :lol:

Last year, Aston Martin jalan dari tokyo ke london. Tapi kayaknya bagian Jepang ke Korea masih harus pake ferry.

From http://www.classicdriver.com/uk/magazine/3300.asp?id=13488

http://www.classicdriver.com/upload/images/_uk/13488/img01.jpg

"Aston Martin V8 Vantage finishes epic journey from Tokyo to London

It’s completed over 110,000 miles, and now sits outside the InterContinental London Park Lane a little dirty with the odd bash and scrape from an adventure that’s lasted 7 weeks or so, having covered 10,000 miles of sometimes virtually un-navigable roads in the heart of Asia and far eastern Europe; 'it' is the ’30,000’ Aston Martin that’s done sterling service for the cause of road safety and will be generously offered for auction in aid of charity at the end of this year."

=NaNdA=
April 28th, 2008, 11:16 AM
^^ gile.. hebat tuh Aston
paling engga minum bensin dari banyak negara.. :D
dgn kualitas beda2

trus gmana ama service n ganti olinya ya?
kan ga semua negara ada bengkel aston..

VRS
April 28th, 2008, 11:45 AM
maybe di dlm bagasi Aston banyak tdp suku cadang yg complete....krn tak semua negara sanggup tuk suku cadang spare part Aston....jk semua jembatan selesai termasuk selat malaka bridge,..dari madura sampai london 3 week lamanya??

=NaNdA=
April 28th, 2008, 12:12 PM
ada rendering 3 Dimensinya!!! :cheers:

http://static.liputan6.com/200710/071018ajembatan-wapres.jpg

open this link

http://www.liputan6.com/news/?id=149307&c_id=4

klik video-nya..

Dazon
April 29th, 2008, 04:00 AM
^^
beh gila mantap!!! keren bener

pembawa acaranya juga lumayan keren

anOz
April 29th, 2008, 06:45 PM
2025 baru selesai...

SkySpeed
April 29th, 2008, 07:32 PM
Sebenarnya nyupir dari singapore ke london uda bisa, walopun jalannya ga lancar all the way. Tinggal jembatan selat malaka dan selat sunda selesai. Kita bisa deh nyetir ke london. :lol:

Last year, Aston Martin jalan dari tokyo ke london. Tapi kayaknya bagian Jepang ke Korea masih harus pake ferry.

From http://www.classicdriver.com/uk/magazine/3300.asp?id=13488

http://www.classicdriver.com/upload/images/_uk/13488/img01.jpg

"Aston Martin V8 Vantage finishes epic journey from Tokyo to London

It’s completed over 110,000 miles, and now sits outside the InterContinental London Park Lane a little dirty with the odd bash and scrape from an adventure that’s lasted 7 weeks or so, having covered 10,000 miles of sometimes virtually un-navigable roads in the heart of Asia and far eastern Europe; 'it' is the ’30,000’ Aston Martin that’s done sterling service for the cause of road safety and will be generously offered for auction in aid of charity at the end of this year."

itu nyupirnya ganti2an apa 1 driver doang? kuat amat..(yang nyupir kuat)

SMKJ
May 1st, 2008, 12:45 PM
selat malaka di manakah area tsb?? just idea i guess...
http://planet.time.net.my/CommerceSquare/kifni/7-Sisters.jpg

=NaNdA=
May 1st, 2008, 02:51 PM
:omg: anothr mega bridge.. :shocked:

wah daerahnya rilham2new nih.. :D

=NaNdA=
May 5th, 2008, 04:26 PM
Swasta Dijanjikan Kompensasi
By Administrator, on 05-05-2008 07:35

Minggu, 4 Mei 2008;

JAKARTA(SINDO) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan,pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan jembatan Selat Sunda akan diberikan kompensasi yang luas.

Kompensasi ditawarkan pemerintah mengingat keikutsertaan pihak swasta sangat diharapkan untuk menutupi tingginya biaya pembangunan jembatan tersebut, yang diperkirakan mencapai Rp90–100 triliun. ”Pemerintah tidak mampu. Tapi, dengan investasi sebesar itu, swasta juga tidak akan mau.

Untuk itu, kita akan memberikan kompensasi berupa pengembangan wilayah di sekitar jembatan tersebut,” ujar Djoko di Jakarta baru-baru ini. Dengan diberikan kompensasi pengembangan wilayah di sekitar jembatan, diharapkan pihak swasta lebih tertarik untuk ambil bagian.

PAHOTAN
May 9th, 2008, 07:29 AM
bisa bantu saya kalau jadi proyeknya jembatan selat sunda...info contraktornya...terutama painting contraktornya...terima kasih..terima kasih

JAKARTA(SINDO) – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan,pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan jembatan Selat Sunda akan diberikan kompensasi yang luas.

Kompensasi ditawarkan pemerintah mengingat keikutsertaan pihak swasta sangat diharapkan untuk menutupi tingginya biaya pembangunan jembatan tersebut, yang diperkirakan mencapai Rp90–100 triliun. ”Pemerintah tidak mampu. Tapi, dengan investasi sebesar itu, swasta juga tidak akan mau.

Untuk itu, kita akan memberikan kompensasi berupa pengembangan wilayah di sekitar jembatan tersebut,” ujar Djoko di Jakarta baru-baru ini. Dengan diberikan kompensasi pengembangan wilayah di sekitar jembatan, diharapkan pihak swasta lebih tertarik untuk ambil bagian.[/QUOTE]

gliazzurra
May 11th, 2008, 05:35 PM
dari http://www.antara.co.id/arc/2008/5/11/menko-perekonomian-dan-menko-polhukam-jadi-ketua-tim-jss/

11/05/08 19:18
Menko Perekonomian dan Menko Polhukam Jadi Ketua Tim JSS


Jakarta (ANTARA Bews) - Menko Perekonomian dan Menko Polhukam direncanakan menjadi ketua tim pendamping pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), namun tim tersebut masih belum selesai dibentuk sehingga diperkirakan baru bisa bekerja secara efektif pada 2009.

"JSS itu kan inisiatif daerah, lalu kemudian ditindaklanjuti pengusaha. Maka diminta ada tim pemerintah yg mengawal itu. Dan tim itu sekarang sedang dibentuk," ujar Menteri Pekerjaan Umum (PU) Joko Kirmanto di Jakarta, Minggu.

Sedangkan ketua harian tim yang akan dibentuk dengan Instruksi Presiden (inpres) itu, menurut Men PU, adalah dirinya bersama dengan Menteri Perhubungan.

Ditambahkannya, aspek teknologi seharusnya tidak lagi menjadi masalah dalam pembangunan JSS itu mengingat pihaknya akan melibatkan para ahli terbaik dalam perencanaan jembatan yang akan menghubungkan Provinsi Lampung dan Provinsi Banten itu.

"Dari aspek teknologi, saya kira sudah siap semua, tidak ada masalah. Kita juga sudah menunjuk orang terbaik di republik ini dan mereka sudah kita undang, sudah memberikan paparan di kantor tata ruang kantor saya dan Setneg. Jadi intinya tidak ada masalah kalau dari sisi teknologi," kata dia.

Meski telah siap dari sisi teknologi, tambahnya, pihaknya baru bisa menjanjikan rampungnya pembangunan JSS pada 2020 akibat faktor pendanaan yang sangat besar.

Dalam kesempatan terpisah, Deputi Kemeneg PPN/Bappenas Bidang Sarana Prasarana Dedi Supriadi Priatna mengkonfirmasi rencana pembentukan tim tersebut untuk menampung aspirasi yang diberikan kalangan investor. "Kalau tidak ada itu, kan bingung mereka mau nanya ke siapa," ujar dia.

Sedangkan pendanaan proyek tersebut, katanya, akan diserahkan sepenuhnya kepada kalangan swasta yang berminat, sementara pemerintah akan membantu pada sisi dukungan perijinan.

Agar proyek tersebut memiliki kapasitas keekonomian yang menarik, tambahnya, maka pemerintah juga berencana membangun kawasan ekonomi di sekitar jembatan tersebut, yakni Lampung dan Banten, mengingat sulitnya investor memperoleh keuntungan jika hanya mengandalkan pendapatan dari biaya keluar-masuk jembatan saja.

Sebelumnya, lembaga Wiratman & Associates pernah memproyeksikan kebutuhan pendanaan pembangunan proyek JSS mencapai 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp92 triliun dengan tahapan pembangunan terbagi atas tiga tahap, yaitu tahap pembahasan prastudi kelayakan (2007-2009), tahap pembuatan studi kelayakan (2009-2013), dan tahap pembangunan (2013-2025).(*)

----------------------------------------------
masi lama ni skrg masi pra-studi kelayakan..

VRS
May 12th, 2008, 02:51 AM
nice info,pasti jk jadi pada saat 2013 lewat jembatan sunda tsb harga tol masuk 10.000 perhaps...

=NaNdA=
May 12th, 2008, 04:24 AM
walah 2013.. :nuts:

SkySpeed
May 12th, 2008, 04:21 PM
walah 2013.. :nuts:

lah?? maksudnya 2013 jadi?? beneran ini?

=NaNdA=
May 12th, 2008, 04:27 PM
bukan, baru mulai.. :bash:

=NaNdA=
August 10th, 2008, 03:26 PM
lagi ada pameran promosi pembangunan 2008 di Lampung
n di stand investasi daerah ada video render 3D JSS... !! :drool:

tapi gw ga boleh minta file-nya :cry:
jadinya gw rekam manual pake kamera digital.. :D

enjoy it guys! perhatikan dengan seksama.. :cheers:

wYvOrLwjJM8

sory klo gambarnya goyang2.. :D

sbyctzn
September 4th, 2008, 08:51 AM
pesimis juga bakal jadi kenyataan!!!!!

Dazon
September 4th, 2008, 01:31 PM
Panjang yah? melewati berapa pulau ya hahahaha.... gilee keren bgtttttt amfunnnnn DJ!!

tukangbasotahu
September 4th, 2008, 03:22 PM
Wuih, kalo ini jembatan udah jadi bisa2 aja nih saya jualan dagangan dengan naek mobil dari bandung ke london.. btw, sudah adakah jembatan dari benua eropa ke inggris?
ke benua amerika? bisa lewat jembatan selat bering dari siberia ke alaska.
ke benua australi? hmm.. mungkin musti nunggu jembatan lintas timor-australi.. (kalo emang ada hehheh)
tapi bingung juga ntar naek mobilnya kecuali di inggris, jepang, asia selatan&tenggara, dan australi, di negara lain nyetirnya musti di kanan jalan ya haha :))

lombok
September 4th, 2008, 05:05 PM
Gua haap govt Surabaya harus berpikir smart jangan asal bangun around jembatan yang ada tambah kumuh. Lebih baik urus yang kumuh & buat infrastruktur yang super. Baru sudah itu cari investor yang rich untuk buat di daerah jembatan very menyenangkan. Dan satu lagi please...jangan korup dengan mengatasnamakan yang aneh - aneh..padahal mau korup:bash:

Venantio
September 5th, 2008, 08:21 AM
Gua haap govt Surabaya harus berpikir smart jangan asal bangun around jembatan yang ada tambah kumuh. Lebih baik urus yang kumuh & buat infrastruktur yang super. Baru sudah itu cari investor yang rich untuk buat di daerah jembatan very menyenangkan. Dan satu lagi please...jangan korup dengan mengatasnamakan yang aneh - aneh..padahal mau korup:bash:

Kok Govt Surabaya sih :nuts::nuts:??? Ini kan tentang jembatan Selat Sunda, bukan jembatan Suramadu?

BauIng
September 5th, 2008, 08:31 AM
Udah nyela, salah pula. :D :D :D

=NaNdA=
September 5th, 2008, 04:06 PM
pindahin page baru ah.. :D


enjoy it guys! perhatikan dengan seksama.. :cheers:

wYvOrLwjJM8

sory klo gambarnya goyang2.. :D

hehe.. ignore the sound.. :D

AceN
September 6th, 2008, 06:26 AM
Gua haap govt Surabaya harus berpikir smart jangan asal bangun around jembatan yang ada tambah kumuh. Lebih baik urus yang kumuh & buat infrastruktur yang super. Baru sudah itu cari investor yang rich untuk buat di daerah jembatan very menyenangkan. Dan satu lagi please...jangan korup dengan mengatasnamakan yang aneh - aneh..padahal mau korup:bash:


--too rude too be read-- :D

hellothere123
September 6th, 2008, 06:37 AM
kalo jembatan selat sunda uda jadi, jarak tempuh ny brp jam ya? dari P. Sumatera k P.Jawa ny..

lampung_gech
September 6th, 2008, 02:49 PM
^^

kalo jembatan ini jadi,

jarak tempuh jawa-sumatera jadi sekitar 15 - 20 menit, bahkan lebih pendek dari itu, soalnya jawa- sumatera skitar 25 - 30 km,

jadi jakarta - bandarlampung, bisa ditempuh 4 - 5 jam

=NaNdA=
September 6th, 2008, 04:47 PM
^^ yup :yes: bener banget.. :cheers:

ada moda kereta juga kan, jadi mungkin lebih cepet...

hellothere123
September 6th, 2008, 08:40 PM
^^

kalo jembatan ini jadi,

jarak tempuh jawa-sumatera jadi sekitar 15 - 20 menit, bahkan lebih pendek dari itu, soalnya jawa- sumatera skitar 25 - 30 km,

jadi jakarta - bandarlampung, bisa ditempuh 4 - 5 jam

wah wah.. :)

kalo jembatan ini jadi, penyeberangan bakauheni d lampung bakal sepi donk??
kn orang lebi memilih transportasi darat yg lebi effisien, ga perlu naik kapal feri pengangkut yg sangat repot.

Aucostar
September 6th, 2008, 08:46 PM
tp jgn salah
gue yakin lampung akan booming klo jmbtnny ud siap
:lol:

=NaNdA=
September 8th, 2008, 12:42 AM
^^ agree.. :yes: :D

K14N
September 8th, 2008, 06:06 AM
^^

kalo jembatan ini jadi,

jarak tempuh jawa-sumatera jadi sekitar 15 - 20 menit, bahkan lebih pendek dari itu, soalnya jawa- sumatera skitar 25 - 30 km,

jadi jakarta - bandarlampung, bisa ditempuh 4 - 5 jam

4,5 jam lah yah paling lama.. yang dipotong waktu di lautnya doank jadi sekitar 30 menit (klo ikut asumsi di lampung_gech). JKT ke Merak sebenernya paling 1.5 jam, Merak ke Bakau sekitar 30 menit darat, Bakau ke BDL 2 jam-an.... :banana:

Venantio
September 8th, 2008, 07:43 AM
GuobbLookkkkkkk......

Stop talking like that AceN!!

hildalexander
September 8th, 2008, 10:01 AM
@ Venantio

Maafkan Dik ACEN ini, masih muda, jadi darahnya masih panas....

@ACEN

Sopan dikit yak dek.... Mam Lexa gak enak bacanya :colgate:

hildalexander
September 8th, 2008, 10:03 AM
^^

kalo jembatan ini jadi,

jarak tempuh jawa-sumatera jadi sekitar 15 - 20 menit, bahkan lebih pendek dari itu, soalnya jawa- sumatera skitar 25 - 30 km,

jadi jakarta - bandarlampung, bisa ditempuh 4 - 5 jam

Dengan catatan Tol Jakarta-Merak-nya tidak macet....

Betewe, kalo naik Kapal Motor Cepat juga lumayan cepat, kurang dari 45 menit Merak-Bakauheni

AceN
September 8th, 2008, 10:58 AM
@ Venantio

Maafkan Dik ACEN ini, masih muda, jadi darahnya masih panas....

@ACEN

Sopan dikit yak dek.... Mam Lexa gak enak bacanya :colgate:

Stop talking like that AceN!!

Sorry om & mam. I dun mean to du dat... :hug: kadang2 ama lombok emang suka s-mosi. Orang lagi bener-bener, eh nyletuk, kaga nyambung pula, sering lagi, udah gitu dibilangin ngeyel... :colgate: once again, sorry..

=NaNdA=
September 8th, 2008, 11:16 AM
Dengan catatan Tol Jakarta-Merak-nya tidak macet....

Betewe, kalo naik Kapal Motor Cepat juga lumayan cepat, kurang dari 45 menit Merak-Bakauheni

wkwk.. yang bikin Jakarta-Merak macet cuma klo ada kecelakaan
dan ada penumpukan truk di Merak.. klo jembatan jadi kan
penumpukan ga ada lagi.. :cheers:

wah kapal cepat brapa ya tarifnya?
hehe..udah lama ga naik, abis mahal banget... :nuts:
sekitar 5 x harga ferry..dah bayar mahal2 didalem dibuat mabok pula.. :bash:

tapi klo lagi buru2 ya tetep kapal cepat jadi solusi.. :lol:

hildalexander
September 8th, 2008, 11:24 AM
murah kok Nan.... tengah Agustus itu gw bareng fotografer Republika and Investor Daily, bertiga cuma 90 ribu..... gw kagak mabok kok......... (dicekokin Ant**o sama dua rekan itu :colgate: )

=NaNdA=
September 8th, 2008, 12:07 PM
hah, masa seh? Agustus kapan??

gw ngerasain 30rb udah lama banget...
gw kira sekarang udah naek..

ya, faktor laen, gw udah sering naek damri n motor
klo balik, jadi ga pernah icip kapal cepat lagi..
terakhir gw mabok, walaupun ga muntah... :lol:
goyangan kapalnya bikin lampu di kabin sampe lepas.. :nuts:

korangborenzoro
September 8th, 2008, 07:07 PM
wah ini jembatan bisa bikin sumatra tambah maju nih.
transportasi smakin mudah.akses kesana bisa apa aja..waah...

smoga bisa kerealisasi..

hildalexander
September 9th, 2008, 10:42 AM
hah, masa seh? Agustus kapan??

gw ngerasain 30rb udah lama banget...
gw kira sekarang udah naek..

ya, faktor laen, gw udah sering naek damri n motor
klo balik, jadi ga pernah icip kapal cepat lagi..
terakhir gw mabok, walaupun ga muntah... :lol:
goyangan kapalnya bikin lampu di kabin sampe lepas.. :nuts:

Pulang dari Krakatoa Nirwana Resort.... 23 Agustus 2008 lalu heuheuheu.... ya itu cepat tapi gw gak bisa pepsi coz toiletnya tidak manusiawi sama sekali, AC-nya pun hidup enggan mati tak mau.... goyangannya emang yahudddd tapi gw tidur Nan, jadi gak ngerasain....

Songko25492
October 2nd, 2008, 06:27 AM
Asiiik, bisa pulang pergi
Jakarta-Palembang-Padang-Medan

mubataba
October 5th, 2008, 03:38 PM
wah ini jembatan bisa bikin sumatra tambah maju nih.
transportasi smakin mudah.akses kesana bisa apa aja..waah...

smoga bisa kerealisasi..

Yup, tapi ni jembatan udah semestinya diikuti ma infrastruktur pulau ni sendiri.. Soalnya sejauh ni, jalan trans sumatra bisa dibilang sangat buruk... Kalo kondisinya masih seperti saat ini, yah... masih bakal terhambat juga sekalipun jembatan ni dah jadi..

DJ_Archuleta
October 8th, 2008, 06:57 PM
^^ harusnya sumatera punya highway trans sumatera baru yg kayak di malaysia itu, memanjang dari selatan ke utara.. dan kalo bisa mulusnya juga mesti sama kyk yg di malaysia, baru deh lancar :)

VRS
October 9th, 2008, 03:04 AM
^^ harusnya sumatera punya highway trans sumatera baru yg kayak di malaysia itu, memanjang dari selatan ke utara.. dan kalo bisa mulusnya juga mesti sama kyk yg di malaysia, baru deh lancar :)

semua masyarakat di sumatra n sebagian besar rakyat indonesia sama seperti pendapat Anda...saya jg stuju...but birokrasi daerah...?? apakah setuju dgn statement tsb ??? apakah ada keinginan dana full 100% di siapkan utk proyek tsb serta mau memelihara dgn quality iso 9000?? apakah ada keinginan utk itu ??

DJ_Archuleta
October 10th, 2008, 12:26 PM
semua masyarakat di sumatra n sebagian besar rakyat indonesia sama seperti pendapat Anda...saya jg stuju...but birokrasi daerah...?? apakah setuju dgn statement tsb ??? apakah ada keinginan dana full 100% di siapkan utk proyek tsb serta mau memelihara dgn quality iso 9000?? apakah ada keinginan utk itu ??

kalo soal birokrasi itu lah yg menghambat kemajuan indonesia, mestinya sih birokrasi daerah di reformasi besar2an juga sehingga at least sumatera punya highway yg menghubungkan antar provinsi.. dananya sih pasti ada, investor juga ada tapi keinginan utk ngebangun dan memelihara itulah yg patut dipertanyakan :bash::bash:

=NaNdA=
October 10th, 2008, 03:26 PM
males ngomong yang satu itu.. :sleepy:

harusnya emang ada niat kuat dulu dari pemerintah
dana kan da investor, maintenance kan ada operator tol..

hen_mart2006
October 14th, 2008, 09:13 AM
bukannya.. emang udah ada rencana Pemerintah ASEAN untuk bangun ASEAN HIGHWAY..

menghubungkan Thailand, Malaysia, Singapura, Indonesia ( Sumatera, Jawa, Madura & Bali )

keknya.. ini bukan urusan Pemerintah daerah lagi.. tapi dah urusan Pemerintah Pusat beserta pemerintah negara2 ASEAN laennya...

K14N
October 14th, 2008, 09:19 AM
^^ Info ASEAN highway drmn ya? Boleh minta link infonya ga?

Boro2 Trans Sumatra Highway, Pembangunan Trans Java Highway aja sampai sekarang baru 10% kan... Barusan td baca di artikel yang di thread economy business

dongkrak09
October 15th, 2008, 08:29 AM
1. Wah dari segi ekonomi yang punya kap[alm feri bakal bangkrut tuh kalo ini proyek disrealisasikan..........................................:D:D

2. Tapi ini proyek bakal seret2 deh, kayak jembatan SURAMADU gitu............................................................:D:D

rilham2new
October 15th, 2008, 09:01 AM
Yup, tapi ni jembatan udah semestinya diikuti ma infrastruktur pulau ni sendiri.. Soalnya sejauh ni, jalan trans sumatra bisa dibilang sangat buruk... Kalo kondisinya masih seperti saat ini, yah... masih bakal terhambat juga sekalipun jembatan ni dah jadi..

Bukan sangat buruk .... Sebenarnya cukup bagus, tapi sayang tidak BAGUS SEPANJANG TAHUN aja ... bagusnya pun cuman pas lebaran. Habis itu bagus atau tidaknya itu giliran. Tahun ini giliran SUmut yang dibagusin, besok Riau, besoknya lagi Sumsel, habis itu LAMPUNG. Dan tiap tahun predikat pemilik Jalan Lintas Timur terburuk itu bertukar-tukar, kadang di Jambi, kadang di Sumsel, kadang di Riau, bahkan kadang di Lampung (yang notabene deket banget ma Jakarta). :bash:

Jalan ini memang membantu kegiatan industri dan perkebunan, tapi kalau pergerakan penumpang, pake mobil pribadi dan sedan pula .. Wah mesti pikir2 lagi deh ...

Kalau perjalanan cuman 100-200 km, mungkin gak kerasa kali yaa, masih bisa ngebut2 di selang-seling lubang. Tapi kalau udah 200 km ke atas, kan lebih bagus naik pesawat :nuts: ... atau (kalau di Riau) ada transportasi Sungai yang sangat efektif :tongue2: .. Jarak antara Ibukota Kabupaten di Jalan Lintas Timur aja bisa setiap 100-200 km ... :nuts:

Tapi aku kemaren jalan Lintas Timur sampe 80 km keluar kota Pekanbaru , udah nembus hutan, perkebunan kelapa sawit, sampe hilang sinyal henpon... Jalannya mulus kok, adalah lubang2 tapi bukan yang menghambat perjalanan. Sedan bisa lewat kok ...

Lintas Timur sih lumayan oke ... Yang sering bermasalah dan berulah itu Lintas Tengah :nuts:

rilham2new
October 15th, 2008, 09:06 AM
^^

kalo jembatan ini jadi,

jarak tempuh jawa-sumatera jadi sekitar 15 - 20 menit, bahkan lebih pendek dari itu, soalnya jawa- sumatera skitar 25 - 30 km,

jadi jakarta - bandarlampung, bisa ditempuh 4 - 5 jam

Lebih tepatnya memang mempercepat jarak tempuh dari MERAK ke BAKAUHENI, dan tidak mempercepat secara signifikan untuk rute2 yang lebih jauh. Kalau ke Lampung beda tersebut mungkin signifikan ....

Tapi kalau jalan ke Aceh, Medan, Pekanbaru yang betul2 jauh ... Kita2 memang mesti siap2 EXTEND perjalanan sampe 4-5 jam, kalau ada masalah di jalan. Bahkan, aku pernah pengalaman PRIBADI sampe harus EXTEND 12 jam :nuts:

Dari Medan ke Pekanbaru yang harusnya bisa ditempuh dalam 14 jam .... Terpaksa harus ditunda 12 jam untuk menginap di Kota Pinang. Karena kami lewat jalur alternatif yang memang kondisnya "SANGATTTTTT BAIKKKKKK SEKALIIIII" ... Penundaan yang sungguh ekstra. ...

hen_mart2006
October 15th, 2008, 09:12 AM
^^ Info ASEAN highway drmn ya? Boleh minta link infonya ga?

Boro2 Trans Sumatra Highway, Pembangunan Trans Java Highway aja sampai sekarang baru 10% kan... Barusan td baca di artikel yang di thread economy business
waduh.. klo link berita.. gw lom punya..

news itu pernah gw baca di Kompas tahun 2004 klo ga salah inget...:D

yang gw inget.. ASEAN Highway akan disinergikan dengan ASEAN Railway juga..

maka otomatis penghubung antar pulau nanti mutlak pake Jembatan...

kalaupun itu terlaksana.. keknya ga bakal lebih cepet dari tahun 2015 :D:D

setelah Search di google.. dapet link ini.. Ministerial Understanding on the Development of the ASEAN Highway Network Project (http://www.aseansec.org/1755.htm)

yang juga ternyata akan ter koneksi dengan Trans Asia Highway.. ini link nya.. TRANSPORT: Trans-Asian Highway to Prosperity (http://ipsnews.net/news.asp?idnews=32883)

F-ian
October 15th, 2008, 10:12 AM
Bukan sangat buruk .... Sebenarnya cukup bagus, tapi sayang tidak BAGUS SEPANJANG TAHUN aja ... bagusnya pun cuman pas lebaran. Habis itu bagus atau tidaknya itu giliran. Tahun ini giliran SUmut yang dibagusin, besok Riau, besoknya lagi Sumsel, habis itu LAMPUNG. Dan tiap tahun predikat pemilik Jalan Lintas Timur terburuk itu bertukar-tukar, kadang di Jambi, kadang di Sumsel, kadang di Riau, bahkan kadang di Lampung (yang notabene deket banget ma Jakarta). :bash:

Jalan ini memang membantu kegiatan industri dan perkebunan, tapi kalau pergerakan penumpang, pake mobil pribadi dan sedan pula .. Wah mesti pikir2 lagi deh ...

Kalau perjalanan cuman 100-200 km, mungkin gak kerasa kali yaa, masih bisa ngebut2 di selang-seling lubang. Tapi kalau udah 200 km ke atas, kan lebih bagus naik pesawat :nuts: ... atau (kalau di Riau) ada transportasi Sungai yang sangat efektif :tongue2: .. Jarak antara Ibukota Kabupaten di Jalan Lintas Timur aja bisa setiap 100-200 km ... :nuts:

Tapi aku kemaren jalan Lintas Timur sampe 80 km keluar kota Pekanbaru , udah nembus hutan, perkebunan kelapa sawit, sampe hilang sinyal henpon... Jalannya mulus kok, adalah lubang2 tapi bukan yang menghambat perjalanan. Sedan bisa lewat kok ...

