View Full Version : Jakarta MRT - Part II
asudarsono December 20th, 2008, 02:25 AM I am fairly certain that "sure to start in 2010" will end up being 'maybe in 2011 or 2012'.
More than happy to be proved wrong.
I support also the optimisme but the world is in a crisis. Even in Japan : Honda, Suzuki and Subaru is in a bad situation .
If I remember correctly, in this type of crisis the focus of Indonesian budget will normally be for labor intensive and social security projects.
This is exactly why projects such as MRT needs low interest loans with long grace periods.
=NaNdA= December 20th, 2008, 05:20 AM I support also the optimisme but the world is in a crisis. Even in Japan : Honda, Suzuki and Subaru is in a bad situation .
Honda quit from Formula 1
Subaru & Suzuki quit from World Rally Championship..
what a crisis.. :nuts:
retroisme December 22nd, 2008, 01:17 PM hehe...keren kali yee klo JakMRT kyk gini...
http://i228.photobucket.com/albums/ee208/rahasi/TR_2008_2/TR_HK_02/Watermark_45.jpg
kalo ga salah ini yg d china kan. HK atw beijing. gw lupa..
oweeyman December 22nd, 2008, 02:31 PM ^^Skytrain T5 Heathrow
VRS December 23rd, 2008, 02:20 AM this is the new information .....
http://img186.imageshack.us/img186/8911/081220142716eb8.jpg (http://imageshack.us)
http://img186.imageshack.us/img186/081220142716eb8.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img186/081220142716eb8.jpg/1/)
http://img186.imageshack.us/img186/3328/081220142738az9.jpg (http://imageshack.us)
http://img186.imageshack.us/img186/081220142738az9.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img186/081220142738az9.jpg/1/)
oweeyman December 23rd, 2008, 04:18 AM ^^GOOD NEWS!!!:okay::okay::okay:
=NaNdA= December 23rd, 2008, 04:56 AM tahap konstruksi mulai 2011.. :sleepy:
asal pembebasan lahannya ga kaya BKT aja, ga kelar2..
AceN December 23rd, 2008, 05:46 AM ^^ wahahaha, itu kan gambar udah dari jaman jebot banget.. :hammer:
chene December 23rd, 2008, 10:34 AM ^^GOOD NEWS!!!:okay::okay::okay:
yeaaaa...
buttttttttt,old story........:bash::bash:
oweeyman December 23rd, 2008, 11:39 AM ^^jadi bad news deh:ohno::ohno::ohno:
chene December 23rd, 2008, 12:17 PM ^^mmmmmmmmmmmmmmmm.........:ohno::ohno:
oweeyman December 23rd, 2008, 02:19 PM ^^gw berdoa aja deh.. nanti tahun 2009 jadi tahun mengalirnya uang ke Jakarta...:)
Jakarta langsung bikin subway+monorel yang super canggih dalam waktu singkat..;)
AMIN!!!
AMIN!!!
AMIN!!!
peseg5 December 23rd, 2008, 05:39 PM mo duitnya udah ada... MRT tidak dibangun tahun 2009...
Karena desainnya aja belom jadi. Jadinya paling cepat Q4 tahun depan.
Setelah jadi... ada proses tender dulu... kurang lebih dari perencanaan sampe penunjukkan pemenang (keluar PO) itu 3-4 bulan.
oweeyman December 23rd, 2008, 08:31 PM ^^oo.. bikin MRT prosesnya panjang juga yah..
btw, monorelnya jadi dibangun gak ya?? kalo enggak.. kenapa gak dijadiin lahan reklame aja yah...
(mudah-mudahan diem2 Bang Foke ngikutin ini forum..):)
AceN December 23rd, 2008, 09:22 PM ^^ NO MORE REKLAME PLEASE !! .... sumep g liat reklame bertebaran dimana2. Kalo LED, silakan... :|
=NaNdA= December 24th, 2008, 10:12 AM haha.. kota sejuta reklame... bikin reklame tuh kaya gini.. :D
http://www.skyscrapercity.com/images/headers/21.jpg
F-ian December 24th, 2008, 10:28 AM ^^ enak tu reklamenya variasi kalo di sini mah kebanyakan iklan rokok yang norak2 & ngebosenin:tongue:
SOTT
DJ_Archuleta December 24th, 2008, 12:26 PM yah kirain news situ yg baru punya... haha padahal gw udah berharap bgt pengen ngeliat final renderingnya ..
DJ_Archuleta December 24th, 2008, 01:54 PM Jepang Biayai Pembangunan MRT 142 Miliar Yen
JAKARTA--MI: Pemerintah Indonesia akan segera menandatangani perjanjian pinjaman proyek pembangunan Mass Rapid Transport (MRT) di Jakarta dengan Pemerintah Jepang senilai 142 miliar yen.
"Sekitar Februari-Maret tahun depan akan ada penandatanganan Loan Agreement dengan Japan International Cooperation Agency (JICA)," kata Asisten Deputi Menko Perekonomian Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Mesra Eza.
Asisten Deputi bidang Transportasi itu mengungkapkan adanya rencana penandatanganan perjanjian pinjaman itu dalam Sosialisasi Kebijakan Percepatan Penyediaan Infrastruktur, di Jakarta, Rabu.
Ia menyebutkan, proyek MRT di Jakarta saat ini sedang dalam tahap pembuatan desain detil dan direncanakan sudah mulai ada pekerjaan konstruksi pada 2010.
"Sekarang sedang dibuat detil desain, diharapkan sudah mulai konstruksi pada 2010 dan dapat beroperasi pada 2014," katanya.
Ia menyebutkan, sarana angkutan massal (MRT) yang itu akan menghubungkan wilayah Lebak Bulus di Jakarta Selatan dan Dukuh Atas di Jakarta Pusat sepanjang 14,5 km.
Mesra menyebutkan, penyediaan MRT merupakan salah satu upaya penyediaan infrastruktur untuk masyarakat. Pemerintah mengupayakan penyediaan infrastruktur lain seperti kereta api Jabotabek, jaringan kereta api ke bandara, dan pembangunan jalan tol.
Terkait dengan penyediaan kereta Jabotabek, jelasnya, pemerintah sudah membentuk PTB KA Komuter Jakarta untuk memperbaiki kapasitas trasportasi umum di Jakarta.
"Pada 2012, diharapkan sekitar dua juta orang di Jakarta dapat diangkut dengan KA Komuter Jakarta," katanya.
Sementara untuk pembangunan jaringan rel ke bandara Sokarno Hatta, Mesra mengatakan, selama 2007, jumlah penumpang angkutan udara melalui Bandara Soetta mencapai sekitar 36 juta orang.
"Dengan demikian beban jalan tol yang ada saat ini sangat berat sehingga perlu angkutan alternatif dari dan ke bandara yang lebih cepat yaitu kereta api," katanya. (Ant/OL-06)
AAG December 25th, 2008, 09:54 AM gua lihat di running text katanya lagi ditender ulang ya?
asudarsono December 25th, 2008, 12:56 PM waduh, ini kalau zaman McArthur dulu namanya bamboo telegraph.
oweeyman December 27th, 2008, 11:38 AM edit
tollfreak December 28th, 2008, 03:59 AM Diambil dari thread busway:
biasanya sih kalau kejadian subway terbakar selalu ada korban jiwa. Makanya jangan sampai kebakar dong.
Kalau bus mungkin disposable (tiap 10 yahun diganti), tapi kalau KA tidak. Selain umur keretanya bisa 25 tahun lebih, juga pakai listrik, bukan BBM.
CMIIW
boleh nanya?kl subway di jakarta nanti aliran listriknya pake third rail atau ga?beberapa tahun lalu kejadian subway kebakar yang pernah gw baca sekitar 2 tahun lalu di NY itu dari central switch listrik di salah satu stasiunnya.(tapi keretanya ga kebakar) akibatnya semua signal di jalur yang terhubung dari central switch itu mati dan jalur subway itu ga jalan selama 1 bulanan
asudarsono December 28th, 2008, 05:26 AM di Jepang, lebih banyak suplier catenary daripada third rail. Tapi sy nggak bilang org Jepang nggak bisa bikin third rail lho. mereka bisa bikin yg lebih canggih yaitu linier induction motor.
Di Asia, setahu saya yg biasanya pakai third rail itu monorel.
peseg5 December 29th, 2008, 05:49 PM Kalo sebagai perbandingan, MRT Singapore pakai 3rd rail power supply, kecuali lintas North - East yg paling baru itu (yg kagak ada masinisnya) dia catenary kayak lintas Jabotabek.
Sebenarnya gak ngaruh di Indonesia baik 3rd rail maupun overhead (kecuali dari segi estetika), karena penumpang KA Indonesia itu nekad2.... Kabel yg ditaro tinggi2 diatas 150.000 volt aja dijabanin, apalagi kalo listriknya di bawah.
AceN January 6th, 2009, 07:05 PM Unfinished Metro Entrance.... ( ngarep_mode : ON )
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/100_7065.jpg
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/100_7066.jpg
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/100_7060.jpg
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/100_7056.jpg
:nocrook:
DJ_Archuleta January 6th, 2009, 07:42 PM Metro entrance buat MRT yah? ga salah tuh.. mrt akan selesai dibangun
pd thn 2013-2014 tp entrancenya udah dibangun dri skrg ??:nuts:
ace4 January 7th, 2009, 01:24 AM Unfinished Metro Entrance.... ( ngarep_mode : ON )
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/100_7065.jpg
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/100_7066.jpg
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/100_7060.jpg
http://i363.photobucket.com/albums/oo79/centroval/100_7056.jpg
:nocrook:
wuih pintu masuk ke dalam underpass stasiun kota tambah ciamik aja itu...:cool: tapi sayangnya pas keluar dari underpass langsung disambut oleh semrawutnya kondisi stasiun kota deh... (angkot ngetem, pedagang jualan dvd, sepeda onthel, dll.) :nuts:
yang gw masih penasaran kenapa underpass nya gak langsung nyambung aja ke dalam bangunan stasiun kota dan juga beberapa pintu keluar di sampingnya stasiun... apa karena alasan fondasi struktur bangunan stasiun kota kah?
peseg5 January 7th, 2009, 03:04 AM wuih pintu masuk ke dalam underpass stasiun kota tambah ciamik aja itu...:cool: tapi sayangnya pas keluar dari underpass langsung disambut oleh semrawutnya kondisi stasiun kota deh... (angkot ngetem, pedagang jualan dvd, sepeda onthel, dll.) :nuts:
yang gw masih penasaran kenapa underpass nya gak langsung nyambung aja ke dalam bangunan stasiun kota dan juga beberapa pintu keluar di sampingnya stasiun... apa karena alasan fondasi struktur bangunan stasiun kota kah?
Idealnya begitu ace... connect langsung ke inti gedungnya. Mungkin iya 1, masalah pondasi, kedua masalah keamanan.
Btw, setau gw di daerah kota itu rencana MRT nya yg dulu bentuknya elevated. Mudah2an phase 2 nya rencananya dirubah jadi full underground. Karna jelek banget di tengah kawasan kota tua ada flyover panjang.
ace4 January 7th, 2009, 03:31 AM ^^
wah sedih betul keindahan pesona bangunan2 kota lama terusik ama jembatan mrt yang kesannya kayak "monster"...:( jangan sampai terjadi deh...
sudah selayaknya dan sepantasnya terminus mrt stasiun kota berada underground (dah gitu langsung ada underpass yang menuju fatahillah square, kawasan perbelanjaan glodok, dll. - dreaming mode *ON) - biar sekaligus transformasi total itu daerah stasiun kota. btw tahu nggak ntar letak stasiun nya bakal di mana persisnya? apa di bawah langsung stasiun kota atau letak halte busway stasiun kota kah...:?
=NaNdA= January 7th, 2009, 03:45 AM itu belum jadi ya? dipasangin plastik2 gitu aja biar ga kujanan gitu? :sleepy:
tapi kalo akhirnya dipasang kaca keren juga.. :D
AceN January 7th, 2009, 04:33 AM ^^ Iya, emang blum jadi. Makanya masih kotor banget di dalemnya :D tuh udah Indonesia banget deh, dari Metro transit naek ojeg..hehe :D
AceN January 7th, 2009, 04:35 AM Metro entrance buat MRT yah? ga salah tuh.. mrt akan selesai dibangun
pd thn 2013-2014 tp entrancenya udah dibangun dri skrg ??:nuts:
No no. Itu underpass dari stasiun kota ke museum bank Mandiri. Karena bentuknya kaya stasiun metro, jadi g iseng post judulnya metro station :tongue2: hehe..
ace4 January 7th, 2009, 05:37 AM ^^ Iya, emang blum jadi. Makanya masih kotor banget di dalemnya :D tuh udah Indonesia banget deh, dari Metro transit naek ojeg..hehe :D
yang ini dipost juga di only in indonesia thread...:D konstruksi di dalem underpass nya udah selesai semua kah?
btw enggak juga deng, di Bangkok juga ada yang semacam ini...:D
BauIng January 7th, 2009, 12:47 PM ^^ Iya, emang blum jadi. Makanya masih kotor banget di dalemnya :D tuh udah Indonesia banget deh, dari Metro transit naek ojeg..hehe :D
:lol: :lol: :lol:
lombok January 9th, 2009, 09:52 AM 09/01/2009 15:36 wib - Nasional Aktual
Jakarta Operasikan MRT Tahun 2015
Jakarta, CyberNews. Pembangunan konstruksi mass rapid transit (MRT) baru akan dilaksanakan pada kuartal terakhir 2010 dan akan selesai pada awal 2015. Untuk target operasi pertama untuk tes run pada kuartal pertama 2015. "Baru komersial full pada kuartal kedua tahun 2015," kata Direktur PT MRT Jakarta Eddi Santosa.
Eddi mengatakan, proyek MRT ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta. Namun dia mengakui kemacetan bukan hanya diselesaikan oleh satu model transportasi saja. Namun dia yakin, dengan beroperasinya MRT ini bisa mengubah perilaku perjalanan. Artinya ruang gerak di kota tidak disesaki oleh kendaraan pribadi, karena semua orang akan lebih memilih MRT.
Selain itu emisi dari pembuangan bahan bakar kendaraan juga akan berkurang. "Tapi tujuan besarnya adalah merestorasi kembali wajah kota ini," tukasnya.
PT MRT Jakarta akan membangun 12 stasiun yang meliputi 4 stasiun subway (bawah tanah) dan 8 stasiun melayang. Sebanyak 8 stasiun akan dibangun di jalur layang yakni di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, dan Senayan. Sedangkan 4 stasiun di bawah tanah (subway) akan dibangun di Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi dan Dukuh Atas.
Untuk tarifnya akan dipatok Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu untuk jarak terjauh. Namun tarif ini baru akan berlaku pada tahun 2015 ketika MRT mulai beroperasi. Tarif akan berlakukan semurah mungkin, karena nantinya akan disubsidi pemerintah.
Armada mass rapid transit (MRT) yang akan disiapkan berupa 17 set kereta dengan total gerbong sebanyak 102 unit. Kereta bisa melaju pada kecepatan antara 80 kilometer hingga 100 kilometer per jam. Dengan kecepatan maksimal kereta 80 hingga 100 kilometer per jam, maka dengan total track sepanjang 14,5 kilometer akan ditempuh dalam waktu 27 menit, termasuk pemberhentian di 12 stasiun.
(vivanews /CN08)
~MELVINDONESIA~ January 9th, 2009, 09:57 AM ^^
Pengen ceped liat Jakarta with MRT neh...
haha...
=NaNdA= January 9th, 2009, 10:00 AM ada yang liat dialog Wakil Gubernur Jakarta ama presenter Liputan 6 ga kmarin?
yang soal kemacetan.. lucu bgt.. hehe.. :D
presenter nya nanya soal efektifitas dimajukan jam sekolah..
dan kenapa bisa tetep macet.. kenapa ga benerin sarana transportasi
wakil gubernur balik nanya, mbak tau ga ada proyek subway, MRT??
mbak nya diem aja, gelagapan gitu.. :lol:
baru dijelasin semuanya ama Pak Prijanto.. :D
AceN January 9th, 2009, 10:27 AM ^^ wah, sayang g ga liat :D
iForce January 10th, 2009, 10:39 AM ada yang liat dialog Wakil Gubernur Jakarta ama presenter Liputan 6 ga kmarin?
yang soal kemacetan.. lucu bgt.. hehe.. :D
presenter nya nanya soal efektifitas dimajukan jam sekolah..
dan kenapa bisa tetep macet.. kenapa ga benerin sarana transportasi
wakil gubernur balik nanya, mbak tau ga ada proyek subway, MRT??
mbak nya diem aja, gelagapan gitu.. :lol:
baru dijelasin semuanya ama Pak Prijanto.. :D
Mungkin kalo diterusin...
Prijanto : "Mbak tau gak ada proyek subway, MRT?"
Presenter : "Ya saya tahu, memang kenapa proyek itu?"
Prijanto : "Nah proyek itu juga tidak akan menyelesaikan kemacetan karena hanya satu jalur.."
heheh...:nuts:
=NaNdA= January 10th, 2009, 01:39 PM Presenter : GUBRAK!!
:D
K14N January 12th, 2009, 07:11 AM Mungkin kalo diterusin...
Prijanto : "Mbak tau gak ada proyek subway, MRT?"
Presenter : "Ya saya tahu, memang kenapa proyek itu?"
Prijanto : "Nah proyek itu juga tidak akan menyelesaikan kemacetan karena hanya satu jalur.."
heheh...:nuts:
Presenter: Oh itu saya tahu, satu jalur saja jadinya masih 6 tahun lagi ya Pak
Prijanto: Yah, itu juga mudah2an saja selesai ya Mbak, saya juga kurang yakin sih
Presenter: Iya juga ya Pak yah, Bapak pinter deh
Prijanto: Iya donk, kan sesuai slogan kampanye saya, "Jakarta untuk semua". Jadi semuanya harus bermacet2 ria lah di Jakarta :lol:
asudarsono January 14th, 2009, 01:33 AM EDITED
AceN January 16th, 2009, 01:13 PM Jumat, 16/01/2009
Minat Korea biayai proyek MRT ditolak
JAKARTA: Kesempatan bagi lembaga peminjam (lender) atau negara lain yang berminat membiayai proyek Mass Rapid Transit (MRT) tahap I (Lebak Bulus-Dukuh Atas) dan tahap II (Dukuh Atas-Kota) sudah tertutup.
