View Full Version : [BATAM] Projects & Development
Pages :
1
[ 2]
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
h-a-n-s September 8th, 2008, 06:41 AM tak ada katanya masih tahap design dan study kelayakan, dan memang united sentosa akan merubah kawasan pantai Tj. uma dengan pencakar langit dan mungkin akan menjadi superblok high class n fully integrated dan terhebat di sumatra ______ kita tunggu aja :cheers:
oh ya Batam City Condominium udah satu bulan konstruksinya jalan tuh,:)
h-a-n-s September 8th, 2008, 06:56 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/The-Skyline-Officetel-Batam-Facade.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/The-Skyline-Officetel-Batam-Facade-.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/The-Skyline-Officetel-Batam-Section.jpg
BATAMANIA September 8th, 2008, 09:36 AM Batam officetel kok ada lautnya, kan gedungnya bakal di bangun di simpang Lippo di Nagoya sampingnya Graha Sulaiman ^^
tapi bagus sekali gedung ini :cheers: dan akan menjadi tertinggi di sumatra :banana:dengan 36 storeys, 1 penthouse dan 2 lobby :cheers:
h-a-n-s September 9th, 2008, 02:00 PM ya, Batam Officetel akan menjadi bangunan tertinggi seantero Sumatra :cheers:
h-a-n-s September 9th, 2008, 02:10 PM Konstruksi nya udah dimulai, dah kelihatan crane nya tuh
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3693.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3695.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3694.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3697.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3699.jpg
h-a-n-s September 10th, 2008, 09:09 AM Batam current buildings ( Up to 6 Storey )
1. Planet Holiday - 23 Storeys
2. Queen Victoria Apartment - 23 Storey
3. Melia Regency - 19 Storey
4. Holiday Inn Hotel and Apartment - 14 Storey
5. Batam Pos Building - 13 Storey
6. Pacific Palace - 10 Storey
7. I Hotel - 10 Storey
8. Harmoni Hotel - 9 Storey
9. Sumatra Promotion Centre Building - 9 Storey
10.Hotel 89 - 9 Storey
11.Graha Otorita Batam - 9 Storey
12.Harmoni Apartment - 8 Storey
13.Amir Hotel - 8 Storey
14.Nagoya Plaza - 8 Storey
15.Golden View Hotel - 8 Storey
16.Mercure Hotel - 8 Storey
17.Politeknik Batam - 8 Storey
18.Island Garden /Swill Bell Hotel Batam - 8 Storey
19.Telkomsel Building - 7 Storey
20.Grand Majesty - 7 Storey
21.Virgo Hotel - 7 Storey
22.Gedung Pelatihan TKI - 7 Storey
23.Graha Sulaiman - 7 Storey
24.Batam City Hall - 6 Storey
25.Dana Graha - 6 Storey
26.Awal Bross Hospital - 6 Storey
27.Good Way Hotel - 6 Storey
28.PLN Batam - 6 Storey
29.Harapan Bunda Hospital - 6 Storey
30.Island View/Swiss Bell Apartment - 6 Storey
Under Construction Project / on Hold
1. Batam City Condominium - 25 Storey
2. Tithes Apartment - 12 Storey
3. Queen Victoria Apartment 3 Tower phase II - 23 Storey
4. Coastarina
5. Hotel at Simpang Baloi up to 30 Storey
6. Ibis Hotel 11 Storey
7. Latrade Industrial Park
Propose
1. Batam Officetel - 33 Storey
2. Kings Aparment at Batam Center - 30 Storey
3. Apartment Developed by United Sentosa 4 Tower at Tj Uma - 25 Storey
4. Apartment Depeloped by Uway Makmur 2 Tower at Batam Center - 25 Storey
5. Apartment Developed by Citra Buana Prakarsa at Harbour Bay 2 Tower - 25 Storey
6. Harris Hotel - 22 Storey
7. Sukajadi Superblok 3 Tower - 20 Storey and 12 Storey
8. Aston Hotel - 12 Storey
9. Rusunawa dan Rusunami 200 Tower - 12 Storey
10.Barelang Hospital - 10 Storey
11.Batam - Bintan Brigde by China Investor
12.Batu Ampar Port Investor by France and Hongkong Investor
13.Kabil Port
14.High Way From Batu Ampar - Muka kuning - Tanjung Uncang
15.Fly over simpang jam
16.Fly Over Simpang Kabil
17.Fly Over Simpang DAM
18.Top 100 Mall Tembesi
19.Harbour Bay Mall
h-a-n-s September 10th, 2008, 09:16 AM yah kira2 seperti diataslah project2 di batam dan sebenarnya project yang propose itu telah di ada perencanaannya pada atahun 2007 tapi berhubung selama tahun 2006-2007 ekonomi Batam Stagnan makanya banyak pengembang yang menghentikan projectnya dan waiit n see sambil menunggu pengesahan FTZ dan pencabutan pp 63.
fajarmuhasan September 10th, 2008, 11:10 AM yah kira2 seperti diataslah project2 di batam dan sebenarnya project yang propose itu telah di ada perencanaannya pada atahun 2007 tapi berhubung selama tahun 2006-2007 ekonomi Batam Stagnan makanya banyak pengembang yang menghentikan projectnya dan waiit n see sambil menunggu pengesahan FTZ dan pencabutan pp 63.
Terakhir di batam 2005, nampaknya skrg dah banyak berubah. Numpang tanya: apakah taksi plat hitam masih ada (mobilnya sedan dan ngaku taksi tapi bisa naik rame rame dg bayaran per orang dan ada trayeknya....spt angkot)???
h-a-n-s September 10th, 2008, 11:45 AM Terakhir di batam 2005, nampaknya skrg dah banyak berubah. Numpang tanya: apakah taksi plat hitam masih ada (mobilnya sedan dan ngaku taksi tapi bisa naik rame rame dg bayaran per orang dan ada trayeknya....spt angkot)???
masih ada :nuts: tapi jumlahnya tidak sebanyak dulu karena pemkot batam sudah mengeluarkan uu ttg pelarangan bagi kendaraan sedan plat hitam untuk mengangkut penumpang / taxi dan Dishub batam sering melakukan rajia plat hitam ini tapi masih ada juga yg membandel :bash:
novan_h September 10th, 2008, 06:54 PM dulu tahun 2001 waktu tinggal di Batam pernah punya pengalaman lucu naik taksi omprengan. Mobilnya butut sekali, joknya sudah amburadul. Perjalanan dari NAgoya mau pulang ke Batam Centre. Di sebuah belokan, pintu belakang taksi terbuka sendiri karena gaya sentrifugal :bash:
Bagaimana dengan angkot plat hitam sejenis suzuki carry atau mitsubishi colt yang dari muka kuning, apakah masih ada juga?
kalau angkot ini lumayan baru-baru, tapi pengemudinya mayoritas ugal-ugalan di jalan. Padahal dia bawa penumpang banyak, mungkin bisa sampai 11 orang :nuts:
h-a-n-s September 10th, 2008, 07:06 PM klo angkot sejenis suzuki carry yg plat hitam udah gk ada lagi, klo yg jenis sedan masih ada tapi udah susah di jumpai :lol:
btw klo dari segi transportasi batam memang masih amburadul dan sering terjadi perebutan trayek antar koperasi angkutan kota di batam ini, :ohno:
klo masalah ini gua sering malu sama temen2 saya yang dari jiran yang akan berkunjung ke batam karena susahnya mencari transportasi yang nyaman seperti di negara mereka :nuts:
BATAMANIA September 10th, 2008, 07:56 PM Batam current buildings ( Up to 6 Storey )
1. Planet Holiday - 23 Storeys
2. Queen Victoria Apartment - 23 Storey
3. Melia Regency - 19 Storey
4. Holiday Inn Hotel and Apartment - 14 Storey
5. Batam Pos Building - 13 Storey
6. Pacific Palace - 10 Storey
7. I Hotel - 10 Storey
8. Harmoni Hotel - 9 Storey
9. Sumatra Promotion Centre Building - 9 Storey
10.Hotel 89 - 9 Storey
11.Graha Otorita Batam - 9 Storey
12.Harmoni Apartment - 8 Storey
13.Amir Hotel - 8 Storey
14.Nagoya Plaza - 8 Storey
15.Golden View Hotel - 8 Storey
16.Mercure Hotel - 8 Storey
17.Politeknik Batam - 8 Storey
18.Island Garden /Swill Bell Hotel Batam - 8 Storey
19.Telkomsel Building - 7 Storey
20.Grand Majesty - 7 Storey
21.Virgo Hotel - 7 Storey
22.Gedung Pelatihan TKI - 7 Storey
23.Graha Sulaiman - 7 Storey
24.Batam City Hall - 6 Storey
25.Dana Graha - 6 Storey
26.Awal Bross Hospital - 6 Storey
27.Good Way Hotel - 6 Storey
28.PLN Batam - 6 Storey
29.Harapan Bunda Hospital - 6 Storey
30.Island View/Swiss Bell Apartment - 6 Storey
Under Construction Project / on Hold
1. Batam City Condominium - 25 Storey
2. Tithes Apartment - 12 Storey
3. Queen Victoria Apartment 3 Tower phase II - 23 Storey
4. Coastarina
5. Hotel at Simpang Baloi up to 30 Storey
6. Ibis Hotel 11 Storey
7. Latrade Industrial Park
Propose
1. Batam Officetel - 33 Storey
2. Kings Aparment at Batam Center - 30 Storey
3. Apartment Developed by United Sentosa 4 Tower at Tj Uma - 25 Storey
4. Apartment Depeloped by Uway Makmur 2 Tower at Batam Center - 25 Storey
5. Apartment Developed by Citra Buana Prakarsa at Harbour Bay 2 Tower - 25 Storey
6. Harris Hotel - 22 Storey
7. Sukajadi Superblok 3 Tower - 20 Storey and 12 Storey
8. Aston Hotel - 12 Storey
9. Rusunawa dan Rusunami 200 Tower - 12 Storey
10.Barelang Hospital - 10 Storey
11.Batam - Bintan Brigde by China Investor
12.Batu Ampar Port Investor by France and Hongkong Investor
13.Kabil Port
14.High Way From Batu Ampar - Muka kuning - Tanjung Uncang
15.Fly over simpang jam
16.Fly Over Simpang Kabil
17.Fly Over Simpang DAM
18.Top 100 Mall Tembesi
19.Harbour Bay Mall
Klo ukuran Sumatra saingan terberat kita untuk highrise building cuma MEDAN :)
klo Palembang, Pekan Baru, Bandar Lampung dan Padang putus.......:banana:
semoga cita cita Batam 2020 sebagai salah satu Megapolis dan pusat pertumbuhan ekonomi baru indonesia tercapai jg melulu di Jakarta dan Surabaya :lol: saya yakin Batam akan mampu lakukan itu.
melihat siklus tahunan
awal 90an - Batam hanya kota kecil dan malahan masih perkampungan nelayan
awal 2000an - Batam bergerak menjadi kota besar
dan tahun 2010 - Batam akan menjadi kota metropolis karena di pastikan populasi Batam akan melebiihi 1 juta jiwa jika melihat dari percentase pertambahan penduduk Batam
dan kemudian di tahun 2020 - Batam akan mencapai puncaknya sebagai Megapolitan baru di Indonesia :cheers:
Dazon September 11th, 2008, 03:14 PM ^^
yah sebenernya perkembangan nya Batam bisa secepat itu karena Batam itu sangat dekat dengan negara tentangga, wajar lah perkembangannya lebih cepat dengan kota sumatera yang lain.
laba-laba September 12th, 2008, 10:34 PM yoi...
konsulat cina aja pindah ke batam dari medan...
rilham2new September 13th, 2008, 06:29 AM Batam Pos Building yang di Batam Center itu sampe 13 tingkat ya ??? Kok perasaan gak setinggi itu :nuts:
Melia Regency (atau Panorama Regency atau nama dulunya MELIA PANORAMA) itu tingginya cuman 16 tingkat .... Aku pernah nginap di sana. Sebenarnya kalau tombol di Lift tingkatnya sampe 17, tapi lantai 13 nya gak ada.
Dan Holiday Inn yang lokasinya deket Marina City itu tingginya gak sampe 14 deh kayaknya, lebih kepada 9-11 tingkat kayaknya.
Dan Hotel Goodway yang di depan Hotel Harmoni kawasan Nagoya itu tingginya cuman 3 tingkat,,, itu hotel bintang 3 favorit aku kalau transit di Batam :cheers: ..
rilham2new September 13th, 2008, 07:00 AM Klo ukuran Sumatra saingan terberat kita untuk highrise building cuma MEDAN :)
klo Palembang, Pekan Baru, Bandar Lampung dan Padang putus.......:banana:
semoga cita cita Batam 2020 sebagai salah satu Megapolis dan pusat pertumbuhan ekonomi baru indonesia tercapai jg melulu di Jakarta dan Surabaya :lol: saya yakin Batam akan mampu lakukan itu.
melihat siklus tahunan
awal 90an - Batam hanya kota kecil dan malahan masih perkampungan nelayan
awal 2000an - Batam bergerak menjadi kota besar
dan tahun 2010 - Batam akan menjadi kota metropolis karena di pastikan populasi Batam akan melebiihi 1 juta jiwa jika melihat dari percentase pertambahan penduduk Batam
dan kemudian di tahun 2020 - Batam akan mencapai puncaknya sebagai Megapolitan baru di Indonesia :cheers:
Ini beberapa catatan aku tentang Batam. Di tahun 1990-an, Batam mendapat subsidi gila-gilaan dari Pemerintah Pusat dalam kemajuan infrastruktur nya. Jalan raya dan kelistrikan adalah suatu hal yang memang angkanya hanya membuat saudara-saudara tuanya iri di masa lalu. Hal ini tentu saja tidak didapatkan kota-kota manapun di Indonesia, bahkan pada era tahun 1990-an pembangunan infrastruktur yang gila-gilaan di Batam tu saingannya cuman Jakarta ma Surabaya (yang memang ladang investasi pemerintah pusat sedemikian rupa). Hang Nadim dan Pelabuhan Batu Ampar termasuk salah satu wujud hegemoni Orba yang tidak dapat disangkal lagi. Proyek penyediaan air tawar di Batam juga berada dalam level gila-gilaan walaupun tidak meningkatkan kualitas air PAM nya secara signifikan (karena dulu, aku termasuk keluarga yang mesti beli pompa air filter, dan gak boleh buat sumur, karena melanggar peraturan Otorita Batam, apalagi aku tinggal di Baloi waktu itu). Waduk / DAM / Reservoir di Batam tersebar di lokasi seperti Muka Kuning, Sei Harapan, Sei Ladi, Baloi, dan Duriangkang.
Tahun 1990-an awal, Batam sama sekali bukan perkampungan nelayan melainkan sudah merupakan kawasan industri yang diperhitungkan secara nasional. Muka Kuning itu sudah ada sejak zaman kapan tahun. Seingat aku, sudah ada stasiun TV seperti RCTI, SCTV, dan TPI yang mengudara di sana. Bahkan, Kanwil TELKOM Riau KEpulauan (yang nomor prefix 077x) juga dibuka tuh di Sekupang.
Yang aku ingat, stidaknya tahun 1998, penduduk Batam tercatat 250 ribu jiwa. Dan awal tahun 1990-an udah sampe 100 ribu jiwa kalau gak salah.
Banyak peraturan pemerintah pusat yang sangat mnguntungkan Batam di masa lalu, yang tujuannya tentu saja meningkatkan daya saing Batam dalam menghadapi Ledakan Ekonomi Singapura. Hmm, yang aku ingat.... Dulu semua penerbangan MERPATI NUSANTARA di Sumatra, HARUS diarahkan ke Pulau Batam. Dan waktu itu, secara serta merta Batam ditunjuk sebagai HUB penerbangan Sumatra, dan HUB Kargo untuk Asia Pasifik. Jadi walaupun gak ada kargo yang turun di Batam, pesawat tetap HARUS MAMPIR di Batam. Dengan dana yang berputar sedemikian, bisa dipastikan Batam akan maju dengan terkontrol.
Unit bisnis keluarga Suharto dan Klan Habibie juga diarahkan untuk masuk ke Batam. Dulu tahun 1990-an ada indikasi pemaksaan memang dalam kekuatan ekonomi Batam, akhirnya memang tragis, banyak toko yang baru buka terus tutup karena gak mampu bertahan dengan keadaan yang ada (terutama kecilnya populasi dan ledakan ekonomi yang terlalu dipaksakan).
Ohya, pendirian Pabrik di Muka Kuning, Kabil, dan Resort wisata di Nongsa itu jelas menjadi tempat untuk penyerapan tenaga kerja yang tinggi. Di Masa lalu, Pemerintah ORBA cukup pandai membatasi orang masuk Batam, karena akses efektif ke Pulau Batam waktu itu HANYA DENGAN PESAWAT. Semua orang juga tahu, kalau pake sistem ini. Penduduk yang masuk Batam sangat terseleksi dengan sedemikian rupa. Akses Mudah laut ke Batam, waktu itu cuman ke Riau Daratan, dan pulau2 di sekitar Kepri. Tahun 1990-an akhir baru mulai digagas PELNI Sekupang-Belawan, Sekupang-Mentok-Tj. Priok. Barulah saat itu terjadi ledakan penduduk di Batam , yang didominasi oleh orang2 yang tidak punya Background pendidikan bagus. Itulah yang terjadi sampe sekarang. Tahun 2001-2002, adalah era kritis dalam pengelolaan penduduk di Batam. Waktu itu, setiap kapal PELNI bersandar ada 2500 orang yang turun, tapi hanya ada 300-500 orang saja yang naik. Angka ini terjadi hampir setiap hari. Fakta ini mengkhawatirkan, yang membuat OB menerapkan peraturan ttg KTP Batam untuk eksklusifitas dalam memasuki Batam , ada yang mesti pake uang Jaminan. Itu khusus jalur laut (yang di Sekupang), untuk jalur udara syukurnya belum ada.'
Tahun 2002, penduduk Batam itu sempat 700 ribu jiwa. Tapi, kebijakan pembatasan pendatang waktu itu.. menjadikan penduduk Batam turun kembali ke 600-an ribu jiwa.
Ini beberapa catatanku tentang Batam. Selain regulasi2 yang menguntungkan, dan kedekatan geografis dengan Singapura. Dan ketersediaan infrastruktur (subsidi Pemerintah Pusat di masa lalu)... Itu menjadi faktor utama, kenapa Batam hari ini bisa seperti itu.
Batam mustahil jadi Megapolitan karena keterbatasan lahan. Dan kurangnya sumber air tawar. Singapura aja yang gitu canggihnya penghijauan masih beli air dari Johor dengan harga tahun 1960. Kalau Batam pakai air tanah itu lebih mustahil, karena kondisi lahan yang kritis. Hanya mungkin kalau pakai Air Tadah Hujan. Atau Beli air ke tetangga tuh di Pulau Bintan. Lagipula, berdasarkan masterplan Batam, yang boleh dibangun hanya 40% saja. Sekarang lihat GOOGLE EARTH berapa besar Batam yang sudah terbangun ;) ... Kayaknya sudah hampir 40% ;) ... Luas Batam hanya 415 km persegi. Sementara Rempang dan Galang masih belum dimanfaatkan secara efektif. Ya, kita lihat saja. Aku sendiri ragu kalau Batam bisa menembus 2 juta... Kalaupun bisa daya tahan lingkungannya pasti bakal hancur banget ...
novian September 13th, 2008, 05:31 PM Tambahan :
Batam current buildings ( Up to 6 Storey )
31.Hotel Oasis (12 storey)
32.Kantor Dispenda Prov.Kepri (7 Storey)
33.Apartmen Dosen Poltek Batam (7 Storey)
34.Politeknik Batam Tower 2 (7 Storey)
35.Kantor Walikota Batam (6 Storey)
36.Hotel Pusat Informasi Haji (6 Storey)
h-a-n-s September 14th, 2008, 03:13 PM Batam Pos Building yang di Batam Center itu sampe 13 tingkat ya ??? Kok perasaan gak setinggi itu :nuts:
Melia Regency (atau Panorama Regency atau nama dulunya MELIA PANORAMA) itu tingginya cuman 16 tingkat .... Aku pernah nginap di sana. Sebenarnya kalau tombol di Lift tingkatnya sampe 17, tapi lantai 13 nya gak ada.
Dan Holiday Inn yang lokasinya deket Marina City itu tingginya gak sampe 14 deh kayaknya, lebih kepada 9-11 tingkat kayaknya.
Dan Hotel Goodway yang di depan Hotel Harmoni kawasan Nagoya itu tingginya cuman 3 tingkat,,, itu hotel bintang 3 favorit aku kalau transit di Batam :cheers: ..
tinggi pastinya gua jg gk tau cuma perkiraan :lol:
tapi yg aku hitung sekalian basementnya :lol:
Melia Regency 17 1 penthouse dan 1 lantai lagi basementnya :lol:
h-a-n-s September 14th, 2008, 03:27 PM Tahun 1990-an awal, Batam sama sekali bukan perkampungan nelayan melainkan sudah merupakan kawasan industri yang diperhitungkan secara nasional. Muka Kuning itu sudah ada sejak zaman kapan tahun. Seingat aku, sudah ada stasiun TV seperti RCTI, SCTV, dan TPI yang mengudara di sana. Bahkan, Kanwil TELKOM Riau KEpulauan (yang nomor prefix 077x) juga dibuka tuh di Sekupang.
Yang aku ingat, stidaknya tahun 1998, penduduk Batam tercatat 250 ribu jiwa. Dan awal tahun 1990-an udah sampe 100 ribu jiwa kalau gak salah.
Kawasan industri Muka Kuning di buka pada tahun 1994 dan perusahaan multinasional pertama yg berinfestasi di Batam adalah Mc Dermot
dan station TV seperti RCTI, SCTV, dan TPI ada di Batam pada tahun awal 1994, dan pada awal 1990an Jl. di depan Novotel dan BCA jodoh masih bauxite ham :nuts: dan jika melihat di depannya Hotel Nantongga ada perkampungan maka dari itulah aku bilang awal 1990an Batam masih perkampungan Nelayan :nuts:
h-a-n-s September 14th, 2008, 03:49 PM Tahun 2002, penduduk Batam itu sempat 700 ribu jiwa. Tapi, kebijakan pembatasan pendatang waktu itu.. menjadikan penduduk Batam turun kembali ke 600-an ribu jiwa.
Ini beberapa catatanku tentang Batam. Selain regulasi2 yang menguntungkan, dan kedekatan geografis dengan Singapura. Dan ketersediaan infrastruktur (subsidi Pemerintah Pusat di masa lalu)... Itu menjadi faktor utama, kenapa Batam hari ini bisa seperti itu.
Batam mustahil jadi Megapolitan karena keterbatasan lahan. Dan kurangnya sumber air tawar. Singapura aja yang gitu canggihnya penghijauan masih beli air dari Johor dengan harga tahun 1960. Kalau Batam pakai air tanah itu lebih mustahil, karena kondisi lahan yang kritis. Hanya mungkin kalau pakai Air Tadah Hujan. Atau Beli air ke tetangga tuh di Pulau Bintan. Lagipula, berdasarkan masterplan Batam, yang boleh dibangun hanya 40% saja. Sekarang lihat GOOGLE EARTH berapa besar Batam yang sudah terbangun ;) ... Kayaknya sudah hampir 40% ;) ... Luas Batam hanya 415 km persegi. Sementara Rempang dan Galang masih belum dimanfaatkan secara efektif. Ya, kita lihat saja. Aku sendiri ragu kalau Batam bisa menembus 2 juta... Kalaupun bisa daya tahan lingkungannya pasti bakal hancur banget ...
hingga Des 2007 Populasi Batam 785.000 jiwa, dan saya lihat perdaduk memang sangat tidak efektif ^^
klo untuk menjadi megapolitan sih kedengarannya agak mustahil Jakarta, Singapura dan Hongkong aja blum bisa di katakan Megapolitan :)
tapi kedepan bukan tidak mungkin Batam akan sejajar dengan Surabaya :cheers: dan juga Mirip2 ama Johorlah :lol:
h-a-n-s September 14th, 2008, 03:55 PM Klo ukuran Sumatra saingan terberat kita untuk highrise building cuma MEDAN :)
klo Palembang, Pekan Baru, Bandar Lampung dan Padang putus.......:banana:
semoga cita cita Batam 2020 sebagai salah satu Megapolis dan pusat pertumbuhan ekonomi baru indonesia tercapai jg melulu di Jakarta dan Surabaya :lol: saya yakin Batam akan mampu lakukan itu.
melihat siklus tahunan
awal 90an - Batam hanya kota kecil dan malahan masih perkampungan nelayan
awal 2000an - Batam bergerak menjadi kota besar
dan tahun 2010 - Batam akan menjadi kota metropolis karena di pastikan populasi Batam akan melebiihi 1 juta jiwa jika melihat dari percentase pertambahan penduduk Batam
dan kemudian di tahun 2020 - Batam akan mencapai puncaknya sebagai Megapolitan baru di Indonesia :cheers:
weks ded jg di banding bandingkan dg kota2 tetangga dunk :lol: ntar panas lagi nih thread :nuts:
sebenarnya saingan Batam sesungguhnya ada di depan kita, Iskandar Development Region, Vietnam, China dan kawasan2 industri di kawasan asia pasific lainnya. pertanyaan nya MAMPUKAH KITA ????
HARUS MAMPU DUNK ,,,,,,,:lol:
apalah artinya Batam tanpa Investasi dan 70% ekonomi Batam ini adalah Industri Manufaktur dan sisanya adalah perhotelan, perdagangan dan jasa
h-a-n-s September 14th, 2008, 03:58 PM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3687.jpg
h-a-n-s September 14th, 2008, 03:59 PM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3689.jpg
h-a-n-s September 14th, 2008, 04:02 PM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3688.jpg
h-a-n-s September 14th, 2008, 04:14 PM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3747.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3740.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3738.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3741.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3745.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG3742.jpg
novian September 14th, 2008, 04:19 PM Optimis donk!!! batam menjadi megapolitan ditahun 2020 ??sangat mungkin!!!, apalagi jika dengan akan dibangunnya jembatan penghubung batam-bintan.
dengan pertumbuhan ekonomi yang 8,5 % saat ini (sebelum didilaksanakannya FTZ "New Version"),
bukan tidak mungkin hal itu akan terwujud, apalagi nantinya akan dibangun pelabuhan Cargo
Internasional Batu Ampar yang baru. Dan akan tumbuh dengan sangat menggila lagi jika nantinya dibangun jembatan penghubung Batam - Singapura (wooouuuu),klo itu terwujud mungkin batam-bintan akan menjadi "NEWYORK" nya Indonesia. kota ini nantinya akan menjelma menjadi kawasan super power di indonesia
bahkan asia (semua mata akan tertuju kepada kota ini).
trus klo udah ada jembatan batam-singapura ,Orang2 Batam-Bintan bisa pake mobil sendiri ato bus Klo Mo ke turing ke negara2 asia laennya (wow!!!!)
rilham2new September 14th, 2008, 04:19 PM Kawasan industri Muka Kuning di buka pada tahun 1994 dan perusahaan multinasional pertama yg berinfestasi di Batam adalah Mc Dermot
dan station TV seperti RCTI, SCTV, dan TPI ada di Batam pada tahun awal 1994, dan pada awal 1990an Jl. di depan Novotel dan BCA jodoh masih bauxite ham :nuts: dan jika melihat di depannya Hotel Nantongga ada perkampungan maka dari itulah aku bilang awal 1990an Batam masih perkampungan Nelayan :nuts:
Tahun 1994 yang aku maksud sebagai awal 1990-an ...
Aku tahu kok, waktu jaman aku tinggal di Batam... Novotel belum ada :tongue2: , dan jalan di depan BCA itu sudah Aspal. Tapi belum lebar dan belum ada median. Bahkan jalan tembus dari Jodoh ke Baloi lewat Tj. Uma (kalau gak salah) juga belum ada. Waktu aku ke Batam, yang baru ada cuman Matahari di Batam Center, itupun sekarang udah gak disitu lagi kayaknya ... Bentuknya kayak Gudang. Sekarang mungkin mataharinya dah pindah.
Jalan Imam Bonjol nya juga sudah lama lebar. Bahkan jalan ke Bandara masih belum lebar seperti sekarang. Jodoh dulu malah gak ada lampu merah nya sama sekali...
Tapi waktu aku di Batam tahun 1995, di sana udah ada Palm Springs, Tering Bay, Nongsa Point, Turi Beach, dan sudah bertaburan lapangan golf investasi dari Singapura. Walaupun gak segegap-gempita di Bintan, dengan Bintan Resort nya (yang dulu sempat dikelola Accor Group, cukup ngetop dengan SOL ELITE BINTAN nya ..). Mereka sudah di sana dari awal 1990-an. Yang aku ingat, resort yang dibangun pertengahan 1990-an cuman Marina City (Waterfront City, dulu ada Snow WOrld nya sebelum terbakar). Setelah Marina, kayaknya gak ada lagi pembangunan resort dalam skala besar di Batam. Gak tahu lah kalau sekarang.
Batam itu sebagian besar infrastruktur utamanya dibangun tahun 1980-an. Yang tahun 1990-an itu baru mulai masuknya investasi. Tapi seingat aku, memang Batam sudah banyak penduduknya waktu itu (tetep gak sebanyak sekarang).
Kalau dikatakan kampung nelayan aku rasa kurang tepat, karena memang pembangunan infrastruktur nya memang sudah luar biasa dari tahun 1980-an. Sebelum McDermott masuk, usaha Klan Suharto dan Klan Habibie, sudah lebih dulu diarah masuk ke Batam. Di awal tahun 1990-an Batam udah gak bisa disebut perkampungan nelayan kalau menurut aku. Setidaknya terakhir kali dikatakan Kampung Nelayan, mungkin tahun 1979-1985. Batam resmi dibuka tahun 1970-an. Dan tahun 1980-an sudah kencang pembangunan infrastrukturnya. Tentunya termasuk KANDATEL RIAU KEPULAUAN PT. TELKOM yang sudah dipaksa masuk Batam... (padahal waktu itu jelas2 Tanjung Pinang lebih banyak Sambungan Teleponnya ... dan penduduknya lebih besar).
Makanya, tanpa perancangan a la ORBA Batam mungkin gak akan seperti sekarang. Sekarang yang aku lihat Batam sedang menapaki kemandiriannya. Ya, semoga berhasil. Kita lihat masterpiece infrastruktur apalagi yang akan dibangun di Batam. Di tahun 1980-an berhasil membangun WADUK AIR TAWAR yang cukup banyak jumlahnya. Tahun 1990-an, berhasil membangun HANG NADIM dan JEMBATAN BARELANG. Nah tahun 2000-an ??? Aku masih belum menemukan proyek yang punya nilai jual sama seperti masterpiece 1990-an dan 1980-an. Pelabuhan Batam Center, gak sebagus yang aku bayangkan soalnya :tongue2: Semoga OB bisa menunjukkan bahwa mereka MAMPU bahkan tanpa campur tangan pemerintah pusat.
novian September 14th, 2008, 04:46 PM Mengejar Surplus Air Bersih di Batam
(ATB-BATAM) - Pasatnya pertumbuhan jumlah penduduk berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan dasar manusia. Air bersih adalah salah satu kebutuhan dasar tersebut. Di zaman yang bergerak cepat ini, air tak lagi sekedar untuk pemenuhan kehidupan sehari-hari manusia, tetapi ia juga berperan sebagai penggerak sendi-sendi perekonomian. Karena air sudah jadi urat nadi industri.
''Setiap kali ada investor yang ingin masuk ke Batam, jaminan ketersediaan air bersih dan listrik selalu jadi pertanyaan,'' kata Gubernur Kepri Drs Ismeth Abdullah, seperti dikutip media baru-baru ini.
Saat ini, kebutuhan terhadap air bersih di Batam mencapai sekitar 2.400 liter per detik atau sekitar 1 (satu) juta drum per hari. Dengan ditetapkannya Batam sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ), yang rencananya akan beroperasi mulai Januari 2009, diperkirakan kebutuhan air bersih akan terus meningkat. Perkiraaan ini didasarkan pada asumsi bahwa akan semakin banyak industri besar yang membuka usaha di Batam. Dan pada saat yang sama, para pekerja baru juga akan berdatangan mencari penghidupan di Batam. Kondisi ini menjadi tantangan bagi PT Adhya Tirta Batam (ATB), sebagai satu-satunya perusahaan yang dipercaya pemerintah untuk penyediaan dan pengelolaan air bersih untuk daerah Industri Pulau Batam.
Pesatnya peningkatan kebutuhan terhadap air bersih di Batam, tergambar pada data jumlah pelanggan yang dimiliki ATB dari tahun ke tahun. Pada tahun 1995, tahun pertama ATB beroperasi melayani kebutuhan warga Batam, jumlah pelanggan hanya sekitar 16.000 sambungan. Namun di tahun 2008 ini, pelanggan telah mencapai lebih dari 140.000-an.
''Berarti terjadi penambahan rata-rata sekitar 1.000 pelanggan setiap bulan,'' kata Kepala Operasional ATB William Solary.
# ATB Produksi Air Bersih 1 Juta Drum Per Hari
KENDATI permintaan begitu tinggi, ATB tidak pernah menghentikan penyambungan baru ke rumah pelanggan. ''Yang ada adalah pelayanan pemasangan sambungan baru dilakukan secara bertahap,'' katanya William.
Agar lonjakan permintaan terhadap air bersih dari waktu ke waktu bisa terus terpenuhi, maka tidak ada cara lain yang bisa dilakukan ATB, kecuali meningkatkan jumlah produksi. Saat ini, dengan mengandalkan delapan instalasi pengolahan air (water treatment plant/WTP) yang ada, ATB mampu memproduksi air bersih sebanyak 2.185 l/dtk (189 juta liter per hari, atau setara sekitar 1 juta drum per hari) dengan luas cakupan layanan mencapai 95 persen wilayah Pulau Batam.
WTP Piayu II Diopersikan
PERLAHAN tapi pasti, ketimpangan antara tingkat kebutuhan pasokan air bersih terus diperbaiki. Salah satunya adalah dengan telah dibangunnya WTP Tanjung Piayu II dengan kapasitas produksi 150 liter per detik. Dan jika dimaksimalkan, kata William, Tanjung Piayu II yang menelan dana sebesar Rp 17,4 miliar itu bisa berproduksi hingga 200 liter per detik.
Setelah pekerjaannya rampung sekitar pekan pertama Agustus 2008 ini, ATB akhirnya mulai mengoperasikan WTP tersebut terhitung sekitar pekan ke tiga Agustus 2008. Dan dengan telah dioperasikannya WTP Tanjung Piayu II maka kontribusi suplai air bersih dari WTP Tanjung Piayu (1&II) menjadi sebesar 375 liter per detik. Dengan demikian, maka total produksi air bersih/minum yang dihasilkan oleh ATB mulai sekitar Agustus 2008 ini menjadi sebesar 2.335 liter per detik.
Dengan angka produksi sebesar tersebut tidak hanya sekedar dapat mengobati ketimpangan antara besar demand (pemintaan) dan produksi, tetapi diharapkan dapat menjaga dan atau memenuhi range kebutuhan pelanggan akan air bersih hingga akhir tahun 2008, menunggu pembangunan instalasi WTP lainnya selesai, seperti pembangunan WTP Duriangkang III yang berkapasitas 500 liter per detik.
No.
Instalasi Pengelolaan Air (IPA)
Sumber Air Baku
Kapasitas Produksi
1 WTP Mukakuning Dam Mukakuning 310 l/detik
2 WTP Sei Harapan Dam Seiharapan 210 l/detik
3 WTP Seiladi Dam Seiladi 290 l/detik
4 WTP Nongsa Dam Nongsa 110 l/detik
5 WTP Baloi Dam Baloi 40 l/detik
6 WTP T.Piayu Dam Duriangkang 225 l/detik
7 WTP T. Piayu II Dam Duriangkang 150 l/detik
8 WTP Duriangkang I Dam Duriangkang 500 l/detik
9 WTP Duriangkang II Dam Duriangkang 500 l/detik
Total 2.335 l/detik
WTP Duriangkang III Dikebut
SAAT ini, ATB juga tengah menyelesaikan proyek pembangunan WTP Duriangkang III, bersebelahan dengan WTP Duriangkang I dan II, yang selama ini menjadi induk produksi air bersih untuk kebutuhan Batam. Dikatakan induk, sebab dari 9 WTP ATB dengan total kapasitas produksi 2.335 l/detik, sebanyak 1.000 l/dtk dihasilkan oleh WTP Duriangkang I & II (masing-masing 500 l/dtk).
"Dengan guyuran investasi sebesar Rp 60 miliar, WTP Duriangkang III yang direncanakan selesai pada April 2009, boleh dikatakan sebagai proyek yang monumental,'' kata William.
Pasalnya, WTP ini akan menghasilkan air bersih sebesar 500 liter per detik. Dengan demikian - bila kelak beroperasi, total produksi air bersih ATB mencapai 2.835 liter per detik. ''Artinya, pada saat itu produksi ATB sudah surplus. Yaitu, jumlah air bersih yang diproduksi jauh lebih besar dibanding kebutuhan,'' kata William.
Peningkatan jumlah produksi hingga mencapai surplus merupakan komitmen ATB kepada seluruh pelanggan atas pemberlakuan tarif baru air bersih per 1 Januari 2008 lalu. ''Inti dari komitmen kita adalah meningkatkan pelayanan. Tercukupinya kebutuhan air bersih warga Batam, adalah ukuran yang bisa digunakan pelanggan terhadap pelayanan yang kami berikan,'' kata dia.
PT ATB, kata William, akan terus mengembangkan WTP Duriangkang secara berkesinambungan hingga tahap VI. Pengembangan ini merupakan langkah penting sebagai antisipasi meningkatnya jumlah kebutuhan seiring dengan peningkatan penduduk Batam. '' Meski sudah surplus pada WTP Duriangkang III, tapi komitmen kita belum final. Perbaikan dan peningkatan layanan terus dilakukan selama ATB diberi kepercayaan,'' kata William.
h-a-n-s September 14th, 2008, 04:59 PM Optimis donk!!! batam menjadi megapolitan ditahun 2020 ??sangat mungkin!!!, apalagi jika dengan akan dibangunnya jembatan penghubung batam-bintan.
dengan pertumbuhan ekonomi yang 8,5 % saat ini (sebelum didilaksanakannya FTZ "New Version"),
bukan tidak mungkin hal itu akan terwujud, apalagi nantinya akan dibangun pelabuhan Cargo
Internasional Batu Ampar yang baru. Dan akan tumbuh dengan sangat menggila lagi jika nantinya dibangun jembatan penghubung Batam - Singapura (wooouuuu),klo itu terwujud mungkin batam-bintan akan menjadi "NEWYORK" nya Indonesia. kota ini nantinya akan menjelma menjadi kawasan super power di indonesia
bahkan asia (semua mata akan tertuju kepada kota ini).
trus klo udah ada jembatan batam-singapura ,Orang2 Batam-Bintan bisa pake mobil sendiri ato bus Klo Mo ke turing ke negara2 asia laennya (wow!!!!)
semoga .... :okay:
h-a-n-s September 14th, 2008, 05:09 PM Tahun 1994 yang aku maksud sebagai awal 1990-an ...
Aku tahu kok, waktu jaman aku tinggal di Batam... Novotel belum ada :tongue2: , dan jalan di depan BCA itu sudah Aspal. Tapi belum lebar dan belum ada median. Bahkan jalan tembus dari Jodoh ke Baloi lewat Tj. Uma (kalau gak salah) juga belum ada. Waktu aku ke Batam, yang baru ada cuman Matahari di Batam Center, itupun sekarang udah gak disitu lagi kayaknya ... Bentuknya kayak Gudang. Sekarang mungkin mataharinya dah pindah.
Jalan Imam Bonjol nya juga sudah lama lebar. Bahkan jalan ke Bandara masih belum lebar seperti sekarang. Jodoh dulu malah gak ada lampu merah nya sama sekali...
Tapi waktu aku di Batam tahun 1995, di sana udah ada Palm Springs, Tering Bay, Nongsa Point, Turi Beach, dan sudah bertaburan lapangan golf investasi dari Singapura. Walaupun gak segegap-gempita di Bintan, dengan Bintan Resort nya (yang dulu sempat dikelola Accor Group, cukup ngetop dengan SOL ELITE BINTAN nya ..). Mereka sudah di sana dari awal 1990-an. Yang aku ingat, resort yang dibangun pertengahan 1990-an cuman Marina City (Waterfront City, dulu ada Snow WOrld nya sebelum terbakar). Setelah Marina, kayaknya gak ada lagi pembangunan resort dalam skala besar di Batam. Gak tahu lah kalau sekarang.