Lintas Timur sih lumayan oke ... Yang sering bermasalah dan berulah itu Lintas Tengah :nuts:

gw kemaren pulang kampung ke palembang trus ke lahat dan terus lagi ke mana gitu.. (malah jauh lebih mulus dr jakarta.. sayangnya jalurnya cuma 2 :ohno:

=====
SOTT :D

rilham2new
October 17th, 2008, 03:44 PM
gw kemaren pulang kampung ke palembang trus ke lahat dan terus lagi ke mana gitu.. (malah jauh lebih mulus dr jakarta.. sayangnya jalurnya cuma 2 :ohno:

=====
SOTT :D

Pulang Kampungnya pas lebaran, bukan ??? Kalau itu ya gak heran lah :tongue2: .... hehehe

Tapi, tahun ini memang agak lumayan (apa karena mau PEMILU ???). Kata kawan aku yang jalan darat di Pantura ke arah Kota Rembang, Jawa Tengah ... Masih mulusan Jalan Lintas Timur :nuts: ...

Sebenernya kalaupun cuman 2 lajur juga gak papa, toh lalu lintasnya kan gak padat terus2an .,... Tapi yang penting, setiap masuk kawasan padat penduduk (dengan populasi 50 ribu jiwa ke atas) harus ada Jalan RINGROAD ngelilingi Kota tersebut jadi Perjalanan lancar. ..

Sebenernya kalau di Provinsi yang kurang padat penduduk (provinsi selain SUMUT, LAMPUNG, NAD, dan Sumbar) ... kecepatan rata2 jarak antar kota bisa 100 km/jam kok ... Asal jalannya lagi mulus aja :) ...

Dan aku berharap, jalan Lintas Sumatra yang bentuknya masih kayak GRAFIK SINUS di beberapa provinsi mulai dibenahi sarana pengaman jalannya, supaya dilengkapi dengan CERMIN dan Rambu-rambu. Trus kalau bisa, setiap tanjakan, lajurnya dilebarin satu ke sebelah kiri. Jadi Truk/Bus/kendaraan bertonase tinggi bisa ambil lajur paling kiri ...Dan yang paling penting, harus ada BAHU JALAN yang beraspal hehehehe, jangan cuman tanah timbun :p yang begitu musim hujan bakal tergerus. Dan menyebab aspal berkerak dan terkoyak ke samping....

Jalan Lintas Sumatra sebenernya bagus kok dan fungsional (maksudnya setidaknya lebih fungsional dari Jalan Trans kalimantan, walaupun tidak se-fungsional Jalan Trans-Jawa) .... Cuman ya memang mesti ada pembenahan memang :)

oweeyman
October 17th, 2008, 04:19 PM
1. Wah dari segi ekonomi yang punya kap[alm feri bakal bangkrut tuh kalo ini proyek disrealisasikan..........................................:D:D

2. Tapi ini proyek bakal seret2 deh, kayak jembatan SURAMADU gitu............................................................:D:D

heh, Suramadu lagi ngebut gitu dibilang seret!!!

kuw01medan
October 20th, 2008, 12:14 PM
^^ harusnya sumatera punya highway trans sumatera baru yg kayak di malaysia itu, memanjang dari selatan ke utara.. dan kalo bisa mulusnya juga mesti sama kyk yg di malaysia, baru deh lancar :)


Betul, namanya North South Highway panjangnya sekitar 900 KM dari perbatasan Thailand s/d Singapura. Setiap 3 km di sisi kiri / kanan disediakan R n R (rest and relax) komplek peristirahatan yang menyediakan pom bensin, swalayan, food court, bengkel, cafe (KFC, Mc D, Starbucks, dll.) bahkan ada tempat massage segala.

gliazzurra
October 20th, 2008, 01:20 PM
Betul, namanya North South Highway panjangnya sekitar 900 KM dari perbatasan Thailand s/d Singapura. Setiap 3 km di sisi kiri / kanan disediakan R n R (rest and relax) komplek peristirahatan yang menyediakan pom bensin, swalayan, food court, bengkel, cafe (KFC, Mc D, Starbucks, dll.) bahkan ada tempat massage segala.

setiap 3 km?? kaga lah.. mungkin setiap 10-20 km ada tempat istirahat.. itu jg ga semua ada pom bensin..

aqua_bottle
December 2nd, 2008, 05:04 AM
nice info gan...

DJ_Archuleta
December 3rd, 2008, 09:55 AM
^^ ente pasti member dari kaskus .. :D

trakulu
December 9th, 2008, 09:03 PM
ini design nggak berubah lagi yach?
kenapa musti pake design jembatan gantung (suspension bridge yach)? kenapa tidak pake jembatan kabel seperti suramadu?
mengingat suspension rentan terhadap kecepatan angin dan gempa dibanding dengan kabel tray, seperti jembatan panjang modern kayak millau, rio antiro, suramadu semua kabel.

VRS
December 10th, 2008, 06:28 AM
berarti design masih bisa berubah donkk..
jk jembatan gantung sangat resiko tinggi....

trakulu
December 10th, 2008, 04:40 PM
seharusnya design dirubah, jangan pakai suspention bridge kayak digambar, kalau mau berita mengenai suspention bridge bisa cari di youtube tuh banyak, national geographic chanel dia biasa ikut tuh, sering gw lihat, senang kalau lihat jembatan suspensi yang terombang-ambing hingga hancur karena angin or gempa.

VRS
December 11th, 2008, 02:04 AM
sperti jembatang golden gate san franscisco dulu pertama kali tahun 1930an..
pada saat itu jembatan yg baru diresmikan bergoyang terkena angin dari lembah n runtuh langsung...kejadian tsb terekam dalam film hitam putih...

yosepe
December 13th, 2008, 12:52 AM
Hi VRS,
Golden bridge was never collapsed during and after construction, I think you were reffering to tacoma narrow bridge in Seattle, washington.

The bridge was too flexible. It started to move up and down in waves as traffic crossed it. A wind storm caused the waves to increase in strength and eventually the bridge collapsed.

VRS
December 15th, 2008, 02:39 AM
yup...thx for correction information also explanation...

cupu2
January 16th, 2009, 02:52 PM
moga aja cepet kelar tu jembatan... jadi ane bisa lebih cepet pulang kampung :D

=NaNdA=
January 16th, 2009, 03:07 PM
kampungnya dimana bro? :D

ga tau neh ga ada perkembangan terbaru.. :dunno:

oweeyman
January 18th, 2009, 08:51 AM
Jembatan Selat Sunda Dibangun Akhir 2008

By editor, on 05-04-2008 04:37

SABTU, 05/04/2008

JAKARTA (SINDO) – Tanda-tanda keseriusan pemerintah untuk mempercepat pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) mulai terlihat.

Menurut rencana, tim khusus yang akan mengurus pembangunan jembatan penghubung Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera tersebut. Targetnya sebelum pada akhir 2008 tim ini sudah terbentuk. Pemerintah berencana membentuk tim khusus percepatan pembangunan proyek JSS sebelum akhir 2008.

”Feeling saya tahun ini (pembentukan badan/timnya) sudah selesai. Namanya, apakah bentuknya badan ataupun tim saya nggak tahu. Yang ngurusin Pak Lambok (Deputi Bidang Hukum Setneg),” ujar Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Dedy S Priatna di Jakarta kemarin.

Menurut Deddy, badan/tim tersebut bertugas menampung setiap usulan serta berbagai permasalahan terkait percepatan pembangunan proyek JSS. Keanggotaan tim bersifat lintas sektoral sesuai banyaknya aspek yang terkait dalam pembangunan itu, seperti Departemen Pekerjaan Umum (PU), PT PLN (Persero), Departemen ESDM, PT KAI, dan Departemen Perhubungan (Dephub).

”Kalau belum ada timnya seperti sekarang, orang kan bingung, Selat Sunda kalau mau ngurus ke siapa perginya? Ke PU? PU kan hanya jembatannya. Padahal, itu ada tol, ada kereta api, ada listrik, gas, dan kawasan. Jadi, itu lintas sektor, lintas departemen,” kata Deddy. Dalam catatan SINDO, pertengahan 2005 Pemerintah Provinsi Lampung dan Banten sepakat membangun jembatan yang menghubungkan Selat Sunda.

Opsi pembangunan jembatan diambil setelah sebelumnya juga diusulkan pembangunan terowongan Selat Sunda. Pembangunan JSS dilakukan sebagai sarana penghubung alternatif bagi kelancaran transportasi untuk mengirimkan hasil bumi dari Sumatera ke Pulau Jawa. Rencananya JSS bakal dibangun 70 meter di atas permukaan laut dengan lebar 60 meter. Nantinya jalan ini dibagi menjadi enam jalur, yaitu masingmasing dua jalur untuk kereta api, kendaraan roda empat, dan roda dua.

Menurut perhitungan dalam rancangan pembangunan JSS, jembatan yang diyakini bakal memiliki panjang 27,4 km setidaknya memerlukan biaya total mencapai USD10 miliar atau sekitar Rp93 triliun. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah (Kadinda) Provinsi Banten Isbatullah Alibasja mengatakan, pihaknya menyambut baik sinyal yang diberikan pusat.

Menurut dia, keberadaan badan/tim penanganan percepatan proyek JSS lintas departemen di tingkat pusat sudah cukup. ”Tapi, kami dari daerah juga siap untuk dilibatkan, guna memudahkan kelancaran proyek tersebut. Tapi, kalau tidak dilibatkan, kami meminta nantinya hasil apapun bisa disosialisasikan ke daerah,” ujar dia.

Isbatullah menambahkan, pembangunan JSS sangat diharapkan bisa segera terealisasi. Sebab, keberadaan JSS akan mampu menyatukan dua kekuatan ekonomi nasional, Jawa, dan Sumatera. Namun, kata dia, pihaknya juga berharap pembangunan Pelabuhan Internasional Bojonegoro realisasinya dipercepat. ”Itu akan makin menyempurnakan, jadi perlu didorong,” kata dia. (zaenal muttaqin)

Sumber: www.seputar-indonesia.com/edisicetak/berita-utama/jembatan-selat-sunda-dibangun-akhir.html

DUSTA!!!:devil:

AceN
January 19th, 2009, 05:42 AM
^^ itu kan feasibility studynya dulu.. :p

Venantio
January 19th, 2009, 07:45 PM
DUSTA!!!:devil:

^^
Iya, mesti direvisi menjadi akhir 2009. Nanti setelah itu harus revisi lagi jadi akhir 2010, dst.. dst... Jadi harus ada revisinya tiap tahun... :lol: :bash:

K14N
February 6th, 2009, 08:26 AM
Jumat, 06/02/2009 14:10 WIB
Pemerintah akan Bentuk Badan Otorita Jembatan Selat Sunda
Suhendra - detikFinance

Jakarta - Pemerintah berencana akan membentuk badan otorita dalam pembangunan dan pengembangan proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) Banten-Lampung.

Proyek jembatan yang akan menghubungkan Jawa dengan Sumatera ini, nantinya pengelolaan proyeknya akan mirip dengan pengembangan jembatan Surabaya Madura (Suramadu) yaitu melalui badan otoritas Madura.

Hal ini disampaikan oleh Deputi Meneg PPN/ Kepala Bappenas Bidang Sarana dan Prasarana Dedy Supriadi Priatna di gedung Bappenas, Jalan Taman Surapati, Jakarta, Jumat (6/2/2009).

"Sama seperti Suramadu, yaitu akan dibentuk badan otorita," katanya.

Meskipun ia mengakui hingga kini, payung hukum untuk penggarapan proyek jembatan sepanjang 29 km ini masih belum jelas, apakah akan menggunakan keppres atau kepmenko perekonomian, khususnya mengenai masalah penugasan penanggung jawab proyek. Hingga kini Departemen Pekerjaan Umum diusulkan sebagai penanggung jawab hariannya.

Dikatakannya proyek JSS yang ditaksir menelan dana hingga Rp 90 triliun ini sepenuhnya akan dibebankan oleh swasta, sedangkan pemerintah hanya akan mendukung saja. Ia juga menambahkan untuk menarik investor, pemerintah menawarkan adanya konsesi hutan dan parwisata di dua lokasi ujung jembatan yaitu Banten dan Lampung.

"Untuk jalan atau jembatan aturannya itu 50 tahun maksimal, mungkin kalau lebih dari itu masih perlu dibicarakan lagi," ujarnya.

Hingga kini proyek jembatan yang menghubungkan Jawa dan Sumatera ini belum jelas penanganananya dari sisi pemerintah. Namun dari sisi swasta sudah ada konsorsium tiga pihak yaitu Artha Graha, Pemerintah Provinsi Lampung dan Banten yang siap sebagai penggerakan proyek JSS.

"Sampai saat ini investornya belum jelas," ucapnya.

Seperti diketahui dalam kasus Jembatan Suramadu pemerintah telah membentuk Badan Otorita Pengembangan Madura, yang bertugas melakukan pengembangan dan pembangunan wilayah Madura pasca pembangunan Suramadu.

(hen/ir)

AceN
February 6th, 2009, 02:37 PM
^^ "Pemerintah hanya akan mendukung saja"

ehehehehe..

gantengscool
February 6th, 2009, 05:39 PM
^^ "Pemerintah hanya akan mendukung saja"

ehehehehe..

....duitnya dari Hongkong..:lol:

Tpi mungkin aja, kesuksesan Suramadu menjadi inspirasi untuk mewujudkan jembatan ini,

oweeyman
March 20th, 2009, 07:42 PM
^^
Iya, mesti direvisi menjadi akhir 2009. Nanti setelah itu harus revisi lagi jadi akhir 2010, dst.. dst... Jadi harus ada revisinya tiap tahun... :lol: :bash:

kelanjutannya gimana nih? akhir 2009 jadi?

abis Suramadu istirahat bentar langsung JSS?:banana:

=NaNdA=
March 21st, 2009, 08:35 AM
sebenernya pemancangan dan peletakan batu pertama harusnya dilaksanakan awal 2009..
tapi karena ada beberapa hal ada penundaan...

mudah2an tetap terlaksana tahun ini.. :angel:

oweeyman
March 21st, 2009, 11:57 AM
^^amin:)

ulost16
March 23rd, 2009, 05:12 PM
yang semangat kemaren kan pak JK..
kalo pak JK ga jadi Presiden kayaknya ga jadi ni projek..

Lagian sekarang lagi sibuk kampanye, ga kan jalan lah sekarang sepertinya..

=NaNdA=
March 24th, 2009, 06:42 AM
ini proyek nasional.. kayanya ga ngaruh siapa yang jadi presiden.. :)

MoU juga udah di tandatangani kan.. ;)

peseg5
March 24th, 2009, 05:51 PM
-edited-

Wilz
March 24th, 2009, 07:05 PM
sepertinya jembatan ini lebih penting dibandingkan dengan jembatan suramadu.. tapi suramadu uda mau siap..

pecinta_surabaya
April 2nd, 2009, 03:15 PM
Justru krn jembatan ini lebih penting dan lebih 'besar' dr suramadu,makanya prosesnya lama..
Suramadu yg 'kecil' aja udh dr jaman dahulu kala di gagas,tp br kesampaian tahun 2000an..
Jembatan ini sangat2 penting,buat kelancaran transportasi di Indonesia..

Jungle_surf
April 2nd, 2009, 05:49 PM
titik lokasinya di sebelah utara anak krakatau yah ?

ulost16
April 5th, 2009, 09:52 AM
Ya ditunggu aja prosenya.
Mudah-mudahan cepat terlaksana.

~MELVINDONESIA~
April 7th, 2009, 07:03 PM
Klo jmbatan ini jadi,
bakal jd yg trpanjang di dunia kah?
atau Asia setidaknya?

zeinedean
April 8th, 2009, 02:26 AM
Klo jmbatan ini jadi,
bakal jd yg trpanjang di dunia kah?
atau Asia setidaknya?

Jembatan terpanjang di USA diikuti China( 39km kalau tak salah)

USA Lake Bridge tetapi di China SEA Bridge.

Kedepan kita akan dapati banyak mega projek dari ASIA terutama sekali dari China dan India!

AceN
April 17th, 2009, 05:04 AM
Last nite, i dreamt about driving my car in Suramadu. Probably in 2013 or 2014, coz there were a lot of skyscraper in both sides. Hope my dreams come true :D hehe

gara2 nonton Knowing nih... jadi Suramadu kebawa2 mimpi :tongue2:

VRS
April 17th, 2009, 06:51 AM
whats the relation between knowing movie n suramadu bridge..???
knowing movie tdk memperlihatkan selat madura....

AceN
April 18th, 2009, 05:02 PM
i just realised, i posted in a wrong thread :D

di Knowing ada scene yang driving di Brooklyn Bridge, trus otakku langsung melayang ke Suramadu :D:D

Mod, sorry oot ;p

trybgv
May 21st, 2009, 09:14 AM
http://www.trade9shoes.com :)

@b1
June 9th, 2009, 05:31 AM
Bagaimana jika jembatan Selat Sunda menerapkan sistem jembatan tahan gempa, seperti yang diterapkan dalam jembatan Suramadu (Baca Kompas 9 Juni 2009).

AceN
June 9th, 2009, 09:09 AM
^^ please, posting sesuatu yang agak bermutu.

Jungle_surf
June 9th, 2009, 07:38 PM
http://www.trade9shoes.com :)

:bash:

oweeyman
June 10th, 2009, 03:05 PM
ada official websitenya nih..
http://www.jembatanselatsunda.com/

oweeyman
June 10th, 2009, 03:12 PM
Pembangunan JSS bukan sekedar proyek mercusuar, tapi ini merupakan proyek yang bernilai strategis nasional dengan multi fungsi. Selepas penandatangan MOA 3 Oktober 2007 banyak berita yang berhubungan dengan proyek JSS. Berita-berita tersebut dikelompokkan dalam Dukungan Pemerintah baik pusat dan daerah, Seputar Pelabuhan Merak, Situasi Alam Selat Sunda, Kawasan Selat Sunda, Proyek Suramadu dan Proyek Infrastruktur Luar Negeri. Dua yang terakhir bisa dilihat sebagai proses pembelajaran dalam merealisasikan proyek JSS.

1. Dukungan Pemerintah

Bagi daerah khususnya Provinsi Banten dan Lampung, kehadiran proyek JSS sangat diharapkan. Gubernur Banten memohon agar Pemerintah Pusat memberi perhatian khusus untuk proyek JSS (Indo Pos – 25/4/2007). Gubernur Lampung mengharapkan penanaman tiang pancang di Pulau Sangiang bisa dilaksanakan pada awal Januari 2009 (Republika – 6/5/2008), karena akan memberikan efek positif bagi perekonomian Lampung (Rakyat Merdeka – 7/5/2008). Sebelum ini, Gubernur se Sumatera – ketika bertemu dengan Gubernur SBY -- menyepakati pendanaan pembangunan JSS senilai Rp. 90 trilyun tanpa membebani APBN (Investor Daily – 5/3/2008).

Dukungan pemerintah – di tengah keterbatasan dana APBN – dari pemerintah pusat masih lebih banyak pada dukungan moral. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyadari JSS akan mendukung pertumbuhan ekonomi, tapi mengingatkan pula harus ekonomis (Kompas, Media Indonesia & Sinar Harapan - 18/10/2007). Investasi yang besar dari proyek tersebut, membuat pemerintah sangat mengharapkan swasta bisa danai sepenuhnya dalam skema PPP, pemerintah berperan sebagai penjamin proyek dan akan melakukan kajian mengenai kelayakan proyek dari sisi bisnis, masa konsensi dan tarif (Bisnis Indonesia, Investor Daily dan Kompas – 25/4/2007).

Pemerintah juga akan membentuk badan – keanggotaannya lintas sektoral -- yang bertugas menampung setiap usulan dan berbagai permasalahan yang terkait dengan percepatan pembangunan JSS (Investor Daily – 7/4/2008). Selanjutnya pemerintah akan memberikan kompensasi yang menguntungkan bagi investor yang bersedia menanamkan modalnya dalam pembangunan JSS (Business News – 12/4/2008) dan akan menerbitkan beleid untuk pengelolaan lahan di wilayah Provinsi Banten dan Lampung pada ujung JSS (Kontan – 30/4/2008), serta akan membentuk TIM Kajian JSS yang selama setahun akan mengkaji prospek JSS (Investor Daily – 5/5/2008).


2. Seputar Pelabuhan Merak

Ada 4 (empat) hal yang bisa terlihat pada seputar Pelabuhan Merak yaitu Kemacetan, Dermaga Merak, Kapal Roro & Kapal Cepat, dan Tarif Penyeberangan.

2.1 Kemacetan

Salah satu alasan pembangunan JSS adalah mengatasi kemacetan yang terjadi pada penyeberangan terpadat di dunia. Dua tahun terakhir ini kemacetannya semakin parah. Setelah kemacetan pada Lebaran 2007, Pelabuhan Merak mengalami kemacetan, antrean truk menunggu giliran selama 6-48 jam pada 1-3 Desember (Kompas -3/12/2007). Memasuki pergantian tahun 2007, kemacetan kembali terjadi di Merak, dengan panjang antrean mencapai 4,5 km di luar pelabuhan (Kompas – 31/12/2007). Penyebabnya adalah gelombang tinggi di Selat Sunda sejak 26/12 (Suara pembaruan – 31/12/2007), yang mengakibatkan setiap kapal roro yang bersandar terlambat 60 menit (Indo Pos – 31/12/2007). Situasi ini baru normal setelah 18 kapal roro beroperasi (Suara Pembaruan – 7/1/2008).

Di tahun 2008, hampir setiap bulan tejadi kemacetan di Pelabuhan Merak. Di bulan Februari selama 2 hari (28-29) terjadi penumpukan kendaraan yang disebabkan kapal roro yang beroperasi hanya 14 kapal, dari seharusnya 18 atau 20 kapal (Suara Pembaruan – 29/2/2008). Di bulan Maret, liburan keagamaan (Maulid Nabi dan Wafat Yesus Kristus - 20-22/3) membuat antrean kendaraan sepanjang 6 km, yang disebabkan peningkatan kendaraan pribadi hingga 4000 unit (Suara Karya & Suara Pembaruan – 22/3/2008). Dampaknya berlangsung hingga 30/3 ditambah cuaca buruk, yang membuat terjadi antrean truk sepanjang 3 km (Suara Karya & Suara Pembaruan – 29 & 31/3/2008). Dua bulan kemudian terjadi antrean truk sepanjang 3 km (18-23/5), kali ini penyebabnya adalah perbaikan dermaga II (Suara Pembaruan – 21 & 24/5/2008). Liburan sekolah pertengahan Juni 2008 berdampak pada ramainya Pelabuhan Merak (Kompas – 23/6/2008 & Investor Daily – 25/6/2008) dan kembali terjadi penumpukan dan antrean sepanjang 6 km sejak 27/6 (Kompas -28/6/2008), sehingga PT ASDP Pelabuhan Merak mengutamakan angkutan penumpang dibanding truk (Bisnis Indonesia – 30/6/2008). Seminggu kemudian, masih karena faktor liburan panjang yang akan berakhir dan kapal roro yang beroperasi hanya 17 kapal, berdampak mobil antre 8 jam lebih dan ratusan truk antre sekitar 3 km dari luar pelabuhan (Kompas – 5 & 7/7/2008). Situasinya bertambah parah, dengan antrean sudah sepanjang 10 km dan butuh waktu 40 jam untuk lkapal (8-13/7. Tidak hanya supir truk yang mengalami kerugian, pengelola jalan tol rugi Rp. 400 juta (Koran Tempo – 13/7/2008). Antrean truk mulai mencair seiring habisnya liburan sekolah (Media Indonesia – 15/7/2008), tapi kembali terjadi antrean sepanjang 3 km akibat iklim yang tidak kondusif (Suara Pembaruan – 3/7/2008).

2.2 Dermaga Merak

Kondisi dermaga Pelabuhan Merak sepertinya sudah tidak memadai untuk menampung penggunanya, yang naik 3% untuk lalulintas kendaraan dan 5% untuk penumpang per tahunnya. Dalam momen tertentu seperti: libur sekolah, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru kerap menimbulkan Kemacetan dan antrean yang panjang. Awal tahun ini, Kementerian Negara BUMN meminta PT ASDP membangun dermaga baru seperti jalan tol dengan tarif lebih mahal untuk hindari antrean d Merak (Investor Daily – 8/1/2008 & Jurnal Nasional – 31/1/2008). Pembangunan dermaga – diharapkan dapat menampung 20% lalulintas -- menggunakan dana APBN 2009 dengan investasi Rp. 20 miliar. Pembangunan ini merupakan alternatif dikarenakan proyek Margagiri-Ketapang lambat (Bisnis Indonesia – 10/3/2008 & Jurnal Nasional – 25/3/2008). Pembangunan Lintas Margagiri-Ketapang diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp. 236,2 miliar. Dikhususkan untuk kapal dengan ketinggian muatan 4,2 meter. Saat ini telah pembebasan tanah dan diperkirakan selesai akhir 2008 (Investor Daily – 21/5/2008).

Di sisi lain, kondisi dermaga yang ada di antaranya sudah berusia tua. Kondisi ini ada pada Dermaga II, 11 tiang penyangga dolphin-nya telah berusia 20 tahun dan belum pernah diperbaiki sejak dibangun 1985 (Investor Daily – 6/5/2008 & Kompas – 14/5/2008)). PT ASDP berencana memperbaiki pada awal Mei (jadwalnya 11/5), tapi ditunda karena dikhawatirkan memicu penumpukan penumpang dan kemacetan arus kapal karena bersamaan liburan sekolah (Bisnis Indonesia – 6/5/2008). Perbaikan tersebut akhirnya dilakukan pada 18/5 hingga 2/6. Selama perbaikan, dermaga II akan ditutup, antisipasinya adalah memaksimalkan pengoperasian Dernaga I, III dan IV (Pelita, Rakyat Merdeka, Sinar Harapan & Suara Pembaruan – 13/5/2008).

Setelah Dermaga II, gilran Dermaga IV ditutup selama 4 hari (1-4/9) untuk dilakukan perbaikan. Penutupan ini telah membuat Merak kembali padat (Kompas – 4/9/2008), yang dapat diatasi dengan memperketat waktu sandar dan bongkar kapal (Kompas – 5/9/2008).

2.3 Kapal Roro & Kapal Cepat

Tidak dipungkiri bahwa kapal roro yang beroperasi pada lintasan Merak-Bakauheni sudah berusia tua, sehingga sering dilakukan docking, bahkan rusak kandas terseret arus seperti KMP Mentari Nusantara selama ½ jam di Pulau Merak Besar ketika hendak bersandar pada Dermaga III Merak (Suara Pembaruan – 15/7/2008).

Kondisi tersebut pada akhirnya berdampak menimbulkan kemacetan dan atrean. Sehubungan dengan itu, Dirjen Perhubungan Laut mengusulkan pembatasan usia kapal yang diimpor pelaku usaha penyeberangan max 10 tahun (Bisnis Indonesia – 6/12/2007).

Sementara minat swasta berupa penambahan kapal untuk lintas penyeberangan komersial sangat tinggi. Sebenarnya tidak hanya ini, pemerintah pusat mendorong swasta dan pemda bekerja sama mendukung PT ASDP untuk menyediakan akses jalan menuju pelabuhan (Bisnis Indonesia – 28/2/2008). Salah satu swasta tersebut adalah PT Dharma Lautan yang telah memperoleh ijin mengoperasikan 1 (satu) kapal roro besar dengan panjang 100 meter (Bisnis Indonesia – 25/7/2008).

PT ASDP tengah memprioritaskan peremajaan armada, agar bisa bersaing dengan perusahaan penyeberangan lain (Bisnis Indonesia – 30/4/2008). Perusahaan ini akan mngoperasikan sebuah kapal roro baru yang ijinnya bersamaan dengan yang diberikan kepada PT Dharma Lautan. Tambahan kapal baru diharapkan bisa mengurangi penumpukan kendaraan yang sering terjadi di Merak (Investor Daily – 12/8/2008).

2.4 Tarif Penyeberangan

Memasuki awal 2008 -- berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan NO. KM. 62/2007 -- tarif penyeberangan feri Merak-Bakauheni naik rata-rata 15 %. Kenaikan ini diberlakukan guna menunjang peralatan keselamatan kapal dan peningkatan pelayanan kepada pengguna jasa feri (Indo Pos & Investor Daily - 24/12/2007). Kenaikan ini bersamaan dengan 17 lintasan penyeberangan lainnya (Kompas – 27/12/2007).