Dirut PT MRT Jakarta Eddi Santosa menyatakan kesempatan itu sudah tertutup karena kedua rute tersebut akan dibiayai sepenuhnya oleh Japan International Cooperation Agency (JICA). "Kesempatannya sudah tertutup," katanya kepada Bisnis, pekan ini.
Namun, Eddi menjelaskan para peminat masih bisa bergabung dari segi penyediaan bahan konstruksi atau material dengan bergabung bersama konsorsium perusahaan asal Jepang yang nanti ditetapkan sebagai kontraktor pemenang tender proyek tersebut.
Pilihan lain yang bisa ditempuh, sambungnya, adalah menyampaikan proposal pengembangan MRT dengan rute baru, termasuk rute perluasan yang pengganti jalur biru monorel yang baru dalam tahap kajian awal, ke pemerintah pusat.
Pernyataan Eddy itu dikeluarkan sebagai respons atas tawaran Korean Bank dan Hyundai Corporation yang mengaku tertarik membiayai proyek MRT tahap kedua. Perusahaan yang disebut terakhir itu pernah menggarap proyek MRT di Seoul, Korea Selatan.
"Kami tertarik karena MRT merupakan proyek transportasi yang lebih jelas dibandingkan dengan monorel yang sempat kami ikut serta juga. Rencananya, kami ingin membiayai untuk yang tahap keduanya," ujar Bussiness Development Hyundai Corporation Triono Hermawan.
Tender desain
Pada perkembangan lain, Direktur Eksekutif Indonesian Railway Watch (IRW) Taufik Hidayat meminta pemerintah berhati-hati dalam menetapkan konsultan desain dasar proyek MRT senilai US$17 juta.
Taufik menyatakan sikap kehati-hatian itu perlu karena ada perbedaan mendasar antara desain konstruksi MRT di Jepang dan di Indonesia. "Pemerintah harus memerhatikan desain dasar MRT yang kondisinya berbeda di Jepang dan Indonesia," katanya kepada Bisnis, kemarin.
Menurut dia, Jepang sangat berpengalaman dalam konstruksi tahan gempa, sedangkan kondisi kota-kota di Indonesia seperti DKI justru masalah utamanya adalah banjir. Perbedaan karakter ini seharusnya tidak diabaikan.
Untuk itu, lanjutnya, pemerintah harus lebih banyak mendorong keterlibatan para konsultan, insinyur, dan juga arsitek lokal yang karya serta pengalamannya dalam berbagai proyek sudah diakui baik secara nasional maupun internasional.
Penekanan keterlibatan tenaga lokal itu perlu karena selama ini, ungkap Taufik, pemerintah kurang memerhatikan pelibatan konsultan dari dalam negeri dalam proyek yang didanai pinjaman luar negeri untuk program alih teknologi.
Oleh Mia Chitra Dinisari & Hendra Wibawa
Bisnis Indonesia
asudarsono January 17th, 2009, 12:50 AM Mulai deh ada yg adu domba.
Apa ini yg jaman dulu namanya habis drive makan di ampera
AceN January 17th, 2009, 05:25 AM ^^ maksudnya mas ?
--------------------------------
check this thread
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=783870
Lausanne is a little city in Switzerland. It's a wonderful place with many urban transports. pop 120'000. I hope you'll enjoy...Moreover the declivity is the highest in the world...the first station is near the lake (370m) and the last station in the "top" of the city (700m). 6km long
oweeyman January 17th, 2009, 08:04 AM "JAKARTA METRO":D
http://foto.detik.com/images/content/2007/11/27/157/ciliwung2.jpg
http://foto.okezone.com/images-data/photo/2008/01/16/1/140/image5.jpg
AAG January 17th, 2009, 09:08 AM Stasiun mrt yang ada di kawasan banjir kayak benhil harus dilengkapi sama pompa tuh kalau nggak bisa kacau tuh.
AceN January 18th, 2009, 06:41 AM mas asudarsono, bisa kasi keterangan soal ini :
di pluit junction nemu ginian...ud perna diposting kah???
http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink/DSC01848.jpg
http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink/DSC01849.jpg
http://i276.photobucket.com/albums/kk33/poenyakambink/DSC01850.jpg
asudarsono January 18th, 2009, 10:15 AM KA Bandara bos. Yg trasenya Manggarai - Dukuh Atas - Tanah Abang - Pluit - Kapuk - Soetta.
AceN January 18th, 2009, 10:39 AM ^^ itu trase alternatif kan mas ? atau nantinya ada 4 trase ?
soalnya yang aku punya lewat Roxy - Daan Mogot - terus sampe Soetta.
Btw, perkembangan terakhirnya sampai dimana mas ? sorry OOT.
asudarsono January 18th, 2009, 11:34 AM Siap bos. Ada kok di tread Kereta api. Masih lelang investor.
Iya itu trase alternatif. Nantinya akan ada satu trase dari 7 yang mungkin. Ntar investornya yg usulin mana yg terbaik.
=NaNdA= January 18th, 2009, 02:26 PM ini yang bos siapa.. :colgate:
makasih mas, anyway, yang lagi dalam proses tender itu MRT yang koridor mana sih? :?
yang subway itu? apa termasuk ama KA Bandara? monorail gimana?
asudarsono January 18th, 2009, 02:52 PM MRT lagi tender lintas Lebak Bulus - Dukuh Atas. KA Bandara lagi tender Manggarai - Sukarno Hatta itu mah lain lagi. Ada yg lagi tender Bekasi - Cikarang, Bogor - Sukabumi dan Serpong - Maja. Yah pokoknya banyak lah yg lagi dikerjain di Jakarta. Belum yang luar Jawa, tapi itu mah OOT.
Monorel sih, bukannya udah ditunjuk PT ITC? Jadi nggak perlu lelang lagi donk. Udah tinggal jalan.
NB : O ya saya lupa, konsultan yg trase MRT Dukuh Atas - Kota dan MRT Barat - Timur juga lagi dilelang nih.
Jalan tol lebih lagi, banyak yg mau dilelang juga.
AceN January 19th, 2009, 05:07 AM ^^ siap bos. emang konsultan MRT Lebak Bulus - Dukuh Atas darimana mas ?
Kayanya dari dulu udah denger dilelang, tapi kok sampe skarang ga ada tindak lanjut ya :hammer:
asudarsono January 19th, 2009, 06:17 AM Konsultannya perusahaan Jepang dan Indonesia lah. Namanya aja STEP loan.
Masa udah lama sih? Perasaan baru 2 bulan lebih deh. CMIIW
Lelang yang cepet kayak yang mana ya?
AceN January 19th, 2009, 07:49 AM ^^ nama perusahaanya apa mas ?
Iya, dulu kan udah pernah di tender, trus di tender ulang lagi skarang. Ntar ada jaminan ga tender ulang lagi ga ? ;)
hehe..lelang kayanya emang lama smua, kecuali penunjukan langsung. Tapi itu juga kalo siap dihadang sama KPK :tongue2:
asudarsono January 19th, 2009, 08:10 AM Wakakak dikejar jua aku. Kalau yg itu aku nggak tahu neh. Mungkin ada yg bisa bantu?
=NaNdA= January 19th, 2009, 09:29 AM MRT lagi tender lintas Lebak Bulus - Dukuh Atas. KA Bandara lagi tender Manggarai - Sukarno Hatta itu mah lain lagi. Ada yg lagi tender Bekasi - Cikarang, Bogor - Sukabumi dan Serpong - Maja. Yah pokoknya banyak lah yg lagi dikerjain di Jakarta. Belum yang luar Jawa, tapi itu mah OOT.
Monorel sih, bukannya udah ditunjuk PT ITC? Jadi nggak perlu lelang lagi donk. Udah tinggal jalan.
NB : O ya saya lupa, konsultan yg trase MRT Dukuh Atas - Kota dan MRT Barat - Timur juga lagi dilelang nih.
Jalan tol lebih lagi, banyak yg mau dilelang juga.
wuah.... :shocked:
bayangkan kalo proyek beberapa jalan tol dan semua MRT itu dikerjakan dalam waktu yang barengan... hasilnya.. mUaCETtTTTTT... :runaway:
oweeyman January 19th, 2009, 11:44 AM MRT lagi tender lintas Lebak Bulus - Dukuh Atas.
ahh.. dari lebak bulus langsung ke dukuh atas... betapa nikmatnya hidup di Jakarta:drool:(kalo udah jadi:tongue2:)
peseg5 January 19th, 2009, 04:45 PM ^^ siap bos. emang konsultan MRT Lebak Bulus - Dukuh Atas darimana mas ?
Kayanya dari dulu udah denger dilelang, tapi kok sampe skarang ga ada tindak lanjut ya :hammer:
Denger2 konsorsiumnya Katahira yg menang...
asudarsono January 20th, 2009, 01:33 AM wuah.... :shocked:
bayangkan kalo proyek beberapa jalan tol dan semua MRT itu dikerjakan dalam waktu yang barengan... hasilnya.. mUaCETtTTTTT... :runaway:
Yah, kalau nggak dikerjain segera, ntar lebih macet lagi. Lagian aku nggak habis pikir, kenapa ya kalau pembangunan infratruktur sering diartiin bikin macet. Tuh BKT dibangun, setahu saya nggak ada macetnya.
=NaNdA= January 20th, 2009, 07:39 AM yahhh.. BKT kan bangun di tengah lahan yang kebanyakan kosong mas.. :colgate:
dan rata2 daerah pinggiran..di daerah Timur, di daerah Pondok Kopi apalagi, sepi abiss.. :D coba trayek MRT, apa ga macet karena lewat jalan vital semua.. :D
ya harus ada manajemen trsnportasi yang lebih baik lagi kalo emang dibangun barengan.. :)
tollfreak January 20th, 2009, 10:01 AM ^^ sacrifice macet2an untuk kenyamanan di masa depan :D, kl sudirman sih dibuat MRT masih feasible macetnya,krn jalurnya banyak..kl fatmawati yg hanya 2 jalur ada proyek MRT cuma 1 jalur..nga ngebayangin macetnya
=NaNdA= January 20th, 2009, 01:54 PM dulu waktu proyek TJ dimulai juga bersakit dahulu, senang kan datang..
padahal udah kelar pun malah tambah macet, tanya kenapa?
AAG January 20th, 2009, 03:04 PM karena busnya sedikit sama haltenya panas.
peseg5 January 21st, 2009, 04:43 AM dulu waktu proyek TJ dimulai juga bersakit dahulu, senang kan datang..
padahal udah kelar pun malah tambah macet, tanya kenapa?
Karena pembangunan SAUM dan pembelian mobil/motor itu ibarat balapan..
Nah, yang masih unggul sampai saat ini ya pembelian kendaraan pribadi mobil dan motor...
Jadi busway secara makro tidak signifikan mengurangi kemacetan. Pengurangan kemacetan signifikan apabila mampu dikurangi penggunaan kendaraan pribadi, nah... kalau mau dibahas lagi lanjutannya kepanjangan..... dimana ujung2nya pengendara kendaraan pribadi mayoritas akan beralih ke angkutan umum kalau sarananya memenuhi kriteria ideal mereka... busway masih jauh dari ideal, dan MRT yg masif belum dioptimalkan secara penuh seperti KRL dan subway (yg belum terbangun).
The clock is ticking...quick act!
=NaNdA= January 21st, 2009, 04:49 AM iya, emang ga sebanding.. :lol:
tahun lalu aja Indonesia cetak rekor penjualan mobil tertinggi sepanjang sejarah.. :)
peseg5 January 21st, 2009, 06:02 AM iya, emang ga sebanding.. :lol:
tahun lalu aja Indonesia cetak rekor penjualan mobil tertinggi sepanjang sejarah.. :)
motor aja tembus 6 juta jek... lo bayangin itu motor baru... belum ditambah motor eksisting... nah itu coba kalo semua motor di jabotabek aja dijejerin di Jl. Sudirman... cukupkah?! hehe
Menurut gw disamping percepatan pembangunan SAUM, kebijakan pembatasan umur kendaraan (semisal 15 tahun) penting perlu dilakukan juga. Mungkin ini akan terkesan membela kepentingan pengusaha otomotif, tetapi sebenarnya tujuan kebijakan ini adalah membatasi jumlah kendaraan yg beredar... Dan efek positifnya adalah keberlangsungan industri otomotif dan pendukungnya tetap terjaga. Bahkan mobil bekas, besi scrapnya itu masih bernilai tinggi... jadi tidak melulu jadi barang rongsokan. Cuman pasti ada pro kontranya, tinggal kebranian pemerintah kita aja.
rilham2new January 21st, 2009, 06:05 AM ^^ sacrifice macet2an untuk kenyamanan di masa depan :D, kl sudirman sih dibuat MRT masih feasible macetnya,krn jalurnya banyak..kl fatmawati yg hanya 2 jalur ada proyek MRT cuma 1 jalur..nga ngebayangin macetnya
Waktu bangun tol layang Cawang - Tj Priok, itu macet nya luar biasa parah ... Padahal waktu itu masih "baru" tahun 1990'an.
AAG January 21st, 2009, 02:22 PM ya mau ga mau mungkin bisa ditutup dulu tu jalan. kalo mobil kayaknya kalo orang Indo kan konsumtif mungkin harga mobil berapa aja pasti ada yang beli.
eh kebetulan nih gua lagi liat2 di world forum
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=782646
di negara maju aja bisa kecelakaan yah. moga2 mrt and monorel kita kaga kaya begitu
AAG February 1st, 2009, 08:14 AM halo ada kabar lagi dari MRT?
forumku.com February 1st, 2009, 03:22 PM halo ada kabar lagi dari MRT?
Ooh belum juga yah :lol: :lol: :lol:
Kirain udah selesai dibangun ... :lol:
=NaNdA= February 1st, 2009, 04:07 PM ^^ baca dari page awal bro.. :)
forumku.com February 1st, 2009, 04:16 PM ^^ baca dari page awal bro.. :)
^^ maksud nya mode NYINDIR bro ... bha haa ha ah ah ahaha :lol: :lol:
jangankan mrt ... monorail aja ... yg start duluan dari malaysia .....
sekarang malaysia udah jadi ... kita .. masih ... gak jelas ...
tanya kenapa ? ..
ace4 February 1st, 2009, 04:48 PM ^^
beda kasus lah antara monorail dan mrt... kalo monorail kan pihak swasta yaitu PT Jakarta Monorel yang tiba2 menawarkan diri untuk bangun jalur dan saat ini kesulitan mencari dana.
sedangkan kalo mrt ya proyek patungan pemerintah pusat dan pemda dki jakarta. sekarang ini uang pinjaman tahap pertama dari JBIC udah turun, kalo gak salah tahun 2009 untuk pembebasan lahan dan mungkin juga udah mulai konstruksi awal. benar begitu kah mas asudarsono atau peseg5?
asudarsono February 2nd, 2009, 01:29 AM Lagi cuti nih, pak Peseg5 boleh donk bantu.
ace4 February 2nd, 2009, 01:31 AM ayo dong pak peseg5 segera hadir...:D
peseg5 February 2nd, 2009, 06:05 AM Bantu apa? bantu panggil pak Asudarsono? :lol:
Jawaban Ace udah betul, tapi untuk konstruksinya....tahan napas dulu ya tahun 2009, mudah2an udah dimulai tahun 2010 kalau tender jasa dan materialnya berjalan on schedule.
tollfreak February 3rd, 2009, 12:34 PM Jakarta-Budapest Jalin Kerja Sama Perkotaan
BERITAJAKARTA.COM — 02-02-2009 19:09
Pemprov DKI Jakarta menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Pemerintah Kota Budapest. MoU antara Jakarta-Budapest dilakukan untuk meningkatkan kerja sama kedua kota yang meliputi, perencanaan kota, manajemen air bersih, perumahan, lingkungan hidup, manajemen transportasi kota, pariwisata, dan kebudayaan. Bahkan kerja sama makin meluas ke bidang ekonomi dengan ditandatanginya MoU antara Kamar Dagang Industri (Kadin) DKI-Hungaria Senin (2/2) pagi.
Nota kesepahaman ditandatangani Gubernur DKI Fauzi Bowo dan Walikota Budapest Gabor Demszky di Balaikota DKI, Jakarta, Senin (2/2) siang. Materi dalam nota kesepahaman tersebut telah mendapat persetujuan dari DPRD DKI dan Menteri Luar Negeri. Dasar penandatanganan MoU yaitu letter of intent yang telah ditandatangani keduanya di Budapest, Hungaria pada 7 Oktober tahun lalu ketika Fauzi Bowo berkunjung ke Budapest.
Menurut Gubernur DKI Fauzi Bowo, perjanjian kerja sama merupakan dalam rangka city cooperation yang melibatkan komunitas pengusaha dan pemerintah daerah di masing-masing kota. Salah satu yang telah dikonkretkan yakni Kadin DKI dengan perwakilan Kadin Hungaria telah menandatangani MoU yang mencakup kemungkinan kerja sama usaha bisnis di banyak bidang. “MoU antara Kadin DKI dan Kadin Hungaria telah ditandatangani pagi tadi. Menyusul MoU antara pemerintah kota Jakarta dan Budapest sore ini,” kata Fauzi usai acara penandatanganan MoU City Cooperation di Balaikota DKI.
Dari enam bidang dalam isi Mou tersebut, Fauzi sangat tertarik untuk mengembangkan kerja sama dalam pembangunan mass rapid transit (MRT) atau subway yang proses pembangunannya masih sesuai dengan jadwal, yakni 2011-2015 dengan target pengoperasian 2016. “Waktu saya berkunjung ke Budapest, saya sangat tertarik dengan perkembangan pembangunan kereta bawah tanah di sana,” ujar Fauzi.
Ketertarikannya berdasarkan konstruksi subway, kebutuhan keterampilan dan kompleksnya permasalahan yang dihadapi Budapest hampir sama dengan yang dihadapi Jakarta. Namun, kota itu bisa menyelesaikan satu demi satu kebutuhan dan permasalahannya dengan cara yang lebih efisien dan efektif. Karenanya, Pemprov DKI akan belajar dari pengalaman kota Budapest yaitu bagaimana bisa mencari solusi dari pembangunan konstruksi MRT melalui cara yang sangat efektif dan efisien dari segala faktor, khususnya pendanaan dan pakar konstruksi.