Batam itu sebagian besar infrastruktur utamanya dibangun tahun 1980-an. Yang tahun 1990-an itu baru mulai masuknya investasi. Tapi seingat aku, memang Batam sudah banyak penduduknya waktu itu (tetep gak sebanyak sekarang).
Kalau dikatakan kampung nelayan aku rasa kurang tepat, karena memang pembangunan infrastruktur nya memang sudah luar biasa dari tahun 1980-an. Sebelum McDermott masuk, usaha Klan Suharto dan Klan Habibie, sudah lebih dulu diarah masuk ke Batam. Di awal tahun 1990-an Batam udah gak bisa disebut perkampungan nelayan kalau menurut aku. Setidaknya terakhir kali dikatakan Kampung Nelayan, mungkin tahun 1979-1985. Batam resmi dibuka tahun 1970-an. Dan tahun 1980-an sudah kencang pembangunan infrastrukturnya. Tentunya termasuk KANDATEL RIAU KEPULAUAN PT. TELKOM yang sudah dipaksa masuk Batam... (padahal waktu itu jelas2 Tanjung Pinang lebih banyak Sambungan Teleponnya ... dan penduduknya lebih besar).
Makanya, tanpa perancangan a la ORBA Batam mungkin gak akan seperti sekarang. Sekarang yang aku lihat Batam sedang menapaki kemandiriannya. Ya, semoga berhasil. Kita lihat masterpiece infrastruktur apalagi yang akan dibangun di Batam. Di tahun 1980-an berhasil membangun WADUK AIR TAWAR yang cukup banyak jumlahnya. Tahun 1990-an, berhasil membangun HANG NADIM dan JEMBATAN BARELANG. Nah tahun 2000-an ??? Aku masih belum menemukan proyek yang punya nilai jual sama seperti masterpiece 1990-an dan 1980-an. Pelabuhan Batam Center, gak sebagus yang aku bayangkan soalnya :tongue2: Semoga OB bisa menunjukkan bahwa mereka MAMPU bahkan tanpa campur tangan pemerintah pusat.
memang sejak di buka di tahun 70an batam ini di rancang sebagai Singapura atau Hongkong versi Indonesia sampai-sampai BJ habibie di utus menjadi OTORITA BATAM ....^^
dan memang seperti bung rilham bilang Pemerintah Pusat berkuasa Penuh dan hasilnya bisa anda lihat saat ini tidak sia2 Bandara Hang Nadim di bangun pusat memalui perpanjangan tangan nya OB, sudah lebih dari 3 juta penumpang pertahun menggunakan Bandara ini dan juga pelabuhan batu Ampar, kabil dll
dan mulai bulan depan OB sudah tidak ada lagi dan berganti nama menjadi Badan pengusahaan Kawasan - BPK tapi tetap aja pusat selalu berkepentingan untuk mengelola kawasan ini ....^^
ada baiknya juga sih menurut hemat saya karena Batam butuh orang2 yang benar2 profesional untuk mengurusi kawasan ini dan saya rasa beban Batam lebih berat dari kota2 lain di sumatra karena Batam ini sangat tergantung dari investasi dan kawasan ini perlu nilai jual agar lebih menarik dan pemimpin yg mempunya jiwa enterprenuer yg tinggilah yg cocok menjadi pemimpin kawasan ini .....^^
novian September 14th, 2008, 05:21 PM Batam mustahil jadi Megapolitan karena keterbatasan lahan. Dan kurangnya sumber air tawar. Singapura aja yang gitu canggihnya penghijauan masih beli air dari Johor dengan harga tahun 1960. Kalau Batam pakai air tanah itu lebih mustahil, karena kondisi lahan yang kritis. Hanya mungkin kalau pakai Air Tadah Hujan. Atau Beli air ke tetangga tuh di Pulau Bintan. Lagipula, berdasarkan masterplan Batam, yang boleh dibangun hanya 40% saja. Sekarang lihat GOOGLE EARTH berapa besar Batam yang sudah terbangun ;) ... Kayaknya sudah hampir 40% ;) ... Luas Batam hanya 415 km persegi. Sementara Rempang dan Galang masih belum dimanfaatkan secara efektif. Ya, kita lihat saja. Aku sendiri ragu kalau Batam bisa menembus 2 juta... Kalaupun bisa daya tahan lingkungannya pasti bakal hancur banget ...
Untuk masalah keterbatasan lahan sangat bisa diatasi,kan masih ada rempang - galang, apalagi klo jembatan batam-bintan
jadi. selain itu saat ini pemda dan OB mulai menata kembali kawasan2 hunian dan memikirkan kembali konsep hunian
dengan pola pembangunan secara vertikal, yakni dengan membangun Rusunami dan Apartment2.
Untuk Masalah penduduk ya mungkin sajalah (singapura yang sekecil itu aja berpenduduk > 3 Juta)
oya nantinya selain batam, kepulauan riau pd tahun 2020 diprediksi akan terdapat Mega kawasan2 pertumbuhan
ekonomi baru di Bintan-Batam .berikut prediksi Kota2 baru tersebut,
1. Kota Batam (Kawasan Bisnis dan Perdagangan kelas Dunia) Bersaing maju bersama beijing,shanghai,dubai,dll)
2. Kota Tanjunguban ( menjelma menjadi kota Industri & Pelabuhan dengan pusat Industrinya berada di Lobam).
3. Kota Bintan Lagoi (Kawasan Pariwisata terbaik di Asia)
4. Kota Bandar Sri Bintan ( Kawasan Industri,Agro Bisnis dan Pariwisata )
5. Kota Tanjungpinang (Kawasan khusus Ibukota )
6. Kota Rempang ( Kawasan Agro Industri dan Pariwisata)
7. Kota Galang ( Kawasan Agro Industri dan Pariwisata)
BATAMANIA September 15th, 2008, 11:27 AM yoi...
konsulat cina aja pindah ke batam dari medan...
menyusul konsulat Singapura yang di Pekan Baru di pindahkan ke Batam ^^
BATAMANIA September 15th, 2008, 11:31 AM hingga Des 2007 Populasi Batam 785.000 jiwa, dan saya lihat perdaduk memang sangat tidak efektif ^^
klo untuk menjadi megapolitan sih kedengarannya agak mustahil Jakarta, Singapura dan Hongkong aja blum bisa di katakan Megapolitan :)
tapi kedepan bukan tidak mungkin Batam akan sejajar dengan Surabaya :cheers: dan juga Mirip2 ama Johorlah :lol:
kalau nak mengejar pembangunan Kota Surabaya saya rasa 5-10 Tahun lagi juga bisa klo FTZ benar2 berjalan sesuai rencana, tapi kalau nak Jadi Megapolitan atau pun seperti Hongkong ataupun Singapura memang sangat sulit hans _____ :lol: :lol:
BATAMANIA September 15th, 2008, 11:34 AM Ini beberapa catatan aku tentang Batam. Di tahun 1990-an, Batam mendapat subsidi gila-gilaan dari Pemerintah Pusat dalam kemajuan infrastruktur nya. Jalan raya dan kelistrikan adalah suatu hal yang memang angkanya hanya membuat saudara-saudara tuanya iri di masa lalu. Hal ini tentu saja tidak didapatkan kota-kota manapun di Indonesia, bahkan pada era tahun 1990-an pembangunan infrastruktur yang gila-gilaan di Batam tu saingannya cuman Jakarta ma Surabaya (yang memang ladang investasi pemerintah pusat sedemikian rupa). Hang Nadim dan Pelabuhan Batu Ampar termasuk salah satu wujud hegemoni Orba yang tidak dapat disangkal lagi. Proyek penyediaan air tawar di Batam juga berada dalam level gila-gilaan walaupun tidak meningkatkan kualitas air PAM nya secara signifikan (karena dulu, aku termasuk keluarga yang mesti beli pompa air filter, dan gak boleh buat sumur, karena melanggar peraturan Otorita Batam, apalagi aku tinggal di Baloi waktu itu). Waduk / DAM / Reservoir di Batam tersebar di lokasi seperti Muka Kuning, Sei Harapan, Sei Ladi, Baloi, dan Duriangkang.
Tahun 1990-an awal, Batam sama sekali bukan perkampungan nelayan melainkan sudah merupakan kawasan industri yang diperhitungkan secara nasional. Muka Kuning itu sudah ada sejak zaman kapan tahun. Seingat aku, sudah ada stasiun TV seperti RCTI, SCTV, dan TPI yang mengudara di sana. Bahkan, Kanwil TELKOM Riau KEpulauan (yang nomor prefix 077x) juga dibuka tuh di Sekupang.
Yang aku ingat, stidaknya tahun 1998, penduduk Batam tercatat 250 ribu jiwa. Dan awal tahun 1990-an udah sampe 100 ribu jiwa kalau gak salah.
Banyak peraturan pemerintah pusat yang sangat mnguntungkan Batam di masa lalu, yang tujuannya tentu saja meningkatkan daya saing Batam dalam menghadapi Ledakan Ekonomi Singapura. Hmm, yang aku ingat.... Dulu semua penerbangan MERPATI NUSANTARA di Sumatra, HARUS diarahkan ke Pulau Batam. Dan waktu itu, secara serta merta Batam ditunjuk sebagai HUB penerbangan Sumatra, dan HUB Kargo untuk Asia Pasifik. Jadi walaupun gak ada kargo yang turun di Batam, pesawat tetap HARUS MAMPIR di Batam. Dengan dana yang berputar sedemikian, bisa dipastikan Batam akan maju dengan terkontrol.
Unit bisnis keluarga Suharto dan Klan Habibie juga diarahkan untuk masuk ke Batam. Dulu tahun 1990-an ada indikasi pemaksaan memang dalam kekuatan ekonomi Batam, akhirnya memang tragis, banyak toko yang baru buka terus tutup karena gak mampu bertahan dengan keadaan yang ada (terutama kecilnya populasi dan ledakan ekonomi yang terlalu dipaksakan).
Ohya, pendirian Pabrik di Muka Kuning, Kabil, dan Resort wisata di Nongsa itu jelas menjadi tempat untuk penyerapan tenaga kerja yang tinggi. Di Masa lalu, Pemerintah ORBA cukup pandai membatasi orang masuk Batam, karena akses efektif ke Pulau Batam waktu itu HANYA DENGAN PESAWAT. Semua orang juga tahu, kalau pake sistem ini. Penduduk yang masuk Batam sangat terseleksi dengan sedemikian rupa. Akses Mudah laut ke Batam, waktu itu cuman ke Riau Daratan, dan pulau2 di sekitar Kepri. Tahun 1990-an akhir baru mulai digagas PELNI Sekupang-Belawan, Sekupang-Mentok-Tj. Priok. Barulah saat itu terjadi ledakan penduduk di Batam , yang didominasi oleh orang2 yang tidak punya Background pendidikan bagus. Itulah yang terjadi sampe sekarang. Tahun 2001-2002, adalah era kritis dalam pengelolaan penduduk di Batam. Waktu itu, setiap kapal PELNI bersandar ada 2500 orang yang turun, tapi hanya ada 300-500 orang saja yang naik. Angka ini terjadi hampir setiap hari. Fakta ini mengkhawatirkan, yang membuat OB menerapkan peraturan ttg KTP Batam untuk eksklusifitas dalam memasuki Batam , ada yang mesti pake uang Jaminan. Itu khusus jalur laut (yang di Sekupang), untuk jalur udara syukurnya belum ada.'
Tahun 2002, penduduk Batam itu sempat 700 ribu jiwa. Tapi, kebijakan pembatasan pendatang waktu itu.. menjadikan penduduk Batam turun kembali ke 600-an ribu jiwa.
Ini beberapa catatanku tentang Batam. Selain regulasi2 yang menguntungkan, dan kedekatan geografis dengan Singapura. Dan ketersediaan infrastruktur (subsidi Pemerintah Pusat di masa lalu)... Itu menjadi faktor utama, kenapa Batam hari ini bisa seperti itu.
Batam mustahil jadi Megapolitan karena keterbatasan lahan. Dan kurangnya sumber air tawar. Singapura aja yang gitu canggihnya penghijauan masih beli air dari Johor dengan harga tahun 1960. Kalau Batam pakai air tanah itu lebih mustahil, karena kondisi lahan yang kritis. Hanya mungkin kalau pakai Air Tadah Hujan. Atau Beli air ke tetangga tuh di Pulau Bintan. Lagipula, berdasarkan masterplan Batam, yang boleh dibangun hanya 40% saja. Sekarang lihat GOOGLE EARTH berapa besar Batam yang sudah terbangun ;) ... Kayaknya sudah hampir 40% ;) ... Luas Batam hanya 415 km persegi. Sementara Rempang dan Galang masih belum dimanfaatkan secara efektif. Ya, kita lihat saja. Aku sendiri ragu kalau Batam bisa menembus 2 juta... Kalaupun bisa daya tahan lingkungannya pasti bakal hancur banget ...
awakni sepertinya anti sekali dengan pemerintah pusat _____:)
ya jelaslah kalau pemerintah ingin membangun kawasan industri yg berskala internasional mereka harus membangun infrastrukturnya dulu seperti membawa TELKOM masuk ke Batam, membangun Waduk, Jembatan, Bandara Udara beserta maskapai penerbangan seperti merpati dan juga pelabuhan jadi saya rasa tidak ada kata paksaan__:) gimana orang mau berinfestasi klo infrastrukturnya minim____:nuts:, contoh nya saja Dumai sama strategisnya dengan Batam malah daratannya menyatu dengan sumatra tapi infrastruktur disana kurang __:)
dan sayang cita cita pemerintah orba ingin membuat Singapura versi Indonesia belum kesampaian seiring, lengsernya Soeharto dan jadilah Batam ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya saat ini____:)
h-a-n-s September 16th, 2008, 06:19 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/image002.jpg
h-a-n-s September 16th, 2008, 10:00 AM Apartment yg akan di kembangkan di kawasan Batam centre ^^
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/Apart-Batam.jpg
sayaka September 19th, 2008, 12:45 AM NAGOYAnya batam tu kaya' apa sih?
kalo ada infonya donk, makasih.....
^____^
rilham2new September 21st, 2008, 09:20 PM awakni sepertinya anti sekali dengan pemerintah pusat _____:)
ya jelaslah kalau pemerintah ingin membangun kawasan industri yg berskala internasional mereka harus membangun infrastrukturnya dulu seperti membawa TELKOM masuk ke Batam, membangun Waduk, Jembatan, Bandara Udara beserta maskapai penerbangan seperti merpati dan juga pelabuhan jadi saya rasa tidak ada kata paksaan__:) gimana orang mau berinfestasi klo infrastrukturnya minim____:nuts:, contoh nya saja Dumai sama strategisnya dengan Batam malah daratannya menyatu dengan sumatra tapi infrastruktur disana kurang __:)
dan sayang cita cita pemerintah orba ingin membuat Singapura versi Indonesia belum kesampaian seiring, lengsernya Soeharto dan jadilah Batam ini dengan segala kelebihan dan kekurangannya saat ini____:)
Kalau sama pemerintah pusat itu kita gak boleh anti, tapi justru harus kritis, mereka kan dah 60 tahun lebih mencengkram kekayaan di daerah :) .... Kalau pemerintah daerah baru lah boleh agak angin2an sikit, SOalnya mereka kan baru dapat kuasa 10 tahun belakangan (apalagi di Riau, yang GUbernur hasil pemilihan anggota DPRD nya sempet dicoret sama DEPDAGRI karena tidak se-visi dengan Pusat ....).
Yang MERPATI itu memang ada PAKSAAN, lihat aja sekarang nasib BUMN itu seperti apa :tongue2: ... Airline lain yang berani buka rute se-ekstrem MERPATI di Tahun 1990-an itu siapa >???? Kayaknya cuman airline charter sebangsa SMAC. Rute penerbangan dari dan ke Batam itu di masa lalu memang gak menguntungkan (dan sering kosong, belum lagi harga tiket yang luar biasa mahal). Ditambah, paksaan MERPATI melayani rute Non-Profitable dan Perintis, yaa mampuslah airline nya .... Sekarang lihat aja nasib merpati, ini hasil amplifikasi kebijakan Pusat di masa lalu. Dan ketika MERPATI sekarat, siapa coba yang lepas tangan ?? (Semua solusi adalah solusi standar, cuman disuntik dana penyelamatan ).
Kalau memang paham soal DUMAI ,,, Nah itu dia, makanya jangan membandingkan ANAK BAYI YANG DISUAP dengan ANAK BAYI YANG BELAJAR MERANGKAK SAMBIL DITENDANG (Yaa, hampir semua Riau Daratan dan Kepri dulu kek gitu, kecuali Batam dan Bintan UTARA, Lagoi sekitarnya). Bedanya di Bintan infrastruktur di bangun investor. Kalau di Batam dibangun Pusat (tapi dikasih banyak PAKET STIMULASI). ...
rilham2new September 21st, 2008, 09:37 PM Untuk masalah keterbatasan lahan sangat bisa diatasi,kan masih ada rempang - galang, apalagi klo jembatan batam-bintan
jadi. selain itu saat ini pemda dan OB mulai menata kembali kawasan2 hunian dan memikirkan kembali konsep hunian
dengan pola pembangunan secara vertikal, yakni dengan membangun Rusunami dan Apartment2.
Untuk Masalah penduduk ya mungkin sajalah (singapura yang sekecil itu aja berpenduduk > 3 Juta)
oya nantinya selain batam, kepulauan riau pd tahun 2020 diprediksi akan terdapat Mega kawasan2 pertumbuhan
ekonomi baru di Bintan-Batam .berikut prediksi Kota2 baru tersebut,
1. Kota Batam (Kawasan Bisnis dan Perdagangan kelas Dunia) Bersaing maju bersama beijing,shanghai,dubai,dll)
2. Kota Tanjunguban ( menjelma menjadi kota Industri & Pelabuhan dengan pusat Industrinya berada di Lobam).
3. Kota Bintan Lagoi (Kawasan Pariwisata terbaik di Asia)
4. Kota Bandar Sri Bintan ( Kawasan Industri,Agro Bisnis dan Pariwisata )
5. Kota Tanjungpinang (Kawasan khusus Ibukota )
6. Kota Rempang ( Kawasan Agro Industri dan Pariwisata)
7. Kota Galang ( Kawasan Agro Industri dan Pariwisata)
Singapura berpenduduk hampir 4 juta, tapi mereka mampu beli listrik dan me-UTILISASI jaringan AIR nya, dan secara serta merta mempertahankan Areal Hijau (walaupun, kalau di lihat dari GOOGLE EARTH kritis banget kayaknya :lol: .. ) ..
Dan di sana ada MRT, Bus SMRT, dan moda transportasi yang efektif dan efisien. Sayangnya, kalau Jakarta saja susah bangun MRT bahkan buat Busway aja nangis darah. Apakah mungkin Batam membangunnya ?? Mungkin kalau berharap pada investor :cheers: ...
Pemukiman Pola Vertikal ya ?? :nuts: .. Mesti cepet2 tuh ,, hari ini 98% orang Batam masih tinggal di LANDED HOUSE, kalau lahannya seluas Pulau Bintan (1100 km persegi okelah ....). Soalnya luasan Batam adalah 415 km persegi. Plus REMPANG-GALANG-GALANG BARU, itu cuman sekitar 756 km persegi. Kalau udah keburu padat, bakal repot nantiya :).
Perlu dicatat Kota Padang juga punya luasan 700-an km persegi, Pekanbaru punya luasan 659 km persegi. AIr tanah nya masih bisa di-utilisasi. Karena masih banyak lahan kosong.
Lagoi, Bintan Utara kalau jadi Kota ... mesti bersitegang dulu kali sama CLUB MED RIA BINTAN, BANYAN TREE, mana mau lahan yang disewa dari ORBA selama 100 tahun itu, dipake gitu aja ...
Di Bintan yang mungkin jadi kota cuman Tanjung Pinang sama Tanjung Uban (inipun udah mepet banget ma Lobam Industrial Park).
Rempang-Galang itu targetnya tahun berapa ya .???? Kayaknya sejak Jembatan Barelang beroperasi hampir 10 tahun yang silam. Gak ada proyek mercusuar berarti di sana yaa .... :nuts:
novian September 22nd, 2008, 12:21 PM TEMPO Interaktif, Batam:
Untuk memperpendek rentang kandali antara pemerintah Kota Batam dan masyarakat di kawasan pinggiran yang umumnya tinggal pulau-pulau kecil, Badan Pekerja Pembentukan Kabupaten Rempang-Galang akan membentuk tim khusus mendata jumlah pulau di sana.
Penggagas ide ini, Alfan Suheiri kepada Tempo Newsroom menceritakan , latar belakang perlunya pemekaran Kodya Batam dan membentuk Kabupaten Rempang-Galang (RELANG) ini agar masyarakat kawasan pinggiran dan pelosok dapat menikmati pembangunan setelah terbentuknya Provinsi kepulauan Riau. ” Warga Rempang-Galang sulit ke Batam, selain jauh, juga warga di sana tergolong masih miskin,” kata Alfan.
Kelak Kabupaten baru ini mencakup Pulau Belakang Padang dan sekitarnya, Pulau Galang dan Sekitarnya, Pulau Rempang dan sekitarnya, serta Pulau Buluh dan sekitarnya. Saat ini pulau Buluh masuk wilayah Kecamatan Sei Beduk, padahal lebih dekat ke Belakang Padang. Ibukota sementara adalah Belakang Padang, sebuah kota Tua di Batam.
Pulau Rempang dan Galang sesuai Keputusan Presiden No.28/1992 masuk wilayah Kerja Otorita Batam, tapi sejauh ini Otorita Batam belum bisa berbuat banyak mengembangkan wilayah itu karena terbentur izin dari Menteri Kehutanan soal status lahan. Akibatnya, jembatan Batam-Rempang- Galang dan Galang Baru belum dimanfaatkan maksimal, karena investor belum berani berinvestasi di sana.
Rencana ini disambut baik warga Rempang dan Galang. ” Kami setuju ada kabupaten baru itu, sedap cakap,” kata Syam Ria Ajib, 54, yang mengaku belum tersentuh pembangunan meski Otorita Batam telah 34 tahun berdiri. Anggota DPR Daerah Batam, Jasarmen Purba juga mendukung. ” Saya siap menjadi bagian dari BP2KR ,” kata Jasarmen Purba bersemangat. Luas wilayah daratan Pulau Rempang dan Galang mencapai 280 kilometer persegi, tapi Pulau Bulan seluas 100 kilometer persegi akan masuk wilayah Kabupaten Rempang-Galang itu. Rumbadi Dalle
novian September 22nd, 2008, 12:37 PM KAWASAN-kawasan utama yang merupakan titik urat nadi perekonomian di Pulau Batam bakal dihubungkan dengan sarana tranportasi kabel alias Gondola atau Kereta Gantung. Mulai Batam Center, Nagoya, Sekupang sampai Batu Aji, semua tersambung dengan bentangan kabel di udara.
Wartawan Tribun Batam menulis, rencana ini merupakan kesepakatan Otorita Batam dan Pemerintah Kota Batam b untuk membangun infrastruktur pendukung special economic zone (SEZ), berupa skyvan-metrotrans Batam. Selain sebagai jalur transportasi publik, skyvan-metrotrans ini nantinya juga bisa digunakan untuk membantu mengembangkan dunia pariwisata di Kota Batam.
Pilihan penggunaan skyvan-metrotrans ini sangat logis dibanding membangun monorel yang relatif lebih tinggi tingkat investasinya. Khusus produk ini, pemerintah dan pihak swasta hanya cukup menghabiskan nilai investasi sebesar 40-60 miliar untuk 1 kilometer.
Nilai investasi tersebut diperkirakan bakal berada di titik untung setelah 5 tahun operasi, syaratnya harus mampu meraih penumpang 3.000 orang per jam dengan tarif Rp 5.000-Rp 7.000 per orang.
"Ini proyek infrastruktur yang sangat bagus, karena tidak hanya menunjang mobilitas penduduk, tapi juga bisa mendukung pariwisata Kota Batam," ujar Syamsul Bahrum, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam, Jumat (25/5).
Pembangunan jalur Nagoya-Batam Centre-Batuaji-Sekupang ini bakal memberi nilai positif yang cukup signifikan. Selain melengkapi transportasi metropolitan, langkah ini juga menunjang transportasi bebas polusi dan tidak menimbulkan masalah lingkungan.
Selain itu bisa meningkatkan sektor ekonomi dan pariwsisata, meningkatan citra daerah dan kawasan, kapasitas alat dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dapat melalui jalur yang tidak dapat ditembus dengan jalan raya serta jaringan tidak perlu membuka lahan.
Khusus yang terakhir, sistem transportasi skyvan-metrotrans hanya memerlukan tapak yang relatif kecil di tanah untuk menahan strukturnya. Penggunaan listrik juga terhitung efisien, yakni hanya 256 kWH dengan ketinggian 15-30 meter di atas permukaan tanah.
Beberapa pilihan yang akan menjadi alternatif bentuk skyvan-metrotrans antara lain jenis chairlift dan surface lift, detachable monocable gondola, funifel, 3S-ropeway, aerial jig-back dan aerial tramways.
Selain jalur yang menghubungkan empat kawasan tersebut, potensi kawasan lain yang akan dijadikan fokus adalah kawasan wisata Nongsa. Pasalnya, di tempat tersebut sudah terdapat peta yang jelas tentang fasilitas pariwisata seperti hutan, pantai dan mangrove. "Tempat tersebut memang sudah menjadi incaran, jadi kita akan segera mengadakan uji kelayakan dan selanjutnya diharapkan dalam waktu dekat bisa langsung membangun," tegas Syamsul, yang berharap fasilitas transportasi skyvan-metrotrans ini bisa menjadi ikon tersendiri bagi kota Batam nantinya.
Weis, asyik bener kalau rencana itu terwujud. Saya tidak perlu lagi kelilin pakai motor. Cukup pakai Gondola, seperti di Ancol, bisa sampai di Sekupang. Melihat Batam dari udara, asyiknya... (*)
novian September 22nd, 2008, 01:00 PM BATAM (Bisnis): PT Makmur Elok Graha (MEG), anak usaha Grup Artha Graha, akan melanjutkan proyek kawasan wisata terpadu ekslusif (KWTE) senilai US$15 miliar di Pulau Rempang, Kepulauan Riau.
Proyek yang sempat ramai dibincangkan pada pertengahan 2005 lalu itu telah memasuki penandatanganan nota kesepakatan antara Tommy Winata, bos Grup Artha Graha dengan Walikota Batam periode 2001-2005 Nyat Kadir, namun akhirnya terhambat karena faktor status hukum lahan di pulau itu.
Syamsul Bahrum, Asisten I bidang Ekonomi Pemkot Batam, mengatakan ada berbagai pertimbangan yang mendorong instansi itu untuk membahas kembali kelanjutan rencana proyek itu.
"Saat ini adalah momentum yang pas untuk melanjutkan lagi pembahasan proyek itu dengan PT MEG, soal status quo lahan di Rempang tidak lagi menjadi hambatan," ujarnya kepada Bisnis hari ini.
Pulau Rempang merupakan sebuah pulau kedua terbesar dalam gugusan kepulauan Batam-Rempang-Galang. Pulau seluas 165,83 km2 atau kurang lebih 16.500 hektar ini terletak 2,5 kilometer di sebelah tenggara pulau Batam yang dihubungkan oleh empat jembatan.
Upaya pengembangan kawasan wisata di kawasan itu pun kini mulai mengemuka ketika PT MEG bersama 46 investor asal Jepang dan Malaysia berencana membangun KWTE di Pulau Rempang dengan nilai investasi sebesar US$15 miliar selama 30 tahun.
Dalam proposal pengembangan tahap awal, proyek pengembangan KWTE Rempang itu akan menghabiskan investasi sebesar US$300 juta, jumlah ini akan terus meningkat dalam 30 tahun mendatang.
Proyek itu akan terbagi beberapa zona seperti zona central business district (CBD), pemukiman, apartemen, dan zona pariwisata. Dalam zona pariwisata akan dibangun sebuah kawasan wisata terpadu ekslusif yang terdiri dari resot, hotel, lapangan golf, sarana hiburan, dan marina.
Syamsul menegaskan pihaknya akan melakukan pembahasan ulang dengan pihak MEG menyangkut beberapa hal baru yang belum terakomodir dalam nota kesepakatan pada 2005 lalu.
"Ada banyak kebijakan baru di provinsi ini, mulai dari status special economic zone, hingga pergantian pemimpin Otorita dan Walikota Batam. Jadi akan ada penyesuaian," paparnya.
Menanggapi soal status quo lahan di kawasan Rempang dan Galang, dia menjamin tidak akan menjadi penghambat dalam melanjutkan kerjasama pembangunan KWTE dengan MEG ini.
Menurut dia, masalah ini harus mendapat perhatian dari pemerintah pusat karena calon investor yang berminat masuk dalam kawasan Rempang ini sangat tinggi. Tidak saja dari sektor pariwisata, tapi juga ada sektor agroindustri seperti perikanan dan peternakan, dan pengilangan minyak.
Beberapa perusahaan yang sudah memulai operasinya di Rempang adalah sebuah perusahaan pengilangan minyak senilai US$2 miliar, PT Batam Marikultur Estate yang dikelola oleh PT Batam Usaha Marikultur senilai US$2,8 juta, dan peternakan kambing ekspor senilai US$100 juta. (editor dj)
novian September 22nd, 2008, 01:17 PM Kamis, 18 September 2008 | 08:48:08
Harmonisasi di Menkum
BATAM - Ketua Tim Percepatan Free Trade Zone (FTZ) Kota Batam Syamsul Bahrum, mengatakan, saat ini Peraturan Pemerintah (PP) 63 Tahun 2003 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) Batam, sedang diharmonisasikan di Menteri Hukum (Menkum) dan Hak Azasi Manusia (HAM). Dalam waktu dekat, PP tersebut akan dicabut.
“Saya baru mengikuti rapat FTZ di Jakarta, Selasa (16/9). Info terbaru PP 63 sudah mau dicabut. Tapi, masih di Menteri Hukum dan HAM,” ujar Syamsul Bahrum kepada Batam Pos, kemarin.
Menurut dia, tak masalah jika Dewan Kawasan (DK) mengabaikan PP tersebut dalam melaksanakan FTZ. Karena dasar hukumnya sudah kuat, saat ini hanya tinggal substansinya saja.
Tetapi, jelasnya, agar tidak terjadi kekosongan hukum, setiap regulasi yang mengatur suatu objek hukum apabila akan direvisi atau diganti ,harus berkesinambungan dengan hukum yang lebih tinggi. Karena PP melibatkan pembahasaN antara departemen, setiap pasal harus dibahas terlebih dulu antar departemen yang terlibat.
“Kita usulkan secepat mungkin dicabut dan diganti dengan PP yang baru. PP tersebut dilaksanakan oleh Badan Pengusaaan Kawasan (BPK) termasuk Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan instansi vertikal,” kata Syamsul. (rob)
novian September 23rd, 2008, 03:41 PM http://farm4.static.flickr.com/3133/2881414899_4c1913b8ae.jpg?v=0
http://farm4.static.flickr.com/3234/2882251922_d25762ddbc.jpg?v=0
http://farm4.static.flickr.com/3140/2881416747_78f672dd27.jpg?v=0
novian September 24th, 2008, 01:35 PM Lucky Plaza (Pusat Penjualan Handphone)
http://farm4.static.flickr.com/3241/2884096771_b65384c292.jpg?v=0
Ampelio October 4th, 2008, 02:36 PM Denger2 Singapore mau segera buka Konjen (General Consulate) di Batam ya?
paradyto October 5th, 2008, 04:47 AM KAWASAN-kawasan utama yang merupakan titik urat nadi perekonomian di Pulau Batam bakal dihubungkan dengan sarana tranportasi kabel alias Gondola atau Kereta Gantung. Mulai Batam Center, Nagoya, Sekupang sampai Batu Aji, semua tersambung dengan bentangan kabel di udara.
Wartawan Tribun Batam menulis, rencana ini merupakan kesepakatan Otorita Batam dan Pemerintah Kota Batam b untuk membangun infrastruktur pendukung special economic zone (SEZ), berupa skyvan-metrotrans Batam. Selain sebagai jalur transportasi publik, skyvan-metrotrans ini nantinya juga bisa digunakan untuk membantu mengembangkan dunia pariwisata di Kota Batam.
Pilihan penggunaan skyvan-metrotrans ini sangat logis dibanding membangun monorel yang relatif lebih tinggi tingkat investasinya. Khusus produk ini, pemerintah dan pihak swasta hanya cukup menghabiskan nilai investasi sebesar 40-60 miliar untuk 1 kilometer.
Nilai investasi tersebut diperkirakan bakal berada di titik untung setelah 5 tahun operasi, syaratnya harus mampu meraih penumpang 3.000 orang per jam dengan tarif Rp 5.000-Rp 7.000 per orang.
"Ini proyek infrastruktur yang sangat bagus, karena tidak hanya menunjang mobilitas penduduk, tapi juga bisa mendukung pariwisata Kota Batam," ujar Syamsul Bahrum, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam, Jumat (25/5).
Pembangunan jalur Nagoya-Batam Centre-Batuaji-Sekupang ini bakal memberi nilai positif yang cukup signifikan. Selain melengkapi transportasi metropolitan, langkah ini juga menunjang transportasi bebas polusi dan tidak menimbulkan masalah lingkungan.
Selain itu bisa meningkatkan sektor ekonomi dan pariwsisata, meningkatan citra daerah dan kawasan, kapasitas alat dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dapat melalui jalur yang tidak dapat ditembus dengan jalan raya serta jaringan tidak perlu membuka lahan.
Khusus yang terakhir, sistem transportasi skyvan-metrotrans hanya memerlukan tapak yang relatif kecil di tanah untuk menahan strukturnya. Penggunaan listrik juga terhitung efisien, yakni hanya 256 kWH dengan ketinggian 15-30 meter di atas permukaan tanah.
Beberapa pilihan yang akan menjadi alternatif bentuk skyvan-metrotrans antara lain jenis chairlift dan surface lift, detachable monocable gondola, funifel, 3S-ropeway, aerial jig-back dan aerial tramways.
Selain jalur yang menghubungkan empat kawasan tersebut, potensi kawasan lain yang akan dijadikan fokus adalah kawasan wisata Nongsa. Pasalnya, di tempat tersebut sudah terdapat peta yang jelas tentang fasilitas pariwisata seperti hutan, pantai dan mangrove. "Tempat tersebut memang sudah menjadi incaran, jadi kita akan segera mengadakan uji kelayakan dan selanjutnya diharapkan dalam waktu dekat bisa langsung membangun," tegas Syamsul, yang berharap fasilitas transportasi skyvan-metrotrans ini bisa menjadi ikon tersendiri bagi kota Batam nantinya.
Weis, asyik bener kalau rencana itu terwujud. Saya tidak perlu lagi kelilin pakai motor. Cukup pakai Gondola, seperti di Ancol, bisa sampai di Sekupang. Melihat Batam dari udara, asyiknya... (*)
Nice info, thanx:)
DJ_Archuleta October 6th, 2008, 08:42 AM Singapore to open consulate general in Batam
Batam (ANTARA News) - The Singapore government plans to open a consulate general`s office in Batam in Riau Islands province in December, a Singaporean diplomat said.
"Batam in Riau Islands province is located near Singapore and therefore we deem it necessary to open a consulate general`s office there," the Singaporean diplomat, Raj Kumar, said here on Thursday.
He said the establishment of the consulate general in Batam was related to the implementation of a Special Economic Zone project in cooperation with Indonesia.
Raj Kumar said the opening of the consulate general in Batam was expected to strengthen the relations between the two countries, especially with Riau Islands province (Kepri).
He said preparations for the opening of the consulate general in Batam were now underway.
"We hope the office can be opened in December," Raj Kumar said when accompanying Singapore`s senior foreign minister in an Idul Fitri call on the governor of Riau Islands province.
He said the Singapore government wanted to implement the Special Economic Zone project in cooperation with Indonesia in the islands of Batam, Bintan and Karimun. (*)
DJ_Archuleta October 6th, 2008, 09:40 AM Current Batam Bay
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/batambay.gif
DJ_Archuleta October 8th, 2008, 02:23 PM Gubkepri: Tutup Pelabuhan Tikus
TANJUNGPINANG (BP)— Gubkepri Ismeth Abdullah menyatakan pelabuhan tikus atau pelabuhan rakyat untuk aktivitas penyelundupan harus ditutup sebelum kebijakan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun terlaksana. ”Itu harus ditutup. Tidak ada ampun bagi penyelundup," kata Ismeth, beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan, antisipasi terhadap permasalahan itu sudah dilakukan sebelum terbentuknya Dewan Kawasan (DK) FTZ.
”Anggota DK FTZ itu Danlantamal, Kapolda, serta Kanwil Bea dan Cukai," katanya.
Untuk mencegah aksi penyelundupan di kawasan FTZ, maka instansi terkait akan melakukan koordinasi secara rutin.
Ia mengatakan, barang-barang seperti otomotif, rokok, elektronik, minuman berakhohol, beras, gula, bahan kimia dari luar negeri yang diimpor ke wilayah FTZ harus melalui pelabuhan resmi.
BPK sudah menentukan beberapa titik pelabuhan di Batam, Bintan dan Karimun. ”BPK sudah menentukan beberapa titik pelabuhan barang FTZ. Jika barang tersebut masuk melalui pelabuhan tidak resmi, maka resikonya ditanggung sendiri," ujarnya.
Menurut dia, setiap importir harus memiliki gudang barang yang resmi untuk memudahkan pengawasan. Aparat keamanan sewaktu-waktu akan melakukan uji petik terhadap gudang tersebut untuk mencegah peredaran barang-barang tidak resmi dan meresahkan masyarakat.
”Gudang itu akan diperiksa secara rutin, jangan sampai gudang importir digunakan menyimpan narkoba dan senjata tidak resmi," katanya. (ant)
novian October 13th, 2008, 10:40 AM http://farm4.static.flickr.com/3233/2937662510_f2bd947904.jpg?v=0
http://farm4.static.flickr.com/3058/2936864969_c811489768.jpg?v=0
http://farm4.static.flickr.com/3160/2936864973_445dc5d18b.jpg?v=0
AceN October 14th, 2008, 05:43 PM ^^ itu maksudnya boulevard mau buat apa , sasarannya apa, dan tujuannya apa sih :?
DJ_Archuleta October 15th, 2008, 08:03 PM Hotel Laksana Inn Siap Beroperasi
Senin, 13 Oktober 2008
BATAM (BP) — Hotel Laksana Inn Nagoya, Batam akhir tahun 2008 ini akan beroperasi. Hotel kelas melati ini, memiliki fasilitas 40 kamar terdiri dari 8 standar, 16 superior, 14 de lux, dan 2 super delux. Sedangkan tarif yang ditawarkan mulai Rp120 ribu sampai Rp200 ribu per malam. ”Saat ini sedang finishing, mudah-mudahan cepat selesai dari waktu yang ditargetkan,” ujar Manajer Hotel Laksana Inn, Sudianto,dalam siaran pers yang dikirimnya kepada Batam Pos, belum lama ini.
Beberapa fasilitas lain terdapat dalam hotel ini, AC, water heater (pemanas air), travel, restoran, dan beberapa fasilitas lain. Selama ini, ujar Sudianto, orang yang berkunjung ke Batam baik wisatawan luar negeri maupun domestik dalam waktu relatif singkat, sering kali mencari hotel kelas melati.
”Karena itulah kita melihat celah bahwa hotel melati dengan fasilitas hotel berbintang, akan menjadi incaran tamu-tamu kunjungan singkat. Atau wisatawan yang ingin berhemat, namun pelayanan hotel yang tidak membuat kantong koyak,” ujar Sudianto. Ia yakin, hotel yang dipimpinnya itu menjadi salah satu hotel alternatif kunjungan tamu lantaran letaknya yang strategis yakni dekat dengan Nagoya Hill, pusat penjualan hand phone (HP) Lucky Plaza, sarana-sarana penyedia panti pijat/ reflexology, serta tempat-tempat hiburan lainnya. ”Hotelkan identik dengan fasiltas hiburan. Dari hotel kita cukup banyak tempat-tempat hiburan, yang ditempuh dengan jalan kaki,” ucapnya. (ash)
DJ_Archuleta October 15th, 2008, 08:07 PM Batam Berjaya Lagi
Jika PP 63 Dicabut
Kepala Bank Indonesia, Irwan Lubis mengatakan, perekonomian Batam lebih hidup dan bergairah jika Peraturan Pemerintah (PP) nomor 63 tahun 2003 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dihapus. Free Trade Zone (FTZ) atau Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas tak ada artinya jika PP tersebut masih berlaku.
'’Saya kira untuk membangkitkan kembali perekonomian Batam, pemerintah harus segeara mencabut PP 63. Apa artinya FTZ jika PP itu masih berlaku. Dari dulu, kawasan industri di Batam sudah diberikan insentif pajak.