Tapi tampaknya kenaikan tersebut belum memuaskan PT ASDP. Perusahaan ini mengusulkan penyesuaian tarif pnyeberangan sekitar 20% guna tingkatan layanan kepada pengguna jasa, seiring dengan PT Jasa Raharja – berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 37/PMK.010/2008 tanggal 26 Februari 2008 – menaikan premi asuransi transportasi sebesar 20-30% (Bisnis Indonesia & Suara karya – 31/3/2008). Kenaikan ini mulai diperlakukan pukul 00.00 tanggal 11/4 dengan besaran rata-rata kenaikan Rp. 500,- (Suara Pembaruan – 11/8/2008 & Indo Pos – 12/4/2008).

Seiring dengan kenaikan harga BBM, Pemerintah akan menyesuaikan tarif penyeberangan kelas ekonomi, yang saat ini masih di bawah biaya pokok. Idealnya tarif tersebut dapat menutupi biaya pokok sebesar Rp. 470 per mil (Bisnis Indonesia & Kontan – 13/5/2008). Tapi tariff ini belum naik (Investor Daily – 22/5/2008), sehingga pada akhirnya pengusaha penyeberangan minta kenaikan tariff 15% untuk lintas pendek dan 20% lintas panjang (Bisnis Indonesia – 30/5/2008). Setelah sebulan baru terjadi kenaikan, tarif baru yang naik 10,99% mulai diberlakukan pada 3/7. Kenaikan tersebut untuk menutupi kenaikan BBM dan biaya perawatan kapal (Investor Daily, Kompas & Suara Pembaruan – 3/7/2008).


3. Situasi Alam Selat Sunda

3.1 Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau (selanjutnya disebut GAK) yang berlokasi di antara Pulau Sertung dan Pulau Rakata Kecil, Lampung, muncul setelah letusan besar pada 1928 dan mulai tumbuh (setiap bulan sekitar 20 inci) 20 Januari 1930. Kini tingginya sekitar 813 meter dari permukaan laut. Tidak ada yang tahu kapan GAK akan meletus. Prediksi ahli geologi bakal terjadi antara 2015-2083, tapi pengaruh dari gempa di dasar Samudera Hindia pada 26 Desember 2004 juga tidak bisa diabaikan (Sinar Harapan – 30/6/2008).

GAK adalah satu-satunya gunung api saksi amukan Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883. Ketika meletus terlontar 18 kilometer kubik materi vulkanik, asap yang tingginya mencapai 80 km, dan gelombang tsunami setinggi 30 meter sepanjang pantai barat Banten dan pantai selatan Lampung. Selain GAK, peninggalan lain adalah Pulau Rakata, Serung dan Panjang (Kompas – 22/6/2008).

GAK telah ditetapkan “siaga” level 3 sejak 26 Oktober 2007, karena mengeluarkan lava dan batu panas yang telah membentuk sungai sepanjang lebih dari 1 km. Akhir Desember 2007 (24-26) mengeluarkan abu yang mengguyur hingga jarak sekitar 50 km. Awal tahun 2008, setelah diselimuti kabut tebal selama 3 hari, tanggal 6/1 pukul 15.40 Wib meletus mengakibatkan ombak besar hingga ketinggian 3 (tiga) meter. Tapi menurut Anton Trimpambudi – Kepala Pos Pemantau GAK di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang – kecil kemungkinannya terjadi gelombang tsunami karena letusan dan kegempaaan vulkanik (berlangsung 3-6 menit) masih mencapai 600 hingga 700 kali dalam sehari (Jurnal Nasional & Kontan – 7/1/2008).

Status siaga level 3 sempat diturunkan ke waspada (level 2), namun sejak 14 April 2008 kembali ke level 3, sehubungan dengan letusan dan gempa vulkanik mulai meningkat lagi (Kontan – 23/4/2008). Pada 22 April dari pukul 06.00-12.00 WIB terekam 244 dentuman yang terjadi 1-2 menit, disertai hamburan abu dan lontaran batuan vulkanik pijar berlangsung 5-15 menit dengan ketinggian 100-500 meter (Koran Tempo – 23/4/2008).

Aktivitas tersebut membuat resah warga di beberapa kecamatan yakni Labuan, Carita, Panimbang dan Sumur, yang khawatir ledakan menimbulkan tsunami. Tapi tidak bagi wisatawan yang masih tetap berdatangan ke Pantai Carita untuk menikmati libur akhir pekan, termasuk empat turis asal Jerman yang melakukan wisata terbang layang di atas GAK (Indo Pos & Media Indonesia – 27/4/2008). Cuaca buruk terjadi selama 5 hari dari 22-27 April, berakibat ombak besar dan angin kencang menerpa perairan Selat Sunda. Tidak ada korban jiwa, tapi puluhan kios yang terbuat dari bambu dan atap rumbia di sepanjang Pantai Anyer, Banten roboh diterjang ombak setinggi 3 m (Kontan – 28/4/2008). Aktivitas GAK pada awal Mei 2008, mengeluarkan kepulan asap berwarna putih kelabu yang disebabkan terjadi peningkatan letusan dan kegempaan hingga mencapai 766-819 kali dengan interval 3-6 menit.

Peningkatan frekuensi letusan dan kegempaan vulkanik disebabkan terjadi pembesaran lubang kawah baru di kawasan bukit selatan (diameter telah 200-250 m, sebelumnya hanya 150 m). Sehari (3/5) berikutnya terjadi gempa tektonik berkuatan 5,7 skala Richter (SR) dua kali selama 40 detik, tapi tidak mengakibatkan terjadi guncangan karena getarannya sangat kecil (Kontan, Media Indonesia & Sinar Harapan – 5/5/2008). Letusan pada minggu (11/5) malam disertai semburan bola api dan bunyi ledakan keras selama 5 menit hingga terdengar ke pesisir pantai Anyer (Sinar Harapan – 11/5/2008). Frekuensi letusan dan kegempaan mulai menurun menjadi sekitar 900 kali (sebelumnya telah mencapai di atas 1.000 kali. Penurunan ini dikarenakan mengecilnya aktivitas yang terjadi di lubang kawah baru di kawasan bukit selatan gunung (Sinar Harapan – 24 Mei 2008).

Pada Minggu (1/6), GAK kembali mengeluarkan dentuman – sempat terhenti sejak pertengahan Mei – sebanyak 17 kali, yang terdengar hingga Pantai Anyer, Kabupaten Serang dan Carita, Kabupaten Pandeglang. Dentuman ini terjadi karena lubang kawah membesar (Sinar Harapan – 2/6/2008). Intensitas kegempaan kembali meningkat, Minggu (8/6) pukul 00-18 WIB tercatat sebanyak 268 kali, dengan perincian gempa vulkanik A (dangkal) 41 kali, gempa vulkanik B (dalam) 76 kali, letusan 74 kali, tremor 3 kali dan hembusan sebanyak 74 kali. Sehari kemudian untuk jangka waktu yang sama meningkat menjadi 319 kali (Sinar Harapan – 9-10/6/2008). Letusannya kembali berlanjut, sebanyak 15 kali (15/6) -- dibandingkan Jumat (13/6) sebanyak 11 kali – yang disertai sinar api dan semburan material berupa batu kerikil bersuhu 1.500 derajat Celcius yang berbahaya bagi keselamatan manusia (Investor Daily – 16/6/2008). Intensitas kegempaan meningkat lagi (18/6) tercatat sebanyak 721 kali, yakni gempa vulkanik A (dangkal) 218 kali, gempa vulkanik B (dalam) 55 kali, letusan 208 kali, tremor 14 kali dan embusan sebanyak 226 kali (Jurnal Nasional – 18/6/2008 & Sinar Harapan – 19/6/2008).

Pada bulan Juli, status GAK kembali waspada level 2. Namun GAK masih mengeluarkan gas beracun serta material vulkanik berupa bebatuan kerikil yang suhunya mencapai 1.500 derajat Celcius. Letusan dan kegempaan yang terekam pada 13/7 sebanyak 337 kali, yakni vulkanik dalam 28 kali, vulkanik dangkal 118 kali, letusan 65 kali, tremor 38 kali dan embusan 88 kali (Sinar Harapan – 16 Juli 2008).

Tanggal 3 Agustus mengeluarkan asap tebal setiap 5-15 menit sekali (Kompas – 5/8/2008) dan tetap berlanjut hingga sekarang dengan semburan material vulkaniknya. Sudah mulai boleh kembali didekati dari radius 2 km, tapi tidak diperkenankan untuk pendakian (Sinar Harapan – 28/8/2008).

3.1 Gelombang Tinggi

Gelombang tinggi merupakan salah satu gejala alam yang sering terjadi di Selat Sunda. Pada 24-26 Desember 2007, ketinggian ombak di pesisir Selat Sunda mencapai 1,5-2 meter dengan kecepatan angin 14-16 knot mengakibatkan aktivitas penyeberangan Merak-Bakauheni terganggu (Kompas – 29/12/2007).

Tingginya gelombang di perairan Selat Sunda menyebabkan terganggunya jadwal sandar dan keberangkatan kapal penyeberangan. Kondisi ini mengakibatkan kerugian milyaran rupiah bagi para pengusaha angkutan truk dan bus (Suara Karya – 2/1/2008), dikarenakan kapal yang dapat beroperasi 15 kapal dari 27 kapal (Republika – 3/1/2008).

Di bulan berikutnya selama seminggu (3-10/2) terjadi cuaca buruk, hujan lebat, badai, dan gelombang tinggi menyebabkan pelayaran kapal roro menjadi 1 jam lebih lama, sedang 12 kapal cepat tidak dioperasikan dan nelayan tidak melaut (beralih profesi menjadi petani atau buruh bangunan) (Bisnis Indonesia, Jurnal Nasional & Republika – 11/2/2008). Gelombang mulai reda (17/2) membuat arus lintas Sumatera mulai ramai (Bisnis Indonesia – 18/2/2008), tapi 3 hari kemudian (20-21/2) terjadi lagi gelombang setinggi 2-4 meter dengan kecepatan 10-25 knot yang berbahaya bagi perahu nelayan, tongkang, dan kapal roro (Investor Daily – 21/2/2008).

Gelombang setinggi 3-5 meter terjadi pada 25-26/4 menimpa pesisir pantai Selat Sunda dan selatan Banten. Gelombang ini termasuk gelombang siklus tropis, diatndai dengan gumpalan awan, ombak besar dan tiupan angin kencang (Jurnal Nasional -26/4/2008 & Kompas – 27/4/2008).

Gelombang tinggi terjadi di bulan Mei, dengan kisaran tinggi 2-3 meter di perairan Selat Sunda (13/5) (Sinar Harapan – 13/5/2008), 2-3 meter di perairan Barat Lampung hingga Bengkulu (23-25/5) (Jurnal Nasional – 24/5/2008) dan 2-3 meter di Bengkulu hingga Selat Sunda Barat Daya (28-20/5) (Sinar Harapan – 28/5/2008).

Di bulan Juni terjadi gelombamg setinggi 2-3 meter sepanjang 6/6. Sebulan kemudian (27/7) terjadi gelombang setinggi 1,5 meter, namun demikian kapal roro tetap beroperasi (Bisnis Indonesia -28/7/2008). Dua minggu kemudian (12-13/8) terjadi gelombang tinng berkisar 1,25-2 meter, yang berbahaya bagi perahu nelayan, tongkang, dan kapal roro (Sinar Harapan – 12/8/2008).


4. Kawasan Selat Sunda

Kawasan sekitar Selat Sunda (tempat pembangunan JSS) adalah wilayah Banten, Lampung dan Luar Banten & Lampung yang dilhat apa yang akan dibangun bersamaan dengan rencana pembangunan JSS.

4.1 Banten

Setahun terakhir, wilayah Banten -- selain proyek JSS – juga akan membangun proyek-proyek skala mega investasi. Pemkot dan DPRD Cilegon membahas perubahan Perda No. 15 Tahun 2001 tentang RTRW, di mana dirancang perubahan untuk area pengembangan kawasan industri seluas 3.273 ha. Pemkot Cilegon akan membebaskan lahan seluas 250 ha di Ciwandan (Kompas -9/1/2008).

Kawasan Ciwandan dirancang untuk pengembangan infrastruktur. PT Krakatau Bandar Samudera (anak perusahaan PT Krakatau Steel) bekerja sama dengan PT Semen Gresik (Persero) dan PT Pelindo II (Persero) membentuk konsorsium PT Cigading International Bulk Terminal mengembangkan dermaga terminal bongkar muat batubara berkapasitas 5 juta ton senilai Rp. 25 miliar di sisi Teluk Citayur (Bisnis Indonesia – 28/2/2008 & 1/4/2008). Bersamaan ini PT Krakatau Steel juga menjajaki perubahan fungsi Pelabuhan Gigading dari pelabuhan khusus menjadi pelabuhan umum yang diarahkan menggantikan Tanjung Priok dan Kilang Banten Bay – terminal khusus bahan bakar minyak berkapasitas 150.000 barel per hari (Bisnis Indonesia – 31/3/2008 & 17/7/2008). Akan ada perubahan rencana induk untuk mengakomodasi hal tersebut (BIsnis Indonesia – 24/7/2008).

Di Bojonegara, Banten direncanakan pula akan dibangun mega proyek kilang minyak berkapasitas 300 ribu barel senilai US$ 5,6 miliar (Bisnis Indonesia – 12/3/2008). Proyek dengan komposisi kepemilikan National Iranian Oil Refining & Distribution (NIORD) (40%) PT Pertamina (Persero) (40%) dan Petrofied (20%) merupakan perwujudan dari hasil kunjungan Presiden SBY ke Iran. Pemerintah Provinsi Lampung akan mempersiapkan lahan seluas 500 ha (Indo Pos – 13/3/2008 & Kompas 19/3/3008).

Sementara di Maja, Rangkasbitung, Perumnas bekerjasama dengan REI akan mengembangkan lagi Kota Kekerabatan Maja seluas 10.000 ha yang pernah akan dibangun ketika sebelum krismon. Rencananya akan dibangun kawasan terpadu kota baru dengan luas empat kali lebih besar dari Kota Bogor. Proyek jangka panjang mungkin memakan waktu 30 tahun (Kontan -29/7/2008). Pengembangan kawasan akan didukung pembangunan double track untuk kereta api rute BSD-Maja, pembangunan dan peningkatan akses jalan menuju Tol Jakarta-Merak, diharapkan menjadi pemacu pertumbuhan Provinsi Banten (Neraca – 25/9/2008 & Sinar Harapan 27/9/2008).

Tahun ini, Pemprov Banten mulai kembali mengoperasikan kereta api baru Banten Ekspres berkapasitas 1.006 kursi dengan rute Merak-Serang-Jakarta dan sebaliknya. Tiga lintasan lainnya, yakni Rangkasbitung-Labuan, Saketi-Bayah, dan Merak-Ciganding-Anyer Kidul juga diusulkan untuk dibuka kembali (Kompas & Kontan – 23/9/2008)


4.2 Lampung

Pemerintah Provinsi Lampung akan mengembangkan Pelabuhan Srengsem (Bandarlampung) dan Labuhan Maringgai (Lampung Timur) sebagai pelabuhan alternatif untuk mengantisipasi peningkatan arus penumpang dan barang di Pelabuhan Bakauheni, sehubungan dengan dibukanya jalan Lintas Pantai Timur Sumatera (Neraca – 1/8/2008). Pelabuhan Panjang akan dibenahi dengan penataan pemindahaan kapal-kapal pelayaran rakyat ke lokasi lain, dikarenakan ruang dermaga untuk pelayaran antarbenua dan antarpulau semakin sempit (Bisnis Indonesia – 12/6/2008).

Di kegiatan primer selama periode 2007-2015 adalah akan mengembangkan kawasan industri di Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan dan Sribawono, di Lampung Timur (Investor Daily – 14/1/2008).

Di sektor pariwisata di Kalianda, Lampung Selatan, Grup Bakrie akan mengembangkan wahana wisata seluas 350 ha dalam waktu 30 tahun (Bisnis Indonesia, Investor Daily & Kontan – 14/8/2008).


5. Proyek Suramadu

Proyek ini merupakan pembelajaran untuk pengembang Proyek JSS.

Anatomi Jembatan Surabaya-Madura (selanjutnya disebut Suramadu) memiliki total panjang 5.438 meter, meliputi causeway sisi Surabaya 1.458 meter, causeway sisi Madura 1.818 meter, dan bentang tengah panjangnya 2.162 meter. Proyek ini dimulai sejak 20 Agustus 2003, ditargetkan selesai pada 2007, tapi terkendala hingga baru bisa diselesaikan pada 2009 (Republik – 7/7/2008).

Proses pembebasan lahan Suramadu belum tuntas seluruhnya. Tersisa 4% belum bisa diselesaikan. Di sisi Surabaya ada 32 kepala keluarga yang belum mau melepaskan lahannya. Pemerintah akan menerapkan mekanisme Perpres No. 36/2005 untuk mengantisipasi macetnya pembebasan lahan tersebut. Pemerintah telah menyiapkan sekitar Rp. 9 miliar untuk dana konsinyasi bagi lahan tersebut (Bisnis Indonesia – 4/12/2007). Pada Januari 2008 masih menyisakan 15 bangunan yang tersebar di Jalan Tambak, Wedi, Kedinding Lor, dan Kenjeran, yang diharapkan bisa diselesaikan dengan dana Rp. 6-6,5 miliar pada Februari (Investor Daily – 9/1/2008). Di sisi Madura, membutuhkan dukungan Bupati Bangkalan sehubungan dengan belum terbebasnya lahan beberapa ratus meter persegi (Sinar Harapan – 15/6/2008).

Mendekati penyelesaian Suramadu, telah menarik investor untuk mengembangkan kawasan industri baru. PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) berminat mengembangkan kawasan industri baru, khususnya yang berada di sisi Madura (200 ha). Pengembangan ini mendesak dilakukan setelah rencana pengembangan kawasan industri di Mojokerto tidak jadi dilakukan dengan alasan tidak layak secara bisnis (Investor Daily – 9/1/2008). PT Lamicitra Nusantara Tbk sedang menyusun tata ruang Madura Industrial Seaport City (Misi) seluas 10.000 ha di Kabupaten Bangkalan. Madura dengan dana Rp. 3 trilyun. Misi didesain sebagai kota industri yang memiliki pelabuhan peti kemas skala internasional sebagai penunjang Tanjung Perak dan Pelabuhan Gresik. Konstruksi tahap awal dimulai pada 2010, yang merupakan bagian empat tahap pembengunannya dengan waktu sekitar tujuh tahun (Bisnis Indonesia – 9/6/2008).

Kemajuan Suramadu terus terlihat. Awal Februari 2008, progress-nya telah mencapai 72,11%. Bagian yang dikerjakan adalah proses penyelesaian main bridge (bentang tengah) dan approach bridge (jembatan penghubung/pendekat) yang tingkat pengerjaannya telah mencapai 67,17%. Juga akses jalan baik dari sisi Surabaya dan sisi Madura terus dikerjakan (Bisnis Indonesia – 4/2/2008). Pada kunjungan Wapres Jusuf Kalla 6/4, kemajuannya telah mencapai 76,27%. Pada pertengahan Juni (13/6) menurut Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat Ditjen Bina Marga Departemen PU Hediyanto Hussaini, kemajuannya telah mencapai 82% dan ditargetkan rampung Maret-April 2009 (Investor Daily – 16/6/2008).

Dalam operasionalnya Suramadu akan dijadikan sebagai jalan tol, guna membiayai operasional dan perawatannya. Pemerintah akan menenderkan pengelolaannya dan membentuk badan untuk pengembangan wilayah di sekitar Surabaya dan Madura (Bisnis Indonesia – 9/2/2008). Pengerjaan selesai 74% per 4 Maret 2008 (Investor Daily – 5/3/2008).

Komposisi anggota badan ini merupakan campuran dari pemerintah pusat dan kabupaten/kota yang mencakup kaki-kaki jembatan Suramadu. Badan ini nantinya bisa mengelola dana-dana dari swasta dan pemerintah, yang direalisasikan dalam bentuk pembangunan kawasan industry, real estate dan pariwisata (Investor Daily – 13/5/2008). Pemerintah telah menerbitkan Perpres No. 27 Tahun 2008 tentang Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (dipimpin langsung oleh Menko Ekuin) yang segera akan diikuti terbentuknya Badan Pelaksana (BP) pengembangan wilayah Suramadu dan tender operasi jembatan told an jalan tol Lingkar Timur. Tugas Badan Pelaksana sangat luas, dari mulai menyusun rencana induk pengembangan wilayah Suramadu, membangun dan mengelola wilayah kaki sekitar 1.200 ha (di Bangkalan 600 ha), termasuk wilayah pelabuhan peti kemas, perumahan industri, dan jalan akses (Bisnis Indonesia – 26/5/2008).

Departemen Perhubungan sedang melakukan studi internal mengenai pengaruh Suramadu terhadap kelangsungan operasional penyeberangan feri di wilayah tersebut yang diharapkan selesai pada akhir 2008 (Bisnis Indonesia - 27/3/2008). Studi ini akan merupakan antisapasi terhadap keluhan penyelenggara penyeberangan. Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau & Pelayaran (Gapasdap) memprediksi jumlah penumpang dan kendaraan di lintas Ujung-Kamal akan anjlok 80%. Saat ini load faktor penyeberangan yang dilayani 8 kapal hanya 50% dari total kapasitas yang diangkut.

Per hari saat ini sekitar 25.000-30.000 penumpang, 9.000-15.000 kendaraan roda dua dan 4.000 kendaraan roda empat (Bisnis Indonesia - 9/4/2008). BUMN PT Indonesia Ferry yang mengoperasikan 2 kapal feri memprediksikan pandapatan perusahaan akan turun 25% (Investor Daily – 15/8/2008). Gapasdap meminta pula kepada pemerintah untuk mengklasifikasi pengguna yang boleh melintasi jembatan dan yang wajib sebagai penumpang feri rute Ujung-Kamal. Para penjalan kaki dan pengguna kendaraan roda dua diklasifikasikan sebagai pengguna feri.

Sedang pengguna jembatan adalah kendaraan angkutan penumpang kecil (penumpangnya terlebih dahulu diturunkan di dermaga agar menggunakan feri) dan kendaraan besar (Investor Daily – 15/5/2008). Sementara menghadapi biaya kenaikan semua komponen seperti BBM, asuransi jiwa, dan jasa pelabuhan, pihak Gapasdap mengusulkan kenaikan tarif penyeberangan Ujung-Kamal rata-rata 28,9%, tapi yang disetujui oleh Pemprov Jatim hanya 15,41% (Bisnis Indonesia – 2/6/2008). Tapi kenaikan ini ditolak oleh masyarakat Madura, alasannya selain menambah tinggi beban hidup masyarakat Madura, juga dikarenakan pada pertengahan 2007 telah ada kenaikan (Jurnal Nasional – 6/6/2008).

Wapres Jusuf Kalla melakukan kunjungan untuk melihat langsung Suramadu baik dari sisi darat dan laut dengan menggunakan helikopter. Wapres memberi tenggat penyelesaian sebelum Pemilu 5 April 2009. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan ke Suramadu dengan KRI dr Soeharso pada 12 Mei 2008, juga mengharapkan jembatan ini bisa rampung pada April 2009 (Jurnal Nasional – 13/5/2008).

Kekurangan dana sebesar Rp. 900 miliar akan dialokasikan anggarannya (Indo Pos & Investor Daily – 7/4/2008). Departemen Pekerjaan Umum akan mngusulkan tambahan dana sebesar US$ 19,84 juta untuk pembangunan gedung pengawas, sistem pencahayaan lampu hias, dan gedung museum (Kompas - 14/6/2008 & Bisnis Indonesia – 16/6/2008). Selain ini menurut Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri Depatermen Pekerjaan Umum Djoko Muryanto, biaya pembangunannya bertambah US$ 68 juta akibat perubahan desain fondasi (Koran Tempo – 1/8/2008).


6. Proyek Infrastrktur Luar Negeri

Di Asia, proyek-proyek dalam rangka Trans Asia Highway, satu per satu mulai dibangun dan diselesaikan, kendati tidak lepas dari kendala-kendala. Di September 2007, Pemerintah Malaysia telah menyetujui pembangunan kembali rel kereta api double track sepanjang 330 km yang menghubungkan Ipoh ke Padang Besar setelah empat tahun tertunda. Investasinya senilai 12,5 miliar ringgit Malaysia dan akan tuntas dalam 5 tahun. Proyek ini akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Perlis, Kedah, Penang dan Perak, juga akan menciptakan 108 ribu lowongan, terdiri dari 5.000 staf professional; 12 ribu supervisor, mekanik dan teknisi; 15 ribu operator plant; 16 ribu sopir lori; 60 ribu pekerja kasar (Republik – 24/9/2007).

Akhir 2007, Malaysia dan Thailand meresmikan “jembatan persahabatan” yang terdiri dari dua jalur dan membentang sepanjang 120 km dari Provinsi Narathiwat di Thailand Selatan, menuju Kelantan di Malaysia. Diharapkan dapat meningkatkan kerja sama di wilayah yang kerap panas oleh aksi kekerasan. Penduduk di kedua sisi perbatasan itu terhitung bagian paling miskin dibandingkan wilayah lain di negara masing-masing (Republik – 22/12/2007).

Pemerintah Laos (31/3) meresmikan proyek jalan raya baru (Rute 3) yang menghubungkan negara-negara Asia Tenggara dengan China. Proyek ini merupakan kontribusi bersama. Asian Development Bank (ADB) bersama Thailand dan Cina masing-masing sebesar US$ 30 juta, serta Laos US$ 5 juta. Proyek ini akan menciptakan kesempatan bisnis lebih besar dan menyediakan akses yang lebih mudah untuk layanan sosial bagi masyarakat, serta akan mendongkrak pariwisata di Thailand, Laos dan China (Sinar Harapan – 1/4/2008). Tapi di ujung Asia Tenggara, belum terlalu mulus realisasinya. Rencana pembangunan kereta api cepat (bullet train) yang menghubungkan Malaysia dengan Singapura, dihentikan oleh Malaysia dikarenakan tingginga biaya pembangunan (US$ 2,5 miliar). Proyek ini akan menghubungkan Kuala Lumpur dan Singapura sejauh 325 km, hanya dalam waktu 90 menit.

Pemerintah Malaysia juga meninjau kembali pembangunan jembatan sepanjang 24 km penghubung antara Pulau Penang dengan Pulau Utama. Dana pembangunan jembatan tersebut sekitar 3,5 miliar ringgit Malaysia dan diharapkan bisa selesai pada 2011. Penundaan ini dikarenakan tingginya biaya pembangunan, pembebasan lahan, dan desain (Republik – 24/4/2008).

Pemerintah Cina (1/5) meresmikan jembatan Hangzhou Bay menghubungkan kota perdaqangan Shanghai dengan Kota Ningbo, yang merupakan wilayah industri dan pelabuhan tersibuk. Jembatan sepanjang 36 km merupakan jembatan lintas laut terpanjang di dunia dibangun dengan biaya sebesar 11,8 miliar yuan (US$ 1,7 miliar).

Jembatan yang terdiri dari 6 jalur, mulai dibangun pada 14 November 2003 dan selesai pada 26 Juni 2007. Jembatan ini diharapkan bisa mengatasi kemacetan di kawasan segi riga Shanghai-Hangzhou-Ningbo dan biaya transportasi diharapkan bisa berkurang 40-50 miliar yuan dalam 10 tahun mendatang di kawasan Zhejiang, irit ongkos bahan bakar antara 55-60 miliar yuan, mendongkrak integrasi dan pembangunan di kawasan Delta Sungai Yangtze seluas 100.000 kilometer persegi yang mencakup Shanghai, Zhejiang dan Jiangsu yang dihuni 72,4 juta orang.

hildalexander
June 10th, 2009, 03:19 PM
^^ hebat risetnya...sampe lengkap begitu...

wangweijie84
June 12th, 2009, 03:19 PM
Ini jembatan yg paling ditunggu2 masyarakat Indonesia

tollfreak
June 14th, 2009, 11:35 AM
^^ kalau ga salah baca di kompas atau Warta Kota beberapa hari yang lalu semua provinsi di Sumatra dan provinsi Banten sudah sepakat untuk "patungan'' mendanai pembangunan JSS dan sudah menggaet investor dari China juga. Tapi mereka bilang perlu dukungan investor Eropa dan Pemerintah Pusat.

bozanova
June 15th, 2009, 04:56 AM
lebih cepat lebih baik.....