Agar pengalaman tersebut dapat disegera diterapkan, mantan Kepala Dinas Pariwisata DKI ini, merencanakan dalam waktu dekat akan mengirimkan beberapa pejabat yang terkait pembangunan MRT untuk berkunjung ke Budapest. Di sana mereka, tidak hanya belajar tentang MRT, tetapi juga bisa belajar banyak hal karena Budapest merupakan kota di negara Hungaria yang tidak terlalu besar, tetapi sudah memberlakukan standar Eropa dalam pembangunannya.
Selain berkunjung, terang Fauzi, Walikota Budapest Gabor Demszky merekomendasikan seorang pakar konstruksi MRT asal Hungaria yang telah bekerja di Malaysia, Kalkuta, dan New Delhi untuk membangun sebuah transportasi metroline. “Saya sudah bertemu dengan pakar itu. Dan dia bersedia menjadi salah satu pakar atau ahli yang memberikan saran atau masukan tentang MRT. Jadi semacam second opinion untuk Pemprov DKI,” ungkap dia.
Walikota Budapest Gabor Demszky menerangkan saat ini, kotanya sedang membangun MRT sepanjang 10 kilometer yang berkaitan langsung dengan pembangunan waste water treatment. “Untuk proyek ini kami mendapatkan pinjaman dari Bank Dunia Eropa sebesar 1 miliar euro. Targetnya tahun ini bisa selesai,” kata Gabor Demszky. Untuk proyek MRT, Gabor mengatakan Budapest menggunakan pakar tranportasi MRT atau metroline yang telah berpengalaman membangun transportasi yang sama di Malaysia, Kalkuta, dan New Delhi. Pakar tersebut juga akan memberikan masukan, nasehat, dan saran kepada Pemprov DKI Jakarta dalam proyek yang sama.
Selain menjalin kerja sama antara kota, di bidang perekonomian pun terjalin kerja sama di tiga bidang antara Kadin Hungaria dengan Kadin DKI Jakarta. Ketua Kadin DKI Jakarta, Edi Kuntadi, menjelaskan MoU kerja sama ini telah ditandatangani Senin (2/2) pagi. Tiga bidang yang disepakati akan dibentuk suatu kerja sama di bidang medika (kesehatan), lingkungan dan informasi telekomunikasi (IT). “Detail kerja samanya belum ada, karena akan kita eksplor lagi peluangnya. Sekarang kita buat payung hukum kerja samanya dulu,” kata Edi Kuntadi usai acara yang sama.
Untuk kerja sama di bidang medika, lanjut Edi, kemungkinan besar akan ada training sumber daya manusia hingga pergantian peralatan kesehatan. Fokus yang diutamakan adalah membangun rumahsakit umum daerah (RSUD). Hal yang sama juga akan dilakukan dalam kerja sama di bidang IT. Sedangkan dalam bidang lingkungan akan ada kerja sama bagaimana mengatasi masalah pembuangan limbah yang ramah lingkungan.
oweeyman February 3rd, 2009, 01:32 PM ^^AYO CEPAAAT!! masa 2016:ohno:
F-ian February 3rd, 2009, 01:36 PM ^^ itu juga baru satu Jalur :bash: bukannya 2014?
AAG February 4th, 2009, 03:05 PM udah deh jangan cepet2 mental orang2 kita belom siap liat aja busway masi ancur, orang yang nyerobot jalur busway juga tiap hari ribuan. mgkn kalau tahun 2016 pas kali buat kita dilihat dari segala aspek.
tollfreak February 6th, 2009, 01:48 PM Proyek MRT Dilirik Perusahaan Besar Tokyo
BERITAJAKARTA.COM — 06-02-2009 16:04
Setelah sempat tersendat-sendat, proyek Mass Rapid Transit (MRT) kini mulai berdenyut lagi. Proyek MRT yang direncanakan Pemprov DKI menarik minat salah satu perusahaan terbesar asal Tokyo, Jepang. Perusahaan bernama Marubeni Tokyo ini merupakan milik konglomerat Tokyo, Singo Tsuda. Marubeni Tokyo telah berpengalaman membangun konstruksi MRT di Caracas, Venezuela, Manila, Taiwan, serta kota-kota besar lainnya di Asia.
Keinginan Singo Tsuda untuk turut berpartisipasi dalam proyek pembangunan MRT disambut baik Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo. “Dia tahu Jakarta mempunyai rencana besar untuk membangun MRT. Karena merasa sudah berpengalaman banyak dalam bidang konstruksi MRT. Dia menginginkan supaya bisa ikut dalam proyek itu,” kata Fauzi Bowo usai bertemu dengan Singo Tsuda dari Marubeni Tokyo di Balaikota DKI, Jumat (6/2).
Fauzi Bowo menjelaskan Marubeni Tokyo merupakan sebuah perusahaan besar yang fokus usahanya bergerak di bidang infrastruktur dan pengembangan air minum. Kendati sudah mempunyai pengalaman yang cukup banyak dan memiliki kualifikasi bagus dalam pembangunan konstruksi MRT, Fauzi Bowo tidak bisa serta merta menerima tawaran dan Singo Tsuda. Karena stakeholder yang berminat turut serta dalam pembangunan fisik MRT harus mengikuti proses tender dengan standar tender internasional.
“Tadi saya jelaskan kalau mereka tertarik, silakan ikuti semua persyaratan tender sesuai syarat tender internasional,” ujar Fauzi Bowo. Proses tender tidak hanya terbuka untuk Marubeni Tokyo saja, tapi juga bagi semua pihak atau perusahaan nasional dan internasional yang punya kualifikasi teknis dan manajerial baik untuk membangun konstruksi bawah tanah atau konstruksi angkungan umum massal seperti MRT.
Meskipun pembuatan basic desain MRT belum selesai, Fauzi berencana akan membuat panitia tender pembangunan fisik MRT. Dia memprediksikan sudah ada 10 perusahaan besar yang memiliki kualifikasi bidang MRT menyatakan berminat untuk mengikuti proses tender tersebut. Baginya tidak ada masalah membuat panitia tender terlebih dahulu, walaupun basic desain belum ada. Menurutnya, pembentukan panitia tender bisa mempercepat pelaksanaan pembangunan MRT.
“Memang basic desainnya belum selesai. Tapi kita tidak bisa diam begitu saja dan hanya menunggu. Kita harus siapkan tendernya. Yang jelas seluruh perusahaan besar itu akan saya undang ikut dalam tender ini,” tegasnya.
Perkembangan terakhir dari pemerintah pusat, Departemen Perhubungan RI sudah memilih PT Katahira dari dua perusahaan yang mengajukan basic desain MRT. Keputusan itu sudah disampaikan ke bank pengucur dana yaitu Japan International Cooperation Agency (JICA). Namun hingga saat ini, belum ada pendapat apa pun dari JICA soal pemenang basic desain tersebut. Karenanya, pemerintah pusat meminta JICA memberikan kepastian pengucuran dana hingga akhir bulan ini. Sebab, direncanakan pembuatan basic desain akan dimulai bulan Maret mendatang.
Karena itu Fauzi berharap kepada Departemen Perhubungan segera mempercepat proses basic desain. Apabila itu bisa dilaksanakan, pembangunan konstruksi bisa dilaksanakan seiring dengan percepatan pengucuran dana pinjaman dari JICA tersebut. Proses kerja konsultan desain untuk basic desain itu diperkirakan sekitar 14 bulan. “Saya harap itu bisa lebih cepat sehingga akhir tahun ini proses konstruksi bisa segera dimulai,” ujar dia. Mantan Kepala Dinas Pariwisata ini menerangkan untuk saat ini proses pembangunan MRT masih sesuai dengan jadwal, yakni 2011-2015 dengan target pengoperasian 2016.
Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta akan membangun poryek MRT sepanjang 14,3 kilometer dengan rute Lebak Bulus-Dukuhatas lewat jalur Fatmawati-Cipete Raya, Haji Nawi-Blok M–Sisingamangaraja-Senayan–Istora–Bendunganhilir–Setiabudi. Sejatinya proses pengucuran pinjaman tahap II akan dilakukan pada bulan Maret 2009 mendatang yaitu sebesar 450 juta dolar AS. Untuk memperlancar pencairan dana pinjaman tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan peraturan gubernur yang terkait dengan pelaksanaan dan pengawasan pinjaman pembiayaan proyek MRT ini.
Selain pergub, Pemprov DKI Jakarta bersama Departemen Perhubungan juga tengah menyusun draf perjanjian penerusan hibah antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI. Semua peraturan tersebut ditargetkan rampung sebelum Maret 2009. Fauzi Bowo menambahkan, Pergub yang akan dikeluarkan tersebut akan merinci beberapa hal teknis yang sekaligus memperkuat peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) dalam proses pencairan pinjaman dan pelaksanaan proyek.
rilham2new February 7th, 2009, 07:27 AM Kalau menurut E-Paper Kompas yang kubaca hari ini, katanya Pembebasan lahan untuk proyek ini siap akhir 2009, ya ???
tollfreak February 7th, 2009, 04:52 PM Masih Dalam Tahap Desain, MRT Sudah Menarik Investor
JUMAT, 6 FEBRUARI 2009 | 16:41 WIB
JAKARTA, JUMAT — Meski baru memasuki tahap desain awal, pengusaha asal Jepang, Singo Tsuda, sudah berminat menginvestasikan dananya di proyek Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. Namun, niat itu harus menunggu tender internasional, sementara tender itu baru akan dilaksanakan 14 bulan mendatang.
Demikian diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Jumat (6/2), seusai berjumpa pengusaha itu di kantornya.
“Singo itu konglomerat Jepang dari perusahaan transportasi Jepang, Marubeni Tokyo. Ia pernah membangun fasilitas MRT di berbagai negara, seperti Caracas di Venezuela, Manila Filipina, Taiwan, dan banyak sekali kota-kota besar," katanya.
Dikatakan Fauzi, saat ini ada sepuluh perusahaan besar yang akan diundang untuk mengikuti tender MRT. “Semua pihak yang punya kualifikasi teknis dan manajerial yang baik silakan ikut tender. Saat ini ada sepuluh besar yang berminat. Desainnya belum selesai, tapi kita mau percepat,” tambahnya.
Di tempat terpisah, Dirjen Perkeretaapian Wendy Aritenang Yazid mengatakan, Design Engineering MRT hasil evaluasi pelelangan oleh tim Dephub telah diajukan kepada Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Japan Bank for International Cooperation. “Design Engineering saat ini masih dibahas oleh JICA/ JBIC. Mudah-mudahan cepat selesai prosesnya,” terang Wendy.
peseg5 February 7th, 2009, 06:39 PM ^^ Hmmm vendor mulai gerak cepat nih.... saatnya "treat khusus" buat direksi2 PT JMRT.
Mimihitam February 8th, 2009, 01:30 AM http://img21.imageshack.us/img21/7789/img005zd0.jpg
Judulnya menara jakarta, tapi ada info tentang MRT-nya :p
ace4 February 8th, 2009, 03:14 AM ^^ Hmmm vendor mulai gerak cepat nih.... saatnya "treat khusus" buat direksi2 PT JMRT.
maksudnya deal2 di balik meja kah...? :naughty:
tollfreak February 8th, 2009, 04:43 AM Kalau menurut E-Paper Kompas yang kubaca hari ini, katanya Pembebasan lahan untuk proyek ini siap akhir 2009, ya ???
Pembebasan Lahan untuk MRT Direncanakan Selesai Tahun Ini
JUMAT, 6 FEBRUARI 2009 | 21:16 WIB
JAKARTA, JUMAT — Pembebasan lahan untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT) ditargetkan selesai tahun ini. Demikian dikatakan Direktur PT MRT Eddi Santosa, di Jakarta, Jumat (6/2).
Luas lahan yang dibebaskan rencananya 1,5 hingga 2 hektar, di sekitar Terminal Lebak Bulus dan wilayah-wilayah yang telah ditetapkan sebagai lintasan kereta api dan tiang-tiang pancangnya.
“Kan mulainya, deponya dari situ. Jadi tidak terlalu banyak tanah yang dibebaskan dan tanah lainnya di tengah jalan, jadi tidak terlalu rumit,” ujar Eddi ketika ditemui di kantornya, Wisma Nusantara, Jalan MH Thamrin.
Tanah milik yang dibebaskan saat ini dimiliki 85 KK dan rata-rata memiliki bukti kepemilikan tanah dan bangunan. Namun, masih ada yang tidak mempunyai bukti kepemilikan tanah dan bangunan.
Tahun 2008, total dana pembebasan mencapai Rp 62 miliar. Karena terbatasnya waktu pelaksanaan tahun anggaran, sebagian dana tidak terserap sehingga dialihkan pada tahun berikutnya sebanyak Rp 90 miliar.
“Sebenarnya perihal pembebasan lahan ditangani oleh pemprov. Kami melakukan surveinya,” katanya.
Bila sesuai jadwal, Eddi meyakini, sebelum akhir tahun, pembebasan lahan bisa diselesaikan dengan baik sehingga pada 2010, saat melakukan tender pengerjaan proyek, perihal lahan tidak ada kendala.
MRT akan dibangun dari Lebak Bulus hingga Patung Api Senayan sehingga akan ada terowongan dengan kedalaman 15 meter yang terbentang sejauh 3,8 kilometer dari Ratu Plaza hingga Dukuh Atas. Mengenai jaringan utilitas yang akan terganggu, pihaknya akan meneliti lebih lanjut pada tahap basic design di bulan Maret 2009 hingga 14 bulan ke depan.
AAG February 9th, 2009, 12:30 PM kenapa harus ada tiang di tengah2?
http://img136.imageshack.us/img136/9704/shm05hq2.jpg (http://imageshack.us)
http://img136.imageshack.us/img136/shm05hq2.jpg/1/w768.png (http://g.imageshack.us/img136/shm05hq2.jpg/1/)
~MELVINDONESIA~ February 9th, 2009, 12:43 PM ^
Tiang fungsinya untuk pegangan kan?
Kalo tempat duduk udh penuh,ya pada berdiri pegangan di tiang..
asudarsono February 9th, 2009, 01:18 PM maksudnya deal2 di balik meja kah...? :naughty:
NOT ON MY WATCH.
ace4 February 9th, 2009, 01:25 PM ^^
ayo semangat pak asudarsono...:guns1:
oweeyman February 9th, 2009, 01:29 PM ^^ kobarkan api semangat bangun mrt!!:dance::
=NaNdA= February 9th, 2009, 02:09 PM bangun MRT sampe kobarkan api, emang mau perang.. :D
asal ada dana, pasti jalan koq.. betul pak asudarsono...? ;)
peseg5 February 9th, 2009, 02:45 PM bangun MRT sampe kobarkan api, emang mau perang.. :D
asal ada dana, pasti jalan koq.. betul pak asudarsono...? ;)
emang ada perangnya kali nan.... perang urat syaraf.
Maklum proyek jutaan dollar, semua pasti berebut pengen ngambil kue sebanyak2nya..
Betul kan pak Asudarsono??! hehe....;)
asudarsono February 10th, 2009, 01:55 AM Ha ha pakai konfirmasi segala.
Hare gini masih pat gulipat. Malu donk ama patung Sudirman. Ntar tanah air dijual lagi, buat beli Samsung Serenata.
=NaNdA= February 10th, 2009, 03:17 AM ^^ waduh, jangan pake bahasa istilah donk pak.. hehe.. :D
asudarsono February 10th, 2009, 03:42 AM Bahasa SBYnya : say no to corruption
BauIng February 10th, 2009, 05:51 AM Hidup SBY !! :D :D
AceN February 10th, 2009, 06:47 AM Halah...makin deket pemilu makin panas :D hehe..
Yappofloyd February 14th, 2009, 07:07 AM Japanese firm seeks to take part in MRT by Triwik Kurniasari , The Jakarta Post 02/07/09
A Japanese company, Marubeni Tokyo, is looking at the possibility of bidding in the international tender for the city administration's mass rapid transit (MRT) project. "I have heard that Marubeni Tokyo is a big company with experience in MRT projects in many cities around the world, including Caracas *Venezuala*, Manila *the Philippines* and Taiwan," Governor Fauzi Bowo told reporters Friday after a meeting with an executive from the company, Singo Tsuda, at City Hall. "It's good to know they are interested in the project," he said, adding that the administration would consider the offer.
He said 10 companies would be invited to the table for the tender for the MRT project. "We assume they *those companies* have good technical and managerial abilities to take part in the tender,." Although the basic design of the project has not been finished yet, Fauzi said he planned to establish a tender committee. "We have held discussions with the central government, including the transportation minister, to accelerate the start of the MRT," he said.
Earlier, PT Mass Rapid Transit Jakarta (MRTJ) head Eddi Santosa said construction would commence by early 2010 after the completion of land acquisition this year.
The administration needs about 4 hectares for the route from Lebak Bulus, South Jakarta, to Dukuh Atas, Central Jakarta. The route is expected to be completed by 2014. The city administration has allocated Rp 40 billion (US$3.5 million) from this year's budget to acquire land for the depot and construction of the depot.
asudarsono February 14th, 2009, 07:25 AM Yappo, a lot of companies have entered their interest. These companies shall compete in a number of Japanese competitive tender processes for construction of the MRT. By Indonesian regulations, at least 5 companies shall compete in each tender.
AceN February 14th, 2009, 11:18 AM So, what did Katahira win ? i heard that they won the tender..
asudarsono February 14th, 2009, 01:25 PM don't believe everything, bro
AAG February 14th, 2009, 04:33 PM Proyek MRT Terhambat Penunjukan Konsultan Lamban
[JAKARTA] Proyek pembangunan Mass Rapid Transit (Transportasi Cepat Massal/MRT) di DKI Jakarta sampai saat ini belum dapat dimulai karena pihak Japan International Cooperation Agency (JICA) belum menyetujui konsultan desain dasar yang dipilih Departemen Perhubungan (Dephub).
Dirjen Perkeretaapian Dephub Wendi Aritenang kepada wartawan, Jumat (13/2) mengatakan, hasil evaluasi tender pekerjaan desain dasar MRT oleh tim Dephub telah diajukan ke JICA sebagai penyedia dana. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan selesai prosesnya," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mendesak agar JICA dan Dephub secepatnya menetapkan konsultan desain dasar MRT. Sebab, kalau terlambat, maka pembebasan lahan dan pengerjaan fisik lainnya juga terlambat.
