View Full Version : [PEKANBARU] Projects & Development



rilham2new
January 4th, 2010, 02:16 AM
Tambahan dan koreksi sedikit aja nih
-Honda Kertajaya (dealer honda pertama kali di pku lokasi sebelum hotel mutiara merdeka) baru Juli 2009 kemaren Honda Arista Sudirman masuk sebagai delaer honda pesaing dari honda kertajaya yang sudah beroperasi lama di pku.
-Suzuki di Tuanku Tambusai(jalan nangka)
-Chevrolet dan OPEL satu gedung di Soekarno Hatta
-Mazda di Riau
-Daihatsu Sudirman (di depan taman makam pahlawan)
-Isuzu di soekarno hatta
-jangan lupa ada SUbaru di Sudirman di daerah pelita pantai

sepengetahuan saya D

Wahhh, SUBARU juga ada ... tapi itu Dealer Honda yang mobil atau yang motor ??? Maksud aku yang mobil loh :D

rilham2new
January 4th, 2010, 02:24 AM
Beritanya udah lama, tp nemunya sekarang. tp infonya ga basilah dan jg proyeknya ampe sekarang belum dilaksanakan. Seandainya kalo jadi, JPO-nya mantap tuh...:banana:

Pemko Sambut Baik Rencana PT PIR Bangun JPO
Written by parlindungan Thursday, 19 February 2009 17:57


Mukhtar [Edited by Parlindungan]

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyambut baik rencana PT Pengembangan Investasi Riau (PT PIR) untuk membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) di beberapa titik strategis di Pekanbaru. Dalam ekspos yang dilakukan oleh PT PIR di hadapan Walikota Pekanbaru, Herman Abdullah, Kamis (19/2/2009) di ruang rapat Walikota Pekanbaru, Herman mengharapkan, agar PT PIR tidak hanya membangun JPO saja tapi juga ikut membangun halte yang akan diperuntukkan untuk Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) yang saat ini tengah proses penyelesaian.



“Saya menyambut baik rencana ini, yang penting bagi kami adalah kota ini terlihat semakin indah. Bagaimana teknisnya nanti silakan saja koordinasikan dengan pihak Dishub dan Bappeda nantinya,” ujar Herman.

Sementara itu PT PIR yang diwakili oleh Manager Keuangan dan Operasional, Tri Ranti, kepada Walikota menyampaikan, bahwa sudah menjadi komitmen pihaknya untuk berpartisipasi dalam pembangunan Kota Bertuah ini, terutama dalam penyediaan fasilitas umum seperti JPO, halte dan lainnya.

Untuk bentuk JPO yang ditawarkan, pihak Tanara sebagai designernya menggambarkan, JPO yang akan dibangun PT PIR akan sangat berbeda sekali dengan JPO yang telah ada di Pekanbaru baik dalam rancangan bangunan maupun dari daya tarik estetika yang ditawarkan. “Nantinya di JPO tersebut akan dilengkapi dengan restoran, running teks, billboards, videotron serta loga pemerintah daerah,” kata Danis Hermawan dari Tanara Gagas Kreasi Pekanbaru.

Lebih jauh menurut Danis, Tanara akan membuat rancangan yang berbeda agar ada daya tarik masyarakat menggunakan JPO. “Jadi kita ingin JPO yang kita bangun multifungsi dan tidak hanya sebagai tempat penyebrangan saja, tapi nanti juga bisa sebagai sarana rekreasi,” jelas Danis.

Untuk pembangunan JPO tersebut, PT PIR juga menawarkan beberapa lokasi yang nantinya akan diputuskan oleh Pemko Pekanbaru. Ada beberapa titik yang diusulkan, seperti di perempatan mall Sentral Komersil Arengka (SKA), depan Mall Ciputra Seraya (MCS), perempatan simpang pasar Pagi Arengka, simpang Panam, depan purna MTQ, depan hotel ASEAN, serta di Jl Imam Munandar.

Sedangkan untuk biaya pembangunan tersebut dengan standar yang ditawarkan oleh Tanara, nantinya JPO yang berukuran kecil ataupun sedang diperkirakan dengan hitungan kasar akan menghabiskan dana sekitar Rp2,3 miliar, sedangkan untuk JPO yang berukuran besar diperkirakan dana yang akan dihabiskan sebesar Rp5 miliar.

Makanya untuk pembangunan JPO tersebut ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh kedua belah pihak. Pertama, semua harus mengacu pada standar kualitas Tanara, kedua, semua biaya ganti rugi lahan dengan pihak ketiga sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pemko Pekanbaru, dan yang ketiga, jika ada persoalan yang ditimbulkan oleh rencana tersebut, Pemko Pekanbaru bertanggungjawab menyelesaikannya.

Menanggapi ekspos tersebut, Walikota menyambut baik bahkan terkesan dengan rencana tersebut jika memang bagus, maka bisa berkoordinasi dengan Dishub dan Bappeda Kota Pekanbaru.

Sementara itu Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Pria Budi yang dimintai pendapatannya, pada prinsipnya menyambut baik rencana tersebut. Namun, untuk beberapa titik yang diusulkan mungkin harus dipelajari dulu karena ada tawaran yang lebih dulu datang kepada Dishub terkait juga dengan pembangunan serupa.

“Untuk beberapa titik mungkin sudah ada yang menawarkan diri, seperti di SKA atau di depan SMA Tri Bhakti sudah kita proses dan kemungkinan tinggal izinnya saja,” ujar Pria Budi.

Sementara itu Kepala Bappeda Kota Pekanbaru, Yusman Amin menyampaikan, kalau untuk yang di perempatan pasar Pagi Arengka kemungkinan belum bisa dibicarakan karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan termasuk soal ganti rugi lahan serta izin dari Pemprov Riau sebagai pemilik jalan tersebut.

Dari pertemuan tersebut, akhirnya Pemko Pekanbaru sementara mengusulkan dua tempat untuk membangun JPO, yaitu di depan Mall Ciputra Seraya sedangkan untuk di perempatan pasar Pagi Arengka harus menunggu proses lebih lanjut.

Pada akhir ekspos, rombongan PT PIR yang dipimpin langsung Manager Keuangan dan Operasional, Tri Ranti menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk mengekspos rencana tersebut. Dan hal ini harus dibicarakan lebih lanjut. Sementara itu Walikota meminta kepada pihak terkait agar secepatnya mensurvey lokasi mana yang akan dibangun.(*)

Sumber>
http://www.riaubisnis.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2799:pemko-sambut-baik-rencana-pt-pir-bangun-jpo&catid=32:infrastruktur&Itemid=130

Wah ini sudah pernah diposting di sini. Dari RIAUPOS tapi :)

Jembatan Penyebrangan Orang di Pekanbaru (JPO)

Jalan Jendral Sudirman
1. Dekat Pasar Dupa/DPRD Provinsi
2. Gramedia Sudirman
3. Plaza Sukaramai
4. Mal Pekanbaru

Jalan Tuanku Tambusai
1. Jalan Pepaya / Pasar Cik Puan
2. Jalan KH. Ahmad Dahlan

Apa ada kawasan potensial lagi ????

fahminanda
January 4th, 2010, 10:59 AM
Wah ini sudah pernah diposting di sini. Dari RIAUPOS tapi :)

Jembatan Penyebrangan Orang di Pekanbaru (JPO)

Jalan Jendral Sudirman
1. Dekat Pasar Dupa/DPRD Provinsi
2. Gramedia Sudirman
3. Plaza Sukaramai
4. Mal Pekanbaru

Jalan Tuanku Tambusai
1. Jalan Pepaya / Pasar Cik Puan
2. Jalan KH. Ahmad Dahlan

Apa ada kawasan potensial lagi ????

Posting yg diatas kan beda tempatnya Ham..

gary_LSMN
January 4th, 2010, 11:42 AM
Tambahan dan koreksi sedikit aja nih
-Honda Kertajaya (dealer honda pertama kali di pku lokasi sebelum hotel mutiara merdeka) baru Juli 2009 kemaren Honda Arista Sudirman masuk sebagai delaer honda pesaing dari honda kertajaya yang sudah beroperasi lama di pku.
-Suzuki di Tuanku Tambusai(jalan nangka)
-Chevrolet dan OPEL satu gedung di Soekarno Hatta
-Mazda di Riau
-Daihatsu Sudirman (di depan taman makam pahlawan)
-Isuzu di soekarno hatta
-jangan lupa ada SUbaru di Sudirman di daerah pelita pantai

sepengetahuan saya D

- Honda ada 3 biji, 2 Honda Kertajaya di Jl Riau dan Arengka, 1 Honda Arista di Sudirman
- Mitsubishi 2 biji, di Arengka dan Sudirman (sebelah Honda)
- Suzuki ada 2 biji, Jl. Nangka dan Arengka
- Daihatsu 2 biji, Sudirman depan T Pahlawan dan di Sudirman Capella Dinamik
- Nissan jelas di Arengka.

rilham2new
January 4th, 2010, 01:41 PM
Posting yg diatas kan beda tempatnya Ham..

Memang, aku sedang menanyakan kira2 selain dari yang disebutkan di atas .. apakah ada tempat potensial lain (selain yang di berita juga tentunya).

rilham2new
January 4th, 2010, 01:42 PM
- Honda ada 3 biji, 2 Honda Kertajaya di Jl Riau dan Arengka, 1 Honda Arista di Sudirman
- Mitsubishi 2 biji, di Arengka dan Sudirman (sebelah Honda)
- Suzuki ada 2 biji, Jl. Nangka dan Arengka
- Daihatsu 2 biji, Sudirman depan T Pahlawan dan di Sudirman Capella Dinamik
- Nissan jelas di Arengka.

Maksud aku yang dealer mobil saja. Kalau motor ya banyak. Capella jualan mobil ya ??? Capella bukan khusus Motor ???

rilham2new
January 4th, 2010, 01:44 PM
Jembatan Siak III Update
*Dari RiauPos edisi cetak 30 Desember 2009

http://farm3.static.flickr.com/2772/4244503010_27f893c8dd_o.jpg

rilham2new
January 4th, 2010, 02:30 PM
Trans Metro Pekanbaru akan gunakan Electronic Ticketing .. Ehh, sudah dipakai katanya dalam minggu ini
*Dari RIAUPOS edisi cetak 4 Januari 2010

http://farm5.static.flickr.com/4037/4243731047_1fc0a24ace_o.jpg

lancang_kuning
January 4th, 2010, 03:28 PM
BPH Migas Selesaikan Kajian Gas Kota di 9 Kota
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance


Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah melakukan kajian pengembangan jaringan gas kota di sembilan kota sepanjang tahun 2009.

Kesembilan kota tersebut yaitu Pekanbaru, Muara Enim, Lampung, Cilegon, Subang, Bojonegoro, Bangkalan, Tenggarong dan Sengkang.

"Hasil kajian ini disampaikan kepada Direktur Jenderal Migas untuk dipertimbangkan pembangunannya melalui APBN 2011," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Minggu (3/1/2010).

Sebelumnya, pada tahun 2008 BPH Migas juga telah menyelesaikan kajian proyek gas kota di sembilan kota yaitu Lhoksumawe, Jambi, Prabu mulih, Semarang, Tarakan, Samarinda, Bontang, Balikpapan dan Sorong.

Berdasarkan data Ditjen Migas menyebutkan, rencananya dalam lima tahun ke depan jaringan gas kota akan dibangun di 18 kota. Pembangunan dilakukan secara bertahap hingga 2014 karena keterbatasan anggaran.

Untuk tahap pertama, jaringan distribusi gas dibangun di Palembang dan Surabaya sudah mulai sejak tahun 2009. Untuk Surabaya, diperuntukkan bagi 3.200 rumah tangga yang tersebar di dua Kelurahan yaitu, Kelurahan Kalirungkut dan Rungkut Kidul. Sedangkan untuk Kota Palembang, pembangunan jaringan pipa gas kota diperuntukkan bagi 4.200 rumah tangga di Kelurahan Lorok Pakjo dan Siring Agung. Untuk 2010, jaringan gas akan dibangun di Bekasi, Depok, Tarakan (Kaltim) dan Sengkang (Sulawesi Selatan) dan tahun 2011 akan dibangun di rumah susun Jabodetabek, Propinsi Jambi dan Makassar (Sulawesi Selatan).

Jaringan distribusi gas di Bangkalan (Madura), Balikpapan (Kaltim) dan Semarang (Jateng) akan dibangun di 2012. Tahun selanjutnya akan dibangun di Sorong (Papua), Pekanbaru (Riau) dam Subang (Jabar). Terakhir pada 2014, jaringan distribusi gas dibangun di Samarinda (Kaltim), Muara Enim dan Lampung.
(epi/wep)

:banana:

rasarya
January 4th, 2010, 03:30 PM
- Suzuki ada 2 biji, Jl. Nangka dan Arengka


ah... iya.. inget.. inget.. suzuki ada di jln nangka (tuanku tambusai) :bash::bash::bash::bash:

fahminanda
January 4th, 2010, 04:05 PM
Memang, aku sedang menanyakan kira2 selain dari yang disebutkan di atas .. apakah ada tempat potensial lain (selain yang di berita juga tentunya).

Belum ada Ham...

fahminanda
January 4th, 2010, 04:09 PM
Maksud aku yang dealer mobil saja. Kalau motor ya banyak. Capella jualan mobil ya ??? Capella bukan khusus Motor ???

Capella bkn jualan motor aja ham, mobil jg. yg aku tahu ada 3. jl sudirman 2 (di samping bukopin dan samping rumah makan simpang raya ) dan jl soekarno hatta 1.(deretan mall ska dan disampingnya Hyundai)

paradyto
January 4th, 2010, 04:40 PM
Kalau Capella Dinamik Nusantara yang di Jalan Soekarno Hatta (Dekat Pasar Pagi Arengka), setahu Gw itu Dealer Motor Honda, Gw pernah beli motor disitu:)

rilham2new
January 4th, 2010, 06:43 PM
BPH Migas Selesaikan Kajian Gas Kota di 9 Kota
Nurseffi Dwi Wahyuni - detikFinance


Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah melakukan kajian pengembangan jaringan gas kota di sembilan kota sepanjang tahun 2009.

Kesembilan kota tersebut yaitu Pekanbaru, Muara Enim, Lampung, Cilegon, Subang, Bojonegoro, Bangkalan, Tenggarong dan Sengkang.

"Hasil kajian ini disampaikan kepada Direktur Jenderal Migas untuk dipertimbangkan pembangunannya melalui APBN 2011," ujar Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Minggu (3/1/2010).

Sebelumnya, pada tahun 2008 BPH Migas juga telah menyelesaikan kajian proyek gas kota di sembilan kota yaitu Lhoksumawe, Jambi, Prabu mulih, Semarang, Tarakan, Samarinda, Bontang, Balikpapan dan Sorong.

Berdasarkan data Ditjen Migas menyebutkan, rencananya dalam lima tahun ke depan jaringan gas kota akan dibangun di 18 kota. Pembangunan dilakukan secara bertahap hingga 2014 karena keterbatasan anggaran.

Untuk tahap pertama, jaringan distribusi gas dibangun di Palembang dan Surabaya sudah mulai sejak tahun 2009. Untuk Surabaya, diperuntukkan bagi 3.200 rumah tangga yang tersebar di dua Kelurahan yaitu, Kelurahan Kalirungkut dan Rungkut Kidul. Sedangkan untuk Kota Palembang, pembangunan jaringan pipa gas kota diperuntukkan bagi 4.200 rumah tangga di Kelurahan Lorok Pakjo dan Siring Agung. Untuk 2010, jaringan gas akan dibangun di Bekasi, Depok, Tarakan (Kaltim) dan Sengkang (Sulawesi Selatan) dan tahun 2011 akan dibangun di rumah susun Jabodetabek, Propinsi Jambi dan Makassar (Sulawesi Selatan).

Jaringan distribusi gas di Bangkalan (Madura), Balikpapan (Kaltim) dan Semarang (Jateng) akan dibangun di 2012. Tahun selanjutnya akan dibangun di Sorong (Papua), Pekanbaru (Riau) dam Subang (Jabar). Terakhir pada 2014, jaringan distribusi gas dibangun di Samarinda (Kaltim), Muara Enim dan Lampung.
(epi/wep)

:banana:

That's quite good.... Tapi kuharap bangunnya jangan pake teknologi dan perawatan asal2an... Harus diingat kita ini negara rawan gempa. Dan tahu sendiri akibatnya kalau pipa gas pecah :D .... Bisa ada ledakan dan kebakaran massal di seantero kota :ohno:

Seperti waktu Gempa Bumi Hebat di San Fransisco tahun 1906 .... Waktu itu kekacauan besar terjadi karena pipa gas retak dan pecah ....

nowan
January 5th, 2010, 03:11 AM
Trans Metro Pekanbaru akan gunakan Electronic Ticketing .. Ehh, sudah dipakai katanya dalam minggu ini
*Dari RIAUPOS edisi cetak 4 Januari 2010


Jadi ingin tahu lebih detail, spt apa bentuk kartunya. Apa kartu 'single' dan regulernya sama? 'Top-up' untuk reguler boleh lebih dari Rp20.000,- kan? Ya harus hati2 aja jgn sampai hilang :D
Oya, jadi yg benar yg mana, kartunya ditempel ke mesin, dicelup, atau digesek? :)
Selamat buat TMP, tingkatkan terus pelayanan. Tambah koridor, armadanya :okay:

nowan
January 5th, 2010, 03:38 AM
BPH Migas Selesaikan Kajian Gas Kota di 9 Kota


Wah, ini salah satu jenis infrastruktur yg saya tunggu2 implementasinya. Indonesia sangat kaya akan gas alam. Masih byk yg belum dieksploitasi. Gas ikutan hasil pengeboran minyak juga masih banyak yg belum termanfaatkan. Syukur Pekanbaru menjadi salah satu daerah yg dikaji.

Kalau bisa jaringannya dibuat dalam suatu 'duct' yang bisa digunakan jg untuk jaringan utilitas2 lainnya spt air, listrik dan telekomunikasi :) Tidak sperti sekarang, gali lubang tutup lubang.. jalan jadi hancur :ohno:

Untuk Pekanbaru kita tidak perlu terlalu khawatir akan rusaknya utilitas tsb akibat gempa. Catatan percepatan getaran gempa yg pernah ada Pekanbaru dpt dikategorikan kecil, saya kira sekitar 0.05g (gravitasi). Kalau Elcentro yg di SFransico itu hampir 1g (20 kali lipat) karena sangat dekat gempanya. Yang di Padang bbrp waktu lalu, itu sekitar 0.2-0.3g.

Semoga benar2 dapat terwujud.. :) :cheers:

rasarya
January 5th, 2010, 07:27 AM
Jadi ingin tahu lebih detail, spt apa bentuk kartunya. Apa kartu 'single' dan regulernya sama? 'Top-up' untuk reguler boleh lebih dari Rp20.000,- kan? Ya harus hati2 aja jgn sampai hilang :D
Oya, jadi yg benar yg mana, kartunya ditempel ke mesin, dicelup, atau digesek? :)
Selamat buat TMP, tingkatkan terus pelayanan. Tambah koridor, armadanya :okay:

kalo boleh usul sih.. apakah sebaiknya smua nya d gabung di KTP electronik.. sama kyk di jakarta.. jadi KTP nya multi fungsi gtu.. dan biar dompet kita g terlalu tebal dgn kartu2 macem.. :bash:

sekedar usul aja.. KTP electronik bisa di pakai sekaligus untuk ticketing trans PKU, mungkin kartu ATM bank RIAU.. jadinya kan praktis dan efisien.. tp.. mungkinkah? :ohno:

gary_LSMN
January 5th, 2010, 10:05 AM
Tambahan dan koreksi sedikit aja nih
-Honda Kertajaya (dealer honda pertama kali di pku lokasi sebelum hotel mutiara merdeka) baru Juli 2009 kemaren Honda Arista Sudirman masuk sebagai delaer honda pesaing dari honda kertajaya yang sudah beroperasi lama di pku.
-Suzuki di Tuanku Tambusai(jalan nangka)
-Chevrolet dan OPEL satu gedung di Soekarno Hatta
-Mazda di Riau
-Daihatsu Sudirman (di depan taman makam pahlawan)
-Isuzu di soekarno hatta
-jangan lupa ada SUbaru di Sudirman di daerah pelita pantai

sepengetahuan saya D

Maksud aku yang dealer mobil saja. Kalau motor ya banyak. Capella jualan mobil ya ??? Capella bukan khusus Motor ???

ya, dealer mobil aja tuh ..

fahminanda
January 5th, 2010, 11:25 AM
Wahhh, SUBARU juga ada ... tapi itu Dealer Honda yang mobil atau yang motor ??? Maksud aku yang mobil loh :D

Subaru dekat pelita pantai udah ga ada lg, udah lama juga tutup.

rilham2new
January 5th, 2010, 11:28 AM
Jadi ingin tahu lebih detail, spt apa bentuk kartunya. Apa kartu 'single' dan regulernya sama? 'Top-up' untuk reguler boleh lebih dari Rp20.000,- kan? Ya harus hati2 aja jgn sampai hilang :D
Oya, jadi yg benar yg mana, kartunya ditempel ke mesin, dicelup, atau digesek? :)
Selamat buat TMP, tingkatkan terus pelayanan. Tambah koridor, armadanya :okay:

Aku sih berharap kartunya model TAPPING CARD. Kalau model GESEK, no offense ya ... anak2 hacker Pekanbaru kayaknya cukup pintar untuk mengakali *pulsa* di dalamnya. hasil tes CPNS aja bisa diHACK sama anak2 Pekanbaru :nuts: ... Kacawwww ....

Tapi kalau Tapping Card dengan RFID tag ... nah, itu agak susah :D... Contoh implementasi EZ-LINK Singapore :D

rilham2new
January 5th, 2010, 11:37 AM
kalo boleh usul sih.. apakah sebaiknya smua nya d gabung di KTP electronik.. sama kyk di jakarta.. jadi KTP nya multi fungsi gtu.. dan biar dompet kita g terlalu tebal dgn kartu2 macem.. :bash:

sekedar usul aja.. KTP electronik bisa di pakai sekaligus untuk ticketing trans PKU, mungkin kartu ATM bank RIAU.. jadinya kan praktis dan efisien.. tp.. mungkinkah? :ohno:

Sy sangat setuju. Kartu ATM Bank Riau terintegrasi dengan sistem elektronik ticketing. Sy langsung buka rekening di Bank Riau nanti hahaha ....

Cuman implementasi perbankan dengan sistem publik ini bukan gampang mewujudkannya. Tapi kalau Banknya masih cuman sebesar "Bank Riau" (tanpa maksud mengecilkan -- walau faktanya Bank Riau adalah Bank Daerah terbesar ke-4 di Indonesia), kurasa segala macam kerja sama dimungkinkan..

Bank Riau aja bisa rilis Kartu Kredit Bank Riau lupa aku VISA atau Mastercard gitu...

Tapi kalau di Singapore setahu aku, EZLINK memang tidak bisa dijadikan ATM ... Kecuali tag RFID nya dicantumkan ke dalam ATM. Wah, bicara medan magnet itu harus bagus kombinasi nya biar gak saling mengacaukan satu sama lain., misalnya antara Pita Magnetis (untuk digesek-gesek), dan RFID tag (untuk di-TAP ke Tapping Platform ... gak tahu bahasa Indonesia nya ).

rilham2new
January 5th, 2010, 11:43 AM
Wah, ini salah satu jenis infrastruktur yg saya tunggu2 implementasinya. Indonesia sangat kaya akan gas alam. Masih byk yg belum dieksploitasi. Gas ikutan hasil pengeboran minyak juga masih banyak yg belum termanfaatkan. Syukur Pekanbaru menjadi salah satu daerah yg dikaji.

Kalau bisa jaringannya dibuat dalam suatu 'duct' yang bisa digunakan jg untuk jaringan utilitas2 lainnya spt air, listrik dan telekomunikasi :) Tidak sperti sekarang, gali lubang tutup lubang.. jalan jadi hancur :ohno:

Untuk Pekanbaru kita tidak perlu terlalu khawatir akan rusaknya utilitas tsb akibat gempa. Catatan percepatan getaran gempa yg pernah ada Pekanbaru dpt dikategorikan kecil, saya kira sekitar 0.05g (gravitasi). Kalau Elcentro yg di SFransico itu hampir 1g (20 kali lipat) karena sangat dekat gempanya. Yang di Padang bbrp waktu lalu, itu sekitar 0.2-0.3g.

Semoga benar2 dapat terwujud.. :) :cheers:

Gas Alam di Indonesia yang skala besar (dan direncanakan dalam segala besar) baru ada di Arun (Aceh), Natuna (Kepri), Bontang (Kaltim), dan Tangguh (Papua).

Apa Riau tidak berencana mendatangkan investor untuk mengembangkan potensi ini. AKu kurang tahu di Riau Daratan ada sumber Gas Bumi atau tidak. Kalau ada wah, ekonomi Riau bisa melonjak lagi :D.... Bisa lah untuk mencadang-cadangkan kalau seandainya Chevron "redup" suatu saat nanti (walau sekarang udah gak sejaya dulu -- *lifting* nya). Walaupun, sebenarnya kalau lihat kondisi hari ini Industri Kelapa Sawit, Kertas dan Perhutanan (dan lain2 di luar MIGAS) di Riau sudah menguasai 60% GDP Riau.

amz
January 5th, 2010, 12:31 PM
pembangunan Rusunawa yang sedang (u/c) di komplek UIN Suska. bersebelahan dengan asarama mahasiswa
g' tinggi2 amat sih, cuma 4 lantai...... tp jadilah.....
http://img694.imageshack.us/img694/4800/image003xb.jpg (http://img694.imageshack.us/i/image003xb.jpg/)

Update the Premier SCC..
Udah sampai 9 lantai... emang dari depan kelihatan g lebar, tapi percayalah.... itu memanjang kebelakang....
http://img33.imageshack.us/img33/360/image005py.jpg (http://img33.imageshack.us/i/image005py.jpg/)

Bonus....
suasana kota pekanbaru di siang hari..... semoga skyline di kawasan ini makin bertambah...
http://img694.imageshack.us/img694/766/image007zd.jpg (http://img694.imageshack.us/i/image007zd.jpg/)

bonus lagi....
http://img121.imageshack.us/img121/5138/image010rp.jpg (http://img121.imageshack.us/i/image010rp.jpg/)

amz
January 5th, 2010, 12:33 PM
^^ maaf ya..... gambarnya cuma kualitas Handphone 2 megapixel :nuts:

Kris18
January 5th, 2010, 03:27 PM
mantap bang AMZ! :)

thanks yaa :)...

aku dah balek lagi ke jakarta nih :ohno:

amz
January 5th, 2010, 03:38 PM
mantap bang AMZ! :)

thanks yaa :)...

aku dah balek lagi ke jakarta nih :ohno:

^^ yups.... same2.... :cheers: bersiap menunggu sureprize kalo balik lagi ke PKU ntar... *apa kira2 yang berubah????* :)

rilham2new
January 5th, 2010, 11:36 PM
@Amz ...Terima kasih, Update nya mantap :banana:

join_zulfian
January 6th, 2010, 04:34 AM
Jalan Sukarno Hatta (depan Hotel Ibis) di pagi hari
http://img204.imageshack.us/img204/6454/pc270596.jpg (http://img204.imageshack.us/i/pc270596.jpg/)
By join_zulfian (http://profile.imageshack.us/user/join_zulfian)

join_zulfian
January 6th, 2010, 04:36 AM
lagi
http://img218.imageshack.us/img218/8788/pc270602.jpg (http://img218.imageshack.us/i/pc270602.jpg/)
By join_zulfian (http://profile.imageshack.us/user/join_zulfian)

rilham2new
January 6th, 2010, 11:29 AM
^^ Terima kasih untuk gambarnya, tapi sebaiknya diposting di thread PKU di bawah Nusantara saja. Soalnya di sini khusus project.

Kris18
January 6th, 2010, 12:28 PM
Ini di jalan Arifin Achmad, nah di lokasi depan yang dipagari itulah, direncanakan akan dibangun sebuah hotel bertaraf internasional di Pekanbaru.

Kalau kulihat, lahannya sangat luas, dan ada papan pengumuman di sana yang bertuliskan "Insya Allah, disini akan dibangun hotel bertaraf internasional".

Sorry, aku kelupaan ngambil gambarnya :D

http://farm3.static.flickr.com/2682/4250165832_5eed5ef5ed_b.jpg


^^
kira-kira hotel apa yaah yang akan dibangun?? :cheers:

fahminanda
January 6th, 2010, 03:28 PM
Mulai 2010, IMB Gedung Sembilan Lantai Tak Lewat DPRD
Written by parlindungan Wednesday, 06 January 2010 09:03

Sebelumnya, pembangunan gedung minimal berlantai sembilan dan seterusnya di Pekanbaru harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru. Tapi sepertinya mulai 2010 ini, DPRD Kota Pekanbaru tidak akan diikutkan dalam hal persetujuan pembangunan gedung berlantai tinggi tersebut. Hal ini terkait dengan evaluasi Perda Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dilakukan oleh Gubernur Riau, HM Rusli Zainal beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Hukum Pemko Pekanbaru, Yuliasman, saat ditemui riaubisnis.com di kantornya, Rabu (6/1/2010) mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi Gubri dan Surat Edaran Gubri Nomor 180/HK/34.28 Tanggal 10 Desember 2009, ada beberapa perubahan dari Perda IMB tersebut. “Pada surat edaran tersebut, ada beberapa pasal dan ayat yang akan diperbaiki, dirubah, bahkan ada yang dihapus,” ujarnya.

Salah satu pasal mengalami penghapusan adalah, Pasal 16, ayat 7. Dimana menurut Yulisman, secara garis besar, pasal tersebut berisikan mengenai harus adanya persetujuan DPRD untuk memberikan persetujuan izin ketinggian minimal sembilan lantai.

Yuliasman juga mengatakan, hari ini (Rabu, 6/1/2010, red) pihaknya akan mengadakan rapat dengan Dinas Tata Ruang dan Bangunan (Distaruba) Kota Pekanbaru mengenai adanya perubahan Perda IMB tersebut. “Baru setelah itu, hasil evaluasi Gubri dan hasil rapat dengan Distaruba ini akan kita serahkan kepada DPRD Kota Pekanbaru,” ujarnya lagi.

Meski evaluasi perda tersebut datang langsung dari Gubri, namun tetap saja dalam menjalankan aturan baru ini, pihaknya harus menunggu reaksi dari anggota dewan terlebih dahulu. “Bila mereka ngotot untuk tetap ikut dalam pemberikan izin tersebut, kita akan meminta bantuan Menteri Dalam Negeri untuk menyelesaikan masalah tersebut,” terang Yulliasman.

Yuliasman juga mengatakan, keluarnya evaluasi perda ini berdasarkan undang-undang otonomi daerah yang berlaku. Dimana menurutnya, tugas DPRD hanya sebatas pada kegiatan legislatif dan pengawasan anggaran, di luar itu, DPRD tidak memiliki kewenangan sedikitpun.(*)

Lesly | Edited by Parlindungan
^^
Setuju, kalo ikut campur DPRD banyak tetek bengeknya dan bisa jadi mengada-ada, bisa2 investor bisa lari tunggang-langgang... :)

amz
January 6th, 2010, 04:15 PM
^^ horeeeeee...!!!! setuju banget kalo ini..... biar g' betingkah tuw orang-orang ***.....

rasarya
January 6th, 2010, 05:09 PM
Ini di jalan Arifin Achmad, nah di lokasi depan yang dipagari itulah, direncanakan akan dibangun sebuah hotel bertaraf internasional di Pekanbaru.

Kalau kulihat, lahannya sangat luas, dan ada papan pengumuman di sana yang bertuliskan "Insya Allah, disini akan dibangun hotel bertaraf internasional".

Sorry, aku kelupaan ngambil gambarnya :D

http://farm3.static.flickr.com/2682/4250165832_5eed5ef5ed_b.jpg


^^
kira-kira hotel apa yaah yang akan dibangun?? :cheers:

aq pernah denger.. itu g cuman bakal di bangun hotel kelas international, tapi juga bakal ada covention hall nya yang gede bgt.. skrg rendering nya lagi sedang di kerjakan.. :cheers:

rilham2new
January 6th, 2010, 06:48 PM
Ini di jalan Arifin Achmad, nah di lokasi depan yang dipagari itulah, direncanakan akan dibangun sebuah hotel bertaraf internasional di Pekanbaru.

Kalau kulihat, lahannya sangat luas, dan ada papan pengumuman di sana yang bertuliskan "Insya Allah, disini akan dibangun hotel bertaraf internasional".

Sorry, aku kelupaan ngambil gambarnya :D

http://farm3.static.flickr.com/2682/4250165832_5eed5ef5ed_b.jpg


^^
kira-kira hotel apa yaah yang akan dibangun?? :cheers:

Ternyata besar juga lahannya ... Kalau di Pekanbaru, jalan Tuanku Tambusai Ujung, Jalan SM Amin, dan Jalan Sukarno-Hatta .. itu udah pakai sistem KAVLING kalau mau jual beli tanah di situ.

Apakah di Arifin Ahmad juga pakai Kavling ???

Contoh penggunaan sistem Kavling misalnya : Hotel Ibis, Jalan Soekarno-hatta Kav. 148 , Pekanbaru-Riau ...

Ciri khas jalan pakai sistem kavling itu, bangunan yang berdiri (kecuali bangunan lama), adalah bangunan2 besar. Kalaupun ada Ruko, tapi bentuknya merupakan kompleks. Normalnya memang bukan untuk rumah tunggal (kecuali sangat2 kaya, sampe halamannya sebesar kavlingan di Arengka :D)

rilham2new
January 6th, 2010, 06:55 PM
Mulai 2010, IMB Gedung Sembilan Lantai Tak Lewat DPRD
Written by parlindungan Wednesday, 06 January 2010 09:03

Sebelumnya, pembangunan gedung minimal berlantai sembilan dan seterusnya di Pekanbaru harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru. Tapi sepertinya mulai 2010 ini, DPRD Kota Pekanbaru tidak akan diikutkan dalam hal persetujuan pembangunan gedung berlantai tinggi tersebut. Hal ini terkait dengan evaluasi Perda Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang dilakukan oleh Gubernur Riau, HM Rusli Zainal beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Hukum Pemko Pekanbaru, Yuliasman, saat ditemui riaubisnis.com di kantornya, Rabu (6/1/2010) mengatakan, berdasarkan hasil evaluasi Gubri dan Surat Edaran Gubri Nomor 180/HK/34.28 Tanggal 10 Desember 2009, ada beberapa perubahan dari Perda IMB tersebut. “Pada surat edaran tersebut, ada beberapa pasal dan ayat yang akan diperbaiki, dirubah, bahkan ada yang dihapus,” ujarnya.

Salah satu pasal mengalami penghapusan adalah, Pasal 16, ayat 7. Dimana menurut Yulisman, secara garis besar, pasal tersebut berisikan mengenai harus adanya persetujuan DPRD untuk memberikan persetujuan izin ketinggian minimal sembilan lantai.

Yuliasman juga mengatakan, hari ini (Rabu, 6/1/2010, red) pihaknya akan mengadakan rapat dengan Dinas Tata Ruang dan Bangunan (Distaruba) Kota Pekanbaru mengenai adanya perubahan Perda IMB tersebut. “Baru setelah itu, hasil evaluasi Gubri dan hasil rapat dengan Distaruba ini akan kita serahkan kepada DPRD Kota Pekanbaru,” ujarnya lagi.

Meski evaluasi perda tersebut datang langsung dari Gubri, namun tetap saja dalam menjalankan aturan baru ini, pihaknya harus menunggu reaksi dari anggota dewan terlebih dahulu. “Bila mereka ngotot untuk tetap ikut dalam pemberikan izin tersebut, kita akan meminta bantuan Menteri Dalam Negeri untuk menyelesaikan masalah tersebut,” terang Yulliasman.

Yuliasman juga mengatakan, keluarnya evaluasi perda ini berdasarkan undang-undang otonomi daerah yang berlaku. Dimana menurutnya, tugas DPRD hanya sebatas pada kegiatan legislatif dan pengawasan anggaran, di luar itu, DPRD tidak memiliki kewenangan sedikitpun.(*)

Lesly | Edited by Parlindungan
^^
Setuju, kalo ikut campur DPRD banyak tetek bengeknya dan bisa jadi mengada-ada, bisa2 investor bisa lari tunggang-langgang... :)

Ini yang aku tunggu-tunggu. berarti syukurlah pemerintah kita mulai sadar dan merevisi perda-perda yang tidak Pro-investasi.

Kudengar tahun 2008-2009 ada beberapa perda yang direvisi jadi lebih "ramah" investasi, jelasnya aku kurang pasti. Tapi seharusnya memang harus ramah investasi.

Terutama ttg perizinan gedung 9 tingkat ke atas yang harus lewat DPRD,, What the f*ck lah ..... Orang Bank Riau aja sampe geleng-geleng mau bangun Menara Dang Merdu (kantor Pusat bank Riau yang baru) padahal dananya udah ada dan mereka siap pakai duit Bank Riau sendiri.... tapi, setidaknya ada 2 penghalang besar:
1. Inventaris Balai Dang Merdu yang aset milik PEMPROV ternyata untuk dialihkan ke Bank Riau, harus pake proses dan "proses" di DPRD Provinsi Riau. Di sisi lain, Bank Riau sangat tidak memperdulikan Menara Bank Riau mereka ini nanti dibangun di mana saja .. bagi mereka kantor hari ini sangat tidak representatif. PEMPROV Riau ngotot harus dilokasi Dang Merdu, karena untuk mempertahankan estetika PUSAT KOTA PEKANBARU yang setidaknya harus ada 3 landmark, Perpustakaan Soeman HS (6 tingkat - sudah beroperasi sejak 2008), Menara Lancang Kuning (9 tingkat - juga sudah beroperasi sejak 2008), dan Menara Dang Merdu (18 tingkat -- baru akan mulai dibangun pada April 2010)
2. Berhubung bangunan akan setinggi 18 tingkat. Perizinan harus lewat DPRD KOta Pekanbaru. Wah, ada beberapa perizinan yang sempat berpolemik di sini (beberapa tahun yang lalu). Sekarang, kalau PERDA nya jadi direvisi. Ini sudah bisa diatasi :banana:

Veryy Goood!!!

rasarya
January 6th, 2010, 07:12 PM
tapi, setidaknya ada 2 penghalang besar:
1. Inventaris Balai Dang Merdu yang aset milik PEMPROV ternyata untuk dialihkan ke Bank Riau, harus pake proses dan "proses" di DPRD Provinsi Riau. Di sisi lain, Bank Riau sangat tidak memperdulikan Menara Bank Riau mereka ini nanti dibangun di mana saja .. bagi mereka kantor hari ini sangat tidak representatif. PEMPROV Riau ngotot harus dilokasi Dang Merdu, karena untuk mempertahankan estetika PUSAT KOTA PEKANBARU yang setidaknya harus ada 3 landmark, Perpustakaan Soeman HS (6 tingkat - sudah beroperasi sejak 2008), Menara Lancang Kuning (9 tingkat - juga sudah beroperasi sejak 2008), dan Menara Dang Merdu (18 tingkat -- baru akan mulai dibangun pada April 2010)
2. Berhubung bangunan akan setinggi 18 tingkat. Perizinan harus lewat DPRD KOta Pekanbaru. Wah, ada beberapa perizinan yang sempat berpolemik di sini (beberapa tahun yang lalu). Sekarang, kalau PERDA nya jadi direvisi. Ini sudah bisa diatasi

ham.. kemarn kan awalnya menara bank riau 16 lt ya.. trus d tambah 2 lantai lagi.. dang merdu itu kan bukannya jalur pesawat ya? apa lagi kalau rencana perpanjangan runway SSK II jadi di lakukan, bukannya pswt bakal ambil ancang2 untuk mendarat lebih rendah lagi.. apa g mengganggu tuh?? :ohno::ohno:

rilham2new
January 7th, 2010, 03:57 AM
ham.. kemarn kan awalnya menara bank riau 16 lt ya.. trus d tambah 2 lantai lagi.. dang merdu itu kan bukannya jalur pesawat ya? apa lagi kalau rencana perpanjangan runway SSK II jadi di lakukan, bukannya pswt bakal ambil ancang2 untuk mendarat lebih rendah lagi.. apa g mengganggu tuh?? :ohno::ohno:

Nah itu aku kurang mengerti.

Tahu dari mana pesawat bakal ambil ancang2 lebih rendah ?? Tahu gak kalau perpanjangan runway nantinya bakal 45x2600 m ??? :D (data resmi ANGKASA PURA II). Perpanjangan itu positif jadi dilakukan.... tapi memang belum mulai kerja merekanya.

Berarti kalau seandainya take off ke utara pun, dari ujung landasan sebelah selatan. Kalau seandainya pesawatnya B737, justru pesawatnya akan take-off 600 meter lebih jauh. Simple nya ... Lagipula sebagian besar pendaratan (dari Jakarta) rata2 dilakukan dari R/W 36 (sebelah selatan).

Ya itu asal2an nya aku aja... detailnya pasti tidak begitu.

Kris18
January 7th, 2010, 06:09 AM
^^

Yup, kebanyakan sih begitu bang, rata-rata, aku nih yang sering terbang dari dan ke Pekanbaru pasti ambil jalur arah selatan (daerah Kampar Kiri) coba deg pas mau landing atau take off liat di jendela pemandangan alur-alur sungai itu kan teratak buluh :D, jarang sih yang langsung dari utara kota Pekanbaru langsung.

nowan
January 7th, 2010, 06:16 AM
Rata2 pesawat jet komersil mengambil sudut (glide slope) 3 derajat untuk mendarat. Ya tinggal dikira2 saja berapa tinggi bangunan maksimal di kawasan ujung2 landasan. Menara Bank Riau atau The Peak saya kira cukup jauh dari ujung landasan SSK2. Coba dihitung pakai prinsip trigonometri dan masukin sedikit faktor keamanan :-)

Jika landasan pacu bandara pendek, pesawat2 besar akan memanfaatkan seluruh panjang landasan. Nah ini akan menyebabkan pesawat tsb terlihat terbang lebih rendah krn harus segera mencapai ujung landasan.

Kalau SSK2 jadi diperpanjang sampai 2,6km mah saya kira jumbo jet cukup leluasa untuk terbang dan mendarat di situ selama kondisi mendukung:)

Untuk 'take off' sudutnya lebih besar biasanya, jadi tidak masalah asal jg jatuh aja :D Apalagi pesawat2 generasi baru sekarang ujung2 sayapnya pakai 'winglet' yg membantu memudahkan pesawat 'climbing'. cmiiw :) <sok tahu mode: on> :D

Kris18
January 7th, 2010, 06:22 AM
^^
mantap analisanya :D

lagipula, penambahan jadi 18 lantai itu, apakah termasuk ketinggiannya jugakah? jangan-jangan ntar malah mirip gedung hotel grand zuri itu lagi, 10 lantai lebih tapi kok masih kelihatan rendahnya yaa? :nuts:

kalau soal the peak, aku dengar katanya ketinggiannya bakal dipangkas lagi yaa? :nuts: dari 29 lantai jadi 23 lantai??:nuts: :bash:

fahminanda
January 7th, 2010, 09:54 AM
^^

Yup, kebanyakan sih begitu bang, rata-rata, aku nih yang sering terbang dari dan ke Pekanbaru pasti ambil jalur arah selatan (daerah Kampar Kiri) coba deg pas mau landing atau take off liat di jendela pemandangan alur-alur sungai itu kan teratak buluh :D, jarang sih yang langsung dari utara kota Pekanbaru langsung.
^^
Kebanyakan yg mengatakan jalur pesawat itu hanya versi DPRD, contohya wkt pembangunan the peak, waahhhh...versi merekalah pembangunan the peak jd terkendala sekian lama. dan akhirnya the peak mau hengkang dr Pekanbaru untuk bangun di kota lain aja, krn sikap "jual mahal" td akhirnya the peak dapat ijin dan akhirnya jd juga peletakan batu pertama, tp akhirnya :ohno:.......sampai sekarang terkendala. mudah2an tahun ini akan dilanjutkan pembangunannya, tp dengar2 ada pemangkasan, dari 29 menjadi 23. tapi no problem...........lanjut mang:banana:

Kris18
January 7th, 2010, 10:08 AM
^^
begitulah bang , rata-rata kebijakkan pemko ataupun pemprov bahkan soal ijin pengurusan investor itu :ohno:. tapi sekarang katanya regulasi udah mulai ditinjau kembali

rilham2new
January 7th, 2010, 10:15 AM
^^
mantap analisanya :D

lagipula, penambahan jadi 18 lantai itu, apakah termasuk ketinggiannya jugakah? jangan-jangan ntar malah mirip gedung hotel grand zuri itu lagi, 10 lantai lebih tapi kok masih kelihatan rendahnya yaa? :nuts:

kalau soal the peak, aku dengar katanya ketinggiannya bakal dipangkas lagi yaa? :nuts: dari 29 lantai jadi 23 lantai??:nuts: :bash:

Kalau hotel/apartment memang ukurang per tingkatnya lebih rendah, ketimbang OFFICE. OFFICE biasanya memang lebih besar.

rilham2new
January 7th, 2010, 10:18 AM
^^
Kebanyakan yg mengatakan jalur pesawat itu hanya versi DPRD, contohya wkt pembangunan the peak, waahhhh...versi merekalah pembangunan the peak jd terkendala sekian lama. dan akhirnya the peak mau hengkang dr Pekanbaru untuk bangun di kota lain aja, krn sikap "jual mahal" td akhirnya the peak dapat ijin dan akhirnya jd juga peletakan batu pertama, tp akhirnya :ohno:.......sampai sekarang terkendala. mudah2an tahun ini akan dilanjutkan pembangunannya, tp dengar2 ada pemangkasan, dari 29 menjadi 23. tapi no problem...........lanjut mang:banana:

Sebenarnya aku justru malah takut kalau jadi dibangun 29 tingkat. karena itu akan menghancurkan estetika kawasan itu :D ... Soalnya Menara Dang Merdu cuman 18 tingkat. Kalau tiba2 ada 11 tingkat menjulang dan di kiri kanannya kosong, rasanya terlihat menggelikan :D

Jadi seandainya 23 tingkat itu sudah bagus sekali. Di tambah kawasan SCC nantinya akan ada 2 tower yang masing2 sekitar 20 tingkat. Jadi kawasan ini setidaknya punya skyline keren :D ..

rilham2new
January 7th, 2010, 10:25 AM
Rata2 pesawat jet komersil mengambil sudut (glide slope) 3 derajat untuk mendarat. Ya tinggal dikira2 saja berapa tinggi bangunan maksimal di kawasan ujung2 landasan. Menara Bank Riau atau The Peak saya kira cukup jauh dari ujung landasan SSK2. Coba dihitung pakai prinsip trigonometri dan masukin sedikit faktor keamanan :-)

Jika landasan pacu bandara pendek, pesawat2 besar akan memanfaatkan seluruh panjang landasan. Nah ini akan menyebabkan pesawat tsb terlihat terbang lebih rendah krn harus segera mencapai ujung landasan.

Kalau SSK2 jadi diperpanjang sampai 2,6km mah saya kira jumbo jet cukup leluasa untuk terbang dan mendarat di situ selama kondisi mendukung:)

Untuk 'take off' sudutnya lebih besar biasanya, jadi tidak masalah asal jg jatuh aja :D Apalagi pesawat2 generasi baru sekarang ujung2 sayapnya pakai 'winglet' yg membantu memudahkan pesawat 'climbing'. cmiiw :) <sok tahu mode: on> :D

Dan lahan untuk perpanjangan runway itu sudah ada, tinggal pembebasan dikit untuk CLEARANCE AREA di kiri-kanan R/W ...

Yang diperpanjang adalah R/W eksisting. Dan mengenai APRON, nantinya APRON akan menghancurkan gedung terminal eksisting :D

Dan areal parkir dirancang untuk 500 mobil :) ... Dan di antara pengembangan airport baru di Pulau Sumatra yang dicanangkan AP II, airport Pekanbaru akan terbesar ke-2 setelah Kuala Namu.

Kuala Namu gede banget sampai ada 9 garbarata wide-body... Cuman di DETAIL ENGINEERING DESIGN nya SSK II itu aku tidak melihat akan ada garbaranyata :(

rilham2new
January 7th, 2010, 10:41 AM
Ini gambar diambil dari atap Plaza Citra (tinggi sekitar 7-8 tingkat).

Ternyata ujung utara R/W SSK II terlihat :D ....Gambar oleh zahra.zalfa
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/8637344.jpg
^^ landasannya terlihat seperti tanjakan rupanya :D

Ini lah bangunan2 yang terdapat di sekitaran Plaza Citra, di antaranya Gedung Perkantoran Surya Dumai (11 tingkat) ... gambar oleh zahra.zalfa
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/8637317.jpg
^^ Tidak termasuk Sudirman City Center yang sekarang pembangunan hotel nya sudah masuk ke lantai ke-9, tidak termasuk Perpustakaan Soeman HS (6 tingkat) dan Menara Lancang Kuning (9 tingkat).

rasarya
January 7th, 2010, 11:17 AM
Rata2 pesawat jet komersil mengambil sudut (glide slope) 3 derajat untuk mendarat. Ya tinggal dikira2 saja berapa tinggi bangunan maksimal di kawasan ujung2 landasan. Menara Bank Riau atau The Peak saya kira cukup jauh dari ujung landasan SSK2. Coba dihitung pakai prinsip trigonometri dan masukin sedikit faktor keamanan :-)

Jika landasan pacu bandara pendek, pesawat2 besar akan memanfaatkan seluruh panjang landasan. Nah ini akan menyebabkan pesawat tsb terlihat terbang lebih rendah krn harus segera mencapai ujung landasan.

Kalau SSK2 jadi diperpanjang sampai 2,6km mah saya kira jumbo jet cukup leluasa untuk terbang dan mendarat di situ selama kondisi mendukung:)

Untuk 'take off' sudutnya lebih besar biasanya, jadi tidak masalah asal jg jatuh aja :D Apalagi pesawat2 generasi baru sekarang ujung2 sayapnya pakai 'winglet' yg membantu memudahkan pesawat 'climbing'. cmiiw :) <sok tahu mode: on> :D

:yes: Oooo... jadi begitu toh..

nowan
January 7th, 2010, 11:20 AM
Gas Alam di Indonesia yang skala besar (dan direncanakan dalam segala besar) baru ada di Arun (Aceh), Natuna (Kepri), Bontang (Kaltim), dan Tangguh (Papua).

Apa Riau tidak berencana mendatangkan investor untuk mengembangkan potensi ini. AKu kurang tahu di Riau Daratan ada sumber Gas Bumi atau tidak. Kalau ada wah, ekonomi Riau bisa melonjak lagi :D.... Bisa lah untuk mencadang-cadangkan kalau seandainya Chevron "redup" suatu saat nanti (walau sekarang udah gak sejaya dulu -- *lifting* nya). Walaupun, sebenarnya kalau lihat kondisi hari ini Industri Kelapa Sawit, Kertas dan Perhutanan (dan lain2 di luar MIGAS) di Riau sudah menguasai 60% GDP Riau.

Sbg penghasil minyak bumi sudah pasti Riau jg menghasilkan gas alam. Kalau di Duri sebagian besar dipakai sendiri oleh Chevron utk mesin2 uapnya (injeksi dan pembangkit listrik), selebihnya ntah dikemanain? Byk juga yg dibuang begitu saja melalui menara2 pembakaran gas (flare tower) karena tidak ekonomis utk diproduksi. Sayangkan?
Kalau lapangan2 besar spt Arun, Bontang, Tangguh ya sudah jelas buat ekspor utk menunjang APBN negara :) Sampai2 kita sendiri kekurangan gas :) PLTU2 dipaksa minum solar bukannya gas :) Syukurlah kalau memang benar Pemerintah akan semakin memprioritaskan penggunaan gas utk kebutuhan dlm negeri sendiri.
Sumber2 gas alam baru di daratan Riau? ya semoga adalah :) Dalamnya lautan dpt diduga, dlmnya gas di perut bumi Riau siapa tahu? hehe..mahal ngebornya :D Dulu kayaknya pernah ada deh ditemukan cadangan gas alam di Tenayan. Ya siapa tahu ada juga di tempat2 lain. Ada yg dari Distamben?

Dan lahan untuk perpanjangan runway itu sudah ada, tinggal pembebasan dikit untuk CLEARANCE AREA di kiri-kanan R/W ...

Yang diperpanjang adalah R/W eksisting. Dan mengenai APRON, nantinya APRON akan menghancurkan gedung terminal eksisting :D

Dan areal parkir dirancang untuk 500 mobil :) ... Dan di antara pengembangan airport baru di Pulau Sumatra yang dicanangkan AP II, airport Pekanbaru akan terbesar ke-2 setelah Kuala Namu.

Kuala Namu gede banget sampai ada 9 garbarata wide-body... Cuman di DETAIL ENGINEERING DESIGN nya SSK II itu aku tidak melihat akan ada garbaranyata :(

kedua terbesar? wow.. mantap. Lho bukannya di maket yg pernah dipos dulu ada garbaratanya? Ga jadi buat landasan pacu baru ya? Ada detail desain terakhirnya?

Kris18
January 7th, 2010, 11:41 AM
Sebenarnya aku justru malah takut kalau jadi dibangun 29 tingkat. karena itu akan menghancurkan estetika kawasan itu :D ... Soalnya Menara Dang Merdu cuman 18 tingkat. Kalau tiba2 ada 11 tingkat menjulang dan di kiri kanannya kosong, rasanya terlihat menggelikan :D

Jadi seandainya 23 tingkat itu sudah bagus sekali. Di tambah kawasan SCC nantinya akan ada 2 tower yang masing2 sekitar 20 tingkat. Jadi kawasan ini setidaknya punya skyline keren :D ..

apalagi kalau yang menjulang paling tinggi itu punya pemprov :D wah nanti makin penuh aja tuh komentar-komentar "narsis" di fesbuk Riau, fesbuk Pekanbaru, tribun sama rtv :D

jangankan itu, bank Riau mau bangun menara aja masih dikira-kira sama masyarakat dibangun pemerintah yang katanya menghambur-hamburkan :nuts:, padahalkan tidak :bash:
sekarang sih masih ada yang kayak gitu :ohno:, tapi nanti kalau the peak, menara dang merdu, scc udah jadi, mungkin baru diam deh :D.


merusak estetika?? intinya biar sejajar sama tinggi kan bang? :D. ya setidaknya gak kayak di Dubai, menara nya paling narsis diantara pencakar-pencakar langit yang lain :D.

aku oke-oke aja kalau mau 29 atau 23, duh the peak itu semula mau dibangun 33 lantai, trus dipangkas jadi 29 trus ketinggiannya yang dianggap DPRD bermasalah dipangkas lagi tingginya :nuts:, eh sekarang jadi 23 :nuts:. Tapi biarinlah yang penting benar jadi, daripada enggak sama sekali :D

nowan
January 7th, 2010, 11:54 AM
Ini gambar diambil dari atap Plaza Citra (tinggi sekitar 7-8 tingkat).

Ternyata ujung utara R/W SSK II terlihat :D ....Gambar oleh zahra.zalfa
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/8637344.jpg
^^ landasannya terlihat seperti tanjakan rupanya :D


oo.. di atas bukit ya ujung utara landasannya. Baru tahu juga :) Akan diperpanjang ke utara ga ya, sampai dekat ke jalan menuju kompleks AU? Hehe.. lumayan ntar buat ngerasain bgm dahsyatnya semburan jet pesawat saat mau lepas landas :D

Kris18
January 7th, 2010, 11:58 AM
^^

Itu yang kelihatan runwaynya adalah daerah bila kita jalan menuju akses menuju kompleks AU kan?

^^ Keren :okay:

Kris ... ngomong2 Jembatan Siak III itu nantinya lebarnya berapa lajur ??? Sepertinya cuman dirancang untuk 2 lajur saja, ya ???

Aku benar2 khawatir kalau Jembatan Siak IV nanti juga cuman 2 lajur :nuts: ...

http://farm5.static.flickr.com/4052/4232684873_01ac5bb026_b.jpg

Jembatan Siak III itu akan punya 2 lajur, dan kiri kanannya ada tempat pejalan kaki, kemungkinan, jembatan siak III ini akan digunakan menjadi jalan satu arah dari Rumbai ke pusat kota Pekanbaru. Sebaliknya jembatan sungai Siak I akan digunakan pula menjadi satu arah dari pusat kota ke Rumbai.

Jembatan Siak IV, nah ini aku agak khawatir, kok sekilas pondasinya mirip-mirip dengan jembatan siak III yaa?? :D , atau ini baru pondasi awalnya aja??

Pemukiman Rumah2 kayu di situ udah dipindah ke mana ?????

yang disitu gak tahu pindah kemana bang, yang jelas pedagang-pedagang yang jualan jagung-jagung itu masih ada disitu di kiri kanannya, kemungkinan kalau turap itu dah jadi bisa jadi tempat lapak baru sama mereka :nuts:

Kris18
January 7th, 2010, 12:07 PM
bakalan dibangun main stadium..tepat d sebrang RUSUNAWA..dan bersebelahan dengan GRAND GASING MILLENIUM...
:nuts:

http://images.nopriansyah.multiply.com/image/1/photos/16/600x600/18/100-0450.JPG?et=1gisVIhHRMYu7ONjpuGcjQ&nmid=306182356

http://images.nopriansyah.multiply.com/image/1/photos/16/600x600/19/100-0449.JPG?et=%2BbA5FP6TsK%2C%2BfgxnZIZy1g&nmid=306182356


aboy_wew bisa yaa ambil gambar langsung dari UR?? kok aku rasanya tak dibolehin ya kemarin? :nuts: :bash:

dan dengan terpaksa aku ambil gambar mutar dari arah jalan S.M. Amin :nuts:

http://farm3.static.flickr.com/2757/4253003363_b9629f2441_b.jpg

aboy_wew
January 7th, 2010, 01:42 PM
^^ masuk UR itu kan skrg kndraan wjib pake sticker UR...jdi yang gk ad sticker UR d kendaraan ny lapor dulu..y klo untung2-an kyk siang hari bisa lewat..tpi satpam ny sering tegak2 d dpan..(berhubung ortu aq dosen d situ jdi santai aj,,nganter jmput)hehehee...

aboy_wew
January 7th, 2010, 01:46 PM
Dan lahan untuk perpanjangan runway itu sudah ada, tinggal pembebasan dikit untuk CLEARANCE AREA di kiri-kanan R/W ...

Yang diperpanjang adalah R/W eksisting. Dan mengenai APRON, nantinya APRON akan menghancurkan gedung terminal eksisting :D

Dan areal parkir dirancang untuk 500 mobil :) ... Dan di antara pengembangan airport baru di Pulau Sumatra yang dicanangkan AP II, airport Pekanbaru akan terbesar ke-2 setelah Kuala Namu.

Kuala Namu gede banget sampai ada 9 garbarata wide-body... Cuman di DETAIL ENGINEERING DESIGN nya SSK II itu aku tidak melihat akan ada garbaranyata :(

ham..aq liat d bndara kmren..ad bbrpa gmbar2 bndara ny,,dsitu ad gambar garbarata ny bnyak(lebih dari 5)..trus d gmbar lain ny,,eh cuma ad 3..:nuts:
bingung saya...*ad gk y aq foto..ntar deh d cari dlu,,hehe

fahminanda
January 7th, 2010, 03:49 PM
Sebenarnya aku justru malah takut kalau jadi dibangun 29 tingkat. karena itu akan menghancurkan estetika kawasan itu :D ... Soalnya Menara Dang Merdu cuman 18 tingkat. Kalau tiba2 ada 11 tingkat menjulang dan di kiri kanannya kosong, rasanya terlihat menggelikan :D

Jadi seandainya 23 tingkat itu sudah bagus sekali. Di tambah kawasan SCC nantinya akan ada 2 tower yang masing2 sekitar 20 tingkat. Jadi kawasan ini setidaknya punya skyline keren :D ..
^^
kalau menghancurkan estetika kawasan setempat rasanya tidaklah. dan kalau mau berkembang sptnya begitulah. dan kita belum th kedepan jalan sudirman nantinya. bisa jadi nanti akan ada gedung yg melebihi 29 lantai dekat di kawasan itu. sepertinya lantai 29 dan lantai 18 saling membelakangi ga masalah. mari kita lihat di tahun 2012 nanti........:)

(Maap, yg ini ga nyambung ma yg di atas:)) Sekarang ini yang sangat merusak estetika adalah bundaran air mancur di depan kantor walikota. knp air mancur tsb tdk dipagari aja supaya orang tdk berbondong2 dtg ksn ( apakah pemko membangun air mancur tsb tempat wisata ya?) padahal area tsb jalan raya dan kadang2 sebagian jalan ditutupi utk parkir kendaraan, belum lagi org jualan. semua ini benar2 mengganggu pengguna jalan raya dan ku akui merusak pemandangan. secara logika, seandainya kita dari daerah lain dan berkunjung ke Pekanbaru, apa yg terpikir oleh kita melihat bundaran air mancur tsb dikunjungi oleh ratusan org? tahulah...:ohno:

Kris18
January 7th, 2010, 03:59 PM
^^
nih komen aku yang sama :D

apalagi kalau yang menjulang paling tinggi itu punya pemprov :D wah nanti makin penuh aja tuh komentar-komentar "narsis" di fesbuk Riau, fesbuk Pekanbaru, tribun sama rtv :D

jangankan itu, bank Riau mau bangun menara aja masih dikira-kira sama masyarakat dibangun pemerintah yang katanya menghambur-hamburkan :nuts:, padahalkan tidak :bash:
sekarang sih masih ada yang kayak gitu :ohno:, tapi nanti kalau the peak, menara dang merdu, scc udah jadi, mungkin baru diam deh :D.


merusak estetika?? intinya biar sejajar sama tinggi kan bang? :D. ya setidaknya gak kayak di Dubai, menara nya paling narsis diantara pencakar-pencakar langit yang lain :D.

aku oke-oke aja kalau mau 29 atau 23, duh the peak itu semula mau dibangun 33 lantai, trus dipangkas jadi 29 trus ketinggiannya yang dianggap DPRD bermasalah dipangkas lagi tingginya :nuts:, eh sekarang jadi 23 :nuts:. Tapi biarinlah yang penting benar jadi, daripada enggak sama sekali :D



udah banyak contohnya bang :D, tuh si bolot korengan :bash:

intinya , di Pekanbaru dua monumen yang letaknya di pusat kota itu rasanya sudah telat untuk seukuran kota Pekanbaru sendiri.

Dulu, dua monumen itu serasa gagah waktu jaman 80an, 90an, yaa waktu jaman2 Pekanbaru masih seukuran kota kabupatenlah... :D

populasi waktu itu masih sedikit, Pekanbaru belum begitu populer, tata kotanya masih belum begitu besar, yang penting pada jaman dulu itu orang kalau udah masuk jalan Sudirman aja udah ngerasa di Pekanbaru nya ..

monumen air mancur itu pernah berhenti airnya pas pertengahan tahun 90an. Namun , semenjak pak Herman, walikota kita itu menata kembali icon lama kota bertuah tersebut, listrik untuk menghidupkan air mancurnya bahkan langsung dari kantor walikota lhoo :nuts:

seharusnya warga yang sadar, warga dan pedagang yang baik tentu tak akan mau sampai menyesakkan disana.

Tapi seiring dengan perkembangan dan waktu, kita lihat saja nanti bang, pasti ada gebrakan, rintangan-rintangan kayak anggota dewan itu lewatin ajaaa :D....

rilham2new
January 7th, 2010, 04:23 PM
^^ Pembangunan Pekanbaru memang terjadi dalam kecepatan yang tidak bisa dibayangkan, bahkan pada sensus tahun 2000, Penduduk PKU hanya 583 ribu jiwa .... Itu setara kota besar (pada fasa awal banget).

Siapa sangka tidak perlu populasi 1 juta jiwa di Kota PKU ini untuk punya stadion bertaraf internasional, bandara (yang akan) bertaraf internasional--walau secara trafik sih sudah, mal2 di kota kita saja lihat contoh nyata.

Kota ini sudah punya ACE HARDWARE, Hypermart, Giant. Dengan potensi hinterland yang kecil. J.Co di PKU sudah ada 2 cabang, Kita udah punya GLORIA JEAN's coffee... Infra pendukung PKU menjadi kota metropol udah lengkap,,, ditambah tidak perlu populasi di atas 1 juta jiwa bagi PKU, untuk mempunyai TRANS METRO Pekanbaru yang ukuran bus nya memang sama sekali gak bisa dibayangkan kota ini sebelumnya.

rilham2new
January 7th, 2010, 04:28 PM
^^ Dan kita patut berbangga hati, bahwa ini semua justru terjadi di era ketika industri perminyakan sedang meredup dan tidak sejaya 1990-an awal. AKu pribadi cuman bisa menelan ludah melihat Kota PKU pada 1990-an, semua yang kaya dan makmur cuman lingkaran dalam perusahaan minyak saja.

Sekarang setelah sektor NON-MIGAS meledak gila-gilaan paska OTonomi Daerah, baru kita lihat "kemajuan" yang sesungguhnya. Sebuah sektor yang bener2 menggerakkan ke level yang semakin "mendekati" level akar rumput. Efeknya bagi kemajuan kota ini lebih nyata, ketimbang stagnasi PKU 1990-an.

Sampai kini dominasi sektor Non-Migas sudah mulai memanjat posisi di atas 50% GDP Riau itu prestasi yang membanggakan, sekaligus suatu hari nanti bisa jadi pembuktian kalau seandainya SDA habis... Riau tidak serta merta jatuh miskin :). Gak heran kalau PEMPROV Riau gila2an memasukkan investor non-Migas ke Riau ini. Tentu saja selain bermaksud supaya di Riau yang "bisa tertawa" adalah kalangan luar dan dalam camp juga :D

rilham2new
January 7th, 2010, 04:33 PM
^^ masuk UR itu kan skrg kndraan wjib pake sticker UR...jdi yang gk ad sticker UR d kendaraan ny lapor dulu..y klo untung2-an kyk siang hari bisa lewat..tpi satpam ny sering tegak2 d dpan..(berhubung ortu aq dosen d situ jdi santai aj,,nganter jmput)hehehee...

Mulai meniru kampus2 di Malaysia :nuts: ... Di kampus ku kalau gak ada stiker kampus gak bisa masuk, kecuali pakai PASS Pengunjung :nuts:

Kuharap UR jangan terlalu STRICT, nanti aku jadi susah mau potret2 di dalam kalau ke PKU suatu hari nanti.

Kalau pinjem stiker orang kira2 bisa masuk gak, ya ??? :D

rilham2new
January 7th, 2010, 04:37 PM
oo.. di atas bukit ya ujung utara landasannya. Baru tahu juga :) Akan diperpanjang ke utara ga ya, sampai dekat ke jalan menuju kompleks AU? Hehe.. lumayan ntar buat ngerasain bgm dahsyatnya semburan jet pesawat saat mau lepas landas :D

Jawabnya kalau menurut DED, adalah tidak akan diperpanjang ke utara :D

Nanti lah ya aku posting :tongue2: ... Aku dapat dari internet juga sih :)

rilham2new
January 7th, 2010, 07:19 PM
Ini gambar dapat dari INDOFLYER .... Kepunyaan Tumpenkmabur...

http://i304.photobucket.com/albums/nn166/tumpenkmabur/TR%20BTM%20PKU/z5.jpg

^^ Lihatlah bagaimana runway SSK II itu sebernarnya berada di atas tanah yang agak2 seperti bukit :D

Keren ya, kayak airport di pinggir jurang :tongue2:

Kalau kalian perhatikan kalau pesawat lagi taxiing ke arah ujung utara runway sebelum berputar ke selatan. Perhatikan, dari ujung selatan memang kelihatan kayak Pusat Kota Pekanbaru seolah-olah ada di sebelah bawah :D

AKu kira aku berhalusinasi tapi kelihatannya memang ada perbedaan elevasi signifikan. Jangan lupa Sudirman antara Simpang H.Imam Munandar (Harapan Raya) dengan Tuanku Tambusai adalah ruas yang berkelok-kelok dan agak naik-turun ;)...

Kelihatanny memang yang ter"mungkin" adalah pemanjangan ke selatan, lahannya juga per Juli 2009 masih tersedia kelihatannya.

bama84
January 7th, 2010, 09:09 PM
Kamis, 7 Januari 2010 15:14
Pembangunan Jalan Tol Pekabaru-Dumai Tanpa Investor

Pemerintah pusat, melaui Departemen PU mengintruksikan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai dilanjutkan, meskipun tidak ada investor yang berminat.

Riauterkini-PEKANBARU- Nihilnya minat investor untuk menjadi pelaksana pembangungan jalan tol Pekanbaru-Dumai tidak lagi menjadi persoalan serius. Pemerintan pusat, melaui Menteri Pekerjaan Umum telah mengintruksikan agar pembangunan jalan tol pertama di Riau tersebut tetap dilanjutkan, meskipun tidak ada investor berminat, setelah dua kali dilelang tidak ada pesertanya.

“Menteri PU sudah mengintruksikan agar pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai tetap dilaksanakan, meskipun tanpa investor. Pemerintah pusat akan mendanainya,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Riau Firduas dalam paparan yang disampaikan dalam rapat kerja bupati dan walikota se-Riau di Gedung Daerah Provinsi Riau di Pekanbaru, Kamis (7/1/10).

Menindaklanjuti intruksinya tersebut, Firdaus mengungkapkan komitmen Menteri PU untuk menyurati Menteri Kuangan, agar memberikan dukungan anggaran terhadap pembangunan jalan tol yang dinilainya sangat penting bagi percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan Sumatera, khususnya Riau tersebut.

Dalam pemaparannya, Firdaus menjelaskan, proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 134,80 kilometer tersebut diperkirakan menelan biaya Rp 8,37 triliun. Pemprov Riau dan empat daerah, yakni Pekanbaru, Siak, Bengkalis dan Dumai diberi beban menanggung biaya pembebasan lahan.

Lahan yang harus dibebaskan untuk pembangunan jalan tol tersebut mencapai 1.348 hektar. Terdapat di Pekanbaru 55 hektar, Siak 495 hektar, Bengkalis 520 hekar dan Dumai 278 hektar. Total anggaran yang diperlukan untuk pembebasan lahan ditaksir sebesar Rp 144.857 miliar.

Anggaran tersebut dibagikan kepada keempat daerah dengan besaran berbeda. Pekanbaru harus menanggung Rp 4.094 miliar, Siak Rp 7,624 miliar, Bengkalis Rp 61.240 miliar dan Dumai Rp 71.896 miliar.

Para kepala daerah yang daerahnya terlintasi jalan tol menyatakan komitmen untuk mendukung keputusan pemerintah pusat tersebut. “Kami berkomitmen untuk menanggung pembebasan lahan. Tahun lalu, bahkan kita sudah alokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk itu,” ujar Bupati Bengkalis Syamsurizal kepada riauterkini usai pemaparan.***(mad)


sumber: riauterkini.com

bama84
January 7th, 2010, 09:17 PM
Ini gambar dapat dari INDOFLYER .... Kepunyaan Tumpenkmabur...

http://i304.photobucket.com/albums/nn166/tumpenkmabur/TR%20BTM%20PKU/z5.jpg

^^ Lihatlah bagaimana runway SSK II itu sebernarnya berada di atas tanah yang agak2 seperti bukit :D

Keren ya, kayak airport di pinggir jurang :tongue2:

Kalau kalian perhatikan kalau pesawat lagi taxiing ke arah ujung utara runway sebelum berputar ke selatan. Perhatikan, dari ujung selatan memang kelihatan kayak Pusat Kota Pekanbaru seolah-olah ada di sebelah bawah :D

AKu kira aku berhalusinasi tapi kelihatannya memang ada perbedaan elevasi signifikan. Jangan lupa Sudirman antara Simpang H.Imam Munandar (Harapan Raya) dengan Tuanku Tambusai adalah ruas yang berkelok-kelok dan agak naik-turun ;)...

Kelihatanny memang yang ter"mungkin" adalah pemanjangan ke selatan, lahannya juga per Juli 2009 masih tersedia kelihatannya.

kayaknya kalau diperpanjang ke selatan juga hampir tidak mungkin. sebab udah mentok ke perumahan penduduk. Apa perlu perumahan tersebut digusur ?

bama84
January 7th, 2010, 09:19 PM
Rabu, 6 Januari 2010 20:49
Pembebasan Lahan Tol Pekanbaru-Dumai Disegerakan

Meskipun belum ada investor berminat, namun Pemprov Riau dan daerah yang terlintasi jalan tol Pekanbaru-Dumai sepakat pembebasan lahan disegerakan.

Riauterkini-PEKANBARU-Meskipun telah berulang kali ditenderkan, namun tetap belum ada investor berminat, Pemprov Riau dan sejumlah daerah yang terlintasi proyek yalan tok Pekanbaru-Dumai berksimpulan, kepastian status lahan menjadi salah satu kendala. Karena itu disepakati pembebasan lahan akan dilakukan sesegera mungkin.

Masalah pembebasan lahan untuk jalan tol ini menjadi salah satu agenda penting dalam rapat kerja (Raker) bupati dan walikota se-Riau yang digelar besok, Kamis (7/1/10) di Hotel Labersa, Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Ada lima daerah yang akan menjadi lintasan jalan tol tersebut, yakni Pekanbaru, Kampar, Siak dan Bengkalis.

"Dalam raker Bupati dan Walikota se Riau besok kita rencanakan akan membentuk tim 9 pembebasan lahan untuk jalan tol Pekanbaru-Dumai, nanti akan melibatkan para Bupati dan Walikota yang daerahnya terkena pembangunan jalan Tol ini, seperti Siak, Bengkalis,Dumai dan Pekanbaru," jelasnya kepada wartawan, termasuk riauterkini di ruang kerjanya, Rabu (6/1/10).

Disebutkan Mambang, dalam pertemuan empat Bupati, Walikota plus Pemrpov Riau akan membahas secara tekhnis biaya pembebesan lahan dimasing masing wilayah secara proporsional. "Nanti kita akan mencoba untuk menyepakati ganti rugi lahan dan anggaran yang proporsional untuk itu, selain itu nanti kita akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan jalan tol itu," terangnya.

Untuk tahap awal, Pemerintah provinsi Riau telah menganggarkan Rp 15 miliar di APBD tahun 2010 ini untuk pembebasan lahan Tol sepanjang 135 kilometer. Untuk kelima daerah, diharapkan diharapkan dapat mengggarkan Rp 10 miliar di APBD 2010.***(mad)

sumber:riauterkini.com

rilham2new
January 7th, 2010, 09:38 PM
kayaknya kalau diperpanjang ke selatan juga hampir tidak mungkin. sebab udah mentok ke perumahan penduduk. Apa perlu perumahan tersebut digusur ?

Pastinyaaa!!! :D

....

Dan di halaman sebelah ada yang menanyakan apakah dan bagaimana ketinggian pesawat di kawasan Menara Dang Merdu (Kantor Pusat Bank Riau) nantinya yang akan setinggi 18 tingkat..

Ini ada gambar dari "chelsea_number_8", diambil dari Pelita Air Service F-100 yang bertolak ke Dumai .. Beginilah kira2 ketinggian pesawat di atas Jalan Tuanku Tambusai
http://i12.photobucket.com/albums/a202/chelsea_number_8/XSP-DUM/IMG_3590_resize_resize.jpg

bama84
January 7th, 2010, 09:54 PM
^^

kalau jadi digusur, aku usul runway ditambah +/- 2000 m, jadi totalnya
paling kurang 4000 m. lebarnya di naikkan dari 45 m ke 60 m. biar A 380 bisa mendarat.:) Ini baru bandara internasional. :lol:

nowan
January 7th, 2010, 10:37 PM
Ini gambar dapat dari INDOFLYER .... Kepunyaan Tumpenkmabur...

http://i304.photobucket.com/albums/nn166/tumpenkmabur/TR%20BTM%20PKU/z5.jpg

^^ Lihatlah bagaimana runway SSK II itu sebernarnya berada di atas tanah yang agak2 seperti bukit :D

Keren ya, kayak airport di pinggir jurang :tongue2:


Bisa aja dapet gambar ini :)

Lampu ALSF (Approach Lighting & Sequenced Flashing) ga nyala ya kalau siang atau pandangan lagi jelas? Hanya VASI (Visual Approach Slope Indicator)nya saja yg hidup. Dua putih, dua merah.. "Captain, you're on the correct glide slope. Well done!" :)

kayaknya kalau diperpanjang ke selatan juga hampir tidak mungkin. sebab udah mentok ke perumahan penduduk. Apa perlu perumahan tersebut digusur ?

Nah itu dia, perlu dipertanyakan ke BPN tuh. Kok bisa ada rumah2 deket situ :ohno: Pasti digusur deh kalau perpanjangan landasan pacu dimulai.

4h3
January 8th, 2010, 01:41 AM
Mulai meniru kampus2 di Malaysia :nuts: ... Di kampus ku kalau gak ada stiker kampus gak bisa masuk, kecuali pakai PASS Pengunjung :nuts:

Kuharap UR jangan terlalu STRICT, nanti aku jadi susah mau potret2 di dalam kalau ke PKU suatu hari nanti.

Kalau pinjem stiker orang kira2 bisa masuk gak, ya ??? :D

klo d kmpus sy jg gt, enaknya jalan2 d dlm kmpus jd ckp nyaman, g bnyk mobil berseliweran, yg lwt cm mobil2 dosen, g liat mahasiswa2 bw mbl k dalam....

tp ttp bs poto2 dngn jalan kaki :)

(emg kmpus nya jg kecil sih)

4h3
January 8th, 2010, 01:43 AM
kayaknya kalau diperpanjang ke selatan juga hampir tidak mungkin. sebab udah mentok ke perumahan penduduk. Apa perlu perumahan tersebut digusur ?

perumahannya d bangun pas d lahan yg ada plank peringatan larangan membangun klo g salah :)

4h3
January 8th, 2010, 01:48 AM
^^
kalau menghancurkan estetika kawasan setempat rasanya tidaklah. dan kalau mau berkembang sptnya begitulah. dan kita belum th kedepan jalan sudirman nantinya. bisa jadi nanti akan ada gedung yg melebihi 29 lantai dekat di kawasan itu. sepertinya lantai 29 dan lantai 18 saling membelakangi ga masalah. mari kita lihat di tahun 2012 nanti........:)

(Maap, yg ini ga nyambung ma yg di atas:)) Sekarang ini yang sangat merusak estetika adalah bundaran air mancur di depan kantor walikota. knp air mancur tsb tdk dipagari aja supaya orang tdk berbondong2 dtg ksn ( apakah pemko membangun air mancur tsb tempat wisata ya?) padahal area tsb jalan raya dan kadang2 sebagian jalan ditutupi utk parkir kendaraan, belum lagi org jualan. semua ini benar2 mengganggu pengguna jalan raya dan ku akui merusak pemandangan. secara logika, seandainya kita dari daerah lain dan berkunjung ke Pekanbaru, apa yg terpikir oleh kita melihat bundaran air mancur tsb dikunjungi oleh ratusan org? tahulah...:ohno:

utk menara menjulang, sbagai stimulus pmbangunan mgkn gpplah, asalnya smuanya udh d pikirkan, jgn smpe jd kyk Dagobutik bdg aja, menganggu pemandangan kawasan, melanggar aturan, dsb :ohno:

soal air mancur, sy justru stuju g d pagari, biar org justru bs jln2 d situ, ruang publik kcil lah. TAPI, klo smpe bikin macet dll, itu yg perlu d pikirkan,
:bash: jgn d beri kesempatan org parkir d situ, itu jg tanda kurangnya rekreasi d pku, apalg yg gratisan.
salah satu solusinya mgkn klo nnti taman kaca mayang itu d gnti sama area office tower, bikinlah taman yg agak nyaman d situ, konsep office park mungkin, ato office biasa tp area ruang luarnya d tata dngn baik.. :)

nowan
January 8th, 2010, 02:03 AM
Kamis, 7 Januari 2010 15:14
Pembangunan Jalan Tol Pekabaru-Dumai Tanpa Investor

Pemerintah pusat, melaui Departemen PU mengintruksikan pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai dilanjutkan, meskipun tidak ada investor yang berminat.

Riauterkini-PEKANBARU- Nihilnya minat investor untuk menjadi pelaksana pembangungan jalan tol Pekanbaru-Dumai tidak lagi menjadi persoalan serius. Pemerintan pusat, melaui Menteri Pekerjaan Umum telah mengintruksikan agar pembangunan jalan tol pertama di Riau tersebut tetap dilanjutkan, meskipun tidak ada investor berminat, setelah dua kali dilelang tidak ada pesertanya.

“Menteri PU sudah mengintruksikan agar pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai tetap dilaksanakan, meskipun tanpa investor. Pemerintah pusat akan mendanainya,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Riau Firduas dalam paparan yang disampaikan dalam rapat kerja bupati dan walikota se-Riau di Gedung Daerah Provinsi Riau di Pekanbaru, Kamis (7/1/10).

Menindaklanjuti intruksinya tersebut, Firdaus mengungkapkan komitmen Menteri PU untuk menyurati Menteri Kuangan, agar memberikan dukungan anggaran terhadap pembangunan jalan tol yang dinilainya sangat penting bagi percepatan pertumbuhan ekonomi kawasan Sumatera, khususnya Riau tersebut.

Dalam pemaparannya, Firdaus menjelaskan, proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 134,80 kilometer tersebut diperkirakan menelan biaya Rp 8,37 triliun. Pemprov Riau dan empat daerah, yakni Pekanbaru, Siak, Bengkalis dan Dumai diberi beban menanggung biaya pembebasan lahan.

Lahan yang harus dibebaskan untuk pembangunan jalan tol tersebut mencapai 1.348 hektar. Terdapat di Pekanbaru 55 hektar, Siak 495 hektar, Bengkalis 520 hekar dan Dumai 278 hektar. Total anggaran yang diperlukan untuk pembebasan lahan ditaksir sebesar Rp 144.857 miliar.

Anggaran tersebut dibagikan kepada keempat daerah dengan besaran berbeda. Pekanbaru harus menanggung Rp 4.094 miliar, Siak Rp 7,624 miliar, Bengkalis Rp 61.240 miliar dan Dumai Rp 71.896 miliar.

Para kepala daerah yang daerahnya terlintasi jalan tol menyatakan komitmen untuk mendukung keputusan pemerintah pusat tersebut. “Kami berkomitmen untuk menanggung pembebasan lahan. Tahun lalu, bahkan kita sudah alokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk itu,” ujar Bupati Bengkalis Syamsurizal kepada riauterkini usai pemaparan.***(mad)


sumber: riauterkini.com

Investor atau kontraktor? :) Sepanjang 135km ditawarkan dalam satu paket? Lahan belum bebas (= belum tersedia) kok sudah dilelang ya? Kalau sudah 2 kali pelalangan gagal, ya tunjuk saja langsung kontraktornya. Siapakah kontraktor beruntung itu? :D
Hayo.. Pusat, Pemda sudah berkontribusi utk pembebasan lahan, mana bantuannya? :bash:

Kris18
January 8th, 2010, 05:00 AM
Trans Metro Pekanbaru akan gunakan Electronic Ticketing .. Ehh, sudah dipakai katanya dalam minggu ini
*Dari RIAUPOS edisi cetak 4 Januari 2010

http://farm5.static.flickr.com/4037/4243731047_1fc0a24ace_o.jpg

Nih :D (Riaupos.com) :

http://farm5.static.flickr.com/4016/4255923846_a2b8728234_o.jpg


http://farm5.static.flickr.com/4004/4255924286_74895b3aba_o.jpg

Kris18
January 8th, 2010, 05:05 AM
Revitalisasi kawasan Masjid Raya Nur Alam Pekanbaru :okay:


http://farm5.static.flickr.com/4011/4232679313_c5c164584c_b.jpg


http://farm3.static.flickr.com/2510/4233453194_87828b2418_b.jpg


http://farm5.static.flickr.com/4039/4232682613_57d1d6825d_b.jpg


http://farm5.static.flickr.com/4037/4255924758_400a1fe7b9_o.jpg

rilham2new
January 8th, 2010, 05:39 AM
Nih :D (Riaupos.com) :

http://farm5.static.flickr.com/4016/4255923846_a2b8728234_o.jpg


http://farm5.static.flickr.com/4004/4255924286_74895b3aba_o.jpg

Wowww,,, kinclonggg :D ....
































Bus TMP nya, maksudnya ;D

amz
January 8th, 2010, 01:20 PM
^^
kalau menghancurkan estetika kawasan setempat rasanya tidaklah. dan kalau mau berkembang sptnya begitulah. dan kita belum th kedepan jalan sudirman nantinya. bisa jadi nanti akan ada gedung yg melebihi 29 lantai dekat di kawasan itu. sepertinya lantai 29 dan lantai 18 saling membelakangi ga masalah. mari kita lihat di tahun 2012 nanti........:)

(Maap, yg ini ga nyambung ma yg di atas:)) Sekarang ini yang sangat merusak estetika adalah bundaran air mancur di depan kantor walikota. knp air mancur tsb tdk dipagari aja supaya orang tdk berbondong2 dtg ksn ( apakah pemko membangun air mancur tsb tempat wisata ya?) padahal area tsb jalan raya dan kadang2 sebagian jalan ditutupi utk parkir kendaraan, belum lagi org jualan. semua ini benar2 mengganggu pengguna jalan raya dan ku akui merusak pemandangan. secara logika, seandainya kita dari daerah lain dan berkunjung ke Pekanbaru, apa yg terpikir oleh kita melihat bundaran air mancur tsb dikunjungi oleh ratusan org? tahulah...:ohno:


^^ Kalo menurut aku sih, air mancurnya g' merusak estetika kawasan itu. tapi justru orang2 yang berbondong2 memenuhi kawasan itu yang membuat kawasan itu jadi macet dan jelek :nuts:. kalau aja dibangun air mancur yang lebih indah, bagus, cantik, atau apalah.... yang lebih menarik, dan letaknya g di perempatan, pertigaan, atau di tengah2 jalan kayak depan kantor walikota itu (kalo jalan/bundarannya segede bundaran HI, g' Masalah) aku jamin deh... pasti orang2 akan berpaling atau paling tidak meminimalisirlah. ya...paling g' aku sangat setuju banget kalo dibangun di area waduk taman kota diponegoro (kayak air mancur waduk di taman kota kambang iwak palembang).... biar lebih bagus lagi kawasan itu. apalagi kalo dibuat air mancur menari kayak yg di Monas itu... uuwww.... pasti keren.... :)

rilham2new
January 8th, 2010, 01:55 PM
^^ Pekanbaru pernah punya air mancur serupa .... di depan Masjid Agung An-Nur .... tapi dimatikan alasannya banyak orang pacaran di depan situ.

Di dekat Jalan A.Yani dekat Mapoltabes Pekanbaru rasanya juga ada air mancur deh.

Percuma, dibangun yang keren ... orang lebih suka nampang. AKu pernah sekali pergi ke air mancur itu malam-malam. Memang kalau boleh jujur, sangat nyaman di sana (gak peduli kiri-kanannya macet total sekalipun .... Airnya kenceng, habis itu serasa ada hembusan angin. Kalau dibilang rame sekalipun, ternyata tetep nyaman berada di sekitar air mancur itu ....

*Pengalaman Pribadi*, tapi aku ke sana nya jalan kaki, gak pake kendaraan pribadi sampe parkir di deket perpustakaan segala :nuts:

4h3
January 8th, 2010, 03:09 PM
^^ Pekanbaru pernah punya air mancur serupa .... di depan Masjid Agung An-Nur .... tapi dimatikan alasannya banyak orang pacaran di depan situ.

Di dekat Jalan A.Yani dekat Mapoltabes Pekanbaru rasanya juga ada air mancur deh.

Percuma, dibangun yang keren ... orang lebih suka nampang. AKu pernah sekali pergi ke air mancur itu malam-malam. Memang kalau boleh jujur, sangat nyaman di sana (gak peduli kiri-kanannya macet total sekalipun .... Airnya kenceng, habis itu serasa ada hembusan angin. Kalau dibilang rame sekalipun, ternyata tetep nyaman berada di sekitar air mancur itu ....

*Pengalaman Pribadi*, tapi aku ke sana nya jalan kaki, gak pake kendaraan pribadi sampe parkir di deket perpustakaan segala :nuts:

justru harusnya kyk gini.... g masalah air mancur jdnya..


klo mw bangun air mancur/kolam/ apalah ssuatu yg baru n berhubungan dngn air, hati2lah, ingat negara kt tropis :)
butuh biaya gede...

rilham2new
January 8th, 2010, 03:22 PM
utk menara menjulang, sbagai stimulus pmbangunan mgkn gpplah, asalnya smuanya udh d pikirkan, jgn smpe jd kyk Dagobutik bdg aja, menganggu pemandangan kawasan, melanggar aturan, dsb :ohno:

soal air mancur, sy justru stuju g d pagari, biar org justru bs jln2 d situ, ruang publik kcil lah. TAPI, klo smpe bikin macet dll, itu yg perlu d pikirkan,
:bash: jgn d beri kesempatan org parkir d situ, itu jg tanda kurangnya rekreasi d pku, apalg yg gratisan.
salah satu solusinya mgkn klo nnti taman kaca mayang itu d gnti sama area office tower, bikinlah taman yg agak nyaman d situ, konsep office park mungkin, ato office biasa tp area ruang luarnya d tata dngn baik.. :)

Sebenarnya kalau aku ada duit... Dan tanah di Kaca Mayang itu punya aku, aku pribadi gak akan mempertahankan kaca mayang itu..

Aku malah mungkin akan usaha Franchise buka SPBU Shell/Petronas di situ :D hahaha, lahannya bagus dan mendukung :D .... Rasanya kita butuh SPBU di pusat kota, hehehe .... Tapi jangan yang PERTAMINA ahh, bosen :D ..

Kris18
January 9th, 2010, 01:38 AM
Yang pasti, dengan berkumpulnya warga dengan memakai kendaraan mulai dari sepeda motor sampai mobil + gerobak-gerobak pedagang-pedagang yang berjualan pas di tengah-tengah betul itu udah sekaligus bikin estetika dari air mancur walikota itu berkurang :(. Ramai sangat apalagi kalau malam minggu.

Tuh, di berita riauinfo.com paling sering tuh memberitakan bagaimana kondisi bundaran walikota dan jalan serta bundaran Cut Nya' Dien tiap malam minggu ditambah lagi geng-geng motor mangkal disana :nuts:, bagaimana cemasnya warga kalau lewat disana :(.

Ya hendaknya memang bagusnya dipagar aja tuh bundaran atau buat papan aturan lalu lintas dilarang berhenti disini baik untuk kendaraan dan para pedagang, jalanan Sudirman kita juga tak seluas Sudirman Jakarta bundarannya juga kecil. Dan untuk Cut Nya' Dien lebih baik terus diawasi sama polisi dan diatur sama polisi.

Kris18
January 9th, 2010, 01:39 AM
http://farm5.static.flickr.com/4012/4255162047_1859c3b91e_o.jpg

Riaupos Edisi Cetak 7 Januari 2010

fahminanda
January 9th, 2010, 04:21 AM
Yang pasti, dengan berkumpulnya warga dengan memakai kendaraan mulai dari sepeda motor sampai mobil + gerobak-gerobak pedagang-pedagang yang berjualan pas di tengah-tengah betul itu udah sekaligus bikin estetika dari air mancur walikota itu berkurang :(. Ramai sangat apalagi kalau malam minggu.

Tuh, di berita riauinfo.com paling sering tuh memberitakan bagaimana kondisi bundaran walikota dan jalan serta bundaran Cut Nya' Dien tiap malam minggu ditambah lagi geng-geng motor mangkal disana :nuts:, bagaimana cemasnya warga kalau lewat disana :(.

Ya hendaknya memang bagusnya dipagar aja tuh bundaran atau buat papan aturan lalu lintas dilarang berhenti disini baik untuk kendaraan dan para pedagang, jalanan Sudirman kita juga tak seluas Sudirman Jakarta bundarannya juga kecil. Dan untuk Cut Nya' Dien lebih baik terus diawasi sama polisi dan diatur sama polisi.
^^

Untuk diketahui, Air mancur tersebut dibangun Pemko bukan untung ruang publik kecil. air mancur dibangun untuk memperindah kota.(kecuali kalau mau demo:lol:) masa sih ruang publik letaknya ditengah jalan protokol:lol:, kalo ada mobil nyasar gimana?. kalo parkir di perpustakaan ga masalah, kebanyakan mereka parkir di antara u-turn.

Sepertinya Pemko harus TEGAS. apapun fasilitas umum yg di buat oleh Pemko, banyak dimanfaatkan oleh pedagang, contohnya taman kota yg dibelakang Perpustakaan. dan yang lebih parah lagi pedestrian yg dijalan sudirman. malam hari pedestrian tersebut berubah menjadi tempat berdagang, kalo di pikir2 sama dengan pasar jadinya,sehingga masyarakat jadi susah melewati pedestrian tersebut.
blm lagi kotor. jgn sampai terjadi seperti Jl. Agussalim, yg dulunya jalan umum sekarang sudah berubah menjadi pasar, apa yang terjadi....sampai sekarang pedagang ga mau hengkang dari jalan tersebut. itu karena kurang tegasnya pd waktu itu. ( bisa maklum, krn satpol PP belum ada waktu itu, tp skr udah ada Satpol PP......SO!mulailah bergerak dari sekarang):)

Nb: Pemko jangan tegas untuk Jl. Diponegoro aja....

fahminanda
January 9th, 2010, 04:33 AM
Data Statistik Indonesia tahun 2008 berdasarkan estimasi dengan tingkat akurasi 96% dan berpatokan pada data resmi tahun 2003-2007:
:bash::bash::banana::cheers::lol::banana::banana:
^^
wawww...Thanks! berbulu mata membacanya :)

rasarya
January 9th, 2010, 05:29 AM
Data Statistik Indonesia tahun 2008 berdasarkan estimasi dengan tingkat akurasi 96% dan berpatokan pada data resmi tahun 2003-2007:
3,3 Juta penduduk Surabaya luas 326,36 km2 ekonominya Rp. 150 Trilliun (Rp. 45 Juta per orang). 21% ekonomi Jatim Rp. 700 Trilliun.
10 Juta penduduk Jakarta luas 740 km2 ekonominya Rp. 720 Trilliun (Rp. 72 Juta per orang) bila dibagi 5 kota di Jakarta maka Rp. 144 Trilliun per kota.
2,3 Juta penduduk Medan luas 265,10 km2 ekonominya Rp. 65 Trilliun (Rp. 28 Juta per orang). 30% dari ekonomi Sumut Rp. 220 Trilliun.
2,5 Juta penduduk Bandung luas 167,29 km2 ekonominya Rp. 60 Trilliun (Rp. 24 Juta per orang). 8,7% dari ekonomi Jabar Rp. 680 Trilliun.
2,1 Juta penduduk Tangerang luas 164,5 km2 ekonominya Rp. 48 Trilliun (Rp. 23 Juta per orang). 37% dari ekonomi Banten Rp. 130 Triliun.
1 Juta penduduk Batam luas 715 km2 ekonominya Rp. 38 Trilliun (Rp. 38 Juta per orang). 62% dari ekonomi Kep. Riau Rp. 60 Trilliun.
1,5 Juta penduduk Semarang luas 373,70 km2 ekonominya Rp. 35 Trilliun (Rp. 23 Juta per orang). 9,6% dari ekonomi Jateng Rp. 360 Trilliun.
800 Ribu penduduk Pekanbaru luas 600 km2 ekonominya Rp. 33 Trilliun (Rp. 41 Juta per orang). 13,7% dari ekonomi Riau Rp. 240 Trilliun.
600 Ribu penduduk Balikpapan luas 503 km2 ekonominya Rp. 32 Trilliun (Rp. 53 Juta per orang). 13,3% dari ekonomi Kaltim Rp. 240 Trilliun.
1,4 Juta penduduk Palembang luas 400 km2 ekonominya Rp. 32 Trilliun (Rp. 23 Juta per orang). 24,6% dari ekonomi Sumsel Rp. 130 Trilliun.
1,8 Juta penduduk Bekasi luas 210,49 km2 ekonominya Rp. 30 Trilliun (Rp. 16,6 Juta per orang). 4,5% dari ekonomi Jabar Rp. 675 Trilliun.
800 Ribu penduduk Banjarmasin luas 97 km2 ekonominya Rp. 24 Trilliun (Rp. 30 Juta per orang). 50% dari ekonomi Kalsel Rp. 48 Trilliun.
1 Juta penduduk Malang luas 110 km2 ekonominya Rp. 24 Trilliun (Rp. 24 Juta per orang). 3,4% dari ekonomi Jatim Rp. 700 Trilliun.
1,3 Juta penduduk Makassar luas 175,77 km2 ekonominya Rp. 24 Trilliun (Rp. 18,4 Juta per orang). 30% dari ekonomi Sulsel Rp. 80 Trilliun.
900 Ribu penduduk Padang luas 694,96 km2 ekonominya Rp. 21 Trilliun (Rp. 23 Juta per orang). 30% dari ekonomi Sumbar Rp. 70 Trilliun.
600 Ribu penduduk Samarinda luas 783 km2 ekonominya Rp. 20 Trilliun (Rp. 33 Juta per orang). 8% dari ekonomi Kaltim Rp. 250 Trilliun.
1,2 Juta penduduk Depok luas 65,80 km2 ekonominya Rp. 15,6 Trilliun (Rp. 12,5 Juta per orang). 2,3% dari ekonomi Jabar Rp. 680 Trilliun.
1 Juta penduduk Bandar Lampung luas 198,85 km2 ekonominya Rp. 12 Trilliun (Rp. 12 Juta per orang). 17% dari ekonomi Lampung Rp. 70 Trilliun.
600 Ribu penduduk Yogyakarta luas 32 km2 ekonominya Rp. 11 Trilliun (Rp. 20 Juta per orang). 27,5% dari ekonomi DIY Rp. 40 Trilliun.
600 Ribu penduduk Denpasar luas 123 km2 ekonominya Rp. 10 Trilliun (Rp. 16,6 Juta per orang). 20% dari ekonomi Bali Rp. 50 Trilliun.
600 Ribu penduduk Manado luas 110 km2 ekonominya Rp. 9 Trilliun (Rp. 16,6 Juta per orang). 30% dari ekonomi Sulut Rp. 30 Trilliun.
900 Ribu penduduk Bogor luas 21,46 km2 ekonominya Rp. 9 Trilliun (Rp. 10,7 Juta per orang). 1,3% dari ekonomi Jabar Rp. 680 Trilliun.
550 Ribu penduduk Solo luas 46 km2 ekonominya Rp. 8,4 Trilliun (Rp. 14,5 Juta per orang). 2,1% dari ekonomi Jateng Rp. 360 Trilliun.
Statistik Indonesia jumlah gedung diatas 20 lantai : Jakarta 187 yang tertinggi 50-55 lantai, Surabaya 40 yang tertinggi 42 lantai, Tangerang 15 yang tertinggi 52 lantai, Medan-Bandung antara 3-5 yang tertinggi 27 lantai, Batam 2 gedung jadi antara 22-23 lantai dan 10 gedung dibangun yang tertinggi 42 lantai, Makassar-Solo-Balikpapan 2 gedung jadi 21-25 lantai dan 3 gedung dibangun tertinggi 25-30 lantai. Gedung 10-19 lantai : Jakarta 200, Surabaya 50, Medan 26, Bandung 26, Semarang 20, Makassar 15, Tangerang 12, Bekasi 10, Balikpapan 8, Batam 8, Manado 8, Palembang 6, Pekanbaru 6, Denpasar-Samarinda-Lampung-Jambi-Tarakan-Solo-Cirebon-Tasikmalaya-Bogor antara 1-5 gedung. Gedung 7-9 lantai : Jakarta 343, Surabaya 60, Medan 25, Semarang 20, Bandung 16, Batam 16, Makassar 15, Yogyakarta 15, Solo-Palembang-Pekanbaru-Balikpapan-Bekasi-Tangerang-Denpasar-Bogor-Malang antara 7-14 gedung. Gedung tinggi minimal 7 lantai : Jakarta 730, Surabaya 150, Medan 56, Bandung 45, Tangerang 43, Semarang 40, Makassar 30, Batam 26, Balikpapan-Palembang-Yogya-Pekanbaru-Samarinda-Solo-Bekasi-Manado antara 10-20 gedung. Pusat perbelanjaan besar dan modern : Jakarta 130, Bandung 40, Medan 30, Surabaya 30, Semarang 15, Batam 15, Balikpapan 15, Bekasi 15, Tangerang 15, Malang 13, Solo-Yogyakarta-Makassar-Pekanbaru-Palembang-Manado antara 5-12. Data 2008 hotel bintang 3-5 : Jakarta 100 lebih, Bandung 54, Surabaya-Medan-Semarang-Denpasar-Yogyakarta antara 25-30, Anyer-Puncak-Makassar-Solo-Pekanbaru-Bogor-Palembang-Samarinda-Manado-Balikpapan antara 10-20.
Jakarta dibangun 32 tahun dari pajak industri dan kekayaan alam daerah. Jatim-Jabar banyak penempatan industri. Riau-Kaltim propinsi terkaya migas-batubara. Ekonomi 13 Juta warga NTT-NTB-Maluku-Papua Rp. 175 Trilliun (Rp. 13,4 Juta per orang) belum ada kota metropolitan. Data 2008 : Ekonomi Sulawesi Rp. 180 Trilliun punya 1 kota metropolitan Makassar ekonominya Rp. 24 Trilliun (30% ekonomi Sulsel Rp. 80 Trilliun). Ekonomi Jateng-DIY Rp. 400 Trilliun. 13% (Rp. 55 Trilliun) untuk ekonomi Semarang Rp. 35 Trilliun dan Rp. 19 Trilliun ekonomi Solo-Yogya penduduknya 6% Jateng-DIY.
Di www.makassarkota.go.id ekonomi Makassar tahun 2006 Rp. 18 Trilliun dan di SWA (6-19 Agustus 2009) ekonomi 1,3 Juta orang Makassar tahun 2007 Rp. 21 Trilliun (Rp. 16 Juta per orang). Data BPS ekonomi Semarang tahun 2006 Rp. 26,6 Trilliun dan Solo Rp. 6 Triliun. Ekonomi 1,5 Juta orang Semarang tahun 2008 Rp. 35 Trilliun (Rp. 23 Juta per orang) dan 550 Ribu orang Solo Rp. 8,4 Trilliun (Rp. 14,5 Juta per orang). Ekonomi 900 Ribu orang Kudus Rp. 27 Trilliun (Rp. 30 Juta per orang). Ekonomi 2 Juta orang Cilacap Rp. 30 Trilliun (Rp. 15 Juta per orang). Data Pendapatan Asli Daerah 2007 : Semarang Rp. 231,7 Milliar, Pekanbaru-Palembang-Makassar-Denpasar antara Rp. 120-150 Milliar, Yogyakarta Rp. 100 Milliar, Solo Rp. 86 Milliar. SWA 6-19 Agustus 2009 : Cabang Bank : Semarang 62, Denpasar 46, Solo-Makassar-Palembang-Pekanbaru antara 40-41, Yogyakarta 36, Manado 27, Capem Bank : Semarang 395, Solo 175, Denpasar 165, Pekanbaru 165, Palembang 149, Makassar 118, Yogyakarta 100, Manado 50. ATM : Semarang 451, Yogyakarta 418, Denpasar 402, Makassar 372, Solo-Palembang 315, Pekanbaru 293, Manado 170. Estimasi ekonomi 2009 : Semarang Rp. 40 Trilliun, Makassar Rp. 28 Trilliun, Yogyakarta Rp. 14 Trilliun, Denpasar Rp. 12 Trilliun, Manado Rp. 11 Trilliun, Solo Rp. 10 Trilliun. Simpanan perbankan 2009 (www.bi.go.id) : Semarang Rp. 34 Trilliun, Tangerang Rp. 30 Trilliun, Pekanbaru Rp. 20 Trilliun, Palembang Rp. 20 Trilliun, Makassar Rp. 17 Trilliun, Solo-Samarinda-Batam-Yogyakarta antara Rp. 13-14 Trilliun, Denpasar-Manado-Balikpapan-Bekasi antara Rp. 6-10 Trilliun. Jatah haji Depag : Semarang 2000, Makassar 1100, Solo 1100, Yogyakarta 510. Persentase etnis Jawa menjadi mayoritas di kota : Medan 28%, Balikpapan 29%, Bekasi 35%, Jakarta 40%, Surabaya 80%, Semarang 80%, Yogyakarta 80%, Solo 90%. Persentase etnis Jawa menjadi etnis ke 2 terbesar : Pekanbaru 25%, Palembang 27%.
Makassar memimpin propinsi Sulawesi Selatan ekonominya Rp. 80 Trilliun (Data tahun 2008). Semarang memimpin propinsi Jateng ekonominya Rp. 360 Trilliun dan Yogyakarta menguasai propinsi DIY yang ekonominya Rp. 40 Trilliun. Ekonomi Makassar Rp. 24 Trilliun setara 30 % ekonomi Sulsel. 8 Juta penduduk Sulsel di 24 kota/kabupaten yang lain dapat Rp. 56 Trilliun (Rp. 7 Juta per orang). Ekonomi seluruh Sulawesi Rp. 180 Trilliun punya 1 kota metropolitan. Ekonomi Jateng-DIY dikurangi ekonomi Semarang-Solo-Kudus-Cilacap-Yogyakarta Rp. 111 Trilliun yaitu Rp. 288 Trilliun untuk 29 Juta penduduk di 31 kota/kabupaten di Jateng dan 3,5 Juta penduduk DIY di 4 kabupaten atau Rp. 9 Juta per orang. Gedung tertinggi di Yogyakarta-Denpasar-Malang-Padang-Banjarmasin 8-10 lantai, Palembang-Semarang-Batam 17-21 lantai, Bandung 21 lantai (setelah dikurangi lantai 2,4,13 dll), Makassar 23 lantai, Medan 27 lantai, Solo 30 lantai, Tangerang 52 lantai. Ukuran kota besar bukan gedung bertingkat karena Korut ada Ryungyong Hotel 105 lantai, Arab ada Burj Dubai 162 lantai, di Eropa-Jepang belum ada gedung diatas 75 lantai. Ekonomi gedung bertingkat-hotel-mall itu paling kecil hanya 10%. Ekonomi terbesar dari industri manufaktur. Bandung punya 40 mall dan 54 hotel berbintang 3-5, Medan dan Surabaya masing masing hanya 30 mall dan 25-30 hotel berbintang 3-5. Lihat data statistik ekonomi 2008 : Surabaya Rp. 150 Trilliun, Medan Rp. 65 Trilliun, Bandung Rp. 60 Trilliun. Ihhh aku benci !
Pendapatan Kudus-Batam Rp. 30-38 Juta per orang lebih besar dari Bandung Rp. 24 Juta per orang. Surabaya-Medan-Semarang-Batam luasnya diatas 250 Km2 dan punya pelabuhan sehingga disukai industri berat. Bandung luasnya 167 Km2 dan tanpa pelabuhan sehingga mengandalkan mall. Misalkan 1 kota punya 100 gedung kantor-apartemen-hotel 40 lantai total 4000 lantai bila tiap 1 lantai menghasilkan Rp. 5 Juta per hari (Rp. 1,8 Milliar per tahun) ekonomi kota itu Rp. 7,2 Trilliun per tahun. Misalkan 1 kota punya 100 Mall dan taman hiburan pengunjungnya 4 Juta orang per tahun, tiap orang belanja Rp. 500 Ribu, ekonomi kota itu Rp. 2 Trilliun per tahun. 1 kota punya industri dengan 200 perusahaan. Omset tiap perusahaan Rp. 50 Milliar pertahun, ekonomi kota itu Rp. 10 Trilliun per tahun. Pendapatan Kudus Rp. 30 Juta per orang, Medan Rp. 28 Juta per orang, Bandung Rp. 24 Trilliun, Makassar Rp. 17 Juta per orang. Kenapa pendapatan per kapita Kudus tinggi ? Makassar ada pembangunan Bosowa Tower 23 lantai-Kalla Tower 17 lantai-Graha Pena 18 lantai-Menara Mega 15 lantai-Menara Unismuh 15 lantai-Mall Makassar Town Square-Apartemen Royal 26 lantai nilainya total Rp. 1 Trilliun, Taman hiburan trans Kalla Rp. 1 Trilliun, Bandara Hasanuddin Rp. 1 Trilliun, Nilainya Rp. 3 Trilliun. Bila pembangunan 3 tahun maka dalam 1 tahun ekonomi konstruksi Makassar bertambah Rp. 1 Trilliun. Solo ada 5 Hipermarket, pembangunan 3 apartemen Paragon-Kusuma Mulia-Solo Center Point 25-30 lantai. Yogyakarta ada banyak hotel dan Ambarukmo Plaza yang termewah di Jateng-DIY. Balikpapan-Palembang-Pekanbaru unggul di ekonomi migas diatas Rp. 5 Trilliun, Tangerang-Batam-Semarang-Kudus-Bekasi unggul di ekonomi industri diatas Rp. 8 Trilliun, Bekasi-Tangerang tumpuan industri 10 Juta warga Jakarta ekonomi Rp. 720 Trilliun, Batam tumpuan industri ekspor, Kudus industri rokok terbesar. Kudus hanya 2 mall dan tidak ada gedung tinggi tapi punya Pura-Djarum-Polytron. Semarang tumpuan industri 33 Juta warga Jateng ekonomi Rp. 360 Trilliun, Makassar tumpuan industri 9 Juta warga Sulsel ekonomi Rp. 80 Trilliun (17 Juta warga Sulawesi ekonomi Rp. 156 Trilliun), Yogyakarta tumpuan industri 4 Juta warga DIY ekonomi Rp. 40 Trilliun. Semarang punya 7 kawasan industri yaitu Candi, Terboyo, Tugu, Tambak Aji, Tanjung Mas, Bugangan, Wijayakusuma. Semarang ada pembangunan kawasan industri Candi, Paragon City 12 lantai, Indosat 12 lantai, 5 hotel di Pandama 10-20 lantai, 5 apartemen Tendean-Tanah Mas 10-18 lantai, super blok Sri Ratu. Di Semarang, Lippo berniat bangun 5 gedung 200 meter (50 lantai), Paragon berniat bangun apartemen 40 lantai tapi terhadang KKOP (Suara Merdeka 20-10-2008). Tanpa KKOP, Semarang seharusnya sudah punya 40 gedung 40-100 lantai, 260 gedung 17-20 lantai. KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan) peraturan ketinggian gedung maksimal 15 lantai karena bandara udara Semarang di tengah kota.
Hotel bintang 3-5 dengan lantai tertinggi data tahun 2009 : Bandung 9 (Holiday Inn-Panghegar-Mollis-Horison-Preanger-Hilton-Novotel-Hyatt 10-15 lantai, Aston Hotel 18 lantai), Yogyakarta 9 (Sheraton Mustika-Hyatt-Quality-Natour Garuda-Novotel-Radisson-Ibis-Sahid-Plaza 8 lantai), Pekanbaru 9 (Grand Zuri-Jatra-Labersa-Ibis-Aryadutta-Resty Menara-Pangeran-Furaya-Mutiara Merdeka 8-12 lantai), Semarang 8 (Swiss Bell-Grand Candi-Pandanaran-Santika-Ibis-Horison-Novotel 10-14 lantai, Gumaya 17 lantai), Makassar 7 (Imperial Arya Duta-Sahid Jaya-Banua Makassar-Singgasana Marannu City-Santika-Horison 10-14 lantai, Clarion 17 lantai), Solo 6 (The Sunan Quality-Novotel-Ibis-Asia-Best Western 6-8 lantai, Sahid Raya 11 lantai), Palembang 6 (Horison-Sanjaya-Jayakarta-Lembang-Royal Asia 8-10 lantai, Aryadutta 18 lantai), Manado 5 (Swiss Bell-Aston-Grand Puri-Ritzy-Peninsula 10-15 lantai). Hotel bintang 5 data tahun 2009 : Solo-Palembang-Manado-Makassar-Pekanbaru antara 2-3, Yogyakarta 4, Semarang 5, Bandung 6.


duh.. bisa makin tebel kaca mata ku nih bacanya,, :ohno: ijin dipahamin dulu ya :nuts::nuts:

4h3
January 9th, 2010, 07:30 AM
^^

Untuk diketahui, Air mancur tersebut dibangun Pemko bukan untung ruang publik kecil. air mancur dibangun untuk memperindah kota.(kecuali kalau mau demo:lol:) masa sih ruang publik letaknya ditengah jalan protokol:lol:, kalo ada mobil nyasar gimana?. kalo parkir di perpustakaan ga masalah, kebanyakan mereka parkir di antara u-turn.

Sepertinya Pemko harus TEGAS. apapun fasilitas umum yg di buat oleh Pemko, banyak dimanfaatkan oleh pedagang, contohnya taman kota yg dibelakang Perpustakaan. dan yang lebih parah lagi pedestrian yg dijalan sudirman. malam hari pedestrian tersebut berubah menjadi tempat berdagang, kalo di pikir2 sama dengan pasar jadinya,sehingga masyarakat jadi susah melewati pedestrian tersebut.
blm lagi kotor. jgn sampai terjadi seperti Jl. Agussalim, yg dulunya jalan umum sekarang sudah berubah menjadi pasar, apa yang terjadi....sampai sekarang pedagang ga mau hengkang dari jalan tersebut. itu karena kurang tegasnya pd waktu itu. ( bisa maklum, krn satpol PP belum ada waktu itu, tp skr udah ada Satpol PP......SO!mulailah bergerak dari sekarang):)

Nb: Pemko jangan tegas untuk Jl. Diponegoro aja....

kuncinya adalah semuanya diatur / ditata
dan tegas

PKL sbnrnya ada kontribusi positif sebagai menghidupkan kota, tp y itu, rata2 kbanyakan kota g bs ngontrolnya, jd PKL=ga teratur=kotor

klo smuanya d atur ttp bs rapih koq, sepakati lokasi jualan, jam, kebersihan.
trus TEGAS.

klo g d PKL, jdnya kota agak mati. :)
tp klo yg d air mancur walikota jgn smpe ada PKL, klo utk taman2 gpplah..

nowan
January 9th, 2010, 10:33 AM
klo mw bangun air mancur/kolam/ apalah ssuatu yg baru n berhubungan dngn air, hati2lah, ingat negara kt tropis :)
butuh biaya gede...

Bisa dijelaskan lebih lanjut, mengapa demikian? :cheers:

rilham2new
January 9th, 2010, 03:34 PM
^^

Untuk diketahui, Air mancur tersebut dibangun Pemko bukan untung ruang publik kecil. air mancur dibangun untuk memperindah kota.(kecuali kalau mau demo:lol:) masa sih ruang publik letaknya ditengah jalan protokol:lol:, kalo ada mobil nyasar gimana?. kalo parkir di perpustakaan ga masalah, kebanyakan mereka parkir di antara u-turn.

Sepertinya Pemko harus TEGAS. apapun fasilitas umum yg di buat oleh Pemko, banyak dimanfaatkan oleh pedagang, contohnya taman kota yg dibelakang Perpustakaan. dan yang lebih parah lagi pedestrian yg dijalan sudirman. malam hari pedestrian tersebut berubah menjadi tempat berdagang, kalo di pikir2 sama dengan pasar jadinya,sehingga masyarakat jadi susah melewati pedestrian tersebut.
blm lagi kotor. jgn sampai terjadi seperti Jl. Agussalim, yg dulunya jalan umum sekarang sudah berubah menjadi pasar, apa yang terjadi....sampai sekarang pedagang ga mau hengkang dari jalan tersebut. itu karena kurang tegasnya pd waktu itu. ( bisa maklum, krn satpol PP belum ada waktu itu, tp skr udah ada Satpol PP......SO!mulailah bergerak dari sekarang):)

Nb: Pemko jangan tegas untuk Jl. Diponegoro aja....

Soalnya Jalan Sudirman di daerah situ bukan kawasan tempat tinggal, jadi memang gak ada warga yang protes2 :tongue2:

Kalau di DIPO, wahh,, yang ngamuk bisa mulai dari Rektor UR (rasanya dia lebih memilih tinggal di rumah sendiri), Kapolda, GUbernur (walau aku gak yakin, karena dia jarang tinggal di rumah gede itu), belum lagi petinggi polisi, kepala cabang Bank dan DIRUT BUMD banyak yang tinggal di kawasan Diponegoro.

Sebenarnya pemerintah Kota Pekanbaru tegas kok, cuman kadang ya itu udah dibersihkan hari ini besok datang lagi. Memang mental "kaum pedagang jalanan" itu yaa kayak gitu dari sananya, susah mau diberantas. Dirapikan sekali, besok datang lagi. Tapi dibanding kota lain, Pekanbaru masih tergolong sangat-sangat-sangat-sangat-sangat bagus dan tertata :tongue2: .. Setidaknya protokolnya cenderung teratur ... Kalau di Jakarta :p ... Trotoar di Sudirman nya aja ada jual gorengan, ada jual koran, kalau di Pekanbaru hal yang kayak gitu relatif kurang .. dan kalaupun ada sebagian besarnya tersembunyi ke dalam kawasan perumahan atau jalan2 sempit di perumahan. Tapi perekonomian Pekanbaru kan muter2nya gak jauh2 dari Jalan Sudirman, Tuanku Tambusai, dan Jalan Riau :D .... Kalaupun ada yang padat kayak H. Imam Munandar (Harapan Raya) itu bukan kawasan bisnis primer dan/atau perkantoran, kebanyakan bisnis jenis sekunder yang cakupan pelayanannya benar2 terbatas di kawasan pemukiman itu. Sama dengan jalan2 di dalam kawasan Sukajadi. Atau Jalan Sekolah/Khayangan di Rumbai.

Kalau Sudirman dan Tuanku Tambusai,,, wahh itu HAMPIR SEBAGIAN BESAR PEKANBARU pasti dan pernah berurusan ke sana, karena pemusatan kegiatan bisnis primer dan sekunder di sana.

Diponegoro bukan kawasan bisnis, di sana kawasan perumahan... Gak perlu tegas2 kerjanya ... tinggal tunggu laporan aja.

Sudirman juga bener2 padat manusia sih cuman malam2 aja, kalau siang yang padat kan kendaraan :lol:, di Sudirman yang disuruh buat laporan siapa ??? Kantor Walikota ??? Gedung Surya Dumai ??? Dinas Perhubungan ?? atau Dinas Kehutanan ??? Wahh, mereka gak perlu ribut2... kan operasional nya cuman siang-siang :D ... Sementara kalau siang2 keadaan di situ baik2 saja.

DAN PERLU DICATAT walaupun malam di situ rame, tapi kalau pagi2 KEADAAN DI SITU BENER2 BERSIH TOTAL, seolah-olah semalam gak ada kejadian apa2 di situ :D ... Kalau mau salut sama kerja PEMKOT, yaa ketika kita bicara bagaimana mereka menyulap keadaan dengan sangat cepat :D... Ketimbang main usir sana-sini ....

rilham2new
January 9th, 2010, 03:46 PM
Kurasa pemerintah manapun ingin tegas.. Tapi sayangnya tidak semudah itu kerja dan prakteknya :D

Cara terbaik adalah memberikan seleksi alam.... Di Jakarta praktek ini dilakukan dengan sedemikian hebatnya, sampai pada akhirnya pasar2 dan pedagang kaki lima itu mati dengan sendirinya.
1. Di Jakarta, perizinan ritel raksasa diberikan sebesar-besarnya... Akibatnya Carrefour, Giant, dan Hypermart bisa buka di mana-mana ... Dengan kapasitas sebesar-besarnya. Pusat perbelanjaan bukan hanya bentuk Mall, tapi juga sudah bentuk ITC yang menjual barang2 yang biasa dijual dengan harga Pasar Tradisional/Grosir. Akhirnya apa yang terjadi ??? Pasar tradisional tutup sendiri, gulung tikar satu-satu, sepi sendiri :D ... Tanpa harus mengusir mereka yang tidak mau tertib. Cara ini bagus,tapi sering dikomentari sebagai cara yang tidak PRO-RAKYAT (What the f*ck !!!! :D).. Kalau ke Jakarta, dan tinggal di kawasan Ring I .. banyak banget pasar tradisional yang bener2 udah tutup, sepi, banyak kios kosong dan sebagainya :D

2. Kendaraan umum yang tidak mau tertib tergilas dengan sendirinya dengan kehadiran Busway Trans Jakarta .... Cara yang katanya tidak PRO-RAKYAT (mungkin rakyat = supir metromini, dan pengusaha pengangkutan.... lagi2 What the f*ck).

Pekanbaru mulai mempraktekkan hal serupa untuk transportasi umum, dan aku mendoakan semoga langkah itu berhasil. Kalau seandainya supir oplet dan bus tidak mau teratur, mari kita beri pesaing yang disubsidi pemerintah :D lama2 mati sendiri :D.. Mungkin PEMKOT tidak sadar, tapi hal ini yang akan terjadi. Jadi gak perlu repot2 kita ngelarang Oplet masuk kota, dan sebagainya :D ..

Bunuh dengan mekanisme pasar.

Kris18
January 10th, 2010, 02:48 AM
Kurasa pemerintah manapun ingin tegas.. Tapi sayangnya tidak semudah itu kerja dan prakteknya :D

Cara terbaik adalah memberikan seleksi alam.... Di Jakarta praktek ini dilakukan dengan sedemikian hebatnya, sampai pada akhirnya pasar2 dan pedagang kaki lima itu mati dengan sendirinya.
1. Di Jakarta, perizinan ritel raksasa diberikan sebesar-besarnya... Akibatnya Carrefour, Giant, dan Hypermart bisa buka di mana-mana ... Dengan kapasitas sebesar-besarnya. Pusat perbelanjaan bukan hanya bentuk Mall, tapi juga sudah bentuk ITC yang menjual barang2 yang biasa dijual dengan harga Pasar Tradisional/Grosir. Akhirnya apa yang terjadi ??? Pasar tradisional tutup sendiri, gulung tikar satu-satu, sepi sendiri :D ... Tanpa harus mengusir mereka yang tidak mau tertib. Cara ini bagus,tapi sering dikomentari sebagai cara yang tidak PRO-RAKYAT (What the f*ck !!!! :D).. Kalau ke Jakarta, dan tinggal di kawasan Ring I .. banyak banget pasar tradisional yang bener2 udah tutup, sepi, banyak kios kosong dan sebagainya :D

2. Kendaraan umum yang tidak mau tertib tergilas dengan sendirinya dengan kehadiran Busway Trans Jakarta .... Cara yang katanya tidak PRO-RAKYAT (mungkin rakyat = supir metromini, dan pengusaha pengangkutan.... lagi2 What the f*ck).

Pekanbaru mulai mempraktekkan hal serupa untuk transportasi umum, dan aku mendoakan semoga langkah itu berhasil. Kalau seandainya supir oplet dan bus tidak mau teratur, mari kita beri pesaing yang disubsidi pemerintah :D lama2 mati sendiri :D.. Mungkin PEMKOT tidak sadar, tapi hal ini yang akan terjadi. Jadi gak perlu repot2 kita ngelarang Oplet masuk kota, dan sebagainya :D ..

Bunuh dengan mekanisme pasar.

Bang, kalau di Pekanbaru sekarang yang lagi vokal melarang larang carrefour masuk, pendirian mal baru, protes masuk blue bird sampai terus berkomentar soal tidak PRO-RAKYAT sampai statement-statement dia yang menyudutkan walikota itu siapa lagi kala bukan si BAKSO dan orang-orangnya itu :ohno:. Gara-gara dia carefour gak jadi masuk pasar senapelan kan.

amz
January 10th, 2010, 05:16 AM
Bang, kalau di Pekanbaru sekarang yang lagi vokal melarang larang carrefour masuk, pendirian mal baru, protes masuk blue bird sampai terus berkomentar soal tidak PRO-RAKYAT sampai statement-statement dia yang menyudutkan walikota itu siapa lagi kala bukan si BAKSO dan orang-orangnya itu :ohno:. Gara-gara dia carefour gak jadi masuk pasar senapelan kan.

^^ si BAKSO??? siapa tuh??? si BAS*O maksudnya ya???!!!!! :nuts:

4h3
January 10th, 2010, 04:16 PM
Bang, kalau di Pekanbaru sekarang yang lagi vokal melarang larang carrefour masuk, pendirian mal baru, protes masuk blue bird sampai terus berkomentar soal tidak PRO-RAKYAT sampai statement-statement dia yang menyudutkan walikota itu siapa lagi kala bukan si BAKSO dan orang-orangnya itu :ohno:. Gara-gara dia carefour gak jadi masuk pasar senapelan kan.

klo mal baru sy jg blm trlalu rekomendasi, tp klo blue bird ama carefour itu tuh....
apal blue bird... cape ati aku, cm dari bandara k rmh aja (jl. garuda tangkerang tengah skitar 5-10 mnit) minta 40-50 rb..

d bdg dr kosan sy (daerah kmpus=pusat kota) ke kopo (luar kota Bandung) bru sgitu, pake bluebird...

sy jd pnasaran ama 'bakso' :)
si kaya itukah?

4h3
January 10th, 2010, 04:17 PM
Bisa dijelaskan lebih lanjut, mengapa demikian? :cheers:

cpt lumutan, kering, dll utk maintenance, butuh biaya gede biasanya...

rilham2new
January 10th, 2010, 04:33 PM
Bang, kalau di Pekanbaru sekarang yang lagi vokal melarang larang carrefour masuk, pendirian mal baru, protes masuk blue bird sampai terus berkomentar soal tidak PRO-RAKYAT sampai statement-statement dia yang menyudutkan walikota itu siapa lagi kala bukan si BAKSO dan orang-orangnya itu :ohno:. Gara-gara dia carefour gak jadi masuk pasar senapelan kan.

BAKSO ???? OMG ???? Ada beritanya Kris ??? Aku penasaran,,, memang perlu dilindes nih orang :tongue2: .. Dia kira yang kaya cuman dia sendiri apaa...

Di Jalan Metro Pondok Indah nya Pekanbaru, masih banyak yang rumahnya Jyang JAUHHH lebih gede dari rumah dia :ohno:

Aku ingin tahu ceritanya lebih lanjut ada Link nya ????

Harusnya dia sadar, proteksi terhadap kalangan sendiri tanpa memberikan seleksi alam, hanya akan membuat manusia tidak belajar .... Lihat aja kota2 di Indonesia (di Sumatra juga) yang sangat proteksionis sama ekonomi lokal, gak berkembang kan kebanyakannya :D. Di Pekanbaru aja lah contoh sederhana, HOLIDAY 88 gak bakal renovasi total kalau 21 Cineplex gak masuk... Begitu juga untuk hal yang lainny, seperti Pasar Buah, Mega Dept. Store. AKu sangat ingin pengusaha lokal di Pekanbaru sadar betapa mereka itu MANJAAAA, terutama pengusaha Taksi :D

rilham2new
January 10th, 2010, 04:44 PM
klo mal baru sy jg blm trlalu rekomendasi, tp klo blue bird ama carefour itu tuh....
apal blue bird... cape ati aku, cm dari bandara k rmh aja (jl. garuda tangkerang tengah skitar 5-10 mnit) minta 40-50 rb..

d bdg dr kosan sy (daerah kmpus=pusat kota) ke kopo (luar kota Bandung) bru sgitu, pake bluebird...

sy jd pnasaran ama 'bakso' :)
si kaya itukah?

Kalau mal aku rekomendasi kalau untuk kerja riset pasar nya harus dari sekarang, kalau perlu pembangunannya juga dari sekarang... Jadi kalau market udah sesuai ,, malnya bisa langsung memajukan ekonomi kota.

Karena kita terbiasa tunda-tunda akhirnya semuanya serba terlambat.

Masalah taksi adalah masalah yang perlu dibenahi, sebenarnya cuman perlu ketegasan saja..... Ketegasan tidak bisa, yaa berikan seleksi alam....

rilham2new
January 10th, 2010, 05:34 PM
INi gambar lama ??? Ada yang udah pernah lihat ;) ???

Kegiatan Konstruksi Kota PKU tahun 2007 :D
1
http://images.rilham2.multiply.com/image/15/photos/6/orig/1/pku_visit%20033%20edited.jpg?et=2Ja4vFmEsjIb09LAUcR8Jw&nmid=52302315
2
http://images.rilham2.multiply.com/image/11/photos/6/orig/2/pku_visit%20034%20edited.jpg?et=41ZnsFxW%2B5q6iU7NhKE4dg&nmid=52302315

3
http://images.rilham2.multiply.com/image/11/photos/6/orig/4/pku_visit_2%20031%20edited.jpg?et=A6smGGobyvglGR1WwQI1NA&nmid=52302315

4
http://images.rilham2.multiply.com/image/13/photos/6/orig/3/pku_visit_2%20030%20edited.jpg?et=Z0iaOqqH4g7BMTXKY684%2Bw&nmid=52302315

Kris18
January 10th, 2010, 06:02 PM
BAKSO ???? OMG ???? Ada beritanya Kris ??? Aku penasaran,,, memang perlu dilindes nih orang :tongue2: .. Dia kira yang kaya cuman dia sendiri apaa...

Di Jalan Metro Pondok Indah nya Pekanbaru, masih banyak yang rumahnya Jyang JAUHHH lebih gede dari rumah dia :ohno:

Aku ingin tahu ceritanya lebih lanjut ada Link nya ????

Harusnya dia sadar, proteksi terhadap kalangan sendiri tanpa memberikan seleksi alam, hanya akan membuat manusia tidak belajar .... Lihat aja kota2 di Indonesia (di Sumatra juga) yang sangat proteksionis sama ekonomi lokal, gak berkembang kan kebanyakannya :D. Di Pekanbaru aja lah contoh sederhana, HOLIDAY 88 gak bakal renovasi total kalau 21 Cineplex gak masuk... Begitu juga untuk hal yang lainny, seperti Pasar Buah, Mega Dept. Store. AKu sangat ingin pengusaha lokal di Pekanbaru sadar betapa mereka itu MANJAAAA, terutama pengusaha Taksi :D

soal carefour gagal masuk Pekanbaru gara2 bakso itu link beritanya ada di bang fahmi, ya, secara bakso ini kan ketua saudagar pedagang gitu jadi mungkin pembelaan kali dengan mengatasnamakan walikota yang tidak pro pedagang kecil lah atau rakyat kecil lah.
tapi ironisnya, dia malah bangun mal di kampungnya :D, malah mungkin skenario agar carefour lebih milih berdiri di kampungnya ketimbang di Pku sendiri :D, no offense yaa, tapi bnr kok kalau carefour setelah gagal di Pku skrg memang lagi melakukan penjajakan disana :D.

rasarya
January 10th, 2010, 06:08 PM
BAKSO ???? OMG ???? Ada beritanya Kris ??? Aku penasaran,,, memang perlu dilindes nih orang :tongue2: .. Dia kira yang kaya cuman dia sendiri apaa...

Di Jalan Metro Pondok Indah nya Pekanbaru, masih banyak yang rumahnya Jyang JAUHHH lebih gede dari rumah dia :ohno:

Aku ingin tahu ceritanya lebih lanjut ada Link nya ????

Harusnya dia sadar, proteksi terhadap kalangan sendiri tanpa memberikan seleksi alam, hanya akan membuat manusia tidak belajar .... Lihat aja kota2 di Indonesia (di Sumatra juga) yang sangat proteksionis sama ekonomi lokal, gak berkembang kan kebanyakannya :D. Di Pekanbaru aja lah contoh sederhana, HOLIDAY 88 gak bakal renovasi total kalau 21 Cineplex gak masuk... Begitu juga untuk hal yang lainny, seperti Pasar Buah, Mega Dept. Store. AKu sangat ingin pengusaha lokal di Pekanbaru sadar betapa mereka itu MANJAAAA, terutama pengusaha Taksi :D

setubuh ham.. saya setuju bgt..

klo ada proteksi dari lokal yang menolak produk luar.. kita tidak tau pembandingan antar produk.. lagian itu namanya monopoli..

tantang taxi blue bird, klo aq sendiri.. selama taxi lokal bisa nenerapkan tarif yang bersaing.. g mslh koq.. itu namanya persaingan.. biar biasa berkaca, mana yang lebih baik dan ramah..

:banana::banana: :cheers:

rasarya
January 10th, 2010, 06:16 PM
soal carefour gagal masuk Pekanbaru gara2 bakso itu link beritanya ada di bang fahmi, ya, secara bakso ini kan ketua saudagar pedagang gitu jadi mungkin pembelaan kali dengan mengatasnamakan walikota yang tidak pro pedagang kecil lah atau rakyat kecil lah.
tapi ironisnya, dia malah bangun mal di kampungnya :D, malah mungkin skenario agar carefour lebih milih berdiri di kampungnya ketimbang di Pku sendiri :D, no offense yaa, tapi bnr kok kalau carefour setelah gagal di Pku skrg memang lagi melakukan penjajakan disana :D.

baru kebaca ya? udh keliatan koq dari awal dia bangun hotel plus revitalisasi mall d kampung nya..

seharusnya pemerintah daerah mencontoh carefour jogja.. di bawah tangan dingin sultan (:lol::lol:) carefour boleh masuk ASAL 65-70% produk di dalamnya di ambil dari pasar lokal.. jadi tidak mematikan pasar setempat dan sama-sama diuntungkan.. :banana:

Kris18
January 10th, 2010, 06:25 PM
duh, sebenarnya aku gak enak nih cerita soal ini, tapi bukan maksud, mohon maaf nih sebelumnya bila ada yg tersinggung :).

Tapi ya kita bisa tarik kesimpulan saja sih, seleksi alam yang bang Ilham katakan tadi terkadang memang dibutuhkan, agar perdagangan dan perekonomian dalam negeri sendiri bisa berkembang :). Revolusi dan inovasi juga bisa muncul dengan sendirinya.

4h3
January 11th, 2010, 04:03 AM
duh, sebenarnya aku gak enak nih cerita soal ini, tapi bukan maksud, mohon maaf nih sebelumnya bila ada yg tersinggung :).

Tapi ya kita bisa tarik kesimpulan saja sih, seleksi alam yang bang Ilham katakan tadi terkadang memang dibutuhkan, agar perdagangan dan perekonomian dalam negeri sendiri bisa berkembang :). Revolusi dan inovasi juga bisa muncul dengan sendirinya.

betul tu bang...

pnasaran nih klo bluebird bener2 nyampe d sini, 20 unit aja, cukuplah... :lol:

rilham2new
January 11th, 2010, 04:20 AM
baru kebaca ya? udh keliatan koq dari awal dia bangun hotel plus revitalisasi mall d kampung nya..

seharusnya pemerintah daerah mencontoh carefour jogja.. di bawah tangan dingin sultan (:lol::lol:) carefour boleh masuk ASAL 65-70% produk di dalamnya di ambil dari pasar lokal.. jadi tidak mematikan pasar setempat dan sama-sama diuntungkan.. :banana:

Carrefour itu dengan senang hati akan masuk di mana saja .... tapi pemerintah daerah berusahan menghalang-halangi mereka. Kalaupun gak pemerintah daerah,,, biasalahh pedagang pasar setempat melalui serikatnya berusaha menyuap anggota DPRD supaya menghalang-halangi retailer besar.

Ini hal dan praktek biasa, biasa karena terjadi hampir di setiap jengkal bumi Indonesia ini... terutama di luar Jawa yang punya grup pengusaha lokal yang bener2 "berduit". Pengusaha lokal ini masih ingin tetap jadi raja di daerahnya sendiri... Tapi hal ini salah,,, kalau mereka malah gak berkembang dan begitu2 saja ...

Coba aja masuk kayak Alfamart dan Indomaret ke Pekanbaru, pasti lebih rame lagi :tongue2: ... Lah, waktu Giant masuk PKU, kan Hypermart sibuk beriklan besar-besaran di RiauPos....

Itu baru antar retailer besar,, kalau antara retailer modern dan retailer modern ,,, persaingannya ke lebih siapa yang paling kuat mempengaruhi anggota DPRD.


Dan kenapa Carrefour dibenarkan masuk Jogja, karena tangan dingin sultan... Blaahhh, aku gak percaya "that sh*t"... Coba lihat dulu Ambarukmo Plaza itu punya siapa :D ... Coba Carrefour disuruh bangun di dekat kawasan Perumahan. Gak yakin aku kalau bakal dikasih..

21 Cineplex bukan gak mau masuk Jogja dari awal ... Tapi karena Pengusaha lokal berusaha mempengaruhi DPRD sedemikian rupa supaya tidak dibolehkan.

Carrefour dan 21 Cineplex baru bisa masuk setelah malnya sultan sendiri yang bangun... Orang DPRD (dan pihak yang dibeking) yaa paling cuman ketar-ketir doank.

Kalau Mal nya punya "pejabat", everything seems easier, kayaknya praktek yang sama jg terjadi di kota lain :D

rilham2new
January 11th, 2010, 04:24 AM
^^ Ohya hal yang sama juga terjadi di Pekanbaru di masa lampau ...... Kalau yang punya gedung Carrefour nya Rusli Zainal atau siapapun pembesar di Riau. Gak bakalan deh si "bakso" itu banyak omong, DPRD juga gak bakal sanggup menghalang-halangi :D

iForce
January 11th, 2010, 09:08 AM
Luar Biasa, Nasi Bungkus Kena Pajak
Laporan wartawan Kompas Syahnan Rangkuti
Senin, 11 Januari 2010


PEKANBARU, KOMPAS.com - Sejak awal Januari 2010, aparat Dinas Pendapatan Pekanbaru semakin gencar menyatroni warung-warung kecil di seluruh wilayah Kota Bertuah itu untuk mengutip pajak 10 persen dari setiap nasi bungkus. Pemko Pekanbaru tidak membuat pengecualian, pokoknya seluruh warung, besar atau gurem, diwajibkan membayar pajak demi menutupi defisit anggaran daerah.

Pemungutan pajak yang terang-terangan memberatkan rakyat kecil itu merupakan pengembangan atas Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pajak Rumah Makan dan Restoran.

Pemungutan pajak ditetapkan berdasarkan omset pedagang setiap bulan. Kepala Pendapatan Daerah Pekanbaru, Sofyan pada sejumlah media lokal di Pekanbaru menyatakan, pembelakuan pajak nasi bungkus itu dimaksudkan untuk mengurangi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2010 yang diperkirakan sebesar Rp 21 miliar.

Pemberlakuan pajak nasi bungkus itu langsung ditanggapi keras oleh Asosiasi Rumah Makan dan Minuman Riau (Asamari). Menurut Ketua Asamari, Yasni yang dihubungi hari Senin (11/1/2010) , pihaknya sangat berkeberatan dengan ketentuan pajak yang menyamaratakan rumah makan besar dan kecil.

"Semestinya ada klasifikasi terhadap pedagang sesuai dengan kemampuan warungnya. Untuk warung kecil, semestinya mereka tidak dikenakan pajak, karena yang membeli makanan di sana adalah orang-orang kecil. Pajak nasi bungkus itu hanya akan memberatkan masyarakat ekonomi menengah ke bawah," ujar Yasni.

Yasni mengatakan, pihaknya sudah mencoba menyampaikan keberatan kepada Pemko Pekanbaru. Hanya saja, niat itu tidak ditanggapi.

Secara terpisah, Nazaruddin, penduduk Pekanbaru mengatakan, tindakan Pemko Pekanbaru menerapkan pajak untuk warung kecil merupakan tindakan tidak kurang tepat pada waktu yang tidak tepat. Tidak semestinya, daerah yang berjuluk Kota Minyak itu memperberat rakyat kecil untuk menutupi defisit anggaran pada APBD-nya.

"Masih banyak cara lain untuk menutupi defisit anggaran. Coba Pemko buat penghematan atau mengurangi bonus untuk PNS pasti defisit itu tertutupi, bukan malah membuat orang susah bertambah susah," ujar Nazaruddin.

fahminanda
January 11th, 2010, 12:23 PM
Luar Biasa, Nasi Bungkus Kena Pajak
Laporan wartawan Kompas Syahnan Rangkuti
Senin, 11 Januari 2010


PEKANBARU, KOMPAS.com - Sejak awal Januari 2010, aparat Dinas Pendapatan Pekanbaru semakin gencar menyatroni warung-warung kecil di seluruh wilayah Kota Bertuah itu untuk mengutip pajak 10 persen dari setiap nasi bungkus. Pemko Pekanbaru tidak membuat pengecualian, pokoknya seluruh warung, besar atau gurem, diwajibkan membayar pajak demi menutupi defisit anggaran daerah.

Pemungutan pajak yang terang-terangan memberatkan rakyat kecil itu merupakan pengembangan atas Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pajak Rumah Makan dan Restoran.

Pemungutan pajak ditetapkan berdasarkan omset pedagang setiap bulan. Kepala Pendapatan Daerah Pekanbaru, Sofyan pada sejumlah media lokal di Pekanbaru menyatakan, pembelakuan pajak nasi bungkus itu dimaksudkan untuk mengurangi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2010 yang diperkirakan sebesar Rp 21 miliar.

Pemberlakuan pajak nasi bungkus itu langsung ditanggapi keras oleh Asosiasi Rumah Makan dan Minuman Riau (Asamari). Menurut Ketua Asamari, Yasni yang dihubungi hari Senin (11/1/2010) , pihaknya sangat berkeberatan dengan ketentuan pajak yang menyamaratakan rumah makan besar dan kecil.

"Semestinya ada klasifikasi terhadap pedagang sesuai dengan kemampuan warungnya. Untuk warung kecil, semestinya mereka tidak dikenakan pajak, karena yang membeli makanan di sana adalah orang-orang kecil. Pajak nasi bungkus itu hanya akan memberatkan masyarakat ekonomi menengah ke bawah," ujar Yasni.

Yasni mengatakan, pihaknya sudah mencoba menyampaikan keberatan kepada Pemko Pekanbaru. Hanya saja, niat itu tidak ditanggapi.

Secara terpisah, Nazaruddin, penduduk Pekanbaru mengatakan, tindakan Pemko Pekanbaru menerapkan pajak untuk warung kecil merupakan tindakan tidak kurang tepat pada waktu yang tidak tepat. Tidak semestinya, daerah yang berjuluk Kota Minyak itu memperberat rakyat kecil untuk menutupi defisit anggaran pada APBD-nya.

"Masih banyak cara lain untuk menutupi defisit anggaran. Coba Pemko buat penghematan atau mengurangi bonus untuk PNS pasti defisit itu tertutupi, bukan malah membuat orang susah bertambah susah," ujar Nazaruddin.

^^
Ini baru wacana or perencanaan. kalau belum ada bukti tindakan yang real, gak perlu dipermasalahkan. saya sendiri sebagai masyarakat asli Pekanbaru sangat tidak setuju akan hal ini. dan juga apa bisa diterapkan demikian? (rugi siapa dan untung siapa kita tidak tahu). setiap tindakan pasti ada maksud. banyak masyarakat selalu melibatkan alasan Kota Minyak sebagai modus untuk menyatakan kekurangan propinsi dimana bernaung. contohnya, bencana mati lampu selalu mereka kaitkan dengan Kota Minyak:ohno:....PLN (Perusahaan Lilin Negara) cape dehh........

Kris18
January 11th, 2010, 01:58 PM
^^
Heran, itu berita darimana yaa?? Pasti orang baru itu yang nulis berita yang bisa-bisanya mengatakan Pekanbaru sebagai kota minyak :nuts: sejak kapan?? kota ini PAD nya justru datang dari sektor pajak itu.

Dan soal gaji buat PNS atau guru itu memang sudah ada bagiannya masing-masing, boleh jujur , saudaraku ada yang jadi guru SD negeri, dan semenjak walikota Herman Abdullah ini, gaji guru makin memuaskan di Pekanbaru ini.

Dan memang tidak ada kaitannya itu antara krisis listrik dan kota minyak, Pekanbaru juga bukan kota minyak kan?:nuts:. Ya begitulah alibi yang dilontarkan orang-orang kalau ngobrol ala di kedai kopi, nanti diteruskan ke kotan tribun atau rtv :D.

Dan bisa saja nanti, kalau pedagang-pedagang itu dah berkeluh kesah, nanti pasti ngadi ke BAKSO , nah nanti si BAKSO pake ngancam-ngancam walikota pula dengat kata-katanya tidak pro pedagang/raktyat keci lah, nah setelah itu barulah menggerakkan demonstrasi depan kantor walikota dan DPRD sampai bikin macet sudirman :lol:

Benar kata bang rilham, jangan bermanja-manja deh, Yang jelas dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung :) . Jangan kayak si ombolot :lol:

rasarya
January 11th, 2010, 02:22 PM
Dan kenapa Carrefour dibenarkan masuk Jogja, karena tangan dingin sultan... Blaahhh, aku gak percaya "that sh*t"... Coba lihat dulu Ambarukmo Plaza itu punya siapa :D ... Coba Carrefour disuruh bangun di dekat kawasan Perumahan. Gak yakin aku kalau bakal dikasih..

21 Cineplex bukan gak mau masuk Jogja dari awal ... Tapi karena Pengusaha lokal berusaha mempengaruhi DPRD sedemikian rupa supaya tidak dibolehkan.

Carrefour dan 21 Cineplex baru bisa masuk setelah malnya sultan sendiri yang bangun... Orang DPRD (dan pihak yang dibeking) yaa paling cuman ketar-ketir doank.


di koreksi yah..

Ambarukmo plasa itu bukan punya sultan.. begitu pula dengan 21 cineplex ama XXI.. itu murni pengusaha lokal dan nasional yg garap.. karena jogja tidak memiliki bioskop pada waktu itu.. (hiks..hiks.. menyedihkan, dl sampe rela nton 21 ke solo..)

ambarukmo plasa hanya menyewa tanah dari keraton.. keraton tidak ada saham sedikit pun di dalamnya..

tapi, selaku kepala daerah di jogja, sultan "intervensi" pihak swasta yang ingin membangun untuk lebih condong kepada produk dalam negeri.. dari pada luar negeri..

pembangunan pusat2 hiburan d jogja amat sensitif.. karena sultan g pengen masyarakat lokal tergusur.. makanya jogja hanya memiliki sedikit pusat2 hiburan (mall dalam hal ini).. begitu kira-kira bung ilham.. :cheers:

rasarya
January 11th, 2010, 02:34 PM
^^
Heran, itu berita darimana yaa?? Pasti orang baru itu yang nulis berita yang bisa-bisanya mengatakan Pekanbaru sebagai kota minyak :nuts: sejak kapan?? kota ini PAD nya justru datang dari sektor pajak itu.

Dan soal gaji buat PNS atau guru itu memang sudah ada bagiannya masing-masing, boleh jujur , saudaraku ada yang jadi guru SD negeri, dan semenjak walikota Herman Abdullah ini, gaji guru makin memuaskan di Pekanbaru ini.

Dan memang tidak ada kaitannya itu antara krisis listrik dan kota minyak, Pekanbaru juga bukan kota minyak kan?:nuts:. Ya begitulah alibi yang dilontarkan orang-orang kalau ngobrol ala di kedai kopi, nanti diteruskan ke kotan tribun atau rtv :D.

Dan bisa saja nanti, kalau pedagang-pedagang itu dah berkeluh kesah, nanti pasti ngadi ke BAKSO , nah nanti si BAKSO pake ngancam-ngancam walikota pula dengat kata-katanya tidak pro pedagang/raktyat keci lah, nah setelah itu barulah menggerakkan demonstrasi depan kantor walikota dan DPRD sampai bikin macet sudirman :lol:

Benar kata bang rilham, jangan bermanja-manja deh, Yang jelas dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung :) . Jangan kayak si ombolot :lol:

klo g kota minyak, knp air PDAM nya berminyak yah? :lol::lol:

aq sendiri sih kurang setuju dengan penerapan pajak untuk nasi bungkus.. gila aja.. skrg kita makan nasi bungkus aja d gobin udh 6-8rb.. nah, klo sampe kena pajak, brp tu jd nya? mau 10-15rp apa? ilang deh teh es kebanggaan gobin.. :bash::bash: :ohno:

kalau penerapannya di rmh makan padang yg besar, kyk kota buana, ato g simpang raya lah.. itu g mslh.. nah klo nasi bungkus yg d pinggir jln yg biasa tmpt nongkrong (maaf) supir angkot ama becak.. kasian lah..

bisa makin tinggi aja biaya hidup d pekanbaru.. :ohno::ohno:

Kris18
January 11th, 2010, 02:55 PM
^^
Maksudnya, Pekanbaru ini gak seperti kabupaten Siak , Bengkalis, yang menghasilkan minyak dan gas bumi :D. Kalau sempat Pekanbaru berminyak, wah, bolehlah sedikit berbangga :D, lagipula gak bangga-bangga amat lah sebagai daerah berminyak, ya soalnya 85% yang ngambil duit minyaknya ya negara (PUSAT) kan :lol:, daerah berminyak belum tentu kaya karena minyaknya. Makanya aku kadang2 risih kalau masih ada warga yang bawa-bawa alibi kota minyak, emang bisa apa, pemda juga gak bisa berkutik main-main ke rumbai/minas karena ada BP MIGAS itu :D.

Kalau air PDAM yang berminyak, ada problem tuh dengan air PDAM nya, selain berminyak mungkin, paling banyak juga keluhannya airnya belum begitu jernih :D , air PDAM di Pekanbaru ini memang betul-betul butuh revolusi baru.:bash:

rasarya
January 11th, 2010, 03:17 PM
^^
Maksudnya, Pekanbaru ini gak seperti kabupaten Siak , Bengkalis, yang menghasilkan minyak dan gas bumi :D. Kalau sempat Pekanbaru berminyak, wah, bolehlah sedikit berbangga :D, lagipula gak bangga-bangga amat lah sebagai daerah berminyak, ya soalnya 85% yang ngambil duit minyaknya ya negara (PUSAT) kan :lol:, daerah berminyak belum tentu kaya karena minyaknya. Makanya aku kadang2 risih kalau masih ada warga yang bawa-bawa alibi kota minyak, emang bisa apa, pemda juga gak bisa berkutik main-main ke rumbai/minas karena ada BP MIGAS itu :D.

Kalau air PDAM yang berminyak, ada problem tuh dengan air PDAM nya, selain berminyak mungkin, paling banyak juga keluhannya airnya belum begitu jernih :D , air PDAM di Pekanbaru ini memang betul-betul butuh revolusi baru.:bash:

:lol: :lol: abis.. orang luar kan cuman tau pekanbaru.. klo d tanya.. dari mana? dari riau.. oo.. pekanbaru.. :bash::bash: hahaha..

iya tu, PDAM pekanbaru parah bggt.. udh berminyak, wrnanya pun keruh tak karuan.. mo d filter berapa kali pun tetep aja ada warnanya.. :ohno:

coba ada PDAM swasta ya.. biar nyaho' tu PDAM negara.. :crazy2::crazy2:

Kris18
January 11th, 2010, 04:03 PM
^^
justru orang luar tahunya Riau dibanding Pekanbaru sendiri. kata-kata Riau itu lebih populer ketimbang Pekanbaru sebenarnya, cek aja di google trend. Kalau untuk sumatera, okelah, Pekanbaru orang kenal, tapi untuk diluar sumatera, tahunya lebih banyak Riau, makanya suka digeneralisir Riau dan Pekanbaru, padahal kalau mau bicara tentang Riau itu cakupannya sangaat luas. Bolehlah bilang kalau Riau yang negeri minyak

PDAM tirta siak itu itu manajemennya dulu yang kurang bagus , sekarang kan sedang dalam pembenahan, bisa jadi pergantian manajemen menjadi yang baru, butuh suatu teknologi yag baru, dan sekadar info saja nih, potensi Pekanbaru yang ditawarkan pemko untuk investasi itu salah satunya ya sarana air bersih ini, perhatian khusus ada diberikan. ya kita lihat saja kedepannya nanti.

chubbylover
January 11th, 2010, 04:14 PM
Carrefour itu dengan senang hati akan masuk di mana saja .... tapi pemerintah daerah berusahan menghalang-halangi mereka. Kalaupun gak pemerintah daerah,,, biasalahh pedagang pasar setempat melalui serikatnya berusaha menyuap anggota DPRD supaya menghalang-halangi retailer besar.

Ini hal dan praktek biasa, biasa karena terjadi hampir di setiap jengkal bumi Indonesia ini... terutama di luar Jawa yang punya grup pengusaha lokal yang bener2 "berduit". Pengusaha lokal ini masih ingin tetap jadi raja di daerahnya sendiri... Tapi hal ini salah,,, kalau mereka malah gak berkembang dan begitu2 saja ...

Coba aja masuk kayak Alfamart dan Indomaret ke Pekanbaru, pasti lebih rame lagi :tongue2: ... Lah, waktu Giant masuk PKU, kan Hypermart sibuk beriklan besar-besaran di RiauPos....

Itu baru antar retailer besar,, kalau antara retailer modern dan retailer modern ,,, persaingannya ke lebih siapa yang paling kuat mempengaruhi anggota DPRD.


Dan kenapa Carrefour dibenarkan masuk Jogja, karena tangan dingin sultan... Blaahhh, aku gak percaya "that sh*t"... Coba lihat dulu Ambarukmo Plaza itu punya siapa :D ... Coba Carrefour disuruh bangun di dekat kawasan Perumahan. Gak yakin aku kalau bakal dikasih..

21 Cineplex bukan gak mau masuk Jogja dari awal ... Tapi karena Pengusaha lokal berusaha mempengaruhi DPRD sedemikian rupa supaya tidak dibolehkan.

Carrefour dan 21 Cineplex baru bisa masuk setelah malnya sultan sendiri yang bangun... Orang DPRD (dan pihak yang dibeking) yaa paling cuman ketar-ketir doank.

Kalau Mal nya punya "pejabat", everything seems easier, kayaknya praktek yang sama jg terjadi di kota lain :D

maaf nubie maw berpendapat.....
menurut aq carefour klo membuka cabang pasti pake studi analisis dlu,ga asal tiap daerah ngasi izin d mereka bakal bangun.karena mereka punya bisnis plan yang matang,ada syarat kepadatan penduduk suatu kota,daya beli masyarakat yg tinggi dan pendapatn perkapita d kota itu.ga mungkin carefour maw buka d bengkalis,walawpun daerah itu daya beli tinggi tp dari sisi kepadatan penduduk bengkalis blm memenuhi standard utk d didirikannya suatu gerai carefour.
satu lagi,darimana anda taw kalo carefour jogja punya sultan??Benar bahwa ambarukmo plaza adalah sultan ground,tp bukan berarti milik sultan.karena pengusaha/investor d sini menggunakan HGB dalam mendirikan bangunan tersebut,jadi pengusaha hanya menyewa pada kesultanan Yogyakarta.anda taw knp carefour d beri t4 d tengah kota??karena pihak carefour n pemprov DIY menyepakati suplier lokal punya kuasa untuk memasok barang dagangan yg ada,d sisi lain ini menumbuhkan UMKM.jadi carefour masuk ad win2 solution didalamnya.
mengenai ALFAMART dan indomart beruntung ga masuk k pekanbaru,karena bila peretail itu masuk bakal menghancurkan sendi2 ekonomi rakyat.jangan harap warung "etek2 kadai" bakal d lirik oleh konsumen.ini sudah terjadi d seluruh wilayah jawa,peretail itu masuk dan merusak sistem pasar yg ada. d satu sisi kemajuan dan kemodernan nampak,tp di sisi lain akan mematikan usaha rakyat kecil.

rasarya
January 11th, 2010, 04:25 PM
mengenai ALFAMART dan indomart beruntung ga masuk k pekanbaru,karena bila peretail itu masuk bakal menghancurkan sendi2 ekonomi rakyat.jangan harap warung "etek2 kadai" bakal d lirik oleh konsumen.ini sudah terjadi d seluruh wilayah jawa,peretail itu masuk dan merusak sistem pasar yg ada. d satu sisi kemajuan dan kemodernan nampak,tp di sisi lain akan mematikan usaha rakyat kecil.

setuju dengan mas chubby,

menurutku jg bgtu, klo sampe indomart, alfamart masuk dan menjamur d pekanbaru.. sudah... habis sudah warung2 di kecil..

di jawa aja udah kewalahan bwt nekan marak nya bisnis ini karena terbukti mematikan pengusaha2 low budget ato pengusaha mikro.. :ohno:

investasi boleh saja masuk, tapi di liat jg pengaruh perubahan terhadap perekonomian rakyat, khusus nya rakyat kecil.. arus ada filter.. jadi tidak terlindas dan retindas..

chubbylover
January 11th, 2010, 04:27 PM
setubuh ham.. saya setuju bgt..

klo ada proteksi dari lokal yang menolak produk luar.. kita tidak tau pembandingan antar produk.. lagian itu namanya monopoli..

tantang taxi blue bird, klo aq sendiri.. selama taxi lokal bisa nenerapkan tarif yang bersaing.. g mslh koq.. itu namanya persaingan.. biar biasa berkaca, mana yang lebih baik dan ramah..

:banana::banana: :cheers:

Disini biasanya klo pengusaha nasional maw merambah daerah dia ga akan masuk begitu saja sendiri,biasanya mereka akan mengakuisisi perusahaan yg sejenis yg telah berdiri dengan kata lain membeli izin usaha yang ada.karena dengan cara itu mereka lebih gampang masuk.nah disini yang perlu d lihat siapakah owner d daerahnya???apakah pengusaha lokal apakah pejabat apakah anggota dewan??ini sudah perputaran d negeri kita bung.

chubbylover
January 11th, 2010, 04:35 PM
Ini di jalan Arifin Achmad, nah di lokasi depan yang dipagari itulah, direncanakan akan dibangun sebuah hotel bertaraf internasional di Pekanbaru.

Kalau kulihat, lahannya sangat luas, dan ada papan pengumuman di sana yang bertuliskan "Insya Allah, disini akan dibangun hotel bertaraf internasional".

Sorry, aku kelupaan ngambil gambarnya :D

http://farm3.static.flickr.com/2682/4250165832_5eed5ef5ed_b.jpg


^^
kira-kira hotel apa yaah yang akan dibangun?? :cheers:

hmmmm.....aq kasi bocoran dikit...ini hotel ambil manajemen dari Belanda,mungkin akan bernama sama dengan bunga yg paling tenar d Belanda....aq pernah bicara ama ownernya kira2 dia akan membangun 6 lantai aja,,dan convention hall mengalahkan punyanya opung Hutahean......kita liat aja benerkah omongAN Beliau,FYI : hotel yg akan d bangun ini ownernya sama dengan salah satu hotel bintang 3 yang terletak d jalan jend. Sudirman
mengenai rendering saat ini memasuki tahap akhir katanya. let we see....

rasarya
January 11th, 2010, 04:42 PM
hmmmm.....aq kasi bocoran dikit...ini hotel ambil manajemen dari Belanda,mungkin akan bernama sama dengan bunga yg paling tenar d Belanda....aq pernah bicara ama ownernya kira2 dia akan membangun 6 lantai aja,,dan convention hall mengalahkan punyanya opung Hutahean......kita liat aja benerkah omongAN Beliau,FYI : hotel yg akan d bangun ini ownernya sama dengan salah satu hotel bintang 3 yang terletak d jalan jend. Sudirman
mengenai rendering saat ini memasuki tahap akhir katanya. let we see....

deket simpang tiga.. :lol::lol::lol:

iyup.. menurut owner nya, tahap rendering sudah hampir final.. hotelnya, tidak sembarang hotel katanya, taraf internasional dan pembangunannya, insyallah, mudah2an.. awal tahun depan.. (rencana awal)

btw, koq anda bisa tau jg? jangan2 saya kenal sama anda? :bash::bash: :ohno:

chubbylover
January 11th, 2010, 04:47 PM
deket simpang tiga.. :lol::lol::lol:

iyup.. menurut owner nya, tahap rendering sudah hampir final.. hotelnya, tidak sembarang hotel katanya, taraf internasional dan pembangunannya, insyallah, mudah2an.. awal tahun depan.. (rencana awal)

btw, koq anda bisa tau jg? jangan2 saya kenal sama anda? :bash::bash: :ohno:

ooooh...sure???hmm,,,,,apakah ownernya ini yg bernama Mr. E*y????
kmren saya juga bertemu dengan GM hotelnya yg sekarang dan beliau jg membenarkan hal itu..berarti bakal makin rame dunk yaaah persaingan hotel bintang 5 d pekanbaru ini......tampaknya kota MICE yg didambakan mendapat sambutan yg bagus dari pihak PHRI Riau.

rasarya
January 11th, 2010, 04:56 PM
ooooh...sure???hmm,,,,,apakah ownernya ini yg bernama Mr. E*y????
kmren saya juga bertemu dengan GM hotelnya yg sekarang dan beliau jg membenarkan hal itu..berarti bakal makin rame dunk yaaah persaingan hotel bintang 5 d pekanbaru ini......tampaknya kota MICE yg didambakan mendapat sambutan yg bagus dari pihak PHRI Riau.

hehehe.. iyup.. Mr. *d*.. :lol::lol:

tentu saja PHRI menyambut positif, karena tingkat occupancy hotel di pekanbaru tergolong tinggi.. masih rata2 di atas 65%.. jadi masih banyak peluang bersaing di dunia perhotelan.. :cheers: monggo.. sapa lagi yang mau bikin hotel...

Kris18
January 12th, 2010, 03:29 AM
maaf nubie maw berpendapat.....
menurut aq carefour klo membuka cabang pasti pake studi analisis dlu,ga asal tiap daerah ngasi izin d mereka bakal bangun.karena mereka punya bisnis plan yang matang,ada syarat kepadatan penduduk suatu kota,daya beli masyarakat yg tinggi dan pendapatn perkapita d kota itu.ga mungkin carefour maw buka d bengkalis,walawpun daerah itu daya beli tinggi tp dari sisi kepadatan penduduk bengkalis blm memenuhi standard utk d didirikannya suatu gerai carefour.


Kalau menurut saya, Pekanbaru sudah memenuhi standar itu, Pekanbaru jumlah penduduk tahun 2007 mencapai : 779.889. Dan pada tahun 2009 lalu8 diperkirakan telah mencapai 800 ribu lebih. Tingkat pertumbuhan ekonomi 8%. Daya beli masyarakat? Kita bisa lihat sendiri beberapa selama 2003 hingga 2009 lalu sudah ada 3 mal besar dengan departments store, 4 plaza department store,retailer besar seperti Hypermart, GIANT, MAKRO, Ace Hardware, dan sebagainya. Dan kunjungan ke retailer selalu ramai setiap harinya. Saya rasa masuk carefour juga fine-fine.

Dan lagipula,. perencanaan desain carefour yang mau masuk ke pasar senapelan (ex-kodim) itu sudah dengan skala yang sangatlah kecil dibanding dengan carefour-carefour yang ada di Jakarta, seperti supermarket 1 lantai biasalah dan lagipula pasar senapelan itu juga masih kalah besar dengan plaza citra.

Dan akan ditempatkan sangat dekat dengan pusat kota, yang dijangkau penduduk dari kecamatan Senapelan,Sukajadi, Bukit Raya, Lima Puluh,Rumbai.

Bengkalis? Adanya di Duri, kecamatan Mandau yang berpenduduk terbanyak di kabupaten itu, Duri sudah ada pusat perbelanjaannya, Mandau TOwn Square beserta hotel berbintang 4, dan dengar-dengar Ramayana mau masuk.

Duri , kecamatan Mandau :
Luas Area (km) : 937,47
Populasi : 180.088

Ramayana juga ada di kota Dumai, kota terbesar kedua di Provinsi Riau dengan populasi sekitar 231.121.

Ramayana juga buka di Pangkalan Kerinci, ibukota Kabupaten Pelalawan Pangkalan kerinci sendiri berpopulasi sebesar : 64.720 dan department store ini juga menghimpun penduduk yang dari kecamatan Langgam, kecamatan Pelalawan, dan lain-lain

Ramayana juga buka di Perawang, yang juga bukan ibukota kabupaten Siak. Dan populasinya juga gak jauh beda dengan populasi daerah-daerah diatas.


mengenai ALFAMART dan indomart beruntung ga masuk k pekanbaru,karena bila peretail itu masuk bakal menghancurkan sendi2 ekonomi rakyat.jangan harap warung "etek2 kadai" bakal d lirik oleh konsumen.ini sudah terjadi d seluruh wilayah jawa,peretail itu masuk dan merusak sistem pasar yg ada. d satu sisi kemajuan dan kemodernan nampak,tp di sisi lain akan mematikan usaha rakyat kecil.

Ya gak harus sampai se extreme di Jakarta yang tiap jarak 30 meter ada aja alfamart atau indomart. Hendaknya bisa bersaing, lagipula selama ini warga kalau berbelanja ke kedai itu kalau mendesak , kalau gak mendesak ya santai mau belanja di pasar,mall atau supermarket jauh-jauh juga oke, di setiap kelurahan sekarang juga sudah ada minimarket.

nowan
January 12th, 2010, 04:00 AM
ooooh...sure???hmm,,,,,apakah ownernya ini yg bernama Mr. E*y????
kmren saya juga bertemu dengan GM hotelnya yg sekarang dan beliau jg membenarkan hal itu..berarti bakal makin rame dunk yaaah persaingan hotel bintang 5 d pekanbaru ini......tampaknya kota MICE yg didambakan mendapat sambutan yg bagus dari pihak PHRI Riau.

Apa itu bakal jadi Royal Tulip ya? Convention hall-nya lebih besar dari Labersa? wow... Dimana sih posisinya di Arifin Ahmad? just curious.. Ya kita tunggu saja apa yg bakal tumbuh di sana :) :cheers:

Kris18
January 12th, 2010, 05:36 AM
dari Riaupos edisi cetak

http://farm5.static.flickr.com/4063/4267164327_d968c4593b_o.jpg

casandraku
January 12th, 2010, 05:49 AM
Pelabuhan Pekanbaru itu namanya apa?

aboy_wew
January 12th, 2010, 10:41 AM
^^pelb. sungai duku...

oh ya???hotel yg punya hall lebih besar dri labersa???hohoho..
tpi knapa cuma 6 lntai y???krena dket bndara kali y..jdi bisa mnggu penerbangan klo tinggi2,,hehe..lanjutkan pekanbaru!!!makin cpet d bgun makin baik,,hahaha

chubbylover
January 12th, 2010, 12:17 PM
Apa itu bakal jadi Royal Tulip ya? Convention hall-nya lebih besar dari Labersa? wow... Dimana sih posisinya di Arifin Ahmad? just curious.. Ya kita tunggu saja apa yg bakal tumbuh di sana :) :cheers:

hehehe......no coment aja deeeh klo ttg namanya:).......klo ttg hallnya si owner mengaminkan bakal ngalahin hotelny opung dari sisi kapasitasnya,maklum hotel yang sekarang dulu sempat merajai pemasaran Ballroom d pekanbaru,...klo ttg ketinggian mungkin ga mutlak jg yaah.....bsa tinggi dr 6lt bsa kurang dr 6lt....ntr aja deh aq masukin renderingnya klo uwd dapet,,atw mungkin bung arya bsa membantu??

chubbylover
January 12th, 2010, 12:24 PM
Kalau menurut saya, Pekanbaru sudah memenuhi standar itu, Pekanbaru jumlah penduduk tahun 2007 mencapai : 779.889. Dan pada tahun 2009 lalu8 diperkirakan telah mencapai 800 ribu lebih. Tingkat pertumbuhan ekonomi 8%. Daya beli masyarakat? Kita bisa lihat sendiri beberapa selama 2003 hingga 2009 lalu sudah ada 3 mal besar dengan departments store, 4 plaza department store,retailer besar seperti Hypermart, GIANT, MAKRO, Ace Hardware, dan sebagainya. Dan kunjungan ke retailer selalu ramai setiap harinya. Saya rasa masuk carefour juga fine-fine.

Dan lagipula,. perencanaan desain carefour yang mau masuk ke pasar senapelan (ex-kodim) itu sudah dengan skala yang sangatlah kecil dibanding dengan carefour-carefour yang ada di Jakarta, seperti supermarket 1 lantai biasalah dan lagipula pasar senapelan itu juga masih kalah besar dengan plaza citra.

Dan akan ditempatkan sangat dekat dengan pusat kota, yang dijangkau penduduk dari kecamatan Senapelan,Sukajadi, Bukit Raya, Lima Puluh,Rumbai.

Bengkalis? Adanya di Duri, kecamatan Mandau yang berpenduduk terbanyak di kabupaten itu, Duri sudah ada pusat perbelanjaannya, Mandau TOwn Square beserta hotel berbintang 4, dan dengar-dengar Ramayana mau masuk.

Duri , kecamatan Mandau :
Luas Area (km) : 937,47
Populasi : 180.088

Ramayana juga ada di kota Dumai, kota terbesar kedua di Provinsi Riau dengan populasi sekitar 231.121.

Ramayana juga buka di Pangkalan Kerinci, ibukota Kabupaten Pelalawan Pangkalan kerinci sendiri berpopulasi sebesar : 64.720 dan department store ini juga menghimpun penduduk yang dari kecamatan Langgam, kecamatan Pelalawan, dan lain-lain

Ramayana juga buka di Perawang, yang juga bukan ibukota kabupaten Siak. Dan populasinya juga gak jauh beda dengan populasi daerah-daerah diatas.




Ya gak harus sampai se extreme di Jakarta yang tiap jarak 30 meter ada aja alfamart atau indomart. Hendaknya bisa bersaing, lagipula selama ini warga kalau berbelanja ke kedai itu kalau mendesak , kalau gak mendesak ya santai mau belanja di pasar,mall atau supermarket jauh-jauh juga oke, di setiap kelurahan sekarang juga sudah ada minimarket.

thx bung kris......klo pekanbaru sudah mencukupi dari segi penduduk untuk d buatny gerai carefour.,tp klo daerah lain mungkin belum....mengenai alfamart or indomart saya kurang setuju apabila ini masuk ke pekanbaru,karena bsa merusak pasar yang uwd ada.klo ttg minimarket2 d pekanbaru sih saya setuju2 saja karena ga memainkan monopoli usaha seperti 2 brand d atas....
regard, chubby:)

chubbylover
January 12th, 2010, 12:27 PM
^^pelb. sungai duku...

oh ya???hotel yg punya hall lebih besar dri labersa???hohoho..
tpi knapa cuma 6 lntai y???krena dket bndara kali y..jdi bisa mnggu penerbangan klo tinggi2,,hehe..lanjutkan pekanbaru!!!makin cpet d bgun makin baik,,hahaha

yang jelas tergantung dari sindikasi perbankannya maw mengucurkan kreditnya ga?pengusaha boleh punya rencana,tp klo d mata bank ga prospektif yah bsa2 tinggal cerita....tp d doain jadi deeeh,karena ini akan meningkatkan penyerapan SDM d pekanbaru.

rilham2new
January 12th, 2010, 03:52 PM
di koreksi yah..

Ambarukmo plasa itu bukan punya sultan.. begitu pula dengan 21 cineplex ama XXI.. itu murni pengusaha lokal dan nasional yg garap.. karena jogja tidak memiliki bioskop pada waktu itu.. (hiks..hiks.. menyedihkan, dl sampe rela nton 21 ke solo..)

ambarukmo plasa hanya menyewa tanah dari keraton.. keraton tidak ada saham sedikit pun di dalamnya..

tapi, selaku kepala daerah di jogja, sultan "intervensi" pihak swasta yang ingin membangun untuk lebih condong kepada produk dalam negeri.. dari pada luar negeri..

pembangunan pusat2 hiburan d jogja amat sensitif.. karena sultan g pengen masyarakat lokal tergusur.. makanya jogja hanya memiliki sedikit pusat2 hiburan (mall dalam hal ini).. begitu kira-kira bung ilham.. :cheers:

Very good word, konsesi tanah dan intervensi :tongue2: .. Memang bener bukan si doi yang garap.

Konsesi tanah dihitung kepemilikan tidak liquid kan ;), ya aku tahu Sultan punya peranan intervensi dalam meng"halang-halang"i pengaruh luar masuk ke dalam Jogja. Dan tentu saja, untuk supaya jalan mulus harus ada "sultan"-factor. It will not that easier, if it is not owned by others :D

Aku pribadi tidak setuju hal itu diterapkan di Pekanbaru. Aku sangat menentang segala usaha yang dilakukan pemerintah untuk membuat Pekanbaru (dan Riau) jadi kawasan tertutup, sebaiknya kita terbuka tapi di saat yang bersamaan we protect Locals juga... Gak se-ekstrem si Sultan tentunya :tongue2:, sampe2 level harga di Jogja terkendali sebegitu hebatnya di level masyarakat bawah... tapi melonjak setinggi-tingginya di level retail :D ...

Beda dengan Pekanbaru, harga di level masyarakat bawah mahal, untuk standar retail modern yaa sama lah dengan kota2 besar lain. (praktek yang cukup umum sih di luar Jawa ...).

rilham2new
January 12th, 2010, 04:13 PM
maaf nubie maw berpendapat.....
menurut aq carefour klo membuka cabang pasti pake studi analisis dlu,ga asal tiap daerah ngasi izin d mereka bakal bangun.karena mereka punya bisnis plan yang matang,ada syarat kepadatan penduduk suatu kota,daya beli masyarakat yg tinggi dan pendapatn perkapita d kota itu.ga mungkin carefour maw buka d bengkalis,walawpun daerah itu daya beli tinggi tp dari sisi kepadatan penduduk bengkalis blm memenuhi standard utk d didirikannya suatu gerai carefour.
satu lagi,darimana anda taw kalo carefour jogja punya sultan??Benar bahwa ambarukmo plaza adalah sultan ground,tp bukan berarti milik sultan.karena pengusaha/investor d sini menggunakan HGB dalam mendirikan bangunan tersebut,jadi pengusaha hanya menyewa pada kesultanan Yogyakarta.anda taw knp carefour d beri t4 d tengah kota??karena pihak carefour n pemprov DIY menyepakati suplier lokal punya kuasa untuk memasok barang dagangan yg ada,d sisi lain ini menumbuhkan UMKM.jadi carefour masuk ad win2 solution didalamnya.
mengenai ALFAMART dan indomart beruntung ga masuk k pekanbaru,karena bila peretail itu masuk bakal menghancurkan sendi2 ekonomi rakyat.jangan harap warung "etek2 kadai" bakal d lirik oleh konsumen.ini sudah terjadi d seluruh wilayah jawa,peretail itu masuk dan merusak sistem pasar yg ada. d satu sisi kemajuan dan kemodernan nampak,tp di sisi lain akan mematikan usaha rakyat kecil.

Oh tentu saja semuanya tentang studi pasar, yang kumaksud adalah kalau kita sudah melewati tahapan2 seperti uji pasar ini. Apakah dengan mudahnya akan mendirikan Carrefour ???

Jawabnya TIDAK, ada serentetan birokrasi yang harus dilewati di DPRD, stempel sana-sini. Dan kalau untuk FIRST TIME pastinya tidak akan gampang, karena pertimbangan baik buruk (dan sogok sana-sini dari perserikatan retailer kecil) juga main di situ.

Aku gak mau nyebut-nyebut, tapi ada kok kota di Indonesia ini yang secara studi pasar udah layak ... tapi pemerintahnya masih belum bisa kasih izin terbuka, karena terlalu paranoid dalam proteksi ekonomi lokal. Udahlah, contohnya di Indonesia Barat, di Sumatra juga (di Jawa, mungkin Jogja adalah contoh yang baik ... tapi gak juga, karena finally Carrefour dibangun di atas tanah keraton). Gak tahu lah ya, kalau menurut teman2ku yang dari Jogja yang tipikal-skeptis, "Sultan"-factor adalah yang membuat itu dipermudah (bukan sekedar komitmen perjanjian pasar .... Pada prakteknya komitmen perjanjian pasar dengan PEMPROV di daerah bukan hal spesial dan membanggakan :D, karena hal yang sama terjadi di kota2 lain yang baru mulai mengizinkan retailer lokal kok :D ... dan bukan hal yang membuat orang Medan bangga :D). That's why I call that "ornament" as "sh*t". Sekarang kalian buka RIAUPOS, penasaran gak kalian kenapa film di RIAU 21 dan HOLIDAY 88 tayangnya sama2 judulnya, sama2 bilangan studionya.. Apa ada intervensi pemerintah, kalau sama kok kayaknya kebetulan yang udah berbulan-bulan ya :D

Rasanya gak ada daerah di Indonesia yang benar2 terbuka pada retailer modern segila Jakarta, Bogor, dan Bandung ;) .. (apakah Batam bisa dimasukkan? ... Batam mungkin "beruntung", sebelum ekonomi lokal berkembang pesat ... Batam sudah disesaki Matahari Dept. Store, McD, KFC, 21 Studio, (dulu) Gelael ... batam sudah punya itu semua waktu populasinya cuman 200 ribu jiwa).

rilham2new
January 12th, 2010, 04:33 PM
^^
justru orang luar tahunya Riau dibanding Pekanbaru sendiri. kata-kata Riau itu lebih populer ketimbang Pekanbaru sebenarnya, cek aja di google trend. Kalau untuk sumatera, okelah, Pekanbaru orang kenal, tapi untuk diluar sumatera, tahunya lebih banyak Riau, makanya suka digeneralisir Riau dan Pekanbaru, padahal kalau mau bicara tentang Riau itu cakupannya sangaat luas. Bolehlah bilang kalau Riau yang negeri minyak

PDAM tirta siak itu itu manajemennya dulu yang kurang bagus , sekarang kan sedang dalam pembenahan, bisa jadi pergantian manajemen menjadi yang baru, butuh suatu teknologi yag baru, dan sekadar info saja nih, potensi Pekanbaru yang ditawarkan pemko untuk investasi itu salah satunya ya sarana air bersih ini, perhatian khusus ada diberikan. ya kita lihat saja kedepannya nanti.

Aku tidak pernah setuju PKU dikatakan kaya karena minyak (dikatakan kaya juga rasanya tidak,, di atas rata-rata mungkin iya.. standar hidup baik juga mungkin iya). Berapa persen sih masyarakat kita yang terpengaruh langsung sama perusahaan minyak?? AKU TIDAK !!!! Kakak beradik ayah aku TIDAK!!! Di sekolah dulupun, di kelas ku hanya 2 orang saja yang dari keluarga besar perusahaan minyak.... Tidak banyak, kalau di DURI atau BENGKALIS mungkin iya lah .. tapi di Pekanbaru, rasanya TIDAK (kecuali untuk regional RUmbai).

Pekanbaru adalah kota kontraktor, suka tidak suka ... perusahaan sawit, kertas, dan minyak gak bisa melakukan semuanya sendiri ... mereka pasti pake jasa kontraktor ... Kalau Kontraktor, di kelas aku dulu ada 8-10 orang yang ayahnya kontraktor ... lain dari itu sih paling PNS/swasta..

Mana ada kawasan ekplorasi minyak di Pekanbaru ... Minas rasanya udah masuk kabupaten Siak ... Bahkan kantor pusat dan kegiatan CPI rasanya paling banyak dilakukan di DURI. Untuk PERTAMINA pun, rasanya paling banyak di DUMAI dan Sei Pakning.. Kalau bicara berapa persen keluarga di Pekanbaru yang terlibat dan mendapat cipratan dari eksplorasi SAWIT, kurasa presentasinya lebih tinggi...

Pekanbaru itu kota perdagangan, di mana orang2 dari satu Riau berbelanja. Dan juga kontraktor2 bertaburan di kota ini, mulai dari kelas profesional sampe kelas teri. Kita bisa lihat orang jadi kaya dan jatuh miskin dalam semalam juga dari kerjaan "kontraktor" ini, banyak contoh di Pekanbaru (beberapa di antaranya malah aku kenal dan masih sodara juga).

Tentu saja Pekanbaru adalah kota Perbankan, perusahaan besar dan individu berpenghasilan tinggi se-Riau cenderung punya Rumah dan menanamkan "duit" mereka di Pekanbaru. Itu faktor X !!!

Salah kalau kota ini kota Minyak !! Hanya karena kantornya ada di sini, Duri,Dumai, dan Minas rasanya lebih layak (di sana lengkap Eksplorasi + kantor + perumahan pekerjanya)...

rilham2new
January 12th, 2010, 04:46 PM
coba ada PDAM swasta ya.. biar nyaho' tu PDAM negara.. :crazy2::crazy2:

Kalau penduduk Tangkerang dan Tenayan Raya. Di kawasan itu tanahnya berbukit dan agak keras... Jadi bukan tipe tanah gambut kayak Pekanbaru sebelah Barat dan Selatan (dan Utara -- kecuali Kawasan Rumbai Camp ke atas),,

rasanya PDAM Swasta merajalela di sana... masyarakat berlomba buat sumur bor yang dialirkan ke tangki penyimpanan air ;) .... Gak bakalan bisa ditertibkan, karena jaringan PDAM masih belum ekspansif di sana (kecuali Tangkerang lama). Dan rasanya ribuan rumah udah pake "PDAM Swasta" ini ..

PDAM swasta udah ada, dan itu bisa jadi pilihan :D ... PDAM Tirta Siak masih hidup wal'afiat aja tuh. Cuman mungkin TOP MANAGEMENT nya aj yang perlu dibenahi..

Cuman PDAM Swasta ini gak bakal dipilih kalau tinggal nya di Panam atau Arengka, karena kondisi air tanah yang sebenarnya "lumayan" parah di beberapa titik. Jadi mending PDAM ... <<rahasia umum>>, tapi berhubung ledakan penduduk yang terjadi di kawasan Panam dan Arengka belakangan ini memang gila-gilaan yang gak bisa diikutin sama PDAM, pada akhirnya banyak juga yang terpaksa ngambil air "PDAM swasta" ini <<rahasia umum juga>>

Dukung PDAM Pekanbaru Selatan sebagai sub-sistem terpisah dari Sub-Sistem Kota Pekanbaru lama ...

rilham2new
January 12th, 2010, 05:07 PM
yang jelas tergantung dari sindikasi perbankannya maw mengucurkan kreditnya ga?pengusaha boleh punya rencana,tp klo d mata bank ga prospektif yah bsa2 tinggal cerita....tp d doain jadi deeeh,karena ini akan meningkatkan penyerapan SDM d pekanbaru.

Nah, aku setuju ,,, suatu kota itu banyak membangun atau tidaknya itu ditentukan dengan karakteristik masyarakat perbankan di kota itu. Apakah kota itu membentuk karakter skeptis di kalangan pekerja perbankan atau membentuk karakter pesimis di kalangan pekerja perbankan. Karakter2 ini bisa dilihat dari bagaimana sih bentuk dukungan nyata pemerintah, masyarakat, dan alam persaingan bisnis di kota itu.

Ya, memang tidak semudah itu ... pastinya pekerja perbankan di bidang perkreditan adalah hasil rotasi dari seluruh Indonesia (kecuali Bank Riau dan BPR-BPR lokal di Riau).

PERBANKAN Riau (atau Pekanbaru?) masuk kategori "antusias"... bahkan belakangan Bank Riau juga "antusias"... Menarik untuk dicermati, bagaimana pemerintah daerah sudah menyorot PON dari jauh2 hari untuk mem"Boost"ing ekonomi (dan menggerakkan sektor perbankan untuk giat "menolong" ).

Harap2 sindikasi perbankan akan terus terwujud untuk men-support Pembangunan Pekanbaru ke depannya ;) ...

Btw, NIRVANA di Arengka udah mau mulai pembangunan tahap kedua :D

rilham2new
January 12th, 2010, 05:14 PM
hmmmm.....aq kasi bocoran dikit...ini hotel ambil manajemen dari Belanda,mungkin akan bernama sama dengan bunga yg paling tenar d Belanda....aq pernah bicara ama ownernya kira2 dia akan membangun 6 lantai aja,,dan convention hall mengalahkan punyanya opung Hutahean......kita liat aja benerkah omongAN Beliau,FYI : hotel yg akan d bangun ini ownernya sama dengan salah satu hotel bintang 3 yang terletak d jalan jend. Sudirman
mengenai rendering saat ini memasuki tahap akhir katanya. let we see....

Salah satu hotel bintang 3 berarti antara Furaya dan Ratu Mayang ...

Ok, aku mengasumsikan ini mungkin kepemilikan Furaya ..

kalau ini jadi hotel bintang 5, berarti Pekanbaru resmi punya beberapa hotel bintang 5 yang sedang U/C, ON-HOLD, ataupun PROPOSED...
1. Hotel *misteri* di Arifin Ahmad
2. Hotel yang akan dikelola di kawasan Apartment The Peak
3. Premiere Grand Zuri

Tentu saja sudah ada hotel bintang 5 di PKU sebelumnya ..
1. Hotel Aryaduta
2. Hotel Grand Jatra
3. Hotel Labersa ..

pramana
January 12th, 2010, 05:31 PM
nubi butuh bantuan nih...:bash:

abang2 disini ada yang kerja di proyek2 UC di pekanbaru gak?? aku cari tempat magang nih.. mahasiswa t.sipil ugm...

salam kenal anyway:)

jendry
January 12th, 2010, 06:27 PM
[QUOTE=rilham2new;49947743]
Salah satu hotel bintang 3 berarti antara Furaya dan Ratu Mayang ...

Ok, aku mengasumsikan ini mungkin kepemilikan Furaya ..

ada satu lagi hotel bintang tiga di jl. sudirman hotel aston pekanbaru city hotel

hotel aston pekanbaru city hotel
http://img64.imageshack.us/img64/3671/2lg.jpg (http://img64.imageshack.us/i/2lg.jpg/)

http://img193.imageshack.us/img193/7827/8lgg.jpg (http://img193.imageshack.us/i/8lgg.jpg/)

http://img515.imageshack.us/img515/9968/3lgq.jpg (http://img515.imageshack.us/i/3lgq.jpg/)
http://www.astonpekanbaru.com/

Kris18
January 13th, 2010, 05:33 AM
BAKSO ???? OMG ???? Ada beritanya Kris ???
Aku ingin tahu ceritanya lebih lanjut ada Link nya ????

Harusnya dia sadar, proteksi terhadap kalangan sendiri tanpa memberikan seleksi alam, hanya akan membuat manusia tidak belajar .... Lihat aja kota2 di Indonesia (di Sumatra juga) yang sangat proteksionis sama ekonomi lokal, gak berkembang kan kebanyakannya :D. Di Pekanbaru aja lah contoh sederhana, HOLIDAY 88 gak bakal renovasi total kalau 21 Cineplex gak masuk... Begitu juga untuk hal yang lainny, seperti Pasar Buah, Mega Dept. Store. AKu sangat ingin pengusaha lokal di Pekanbaru sadar betapa mereka itu MANJAAAA, terutama pengusaha Taksi :D

http://www.riaumandiri.net/rmn/index.php?option=com_content&view=article&id=154:basko-ikmr-menolak-carrefour&Itemid=64&lang=in
Basko: IKMR Menolak Carrefour
Jumat, 11 September 2009 01:12

Basrizal Koto

Ingatkan Walikota Jangan Beri Izin

PEKANBARU-Carrefour bakal hadir di Pasar Senapelan. Ibarat tsunami ekonomi, bakal menyapu pedagang kecil di Pekanbaru. Karena kehadirannya tidak menguntungkan rakyat kecil, maka Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) menolak kehadiran Carrefour.

Basrizal Koto, ketua umum IKMR juga mengingatkan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah agar tidak semudah itu memberi izin Carrefour. Izin pembukaan plaza atau sejenis Carrefour itu harus dikaji dahulu secara intensif. Statement Basrizal Koto disampaikan kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (10/9) siang, menanggapi polemik rencana kehadiran Carrefour di Pasar Senapelan, Blok A Lantai III.



"Saya dengan tegas menolak kehadiran Carrefour, dan saya ingatkan agar Walikota tidak semudah itu memberi izin Carrefour. Beri kesempatan rakyat kecil untuk hidup berdagang. Tampung aspirasi mereka. Mereka jangan diperlakukan semena-mena. Itu saja pesan saya kepada Walikota," kata Basko, yang resah setelah membaca polemik tarik ulur Carrefour dengan para pedagang kecil. Memang perkembangan terakhir dari berita edisi koran ini, Rabu (9/9), para pedagang sikapnya terbelah atas kehadiran Carrefour di Lantai III Blok A Pasar Senapelan.


Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. "Okelah sekarang terjadi kontroversi ada yang setuju dan tidak, tapi saya melihat yang setuju, saya yakin mereka belum paham atas manfaat kehadiran Carrefour di lingkungan mereka. Tapi, yang tidak setuju kan jumlahnya lebih banyak, dan mereka adalah pedagang di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Bagaimana kalo Carrefour jualan barang yang jenisnya sama, harganya murah, tentu saja pedagang yang barangnya sama merasa rugi donk. Itu yang harus dipikirkan secara jernih oleh berbagai kalangan, termasuk walikota sebagai decision maker (pembuat kebijakan) yang mengatur perizinan,’’ kata Basko.


Tokoh masyarakat Riau yang satu ini memang peduli terhadap rakyat kecil ini merasakan kehadiran plaza-plaza, pusat perkulakan, yang jumlahnya kian menjamur tidak bermanfaat bagi masyarakat kecil. Tapi, kehadiran mereka justru memarginalkan pedagang kaki lima. Ujung-ujungnya, jualan mereka tersaingi, terpuruk dan tsunami ekonomi yang terjadi.


’’Coba hitung berapa plasa, hypermart, mall-mall di Pekanbaru. Bandingkan dengan jumlah penduduknya. Tidak sebanding kan? Kalau semua warga belanja di giant, mal, plasa, terus yang belanja di kaki lima ataupun toko-toko kecil siapa?,’’ tanya Basko sambil menerawang menghitung jumlah plasa, totalnya ada tujuh, seperti Citra Plaza, Mal Ska, Mal Pekanbaru, Ramayana, Senapelan Plaza, Ciputra dan Giant. Sementara, penduduk di Pekanbaru hanya 700 ribu, yang miskin sekitar 23 persen, yang sebagian pedagang kaki lima.


’’Jelas kan jumlahnya, apa Walikota mau membunuh mereka? Kalau izin Carrefour keluar...ya..iyalah Walikota sama dengan membunuh rakyat pendukungnya,’’ katanya. Basko menceritekan, ketika Herman Abdullah mencalonkan diri sebagai Walikota, siapa pendukung setianya? Ya..pedagang kaki lama di sekitar Senapelan, Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya, yang sekarang menolak Carrefour. :lol:


Karena itu, kata Basko sekali lagi, tolong perjuangkan aspirasi rakyat. Apa yang merugikan rakyat janganlah diteruskan. Tapi, Walikota harus tegas, yang menguntungkan masyarakat, teruskan, dan Basko sebagai Ketua IKMR akan mensupport penuh. Menurut Basko, Pekanbaru sewajarnya meniru Sumatera Barat. Di sana tidak ada Carrefour. Sehingga pedagang kecil tetap bisa mengais rezeki, tidak mati, bahkan diberi tempat jualan yang layak.


Sikap Walikota Padang, yang melindungi rakyat kecil dari intervensi ekonomi cukong cukong retil itulah yang harus ditiru oleh Walikota Pekanbaru. ’’Jangan berpikir materialistik. Itu tidak akan ada habisnya. Berpikirlah humanisme, peduli rakyat kecil, itu lebih mulia dan terhormat, bakal dikenang rakyat,’’ pesan Basko.

Dewan Fokus
Basko juga berpesan kepada para anggota Dewan Kota Pekanbaru yang baru, mulailah bekerja yang fokus memperjuangkan rakyat yang sudah mendukungnya pada Pileg lalu. Dia juga minta agar anggota Dewan memenuhi janji-janjinya saat kampanye dulu. ’’Tolong perjuangkan aspirasi masyarakat. Apa yang merugikan masyarakat, anggota Dewan harus memperjuangkan,’’ katanya.


Tidak hanya Walikota dan anggota Dewan, yang diminta Basko tetap memperjuangkan rakyat kecil, tapi pengusaha pun diminta jangan ingkar janji. ’’Ada pengusaha yang diberi kemudahan tapi tetap harus memperhatikan kepentingan rakyat. Eehh..tahu-tahu ingkar janji, tidak punya niat baik. Pengusaha yang begitu itu, bila rakyat memblokir usahanya. Itu wajar-wajar saja,’’ katanya.


Karena itu, pinta Basko, suami anggota DPRD Riau ini meminta Walikota lebih arif dalam menyikapi pengusaha yang nakal. Biasanya, pengusaha, apalagi perusahaan multinasional, cenderung mengeruk keuntungan sendiri, tapi tidak mempertimbangkan rakyat sekitarnya. Mereka sudah untung, lalu keuntungan itu banyak yang dilarikan ke luar negeri.


’’Untuk pengusaha yang begini, jangan mudah Walikota memberi izin. Kalau saya tetap minta agar Walikota jangan memberi izin Carrefour. IKMR menolak Carrefour demi kemaslahatan rakyat kecil,’’ tegasnya mengakhiri wawancara ini. gt

Menlindungi masyarakat kecil atau kalangan sendiri?? Yang komit lah pak, kata anda bakal membunuh? tapi anda bangun mall ya di kampung anda? dan mengalihkan carefour masuk ke mall anda disana khan?? :lol:
sekarang aku faham peran his wife di DPRD Riau itu buat apa... :D

jendry
January 13th, 2010, 07:19 AM
http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=515&kat=8
RTRW Pekanbaru Dapat Penghargaan Pusat
13 Januari 2010


PEKANBARU (RP) - Di saat beberapa kabupaten/kota masih mempermasalahkan rancangan tata ruang wilayah (RTRW), Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat.

Wujud apresiasi tersebut diberikan atas katagori sebagai Penetapan Kawasan Nasional (PKN) Pekanbaru untuk kawasan perdagangan.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekanbaru, Syafrizal Bakar kepada Riau Pos, Selasa (12/1). Dia menambahkan apresiasi tersebut diberikan atas penilaian bahwa Kota Pekanbaru berhasil dalam mengembangkan dunia usaha dalam aspek perdagangan. Hal ini merupakan wujud keberhasilan dalam merancang RTRW.

Sementara itu, saat ditanya mengenai realisasi RTRW Kota Pekanbaru, Syafrizal mengatakan dalam merealisasikannya masih menunggu keputusan dari tingkat provinsi.

Namun Pemerintah Kota Pekanbaru mengusulkan evaluasi beberapa poin, seperti lokasi Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang berada di empat kelurahan di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir.

Hal tersebut dilakukan sebab di lokasi hutan produksi terbatas tersebut sudah ditempati sebagian masyarakat.(rio)

rilham2new
January 13th, 2010, 11:13 AM
http://www.riaumandiri.net/rmn/index.php?option=com_content&view=article&id=154:basko-ikmr-menolak-carrefour&Itemid=64&lang=in
Basko: IKMR Menolak Carrefour
Jumat, 11 September 2009 01:12

Basrizal Koto

Ingatkan Walikota Jangan Beri Izin

PEKANBARU-Carrefour bakal hadir di Pasar Senapelan. Ibarat tsunami ekonomi, bakal menyapu pedagang kecil di Pekanbaru. Karena kehadirannya tidak menguntungkan rakyat kecil, maka Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) menolak kehadiran Carrefour.

Basrizal Koto, ketua umum IKMR juga mengingatkan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah agar tidak semudah itu memberi izin Carrefour. Izin pembukaan plaza atau sejenis Carrefour itu harus dikaji dahulu secara intensif. Statement Basrizal Koto disampaikan kepada wartawan di Pekanbaru, Kamis (10/9) siang, menanggapi polemik rencana kehadiran Carrefour di Pasar Senapelan, Blok A Lantai III.



"Saya dengan tegas menolak kehadiran Carrefour, dan saya ingatkan agar Walikota tidak semudah itu memberi izin Carrefour. Beri kesempatan rakyat kecil untuk hidup berdagang. Tampung aspirasi mereka. Mereka jangan diperlakukan semena-mena. Itu saja pesan saya kepada Walikota," kata Basko, yang resah setelah membaca polemik tarik ulur Carrefour dengan para pedagang kecil. Memang perkembangan terakhir dari berita edisi koran ini, Rabu (9/9), para pedagang sikapnya terbelah atas kehadiran Carrefour di Lantai III Blok A Pasar Senapelan.


Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. "Okelah sekarang terjadi kontroversi ada yang setuju dan tidak, tapi saya melihat yang setuju, saya yakin mereka belum paham atas manfaat kehadiran Carrefour di lingkungan mereka. Tapi, yang tidak setuju kan jumlahnya lebih banyak, dan mereka adalah pedagang di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Bagaimana kalo Carrefour jualan barang yang jenisnya sama, harganya murah, tentu saja pedagang yang barangnya sama merasa rugi donk. Itu yang harus dipikirkan secara jernih oleh berbagai kalangan, termasuk walikota sebagai decision maker (pembuat kebijakan) yang mengatur perizinan,’’ kata Basko.


Tokoh masyarakat Riau yang satu ini memang peduli terhadap rakyat kecil ini merasakan kehadiran plaza-plaza, pusat perkulakan, yang jumlahnya kian menjamur tidak bermanfaat bagi masyarakat kecil. Tapi, kehadiran mereka justru memarginalkan pedagang kaki lima. Ujung-ujungnya, jualan mereka tersaingi, terpuruk dan tsunami ekonomi yang terjadi.


’’Coba hitung berapa plasa, hypermart, mall-mall di Pekanbaru. Bandingkan dengan jumlah penduduknya. Tidak sebanding kan? Kalau semua warga belanja di giant, mal, plasa, terus yang belanja di kaki lima ataupun toko-toko kecil siapa?,’’ tanya Basko sambil menerawang menghitung jumlah plasa, totalnya ada tujuh, seperti Citra Plaza, Mal Ska, Mal Pekanbaru, Ramayana, Senapelan Plaza, Ciputra dan Giant. Sementara, penduduk di Pekanbaru hanya 700 ribu, yang miskin sekitar 23 persen, yang sebagian pedagang kaki lima.


’’Jelas kan jumlahnya, apa Walikota mau membunuh mereka? Kalau izin Carrefour keluar...ya..iyalah Walikota sama dengan membunuh rakyat pendukungnya,’’ katanya. Basko menceritekan, ketika Herman Abdullah mencalonkan diri sebagai Walikota, siapa pendukung setianya? Ya..pedagang kaki lama di sekitar Senapelan, Jalan Ahmad Yani dan sekitarnya, yang sekarang menolak Carrefour. :lol:


Karena itu, kata Basko sekali lagi, tolong perjuangkan aspirasi rakyat. Apa yang merugikan rakyat janganlah diteruskan. Tapi, Walikota harus tegas, yang menguntungkan masyarakat, teruskan, dan Basko sebagai Ketua IKMR akan mensupport penuh. Menurut Basko, Pekanbaru sewajarnya meniru Sumatera Barat. Di sana tidak ada Carrefour. Sehingga pedagang kecil tetap bisa mengais rezeki, tidak mati, bahkan diberi tempat jualan yang layak.


Sikap Walikota Padang, yang melindungi rakyat kecil dari intervensi ekonomi cukong cukong retil itulah yang harus ditiru oleh Walikota Pekanbaru. ’’Jangan berpikir materialistik. Itu tidak akan ada habisnya. Berpikirlah humanisme, peduli rakyat kecil, itu lebih mulia dan terhormat, bakal dikenang rakyat,’’ pesan Basko.

Dewan Fokus
Basko juga berpesan kepada para anggota Dewan Kota Pekanbaru yang baru, mulailah bekerja yang fokus memperjuangkan rakyat yang sudah mendukungnya pada Pileg lalu. Dia juga minta agar anggota Dewan memenuhi janji-janjinya saat kampanye dulu. ’’Tolong perjuangkan aspirasi masyarakat. Apa yang merugikan masyarakat, anggota Dewan harus memperjuangkan,’’ katanya.


Tidak hanya Walikota dan anggota Dewan, yang diminta Basko tetap memperjuangkan rakyat kecil, tapi pengusaha pun diminta jangan ingkar janji. ’’Ada pengusaha yang diberi kemudahan tapi tetap harus memperhatikan kepentingan rakyat. Eehh..tahu-tahu ingkar janji, tidak punya niat baik. Pengusaha yang begitu itu, bila rakyat memblokir usahanya. Itu wajar-wajar saja,’’ katanya.


Karena itu, pinta Basko, suami anggota DPRD Riau ini meminta Walikota lebih arif dalam menyikapi pengusaha yang nakal. Biasanya, pengusaha, apalagi perusahaan multinasional, cenderung mengeruk keuntungan sendiri, tapi tidak mempertimbangkan rakyat sekitarnya. Mereka sudah untung, lalu keuntungan itu banyak yang dilarikan ke luar negeri.


’’Untuk pengusaha yang begini, jangan mudah Walikota memberi izin. Kalau saya tetap minta agar Walikota jangan memberi izin Carrefour. IKMR menolak Carrefour demi kemaslahatan rakyat kecil,’’ tegasnya mengakhiri wawancara ini. gt

Menlindungi masyarakat kecil atau kalangan sendiri?? Yang komit lah pak, kata anda bakal membunuh? tapi anda bangun mall ya di kampung anda? dan mengalihkan carefour masuk ke mall anda disana khan?? :lol:
sekarang aku faham peran his wife di DPRD Riau itu buat apa... :D

^^ Tokok Masyarakat Riau ???? :tongue: Bapak ini udah ngelindur ya ???? Aku gak pernah menghargai dia sebagai tokoh masyarakat, kalau Masyarakat Riau ya memang betul :D Tapi, tokoh masyarakat plissss deehhhh :p~

Wajar aja sih yang nulis beritanya kan RIAUMANDIRI :D .... Itu punya siapa, ya ?? :D

Tokoh Masyarakat Riau itu (diluar kepala daerah dan mantan kepala daerah), pastinya Tenas Effendy, Tabrani Rab, nahh yang kayak gituu tu tokoh masyarakat :D

Mungkin bakso lupa kalau, Masyarakat itu bukan cuman pedagang, tapi jg pembeli!!! Berapa besar sih presentase masyarakat Pekanbaru yang pedagang ... rasanya lebih banyak yang jadi pembeli juga :D
Sekali lagi aku tegaskan, proteksi yang mengarah ke paranoid itu tidak bagus... Tapi perlu dalam tahap belajar untuk menstimulasi ekonomi lokal. Siapa sih yang gak mau ekonomi lokal bisa berkembang :) ,, Semuanya maunya begitu,, tapi kadang2 kalau mereka gak belajar dan kerjanya nipu timbangan aja ... ya wajar lah orang lari ke GIANT, HYPERMART, dan Makro :nuts: //

Kris18
January 13th, 2010, 11:40 AM
^^
betul tuh, para pembeli saja sekarang cenderung kalau berbelanja itu ke tempat yang reprersentatif dan yang lebih terjangkau.
sekadar info nih, pasar kodim itu saja walau udah direnov berkali-kali juga, masih tetap kalah populer lho. Masyarakat lebih cenderung ke pasar sukaramai atau ke pasar bawah. kalau ada carefour, setidaknya bisa jadi daya tarik, sebagian pedagang yang jenuh juga ada yang menginginkan hal yang sama. Carefour juga cuma ngambil satu lantai berapa petak disana.


aku justru salut dengan pemikiran revolusioner dan moderennya pak walikota Herman Abdullah ini, coba bandingkan Pekanbaru sekarang dan sebelum era beliau yang stagnan dan tertutup??

Dan seiring berjalannya waktu juga dari tahun ke tahun penduduk kota Pekanbaru ini juga semakin bertambah dan yang suka belanja ke Pekanbaru juga bukan hanya warga Pekanbaru saja, tapi juga banyak dari masyarakat dari luar daerah. Cek aja kondisi Pekanbaru di akhir pekan tuh disetiap sudut.

Belum lagi nanti kalau sudah menjelang PON XVIII tahun 2012 nanti :angel:

fahminanda
January 13th, 2010, 11:41 AM
^^ Tokok Masyarakat Riau ???? :tongue: Bapak ini udah ngelindur ya ???? Aku gak pernah menghargai dia sebagai tokoh masyarakat, kalau Masyarakat Riau ya memang betul :D Tapi, tokoh masyarakat plissss deehhhh :p~

Wajar aja sih yang nulis beritanya kan RIAUMANDIRI :D .... Itu punya siapa, ya ?? :D

Tokoh Masyarakat Riau itu (diluar kepala daerah dan mantan kepala daerah), pastinya Tenas Effendy, Tabrani Rab, nahh yang kayak gituu tu tokoh masyarakat :D

Mungkin bakso lupa kalau, Masyarakat itu bukan cuman pedagang, tapi jg pembeli!!! Berapa besar sih presentase masyarakat Pekanbaru yang pedagang ... rasanya lebih banyak yang jadi pembeli juga :D
Sekali lagi aku tegaskan, proteksi yang mengarah ke paranoid itu tidak bagus... Tapi perlu dalam tahap belajar untuk menstimulasi ekonomi lokal. Siapa sih yang gak mau ekonomi lokal bisa berkembang :) ,, Semuanya maunya begitu,, tapi kadang2 kalau mereka gak belajar dan kerjanya nipu timbangan aja ... ya wajar lah orang lari ke GIANT, HYPERMART, dan Makro :nuts: //

^^
kalo mau jadi tomas ngaca dikitlah ( ga usah banyak2, ntar kacanya pecah :gaah:) jangan seprti pisang yang masih hijau:cucumber: dipaksa matang pake karbit:banana:, ya tetap aja rasanya kurang manis. Pak Herman orangnya sangat bijak, aku akui banyak yang muji. kalau nggak ada yang muji masyarakat ga bakalan milih dia lagi sebagai Walikota. dan kalau mau maju intinya kita harus bersaing secara sehat:cheers::cheers:

Kris18
January 13th, 2010, 11:51 AM
^^
:lol: :rofl:

rilham2new
January 13th, 2010, 12:09 PM
pake ngancam walikota segala, jangan2 yang suka menggerakkan demonstrasi pedagang2 ke kantor walikota dan DPRD itu dia lagi.

aku justru salut dengan pemikiran revolusioner dan moderennya pak walikota Herman Abdullah ini, coba bandingkan Pekanbaru sekarang dan sebelum era beliau yang stagnan dan tertutup??

Dan seiring berjalannya waktu juga dari tahun ke tahun penduduk kota Pekanbaru ini juga semakin bertambah dan yang suka belanja ke Pekanbaru juga bukan hanya warga Pekanbaru saja, tapi juga banyak dari masyarakat dari luar daerah. Cek aja kondisi Pekanbaru di akhir pekan tuh disetiap sudut.

Belum lagi nanti kalau sudah menjelang PON XVIII tahun 2012 nanti :angel:

ya benar, ketertutupan membuat orang gak akan belajar...

Jepang contohny, kalau gak karena Commodore Mathew Perry yang meminta Jepang membuka dirinya dengan dunia luar pada 1858 ... Gak bakalan dehhh, Jepang jadi hari ini.

Betul, keramaian Pusat perbelanjaan PKU di akhir pekan sudah mulai dalam tahapan "gawat darurat" ...

Kita gak usah ngomong Plaza Citra, Mal Ciputra, Plaza Sukaramai, Mal Pekanbaru, Plaza Senapelan yang parkirannya selalu penuh di Sabtu-Minggu :nuts: ... Mal SKA yang parkirannya untuk ribuan mobil aja bisa penuh :nuts: .... Sampe parkir di jalan ...

Kok dibilang kita gak layak punya mal lagi ... Kita masih bisa dan layak bangun lagi. Dan perencanaan mal kan memakan waktu bulanan dan pembangunannya bisa hitungan tahun (kalau dananya seret). Jadi kita tidak bicara TIME FRAME sekarang saja,,, tapi juga 2-3 tahun ke depan. Alangkah baiknya kalau masyarakat sudah siap dalam 2-3 tahun ke depan.. Malnya juga udah siap harusnya :D

* Paling menyebalkan GRAMEDIA Pekanbaru, kalau udah malam habis isya aja .. gak peduli hari apapun itu... Parkirannya selalu penuh, sampe terpaksa parkir di sebrang atau di Gedung Jasa Raharja ... Kalau Weekend ?? :nuts:, gak usah ditanya deh ... Yang kayak gitu masih bisa dipertimbangkan tempat perbelanjaan di Pekanbaru "terlalu banyak", PLISSS .... Terlalu kurang, sih iya :D

rilham2new
January 13th, 2010, 12:16 PM
^^
kalo mau jadi tomas ngaca dikitlah ( ga usah banyak2, ntar kacanya pecah :gaah:) jangan seprti pisang yang masih hijau:cucumber: dipaksa matang pake karbit:banana:, ya tetap aja rasanya kurang manis. Pak Herman orangnya sangat bijak, aku akui banyak yang muji. kalau nggak ada yang muji masyarakat ga bakalan milih dia lagi sebagai Walikota. dan kalau mau maju intinya kita harus bersaing secara sehat:cheers::cheers:

Aku setuju, pengusaha lokal harus diajarkan berkompetisi dengan sehat.

Iyalah ... gak bakalan orang milih dia jadi walikota,, aku juga milih Herman Abdullah waktu PILKADA 2006....

Dan kalau seandainya di PILKADA 2011 ada si BakSo ... Ini siap2 aja Pekanbaru masuk masa suram ketertutupan ekonomi... LIhat nih, hari ini aja buat statement kayak gini :( ... Mengecewakan sekali, kenapa harus menutup diri.

chubbylover
January 13th, 2010, 02:06 PM
ZICO......zico....zIco......ad yg gosipin papa kw niiih.....
akakaka.....kaboooorrr:bash::bash:

Kris18
January 13th, 2010, 02:37 PM
ZICO......zico....zIco......ad yg gosipin papa kw niiih.....
akakaka.....kaboooorrr:bash::bash:

tolong bedakan antaran gossip dan kritik.

ini cuman share dan kritikan saja, yah soalnya di riaumandiri gak ada feedback komentar pembaca. Ya kita diskusikan disini saja. Tentulah disetiap berita ada 2 sisi pandangan kan?

fahminanda
January 13th, 2010, 03:03 PM
2010 Ini, PD Pembangunan Bangun SPBU di Terminal Payung Sekaki :)
Written by parlindungan Wednesday, 13 January 2010 10:06

Agar pada tahun ini pendapatan Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Pekanbaru dapat memuaskan, dalam waktu dekat akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi di Terminal Bandarraya Payung Sekaki.

”Meski tahun lalu kita tidak melihat kinerja yang nyata dari PD Pembangunan dalam memberikan pemasukan ke kasnya Pemko Pekanbaru, di 2010 ini kita berusaha untuk mendapatkan keuntungan dari berbagai usaha, salah satunya adalah membangun SPBU di Terminal Bandarraya Payung Sekaki,” ujar Tim Pengawas Perusahaan Daerah Pembangunan Kota Pekanbaru, Zulfikar kepada riaubisnis.com, Rabu (13/1/2010) di Pekanbaru.

Untuk pembangunan SPBU ini, katanya, dikhawatirkan akan terjadi masalah terhadap pemanfaatan lahan terminal. ”Untuk itu, kita mau pertemukan kedua belah pihak untuk membahas, bagaimana status tanah yang akan dibangun itu nantinya,” terang Zulfikar.

Selain itu, pada tahun ini, PD Pembangunan akan merenovasi Pujasera yang ada di Jalan Arifin Achmad. Sebab dengan adanya pengembangan ini, diharapkan adanya pemasukan dari perusahaan daerah ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemko Pekanbaru 2010.

Tidak hanya itu, untuk mengimbangi pamor dari Trans Metro Pekanbaru, tahun ini juga bus kota yang dikelola oleh perusahaan daerah, mulai membenahi diri. ”Salah satu yang akan dilakukan dengan memperbaiki kondisi fisik bus itu sendiri, serta pelayanan yang diberikan kepada penggunannya,” ujar Zulfikar.(*)

Lesly | Edited by Parlindungan

sumber:riaubisnis

rilham2new
January 13th, 2010, 03:07 PM
ZICO......zico....zIco......ad yg gosipin papa kw niiih.....
akakaka.....kaboooorrr:bash::bash:

Hahaha :rofl:

Kita cuman mengomentari statement dia aja kok :D Masa' cuman orang berduit kayak dia aja yang boleh komentar :D

chubbylover
January 13th, 2010, 03:12 PM
tolong bedakan antaran gossip dan kritik.

ini cuman share dan kritikan saja, yah soalnya di riaumandiri gak ada feedback komentar pembaca. Ya kita diskusikan disini saja. Tentulah disetiap berita ada 2 sisi pandangan kan?

santai bang.....jgn serius2 teruslaaah.....aq cm meredam suasana aja koo...

gary_LSMN
January 13th, 2010, 03:12 PM
Tadi sempat main ke Mal Ciput rencana mau hangout di Gloria Jeans, agak terkejut melihat Gloria Jeans ternyata sudah tutup! Terus di seberangnya Felice Jewelry juga tutup, and dapet info Shaga (alat fitness) di basement juga mau tutup.

Waduh, waduh .. semoga bukan indikator market yg menurun di PKU. Sempat tanya2 juga sih dengar2 Gloria mau pindah ke Ska ..

fahminanda
January 13th, 2010, 03:27 PM
Tadi sempat main ke Mal Ciput rencana mau hangout di Gloria Jeans, agak terkejut melihat Gloria Jeans ternyata sudah tutup! Terus di seberangnya Felice Jewelry juga tutup, and dapet info Shaga (alat fitness) di basement juga mau tutup.

Waduh, waduh .. semoga bukan indikator market yg menurun di PKU. Sempat tanya2 juga sih dengar2 Gloria mau pindah ke Ska ..

^^

Benar, bukan hanya gloria jeans aja yang tutup, olala cafe juga tutup. sepertinya mereka tutup krn (sepertinya) kalah saing semenjak J-co buka. ini terbukti, krn banyak orang pada lari ke J-co.
satu lagi, Studio 88 yang di plaza citra juga tutup, mdh2an diambil alih ama 21. (klo XXI bisa ga ya?):)

chubbylover
January 13th, 2010, 03:28 PM
^^^^ nampaknya minat untuk membeli d ciputra ini rada rendah d banding d SKA atw MP.....tmnku pernah menjado store manajer Amild sTore jg mengeluhkan hal yang sama,tingkat pembelian menurun terus,akan halnya dengan pemilik salah satu gerai sepatu langgananku yg d MP juga menyatakan akan menutup gerai sepatunya yg d ciput lantai 3.....tmn tsb bilang bahwa omset d ciput g sebagus d MP......

gary_LSMN
January 13th, 2010, 03:30 PM
http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=515&kat=8
RTRW Pekanbaru Dapat Penghargaan Pusat
13 Januari 2010


PEKANBARU (RP) - Di saat beberapa kabupaten/kota masih mempermasalahkan rancangan tata ruang wilayah (RTRW), Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat.

Wujud apresiasi tersebut diberikan atas katagori sebagai Penetapan Kawasan Nasional (PKN) Pekanbaru untuk kawasan perdagangan.

Hal tersebut diungkapkan Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekanbaru, Syafrizal Bakar kepada Riau Pos, Selasa (12/1). Dia menambahkan apresiasi tersebut diberikan atas penilaian bahwa Kota Pekanbaru berhasil dalam mengembangkan dunia usaha dalam aspek perdagangan. Hal ini merupakan wujud keberhasilan dalam merancang RTRW.

Sementara itu, saat ditanya mengenai realisasi RTRW Kota Pekanbaru, Syafrizal mengatakan dalam merealisasikannya masih menunggu keputusan dari tingkat provinsi.

Namun Pemerintah Kota Pekanbaru mengusulkan evaluasi beberapa poin, seperti lokasi Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang berada di empat kelurahan di Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir.

Hal tersebut dilakukan sebab di lokasi hutan produksi terbatas tersebut sudah ditempati sebagian masyarakat.(rio)

Satu lagi, si BAKSO ini punya ranch/peternakan sapi ribuan ekor di Muara Fajar Rumbai, apa ini juga tidak membunuh peternak kecil .. paling mules aku denger bacotan sok pahlawan munafik seperti ini ... Tapi gak heran lah lihat track record dia, kaya sih kaya tapi mental tetep PREMAN seperti asal usulnya.:bash:

rilham2new
January 13th, 2010, 03:36 PM
^^^^ nampaknya minat untuk membeli d ciputra ini rada rendah d banding d SKA atw MP.....tmnku pernah menjado store manajer Amild sTore jg mengeluhkan hal yang sama,tingkat pembelian menurun terus,akan halnya dengan pemilik salah satu gerai sepatu langgananku yg d MP juga menyatakan akan menutup gerai sepatunya yg d ciput lantai 3.....tmn tsb bilang bahwa omset d ciput g sebagus d MP......

Gerai lokal ya ??? Bukan yang national-chain ????

Ciputra ini masalahnya bukan di lahan parkir kurang dan Jalan Riau yang macet, kan ???

Atau jangan2 semenjak ada Trans Metro Pekanbaru, tingkat aksesibilitas Mal SKA dan Mal Pekanbaru jadi melonjak drastis :D ..

chubbylover
January 13th, 2010, 03:36 PM
Satu lagi, si BAKSO ini punya ranch/peternakan sapi ribuan ekor di Muara Fajar Rumbai, apa ini juga tidak membunuh peternak kecil .. paling mules aku denger bacotan sok pahlawan munafik seperti ini ... Tapi gak heran lah lihat track record dia, kaya sih kaya tapi mental tetep PREMAN seperti asal usulnya.:bash:

hahay......itu kan buat ngasi kerjaan anaknya yang aq sebutin d atas td namanya......klo ngomongin ttg beliau ini g bakal ad habisnya......

gary_LSMN
January 13th, 2010, 03:49 PM
^^^^ nampaknya minat untuk membeli d ciputra ini rada rendah d banding d SKA atw MP.....tmnku pernah menjado store manajer Amild sTore jg mengeluhkan hal yang sama,tingkat pembelian menurun terus,akan halnya dengan pemilik salah satu gerai sepatu langgananku yg d MP juga menyatakan akan menutup gerai sepatunya yg d ciput lantai 3.....tmn tsb bilang bahwa omset d ciput g sebagus d MP......

Hmmm sayang juga ya karena aku perhatiin pengunjung Ciput sepertinya lebih berkelas dan tampilannya lebih fashionable daripada pengunjung Ska atau MP :ohno:. Disamping itu suasana mal nya sendiri juga lebih oke dibanding Ska/MP, mungkin karena ada sentuhan Ciput nya. IMHO

fahminanda
January 13th, 2010, 04:27 PM
ZICO......zico....zIco......ad yg gosipin papa kw niiih.....
akakaka.....kaboooorrr:bash::bash:

^^
Pak Basko......kami minta maap kalo kata2 menyinggung bpk, tp itulah kata2 yg keluar dari lubuk hati kami yg paling dalam. sekali lagi maap ya bapak, semoga sukses!!

mari kita lanjutkan ke topik yang baru & fresh...................:banana:

Kris18
January 14th, 2010, 05:44 AM
Satu lagi, si BAKSO ini punya ranch/peternakan sapi ribuan ekor di Muara Fajar Rumbai, apa ini juga tidak membunuh peternak kecil .. paling mules aku denger bacotan sok pahlawan munafik seperti ini ... Tapi gak heran lah lihat track record dia, kaya sih kaya tapi mental tetep PREMAN seperti asal usulnya.:bash:
:ohno:
Dan satu hal dia bukan tokoh masyarakat Riau, aneh sekali riau mandiri ini, kkn yaa, dan bahasa beritanya juga gak ubahnya dengan koran tribun itu.
Saya harap beliau jangan terlalu banyak berkoar, pengaruh anda dengan pernyataan itu nantinya tak ada stimulan positifnya.

Kris18
January 14th, 2010, 05:46 AM
Perkembangan Bandara Sultan Syarif Qasim II menuju Bandara kelas I


dari Riauinfo.com
Pengembangan Bandara SSK II Ditargetkan Selasai Akhir 2010
14 Jan 2010 09:04 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Pengembangan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru ditargetkan akan selesai akhir 2010 mendatang. Pengembangan ini tidak hanya memperluas terminal saja, tapi juga memperpanjang dan perlebar landasan pacu.

Saat ini Bandara SSK II Pekanbaru hanya memiliki terminal dengan luas 6.713 meter per segi yang dinilai tidak layak lagi menampung penumpang yang jumlahnya terus bertambah. Rata-rata penumpang yang menggunakan terminal tersebut 6.000 orang sehari.

Untuk itu, PT Angkasa Pura, perusahaan yang mengelola Bandara SSK II Pekanbaru melakukan pengembangan terminal yang nantinya akan diperluas menjadi hampir 3 kali lipat, yakni 17.591 meter persegi. Dengan diperluasnya terminal ini, tentunya akan dapat menampung penumpang lebih banyak lagi.

Selain memperluas terminal, juga dilakukan perpanjangan dan pelebaran landasan pacu. Saat ini Bandara SSK II Pekanbaru hanya memiliki landasan pacu dengan panjang 2.210 meter dengan lebar 30 meter. Nantinya setelah pengembangan landasan akan menjadi 2.600 meter dan lebar 45 meter.

Menurut catatan, dalam satu tahun tercatat arus penumpang di Bandara SSK II Pekanbaru sebanyak 2 juta orang. Sedangkan frekuensi penerbangan di bandara ini sebanyak 30 kali sehari.(ad)

chubbylover
January 14th, 2010, 12:58 PM
:ohno:
Dan satu hal dia bukan tokoh masyarakat Riau, aneh sekali riau mandiri ini, kkn yaa, dan bahasa beritanya juga gak ubahnya dengan koran tribun itu.
Saya harap beliau jangan terlalu banyak berkoar, pengaruh anda dengan pernyataan itu nantinya tak ada stimulan positifnya.

yaiyalah pak......gmn Pun jg RM pasti menulis yg sperti itu...secara yg d tulis adalah Ownernya......klo mengkritik mana dpt gaji.......ya itulah fenomena sekarang,klo uwd sukses buat aja perusahaan media baik cetak maupun elektronik....secara ga langsung perush tersebut adalah media promosi untuk sang owner dan group usaha yg lainnya jg

rilham2new
January 14th, 2010, 02:08 PM
:ohno:
Dan satu hal dia bukan tokoh masyarakat Riau, aneh sekali riau mandiri ini, kkn yaa, dan bahasa beritanya juga gak ubahnya dengan koran tribun itu.
Saya harap beliau jangan terlalu banyak berkoar, pengaruh anda dengan pernyataan itu nantinya tak ada stimulan positifnya.

Media memang seperti itu :D ..

Sayangnya di Indonesia masyarakat masih belum begitu pintar, meneliti lebih dalam tentang asal-usul suatu grup media, kenapa media terkadang begitu tendensius kalau menyangkut "personal-personal" tertentu.

Di INDONESIA saja untuk media nasional kita bisa lihat TV One atau ANTV berpihak pada Keluarga B*kr*e, atau Metro TV berpihak pada keluarga P*loh. Bahkan, kalau kris perhatikan juga, pengangkatan Dahlan Iskan menjadi Direktur Utama PLN yang di beberapa media dipolemikkan, justru ditanggapi adem ayem bahkan hangat di media-media JawaPos Group ;) ...

Hal kayak gini sih biasa, bahkan yang jadi "raja" dari media berpihak itu adalah negara adidaya Amerika Serikat. Di sana media itu ada beberapa CORE-besar, tapi rata2 dibagi dua, antara Media pro-partai Democrate dan media pro-partai Republican. Ada media pro-White, ada media pro-Israeli, ada media Pro-West ... Bahasa tendensius lebih gampang ditemukan di media AS :D

Agak terkejut juga kalau hal serupa juga bisa ditemui di Indonesia, walaupun di Indonesia cuman sebatas dukungan pada "personal" saja... Belum ada yang benar2 berani "dukung parpol".

Di Amerika sih tidak masalah, masyarakat nya pintar mencari dan memilah-milah media... Kalau di Indonesia, pastinya belum lah ya :D ... Dan apalagi di Pekanbaru :D, apa yang dapat gratis dari kantor... itulah yang dibaca... Contohnya, kawanku yang ayahnya kerja di Kantor Gubernur dapat koran RiauM*ndiri Gratis,, soo itulah yang dia baca (dan keluarga mereka tidak komplain :D)

rilham2new
January 14th, 2010, 02:31 PM
^^

Benar, bukan hanya gloria jeans aja yang tutup, olala cafe juga tutup. sepertinya mereka tutup krn (sepertinya) kalah saing semenjak J-co buka. ini terbukti, krn banyak orang pada lari ke J-co.
satu lagi, Studio 88 yang di plaza citra juga tutup, mdh2an diambil alih ama 21. (klo XXI bisa ga ya?):)

Studio 88 dengan Holiday 88 pemiliknya sama ??? Kalau sama wajar saja, kan Holiday yang di jalan Sultan Syarif Kasim baru ekspansi beberapa tahun yang lalu. Dari 3 studio, jadi 4 studio.. (kalau gak salah)

fahminanda
January 15th, 2010, 05:09 AM
Pemko Pekanbaru Siapkan Rp 58,5 M Benahi Infrastruktur Jalan :)
Written by badri Friday, 15 January 2010 02:32

Jalan-jalan di Kota Pekanbaru kondisinya bakal semakin baik. Hal ini terkait dengan rencana Pemko Pekanbaru membenahi infrastruktur jalan di Kota Pekanbaru, termasuk daerah pinggiran kota.

”Ini memang terkait dengan visi pembangunan Kota Pekanbaru untuk membenahi infrastruktur, termasuk di wilayah pinggiran kota," ujar Kepala Sub Dinas (Kasubdin) Bina Marga Kota Pekanbaru, Dadang Eko Purnomo, kepada riaubisnis.com, Kamis (14/1/2010) di kantornya.

Ditambahkannya, untuk 2010 ini, Pemko Pekanbaru memang masih fokus membenahi dan menambah infrastruktur, seperti jalan dan jembatan. Bahkan, untuk rencana tersebut, pihaknya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 58,5 miliar dengan panjang proyek 44,661 kilometer.

Diharapkannya, bulan ini juga itu sudah mulia bisa dilaksanakan. ”Januari ini proyek ini sudah harus ditenderkan, karena memang APBD kita sudah bisa digunakan. Apalagi juga dengan pertimbangan cuaca yang tak menentu,” tegasnya.

Ditambahkannya, untuk 2010 ini, Bina Marga merencanakan sebanyak 55 kegiatan pembangunan jalan, jembatan dan beberapa kantor pemerintah. Dari Rp 58,5 miliar yang dianggarkan, daerah pinggiran mendapatkan porsi Rp 10 miliar untuk pembangunan di kawasannya.

Kecilnya anggaran untuk daerah pinggiran dalam mengembangkan infrastruktur jalan dan jembatan, disebabkan kemampuan keuangan APBD Pekanbaru. Bahkan, dengan luas wilayah Pekanbaru 630 km per segi, menurut Dadang, hanya baru 30 persen sarana jalan yang telah dibangun.

Selain itu, dari 2440 kilometer panjang jalan di Pekanbaru, 30 persen mengalami kerusakan, 40 persen dalam keadaan sedang, dan sisanya dalam keadaan baik. ”Dari 30 persen yang rusak, hampir sebagian besar terjadi di daerah-daerah pinggiran,” jelasnya.

Sementara, terkait dengan adanya jalan protokol di Pekanbaru, seperti Jalan Jenderal Sudirman, Achmad Yani, dan SM Amin, kata Dadang, perbaikan jalan tersebut bukanlah tanggungjawab Pemko Pekanbaru, tapi tanggungjawab Pemprov Riau.(*)

Lesly | Edited by Mukhtar
sumber:riaubisnis

Kris18
January 15th, 2010, 08:17 AM
Studio 88 dengan Holiday 88 pemiliknya sama ??? Kalau sama wajar saja, kan Holiday yang di jalan Sultan Syarif Kasim baru ekspansi beberapa tahun yang lalu. Dari 3 studio, jadi 4 studio.. (kalau gak salah)

Semenjak adanya bisokop 21 di Ciputra, bioskop holiday 88 mengadakan renovasi, gedung extension, dan tentunya film yang update, namun kalau soal harga masih bisa bersaing tentunya.

Bioskop 21 yang di mal ciputra seraya itu masih masang harga tiket yang cenderung tinggi :D. Seandainya kalau "dipancing" lagi dengan penambahan bioskop 21 di plaza lain atau bioskop XXI :D di mal SKA mungkin, harganya bisa kelihatan lebih bersaing lagi. Seperti di Jakarta atau Bandung, banyaknya bioskop tambah lagi XXI , lihat saja harga tiket bioskop 21 disana, harga nomat 10 ribu, sabtu minggu 15-20 ribu. Begitupula harga tiket bioskop XXI, udah gitu suasananya juga mewah :D.

Sementara harga tiket bioskop 21 di Pekanbaru yang nomat 15 ribu, hari sabtu-minggu bisa capai 25 ribu :D.

rasarya
January 15th, 2010, 01:47 PM
halo.. halo.. akhirnya bs gabung lagi..

apa nih? koq pada ngomongin XXi? XXi mau masuk k pekanbaru ya? :banana::banana:

klo menurut ku.. XXi bagusnya berdiri sendiri, tidak ikut building laen (mall)
biar kesan nya megah, keren.. dan lagi, di dalamnya juga bisa di isi cafe tempat nongkrong dan games2 kyk timezone.. beugh.. T.O.P B.G.T dah..
di tambah lagi permainan lighting yang mantab..

http://i559.photobucket.com/albums/ss31/aryanisme/ketika-cinta-bertasbih-cinema-xxi1.jpg

untuk lokasi.. kyk nya bagus d sudirman dkt simpang tiga.. di lapangan awal cross. :lol: :cheers:

Kris18
January 15th, 2010, 03:24 PM
^^

Boleh, setuju juga :). Bagus pict nya ! :okay:

Kalau boleh dibilang nih, salah satu daya tarik mal yang utama itu ya adanya bioskop yang keren sebagai sarana hiburan :D. Boleh percaya atau gak, di mal ciputra itu mungkin sebagian besar muda mudi pada lalu lalang, cuci mata dan pergi nonton ke bioskop. Yang dan sebagian lagi juga ada yang memang belanja.

Kalau di mal SKA, kurasa kalau hanya menekankan pada kegiatan jual beli tanpa ada saran hiburan yang memikat kayaknya terasa kurang. Kalaupun ada, sepeti cafe, hotspotan, hiburan buat anak-anak,pool, atau karaokean, bolehlah :). Kalau dilengkapi dengan bioskop XXI bakalan happening :banana: , atau mal yang baru di ex lapangan awal cros itu, dan mungkin bisa jadi bioskop 21 di ciputra nurunin harga tiket buat bersaing :D

rilham2new
January 15th, 2010, 05:09 PM
Semenjak adanya bisokop 21 di Ciputra, bioskop holiday 88 mengadakan renovasi, gedung extension, dan tentunya film yang update, namun kalau soal harga masih bisa bersaing tentunya.

Bioskop 21 yang di mal ciputra seraya itu masih masang harga tiket yang cenderung tinggi :D. Seandainya kalau "dipancing" lagi dengan penambahan bioskop 21 di plaza lain atau bioskop XXI :D di mal SKA mungkin, harganya bisa kelihatan lebih bersaing lagi. Seperti di Jakarta atau Bandung, banyaknya bioskop tambah lagi XXI , lihat saja harga tiket bioskop 21 disana, harga nomat 10 ribu, sabtu minggu 15-20 ribu. Begitupula harga tiket bioskop XXI, udah gitu suasananya juga mewah :D.

Sementara harga tiket bioskop 21 di Pekanbaru yang nomat 15 ribu, hari sabtu-minggu bisa capai 25 ribu :D.

21 Studio Pekanbaru memang kelihatan biasa2 aja di depan ... tapi ruang teaternya bagus, kok kris :D , karena pengembangannya juga 21 generasi 2005-an kan, itu ..

Memang gak sebagus 21 Studio yang ada di E'x (Plaza Indonesia), tapi hampir2 sekelas sama Plaza Senayan punya (bahkan lebih gede, karena DOUBLE-AISLE). Di Anggrek XXI (Yang di Taman Anggrek) malah kecil, dan tua :D ... Dan gak sekatrok Citraland 21 :D

Cuman lobby nya :tongue2: ,, nah memang agak kecil dan kurang bagus :D ...


untung saja, AVATAR, THE DARK KNIGHT, dan film2 barat yang kelas A, rata2 kalau di Pekanbaru ngikutin jadwal rilis nasional :D ...

Dan untuk harga tiket, sebenarnya Weekend harga tiket di Pekanbaru itu sampai Rp 30 ribu,,, dan untuk NOMAT itu Rp 20 ribu .... bahkan hari Jumat mencapai RP 25 ribu ...Bayangkan, nonton film kayak SUSTER KERAMAS dan AIR TERJUN PENGANTIN mesti bayar Rp 30 ribu :nuts: ,, Kurang meres apalagi coba, tu :D

Di MEGA XXI di Batam aja gak semahal itu :ohno:, masa' harganya mau menyaingi Sun 21 di Sun Plaza, Medan :nuts:,, Sun Plaza itu mal elit yang sangat-sangat tidak sekelas dengan mal Ciputra Seraya, dan di dalamnya ad SOGO Dept. Store ...

Kris18
January 17th, 2010, 02:31 AM
PNPM Sukses Hilangkan Satu Persen Kemiskinan di Pekanbaru

Keberadaan PNPM terbukti mampu membangkitkan ekonomi masyarakat. Di Pekanbaru, tahun 2009 angka kemiskinan tergerus satu persen berkat program ini.

Riauterkini-PEKANBARU- Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) diniali berhasil mengantisipasi kemiskinan, selama dua tahun terakhir, program ini menurunkan angka kemiskinan di Pekanbaru, dari 8,3 persen menjadi 7,35 persen, hal ini disampaikan langsung oleh Seketaris PNPM-MP kota pekanbaru, Adismar Amnur.

Untuk tahun 2010 PMPN akan menyediakan infrastruktur, pengembangan sosial dan ekonomi layak bagi masyarakat miskin, dananya sharing antara APBN dan APBD sekitar masing-masing sebesar diatas 10 miliar, semua dana tersebut akan disalurkan penggunaannya ke seluruh Kecamatan yang disesuaikan dengan kebutuhan Kelurahan serta disesuaikan dengan permohonan yang telah dibuat oleh masyarakat, dengan prioritas kegunaan kebutuhan bagi masyarakat setempat.

Jika pada tahun 2009, sebanyak sembilan kelurahan yang dinilai terbaik dalam pengembangan PNPM, maka untuk tahun 2010 ditergetkan 20 kelurahan akan masuk dalam nominasi terbaik. Tahun ini PNMP mebikin program khusus sitemik yang menyusun strategi kebijaksanaan pada daerah-daerah yang diangagap kurang maju, sehingga diharapkan dengan adanya program tersebut, desa yang tadinya kurang maju bisa berkembang menjadi sebuah desa yang mampu mandiri.

Kepada wartawan, jum’at (15/01) dikantor Walikota Adismar Amnur mengatakan, “ seperti tahun-tahun sebelumnya kita tetap melaksanakan program PNMP-MP, ini dengan program yang sama, namun untuk tahun ini kita lebih meningkatkan lagi dari berbagai aspek, terutama terkait dalam hal kebutuhan masyarakat yang mampu memberdayakan dalam segi perekonomian serta infrastruktur, apa lagi untuk tahun ini kemungkinan besar akan ada penambahan dana dari APBN dan APBD, “ jelasnya.riauterkini.com

Kris18
January 17th, 2010, 03:05 AM
Oke guys, ternyata carefour kemungkinan besar akan tetap hadir di Pasar Senapelan meski seperti yang pernah kubilang sebelumnya hanya dalam skala kecil. Apa sih ya yang ditakutkan si basko ini? Dan lagipula ini bisa jadi daya tarik Pasar Senapelan bagi masyarakat mengingat juga pasar ini boleh jujur masih kurang populer kalau dibandingkan pasar-pasar yang didekatnya seperti pasar pusat dan pasar bawah. Dan bisa jadi ini bakal jadi tolak ukur berupa keran persaingan disana. Dan masyarakat tentunya menginginkan berbelanja di tempat yang lebih representatif dengan harga yang jauh terjangkau :cheers:

sedikit komen dari bang Rilham :)


Sekali lagi aku tegaskan, proteksi yang mengarah ke paranoid itu tidak bagus... Tapi perlu dalam tahap belajar untuk menstimulasi ekonomi lokal. Siapa sih yang gak mau ekonomi lokal bisa berkembang :) ,, Semuanya maunya begitu,, tapi kadang2 kalau mereka gak belajar dan kerjanya nipu timbangan aja ... ya wajar lah orang lari ke GIANT, HYPERMART, dan Makro :nuts: //

bisa jadi paranoid takut usaha sendiri yang terancam :D. Dia juga monopoli peternakan sapi di muara fajar sana :nuts:



dari www.riauinfo.com
Carrefour Akan Tetap Dibuka di Pasar Senapelan
16 Jan 2010 16:34 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Harapan masyarakat Pekanbaru agar pusat perbelanjaan Carrefour hadir di kota ini, akan segera terwujud. Pihak PT Peputra Maha Jaya (PMJ) yang merupakan pengelola Pasar Senapelan memastikan Carrefour tetap dibuka di tempat tersebut.

Saat ini kehadiran Carrefour di Pasar Senapelan sedang dalam poses pengurusan izin dari Walikota Pekanbaru. "Bila Walikota Pekanbaru telah mengeluarkan izin, maka kemungkinan besar Carefour tetap berada di pasar itu," ungkap Humas PT PMJ Imelda kepada wartawan.

Dia mengatakan, kehadiran Carrefour di tempat itu tidak akan menganggu pasar tradisional, karena bukan Carrefour bersala besar, melainkan hanya berskala kecil. Carrefour yang akan hadir itu hanya berskala mini market.

Disebutkannya, pihaknya memang tidak akan melanggar komitmen awal yang telah disepakati bahwa akan menjadikan Pasar Senapelan sebagai psar semimodern dan mengedepankan ekonomi kerakyatan. Makanya dia minta kehadiran Carrefour ini tidak usaha dikhawatirkan.(ad

Kris18
January 17th, 2010, 03:12 AM
^^
Tuh kan, memang tak perlu sampai seekstreme sebenarnya daya tarik carefour dengan seukuran mini market ini bisa jadi stimulan positif ekonomi bagi pasar disana

Kalau bisa, besok-besok bangun saja carefour dengan seukuran sebenarnya di daerah pandau sana atau di mal baru yang di awal cross sana :cheers:


Hayoo Pak Walikota, gak usah dengarkan komentar-komentar "swasta" itu!! :D

rilham2new
January 17th, 2010, 04:38 AM
^^ Mau buka Carrefour Hypermarket pun sebenarnya gak masalah :D

Yang "nipu" timbangan itu bener2 terjadi .... Dan membuat siapapun malas pergi ke Pasar Tradisional... Kalau golongan ekonomi menengah ke atas, mungkin gak merasa kalau ditipu-tipu kayak gitu,,, tapi golongan menengah ke bawah mereka bener2 tahu kalau mereka ditipu-tipu ...

bahkan kalau melirik carrefour di Jakarta, sangat banyak warga menengah ke bawah yang juga berbelanja di Carrefour ..

rilham2new
January 17th, 2010, 04:50 AM
PNPM Sukses Hilangkan Satu Persen Kemiskinan di Pekanbaru

Keberadaan PNPM terbukti mampu membangkitkan ekonomi masyarakat. Di Pekanbaru, tahun 2009 angka kemiskinan tergerus satu persen berkat program ini.

Riauterkini-PEKANBARU- Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM-MP) diniali berhasil mengantisipasi kemiskinan, selama dua tahun terakhir, program ini menurunkan angka kemiskinan di Pekanbaru, dari 8,3 persen menjadi 7,35 persen, hal ini disampaikan langsung oleh Seketaris PNPM-MP kota pekanbaru, Adismar Amnur.

Untuk tahun 2010 PMPN akan menyediakan infrastruktur, pengembangan sosial dan ekonomi layak bagi masyarakat miskin, dananya sharing antara APBN dan APBD sekitar masing-masing sebesar diatas 10 miliar, semua dana tersebut akan disalurkan penggunaannya ke seluruh Kecamatan yang disesuaikan dengan kebutuhan Kelurahan serta disesuaikan dengan permohonan yang telah dibuat oleh masyarakat, dengan prioritas kegunaan kebutuhan bagi masyarakat setempat.

Jika pada tahun 2009, sebanyak sembilan kelurahan yang dinilai terbaik dalam pengembangan PNPM, maka untuk tahun 2010 ditergetkan 20 kelurahan akan masuk dalam nominasi terbaik. Tahun ini PNMP mebikin program khusus sitemik yang menyusun strategi kebijaksanaan pada daerah-daerah yang diangagap kurang maju, sehingga diharapkan dengan adanya program tersebut, desa yang tadinya kurang maju bisa berkembang menjadi sebuah desa yang mampu mandiri.

Kepada wartawan, jum’at (15/01) dikantor Walikota Adismar Amnur mengatakan, “ seperti tahun-tahun sebelumnya kita tetap melaksanakan program PNMP-MP, ini dengan program yang sama, namun untuk tahun ini kita lebih meningkatkan lagi dari berbagai aspek, terutama terkait dalam hal kebutuhan masyarakat yang mampu memberdayakan dalam segi perekonomian serta infrastruktur, apa lagi untuk tahun ini kemungkinan besar akan ada penambahan dana dari APBN dan APBD, “ jelasnya.riauterkini.com

PNPM di Riau dipuji sebagai salah satu PNPM paling berhasil di Indonesia,.. Dan paling berhasil di Sumatra ...

fahminanda
January 17th, 2010, 05:56 AM
^^
Tuh kan, memang tak perlu sampai seekstreme sebenarnya daya tarik carefour dengan seukuran mini market ini bisa jadi stimulan positif ekonomi bagi pasar disana

Kalau bisa, besok-besok bangun saja carefour dengan seukuran sebenarnya di daerah pandau sana atau di mal baru yang di awal cross sana :cheers:


Hayoo Pak Walikota, gak usah dengarkan komentar-komentar "swasta" itu!! :D

^^
Mungkin yang dimaksud riau info itu adalah supermarket, setahu saya carrefour ga ada buka seukuran mini market. dan seandainya carrefour benar-benar jadi buka di pasar senapelan (psr kodim), pasti pasar senapelan kondisinya tidak sepi spt skr ini, jd tidak sia2 membuat gedung pasar yang besar. contohnya plaza sukaramai, yang membuat pasar itu semakin ramai karena adanya Ramayana dan secara otomatis merekapun mendapat rejeki juga. saya sangat mendukung adanya usaha dari luar masuk ke Pekanbaru, jd rasa bersaing itu ada asalkan persaingan yg sehat. dulu saya dengar Hero Supermarket mau buka di ex gedung 88 teater Jl. Riau, tiba2 diganti dg pasar buah 88, ga tahu knp. skr ini pengusaha lokal ada2 mencari alasan spy usaha dr luar tidak jd masuk, krn mereka sangat takut sekali bersaing.:)

rasarya
January 17th, 2010, 05:21 PM
Juli Mendatang RAL Tambah 3 Pesawat

Rencana pengembangan Riau Airlines mendapat dukungan Bank Mualat. Dijadwalkan Juli mendatang akan dilakukan penambahan 3 unit pesawat.

Riauterkini-PEKANBARU-Manager Komersil RAL, Rudi Arifin dalam acara Pertemuan RAL-ASITA Kamis (14/1/10) menyatakan bahwa terkait dengan aturan pusat yang mewajibkan setiap maskapai penerbangan memiliki minimal 10 pesawat. Sementara saat ini pesawat RAL baru 7 unit. Namun Juli depan RAL sudah memiliki 10 armada pesawat. Bahkan pada bulan yang sama, 10 pesawat tersebut sudah mulai operasional.

Tambahan 3 unit pesawat tersebut selain dari berkat dukungan pendanaan dari Bank Mualat, juga realisasi dari penandatangana MoU antar gubernur se-Sumatera pada pertemuan Gubernur se-Sumatera belum lama ini.

"Dalam pertemuan Gubernur se-Sumatera tersebut, disepakati bahwa masing-masing pemerintah provinsi akan membeli dan memiliki sebuah pesawat yang dalam operasionalnya akan berada di bawah koordinasi RAL," terangnya.

Terkait dengan hal itu, Rudi menyatakan bahwa pekan depan manajemen RAL akan melaksanakan raod show ke gubernur-gubernur se-Sumatera dalam rangka merealisasikan MoU beberapa waktu lalu," terangnya.

Bank Muamalat tetap Komit Biayai RAL

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank Muamalat, Bambang Setiawan kepada Riauterkini Kamis (14/1/10) mengatakan bahwa kendati hingga saat ini pihak RAL masih belum memberikan revisi laporan pertumbuhan usaha RAL, namun Bank Muamalat masih tetap komit dalam pembiayaannya.

Menurutnya, komitment tersebut berdasarkan pertimbangan potensi pertumbuhan usaha bisnis penerbangan yang diyakini memiliki prospek bagus di masa mendatang. Apalagi dalam tubuh RAL menurut Bambang telah melakukan banyak sekali perubahan.

"Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak RAL. Nampaknya, jajaran manajemen RAL saat ini memiliki kelebihan tersendiri. Paling tidak, jika sebelumnya antara direksi dengan bawahan koordinasinya lemah, kini koordinasi antara atasan dan bawahan sangat bagus. Paling tidak, direktur barunya mampu merangkul hingga lapisan bawah," terangnya.

Disinggung mengenai adanya MoU antar gubernur se-Sumatera untuk pembelian pesawat yang dalam pengelolaannya dibawah koordinasi RAL, Bambang mengacungkan jempolnya. Menurutnya hal itu membuat keyakinan Bank Muamalat dalam pembiayaan untuk RAL bertambah.

moga aja yang di beli g cuman pswt baling2 aja.. tapi dah jenis 737 :nuts: :bash: :lol:

Kris18
January 17th, 2010, 06:59 PM
moga aja yang di beli g cuman pswt baling2 aja.. tapi dah jenis 737 :nuts: :bash: :lol:

Gak mesti, tergantung rute saat ini. Riau Airlines itu lebih fokus pada penerbangan mobilisasi Riau ( mainland dan kepulauan) , makanya dibuat menjadi Spirit of Riau. Karena simply untuk memajukan perhubungan ke daerah. rasarya bisa bayangkan penerbangan antar daerah-daerah kecil atau seperti bandara Pinang Kampai, bandara Tuanku Tambusai, bandara Tempuling atau (dari dan ke )Riau daratan ke Tanjung Pinang, Natuna, pulau-pulau kecil yang lainnya seperti Matak dan Ranai.

Dan juga untuk wilayah antar Sumatera (mobilisasi Sumatera), (diluar rute Pekanbaru-Batam, Pekanbaru-Jambi,dll) ada juga di beberapa wilayah-wilayah kecil yang tentulah dilalui RAL dengan pesawat berbadan kecil sesuai dengan kondisi bandara-bandara kecil di wilayah-wilayah itu.

Bahkan RAL juga sampai ke Maluku atau Nusa Tenggara sana ya kalau tak salah? Soalnya aku pernah lihat gitu..

Jika punya majalan Riau Investment, dibelakang buku itu biasanya ada daftar panjang rute penerbangan Riau Airlines yang kesemuanya bandara-bandara di wilayah-wilayah yang kusebutkan tadi.

AVRO RJ-100 itu udah pakai mesin jet. Meski pesawat kecil tapi udah kerenlah apalagi interior dan kualitas pelayanannya. Malah lebih keren menurutku dari pada pelita air fokker 100 yang di charter PT Chevron (CPI) :p.

Coba anda cek foto-foto datanya di thread Riau Airline dibawah ini :).

rilham2new
January 18th, 2010, 03:47 AM
moga aja yang di beli g cuman pswt baling2 aja.. tapi dah jenis 737 :nuts: :bash: :lol:

Trus itu 737 mau terbang ke mana :lol:

737 itu penumpangnya sampai 180-200 orang loh .... Kalau terbang ke Dumai jelas gak mungkin ... Ke Rengat sangat mustahil, Ke Tembilahan juga gak mungkin ..

Paling mungkin ya, ke Medan / Batam / Jakarta... Kalau airport Melaka sudah dibesarkan pun, sangat mungkin buat flight PKU-Melaka atau PKU-KL ... Atau mungkin saja kalau dimobilisasi tapi tidak di Riau .. tapi misalnya Medan-Banda Aceh ...

Paling mungkin RAL beli pesawat yang kapasitas penumpangnya kurang dari 120 saja ...

Medan berarti harus saingan sama RJ100 nya RAL, Sriwijaya, dan Mandala ... Kelak Lion pun akan mulai bermain di sini ... Dan mereka diperkaya dengan Airbus 320 dan B737..

Batam berarti saingan dengan F50 nya RAL, Mandala, dan Lion ... Kelak Sriwijaya pun akan bermain di sini ... Dan mereka diperkaya dengan A320 dan B737 ...

Bandingkan tiba2 datang RAL .... Membawa B737 ke pasaran ... Persaingannya akan sungguh sulit.... Airline lain itu punya serep di jalur lain ... RAL cman fokus ke Sumatra saja ....

nowan
January 18th, 2010, 04:57 AM
^^ yupe... kalau potensi penerbangan pendek di Riau bagus, ga ada salahnya tetap beli pesawat baling2. Yg lebih kecil dari Fokker 50 jg ok, asal efisien. Tuh bandara2 perintis di kabupaten2 mau diapain? Sayangkan kalo disia2kan. Kalau untuk melayani kota2 besar di Sumatera sekitarnya, Embraer 170-190 sptnya perlu dipertimbangkan.
Hehe.. OOT ya? :) seharunya masuk thread RAL kali ya :D

4h3
January 18th, 2010, 07:15 AM
^^ Mau buka Carrefour Hypermarket pun sebenarnya gak masalah :D

Yang "nipu" timbangan itu bener2 terjadi .... Dan membuat siapapun malas pergi ke Pasar Tradisional... Kalau golongan ekonomi menengah ke atas, mungkin gak merasa kalau ditipu-tipu kayak gitu,,, tapi golongan menengah ke bawah mereka bener2 tahu kalau mereka ditipu-tipu ...

bahkan kalau melirik carrefour di Jakarta, sangat banyak warga menengah ke bawah yang juga berbelanja di Carrefour ..

setuju, dah penat ditipu trus... haha...

:lol::lol: bukan tak mw pro pedagang menengah kbawah.. tp y itu.. bnyk yg nipu..

4h3
January 18th, 2010, 07:16 AM
moga aja yang di beli g cuman pswt baling2 aja.. tapi dah jenis 737 :nuts: :bash: :lol:

klo g salah bc riaupos kmrn2, yg d beli 3 unit fokker 50 jg.. :)

nowan
January 18th, 2010, 11:15 AM
Hari ini media nasional Kompas mengulas buruknya layanan taksi di Pekanbaru. Tidak tanggung2 3 artikel sekaligus.
Ini Dia, Pemerasan ala Taksi Pekanbaru (1) (http://regional.kompas.com/read/2010/01/18/15280399/Ini.Dia..Pemerasan.ala.Taksi.Pekanbaru.1)
Ini Dia, Pemerasan ala Taksi Pekanbaru (2) (http://regional.kompas.com/read/2010/01/18/15312535/Ini.Dia..Pemerasan.ala.Taksi.Pekanbaru.2)
Ini Dia, Pemerasan ala Taksi Pekanbaru (3) (http://regional.kompas.com/read/2010/01/18/15351311/Ini.Dia..Pemerasan.ala.Taksi.Pekanbaru.3)
Sebenarnya isinya sama sj spt artikel yg pernah dimuat di media lokal. Mau dibahas pun sptnya sudah bosan :)
Ya berharap saja agar Walikota Pekanbaru diberi keberanian utk segera mengeluarkan izin agar taksi luar yg lebih profesional bisa segera beroperasi di Pekanbaru.

fahminanda
January 18th, 2010, 11:50 AM
^^
Betul, kalau keadaannya spt ini sudah saatnya BlueBird masuk Pekanbaru. Pak Wali & Dishub, tinggu apa lagi....beritanya udah tingkat nasional nih!! memang benar, saya udah merasakannya, masa dari pelita pantai ke lapangan senapelan 30ribu, padahal jaraknya lebih kurang 2 km.:ohno:

Oh iya, aku lihat sebagian Halte TransMetro di Jl. Jend Sudirman udah dipasang lemari pendingin soft drink otomatis (produk coca cola). sorry ya bro, aku blm sempat ambil gambarnya:cheers:

rasarya
January 18th, 2010, 11:56 AM
Trus itu 737 mau terbang ke mana :lol:

737 itu penumpangnya sampai 180-200 orang loh .... Kalau terbang ke Dumai jelas gak mungkin ... Ke Rengat sangat mustahil, Ke Tembilahan juga gak mungkin ..

Paling mungkin ya, ke Medan / Batam / Jakarta... Kalau airport Melaka sudah dibesarkan pun, sangat mungkin buat flight PKU-Melaka atau PKU-KL ... Atau mungkin saja kalau dimobilisasi tapi tidak di Riau .. tapi misalnya Medan-Banda Aceh ...

Paling mungkin RAL beli pesawat yang kapasitas penumpangnya kurang dari 120 saja ...

Medan berarti harus saingan sama RJ100 nya RAL, Sriwijaya, dan Mandala ... Kelak Lion pun akan mulai bermain di sini ... Dan mereka diperkaya dengan Airbus 320 dan B737..

Batam berarti saingan dengan F50 nya RAL, Mandala, dan Lion ... Kelak Sriwijaya pun akan bermain di sini ... Dan mereka diperkaya dengan A320 dan B737 ...

Bandingkan tiba2 datang RAL .... Membawa B737 ke pasaran ... Persaingannya akan sungguh sulit.... Airline lain itu punya serep di jalur lain ... RAL cman fokus ke Sumatra saja ....

klo aq g salah liat.. kmrn ada rute bndung-pku, jkt-pku... yah.. bahkan ada yang di kalimantan sama mataram kalo g slah.. mana tau besok kedepan ada rute baru di buka jog-jkt-pku dengan pswt RAL yang B*** ato g A*** :bash::bash: soalnya kan di daerah2 itu byk mahasiswa-mahasiswa asal riau..

kayak dulu jamannya pelita air masi d sewa ama caltex, ada harga sendiri bagi mahasiswa ato orang riau (walo tergantung kapasitas penumpang sih, klo dah penuh sama orang2 calex mah g di jual.. :lol:)

berharap kedepan boleh donk.. :lol::lol: jadi orientasi RAL jangan melulu ke penerbangan perintis.. :cheers: jadi target nya dah penerbangan nasional.. yah.. berharap dengan management yang baru :)

aboy_wew
January 18th, 2010, 12:01 PM
^^
Betul, kalau keadaannya spt ini sudah saatnya BlueBird masuk Pekanbaru. Pak Wali & Dishub, tinggu apa lagi....beritanya udah tingkat nasional nih!! memang benar, saya udah merasakannya, masa dari pelita pantai ke lapangan senapelan 30ribu, padahal jaraknya lebih kurang 2 km.:ohno:

Oh iya, aku lihat sebagian Halte TransMetro di Jl. Jend Sudirman udah dipasang lemari pendingin soft drink otomatis (produk coca cola). sorry ya bro, aku blm sempat ambil gambarnya:cheers:

oh y???hohoho..boleh jga tuh,,lama2 keren tuh halte..:lol:

chubbylover
January 18th, 2010, 02:07 PM
klo aq g salah liat.. kmrn ada rute bndung-pku, jkt-pku... yah.. bahkan ada yang di kalimantan sama mataram kalo g slah.. mana tau besok kedepan ada rute baru di buka jog-jkt-pku dengan pswt RAL yang B*** ato g A*** :bash::bash: soalnya kan di daerah2 itu byk mahasiswa-mahasiswa asal riau..

kayak dulu jamannya pelita air masi d sewa ama caltex, ada harga sendiri bagi mahasiswa ato orang riau (walo tergantung kapasitas penumpang sih, klo dah penuh sama orang2 calex mah g di jual.. :lol:)

berharap kedepan boleh donk.. :lol::lol: jadi orientasi RAL jangan melulu ke penerbangan perintis.. :cheers: jadi target nya dah penerbangan nasional.. yah.. berharap dengan management yang baru :)

maaf boss......harga khusus seat chevron ini setau saya hanya bagi employe nya caltex or chevron doank......dan hanya ada seat khusus buat pejabat stingkat gubernur dan wakil beserta seluruh muspida provinsi.klo ttg potongan buat mahasiswa dan pelajar setau saya itu dulu ada pada zaman sempati air sebelum bangkrut.......klo saya lebih setuju RAL mengambil pesawat jenis ATR-72 yang lagi ngtrend sbg pesawat komuter jarak pendek dan menengah,ini sesuai dengan Misi RAL menjadi penghubung daerah2 d Riau khususnya dan Sumatera umumnya,pesawatjenis ATR-72 ini sudah d pake ama FIRE FLY dan Wings Air dan menurut operator2 penerbangan pesawat jenis ini lebih tahan n lebih murah perawatannya d banding FOKER 50.perlu d ketahui pabrikan Foker aja uwd bangkrut,alangkah bijaknya apabila pemilihan pesawat ini d sesuaikan dengan anggaran yang ada,return on investmentnya,biaya perawatan dan ketahanannya.......

chubbylover
January 18th, 2010, 02:15 PM
Gak mesti, tergantung rute saat ini. Riau Airlines itu lebih fokus pada penerbangan mobilisasi Riau ( mainland dan kepulauan) , makanya dibuat menjadi Spirit of Riau. Karena simply untuk memajukan perhubungan ke daerah. rasarya bisa bayangkan penerbangan antar daerah-daerah kecil atau seperti bandara Pinang Kampai, bandara Tuanku Tambusai, bandara Tempuling atau (dari dan ke )Riau daratan ke Tanjung Pinang, Natuna, pulau-pulau kecil yang lainnya seperti Matak dan Ranai.

Dan juga untuk wilayah antar Sumatera (mobilisasi Sumatera), (diluar rute Pekanbaru-Batam, Pekanbaru-Jambi,dll) ada juga di beberapa wilayah-wilayah kecil yang tentulah dilalui RAL dengan pesawat berbadan kecil sesuai dengan kondisi bandara-bandara kecil di wilayah-wilayah itu.

Bahkan RAL juga sampai ke Maluku atau Nusa Tenggara sana ya kalau tak salah? Soalnya aku pernah lihat gitu..


Jika punya majalan Riau Investment, dibelakang buku itu biasanya ada daftar panjang rute penerbangan Riau Airlines yang kesemuanya bandara-bandara di wilayah-wilayah yang kusebutkan tadi.

AVRO RJ-100 itu udah pakai mesin jet. Meski pesawat kecil tapi udah kerenlah apalagi interior dan kualitas pelayanannya. Malah lebih keren menurutku dari pada pelita air fokker 100 yang di charter PT Chevron (CPI) :p.

Coba anda cek foto-foto datanya di thread Riau Airline dibawah ini :).

tapi jenis RJ ini yang menggerus keuntungan RAL...karena RAL terlalu ngotot untuk menggunakan pesawat ini pku-cgk 2x Sehari......dengan harga allseat yg sangat murah untuk mengejar persaingan d antara maskapai2 nasional lainnya,dan langkah ini yang buat RAL ga pernah untung.....klo RAL yg d nusatenggara itu d carter oleh perusahan asing,klo g salah ad yg k labuanbajo gt,....jenis yang d sewa adalah FOKER 50.....

Kris18
January 18th, 2010, 02:24 PM
klo aq g salah liat.. kmrn ada rute bndung-pku, jkt-pku... yah.. bahkan ada yang di kalimantan sama mataram kalo g slah.. mana tau besok kedepan ada rute baru di buka jog-jkt-pku dengan pswt RAL yang B*** ato g A*** :bash::bash: soalnya kan di daerah2 itu byk mahasiswa-mahasiswa asal riau..
Rute RAL saat ini memang orientasi mobilisasi Riau (daratan dan kepulauan) dan Sumatera. Selebihnya ada yang disewa sampai Kalimantan dan Nusa Tenggara sana.


Rute Bndg-Pku?? setahuku disana gak buka, bandara husein sastranegara sana jarang sekali ada penerbangan, yang dari atau ke Bandung saja mesti lewat Soekarno Hatta.
Rute Jkt-Pku atau sebaliknya sekarang sudah tutup.

Membuka rute di jogja? gak juga,lihat arus kebutuhan dan pangsa pasarnya jugalah, mahasiswa-mahasiswa disana seperti teman-temanku juga lebih banyak memakai jasa kereta api, travel, dan penerbangan maskapai komersil lain.

Dan tidak hanya buat kebutuhan mahasiswa saja, kebutuhan mahasiswa itu gak setiap hari lho. Ada musimnya juga mahasiswa mau pulang :lol:.

Pangsa nya lebih kepada masyarakat, banyak gak masyarakat dari Jogja yang mau ke Riau? :lol: . Kalau ke Kota lain seperti Jakarta, kemungkinan pada naik komersil lain, kereta atau travel aja mungkin.

Rute RAL saat ini memang orientasi mobilisasi Riau (daratan dan kepulauan) dan Sumatera. Selebihnya ada yang disewa sampai Kalimantan dan Nusa Tenggara sana.


kayak dulu jamannya pelita air masi d sewa ama caltex, ada harga sendiri bagi mahasiswa ato orang riau (walo tergantung kapasitas penumpang sih, klo dah penuh sama orang2 calex mah g di jual.. :lol:)

Pelita Air sampai sekarang masih disewa sama Chevron (caltex). Untuk pelita, baru sekali mengalami pergantian, dulu Fokker 28 sekarang Fokker 100 itu diganti sekitar tahun 2002 kalau tak salah. Saya orang chevron, dan setahu saya sejak dahulu hingga sekarang pelita chevron bukan untuk umum. Dan penumpang chevron lebih dikhususkan untuk para staf dan pegawai. Dan bagi penumpang mahasiswa juga tidak dikenakkan biaya. Dan tidak pernah dijual meski penumpang sedikit :lol:.

Pesawat Chevron setahuku biasanya yang sering nyewa itu pejabat pusat terutama kayak kemarin itu wapres dan para menteri yang datang ke bandara SSK II terus melanjutkan perjalanan ke Dumai. Kayak kemarin menteri ESDM nyewa pesawat pelita chevron karena pesawat dia rusak.

Dulu pada 2004, pelita chevron pernah disewa pada saat PON XVI Sumatera Selatan untuk fasilitas khusus para atlet dari provinsi Riau.

berharap kedepan boleh donk.. :lol::lol: jadi orientasi RAL jangan melulu ke penerbangan perintis.. :cheers: jadi target nya dah penerbangan nasional.. yah.. berharap dengan management yang baru :)

Iya ada, target RAL itu pertama, mobilisasi Riau (daratan dan kepulauan), target kedua, mobilisasi Sumatera, setelah sukses target selanjutnya barulah menjelajah Indonesia dan terakhir go internasional. RAL sudah mencapai target mobilisasi Sumatera, kalau untuk ke luar negeri juga sampai ke Melaka, Malaysia.

Kris18
January 18th, 2010, 02:44 PM
Btw, teman-teman, mending kalau mau lanjut diskusikan soal RAL pada thread khususnya aja yaa, tak percuma nih ada signatureku :D

Yuk lanjut ke topik pembangunan kota Pekanbaru :banana:

chubbylover
January 18th, 2010, 02:47 PM
Rute Bndg-Pku?? setahuku disana gak buka, bandara husein sastranegara sana jarang sekali ada penerbangan, yang dari atau ke Bandung saja mesti lewat Soekarno Hatta.
Rute Jkt-Pku atau sebaliknya sekarang sudah tutup.

Membuka rute di jogja? gak juga,lihat arus kebutuhan dan pangsa pasarnya jugalah, mahasiswa-mahasiswa disana seperti teman-temanku juga lebih banyak memakai jasa kereta api, travel, dan penerbangan maskapai komersil lain.

Dan tidak hanya buat kebutuhan mahasiswa saja, kebutuhan mahasiswa itu gak setiap hari lho. Ada musimnya juga mahasiswa mau pulang :lol:.

Pangsa nya lebih kepada masyarakat, banyak gak masyarakat dari Jogja yang mau ke Riau? :lol: . Kalau ke Kota lain seperti Jakarta, kemungkinan pada naik komersil lain, kereta atau travel aja mungkin.

Rute RAL saat ini memang orientasi mobilisasi Riau (daratan dan kepulauan) dan Sumatera. Selebihnya ada yang disewa sampai Kalimantan dan Nusa Tenggara sana.




Pelita Air sampai sekarang masih disewa sama Chevron (caltex). Untuk pelita, baru sekali mengalami pergantian, dulu Fokker 28 sekarang Fokker 100 itu diganti sekitar tahun 2002 kalau tak salah. Saya orang chevron, dan setahu saya sejak dahulu hingga sekarang pelita chevron bukan untuk umum. Dan penumpang chevron lebih dikhususkan untuk para staf dan pegawai. Dan bagi penumpang mahasiswa juga tidak dikenakkan biaya. Dan tidak pernah dijual meski penumpang sedikit :lol:.

Pesawat Chevron setahuku biasanya yang sering nyewa itu pejabat pusat terutama kayak kemarin itu wapres dan para menteri yang datang ke bandara SSK II terus melanjutkan perjalanan ke Dumai. Kayak kemarin menteri ESDM nyewa pesawat pelita chevron karena pesawat dia rusak.

Dulu pada 2004, pelita chevron pernah disewa pada saat PON XVI Sumatera Selatan untuk fasilitas khusus para atlet dari provinsi Riau.



Iya ada, target RAL itu pertama, mobilisasi Riau (daratan dan kepulauan), target kedua, mobilisasi Sumatera, setelah sukses target selanjutnya barulah menjelajah Indonesia dan terakhir go internasional. RAL sudah mencapai target mobilisasi Sumatera, kalau untuk ke luar negeri juga sampai ke Melaka, Malaysia.

rute RAL yang d balikpapan uwd lama suspened....skrg melayani jalur nusatenggara itu karena pesawatnya d sewa ama transNusa untuk feedernya mandala d nusatenggara....ini menurut cerita temen yang jadi flightattendantnya RAL......kmren sempet ketemuan d jogja waktu dy landing buat istirahat sebelum back to PKU

rilham2new
January 18th, 2010, 07:56 PM
klo aq g salah liat.. kmrn ada rute bndung-pku, jkt-pku... yah.. bahkan ada yang di kalimantan sama mataram kalo g slah.. mana tau besok kedepan ada rute baru di buka jog-jkt-pku dengan pswt RAL yang B*** ato g A*** :bash::bash: soalnya kan di daerah2 itu byk mahasiswa-mahasiswa asal riau..

kayak dulu jamannya pelita air masi d sewa ama caltex, ada harga sendiri bagi mahasiswa ato orang riau (walo tergantung kapasitas penumpang sih, klo dah penuh sama orang2 calex mah g di jual.. :lol:)

berharap kedepan boleh donk.. :lol::lol: jadi orientasi RAL jangan melulu ke penerbangan perintis.. :cheers: jadi target nya da penerbangan nasional.. yah.. berharap dengan management yang baru :)

Connecting flight yg berujung ke PKu mungkin bagus. Tp gak bagus, kalau seandainya cuman beli 1~2 boeing/airbus saja

Pada waktuny harus ada maintenance dan sgalany. Mesti siap dngan pesawat pengganti. Kalau tidak, y terkapar kayak Linus Airline.

Btw thread RAL dah ada, posting d sana aja.

sanugrah
January 19th, 2010, 01:47 AM
wah, bakal gede gini mesjid ny, pernah lewat situ wkt mampir bentar di PKU malem2. tapi seingat q daerah sana jalanan nya kan dah sempit banget yang ngiterin tu mesjid, pelebaran ke belakang gimana caranya tuh ?!@# Hehe

http://farm3.static.flickr.com/2711/4171054253_c8f667e979_o.jpg[/QUOTE]

Kris18
January 19th, 2010, 04:11 AM
wah, bakal gede gini mesjid ny, pernah lewat situ wkt mampir bentar di PKU malem2. tapi seingat q daerah sana jalanan nya kan dah sempit banget yang ngiterin tu mesjid, pelebaran ke belakang gimana caranya tuh ?!@# Hehe

http://farm3.static.flickr.com/2711/4171054253_c8f667e979_o.jpg

Baru tahu ya?
Jalan yang di belakang masjid itu dikarenakan banyak bangunan-bangunan lama , nantinya bangunan itu akan dikosongkan semua jauh sampai ke tepian sungai sana, ruko-ruko samping itu juga begitu.

Yang jelas, pemerintah daerah ingin mengembalikan kembali (revitalisasi) semua area pusat kerajaan Siak dahulu di Senapelan khususnya area masjid Raya dan perkampungan melayu yang kini seolah "terkepung".

Menurutku itu tidak akan dibangun sekaligus, bisa jadi tahap pertama ini adalah perluasan masjid dan menara masjid, selanjutnya barulah perluasan dari jalan Senapelan, Pasar Bawah, hingga Pelabuhan itu. Dan tentunya itu sudah disepakati dengan warga disana, lihat saja ruko-ruko samping pasar bawah dan ruko depan masjid raya itu, sudah dikosongkan.

Nantinya, selain menara masjid, kawasan pusat kegiatan Islam dan budaya melayu ini juga dilengkapi dengan kompleks Islamic Centre dan madrasah, taman air mancur, dua jembatan penghubung, theater rakyat, dan pelabuhan baru .


Yang jelas kawasan Masjid Raya Nur Alam ini nantinya akan jadi kawasan wisata sejarah dan budaya unggulan kota Pekanbaru di tahun 2012 nanti.

sanugrah
January 19th, 2010, 04:38 AM
iy tuh, harian lokal di pekanbaru spt RIPOS .. suara pembaca dan SMS selalu ditampilkan nomer HP nya padahal apa RIPOS tidak bisa ikutin etika privasi publik? :nuts:

Apa susahnya sih untuk edisi cetak nomer HP disamarkan (mis: 0813-xxxx) nomer asli kan RIPOS ada catatan nya. Radio2 di PKU aja bisa samarin nomer HP pendengar, bikin malu dunia jurnalis RIAU aj :bash:

Heran nya lagi koq bebrapa warga PKU nekad aja bagi2 nomer HP mereka via RIPOS gt, gak takut apa nomer mereka di publish. Yuk protes ke RIPOS !! :)

Pernah aku kirim SMS pembaca yg ada di Riau Pos mengenai tugu keris itu. waktu itu aku bilang klu tugu itu seperti tusuk gigi. besok paginya sms yg aku kirim itu nongol d riau pos dan sorenya aku dpt sms yg isinya " hei pendatang, klu tinggal di pekanbaru sadar dirilah " (byk lg kata2 yg kotor lainnya). waaahhhhh....hancur minahhhh:ohno:hehehe.....(lagian ama riau pos no hp kita benar2 di liatin)

sanugrah
January 19th, 2010, 05:03 AM
Apa ntar gak konflik dgn tata ruang kota, spt "green buffer zone" kyk jakarta sini. Ingat "rapid development" jangan melupakan daerah serapan (ingat banjir), kl PKU bs kyk Tokyo dimana semua nya di beton, dan manajemen "sewage" (drainase) nya bagus mah gpp .. :cheers1:

Sebenarnya kalau aku ada duit... Dan tanah di Kaca Mayang itu punya aku, aku pribadi gak akan mempertahankan kaca mayang itu..

Aku malah mungkin akan usaha Franchise buka SPBU Shell/Petronas di situ :D hahaha, lahannya bagus dan mendukung :D .... Rasanya kita butuh SPBU di pusat kota, hehehe .... Tapi jangan yang PERTAMINA ahh, bosen :D ..

sanugrah
January 19th, 2010, 05:08 AM
ini yg artis itu bukan y? Hmm, kalo mmg dia .. kiprah ny lebih banyak di hiburan, kebetulan aj ortu (rs ny prnh di cvx) beliau tggl di RIAU, baru mau balik cuma buat ngincer posisi itu. :bash:

Aku setuju, pengusaha lokal harus diajarkan berkompetisi dengan sehat.

Iyalah ... gak bakalan orang milih dia jadi walikota,, aku juga milih Herman Abdullah waktu PILKADA 2006....

Dan kalau seandainya di PILKADA 2011 ada si BakSo ... Ini siap2 aja Pekanbaru masuk masa suram ketertutupan ekonomi... LIhat nih, hari ini aja buat statement kayak gini :( ... Mengecewakan sekali, kenapa harus menutup diri.

4h3
January 19th, 2010, 07:26 AM
Apa ntar gak konflik dgn tata ruang kota, spt "green buffer zone" kyk jakarta sini. Ingat "rapid development" jangan melupakan daerah serapan (ingat banjir), kl PKU bs kyk Tokyo dimana semua nya di beton, dan manajemen "sewage" (drainase) nya bagus mah gpp .. :cheers1:

mnurut sy ga, klo emg bang riilham mw bangun d sono (angan-angan mode:on :lol:)
kan itu msh pusat kota, bukankah green buffer zone itu ada disekeliling kota (sotoy mode:on :lol:)

lagian itu harga tanahnya brp? rugi klo d jadikan area green, klo msh kombinasi gpp, office park gt. KDBnya aja sy yakin cukup besar nih area...

4h3
January 19th, 2010, 07:28 AM
ini yg artis itu bukan y? Hmm, kalo mmg dia .. kiprah ny lebih banyak di hiburan, kebetulan aj ortu (rs ny prnh di cvx) beliau tggl di RIAU, baru mau balik cuma buat ngincer posisi itu. :bash:

artis? yg mn lg y?
sy kirain si 'saudagar kaya' itu...

4h3
January 19th, 2010, 07:32 AM
^^
Betul, kalau keadaannya spt ini sudah saatnya BlueBird masuk Pekanbaru. Pak Wali & Dishub, tinggu apa lagi....beritanya udah tingkat nasional nih!! memang benar, saya udah merasakannya, masa dari pelita pantai ke lapangan senapelan 30ribu, padahal jaraknya lebih kurang 2 km.:ohno:

Oh iya, aku lihat sebagian Halte TransMetro di Jl. Jend Sudirman udah dipasang lemari pendingin soft drink otomatis (produk coca cola). sorry ya bro, aku blm sempat ambil gambarnya:cheers:

setuju.. bluebird harus masuk :banana::banana: g bisa dibiarin kyk gini...

soal halte, emang dh smakin bagus, ada plang nama halte disampingnya (jurusan apa n jalur yg d lewati)
ada tmpt sampah yg cukup bagus
ada jual koran
dan d bbrp halte yg cukup ramai penumpangnya sudah ada jual minuman dingin. :)

gbrnya blm smpt d ambil.. nt dh coba d ambil n d aplot..

rilham2new
January 19th, 2010, 11:48 AM
iy tuh, harian lokal di pekanbaru spt RIPOS .. suara pembaca dan SMS selalu ditampilkan nomer HP nya padahal apa RIPOS tidak bisa ikutin etika privasi publik? :nuts:

Apa susahnya sih untuk edisi cetak nomer HP disamarkan (mis: 0813-xxxx) nomer asli kan RIPOS ada catatan nya. Radio2 di PKU aja bisa samarin nomer HP pendengar, bikin malu dunia jurnalis RIAU aj :bash:

Heran nya lagi koq bebrapa warga PKU nekad aja bagi2 nomer HP mereka via RIPOS gt, gak takut apa nomer mereka di publish. Yuk protes ke RIPOS !! :)

Penting, karena sama beberapa oknum... SMS ini sering dipakai untuk "BLACKMAIL", menjelek-jelekkan, dan yang paling parah adalah FITNAH. Malahan dulu, kritik2nya sampai kritik pada personal tertentu,, misalnya Kepala Cabang Bank Riau, Cabang Nangka, Kepala Dinas Tertentu, yang sedihnya aku pernah lihat GURU SMA dikritik anak sekolahnya sendiri (yang seharusnya tidak keluar di papan umum seperti itu, kalau RiauPos nya ya gak usah ditanya ... makin kontroversi SMS nya makin suka lah dia :D).

Dengan ditampilkan nomor, orang akan bertanggung jawab .... setidaknya buang2 duit untuk beli nomor baru (atau curi2 kesempatan pake hape orang) buat kirim SMS ke RiauPos... Jadi usaha untuk meng"kritik" benar2 dipikirkan baik konten, subjektivitas, objektivitas, sampe ke tata bahasa nya.

Kalau pernah baca yang pakai "xxx",, dulu parah sekali .... guru sendiri difitnah, kepala sekolah sendiri difitnah, atasan sendiri difitnah, ayah sendiri difitnah.

Kalau RiauPos punya metode filter yang bagus untuk memasukkan SMS yang "xxx" tadi okelah ... tapi kelihatannya RiauPos hampir tidak punya filter, dan cenderung mencari yang bunyinya sumbang dan kontroversi.

rilham2new
January 19th, 2010, 11:55 AM
Apa ntar gak konflik dgn tata ruang kota, spt "green buffer zone" kyk jakarta sini. Ingat "rapid development" jangan melupakan daerah serapan (ingat banjir), kl PKU bs kyk Tokyo dimana semua nya di beton, dan manajemen "sewage" (drainase) nya bagus mah gpp .. :cheers1:

Kalau pusat kota PKU drainasenya sudah lumayan ... bahkan menjangkau sampai ke kawasan perumahannya... Dan drainase itu sudah beton/semen :D .. Memang tidak box culvert seperti di kawasan2 pinggiran kota... Soalnya infrastruktur lama, gak hanya itu bahkan udah lengkap dengan gorong-gorong bawah tanah dan Kolam retensi.

RTH di Pusat Kota kita punya lumayan luas di kawasan HUTAN KOTA Jalan Diponegoro XI (dulu Jalan Thamrin). Tidak hanya itu, kita punya TAMAN KOTA di kawasan Aryaduta .... Selain dari itu, kita juga ada kawasan terbuka hijau yang cukup luas di kawasan Kantor Gubernur (yang sebagian sudah hancur jadi tempat parkir), dan jangan lupakan kita punya kawasan eks stadion hang tuah yang kini jadi Taman Masjid Agung An-Nur ...

Pusat kota, Tamannya sudah cukup :D (kebanyakan malah .... jadinya banyak yang sepi, kalau hari-hari biasa .. :ohno: .... Di dalam kawasan perumahan di Jalan Sumatra ada bundaran2 kecil yang ada taman nya juga :D

Kurasa cuman benar2 terutilisasi waktu CAR FREE DAY doank :tongue2: ...

aboy_wew
January 20th, 2010, 03:59 AM
aq punya prtnyaan nih...
apakah ad lagi pembangunan yg berskala WAH tahun ini?????aq liat adem2 aj..gk ad kabar sperti pemb. fly over yg kata nya bakalan d bgun..sperti yg lain2..

mngenai trans pekanbaru...aq liat ad usaha mo buka koridor III tpi gk terlalu terlihat mo mnambah armada bus..ok lah kata ny lgi mnta k pusat..mo smpai kapan nunggu pusat,,
ktanya mo d ambil 5 dri koridor kulim..apakh cukup untuk mncover smua ny..*sebagai perbandingan aj y..aq liat d palembang bner2 d pejuangin pnmbahan armada bus..skrg aj udh lbih dri 20 bus,,bakalan ad pnmbahan bus untuk buka koridor..(cuma mo sharing aj..butuh pndapat tman2 smua,,n_n)

fahminanda
January 20th, 2010, 06:21 AM
2010, Panam Masih Jadi Primadona Investasi
Written by badri Tuesday, 19 January 2010 07:32

Wilayah Panam, Kecamatan Tampan, masih menjadi primadona investasi di Pekanbaru. Bahkan, untuk 2010 ini, sepertinya Panam masih menjadi tujuan investasi, terutama pada sektor perdagangan dan jasa di Pekanbaru.

Pendapat tersebut dikemukakan pengamat perkotaan Mardianto Manan, kepada riaubisnis.com, Selasa (19/1/2010) di Pekanbaru. Menurutnya, saat ini, kawasan lainnya masih perlu daya tarik agar bisa mengikuti jejak Panam. “Saya kira Panam masih menjadi daya tarik utama. Untuk kawasan lainnya, masih belum begitu menarik bagi investor,” ujarnya.

Padatnya pemukiman penduduk, menjadi alasan yang cukup kuat, kalau Panam berkembang pesat. Kata Mardianto, daerahnya juga berada pada lintas utama dan juga pintu masuk bagi daerah lainnya ke Pekanbaru. Namun, Mardianto juga mengingatkan, agar Pemko Pekanbaru tidak selamanya bertumpu pada daerah tersebut. Sehingga, saat ini diperlukan adanya kawasan pertumbuhan investasi baru di Pekanbaru, dan tidak lagi di Panam.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan (Distaruba) Kota Pekanbaru, Firdaus Ces menjelaskan, pihaknya memang tidak mengatur sedemikian rupa arah pembangunan Kota Pekanbaru, kecuali kawasan industri yang memang sejak lama diarahkan ke Kawasan Industri Tenayan (KIT).

“Meski tidak ada perencanaan untuk membagi wilayah Pekanbaru berdasarkan daerah pemukiman ataupun jasa, namun ada pengecualian untuk penempatan wilayah industri. Mulai tahun lalu, kita mulai memfokuskan pengembangan industri ke KIT,” ujarnya.

Namun selain sebagai kawasan industri, Tenayanraya diharapkan dapat dijadikan salah satu daerah pemukiman dan jasa yang baru. Ini disebabkan, karena di Tenayanraya masih banyak lahan yang dapat digarap untuk dijadikan lokasi perumahan.(*):)

sumber:riaubisnis

Kris18
January 20th, 2010, 07:14 AM
Penting, karena sama beberapa oknum... SMS ini sering dipakai untuk "BLACKMAIL", menjelek-jelekkan, dan yang paling parah adalah FITNAH. Malahan dulu, kritik2nya sampai kritik pada personal tertentu,, misalnya Kepala Cabang Bank Riau, Cabang Nangka, Kepala Dinas Tertentu, yang sedihnya aku pernah lihat GURU SMA dikritik anak sekolahnya sendiri (yang seharusnya tidak keluar di papan umum seperti itu, kalau RiauPos nya ya gak usah ditanya ... makin kontroversi SMS nya makin suka lah dia :D).

Dengan ditampilkan nomor, orang akan bertanggung jawab .... setidaknya buang2 duit untuk beli nomor baru (atau curi2 kesempatan pake hape orang) buat kirim SMS ke RiauPos... Jadi usaha untuk meng"kritik" benar2 dipikirkan baik konten, subjektivitas, objektivitas, sampe ke tata bahasa nya.

Kalau pernah baca yang pakai "xxx",, dulu parah sekali .... guru sendiri difitnah, kepala sekolah sendiri difitnah, atasan sendiri difitnah, ayah sendiri difitnah.

Kalau RiauPos punya metode filter yang bagus untuk memasukkan SMS yang "xxx" tadi okelah ... tapi kelihatannya RiauPos hampir tidak punya filter, dan cenderung mencari yang bunyinya sumbang dan kontroversi.

@SANUGRAH : Betul kata bung Rilham, masyarakat bebas berpendapat, tapi harus yang sesuai, sopan dan bertanggung jawab. Etika menyampaikan pendapat saja di dunia maya juga ada aturannya :).


iy tuh, harian lokal di pekanbaru spt RIPOS .. suara pembaca dan SMS selalu ditampilkan nomer HP nya padahal apa RIPOS tidak bisa ikutin etika privasi publik? :nuts:

Apa susahnya sih untuk edisi cetak nomer HP disamarkan (mis: 0813-xxxx) nomer asli kan RIPOS ada catatan nya. Radio2 di PKU aja bisa samarin nomer HP pendengar, bikin malu dunia jurnalis RIAU aj :bash:

Heran nya lagi koq bebrapa warga PKU nekad aja bagi2 nomer HP mereka via RIPOS gt, gak takut apa nomer mereka di publish. Yuk protes ke RIPOS !! :)

Itu sudah mengikuti etika publik dan publik bisa menyampaikan keluhannya langsung. Selama publik itu tidak menyeleneh. Bedakan dengan Radio, kalau Radio biasanya kalau ada sms-sms dengan menyatakan nomor dan diakhiri xxx itu acaranya pergaulan muda-mudi yang pengen request lagu dan salam kenalan sama teman-temannya, jadi wajar kalau si operatornya merahasiakan, tapi ada tidak jarang pula yang benar-benar mengekspos

Bagi-bagi nomor Hp?? Maksudnya sengaja ekspos nomor gitu?? :lol: Saya pembaca dan berlangganan Riau Pos. Dan sejauh ini yang saya baca, Riau Pos itu sudah mengaplikasikan dengan benar dimana komentar warga/pembaca itu harus diletakkan sesuai sasaran,

misal, pada rubrik otonomi, itu khusus komentar pembaca mengenai daerah-daerah Provinsi Riau. Pro Metropolis, komentar khusus warga pada kota bertuah. Dan alhasil komentar para warga itu benar-benar bermanfaat tepat sasaran misal nya seperti keluhan atau pengaduan dan saran tentunya. Gak "macam-macam".

Jadi, kita bisa lihat gak ada itu sms-sms "sampah" berserakkan.

BEDAKAN dengan koran-koran seperti Pku MX ,tr***n , selain beritanya kadang ngawur dan tak berimbang nah itu bisa dilihat sendiri , sms-sms mulai dari ALAY, ngeekspos nomor, sampai yang benar-benar pengen cari jodoh memang niat nge SMS disana :lol:. Cuma sekarang yang saya lihat koran Tr***n mulai berbenah diri kalau soal sms komentar warga. Mulai lebih selektif, kalau dulu?? waahhh.. parah deh sampai ada yang pengen ngajak nyari ribut.

Sayangnya, Korannya si BASKO(M) gak ada kolom komentar pembacanya, kalau ada, warga bisa langsung berkomentar mengenai sajian beritanya dan kebijakkan dia tentunya :D.

Saya lebih memilih Riau Pos, karena isinya lebih lengkap, berimbang, dan terpercaya. Gak apa-apa mahal dikit biar lebih puas baca tentang Riau keseluruhan. Kalau mau update perkembangan Pekanbaru dan kabupaten/kota seRiau di RIAUPOS sekalian ada gambar-gambarnya :D.

Kris18
January 20th, 2010, 07:17 AM
2010, Panam Masih Jadi Primadona Investasi
Written by badri Tuesday, 19 January 2010 07:32

Wilayah Panam, Kecamatan Tampan, masih menjadi primadona investasi di Pekanbaru. Bahkan, untuk 2010 ini, sepertinya Panam masih menjadi tujuan investasi, terutama pada sektor perdagangan dan jasa di Pekanbaru.

Pendapat tersebut dikemukakan pengamat perkotaan Mardianto Manan, kepada riaubisnis.com, Selasa (19/1/2010) di Pekanbaru. Menurutnya, saat ini, kawasan lainnya masih perlu daya tarik agar bisa mengikuti jejak Panam. “Saya kira Panam masih menjadi daya tarik utama. Untuk kawasan lainnya, masih belum begitu menarik bagi investor,” ujarnya.

Padatnya pemukiman penduduk, menjadi alasan yang cukup kuat, kalau Panam berkembang pesat. Kata Mardianto, daerahnya juga berada pada lintas utama dan juga pintu masuk bagi daerah lainnya ke Pekanbaru. Namun, Mardianto juga mengingatkan, agar Pemko Pekanbaru tidak selamanya bertumpu pada daerah tersebut. Sehingga, saat ini diperlukan adanya kawasan pertumbuhan investasi baru di Pekanbaru, dan tidak lagi di Panam.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan (Distaruba) Kota Pekanbaru, Firdaus Ces menjelaskan, pihaknya memang tidak mengatur sedemikian rupa arah pembangunan Kota Pekanbaru, kecuali kawasan industri yang memang sejak lama diarahkan ke Kawasan Industri Tenayan (KIT).

“Meski tidak ada perencanaan untuk membagi wilayah Pekanbaru berdasarkan daerah pemukiman ataupun jasa, namun ada pengecualian untuk penempatan wilayah industri. Mulai tahun lalu, kita mulai memfokuskan pengembangan industri ke KIT,” ujarnya.

Namun selain sebagai kawasan industri, Tenayanraya diharapkan dapat dijadikan salah satu daerah pemukiman dan jasa yang baru. Ini disebabkan, karena di Tenayanraya masih banyak lahan yang dapat digarap untuk dijadikan lokasi perumahan.(*):)

sumber:riaubisnis


Mantap :okay:

Padahal dulu neh sekitar tahun 70an sampai 90an aja mulai dari kawasan TuankuTambusai , Soekarno Hatta, Panam, itu dianggap kawasan luar kota (Rambu : Pekanbaru coret).

Dan sekarang bisa booming, orang dari luar kota saja begitu masuk Pekanbaru melalui kawasan panam bisa langsung ketemu mal malah :D.

Kris18
January 20th, 2010, 07:28 AM
aq punya prtnyaan nih...
apakah ad lagi pembangunan yg berskala WAH tahun ini?????aq liat adem2 aj..gk ad kabar sperti pemb. fly over yg kata nya bakalan d bgun..sperti yg lain2..

mngenai trans pekanbaru...aq liat ad usaha mo buka koridor III tpi gk terlalu terlihat mo mnambah armada bus..ok lah kata ny lgi mnta k pusat..mo smpai kapan nunggu pusat,,
ktanya mo d ambil 5 dri koridor kulim..apakh cukup untuk mncover smua ny..*sebagai perbandingan aj y..aq liat d palembang bner2 d pejuangin pnmbahan armada bus..skrg aj udh lbih dri 20 bus,,bakalan ad pnmbahan bus untuk buka koridor..(cuma mo sharing aj..butuh pndapat tman2 smua,,n_n)

Berskala wah tahun ini?? kalau fly over tinggal tunggu statemen resmi dari walikota dan DPRD .

Kalau proyek yang bakal dikerjakan tahun ini : seperti Main Stadium, Grand Gassing, jembatan Siak III, jembatan siak IV (?),jalan tembus Rumbai ke Siak IV, Grand Zuri Hotel SCC (penghujung tahun ini siap), dan Menara Dang Merdu pada bulan April (siap-siap ambil foto Dang Merdu lama sebelum dihancurkan :D) :okay: . Selengkapnya lihat list yang dibuat bang Rilham untuk tahun ini :D

nunggu dari pusat?? hmmm....
oya , nanti bus TMP juga akan melewati rute mal SKA - kampus UR panam.

bus TMP yang melewati rute jalan Riau (salah satu haltenya ada di depan mal ciputra seraya) itu katanya akan menggunakan armada kecil sesuai dengan kapasitas penumpang yang hendak kesana.

chubbylover
January 20th, 2010, 08:03 AM
^^ woow.....bkl pke armada yg lebh kcil yaaa?hmm.....rasanya emg lebih bijak dengan bis 3/4....

aboy_wew
January 20th, 2010, 10:22 AM
^^ oh iya,,d dpan ciputra itu ad halte...apkah itu untuk trans peknbaru y???
rute ap itu???
klo d bgun d situ mikir2 deh...macet gtu..malah tmbah macet tuh,,
jalan riau itu bagus ny d buat satu arah aj..bener2 pusing klo lewat situ,,huff...

rilham2new
January 20th, 2010, 03:53 PM
^^ woow.....bkl pke armada yg lebh kcil yaaa?hmm.....rasanya emg lebih bijak dengan bis 3/4....

Bukan solusi yang baik .... tapi boleh dipertimbangkan.
Banyak kejadian ketika semua sudah terlambat, karena kita terbiasa menyepelekan keadaan dengan melihat fakta hari ini..

Udah kejadian di Pekanbaru yang sering macet di Pusat Kota ... Dulu awal tahun 2000-an, kita berprasangka PKU gak perlu inilah, itulah ... Nyatanya sekarang macet juga.

Kita gak bisa membayangkan kalau budaya "menyepelekan" ini lestari untuk memperhitungkan PKU tahun 2014-2015... Nanti timbul penyesalan, kayak kota2 Metropolitan di Indonesia yang di banyak hal sudah sukar ditata, kalaupun ditata biayanya bisa Trilyunan ...

CLUE: PUsat Kota Pekanbaru udah gak bisa diubah lagi.... KECUALI Jalur hijaunya kita bongkar. Atau ada taktik atau penemuan arsitek yang canggih, intriguing, inovatif, atau apalah ..... Bangun Flyover akan 100% menghancurkan jalur hijau eksisting. Analogi yang sama kalau kita pakai perumpamaan untuk kendaraan umum. Di kota lain udah ada contohnya penyelesaian transportasi umum yang asal-asalan dan terlalu menyepelekan memang tidak akan berakhir baik.

rilham2new
January 20th, 2010, 04:00 PM
^^ oh iya,,d dpan ciputra itu ad halte...apkah itu untuk trans peknbaru y???
rute ap itu???
klo d bgun d situ mikir2 deh...macet gtu..malah tmbah macet tuh,,
jalan riau itu bagus ny d buat satu arah aj..bener2 pusing klo lewat situ,,huff...

Kalau Jalan Riau dibuat satu arah ..... harus ada jalan lain yang didesain untuk arah yang berlawanan ... Jalan Pemuda mungkin (ini jalan yang paralel dengan Jalan Riau posisinya agak ke Utara ...

Kalau jalan yang paralel dengan Jalan Riau yang lain di sebelah selatan mungkin Jalan Durian atau Jalan Jendral di Sukajadi ..

Jalan A.Yani gagal dijadikan Jalan Satu arah, karean tidak ada jalan paralel (yang dekat) untuk mengakomodir arah yang berlawanan .. Masa' harus dipaksa ke arah Sudirman :nuts: ... Malas lah lewat situ kalau jam kantor ... macet :nuts:

rilham2new
January 20th, 2010, 04:08 PM
Mantap :okay:

Padahal dulu neh sekitar tahun 70an sampai 90an aja mulai dari kawasan TuankuTambusai , Soekarno Hatta, Panam, itu dianggap kawasan luar kota (Rambu : Pekanbaru coret).

Dan sekarang bisa booming, orang dari luar kota saja begitu masuk Pekanbaru melalui kawasan panam bisa langsung ketemu mal malah :D.

Koreksi .

Bagi aku warga PKU pusat kota ....

Jangankan Panam, Arengka aja bagi aku udah kayak Pekanbaru Coret :D TAPIIII ITUU DULU ... Masaalahnya DULU yang aku maksud itu bukan jaman kakek2 nenek2,,, tapi dulunya tahun 2000-an pertengahan :) ..

Perubahan terjadi begitu cepat kayak sulap sim-sala-bim ..

Apalagi PANAM, paska dilebarkan jalannya tahun 2004/2005 ... Langsung booming ekonomi di sana ... Sampai ada modern shopping complex ...

Padahal dulu (sebelum 2005), toko2 di sana lebih suka nulis JALAN RAYA PEKANBARU-BANGKINANG KM 12 ..... Untuk merujuk alamat mereka :D, sekarang rasanya toko2 baru lebih suka menulis Jalan HR SUbrantas :D

Malu2 in aja melabeli PKU-Bangkinang ... kesannya memang kayak PekanbaruCORET.

Sekarang tentu saja sudah kayak kota baru ... bahkan rasanya Harapan Raya udah kesalip, ya :D ... Siapa setuju ??

rilham2new
January 20th, 2010, 04:15 PM
aq punya prtnyaan nih...
apakah ad lagi pembangunan yg berskala WAH tahun ini?????aq liat adem2 aj..gk ad kabar sperti pemb. fly over yg kata nya bakalan d bgun..sperti yg lain2..

mngenai trans pekanbaru...aq liat ad usaha mo buka koridor III tpi gk terlalu terlihat mo mnambah armada bus..ok lah kata ny lgi mnta k pusat..mo smpai kapan nunggu pusat,,
ktanya mo d ambil 5 dri koridor kulim..apakh cukup untuk mncover smua ny..*sebagai perbandingan aj y..aq liat d palembang bner2 d pejuangin pnmbahan armada bus..skrg aj udh lbih dri 20 bus,,bakalan ad pnmbahan bus untuk buka koridor..(cuma mo sharing aj..butuh pndapat tman2 smua,,n_n)

Proyek PON masih jalan .. ini proyek nilainya pake hitungan TRILYUN.
Proyek Terminal Bandara juga masih jalan ... hitungannya 200 M.
Proyek Menara Dang Merdu (18 tingkat), katanya akan mulai konstruksi tahun ini..
Proyek The PEAK (29 tingkat -- katanya mau dipotong), juga direncanakan akan mulai konstruksi tahun ini.
Hotel Premiere Grand Zuri (bintang 5) juga udah lantai ke 9/10 gitu ...
Tentunya Jembatan Siak III dan Siak IV yang terus jalan ...

Rasanya PKU gak sepi proyek, malah menurut aku ... tahun 2010 bakal lebih banyak dari tahun 2009 kemaren. Belum lagi kalau hotel di Arifin Ahmad jadi dibangun..


Btw, Di Palembang sekarang pakai bus ukuran kecil, tapi mereka memang butuh banyak soalnya kotanya memang besar sih :D.. Koridornya juga mesti banyak soalnya, kotanya menjalar utara-barat-timur-selatan ...

Pekanbaru sih untuk hari ini sebenarnya gak butuh banyak-banyak ...Faktanya Populasi Pekanbaru hanya setengah dari populasi Palembang :D

Jadi bisa punya 20 bus ukuran gede itu patut disyukuri :)

aboy_wew
January 20th, 2010, 04:31 PM
^^..hehe,,ok2..tba timbul keirian dari daerah ini,,hehe...
mmg klo d bndingin jelas beda kota besar dan metropolitan...

ok2..hehe,,
aq tmbahin deh..
koridor III trans metro boleh jga tuh,,
uhm,..mngenai the peak..ap bener taun ini mau d lnjutin,,kok msh adem2 aj y..????semoga deh..tp syng bgt,,pdhal klo d hitung2 taun ini udh bisa d liat kemegahan tuh gedung y..hehee

chubbylover
January 20th, 2010, 04:34 PM
emg the peak maw d pangkas jadi brp lantai ham???wedewww,,.....ga jadi gedung tertinggi d sumatera lagi laaah ya.....:bash:

aboy_wew
January 20th, 2010, 04:37 PM
Kalau Jalan Riau dibuat satu arah ..... harus ada jalan lain yang didesain untuk arah yang berlawanan ... Jalan Pemuda mungkin (ini jalan yang paralel dengan Jalan Riau posisinya agak ke Utara ...

Kalau jalan yang paralel dengan Jalan Riau yang lain di sebelah selatan mungkin Jalan Durian atau Jalan Jendral di Sukajadi ..

Jalan A.Yani gagal dijadikan Jalan Satu arah, karean tidak ada jalan paralel (yang dekat) untuk mengakomodir arah yang berlawanan .. Masa' harus dipaksa ke arah Sudirman :nuts: ... Malas lah lewat situ kalau jam kantor ... macet :nuts:

mmg sih agak susah,,tpi itu lah kebijakan..klo gk gtu,gk akan slse masalah2 macet itu..
jalan A. Yani itu sbnarnya..bisa2 aj klo d buat satu arah..mmg tuntutan masyarakat lbih besar..tpi hrus ny lebih tegas,,itu lah lagi cara biar msalah slse..:)

untuk ciputrra itu,,rrrggh..klo udh sore dan malam..weekend,,rame ny mnta ampun..gmn klo mo bgun novotel d sbelah ny..tmbah macet bisa2 tuh..butuh pelebaran jalan..dan sdkit mngorbankan lahan orang,,hehe..
soal ny klo gk d lebarin,d buat satu arah jam2 tertentu..cuma itu lgi..:nuts:

aboy_wew
January 20th, 2010, 04:39 PM
emg the peak maw d pangkas jadi brp lantai ham???wedewww,,.....ga jadi gedung tertinggi d sumatera lagi laaah ya.....:bash:

katany sih iya...syang bgt y..udh dri 30an..turun jdi 29,,smoga turun ny gk jauh2..26...hehee:lol:

eh novotel ap kabar y???d website nya..d bilang novotel bkalan hadir tahun 2011,,
ad kmgknan..2011 mulai konstruksi ato slse nya 2011...:bash:

bama84
January 20th, 2010, 08:20 PM
Landasan Pacu Bandara SSK II Segera Dilebar-panjangkan

Untuk meningkatkan performa bandara SSK II, PT Angkasa Pura akan melakukan pembangunan. Baik pembangunan terminal maupun landasan pacu.

Riauterkini-PEKANBARU-Kepala Angkasa Pura II Pekanbaru, Dedi Suryana kepada Riauterkini beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa tahun 2010 ini, pihaknya akan menggesa pembangunan di bandara SSK II. Pembangunan meliputi terminal I dan landasan pacu.

Katanya, upaya untuk menggesa pembangunan landasan pacu dimaksudkan ke depan SSK II bisa disinggahi pesawat berbadan besar sekelas boeing 767 dan 727.

"Sekarang ini lebar landasan pacu lebarnya hanya 30 meter sementara panjang landasan pacu bandara SSK II hanya 2.240 meter. Ke depan akan dilakukan perombakan. Dari lebarnya yang 30 meter menjadi 45 meter. Panjangnya juga akan ditambah dari 2.240 meter menjadi 2.600 meter," terangnya.

Pembangunan terminal dan perluasan landasan pacu dimaksudkan untuk mempersiapkan pelayanan kepada pengguna jasa penerbangan. Karena diprediksi sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Riau yang terus membaik maka pebisnis juga akan berdatangan ke Riau.***(H-we)

sumber: riauterkini.com

bama84
January 20th, 2010, 08:31 PM
Rabu, 20 Januari 2010 19:19
PLN Sarankan Lokasi PLTU Tetap di Pekanbaru

Lokasi pembangunan PLTU 2x100 MW masih diperdebatkan. Namun PLN menyarankan lokasinya tetap di Pekanbaru, mengingat waktu yang mepet.

Riauterkini-PEKANBARU- Setelah pemerintah akhirnya menyetujui pembangunan PLTU2x100 megawatt (MW) di Riau, kini muncul persoalan berupa perdebatan lokasi pembangunanya. Menanggapi perdebatan tersebut, PT. PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) menyarankan agar PLTU tetap dibangun di Tenayan Raya, Pekanbaru. Pertimbagannya, waktu pembangunan yang tidak sampai dua tahun, sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012.

“Kalau saran kami, sebaiknya lokasinya tetap di Tenaya Raya, mengingat waktunya tinggal tak sampai dua tahun lagi,” ujar Manager Humas PT PLN WRKR Delvis Bustami didampingi Manager Perencanaan Yugo, Rabu (20/1/10) di kantornya.

Dipaparkan Delvis, selain pertimbangan waktu yang singkat, lokasi Tenayan Raya juga dinilai dekat dengan pusat beban yakni Pekanbaru. "Persoalan tempat itu saya kira semua dua lokasi ini memenuhi syarat dan mempunyai nilai plus minusnya, namun pertimbangan lainya tentu mengingat waktu pengerjaan yang ditargetkan selesai sebelum PON 2012, apakah keburu dengan jadwal PON Riau,"ujar Delvis.

Secara tekhnis Delvis menilai, pembangunan PLTU 2x100 ini memakan waktu 2 tahun,"Pembangunan PLTU ini bisa lebih cepat dari dua tahun, asalkan semua persyaratan seperti lahan sudah tidak ada masalah, nah jika pembangunan dilakukan di Peranap, maka pertimbangannya adalah pembebasan lahan untuk pembangunan transmisi, jika di Tenayan saya rasa sudah tidak ada masalah," tukasnya.

Lebih lanjut Delvis mengatakan, secara matematis pembangunan PLTU di Peranap dinilai cukup ekonomis jika dilihat dari aspek penyedian bahan baku, tetapi harus merogoh anggaran lebih besar dalam membangun transmisi yang menghubungkan langsung PLTU di Peranap dengan Gardu nduk Garuda Sakti Pekanbaru.

Disamping itu, jika pembangunan PLTU 2x100 ini dibangun di Peranap, katanya akan membutuhkan 600 transmisi baru dengan tegangan kabel penghubung 275 Kv dengan jarak antara Pembangkit Peranap dengan pusat beban di Pekanbaru, dan ini tentunya akan menghabiskan anggaran pembangunan transmisi tiga kali lipat jika dibandingkan dengan Pekanbaru .

"Kalau dari sisi tekhnis hitungan kita setidaknya membutuhkan transmisi sepanjang 300 Km dari peranap ke Pekanbaru, jarak antara transmisi satu ke yang satunya 400 hingga 500 meter, jadi hitunglah, tetapi yang tidak bisa kita perkirakan itu adalah masalah nontekhnis, seperti pembebasan lahan, takutnya itu permasalahan lahan ini memakan waktu lama dan tidak sesuai terget semula yakni sebelum PON," jelasnya. ***(mad)



sumber: riauterkini.com

^^ kalau aku sih lebih setuju kalau PLTU dibangun dekat dengan mulut tambang/ sumber batubara. Jadi pasokannya bisa pasti. Satu2nya tempat ya itu di Peranap,Inhu. di Tenayan/ pekanbaru kan ngga ada sumber batubara, kalau pasokan batubara terganggu otomatis pemadaman bergilir lagi. Sama juga boong. Apalagi listrik merupakan kebutuhan jangka panjang. Disamping itu, kalau dibangun di Tenayan, efeknya juga membahayakan warga sekitar kususnya yang tinggal di Panam. Dampak dari pembakaran batubara bisa menimbulkan hujan asam, juga polusi tinggi. Bisa2 dari tahun ke tahun warga pekanbaru sesak napas. Seharusnya PLTU dibangun di daerah yang jarang penduduknya. Kalau memang harus dibangun transmisi ke Pekanbaru, ya dibangun. PLN jangan pelit invest untuk itu.

rilham2new
January 21st, 2010, 04:24 AM
^^..hehe,,ok2..tba timbul keirian dari daerah ini,,hehe...
mmg klo d bndingin jelas beda kota besar dan metropolitan...

ok2..hehe,,
aq tmbahin deh..
koridor III trans metro boleh jga tuh,,
uhm,..mngenai the peak..ap bener taun ini mau d lnjutin,,kok msh adem2 aj y..????semoga deh..tp syng bgt,,pdhal klo d hitung2 taun ini udh bisa d liat kemegahan tuh gedung y..hehee

Makanya perbandingan yang dibuat "Orang Gila" yang gak kapok2 main ke sini tempo lalu adalah perbandingan kaku yang melupakan banyak faktor. Bahwa apel tidak bisa dibandingkan dengan jeruk.

Aku pribadi cukup puas dengan achievement kota ini dalam pembangunan,, apalagi pemerintah juga sangat aktif memajukan sektor konstruksi kota ini.

Kita punya perpustakaan yang bagus, kantor pmerintahan yang bagus, pelebaran jalan terus menerus, bangun stadion, universitas, jalan baru... Bahkan tahun ini kita bangun jembatan dan airport juga..

Trans metro pun kini pakai tiket elektronik. Rasanya tidak mungkin perubahan ini dihargai secara biasa2 saja.

fahminanda
January 21st, 2010, 06:42 AM
DIBANGUN 19 LANTAIPembangunan Menara Bank Riau Dimulai April 2010
21 Jan 2010 11:03 wib
ad

PEKANBARU (RiauInfo) - Dalam waktu tidak lama lagi kota Pekanbaru akan memiliki gedung megah pencakar langit setingg1 19 lantai. Gedung itu adalah Manara Bank Riau yang pembangunannya akan dimulai pada bulan April mendatang di lahan Balai Dang Merdu, Pekanbaru.

Pembangunan gedung yang akan menelan dana sebesar Rp220 miliar itu diperkirakan pengerjaannya akan menelan waktu selama 20 bulan. Saat ini rencana pembangunan gedung yang akan menjadi kantor pusat Bank Riau ini sudah masuk pra kualifikasi calon konsultan.

Dirut Bank Riau Erzon kepada wartawan di Pekanbaru mengatakan Menara Bank Riau itu nantinya tidak hanya sebagai kantor pusat saja, tapi semua jenis pelayanan perbankan akan dilaksan akan disini. "Semua pelayanan dilakukan di gedung ini," ujarnya.

Lokasi Bank Riau benar-benar di pusat kota Pekanbaru, berdekatan dengan Kantor Gubernur Riau dan Perpustakaan Wilayah Soeman HS. Penggunaan lahan Dang Merdu itu sudah tidak bermasalah lagi, karena telah disetujui oleh DPRD Riau.

Menara Bank Riau ini akan menjadi landmark Kota Pekanbaru karena bentuknya yang menarik memadukan tiga unsur yakni modern, melayu dan Islami. Atap kajang dengan ornamen Selembayung akan menyimbolkan adat dan budaya Melayu.(ad)

sumber:riauinfo

aboy_wew
January 21st, 2010, 09:07 AM
DIBANGUN 19 LANTAIPembangunan Menara Bank Riau Dimulai April 2010
21 Jan 2010 11:03 wib
ad

PEKANBARU (RiauInfo) - Dalam waktu tidak lama lagi kota Pekanbaru akan memiliki gedung megah pencakar langit setingg1 19 lantai. Gedung itu adalah Manara Bank Riau yang pembangunannya akan dimulai pada bulan April mendatang di lahan Balai Dang Merdu, Pekanbaru.

Pembangunan gedung yang akan menelan dana sebesar Rp220 miliar itu diperkirakan pengerjaannya akan menelan waktu selama 20 bulan. Saat ini rencana pembangunan gedung yang akan menjadi kantor pusat Bank Riau ini sudah masuk pra kualifikasi calon konsultan.

Dirut Bank Riau Erzon kepada wartawan di Pekanbaru mengatakan Menara Bank Riau itu nantinya tidak hanya sebagai kantor pusat saja, tapi semua jenis pelayanan perbankan akan dilaksan akan disini. "Semua pelayanan dilakukan di gedung ini," ujarnya.

Lokasi Bank Riau benar-benar di pusat kota Pekanbaru, berdekatan dengan Kantor Gubernur Riau dan Perpustakaan Wilayah Soeman HS. Penggunaan lahan Dang Merdu itu sudah tidak bermasalah lagi, karena telah disetujui oleh DPRD Riau.

Menara Bank Riau ini akan menjadi landmark Kota Pekanbaru karena bentuknya yang menarik memadukan tiga unsur yakni modern, melayu dan Islami. Atap kajang dengan ornamen Selembayung akan menyimbolkan adat dan budaya Melayu.(ad)

sumber:riauinfo

hohoho..gk sabaran melihat gedung yang bakalan megah ini..ini lah pekanbaru,,bangunan ny megah dan unik..elegan gt..:nuts:
liat aj gedung guru..unik,,perpustakaan daerah..beuuhhh..belum lagi menara lncang kuning,,simple tpi elegan..nah ini bakalan bank riau dgn desain yg keren abis dah...stadion utama yg bkalan kyk stadion2 eropa...GOR GOR baru yg desain ny juga keren abisss...:okay::okay:

apalagi yg bakalan muncul..lets see...

aboy_wew
January 21st, 2010, 09:15 AM
Sektor investasi di Kota Pekanbaru sepertinya akan sangat menjanjikan, terbukti dengan semakin banyaknya investor yang berencana menanamkan modalnya di kota ini.

Sebut saja Carrefour, ritel besar asal Prancis ini dari sejak lama sudah ingin mambangun salah satu gerainya di Pekanbaru, atau Ramayana yang berencana melakukan ekspansi usahanya di Panam dan investor lainnya.

Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah kepada riaubisnis.com, Kamis (21/1/2010) di Pekanbaru mengatakan saat ini ada beberapa perusahaan besar ternama yang ingin menamkan modalnya di Pekanbaru, salah satunya Carrefour.

“Sampai kemarin Carrefour yang ingin membangun usahanya di Plaza Senapelan, tapi karena menimbang adanya pedagang tradisional, saya pikir lebih baik mereka mencari tempat lain,” kata Herman.

Pemko Pekanbaru sebenarnya sudah memberikan beberapa lokasi alternatif kepada pihak Carrefour, seperti di kawasan Arifin Achmad, sekitar Mal SKA, serta di sekitar kawasan Terminal AKAP. “Sejauh ini belum ada tanggapan,” ujarnya.

Selain Carrefour, perusahaan swasta milik pengusaha Rusli Paloh juga ingin menanamkan modalnya di Pekanbaru dengan membangun gedung 28 lantai, nantinya gedung tersebut akan diperuntukkan sebagai pusat perbelanjaan, apartemen, serta area hiburan bagi masyarakat Pekanbaru.

“Tapi untuk lokasinya sendiri, sampai sekarang kami belum tahu di mana tepatnya, sebab mereka masih mencari,” jelasnya.

Herman sendiri menilai kalau investasi di Pekanbaru masih akan sangat menjanjikan, hal ini diperkuat dengan pertumbuhan ekonomi terutama pada sektor perdagangan dan jasa di Pekanbaru

source : riaubisnis.com

aboy_wew
January 21st, 2010, 09:20 AM
Sosialisasi penggunaan smart card alias kartu pintar bagi pengguna jasa Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) Trans Metro di Pekanbaru terus disosialisasikan. Selain itu Dishub Riau juga terus membenahi sistem teknologinya..





Staf Perhubungan Darat Dishub Riau, Roy, kepada riaubisnis.com, Kamis (21/1/2010) di kantornya menyebutkan, pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada pengguna Trans Metro, walaupun penggunaan smart card belum bisa dilakukan. ”Sosialisasi ini memang membutuhkan waktu yang lama, karena kita memperkenalkan teknologi baru kepada masyarakat. Saat ini baru diterapkan di Pulau Jawa saja,” katanya.

Ada dua jenis jenis tiket yang sedang disosialisasikan kepada masyarakat, yaitu single trip dan reguler trip. Kedua tiket tersebut sebenarnya mempunyai fungsi yang sama, namun berbeda harga. ”Singel trip merupakan tiket sekali jalan dengan harga Rp 3000, sedangkan reguler trip merupakan tiket yang dapat di isi ulang dari batas limit Rp 10-100 ribu. Nantinya, mesin tiket akan memotong secara otomatis dari saldo kartu,” terangnya.

Meski rumit pada awalnya, namun menurut Roy, kartu ini lebih efektif dan efisien. Hal ini disebabkan, karena kartu yang bentuknya seperti ATM tersebut bisa diisi ulang. ”Memang harga pembuatan satu tiket smard card tidak murah, tapi tiket bisa terus dipakai secara terus menerus, ” ungkapnya.

Selain itu, untuk memudahkan data akses jumlah penumpang setiap harinya, sebanyak 20 unit bus Trans Metro akan dilengkapi dengan akses internet. Nantinya, menurut Roy, data penumpang setiap harinya bakal masuk ke server Dishub Kota Pekanbaru.

Tapi saat ini, menurutnya, masih ada kendala data yang belum bisa masuk ke server. “Kita sedang berupaya memperbaiki sistem yang rusak. Dan setelah itu, sistem data online ini akan segera kita launching,” ujarnya.

Menurut salah seorang petugas tiketing Trans Metro di depan Pasar Sukaramai, Pekanbaru, Wisna, kepada riaubisnis.com mengatakan, saat ini penggunaan smart card memang belum digunakan. Alasannya, karena teknologi tersebut tidak tahan terhadap goncangan.

“Kalau terkena goncangan, mesin tidak bisa berfungsi. Untuk sementara ini, masih dihentikan penggunaannya sampai ditemukan cara yang paling pas agar mesin bisa beroperasi secara baik,” katanya

source : riaubisnis.com


semoga masalah ny cpet slse..keren jga tuh tiap bus terkoneksi internet,,hohoo:bash:

rasarya
January 21st, 2010, 10:56 AM
seperti nya pekanbaru sudah mulai harus memikirkan pengembangan kota-kota satelit.. sehingga pembangunan dan perekonomian pekanbaru tidak hanya terpaku di pusatnya aja.. supaya ada lah pemerataan pembangunan.. jadi kemacetan bisa sedikit terurai, ada alternatif-alternatif pilihan tempat.
dan kedepan diharapkan pembangunan-pembangunan proyek baru bergeser dari pusat kota kedaerah pinggiran..

dan mulai di rancang tata kota dan tata letak bangunannya dengan perkiraan 20-50 tahun kedepan, sehingga bisa mengurangi kemacetan..

kalau aq liat pekanbaru (kota) itu udah lumayan sesek, apa lagi pas weekend.. kalau pembangunannya mulai bergeser ke daerah pandau, ato harapan raya ujung kan kedepannya pekanbaru bisa memikirkan pembangunan ring road.. sehingga ada akses jalan besar yang mengelilingi kota pekanbaru.


:cheers:

chubbylover
January 21st, 2010, 11:39 AM
DIBANGUN 19 LANTAIPembangunan Menara Bank Riau Dimulai April 2010
21 Jan 2010 11:03 wib
ad

PEKANBARU (RiauInfo) - Dalam waktu tidak lama lagi kota Pekanbaru akan memiliki gedung megah pencakar langit setingg1 19 lantai. Gedung itu adalah Manara Bank Riau yang pembangunannya akan dimulai pada bulan April mendatang di lahan Balai Dang Merdu, Pekanbaru.

Pembangunan gedung yang akan menelan dana sebesar Rp220 miliar itu diperkirakan pengerjaannya akan menelan waktu selama 20 bulan. Saat ini rencana pembangunan gedung yang akan menjadi kantor pusat Bank Riau ini sudah masuk pra kualifikasi calon konsultan.

Dirut Bank Riau Erzon kepada wartawan di Pekanbaru mengatakan Menara Bank Riau itu nantinya tidak hanya sebagai kantor pusat saja, tapi semua jenis pelayanan perbankan akan dilaksan akan disini. "Semua pelayanan dilakukan di gedung ini," ujarnya.

Lokasi Bank Riau benar-benar di pusat kota Pekanbaru, berdekatan dengan Kantor Gubernur Riau dan Perpustakaan Wilayah Soeman HS. Penggunaan lahan Dang Merdu itu sudah tidak bermasalah lagi, karena telah disetujui oleh DPRD Riau.

Menara Bank Riau ini akan menjadi landmark Kota Pekanbaru karena bentuknya yang menarik memadukan tiga unsur yakni modern, melayu dan Islami. Atap kajang dengan ornamen Selembayung akan menyimbolkan adat dan budaya Melayu.(ad)

sumber:riauinfo

waaaw.......makin naek aja ni lantainya....dari 16 lt,naek jd 18lt,naek lg jd 19lt.....tanggung bgt,genepin aja jadi 20 lt......menurut saya dana pasti mendukung dunk BR.

chubbylover
January 21st, 2010, 11:45 AM
Sektor investasi di Kota Pekanbaru sepertinya akan sangat menjanjikan, terbukti dengan semakin banyaknya investor yang berencana menanamkan modalnya di kota ini.

Sebut saja Carrefour, ritel besar asal Prancis ini dari sejak lama sudah ingin mambangun salah satu gerainya di Pekanbaru, atau Ramayana yang berencana melakukan ekspansi usahanya di Panam dan investor lainnya.

Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah kepada riaubisnis.com, Kamis (21/1/2010) di Pekanbaru mengatakan saat ini ada beberapa perusahaan besar ternama yang ingin menamkan modalnya di Pekanbaru, salah satunya Carrefour.

“Sampai kemarin Carrefour yang ingin membangun usahanya di Plaza Senapelan, tapi karena menimbang adanya pedagang tradisional, saya pikir lebih baik mereka mencari tempat lain,” kata Herman.

Pemko Pekanbaru sebenarnya sudah memberikan beberapa lokasi alternatif kepada pihak Carrefour, seperti di kawasan Arifin Achmad, sekitar Mal SKA, serta di sekitar kawasan Terminal AKAP. “Sejauh ini belum ada tanggapan,” ujarnya.

Selain Carrefour, perusahaan swasta milik pengusaha Rusli Paloh juga ingin menanamkan modalnya di Pekanbaru dengan membangun gedung 28 lantai, nantinya gedung tersebut akan diperuntukkan sebagai pusat perbelanjaan, apartemen, serta area hiburan bagi masyarakat Pekanbaru.

“Tapi untuk lokasinya sendiri, sampai sekarang kami belum tahu di mana tepatnya, sebab mereka masih mencari,” jelasnya.

Herman sendiri menilai kalau investasi di Pekanbaru masih akan sangat menjanjikan, hal ini diperkuat dengan pertumbuhan ekonomi terutama pada sektor perdagangan dan jasa di Pekanbaru

source : riaubisnis.co

Rusli paloh ini masih kerabat Surya Paloh kah???hmmm.....semoga ini bukan hanya sekedar keinginan saja,tapi sesegera mungkin d proses dan d bangun. aku sangat mendambakan ada investor pekanbaru yang maw membangun sekelas ciputra World surabaya,yang membangun pusat perbelanjaan,hotel and apartement dan pusat perkantoran dalam satu blok(super block).....semoga aja proyek ini bisa d wujudkan.

aboy_wew
January 21st, 2010, 11:57 AM
^^ aq jga berharp bgitu...ad sekelas ciputra world,,hehehe...aq yakin perkmbngan makin pesat abis PON nanti,,sebelum PON aj udh gini..apalgi setelah PON,,*bangga mode on

fahminanda
January 21st, 2010, 01:08 PM
^^ aq jga berharp bgitu...ad sekelas ciputra world,,hehehe...aq yakin perkmbngan makin pesat abis PON nanti,,sebelum PON aj udh gini..apalgi setelah PON,,*bangga mode on

^^
Bkn loe aja, aq juga hehehehe.......wawww, bakalan kren Pekanbaru dimasa yang akan datang:banana:. moga2 aja proyek surya paloh ga isapan jempol belaka. kalo DPRD ngalang-ngalangin tonjok aja.:lol:

aboy_wew
January 21st, 2010, 01:19 PM
^^...hahaha,,setuju2...jgan mempersulit lagi klo org mo invest...gk susah kan membuat syarat untuk d patuhi tpi tnpa harus berbelit2 shingga investor gk kyk d tarik ulur...hehe

rilham2new
January 21st, 2010, 02:15 PM
seperti nya pekanbaru sudah mulai harus memikirkan pengembangan kota-kota satelit.. sehingga pembangunan dan perekonomian pekanbaru tidak hanya terpaku di pusatnya aja.. supaya ada lah pemerataan pembangunan.. jadi kemacetan bisa sedikit terurai, ada alternatif-alternatif pilihan tempat.
dan kedepan diharapkan pembangunan-pembangunan proyek baru bergeser dari pusat kota kedaerah pinggiran..

dan mulai di rancang tata kota dan tata letak bangunannya dengan perkiraan 20-50 tahun kedepan, sehingga bisa mengurangi kemacetan..

kalau aq liat pekanbaru (kota) itu udah lumayan sesek, apa lagi pas weekend.. kalau pembangunannya mulai bergeser ke daerah pandau, ato harapan raya ujung kan kedepannya pekanbaru bisa memikirkan pembangunan ring road.. sehingga ada akses jalan besar yang mengelilingi kota pekanbaru.


:cheers:

Kalau menurut RTRW Kota Pekanbaru 2007-2026 (yang sudah ada di tangan aku sekarang :D), Pekanbaru memang akan punya RingRoad. Yang sudah eksis sebagai RingRoad adalah Jalan Kubang Raya dan Siak II, masih akan ada lagi terusan dari Kubang Raya ini sampai akhirnya tembus lagi ke Rumbai (BUndaran Palas). Dan akan ada Jalan baru penghubung antara Pekanbaru langsung ke Perawang (tanpa harus lewat Minas atau lewat Lintas Timur). Yang pasti Jalan Hang Tuah Ujung kelak bukan Jalan Arteri paling timur Kota Pekanbaru .... tapi masih ada lagi jalan yang ke arah Timur .... Sementara untuk RingRoad barat dan Selatan (yang sekarang sudah ada), itu udah
MENTOK (karena udah keluar sebagian dari teritori Kota Pekanbaru).

Dan akan ada pula jalan arteri sejajar Jalan Hang Tuah lama, dan sejajar Jalan H. Imam Munandar (Harapan Raya).

Dan pengembangan kota itu pasti dan udah direncanakan. Jembatan di atas Sungai Siakn III dan IV pula. nantinya akan ada dari Siak I, II, III, IV, V, VI, VII, dan VIII. Sekarang sudah ada Siak I dan II, tengah dibangun

Sebelum 2020 mungkin Pekanbaru Barat (Tampan, Payung Sekaki, Panam) udah akan penuh total .... Jadi memang pengembangan akan ke arah Pekanbaru Timur. Untuk Rumbai, tidak akan berkembang terlalu banyak karena dirancang untuk kawasan Hutan/Lindung .... Kecuali kawasan perumahan yang mungkin akan makin padat di tempat yang udah ada sekarang, akan ada jalan arteri barunya beberapa ...

Memang betul untuk memecah kemacetan adalah dengan memecah pusat ekonomi, dan itu sudah dilakukan di Kota Pekanbaru .. yang sekarang ekonominya bergeser ke Selatan dan Barat. Arah Timur itu jangka panjang, kalau jangka pendek ya ke arah Barat dulu kali, ya :)

Lagipula dengan penduduk hanya 780 ribu jiwa (tanpa hinterland potensial yang benar2 besar), memang cuman sustainable untuk punya satu titik pembangunan dan titik2 residensial mencar-mencar. Tapi Pekanbaru at least sekarang udah ada 3....
1. Kawasan Pusat Kota poros Sudirman
2. Kawasan Pusat Kota poros non-Sudirman, seperti A. Yani, Riau, Tambusai, H. Imam Munandar dan sekitarnya.
3. Kawasan Ring II Tepi Kota, seperti Rumbai, Panam, Marpoyan, Arengka, dll.

Tapi emang bener gak boleh nyantai2, soalnya kawasan Ring II/Tepi Kota pun akan segera padat suatu hari nanti. Makanya akan ada kawasan TImur Pekanbaru...

rilham2new
January 21st, 2010, 02:17 PM
Sosialisasi penggunaan smart card alias kartu pintar bagi pengguna jasa Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) Trans Metro di Pekanbaru terus disosialisasikan. Selain itu Dishub Riau juga terus membenahi sistem teknologinya..





Staf Perhubungan Darat Dishub Riau, Roy, kepada riaubisnis.com, Kamis (21/1/2010) di kantornya menyebutkan, pihaknya masih melakukan sosialisasi kepada pengguna Trans Metro, walaupun penggunaan smart card belum bisa dilakukan. ”Sosialisasi ini memang membutuhkan waktu yang lama, karena kita memperkenalkan teknologi baru kepada masyarakat. Saat ini baru diterapkan di Pulau Jawa saja,” katanya.

Ada dua jenis jenis tiket yang sedang disosialisasikan kepada masyarakat, yaitu single trip dan reguler trip. Kedua tiket tersebut sebenarnya mempunyai fungsi yang sama, namun berbeda harga. ”Singel trip merupakan tiket sekali jalan dengan harga Rp 3000, sedangkan reguler trip merupakan tiket yang dapat di isi ulang dari batas limit Rp 10-100 ribu. Nantinya, mesin tiket akan memotong secara otomatis dari saldo kartu,” terangnya.

Meski rumit pada awalnya, namun menurut Roy, kartu ini lebih efektif dan efisien. Hal ini disebabkan, karena kartu yang bentuknya seperti ATM tersebut bisa diisi ulang. ”Memang harga pembuatan satu tiket smard card tidak murah, tapi tiket bisa terus dipakai secara terus menerus, ” ungkapnya.

Selain itu, untuk memudahkan data akses jumlah penumpang setiap harinya, sebanyak 20 unit bus Trans Metro akan dilengkapi dengan akses internet. Nantinya, menurut Roy, data penumpang setiap harinya bakal masuk ke server Dishub Kota Pekanbaru.

Tapi saat ini, menurutnya, masih ada kendala data yang belum bisa masuk ke server. “Kita sedang berupaya memperbaiki sistem yang rusak. Dan setelah itu, sistem data online ini akan segera kita launching,” ujarnya.

Menurut salah seorang petugas tiketing Trans Metro di depan Pasar Sukaramai, Pekanbaru, Wisna, kepada riaubisnis.com mengatakan, saat ini penggunaan smart card memang belum digunakan. Alasannya, karena teknologi tersebut tidak tahan terhadap goncangan.

“Kalau terkena goncangan, mesin tidak bisa berfungsi. Untuk sementara ini, masih dihentikan penggunaannya sampai ditemukan cara yang paling pas agar mesin bisa beroperasi secara baik,” katanya

source : riaubisnis.com


semoga masalah ny cpet slse..keren jga tuh tiap bus terkoneksi internet,,hohoo:bash:

Udah jalan kok Tiket Elektroniknya, tapi buat yang single trip saja .... yang lain2 masih sosialisasi ...

rilham2new
January 21st, 2010, 02:18 PM
Sektor investasi di Kota Pekanbaru sepertinya akan sangat menjanjikan, terbukti dengan semakin banyaknya investor yang berencana menanamkan modalnya di kota ini.

Sebut saja Carrefour, ritel besar asal Prancis ini dari sejak lama sudah ingin mambangun salah satu gerainya di Pekanbaru, atau Ramayana yang berencana melakukan ekspansi usahanya di Panam dan investor lainnya.

Wali Kota Pekanbaru Herman Abdullah kepada riaubisnis.com, Kamis (21/1/2010) di Pekanbaru mengatakan saat ini ada beberapa perusahaan besar ternama yang ingin menamkan modalnya di Pekanbaru, salah satunya Carrefour.

“Sampai kemarin Carrefour yang ingin membangun usahanya di Plaza Senapelan, tapi karena menimbang adanya pedagang tradisional, saya pikir lebih baik mereka mencari tempat lain,” kata Herman.

Pemko Pekanbaru sebenarnya sudah memberikan beberapa lokasi alternatif kepada pihak Carrefour, seperti di kawasan Arifin Achmad, sekitar Mal SKA, serta di sekitar kawasan Terminal AKAP. “Sejauh ini belum ada tanggapan,” ujarnya.

Selain Carrefour, perusahaan swasta milik pengusaha Rusli Paloh juga ingin menanamkan modalnya di Pekanbaru dengan membangun gedung 28 lantai, nantinya gedung tersebut akan diperuntukkan sebagai pusat perbelanjaan, apartemen, serta area hiburan bagi masyarakat Pekanbaru.

“Tapi untuk lokasinya sendiri, sampai sekarang kami belum tahu di mana tepatnya, sebab mereka masih mencari,” jelasnya.

Herman sendiri menilai kalau investasi di Pekanbaru masih akan sangat menjanjikan, hal ini diperkuat dengan pertumbuhan ekonomi terutama pada sektor perdagangan dan jasa di Pekanbaru

source : riaubisnis.com

Yang ini gak boleh lepas nih...... :D

Pantau terus beritanya ;)

rilham2new
January 21st, 2010, 02:19 PM
^^ aq jga berharp bgitu...ad sekelas ciputra world,,hehehe...aq yakin perkmbngan makin pesat abis PON nanti,,sebelum PON aj udh gini..apalgi setelah PON,,*bangga mode on

Setelah PON jumlah penduduk Pekanbaru sudah cukup untuk menampung pembangunan skala besar ;) ....

aboy_wew
January 21st, 2010, 02:39 PM
^^...baru lanjutkan,,hahaha...sblum PON jadikan pekanbaru sbgai kota maju pdhal msh level kota besar...

fahminanda
January 21st, 2010, 02:54 PM
Udah jalan kok Tiket Elektroniknya, tapi buat yang single trip saja .... yang lain2 masih sosialisasi ...

^^
Blm ham, kemaren aku mo beli kartunya, kata yg jual " Mungkin bulan depan pak, krn mesinnya ada yg rusak, banyak penumpang blm mengerti " yahhh...begitulah

4h3
January 21st, 2010, 06:33 PM
Kalau menurut RTRW Kota Pekanbaru 2007-2026 (yang sudah ada di tangan aku sekarang :D), Pekanbaru memang akan punya RingRoad. Yang sudah eksis sebagai RingRoad adalah Jalan Kubang Raya dan Siak II, masih akan ada lagi terusan dari Kubang Raya ini sampai akhirnya tembus lagi ke Rumbai (BUndaran Palas). Dan akan ada Jalan baru penghubung antara Pekanbaru langsung ke Perawang (tanpa harus lewat Minas atau lewat Lintas Timur). Yang pasti Jalan Hang Tuah Ujung kelak bukan Jalan Arteri paling timur Kota Pekanbaru .... tapi masih ada lagi jalan yang ke arah Timur .... Sementara untuk RingRoad barat dan Selatan (yang sekarang sudah ada), itu udah
MENTOK (karena udah keluar sebagian dari teritori Kota Pekanbaru).

Dan akan ada pula jalan arteri sejajar Jalan Hang Tuah lama, dan sejajar Jalan H. Imam Munandar (Harapan Raya).

Dan pengembangan kota itu pasti dan udah direncanakan. Jembatan di atas Sungai Siakn III dan IV pula. nantinya akan ada dari Siak I, II, III, IV, V, VI, VII, dan VIII. Sekarang sudah ada Siak I dan II, tengah dibangun

Sebelum 2020 mungkin Pekanbaru Barat (Tampan, Payung Sekaki, Panam) udah akan penuh total .... Jadi memang pengembangan akan ke arah Pekanbaru Timur. Untuk Rumbai, tidak akan berkembang terlalu banyak karena dirancang untuk kawasan Hutan/Lindung .... Kecuali kawasan perumahan yang mungkin akan makin padat di tempat yang udah ada sekarang, akan ada jalan arteri barunya beberapa ...

Memang betul untuk memecah kemacetan adalah dengan memecah pusat ekonomi, dan itu sudah dilakukan di Kota Pekanbaru .. yang sekarang ekonominya bergeser ke Selatan dan Barat. Arah Timur itu jangka panjang, kalau jangka pendek ya ke arah Barat dulu kali, ya :)

Lagipula dengan penduduk hanya 780 ribu jiwa (tanpa hinterland potensial yang benar2 besar), memang cuman sustainable untuk punya satu titik pembangunan dan titik2 residensial mencar-mencar. Tapi Pekanbaru at least sekarang udah ada 3....
1. Kawasan Pusat Kota poros Sudirman
2. Kawasan Pusat Kota poros non-Sudirman, seperti A. Yani, Riau, Tambusai, H. Imam Munandar dan sekitarnya.
3. Kawasan Ring II Tepi Kota, seperti Rumbai, Panam, Marpoyan, Arengka, dll.

Tapi emang bener gak boleh nyantai2, soalnya kawasan Ring II/Tepi Kota pun akan segera padat suatu hari nanti. Makanya akan ada kawasan TImur Pekanbaru...

itu yg kucari..

mohon bantuannya bang klo sy butuh info,
trutama ttg peruntukan lahan d skitar main stadium, kawasan panamlah..
sama arah perkembangan kota kita ni...

rasarya
January 21st, 2010, 06:55 PM
Kalau menurut RTRW Kota Pekanbaru 2007-2026 (yang sudah ada di tangan aku sekarang :D), Pekanbaru memang akan punya RingRoad.

ada rendering nya g tu bung rilham? yang masih kasar jadi lah.. :lol::lol:
biar bisa beli tanah dari sekarang.. :bash::bash::bash: :lol::lol:

ya, emang udah harus di pikirkan dari sekarang.. jangan sampe kejadian kayak kota-kota satelit di jakarta kayak depok-bekasi yang terlambat pembuatan tata letak kota dan bangunan.. akhirnya.. pembenahannya kurang maksimal deh..

inget.. pekanbaru perubahannya cukup cepat.. sama sesuai dengan namanya PEKANBARU.. setiap PEKAN ada yang BARU.. :lol::lol:

aboy_wew
January 22nd, 2010, 01:53 AM
PEKANBARU (RP) - Wajah Kota Pekanbaru akan semakin dihiasi berdirinya gedung-gedung pencakar langit pada tahun ini. Hal ini ditandai dengan beberapa investor yang akan berinvestasi di Kota Pekanbaru untuk membangun hotel dan apartemen.


Berdasarkan keinginan investor yang masuk ke kota ini, di Jalan Tuanku Tambusai akan dibangun hotel dan apartemen setinggi 28 lantai. Selain itu akan dibangun hotel Novotel setinggi 15 lantai di Jalan Riau. Juga akan dilanjutkan pembangunan The Peak di Jalan Ahmad Yani.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Pekanbaru Fir-daus CES kepada Riau Pos, Kamis (21/1) mengatakan, peluang usaha di kota ini masih terbuka sangat lebar. Sebab kota Pekanbaru memiliki potensi usaha yang masih dapat dikembangkan.

‘’Setiap izin yang masuk selalu kita seleksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Salah satu acuannya adalah analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dijadikan acuan dalam konsep pembangunan,’’ paparnya.

Sementara itu Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM juga mengatakan hal yang sama. Dia juga menambahkan Pemerintah Kota Pekanbaru akan merespon positif kegiatan investasi dari pihak luar, tentunya dengan pertimbangan tidak merusak lingkungan dan kondisi keindahan, kebersihan dan ketertiban di Kota Pekanbaru.

‘’Peluang investasi di Kota Pekanbaru masih terbuka lebar. Ini akan berdampak positif untuk perkembangan kota, sehingga dapat lebih berkembang menjadi kota metropolitan,’’ ujarnya

source : riaupos.com

nah loh???jalan tuanku tambusai ad lagiii,,:banana:28 lantai lagi...apakah yg rusli paloh itu??bukan deh kyk ny..hoho:cheers:

rilham2new
January 22nd, 2010, 05:38 AM
itu yg kucari..

mohon bantuannya bang klo sy butuh info,
trutama ttg peruntukan lahan d skitar main stadium, kawasan panamlah..
sama arah perkembangan kota kita ni...

Aku ada file nya dalam PDF :D .... tapi menurut orang* yang ngasih aku data itu, aku gak boleh posting di SSC, detail dan screen capture nya ... Apalagi data lokasi Siak V sampai VIII.... Data sensitif itu :D

* = 4h3 kenal kok orangnya ... Langsung minta ke dia aja ya :D, dulu anak XII IIA 3 dia :p~

rilham2new
January 22nd, 2010, 05:45 AM
ada rendering nya g tu bung rilham? yang masih kasar jadi lah.. :lol::lol:
biar bisa beli tanah dari sekarang.. :bash::bash::bash: :lol::lol:

ya, emang udah harus di pikirkan dari sekarang.. jangan sampe kejadian kayak kota-kota satelit di jakarta kayak depok-bekasi yang terlambat pembuatan tata letak kota dan bangunan.. akhirnya.. pembenahannya kurang maksimal deh..

inget.. pekanbaru perubahannya cukup cepat.. sama sesuai dengan namanya PEKANBARU.. setiap PEKAN ada yang BARU.. :lol::lol:

Sebenarnya rendering sih gak ada, cuman semacam peta yang ada zonasi-zonasi nya gitu. Tidak detail, tapi gambaran besarnya adalah. Jalan2 arteri yang dibangun di titik2 mana saja ada.

Memang perencanaan Pekanbaru ada kok ... cuman ya memang jangan bersenang hati dulu ,, kalau sekilas lihat RTRW nya ... kayaknya cuman dirancang untuk 2-3 juta penduduk. Soalnya Rumbai dan Rumbai Pesisir banyak yang jadi kawasan lindung :nuts: ... sementara tahu sendiri lah, setengah lebih dari teritorial Pekanbaru kan ada di Rumbai :tongue2:,, kalau perkiraannya tahun 2027 ,,, ya akan sangat meleset.

Secara, menurut RTRW Kota Pekanbaru 1967 (yang juga pernah aku baca :D), Pekanbaru didesain hanya untuk 200 ribu jiwa saja pada tahun 1987 ... Itupun Kota Pekanbaru yang ada dalam peta2 di buku RTRW itu terbatas pada kawasan Sudirman dan sekitarnya ... tidak ada TAMPAN,ARENGKA, NANGKA, RUMBAI, apalagi Panam dan Marpoyan :D .... Sementara menurut sensus 1990, rasanya populasi PKU sekitar 400-500 ribu jiwa kala itu...

rilham2new
January 22nd, 2010, 05:47 AM
PEKANBARU (RP) - Wajah Kota Pekanbaru akan semakin dihiasi berdirinya gedung-gedung pencakar langit pada tahun ini. Hal ini ditandai dengan beberapa investor yang akan berinvestasi di Kota Pekanbaru untuk membangun hotel dan apartemen.


Berdasarkan keinginan investor yang masuk ke kota ini, di Jalan Tuanku Tambusai akan dibangun hotel dan apartemen setinggi 28 lantai. Selain itu akan dibangun hotel Novotel setinggi 15 lantai di Jalan Riau. Juga akan dilanjutkan pembangunan The Peak di Jalan Ahmad Yani.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Pekanbaru Fir-daus CES kepada Riau Pos, Kamis (21/1) mengatakan, peluang usaha di kota ini masih terbuka sangat lebar. Sebab kota Pekanbaru memiliki potensi usaha yang masih dapat dikembangkan.

‘’Setiap izin yang masuk selalu kita seleksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Salah satu acuannya adalah analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dijadikan acuan dalam konsep pembangunan,’’ paparnya.

Sementara itu Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM juga mengatakan hal yang sama. Dia juga menambahkan Pemerintah Kota Pekanbaru akan merespon positif kegiatan investasi dari pihak luar, tentunya dengan pertimbangan tidak merusak lingkungan dan kondisi keindahan, kebersihan dan ketertiban di Kota Pekanbaru.

‘’Peluang investasi di Kota Pekanbaru masih terbuka lebar. Ini akan berdampak positif untuk perkembangan kota, sehingga dapat lebih berkembang menjadi kota metropolitan,’’ ujarnya

source : riaupos.com

nah loh???jalan tuanku tambusai ad lagiii,,:banana:28 lantai lagi...apakah yg rusli paloh itu??bukan deh kyk ny..hoho:cheers:

Menarik :) .... Mari kita tunggu terus pergerakan beritanya :cheers:

Hotel Novotel, Menara Dang Merdu, dan hotel2 "misteri" lainnya .

rilham2new
January 22nd, 2010, 05:54 AM
^^
Blm ham, kemaren aku mo beli kartunya, kata yg jual " Mungkin bulan depan pak, krn mesinnya ada yg rusak, banyak penumpang blm mengerti " yahhh...begitulah

Wahh, berarti Riau Pos salah nulis beritanya ya :ohno: ... Katanya yang rusak cuman di 3 bus, dari 20 bus...

abijafar
January 22nd, 2010, 07:26 AM
Jadi memang pengembangan akan ke arah Pekanbaru Timur. Untuk Rumbai, tidak akan berkembang terlalu banyak karena dirancang untuk kawasan Hutan/Lindung .... Kecuali kawasan perumahan yang mungkin akan makin padat di tempat yang udah ada sekarang, akan ada jalan arteri barunya beberapa ......

Thanks God, I Love Rumbai the way it is... Especially the Polytechnic Caltex area.. Green and quite clean ... we can do sport yet a lot of foodstall available nearby, really a one stop living concept -- in Indonesian version of course -- is available there. Rumbai is basically neat place to live, except the Meranti Pandak Area, that area really need goverment hand, kasihan banjir sejak Desember... Perhaps Goverment need to build Rumah susun yang bebas banjir.. relocate that people living there is not possible due to their mata pencahariaan is close to that area...

4h3
January 22nd, 2010, 09:30 AM
Aku ada file nya dalam PDF :D .... tapi menurut orang* yang ngasih aku data itu, aku gak boleh posting di SSC, detail dan screen capture nya ... Apalagi data lokasi Siak V sampai VIII.... Data sensitif itu :D

* = 4h3 kenal kok orangnya ... Langsung minta ke dia aja ya :D, dulu anak XII IIA 3 dia :p~

wah, siapa bang? kira2 narik g y klo kirim via online?
orgnya siapa tuh?

bls k pm aja y, hehe :)

ntr mgkn sy minta tlg lwt bang ilham saja... hehe..
izin aja k dia..

aboy_wew
January 22nd, 2010, 10:48 AM
Proyek PON masih jalan .. ini proyek nilainya pake hitungan TRILYUN.
Proyek Terminal Bandara juga masih jalan ... hitungannya 200 M.
Proyek Menara Dang Merdu (18 tingkat), katanya akan mulai konstruksi tahun ini..
Proyek The PEAK (29 tingkat -- katanya mau dipotong), juga direncanakan akan mulai konstruksi tahun ini.
Hotel Premiere Grand Zuri (bintang 5) juga udah lantai ke 9/10 gitu ...
Tentunya Jembatan Siak III dan Siak IV yang terus jalan ...

Rasanya PKU gak sepi proyek, malah menurut aku ... tahun 2010 bakal lebih banyak dari tahun 2009 kemaren. Belum lagi kalau hotel di Arifin Ahmad jadi dibangun..


menambahkan...:)
- novotel 15 lantai
- "katanya" hotel dan apartemen di tuanku tambusai 28 lantai
- hotel misteri2 lain exp.jalan arifin ahmad yg katany 6 lantai dan convention hall lebih besar dri labersa..
- carrefour yg akhirnya mncari tempat lain...

lanjutkaaan...gmn y kdaan pekanbaru pas PON nanti:bash::nuts:

rilham2new
January 22nd, 2010, 10:49 AM
Thanks God, I Love Rumbai the way it is... Especially the Polytechnic Caltex area.. Green and quite clean ... we can do sport yet a lot of foodstall available nearby, really a one stop living concept -- in Indonesian version of course -- is available there. Rumbai is basically neat place to live, except the Meranti Pandak Area, that area really need goverment hand, kasihan banjir sejak Desember... Perhaps Goverment need to build Rumah susun yang bebas banjir.. relocate that people living there is not possible due to their mata pencahariaan is close to that area...

Meranti Pandak, which Meranti Pandak do u refer to?? You mean the minor residential close to the river. Actually, If u mean those old wooden-houses, those are belong to Kecamatan Senapelan :) .... Some of them had been demolished to revitalize Siak Riverbend.

Many of Meranti Pandak (especially Perumahan Witayu) indeed is not a fancy-living, yet it is still descent though-- will not call it crap & pathetic btw. The most crappy one, actually just a few across the Siak IV construction site (which should have been demolished right now). And in fact many of community road/local street there was actually well-layered with asphalt, or even so-so-quality concrete..

Relocation had been taken into consideration in conjunction of Indonesian Housing Development Ministry program... Several Rusunawa will be built there. Hopefully, we could see any constructrion activity in the not-so-distant future.

And I am really sure only a few of Meranti Pandak residents who earn their livings from Siak River :) ... it is not even more than 30% of the workforce there.

rilham2new
January 22nd, 2010, 11:06 AM
wah, siapa bang? kira2 narik g y klo kirim via online?
orgnya siapa tuh?

bls k pm aja y, hehe :)

ntr mgkn sy minta tlg lwt bang ilham saja... hehe..
izin aja k dia..

Ok sippp, cek PM ya :)

aboy_wew
January 22nd, 2010, 11:14 AM
^^mau juga dooong...hehehe,,boleh gk???

rilham2new
January 22nd, 2010, 11:18 AM
^^mau juga dooong...hehehe,,boleh gk???

Waduh, bingung aku ngejawabnya... AKu gak berani kasih izin (sesuai dengan yang empunya file :D) ... Tanya langsung ke orang yang bersangkutan hehe.

4h3
January 22nd, 2010, 11:49 AM
Ok sippp, cek PM ya :)

ooohhh.. sip bang... ntr aq minta k dia, hehe...
kirain siapa yg punya, thx..

jendry
January 22nd, 2010, 12:16 PM
Pekanbaru Tujuan Investasi Utama di Sumatera
riaubisnis.com
Written by badri Friday, 22 January 2010 08:58 PDF Print E-mail

Menjadi salah satu kota yang terus berkembang, Kota Pekanbaru dianggap kalangan investor sebagai tujuan utama investasi di Pulau Sumatera saat ini.





Seperti diberitakan riaubisnis.com sebelumnya, ada beberapa investor besar pada tahun ini akan mengembangkan usahanya di Pekanbaru, khususnya bergerak pada sektor perdagangan dan jasa.

Komisaris Utama PT Santosa Asih Jaya Saut, M Hasibuan kepada riaubisnis.com, Jumat (22/1/2010) di Pekanbaru mengatakan, Pekanbaru memang menjadi salah satu daerah potensial pengembangan investasi di Sumatera.

“Bahkan bisa dibilang sejak beberapa tahun terakhir ini, Pekanbaru merupakan back bone-nya kemajuan perekonomian di Sumatera, bahkan wilayah Indonesia bagian barat,” imbuhnya.

Perusahaannya sendiri, yang berada di bawah payung Bumi Asih Group, pada tahun ini akan menginvestasikan modalnya di Pekanbaru mencapai triliunan rupiah. Proyek yang ingin dikembangkan tersebut, seperti pembangunan jalan dan jembatan, pemukiman, pusat perdagangan dan jasa, serta proyek lainnya.

Pemko Pekanbaru, menurutnya, sangat terbuka terhadap masuknya investor untuk menanamkan modalnya di Pekanbaru. “Sejauh ini mereka cukup terbuka dengan keinginan kita,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Plt Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekanbaru, Syafrizal Bakar menegaskan, kalau Pemko Pekanbaru sangat terbuka terhadap investor yang ingin masuk ke Pekanbaru. “Kita tidak akan mempersulit para investor luar untuk melakukan investasi, asalkan para investor tersebut mau mengikuti aturan yang berlaku di sini,” ujarnya.

Pendapat sama juga diungkapkan oleh Seketaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Yusman Amin. Katanya, sampai saat ini, Pemko Pekanbaru tidak pernah melakukan hal-hal yang dapat mempersulit para investor untuk masuk.

Sedangkan mengenai investasi yang ingin dilakukan oleh PT Santosa Asih Jaya, Yusman mengatakan, bukan hanya pada tahun ini perusahaan tersebut berinvestasi di Pekanbaru. “Bahkan, sejak beberapa tahun lalu, perusahaan tersebut telah melakukan beberapa proyek pengembangan di Pekanbaru,” ujarnya.(*)

rilham2new
January 22nd, 2010, 12:38 PM
ooohhh.. sip bang... ntr aq minta k dia, hehe...
kirain siapa yg punya, thx..

Yang punya ya DISTAKO Pekanbaru lah .... :tongue2:

chubbylover
January 22nd, 2010, 03:52 PM
Harapan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah agar PLTU tetap di wilayahnya sulit terwujud. Gubri M Rusli Zainal mengisyaratkan lokasi idealnya di Peranap.

Riauterkini-PEKANBARU- Gubernur Riau M Rusli Zainal mengisyaratkan lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x100 megawatt (MW) tidak di Tenayanraya, Pekanbaru, melainkan di Peranap, Indragiri Hulu. Meski demikian, orang nomor satu di Provinsi Riau tersebut belum member jawaban pasti.

“Pembangunan PLTU itu tidak untuk sesaat, tetapi untuk jangka waktu yang sangat lama, karena itu perlu pengkajian mendalam dari berbagai aspek, terutama mengenai sumber bahan bakar untuk PLTU itu sendiri,” ujarnya kepada wartawan, termasuk riauterkini usai sholat Jumat di Masjid Kantor Gubernur Riau, Jumat (22/1/10).

Dipaparkan gubernur, jika di Pekanbaru, otomatis akan menimbulkan biaya tambahan yang sangat besar, yakni untuk pengakutan batubara. Di perkirakan setiap hari diperlukan sekitar 40 truk batubara guna operasional PLTU dengan kapasitas 200 MW. “Betapa besarnya biaya yang akan timbul. Belum lagi dari aspek kerusakan jalan. Ini semua harus dipertimbangkan,” paparnya.

Lebih lanjut gubernur mengatakan, di manapun lokasi PLTU-nya, ia menjamin kebutuhan listrik untuk Pekanbaru tetap menjadi prioritas. “Pekanbaru sebagai ibukota provinsi tetap sebagai prioritas. Di manapun lokasi PLTU-nya tidak ada masalah, yang penting pasokan listriknya cukup,” tegasnya.

Sebelumnya, Walikota Pekanbaru Herman Abdullah mengharapkan lokasi PLTU tidak mengalami perubahan, tetap di Tenayanraya. Namun berdasarkan kajian intensif, lokasinya kemudian berubah ke Peranap, sebagai lokasi tempat batubara berada.***


sumber : riau terkini



untuk hal ini saya setuju dengan pak gubernur,jangan d paksakan d pekanbarru apabila ongkos operasionalnya lebih besar,lebih baik d bangun d deket sumber bahan bakarnya.

jendry
January 22nd, 2010, 05:12 PM
Berita :http://www.pekanbaru.go.id/berita/1/489/peluang-investasi-membaik/

Peluang Investasi Membaik
Jumat, 22 Januari 2010 10:20
PDE ( SH )

PEKANBARU - Piluang investasi di Kota Pekanbaru semakin membaik. Buktinya, semakin banyak dari investor yang menanamkan modalnya di ibukota Provinsi Riau ini.

Demikian disampaikan Walikota Pekanbaru,Drs.H. Herman Abdullah di sela-sela kegiatan Kamis Menanam, di Jalan Teuku Umar, Pekanbaru, Kamis (21/1). Katanya, tahun 2010 ini saja, ada beberapa investor yang berminat menanamkan modalnya.

"Ada investor dari Jakarta, yang berminat membangun apartemen berlantai 28 di sini. Tak hanya itu, ada pula supermaket besar lainnya yang juga mengatakan keinginannya membuka cabang, yakni carrefor," ujarnya, seperti dilansir metroriau.

Mengingat investasi cukup menjanjikan, kata Herman, perlu dibarengi dengan pelayanan yang baik dan cepat dari para petugas perizinan. "Kita minta pada petugas, khususnya di Badan Pelayan Terpadu (BPT) dapat memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan murah," imbuhnya.

Menurut Herman, berkembangnya investasi di Pekanbaru, tidak terlepas dari masih banyaknya lahan kosong yang tersedia bagi para investor tersebut. "Untuk itu, kita perlu mengawasi letak tata ruang bangunan yang akan mereka dirikan tersebut, apakah sudah sesuai dengan RTRW yang kita miliki," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan (DTRB) Pekanbaru, Firdaus Ces mengakui kalau banyak bangunan usaha besar mengurus izin pendiriannya di Pekanbaru.

"Izin pelaksanaan yang sudah kita keluarkan, seperti Novotel berlantai 15 di Jalan Riau (samping Mal Ciputra), Apartemen Peak berlantai 16, di Jalan Ahmad Yani. Dan, dalam proses perizinannya adalah Kantor Vanhollano, berlantai 5, di Jalan Sudirman, (ganti Rumah Makan Riau Kuring sekarang)," urainya.

Sedangkan pembangunan apartemen berlantai 28, lanjut Firdaus Ces, saat ini investornya sedang penjajakan lahan di Depan Mal SKA, jalan Tambusai Ujung. "Jika penjajakan tersebut deal dengan pemilik lahan, pada prinsipnya dari tata ruang boleh saja dibangun dikawasan tersebut," jelasnya.

chubbylover
January 22nd, 2010, 05:36 PM
PEKANBARU (RP) - Wajah Kota Pekanbaru akan semakin dihiasi berdirinya gedung-gedung pencakar langit pada tahun ini. Hal ini ditandai dengan beberapa investor yang akan berinvestasi di Kota Pekanbaru untuk membangun hotel dan apartemen.


Berdasarkan keinginan investor yang masuk ke kota ini, di Jalan Tuanku Tambusai akan dibangun hotel dan apartemen setinggi 28 lantai. Selain itu akan dibangun hotel Novotel setinggi 15 lantai di Jalan Riau. Juga akan dilanjutkan pembangunan The Peak di Jalan Ahmad Yani.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kota Pekanbaru Fir-daus CES kepada Riau Pos, Kamis (21/1) mengatakan, peluang usaha di kota ini masih terbuka sangat lebar. Sebab kota Pekanbaru memiliki potensi usaha yang masih dapat dikembangkan.

‘’Setiap izin yang masuk selalu kita seleksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Salah satu acuannya adalah analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dijadikan acuan dalam konsep pembangunan,’’ paparnya.

Sementara itu Wali Kota Pekanbaru Drs H Herman Abdullah MM juga mengatakan hal yang sama. Dia juga menambahkan Pemerintah Kota Pekanbaru akan merespon positif kegiatan investasi dari pihak luar, tentunya dengan pertimbangan tidak merusak lingkungan dan kondisi keindahan, kebersihan dan ketertiban di Kota Pekanbaru.

‘’Peluang investasi di Kota Pekanbaru masih terbuka lebar. Ini akan berdampak positif untuk perkembangan kota, sehingga dapat lebih berkembang menjadi kota metropolitan,’’ ujarnya.

sumber : riau pos.com

ini untuk melengkapi post yg d atas aku........jadi g sabar pengen ngeliat gedung2 ini berpacu menjadi yang tertinggi d pku tercinta, belum lagi dimulainya pembangunan Bank Riau d balai dang merdu dan juga pembangunan jembatan Siak IV yang bakal menjadi salah satu icon kota ini.......pengen secepatna kembali k kotaku,bosen hidup d kota sesumpek surabaya.