VRS
June 15th, 2009, 03:36 PM
JK= Jangan Kelamaan....

fajarmuhasan
June 16th, 2009, 04:51 AM
Siapapun presidennya Jembatan selat sunda harus dilaksanakan...udah males denger antrian panjang di pelabuhan, malah sering juga kapal-nya rusak....

=NaNdA=
June 17th, 2009, 06:02 PM
SBY akan Wujudkan Jembatan Selat Sunda
Selasa, 16 Juni 2009 pukul 15:39:00

BANDAR LAMPUNG -- Calon Presiden (Capres) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjanjikan akan mewujudkan Jembatan Selat Sunda (JSS), dalam lima tahun ke depan. JSS akan lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau Jembatan Selat Sunda, lima tahun mendatang bisa dipercepat untuk dibangun. Sehingga, Lampung akan lebih maju, aman, adil, dan lebih sejahtera,” kata SBY, capres yang diusung Partai Demokrat, saat kampanye di Bandar Lampung, Selasa (16/6).

Ia akan mewujudkan terealisasinya pembangunan JSS yang menghubungkan Jawa-Sumatera. Bila ini terwujud, ungkap dia, maka Provinsi Lampung di masa depan akan lebih maju dan sejahtera.

“Sebelum datang ke Lampung, saya katakan tugas SBY-Boediono melanjutkan pembangunan bangsa ini lima tahun mendatang,” jelasnya.

Ia mengatakan masyarakat Lampung sangat dinamis dan ingin maju. Sebab, lanjut dia, Lampung dikenal lumbung pangan, produsen padi sawit, sedangkan gula asal Lampung sepertiganya memasok kebutuhan nasional.

Untuk itu, kata SBY, program pembangunan harus tetap dilanjutkan ke depan, dengan cepat harus tepat tidak boleh sembarangan sehingga merugikan masyarakat.

Gubernur Lampung, Sjachroedin ZP menyatakan pembangunan JSS dimulai sesuai dengan jadwal pada 2012. Ia telah meninjau jembatan nasional Surabaya--Madura (Suramadu) yang menghubungkan Jawa dan Madura.

Menurut dia, teknologinya dapat diadopsi di JSS. Persoalnya, terdapat palung dalam dan lebar di Selat Sunda. Hal itu yang masih diteliti dan dirancang bagaimana konstruksi jembatan di atasnya.

Konstruksi jembatan yang dimulai dari Surabaya ke Bangkalan melewati Selat Madura itu dengan dua tiang pancang. Ketinggian dari air laut pun hanya belasan meter dan tidak bisa di lalui kapal feri di bawahnya. Sedangkan JSS masih dalam alur laut kepulauan Indonesia sehingga harus bisa dilewati kapal besar.

JSS, kata Sjachroedin, memerlukan konstruksi berbeda terutama di atas palung Selat Sunda. Namun setelah penelitian konstruksi bawah laut yang akan berakhir Juli mendatang, pemancangan tiang jembatan baru dapat dilaksanakan pada 2012.-mur/ahi

wangweijie84
June 17th, 2009, 06:14 PM
2012 baru dibangun... lama banget yah baru dimulainya.

tollfreak
June 18th, 2009, 03:58 AM
^^ Perlu Masa Study kelayakan jembatan. Selat Sunda lebih "under threat" of natural disasters dibanding dengan Selat Madura. Di dekat Selat Sunda ada Krakatau dan Gempa Bumi di tengah perairan sejauh itu bisa terjadi kapan aja

fajarmuhasan
June 18th, 2009, 04:17 AM
Rancangan terakhir seperti apa nech???

RidZ Albarn
June 18th, 2009, 06:16 PM
semoga cepat dilaksanakan....:banana::banana::banana:

eurico
June 20th, 2009, 02:07 PM
Jadinya jembatan yah bukan terowongan.
Keren juga kalo jembatan jadi lebih "kelihatan" hehehe.

=NaNdA=
June 24th, 2009, 07:37 AM
JEMBATAN SELAT SUNDA
Pemerintah Belum Anggap Prioritas
Selasa, 16 Juni 2009

Pembangunan Jembatan Suramadu sepanjang 5,438 kilometer (km) menjadi salah satu prestasi yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura ini dibangun untuk meningkatkan perekonomian di Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya. Dengan adanya Jembatan Suramadu ini maka aksesibilitas menuju Madura akan meningkat, masyarakat asal Madura bisa menjadi pelaku utama dalam pembangunan wilayahnya.

Mendulang kesuksesan adanya pembangunan Jembatan Suramadu, Departemen Pekerjaan Umum (PU) juga berencana membangun Jembatan Merak-Bakauheni. Dengan adanya jembatan ini maka penyeberangan dan moda transportasi yang menghubungkan Jawa dan Sumatera tidak hanya dengan kapal, tapi juga bisa melalui jembatan penyeberangan.

Namun, realisasi pembangunan Jembatan Selat Sunda ini tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat seperti percepatan untuk pembangunan Jembatan Suramadu. Pasalnya, selain memerlukan biaya yang diperkirakan bisa mencapai Rp 70 triliun, pembangunannya juga memiliki tingkat kesulitan tinggi sehingga membutuhkan teknologi yang tepat.

Dirjen Bina Marga Departemen PU Hermanto Dardak, kepada Suara Karya, mengatakan, pemerintah mengalami kesulitan pendanaan untuk membangun Jembatan Selat Sunda. Pembangunan Jembatan Selat Sunda memerlukan keterlibatan swasta.

"Berat bagi pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan Jembatan Selat Sunda ini walau dari sisi teknologi kita mampu," katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi, terdapat perusahaan swasta yang tertarik membangun Jembatan Selat Sunda. Bahkan sudah ada swasta yang menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemprov Lampung dan Banten. Saat ini perusahaan swasta tersebut sedang melakukan pengkajian kondisi geologis. Salah satunya prastudi kelayakan pembangunan Jembatan Selat Sunda yang dilakukan PT Bangungraha Sejahtera Mulia (BSM), anak perusahaan Artha Graha Group.

Manajemen BSM berharap pemerintah segera membentuk Badan Koordinasi Pelaksana Pembangunan Kawasan Selat Sunda-Karimata dan Jembatan Selat Sunda langsung di bawah koordinasi presiden atau pihak yang ditunjuk presiden. Dengan demikian, pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Sumatera dan Jawa ini sudah memiliki landasan hukum. "Kalau dasar hukumnya sudah kuat, kami akan melanjutkan dengan feasibility study," kata Direktur BSM Agung R Prabowo.

Menurut Agung, jembatan sepanjang 31 kilometer ini diharapkan bisa menjadi satu kesatuan dengan jalan tol Trans Jawa maupun jalan tol di Lampung (ruas Bakauheni-Bandar Lampung-Tegineneng yang direncanakan sepanjang 120 km). Tinggi jembatan dari permukaan air direncanakan 70 meter sehingga kapal-kapal besar bisa melintas dengan bebas. (Silli Melanovi)

niekovlm
June 25th, 2009, 01:12 PM
JK= Jangan Kelamaan....

JK=Jangan Kemakan iklan

lombok
July 13th, 2009, 03:20 PM
Megaproyek Infrastruktur 2010
Pembangunan Jembatan Selat Sunda Kelar 15 Tahun lagi
Senin, 13 Juli 2009 19:00 WIB


JAKARTA--MI: Jembatan Selat Sunda yang membutuhkan dana Rp100 triliun belum mendapatkan sumber pendanaan proyek.

"Itu salah satu megaproyek 2010. Untuk membangun jembatan itu, kami butuh Rp100 triliun. Cuma kami masih belum tahu juga darimana pendanaannya. Soalnya tidak mungkin kalau pemerintah yang membiayai semua. Bisa rusak irigasi dan jalan kita kalau pemerintah yang harus membiayai semua," papar Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, di kantor Departemen PU, Senin (13/7).

Mengenai pemikiran untuk mengajukan pinjaman ke pihak lain, Djoko mengutarakan, belum mendapatkan sinyal final pihak yang akan menyokong pengerjaan proyek. Diperkirakan penyelesaiannya memerlukan waktu selama 13-15 tahun.

Kini, proyek Jembatan Selat Sunda itu masih menjalani proses penjajalan melalui prastudi kelayakan. Tim khusus yang ditugaskan untuk prastudi kelayakan tersebut telah melakukannya sejak minggu lalu.

Kira-kira dalam dua pekan ke depan tim khusus tersebut telah dapat mengekspos hasil prastudi kelayakannya. "Jika dikerjakan mulai tahun depan, bakal melewati beberapa pergantian presiden," ujarnya. (*/OL-04)

Rock Star
July 14th, 2009, 07:22 AM
Megaproyek Infrastruktur 2010
Pembangunan Jembatan Selat Sunda Kelar 15 Tahun lagi
Senin, 13 Juli 2009 19:00 WIB


JAKARTA--MI: Jembatan Selat Sunda yang membutuhkan dana Rp100 triliun belum mendapatkan sumber pendanaan proyek.

"Itu salah satu megaproyek 2010. Untuk membangun jembatan itu, kami butuh Rp100 triliun. Cuma kami masih belum tahu juga darimana pendanaannya. Soalnya tidak mungkin kalau pemerintah yang membiayai semua. Bisa rusak irigasi dan jalan kita kalau pemerintah yang harus membiayai semua," papar Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, di kantor Departemen PU, Senin (13/7).

Mengenai pemikiran untuk mengajukan pinjaman ke pihak lain, Djoko mengutarakan, belum mendapatkan sinyal final pihak yang akan menyokong pengerjaan proyek. Diperkirakan penyelesaiannya memerlukan waktu selama 13-15 tahun.

Kini, proyek Jembatan Selat Sunda itu masih menjalani proses penjajalan melalui prastudi kelayakan. Tim khusus yang ditugaskan untuk prastudi kelayakan tersebut telah melakukannya sejak minggu lalu.

Kira-kira dalam dua pekan ke depan tim khusus tersebut telah dapat mengekspos hasil prastudi kelayakannya. "Jika dikerjakan mulai tahun depan, bakal melewati beberapa pergantian presiden," ujarnya. (*/OL-04)

wah bakalan rebutan tanda tangan dong presiden dan wakilnya... :lol: :lol: :lol:

AceN
August 14th, 2009, 04:50 AM
Biaya Bangun Jembatan Selat Sunda Rp100 Triliun
Jumat, 14 Agustus 2009 00:55 WIB

Jakarta (ANTARA News) - Artha Graha Network melalui PT.Bangungraha Sejahtera Mulia merampungkan studi kelayakan awal (pra feasibility study, pra FS) Jembatan Selat Sunda yang hasilnya untuk pembangunannya butuh Rp100 triliun.

"Kami mengharapkan setelah pra-FS dibuat pemerintah segera membuat payung hukum untuk memulai pembangunan mega proyek ini," kata Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah di Jakarta, Kamis.

Senada dengan Gubernur Banten, juga disampaikan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP yang mengatakan, kondisi lalulintas yang dilayani Pelabuhan Bakauheni dan Merak sudah terlalu padat sehingga kehadiran jembatan sangat dibutuhkan.

Menurutnya, saat ini saja tercatat 3500 kendaraan, 35.000 orang, serta 20 juta ton batu bara yang melewati kedua pelabuhan, bahkan apabila terjadi gangguan di laut maka antriannya dapat mencapai 10 kilometer.

"Tidak dapat dibayangkan kondisi 10 tahun ke depan seandainya jembatan belum juga direalisasikan sehingga 10 Gubernur se Sumatra memasukannya ke dalam empat rekomendasi yang harus dilaksanakan pemerintah," ujarnya.

Dia mengatakan, 60 persen ekspor nasional berasal dari Sumatra, 40 persen gula berasal dari Lampung, kalau ditambah dengan Jembi dan Palembang sudah mencapai 50 persen lebih.

Atut mengatakan, Pemerintah Provinsi siap memberikan dukungan seandainya pemerintah mengeluarkan payung hukum diantaranya dengan membuatkan payung hukum misalnya dalam bentuk Perpres dan sebagainya.

Hasil Pra-FS yang berhasil dirampungkan Artha Graha Network yang dipimpin Tommy Winata diserahkan kepada kedua gubernur Banten dan Lampung, untuk kemudian diserahkan pemerintah pusat.

Hadir dari pemerintah pusat, Menteri Negara dan Perencana Pembangunan Nasional dan Ketua Bappenas Paskah Suzetta, Dirjen Bina Marga Hermanto Dardak mewakili Menteri PU, dan wakil dari Menko Perekonomian.

Sementara Tommy Winata mengatakan, pihaknya tidak mempertimbangkan soal keuntungan dalam pembuatan Pra FS. Namun apabila tidak ada yang memulai melakukan studi maka Jembatan Selat Sunda tidak kunjung direalisasikan,.

"Kalau dari hitung-hitungan bisnis yang bagaimanapun tidak akan untung membuat studi semacam ini, tetapi kalau tidak ada yang memulai maka siapa yang akan membangun jembatan ini," tuturnya.

Pembuatan Pra FS jembatan Selat Sunda berawal ditandatanganinya Memorandum of Agreement (MoA) pada 3 Oktober 2007 dengan mengikutsertakan konsultan terkenal Prof. Dr. Wiratman Wangsadinata.

Menurutnya, masih membutuhkan studi lebih dalam lagi untuk menentukan struktur terbaik dari jembatan terpanjang di dunia karena kalau jadi dibangun memiliki panjang lebih dari 30 kilometer.

"Bentang tengah terpanjang di dunia saat ini mencapai 2200 meter, dalam Pra FS Jembatan Selat Sunda punya bentang tengah mencapai 3800 meter," ujarnya.

Dalam studi lebih lanjut masih harus dilihat potensi gempa di kawasan itu, harus dipertimbangkan adanya patahan yang memang ada kemudian juga Gunung Krakatau yang masih aktif, jelasnya.

Potensi gempa itu nantinya untuk melihat kekuatan struktur yang akan dibangun. Semuanya sebenarnya dapat diukur sebelum ditawarkan kepada investor yang berminat mengerjakannya.

Wiratman juga tidak memungkiri kemungkinan membangun terowongan karena dari segi biaya juga sama tinggal dicari mana dari keduanya yang lebih memberikan jaminan keselamatan.

Sedangkan Menteri Perencana Pembangunan Nasional dan Ketua Bappenas Paskah Suzetta mengatakan, dukungannya dengan diselesaikannya pembuatan Pra-FS Jembatan Selat Sunda.

Dia mengatakan, kebutuhan pembangunan infrastruktur di Indonesia mencapai Rp1,6 biliun (setelah triliun) atau 3,5 persen dari PDB, namun kemampuan anggaran pemerintah hanya 30 persen atau sekitar Rp450 triliun.

Sehingga masih ada kesenjangan sangat besar di atas Rp1 biliun, idealnya kesenjangan harus ditutup agar menuju pertumbuhan ekonomi 5 sampai 7 persen pada periode 2009 - 2014, jelas Paskah.

Dia juga tengah mengusulkan bagi perusahaan swasta yang sudah melaksanakan studi kelayakan awal, apabila biasanya saat tender mendapat kemudahan (previlage) sampai 10 persen akan ditingkatkan menjadi 20 persen.

"Semata-mata usulan ini untuk menarik minat kerjasama pemerintah swasta terutama untuk menggarap proyek skala besar seperti Jembatan Selat Sunda," ujarnya.(*)

------------------------------------------------------

Jumat, 14/08/2009 09:28 WIB
Tommy Winata: Saya Tidak Cari Untung Dari Jembatan Selat Sunda

Jakarta - Bos Artha Graha, Tommy Winata mengaku tidak mencari untung dalam pembangunan Jembatan Selat Sunda yang rencananya akan dibangun mulai 2009-2010, dan rencananya akan selesai pada tahun 2020.

"Kalau kami memulai karena keuntungan, bukan keterpanggilan, maka tidak akan selesai ini proyek. Kami lihat keuntungan lain di balik itu maka kami berani memulai proyek itu," ujarnya usai Penandatanganan dan Penyerahan hasil pra studi kelayakan Jembatan Selat Sunda di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis malam (13/8/2009).

Untuk diketahui, Artha Graha merupakan koordinir dari pihak swasta dalam pembangunan Jembatan Selat Sunda yang diperkirakan menelan biaya Rp 100 triliun tersebut.

"Kami lebih mengutamakan bagaimana proyek ini bisa secara gotong-royong diselesaikan. Keuntungan terbesar adalah bagi rakyat terutama di Sumatera dan Jawa. Keuntungan ini akan menjadi keuntungan seluruh rakyat," katanya.

Dikatakan Bos Artha Graha ini, menurut hasil studi yang dilakukannya, pembangunan jembatan ini akan selesai pada 10 tahun.

"Jika semuanya baik, Insya Allah 10 tahun selesai. Kalau masalah kebangsaan, ini proyek dibangun untuk kepentingan bangsa, untuk kepentingan rakyat. Demi kepentingan untuk memperekat keutuhan NKRI, dalam hal ini menyambung pulau Sumatera dan Jawa. Saya kira apapun pemerintahan, siapaun pemimpinnya pasti memiliki komitmen untuk rakyatnya," pungkasnya.

-----------------------------------------------

Jumat, 14/08/2009 08:43 WIB
Pembangunan Jembatan Selat Sunda Telan Biaya Rp 100 Triliun

Jakarta - Rencana pembangunan jembatan Selat Sunda yang rencananya akan dibangun mulai 2009-2010 ini akan menelan biaya sebesar Rp 100 triliun, oleh karena itu pemerintah bekerjasama dengan swasta untuk pembiayaannya.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam acara Penandatanganan dan Penyerahan hasil pra studi kelayakan Jembatan Selat Sunda di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis malam (13/8/2009).

“Menurut studi kelayakan yang telah kita saksikan bersama, untuk pertanyaan berapa anggaran atau budget untuk proyek ini, kurang lebih Rp 100 triliun. Tetapi itu untuk infrastruktur pembangunan jembatan yang kurang lebih 29-30 km. Namun, lahan yang akan dikembangkan dalam kedua provisnsi itu belum termasuk,” tuturnya.

Dalam pembangunan jembatan ini, pemerintah daerah yakni Banten dan Lampung menggandeng pihak swasta yang dikoordinir oleh Artha Graha. Rencananya jembatan ini baru akan selesai pada tahun 2020.

Proyek ini menjadi salah satu prioritas pemerintah karena dalam 10 tahun mendatang diperkirakan pelabuhan Bakauheni dan Merak tidak akan mampu lagi menampung penyeberangan.

“Mengenai tindak lanjut pembangunan, kami membutuhkan investor. Kami berharap stakeholder pemrakarsa dalam hal ini Artha Graha bisa ikut walaupun memang ada aturan yang harus diikuti. Pemda tidak akan mungkin dapat membiayai Rp 100 triliun, tetapi Pemda harus menyediakan anggaran agar kita bisa menjadi join venture terhadap pengelolaan Jembatan Selat Sunda,” paparnya.

Rock Star
August 14th, 2009, 06:37 AM
GOOD NEWS

http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/Selatsunda-1.jpg

Sumber: JUMAT, 14 AGUSTUS 2009 I NO. 10417 I TAHUN XL I MEDIA INDONESIA


:banana: :banana: :banana:

peseg5
August 14th, 2009, 07:00 AM
Jika asumsinya 100 T, dan pengerjaan dilaksanakan secara bertahap. Kira2 rata2 anggaran tahunnya:

100 T / 10 thn proyek = Rp 10 T / thn...

Menurut saya sih angka 10 T/thn selama 10 tahun buat jembatan bisa patungan oleh APBN dan APBD kedua propinsi td, plus swasta...

VRS
August 14th, 2009, 07:11 AM
mungkin akan lebih dari 10T karena ada beberapa faktor yg akan dihadapi tapi belum bisa diperhitungkan sekarang ini....

tollfreak
August 14th, 2009, 01:14 PM
nice job moving forward mudah2an bisa start construction within a couple of years

=NaNdA=
August 14th, 2009, 01:22 PM
GOOD NEWS

http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/Selatsunda-1.jpg

Sumber: JUMAT, 14 AGUSTUS 2009 I NO. 10417 I TAHUN XL I MEDIA INDONESIA


:banana: :banana: :banana:

jadi kelayakan studi sudah selesai?? :eek:

good job! :okay:

Jika asumsinya 100 T, dan pengerjaan dilaksanakan secara bertahap. Kira2 rata2 anggaran tahunnya:

100 T / 10 thn proyek = Rp 10 T / thn...

Menurut saya sih angka 10 T/thn selama 10 tahun buat jembatan bisa patungan oleh APBN dan APBD kedua propinsi td, plus swasta...

betul, tapi itu kan berdasarkan perhitungan tahun ini
kalo ada inflasi lagi atau kenaikan harga material
ya bengkak lagi..

dengan asumsi APBN 1000T, 10 tahun harusnya sudah selesai.. ;)
or even faster dengan bantuan swasta.. :D

rasarya
August 14th, 2009, 02:47 PM
moga2 aja bisa cepat jadinya.. karena, 5 tahun dari sekarang, sumatra bakal berkembang pesat.

AceN
August 15th, 2009, 04:54 AM
jadi kelayakan studi sudah selesai?? :eek:

good job! :okay:


Belum nan, FS nya kan kelar 2014 :D yang udah kelar baru pra studi kelayakan.hehehe

AceN
August 18th, 2009, 07:12 AM
Terowongan di Selat Sunda Jadi Salah Satu Opsi

Selasa, 18 Agustus 2009 | 09:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memegang lima kajian pembangunan jalan akses yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Sumatera. Selain opsi jembatan, ada juga alternatif akses berupa terowongan dasar laut atau terapung di bawah permukaan laut, seperti terowongan yang menghubungkan Inggris dan Perancis saat ini.

”Jika opsi terowongan yang dipakai, nilai investasinya mungkin rendah, sekitar Rp 49 triliun, tetapi jangka waktu pemakaiannya sangat singkat, yakni sekitar 20 tahun, sementara opsi jembatan memang butuh investasi hingga Rp 117 triliun, tetapi daya tahannya sanggup menampung lonjakan kendaraan hingga 100 tahun,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kantor Menteri Koordinator Perekonomian Bambang Susantono di Jakarta, Jumat (14/8).

Dalam Paparan Direktorat Bina Teknik, Ditjen Bina Marga, Departemen Pekerjaan umum yang disampaikan kepada wakil presiden terpilih Boediono pada awal pekan lalu disebutkan, pada tahun 2050 akan ada lalu lintas yang tidak tertampung 57.600 kendaraan per hari, jika Sumatera-Jawa masih bergantung pada feri. Hal itu disebabkan kapasitas maksimal feri saat ini hanya 18.000 kendaraan per hari.

Jika dikombinasikan antara feri dan terowongan, masih akan ada lalu lintas yang tidak tertampung sebesar 32.900-49.500 kendaraan per hari tahun 2050. Kapasitas maksimal feri dan terowongan hanya 16.600-33.200 kendaraan per hari.

Dengan demikian, opsi jembatan jadi pilihan ideal karena bisa menampung semua kendaraan hingga 100 tahun terhitung sejak tahun 2030, saat jembatan itu siap. Jembatan ini akan dibangun dengan enam jalur untuk dua arah dilengkapi rel ganda kereta api.

Menurut Bambang, jika jembatan dibangun tanpa jalur KA, investasi hanya Rp 83 triliun. Jika dibangun lengkap, anggaran yang diperlukan Rp 117 triliun. Itu dengan masa pembangunan 10 tahun.

Adapun terowongan diasumsikan sepanjang 33 kilometer, lebih panjang dibanding rencana pembangunan jembatan, yakni 27,9-29,2 km (hampir enam kali lebih panjang dari jembatan Surabaya-Madura).

Kelemahan terowongan adalah mengharuskan mobil menunggu kedatangan KA ketika hendak menyeberang. Waktu tempuh lebih lama 30-45 menit dibanding menggunakan apabila menggunakan jembatan.

Adapun kelemahan jembatan, antara lain, adalah tingginya pylon atau menara jembatan yang mencapai antara 460-520 meter. Akibatnya, ada risiko menara jembatan ditabrak pesawat terbang.

Tantangan

Namun, ada tantangan yang perlu segera dijawab sebelum proyek ini dilanjutkan, yakni adanya dua sesar atau patahan di dasar Selat Sunda yang belum diketahui perilakunya. Juga tantangan yang terkait aktifnya Gunung Krakatau, serta kedalaman Selat Sunda yang masih misteri dan diperkirakan ada palung sedalam 40 meter. Selain itu, belum ada penghitungan kecepatan arus dan kesiapan teknologi.

”Meskipun demikian, pembangunan jembatan atau terowongan ini sudah menjadi prioritas pemerintah,” ujar Bambang.

Lima kajian yang sudah masuk kepada pemerintah, yaitu kajian dari Wiratman and Associates, Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) dan Ditjen Bina Marga-Departemen Pekerjaan Umum, kajian Metro, peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) Firmansyah, serta Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Jalan-Jembatan Departemen Pekerjaan Umum.

Wiratman merekomendasikan, jembatan panjang merupakan alternatif yang lebih baik dibanding terowongan.

bamz..
August 18th, 2009, 08:18 AM
---
klo menurutku nanti aja deh dibangunnya .. kurang urgent !! + daerahnya rawan bencana .. palagi daerah patahan s.hindia gtu hiii ngeri.

mendingan kelarin dulu aja tol trans Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua
jauh2 lebih potensial membangun daerah.
abiz itu baru bangun yg beginian ..
---

tollfreak
August 18th, 2009, 12:06 PM
^^ Kalau soal tol trans manapun yang jadi kendala utama adalah pembebasan lahan, mungkin dalam kondisi 10 tahun ke depan yang perlu tol di luar jawa mungkin hanya pulau Sumatera, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Kemarin gw ke Kalimantan Timur jalanan nasionalnya (Balikpapan-Samarinda-Bontang) belum melebihi kapasitas dan masih bisa jalan 60-70 km/h .

Kalau Terowongan jeleknya Sering Kena effect bottleneck dan mengaharuskan adanya height restriction kendaraan yang bisa menyebrang.

Wilz
August 25th, 2009, 05:45 AM
sebenernya jembatan ini lebih penting dibangun daripada jembatan SURAMADU..
kadang pemerintah ngga bisa melihat mana lebih penting..

pecinta_surabaya
August 25th, 2009, 04:23 PM
^^ Masalahnya jembatan ini anggaran butuh banyak,dan harus dgn pemikiran yg matang..
SURAMADU jg penting,memajukan pulau madura yg luas menjadi lebih berharga..
Justru kalo pendapat pribadi saya yg penting jembatan JAWA-BALI..
:D :D :D

arif doank
August 25th, 2009, 04:31 PM
sebenernya jembatan ini lebih penting dibangun daripada jembatan SURAMADU..
kadang pemerintah ngga bisa melihat mana lebih penting..

loe bnar bro!!!
jawa dan sumatera dua pulau yg paling penting di negeri!!!!:cheers:

Balaputradewa
August 25th, 2009, 04:38 PM
ya uda Kalo Jawa - Madura ud terhubung terus Jawa - Bali juga ud terhubung, Sumatera kayaknya gak perlu lagi bangun jembatan ke Jawa, mending ke Malaysia aja Jembatan Rupat-Malaka :D gw rasa kalo ini terwujud peran Sumatera akan jauh lebih penting, strategis n vital dibanding kalo dibangun Jembatan Selat Sunda.

K14N
August 26th, 2009, 05:04 AM
^^ JSS justru sangat penting karena dermaga pelabuhan Merak-Bakauheni diprediksi gak akan mampu menampung traffic kendaraan maupun penumpang Sumatra-Jawa. Bagi yg sering ke Lampung, pasti tahu banget kalo di pelabuhan banyak mobil2 truk besar yg mau nyeberang bawa sembako, dll.

Merak-Bakau memikul beban sangat berat, sebab menghubungkan 2 pulau dgn penduduk terbesar di Indo. Sumatra dengan 8 provinsi di daratan (estimasi 60an juta jiwa), Jawa dengan 6 provinsi (sekitar 120an juta jiwa). Jelas ini lebih penting dibanding jembatan ke Bali yg hanya 1 pulau dengan 4.5 juta jiwa. Apalagi selat Bali relatif sempit dan dapat ditempuh hanya 45 menit :)

Tambahan lagi, kita sebaiknya hormatin juga keputusan rakyat Bali, mereka kan ga setuju dibangun jembatan Jawa-Bali karena masalah perbedaan kultur. Jadi biarlah Bali tetap menjadi pulau dewata yang spesial dengan budayanya sendiri. :)

castle_92
August 26th, 2009, 07:19 AM
Sbenernya jmbatan yg lbih pnting dbngun adlh jmbatn selat sunda daripada jmbatan selat melaka......Karna jmbtan selat sunda tu penghubung perekonomian yg penting di Indonesia....Lbih baik duitnya buat bngun jmbatn selat sunda dulu drpd jmbatn slat melaka yg spertinya lbih bnyk menguntungkan malysia.....