Pemerintah berencana mempercepat proses tender proyek MRT dari rencana awal pada April 2009. Fauzi mengharapkan, pemerintah pusat dalam hal ini Dephub segera mempercepat proses desain dasar MRT. Pembangunan konstruksi dapat dilakukan bersamaan dengan percepatan pengucuran dana pinjaman. "Saya berharap basic desain itu bisa lebih cepat selesai sehingga akhir tahun ini proses konstruksi sudah bisa dimulai," katanya.
Desakan Foke (panggilan Fauzi Bowo) itu dikemukakan karena pemenang tender desain dasar MRT seharusnya sudah final pada November 2008, sesuai surat Keputusan Menteri Perhubungan. Sehingga pembebasan lahan dapat dilakukan pada akhir 2010 dan pekerjaan fisik dapat dimulai awal 2011. [HTS/Y-4]
sumber : http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=4843
AceN February 15th, 2009, 06:38 AM don't believe everything, bro
But i read it in Bisnis Indonesia ?
dito_marito February 15th, 2009, 11:43 AM kenapa harus ada tiang di tengah2?
http://img136.imageshack.us/img136/9704/shm05hq2.jpg (http://imageshack.us)
http://img136.imageshack.us/img136/shm05hq2.jpg/1/w768.png (http://g.imageshack.us/img136/shm05hq2.jpg/1/)ini jakarta bukan?bukan ya?kalo bukan,trus dimana?
ace4 February 15th, 2009, 04:40 PM ^^
Tokyo
AAG February 17th, 2009, 02:03 PM ^^bukan itu gambarnya gua ambil dari bagian subway di hongkong.
ace4 February 17th, 2009, 05:54 PM ^^
Gakei bukannya website Jepang kah...?
tollfreak February 19th, 2009, 02:31 PM Disain Dasar MRT Rampung April 2010
BERITAJAKARTA.COM — 19-02-2009 18:53
Dengan struktur kepemimpinan yang baru, PT MRT Jakarta diharapkan dapat segera merealisasikan program-programnya untuk mempercepat pembangunan mass rapid transit (MRT)/kereta bawah tanah di DKI Jakarta. Salah satunya, mempercepat penyelesaian disain dasar pembangunan MRT. Sehingga, pembangunan fisik dapat dimulai pada tahun 2011 mendatang.
Direktur Fungsi Korporasi PT MRT, Eddi Santosa, menjelaskan, disain dasar pembangunan MRT di DKI Jakarta diprediksi akan selesai dalam 14 bulan atau pada bulan April 2010 mendatang. Dan selama tengat waktu itu, PT MRT juga akan mempersiapkan pelaksanaan tender hingga penentuan pemenangnya. Sehingga ketika disain dasar selesai, pembangunan fisik bisa langsung dimulai.
Kendati demikian, lanjut Eddi, biar semunya berjalan matang sesuai jadwal, pekerjaan konstruksi baru akan dimulai diawal 2011. Sebab, pemenang tender juga harus mempelajari disain serta persiapan lainnya. “Sebenarnya ketika pemenang itu sudah ada, pekerjaan fisik sudah bisa dilaksanakan. Tapi untuk amannya, pekerjaan kita mulai awal 2011. Jadi antara April 2010 hingga awal 2011, kita bisa gunakan untuk persiapan,” ungkapnya.
Apabila semua proses sudah berjalan dengan baik, diharapkan pekerjaan konstruksi fisik bisa selesai dalam jangka waktu lima tahun. Dengan lain kata, pada tahun 2016 MRT yang menghubungkan Lebakbulus-Kota sudah siap dioperasikan. Dalam pembangunannya, sambung Eddi, pekerjaan fisik MRT akan dibagi menjadi dua tahap yaitu, tahap pertama, rute yang akan dibangun Lebakbulus-Dukuhatas sepanjang 14,5 kilometer. Dan Tahap kedua, Dukuhatas-Kota. Namun pembangunan tahap kedua ini masih dilakukan visibility study oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).
Selain itu, Eddi Santosa menjelaskan, biaya yang akan digunakan untuk membangun MRT ini berasal dari dana pinjaman JICA. Total pinjaman dari JICA terhadap proyek MRT ini sebesar 118 miliar yen atau sekitar 1,1 juta dolar AS. Dana pinjaman tersebut akan dibagi menjadi empat paket loan agreement (LA). Dari empat paket LA tersebut, hanya LA 1 dan 2 yang sifatnya hibah. Sedangkan LA 3 dan 4 bersifat pinjaman dan sepenuhnya akan dibayarkan oleh Pemprov DKI kepada JICA melalui pemerintah pusat.
Dana pinjaman LA 1 sebesar 1,86 miliar yen setara dengan 17 juta dolar AS atau Rp 163 miliar. Dari pengucuran dana pinjaman tahap pertama, PT MRT Jakarta hanya menerima Rp 63 miliar untuk persiapan konsultan untuk pelaksanaan tender, sisanya Rp 100 miliar diserahkan kepada Departemen Perhubungan RI guna pembuatan disain MRT.
LA 2 dikucurkan sebesar 48,15 miliar yen atau setara 450 juta dolar AS. Kucuran LA 2 ini telah tertuang dalam naskah penerusan perjanjian hibah antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI akan ditandatangani pada awal Maret 2009. “Prinsipnya tinggal penuangan isi perjanjiannya antara pemprov dengan pemerintah pusat,” kata Eddi.
Draf rancangan naskah penerusan perjanjian hibah sudah selesai dibuat oleh Departemen Keuangan (Depkeu) dan saat ini telah diserahkan kepada Pemprov DKI. "Feedback dari Pemprov DKI akan dikirimkan besok, Jumat (20/2) ke Menteri Keuangan," terangnya. Sedangkan, sisa kucuran pinjaman sebesar 67,99 miliar yen akan dibagi dalam LA 3 dan LA 4. “Besaran kedua LA ini belum bisa dipastikan berapa jumlahnya, masih kita diskemakan,” jelas Eddi.
Eddi menjelaskan, pinjaman dari pemerintah Jepang ini merupakan special term economy partnership berstatus tight loan, yaitu 30 persen harus menggunakan suku cadang jepang, 70 boleh siapa saja, termasuk Indonesia. Bunga pinjaman yang dibebankan disepakati sebesar 0,25 persen dengan jangka waktu pengembalian selama 40 tahun.
Direksi dan Komisaris PT MRT Terbentuk
Setelah melalui uji kelayakan dan kepatutan oleh Badan Penanaman Modal dan Promosi, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT MRT Jakarta menetapkan tiga orang dalam jajaran direksi dan tiga orang dalam jajaran dewan komisaris. Ketiga direksi PT MRT yang ditetapkan yaitu Tribudi Rahardjo sebagai Direktur Utama, Eddi Santosa sebagai Direktur Fungsi Korporasi dan Rachmadi sebagai Direktur Teknik. Sedangkan tiga dewan komisaris, yakni Achmad Harjadi sebagai Komisaris Utama, Nugroho Indrio, dan Irsan Gunawan sebagai Komisaris.
Selain pergantian manajemen, RUPSLB juga menyusun delapan program kerja direksi untuk tahun 2009. Kedelapan program tersebut, yaitu membangun sistem koorporasi pemerintahan yang baik dan manajemen resiko, pengembangan organisasi MRT, melakukan dukungan untuk procurement konsultan yang diadakan DKI untuk pekerjaan management consultancy menggunakan dana hibah dari Loan Agreement (LA) I dan membangun komunikasi publik. Melaksanakan pekerjaan counter part bekerja sama dengan Ditjen Perkeretaapian dalam pelaksanaan pekerjaan basic design, memberikan masukan bagi penyusunan rencana tata ruang dan wilayah terkait dengan konsep transit oriented development, mempersiapkan procurement untuk pengadaan konsultan untuk pekerjaan tender assistance dan mengamankan lahan untuk proyek berkoordinasi dengan dinas terkait.
Terhadap perombakan manajemen PT MRT ini, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, mengatakan, keenam orang tersebut telah melalui sistem pemilihan ketat dan selektif. Dan Mereka mempunyai tanggung jawab besar untuk mewujudkan impian warga Jakarta yaitu dapat menikmati kereta api modern di bawah tanah. “Tentu amanah yang dipikul direksi dan komisaris baru ini luar biasa beratnya. Karena menyangkut citra bangsa Indonesia untuk menghasilkan sesuatu yang baik tanpa cela,” kata Fauzi Bowo usai RUPSLB di Balaikota, Kamis (19/2).
Mengingat besarnya tanggung jawab yang diemban, gubernur tidak mengizinkan keenam orang yang duduk dalam jajaran manajemen PT MRT tersebut menjabat di perusahaan lain. Dengan begitu, harapan proyek akan berjalan sesuai jadwal dapat tercapai dengan baik. Terkait perkembangan basic design atau disain dasar, menurut Fauzi, perkembangannya cukup menggembirakan. “Untuk basic design kita sudah mendapatkan respon dari JICA. Mudah-mudahan hari ini disampaikan kepada kami keputusan konsultan basic design-nya,” ujarnya.
Sedangkan Direktur Utama PT MRT, Tribudi Rahardjo, belum bisa memberikan komentar, dengan alasan belum mengetahui sampai sejauhmana perkembangan pekerjaan PT MRT semasa dipimpin Eddi Santosa. “Berikan saya waktu satu bulan. Kami akan mengevaluasi setiap kemajuan. Setelah itu saya akan sampaikan hasil evaluasinya kepada wartawan,” ujar Tribudi singkat.
F-ian February 19th, 2009, 04:18 PM my my.. itu Baru 1 Jalur...:ohno: coba kalo sekalian bikin Jaringan MRT *sigh
edit! hmm kpn Jalur KRL Jabodetabek di ubah jd MRT/LRT?
tollfreak February 20th, 2009, 10:29 AM US$450m from govt for MRT
Agnes Winarti , THE JAKARTA POST, , JAKARTA | Fri, 02/20/2009 10:46 AM | City
The city administration will sign an agreement with the central government to receive US$450 million for the construction of the MRT project.
“We hope to sign a $450 million grant agreement with the government by March. It will be the second package of a total of four loan packages for the MRT [Mass Rapid Transit] project,” Jakarta Governor Fauzi Bowo said Thursday after a meeting with the newly elected management board of PT MRT Jakarta (MRTJ).
“We will review the project within a month,” said MRTJ newly assigned president director Tribudi Rahardjo, who was previously vice director of contractor firm Pembangunan Jaya Group.
We will first summon consultants to evaluate the project’s progress and consider the possibility of speeding it up.”
Recently, Fauzi said the city had held discussions with the central government, including the transportation minister, to accelerate the start of the MRT project.
The development of an MRT in the capital is funded by a four-loan package worth a total of $1.1 billion, or 118 billion yen, from the Japan government.
“The second loan package is a grant for the administration. So the government will pay it,” said MRTJ corporate director Eddi Santosa.
“However, the third and fourth loan packages will be the responsibility of the administration.”
Some 4 billion yen of the 48.15 billion yen fund will be used for hiring consultants, while the remainder will go toward construction, which is targeted to start in 2011.
Construction work was initially scheduled to start in the fourth quarter of next year.
“Execution of the MRT project is closely monitored by Japan International Cooperation Agency (JICA),” Eddi said, adding that the 0.2 percent interest loan would be paid off over a 40-year period.
Under the JICA loan, which has a special term for economic partnership, the MRT project is obliged to use 30 percent Japanese production materials.
“The first loan package has been used for creating the basic design at the Transportation Ministry [1.86 billion yen], consultant hiring at the city administration [567 million yen] as well as consultant hiring by MRTJ [171 million yen] to prepare the construction tender,” he said.
“The ministry has estimated that the MRT basic design will be completed by April next year,” Eddi said, adding that his company would open the tender after receiving the complete basic design.
Earlier this month, a Japanese company, Marubeni Tokyo, looked at the possibility of bidding in the international tender.
Fauzi recently said 10 companies would be invited to the table to tender for the MRT project.
The 14.5-kilometer MRT — connecting Lebak Bulus in South Jakarta and Dukuh Atas in Central Jakarta — is targeted to be completed within five years after construction starts.
The MRT route will start at Lebak Bulus, pass through Jl. Fatmawati, Jl. Cipete Raya, Jl. Haji Nawi, Blok M, Jl. Sisingamangaraja, Senayan, Istora and Bendungan Hilir, and end at Setiabudi.
“This year, we have also planned a feasibility study to be conducted by JICA for the Dukuh Atas-Kota MRT route,” Eddi said.
He was optimistic about completing the acquisition of some 4 hectares of land for the route from Lebak Bulus, South Jakarta, to Dukuh Atas, Central Jakarta.
The city administration has allocated Rp 40 billion (US$3.5 million) from this year’s budget to acquire land for the depot and construction of the depot.
AceN February 20th, 2009, 05:19 PM Eh, ada yang bisa menjelaskan bedanya LRT di KL & MRT Singapore ? knapa di RapidKL cuma pake 2 gerbong? apa ada perbedaan sistem antara SMRT & Rapid ?
=NaNdA= February 20th, 2009, 05:24 PM ^^ setau gw sih MRT itu sistemnya.. bisa LRT, Busway, Monorail, Kereta, Water way, dll..
kalo LRT itu salah satu jenisnya.. mirip ama monorel sistem LRT ini..
tapi monorel lebih simpel dan gerbong lebih dikit..mungkin mirip ini..
2 gerbong juga kan?
http://www.jakartamonorail.com/jmconstruct.gif
sotoy mode_on.. :D
AceN February 20th, 2009, 05:29 PM ^^ yang g ngerti juga gitu :D MRT itu kan pengertian Mass Rapid Transit nya.
Trus LRT itu salah satu jenisnya. tapi g bingung knapa RapidKL cuma pake 2 Gerbong ? apa sistemnya bukan heavy rail juga ? CMIIW :D
gliazzurra February 20th, 2009, 06:35 PM Eh, ada yang bisa menjelaskan bedanya LRT di KL & MRT Singapore ? knapa di RapidKL cuma pake 2 gerbong? apa ada perbedaan sistem antara SMRT & Rapid ?
kalo menurut gua sih simpel aja
MRT itu Mass Rapid Transport, artinya angkutan massal, dimana kapasitas angkut nya > 1000 org.
sementara LRT itu Light Rapid Transport, artinya angkutan ringan, dimana kapasitas angkut nya lebih kecil < 1000 org.
Paling engga kalo di singapur kyk gitu sih.. kalo LRT gerbong nya dikit, paling 2 doank, kapasitas sekitar 300 org kali.. kalo MRT gerbongnya 6, kapasitasnya 1500 org..
asudarsono February 21st, 2009, 12:01 AM Nama rada susah kalau dianalisa. Mau dinamain apa juga terserah yg punyalah, mungkin harapan ownernya nantinya akan berkembang terus jadi besar.
Ada tuh ortu yg namain anaknya Obama, padahal putih kulitnya, bukan berarti terus kulitnya otomatis menggelap tho.
AceN February 22nd, 2009, 10:39 AM ^^ jadi sbenernya sistem nya antara LRT & MRT sama ? dalam hal ini SMRT & Rapid ? hanya beda jumlah rangkaian gerbongnya ?
gliazzurra February 22nd, 2009, 11:01 AM ^^ jadi sbenernya sistem nya antara LRT & MRT sama ? dalam hal ini SMRT & Rapid ? hanya beda jumlah rangkaian gerbongnya ?
sistem itu mksdnya teknologi yg dipake? kalo menurut gua sih kenapa dibedain antara MRT dan LRT itu murni berdasarkan kapasitas angkutnya, bukan teknologi nya..
AceN February 22nd, 2009, 11:18 AM Ya, teknologi nya - rail nya - rolling stock nya, smua. Kalo gitu, beda KRL yang existing skarang, dengan MRT sbenernya apa ? KRL yang komuter ya, bukan yang KRL Jakarta - Bogor gitu :D hehe..
asudarsono February 22nd, 2009, 11:32 AM Beda perusahaannya. Untuk menunjukkan identitasnya. PT KA itu BUMN, semua yg KA - KA sepertinya didasarkan pada akarnya dan hubungan baiknya dgn PT KA.
PT ARL itu anak perusahaan PT AP 2 dan PT KA, makanya mungkin itu sebabnya dimulai dengan kata airport dan rail.
PT MRTJ itu kelanjutan SAUMJ (Sistem Angkutan Umum Massal Jakarta) dan Aura (Angkutan Umum Rakyat) tahun 1997an, tinggal diterjemahkan aja agar orang Jepang ngerti. PT MRT ini diimpikan agar jauh lebih progresif dari BUMN yang ada (PT KA). Begitu harapan dalam namanya. Makanya walau dieja sebagai PT MRTJ tapi namanya tetap PT MRTJ
AceN February 22nd, 2009, 02:05 PM ^^ Kalo KRL yang ada skarang di konvert jadi MRT bisa ? dengan eksisting rail nya ?
asudarsono February 22nd, 2009, 03:04 PM Nggak bisa, karena MRTnya belum ada. Ha ha ha.
Apakah nanti ada standarisasi antara jaringan PT MRT dan jaringan KA biasa, bisalah diatur. Apalagi pak Rahmadi udah jadi Dirtek, dia khan tahu persis perkeretaapian sebagai lulusan Kasubdit Perencanaan PT KA dan daya utama di balik KA komuter Bandung itu.
Tri Budi - Eddi Santosa - Rahmadi ini dream team lho.
AAG February 23rd, 2009, 04:18 PM jadi maksudnya ukuran relnya yang di standarisasi ya pak? sama ada penyamaan stasiun kah?
apa krl yang sekarang ini yang dipakai sama Blue Line nantinya fungsinya sama seperti Yamanote Line di Tokyo?
asudarsono February 24th, 2009, 01:07 AM Apa sih Yamanote Line itu? Kalau Yamamoto aku tahu, di Papua Nugini khan.
tollfreak February 24th, 2009, 10:13 AM Apa sih Yamanote Line itu? Kalau Yamamoto aku tahu, di Papua Nugini khan.
Yamanote adalah line LRT/MRT yang paling penting di Tokyo, Yamanote adalah Loop Line keliling dalam kota Tokyo.Banyak orang tau dengan warna ijo linenya.Ini line penuhnya parah jam berapa aja. .. Yamanote semua linenya kl ga salah elevated.Tapi ini beda sistem dengan Tokyo atau Toei Subway , yang punya yamanote JR.