Tanpa FTZ juga tak mempengaruhi kawasan industri. Jadi, FTZ ini istimewanya terasa jika PP 63 dicabut.
Sehingga barang elektronik, mobil, bebas pajak,” kata Irwan Lubis,di Kantor BI Batam Centre, Jumat (10/10).
Menurut dia, dulu, Batam memang menarik karena orang berkunjung ke Batam bisa membeli elektronik dan barang lainya karena murah dibandingkan daerah lain. Sehingga, kunjungan wisata ke Batam juga meningkat. Multiplier effect bebas pajak di Batam menolong perekonomian masyarakat yang berada di luar kawasan industri. Saat ini, perekonomian Batam masih digerakkan kawasan industri dan di luar kawasan industri seperti perbankan, jasa, perdangangan, pariwisata, dan jasa lainnya. ”Untuk mengembalikan kejayaan Batam
masa lalu, pemerintah harus segera mencabut PP itu,” imbuhnya.
Menurut Irwan, kemungkinan pemerintah masih menimbang kerugian akibat PP tersebut dicabut. Karena dua sumber pajak akan hilang begitu saja untuk pemasukan pemerintah. Sedangkan harapan pemerintah menutup hilangnya dua sumber pajak itu, dari pajak penghasilan belum tentu sebanding. ”Takutnya, saat PP 63 dicabut, pajak penghasilan yang diharapkan tak sebanding karena faktor investasi yang masih stagnan. Kecuali investasi asing banyak masuk ke Batam, sehingga menyerap banyak tenaga kerja. Dan pajak penghasilan juga pasti bertambah,” kata Irwan.
Sementara itu, Sekretaris FTZ Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), Jon Arizal, pihaknya sudah beberapa kali mengadakan rapat untuk menerbitkan PP pencabutan PP 63 tersebut. Pihak yang terkait dengan PP 63 yakni Bea dan Cukai (BC), masih melaksanakan tugasnya meskipun Undang-undang (UU) FTZ telah ke luar. ”Untuk pelaksanaan di lapangan, apakah pihak terkait masih menerapkan PP 63 tersebut adalah BC,” ujarnya.
Namun, menurut Edy Rustandi, seorang pengacara di Tanjungpinang yang juga Ketua Kadin Tanjungpinang, menyatakan, sejak diundangkan UU FTZ maka peraturan di bawahnya yang bertentangan dengan UU tersebut gugur dengan sendirinya.
Anggota DPR RI daerah pemilihan Kepri, Asman Abnur, dengan tegas menyebutkan, pihak legislatif di pusat telah menyetujui UU FTZ. Untuk pelaksanaannya, merupakan domain pemerintah.
Wakil Ketua Komisi 1 Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Batam, Supandi Arim MHum, menegaskan PP 63 jangan jadi penghambat bagi Dewan Kawasan (DK) melaksanakan FTZ Batam. Memang, PPN dan PPnBM berlaku seluruh Indonesia. Akan tetapi, PP 63 tersebut untuk Batam yang tadinya tidak diberlakukan, bisa diabaikan dengan hadirnya UU nomor 44 Tahun 2007 tentang FTZ BBK, dan PP 46 tahun 20007 tentang Perdagangan dan Pelabuhan Bebas Batam, dengan sendirinya Batam telah menjadi Special Economic Zone (SEZ).
”Apa artinya PP 46 tahun 2007 jika dihambat oleh PP 63 tahun 2003. Makanya, menurut pendapat saya PP 63 itu bisa diabaikan. Tapi, karena PP 63 tahun 2003 merupakan produk hukum, ya revisi sajalah. Supaya tidak terus menjadi dua pendapat yang berbeda. Namun, saya khawatir untuk melakukan revisi itu memakan waktu lama. Sehingga, kita kehilangan momentum,” ujarnya. ***
DJ_Archuleta October 15th, 2008, 08:12 PM FTZ Bisa Jadi Primadona Ekonomi Nasional
BATAM (BP) — Anggota DPR RI bidang Keuangan dan Perbankan, Harry Azhar Aziz, mengatakan, krisis keuangan yang melanda Amerika Serikat (AS), tidak terlalu berdampak terhadap Batam. Karena jumlah ekspor Batam ke negara tersebut cuma satu persen. Tetapi efek psikologis dari pristiwa tersebut berdampak terhadap perusahaan Batam yang memiliki portofolio di Jakarta dan AS.
”Efek krisis AS sangat kecil. Kecuali ada perusahaan Batam yang memiliki hubungan bursa di Jakarta. Akan terganggu cuma tiga sampai enam bulan saja,” kata Harry kepada Batam Pos, kemarin.
Kemudian, jelasnya, efek dari krisis tersebut cuma mempengaruhi kegiatan ekspor perusahaan di Batam.
Memang akibat krisis tersebut, bisa terjadi pengurangan investasi di sektor riil di Kepri. Tetapi, investasi langsung tanpa portofolio tidak mengalami masalah. Kecuali investasi tersebut melalui lembaga keuangan yang saat ini mengalami masalah likuiditas. ”FTZ di Batam tetap menarik di saat krisis melanda dunia. FTZ masih bisa menjadi primadona
pertumbuhan ekonomi nasional. Sebab, FTZ banyak memberikan insentif bagi kalangan dunia usaha,” katanya.
Jika investor itu melakukan perbandingan antara Batam dengan daerah lainnya soal investasi, di Batam masih tetap unggul. Jika dibandingkaan dengan Johor, mungkin kita masih kekurangan dan infrastruktur, dan net working. Dalam beberapa hal lain, buruh, fiskal, sudah hampir sama dengan Singapura dan Johor. ”Sekarang orang mencari bukan hanya biaya. Tetapi, jaringan dan masalah fasilitas lainnya,” katanya.
BATAMANIA October 17th, 2008, 01:12 PM KAWASAN-kawasan utama yang merupakan titik urat nadi perekonomian di Pulau Batam bakal dihubungkan dengan sarana tranportasi kabel alias Gondola atau Kereta Gantung. Mulai Batam Center, Nagoya, Sekupang sampai Batu Aji, semua tersambung dengan bentangan kabel di udara.
Wartawan Tribun Batam menulis, rencana ini merupakan kesepakatan Otorita Batam dan Pemerintah Kota Batam b untuk membangun infrastruktur pendukung special economic zone (SEZ), berupa skyvan-metrotrans Batam. Selain sebagai jalur transportasi publik, skyvan-metrotrans ini nantinya juga bisa digunakan untuk membantu mengembangkan dunia pariwisata di Kota Batam.
Pilihan penggunaan skyvan-metrotrans ini sangat logis dibanding membangun monorel yang relatif lebih tinggi tingkat investasinya. Khusus produk ini, pemerintah dan pihak swasta hanya cukup menghabiskan nilai investasi sebesar 40-60 miliar untuk 1 kilometer.
Nilai investasi tersebut diperkirakan bakal berada di titik untung setelah 5 tahun operasi, syaratnya harus mampu meraih penumpang 3.000 orang per jam dengan tarif Rp 5.000-Rp 7.000 per orang.
"Ini proyek infrastruktur yang sangat bagus, karena tidak hanya menunjang mobilitas penduduk, tapi juga bisa mendukung pariwisata Kota Batam," ujar Syamsul Bahrum, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam, Jumat (25/5).
Pembangunan jalur Nagoya-Batam Centre-Batuaji-Sekupang ini bakal memberi nilai positif yang cukup signifikan. Selain melengkapi transportasi metropolitan, langkah ini juga menunjang transportasi bebas polusi dan tidak menimbulkan masalah lingkungan.
Selain itu bisa meningkatkan sektor ekonomi dan pariwsisata, meningkatan citra daerah dan kawasan, kapasitas alat dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dapat melalui jalur yang tidak dapat ditembus dengan jalan raya serta jaringan tidak perlu membuka lahan.
Khusus yang terakhir, sistem transportasi skyvan-metrotrans hanya memerlukan tapak yang relatif kecil di tanah untuk menahan strukturnya. Penggunaan listrik juga terhitung efisien, yakni hanya 256 kWH dengan ketinggian 15-30 meter di atas permukaan tanah.
Beberapa pilihan yang akan menjadi alternatif bentuk skyvan-metrotrans antara lain jenis chairlift dan surface lift, detachable monocable gondola, funifel, 3S-ropeway, aerial jig-back dan aerial tramways.
Selain jalur yang menghubungkan empat kawasan tersebut, potensi kawasan lain yang akan dijadikan fokus adalah kawasan wisata Nongsa. Pasalnya, di tempat tersebut sudah terdapat peta yang jelas tentang fasilitas pariwisata seperti hutan, pantai dan mangrove. "Tempat tersebut memang sudah menjadi incaran, jadi kita akan segera mengadakan uji kelayakan dan selanjutnya diharapkan dalam waktu dekat bisa langsung membangun," tegas Syamsul, yang berharap fasilitas transportasi skyvan-metrotrans ini bisa menjadi ikon tersendiri bagi kota Batam nantinya.
Weis, asyik bener kalau rencana itu terwujud. Saya tidak perlu lagi kelilin pakai motor. Cukup pakai Gondola, seperti di Ancol, bisa sampai di Sekupang. Melihat Batam dari udara, asyiknya... (*)
moga aja proyek ini cepat terlaksana jangan cuma propose doank :)
Ampelio October 18th, 2008, 04:04 AM moga aja proyek ini cepat terlaksana jangan cuma propose doank :)
^^ibarat 3 kuda pacu Singapore, Johorbahru dan Batam... Singapore jauh didepan, JB gak mau ketinggalan genjot abis2an... nah ni dia Batam yg dah ketinggalan, jangan diperlambat lagi dengan birokrasi yg gak perlu.
AceN October 18th, 2008, 09:51 PM Bayfront View
http://www.airmasasri.com/file/project/bayview_residences01.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/bayview_residences02.jpg
r4d1ty4 October 19th, 2008, 01:57 PM JS Park View
http://www.airmasasri.com/file/project/bayview_residences01.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/bayview_residences02.jpg
JS Park = Ji Sung Park ??
:D:D:D:D
DJ_Archuleta October 19th, 2008, 01:57 PM ^^ weew gile dapet dari mana tuh proyek batamnya cen? gw setengah mati nyari proyek batam malah keduluan sama lo... :nuts:
OPTX October 20th, 2008, 07:06 AM ^^ Wrong name
It must be "Bayview Residence"
http://www.airmasasri.com/project_detail.php?tp=project&ktg=2&id=256&nohal=0
:)
AceN October 20th, 2008, 09:54 AM ^^ No, it is Bayfront View :D
BATAMANIA October 20th, 2008, 12:29 PM jd yang bener namanya apa .......
novian October 21st, 2008, 02:55 AM lokasinya dimana?
anno_malay October 21st, 2008, 03:15 AM wow..bayview keren...
MILLENIUM HOTEL?..cabang milleuium jakarta yach?...
sand7 October 21st, 2008, 03:30 AM Kebanyakan rencana, yg di bangun cuma ruko doank. Neh gw tambahin satu biar rame.....
Twin Tower Tertinggi Dibangun di Batam
Selasa, 21 Oktober 2008
BATAM (BP) - Tak lama lagi, di Batam Centre bakal dibangun mega tower dengan dua menara kembar atau twin tower. Bangunan ini, bakal menjadi bangunan tertinggi di Batam, sampai 42 lantai yang mengadospsi gaya bangunan di Dubai.
Asisten Ekbang Syamsul Bahrum mengatakan, saat ini, PT Federal Investindo tengah menyiapkan rancangan detilnya. ”Tak lama lagi, akan dibangun. Tepatnya didekat parkiran Megamal Batam Centre,” kata Syamsul.
Bangunan ini, akan dibuat terhubung dengan Mega Mall Batam Centre yang akan diisi dengan hotel, klub olahraga dalam ruangan, super mal, dan ballroom. “Akan dibangun di dalamnya indoor park sehingga menjadi satu sentra bisnis dan penginapan terpadu,” katanya.
PT Federal Investindo sendiri, adalah perusahaan yang memiliki dan mengelola Mega Mall Batam Centre. Rencana ini juga sudah mendapat ACC dari Pemko Batam dan tinggal menunggu detil rancang bangunan dan pelaksanaannya saja. (ary)
BATAMANIA October 24th, 2008, 08:00 AM sand7 <<--- id kloningan n kamu di malaysia yah ??
h-a-n-s October 25th, 2008, 09:37 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/image002-1.jpg
h-a-n-s October 25th, 2008, 09:38 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/CIMG4641.jpg
h-a-n-s October 25th, 2008, 10:05 AM Bayfront View
http://www.airmasasri.com/file/project/bayview_residences01.jpg
http://www.airmasasri.com/file/project/bayview_residences02.jpg
keren banget :cheers:
Kantor Pemasarannya terletak di lantai 2 Mega Mall batam Center
rencana di bangun 42 lantai 2 Tower dan lokasinya bersebrangan dengan gedung Sumatra Promosion center ^^
tapi saya sangsi apakah Pengembangnya berani membangun di tengah situasi ekonomi global yang makin memburuk ini :ohno:
DJ_Archuleta October 27th, 2008, 04:55 PM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/image002-1.jpg
great view.. kedepannya condo ini bisa menjadikan skyline batam lebih padat dan berisi :cheers:
DJ_Archuleta October 27th, 2008, 04:55 PM Govt should tidy Batam authority status soon
After years of uncertainty, the central government will clarify the status of the Batam Industrial Development Authority (BIDA) by the end of this year, Riau Islands Governor Ismeth Abdullah says.
Ismet said he had sent a letter to President Susilo Bambang Yudhoyono, requesting an acceleration of the announcement on the status of BIDA.
"The (president) will decide on BIDA's status soon, by the end of this year," he told The Jakarta Post recently.
If the clarification is announced, then probably all of BIDA's assets, employees and authority would be transferred to the newly established Regional Management Agency (BPK) of the Batam Special Economic Region, he added.
He had earlier said the transfer was expected to occur by the end of this month, but this deadline did not now seem practical.
The BIDA was set up in 1970 by the late former president Soeharto under a presidential decree to manage the development of Batam.
BIDA, however, presented problems on functional overlaps and parallel administration since the Riau Islands province was established under a 2002 law, creating uncertainty on the location of ultimate authority over matters concerning local businesses, exacerbating worries about over-complicated bureaucracy.
Ismeth, who led the BIDA from 1998 to 2006, said that once the final status of BIDA could be finally resolved, then there would be three separate agencies, one each in Batam, Bintan and Karimun; the three islands planned respectively to become free trade zones (FTZs).
The agencies in Bintan and Karimun will involve their respective regency administrations, while the agency for Batam will be entirely independent and will not involve the municipal administration, according to Ismeth.
"Batam is special so it needs an independent and larger agency to manage it," he said.
The establishment of the agencies on the three islands were expected to help boost the amount of investment in those regions to over US$5 billion during the next five years.
Batam municipality's assistant for administrative affairs Asyari Abbas said they had agreed with Ismet's decision to exclude Batam municipality from the new agency's management structure.
Indonesia and Singapore have have already signed in principle a deal for massive investment in the three islands, located some 30 minutes by ferry from Singapore.
However, Singapore businessmen remain reluctant to invest heavily in the islands until clarification of the uncertainties concerning the governance, administration and management of the free trade zones covering the three islands.
DJ_Archuleta October 27th, 2008, 05:08 PM Govt to end VAT, luxury tax and duties in FTZs
The government will soon abolish value-added tax (VAT), luxury tax and import duties on production goods in free trade zones (FTZs) in the Riau Islands province in a bid to stimulate businesses.
The provincial administration and the customs and excise directorate general have finalized a draft regulation that will eliminate these taxes and duties in these areas, according to Riau Islands governor Ismeth Abdullah.
The draft regulation, he said, would henceforth be based on the 2007 law on FTZs, which stipulates that no VAT, luxury tax or import duties on production goods are applied in FTZs.
"We (the administration), along with the customs and excise directorate general, just finalized the idea (of the draft regulation) this (Thursday) morning," Ismeth told The Jakarta Post recently.
Customs and excise director general Anwar Suprijadi would submit it within one to two days to Finance Minster Sri Mulyani Indrawati and to President Susilo Bambang Yudhoyono for approval, he said.
He said the draft regulation, when enacted, would automatically annul the 2003 government regulation on the imposition of VAT and luxury tax on industrial estates in the bonded zone of Batam Island - the province's biggest island.
He also said the draft regulation would instead help the central government generate more income from corporate income tax as the elimination of VAT and duty would stimulate more trade.
"I understand the draft regulation may seem to result in lower revenue from VAT, luxury tax and import duties," Ismeth said.
"However, we could collect bigger revenues from income tax generated from higher frequency of business activities as a result of the tax reductions," he added.
According to Ismeth, income tax revenue collected from companies in Batam Island alone reached Rp 1.7 trillion (US$171 million) in 2006 and nearly Rp 2 trillion in 2007.
The draft regulation will also designate particular seaports on Batam, Bintan and Karimun Islands -- the province's FTZs - to channel export and import activities.
"We'll cooperate with customs officials to record and control goods entering and going out through the future designated ports," he said, adding that each of the three islands were expected to have two ports.
The Indonesian Chamber of Commerce and Industry (Kadin) chairman, M. S. Hidayat, told the Post he welcomed the draft regulation as it would encourage businesses in the area.
h-a-n-s October 29th, 2008, 12:36 PM Senin, 27 Oktober 2008
Belasan investor dan pengusaha asal Jepang, Senin (27/10) sampai Rabu (29/10) ini direncanakan berkunjung ke kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK).
”Kunjungan pengusaha Jepang itu merupakan tindak lanjut promosi BBK oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, yang diadakan beberapa waktu lalu di Tokyo dan Osaka, Jepang,” kata Kepala Badan Penanaman dan Investasi Daerah (BPID) Kepri, Said Muhammad Taufik, kepada Batam Pos, Ahad (26/10).
Pengusaha tersebut adalah Assistant Director Investement Division Asean-Japan Mr Mitsutoshi Oriyama, Chairman Daiwa Kenkozai Co, Ltd (produksi besi bahan bangunan, gedung dan apartemen) Mr Susumu Takeda, Director Daiwa
Kenkozai Co, Ltd Mr Toshiharu Takeda, Manager JUKI Corp (Sewing Machines and Industrial Machineries) Mr Yukio Eguchi dan Mr Michiaki Suto.
Executive Officer & Director MYZOX Co, Ltd (Manufacturing of Line Laser & Surveying Equipment) Mr Osamu Kobayashi, Chief Strategy Officer & Director Accurate Inc (Mechanical Components) Mr Kenichi Sato, President CCS Co, Ltd (kontruksi) Mr Masahiro Chiba dan Presiden Director PT Taikhisha Indonesia Enggineering Mr Kazuo Kawanishi.
Project Officer, Investment Division ASEAN-JAPAN Centre Ms Harumi Gato, President Max-A Co, Ltd (travel) Mr Jyunichi Suzuki, Mizuho Corporate Bank Mr Takanori Niihama, Mr Hiroyuki Hibino dan Mr Hiroyuki Shirato, serta penerjemah Mr Yushihiro Irie.
Selain itu terdapat pengusaha yang bergerak dibidang informasi, seperti Bureau Chief The Nishinippon Shimbun Mr Kenya Shibita, jurnalis Jiji Press Mr Kenzo Matsuoka, jurnalis The Japan Maritime Daily Mr Nobuyuki Okuno, freelance jurnalis & Managing Director KM Inc Mr Ken Matsuda. Kunjungan pengusaha Jepang ini didampingi Sekretaris Utama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo Mr Toferry P Soetikno.
Berdasarkan penjelasan Taufik, Senin (27/10) pengusaha Jepang tersebut dari Singapura bertolak ke Kota Tanjungpinang dan melakukan pertemuan dengan Gubernur Kepri (Gubkepri) H Ismeth Abdullah, DPRD Kepri H Nur Syafriadi, Wali Kota (Wako) Tanjungpinang Hj Suryatati A Manan, Bupati Bintan H Ansar Ahmad, Ketua DPRD Bintan Dalmasri Syam, serta instansi terkait.
”Setelah berada lebih kurang satu hari di Tanjungpinang, investor tersebut menginap di kawasan wisata Lagoi. Besoknya (Selasa (28/10), red), mereka mengunjungi kawasan industri Lobam di Bintan. Usai mengunjungi Lobam, hari itu juga mereka menuju dan menginap di Batam,” ucap Taufik.
Dari Batam pula, sebut Taufik, Rabu (29/10) pengusaha Jepang itu menuju Karimun. ”Di Karimun itu, para investor berdialog dengan Bupati Karimun H Nurdin Basirun. Usai itu mereka kembali ke Singapura,” jelasnya. ***
h-a-n-s October 31st, 2008, 11:51 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/Singapore-Batam.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/I-can-see-Jembatan-Barelang-Batam.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/14265587.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/Johor-Singapore.jpg
DJ_Archuleta October 31st, 2008, 04:04 PM Kantor BI in Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/kantorBIBatam.jpg
DJ_Archuleta October 31st, 2008, 04:07 PM Arthit Loadout at McDermott's yard in Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/arthitloadoutinbatam.jpg
DJ_Archuleta November 2nd, 2008, 06:16 PM The distance between Batam and Singapore
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/batam_sing.jpg
DJ_Archuleta November 2nd, 2008, 06:18 PM Batam's main street in general
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/batamhutankota.jpg
@ night
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/batamatnight.jpg
DJ_Archuleta November 2nd, 2008, 07:25 PM PP 63 Pasti Dicabut Demi Kawasan Perdagangan Bebas
BATAM--MI: Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2003 tentang Perberlakuan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di Kawasan Berikat Daerah Industri Pulau Batam pasti dicabut demi pelaksanaan Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ), kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Anwar Supriadi.
"PP 63 dicabut, sekaligus peraturan lain yang bertentangan dengan UU FTZ," katanya seusai menghadiri Forum Kadin se-Sumatra di Batam, Sabtu (1/11).
Ia mengatakan Menteri Koordinator Perekonomian sedang mengatur pencabutan PP yang ditentang pengusaha Batam itu. Menurut dia, ada dua opsi pencabutan, yaitu dengan dua PP atau dengan satu PP. "Kami bertemu Gubernur Kepulauan Riau, kalau dua PP lebih lama lagi," katanya.
Namun, ia tidak menyebutkan kapan PP 63 dicabut. Selain mempersiapkan pencabutan PP 63 tahun 2003, pemerintah pusat juga membuat Rancangan PP baru yang mengatur pengawasan barang dari dan keluar Batam.
Dalam RPP tersebut, katanya, keterlibatan Bea Cukai dalam pelaksanaan FTZ diatur. "Pengertian FTZ di luar kepabeanan dalam rangka bebas bea masuk dan pajak impor," katanya.
RPP juga mengatur arus barang dari dan ke luar FTZ. "Kalau ada penyalahgunaan FTZ, bisa kena sanksi," katanya. Contoh penyalahgunaan FTZ, katanya melanjutkan, barang dari luar negeri tujuan Jakarta mampir ke Batam, tujuannya untuk menghindari bea pajak. "Kalau enforcement bisa kena sanksi," katanya.
Selain itu, arus barang antar Batam, Bintan dan Karimun juga diatur. Ia mengatakan tidak tahu kapan RPP itu resmi menjadi PP. "Kami hanya bertugas membuat draftnya saja," kata dia. (Ant/OL-03)
h-a-n-s November 3rd, 2008, 08:42 AM Harbour Bay Batam is a promising central business district with a very strategic location in Batam. This area has unique district advantages, perfect infrastructure facilities, rich land resources and vibrant business atmosphere.
The total construction area of Harbour Bay is some 200.000 square meters, of which 50% is office buildings and shop house, 25% are hotels, and 25% is commercial, service, entertainment facilities and International Ferry Terminal to Singapore and Malaysia. This multi-functional design will make the CBD full of activity 24 hours a day.
Present day at the location, 100 units of the office buildings and shop houses are sold , and a three star hotel has been build by Menteng Group Hotel (one of biggest company that operating several hotels in Indonesia) and The Harbour Bay International Ferry Terminal already operated since 2006.
Harbour Bay CBD is developed by Citra Buana Group one of the biggest local companies in Batam. The vision is to support Government Mission to establish Batam as one of Special Economic Zone district in Indonesia and also to create more income for Batam from the tourism. With more then 10 years experience in developed and manage property area and industrial park, Citra Buana Group believe that Harbour Bay will become the most valuable business location in Batam.
h-a-n-s November 3rd, 2008, 08:44 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/1.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/2.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/3.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/4.jpg
h-a-n-s November 3rd, 2008, 08:46 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/5.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/6.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/10.jpg
h-a-n-s November 3rd, 2008, 08:47 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/9.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/8.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/7.jpg
BATAMANIA November 4th, 2008, 03:55 AM Harbour Bay :okay:
itu 1 tower hotelnya 30 lantai dan 4 tower kondominium 26 lantai
makin keren aja pantai tanjung uma klo gedung ini jadi.....:banana:
BATAMANIA November 4th, 2008, 03:57 AM BATAM - Batam sepertinya masih menjadi daya tarik bagi warga luar daerah untuk mengadu nasib. Para pendatang baru biasanya memanfaatkan momen setelah Lebaran -saat arus balik- untuk ikut masuk ke wilayah tersebut.
Dari hasil pendataan Dinas Kependudukan Batam, setelah Lebaran, pendatang baru ke Batam mencapai 20.690 orang. Jumlah tersebut baru yang tercatat secara resmi. Yang tidak tercatat sangat mungkin lebih banyak. ''Penduduk Batam terus bertambah, terutama setelah Lebaran,'' ujar Kepala Bidang Pendaftaran dan Informasi Penduduk Dinas Kependudukan (Disduk) Kota Batam Erfan.
Erfan mengatakan, sampai 6 Oktober 2008, jumlah penduduk yang terdaftar di Batam 853.408 jiwa :nuts::bash:. Sedangkan pada September terdata 832.718 jiwa. Berdasar penghitungan Disduk, perempuan berjumlah 423.016 dan laki-laki 430.392. ''Jadi, di Batam, laki-laki yang paling banyak secara kuantitas walaupun perbedaannya dengan perempuan sedikit," jelasnya.
Dari data 6 Oktober tersebut, jumlah KTP nasional yang sudah selesai dicetak Disduk 170.761 jiwa dengan 88.505 laki-laki dan 82.256 perempuan. ''Sementara sisanya belum mempunyai KTP dan termasuk juga dalam proses pengurusan," kata Erfan.
Diakuinya, pertambahan penduduk yang tinggi di Batam tersebut masih tergolong wajar karena promosi Batam sebagai sentra pertumbuhan ekonomi di Indonesia sangat tinggi. ''Jadi, wajar penduduk bertambah terus di Batam," terangnya.
Mengenai minimnya jumlah warga Batam yang mempunyai KTP dan lamanya pengurusan KTP serta kartu keluarga, Erfan mengatakan pihaknya mengalami kendala operator yang minim serta peralatan yang tidak memadai. Selain itu, juga lamanya laporan dari masing-masing kantor camat yang ada di Batam. ''Kalau sudah sampai di kantor kita, paling lama kepengurusan KK lima hari, kendala serius dihadapi di tiap kantor camat," ungkapnya.
Dazon November 4th, 2008, 08:24 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/1.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/2.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/3.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/4.jpg
WOW.... akan kah proyek ini dibuat?
Nice hunting h-a-n-s
DJ_Archuleta November 4th, 2008, 05:09 PM Ketua DK Ditunggu Untuk Terapkan FTZ
Batam - Dibutuhkan keberanian Ketua Dewan Kawasan (DK), Ismeth Abdullah untuk menerapkan FTZ dan tidak melanggar PP 63 tahun 2003. Sebab PP 63 hanya berlaku untuk wilayah kepabeanan Indonesia, sementara titik FTZ sudah berada diluar area kepabeanan.
Wakil ketua Panitia Anggaran DPR RI, Dr Harry Azhar Azis menyatakan selain PP 63, keberadaan Bea Cukai juga tidak punya hak lagi untuk memungut pajak. Beacukai kata dia sudah dibawah DK dan harus tunduk dengan keputusan lembaga itu.
Pemerintah Indonesia melalui PP 63 tidak bisa lagi menginterpensi persoalan pajak, karena dalam hal ini, pemerintah pusat sudah diwakilkan kepada Dewan Kawasan.
"Begitu badan pengusahaan kawasan(BPK) dilantik, tinggal menjalankan. Gubernur Kepri, dalam hal ini Ketua DK Kepri, harus bertindak tegas karena wilayah FTZ merupakan wilayah dia," tegasnya.
Ditambahkan, UU FTZ tidak bisa diganggu PP 63 tahun 2003 karena wilayahnya sudah berbeda. Bahkan menurut Harry kalau konflik muncul karena UU FTZ dijalankan tanpa mencabut PP 63, akan menguntungkan DK dan PBK. Kalau sampai terjadi konflik dan diajukan ke Mahkamah Konstitusi, dia yakin, UU FTZ menang dan PP 63 gugur.
"PP 63 akan gugur di MA karena bertentangan dengan UU. Jadi sekarang, tinggal keberanian DK. DK juga tinggal beri intruksi ke Bea Cukai karena sudah menjadi anggotanya. Walau demikian, dia tetap mengingatkan agar Ismeth konsultasi dengan dewan kawasan nasional (DKN)," ungkapnya.
Kalau Ismeth sebagai Ketua DK hanya menunggu PP 63 dicabut, FTZ bisa terancam. Alasannya, kalau sampai lewat 2009 mendatang, FTZ tergantung siapa Presiden RI yang terpilih. Sekarang katanya masih di DepkumHAM. Artinya masih ada dua tahap lagi, yaitu Mensesneg sebelum ditangan presiden.
"Harus sekarang, dan jangan menunggu 2009. Kalau lewat Pemilu, FTZ dijalankan, akan semakin tidak jelas. Kalau JK-SBY bertahan, masih mungkin, tapi kalau Rini S, Menkeu, FTZ tamat," ungkapnya mengakhiri. (BN/mbb)
DJ_Archuleta November 4th, 2008, 05:20 PM PKP Tumbuhkan Kawasan Bisnis Baru
Bangun Ruko Purimas Batam Centre
BATAM - Setelah sukses membangun kawasan pertokoan di Puri Legenda Batam Centre dan pertokoan di Puri Loka Batam Centre yang banyak dijadikan tempat usaha, kini Putra Karyasindo Prakasa (PKP) sebagai salah satu pengembang ternama di Batam, kembali membangun ruko di row 30 kawasan Perumahan Purimas Batam Centre.
Diharapkan, 82 unit ruko yang akan dibangun di kawasan proyek seluas 7 hektare ini, akan menumbuhkan kawasan bisnis baru.
Pimpinan Proyek Purimas, Ramedhi, kepada Batam Pos, menyatakan, ruko yang akan dibangun tersebut telah dipasarkan. Bahkan, belum dibangun saja sudah ada yang menitipkan uang sebagai tanda keseriusan ingin memiliki ruko di kawasan ini. ”Rencana pembangunan akan dilakukan Agustus 2008 mendatang. Direncanakan, Mei 2009 mendatang sudah siap dan sudah mulai serah terima kunci,” ujarnya, di sela-sela pameran Gebyar PKP di Nagoya Hill, Kamis (24/7).
Marketing Manager PKP, Yansen Nagakarsa, juga menambahkan bahwa kawasan Batam Centre memang sudah pusat ekonomi di Batam karena sudah berdiri mal, terminal fery internasional, kawasan industri, dan banyak proyek perumahan yang dibangun PKP di kawasan ini. ”Kita sangat yakin sekali, dengan dibangunnya ruko Purimas akan mendorong pertumbuhan perekonomian Batam,” ujarnya.
Sebagai kawasan investasi emas, proyek pembangunan ruko di Purimas ini akan terus mengalami peningkatan. Sebab, setiap tujuah orang yang sudah memesan ruko tersebut, harganya naik 2,5 persen. Klasifikasi ruko yang dibangun yakni tipe 103 untuk dua lantai dan tipe 130 untuk 2,5 lantai. ”Harga jual dan cara pembayaran yang fleksibel merupakan daya tarik tersendiri bagi calon investor untuk mendapatkan ruko di kompleks Purimas,” ujarnya.
Fleksibilitas yang dimaksud, jika pembelian dilakukan dengan cash keras yakni dicicil enam kali akan mendapatkan diskon 15 persen dari daftar harga. Sedangkan cara pembayaran cash bertahap dengan mencicil 12 kali pembayaran, mendapatkan diskon 10 persen. Dan bagi investor yang ingin melalui kredit bank, dikenakan dana pangkal (DP) 10 persen. ”DP dapat diangsur enam kali. Konsumen yang membeli dengan kredit ini, mendapatkan diskon 20 persen,” terangnya.
Selain ruko, PKP juga melanjutkan pembangunan perumahan Purimas tahap kedua yang sama-sama diluncurkan Agustus 2008 mendatang bersamaan dengan peluncuran ruko.
Di kawasan Purimas ini, memeliki tiga sistem keamanan yakni pengamanan di pos pintu masuk dan dua pos pengamanan masing-masing satu di pintu masuk tahap pertama dan satu lagi di pintu masuk tahap dua. Pengamanan berlapis ini, katanya, proyek pembangunan Purimas secara cluster.
Pembangunan perumahan tahap kedua di Purimas, sebanyak 90 unit yang terdiri dari 60 unit tipe 81/132 satu lantai dan 30 unit 131/144 dua lantai.
Beberapa fasilitas yang ditawarkan kolam renang, club house, BBQ area, sitting area, play groud, sport area, utilitas dengan sistem jaringan bawah tanah, dan setiap rumah ada taman. ”Suatu konsep hunian yang serasi sebagai persembahan prestisius bagi warga Batam yang mengerti akan cita rasa kawasan berkelas,” ujarnya.
Kolam Renang Puri Loka 2
Sementara itu, PKP kembali melanjutkan pembangunan proyek Puri Loka di Sungai Panas yang diberi nama Perumahan Puri Loka 2. Salah satu nilai unggul perumahan ini, terdapat kolam renang. Bagi penghuni perumahan ini, fasilitas kolam renang ini bebas dipakai. Sedangkan bagi orang luar dikenakan bayaran Rp7 ribu untuk dewasan dan Rp5 ribu untuk anak-anak. ”Kolam renang ini ada yang dangkalnya 60 sentimeter dikasih sekat untuk anak-anak. Sedangkan yang dalam untuk orang dewasa,” Pimpro Perumahan Puri Loka 2 Tedy Anton melalui Marketing Perumahan Puri Loka 2 Akhdlor, kepada Batam Pos, di pameran Gebyar PKP, kemarin.
Perumahan di Puri Loka 2, ujar Akhdlor, termasuk kawasan komersil kaerna dekat dengan ruko serta dekat dengan pusat perbelanjaan dan kantor pemerintahan. Rumah yang dibangun di kawasan ini 199 unit dengan tipe 42/81 dua kamar dan 64/124 tiga kamar. ”Fasilitas umum lainnya juga ada seperti tempat bermain (family park) di blok E dan dekat kolam renang,” ujarnya.
Setiap rumah, masih dia, diberikan taman dan ditanami rumput. Luas proyek ini 2,8 hektare sudah ada yang dihuni dan sebagian lagi masih ada dalam tahap pembangunan. Bagi investor yang berminat membeli rumah di daerah ini, secara cash bertahap yakni dicicil 24 kali akan mendapat diskon tambahan. Sedangkan pembelian dengan cash keras yakni dicicil enam kali mendapat diskon 15 persen. ***
DJ_Archuleta November 4th, 2008, 05:37 PM Ekspor Kepri Naik 9,84 Persen
TANJUNGPINANG (BP) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri menyebutkan nilai ekspor dari provinsi tersebut pada Juli 2008 mencapai 684,48 juta dolar AS atau mengalami peningkatan 9,84 persen dibanding bulan sebelumnya. ”Jika dibanding dengan ekspor Juli 2007, ekspor pada Juli 2008 juga meningkat sebesar 19,33 persen. Itu terjadi karena meningkatnya ekspor komoditi migas sebesar 32,36 juta dolar AS dan komoditi nonmigas sebesar 78,53 juta dolar,” kata Kepala Bidang Statistik Distibusi BPS Kepri Mangaputua Gultom kepada pers di Tanjungpinang, Senin (3/11).
Peningkatan nilai ekspor pada Juli 2008 disebabkan meningkatnya ekspor dari komoditi migas sebesar 0,05 persen atau 0,02 juta dolar AS dan komoditi nonmigas sebesar 10,44 persen atau 61,30 juta dolar. Nilai ekspor Kepri terbesar pada Juli 2008 dilakukan melalui Pelabuhan Batu Ampar yaitu 327,13 juta dolar, disusul Pelabuhan Sekupang 143,99 juta dolar dan Pelabuhan Kabil atau Panau sebesar 85,12 juta dolar.
”Sebagian besar ekspor Kepri dilakukan melalui tiga pelabuhan itu,” kata Mangaputua.
Tujuan ekspor Provinsi Kepri selama Juli 2008 dengan nilai terbesar masih didominasi Singapura sebesar 385 dolar atau 56,33 persen dari total ekspor Juli 2008. Nilai ekspor ke Singapura mengalami peningkatan sebesar 8,09 persen dibanding Juni 2008. Ekspor kedua terbesar adalah Australia sebesar 50,15 juta dolar atau sebesar 7,33 persen dari total ekspor pada Juli 2008. Ekspor ke Australia mengalami penurunan sebesar 15,74 persen dibanding Juni 2008.
Disusul Vietnam sebagai negara tujuan ekspor terbesar ketiga dengan nilai sebesar 40,93 juta dolar Amerika atau 5,98 persen dari total Provinsi Kepri selama Juli 2008. Nilai ekspor ke Vietnam mengalami peningkatan sebesar 37,88 juta dolar dibanding Juni 2008.
Pangsa pasar tujuan utama ekspor Provinsi Kepri Juli 2008 yang juga cukup berperan adalah China, Jepang, Amerika Serikat, Malaysia, dan Perancis. Belanda dan Hongkong, masing-masing sebesar 39,76 juta dolar, 34,30 juta dolar, 31,46 juta dolar, 16,59 juta dolar, 12,58 juta dolar, 11,68 juta dolar dan 10,22 juta dolar. ”Ekspor pada Juli 2008 mengalami peningkatan sebesar 8,09 persen dibanding Juni 2008,” katanya. (ant)
DJ_Archuleta November 5th, 2008, 09:52 AM Personel Jangan Jadi Batu Sandungan FTZ, FTZ akan Dilaunching
TANJUNGPINANG (BP) — Sejumlah daerah di luar Batam, yang wilayahnya ditetapkan sebagai FTZ BBK isunya masih kesulitan mengisi personel Badan Pengusahaan Kawasan (BBK) di daerahnya. Seperti di Kabupaten Bintan, Tanjungpinang dan Tanjungbalai Karimun.
Tentang kesulitan ini diamini Gubernur Kepri Ismeth Abdulah, kemarin. ”Memang benar itu, saya sudah mendapatkan laporannya,” jawab Ismeth menanggapi Batam Pos, usai menyerahkan nota keuangan daerah 2009 di gedung DPRD Kepri kemarin.
Kendati begitu, masalah itu diharapkan tidak menjadi batu sandungan pelaksanaan FTZ nantinya. Ismeth memastikan pihaknya sudah mencarikan solusi untuk mengatasi keluhan daerah tersebut. Di antaranya dengan menempatkan sejumlah pegawai Pemprov mengisi personel BBK di daerah.
Ismeth juga memastikan akan segera memberikan asistensi, bimbingan dan pelatihan kepada personil BBK di daerah.
”Sebenarnya personel BBK itu tak perlu banyak. Yang penting bisa melaksanakan tugas dengan baik,” ujar Ismeth mengingatkan.
Soal anggaran operasional BBK, Ismeth mengatakan bisa saja awal pertama jalan didukung oleh APBD daerah masing-masing. Karena tugas utama BBK hanyalah melayani masuknya investor dan masalah perizinan.
Sedangkan terkait penyediaan infrastruktur pendukung, bisa melalui bantuan Pemprov Kepri dan Pemda tingkat II melalui dana APBD. Khususnya infrastruktur perhubungan seperti jalan, pelabuhan dan lainnya.
”Dalam waktu dekat FTZ akan dilaunching yang dibarengi dengan peresmian 10 proyek. Waktunya tinggal nunggu kesediaan Presiden saja,” ungkap Ismeth.
DJ_Archuleta November 5th, 2008, 10:10 AM Bayview Residences Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/bayview_residencesbatam.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/bayview_residencesbatam2.jpg
DJ_Archuleta November 5th, 2008, 10:11 AM Batam City Condominium
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/image002-1.jpg
DJ_Archuleta November 5th, 2008, 10:15 AM Graha Pena Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/GrahaPenaBatam.jpg
DJ_Archuleta November 5th, 2008, 10:29 AM Harbour Bay Batam, Integrated Modern Business Area
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/hb.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/HarbourBayBooklet.jpg
Harbour Bay Batam is a promising central business district with a very strategic location in Batam. This area has unique district advantages, perfect infrastructure facilities, rich land resources and vibrant business atmosphere.
The total construction area of Harbour Bay is some 200.000 square meters, of which 50% is office buildings and shop house, 25% are hotels, and 25% is commercial, service, entertainment facilities and International Ferry Terminal to Singapore and Malaysia. This multi-functional design will make the CBD full of activity 24 hours a day.
Present day at the location, 100 units of the office buildings and shop houses are sold , and a three star hotel has been build by Menteng Group Hotel (one of biggest company that operating several hotels in Indonesia) and The Harbour Bay International Ferry Terminal already operated since 2006.
Harbour Bay CBD is developed by Citra Buana Group one of the biggest local companies in Batam. The vision is to support Government Mission to establish Batam as one of Special Economic Zone district in Indonesia and also to create more income for Batam from the tourism. With more then 10 years experience in developed and manage property area and industrial park, Citra Buana Group believe that Harbour Bay will become the most valuable business location in Batam.
Bayerina Condominium @ Harbour Bay Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BayerinaCondominiumBatam-1.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BayerinaCondominumBatam2.jpg
The Rendering of Harbour Bay Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/HARBOURBAYBATAM.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/HARBOURBAYBATAM2.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BayerinaCondominumBatam3.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BayerinaCondominumBatam4.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BayerinaCondominumBatam5.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/HarbourBayBatamView.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/HarbourBayBatamView2.jpg
DJ_Archuleta November 5th, 2008, 10:31 AM Superblok Imperium Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/SuperblokImperiumBatam2.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/SUPERBLOKIMPERIUMBATAM.jpg
DJ_Archuleta November 5th, 2008, 10:34 AM Imperium Apartments Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/ImperiumApartmentsBatam.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/ImperiumApartmentsBatam2.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/ImperiumApartmentBatam.jpg
Cah_Bagus97 November 5th, 2008, 10:53 AM Batam keren banget
hampir ngejar Surabaya yah
DJ_Archuleta November 5th, 2008, 12:11 PM Batam keren banget
hampir ngejar Surabaya yah
dalam jangka waktu 1-2 tahun, gw yakin batam akan melampaui surabaya :)
DJ_Archuleta November 5th, 2008, 06:14 PM Batam Electronic Centre
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BatamElectronicCentre-1.jpg
h-a-n-s November 6th, 2008, 03:29 AM WOW.... akan kah proyek ini dibuat?
Nice hunting h-a-n-s
Ferry Terminal, Shop Hoouse, comercial area dan food courtnya telah ada, mall masih dalam tahap konstruksi, Hotel dan Condominiumnya mungkin akan segera di bangun awal 2009 ini :cheers:
h-a-n-s November 6th, 2008, 03:30 AM Harbour Bay Batam, Integrated Modern Business Area
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/hb.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/HarbourBayBooklet.jpg
Harbour Bay Batam is a promising central business district with a very strategic location in Batam. This area has unique district advantages, perfect infrastructure facilities, rich land resources and vibrant business atmosphere.
The total construction area of Harbour Bay is some 200.000 square meters, of which 50% is office buildings and shop house, 25% are hotels, and 25% is commercial, service, entertainment facilities and International Ferry Terminal to Singapore and Malaysia. This multi-functional design will make the CBD full of activity 24 hours a day.
Present day at the location, 100 units of the office buildings and shop houses are sold , and a three star hotel has been build by Menteng Group Hotel (one of biggest company that operating several hotels in Indonesia) and The Harbour Bay International Ferry Terminal already operated since 2006.
Harbour Bay CBD is developed by Citra Buana Group one of the biggest local companies in Batam. The vision is to support Government Mission to establish Batam as one of Special Economic Zone district in Indonesia and also to create more income for Batam from the tourism. With more then 10 years experience in developed and manage property area and industrial park, Citra Buana Group believe that Harbour Bay will become the most valuable business location in Batam.
Bayerina Condominium @ Harbour Bay Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BayerinaCondominiumBatam-1.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BayerinaCondominumBatam2.jpg
The Rendering of Harbour Bay Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/HARBOURBAYBATAM.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/HARBOURBAYBATAM2.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BayerinaCondominumBatam3.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BayerinaCondominumBatam4.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BayerinaCondominumBatam5.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/HarbourBayBatamView.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/HarbourBayBatamView2.jpg
mantap_____:banana:
h-a-n-s November 6th, 2008, 03:36 AM Batam keren banget
hampir ngejar Surabaya yah
Jika Surabaya kota kedua Terbesar di Indonesia, maka dalam 5 - 10 tahun ke depan Batam akan menjadi Kota kedua terpadat pencakar langitnya setelah Jakarta :cheers:, btw kemaren Menegpera Yusuf Asy'ari, Menakertrans Erman Suparno dan Men PU Djoko Kirmanto melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rusunawa dan Rusunami sebanyak 60 tower di batam center untuk tahap I, dari 320 tower keseluruhan yang akan di bangun di Batam. ^^
DJ_Archuleta November 6th, 2008, 02:43 PM Some Unknown Projects in Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/UnknownProjectsinBatam.jpg
yudz83 November 6th, 2008, 02:49 PM ^^
waahh..... top abiez
DJ_Archuleta November 6th, 2008, 06:00 PM Finally the time has come.. when the history just begun.. Batam, Bintan and Karimun, the Hong Kong version of Indonesia will be launched as Free Trade Zone this month by the Indonesian President, Susilo Bambang Yudhoyono :cheers:
Bulan Ini SBY Luncurkan FTZ
Kamis, 06 November 2008
Tak Ada Lagi Barang Kena Pajak
Babak baru investasi di Batam, Bintan, dan Karimun segera dimulai. Menurut Ketua Dewan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Ismeth Abdullah, pada bulan ini juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meluncurkan FTZ BBK.
’’Rencananya November ini launching. Tinggal menunggu penyesuaian jadwal dari Presiden saja,” kata Ismeth yang juga Gubernur Kepri kepada wartawan di sela acara peletakan batu pertama pembangunan 34 twin blok apartemen bersubsidi di Batam Centre, Rabu
(5/11).
Menurutnya, beberapa hal yang menghambat penerapan program tersebut, sudah berhasil diatasi. Termasuk mengenai alokasi anggaran yang akan digunakan oleh BP Kawasan. ’’Soal anggaran sudah dibicarakan dengan Menteri Keuangan. Intinya nggak ada masalah. Apalagi OB dan BP Kawasan itu kan di bawah Menteri Keuangan. Bagi pusat, yang terpenting itu kualitas SDM dan kesiapan pelayanan yang akan kita berikan kepada investor,” paparnya.
Ia mengatakan, peluncuran FTZ oleh SBY dilakukan di Batam. Pemilihan Batam sebagai kota peluncuran, lantaran secara historis Batam menjadi tempat dimulainya FTZ dengan ditandatanganinya nota kesepakatan kerja sama pembentukan zona ekonomi khusus beberapa waktu lalu.
Selain meluncurkan program percepatan pertumbuhan ekonomi BBK, Presiden juga punya agenda lain. Ia bakal meresmikan 10 pabrik baru di Kepri. ’’Nilai investasinya cukup bagus, sekitar 600 juta dolar Amerika Serikat,” kata Ismeth.
Menurutnya, 10 perusahaan yang diresmikan milik pemodal asing, salah satunya Jepang. Sektor yang digeluti meliputi, offshore, industri manufaktur dan sejenisnya. Ismeth mengatakan, masuknya sejumlah investasi di Kepri, tidak lepas dari upaya promosi yang dilakukan Dewan Kawasan ke berbagai negara.
Untuk mempromosikan BBK itu sendiri, Dewan Kawasan dibekali modal sebesar Rp2 miliar. ”Itu untuk bagian promosi saja,” tukasnya.
Tak Ada Lagi Barang Kena Pajak
Gubkepri yang ditanya perkembangan pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2003 tentang Permberlakuan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, mengatakan proses tersebut hampir rampung. ”Pembahasan oleh Dirjen Bea Cukai sudah selesai dan PP penggantinya hampir rampung,” ujarnya.
Menurut Ismeth, secara prinsip PP baru pengganti PP 63 Tahun 2003 mengisyaratkan seluruh barang konsumsi, seperti minuman beralkohol impor, mobil, rokok dan elektronik bisa masuk ke kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas, tanpa dikenai pajak. Kendati demikian, tidak berarti barang tersebut tidak diawasi. Pemerintah sendiri bahkan berencana memperketat masuknya barang-barang impor ke Batam dengan menerapkan batasan-batasan dalam jumlah tertentu.
”Kita juga tentu tidak ingin Batam dibanjiri minuman beralkohol. Mau jadi apa nanti,” katanya.
Selain mikol, pemerintah juga akan menekan jumlah kendaraan impor yang masuk ke Batam. Berapa banyaknya, akan disesuaikan dengan jumlah kendaraan yang sudah ada saat ini dan ruas jalan yang tersedia. Mengenai keutungan dan kerugian pemerintah dari pencabutan PP tersebut, Ismeth mengaku tergantung dari sudut mana melihatnya.
Dari sisi pemasukan terhadap kas negara, PP 63 memberikan kontribusi lumayan. Namun jika dilihat dari sisi ekonomi, keberadaan PP tersebut dikhawatirkan mempengaruhi daya beli masyarakat dan sangat membebankan pengusaha. ”Keuntungan dari pencabutan PP ini tidak bisa dilihat satu-dua bulan ke depan, tapi jangka panjang,” tukasnya.
Hilangannya penerimaan negara ini, sempat diperdebatkan Bea Cukai. Dengan kata lain, Batam ”ditantang mengembalikan” uang negara yang hilang dari pencabutan PP itu dengan memasukkan investasi sebanyak-banyaknya ke wilayah FTZ sebagai imbal balik.
Larangan Depdag Tak Berlaku
Dalam kesempatan sama, Ismeth menegaskan, rencana Departemen Perdagangan (Depdag) membatasi impor lima produk barang melalui Batam , tidak berlaku untuk Batam. ”Tidak, peraturan itu tidak akan berlaku di Batam,” tegas Gubkepri di sela-sela pelepasan JCH kloter I embarkasi Batam di Asrama Haji, kemarin (5/11).
Batam, kata Ismeth, sebagai salah satu kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ), akan sangat terbuka untuk masuknya barang-barang impor. ”Kecuali barang-barang yang memang dilarang untuk diimpor, seperti miras, senjata api dan sebagainya,” lanjut Ismeth.
Menurut Ismeth, sebagai kawasan FTZ, Batam juga akan berfungsi sebagai tempat pergudangan dan procesing barang-barang impor melalui pelabuhan dan bandara di Batam. ”Lalu barang-barang tersebut nantinya dikirim ke luar daerah lain,” terangnya.
Sekedar mengingatkan, Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Departemen Perdagangan (Depdag) berencana membatasi impor barang melalui Batam untuk lima produk, yakni makanan dan minuman, elektronika, garmen, permainan anak-anak, dan sepatu.
Kebijakan itu diberlakukan untuk menekan angka penyelundupan melalui Batam, di mana barang-barang tersebut menyebar ke daerah lainnya di Indonesia. Aturan ini rencananya akan ditetapkan pada pekan pertama November 2008.
Namun, kata Ismeth, saat ini proses penerapan FTZ sudah mulai berjalan meski masih dalam tahap pengurusan perizinan. Ia berharap, proses perizinan tersebut bisa lebih cepat dengan biaya operasional yang murah. ”Harapan saya proses lebih cepat dan jangan ada praktik-praktik pungli,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag), dan ESDM Ahmad Hijazi mengatakan, pengusaha Batam dan daerah yang termasuk dalam FTZ lain, tidak perlu cemas soal penetapan pembatasan pintu importasi. Pasalnya, perekonomian untuk daerah ini (Batam, Bintan, dan Karimun/BBK), sudah diatur dalam UU FTZ.
Sebaliknya, pembatasan pintu importasi hanya diatur dalam bentuk Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 44/M-DAG/PER/10/2008 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu tertanggal 31 Oktober 2008, yang secara hirarki hukum, berada di bawah udang-undang.
Bahasa gampangnya, kata Hijazi, barang yang masuk dari negara lain ke BBK, tidak digolongkan jenis impor. Sebab BBK, berdasarkan UU FTZ, bukanlah daerah yang dikategorikan daerah kena pajak atau pabeanan. Jika barang-barang yang masuk ke BBK ini lantas diperdagangkan ke daerah lain di Indonesia, barulah akan digolongkan impor dan akan dikenakan pajak. ”Secara hukum, kuat. Permen hanya mengatur yang di daerah pabeanan saja,” papar Hijazi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Permendag nomor 44/2008 itu menyebutkan, setiap impor produk tertentu hanya dapat dilakukan oleh importir terdaftar produk tertentu melalui Pelabuhan Laut Belawan di Medan, Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Emas di Semarang, Tanjung Perak di Surabaya, dan Soekarno Hatta di Makassar. Importasi juga dibuka untuk seluruh pelabuhan udara internasional.
Improtir yang ingin mengimpor lima produk yang diawasi pemerintah, diharuskan mengurus izinnya. Produk-produk yang terkena ketentuan tersebut adalah jenis produk elektronika, mainan anak-anak, pakaian jadi, alas kaki, serta produk makanan dan minuman.
Hijazi mengimbau agar pengusaha Batam tidak mengkhawatirkan hal ini. Namun begitu, katanya, sebaiknya Dewan Kawasan (DK) menegaskan lagi aturan ini agar tak membingungkan. ”Kalau tidak, buat apa ada DK,” katanya.
h-a-n-s November 8th, 2008, 09:48 AM Queen Victoria Apartment
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307558.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307559.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307560.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307561.jpg
h-a-n-s November 8th, 2008, 09:49 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307570.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307568.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307565.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307564.jpg
h-a-n-s November 8th, 2008, 09:52 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307577.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307576.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307575.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307573.jpg
novian November 9th, 2008, 04:36 AM Pertemuan Forum Kadin se-Sumatera (FKKS) yang diselenggarakan di Kota Batam ,dalam rangka memperkuat struktur kerja sama para pengusaha bagi terwujudnya kerja sama IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) sangat penting. Kerja sama sub-regional tri-lateral ini, akan memperkuat semangat kerja sama multi-lateral di 11 negara ASEAN (the spirit of ASEAN).
Pertemuan 11 Kadin Provinsi bagaikan merajut spirit Pan Sumatranism, suatu kolaborasi stratejik dalam rangka memperkuat perekonomian nasional. Bagi provinsi/kabupaten dan kota yang terletak di wilayah perbatasan, idealnya membuka diri dalam kerja sama sub-regional dan internasional dengan membangun synergic partnership.
Liberalisasi perdagangan di era perdagangan bebas tidak terelakkan melahirkan berbagai blok-blok perdagangan multilateral (EU, APEC, AFTA, NAFTA, dan lain-lain) maupun kerja sama intensif di tingkat tri-lateral (IMT-GT/IMS-GT) maupun bilateral (FTA-Singapura-Amerika, FTA-Thailand-Jepang, dan lain-lain). Bahkan, terakhir A Framework Agreement in the Economic Cooperations in the Islands of Batam, Bintan, and Karimun antara Pemerintah
Indonesia-Singapura. Regionalisasi kerja sama pembangunan dan ekonomi melahirkan berbagai blok-blok perdagangan. Merasa se-kawan dalam satu kawasan perbatasan dapat mengikat kerja sama antar negara serumpun (ASEAN). Konkrit kerja sama secara parsial-spasial ini, diimplementasikan pula melalui kerja sama sub-regional antar negara se-perbatasan (frontier states). Misalnya kerja sama melalui IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle), IMS-GT (Indonesia-Malaysia-Singapore Growth Triangle) dan Brunei-Malaysia-Philipina-Indonesia Economic Growth Area (BMPI-EGA).
Latar belakang membangun semangat Pan Sumatranisme, lebih terfokus pada penguatan kerja sama ekonomi antar provinsi se-Sumatera. Bentuk konkrit kerja sama ini diikuti dengan merajut kerja sama antar kota/ kabupaten dalam bentuk kebersamaan antar pemerintahan (G-to-G), transaksi dagang (B-to-B), dan hubungan sosial (C-to-C). Langkah strategis ini bisa diikuti dengan memadukan perencanaan pembangunan antar Provinsi se-Sumatera, koordinasi dalam pelaksanaan pembangunan, serta melakukan pengawasan termasuk melakukan monitor bersama akan lintas dampak setiap kebijaksanaan yang ada di masing-masing provinsi.
Semangat Pan Sumatranisme dalam kerangka NKRI ini perlu digalakkan di Pulau Sumatera (luas 425.000 km2) plus 4.500 lebih gugusan pulau-pulau di Kepulauan Riau, Riau, Bangka Belitung, Nias, dan pulau-pulau lain di Pesisir Sumatera. Serangkaian pertemuan 11 gubernur se-Sumatera di Batam, misalnya telah melahirkan suatu ide kerja sama se-Sumatera. Untuk mewujudkan kerja sama itu, telah dibentuk suatu perusahaan PT SPC (Sumatran Promotion Center). Kegiatan awal PT Sumatran Promotion Center (SPC) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Riau, Kepri, Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Otorita Batam (OB), menyelenggarakan Summex (Sumatran Expo) di Gedung SPC Batam yang diikuti Pemerintah Daerah se-Sumatera.
Kemudian, membangun sistem jaringan (regional-networking) yang berbasis teknologi informasi seperti Sumateran-online. Sistem super-koridor jaringan sibernetika yang menghubungkan antar Provinsi se-Sumatera. Hasil akhir adalah menjadikan pulau Sumatera sebagai Indo-Cyber-Island. Kerja sama ekonomi serantau dapat dikukuhkan pula dengan membangun KSO (kerja sama operasi) dalam menghubungkan pelabuhan-pelabuhan samudra/ regional/ lokal se Sumatera. Jaringan kerja sama Sumatran shippinglane misalnya, diwujudkan dengan menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar baik di pantai Barat/ Timur Sumatera seperti Teluk Bayur, Sei Duku-Pekanbaru, Buton, Dumai, Belawan, Batuampar, Sekupang, Kabil, Tanjunguban, Tanjungpinang, Tanjungbalai Karimun, dan lain-lain.
Pola-pola pengembangan kawasan ekonomi berbasis di darat dengan membangun jaringan Sumatran trans-land. Moda angkutan ekonomi antar provinsi berupa kereta api cepat Sumatran-trans-express-railways dan jalan toll-lintas Sumatera (Trans-Sumatran-highways) yang menghubungkan seluruh ibukota provinsi, kota-kota dagang, dan membuka aksessabilitas ke lokasi potensial dan strategis lainnya se Sumatera. Langkah stratejik lain adalah menyatukan jaringan transportasi udara ke dalam satu sistem penerbangan (rural-urban—international airlinks).
Perusahaan penerbangan dikelola oleh setiap Provinsi misalnya Riau Airline dikembangkan menjadi perusahaan yang dimiliki oleh 11 Provinsi. Maskapai penerbangan Sumatran Airlines, perlu dibentuk untuk melayani kota-kota se Sumatera. Kerja sama internal ini kemudian diikuti dengan kerjasama regional (IMT-GT). Melalui pertemuan Kadin ini, diharapkan adanya ide membuka penerbangan (pp) Batam-Hatchai (Thailand) dan Batam Pulau Pinang-Langkawi (Malaysia). Membuka jalur perdagangan kapal kargo dan pariwisata dengan kapal pesiar (Batam-Malaka-Puket) terutama memperkuat FTZ-Free Port Zone dan Visit Batam 2010. Insya Allah. ***
oweeyman November 9th, 2008, 05:26 AM klo projectnya bejibun kayak gitu, Batam kedepan bisa ngegeser Surabaya nih... ;)
novian November 9th, 2008, 06:11 AM http://www.bakrieland.com/images/stories/simple/landed/project/batam/batammaster.jpg
PERUMAHAN Batam Nirwana Residence di Tiban V Sekupang yang dihadirkan Bakrieland Development merupakan hunian yang berlokasi strategis.
Letaknya tersebut akan memberikan kenyaman, ketenangan dan sangat cocok sebagai tempat tinggal.
”Sama-sama kita ketahui, Tiban merupakan kawasan hunian yang terbilang ideal di Batam. Merupakan hunian yang asri dan memberikan kenyamanan kepada penghuninya. Di mana kawasan lindung seperti daerah hijau masih tertata di Tiban ini,” ucap General Manager Bakrieland Development, Tatang Sukmana didampingi Marketing Departement Bakrieland Development, Lastiliwarman kemarin kepada Batam Pos.
Sementara, Perumahan Batam Nirwana Residence sendiri, dikatakannya terletak di lokasi istimewa di Tiban V. Perumahan Batam Nirwana Residence bernuansa alami yang berada di pinggir pantai. ”Karena di pinggir pantai ini, Batam Nirwana Residence ber-view Singapura,” tambahnya.
Lokasinya yang istimewa ini, dikatakannya memberikan value yang menjadi keunggulan Perumahan Batam Nirwana Residence.
”Jadi, Perumahan Batam Nirwana Residence merupakan hunian yang memberikan kenyamanan kepada penghuninya,” tegasnya.
Penghuninya akan merasa segar saat bangun tidur menghirup udara yang bersih dari lingkungan asri perumahan itu. Mata berbinar dan hati nyaman saat membuka jendela, terlihat pemandangan pasir putih di bibir pantai dan riak kecil air laut. Difokuskan sedikit mata ke arah jejauhan terlihat pemandangan gedung-gedung tinggi Singapura.
Sementara mengenai unit rumah yang ada di Perumahan Batam Nirwana Residence, dikatakan Lastiliwarman yang familiar disapa Chici, ada enam tipe. Yakni, tipe 36, 38, 45, 47, 70 dan 120. ”Untuk tipe 38 dan 47 sudah terjual, jadi yang dipasarkan adalah tipe 36, 45, 70 dan 120. Arsitektur rumahnya elegan dan tren yakni berdesain minimalis,” ucap Tatang. (yah)
BATAMANIA November 9th, 2008, 01:37 PM Queen Victoria Apartment
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307558.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307559.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307560.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307561.jpg
wow keren abiez nih apartment :cheers: btw, kapan nih tower berikutnya di bangun
BATAMANIA November 9th, 2008, 01:39 PM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307570.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307568.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307565.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307564.jpg
saya suka warna kuning nya itu loh .....:banana:
=NaNdA= November 11th, 2008, 12:59 AM Bayview Residences Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/bayview_residencesbatam.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/bayview_residencesbatam2.jpg
ini keren bro... :shocked: :shocked:
DJ_Archuleta November 11th, 2008, 12:59 PM ^^ i can only agree more :)
DJ_Archuleta November 11th, 2008, 01:00 PM Dicari, Investor Terminal Berakit
Selasa, 11 November 2008
Komitmen mengembangkan kawasan wisata Pantai Trikora terus digenjot. Di antaranya dengan membuka akses berupa pembangunan feri terminal di Desa Berakit Kecamatan Teluk Bintan. Kawasan Trikora rencananya diperuntukkan untuk segmen wisatawan kelas menengah ke bawah.
Terminal Berakit dibangun untuk memudahkan para wisatawan luar negeri yang berkunjung ke Pantai Trikora. Karena tanpa ada terminal di sana, para wisatawan direpotkan dengan jarak tempuh perjalanan yang memakan waktu.
”Dengan terminal ini, dari Johor Malaysia hanya sekitar satu jam saja. Kalau lewat Tanjungpinang butuh tiga jam perjalanan,” imbuh Bupati Bintan Ansar Ahmad, kemarin.
Ansar juga mempersilakan kepada investor yang ingin berinvestasi membangunan pelabuhan Berakit. Sebelumnya, rencana terminal Berakit yang sangat strategis ini tidak direspon oleh Pemprov Kepri pada tahun 2008 silam. Alhasil, Pemkab terpaksa mencari modal dari pihak swasta. Ansar mengungkapkan total investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan terminal Brakit sekitar Rp14,5 miliar.
”Para investor yang ingin mengembangkan resort dan hotel di kawasan Trikora semuanya menunggu terminal ini,” ujar Ansar. ***
h-a-n-s November 12th, 2008, 05:22 AM BATAM (BP) — Permintaan pasar properti di Batam masih tinggi. Buktinya, Real Estate Indonesia (REI) Expo yang digelar di Batam, banyak pengembang berhasil memasarkan produknya. Apartemen Batam Centre Park di Batam Centre misalnya, bisa menjual sampai 50 unit selama lima hari pameran yang akan berakhir 18 November, di Nagoya Hill. Daya tarik, apartemen yang dibangun PT Dimas Pratama itu, membayar uang muka sebesar Rp2 juta sudah bisa memiliki rumah.
”Kita membangun dan menjual produk di saat kondisi yang tepat. Karena krisis, banyak perbankan yang menaikkan uang muka menjadi 30 persen dari harga jual. Sedangkan di Batam Centre Park, uang muka cukup Rp2 jutaan,” kata Seno Aji Nugroho, Project Officer Perumahan Batam Centre Park (BCP), kepada Batam Pos, kemarin (11/11), di kantornya.
Kelebihan apartemen yang disubsidi pemerintah itu di antaranya ada taman, lapangan olahraga, kolam renang, pertokoan, lembaga pendidikan. Jumlah unit bangunan yang akan dikerjakan untuk tahap pertama 280 unit. Sedangkan secara keseluruhan, jumlah bangunan tipe 21 dan 30 itu sebanyak 5.000 unit. Apartemen bersubsidi ini bisa ditempati 2009. Harga tipe 21 mulai Rp75 sampai Rp118 juta. Tipe 30 mulai dari Rp99 juta. Tipe 21 dibangun 2.758 unit dan tipe 30 2236 unit. Batam Centre Park dibangun di atas lahan 14 hektar untuk menjawab kebutuhan perumahan untuk pekerja di Batam, yang menginginkan perumahan murah.
h-a-n-s November 12th, 2008, 05:26 AM BATAM (BP) — Kadin Batam bersama Pusat Kajian Peradaban Melayu yang berpusat di Jakarta, mengadakan pertemua saudagar Melayu pada 2 sampai 3 Desember di Planet Holiday Batam. Pertemuan saudagar ini, diharapkan terbuka peluang pasar antar pelaku uaha. Sebab, pertemuan yang rencananya dibuka Wakil Presiden HM Jusuf Kalla itu, akan diikuti 12 negara dari rumpun Melayu.
”Kita ingin menjelaskan dulu, bahwa Melayu itu dalam arti luas. Suku Minang, Batak, Jawa, Bugis semuanya Melayu. Sebab, Melayu itu dari segi ras umumnya ras Melanesia yang tersebar di beberapa negara,” ujar Ketua Kadin Batam, Nada F Soraya, dalam keterangan persnya kepada Batam Pos di Kantor Kadin Batam, Selasa (11/11).
Sementara itu, Ir H Ronni Abdi MM, salah seorang pengusaha muda yang sudah memastikan diri mengikuti pertemuan itu, menyatakan, pertemuan ini bisa menimbulkan etrepreneur-entrepreneur baru. Sehingga, kiblat yang selama ini kepada ekonomi kapitalis, berangsur-angsur berubah menjadi ekonomi kerakyatan.
”Ini juga peluang bagi masyarakat Kepri, karena ini baik untuk generasi muda ke depan. Dengan keunggulan potensi daerah serta usaha kecil dan menengah, bisa dipertemukan pasarnya dalam pertemuan ini. Malaysia misalnya, sangat menyukai batik Indonesia. Pengusaha Melayu harus menangkap peluang ini,” ujarnya. (ash)
novian November 15th, 2008, 01:07 AM SMOE Bangun Pabrik Tahap II
Serap 1.200 Tenaga Terampil
Masa depan sektor fabrikasi, galangan kapal, pengeboran lepas pantai dan pembuatan perangkat pendukung migas, makin cerah. Pasarnya pun tak sebatas Asia, juga Eropa.
”Orang-orang Eropa itu nanti akan banyak yang beralih ke Batam. Soalnya, di sana sudah tidak kompetitif karena biaya, seperti lahan, pekerja, dan sebagainya sangat mahal,” kata Fadel Muhammad, Gubernur Gorontalo yang juga salah satu pendiri PT SMOE Indonesia, usai acara peresmian pembangunan pabrik tahap II oleh GubKepri Ismeth Abdullah di Kabil Industrial Estate, Nongsa, Jumat (14/11).
Menurut Fadel, alasan yang mendorong investor Eropa mengalihkan industrinya ke Asia, salah satunya akibat krisis global yang menerpa ekonomi dunia saat ini. Situasi sulit tersebut, memaksa para investor Eropa yang bergerak di sektor pembangunan kapal dan pembuatan perelatan pendukung pengeboran minyak lepas pantai untuk mencari peruntungan baru dengan membuka pabrikasi di Asia, termasuk Batam. ”Batam bakal mendapatkan keuntungan karena tenaga kerja yang dibutuhkan oleh sektor ini sangat banyak dan sebagian besar tenaga terampil,” tukasnya.
PT SMOE Indonesia yang berdiri di atas lahan seluas 30 hektare di kawasan Kabil sejak 2003 itu, mempekerjakan sedikitnya 1.500 orang dengan jumlah tenaga terampil mencapai 1.200 orang.
Perusahaan dengan total aset mencapai 50 juta dolar AS ini, baru saja mendapatkan sertifikasi keselamatan kerja sejuta jam tanpa kecelakaan. Bidang yang mereka tekuni, antara lain integrated production platforms, compression, water injection and power generation modules, wellhead and riser platforms, living quarters modules, onshore plant pre-assembled modules, jackets dan floating production storage and offloading (FPSO).
Alat-alat berat tersebut, sebagian di kirim ke Thailand, Hongkong, Vietnam, dan sejumlah negara di Asia lainnya. Fadel optimis, pasar paralatan yang diproduksi di PT SMOE Indonesia akan berkembang hingga ke Eropa. Sementara itu, Gubkepri Ismeth Abdullah juga tak kalah optimis. Ia yakin PT SMOE bakal memberikan kontribusi berarti bagi Kepri, terutama menjelang efektifnya kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas di Batam, Bintan dan Karimun. ”Ini aset kita bersama,” katanya usai peresmian. ***
novian November 15th, 2008, 01:25 AM Nilainya Rp20 Miliar
BATAM (BP) — Daya beli masyarakat Batam terhadap produk properti masih tinggi. Buktinya, selama pameran properti yang digelar DPD REI Batam di Nagoya Hill, jumlah perumahan yang terjual mencapai 200 unit. Sedangkan nilai transaksi menembus Rp20 miliar.
”Dengan melihat transaksi di pemeran, kita bisa menyimpulkan daya beli masyarakat masih bagus. Krisis keuangan global tidak mempengaruhi daya beli masyarakat membeli produk properti,” ujar Ketua Panitia Pelaksana REI Expo, Ivan Manurung, kepada Batam Pos, kemarin.
Nilai transaksi paling banyak terjadi di apartemen bersubsidi Batam Centre Park yang sudah terjual 100 unit. Tingginya minat masyarakat Batam terhadap perumahan itu, karena uang muka Rp2 juta sudah bisa memiliki rumah.
Ivan juga menyebutkan, Perumahan Sukajadi terjual 10 unit. Harga jual perumahan tersebut per unit mulai Rp600 juta. ”Waktu tersisa sekitar empat hari lagi. Kita yakin, transaksi Rp30 miliar sampai Rp40 miliar bisa tercapai,” imbuhnya. Menurutnya, kondisi keuangan yang tidak menentu sekarang ini, investasi di produk properti lebih aman dibanding pasar modal. Setiap tahun, harga perumahan selalu meningkat.
Ketua Real Estate Indonesia (REI) khusus Batam, Mulia Pamadi, mengatakan, hasil pantauan selama pameran animo pasar masih tinggi, tak seperti yang dikhawatirkan karena ada krisis keuangan global. (rob)
KRAFTY.LEICA November 16th, 2008, 07:43 AM eh eh update progress tentang
jodoh boulevard doong!
penasaran lah ma site ituuuu.
*also the updated pics aite? :)
atut November 17th, 2008, 06:45 AM klo projectnya bejibun kayak gitu, Batam kedepan bisa ngegeser Surabaya nih... ;)
betul project Batam bejibun dan berkembang terus... tapi penduduk Batam tidak mendukung, penduduknya tidak sebanyak project nya... penduduknya sedikit saja....
makanya kita bisa lihat banyak rumah kosong di Batam... lama2 jadi rusak rumah itu akhirnya dirobohkan lagi...
KRAFTY.LEICA November 17th, 2008, 10:47 AM betul project Batam bejibun dan berkembang terus... tapi penduduk Batam tidak mendukung, penduduknya tidak sebanyak project nya... penduduknya sedikit saja....
makanya kita bisa lihat banyak rumah kosong di Batam... lama2 jadi rusak rumah itu akhirnya dirobohkan lagi...
ha?
lha sjak kpn jumlah pnduduk suatu
daerah bisa nginfluence kadar pembangunannya?
ga ngaruh lah bos atut!
bisa dliat koq contoh konkritnya dari wajah
singapur yg sesedikit itu, sama indo yg semembludak ini.
*no offense. :)
Dazon November 18th, 2008, 12:28 PM http://www.bakrieland.com/images/stories/simple/landed/project/batam/batammaster.jpg
PERUMAHAN Batam Nirwana Residence di Tiban V Sekupang yang dihadirkan Bakrieland Development merupakan hunian yang berlokasi strategis.
Letaknya tersebut akan memberikan kenyaman, ketenangan dan sangat cocok sebagai tempat tinggal.
”Sama-sama kita ketahui, Tiban merupakan kawasan hunian yang terbilang ideal di Batam. Merupakan hunian yang asri dan memberikan kenyamanan kepada penghuninya. Di mana kawasan lindung seperti daerah hijau masih tertata di Tiban ini,” ucap General Manager Bakrieland Development, Tatang Sukmana didampingi Marketing Departement Bakrieland Development, Lastiliwarman kemarin kepada Batam Pos.
Sementara, Perumahan Batam Nirwana Residence sendiri, dikatakannya terletak di lokasi istimewa di Tiban V. Perumahan Batam Nirwana Residence bernuansa alami yang berada di pinggir pantai. ”Karena di pinggir pantai ini, Batam Nirwana Residence ber-view Singapura,” tambahnya.
Lokasinya yang istimewa ini, dikatakannya memberikan value yang menjadi keunggulan Perumahan Batam Nirwana Residence.
”Jadi, Perumahan Batam Nirwana Residence merupakan hunian yang memberikan kenyamanan kepada penghuninya,” tegasnya.
Penghuninya akan merasa segar saat bangun tidur menghirup udara yang bersih dari lingkungan asri perumahan itu. Mata berbinar dan hati nyaman saat membuka jendela, terlihat pemandangan pasir putih di bibir pantai dan riak kecil air laut. Difokuskan sedikit mata ke arah jejauhan terlihat pemandangan gedung-gedung tinggi Singapura.
Sementara mengenai unit rumah yang ada di Perumahan Batam Nirwana Residence, dikatakan Lastiliwarman yang familiar disapa Chici, ada enam tipe. Yakni, tipe 36, 38, 45, 47, 70 dan 120. ”Untuk tipe 38 dan 47 sudah terjual, jadi yang dipasarkan adalah tipe 36, 45, 70 dan 120. Arsitektur rumahnya elegan dan tren yakni berdesain minimalis,” ucap Tatang. (yah)
Wew
BNR = Batam Nirwana Residences?
BNR = Bogor Nirwana Residences?
BNR buka cabang di Batam??
Bakrie land?
Bogor Nirwana Residences?
Batam Nirwana Residences?
Bandar Lampung Project?
Bakrie suka dengan kota yang berawalan huruf B
gliazzurra November 18th, 2008, 06:18 PM ha?
lha sjak kpn jumlah pnduduk suatu
daerah bisa nginfluence kadar pembangunannya?
ga ngaruh lah bos atut!
bisa dliat koq contoh konkritnya dari wajah
singapur yg sesedikit itu, sama indo yg semembludak ini.
*no offense. :)
ya ngaruh lah, terutama untuk properti.. kalo penduduknya sedikit, otomatis demand untuk rumah lebih sedikit daripada kota yang penduduknya banyak..
it's all about demand.. singapur gitu2 penduduknya 4 juta org loh, blon termasuk penduduk tidak tetap yang tinggal di sana, terang aja demand untuk rumah nya tinggi..
KRAFTY.LEICA November 19th, 2008, 05:27 PM ya ngaruh lah, terutama untuk properti.. kalo penduduknya sedikit, otomatis demand untuk rumah lebih sedikit daripada kota yang penduduknya banyak..
it's all about demand.. singapur gitu2 penduduknya 4 juta org loh, blon termasuk penduduk tidak tetap yang tinggal di sana, terang aja demand untuk rumah nya tinggi..
hahah!
okay okay i forgot lah.
yeea u got rite!
tp mksd saya, bukan brarti kita mngharapkan
batam trus berkembang dalam hal pembangunan
seiring dengan membludaknya angka pnduduk di batam kan?
batam aja skrg uda hampir overloaded kan? :ohno:
DJ_Archuleta November 19th, 2008, 06:59 PM ^^ wilayah keseluruhan batam ga cuma di pulau batamnya tapi mencakupi sampai pulau rempang dan pulau galang yg belum di developed
h-a-n-s November 20th, 2008, 05:34 AM menurut dinas kependudukan kota Batam hingga Oktober 2008, penduduk Kota Batam udah mencapai 853.000 an jiwa dan dalam satu hari kedatangan di pintu masuk Hang Nadim 5000an orang, belum lagi yang datang melalui terminal ferry,,,^^ dan angka 853.000 an ini yang terdaftar loh :nuts:
novian November 21st, 2008, 09:29 AM googling td nemuin ini neh:
Queen Victoria Apartment (semasa di bangun)
http://www.golftrotter.com/old/jpg/z_idn_bat-newcity.jpg
DJ_Archuleta November 21st, 2008, 10:39 AM googling td nemuin ini neh:
Queen Victoria Apartment (semasa di bangun)
http://www.golftrotter.com/old/jpg/z_idn_bat-newcity.jpg
thanks for the update novian, looking forward to see update for other projects :)
DJ_Archuleta November 21st, 2008, 07:31 PM Bulan Ini SBY Luncurkan FTZ
Tak Ada Lagi Barang Kena Pajak
Babak baru investasi di Batam, Bintan, dan Karimun segera dimulai. Menurut Ketua Dewan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Ismeth Abdullah, pada bulan ini juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meluncurkan FTZ BBK.
’’Rencananya November ini launching. Tinggal menunggu penyesuaian jadwal dari Presiden saja,” kata Ismeth yang juga Gubernur Kepri kepada wartawan di sela acara peletakan batu pertama pembangunan 34 twin blok apartemen bersubsidi di Batam Centre, Rabu
(5/11).
Menurutnya, beberapa hal yang menghambat penerapan program tersebut, sudah berhasil diatasi. Termasuk mengenai alokasi anggaran yang akan digunakan oleh BP Kawasan. ’’Soal anggaran sudah dibicarakan dengan Menteri Keuangan. Intinya nggak ada masalah. Apalagi OB dan BP Kawasan itu kan di bawah Menteri Keuangan. Bagi pusat, yang terpenting itu kualitas SDM dan kesiapan pelayanan yang akan kita berikan kepada investor,” paparnya.
Ia mengatakan, peluncuran FTZ oleh SBY dilakukan di Batam. Pemilihan Batam sebagai kota peluncuran, lantaran secara historis Batam menjadi tempat dimulainya FTZ dengan ditandatanganinya nota kesepakatan kerja sama pembentukan zona ekonomi khusus beberapa waktu lalu.
Selain meluncurkan program percepatan pertumbuhan ekonomi BBK, Presiden juga punya agenda lain. Ia bakal meresmikan 10 pabrik baru di Kepri. ’’Nilai investasinya cukup bagus, sekitar 600 juta dolar Amerika Serikat,” kata Ismeth.
Menurutnya, 10 perusahaan yang diresmikan milik pemodal asing, salah satunya Jepang. Sektor yang digeluti meliputi, offshore, industri manufaktur dan sejenisnya. Ismeth mengatakan, masuknya sejumlah investasi di Kepri, tidak lepas dari upaya promosi yang dilakukan Dewan Kawasan ke berbagai negara.
Untuk mempromosikan BBK itu sendiri, Dewan Kawasan dibekali modal sebesar Rp2 miliar. ”Itu untuk bagian promosi saja,” tukasnya.
Tak Ada Lagi Barang Kena Pajak
Gubkepri yang ditanya perkembangan pencabutan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2003 tentang Permberlakuan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, mengatakan proses tersebut hampir rampung. ”Pembahasan oleh Dirjen Bea Cukai sudah selesai dan PP penggantinya hampir rampung,” ujarnya.
Menurut Ismeth, secara prinsip PP baru pengganti PP 63 Tahun 2003 mengisyaratkan seluruh barang konsumsi, seperti minuman beralkohol impor, mobil, rokok dan elektronik bisa masuk ke kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas, tanpa dikenai pajak. Kendati demikian, tidak berarti barang tersebut tidak diawasi. Pemerintah sendiri bahkan berencana memperketat masuknya barang-barang impor ke Batam dengan menerapkan batasan-batasan dalam jumlah tertentu.
”Kita juga tentu tidak ingin Batam dibanjiri minuman beralkohol. Mau jadi apa nanti,” katanya.
Selain mikol, pemerintah juga akan menekan jumlah kendaraan impor yang masuk ke Batam. Berapa banyaknya, akan disesuaikan dengan jumlah kendaraan yang sudah ada saat ini dan ruas jalan yang tersedia. Mengenai keutungan dan kerugian pemerintah dari pencabutan PP tersebut, Ismeth mengaku tergantung dari sudut mana melihatnya.
Dari sisi pemasukan terhadap kas negara, PP 63 memberikan kontribusi lumayan. Namun jika dilihat dari sisi ekonomi, keberadaan PP tersebut dikhawatirkan mempengaruhi daya beli masyarakat dan sangat membebankan pengusaha. ”Keuntungan dari pencabutan PP ini tidak bisa dilihat satu-dua bulan ke depan, tapi jangka panjang,” tukasnya.
Hilangannya penerimaan negara ini, sempat diperdebatkan Bea Cukai. Dengan kata lain, Batam ”ditantang mengembalikan” uang negara yang hilang dari pencabutan PP itu dengan memasukkan investasi sebanyak-banyaknya ke wilayah FTZ sebagai imbal balik.
Larangan Depdag Tak Berlaku
Dalam kesempatan sama, Ismeth menegaskan, rencana Departemen Perdagangan (Depdag) membatasi impor lima produk barang melalui Batam , tidak berlaku untuk Batam. ”Tidak, peraturan itu tidak akan berlaku di Batam,” tegas Gubkepri di sela-sela pelepasan JCH kloter I embarkasi Batam di Asrama Haji, kemarin (5/11).
Batam, kata Ismeth, sebagai salah satu kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ), akan sangat terbuka untuk masuknya barang-barang impor. ”Kecuali barang-barang yang memang dilarang untuk diimpor, seperti miras, senjata api dan sebagainya,” lanjut Ismeth.
Menurut Ismeth, sebagai kawasan FTZ, Batam juga akan berfungsi sebagai tempat pergudangan dan procesing barang-barang impor melalui pelabuhan dan bandara di Batam. ”Lalu barang-barang tersebut nantinya dikirim ke luar daerah lain,” terangnya.
Sekedar mengingatkan, Direktorat Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Departemen Perdagangan (Depdag) berencana membatasi impor barang melalui Batam untuk lima produk, yakni makanan dan minuman, elektronika, garmen, permainan anak-anak, dan sepatu.
Kebijakan itu diberlakukan untuk menekan angka penyelundupan melalui Batam, di mana barang-barang tersebut menyebar ke daerah lainnya di Indonesia. Aturan ini rencananya akan ditetapkan pada pekan pertama November 2008.
Namun, kata Ismeth, saat ini proses penerapan FTZ sudah mulai berjalan meski masih dalam tahap pengurusan perizinan. Ia berharap, proses perizinan tersebut bisa lebih cepat dengan biaya operasional yang murah. ”Harapan saya proses lebih cepat dan jangan ada praktik-praktik pungli,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag), dan ESDM Ahmad Hijazi mengatakan, pengusaha Batam dan daerah yang termasuk dalam FTZ lain, tidak perlu cemas soal penetapan pembatasan pintu importasi. Pasalnya, perekonomian untuk daerah ini (Batam, Bintan, dan Karimun/BBK), sudah diatur dalam UU FTZ.
Sebaliknya, pembatasan pintu importasi hanya diatur dalam bentuk Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 44/M-DAG/PER/10/2008 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu tertanggal 31 Oktober 2008, yang secara hirarki hukum, berada di bawah udang-undang.
Bahasa gampangnya, kata Hijazi, barang yang masuk dari negara lain ke BBK, tidak digolongkan jenis impor. Sebab BBK, berdasarkan UU FTZ, bukanlah daerah yang dikategorikan daerah kena pajak atau pabeanan. Jika barang-barang yang masuk ke BBK ini lantas diperdagangkan ke daerah lain di Indonesia, barulah akan digolongkan impor dan akan dikenakan pajak. ”Secara hukum, kuat. Permen hanya mengatur yang di daerah pabeanan saja,” papar Hijazi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Permendag nomor 44/2008 itu menyebutkan, setiap impor produk tertentu hanya dapat dilakukan oleh importir terdaftar produk tertentu melalui Pelabuhan Laut Belawan di Medan, Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Emas di Semarang, Tanjung Perak di Surabaya, dan Soekarno Hatta di Makassar. Importasi juga dibuka untuk seluruh pelabuhan udara internasional.
Improtir yang ingin mengimpor lima produk yang diawasi pemerintah, diharuskan mengurus izinnya. Produk-produk yang terkena ketentuan tersebut adalah jenis produk elektronika, mainan anak-anak, pakaian jadi, alas kaki, serta produk makanan dan minuman.
Hijazi mengimbau agar pengusaha Batam tidak mengkhawatirkan hal ini. Namun begitu, katanya, sebaiknya Dewan Kawasan (DK) menegaskan lagi aturan ini agar tak membingungkan. ”Kalau tidak, buat apa ada DK,” katanya.
gliazzurra November 21st, 2008, 07:57 PM ^^ mudah2an pengawasan nya ketat, kalo engga habis lah industri di sumatera karena produk impor ilegal via batam..
KRAFTY.LEICA November 22nd, 2008, 12:42 PM knp sepi nii?
apa uda g ada project yg proposed lg dbatam?
:) :)
novian November 22nd, 2008, 01:44 PM from Batam Pos:
Listrik Surplus, Jual ke Singapura.
Dongfang Hengkang, PT PLN Gaet CHEC
JAKARTA (BP)—Setelah sempat terkatung-katung akibat gagalnya Dongfang Electric Corporation memenuhi kontrak proyek PLTU Tanjungkasam, akhirnya PT TJK Power sebagai anak perusahaan PLN Batam memilih China Huadian Enggineering Co.Ltd (CHEC). Proyek senilai USD 181 juta yang dibangun dengan kredit pembiayaan dari China Exim Bank itu ditargetkan kelar awal 2011.
Harapannya, dengan beroperasinya PLTU Tanjungkasam maka listrik di Batam ada jaminan kelancaran pasokan energi listrik dan harga jual listrik dari PT PLN Batam pun bisa jauh lebih murah. Pasalnya, PLTU Tanjungkasam menggunakan batubara untuk menggerakkan pembangkit sehingga biayanya jauh lebih murah dibanding pembangkit yang menggunakan BBM dan gas yang harganya fluktuatif.
Untuk menggesa pembangunan PLTU Tanjungkasam, Jumat (21/11) sore dilakukan signing ceremony (penandatanganan) dua kesepakatan kontrak antara PT TJK Power dengan CHEC di Hotel JW Marriot, Jakarta. Dua kontrak yang ditandatangani adalah Engineering, Procurement and Construction (EPC) dan Long Term Supplier Credit Agreement.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Margamulia Arifin selaku Direktur Utama PT TJK Power dan CEO CHEC, Mr Li LInwei dengan disaksikan oleh atase perdagangan China di Jakarta, Fang Qiu Chen, Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM Jack Purwono, Direktur Pembangkit Jawa-Bali PT PLN Sapto Triyono dan Dirut PLN Batam Zainuddin.
Dirut PLN Batam Zainuddin menegaskan, Tanjungkasam akan menjadi baseload pasokan listrik di Batam. Meski saat ini Batam masih surplus energi hingga 80 megawatt, namun pasokannya berasal dari pembangkit lama yang menggunakan bahan baku solar.
Dengan beroperasinya Tanjungkasam pada 2011, sambung Zainuddin, maka surplus energi di Batam akan disalurkan juga ke Bintan melalui interkoneksi. “Bahkan di bussiness plan kami, kita akan jual juga ke Singapura,” sambungnya, usai penandatanganan kontrak.
Saat disinggung tentang harga jual listrik dari TJK Power yang hanya Rp 450/Kwh, Zainuddin mengatakan bahwa pihaknya belum mengajukan penawaran. “Kita belum menawar. Tentunya bisa lebih murah daripada Rp 450/Kwh,” tegasnya.
Yang pasti, Zainuddin menjamin dengan berperasinya Tanjungkasam akan membuat harga jual listrik PLN Batam jauh lebih murah. “Tentu kalau biaya produksi lebih rendah, harga jualnya juga lebih murah jadi tarif bisa kami turunkan,” ucapnya.
Selain itu, PLN Batam juga akan melakukan gasifikasi pada pembangkit yang masih menggunakan solar. PLN Batam akan mengunakan gas dari Natuna untuk pembangkit.
“Gas Natuna yang dialirkan ke Singapura akan kita tarik ke Tanjunguncang. Tidak terlalu jauh karena hanya 12 Km. Tetapi biaya investasi dan harga sampai di Tanjunguncang masih dihitung konsultan,” ujarnya yakin.
Bukan yang Pertama
Sementara, Mr Fang Qiu Chen yang hadir mewakili Duta Besar China mengatakan bahwa kerjasama PT TJK Power dan CHEC itu diyakini akan berjalan baik. Alasannya, keduanya adalah perusahaan yang memiliki reputasi bagus. Ini bukan yang pertama perusahaan China menggarap proyek PLTU di Indonesia karena sebelumnya CHEC sudah sukses membangun PLTU di Asahan, Sumatera Utara.
Sedangkan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Jack Purwono mengatakan, pemerintah telah lama menunggu realisasi proyek Tanjungkasam. (ara)
novian November 22nd, 2008, 01:47 PM Pencabutan PP 63 Tunggu RPP Pajak
Batam (BP) - Selain menunggu RPP Pengawasan Barang dari dan keluar FTZ terbit, pencabutan Peraturan Pemerintah No.63 tahun 2003 tentang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di kawasan berikat Pulau Batam menunggu penetapan Rencana PP tantang pajak.
”Dirjen Pajak juga sedang membuat RPP mengenai PPN BM, tunggu itu,” kata Direktur Jenderal Bea Cukai Departemen Keuangan Anwar Suprijadi saat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan TNI AL di Batam, Jumat.
RPP PPN BM antara lain mengatur pembebasan pajak di Kawasan Perdagangan Bebas Batam, Bintan dan Karimun (FTZ BBK). PP 63/2003 baru bisa dicabut sesudah ada peraturan pengganti. ”Itu wewenang pemerintah,” katanya.
Dirjen Bea Cukai hanya mengajukan RPP pengganti, dan saat ini RPP Pengawasan Barang Dari dan Keluar FTZ sudah diserahkan ke Menteri Keuangan.
Namun ia memastikan PP yang dinilai menghambat pelaksanaan FTZ itu pasti dicabut demi pelaksanaan Kawasan Perdagangan Bebas (FTZ). ”PP 63 dicabut, sekaligus peraturan lain yang bertentangan dengan UU FTZ,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Dewan FTZ BBK Ismeth Abdullah menyatakan PP63/2003 perlu dicabut demi pelaksanaan FTZ BBK. Mengenai pengenaan pajak, Ismeth yang juga Gubernur Kepulauan Riau itu memastikan semua barang yang masuk FTZ BBK bebas pajak, namun impor barang dibatasi.
”Tetap bebas pajak, tapi masuknya diatur,” kata Ketua Dewan Kawasan FTZ BBK, Ismeth Abdullah di Batam, Selasa lalu.
Ia mengatakan pembatasan impor dilakukan oleh Badan Pengusahaan masing-masing kawasan di BBK. Barang-barang yang impornya dibatasi antara lain minuman keras, rokok dan mobil. ”Mobil akan dibatasi, kalau tidak, jalanannya tidak cukup,” tambahnya. (why/ant)
DJ_Archuleta November 24th, 2008, 02:10 PM knp sepi nii?
apa uda g ada project yg proposed lg dbatam?
:) :)
emangnya china yg tiap hari ada aja project yg proposed ... :lol:
KRAFTY.LEICA November 25th, 2008, 08:12 PM emangnya china yg tiap hari ada aja project yg proposed ... :lol:
hahahh!
iyaa jugak sihhh.
tp paling g, seneng aja ngliat kl
ada rancangan pmbangunan lg di batam.
*wondering. :nuts: :lol:
fajarmuhasan November 26th, 2008, 10:27 AM Sebentar lagi china juga akan jenuh karena semua telah dibangun.....
Setelah itu indonesia...tiap jam propose project...
fajarmuhasan November 26th, 2008, 10:38 AM Jika Surabaya kota kedua Terbesar di Indonesia, maka dalam 5 - 10 tahun ke depan Batam akan menjadi Kota kedua terpadat pencakar langitnya setelah Jakarta :cheers:, btw kemaren Menegpera Yusuf Asy'ari, Menakertrans Erman Suparno dan Men PU Djoko Kirmanto melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rusunawa dan Rusunami sebanyak 60 tower di batam center untuk tahap I, dari 320 tower keseluruhan yang akan di bangun di Batam. ^^
Mudah mudahan akan dibangun juga stadion sepakbola yang bagus di Batam dan ada kesebelasan batam yg ikut liga super indonesia....
Akan afdol sbg kota metropolitan jika selain banyak gedung tinggi, jalan lebar dan mulus, juga ada stadion sepakbola sekelas old trafford atau adiknya lah.....(misal. stadion palaran samarinda)
DJ_Archuleta November 26th, 2008, 10:40 AM Sebentar lagi china juga akan jenuh karena semua telah dibangun.....
Setelah itu indonesia...tiap jam propose project...
yah mudah2an aja bisa begitu kalaupun mesti nunggu beberapa puluh tahun lagi ... :nuts:
DJ_Archuleta November 26th, 2008, 01:15 PM http://img485.imageshack.us/img485/5748/batamxo9.jpg
AceN November 26th, 2008, 04:47 PM ^^ wuih, mantap :okay: udah U/C smua tuh ?
DJ_Archuleta November 27th, 2008, 02:49 PM ^^ wuih, mantap :okay: udah U/C smua tuh ?
setau gw akan selesai dibangun pada tahun 2009 -2010, klo mau liat gambar lebih detail, coba ke page 18 :)
novian November 30th, 2008, 08:15 PM Grand Uway Bangun Condotel 11 Lantai di Batam
Kamis, 27 November 2008
BATAM, TRIBUN- Kedekatan Batam dengan Singapura benar-benar membawa berkah. Investasi terus bercucuran. Meskipun saat ini sedang krisis finansial global, dunia properti tetap bergeliat di Batam.
Tidak lama lagi, kawasan hunian all in one akan berdiri di kota industri ini. Namanya, Grand Quarter (GQ) yang dibangun PT Grand Uway Development. GQ merupakan sebuah kawasan mixed use development yang berdiri di atas lahan 15 hektare di kawasan Batam Centre.
Di atas lahan tersebut akan dibangun berbagai kebutuhan hidup manusia, mulai condotel, apartemen, waterpark, convention centre, shopping mall, dan tidak ketinggalan club house.
Seluruh fasilitas hidup nyaman tersebut akan dibangun menjadi satu kesatuan yang terintegrasi antara bisnis, lifestyle, leisure, dan entertainment.
Fetty Shinta Lestari selaku konsultan Ipower Partnership in Cummunications, PT Grand Uway tertarik membangun sebuah kawasan terpadu karena Batam sebagai kota yang serba menguntungkan.
Selain factor posisinya yang strategis juga kebijakan FTZ (free trade zone), ditambah pencanangan Visit Batam 2010. "Batam menjadi distinasi MICE berstandar internasional setelah Bali. Kota ini memiliki begitu besar potensi,"ujar Fetty
.
Sebagai langkah awal mewujudkan pembangunan GQ, PT Grand Uway Development telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Aston International Indonesia sebagai operator Condotel dan Convention Centre, Aston GQ Batam.
"Saya yakin Aston mempunyai perhitungan yang tepat sehingga tercipta kerjasama ini. Batam adalah kota bisnis dan industri yang sangat potensial. Jumlah pebisnis maupun pelancong yang hilir mudik setiap harinya sangat signifikan yaitu mencapai 3.000an orang. Jadi investasi disini pasti menguntungkan,"tambah Totonafo Lase, Chief Operating Officer Grand Quarter.
Condotel yang akan dibangun terdiri dari 11 lantai dengan 280 kamar. Condotel ini memiliki keunikan tersendiri karena berada satu komplek dengan fasilitas water park berstandar internasional. Ini merupakan kali pertama di Batam.
"Water park yagn berada di area Quater Xcitement ini akan dilengkapi berbagai wahana permainan terbaru. Saya percaya water park ini akan menjadi distinasi utama untuk family vacation,"jelas Toton.
Bagi masyarakat yang penasaran dengan proyek ini, bisa langsung berdiskusi dengan developer yang saat ini telah membuka kantor pemasan Grand Quarter di Kompleks Nagoya Gateway Blok F nomor 1-2, Jalan Raden Patah, Batam. Atau bisa juga datang langsung ke mini exhibition di Nagoya Hill yang bakal berlangsung pada 1-28 Desember mendatang. (Tribun/nix)
http://www.grandquarter.com/images/Bird-eye-View-edited-medium-1.gif
AceN December 1st, 2008, 08:28 PM ^^ uwihh...ga sabar liatnya terealisasi :drool: andai di Bintan / Batam ada Casino.... EDIT : no comment about the casino. Slalu menimbulkan perdebatan disini :(
Fahrudin08 December 4th, 2008, 03:11 AM ni saya ketemu gambar BCC yang terbaru di multiply
http://images.batamcity.multiply.com/image/5/photos/1/500x500/2/S7304025.JPG?et=NssIADbmUOvEAFV1MrGYRg&nmid=141066614
http://images.batamcity.multiply.com/image/2/photos/1/500x500/3/S7304010.JPG?et=5s5g9jy2csmvIooQj%2CLnDw&nmid=141066614
http://images.batamcity.multiply.com/image/2/photos/1/500x500/4/S7304012.JPG?et=feY7UVdOhqSQ5U9JlGkwxA&nmid=141066614
Proses pembangunan ini di saat krisis masih berjalan terus yah, moga moga berhasil dan menjadi kebangan batam
BATAMANIA December 4th, 2008, 10:58 AM http://images.batamcity.multiply.com/image/5/photos/1/500x500/2/S7304025.JPG?et=NssIADbmUOvEAFV1MrGYRg&nmid=141066614
http://images.batamcity.multiply.com/image/2/photos/1/500x500/3/S7304010.JPG?et=5s5g9jy2csmvIooQj%2CLnDw&nmid=141066614
http://images.batamcity.multiply.com/image/2/photos/1/500x500/4/S7304012.JPG?et=feY7UVdOhqSQ5U9JlGkwxA&nmid=141066614
TERUS MEMBANGUN DI TENGAH KRISIS
THANKS FOR UPDATE FAHRUDIN
:cheers:
=NaNdA= December 5th, 2008, 03:41 AM ^^ uwihh...ga sabar liatnya terealisasi :drool: andai di Bintan / Batam ada Casino.... EDIT : no comment about the casino. Slalu menimbulkan perdebatan disini :(
klo mnurut gw sih asal ada lokalisasi gpp..
daripada diem2 ga jelas, digrebek trus muncul lagi.. :nuts:
kaya Genting tuh.. :colgate:
dan Batam - Bintan kayanya cocok.. hehe..
novian December 5th, 2008, 03:49 AM klo mnurut gw sih asal ada lokalisasi gpp..
daripada diem2 ga jelas, digrebek trus muncul lagi.. :nuts:
kaya Genting tuh.. :colgate:
dan Batam - Bintan kayanya cocok.. hehe..
ya...itu pejabat2 d indonesia tuh pada munafik, padahal banyak investor yg tertarik. coba ambil positifnya aja dech, apalagi zaman krisis global finansial ky' gini, kan bisa nambahin devisa negara,blom lagi membuka peluang kerja.....dasar pemerintah.:bash:
AceN December 5th, 2008, 04:49 AM klo mnurut gw sih asal ada lokalisasi gpp..
daripada diem2 ga jelas, digrebek trus muncul lagi.. :nuts:
kaya Genting tuh.. :colgate:
dan Batam - Bintan kayanya cocok.. hehe..
ya...itu pejabat2 d indonesia tuh pada munafik, padahal banyak investor yg tertarik. coba ambil positifnya aja dech, apalagi zaman krisis global finansial ky' gini, kan bisa nambahin devisa negara,blom lagi membuka peluang kerja.....dasar pemerintah.:bash:
Ya kita mungkin minoritas kaum yang setuju. Tapi yang munafik bukan pejabat kita aja kok, tapi (maaf tanpa mendiskreditkan agama tertentu) masyarakat kita juga masih pada munafik...
yudz83 December 5th, 2008, 09:18 AM Ya kita mungkin minoritas kaum yang setuju. Tapi yang munafik bukan pejabat kita aja kok, tapi (maaf tanpa mendiskreditkan agama tertentu) masyarakat kita juga masih pada munafik...
sori.. sebelumnya.. tapi masyarakat kita itu yg munafik yang mana? bisa menilai munafik ngga nya darimana.. gw termasuk yg sangat ngga setuju judi ada di tanah air ini baik legal maupun ilegal.. jangan hanya karena beberapa gelintir org yg melakukan hal yg munafik.. terus mencap masyarakat kita munafik.. harap berhati2 berucap :) suwun
rilham2new December 5th, 2008, 12:16 PM ya...itu pejabat2 d indonesia tuh pada munafik, padahal banyak investor yg tertarik. coba ambil positifnya aja dech, apalagi zaman krisis global finansial ky' gini, kan bisa nambahin devisa negara,blom lagi membuka peluang kerja.....dasar pemerintah.:bash:
Batam merupakan Pulau dengan tingkat kriminalitas salah satu yang tertinggi di Indonesia. Kriminalitas di Batam berada pada tahap yang cukup serius (dipungkiri atau tidak), jangan lupa di Batam, "preman" dan "mafia" yang punya pistol "lumayan" banyak. Dan jangan lupa, pula kegiatan kejahatan professional dan perampokan siang hari dengan senjata api terjadi sangat sering... dalam setahun, bisa lebih dari 1 kasus !!! Di Pulau dengan penduduk 700 ribu jiwa ini ... Jakarta saja yang penduduknya 9 juta jiwa, kasusnya bisa dihitung dengan jari.
Bayangkan sebuah kasino berdiri di sebuah kawasan yang tingkat kriminalnya memang sudah tinggi (dan kebetulan banyak melibatkan senjata api). Dan bayangkan kepolisian kita yang semua serba a-se-se ....
Gak ada kasino aja, kasus gerbang Money Laundering dan penipuan Kartu kredit banyak terjadi di Batam. Apalagi ada kasino ??
Maaf , aku termasuk yang MENCOBA BERPIKIRAN LOGIS keberadaan kasino di Batam. Penegakan hukum masih lemah JANGAN PERNAH MIMPI MAU BANGUN KASINO (ditambah seramnya kasus kriminal senjata api yang sudah jadi image Batam ...).
AKU KEDENGARAN MUNAFIK ???? ATAU REALISTIS ??
Kalau kita punya unsur dan aparat penegak keamanan yang mantap (like Malaysia does), silahkan lah bangun Kasino ... Orang polisi nya aja masih model A-se-se kek gitu... AKU GAK MAU BERDEBAT SOAL INI ,,, AKU PRIBADI SANGAT YAKIN PEMBUKAAN KASINO SANGAT-SANGAT-SANGAT MEMBUTUHKAN SISTEM PENEGAKAN HUKUM YANG SOLID DAN TEGAS ...
rilham2new December 5th, 2008, 12:25 PM Ya kita mungkin minoritas kaum yang setuju. Tapi yang munafik bukan pejabat kita aja kok, tapi (maaf tanpa mendiskreditkan agama tertentu) masyarakat kita juga masih pada munafik...
Kontroversi PEmbangunan kasino di Batam itu memang dibumbui SARA, walaupun ada alasan kuat yang sangat-sangat-sangat MASUK AKAL, kenapa Batam sangat berbahaya untuk dijadikan tempat legalisasi perjudian ... Baca REPLY ku di atas.
Berlaku juga UNTUK SEMUA KAWASAN INDONESIA YANG KEPOLISIANNYA MASIH GAK BENER ...
AKu menentang perjudian terbatas bukan karena aku Muslim, tapi karena aku tahu betapa gawatnya dunia penegakan hukum di Indonesia yang tercinta ini ... Semua orang juga tahu penegakan hukum di negara2 yang punya Kasino itu seperti apa dan gimana ...
novian December 5th, 2008, 06:35 PM ya itu jg seh....., mental para aparat kita yg keparat....!!!,
tp seandainya iya pun kan bisa dibangun di pulau2 terpencil di sekitarnya......, masih banyak ko' pulau2 kosong yg bisa dikelola.
indonesiaku December 5th, 2008, 10:28 PM klo projectnya bejibun kayak gitu, Batam kedepan bisa ngegeser Surabaya nih... ;)
itu kalau Surabaya jalan di tempat dan tidak ada pembangunan sama sekali
yudz83 December 6th, 2008, 12:29 AM Kontroversi PEmbangunan kasino di Batam itu memang dibumbui SARA, walaupun ada alasan kuat yang sangat-sangat-sangat MASUK AKAL, kenapa Batam sangat berbahaya untuk dijadikan tempat legalisasi perjudian ... Baca REPLY ku di atas.
Berlaku juga UNTUK SEMUA KAWASAN INDONESIA YANG KEPOLISIANNYA MASIH GAK BENER ...
AKu menentang perjudian terbatas bukan karena aku Muslim, tapi karena aku tahu betapa gawatnya dunia penegakan hukum di Indonesia yang tercinta ini ... Semua orang juga tahu penegakan hukum di negara2 yang punya Kasino itu seperti apa dan gimana ...
kok gw agak tergelitik ya dgn kata2 "like malaysia does" hehe klo singapur mending, yang gw tahu klo kepolisian diraja malaysia tu sama bobroknya ma indonesia,, sama aja.. mereka disogok pun bisa.. ketilang di jalan kasih aja RM 50 beres gak perlu sidang.. pelaku kejahatan melayu diistimewakan.. kekerasan dll..so.. gw gak bs ambil kesimpulan negara yg punya kasino aparatnya selalu "bener"
tapi.. masalahnya kaya di genting itu.. bayar pajaknya ke pemerintah/kerajaan.. nah uangnya nanti didistribusikan ke gaji atau pembangunan dan org2 yg tidak ikt berjudi secara ngga langsung pun ikut menikmati that hot money.. masalah juga..
AceN December 6th, 2008, 12:29 PM Oke2..g ngerti kalo keberadaan judi ini memang secara prinsip hukum Sharia bertentangan.
Lupakan tentang di Batam / di Bintan. Let's say di Jakarta / Bali yang notabene tingkat kriminalitas nya lebih rendah dari di Batam & banyaknya turis asing yang berkunjung ke sana.
G yakin masih ga akan disetujuin juga. Pasti masyarakat sekitar juga ga akan ada yang mau judi ada di daerahnya.
Dulu, sbelum Sutanto naik jadi kapolri, ada gosip kalo anggaran kepolisian & tni banyak disokong ama salah satu grup yang nguasain judi di Jakarta. Hanya saja, waktu Sutanto naek grup nya distop. Skali lagi, ini cuma gosip yg g sendiri ga tau ke-validan data nya.
Suharto dulu tidak stuju judi, karena anaknya rusak gara-gara judi. Smua orang tau, waktu dulu Sigit di tebus Lim Soe Liong waktu ga bisa bayar gara2 kalah judi di Las Vegas :)
Sejauh yang g tau, banyak judi2 ilegal di Batam-Jakarta-Bali-Surabaya. Itu pusat2 judi ilegal yang slama ini beroperasi di Indo. G ga tau, skarang apakah masih beroperasi atau ngga. Yang pernah g baca dari pengakuan seseorang, 1 kasino ilegal di Jakarta yang hanya kecil-kecilan, itu omzetnya sehari bisa sampe 15-20 Milyar. Dan yang maen itu kebanyakan orang-orang keturunan. Bayangin, judi kecil-kecilan aja omzetnya udah segitu. Gimana kalo sekelas Macau ?
Sorry, disini g ga mo mempermasalahkan tentang orang keturunan atau bukan.
Kalau banyak yg bilang orang misikin gara2 judi, apa itu salah judi nya ?
banyak orang yg kehilangan duit gara2 pasar modal, apa itu salah pasar modalnya ?
Gini deh, g ga mo panjang lebar soal judi disini. Judi itu masalah yang sensitif, dimana notebene kalo ngomongin judi di Indonesia slalu ujung-ujungnya nyangkut ke masalah SARA. In a matter of bussiness, for me bussiness is bussiness. Susah kalo smuanya sudah dicampuradukkan jadi satu. Pasti ada aja yang kontra.
Dan g ga mau menyinggung teman-teman skalian yang emang berbeda agama dengan g.
G menghormati smua forumer disini, kalo ada yang merasa tersinggung, dengan sepenuh hati g minta maap kepada forumer yang merasa tersinggung :)
pendapat g masih sama tetang judi, dan terus terang sejak dulu memang belum pernah berubah
yudz83 December 6th, 2008, 12:57 PM Oke2..g ngerti kalo keberadaan judi ini memang secara prinsip hukum Sharia bertentangan.
Lupakan tentang di Batam / di Bintan. Let's say di Jakarta / Bali yang notabene tingkat kriminalitas nya lebih rendah dari di Batam & banyaknya turis asing yang berkunjung ke sana.
G yakin masih ga akan disetujuin juga. Pasti masyarakat sekitar juga ga akan ada yang mau judi ada di daerahnya.
Dulu, sbelum Sutanto naik jadi kapolri, ada gosip kalo anggaran kepolisian & tni banyak disokong ama salah satu grup yang nguasain judi di Jakarta. Hanya saja, waktu Sutanto naek grup nya distop. Skali lagi, ini cuma gosip yg g sendiri ga tau ke-validan data nya.
Suharto dulu tidak stuju judi, karena anaknya rusak gara-gara judi. Smua orang tau, waktu dulu Sigit di tebus Lim Soe Liong waktu ga bisa bayar gara2 kalah judi di Las Vegas :)
Sejauh yang g tau, banyak judi2 ilegal di Batam-Jakarta-Bali-Surabaya. Itu pusat2 judi ilegal yang slama ini beroperasi di Indo. G ga tau, skarang apakah masih beroperasi atau ngga. Yang pernah g baca dari pengakuan seseorang, 1 kasino ilegal di Jakarta yang hanya kecil-kecilan, itu omzetnya sehari bisa sampe 15-20 Milyar. Dan yang maen itu kebanyakan orang-orang keturunan. Bayangin, judi kecil-kecilan aja omzetnya udah segitu. Gimana kalo sekelas Macau ?
Sorry, disini g ga mo mempermasalahkan tentang orang keturunan atau bukan.
Kalau banyak yg bilang orang misikin gara2 judi, apa itu salah judi nya ?
banyak orang yg kehilangan duit gara2 pasar modal, apa itu salah pasar modalnya ?
Gini deh, g ga mo panjang lebar soal judi disini. Judi itu masalah yang sensitif, dimana notebene kalo ngomongin judi di Indonesia slalu ujung-ujungnya nyangkut ke masalah SARA. In a matter of bussiness, for me bussiness is bussiness. Susah kalo smuanya sudah dicampuradukkan jadi satu. Pasti ada aja yang kontra.
Dan g ga mau menyinggung teman-teman skalian yang emang berbeda agama dengan g.
G menghormati smua forumer disini, kalo ada yang merasa tersinggung, dengan sepenuh hati g minta maap kepada forumer yang merasa tersinggung :)
pendapat g masih sama tetang judi, dan terus terang sejak dulu memang belum pernah berubah
he2 btw its okay,no problemo ttg pendapatmu ttg judi.. its free to argue..tapi pernyataan masyarakat kita munafik itu yg bikin gw mo ga mau berkomentar dan bertanya tanya.. gw kan masyarakat.. ato entah kamsudnya masyarakat yg mana gw juga ga tahu :)
kalo ttg judi, ya kita paham lah.. kita satu bangsa pasti berasal dr latar yg berbeda2.. lo punya pendapat, gw juga punya pendapat.. pendapat lo masih sama ttg itu ya gw juga sama ttg itu..
laba-laba December 6th, 2008, 03:01 PM judi...
kalau di hubungkan dengan AGAMA, sudah dapat dipastikan semua agama didunia ini PASTI melarang BERJUDI.
Kalau disini ada yang menganggap judi itu tidak "haram", sudah dapat dipastikan bahwa dia mewakili dirinya sendir, bukan agama yang dia anut.
Maap kalau ada yang tersungging...
melly December 6th, 2008, 04:21 PM Untuk pengamat dan peminat Property ada baiknya mengunjungi http://karyaiki.blogspot.com/ semoga bisa menjadi acuan buat anda
Melly (http://karyaiki.blogspot.com/)
KRAFTY.LEICA December 21st, 2008, 07:06 AM another batam project pleaseeee. :cheers: :cheers:
novian December 24th, 2008, 10:41 AM Telan Dana Rp 36 Triliun:nuts:
http://tribunbatam.co.id/images/stories/photoberita/market/2008/Desember/m.18.1.jpg
BATAM, TRIBUN- Cukup lama rencana pembangunan mega proyek multiyears di provinsi Kepri, Jembatan Batam-Bintan (Babin) tidak terdengar rimbanya. Tak heran banyak orang menganggapnya hanya dreaming alias impian. Kenyataannya tidak, proyek itu semakin pasti karena sudah masuk dalam agenda pembangunan infrastruktur free trade zone (FTZ) Babin.
Bahkan mega proyek itu sudah masuk dalam rencangan tata ruang dan wilayah (RTRW) FTZ Batam dan Bintan yang akan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres).
Syamsul Bahrum, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam kepada Tribun, Rabu (17/12) mengatakan detailed engineering design (DED) sudah dibuat oleh Badan Pengusahaan (BP) Kawasan dan telah dibentuk tim percepatan pembangunan melalui SK Gubernur dengan ketuanya Ir Priyanto, Deputi Wasdal OB (BP Kawasan).
Pemko Batam juga dilibatkan dalam tim tersebut diantaranya Sekretaris Kota Batam Agussahiman, Syamsul Bahrum, Kepala Badan Perencanaan Pembanguna Daerah (Bappeda) Kota Batam Wan Darusalam, Kepala Dinas Tata Kota Gintoyoni, Kepala Dinas Pertanahan Buralimar, dan pejabat lainnya.
Syamsul menambahkan beberapa investor menyatakan berminat membangun jembatan itu terutama konsorsium dari Cina. “Tidak ada masalah dengan proyek Jembatan Babin. Semua sudah on the right track,” ujar Syamsul.
Hanya saja pengerjaan proyek beranggaran Rp 36 triliun itu tertunda karena terimbas dari krisis ekonomi global. Menurutnya, jika proyek itu dikerjakan selama lima tahun idealnya pengerjaan dimulai tahun 2010.
Jembatan Babin akan dibangun dari Batuampar hingga ke Pulau Dompak, Bintan. Nantinya akan dipaketkan dengan pembangunan jalan tol. Besarnya pagu pembangunan itu membuat tim sedang mempelajari model pembiayaan. Apakah melalui kerjasama pihak ketiga atau via built operate transfer (BOT) atau alternatif lain sharing public private funding.
Ekspektasi kemungkinan munculnya masalah teknis seperti tsunami juga sudah dipertimbangkan. Menurut Syamsul, secara umum tidak ada masalah teknis, karena geologi kawasan Batam dan Bintan tergolong stabil alias nihil gempa. Sementara secara oceanografis kecil kemungkinan tsunami. (rnd)
DJ_Archuleta December 24th, 2008, 01:39 PM padahal gambar renderingnya udah gw post di thread kedua di halaman ini.. baguslah diteruskan.. proyek jembatan yg paling gw tunggu2 di indonesia
"ZukiChirO" December 24th, 2008, 08:10 PM http://www.veterinaria.org/imagenes/tarjeta03.gif
Merry Christmas N' Hapqy New Year
All the way from the City of Zamboanga and straight from The Philippines
novian December 25th, 2008, 02:02 PM BATAM, TRIBUN - Program e-Procurement OB yang diluncurkan Juli 2007 dan mulai pelaksanaan tender proyek Januari 2008 hingga Desember ini telah berhasil melelang 72 proyek dengan nilai transaksi sekitar Rp 110 miliar. Proyek tersebut meliputi pemborongan, pengadaan dan konsultan.
Proyek-proyek tersebut terdiri dari nilai di bawah Rp 1 miliar maupun di atasnya. Bila nilai proyek di atas Rp 1 miliar maka peserta tender akan dilibatkan secara nasional yang telah terdaftar pada Depkominfo yang berjumlah sekitar 800 perusahaan.
“Perusahaan manapun boleh mengikuti asal memenuhi syarat dalam e-procurement. Dalam hal ini, antara peserta tender dan panitia lelang tidak bisa bertemu,” kata Rustam Hutapea Kabiro Humas dan Pemasaran OB kepada Tribun, beberapa waktu lalu.
Instansi yang memiliki data e-procurement selain OB juga KPK dan Depkominfo. OB sendiri telah memiliki peralatan pusat pemulihan data-sistem elektronik pengadaan barang (SEBP) dan jasa pemerintah secara elektronik atau data recovery centre electronic-procurement (DRC e-procurement).
Kepala Pusat PDSI OB Donald Panjaitan menjelaskan, setiap perusahaan boleh mengikuti tender yang diadakan oleh OB asal sudah terdaftar. Untuk mendaftar tidak ada biaya dengan melalui tahapan e-nouncement, e-registration dan e-procurement.
“Sekretariat kita di Gedung Annex I OB terbuka untuk semua perusahaan. Gratis,” kata Donald. Semua data perusahan yang masuk ke DRC e-procurement dijamin kerahasiaannya.
“Bila ada satu pengurus (komisaris, direksi tercantum dalam akta) atau kesamaan nama dalam peserta tender sudah otomatis gugur,” tambahnya. Hal ini sesuai dengan UU Anti monopoli.
Keuntungan dari penyelenggaraan program e-procurement ini lebih hemat, transparan dan fair. Peserta tender yang terdaftar di data tersebut telah dianalisa kelas-kelasnya sehingga gambaran klasifikasi perusahan sudah ada. Untuk tender kurang dari Rp 1 miliar maka diumumkan di koran lokal dan pesertanya pun lokal sesuai Keppres 80/2003.
Selain itu peserta harus memiliki SIUP dan NPWP kemudian memperoleh ID User lengkap dengan passwordnya yang hanya diketahui oleh perusahaan tersebut.(wid)
novian December 26th, 2008, 01:01 AM BATAM, TRIBUN-Terhitung Maret 2009, seluruh lelang proyek di Pemko Batam menggunakan sistem online. Sistem ini dinilai dapat mengurangi kecurangan dalam penentuan pemenang proyek.
Wakil Wali Kota Batam Ria Saptarika mengatakan, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan telah mengeluarkan regulasi yang mengatur secara teknis acuan lelang. Selain itu juga Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Tim Unit Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Batam. Tim inilah yang ditunjuk sebagai fasilitator dan pengelola pelelangan secara online. Penanggungjawab tim tersebut ditetapkan Sekretaris Daerah Kota Batam.
Sebenarnya, penerapan sistem online ini menguntungkan semua pihak. Pejabat daerah selaku aparat birokrasi yang selalu diintai lembaga pengawas. “Peserta lelang akan terseleksi secara elegan. Apalagi, sistem ini membatasi secara langsung tatap muka pejabat dengan peserta. Terjadi pun, hanya ketika pemenang lelang sudah diketahui,” ujar Ria Saptarika.
Tahap awal penerapan sistem lelang online ini bakal di dului oleh dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Tata Kota.
“Pak Hari Rukanto adalah pejabat paling bersemangat atas penerapan program ini. Yang lain, silakan susul karena program ini masih lama diterapkan yaitu pada Maret 2009,” paparnya.
Nantinya tugas tim LPSE yakni mengoperasikan sistem pelayanan pengadaan barang/jasa secara elektronik, meregistrasi dan verifikasi penyedia barang dan jasa untuk memastikan penyedia barang/jasa memenuhi persyaratan yang berlaku.
Tim ini juga bertugas melakukan pelatihan kepada panitia lelang,menyediakan layanan sistem penyedia barang dan jasa.Penerapan sistem lelang online Pemko Batam dibimbing sepenuhnya oleh tim LPSE Bappenas.
Sementara di Batam, pengelolaan program ini dipercayakan kepada tim LPSE Kota Batam, yang diangkat sesuai SK Walikota.
Sedangkan keanggotaannya di level pelaksana terdiri dari Asisten Ekbang Syamsul Bachrum dan Kepala Bagian (Kabag) Bina Program Setda Kota Batam Ismeth Djohar. Tim pelaksana kemudian diperkuat sedikitnya oleh 20 orang anggota tim administrasi teknis, yang terdiri dari trainer, administrator, help desk, dan tim verifikator berkas.
Mereka adalah pegawai pemko Batam yang selama ini bertugas di Bagian Bina Program Setda Kota Batam, Bagian Hukum, Bagian Asset/Perlengkapan, Badan Kominfo, Bagian Umum, Tata Pemerintahan, Ortal, Keuangan dan Bagian Perekonomian.
“Beberapa waktu lalu mereka sudah ikut program ToT (Trainer of Trainer di LPSE Bappenas,” paparnya.(ath)
novian December 29th, 2008, 09:50 AM Condotel 11 Lantai di Batam Centre
BATAM, TRIBUN- Kedekatan Batam dengan Singapura benar-benar membawa berkah. Investasi terus bercucuran. Meskipun saat ini sedang krisis finansial global, dunia properti tetap bergeliat di Batam.
Tidak lama lagi, kawasan hunian all in one akan berdiri di kota industri ini. Namanya, Grand Quarter (GQ) yang dibangun PT Grand Uway Development. GQ merupakan sebuah kawasan mixed use development yang berdiri di atas lahan 15 hektare di kawasan Batam Centre.
Di atas lahan tersebut akan dibangun berbagai kebutuhan hidup manusia, mulai condotel, apartemen, waterpark, convention centre, shopping mall, dan tidak ketinggalan club house. Seluruh fasilitas hidup nyaman tersebut akan dibangun menjadi satu kesatuan yang terintegrasi antara bisnis, lifestyle, leisure, dan entertainment.
Menurut Fetty Shinta Lestari selaku kunsultan Ipower Partnership in Cummunications, PT Grand Uway tertarik membangun sebuah kawasan terpadu karena memang melihat Batam sebagai kota yang serba menguntungkan. Tidak hanya karena letaknya yang dekat dengan Singapura, tetapi juga adanya kebijakan FTZ (free trade zone), ditambah pencanangan Visit Batam 2010.
“Batam menjadi distinasi MICE berstandar internasional setelah Bali. Kota ini memiliki begitu besar potensi,”ujar Fetty pada Tribun beberapa waktu lalu.
Sebagai langkah awal mewujudkan pembangunan GQ, PT Grand Uway Development telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Aston International Indonesia sebagai operator Condotel dan Convention Centre, Aston GQ Batam.
“Saya yakin Aston mempunyai perhitungan yang tepat sehingga tercipta kerjasama ini. Batam adalah kota bisnis dan industri yang sangat potensial. Jumlah pebisnis maupun pelancong yang hilir mudik setiap harinya sangat signifikan yaitu mencapai tak kuran dari 3.000 orang. Jadi investasi disini pasti menguntungkan,”tambah Totonafo Lase, Chief Operating Officer Grand Quarter.
Condotel yang akan dibangun terdiri dari 11 lantai dengan 280 kamar. Condotel ini memiliki keunikan tersendiri karena berada satu komplek dengan fasilitas water park berstandar internasional. Ini merupakan kali pertama di Batam.
“Water park yagn berada di area Quater Xcitement ini akan dilengkapi berbagai wahana permainan terbaru. Saya percaya water park ini akan menjadi distinasi utama untuk family vacation,”jelas Toton.
Bagi masyarakat yang penasaran dengan proyek ini, bisa langsung berdiskusi dengan developer yang saat ini telah membuka kantor pemasan Grand Quarter di Kompleks Nagoya Gateway Blok F nomor 1-2, Jalan Raden Patah, Batam. Atau bisa juga datang langsung ke mini exhibition di Nagoya Hill yang bakal berlangsung pada 1-28 Desember mendatang. (nix)
Neo-libs December 31st, 2008, 02:41 PM Kok Batam mirip kota Shenzen,Cina sich
Kesamaan Batam-Shenzen:
1.sama-sama FTZ(free trade zone)
2.sama-sama pertumbuhan ekonominya meledak
3.sama-sama deket kota besar dlm negri : Medan-Guangzhou
4.sama-sama deket kota besar luar negri : Singapur-Hongkong
Semoga saja Batam bisa mengalahkan Singapur sama seperti Shenzen yg mengalahkan Hongkong.coba kalian liat aja profil kota Shenzen mirip bgt sama Batam!
KRAFTY.LEICA January 1st, 2009, 06:51 AM Condotel 11 Lantai di Batam Centre
BATAM, TRIBUN- Kedekatan Batam dengan Singapura benar-benar membawa berkah. Investasi terus bercucuran. Meskipun saat ini sedang krisis finansial global, dunia properti tetap bergeliat di Batam.
Tidak lama lagi, kawasan hunian all in one akan berdiri di kota industri ini. Namanya, Grand Quarter (GQ) yang dibangun PT Grand Uway Development. GQ merupakan sebuah kawasan mixed use development yang berdiri di atas lahan 15 hektare di kawasan Batam Centre.
Di atas lahan tersebut akan dibangun berbagai kebutuhan hidup manusia, mulai condotel, apartemen, waterpark, convention centre, shopping mall, dan tidak ketinggalan club house. Seluruh fasilitas hidup nyaman tersebut akan dibangun menjadi satu kesatuan yang terintegrasi antara bisnis, lifestyle, leisure, dan entertainment.
Menurut Fetty Shinta Lestari selaku kunsultan Ipower Partnership in Cummunications, PT Grand Uway tertarik membangun sebuah kawasan terpadu karena memang melihat Batam sebagai kota yang serba menguntungkan. Tidak hanya karena letaknya yang dekat dengan Singapura, tetapi juga adanya kebijakan FTZ (free trade zone), ditambah pencanangan Visit Batam 2010.
“Batam menjadi distinasi MICE berstandar internasional setelah Bali. Kota ini memiliki begitu besar potensi,”ujar Fetty pada Tribun beberapa waktu lalu.
Sebagai langkah awal mewujudkan pembangunan GQ, PT Grand Uway Development telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan Aston International Indonesia sebagai operator Condotel dan Convention Centre, Aston GQ Batam.
“Saya yakin Aston mempunyai perhitungan yang tepat sehingga tercipta kerjasama ini. Batam adalah kota bisnis dan industri yang sangat potensial. Jumlah pebisnis maupun pelancong yang hilir mudik setiap harinya sangat signifikan yaitu mencapai tak kuran dari 3.000 orang. Jadi investasi disini pasti menguntungkan,”tambah Totonafo Lase, Chief Operating Officer Grand Quarter.
Condotel yang akan dibangun terdiri dari 11 lantai dengan 280 kamar. Condotel ini memiliki keunikan tersendiri karena berada satu komplek dengan fasilitas water park berstandar internasional. Ini merupakan kali pertama di Batam.
“Water park yagn berada di area Quater Xcitement ini akan dilengkapi berbagai wahana permainan terbaru. Saya percaya water park ini akan menjadi distinasi utama untuk family vacation,”jelas Toton.
Bagi masyarakat yang penasaran dengan proyek ini, bisa langsung berdiskusi dengan developer yang saat ini telah membuka kantor pemasan Grand Quarter di Kompleks Nagoya Gateway Blok F nomor 1-2, Jalan Raden Patah, Batam. Atau bisa juga datang langsung ke mini exhibition di Nagoya Hill yang bakal berlangsung pada 1-28 Desember mendatang. (nix)
GQ ini sbnrnya uda progress blm?
trus ntar daerahnya di batam center dmn nya ya?
gliazzurra January 3rd, 2009, 10:53 AM Kok Batam mirip kota Shenzen,Cina sich
Kesamaan Batam-Shenzen:
1.sama-sama FTZ(free trade zone)
2.sama-sama pertumbuhan ekonominya meledak
3.sama-sama deket kota besar dlm negri : Medan-Guangzhou
4.sama-sama deket kota besar luar negri : Singapur-Hongkong
Semoga saja Batam bisa mengalahkan Singapur sama seperti Shenzen yg mengalahkan Hongkong.coba kalian liat aja profil kota Shenzen mirip bgt sama Batam!
kalau mau jujur, singapur udah punya Johor Bahru (malaysia) buat jadi "shenzhen" nya.. untuk batam sendiri masi ada peluang tapi bener2 harus kerja keras buat ngejar JB..
rilham2new January 3rd, 2009, 02:58 PM JB dengan Batam masih jauh banget emang hehehe ....
Terutama soal kemudahan berinvestasi dan perizinan, kalo ini masih jauh. Kalo ini ketahuan bedanya :D ,,,,
retroisme January 4th, 2009, 02:11 PM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/The-Skyline-Officetel-Batam-Facade.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/The-Skyline-Officetel-Batam-Facade-.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/The-Skyline-Officetel-Batam-Section.jpg
kereenn rendering nyaa..
kayak aslii.. yg atas sekalii..
btw.. lantai 13 dibuat hotel???
r u sure??
KRAFTY.LEICA January 6th, 2009, 09:57 AM kereenn rendering nyaa..
kayak aslii.. yg atas sekalii..
btw.. lantai 13 dibuat hotel???
r u sure??
well, any prob with dat?
i thou dat doin fine lah.
retroisme January 6th, 2009, 02:14 PM well, any prob with dat?
i thou dat doin fine lah.
wew..
dont u know that 13 is bad number...
dan setau gw.. lantai 13 itu ga bakal jadi apa2..
atau paling nomornya dilangkah langsung 14..
AceN January 6th, 2009, 03:22 PM ^^ hahaha, that's a myth. not more than that :D
KRAFTY.LEICA January 6th, 2009, 06:50 PM wew..
dont u know that 13 is bad number...
dan setau gw.. lantai 13 itu ga bakal jadi apa2..
atau paling nomornya dilangkah langsung 14..
hahah no need 2 worry bout larr.
jus few people's myth.
well, jus hope 4 the best. :)
BATAMANIA January 8th, 2009, 03:42 AM TRIBUN - Anggaran pembangunan di Pemprov Kepri tahun ini mencapai angka fantastis yaitu sekitar Rp 5 triliun. Hal ini setelah Gubernur Ismeth Abdullah menerima dokumen daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) bernilai Rp 3,446 triliun dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (5/1).
Alokasi anggaran proyek pembangunan untuk Kepri dari pemerintah pusat ini melengkapi nilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepri tahun 2009 yang mencapai Rp 1,64 triliun. Meski demikian penggunaan atau pelaksanaan proyek APBD dan DIPA tersebut terpisah.
Rabu (7/1) di Gedung Daerah, Gubernur juga melakukan acara penyerahan DIPA yang disaksikan langsung oleh muspida, bupati/walikota, kepala dinas, badan, kantor, dan seluruh satuan kerja di Provinsi Kepri.
Dalam sambutannya, Ismeth meminta seluruh satuan kerja penerima DIPA 2009 ini segera bekerja. “Pesan saya, gunakan anggaran ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga benar-benar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” tegas dia.
DIPA tahun ini juga memuat informasi satuan ukuran yang dapat dijadikan alat pelaksanaan, pelaporan, pengawasan, dan sekaligus sebagai perangkat akutansi pemerintah. Adapun rincian alokasi anggaran APBN untuk provinsi Kepri tahun 2009 ini dibagi dalam beberapa klasifikasi.
Untuk dana sektoral, diberikan alokasi sebesar Rp1,345.582.539.000. Sedangkan untuk dana dekonsentrasi pemerintah pusat memberikan alokasi dana sebesar Rp 234.750.523.000. Pemerintah pusat juga memberikan dana tugas pembantuan sebesar Rp 82.515.317.000.
Untuk dana alokasi umum (DAU), Kepri mendapatkan Rp 1.559.994.380.000. Sedangkan dana alokasi khusus (DAK) yang diterima sebesar Rp 224.071.000.000.
Gubernur juga membacakan arahan tertulis Presiden yang meminta setiap daerah melakukan peningkatan kualitas belanja. Caranya melalui perbaikan efisiensi dan penajaman prioritas belanja, penyusunan anggaran berbabasis kinerja, dan penyusunan kerangka pengeluaran jangka menengah.
Pesan penting lainnya, sambung Ismeth, para kuasa pengguna anggaran diminta segera menunjuk pejabat pengelola keuangan. Mereka terdiri dari dari pejabat pembuat komitmen, pejabat penguji, dan penandatanganan SPM serta bendahara pengeluaran khusus.
Ajak hemat
Ismeth juga mengajak seluruh instansi pemerintah dan swasta melakukan gerakan penghematan. Seperti melakukan efisiensi penggunaan listrik, telepon, dan air. “Perjalanan dinas juga harus dilakukan untuk yang perlu-perlu saja. Selain itu penyelenggaraan rapat di hotel-hotel hendaklah dikurangi,” tegasnya lagi.(eik)
novian January 8th, 2009, 06:46 PM sumber : Tribun Batam
Kamis kemarin, Gubernur Kepri sekaligus Ketua Dewan Kawasan FTZ Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) bersama Ketua Badan Pengusahaan Batam (BPK) Mustofa Widjaja, dan Sekretaris DK John Arizal bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta.
Pertemuan itu dihadiri oleh Plt Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Wakil Sekretaris Kabinet Lambok V Nahattands, dan Kepala BKPM Muhammad Lutfi.
Dalam pertemuan itu, Wapres Kalla mendesak seluruh jajaran di bawahnya untuk segera menerbitkan peraturan pemerintah pengganti PP 63/2003 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) paling lambat dua minggu sejak Kamis (8/1).
Draft PP pengganti PP 63/2003 sudah selesai dan tinggal diserahkan kepada Menteri Hukum dan HAM untuk selanjutnya diberi nomor oleh Sekretaris Kabinet untuk ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ketika PP pengganti terbit, dipastikan sudah lengkap dengan keputusan menteri keuangan yang mengatur tentang petunjuk pelaksanaan. Sehingga PP 63/2003 otomatis tidak berlaku lagi.
Pada pelaksanaan FTZ, akan ada pembagian peran antara Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) dengan Bea Cukai. “Jadi tidak ada tarik ulur dengan bea cukai. Ini kelanjutan dari UU FTZ,” kata Kepala BKPM Muhammad Lutfi.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea Cukai mengajukan rancangan peraturan pemerintah soal pelabuhan-pelabuhan resmi di wilayah Batam-Bintan-Karimun kepada Menkeu Sri Mulyani.
Penentuan pelabuhan resmi di kawasan FTZ untuk mengantisipasi tak terpantaunya barang masuk.
PP pengganti itu juga akan mengatur operasional bea cukai dalam FTZ. Barang yang keluar dari Batam akan dinyatakan sebagai barang impor dan dinyatakan bea masuk. Gubernur Kepri Ismeth Abdullah mengatakan, peran bea cukai bersama-sama BPK akan memeriksa perihal dokumen dan barang masuk. “Barang yang akan dikirim harus bersih. Jadi ini untuk menata ketertiban,” ujarnya.
Menurut rencana, hanya ada tujuh pelabuhan FTZ yang dianggap legal. Yakni Pelabuhan Batu Ampar, Sekupang, dan Kabil di Batam. Untuk wilayah Karimun berada di Tanjung Balai dan Parit Rampak. Sedangkan wilayah Bintan, pelabuhan legalnya adalah pelabuhan Kijang dan Lobam. “Di luar itu illegal untuk kawasan FTZ,”tegas Ismeth.
Kendati begitu, pemerintah tidak akan mematikan pelabuhan domestik di wilayah FTZ. Pelabuhan domestik berfungsi untuk pengankutan barang antarpulau. Sebelum FTZ berlaku, kata Ismeth, Menkeu akan mengeluarkan instruksi kepada pihak bea cukai. “Dalam masa transisi ini, pabrik-pabrik yang akan memasukan barang, akhirnya bisa dipercepat, dibantu, dan dipermudah. Intinya itu saja,” pungkasnya.
Jon Arizal menambahkan, PP pengganti akan berisi aturan teknis tentang pemasukan dan pengeluaran barang dari dan ke kawasan perdagangan bebas. Dengan kata lain, semua barang yang akan masuk ke kawasan FTZ dibebaskan dari semua jenis pajak dan cukai. Artinya semua barang-barang untuk keperluan industri, perdagangan, dan maritime dapat lebih murah dibanding di luar kawasan BBK.
“Sambil menunggu PP 63 dicabut, Batam masih dikenakan pajak. Jadi kami minta teman-teman pengusaha untuk bersabar dululah, satu dua minggu ini,”ujar Jon.
:banana::banana::banana: :banana::banana::banana:
tapi Telat PAK!!!!!
contohnya ini :
Data Bank Indonesia Batam, pada Juli 2008, ekspor dari Batam ke Singapura dan Cina mencapai 2.980 juta kilogram (kg).
Namun mulai Oktober melorot lebih setengahnya menjadi 1.200 juta kg atau 59 persen. Penurunan drastis itu terjadi hampir untuk semua produk ekspor mulai ores, slag, ash, ships, boats, floating structures, dan articles of iron and steel.
Penurunan ekspor menggambarkan melemahnya aktivitas industri di Pulau Batam, terutama industri manufaktur. Pemimpin Bank Indonesia Irwan Lubis yang ditemui Tribun beberapa hari lalu memaparkan bahwa dampak dari pelemahan ekspor membuat laju pertumbungan ekonomi di Kepri, termasuk Batam, pada 2009 diprediksi hanya 5,5 sampai 6,2 persen. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2008 yang mencapai 6,8 persen.
Sejalan dengan data ekspor BI, Daniel Burhanudin selaku Ketua Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) alias Indonesia Freight Forwarders Association (INFA) Batam memaparkan, selama Desember sampai sekarang telah terjadi penurunan pengangkutan kontainer ke luar negeri sebesar 50 persen.
Bos PT Esqarada itu mengatakan, PT Esqarada sebagai perusahaan forwarder terbesar di Batam, setiap harinya mengangkut 240 kontainer ke Singapura. Tapi sejak Desember lalu tinggal 120 kontainer.
“Kami punya dua kapal ekspedisi kontainer yang berangkat dua kali sehari. Muatan satu kapalnya 120 kontainer. Sebelum Desember, satu kapal bisa muat full tapi sekarang hanya setengahnya,”ungkap Daniel yang ditemui di kantornya, kawasan Batuampar, Batam, Kamis (7/1).
Kata dia, kondisi serupa dialami perusahaan forwarder lainnya. Di Batam ada 40 perusahaan forwarder, besar maupun kecil. Tapi yang aktif sampai sekarang hanya sekitar 10 perusahaan. Seluruh forwarder itu rata-rata mengangkut sekitar 500 kontainer per hari atau 15 ribu kontainer per bulan. Padahal sebelumnya bisa dua kali lipat. “Yang paling terasa penurunan pengirimannya memang dari industri manufaktur,”ujar Daniel.
Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BKPMD) Provinsi Kepri SM Taufik menjelaskan, meski industri manufaktur melemah, tapi Kepri masih tetap memiliki tambahan investasi asing. Di antaranya akan beroperasinya PT Saipem di Karimun dan PT Dry Dock di Kabil, Batam.
Di Kepri, terdapat sekitar 70 industri shipyard dengan ribuan tenaga kerja. “Kalau shipyard kan memang pakai kontrak yang rata-rata lamanya tiga tahun. Makanya sampai dua tahun ke depan tetap aman karena mereka masih mengerjakan kontrak tahun lalu,”tambahnya.
2003 - 2008 >> tahun suram bagi Kota Batam......
DJ_Archuleta January 8th, 2009, 07:17 PM tapi BETTER LATE THAN NEVER khan.. moga2 aja keberutungan ada di batam pada tahun 2009-2014
DJ_Archuleta January 9th, 2009, 11:37 AM Free Trade Zone di Kawasan Berikat Segera Diberlakukan
JAKARTA--MI: Pemerintah akhirnya mencabut PP No.63/2003 tentang Pemberlakuan Pajak Penjualan atas Barang Mewah di Kawasan Berikat di Kepulauan Riau.
"Saat ini PP penggantinya mengenai Free Trade Zone sudah ditahap harmonisasi di Departemen Hukum dan HAM. Diharapkan dua minggu ini keluar," kata Gubernur Kepulauan Riau Ismeth Abdullah seusai rapat tentang pencabutan PP No.63 di kantor Wapres, Kamis (8/1).
Hadir dalam rapat itu Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri Perdagangan, dan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM). Ia menyebutkan, nantinya pembebasan bea masuk akan dilakukan di tujuh pelabuhan dan satu bandara di Kepulauan Riau. Lokasi-lokasi yang dijadikan target insentif bea masuk ini yaitu Pelabuhan
Batu Ampar, Sekupang, dan Kabil di Batam, Pelabuhan Kijang dan Lobam di Bintan, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan Parit Rempak di Karimun pada tahap serta Bandara Hang Nadim. "Di luar wilayah itu, pembebasan bea masuk berarti sesuatu yang ilegal," ungkapnya.
Pada masa transisi, ungkapnya, Menkeu akan meminta Dirjen Bea Cukai untuk mempermudah arus barang yang masuk ke kawasan Kepri. "Sehingga berbagai insentif ini bakal memercepat proses investasi di kawasan berikat," ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat ini mulai terjadi PHK di sejumlah industri di kawasan berikat. Namun ternyata di sisi lain investor asing masih berminat menanamkan modalnya di kawasan ini. "Terutama di industri ship yard. Sehingga gelombang PHK yang terjadi bisa dikurangi," katanya.
DJ_Archuleta January 9th, 2009, 11:49 AM Wapres Umumkan Pengganti PP 63
Menkeu Ditugasi Beri Nomor
TANJUNGPINANG (BP) - Penantian panjang menunggu penerapan FTZ di wilayah Batam, Bintan dan Karimun (BBK) akhirnya membuahkan hasil. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengumumkan bahwa pemerintah telah menetapkan pengganti Peraturan Pemerintah (PP) 63 Tahun 2003 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) di Batam.
Kabar baik ini disampaikan Wapres di hadapan Ketua Dewan Kawasan (DK) FTZ Kepri Ismeth Abdullah, Menteri Ekonomi, Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Kepala BKPN serta pimpinan instansi terkait di Istana Wakil Presiden, Kamis (8/1) petang. Wapres kemudian meminta Menkeu menyiapkan Nomor PP dan Petunjuk Pelaksana (juklak) PP yang baru tersebut, sebelum diterapkan.
Selain soal PP 63, Wapres juga mengumumkan bahwa Menkeu telah mengeluarkan aturan baru untuk menggantikan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 60 tentang pemberian Fasilitas Bea Masuk dan Perpajakan di Bintan dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 61 tentang Pemberian Fasilitas Bea Masuk dan Perpajakan di Karimun. Dua produk ini, dinyatakan telah habis masa berlaku per 31 Desember 2008 lalu.
”Wapres memastikan, paling lama dua minggu ini semua sudah selesai. Penerapan FTZ telah bisa dilaksanakan. Kita mengimbau kalangan pengusaha bersabar dan tetap menjaga iklim kondusif terutama pelaku industri di Kepri, khususnya di wilayah BBK,’’ ujar Sekretaris Dewan Kawasan, Jon Arizal usai mendampingi Ketua DK bertemu Wapres, kemarin petang.
Seiring persiapan penerapan PP pengganti ini, DK FTZ berharap Menkeu mempercepat proses penyiapan petunjuk pelaksanaan (juklak)-nya. Dengan demikian ketika PP yang baru diberlakukan, juklak yang mengatur juga keluar sehingga DK tak perlu menunggu waktu lama lagi untuk menerapkan FTZ secara luas.
Sementara aparat terkait yang selama ini memegang peranan penting dalam pengawasan di lapangan, harap Jon Arizal dapat melaksanakan sesuai aturan yang berlaku. Khusus Batam, selama masa transisi ini akan terus dikenakan pajak, sesuai amanat PP 63 sebagai payung hukum kebijakan kepabeanan selama ini.
Secara luas, penerapan kawasan ekonomi khusus membawa keuntungan bagi Indonesia dalam bentuk peningkatan investasi, pertumbuhan, penciptaan lapangan kerja dan penerimaan devisa. Peluang yang paling segera terlihat adalah bagi industri galangan kapal dan produksi peralatan dan jasa perminyakan.
”Harapannya semoga pengusaha dan pihak lainnya bersabar,’’ ujarnya. (zek)
DJ_Archuleta January 10th, 2009, 08:12 AM All Projects and Developments in Batam
Batam current buildings ( Up to 6 Storeys )
1. Planet Holiday - 23 Storeys
2. Queen Victoria Apartment - 23 Storey
3. Melia Regency - 19 Storey
4. Holiday Inn Hotel and Apartment - 14 Storey
5. Batam Pos Building - 13 Storey
6. Pacific Palace - 10 Storey
7. I Hotel - 10 Storey
8. Harmoni Hotel - 9 Storey
9. Sumatra Promotion Centre Building - 9 Storey
10.Hotel 89 - 9 Storey
11.Graha Otorita Batam - 9 Storey
12.Harmoni Apartment - 8 Storey
13.Amir Hotel - 8 Storey
14.Nagoya Plaza - 8 Storey
15.Golden View Hotel - 8 Storey
16.Mercure Hotel - 8 Storey
17.Politeknik Batam - 8 Storey
18.Island Garden /Swill Bell Hotel Batam - 8 Storey
19.Telkomsel Building - 7 Storey
20.Grand Majesty - 7 Storey
21.Virgo Hotel - 7 Storey
22.Gedung Pelatihan TKI - 7 Storey
23.Graha Sulaiman - 7 Storey
24.Batam City Hall - 6 Storey
25.Dana Graha - 6 Storey
26.Awal Bross Hospital - 6 Storey
27.Good Way Hotel - 6 Storey
28.PLN Batam - 6 Storey
29.Harapan Bunda Hospital - 6 Storey
30.Island View/Swiss Bell Apartment - 6 Storey
Under Construction Project / on Hold
1. Batam City Condominium - 25 Storey
2. Tithes Apartment - 12 Storey
3. Queen Victoria Apartment 3 Tower phase II - 23 Storey
4. Coastarina
5. Hotel at Simpang Baloi up to 30 Storey
6. Ibis Hotel 11 Storey
7. Latrade Industrial Park
Proposed
1. Batam Officetel - 33 Storey
2. Kings Apartment at Batam Center - 30 Storey
3. Apartment Developed by United Sentosa 4 Tower at Tj Uma - 25 Storey
4. Apartment Depeloped by Uway Makmur 2 Tower at Batam Center - 25 Storey
5. Apartment Developed by Citra Buana Prakarsa at Harbour Bay 2 Tower - 25 Storey
6. Harris Hotel - 22 Storey
7. Sukajadi Superblok 3 Tower - 20 Storey and 12 Storey
8. Aston Hotel - 12 Storey
9. Rusunawa dan Rusunami 200 Tower - 12 Storey
10.Barelang Hospital - 10 Storey
11.Batam - Bintan Brigde by China Investor
12.Batu Ampar Port Investor by France and Hongkong Investor
13.Kabil Port
14.High Way From Batu Ampar - Muka kuning - Tanjung Uncang
15.Fly over simpang jam
16.Fly Over Simpang Kabil
17.Fly Over Simpang DAM
18.Top 100 Mall Tembesi
19.Harbour Bay Mall
rilham2new January 10th, 2009, 08:22 AM 2003 - 2008 >> tahun suram bagi Kota Batam......
Malaysia dan Singapura sebagai investor terbesar di Pulau Batam juga lagi mengalami perlambatan ekonomi yang cukup parah pada 2009-2010 ... Mereka lagi fokus ke ekonomi dalam negeri dulu .. Singapura malah cuman mencatat pertumbuhan 2% pada akhir 2008 lalu. Dan tahun 2009, akan jadi tahun pahit, karena pertumbuhan mereka diramalkan MINUS .. :nuts:
Harusnya memang pembangunan dan pemutusan PP 63 jangan ditunda-tunda pas krisis global datang :nuts: ... Karena efeknya luar biasa parah :nuts: ...
Apalagi Kota yang memiliki ketergantungan besar terhadap proyek swasta sperti Batam ini. Sementara perhatian Pemerintah Provinsi Kepri lebih ke Tanjung Pinang/Bintan. Walau mereka juga akan mendapati pertumbuhan ekonomi melemah. AKan tetapi, Bintan mungkin akan banyak terbantu dengan proyek pemerintahan yang berjalan di sana.
Tahun 2009, adalah tahun suram bagi kawasan2 di Indonesia, yang selama ini menangguk untung dari proyek swasta .... Bank2 pun mengalami pengetatan likuiditas. Jadi dana2 raksasa memang lagi susah cair.
KRAFTY.LEICA January 10th, 2009, 08:58 AM All Projects and Developments in Batam
Under Construction Project / on Hold
1. Batam City Condominium - 25 Storey
2. Tithes Apartment - 12 Storey
3. Queen Victoria Apartment 3 Tower phase II - 23 Storey
4. Coastarina
5. Hotel at Simpang Baloi up to 30 Storey
6. Ibis Hotel 11 Storey
7. Latrade Industrial Park
tambah satu lagi. aston mutiara samping apartment harmoni. :)
DJ_Archuleta January 10th, 2009, 01:39 PM ^^ oh iya yang satu itu hampir ketinggalan :bash:
bagi forumers yg skrg lagi di batam, plz help us update all the projects by taking pic of the buildings.. thnx :)
KRAFTY.LEICA January 11th, 2009, 08:34 AM i'd like to, but im currently not in btm larr.
mybe another batam forumers would like 2 giva a bit favor. :) :)
novian January 11th, 2009, 05:38 PM iya neh...yg lg di Batam....ayo dong update Foto2 terbaruny........!!!!!!!!
AceN January 12th, 2009, 11:24 AM ^ Lho vi, bukannya u tinggal di batam ? eh, di bintang dink ya ?
novian January 12th, 2009, 12:28 PM g skrg lg stay d BDG!!!!...he...he...he....:)
DJ_Archuleta January 12th, 2009, 01:53 PM -edited-
DJ_Archuleta January 12th, 2009, 01:54 PM sejumlah proyek2 di batam ..
All Projects and Developments in Batam
Batam current buildings ( Up to 6 Storeys )
1. Planet Holiday - 23 Storeys
2. Queen Victoria Apartment - 23 Storey
3. Melia Regency - 19 Storey
4. Holiday Inn Hotel and Apartment - 14 Storey
5. Batam Pos Building - 13 Storey
6. Pacific Palace - 10 Storey
7. I Hotel - 10 Storey
8. Harmoni Hotel - 9 Storey
9. Sumatra Promotion Centre Building - 9 Storey
10.Hotel 89 - 9 Storey
11.Graha Otorita Batam - 9 Storey
12.Harmoni Apartment - 8 Storey
13.Amir Hotel - 8 Storey
14.Nagoya Plaza - 8 Storey
15.Golden View Hotel - 8 Storey
16.Mercure Hotel - 8 Storey
17.Politeknik Batam - 8 Storey
18.Island Garden /Swill Bell Hotel Batam - 8 Storey
19.Telkomsel Building - 7 Storey
20.Grand Majesty - 7 Storey
21.Virgo Hotel - 7 Storey
22.Gedung Pelatihan TKI - 7 Storey
23.Graha Sulaiman - 7 Storey
24.Batam City Hall - 6 Storey
25.Dana Graha - 6 Storey
26.Awal Bross Hospital - 6 Storey
27.Good Way Hotel - 6 Storey
28.PLN Batam - 6 Storey
29.Harapan Bunda Hospital - 6 Storey
30.Island View/Swiss Bell Apartment - 6 Storey
Under Construction Project / on Hold
1. Batam City Condominium - 25 Storey
2. Tithes Apartment - 12 Storey
3. Queen Victoria Apartment 3 Tower phase II - 23 Storey
4. Coastarina
5. Hotel at Simpang Baloi up to 30 Storey
6. Ibis Hotel 11 Storey
7. Latrade Industrial Park
Proposed
1. Batam Officetel - 33 Storey
2. Kings Apartment at Batam Center - 30 Storey
3. Apartment Developed by United Sentosa 4 Tower at Tj Uma - 25 Storey
4. Apartment Depeloped by Uway Makmur 2 Tower at Batam Center - 25 Storey
5. Apartment Developed by Citra Buana Prakarsa at Harbour Bay 2 Tower - 25 Storey
6. Harris Hotel - 22 Storey
7. Sukajadi Superblok 3 Tower - 20 Storey and 12 Storey
8. Aston Hotel - 12 Storey
9. Rusunawa dan Rusunami 200 Tower - 12 Storey
10.Barelang Hospital - 10 Storey
11.Batam - Bintan Brigde by China Investor
12.Batu Ampar Port Investor by France and Hongkong Investor
13.Kabil Port
14.High Way From Batu Ampar - Muka kuning - Tanjung Uncang
15.Fly over simpang jam
16.Fly Over Simpang Kabil
17.Fly Over Simpang DAM
18.Top 100 Mall Tembesi
19.Harbour Bay Mall
DJ_Archuleta January 12th, 2009, 02:01 PM Proyek Perpustakaan Umum di Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/Pustakabatam.jpg
PERPUSTAKAAN umum yang menyediakan lebih dari seribu judul buku akan dibangun oleh Pemerintah Kota Batam. Gedung perpustakaan dipusatkan di wilayah Batam Centre, tepatnya di Jalan Engku Putri dengan luas lahan sekitar 8.430 m². Namun seberapa pentingkah keberadaan perpustakaan yang akan pembangunanya bakal menghabiskan dana sekitar 29 milyar lebih tersebut bagi masyarakat Kota Batam ? Lantas bagaimana dengan keberadaan perpustakaan Kota Batam yang berada di lantai VII Kantor Walikota Batam Batam Centre saat ini ?
Wajar kiranya jika kita mempertanyakan sejauh mana efektifitas dari rencana Pemko Batam membangun perpustakaan umum. Pasalnya, selain Pemko Batam masih mempunyai pekerjaan rumah yang lebih urgen ditangani, salah satu masalah penanganan banjir, juga di kota industri ini juga sudah ada perpustakaan umum yang berada di lantai VII Kantor Walikota Batam Batam Centre.
Kita tidak tahu persis, apakah keberadaannya tidak diminati atau memang kurang diketahui publik, sampai Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana untuk membangun Perpustakaan Umum Kota Batam yang akan menjadi salah satu ikon dan landmark pendidikan bagi Kota Batam?
Hanya pemerintah saja yang tahu.
Yang jelas, rencana pembangunan Perpustakaan Umum Kota Batam yang diperkirakan akan menghabiskan dana pembangunan sebesar Rp29.258.132.000 itu, sudah selesai dibuatkan perencanaannya (DED). Bahkan melalui pihak konsultan yakni CV Bintang Pratama Arsindo Consultant, telah dipresentasikan perencanaan Perpustakaan Umum dihadapan Walikota Batam Ahmad Dahlan, sejumlah pejabat eselon II dan III Pemko Batam beberapa waktu lalu.
Konsep keberadaan Perpustakaan Umum Kota Batam sebagaimana yang disampaikan mantan Kepala Bagian (Kabag) Pembangunan Pemko Batam Gintoyono (sekarang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Tata Kota-red), kerjasama dengan pihak luar menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian di dalam pelaksanaan aktivitas pelayanan di perpustakaan ini nantinya. Dimana dari pengalaman beberapa Kantor Perpustakaan Daerah yang ada di Indonesia, kerjasama dengan pihak luar (sekolah, toko buku, penerbit, penulis) menjadi hal yang penting dan sangat mempengaruhi kualitas layanan perpustakaan ke depannya.
Kedekatan Kota Batam dengan negara Singapura merupakan salah satu keuntungan yang sangat baik untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin. Seperti diketahui bahwa pengelolaan perpustakaan di Singapura cukup baik, begitu pula dengan koleksi-koleksi buku yang ada. Hal ini akan sangat menguntungkan jika pengelola Perpustakaan Umum Kota Batam nantinya dapat menjalin kerjasama yang baik dengan pihak Singapura.
Dan rencana lokasi Perpustakaan Umum Kota Batam ini berada di wilayah Batam Centre, tepatnya di Jalan Engku Putri dengan luas lahan sekitar 8.430 m². Potensi dan berbagai permasalahan terhadap keberadaan perpustakaan ini juga cukup signifikan. Mengingat keberadaannya yang berada di daerah pusat pemerintahan, dekat dengan pusat permukiman penduduk, dekat dengan pusat pendidikan, dekat dengan pusat keramaian, serta berada pada kawasan dengan citra lingkungan yang positif.
Dan rencana pembangunannya akan dimulai pada tahun 2009. Mengingat APBD Kota Batam tahun 2008 juga terbatas, sehingga dikhawatirkan tidak akan disetujui jika tetap diusulkan rencana pembangunannya pada tahun ini.
"Saat ini kita masih mengandalkan perpustakaan yang ada di lantai 7 Kantor Walikota Batam. Tempat yang tidak strategis mengakibatkan masyarakat juga jadi malas untuk datang. Seharusnya lokasi sebuah perpustakaan itu mudah dijangkau masyarakat. Karena itu, kita berharap rencana ini bisa disetujui nantinya," ujar Gintoyo.
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil perencanaan yang telah dilakukan pemerintah bersama pihak konsultan, diprediksi jumlah pengunjung perpustakaan untuk 5 tahun ke depan adalah sebanyak 1.000 orang/hari, dengan rata–rata pelayanan setiap hari selama 9 jam. Sedangkan rata-rata pengunjung tiap jam, diperkirakan mencapai 112 orang, dengan lama kunjungan 3 jam per orang.
Keberadaan Perpustakaan Umum Kota Batam ini juga nantinya, akan memuat 1.000 judul buku referensi, 200 judul terbitan pemerintah, majalah (50 judul), surat Kabar (8 judul), koleksi digital (250 keping), koleksi buku langka (100 judul).
Layanan peminjaman buku turut tersedia, dengan berbagai macam sistem yakni layanan penelusuran bahan pustaka (katalog, komputer), layanan referensi, layanan perpustakaan anak, layanan perpustakaan braille, layanan uudio visual, seminar, bedah buku pameran, pembinaan minat baca masyarakat, layanan internet gratis (Free Hot Spot) maupun perpustakaan keliling.
"Selain komputer, berbagai fasilitas juga kita tempatkan. Seperti sarana audio visual, armada perpustakaan keliling, sarana transportasi, tempat parkir, kantin dan musholla. Kita ingin memberikan pelayanan yang maksimal di bidang pendidikan kepada masyarakat Kota Batam," kata Gintoyono.
Bangunan Perpustakaan Umum Kota Batam bercorak Melayu Riau Modern ini, terdiri dari tiga warna yakni merah marun, putih abu-abu dan hitam. Warna putih abu-abu, melambangkan kesucian. Warna hitam melambangkan keperkasaan dan kekokohan bangunan. (sm/ra)
DJ_Archuleta January 12th, 2009, 02:12 PM Masterplan Central Sukajadi Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/central_sukajadi_batam.jpg
DJ_Archuleta January 12th, 2009, 02:15 PM Batam Condominium
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/BatamCondominium.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/batamCondominium2.jpg
DJ_Archuleta January 12th, 2009, 02:40 PM Perumahan di Central Sukajadi Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/CentralSukajadi.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/PerumahanCentralSukajadi.jpg
Tidak biasanya developer perumahan dari PT Mahkota Satelite City membangun perumahan tipe kecil dikawasan The Central Sukajadi. Karena biasanya developer satu ini selalu membangun rumah dalam tipe besar.
Kali ini perumahan yang dibangun diberi nama yaitu The Central Residence, dimana lokasi perumahan ini berada di simpang Kabil. Perumahan yang dibangun pun dalam tipe kecil.
''Perumahan The Central Residence ini dibangun dengan tiga pilihan tipe yaitu tipe 50, 60 dan 80,'' papar Taufik R, Marketing Executive PT Mahkota Satelite City.
Perumahan The Central Residence ini ada tiga pilihan tipe, dimana tipe 50/90 dan tipe 60/102 dibangun dalam bentuk satu lantai. Sedangkan tipe 80/140 dibangun dalam bentuk 2 lantai. Dari segi desainnya, perumahan ini dibangun dengan desain minimalis moderen dan dengan sistem cluster.
''Kelebihan perumahan ini lokasinya berada paling dengan di area The Central Sukajadi. Sehingga untuk akses ke Bandara Hang Nadim, pusat Perintahan Kota Batam dan kawasan industri Muka Kuning cukup mudah,'' terangnya.
Ia menambahkan, dari segi fasilitas umum yang berada di perumahan The Central Residence ini sudah dibangun pusat pendidikan, seperti play group dan TK Tije Club juga ada.
Sedangkan dari segi fasilitas yang disediakan di perumahan The Central Residence ini yaitu disediakan fasilitas kolam renang dan club house. Serta lokasi perumahan ini dekat dengan lapangan golf.
Untuk memiliki rumah dikawasan hijau nan asri di tengah-tengah kota ini, cukup mudah. Karena pengembang itu memberikan penawaran istimewa, yaitu diskon mulai 5 persen sampai 15 persen. ''Potongan harga ini diberikan hingga akhir Agustus mendatang,’’ kata Taufik.
Sementara untuk cara pembayaran, pengembang itu menawarkan tiga alternatif cara. Yakni tunai, dengan diskon 15 persen, tunai bertahap dengan diskon 10 persen dan bisa dicicil selama 24 bulan dan 36 bulan. ’’Disini juga bisa melakukan pembayaran dengan cara KPR ekspress dengan diskon 15 persen. Dan KPR umum, dengan uang muka 20 persen dari harga jual, yang bisa dicicil selama 24 bulan. Atau Rp2 jutaan saja perbulan selama dua tahun. Sedangkan untuk booking fee Rp5 juta saja,’’ pungkasnya.
novian January 12th, 2009, 05:00 PM Nirwana Gardens in Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/MapNirwanaResort.jpg
**
bukannya ini d Bintan Lagoi????
DJ_Archuleta January 12th, 2009, 05:05 PM ^^ ooh di bintan yah? sry gw salah kaprah :p
AceN January 12th, 2009, 05:39 PM Thanks buat update nya DJ :okay:
-------------------
Emmm, tampaknya Otorita Batam belum bisa mem-branding Batam sebaik IDR nya Malaysia ya. G akuin, Malaysia emang hebat dalam membranding & promosi negaranya ;)
novian January 12th, 2009, 05:52 PM iya tuh....mayang sari ama mana2 beach kan adanya d Lagoi http://techbond.co.cc/wp-content/plugins/munky-smiley/hehe.gif
novian January 12th, 2009, 06:02 PM mungkinkah ini gedung perpustakaan itu???
http://farm4.static.flickr.com/3234/2882251922_d25762ddbc.jpg?v=0
foto g ambil waktu liburan puasa, okt lalu........
DJ_Archuleta January 12th, 2009, 06:04 PM Thanks buat update nya DJ :okay:
-------------------
Emmm, tampaknya Otorita Batam belum bisa mem-branding Batam sebaik IDR nya Malaysia ya. G akuin, Malaysia emang hebat dalam membranding & promosi negaranya ;)
yoo mari sama2 :)
DJ_Archuleta January 12th, 2009, 06:06 PM @ novian : klo diliat secara teliti emng udah ga diragukan lagi bangunan itu perpustakaan yg baru dibangun,
gw ngambil berita ttg perpus itu pas di publish thn lalu ... tp kog atapnya beda warna yah :nuts:
novian January 12th, 2009, 06:10 PM tp ky'ny sampe sekarang blom ada tuh kedengaran aktivitasnya......???
oya gedung yg ini gmn ya???udh hampir 2 thn lebih ko blom kelar2....
http://farm4.static.flickr.com/3140/2881416747_78f672dd27.jpg?v=0
novian January 12th, 2009, 06:20 PM trus kbr gedung yg ini gmn???
http://img295.imageshack.us/img295/5852/s6302133ar8.jpg
novian January 12th, 2009, 06:20 PM hmm yg ini????
http://img391.imageshack.us/img391/2148/cimg0885mb3.jpg
novian January 12th, 2009, 06:46 PM Sumber : Tribun Batam
Disdik Bangun Empat Sekolah Baru
BATAM, TRIBUN - Pada tahun 2009 ini, Dinas Pendidikan Batam bakal mendapat suntikan dana Rp209 miliar.
Dana dari Pemko Batam tersebut terbagi atas beberapa peruntukkan yakni Rp68 miliar untuk membangun Unit Sekolah Baru (USB) dan Ruang Kelas Baru (RKB) serta Rp 142 miliar untuk gaji guru dan Sumbangan Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan (SBPP).
Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Batam, Muslim Bidin, saat mengadakan hearing dengan Komisi IV DPRD Batam, Senin (12/1). Muslim menyebut walau ada pembangunan unit sekolah baru dan ruang kelas baru belum tentu persoalan PSB bisa teratasi.
Tahun lalu sebanyak 2.000 siswa dari berbagai jenjang tidak bisa diterima di sekolah negeri. Tahun ajaran ini kemungkinan bisa lebih banyak. Bedanya tahun ini ada kebijakan memberi subsidi ke sekolah swasta agar bisa menerima siswa baru dengan tarif murah.
“Kita sedang melakukan survei, berapa banyak sekolah swasta yang bakal menerima bantuan subsidi. Yang akan kita bantu adalah sekolah yang benar-benar peduli membantu siswa di sekolah itu. Selain itu sekolah yang berada di pemukiman padat penduduknya,” kata Muslim Bidin.
Dalam penjelasannya Dinas Pendidikan akan membangun empat unit sekolah baru yang terdiri dari satu SD dan satu SMP di Tanjunguncang, SMP di Tembesi Kecamatan Sagulung, SMP Kampung Becek. Selain itu akan dibangun ruang kelas baru sebanyak 42 lokal diberbagai sekolah.
Kemudian melakukan rehabilitasi sekolah di berbagai tempat dan akan membangun asrama sekolah untuk anak hinterland di Batam.
Muslim mengatakn walau dalam penerimana siswa baru nanti mengalami persoalan namun tidak akan seperti tahun lalu karena sekolah swasta yang mendapat subsidi bakal menerima mereka .
Beberapa waktu lalu Riginoto berharap supaya Dinas Pendidikan membuat target pencapaian yang jelas, misalnya untuk SD NEM rata-rata bisa mencapai 7.00 untuk 70-80 persen pelajar sekolah negeri, supaya jelas kualitas anak didik.
Untuk mengatasi kekurangan guru, maka perlu dibuat strategi mempercepat proses belajar yang memanfaatkan teknologi seperti sistem multi media yang sudah mulai tersedia dengan komputer. Dengan multi media, kekurangan guru lebih-lebih guru bidang eksakta dapat diatasi, karena situasi belajar anak-anak akan berubah dari sulit belajar menjadi susah berhenti belajar. (hat)
BATAMANIA January 13th, 2009, 03:23 AM **
bukannya ini d Bintan Lagoi????
ya ini memang di lagoi
di batam juga lagi di bangun perumahan Batam Nirwana Residence
BATAMANIA January 13th, 2009, 03:24 AM mungkinkah ini gedung perpustakaan itu???
http://farm4.static.flickr.com/3234/2882251922_d25762ddbc.jpg?v=0
foto g ambil waktu liburan puasa, okt lalu........
saya rasa ini bukan gedung perpustakaan itu tapi kantor Dinas Pariwisata Kota Batam sepertinya bangunan ini udah selesai pembangunannya, mungkin interiornya aja yang belum
BATAMANIA January 13th, 2009, 03:38 AM tahun 2000 keatas bukanlah tahun keemasan bagi pertumbuhan ekonomi Batam, seperti yang kita ketahui semua infrastruktur seperti Bandara, jalan, Pelabuhan Batu Ampar, Kabil, Jembatan Barelang itu merupakan proyek mercusuar Otorita Batam di tahun 90 ke atas, dan saya tidak melihat pembangunan berarti yang di lakukan Otorita Batam di tahun 2000an keatas cuma swasta yang berperan besar di dekade ini^^
dan saya yakin pertumbuhan ekonomi Batam bakal stagnan di tahun 2009, kalau ada swasta yang berani melakukan pembangunan bisa saya acungi :okay:
sepertinya Batam harus bersabar menunggu momentum kebangkitan ekonomi di tahun 90an itu pada tahun 2010 dan saya yakin saat perekonomian dunia mulai stabil dan FTZ benar benar berjalan sesuai rencana Batam pasti akan meluncur deras keatas sebagai salah satu lokomotif perekonomian nasional :naughty:
novian January 13th, 2009, 12:35 PM SBY Launching FTZ
http://batampos.co.id/images/stories/berita_foto/ismeth_abdullah3.jpg
Gubkepri: Rencananya 19 Januari
Menyusul kepastian penerapan wilayah perdagangan bebas (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), banyak calon Penanaman Modal Asing (PMA) dan pengusaha lokal yang memastikan untuk berinvestasi. Selama ini, mereka hanya bisa wait and see karena upaya pencabutan PP 63 tak kunjung terealisasi. Saat ini, sikap tersebut berubah 100 persen. Ketua Dewan Kawasan (DK) FTZ yang juga Gubkepri Ismeth Abdullah membenarkan hal ini. Katanya tak ada alasan lagi FTZ BBK berlama-lama diterapkan.
Jika berpedoman penegasan yang disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Menteri Keuangan, Menperindag, dan Menteri Ekonomi baru-baru ini, draf pengganti PP 63 tentang perlakuan kepabeanan, perpajakan, dan bea cukai, serta pengawasan atas pemasukan dan pengeluaran barang dari dan ke kawasan FTZ Batam telah di meja Sekretaris Kabinet RI.
”Tak mungkin, tiga menteri ini masih nekat berlama-lama lagi. Pak Wapres telah memberi intruksi segera disiapkan. Kita hanya menunggu hari H saja jelang penerapan FTZ BBK,’’ ujar Ismeth Abdullah, usai pelantikan pejabat eselon III dan IV Pemprov Kepri, kemarin (12/1).
Jika semua berjalan lancar, launching operasional FTZ BBK dilaksanakan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang rencana melakukan kunjungan kerja ke Kepri, 19 Januari 2009 (Senin). Selain meresmikan operasional FTZ, Presiden SBY juga meresmikan pemakaian kapal TNI-AL, peresmian aktivitas belasan PMA baru yang bergerak di bidang industri, perkapalan, maritim, dan perhotelan.
”Jika semuanya lancar. Presiden SBY tanggal 19 Januari akan datang meresmikan proyek baru, launching FTZ, hotel baru, pelepasan kapal baru, pabrik-pabrik. Ada juga pertemuan bersama pengusaha dalam dan luar negeri, memberikan briefing ekonomi Indonesia, ini tepat sekali karena di awal tahun 2009. Laporannya, ada sekitar 15 investor yang diresmikan,’’ ujar Ismeth Abdullah.
Ismeth menjelaskan aturan main penerapan FTZ terdiri ketentuan bea masuk dan keluar, dimana pengusaha diberi kemudahan tanpa dipungut pajak bea ekspor, pajak penjualan, bebas PPN, bebas pajak barang mewah, dan pelayanan yang cepat baik imigrasi, perizinan, perlindungan keamanan. Rentang waktu pemberian perizinan akan lebih diperpendek.
”Selama ini, yang paling lama pengurusan itu adalah Analisis Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL). Bisa capai sebulan. Ada yang capai 1,5 bulan. Kita akan upayakan dua hingga empat minggu saja,’’ kata Ismeth yang saat itu didampingi Penasehat Gapensi Kepri, Majid Asis.
Semua orang di kawasan FTZ yang mau mengimpor barang harus lapor. Contoh jika pengusaha hendak impor mobil, barang ini, harus beri laporan lengkap. Setelah pelaporan, DK kemudian melakukan pengecekan. Berapa kebutuhannya, jangan pabrik mau masukin 1.000 mobil ke pabrik, di lapangan ternyata 20 ribu. Pemeriksaan dilakukan secara bersama dengan Bea Cukai.
Setelah itu, barang yang dipesan harus masuk ke lokasi pelabuhan FTZ yang ditunjuk. Tak boleh melalui pelabuhan sembarang. Perlu bergandengan tangan dengan Bea Cukai supaya ketentuan dan fasilitas yang diberikan negara tak boleh di salah gunakan untuk aksi penyelundupan.
‘’Tak boleh lagi, orang yang lakukan pengiriman ketinggalan dokumen. Semua harus jelas, Sanksinya ada denda dan pidana. Pemasukan senjata dan narkotika akan dipidana. Jika masukan barang tanpa dokumen yang jelas mereka harus bayar,’’tutur Ismeth.
Khusus untuk pengiriman barang, misalnya barang dari kawasan FTZ Karimun ke FTZ Bintan atau ke Batam, setiap saat mendapat pengawalan ketat dari aparat terkait seperti bea cukai. Upaya ini menghindari aksi penyelundupan. Seperti di tengah jalan dibawa ke daerah di luar kawasan FTZ. ”Ini perlu diawasi, karena itu perlu kerjasama Bea Cukai,’’ujar Ismeth.
Jelang penerapan FTZ BBK, fungsi pengawasan terus ditingkatkan. Pertumbuhan ekonomi Kepri dengan adanya FTZ, dipastikan menglami kemajuan yang pesat. Ismeth mengakui sebelum krisis ekonomi, tingkat pertumbuhan mencapai 8 persen. Dengan adanya krisis jadi 6,5 persen.
Hingga kini katanya Kepri masih ditopang industri maritim. Maritim masih kuat. Industri lain peternakan, pertanian, perikanan. Industri baru masuk, tergantung pembeli di luar negeri. Kondisi sekarang, pembelian berkurang. Banyak pabrik-pabrik internasional yang mengurangi pabriknya. Tapi ada juga penutupan pabrik di luar negeri, tak terimbas di Kepri, contohnya Pabrik Parta, di luar negeri ditutup, tapi di Indonesia tidak ditutup. Sekarang kita tengah menghadapi kondisi demikian.
Memasuki tahun 2009, tambahnya memang masa yang sulit. ‘’Kita harap investor cari pasar-pasar yang baru, mengurangi biaya yang tak perlu, dan setiap saat lakukan efesiensi. Jika selama ini bergantung ke Amerika, cobalah mencob ke Timur Tengah atau tempat lain. Jadi, disertifikasi ini perlu dilkukan sebagai upaya antisifasi,’’ungkap Ismeth.
Di lokasi yang sama, Penasehat Gapensi Provinsi Kepri mengatakan salah satu wilayah penerapan FTZ yang ditetapkan adalah Galang Batang Kabupaten Bintan. Diakui katanya selama ini telah banyak calon PMA tertarik, namun karena belum ada kejelasan pencabutan PP 63, calon PMA ini masih enggan. Diharap, pasca pencabutan PP 63, PMA yang menunggu selama ini memastikan diri.
Harapan pada DK FTZ, lanjut Majid Asis yang juga tokoh masyarakat Kepri ini aparat terkait di lapangan, seperti Bea Cukai, TNI/Polri, melakukan fungsi pengawasan lalu lintas barang, terutama di lokasi pelabuhan tikus. ***
rilham2new January 13th, 2009, 12:46 PM tahun 2000 keatas bukanlah tahun keemasan bagi pertumbuhan ekonomi Batam, seperti yang kita ketahui semua infrastruktur seperti Bandara, jalan, Pelabuhan Batu Ampar, Kabil, Jembatan Barelang itu merupakan proyek mercusuar Otorita Batam di tahun 90 ke atas, dan saya tidak melihat pembangunan berarti yang di lakukan Otorita Batam di tahun 2000an keatas cuma swasta yang berperan besar di dekade ini^^
dan saya yakin pertumbuhan ekonomi Batam bakal stagnan di tahun 2009, kalau ada swasta yang berani melakukan pembangunan bisa saya acungi :okay:
sepertinya Batam harus bersabar menunggu momentum kebangkitan ekonomi di tahun 90an itu pada tahun 2010 dan saya yakin saat perekonomian dunia mulai stabil dan FTZ benar benar berjalan sesuai rencana Batam pasti akan meluncur deras keatas sebagai salah satu lokomotif perekonomian nasional :naughty:
Setuju :cheers:
Gak hanya Batam, semua kawasan Indonesia yang sangat tergantung sama swasta harus siap2 untuk "jatuh" dikit di tahun 2009 ini, stagnansi memang sudah jelas akan datang. tapi bukan berarti, tidak bisa dikalkulasikan ;) ...
DJ_Archuleta January 13th, 2009, 12:47 PM SBY Launching FTZ
http://batampos.co.id/images/stories/berita_foto/ismeth_abdullah3.jpg
Gubkepri: Rencananya 19 Januari
Menyusul kepastian penerapan wilayah perdagangan bebas (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), banyak calon Penanaman Modal Asing (PMA) dan pengusaha lokal yang memastikan untuk berinvestasi. Selama ini, mereka hanya bisa wait and see karena upaya pencabutan PP 63 tak kunjung terealisasi. Saat ini, sikap tersebut berubah 100 persen. Ketua Dewan Kawasan (DK) FTZ yang juga Gubkepri Ismeth Abdullah membenarkan hal ini. Katanya tak ada alasan lagi FTZ BBK berlama-lama diterapkan.
Jika berpedoman penegasan yang disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Menteri Keuangan, Menperindag, dan Menteri Ekonomi baru-baru ini, draf pengganti PP 63 tentang perlakuan kepabeanan, perpajakan, dan bea cukai, serta pengawasan atas pemasukan dan pengeluaran barang dari dan ke kawasan FTZ Batam telah di meja Sekretaris Kabinet RI.
”Tak mungkin, tiga menteri ini masih nekat berlama-lama lagi. Pak Wapres telah memberi intruksi segera disiapkan. Kita hanya menunggu hari H saja jelang penerapan FTZ BBK,’’ ujar Ismeth Abdullah, usai pelantikan pejabat eselon III dan IV Pemprov Kepri, kemarin (12/1).
Jika semua berjalan lancar, launching operasional FTZ BBK dilaksanakan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang rencana melakukan kunjungan kerja ke Kepri, 19 Januari 2009 (Senin). Selain meresmikan operasional FTZ, Presiden SBY juga meresmikan pemakaian kapal TNI-AL, peresmian aktivitas belasan PMA baru yang bergerak di bidang industri, perkapalan, maritim, dan perhotelan.
”Jika semuanya lancar. Presiden SBY tanggal 19 Januari akan datang meresmikan proyek baru, launching FTZ, hotel baru, pelepasan kapal baru, pabrik-pabrik. Ada juga pertemuan bersama pengusaha dalam dan luar negeri, memberikan briefing ekonomi Indonesia, ini tepat sekali karena di awal tahun 2009. Laporannya, ada sekitar 15 investor yang diresmikan,’’ ujar Ismeth Abdullah.
Ismeth menjelaskan aturan main penerapan FTZ terdiri ketentuan bea masuk dan keluar, dimana pengusaha diberi kemudahan tanpa dipungut pajak bea ekspor, pajak penjualan, bebas PPN, bebas pajak barang mewah, dan pelayanan yang cepat baik imigrasi, perizinan, perlindungan keamanan. Rentang waktu pemberian perizinan akan lebih diperpendek.
”Selama ini, yang paling lama pengurusan itu adalah Analisis Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL). Bisa capai sebulan. Ada yang capai 1,5 bulan. Kita akan upayakan dua hingga empat minggu saja,’’ kata Ismeth yang saat itu didampingi Penasehat Gapensi Kepri, Majid Asis.
Semua orang di kawasan FTZ yang mau mengimpor barang harus lapor. Contoh jika pengusaha hendak impor mobil, barang ini, harus beri laporan lengkap. Setelah pelaporan, DK kemudian melakukan pengecekan. Berapa kebutuhannya, jangan pabrik mau masukin 1.000 mobil ke pabrik, di lapangan ternyata 20 ribu. Pemeriksaan dilakukan secara bersama dengan Bea Cukai.
Setelah itu, barang yang dipesan harus masuk ke lokasi pelabuhan FTZ yang ditunjuk. Tak boleh melalui pelabuhan sembarang. Perlu bergandengan tangan dengan Bea Cukai supaya ketentuan dan fasilitas yang diberikan negara tak boleh di salah gunakan untuk aksi penyelundupan.
‘’Tak boleh lagi, orang yang lakukan pengiriman ketinggalan dokumen. Semua harus jelas, Sanksinya ada denda dan pidana. Pemasukan senjata dan narkotika akan dipidana. Jika masukan barang tanpa dokumen yang jelas mereka harus bayar,’’tutur Ismeth.
Khusus untuk pengiriman barang, misalnya barang dari kawasan FTZ Karimun ke FTZ Bintan atau ke Batam, setiap saat mendapat pengawalan ketat dari aparat terkait seperti bea cukai. Upaya ini menghindari aksi penyelundupan. Seperti di tengah jalan dibawa ke daerah di luar kawasan FTZ. ”Ini perlu diawasi, karena itu perlu kerjasama Bea Cukai,’’ujar Ismeth.
Jelang penerapan FTZ BBK, fungsi pengawasan terus ditingkatkan. Pertumbuhan ekonomi Kepri dengan adanya FTZ, dipastikan menglami kemajuan yang pesat. Ismeth mengakui sebelum krisis ekonomi, tingkat pertumbuhan mencapai 8 persen. Dengan adanya krisis jadi 6,5 persen.
Hingga kini katanya Kepri masih ditopang industri maritim. Maritim masih kuat. Industri lain peternakan, pertanian, perikanan. Industri baru masuk, tergantung pembeli di luar negeri. Kondisi sekarang, pembelian berkurang. Banyak pabrik-pabrik internasional yang mengurangi pabriknya. Tapi ada juga penutupan pabrik di luar negeri, tak terimbas di Kepri, contohnya Pabrik Parta, di luar negeri ditutup, tapi di Indonesia tidak ditutup. Sekarang kita tengah menghadapi kondisi demikian.
Memasuki tahun 2009, tambahnya memang masa yang sulit. ‘’Kita harap investor cari pasar-pasar yang baru, mengurangi biaya yang tak perlu, dan setiap saat lakukan efesiensi. Jika selama ini bergantung ke Amerika, cobalah mencob ke Timur Tengah atau tempat lain. Jadi, disertifikasi ini perlu dilkukan sebagai upaya antisifasi,’’ungkap Ismeth.
Di lokasi yang sama, Penasehat Gapensi Provinsi Kepri mengatakan salah satu wilayah penerapan FTZ yang ditetapkan adalah Galang Batang Kabupaten Bintan. Diakui katanya selama ini telah banyak calon PMA tertarik, namun karena belum ada kejelasan pencabutan PP 63, calon PMA ini masih enggan. Diharap, pasca pencabutan PP 63, PMA yang menunggu selama ini memastikan diri.
Harapan pada DK FTZ, lanjut Majid Asis yang juga tokoh masyarakat Kepri ini aparat terkait di lapangan, seperti Bea Cukai, TNI/Polri, melakukan fungsi pengawasan lalu lintas barang, terutama di lokasi pelabuhan tikus. ***
^^ Amiinn Ya Robbal Alaamiinn akhirnya saat yg ditungu2 datang juga :banana::banana:
novian January 13th, 2009, 12:52 PM ^^ semoga apa yg udh masyarakat batam nantikan ini tidak di rusak ama RI 1 selanjutnya....... dan smoga yg jadi RI 1 selanjutnya bukan makhluk buntal yg telah mengeluarkan PP 63 tahun 2003
sori bahasanya aga' kasar.......abis kesel seh ama mbok2 yg satu itu...........
DJ_Archuleta January 13th, 2009, 12:58 PM ^^ :rofl::rofl:
gw juga berharap semoga itu "mbok2" ga akan terpilih lagi di pemilu nanti..
novian January 14th, 2009, 07:49 PM Pembangunan Kondominium 25 Lantai Bermasalah
BATAM, TRIBUN-PT Bangun Megah Semesta (BMS) mengklaim telah memiliki sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Republik Indonesia untuk hak guna bangunan. Inilah yang menjadi dasar pembangunan kondominium Batam City Condominium (BCC) berlantai 25 di daerah Baloi.
Conti Chandra, penanggungjawab proyek kepada Tribun, Rabu (14/1) mengatakan dirinya bersama komisaris lain tidak melalaikan persyaratan yang berlaku untuk menginvestasikan dana ratusan miliar rupiah. “Ini bukan uang sedikit, kami menginvestasikan ratusan miliar rupiah, tentu kami harus serius dong melengkapi syarat yang diperlukan,” ujar Conti.
Dalam sertifikat yang diterbitkan 26 Februari 2008 itu ditandatangani oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Batam H. Isman Hadi, SH, Msi. Tertulis surat ukur tanah oleh instansi terkait tertanggal 5 Februari 2008 dengan nomor 01249/2008 yang menetapkan luas bidang tanah yang disertifikatkan seluas 3747 meter persegi.
Pembuatan patok lahanpun dilakukan pada 15 September 2008 oleh instansi terkait yang saat itu disaksikan oleh Dece, Camat Lubuk Baja, dan beberapa orang warga.
Selain mengantongi sertifikat PT BMS telah memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bernomor KPTS.152/IMB/VII/2008 tertanggal 14 Juli 2008 yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Agussahiman, SH.
Conti menyesalkan adanya segelintir orang yang berupaya mengganggu pelaksanaan pembangunan proyek dengan berbagai dalih. Seperti membuat surat kaleng yang tidak jelas dasarnya. Gangguan itu sudah cukup lama dan sangat meresahkan dirinya bersama komisaris. Beberapa konsumenpun turut resah dan mempertanyakan hal itu kepada pengembang.
“Kami memiliki semua data yang sah secara hukum. Bila ada orang yang keberatan supaya ditunjukan dasar keberatannya,” paparnya.
Sementara tentang tuduhan pengrusakan tanaman dan pencaplokan fasilitas umum mengatasnamakan warga, Conti membantahnya.
Menurutnya tanah tersebut merupakan miliknya sehingga tidak terdapat unsur pencaplokan.(rnd)
AceN January 14th, 2009, 08:19 PM ^^ aih...makhluk buntal.... :eek:
g juga setuju sih :tongue2: he he he..
DJ_Archuleta January 15th, 2009, 04:03 PM Presiden Bermalam di Batam
TANJUNGPINANG (BP) - Pihak kepresidenan telah memastikan kunjungan kerja Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Batam, Senin (19/1). Saat ini, pihak Paspampres istana tengah melakukan sinkronisasi kunjungan dengan kesekretariatan Presiden. Demikian dikatakan Kepala Badan Promosi dan Investasi Pemprov Kepri, HS Mohammad Taufik BcKn, petang kemarin (14/1).
Taufik mengatakan kunjungan kerja Presiden SBY ke Batam antara lain melakukan penandatanganan prasasti operasional 16 investor baru, peresmian penerapan FTZ Batam, Bintan dan Karimun, peresmian peluncuran 2 kapal baru dan berdialog bersama pengusaha di Kepri.
”Jika tak ada aral, Pak Presiden nginap di Batam. Beliau kembali ke Jakarta, Rabu (20/1),’’ ujar Taufik.
Penandatanganan prasasti operasional 16 investor baru, dilaksanakan di Coastarina, sedang dialog bersama pengusaha digelar Turi Beach.
Menyinggung FTZ, Taufik menambahkan pelaksanaannya langsung lakukan Badan Pengelolaan Kawasan (BPK) masing-masing. BPK seterusnya melakukan koordinasi dengan aparat terkait, khususnya dalam menjalankan fungsi pengawasan, proses pemasukan barang dari dan keluar lokasiFTZ. ‘’Tugas di lapangan, BPK berkoordinasi dengan Dewan Kawasan (DK) FTZ,’ ‘ tuturnya.
Kabupaten Bintan telah mengusulkan empat proyek yang bakal di resmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 19 Januari mendatang di Batam.
Keempat proyek itu yakni PT Kapital Turbin yang membangun PLTU 2 x 22 MW di Galang Batang, peluncuran kapal yang diproduksi PT Tiong Won Corporation (TWC) di Kawasan Maritim Bintan Timur, pengembangan resort Lagoi Bay di kawasan Wisata Bintan Resort Cakrawala di Lagoi, serta perluasan industri di Bintan Inti Industriel Estate (BIIE) di Lobam.
Kepala Badan Promisi Investasi Daerah (BPID) Bintan, Mardiyah mengatakan empat proyek itu baru usulan, dan telah disampaikan ke pihak Provinsi Kepri. “Jadi belum pasti apakah semua proyek lolos akan diresmikan. Kami belum dapat kabar dari BPID Provinsi Kepri karena masih dalam proses,” timpal Mardiyah yang baru dilantik sebagai Kepala BPID Bintan itu, kemarin.
Namun, Mardiyah memperkirakan kemungkinan peluncuran kapal di TWC yang positif. Sebab, proyek lainnya secara fisik belum siap. Dan bisa jadi, ke tiga proyek lainnya, akan menyusul diresmikan dalam waktu mendatang, karena informasinya Presiden bakal kembali berkunjung ke Batam. (zek/gds)
DJ_Archuleta January 15th, 2009, 07:56 PM Jembatan Babin Jadi Infrastuktur FTZ
Telan Dana Rp 36 Triliun
BATAM, TRIBUN- Cukup lama rencana pembangunan mega proyek multiyears di provinsi Kepri, Jembatan Batam-Bintan (Babin) tidak terdengar rimbanya. Tak heran banyak orang menganggapnya hanya dreaming alias impian. Kenyataannya tidak, proyek itu semakin pasti karena sudah masuk dalam agenda pembangunan infrastruktur free trade zone (FTZ) Babin.
Bahkan mega proyek itu sudah masuk dalam rencangan tata ruang dan wilayah (RTRW) FTZ Batam dan Bintan yang akan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres).
Syamsul Bahrum, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam kepada Tribun, Rabu (17/12) mengatakan detailed engineering design (DED) sudah dibuat oleh Badan Pengusahaan (BP) Kawasan dan telah dibentuk tim percepatan pembangunan melalui SK Gubernur dengan ketuanya Ir Priyanto, Deputi Wasdal OB (BP Kawasan).
Pemko Batam juga dilibatkan dalam tim tersebut diantaranya Sekretaris Kota Batam Agussahiman, Syamsul Bahrum, Kepala Badan Perencanaan Pembanguna Daerah (Bappeda) Kota Batam Wan Darusalam, Kepala Dinas Tata Kota Gintoyoni, Kepala Dinas Pertanahan Buralimar, dan pejabat lainnya.
Syamsul menambahkan beberapa investor menyatakan berminat membangun jembatan itu terutama konsorsium dari Cina. “Tidak ada masalah dengan proyek Jembatan Babin. Semua sudah on the right track,” ujar Syamsul.
Hanya saja pengerjaan proyek beranggaran Rp 36 triliun itu tertunda karena terimbas dari krisis ekonomi global. Menurutnya, jika proyek itu dikerjakan selama lima tahun idealnya pengerjaan dimulai tahun 2010.
Jembatan Babin akan dibangun dari Batuampar hingga ke Pulau Dompak, Bintan. Nantinya akan dipaketkan dengan pembangunan jalan tol. Besarnya pagu pembangunan itu membuat tim sedang mempelajari model pembiayaan. Apakah melalui kerjasama pihak ketiga atau via built operate transfer (BOT) atau alternatif lain sharing public private funding.
Ekspektasi kemungkinan munculnya masalah teknis seperti tsunami juga sudah dipertimbangkan. Menurut Syamsul, secara umum tidak ada masalah teknis, karena geologi kawasan Batam dan Bintan tergolong stabil alias nihil gempa. Sementara secara oceanografis kecil kemungkinan tsunami
KRAFTY.LEICA January 15th, 2009, 10:20 PM woooow!
5tahun dari 2010 brarti 2015 br siap?
KRAFTY.LEICA January 15th, 2009, 10:28 PM woooow!
5tahun dari 2010 brarti 2015 br siap?
KRAFTY.LEICA January 15th, 2009, 10:56 PM cant wait 2 see.
gmn nanti jadinya batam kl uda mnyatu ma bintan ya kan.
waaaawww! dat would be great one!
DJ_Archuleta January 16th, 2009, 11:50 AM Superblok Imperium Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/SuperblokImperiumBatam2.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/SUPERBLOKIMPERIUMBATAM.jpg
Update
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/UpdateSuperblokImperiumBatam.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/UpdateSuperblokImperiumBatam2.jpg
DJ_Archuleta January 16th, 2009, 11:54 AM The Capitol Imperium Square
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/capitasquare.jpg
Overview
The Capitol Imperium Square hadir di kawasan SUPERBLOK IMPERIUM, dimana kawasan ini merupakan kawasan bisnis terbesar di kota Batam.
The Capitol Imperium Square adalah ruko mall terbesar di kota Batam dengan konsep ruko 4 lantai yang memiliki 148 unit ruko eksklusif yang di dalamnya terdapat 296 outlet retail bisnis pada lantai 1 dan 2 dengan ukuran masing-masing 75 m2 - 85 m2.
Konsep The Capitol Imperium Square dinamakan konsep 3 in 1 dimana para pemilik ruko bisa memiliki 2 unit tempat usaha yang dapat digunakan untuk jenis usaha yang sama ataupun berbeda dan 1 unit yang dapat dipergunakan sebagai tempat tinggal atau kantor.
The capitol Imperium Square hadir dengan nuansa arsitek Romawi yang menawan, sehingga dilihat dari sudut manapun Anda tetap akan merasakan keindahan dan kemewahan The Capitol Imperium Square.
Bagian dalam Ruko dilengkapi dengan area Citywalk selebar 12 m, yang merupakan area Citywalk pertama dan terbesar di kota Batam. Area Citywalk ini juga dibangun dengan kanopi bernuansa langit yang memberikan suasana berkelas Eropa.
Ruko The Capitol Imperium Square di setiap unitnya menggunakan lantai dengan ukuran 60x60 cm dan pintu utama yang terbuat dari bahan frameless glass. Selain itu salah satu kemewahan tambahan dari Ruko The Capitol Imperium Square, sehingga ruko ini tampil berbeda dari ruko lainnya adalah adanya 4 unit escalator yang menghubungkan lantai 1 dengan lantai 2.
Semua kemewahan bangunan The Capitol Imperium Square membuat ruko ini bukan sekedar ruko biasa akan tetapi layak disebut sebagai RUKO MALL 4 LANTAI YANG TERBESAR DAN TERMEWAH DI BATAM.
DJ_Archuleta January 16th, 2009, 03:30 PM woooow!
5tahun dari 2010 brarti 2015 br siap?
ya kalau konstruksi baru mulai thn 2010 maka jembatan babin
baru bisa siap pakai pada thn 2015
DJ_Archuleta January 16th, 2009, 05:14 PM Ocarina Tempat Launching FTZ
Jumat, 16 Januari 2009
BATAM - Kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Batam, 19 Januari mendatang, membawa beberapa agenda penting. Di antaranya launching penerapan free trade zone (FTZ) di Batam Bintan dan Karimun (BBK), serta meresmikan 17 proyek baru.
Tadi malam, Dewan Kawasan (DK) free trade zone (FTZ) bersama dengan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) melakukan pertemuan guna membahas perusahaan yang akan diresmikan operasionalnya oleh Presiden.
Dari rapat terbatas tersebut, akhirnya dapat dipastikan Presiden SBY akan meresmikan 17 proyek baru di kawasan FTZ. Nilai proyek yang akan diresmikan SBY itu mencapai Rp7 triliun.
Proyek tersebut ada yang sudah melakukan usaha dan yang baru mulai berusaha. Misalnya perusahaan yang melakukan ekspansi usaha yakni PT Tirta Utama Riani Indah, PT Nongsa Point Marina, dan Hotel Harris Resort.
Sedangkan hotel baru dan hunian terbaru terdiri dari i Hotel, Harbour Bay Amir Hotel, Pacifik Palace Hotel, Coastarina, Ocarina.
Untuk perusahaan baru yang beroperasi di Batam yang diresmikan SBY PT Ilthabie Mandiri Tehnik, PT Saipem, PT AT Oceanic Offshore, PT KPE Industries, PT Epcos, PT Kinema Systrans Multimedia, PT Chuch Enginering Batam, dan Citra Tubindo Engenering. Kemudian satu proyek dari Departemen Pekerjaan Umum yakni pembangunan jembatan di Gesek, Kabupaten Bintan senilai Rp8,4 miliar.
Menurut Kepala Badan Promosi dan Investasi Daerah (BPID) Pemprov Kepri M Taufik, tempat peresmian proyek tersebut di Ocarina Batam Centre. ”Semua sudah dipastikan tadi malam. Sampai tadi malam, SBY telah memastikan kunjungan kerja Presiden SBY ke Batam.
Taufik mengatakan kunjungan SBY sekaligus launching penerapan FTZ di BBK. SBY juga meresmikan pemakaian dua kapal baru seharga Rp850 miliar yang diproduksi di Batam.
Sampai tadi malam, penandatanganan prasasti operasional 16 investor baru, dilaksanakan di Coastarina, sedang dialog bersama pengusaha digelar Turi Beach.
Menyinggung FTZ, Taufik mengatakan, dalam lima tahun ke depan, maka investasi yang masuk ke BBK ditargetkan menembus 15 miliar dolar AS. Saat ini proyek besar seperti Drydock dengan nilai investasi 500 juta AS sudah masuk ke Batam. “Kita yakin FTZ menambah nilai lebih BBK,” ujar dia.
novian January 16th, 2009, 05:59 PM ^^ :applause:
AceN January 16th, 2009, 06:16 PM ^^ Sip. Branding & promosi nya lebih gencar lagi donk..... aku pengen liat Batam dikemas & di manage scara lebih profesional dari skarang. Dari mulai advertising aja deh, se enggaknya aku mo liat iklan Batam di Bloomberg / CNBC. Skarang kalo liat channel itu, yang nongol iklannya Iskandar Malaysia, Dubai, n Qatar mlulu... :(
Go Batam :cheers1:
rilham2new January 16th, 2009, 09:25 PM ^^ Emangnya ada iklan Iskandar yaa di CNN ????? Canggih bener :nuts: ...
Yang harus dibagusin dari Batam bukan di-branding atau advertisement.
Tapi lebih kepada regulasi, perizinan, legalitas, dan kemudahan dalam memulai usaha. Birokrasi di Iskandar katanya malah akan dibuat sesederhana mungkin dalam mengundang investor asing :p~
Sejauh ini aku belum melihat apa2 yang berarti sih di Iskandar ;p~ ... tapi investor asing dari pihak LEGO udah deal buat bangun Theme-park LEGOLAND di IDR :eek:
Hope Batam, ada yang kek gitu juga :D .... hehehe
AceN January 17th, 2009, 05:09 AM ^^ Iya, regulasi itu kan ibarat jantungya manusia. Advertisement & Branding itu muka nya. Sebagus2nya regulasi di Batam, kalo ga di publik ga tahu kan sama aja donk :)
DJ_Archuleta January 17th, 2009, 07:11 AM Imperium Apartments Batam
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/ImperiumApartmentsBatam.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/ImperiumApartmentsBatam2.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/ImperiumApartmentBatam.jpg
Update
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/ApartementdiBatamCenter.jpg
DJ_Archuleta January 17th, 2009, 07:20 AM TROPICANA RESIDENCE
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/tropicanamodernhousing.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/myhometropicana.jpg
It is our pleasure to introduce Batam City first INNER COURT Residence, The TROPICANA RESIDENCE.
A residential property that specially designed to give the people who live in them maximum security , tranquility , greenery, quality infrastructure and comfortable housing.
Tropicana Residence is located in the heart of Batam City, Batam Centre. It is the first Residential that incorporate inner court garden in front of the villa homes. All of which are gated and secured.
Imagine the view of lush garden and beautiful swimming pool at your front steps. With children playground and badminton court in your front yard, you don’t have to worry about cars or motor cycles passing by your front door that could hurt your children.Living in Tropicana Residence is like living in a 5 star Resort Hotel with all the facilities that comes with it.
In the near future, we are planning to complete the facility with an exclusive Club House, 5 stars Resort Hotel, Shop Houses and Small Office Home Office ( SOHO ). This will make the residential become the only one in Batam City that offer complete resort style living.
The Developer, Golden Nusa Persada PT is part of Berlian Group. It is a diversified Group that have experiences in Property Development in Jakarta, Coal and Tin Mining, IT Solution Provider and Textile Industry.
WHAT WE OFFERS
* Inner Court Garden Concept Residential that is the first in the City of Batam.
* Modern and Minimalist Design with energy conservation in mind.
* Strategically located in Batam Centre, close to Government offices, Intrustial Park, Good School, Hospital and Ferry Terminal.
* With the planned 5 star Hotel and office park, your investment will increase in value in the future.
* Complete Facilities such as 3 Swimming pools, 2 Badminton court, Leissure Centre, Café, Fitness Centre, Children Playground, Spa & Massage Centre, Food court, Internet connection, TV Cable.
* High level security with the CCTV in every cluster with good 24 hours security in place.
F A C I L I T I E S
* Innert Court Garden
* 3 Swimming Pools
* 2 Badminton Court
* Leissure Centre
* Cafe
* Fitness Centre
* Children Playgrounds
* Spa & Massage Centre
* Food Court
* Internet Connection
* Cable TV
* CCTV
DJ_Archuleta January 17th, 2009, 07:36 AM Tropicana Residence Housing
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TropicalGarden1.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TropicalGarden2.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/TropicalGarden3.jpg
DJ_Archuleta January 17th, 2009, 07:40 AM Tropicana Residence Pools
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/tropicanaview.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/tropicanaswimmingpool.jpg
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/tropicanaswimmingpool2.jpg
paradyto January 17th, 2009, 07:54 AM Thanx for update DJ, btw, Tropicana ada Spa & Massage Center nya juga ya?
DJ_Archuleta January 17th, 2009, 08:01 AM Thanx for update DJ, btw, Tropicana ada Spa & Massage Center nya juga ya?
Welcome back .. Fasilitas di Tropicana ada Spa nd Massage center :)
paradyto January 17th, 2009, 08:10 AM Dulu pas pameran di BCS, Gw malah nggak lihat Spa & Massage Centernya..
Thanx DJ:)
DJ_Archuleta January 17th, 2009, 08:15 AM Dulu pas pameran di BCS, Gw malah nggak lihat Spa & Massage Centernya..
Thanx DJ:)
oh gitu gw kurang tau juga yah.. tapi yg gw liat di websitenya tertera tulisan Spa and Massage Centre di bagian Facilities :)
http://www.tropicana-residence.com/
DJ_Archuleta January 17th, 2009, 11:54 AM Pengganti PP63 Tinggal Teken
Jakarta (BP) - Pengganti Peraturan Pemerintah (PP) 63 Tahun 2003 tentang pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) tinggal diteken.
Pemerintah kemarin Jumat (16/1) sudah menyelesaikan proses harmonisasi atas Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang akan menggantikan PP 63 Tahun 2003, sebagai pelengkap payung hukum free trade zone (FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun.
Direktur Harmonisasi Peraturan dan Perundang-undangan Depkumham, Wicipto Setiadi yang dihubungi Batam Pos, Jumat (16/1) sore mengatakan bahwa draft PP pengganti PP 63 itu baru saja selesai dilakukan sinkronisasi dan harmonisasi di Depkumham.
”Kemarin (Kamis, 15/1) draft-nya baru sampai ke Depkumham. Langsung tadi kita selesaikan harmonisasinya. Tadi memang kita percepat harmonisasinya karena waktunya sudah mepet,” ujar Wicipto.
Menurut Wicipto, proses selanjutnya ada di Departemen Keuangan. Depkumham, sambung Wicipto, telah menyerahkan draft RPP tersebut ke Depkeu. Selanjutnya, imbuh Wicipto, Depkeu akan melakukan rapat untuk sinkronisasi antar instansi yang berada di lingkungan Depkeu seperti Direktorat Jendral Pajak serta Bea dan Cukai. ”Jadi saat ini kewenangannya ada di Menteri Keuangan. Nanti Menteri Keuangan yang akan membawa ke Presiden,” imbuhnya.
Ditanya apakah ada kemungkinan hari ini draft tersebut bakal ditandatangani Presiden untuk selanjutnya diundangkan oleh Depkumham? Wicipto tidak berani memastikannya.
”Kita tidak tahu apakah prosesnya secepat itu? Tetapi kalau memang sudah ditandatangani dan diundangkan, yang pasti sampai saat ini kita belum mendapatkannya,” tandasnya.
Berisi 30 Pasal
Sementara menurut informasi terbaru yang diterima Kadin Kepri, Depkeu kemarin juga telah menggelar rapat sinkronisasi dan harmonisasi antar instansi yang berada di lingkungan Depkeu seperti Direktorat Jendral Pajak serta Bea dan Cukai. ”Tinggal diteken,” kata Abdullah Gosse, Wakil Ketua Bidang Industri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau—yang hadir dalam rapat tersebut kepada Batam Pos, kemarin.
Gose menjelaskan, RPP pengganti PP63 itu terdiri dari 9 bab dan 30 pasal. Nama RPP itu, Peraturan Pemerintah tentang Perlakuan Kepabeanan Perpajakan dan Cukai serta Pengawasan Atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari Serta Berada di Kawasan yang Ditunjuk Sebagai Kawasan Peradagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
Dalam pembahasan harmonisasi RPP tersebut, Bea dan Cukai (BC) sempat mempersoalkan Pasal 28 yang berbunyi, “Segala ketentuan sanksi pabean sesuai dengan Undang- Undang Pabean berlaku di Kawasan Bebas dan Pelabuhan Bebas”.
Bahkan, rapat yang dihadiri semua pewakilan dari Pajak, Bea dan Cukai dan Dapartemen Keuangan, Hukum dan HAM itu, sempat terjadi perdebatan panjang. BC Menganggap FTZ masih di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga masih dikenakan UU Pabean. Namun, pandangan BC itu mendapatkan tanggapan dari pihak Pajak dan peserta. ”Akhirnya diambil kesepakatan, kalimat dalam pasal 28 disesuaikan dengan UU FTZ Nomor 44 Tahun 2007,” ujar Gosse.
Rapat harmonisasi RPP pengganti itu berlangsung dari pukul 08.00-11.30 wib. Selesai rapat, RPP tersebut dibawa ke Menteri Keuangan, kemudian dari kantor Menkeu, RPP diserahkan ke Presiden untuk disahkan. Kemudian diserahkan ke Sekertaris Kabinet untuk diberikan nomor. “Saya kira, hari ini RPP itu sudah disahkan. Saat SBY ke Batam Senin (19/1) lusa, PP63 sudah diganti dengan PP terbaru,” ujar Gosse yakin.
Gosse mengatakan, oleh-oleh SBY ke Batam dengan mencabut PP 63 sekaligus meresmikan FTZ di Batam, Bintan dan Karimun.
Sekretaris Dewan Kawasan FTZ Jon Arizal juga berharap, FTZ segera berjalan ketika SBY datang ke Batam. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, PP 63 itu bisa tuntas,” katanya.
Secara terpisah, Kepala Badan Promosi Investasi Daerah (BPID) Kepulauan Riau M Taufik membenarkan, kedatangan SBY ke Batam untuk meresmikan FTZ di BBK. “Harapan kita investasi asing akan mengalir ke BBK dengan dijadikan kawasan FTZ. Dalam lima tahun, jumlah investasi bisa menembus 15 miliar dolar AS, bisa masuk ke BBK,” imbuhnya.
Selamat Datang Pengganti PP 63
Batam (BCZ) Impian warga Batam untuk kembali menikmati kehidupan tanpa belenggu PP 63 akhirnya tercapai.
Hal ini disebabkan Peraturan Pemerintah yang akan diterapkan sebagai pengganti PP 63 telah selesai diharmonisasi oleh Beas Cukai, Kantor Pajak dan Departemen Hukum.
PP pengganti ini disebut sebagai Peraturan Pemerintah tentang Perlakuan Kepabeanan Perpajakan dan Cukai Serta Pengawasan Atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari, serta Berada di Kawasan yang Ditunjuk Sebagai Kawasan Peradagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
PP ini kemungkinan akan disahkan dan mulai diterapkan pada saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan FTZ di Batam, Bintan dan Karimun pada tanggal 19 Januari mendatang.
Penerapan FTZ di Batam terdiri ketentuan bea masuk dan keluar, dimana pengusaha diberi kemudahan tanpa dipungut pajak bea ekspor, pajak penjualan, bebas PPN, bebas pajak barang mewah, dan pelayanan yang cepat baik imigrasi, perizinan, perlindungan keamanan. Rentang waktu pemberian perizinan juga akan lebih diperpendek. (jhs)
KRAFTY.LEICA January 17th, 2009, 01:38 PM thanks 4 the update anw mr. dj.
but the question, does imperium still continue the development?
seems like they got stuck anw. :bash:
DJ_Archuleta January 17th, 2009, 02:38 PM ^^ yes you're welcome mr. krafty.. and the answer for that, they still continue with the developments as you can see from the update but for now it MAY got halted because of the global crisis :ohno:
novian January 17th, 2009, 02:50 PM ^^ good bye PP 63 :wave:
KRAFTY.LEICA January 18th, 2009, 09:53 AM ^^ yes you're welcome mr. krafty.. and the answer for that, they still continue with the developments as you can see from the update but for now it MAY got halted because of the global crisis :ohno:
but i thou it got stuck even be4 the global crisis occurs lah.
im affraid it's all not about global crisis, instead there's somethin
inside came wrong. but ive no idea too.
we'll see the best sahaja lah. :)
DJ_Archuleta January 19th, 2009, 07:01 AM Hari Ini, Presiden Kukuhkan FTZ
Senin, 19 Januari 2009
Tinjau 17 Proyek di Kepri
Kegelisahan sejumlah pengusaha terhadap masa depan penerapan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun, bakal terjawab. Hari ini, Senin (19/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan meresmikan atau mengukuhkan FTZ di Coastarina, Batam Centre, Batam.
”Presiden ke Batam dalam rangka launching kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Batam, Bintan, dan Karimun. Kemungkinan besar Presiden juga mencabut PP 63 Tahun 2003 sekaligus mengumumkan PP penggantinya,” ujar Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Kepri, M Taufik kepada Batam Pos, Ahad (18/1).
Hal senada diungkapkan Kepala Biro Humas Pemprov Kepri, Irmansyah. SBY dijadwalkan mendarat dengan pesawat kepresidenan di Bandara Hang Nadim sekitar pukul 09.30 WIB. Dari Hang Nadim rombongan presiden langsung meluncur ke Coastarina, Batam Centre. ”Jam 10.30 WIB, presiden meluncurkan FTZ di Coastarina,” tukasnya, kemarin.
Setelah itu, SBY dijadwalkan meninjau 17 proyek industri dan pariwisata senilai lebih dari Rp7 triliun.
17 proyek ini, diantaranya perusahaan yang melakukan ekspansi usaha, seperti PT Tirta Utama Riani Indah, PT Nongsa Point Marina, dan Hotel Harris Resort. Sedangkan hotel baru dan hunian terbaru terdiri dari i Hotel, Harbour Bay Amir Hotel, Pacifik Palace Hotel, Coastarina, dan Ocarina.
Untuk perusahaan baru yang beroperasi di Batam yang diresmikan SBY, yaitu PT Ilthabie Mandiri Tehnik, PT Saipem, PT AT Oceanic Offshore, PT KPE Industries, PT Epcos, PT Kinema Systrans Multimedia, PT Chuch Enginering Batam, dan Citra Tubindo Enginering. Kemudian satu proyek dari Departemen Pekerjaan Umum yakni pembangunan jembatan di Gesek, Kabupaten Bintan senilai Rp8,4 miliar.
M Taufik menambahkan, SBY juga meresmikan pemakaian dua kapal baru seharga Rp850 miliar yang diproduksi di Batam. Dalam lima tahun ke depan, maka investasi yang masuk ke BBK ditargetkan menembus 15 miliar dolar AS. Saat ini, proyek besar seperti Drydock dengan nilai investasi 500 juta AS sudah masuk ke Batam. ”Kita yakin FTZ menambah nilai lebih BBK,” ujar M Taufik. Presiden dijadwalkan baru kembali ke Jakarta, Selasa (20/1) pagi.
Suntikan Moral
Di tempat terpisah, Ketua Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam, Mustofa Widjaya mengaku senang dengan kunjungan presiden ke Batam. Baginya, itu merupakan suntikan moral. Apalagi agenda utama kunjungan presiden meresmikan FTZ BBK.
”Terus terang kita jadi tenang. Kehadiran beliau (SBY) akan menambah keyakinan investor dan calon investor terhadap keseriusan pemerintah dalam menerapkan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Batam,” kata Mustofa Widjaya ditemui Batam Pos di terminal VVIP Bandara Hang Nadim, Ahad (18/1).
Mustofa berharap, keyakinan itu diikuti penanaman modal besar-besaran, baik dari investor lokal maupun asing. Menurutnya, tak ada alasan lagi bagi investor untuk ragu-ragu menanamkan modalnya di kota industri ini. “Kita sama-sama berharaplah supaya investasi di Batam meningkat tajam dan ekonomi kita terus bergairah,” ujar Mustofa.
Berharap Pemerintah Serius
Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu ibarat angin segar di tengah tanda tanya besar penerapan FTZ BBK yang belakangan mulai sering diteriakkan pengusaha. Sebagian bahkan menuding pemerintah pusat tak serius. Sebagian lagi mulai tak yakin FTZ bakal jalan. “Kita ini sebenarnya sudah frustrasi. Agenda kerja yang sudah kita siapkan sejak dulu, nggak jalan-jalan juga karena FTZ lamban,” kata salah seorang pengusaha di kawasan Nongsa kepada Batam Pos, belum lama ini.
Menurutnya, UU FTZ saja belum cukup. Pemerintah harus segera menerbitkan aturan main tentang pelaksanaan di lapangan. Dicabutnya PP 63 Tahun 2003 Tentang Perlakukan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah maupun aturan lain yang bertentangan dengan UU FTZ, dinilai tak membawa dampak apa-apa terhadap pengusaha. “Itu kan cuma upaya untuk meningkatkan daya beli saja. Aturan ketenagakerjaannya mana? Terutama untuk tenaga kerja asing misalnya,” tukas sumber tersebut. Pengusaha berharap, pemerintah serius menggarap FTZ di BBK agar nasibnya tidak sama dengan kebijakan sejenis yang dibuat sebelumnya.
Dialog FTZ dengan Pengusaha
Dalam lawatannya ke Batam, presiden juga akan meluangkan waktu berdialog dengan para pengusaha di Kepri. Dialog tersebut direncanakan digelar di Nongsa Point Marina.
Informasi yang diperoleh Batam Pos menyebutkan, materi yang akan dibahas dalam dialog tersebut tekait dengan penerapan aturan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di Batam. “Pengusaha pasti bertanya bagaimana setelah PP 63 itu dihapuskan, prakteknya di lapangan seperti apa,” ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam Nada Faza Soraya kepada Batam Pos, Ahad (18/1).
Dia juga mengatakan, penetapan kawasan FTZ itu harus mengikuti undang-undang nasional dan internasional. “Apakah terminal-terminal yang dijadikan pelabuhan bebas itu sudah laik menurut konvensi internasional,” kata Nada.
Saat ini, menurut Nada, pelabuhan di Batam yang sudah diakui oleh internasional Pelabuhan Sambu. Sedangkan pelabuhan lainnya di Batam belum diakui oleh IMO (International Maritime Organization).
Dewan Kawasan (DK) FTZ menetapkan lima pelabuhan FTZ di BBK. Kelima pelabuhan tersebut, meliputi Pelabuhan Batuampar, Pelabuhan Kabil Batam, Pelabuhan Lobam, Pelabuhan Kijang Bintan, serta Pelabuhan Parit Rempak Karimun.
Cabut PP 63
Terkait kunjungan presiden ke Batam ini, Wakil Ketua Panitia Anggara DPR-RI Harry Azhar Azis mengatakan, informasi yang dia peroleh dari pejabat tinggi Departemen Keuangan, PP 63 dipastikan akan dicabut Presiden dan diganti dengan PP yang baru. “Saat ini PP pengganti tersebut sudah di tangan Presiden dan kemungkinan besar dibawa ke Batam,” ujar Harry kepada, kemarin.
Dia menilai, dicabutnya PP 63, artinya kawasan BBK ke depannya akan menjadi salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Model FTZ seperti BBK juga bisa menjadi contoh penerapan kawasan lainnya di Indonesia. Saat ini DPR sedang membahas Rancangan Undang-Undang Kawasan Ekonomi Khusus untuk daerah lainnya di Indonesia. ”Ada 12 daerah yang sudah mengusulkan untuk menjadi kawasan ekonomi khusus seperti di BBBK. Model seperti BBK bisa dijadikan pusat pertumbuhan ekonomi di daerah lain,” ujar Harry.
Abdullah Gosse dari Kamar Dagang dan Industri Kepulauan Riau mengharapkan, dengan dilaunchingnya FTZ di BBK, jangan ada perbedaan pandangan antara Dewan Kawasan FTZ dengan Menteri Keuangan. Karena dalam RPP pengganti PP63 itu masih ada celah, kedua lembaga itu tidak sejalan.
”Kita mengharapkan DK dan menteri terkait masalah FTZ ini satu tujuan. Sehingga tidak terjadi pertentangan di kemudian hari,” imbuh Gosse.
Sementara itu, sehari menjelang kedatangan presiden, kemarin, terminal VVIP Bandara Hang Nadim dijaga ketat ratusan aparat. Mulai dari Angkatan Darat, Laut, Udara hingga Kepolisian. Selain pintu kedatangan tersebut, penjagaan super ketat juga diterapkan di sejumlah lokasi yang bakal dikunjungi presiden. Salah satunya Coastarina. Aparat bahkan sempat mengisolasi kawasan tersebut dan melarang siapa saja masuk ke sana, termasuk wartawan. ***
BATAMANIA January 20th, 2009, 04:55 AM Presiden SBY: Hari Ini FTZ Dimulai
Inilah keyakinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). ”Masa depan perekonomian Kepri sangat cerah. Mudah-mudahan BBK (Batam, Bintan, Karimun) tak hanya menjadi pilar pertumbuhan ekonomi nasional, tapi juga dunia,” ujarnya penuh semangat ketika memberi sambutan, setelah menekan tombol yang diikuti pelepasan puluhan merpati di Coastarina, Batam Centre, Senin (19/1) sekitar pukul 12.25 WIB.
eremoni itu menandai dimulainya penerapan Kawasan Perdagangan dan Pelabuhan Bebas (free trade zone/FTZ) di Batam, Bintan, dan Karimun.
Kenapa demikian? ”Sebab krisis global yang menerpa dunia, diprediksi membuat peta kekuatan ekonomi bergeser dari Amerika ke Asia Timur dan Tenggara,” katanya.
Penerapan sistem percepatan investasi itu dimulai setelah SBY menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan serta Pengawasan Atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari serta Berada di Kawasan yang Telah Ditunjuk Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
”PP ini sekaligus menganulir semua aturan yang bertentangan, termasuk PP 63 Tahun 2003 tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) di Kawasan Berikat Daerah Industri Pulau Batam,” ujar SBY yang siang itu datang didampingi Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu, sesaat sebelum FTZ diluncurkan.
Menurut SBY, penerbitan PP tersebut merupakan kepastian hukum dari pemerintah pusat untuk Kepri. Ia berharap, pemberlakuan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas ini membuat perekonomian Batam, Bintan, dan Karimun lebih maju.
SBY mengingatkan agar pelaksanaan FTZ dilakukan secara terarah dan tidak mengesampingkan aspek lain. Terutama lingkungan. Menurutnya, pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang produktif harus sesuai dengan rencana tata ruang wilayah nasional dengan tidak mengesampingkan kelangsungan lingkungan hidup. ”Silakan membangun kawasan-kawasan industri. Tapi jangan sampai ganggu keindahan alam di Batam, Bintan, dan Karimun. Kedua-duannya harus bisa berjalan beriringan,” tukasnya.
Selain soal lingkungan, SBY juga sempat mengingatkan jajarannya di kabinet untuk meningkatkan koordinasi dan tidak mempersulit segala urusan yang berkenaan dengan investasi di wilayah yang sudah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas ini. ”Hari ini FTZ saya nyatakan dimulai. Layar sudah kita kembangkan, perahu sudah berlayar, pantang surut ke belakang,” tegas SBY.
SBY juga tak mau mendengar ada pejabat yang menghambat, mengganggu atau mencari keutungan dengan melakukan pungli atau mempersulit dan memperpanjang birokrasi. Jika ada SBY meminta dilaporkan ke pihak yang bertanggungjawab.
”Kalau perlu langsung ke saya. Akan saya tindak tegas,’’ kata mantan Kassospol ABRI ini disambut tepuk tangan riuh seluruh undangan yang hadir, terutama kalangan pengusaha, baik asing maupun lokal.
Sebelumnya, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Ismeth Abdullah mengatakan, dengan diberlakukannya FTZ di BBK, ia optimis pertumbuhan ekonomi di Kepri, khususnya di BBK akan semakin meningkat. Pasalnya, kepastian hukum yang didambakan para investor selama ini, kini sudah ada. Tidak akan ada lagi tumpang tindih kebijakan. “BBK akan semakin kompetitif,’’ ujar Ismeth.
Ia juga menjamin tidak akan ada pungli dan birokrasi yang berbelit. Semua bentuk pengurusan perizinan investasi akan dipermudah, cepat dan efisien.
Tunggu Permenkeu
Meski PP Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan serta Pengawasan Atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari serta Berada di Kawasan yang Telah Ditunjuk Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas disahkan, namun tidak serta merta FTZ jalan. Dalam pertemuan SBY dengan pengusaha di Turi Beach Resort, banyak yang menanyakan kapan dan bagaimana pelaksanaan FTZ di Batam. Pasalnya, hingga kemarin belum ada kebijakan yang mengatur teknis pelaksanaan di lapangan terhadap barang yang boleh atau dilarang masuk.
“Terus terang kita sendiri masih belum tenang. Di lapangannya nanti seperti apa dan kapan dilaksanakan, kita belum tahu,” kata Ketua Kadin Kepri Johanes Kennedy kepada Batam Pos.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengakui, pelaksanaan FTZ masih menunggu dua produk hukum lainnya. Pertama, Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) tentang petunjuk pelaksanaan dilapangan untuk petugas bea cukai dan pajak. Kedua, penetapan jenis dan jumlah barang yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan masuk ke Batam, Bintan dan Karimun oleh Badan Pengusahaan Kawasan (BP Kawasan).
”Ini pekerjaan rumah kita. BP Kawasan juga harus secepatnya menyusun jenis dan jumlah barang yang boleh masuk di BBK,” kata Mendag menjawab wartawan
Kendati demikian, Mendag menekankan, keberadaan PP Nomor 2 Tahun 2009 merupakan angin segar bagi Kepri yang selama lebih setahun menanti pelaksanaan FTZ. Bahkan, lanjut dia, bukan hanya Kepri yang menantikannya, tapi bangsa Indonesia.
“Dua produk hukum itu sedang digarap. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dikeluarkan. Kita juga maunya cepat. Sudah sejak 2005 lho kita menggarap FTZ ini,” ujar Mari yang sore itu mengenakan batik kontemporer kecokelat-cokelatan.
Berapa lama Peraturan Menteri Keuangan itu rampung? Mendag belum bisa memastikan. “Itu bukan wewenang saya menjawab. Tapi kita tak bicara bulanlah, mudah-mudahan secepatnya selesai dibahas,’’ kata Mari.
Mari juga mengatakan, sebelum PP Nomor 2 Tahun 2009 diteken, pemerintah juga telah mengeluarkan SK Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelabuhan FTZ di BBK. Ada lima pelabuhan. Tiga di Batam yakni Pelabuhan Batuampar, Citra Nusa Kabil, dan Sekupang. Satu di Lobam, Bintan dan satu lagi Pelabuhan Parit Rempak, Karimun.
Selain menanti Peraturan Menteri Keuangan dan penyusunan jenis barang yang akan masuk ke BBK, pemerintah pusat juga masih memiliki tugas melimpahkan hampir seluruh kewenangannya ke daerah. Diantaranya, perizinan tentang keimigrasian, ketenagakerjaan, pariwisata, pertanahan dan sejumlah wewenang lain.
Dualisme kewenangan investasi antara Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Otorita Batam dihapuskan. Diganti dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). “Semua urusan perizinan ada di sana. Tujuan supaya cepat dan tidak bertele-tele seperti keinginan Bapak Presiden,” kata Mari. (ros/nur/hda)
BATAMANIA January 20th, 2009, 04:59 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307485.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307482.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307483.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307490.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6307489.jpg
BATAMANIA January 20th, 2009, 05:00 AM http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6308130.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6308128.jpg
http://i457.photobucket.com/albums/qq291/hans_batam/S6308124.jpg
DJ_Archuleta January 20th, 2009, 02:08 PM Presiden Berharap FTZ Batam, Bintan dan Karimun jadi Pilar Ekonomi Dunia
http://i144.photobucket.com/albums/r197/daryl_dav/sbyftz.jpg
BATAM--MI: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap kawasan perdagangan bebas (free trade zone) Batam, Bintan dan Karimun (BBK) dapat menjadi pilar baru perekonomian dunia.
Hal tersebut dikemukakan Presiden Yudhoyono dalam acara peresmian free trade zone (FTZ) itu di kawasan Pantai Coastarina, Ocarina Mega Tourism, Batam, Senin (19/1)pagi.
"Kita harap kawasan perdagangan bebas dapat menjadi pilar perkembangan kawasan ekonomi dunia baru di Asia," kata Presiden seraya mengatakan krisis keuangan yang melanda dunia mengakibatkan pusat pertumbuhan ekonomi dunia bergeser ke kawasan Asia.
Presiden menjelaskan, dimulainya kawasan perdagangan bebas Indonesia di Batam, Bintan dan Karimun adalah karena ketiga pulau itu memiliki letak geografis yang strategis di jalur perdagangan Indonesia.
Menurut Kepala Negara, dengan penetapan Batam, Bintan dan Karimun sebagai kawasan perdagangan bebas maka ketiga pulau itu juga dapat menjadi pintu gerbang masuknya investasi luar negeri, sentra industri dan pusat pelayanan lalu lintas kapal.
Untuk meningkatkan perkembangan kawasan perdagangan bebas Batam, Bintam dan Karimun, menurut Presiden, pemerintah Indonesia juga melakukan kerja sama dengan Singapura.
Pemerintah, lanjut Kepala Negara, menjanjikan insentif, pengurangan pajak dan ringkasnya perizinan di kawasan perdagangan bebas. "Perizinan yang bertele-tele mengganggu, permudahlah apa yang mudah. Apabila saya mendengar masih ada yang mengganggu maka akan diberikan tindakan yang tegas, laporkan pada yang berwenang, kalau perlu pada saya," kata Presiden sambil menyerukan perang melawan pungli dan korupsi.
Kepala Negara juga meminta pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang maksimal kepada perkembangan kawasan perdagangan bebas, serta tidak melupakan faktor lingkungan dalam mengembangkan industri.
Pada kesempatan itu Presiden mengundang para investor untuk meningkatkan investasinya dengan adanya jaminan kepastian hukum dan transparansi.
Pada kesempatan itu Kepala Negara juga meresmikan proyek baru dan perluasan dari 18 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor antara lain perkapalan, elektronik, wisata, dan properti.
Kedelapan belas perusahaan itu antara lain PT Tirta Utama Riani Indah (hotel), PT Nongsa Point Marina (hotel), PT Citra Tritunas (kawasan wisata), Harbourbay Amir Hotel (hotel), Pacific Palace Hotel (hotel), Coastarina (perumahan),Ocarina Mega Tourism (taman bermain), PT Saipem Indonesia (manufaktur) dan PT Kinema Systrans Multimedia (multimedia).
Batam, Bintan dan Karimun telah menarik sedikitnya 1.254 perusahaan multinasional dengan nilai investasi sebesar 11 miliar dolar AS. Tiga wilayah itu telah menjadi daerah tujuan bisnis di dunia karena lokasinya yang strategis, kepastian hukum, insentif menarik, infrastruktur modern, fasilitas dan biaya investasi yang bersaing, dan dukungan penuh pemerintah.
Dalam beberapa waktu terakhir pertumbuhan investasi asing di Batam, Bintan dan Karimun menunjukkan peningkatan yang signifikan terutama setelah adanya kesepakatan kerja sama ekonomi Indonesia-Singapura pada Juni 2006 yang diikuti dengan pembentukan kawasan ekonomi khusus Batam, Bintan, dan Karimun yang kemudian diubah menjadi FTZ.
Batam merupakan salah satu daerah industri dengan pertumbuhan ekonomi 7,2% tahun lalu. Pada 2008, total investasi asing di Batam mencapai US$9,34 miliar.
Bintan, tempat ibu kota Tanjungpinang berada, adalah salah satu daerah tujuan wisata favorit di Kepulauan Riau yang mampu menarik sedikitnya 42 ribu wisatawan asing setiap bulan.
Karimun adalah sebuah kawasan yang menawarkan peluang bisnis dengan dukungan lokasi yang strategis karena terletak di jalur pelayaran internasional.
Turut mendampingi Kepala Negara adalah Ibu Ani Yudhoyono, Menbudpar Jero Wacik, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dan Mensesneg Hatta Rajasa.
DJ_Archuleta January 21st, 2009, 12:59 PM FTZ BBK Harap Tingkatkan Ekonomi US$4 Miliar
BATAM--MI: Kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (FTZ) Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) diharapkan bisa meningkatkan perekonomian di tiga pulau itu. Diharapkan dalam waktu empat tahun meningkat US$4miliar.
"Sekarang penerimaan US$11miliar, itu dalam empat tahun bisa menjadi US$15miliar. Belum lagi lapangan bekerja dan usaha kecil," ujar Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ismeth Abdullah di Bandara Udara Hang Nadin, Batam, Kepri, Selasa (20/1).
Dengan adanya FTZ, lanjut Ismeth akan banyak memberikan manfaat ke industri menengah dan kecil. Pasalnya semua industri yng masuk BBK harus berinteraksi dengan mereka.
Di kawasan industri Batamindo ada 80 pabrik yang menampung 70 ribu buruh, serta menampung 1.500 usaha kecil berkembang. Total perusahaan domestik yang bergerak di BBK mencapai 10 ribu dan 1.250 perusahaan milik asing.
"Jadi makin banyak industri masuk dari luar negeri atau dalam negeri, udaha kecil dan menengah tumbuh dengan pesat," kata Ismeth.
Dengan meningkatnya perekonomian, Batam yang telah menampung 570 ribu tenaga kerja dapat bertambah lagi. Diperkirakan dalam empat sampai lima tahun mendatang akan menjadi 900 ribu tenaga kerja.
Dengan FTZ BBK semua barang dibebaskan bea masuk dan pajak pertambahan nilai (PPN) kecuali barang yang dilarang seperti senjata dan narkotika. Serta menggunakan lima pelabuhan yang diizinkan. Di Batam tiga pelabuhan (dua diantaranya Batu Ampar dan Sekupang), masing-masing satu di Bintan dan Karimun.
"Yang masuk harus di pelabuhan resmi. Kalau dia masuk ke pelabuhan tikus, itu ilegal. Jadi gampang tidak pusing," cetusnya.
Guna mengawasi adanya pelabuhan ilegal kepolisian Kepri akan membangun pos-pos kepolisian. Penertiban pelabuhan-pelabuhan ilegal itu guna menertibkan penyelahgunaan.
"Untuk cegah adanya penyalahgunaan dalam rangka perdagangan bebas ini kantar lain di situ akan didirikan pos-pos polisi," ujar Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Brigjen Indardi Thanos.
Khusus untuk narkotika dan senjata, meski dilarang, bila dibutuhkan untuk penelitian harus memiliki izin khusus. "Ada beberapa untuk diawasi secara ketat kalaupun impor harus miliki izin-izin khusus seperti senjata pribadi, kalau narkotika atau narkoba jelas tidak boleh," tegasnya.
Jumlah pelabuhan ilegal di tiga wilayah itu mencapai 100 pelabuhan.Sehingga akan melakukan kerja sama dengan instansi terkait seperti TNI.
"TNI AL punya tugas fungsi dan wewenang yang diberikan padanya begitu juga bea cukai dan Polri. Kita akan coba sinergikan sehingga pengawasannya itu akan kita coba lakukan lebih sistematis," ujar Kapolda.
"Personel kaitannya dengan penegakkan hukum nanti kita akan ajukan seperti KP3 (Kesatuan Polisi Penjaga Pantai) itu dan statusnya sektor mungkin akan kita upayakan untuk dinaikkan jadi Polres."
BATAMANIA January 22nd, 2009, 03:13 AM Peluang 900 Ribu Pekerja
Gubkepri: Presiden Bilang Mulai FTZ, Ya Kita Mulai!
Provinsi Kepri bakal jadi surga para pencari kerja. Pasalnya, kebutuhan pekerja di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (free trade zone/FTZ) Batam, Bintan dan Karimun (BBK), cukup tinggi.
“Empat atau lima tahun ke depan tenaga kerja yang terserap bisa mencapai 900 ribu orang,” kata Ketua Dewan Kawasan FTZ BBK, Ismeth Abdullah ditemui Batam Pos beberapa saat setelah mengantar rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di ruang VVIP Bandara Hang Nadim, Selasa (20/1).
Menurutnya, sejak BBK ditetapkan menjadi kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas tahun lalu, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 400 ribu orang. Artinya BBK masih butuh sekitar 500 ribu pekerja lagi. Ismeth mempersilakan pengusaha asing menanamkan modal sebanyak-banyaknya di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas ini. Namun ia mengingatkan agar perusahaan asing itu tetap memprioritaskan tenaga lokal. “Perusahaan yang terlalu banyak tenaga kerja asingnya akan kita pertanyakan. Nggak bisa begitu dong,” tukas Gubernur Kepri ini.
Selama yang dipekerjakan itu tenaga ahli, lanjut Ismeth, Dewan Kawasan tidak akan mempermasalahkan. Apalagi ada aturan main tentang tenaga kerja asing, mulai dari izin, lama tinggal hingga jenis pekerjaan yang bisa mereka kerjakan. Dengan kata lain, pekerja lokal tidak perlu khawatir cuma jadi penonton lantaran tak kebagian lahan pekerjaan. ”Perusahaan lokal, terutama usaha kecil mikro (UKM) akan kita proteksi supaya tetap eksis di tengah investasi besar yang ditanamkan asing di kawasan FTZ,” kata Ismeth.
Penerapan FTZ di BBK dimulai setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Perlakuan Kepabeanan, Perpajakan serta Pengawasan Atas Pemasukan dan Pengeluaran Barang ke dan dari serta Berada di Kawasan yang Telah Ditunjuk Sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Sejak saat itu, semua aturan yang bertentangan, termasuk PP Nomor 63 Tahun 2003 Tentang Perlakuan Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah di Batam, dianulir.
Meski sudah diluncurkan, namun realisasi FTZ masih harus menunggu Permenkeu yang mengatur petunjuk pelaksana di lapangan, termasuk jenis-jenis barang apa saja yang diperbolehkan masuk ke BBK. “Minggu depan Dewan Kawasan dan BP Kawasan akan rapat dengan Dirjen Perdagangan membahas soal ini,” kata Ismeth.
Kapan petunjuk pelaksana itu ditargetkan keluar? Mantan Ketua Otorita Batam ini belum bisa memastikan. Sambil tersenyum, ia berujar. Idealnya, kalau presiden sudah bilang mulai, FTZ BBK harusnya dimulai. “Presiden kan sudah bilang mulai, ya harusnya kita mulai saja. Buat apa nunggu-nunggu lagi. Coba nanti akan saya bicarakan dengan Dirjen Perdagangan dan Dirjen Bea Cukai,” tukasnya.
Menurut Ismeth, PP Nomor 2 Tahun 2009 merupakan tonggak sejarah dimulainya FTZ BBK. Di wilayah yang masuk dalam FTZ, semua barang, kecuali barang terlarang, seperti senjata api, narkoba dan sejenisnya, bebas masuk dan tidak dikenai bea dan pungutan pajak sebagai bentuk insentif pemerintah untuk mempercepat laju investasi dan pertumbuhan ekonomi. Tapi cuma sebatas BBK. Keluar dari situ, aturan tentang pajak kembali diberlakukan.
Ketua BP Kawasan Batam, Mustofa Widjaja mengatakan, penentuan jenis barang apa saja yang boleh masuk akan segera dibicarakan. Secara garis besar, barang yang diperbolehkan masuk itu merupakan barang yang diproses di Batam, baik jadi maupun setengah jadi. Meski bebas, bukan berarti tak ada batas. BP Kawasan akan membuat kuota untuk jenis-jenis barang yang diperkenankan masuk, tak terkecuali mendata importir.
Selain wilayah, jenis barang, jumlah dan perusahaan, pemerintah juga menetapkan pelabuhan yang menjadi pintu masuk barang-barang bebas tersebut. Di Batam ada tiga, Pelabuhan Batuampar, Citra Nusa Kabil dan Sekupang. Di Bintan, Pelabuhan Lobam. Sedangkan Karimun, Pelabuhan Parit Rempak. Aktivitas masuk barang di luar lima pelabuhan tersebut, dianggap ilegal.
Menurut Mustofa, secara bertahap pelabuhan yang melakukan aktivitas bongkar muat barang di luar tiga pelabuhan FTZ Batam ditutup. “Itu bukan keputusan BP Kawasan Batam, tapi SK Menhub Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Penunjukan Pelabuhan FTZ di BBK. Penutupannya pun tidak dilakukan sekaligus, tapi bertahap,” kata Mustofa yang ikut mengantar kepergian rombongan kepresidenan di VVIP Hang Nadim, kemarin.
Tak Terlalu Super
Mustofa yang dikonfrontir dengan pernyataan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu tentang pelimpahan hampir semua wewenang pusat dalam hal perizinan ke BP Kawasan Batam, terlihat agak terkejut. “Mendag bilang begitu?” tanya Mustofa.
Mari Elka Pangestu di Turi Beach Resort mengatakan, setelah seluruh aturan menyangkut pelaksanaan FTZ di lapangan rampung, pemerintah pusat segera melimpahkan sejumlah kewenangan yang sebelumnya tidak dimiliki daerah.
Diantaranya, perizinan keimigrasian, ketenagakerjaan, kesehatan, pertanahan, kehutanan dan sejumlah wewenang lain.
Dualisme kewenangan investasi antara Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Otorita Batam dihapuskan. Diganti dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Tujuan supaya cepat dan tidak bertele-tele seperti keinginan Presiden SBY. Dengan memegang kendali jenis barang, kuota, perusahaan importir, serta hampir sebagian besar wewenang pusat yang sebelumnya tak dimiliki daerah, BP Kawasan Batam bakal menjadi super body. “Tidak terlalu super lah, kita masih harus ke pusat meski sifatnya cuma koordinasi,” ujarnya.
Pengusaha Minta PP2/2009 Diperjelas
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Batam, Nada F Soraya meminta pemerintah agar menjelaskan implementasi PP Nomor 2 Tahun 2009 yang merupakan PP pengganti PP Nomor 63 Tahun 2003 tentang pemberlakuan PPN dan PPn BM terhadap empat jenis komoditi. Pelaku usaha juga menyoroti masalah penetapan tiga dari lima pelabuhan ekspor dan impor barang yang berada di Batam.
”Kita kan belum mengetahui implementasi PP Nomor 2 Tahun 2009 itu seperti apa? Kenyataan di lapangan juga masih banyak masalah yang harus diinventarisir terkait implementasi perdagangan bebas dan pelabuhan bebas di kawasan BBK. Presiden saja mengatakan masih dilakukan inventarisir masalah,’’ ujar Nada melalui ponselnya, Selasa (20/1) malam.
Meski sudah diimplementasikan, Nada menegaskan, masih banyak masalah yang perlu diinventarisir. Di antaranya masalah penetapan pelabuhan di kawasan FTZ. Menurutnya, penetapan lima pelabuhan di kawasan BBK tidak bisa hanya dengan menggunakan SK Menteri Perhubungan saja.
”Tidak bisa asal ditetapkan begitu saja, karena pelabuhan itu pintu masuk. Pertanyaannya apakah titik koordinat sudah ditentukan, dan siapa saja yang bertanggung jawab di pelabuhan juga siapa, semuanya harus jelas. Jadi tidak bisa pelabuhan hanya ditetapkan dengan SK Menteri saja, tapi perlu dengan PP,’’ paparnya.
Terkait dengan masalah kepelabuhanan itu, kata dia, juga harus memiliki sistem pemerintahan di laut. Termasuk perlunya otoritas maritim, otoritas pelabuhan dan nakhoda. ‘’Jadi perlu segera dibentuk Indonesia Sea and Coast Guard. Jika PP Nomor 63 Tahun 2003 sudah dicabut, maka seluruhnya harus bisa berjalan beriringan. Termasuk masalah pelabuhan tadi,’’ paparnya.
Ia menegaskan, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap masalah pelabuhan. Pasalnya, pelabuhan bebas di kawasan BBK bakal dimanfaatkan oleh kapal asing yang ingin keluar masuk. ‘’Penetapan pelabuhan juga harus memperhatikan konsensus internasional, apalagi kan ini kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas,’’ ucapnya.
Pemerintah Beri Stimulus
Terpisah, Ketua Badan Pengembangan Promosi Pariwisata, AK Hariadi menegaskan, implementasi FTZ di BBK memberi angin segar terhadap sektor pariwisata di kawasan ini. ‘’Kita yakin pariwisata di BBK akan semakin bergairah,’’ katanya.
Meski mengisyaratkan iklim pariwisata akan bergairah , namun Hariadi juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam memberikan stimulus terhadap sektor yang cukup menjanjikan di Kepri ini. ‘’Stimulus pemerintah itu, bagaimana agar wisatawan mancanegara terutama ekspatriat tadi bisa membelanjakan pendapatannya di kawasan BBK,’’ katanya.
Stimulus itu penting, lanjutnya, agar sektor pariwisata bisa memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. ‘’Industri pariwisata dan ikutannya itu akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah sangat besar, jadi perlu perhatian khusus pemerintah,’’ paparnya. ***
|
|