Rock Star
August 26th, 2009, 07:26 AM
Sbenernya jmbatan yg lbih pnting dbngun adlh jmbatn selat sunda daripada jmbatan selat melaka......Karna jmbtan selat sunda tu penghubung perekonomian yg penting di Indonesia....Lbih baik duitnya buat bngun jmbatn selat sunda dulu drpd jmbatn slat melaka yg spertinya lbih bnyk menguntungkan malysia.....


^^ Setubuh....

peseg5
August 26th, 2009, 10:44 AM
sebenernya jembatan ini lebih penting dibangun daripada jembatan SURAMADU..
kadang pemerintah ngga bisa melihat mana lebih penting..

Sebenarnya sama2 penting. Hanya skala proyek pengerjaan Suramadu relatif lebih "mudah" ketimbang JSS. Jadi Suramadu menjadi prioritas pertama dulu.

fajarmuhasan
August 27th, 2009, 12:18 PM
Pada dasarnya semuanya penting dan tinggal dipilih mana yg mudah dan mungkin duluan...
1. yg pertama udah dilakukan yaitu jembatan barelang penghubung pulau batam dan pulau pulau kecil disebelahnya.
2. Kedua juga udah dilakukan yaitu suramadu
3. harusnya JSS, lalin disini dah overload apalagi utk arus mudik/balik
4. mungkin ambon-seram
5. sumatra-bangka-belitung
6. aceh-sabang
7. sumatra-nias
8. pusing dech......

=NaNdA=
August 27th, 2009, 01:00 PM
Suramadu bisa dibilang pilot project JSS.. masa kita tiba2 bikin jembatan super kaya gitu.. :D

bamz..
August 28th, 2009, 08:29 PM
Jembatan Selat Sunda berada di area gempa 5
Rabu, 26/08/2009

SURABAYA (bisnis.com): Akademisi ITS Surabaya menilai pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) sulit direalisasikan dan sangat berisiko karena berlokasi di wilayah gempa 5.

Pakar struktur dari Jurusan Teknik Sipil ITS, Herman Wahyudi, mengatakan rencana pemerintah untuk mewujudkan proyek itu menghadapi kendala utama berupa faktor alam. Lokasi jembatan berada di area gempa sangat besar yakni Gunung Krakatau dan anak-anak gunung yang masih aktif.

"Bukannya saya pesimis, namun melihat kendala terutama faktor alam, rasanya berat sekali sebab kemungkinan meletusnya Gunung Krakatau bisa merusakkan jembatan," ujarnya dalam diskusi Jembatan Selat Sunda: Blinder atau Terobosan Teknologi? Tantangan Negara Kepulauan, hari ini.

Diskusi tersebut mengupas kekurangan dan kelebihan proyek JSS seiring rencana pemerintah untuk membangun jembatan yang menghubungkan Jawa--Sumatera itu sesudah dirampungkannya Jembatan Surabaya--Madura.

Pakar Transportasi Laut Fakultas Teknik Kelautan ITS, Tri Achmadi, menilai untuk menghubungkan Jawa--Sumatera lebih layak dibangun fasilitas transportasi laut yang lebih baik.

"Dilihat dari kebutuhan, sebenarnya pembangunan JSS tidak terlalu dibutuhkan sebab kalau proyek tersebut diwujudkan, distribusi perdagangan juga tidak meningkat secara signifikan," paparnya.

Bila ditinjau dari aspek keekonomiannya pun diragukan terbangunnya JSS mampu memberikan keuntungan serta menaikkan volume perdagangan kedua pulau.

Menurut Indra N. Fauzi, manajer Regional Economic Development Institute (REDI), proyek JSS harus mempertimbangkan keuntungan di bidang ekonomi. "Jangan sampai benefit [proyek JSS] lebih rendah dibandingkan biaya pembangunannya, dan jangan hanya memandang harga diri Indonesia di mata dunia," ujarnya.

sayang klo udah jdi mahal2 10T besoknya ambruk kena gempa ..

pecinta_surabaya
August 29th, 2009, 07:56 AM
^^ Pemikiran yg briliant..
Harus dibuat yg benar2 aman dan nyaman..
Jgn terburu - buru..

castle_92
September 2nd, 2009, 11:09 AM
Gempa di Tasik, Terasa Kuat di Jakarta

Rabu, 2 September 2009 | 15:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gempa cukup kuat terasa di Jakarta. Ribuan karyawan yang berkantor di gedung-gedung tinggi berlarian melalui tangga darurat.

Sampai saat ini, ribuan karyawan di gedung Kompas Gramedia, misalnya, masih bertahan di luar gedung.

Informasi sementara, pusat gempa sekitar 100 km barat daya Tasikmalaya pada kedalaman 32 km, dan berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa menyebabkan kerusakan di sejumlah perkantoran. Kantor Pemkab Tasikmalaya mengalami kerusakan cukup parah, sementara telekomunikasi seluler tak berfungsi.

fajarmuhasan
September 2nd, 2009, 11:26 AM
Saya kurang setuju kalo di bilang tidak mendukung perekonomian. JSS ini jelas sangat meningkatkan roda ekonomi. Bayangkan saja saat ini angkutan truk lewat selat sunda memakan waktu 3 jam - 3 hari tergantung antrian. Kalo lewat jembatan paling lama 1 jam (udah termasuk antri bayar tol). Dalam sehari tentu akan berlipat lipat kali jumlah pengiriman barang lewat JSS dibanding penyeberangan fery.

Saya juga gak setuju kalo masalah gempa jadi hambatan, pengamat tsb kurang bisa menyiasati keadaan dan mudah menyerah. Dg adanya prediksi gempa ini kan tinggal dimasukin ke dalam faktor keamanan dalam design, jadi prediksi gempa ini jadi tantangan bukan hantu yg ditakuti.
Maka bangunlah JSS yg tahan gempa.....belum ada di dunia kan??? ini tantangan bagi engineer kita...
Show must go on

lombok
September 5th, 2009, 08:43 AM
Japan and China Interested in Sunda Strait Project


Friday, 04 September, 2009 | 19:05 WIB

TEMPO Interactive, Jakarta: Japan and China are interested in investing in the project of a Sunda Strait bridge connecting the islands of Sumatra and Java.

“Japan has studied the project. China is also interested,” said a deputy to the coordinating minister for the economy, from the regional infrastructure and development division, Bambang Susanto, yesterday (3/9).

However, Bambang said that government has actually not yet announced officially the plan to build the bridge over the Sunda Strait.

Government is identifying and studying the project.

It is expected to have a report and recommendations next month.

“We hope to have it by October 21,” said Bambang.

He explained that there were 36 reports about infrastructure planning development.

A special team is planned to be formed to study the infrastructure better.

The government has been considering a bridge, an under-sea tunnel, or combination of these two options to connect the two islands.

All options have their positive and negative sides.

Bambang mentioned that the Banten and Lampung governments were more likely to agree to build a bridge.

Bambang said that one domestic investor interested in the bridge project was Artha Graha group.

While for the under-sea tunnel, PT Nusantara Tunnel has submitted its development concept.

DIAN YULIASTUTI

=NaNdA=
September 10th, 2009, 08:16 AM
http://zeniad.files.wordpress.com/2009/02/4.jpg

VRS
September 10th, 2009, 10:59 AM
nice rendering...but its final design...??
looks will be any train track with highway too...

=NaNdA=
September 10th, 2009, 04:38 PM
^^ memang desainnya ada rel keretanya om.. :D

gambar itu kayanya pilihan rute untuk jembatan...

maciej_sl
September 11th, 2009, 06:16 AM
I'd really like to see this one coming up. How do you say bridge in bahasa?

BauIng
September 11th, 2009, 07:57 AM
How do you say bridge in bahasa?

Jembatan.

^^ memang desainnya ada rel keretanya om.. :D

gambar itu kayanya pilihan rute untuk jembatan...

Dapet drmn gambarnya NaN?

Mimihitam
September 15th, 2009, 01:07 PM
JEMBATAN SELAT SUNDA : BLUNDER KONSEP DAN TEKNONIK

Daniel Mohammad Rosyid (Jurusan Teknik Kelautan ITS Surabaya)

PENDAHULUAN

Ada tiga alasan mendasar mengapa JSS adalah sebuah mega-mubazir, blunder teknologi, dan ekonomi regional untuk “menghubungkan” Jawa-Sumatra. Alasan pertama, secara paradigmatik, JSS adalah turunan paradigma pulau besar yang memandang laut dan selat sebagai pemisah, atau paling tidak semacam sungai besar. Manusia pulau besar cenderung memaksakan kudanya (untuk zaman sekarang adalah mobilnya) untuk menyeberang. Paradigma kepulauan memandang laut dan selat justru sebagai penghubung (jembatan) alamiah, sedangkan kapal adalah alat angkut yang cocok untuk memanfaatkan daya dukung air laut tersebut bagi muatan yang diangkut kapal-kapal tersebut..

Alasan kedua, secara topologi, jembatan hanya solusi jarak terpendek bagi concave landmass domain yang lahir dari cara berpikir pulau besar. Untuk negara kepulauan, dengan ruang topologi yang jauh berbeda, satu jembatan justru membentuk artificial concave landmass domain yang problematik karena justru menurunkan connectedness-nya. Artinya, kehadiran jembatan justru menuntut adanya jembatan tambahan agar connectedness kedua pulau dapat dipertahankan.

Solusinya adalah paradigma kepulauan yang membuka relaxed design domain tanpa mengubah ruang topologi landmass yang sudah ada. Solusi untuk relaxed design domain itu adalah kapal (penyeberangan/ferry), yang teknologi generasi terkininya sudah tersedia dan well-proven. Air laut bersama sistem ferry canggih ini membentuk jembatan alamiah dalam jumlah tak-terbatas sehingga mempertahankan connectedness kedua pulau.

ANALISIS TEKNOMIK

Alasan ketiga adalah alasan-alasan teknomik berikut. Satu Jembatan yang menghubungkan dua pulau, karena concavity permanen yang terbentuk oleh jembatan ini, hanya akan menguntungkan kawasan kaki-kaki jembatan saja. Para spekulan tanah dan tuan tanah yang menguasai kawasan kaki jembatan akan paling diuntungkan. Solusi ferry (maju) boleh dikatakan membentuk concavity yang lentur dan dinamik. Artinya, sistem layanan penyeberangan (ferry ro-ro dan demaga) dan pelayaran yang canggih dapat menghubungkan Jawa dan Sumatra di banyak lintasan sehingga Sumatra secara menyeluruh akan memperoleh manfaat yang jauh lebih besar daripada JSS yang akan menguntungkan Lampung dan Banten saja. Kondisi jaringan Trans Sumatra saat ini yang buruk juga akan mengurangi manfaat JSS bagi integrasi pasar di Pulau Sumatra.

Memaksakan truck, atau mobil untuk melintasi Selat Sunda dapat tetap dilakukan dengan jauh lebih efisien dengan kapal ferry yang lebih baik dari layanan ferry yang ada saat ini. Air laut Selat Sunda telah membuat kontur sea-bed Selat Sunda yang kompleks penuh patahan dan palung menjadi tidak relevan, bukan bagi truck atau mobil, tapi bagi kapal ferry. Bagi penumpang, kapal ferry ini adalah jembatan sekaligus mobil/trucknya. Air laut yang tersedia tanpa dibeli, karena sunnatullah mampu mendukung beban muatan yang diangkut truck/mobil, dsb berapapun banyaknya dengan menggunakan kapal-kapal dengan desain dan besar armada yang tepat. Air laut bersama sistem ferry maju yang tepat akan menjadi jembatan penghubung yang very-cost effective . dengan investasi 10% JSS saja dan dapat disediakan dalam waktu 3-4 tahun saja,

JSS adalah highly constrained solution karena JSS merupakan kelanjutan kebijakan transportasi yang keliru saat ini yang berat moda-jalan (mobil, sepeda motor, truck, dan bis) individual/privat yang tidak efisien, polutif, dan meningkatkan ketergantungan pada BBM. Situasi uni-modality saat ini sudah sangat kritis. Indonesia akan semakin terjebak dalam single-mode trap berkepanjangan yang hanya menguntungkan industri mobil (yang masih diimpor). JSS justru akan memberi insentif bagi ketergantungan Indonesia pada moda transport yang buruk ini. Lebih berbahaya lagi adalah bahwa JSS merupakan highly constrained solution dan pengalih perhatian publik oleh Pemerintah yang telah gagal membangun pemerintahan yang efektif di laut –sebagaimana amanat konstitusi yang sudah diamandemen- yang justru merupakan kunci penyelesaian banyak masalah di Indonesia saat ini sebagai negara kepulauan yang berciri Nusantara.

PERBANDINGAN EMPIRIK BEBERAPA MEGA-PROYEK

JSS sebagai teknologi yang melawan kondisi alamiah Selat Sunda akan harus dibayar dengan mahal sekali yang kemungkinan besar tidak akan pernah terpikul oleh kapasitas fiskal nasional kita dalam waktu 10 tahun lebih ke depan. Perkiraan biaya pembangunan JSS yang diumumkan saat ini adalah Rp. 120T. Berdasarkan pengalaman Jembatan Suramadu dengan panjang 5km saja dan bentang terpanjang hanya sekitar 500m, biayanya membengkak menjadi Rp. 5T dan waktu pembangunannya molor 1 tahun lebih dengan soft loan dari Cina untuk bentang tengahnya. Dari pengalaman Jembatan Suramadu ini, biaya JSS yang 30km dapat mencapai Rp. 180T atau lebih karena harus lebih lebar (6 lajur ), lebih tebal (untuk mengakomodasi track kereta api dan bentang yang jauh lebih panjang), dan pylon (menara) penyangganya lebih tinggi, dan lebih dalam di lingkungan yang secara tektonik dan vulkanik amat aktif. Hubungan antara panjang (bentang) jembatan dan harga pembangunanya jelas bukan linier sederhana, namun paling tidak kuadratik, atau bahkan kubik.

Segmen JSS yang terpanjang akan menuntut bentang suspension bridge yang terlalu panjang (sekitar 3500m) bagi teknologi jembatan yang kita kenal secara global saat ini. Jembatan terpanjang saat ini adalah Jembatan Akashi-Kaikyo di Jepang yang menghubungkan Kobe di Pulau Honshu dan pulau Awaji. Panjang bentangnya 1991m, dan panjang total “hanya” 3911m, clearance 66m, dibangun selama 12 tahun (1986-1998). Sekarang jembatan ini menampung traffic 23000 mobil/hari, dengan tariff toll mencapai Y 2300 (sekitar Rp. 250.000). Jembatan ini tidak mengakomodasi kereta api.

Sementara itu, desain JSS harus mengakomodasi syarat-syarat Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI 1) sebagai sebuah kesepakatan internasional (United Nation Convention on the Law of the Sea -UNCLOS) yang telah kita ratifikasi. Karena kontur sea-bed yang rumit dengan kedalaman yang bervariasi dari -40m hingga -80m lebih, peluang terjadinya ground acceleration hingga 0,3g akibat gempa tektonik, serta ancaman erupsi vulkanik Krakatau, maka rancangbangun dan pembangunan JSS akan amat mahal bagi kemampuan fiskal nasional RI hingga 10-20 tahun ke depan. Sistem keuangan global yang belum stabil, serta harga baja dan beton yang dapat dipastikan akan terus naik, akan meningkatkan kerentanan pembiayaan JSS dari ancaman financial shocks selama masa konstruksinya yang diperkirakan selama 10 tahun. Kita boleh berharap, masa konstruksi JSS akan molor lebih lama dari yang direncanakan.

Sementara itu, Jembatan Messina yang menghubungkan mainland Italia (Calabria) dengan Messina di pulau Sicilia dibatalkan pembangunannya pada tahun 2006 setelah terjadi debat dan kontroversi bertahun-tahun antara Pemerintah, parlemen, dan masyarakat mainland Italia maupun kelompok-kelompok nasionalis Sicilia. Bentang tengah jembatan ini akan menjadi yang terpanjang nomor dua di dunia (setelah JSS), yaitu sepanjang 3300m, clearance 65m, dan tinggi pylon mencapai 383m ! Biaya yang direncanakan adalah sebesar Euro 6,1M, atau sekitar Rp. 70T. Pemerintah Italia (sebelum PM Berlusconni) membatalkan rencana ini karena memandang perbaikan prasarana jalan di P. Sisilia sendiri jauh lebih bermanfaat bagi ekonomi regional Italia sementara ada kekhawatiran yang luas bahwa dana Triliunan Lira akan jatuh ke tangan organisasi kriminal Cosa Nostra dan Ndranghetta.

Banyak proyek-proyek besar di negara-negara maju dan kaya (dengan disiplin waktu dan kapasitas fiskal yang jauh lebih baik dari Indonesia) selalu berakhir dengan cost-over run dan keterlambatan. 2 contoh proyek mercun suar ini adalah the Sydney Opera House dan the Millenium Dome di London. Sementara itu, terowongan Eropa (Eurotunnel) yang menghubungkan Dover-Calais di bawah English Channel berpanjang 50 km diselesaikan dalam waktu 8 tahun (1986-1994), membengkak biayanya hampir 2 kali lipat (dari perkiraan awal GBP 2600M menjadi GBP 4650M, senilai Rp. 500T!), dan manfaat ekonomi regionalnya amat terbatas, terutama bagi Inggris. Bahkan dilaporkan kondisi Inggris akan jauh lebih baik saat ini jika terowongan ini tidak pernah dibangun sama sekali. Investor-Operator terowongan yang bekerja dengan pola BOOT (Build-Own-Operate-Transfer) mengalami kerugian dan hampir bangkrut karena proyeksi traffic tidak seperti yang diramalkan, dan beberapa kali penutupan terowongan akibat kebakaran di dalam terowongan. Dampak lingkungan terowongan ini juga terbukti negatif.

PERBANDINGAN SOLUSI (Benefit/Cost)

Di tingkat teknomik, JSS jelas-jelas inferiror dibanding sistem ferry maju. Dari perbandingan di atas terlihat bahwa solusi Ferry maju memberikan Benefit/cost ratio yang paling baik, terutama menghindarkan Indonesia dari jebakan uni-modaliity yang tidak efisien dan polutif, serta privat sehingga secara umum tidak sustainable. Dapat dilihat bahwa paradigma kepulauan membuka sebuah relaxed design solution yang lebih cost-effective berupa armada dan dermaga ferry maju dengan beban pembiayaan yang lebih ringan dan adil bagi mayoritas daerah/kawasan di Indonesia. Secara topologi, solusi sistem ferry membentuk ruang Jawa-Sumatra yang lebih compact dan well-connected. Sebagai perbandingan adalah sistem ferry Yunani untuk kawasan Agean Sea yang sangat luar biasa untuk ekonomi dan pariwisata Yunani. Pariwisata Selat Sunda jelas akan terbangun baik justru dengan sistem ferry maju, bukan dengan JSS.

Tahapan pemilihan konsep merupakan tahapan amat penting dan berdampak jangka panjang, namun dengan informasi yang bersifat kualitatif dan terbatas. Dari analisis kualitatif,dan konseptual di atas, dapat disajikan sebuah tabel perbandingan atas berbagai solusi untuk menghubungkan Jawa-Sumatra sebagai berikut :

http://i148.photobucket.com/albums/s26/afghanth/Tabel.jpg

PENUTUP DAN KESIMPULAN

Solusi JSS dengan demikian merupakan solusi yang tidak layak. Anggaran yang tersedia dari kapasitas fiskal yang terbatas dapat dipakai untuk meningkatkan cakupan dan mutu Trans-Sumatra sehingga integrasi pasar domestik di Sumatra dapat diwujudkan dengan biaya yang jauh lebih murah, terutama yang berbasis rel (kereta api), bukan toll road, hingga ke pelabuhan-pelabuhan. Pengembangan infrastruktur serupa bagi pantura Pulau Jawa akan memberi dampak ekonomi regional yang amat signifikan.

Kebijakan yang dihasilkan dari cara pandang benua/pulau besar yang tidak bersahabat dengan taqdir alamiah kita sebagai Negara kepulauan akan berpotensi selalu memaksakan solusi moda-tunggal jembatan untuk Indonesia yang kepulauan ini. Yang paling diuntungkan dengan solusi jembatan adalah para spekulan dan tuan tanah yang menguasai lahan di kawasan kaki-kaki jembatan. Jika cara pandang ini dipertahankan terus, kita boleh khawatir bahwa agenda untuk mempromosikan infrastruktur multi-moda dengan membangun pemerintahan di laut yang efektif akan semakin terbelakangkan. Dengan kondisi uni-modality yang semakin kritis saat ini, dan sumberdaya kepulauan yang terbengkalai, kita tidak saja tidak memiliki masa depan, keutuhan negara-bangsa ini juga dipertaruhkan.

VRS
September 16th, 2009, 03:20 AM
interesting...

fajarmuhasan
September 16th, 2009, 03:32 AM
Penulisnya mungkin disuruh PT PAL, supaya banyak order kapal....
Karena kelemahan kapal gak disinggung sama sekali spt tenggelam, rusak di dermaga, solar kosong, ngantri panjang banget, dll.

maciej_sl
September 16th, 2009, 05:09 AM
Can somebody please summarize the article above in English? Thank you

peseg5
September 16th, 2009, 06:09 AM
Penulisnya mungkin disuruh PT PAL, supaya banyak order kapal....
Karena kelemahan kapal gak disinggung sama sekali spt tenggelam, rusak di dermaga, solar kosong, ngantri panjang banget, dll.

Ya juga karena penulis berlatarbelakang teknik kelautan, sudah pasti opininya pro ferry.

Dan saya percaya jika JSS sudah ada, akan ada banyak idle time yang terbuang dan waktu inefisien yang terbuang karena JSS juga meningkatkan kapasitas penyeberangan berpuluh2 kali lipat dibanding ferry, tanpa diganggu bahaya ombak tinggi (kalau ombak tinggi, biasanya ferry di hold di dermaga).

fajarmuhasan
September 16th, 2009, 06:35 AM
Kalo yg suka kapal, bikin aja jalur khusus kapal dekat dekat ama JSS jadi nanti saingan..mana yg lebih laku bisa dilihat.....kan jadi banyak alternatif angkutan: kapal, kereta, mobil

peseg5
September 16th, 2009, 08:03 AM
Kalo yg suka kapal, bikin aja jalur khusus kapal dekat dekat ama JSS jadi nanti saingan..mana yg lebih laku bisa dilihat.....kan jadi banyak alternatif angkutan: kapal, kereta, mobil

Btul. Kapal juga pasti ada pangsa pasarnya sendiri, kalo ada KA mania, bus mania, kapal mania kan juga ada. Apalagi kalau jembatan jadi, kapal bisa dipakai sebagai observation deck u/ melihat JSS dari tengah selat.

excqnn
September 16th, 2009, 08:23 AM
Penulisnya mungkin disuruh PT PAL, supaya banyak order kapal....
Karena kelemahan kapal gak disinggung sama sekali spt tenggelam, rusak di dermaga, solar kosong, ngantri panjang banget, dll.

betul sekali.justru yg saya bingung ialah dampak lingkungan yang disinggung ferry lebih friendly(??!).apakah ferry tidak butuh BBM?yg justru mencemari air laut.setiap fery butuh berapa liter solar?.belum lagi keamanan kalo satu fery gede di bajak orang.justru tindak teroris lebih rawan dengan ruang lingkup yg lebih sempit.
yang terpenting ialah jika jembatan JSS mau di bangun pastinya pihak kontraktor sudah mempersiapkan AMDAL.ga mungkin orang buat jembatan yg merugikan segala aspek. -__-"

lombok
October 5th, 2009, 07:20 PM
Senin, 05/10/2009 13:34 WIB

Pembangunan jembatan Jawa-Sumatra dibahas
oleh : Hendra Wibawa


JAKARTA (bisnis.com): Dephub memfasilitasi seminar bertema rencana pembangunan infrastruktur penghubung Jawa-Sumatra yang sempat menjadi polemik di sejumlah media massa.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Dephub Bambang S. Ervan mengatakan seminar yang akan digelar besok itu membahas semua aspek terkait pembangunan megaproyek penghubung Jawa-Sumatra.

"Semua pihak akan terlibat dalam seminar yang membahas segala aspek pembangunan mulai pembiayaan, regulasi hingga keamanan," katanya hari ini.

Dia menyatakan seminar itu bertujuan memperoleh masukan dari seluruh komponen masyarakat yang akan dijadikan bahan pertimbangan pemerintah untuk merealisasikan megaproyek itu.

Bambang menceritakan pembangunan Jembatan Suramadu yang mempengaruhi bisnis angkutan penyeberangan di lintas Ujung-Kamal merupakan dasar diadakannya seminar itu. Selain itu, dia mengungkapkan isu pembangunan megaproyek jembatan Jawa-Sumatra menyebabkan operator pelabuhan penyebrangan membatalkan rencana pengembangan dermaga di lintas Merak-Bakauheni.

"Jangan sampai setelah dibangun jembatan akhirnya sektor lain seperti investasi di sektor penyeberangan tak dilakukan."

Seminar itu akan menghadirkan pembicara a.l. Deputi Bidang Pendanaan Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo, praktisi keuangan Lin Che Wei, Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono. Hadir pula sebagai pembicara dalam seminar itu yakni Wakil Sekretaris Kabinet Lambok V Nahattands, Dirjen Perhubungan Laut Sunaryo dan Hasyim Djalal. (tw)

Kopassus
October 19th, 2009, 12:15 PM
JEMBATAN SELAT SUNDA : BLUNDER KONSEP DAN TEKNONIK


http://i148.photobucket.com/albums/s26/afghanth/Tabel.jpg

.

Konformasi dari pikiran sy: high risk, high cost, no profit => useless prestige proyek

maciej_sl
November 1st, 2009, 06:48 PM
There has been quite a bit of anti-Sunda Strait Bridge lobbying in the media recently...I find it surprising though that they can pull off convincing people that a ferry system is more efficient than a bridge. It would cost a lot to revamp the ferries and introduce some safety standards. It would cost more to expand the ports or add new ones to increase the frequency and volume of ferries (if they want to compete with a capacity of a bridge with respect to cargo and passenger traffic). And then if they added the cost of longer travel time by ferry, then I am sure the total amount would be substantial. I am beginning to think they are trying to convince the public the bridge is a bad idea so that they don't have to go ahead with the project. The only argument calling for rethinking the whole project is the seismic and volcanic activity, but otherwise those arguments presented above don't convince me. Any thoughts?

lombok
November 7th, 2009, 08:55 AM
Mimpi Meniti Jembatan Emas 100 Trilyun

Seniman Sujiwo Tejo memang suka nyeleneh. Dalam suatu diskusi bertajuk ''Menjaga Bumi dan Budaya Indonesia'' di Jakarta Selatan, Agustus lalu, ia mengusulkan agar Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Madura itu dibongkar saja. ''Besi-besinya dikasihkan ke orang Madura,'' katanya.

Tak hanya itu. Sujiwo juga membidik rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). ''Sudah kacau-balau pemikiran kita,'' katanya.

Apa pasal? Pembangunan jembatan antarpulau, kata Sujiwo, dapat ''membunuh'' perekonomian dan rasa kebaharian Indonesia. ''Laut dipandang sebagai pemisah. Padahal, negara kelautan itu hendaknya memandang laut justru sebagai penghubung,'' ujar Sujiwo.

Lepas dari benar atau tidak pendapat itu, setelah Jembatan Suramadu diresmikan, Juni lalu, proyek-proyek jembatan antarpulau memang menjadi buah bibir, terutama di forum diskusi dan seminar. Tentu saja proyek pembangunan JSS mendapat porsi perhatian paling besar.

Sebuah laporan ''Pra-Studi Kelayakan JSS'' sudah rampung dan diserahkan kepada pemerintah, Agustus lalu. Laporan ini hasil kerja bareng antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Pemprov Banten, serta PT Bangungraha Sejahtera Mulia (BSM), salah satu anak perusahaan Artha Graha Network (AGN) milik pengusaha Tomy Winata. ''Kami memang diundang untuk turut serta dalam proyek ini,'' kata Agung Prabowo, Direktur Utama BSM.