=NaNdA= February 24th, 2009, 10:33 AM ^^ punya swasta ya?
tollfreak February 24th, 2009, 10:37 AM JR=Japan Railways,dulu dipunya Negara, sejak tahun 1987 jadi punya swasta dan dibagi menjadi 7 bagian tergantung daerah Contoh: Tokyo JR East, Osaka JR West
AAG February 25th, 2009, 02:31 PM kalau gak salah tadinya punya pemerintah terus pemerintah kaga ngasih subsidi lagi, terus perusahaan itu berdiri sendiri, terus ngembangin usahanya ke macem2 usaha, eh jadi malah bagus deh, mendingan pt ka tiru cara begini.
Trip2Java February 25th, 2009, 02:47 PM Jakarta MRT design done on April 2010
http://img216.imageshack.us/img216/5655/img001no2.jpg
PT MRT Jakarta will realize the programs to speed up the development of Mass Rapid Transit (MRT) in Jakarta. One of the ways is finishing the project design and the physic project may start in 2011.
The Director of Corporation Function, Eddi Santosa, said MRT design can be finished in the next 14 months or April 2010. During that time, the management will prepare for tender process. It is aimed to implement the physic project right after design has been finished.
Santosa added the physic construction project can be finished in five years if the project is based on the schedule. It means MRT will be operated in 2016. On the physic project, it will be spread into two phases, first is Lebakbulus-Dukuhatas route by 14.5 km and second is Dukuhatas-Kota. The Japan International Cooperation Agency (JICA) will hold visibility study for the second phase.
Project allocation is taken from JICA soft-loan by 118 billion yen or US$ 1.1 million. The loan will be divided into four packages of loan agreement (LA); LA 1 and 2 are grant, while LA 3 and 4 are purely loan and must be paid by city administration through central government.
LA 1 value is US$ 17 million or Rp 163 billion, PT MRT Jakarta will get Rp 63 billion from the first distribution and the rest Rp 100 billion will be distributed to Indonesia Dept. of Transportation for MRT design. LA 2 will be distributed US$ 450 million.
“The rest of loan by 67.99 billion yen will be distributed into LA3 and LA 4,”Santosa added.
According to him, the loan from JICA is kind of special term economy partnership in tight loan status. It means 30 percent of project must use Japan spare part and 70 percent is free. The loan interest is 0.25 percent and returning time is 40 years.
The MRT route will start at Lebak Bulus, pass through Jl. Fatmawati, Jl. Cipete Raya, Jl. Haji Nawi, Blok M, Jl. Sisingamangaraja, Senayan, Istora and Bendungan Hilir, and end at Setiabudi.
tollfreak March 8th, 2009, 01:38 PM Old News..But not posted yet I guess:
Jajaran Direksi dan Komisaris PT MRT Dirombak
VIVAnews - Rabu, 19 Februari 2009, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta memutuskan mengganti manajemen PT MRT Jakarta.
Selain itu, pengesahan rencana kerja dan anggaran perseroan tahun 2009. Manajemen yang saat ini menjabat sesuai anggaran dasar dan RPUS LB Juli 2008 . Pemilihan dilakukan setelah uji kelayakan dan kepatutan dari Badan Penanaman Modal dan Promosi .
RUPSLB juga menetapkan manajemen PT MRT untuk periode 2009-2013. Mereka adalah Tri Budi Rahardjo sebagai direktur umum, Eddi Santosa direktur fungsi korporasi dan Rachmadi Dire sebagai direktur teknik,
Untuk jajaran komisaris, Achmad Harjadi menjadi komisaris utama dan Irsan Gunawan dan Nurfaqih Irawan juga hadir
tollfreak March 13th, 2009, 11:54 AM Council gives nod to MRT deal
Fri, 03/13/2009 2:54 PM | City
The City Council has signalled it will give the Jakarta administration the go-ahead to sign an agreement with the government for US$450 million for the construction of the Mass Rapid Transit (MRT) project.
Syamsidar Siregar, from the council's Commission A on governance, said the council would scrutinize the agreement before making a formal decision.
"We basically agree with the project, but we should be careful about receiving the loan. We want to know the details," she told The Jakarta Post on Thursday.
"We want to know whether the loan might affect the city budget or not."
She added councilors were afraid the government would renege on its responsibility to pay back the loan, thus putting the burden on the city administration instead.
"We have learned from the past. There have been cases like that, and so we demand transparency on this project," she said.
"We just want to make sure *the agreement* does not affect the city budget," said Syamsidar, adding the council would announce its decision this month.
The development of the MRT in the capital will be funded by a four-loan package worth a total of 118 billion yen ($1.1 billion) from the Japanese government.
The city administration will sign an agreement with the government to receive $450 million, which will be the second package in the loan deal.
Some 4 billion yen of the 48.15 billion yen fund will be used to hire consultants, while the remainder will go toward construction, which is targeted to start in 2011.
PT MRT Jakarta (MRTJ) corporate director Eddi Santosa said construction work was initially scheduled to start in the fourth quarter of 2010.
"We hope to sign the $450 million loan agreement with the government by the end of March. But we first need the city council's approval to sign the agreement," he said.
"The Transportation Ministry is working on the basic design, which will take about 12 months to complete.
"Soon after the basic design is ready, we will hold a bidding process, which will take another five to six months."
The 14.5-kilometer MRT route - linking Lebak Bulus in South Jakarta to Dukuh Atas in Central Jakarta - is targeted to be completed within five years after the start of construction.
The route will start at Lebak Bulus, pass through Jl. Fatmawati, Jl. Cipete Raya, Jl. Haji Nawi, Blok M, Jl. Sisingamangaraja, Senayan, Istora and Bendungan Hilir, and end at Setiabudi.
Some 4 hectares of land will have to be acquired for the depot in Lebak Bulus.
The administration has already allocated Rp 40 billion from its 2009 budget to acquire the land this year and to start construction work on the depot.
tollfreak March 13th, 2009, 12:03 PM Paling Cepat MRT Beroperasi 2015
Harga tiket MRT harus kompetitif. "Jangan sampai tiketnya termahal di Asia Tenggara."
JUM'AT, 13 MARET 2009, 15:56 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - DPRD DKI Jakarta mendesak PT Mass Rapid Transit agar meluncurkan moda transportasi massal itu pada 2014. Desakan itu rupanya tak disanggupi.
"Mereka sanggupnya baru tahun 2015," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Dhani Anwar, kepada wartawan, Jumat 13 Maret 2009.
Dewan juga merekomendasikan tentang sharing beban pembiayaan MRT antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat. Pemprov 42 persen, pemerintah pusat 58 persen.
PT MRT juga diminta segera menetapkan rencana harga tiket yang ditawarkan. Dewan mengingatkan agar harga tiket angkutan massal cepat itu kompetitif. "Jangan sampai harga tiket MRT kita termahal di Asia Tenggara," ujarnya.
Dengan kecepatan 80-100 kilometer per jam, kereta cepat bawah tanah ini diperkirakan mampu mengangkut 200-300 ribu penumpang setiap hari atau 16.600 penumpang per jam pada jam sibuk. Perjalanan penuh sepanjang 14,5 kilometer pun dapat ditempuh dalam waktu 27 menit.
Sebagai fasilitas penunjang, PT MRT Jakarta akan membangun 12 stasiun. Sebanyak empat stasiun bawah tanah (subway) akan dibangun di Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi dan Dukuh Atas. Sedangkan delapan stasiun lainnya dibangun di jalur layang Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, dan Senayan.
• VIVAnews
AceN March 13th, 2009, 07:57 PM Pemenang kompetisi tender Dukuh Atas Interchange Station udah ada. Yang dulu pernah di post disini, yang kaya 'Bird Nest' itu juara ke dua. Yang di post sama mas asudarsono dulu juara ke tiga.
Juara pertama ?
mohon ditunggu.. :D
=NaNdA= March 14th, 2009, 06:02 AM ditunggu gan.... http://www.kaskus.us/images/smilies/bolakbalik.gif
asudarsono March 14th, 2009, 07:30 AM --
asudarsono March 14th, 2009, 07:33 AM wah, desain gue kok bisa dimasukin ke lomba ya? Yaudah gpp, yg penting bermanfaat
ace4 March 14th, 2009, 08:48 AM Paling Cepat MRT Beroperasi 2015
Harga tiket MRT harus kompetitif. "Jangan sampai tiketnya termahal di Asia Tenggara."
JUM'AT, 13 MARET 2009, 15:56 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
VIVAnews - DPRD DKI Jakarta mendesak PT Mass Rapid Transit agar meluncurkan moda transportasi massal itu pada 2014. Desakan itu rupanya tak disanggupi.
"Mereka sanggupnya baru tahun 2015," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Dhani Anwar, kepada wartawan, Jumat 13 Maret 2009.
Dewan juga merekomendasikan tentang sharing beban pembiayaan MRT antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat. Pemprov 42 persen, pemerintah pusat 58 persen.
PT MRT juga diminta segera menetapkan rencana harga tiket yang ditawarkan. Dewan mengingatkan agar harga tiket angkutan massal cepat itu kompetitif. "Jangan sampai harga tiket MRT kita termahal di Asia Tenggara," ujarnya.
Dengan kecepatan 80-100 kilometer per jam, kereta cepat bawah tanah ini diperkirakan mampu mengangkut 200-300 ribu penumpang setiap hari atau 16.600 penumpang per jam pada jam sibuk. Perjalanan penuh sepanjang 14,5 kilometer pun dapat ditempuh dalam waktu 27 menit.
Sebagai fasilitas penunjang, PT MRT Jakarta akan membangun 12 stasiun. Sebanyak empat stasiun bawah tanah (subway) akan dibangun di Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi dan Dukuh Atas. Sedangkan delapan stasiun lainnya dibangun di jalur layang Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, Sisingamangaraja, dan Senayan.
• VIVAnews
harga tiket ideal nya berapa ya kira2...? gw takjub di Beijing bayar 2 yuan (rp. 3500) udah bisa naik subway mau kemana pun gak peduli dari ujung ke ujung...:master:
=NaNdA= March 14th, 2009, 08:55 AM duhh.. ntar aja deh ngomongin tiket, sama aja kaya Jakarta Tower nih.. :D
ace4 March 14th, 2009, 08:59 AM ^^
:lol: :lol: :lol:
sori udah rada gregetan tadi...:D
gliazzurra March 14th, 2009, 09:45 AM duhh.. ntar aja deh ngomongin tiket, sama aja kaya Jakarta Tower nih.. :D
maklum gubernur DKI kan org nya visioner.. sayang sekali visinya terlalu jauh ke depan, di depan ada tembok jg ga liat (mungkin kehalang kumisnya), jadi yah.. :D
sanhen March 17th, 2009, 02:28 PM harga tiket ideal nya berapa ya kira2...? gw takjub di Beijing bayar 2 yuan (rp. 3500) udah bisa naik subway mau kemana pun gak peduli dari ujung ke ujung...:master:
pasti karena di subsidi.... banyak banget jaringan transport massal di subsidi pemerintah = di operasikan rugi. setau gua.. paling cuman di hongkong yg bisa menghasilkan uang.
logikanya.. jalur transport masal itu untuk melancarkan arus pergerakan manusia dan jasa. yg di tuju adalah efek domino dari lancarnya arus pergerakan itu. coba dipikir.. berapa milyar rupiah yg hangus dlm sehari krn jakarta macet?
K14N March 18th, 2009, 06:47 AM Ini proyek jalan ga sih? kayaknya proyek2 Jakarta semuanya masih NATO (No Action Talk Only) doank... Design-nya aja sama sekali ga ada, ntar tau2 jadi2nya senasib sama monorel, halahh.... :bash:
ace4 March 18th, 2009, 09:00 AM emang rencana awal nya detail design kapan selesai kah? trus apa sekarang lagi mengalami molor jadwal...?
peseg5 March 18th, 2009, 09:26 AM emang rencana awal nya detail design kapan selesai kah? trus apa sekarang lagi mengalami molor jadwal...?
so far belum sih. Target konstruksi kan mid 2010.
ace4 March 18th, 2009, 12:22 PM ^^
ini maksudnya pembangunan rel nya MRT yak...? baru pembangunan ruas Lebak Bulus - Dukuh Atas ya yang ini...?
=NaNdA= March 18th, 2009, 01:20 PM mid 2010 baru mulai gali tanahnya ya pak peseg5? :D
peseg5 March 19th, 2009, 04:31 AM ^^
ini maksudnya pembangunan rel nya MRT yak...? baru pembangunan ruas Lebak Bulus - Dukuh Atas ya yang ini...?
yup. Yg fase keduanya baru pre-talk dulu dengan JBIC.
mid 2010 baru mulai gali tanahnya ya pak peseg5? :D
Yah mungkin sepertinya begitu, walaupun mungkin design belum rampung 100%. Paling realistis kita bisa liat konstruksi masif mungkin baru di tahun 2011.
ace4 March 19th, 2009, 09:04 AM mid 2010 baru mulai gali tanahnya ya pak peseg5? :D
kalo ini baru gali tanah buat tiang pancang fondasi rel jalur atas kan yak...? bukan untuk rel bawah tanah kah...:D
AAG March 19th, 2009, 01:47 PM dan setelahnya media memberitakan besar2an dihantui sebagai proyek gagal....
sebaiknya kalo buat fasum kayak begini selagi pembangunan media di Bribe aja deh, biar lancar nanti kalo udah selesai baru tuh di kritik abis2an kalo jelek. atau nggak disuruh beritain yang positif2 dulu, kecuali, tiba2 proyek dinyatakan gagal..... baru deh kita nyap2.
tollfreak March 20th, 2009, 03:26 PM Jumat, 20/03/2009 19:53 WIB
Dana Pinjaman Pembangunan MRT Akan Segera Cair
Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang tersendat-sendat kini mulai berdenyut kembali. Dana pinjaman tahap 2 senilai Rp 4,95 triliun yang akan digunakan untuk pembangunan konstruksi jaringan serta stasiun untuk angkutan massal itu akan segera cair.
"Persetujuan pinjaman itu akan mempercepat jalannya proyek dan mimpi kita akan terwujud," ujar Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (20/3/2009).
Fauzi mengatakan pencairan dana tahap 2 tersebut mepercepat pelaksanaan proyek dari total 90 bulan menjadi 80 bulan. Bahkan pembangunan fisiknya bisa dimulai pertengahan hingga akhir tahun depan.
"Disain yang direncanakan 10 bulan bisa selesai bahkan kurang dari 8 bulan," tutur pria yang akrab disapa Foke ini.
Foke menambahkan desain yang telah dibangun mengintegrasikan lingkungan dengan seluruh moda transportasi, mulai dari busway, kereta hingga MRT. Jaringan transportasi makro itu akan terhubung dengan jalur pedestrian dan city walk.
"Nantinya akan terwujud pola transportasi makro yang berbasis rel. Kita akan membangun circle line Tanah Abang, Kota, Senen hingga MRT Duku Atas," imbuhnya.
Untuk diketahui, dana senilai Rp 4,95 triliun itu merupakan bagian dari total dana proyek MRT senilai Rp 10,3 triliun. Sebagian besar yakni Rp 8,4 triliun diperoleh dari pembiayaan Japan Banking International Consortium (JBIC).
Sebelumnya tahun 2008 telah dilakukan pencairan dana pinjaman tahap 1 sebesar Rp 16 miliar. Dana itu digunakan untuk penunjukan konsultan serta pembuatan desain dasar.
jktman March 21st, 2009, 06:33 AM Wah..Jakarta mau bangun 1 jalur subway lama banget yah jadinya..
Ga bisa dibayangkan kalo pada tahun itu Jakarta baru ada 1 jalur sedangkan kota-kota lain di Asia termasuk yang bukan ibukota negara uda dibangun beberapa jalur.
Mestinya yg uda ada skrg dioptimalkan alias dibagusin tuh kereta ama stasiunnya.
Masa ga bisa belajar ama negara tetangga seh..
Ga usahlah kyk Singapore..uda bisa spt Bangkok aja uda bagus tuh..
Phetoy6 March 21st, 2009, 07:20 AM MRT Dipercepat
Sabtu, 21 Maret 2009 | 05:49 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat tahap-tahap pembangunan mass rapid transit agar dapat beroperasi tahun 2016. Stasiun-stasiun MRT juga akan diintegrasikan dengan tata ruang di sekitarnya melalui penyediaan akses transportasi lokal dan tempat parkir.
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Jumat (20/3) di Balaikota DKI Jakarta, mengatakan, pemerintah pusat sudah setuju mencairkan pinjaman tahap kedua untuk pembangunan mass rapid transit (MRT). Pinjaman sebesar 450 juta dollar AS dari Japan Bank for International Corporation akan diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemprov DKI pada akhir Maret.
Penyusunan desain pembangunan MRT yang dijadwalkan selesai dalam 14 bulan dipercepat menjadi 10 bulan. Penyusunan desain pembangunan, yang akan dimulai April, harus selesai pada Februari 2010.
Proses tender proyek pembangunan juga dipercepat dua bulan supaya selesai pada akhir 2010. Pembangunan fisiknya baru dimulai pada awal 2011 dan harus selesai 2016.
”Sesuai jadwal, MRT akan beroperasi pada akhir 2016. Namun, Pemprov mengusahakan percepatan pada awal 2016,” kata Fauzi Bowo.
Fauzi mengatakan, setelah sempat molor karena beberapa hambatan teknis, Pemprov kembali mempercepat pembangunan MRT untuk mengatasi kemacetan Jakarta. Dua tahun lalu, saat pembangunan MRT dimulai, target beroperasinya angkutan massal berbasis rel itu adalah 2015. Namun, jadwal berubah menjadi 2016 dan dipaksa dipercepat agar tidak terus molor.
Integrasi
Supaya lebih efektif untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, kata Fauzi, MRT akan diintegrasikan dengan tata ruang di kawasannya. Integrasi diwujudkan dengan pembangunan jalan menuju stasiun atau menyediakan angkutan umum lain yang memudahkan warga datang atau meninggalkan stasiun MRT.
Di sisi lain, Pemprov juga akan membangun tempat parkir di stasiun dan trotoar yang memadai untuk mengakses stasiun MRT. Dengan cara ini, warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar jalur MRT dapat merasakan manfaat langsungnya.
Warga yang tinggal agak jauh, kata Fauzi, juga dapat meninggalkan kendaraan pribadi dan mengakses MRT dengan angkutan umum pendukung. Pemilik kendaraan pribadi juga dapat memarkir kendaraan di dekat stasiun.