Laporan pra-studi tersebut memang baru permulaan. Sejumlah kajian dari berbagai aspek masih terus berjalan. Awal September lalu, misalnya, mereka menggelar seminar aspek teknis rencana pembangunan JSS. Selain itu, dua seminar lainnya, menyangkut aspek ekonomi, penataan ruang, sosial, dan lingkungan, juga digelar. Menyusul kemudian kajian pembiayaan, regulasi keamanan, serta kelembagaan.

Apakah jembatan raksasa ini memang perlu? Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, boleh jadi tergolong mereka yang cepat menganggukkan kepala tanda setuju. ''Kami berharap, setelah pra-studi ini, pemerintah segera membuat payung hukum untuk mulai membangun,'' katanya.

Keinginan terwujudnya JSS didorong kenyataan bahwa antrean kendaraan yang ingin menyeberang dari Merak ke Bakauheni kian tahun kian panjang. Pertumbuhan para penyeberang ini mencapai rata-rata 11,6% per tahun.

Apalagi, pada musim libur atau cuaca buruk di Selat Sunda, panjang antrean dapat mencapai 10 kilometer lebih. Untuk melayani antrean itu, kapal pengangkut bisa bolak-balik hingga 60 kali dalam sehari. Laporan pra-studi menyebutkan, kondisi itu dapat mengakibatkan akumulasi kerugian Rp 130 milyar per hari. ''Tak dapat dibayangkan bagaimana 10 tahun lagi seandainya jembatan belum juga dibangun,'' kata Atut.

Rencananya, jembatan itu dibangun sepanjang 29 kilometer. Dimulai dari Pantai Anyer, melewati Pulau Sangiang dan Pulau Panjurit, hingga berakhir di kawasan Bakauheni. Dana yang dibutuhkan setidaknya mencapai Rp 100 trilyun. Tapi Atut yakin, jembatan mahal ini dapat mendongkrak perekonomian Banten naik 2%-8%, sedangkan Lampung naik 4%-11%.

Namun tak semua menganggap JSS membawa berkah. Para pengusaha angkutan laut, yang terkena dampak langsung, tentu jadi sebal. ''JSS ini tidak memecahkan kemacetan di Merak. Justru ini adalah musibah bagi kami,'' kata Sjarifuddin Mallarangan, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan, pada seminar kajian aspek ekonomi JSS, September lalu.

Menurut Sjarifuddin, pada saat ini ada 33 kapal yang beroperasi dengan empat dermaga. Hanya saja, daya tampung sebuah dermaga cuma enam kapal. Walhasil, hanya 24 kapal yang dapat bekerja. ''Jadi, antrean panjang itu bukan karena kurang armada, melainkan karena jumlah dermaga yang sedikit,'' kata Sjarifuddin.

Selain itu, sejumlah pakar masih meragukan apakah JSS benar-benar layak dibangun, melihat kondisi alam Selat Sunda. ''Bukannya saya pesimistis. Namun, melihat kendala-kendala alam, rasanya berat sekali. Ini memang suatu tantangan tetapi sekaligus bikin blunder,'' kata Profesor Herman Wahyudi, ahli struktur jembatan dari Fakultas Teknik Sipil ITS, Surabaya, kepada wartawan Gatra Nur Cholish Zaein.

Hal utama yang perlu diperhatikan, Selat Sunda memiliki zona gempa 5. Itu artinya, ketika terjadi gempa, pergerakan percepatan bebatuan bisa mencapai 0,25 g atau bisa mencapai 6 hingga 7 skala Richter. Menurut Herman, zona ini memang cukup berbahaya untuk dibangun sebuah jembatan.

Faktor lain adalah keberadaan Anak Krakatau, gunung berapi yang masih aktif. Kalau meletus, semburan lahar dan bebatuannya bisa mengenai jembatan. Masalah lain menyangkut faktor hukum laut internasional. ''Selat Sunda banyak dilalui kapal besar, seperti kapal induk dan kapal tanker,'' kata Herman.

Nah, kapal-kapal itu harus dapat melintas dengan mulus melewati JSS jika tak ingin terjadi insiden internasional. Karena itu, konstruksi JSS juga harus menyesuaikan diri. ''Pancang tengah bisa jadi lebarnya sama dengan panjang Jembatan Suramadu,'' katanya.

***

Seiring dengan keinginan "menyatukan" Jawa-Sumatera, perhatian para pakar jembatan langsung memberi perhatian penuh tentang JSS. Terlebih lagi, Presiden Soekarno pernah menggagas sarana penghubung antarpulau sebagaimana ada di Rencana Pembangunan Nasional Semesta Berencana (1961-1969).

Gagasan ini kemudian dikaji oleh tokoh dan pakar bangunan Prof. Dr. Ir. Sedyatmo dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam suatu pidato ilmiah di ITB, Sedyatmo menelurkan apa yang disebut sebagai rencana ''Trinusa Bimasakti''. Rencana ini berupa tekad untuk membangun infrastruktur penghubung tiga pulau besar Jawa-Sumatera, Jawa-Bali, dan Jawa-Madura.

Namun ketika itu belum ditetapkan jenis infrastruktur seperti apa yang akan digunakan. Wacana dan kajian berbagai wujud infrastruktur pun muncul. Proyek JSS tadi adalah salah satu yang menonjol. Selain jembatan, wujud terowongan pun banyak ditawarkan, yakni rencana pembangunan Terowongan Nusantara.

Terowongan yang dirancang sepanjang 32,88 kilometer itu bakal menelan dana US$ 4 milyar hingga US$ 6 milyar (atau Rp 34 trilyun-Rp 51 trilyun), lebih murah dibandingkan dengan JSS. Penggagas Terowongan Nusantara adalah PT Nusantara Tunnel Indonesia (NTI).

Lantas, siapa yang akan dipilih pemerintah? Tak pelak lagi, ''perang'' kajian dan data pun terjadi. Masing-masing pihak menyumpulkan data pendukung sebanyak-banyaknya agar proyeknya gol. ''Terowongan lebih baik karena akan dibangun di zona aman gempa, berjarak sekitar 180 kilometer dari lintasan gempa serta 60 kilometer dari Gunung Krakatau,'' kata Sindur P. Mangkoesoebroto, Presiden Direktur NTI. Sindur juga mengabarkan bahwa suatu konsorsium Bank Eropa telah menyiapkan dana sekitar US$ 15 milyar (sekitar Rp 127,5 trilyun) untuk membangun Terowongan Nusantara.

Kubu pendukung jembatan tentu tak mau kalah. Laporan pra-studi JSS menyebutkan, teknologi jembatan sudah terbukti keandalannya menyambung banyak pulau di dunia. Selain itu, jembatan lebih praktis untuk transportasi. Misalnya, jika ada kecelakaan lalu lintas, lebih mudah diatasi daripada di terowongan. Wujud jembatan juga menimbulkan kesan megah bagi Indonesia.

Deputi Bidang Ilmu Kebumian LIPI, Hery Harjono, mengaku memang pelik menentukan struktur mana yang paling ideal untuk menghubungkan Jawa-Sumatera. ''Baik terowongan maupun jembatan masing-masing memang punya kelebihan sekaligus kelemahan,'' kata Hery. Tak seperti jembatan, terowongan dinilai lebih aman dari goyangan gempa dan serangan tsunami. Tetapi terowongan memang tak begitu luwes sebagai alat transportasi.

Belakangan, pemerintah memang lebih condong menyukai jembatan. Hasil akhir kajian tim ahli dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga menunjukkan hal itu (lihat: Jembatan atau Terowongan?). Lagi pula --untuk sementara-- NTI menyatakan menunda pengerjaan megaproyek terowongan gara-gara masalah dana. "Kondisi eknomi belum pulih,'' kata Sindur kepada wartawan.

Tapi itu tak berarti proyek JSS bakal lancar. Masih banyak yang harus diselesaikan lebih dulu. Satu hal yang harus ditetapkan tak lain aspek legalitas. Hingga kini, pemerintah belum menetapkan suatu badan hukum resmi untuk menjalankan proyek JSS. Setelah badan ini terbentuk, langkah selanjutnya adalah menjalankan tender dan menetapkan pola kemitraan.

''Pola kemitraan itu menjadi tantangan tersendiri karena proyek senilai Rp 100 trilyun belum ada di Indonesia. Tapi pemerintah dan swasta memang harus bekerja sama,'' kata Agung.

Mantan Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, sebelumnya menyatakan hal yang sama. Pemerintah tentu tidak kuat menanggung biaya ''jembatan emas'' tersebut. ''Proyek ini harus melibatkan investor swasta,'' katanya. Seperti proyek jalan tol, sang investor kelak diberi konsesi kawasan pengelolaan tertentu agar bisa balik modal.

Hanya saja, untuk membentuk kemitraan bisnis, masih diperlukan restu presiden. ''Tampaknya presiden belum pas benar dengan rencana ini,'' tutur seorang menteri yang enggan disebut namanya. Pembicaraan tingkat tinggi di kabinet, menurut sang sumber, masih sebatas penggodokan ide, belum sampai ke tingkat teknis.

Sumber Gatra lainnya, masih dari kalangan menteri, menyebutkan bahwa pemerintah masih meragukan kemampuan pihak swasta menyedot dana. Dari mana dapat mengumpulkan duit Rp 100 trilyun? ''Kalau benar-benar punya modal, kenapa tidak segera dibangun saja. Sebatas membuat tiang pancang atau peletakan batu pertama pun mereka belum berani. Mereka ini ujung-ujungnya berharap mendapat hak konsesi atau sejenisnya di Banten atau Lampung,'' katanya.

Pra-studi JSS memang menyebutkan, pengembalian investasi JSS tak cukup hanya mengandalkan pendapatan tol jasa jembatan. ''Kawasan-kawasan bisnis yang muncul juga harus dikelola pihak investor dan pemerintah bersama-sama,'' ujar Agung. Hasilnya diharapkan dapat menutup modal yang telah dikeluarkan.

Agung juga menepis keraguan apakah duit Rp 100 trilyun itu dapat terkumpul. ''Saya yakin, kalau kita bisa menjualnya dengan baik, tentu banyak investor yang tertarik. Dana Rp 100 trilyun bukan uang besar asal kuenya menarik,'' katanya. Apakah kawasan konsensi nanti dapat juga disulap menjadi kue? Belum jelas benar.

Meskipun begitu, bos Artha Graha, Tomy Winata, sempat mengatakan bahwa proyek JSS tak semata-mata soal untung-rugi. ''Kalau mulai dengan keuntungan, saya tidak ikut proyek ini. Waktu diresmikan nanti, saya berumur 63 tahun tapi menanggung utang Rp 100 trilyun. Tapi ini proyek bangsa dan rakyat. Kita harus punya komitmen,'' kata Tomy.

***

Walhasil, yang sering bolak-balik Merak-Bakauheni memang harus sabar. Jembatan yang dinanti tampaknya masih berada di awang-awang. Tetapi, berharap pada armada bahari Indonesia, tak kunjung berjaya. Bagaimana Mas Sujiwo?

Nur Hidayat, Lufti Avianto, dan Hatim Ilwan

David-80
November 8th, 2009, 07:22 AM
There has been quite a bit of anti-Sunda Strait Bridge lobbying in the media recently...I find it surprising though that they can pull off convincing people that a ferry system is more efficient than a bridge. It would cost a lot to revamp the ferries and introduce some safety standards. It would cost more to expand the ports or add new ones to increase the frequency and volume of ferries (if they want to compete with a capacity of a bridge with respect to cargo and passenger traffic). And then if they added the cost of longer travel time by ferry, then I am sure the total amount would be substantial. I am beginning to think they are trying to convince the public the bridge is a bad idea so that they don't have to go ahead with the project. The only argument calling for rethinking the whole project is the seismic and volcanic activity, but otherwise those arguments presented above don't convince me. Any thoughts?

I believe those disagree with the project are mostly the pro-malacca bridge, i still believe that this bridge is the top priority of the president infrastructure project, as what the news said couple weeks ago.

cheers

AceN
November 10th, 2009, 07:33 AM
Jembatan Selat Sunda Mulai Ditawarkan

SELASA, 10 NOVEMBER 2009 | 08:21 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda dengan perkiraan membutuhkan dana investasi Rp 100 triliun mulai ditawarkan pemerintah melalui buku Private Public Partnership, yang berarti masuk dalam kerangka kerja sama pemerintah dan swasta.

Sekretaris Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Syahrial Loetan mengungkapkan hal itu di Jakarta, Senin (9/11). Kerja sama ini menandakan keinginan pemerintah mendapatkan rekan kerja dari kalangan swasta dalam waktu dekat.

Buku PPP adalah panduan yang disusun Bappenas sebagai acuan bagi calon investor dalam memilih proyek infrastruktur yang menjadi prioritas. Dalam buku tersebut, pemerintah menawarkan 87 proyek senilai 34,139 miliar dollar AS atau setara Rp 375,529 triliun, yang sebagian di antaranya merupakan proyek yang siap dijalankan.

Berbeda dengan daftar proyek yang diusulkan dalam Indonesia Infrastructure Summit tahun 2006 dan 2007, proyek yang ditawarkan melalui buku PPP dibagi atas tiga kategori. Pertama, proyek yang siap ditawarkan. Kedua, proyek prioritas. Ketiga, proyek potensial.

Jenis pertama merupakan proyek yang paling matang persiapannya. Proyek kategori prioritas merupakan proyek yang sudah punya studi kelayakan, tergolong layak secara hukum, baik teknis maupun keuangannya. Adapun proyek yang tergolong potensial, antara lain proyek yang sudah terkonfirmasi kebutuhannya, baik di tingkat lokal maupun nasional dan lokasi diketahui.

Jumlah proyek yang ditawarkan dalam buku PPP mencapai delapan unit senilai 4,518 miliar dollar AS. Selain itu, ada 18 proyek prioritas senilai 3,094 miliar dollar AS dan 61 proyek potensial sebesar 26,527 miliar dollar AS. ”Proyek Jembatan Selat Sunda sudah dimasukkan ke dalam buku PPP versi revisi. Jadi, menambahkan jenis proyek yang ditawarkan,” ujar Syahrial.

Lima kajian

Kepala Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto menegaskan, Menteri Pekerjaan Umum diwajibkan menyiapkan surat keputusan mengenai penunjukan Tim Nasional yang merupakan gabungan dari orang-orang di Sumatera dan Jawa dalam menyiapkan proyek Jembatan Selat Sunda. ”Ini semua Menteri Pekerjaan Umum yang menentukan, termasuk menentukan pembiayaannya,” ungkap Kuntoro.

Saat ini, pemerintah memegang lima kajian pembangunan jembatan Selat Sunda. Selain opsi jembatan, ada juga alternatif akses berupa terowongan dasar laut atau terapung di bawah permukaan laut, seperti terowongan yang menghubungkan Inggris dan Perancis saat ini.

Jika opsi terowongan yang dipakai, nilai investasinya lebih rendah, yakni Rp 49 triliun, tetapi jangka waktu pemakaiannya sangat singkat, yakni sekitar 20 tahun. Adapun opsi jembatan membutuhkan investasi hingga Rp 117 triliun, tetapi daya tahannya sanggup menampung lonjakan kendaraan hingga 100 tahun.

Data Direktorat Bina Teknik, Ditjen Bina Marga Departemen PU menunjukkan, tahun 2050 akan ada lalu lintas yang tidak tertampung sebanyak 57.600 kendaraan per hari jika Sumatera-Jawa masih bergantung pada feri. Sebab, kapasitas maksimal feri saat ini hanya 18.000 kendaraan per hari. (OIN)

Ocean One
November 11th, 2009, 04:00 PM
Rabu, 11 November 2009

PROYEK INFRASTRUKTUR
Tim Nasional Jembatan Selat Sunda Bakal Terbentuk

JAKARTA. KONTAN Online - Pemerintah mulai menggarap rencana membangun Jembatan Selat Sunda. Dalam masa 100 hari kerja, Pemerintah menargetkan telah terbentuk Tim nasional untuk menangani kelayakan (feasibility study) program pembangunan jembatan yang menghubungkan Jawa dan Sumatra itu.

Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto mengaku mendapat tugas dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyiapkan tim nasional dalam 100 hari masa kerja kabinet. "Tugas tim mempersiapkan feasibility study, kalau untuk pra feasibility study sudah ada," ujar Djoko di seusai acara pelantikan lima wakil menteri dan Kepala BKPM di Istana Negara, Rabu (11/11)

Menurut Djoko, tim nasional itu nantinya itu berisi lintas departemen dan kalangan universitas. Cuma, Djoko enggan menyebutkan saat ditanya apakah pihak swasta juga terlibat dalam tim.

Djoko menjelaskan, melalui studi kelayakan itu, Pemerintah ingin mengkaji teknis pelaksanaannya, potensi bagi kelancaran kegiatan ekonomi dan dampak pembangunan jembatan itu terhadap pengembangan wilayah di sekitarnya.

Selain membentuk tim, kata Djoko, dalam 100 hari Pemerintah juga membentuk kelompok kerja (Pokja). Kelompok kerja itu berperan mencari solusi masalah teknis, pengembangan wilayah, aspek ekonomi dan sumber pembiayaan.

Seperti diketahui program pembangunan jembatan Selat Sunda diperkirakan membutuhkan dana segar sekitar Rp 100 triliun. Konsep pra studi kelayakan jembatan yang akan memiliki panjang kurang lebih 29 Km sudah rampung

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan sedang menggarap rancangan Keputusan Presiden (Keppres) untuk pembentukan tim nasional itu. "Isinya, menyiapkan tim nasional untuk menyiapkan studi kelayakan jembatan selat sunda," tuturnya .

maciej_sl
November 12th, 2009, 10:00 AM
Bridge connecting Java, Sumatra to begin construction in 2014

The Jakarta Post , Jakarta | Thu, 11/12/2009 2:54 PM | National

Public Works Minister Djoko Kirmanto said Thursday the government was expecting to begin constructing the Selat Sunda Bridge connecting Java and Sumatra islands by the end of 2014 at the latest.

The government is now finishing the pre-feasibility study and forming a national team consisting of representatives of all related institutions.

"This team will asses the feasibility study and measure all issues related to the bridge construction, like the environment, finance, endurance, and safety," Djoko said during a media briefing at his office. The team will be headed by the coordinating minister of economy.

Newly inaugurated Public Works Deputy Minister Hermanto Dardak said the team was expected to come up with a concrete design and physical construction plan by the end of 2014. "We hope the team can finish it sooner," he said.

Hermanto said the government had considered building a tunnel instead of bridge. "So far, a bridge is the most suitable facility to connect the two islands financially and technically," he said.

The most difficult challenge to building a tunnel was the 150-meter-deep pool located between the islands, Hermanto said.

"As of today, we prefer a bridge because it can be both a tourism facility and a unique landmark of our country," he said.

However, he went on, a bridge also had its unique issues, such as from wind and waves. "The strait is part of the whole global oceanic system, so we must be careful and not disturb the system," Hermanto explained.

The bridge is expected to connect the country's two most populated islands, Java and Sumatra, stretching about 40 kilometers.

The bridge would be the longest bridge in the country, outdoing the current one, which is the Suramadu Bridge connecting Java and Madura.

"We believe that the bridge can help accelerate the flow of people and goods between the islands, resulting in a boost in national economic growth," he said. (bbs)


Comment: here is some concrete info in English...I think it is good news, there is an approximate starting date stated

Ocean One
November 12th, 2009, 06:09 PM
2014, Jembatan Selat Sunda Mulai Dibangun
Jembatan merupakan pilihan yang paling dekat untuk dilakukan.
KAMIS, 12 NOVEMBER 2009

VIVAnews - Departemen Pekerjaan Umum (PU) mengaku pembangunan jembatan Selat Sunda mulai dibangun dalam lima tahun ke depan. Pembangunan jalur Selat Sunda tersebut akan menghabiskan biaya Rp 100 triliun.

"Desain dan bangunnya dalam lima tahun ke depan," kata Wakil Menteri PU Hermanto Dardak di Jakarta, Kamis, 12 November 2009.

Menurut Hermanto, sampai saat ini, pemerintah belum memutuskan jenis infrastruktur yang akan dibangun. "Kami baru menerima desain dengan model jembatan," ujar dia. Pilihan lainnya, berupa terowongan dan perbanyak pelabuhan.

Hermanto menilai, jembatan merupakan pilihan yang paling dekat untuk dilakukan. Pasalnya, Indonesia negara yang sering terkena gempa, dengan jembatan resiko tahan gempa lebih memungkinkan. Disamping dari segi estetika dan wisata juga menjadi faktor pertimbangan. "Jembatan kan lebih exquisite," ujarnya.

Jembatan sepanjang 30 kilometer itu bisa dilihat di Kobe, Jepang. "Dengan bentang antartiang setiap dua kilo, bisa meminimalisir akibat gempa," kata Hermanto.

Tiang jembatan itu, kata dia, hanya bergeser sebanyak satu meter saja pada gempa yang menggoyang Kobe beberapa waktu lalu.

Sedangkan terowongan, lanjut Hermanto, belum menjadi pilihan yang visible. "Kita harus menggali 150 kilometere dibawah laut, itu agak sulit teknologinya," kata dia.

Selain itu, kapasitas terowongan hanya bertahan selama 20 tahun, dibandingkan dengan jembatan yang dapat bertahan selama 100 tahun.

Pilihan pelabuhan juga ditampung. "Pelabuhan itu dengan memperbanyak fery untuk memperlancar transportasi," kata dia.

Sementara itu, jalur Selat Sunda terbentang sekitar 28-30 kilometer akan dibangun untuk memperlancar transportasi kebutuhan hasil bumi dari Sumatera ke Jawa.

Saat ini, kata dia, pemerintah tengah membuat tim nasional penyiapan pembangunan infrastruktur dengan penyelesaian kelayakan. Tim itu akan bertugas memastikan jalan penghubung berdasarkan studi kelayakan.

"Termasuk pengembangan wilayah disekitarnya," jelas Hermanto. Tim juga akan melihat bagian daerah mana dari Banten dan Lampung yang bisa dikembangkan wilayahnya.

Adapun Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan tim juga akan dibagi dalam bentuk kelompok kerja. "Ada pokja secara teknis dan ekonomisnya," ujar dia.

Tim tersebut akan bekerja berdasarkan peraturan presiden. "Tim akan melakukan berkoordinasi dengan Kantor Menko Perekonomian," kata Djoko.

Ocean One
November 14th, 2009, 07:01 AM
Masih Dikaji, Jembatan atau Terowongan Selat Sunda
JUMAT, 13 NOVEMBER 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah masih terus mengkaji bentuk akses penghubung yang paling sesuai untuk dibangun di Selat Sunda. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, hingga kini ada dua pilihan akses penghubung, yakni terowongan dan jembatan. Menurutnya, pilihan akses penghubung tersebut belum akan rampung dibahas dalam program 100 hari kerja pemerintah.

"Tentu saja dalam 100 hari lagi tidak bisa langsung keluar pilihan kita, jembatan atau terowongan," ujarnya, di kantornya, Jakarta, Jumat (13/11).

Hatta mengakui, untuk pembangunan akses penghubung ini dibutuhkan waktu yang relatif panjang guna melakukan kajian dan sejumlah studi. Pasalnya, selain beberapa aspek studi kelayakan yang harus dimatangkan oleh tim nasional penyiapan pembangunan infrastruktur Penghubung Jawa-Sumatera Selat Sunda (IPJSS), juga harus dilakukan sejumlah studi lain. "Masih ada studi lagi yang diperlukan, seperti dampak ekonomi kepada masyarakat," katanya.

Sebagai informasi, timnas ini akan mematangkan sejumlah studi kelayakan, termasuk studi teknis untuk menentukan bentuk akses penghubung yang paling sesuai. Sejauh ini, wacana berkembang, akses penghubung yang paling memungkinkan adalah jembatan. Untuk itu, ada sejumlah tantangan yang harus dipecahkan. Seperti penyediaan tiang pancang yang lebih tinggi ketimbang Jembatan Suramadu atau sepanjang 200 meter.

pecinta_surabaya
November 15th, 2009, 05:04 PM
Kalo saya berpendapat sbgai orang awam,ko' bisa pilihannya antara jembatan dan terowongan??
Bukanny terowongan itu susah bgt bikinnya??
Dan lagi kalo gempa kn slalu dibawah permukaan laut,porak poranda dong terowongannya..
Udh ada contoh nyata do kobe spt yg telah dibahas di artikel itu,,tinggal siapin dananya..
Semoga jembatan yg dibuat,bukan terowongan..

Ocean One
November 17th, 2009, 03:01 PM
RI Putuskan Pilih Jembatan di Selat Sunda
Jembatan juga dipilih, karena bisa melewatkan kereta.
SELASA, 17 NOVEMBER 2009

VIVAnews - Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengatakan bahwa hasil pertemuan beberapa menteri di Kantor Menko Perekonomian, Senin 17 November 2009, menyimpulkan bahwa infrastruktur penghubung Pulau Sumatera dan Pulau Jawa ke depan akan dihubungkan oleh jembatan. Kesimpulan ini diputuskan setelah pemerintah membahas beberapa aspek dan masukan dari para ahli.

Sayangnya apa alasan pemilihan ini, tidak dijelaskan secara pasti. Hermanto hanya mengatakan bahwa dalam rapat diputuskan jembatan.

"Tadi diputuskan jembatan, tapi untuk aspeknya apa, ya prinsipnya karena banyak pertimbangan," ujar Hermanto di Kantor Menko Perekonomian, Selasa 17 November 2009.

Peserta rapat sendiri menurut pantauan VIVAnews diantaranya dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menko Perekonomian Hatta Radjasa, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Kepala BPN Mukomuko Sudaryanto dan Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar. Rapat berlangsung tertutup selama 2,5 jam.

Hermanto mengatakan jembatan dipilih karena sebagian ahli berpandangan teknologi jembatan dianggap paling maju. Jembatan juga dipilih karena salah satunya dianggap tidak memiliki risiko besar.

"Apalagi Selat Sunda itu memiliki palung yang dalamnya 150 meter," kata Hermanto. Sehingga dengan melihat potensi gempa yang ada, jembatan dipilih karena mempertimbangkan faktor keselamatan.

"Jembatan juga dipilih, karena bisa melewatkan kereta. Padahal kalau kita menggunakan terowongan, kapasitas terbatas," katanya.

Setelah kesimpulan ini, katanya, dalam 100 hari ke depan draft Perpres akan diselesaikan. Perpres ini nantinya akan mengamanatkan dibentuknya Tim Nasional untuk mempercepat feasibility study (uji kelayakan) pembangunan jembatan.

Ocean One
November 17th, 2009, 03:04 PM
BPPT: Pilih Jembatan Karena RI Berpengalaman
Indonesia lebih bisa memanfaatkan pengalaman membangun jembatan di Suramadu dan Batam.
SELASA, 17 NOVEMBER 2009

VIVAnews - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap membantu terselenggaranya pembangunan Jembatan Selat Sunda. Kepala BPPT Marzan Aziz Iskandar mengatakan BPPT sebagai institusi penelitian turut mendukung dibangunnya jembatan.

"Banyak pertimbangannya, kenapa, karena jembatan dari segi teknologi sudah lebih mapan," kata Marzan di Kantor Menko Perekonomian, Selasa 17 November 2009.

Perkembangan teknologi jembatan, lanjutnya, terus berganti. Dibandingkan memilih terowongan, Indonesia lebih bisa memanfaatkan pengalaman membangun jembatan di Suramadu dan Batam.

"Dengan adanya pengalaman itu, bisa dimanfaatkan untuk landmark jembatan terlebih sejak tahun 1960 memang wacana penghubungnya mengarah ke jembatan. Kalau terowongan tidak kelihatan dan kita kan belum pernah," katanya.

Namun, kata dia, permasalahan jembatan ini memang perlu dikaji lagi.

Bappenas pun sebagai institusi perencanaan pemerintah, sudah memiliki kegiatan rencana pembangunan penghubung Selat Sunda sebagai proyek potensial. Persiapan tim untuk uji kelayakan pembangunan jembatan ini pun akan dipersiapkan dalam 100 hari.

anno_malay
November 19th, 2009, 03:11 AM
lanjutkannnnnn....