”Jika integrasi MRT dan tata ruang dapat dilakukan, kemacetan di sekitar ruas Lebak Bulus sampai Dukuh Atas akan banyak berkurang,” kata Fauzi.
Selain MRT, Pemprov juga akan merevitalisasi jalur lingkar kereta api (loop lane) yang sudah lama tidak efektif. Jalur itu mulai dari Tanah Abang menuju Kota, Senen, dan sampai ke Dukuh Atas. Revitalisasi itu akan dilakukan bersama dengan PT Kereta Api Jabotabek dan bakal selesai pada 2012. Jalur yang dilintasi sangat strategis sehingga pergerakan kendaraan pribadi akan berkurang banyak.
Di sisi lain, jalur lingkar kereta api akan memudahkan pergerakan penumpang setelah turun di Stasiun MRT Dukuh Atas. Dengan demikian, penumpang dapat leluasa bepergian ke lokasi tujuan tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
dito_marito March 21st, 2009, 07:30 AM ^^bohong! :bash:
jktman March 21st, 2009, 04:15 PM Lebih baik konstruksinya dibangun dulu deh dan ada penerapan di lapangan. Jangan cuma masuk berita di koran aja namun pembangunannya sendiri belum keliatan. Dari dulu cuman modal janji aja tapi mandek di tengah jalan kayak monorel contohnya.
Dan yg paling cocok sebenarnya buat kondisi jakarta yah kyk yg di bangkok itu skytrain. Apalagi sering banjir rasanya ga cocok deh kalo tipe yg bawah tanah.
tollfreak March 25th, 2009, 04:29 PM Rabu, 25/03/2009 17:10 WIB
Pemprov DKI Dapat Hibah Rp 90 Miliar untuk Konsultasi MRT
Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jakarta - Pemerintah Rl bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani Naskah Perjanjian Penerusan Hibah (NPPH). Hibah yang diberikan Pemerintah kepada Pemprov DKI sebesar 758 juta yen atau sekitar Rp 90 miliar ini adalah penerusan dari Pinjaman Tahap 1 yang diberikan Japan lnternational Cooperation Agency (JICA) sejumlah 1,869 miliar yen.
Penandatangan naskah ini dilakukan oleh Dirjen Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan Mardiasmo bersama Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Gedung Dpekeu, Jakarta, Rabu (25/3/2009).
Menurut Fauzi, dana ini akan digunakan untuk membiayai kegiatan jasa konsultasi (consulting services) bagi pelaksanaan kegiatan Mass Rapid Transit Jakarta yaitu jasa konsultasi mnanajemen dan jasa konsultasi pengadaan.
Ia menjelaskan, dari dana tersebut, sebesar 567 juta yen akan digunakan Pemprov DKI Jakarta untuk pelaksanaan jasa konsultasi manajemen sedangkan sisanya sebesar 191 juta yen akan diteruskan kepada PT MRT Jakarta sebagai penyertaan modal daerah Pemprov DKI Jakarta untuk pelaksanaan jasa konsultasi pengadaan oleh PT MRTJakarta.
Pada Maret ini juga akan ditandatangani Pinjaman Tahap 2 antara Pemerintah RI dengan JICA sejumlah 48,150 miliar yen. Skema pinjaman dibuat secara bertahap (4 tahap) dimana pada setiap tahapannya JICA akan mengevaluasi biaya proyek. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kekurangan dana yang akan mengakibatkan terhentinya proyek. JICA juga telah memberikan komitmen untuk membiayai proyek ini sampai pekerjaan konstruksi selesai.
Sebagian besar (sekitar 85 persen) pendanaan proyek MRT ini berasal dari JICA dengan skema Special Term for Economic Partnership dan sisanya dari APBN dan APBD.
Sebelumnya, Gubernur DKI Fauzi Bowo telah menyatakan komitmennya untuk mempercepat tahap-tahap pembangunan MRT. Penyusunan desain dasar pembangunan akan dimulai April juga ditargetkan selesai Februari 2010.
Proses tender proyek pembangunan juga dipercepat dua bulan agar selesai pada akhir 2010 sedangkan proses pembangunan fisik dimulai awal 2011 dan beroperasi pada awal 2016.
Proyek MRT Jakarta yang akan dibangun membentang dari Lebak Bulus di Jakarta Selatan dan Dukuh Atas di Jakarta Pusat sepanjang 14,5 km, Empat kilometer diantaranya (4 stasiun) dibangun di bawah tanah dan 10,5 km dibangun melayang di atas jalan (8 stasiun).
Proyek ini adalah tahap 1 dari rencananya 3 tahap pembangunan MRT di Jakarta. Tahap 2 adalah dari Dukuh Atas ke Kota dan tahap 3 adalah jalur Timur-Barat. Untuk pembangunan tahap 2 dan tahap 3 saat ini sedang dalam pembuatan feasibility study.
Seluruh pembangunan dan pengoperasian sistem MRT Jakarta dilakukan oleh PT MRT Jakarta yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta.
peseg5 March 25th, 2009, 06:23 PM ^^ Angka yg besar untuk sebuah konsultasi.... konsultasi ama gw aja... yah gak mahal2 lah... cukup 100.000.......... dollar AS
tollfreak March 26th, 2009, 06:23 AM Sri Mulyani: Masyarakat Menunggu Hadirnya MRT
RABU, 25 MARET 2009 | 23:10 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Plt Menko Perekonomian/Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sistem transportasi massal Jakarta (MRT) merupakan sarana yang ditungu-tunggu masyarakat sehingga Pemprop DKI Jakarta harus sungguh-sungguh merealisasikan infrastruktur itu.
"Percuma punya gubernur bergelar insinyur kalau tidak bisa menyelesaikan masalah transportasi di ibukota," kata Sri Mulyani dalam penandatanganan perjanjian penerusan hibah dari pemerintah kepada Pemprop DKI Jakarta di Gedung Depkeu, Jakarta, Rabu petang.
Penandatanganan penerusan hibah untuk pembangunan MRT itu dilakukan oleh Dirjen Perimbangan Keuangan Depkeu Mardiasmo dan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.
Sri Mulyani menyebutkan, Indonesia sudah masuk ke dalam negara-negara dengan income per kapita kelompok menengah tetapi hingga saat ini belum memiliki sarana transportasi massal yang handal.
"Masyarakat tidak ingin hanya melihat penandatanganan penerusan hibah ini, mereka menginginkan sebentar lagi ada sarana transportasi massal yang efisien, aman, comparable dengan negara lain," katanya.
Sri Mulyani mengakui, pelaksanaan proyek MRT memang akan sangat rumit sehingga pembuat kebijakan perlu mengerahkan segala kemampuannya.
"Pemerintah pusat akan berusaha semaksimal mungkin membantu pemda termasuk dalam perubahan peraturan perundangan yang diperlukan," katanya.
Berdasar Loan Agreement Nomor IP-536 tanggal 25 Juni 2008 antara Pemerintah Indonesia dan Japan International Cooperation Agency (JICA), pemerintah akan menerima dana pinjaman senilai 1,869 miliar yen untuk mendanai kegiatan MRT.
Panitia Anggaran DPR pada awal Desember 2008 menyetujui usulan penerusan hibah (ongranting) dari Jepang kepada Pemprop DKI sebesar 758 Juta yen.
Penandatangan hibah itu merupakan salah satu syarat untuk penandatangan loan agreement kedua yang akan dilaksanakan pada akhir Maret 2009, dari 4 tahap penyaluran pinjaman JICA untuk MRT.
Proyek MRTB Jakarta akan dibangun membentang dari Lebak Bulus di Jaksel dan Dukuh Atas di Jakarta Pusat sepanjang 14,5 km. Empat km di antaranya (4 stasiun) di bangun di bawah tanah dan 10,5 km dibangun melayang di atas jalan (8 stasiun).
Proyek tersebut merupakan tahap pertama dari rencananya 3 tahap pembangunan MRT di Jakarta. Tahap 2 adalah dari Dukuh Atas ke Kota, dan tahap 3 adalah jalur Timur-Barat.
Untuk pembangunan tahap 2 dan 3 saat ini sedang dalam pembuatan feasiblity study. Seluruh pembangunan dan pengoperasian sistem MRT Jakarta dilakukan oleh PTB MRT Jakarta yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta.
Penyusunan desain dasar pembangunan MRT akan dimulai April 2009 dan ditargetkan selesai Februari 2010. Proses tender proyek ditargetkan selesai pada akhir 2010 sedangkan proses pembangunan fisik dimulai awal 2011 dan beroperasi pada awal 2016.
peseg5 March 26th, 2009, 07:14 AM Sri Mulyani: Masyarakat Menunggu Hadirnya MRT
"Percuma punya gubernur bergelar insinyur kalau tidak bisa menyelesaikan masalah transportasi di ibukota," kata Sri Mulyani dalam penandatanganan perjanjian penerusan hibah dari pemerintah kepada Pemprop DKI Jakarta di Gedung Depkeu, Jakarta, Rabu petang.
^^ Wah, ini maksudnya nyentil kumisnye "ahlinye" yah????
Proyek tersebut merupakan tahap pertama dari rencananya 3 tahap pembangunan MRT di Jakarta. Tahap 2 adalah dari Dukuh Atas ke Kota, dan tahap 3 adalah jalur Timur-Barat.
Untuk pembangunan tahap 2 dan 3 saat ini sedang dalam pembuatan feasiblity study. Seluruh pembangunan dan pengoperasian sistem MRT Jakarta dilakukan oleh PTB MRT Jakarta yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta.
Wah, baru tau kalo paket ini udah termasuk jalur Timur-Barat. Sudah final kah? Perasaan baru2 aja kan wacana pembatalan Blue Line. Kalau sudah direalisasi bagaimana dengan kontrak blue line PT JM? Bagaimana Pak Asudarsono? Bisa dikonfirmasikan?
tollfreak March 26th, 2009, 03:59 PM Berita+Pic+video
Dana Hibah Rp 95,5 Miliar untuk MRT Cair
BERITAJAKARTA.COM — 25-03-2009 21:50
Setelah mendapat desakan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, pemerintah pusat melalui Departemen Keuangan RI akhirnya meneruskan dana pinjaman tahap pertama (loan agreement I) dari Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk dihibahkan kepada Pemprov DKI Jakarta. Penyerahan hibah ini dituangkan dalam Naskah Perjanjian Penerusan Hibah (NPPH) yang ditandatangani oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Dirjen Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan, Mardiasmo, dan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, Rabu (25/3) malam.
Dana yang dihibahkan kepada Pemprov DKI tersebut sebesar 758 juta yen atau sekitar Rp 95,508 miliar. Dana hibah ini akan dialokasikan untuk pelaksanaan jasa konsultasi manajemen sebesar 567 juta yen atau sekitar Rp 71,442 miliar dan pelaksanaan jasa konsultasi pengadaan sebesar 191 juta yen atau Rp 24,066 miliar. Proyek MRT Jakarta yang akan dibangun membentang dari Lebakbulus (Jakarta Selatan) sampai dengan Dukuhatas (Jakarta Pusat) sepanjang 14,5 km. Dari panjang tersebut, empat kilometer diantaranya (4 stasiun) dibangun di bawah tanah dan 10,5 km dibangun melayang di atas jalan (8 stasiun).
Proyek pembangunan Lebakbulus-Dukuhatas ini merupakan bagian tahap 1 dari 3 tahap rencana pembangunan MRT di Jakarta. Pekerjaan tahap 2 merupakan terusan proyek tahap 1 yaitu dari Dukuhatas ke Kota, sedangkan pekerjaan tahap 3, yaitu pembangunan MRT jalur Timur-Barat. Untuk pembangunan Tahap 2 dan tahap 3 saat ini sedang dalam pembuatan feasibility study. Seluruh proses pembangunan sampai dengan pengoperasiannya, MRT di DKI Jakarta ini akan dilakukan oleh PT MRT Jakarta.
Dirjen Perimbangan Keuangan Departemen Keuangan RI, Mardiasmo, mengatakan, hibah yang diberikan kepada Pemprov DKI merupakan bagian dari terusan loan agreement (LA) tahap 1 sebesar 1,869 miliar yen atau sekitar Rp 235, 494 miliar. Dimana pembagiannya, yaitu untuk tender basic design (gambar dasar) sebesar 940 juta yen, hibah untuk Pemprov DKI sebesar 758 juta yen dan untuk dana darurat sebesar Rp 171 juta yen. “Hibah ini diberikan karena Pemprov DKI sangat serius untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan MRT di ibukota,” kata Mardiasmo saat acara Penandatanganan NPPH MRT Project antara Departemen Keuangan dengan Pemprov DKI di gedung Departemen Keuangan.
Menurut Mardiasmo, proyek MRT merupakan program prioritas nasional dan masuk dalam salah satu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang diserahkan ke Pemprov DKI Jakarta. Sumber pendanaannya berasal dari pinjaman lunak JICA, anak perusahaan JBIC. Total pendanaan proyek MRT sampai pembangunan tahap 3 diperkirakan mencapai 120, 017 miliar yen yang akan disalurkan melalui empat loan agreement. Dari total pinjaman itu sebesar 42 persen akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat yang akan diteruskan kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai hibah. Sedangkan sebesar 58 persen akan diteruskan pemerintah pusat kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai terusan pinjaman. “Dalam kegiatan MRT ini, Pemprov DKI akan menyediakan dana pendamping dan dana penunjang lainnya melalui APBD. Serta akan didukung oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Departemen Perhubungan,” ujar Mardiasmo.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menyambut baik atas terlaksananya penandatangan NPPH. Karena Pemprov DKI bisa segera merealisasikan pembangunan sarana dan prasarana transportasi yang aman, nyaman, murah, dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. “Penandatanganan ini juga bukti pemerintah pusat dan daerah tetap berkomitmen meneruskan pembangunan infrastruktur yang akan berdampak pada perkembangan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fauzi Bowo.
Dana hibah tersebut, sambungnya, akan digunakan untuk membiayai kegiatan jasa konsultasi bagi pelaksanaan kegiatan MRT Jakarta, yakni jasa konsultasi manajemen dan jasa konsultasi pengadaan. Rinciannya, 567 juta yen akan dikelola Pemprov DKI untuk jasa konsultasi manjemen dan sebesar 191 juta yen diserahkan ke PT MRT sebagai penyertaan modal daerah untuk pelaksanaan jasa konsultasi pengadaan.
Selain itu, gubernur juga menjelaskan, skema pinjaman dibuat menjadi 4 tahap. Dimana pada setiap tahapnya JICA akan mengevaluasi biaya proyek. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kekurangan dana yang akan mengakibatkan terhentinya pekerjaan pembangunan. JICA juga telah memberikan komitmen untuk membiayai proyek ini sampai pekerjaan konstruksi selesai. Sebagian besar (sekitar 85 persen) pendanaan proyek MRT ini berasal dari JICA dengan skema Special Term for Economic Partnership dan sisanya dari APBN dan APBD.
Fauzi Bowo juga menyatakan komitmennya untuk mempercepat tahap-tahap pembangunan MRT. Misalnya, penyusunan disain dasar pembangunan akan akan dimulai April dan ditargetkan selesai Februari 2010. Proses tender proyek pembangunan juga dipercepat dua bulan agar selesai pada akhir 2010 sedangkan proses pembangunan fisik dimulai awal 2011 dan beroperasi pada awal 2016.
Direktur Utama PT MRT, Tribudi Rahardjo, mengungkapkan, dana hibah yang akan diperuntukan untuk tender assistence atau jasa konsultasi pengadaan baru bisa digunakan jika basic design dari Depertemen Perhubungan telah selesai. “Kalau sudah selesai, kami langsung evaluasi basic design-nya dan akan kami buat tiga atau empat paket pengadaan. Setelah itu kita lakukan tender,” kata Tribudi Rahardjo.
Namun, hingga saat ini, penentuan pemenang perusahaan untuk basic design yang berasal dari Jepang, yaitu antara PT Katahira dan PT Nippon belum diputuskan oleh JICA. Oleh karena itu, lanjutnya, PT MRT meminta Departemen Perhubungan RI agar mendesak JICA untuk memutuskan perusahaan untuk basic design. Hasilnya, JICA menjanjikan pada 1 April mendatang akan diumumkan perusahaan pemenang basic design. Setelah itu, perusahaan tersebut akan diminta menyelesaikan basic design selama 10 atau 12 bulan, bukan 14 bulan seperti yang dijadwalkan. “Karena penetapan pemenangnya sudah agak terlambat,” ujarnya.
Selain itu, PT MRT juga akan meminta Departemen Perhubungan agar PT MRT Jakarta diikutsertakan dalam penyusunan basic design sehingga tidak terjadi miskomunikasi. Setelah basic design selesai, akan dilakukan tender pengadaan, pembangunan fisik dan uji coba. Intinya, ungkap Tribudi, keinginan Gubernur DKI Jakarta agar MRT dapat dioperasikan awal 2016 dapat terlaksana. Sedangkan, untuk pinjaman tahap kedua sebesar 48,15 miliar yen direncanakan akan ditandatangani pada 31 Maret antara pemerintah pusat dan pemerintah Jepang. Kemudian dalam jangka waktu paling lambat 120 hari atau empat bulan harus ada penandantangan hibah total kepada Pemprov DKI. “Paling lambat bulan Juli sudah diterima Pemprov DKI untuk diteruskan ke kita,” terangnya. Sedangkan untuk LA 3 dan 4 dipinjamkan kepada kepada PT MRT kemungkinan pada tahun 2013.
http://www.beritajakarta.com/images/foto/mrt9_bjc.jpg
Video di http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?idwil=0&nNewsId=33026
=NaNdA= March 26th, 2009, 05:32 PM wah, where i can see full design? as seen at the background? :D
peseg5 March 26th, 2009, 06:39 PM wah, where i can see full design? as seen at the background? :D
Nanda, please wait till February 2010.... as written in the article... :D
AAG March 27th, 2009, 02:38 PM wah terima kasih untuk update terakhirnya
aatea March 30th, 2009, 12:45 AM Feb 2010 itu baru kelar Designnya aja ?
tollfreak March 31st, 2009, 11:41 AM Pinjaman Baru Jepang untuk Indonesia
Utang Rp 5,75 Triliun bagi Proyek MRT Jakarta
SELASA, 31 MARET 2009, 12:56 WIB
Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari
VIVAnews - Pemerintah Jepang, melalui Badan Kerjasama Pembangunan Jepang (JICA), kembali memberikan pinjaman kepada Indonesia. Pinjaman kali ini sebesar 71,245 miliar yen (US$ 728 juta/Rp 8,49 triliun). Pinjaman untuk membiayai lima proyek di Indonesia.