Ocean One
November 19th, 2009, 04:49 PM
Kamis, 19/11/2009
Jembatan Selat Sunda ditargetkan dibangun 2014

JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah menargetkan konstruksi Jembatan Selat Sunda sepanjang 30 kilometer dapat dibangun pada 2014 sebelum Kabinet Indonesia Bersatu jilid II berakhir.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan kajian teknis, kajian ekonomi, pembiayaan dan studi kelayakan final diharapkan rampung pada tahun depan sehingga bisa ditindaklanjuti ke tahap berikutnnya.

"Jembatan Selat Sunda diharapkan dapat ground breaking pada 2014 setelah semua kajian selesai," katanya saat berbicara pada seminar bertajuk Indonesia Infrastructure Outlook 2010, hari ini.

Seminar yang digelar Bisnis Indonesia bekerja sama dengan PT Semen Gresik Tbk itu dihadiri sejumlah analis emiten di bidang infrastrukur, manufaktur dan konstruksi.

Hermanto mengatakan pembangunan jembatan terpanjang di Indonesia itu akan pararel dengan pembangunan jaringan jalan di Sumatra, baik jalan tol maupun jalan nasional.

Dia mengatakan kebutuhan biaya pembangunan jembatan saat ini diperkirakan masih sebesar Rp100 triliun. Pemerintah akan melibatkan pihak swasta untuk membiayai megaproyek itu.

mataram
November 20th, 2009, 02:21 AM
jadi seharusnya selese 2024. don't hold you're breath ya. hehe.

Ocean One
November 20th, 2009, 02:54 PM
Jembatan Selat Sunda, Menteri PU Bentuk Tim
JUMAT, 20 NOVEMBER 2009

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan, dirinya telah mengusulkan pembentukan tim kecil untuk membahas berbagai alternatif rencana pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera. Tim ini diharapkan memberikan rekomendasi beberapa alternatif model infrastruktur yang akan menghubungkan dua pulau tersebut melintasi Selat Sunda.

"Suratnya sudah saya serahkan ke menteri koordinator bidang perekonomian untuk diserahkan ke presiden agar bisa ditandatangani. Kita membutuhkan keputusan presiden untuk membentuk tim penghubung Jawa-Sumatera,: tutur Djoko Kirmanto, disela-sela peresmian jalan di sekitar Pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh, Jumat (20/11) sore.

Djoko menuturkan, dirinya mengusulkan, tim tersebut akan dibagi menjadi tiga kelompok kerja yang masing-masing bertanggung jawab untuk mengkaji dan memberikan usulan serta rekomendasi akhir untuk pembangunan infrastruktur antarpulau ini. Dirinya mengusulkan pembentukan tiga pokja, yaitu pokja teknis, pokja pengembangan wilayah dan pokja ekonomi finansial.

Lebih lanjut dia menjelaskan, seluruh alternatif model pembangunan infrastruktur penghubung dua pulau ini akan diserahkan kepada tim kecil ini. "Mereka yang akan menghitung untung ruginya pembangunan jembatan ini. Apakah kita mau pakai jembatan atau terowongan atau alternatif sarana yang lainnya, terserah kepada tim kecil ini. Kita akan memilih alternatif yang akan memberikan keuntungan lebih besar bagi negara kita," katanya.

kang rey
November 20th, 2009, 03:56 PM
yakin nih jembatan bisa dibangun?

VRS
November 23rd, 2009, 12:33 AM
yakin nih jembatan bisa dibangun?

pertanyaan ini pernah ditanyakan pada saat thn 2002,ketika akan ada project jembata suramadu...dan sudah terjawab...

jadi jika pertanyaan ini terjadi pada saat sekarang thn 2009,ketika akan ada project jembatan selat sunda....dan....

fajarmuhasan
November 24th, 2009, 05:05 AM
Yakinlah bisa dibangun, kendala cuma masalah dana. Jika dana ada, Indonesia bisa mengerahkan para engineer jembatan yg telah berpengalaman di barelang dan suramadu.
Gw yakin Indonesia sangat jago untuk urusan pembangunan jembatan......

heartstation
November 26th, 2009, 10:35 AM
Yup. Dari Jembatan Ampera sampe Suramadu, Indonesia bisa!

Ocean One
November 29th, 2009, 02:53 PM
Prof Wiratman: Jembatan Selat Sunda Akan Mirip Golden Gate

http://www.detikfinance.com/images/content/2009/11/24/459/Wiratman.jpg

Jakarta - Pemerintah saat ini mulai menggarap secara serius proses pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS), yang sudah masuk dalam blue book Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Bahkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah telah mendukung dalam upaya menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa dengan membangun jambatan, bukan terowongan bawah laut.

Melalui program 100 hari pemerintah juga akan menyiapkan tim khusus yang akan menggodok studi kelayakan pembangunan (feasibility study) JSS. Rencananya studi kelayakan itu akan rampung beberapa tahun ke depan.

Berikut ini wawancara detikFinance dengan desainer yang merancang JSS yang juga salah satu ahli jembatan yang dimiliki oleh Indonesia, saat dihubungi detikFinance, Minggu (22/11/2009).

Adalah Prof DR. Wiratman Wangsadinata, pria kelahiran Jakarta 1935 ini merupakan alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB). Prof Wiratman merupakan jebolan S-1 teknik sipil tahun 1960 dan menyabet gelar doktornya di tahun 1992 bidang bangunan.

Pakar jembatan ini juga telah banyak merancang pembangunan gedung-gedung di Indonesia termasuk infrastruktur lainnya seperti menara pencakar langit, power plant, bendungan dan lain-lain. Bahkan calon ikon Jakarta yaitu Menara Jakarta yang akan menjadi tower tertinggi di dunia setinggi 500 meter lebih, merupakan hasil rancangannya.

Selain itu Wiratman juga perancang gedung Wisma Darmala, PSP Office Tower, Kota BNI, Bakrie Tower, Sampoerna Strategic Square, Niaga Tower dan lainnnya. Di bidang perhotelan Wiratman juga telah merancang hotel Aryaduta, Four Seasons Residential Apartments, Mal Ciputra dan banyak lainnya, termasuk beberapa pembangkit listrik.

Di proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda, Anda berperan sebagai apa?

Saya sebagai perencana desainer, tapi pada saat pelaksanaannya nanti di pembangunannya sebagai pengawas.

Sebagai seorang yang ditugasi merancang Jembatam Selat Sunda (JSS), apa saja yang sudah dilakukan?

Sekarang sedang dimulai perancangan desain jembatan, dalam dua tahun rancangan harus selesai. Perancangan dasar ini akan dilakukan perhitungan mendetail hingga tahun 2012 nanti.

Kalau sudah siap desainnya dan studi kelayakannya, maka sudah bisa dilaksanakan pembangunan. Mengenai investornya sedang dibicarakan. Kalau investor dengan siapa-siapanya, sebaiknya bisa dibicarakan dengan pihak Artha Graha.

Nantinya teknologi apa yang akan diterapkan Jembatan Selat Sunda ini ?

Kita akan pakai teknologi jembatan ultra panjang, di mana panjang bentang tengahnya untuk JSS mencapai 2.200 meter. Sedangkan untuk bentang samping sepanjang 2x800 meter jadi total bentangannya mencapai 3.800 meter. Sedangkan sisanya memakai konstruksi jembatan beton.

Ada lima seksi yang akan dibangun dengan total panjang 29 Km. Seksi 1 dibangun dengan beton, seksi 2 jembatan gantung ultra panjang, seksi 3 jembatan beton, seksi 4 jembatan gantung ultra panjang dan seksi 5 beton lagi.

Sekarang ini sudah masuk basic design atau perancangan dasar. Di antaranya lebih pada perhitungan pekerjaan yang banyak di lapangan misalnya masalah pengeboran laut dan lain-lain.

Lalu setelah itu pada tahun 2012 basic design selesai maka akan dilakukan tender melalui engineering procurement and construction (EPC) yang berdasarkan basic design. Kalau sudah ada pemenanangnya baru bisa dibangun.

Dalam basic design ini akan diperhitungkan beberapa aspek seperti faktor kegempaan, arus laut, kekuatan angin dan lainnya. Jadi feasibility study dengan basic design berjalan bersamaan.

Hambatan apa saja yang akan dialami?

Secara teknis tidak ada masalah, masalahnya adalah kurangnya sumber daya manusia kita, mungkin kita bisa kerja sama dengan tenaga ahli pihak asing. Misalnya dengan ahli yang membuat jembatan Messina di Italia yang memiliki bentang 3.300 meter, kita akan kerja sama dengan mereka termasuk melakukan MoU. Sementara yang lain juga menawarkan bidang teknologi pengetesan terowongan angin dari China.

Untuk tenaga kerja proses basic design ini membutuhkan 20 orang engineering. Sedangkan jumlah tenaga kerja untuk proses konstruksinya belum terpirkan, kita lihat nanti setelah tahun 2012, tentunya akan ribuan orang.

Jadi dari perkiraan sementara paling cepat kapan konstruksi bisa dibangun?

Paling tidak akan dibangun pada 2012, dengan proses pengerjaan selama sepuluh tahun dibangun, ini yang disyaratakan oleh pemerintah. Supaya ini masuk public private partnership (PPP), kalau tidak selesaikan dua tahun (basic design) maka akan dihapus dari PPP blue book. Kalau tahun 2012 sudah mulai dibangun rencananya jembatan sudah dibuka tahun 2022

Mungkin ini yang menjadi pertanyaan banyak orang, model apa yang akan dipakai dalam membangun JSS?

Seperti yang saya sampaikan tadi yaitu jembatan ultra panjang. Sebenarnya bentuknya akan sama seperti Suramadu, tapi kalau Suramadu itu pakai cable stayed, yaitu kabelnya lurus. Kalau jembatan Selat Sunda itu digantung sama dengan Golden Gate San Fransisco, tapi kalau Golden Gate Generasi pertama. Sedangkan kalau Jembatan Selat Sunda akan menerapkan teknologi generasi ketiga.

Sama dengan Jembatan Hangzhou di China, tetapi di China tidak ada rel kereta api. Kalau jembatan selat sunda ada jalur kereta api double track di tengahnya. Lebarnya JSS akan mencapai 60 meter, tidak memakai dua lantai ini lebih kuat terhadap angin karena daya angin lebih tipis, bentuknya aerodinamis.

Yang terpenting karena jembatan ini di atas perairan internasional maka tinggi jembatan dari permukaan laut mencapai 85 meter. Semua kapal laut bisa lewat termasuk generasi terbaru pun.

Berapa anggaran yang dibutuhkan untuk membangun JSS?

Biayanya tidak akan jauh dari sekitar US$ 10 miliar ya sekitar plus-minus 10%-15% atau sekitar Rp 100 triliun.

Sebagai jembatan yang akan menelan dana besar berapa lama kekuatan jembatan bisa bertahan?

Rencananya 200 tahun bisa bertahan, tapi itu bukan berarti langsung ambruk setelah itu.

Bagaimana dengan kesiapan pasokan material dalam negeri dalam menyokong pembangunan?

Akan diusahakan komponen lokal terutama untuk kubik beton, termasuk baja, meskipun baja sebagian akan dari luar. Harus diusahakan harus di atas 50% komponen lokalnya.

Ocean One
December 3rd, 2009, 03:30 PM
Jembatan Selat Sunda Dimungkinkan secara Teknologi
Kamis, 03 Desember 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Persatuan Insinyur Indonesia, Airlangga Hartanto mengatakan, rencana pembangunan jembatan Selat Sunda masih sedang dikaji dari sisi teknoekonomis. "Masih dikaji sisi teknoekonomisnya," katanya usai bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (3/12).

Ada sejumlah alternatif dalam pembangunan jalan penghubung Jawa-Sumatera ini, misalnya pilihan jalan darat dengan jembatan maupun dalam bentuk terowongan. Namun kajian teknoekonomis masih jadi perdebatan. "Teknologi mungkin dilakukan, tapi bagaimana pembiayaannya siapa yang tanggung," katanya. "Siapa yang mau mengambil risiko."

Menurut Airlangga, andaipun akan dibangun jembatan penghubung seperti di jembatan Surabaya dan Madura (Suramadu), keberadaan Gunung Krakatau akan menghambat jembatan, namun tidak akan menjadi risiko besar bagi pembangunan penghubung. "Kan, ada pulau kecil yang menghubungkan, tidak bentangan lurus. Secara teknologi memungkinkan," ucapnya.

PT Bangungraha Sejahtera Mulia, afiliasi Artha Graha Network, menyerahkan prastudi kelayakan Jembatan Selat Sunda kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Lampung.
Penyerahan dilakukan dalam sebuah perhelatan di Grand Manhattan Club, Hotel Borobudur, pertengahan Agustus lalu.

Jembatan yang menjadi penghubung Pulau Jawa dan Sumatera itu diharapkan bisa menjadi jembatan terpanjang di dunia dengan total bentang 30 kilometer. Bangungraha menggandeng konsultan kawakan, Wiratman Wangsadinata, yang telah melakukan studi sejak tahun 1997.

Wacana pembangunan Jembatan Selat Sunda telah ada sejak 1967. Artha Graha Network bersama Pemerintah Provinsi Banten dan Lampung telah meneken nota kesepahaman pada 3 Oktober 2007 di atas Kapal Tunas Wisesa 3, yang berlabuh di perairan Selat Sunda.

Ocean One
December 8th, 2009, 07:14 AM
Jembatan Selat Sunda dan 208 Feri
Selasa, 8 Desember 2009

KOMPAS.com — Dibutuhkan Rp 117 triliun untuk membangun Jembatan Selat Sunda, penghubung Pulau Jawa dan Sumatera. Benarkah kita memerlukan jembatan itu? Karena dana Rp 117 triliun itu cukup untuk membeli 208 kapal feri baru, yang setiap unit berbobot mati 4.000 ton dan mampu mengangkut ribuan orang.

Seandainya pembelian 208 kapal feri itu bukan mimpi, tentu bangsa ini tak terengah-engah melayani 200 lintas antarpulau. Apalagi, setelah 64 tahun merdeka, jumlah feri di Indonesia baru 210 unit. Minimnya jumlah feri sangat mengenaskan. Sebab, tiada negara lain di dunia yang memiliki ribuan pulau dalam bentang seluas Indonesia. Jarak dari Sabang (Aceh) hingga Merauke (Papua) sebanding jarak San Francisco di pantai barat hingga Miami di pantai timur AS.

Dalam bentang itu berserakan 8.000 pulau berpenghuni dari belasan ribu pulau yang ada. Jarak antarpulau umumnya kurang dari 50 mil (sekitar 80 kilometer) dengan gelombang laut yang relatif tenang (tinggi kurang dari 2 meter).

Apa transportasi ideal dengan kondisi alam ini? Jawabnya, angkutan feri. Sebab, biaya pembangunan jembatan dan terowongan sangat mahal. Terlebih, negara ini selalu diincar bencana akibat masuk deretan lingkaran api dunia (ring of fire) dan lempeng-lempeng benua. Jika tersedia lebih banyak armada feri, kiranya lebih tepat menumbuhkan perdagangan antarpulau secara serentak dan paralel.

Pilihan

Djoko Setijowarno, ahli transportasi dari Unika Soegijapranata, menegaskan, ”Saya tidak menolak Jembatan Selat Sunda. Tetapi, sudahkah infrastruktur dasar dan moda transportasi yang lebih vital dibangun? Setidaknya, adakah kepastian kapan infrastruktur itu selesai?”

Tegasnya, pemerintah harus memilih. Ingin membangun Jembatan Selat Sunda atau melihat kematian perekonomian dari kota-kota besar di Indonesia akibat kemacetan? Kota-kota kita saat ini semakin macet dan seolah nyaris tanpa solusi.

Memang sebagian besar dari swasta. Namun, bila dana swasta itu dapat dialihkan untuk sementara waktu dan pemerintah menjamin pembiayaan infrastruktur lain di Indonesia, friksi ini pasti berakhir.

Selain 208 feri baru, seberapa besar Rp 117 triliun dapat membantu pembangunan infrastruktur? Tak kurang 488 koridor busway! Jakarta butuh 15 koridor busway. Tapi, kota seperti Yogyakarta cukup lima koridor. Artinya, akan ada 98 kota dilengkapi busway lagi.

Dan, ketika koridor-koridor itu terbangun, ada harapan pada keberlanjutan perekonomian setempat. Lantas, penghematan konsumsi bahan bakar minyak dan berkurangnya beban subsidi pemerintah.

Optimalisasi

Polarisasi dukungan pada jembatan ataupun feri sebenarnya karena tak pernah ada optimalisasi angkutan feri. Dampaknya, tak pernah diketahui seberapa besar daya dukung feri terhadap mobilitas barang dan penumpang.

Bambang Harjo, Wakil Ketua Umum Indonesian Ferry Association (IFA), menegaskan, di lintas feri Merak-Bakauheni, keterisian (load factor) feri hanya 70 persen. Penyebabnya, baru 16 dari 34 feri dapat beroperasi optimal karena terbatasnya daya dukung dermaga.

Bahkan, ketika Dermaga V-VIII Merak selesai dibangun, Bambang memprediksi load factor feri di lintas itu tinggal 30 persen. Ada pertanyaan, jangan-jangan Jembatan Selat Sunda bukan satu-satunya resep jitu menyinergikan pertumbuhan ekonomi Jawa-Sumatera? Sebab, tiada hambatan dari sisi kapasitas angkut di lintas Merak-Bakauheni.

Jembatan juga bukan selalu jawaban bila dipertentangkan dengan gelombang tinggi karena dapat saja dipesan feri lebih besar. Gangguan terhadap perjalanan tongkang berisi batu bara juga tak perlu dibesar-besarkan agar bisa dibuat jembatan. Artinya bila ada niat kuat, feri itu dapat didesain ulang.

Andaikata uang itu ada, mungkin lebih baik menggunakan dana Rp 117 triliun itu untuk mengoptimalkan Jalan Lintas Timur Sumatera atau membuat tol dari Lampung ke Aceh.

Pembiayaan

Telah diungkapkan, pembiayaan jembatan itu dipastikan tidak 100 persen dari pemerintah. Akan ada partisipasi swasta di sana, meski belum diumumkan persentasenya. Rhenald Kasali menulis, ”... pembiayaan Jembatan Selat Sunda membutuhkan otak-otak cerdas dengan skema yang tidak biasa.”

Mengapa? Sebab, nilai investasinya sangat besar. Harus ditelaah model investasi terbaik untuk proyek itu. Dan, andai data yang ditulis Rhenald benar, terlihat volume kendaraan pelintas Selat Sunda hanya dua juta unit per tahun, setara 5.479 unit kendaraan per hari.

Volume kendaraan sebesar itu pun tidak akan menunjang kelayakan finansial sebuah tol (at grade/di atas permukaan tanah) sebab minimal lalu lintas hariannya harus 20.000 unit kendaraan. Terlebih, proyek ini sebuah jembatan, lebih mahal daripada jalan tol biasa.

Meski kelayakan finansial penting, tentu saja pembangunan infrastruktur tak dapat selalu mempertimbangkan untung-rugi. Karena sasarannya pembangunan infrastruktur adalah bangkitnya ekonomi dari pusat-pusat pertumbuhan, baik lama maupun baru. Meski demikian, kembali harus dipertanyakan benarkah kita membutuhkan jembatan itu?

jrot
December 29th, 2009, 05:11 PM
ini dia maket nya :D enjoy....
http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink/DSC05665.jpg
di pulau jawa
http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink/DSC05664.jpg
di pulau sumatera
http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink/DSC05673.jpg
potongan
http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink/DSC05669.jpg

Ocean One
December 29th, 2009, 05:16 PM
Nice update jrot, thx a lot bro... :banana::banana::banana:

heartstation
December 29th, 2009, 05:45 PM
Wow nice. Btw, jalur pejalan kaki? Tiap hari nyebrang pulau jalan kaki bisa kurus tuh :D
itu pulau yg di tengah bagusnya jadi rest & tourism spot tuh.. biar yang mau foto2 bisa dari situ supaya gak ganggu kendaraan lain.

paradyto
December 30th, 2009, 12:34 AM
he he he thanx jrot, nggak bisa terbayang, ntar ada Kereta Api jurusan Kertapati - Gambir:)

nowan
December 30th, 2009, 02:27 AM
Wow nice. Btw, jalur pejalan kaki? Tiap hari nyebrang pulau jalan kaki bisa kurus tuh :D


lol.. bisa juga acara lari maraton Sumatera-Jawa, seremkan kedengarannya :lol:
Kalo dilihat di penampang melintangnya, ada kok buat pejalan kaki dan lajur darurat. Lajur paling tepi. Wow, bisa dilewatin truk damkar!
Love to see that bridge girder.. very thin! That's the beauty of engineering mechanics and material science :) :cheers:

Ocean One
December 30th, 2009, 07:58 AM
Perpres Jembatan Selat Sunda Diteken
Selanjutnya pemerintah akan membentuk tim pembangunan jembatan itu.
Rabu, 30 Desember 2009

http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/08/14/75216_jembatan_selat_sunda_300_225.jpg

VIVAnews - Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden yang mengatur pembangunan jembatan selat sunda. Selanjutnya, pemerintah membentuk tim pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera itu.

"Timnya belum selesai dibentuk," kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat koordinasi tiga menko di Kantor Keprisidenan, Jakarta, Rabu 30 Desember 2009.

Rencananya, tim akan dibagi menjadi dua bagian. Tim pertama akan melakukan studi kelayakan dan studi lingkungan pembangunan jembatan itu. Sedangkan tim kedua merupakan tim teknis yang akan merencanakan pembangunannya.

Dalam rapat tiga menko ini, hatta melaporkan kondisi perekonomian nasional. Termasuk mengenai perkembangan perdagangan bebas ASEAN-China, kecukupan stok dan harga pangan, tidak adanya kenaikan tarif dasar listrik, harga pupuk tetap, dan tidak ada kenaikan harga beras miskin.

VRS
December 30th, 2009, 10:33 AM
itu picture belum final rendering right..??

fcaesarn
January 5th, 2010, 04:49 AM
http://www.pu.go.id/index.asp?site_id=001&news=PPW050110WARSO.htm&ndate=1/5/2010%209:18:44%20AM

Jembatan Selat Sunda (JSS) tetap dimungkinkan untuk dibangun. Hanya saja dibutuhkan persiapan yang cukup panjang. Saat ini pra studi kelayakan JSS masih terus dilakukan oleh Tim khusus. Diperkirakan jika tidak ada hambatan, pembangunan pekerjaan fisik konstruksinya bisa dimulai 2014 dengan kurun waktu hingga 5 tahunan. Kendala utama pembangunan JSS sepanjang 31 km ini selain faktor dana, juga konstruksi bentang jembatan yang mencapai 2,9 km.

“Proses pembuatan bentang jembatan kami nilai menjadi factor kendala terberat. Belum lagi ketinggian bangunan yang bisa mencapai 200 meter dari dasar hingga permukaan air laut,” tutur Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, kemarin (4/1) usai mengikuti temu pers evaluasi kinerja perekonomian Indonesia 2009 di Jakarta.

Hermanto menyatakan, hingga saat ini baru ada 2 jembatan panjang didunia yakni Jembatan Akashi Kaikyo di Kobe, Jepang. Jembatan tersebut melintasi selat Akashi yang menghubungkan Maiko di kota Kobe dengan kota Awaji di pulau Awaji. Kedua, jembatan yang hingga kini masih dalam penyelesaian yakni jembatan Messina di Italia.

Dikatakan, pembuatan fisik desain studi kelayakan sangat terkait dengan skema pembiayaan. Menurut Hermanto pekerjaan ini tergolong signifikan besar karena menyangkut bentang utama jembatan yang begitu panjang. Kendala lain tambahnya di lokasi bakal proyek terdapat palung laut yang lebarnya lebih dari 2 km dengan kedalaman laut hingga mencapai 150 meter. Hermanto Dardak menambahkan, teknologi konstruksi pembangunan JSS juga memiliki tantangan alam yang meliputi aspek seismik terkait zona gempa serta derasnya arus gelombang laut.

Sebelumnya Menteri PU pernah memperkirakan, pembangunan JSS dibutuhkan dana sekitar 100 Triliun dan penyelesaiannya perlu waktu 10-15 tahun. Dalam kurun waktu seperti itu nantinya akan melibatkan jabatan presiden beberapa periode. Menyangkut pendanaan Menteri PU mengaku telah membicarakannya dengan jajaran Departemen Keuangan. Menurut Menteri PU, pihaknya hanya akan melakukan uji teknis secara konstruksi yang aman dan murah. Adapun menyangkut keuangan dan sistem pembiayaan diserahkan kepada Depkeu bersama Tim bentukannya.

Menanggapi proyek Banjir Kanal Timur, Wamen PU menyatakan, saat ini kanal sudah menyambung dengan laut. Dijelaskan, Kanal yang memliki panjang 23,5 km hanya sebagian kecil yang lebarnya masih 20 meter. Selebihnya, lebar telah menjadi 70 meter yakni masing-masing sisi kanan-kiri ditambah 15 meter. Sampai kini, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane (Cilicis) masih mengupayakan pekerjaan yang tersisa untuk menyempurnakan lebar kanal seluruhnya menjadi 70 meter’ tambah Hermanto Dardak.

Dalam Forum yang dihadiri 15 Menteri, Hatta Rajasa (Menko) menjelaskan, keberhasilan pemerintah SBY khususnya pada Kinerja perekonomian 2009 yang dinilai cukup memuaskan. Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) 2010 dimungkinkan mencapai hingga 5,5 persen. Hal itu didasarkan adanya dukungan cadangan devisa sebesar Rp 38 Triliun (hasil produk 2009).

Sebelumnya Menteri PU pernah memperkirakan, pembangunan JSS dibutuhkan dana sekitar 100 Triliun dan penyelesaiannya perlu waktu 10-15 tahun. Dalam kurun waktu seperti itu nantinya akan melibatkan jabatan presiden beberapa periode. Menyangkut pendanaan Menteri PU mengaku telah membicarakannya dengan jajaran Departemen Keuangan. Menurut Menteri PU, pihaknya hanya akan melakukan uji teknis secara konstruksi yang aman dan murah. Adapun menyangkut keuangan dan sistem pembiayaan diserahkan kepada Depkeu bersama Tim bentukannya.

Menanggapi proyek Banjir Kanal Timur, Wamen PU menyatakan, saat ini kanal sudah menyambung dengan laut. Dijelaskan, Kanal yang memliki panjang 23,5 km hanya sebagian kecil yang lebarnya masih 20 meter. Selebihnya, lebar telah menjadi 70 meter yakni masing-masing sisi kanan-kiri ditambah 15 meter. Sampai kini, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane (Cilicis) masih mengupayakan pekerjaan yang tersisa untuk menyempurnakan lebar kanal seluruhnya menjadi 70 meter’ tambah Hermanto Dardak.

Dalam Forum yang dihadiri 15 Menteri, Hatta Rajasa (Menko) menjelaskan, keberhasilan pemerintah SBY khususnya pada Kinerja perekonomian 2009 yang dinilai cukup memuaskan. Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) 2010 dimungkinkan mencapai hingga 5,5 persen. Hal itu didasarkan adanya dukungan cadangan devisa sebesar Rp 38 Triliun (hasil produk 2009).

Sebelumnya Menteri PU pernah memperkirakan, pembangunan JSS dibutuhkan dana sekitar 100 Triliun dan penyelesaiannya perlu waktu 10-15 tahun. Dalam kurun waktu seperti itu nantinya akan melibatkan jabatan presiden beberapa periode. Menyangkut pendanaan Menteri PU mengaku telah membicarakannya dengan jajaran Departemen Keuangan. Menurut Menteri PU, pihaknya hanya akan melakukan uji teknis secara konstruksi yang aman dan murah. Adapun menyangkut keuangan dan sistem pembiayaan diserahkan kepada Depkeu bersama Tim bentukannya.

Menanggapi proyek Banjir Kanal Timur, Wamen PU menyatakan, saat ini kanal sudah menyambung dengan laut. Dijelaskan, Kanal yang memliki panjang 23,5 km hanya sebagian kecil yang lebarnya masih 20 meter. Selebihnya, lebar telah menjadi 70 meter yakni masing-masing sisi kanan-kiri ditambah 15 meter. Sampai kini, pihak Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung – Cisadane (Cilicis) masih mengupayakan pekerjaan yang tersisa untuk menyempurnakan lebar kanal seluruhnya menjadi 70 meter’ tambah Hermanto Dardak.