Penandatanganan nota pinjaman dilakukan Kuasa Usaha Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang, Takio Yamada, dan Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika dari Departemen Luar Negeri Indonesia, Hamzah Thayeb, di Jakarta, Selasa 31 Maret 2009.
Sebagian besar pinjaman, yaitu senilai US$492,3 juta (sekitar Rp 5,75 triliun) digunakan untuk mendanai konsultasi pembangunan jaringan transportasi massal (MRT) rute Lebak Bulus - Dukuh Atas, Jakarta.
"JICA dan Departemen Perhubungan Indonesia akan bekerjasama menentukan konsultan untuk membuat desain konstruksi proyek ini," kata Toru Maeda, pejabat Kedubes Jepang bidang ekonomi.
Maeda mengungkapkan bahwa kemungkinan besar konsultan akan ditetapkan dalam waktu dekat karena pemerintah Indonesia sudah memulai seleksi, yang terbuka bagi siapa saja. Dia memperkirakan konsultan yang bakal ditunjuk akan bekerja selama setahun sebelum proyek berlanjut ke tahap pembangunan.
"Kami belum tahu apakah kami akan kembali mendanai tahap kedua. Tapi jika Indonesia memerlukan, kami bersedia membantu," kata Maeda.
Selain proyek MRT, pinjaman baru ini juga membiayai empat proyek lain: penanggulangan masalah sedimentasi Waduk di Wonogiri (US$62 juta), pengembangan Institut Teknologi Bandung (US$57,9 juta), survei dan desain sambungan aliran listrik se-Jawa dan Sumatra (US$39,7 juta) dan proyek perbaikan sistem penanggulangan banjir di beberapa kota (US$76,6 juta).
Pemerintah Jepang dan Indonesia belum menyepakati kota-kota mana yang akan dilibatkan dalam proyek penanggulangan banjir. "Kami mengusulkan Bandung, Palembang, Surabaya, Padang, dan Gorontalo. Nanti akan didiskusikan ke pemerintah Indonesia," kata Maeda.
Masa pengembalian pinjaman itu berlangsung selama 20 tahun, dengan masa tenggang 10 tahun. Bunga pinjaman bervariasi, antara 0,01 persen hingga 1,4 persen. Selama tahun fiskal periode April 2008 - Maret 2009, Jepang telah meminjamkan dana kepada Indonesia sebesar 127,53 miliar yen (sekitar Rp 15,1 triliun).
tollfreak April 1st, 2009, 11:41 AM RI gets loans, including for MRT project
Aditya Suharmoko , THE JAKARTA POST , JAKARTA | Wed, 04/01/2009 12:03 PM | Business
The country has secured 71.3 billion yen (US$728 million) in loans, more than half of which is for the Jakarta MRT mass transportation project.
The mass rapid transportation (MRT) project aims to increase the capacity of public transportation and improve the environment, linking Lebak Bulus in South Jakarta and Dukuh Atas in Central Jakarta, routes which now suffer from heavy congestion on a daily basis.
Japan is providing 48.2 billion yen in loans for the construction of the MRT project, Toru Maeda, the head of economic affairs and development at the Japanese Embassy, said in a press briefing Tuesday.
“The loans are for the first phase of the project. We share [the common viewpoint on] the importance of the project,” he said after the signing of an agreement by the acting Ambassador of Japan to Indonesia Takio Yamada and Indonesia’s Foreign Affairs Ministry’s director general for Asia-Pacific and African affairs T.M. Hamzah Thayeb.
The Japan International Cooperation Agency (JICA) and the Transportation Ministry are in talks on the selection of the consultant, to make the design for the MRT project.
“The selection of the consultant is at the final stage,” said Maeda.
After selection, the consultant will spend a year designing the project blueprint, and the tendering process will then take between six months and a year. The MRT project is expected to start construction in 2011, and to be completed in 2015.
Takehiro Yasui, JICA’s senior representative, said the primary consultant would be Japanese as the firm would need to have good experience of this type of project.
He also said 30 percent of the procurement, particularly in technology, should be from Japanese companies, while the rest could be from any international companies.
According to the Finance Ministry, JICA has committed that it will finance 85 percent of the MRT project under special economic partnership terms while 15 percent will be funded by Indonesian central and regional government budgets.
Maeda did not disclose the total amount needed to fund the MRT.
Yasui said the MRT project had first been a business-to-business project, but had been adapted on a government-to-government basis.
The first Indonesia MRT project is expected to have a maximum capacity of 300,000 passengers per day, with an average travel time of 5 minutes and 30 seconds. There will be 17 trains, each having six cars.
Aside from the MRT project, the rest of the 71.25 billion yen loan package is aimed at flood mitigation in selected cities, preventing sedimentation in the Wonogiri multipurpose dam, developing the Bandung Institute of Technology and to provide engineering services for the Java-Sumatra interconnection power transmission line project.
Yappofloyd April 2nd, 2009, 06:48 AM ^Good news!
Urban Rail now has a new basic map of the line; http://www.urbanrail.net/as/jaka/jakarta.htm
Kopassus April 3rd, 2009, 06:11 AM MRT project to face challenge in tunnel construction
Triwik Kurniasari , THE JAKARTA POST , JAKARTA | Fri, 04/03/2009 9:14 AM | City
The construction of the first ever mass rapid transit (MRT) project will face some big challenges, especially with the building of tunnels, said PT MRT Jakarta (MRTJ).
Corporate director of MRTJ, Eddi Santosa, said his office was currently assessing the condition of the soil and buildings where the future MRT lanes would be built.
“We need to conduct this research to ensure the project’s safety,” said Eddi.
“The construction method used to build the tunnel, for example, will affect the duration of the project.”
The tunnel also has to be able to withstand pressure.
“There might be a high-rise building located above the tunnel that has to be removed to ease the pressure on the tunnel,” said Eddi.
The company wants to be prepared for any situation.
“Land subsidence, earthquakes, fires and floodings also have to be taken into consideration before starting the project,” he said.
Land subsidence is an ongoing issue in city because of the high pressure from high-rise buildings and massive ground water exploitation.
Firdaus Ali, an environmental expert at the University of Indonesia, earlier reported the city’s land was sinking 10 centimeters a year on average.
Beside tunneling, Eddi said, MRTJ also faces challenges planning sharp bends on Jl. TB Simatupang and Jl. Fatmawati, both in South Jakarta.
“The bend is sharp because there is also a toll road, so the lane will have to be curved there,” he said.
The Japanese government - through the Japan International Cooperation Agency (JICA) - is funding the MRT project with a 120 billion yen (US$1.2 billion) loan. Acting as the MRT project adviser, JICA will also evaluate the project’s cost to make sure the funds are sufficient.
JICA said it would fund 85 percent of the project, with the state and city financing the rest.
On Tuesday, the central government secured a second loan package from the Japanese government worth 48.15 billion yen.
On March 25, Governor Fauzi Bowo signed an agreement with the government for a 758 million yen grant, which was part of the 1.87 billion yen loan from JICA.
Fauzi said 567 million yen of the grant would be spent on management consulting services, while the rest would be transferred to MRTJ as a capital injection for more consulting services.
The Transportation Ministry is due to start working on the basic engineering design in April this year and is expected to complete the design in early 2010.
The procurement process will most likely start in a couple of months and finish at the end of 2010, with the construction of the actual MRT planned for as early as 2011.
The 14.5-kilometer MRT route - linking Lebak Bulus in South Jakarta to Dukuh Atas in Central Jakarta — should be up and running early 2016.
The route will start from Lebak Bulus and pass through Jl. Fatmawati, Jl. Cipete Raya, Jl. Haji Nawi, Blok M, Jl. Sisingamangaraja, Senayan, Istora and Bendungan Hilir, and end at Dukuh Atas.
About 10.5 kilometers of the route will be overground, while the rest will be underground.
The MRT is expected to carry up to 340,000 passengers per day and take 28 minutes from start to finish. The MRT will connect with other transportation services such as TransJakarta bus.
“If the MRT is ready, Transjakarta bus serving Blok M – Dukuh Atas can stop running because the MRT will offer faster commuting times,” said Eddi.
AceN April 3rd, 2009, 10:54 AM “There might be a high-rise building located above the tunnel that has to be removed to ease the pressure on the tunnel,” said Eddi.
what :?
ace4 April 3rd, 2009, 12:33 PM ^^
emang jalurnya langsung di bawah gedung highrise kah...? bukannya digali di bawah permukaan jalan...?
oweeyman April 3rd, 2009, 03:07 PM jangan korbanin highrise...:ohno:
F-ian April 3rd, 2009, 05:19 PM highrise maksudnya ruko kyknya :)
AAG April 3rd, 2009, 05:35 PM highrise tuh dalam arti skyscraper kan?
yahh jangan dong :( udah di Indo gedung tinggi sedikit makin dipangkas aja jumlahnya.
tollfreak April 14th, 2009, 11:31 AM Gov to stress MRT, canal in report
Triwik Kurniasari , The Jakarta Post , JAKARTA | Tue, 04/14/2009 12:10 PM | City
Governor Fauzi Bowo will be updating the City Council on many of the capital’s projects such as the East Flood Canal (BKT) and MRT (Mass Rapid Transit) projects, as well as Transjakarta services, when presenting his accountability report Tuesday.
Deputy Governor Prijanto said the report would focus more on the city’s key programs.
“One of the updates will be about the East Flood Canal project. Last year, we faced several problems, especially when completing the land acquisition process,” said Prijanto on Monday at City Hall.
“We had a lot of money for the project, but at the end of the day, we did not reach our target,” he said.
The administration is cooperating with the East and North Jakarta district courts to settle disputes with land owners and speed up the canal project.
“We will give support to the relevant courts so they can help solve the disputes immediately,” he said.
Councilors of Commission D for development affairs previously slammed the City Public Works Agency for failing to use the 2008 budget allocation to complete the land acquisition. The agency reported it had only spent Rp 99 billion (US$8 million) of its Rp 300 billion budget (or only about 30 percent) for last year’s BKT project.
The performance of Transjakarta buses will also be presented in the report.
Prijanto admitted some services still failed to satisfy passengers, including the lack of buses and damaged shelters, despite the rising number of passengers every year.
“In 2006, we recorded more than 38 million passengers, while in 2007 the number doubled.
Last year, there were about 74 million people using Transjakarta buses,” Prijanto said.
Besides revealing the progress of key programs, Fauzi will also explain where the budget was spent.
He said the administration’s agencies lacked certified accountants to help them manage their budgets.
“Not every city agency has certified accountants, even though it would make it easier for them to have one to help spend money more effectively,” said Fauzi.
During their first year in office, Fauzi and Prijanto were criticized by a number of NGOs for not making notable improvements on urban poverty, the environment and transportation.
Wardah Hafidz, head of the Urban Poor Consortium (UPC), said Fauzi, just like his predecesor governor Sutiyoso, did not pursue the interests of the disadvantaged.
Head of the Jakarta Legal Aid Foundation, Asfinawati, also slammed the administration for carrying out a number of evictions in the capital, notably of flower and fish vendors in Barito (South Jakarta), ceramics vendors in Rawasari (East Jakarta) and squatters in BMW Park (North Jakarta). Some experts also criticized Transjakarta bus delays in corridors 9 and 10.
City’s key programs
Procuring more green areas (restoring BMW Park in North Jakarta and Borobudur Park in Central Jakarta)
Improving Transjakarta services (new corridors, buses)
The East Canal Flood project
The MRT project
Education (renovating damaged schools)
Controlling air pollution
Flood mitigation projects (river and dam normalization program)
Health (dengue fever cases, low-income family cards or Gakin)
Tourism
Developing Marunda as a special economic zone
Repairing damaged roads
AAG April 16th, 2009, 02:48 PM http://img177.imageshack.us/img177/4685/36289100.png (http://img177.imageshack.us/my.php?image=36289100.png)
@b1 April 16th, 2009, 06:41 PM Kalo gak salah tahap ketiganya dari mana ke mana ya?
AceN April 16th, 2009, 07:42 PM ^^ lho, anda itu mau nanya atau memberikan statement ? kok ga jelas..
@b1 April 17th, 2009, 04:42 AM Aku mau tahu aja jalur MRT tahap ketiganya.
ace4 April 17th, 2009, 10:18 AM ^^
belum ada tahap ketiga... yang ada masih dipertimbangkan apakah jalur blue line monorail kampung melayu - grogol/harmoni...:? dimodifikasi jadi jalur mrt...
tollfreak April 17th, 2009, 11:32 AM jadi MRT bakal pakai sistem one fare ya?bukan distance based?beda banget sama MRT/LRT/Monorail di Asia, ky SMRT,RapidKL, BTS dan Tokyo Metro yang memakai tarif distance based.
ace4 April 17th, 2009, 12:42 PM ^^
dapet berita dari mana kah ini...? tampaknya menarik juga kayak subway di Beijing dan Nanjing...
tollfreak April 17th, 2009, 12:52 PM ^^
dapet berita dari mana kah ini...? tampaknya menarik juga kayak subway di Beijing dan Nanjing...
http://img177.imageshack.us/img177/4685/36289100.png (http://img177.imageshack.us/my.php?image=36289100.png)
dari sini, ada di paragraph terakhir, kalau dilihat dari tulisannya suggest farenya sama mau jauh atau dekat
ace4 April 17th, 2009, 01:25 PM ^^
:eek2: :eek2: :eek2:
WOW...!!! harganya tinggi banget tuh tampaknya untuk kalangan pekerja di Jakarta... kalo rp. 5,000 mungkin masih bisa ditolerir kali yak...
sayang banget tuh kalo naiknya cuma 1 atau 2 stasiun, kalo naiknya dari ujung ke ujung sih murah meriah banget...
AAG April 17th, 2009, 01:54 PM tahap ke 3 nya kayak jalur busway kan? Kalideres Pulogadung. CMIIW
=NaNdA= April 18th, 2009, 03:37 AM tahun 2016 bisa aja harga 8.500 sama nilainya dengan 3.500 sekarang kan...
tollfreak April 21st, 2009, 11:41 AM Mei, Disain Dasar MRT Ditandatangani
BERITAJAKARTA.COM — 20-04-2009 18:38
Perkembangan rencana pembangunan mass rapid transit (MRT) di DKI Jakarta terus mengalami kemajuan. Betapa tidak, setelah berhasil meneruskan dana pinjaman tahap pertama/loan agreement I (LA 1) dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam bentuk hibah, pemerintah pusat juga telah mendatangani dana pinjaman tahap kedua/loan agreement II (LA 2) di Tokyo, Jepang, pada tanggal 31 Maret 2009. Tak hanya itu, untuk mempercepat disain konstruksi, pada bulan Mei mendatang basic engginering design (BED)/disain dasar pembangunan MRT akan segera ditandatangani.
"Alhamdulillah proyek ini sudah bisa dimulai dengan akan adanya penandatanganan kontrak BED pada bulan Mei mendatang," ujar Sarwo Handayani, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekdaprov DKI Jakarta, usai melakukan pertemuan rutin dengan pihak-pihak terkait di ruang rapat Barito, Departemen Keuangan RI, Jalan Lapangan Banteng, Sawahbesar, Jakarta Pusat, Senin (20/4).
Sarwo Handayani menuturkan, sejauh ini Pemprov DKI Jakarta terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait rencana pembangunan MRT ini. Misalnya, Departemen Perhubungan RT dan juga Departemen Keuangan RI. Sehingga, perkembanganya dapat di-update. "Ke depan diperlukan koordinasi yang lebih aktif antar pihak-pihak terkait dengan menyiapkan studi-studi dan bahan-bahan yang diperlukan. Tak hanya itu, strategi komunikasi juga akan lebih intens," katanya.
Pertemuan tersebut, lanjut Sarwo Handayani, akan dilakukan dalam interval empat bulan sekali. Pertemuan teknis antar pihak-pihak terkait ini akan dimulai pada Mei mendatang. "Semoga dengan adanya pertemuan rutin yang intensif, kita dapat berkoordinasi dengan baik," tandas Yani sapaan akrab Sarwo.
Yani menambahkan, Pemprov DKI Jakarta juga akan terus memantau perkembanganya sehingga penyelesaian pembangunan MRT bisa sesuai target yakni beroperasi pada 2016. "Jika bisa lebih cepat tentu akan lebih baik," pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Fungsi Korporasi PT MRT Jakarta, Eddi Santosa, mengatakan, untuk mencapai target tersebut, PT MRT Jakarta akan melakukan terobosan mempercepat operasional MRT melalui akselerasi basic design dan konstruksi. Rencana 90 bulan untuk menyelesaikan MRT dipersingkat sembilan bulan yaitu menjadi 81 bulan. Estimasi awal MRT mulai beroperasi Oktober 2016 menjadi berubah diprediksikan menjadi Januari 2016.
Eddi menerangkan ada empat kegiatan dalam proyek MRT yaitu disain teknis dasar (basic engginering design), proses tender konstruksi, periode pengerjaan konstruksi dan uji coba MRT. Awalnya, waktu yang diberikan disain teknis dasar yaitu 14 bulan dan proses tender konstruksi 12 bulan. Namun dengan percepatan itu, rencana akselerasi kedua kegiatan itu digabungkan menjadi satu yang harus diselesaikan dalam jangka waktu 23 bulan.
“Awalnya kan total 26 bulan untuk kedua kegiatan itu. Sekarang dikurangi tiga bulan,” katanya. Sedangkan untuk periode pengerjaan konstruksi dikurangi tiga bulan, dari estimasi awal 58 bulan menjadi 55 bulan. Begitu juga dengan uji coba MRT pelaksanaannya dikurangi tiga bulan dari estimasi awal 6 bulan menjadi 3 bulan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, M Tauchid yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan antisipasi terkait dengan pengerjaan konstruksi proyek ini. Dan sesuai dengan pengerjaan Civil Works (Elevated & Depot) akan dimulai pada 2011-2014 dan Civil Works (Underground) pada 2011-2015. "Otomatis secara umum kita telah mempersiapkan antisipasi terhadap keberadaan lalu-lintas dan jalanan yang dilalui proyek ini mulai dari kawasan Fatmawti sampai kawasan Dukuhatas," jelas Tauchid.
Menurut rencana gambaran pola operasi MRT yang dikeluarkan Dephub, menyebutkan, jalur melintasi Lebakbulus, Blok M, Setiabudi, Dukuhatas dengan panjang 14,3 kilometer. Kecepatan rata-rata yang ditempuh 26 km/jam dengan waktu tempuh 32 menit. Sedangkan kapasitas angkutnya dapat mengangkut 23.000 penumpang atau 400.000 penumpang/hari dengan pangsa pasar 1,6 persen total perjalanan di DKI Jakarta.
Untuk stasiun pemberhentian terdiri dari dua kategori yakni stasiun layang (Lebakbulus-Fatmawati-Cipete Raya-Haji Nawi-Blok A-Blok M-Sisingamangaraja-Senayan), serta stasiun bawah tanah (Istora-Bendunganhilir-Setiabudi-Dukuhatas) dan Depo di atas Terminal Lebakbulus.
tollfreak April 22nd, 2009, 02:52 PM Pembangunan Konstruksi MRT Mulai Tahun Depan
Pembebasan tanah bermasalah akan ditempuh dengan sistem konsinyasi.
RABU, 22 APRIL 2009, 08:26 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
VIVAnews - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembebasan lahan mass rapid transit (MRT) rampung tahun ini. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur pendukung transportasi massal itu bisa dimulai tahun depan.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tribudi Raharjo, mengatakan, ganti rugi lahan disesuaikan dengan nilai jual objek pajak di wilayah setempat. "Jika muncul masalah akan diselesaikan dengan konsinyasi," ujarnya.
Sistem konsinyasi dilakukan untuk mempercepat pembebasan lahan. Pemerintah DKI Jakarta akan menitipkan dana di pengadilan sebagai jaminan pembayaran lahan yang masih dalam sengketa. Pemilik lahan akan berurusan dengan pengadilan. Dan, penggalian bisa dilakukan meski lahan masih dalam proses hukum.
Seperti dikutip situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kebutuhan lahan untuk lintasan MRT sepanjang 14,3 kilometer mencapai sekitar 2 hektare. Lahan yang telah dibebaskan adalah kawasan Lebak Bulus. "Saat ini sedang merambah di daerah Fatmawati," ujarnya.
Tribudi mengatakan, proyek ini tak banyak membutuhkan pembebasan lahan. Lahan yang dibebaskan kebanyakan untuk pananaman tiang pancang dan stasiun. Sedangkan depo Lebak Bulus akan dibangun melayang di atas Terminal Lebak Bulus. Total dana pembebasan yang disiapkan sebanyak Rp 90 miliar.
Sebanyak Rp 1,5 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta 2009 ini pun telah dianggarkan untuk biaya operasional PT MRT selama 2009 hingga 2016. Anggaran akan dicairkan secara bertahap.
Sistem transportasi massal di Jakarta ini akan dibangun mulai Lebak Bulus hingga Stasiun Dukuh Atas. Kecepatan rata-ratanya 26 kilometer per jam dengan waktu tempuh 32 menit. Kapasitas angkutnya mencapai 23.000 penumpang atau 400.000 penumpang per hari.
MRT akan dibangun dengan sejumlah stasiun pemberhentian yang terdiri dua kategori yakni stasiun layang dan stasiun bawah tanah. Stasiun layang meliputi Lebakbulus - Fatmawati - Cipete Raya - Haji Nawi - Blok A - Blok M - Sisingamangaraja - Senayan. Sedangkan, stasiun bawah tanah meliputi Istora - Bendungan Hilir - Setiabudi - Dukuh Atas.
• VIVAnews
jeppy123 April 22nd, 2009, 03:56 PM Baru-baru ini aku baca koran sindo, depo MRT yang semula dibangun di antara Terminal Lebak Bulus dan Stadion Lebak Bulus itu dibangun di atas Terminal Lebak Bulus (melayang). Ketinggalan ga ak ?:nuts:
AAG April 23rd, 2009, 09:31 AM ^^MRT tuh kecepatannya cuma 26 km perjam ya? pelan dong, busway aja kadang bisa sampe 80 km/jam.
AceN April 23rd, 2009, 01:52 PM ^^ kecepatan rata-rata boy..bukan kecepatan maksimum...kecepatan rata-rata busway cuma +- 20 km/jam....
=NaNdA= April 23rd, 2009, 02:15 PM iya, MRT juga ga ada orang nyebrang, puteran U-turn, mix traffic, dll... jadi cepetan mana? :D
lombok April 23rd, 2009, 04:43 PM 2009-04-23
Sistem Transportasi di DKI Berorientasi Proyek
[JAKARTA] Pembangunan sistem transportasi di Jakarta hingga saat ini dinilai sejumlah kalangan masih berorientasi pada proyek. Seperti halnya proyek prestisius monorel yang hingga kini arahnya semakin tidak jelas.
Hal itu diungkapkan pakar tata kota dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna dalam diskusi Publik Hari Bumi dengan tema Menyelamatkan Jakarta dan Kegagalan Sistem Transportasi di Jakarta, Rabu (22/4).
"Lihat saja proyek busway. Setelah itu ada proyek monorel yang diwacanakan dan busway ditelantarkan. Setelah monorel, ada lagi proyek yang lebih besar yaitu MRT (mass rapid transit). Pemprov seharusnya fokus mengembangkan yang sudah dikerjakan terlebih dulu," ujar Yayat.
Yayat menegaskan, sistem yang sudah berkembang selama ini sebaiknya tetap dikelola sehingga tidak menimbulkan masalah baru. Dia juga meminta tidak menelantarkan monorel yang fondasinya telah dibangun.
"Proyek itu (monorel, Red) harus diteruskan karena akan jadi preseden buruk bagi investasi di Indonesia. Kalau proyek itu benar-benar gagal, masyarakat akan menilai pemprov tidak serius dalam mengembangkan transportasi yang nyaman dan aman," katanya.
Senada dengan Yayat, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Bambang Susantono menyarankan, Pemprov untuk mulai memikirkan sebuah sistem transportasi yang aman, nyaman, dan terintegrasi dengan transportasi lain.Dengan demikian, masyarakat bisa memperkirakan waktu perjalanan dari satu tempat ke tempat lain.
Hasil Survei
Bambang menyebutkan, menurut hasil survei Studi Masterplan Bodetabek oleh konsultan Jepang JICA, 30 persen dari pendapatan warga Jakarta terserap untuk biaya transportasi.
"Proporsi untuk biaya transportasi tersebut bertambah besar untuk masyarakat golongan ekonomi menengah ke bawah. Sekitar 60 persen pengguna jalan di Jakarta berhenti dan sisanya bergerak dalam perjalanan," ujar Bambang dalam acara diskusi publik itu.
Bambang menyarankan agar pemprov segera mengintegrasikan busway dengan kereta api commuters (Depok Ekspres, Bogor Ekspres, Bekasi Ekspres) dengan sistem satu tiket.
Bambang juga mengkritik Pemprov DKI yang terlalu banyak berkutat pada wacana. "Sistem transportasi yang ada seharusnya, menurut dia, bukanlah ditelantarkan namun harus terus dikembangkan. Pemprov terlalu banyak berkutat pada wacana," ujarnya.
Dia mencontohkan, busway sudah berkembang, tapi kondisinya saat ini juga tidak jauh berbeda dengan bus umum. Lalu waterway tak jelas rimbanya dan kini muncul MRT.
"Akhirnya, warga Jakarta lebih banyak memilih kendaraan pribadi sebagai alat transportasi karena dinilai lebih aman, efisien dan praktis. Jadi, jangan salahkan pilihan masyarakat yang berprinsip myway," katanya.[HTS/U-5]
AceN April 28th, 2009, 12:30 PM UPDATE : Keputusan tender Desain MRT diulur dari tanggal 24 April 2009 menjadi 23 Juni 2009 :(
--------------------------------------------------------
Tender desain MRT 'digantung'
Pekerjaan fisik berisiko molor
JAKARTA: Departemen Perhubungan kembali mengulur keputusan pemenang tender desain dasar mass rapid transit (MRT) hingga 23 Juli 2009.
Keputusan yang ditempuh melalui perpanjangan validasi proposal tender senilai US$17 juta itu merupakan kedua kali yang dilakukan oleh Dephub. Sebelumnya, Dephub telah mengulur keputusan tersebut dari rencana 23 Januari 2009 menjadi 23 April.
Surat perpanjangan validasi proposal itu ditandatangani oleh ketua panitia pelaksana tender desain dasar MRT Setyo Gunawan per 20 April 2009. Surat yang salinannya diperoleh Bisnis pekan lalu ini ditujukan kepada konsorsium kontraktor peserta lelang.
Dalam masa perpanjangan validasi tersebut, kedua kontraktor terpilih yakni konsorsium Nippon Koei Co Ltd dan konsorsium Katahira Engineers International diminta untuk memperbarui daftar isian proposal tender proyek desain dasar MRT.
Para kontraktor sendiri menyatakan tidak keberatan dengan perpanjangan itu. Menjawab surat perpanjangan tersebut, Katahira-yang dalam penilaian oleh Dephub sebelumnya meraih nilai lebih tinggi dari Nippon-menyatakan tidak keberatan.
"Kami tidak keberatan dan menghormati kebijakan panitia lelang untuk memperbarui isian proposal lelang," tulis Direktur Eksekutif dan Representative Katahira Takashi Okumura dalam surat per 21 April 2009, yang salinanannya juga diperoleh Bisnis.
Perpanjangan masa validasi itu dengan sendirinya, di satu sisi, mementahkan keyakinan Japan International Cooperation Agency (JICA), kreditur proyek senilai total Rp8,5 triliun itu, untuk mendapatkan pemenang final tender desain dasar MRT paling lambat akhir Maret 2009.
Di sisi lain, perpanjangan tersebut juga mengonfirmasi kegagalan Dephub untuk mengumumkan pemenang tender desain dasar pada akhir April ini dan menandatangani kontraknya bulan depan. Risiko yang muncul dari dua sisi itu adalah molornya jadwal pelaksanaan pekerjaan fisik MRT.
Sugiyadi Waluyo, Direktur Lalu Lintas Perkeretaapian Ditjen Kereta Api Dephub, yang dihubungi tadi malam untuk menjelaskan situasi ini, enggan berkomentar. Sementara itu, Dirjen Perkeretaapian Dephub Tunjung Inderawan memilih tidak mengangkat telepon genggamnya.
Namun, atas situasi ini, Tunjung sempat mendesak JICA. "Kami minta JICA segera memberikan kepastian pemenang tender desain dasar, karena perjanjian pinjaman tahap kedua proyek senilai US$450 juta akan ditandatangani hari ini," ujarnya. (Bisnis, 25 Maret)
Jaminan Dephub
Meski risiko molornya pelaksanaan pekerjaan fisik proyek itu terbuka lebar, Tribudi Rahardjo, Direktur Utama PT MRT Jakarta-perusahaan bentukan Pemprov DKI yang akan mengelola pekerjaan fisik proyek itu-mengatakan masih optimistis pekerjaannya selesai tepat waktu.
Tribudi menegaskan pekerjaan fisik MRT tetap dijadwalkan 2010-2015, setelah pekerjaan desain dasar rampung. Untuk kepentingan itu, Dirjen Perkeretaapian Dephub juga telah menjamin tender desain dasar diumumkan akhir April 2009, dan kontraknya ditandatangani Mei 2009.
"Keputusan itu [jadwal pengumuman pemenang tender desain dan jadwal kontrak] diberikan oleh Dirjen Perkeretaapian Dephub dalam pada komite 20 April kemarin. Jadi, kami tetap berpatokan dengan komitmen mereka saja," ujarnya.
Mengenai perpanjangan masa validasi tender, Tribudi berpendapat, hal tersebut merupakan kewenangan Dirjen Perkeretaapian karena pelaksanaan desain dasar menjadi tanggung jawabnya. "Sedangkan kami akan tetap melaksanakan persiapan proyek sesuai dengan jadwal," katanya.
Dalam perkembangan lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Budi Widiantoro menyatakan Anggaran Pendapatan dan Belana DKI 2009 telah mengalokasikan dana Rp50 miliar untuk pembebasan lahan MRT di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
"Pelaksanaan pembebasan lahan itu kami serahkan kepada tim panitia pembebasan tanah Jakarta Selatan. Saat ini, mereka masih inventarisasi, setelah itu baru proses pembebasan lahannya dilaksanakan." (mia.chitra@ bisnis.co.id)
anno_malay April 28th, 2009, 12:34 PM bahhh..belum apa2 udah diundur ja.....:((...
oweeyman April 29th, 2009, 09:26 AM kayak gini mah jangan harap jadi dalam waktu dekat :gaah:
peseg5 May 1st, 2009, 10:37 AM Sebelum thread di tutup.... ini ada persembahan dari JMRT
http://jakartamrt.com/index.php/Tender-Announcement/Sayembara-Logo-Mass-Rapid-Transit-Jakarta.html
Sayembara Logo Mass Rapid Transit Jakarta
PT Mass Rapid Transit Jakarta mengundang seluruh warga untuk berpartisipasi menentukan logo Sistem Mass Rapid Transit yang akan dibangun. Iklan sayembara dapat dilihat disini Sayembara Logo
I. Pendahuluan
Kesan visual keseluruhan dari sebuah perusahaan merupakan kunci dari citra perusahaan. Semua perusahaan memiliki citra perusahaan (corporate image). Sebagian besar citra perusahaan dihasilkan dari corporate identity-nya (identitas perusahaan) seperti logo dan semua hal yang secara visual mengidentitaskan perusahaan tersebut.
Masyarakat pertama kali mengetahui sebuah perusahaan bukan dari SDM perusahaan tersebut (baik pimpinan maupun karyawan), tetapi dari hal-hal yang sifatnya non-personal seperti: iklan, tulisan, kendaraan perusahaan, kemasan, gedung perusahaan. Tampilan visual inilah yang menjadi wakil perusahaan kepada masyarakat yang belum mengetahui perusahaan tersebut. Jika kesan pertama dari masyarakat tentang perusahaan tersebut positif maka perusahaan akan mendapat dukungan dalam mengembangkan kepercayaannya di masyarakat.
Kebutuhan pembentukan citra korporasi inilah yang mendorong PT Mass Rapid Transit Jakarta untuk mengadakan sayembara pembuatan logo selain untuk menciptakan awareness, partisipasi serta rasa memiliki masyarakat terhadap MRT Jakarta.
Sayembara Logo MRT Jakarta akan diumumkan melalui mailing list dan medium internet lainnya dan media cetak.
II. Waktu pelaksanaan
Adapun waktu pelaksanaan Sayembara Logo MRT Jakarta ini adalah 6 Mei 2009 – 4 Juni 2009 , dan pemenang akan diumumkan pada 18 Juni 2009 .
III. Tujuan lomba
Sayembara Logo MRT Jakarta bertujuan untuk:
1. Menghasilkan logo resmi MRT Jakarta yang akan digunakan sebagai identitas korporasi MRT Jakarta dan akan digunakan dalam semua materi komunikasi MRT Jakarta
2. Memberi kesempatan bagi masyarakat seluas-luasnya untuk berpartisipasi serta menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap MRT Jakarta
IV. SYARAT &KETENTUAN SAYEMBARA
Kriteria Lambang Logo
1.Mencerminkan visi dan misi PT MRT Jakarta (dapat dilihat di www.jakartamrt.com)
2.Menarik, inovatif, sederhana dan mudah diingat
3.Logo yang dibuat merupakan ide asli (bukan saduran/jiplakan) , dan belum pernah
dipublikasikan sebelumnya atau diikutsertakan dalam sayembara lainnya.
4.Karya desain yang dilombakan berupa desain grafis berwarna hasil olahkomputer,
ditampilkan dalam format .pdf di satu halaman dengan lebar; 100mm,45mm, dan
20mm.
5.Desain logo dibuat dalam dua versi: berwarna dan hitam putih
6.Warna korporat adalah hijau dan/atau biru
7.Penjelasan makna logo diketik secara terpisah
8.Logo dikirimkan melalui email ke sayembaralogo@jakartamrt.com dengan besar file tidak lebih dari 150 Kb berisi:
· Satu file asli denganformat eps, cdr atau ai dalam format vector CMYK
· Satu file .pdf untukpreview
· Cantumkan nama, no ktp, alamat,email, nomor telepon, dan keterangan/narasi tiap
komponen logo yang dilombakan.
KetentuanLomba
1. Terbuka untuk umum perorangan (Warga Negara Indonesia) dan tidak dikenakan biaya pendaftaran
2. Seluruh disain logo yang dikirim ke Panitia Penyelenggara menjadi
hak PT MRT Jakarta.
3. Pengumuman sayembara di media cetak akan ditayangkan pada 5 Mei 2009
4. Periode penerimaan logo adalah 6 Mei 2009 sampadengan 4 Juni 2009 jam 12.00 WIB
5. Desain logo harus sampai di panitia lomba paling lambat tanggal 4 Juni 2009
6. Penilaian Dewan Juri terhadap hasil karya antara lain:
· orisinalitas karya
· relevansi logo dengan tema
· kreativitas
· kandungan visi didalam logo
7. Keputusan dewan juri adalah mutlak, dan dewan juri berhak untuk membatalkan keseluruhan proses penjurian apabila seluruh karya yang masuk tidak sesuai dengan yangdiharapkan
8. Peserta bersedia menandatangani surat pernyataan penyerahan logo dan dan penggunaannya pada PT MRT Jakarta apabila telah memenangkan lomba dan PT MRT Jakarta sebagai pemilik hak cipta atas karya tersebut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta
9. Panitia hanya menentukan 3 (tiga) desain logo sebagai pemenang
10. Total hadiah Sayembara Logo MRT Jakarta sebesar Rp. 30.000.000,- untuk tiga orang, masing-masing Pemenang I Rp. 15.000.000,- ( dipotong pajak ) ,Rp Pemenang II 10.000.000(dipotong pajak) dan Pemenang III Rp 5.000.000 (dipotong pajak)
11. Pengumuman Pemenang akan disampaikan pada Juni 18 2009 melalui website PT MRT Jakarta di www.jakartamrt.com.
AAG May 1st, 2009, 11:21 AM wah bagus juga nih idenya ngadain sayembara :) Anak SSC ada yang mau ikut?
AceN May 1st, 2009, 12:32 PM thread closed
3rd thread : http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=861478
trybgv May 21st, 2009, 08:58 AM http://www.trade9shoes.com :bash:
|
|