Dalam Forum yang dihadiri 15 Menteri, Hatta Rajasa (Menko) menjelaskan, keberhasilan pemerintah SBY khususnya pada Kinerja perekonomian 2009 yang dinilai cukup memuaskan. Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) 2010 dimungkinkan mencapai hingga 5,5 persen. Hal itu didasarkan adanya dukungan cadangan devisa sebesar Rp 38 Triliun (hasil produk 2009).

Keberhasilan dapat dilihat dari capaian program 100 hari Agenda yang dicanangkan pemerintah. Menko menjelaskan pada hari ke – 50 rencana aksi yang dijalankan telah mencapai angka 92,2%. Sehingga pada hari H (100 hari) program tercapai 100% dari keseluruhan 53 program aksi. Dalam 2009 angka kemiskinan dan pengangguran bisa ditekan masing-masing hingga 13% dan 8%.

Sedangkan Menteri Keuangan, Sri Muljani memaparkan pertumbuhan ekonomi selama 2009 mencapai 4,4%. Cadangan devisa yang dimilikinya pemerintah menunjukkan tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan tertinggi ke-2 se Asia Pasifik dengan nilai USD 65,84 M pada periode Nopember. Begitu pula tingkat inflasi juga dinilai terendah 10 tahun terakhir . Menkeu berujar, keberhasilan yang dicapai tersebut merupakan prestasi yang sangat ekstreem dalam konteks kondisi saat itu. (Sony)

jrot
January 6th, 2010, 12:26 PM
Nice update jrot, thx a lot bro... :banana::banana::banana:

he he he thanx jrot, nggak bisa terbayang, ntar ada Kereta Api jurusan Kertapati - Gambir:)

same2 :D
ini thread sbnrnya ada di sblh mana ya??baru ketemu nya klo pke googling :nuts:

=NaNdA=
January 7th, 2010, 04:04 PM
ini dia maket nya :D enjoy....
http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink/DSC05665.jpg
di pulau jawa
http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink/DSC05664.jpg
di pulau sumatera
http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink/DSC05673.jpg
potongan
http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink/DSC05669.jpg

:master: thanks jrot ;)

VRS
January 8th, 2010, 01:34 AM
the longest bridge in Indonesia...*also complete with train rail .....
if that train can connect to jakarta, probably will be any super fast train from sumatra to surabaya..

anno_malay
January 8th, 2010, 02:13 AM
mantabbbb maketnya....
lanjutkannnnnn

charl1e
January 11th, 2010, 04:26 AM
Wah, dilihat dr maketnya bisa terjadi kemacetan panjang ditiap gerbang masuk. Pasti pengguna terbanyak truk hingga trailer yg kesusahan dgn tanjakan yg panjang dan tinggi kyk gitu. Di simpang TA aja macet terus dgn tanjakan segitu..

Balaputradewa
January 11th, 2010, 04:34 AM
he he he thanx jrot, nggak bisa terbayang, ntar ada Kereta Api jurusan Kertapati - Gambir:)
Bukan lagi Kertapati-Gambir mas..tapi Kertapati-Gubeng :)

Mimihitam
January 28th, 2010, 04:10 PM
wah asyik ada jalur kereta apinya :banana:

F-ian
January 28th, 2010, 04:16 PM
wa bakal jadi Legacy/kenangan manisnya SBY ya...

nanti di namain Jembatan Susilo / Susilo Bridge :D

paradyto
January 28th, 2010, 04:20 PM
Gw cuma gak yakin, kecepatan angin diatas jembatan besar nggak? mengingat Selat Sunda itu pintu masuknya Samudera Indonesia...

gussinyo
February 2nd, 2010, 06:12 AM
semoga segera terealisir, nggak berlarut2........

fajarmuhasan
February 3rd, 2010, 07:38 AM
Ada jalur khusus pejalan kaki tapi koq gak ada jalur untuk sepeda dan sepeda motor.......

Mimihitam
February 3rd, 2010, 10:15 AM
Ada jalur khusus pejalan kaki tapi koq gak ada jalur untuk sepeda dan sepeda motor.......

Mungkin karena anginnya kenceng? BTW, sepeda? berapa jam tuh baru nyampe :p

paradyto
February 4th, 2010, 10:48 AM
Jembatan Selat Sunda Masuk Prioritas

JAKARTA - Pembngunan Jembatan Selat Sunda dengan perkiraan dana investasi 10 miliar dollar AS atau Rp 100 triliun mulai ditawarkan pemerintah melalui buku Private Public Partnership atau proyek yang dikerjasamakan antara pemerintah dan swasta.

"Itu artinya, proyek Jembatan Selat Sunda masuk dalam kerangka kerja yang menjadi prioritas utama pemerintah," kata Deputi Bidang Sarana dan Prasana, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dedy S Priatna di Jakarta, Kamis (4/2/2010), seusai menghadiri Rapat Kerja antara Komisi XI DPR RI dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas Armida Alisjahbana.

Buku PPP adalah panduan yang disusun Bappenas sebagai acuan bagi calon investor dalam memilih proyek infrastruktur yang menjadi prioritas. Dalam buku tersebut, pemerintah menawarkan 87 proyek senilai 34,139 miliar dollar AS atau setara Rp 375,529 triliun, yang sebagian di antaranya merupakan proyek yang siap dijalankan.

Berbeda dengan daftar proyek yang diusulkan dalam Indonesia Infrastructure Summit tahun 2006 dan 2007, proyek yang ditawarkan melalui buku PPP dibagi atas tiga kategori. Pertama, proyek yang siap ditawarkan. Kedua, proyek prioritas. Ketiga, proyek potensial.

Jenis pertama merupakan proyek yang paling matang persiapannya. Proyek kategori prioritas merupakan proyek yang sudah punya studi kelayakan, tergolong layak secara hukum, baik teknis maupun keuangannya. Adapun proyek yang tergolong potensial, antara lain proyek yang sudah terkonfirmasi kebutuhannya, baik di tingkat lokal maupun nasional dan lokasi diketahui.

Sementara ini, jumlah proyek yang ditawarkan dalam buku PPP (sebelum ditambahkan Jembatan Selat Sunda) mencapai delapan unit senilai 4,518 miliar dollar AS. Selain itu, ada 18 proyek prioritas senilai 3,094 miliar dollar AS dan 61 proyek potensial sebesar 26,527 miliar dollar AS. "Kami akan umumkan PPP Book yang sudah diperbaharui pada Maret 2010, ungkap Dedy.

AceN
February 4th, 2010, 10:50 AM
Kamis, 04 Februari 2010 | 14:59
Perpres Jembatan Selat Sunda sudah Rampung

JAKARTA. Program pembangunan Jembatan Selat Sunda terus bergulir. Landasan hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) guna mengkaji pembangunan jembatan yang menghubngkan pulau Jawa dan Sumatera itu sudah keluar.

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, dalam perpres itu pemerintah membentuk tiga kelompok kerja untuk membahas pembangunan Jembatan Selat Sunda. "Perpresnya sudah ditandatangani dua minggu lalu," kata Hatta usai pembukaan rapat pimpinan Kementerian Luar Negeri di Istana Negara, Kamis (4/2).

Tiga kelompok kerja itu untuk mengakaji tiga hal. Pertama, kelayakan teknis seperti kondisi geografis, ketahanan terhadap gempa. Kedua, mengkaji tata ruang dan potensi peningkatan perekonomian dengan adanya jembatan itu. Ketiga, mempelajari kondisi dan pengaruh pembangunan jembatan itu terhadap kondisi sosial dan kultural masyarakat.

Sekadar informasi saja, pada Agustus 2009 lalu sudah dilakukan studi kelayakan awal pembangunan jembatan selat sunda oleh PT Bangungraha Sejahtera Mulia. Hasil kajian itu menyatakan untuk membangun jembatan dengan panjang lebih dari 30 kilometer itu butuh dana sebesar Rp 100 triliun.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten maupun Lampung sepakat bahwa jembatan selat sunda memang dibutuhkan lantaran kondisi lalulintas dan pengguna Pelabuhan Bakauheni dan Merak sudah padat. Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi menambahkan ketiga kelompok kerja itu bertugas dibawah koordinasi Menko Perekonomian. "Tahapan proyeknya untuk jangkan panjang dan kalau jadi akan bagus buat ekonomi wilayah sekitar," katanya.

bagak
February 10th, 2010, 10:08 AM
Dua Tahun Lagi Jembatan Selat Sunda Dibangun


http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/02/10/11262617/Dua.Tahun.Lagi.Jembatan.Selat.Sunda.Dibangun

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah tampaknya serius menggarap megaproyek pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS). Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan, JSS akan mulai dibangun pada pertengahan 2012. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Bappenas Dedy Supriadi Priatna mengatakan, pembangunan dilakukan setelah studi kelayakan (feasibility study) dilanjutkan pihak pemrakarsa.

"Sampai sekarang memang belum ada keputusan dari Tim Nasional JSS bahwa hasil studi sementara yang dilakukan oleh pihak pemrakarsa sudah cukup untuk ditetapkan sebagai pemrakarsa atau tidak," ucap Deddy, Selasa (10/2/2010). Dedy melanjutkan, Bappenas memperkirakan saat ini masih dibutuhkan tambahan waktu 1,5 tahun lagi untuk melengkapi hasil studi dasar laut yang telah ada hasil studi yang ada belum lengkap. "Itu sudah dipercepat dari 2 tahun menjadi 1,5 tahun," sambungnya.

Menurut dia, banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam pembangunan JSS. Hal itu lantaran pembangunan jembatan yang diperkirakan panjangnya mencapai 2.200 meter dengan bentang samping 2 x 800 meter dan total bentangan keseluruhan mencapai 3.800 meter tersebut merupakan proyek lintas sektoral yang harus disepakati bersama-sama.

Dedy melanjutkan, 2012 awal basic design akan selesai, dan akan dilakukan tender melalui engineering procurement and construction (EPC) yang berdasarkan basic design. Kalau sudah ada pemenangnya baru pembangunan JSS dimulai. Dalam basic design akan diperhitungkan beberapa aspek seperti faktor kegempaan, arus laut, dan kekuatan angin. Jadi, feasibility study dengan basic design berjalan bersamaan. "Intinya jembatan itu harus segera dibangun, karena memang sangat dibutuhkan," ucap dia.

Rencananya, pembangunan JSS akan dilakukan dengan cara melibatkan public private partnership (PPP). (Kontan/Martina Prianti)

tollfreak
February 16th, 2010, 01:56 PM
Govt steams ahead with Sunda Strait Bridge railway plans

The Jakarta Post , Jakarta | Tue, 02/16/2010 7:30 PM | National

The planned Sunda Strait Bridge mega-project, connecting Java and Sumatra, would carry a double-track railway, the government says.

“So, it won’t be just a highway,” Coordinating Economic Minister Hatta Rajasa said Tuesday as quoted by kompas.com.

Hatta, who chairs the National Team for the Sunda Strait Bridge construction project, said the government would also lay underwater cables and fiber optic cables across the strait.

A pre-feasibility study conducted by construction firm PT Bangungraha Sejahtera Mulia, a subsidiary of Artha Graha Network, found that the 29-kilometer bridge would cost up to Rp 100 trillion (approximately US$10.75 billion).

Once operational in 2025, the bridge would stretch from Anyer in Banten to Bakauheni in Lampung. It would also pass over the Sanghiyang, Prajurit and Ular islands in the Sunda Strait.

Under the current plan, the bridge would also have six lanes for four-wheeled vehicles and two single lanes for motorcycles.

Hatta said that he would invite the governors of Banten and Lampung to discuss the project next week. (nkn)

Aucostar
February 17th, 2010, 05:55 AM
Rencana Jembatan Selat Sunda Terus Berjalan
Jakarta, (Analisa)

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan rencana proyek pembangunan Jembatan Selat Sunda akan terus berjalan dan menurut rencana ia akan memanggil dua gubernur, yakni Gubernur Banten dan Lampung, untuk membahas rencana pembangunan.

"Saat ini Perpres jembatan sudah selesai dan rencananya kita mengundang dua gubernur pada pekan ini," ujarnya seusai rapat koordinasi di Gedung Kementerian Koordinator Perekonomian Jakarta, Selasa (16/02).

Menurut dia, pembicaraan dengan kedua gubernur bukan hanya masalah pada kajian teknis pembangunan namun lebih ke arah sosial ekonominya seperti dampak dari pembangunan jembatan yang menghubungkan antara pulau Sumatera dan Jawa itu. "Dampak sosial ekonomi juga harus dipikirkan," ujarnya.

Hatta kembali menegaskan konsep penghubung antara dua pulau sudah final yaitu jembatan dan sarana infrastruktur yang disiapkan nantinya tidak hanya untuk jalanan, namun juga telah disiapkan ruang untuk pembangunan rel kereta api. "Begitu pula bagi kabel maupun serat optik yang selama ini masih berada di bawah laut, kita menginginkan ke sana," ujarnya.

Hatta menambahkan pemerintah kini tengah membentuk pokja teknis dan tim inilah yang kemudian akan mengkaji berbagai masalah yang ada seperti masalah investor yang akan menanamkan investasi, karena saat ini belum ada satupun yang telah ditunjuk sebagai pemrakarsa dan pelaksana proyek jembatan sejauh 30 km tersebut. "Sampai saat ini belum ada satupun investor yang sudah ditetapkan sebagai pemrakarsa," jelas Hatta.

Dalam keputusan presiden tentang Jembatan Selat Sunda telah mengatur mengenai pembentukan Tim nasional Jembatan Selat Sunda dengan Ketua Menko perekonomian, Wakil Menkopolhukam, Ketua harian Menteri PU dan Wakilnya Menteri Perhubungan. Tim ini nanti diberi hak kewenangan untuk bentuk kelompok kerja (pokja) untuk menentukan skema pembiayaan termasuk mengundang investor masuk.

Sebelumnya Gubernur Banten Ratu Atut Choisyiah mengatakan pembangunan Jembatan Selat Sunda dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi provinsi Banten hingga mencapai 2 sampai 8 persen dari pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada dalam kisaran 5 persen, jika pembangunannya selesai pada 2020. Menurut rencana, Pembangunan Jembatan Selat Sunda akan dimulai pada 2014 nanti. (Ant)

lombok
March 15th, 2010, 10:01 AM
Jembatan Selat Sunda masih tunggu investor

Senin, 15/03/2010 12:21:20 WIBOleh: A. Dadan Muhanda
JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah masih membuka kesempatan bagi semua investor, termasuk asing, untuk terlibat dalam pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS).

Direktur Bina Teknik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Danis H. Sumadilaga mengatakan model pendanaan dan investor megaproyek ini masih dibahas. Timnas Jembatan Selat Sunda masih belum memutuskan apakah proyek ini digarap sepenuhnya oleh swasta, kerja sama antara pemerintah swasta, atau melalui perusahaan patungan.

"Begitu diputuskan swasta akan dilibatkan, proyek ini akan segera ditenderkan. Siapa saja investornya kami terbuka tetapi untuk studi kelayakan dan desain dasar, kami yang menentukan, karena kami ingin JSS ini benar-benar jadi karya anak bangsa," katanya saat dihubungi hari ini.

Danis menjelaskan saat ini Timnas Persiapan Pembangunan Jembatan Selat Sunda tengah mematangkan pembentukan sekretariat dan kelompok kerja. Sekretariat pelaksana nantinya akan dipimpin oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dibantu oleh Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono.

Tim ini akan membawahi tiga kelompok kerja yakni pokja teknis dan lingkungan, pokja pengembangan wilayah dan ekonomi dan pokja kelembagaan dan pendanaan. Kelompok kerja itu diharapkan menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study) dan desain dasar (basic design) jembatan, merancang pengembangan wilayah ekonomi serta menyusun rancangan kelembagaan dan pendanaan.


"Ini pekerjaan besar, kami harus siapkan dengan matang," katanya.

Danis menjelaskan dalam pembangunan Jembatan Selat Sunda pemerintah saat ini tengah mengkaji teknologi terbaik yang akan dipakai. Dia mencontohkan teknologi jembatan yang ada dan sudah terbukti handal masih dimiliki oleh Jepang. Contoh lain yang bisa dipakai adalah pembangunan Jembatan Messina di Italia.

Jembatan Selat Sunda rencananya merupakan jembatan tol dan akan dilengkapi oleh rel kereta api. "Tim akan memilih teknologi yang terbaik dan sudah terbukti jadi kalau investor tertarik, mereka tinggal mengerjakan sesuai dengan desain yang dibuat pemerintah," tuturnya.

Proyek JSS membutuhkan investasi yang tidak kecil. Biaya yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp100 triliun. Tantangan pembangunan JSS adalah pembuatan bentang jembatan sepanjang 2,9 km dengan ketinggian bangunan setidaknya 200 m dari dasar sampai permukaan air laut.

Selat Sunda juga memiliki palung laut sedalam 150 meter dan lebar sampai 2 km. Jembatan ini bakal terletak di areal yang merupakan zona gempa dengan arus gelombang laut yang deras. Pada Desember 2009, pemerintah sudah menerbitkan Keppres No.36/2009 tentang Tim Persiapan Pembangunan Jembatan Selat Sunda.

Ketua Tim dipegang oleh Menko Bidang Perekonomian dan Wakil Ketua Menko Politik, Hukum dan Keamanan. Menteri Pekerjaan Umum menjadi Ketua Pelaksana Harian dan Menteri Perhubungan sebagai wakilnya.

Anggota terdiri dari menteri-menteri terkait serta Gubernur Lampung dan Gubernur Banten. Proyek ini sudah digagas sejak era pemerintahan Suharto pada 1980-an dengan bantuan ahli konstruksi Wiratman. Proyek ini akan menghubungkan pula Jawa dan Sumatra melalu jalur darat.(yn

=NaNdA=
March 15th, 2010, 05:47 PM
Butuh Dana Capai Rp100 T
Berita - Head News

http://www.sumeks.co.id/images/stories/15-03-2010/bu.jpg

Sukses membangun Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Madura membuat pemerintah berencana membangun “Suramadu” jilid II. Kali ini menghubungkan Jawa-Sumatera. Seberapa serius? Sikap serius pemerintah terhadap proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) ditunjukkan dengan keluarnya peraturan presiden (perpres) pada pertengahan Januari lalu. Perpres yang diteken Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu sebagai landasan hukum pembangunan jembatan yang direncanakan sepanjang 31 kilometer itu. Kini sudah ada tiga tim bentukan pemerintah yang mulai bekerja mengkaji kelayakannya.

“Tiga tim sedang bekerja untuk Jembatan Selat Sunda. Pokja pertama tentang teknis di bawah laut, kemudian aspek angin, aspek gempa, dan lain-lain. Pokja kedua adalah tim yang mempelajari pengembangan wilayah dan lingkungan hidup. Pokja ketiga adalah tim yang mengkaji masalah ekonomi bahwa kegiatan itu harus layak,” kata Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak kepada koran ini pekan lalu.

Tim tersebut di bawah koordinasi Menko Perekonomian Hatta Rajasa dengan Ketua Harian Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Wakil Ketua Harian Menteri Perhubungan Freddy Numberi. Hermanto mengatakan, perencanaan JSS harus matang. Meski terkesan lambat, saat ini proses studi kelayakan (feasibility study) terus dilakukan. ”Progresnya ya masih seperti ini,” katanya.

Terkait potensi terjadinya gempa di daerah tersebut, Hermanto, menyatakan bahwa hal itu bisa diatasi dengan teknologi. Dia menunjuk pristiwa gempa yang mengakibatkan Jembatan Shikoku, Jepang, bergeser hampir 1 meter, namun tetap aman karena memang dimungkinkan secara teknis. Menurut dia, pembangunan jembatan itu tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa. ”Harus menunggu tim studi dulu. Paling lambat 2014 mulai, mungkin lima tahun pembangunan fisiknya selesai. Jadi, total sekitar 10 tahun,” tuturnya.

Namun, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Deddy Supriadi Priatna, mengatakan, pihaknya berharap agar pembangunan JSS bisa dipercepat. Sebab, jembatan itu diperlukan banyak pihak. Pembangunan jembatan tersebut diperkirakan memakan waktu lima tahunan. ”Targetnya, paling tidak pembangunan fisik bisa dimulai pertengahan 2012 dengan melibatkan public private partnership (investor swasta, red),” ungkapnya.

Ide menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera itu sebenarnya muncul sudah lama, sekitar 1960-an. Serangkaian seminar dan studi-studi awal juga sudah dilakukan Departemen PU, BPPT, JICA, PT Wiratman, Terowongan Nusantara, ITB, termasuk MoU dengan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada 2002 untuk melakukan kajian key-technology.

Sayang, semangat itu menghilang sejak terjadinya krisis ekonomi pada 1998. Banyak proyek pemerintah yang terpaksa dibatalkan. Namun, sejak ekonomi menggeliat kembali, banyak investor yang tertarik rencana itu. Di antaranya, PT Jembatan Selat Sunda pada 2000, Nils D Olsson pada 2006, dan yang terakhir PT Bangungraha Sejahtera Mulia (BSM) yang telah menyerahkan hasil prastudi kelayakan kepada pemerintah.

Direktur Bina Teknik Kementerian PU, Danis Sumadilaga, mengungkapkan, membangun jembatan dengan bentang antartiang 2,9 kilometer merupakan tantangan berat bagi dunia konstruksi. ”Sebenarnya sudah ada pembangunan bentang jembatan sepanjang 2,5 kilometer yang tengah dilakukan, yaitu Jembatan Messina di Italia. Tapi, jembatan itu belum jadi,” ucapnya.

Jembatan Messina merupakan jembatan gantung (suspension bridge) melintasi Selat Messina yang menghubungkan antara ujung timur Sisilia dan ujung selatan daratan Italia. Menurut Danis, hingga kini teknologi konstruksi bentang jembatan terpanjang di dunia, 2 kilometer, adalah Jembatan Akashi Kaikyo di Kobe, Jepang. Jembatan itu melintasi Selat Akashi yang menghubungkan Kobe dengan Pulau Awaji.

Tantangan lain pembangunan jembatan sepanjang 31 kilometer tersebut, menurut Danis, adalah tinggi permukaan air laut hingga ke dasar laut yang mencapai 100 meter. Hal itu menjadi permasalahan tersendiri karena tinggi dasar laut ke permukaan di Selat Madura hanya 20-30 meter. ”Dengan memperhitungkan pemancangan tiang hingga ke lapisan tanah keras di dasar laut, diperlukan tiang panjang kira-kira 200 meter,” ungkapnya.

Selain itu, karena Selat Sunda yang merupakan jalur perlintasan yang ramai akan kapal-kapal laut besar, tinggi jembatan harus mencapai 65 meter. Ketinggian tersebut dua kali lipat daripada ketinggian Jembatan Suramadu yang hanya sekitar 30 meter. Meski memiliki tantangan teknologi konstruksi yang cukup tinggi, Danis menilai, pembangunan JSS tetap mungkin dilakukan. ”Persiapannya harus panjang,” ujarnya.

Danis mencontohkan, pembangunan Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 kilometer memerlukan persiapan yang panjang. Jembatan Suramadu digagas sejak 1960-an oleh Prof Sedyatmo dan baru selesai dibangun pada Juni 2009. Di luar aspek teknologi konstruksi, pembangunan JSS membutuhkan dana yang sangat besar. ”Berkisar Rp90-100 triliun lah,” jelasnya. (wir/kum)

=NaNdA=
March 15th, 2010, 05:57 PM
another rendering

http://img696.imageshack.us/img696/4610/jss.jpg http://img92.imageshack.us/img92/2994/jss2.jpg

=NaNdA=
March 15th, 2010, 06:00 PM
http://img24.imageshack.us/img24/5099/jss3.jpg

VRS
March 16th, 2010, 02:04 AM
nice rendering....31 km bridge...means almost only take 30 minutes from java to sumatra, with speed 100km/hour...
jarak antar tingang jembatan 2000m..
tinggi pilon jembatan gunung ultrapanjang sekitar 310m di atas permukaan air...??
and also rentang bebas vertical di tengah bentang jembatan ultrapanjang sekitar 81m...??
huge bridge...i saw at rendering picture its any track train...its speed train or regular train..? dont know..

Ocean One
April 8th, 2010, 09:01 AM
Proyek Jembatan Selat Sunda Ditawarkan ke Cina
Kamis, 08 April 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan ada rencana pemerintah menawarkan pembangunan proyek Jembatan Selat Sunda kepada pemerintah Cina. Proyek ini merupakan salah satu proyek infrastruktur yang ditawarkan kepada Cina. Nilai investasi jembatan ini diperkirakan mencapai Rp 100 triliun.

"Kami ingin mendorong konektivitas termasuk jalan-jalan, jembatan dan infrastruktur lainnya," ungkap Hatta seusai menghadiri Seminar Broadband Economy di Jakarta, Kamis (8/4).

Sebagai kompensasi aplikasi pasar bebas ASEAN-Cina, Cina menyediakan US$ 15 miliar untuk mendukung kapasitas ASEAN, dalam bentuk investasi dan pinjaman proyek. Dana inilah yang dibidik pemerintah untuk proyek Jembatan Selat Sunda.

Pemerintah tidak menargetkan porsi Indonesia dari jumlah US$ 15 miliar tersebut. "Tetapi dikatakan oleh Menteri Perdagangan Cina bahwa khusus untuk Indonesia akan ditambah untuk pembangunan infrastruktur," tuturnya.

Khusus untuk Jembatan Selat Sunda yang merupakan proyek intensif modal, pemerintah belum mengetahui skema pembiayaan yang akan ditawarkan. Tetapi kemungkinan terbesar menggunakan skema kerja sama pemerintah-swasta. "Kami sedang menyiapkan profil proyeknya," tutur Hatta.

Beberapa program yang diagendakan pendanaannya oleh Cina adalah sektor infrastruktur, terutama transportasi. "Sektor kereta api kami akan mendorong trek ganda yang dipersiapkan Menteri Perhubungan," tambahnya.

Selain itu, untuk sektor manufaktur tidak hanya diarahkan ke pembangunan kapasitas tetapi juga investasinya.

David-80
April 10th, 2010, 12:59 AM
Thats why, now its the end of US and Japan Investment, today, the mother of all investors are China and India.

Setuju dengan Pemerintah menawarkan ini ke China, cuman mereka sekarang yang banyak fresh money. And they all hungry just to invest in Indonesia.

cheers

Ocean One
April 13th, 2010, 09:36 AM
2010, Jawa dan Sumatera Tersambung
Selasa, 13 April 2010

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Deddy S. Priatna memperkirakan, pembangunan jembatan Selat Sunda dapat mulai dilakukan pada awal atau pertengahan 2012.

"Awal 2012 baru bisa dibangun, pertengahanlah, sehingga selesai 2017-2018," kata Deddy usai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Selasa (13/4/2010).

Menurut dia, pembangunan jembatan Selat Sunda memerlukan berbagai persiapan termasuk studi kelayakan dan pembuatan desain jembatan. "Perlu diperdalam dulu, studi kelayakan sekitar 1,5 tahun, terus pembuatan desain hingga 2012," katanya.

Ia menyebutkan, Tim Nasional Pembangunan Jembatan Selat Sunda memang sudah dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres). "Tapi masih harus dibentuk lagi working group memakai keputusan Menko Perekonomian, diharapkan pekan depan sudah terbit," katanya.

Sementara itu menanggapi pembiayaan pembangunan Selat Sunda dengan pinjaman dari China, Deddy mengatakan, pinjaman sebesar 10 miliar dollar AS merupakan jumlah yang sangat besar. "Itu besar sekali, padahal ini kan diarahkan menggunakan pola kemitraan pemerintah swasta (PPP). Jumlah pinjaman itu terlalu besar kalau pemerintah harus menanggungnya," katanya.

Sementara itu Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, pemerintah serius merencanakan pembangunan jembatan Selat Sunda.

Ia menyebutkan, keputusan tentang Tim Kerja sudah dibentuk tapi memang belum resmi ditandatangani oleh Menko Perekonomian, Hatta Rajasa. "Tim akan menyiapkan perencanaan, memperdetil perencanaan, dan memperdalam feasibilitasnya," kata menteri.


__________________________________________________________________________________________________________


^^
Bukannya study kelayakannya udah di lakukan beberapa tahun yang lalu ya??? Bingung deh...:nuts::nuts::nuts: