Sony Sjklw
March 25th, 2010, 01:10 AM
http://img709.imageshack.us/img709/4793/rantemario.jpg
credit to said
credit to said
|
View Full Version : SULAWESI SELATAN Sony Sjklw March 25th, 2010, 01:10 AM http://img709.imageshack.us/img709/4793/rantemario.jpg credit to said kalimantanku March 25th, 2010, 07:57 AM http://farm5.static.flickr.com/4019/4447633646_1a8188124e.jpg Sony Sjklw March 29th, 2010, 11:47 AM ^^ sepertinya kuburan Batu Lemo :cheers: ditunggu lagi foto2nya :cheers: Sony Sjklw March 30th, 2010, 05:15 AM Angkat Kejayaan Pariwisata Sulsel Rekomendasi Rakerda PHRI Selasa, 30 Maret 2010 | 01:09 WITA BADAN Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Parepare Sabtu lalu merumuskan lima rekomendasi. Rumusan yang dihasilkan dalam rakerda ini dimaksudkan untuk mengangkat kembali kejayaan pariwisata Sulsel kedepan. Hal ini diungkapkan Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga. Menurutnya, seluruh PHRI Sulsel sepakat untuk membantu menyukseskan pagelaran tahun kunjungan akbar ke Sulsel "Visit outh Sulawesi 2012", sehingga menjadi momentum untuk mendorong pertumbuhan pariwisata Sulsel kedepan. Parepare, Soppeng, dan Sidrap harus diangkat kembali menjadi satu kesatuan potensi wisata. Ketiga daerah ini harus mampu menghilangkan sekat-sekat otonomi daerah dan ego sektoral sehingga yang ada hanya kebersamaan untuk berpromosi dengan menjual diferensiasi masing- masing daerah. Rakerda ini juga merumuskan aksesbilitas jalan yang harus menjadi hal utama, masing-masing kepala daerah wajib menentukan objek wisata dan event (kegiatan) unggulan yang akan dijual dan digelar. Namun, diharapkan masing-masing daerah fokus dengan kebijakannya dan tidak berfikir secara parsial. Rumusan terakhir dalam rakerda kali ini adalah melakukan percepatan kehadiran bandara di Toraja untuk memudahkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus). Rakerda ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-41 PHRI yang dipusatkan di Parepare. Kegiatan ini juga dirangkaian dengan musyawarah cabang Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Parepare dan gerak jalan bersama.(cr4) http://www.tribun-timur.com/read/artikel/90961/Angkat_Kejayaan_Pariwisata_Sulsel Sony Sjklw March 30th, 2010, 05:18 AM Swasta Besar Malaysia Wujudkan The New Bantaeng City Rabu, 10 Maret 2010 Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Setelah BUMN Sirim Bhd menjajaki pengembangan rumput laut dan nira, kini perusahaan swasta besar dari Malaysia, Bina Puri Holdings Bhd dan Dimara Holdings Sdn, Bhd menyatakan siap membantu pembangunan kota baru Bantaeng (the new Bantaeng city). Pimpinan Bina Puri Holdings Bhd, Tan Sri Datuk Tee Hock Seng yang tiba di Bantaeng, Selasa, bersama Pimpinan kelompok usaha Dimara Sdn Bhd, K.C Ang dan lima orang pengusaha lainnya menyatakan tekad untuk membantu pembangunan di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini. "Sudah lama kami berencana mau ke sini, sejak Januari 2010, namun selalu terkendala kesibukan dan berbagai kegiatan yang tidak bisa ditunda. Akhirnya, pada kesempatan inilah kami datang," ujar Tan Sri Datuk Tee Hock Seng saat diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di rumah jabatan bupati. Di Malaysia, Pimpinan Bina Puri Holdings Bhd itu juga merupakan senator dan kerabat dekat Perdana Menteri Malaysia Tun Abdul Razak. Sejumlah proyek raksasa di berbagai negara, termasuk di Abudabi, Bandara Bangkok Thailand dan pusat perkantoran Putra Jaya ditangani perusahaan tersebut. "Kami senang bisa datang ke Bantaeng. Mudah-mudahan kami dapat membantu membangun daerah yang penuh potensi ini," urainya di hadapan pejabat lingkup Pemda Bantaeng diantaranya Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Plt Sekkab H Thamrin Husain, Asisten II H Zainuddin Tahir dan sejumlah Kadis, Ka Badan lingkup Pemda. Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik keinginan pengusaha besar negeri jiran tersebut. "Bagi pengusaha sekelas Tan Sri Datuk Tee Hock Seng dan K.C Ang, untuk membangun Bantaeng tentu tak masalah karena kota ini merupakan kota terkecil di Sulsel." Meski wilayahnya kecil, namun Bantaeng pernah menjadi afdeling yang membawahi Kabupaten Jeneponto, Bulukumba, Sinjai dan Selayar. Karena itu, kami berharap kehadiran pengusaha kawakan Malaysia ini bisa mengembalikan kejayaan Bantaeng yang pernah menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi di selatan Sulsel. Bupati juga menggambarkan perkembangan wilayahnya dalam 1,5 tahun kepemimpinannya. Diantaranya revitalisasi pantai seluas lima hektare yang segera dibanguni hotel bintang tiga, rumah sakit dan sejumlah fasilitas bisnis lainnya. Kabupaten berjuluk Butta Toa ini juga memiliki pelabuhan namun masih perlu disempurnahkan. Selain itu, sudah ada instalasi air bersih, cekdam pencegah banjir serta fasilitas pariwisata pantai Korong Batu. Sedang pada dataran tinggi yang hanya berjarak 18 kilometer dari Kota Bantaeng, dikembangkan tanaman apel dan strawberry. Di kawasan tersebut juga kita bisa menikmati pemandangan indah serta empat kabupaten tetangga, ujar Bupati. Khusus di dataran rendah, kini dikembangkan hortikultura untuk menjadikan Bantaeng sebagai kabupaten benih berbasis teknologi. Pada kesempatan tersebut, Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu dr HM Syafruddin N mengungkapkan rencana pengembangan RS yang dibangun tahun 1921 tersebut. RS kelas C diharapkan meningkat menjadi kelas B dan dijadikan RS Trauma Center. Ini penting sebab kasus trauma yang selama ini dirujuk ke Makassar selalu terlambat karena faktor jarak. RS ini sudah didesain berlantai lima dan menjadi satu-satunya RS yang memiliki pemandangan laut dan gunung. nih dia The New Bantaeng http://img530.imageshack.us/img530/9306/thenewbantaeng.jpg Comeliness March 30th, 2010, 06:31 PM 2010, Tiap Kabupaten di Sulsel Punya Satu Industri Dapat Dana Rp 500 Juta-Rp 1 miliar Kamis, 25 Maret 2010 | 03:03 WITA Makassar, Tribun - Tahun 2010, seluruh kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal punya satu industri. Industri yang dibangun berdasarkan keunggulan lokal yang dimiliki oleh tiap kabupaten. Kepala Bappeda Sulsel, Tan Malaka Guntur mengungkapkan hal itu saat ditemui Tribun di ruang kerjanya, di Makassar, Rabu (24/3). Dikatakan, keberadaan industri tersebut orientasinya didasarkan pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja. Dengan diserapnya tenaga kerja dari warga setempat maka diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kalau ini berhasil maka diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan di Sulsel. Saat ini angka kemiskinan di Sulsel mencapai 937 ribu jiwa atau setara dengan 220 kepala keluarga (KK)," katanya. Industri yang didirikan diantaranya, industri bandeng presto di Barru, industri pengolahan ikan gabus dan industri pengolahan kelapa terpadu di Pinrang, industri olahan sukun dan kepiting di Bone. Industri kopi di Toraja, industri kaporit dan industri makanan ternak di Jeneponto, industri anyaman dan gerabah di Takalar, industri coklat di Luwu Utara, industri pengolahan kelapa terpadu di Selayar, industri sutra di Wajo, dan industri lebah madu dan getah pinus di Maros. Rencana pembangunan industri di tiap kabupaten di Sulsel merupakan bantuan langsung dari Provinsi Sulsel yang difasilitasi oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) kabupaten. "Dana dipersiapkan oleh provinsi, sedangkan kabupaten menyiapkan tanah dan gedungnya. Namun, industri ini juga bekerjasama dengan perusahaan daerah serta swasta," kata Tan Malaka. Untuk anggarannya, tiap kabupaten mendapat kucuran dana dari APBD sebesar Rp 500 juta-Rp 1 miliar. Besaran anggaran yang dikucurkan tergantung proposal kabupaten masing-masing. Pemprov menginvestasikan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar untuk pendirian industri yang rencananya bakal terealisasi 2010 ini. Ia menambahkan bahwa hingga saat ini sudah ada tiga kabupaten yang sudah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), yakni Jeneponto, Bantaeng, dan Bone. (cr4) Ada Juga Industri Pupuk Organik SELAIN mendirikan satu industri berdasarkan keunggulan lokal, di beberapa kabupaten juga akan dibangun industri pupuk organik. Sedikitnya delapan kabupaten, yang merupakan sentra penghasil padi, akan didirikan industri pupuk ini. Di antaranya, Kabupaten Sidrap, Soppeng, Wajo, Bone, dan Gowa. Pendirian industri ini dimaksudkan untuk memberikan peluang pemanfaatan limbah padi, seperti jerami dan eceng gondok untuk dijadikan pupuk organik, sehingga sangat membantu para petani. "Kita akan menggandeng PT Pupuk Kaltim untuk bekerjasama. Apalagi ini ini merupakan pembangunan yang berkelanjutan, " kata Kepala Bappeda Sulsel, Tan Malaka Guntur. Disamping pendirian industri pupuk organik, lanjutnya, juga akan ada pembangunan Silo (tempat penampungan hasil pertanian, seperti padi atau jagung) agar hasil pertanian bisa bertahan lama. (cr4) Source: http://tribun-timur.com/read/artikel/89685/2010-Tiap-Kabupaten-di-Sulsel-Punya-Satu-Industri Comeliness March 30th, 2010, 06:35 PM MINGGU, 28 MARET 2010 | 22:18 WITA | 260 Hits Investor China Bangun Industri Tapioka BANTAENG -- Perusahaan asal China, Guangxi State Farms Bureau melalui Guangxi Mingyang Biochemical Science & Technology Inc, segera membangun industri tapioka di Kecamatan Pa’jukukang, Bantaeng. Hanya saja, tidak disebutkan besaran investasi yang akan ditanam, namun lahan untuk pembangunan industri tersebut sudah siap. Rencana pembangunan industri tapioka ini ditegaskan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah sesaat setelah menerima kunjungan sejumlah pengusaha dari negeri tirai bambu itu, Sabtu 27 Maret. Nurdin mengatakan, kehadiran pengusaha China tersebut merupakan kunjungan balasan setelah kunjungan sebelumnya yang dilakukan Pemkab Bantaeng ke negara itu, November tahun lalu. "Ini merupakan realisasi dari undangan ke Guangxi saat berlangsung pelaksanaan Apec Oktober 2009," kata Nurdin. Nurdin menjelaskan, pada tahap awal Pemkab akan berkonsentrasi pada pengolahan ubi kayu (tapioka, red) di Desa Papan Loe Kecamatan Pa'jukukang. Di desa ini sudah siap lahan seluas 4 hektare untuk pembangunan industri tepung tapioka (biofuel) yang akan berproduksi 10 ribu ton. Mantan Direktur PT Maruki ini berharap, Bantaeng menjadi pelopor hadirnya industri tapioka di Sulsel dengan menggunakan teknologi pengembangan produksi. Selain itu, industri ini juga dapat menekan angka pengangguran sebab industri tepung ubi berkapasitas 10 ribu ton setiap tahun ini, akan menyerap tenaga kerja. Deputy Director of Guangxi State Farms Bureau, Luo Yongkui yang memimpin rombongan dari China mengatakan, tahap awal pihaknya akan mengirim produksi tapioka dari Bantaeng ke China, sambil menunggu penyelesaian industri. Perluasan ke Bantaeng dimaksudkan untuk menekan beban biaya transportasi. "Kalau industrinya di Guangxi, ongkosnya mahal. Makanya lebih baik di Bantaeng," terang Lou Yongkui. Peninjauan lokasi industri tapioka ini dipimpin langsung Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah didampingi HM Yasin (Asisten Ekbang), Zainuddin Tahir (Kepala Bappeda), serta Asruddin (Kabag Perekonomian). Sementara dari pihak China, sebanyak tujuh pengusaha, masing-masing Deputy Director of Guangxi State Farms Bureau, Luo Yongkui, Financial Assets Administration Office Director of Guangxi State Farms Bureau, Zhu Xiaoming, serta Program and Development Office Deputy Director of Guangxi State Farms Bureau of Program Development, Zhang Youmin. Selain itu, hadir pula Vice Chairman of Guangxi Mingyang Biochemical Science & Technology Inc, Qin Qi-Mao, Vice President of Guangxi Mingyang Biochemical & Technology, Inc and Accompanying Tranlator, Zhao Shouwen, Project Manager of Guangxi Minyang Biochemical Science & Technology Inc, Gao Shouguo, serta Kong Fung Development Co, YF Chan. (syr) Source: http://news.fajar.co.id/read/87054/45/investor-china-bangun-industri-tapioka Comeliness March 30th, 2010, 06:44 PM Industri Pengolahan Ikan Gabus Hadir di Pinrang Laporan: Antara Selasa, 30 Maret 2010 | 20:39 WITA MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Industri pengolahan ikan gabus untuk kebutuhan konsumsi khususnya makanan pendamping ASI (MPA), hadir di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). "Industri pengolahan ikan gabus ini untuk memenuhi MPA, karena diketahui ikan gabus memiliki kandungan alubumin yang mampu mengurai vitamin dalam darah," kata Kepala Bidang Balitbangda Sulsel Muh Idrus di Makassar, Selasa. Dia mengatakan, Sulsel yang memiliki sejumlah danau dan sungai untuk pengembangan ikan gabus, sangat tepat jika ada industri pengolahan ikan gabus, apalagi diketahui memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Menurut dia, untuk membantu pengadaan dan pembudidayaan ikan gabus di wilayah Kabupaten Pinrang dan sekitarnya, daerah itu mendapat alokasi dana Rp1 miliar. "Karena sudah ada teknologi pengolahannya, maka pembudidayaan ikan gabus di kembangkan di Danau Tempe, Sungai Sidenreng dan Sunga Saddang," katanya. Sedang untuk pengadaan mesin pengolahan, lanjutnya, Pemprov Sulsel mengalokasikan dana sekitar Rp650 juta untuk Kabupaten Pinrang dan diharapkan pada pertengahan 2010 sudah bisa berperasi secara optimal. Lebih jauh dia mengatakan, hasil dari industri pengolahan ikan gabus itu ke depan akan disalurkan ke puskesmas yang tersebar di Sulsel dan daerah sekitarnya. "Makanan tambahan yang memiliki kandungan gizi tinggi itu, diharapkan dapat meningkatkan gizi balita di daerah ini dan mengurangi kasus gizi buruk," katanya. Selain Kabupaten Pinrang yang siap memiliki industri pengolahan ikan gabus, Kabupaten Sidrap juga segera menyusul membangun industri pengolahan ikan gabus. (*) Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/91191/Industri-Pengolahan-Ikan-Gabus-Hadir-di-Pinrang Ocean One April 1st, 2010, 04:06 PM RABU, 31 MARET 2010 Bandara Toraja Diperkirakan Beroperasi 2015 MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi Sulsel, saat ini menyiapkan sebuah bandara baru di Tana Toraja yang diharapkan bisa menggantikan Bandara Pongtiku. Bandara baru tersebut, diperkirakan beroperasi pada 2015 mendatang. Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Masykur A Sulthan Selasa, 30 Maret mengungkapkan, bandara baru tersebut direncanakan berlokasi di Buntu Kunik, Kelurahan Tampo Simbuang dan Lembang Rantedada, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja. Bandara ini diperkirakan akan menelan investasi lebih dari Rp 300 miliar. Dia mengungkapkan, pembangunan bandara yang baru itu direncanakan akan dimulai pada 2012 nanti. Saat ini yang telah rampung kata dia, adalah master plan, sedangkan desain detail engineering sisi darat dan udara saat ini sementara berlangsung dan selesai tahun ini. Pembebasan lahan juga diharapkan rampung tahun ini. "Dari informasi yang kami peroleh saat pertemuan yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tana Toraja di Jakarta beberapa waktu lalu, masyarakat pemilik lahan meminta ganti rugi sebesar Rp 42 miliar untuk lahan mereka yang akan digunakan untuk pembangunan bandara nanti," ujarnya. Dia menambahkan, visibility study sebenarnya sudah dilakukan sejak 2007 dan selesai pada 2008. Hasilnya, perkiraan biaya mencapai Rp 1,8 triliun. Namun, hasil visibility study tersebut kata Masykur, tidak diterima pusat, karena nilainya terkesan sangat besar. "Bandara Internasional Sultan Hasanuddin saja, anggarannya hanya Rp 680 miliar," ungkapnya. Menurutnya, secara keseluruhan, fisiknya diperkirakan akan mulai beroperasi tiga atau empat tahun sejak pembangunannya. Saat ini lanjut dia, pemprov sedang melakukan semua persiapannya. "Pemprov sedang terus memperjuangkan ke pusat, agar dapat disetujui," katanya. Investasi yang akan digunakan untuk pembangunan tersebut, lanjut dia, nantinya akan masuk dalam APBN tahun anggaran 2011 nanti. "Kalau sekira dalam pembangunannya, dana yang Rp 300 miliar itu kurang, barulah Pemprov Sulsel dan Pemkab Tana Toraja akan mengeluarkan dana untuk membantu hingga terselesainya pembangunan bandara tersebut," tambahnya. Masykur mengatakan, bandara yang baru itu nantinya akan memiliki panjang landasan 1.650 meter, cukup untuk pesawat jenis ATR berkapasitas 60 hingga 70 penumpang. Pembangunan itu adalah pembangunan untuk tahap pertama, tahap keduanya akan menyusul, tetapi tergantung permintaan pasar nanti," ucap dia. Bandara Pongtiku yang sekarang beroperasi katanya, hanya memiliki panjang landasan 1.225 meter, dan hanya bisa menampung pesawat jenis Cassa dengan jumlah penumpang 20 orang. Masykur mengatakan Pemkab Tana Toraja sudah menyanggupi lahan seluas 225 hektare, milik masyarakat setempat yang akan dibebaskan. "Mudah-mudahan pembebasan lahan itu tidak akan bermasalah, karena akan menghalangi seluruh tahapan yang sudah ada," harapnya. Masykur juga sangat berharap keseriusan Pemkab Tana Toraja dalam pembebasan lahan. Selain itu, dia juga meminta bantuan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, agar sering mengadakan even wisata di Tana Toraja sebagai destinasi kedua di Indonesia setelah Bali. "Kami meminta Disbudpar juga turut membantu, terutama dalam kepariwisataannya, agar pengembangan ekonomi di Tana Toraja bisa maju," kuncinya. Ocean One April 8th, 2010, 02:57 PM Sulsel Siap Jadi Pusat Promosi Indonesia Timur Kamis, 8 April 2010 Jakarta (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, provinsinya siap menjadi pusat promosi, informasi, investasi dan perdagangan bagi wilayah Indonesia bagian timur. "Sulawesi Selatan sangat siap untuk menjadi pintu gerbang promosi, investasi, perdagangan dan lain sebagainya untuk wilayah Indonesia bagian timur," kata Gubernur Syahrul Yasin Limpo saat berkunjung ke kantor pusat Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA di Wisma ANTARA Jalan Merdeka Selatan Jakarta, Kamis. Dalam kunjungan yang diterima langsung oleh Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Ahmad Mukhlis Yusuf, Direktur SDM dan Umum Perum LKBN Antara dan Ketua Dewan Pengawas Perum LKBN Antara, Henry Subiakto itu, gubernur menegaskan bahwa Provinsi Sulawesi Selatan memiliki infrastruktur yang memadai. "Selain memiliki sumber daya alam yang sangat potensial seperti jagung, beras, emas, perikanan dan lain sebagainya, kami juga memiliki infrastruktur yang sangat memadai," katanya. Ia menyebutkan infrastruktur pendukung tersebut antara lain, bandara berkelas internasional, pelabuhan, hotel, restoran, jalan tol, dan lapangan golf. "Dengan infrastruktur pendukung, kami siap menjadi pusat promosi di Indonesia bagian timur ibaratnya Singapura di Asia," katanya. Ia juga menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pembenahan di segala sektor guna memperkuat infrastruktur untuk mendukung target Sulsel sebagai pusat promosi di wilayah Indonesia bagian timur. Untuk mempercepat tujuan menjadi pusat promosi, pihaknya mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat, baik dalam segi regulasi yang mendukung maupun anggaran yang memadai. Sementara itu, Ahmad Mukhlis Yusuf mengatakan, Perum LKBN ANTARA sebagai kantor berita Indonesia siap mendukung Sulawesi Selatan menjadi pusat promosi di wilayah Indonesia bagian timur dengan pola pemberitaan intensif terkait promosi, investasi dan perdagangan di wilayah Sulawesi Selatan dan Indonesia bagian timur lainnya. Comeliness April 8th, 2010, 10:28 PM Kamis, 08-04-2010 Bantaeng ingin Kurangi Beban Makassar MAKASSAR, Upeks--Dengan sumber daya alam dan letak yang sangat strategis, Kabupaten Bantaeng sangat berpotensi untuk berkembang lebih maju dan menjadi salah satu kabupaten andalan di Sulsel. Sangat pantas jika kabupaten yang memiliki laut, dataran rendah, dan dataran tinggi ini dijuluki kecil-kecil cabe rawit. Dari sisi letak, Bantaeng berada pada posisi jalur pelayaran internasional. Curah hujan cukup intens karena terjadi selama delapan bulan dalam setahun membuat kabupaten itu cukup subur. Rumput laut, ikan, beras, cengkeh, hingga buah, bunga, dan holtikultura diproduksi daerah ini. Sebagai sebuah daerah, laik jika Bantaeng dijuluki kabupaten komplit. Karena dasar itulah, Pemerintah Kabupaten Bantaeng bercita-cita untuk membangun daerah tersebut menjadi sebuah kota baru yang nantinya bisa menjadi pusat pariwisata, pertanian, perniagaan, dan lainnya. Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah, disela-sela kunjungannya ke Harian Ujungpandang Ekspres, Rabu (7/4) mengemukakan Bantaeng ke depan diharapkan bisa menjadi seperti Bogor atau Puncak. Dimana, warga Makassar yang merasa jenuh dengan suasana sumpek bisa lari ke Bantaeng. Turut serta mendampingi Bupati Bantaeng pada kunjungannya ke Upeks diantaranya Ketua DPRD Bantaeng Hj A Novrita A Langgara, Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustajab, Asisten I Muslimin, Asisten II HM Yasin, Kepala Bappeda H Zainuddin, Kadis Perindag Abd Gani, Kadis Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam, Kabag Perekonomian Asruddin, Kabag Pembangunan Abdullah, Kabag Humas Syahrul Bayan, dan Staf Ahli Bidang Pertanian Moktar A Nawir. Untuk itu, pemkab setempat berusaha menggenjot pembangunan infrastruktur. Mulai dari jalan-jalan yang diperlebar, kawasan pariwisata semakin ditata, kawasan agrobisnis dan holtikultura yang bisa menjadi destinasi wisata juga ditingkatkan. Pelabuhan juga mulai dibangun dan saat ini dalam proses persiapan peresmian. Rencananya akan dibuka jalur pelayanan pariwisata Bantaeng-Bali, Bantaeng-Selayar dan berharap kabupaten tersebut menjadi pintu gerbang di kawasan selatan. "Saya dengan PHRI Kota Bandung juga akan melakukan kerjasama memenuhi kebutuhan untuk hotel-hotel disana, termasuk sayuran, buah hingga bunga segar," jelasnya. Bukan itu saja, untuk meningkatkan sarana kesehatan, dibangun rumah sakit yang representatif yang diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat untuk berobat. "Kita ingin jadikan Bantaeng sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Sulsel. Mengurangi beban Makassar karena beberapa tahun ke depan, Makassar semakin tak bisa bergerak," jelasnya. Banyak harapan yang ingin direalisasikan. Tinggal inovasi, kesungguhan, dan kerja keras untuk mewujudkan mimpi-mimpi tersebut. Apalagi, semua itu mendapat dukungan penuh dari DPRD Kabupaten Bantaeng. Seperti yang dikemukakan Ketua DPRD Bantaeng Hj A Novrita A Langgara. "Untuk kemajuan Bantaeng, kami akan dukung. Dewan dan bupati sama-sama dipilih rakyat. Jadi kita harus sama-sama membangun Bantaeng," tandas Novrita. (mg03) Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=44443 Comeliness April 8th, 2010, 10:32 PM Kamis, 08-04-2010 Pelabuhan Pelni Pamatata segera Difungsikan KEPULAUAN SELAYAR, UPEKS--Pelabuhan Pelni Pamatata di Kecamatan Bontomatene Kabupaten Kepulauan Selayar, rencananya akan difungsikan pada pelaksanaan Even International, yang rencananya akan dilangsungkan pada pertengahan Oktober mendatang. Sebagai bukti keseriusan Pemkab Kabupaten Kepulauan Selayar, untuk memanfaatkan pelabuhan pelni yang sementara dalam tahap perampungan oleh pelaksana proyek asal Makassar itu, maka pihak pemkab terus melakukan upaya-upaya agar proyek itu rampung secepatnya. Pemkab Kepulauan Selayar melalui Dinas Perhubungan Selayar yang dinahkodai Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi, Ir H Arman, melakukan koordinasi dengan pelaksana pembangunan pelabuhan pelni tersebut, dalam hal ini PT Nur Jaya Makassar. Ir H Arman, kepada Upeks melalui telepon selulernya, Selasa (6/4) menjelaskan bahwa terkait dengan difungsikannya Pelabuhan Pelni Pamatata adalah dalam rangka pelaksanaan agenda tahunan Pemprov Sulsel, yakni Festival Takabonerate Islands Ekspedition yang kedua, sebagaimana yang diawali pada tahun 2009 lalu, tepatnya Oktober. "Kami melakukan koordinasi untuk meminta pihak kontraktor pelaksana, agar pembangunan yang dilakasanakan yang sudah rampung sebagian agar pelabuhan ini difungsikan perdana dengan kegiatan even tersebut, yaitu untuk disinggahi kapal besar baik kapal mancanegara maupun kapal milik Pelni. Dengan harapan, agar kapal yang akan singgah dan berlabuh di Pelabuhan Pelni Pamatata, dapat menikmati perjalanan Pamatata Benteng," katanya. Sementara Direktur PT Nur Jaya, Juhannes ST, yang dihubungi melalui telepon, Selasa (6/4) mangatakan bahwa pihaknya bersedia memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun dan saat ini memang pelaksanaannya sudah hampir rampung dan siap difungsikan. (den) Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=44483 Comeliness April 11th, 2010, 08:31 PM Bantaeng Genjot Proyek Infrastruktur Minggu, April 11, 2010 MAKASSAR – Kabupaten Bantaeng terus berbenah menyambut kedatangan investor di daerahnya. Salah satunya menggenjot pembangunan infrastruktur hingga 2011. Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah mengatakan, kelengkapan fasilitas pendukung di Butta Toa (gelar Bantaeng) mutlak dilakukan demi memberikan kenyamanan kepada pihak yang akan menanamkan modalnya di daerah itu. “Kami masih minim infrastruktur. Karena itu, yang sedang kami genjot pada 2010 hingga 2011,” katanya saat bersilaturahmi ke Kantor Harian Seputar Indonesia (SI) Biro Sulsel, kemarin. Dia mengatakan, sejak beberapa tahun terakhir ini laju investasi di Bantaeng cukup menggembirakan. Hanya masih terkendala pada persoalan infrastruktur. Dalam kunjungannya, dia datang bersama Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustdjab, Ketua DPRD Bantaeng Hj Novrita A Langgara, Asisten I Muslimin, Asisten II HM Yasin, dan staf ahli bupati bidang pertanian Dr Mukhtar A Nawir. Turut didampingi pula Kepala Bappeda H Zainuddin Tahir,Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Asruddin, Kabag Pembangunan Abdullah, Kabag Humas Syahrul Bayan,dan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam. Melihat potensi yang dimilikinya, Bantaeng merupakan daerah yang sangat layak dijual kepada investor, seperti bidang pariwisata, pertanian, perkebunan, hasil lautnya. Sejak terpilih sebagai Bupati Bantaeng periode 2008–2013, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng seakan langsung tancap gas dengan menjalin kerjasama dengan pihak luar. Saat ini sudah hadir pabrik pengalengan ikan, pengembangan pertanian, pembangunan bendungan, reklamasi pantai, ekspor, dan pariwisata. “Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan ekspor perdana pengalengan ikan,” ungkapnya. Akhir tahun lalu, kabupaten yang berjarak sekitar 60 kilometer arah selatan Kota Makassar juga sudah mengirim biji kapuk ke Korea. “Sekarang kami mengembangkan kota wisata yang berbasis agrowisata. Buah-buahan yang kami kembangkan, seperti apel, stroberi, sayuran. Wisatawan bisa berwisata sambil memetik buah dan sayuran,”tutur Nurdin. Kepala Biro SI Sulsel Mukhramal Azis berharap kerja sama dengan Pemkab Bantaeng bisa terus dikembangkan. SI sebagai media yang memiliki jaringan secara nasional, bisa menjadi wadah yang tepat menjadi alat publikasi mengajak investor datang ke Bantaeng. (si-ai pasinringi) Source: http://www.makassarterkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=531:bantaeng-genjot-proyek-infrastruktur&catid=44:info-terkini&Itemid=139 Comeliness April 16th, 2010, 06:18 PM Sulsel Siapkan Lahan untuk Capai Swasembada Gula Rabu, 14 April 2010 18:50 Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemrov Sulsel) menyiapkan lahan tanaman tebu seluas 60.000 hektare (ha) untuk mencapai target swasembada gula. "Kami menyiapkan lahan tanaman puluhan ribu hektare untuk mencapai target swasembada gula di daerah ini," kata Kepala Dinas Perkebunan Sulsel Burhanuddin Mustafa di Makassar, Rabu. Menurut dia, selama ini produksi gula lokal Sulsel hanya sekitar 40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi di daerah ini rata-rata 120.000 ton per tahun. "Akibatnya kekurangan gula itu ditutupi dari produksi gula di Pulau Jawa," katanya. Agar kondisi itu tidak terjadi setiap tahun, lanjutnya, perlu menggenjot produksi gula lokal dengan meningkatkan areal pertanaman tebu melalui perluasan areal tanam. Sebagai gambaran, jika areal tanam tebu mampu mencapai seluas 60.000 ha maka diharapkan produksi gula di daerah ini dapat mencapai sekitar 2,4 juta ton. Dengan produksi seperti itu, Burhanuddin mengatakan, Sulsel tidak perlu mendatangkan gula dari Pulau Jawa lagi karena sudah tertutupi oleh produksi gula lokal. Selain itu, kelebihan produksinya bisa dikirim ke daerah di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang masih kekurangan stok gula pasir. Di Sulsel terdapat tiga pabrik gula (PG) yang beroperasi selama puluhan tahun, yakni PG di Kabupaten Takalar dan dua PG di Kabupaten Bone, Sulsel. Namun yang berproduksi secara rutin hanya PG Takalar. (T.S036/A023) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=15150:sulsel-siapkan-lahan-untuk-capai-swasembada-gula&catid=1:latest-news&Itemid=56 Comeliness April 16th, 2010, 06:23 PM Sulsel akan Bangun BLK Internasional Jumat, 16 April 2010 05:12 Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berencana membangun Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) Internasional guna meningkatkan kualitas tenaga kerja daerah itu yang akan bekerja di luar negeri. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Sulsel, Saggaf Saleh di Makassar, Kamis, mengatakan, pembangunan BLKI Internasional tersebut rencananya akan direalisasikan paling lambat 2011 mendatang. "Ini sebenarnya program Kementerian Tenaga Kerja yang akan membangun BLKI Internasional di lima provinsi. Sulsel salah satunya dan kita siap untuk itu," ujarnya. Dia mengatakan, lokasi lahan pembangunan seluas 30 hektar belum ditentukan, namun sejumlah pemerintah kabupaten telah menyatakan kesiapannya jika diberi mandat. Kabupaten tersebut antara lain Enrekang, Bantaeng dan Takalar. Saggaf mengatakan, pihaknya telah menemui semua bupati kabupaten tersebut dan mereka siap jika daerahnya ditunjuk sebagai lokasi pembangunan. "Pekan lalu kami menemui Bupati Takalar. Dia menyatakan sangat siap," katanya. Saggaf menambahkan, tujuan pembangunan BLKI Internasional itu yakni meningkatkan keterampilan tenaga kerja Sulsel, terutama yang berencana akan bekerja di luar negeri. Lulusan BLKI Internasional akan mendapat sertifikasi internasional sehingga diharapkan mereka mampu bekerja di negara manapun dan memenuhi kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan negara penerima. "Grade lulusan akan meningkat, misalnya mereka sudah akan bisa mengelas di bawah laut," ujarnya. Sementara itu, mengenai pengadaan instruktur, Saggaf belum mengetahui apakah instruktur yang akan mengajar di BLKI Internasional itu dipasok oleh pihak Kementerian Tenaga Kerja Dan Transmigrasi atau instruktur lokal yang akan diberi pendidikan lanjutan. Kendati tidak mengetahui anggaran yang akan disiapkan, dia memperkirakan pembangunan BLKI Internasional itu akan memakan biaya ratusan milyar. Tingginya anggaran yang dibutuhkan, terutama disebabkan karena akan dilengkapi dengan peralatan kerja moderen. Diharapkan pula, dengan adanya BLKI Internasional tersebut, dapat mengurangi tingkat pengangguran di Sulsel yang saat ini mencapai 8,7 persen dari jumlah pencari kerja. Saggaf menambahkan, kebutuhan tenaga kerja dari Sulsel setiap tahun meningkat. sampai saat ini, Sulsel telah mengirimkan 20 ribu tenaga kerja yang tersebar di negara Malaysia dan semenanjung Arab. Sebanyak 50 persen diantaranya bekerja di sektor perkebunan disusul sektor rumah tangga. Kendati begitu, Sulsel juga memasok tenaga kerja teknik. Hal tersebut ditandai dengan pengiriman 400 tenaga kerja perminyakan ke Brunai Darussalam pada tahun 2009. (T.KR-AAT/E001) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=15183:sulsel-akan-bangun-blk-internasional&catid=1:latest-news&Itemid=56 Comeliness April 19th, 2010, 10:41 PM Peluang Investasi Sektor Perikanan Sulsel Besar Senin, 19 April 2010 13:16 Makassar (ANTARA News) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Iskandar mengatakan, peluang investasi sektor perikanan di Sulsel masih cukup besar. "Besarnya peluang investasi di bidang perikanan ini, diikuti dengan pemberian kemudahan dalam berinvestasi khususnya kepada investor asing," kata Iskandar di Makassar, Senin. Dia mengatakan, peluang investasi di sektor perikanan itu terdiri dari budidaya tambak, budidaya laut dan penangkapan ikan di laut. Sumberdaya perikanan yang luas di tiga sektor itu memiliki potensi produksi terbesar di Indonesia. Sebagai gambaran, untuk budidaya tambak terdapat areal tambak seluas 119.680 hektare (ha) dengan komoditi budidaya udang, rumput laut dan ikan bandeng. Untuk budidaya laut dengan komoditi budiduaya rumput laut, terdapat luas areal 193.700 ha, sementara penangkapan ikan laut tersedia multi jenis ikan yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan (surimi). "Rata-rata produksi udang Sulsel mencapai 50 ribu ton per tahun, sedang rumput laut jenis Eucheuma Cottoni spp 7,7 juta ton lebih (basah) dan jenis Glacillaria spp 1,3 juta ton per tahun," kata Iskandar. Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel diketahui, ikan bandeng produksinya mencapai 300 ribu ton per tahun, ikan mas 15 ribu ton per tahun dan ikan laut (multi fungsi) sebanyak 650 ribu ton per tahun. Mengenai kemudahan yang diberikan Pemprov Sulsel dalam berinvestasi di sektor perikanan ini, diberikan kebijakan fiskal berupa pembebasan bea masuk atau impor bahan baku utama/pokok dan mesin yang terkait langsung dengan kegiatan industri. Selain itu, pembebasan balik nama atau pendaftaran kapal untuk pertama kali di Indonesia. Pembebasan fasilitas perpajakan atau penanaman modal di bidang usaha terkait. Hal itu termasuk pengurangan sebesar 50 persen dari PBB (pajak bumi dan bangunan) selama delapan tahun sejak memperoleh izin penempatan tanah dan pembebasan pajak penghasilan atau barang modalnya.(T.S036/F004) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=15273:peluang-investasi-sektor-perikanan-sulsel-besar&catid=1:latest-news&Itemid=1 Comeliness April 20th, 2010, 07:49 PM Bantaeng Jadi Pusat Pengembangan Rumput Laut Selasa, 20 April 2010 15:20 Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kecamatan Bantaeng dijadikan pusat pengembangan rumput laut di daerah ini. Kecamatan ibukota Kabupaten Bantaeng ini memiliki panjang pantai 21 kilometer. Asisten bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) HM Yasin di Bantaeng, Selasa, mengatakan, potensi rumput laut akan dikembangkan hingga pembangunan industrinya. Bahkan dalam jangka panjang, kabupaten berjuluk Butta Toa ini diharapkan dapat menjadi Kota Madya (Kodya) di bagian selatan Sulsel. Green Desain pengembangan kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini sudah dibuat, termasuk rencana sister city (kota kembar) dengan salah satu kota di Jepang yang penandatanganan kerjasamanya dijadwalkan Mei 2010. Selain di kawasan pantai, green desain kabupaten tersebut juga menunjuk Kecamatan Ulu Ere menjadi kawasan agro wisata. Di kawasan ini sudah dikembangkan tanaman endemik stroberi dan apel. Selain itu, di kawasan itu juga dikembangkan tanaman bunga potong (Krissan). Untuk menjadikan daerah ini menjadi daerah terkemuka di bagian selatan Sulsel, jelasnya. Menurut HM Yasin, pembangunan harus berada pada tata ruang yang baik. Karena itu, diperlukan integrasi yang baik antara pemda, swasta dan masyarakat, urainya. (T.KR-RY/F003) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=15307:bantaeng-jadi-pusat-pengembangan-rumput-laut&catid=1:latest-news&Itemid=1 Comeliness April 20th, 2010, 07:57 PM Sulsel Bisa Mengekspor Langsung ke Singapura Laporan: Antara Selasa, 20 April 2010 | 21:57 WITA http://smileys.on-my-web.com/repository/Others/good-news-175.gif MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Sulsel dan Singapura di Makassar, Selasa (20/04/2010), menandatangani kerjasama ekspor sejumlah komoditas Sulsel langsung ke Singapura. Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, mengatakan, dengan kerja sama ini, ekspor komoditas Sulsel ke Singapura tidak perlu lagi melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. "Selain memerlukan biaya tinggi, jalur ekspor melalui Surabaya membuat kualitas komoditas ekspor menjadi buruk karena tersimpan lama di pelabuhan," jelasnya. Deputy Chief dan Eksekutif International Enterprise Singapore, Cua Taik Him, mengatakan, sudah ada dua perusahaan penyedia jasa pelayaran yang siap melayani ekspor komoditas Sulsel, yakni Maritim Global International dan Jurong Port International. Kedua perusahaan tersebut telah menyiapkan kapal khusus untuk melayani pengiriman komoditas Sulsel langsung ke Singapura. Pihaknya berharap pemerintah provinsi dapat memfasilitasi pengurusan izin, termasuk koordinasi dengan Pelindo IV sebagai pengelola pelabuhan untuk mendukung realisasi kerja sama yang ditargetkan terlaksana paling lambat akhir tahun ini. Selain perizinan operasi, pemerintah Singapura juga memerlukan izin jenis komoditas ekspor, terutama beras. Pemerintah Singapura juga menawarkan kerja sama dengan industri pengolahan cokelat, kopi, dan perikanan dengan mengharapkan pasokan bahan baku secara rutin dari Sulsel. Kerja sama ini dilakukan karena pemerintahnya menilai, Sulsel merupakan penghasil komoditas agro terbesar di Indonesia. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Amar Kadir, jumlah maupun nilai ekspor Sulsel ke Singapura selama tiga bulan terakhir meningkat dibanding realisasi 2008 dan 2009. (*) Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/97364/Sulsel-Bisa-Mengekspor-Langsung-ke-Singapura bkz010019 April 21st, 2010, 03:27 AM Dari : http://www.tribun-timur.com/read/artikel/97463/Investor_Singapura_Lirik_Sulsel Investor Singapura Lirik Sulsel Rabu, 21 April 2010 | 07:01 WITA Makassar, Tribun - Dua perusahaan asal Singapura yang bergerak di bidang peti kemas, IE Singapore dan Jurong Ports International, mencoba jajaki peluang usaha di Sulawesi Selatan (Sulsel). Dua perusahaan tersebut tertarik melirik sektor komoditi Sulsel yang menurut keduanya produksinya berpotensi besar untuk diekspor ke Singapura. Penjajakan itu terungkap dalam kunjungan sejumlah perwakilan dua perusahaan tersebut, perwakilan Kedutaan Besar Indonesia di Singapura Arya Widyatmoko, dan perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Singapura, Jimmy Michael, di kantor sekretariat Kadin Sulsel Jl Ahmad Yani Makassar, Selasa (20/4). Pertemuan ini juga dihadiri Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulsel Yudi 'Ondong' Arsono, Ketua Kadin Makassar Amirullah, dan sejumlah perwakilan Kadin Sulsel. Ketua Kadin Sulsel, Zulkarnaen Arif, yang hadir dalam kunjungan tersebut menyambut baik penjajakan tersebut sekaligus bisa berkenalan langsung untuk membuka peluang kerja sama. "Kita berharap nanti bisa mengekspor produk komoditi langsung ke Singapura, karena negara ini menjadi investor terbesar bagi Indonesia," ungkapnya. Selain sebagai investor nomor satu di Indonesia, Singapura juga merupakan partner ketiga terbesar Indonesia, setelah Jepang dan Amerika. Tercatat tahun 2009 lalu, negara tersebut menanamkan modalnya di Indonesia mencapai 4,3 juta dolar Amerika Serikat. Tahun 2009 lalu, juga Gubernur Sulsel dan rombongan pernah mengunjungi Singapura untuk membuka hubungan dagang langsung sekaligus pariwisata antara Sulsel dan Singapura. "Semoga hubungan ini bisa dijalani lebih erat lagi, apalagi kami tahu Indonesia memiliki sejarah dengan Singapura," tutur Jimmy.(mel) Difasilitasi Perwakilan Kadin PERWAKILAN Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Singapura, Jimmy Michael, ekspor komoditi Sulsel jangan hanya tertuju ke Malaysia saja, pasalnya negara Singapura juga memiliki kesempatan yang lebih besar. Untuk itu, pihak Kadin Indonesia di Singapura berusaha memfasilitas sejumlah kegiatan berkaitan dengan pengenalan dan peluang hubungan kedua negara untuk bekerja sama dalam ekspor. Jimmy menambahkan, pihaknya juga berusaha membuka jalur tidak hanya melalui udara saja, juga membuka jalur melalui laut. Saat ini Sentosa Airlines adalah salah satu maskapai penerbangan tujuan Singapura. "Untuk kawasan udara, kami akan membuka penerbangan untuk jalur manapun baik dari Makassar-Singapura atau dari Medan-Singapura, dan sejumlah rute lainnya," kata Jimmy.(mel) **************************************** Sentosa Airlines??? Hmmm baru denger nih... Comeliness April 21st, 2010, 06:39 PM Rabu, 21-04-2010 5 Ha Lahan Untuk Bangun Kolam Renang BELOPA, BKM -- Bupati Luwu, Andi Mudzakkar makin intens membangun dan melakukan perubahan di wilayahnya. Pada tahun anggaran 2010 ini, Bupati yang biasa dipanggil Cakka itu akan membangun kolam renang prestasi dan rekreasi. Pembangunan fasilitas ini dimaksudkan untuk membuka ruang prestasi warga Luwu di bidang olahraga. Termasuk di dalamnya peningkatan fasilitas hiburan bagi masyarakat, yaitu kolam renang rekreasi. "Kolam renang rencana akan dibangun di Desa Balo-balo, Kecamatan Belopa. Luas lahan yang disiapkan sekitar 5 hektar. Disamping itu, juga akan dibangun stadion olahraga berdampingan dengan rencana pembangunan kolam renang prestasi dan rekreasi," jelas Cakka, Selasa (20/4). Untuk mendukung program ini, Bupati telah memerintahkan Camat Belopa melalui Kadis Cipta Karya guna melakukan pendekatan kepada warga terkait pembebasan lahan yang diperuntukkan bagi proyek tersebut. "Bagi warga yang lahannya terkena proyek pembangunan kolam renang, akan diberikan ganti rugi sesuai kesepakatan. Yang pasti, Pemkab Luwu tak akan merugikan masyarakat," jelas Mudzakkar kepada sejumlah warga yang hadir pada saat pemantauan lahan kolam renang di Desa Balo-balo, kemarin. Ikut mendampingi Bupati, Kadis Cipta Karya Andi Maserrang, anggota DPRD Luwu Muhaddar dan Andi Muharir, Kepala DPKAD Andi Akrab, mantan Ketua KPU Luwu Zul Rahman dan Astamanga Azis serta beberapa tokoh masyarakat yang peduli atas pembangunan kolam renang ini. Sebelumnya, Cakka sempat melakukan peninjauan lokasi di Desa Rumaju, Kecamatan Bajo. Namun kondisi lahan di desa itu ,nampaknya tak memenuhi syarat. "Kalau Saya bandingkan lahan di Balo-balo, ini cocok bagi pembangunan kolam renang dan stadion. Lokasinya sangat strategis," kuncinya. Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=41985 Comeliness April 21st, 2010, 08:31 PM Pegawai di LAPAN kan digaji utk ngurusin Antariksa national dan bukan utk wilayah tertentu saja yg jaraknya dekat dengan kantor LAPAN, jadi tidak ada alasan dong mengeluhkan kesulitan penelitian hanya karena Bone jauh dari Bandung. http://smileys.on-my-web.com/repository/Confused/confused-8.gif Meteor Bone Lima Kali Lebih Besar dari Meteor Wisconsin Rabu, 21 April 2010 | 09:24 WIB http://image.tempointeraktif.com/?id=31864&width=274 Hujan Meteor di Wisconsin-Madison Kamis malam (15/4). AP Photo/University of Wisconsin-Madison Department of Atmospheric and Oceanic Sciences http://image.tempointeraktif.com/?id=32405 TEMPO Interaktif, Jakarta -Para astronom memperkirakan diameter meteor di angkasa meledak di langit Wisconsin, Amerika Serikat, pada 16 April lalu masih kalah besar dengan meteor Bone yang jatuh di laut Sulawesi 8 Oktober 2009. Menurut Dr. Thomas Djamaludin, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) kepada Tempo meteor Wisconsin besarnya antara 1-2 meter. Ukuran itu berdasarkan hitungan kekuatan ledakan meteor di atmosfir. "Adapun meteor Bone, ukurannya diperkirakan sekitar 10 meter dan jatuh ke dasar laut perairan Bone," kata Thomas. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengatakan meteor yang meledak di Bone itu kekuatannya tiga kali bom atom yang meluluhlantakkan Hiroshima atau 50 ribu ton TNT (bahan pembuat bom). Untunglah, ledakan meteor itu tak menyebabkan kerusakan massal. Menurut pakar astronomi, Peter Brown dari University Western Ontario, Kanada, kehancuran tak terjadi karena meteor meleduk pada ketinggian 15 sampai 20 kilometer di atas bumi. Asteroid Bone adalah salah satu yang terbesar yang pernah diobservasi. Sampai sekarang, lokasi jatuhnya meteor itu belum ditemukan. Lapan mengaku kesulitan menelitinya karena berada di dasar laut dan jarak lokasinya jauh dari kantor Lapan di Bandung. Thomas Djamaludin menyatakan meteor Wisconsin hancur di ketinggian sekitar 100 kilometer dari tanah. Begitu sampai di bumi, pecahan meteor tersebar dalam berbagai ukuran. "Ada yang kecil dalam ukuran ons," katanya, Selasa (20/4). Pecahnya meteor Wisconsin itu, kata dia, kemungkinan terjadi karena unsur pembentuknya lebih banyak dari bebatuan, seperti silikat atau karbon. Dia memastikan, meteor Wisconsin bukan bagian dari hujan meteor Lyrids yang tengah turun sepanjang 16-26 April ini. "Itu meteor sporadis dari batuan antar planet. Beda dengan meteor Lyrids yang berupa debu sisa komet," kata Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim Lapan itu. Dibandingkan meteor yang jatuh di perairan Bone, Sulawesi, pada Oktober 2009, meteor Wisconsin lebih rapuh. "Meteor Bone materi pembentuknya diperkirakan lebih banyak metal (logam) atau komposisinya lebih kuat," ujarnya. Menurut Djamaluddin, fenomena jatuhnya meteor ke bumi dalam ukuran agak besar, biasanya terjadi 2-3 tahun sekali di suatu tempat. ANWAR SISWADI Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2010/04/21/brk,20100421-241994,id.html Comeliness April 23rd, 2010, 03:20 PM JUMAT, 23 APRIL 2010 | 23:50 WITA | 351 Hits Minapolitan Pacu Produksi Udang Pinrang MAKASSAR -- Kawasan minapolitan berbasis keunggulan perikanan lokal mulai dikembangkan tahun ini di Kabupaten Pinrang. Luas areal yang dijadikan perkampungan nelayan terpadu ditargetkan 5.000-10.000 hektare. Komoditas perikanan yang akan dikembangkan di kawasan minapolitan sesuai potensi perikanan Kabupaten Pinrang, yakni udang. Pinrang selama ini memang telah dikenal sebagai sentra penghasil udang yang telah memiliki pasar ekspor dominan ke Jepang. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, kawasan minapolitan dikembangkan mulai dari sektor hulu hingga hilir. Pengembangan perikanan dengan konsep minapolitan tidak hanya sekadar memproduksi lalu mengekspornya. "Industrinya juga akan dibangun di kawasan fishery village," katanya, Kamis, 22 April. Pemantapan rencana kawasan minapolitan dibahas bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, pada pertemuan rapat kerja gubernur se-Indonesia di Istana Tampak Siring, Bali, 19-21 April. Syahrul juga ikut menghadiri pertemuan tersebut. Kepala Dinas Perikanan Sulsel, Iskandar, mengatakan, pembuatan master plan konsep minapolitan telah dimulai tahun ini. Pembiayaan master plan hingga realisasi di lapangan menggunakan dana sharing antara pemerintah pusat dan daerah. Konsep minapolitan yang juga diterapkan pada sekira 200 kabupaten/kota se-Indonesia ini menargetkan peningkatan produksi yang terbilang sangat besar. Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan peningkatan sekira 353 persen pada 2014 dari produksi pada 2009 sebesar delapan juta ton. Pemprov Sulsel sendiri menargetkan produksi kelautan dan perikanan khusus jenis udang pada 2013 nanti sebesar 33.200 ton. Konsep minapolitan yang digagas Pemerintah Pusat diharapkan bisa membantu memacu target tersebut. Gebrakan memacu produksi sektor kelautan dan perikanan sebenarnya bukanlah barang baru. Gerakan Protekan telah digaungkan pada era pemerintahan BJ Habibie, kemudian pada era Megawati dikenal dengan nama Gerbang Mina Bahari. Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono pada masa periode pertamanya menjabat presiden juga telah memprogramkan peningkatan produksi kelautan dan perikanan. Menteri Kelautan dan Perikanan yang saat itu dijabat Freddy Numberi menamai programnya Revitalisasi Perikanan. (rif) Source: http://news.fajar.co.id/read/89934/45/minapolitan-pacu-produksi-udang-pinrang Comeliness April 23rd, 2010, 03:24 PM Nilai Ekspor Sulsel Naik 22 Persen Kamis, 22 April 2010 16:18 Makassar (ANTARA News) - Nilai ekspor Sulawesi Selatan (Sulsel) pada triwulan I 2010 mencapai 104,2 juta dolar AS atau naik 22,26 persen dibanding periode yang sama 2009 yang hanya mencapai 85,2 juta dolar AS. "Nilai ekspor triwulan I 2010 jauh lebih baik dibanding periode yang sama 2009, meskipun dari segi volume ekspor pada tahun ini lebih rendah yakni 40.234 ton dibanding periode triwilan I 2009 yang mencapai 50.700 ton," kata Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulsel H Achmad Habib di Makassar, Kamis. Menurut dia, total nilai dan volume ekspor komoditi andalan Sulsel itu bersumber dari lima subsektor yakni kehutanan, perikanan, tanaman pangan, perkebunan dan peternakan. Dia mengatakan, dari lima subsektor tersebut, perkebunan dan perikanan tercacat memberikan sumbangan ekspor yang lebih dominan baik dari segi volume maupun nilai ekspor. Berdasarkan data Disperindag Sulsel diketahui, pada triwulan I 2010 sektor perkebunan memberikan sumbangan volume ekspor sebanyak 29.800 ton dengan nilai ekspor 81.944.375 dolar AS. Sementara sektor perikanan, pada periode yang sama tercatat volume ekspor 9.542 ton yang memberikan nilai ekspor sebesar 21.811.874 dolar AS. Untuk sektor perkebunan, komoditi andalan Sulsel seperti kakao, kopi arabika, kopi robusta dan jambu mete banyak diserap AS, Belgia, Jepang, Australia, India dan Singapura. Sedang untuk komoditi sektor perikanan seperti ikan laut segar, ikan hias, kepiting hidup, rumput laut dan kerang pangsa pasarnya didominasi AS, Belgia, Chile, Jepang, Australia, Arab dan China. (T.S036/S016) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=15362:nilai-ekspor-sulsel-naik-22-persen&catid=36:news-economic&Itemid=62 Comeliness April 23rd, 2010, 03:26 PM JUMAT, 23 APRIL 2010 | 00:05 WITA | Sulsel Diusul Dapat Rp 1,5 T Dana Percepatan Infrastruktur JAKARTA -- Pemerintah Provinsi Sulsel dalam waktu dekat akan mendapatkan tambahan dana untuk percepatan pembangunan infrastruktur sekitar Rp 1,5 triliun. Dana ini akan dialokasikan dalam APBN Perubahan yang saat ini masih dalam tahap pembahasan. Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Tamsil Linrung mengatakan, dalam APBNP yang masih dibahas, Badan Anggaran telah mengusulkan untuk memberikan dana percepatan pembangunan infrastruktur bagi Sulsel. Dana ini akan membiayai sejumlah proyek, termasuk penyelesaian sejumlah proyek yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan. "Dana ini rencananya akan diberikan untuk pengerjaan sejumlah proyek, antara lain proyek strategis seperti jalan nasional, jalan penghubung provinsi serta kabupaten/kota, juga prasarana lainnya, termasuk pasar tradisional," jelas Tamsil Linrung, Kamis 22 April. Politikus PKS asal Sulsel ini mengatakan dana ini juga akan diperuntukkan pembangunan sejumlah bangunan kantor pemerintah yang masih belum rampung. "Ada beberapa proyek pembangunan kantor gubernur, bupati, walikota, kantor dinas, dan prasarana lainnya yang dibiayai namun belum rampung. Dana ini juga akan dianggarkan untuk pembangunan itu," tambah Tamsil. Pada pembahasan APBNP ini, Badan Anggaran juga mengalokasikan dana untuk peningkatan kegiatan ekonomi di Sulsel yang diikutsertakan dalam anggaran Rp 1,5 triliun itu. Dana ini akan digunakan untuk membantu pertumbuhan ekonomi di daerah, seperti sektor pertanian dan industri manufaktur. "Kami juga mengusulkan agar Sulsel mendapatkan dana untuk pembangunan irigasi, sanitasi, dan air bersih. Khusus irigasi ini, kami harapkan akan dapat membantu program Pemprov Sulsel untuk mencapai surplus dua juta ton beras," kata Tamsil. Dalam pembahasan ini, Tamsil juga mengakui bahwa pihak legislator di DPR sudah melakukan komunikasi dengan pihak DPD untuk memperoleh masukan atau usulan proyek yang akan mendapatkan alokasi anggaran. Di tempat terpisah, anggota Komite IV DPD RI Bahar Ngitung yang membidangi anggaran juga mengatakan ada sejumlah proyek di Sulsel telah diusulkan para senator ini. Antara lain dana bagi hasil migas, pembangunan CPI, anggaran untuk proyek rumah sakit Sayang Rakyat, dan tambahan irigasi untuk program surplus beras. Meski begitu, DPD juga mengusulkan kepada Menteri Keuangan untuk meningkatkan DAU Sulsel sebesar 33 persen dan pengalokasian DAK ke daerah dengan melibatkan pemerintah provinsi. Masalahnya, selama ini, DAK dialokasikan dan disalurkan ke daerah di Sulsel tanpa sepengatahuan gubernur. Padahal, sebagai wakil pemerintah pusat, gubernur harus mengetahui DAK yang diberikan ke daerah untuk pengawasan. "Pembahasan DAK ini sebaiknya melibatkan gubernur sehingga nanti pemerintah provinsi juga mengetahui anggaran yang akan diberikan ke daerah dan untuk apa saja. Sehingga, anggaran ini tidak saja diberikan ke daerah secara mentah-mentah," tambah Bahar. (die) Souce: http://metronews.fajar.co.id/read/89946/10/sulsel-diusul-dapat-rp-15-t Andhy2 April 25th, 2010, 12:30 AM Gerbang Kota Sengkang dari arah Pare-Pare http://static.panoramio.com/photos/original/34703748.jpg Monumen Pesawat A4-Sky Hawk http://static.panoramio.com/photos/original/34703754.jpg http://static.panoramio.com/photos/original/34703760.jpg http://static.panoramio.com/photos/original/34703764.jpg http://static.panoramio.com/photos/original/34703769.jpg Marsekal Madya Alimunsiri Rappe (sekarang dah pensiun), putra Wajo yang juga mantan Pangkoopsau II http://static.panoramio.com/photos/original/34703776.jpg Andhy2 April 25th, 2010, 12:34 AM Gerbang Kota Watampone dari Arah Sengkang (sama persis yang dari arah Makassar) http://static.panoramio.com/photos/original/34703780.jpg Bola Soba http://static.panoramio.com/photos/original/34703797.jpg Sumpang Labbu http://static.panoramio.com/photos/original/34703803.jpg http://static.panoramio.com/photos/original/34703810.jpg Felix_Bpp April 25th, 2010, 02:10 PM kota watampone.. kota dimana orang tua gw lahir :) thanks Andhy2 for those pictures.. :okay: Comeliness April 26th, 2010, 11:27 PM Kamis, 22-04-2010 Fox Vacancy Reizen Bidik Sulsel MAKASSAR,UPEKS--Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga berharap lebih banyak lagi wisatawan mancanegara. Khususnya dari Eropa yang datang ke Indonesia setelah Garuda Indonesia menerbangi rute Jakarta-Amsterdam. "Kami melakukan komunikasi dengan salah satu whole seller terbesar di Eropa yakni Fox Vacancy Reizen. Mereka berjanji pasca Garuda Indonesia terbang dari Jakarta ke Amsterdam akan fokus ke Indonesia dan berharap masuk ke Sulsel," kata Anggiat. Dari sisi bisnisnya PHRI ingin ada jalinan komunikasi secara efektif dengan para whole seller (travel agent) besar di Belanda. Seperti yang telah dilakukan bersama Frits Limbunan dalam kunjungan promosi sebelumnya ke Belanda. Menurutnya, promosi besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sulsel ke Belanda harus disikapi dengan pendekatan optimisme. Sebab Sulsel sudah cukup lama 'tidur terlelap' dalam kancah promosi internasional khususnya promosi ke pasar Eropa. Berdasarkan data statistik tahun 2009, dari sejumlah 35.531 wisatawan mancanegara yang ke Sulsel, mayoritas atau sekira 60% dari pasar Eropa Timur seperti Belanda dan Jerman. "Promosi yang dilakukan Pemprov Sulsel baru-baru ini jangan langsung dilihat hasilnya sejauh mana, itu butuh proses karena promosi tidak seperti makan cabe, ketika dimakan langsung kepedisan," kata Anggiat. Pastinya, kata Anggiat, promosi yang dilakukan Pemprov Sulsel merupakan bagian dari pencitraan Sulsel dimata dunia internasional. Apalagi kunjungan tersebut serta merta menyajikan tarian tradisional dari Sulsel serta membawa miniatur-miniatur dan kepingan CD beberapa obyek wisata yang potensial di Sulsel sehingga memudahkan wisatawan mancanegara untuk melihat potensi pariwisata Sulsel.(mg03) Pastinya, kata Anggiat, promosi yang dilakukan Pemprov Sulsel merupakan bagian dari pencitraan Sulsel dimata dunia internasional. Apalagi kunjungan tersebut serta merta menyajikan tarian tradisional dari Sulsel serta membawa miniatur-miniatur dan kepingan CD beberapa obyek wisata yang potensial di Sulsel sehingga memudahkan wisatawan mancanegara untuk melihat potensi pariwisata Sulsel.(mg03) Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=45744 Comeliness April 27th, 2010, 08:16 PM Dalam Dua Tahun Mereka Meraih Puluhan Penghargaan Minggu, 11 April 2010 Oleh Fredrich C. Kuen Makassar (ANTARA News) - Dua tahun kepemimpinan pasangan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, dan Wagub Agus Arifin Nu'mang, meraih 57 penghargaan nasional, tiga rekor MURI, dua di antaranya berhasil memecahkan rekor dunia Penghargaan itu merupakan pembuktian kinerja berjalan baik dan diakui oleh berbagai pihak, namun yang terpenting adalah dinikmati oleh masyarakat Sulsel. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, semua yang dilakukannya adalah untuk rakyat, penghargaan dan rekor MURI hanyalah dampak bahwa berbagai pihak memberikan apresiasi positif terhadap apa yang dikerjakannya hingga saat ini. "Betul, banyak yang telah kami raih, namun kami juga mengakui bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk tiga tahun ke depan," ucap Gubernur. Program baik, strategi tepat, lalu kerja bukan untuk mencari penghargaan, melainkan ikhlas untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. "Jujur saya katakan, kami tidak hanya mendapat pujian dan penghargaan, melainkan juga kritikan hingga demo, namun itu kami tanggapi sebagai kritikan untuk berbuat yang lebih baik, sebab sebagai manusia biasa pasti tidak sempurna, namun kami tetap akan berupaya berbuat yang terbaik untuk rakyat, minimal selama periode pemerintahan kami," ujar Gubernur. "Teman wartawan pun sering melakukan kritikan dan ibarat tinju, itu adalah 'jab-jab' yang sering dilancarkan, namun saya maklum bahwa kontrol itu dilakukan karena teman wartawan mencintai kami agar tetap konsisten berbuat yang terbaik untuk rakyat," katanya. Apa yang berhasil diraih pasangan Gubernur Syahrul Yasin Limpo dan Wagub Agus Arifin Nu'mang tidak terlepas dari program yang berpihak kepada rakyat dan strategi tepat yang dilakukannya untuk pencapaian yang dilaksanakan dengan ikhlas. Prof Dr J. Salusu, MA dalam bukunya "Pengambilan Keputusan Stratejik untuk organisasi publik dan organisasi nonprofit", mengatakan bahwa konsep-konsep stratejik selalu memberikan perhatian serius terhadap perumusan tujuan dan sasaran organisasi, faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahannya serta peluang-peluang dan tantangan yang senatiasa dihadapi oleh setiap organisasi. Keputusan stratejik memegang peranan sentral bagi organisasi karena menyangkut komitmen yang sangat luas tentang sumber daya, ditambah dengan kemungkinan risiko besar yang bisa timbul, atau sebaliknya dapat membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Sementara menyangkut keikhlasan Gubernur Syahrul Yasin Limpo berbuat terbaik untuk masyarakat Sulsel, Farid Poniman, Indrawan Nugroho, Jamil Azzaini dalam bukunya "Kubik Leadership, solusi esensial meraih sukses dan kemuliaan hidup" mengatakan bahwa kerja ikhlas adalah bentuk usaha terarah dalam mendapatkan sebuah hasil dengan menggunakan kesucian hati sebagai manifestasi kemuliaan dirinya. Kesucian hati adalah modal utama seorang pekerja ikhlas, sama halnya dengan mesin kecerdasan menjadi modal utama pekerja cerdas. Orang yang ikhlas adalah orang yang hatinya bersih. Tidak ada sedikit pun energi negatif atau kesia-siaan dalam aktivitasnya bekerja, yang ada hanya energi positif. Karo Humas Pemprov Sulsel, Agus Sumantri menguraikan, beberapa penghargaan strategis dari 57 penghargaan yang telah diraih Sulsel dalam dua tahun ini seperti penghargaan pembina terbaik nasional kategori pemeliharaan dan pengelola prasarana program nasional pemberdayaan masyarakat pedesaan, yang diserahkan oleh Mendagri dan disaksikan oleh Presiden RI (2010). Selain itu, ada pula penghargaan Satya Lencana Pembangunan di bidang pendidikan dari Presiden RI (2009), penghargaan bidang Kesatria Bhakti Husada dan Manggala Karya Bhakti Husada dari Menteri Kesehatan (2009), Penghargaan kinerja dalam pengelolaan sumber adaya air dari Menteri Pekerjaan umum (2009), penghargaan Adibakti Mina Bahari (pembangunan kelautan dan perikanan tingkat nasional) dari Menteri Kelautan dan Perikanan RI (2009), Penghargaan pembina kesehatan dan kesejahteraan kerja tahun 2009 dari Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta penghargaan lainnya. Sedangkan rekor MURi yang diraih 22 Maret 2010 adalah rekor MURI (4193) Transplantasi Terumbu Karang di 101 pulau sejumlah 22.220 terumbu karang yang sekaligus menjadi rekor dunia, rekor MURI (4194) penebaran ikan terbanyak 2,07 juta ekor dan rekor MURI (4195) Kerja Bhakti penanaman pohon pada 1.133 desa/kelurahan, 180 kecamatan pada 24 kabupaten/kota juga sekaligus memecahkan rekor dunia. Di bidang ekonomi, terjadi pertumbuhan ekonomi 7,78 persen, inflasi turun dari 9,6 persen turun menjadi 3,1 persen, berhasil surplus beras dua juta ton yang menghasilkan Rp14 triliun pada areal pengembangan 800.000 hektare melalui pembagian benih gratis kepada petani dengan nilai Rp218 miliar, dan surplus jagung 1,5 juta ton menghasilkan Rp3,4 triliun. Pendapatan Sulsel naik dari Rp68 triliun menjadi Rp82 triliun, pendapatan per kapita naik dari Rp9 juta menjadi Rp13 juta/kapita/tahun. Komoditi lain yang juga terus berkembang berbasis rakyat seperti kakao, udang, ikan laut dan lainnya. Pertumbuhan ekonomi Sulsel secara nasional sangat kuat karena komoditi berbasis rakyat melibatkan 13.000 kelompok tani. Sekarang, Sulsel juga sedang mengembangkan kawasan Center Point of Indonesia di kawasan Tanjung Bunga Pantai Losari Makassar yang bernilai triliunan rupiah, karena dalam kawasan itu akan dibangun pusat bisnis, superblok, lapangan sepakbola, lapangan golf, Istana Negara, masjid di laut, berbagai sarana pariwisata dan obyek wisata serta lainnya. Memasuki tahun ketiga pemerintahannya, Syahrul Yasin Limpo yang merintis karir kepamongprajaannya dari Kepala Kelurahan, Kepala Kecamatan, Bupati, Wakil Gubernur dan kini Gubernur Sulsel, akan melakukan pengembangan industri di Sulsel, minimal dasar-dasar pengembangan yang kokoh. "Ini kami programkan untuk kelanjutan program pertanian agar tidak terjadi stagnan, melainkan akan menjadi pengembangan ekonomi berbasis rakyat secara berkesinambungan," ujar Gubernur Syahrul. Selain itu, mereka pun tetap melanjutkan prioritas pengembangan surplus beras dan jagung, peningkatan produksi kakao, sapi dan rumput laut. (T.F003/H-KWR) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=15075:dalam-dua-tahun-mereka-meraih-puluhan-penghargaan&catid=42:news-features&Itemid=68 Comeliness April 27th, 2010, 08:20 PM Ekspor Sulsel Bisa Capai Rp10 Triliun Selasa, 27 April 2010 19:47 Makassar (ANTARA News) - Ekspor berbagai mata dagangan Sulsel 2010 bisa mencapai Rp10 triliun atau lebih tinggi dari target tahun ini Rp7 triliun. "Target nilai ekspor yang lebih besar ini dipatok setelah melihat perkembangan jumlah permintaan ekspor yang meningkat signifikan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulsel Amar Kadir di Makassar, Selasa. Menurut dia, target nilai ekspor tersebut optimistis akan dicapai, apalagi Pemprov Sulsel sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah Atase Perdagangan dari luar negeri yang juga turut membantu mempromosikan produk ekspor Sulsel. Dia mengatakan, bercermin pada triwulan pertama 2010 nilai ekspor Sulsel mencapai 104 juta dolar AS atau lebih tinggi 22 persen dibandingkan periode yang sama 2009 yang hanya 85 juta dolar AS. Untuk nilai ekspor ke mancanegara seperti AS, Belgia, Chile, Jepang, Hongkong dan Singapura, umumnya bersumber dari produk perkebunan, perikanan dan pertanian. Sementara untuk nilai ekspor 2011, Amar memprediksi akan turun dibanding target dan capaian 2010. Alasannya, karena pajak ekspor biji kakao mulai diberlakukan pada akhir 2010. "Pajak ekspor biji kakao itu sedikit banyaknya akan mempengaruhi ekspor biji kakao ke negara tujuan," ujarnya. Hal senada dikemukakan Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Sulsel H Achmad Habib pada keterangan terpisah. Menurut dia, pemberlakukan pajak ekspor biji kakao itu akan menurunkan animo petani kakao menjual produknya ke luar negeri melalui eskportir. "Pajak ekspor yang dinilai membebani petani secara tidak langsung itu, akan menyebabkan mereka memilih untuk memasarkan kakaonya di dalam negeri saja," ujarnya. (T.S036/S016) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=15503:ekspor-sulsel-bisa-capai-rp10-triliun&catid=36:news-economic&Itemid=62 Comeliness April 28th, 2010, 07:06 PM Sulsel Ditarget Penghasil Udang Terbesar di Indonesia Rabu, 28 April 2010 | 21:19 WIB TEMPO Interaktif, Makassar- Makassar-Ke depan Pemerintah Sulawesi Selatan menargetkan mampu menjadi produsen udang nomor wahid di Indonesia. Pada 2013, produksi udang di daerah ini diharap mencapai 33.200 ton. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan Iskandar, mengatakan Provinsi Sulawesi Selatan sangat berpotensi menjadi produsen udang terbesar di Indonesia. Indikatornya, melihat luas tambak di daerah ini 24 persen dari luas tambak secara nasional. Pada 2009, produksi udang Sulawesi Selatan mencapai 18 ribu ton. Asumsi peningkatan produksi udang ditarget mencapai lima ribu ton per tahun.“Dengan asumsi ini, kita optimis mencapai target di 2013,” kata dia dihubungi via telepon. Mencapai target tersebut, dinas kelautan dan perikanan telah melakukan identifikasi masalah. Hasilnya, ada tiga persoalan pokok menjadi hambatan yaitu bibit, infrastruktur, dan permodalan. “Ketiganya butuh penanganan secara menyeluruh,” katanya. Dia memaparkan, selama ini petani tambak tidak menggunakan bibit unggul yang disarankan instansi terkait. Petambak kerap pula menerapkan pola pembudidayaan udang secara tradisional. Padahal ini membuat bibit rentan terhadap penyakit seperti bintik putih. “Ke depan, kita akan menerapkan sistem sertifikasi penggunaan bibit udang,” lanjutnya. Masalah lain yang ikut jadi perhatian, lahan tambak yang tidak memenuhi standar rencananya direhabilitasi dengan cara memperbaiki sistem pengairan. Pemerintah akan melakukan perbaikan, melalui teknologi budidaya monokultur dan polikultur udang. Mengenai kendala modal, diharap dapat teratasi. Sebab pemerintah provinsi melakukan penandatangan nota kesepahaman dengan empat bank yaitu Bank Rakyat Indonesia, Bank Nasional Indonesia, Bank Mandiri, dan Bank Sulawesi Selatan. Dari kerja sama tersebut, pemerintah mentargetkan tidak kurang dari Rp 528 miliar dana segar dapat dikucurkan ke petani tambak. “Dengan anggaran tersebut, kami optimsitis sanggup melakukan perbaikan-perbaikan untuk mencapai target produksi,” yakin dia. Menurut dia, di Sulsel terdapat 99.453 hektar potensi tambak tersebar di 19 kabupaten/ kota. Sentra pengembangan udang terbesar berada di Kabupaten Pinrang, Wajo, Barru dan Pangkep. Potensi tambak ini ditunjang 35 unit perusahaan hatchery skala besar dan 100 unit hatchery skala rumah tangga. ARIFUDDIN KUNU Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/makassar/2010/04/28/brk,20100428-244044,id.html Comeliness April 29th, 2010, 08:31 PM Kamis, 29-04-2010 HRI Investasi Hotel Rp50,3 M di Palopo MAKASSAR,UPEKS-Sektor pariwisata di Sulawesi ke depan akan terus bertumbuh pesat, itu terlihat dari semakin tingginya nilai investasi sektor perhotelan, sebut saja PT Hikmah Resources Indonesia (HRI) yang berencana membangun Hotel Grand Hikmah Luwu dengan nilai investasi menembus angka Rp50,3 miliar. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT HRI, Ola Hikmah, kepada Upeks saat peresmian kantor barunya di Menara Makassar, Rabu (28/4). Menurut Hikmah, hotel tersebut merupakan hotel bintang 3 dengan fasilitas dan pengelolaan sistem bintang 4 yang dilengkapi 101 kamar terdiri dari deluxe room, superior dan presiden suite. "Kita mempunyai banyak rencana pembangunan hotel, seperti yang di Luwu rencananya peletakan batu pertama tanggal 25 Mei 2010 yang akan dibangun selama 11 bulan atau setahun, pada 25 Maret 2011 nanti kita usahakan sudah soft opening," katanya. Selain itu, tambah Hikmah, pembangunan hotel tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Pemerintah Daerah setempat dengan kepemilikan saham 80% dimiliki PT HRI dan sekira 20% dimiliki Pemda. "Hotel itu dibangun diatas lahan pemda seluas 5.600 meter persegi dengan enam lantai," jelasnya. Tidak hanya membangun hotel di Luwu, secara berkesinambungan, PT HRI pula akan membangun sebuah hotel bintang 4 yang dipusatkan di bilangan jalan Aroepala Makassar pada 2012 mendatang dan sejumlah kota besar di Kawasan Timur Indonesia (KTI).(rul-mg11) Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=46014 Ocean One April 30th, 2010, 06:52 AM Ekonomi Sulsel Diprediksi di Atas 7% MAKASSAR – Biro Pusat Statistik (BPS) memprediksi pertumbuhan ekonomi Sulsel untuk 2010 akan melewati angka 7%.Perkiraan tersebut berdasarkan teratasinya krisis listrik yang sempat menghambat investasi dan kinerja ekonomi riil. Kepala BPS Sulsel Bambang Suprijanto mengatakan, dengan teratasinya krisis listrik, kinerja unit ekonomi di luar sektor pertanian diharapkan kembali pulih.Beberapa unit ekonomi baru, seperti perikanan dan perkebunan, mulai memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi. ”Di tengah deraan krisis listrik dan keuangan global,ekonomi Sulsel masih mampu bertahan pada angka 6,20% dan itu sangat mengesankan. Karena itu, pada 2010 ini, diprediksi ekonomi Sulsel akan bertumbuh di atas 7%,” katanya di Kantor Gubernur Sulsel. Sebagai gambaran awal, pertumbuhan PDRB pada triwulan I/2010 telah meningkat sekitar 18,80% dibanding periode yang sama 2009 lalu.Sementara pertumbuhan PDRB konstan triwulan I/- 2010 dibandingkan PDRB konstan triwulan I/2009, mengalami peningkatan 7,52%. Sekadar diketahui, hingga akhir 2009, PDRB per kapita Sulsel sesuai survei BPS mencapai Rp12,6 juta. ”Selain peningkatan kapasitas produksi, diharapkan juga terjadi peningkatan penanaman modal atau investasi baru di Sulsel terutama sektor industri dan jasa,”tandasnya. Menurut dia, di tengah krisis yang menghancurkan perekonomian negara maju,Sulsel mampu menjaga kinerja ekonomi di luar sektor pertambangan sehingga dapat tumbuh impresif sebesar 7,34% pada 2009 lalu.Sementara pertumbuhan ekonomi nasional tanpa migas hanya 4,90%. Seb a l i k nya, pada sektor perdagangan, hotel, dan rumah makan masih dapat tumbuh sebesar 10,77%. Begitu pula sektor properti, angkutan, komunikasi, keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan masih dapat tumbuh 21% pada tahun ini.”Level PDRB Sulsel,seharusnya bisa lebih baik dari yang sekarang ini, jika unit ekonomi mau melaporkan data dengan sejujurnya,”paparnya. Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, basis pertanian sudah cukup kuat dan ke depan diarahkan pada pendekatan agroindustri untuk membuka lapangan kerja. Gubernur juga meminta dibuat prediksi pertumbuhan ekonomi sesuai data berdasarkan realisasi investasi dan kesiapan infrastruktur penunjang.Menurutnya, kinerja ekonomi Sulsel hanya bisa dipertahankan dengan menyediakan infrastruktur penunjang, khususnya aksesibilitas jalan. Comeliness April 30th, 2010, 06:34 PM Jumat, 30-04-2010 Gasing Group-Knut Investasi Rp 1 T Untuk Bangun Listrik Tenaga Air di Toraja MAKASSAR,UPEKS-Pengusaha listrik asal Nurwegia dan pengusaha sukses asal Tana Toraja, Yunus K akan membangun listrik tenaga air berkekuatan 300 mega watt. Pembangunan tenaga listrik yang direncanakan akan dibangun itu merupakan kerjasama Gasing Group dan Knut Fossum Gruppen, pengusaha tenaga listrik swasta tertua di Nurwegia. Pembangun Tenaga listrik itu menelan anggaran lebih Rp 1 triliun. Pimpinan Gassing Gorup, Yunus K didampingi Jansen Tangketasik di sela-sela ketika menggelar pertemuan dengan Knut, pengembang listrik swasta terbesar tenaga air Nurwegia, di Hotel Aryaduta, Kamis kemarin mengemukakan, pembangunan listrik tenaga air tersebut akan menyerap tenaga kerja ribuan orang. Dan kebanyakan akan diambil dari masyarakat Tana Toraja. "Bagi saya dan Pak Jansen, tentunya pembangunan pembangkit listrik tenaga air kelak akan mendatangkan keuntungan besar bagi masyarakat Tana Toraja, selain karena merekrut tenaga kerja ribuan orang, juga manfaat lain menguntungkan bagi pendapatan asli daerah (PAD)," ujarnya. Menurutnya, keinginannya bekerja sama dengan pengusaha terkenal asal Nurwegia tersebut bukan tanpa alasan. Selain, karena Tana Toraja masih kekurangan pasokan listrik. "Harus diingat, listrik tersebut, selain dikhususkan bagi masyarakat Toraja, juga masyarakat Sulsel umumnya," paparnya, seraya menambahkan, alasan kerja sama dengan pengusaha Nurwegia tersebut karena saat ini membangun listrik di Manipi dan Enrekang. Di bagian lain Yunus mengemukakan, karena kapasitas listrik berkekuatan besar, 300 Mega Watt, maka pihaknya juga akan bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). "Jadi kami juga akan melakukan kerja sama dengan PLN untuk menyalurkan kepada masyarakat," jelasnya. Menjawab pertanyaan wartawan, Yunus K mengatakan, pembangunan pembangkit listrik tenaga air tersebut tidak berkaitan dengan pesta demokrasi lokal lima tahunan di daerah tujuan wisata tersebut. "Begini, tidak ada hubungan apapun pembangunan pembangkit listrik di Tana Toraja dengan Pikalda. Artinya, jadi atau tidaknya saya dan Pak Jansen terpilih sebagai bupati dan wakil bupati di Toraja, pembangkit listrik itu tetap jalan," ujarnya. Senada dengan Yunus K, pasangan calon wakil bupati Tana Toraja, Jansen mengemukakan, rencana pembangunan pembangkit listrik tersebut karena masyarakat Toraja saat ini belum mendapatkan listrik dengan baik. "Bayangkan saja, sebagian besar masyarakat Tana Toraja belum menikmati listrik. (mg06) Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=46108 Comeliness May 2nd, 2010, 12:09 AM Sabtu, Mei 01, 2010 Realisasi Investasi Listrik Minim MAKASSAR – Realisasi investasi pembangkit listrik di Sulsel ternyata masih minim. Dari tujuh rencana investasi yang tercatat di Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) dengan kapasitas 265 megawatt (MW), hanya dua yang masuk tahap realisasi. Dua pembangkit listrik tersebut, yakni PT Makassar Power di Kabupaten Pinrang dengan kapasitas 60 MW dan PT Energy Equity di Kabupaten Sengkang sebesar 135 MW. Sementara lima rencana investasi pembangkit listrik lainnya, yakni PT Malea di Kabupaten Tana Toraja dengan rencana kapasitas terpasang 182 MW dari PLTA dan PT Sulawesi Mini Hydro di Kabupaten Sinjai yang merupakan pembangkit tenaga air dengan kapasitas 10 MW. Tiga pembangkit lainnya yang masuk rencana investasi, yakni PT Bosowa Energy di Jeneponto, PT Fajar Futura Energy di Luwu, dan PT Kassa Listrindo di Kabupaten Takalar dengan rencana kapasitas 100 MW. Kabid Pengendalian dan Pengawasan Investasi BKPMD Sulsel Yos Harmen mengatakan, total nilai investasi dari tujuh rencana pembangunan pembangkit listrik tersebut sebesar Rp6,9 triliun. Tiga di antaranya investasi asing, yakni di Pinrang, Sengkang, dan Sinjai. “Namun, sampai saat ini baru dua yang terealisasi dan memasok listrik untuk kebutuhan PLN Sulselbar. Sementara lima lainnya masih dalam rencana, padahal sudah mendapatkan izin dari PLN,” ungkapnya kepada Seputar Indonesia( SI) di Kantor Gubernur Sulsel. Dari tujuh pembangkit tersebut, baru 195 MW yang masuk sistem Sulselbar dari total rencana kapasitas terpasang sebanyak 689,5 MW. Selain itu,direncanakan pengembangan investasi dengan penambahan kapasitas dari dua pembangkit, yakni PT Energy Sengkang sebesar 120 MW dan PT Sulawesi Mini Hydro menjadi 100 MW. Dari hasil pertemuan dengan direksi PLN, disepakati mempercepat investasi pembangkit listrik. Hal tersebut untuk mengantisipasi krisis listrik, sekaligus pemenuhan kebutuhan listrik untuk rumah tangga dan industri di Sulsel. “PLN berkomitmen mempercepat realisasi investasi pembangkit yang lambat seperti di Jeneponto, Tana Toraja, dan Luwu. Untuk sementara direksi berkomitmen memenuhi suplai listrik Sulsel sebesar 280 MW dari penyewaan genset,” ujarnya. Menurutnya, hingga saat ini sektor pembangkit yang paling diminati dikembangkan,yakni PLTA dan PLTG, karena dinilai lebih murah. Harga jual per kwh listrik pun jauh lebih rendah dibanding pemakaian tenaga diesel. Diharapkan, jika seluruh rencana investasi tersebut terealisasi, Sulsel akan mengalami overstok energi sehingga tidak terjadi lagi krisis. Ketersediaan energi tersebut diyakini mampu memicu sekaligus menjadi jaminan tumbuhnya investasi, baik asing maupun dalam negeri. “Semua investasi pembangkit sudah pasti disetujui PLN sebagai konsumen. Karena itu, izinnya harus melalui PLN juga,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Biro Pusat Statistik (BPS) Sulsel Bambang Suprijanto mengatakan, krisis listrik yang sempat melanda Sulsel sejak pertengahan 2009 lalu hingga akhir Maret 2010, memicu menurunkan produktivitas sektor industri pengolahan. Dari survei yang dilakukan BPS, sektor industri pengolahan mengalami penurunan pertumbuhan yang cukup drastis. Pada 2008 lalu, sektor ini tumbuh sebesar 8,71%, tapi menurun tajam hingga 3,64% pada akhir 2009. (si-abriandi) Source: http://makassarterkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=663:realisasi-investasi-listrik-minim&catid=44:info-terkini&Itemid=139 Comeliness May 2nd, 2010, 04:43 PM SABTU, 01 MEI 2010 | 03:20 WITA | Bank Sulsel Resmi Jadi Bank Sulselbar MAKASSAR -- Untuk mengakomodasi kepentingan dua provinsi (Sulsel dan Sulbar), para pemegang saham Bank Sulsel sepakat mengganti nama menjadi Bank Sulselbar, Jumat, 30 April. Penggunaan nama baru tinggal menunggu pengesahan dari otoritas moneter, Bank Indonesia (BI). Direktur Utama Bank Sulsel, Ellong Tjandra, mengatakan, sebagai konsekuensi dari pembentukan Bank Sulselbar tersebut, jajaran komisaris akan bertambah satu orang yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar). Kondisi tersebut untuk mengakomodasi keberadaan Sulbar dalam komposisi pengelolaan Bank Sulselbar. "Selain itu, dalam RUPS juga direncanakan adanya penambahan satu orang jajaran direksi. Namun, pembahasan secara detail masih akan dilakukan secara intens," tuturnya Jumat, 30 April. Mantan bankir Bank Mandiri tersebut menyatakan, terbentuknya Bank Sulselbar tersebut dengan sendirinya menutup peluang terbentuknya Bank Sulbar yang telah diwacanakan sejak tahun lalu. Ellong sendiri menyatakan, untuk posisi komisaris utama yang selama ini dijabat oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) akan tetap. Demikian pula dengan posisi komisaris yang dijabat Andi Tjoneng Mallombasang. Menurut Ellong, terkait posisi saham Pemprov Sulsel yang terus mengalami penurunan, dia menyebutkan, sudah rencana untuk melakukan penambahan modal usaha di Bank Sulsel. Langkah tersebut harus dilakukan untuk menjaga kepemilikan saham mayoritas Pemprov Sulsel di bank tersebut. (id) Source: http://news.fajar.co.id/read/90853/45/bank-sulsel-resmi-jadi-bank-sulselbar Comeliness May 3rd, 2010, 10:22 PM Sabtu, 01 Mei 2010 19:11 WIB Lima Kabupaten di Sulsel Terancam Gelap Gulita Penulis : Lina Herlina http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20100501_055248_pltg2.jpg MI/M.Irfan MAKASSAR--MI: Lima kabupaten di Sulawesi Selatan terancam gelap gulita akibat keluarnya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sengkang dari sistem kelistrikan PT PLN Sulselbar per Sabtu (1/5). Lima Kabupaten tersebut adalah Sidrap, Enrekang, Soppeng, Sinjai dan Bone. Menurut General Menjer PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tbk Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) Ahmad Siang, keluarnya sistem PLTG Sengkang dari kelistrikan PLN Sulselbar, listrik di Sulsel defisit 130 Mega Watt (MW). "Akibatnya kami meminta agar semua industri yang ada di Sulsel dan punyak pembangkit listrik sendiri sementara keluar dari sistem kelistrikan agar mengurangi defisit listrik. Meski sebenarnya industri tersebut keluar maka tetap terjadi defisit. Tapi setidaknya mengurangi defisit," jelasnya. Karenanya setidaknya 56 industri yang ada di Kota Makassar dan sekitarnya seperti pusat perbelanjaan, pabrik, telekomunikasi, hotel, warung waralaba dan perusahaan semen. Hanya saja, meski 56 industri tersebut dikeluarkan dari sistem kelistrikan sementara, itu hanya mengurangi defisit sebesar 63 MW sehingga kelistrikan Sulsel masih defisit sebesar 67 MW. "Akibat kondisi tersebut, yang terjadi bukan pemadaman bergilir tapi pemadaman permanen yang bisa terjadi selama 12 jam. Tapi semoga hanya terjadi malam ini saja, karena kami pun tidak tahu masalah yang terjadi di PLTG Sengkang, karena tidak ada alasan dari sana, apakah rusak atau bagaimana," ungkap Ahmad. Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Indonesia, berkaitan dengan peringatan Hari Buruh Sedunia, tenaga kontrak di PLTG Sengkang menggelar unjuk rasa menuntut upah layak dan kesejahteraan. Mereka menduduki PLTG Sengkang sehingga aktifitas di PLTG tersebut terhenti dan keluar dari sisten sejak pukul 04.42 Wita. (LN/OL-06) Source: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/01/139875/128/101/Lima-Kabupaten-di-Sulsel-Terancam-Gelap-Gulita Comeliness May 4th, 2010, 01:21 AM http://smileys.on-my-web.com/repository/Thinking/thinking-006.GIF Selasa, 4 Mei 2010 | 04:24 WITA Mabes Polri Turun Tangan KISRUH krisis listrik di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan sekitarnya membuat Markas Besar (Mabes) Polri "turun tangan". Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal (Komjen) Jusuf Manggabarani diagendakan meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Sengkang di Gilireng, Wajo, Senin (3/5). Jusuf akan didampingi Kapolda Sulsel Irjen Polisi Adang Rochjana, Mereka akan melihat langsung kondisi di PLTGU Sengkang dan kawasan PT Energy Equity Epic Sengkang (EEES) yang menjadi pemasok gas bagi PLTGU. Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Polisi Hery Subiansauri mengatakan, Wakapolri bersama kapolda akan memantau langsung perkembangan situasi keamanan di area EEES yang sempat diduduki warga yang berdemonstrasi. Mantan Kapolda Sulsel ini dijadwalkan akan bertolak ke Sengkang dengan helikopter dari Markas Polda Sulsel Jl Perintis Kemerdekaan sekitar pukul 10.00 wita. Jusuf dijadwalkan hanya berada satu jam di Sengkang sebelum kembali Makassar lalu ke Jakarta. Belum diperoleh konfirmasi seputar acara lain Jusuf di daerah ini. Diplomasi Sumber Tribun menyebutkan, Mabes Polri menaruh perhatian terhadap kasus pendudukan area PT EEES yang mengeksplorasi gas bumi di Wajo. Pihak Kedutaan Besar Australia dikabarkan melakukan kontak dengan Kementerian Luar Negeri RI terkait dengan "nasib" perusahaan patungan asal Australia tersebut. "Mereka cukup terusik dengan pendudukan itu. Apalagi ada beberapa tenaga kerja asing yang bekerja di perusahaan tersebut," ujar sumber tersebut. Ratusan warga menduduki area PT EEES menuntut perusahaan tersebut membayar royalti kepada Pemkab Wajo. Alasannya, perusahaan tersebut sudah cukup lama menggerus kekayaan alam daerah tersebut. Namun PT EEES berkilah, mereka tak bisa membayar royalti karena dalam kondisi merugi. Warga kembali mengancam akan melakukan aksi besar-besaran. Apalagi, aksi ini mendapat dukungan dari kalangan legislatif dan eksekutif.(ali/axa) Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/100823/Mabes-Polri-Turun-Tangan Comeliness May 4th, 2010, 08:22 PM Selasa, 4 Mei 2010 | 21:17 WITA Instalasi Gas PLTGU Sengkang Dibuka :) Laporan: Kompas.com http://www.tribun-timur.com/photo/2010/05/98414c90504ef5c82c267978e331a228.jpg PLTG Sengkang JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Pasokan gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Sengkang direncanakan segera pulih dengan dibukanya kembali instalasi gas di pembangkit tersebut. Hal ini diharapkan bisa menjamin kecukupan listrik pada sistem Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara. Menurut Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi R Priyono, Selasa (4/5/2010), saat dihubungi di Jakarta, kemarin sore instalasi gas sudah dibuka operator migas sehingga pasokan gas ke PLTGU Sengkang segera pulih. Sebelumnya operator migas melarikan diri karena akan disandera pengunjuk rasa dan aktivis lembaga swadaya masyarakat setempat. Secara terpisah, Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara Dahlan Iskan berharap agar pemerintah pusat segera turun tangan untuk memastikan kelancaran pasokan gas tersebut demi terjaminnya kecukupan listrik di sistem Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara. Sebelumnya, pasokan gas oleh PT Energy Equity Epic Sengkang (EEES) ke PLTGU Sengkang dihentikan akibat pendudukan massa atas instalasi gas di pembangkit itu sejak beberapa hari terakhir ini. Pendudukan massa itu sebagai protes atas belum diterimanya dana bagi hasil gas dari pemerintah pusat ke daerah setempat. Hal ini menimbulkan dampak yang sangat merugikan bagi PLN dan masyarakat karena pasokan listrik berkurang yang mengakibatkan padamnya listrik di sebagian tempat di Sulawesi. Seharusnya pemda menuntut pemerintah pusat atas dana bagi hasil gas itu melalui berbagai saluran komunikasi, kata dia. Direktur Bisnis dan Manajemen Risiko PT PLN Murtaqi Syamsudin khawatir pendudukan massa itu bisa mengubah persepsi risiko atas investasi di Indonesia mengingat instalasi gas dan pembangkitan adalah partisipasi investor luar negeri atau asing. Padahal saat ini investor asing di bidang kelistrikan sedang gencar-gencarnya diundang PLN dan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia. Defisit daya Selama ini PT EEES memasok 45 juta standar metrik kaki kubik gas per hari ke PLTG Sengkang yang berkapasitas 135 MW. Terhambatnya pasokan gas beberapa hari ini menyebabkan defisit daya sistem kelistrikan Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara (Sul serabar) 135 MW dan berakibat pemadaman bergilir di wilayah itu. Direktur Operasi Indonesia Timur PLN, Vickner Sinaga menambahkan PLN terpaksa membakar solar untuk mengoperasikan PLTG miliknya untuk menambah pasokan 40 MW ke sistem kelistrikan di wilayah itu. Pihaknya juga meminta pelanggan industri dan bisnis PLN menggunakan genset sendiri untuk mengurangi pemakaian listrik hingga 50 MW. Menurut Dahlan, PLTGU Sengkang sulit dioperasikan dengan solar karena lokasinya di pedalaman, tidak di pinggir laut . hal ini tidak memungkinkan mengadakan cadangan solar melalui angkutan darat. Karena itu, pembangkit listrik tersebut tidak bisa beroperasi secara normal jika tidak ada pasokan gas.(*) Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/101020/Instalasi-Gas-PLTGU-Sengkang-Dibuka Comeliness May 5th, 2010, 11:16 PM Edisi 05 Mei 2010 - Koran Tempo Keliling Asia Perkenalkan Wisata Sulawesi Selatan Di Selangor, komunitas ini sempat membawakan tari Paduppa, lengkap dengan baju adat Bugis-Makassar. Syamsul menggenggam selembar brosur ukuran kuarto yang memamerkan foto tempat-tempat wisata di Sulawesi Selatan, lengkap dengan keterangan gambarnya. Beberapa tempat itu adalah Pelabuhan Paotere, Fort Rotterdam, Tanjung Bira, bengkel pembuatan kapal pinisi Bulukumba, Tana Toraja, serta Pemandian Alam Eremerasa Bantaeng. Brosur informasi pariwisata Sulawesi Selatan itulah yang dibawa 35 anggota Komunitas Backpakers Makassar berkeliling Thailand, Singapura, dan Malaysia. Tiba di setiap negara tujuan, 100 lembar brosur dibagikan kepada penduduk setempat. "Brosur itu tidak hanya dibagikan, tapi juga dijelaskan secara lisan kepada penerimanya," kata Syamsul, yang merupakan pendiri dan Ketua Komunitas Backpacker Makassar, kepada Tempo pekan lalu. Bagi anggota komunitas ini, kegiatan menjelajahi negara-negara Asia Tenggara itu bukan sekadar untuk memuaskan hobi mereka bertualang, melainkan juga membawa misi memperkenalkan tempat-tempat wisata dan budaya Sulawesi Selatan. "Kota Makassar maupun Provinsi Sulawesi Selatan kurang publikasi di luar negeri," kata Herlina, 25 tahun, salah satu anggota Backpackers Makassar, yang ikut kegiatan bertajuk "Invasi Asia Tenggara" itu. Perjalanan Invasi Asia Tenggara dilakukan selama sepekan, sejak 9 April hingga 16 April 2010. Tidak hanya packer Makassar yang turut serta, empat packer Jakarta dan Bandung juga ikut bergabung melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta, Jakarta, dan bertemu di Bandar Udara Changi, Singapura. Bertemu di Changi, ke-35 orang ini kemudian dipecah menjadi 8 kelompok, masing-masing beranggotakan 4-5 orang. Mereka kemudian berpencar mendatangi tempat wisata dalam kota dalam sehari, seperti Pulau Sentosa, Little India, China Town, X-Plane, dan Botania Garden. "Sistem titik pertemuan kami berlakukan karena terlalu banyak tempat yang dikunjungi. Kami semua bertemu kembali di suatu tempat," ujarnya. Syamsul bercerita, di negara bekas jajahan Inggris itu, para packer tidur di Bandara Changi karena pesawat tiba dini hari. "Ternyata tindakan kami dianggap biasa. Kami kira akan diusir semua," kata dia sambil tertawa. Sore harinya, semua anggota berkumpul di Little India untuk melanjutkan perjalanan dengan cara hitchhiking alias menumpang mobil orang ke Kuala Lumpur. "Di negara itu, kami tidak ingin berlama-lama karena harga makanan dan minuman sangat tinggi," ujarnya. Alangkah senangnya packer Makassar karena, saat di Malaysia, mereka disambut mesra rekannya dari backpacker Malaysia dan Direktur Departemen Pariwisata Selangor. Hebatnya lagi, packer Makassar juga sempat membawakan tari Paduppa, lengkap dengan baju adat Bugis-Makassar. "Kami memang sudah mempersiapkan baju adat dari Makassar. Karena kami sudah berkomunikasi sebelumnya," ujarnya. Di Selangor, mereka menghabiskan waktu berkeliling Malaysia selama empat hari hingga perjalanan dilanjutkan ke Thailand. Demonstrasi oleh kelompok Kaus Merah, yang meramaikan bagian selatan negara itu, tidak menciutkan nyali para petualang ini untuk melewati Negeri Gajah Putih. Di sana mereka juga bertemu dengan para backpacker negara itu. "Sebelumnya, kami sudah melakukan kontak via surat elektronik dengan mereka untuk berkunjung ke sana," kata Syamsul. Ia menuturkan, Komunitas Backpackers Makassar terbentuk pada 2009. Pemrakarsanya adalah Syamsul dan beberapa temannya yang gemar menjelajahi kota dan negara. Hingga sekarang, jumlah anggota Backpackers Makassar sudah mencapai 2.000 orang yang terdaftar melalui Facebook. "Facebook sangat membantu kami memperkenalkan klub ini dan menambah anggota," kata dia. Berkat situs web pertemanan itu pulalah anggota Backpackers Makassar tidak hanya berasal dari Makassar atau Indonesia, tapi juga dari berbagai negara. Prosedur bergabung dengan Backpackers Makassar tidaklah rumit. Cukup bergabung di Facebook, kemudian mengikuti pertemuan dengan para anggotanya yang sudah melanglang buana ke berbagai negeri untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, atau bahkan berbagi peralatan packing. "Agenda kami sangat banyak, kadang melayani para backpacker lain yang datang ke sini," katanya. Peralatan perjalanan jelajah dalam kota itu tidak terlalu banyak seperti para penjelajah hutan, gunung, dan tebing, yang perlu peralatan khusus. Peralatan utama adalah dayback hingga carrier kemudian peralatan pendukung lainnya sesuai dengan tujuan. "Selain itu, harus punya paspor dan visa serta surat perjalanan lainnya untuk negara-negara yang mewajibkan itu," ucapnya. Dalam perjalanan Invasi Asia Tenggara, Syamsul melanjutkan, rata-rata packer membawa pakaian tiga sampai empat pasang baju dan celana, kantong tidur, obat-obatan pribadi, tempat makanan, sepatu, dan sandal. "Peralatan lain yang dianggap penting, seperti spanduk dan baju adat Makassar-Bugis. Karena anggota yang perempuan akan menari di Malaysia," kata dia. ABD AZIS Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2010/05/05/Makassar/krn.20100505.199306.id.html afril May 6th, 2010, 02:48 PM halo forumers sulsel, salam kenal ya :hi:, boleh ikutan posting ya..:) Sulsel Butuh 500 Kamar Hotel Lagi Kamis, 6/5/2010 | 17:16 WIB MAKASSAR, KOMPAS.com - Sulawesi Selatan (Sulsel) membutuhkan penambahan sekitar 500 kamar hotel hingga tahun 2013 untuk menunjang pertumbuhan tingkat hunian yang terus meningkat setiap tahun. "Kita masih membutuhkan sekitar 500 kamar hotel untuk menunjang pertumbuhan tingkat hunian hotel di Sulsel," kata Sekertaris Umum Pehimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Farid Said di Makassar, Kamis. Menurut dia, jumlah kamar hotel di Sulsel saat ini mencapai 7.000 unit, sedang khusus Kota Makassar terdapat 3.950 unit kamar dari sekitar 50 hotel mulai dari hotel berbintang lima hingga kelas melati. Dia mengatakan, pentingnya pengadaan kamar itu, terkait pula dengan persiapan Kota Makassar dan Sulsel menghadapi tahun kunjungan wisata 2011 dan 2012. "Makassar sudah diakui sebagai salah satu kota "Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition" (MICE) di Indonesia, sehingga dapat menjadi lokasi pertemuan skala nasional dan internasional," katanya. Terkait dengan pengadaan kamar hotel untuk wisatawan lokal dan mancanegara, ia mengatakan, pihak PHRI akan memberikan potongan harga pada saat tahun kunjungan wisata 2011 dan 2012. Hanya saja, lanjut dia, semua itu akan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Karena belakangan ini, di Sulsel terjadi krisis daya listrik, sehingga pengelola hotel terpaksa menggunakan gengset dengan biaya yang lebih mahal dibandingkan penggunaan daya listrik PLN. "Kalau sebelumnya terjadi pemadaman bergilir, gengset hanya berfungsi sebagai pembantu (back up) saja, kini genset bergeser menjadi pembangkit utama, karena pasokan daya listrik dibatasi untuk industri perhotelan," ujarnya. Kondisi itu, otomatis akan berpengaruh terhadap tarif kamar, karena terjadi pembengkakan biaya operasional dari kondisi normal. Berkaitan dengan hal tersebut, Farid berharap, agar pihak PT PLN Sultanbatara segera membenahi persoalan krisis listrik di daerah ini. Utamanya pasokan daya listrik dari PT Energy Equity Epic Sengkang (EEES) Kabupaten Wajo. Ocean One May 7th, 2010, 06:35 PM halo forumers sulsel, salam kenal ya :hi:, boleh ikutan posting ya..:) ^^ Salam kenal juga afril. Ditunggu postingan yang lainnya ya n thx a lot dah ikut meramaikan thread sul-sel. :cheers: Ocean One May 8th, 2010, 04:57 PM Pansus Rekomendasi Pembangunan Water Boom Dibatalkan Sabtu, 8 Mei 2010 Parepare, Tribun - Panitia khusus (pansus) DPRD Kota Parepare yang dibentuk untuk mencermati Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Parepare tahun anggaran 2009, akan merekomendasikan ke Wali Kota M Zain Katoe membatalkan proyek pembangunan sarana bermain water boom di kolam renang Ujung Lare yang anggarannya Rp 3 miliar. Hal itu terungkap dalam rapat paripurna di gedung DPRD Parepare, Jumat (7/5), dengan agenda persetujuan penyampaian hasil temuan pansus LKPj wali kota tahun anggaran 2009. Rencana mengusulkan rekomendasi ke eksekutif untuk membatalkan proyek water boom itu sudah diisyaratkan anggota pansus setelah berkonsultasi ke departemen dalam negeri (depdagri), beberapa waktu lalu. Menurut anggota pansus, Satriya dan Abd Rahman Saleh, pansus akan mengusulkan rekomendasi itu karena proyek yang dikerjakan oleh CV Megah Abadi Group ini tidak pernah diekspos ke dewan dan tidak ditenderkan sebelumnya. Menurutnya, kontrak kerja sama perusahaan itu dengan pemkot dalam pemanfaatan kolam renang Ujung Lare sebagai aset daerah, dapat dibatalkan karena tidak sesuai prosedur yang diatur dalam peraturan pemerintah. Legislator PKS itu juga menilai, selama ini, proyek investasi itu tidak transparan. "Dewan dan sejumlah rekanan ahkan tidak tahu-menahu soal adanya kerja sama itu," katanya. Sebelumnya, pihak pemkot menjelaskan, proyek itu telah melalui proses lelang atau tender di media cetak sebanyak dua kali. Hanya saja, saat diumumkan, hanya ada satu perusahaan yang berminat. Selain proyek water boom, rehabilitasi lapangan Stadion Gelora Mandiri senilai Rp 45 juta di tahun 2009, juga akan direkomendasikan pansus untuk dicermati dan dijadikan perhatian serius oleh pemkot. Dalam penjelasan Satriya, berdasarkan hasil kunjungan pansus ke lokasi stadion, rumput lapangan tidak standar atau rehabilitasi itu tidak berkualitas. Selain itu, masa pengerjaan rehabilitasi juga telah melewati batas waktu, sementara pekerjaan fisiknya belum rampung. Rencananya, sejumlah temuan pansus LKPJ terkait proyek 2009 akan dibacakan anggota pansus melalu sidang paripurna, Senin (10/5). Rapat ini akan dihadiri wali kota dan pejabat pemkot. "Rapat tadi (kemarin) membahas laporan pansus untuk disetujui secara institusi, apakah cukup disahkan atau dibacakan. Hasilnya diputuskan laporan hasil temuan pansus LKPj akan dibacakan dalam rapat istimewa, Senin depan," jelas Rahman. Ocean One May 8th, 2010, 05:00 PM Warga Sulsel Masih Butuh Rumah Tipe 21 Sabtu, 8 Mei 2010 http://www.tribun-timur.com/photo/2010/04/5123e7b724ce4d7cac8dad5d6c655fbb.jpg MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kebutuhan rumah bersubsidi khusus type 21 dianggap masih cukup besar di daerah, sementara pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk melakukan penghapusan rumah type tersebut. "Sebenarnya kalau kita melihat dari kebutuhan masyarakat, rumah subsidi type 21 masih sangat memungkinkan. Dibanding masyarakat tinggal di bawah kolong jembatan, lebih baik menempati rumah type ini," kata Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, Jamaluddin Jafar di Makassar, Sabtu (08/05/2010). Meskipun, lanjutnya kebijakan pemerintah menghapus rumah subsidi type 21 karena alasan kemanusiaan. "Memang kalau ditinjau dari sisi kemanusiaannya rumah ini tidak layak huni, tetapi masih banyak masyarakat kita yang belum mampu membeli rumah hunian diatas type ini," ucapnya. Penghapusan rumah dengan luas bangunan hanya 21 meter persegi dengan satu kamar tidur itu dianggap tidak sesuai dengan standar minimal bangunan hunian berdasarkan kajian WHO (badan kesehatan dunia). Kemampuan pengembang untuk membangun rumah sederhana bersubsidi diakui cukup sulit, jika pemerintah tidak menambah subsidi ke masyarakat, apalagi kebijakan saat ini pembangunan RSH (rumah sederhana) minimal type 27 keatas. Dia mengungkapkan, subsidi dari pemerintah selama ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang berpenghasilan Rp4,6 juta per bulan ke bawah, namun banyak di antara mereka yang berpenghasilan Rp 10 juta, juga ikut kebagian rumah bersubsidi. "Perubahan alokasi subsidi rumah yang tidak lagi melalui harga jual, melainkan subsidi melalui standar gaji pegawai memang sudah cukup baik. Tetapi kemampuan pengusaha dan daya beli masyarakat semakin kecil, sehingga dibutuhkan lagi kajian yang jauh lebih baik," kata dia. Menurut dia, pendapatan masyarakat di Sulsel sebenarnya sudah bisa diukur, siapa-siapa yang memiliki pendapatan besar sudah bisa di perkirakan. "Hanya saja, masyarakat yang berpendapatan rendah masih jauh lebih besar," ucapnya. Kemampuan daya beli masyarakat di Sulsel terhadap kebutuhan perumahan, lanjutnya porsi pengembang melepas harga rumah ke masyarakat hanya di kisaran Rp500 juta ke bawah, lebih dari harga itu diakui sulit untuk memperoleh pasar. "Dengan harga itupun mayoritas masyarakat hanya mampu mengangsur kredit rumah sederhana yang di subsidi oleh pemerintah," ungkapnya. Sementara itu, Perum Perumnas sudah mulai menghentikan pembangunan rumah sederhana sehat (RSH) tipe 21 tahun ini. "Kami sudah tidak ada lagi produksi tipe 21, produk itu sudah lama ditinggalkan," kata Direktur Pemasaran Perum Perumnas Teddy Robinson Siahaan saat berkunjung di Makassar. Menurut dia, perumnas dituntut membangun perumahan yang lebih layak, sementara RSH tipe 21 yang ukurannya hanya 3 x 7 meter itu sudah kurang layak. "Memang kita lihat dari sisi kemanusiaannya, kalau rumah tipe 27 sepertinya masih cocok untuk keluarga yang memiliki satu anak," ucapnya. Dia menjelaskan, pembangunan yang modelnya "landed house" sudah tidak layak lagi menggunakan tipe 21, sebab pembangunan infrastruktur seperti teras rumah hingga tempat sampah cukup membebani pengembang. Comeliness May 10th, 2010, 01:18 AM Minggu, 9 Mei 2010 | 03:09 WITA 4 SMP Sulsel Terbaik Nasional Termasuk SMP di Sinjai dan Enekang ; Capai Nilai Rata-rata 9 ; SMA Tinggimoncong Lulus 100 Persen, 56 Persen Siswa Dipastian Bebas Tes Masuk PTN Favorit ; Tingkat Kelulusan Nasional UN SMP 90 Persen ;SBY Berbicara Langsung dengan Peraih Nilai Tertinggi UN SMP Makassar, Tribun - Provinsi Bali mencatat prestasi terbaik pada ujian nasional (UN) tingkat SMP dan SMA tahun ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku bangga karena Bali mendapat empat medali emas. Prestasi tersebut diraih untuk tingkat kelulusan tertinggi (98,6 persen), sekolah dengan rata-rata nilai tertinggi (9,38), dua emas lagi untuk siswa dengan nilai tertinggi (9,95). "Saya ucapkan selamat atas prestasi besar yang telah dicapai oleh Bali," kata SBY saat melakukan telewicara dengan siswa berprestasi di kediamannya di Puri Cikeas, Jawa Barat, Sabtu (8/5). Dalam kesempatan tersebut, SBY berbicara langsung dengan dua siswi SMP peraih nilai tertinggi, Kadek Indra Puspayanti dan temannya Ni Made Yuli Lestari yang meraih nilai rata-rata 9,95. Keduanya didampingi Gubernur Bali I Made Pangku Pastika. Sementara itu, data Kementerian Pendidikan Nasional RI menunjukkan, empat SMP/sederajat di Sulsel bisa menembus 100 besar sekolah dengan tingkat kelulusan 100 persen dengan nilai rata-rata sembilan. Keempat sekolah tersebut adalah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah Tonrokombang, Tinggimoncong, Gowa yang berada di posisi 30 dengan nilai rata-rata 9,12. Kemudian SMP Kristen Batuputih Makassar dengan nilai rata-rata 9,01 di posisi 85 besar, SMP Islam Darul Istiqamah Sinjai dengan nilai rata-rata 9,00 di posisi 90 besar, dan SMP Negeri 6 Alla Enrekang di posisi 95 dengan nilai rata-rata 8,99. Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Muhammad Nuh menyebutkan, jumlah peserta UN SMP sebanyal 3.254.365 siswa dengan tingkat kelulusan nasional 90,27 persen. Source: http://tribun-timur.com/read/artikel/102248/4-SMP-Sulsel-Terbaik-Nasional Comeliness May 10th, 2010, 01:26 AM Senin, 10 Mei 2010, 03:55 BUMN Malaysia Bantu Pembangunan Infrastruktur Bantaeng Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Malaysia siap membantu pembangunan infrastruktur Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Sekretaris Perdana Menteri Malaysia Feriz Omar mengatakan, pihaknya sudah memberi kuasa kepada Bina Puri, perusahaan di bawah kementerian BUMN setempat untuk membantu pembangunan tersebut. Asisten Ekonomi Pembangunan HM Yasin sekembalinya dari Malaysia memenuhi undangan Perdana Menteri Malaysia, Minggu, mengatakan, BUMN Malaysia itu tertarik pada pembenahan pembangunan pelabuhan, jalan dan jembatan serta pembangunan pembangkit listrik dan program revitalisasi yang dilakukan Pemda Bantaeng. Khusus pembangkit listrik, HM Yasin yang mantan Kepala Bappeda Kabupaten Bantaeng itu mengatakan, Bina Puri akan membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berkapasitas dua mega watt (MW). Di bagian lain yang dibahas dalam pertemuan dengan petinggi Malaysia itu adalah adanya keinginan negara tetangga tersebut untuk memenuhi kebutuhan beras jenis matic dan japaniko. Keinginan itu dipicu oleh kondisi negara Thailand yang sedang dalam dilema kepemimpinan. "Akibat kondisi Thailand yang bergejolak, Malaysia butuh persiapan dari negara lain sebab selama ini Thailand menjadi pemasok utama beras ke Malaysia," terangnya. Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang memimpin delegasi Kabupaten Bantaeng memenuhi undangan itu menanggapi dengan baik peluang tersebut. Untuk pembangunan infrastruktur, Malaysia memberi keringanan dalam bentuk bantuan hibah dan loan, sedang untuk pemenuhan kebutuhan beras, Bantaeng sudah melakukan uji coba penanaman kedua jenis beras yang diinginkan negeri jiran itu. Bupati berharap, kerjasama ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja sehingga dapat menekan angka kemiskinan. Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, untuk memenuhi permintaan tersebut, Bantaeng akan memanfaatkan kerjasama antardaerah seperti yang dilakukan pada komoditi ikan untuk kebutuhan PT Global Seafood International Indonesia (GSII) dan biji kapuk untuk Perusda Baji Minasa. Komoditi ikan selama ini tak hanya didatangkan dari daerah di Sulsel tapi juga dari Kota Baru, Kalimantan serta provinsi lainnya, demikian pula dengan biji kapuk yang tidak hanya dipenuhi dari sejumlah daerah di Sulsel tapi juga dari Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. "Kita akan lakukan kerjasama antara daerah untuk menjawab permintaan pasar Malaysia," ucap Bupati. (T.KR-AAT/F003) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=15796:bumn-malaysia-bantu-pembangunan-infrastruktur-bantaeng&catid=34:international-news&Itemid=1 Comeliness May 11th, 2010, 01:18 AM Senin, 10 Mei 2010 18:07 Mamminasata Sulsel Jadi Konsep Percontohan Nasional Makassar (ANTARA News) - Konsep kota terpadu metropolitan Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar) menjadi kawasan tata ruang dan wilayah percontohan secara nasional. Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Sulsel, Syarif Burhanuddin di Makassar, Senin, mengatakan, pengembangan konsep kota terpadu ini telah memperoleh rekomendasi pemerintah pusat melalui konsep strategi nasional (KSN) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Konsep Tata Ruang Nasional. Luas wilayah ke empat kota tersebut mencapai 2.473 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 2 juta jiwa yang diproyeksikan jumlahnya akan menjadi 2,9 juta pada 2020. Sejumlah proyek besar dengan anggaran yang mencapai trilunan rupiah hinggap di Sulsel yang dikemas dalam program pengembangan regional pembangunan kawasan mertopolitan Mamminasata. Dari sejumlah jenis proyek program pembangunan kawasan tersebut, diantaranya proyek pembangunan lima jalan arteri dengan anggaran sekitar Rp970 miliar dengan panjang jalan 147,7 kilometer. Untuk proyek pembangunan tempat pengolahan persampahan di Pattalassang (Gowa) menelan anggaran sekitar Rp400 miliar, instalasi pengolahan air (IPA) di Somba Opu Sungguminasa Gowa berkapasitas produksi 1000 liter hingga 2000 liter.detik menelan biaya sebesar Rp500 miliar. Sedangkan anggaran untuk instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Rp400 miliar, semua dana tersebut sebagian besar berasal dari bantuan negara donor yakni Jepang dan Australia. Kepala UPTD Mamminasata Distarkim Sulsel, Zulkarnaen Kitta mengatakan, untuk proyek kawasan kota baru yang berada di Mamminasata dengan luas lahan mencapai 3500 hektar ini, 60% akan dikelola oleh swasta, terutama untuk area pengembangan perumahan. "Mengenai dana yang dibutuhkan, hingga saat ini masih dalam tahap pengkajian, dan sebagain besar kawasan tersebut dikelola oleh swasta," jelasnya. Dia mengatakan, dalam pelaksanaan proyek Mamminasata, anggaran pokok yang diperuntukkan mencapai Rp9 miliar, namun setelah ABT (anggaran belanja tahunan) Perubahan jumlahnya mencapai Rp6,6 miliar, sementara di 2010 anggaran pokok yang dialokasikan mencapai Rp6,4 miliar. (T.KR-HK/S016) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=15809:mamminasata-sulsel-jadi-konsep-percontohan-nasional&catid=1:latest-news&Itemid=1 afril May 11th, 2010, 09:10 AM Pertumbuhan Ekonomi 7,77% Monday, 10 May 2010 MAKASSAR(SI) – Laju pertumbuhan ekonomi Sulsel pada kuartal I/2010 sebesar 7,77%.Pertumbuhan ini didorong kenaikan yang besar pada sektor keuangan, real estate,dan jasa perusahaan. “Sektor keuangan, real estate,dan jasa perusahaan mencapai 22,25%. Sementara sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 20,81% dan sektor angkutan, komunikasi sebesar 17,56%,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel Bambang Suprijanto kemarin. Menurutnya,kinerja perekonomian Sulsel pada kuartal I/2010 dibandingkan triwulan sebelumnya (q to q) terdapat kenaikan 2,63%. Peningkatan tersebut paling besar pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 8,43%. Pertumbuhan ini menyebabkan peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) Sulsel sebesar 2,63% pada kuartal I/2010 terhadap kuartal IV/2009. Meski demikian, terjadi kontraksi pada sektor angkutan dan konstruksi, yakni 3,92% dan 1,14%. “Pertumbuhan PDRB Sulsel triwulan I/2010 dibanding periode sama tahun lalu tertinggi di sektor keuangan sebesar 22,25%.Namun, terjadi kontraksi di sektor pertanian sebesar 4,00%,”paparnya. Laju pertumbuhan ekonomi year on year (y on y), terutama digerakkan kinerja komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 15,22%. Selain itu,pengeluaran konsumsi rumah tangga dan nirlaba sebesar 6,69% dan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 4,31%. Pengamat ekonomi Unhas Hamid Paddu mengatakan, peningkatan ini cukup tinggi. Menurutnya, hal ini sudah sesuai pencanangan pertumbuhan ekonomi nasional antara 7%–8%.“Angka ini lumayan tinggi dan telah masuk dalam rencana nasional pertumbuhan ekonomi. Karena y on y,berarti kami telah mencapai target,” ungkapnya yang dihubungi harian Seputar Indonesia (SI),kemarin. Namun, karena pertumbuhan ini banyak ditunjang dari investasi berupa konstruksi dan pabrikan, akan membutuhkan komponen impor. “Kalau industri berkembang ini harus diimbangi ekspor yang lebih tinggi untuk mengimbangi,” pungkasnya. Pertumbuhan Kuartal I Sesuai Proyeksi Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2010 secara nasional mencapai angka 5,7% (year on year), sesuai proyeksi sebelumnya. Pencapaian itu makin menumbuhkan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi selama 2010 bisa mencapai 6%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, berdasarkan data kuartal I/2010 dan dengan pola-pola yang ada saat ini, pihaknya memperkirakan produk domestik bruto (PDB) pada 2010 akan berada di kisaran Rp6.300-6.400 triliun. Berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P), PDB selama 2010 ditetapkan sebesar Rp6.254 triliun. Perekonomian yang diukur berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku pada kuartal I/2010 tercatat mencapai Rp1.498,7 triliun. “Itu (Rp6.254 triliun) adalah target pesimistis. BPS berani mengatakan bahwa PDB paling rendah Rp6.300 triliun,”tuturnya dalam jumpa pers mengenai kinerja ekonomi kuartal I/2010 di Jakarta kemarin. Secara kuartalan,pertumbuhan yang terjadi diukur dari kenaikan PDB mencapai 1,9%. Pertumbuhan ini terjadi pada sektor pertanian; sektor keuangan, real estat,dan jasa perusahaan; sektor pengangkutan dan komunikasi; sektor jasa-jasa; serta sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Pertumbuhan tertinggi tercatat dihasilkan oleh sektor pertanian sebesar 18,1% karena ada musim panen tanaman padi pada kuartal I/2010. Sedangkan sektor yang mengalami penurunan adalah listrik, gas, dan air bersih (-1,9%); sektor konstruksi (-2,2%); sektor pertambangan dan penggalian (- 1,9%); serta sektor industri pengolahan (-1,0%). “Karena itu, jika ingin pertumbuhan ekonomi sehat dan berkualitas, Indonesia harus maju di sektor industri pengolahan,” imbuh Rusman. Ditinjau dari segi penggunaan, jika dibandingkan kuartal IV/2009, pengeluaran konsumsi rumah tangga secara riil meningkat sebesar 0,9%, sedangkan pengeluaran konsumsi pemerintah menurun 44,4% dan pembentukan modal tetap bruto menurun 2,3%. Demikian pula ekspor barang dan jasa turun sebesar 4,1% dan impor barang dan jasa turun sebesar 2,3%. Sementara jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2009,pertumbuhan ekonomi didukung oleh kenaikan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 3,9%, pembentukan modal tetap bruto sebesar 7,9%, dan juga surplus neraca perdagangan berkat kenaikan ekspor sebesar 19,6% dan impor 22,6%.“Faktor negatif pada pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2010 adalah pengeluaran konsumsi pemerintah yang turun 8,8%,”imbuh Rusman. Lebih lanjut Rusman menuturkan, struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada kuartal I/2010 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Jawa dan Sumatera.Kelompok provinsi di Jawa memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 57,8%, kemudian diikuti oleh Sumatera sebesar 23,6%, Kalimantan 9,5%, Sulawesi 4,4%, Bali-Nusa Tenggara 2,8%, dan sisanya Maluku dan Papua 1,9%. “Bagaimanapun pergerakan ekonomi masih berpusat di Pulau Jawa. Ini belum akan bergeser dalam 10-20 tahun ke depan,”tuturnya. Pengamat ekonomi dari Standard Chartered Bank Indonesia Eric Alexander Sugandhi mengatakan, jika pertumbuhan ekonomi kuartal I/2010 mencapai 5,7%, ada kemungkinan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada 2010 bisa mencapai 6%.Menurut dia, faktor penunjangnya adalah konsumsi rumah tangga yang terus meningkat, terkendalinya inflasi dengan kenaikan yang masih moderat. “Pertumbuhan ekonomi tidak akan terlalu tergerus dengan kenaikan inflasi,” katanya. (jumardin akas/ bernadette lilia nova) Ocean One May 14th, 2010, 05:22 PM Bali Dukung Promosi Pariwisata Sulsel Jumat, 14 Mei 2010 http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/03/14/2685375p.jpg Rumah-rumah adat Toraja semakin sepi dari kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. DENPASAR, KOMPAS.com - Gubernur Bali I Made Mangku Pastika di Denpasar, Jumat (14/5/2010) menyatakan kesiapannya mendukung promosi pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan. Pemprov Bali mendukung promosi pariwisata Sulsel antara lain dengan cara menitipkan materi promosi wisata Sulsel dalam acara internasional yang digelar di Bali. Bali memiliki tenaga terlatih dan terdidik dari sekolah tinggi dan sekolah menengah kejuruan pariwisata. Selain itu, Bali juga siap memberikan dukungan dalam bentuk sumber daya manusia sebagai salah satu unsur penting dalam peningkatan potensi pariwisata. "Bali memiliki tenaga terlatih dan terdidik dari sekolah tinggi dan sekolah menengah kejuruan pariwisata, "ujarnya usai menandatangani kesepakatan kerja sama (MoU) promosi pariwisata antar kedua provinsi. Bali, lanjutnya, akan memberikan kiat-kiat sukses pariwisata. "Yang terpenting dari pariwisata adalah kenyamanan, pelayanan dan keamanan," katanya. Pastika berharap kerja sama ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Menurut mantan Kapolda Bali ini, Sulsel telah memiliki modal dasar yang baik untuk menjadi daerah tujuan wisata. Sementara Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kesepakatan kerja sama ini harus bisa dilaksanakan. "Kesepakatan ini adalah gerbang untuk melakukan kerja sama secara resmi dan saling mengisi kebutuhan kita," ujarnya. Syahrul menggambarkan Bali sebagai lokomotif pariwisata Indonesia dan Sulsel adalah salah satu gerbongnya yang diharapkan dapat ditarik oleh keberhasilan Bali. Kepala Dinas Pariwisata Sulsel, Syuaib Mallombasi mengatakan, kerja sama pariwisata kedua provinsi ini langsung dilaksanakan usai penandatanganan kesepakatan. "Pusat informasi pariwisata Sulsel mulai beroperasi di Jalan Bunisari, Legian," katanya. Kantor pelayanan informasi pariwisata tersebut dikontrak selama dua tahun dimulai dengan mempromosikan Tana Toraja. Kemudian dilanjutkan dengan Kabupaten Bulukumba, Gowa, Bone, Soppeng, Wajo. Berikutnya wisata kelautan di Kabupaten Pangkep dan Selayar. Pegawai Dinas Pariwisata dari masing-masing kabupaten dan kota akan mengisi pusat pelayanan informasi pariwisata tersebut secara bergantian masing-masing dua bulan. Ocean One May 14th, 2010, 07:25 PM Perluasan Bandara Tana Toraja Butuh Rp 4 Miliar Jumat, 14/5/2010 DENPASAR, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan dana Rp4 miliar untuk melakukan perluasan Bandara Tana Toraja. Kepala Dinas Pariwisata Sulsel Syuaib Mallombasi di Denpasar, Jumat, mengatakan, dana tersebut diambil dari dana dekonsentrasi yang akan diberikan Kementerian Pariwisata sebesar Rp10 miliar pada tahun 2011. Selain akan dimanfaatkan untuk perluasan bandara juga akan digunakan untuk pembenahan infrastruktur jalan umum dan jalan pariwisata di Toraja. Sementara, sisanya dimanfaatkan untuk membenahi infrastruktur sejumlah pulau di Sulsel, terutama Pulau Takabonerate. Jumlah ini, katanya, meningkat sekitar 200 persen dibanding alokasi 2010 sebesar Rp4 miliar. Pihaknya mengharapkan pembenahan infastruktur pariwisata ini dapat menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan mancanegara berkunjung ke Sulsel. Peningkatan alokasi dana dekonsentrasi pariwisata ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap program "Visit South Sulawesi 2012" untuk mencapai target kunjungan 100 ribu wisman. Infrastruktur, khususnya jalan, selama ini menjadi salah satu kendala pemerintah provinsi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Kepastian alokasi dana dekonsentrasi untuk pengembangan pariwisata Sulsel diperoleh dalam Musyawarah Pembangunan Nasional 2010 yang dilaksanakan awal Mei lalu. Khusus untuk kerja sama promosi pariwisata Sulsel dan Bali, Dinas Pariwisata Sulsel mengalokasikan dana Rp1 miliar untuk seluruh program selama satu tahun ke depan. Comeliness May 18th, 2010, 05:23 PM Selasa, 18 Mei 2010 | 11:30 WIB Sulawesi Selatan Ekspor Beras ke Malaysia http://image.tempointeraktif.com/?id=30425&width=274 TEMPO/Dinul Mubarok TEMPO Interaktif, Makassar - Dalam waktu dekat Provinsi Sulawesi Selatan mengekspor beras ke Malaysia. “Kami tinggal menunggu kontraknya,” tutur Lutfi Halide, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Selatan ketika ditemui Tempo di kantor dinas pagi tadi, Selasa (18/5). Jenis beras yang akan diekspor adalah beras kristal Celebes 1, beras kepala super serta beras kepala spesial. Beras ini, jelas Lutfi, memiliki kualitas bagus sehingga Malaysia tertarik untuk membeli. Selama ini Kilang Beras Seri Merbok, perusahaan swasta asal Malaysia, mengimpor beras dari Thailand. Rencananya perusahaan minta sekitar 15 ribu ton beras per bulan dari Sulawesi Selatan. “Kami akan menghubungkan PT Pertani untuk membuat kontrak dengan perusahaan tersebut,” ucap Luthfi. Selain Dinas Pertanian, Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah dan Dinas Perdagangan, ikut mengambil bagian. PT Pertani, Lutfi menambahkan, berwenang mengekspor beras karena merupakan jenis beras kualitas medium ke atas. “Jika ini jenis medium ke bawah, Bulog yang berhak,” kata Lutfi. FADHILAH NAZIF Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/makassar/2010/05/18/brk,20100518-248560,id.html Comeliness May 19th, 2010, 10:45 PM Kamis, 20 Mei 2010 | 01:28 WITA 80 Persen Sutera Sulsel Dipasarkan di Jawa Produksi 2,5 Juta Meter Per Tahun Makassar, Tribun - Sulawesi Selatan (Sulsel) mampu memproduksi kain sutera rata-rata sekitar 2,5 juta meter per tahun. Jumlah itu belum termasuk produksi benang sutera yang mencapai 50 ton per tahun. Hal ini dikemukan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Amar Kadir, saat membuka pameran produk sutera di Balai Pendidikan, Pelatihan, dan Promosi Eksport Daerah (BP3ED) atau Regional Training & Promotion Center (RETPC), Jl Dr Sam Ratulangi No 93, Makassar, Rabu (19/5). Dijelaskan, meski Sulsel belum pernah mengekspor kain sutera, namun dari jumlah kain yang dihasilkan, sebanyak 80 persen untuk memenuhi kebutuhan perdagangan antar pulau. "Daerah yang dituju adalah Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan Pulau Sumatera," jelas Amar Kadir. Kain dan benang sutera sebanyak itu, katanya, dihasilkan oleh sekitar 5.000 pengrajin alat tenun bukan mesin (ATBM) yang tersebar di beberapa kabupaten di Sulsel. "Kita harapkan ada peningkatan produksi. Target kami sekitar 10 persen peningkatan per tahun. Apalagi selama ini kita masih mengimpor benang dari China. Itu artinya masih ada peluang pasar," katanya. Olehnya itu, lanjutnya, untuk mengurangi impor akan ada alat bantuan dari kementerian perindustrian untuk memenuhi kebutuhan benang. "Secara bertahap kita akan turunkan impor sekitar 20 persen dengan adanya alat bantuan ini, meski ternyata masih belum bisa memenuhi kebutuhan sutera kita," tambahnya. Olehnya itu, dalam pengembangan desain sutera di Sulsel, disperindag akan menggandeng Japan International Cooperation Agency (JICA). "Minat luar negeri cukup besar karena sutera termasuk produk yang eksklusif. Sutera kita punya corak khas. Untuk itu, diharapkan melalui kerja sama ini, kita tak hanya melayani perdagangan antar pulau saja, namun juga bisa menembus pasar internasional," katanya. (cr4) Produk Sutera Dipamerkan di BP3ED Sementara itu, tenaga ahli senior Japan International Cooperation Agency (JICA) di Makassar, Yoshiko Okawa, memamerkan desain produk suteranya di Balai Pendidikan, Pelatihan, dan Promosi Eksport Daerah (BP3ED). Dalam pameran yang berlangsung sejak 19 Mei hingga 22 Mei ini, juga ditampilkan berbagai produk hiasan dinding, tas, topi, bantal kursi, kimono, dan aneka souvenir. Pameran ini bertujuan untuk mengembangkan desain produk Sulsel, utamanya sutera, baik corak, kain, maupun sutera yang dibuat produk.(cr4) Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/105165/80_Persen_Sutera_Sulsel_Dipasarkan_di_Jawa Comeliness May 20th, 2010, 09:30 PM Kamis, 20-05-2010 http://smileys.on-my-web.com/repository/Sad/sad-021.gif Bastian: Pusat tak Percaya Sulsel MAKASSAR,Upeks-Alokasi dana perbantuan APBN untuk Sulsel pada 2010 ternyata 'terjun bebas'. Bila pada 2009, total alokasi dana perbantuan APBN untuk Sulsel mencapai Rp977 miliar, maka tahun ini alokasi hanya mencapai Rp421 miliar atau turun 56,91%. Demikian hasil telaah pengamat keuangan publik Universitas Patria Artha, Bastian Lubis SE MM, yang disampaikan Rabu (19/5) kemarin di Makassar. Bastian mengatakan, penurunan alokasi ini terjadi karena dipengaruhi buruknya kinerja pejabat-pejabat daerah yang berwenang untuk mengurusi dana ini. "Mereka sepertinya kurang peduli dalam membuat perencanaan keuangan, pelaksanaan keuangan dan laporan pertanggungjawaban keuangan, sehingga departemen-departemen teknis tidak berani mengucurkan dananya ke Sulsel karena takut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat Sulsel, karena merosotnya dana pusat yang sesungguhnya masih sangat dibutuhkan," ungkap Bastian. Solusinya, kata Bastian, para pejabat daerah terkait sudah seharusnya lebih memahami sistem pengelolaan keuangan daerah dan peningkatan kualitas SDM di bidang keuangan. Dari data yang dipaparkan Bastian ada 2 kabupaten yakni Barru dan Luwu Utara yang paling anjlok dalam menerima alokasi dana perbantuan pusat. Barru pada tahun 2009 menerima Rp21,117 miliar. Tetapi kemudian anjlok 90,3% pada tahun ini karena hanya menerima Rp2,044 miliar. Sedangkan Luwu Utara yang pada 2009 menerima Rp27,5 miliar, pada tahun ini hanya menerima Rp2,7 miliar. Sementara lima kabupaten lainnya, yaitu Gowa, Bantaeng, Bone, Luwu dan Maros juga mengalami penurunan penerimaan alokasi dana perbantuan hingga 80%. Satu-satunya kabupaten di Sulsel yang tidak mengalami penurunan hanyalah Pinrang, yang tahun ini malah naik 1,43%, dari Rp31,7 miliar menjadi Rp32,16 miliar pada 2010. "Pinrang memiliki sistem pengelolaan keuangan daerah yang cukup baik, sehingga di pusat, mereka bisa mendapatkan kepercayaan yang lebih baik untuk mengelola dana yang lebih besar," kata Bastian. (sil) Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=47400 Comeliness May 20th, 2010, 09:37 PM Kamis, 20-05-2010 Ekspor Sulsel ke Jepang Tembus USD 96,647 Juta MAKASSAR,UPEKS-Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), maka negara tujuan ekspor Sulsel pada Maret 2010 yang memberikan nilai ekspor tiga terbesar adalah ke Jepang, Amerika Serikat dan Malaysia. Kepala BPS Sulsel, Bambang Suprijanto, mengatakan, kontribusi ketiga negara tersebut mencapai sebesar USD 124,067 juta atau sekitar 81,42% dari total ekspor Sulsel. "Ekspor ke Jepang pada Maret 2010 mencapai angka terbesar yaitu USD 96,647 juta, disusul Amerika Serikat sebesar USD 19,118 juta, Malaysia sebesar USD 8,302 juta dan Singapura sebesar USD 7,316 juta," katanya. Sedangkan ekspor ke China menduduki urutan kelima dengan nilai ekspor sebesar USD 3,962 juta, demand nilai ekspor Sulsel ke lima negara tersebut sebesar USD 135,345 juta atau 88,82% dari total ekspor Sulsel. Selain ekspor Sulsel pada Maret 2010 mengalami kenaikan sebesar USD 21,683 juta dibandingkan dengan ekspor Februari 2010. Peningkatan nilai ekspor tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya hampir semua komoditas utama, kecuali buah-buahan pada Maret 2010 dibandingkan Februari 2010. Nilai ekspor kakao sendiri pada Februari 2010 sebesar USD 20,231 juta naik menjadi sebesar USD 31,138 juta pada Maret 2010, sedangkan ekspor nikel dari USD 86,387 juta pada bulan Februari 2010 menjadi USD 91,854 juta pada Maret 2010. Selanjutnya ekspor industri makanan hewan dai USD 1,113 juta pada Februari 2010 naik menjadi USD 3,387 juta pada Maret 2010. (rul) Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=47433 Comeliness May 22nd, 2010, 05:08 PM SABTU, 22 MEI 2010 | 00:02 WITA | Gubernur Sabah Boyong Pengusaha ke Sulsel MAKASSAR -- Potensi pertanian dan perkebunan Sulawesi Selatan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Malaysia. Setelah lawatan kerja perdana menteri Malaysia tahun lalu, disusul kunjungan Gubernur Sabah Malaysia, Tun Datuk Seri Panglima Haji Ahmad Shah bin Abdullah, Jumat malam, 21 Mei. Gubernur Sabah tiba di Makassar bersama istri, Toh Puan Datok Seri Panglima Hajja Dayang Masuyah binti Awang Jafar dan 39 anggota rombongan lainnya. Rombongan yang dibawanya mayoritas kalangan pengusaha swasta dan pemerintah di Sabah, Malaysia. Kunjungan mereka diterima langsung oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dalam jamuan makan malam di Baruga Sangiaseri. Selain disuguhkan makanan khas dari Sulsel seperti Pallu Basa, rombongan gubernur Sabah juga dijamu atraksi Paraga dan Angngaru. Tun Datuk Seri Panglima Haji Ahmad Shah mengakui kunjungannya ke Sulsel untuk melakukan penjajakan bisnis dengan Pemprov Sulsel. "Juga untuk mempererat hubungan antara rakyat Malaysia dan Sulsel, terutama Bugis-Makassar," katanya. Syahrul juga mengakui banyak hubungan kekerabatan antara masyarakat Sulsel dengan Malaysia yang berasal dari rumpun Melayu. Bahkan, Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak, masih memiliki hubungan kekerabatan dengan bangsawan Kerajaan Gowa. Dia juga memperkenalkan potensi pertanian dan perkebunan di Sulsel yang dapat menjadi komoditi perdagangan dan ekspor ke Malaysia. Produksi beras, jagung, rumput laut, kakao, dan sapi, memiliki peluang besar untuk diekspor ke Malaysia. Presiden Persatuan Kebajikan Bugis Sabah (PKBS), Datuk Haji Osman Haji Jamal, mengungkapkan, rombongan yang datang ke Makassar bersama gubernur Sabah lebih banyak dari kalangan pengusaha. Kunjungan tersebut untuk penjajakan kerja sama di bidang perekonomian dengan pengusaha Sulsel. Pengusaha yang datang di antaranya petinggi dari perusahaan Oil Palm Estate dan Malamega Sdn Bhd Trading Company. Kerja sama tahap awal yang akan segera dijajaki antara lain, rumput laut, jagung, kakao, dan beras. "Akan ditinjau dahulu potensi dan peluang kerja samanya. Makanya, kami datang langsung ke Sulsel," ujarnnya. Director Felda Palm Industries Sdn Bhd, Jacob Haji Kasolan, mengaku ekspor rumput laut dari Sulsel ke Malaysia mulai dilakukan Juni mendatang. Rencana ekspor tahap awal, jumlah rumput laut yang akan diekspor sekira 60 ton. Pria kelahiran Bone itu juga berencana memulai realisasi ekspor kakao ke Malaysia pada Juli nanti. Khusus komoditi jenis rumput laut, Felda Palm Industries Sdn Bhd bekerja sama dengan Asosiasi Petani dan Pengusaha Rumput Laut Indonesia (Asperli) Rencananya, rombongan gubernur Sabah akan melakukan kunjungan industri di antaranya ke pabrik semen milik PT Semen Bosowa di Kabupaten Maros. Beberapa industri juga akan dikunjunginya. Pembicaraan bisnis akan lebih diperdalam dengan Syahrul Yasin Limpo dan pengusaha Sulsel di sela-sela olahraga golf yang akan dilakukan Minggu, 23 Mei. Gubernur Sabah dan rombongannya akan menjajal lapangan rumput padang golf Baddoka. (rif) Source: http://metronews.fajar.co.id/read/93248/61/gubernur-sabah-boyong-pengusaha-ke-sulsel Comeliness May 24th, 2010, 08:01 PM SENIN, 24 MEI 2010 | 22:06 WITA | Jepang Lirik Pengembangan Talas di Pinrang Belanda Teliti Potensi Ekonomi http://www.fajar.co.id/photohead/1274623680PINRANG.jpg PINRANG – Kunjungan Bupati Pinrang, Aslam Patonangi ke Jepang belum lama ini ternyata berbuah hasil. Investor asal negeri matahari terbit itu, melirik pengembangan tanaman talas di Pinrang. Minat investor Jepang, menanam investasi guna pengembangan tanaman ekspor talas, diungkapkan Bupati Aslam Patonangi, kepada wartawan seusai diambil keterangannya oleh petugas sensus BPS Kabupaten Pinrang, akhir pekan lalu. Menyikapi niat investor asal Jepang dalam pengembangan tanaman talas di Pinrang, dalam waktu dekat pihak Pemkab Pinrang akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang sudah lebih dahulu mengembangkan tanaman talas. ”Insya Allah, dalam waktu dekat ini, investor bersama delegasi dari pemerintah Jepang, akan kunjungan balasan ke Pinrang, dan ini berkat terjalinnya hubungan pemerintahan Jepang dengan Pemprov Sulsel,” jelas Aslam. Aslam berharap, niat investor Jepang yang ingin bekerja sama mengembangkan tanaman talas di Pinrang ditangkap oleh petani, dan pengusaha setempat untuk bersinergi. ”Ini peluang untuk bekerja sama menggarap komoditas pertanian yang berorientasi pada ekspor,” tuturnya. Aslam, sejak dilantik sebagai Bupati Pinrang, menggantikan Andi Nawir Pasinringi, 24 April 2009 lalu, memang lebih mengutamakan pembangunan di sektor pertanian dan pendidikan serta kesehatan. Di sektor pertanian, sudah dibuktikan dengan membangkitkan gairah petani untuk menanam jagung. Program ini telah berhasil memproduksi jagung 8-9 ton per hektare. Petani juga didorong untuk memanfaatkan ampas tanama padi dan jagung serta kotoran sapi menjadi pupuk cair organik dan biogas. Pengembangan Ekonomi Peneliti mahasiswa S-2 University of Gronigen Belanda, selama seminggu terhitung, Kamis, 20 Mei, melakukan penelitian khusus local economy resources development atau potensi pengembangan ekonomi di Pinrang. Sebelumnya empat aparat Pemkab Pinrang juga melakukan hal yang sama di Belanda. Bob Jon Schoot Viterkamp dan seorang mahasiswi Pshycology Rug University, Christien Stegeman, melakukan penelitian berkaitan dengan tugas dari pemeritah Belanda dan perguruan tinggi tempat mereka kuliah. Mereka ingin hasil penelitian ini memberikan bayangan mengenai potensi pengembangan pertanian di sektor perikanan khususnya yang berkaitan dengan perkembangan ekonomi kerakyatan di Pinrang. (nas) Source: http://news.fajar.co.id/read/93415/45/jepang-lirik-pengembangan-talas-di-pinrang Comeliness May 26th, 2010, 06:16 PM Rabu, 26/05/2010 22:35:43 WIB BPD Sulsel harapkan porsi kredit produktif jadi 38% Oleh: Gita Arwana Cakti & Fajar Sidik JAKARTA (Bisnis.com): PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan (BPD Sulsel) mengharapkan bisa meningkatkan komposisi kredit ke sektor produktif dalam 6 bulan terakhir menjadi 38% dari sebelumnya hanya 7% dari total kredit sekitar Rp3 triliun. Dirut BPD Sulsel Ellong Tjandra mengatakan pada tahun lalu komposisi kredit terlalu dominan di konsumer mencapai 93% sehingga harus diubah dengan meningkatkan pembiayaan produktif di sektor usaha kecil dan menengah. “Dalam waktu 6 bulan komposisi kredit dapat dipindahkan ke produktif menjadi 38% dari sebelumnya hanya 7%, dan itu membuat kualitas aset semakin bagus, di samping kita dituntut sebagai agent of development harus berperan mendorong sektor produktif,” jelasnya hari ini. Ellong menyampaikan pertumbuhan sektor produktif itu telah terealisasi seuai target minimalnya di level 30% sehingga pertumbuhan kredit antara konsumer dan UKM selanjutnya akan ditingkatkan pada komposisi 62% dan 38% tersebut. Sampai akhir tahun ini, katanya, kredit diproyeksikan bisa tumbuh sekitar 10%-15% dengan membidik pasar utama masih di kredit PNS dan UKM khususnya di sektor pertanian yang menjadi unggulan di wilayah Sulsel. “Ada lima komoditas unggulan di sektor pertanian. Tapi untuk sementara ini kami akan mendukung kebutuhan peralatan penunjangnya seperti tractor dan beberapa mesin pertanian yang bisa dibiayai.” Ellong menambahkan potensi pasar pertanian itu sangat bagus yang diawali dengan pertumbuhan pasar dana yang besar dari kalangan petani mencapai Rp8 miliar dalam tiga bulan yang dihimpun melalui tabungan khusus petani. “Kami meluncurkan tabungan khusus petani, idenya dari gubernur yang menginginkan agar setiap petani memiliki tabungan. Program itu cukup berhasil yang diluncurkan seminggu sebelum Tabunganku. kelebihannya tidak dikenakan biaya administrasi.” (fh) Source: http://web.bisnis.com/keuangan/perbankan/1id183640.html Comeliness May 26th, 2010, 06:21 PM Selasa, 25 Mei 2010 11:50 WIB Investor Jajaki Kembangkan Lahan Tebu Sulsel MAKASSAR--MI: Saat ini, sudah ada investor yang menjajaki pengembangan lahan tebu di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Adapun total investasi yang akan ditanamkan sekitar Rp1,2 triliun dengan kapasitas produksi rata-rata 10 ribu ton per tahun. Selain itu, investor yang belum disebutkan jati dirinya itu juga akan membangun pabrik gula di sekitar lokasi itu dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak di Sulsel. Sejatinya, Sulsel membuka peluang investasi untuk pengembangan produksi gula lokal, karena gula lokal hanya mampu memenuhi sekitar 35 persen dari total kebutuhan konsumsi masyarakat di daerah ini yang mencapai 120 ribu ton gula per tahun. "Kami membuka peluang bagi investor dalam dan luar negeri untuk mengembangkan produksi gula lokal, karena dari tiga pabrik gula di Sulsel belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di daerah ini," kata Kepala Dinas Perkebunan Sulsel Burhanuddin Mustafa di Makassar, Selasa (25/5). Dari pabrik gula yang ada di Sulsel yakni satu unit di Kabupaten Takalar dan dua unit di Kabupaten Wajo rata-rata hanya mampu memproduksi sekitar 10 ribu ton gula. Direktur PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV Amirullah mengatakan, mengenai pengembangan gula lokal itu di bawah kendali badan usaha milik negara (BUMN). "Kami mengakui, masih kekurangan produksi gula lokal, sehingga kebutuhan gula masyarakat Makassar terpaksa didatangkan dari Pulau Jawa," katanya. Berkaitan dengan hal tersebut, lanjutnya, pihaknya akan menyambut baik investor yang ingin mengembangkan produksi gula lokal di daerah ini. Alasannya, lahan untuk perkebunan tebu masih cukup luas dan pabrik pengolahan gula masih sangat dibutuhkan. (Ant/OL-04) Source: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/05/144971/21/2/Investor-Jajaki-Kembangkan-Lahan-Tebu-Sulsel Comeliness May 27th, 2010, 12:35 AM Hotel Sahid Toraja Image Credits: Sahid Hotels (http://www.sahidhotels.com/files/14-1096-4784,r355.php ) http://www.sahidhotels.com/ezfiles/96/1096/img/847/toraja1.jpg http://www.sahidhotels.com/ezfiles/96/1096/img/847/toraja2.jpg http://www.sahidhotels.com/ezfiles/96/1096/img/847/toraja4.jpg Comeliness May 29th, 2010, 02:25 AM KAMIS, 27 MEI 2010 | 23:43 WITA | PLTA Karebbe Beroperasi Semester II 2011 MAKASSAR -- PT International Nickel Indonesia Tbk (Inco) menargetkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karebbe berkapasitas 90 megawatt (MW) pada semester kedua 2011. Proyek listrik swasta ini sempat terhenti karena adanya protes dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu. Namun dilanjutkan setelah ada kesepakatan dengan pihak Inco. Direktur Utama PT Inco, Tony Wenas, mengatakan, proyek tersebut tetap on schedule meski sempat terhenti beberapa waktu lalu. "Kami targetkan selesai semester kedua tahun depan," kata Direktur Utama Inco, Tony Wenas, di sela-sela acara Indonesia Mining Updates 2010 di hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, kemarin. Menurut dia, pembangunan PLTA tersebut diperkirakan akan menelan investasi USD 410 juta atau setara Rp 3,8 triliun (kurs Rp 9.400 per USD). Hingga 31 Maret 2010, Inco telah menarik fasilitas pinjaman untuk PLTA Karebbe sebesar USD 150 juta dari USD 300 juta yang diberikan grup perbankan di Jepang, dengan bantuan Nippon Export and Investment Insurance. "Nanti listrik yang dihasilkan, ada yang akan kami donasikan untuk masyarakat sekitar," ungkapnya. Saat ini, Inco sudah mengoperasikan dua PLTA di lokasi tambang dengan kapasitas total 275 MW. Dengan beroperasinya Karebbe, maka kapasitas PLTA mencapai 365 MW. (bs) Source: http://news.fajar.co.id/read/93789/45/plta-karebbe-beroperasi-semester-ii-2011 Comeliness May 29th, 2010, 02:38 AM Sabtu, 29 Mei 2010 | 03:26 WITA PLN Layani 50 Ribu Sambungan Baru Suplai Daya dari Sewa Beberapa Proyek PLTD ; Perusahaan Asal Kaltim Masuk di PLTD Gowa ; Nilai Sewa Rp 165,931 Miliar Per Tiga Tahun ; Pakai Bahan Bakar Lebih Murah dari Solar Makassar, Tribun - PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sultanbatara) segera melayani sebanyak 50 ribu sambungan baru setelah mendapat pasokan daya listrik dari beberapa paket proyek pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berbahan bakar marine fuel oil (MFO). Salah satunya yang segera jalan adalah masuknya konsorsium PT Manunggal Engineering dan PT Central Daya Energi yang ditunjuk oleh PT PLN Wilayah Sultanbatara sebagai pelaksanan sewa PLTD MFO di Sungguminasa, Gowa. Kedua anggota konsorsium merupakan anak usaha PT Truba Manunggal Engineering. Sekretaris Perusahaan Truba, Gamala Katoppo, mengatakan, proyek PLTD di gardu induk Sungguminasa, Gowa, dengan nilai kontrak Rp 165,931 miliar setara dengan Rp 360,80/kWh. Sedangkan waktu pelaksanaan sewa selama tiga tahun. General Manager (GM) PT PLN Wilayah Sultanbarata, Ahmad Siang, mengaku optimistis bisa melayani 50 ribu sambungan baru tersebut. "Sekarang saja kami sudah mulai bertahap melayani daftar tunggu calon pelanggan. Kuota daftar tunggu yang akan kita selesaikan yakni 30-40 persen," katanya saat dihubungi via ponsel di Makassar, Kamis (28/5). Optimisme Ahmad itu seiring masuknya tambahan sebagian daya listrik dari PLTD bebahan bakar MFO ke sistem kelistrikan di Sulselbar. Paket proyek PLTD MFO lebih murah dibanding berbahan baku solar. Perbedaan harga solar dengan MFO bisa mencapai Rp 2.000 per liter. PLN bermitra dengan sejumlah perusahaan untuk sewa mesin dengan nilai pembelian Rp 360 per Kwh. Namun, Ahmad tidak merinci soal teknis dan proses pengerjaan proyek-proyek tersebut. Dihubungi terpisah, Deputi Manajer Pemeliharaan Pembangkitan PLN Sultan Batara Supriyanto juga kembali menegaskan komitmen pihaknya bahwa sudah tidak akan ada lagi pemadaman yang disengaja yakni pemadaman bergilir. "Kondisi saat ini sudah surplus daya, akan semakin membaik lagi jika daya dari paket proyek MFO masuk ke sistem. Jika ada pemadaman itu dipastikan karena faktor alam. Seperti halnya padam dua hari lalu karena sambaran petir di jaringan sekitar Parepare," katanya. Lebih rinci soal paket proyek MFO yang akan digelar untuk membantu pasokan daya di Sulsel, Sulbar dan Sultra, Supriyanto mengatakan ada empat paket. Selain di Sungguminasa sebanyak 25 MW, juga terdapat di Pangkep sebanyak dua paket masing-masing 30 MW dan 25 MW atau total 55 MW. Segera berjalan juga paket Talasa di Takalar dengan target daya yang dihasilkan sebanyak 40 MW. "Sungguminasa dan Pangkep sudah oke (berjalan), menyusul kontrak untuk Takalar," urainya. Daya dari paket proyek PLTD MFO akan menambah daya dari proyek PLTD HSB (high speed diesel/solar) yang kini sebagian telah beroperasi. PLTD HSB yang telah beroperasi yakni di Tallo lama dengan daya yang dihasilkan 40 MW, Jeneponto sebesar 20 MW, dan Bulukumba sebesar 10 MW. HSB Pajalekang Sengkang saat ini dalam tahap konstruksi dengan target daya listrik yang dihasilkan sebesar 15 MW. Sedangkan HSB di Parepare sudah ada pemenang tender dan akan memproduksi daya sebesar 20 MW dari dua paket proyek yang akan berlangsung dengan masing-masing produksi 10 MW. Beberapa tahun terakhir, di Wilayah Sultanbatara kerap mengalami pemadaman listrik secara bergilir. Dimasa-masa kritis, seperti yang terjadi Maret lalu, Wilayah Sultanbatara mengalami defisit listrik hingga 90 MW. Saat itu, dalam neraca PLN untuk sistem Sulselbar, daya yang terpasang berkapasitas 675 MW namun hanya menghasilkan 465 MW, sedang beban puncak mencapai 554 MW. Asal Kaltim Selain di Sungguminasa, Truba juga berhasil ditunjuk PY Robert Schaefer Soros Indonesia untuk melakuan pekerjaan civil, structuarl, mechanical erection and OLC & TBCT duplication project dengan nilai kontrak sekitar 16 juta dolar AS di Indonesia. "Proyek telah dimulai pada 10 Mei 2010 lalu," ujar Gamala. Proyek ini dikerjakan oleh anak usaha Truba yang lain yaitu yakni PT Truba Jaya Enginering. Truba Alam Manunggal Engineering Tbk didirikan di Balikpapan, Kalimantan Timur, 1 Februari 2001 sebagai perusahaan kontraktor yang bergerak di bidang usaha rancang bangun, perekayasaan, pengadaan dan konstruksi bangunan, infrastruktur, dan industri pabrik. Truba Manunggal kemudian mengubah strategi usahanya menjadi perusahaan dengan layanan menyeluruh (one stop solution) yang memenuhi kebutuhan tenaga listrik.(fir) Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/107559/PLN-Layani-50-Ribu-Sambungan-Baru Comeliness May 30th, 2010, 02:48 AM Sabtu, 29 Mei 2010 | 22:03 WITA Laporan: Antara Panasonic Akan Masuk ke Bantaeng MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Umum Perhimpunan Alumni dari Jepang (Persada) Indonesia, Rahmat Gobel menyatakan Panasonic akan berinvestasi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Melalui Gobel Internasional, Panasonic akan masuk ke Bantaeng dan sebagai Wakil Ketua Kadin Indonesia, akan mencoba mengembangkan industri berbasis budaya di Bantaeng. Hal itu dikemukakan Rahmat Gobel usai melantik pengurus Persada Sulsel yang diketuai Prof Dr Nurdin Abdullah yang juga Bupati Bantaeng, Sulsel, di Makassar, Sabtu. Dipilihnya Bantaeng untuk investasi di Sulsel, lanjut Gobel, karena daerah ini sudah berhasil menarik investasi Jepang dan menjalin kerjasama, sekaligus perintis kerjasama beberapa daerah di Sulsel dengan Jepang. Dia mencontohkan, industri pengolahan ikan melalui investasi Jepang sudah dibangun di Bantaeng, menyusul industri pengolahan talas dan lainnya yang seluruh hasil olahannya untuk pasar Jepang. "Dalam waktu dekat, saya akan datang langsung ke Bantaeng untuk menjajaki penanaman investasi Panasonic dan pengembangan industri berbasis budaya di daerah itu," kata Rahmat Gobel yang mengaku berteman dekat dengan Nurdin Abdullah sebagai sesama alumnus Jepang. Saya mendukung sepenuhnya langkah-langkah strategis Nurdin Abdullah sebagai Ketua Persada yang juga Bupati Bantaeng yang terus melakukan inovasi dan menjadi "jembatan" hubungan kerjasama Sulsel dan Jepang. Pengembangan industri berbasis budaya sekaligus akan membangun dan menjaga sistem pasar, sebab bila investor masuk, bukan hanya uang yang masuk tetapi juga budayanya, tetapi karena kita telah melakukan antisipasi terlebih dahulu maka kita sudah memiliki ketahanan pasar, ujarnya. Nurdin Abdullah mengatakan, di Sulsel terdapat 200 orang anggota Persada, terbanyak dari bidang kedokteran dan 70 orang diantaranya bergelar Phd (S3). Pihaknya pekan lalu membawa Wakil Gubernur dan Empat Bupati di Sulsel ke Jepang dan melakukan penandatanganan nota kesepahaman MoU antara lain untuk pengembangan industri talas yang bahan bakunya dari beberapa kabupaten di Sulsel dan industrinya di Bantaeng dengan pasar utama Jepang. Selain itu dengan Toyota Aime Jepang yang akan membantu mobil pemadam kebakaran dan ambulance untuk beberapa kabupaten di Sulsel.(*) Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/107745/Panasonic-Akan-Masuk-ke-Bantaeng Comeliness May 31st, 2010, 01:28 AM Senin, 31 Mei 2010 | 04:20 WITA Jepang Garap Perikanan Sulsel Siap Kelola Tambak Modern di Pinrang dan Bangun Pabrik Garam di Jeneponto ; Hari Ini Wagub Sulsel Tinjau Lokasi ; Investasi Dilakukan Mulai Tahun Ini ; Serap Tenaga Kerja dalam Jumlah Besar ; Juga Untungkan Petani Talas http://www.tribun-timur.com/photo/2010/05/232d686a99ea27a663e62e6ae7ad9470.jpg IST Makassar, Tribun - Pengusaha asal Jepang menggarap potensi ekepor dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan menanamkan investasi di bidang perikanan, budi daya tanaman talas, dan pabrik garam modern (beryodium). Sejumlah investor asal Negeri Sakura tersebut akan bertemu dengan sejumlah pemerintah kabupaten (pemkab) di Bantaeng, Senin (31/5) hari ini. Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Agus Arifin Nu'mang juga dijadwalkan hadir pada pertemuan tersebut. "Ini adalah tindak lanjut dari kunjungan kami bersama sejumlah teman bupati dan Pak Wagub ke Jepang awal bulan ini. Investor Jepang tertarik untuk menanamkan investasi dan membantu revitalisasi tambak di Pinrang, pengolahan garam di Jeneponto, serta meningkatkan perdagangan talas dengan Sulsel," kata Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah, Minggu (30/5). Menurutnya, pertemuan hari ini juga akan dirangkaikan dengan peninjauan lapangan investor Jepang dengan jajaran pemkab yang akan bekerja sama. Dalam kunjungan ke Jepang, Nurdin dan Agus berangkat bersama Bupati Pinrang Andi Aslam Patonangi, Bupati Jeneponto Radja Milo, dan Bupati Luwu Andi Mudzakkar Pengamat ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas), Anas Iswanto Anwar, berharap masuknya investor Jepang tersebut bisa mengatasi kesulitan pemasaran petani dan petambak di daerah ini. "Sekarang memang bukan saatnya lagi memasarkan melalui pameran tapi kita harus door to door agar produk ekspor kita bisa cepat terserap. Mudah-mudahan investasi ini adalah investasi jangka panjang," kata dosen FE Unhas ini. Kirim Tim Menurut Nurdin, investor Jepang akan mengirim tim ke Pinrang untuk menganalisa dan meneliti agar tambak di Pinrang bisa berproduksi lebih maksimal lagi khususnya untuk udang sitto dan ikan bandeng. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pinrang, Andi Budaya, menjelaskan luas tambak di daerah ini mencapai 15.795 hektare dengan produksi 2009 sekitar 2.500 ton. Pihaknya siap bekerja sama dengan tim Jepang dalam revitalisasi tambak yang menjadi salah satu sentra tambak di Sulsel. Bantaeng sudah mengekspor hasil perikanan ke Jepang dan bisa menghasilkan sekitar Rp 15 miliar per bulan (lihat, Bantaeng Hasilkan Rp 18,266 Miliar Per Bulan). Talas Sedangkan Nurdin mengatakan, investor Jepan juga sepakat dengan pengembangan budi daya talas di Pinrang, Bantaeng, dan Luwu. "Bantaeng hanya mampu memproduksi 5.000 ton per tahun. Berdasarkan hasil kesepakatan dengan Global Seafood Jepang, kebutuhan mereka sampai 30 ton per tahun," jelas Nurdin. Sementara Kabupaten Jeneponto akan menjadi wilayah pengembangan industi garam modern. "Ada investor dari Jepang yang akan membangun industri pengolahan garam beryudium di Jeneponto," katanya. Selama ini Jeneponto hanya mengolah garam secara tradisional. Tambak-tambak garam membentang di sekitar kawasan pesisir kabupaten yang berbatasan dengan Bantaeng dan Takalar ini. Momentum Baru Sementara itu Anas menilai hasil kunjungan pemprov dan pemkab yang dipimpin wagub ke Jepang mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi selama ini, yakni pemasaran produk pertanian dan perikanan. Menurut Anas, selama ini pemerintah menganjurkan petani untuk memproduksi suatu komoditi, tepi tidak mampu membuka akses untuk memasarkan hasil pertanian itu. "Kesepakatan Jepang itu menjadi momentum baru tentang pemasaran. Kini kita tingga mencari potensi lahan untuk menanam talas. Pasarnya sudah ada," katanya. Setelah ada kepastian pasar dari produk pertanian di Sulsel itu, menurut dia, ada dua hal yang bisa dilakukan untuk menjamin kuntinitas ketersediaan pasokan ke pasar. "Pertama mencari daerah mana saja yang memiliki potensi produksi talas dan kedua daerah mana saja yang berpotensi untuk pengembangan budidaya talas. Teknisnya bisa melalui kemitraan dan bisa juga diolah langsung oleh investor," katanya.(ba) Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/107989/Jepang-Garap-Perikanan-Sulsel Comeliness May 31st, 2010, 04:06 PM Senin, 31-05-2010 PLN Bangun PLTGB di Selayar KEPULAUAN SELAYAR,UPEKS-General Manager (GM) PLN Wilayah Sulselrabar, Ahmad Siang SE, berencana hingga tahun 2011 untuk membangun kelistrikan Kepulauan Selayar dengan menjadikan Selayar sebagai percontohan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Batubara (PLTGB). Rencana pembangunan pembangkit itu akan berkemampuan antara 6 – 9 MW. PLN tidak mau hanya sekedar memenuhi daftar tunggu, akan tetapi bagaimana dengan kelistrikan Selayar mampu memenuhi keinginan investor tentang listrik. Sebagai bukti keseriusan, GM PLN Sulselbar, Ahmad Siang SE, telah melakukan peninjauan lokasi pembangunan pembangkit. Dalam kunjungan kerjanya di Kepulauan Selayar, GM PLN langsung membawa serta beberapa pejabat terasnya diantaranya, Sabtu-Minggu (29-30/5) diantaranya Manager Perencanaan, Ir Nur Jaya Amral, Manager Transmisi dan Distribusi, Ir A Lakipadada, Ir Purnama Manager Sektor Tello, Ir Rasuleng, Manager PLN Cabang Bulukumba, Wawan Gunawan SE, Jusman, ST, Manager Distribusi Bulukumba, Manager SDM dan ADM PLN Bulukumba, Haris Umar Manager Ranting Kalumpang, serta Taufik Cahya. GM PLN sempat meninjau 4 lokasi, diantaranya pantai disekitar Baloiya Desa Patikarya Kecamatan Bontosikuyu, Pelabuhan Rauf Rahman Benteng, pantai sekitar Tangkala serta Bansiang. Akan tetapi, dari berbagai lokasi yang sempat ditinjau yang paling berpeluang adalah di Desa Karya, dengan pertimbangan lokasi tersebut selain tidak jauh dari kota juga sedikit terlindungi ombak pada musim barat tiba. Ahmad Siang kepada Upeks, disela-sela kunjungan kerjanya mengatakan bahwa kelistrikan Selayar kedepan akan diupayakan 2011 mendatang. Selayar nantinya akan dijadikan sebagai daerah yang menyamai kelistikan dengan Kaltim, dengan menggunakan pembangkit tenaga gas dan batubara, sehingga akan dihentikan sistem pembakar Bahan Bakar Minyak (BBM). Ahmad Siang diakhir penyampaiannya menjelaskan, PLN tidak mau berbeda pandangan tentang kelistrikan, yang juga Pemkab Selayar sudah memprogramkannya sejak beberapa tahun lalu. "Kita tidak mau ada perpebadaan, PLN kan sebagai pelayan," katanya. Sementara Manager Ranting PLN Selayar, HA Idris Limpo kepada Upeks menjelaskan, lokasi yang telah ditinjau GM PLN Wilayah Sulselrabar Ahmad Siang, SE, di pantai sekitar Baloiya dibenarkan memang lokasi milik Pemkab Selayar. Lokasi untuk rencana pembangunan PLTGB tersebut, seluas sekitar 3 hektar. (den) Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=48144 Comeliness June 1st, 2010, 01:06 AM Hotel Marante Toraja Image Credits: Hotel Marante Toraja (http://www.marantetoraja.com/location/) http://www.marantetoraja.com/gallery/marante/marante1.jpg http://www.marantetoraja.com/gallery/marante/marante4.jpg http://www.marantetoraja.com/sport/foto.jpg http://www.marantetoraja.com/rates/foto.jpg http://www.marantetoraja.com/gallery/marante/marante6.jpg Comeliness June 1st, 2010, 11:42 PM Edisi 31 Mei 2010 Izin Amdal PT Sedya Terbit Pekan Depan MAROS - Kepala Badan Lingkungan Hidup Maros Rubina Malik mengatakan pihaknya segera menerbitkan izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) PT Sedya Cipta Laksana Mining. Perusahaan yang akan menambang batu bara di Kecamatan Mallawa ini telah melakukan presentasi amdal pada 16 April lalu. "Dalam satu hingga dua minggu ini, BLH sudah akan menerbitkan Izin amdalnya" ujar dia. Eksploitasi ini, kata Rubina, dilakukan di tiga dusun, yaitu Dusun Pangisoreng, Batuma'denring, dan Lappahilalang, Desa Batu Putih, Mallawa, Maros. PT Sedya mendapatkan izin kuasa pertambangan dari bupati pada 23 Desember 2008, dengan luas wilayah 450 hektare. Kandungan batu bara di tiga dusun tersebut mencapai 1.906.738 ton. Koordinator Administrasi Proyek PT Sedya, Joni Hendri, mengatakan eksplorasi dilakukan dengan metode pengeboran di tiga blok dusun tersebut. Pihaknya menargetkan produksi batu bara tahun pertama sebesar 160 ribu ton dan tahun kedua hingga kelima sebesar 240 ribu ton. "Kegiatan eksploitasi akan dilakukan selama sembilan tahun, di mana setiap lima tahun sekali dilakukan perpanjangan izin usaha industri," ujar Joni. Pada tahap prakonstruksi, PT Sedya tengah menyusun rencana serta alokasi anggaran pembebasan lahan. Kompensasi diberikan terhadap tanaman di area lahan yang dikuasai masyarakat, seperti pohon kemiri, cokelat, dan jati. Selain itu, PT Sedya akan membeli lahan warga yang dijadwalkan selesai pada November nanti. Pada tahap awal, lahan yang dibebaskan seluas 58 hektare di tiga dusun. Joni mengatakan dibutuhkan tenaga kerja dengan keahlian di bidang pertukangan dan konstruksi serta tenaga kerja buruh kasar (nonskill). Mereka akan direkrut dari warga sekitar lokasi tambang. Keuntungan, kata Joni, akan dibagi kepada pemerintah daerah sebesar US$ 1 per 1 ton produksi batu bara. "Jumlah itu belum termasuk pajak serta bagi hasil antara pemerintah pusat dan daerah," kata dia. Berkaitan dengan fasilitas, perusahaan ini akan membangun jalan tambang sepanjang 5,3 kilometer dengan lebar 10 meter. Pada tahap awal, jalan ini akan menghubungkan lokasi tambang menuju pelabuhan di Bone. Joni mengatakan produksi batu bara ini untuk memenuhi kebutuhan lokal, di antaranya untuk menyuplai pembangkit mesin industri semen, seperti PT Semen Bosowa dan PT Semen Tonasa. MUH SOPHIAN AS http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2010/05/31/Makassar/krn.20100531.201941.id.html Comeliness June 1st, 2010, 11:54 PM Selasa, 1 Juni 2010 | 09:06 WITA Potensi Pendapatan Rp 21,600 T Jika permintaan pasar Jepang sampai 300 ribu kontainer berisi 18 ton menurut Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah bisa mendatangkan pendapatan sekitar Rp 21,600 triliun. Agus Arifin Nu'mang mengatakan, potensi pendapatan itu bisa menekan angka kemiskinan di Sulsel. "Kalau talas ini dikembangkan di daerah-daerah miskin, dengan cepat Sulsel bisa bebas dari angka kemiskinan," katanya. Agus menganjurkan kepada Bupati Jeneponto, Pemerintah Pinrang, dan Luwu untuk mengembangkan talas ini di daerah pegunungan. "Talas ini cocok di daerah ketinggian di atas 300 meter dari permukaan laut," katanya. Bupati Radjamilo berencana menanam di daerah berbatasan dengan Bantaeng. "Bulan depan (Juni) kita sudah mulai. Saya akan undang gubernur untuk meresmikan pencanangannya," katanya.(ba) Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/108314/Potensi_Pendapatan_Rp_21600_T Edisi 01 Juni 2010 Semen Tonasa 5 Beroperasi Awal 2012 Penjualan semen ditargetkan 4 juta ton tahun ini. PANGKEP - PT Semen Tonasa menargetkan Tonasa 5 beroperasi pada awal 2012. Pengoperasian area pengolahan baru itu mampu mendongkrak total kapasitas produksi perusahaan itu hingga 6 juta ton semen per tahun. Syahruddin, Sekretaris Perusahaan PT Semen Tonasa, mengemukakan, dengan penambahan kapasitas produksi itu, pihaknya yakin dapat memenuhi pertumbuhan permintaan semen, khususnya di wilayah timur dan barat Indonesia. "Kami optimistis, ke depan, PT Semen Tonasa sudah dapat meng-cover seluruh kebutuhan semen di wilayah timur dan barat Indonesia, yang setiap tahun mengalami peningkatan permintaan 7-10 persen," ujarnya kemarin. Saat ini, menurut Syahruddin, kapasitas terpasang PT Semen Tonasa sebesar 3,48 juta ton semen per tahun, dengan hasil penjualan semen pada tahun lalu sebesar 3,8 juta ton. "Hasil penjualan ini melebihi kapasitas terpasang yang ada, karena adanya stok awal sekitar 320 ribu ton dan kinerja pabrik yang bagus pada 2009," ujarnya. Adapun untuk tahun ini, PT Semen Tonasa menargetkan penjualan semen sebesar 4 juta ton. PT Semen Tonasa mulai membangun penambahan area pengolahan untuk Tonasa 5 pada 2009. Pembangunan itu untuk semen plant dan powerplant. Realisasi pembangunannya sudah mencapai 20 persen, di antaranya pembangunan gudang tanah liat dan gudang batu kapur serta gudang penempatan diesel. Adapun total alokasi anggaran sebesar Rp 5,4 triliun. "Dengan beroperasinya Tonasa 5, maka akan terjadi penambahan produksi semen sebanyak 2,5 juta ton per tahun," ujar Syahruddin. Pembangunan Tonasa 5 ini sejalan dengan pembukaan lahan eksploitasi baru untuk mendongkrak kapasitas produksi semen. Luas penambangan untuk bahan baku semen akan mengalami penambahan, yaitu luas garapan untuk tanah liat seluas 16 hektare di desa Tabo-tabo dan 83 hektare untuk batu kapur di Bulu Paccola, Kecamatan Bungoro, Pangkep. Penambangan di lokasi tersebut rencananya dilakukan pada akhir tahun ini. Sebelumnya, PT Semen Tonasa memiliki luas area garapan untuk bahan baku semen, seperti batu kapur seluas 214 hektare dan tanah liat 160 hektare. "Jadi PT Semen Tonasa memiliki total luas area pertambangan untuk bahan baku 176 hektare untuk tanah liat dan 297 hektare untuk batu kapur," ujar Syahruddin. MUH SOPHIAN AS Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2010/06/01/Makassar/krn.20100601.202022.id.html Sony Sjklw June 3rd, 2010, 12:57 PM Batu Bara di Maros Segera Ditambang PT SCLM Kantongi Izin Eksplorasi di Mallawa Rabu, 2 Juni 2010 | 08:49 WITA Maros, Tribun - PT Sedya Cipta Laksanaa Mining (PT SCLM) segera melakukan eksplorasi tambang batu bara di Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros. Perusahaan ini telah mendapatkan izin usaha pertambangan (IUP) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Koordinator Administrasi Proyek PT Sedya Cipta laksana, Joni hendri, mengungkapkan, eksplorasi akan dipusatkan di tiga dusun yang ada di kabupaten itu. Masing-masing Dusun Pangisoreng, Dusun Atuma`Denring, dan Dusun Lappahilalang di Desa Batu Putih. Setelah izin itu dikantongi, katanya, pihaknya akan melakukan eksplorasi awal. Perusahaan ini menargetkan produksi batu bara untuk tahun pertama sebesar 160.000 ton, tahun kedua hingga tahun ke lima sebesar 240.000 ton. Kegiatan eksplorasi akan dilakukan selama sembilan tahun, dimana setiap lima tahun sekali dilakukan perpanjangan izin usaha industri. Joni berjanji jika perusahaannya akan memperhatikan amdal. pihaknya sedang melakukan pengurusan amdal dengan dinas terkait yaitu Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Maros. "Kami optimistis amdal itu akan segera dikantongi perusahaan sehingga jika tidak ada aral melintang, maka paling lambat akhir tahun 2010 mereka sudah siap melakukan tambang," terang Joni, kemarin. Amdal itu sendiri dibuat saat perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek fisik- kimia, ekologi, sosial-ekonomi, sosial-budaya, dan kesehatan masyarakat. Dasar hukum amdal adalah Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Untuk tahap prakonstruksi, perusahaan ini, katanya, tengah menyusun rencana serta alokasi anggaran pembebasan lahan. Kompensasi yang diberikan adalah terhadap tanaman atau tegakan yang ada di areal lahan yang digunakan atau dikuasai masyarakat, seperti pohon kemiri, coklat, jati, kunau dan sebagainya. Selain biaya ganti rugi terhadap areal perkebunan masyarakat, sebagian akan dilakukan dengan cara membeli lahan masyarakat yang disesuaikan dengan patokan harga yang telah disepakati. Untuk tahap awal pembebasan lahan akan dilakukan seluas 58 hektare pada tiga dusun tersebut "Kami masih membicarakan hal tersebut kepada warga, serta pihak pemerintah setempat, dan tokoh masyarakat, dijadwalkan pembebasan lahan serta biaya ganti rugi telah selesai dengan cepat, sehingga kami bisa memulai pertambangan," bebernya. Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Maros Rubina Malik membenarkan jika PT SCLM telah mendapatkan izin kuasa pertambangan eksplorasi dari Bupati Kabupaten Maros Nomor 645/KPTS/54.1/XII/2008, tanggal 23 Desember 2008 dengan luas wilayah perizinan 450 hektare.(ink) tambang batu bara - Lokasi: Dusun Pangisoreng, Dusun Atuma`Denring, dan Dusun Lappahilalang di Desa Batu Putih, Kecamatan Mallawa, Maros - Pemegang IUP: PT Sedya Cipta Laksanaa Mining (PT SCLM) - Lahan: Tahap awal 58 hektare dari luas wilayah izin 450 hektare - Target produksi: Tahun pertama 160 ribu ton dan selanjutnya 240 ribu ton per tahun - Tenaga kerja: 65 orang tenaga lokal Tenaga Kerja TERKAIT dengan penyerapan tenaga kerja pada industri batubara ini, Joni mengatakan, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah 65 orang dengan pengerahan tenaga kerja diprioritaskan khusus yang memiliki keahlian di bidang petukangan dan konstruksi serta tenaga kerja buruh kasar (non skill). "Keseluruhan tenaga kerja yang dibutuhkan ini akan direkrut dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal atau dari lokasi tapak proyek dan jika belum mencukupi maka akan diprioritaskan tenaga kerja yang berasal dari daerah sekitarnya," ungkap Joni.(ink) http://www.tribun-timur.com/read/artikel/108541/Batu-Bara-di-Maros-Segera-Ditambang Comeliness June 4th, 2010, 12:23 AM Selasa, 01 Juni 2010, 20:37 Perusahaan Kalla Dorong Nilai Ekspor Sulsel Makassar (ANTARA News) - Perusahaan elektronik milik mantan Wakil Presiden, HM Jusuf Kalla, telah memberikan kontribusi terbesar terhadap besaran nilai ekspor Sulawesi Selatan selama April 2010 di tengah anjloknya beberapa komoditas ekspor unggulan asal Sulsel. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Bambang Suprijanto, di Makassar, Selasa, mengungkapkan, PT. Kalla Electrical System yang melakukan aktifitas ekspor bahan baku untuk kebutuhan industri pesawat terbang ke Korea Selatan telah memberikan andil positif terhadap nilai ekspor Sulsel selama April 2010. Data BPS menyebutkan, ekspor Sulsel ke Korea Selatan pada April 2010 mencapai angka yang terbesar selama beberapa tahun terakhir yakni mencapai 14,067 juta dolar AS atau naik sekitar 11,871 dolar AS dari realisasi ekspor Suslel pada Maret 2010. Sementara itu, ekspor Sulsel ke negara tujuan Jepang yang selama ini mendominasi nilai ekspor Sulsel anjlok dari nilai ekspor selama Maret 2010 sebesar 96,647 dolar AS turun pada April 2010 yang hanya sebesar 6,113 dolar AS. Penurunan nilai ekspor ini dipicu oleh adanya penurunan beberapa komoditas ekspor Sulsel seperti Kakao pada April ini turun 4,091 juta dolar AS dari Maret sebelumnya yang hanya 31,138 juta dolar AS dan beberapa komoditas lainnya seperti garam, belerang, kapur, karet, dan industri pakan ternak. Total nilai ekspor Sulsel selama April 2010 turun 106,904 dolar AS dari nilai ekspor Maret 2010, akibat komoditas yang cukup besar memberikan andil terbesar terhadap nilai ekspor Sulsel ini dilaporkan nihil pada beberapa bulan terakhir ini. (T.KR-HK/M012) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=16284:perusahaan-kalla-dorong-nilai-ekspor-sulsel&catid=36:news-economic&Itemid=62 Comeliness June 4th, 2010, 05:07 PM Edisi 04 Juni 2010 Ekspor Rotan Sulawesi Selatan Meningkat 98 Persen Kini pintu keluar untuk ekspor lebih terbagi ke wilayah lain. MAKASSAR -- Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 36, yang melarang ekspor rotan bukan dari tempat produksi asal, mampu meningkatkan ekspor rotan Sulawesi Selatan hingga 98 persen. Menurut data Asosiasi Mebel dan Rotan Indonesia (Asmindo) Sulawesi Selatan, sebelum peraturan ini ditetapkan pada Oktober lalu, ekspor hanya 797 ton. Enam bulan sesudahnya ekspor meningkat hingga 1.575 ton. "Menurut saya, peraturan ini memberikan dampak positif bagi peningkatan ekspor di Sulawesi Selatan," ucap Mansyur A.S., Sekretaris Asosiasi Mebel dan Rotan Indonesia Sulawesi Selatan, kemarin. Peraturan ini berlaku hingga 2011. Mansyur mengatakan peraturan ini perlu untuk diteruskan karena telah memberikan dampak positif bagi peningkatan ekspor di Sulawesi Selatan. Sebelum kebijakan ini diberlakukan, 62,84 persen ekspor rotan dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta dan Tanjung Perak di Surabaya. "Kini pintu keluar untuk ekspor lebih terbagi ke wilayah lain," katanya. Keinginan untuk diteruskannya peraturan tersebut disertai dengan saran mengenai revisi. Yang pertama, kata Mansyur, rotan yang tidak dipakai di dalam negeri sebaiknya diekspor dengan proses wash and sulfured. "Alasannya, ada jenis rotan tertentu, misalnya rotan semambu dan tohiti, yang justru kalau diolah jadi rotan polish harganya akan turun," ucap Mansyur. Revisi kedua adalah ada keinginan untuk menghapuskan sistem wajib pasok bagi industri dalam negeri. "Ini penting karena daya serap industri dalam negeri masih kecil. Penyebabnya, permintaan terbatas akibat krisis keuangan global beberapa waktu lalu serta adanya substitusi rotan ke bahan plastik yang cukup tinggi." Ketika ditanya soal dampak penghapusan wajib pasok akan mengurangi proteksi bagi industri dalam negeri, Mansyur mengatakan setidaknya persentase kuota dapat diperbesar dibanding saat ini. "Ya, setidaknya kuotanya diperbesar," ucap Mansyur. Saat ini peraturan menetapkan kuota ekspor sebanding dengan kuota rotan yang dipasok ke industri dalam negeri. Manysur juga menginginkan penurunan pungutan ekspor. "Sekarang pungutan ekspor 15 persen, sebaiknya menjadi 10 persen saja." Sejak Peraturan Menteri Perdagangan diberlakukan, eksportir rotan meningkat dari 4 eksportir terdaftar rotan (ETR) menjadi 6 ETR. Eksportir ini merupakan industri pengolah barang setengah jadi. Secara nasional ekspor rotan naik 17,12 persen. Di Sulawesi, ekspor naik 38,8 persen. Di Kalimantan meningkat tajam, yakni 98,4 persen, dan Sumatera naik 24,58 persen. Data diambil berdasarkan perbandingan produksi enam bulan sebelum dan enam bulan setelah peraturan diberlakukan. Sulawesi Selatan memiliki potensi produksi rotan sebesar 15 ribu ton. "Realisasinya sekitar 10 ribu ton," ucap Mansyur. Produksi rotan banyak berasal dari wilayah Luwu, Sidrap, Enrekang, Soppeng, dan Bone. Jenis rotan yang dihasilkan adalah rotan lambing, batang, tohiti, jermasin, tarumpu, dan manuk. FADHILAH NAZIF Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2010/06/04/Makassar/krn.20100604.202403.id.html Comeliness June 4th, 2010, 05:14 PM Edisi 04 Juni 2010 Pasar Lelang Jagung Dibuka di Gowa GOWA -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan menggelar pasar lelang komoditas jagung. Pasar lelang tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Gowa Abdul Razak Badjidu di pergudangan jagung yang terletak di Kecamatan Bontonompo kemarin. Abdul Razak mengatakan pasar lelang jagung tersebut untuk memenuhi tersedianya tempat penyediaan jagung yang memadai dan ketersediaan modal usaha serta akses pasar yang terjamin. Lokasi pasar lelang di Kecamatan Botonompo, kata Abdul Razak, sudah tepat. Sebab, Botonompo adalah lumbung jagung di Gowa. Selain itu, kecamatan ini berdekatan dengan Takalar dan Jeneponto. Abdul Razak menambahkan, Gowa adalah daerah berbasis agro yang mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan. Salah satu penggerak ekonomi masyarakat adalah jagung, yang dalam kurun 3 tahun terakhir menunjukkan perkembangan tingkat produksi. "Tentunya sudah memberikan kontribusi terhadap program surplus 1,5 juta ton jagung di Sulawesi Selatan," kata Abdul Razak kemarin. Karena itu, pasar lelang khusus komoditas jagung ini menjadi solusi berkaitan dengan masalah pasar. Pembeli, pedagang pengumpul, dan kelompok tani sepakat harga tidak boleh di bawah harga standar. "Diharapkan ke depan dapat membantu petani dalam menikmati hasil usahanya," katanya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan Amar Kadir mengatakan tujuan kerja sama tersebut adalah mempertemukan komoditas yang berasal dari berbagai daerah lain. "Kami hanya memfasilitasi antara petani dan pembeli. Saya kira produksi jagung di Gowa cukup besar," katanya. Daerah-daerah yang akan dipertemukan antara lain Jawa dan Kalimantan. Sedangkan mengenai harga penjualan jagung dikembalikan kepada petani. "Intinya bergantung pada kesepakatan antara pembeli dan petani." SAHRUL Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2010/06/04/Makassar/krn.20100604.202408.id.html Comeliness June 4th, 2010, 10:52 PM Jumat, 04 Juni 2010 15:29 Sulsel Siap Kembangkan Perkebunan Nilam Makassar (ANTARA News) - Sulawesi Selatan siap mengembangkan perkebunan nilam untuk bahan campuran parfum dan kosmetik pada musim hujan menjelang akhir 2010. "Untuk tahap awal akan dikembangkan di Kabupaten Pinrang, Sulsel, di daerah yang memiliki ketinggian ideal yakni sekitar 1.000 meter dari permukaan laut," kata Kepala Dinas Perkebunan Sulsel Burhanuddin Mustafa di Makassar, Jumat. Ia menjelaskan, pemilihan lokasi perkebunan nilam di lokasi dataran tinggi karena hal itu akan berpengaruh terhadap jumlah produksi nilam. "Produksi nilam lebih tinggi di wilayah dataran tinggi daripada nilam yang dikembangkan di dataran rendah," katanya. Untuk pengembangan perkebunan nilam tersebut, lanjutnya, pemerintah pusat memberikan 50.000 pohon nilam ke petani di daerah ini. Dia mengatakan, bibit nilam yang memiliki kandungan minyak nilam yang tinggi tersebut berasal dari Jawa Barat. Setelah di Kabupaten Sidrap, Burhanuddin juga mengatakan, daerah berikutnya yang akan menjadi sasaran perkebunan nilam adalah Kabupaten Wajo, Enrekang dan Selayar. Menurut dia, tanaman nilam berpotensi ekonomi tinggi karena banyak dibutuhkan di pasar dalam negeri dan mancanegara seperti Eropa, Amerika, dan Jepang. Harga minyak nilam di pasar lokal rata-rata Rp600.000 per liter, sedangkan harga ekspornya mencapai Rp800.000 per liter. (T.S036/A023) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=16372:sulsel-siap-kembangkan-perkebunan-nilam&catid=36:news-economic&Itemid=62 Jumat, 04-06-2010 5 Daerah Terapkan Resi Gudang Untuk Menjaga Stabilitas Harga Komoditi MAKASSAR, UPEKS--Sebanyak sembilan kabupaten dari berbagai provinsi di Indonesia memperoleh gudang penyimpanan hasil komoditi pertanian yang menggunakan sistem resi gudang. Lima diantaranya adalah kabupaten di Sulsel. Penyerahan gudang itu dilakukan oleh Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan RI, Deddy Saleh di halaman Gudang Komoditi Sistem Resi Gudang Kabupaten Bantaeng. Kabupaten yang menerima gudang sistem resi itu adalah Bantaeng (Sulsel), Bone (Sulsel), Kabupaten Barito Muala (Kalsel), Takalar (Sulsel), Minahasa Selatan (Sultra), Gowa (Sulsel), Kabupaten Gorontalo (Provinsi Gorontalo), Takalar (Sulsel) dan Sumenep (Jatim). Penyerahan gudang itu sebagai rangkaian acara Pembukaan Sosialisasi UU No.9 Thn.2006 tentang Sistem Resi Gudang dan Pasar lelang Komoditi Agro Sulsel yang di buka oleh Wagub Sulsel Agus Arifin Nu'mang, berlangsung di Kabupaten Bantaeng, Rabu (2/6). Sistem resi gudang ini, menurut Deddy Saleh bertujuan untuk menjaga harga pasar komoditi hasil pertanian, karena selama ini selalu turun ketika panen raya akibat melimpahnya produksi. "Dengan adanya sistem resi gudang ini, petani dpt menyimpan hasil pertaniannya di gudang sambil menunggu harga stabil," ungkap Deddy. Setiap komoditi hasil pertanian yang disimpan di gudang oleh petani, akan medapatkan dokumen bukti kepemilikan. Dan dokumen ini dapat dijadikan agunan utk mendapatkan kredit dari bank tertentu dgn bunga yang sangat rendah. Disamping itu, dengan sistem resi gudang ini, juga akan menambah kualitas hasil pertanian para petani, sebab hanya komuditi hasil pertanian yang memiliki mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dapat disimpan digudang sistem resi ini. Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang pada kesempatan itu mengatakan bahwa Sulsel sangat wajar memiliki sistem resi gudang yang jumlanya relatif lebih banyak dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia karena Sulsel sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional yg di kenal sejak beberapa tahun yang lalu dan tetap menempatkan sektor pertanian sebagai basis tumpuan pembangunan ekonomi sulsel. Agus menambahkan, sistem resi gudang merupakan salah satu alternatif solusi utk mengatasi masalah pembiayaan bagi para pengusaha dan petani kecil yang tidak memiliki akses kredit. Dia juga menambahkan sudah saatnya sulsel memiliki pelabuhan khusus untuk memperlancar mobilisasi distribusi komoditi hasil pertanian ke berbagai daerah di Indonesia,sehingga tidak lagi mengganggu aktivitas pengguna pelabuhan umum. Pada kesempatan itu, Wagub Sulsel didampingi Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Kementerian Perdagangan RI, Deddy Saleh, menggunting pita sebagai tanda diresmikannya penggunaan Sistem Resi Gudang Kabupaten Bantaeng.(mg03) Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=48402 Comeliness June 5th, 2010, 11:58 PM SABTU, 05 JUNI 2010 | 00:50 WITA | China Perluas Bisnis Power Plant ke Sulsel MAKASSAR -- Potensi sumber daya air di beberapa daerah dalam wilayah Sulawesi Selatan kembali mendapat perhatian investor dari China. Topniche Associates Pte Ltd, salah satu perusahaan, asal China berencana memperluas jaringan pembangkit listrik atau power plant ke Sulsel. Direktur Utama Topniche Associates Pte Ltd, Oh Choo Huat, mengatakan, pihaknya telah membangun power plant di Asahan serta beberapa daerah lain. Daerah yang dilirik untuk pengembangan di Sulsel antara lain, Kabupaten Enrekang, Tana Toraja, Takalar, dan Jeneponto. Kapasitas power plant yang akan terbangun disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan sumber daya yang tersedia. "Kami bekerja sama dengan China Power Plant untuk penyediaan perangkat kelistrikannya," kata Oh Choo Huat, usai bertemu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Gubernuran, Jumat, 4 Juni. Topniche Associates belum menentukan modal yang harus disiapkan untuk pembangunan power plant di Sulsel, karena masih harus melakukan survei potensi dan menentukan kapasitas pembangkitnya. Namun, Oh Choo Huat menyebut nilai investasi biasanya mencapai USD 800 juta. Pertemuan manajemen induk perusahaan Topniche Associates Pte Ltd yang berkantor di Singapura telah dilakukan dengan Direktur Utama PLN, Dahlan Iskan, pekan lalu. Oh Choo Huat, mengaku respons telah diberikan PLN berupa persetujuan pembelian energi listrik yang dihasilkan. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, berharap calon investor asal China yang berencana membangun power plant di Sulsel tidak hanya sekadar berminat dan melakukan survei. Dia meminta hasil survei yang telah dilakukan beberapa calon investor sebelumnya yang dimanfaatkan untuk perencanaan investasi perusahaannya. "Sudah banyak calon investor yang berminat pada masalah listrik. Tapi kita mau yang agendanya betul-betul permanen dan direalisasikan. Energi listri di Sulsel seharusnya sudah over kapasitas hingga 80 megawatt. Kalau memang serius, gunakan saja hasil penelitian yang sudah ada," ujarnya. Topniche Associates juga memiliki kelompok usaha galangan kapal di China dan berencana menjajaki kerja sama dengan PT Industri Kapal Indonesia (IKI). Syahrul mengaku menyambut baik rencana tersebut, tapi dia meminta agar lebih fokus dahulu pada power plant. (rif) Source: http://news.fajar.co.id/read/94711/45/china-perluas-bisnis-power-plant-ke-sulsel Comeliness June 7th, 2010, 10:04 PM Senin, 07 Juni 2010 | 14:33 WIB Akhir Juni, Sulawesi Selatan Punya Pabrik Pengolahan Kopi http://image.tempointeraktif.com/?id=21598&width=274 Pekerja menyortir biji kopi pilihan di pabrik kopi di kawasan Banceuy, Bandung, Minggu (15/11). Harga kopi dunia selama November cenderung turun, namun harga kopi luwak Indonesia tetap eksklusif dengan harga di kisaran USD 100 per kg. TEMPO/Prima Mul TEMPO Interaktif, Makassar - Kepala Dinas Koperasi dan UKM, M. Yamin mentargetkan pembuatan pabrik pengolahan biji kopi di Enrekang pada akhir bulan ini. Jika akhir bulan Juni telah siap, maka pabrik diharapkan dapat memulai tahap pra-operasi awal bulan Juli. “Kami memang mengejar masa panen kopi,” kata Yamin saat ditemui seusai mengadakan rapat dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Enrekang dan Perusahaan Umum Daerah Mata Allo Enrekang di kantor Dinas UKM dan Koperasi Sulawesi Selatan. Rencana pembangunan pabrik kopi sudah dilakukan sejak tahun lalu. Pabrik akan menjadi milik pemerintah daerah Enrekang dan Dinas UKM dan koperasi. Dalam usaha pembangunan pabrik ini Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan telah menyiapkan gedung bekas pabrik jagung dengan aset senilai Rp 1,2 triliun. Selain itu pemerintah Enrekang juga memilih Perusahaan Umum Daerah untuk menjadi pihak pengelola pabrik. Untuk peralatan mesin pengolah biji kopi, Dinas Koperasi menyediakan dana sekitar Rp 800 juta. Menurut Alfian N. Kunnung, Direktur Utama Perusda Mata Allo Enrekang, pabrik pengolahan biji kopi berskala menengah ini menghabiskan modal awal sekitar Rp 4 triliun. Pabrik ini diperkirakan akan menampung sekitar 50 pekerja. “Dengan adanya pabrik ini, kita dapat meningkatkan produksi bubuk kopi sekitar 2000-3000 ton per tahun,” kata Alfian. Selain meningkatkan angka produksi, keberadaan pabrik akan meningkatkan kualitas bubuk kopi. “Selama ini penolahan kopi di daerah ini masih menggunakan cara tradisional, hingga hasilnya masih kurang berkualitas." Ia mengatakan bahwa bubuk kopi yang dihasilkan selama ini masih kurang halus dan tidak sepenuhnya berwarna hitam. Biji kopi Enrekang merupakan biji kopi yang memiliki aroma dan cita rasa yang cukup diminati. Tahun lalu biji kopi asal Enrekang mendapat juara pertama dan kedua pada suatu festifal aroma dan cita rasa biji kopi. “Kami punya sertifikat mengenai tingkat kualitas biji kopi Enrekang,” kata Imran Mazmur, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Enrekang. Imran mengharapkan pengadaan pabrik dapat menjadi proyek percontohan bagi pengembangan industri lainnya. FADHILAH NAZIF Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/makassar/2010/06/07/brk,20100607-253233,id.html Comeliness June 8th, 2010, 01:28 AM Selasa, 08 Juni 2010, 00:30 Percepatan Pembangunan Poros Makassar-Parepare Usai Pilkada Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Senin, mengatakan pemerintah provinsi akan melakukan langkah-langkah percepatan pembangunan jalan poros Makassar-Pare Pare usai pemilihan umum kepala daerah (Pilkada). ''Ada kepekaan dalam masyarakat di tiga kabupaten yang dilalui jalan ini menjelang Pilkada, sesudah pemilihan kita akan lakukan percepatan, ''ujarnya. Menurut perencanaan keseluruhan pembangunan jalan poros ini akan selesai 2011, sementara pada 2010 ditargetkan seluruh tahapan pengerjaan penyambungan jalan telah selesai. Ia mengatakan, hingga kini dirinya belum menerima laporan mengenai hambatan pembangunan jalan terkait dengan anggaran. Namun, ia mengakui memang ada hambatan dari sisi pembebasan lahan. ''Memang ada hambatan pada pembebasan lahan yang tersisa, kita akan siapkan formula agar kita capai dalam waktu singkat,'' ujarnya. Pemba'ngunan jalan ini. katanya, tetap menjadi prioritas untuk terus didorong. ''Anggaran tetap sesuai dengan perencanaan APBN meski terjadi pengurangan anggaran untuk daerah. Menurut saya masih sesuai dengan harapan, malah bertambah,''ujarnya. Ditambahkannya, meski kondisi jalan yang buruk ini memperpanjang jarak antara satu daerah ke daerah lain namun belum mempengaruhi pembangunan ekonomi. ''Setelah pilkada saya akan lakukan langkah percepatan dan akan saya akan panggil pimpinan proyeknya,''katanya. (T.KR-RY/S005) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=16458:percepatan-pembangunan-poros-makassar-parepare-usai-pilkada&catid=1:latest-news&Itemid=1 Comeliness June 9th, 2010, 06:55 PM Selasa, 08 Juni 2010, 13:46 Kota Palopo Empat Kali Raih Adipura Makassar (ANTARA News) - Kota Palopo, Sulawesi Selatan, kembali menerima penghargaan Adipura 2010 dan merupakan yang keempat kalinya secara berturut-turut sejak kota ini resmi menjadi otonom. Wakil Wali Kota Palopo Rahmat Bandaso di Makassar, Selasa, mengatakan, Kota Palopo menjadi langganan Adipura secara berjenjang mulai dari katagori kota kecil hingga kota sedang pada 2010. Partisipasi warga dalam menjaga kebersihan, melestarikan alam merupakan salah satu kiat untuk meraih penghargaan di bidang kebersihan tersebut, tutur Rahmat. Ia menjelaskan, Adipura untuk katagori kota sedang diraih Palopo untuk kedua kalinya, sementara kota kecil juga berturut-turut selama dua tahun. Piala Adipura akan disambut pemerintah dan masyarakat Palopo di perbatasan Kabupaten Luwu, Kota Palopo, saat piala anugerah tertinggi bagi kota terbersih itu tiba dari Jakarta. Selain Kota Palopo, dua kota lainnya di Sulsel juga menerima Adipura katagori kota sedang yakni Kota Parepare dan Kota Watampone. Sementara piala Adipura untuk katagori kota kecil yakni Kota Pangkajene (Pangkep), Kota Barru, Watansoppeng, Sengkang, Bantaeng, Sinjai, Masamba, dan Pinrang. Sedangkan dua kota lainnya menerima sertifikat Adipura yakni Makassar (kota metropolitan) dan Malili Luwu Timur (kota kecil). Pemerintah juga memberikan penghargaan berupa piala Adiwiyata bagi sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup yang diterima SD Athira Butit Baruga Antang Makassar (sekolah Adiwiyata) dan SMP Negeri I Pangkep (calon sekolah Adiwiyata). (T.S016/R010) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=16467:kota-palopo-empat-kali-raih-adipura&catid=1:latest-news&Itemid=1 Comeliness June 10th, 2010, 12:45 AM SELASA, 08 JUNI 2010 | 00:36 WITA | Sulsel Juara Umum http://www.fajar.co.id/photohead/1275964414Windsurfing%5B1%5D.jpg TIM Sulsel berhasil tampil sebagai juara umum kejuaraan nasional (Kejurnas) selancar angin (Windsurfing) Indonesia Terbuka II 2010 yang digelar di Sabang, Provinsi Aceh. Sulsel meraih tiga emas dan satu perak. Medali emas diraih Sayuti Syarif (Mistral kelas ringan), Rivanti Natalia (Mistral putri), Syahril (mistral RSX) sedangkan perak Wahyu Tahir (Mistral OD kelas berat). Wahyu kalah dari peselancar nasional Indonesia, Oka Sulaksana dari Bali. Kejuaraan berlangsung 3-6 Juni di Pantai Sabang Aceh Barat. Provinsi Bali keluar sebagai juara Umum II dengan dua emas, sedangkan Banteng juara III dengan satu emas. Sekretaris Pengprov Porlasi Sulsel, M Basri kepada Fajar mengatakan, sukses timnya tak lepas dari perhatian besar Ketua Umum Porlasi Sulsel Solihin Kalla yang memberi dukungan materil. "Awalnya kita ragu bisa berangkat, meski telah melakukan persiapan panjang. Kami kekurangan dana, tapi Alhamdulillah perhatian pak Solihin cukup besar," kata Barsi, merangkap sebagai manajer Tim Kerjunas Porlasi Sulsel. Sulsel hanya memberangkatkan empat atlet ke kejuaraan nasional ini. Namun keempat atlet pulang dengan medali. Satu-satunya yang gagal adalah Wahyu Tahir karena kalah dari peselancar nasional Indonesia Oka Sulaksana. (aci) Source: http://sport.fajar.co.id/read/94901/11/sulsel-juara-umum Andhy2 June 10th, 2010, 07:54 PM Weekend kemarin sempat jalan2 ke pulau Dutungan, sebuah resort yang ada di Kab. Barru atas undangan pengelolanya. klo ke arah pare2 pulau ini jelas keliatan karna sangat dekat dengan daratan sulawesi. Ada arena air soft gun dan bagus juga untuk snorkling. http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs558.snc3/30530_1467243931116_1534099293_31150525_7540650_n.jpg http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs518.ash1/30530_1467244011118_1534099293_31150526_3240541_n.jpg Comeliness June 11th, 2010, 12:05 AM Kamis, 10 Juni 2010, 15:28 Sulawesi Selatan Raih 11 Piala Adipura :okay: Makassar (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Selatan meraih 11 piala dan dua sertifikat Adipura sehingga menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang meraih Adipura terbanyak selain Jawa Timur dan Bali. :okay: Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sulsel Muhammad Tamzil Tajuddin di Makassar, Kamis, mengatakan, kota peraih Adipura kategori sedang adalah Palopo, Pare Pare dan Watampone. Sementara peraih Adipura untuk kota kategori kecil yaitu Pangkajene, Watansoppeng, Sengkang, Sinjai, Pinrang, Bantaeng dan Masamba. Dua daerah yang mendapatkan sertifikat Adipura adalah Makassar dan Malili,Luwu Timur. :) Sulsel juga meraih dua penghargaan Adiwiyata bagi sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Kedua sekolah tersebut adalah SD Athirah Bukit Baruga Antang dan SMA Negeri 1 Kabupaten Pangkep sebagai calon sekolah Adiwiyata dan 12 sekolah lain yang masuk dalam daftar nominasi calon sekolah. Jumlah penghargaan ini merupakan peningkatan prestasi Sulsel dibanding 2009 yang hanya mendapatkan enam piala dan tujuh piagam Adipura. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, perlu dilakukan pendekatan kelembagaan pemenangan penghargaan tertinggi bidang lingkungan hidup ini. Selain itu, diperlukan pendampingan termasuk dari perguruan tinggi untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat. ''Kalau tahun depan 24 kabupaten bisa meraih Adipura, Sulsel akan satu langkah lebih maju,''ujarnya. Diluar kegagalan 11 kabupaten lain dalam upaya meraih Adipura, Gubernur merasa puas dan menganggap kegagalan itu adalah hal yang wajar. ''Sertifikat bukan hal kecil tapi bukti ada langkah yang signifikan,'' ujarnya. Para peraih peghargaan diharapkan dapat mempertahankan prestasi sementara untuk yang baru mendapatkan penghargaan diharapkan menjadi dorongan untuk berprestasi lebih baik. ''Citra buruk daerah bisa dijawab dengan prestasi ini. Citra keras dan temperamental harusnya turun kalau dilihat prestasi ini,''katanya. (T.KR-RY/N002) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=16535:sulawesi-selatan-raih-11-piala-adipura&catid=1:latest-news&Itemid=1 Comeliness June 11th, 2010, 12:07 AM ^^Nice picts. Weekend kemarin sempat jalan2 ke pulau Dutungan, sebuah resort yang ada di Kab. Barru atas undangan pengelolanya. klo ke arah pare2 pulau ini jelas keliatan karna sangat dekat dengan daratan sulawesi. Ada arena air soft gun dan bagus juga untuk snorkling. http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs558.snc3/30530_1467243931116_1534099293_31150525_7540650_n.jpg http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs518.ash1/30530_1467244011118_1534099293_31150526_3240541_n.jpg Ocean One June 11th, 2010, 05:42 PM 200 Taksi Singapura Dikontrak Promosikan Sulsel Kamis, 10 Juni 2010 Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 200 unit taksi di Singapura dikontrak oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan menaruh gambar dan slogan yang mempromosikan provinsi itu. "Gambar gubernur dipasang sebagai pembeda sehingga orang akan bertanya-tanya, siapa itu dan akan memancing keingintahuan,"jelas Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel Irman Yasin Limpo di Makassar, Kamis. Ia mengungkapkan, tema-tema slogan yang dipasang pada alat transportasi publik tersebut antara lain"Visit South Sulawesi 2012" dan potensi investasi di Sulsel. Taksi-taksi ini diharapkan dapat diluncurkan mulai 2 Juli 2010. "Saya harap gubernur bisa melakukan peluncurannya secara langsung dan kita upayakan juga Perdana Menteri Singapura ikut serta,"katanya. Ide kreatif ini muncul karena Singapura adalah salah satu pusat perekonomian dunia sehingga menjadi media promosi yang efektif dibandingkan menyelenggarakan pameran yang kecil kemungkinannya dilihat banyak orang. "Hampir semua ada di Singapura, di sana ada Disneyland terbesar di dunia dengan potensi kunjungan dua juta per bulan dari pada pameran yang pengunjungnya sedikit, saya amat yakin promosi seperti ini akan efektif" ujarnya. Potensi manusia yang besar dan heterogen ini kemudian menjadi dasar pemerintah daerah memilih cara berpromosi di luar negeri seperti ini selain karena anggarannya yang tidak besar yaitu Rp200 juta. "Kita sudah kontrak selama satu tahun. Ke depan kita akan lihat efeknya jika cukup berhasil kita akan pertimbangkan dengan melakukan survei pasar untuk dilanjutkan,"jelasnya. Comeliness June 12th, 2010, 12:04 AM 200 Taksi Singapura Dikontrak Promosikan Sulsel Kamis, 10 Juni 2010 ..."Hampir semua ada di Singapura, di sana ada Disneyland terbesar di dunia dengan potensi kunjungan dua juta per bulan dari pada pameran yang pengunjungnya sedikit, saya amat yakin promosi seperti ini akan efektif" ujarnya. ^^Kepala BKPMD ini asbun aja :ohno::ohno::ohno:, yg di Singapura itu namanya Universal Studios dan bukan Disneyland. Utk Asia, Disneyland cuma ada di Tokyo dan HongKong. Gue udah pernah ke Disneyland maupun Universal Studios. Yg jelas, Universal Studios ukurannya jauh lebih kecil dibanding Disneyland. ^^Disney yg terbesar didunia itu yg di Orlando (Florida, AS) & juga dikenal sebagai the best Disney in the world. Yg di Orlando ini dinamakan Disney World karena kelasnya diatas Disneyland. Gue lebih suka jalan2 ke Disney World Resort Orlando dibanding Disneyland yg di California sebab yg di Orlando (Florida) ini komplit banget hiburannya :okay:, dan lokasinya juga dekat Universal Studios dan Sea World. Comeliness June 12th, 2010, 12:12 AM Jumat, 11-06-2010 Pusat Bantu Rp13 M Pembebasan Lahan Maros-Parepare MAKASSAR, UPEKS- Pemerintah Pusat akhirnya turun tangan membantu pembebasan lahan untuk jalan poros Maros-Parepare yang hingga saat ini masih terkatung-katung. Kepala Dinas Bina Marga Pemprov Sulsel, Abdul Latief mengemukakan Pemerintah Pusat sudah menyiapkan dana untuk menyelesaikan pembebasan tanah yang masih tersendat-sendat. Anggaran yang akan digelontorkan untuk Sulsel senilai Rp13 miliar. "Karena masih terhambat pembebasan lahan, pemerintah pusat akan coba siapkan dana untuk melakukan pembebasan tanah. Ada sekitar Rp13 miliar dari APBN dan APBN-P," jelas Latief. Dalam waktu singkat, pihaknya akan coba membicarakan dengan pemerintah daerah, sambil menunggu pembebasan lahan, juga dilakukan pengerjaan fisik sedikit demi sedikit agar jalan yang terpotong-potong tersebut bisa tersambung. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, saat berkunjung ke Harian Fajar, Graha Pena, Kamis (10/6) mengemukakan, Pemerintah Provinsi Sulsel telah menyiapkan tiga strategi untuk mempercepat penyelesaian poros Maros-Parepare. Diantaranya memperlancar arus lalulintas dengan melakukan perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan, mengoptimalkan pembebasan lahan, dan merampungkan seluruh pembangunan jalan tersebut. "Ini yang akan kita coba. Saat ini kita mencoba bagaimana memperlancar lalulintas. Supaya jarak tempuh bisa makin singkat. Kalau saat ini ditempuh dengan waktu empat jam, saya sudah instruksikan ke Dinas Bina Marga, bagaimana caranya supaya waktu tempuh bisa makin singkat," jelas Syahrul. Dia melanjutkan, poros Maros-Parepare merupakan bagian dari proyek peningkatan jalan Trans Sulawesi. Jika semua pekerjaan rampung, jalan nasional tersebut akan menjadi jalan highway terpanjang di luar Jawa. Saat ini, pengerjaan poros Maros-Parepare dalam posisi 80% telah dibebaskan lahannya, sisanya belum dibebaskan. Pengerjaan fisik baru mencapai 65%. Selain membicarakan soal jalan, Syahrul yang berkunjung ke Graha Pena didampingi seluruh kepala dinas lingkup Pekerjaan Umum tersebut juga menjelaskan agenda-agenda pembangunan yang dilakukan saat ini. Termasuk perkembangan mega proyek Centre Point of Indonesia (CPI), hingga pengembangan kawasan Mamminasata. (mg03) Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=48850 Comeliness June 14th, 2010, 12:32 AM Minggu, 13 Juni 2010 20:34 Sulsel akan Bangun Rumah Sakit Pecandu Narkoba Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan membangun rumah sakit bagi pecandu narkoba, karena jumlah mereka di daerah ini cukup banyak, sekitar 103 ribu orang, sesuai data Badan Narkotika Nasional. "Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulawesi Selatan (Sulsel) segera membangun rumah sakit (RS) khusus pecandu narkoba, sebagai salah satu upaya menangani mereka yang jumlahnya cukup banyak d daerah ini," kata Kepala Biro Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA) Sulsel Dwi Joko Purnomo, di Makassar, Minggu. Ia mengatakan dana untuk membangun RS tersebut sekitar Rp600 juta, yang telah diajukan pada APBD Perubahan 2010. Sedangkan lokasi pembangunan RS ini di Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. "Pembangunan rumah sakit tersebut diharapkan selesai pada 2011, dan langsung difungsikan," katanya. Menurut dia, Badan Narkotika Nasional (BNN) akan mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp100 juta untuk membantu pembangunan RS itu. Sementara itu, mengenai pengguna narkoba di Sulsel, menurut dia umumnya adalah pengguna narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu. Selain membangun RS untuk pecandu narkoba, Pemprov Sulsel juga akan menggiatkan peranan sosialisator yang terlebih dahulu mendapatkan pelatihan atau "Training of trainer (ToT). Mereka kemudian memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang bahaya penggunaan narkoba. "Sesuai jadwal BNP Sulsel, pada 25 Juni 2010 sebanyak 1.000 sosialisator akan diturunkan serentak guna memberikan sosialisasi tentang bahaya penggunaan narkoba," katanya. Menurut Dwi, kegiatan tersebut ditargetkan tercatat pada Museum Rekor Indonesia (Muri). (T.S036/M008) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=16619:sulsel-akan-bangun-rumah-sakit-pecandu-narkoba&catid=1:latest-news&Itemid=1 Comeliness June 14th, 2010, 12:39 AM Senin, 14 Juni 2010 | 02:44 WITA Pemangkasan Jarak Bone-Makassar Dianggarkan 2011 Watampone, Tribun - Jarak antara Bone- Makassar yang sekitar 190 kilometer, akan dipangkas 40 kilometer, sehingga jaraknya menjadi sekitar 150 kilometer. Artinya, jika selama ini jarak tempuh Bone- Makassar dengan mobil dan motor mencapai empat jam, dengan pemangkasan rute itu, maka jarak tempuh waktu normal paling lama hanya tiga jam. Hal itu diungkapkan oleh putra daerah Bone, A Taufan Tiro, yang anggota Komisi V DPR RI bidang infrastruktur dan perhubungan, beberapa waktu lalu. Legislator dari PAN ini akan mendorong rencana pemangkasan jarak Makassar-Bone dan mengusulkannya pada pembahasan anggaran 2011 nanti. Menurutnya, pemangkasan jarak akan menggeliatkan perkembangan ekonomi Bone sebagai salah satu daerah penghubung antara Sulsel dan Sultra. Pemangkasan jalan itu merupakan alternatif pembenahan jalan poros. Pasalnya, tak bisa lagi pelebaran jalan karena medan tebing yang terjal. "Daerah di Kappang dan Camba serta Sumpalabbu itu kan menanjak dan berkelok-kelok. Dalam rencana pembuatan jalan baru itu, mungkin akan dicari jalan dengan medan yang lurus," katanya. "Sehingga selain menghemat jarak tempuh, juga menghemat waktu tempuh. Karena kendaraan jika medan lurus, bisa melaju dengan kencang. Kalau sekarang kan jika ada mobil besar di depan, sulit untuk kendaraan lain melambung bila jalan berkelok," katanya. Informasi yang dihimpun, pemangkasan jalan Makassar-Bone merupakan program pemerintah pusat. Sebelumnya, sudah ada perusahan konstruksi di Makassar yang mengajukan proposal dengan memangkas jalan di daerah Kappang, Camba, Maros. (ans) Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/110961/Pemangkasan-Jarak-Bone-Makassar-Dianggarkan-2011 Comeliness June 16th, 2010, 01:03 AM Senin, 14-06-2010 China Investasi Listrik di Enrekang MAKASSAR, UPEKS- Topniche Associates PTE LTD, perusahaan asal China yang sementara menjajaki sektor kelistrikan Sulsel telah menemukan lokasi yang sesuai dengan nilai investasi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Hampir dipastikan, perusahaan tersebut akan berinvestasi di Sulsel setelah menemukan lokasi yang dianggap cocok di Kabupaten Enrekang. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo berharap setelah melakukan penjajakan, investor asal China tersebut bisa segera mengimplementasikan rencananya. Karena jika itu terealisasi, akan membantu memenuhi kebutuhan listrik Sulsel. "Pemerintah sangat berharap ada investor yang segera merealisasikan rencananya di sektor kelistrikan. Karena kita berharap tahun ini, Sulsel minimal bisa keluar dari krisis listrik," jelas Syahrul. Syahrul melanjutkan, investor asal China tersebut telah melakukan pertemuan dengan Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung. Kedua pihak telah membicarakan rencana investasi PLTA di kabupaten tersebut. Lebih jauh dikemukakan, selain melirik investasi PLTA di Kabupaten Enrekang, perusahaan tersebut juga melirik tambang nikel di Kabupaten Luwu Timur, dan sistem listrik cahaya matahari. Jika ditemukan kesepahaman, rencananya, tiga sektor tersebut akan mulai dilaksanakan tahun ini. Untuk pengelolaan tambang nikel, saat ini masih dalam penjajakan dengan pemerintah daerah. Rencananya, PLTA di Kabupaten Enrekang mampu menghasilkan energi listrik berkapasitas 2x100 MW. Sementara untuk investasi nikel, investor membutuhkan lahan 5000-10 ribu hektare. Untuk sistem listrik tenaga sinar matahari, lanjut bupati Gowa dua periode itu, Topniche akan mendatangkan mesin dari China. Dia yakin, investor yang berkantor pusat di Singapura tersebut serius dengan rencana investasinya di daerah ini. "Rencananya, akan ada pembicaraan lanjutan 14 Juli mendatang. Dan jika semuanya telah matang, kita akan melakukan penandatangan MoU di pabrik mereka yang ada di China," jelasnya.(mg03) Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=48926 Comeliness June 17th, 2010, 02:46 AM Edisi 16 Juni 2010 Sulawesi Selatan Penyumbang Kapas Terbesar MAKASSAR - Provinsi Sulawesi Selatan memberikan sumbangan produksi terbesar dalam produksi kapas secara nasional yang mencapai 2.000 ton tahun lalu. "Sekitar 50 persen kontribusi Sulawesi Selatan," ujar Titi Murningsih, Kepala Subdirektorat Tanaman Serat Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian, di Makassar kemarin. Menurut Titi, kebutuhan kapas secara nasional mencapai 500 ribu ton dalam setahun. Namun Indonesia hanya mampu memproduksi sebanyak 2.000 ton per tahun sehingga 99,5 persen kebutuhan kapas masih diimpor. "Konsumsi kapas di Indonesia sangat besar, jadi masih perlunya mendatangkan kapas dari luar," ujarnya. Mengacu pada kebutuhan itu, Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Selatan Burhannuddin Mustafa mengatakan pihaknya menargetkan Sulawesi Selatan menghasilkan 6.000 ton kapas per tahun dengan target luas lahan tanam 7.700 hektare tahun ini. Hal itu dilihat dari luas lahan yang telah terealisasi hingga saat ini, yaitu 4.270 hektare. Adapun sisa lahannya direncanakan akan terealisasi pada Desember mendatang di tiga kabupaten, yaitu Gowa, Takalar, dan Jeneponto. "Tapi Masih ada waktu enam bulan untuk mencapai target," kata Burhanuddin. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendukung program tersebut adalah bantuan dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara sebesar Rp 15 miliar untuk pembiayaan pengadaan benih kapas 6 kilogram per hektare, pupuk urea 100 kilogram, NPK ponska 150 kilogram, Sp-36 50 kilogram, dan ZA 50 kilogram, serta herbisida 2 liter dan pestisida 0,25 liter masing-masing per hektare. Selain itu, dana diberikan langsung kepada petani sebesar Rp 2 juta per hektare. Wilayah pengembangan kapas itu terdapat di sembilan kabupaten di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, dan Wajo. "Setiap wilayah akan mendapatkan bantuan dana langsung ke petani," ujar Burhanuddin. KAMILIA Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2010/06/16/Makassar/krn.20100616.203638.id.html Comeliness June 19th, 2010, 12:13 AM Jumat, 18 Juni 2010 20:28 Rumah Sakit Gratis Sulsel Diresmikan November Makassar (ANTARA News) - Rumah Sakit Umum Sayang Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan rencananya akan diresmikan pada 12 November mendatang bertepatan dengan hari kesehatan nasional. Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rahmat Latief di Makassar, Jumat, memastikan rumah sakit kelas tiga yang melayani program kesehatan gratis pemprov tersebut akan beroperasi secara keseluruhan pada November. Selama dua bulan terakhir rumah sakit ini telah melayani pasien rawat jalan, kebanyakan pasien yang memanfaatkan pelayanan kesehatan adalah masyarakat di sekitar rumah sakit. Ia mengatakan, jumlah pasien rawat jalan yang telah dilayani hingga kini telah mencapai 700 orang meski masih dalam tahap pembenahan pada bagian fisik gedung memenuhi kelengkapan fasilitas pendukung. "Tinggal menunggu pemasangan lampu di ruang operasi, rumah sakit ini siap melayani pasien rujukan,''ujarnya. Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang menyatakan rumah sakit ini masih memiliki berbagai kekurangan salah satunya kebutuhan akan genset untuk mendukung pelayanan operasi. Dua perusahaan besar di Indonesia telah menunjukkan perhatiannya dengan memberikan bantuan peralatan seperti PT Inco yang memberikan bantuan fasilitas ruang operasi dan PT Pertamina memberikan peralatan laboratorium lengkap, 90 lemari kabinet, satu unit analisir kimia darah, lima kursi roda, total senilai Rp1 miliar. Pemprov mengaku, memiliki keterbatasan untuk melengkapi fasilitas rumah sakit ini dan mengharapkan dukungan dari program-program sosial kemasyarakatan dari perusahaan-perusahaan besar. (T.KR-RY/Y006) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=16771:rumah-sakit-gratis-sulsel-diresmikan-november&catid=1:latest-news&Itemid=56 Comeliness June 20th, 2010, 11:58 PM http://smileys.on-my-web.com/repository/Thinking/thinking-006.GIF Edisi 19 Juni 2010 Pembangunan Pembangkit Listrik Banyak yang Mundur Jika pembangkit-baru beroperasi, cadangan listrik mencapai 40 persen. MAKASSAR - Kebutuhan listrik sangat mendesak di Sulawesi Selatan saat ini. Beberapa proyek pembangunan pembangkit listrik terus digulirkan. Namun jadwal pembangunan pembangkit swasta ini mungkin mundur dari target awal. "Pemerintah provinsi senantiasa mendorong perusahaan tersebut untuk mempercepat pembangunannya," ucap Bustanuddin, Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Selatan, kemarin. Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Manippi, misalnya, hingga kini pembangunannya baru 35 persen. Padahal target beroperasinya pada Agustus 2010. "Tak akan sesuai target," ucap Syarifudin Ibramin, Kepala Divisi Distribusi Pelayanan Pelanggan Kawasan Indonesia Timur. PLTM ini memiliki kapasitas 1 x 10 megawatt. :ohno::ohno: Selain itu, ada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto. PLTU yang dibangun oleh PT Bosowa Energy ini rencananya mulai beroperasi pada 2012. Namun pengerjaan proyek ini baru 2 persen. PLTU ini rencananya memiliki kapasitas 2 x 100 MW. Seperti yang terjadi pada PLTM Manippi, PLTU Jeneponto masih terkendala dana. :bash: Pembangkit lain yang masih dalam pembangunan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso. Rencananya pembangkit berkapasitas 3 x 65 MW ini akan mulai beroperasi pada Mei 2011. "Kami harap bisa terealisasi sesuai target," ucap Syarifudin. Menurut Bustanuddin, investor Norwegia juga akan membangun pembangkit di Buktubatu, Enrekang, berkapasitas 2 x 50 MW. Selain itu, diharapkan pembangkit listrik di Sengkang dapat menambah kapasitas sebesar 60 MW. "Kami harap PLTG di Sengkang tahun ini sudah bisa beroperasi," ucap Bustanuddin. :yes::yes::yes: PT Fajar Futura Energi Luwu sudah berhasil membangun pembangkit sesuai dengan target, yakni PLTM Ranteballa. Pembangkit berkapasitas 2 x 1,2 MW ini sudah mulai beroperasi sejak Mei tahun ini. :yes::yes::yes: Jika pembangkit baru sudah dapat beroperasi, diharapkan cadangan daya listrik di kawasan Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara mencapai 40 persen. "Kami harap pada 2013 cadangan bisa mencapai 40 persen," tutur Nurjaya Amral, Manajer Perencanaan PLN Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara. Ini merupakan angka ideal sebagai cadangan listrik si suatu daerah. :yes::yes: Hingga akhir tahun ini, cadangan daya listrik sekitar 10 persen dari beban listrik yang dilayani oleh PLN. "Ini artinya kondisi kelistrikan masih aman karena 14 pembangkit kita kondisinya normal dan masih ada cadangan 10 persen," ucap Nurjaya. Dalam jangka pendek, PLN akan menyewa mesin pembangkit. Langkah ini dipilih karena, dengan menyewa, biayanya lebih murah dibanding membeli atau membangun pembangkit baru. Namun pembangunan pembangkit listrik tetap dibutuhkan agar ketersediaan listrik bisa terjamin dalam jangka panjang. FADHILAH NAZIF Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2010/06/19/Makassar/krn.20100619.203953.id.html Comeliness June 22nd, 2010, 01:54 AM Image Credits: Pemkab Bone ( http://www.bone.go.id/ ) Bendungan Ponre-Ponre http://www.bone.go.id/gambar/04.JPG http://www.bone.go.id/gambar/05.JPG http://www.bone.go.id/gambar/06.JPG Comeliness June 23rd, 2010, 01:55 AM Image Credits: Pemkab Enrekang ( http://www.enrekangkab.go.id/ ) http://new.enrekangkab.go.id/components/com_fpss/images/kantor_baru_bupati.jpg Kantor Bupati Ocean One June 23rd, 2010, 03:18 PM Jalan Trans Sulawesi Mamasa-Toraja Putus Selasa, 22 Juni 2010 http://img.antaranews.com/stockphotos/peristiwa/20100225140239-ciwidey6.jpg Mamuju (ANTARA News) - Jalan trans Sulawesi antara Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kabupaten Tana Toraja (Tator) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masih tetap terputus akibat dirusak longsor. "Jangankan kendaraan, manusiapun nyaris tak bisa lewat akibat putusnya jalan trans sulawesi Mamasa-Toraja sampai saat ini," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh usai mengunjungi jalur trans sulawesi Mamasa-Totor yang dirusak longsor, di Mamuju, Selasa. Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mengaku prihatin dengan kondisi putusnya jalan itu karena tidak bisa dilalui masyarakat umum untuk melakukan aktivitas perekonomian dan mendistribusikan hasil pertaniannya dari dua daerah yakni Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Tator. Ia mengatakan, jalan trans sulawesi di Kecamatan Tabang Kabupaten Mamasa yang menghubungkan dengan Kabupaten Tator Provinsi Sulsel, sepanjang 30 kilometer putus hingga kini akibat dirusak oleh longsor ketika musim hujan di wilayah itu beberapa hari lalu. Menurut dia, jalan tersebut juga telah membuat lumpuh ekonomi masyarakat karena tidak bisa melintasi jalan tersebut, karena kondisi jalan yang berada diatas pegunungan dan berada diantara tebing tersebut ambruk kedalam jurang dibeberapa titik. Gubernur mengatakan, pemerintah di Sulbar telah mencoba memperbaiki jalan yang ambruk tersebut namun karena keterbatasan anggaran jalan yang diperbaiki hanya akan dilakukan sepanjang 20 kilometer. Oleh karena itu ia meminta agar pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki jalan yang ambruk yang masih tersisa sekitar 10 kilometer tersebut agar kembali dapat berfungsi normal untuk dilalui masyarakat. Comeliness June 24th, 2010, 12:49 AM Antisipasi demo anarki ya. :lol::lol::lol: http://smileys.on-my-web.com/repository/Signs/muhahaha-0021.gif Rabu, 23 Juni 2010, 14:28 DPRD Sulsel Bangun Gedung Aspirasi Anti Kerusuhan Makassar (ANTARA News) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Selatan membangun gedung aspirasi anti kerusuhan, menyusul maraknya aksi unjuk rasa di Makassar. Ketua DPRD Sulsel H.M Roem di Makassar, Rabu, mengatakan bangunan khusus penerima aspirasi ini jangan menggunakan bahan yang terbuat dari kaca, karena memang bangunan ini dibuat untuk anti kerusuhan. :lol::lol::lol: Gedung aspirasi DPRD Sulsel yang menggunakan anggaran APBD Sulsel 2010 ini akan digunakan untuk menerima pengaduan masyarakat termasuk aksi demonstrasi mahasiswa, dirancang untuk anti kerusuhan. "Bangunan ini khusus dibuat bagi pengunjuk rasa yang ingin menyampaikan aspirasinya disini," ucapnya. :lol::lol: Ruangan penerima aspirasi yang biasanya dilakukan di lobi gedung menara DPRD Sulsel dianggap kurang tepat, karena massa pengunjuk rasa di khawatirkan akan merusak barang milik negara atau mempengaruhi kegiatan persidangan atau rapat-rapat penting di daerah itu. :nuts: Beberapa staf DPRD Sulsel akan ditempatkan di bangunan yang berukuran 6 x 10 meter persegi itu didampingi beberapa anggota dewan yang memiliki tugas menerima aspirasi masyarakat. Hal ini terlihat dari struktur bangunan berlantai dua itu yang terletak di sebelah barat gedung DPRD Sulsel ini yang ventilasinya menggunakan kuseng kayu yang mencorong kebawah. DPRD Sulsel menganggarkan dana pembangunan sebesar Rp379,9 juta dengan waktu pelaksanaan pembangunan selama 120 hari kalender terhitung sejak 26 Mei 2010 yang pembangunannya dilakukan oleh kontraktor pelaksana CV. Nasara Raya. (T.KR-HK/S016) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=16911:dprd-sulsel-bangun-gedung-aspirasi-anti-kerusuhan&catid=1:latest-news&Itemid=1 Comeliness June 25th, 2010, 02:08 AM http://img127.imageshack.us/img127/2122/sungaisaddang02ya7.jpg Sungai Saddang, Sungai terbesar di Sulawesi Selatan. ^^ Rupanya nama jalan Sungai Saddang di Mks diambil dari sungai ini. Gue baru lihat picts sungai ini. :) http://img231.imageshack.us/img231/5383/sungaisaddang01ng6.jpg ^^Truk-truk yg kelihatan di pict mungkin ambil pasir disini. :ohno: Andhy2 June 29th, 2010, 01:45 PM Teh Malino Bidik Pasar Luar Negeri Mulai Jerman, Amerika dan Jepang MAKASSAR,UPEKS-Rendahnya margin yang diperoleh PT Nittoh Malino Teh membuat perusahaan tersebut berhenti bereproduksi dan menjual sahamnya ke PT Malino Teh sejak tahun 2007 yang merupakan masa transisi perusahaan tersebut. Sebelumnya perusahaan itu sebelum masa transisi memperkuat pasar lokal dengan memproduksi jenis teh yang disesuaikan dengan kondisi pasar. Manager Produksi PT Malino Teh, Natsir Usman, kepada Upeks, Sabtu (26/6), mengatakan, pihaknya terus berbenah, bahkan saat ini sedang dilakukan peremajaan tanaman teh seluas 20 hektar dari luas area keseluruhan sebesar 200 hektar. Menurut Natsir, antara tahun 2003 hingga 2006 lalu, rata-rata produksi kebun teh Malino mencapai 150 ribu ton per tahun yang menghasilkan 7 ton per hektar untuk teh kering atau sekira 35 ton per hektar untuk teh basah. "Manajemen terus berbenah dan akan meningkatkan produksi, kita akan fokus untuk produksi ekspor keluar negeri seperti Jerman, Amerika dan Jepang khususnya untuk jenis green tea," katanya. Sedangkan dari sisi harga, Teh Malino untuk pasar lokal dibanderol dengan harga mulai Rp8 ribu/kg hingga Rp150 ribu/kg tergantung kualitas dan mutu teh yang diinginkan. Selain itu, lanjut Natsir, PT Malino Teh sendiri tengah mengembangkan empat jenis teh berkualitas seperti jenis Tri 2025, Bukita atau Green Tea, Yutaka Midori dan Benny Kamare.(rul) source : http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=49969 Comeliness June 29th, 2010, 11:16 PM Nanti tinggal pilih kerajinan, makanan & minuman khas yg bisa memikat turis2. Utk lokasi sih udah cocok krn dekat bandara Hasanuddin. :pepper: Selasa, 29 Juni 2010 18:36 Gedung Dekranasda Jadi Pusat Penjualan Kerajinan Sulsel Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah Sulsel akan menjadi pusat penjualan kerajinan tangan daerah untuk wisatawan yang berkunjung ke Sulsel. "Sebelum terbang meninggalkan Makassar, wisatawan diharapkan membeli kerajinan khas Sulsel," katanya pada peresmian gedung Dekranas di jalan masuk Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa. Gedung yang diresmikan oleh Ketua Umum Dekranas Ny.Herawati Boediono tersebut terdiri atas dua lantai seluas 2600 meter persegi dengan 30 ruang raga. Sebanyak 24 ruang raga akan digunakan untuk memamerkan produksi kerajinan dari 24 kabupaten dan kota dan sisanya akan digunakan oleh pemerintah provinsi. Sementara di lantai dua untuk menggelar pelatihan yang terkait dengan pengembangan kualitas dan daya saing produk dan sumber daya manusia. "Gedung ini adalah langkah maju pengembangan kerajinan daerah, diharapkan akan memicu kompetisi positif antar kabupaten dalam mengembangkan kualitas produk, pemasaran dan hasil kerajinan lainnya. Sulsel memiliki 3018 desa dan 486 kecamatan yang seluruhnya memiliki kerajinan dan makanan khas yang berbeda-beda. Hadirnya gedung ini, lanjutnya, merupakan wujud dari upaya pemerintah untuk menjawab persoalan-persoalan dalan pengembangannya industri kerajinan terhadap kelayakan pasar, sumber daya manusia, akses modal. GM Angkasa Pura Purwanto Iskandar menilai, lokasi pusat kerajinan ini sangat tepat dan strategis karena lebih dari lima juta penumpang setiap tahun menyinggahi Bandar Udara Sultan Hasanuddin. "Dengan keberadaan gedung pusat kerajinan ini, tamu dari dalam negeri dan luar negeri akan lebih mengenal kebudayaan daerah Sulsel melalui industri kerajinan, makanan dan minuman khas Sulsel," jelasnya. (T.KR-RY/S016) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17068:gedung-dekranasda-jadi-pusat-penjualan-kerajinan-sulsel&catid=1:latest-news&Itemid=1 Andhy2 June 29th, 2010, 11:32 PM [20/06/2010] Taman Nasional Bantimurung http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/37335637.jpg http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/37335657.jpg http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/37335644.jpg Andhy2 June 30th, 2010, 10:23 PM Taiwan Bangun Kilang di Sulsel Mengolah Minyak Mentah dari Timur Tengah Menjadi BBM Siap Pakai ; Investasi Rp 26 Triliun, Lokasinya di Selayar ; Pemkab Selayar Siapkan Lahan 1.000 Hektare ; Akan Serap Ribuan Pekerja ; Mulai dari Tahap Konstruksi Kamis, 1 Juli 2010 | 03:04 WITA Makassar, Tribun - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asal Taiwan, Chinese Petroleum Corporation (CPC), akan membangun kilang minyak berkapasitas besar di Kabupaten Selayar Maritim, Sulawesi Selatan (Sulsel) akhir tahun ini. Wakil Bupati Selayar Nursyamsinah Aroepala, mengungkapkan hal tersebut saat menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Rabu (30/6). Kilang tersebut diharapkan sudah bisa beroperasi tahun depan dengan menyerap banyak tenaga kerja, khususnya putra daerah. Investasi yang ditanamkan untuk pembangunan kilang minyak di Selayar mencapai 2,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 26 triliun (asumsi kurs Rp 9.300 per dolar AS). Nursyamsinah mengatakan perizinan pembangunan kilang tersebut tersebut berada di Kementerian Perekonomian RI di Jakarta. Sebagai langkah awal, Menko Perekonomian akan mematangkan rencana pembangunan tersebut di Taiwan, 8 Juli nanti. Siapkan Lahan Sebelumnya, CPC membangun kilang minyak di Kaoshiung, Taiwan. Namun manajemen perusahaan ini memutuskan pindah di Selayar dengan alasan lokasi cukup strategis. Menurut Nursyamsina, Pemkab Selayar Maritim menyiapkan lahan seluas 1.000 hektare (ha) untuk kilang minyak yang berlokasi di sebelah utara Pulau Selayar. Kapasitas produksi kilang minyak tersebut diproyeksikan mencapai 100 ribu barrel per hari. Jumlah tersebut akan terus meningkat hingga 220 ribu per barel per hari, melebihi kapasitas produksi kilang minyak CPC sebelumnya di Taiwan. Menurutnya, kilang minyak di Selayar berfungsi melakukan pemurnian minyak mentah dari Timur Tengah, termasuk Arab Saudi, dan beberapa perusahaan pengeboran minyak lainnya. Dikawal Syahrul berharap rencana pembangunan tersebut bisa segera direalisasikan. Dia meminta instansi terkait terus mengawal realisasi mega proyek tersebut. Karena itu, instansi terkait harus terus mengawal hingga bisa terealisasi dan tidak sekedar menjadi rencana seperti yang direncanakan sejumlah investor sebelumnya. Pada era tahun 1990-an, sebuah perusahaan asal Timur Tengah, Hemoco, juga sempat masuk Selayar dengan tujuan membangun kilang. Namun hingga saat ini, perusahaan tersebut tak juga melakukan aktivitas. Syahrul juga meminta semua elemen masyarakat bisa menjaga situasi keamanan yang kondusif agar investor tetap berminat masuk ke daerah ini. "Salah satu syarat bagi investor asing adalah jaminan keamanan. Kita berharap iklim investasi di Sulsel selalu sehat dan investor tetap menjadikan daerah ini sebagai salah satu tujuan mereka," tambah Syahrul. Perusahaan Besar Dari situs milik CPC, diperoleh informasi perusahaan perminyakan ini terbilang besar dan memiliki sejumlah proyek di berbagai negara. Perusahaan dipimpin SH Chu selaku presiden direktur (presdir) dengan didampingi enam wakil presdir yakni Maw-Wen Lin, JS Yang, WT Wu, Chung-Chen Chiang, Bor-Sung Hsu, dan Lie Way Chen. Kilang CPC nantinya akan memproduksi berbagai jenis BBM. Tim CPC bersama sejumlah pejabat penting dari Taiwan akan ke Selayar, 17 Mendatang. Proses pemindahan dan pembangunan kilang minyak tersebut akan segera rampung karena hanya memindahkan material yang telah siap pasang dari Taiwan ke Selayar. Pada tahun pertama produksinya CPC Taiwan merencanakan kapasitas produksi sebanyak 100 ribu barrel per hari. Angka ini ditargetkan terus meningkat sesuai dengan produksi di Taiwan sebanyak 220 ribu barrel per hari. Awalnya, Kalimantan Timur (Kaltim) yang berminat sebagai lokasi pembangunan kilang tersebu. Namun dengan berbagai pertimbangan, CPC memutuskan menjadikan Selayar sebagai lokasi final.(axa) Comeliness July 1st, 2010, 02:07 AM Rabu, 30 Juni 2010, 21:20 Perusahaan India Investasi 1 Juta Dolar AS di Sulsel Makassar (ANTARA News) - Sebuah grup perusahaan India menanamkan modal sebesar 1 juta dolar AS dengan mengambil alih industri pengolahan bijih besi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kepala Bidang Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal Sulsel Ani Kondolele di Makassar, Rabu, mengatakan perusahaan bernama Radhee Group tersebut juga akan menanamkan modal di industri semen. "Setelah bijih besi, perusahaan ini berikutnya akan menanamkan modalnya sebesar Rp500 miliar di industri semen dengan memasok batu kapur di Kabupaten Maros," jelasnya. Ia mengatakan, ijin operasional atas perusahaan India tersebut telah terbit dan telah terlihat aktif melakukan kegaitans bisnis. Dengan masuknya nilai investasi tersebut, realisasi penanaman modal asing di Sulsel total mencapai 1,75 juta dolar AS dari target 100 juta dolar AS pada 2010. "Sementara penanaman modal dalam negeri masih nol dengan target sekitar Rp1,5 triliun," katanya. Ia menambahkan rata-rata bentuk penanaman modal asing di Sulsel adalah di bidang pertambangan dan perdagangan. "Investasi pun diarahkan kepada pengambil alihan lahan yang sudah ada bukan dengan membuka lahan baru," ujarnya. Selain India, Singapura juga tengah menjajaki peluang pengambil alihan pengelolaan blok-blok minyak yang terdapat di Sulsel. (T.KR-RY/S025) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17109:perusahaan-india-investasi-1-juta-dolar-as-di-sulsel&catid=36:news-economic&Itemid=62 Comeliness July 2nd, 2010, 01:04 AM Kamis, 01 Juli 2010, 14:47 Sulsel Siap Terima Industri Coklat Nestle Asia Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan, siap menerima industri coklat terbesar di Asia yaitu PT Nestle jika ingin membangun pabriknya di Sulsel. Kesiapan tersebut diungkapkan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Kamis, menyusul rencana kepindahan pabrik industri coklat tersebut dari Singapura. ''Nestle adalah salah satu pabrik coklat besar yang berencana pindah dari Singapura, kita coba menawarkan diri karena produksi kakao Sulsel cukup besar, mudah-mudahan Nestle mau meliriknya," ujar Syahrul sebelum bertolak ke Singapura untuk meluncurkan taksi berlogo Sulsel di negeri singa tersebut pada Jumat (2/7). Menurutnya, pemprov Sulsel mencoba memaksimalkan fasilitas yang diberikan pemerintah Singapura dengan melakukan promosi melalui alat tranportasi masyarakat kota tersebut. "Pencitraan daerah melalui taksi ini merupakan kesempatan yang luar biasa karena Singapura dikunjungi 12 juta wisatawan setiap tahun," ujarnya. Selain meresmikan peluncuran taksi berlogo Sulsel tersebut, gubernur juga akan melakukan pertemuan dengan asosiasi pengusaha yang ada di negara tersebut. "Apa yang kita lakukan ini berupa penjajakan, saya berharap ada penandatanganan nota kepahaman," ujarnya. Ia mengaku tidak menargetkan apapun dari upaya-upaya tersebut. "Tidak ada target, cuma ini harus dilakukan kalau tidak kita kehilangan kesempatan," katanya. Penjajakan lain yang akan terus dilakukan juga kepada asosiasi penerbangan di Bandara Internasional Changi Singapura agar dapat melakukan penerbangan langsung ke Makassar. Sebelumnya, Kepala BKPMD Sulsel Irman Yasin Limpo mengungkapkan, sebanyak 200 unit taksi di Singapura dikontrak selama satu tahun oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menaruh gambar dan slogan yang mempromosikan Sulsel dengan anggaran Rp200 juta. (T.KR-RY/S016) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17134:sulsel-siap-terima-industri-coklat-nestle-asia&catid=1:latest-news&Itemid=1 Comeliness July 2nd, 2010, 04:20 PM Rabu, 30 Juni 2010, 16:47 Jepang Tawari Sulsel Kerja Sama Program S2 Makassar (ANTARA News) - Universitas Ehime Jepang menawarkan kerja sama program pendidikan S2 kepada pemerintah provinsi Sulawesi Selatan untuk pengembangan sumber daya manusia pemerintah daerah setempat. Direktur Asia-Afrika Center Professor Osozawa Katsuya di Makassar, Rabu, mengharapkan tawaran kerja sama jenjang pendidikan program S2 ini dapat dimanfaatkan pemprov Sulsel untuk meningkatkan sumber daya manusia di lingkungan pemerintah daerah. ''Kami harapkan pemerintah provinsi merespon penawaran ini dengan mengirim staf-staf terbaiknya ke Universitas Ehime,''ujarnya yang menambahkan kualifikasi calon peserta yang akan dikirim diserahkan kepada pemprov sepenuhnya. ''Orang yang dikirim pemprov sepenuhnya tergantung pada kebutuhan dan penilaian pemprov sendiri,'' katanya. Dari kerja sama ini nantinya juga akan ditentukan anggaran yang dapat disalurkan oleh pemprov dan berapa anggaran yang dapat dibantu oleh Ehime. ''Nanti kami akan berbagi anggaran sesuai dengan perjanjian yang disepakati,'' jelas perwakilan dari Universitas Hasanuddin Berkah Latief. Ia menjelaskan, program yang juga dikerjasamakan dengan Unhas ini mewajibkan pesertanya masuk dalam program S2 Unhas selama satu tahun untuk proses belajar bahasa dan budaya Jepang. ''Pada tahun kedua masa pendidikannya baru akan diberangkatkan dengan bentuk pertukaran mahasiswa antara Unhas dengan Ehime. Peserta juga berkesempatan magang di kantor-kantor pemerintahan Jepang,''jelasnya. Ia menjamin, para peserta akan memperoleh pengetahuan dan pendidikan yang baik dan akan bermanfaat pada kemajuan daerah jika melihat kemajuan yang dimiliki Jepang. Program master yang menonjol di Ehime adalah bidang pertanian, teknik dan tata kota. Selain itu, melalui program ini Ehime menawarkan keringanan dan kemudahan misalnya pemondokan atau izin tinggal. Program ini juga telah ditawarkan pada Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. ''Kerja sama keduanya tengah dalam proses, akan ada pertemuan antar rektor kedua universitas di Denpasar, Bali. Sementara Sulsel diharapkan akan ditandatangani nota kesepahamannya 8 Agustus 2010,'' tambah Osozawa. (T.KR-RY/S016) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17106:jepang-tawari-sulsel-kerja-sama-program-s2&catid=34:international-news&Itemid=1 bkz010019 July 4th, 2010, 04:55 AM http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/335517/ Sulsel Bidik Pabrik Nestle Singapura Sunday, 04 July 2010 SINGAPURA (SI)-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel menjajaki kemungkinan merelokasi pabrik Nestle yang ada di Singapura ke Makassar. Upaya tersebut dilakukan menyusul keinginan produsen makanan dunia ini mencari daerah penghasil sekaligus pemasok coklat utama untuk kawasan Asia. Persyaratan utama yang ditetapkan Nestle tersebut yakni daerah yang menjadi lokasi minimal bisa menyuplai kakao sebesar 50.000 ton per tahun. Sementara, ekspor kakao Sulsel untuk 2009 berada di atas 50.000 ton dalam bentuk non fermentasi. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Singapura Wardhana di KBRI mengatakan, pihaknya sementara ini intens melakukan penjajakan kemungkinan tersebut. Pemprov Sulsel tengah membangun jalur agar manajemen Nestle memilih Sulsel sebagai salah satu lokasi pendirian pabriknya. “Memang ada beberapa negara yang menjadi pilihan, tapi mengingat Sulsel adalah pemasok utama bahan baku kakao ke Nestle, jadi tidak salah jika kami melakukan penjajakan untuk memindahkan saja pabriknya ke sana,”jelasnya. Menurut Syahrul, pemprov menjamin pasokan komoditas kakao akan terpenuhi. Ditargetkan, 2013 mendatang, produksi kakao Sulsel sudah mencapai 300.000 ton per tahun. Negara-negara yang menjadi importir kakao dalam bentuk mentah yang tercatat di Dinas Perindustrian yakni Malaysia, Singapura, Jepang, dan sejumlah negara Eropa. “Akan lebih menguntungkan bagi Nestle jika di Sulsel terutama jika regulasi pelarangan ekspor kakao dalam bentuk gelondongan ditetapkan tahun depan,”tambahnya. Oleh karena itu,gubernur berharap, Dubes RI untuk Singapura bisa memberikan bantuannya dan mensupport usaha tersebut. Apalagi, perusahaan yang bakal direlokasi berada di Singapura. Menanggapi hal tersebut, Dubes RI Wardhana,menyatakan kesediaannya untuk memperkenalkan Sulsel sebagai salah satu lokasi strategis pendirian pabrik. Apalagi, Sulsel masih menjadi pemasok utama kakao untuk wilayah Asia dan hanya bersaing dengan Brasil dan Ghana. “Ini ide yang sangat bagus karena tidak bisa dipungkiri, Sulsel adalah salah satu produsen kakao dunia. Kedutaan siap memberikan bantuan untuk merealisasikan hal tersebut,”tambahnya. bkz010019 July 4th, 2010, 05:00 AM Masih dari http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/335517/ Pengusaha Singapura Siapkan 6 Kapal Sementara itu, peluang bagus ditawarkan pengusaha Singapura dalam melakukan ekspor. Perkumpulan pengusaha perempuan setempat menyiapkan enam unit kapal kargo untuk melayani pengangkutan komoditas yang ada di Sulsel. Kapal kargo tersebut telah siap dioperasikan untuk melayani rute pelayaran Makassar-Singapura dengan target utama mengangkut komoditas pertanian asal Sulsel. Dua produk yang diminati yakni jagung dan beras. Ketua Asosiasi Pengusaha Perempuan Singapura Mrs Junaedah, saat melakukan meeting dengan Gubernur Syahrul Yasin Limpo di KBRI di Singapura mengungkapkan, pihaknya telah menjajaki peluang pasokan komoditas asal Sulsel. “Sebagai tindak lanjut pertemuan dengan Pemprov Sulsel beberapa waktu lalu, asosiasi kami telah menyiapkan enam unit kapal untuk mempermudah ekspor komoditas ke Singapura,”jelasnya. Disebutnya,kerjasama perdagangan dengan Sulsel selama ini hanya terbatas pada impor produk konstruksi seperti semen dan meubel. Junaedah berharap, dengan tersedianya enam kapal, sejumlah komoditas asal Sulsel seperti beras, jagung, kakao, dan rumput laut, bisa meningkatkan kerjasama dagang kedua negara. “Kami siap untuk membeli beras termasuk patahannya dan jagung untuk pakan ternak,”tambahnya. Sementara itu,gubernur dalam pertemuannya dengan Singapura Bussiness Federation menjamin, seluruh pengusaha yang ingin menanamkan modalnya di Sulsel, akan diberikan tax holiday. Hanya saja, pemilik modal harus menanamkan dananya dalam bentuk fisik. Misalnya,pengusaha yang meminati komoditas jagung diharapkan bisa mendirikan silo atau fasilitas pengeringan. Gubernur juga meminta agar pengusaha fokus terlebih dahulu pada satu sektor. “Selama ini, kecenderungan pengusaha sepertinya ingin mengambil semua,namun pada realisasinya tidak seperti yang diharapkan. Olehnya,kami meminta agar fokus satu sektor saja dulu,” ujarnya dalam pertemuan di Takahashimaya, Orchard Road,Singapura. Comeliness July 5th, 2010, 03:29 AM http://smileys.on-my-web.com/repository/Others/good-news-175.gif Minggu, 04 Juli 2010 17:28 Sulsel Bangun Stadion Berkapasitas 50.000 Penonton Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan membangun stadion berkapasitas 50.000 penonton di kawasan wisata Tanjung Bunga Makassar dengan dana Rp100 miliar. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Minggu, mengatakan, letak stadion baru tersebut cukup strategis, berada di kawasan pengembangan Kota Makassar bersamaan dengan pembangunan Centre Point Of Indionesia (CPI) serta masjid terapung. Di dalam CPI itu, urai Gubernur juga akan dibangun Wisma Negara tempat beristirahat Presiden saat melakukan kunjungan kerja ke Sulsel. "Bangunan ini kita sebut wisma negara, bukan istana negara, karena hanya ada satu Istana Negara di Jakarta," ucap Gubernur. Kawasan Tanjung Bunga ini akan menjadi pusat keramaian, kegiatan olahraga dan objek wisata unggulan dengan berbagai fasilitas berupa hotel, tempat rekreasi dan pusat kuliner, ujar Gubernur yang didampingi Ketua DPRD Sulsel M Roem. Stadion baru tersebut punya kapasitas penonton tiga kali lebih banyak dari daya tampung stadion Mattoangin Andi Mattalatta, ujar Roem yang juga Wakil Ketua Umum KONI Sulsel. Jika stadion baru itu rampung pembangunannya, maka Kota Makassar memiliki tiga kawasan olahraga, setelah dua kompleks saat ini yakni kawasan olahraga Mattoangin di tengah kota dan kawasan olahraga Sudiang di bagian timur dengan luas areal 70 hektare. Di kawasan olahraga Sudiang telah ada gedung olahraga berkapasitas 10.000 penonton dan stadion atletik, sementara untuk fasilitas lainnya yang akan dibangun antara lain velodrum (balap sepeda), kolam renang, gedung bulu tangkis, basket, lapangan sofbol, panahan, sirkuit balap motor, dan stadion berkapasitas 70.000 penonton. (T.S016/F003) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17204:sulsel-bangun-stadion-berkapasitas-50000-penonton&catid=1:latest-news&Itemid=1 Ocean One July 5th, 2010, 07:56 AM Taiwan Bangun Kilang di Sulsel Mengolah Minyak Mentah dari Timur Tengah Menjadi BBM Siap Pakai ; Investasi Rp 26 Triliun, Lokasinya di Selayar ; Pemkab Selayar Siapkan Lahan 1.000 Hektare ; Akan Serap Ribuan Pekerja ; Mulai dari Tahap Konstruksi Kamis, 1 Juli 2010 | 03:04 WITA ^^ Di selayar kan memang dari dulu oleh pemerintah pusat ada rencana mau membangun kilang minyak salah satu terbesar di indonesia, cuma rencana itu gagal karena di demo oleh para aktifis dengan alasan dapat merusak ekosistem laut yg berada dalam area kawasan taman nasional Takabonerate. Bagus juga sih kalau rencana yg sekarang dapat direalisasikan, berarti semakin besar dana investasi yg masuk di sulsel. 26T saya rasa ukuran investasi yg sudah termasuk besar sekali untuk daerah tingkatII. :cheers: bkz010019 July 5th, 2010, 09:26 AM Luwu Bangun Sarana Olah Raga Rp300 Miliar Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, akan membangun sejumlah sarana olah raga dalam satu kawasan dengan anggaran sekitar Rp300 miliar. Bupati Luwu Andi Mudzakkar di Makassar, Senin, mengatakan, pihaknya kini melakukan pembebasan lahan untuk areal pembangunan sejumlah fasilitas olah raga sebagai persiapan tuan rumah Porda Sulse 2014. "Kami sangat serius mencalonkan diri sebagai taun rumah Porda XV 2014, karena itu, Pemkab Luwu mulai membangun beberapa sarana olah raga disamping fasilitas yang telah ada saat ini," ujar Mudzakkar. Sebelumnya, Bupati Luwu telah memaparkan kesiapan pemkab dan masyarakat daerah ini sebagai penyelenggara Porda 2014 pada rapat anggota KONI Sulsel Sabtu (3/7) di Makassar. Menurut Andi Mudzakkar, dana pembangunan sarana olah raga tersebut diambil dari APBD dan diharapkan bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olah raga, sementara untuk dana penyelenggaan porda akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Luwu melalui APBD setiap tahun selama empat tahun, mulai 2010. Pemkab Luwu, tutur bupati, akan menyisihan dana APBD Rp2 miliar setiap tahun yang akan disimpan di Bank Sulsel, sehingga saat pelaksanaan Porda telah terkumpul dana Rp8 miliar, kemudian Rp2 miliar diambil dari APBD Perubahan 2014. Jika Luwu diberi kepercayaan menjadi penyelenggara Porda XV setelah Porda XIV Pangkep 2010, maka Pemkab Luwu akan memberi berbagai kemudahan kepada kontingen peserta di antaranya transportasi lokal secara gratis. Selain itu, atlet dan ofisial bisa menikmati berbagai jenis buah secara gratis seperti dunian, rambutan dan langsat jika Porda digelar bertepatan dengan musim buah tersebut. "Karena itu Porda kita akan gelar pada saat musim buah durian, ujar Andi Mudzakkar. http://id.news.yahoo.com/antr/20100705/tsp-luwu-bangun-sarana-olah-raga-rp300-m-424bac1.html Comeliness July 7th, 2010, 04:32 PM Rabu, 07 Juli 2010 17:54 Ekspor Sulsel ke Singapura Rp4,48 Triliun Makassar (ANTARA News) - Ekspor Sulawesi Selatan pada periode Februari-Maret 2010 mencapai Rp4,48 triliun. Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Rabu, mengatakan, pencapaian tersebut merupakan bukti dari upaya Sulsel mempertahankan ekspor sebagai salah satu program penguatan ekonomi provinsi dari sepuluh program utama yang ada. Selain mempertahankan ekspor, pemerintah juga berupaya untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di atas tujuh persen, menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan. "Angka pengganguran telah turun dari 11 persen menjadi sembilan persen. Kabupaten dan kota juga diminta untuk menurunkan angka kemiskinan hingga 10 persen," ujarnya pada rapat paripurna di Gedung DPRD Sulsel. Pemerintah daerah juga menargetkan pendapatan per kapita meningkat menjadi Rp13 juta per kepala dari Rp9 juta kepala yang dicapai sejak dua tahun lalu. "Stabilitas ekonomi daerah salah satunya terukur dari penurunan inflasi 11,2 persen menjadi 3,6 persen. Inflasi di bawah enam persen mengindikasikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi," ujarnya. Program utama penguatan ekonomi lainnya adalah mendorong investasi dalam negeri dan luar negeri masuk ke daerah. Menjaga ketahanan pangan, menjaga ketersediaan air hingga mengolah pemasaran komoditas dan membangun daya saing dan daya pikat Sulsel menjadi pintu gerbang perdagangan regional, nasional dan internasional. Tidak kalah penting, lanjutnya, adalah membangun ketahanan energi dasar maupun membangun industri energi dengan tetap mendorong program penghijauan. Pencapaian lain yang cukup menggembirakan adalah, posisi Makassar sebagai 10 kota MICE di Indonesia terbukti dengan tingkat huniannya hotel yang tinggi. "Tidak ada hotel yang tingkat okupansinya di bawah 90 persen,"katanya. Gubernur mengakui, pelaksanaan 10 program utama tersebut tidak akan mudah. Ia mengharapkan dukungan dan pengawasan dari DPRD dalam upaya pencapaian program-program tersebut. (T.SYS/B012) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17301:ekspor-sulsel-ke-singapura-rp448-triliun&catid=1:latest-news&Itemid=1 bkz010019 July 9th, 2010, 04:28 AM Dari : http://news.fajar.co.id/read/98100/45/ekonomi-sulsel-tumbuh-856-persen JUMAT, 09 JULI 2010 | 00:06 WITA Ekonomi Sulsel Tumbuh 8,56 Persen Prediksi BI Triwulan III MAKASSAR -- Aktivitas perekonomian Sulsel yang tumbuh positif pada triwulan kedua menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua). Perekonomian Sulsel triwulan kedua melaju hingga 8,02 persen (year on year). Pemimpin Bank Indonesia Cabang Makassar, Lambock Antonius Siahaan, mengatakan, perekonomian di Sulsel menyumbang 36 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sulampua. Ekonomi Sulsel masih di atas rata-rata kawasan Sulampua yang bergerak di kisaran 5,79 persen. Pertumbuhan positif 0,25 persen dari triwulan pertama 77,7 persen dipengaruhi sektor perdagangan, hotel, dan restoran 1,81 persen, transportasi dan komunikasi 1,58 persen, dan sektor keuangan 1,34 persen. Di sisi lain, sektor pertanian berkontraksi negatif -0,10 persen. Pemilihan kepala daerah di 10 kabupaten ikut mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Begitupula dengan liburan sekolah dan konsumsi listrik rumah tangga turut memberikan efek signifikan. Lambock mengemukakan, bila kegiatan perekonomian, investasi, regulasi, dan keamanan bisa ditingkatkan, bukan tidak mungkin bisa tumbuh lebih positif lagi. Bank Indonesia memperkirakan perekonomian Sulsel bisa tumbuh hingga 8,56 persen pada triwulan ketiga. Investasi modal asing maupun dalam negeri juga menjadi lebih tinggi seiring makin kondusifnya perekonomian nasional pascakrisis. Positifnya perekonomian Sulsel di sisi investasi salah satunya dipengaruhi pembangunan pembangkit listrik maupun penambahan kapasitas. Laju inflasi Sulsel periode kedua tercatat 5,00 persen, lebih besar dibanding triwulan sebelumnya 3,45 persen. Ini menjadikan Sulsel penyumbang inflasi terbesar di kawasan Sulampua dengan bobot 44,3 persen. Inflasi terendah di Sulawesi Barat dengan bobot 0,44 persen. Posisi Sulsel yang sangat menentukan perekonomian di kawasan timur Indonesia akan memengaruhi inflasi di seluruh kawasan bila inflasinya terkendali dengan baik. (rif) Comeliness July 11th, 2010, 01:46 AM Image Credit: Andhy2 (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=60107001#post60107001) [20/06/2010] Taman Nasional Bantimurung http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/37335637.jpg Sabtu, 10 Juli 2010, 02:55 WIB Pusat dan Daerah Berebut Kelola Taman Nasional Penulis : Lina Herlina MAKASSAR--MI: Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No 398/Menhut/II/Tahun 2004 terkait penetapan kawasan Bantimurung sebagai Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, pengelolaan taman nasional tersebut menjadi tumpang tindih. Itu terjadi karena pemerintah pusat merasa lebih berhak, namun di sisi lain pemerintah daerah dengan alasan otonomi, juga merasa lebih berkuasa dari pusat. Hal itu mencuat dalam pertemuan multipihak pengembangan wisata alam di kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung dan strategi promosinya. Pertemuan yang diprakarsai Pusat Informasi Kehutanan Departemen Kehutanan, itu diikuti para Kepala Dinas Kehutanan dari Kabupaten dan Kota di Sulawesi Selatan (Sulsel), Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) lingkup Departemen Kehutanan dan pihak pariwisata. Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo mengatakan, tidak jelas apa yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat terhadap taman nasional tersebut, sebab dari pengamatan di lokasi, potensi yang ada tidak terawat dengan baik. Bahkan, berbagai jenis fauna dan flora endemik yang menjadi andalan di taman tersebut semakin kurang perhatian. Misalnya, kupu-kupu yang menjadikan Bantimurung dikenal sebagai kawasan raja kupu-kupu (the kingdom of butterfly). "Maaf terpaksa menyalahkan pemerintah pusat yang seharusnya berhak atas pengelolaan taman ini, namun tak mampu berbuat banyak, bahkan tidak tampak lagi aktivitas yang menonjol untuk menyelamatkan taman nasional itu," ungkap Syahrul. Syahrul sangat menyayangkan, selama ini tidak pernah ada koordinasi dengan pemerintah daerah maupun provinsi dalam hal pengelolaannya. Menurutnya, kalau memang institusi yang diberi kewenangan tak mampu menangani, serahkan saja ke daerah. "Karena, jika Bantimurung dengan berbagai kekayaannya sudah rusak, apalagi yang bisa diandalkan di taman nasional ini," tegasnya. Gubernur berharap, selain koordinasi antar instansi terkait, perlu pelembagaan institusi, pengelolaan pariwisata, pemberian pelatihan kepada warga yang berdiam disekitar taman nasional dan yang paling penting adanya anggaran dari pusat kepada UPTD untuk membenahi taman nasional tersebut. Bisa saja pemerintah daerah menyalurkan anggaran ke taman nasional ini, namun akan membuahkan pelanggaran karena kewenangan pembiayaan ada pada pemerintah pusat, katanya. Kepala Pusat Informasi Kehutanan, Mas'ud mengatakan, pertemuan yang berlangsung sehari ini dimaksudkan agar ada kesamaan persepsi dalam menyelamatkan dan mengembangkan taman nasional tersebut, khususnya yang berkaitan dengan pariwisata yang dapat memberi nilai tambah. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan pengelolaan potensi wisata di taman nasional dipihakketigakan, sehingga ada manfaat ekonomi, lingkungan untuk masyarakat pemerintah daerah dan provinsi, seperti pengelolaan Taman Nasional Komodo. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Maros mengakui, hasil pungutan retribusi yang diperoleh dari pengunjung obyek wisata Bantimurung tahun 2009 mencapai Rp 3,5 miliar, melebihi dari target yang dipatok sebesar Rp 3,2 miliar. Tahun ini dipastikan akan naik lebih besar bersamaan dengan diberlakukannya tarif retribusi yang baru sebesar Rp 10 ribu per orang. Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung membentang dari Kabupaten Maros hingga Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulsel, memiliki luas areal sekitar 43.750 hektare (ha), sekitar 10.282 ha terdiri dari cagar alam Karaenta, cagar alam Bantimurung dan cagar alam Bulusarauang, dan Taman Wisata Alam seluas sekitar 1.624 hektar terdiri atas taman wisata alam Bantimurung dan Pattunuang, Hutan Lindung seluas sekitar 21.343 ha, hutan produksi terbatas sekitar 145 ha dan hutan produksi tetap sekitar 10.355 ha. Di kawasan ini terdapat berbagai jenis flora, diantaranya Bintangur (Calophyllum), Beringin (Ficus), Nyato (Palaquium obtusifolium), Jambu-jambuan (Eugenia,sp), Kenanga (Alstoniasholaris, Aren (Arenga pinatta), Dao (Dracontomelon dao), Jati (Tectona grandis), Kemiri (Aleurites moluccana), Randu (Bombax sp), Bambu (Bambussa sp), Rotan (Callamus sp) serta flora endemik Sulawesi, seperti Kayu hitam (Dyospyros celebica), Bitti (Vitex copassus) dan jenis lainnya. Terdapat pula berbagai jenis satwa liar yang khas diantaranya Kera hitam (Macaca maura), Tarsius (Tarsius spectrum), Kuskus (Phalanger ursinus), Musang Sulawesi (Macrogolidia mussenbraecki), Rusa (Cervus timorensis), Burung Enggang hitam (Halsion cloris), Raja udang (Halsion cloris), Rangkong (penelopides ezarnatus), Kakatua (Cacatua sulpharea), Burung Udang (Helycon sp) ratusan jenis Kupu-kupu diantaranya Papilio blumei, Papilio satapses, Troides halipton, Troides helena, berbagai jenis amfibia dan reptilia seperti Ular phyton (Phyton reticulates), Ular daun, Biawak besar (Paranus sp.), Kadal terbang, dan lainnya. Kawasan itu juga memiliki landscape karst yang unik, gua-gua dengan ornamen stalaktit dan stalakmit, gua-gua yang bernilai historis dan situs purbakala, panorama alam yang indah, air terjun, yang dapat dikembangkan sebagai laboratorium alam untuk ilmu pengetahuan dan pendidikan konservasi alam serta kepentingan ekowisata, juga merupakan daerah tangkapan air bagi kawasan di bawahnya dan mengairi beberapa sungai penting yakni Sungai Walanea, Sungai Pangkep, Sungai Pute, dan Sungai Bantimurung.(LN/OL-8) Source: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/07/10/154650/128/101/Pusat-dan-Daerah-Berebut-Kelola-Taman-Nasional Ocean One July 13th, 2010, 02:01 PM 30.000 Rumah Dibangun di Sulsel Setiap Tahun Selasa, 13 Juli 2010 MAKASSAR, KOMPAS.com - Pemerintah membangun sedikitnya 30 ribu rumah setiap tahun di Sulawesi Selatan, baik berbentuk vertikal (rumah susun) maupun di kawasan perumahan. Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulsel Syarief Burhanuddin di Makassar, Selasa, mengatakan, secara nasional pembangunan rumah tinggal untuk masyarakat sebanyak enam juta per tahun. "Dalam waktu dekat pembangunan rumah susun sewa yang akan dibangun di Sulsel adalah untuk prajurit Kodam VII Wirabuana," katanya. Program pembangunan 1.000 menara rusun di Indonesia yang dicanangkan akhir tahun 2006 ini bertujuan untuk pengentasan kawasan kumuh perkotaan dan mendekatkan masyarakat dengan lahan usaha, sekolah atau tempat kerja. "Pembangunan dilakukan di daerah yang selama ini ditinggali bukan membangun di wilayah lain apalagi di daerah yang jauh dari lahan usahanya," jelasnya. Khusus untuk pendidikan, lanjutnya, rusunawa dibangun menggunakan anggaran Kemendiknas karena dianggap memiliki anggaran yang cukup untuk itu. Anggaran pembangunan Kemenpera dan Kementerian PU fokus untuk kawasan kumuh atau industri untuk pekerja. Terkait ketersediaan lahan yang selama ini menjadi salah satu penghambat dalam memenuhi target, ia mengatakan, penyediaan lahan merupakan wewenang kabupaten dan kota. "Masalah yang dihadapi dalam pembangunan adalah ketersediaan lahan, dukungan infrastruktur dan umumnya calon penghuni belum siap," ujarnya. Sebelumnya, Asisten Deputi Urusan Penyediaan Rumah Susun Kemenpera Paul Marpaung mengatakan, secara nasional pihaknya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan 100 menara rusuna hingga akhir 2011 khusus untuk pekerja dengan anggaran Rp12 miliar setiap menara. Hingga kini Kemenpera telah membangun 138 rusunawa, Kementerian Pekerjaan Umum 256 unit dan rumah susun sederhana dengan status hak milik hampir 100 tower. Di Makassar sendiri, pihaknya telah membangun empat rusunawa di Kawasan Industri Makassar, Universitas Hassanuddin dan Kecamatan Mariso sementara untuk rusunami belum ada satu pun yang dibangun. Rencananya, pembangunan rusuna berikutnya akan dilakukan di Kima tapi lahannya belum siap bangun. Menanggapi rencana ini, Syarief menjawab, lahan di kawasan tersebut merupakan wewenang Kima. Kemendagri, Kemenpera dan pemerintah provinsi menggelar forum pemantapan dan sinkronisasi pelaksanaan penyediaan dan pemanfaatan lahan untuk pembangunan rumah susun sederhana di kawasan perkotaan selama dua hari di Makassar. Forum ini diharapkan dapat menghasilkan solusi dari permasalahan pemenuhan kebutuhan perumahan layak bagi masyarakat menengah ke bawah yang terbentur harga rumah tinggi dan lahan. Comeliness July 17th, 2010, 10:22 PM Sabtu, 17 Juli 2010, 23:11 Chevrolet Bidik Perusahaan Taxi Makassar (ANTARA News) - Perusahaan produsen mobil Chevrolet membidik perusahaan taxi sebagai mitra kerja sama. "Kami berencana akan membuka jaringan sebagai mitra kerjasama dengan perusahaan taxi yang ada di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara," kata Sales Manager PT Panaikang Inti Sejahtera, Usman Gading, di Makassar, Sabtu. Hal ini, kata dia, merupakan salah satu strategi pemasaran yang ditempuh dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, mobil Chevrolet yang dipasarkan untuk perusahaan taxi adalah Chevrolet tipe Lova, yang spesifikasinya memang cocok untuk kebutuhan perusahan taxi. Hingga saat ini, Chevrolet sudah membangun kerja sama dengan sejumlah perusahaan taxi yang ada di kawasan Sulselrabar. "Perusahaan taxi yang sudah menjadi mitra kami adalah Gowa Mas, Koperasi Taxi Bandara (Kopsidara), Agung Transport, dan Swawindu," jelasnya. Dari sejumlah perusahaan taxi tersebut, penjualan mobil terbesar dilakukan oleh Gowa Mas. Ia mengatakan, pada pertengahan tahun 2010, perusahaan tersebut sudah membeli sebanyak 185 unit. "Untuk penambahan mobil, masih akan menunggu kerja sama lebih lanjut," ungkapnya. Ia menambahkan, saat ini pihak PT Panaikang Inti Sulawesi masih mengupayakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan taxi. "Sekarang sudah sampai pada tahap negosiasi dengan perusahaan taxi," ucapnya. (T.pso-103/F003) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17684:chevrolet-bidik-perusahaan-taxi&catid=36:news-economic&Itemid=62 Sabtu, 17 Juli 2010, 22:25 Gubernur akan Evaluasi Lahan Konsesi Tidur Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan pemerintah provinsi dalam enam bulan ke depan akan melakukan evaluasi pada lahan-lahan konsesi tidur. "Yang punya lahan konsesi dan dalam waktu lama tidak berjalan akan kita usulkan untuk mencabutnya agar sumber daya alam yang ada bisa dimanfaatkan," jelasnya di Makassar, Sabtu. Penertiban terhadap lahan konsesi yang tidak bergerak tersebut, katanya, akan mulai dilakukan pemerintah pada tahun ini. "Saya lebih memilih hutan dibanding tambang, untuk mempertahankan hutan saya mendukung menteri kehutanan untuk tidak memberikan ijin kecuali pada hutan produksi terbatas atau konservasi," jelasnya. Menurutnya, tambang tidak terlalu bergairah di Sulsel dengan alasan untuk menjaga pelestarian hutan. "Kita sarankan kepada investor tambang untuk melakukan eksplorasi hutan dengan cara penambangan dalam atau menambang dari bawah sehingga tidak merusak hutan dibandingkan dengan penambangan luar," jelasnya. Namun, cara penambangan dalam tersebut biasanya tidak dipilih oleh investor karena membutuhkan biaya lebih mahal. Ia menambahkan, pertanian tetap menjadi sektor paling utama untuk menjadi dasar ekonomi rakyat. (T.KR-RY/F003) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17674:gubernur-akan-evaluasi-lahan-konsesi-tidur&catid=1:latest-news&Itemid=1 Comeliness July 17th, 2010, 10:27 PM Sabtu, 17 Juli 2010, 19:02 Tambang Bijih Besi Bone Tampung 1.000 Pekerja Makassar (ANTARA News) - Pembangunan tambang dan industri bijih besi di Kabupaten Bone diperkirakan bisa menampung 1.000 pekerja. "Pada tahap awal percobaan produksi saja kami sudah menampung 100 pekerja, mungkin kalau sudah jalan bisa menampung hingga 1.000 pekerja," kata Direktur Utama PT Anugerah Bumi Sukarsono di Makassar, Sabtu, usai memaparkan rencana pengembangan industrinya kepada gubernur. Perusahaan tambang dalam negeri itu berencana membuka tambang dan bijih besi di Bone dengan total nilai investasi sekitar 500 juta dolar AS. "Pada tahap awal nilai investasi kami senilai 100 juta dolar AS dan untuk saat ini sudah ada percobaan produksi," ujarnya. Ia menjelaskan, untuk sementara pihaknya masih dalam tahap persiapan sambil menunggu izin dari kementerian kehutanan yaitu izin pinjam pakai hutan dilalui alat transportasi menuju pelabuhan. "Sesuai undang-undang kita menunggu izin dulu. Setelah ada izin baru kita berani untuk bergerak," jelasnya. Sedangkan untuk surat permohonan izin prinsip wilayah, katanya, telah sampai di meja menteri atas dukungan gubernur. "Izin analisa mengenai dampak lingkungan juga diperkirakan akan keluar pada pekan depan," tambahnya. Ia mengatakan, dari perkiraan awal potensi bijih besi dari total 2500 hektare lahan dapat mencapai 200 juta ton. Perusahaan yang juga mengelola tambang batu bara dan tembaga di daerah lain di Indonesia itu rencananya akan melakukan peletakan batu pertama pelabuhan untuk fasilitas pengiriman hasil produksi pada November 2010. Ia menambahkan, negara tujuan ekspor pertama jika sudah beroperasi adalah China. Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Sulsel mengungkapkan, sebuah perusahaan India bernama Radee Group juga akan menanamkan investasinya untuk tambang bijih besi senilai satu juta dolar Amerika di Bone. Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan, masuknya investasi tambang ini merupakan satu dari lima industri tambang yang ditargetkan akan masuk ke Sulsel tahun ini. Sebelumnya, gubernur mengungkapkan, rencana kehadiran lima tambang tersebut akan ikut mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi dari 8,02 persen menjadi 8,65 persen pada triwulan III 2010. "Pelan-pelan kita akan mewujudkan target ini, namanya juga harapan harus ditargetkan. Kita targetkan November sudah ada langkah nyata, jika pada saat itu belum dibuktikan kita cabut," ujarnya. Gubernur juga menyatakan dukungannya untuk mencari alternatif pengkonservasian hutan dan akan membantu membicarakan dengan menteri mengenai permohonan ijin pinjam pakai hutan untuk dilalui alat transportasi. (T.KR-RY/A023) Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17673:tambang-bijih-besi-bone-tampung-1000-pekerja&catid=1:latest-news&Itemid=1 Comeliness July 21st, 2010, 07:31 PM Banyak sisa duit bisa buat perbaiki infrastruktur nih. :) Rabu, 21 Juli 2010, 21:40 Silpa APBD Sulsel 2009 Rp333 Miliar Makassar (ANTARA News) - Sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel 2009 mencapai Rp333 miliar. Hal tersebut disampaikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada penjelasan awal Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Sulsel 2009 dalam sidang paripurna DPRD Sulsel di Makassar, Rabu. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Silva APBD Sulsel 2008 yang hanya Rp214 miliar. Tingginya Silpa, kata Syahrul, adalah buah dari kerja keras pemerintah dalam efisiensi anggaran. Meski begitu, pertanggungjawaban APBD kali ini jauh lebih baik dibanding tahun sebelumnya yang dinyatakan disclaimer atau tidak bisa diberikan penjelasan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Hasil pemeriksaan oleh BPK RI memberikan opini wajar tehadap APBD Sulsel 2009, atau naik tiga kelas dari tahun sebelumnya," kata Syahrul. Mantan Wakil Gubernur Sulsel ini optimis, pengelolaan APBD Sulsel 2010 akan semakin baik dan penilaiannya naik satu tingkat. Syahrul yang juga mantan Bupati Gowa menyebutkan realisasi penggunaan anggaran Sulsel 2009 mencapai Rp2,17 triliun atau 96 persen dari total APBD Rp2,25 triliun. Sementara realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp1,28 triliun dari Rp1,33 triliun yang ditargetkan. Pajak kendaraan bermotor Sulsel pemberi kontribusi PAD terbesar yakni Rp700 miliar lebih. (T.pso-099/S006) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17826:silpa-apbd-sulsel-2009-rp333-miliar&catid=1:latest-news&Itemid=1 Rabu, 21 Juli 2010, 21:41 Sulsel Mulai Bangun Jalan Lingkar CPI :) Makassar (ANTARA News) - Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai membangung jalan lingkar Center Point of Indonesia (CPI) di kawasan Kota Mandiri Tanjung Bunga, Makassar. "Pembangunan jalan di CPI sudah dimulai dan dilaksanakan tetap sesuai dengan rancangan awal," kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim) Sulsel, Syarif Burhanuddin, di Makassar, Rabu. Jalan sepanjang 2,5 kilometer yang membentang dari Pantai Losari tembus samping Trans Studio akan dibangun dengan konstruksi paving blok selebar 20 meter dengan desain boulevard. Dinas Tarkim selaku penanggungjawab pembangunan infrastruktur, mengelola anggaran sebesar Rp7 miliar pada APBD Sulsel 2010 khusus untuk membangun jalan di kawasan yang nantinya akan menjadi losari baru. Syarif mengatakan pembangunan jalan tersebut bertujuan menarik sekaligus membuka akses bagi investor untuk menanamkan modalnya di kawasan CPI. Selain itu, kata dia jalan tersebut nantinya akan menjadi kawasan wisata baru bagi masyarakat Sulsel, sekaligus sarana olahraga lari sambil menikmati matahari terbenam (sunset). Dalam kawasan CPI, nantinya akan dibangun lapangan karebosi baru (new karebosi) dengan luas 16 hektar atau dua kali luas lapangan karebosi sekarang, wisma negara, Masjid Asmaul Husna, dan berbagai fasilitas yang modern. Sebelumnya Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Hery Suheri Attas mengkritik Dinas Tarkim karena dinilai lambat dalam menindaklanjuti pembangunan jalan lingkar yang terletak dipesisir tanah tumbuh Tanjung Bunga. Menurut dia, lahan yang dilewati jalan yang ada dalam desain sudah dikapling masyarakat, sehingga Tarkim harus membebaskan kembali lahan tersebut. Komisi D kata dia tidak akan mentolerir pembangunan jalan yang melenceng dari konsep awal. (T.pso-099/S005) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=17827:sulsel-mulai-bangun-jalan-lingkar-cpi&catid=36:news-economic&Itemid=1 Felix_Bpp July 22nd, 2010, 04:00 AM Wisata alam air terjun Bantimurung – Kab. Maros http://i32.tinypic.com/2vc8ff4.jpg http://i29.tinypic.com/2z74jtt.jpg http://i30.tinypic.com/1zn74af.jpg http://i27.tinypic.com/2hhndl0.jpg http://i26.tinypic.com/90q8uw.jpg http://i27.tinypic.com/34orddw.jpg http://i28.tinypic.com/2yvq5x1.jpg http://i29.tinypic.com/23jgyfn.jpg :cheers: Comeliness July 22nd, 2010, 11:15 PM Wisata alam air terjun Bantimurung – Kab. Maros http://i29.tinypic.com/2z74jtt.jpg http://i28.tinypic.com/2yvq5x1.jpg http://i29.tinypic.com/23jgyfn.jpg :cheers: ^^Thanks for sharing your picts here. :D Btw, did you visit your parents' hometown in Bone during your recent trip? Felix_Bpp July 23rd, 2010, 05:14 AM ^^Thanks for sharing your picts here. :D Btw, did you visit your parents' hometown in Bone during your recent trip? You’re welcome Hey.. how did you know my parent’s hometown? :D there were another personal reasons that’s why I did not visit Bone city but I’m really sorry I could not tell you anyway on this city’s forum.. will be out of topic :D Next trip I’ll do it.. “I promise” :) Comeliness July 23rd, 2010, 11:10 PM Hey.. how did you know my parent’s hometown? :D ^^It was a lucky guess :D or maybe I was a psychic (just kidding). :lol::lol: |JUMAT, 23 JULI 2010 | 03:03 WITA | Sulsel Tawari Arab Saudi Investasi Tambang MAKASSAR -- Pemerintah Arab Saudi mengundang Pemprov Sulsel untuk membahas rencana kerja sama. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, akan menghadiri langsung pembicaraan kerja sama itu di Arab Saudi, 29 Juli mendatang. Syahrul mengungkapkan, lima poin kerja sama telah disiapkan untuk ditawarkan ke Pemerintah Arab Saudi. Salah satu potensi Sulsel yang akan dipaparkan di depan petinggi pemerintahan dan pengusaha Arab Saudi di antaranya peluang investasi sektor pertambangan. Potensi pertambangan Sulsel beragam dengan deposit yang besar dari tambang mineral, minyak bumi, dan gas alam. Syahrul berharap, dari pertemuan undangan tersebut, pemerintah maupun pengusaha Arab Saudi mau berinvestasi di Sulsel. Tawaran kerja sama lainnya yang juga akan dijajaki dengan Arab Saudi adalah ekspor bahan pangan, dan pembangunan kawasan Centre Point of Indonesia. "Kita coba tawarkan ekspor beras dan hasil pertanian lain yang dibutuhkan masyarakat di Arab Saudi," jelasnya, Kamis, 22 Juli. Salah satu pertimbangan melakukan penjajakan kerja sama dengan Arab Saudi karena pertumbuhan negara penghasil minyak itu sangat bagus. Arab Saudi juga memiliki dana untuk bujet investasi besar yang ditempatkan di berbagai negara. Tawaran kerja sama lain yang tak kalah pentingnya dijajaki dengan Arab Saudi adalah pengiriman tenaga kerja dari Sulsel. Syahrul berharap, peluang tenaga kerja dari Sulsel dengan lapangan kerja yang lebih baik terbuka luas. Pertemuan awal dengan Pemerintah Arab Saudi telah dilakukan Syahrul dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia di Jakarta, kemarin. Selain menawarkan peluang investasi, Syahrul dan dubes Arab Saudi juga membahas rencana pembangunan sekolah agama. "Pemprov Sulsel diminta memasukkan proposal permintaan bantuan pembangunan sekolah agama. Pemerintah Arab Saudi juga merespons positif rencana pemberian bantuan masjid yang akan dibangun di kawasan Centre Point of Indonesia," beber Kepala Biro Humas dan Protokoler Sulsel, Agus Sumantri. (rif) Source: http://news.fajar.co.id/read/99391/45/sulsel-tawari-arab-saudi-investasi-tambang Jum'at, 23 Juli 2010 | 12:20 WIB CAFTA Tak Berdampak Negatif di Sulawesi Selatan TEMPO Interaktif, Makassar - Pimpinan Bank Indonesia Cabang Makassar, Lambok A. Siahaan mengatakan perjanjian Cina dan Asia Tenggara yang disebut CAFTA (China-ASEAN Free Trade Area) tidak berdampak negatif terhadap perdagangan Sulawesi Selatan. “Ini karena produk di Sulawesi Selatan dan Cina yang diperdagangkan antar negara tidak bersaing,” kata Lambok setelah rapat rapat koordinasi pengamanan kebutuhan pokok menghadapi bulan Ramadan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di rumah jabatan Gubernur pagi tadi. Ia mengatakan, produk unggulan Sulawesi Selatan berada di sektor pertanian, sementara itu produk Cina yang masuk kesini kebanyakan dari sektor industri. “Mungkin hal ini berbeda dampaknya dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah yang mungkin punya produk yang bersaing dengan Cina,” ucapnya. Ketika ditanya mengenai pengaruh buah impor asal Cina terhadap perdagangan buah di Sulawesi Selatan, ia mengakui ada banyak buah impor Cina yang beredar di wilayah ini, tetapi tidak berpengaruh. “Ini bukan dipengaruhi oleh CAFTA karena masuknya buah impor Cina ke Sulawesi Selatan sudah dari dulu,” katanya. Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Ahmad Habib mengatakan hal senada. “Perdagangan kita malah surplus dengan Cina,” ucap Habib. Sektor pertanian dan perikanan asal Sulawesi Selatan, jelas Habib, banyak diekspor ke Cina. “Banyak ikan segar dan juga udang yang kita kirim ke sana,” katanya. FADHILAH NAZIF Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/makassar/2010/07/23/brk,20100723-265729,id.html Comeliness July 28th, 2010, 06:32 PM Rabu, 28 Juli 2010 19:25 Pabrik Cairan Inpus Dibangun Akhir 2010 Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akhir tahun ini akan mulai membangun pabrik cairan inpus berkapasitas 10 juta botol per tahun, di Kecamatan Ere Merasa, Kabupaten Bantaeng. "Pembangunan pabrik cairan inpus di Bantaeng akan dimulai setelah badan usahanya terbentuk yang sementara kita buat. Rencana peletakan batu pertama dilakukan akhir tahun ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rachmat Latief di Makassar, Rabu. Rachmat mengemukakan, pembangunan pabrik cairan infus yang nantinya bisa mensuplai kebutuhan cairan inpus se kawasan Indonesia Timur sudah melalui studi kelayakan, penandatanganan kerjasama pemprov Sulsel dan Pemkab Bantaeng, serta persetujuan dengan pihak ketiga. Kepastian memiliki industri cairan inpus, lanjutnya, diraih setelah studi kerja ke PT Otsuka Indonesia di Lawang, Jatim, membuat studi kelayakan untuk menentukan jenis industri farmasi yang sesuai, membuat rencana anggaran, membentuk tim kerja hingga tahap pelaksanaan. Kehadiran industri ini, kata Rachmat, akan membawa dampak terhadap perekonomian daerah, termasuk peningkatan pendapatan daerah melalui sektor perpajakan, penyediaan lapangan kerja, serta memenuhi kebutuhan cairan inpus Sulsel yang mencapai 5 juta botol per tahun. Pembangunan yang akan menelan investasi Rp21 miliar ini merupakan bagian dari usaha Gubernur Syahrul Yasin limpo, untuk menjadikan Sulsel sebagai provinsi yang unggul dan diperhitungkan di berbagai sektor. Kehadiran pabrik cairan inpus akan menunjang program pelayanan kesehatan gratis yang ditetapkan Pemprov Sulsel, khususnya dalam pengadaan serta penyediaan obat yang aman dan bermutu, serta mudah diperoleh masyarakat dengan harga terjangkau. (T.pso-099/S016) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=18135:pabrik-cairan-inpus-dibangun-akhir-2010&catid=1:latest-news&Itemid=1 bkz010019 July 29th, 2010, 06:00 AM Syahrul Teken MoU dengan Arab Saudi Wednesday, 28 July 2010 MAKASSAR (SI) – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam enam hari kedepan akan menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah. Syahrul dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi melalui Jakarta,Kamis,hari ini. Kepergian Syahrul tersebut atas undangan resmi dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Selain menjalankan ibadah umroh, mantan Bupati Gowa ini dijadwalkan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pengiriman tenaga kerja untuk bekerja di rumah sakit milik pemerintah kerajaan. "Saya berangkat ke Arab Saudi untuk menindak lanjuti sejumlah pertemuan dengan Dubes pekan lalu sekaligus menjalankan ibadah umrah. Cuma enam hari," singkat Syahrul kepada wartawan di Makassar Golden Hotel,kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo melakukan penjajakan kerjasama dengan Dubes Arab Saudi Abdurrahman Muhammad Amin Al Khayat. Ada lima agenda yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut yakni penambahan kuota haji untuk Sulsel. Empat agenda lainnya yakni penjajakan kerjasama ekonomi dan perdagangan, pengiriman tenaga kerja terlatih, investasi, serta pendidikan. Selain itu,penjajakan juga dilakukan untuk pemberian bantuan pembangunan dan pemeliharaan masjid yang ada di Sulsel. Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Agus Sumantri menambahkan, MoU yang ditandatangani tersebut yakni terkait keinginan pemerintah Kerajaan Arab Saudi menerima tenaga kerja terlatih dari Sulsel untuk menjadi perawat pada rumah sakit kerajaan. "Ini kan undangan resmi, jadi akan ada penandatanganan MoU bidang tenaga kerja untuk pengiriman perawat terlatih untuk bekerja disana," jelasnya. Agus Sumantri mengatakan, Gubernur dijadwalkan hanya lima hari berada di Arab Saudi.Kepergian Syahrul Yasin Limpo tersebut disertai Ny Ully Ayunsri Harahap, Kadis Tenaga Kerja Saggaf Saleh, beserta sejumlah Kepala Dinas. (abriandi) Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/340924/ Comeliness July 29th, 2010, 09:25 PM Sudah banyak rakyat mati korban elpiji yg harusnya tak perlu terjadi bila city gas ini diprioritaskan sejak awal dari RI berdiri bukannya setelah 65 thn merdeka baru ada ide city gas. :ohno::ohno: Di-negara2 maju, penataan kotanya mengharuskan gas mengalir kesemua rumah termasuk ke penduduk miskin. :) Indo penghasil gas tapi gasnya diexport bukannya diutamakan utk penduduknya. :nuts::nuts: Malahan elpiji jadi bisnis Pertamina yg... Kamis, 29 Juli 2010 19:51 Program Gas Kota Dicanangkan di Kabupaten Wajo Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Sulawesi Selatan mencanangkan realisasi program Gas Kota atau "City Gas" di Kabupaten Wajo, kata Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel, Bustanuddin Syam, di Makassar, Kamis. Ia mengatakan, Kabupaten Wajo merupakan satu-satunya penghasil gas di Provinsi Sulsel dengan potensi yang sangat memadai. "Kami menargetkan pada tahun 2011, Kabupaten Wajo sudah bisa menjadi salah satu Kota Gas di Indonesia bersama dengan daerah lain yang sudah menjadi Kota Gas," ungkapnya. Minimal, lanjutnya, jika target tersebut belum terpenuhi, pada tahun 2011 sudah terdapat konstruksi City Gas di Kabupaten Wajo. Dalam waktu dekat ini, kata dia, realisasi program tersebut akan diusulkan kepada Pemerintah Pusat. "Sama dengan daerah lain, konsep City Gas ini adalah penyambungan langsung pipa dari pusat gas ke rumah-rumah warga, khususnya untuk keperluan rumah tangga sehari-hari," terangnya. Ia menambahkan, dari konstruksi City Gas ini, dapat diketahui jumlah kelurahan dan rumah tangga yang bisa dialiri pipa gas. "Karena itulah, harus dipersiapkan infrastruktur perkotaan yang cukup memadai untuk pelaksanaan program ini," tuturnya. Program kota gas merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya pengembangan energi alternatif. "Program ini bertujuan agar masyarakat bisa mendapatkan energi dengan harga murah dan masyarakat terhindar dari kelangkaan bahan bakar," jelasnya. Selain memiliki keuntungan dari sisi ekonomi, program Gas Kota juga memiliki kelebihan dari segi keamanan, dimana tekanan gas pada saat distribusi melalui pipa ke rumah warga sangat kecil. "Dengan begitu, potensi terjadinya kebocoran yang bisa mengakibatkan kebakaran juga sangat kecil," lanjutnya. (T.pso-103/S005) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=18171:program-gas-kota-dicanangkan-di-kabupaten-wajo&catid=1:latest-news&Itemid=1 Ocean One July 30th, 2010, 06:39 AM Enrekang Menuju Kawasan Tanpa Rokok Jumat, 30 Juli 2010 Kompas.com ; Sama sekali bukan karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah me-warning penduduk dunia akan bahayanya merokok dan menyuluhkan meningkatnya angka kematian akibat tidak langsung dari merokok yang sejak tahun 2004 sudah mencapai angka kematian 5 juta per tahun. Namun, bagi Bupati La Tinro La Tunrung sudah mantap programnya untuk menjadikan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sebagai kawasan tanpa rokok (KTR) yang hendak dicapai dalam tahun 2013. Tekad mantan Manajer Kesebelasan PSM Makassar tahun 1998 tersebut bukanlah suatu isapan jempol. Sebab, sejak tahun 2001 sudah ada satu desa di Enrekang yang sukses menjadi KTR. Itulah Desa Bonebone di Kecamatan Baraka. Desa ini sesungguhnya sudah layak masuk MURI, bahkan patut masuk Museum Rekor Dunia. Betapa tidak, mungkin inilah desa pertama di dunia yang menyatakan diri sebagai kawasan bebas rokok. Padahal, desa yang terletak di lereng Gunung Latimojong di ketinggian 1.300 meter-1.500 meter dari permukaan laut tersebut tentulah daerah dingin. Biasanya orang merokok untuk mengatasi udara dingin itu. Bonebone terletak sekitar 50 km ke timur dari Kota Enrekang, dengan kondisi prasarana jalan dan jembatan yang sangat parah. Sementara Enrekang terletak 225 km sebelah utara Kota Makassar. Menurut Muhamad Idris (44), Kepala Desa Bonebone, larangan merokok itu adalah kesepakatan warga desa. ”Ketika ide itu terlontar dalam rembuk desa sembilan tahun lalu, nyaris tidak ada penentang. Ada beberapa pemuda yang mulanya menolak. ”Setelah kita berdialog positif-negatifnya merokok, anak muda itu mengalah sehingga ketika saya ketuk palu, 100 persen sudah sepakat. Para perokok pun bersedia menaati kesepakatan, termasuk saya sendiri. Wah, saya merokok sejak usia SD dan mulai berhenti merokok sejak rembuk desa tersebut,” kata Idris. Rupanya memang kepala desa ini yang mulai dari dirinya sendiri memelopori berhenti merokok. Seorang pemuka desa, Burhan Paga (53), menimpali, ”Kala itu, anak saya yang masih kelas 1 SD mencuri uang ibunya untuk membeli rokok.” Sementara tokoh masyarakat lainnya, Firdaus (51), mengisahkan, ”Belasan tahun lampau, murid laki-laki banyak yang bodoh di kelas dan tidak ada yang mendapat ranking. Tapi, kini prestasi dan prestise telah kembali direbut kaum Adam sehingga anak laki-laki dari Bonebone sudah mampu bersaing dengan anak wanita di desanya, bahkan juga antar desa se-Kabupaten Enrekang.” Orang luar yang masuk desa tidak boleh mengepulkan asap rokok di Bonebone. ”Menteri Kesehatan dan Bupati Enrekang ketika masuk desa ini menghormati aturan desa dan mereka tidak merokok.” kata Idris. Ia menambahkan bahwa Kompas pernah selama lima tahun membiayai kebutuhan rokoknya. ”Sori pak wartawan. Saya pernah menjadi pengantar koran, loper harian Kompas di Makassar tahun 1985 sampai 1990. Kompas pula yang membiayai studi saya sampai selesai di Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin (sekarang Universitas Islam Negeri) Makassar Jurusan Dakwah,” ungkap Pak Kades. Unik Ada lagi keunikan Bonebone, desa yang berpenduduk tidak sampai 1.000 jiwa. Lima tahun lalu tatkala seantero dunia dikejutkan dengan penyebaran virus flu burung, desa tersebut menolak masuk ayam ras atau telurnya ke dalam desa. ”Tidak ada warga desa yang menjual rokok dan tiada pula yang beternak ayam ras,” simpul Idris. Selain sukses meredam masuknya virus jahanam itu masuk Bonebone, warga desa juga mendapat manfaat lain. ”Ayam kampung atau ayam lokal berkembang dengan baik sehingga surplus untuk dijual ke pasar di kota. Kami juga merasa penduduk desa tambah sehat. Nyaris tiada lagi warga yang sakit ngilu di tulang (mungkin maksudnya asam urat atau rematik). Peternakan apa saja memang sulit berkembang di sini karena 100 persen penduduk desa bermata pencarian pokok berkebun, terutama kopi jenis arabika,” kata Firdaus, yang siang itu baru pulang dari kebun bersama Burhan. Masih ada keunikan lain dari desa yang luasnya 20 km persegi tersebut, ”Di sini, setiap pasang manusia yang hendak menikah harus menanam pohon minimal lima batang. Tujuannya tentu saja untuk pelestarian alam dan lingkungan hidup. Kami hidup dari alam dan untuk itu kami juga harus memelihara alam itu,” kata Idris. Burhan menambahkan, ”Di Bonebone juga sudah lama berlaku aturan bahwa hanya pasangan manusia yang tahu ngaji yang berhak dinikahkan. La Tinro La Tunrung sudah menerapkan hal itu di seluruh Enrekang setelah dilantik menjadi bupati, enam tahun lalu. Tetapi, kami sudah lama melaksanakan yang demikian.” Last but not least , dalam Kontes Aroma Kopi Nasional Tahun 2008 di Jember, Jatim, Bonebone keluar sebagai juara pertama. ”Impossible Mission”? Keberadaan Desa Bonebone sebenarnya telah menjadi perhatian internasional, termasuk WHO. Cuma belum ada media yang pernah menayangkan profil desa ini. ”Ya, tentu takut kehilangan iklan rokok,” komentar Bupati La Tinro. Program KTR berbeda dengan Program Kesehatan Gratis (PKG) yang dikembangkan Pemprov Sulsel. PKG bersifat kuratif, yaitu mengobati/menyembuhkan. Sementara KTR bersifat preventif, mencegah timbulnya penyakit yang diakibatkan oleh rokok. Nah, ilham dari Bonebone inilah yang menginspirasi Bupati La Tinro untuk menjadikan seluruh Enrekang sebagai KTR. Dalam tahun 2009 Pemkab Enrekang menerapkan program replikasi (peniruan) secara bertahap pada desa-desa dan kelurahan di Enrekang. Bupati juga melaksanakan program diseminasi (penyebaran) pada kantor-kantor dan instansi pemerintahan lainnya. Bahkan, program diseminasi ini dengan menumpangi Gerakan Hidup Bersih dan Sehat sudah merambah rumah-rumah tangga penduduk. Bupati bertekad, dalam tahun 2011 KTR akan diterapkan pada satu kecamatan (kemungkinan Baraka), lalu pada tahun 2012 pada enam kecamatan. Pada tahun 2013 semua kecamatan di Enrekang (12) akan mengimplementasikan KTR. Bupati La Tinro sudah pernah mempresentasikan Desa Bonebone dengan program KTR-nya atas undangan WHO. Demikian pula WHO sudah pernah mengirim tim peninjau ke Enrekang, khususnya ke Bonebone. Banyak yang berpendapat program KTR untuk satu kabupaten adalah suatu impossible mission. Bagaimana bisa possible bila pendatang juga dilarang merokok? Mungkin La Tinro berhasil menerapkan hal tersebut pada tahun 2013. Tetapi, itu hanya satu hari saja! Sebab, dalam tahun itu juga ia harus turun takhta setelah memerintah selama 10 tahun. Comeliness July 30th, 2010, 04:41 PM Jumat, 30 Juli 2010, 21:27 Sulsel Rancang Info Pajak Kendaraan Lewat SMS Makassar (ANTARA News) - Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merancang cara penyampaian informasi jumlah pajak kendaraan bermotor kepada wajib pajak lewat pesan singkat Short Massage Sistem. "Kami akan bekerjasama dengan operator seluler untuk memberikan informasi kepada setiap wajib pajak lewat SMS, tentang jumlah pajak kendaraan yang mereka harus bayar," kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sulsel, Arifuddin Dahlan, di Makassar, Jumat. Menurutnya, syarat bagi konsumen untuk mendapatkan atau menerima SMS info jumlah pajak maupun waktu jatuh tempo yaitu wajib pajak harus memiliki kelengkapan administrasi. "Hanya wajib pajak yang memiliki tiga hal yang bisa dilayani yaitu, BPKB asli, STMK asli, dan KTP asli. Kalau salah satunya tidak ada maka tidak bisa dilayani," jelasnya. Salah satu tujuan layanan SMS pajak kendaraan bermotor yakni mengingatkan kepada wajib pajak agar segera membayar sebelum jatuh tempo, sekaligus memastikan jumlah pajak yang mesti dibayar. Arifuddin mengemukakan, banyak wajib pajak yang enggan dan membiarkan diri berlarut-larut ke kantor Samsat, karena tidak mengetahui jumlah pajak ditambah denda yang harus dibayar. Selain itu, program tersebut dimaksudkan untuk mempermudah pembayaran pajak kendaraan bermotor, yang menjadi sumber pendapatan daerah tertinggi bagi Sulsel yakni ditargetkan. Untuk memudahkan pelayanan pajak kendaraan, Pempov Sulsel juga telah melayangkan program, Samsat Sayang, Samsat On Line, dan Drivre Thru. (T.pso-099/M012) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=18223:sulsel-rancang-info-pajak-kendaraan-lewat-sms&catid=1:latest-news&Itemid=1 Comeliness July 30th, 2010, 04:52 PM Jum'at, 30 Juli 2010 | 14:11 WIB Dahlan: PLTU Jeneponto Berfungsi Tahun ini TEMPO Interaktif, Makassar - Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto diharapkan dapat direalisasikan tahun ini jika berjalan lancar. Sekarang pembangunannya masih berjalan, dimulai sejak 2007 lalu. "Kalau misalnya berjalan lancar, tahun ini masyarakat sudah bisa mendapatkan pasokan listrik,” kata Dahlan Iskan, Direktur Utama PT PLN saat berkunjung ke PLTU Jeneponto di Desa Punnagaya Kecamatan Bangkala, hari ini. Dalam kunjungannya, Dahlan didampingi Pimpinan Bosowa Grup, Erwin Aksa. Erwin optimis pembangunan pembangkit listrik senilai Rp 2 triliun tersebut dapat rampung pada akhri 2011. Selama ini, kata dia, pembangunannya terkendala oleh tarif. Meski demikian, pihaknya akan mempercepat pembangunanannya. Ia optimisi target yang sudah direvisi tersebut dapat tercapai. “Saat ini perkembangunan pembangunan PLTU ini baru mencapai 11 persen,” kata Erwin. Sementara Dahlan Iskan mengatakan, saat ini tarif listik yang dikenakan swasta untuk dijual kepada PLN sedang masa penetapan. Sebelumnya tarif jual kepada PLN oleh swasta sebesar Rp 415 per kwh. Tarif tersebut, kata Dahlan, dinilai terlalu rendah oleh pihak swasta, apalagi saat ini harga batu bara melonjak tinggi mencapai US 80 dollar per ton pada 2009. Sebelumnya batu bara hanya seharga US 20 dollar per ton. Karena surat keputusan mengenai tarif maksimun seharga Rp415 per kwh sudah dicabut, ucap Dahlan, maka pihak swasta memperoleh kesempatan harga jual yang lebih tinggi. “Idealnya harganya antara Rp 600 – Rp 700 per KWH,” katanya. Melihat lokasi pembangkit listrik itu, Dahlan menilainya sangat baik. “Lokasinya bagus, ada di teluk dan kedalaman airnya baik sehingga pembangunannya bisa cepat,” katanya. Alasan lain, kondisi tanah di sekitarnya juga baik. Sebab meskipun hujan, para buruh tetap bisa bekerja. FADHILAH NAZIF Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/makassar/2010/07/30/brk,20100730-267544,id.html Jumat, 30 Juli 2010 14:43 Gas Wajo Diprioritaskan Penuhi Kebutuhan Listrik Sulsel Makassar (ANTARA News) - Energi gas di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, hanya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan listrik di provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Bustanuddin Syam mengatakan, Jumat, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, sudah menegaskan gas yang dihasilkan di Kabupaten Wajo tidak akan diperdagangkan ke luar Sulsel jika kebutuhan di Sulsel sendiri belum terpenuhi. "Sebagian besar energi gas yang dihasilkan tersebut digunakan untuk kebutuhan listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Patila," jelasnya. Menurutnya, PLTG tersebut hanya memiliki kapasitas listrik 195 MW, dimana volume gas yang digunakan adalah 42,8 MMSF per hari. Padahal untuk memenuhi kebutuhan listrik di provinsi ini dibutuhkan daya 315 MW. "Ini berarti kita masih membutuhkan daya sebesar 120 MW untuk memenuhi kebutuhan listrik dengan volume gas yang digunakan adalah sebesar 20 MMSF per hari," jelasnya. Karena itu, jika energi gas yang dihasilkan justru diperdagangkan ke luar daerah, maka kebutuhan gas di Sulsel tidak bisa terpenuhi. "Belum lagi gas ini dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan industri dan rumah tangga, khususnya untuk merealisasikan program Gas Kota pada 2011," ujarnya. Jika seluruh kebutuhan tersebut telah terpenuhi, barulah gas yang dihasilkan bisa diperdagangkan ke luar provinsi Sulsel, tambahnya. (T.pso-103/S004) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=18216:gas-wajo-diprioritaskan-penuhi-kebutuhan-listrik-sulsel&catid=1:latest-news&Itemid=56 Sony Sjklw July 31st, 2010, 03:38 PM Sabtu, 31-07-2010 Lahan Puluhan Warga Belum Dibebaskan BARRU, BKM -- Proyek pelebaran jalan poros Barru-Parepare yang berada di wilayah Kecamatan Soppeng Riaja, Barru sampai saat ini masih menemui kendala dalam penuntasan pembayaran ganti rugi lahan. Puluhan warga pemilik lahan di daerah ini belum menemukan titik temu untuk menyelesaikan soal ganti rugi dengan pemerintah setempat. Camat Soppeng Riaja, Charly R Fisher tak menampik masih ada warganya yang belum mendapatkan pembayaran ganti rugi. ''Memang ada puluhan warga yang belum bersedia melepas lahannya begitu saja untuk kepentingan proyek pelebaran jalan,'' kata Charly baru-baru ini. Meski tidak merinci berapa jumlah pasti warga yang belum menerima ganti rugi lahan, tapi Charly optimis kalau permasalahan ganti rugi akan segera terselesaikan. Sebab pemerintah daerah sudah melakukan sosialisasi di berbagai wilayah kecamatan yang masuk dalam proyek pelebaran jalan poros tersebut. "Kami berharap warga yang masih bertahan bisa sadar untuk secepatnya menyepakati nilai ganti rugi yang harus dibayar,'' ujarnya. http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=44527 Comeliness July 31st, 2010, 06:07 PM SABTU, 31 JULI 2010 | 01:46 WITA | Listrik Sulawesi Samai Jawa 1978 PLTU Jeneponto dan Barru Ditarget Rampung 2011 http://www.fajar.co.id/photohead/1280512045Melihat%20Market%20PLTU%20Punagaya.jpg.JPG RAMPUNG 2011. Dirut PT PLN (Persero) Dahlan Iskan didampingi Bupati Jeneponto Radjamilo dan CEO Bosowa Corporation, Erwin Aksa, dalam kunjungan ke PLTU Punagaya, Jeneponto, Sabtu 31 Juli. (FOTO MALLOMBASANG/FAJAR) MAKASSAR -- Kondisi listrik di wilayah Sulsel, Sultra, dan Sulbar (Sulselrabar) hampir sama kondisi listrik di Jawa pada 1978. Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Dahlan Iskan mengungkapkan hal itu dalam pengarahan sesaat sebelum menutup Forum Transmisi ke-6 wilayah Sulmapa, di Lantai 6 Kantor PLN Wilayah Sulselrabar, Jumat, 30 Juli. Ungkapan tersebut tercetus untuk menggambarkan ketertinggalan kelistrikan Sulawesi dibanding wilayah Jawa. Dahlan juga mengungkapkan, listrik di Sulsel sudah memiliki perencanaan ke depan yang bagus, sehingga diharapkan bisa menyamai Jawa. Untuk itu, lanjut Dahlan, karyawan PLN tidak boleh terlalu cengeng. Dia kemudian menyitir kasus gas di Sengkang. Menurutnya, jika tidak dapat energi dari Sengkang, bikin sumber energi yang lain. "Yang penting, perencanaan di Sulawesi jangan cengeng," ungkapnya. Di seluruh Indonesia, kata Dahlan, memang ada kecenderungan beberapa pemerintah daerah ingin menguasai sebagian sumber energi seperti gas. Beberapa pemda ingin diberikan jatah gas dan mereka ingin menjualnya kepada PLN melalui perusahaan daerah. "Saya setuju kalau pemda mau pakai perusda dan menjual gas ke PLN. Itu semangat otonomi daerah di mana saya juga termasuk salah satu penggagasnya. Yang saya tidak setuju, kalau pengusaha yang numpang di pemda, dan pemda hanya jadi tunggangan," lanjutnya. Dahlan menambahkan, pihaknya ingin mengubah kurva beban di Sulsel, dan semua kepala, lanjutnya, harus berpikir untuk mencari ide. Sulawesi, kata dia, sudah terlalu besar, dan pembangkitnya tidak boleh lagi kanan luar atau kiri luar, melainkan harus menjadi pure center. Sehingga, di wilayah Sulawesi, perlu ada unit khusus untuk mengorganisir pembangkitan. "Tugasnya memikirkan bagaimana pembangkit tidak cepat rusak, juga untuk membagi-bagi pembangkitan. Unit pembangkitan tersebut rencana sudah terbentuk awal September dan orang-orangnya sudah bisa diseleksi dalam dua minggu ke depan," ujaranya. Selain itu, Dahlan Iskan juga menegaskan stok trafo harus senantiasa tersedia di setiap gudang. Dahlan mengharapkan, trafo yang sudah tua harus diganti sebelum rusak, supaya bisa direkondisi. Baru-baru ini, lanjut CEO Jawa Pos Grup tersebut, dirinya bertemu dengan pimpinan PT Telkom. "Mereka punya teknologi yang tidak terlalu membutuhkan banyak listrik, trafonya nanti bisa diambil. Dan jumlahnya ada sekira 70 ribu trafo," sebutnya.Kemarin, Dahlan Iskan menyempatkan berkunjung ke PLTU Punagaya Jeneponto dan Barru. Di Jeneponto, Dahlan Iskan mengatakan, sistem kelistrikan di Indonesia secara bertahap terus dibenahi dan dipacu pembangunannya. Sedikitnya ada 25 mega proyek investasi swasta yang kini dipacu, termasuk di PLTU Punagaya dengan kapasitas daya 2 X 125 MW. Dia mengatakan, pembangunan PLTU Punagaya sempat mengalami keterlambatan pembangunan, karena terkendala financial dan harga penawaran IPP yang terlalu rendah. Menurut Dahlan, sebelumnya harga IPP atau pembelian listrik swasta kepada PLN hanya sebesar Rp 450 per kwh, padahal idealnya bisa mencapai Rp 600 hingga Rp 700 per kwh. "Harga tersebut masih dalam pembahasan," katanya. Dahlan menyebutkan, dari 25 pembangkit listrik swasta yang sedang dibangun, baru tercatat dua yang beroperasi yaitu Kalimantan dan Palu. Total investasinya berkisar Rp 50 triliun. "Diharapkan bisa jalan pada 2012 nanti," katanya. Di area Sulawesi sendiri, lanjut Dahlan, ada tujuh titik pembangkit yang sedang dikerjakan dan sebagian besar berada di Sulawesi Selatan dengan nilai investasi sekitar Rp 15 triliun. Sementara itu CEO Bosowa Corporation, Erwin Aksa, menambahkan, progress pembangunan PLTU Punagaya secara keseluruhan baru mencapai 11 persen, sedangkan konstruksi pelabuhan sudah rampung 60 persen. PLTU tersebut diharapkan bisa rampung akhir 2011 mendatang dan bisa mensuplai kebutuhan listrik di Sulsel. Menurut dia, sumber pendanaan yang selama ini menjadi kendala sudah bisa diantisipasi -- yang 70 persen pendanaannya bersumber dari China Development Bank (CDB) dan sekira 30 persen dari BRI dengan nilai investasi kurang lebih Rp 2 triliun atau sekitar USD 230 juta. Sementara, PLN Wilayah Sultanbatara menargetkan PLTU Barru dengan daya 100 MW sudah dapat dioperasikan pada Juli 2011 mendatang. Saat ini, proses pembangunan fisik sudah mencapai 70 persen. Manajer Perencanaan PLN Wilayah Sultanbatara, Nurjaya Amral menjelaskan, saat ini pembangunan PLTU Barru sudah 70 persen bangunan utama selesai, termasuk pelabuhan batu bara. "Target kami rampung Juli 2011 dengan daya 2 x 50 MW sudah berfungsi maksimal. Jika semuanya berjalan lancar, maka saat itu PLN memiliki cadangan daya listrik sebesar 30 persen," jelas Nurjaya, malam tadi. Menurut Nurjaya, pada Juli tahun depan satu unit pembangkit dengan daya 50 MW berfungsi maksimal, dan tiga bulan kemudian berfungsi lagi 50 MW sehingga totalnya 100 MW. Pada saat itu, kata dia, beban puncak mencapai 700 MW di wilayah sulselbar. "Tetapi tidak lagi menjadi sebuah masalah, karena dengan berfungsinya PLTU Barru masih ada cadangan daya listrik sebesar 900 MW. Semoga saja masalah kelistrikan seperti pemadaman bergilir sudah teratasi," ucapnya. Dahlan tiba di Makassar dari Jeneponto dan Barru pada pukul 15.10 Wita menggunakan helikopter. Mendarat di lapangan sepak bola Emmy Saelan di depan Kantor PLN Wilayah Sulselrabar Jl Hertasning. Dahlan mengenakan kemeja biru muda dan sepatu kets, didampingi GM PLN Wilayah Sulselrabar, Ahmad Siang, dan Direktur Managemen Bisnis dan Resiko PT PLN (Persero), Murtaqi Syamsuddin. Dahlan Iskan sempat membuat seluruh karyawan PLN terpukau. Satu unit mobil Toyota Alphard yang disiapkan di depan lapangan, rencana untuk ditumpangi Dahlan ke kantor PLN yang terletak di seberang jalan tidak dipedulikan. Juga seorang satpam yang menyediakan payung ditampiknya. Dia justru menyeberang dengan jalan kaki, dan beberapa kali memberi isyarat sendiri kepada kendaraan yang lewat. Para karyawan PLN yang berkumpul sempat nyeletuk, "Sederhananya tawwa". Dia singgah sebentar di ruang GM sebelum menuju lantai VI untuk menutup Forum Transmisi ke-6 wilayah Sulmapa. Saat tiba di aula lantai VI, Dahlan sempat membalik papan nama dirut di meja podium. Saat MC lupa menyebut nama GM Pikitring Sulmapa, Amiruddin Zaini yang juga ikut duduk di podium, Dahlan langsung toas tangan Amiruddin. Pada kesempatan tersebut, Dahlan juga menantang para peserta untuk lebih banyak bertanya, menurutnya dirinya tidak terbiasa untuk memberikan pengarahan. Kepada peserta yang memiliki pertanyaan bagus, Dahlan memberikan uang Rp 100 ribu. Ada tiga lembar uang Rp 100 ribu yang dikeluarkan Dahlan pada kesempatan tersebut. Hal itu diikuti Direktur Managemen Bisnis dan Resiko PT PLN (Persero), Murtaqi Syamsuddin yang memberikan beberapa lembar uang pecahan Rp 50 ribu kepada Manager PLN Cabang Palopo Bachtiar Machmud yang bertanya soal Payment Point Online Bank (PPOB). Listrik Harus Dipikirkan Bersama TERLEPAS dari posisinya sebagai General Manager PT PLN Wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar (Sulselrabar), Ahmad Siang, menyambut baik kegiatan Rembuk Kelistrikan Nasional (RKN) yang digelar hari ini, Sabtu, 31 Juli di Fajar Graha Pena lantai dua. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat positif karena banyak kepala yang memikirkan kondisi listrik di negeri ini. Hal tersebut diungkapkan Ahmad Siang saat ditemui di sela-sela penutupan Forum Transmisi ke-6 Wilayah Sulmapa di Kantor PLN Wilayah Sulselrabar Jumat, 30 Juli, yang turut dihadiri Dirut PT PLN Dahlan Iskan. "Acara tersebut sangat bagus, bagusnya oleh karena melibatkan seluruh komponen untuk bersama-sama memberikan apresiasi terhadap listrik ini," katanya. Ahmad menambahkan, kalau lebih banyak kepala yang memikirkan listrik, itu lebih baik ketimbang sedikit orang yang berpikir. Menurutnya, karena listrik merupakan kepentingan bersama sehingga harus melibatkan banyak orang untuk memberikan sumbangsih pemikiran bagaimana listrik bisa berkembang lebih baik. "Kalau banyak disiplin ilmu yang memikirkan, tentunya listrik bisa dilihat dari berbagai segi," bebernya. RKN bertema "Menuju Indonesia Terang" ini, rencana dimulai pukul 09.00 Wita. Selain dihadiri Dirut PT PLN, Dahlan Iskan, kegiatan yang sukses digelar Institut Lembang 9 bekerja sama PT PLN di beberapa daerah tersebut, juga akan dihadiri mantan Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Zahedy Saleh. Sebelumnya, RKN sukses digelar di dua daerah, Batam dan Surabaya. Dalam RKN di Surabaya, 17 Juli lalu, Dahlan Iskan memajukan target golden year dari 2013 ke 2012. Hal senada juga diungkapkan anggota Komisi D DPRD Affandy Agusman Aris. Menurut dia, pertumbuhan kebutuhan itu bisa dicarikan solusi melalui RKN. "Rembuk kelistrikan nasional ini merupakan ide cemerlang dan menangkap ketimpangan energi listrik yang tidak seimbang antara kebutuhan dan pasokan," tuturnya. Politisi asal Partai Hanura ini, mengatakan melalui RKN yang akan berlangsung di Fajar Graha Pena, diharapkan dapat menggali potensi energi listrik alternatif di Sulawesi Selatan. "Kita punya banyak potensi PLTA seperti di Tana Toraja, Luwu Raya, dan Enrekang. Ini mesti dikoneksikan dengan program 10.000 MW," kata Affandy. (asw-id-lom-ram) Source: http://metronews.fajar.co.id/read/100239/10/listrik-sulawesi-samai-jawa-1978 Sony Sjklw August 2nd, 2010, 01:37 AM Pelebaran Poros Makassar - Parepare http://img265.imageshack.us/img265/5887/poros7.jpg ^^ pelebaran jalan di wilayah Parepare http://img801.imageshack.us/img801/52/poros6.jpg ^^ salah satu jembatan di Barru yg belum dapat dilalui kendaran. http://img198.imageshack.us/img198/7236/poros2.jpg http://img338.imageshack.us/img338/6801/poros5.jpg http://img22.imageshack.us/img22/4518/poros4.jpg http://img840.imageshack.us/img840/5949/poros1.jpg http://img697.imageshack.us/img697/4309/poros3.jpg ^^ beberapa bagian poros Parepare - Barru yg sudah rampung, Sony Sjklw August 2nd, 2010, 01:49 AM Pantai WaeTuwoe, Kabupaten Pinrang. lokasinya sekitar 15 km sebelah utara kota Pinrang, dan menjadi salah satu objek wisata utama di daerah itu. http://img200.imageshack.us/img200/2290/wae1.jpg http://img525.imageshack.us/img525/9927/wae3.jpg http://img814.imageshack.us/img814/582/wae2.jpg http://img834.imageshack.us/img834/8172/wae6.jpg ^^ pantainya cukup ramai saat hari libur http://img801.imageshack.us/img801/2237/wae5.jpg http://img42.imageshack.us/img42/8547/wae4.jpg Comeliness August 2nd, 2010, 03:01 AM Pelebaran Poros Makassar - Parepare http://img265.imageshack.us/img265/5887/poros7.jpg ^^ pelebaran jalan di wilayah Parepare http://img801.imageshack.us/img801/52/poros6.jpg ^^ salah satu jembatan di Barru yg belum dapat dilalui kendaran. http://img198.imageshack.us/img198/7236/poros2.jpg http://img840.imageshack.us/img840/5949/poros1.jpg ^^beberapa bagian poros Parepare - Barru yg sudah rampung, ^^Thanks ya Son atas updates nya. :okay: Rasanya segar lihat foto2nya, thread ini udah kebanyakan artikel (padahal perlu banyak picts ttg Sulsel). :colgate: Di pict, jembatan yg baru nggak selebar jembatan lama. Rupanya selama ini jalannya cuma 2 jalur ya dan sekarang udah 4 jalur. :) Jalan yg lama nggak menyatu banget dgn yg baru (kayak terpisah dikit dekat garis2 putih itu). Pantai WaeTuwoe, Kabupaten Pinrang. lokasinya sekitar 15 km sebelah utara kota Pinrang, dan menjadi salah satu objek wisata utama di daerah itu. http://img525.imageshack.us/img525/9927/wae3.jpg I like this pict. It looks pristine. :cheers1: Ocean One August 2nd, 2010, 10:28 AM Jembatan kuningnya keren juga ya..!! Tahun lalu balik palopo blum nampak tuh... :cheers: Guru Pedalaman Gowa Temukan Mesin Pencari Planet Senin, 2 Agustus 2010 http://www.tribun-timur.com/photo/2010/01/b131aba2905b0925ccf6249cd659beb1.jpg MIRIP BUMI - planet mirip bumi hasil pantauan NASA. Guru di Gowa menemukan alat pencari planet. JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang Guru di SDN Ma'lengu, Kecamatan Bontolemapangan, Gowa, Sulawesi Selatan, berhasil menemukan mesin pencari planet yang bisa digunakan sebagai alat peraga pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang diajarkan di kelas-kelas. Sang penemu, Ayatollah Hidayat, mengatakan penemuan tersebut tercetus saat melihat murid-muridnya kesulitan menghafalkan nama-nama dan susunan planet di jajaran tata surya. Ayat mengaku, mesin temuan yang diberi nama MP2, singkatan dari Mesin Pencari Planet tersebut diciptakan sangat singkat. Hanya memakan waktu dua hari saja. Satu hari untuk memikirkan rangkaian arus listrik, dan satu hari lainnya untuk membuat bagan dan merakit alat tersebut. Temuan itu menurutnya mampu membantu para siswa untuk lebih mengenal planet dan susunan tata surya lebih maksimal ketimbang memberikan media visual lainnya di dalam kelas. Ayat menuturkan, dengan mesin pencari planet buatannya, anak-anak ternyata bisa lebih merasa senang dalam belajar astronomi. Mereka tinggal menunjuk salah satu nama planet yang terpampang di mesin dengan salah satu pen penunjuk, lalu dengan pen yang lain mereka mulai mencari lokasi planet tersebut. Jika planet yang ditunjuk benar dan sesuai dengan nama planet yang dicari, maka lampu indikator yang berada di tengah alat tersebut akan secara otomatis menyala. "Penggunaan alat ini sangat sederhana. Anak-anak hanya menunjuk satu nama planet dengan pen warna hitam, lalu mencari planet yang dimaksud dengan pen warna merah. Jika cocok, maka lampu indikator akan menyala," jelas Ayat saat memberikan presentasinya di depan dewan juri LIPI dalam Lomba Kreativitas Ilmiah Guru (LKIG) ke-18 yang digelar LIPI di Hotel Bumi Wiyata, Depok Senin (2/8/2010). Bahan untuk membuat mesin pencari planet hasil karya Ayat sangat sederhana. Delapan planet yang terdapat dalam tata surya dibuat dengan menggunakan tutup botol plastik beragam ukuran. Planet-planet dari tutup botol itu kemudian dihubungkan dengan rangkaian kabel paralel yang masing-masing berujung pada paku buku yang diletakan pada bidang nama planet di bawah lingkaran tata surya dengan bahan tampah bambu untuk mengayak beras. Kabel-kabel tersebut berpusat pada baterai sebagai power yang menyuplai aliran listrik hingga membuat lampu indikator menyala saat dua kutub panel disatukan lewat dua pen penunjuk. Satu pen menempel pada kutub panel nama planet, satunya lagi menempel pada planet-planet tutup botol tersebut. Tentu saja, jika pen yang satu tidak sesuai dengan kutubnya, maka lampu indikator tidak menyala. "Keasyikan anak-anak mencari planetnya ya disitu. Jika nama planet dengan planet yang ditunjuk tidak pas, maka lampu tidak menyala. Karena memang bukan kutubnya. Jadi seperti sakelar saja. Jika pen yang ujungnya pakai logam ini ditempelkan pada masing-masing kutub maka lampu pasti menyala," papar warga Desa Palangga, Kabupaten Gowa kelahiran Oktober 1985 silam itu. Anak kedua dari empat saudara pasangan Muhammad Amir dan Nursiah tersebut berharap penemuannya dapat menjadi bahan masukan bagi dunia pendidikan di tanah air sebagai bahan sarana praktek di kelas. Ia juga berharap, diberi dukungan oleh berbagai pihak untuk terus mengembangkan karyanya tersebut. Bahkan, sejumlah rencana telahg ia susun menyempurnakan kreasinya itu. "Nantinya mau ditambahkan sound yang bisa didengar saat siswa berhasil melacak planet yang ia cari. Pasti lebih heboh lagi," ujar Ayat yang mengaku ingin segera menikah usai gelaran lomba tersebut. bkz010019 August 3rd, 2010, 11:09 AM Danau Matano - Sorowako http://kamalsuraba.blogdetik.com/files/2009/10/photo-sorowako-dari-atas-bukit_photo-oleh-junaedy-suraba.jpg Danau Matano adalah sebuah danau di Sulawesi Selatan, tepatnya berada di ujung selatan pulau Sulawesi di kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Danau ini memiliki kedalaman sejauh 600 meter (1.969 kaki), 382 meter di antaranya di atas permukaan laut. Menurut WWF, danau ini adalah danau terdalam di Asia Tenggara serta terdalam kedelapan di dunia (sumber dari http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Matano). Dari : http://kamalsuraba.blogdetik.com/files/2009/10/photo-sorowako-dari-atas-bukit_photo-oleh-junaedy-suraba.jpg Sorowako dari atas pesawat http://hermanyudiono.files.wordpress.com/2009/04/sorowako1.jpg Dari : http://www.flobamor.com/forum/gado-gado-informasi/10620-sorowako-kota-kecil-penghasil-nickel.html Sorowako di waktu malam http://megaihyamuis.files.wordpress.com/2008/09/sor20061.jpg Dari : http://www.dalimunthe.com/2010/01/sorowako-kota-kecil-penghasil-nickel.html bkz010019 August 3rd, 2010, 11:15 AM Dari: http://www.ritasubrata.com/?page_id=1260 Sorowako adalah desa di kecamatan Nuha, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Indonesia. Berada di ketinggian ± 300 meter diatas permukaan laut. Desa-desa di sekitar Sorowako yang termasuk dalam Kecamatan Nuha adalah : Desa Nuha, Desa Matano, Desa Magani. Dusun nya adalah : Sumasang (area perumahan baru, disini jg akan dibangun rumah susun) , Camp Securyti, Old Camp, Lawewu / area Pasar, Pontada, Salonsa. Dengan adanya perusahaan PT Indonesia Nickel Company / INCO, salahsatu perusahaan tambang biji nikel terbesar dunia yang beroperasi di daerah ini, menjadikan Sorowako yang dulunya berpenduduk sedikit berkembang menjadi kota ramai penduduk (belum sampai padat) . Mencapai 70% penduduk di Sorowako adalah pendatang (dari luar Sorowako) berasal dari berbagai propinsi dalam negeri dan sebagian berasal dari luar negri (ekspatriat). (ekslusive dan dinamis di tengah rimba) Letak sensualitas (daya tarik) Sorowako, terdapatnya 3 buah danau, yang ter”intim” dan bersebelahan lansung tanpa batas yaitu Danau Matano, Danau Mahalona dan Danau Towuti. Ketiga danau tersebut dihubungkan oleh sungai Larona dan bermuara di Malili, Ibukota Kabupaten Luwu Timur. Selain danau, masih banyak lagi tempat-tempat yang menawarkan keindahan alami alam misalnya Mata Buntu, Bukit Butoh dll. Sedangkan Keindahan alam buatan yaitu Nursery, tempat menanam berjuta2 bibit pohon dalam rangka recovery hutan purna tambang oleh PT Inco. Proyek yang lumayan menelan dana tidak sedikit ini mendapat sambutan hangat dari pemerintah, yang Pada taggal 28 april 2008 kemarin mendapat kunjungan , H.M.S. Kaban dan team dalam rangka Hari Bumi. http://ritasubrata.wordpress.com/files/2008/05/dsc059382.jpg Sorowako sisi pandang dari bukit Butoh Berbaurnya manusia dari berbagai negara yg membawa tata kebiasan mereka masing membuat Sorowako jadi perpaduan berbagai budaya/kebiasaan yang unik namun budaya daerah tetap jadi primadona di sini… Untuk mencapai sorowako, Kota Nikel, dapat melalui udara. Dari Makassar yg merupakan ibu kota propinsi, ditempuh kira2 1jam 45 menit by plane akan landing di Air port Sorowako yang terletak di area Lawewu. Lewat darat, Jarak tempuh dari Makassar kira-kira 9 jam perjalanan by bus dan akan sampai pada terminal Sorowako yang terletak di area camp site. Lewat laut dapat menggunakan kapal dan kapalnya akan berlabuh di Malili. http://ritasubrata.wordpress.com/files/2008/05/dsc06747-12.jpg Airport Sorowako http://ritasubrata.wordpress.com/files/2008/05/dsc06749-11.jpg Bus terminal Campsite Bila anda menggunakan mobil pribadi dari Makassar ke Sorowako tidak perlu khawatir kehabisan bahan bakar karena Sorowako mempunyai pompa bensin satu-satunya yang cukup besar lengkap dengan fasilitas Toilet dan Mushalla. http://ritasubrata.wordpress.com/files/2008/05/dsc06746-1.jpg Pompa Bensin Sorowako Bagi yang kehabisan uang dapat singgah ke ATM Mandiri yang juga tersedia di Sorowako. http://ritasubrata.wordpress.com/files/2008/05/dsc06751-1.jpg Bank Mandiri Cabang Sorowako Fasilitas Olah Raga : Lapangan Golf, terletak di area Pontada. Bagi teman-teman yang ingin ber-golf-ria namun dengan biaya sangat murah, Sorowako adalah pilihan tepat. Lapangan Tennis menyebar di beberapa area yaitu, di Camp Site, Lawewu, Pontada, dan Salonsa. Lapangan Badminton (indoor) berada di D gymn Pontada (dalam lingkungan SD Singkole), F Gymn (gedung serba guna) di area Pasar. http://ritasubrata.wordpress.com/files/2008/05/golf2.jpg Lapangan Golf Pontada Terdapat beberapa tempat hunian yaitu : Perumahan Sumasang , Security area, Old Camp, F house (lawewu area), D house (Pontada area) , C , B dan A (Rumah VP) (Salonsa area). Rumah-rumah yang tersebar di beberapa area itu dihuni masyarakat pribumi dan Expatriate, berbaur tanpa batas dan hidup damai tentunya… Mau merenung sambil menikmati teduh dan birunya danau? atau mau basah-basahan mandi air terjun yang bening di suasana alam segar?, atau mau main golf murah meriah? silahkan berkunjung ke Sorowako……Untuk Hotel/ Penginapan, ada banyak pilihan, dari yang paling mahal dan murah tersedia di Sorowako. http://ritasubrata.wordpress.com/files/2008/05/201220081175-1.jpg Perumahan Villa Matano Sumasang Fasilitas pendidikan di Sorowako tersedia mulai dari Play group, TK, SD, SMP, SMA sampai dengan Akademi yang diberi nama ATS (Akademi Teknik Sorowako). ATS berdiri atas kerjasama PT Inco dan Sumitomo Metal Mining, untuk mendidik masyarakat lokal Sorowako dan sekitarnya sehingga menjadi tenaga teknik yang terampil siap bekerja di PT Inco dan kontraktor Nasional maupun lokal. http://ritasubrata.wordpress.com/files/2008/05/dsc06753-1.jpg Play Ground di Pontada bkz010019 August 3rd, 2010, 11:30 AM Danau Towuti - Luwu Timur http://www.luwutimurkab.go.id/lutim2/images/stories/objek_pariwisata/danautowuti1.jpg http://www.luwutimurkab.go.id/lutim2/images/stories/objek_pariwisata/danautowuti2.jpg Tercatat sebagai danau air tawar terluas kedua setelah danau Toba di Sumatera Utara, danau Towuti memberikan jasa lingkungan pada ekosistem di sekelilingnya. Salah satu danau tektonik ini masih menyimpan misteri : kedalaman permukaannya. Disini, terdapat 14 jenis ikan air tawar endemic Sulawesi Crocodylus Porosus dan Hydrosaurus Amboinensis. http://www.luwutimurkab.go.id/ Comeliness August 3rd, 2010, 03:28 PM Danau Matano - Sorowako http://kamalsuraba.blogdetik.com/files/2009/10/photo-sorowako-dari-atas-bukit_photo-oleh-junaedy-suraba.jpg Danau Matano adalah sebuah danau di Sulawesi Selatan, tepatnya berada di ujung selatan pulau Sulawesi di kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Danau ini memiliki kedalaman sejauh 600 meter (1.969 kaki), 382 meter di antaranya di atas permukaan laut. Menurut WWF, danau ini adalah danau terdalam di Asia Tenggara serta terdalam kedelapan di dunia (sumber dari http://id.wikipedia.org/wiki/Danau_Matano). Dari : http://kamalsuraba.blogdetik.com/files/2009/10/photo-sorowako-dari-atas-bukit_photo-oleh-junaedy-suraba.jpg ^^Pemandangannya bagus. Thanks yah. :) bkz010019 August 4th, 2010, 01:53 AM ^^Pemandangannya bagus. Thanks yah. :) You're welcome.....:) Dari foto itu bisa kita lihat bahwa potensi danau Towuti dan Matana msh bisa diexplore lagi... Seharusnya pemprov Sulsel juga aktif mempromosikan kedua danau ini.... Orang bule seneng lho ngeliat suasananya.... Mungkin bisa bikin paket : Mksr - Toraja - Matano Lake - Towuti Lake Atau bikinlah rally sepeda yang mengitari kedua danau tersebut.. Namanya Tour D'Matano atau Tour D'Towuti hehehehe.....Bisa juga lomba dayung/perahu tradisional. Terserahlah agenda apa yg ingin dilakukan oleh pemkab Luwu Timur dan pemprov Sulsel.. Airport di Malili dan Sorowako (seingat saya, yg bangun airport2 ini PT INCO) bisa kok dilandasi oleh pesawat baling2 berkapasitas 10-15 orang... Dan bisa juga menggunakan pesawat amphibi.. (mendarat di sekitar danau). Soalnya dulu kami (walaupun hny anak karyawan) sering bolak balik Makasar - Malili atau Sorowako dan "diantar" pake pesawat capung, pesawat amphibi dan helikopter... Pilotnya dr Inggris lagi..hehehe... bkz010019 August 5th, 2010, 02:38 AM Dikutip dari : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/342535/ Nilai Ekspor Sulsel Turun Wednesday, 04 August 2010 MAKASSAR(SI) – Nilai ekspor Sulsel pada Juni lalu turun USD48,2 juta dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan tersebut dipengaruhi anjloknya ekspor nikel yang mencapai USD99 juta. “Total nilai ekspor Sulsel pada Juni lalu hanya USD169,8 juta.Turun signifikan USD48,2 juta dari nilai ekspor Mei USD254,1 juta,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Sulsel Bambang Suparijanto di Makassar. Penurunan ini disebabkan anjloknya nilai ekspor nikel Mei sebesar USD202,9 juta menjadi hanya USD103,9 juta pada Juni. Hal ini menjadi penyumbang kontribusi terbesar penurunan ekspor Sulsel pada Juni lalu. “Selain nikel, berdasarkan 10 kelompok komoditas ekspor terbesar terjadi penurunan,di antaranya komoditas karet dan barang dari karet USD634.000 dan barang dari batu,gips,dan semen yang juga ikut mengalami penurunan nilai ekspor USD88.000,”paparnya. Manager Regional Goverments Relation and Communication PT Inco Tri Rahman Batara mengatakan, penurunan nilai ekspor nikel tersebut disebabkan pada fluktuasi harga nikel dunia sehingga memberikan dampak pada nilai ekspor nikel. “Kalau harga nikel naik, akan terjadi penurunan volume ekspor. Begitu juga sebaliknya kalau nilai ekspor turun, volume ekspor akan lebih tinggi sehingga akan menunjukkan kenaikan nilai ekspor pada nikel secara umum,”ungkapnya . Penetapan harga nikel tak bisa dimainkan buyers ataupun PT Inco sebagai produsen. Harga nikel dunia harus mengacu kepada London Metal Exchange (LME),badan yang mengeluarkan patokan harga nikel dunia. Meskipun terjadi penurunan nilai ekspor nikel, terjadi peningkatan nilai ekspor kakao. Beberapa komoditas andalan Sulsel justru menunjukkan kenaikan, misalnya kakao yang mengalami kenaikan nilai ekspor pada Juni USD10,8 juta dibanding Mei. “Pada Mei 2010, nilai ekspor kakao Sulsel hanya USD23,8 juta, sedangkan pada Juni lalu naik USD10,8 juta menjadi USD34,7 juta. Ekspor kakao ini memberikan kontribusi 20,4% dari total ekspor Sulsel,”katanya. Meski terlihat adanya penurunan nilai ekspor Sulsel pada Juni dari bulan sebelumnya, terjadi peningkatan nilai ekspor yang cukup tinggi pada Juni 2010 dibandingkan Juni 2009 lalu. “Dibandingkan Juni 2009 lalu, peningkatan nilai ekspor lebih dari 100%. Nilai ekspor Sulsel pada Juni 2009 hanya USD52,9 juta, sedangkan pada Juni 2010 lalu USD169,8 juta,”ujarnya. Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu memproyeksikan, pertumbuhan ekspor nonmigas pada semester II/ 2010, akan lebih rendah dibandingkan sementer I.”Semester I pertumbuhan ekspor memang tinggi, semester II ke-mungkinan akan melandai dibanding pertumbuhan semester I,” kata dia di Jakarta kemarin. Penurunan ekspor pada semester II,menurut Mari, juga dikarenakan beberapa negara Asia melakukan pengurangan stimulus fiskal. Hal ini dilakukan beberapa negara seperti China, dan sangat mempengaruhi permintaan di negara itu.Menurutnya,telah terjadi penurunan permintaan ekspor produk dari Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Walaupun semester II tahun ini diprediksikan melandai, Mari tetap optimististis pertumbuhan ekspor sepanjang 2010 akan mencapai target yang ditetapkan sebesar 7,5- 8%.Hal ini,menurutnya,didukung oleh pertumbuhan ekspor semester I yang cukup tinggi. Berdasarkan data Kemendag, pertumbuhan kumulatif ekspor nonmigas Indonesia per Januari- Juni 2010 mengalami peningkatan 38,4% dari periode yang sama tahun lalu. (jumardin akas/sandra karina) Comeliness August 5th, 2010, 02:44 AM Kamis, 5 Agustus 2010 | 03:07 WITA AS Pasang Detektor Nuklir di Maros Juga Berfungsi Mendeteksi dan Mengukur Kekuatan Gempa Bumi ; Dioperasikan oleh BMKG, Hasilnya Dilaporkan ke AS ; Ada Enam Alat yang Dipasang di Indonesia ; Uni Eropa Juga Pasang Alat Deteksi Makassar, Tribun - Amerika Serikat (AS) memasang alat pendeteksi (detektor) gempa bumi yang juga dapat mendeteksi nuklir di Alla Kappang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kepala Bidang Bina Operasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG), Jaya Murjaya, mengungkapkan hal tersebut di sela-sela diskusi di kantor Tribun Timur, Makassar, Rabu (4/8). Peralatan ini dioperasikan oleh BMKG dan dipasang sejak 2002 lalu. "Dengan alat ini, BMKG bisa mendeteksi penyebab terjadinya sebuah gempa. Apakah karena terjadi secara alami atau karena ada uji coba senjata nuklir," kata Murjaya. Ini merupakan alat pendeteksi gempa (seismograf) bertipe broadband. Selain di Kappang dengan kode KAPI, Indonesia memiliki alat serupa di lima daerah lainnya. Masing-masing Lembang (Jawa Barat) dengan kode PACI, Jayapura (Papua) berkode JAY, Sorong (Irjabar) berkode SWI, Parapat (Sumatera Utara) berkode PSI, dan Kupang (Nusa Tenggara Timur) bekode KUG. Pelarangan Nuklir Pemasangan alat uji seismik di enam tempat tersebut merupakan implementasi dari Traktat Pelarangan Menyeluruh Uji Coba Nuklir (Protocol to The Comprehensive Nuclear Test-Ban Treaty) yang disepakati oleh 182 negara sejak 1996. Detektor ledakan nuklir ini merupakan alat dari sistem pemantauan internasional oleh sebuah lembaga bernama The Comprehensive Nuclear Test-Ban Treaty Organization (CTBTO). Selain melaporkan hasil pantauan ke Jakarta, BMKG juga melaporkan hasilnya kepada organisasi yang berlokasi di California, Amerika Serikat ini. Dengan data yang dilaporkan tersebut, lembaga pusat pelaporan gempa di AS merilis hasil tersebut, termasuk bila gempa beroptensi tsunami. 5 Menit Dengan kecanggihan teknologi kini, termasuk perangkat dari AS, BMKG hanya membutuhkan lima menit untuk menentukan lokasi pusat gempa. Kecepatan penentuan lokasi ini sangat berguna untuk langkah antisipasi menyusul terjadinya gempa. "Biasanya setelah gempa diiringi dengan terputusnya seluruh sambungan komunikasi. Pada posisi ini, informasi BMKG sangat berguna untuk semua pihak yang ingin memberikan pertolongan di daerah gempa maupun mengantisipasi terjadinya gempa susulan," kata Kepala Humas BMKG, Edison Gurning, yang menjadi moderator diskusi. Pengamatan gempa bumi di Indonesia berawal pada tahun 1898 saat Pemerintah Hindia Belanda mengoperasikan seismograf mekanik Ewing. Kemudian pada tahun 1908 dipasang seismograf Wiechert komponen horizontal yang pada tahun 1928 dilengkapi dengan seismograf Wiechert komponen vertikal. Pemasangan kedua jenis seismograf tersebut dilakukan di beberapa kota yaitu Jakarta, Medan, Bengkulu dan Ambon. Dengan instrumen yang ada dilakukan pemantauan gempa bumi meskipun dengan tingkat keakuratan rendah jika dibandingkan saat ini. Pada tahun 1993 dipasang seismograf periode panjang (Long Period Seismograph) tiga komponen di stasiun geofisika konvensional Tretes yang dilengkapi dengan Tremors. Di tahun ini pula dipasang seismograf periode pendek tiga komponen SPS-3 (Kinemetrics) di sembilan stasiun geofisika konvensional di seluruh Indonesia yaitu di Banda Aceh, Padang Panjang, Kepahyang, Kotabumi, Tanjungpandan, Kupang, Palu, Ambon dan Sorong. Era Broadband Perkembangan lain dari sistem pemantau seismik BMG adalah dimulainya era broadband sejak tahun 1992 pada saat dioperasikannya seismograf tiga komponen tipe broadband di stasiun Parapat dan Jayapura. Keduanya hingga saat ini masih beroperasi. Menyusul pada kurun waktu 1997-2001 dengan adanya proyek kerjasama Indonesia dan Jepang yaitu Joint Operation of Japan-Indonesia Seismic Network (JISNET) dipasang seismograf jenis broadband di 23 stasiun di seluruh Indonesia. Proyek kerjasama ini dilanjutkan kembali antara NIED Jepang dan BMG untuk periode 2001-2006 dengan nama Operation & Data Exchange of Japan - Indonesia Seismic Network (JISNET continued). Pelaksanaan proyek ini meliputi pemasangan seismograf jenis Broadband di 22 stasiun seluruh Indonesia. Pada tahun 2003 dibentuk Sistem Pemantauan Seismik Nasional (National Seismic Monitoring System) dengan penambahan seismograf broadband di 27 stasiun-stasiun seismik seluruh Indonesia. Seismograf ini terintegrasi dengan jaringan yang telah ada dan mempunyai sistem pengolahan data real time berlokasi di Jakarta dengan tiga Pusat Seismik Regional Mini (Mini Regional Seismic Center) yang berlokasi di Padangpanjang, Kepahyang, Palu. Jaringan sistem pemantau yang dikembangkan hingga tahun 2005 ini juga meliputi 15 Digital Strong-motion Accelerograph. Diharapkan dengan adanya penambahan instrumen pengamat dan perluasan jaringan seismik maka pengamatan gempa bumi serta fenomena yang menyertainya dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna. Khusus di Sulsel, selain alat detektor nuklir di Kappang, Maros, BMKG memasang 12 alat sensor lokal pendeteksi gempa dan tsunami (seismometer). Di antaranya di Bulukumba, Bone, Sidrap, Toraja, Masamba, serta Gowa. Gempa Sulawesi Pulau Sulawesi dikelilingi tiga lempengan besar sehingga berpotensi juga terjadi gempa. Ketiga lempengan itu adalah lempengan di Eurasia dengan pergerakan 71 milimeter per tahun, lempengan Indo-Australia dengan pergerakan 110 milimeter per tahun, dan lempengan Pacific dengan pergerakan 110 milimeter per tahun. Khusus wilayah Sulsel dilintasi dua patahan, patahan Palu Koro melintas di Kabupaten Mamuju, Majene dan Selat Makassar, serta patahan Saddang melintas di Kabupaten Mamasa, Enrekang, Sidrap dan Pare-pare. "Kesulitannya, kapan terjadinya gempa sulit diprediksi. Seperti gempa di Yogyakarta 2006 lalu sama sekali tidak terdeteksi," kata Murjaya. Seismograf sebatas mendeteksi lokasi gempa bumi setelah kejadian dan mendeteksi potensi gempa bumi disertai tsunami. Berdasarkan data di BMKG, Sulsel memiliki sejarah gempa. Di Kabupaten Bulukumba pada 29 Desember 1828, Mamuju pada 6 September 1972 dan 8 Januari 1984, Kabupaten Majene pada 23 Februari 1969, Pinrang pada 28 September 1997, Kabupaten Bone pada 8 April 1993, dengan magnitude rata-rata di atas lima SR. Paling akhir terjadi di Kabupaten Mamuju pada 5 Februari 2008 dengan 5,8 SR di kedalaman 30 km.(sur) Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/121802/AS-Pasang-Detektor-Nuklir-di-Maros Sony Sjklw August 5th, 2010, 04:44 PM http://ritasubrata.wordpress.com/files/2008/05/dsc059382.jpg Sorowako sisi pandang dari bukit Butoh sorowako daerah di tanah Luwu yg paling ingin saya kunjungi :cheers: nice pic :okay: bkz010019 August 12th, 2010, 01:07 AM Dikutip dari: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/344107/ Toraja Utara Siap Bangun Bandara Pengganti Wednesday, 11 August 2010 MAKASSAR (SI)-Pemkab Toraja Utara menyatakan kesiapannya membangun bandar udara baru menggantikan posisi Bandara Perintis Pongtiku Kabupaten Tana Toraja yang saat ini terkendala penambahan panjang landasan. Kesiapan tersebut disampaikan Bupati Toraja Utara,Tautoto Tanaranggina kepada harian Seputar Indonesia (SI),kemarin.Menurutnya, jika memang hasil visibility study (VS) yang dilakukan Kementerian Perhubungan menetapkan bandara baru dibangun Toraja Utara, pihaknya siap untuk menindaklanjuti. ”Kehadiran bandara yang representatif setidaknya akan meningkatkan aksesbilitas daerah yang nantinya berdampak pada sektor pariwisata yang menjadi andalan utama,” jelasnya di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel,kemarin. Sekadar diketahui, pariwisata Toraja sangat terkendala transportasi. Untuk jalur udara, hanya tersedia Bandara Pongtiku yang berstatus perintis dan hanya bisa didarati pesawat sejenis twin otter atau cessna. Itupun dengan kapasitas penumpang yang terbatas. Pesawat berukuran lebih besar tidak dapat mendarat sebab panjang landasan hanya 1.200 meter. Sementara, pengembangan run away, agak sulit dilakukan karena terkendala struktur geografis bandara yang diapit pegunungan. ”Meski Toraja Utara adalah kabupaten baru, kami tetap siap. Untuk anggaran pembebasan lahan,kami siap untuk melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat setempat sebab bandara tersebut juga untuk kepentingan masyarakat Toraja,” tukas Tautoto yang juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa Pemprov Sulsel. Menurutnya,dengan posisi Tana Toraja dan Toraja Utara sebagai destinasi wisata utama Sulsel, sudah seharusnya dilengkapi bandara komersial yang bisa didarati pesawat dengan jumlah tempat duduk minimal 40 penumpang. Keberadaan bandara plus penerbangan reguler, otomatis akan memperpendek jarak tempuh ke wilayah Toraja. Kemudahan aksesbilitas, memungkinkan meningkatkan frekuensi kunjungan wisatawan.Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, utamanya yang bertumpu pada sektor pariwisata. ”Keberadaan bandara akan sangat menunjang okupansi semua hotel berbintang yang ada di Toraja Utara. Saat ini, kami bersama Pemda Tana Toraja tengah menyiapkan MoU dengan Lion Air untuk rute penerbangan kesini,” ungkapnya. Sebelumnya, maskapai penerbangan nasional, Lion Air,melalui Presiden Direktur, Rusdi Kirana menyatakan minatnya untuk melayani rute penerbangan ke Kabupaten Tana Toraja. Syaratnya, kapasitas Bandara Pongtiku harus ditingkatkan hingga bisa di darati pesawat sejenis fokker. Bahkan, manajemen Lion Air menyatakan siap untuk segera melakukan kerjasama yang dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemprov Sulsel dan Pemkab Tana Toraja serta Toraja Utara. ”Rute Toraja cukup menarik mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu destinasi wisata di Sulsel. Sangat potensial jika ada connecting flight atau direct dari lokasi tujuan wisata lainnya seperti Bali,” ungkapnya di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. (abriandi) ================================================================== Visibility Study??? Mungkin maksudnya feasibility study (FS)... Mudah2an pembangunan bandara di Torut bisa terlaksana.. biar pariwisata di Toraja dan pergerakan ekonominya semakin berkembang.... Mimihitam August 17th, 2010, 03:38 PM Patung Pahlawan Lasinrang akan Dibangun di Pinrang Selasa, 17 Agustus 2010 18:30 WITA Pinrang, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, rencananya akan mendirikan patung pahlawan Pinrang bernama Lasinrang dengan ukuran yang lebih besar dan mengandung estetika tinggi dan lebih mengedepankan seni. Bupati Pinrang H Andi Aslam Patonangi, yang ditemui Selasa, mengatakan, rencana mengabadikan Lasinrang dalam bentuk patung yang lebih baik, menjadi salah satu wacana yang dalam waktu dekat ini akan dibangun. Patung Lasinrang akan dibangun dalam sebuah monument perjuangan, mengingat sejauh ini Lasinrang sudah menjadi ikon Kabupaten Pinrang. "Patung Lasinrang yang akan kami buat dengan pose yang lebih heroik, sehingga terlihat pula nilai seni di dalamnya," katanya. Andi Aslam menambahkan, selain itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang juga berencana akan menata ulang patung Kalpataru yang dinilai tidak lagi mencerminkan estetika dan keindahan. Penataan ulang monumen kalpararu akan dikoordinasikan pihaknya dengan beberapa komponen seperti PLN, mengingat adanya bentangan kabel listrik diatas monumen kalpataru yang saat ini berada di pusat areal simpang lima Pinrang, selain koordinasi dengan polisi lalu lintas dan Dinas Perhubungan. "Monumen kalpataru perlu dibenahi agar terlihat lebih rapi, sekaligus wujud penghargaan pemerintah kepada perorangan atau kelompok atas jasanya dalam melestarikan lingkungan hidup di Indonesia," katanya. (T.PSO-098/S005) http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/18201/patung-pahlawan-lasinrang-akan-dibangun-di-pinrang Ocean One August 20th, 2010, 12:27 PM Baru temukan yg ini, sory agak basi. Yang ini dah pernah di posting blum ya?? Rencana pembangunan pasar besar Palopo. Ada yang tahu rencana kelanjutannya tidak? Cheers: Wali Kota Palopo Ngotot Lanjutkan Proyek Pasar Besar 24 Oktober 2009 http://stat.kompasiana.com/files/2009/10/masterplan-pasar-besar-palopo.jpg Master Plan Pasar Besar Palopo PALOPO- Walikota Palopo HPA Tenriadjeng mengaku akan tetap mempertahankan kelanjutan proyek pembangunan Pasar Besar Kota Palopo yang merupakan program kerjasama Pemkot Palopo dengan Bank Dunia. Menurut Tenriadjeng, sorotan dua fraksi mengenai adanya komitmen fee sebesar Rp600 juta pertahun yang harus dibayarkan Pemkot Palopo kepada Bank Dunia sudah merupakan salah satu bagian dari memorandum of understanding (MoU) antara dua pihak tersebut. “Komitmen fee merupakan kewajiban Pemkot Palopo yang harus dibayarkan lewat APBD tiga tahun berjalan ke Bank Dunia. Ini diatur dalam MoU Perjanjian Penerusan Pinjaman No.SLA-1215/DP3/2008 tanggal 17 April 2008 antara Pemkot Palopo dengan Bank Dunia,” kata Tenriadjeng saat menjawab pandangan umum tiga fraksi di DPRD Palopo terhadap rancangan kebijakan umum (KUA) Perubahan dan Prioritas Plafon Anggaran (PPA) tahun anggaran 2009, di Sekretariat DPRD Kota Palopo, kemarin. Menurut data yang dihimpun di sekretariat Pemkot Palopo, dengan komitmen fee tersebut, Pemkot Palopo sebenarnya sudah dua tahun anggaran membayarkannya ke Bank Dunia, masing-masing tahun anggaran 2008 dan 2009. Komitmen fee dibayarkan Rp600 juta per tahun yang dianggarkan dalam APBD, sehingga selama dua tahun anggaran berjalan tersebut, Pemkot telah membayar Rp1,2 miliar. Komitmen fee tersebut dibayarkan sebagai konsekwensi atas belum berlangsungnya proses pembangunan pasar besar oleh Pemerintah Kota Palopo sejak anggaran pembangunan oleh Bank Dunia di cairkan pada 2007 lalu. Sementara menyangkut sorotan tertundanya pembangunan pasar besar yang dananya mengandalkan pinjaman dari bank dunia, Tenriadjeng tak menampiknya. Menurut Tenriadjeng, pembangunan pasar besar memang sampai saat ini belum dimulai, karena masih dilakukan tender ulang proyek pembangunan pasar besar ini. “Lelang ulang dilakukan karena pihak bank dunia menganggap dokumen lelang tidak konsisten isinya, termasuk adanya beberapa kekurangan dalam dokumen lelang, sehingga perlu dilakukan proses lelang ulang,” katanya Akibat adanya evaluasi dokumen lelang, Tenriadjeng mengatakan bahwa komposisi kepanitian pengadaan pasar besar terdiri tiga orang dari staf Pemkot Palopo dan dua orang dari Departemen Pekerjaan Umum Pusat. Sedangkan dokumen lelang ditangani langsung konsultan pendamping dari Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum. “Mudah-mudahan lelang ulang pasar besar ini yang sedang berlangsung saat ini dapat berjalan baik, sehingga pembangunan pasar besar bisa segera direalisasikan,” katanya. Seperti diketahui, terdapat dua fraksi di DPRD Palopo yang getol menyoroti rencana pembangunan pasar modern di DPRD Palopo, masing-masing Fraksi Kebangsaan yang dimotori PDIP dan PAN, dan Fraksi Demokrasi Nurani Kerakyataan yang dimotori Partai Demokrat, Hanura, PDP, dan PNBKI. Sedangkan Partai Golkar sebagai fraksi murni di DPRD Palopo, tidak mempersoalkan pasar modern Palopo yang anggarannya diambil dari pinjaman dana dari Bank Dunia sebesar Rp44 miliar. Source >> http://ekonomi.kompasiana.com/group/bisnis/2009/10/24/wali-kota-palopo-ngotot-lanjutkan-proyek-pasar-besar/ Sony Sjklw August 20th, 2010, 05:21 PM JUMAT, 20 AGUSTUS 2010 | 23:23 WITA | DKP Siap Bantu Sulsel Dua Miliar Benur Udang JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, berjanji memberikan dukungan peningkatan produksi udang di Sulsel. Fadel akan menjajaki pemberian bantuan benur udang hingga dua miliar ekor. Janji penjajakan bantuan benur udang dikemukakan Fadel saat menerima Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di kantornya, Kamis, 19 Agustus. Sebelumnya, Syahrul mengajukan permintaan bantuan meningkatkan produksi udang di Sulsel. Menurut gubernur, produksi udang di Sulsel dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan. Dia berharap bantuan hingga dua miliar benur udang dapat membantu peningkatan produksi Fadel mengaku sangat berkeinginan membantu meningkatkan produksi udang di Sulsel. Bantuan bibit udang kualitas unggul hingga dua miliar ekor rencananya akan didatangkan dari Bali. Potensi udang Sulsel, kata dia, sebenarnya sangat besar terutama di Kabupaten Barru, Pinrang, dan Pangkep. Bila potensi tersebut tidak ditingkatkan, dikhawatirkan produksinya semakin menurun. Usai pertemuan antara menteri dan gubernur, pembicaraan pemberian bantuan langsung ditindaklanjuti di tingkat direktorat jenderal. Rencananya, Fadel Muhammad akan melakukan kunjungan ke Sulsel 30 Agustus mendatang untuk mendengarkan ekspose peningkatan produksi dari Pemprov Sulsel. Selain meminta bantuan benur udang untuk peningkatan produksi di Sulsel, gubernur juga meminta menteri memberikan perhatian untuk pengembangan Pelabuhan Untia. Pelabuhan di lokasi strategis ini masih dapat ditingkatkan hingga 80 hektare. "Pelabuhan Perikanan Nusantara Untia sudah empat tahun dikerjakan tetapi belum juga rampung. Perlu diperjelas apakah program ini masih strategis atau tidak. Perlu bagi-bagi tugas untuk menyelesaikannya," tutur Syahrul. Salah satu pengembangan pelabuhan yang diharapkan bantuannya dari pusat yakni pembangunan jalan akses. Fadel mengaku telah prihatin pada kondisi pelabuhan perikanan Untia sejak masih menjabat gubernur. Fadel berjanji akan menyampaikan permintaan gubernur untuk pengembangan pelabuhan dan jalan aksesnya ke Kementerian Pekerjaan Umum. Kerja sama bantuan pembiayaan dari beberapa kementerian diharapkan bisa lebih mempercepat penyelesaian infrastruktur Pelabuhan Perikanan Untia. (rif) source ;http://news.fajar.co.id/read/102348/45/dkp-siap-bantu-sulsel-dua-miliar-benur-udang Sony Sjklw August 20th, 2010, 05:23 PM Baru temukan yg ini, sory agak basi. Yang ini dah pernah di posting blum ya?? Rencana pembangunan pasar besar Palopo. Ada yang tahu rencana kelanjutannya tidak? Cheers: Wali Kota Palopo Ngotot Lanjutkan Proyek Pasar Besar 24 Oktober 2009 PALOPO- Walikota Palopo HPA Tenriadjeng mengaku akan tetap mempertahankan kelanjutan proyek pembangunan Pasar Besar Kota Palopo yang merupakan program kerjasama Pemkot Palopo dengan Bank Dunia. Menurut Tenriadjeng, sorotan dua fraksi mengenai adanya komitmen fee sebesar Rp600 juta pertahun yang harus dibayarkan Pemkot Palopo kepada Bank Dunia sudah merupakan salah satu bagian dari memorandum of understanding (MoU) antara dua pihak tersebut. “Komitmen fee merupakan kewajiban Pemkot Palopo yang harus dibayarkan lewat APBD tiga tahun berjalan ke Bank Dunia. Ini diatur dalam MoU Perjanjian Penerusan Pinjaman No.SLA-1215/DP3/2008 tanggal 17 April 2008 antara Pemkot Palopo dengan Bank Dunia,” kata Tenriadjeng saat menjawab pandangan umum tiga fraksi di DPRD Palopo terhadap rancangan kebijakan umum (KUA) Perubahan dan Prioritas Plafon Anggaran (PPA) tahun anggaran 2009, di Sekretariat DPRD Kota Palopo, kemarin. Menurut data yang dihimpun di sekretariat Pemkot Palopo, dengan komitmen fee tersebut, Pemkot Palopo sebenarnya sudah dua tahun anggaran membayarkannya ke Bank Dunia, masing-masing tahun anggaran 2008 dan 2009. Komitmen fee dibayarkan Rp600 juta per tahun yang dianggarkan dalam APBD, sehingga selama dua tahun anggaran berjalan tersebut, Pemkot telah membayar Rp1,2 miliar. Komitmen fee tersebut dibayarkan sebagai konsekwensi atas belum berlangsungnya proses pembangunan pasar besar oleh Pemerintah Kota Palopo sejak anggaran pembangunan oleh Bank Dunia di cairkan pada 2007 lalu. Sementara menyangkut sorotan tertundanya pembangunan pasar besar yang dananya mengandalkan pinjaman dari bank dunia, Tenriadjeng tak menampiknya. Menurut Tenriadjeng, pembangunan pasar besar memang sampai saat ini belum dimulai, karena masih dilakukan tender ulang proyek pembangunan pasar besar ini. “Lelang ulang dilakukan karena pihak bank dunia menganggap dokumen lelang tidak konsisten isinya, termasuk adanya beberapa kekurangan dalam dokumen lelang, sehingga perlu dilakukan proses lelang ulang,” katanya Akibat adanya evaluasi dokumen lelang, Tenriadjeng mengatakan bahwa komposisi kepanitian pengadaan pasar besar terdiri tiga orang dari staf Pemkot Palopo dan dua orang dari Departemen Pekerjaan Umum Pusat. Sedangkan dokumen lelang ditangani langsung konsultan pendamping dari Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum. “Mudah-mudahan lelang ulang pasar besar ini yang sedang berlangsung saat ini dapat berjalan baik, sehingga pembangunan pasar besar bisa segera direalisasikan,” katanya. Seperti diketahui, terdapat dua fraksi di DPRD Palopo yang getol menyoroti rencana pembangunan pasar modern di DPRD Palopo, masing-masing Fraksi Kebangsaan yang dimotori PDIP dan PAN, dan Fraksi Demokrasi Nurani Kerakyataan yang dimotori Partai Demokrat, Hanura, PDP, dan PNBKI. Sedangkan Partai Golkar sebagai fraksi murni di DPRD Palopo, tidak mempersoalkan pasar modern Palopo yang anggarannya diambil dari pinjaman dana dari Bank Dunia sebesar Rp44 miliar. Source >> http://ekonomi.kompasiana.com/group/bisnis/2009/10/24/wali-kota-palopo-ngotot-lanjutkan-proyek-pasar-besar/ ^^ sayang sekali kalo bermasalah padahal proyek serupa yg dibiayai bank dunia di Parepare sudah hampir rampung.:) sisa Palopo nih..:cheers: eurico August 21st, 2010, 01:47 AM @ocean_one, kalo mall yg ada di palopo apa aja mas? Kalo saya lihat sih KPP Pratama Palopo gedung paling keren se kota palopo deh hihihi. Pengen bgt ke sorowako, mupeng lihat danaunya. bkz010019 August 21st, 2010, 03:01 AM Dikutip dari : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/345998/ Pembangunannya Dimulai 2011 Friday, 20 August 2010 MAKASSAR (SINDO) – Pembangunan Bandara Bantukunik di Desa Bantukunik, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja (Tator), Sulawesi Selatan, direncanakan mulai dibangun 2011 mendatang. Keberadaan bandara tersebut akan menggantikan posisi Bandara Pongtiku yang dinilai tidak representatif. Hadirnya Bandara Bantukunik tersebut ditargetkan mampu mendorong kembali roda perekonomian masyarakat Toraja yang berbasis pada sektor pariwisata. Selama ini dengan sistem transportasi darat yang ada,waktu tempuh hingga 8 jam dan ditambah dengan kondisi jalan yang rusak, membuat pariwisata Toraja terpuruk. Anggota Komisi D DPRD Sulsel Alexander Palinggi menyatakan, Bandara Pongtiku sudah tidak representatif lagi, karena landasan pacunya terpotong oleh jalan umum sehingga dapat membahayakan kondisi penerbangan yang ada, kendati tingkat frekuensinya belum terlalu ramai. “Dengan hadirnya bandara baru di Toraja, diharapkan dapat memacu tingkat kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Karena kondisi jalan darat untuk ke Tator sudah tidak mendukung lagi dalam program pengembangan pariwisata daerah,” jelasnya di Gedung DPRD Sulsel kemarin. Alex mengungkapkan, anggaran pembangunan bandara baru tersebut diperkirakan mencapai Rp1 triliun, dan akan dikerjakan selama lima tahun ke depan dan diproyeksikan selesai dan beroperasi 2015 mendatang. Berdasarkan data yang dihimpun SINDO, untuk pematangan landasan pacu saja dibutuhkan anggaran hingga Rp9 miliar.Kendati demikian, Alex menyatakan untuk masalah pembiayaan tidak ada masalah,karena telah terdapat kesepakatan sharing pembiayaan dari Pemkab Tator, Pemprov Sulsel dan pemerintah pusat sendiri. “Untuk komposisi pembiayaan dari Pemkab Tator, Pemprov Sulsel dan pusat telah diatur. Terbesar tentu dari pusat, sedangkan kabupaten dan provinsi untuk tahap awal ada di proses pembebasan lahan. Karena proyeknya juga bersifat multiyears,”paparnya. Politisi Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Sulsel tersebut menyatakan, jika bandara selesai dibangun, maka dapat diterbangi oleh pesawat dengan kapasitas penumpang 60 tempat duduk. (yakin achmad) Ocean One August 21st, 2010, 10:10 AM @ocean_one, kalo mall yg ada di palopo apa aja mas? Kalo saya lihat sih KPP Pratama Palopo gedung paling keren se kota palopo deh hihihi. Pengen bgt ke sorowako, mupeng lihat danaunya. ^^ Blum ada mallnya om Palopo, masih rencana doang. Setahu saya ada 2 rencana pembangunan mall yang pernah muncul yaitu yang pertama di jln oputosappaile, dekat asrama polisi dan yang ke 2 di daerah binturu. Baru minimarket aja om yang marak di palopo dan ada satu supermakaket yang mirip grosiran alfa yaitu Supermaket Mangga Dua di jln pongsimpin. Dan yang sedang dalam pembangunan adalah Sejahtera Department store / supermaket dkt RSU Palopo. Untuk KPP Pratamanya sih memang lumayan besar dan luas lokasinya dengan bangunan 3F:cheers: Sony Sjklw August 21st, 2010, 10:38 AM ^^ Blum ada mallnya om Palopo, masih rencana doang. Setahu saya ada 2 rencana pembangunan mall yang pernah muncul yaitu yang pertama di jln oputosappaile, dekat asrama polisi dan yang ke 2 di daerah binturu. Baru minimarket aja om yang marak di palopo dan ada satu supermakaket yang mirip grosiran alfa yaitu Supermaket Mangga Dua di jln pongsimpin. Dan yang sedang dalam pembangunan adalah Sejahtera Department store / supermaket dkt RSU Palopo. Untuk KPP Pratamanya sih memang lumayan besar dan luas lokasinya dengan bangunan 3F:cheers: ^^ mangtaps...Sejahtera Dept. Store yg hadir di Palopo, kira2 berapa lantai ya? hmm..jadi kota diluar Mks yg sudah punya mal cuma Bone ya dengan BTCnya setelah itu yg paling dekat mungkin Pinrang yg saat ini sedang membangun Pinrang Shopping Center. Ocean One August 22nd, 2010, 08:43 AM ^^ Blum tahu juga son brp lantai, tapi yang dah terobservasi sama temen saya sudah sampai lantai 2 tuh progressnya. L lumayan luas sih tanahnya, harga tanahnya aja 1M tuh. :nuts::nuts::nuts: Oh ya, barusan dapat kabar dari temen di palopo kalau yang di jln. Dr Ratulangi itu katanya Pasar Besar yg picnya saya post diatas tuh yang di bangun. Sekarang lagi di bangun n lancar kok, mudah2n aja gak ada kendala lg.. :cheers: bkz010019 August 27th, 2010, 02:29 AM Dari : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/347335/ Gambar Gubernur Sulsel di Lion Air Friday, 27 August 2010 MAKASSAR (SINDO) – Setelah melakukan branding 100 unit taxi di Singapura, kali ini, Pemprov Sulsel kembali melakukan hal yang sama pada pesawat milik maskapai penerbangan nasional, Lion Air. Seluruh armada penerbangan tersebut baik untuk rute domestik maupun internasional, dibranding dengan logo,Visit South Sulawesi 2012. Penempatan logo pasar wisata Sulsel tersebut dilakukan pada bagian kiri dan kanan moncong pesawat. Selain itu, ada pula foto Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam ukuran yang cukup besar.Gambar Gubernur dengan menggunakan jas tutup khas Bugis Makassar, terlihat lebih menonjol dibanding logo Visit South Sulawesi. Peresmian branding pesawat tersebut dilakukan secara simbolis di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin,kemarin. Pemasangan branding tersebut dilakukan secara simbolis pada satu unit pesawat seri terbaru, Boeing 737-900ER yang dioperasikan Lion Air. Peluncuran ditandai dengan penyemprotan air dari dua unit pemadam kebakaran ke badan pesawat yang akan dioperasikan untuk pertama kalinya. Disela-sela peresmian, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sempat menyinggung pemasangan foto tersebut. Menurut dia, dirinya tidak tahu jika pemasangan logo Visit South Sulawesi disertai dengan gambar Gubernur. ”Saya tidak tahu kalau ternyata ada fotonya Gubernur yang berkumis terpasang di pesawat. Bisa repot Lion Air kalau begini. Bagaimana kalau gubernur lain juga meminta hal yang sama,”kelakarnya. Mantan Bupati Gowa ini mengatakan, branding tersebut merupakan rangkaian menuju event wisata pada 2012 dengan melakukan optimalisasi seluruh sumber daya. Menurutnya, hasilnya baru bisa diukur pada penyelenggaraan Visit South Sulawesi dua tahun mendatang. Sementara itu, Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana mengungkapkan, pemasangan logo Visit South Sulawesi tersebut dilakukan secara cuma-cuma alias gratis. Branding tersebut menjadi bentuk partisipasi perusahaannya dalam mempromosikan pariwisata Sulsel. Menurutnya, branding tersebut akan dilakukan pada seluruh armada yang jumlahnya sudah 73 pesawat. Ukurannya pun akan diperbesar dan disesuaikan dengan aturan penerbangan. ”Ini sifatnya ucapan terima kasih kepada Pemprov Sulsel. Jadi pemasangan cuma- cuma dan akan ada diseluruh pesawat baik rute domestik maupun Internasional,”tambahnya. Lion Air Pindahkan Hap ke Makassar Maskapai penerbangan nasional, Lion Air, berencana memindahkan hap atau homebase pesawat miliknya dari Jakarta ke Makassar. Tuntutan hap baru terkait dengan penambahan armada sekaligus frekuensi penerbangan ke seluruh Indonesia. Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana, mengungkapkan, selama ini,pihaknya sudah mengkaji pemindahan hap pesawatnya. Pasalnya, kondisi di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng,sudah penuh sesak. Menurutnya, dengan target jumlah armada hingga 178 pesawat, secara otomatis, Lion Air membutuhkan hap yang lebih besar untuk mendukung operasional penerbangan. Makassar menjadi satu-satunya kandidat utama pemindahan hap setelah Jakarta. ”Itu baru untuk pesawat Lion Air, belum termasuk Wings Air yang cenderung melayani rute antar kabupaten,”tukasnya. Sementara itu, terkait dengan lonjakan penumpang menjelang Hari Raya Idul Fitri,Rusdi Kirana, mengungkapkan, khusus untuk rute padat seperti Makassar- Jakarta dan Jakarta - Medan, dilakukan penambahan satu unit pesawat. ”Ada satu pesawat yang ditambah sehingga dalam sehari, untuk Makassar - Jakarta, sampai 10 penerbangan,”tambahnya. (abriandi) ====================================================================================== Hap??? "Hub" kaleee... Gambar dibawah ini diambil dari : http://epaper.tribun-timur.com/index.php?hal=3 http://lh3.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/THcPs9OQc-I/AAAAAAAAAkY/85Y1t8WW3qA/Wajah%20Syahrul.JPG bkz010019 August 27th, 2010, 02:30 AM Dikutip dari: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/347293/ Penumpang Kapal Laut Naik Thursday, 26 August 2010 MAKASSAR(SINDO) – Tingkat keterisian (load factor) kapal laut mulai menunjukkan peningkatan, meskipun dinilai belum signifikan. Load factorkapal laut saat ini rata-rata masih di bawah 70%. “Saat ini mulai menunjukkan adanya peningkatan, meskipun belum seberapa, sedangkan peningkatan penumpang kapal laut biasanya terlihat pada H-15 sampai H+15 Lebaran,” ungkap Kepala Administrator Pelayaran (Adpel) Sukardi kemarin. Meski demikian, tahun ini diprediksi akan terjadi kenaikan penumpang hingga 10%. Salah satu penyebabnya harga tiket pesawat yang biasanya melambung saat peak season sehingga kapal laut menjadi alternatif lain. “Ada juga masyarakat yang memilih kembali ke kapal laut, meskipun mungkin kenaikannya tak akan tinggi hanya sekitar 10%,”ujarnya. Berdasarkan data Adpel,tahun lalu penumpang yang turun di Pelabuhan Makassar pada momen mudik Ramadan 53.395 orang, sedangkan yang naik atau yang pergi mencapai 42.902 orang. Fenomena penumpang di Sulsel ini adalah selalu lebih banyak yang turun daripada yang berangkat. Perbedaan jumlah penumpang yang turun dan berangkat tersebut, bahkan bisa mencapai selisih 20% Jumlah penumpang itu adalah penumpang yang melakukan perjalanan pada H-15 hingga H+15 Lebaran.Jumlah kapal yang melayani pada momen Lebaran tahun lalu mencapai 67 kapal dari tiga perusahaan penyedia pelayaran. “Tahun ini ada peningkatan kunjungan kapal.Tercatat akan ada 82 kunjungan, jadi kemungkinan ada peningkatan,”katanya. Beberapa persiapan telah dilakukan pihak Adpel. Salah satunya dengan meminta para perusahaan kapal agar kapal di dok sebelum masuk pada momen mudik. “Jadi sebelum masuk ke momen ini, angkutan Lebaran tersebut kami minta di dok agar tak mengganggu pelayaran dan kapal bisa direparasi jika ada kerusakan,” paparnya. PT Pelindo IV Makassar kemarin telah membentuk posko gabungan bersama Adpel, KPLP, Polres Pelabuhan Makassar, kesehatan pelabuhan, karantina, navigasi, dan operator kapal dari tiga perusahaan. General Manager PT Pelindo IV Makassar Djam’an AM menuturkan, keberadaan posko tersebut merupakan bentuk fasilitasi untuk penumpang yang turun maupun yang akan berangkat. “Kami kerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan layanan yang baik bagi para penumpang, terutama keamanan dan kesehatan yang selalu standby di pelabuhan,”tandasnya. (jumardin akas) Sony Sjklw August 28th, 2010, 04:47 AM Tanjung Pelette Bone Punya Terumbu Karang Mirip Bunaken Laporan: tribun-timur.com Sabtu, 28 Agustus 2010 | 10:18 WITA SIAPA menyangka bahwa di Kabupaten Bone, tepatnya di sebelah selatan lokasi wisata Tanjung Palette, terdapat tiga spot besar terumbu karang yang luasnya sekitar 100 hektare. Lokasi yang masuk Kawasan Konservatif Laut Daerah (KKLD) tersebut bahkan disebut-sebut mirip dengan wisata laut Bunaken, Manado, Sulawesi Utara. Lokasi yang berada sejajar dengan Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Lonrae ini sedang diteliti tiga orang peneliti Universitas Muslim Indonesia (UMI). Lokasi tiga spot terumbu karang ini pun tidak jauh dari daratan. "Spot terdekat, mungkin sekitar tiga kilometer dari daratan. Ada tiga spot karang yang paling besar di areal sekitar 100 hektare," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Bone A Nurman Amal saat ditemui di kantornya, Jumat (27/8). Dari 18 foto terumbu karang yang diperlihatkan ke Tribun kemarin, semua gambar dan jenisnya berbeda-beda. Tidak hanya terumbu karang, foto berbagai biota laut seperti ikan yang berjenis unik juga diperlihatkan. Staf Teknis Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Bone, A Sukiman, mengatakan bahwa jenis terumbu karang yang ada di perairan Tanjung Palette adalah jenis terumbu karang yang langka. Dalam waktu dekat, Dinas Kelautan dan Perikanan Pemkab Bone akan segera melakukan pemetaan terhadap kawasan tersebut untuk membagi ke beberapa zona seperti zona konservasi, zona penangkapan ikan, dan zona lainnya. "Karena perlu dibuatkan perda mengenai zona-zona itu. Jadi jangan ada lagi yang menangkap ikan di areal terumbu karang, apalagi menggunakan bom," kata Nurman. Dari informasi yang dihimpun pihaknya, Nurman kerap mendapatkan laporan mengenai adanya bunyi diduga bom ikan pada malam hari. Pihaknya akan segera mensosialisasikan temuan tersebut agar dijaga dan tidak lagi terjadi pengrusakan oleh oknum-oknum tertentu. "Ini aset, bisa jadi objek wisata dan hal lainnya karena keberadaan terumbu karang banyak manfaatnya," lanjut Nurman. Pejabat Dinas Perhubungan Pemda Bone Andi Winarno pun mengaku telah mengetahui lokasi spot terumbu karang tersebut. Hanya saja, belum adanya peralatan selam yang memadai membuat rencana penyelaman ke spot tersebut belum terealisasi. Tim peneliti dari UMI dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulsel bulan September 2010 mendatang dijadwalkan akan kembali berkunjung ke lokasi terumbu karang tersebut. "Bulan depan ada tim lagi yang akan turun dan rencananya sekaligus akan membuat master plan mengenai lokasi-lokasi yang memiliki terumbu karang ini," kata Nurman. Nurman mengagendakan, akan melakukan pemantauan langsung ke spot terdekat terumbu karang untuk memastikan bahwa tidak ada pengrusakan yang terjadi. Pihaknya khawatir, jika lokasi tersebut tidak segera dilestarikan maka dikhawatirkan akan rusak. Untuk itu, pihaknya telah mengusulkan pembelian alat selam yang memadai untuk digunakan sebagai sarana pemantauan rutin terumbu karang. "Kami sudah memiliki kapal patrol dan tinggal alat selamnya saja. Sedang kami upayakan untuk membeli peralatan tersebut. Insya Allah setelah puasa, kita akan pantau langsung ke lokasi dengan mengundang berbagai pihak terkait. Ini adalah asset yang sangat berharga dan wajib kita jaga bersama,"katanya.(anshor) Tribun Timur Lebih Interaktif, Lebih Akrab source :http://www.tribun-timur.com/read/artikel/125231/Tanjung-Pelette-Bone-Punya-Terumbu-Karang-Mirip-Bunaken Comeliness August 28th, 2010, 10:41 PM sering bolak balik Makasar - Malili atau Sorowako dan "diantar" pake pesawat capung, pesawat amphibi dan helikopter... Pilotnya dr Inggris lagi..hehehe... ^^Katanya kota Malili itu indah. Kalo bkz010019 sempat pulkam ke Malili jangan lupa foto2nya. :) Sabtu, 28 Agustus 2010 08:18 WITA | Petumbuhan Ekonomi Lutim Tertinggi di Sulsel Luwu Timur, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Luwu Timur menciptakan rekor sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Lutim, Jumat, mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lutim saat ini sudah mencapai 15 persen. Pertumbuhan ekonomi ini salah satunya terlihat dari tingkat pendapatan masyarakat yang mencapai Rp15 juta per orang. Bahkan, kata dia, tingginya pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lutim mengalahkan Kota Makassar dan juga Kabupaten Gowa. "Hal ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa, dan bisa memberikan kontribusi yang besar bagi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulsel," jelasnya. Menurutnya, saat ini pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulsel cukup tinggi dan pada tahun ini sudah mencapai 9,2 persen. Ia menegaskan agar prestasi ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan, mengingat Kabupaten Lutim memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. "Kabupaten Lutim memiliki potensi alam, baik pertanian, perkebunan dan pertambangan yang sangat besar, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa ditingkatkan," ujarnya. Selain itu, Gubernur juga menegaskan agar Kabupaten Lutim bisa membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Pembukaan lapangan kerja ini dapat direalisasi melalui optimalisasi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pertambangan. Dengan begitu, kata Gubernur, tingkat kemiskinan di Kabupaten Lutim akan dapat dikurangi. "Kelima sektor inilah yang merupakan sektor unggulan yang membuat angka pertumbuhan ekonomi di Sulsel cukup tinggi," ujarnya. (T.pso-103/F003) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/18643/petumbuhan-ekonomi-lutim-tertinggi-di-sulsel Comeliness August 28th, 2010, 11:01 PM Barusan baca kalo Danau Matano di Malili termasuk satu dari "the top 10 deepest lakes in the world." :) http://www.environmentalgraffiti.com/sites/default/files/images/http-inlinethumb09.webshots.com-40712-2223529330102347975S600x600Q85.preview.jpg Photo: Image via Flickr User Sniggity Have you ever swam out in a deep lake and not been able to see the bottom? All you can feel is the freezing cold water beneath your feet, all you see is darkness extending to infinity. There is nothing wrong with being afraid of deep water even if you're the best swimmer in the world, but when you add some fantasy to the story and consider the legends and mysteries that lie underneath the murky depths, fear can eat you alive. As with any lake, depths fluctuate with climate and in particular rainfall. Notwithstanding this, today we’ll explore the top ten deepest lakes in the world and the stories and legends behind them. 10. Lake Matano http://www.environmentalgraffiti.com/sites/default/files/images/http-inlinethumb47.webshots.com-11950-2247423400102365357S600x600Q85.preview.jpg Photo: Images by 1 (~smgray/fieldphotos.htm?) With a tectonic origin and located in South Sulawesi in Indonesia, Lake Matano is an important freshwater resource in the area and the country's deepest lake, with a maximum depth of 1936 feet. It drains from Patea River and later flows through a waterfall into Lake Mahalona (the Malili Lakes). Lake Matano is famous for its extremely clear waters and the many endemic fish species which have arisen from a single ancestor diversified over time. Source: http://www.environmentalgraffiti.com/ecology/10-deepest-lakes-on-earth/1234 bkz010019 August 28th, 2010, 11:24 PM ^^Katanya kota Malili itu indah. Kalo bkz010019 sempat pulkam ke Malili jangan lupa foto2nya. :) Unfortunately, Malili hanyalah tempat tinggal sementara saja... Rumah dinas ortu sudah dikembalikan ke pihak yang berhak.... Jadi belum pernah pergi kesana lagi karena rata2 yg tinggal di kompleks perumahan PT Inco adalah pendatang (walaupun ada juga penduduk sekitar yg dipekerjakan disana)... Hmmmm... really I like this place sooooo much.... Hijaunya hutan dan birunya air danau (Matano dan Towuti) woooow..... Menyeberang sungai pake semacam rakit yg besar (seperti di film2) dimana sungainya masih ada buaya... Melihat anoa atau babi hutan.... Danaunya memang indah....Cocok buat mancing atawa utk ngilangin sentresss....:) Sony Sjklw August 31st, 2010, 09:46 AM SELASA, 31 AGUSTUS 2010 | 00:32 WITA | Bank Sulsel Cabang Jakarta Bukukan DPK Rp 76 Miliar MAKASSAR -- Misi Bank Sulsel membuka Kantor Cabang Jakarta cukup jitu. Buktinya, hanya dalam tiga pekan, cabang tersebut berhasil menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 76 miliar. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Bank Sulsel, Ellong Tjandra, didampingi Direktur Umum, H Yanuar Fachrudin, dan para Kepala Divisi Bank Sulsel di sela-sela penyerahan bantuan kepada korban kebakaran di Jalan Lamaddukelleng Buntu, Senin, 30 Agustus. Menurut Ellong, Bank Sulsel Cabang Jakarta berjalan sesuai dengan rencana awal yakni, menyasar korporasi. Sehingga hanya kurang lebih tiga minggu telah mampu membukukan deposito dengan 4 bilyet senilai Rp 76 miliar lebih. "Target akhir bulan ini hanya sampai Rp 100 miliar. Di mana target cabang adalah Rp 150 miliar selama setahun. Saya yakin di Jakarta masih banyak uang," jelasnya. Terkait rencana Pemprov Sulbar menarik dananya, Ellong enggan berkomentar. Seiring dengan membaiknya kinerja Bank Sulsel, bank tersebut juga terus memperhatikan lingkungan setempat melalui program corporate social responsibility (CSR). Antara lain, di bulan Ramadan sejumlah kegiatan sosial digelar seperti sahur keliling, buka puasa bersama anak yatim serta bantuan kepada korban kebakaran. (id) source : http://news.fajar.co.id/read/103552/45/bank-sulsel-cabang-jakarta-bukukan-dpk-rp-76-miliar Sony Sjklw August 31st, 2010, 08:00 PM Sulsel Jajaki Listrik Tenaga Nuklir MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulsel mewacanakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Energi nuklir diharapkan bisa menjadi solusi mengatasi krisis listrik yang setiap tahun menjadi momok. Apalagi, di sejumlah negara, seperti Belgia,Jepang,dan Amerika Serikat, PLTN sudah dijadikan sumber energi utama dan dinyatakan aman digunakan. Oleh karenanya, Pemprov Sulsel membuka diri dan siap bekerjasama dengan investor yang berminat membangun pembangkit sejenis. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kepada Harian Seputar Indonesia (SINDO) di Rumah Jabatan Gubernur, kemarin. Menurut Syahrul, penggunaan energi nuklir untuk kepentingan penyediaan listrik di Sulsel, sudah bisa dilakukan.Hanya saja, belum ada investor yang secara konkret ingin merealisasikan pembangunan PLTN. “Dari referensi yang saya baca, pengembangannya aman dan sudah diterapkan di berbagai negara. Jika nuklir digunakan, biayanya jauh lebih murah dan pasti terjangkau,” jelasnya usai pemaparan perusahaan konsultan energi,Wampan International Energy Consultant, Holland, kemarin. Selain itu, pemprov juga mengkaji pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu dengan penggunaan kincir angin. Syahrul mengatakan, potensi energi tersebut bisa menjadi pilihan karena murah, aman dan ramah lingkungan. Terkait dengan pemaparan yang dilakukan Wampan, Gubernur mengatakan,masih dibutuhkan kajian lebih lanjut dengan pertimbangan atas dasar kebutuhan akan listrik murah, aman dan ramah lingkungan. “Ini butuih investor karena biayanya yang mencapai Rp2,5 miliar untuk kincir setinggi 80 meter,”tukasnya. Jika pembangunan kincir angin direalisasikan,kemungkinan lokasi penempatannya pada area perindustrian yakni Kawasan Industri Makassar (Kima). Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan ESDM Sulsel Gunawan Palaguna mengatakan, pemanfaatan tenaga angin untuk listrik telah diterapkan pada tiga kabupaten di Sulsel yakni Jeneponto, Selayar,dan Pangkep. Selain itu, sejumlah daerah juga potensial dijadikan lokasi pembangunan kincir angin yakni Sidrap,Takalar dan Bulukumba. “Selama ini, biaya pembangunan sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah pusat,”tambahnya. (abriandi) source : http://www.makassarterkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1223:sulsel-jajaki-listrik-tenaga-nuklir-&catid=44:info-terkini&Itemid=139 bkz010019 September 1st, 2010, 10:59 AM Wisman yang masuk ke Sul-Sel pada Juli 2010 agak turun dibandingkan bulan Juni 2010. Pemprov harus lebih giat dan aktif untuk promosi neh... Juga hrs melobi agar bisa dibuka penerbangan langsung selain ke Singapura (yg nantinya akan terealisasi) dan Kualalumpur (yg sdh ada). Mungkin ke Kinibalu (sekalian buat ngangkut para TKI yg bekerja di perbatasan Sabah), atau Cebu / Zamboaga (salah satu kota turis di Filipina), Bangkok, dan kota2 di Aussie (Perth/Sydney/Cairns) via Darwin atau Dilli (Timor Leste). Data dari BPS yang terbaru (sumber : http://www.bps.go.id/brs_file/pariwisata-01sep10.pdf halaman 2) http://lh3.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/TH4RuZa_9pI/AAAAAAAAAxA/1QDvrzVf_1E/s576/Wisman%20Juli.jpg bkz010019 September 3rd, 2010, 02:53 AM Sulsel Tuan Rumah Pertemuan BIMP-EAGA Kamis, 02 September 2010 17:19 WITA | Ekonomi | Dibaca 11 kali Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan menjadi tuan rumah pertemuan negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam BIMP-EAGA pada 6-7 Oktober 2010. Kepala Sub Bidang Promosi Investasi Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Sulsel D.Khaddafi di Makassar, Kamis, mengatakan, fokus pertemuan adalah di bidang pertanian dan perikanan bersifat regional. "Fokusnya peningkatan kerja sama di bidang pertanian dan perikanan antara negara di kawasan BIMP-EAGA yang meliputi Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina," ujarnya. Pertemuan ini juga diharapkan akan membuka pintu perdagangan dan saling mengisi kebutuhan antar negara. "Misalnya Philipina membutuhkan beras, sementara beras kita surplus jadi kita bisa memenuhi kebutuhan mereka, ujarnya. Sulsel dipilih menjadi tuan rumah, katanya, karena Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo merupakan ketua dari gubernur-gubernur yang berada dalam wadah BIMP-EAGA tersebut. Selain itu, Sulsel dianggap berhasil di bidang petanian. Pertemuan yang akan dibuka oleh Wakil Presiden Boediono akan dihadiri pejabat setingkat menteri, gubernur dari keempat negara di Clarion Hotel and Convention Center Makassar. Pertemuan yang tahun lalu digelar di Bangkok, Thailand ini akan dirangkaikan dengan Kawasn Timur Indonesia Expo yang akan diikuti oleh semua provinsi dan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah timur Indonesia. "Rencananya akan diselenggarakan Celebes Convention Center Makassar dan persiapannya telah mencapai 70 persen," katanya. Pameran ini diharapkan dapat memperkenalkan seluruh potensi di kawasan timur Indonesia sekaligus upaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan bagian Barat Indonesia. (T.KR-RY/S016) Dikutip dari: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/18831/sulsel-tuan-rumah-pertemuan-bimp-eaga Comeliness September 4th, 2010, 09:09 PM Sabtu, 04 September 2010, 05:47 WITA | Sulsel Canangkan Pendidikan Gratis SD-SMA 2011 Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan melanjutkan program pendidikan gratis mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas pada 2011. "Mulai tahun depan, pendidikan gratis yang dicanangkan awal dari tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama akan dilanjutkan ke tingkat SMA melalui pengadaan buku gratis untuk siswa kelas tiga," jelas Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Patabai Pabokori di Makassar, Jumat. Program pendidikan gratis untuk tingkat SMA tersebut akan diawali dengan pengadaan buku paket gratis khusus mata pelajaran yang masuk Ujian Nasional. Pemerintah provinsi melalui dinas pendidikan menganggarkan dana sebesar Rp14 miliar untuk pengadaan buku gratis bagi 300 ribu siswa kelas tiga SMA di Sulsel. Total pengadaan buku gratis sebanyak 20 mata pelajaran dan akan diberikan ke sekitar 135.408 siswa SMA, 30 ribu siswa MA dan 60 ribu SMK yang tersebar di 424 SMA, 234 SMK dan 250 MA di Sulsel. Ia menegaskan buku yang diberikan telah sesuai dengan kurikulum nasional dan sudah menjadi acuan UN sesuai petunjuk teknis Kementerian Pendidikan Nasional. Anggarannya langsung ditransfer ke rekening kepala sekolah yang bertanggung jawab melakukan pengadaan buku sekaligus bertanggung jawab membuat laporan pengadaannya. Ia juga mengharapkan bantuan masyarakat untuk melaporkan ke pihaknya jika terjadi penyimpangan di lapangan. Pengawasan juga dilakukan secara berjenjang mulai tingkat provinsi dan setiap kabupaten dan kota. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pemberian buku paket gratis adalah bagian program pendidikan gratis yang dicanangkannya. Program pendidikan gratis hingga ke tingkat SMA dan SMK ini merupakan langkah kelanjutan menurunkan beban masyarakat setelah program pendidikan gratis dari SD hingga SMP. Subsidi pemerintah provinsi dalam pengadaan buku ini dinilai sebagai hal yang paling subtansi sebagai tahap awal pelaksanaan program. Pencairan anggaran untuk pengadaan buku tersebut dijadwalkan dilakukan pekan depan dan pembagian buku diharapkan sudah siap November nanti untuk mengantisipasi masuknya UN tahun 2011 nanti. (T.KR-RY/Y006) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/18887/sulsel-canangkan-pendidikan-gratis-sd-sma-2011 Comeliness September 4th, 2010, 09:32 PM http://www.mongabay.com/images/indonesia/sulawesi/sulawesi7780.JPG Image Credit: Rhett A. Butler (http://travel.mongabay.com/indonesia/images/sulawesi7780.html). Picture Title: People planting rice in south Sulawesi Image Location: Sulawesi (Celebes) Photographer/Camera: Photo taken by Rhett A. Butler using a Canon Digital Rebel XT Colorful house among green rice fields of south Sulawesi http://www.mongabay.com/images/indonesia/sulawesi/sulawesi7797.JPG Image Credit: Rhett A. Butler (http://travel.mongabay.com/indonesia/images/sulawesi7797.html). Picture Title: Colorful house among green rice fields of south Sulawesi Image Location: Sulawesi (Celebes) Photographer/Camera: Photo taken by Rhett A. Butler using a Canon Digital Rebel XT Emerald green rice paddies of south Sulawesi http://www.mongabay.com/images/indonesia/sulawesi/sulawesi7792.JPG Image Credit: Rhett A. Butler (http://travel.mongabay.com/indonesia/images/sulawesi7792.html). Picture Title: Emerald green rice paddies of south Sulawesi Image Location: Sulawesi (Celebes) Photographer/Camera: Photo taken by Rhett A. Butler using a Canon Digital Rebel XT Comeliness September 4th, 2010, 09:57 PM Bamboo stakes placed to control water hyacinth at Lake Tempe http://www.mongabay.com/images/indonesia/sulawesi/sulawesi7600.JPG Image Credit: Rhett A. Butler (http://travel.mongabay.com/indonesia/images/sulawesi7600.html) Picture Title: Bamboo stakes placed to control water hyacinth at Lake Tempe. These bamboo tripods form bungkas, large man-made circles of floating vegetation. These serve as fish traps, attracting fish during the rainy season. As water levels drop towards the dry season, a fine bamboo fence is built around the bungka, trapping the fish. Image Location: Sulawesi (Celebes) Photographer/Camera: Photo taken by Rhett A. Butler using a Canon Digital Rebel XT Airplane view of clouds at sunset over the island of Sulawesi in Indonesia http://www.mongabay.com/images/indonesia/sulawesi/sulawesi7872.JPG Image Credit: Rhett A. Butler (http://travel.mongabay.com/indonesia/images/sulawesi7872.html) Picture Title: Airplane view of clouds at sunset over the island of Sulawesi in Indonesia Image Location: Sulawesi (Celebes) Photographer/Camera: Photo taken by Rhett A. Butler using a Canon Digital Rebel XT Comeliness September 5th, 2010, 10:38 PM Source/Image Credit: © indahnesia.com / BigStockphoto (http://indahnesia.com/picture/SUS/017/samalona_island.php) http://indahnesia.com/Images/Information/SUS/SUS_samalona_island.jpg Samalona Island A clear blue sea near the island of Samalona, off the coast of the city of Makassar in South Sulawesi. Sulawesi is known for it's diving destinations. Although most of the well-known destinations are in the northern region, this does not mean you can find beautiful spots like this elsewhere. Image Credit: Embassy of the Kingdom of the Netherlands in Jakarta (http://indonesia.nlembassy.org/development/sustainable_energy) http://indonesia.nlembassy.org/contents/pages/54875/07.22.2009osduurzameenergiefoto2.jpg Mini/Micro Hydro Power Project (MHPP), South Sulawesi (MEMR en GTZ) Comeliness September 7th, 2010, 07:58 PM Bantaeng saingan ama Mks nih bangun RS. bertaraf International. :) Edisi 07 September, 2010 Bantaeng Bangun Rumah Sakit di Lahan Reklamasi BANTAENG - Kabupaten Bantaeng berencana melakukan reklamasi di kawasan Pantai Seruni. Di atas tanah tersebut, berikutnya akan dibangun rumah sakit berlantai delapan dan bertaraf internasional. Bupati Bantaeng H M. Nurdin Abdullah mengatakan reklamasi itu merupakan upaya mengembalikan tanah yang pernah ada di kawasan itu. "Katanya dulu pernah ada pasar, ada pohon kelapa, dan lain-lain. Setelah itu yang terlihat hanya pantai yang siap menggerus tanah lainnya. Makanya kita kembalikan tanah yang pernah ada tersebut," kata Nurdin dalam acara silaturahmi, dialog, tausiah, dan buka puasa bersama yang dihadiri ribuan orang di kediaman pribadinya, Minggu lalu. Menurut Nurdin, pada tahap awal, pemerintah pusat sudah memberikan Rp 50 miliar untuk membeli peralatan. Tahun depan akan menyusul bantuan sebesar Rp 260 miliar untuk bangunan fisik dan fasilitas lainnya. Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan dimanfaatkan masyarakat Sulawesi Selatan. Menurut Nurdin, ini merupakan bagian dari tekadnya mengembalikan kejayaan Bantaeng. Pembangunan dalam dua tahun terakhir tidak hanya di kota, tapi juga mulai batas Kabupaten Jeneponto hingga batas Kabupaten Bulukumba. Mengenai pembangunan lainnya, kata Nurdin, juga mulai rampung. Misalnya, jalur baru masuk ke Pelabuhan Mattoanging yang akan tembus hingga Lamalak. Setelah proyek ini selesai, terminal penumpang dan kargo akan hadir, sekaligus dibuka jalur pelayaran Bantaeng-Bali, Bantaeng-Lombok, Bantaeng-Surabaya, dan Selayar. "Di ujung timur, kami bangun fasilitas rekreasi Pantai Marina Korong Batu yang kini juga dalam tahap penyelesaian. Minggu depan akan dilakukan peletakan batu pertama pembangunan pasar modern di Pa'jukukang," kata Nurdin. Daerah yang selama ini dikenal kering itu, kata dia, akan segera berubah menjadi tanah produktif setelah pembangunan Bendung Batu Massong yang akan mengaliri sawah di Layoa dan Gantarangkeke. Di bidang lain ditanami komoditas bernilai ekonomi tinggi, seperti apel, stroberi, talas, serta bunga di Kecamatan Ulu Ere. Komoditas tersebut, terutama talas, dipercaya akan meningkatkan kesejahteraan karena permintaan pasarnya yang baik di luar negeri. ANTARA Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2010/09/07/Makassar/krn.20100907.211307.id.html Comeliness September 7th, 2010, 08:39 PM Image Credits: Selayar Island Resort (http://www.selayarislandresort.com/englgapics.htm) http://www.selayarislandresort.com/Images/Resort17.jpg @SIR http://www.selayarislandresort.com/Images/GA26.jpg ©B.J., SIR http://www.selayarislandresort.com/Images/GA16.jpg @SIR Comeliness September 11th, 2010, 08:31 PM Hotel Grand Hikmah Luwu, Hotel Bintang 3 di Luwu – Sulawesi Selatan Image Credits: Arsiteka/CP: Rosi Rahadi (http://www.arsiteka.com/2010/08/hotel-bintang-3-di-luwu-sulawesi.html) http://lh4.ggpht.com/_XFVvDR1bfoY/TG623VKk56I/AAAAAAAAAzc/Hv9yVUQKloo/Hotel%20di%20Luwu%20Sulawesi%20Selatan%20-%20View_03_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800 Posted by Rosi Rahadi, ST. Labels: Portofolio - Gedung/Kawasan Arsitek / 3D Artist : Rosi Rahadi & Frinbel Klien : PT. Hikmah Resources Indonesia Tahun Proyek : September – Oktober 2009 Lokasi Proyek : Kabupaten Luwu / Palopo – Sulawesi Selatan Gaya Arsitektur : Art Deco Jumlah Kamar : 101 kamar (6 Lantai) Luas Lahan : 5000 m2 Hotel ini kiranya akan dinamakan Hotel Grand Hikmah Luwu. Hotel ini rencananya akan dibangun di atas lahan yang sementara ini adalah milik Pemda Kabupaten Luwu, namun berada tepat di jantung pemerintahan kota Palopo. Pada awalnya Palopo adalah ibukota Kabupaten Luwu yang kemudian berubah menjadi Kotamadya. Sehingga masih ada aset-aset Pemda Kabupaten Luwu yg berada di wilayah Palopo. Lahan ini berada di depan Lapangan Pancasila, berseberangan dengan Kantor DPRD Kota Palopo, dan Lapangan Pancasila tersebut berada tepat di belakang Kantor Walikota Palopo. Kota Palopo ke Tana Toraja hanya berjarak sekitar 1 jam perjalanan atau sekitar 40 km ke arah Barat. Sebelumnya terdapat 2 pilihan lokasi. Pertimbangan pemilihan lokasi ke-dua adalah karena lokasi ini berada di kawasan yang tenang, memiliki lapangan di depannya sehingga bisa dimanfaatkan bila ada momen khusus yang membutuhkannya, dan memiliki kondisi tanah yang sudah stabil yang diketahui dari telah adanya bangunan di lokasi itu sejak tahun 1981, yaitu eks Gedung Kantor Departemen Sosial Kabupaten Luwu, tahun proyek 1981/1982 yang diresmikan pada tanggal 19 mei 1982. Sedangkan tidak dipilihnya lokasi pertama adalah karena lokasi tersebut memiliki kondisi tanah yang masih belum stabil karena masih merupakan tanah kosong yang juga tidak produktif dan tidak terdapat bangunan sama sekali di atasnya, dan lagi masih membutuhkan urugan beberapa meter untuk menyetarakan levelnya dengan jalan, kemudian lokasi ini juga berada di kawasan ring road yang ramai. http://lh5.ggpht.com/_XFVvDR1bfoY/TG63ECv-q9I/AAAAAAAAAzo/8DCeW4YyqDE/LOKASI%20Hotel%20Luwu_thumb.jpg?imgmax=800 http://lh4.ggpht.com/_XFVvDR1bfoY/TG64G_q6MfI/AAAAAAAAA18/AAScT8xvb_U/Hotel%20di%20Luwu%20Sulawesi%20Selatan%20-%20View_07_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800 http://lh6.ggpht.com/_XFVvDR1bfoY/TG64MRtuE1I/AAAAAAAAA2E/swNQz5HDxuo/Hotel%20di%20Luwu%20Sulawesi%20Selatan%20-%20View_08_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800 http://lh4.ggpht.com/_XFVvDR1bfoY/TG64T5VSXCI/AAAAAAAAA2U/Pj5hmZt6-eU/Hotel%20di%20Luwu%20Sulawesi%20Selatan%20-%20View_09_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800 Nampak posisi Masjid yang diagonal terhadap Site, karena menyesuaikan dengan arah Kiblat. http://lh4.ggpht.com/_XFVvDR1bfoY/TG64b2tW4pI/AAAAAAAAA2g/VP8bVFt4SNY/Hotel%20di%20Luwu%20Sulawesi%20Selatan%20-%20View_11_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800 Posisi Kolam Renang dikelilingi bangunan utama, dan Roof Garden pada 1st Floor yang juga bisa dicapai dari Ground Floor / dari Kolam Renang. http://lh3.ggpht.com/_XFVvDR1bfoY/TG64izMRRSI/AAAAAAAAA2s/0_dKFETBdYk/Hotel%20di%20Luwu%20Sulawesi%20Selatan%20-%20View_01_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800 http://lh6.ggpht.com/_XFVvDR1bfoY/TG64rCZr6kI/AAAAAAAAA24/P_F1MFy518M/Hotel%20di%20Luwu%20Sulawesi%20Selatan%20-%20View_02_thumb.jpg?imgmax=800 Source: http://www.arsiteka.com/2010/08/hotel-bintang-3-di-luwu-sulawesi.html Sony Sjklw September 13th, 2010, 01:50 PM Wisata Tanjung Pallette kabupaten Bone http://img46.imageshack.us/img46/4679/pallete1.jpg gerbang utama kawasan wisata Tanjung Pallete yg didalamnya terdapat beberapa objek wisata salah satunya,.. The Pallette Villa Restaurant and pool http://img715.imageshack.us/img715/1540/vila3.jpg http://img835.imageshack.us/img835/5214/villa2u.jpg uploaded with : http://imageshack.us/ Sony Sjklw September 13th, 2010, 03:13 PM http://img547.imageshack.us/img547/6070/vila1.jpg http://img255.imageshack.us/img255/1840/vila8.jpg http://img185.imageshack.us/img185/2014/villa4.jpg uploaded with : http://imageshack.us/ Sony Sjklw September 13th, 2010, 03:15 PM http://img718.imageshack.us/img718/1885/villa19.jpg http://img825.imageshack.us/img825/8845/vila5.jpg http://img214.imageshack.us/img214/2057/vila6.jpg http://img651.imageshack.us/img651/1139/villa12.jpg uploaded with : http://imageshack.us/ Sony Sjklw September 13th, 2010, 03:15 PM http://img225.imageshack.us/img225/6098/villa13.jpg http://img96.imageshack.us/img96/9314/villa14e.jpg http://img714.imageshack.us/img714/884/villa15.jpg http://img444.imageshack.us/img444/3541/villa16.jpg http://img842.imageshack.us/img842/2156/villa17.jpg http://img228.imageshack.us/img228/9491/villa18.jpg uploaded with : http://imageshack.us/ Sony Sjklw September 13th, 2010, 03:16 PM http://img816.imageshack.us/img816/4846/vila7.jpg http://img189.imageshack.us/img189/5424/villa9.jpg http://img525.imageshack.us/img525/6570/villa10.jpg http://img545.imageshack.us/img545/549/villa11.jpg uploaded with : http://imageshack.us/ Andhy2 September 14th, 2010, 11:16 AM Jl. Jend. Ahmad Yani (di ujung keliatan Al-Markaz nya Kota Watampone) http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/40755211.jpg http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/40755219.jpg Kantor Pelayanan Pajak Pratama (Jl. Jend. Ahmad Yani) http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/40755203.jpg Bank Mega (Jl. Jend. Ahmad Yani) http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/40755228.jpg Andhy2 September 14th, 2010, 11:18 AM Jl. Jend. Sudirman (Jl. Biru) (Watampone) http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/40755320.jpg Depan Pesantren Modern Ma'had Hadits Biru (Watampone) http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/40755324.jpg Daerah Camba, Maros http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/40755329.jpg Sony Sjklw September 15th, 2010, 01:56 AM ^^ ada yg lagi pulkam nih :D, ada foto Bone Trade Center (BTC) ngak ? Saudagar Bugis-Makassar Kumpul Lagi di Makassar Selasa, 14 September 2010 | 14:59 WITA Makassar, Tribun - Ribuan saudagar perantau asal Sulawesi Selatan (Sulsel) akan berkumpul di acara Pertemuan Saudagar Bugis-Makassar (PSBM) XII yang akan berlangsung, Kamis-Jumat (16/9-17/9) di Makassar. Para saudagar tersebut adalah perantau Sulsel yang telah bermukim di berbagai daerah di seluruh Indonesia, bahkan di luar negeri seperti Malaysia, Australia, dan negara Timur Tengah. Ketua Panitia PSBM XII Solihin Jusuf Kalla mengatakan, pertemuan kali ini akan diisi dengan ceramah mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada hari pertama di Wisma Kalla. Sedangkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo akan memaparkan perkembangan situasi dan kondisi terkini Sulsel dari berbagai bidang. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Syarif Hasan juga diundang berceramah menjelaskan arah kebijakan pembangunan koperasi dan UKM. Syarif adalah politisi Partai Demokrat asal Luwu. Pada hari pertama akan digelar diskusi yang dibagi ke dalam tiga kelompok yakni kelompok yang membahas masalah transportasi dan industri, perdagangan dan jasa, serta kebudayaan. Pada hari kedua akan digelar halalbihalal di Pantai Losari yang didahului dengan festival makanan khas Bugis-Makassar pada sore harinya. Menurut Solihin pertemuan ini awalnya digagas oleh tiga tokoh pengusaha Sulsel yakni Jusuf Kalla, Aksa Mahmud, dan Alwi Hamu. Sejumlah menteri pernah tampil berceramah dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya, termasuk Tun Nadjib Razak sewaktu masih sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia. Pemprov Di tempat terpisah, Asisten II Pemprov Sulsel Amal Natsir mengatakan, pemprov mendukung setiap pelaksanaan PSBM yang rutin digelar setiap tahun. Namun, dalam setiap pelaksanaan pemprov menjadi fasilitator suksesnya PSBM. Pemprov bersama Panitia Pelaksana PSBM sudah bertemu dan melakukan rapat koordinasi di kantor Gubernur Sulsel, akhir Agustus lalu. Pemprov juga disebutkan memberikan alokasi pendanaan setiap tahunnya. Namun, Natsir tidak merinci besaran bantuan pemprov untuk menyukseskan event ini. "Setiap pelaksanaan kita tentu mendukung kalangan saudagar Bugis-Makassar untuk melakukan silaturahmi apalagi ini bisa memberi kontribusi terhadap Sulsel. Sebenarnya, kalangan saudagar sudah bisa menghimpun pembiayaan pelaksanaan jadi kita hanya bantu apa yang kira-kira masih diperlukan," kata mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel ini. Salah satu item kegiatan PSBM yang mendapat dukungan langsung pemprov yakni pelaksanaan seminar sehari budaya. Kelak, hasil seminar ini akan menjadi rekomendasi saudagar ke pemprov. Seminar ini disebutkan akan menghadirkan sejumlah pakar budaya dan sejarah dari Universitas Hasanuddin (Unhas) serta perguruan tinggi di Pulau Jawa. Amal menambahkan pihaknya juga akan menawarkan sejumlah potensi dan komoditi unggulan Sulsel kepada para pengusaha Bugis-Makassar. Pemprov berharap, saudagar ikut berpartisipasi dalam membangun pertanian Sulsel setidaknya bisa menjalin kemitraan dan memberi win-win solution bagi petani. "Kita tawarkan dapat berpartisipasi dalam membangun Sulsel. Paling tidak bisa membangun mitra petani untuk memberi win-win solution. Potensi kita (Sulsel) adalah agribisnis, jadi kami berharap pengusaha bisa menjadi jembatan membangun network ke pasar domestik dan mancanegara," jelasnya. Amal berharap dengan rutinnya pertemuan tersebut, ke depan saudagar Bugis-Makassar bisa menjadi lokomotif wirausahawan baru yang memberi kontroibusi ke Sulsel. Peran saudagar bisa menjalin hubungan yang baik dan membangun networking dengan kalangan saudagar dari daerah lain maupun di dunia internasional sehingga ada sinergitas dalam memperkuat dunia usaha. "Oleh karena itu selain silaturahmi, ini bisa memberi spirit bagi pengusaha muda lainnya untuk maju," tambahnya.(axa) source : http://www.tribun-timur.com/read/artikel/127741/Saudagar-Bugis-Makassar-Kumpul-Lagi-di-Makassar Felix_Bpp September 15th, 2010, 03:25 AM Wisata Tanjung Pallette kabupaten Bone http://img46.imageshack.us/img46/4679/pallete1.jpg gerbang utama kawasan wisata Tanjung Pallete yg didalamnya terdapat beberapa objek wisata salah satunya,.. The Pallette Villa Restaurant and pool http://img715.imageshack.us/img715/1540/vila3.jpg http://img835.imageshack.us/img835/5214/villa2u.jpg uploaded with : http://imageshack.us/ http://img816.imageshack.us/img816/4846/vila7.jpg http://img189.imageshack.us/img189/5424/villa9.jpg http://img525.imageshack.us/img525/6570/villa10.jpg http://img545.imageshack.us/img545/549/villa11.jpg uploaded with : http://imageshack.us/ ^^ beneran nih bro didaerah bone? keren juga ya... kalau dari bone kota menuju kesini rutenya darimana kemana? thanks Andhy2 September 15th, 2010, 02:19 PM ^^ ada yg lagi pulkam nih :D, ada foto Bone Trade Center (BTC) ngak ? yang pulkam orang tua, ikutan aja :D sekalian silaturahmi dengan keluarga di sana hehhee... maklum banyak keluarga di sana tapi kebanyakan gk kenal... yang kenal cuma orang tua... :D tiap hari lewat dekat BTC tp lupa moto nya hahahahah Andhy2 September 15th, 2010, 02:21 PM ^^ beneran nih bro didaerah bone? keren juga ya... kalau dari bone kota menuju kesini rutenya darimana kemana? thanks iya ini daerah bone... tempat wisata yang selalu rame klo weekend di Bone... Sony Sjklw September 16th, 2010, 09:27 AM ^^ beneran nih bro didaerah bone? keren juga ya... kalau dari bone kota menuju kesini rutenya darimana kemana? thanks ^^saya juga kurang tahu bro, soalnya kemaren itu gw baru pertama kali juga ke pallette,:D yang pulkam orang tua, ikutan aja :D sekalian silaturahmi dengan keluarga di sana hehhee... maklum banyak keluarga di sana tapi kebanyakan gk kenal... yang kenal cuma orang tua... :D tiap hari lewat dekat BTC tp lupa moto nya hahahahah syg bgt :D, kemaren waktu di Watampone ada rencana untuk kesana tapi karena keburu harus pulang maka ngak jadi :ohno: Andhy2 September 19th, 2010, 06:58 PM [18-19/09/2010] Tanah Beru, Kab. Bulukumba - tempat pembuatan perahu rakyat phinisi http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs649.snc4/60900_1612308713582_1412216540_31643773_3838092_n.jpg http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs649.snc4/60900_1612308753583_1412216540_31643774_1990186_n.jpg http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs669.snc4/60900_1612308633580_1412216540_31643771_7135240_n.jpg Andhy2 September 19th, 2010, 07:06 PM [18-19/09/2010] Pantai Bira, Tanjung Bira, Kab. Bulukumba Pemandangan dari Penginapan Sunshine Guest House http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs639.snc4/59967_1612320113867_1412216540_31643809_3829623_n.jpg http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs640.snc4/59988_1612312073666_1412216540_31643790_7392779_n.jpg http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs320.ash2/59988_1612311993664_1412216540_31643788_1311081_n.jpg http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs320.ash2/59988_1612311953663_1412216540_31643787_6252470_n.jpg http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs640.snc4/59988_1612312033665_1412216540_31643789_435159_n.jpg http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs629.snc4/58911_1612371195144_1412216540_31644051_7908838_n.jpg http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs629.snc4/58911_1612371235145_1412216540_31644052_7640978_n.jpg http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs609.snc4/58911_1612371275146_1412216540_31644053_3786937_n.jpg http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs669.snc4/60974_1612373555203_1412216540_31644060_2234032_n.jpg Sony Sjklw September 20th, 2010, 11:27 AM ^^ thanks Andhy2 fotonya :okay: Masih di Tanjung Pallette, kabupaten Bone Kolam Renang Tanjung Pallette jaraknya sekitar 2 km dari The Pallette Villa :) http://img830.imageshack.us/img830/4449/pallete2.jpg http://img97.imageshack.us/img97/7356/pallete3.jpg masih di sekitar Kolam Renag Tanjung Pallette http://img715.imageshack.us/img715/5465/palette4.jpg http://img340.imageshack.us/img340/7816/pallete11.jpg http://img843.imageshack.us/img843/7240/palete6.jpg Sony Sjklw September 20th, 2010, 11:32 AM lanjut Tanjung Pallette http://img806.imageshack.us/img806/1438/palette8.jpg http://img28.imageshack.us/img28/5018/palette9.jpg http://img259.imageshack.us/img259/2091/palette10.jpg http://img828.imageshack.us/img828/173/pallete5.jpg http://img268.imageshack.us/img268/3536/pallete7.jpg Sony Sjklw September 20th, 2010, 11:50 AM kemarin sempat jalan-jalan ke Palopo, syg gambar yg diambil kurang baik krn cuman pake kamera hengpong :nuts: Kota palopo http://img208.imageshack.us/img208/2890/palopo9.jpg ^^gerbang kota palopo http://img34.imageshack.us/img34/6333/palopo1.jpg http://img194.imageshack.us/img194/6964/palopo8.jpg ^^ Masjid Tua Palopo yg dibangun tahun 1604 http://img28.imageshack.us/img28/7578/palopo2.jpg http://img535.imageshack.us/img535/7632/palopo3.jpg http://img709.imageshack.us/img709/984/palopo4.jpg ^^ progress pasar besar palopo, yg rendernya pernah dimuat disini http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=62291681&postcount=390 http://img84.imageshack.us/img84/4039/palopo5.jpg http://img840.imageshack.us/img840/9603/palopo6.jpg http://img401.imageshack.us/img401/1817/palopo7.jpg ^^Saodenrae Convention Center http://img340.imageshack.us/img340/5962/palopo10.jpg http://img155.imageshack.us/img155/540/palopo11.jpg ^^progress Islamic Center http://img29.imageshack.us/img29/1353/palopo12.jpg ^^ tv tron disalah satu persimpang jalan alivia September 20th, 2010, 11:51 AM Ada yg tau ng..tempat2 pembibitan udang hias air tawar di Sulawesi??? Mohon bantuannya... Sony Sjklw September 20th, 2010, 11:57 AM Ada yg tau ng..tempat2 pembibitan udang hias air tawar di Sulawesi??? Mohon bantuannya... untuk udang hias saya kurang tau, tapi untuk pembibitan udang sepertinya banyak di daerah kabupaten Barru (sekitar poros Barru-Parepare) mungkin ada forumer lain yg tau ?:) alivia September 21st, 2010, 08:53 AM untuk udang hias saya kurang tau, tapi untuk pembibitan udang sepertinya banyak di daerah kabupaten Barru (sekitar poros Barru-Parepare) mungkin ada forumer lain yg tau ?:) Ada kabar sih..ktanya di daerah Danau Towuti ada banyak jenis udang hias disana....dr Makasar jauh ng yah tempatnya...??? Sony Sjklw September 22nd, 2010, 06:24 AM ^^ jaraknya cukup jauh sekitar 600 km sebelah utara Makassar. memang disana ada 3 danau besar dan salah satunya danau towuti :D gw sendiri blum pernah kesana sih jd ngak tau banyak:D Comeliness September 22nd, 2010, 04:32 PM ^^Danau Towuti di Malili (ibu kota Luwu Timur) memang kayaknya dikenal dgn freshwater shrimp. Ini sy copas artikel ttg udang di danau Towuti. Bila ingin lebih detail coba di Google aja sebab banyak sekali artikel2 ttg udang di danau Towuti & daerah2 lain di Sulsel di Internet. :) Malili Lake Shrimp Bonus content from the November 2009 FAMA magazine article "Creatures from the Malili Lakes." Text and photo by Oliver Lucanus While not so easy to keep, the definite star among the Lake Towuti shrimp is an undescribed species sold as Caridina sp. “red cardinal.” It bears a striking resemblance to the marine fire shrimp (Lysmata debelius), but it attains a maximum length of less than 1 inch. Like the marine fire shrimp, it is decidedly cryptic and may take several weeks to be coaxed out of its preferred crevice before it is seen out in the open. http://www.fishchannel.com/images/exclusives/fama/malili-shrimp-200.jpg "Red Cardinal" shrimp. Because this species is rare in the hobby, those interested in keeping it should setup up a species aquarium specifically designed to house and breed this species. This species needs very clean water, lots of hiding places and has special feeding requirements. With regard to feeding, special sinking algae tablets, flake food and other foods should be made available on the bottom of the aquarium. Also, rocks from a pristine river or lake may be added to provide a natural source of algae for these shrimp. If their difficult care requirements can be mastered, these shrimp are primed to become very popular with freshwater planted tank aquarists, and especially aquarists keeping nano planted tanks. Source: http://www.fishchannel.com/fish-magazines/freshwater-and-marine-aquarium/november-2009/malili-lake-shrimp.aspx alivia September 23rd, 2010, 04:20 AM Mungkin saya ada rencana ke Sulawesi untuk mencari suplier udang dan siput hias air tawar..dan masalahnya sya blum pernah ke Sulawesi sama sekali.. Mohon petunjuk jalan...setelah dari Bandara Hasanuddin...saya harus ke arah mana untuk ke Danau Towuti?? bkz010019 September 23rd, 2010, 05:10 AM Mungkin saya ada rencana ke Sulawesi untuk mencari suplier udang dan siput hias air tawar..dan masalahnya sya blum pernah ke Sulawesi sama sekali.. Mohon petunjuk jalan...setelah dari Bandara Hasanuddin...saya harus ke arah mana untuk ke Danau Towuti?? Di halaman 20 dari thread ini (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=647675&page=20) ada salah satu artikel yg sy quote dari punya orang lain dan tidak sy kenal... Mungkin ada baiknya coba hubungi orang tersebut (Rita Subrata). Nanti di websitenya coba klik "About Me". Sy juga kurang tau pastinya kesana, kalau lewat darat... Krn dulu pake pesawat, kantor ortu yg urusin... Tapi itupun sudah lammmmaaaa sekaliii Di bandara Hasanuddin memang banyak mobil Kijang yang bisa disewa... Kalo bisa ambil yang Bosowa.... Krn para supirnya rata-rata lebih sopan... Perjalanan darat kurang lebih memakan waktu 12 jam (itu yg saya baca dari hasil googling).. Sedangkan penerbangan paling sejam saja.... Sedangkan pesawat berjadwal yg langsung ke Sorowako langsung juga ada... Cuman kepastian berangkat atau tidaknya sy kurang tau.... Beda klo yg kelola PT INCO (dipastikan berangkat).. bkz010019 September 23rd, 2010, 05:23 AM Gambar dikutip dari: http://megaihyamuis.wordpress.com/2007/06/04/kota-nikel-di-pegunungan-verbeck/ http://megaihyamuis.files.wordpress.com/2008/09/sor19721.jpg Sorowako 1972/Foto:R.Musu http://megaihyamuis.files.wordpress.com/2008/09/sor20061.jpg Sorowako 2006/Foto:Indra Manik ================================================================ Yang 2010, mungkin nanti difoto oleh Alivia.. hehehehe alivia September 23rd, 2010, 07:22 AM Di halaman 20 dari thread ini (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=647675&page=20) ada salah satu artikel yg sy quote dari punya orang lain dan tidak sy kenal... Mungkin ada baiknya coba hubungi orang tersebut (Rita Subrata). Nanti di websitenya coba klik "About Me". Sy juga kurang tau pastinya kesana, kalau lewat darat... Krn dulu pake pesawat, kantor ortu yg urusin... Tapi itupun sudah lammmmaaaa sekaliii Di bandara Hasanuddin memang banyak mobil Kijang yang bisa disewa... Kalo bisa ambil yang Bosowa.... Krn para supirnya rata-rata lebih sopan... Perjalanan darat kurang lebih memakan waktu 12 jam (itu yg saya baca dari hasil googling).. Sedangkan penerbangan paling sejam saja.... Sedangkan pesawat berjadwal yg langsung ke Sorowako langsung juga ada... Cuman kepastian berangkat atau tidaknya sy kurang tau.... Beda klo yg kelola PT INCO (dipastikan berangkat).. Mkasih bt infonya.... Setau saya PT INCO untuk pesawatnya cuma jalan sehari 1x aja yah..untuk waktunya kira2 kapan yah...???Kira2 biayanya brapa yah naik pesawatnya PT INCO skrg?? Comeliness September 24th, 2010, 04:03 PM Jumat, 24 September 2010, 20:38 WITA | Pelebaran Trans Sulawesi Ditargetkan Selesai Februari 2011 Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menargetkan pelebaran jalan nasional trans-Sulawesi dari Kabupaten Maros sampai Kota Parepare selesai dalam lima bulan atau Februari 2011. Dalam rapat paripurna penandatangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara APBD Perubahan Sulsel 2010 di Makassar, Jumat, Syahrul mengatakan, akan mendorong percepatan pelebaran jalan yang melintas di empat kabupaten/kota. Pengerjaan pelebaran jalan lintas selatan dari Kabupaten Takalar-Jeneponto-Bantaeng-Bulukumba-Sinjai yang dianggarkan di APBN 2010, berjalan lambat karena terkendala pembebasan lahan. Di jalur yang menghubungkan ibu kota Sulsel dan provinsi lain di Sulawesi itu terutama di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) sekitar 50 persen belum tersentuh pelebaran. Di sebelah utara Kota Pangkajene tepatnya di Kecamatan Bungoro, Labakkang, Ma'rang, Segeri, dan Mandalle baru sekitar 35 persen yang telah dilebarkan. Itupun dari beberapa titik kecil yang telah dilebarkan, banyak di antaranya yang sudah rusak dan berlubang karena tidak dikerjakan secara merata. Khusus di Mandalle, tepatnya di depan Politeknik Pertanian Negeri Pangkep, kondisi jalan rusak parah dengan banyak lubang dan genangan air. Sementara yang berada di sebelah selatan Kota Pangkajene, umumnya sudah bagus. Hanya dua unit jembatan yang masih dalam tahap perampungan. Untuk jalur yang sama di Kabupaten Maros, juga terdapat lima titik besar yang belum dilebarkan yaitu satu titik di Kecamatan Maros Baru, tiga titik di Kecamatan Minasa Tene, dan satu titik di Kecamatan Lau. Untuk poros yang sama di Kabupaten Barru, sekitar 90 persen sudah dilebarkan, sisanya terdapat sekitar 10 titik kecil di sekitar jembatan belum dikerjakan. Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19631/pelebaran-trans-sulawesi-ditargetkan-selesai-februari-2011 Comeliness September 24th, 2010, 04:11 PM Trans Sulawesi Image Credit: Media indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2010/05/21/144168/128/101/Jalur-Trans-Sulawesi-Tertimbun-Longsor- ) http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20100520_113754_jalan2%5D.jpg Jalur trans Sulawesi yg tertimbun longsor Image Credit/Source: Antara ( http://antara-sulawesiselatan.com/photo/9 ) http://bimg.antaranews.com/makassar/photo/2010_09/big/jalantranssulawesi010910-22.jpg FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/10 Kamis, 02 September 2010, 20:26 WITA MAKASSAR - Sejumlah kendaraan melintasi jalur Trans Sulawesi yang masih tahap pekerjaan di Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu (1/9). Proyek pelebaran jalan Trans Sulawesi poros Maros-Parepare sepanjang 120 kilometer masih kondisi berkerikil, berlubang dan di beberapa ruas terjadi penyempitan jalan karena pembetonan jalan yang belum selesai. Image Credit: Pustaka PU (http://pustaka.pu.go.id/new/infrastruktur-jalan-detail.asp?id=41 ) http://pustaka.pu.go.id/uploads/infrastruktur/jalan/SULAWESIHAL25_1.jpg Jalan Pangkajene - Barru I bkz010019 September 27th, 2010, 12:20 AM Sulsel Dipromosikan di Amerika Latin Sunday, 26 September 2010 MAKASSAR(SINDO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel kini menjalin hubungan kerja sama dengan negara-negara di Amerika Latin untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada di daerah ini. Kerja sama promosi pariwisata tersebut terungkap saat rombongan Forum for East Asia-Latin America Cooperation-Jornalist Visit Program (FEALAC-JVP) saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di rujab Gubernur kemarin. Salah satu potensi pariwisata yang dijual itu adalah kawasan wisata alam Bantimurung, Maros. Lokasi ini juga kerap dikunjungi wisatawan mancanegara karena terletak di lembah bukit kapur dikelilingi pemandangan indah dan berhawa sejuk. Selain air terjun, terdapat objek wisata lain di sekitar kawasan ini,yakni gua mimpi dan gua batu. Dalam pertemuan kemarin, Gubernur juga memperkenalkan sejumlah pariwisata dan kebudayaan Sulsel di hadapan rombongan FEALAC JVP, yang diikuti wartawan dari tiga negara di kawasan Amerika Latin, yaitu dari Peru,Kolombia,dan Chili. FEALAC JVP merupakan sebuah sarana peningkatan kerja sama antara negara-negara di Asia Timur dan Amerika Latin, yang juga satu-satunya organisasi antarpemerintah yang menghubungkan negara-negara kedua kawasan tersebut. Selain wisata alam Bantimurung, Syahrul juga mempromosikan pusat pengembangan kupukupu di Kabupaten Maros, Benteng Fort Rotterdam Makassar, sentra produksi kain sutra di Wajo, serta Benteng Sombaopu di Kabupaten Gowa. Selain itu,kru jurnalis dari tiga negara ini mendapat penjelasan mengenai pengelolaan aset-aset budaya Anging Mammiri serta penjelasan terkait perekonomian di Sulsel, termasuk penjajakan hubungan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara negara-negara di Amerika Latin dan daerah ini. Primer Secretariot Embajada De La Republica De Indonesia FEALAC Johan J Mulyadi mengungkapkan, nanti hasil wawancara dan kunjungan di Sulsel ini akan dipromosikan di negara Amerika Latin sehingga bisa menarik investor untuk masuk dan menanamkan modalnya di Sulsel. “Ini untuk mendekatkan kawasan Indonesia, khususnya Sulsel dengan kawasan di negara latin, termasuk mempromosikan kebudayaan Indonesia bagian timur, khususnya di Makassar ini,” ujar dia kepada wartawan, seusai ditemui Syahrul Yasin Limpo kemarin. Akhir pekan lalu, rombongan FEALAC JVP ini sudah mengunjungi permandian alam Bantimurung, pusat pengembangan kupu-kupu di Maros,dan sentra produksi kain sutra di Wajo. Sementara sepanjang siang hingga sore kemarin, rombongan ini kembali berkeliling di Benteng Rotterdam dan mengetahui sejarah Benteng Sombaopu di Gowa. “Tahun lalu,kami juga melakukan promosi pariwisata Jawa Timur dan Jawa Barat di Amerika Latin. Tahun ini, kami akan fokus memperkenalkan pariwisata Sulsel,” pungkasnya. FEALAC saat ini telah berkembang dengan keanggotaan 34 anggota yang berasal dari 16 negara Asia Timur dan 18 negara Amerika Latin. Sementara itu, Gubernur Sulsel berharap dengan kunjungan rombongan FEALAC kemarin, potensi pariwisata dan kebudayaan di Sulsel bisa lebih dikenal di mancanegara sehingga mampu menarik investor asing untuk memacu dan meningkatkan perekonomian daerah ini. (wahyudi) Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/353198/ =============================================================================== Ternyata, bus yang hari Minggu terlihat di depan rujab gubernur itu mungkin utk para peserta dari negara Amerika Latin ini...... bkz010019 September 27th, 2010, 12:21 AM Sulsel Hadirkan Dua Investor Biji Besi Sabtu, 25 September 2010 06:59 WIB MAKASSAR--MI: Nilai investasi dua tambang biji besi Sulawesi Selatan di Kabupaten Bone dan Kabupaten Toraja Utara, yang diharapkan bisa menjadi perusahaan tambang besar, mencapai Rp5 triliun. "Kami berharap bukan cuma PT Inco tambang di Sulsel yang besar. Tapi, ada tambang biji besi di Bone dan Toraja yang akan kami launching (luncurkan) bertepatan dengan hari jadi Sulsel," kata Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Jumat (24/9). Menurut mantan wakil gubernur Sulsel dan bupati Gowa itu, peluncuran dua tambang biji besi tersebut akan dilaksanakan di Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel pada Januari 2011. Data Dinas Energi Sumber Daya Mineral Bone menyebutkan bahwa ada dua investor di Kecamatan Bontocani yang menanamkan modalnya untuk tambang biji besi yakni PT Sindo Mandiri dan PT Anugerah Permata Bumi. Disebutkan bahwa yang akan melakukan ekspor perdana adalah PT Anugerah dengan negara tujuan China. PT Sindo Mandiri sudah dua kali melakukan pengapalan dengan volume ekspor sekitar 60.000 ton. PT Anugerah mengelola lahan seluas 2.500 hektare. Produksi saat ini sekitar 30.000 ton per bulan dengan menggunakan alat mekanis atau alat berat. Setelah diluncurkan, pembangunan tambang dan industri biji besi Bone diperkirakan bisa menampung 1.000 lebih pekerja. Di Toraja Utara, kandungan biji besi yang sudah dieksploitasi kecil-kecilan berada di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Luwu. (Ant/OL-5) Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2010/09/25/170698/128/101/Sulsel-Hadirkan-Dua-Investor-Biji-Besi- Comeliness September 29th, 2010, 06:18 PM Amatoa Resort - Bira, Bulukumba Image Credits: Amatoa Resort ( http://www.amatoaresort.com/bungalows.html ) http://www.amatoaresort.com/bungalow/bungalow01d.jpg http://www.amatoaresort.com/bungalow/bungalow01b.jpg Image Credits: Amatoa Resort ( http://www.amatoaresort.com/diving.html ) http://www.amatoaresort.com/diving/diving01.jpg http://www.amatoaresort.com/diving/diving06.jpg Image Credits: http://baliwww.com/hotel/hotel_detail/gallery/1327/2010-10-06/3/1.html http://baliwww.com/imagesgallery/sulawesi/amatoa/amatoa/amatoa-1.jpg http://baliwww.com/imagesgallery/sulawesi/amatoa/amatoa-1.jpg Comeliness September 29th, 2010, 06:48 PM Mahal amat anggarannya 100 juta euro per satu kilometer padahal buatan China. :| Selasa, 28 September 2010, 21:48 WITA | Perusahaan China Tawarkan Pinjaman Bangun Infrastruktur KA Makassar (ANTARA News) - Tangsahan Railway Vehicle Co.Ltd, perusahaan dari China, menawarkan pinjaman lunak kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk pembangunan infrastruktur kereta api. Vice General Manager Tangsahan Railway Vehicle Co.Ltd Zhen Dawei di Makassar, Selasa, mengatakan pihaknya bersedia memberikan pinjaman lunak kepada Pemprov Sulsel sebesar 80 persen dari total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunannya. Zhen Dawei mengatakan, pihaknya telah membangun infrastruktur transportasi kereta api di sejumlah negara Asia seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam, Ghana dengan kereta tercepat 390 kilometer per jam. Sementara di Indonesia, penawaran yang dilakukan pihaknya baru pertama kali dilakukan. "Rata-rata mengunakan anggaran sebanyak 100 juta euro per satu kilometer. Anggaran yang dibutuhkan tergantung jarak tempuh, jumlah stasiun dan lahan pembangunan apakah berbatu atau tidak," jelasnya. :shocked::uh: Untuk itu, pihaknya ingin mengetahui data lengkap mengenai jarak tempuh, medan, jumlah penumpang dan komoditas yang dapat diangkut dari Pemprov Sulsel sebelum melanjutkan studi kelayakan pembangunan. Usai bertemu dengan Gubernur Sulsel pihaknya akan menemui Gubernur Sulbar untuk mengumpulkan informasi yang sama. Rencananya, pada 1 Oktober 2010 pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. Dalam rencana pembangunannya, perusahaan ini akan membagi pembangunan dalam tiga tahap. Tahap pertama Makassar, Maros Pangkep, Barru, Pare Pare, Sidrap, Luwu, Belopa, Palopo, Luwu Utara, Luwu Timur dan Soroako dengan panjang 700 kilometer. Tahap dua sepanjang 400 kilometer dengan jalur Pare Pare, Pinrang, Polman, Majene, Mamuju dan Mamuju Utara. Serta tahap tiga sepanjang 1000 kilometer dengan jalur Mamuju Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Sulawesi Utara. Pembangunan infrastruktur kereta api Trans Sulawesi ini diyakini akan membangkitkan ekonomi daerah-daerah yang masuk ke dalam jalur. Ia menambahkan, kunjungan ini merupakan penjajakan kedua yang dilakukan pihaknya untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah China. (T.KR-RY/A023) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19780/perusahaan-china-tawarkan-pinjaman-bangun-infrastruktur-ka Selasa, 28 September 2010, 22:02 WITA | Kereta Api untuk Efesiensi Angkutan Komoditas Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menyatakan, alat transportasi kereta api sangat dibutuhkan untuk efisiensi angkutan komoditas pertanian dan tambang di Sulsel. "Sandaran utama kita untuk memperlancar transportasi pengangkutan komoditas gas alam dan bijih besi sebagai kekuatan baru ekonomi di Sulsel," jelasnya di Makassar, Selasa, usai menerima Vice General Manager Tangsahan Railway Vehicle Co.Ltd Zhen Dawei. Perusahaan transportasi yang mewakili pemerintah China ini menawarkan pinjaman lunak sebesar 80 persen dari total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur kereta api. Kereta api juga dinilai akan mampu mengefisiensi cukup menguntungkan bagi pengangkutan komoditas. "Katakanlah jagung dengan kereta api satu kali angkut bisa mencapai tiga ribu ton sementara dengan truk empat ton. Menurutnya, studi kelayakan pembangunan infrastruktur kereta api telah dilakukan oleh Universitas Hasanuddin sejak 20 tahun lalu. Bahkan sejak zaman penjajahan Belanda sudah disiapkan jalur kereta api untuk perkebunan-perkebunan tebu saat itu. Program tersebut kemudian tertunda saat Indonesia mengalami krisis ekonomi dan baru diangkat kembali pada tiga tahun terakhir ini dan masuk cetak biru pembangunan nasional dengan paket Trans Sulawesi dari Makassar ke Manado dengan empat tahap pembangunan. "Ada kesepakatan saya dengan Menteri perhubungan dan Menko perekonomian untuk menghadirkan investor," jelasnya yang menambahkan penawaran dari China tersebut membutuhkan pembicaraan antar negara. Sebelum China, penjajakan serupa pernah dilakukan oleh Korea dan Jepang walaupun keduanya masih dalam proses menunggu. "Alat transportasi ini sangat dibutuhkan pemerintah dan sangat membantu mobilitas ekonomi masyarakat baik pengangkutan orang maupun komoditas," katanya. Selain itu, hasil studi kelayakan pada 2005 diperkirakan pada 2015 pertumbuhan kendaraan akan mencapai diatas satu juta kendaraan dan ternyata 2009 sudah mencapai 1,2 juta. "Ini merupakan bukti percepatan ekonomi dua tahun terakhir ini untuk melihat perkembangan-perkembangan yang dibutuhkan ke depan," ujarnya. (T.KR-RY/S016) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19782/kereta-api-untuk-efesiensi-angkutan-komoditas Comeliness September 29th, 2010, 07:11 PM Rabu, 29 September 2010, 06:00 WITA | Investor Rusia Bangun Industri Rumput Laut Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Investor Rusia dari "National Investment Agency Moscow" menyatakan berkeinginan membeli produk rumput laut asal Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan. "Mereka bahkan berkeinginan membangun industri pengolahan rumput laut di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar," kata Duta Besar Indonesia untuk Rusia Hamid Awaluddin saat berkunjung dan melihat langsung kondisi rumput laut di daerah berjuluk Butta Toa, Selasa. Dubes RI untuk Rusia yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM tersebut tiba di Bantaeng bersama tiga orang pengusaha Rusia yang dipimpin Oleg Gorbulin, CEO National Investment Agency Trifonovskaya Moscow dan Ketua Asosiasi Petani dan Pengelola Rumput Laut Indonesia (Asperli) Arman Arfah. Hamid Awaluddin mengakui, pengusaha Rusia tersebut sudah dibawa ke berbagai provinsi dan daerah di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah (Sulteng), namun mereka tertarik melihat rumput laut di Bantaeng. Tahap awal, mereka ingin membeli dan untuk jangka panjang, mereka ingin membangun industri sebab kebutuhan rumput laut di Rusia cukup tinggi. Di Negara mereka, komoditi ini tak hanya untuk makanan tetapi juga dibuat kosmetik. "Mereka betul-betul senang karena produksi rumput laut di daerah ini sangat tinggi sehingga mereka tidak khawatir untuk membangun industrinya," terang Hamid yang juga dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut. Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, sekembalinya ke Rusia, mereka akan menghitung kebutuhan untuk makanan dan kosmetik serta turunannya sebab selama ini, industri di Rusia menggunakan minyak sawit (CPO/Crude Palm Oil). Karena itulah, mereka ingin beralih dari CPO ke rumput laut sepanjang kapasitas produksi dapat dipenuhi. Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik keinginan investor Rusia tersebut. "Ini merupakan harapan masyarakat untuk memperoleh nilai tambah. Ia kemudian menaruh harapan kepada Dubes Hamid Awaluddin untuk mendorong investasi dari Rusia ke daerah ini," urainya. Soal potensi rumput laut, bupati menyebut sepanjang pantai 21 kilometer, dipenuhi rumput laut. Ia berharap, kehadiran investasi untuk menjamin pemasaran dan tingkat harga. "Saya yakin, bila industrinya sudah ada, maka pemasaran dan harganya akan terkendali," tambah Bupati yang berharap Kabupaten Bantaeng menjadi Kota Jasa di bagian selatan Sulsel. "Mudah-mudahan saja mereka serius membangun industri di daerah ini untuk memudahkan pasar dan ada jaminan harga di tingkat petani," jelasnya. Ketua Asperli Arman Arfah mengemukakan prospek pembangunan industri yang cukup besar sebab potensi rumput laut di Sulsel cukup banyak. Sulsel, terang Arman menyumbang 60 persen terhadap produksi rumput laut nasional. Karena itu, lanjutnya, kami tidak sanksi bila ada investasi di bidang industrinya sebab bahan baku cukup banyak, terlebih di Bantaeng yang ditunjang penuh Bupati Bantaeng dan jajarannya. Menyinggung kualitas, ia mengatakan, Indonesia sudah memiliki standar mutu (SNI) sehingga masalah mutu akan terjamin. "Kita tinggal menata besaran ke industri serta kebutuhan ekspor dan untuk industri lokal," ujarnya (T.pso-102/M027) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19798/investor-rusia-bangun-industri-rumput-laut Comeliness September 29th, 2010, 09:45 PM Pak Dubes giat juga nih, barusan beritanya mau bangun industri rumput laut sekarang mau resort. :) Kamis, 30 September 2010, 02:27 WITA | Investor Rusia Tertarik Bangun Resor di Sulsel Makassar (ANTARA News) - Duta Besar Indonesia untuk Rusia mengatakan sejumlah pengusaha negara beruang merah tertarik berinvestasi di bidang pariwisata berupa pembangunan resor di Sulawesi Selatan. Dubes Hamid di Makassar, Rabu, mengatakan, ia telah berbicara dengan Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengenai hal tersebut dan ditawari dua lokasi yakni di Kabupaten Barru dan Pangkep. Mantan Menteri Hukum dan HAM tersebut menjelaskan, resor yang akan dibangun investor Rusia adalah berkelas eksklusif. Sebab, wisatawan Rusia sangat menyukai liburan di daerah-daerah panas. Menurutnya, tingkat kunjungan ke luar negeri rakyat Rusia setiap tahun semakin meningkat. Mereka memanfaatkan musim dingin di negara itu yang dimulai pada November untuk berwisata ke daerah-daerah tropis. "Di Rusia tidak ada pantai yang cukup baik dikunjungi apalagi di sana sering musim dingin, sehingga mereka cenderung berlibur ke daerah-daerah panas menikmati pantai," katanya. Hamid menambahkan, kendati jumlah wisatawan Rusia tidak sebesar negara-negara lain seperti Jepang dan beberapa negara eropa, namun jumlah pembelanjaannya relatif cukup besar. Sebagai awal langkah mengenalkan pariwisata Sulsel, lanjut Hamid, pihaknya akan membawa tim kesenian Sulsel ke tiga kota di Rusia untuk berpromosi. Menurutnya, langkah itu bukan hanya diikuti Sulsel. Sebelumnya sudah ada tujuh provinsi yang juga melakukan hal yang sama, antara lain Bali dan Sulawesi Utara.(T.pso-099/S016) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19835/investor-rusia-tertarik-bangun-resor-di-sulsel Comeliness September 29th, 2010, 11:34 PM Image Credit : Nindya Karya ( http://www.nindyakarya.co.id/index.php?p=27 ) http://www.nindyakarya.co.id/images/portfolio-big/web-Irigasi-Bissua-Makasar,-.jpg Irigasi Bissua. Image Credits: Dept PU ( http://pustaka.pu.go.id/new/infrastruktur-bendungan.asp?start=1 ) http://pustaka.pu.go.id/uploads/infrastruktur/bendungan/Ponre_Ponre.gif Bendungan Ponre Ponre, Bone. http://pustaka.pu.go.id/uploads/infrastruktur/bendungan/Bili-bili-2.jpg Bendungan Bili Bili, Gowa. bkz010019 October 1st, 2010, 08:04 AM Selayar Dirancang Jadi Percontohan Thursday, 30 September 2010 MAKASSAR(SINDO) – Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo resmi melantik dan mengambil sumpah pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar periode 2010–2015,Syahrir Wahab dan Saiful Arif,di alun-alun Lapangan Pemuda Benteng pagi kemarin. Pelantikan bupati dan wakil bupati yang diusung Partai Golkar tersebut pertama kalinya digelar di lapangan terbuka dan disaksikan ribuan warga. Tahun-tahun sebelumnya, pengambilan sumpah orang nomor satu di Bumi Tanadoang ini dilaksanakan di Gedung DPRD Kepulauan Selayar. Syahrul mengungkapkan, selama tiga tahun terakhir, roda perekonomian di Kepulauan Selayar menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada 2007 berada pada angka 6,2%, 2008 naik 6,47%, dan pada 2009 meningkat sampai 7,89%. Peningkatan perekonomian tersebut membuat Kepulauan Selayar sekarang ini berada di bawah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kota Parepare. Sebelumnya menduduki peringkat ke- 20 dari seluruh kabupaten yang berada di Sulsel dari segi perekonomian daerah. “Sulsel berbeda dengan provinsi lainnya karena ada Kabupaten Selayar di dalamnya. Karena itu, ini menjadi kelebihan Selayar. Daerah maritim harus menjadi ikon yang bisa didorong dan menjadi lokomotif sendiri menarik minat nasional dan internasional ke sini,” ujar Syahrul, seusai rapat paripurna istimewa pelantikan Bupati Selayar kemarin. Mantan Bupati Gowa dua periode juga berjanji akan menjadikan Selayar menjadi percontohan di antara kabupaten kepulauan lainnya di Indonesia. Dia bahkan berkomunikasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad untuk merealisasikan kebijakannya tersebut. “Kami bersama DPRD Sulsel akan usahakan Bapak Presiden SBY bisa mencanangkan Kabupaten Selayar sebagai kepulauan percontohan di Indonesia. Tadi malam juga saya sudah bicara dengan Pak Fadel Muhammad tentang rencana ini. Kami punya Takabonerate dan Kota Benteng yang indah dan diminati dunia internasional,”pungkas pria yang disapa SYL ini. Kepada Syahrir Wahab dan Saiful Arif Resmi, Syahrul berharap lebih bijaksana dan membuat rakyat di Bumi Tanadoang semakin ringan menjalani beban hidupnya, utamanya dalam menekan angka kemiskinan. Bupati dan Wakil Bupati Selayar yang baru ini dalam waktu singkat harus meningkatkan dunia perikanan sehingga menjadi tumpuan. Selain itu,seluruh hasil tangkapan ikan dijadikan sebagai pendapatan yang signifikan bagi masyarakatnya. Pemprov Sulsel berjanji meningkatkan sarana transportasi Kepulauan Selayar dengan menambah sarana angkutan laut serta memperpanjang landasan pacu Bandara Perintis Aroepala dari 1.200 meter menjadi 1.500 meter. Hal ini semata-mata agar Selayar tidak terisolir dan diminati wisatawan asing. Sementara itu, proses pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar kemarin, mendapatkan pengawalan ketat petugas Polri dan TNI. Para tamu yang akan mengikuti upacara pelantikan harus melalui unit detektor metal. Satu unit kendaraan water canon disiagakan di sekitar lapangan. Satu SSK Brimob Polda Sulselbar,Polres Kepulauan Selayar, serta aparat Kodim 1415 Kepulauan Selayar juga tampak bersiaga di sekitar lokasi. Bupati Kepulauan Selayar Syahrir Wahab kepada wartawan menyebutkan, ke depan pemerintahannya menargetkan langkah dalam memimpin Bumi Tanadoang. Langkah pertama yang dilakukannya, yakni menyelesaikan blue print dengan Menko Perekonomian menjadikan Selayar sebagai niaga kawasan timur Indonesia sebagai pusat logistik dan perminyakan, dan menjadikan Selayar sebagai pusat budi daya ikan karang. Bupati incumbent ini juga menargetkan Selayar menjadi pusat pengembangan wisata bahari nasional. (wahyudi) Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/354162/ ========================================================================== 2011,KTP Nasional Diberlakukan di Sulsel Thursday, 30 September 2010 MAKASSAR (SINDO) – Terhitung 2011, penduduk di 24 kabupaten/ kota di Sulsel ditargetkan menggunakan kartu tanda penduduk dengan nomor induk kependudukan (NIK) nasional. Hal ini untuk mendukung integrasi KTP elektronik secara nasional yang direncanakan berlaku 2012. Kepala Biro Bina Pemerintahan Umum Pemprov Sulsel Andi Bakti Haruni mengungkapkan,untuk 2010, penerapan NIK nasional maupun KTP elektronik baru dilakukan di 15 kabupaten/kota. Sembilan daerah lainnya akan dirampungkan paling lambat akhir 2011. “Pemutakhiran data kependudukan akan dilakukan di semua kabupaten/ kota se-Sulsel mulai Oktober hingga November 2010.Untuk penerapan NIK maupun KTP elektronik nanti, sepenuhnya tergantung integrasi sistem di pemerintah pusat,” tandasnya kepada SINDO, seusai rapat koordinasi penerapan KTP elektronik, di Kantor Gubernur Sulsel kemarin. Rapat tersebut diikuti perwakilan pemerintah kabupaten/kota se- Sulsel. Meski demikian, Andi Bakti mengaku, perangkat untuk mendukung penerapan NIK nasional dan KTP elektronik belum mencukupi. Tercatat,baru dua kabupaten yang memiliki perangkat tersebut, yakni Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Pangkep. (abriandi) Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/354219/ bkz010019 October 2nd, 2010, 08:14 AM Batutumonga http://lh4.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/SdVVnNBSYmI/AAAAAAAAANk/WPxhZfIkF7o/s640/16.JPG Rumah terapung di D. Tempe http://lh6.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/SdVUvdFDgdI/AAAAAAAAANU/P2_3pMLObEg/s640/ABCD0001.JPG Memandikan kerbau Toraja http://lh4.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/SdVUX00vTMI/AAAAAAAAANM/T77vt0Vzb4E/s640/13.JPG Credit to: My Mom Sony Sjklw October 5th, 2010, 01:16 PM Kota Pangkep http://img4.imageshack.us/img4/8259/11899345.jpg sungai yg membelah kota http://img405.imageshack.us/img405/2283/vfft.jpg http://img442.imageshack.us/img442/4999/vfff.jpg http://img829.imageshack.us/img829/5931/vffff.jpg http://img835.imageshack.us/img835/1382/vfffff.jpg http://img46.imageshack.us/img46/9319/vffffff.jpg http://img38.imageshack.us/img38/7244/vfffffff.jpg salah satu kapal angkutan menuju kedaerah kepulauan Pangkep http://img826.imageshack.us/img826/3451/vffffffff.jpg tugu bambu runcing yg menggantikan tugu "Tangan" http://img188.imageshack.us/img188/9179/vfffffffff.jpg http://img97.imageshack.us/img97/2241/vffffffffff.jpg air minum untuk umum dekat kantor Polres Pangkep Comeliness October 6th, 2010, 01:18 AM APBD Sulsel nggak besar tapi ekonominya tumbuh lumayan juga. :) Senin, 04 Oktober 2010, 19:39 WITA | Sulsel Raih 57 Prestasi Nasional Makassar (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Selatan meraih 57 prestasi nasional yang mendapat pengakuan dari pemerintah pusat selama 2010. "Tahun ini Sulsel sudah menorehkan 57 prestasi nasional. Itu karena peranan DPRD yang konsisten melaksanakan fungsi-fungsinya," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada peringatan satu tahun masa keanggotaan DPRD Sulsel 2009-2014 di Makassar, Senin. Salah satu prestasi paling menonjol yang diraih adalah penurunan laju inflasi dari 11,6 persen 2009 menjadi 3,2 persen saat ini, serta pendapatan perkapita dari Rp11 juta menjadi Rp15 juta. Syahrul mengemukakan, yang tak kala menggembirakan, Pemprov Sulsel mampu mempertahankan ketahanan pangan maupun stabilitas harga sembilan bahan pokok khususnya dalam bulan puasa dan lebaran lalu. Demikian juga dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 9 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi lain yang memiliki anggaran besar seperti Kalimantan Timur dengan APBD Rp17 triliun, jauh lebih besar dibandingkan APBD Sulsel 2010 yang hanya Rp2,4 triliun. Sulsel juga mendapatkan prestasi dalam pelayanan kesehatan dengan bertambahnya jumlah rumah sakit pemerintah maupun swasta, puskesmas, dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. "Pusat pertumbuhan juga terjadi di bidang pendidikan dengan bertambahnya lembaga pendidikan, seperti sekolah tenaga kerja dan sekolah penerbangan di kabupaten Luwu yang akan dibangun tahun ini," katanya. Ia juga menyebut, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Makassar salah satu yang terbesar di Indonesia saat ini, serta Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) yang berskala internasional. (T.pso-099/S016) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20020/sulsel-raih-57-prestasi-nasional bkz010019 October 7th, 2010, 09:19 AM Gubernur SYL saling bersaing neh dgn walikota IS .... Hayo siapa yg bisa mecahin MURI... Tapi nggak papa lah... Yg penting bersaing secara sehat.... Kerahkan 9.000 Pendonor Darah di HUT Sulsel Thursday, 07 October 2010 MAKASSAR (SINDO) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel akan menggelar donor darah massal dalam memperingati HUT Sulsel ke-341 yang jatuh pada 19 Oktober mendatang. Donor darah ini digelar secara serentak dan mencapai 9.000 pendonor. Ketua Panitia HUT Sulsel Irman Yasin Limpo mengungkapkan, kegiatan social tersebut ditargetkan bisa memecahkan rekor donor darah terbanyak,dimana selama ini dipegang oleh DKI Jakarta dengan jumlah massal mencapai 8.000 orang. ”Kita ingin donor darah massal dalam rangka HUT Sulsel ini bisa mendapatkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).” ”Kalau DKI Jakarta bisa dengan 8.000 orang, kali ini kita akan pecahkan dengan jumlah 9.000 orang,” ungkap Irman kepada SINDO kemarin. Adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini mengatakan, kegiatan donor darah ini akan digelar serentak di seluruh kota/kabupaten di Sulsel. Untuk Kota Makassar, jumlah penyumbang darah ditargetkan mencapai 6.000 orang, sedangkan di kabupaten ditarget 3.000 orang. Untuk mencapai rekor MURI tersebut, Pemprov Sulsel akan melibatkan seluruh kalangan masyarakat, mulai dari pelajar,mahasiswa, PNS,TNI-Polri,karyawan swasta, hingga masyarakat umum. ”Kita ingin hari jadi provinsi yang kita cintai ini bisa mencatat sejarah dan tercatat di MURI,”kata Irman. Dari hasil rapat persiapan pelaksanaan HUT ke-341 Sulsel kemarin, sejumlah kegiatan besar juga akan dihelat di Kota Makassar sebagai momentum hari jadi Sulsel. Beberapa di antaranya yakni One Day Workshop yang hadiri bupati se-Sulsel dan sebagai pembicara Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) RI EE Mangindaan, serta Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Dalam kegiatan ini, juga akan dicanangkan komitmen seluruh kepala daerah untuk peningkatan pelayanan publik. Selain itu, dilaksanakan pula rapat koordinasi yang dihadiri gubernur se-Indonesia dengan membahas ekonomi dan insfrastruktur. Kegiatan ini rencananya dihadiri Presiden SBY dan digelar selama 17-18 Oktober di Trans Tower. Pada puncaknya nanti, akan digelar upacara HUT Sulsel di lapangan rujab gubernur, sidang paripurna di DPRD Sulsel,dan ditutup dengan zikir bersama dan mendatangkan Ustad Arifin Ilham serta Hadad Alwi. Kegiatan ini digelar 19 Oktober. Pada HUT Sulsel kali ini,turut dilaksanakan peletakan batu pertama sejumlah mega proyek yang digagas oleh Pemprov Sulsel. Beberapa proyek yang menelan dana miliaran rupiah ini masing- masing pembangunan Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kab Gowa, pembangunan Waterboom dan Taman Burung di Benteng Sombaopu. Terdapat pula pembangunan Kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) di Kelurahan Untia Kec Biringkaya, peresmian halte Celebes Compention Centre (CCC), serta penyerahan 450 unit rumah di Perumahan Baruga Graha Sayang Praja di Antang. Selain itu, HUT Sulsel ini juga dilaksanakan ekspor perdana biji besi Sulsel ke mancanegara, penyemaian bibit dari udara yang bekerjasama dengan Kalla Grup, Dinas Kehutanan dan Fakultas Kehutanan Unhas, penyerahan beasiswa 100 mahasiswa berprestasi, serta penyerahan bantuan 13 unit masjid di beberapa kabupaten. Irman yang juga Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel ini menyebutkan, hari jadi Sulsel kali ini mengangkat tema ‘Transformasi Peradaban Sulsel yang Maju dan Berkualitas’. Hal ini, kata dia, fakta dilapangan ada kemajuan hampir di seluruh sektor dan harus ada perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya. ”HUT Sulsel ini kita harapkan menjadi momentum untuk melestarikan budaya masa lalu, mulai dari kultural dan pemerintahan sebagai wujud kebanggan Sulsel. Filosofinya yaitu kebanggaan masa lalu dan keinginan maju di masa yang akan datang,”ujarnya. Khusus tagline, Pemprov Sulsel mengangkat ‘Saya Sulsel,Saya Bangga, dan Saya Maju’. Selain itu, turut diresmikan pula maskot Sulsel ‘I Baso dan I Besse’. Filosofi maskot tersebut menandakan warga Sulsel yang ramah terhadap semua orang dan membawa badik sebagai penanda pejuang sejati. Selain itu, turut dilakukan pula pameran dan ekspo, Celebes Fair dan Makassar Ekspo, pameran jejak,serta menampilkan 100 foto jejak Sulsel di masa lalu di Trans Studio. Dilaksanakan pula, kegiatan festival lagu daerah, pemilihan putra-putri Sulsel, pertandinghan golf, tennis eksekutif, lomba karya tulis jurnalistik, pemilihan supir taksi teladan, dan gerak jalan santai. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, hari jadi Sulsel kali ini diharapkan menyentuh seluruh kalangan masyarakat, tanpa terkecuali, dan bukan hanya milik pemerintah. (wahyudi) Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/355723/ Comeliness October 7th, 2010, 08:30 PM Tinabo Island - Selayar Image Credits: Tinabo Island. Com (http://www.tinaboisland.com/page02/0001/0001_gly.htm) http://www.tinaboisland.com/page02/0001/Takabonerate-978l.jpg http://www.tinaboisland.com/page02/0001/Takabonerate-878l.jpg Image Credits: Tinabo Island. Com (http://www.tinaboisland.com/page02/0001/0001_gly.htm) http://www.tinaboisland.com/images/Takabonerate-673_tinabo.jpg http://www.tinaboisland.com/page02/0001/Takabonerate-617l.jpg Comeliness October 7th, 2010, 08:40 PM Kamis, 07 Oktober 2010, 20:55 WITA | Investasi Tambang Biji Besi akan Saingi Nikel Makassar (ANTARA News) - Nilai investasi tambang bijih besi di Sulawesi Selatan yang mencapai lebih dari Rp5,2 triliun diyakini akan mengalahkan nilai investasi tambang nikel yang dikelola PT Inco Tbk. Nilai investasi itu diungkapkan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dalam pemaparannya pada temu wicara bisnis KTI Expo dan Forum 2010 di Makassar, Kamis. Potensi industri pertambangan di Sulsel, katanya, sangat besar selain bijih besi yang telah dijajaki oleh sejumlah investor, provinsi ini juga memiliki potensi tambang emas. "Kami miliki semua sumber daya alam tambang, tinggal mencari investor yang benar-benar serius mengelolanya," ujarnya. Menurut dia, komoditas dan sumber daya alam yang dimiliki tersebut tidak akan selamanya dikelola secara manual dan berada pada posisi sebagai bahan mentah untuk diekspor. "Mulai sekarang hingga tiga tahun ke depan kita akan bergerak ke arah industri, diharapkan ada dukungan regulasi dari pusat, kalau bisa menteri atau wakil menteri duduk menyelesaikan di provinsi hingga selesai," katanya. Ia menargetkan, setiap 10 ribu hektare lahan di Sulsel terdapat industri penyangga. Kehadiran industri akan menghasilkan pasar dan pasar akan membuka ruang bagi swasta. Ia mencontohkan, salah satu hal yang membutuhkan dukungan regulasi seperti komoditas kakao yang selama ini diekspor sebagai bahan mentah. "Kenapa tidak dihentikan saja ekspornya dan pabriknya dipindahkan ke Sulsel. Contohnya Singapura yang mengimpor 56 ribu ton kakao Sulsel," ujarnya. Ide tersebut, lanjutnya, pernah diungkapkan kepada salah satu industri cokelat di Singapura dan mendapat sambutan positif. Namun, kapasitas gubernur tidak cukup untuk mewujudkan itu. (T.KR-RY/S016) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20135/investasi-tambang-biji-besi-akan-saingi-nikel Comeliness October 7th, 2010, 08:45 PM Kamis, 07 Oktober 2010, 00:37 WITA | Pembangunan Jalan Makassar-Parepare Rampung 2010 Makassar (ANTARA News) - Pembangunan jalan poros Makassar-Parepare terutama jalur Makassar-Maros hingga Kabupaten Barru dipastikan rampung pada 2010. "Mudah-mudahan tahun ini, Barru tidak ada masalah karena kemajuan pembebasan lahannya di atas pembangunan fisik artinya pembangunan fisiknya sudah bisa dikejar," kata Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang usai rapat evaluasi pembangunan jalan poros Makassar-Parepare. Ia mengungkapkan, Kabupaten Maros membutuhkan tambahan anggaran Rp1,1 miliar untuk merampungkan pembangunan jalan dari jumlah anggaran yang tersedia saat ini Rp7 miliar. "Tambahan anggaran ini baru permintaan, kami masih bisa revisi, siapa tahu dengan anggaran yang ada kami bisa selesaikan. Menurut saya bisa, " ujarnya. Di Kabupaten Pangkep, kendalanya tinggal pembebasan lahan yang terlanjur dibanguni rumah toko. "Pangkep perlu didata ulang karena ada beberapa ruko yang meminta ganti rugi Rp150 juta per unit dan itu agak sulit untuk kami penuhi," katanya. Alternatifnya, pembangunan jalan di Pangkep akan dibuat melingkar seperti yang dilakukan di Parepare. Dengan kendala-kendala tersebut, ia tetap optimistis pengerjaan jalan di Barru dan Maros dapat diselesaikan tahun ini, sementara Pangkep tinggal membutuhkan sedikit penyelesaian. Kendala lain adalah pengerjaan jalan di perbatasan antara Barru dan Pangkep hingga Pangkajene yang terpaksa terhenti karena kontraktor menyatakan tidak sanggup melanjutkan pekerjaannya. "Kontraktornya memutuskan kontrak karena merasa tidak mampu melanjutkan. Bulan depan akan ditender ulang," katanya. Pembangunan jalan poros Makassar-Pare Pare sebelumnya ditargetkan rampung pada akhir triwulan 2010 dan kemudian ditunda hingga Juni 2010. Namun, target tersebut belum juga terpenuhi dan mengalami penundaan untuk ketiga kalinya karena penyelenggaraan pilkada. Terhambatnya pembangunan jalan ini, terutama karena masalah ganti rugi pembebasan lahan. (T.KR-RY/N002) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20093/pembangunan-jalan-makassar-parepare-rampung-2010 Comeliness October 7th, 2010, 09:00 PM Tinabo Island - Selayar Image Credits: Tinabo Island. Com (http://www.tinaboisland.com/page02/0001/0001_gly.htm) http://www.tinaboisland.com/page02/0001/Takabonerate-889l.jpg Main Resort http://www.tinaboisland.com/page02/0001/Takabonerate-918l.jpg Watching Sunset Image Credits: Tinabo Island. Com (http://www.tinaboisland.com/page02/0001/0001_gly.htm) http://www.tinaboisland.com/page02/0001/Takabonerate-938l.jpg http://www.tinaboisland.com/page02/0001/Takabonerate-801l.jpg http://www.tinaboisland.com/page02/0001/Takabonerate-716l.jpg White sandy beach & Pier, Tinabo Island Resort. Comeliness October 8th, 2010, 03:02 AM Kamis, 07 Oktober 2010, 15:48 WITA | Panjang Landasan Pacu Lima Bandara Perintis Ditambah Makassar (ANTARA News) - Panjang landasan pacu lima bandar udara perintis di Provinsi Sulawesi Selatan akan ditambah hingga mencapai 1.650 meter. Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Masykur A Sulthan di Makassar, Kamis, mengatakan, penambahan panjang landasan pacu diperlukan agar pesawat berkapasitas lebih besar dapat mendarat di sejumlah bandara perintis tersebut. Ada lima bandara perintis yang panjang landasan pacunya ditambah, yakni Bandara Perintis Andi Jemma Masamba Luwu Utara, Bandara Perintis Bua Kabupaten Luwu, Bandara Perintis Seko dan Rampi di Kabupaten Luwu Utara dan Bandara Perintis Aroepala Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar. "Semua bandara perintis di Sulsel secara bertahap akan diperpanjang menjadi 1650 meter dengan lebar 33 meter," katanya Masykur menjelaskan, sebagai tahap awal, proyek pembangunan perpanjangan landasan pacu akan dilakukan pada 2011, dimulai di Bandara Aroepala Selayar dan menyusul bandara lainnya. Saat ini, bandara tersebut memiliki panjang 1350 meter dengan lebar 23 meter yang nantinya akan memiliki panjang 1500 dengan lebar 30 meter. Menurutnya, pada tahun yang sama pemerintah juga akan melakukan pembangunan bandara baru di kabupaten Tana Toraja untuk menggantikan bandara lama, Bandara Pongtiku, yang dinilai sudah tidak layak. Bandara Pongtiku di Tana Toraja masih berstatus bandara perintis yang hanya bisa didarati pesawat berkapasitas 20 seat dengan panjang landasan pacu 1200 meter. Rencananya, bandara baru akan dibangun di Kabupaten Toraja Utara. "Pengembangan Bandara Pongtiku dengan memperpanjang landasan pacu sulit dilakukan karena kedua ujung "runway" merupakan jurang yang cukup dalam," ujarnya. Masykur mengatakan, diharapkan dengan proyek perpanjangan landasan pacu ini, sejumlah bandara di Sulsel akan mampu didarati pesawat minimal sejenis Fokker atau ATR. (T.KR-AAT/S016) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20120/panjang-landasan-pacu-lima-bandara-perintis-ditambah bkz010019 October 8th, 2010, 06:51 AM Butuh Ratusan Kontainer Angkut Aset Eks PKG http://www.beritakotamakassar.com/gambar/bulan-aset%20besi%20tua%20pemkab%20di%20PKG.jpg%20(46).JPG GOWA, BKM--Pemerintah Kabupaten Gowa mendata ulang aset besi tua yang ada di eks Pabrik Kertas Gowa (PKG), di BorongloE Kecamatan Bontomarannu, Rabu (6/10). Kesimpulannya, butuh ratusan kontainer untuk mengangkut dan menyimpang besi tua seberat 15.000 ton tersebut. Jenis barang terbagi 46 item. Aset lain yang juga ada di lokasi itu adalah milik dua yayasan yakni Yayasan Bina Bangsa serta Yayasan Al Markas. Di lokasi itu ada sekitar 200 batang pipa air baku sepanjang 1,5 kilometer (terbentang dari pabrik ke sungai) berdiameter 30 cm yang juga aset milik Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) BorongloE. Aset Bina Bangsa, sebagian besar sudah dimasukkan ke 52 kontainer. Sedangkan aset milik Al Markas dalam persiapan dan aset LKMD masih belum dibongkar. Aset milik Pemkab Gowa sebagian besar masih melekat di gedung dan belum dibongkar. ''Yang jenis fiber masih di lokasi proyek, belum diangkut ke penampungan,'' tutur Asisten III Setkab Gowa, H Abbas Alauddin didampingi Hasrum Salim, Koordinator Pengamanan Satpol PP Gowa kepada BKM, Kamis (7/10) siang. Penjagaan aset, kata asisten melibatkan Koramil, Polsek Bontomarannu, anggota satpol PP serta masyarakat. Menurut Abbas, pemkab akan melakukan pembicaraan dengan dua yayasan serta LKMD BorongloE yang juga punya aset di lokasi itu. ''Tak satu pun aset boleh keluar baik itu aset yayasan, LKMD terlebih aset Pemkab jika tidak ada izin bupati,'' kata Hasrum. Sumber: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=46046 Waduh kok baru sekarang didata yak?? Bisa molor lagi nih pembangunan kampus fakultas teknik UNHAS. Sony Sjklw October 8th, 2010, 05:56 PM Butuh Ratusan Kontainer Angkut Aset Eks PKG http://www.beritakotamakassar.com/gambar/bulan-aset%20besi%20tua%20pemkab%20di%20PKG.jpg%20(46).JPG GOWA, BKM--Pemerintah Kabupaten Gowa mendata ulang aset besi tua yang ada di eks Pabrik Kertas Gowa (PKG), di BorongloE Kecamatan Bontomarannu, Rabu (6/10). Kesimpulannya, butuh ratusan kontainer untuk mengangkut dan menyimpang besi tua seberat 15.000 ton tersebut. Jenis barang terbagi 46 item. Aset lain yang juga ada di lokasi itu adalah milik dua yayasan yakni Yayasan Bina Bangsa serta Yayasan Al Markas. Di lokasi itu ada sekitar 200 batang pipa air baku sepanjang 1,5 kilometer (terbentang dari pabrik ke sungai) berdiameter 30 cm yang juga aset milik Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) BorongloE. Aset Bina Bangsa, sebagian besar sudah dimasukkan ke 52 kontainer. Sedangkan aset milik Al Markas dalam persiapan dan aset LKMD masih belum dibongkar. Aset milik Pemkab Gowa sebagian besar masih melekat di gedung dan belum dibongkar. ''Yang jenis fiber masih di lokasi proyek, belum diangkut ke penampungan,'' tutur Asisten III Setkab Gowa, H Abbas Alauddin didampingi Hasrum Salim, Koordinator Pengamanan Satpol PP Gowa kepada BKM, Kamis (7/10) siang. Penjagaan aset, kata asisten melibatkan Koramil, Polsek Bontomarannu, anggota satpol PP serta masyarakat. Menurut Abbas, pemkab akan melakukan pembicaraan dengan dua yayasan serta LKMD BorongloE yang juga punya aset di lokasi itu. ''Tak satu pun aset boleh keluar baik itu aset yayasan, LKMD terlebih aset Pemkab jika tidak ada izin bupati,'' kata Hasrum. Sumber: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=46046 Waduh kok baru sekarang didata yak?? Bisa molor lagi nih pembangunan kampus fakultas teknik UNHAS. ^^ besi tua, dibuang sayang :nuts::lol:, padahal kalo pemkab Gowa mau berpikir panjang jikalao Fak. Teknik ini selesai bukan tidak mungkin beberapa tahun kemudian akan menjadi cikal bakal ITG (institut teknologi gowa) yg nantinya akan mengangkat nama Gowa juga :ohno: bkz010019 October 9th, 2010, 02:54 AM ^^ besi tua, dibuang sayang :nuts::lol:, padahal kalo pemkab Gowa mau berpikir panjang jikalao Fak. Teknik ini selesai bukan tidak mungkin beberapa tahun kemudian akan menjadi cikal bakal ITG (institut teknologi gowa) yg nantinya akan mengangkat nama Gowa juga :ohno: Akhirnya pihak UNHAS yg akan membongkar ... Ayo buruan..... ============================================================== Unhas Siap Bongkar Aset Pemkab Gowa di PKG Sabtu, 9 Oktober 2010 | 06:43 WITA Sungguminasa, Tribun - Pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) akhirnya menyanggupi akan melakukan pembongkaran terhadap aset besi tua milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa yang berada di eks Pabrik Kertas Gowa, Kelurahan Borongloe, Kecamatan Bontomarannu, Gowa. Lahan eks PKG sekarang menjadi lokasi pembangunan gedung perkuliahan Fakultas teknis Unhas Gowa. Kesiapan pihak Unhas tersebut diungkapkan dalam pertemuan tertutup antara pemkab, Unhas, LKMD, serta dua yayasan pemilik aset lainnya di PKG, yakni Bina Bangsa dan Al Markas, Jumat (8/10). "Aset-aset Pemkab ini hanya bisa dibongkar jika Unhas yang mau membongkarnya dan itu sudah ada kesepakatan sebelumnya bahwa Unhas yang bersedia membongkarnya melalui bantuan TNI Zipur," kata Kabag Humas dan Protokol Pemkab Gowa Arifuddin Saeni, kemarin. Selain itu, Sekkab Gowa Yusuf Sommeng yang juga selaku ketua tim aset Pemkab Gowa, menegaskan pihaknya tidak akan mengangkut atau nengeluarkan aset-aset tersebut dari lokasi penyimpanan di PKG sebelum terjual dengan nilai hasil taksasi Sucofindo sebesar Rp 18 miliar dan masuk dalam APBD 2010 sebagai pendapatan lain-lain. "Karena pemkab tidak mengalokasikan anggaran untuk pembongkaran dalam APBD, makanya pemkab tidak akan membongkarnya," ungkapnya. Menanggapi itu, pihak Unhas yang diwakili Pembantu Rektor IV Unhas Dr Dwiya Aries Tina Kalla didampingi unsur dekan Fakultas Teknik Unhas menyatakan siap melakukan pembongkaran. Menurutnya, pembongkaran itu akan dilakukan pihaknya dengan melibatkan TNI dari satuan Zipur dengan jangka waktu selama dua bulan. Hasil bongkaran akan dipindahkan pada suatu tempat yg setelah disepakati sebelumnya tapi masih dalam kawasan eks PKG itu juga. "Semua biaya pembongkaran aset PKG milik Pemkab Gowa ditanggung sepenuhnya oleh pihak Unhas. Rencananya, pembongkaran mulai dilakukan Selasa pekan depan," tambah Arifuddin.(ute) Sumber: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/131721/Unhas_Siap_Bongkar_Aset_Pemkab_Gowa_di_PKG bkz010019 October 12th, 2010, 09:38 AM Bantaeng Bangun Dua Blok Rusunawa Selasa, 12 Oktober 2010 | 08:02 WITA Bantaeng, Tribun - Proyek pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk masyarakat Kabupaten Bantaeng, mulai Senin (11/10). Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah meresmikan peletakan batu pertama tanda dimulainya pembangunan perumahan untuk mengantisipasi perkembangan pembangunan kota Bantaeng itu. Hadir pada acara peletakan batui pertama pembangunan rusunawa itu Ketua DPRD, Muspida, kepala SKPD, camat, dan undangan. Proyek perumahan dua blok di Desa Bonto Jai, Kecamatan Bissappu itu menggunakan lahan seluas 7.338 meter persegi. Rusunawa berlantai lima ini menyediakan 180 kamar. Anggaran proyek pembangunan rusunawa ini merupakan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diluar pembebasan lahan karena dipersipakan Pemkab Bantaeng. Ketua Panitia Pembangunan Rusunawa, M Iskandar Adam, menjelaskan pembangunan rusunawa ini dilakukan PT Putra Jaya dengan konsultan dari Jakarta PT Blanctickindo Aneka. Proyek ini dijadwalkan rampung Maret 2011. Bupati Bantaeng M Nurdin Abdullah mengatakan, pembangunan rusunawa ini untuk mengantisipasi bangunan kumuh di Bantaeng. Menurut bupati, Kementerian PU melalui Dirjen Cipta Karya akan memberi anggaran untuk membangun 12 tower hingga 2013. "Ini merupakan bukti kepedulian pemerintah pusat terhadap masyarakat Bantaeng dalam pemberian hunian yang layak," katanya. Nurdin Abdullah meminta kepada masyarakat di sekitar proyek rusunawa untuk memberi dukungan hingga proyek ini selesai tepat waktu.(ba) Sumber: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/132180/Bantaeng-Bangun-Dua-Blok-Rusunawa =========================================================================== Perusahaan Korea Tertarik Investasi Pertanian di Maros Senin, 11 Oktober 2010 | 07:06 WITA Maros, Tribun - Salah satu perusahaan asal Korea Selatan, Green People Inc, berniat menjajaki investasi di bidang pertanian yang ada di Kabupaten Maros. Hal ini terungkap dalam pertemuan yang dihadiri Bupati Maros Hatta Rahman, akhir pekan lalu. Rombongan diterima di ruang rapat Bupati Maros yang dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Maros Chaidir Syam, anggota DPRD Maros, serta para kepala satuan kerja perangkat daerah. "Perusahaan ini mendapat rekomendasi langsung dari Kedutaan Besar (Kedubes) Korea Selatan untuk Indonesia agar dapat melakukan kunjungan langsung ke beberapa wilayah di Sulawesi selatan untuk menjajaki kemungkinan adanya kerjasama di bidang pertanian," terang Direktur Budi Daya Kementerian Pertanian RI, Muchlizar AR, yang turut mendampingi rombongan tersebut. Perusahaan Green People Inc yang berkunjung ke Kabupaten Maros dipimpin oleh Jonathan Lee dengan membawa lima rekannya. Di antaranya, Jason Kim, Hyeongkyan oh, Ki Yup Nah, Dio Panza dan Sendhy Ariesta asal Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Jonathan Lee mengemukakan, bahwa kerja sama yang akan mereka tawarkan bukan hanya berkaitan pengembangan bioethanol sebagai pengganti bahan bakar bensin tetapi juga kerja sama di bidang pertanian. Seperti ekspor bawang putih, jahe, ketimun, dan kacang merah yang merupakan bahan pangan utama di Korsel. Apalagi, katanya, melihat potensi Kabupaten Maros yang cukup besar di bidang pertanian. Semoga kerja sama ini nantinya dapat menambah pendapatan bagi daerah Maros khususnya kesejahteraan masyarakat. Bupati Maros pada dasarnya menyambut baik keinginan Green People Inc untuk berinvestasi di Kabupaten Maros. Apalagi menyangkut pengembangan budi daya pertanian khususnya dalam pengembangan bio ethanol.(ink) Sumber: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/132003/Perusahaan_Korea_Tertarik_Investasi_Pertanian_di_Maros =================================================================================== Akan Ada 100 Titik Lampu Hias di Maros Laporan: Rasmi Rijang Sikati http://www.tribun-timur.com/photo/2010/02/1ce57c0b4b6ebb30eb34a71f794724a6.jpg tribun/abbas lampu hias Selasa, 12 Oktober 2010 | 15:08 WITA MAROS, TRIBUN, TIMUR.COM -- Untuk menghadapi penilaian Adipura, Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Maros akan memprogramkan sekitar 100 titik lampu hias atau lampu taman yang akan dipasang di Kota Maros dan sekitarnya. Kepala Distamben Muh Nawir mengungkapkan, untuk mengantisipasi keterbatasan tersedianya aliran listrik untuk menyalakan lampu-lampu itu, sudah disiapkan pula pengadaan genset. Genset itu juga akan digunakan untuk menerangi kantor-kantor instansi pemerintah yang vital.(*) Sumber: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/132246/Akan_Ada_100_Titik_Lampu_Hias_di_Maros Comeliness October 12th, 2010, 05:18 PM Selayar Island Image Credits: More Indonesia. Com (http://www.moreindonesia.com/takabonerate-marine-park-in-the-beautiful-of-selayar/takabonerate-marine-park/) http://www.moreindonesia.com/wp-content/uploads/2010/06/Selayar-South-Sulawesi.jpg http://www.moreindonesia.com/wp-content/uploads/2010/06/Selayar-beach-sunrise.jpg http://www.moreindonesia.com/wp-content/uploads/2010/06/selayar-beach-view.jpg Comeliness October 12th, 2010, 05:34 PM Sabtu, 02 Oktober 2010, 21:41 WITA | Maros akan Bangun Kawasan Olahraga Maros (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akan membangun kawasan olahraga di Kecamatan Turikale dengan dana sekitar Rp40 miliar. Ketua Bappeda Maros Agussalim, Sabtu, mengatakan, rencana pembangunan kawasan olahraga yang dilengkapi sejumlah sarana dan fasilitas olahraga itu telah mendapat dukungan dari Menpora Andi Alifian Mallarangeng. Bupati Maros Hatta Rahman bersama sejumlah anggota DPRD setempat telah melakukan pertemuan dengan Menpora di Jakarta beberapa waktu lalu. Dalam petemuan itu, kata Agussalim, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyatakan siap membantu dukungan dana pembangunan kawasan olahraga tersebut sehingga Maros bisa memiliki sarana olahraga lebih lengkap untuk menggelar kegiatan olahraga nasional maupun internasional. Menurut rencana, Menpora Andi Mallarangeng akan meninjau lokasi pembangunan kawasan olahraga di Kecamatan Turikale Maros yang akan dilengkapi stadion, kolam renang serta sekolah sepak bola yang diharapkan menghasilkan pemain berprestasi. Jika kawasan olahraga ini rampung dibangun, akan berfungsi seperti Gelora Bung Karno di Jakarta. Dengan terpilihnya Bupati Hatta Rahman sebagai Ketua Umum KONI Maros, rencana pembangunan kawasan olahraga tersebut akan menjadi prioritas. Pada kesempatan itu, Bupati Hatta Rahman menyatakan, kontingen Maros bertekad meraih peringkat V pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulsel, 6-13 November 2010 di Kabupaten Pangkep. " Kalau pada Porda sebelumnya di Kabupaten Bone 2006, Maros berada di posisi 11, di Porda 2010 kami bisa naik pada peringkat V, " katanya usai dikukuhkan sebagai Ketua Umum KONI Maros periode 2010-2014. (T.S016/N002) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19950/maros-akan-bangun-kawasan-olahraga Comeliness October 12th, 2010, 06:25 PM Takabonerate National Park, Selayar Takabonerate is the third largest coral atoll in the world. Image Credits: Scubagears. Org (http://www.scubagears.org/page04/taka/0001/tnbo02_gly.htm#) http://www.scubagears.org/page04/taka/0001/Takabonerate-409l.jpg http://www.scubagears.org/page04/taka/0001/Takabonerate-533l.jpg Healthy brain coral http://www.scubagears.org/page04/taka/0001/Takabonerate-257l.jpg Crab Image Credits: Scubagears. Org (http://www.scubagears.org/page04/taka/0001/tnbo02_gly.htm#) http://www.scubagears.org/page04/taka/0001/Takabonerate-063l.jpg Clown Fish http://www.scubagears.org/page04/taka/0001/Takabonerate-583l.jpg Clown fish Image Credits: Scubagears. Org (http://www.scubagears.org/page04/taka/0001/tnbo02_gly.htm#) http://www.scubagears.org/page04/taka/0001/Takabonerate-037l.jpg Blue ribbon eel http://www.scubagears.org/page04/taka/0001/Takabonerate-548l.jpg A couple fish Keindahan alam dibawah laut Takabonerate tidak kalah dengan Bunaken, Wakatobi, atau Raja Ampat. Sayangnya potensi wisata di Takabonerate belum dikelola dengan baik. :( bkz010019 October 14th, 2010, 02:02 AM Bantaeng Bangun Pasar Modern Wednesday, 13 October 2010 BANTAENG(SINDO)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng tak berapa lama lagi akan memiliki Pasar Tradisional Modern. Tahap awal pembangunan fasilitas umum bantuan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini dilakukan hari ini. Rencana peletakan proyek senilai Rp 1,150 miliar dilakukan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, didampingi oleh Kepala Dinas Perindag, Pertambangan dan Energi Bantaeng Abd Gani. Menurut rencana pasar bantuan tradisional modern yang di bangun di lahan seluas 1 Ha, nantinya dilengkapi lods kering dan basah setiap unitnya. Abd Gani mengatakan, kelanjutan pembangunan pasar ini akan diberikan fasilitas selain kios, Pemkab juga akan membangun fasilitas ibadah, tempat ganti pakaian, shower, kafe yang menjual makanan khas serta souvenir dari hasil bumi dan buah karya masyarakat Butta Toa. Dia melanjutkan, adanya penambahan fasilitas di pasar ini adanya kaitannya dengan pengembangan kawasan wisata pantai Marina Korong Batu. “Kalau pasar tradisional modern ini selesai akan menjadi tempat persinggahan masyarakat baik Bantaeng, maupun berasal dari daerah lainnya,”katanya. Dia mengatakan, masyarakat dari berbagai daerah di selatan Sulsel akan memiliki tempat persinggahan yang representatif. Selain wisatawan lokal dan nusantara, kehadiran fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi tempat bagi wisatawan asing yang akan ke Bira. “Tambahan fasilitas hingga membuat pasar tradisional modern tersebut benar-benar representatif diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 6 miliar dari APBN 2910,” tutur Gani kepada wartawan. (baharuddin) Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/357151/ bkz010019 October 15th, 2010, 06:28 AM India Lirik Potensi Batu Bara Sulsel Thursday, 14 October 2010 MAKASSAR (SINDO) – Potensi sumber daya alam Sulsel di bidang pertambangan kembali dilirik investor asing. Kali ini pengusaha asal India menyatakan minatnya mengelola bahan tambang, khususnya batu bara. Penjajakan investasi tersebut dilakukan delapan pengusaha asal India didampingi Duta Besar RI untuk India, Letnan Jenderal TNI (Purn) Andi M Ghalib, dalam pertemuan khusus dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di rumah jabatan Gubernur kemarin. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 60 menit itu, mantan Jaksa Agung RI ini menyatakan, delapan pengusaha tersebut datang untuk menjajaki kerja sama dengan Sulsel. Salah potensi Sulsel yang diminati kedua negara ini, yakni batu bara. Alasannya, kandungan batu bara yang dimiliki daerah ini dianggap cukup berkualitas. Hanya, masih perlu sentuhan khusus agar bisa diminati konsumen. “Banyak batu bara di sini, tetapi masih rendah kalorinya.Karena itu, India menawarkan sebuah teknologi agar bisa mengolah dan membuat kalorinya lebih tinggi,” ujar Ghalib, seusai bertemu Gubernur kemarin. Selain batu bara, rombongan pengusaha India itu juga menawarkan kerja sama dalam bidang pembuatan mal berskala besar, pembangkit listrik, pertanian, serta kerja sama pertanian dan pertambangan. Menurut pria kelahiran Kabupaten Bone ini, kunjungannya ke Sulsel ini sebagai balasan atas lawatan Syahrul Yasin Limpo ke India, November 2009, dengan memboyong sejumlah bupati/wali kota. “Sebenarnya banyak provinsi yang akan kami kunjungi di Indonesia. Tapi kali prioritaskan Sulsel karena Sulsel yang pertama kali mengunjungi India selama saya bertugas di sana,” tandas mantan Wakil Gubernur Sulsel tersebut. Ke depan, kunjungan ini diharapkan bisa lebih meningkat ke penandatanganan kontrak dengan pengusaha lokal yang berada di Sulsel. Syahrul menyebutkan,momen kunjungan Dubes RI untuk India yang membawa rombongan pengusaha tersebut harus betul-betul dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian di daerah ini. Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengaku,pemerintah dalam hal ini akan siap memfasilitasi jajakan kerja sama dan memberikan kemudahan kepada investor India untuk menanamkan modalnya di Sulsel. “India sekarang ini negara kedua setelah China sebagai pemodal terbesar pascakrisis ekonomi beberapa tahun lalu sehingga kami harus manfaatkan kunjungan mereka ini,”papar dia kepada wartawan. (wahyudi) Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/357484/ =============================================================================== Rasakan Nuansa Bulukumba di Festival Bulukumba 2010 Laporan: Ardiansya Ardi, Staf Humas Pemkab Bulukumba Kamis, 14 Oktober 2010 | 14:00 WITA BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Pemkab Bulukumba, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama even organizer Makassar (EO) Promosindo diwakili Diektur Ahmadi, Kamis (14/10) telah melakukan rapat pemantapan pada pelaksanaan Festival Phinisi. Bertugas sebagai ketua panitia dan wakil ketua ditunjuk Sekkab Bulukumba A Untung Pangki, Asisten I Ekonomi Pembangunan A Mahrus Andis, Asisten Administrsi Pemerintahan II A Irwan Idjo, dan Asisten admistari umum III, serta sekertaris panitia A Bahagia. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bulukumba A Bahagia Amin mengatakan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah melakukan berbagai persiapan dan publikasi ke masyarakat. "Tugas panitia antara lain bertanggung jawab pada bidang administrasi, koordiansi dan konsultasi dengan pihak lain pada seluruh rangkaian kegiatan festival ini. Acara ini didukung oleh berbagai bidang diantaranya bidang akomodasi, dana, acara, penjemputan kesenian lomba-lomba, pameran poteansi dan kuliner serta humas dan kebersihan. Pihak even oraganiser di depan panitia dan peserta rapat menjelaskan, adapun jadwal kegiatan festival Phinisi yakni bertempat Kawasan Wisata Pantai Bira, Kawasan Ammatoa Kajang, Desa Nelayan Pantai Kalumeme Kawasan Pembuatan Perahu Pinisi Tanah Beru Tanggal 22 - 25 Oktober 2010 "Rencanya kedatangan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI diwakili Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri RI, Gubernur Provinsi Sulsel beserta rombongan akan disambut dengan pengalungan bunga, dan tabuhan gendang mengiringi. Ada juga penampilan tarian tradisional Bulukumba (Salonreng dan Pabbitte Passapu) serta tari nelayan, Pembacaan Puisi dengan Visualisasi tentang potensi pariwisata Kab Bulukumba, dan laporan Bupati Bulukumba. Direktur Promosi Pariwisata dalam Negeri juga akan tampil membawakan kata sambutan. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo akan membuka secara resmi penyelenggaraan Festival Phinisi 2010 ditandai dengan penandatanganan piagam pembukaan dan pemukulan 3 gendang, masing - masing Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Gubernur Sulsel dan Bupati Bulukumba. 150 Orang pengrajin perahu Phinisi akan memperlombakan dan memperlihatkan kepiawaiannya dalam membuat miniatur perahu phinisi dari keping-kepingan kayu dan lempengan badan perahu sampai terbentuknya miniatur perahu phinisi yang utuh. Sedangkan untuk Bulukumba Expo, akan dilaksanakan di lapangan tennis kawasan Pantai Bira, diikuti oleh instansi pemerintah dan swasta se-Sulawesi Selatan, khususnya Kab. Bulukumba dan sekitarnya. Bulukumba Expo menampilkan berbagai perkembangan dan kemajuan pembangunan dari berbagai sektor antara lain: pariwisata, perdagangan, industri, pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan kelautan, perhubungan dan jasa serta berbagai produk kuliner, kerajinan tangan dan industri kreatif. Acara ini akan berlangsung di Lapangan Tennis Pantai Bira. (*) Sumbe: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/132593/Citizen_Reporter_Rasakan_Nuansa_Bulukumba_di_Festival_Bulukumba_2010 Coto.Gagak October 16th, 2010, 05:27 PM [FONT="Trebuchet MS"]Selayar Island Image Credits: More Indonesia. Com (http://www.moreindonesia.com/takabonerate-marine-park-in-the-beautiful-of-selayar/takabonerate-marine-park/) http://www.moreindonesia.com/wp-content/uploads/2010/06/Selayar-South-Sulawesi.jpg keren niy Selayar...:cheers: Kak, request dong gambar "Gong" yang di Selayar... kalau bisa Jangkar sekalian...:bash: Comeliness October 17th, 2010, 06:31 PM keren niy Selayar...:cheers: Kak, request dong gambar "Gong" yang di Selayar... kalau bisa Jangkar sekalian...:bash: ^^Utk Coto Gagak, sy copas Gong & Jangkar di Selayar. :) Jangkar kuno peninggalan abad 17-18. http://www.selayarislandresort.com/Images/Selayar%20anchor.jpg Image Credits: Selayar Island Resort (http://www.selayarislandresort.com/englmain.htm) Gong Nekara-Dong Son, peninggalan Zaman Perunggu. http://www.selayaronline.com/data_image/sh_nekarakini.jpg Image Credits: Selayar Online (http://www.selayaronline.com/index.php?m=bWVudT1jb250ZW50JmdpZD0xMjA1NDE0MjE2JmFpZD0xMjIxNzEyNjU0) Kantor Bupati, Selayar http://stat.kompasiana.com/files/2010/02/mantor-bupati-selayar2.jpg Image Credits: Kompasiana (http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/28/terobosan-syahrir-wahab-memajukan-kepulauan-selayar/) Comeliness October 18th, 2010, 02:43 AM Kaluku Kafe, Bira Image Credits: Kaluku Kafe.Com (http://kalukukafe.com/gallery.html) http://kalukukafe.com/images/harbour.jpg http://kalukukafe.com/images/harbourUp.jpg http://kalukukafe.com/images/palms.jpg Image Credits: Kaluku Kafe.Com (http://kalukukafe.com/gallery.html) http://kalukukafe.com/images/yard.jpg http://kalukukafe.com/images/cottRear.jpg Comeliness October 18th, 2010, 03:48 AM Salut atas kerja bupati Bantaeng yg serius nangani daerahnya. :) Minggu, 17 Oktober 2010, 05:24 WITA | Bantaeng Keluar dari Daerah Tertinggal di Indonesia Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) -Kementerian Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) mengeluarkan Kabupaten Bantaeng dari daftar Kabupaten Daerah Tertinggal di Indonesia. Kadis Koperasi dan UKM Bakhtiar Karim mengatakan hal itu setibanya di Bantaeng, Sabtu. Menurut Bakhtiar, pernyataan dikeluarkannya daerah berjuluk Butta Toa ini dari daerah tertinggal di Indonesia dikemukakan Alvin, Staf Ahli Kementerian PDT Republik Indonesia pada Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kendari, Sulawesi Tenggara, pekan ini. Rakor tersebut diikuti Wakil Bupati Bantaeng HA Asli Mustadjab, Kepala Bappeda Zainuddin Tahir, serta Kadis Koperasi dan UKM Bakhtiar Karim. Menurutnya, perubahan status tersebut berkat berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam dua tahun terakhir di bawah kendali Bupati HM Nurdin Abdullah dan Wakilnya HA Asli Mustadjab. Bakhtiar yang juga Ketua Tanfisiah Nahdatul Ulama (NU) Kabupaten Bantaeng mengatakan, terobosan yang dilakukan pasangan Nurani tersebut mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui program pembangunan yang lebih berpihak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kabupaten berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar. Masih menurut Kadis Koperasi dan UKM Kabupaten Bantaeng, dalam dua tahun, daerah ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan dari 5,1 persen pada 2007 menjadi 7,3 persen pada 2009. Angka kemiskinan juga mengalami penurunan signifikan dari 61 persen menjadi 41 persen pada periode yang sama. Ia kemudian mengemukakan rasa terima kasihnya kepada Bupati, Wakil Bupati. Ketua DPRD dan anggota dewan serta petinggi daerah ini yang memberi dukungan terhadap Dinas Koperasi dan UKM yang bersentuhan langsung masyarakat. "Atas dukungan tersebut, kami mampu melaksanakan program yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bantaeng dan memberi andil dalam mengantar daerah ini keluar dari kategori daerah tertinggal berdasarkan penilaian Kementerian PDT," terangnya. Ia berharap, program pembangunan yang sudah berpihak pada kepentingan masyarakat ini dapat lebih ditingkatkan sehingga harapan untuk menjadikan Bantaeng sebagai sentra perekonomian daerah di bagian selatan Sulsel dapat terwujud, urainya. (T.pso-102/F003) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20544/bantaeng-keluar-dari-daerah-tertinggal-di-indonesia Sabtu, 16 Oktober 2010, 22:01 WITA | Sulsel Kehilangan "Water Levy" Inco Rp100 Miliar Makassar (ANTARA News) - Sulawesi Selatan dipastikan akan kehilangan pendapatan dari pajak air permukaan (water levy) sebesar Rp100 miliar dari perusahaan tambang nikel di Luwu Timur PT Inco Tbk. "Dengan diberlakukannya UU nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah pada 2011, maka Sulsel akan kehilangan pajak air permukaan dari Inco sekitar Rp100 miliar," kata Sekretaris Komisi C DPRD Sulsel Ariady Arsal di Makassar, Jumat. Menurut dia, undang-undang tersebut juga membuat Sulsel kehilangan empat jenis pajak dari Inco, termasuk pajak air bawah tanah namun nilainya tidak banyak. Sulsel sebelumnya menerima Water Levy dari Inco atas pajak Sungai Larona sebesar 70 persen, namun dengan diberlakukannya undang-undang tersebut maka Sulsel hanya mendapatkan 20 persen saja, selebihnya akan diambil Kabupaten Luwu Timur. Meski kehilangan pendapatan di Water Levy, namun Sulsel mendapat keuntungan dari jenis pajak lain, termasuk pajak bahan bakar dan pajak kendaraan dari Inco. "Undang-undang ini menguntungkan tidak hanya menguntungkan kabupaten tetapi juga provinsi," jelasnya. Anggota Fraksi PKS menambahkan, Komisi C akan mengundang PT Inco 21 Oktober untuk membicarakan lebih lanjut penerapan undang-undang tersebut, sekaligus sebagai acuan Perda Pajak Daerah Sulsel yang akan ditetapkan November. Ia menambahkan, semua kabupaten/kota di Sulsel mesti segera menetapkan perda pajak daerah sebelum 2011, jika tidak ingin kehilangan pendapatan dari pajak. (T.pso-099/F003) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20528/sulsel-kehilangan-water-levy-inco-rp100-miliar Sony Sjklw October 19th, 2010, 12:50 AM Dirgahayu Propinsi Sulawesi Selatan yang ke 341 19 Oktober 2010:banana::banana: Maskot Hari jadi Sulsel yg ke 341 Baso itu temannya Basse !! Minggu, Oktober 10, 2010 di Minggu, Oktober 10, 2010 http://4.bp.blogspot.com/_8Ei4WFIlEEE/TLHVEgWy2oI/AAAAAAAAA_I/sS_ViAV753k/s1600/SDC11615_picnik.jpg Sepasang gambar disamping ini diberi nama Baso dan Besse. Sebuah perumpamaan dalam bentuk karikatur yang cukup unik dan lucu. Saya melihat dan mengambil gambar nya pertama kali dari baliho sewaktu melintasi ruas jalan Urip Sumohardjo depan kantor Gubernur Sulsel -Kota Mks. Dengar dengar sieh, maskot ini oleh pemerintah setempat akan di perkenalkan kepada khalayak sebagai kado Hari Ulang Tahun Ke- 341 Provinsi Sulsel tepat tgl 19 Oktober 2010 nanti. Sebuah Ikon baru bermuatan lokal yg sarat makna. Dalam gambar disamping menggambarkan tokoh perempuan dan lelaki tengah bersanding. Ana' dara dan daeng Ahh, tapi sepertinya gambar itu bukan anak dara dan daeng. Maskot itu di simbolkan sebagai pasangan yang berusia dewasa . Tentunya itu terlihat dari gambar kumis yang melintang di atas bibir tokoh lelaki Baso dalam gambar. Hmm kira kira mirip kumis siapa yach Sang pria berkumis, I Baso, memakai pakaian adat Sulsel, jas tutup lengkap dengan badik (senjata tajam khas Sulsel) yang terselip dipinggang bagian depannya. Tak salah lagi, tentunya itu berarti ia mewakili karakter masyarakat Sulsel yang dari dahulu terdengar pemberani dan pantang menyerah. Lengkap dengan penutup kepala khas, juga kumis melintang bak pahlawan nasional Sultan Hasanuddin- I Mallombassi Daeng Mattawang atau Ayam Jantan dari Timur. Sementara I Besse, sang perempuan cantik bermata bundar itu di sosokkan mengenakan baju khas daerah Sulsel yakni baju bodo berwarna merah dengan rias empat tusuk sanggul. Kedua karakter tersebut nampak memberi salam tangan dengan mengatupkan kedua tangan berhias senyum menawan seakan mengucapkan selamat datang di kota Propinsi Sulsel. Menurut informasi di koran, sejatinya maskot atau logo ini akan diluncurkan dengan menggandengkan sebuah tagline baru. Tagline itu bertuliskan “Saya Orang Sulsel, Saya Bangga, Saya Maju”. Sebuah tagline yang melambangkan ciri khas Sulsel dengan karakter masyarakatnya yang ramah, ceria, serta cinta kepada adat dan budayanya. Budaya mengakar yang menganut empat etnis Makassar, Bugis, Toraja dan suku Mandar (Kini menjadi Propinsi Sulbar). Bagi masyarakat diluar Sulsel, mungkin masih ada yg belum tahu apa arti nama tersebut. namun bagi sebahagian besar masyarakat asli makassar, kedua nama Maskot tersebut sudah tak asing lagi di telinga. Terkadang nama ini biasanya di berikan kepada mereka atau anak kecil yang belum mempunyai nama. Malah sekali waktu dijadikan sebagai guyonan dan bernada konotasi jenaka disana. Nama yg juga seringkali 'maaf' masih sering dijadikan olok olokan, panggilan akrab bersahabat, juga dalam suasana santai bercanda dengan teman serta kenalan baru. Beragam penafsiran mengenai arti nama tsb. Namun sampai sekarang juga masih banyak yang belum mengetahui makna arti dari balik nama itu termasuk saya sendiri :) Entahlah siapa dan dari mana asal mula nama itu muncul. setahu saya sewaktu kecil dulu, nama tersebut sudah begitu familiar di telinga. Hanya ada beberapa versi. Setahu saya sieh Aco dan Acce, atau Baco dan Bacce. Kini nama nama "gelaran" itu kini di munculkan kembali dalam bentuk Maskot "I Baso dan I Basse". Selain memperkenalkan tagline baru, Maskot tersebut juga menampilkan gambar rumah Tongkonan Tanah Toraja yang bersanding dengan kapal kebanggaan Sulawesi Selatan yakni kapal pinisi dengan Tulisan Dirgahayu Sulsel 341 tercantum di dalam logo tongkonan. Meretas kenangan Makassar yang terus bersolek. Roda kepemimpinan pun silih berganti memberi warna dalam pembangunan. Kota daeng ini semakin mengembeli dirinya dengan lencana tagline dalam balutan jas pembangunan. Kilas balik ke belakang. Dengan tagline Ujung pandang Kota Teduh Bersinar, Ujung Pandang – Pintu Gerbang Emas Timur Indonesia, Makassar kota Anging Mammiri, Makassar The Great Ekxpectation, Makassar Menuju Kota Dunia, kini sosisalisasi tagline “Saya Orang Sulsel, Saya Bangga, Saya Maju” mulai digulirkan di masyarakat. Dari beberapa tagline yang telah di tempelkan ke dlm penggambaran karakteristik ranah daeng tentunya diharapkan tak hanya sebagai bumbu pemanis ucapan selamat datang kepada menyambut para wisatawan yang datang berkunjung ke makassar. Implementasi serta dukungan timbale balik antara pemerintah dan masyarakat dalam mengusung tagline tsb tak lagi berada di luar kurung. Berhasil atau tidaknya ikon baru ini tentunya tak lepas dari apresiasi masyarakat itu sendiri dalam menginterpretasikan makna yang ingin disampaikan. Hingga tagline tsb benar benar melekat dan di rasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Siapapun mereka yang merasa atau pernah mempunyai ikatan darah dan emosional dgn tanah sulawesi Selatan. Bukan tagline yang hanya semusim dan gaungnya kembali terbang hilang di tiup angin selatan Anging Mammiri. source :http://www.syamsoe.com/2010/10/baso-besse.html bkz010019 October 19th, 2010, 12:58 AM ^^Bantaeng dibawah kepemimpinan Prof. Nurdin A. memang maju pesat kayaknya... Salut!!! BTW...Selamat ultah SULSEL!!!!1 ========================================================================== Mendagri Apresiasi Pembangunan Sulsel Monday, 18 October 2010 MAKASSAR (SINDO) – Pembangunan Sulsel dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi mengaku salut dengan pertumbuhan daerah ini. Dia mengaku, pemerintah pusat sangat terkesan dengan pengembangan daerah, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Sulsel yang mencapai 9,2% dan berada di atas rata-rata provinsi lain. Kondisi tersebut memberikan kontribusi besar bagi peningkatan ekonomi Tanah Air. “Saat kami transit pekan lalu di Makassar,malam harinya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menelepon saya dan mengatakan sangat tersanjung dengan paparan peningkatan ekonomi Sulsel,” ungkapnya saat memimpin peletakan batu pertama di IPDN Sulsel di Pallangga,Kabupaten Gowa. Kebanggaan Presiden atas Sulsel, yakni kemampuan meningkatkan produksi beras hingga surplus dua juta ton, sekaligus mempertahankan predikat penyandang beras nasional. Efek langsungnya, pendapatan masyarakat cukup meningkat. Presiden juga cukup tersanjung dengan kepemimpinan SYL yang dinilai bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi rakyatnya di Sulsel. Selain itu, mantan Gubernur Sumatera Barat ini menilai, kepemimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjadi cerminan sosok pemimpin nasional yang harus dijadikan contoh oleh seluruh gubernur di Tanah Air. Salah satu kepemimpinan SYL yang dinilai bagus adalah saat terjadi bentrok antarsuku di Tarakan, Kalimantan Timur, yang melibatkan warga asal Sulsel. Saat itu Syahrul langsung menghubungi beberapa tokoh Sulsel di Tarakan sehingga bentrokan tidak sampai meluas. “Saat terjadi bentrok di Tarakan, saya menelepon Gubernur Kaltim. Katanya Gubernur Sulsel sudah menelepon petinggi KKSS di Tarakan sehingga tidak terjadi bentrok yang lebih luas.Penanganan konflik seperti ini yang harus dicontoh pemimpin nasional,” ujarnya kemarin. Pemerintah pusat sangat berterima kasih kepada SYL dan memberikan apresiasi yang cukup tinggi atas langkah-langkah yang diambilnya. Gagasan tersebut cukup jitu meredam bentrok serupa yang terjadi di Tanah Air. Pada kesempatan itu pula, Mendagri menambahkan, kedatangannya di Sulsel tersebut membawa seluruh pejabat eselon I Kemendagri dan baru pertama dilakukannya di Sulsel. “Kami hadir di Sulsel lengkap dengan seluruh pejabat eselon I. Ini pertama kali lengkap kalau berkunjung ke provinsi di Indonesia,”pungkasnya. Sementara itu, Syahrul Yasin Limpo mengaku, keberhasilan kepemimpinannya tersebut tidak luput dari bantuan Mendagri yang banyak berkontribusi untuk pembangunan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Sulsel. “Kami akan pertanggungjawabkan semua ini. Kami juga berharap Sulsel menjadi harapan Bapak Mendagri,”tandas dia. (wahyudi) Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/358218/ Presiden Resmikan Proyek Rp700 M Tuesday, 19 October 2010 MAKASSAR (SINDO) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan meresmikan empat proyek sarana transportasi di Sulsel yang nilainya mencapai Rp700 miliar,dalam kunjungannya ke Makassar hari ini. Empat proyek yang akan diresmikan SBY, yakni Pelabuhan Penyeberangan Andi Mattalata, Garongkong, Kabupaten Barru; Pelabuhan Laut Pamatata Kabupaten Kepulauan Selayar; fasilitas sesi udara II Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar; serta peresmian Bandara Lagaligo,Kabupaten Luwu. Selain itu, SBY juga akan membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur se-Indonesia yang berlangsung 19-20 Oktober di Clarion Hotel & Convention. Dalam kunjungannya ke Makassar kali ini, Presiden SBY rencananya akan membawa 17 menteri dan pejabat setingkat menteri di acara Rakor Gubernur yang salah satu membahas tentang ketertiban dan keamanan di tanah air. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, yang dikonfirmasi, memastikan rencana kedatangan SBY tersebut ke Makassar. ”Insya Allah Beliau (SBY) akan hadir membuka Rakor Gubernur se-Indonesia besok (hari ini) dan hari ini sudah banyak gubernur yang hadir di kota ini,” ungkap Gamawan kepada wartawan kemarin. Selain membahas masalah ketertiban dan keamanan dalam negeri, kata Mendagri, pertemuan seluruh gubernur di Indonesia tersebut juga akan membahas tentang dampak anomali cuaca yang sekarang ini terjadi serta mensinergitaskan komunikasi antara pemerintah daerah dengan pimpinan pusat. Peresmian empat proyek sarana transportasi oleh Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini juga dijadwalkan secara simbolis dipusatkan di Trans Studio Mall,Jalan HM Daeng Patompo pukul 13.00 Wita. Pelabuhan Fery Andi Mattalatta di Garongkong, yang terletak di Mangempang, Kecamatan Barru menghubungkan Pelabuhan Batu Licin Kalimantan Selatan dan pelabuhan lainnya untuk menjadikan Kabupaten Barru sebagai sasaran berinvestasi. Sementara itu, Pelabuhan Laut Pamatata Kabupaten Selayar merupakan salah satu jalur penyeberangan fery dari Kab Bulukumba yang merupakan jalur laut satu-satunya menuju Kab Kepulauan Selayar. ”Setelah pembukaan Rakor Gubernur,Bapak SBY juga akan meresmikan empat proyek besar di Sulsel,”tandas Gamawan saat ditemui di sela-sela peletakan batu pertama Institut Pemerintahan Dalam Negeri Sulsel di Kab Gowa, kemarin. Beberapa pejabat kementerian yang diboyong SBY ke Makassar di antaranya Menkopolhukam Djoko Suyanto, Mendagri Gamawan Fauzi, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Negara PAN dan RB EE Mangindaan, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Kepala BPKP Mardiasmo. Turut hadir pula Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri serta Kepala Badan Intelejen Nasional (BIN) Syamsir Siregar. Keduanya dalam kapasitas memberikan penjelasan kepada 34 Gubernur se-Indonesia mengenai kondisi keamanan di tanah air. SBY dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pukul 09.30 Wita dengan menggunakan pesawat khusus Boeing 737-800 bersama Ny Ani Bambang Yudhoyono. Kemudian, setelah enam jam melakukan lawatannya di Kota Anging Mammiri ini, pukul 15.30 Wita, rombongan kepresiden kemudian kembali ke Bandara Internasional Hasanuddin lalu bertolak ke Jakarta. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo selaku tuan rumah dalam penyelenggarakan Rakor Gubernur se-Indonesia ini mengharapkan, seluruh pihak bisa bekerja bersama-sama untuk menyukseskan agenda pemerintah pusat tersebut. Syahrul juga berpesan kepada pihak keamanan dan masyarakat, agar bisa menjaga kedamaian dan keamanan di Sulsel sehingga penyelenggaraan rakor gubernur ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan. ”Kami berharap besok menjalankan Rakor Gubernur se-Indonesia. Kami harapkan semua kontribusinya agar berlangsung aman, dan Pak Presiden SBY juga aman,”aku Syahrul. Terpisah, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel A Muallim mengatakan, pihak panitia sudah siap 100% untuk penyelenggaraan kegiatan yang dibuka Presiden SBY itu. Menurut Muallim, kegiatan tersebut sebagai surprise dalam rangkaian HUT Sulsel ke-341 tahun yang juga bertepatan pada hari ini. Muallim mengungkapkan, Presiden SBY juga dijadwalkan akan meresmikan ekspor perdana bijih besi dari Sulsel ke negara China yang ditaksir mencapai Rp5,1 triliun. ”Semuanya sudah siap 100%. Ini merupakan kebanggaan khusus bagi masyarakat Sulsel karena tepat pada HUT Sulsel besok, Bapak SBY bersedia hadir ke Makassar dan membuka Rakor Gubernur se-Indonesia yang juga dilaksanakan di sini,” pungkasnya kepada SINDO. Rakor Gubernur Menurut Gamawan Fauzi, salah satu alasan dipilihnya Sulsel sebagai tuan rumah karena dinilai sebagai daerah yang potensial. Dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang mencapai 9,21% dan kondisi pertanian yang cukup baik dengan surplus beras hingga 2 juta ton menjadikan Sulsel layak dikunjungi. Disamping itu, pertumbuhan kendaraan dan daftar tunggu haji Sulsel yang hingga 11 tahun,menjadikan daerah ini dengan perekonomian yang baik di Indonesia. Kendati dengan banyaknya aksi demonstrasi di Makassar. ”Pelaksanaan rakor Gubernur se-Indonesia ini lebih untuk mengingatkan fungsi Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Penyambung kebijakan pembangunan yang ditetapkan,” jelasnya tadi malam. Beberapa hal yang menurutnya harus menjadi perhatian adalah memelihara ketentraman dan ketertiban daerah,yang perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan dan desa. ”Disamping itu,dalam rakor Gubernur se-Indonesia ini juga menjadi arena untuk sosialisasi program dari kementeraian lain, seperti soal perumahan, kehutanan, perencanaan pembangunan nasional dan pemberdayaan aparatur negara,”ungkap mantan Gubernur Sumatera Barat tersebut. Amankan SBY Sementara itu, Pangdam VII/ Wirabuana Mayjen TNI Amril Amir selaku Dansatgas PAM VVIP memimpin pelaksanaan gelar pasukan dalam rangka kedatangan Presiden SBY di Lapangan Hasanuddin Jalan Jend Sudirman,pagi kemarin. Dalam gelar pasukan pengamanan SBY yang menghadirkan ratusan prajurit TNI ini, turut dihadiri Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman, Kapolwilbin Makassar,Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, serta beberapa pejabat dari TNI AD, AL, serta AU. Dari pantauan SINDO, sejumlah kendaraan taktis serta prajurit TNI-Polri, sudah disiagakan di beberapa objek vital lokasi yang akan dikunjungi dan akan dilalui rombongan kepresidenan. (wahyudi/ yakin achmad) Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/358351/ bkz010019 October 19th, 2010, 01:01 AM Singapura Siap Bangun Perumahan Monday, 18 October 2010 MAKASSAR (SINDO) – Investor asing ternyata tidak hanya meminati sektor pertambangan dan perdagangan Sulsel. Kemarin, sejumlah pengusaha asal Singapura menyatakan kesediaannya menanamkan modalnya pada sektor properti dengan membangun kawasan perumahan. Kesediaan tersebut disampaikan pengusaha yang tergabung dalam Malay Chamber of Commerce and Industry (SMCCI) saat bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di rujab Gubernur kemarin. Presiden SMCCI Abdul Rohim Sarip mengungkapkan,kerja sama jasa konstruksi tersebut diharapkan segera terealisasi. Mengingat Sulsel saat ini sedang bergairah membangun perumahan untuk warganya. Sebelumnya investor Singapura ini sudah membangun sejumlah perumahan di Yogyakarta. “Ini yang paling memungkinkan menjalin kerja sama. Semoga secepatnya bisa terealisasi. Untuk model dan bangunannya, kami sesuaikan di Sulsel,”ungkapnya kepada wartawan kemarin. Selain jasa konstruksi perumahan, pemodal Singapura ini juga siap menjajaki hubungan kerja sama dalam bidang pertanian, perkapalan, dan sektor pendidikan. Dia mengaku,pertemuan yang berlangsung 60 menit dengan Gubernur Sulsel ini untuk meningkatkan hubungan kerja sama kedua negara dan mempererat silaturahmi Singapura-Sulsel. Apalagi sekarang ini ekspor impor Sulsel dan Singapura meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. “ Kerja sama kami selama ini semakin meningkat. Ekspor Sulsel ke Singapura mencapai angka USD400 juta dolar. Paling banyak di sektor pertanian dan perikanan serta mineral,” paparnya saat ditemui di rujab Gubernur. Setelah menemui Syahrul Yasin Limpo, rombongan pengusaha Singapura yang berjumlah 19 orang ini juga akan berangkat ke Kabupaten Tana Toraja (Tator) untuk menjajaki kerja sama di bidang pariwisata. “Di sana, kami akan temui beberapa bisnis chambers. Kami harapkan juga terjadi kerja sama di Tator,”tandas pria berkacamata ini. Sementara itu, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, dari hasil pertemuan tersebut diharapkan kembali terjadi kerja sama untuk meningkatkan perekonomian serta gairah pariwisata di Sulsel ke mancanegara. Mantan Bupati Gowa ini menambahkan, sekarang ini pihaknya juga menggenjot transportasi dari Sulsel ke Singapura untuk mempermudah jalinan kerja sama keduanya. (wahyudi) Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/358220/ bkz010019 October 20th, 2010, 05:40 AM Karyawan Carefour MTC di Makassar berpakaian daerah melayani pelanggan pada hari ultah Sulsel yg jatuh pada tgl 19 Oktober 2010 kemarin http://lh5.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/TL5Azhe0GLI/AAAAAAAACIA/6pO6mx1AfBw/Photo%203274.jpg http://lh6.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/TL5AYUg2QtI/AAAAAAAACH8/RLEVBC8EsFQ/s512/Photo%203272.jpg Comeliness October 22nd, 2010, 05:33 PM Kaluku Cafe, Bira Image Source: Kaluku Kafe. Com (http://kalukukafe.com/cottage.html) http://kalukukafe.com/images/barat.jpg http://kalukukafe.com/images/cottView.jpg http://kalukukafe.com/images/cottOut.jpg Cottage Comeliness October 22nd, 2010, 06:24 PM Rabu, 20 Oktober 2010, 20:45 WITA | Pelebaran Jalan Trans Sulawesi Diteruskan 2011 Makassar (ANTARA News) - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menyatakan bahwa proyek pelebaran jalan negara lintas provinsi dari Kabupaten Jeneponto hingga Sinjai, Sulawesi Selatan, akan diteruskan pada 2011. "Proyek jalan trans Sulawesi yang berada di wilayah selatan Sulsel itu dikerjakan atas bantuan dana dari luar negeri," kata Djoko Kirmanto di Makassar, Rabu. Ia mengatakan, proyek jalan trans Sulawesi ini terwujud atas kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Australia dengan program The Eastern Indonesian National Road Improvement Project (EINRIP). Proyek trans Sulawesi itu bakal menelan anggaran lebih dari Rp2,1 triliun sedangkan biaya pembebasan lahannya akan ditanggung pemerintah kabupaten/kota yang bersangkutan. Selanjutnya pelebaran ruas jalan akan dilakukan dalam tiga tahap atau Annual Work Program (AWP). Tahap pertama dilakukan pada 2007 ini di tiga kabupaten yakni Bantaeng, Bulukumba dan Wajo. Panjang jalan yang akan dilebarkan di ketiga kabupaten itu mencapai 55,40 km, pelebaran tahap kedua dan ketiga meliputi Pangkep, Barru, Wajo, Parepare, Bantaeng, Jeneponto, Sinjai dan Bone. Namun hingga saat ini pelebaran tahap kedua dan ketiga sepanjang 306,56 km itu belum dijadwalkan, yang pasti program ini diharapkan akan rampung pada 2011. (T.KR-MH/R007) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20705/pelebaran-jalan-trans-sulawesi-diteruskan-2011 Rabu, 20 Oktober 2010, 16:05 WITA | Pembangunan Jalan Torut-Luwu Butuh Rp80 Miliar Makassar (ANTARA News) - Pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan Kabupaten Toraja Utara-Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang dimulai 2010 membutuhkan anggaran sekitar Rp70 miliar. "Pembangunan jalan alternatif Luwu-Torut membutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar. Dari APBD Sulsel 2010 baru dialokasikan Rp1 miliar," kata anggota Komisi D DPRD Sulsel, Amru Saher di Makassar, Rabu. Amru yang juga legislator asal luwu raya menyebut, pengaspalan jalan sepanjang 72 km tersebut direncanakan selebar enam meter dan bahu jalan satu meter, dengan mengandalkan dana dari pusat. Jalur tersebut dibangun untuk menggantikan jalur lama jalan nasional yang menghubungkan, ibu kota Torut, Rantepao dengan Kota Palopo lewat puncak, yang beberapa waktu lalu terputus di 20 titik akibat bencana tanah lonsor. Pembangunan jalan alternatif ini oleh Dinas Prasarana Wilayah Sulsel direncanakan rampung 2012, dirancang untuk menggantikan jalur Rantepao-Palopo lewat puncak yang lebih jauh, rawan lonsor dan berkelok-kelok. Sementara, Ketua Komisi DPRD Sulsel Hery Suhari Attas mengemukakan pemerintah kabupaten Luwu dan Torut mesti menggunakan ABPD untuk mempercepat pembangunan jalan tersebut. Menurut dia, jalan ini sulit mendapat dana APBN karena statusnya masih jalan kabupaten, sehingga mesti ditingkatkan dulu menjadi jalan provinsi. "Statusnya masih jalan kabupaten, sehingga pemerintah provinsi dan kabupaten harus bekerjasama memberikan stimulus lewat APBD, agar statusnya cepat dinaikkan menjadi jalan nasional yang semuanya ditanggung APBN," ucapnya. (T.pso-099/S016) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20686/pembangunan-jalan-torut-luwu-butuh-rp80-miliar Comeliness October 23rd, 2010, 01:07 AM Di Sulsel yg potensi pariwisatanya besar spt Toraja, Bulukumba (Bira), dan Selayar mesti dibenahi listrik & infrastrukturnya utk memudahkan masyarakatnya & menarik wisatawan2. :yes: JUMAT, 22 OKTOBER 2010 | 01:27 WITA | PLTG Selayar Diperkirakan Telan Rp120 M Direncanakan Berkapasitas 10 MW http://www.fajar.co.id/photohead/1287682054Foto%20Ahmad%20Siang%20-%20Bupati%20Selayar%20(1).JPG BANGUN JETI. GM PLN Sultanbatara Ahmad Siang (kanan) menyampaikan kepada Bupati Selayar Syahrir Wahab (kiri) mengenai pembangunan dermaga jeti di Restoran Raja Gurih, Kamis 21 Oktober. (FOTO YULHAIDIR/FAJAR) MAKASSAR -- PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra, Sulbar (Sulselrabar) optimis untuk mengatasi masalah krisis jaringan yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar. Saat ini, PLN sedang mengkaji lebih dalam rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berbahan bakar batu bara untuk memberikan tambahan energi di kabupaten terluar Sulsel ini sekira 10 mega watt (MW). PLTG itu diperkirakan menelan Rp120 miliar. GM PLN Sulselrabar Ahmad Siang mengungkapkan ini saat bertemu Bupati Selayar Syahrir Wahab dan Direktur Institute Lembang Sembilan (L9) Mohammad Rapsel Ali di Rumah Makan Raja Gurih, Kamis 21 Oktober. Menurut Ahmad Siang, masalah di Selayar jauh lebih mudah dibandingkan beberapa daerah lain di Sulsel. Di Selayar, infrastruktur jaringan kelistrikan seperti tiang sudah terpasang sehingga PLN tidak akan bekerja keras lagi. Tak hanya itu, bangunan perumahan di Selayar masih tidak terlalu tersebar jauh dari pusat kota sehingga pengaturan jaringannya tidak terlalu sulit. "Pembangunan PLTG ini sudah melalui studi kelayakan. Saat ini, kami bersama investor sudah membahas bagaimana investasi dan pembangunan PLTGB tersebut. Salah satu fasilitas yang harus disiapkan dalam pembangunan PLTG adalah dermaga jeti. Nah, pembagian pembangunan inilah yang sekarang sedang diurus," kata Ahmad Siang. Dalam pertemuan tersebut turut hadir Kepala Divisi Pembangkitan Indonesia Timur PT PLN (Persero) Sapto Triono Widiastoto dan Manager Pembangkitan PLN Wilayah Sulselrabar Mursalim M Nur. Ahmad menambahkan investasi pembangunan PLTG ini bisa menelan biaya hingga Rp120 miliar untuk daya terpasang 10 MW. Menurut Ahmad, kebutuhan energi listrik di Selayar saat ini mencapai 4 MW lebih pada beban puncak sedangkan daya terpasang PLN sudah mencapai 6 MW. Meski begitu, pembangunan PLTG ini bukan saja untuk masyarakat, termasuk juga rencana pembangunan kilang minyak yang membutuhkan daya listrik hingga 40 MW. Bupati Selayar Syahrir Wahab mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tiang listrik sebanyak 1.836 yang sudah terpasang di beberapa daerah sekitar kota dan kecamatan. Jika fasilitas ini sudah dialiri listrik, diperkirakan seluruh daerah kota dan pulau Selayar sudah dapat terlayani. Khusus untuk pembangunan dermaga jeti, pemerintah sudah menyiapkan lahan di daerah Baloiya seluas empat hektare. Lahan tersebut sangat potensial untuk dibuat dermaga karena merupakan pantai. (die) Source: http://news.fajar.co.id/read/108007/45/pltg-selayar-diperkirakan-telan-rp120-m Coto.Gagak October 23rd, 2010, 05:58 PM Di Sulsel yg potensi pariwisatanya besar spt Toraja, Bulukumba (Bira), dan Selayar mesti dibenahi listrik & infrastrukturnya utk memudahkan masyarakatnya & menarik wisatawan2. :yes: [FONT="Trebuchet MS"]JUMAT, 22 OKTOBER 2010 | 01:27 WITA | PLTG Selayar Diperkirakan Telan Rp120 M Direncanakan Berkapasitas 10 MW http://www.fajar.co.id/photohead/1287682054Foto%20Ahmad%20Siang%20-%20Bupati%20Selayar%20(1).JPG BANGUN JETI. GM PLN Sultanbatara Ahmad Siang (kanan) menyampaikan kepada Bupati Selayar Syahrir Wahab (kiri) mengenai pembangunan dermaga jeti di Restoran Raja Gurih, Kamis 21 Oktober. (FOTO YULHAIDIR/FAJAR) MAKASSAR -- PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra, Sulbar (Sulselrabar) optimis untuk mengatasi masalah krisis jaringan yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar. Saat ini, PLN sedang mengkaji lebih dalam rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) berbahan bakar batu bara untuk memberikan tambahan energi di kabupaten terluar Sulsel ini sekira 10 mega watt (MW). PLTG itu diperkirakan menelan Rp120 miliar. Ewako Selayar... makin maju nih Selayar..., kalau ga salah Pertamina juga akan membangun penyulingan BBM di Benteng atau sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan BBM Indonesia bagian Timur... tapi ga tau udah dimulai atau belum..., ada kakak yang tahu...? Comeliness October 23rd, 2010, 09:25 PM Ewako Selayar... makin maju nih Selayar..., kalau ga salah Pertamina juga akan membangun penyulingan BBM di Benteng atau sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan BBM Indonesia bagian Timur... tapi ga tau udah dimulai atau belum..., ada kakak yang tahu...? ^^Kayaknya sih yg dibangun cuman Depo Pertamina utk Selayar. Pernah baca kalo depo ini akan diresmikan Nov 2009 yg lalu. Ada juga rencana investasi kilang minyak Selayar akhir thn ini oleh Chinese Petroleum Corporation (CPC) milik Pemerintah Taiwan yg investasinya milyaran dollar. Tapi banyak yg pesimis soalnya dulu ada rencana serupa mega proyek oleh PT Hemoco di Selayar & PT Kilang Minyak Intan Nusantara di Pare-pare tapi nggak pernah ada realisasinya. :ohno: Kita tunggu aja nanti CPC ini serius atau cuma wacana. Cuman agak khawatir juga akan wisata laut di Selayar tercemar bila ada kilang minyak. :| Comeliness October 24th, 2010, 01:07 AM Selayar Image Source: CRITC-Coremap (http://regional.coremap.or.id/selayar/profil_kabupaten/ekonomi_bisnis/pariwisata/) http://regional.coremap.or.id/i/artikel/Presentation1.jpg Comeliness October 24th, 2010, 03:02 AM Sabtu, 23 Oktober 2010, 17:34 WITA | Gubernur Optimistis Sulsel Jadi Titik Nadi Perdagangan http://bimg.antaranews.com/makassar/2010_10/small/syahrul-yl2.jpg (FOTO ANTARA/Dok) Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Sabtu, mengatakan dirinya optimis Sulsel akan menjadi titik nadi perdagangan di Indonesia dan Asia. "Cepat atau lambat, suka atau tidak suka Sulsel akan jadi titik nadi indonesia. Pada 2012 kita akan menyambut perdagangan bebas dan pasti mencari titik tengah di Indonesia," katanya pada peluncuran kapal kapal Roll on - Roll off (Ro-Ro) Alexa milik PT Bayumas Jaya Mandiri Jakarta milik Rusdi Masse yang juga Bupati Sidrap. Menurutnya, kapal angkut ke sepuluh milik perusahaan perusahaan penyedia layanan transportasi tersebut merupakan langkah maju dari pembangunan ekonomi dari perusahaan di Sulsel. "Pengusaha lah yang mengubah sesuatu menjadi bernilai," ujarnya. Lintas transportasi, lanjutnya, merupakan bagian yang sangat penting dalam perputaran ekonomi. Ia berharap, pemerintah pusat terus mendorong upaya distribusi berdasarkan pendekatan kawasan seperti program kerja se-Sulawesi, Maluku atau Papua. "Kalau pendekatan kawasan menjadi penting maka distribusinya ada di Makassar, khususnya 12 provinsi yang ada di kawasan timur Indonesia," tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga kembali menyatakan jaminan stabilitas keamanan bagi pengusaha yang berusaha dan singgah di Sulsel. Selain mendorong upaya distribusi dari pendekatan kawasan pada transportasi laut, gubernur juga tengah berupaya meyakinkan pemerintah pusat mengelola bandara lama sebagai pusat distribusi kargo. "Bandara lama sedang dimintakan ke pusat untuk dimanfaatkan sambil memaksimalkan bandara baru dengan melakukan penambahan sisi kanan dan kirinya," tambahnya. Direktris PT Bayumas Jaya Mandiri Fatmawati Rusdi mengatakan, perusahaan transportasi barang melalui laut yang dikelolanya memiliki 10 armada, delapan diantaranya merupakan milik perusahaan. "Tahun ini kami mengekspansi dua kapal Ro-Ro dan kontainer, KM Alexa adalah yang terbesar dan dapat menampung hingga 1400 unit roda empat," jelasnya yang menambahkan khusus pengiriman kendaraan kecil pada 2009 perusahaan ini mengirim rata-rata 2.000 unit setiap bulan ke berbagai daerah tujuan. Perusahaan ini melayani pengiriman rute Makassar ke Jakarta, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak dan Bitung dengan mitra kerja PT. Astra Honda Motor, PT. United Tractors TbkPT, Astra International, PT. Indomobil Niaga International dan PT. Bosowa Berlian Motor. (T.KR-RY/F001) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20812/gubernur-optimistis-sulsel-jadi-titik-nadi-perdagangan Comeliness October 24th, 2010, 05:53 PM Pulau Tambolongan Polassi, Selayar Image Source: CRITC-Coremap (http://regional.coremap.or.id/selayar/profil_kabupaten/ekonomi_bisnis/pariwisata/) http://img266.imageshack.us/img266/4843/crim00131.jpg http://img693.imageshack.us/img693/7535/crim00111.jpg Comeliness October 25th, 2010, 02:04 AM Minggu, 24 Oktober 2010, 21:06 WITA | Pemprov Sulsel Lakukan Reboisasi Melalui Udara Gowa, Sulsel (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama dengan Kalla Group dan Universitas Hasanuddin melakukan uji coba penaburan bibit tanaman hutan melalui udara. Bibit tanaman hutan yang ditebar adalah jenis Trembesi dan Sengon sebanyak dua ton di lahan seluas lima hektare di Desa Moncongloe Kecamatan Manuju Kabupaten Gowa, Minggu. Kepala Dinas Kehutanan Sulsel Syukri menjelaskan uji coba ini dilakukan untuk mengembangkan metode rehabilitasi hutan yang lebih efektif dan efisien. "Dengan menggunakan helikopter lokasi hutan yang sulit dengan mudah dapat dijangkau, hemat waktu serta biaya," ujarnya. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, selama ini begitu banyak dana reboisasi namun hasilnya tidak mampu diukur dengan pasti. Cara ini diharapkan dapat menjadi solusi kerusakan hutan Sulsel, khususnya di wilayah tangkapan air hujan Sungai Jeneberang dan Gunung Bawakaraeng. "Kami berharap ada program prioritas untuk Daerah Aliran Sungai Jeneberang serta daerah patahan dan longsoran Bawakaraeng" katanya. HM. Jusuf Kalla menjelaskan bahwa sudah saatnya mengembalikan metode perbaikan alam secara alamiah. "Sudah bermacam cara reboisasi yang dilakukan tapi hasilnya tidak memuaskan karena permasalahan waktu dan jumlahnya yang tidak tersebar merata," katanya. Menurutnya, dikembalikan ke cara tersebut adalah sesuai proses alamiah saat biji-bijian terbawa oleh angin atau dibawa burung kemudian akhirnya tumbuh dengan sendirinya. "Bibit kita tebar, tinggal butuh alat dan waktu yang tepat, dengan cara ini kita dengan mudah dapat mencapai gunung," katanya. Mantan Wakil Presiden RI ini berharap dalam dua tahun seluruh kawasan hutan Sulsel yang rusak dapat terjangkau oleh program ini dan dalam lima tahun ke depan sudah dapat dilihat hasilnya. "Untuk kebutuhan rakyat tidak boleh hanya bicara dan menunggu rapat saja. Kegiatan ini ditargetkan dalam sehari helikopter bisa menjangkau 50 hektare dan didukung oleh 20 unit helikopter sehingga bisa mencapai 100 hektare per hari," katanya.(T.KR-RY/A033) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20853/pemprov-sulsel-lakukan-reboisasi-melalui-udara Comeliness October 25th, 2010, 02:40 AM Sebenarnya Sulsel lebih perlu perbaikan infrastruktur & SDM dibanding proyek mercu suar. :bash: Potensi tiap kabupaten mesti ditingkatkan jangan cuma Mks aja yg diprioritaskan. MINGGU, 24 OKTOBER 2010 | 00:26 WITA | Makassar Harus Sediakan Informasi Investasi KTI Konsultan Ekonomi Johor Lirik Sulsel http://www.fajar.co.id/photohead/1287851266F-Yusran-Green%20research.JPG RAPAT. Principal-Investment Advisor Green Research, Irfan Sungkar (kedua dari kiri), melakukan rapat dengan koleganya dari nasabah BRI Prioritas di Kantor BRI Prioritas Jalan Jenderal Sudirman. MAKASSAR -- Principal-Investment Advisor Green Research, Irfan Sungkar, melirik Sulsel sebagai daerah yang potensial untuk pusat pengembangan kawasan timur Indonesia (KTI). Hanya saja kata konsultan ekonomi negara bagian Johor ini, potensi tersebut tidak dimaksimalkan. Hal itu diungkapkan Irfan, Jumat 22 Oktober dalam acara Press Luncheon di BRI Prioritas Makassar. Melirik potensi tersebut, Irfan menjajaki untuk membuka kantor cabang di Sulsel dengan nama PT Green Research Indonesia. Perusahaan yang bergerak di bidang konsultan bisnis tersebut, join dengan nasabah BRI Prioritas yakni, Isnaeni Ismail, Zulkifli Muis, AZ Muttaqien, Iryani Ismail, Ansyar Rahman, Ita Ilyani, dan Syarifuddin Rani. Pada kesempatan tersebut, Irfan yang sudah 12 tahun menjadi penasihat ekonomi negara bagian Johor Malaysia mengungkapkan, dirinya tergerak untuk membantu Indonesia khususnya Sulsel dalam mempercepat pembangunan ekonomi dengan memperkenalkan metode pembangunan yang telah terbukti diterapkan di negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. "Fungsi Sulsel sebagai pintu gerbang KTI tidak terlalu maksimal. Orang asing datang ke Makassar seharusnya bisa mendapat informasi yang akurat soal KTI. Termasuk potensi investasi di KTI, jadi usahanya boleh di Papua misalnya, tapi ada kantor perwakilan di Makassar," sebut Irfan. Dia melihat, Sulsel memang bergerak namun masih sebatas pembangunan yang terkesan mercusuar. Belum menyentuh pergerakan di sektor riil. Menurutnya, potensi-potensi tersebut bisa disinergikan dengan menjembatani Sulsel dan negara-negara donor. "Di luar sana ada banyak bantuan pembangunan, dan bantuan pendidikan. Tapi tidak pernah diberdayakan," ungkapnya. PT Green Research Indonesia sebut Irfan, akan diluncurkan bulan depan. Dengan perusahaan tersebut, Irfan berharap bisa bekerjasama dengan pemda-pemda dalam menata perekonomian di wilayahnya masing-masing, juga bisa membantu membuka akses kerjasama dengan negara luar. "Kami bisa menjual potensi Sulsel di luar negeri. Kita bisa menghubungkan dengan link-link kita di banyak negara," paparnya. Irfan melihat, pembangunan di Sulsel masih terlampau terfokus ke Makassar. Pemerintah kata dia, sudah harus melihat potensi unggulan setiap daerah. Masalah kedua, belum ada skala prioritas dan masalah lainnya, pembangunan lebih banyak ke fisik, belum ke pembangunan ke SDM. (asw) Source: http://news.fajar.co.id/read/108144/45/makassar-harus-sediakan-informasi-investasi-kti bkz010019 October 26th, 2010, 03:04 AM Takabonerate Habiskan Rp 3Miliar Tuesday, 26 October 2010 MAKASSAR (SINDO) – Takabonerate Island Expedition (TIE) atau jelajah pulau Takabonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar mulai digelar besok, 26-29 Oktober 2010. Sejumlah agenda akan digelar, pada proyek tahunan berskala international ini, seperti, snorkeling, diving, photografer under the water atau foto dibawah laut, lomba Jolloro hias hingga peringatan sumpah pemuda 28 Oktober di atas geladak Kapal KRI Surabaya. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Syuaib Mallombasi mengungkapkan, pihaknya menyiapkan dana sekitar Rp3,2 miliar yang bersumber dari APBD Pemprov Sulsel sebesar Rp 600 juta, APBD Pemkab Selayar Rp 600 juta, serta APBN sekitar Rp2 miliar. Jumlah itu, jauh lebih meningkat bila dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar Rp 2 miliar saja. Dari segi jumlah, jelas Syuaib, tercatat sekitar 700 peserta dari wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara (wisman). Khusus wisman yang sudah memastikan hadir sebanyak 50 orang, yang berasal dari delapan negara seperti Asia dan Eropa. Itupun, kedatangan mereka untuk menghadiri konferensi international pemanasan global dan lingkungan. “Tahun ini kami belum bisa berharap banyak dari kedatangan wisman, terkait pelaksanaan Sail Takabonerate . Sejak dua tahun dilaksanakan, target kami hanya eksibisi saja, yakni menjadikan program ini sebagai ikon dunia dan bisa dibranding ditingkat dunia,” jelasnya usai mengikuti rapat paripurna, kemarin. Syuaib mengungkapkan, sebenarnya pelaksanaan TIE sebagai salah satu rangkaian dari pelaksanaan tahun kunjungan Sulsel di 2012 mendatang. Dan, diharapkan jumlah kunjungan bisa meningkat pula, itu dikarenakan gencarnya promosi yang dilakukan demi menarik wisatawan berkunjung ke Sulsel. Meski tidak menarget jumlah wisman ke Takabonerate dalam jumlah besar. Namun,untuk keseluruhan kunjungan wisatawan lokal dan wisman di Sulsel di tahun ini ditargetkan sebanyak 40.000 orang. Jumlah itu meningkat bila dibandingkan tahun lalu hanya sekitar 35.000 orang saja. “Tahun kedua ini TIE memang menjadi tanggungjawab pemprov, tapi setelah tahun ketiga sepenuhnya diserahkan ke Pemkab untuk melaksanakannya. Tujuannya supaya mereka mandiri, dan bisa melibatkan seluruh masyarakat setempat, mulai dari pengadaan sarana dan prasarananya,”ujarnya. Menurut Syuaib, sedikit demi sedikit dampak pelaksanaan program TIE di tahun lalu sudah bisa dirasakan masyarakat hingga saat ini. Buktinya, sudah banyak dibangun home stay, penginapan, serta tempat belanja kerajinan tangan khas daerah tersebut. (suwarny dammar) Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/359861/ bkz010019 October 26th, 2010, 04:45 AM SENIN, 18 OKTOBER 2010 | 15:43 WITA | 3705 Hits Mengenal Potensi Wisata Sungai Kabupaten Maros Eksotisme Gugusan Karts Diselimuti Ribuan Pohon Nira http://www.fajar.co.id/photohead/128738869119%20f%20sungai%201%20ok.jpg ROSMINI/FAJAR EKSOTIK. Wisata alam Sungai Pute dapat menjadi alternatif warga untuk berakhir pekan. BANTIMURUNG tidak saja menjadi satu-satunya andalan Kabupaten Maros dalam bidang pariwisata. Tepat di Desa Salerang, Kecamatan Bontoa, sebuah objek wisata sungai dengan panorama indah ada. Namanya Sungai Pute. Pemandangan alam dari sungai tersebut tidak biasa. Sepanjang alirannya ditumbuhi gugusan karts dengan berbagai bentuk unik dan juga ribuan pohon Nira. Sangat eksotik. Ratusan karts dengan ukuran tinggi yang berbeda bak alur aliran sungai. Hutan pohon nira yang berada di sisi kiri dan kanan sungai menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Pemandangan indah ini tersingkap saat Bupati Maros, HM Hatta Rahman dan Wakilnya HM A Harmil Matotorang melakukan kunjungan kerja Sabtu, 16 Oktober didampingi sejumlah kepala SKPD dan muspida setempat. Dari titik awal Sungai Pute di Desa Salenrang, setiap pengunjung dapat mengitari sungai dengan menggunakan moda transportasi air. Baik speed boat maupun jolloro. Dari awal perjalanan daun rumbia menyambut. Menurut warga setempat, pohon nira dimanfaatkan warga sebagai atap sedangkan buah nira disadap menjadi gula merah ataupun minuman tradisional warga yakni ballo. Yaitu semacam minuman non beralkohol yang bisa memabukkan. Di Sungai Pute terdapat sumber mata air dan bendungan Rammang-rammang, yang kemudian dijadikan warga sekitar sebagai salah satu sumber air bersih. Dari informasi Kepala Desa Salenrang, Nasir, mata air tersebut telah difungsikan sejak tahun 1980-an. Sebuah mesin diesel difungsikan dari mata air Rammang-rammang untuk mengalirkan air ke bak-bak penampungan warga di dua desa yakni Minasa Upa dan Pannambungan. Namun sejak tahun 1980 mesin rusak dan hingga kini belum diperbaiki sehingga masyarakat di dua desa tersebut menggunakan sumur sebagai sumber air bersih. Kondisi ini cukup menarik perhatian Hatta, kepada wartawan dia mengungkapkan akan melakukan berbagai macam perbaikan utamanya di bidang infrastruktur. "Mata air Rammang-rammang sangat dibutuhkan untuk sumber mata air bersih bagi masyarakat, apalagi mata air ini dapat mengaliri beberapa desa jadi memang membutuhkan perhatian khusus," ungkap Hatta. Selain itu, dalam pengembangan pariwisata di sungai pute Hatta akan mengambil langkah-langkah konkret. Yakni melengkapi pengadaan sarana dan prasarana yang memadai bagi wisatawan. Salah satu prioritas orang nomor satu di Maros tersebut adalah pengerukan sungai yang saat ini mengalami pendangkalan, bahkan speed boat rombongan bupati sempat kandas karena dangkalnya sungai. Hatta sendiri menargetkan tahun 2011 mendatang perbaikan akan mulai dilakukan. "Pastinya banyak yang harus dibenahi jika ingin mengembangkan wisata air ini seperti terminalnya dimana, persinggahannya, fasilitas transportasi airnya, hingga keamanan wisatawan. Insya Allah pemerintah optimis apalagi kita menjual pemandangan alam yang sangat menarik," ujar Hatta. Kadis pariwisata Maros Ilhamsyah Azikin menuturkan Sungai Pute dapat menjadi primadona kelak. Karena eksistensi wisata sungai di Maros didukung oleh keberadaan bentangan karst yang sangat menarik. "Diharapkan dari hasil peninjauan ini akan melahirkan ide yang nantinya dapat mendukung eksistensi pariwisata di Maros khususnya wisata sungai," jelas Ilham. Ironisnya, dari data yang diperoleh ternyata tingkat kunjungan ke Rammang-rammang ini justru lebih didominasi oleh wisatawan mancanegara dibanding wisatawan lokal sendiri. Ilhamsyah mengatakan wisatawan asing yang datang ke Rammang-rammang mayoritas bukan hanya ingin menikmati pemandangan di Sungai dan karst tapi juga mereka berinteraksi dengan alam, melakukan penelitian dan wisata pendidikan sehingga wisatawan asing sangat cocok berwisata ditempat tersebut. Sedangkan wisatawan lokal lebih menyukai wisata keluarga dengan berbagai fasilitas wahana permainan dan hiburan. "Agar Rammang-rammang bisa menjadi primadona bagi wisatawan lokal nantinya akan ada program-program wisata yang tidak hanya bersifat hiburan tapi juga bernilai pengetahuan, yah wisata pendidikan," ujarnya. Diharapkan, nantinya Rammang-rammang ini menjadi bagian yang terintegral dengan wisata lain yang ada di Maros yang lebih dulu terkenal seperti Bantimurung dan Leang-leang. Setelah mengunjungi bendungan Rammang-rammang, pukul 11.30 rombongan bergerak menelusuri sungai Pute hingga ke desa Minasa Upa kecamatan Bontoa kemudian keluar dari sungai Pute menuju laut lepas dan masuk muara sungai Maros untuk menuju sungai Maros. Saat berada di muara sungai Maros inilah, seluruh speed boat maupun perahu jolloro yang ditumpangi rombongan terjebak ditengah muara akibat pendangkalan muara sungai apalagi siang hari air dimuara sedang surut. Rombongan pejabat Pemkab Maros pun harus turun tangan membantu mendorong perahu dan speed boat agar perahu dapat jalan kembali untuk menyusuri sungai Maros menuju kota Maros. Tampak wakil ketua DPRD Maros Chaidir Syam, Kadis PU Yanas Pabokori, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Maros, Budiman Effendy dan beberapa Kepala SKPD lain harus rela basah hingga lutut karena mereka turun dari perahu masing-masing agar perahu dapat bergerak kembali. (*) Sumber: http://news.fajar.co.id/read/107680/127/mengenal-potensi-wisata-sungai-kabupaten-maros kang rey October 26th, 2010, 05:19 AM kota2 disulsel kan banyak juga, request donk, susunan peringkatnya ;) Comeliness October 30th, 2010, 06:05 PM Samalona Island Photos by Yudasmoro, Garuda Magazine. Com (http://garudamagazine.com/features.php?id=194) http://garudamagazine.com/images/img_feat_off1_agt2010.jpg http://garudamagazine.com/images/img_feat_off4_agt2010.jpg http://garudamagazine.com/images/img_feat_off2_agt2010.jpg Comeliness October 30th, 2010, 06:23 PM SABTU, 30 OKTOBER 2010 | 10:03 WITA | Sulsel Siap Masuk Era Industri Semen Tonasa Mulai Pembangunan Pembangkit Listrik http://www.fajar.co.id/photohead/1288404283peresmian%20pembangkit%20listrik%20(2).jpg HARAPAN BARU. Menteri BUMN, Mustafa Abubakar bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Direktur PT Semen Tonasa, Sattar Taba saat peresmian pembangunan pembangkit listrik milik PT Semen Tonasa di Pelabuhan Biring Kassi, Bungoro, Pangkep, Jumat 29 Oktober. (Foto AKBAR HAMDAN/FAJAR) PANGKAJENE -- PT Semen Tonasa memulai pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 2 x 35 MW yang nantinya akan mendukung kegiatan produksi empat pabrik; Tonasa II, III, IV, dan V. Jika berfungsi, diproyeksi akan menambah produksi semen sebanyak 2 juta ton, dari 4,2 juta ton pada 2010 menjadi 6,2 juta ton di 2012 nanti. Pembangkit listrik ini direncanakan selesai pada pertengahan 2012. Pembangunan pembangkit listrik yang berada di Biring Kassi, Kecamatan Bungoro tersebut diresmikan dengan penekanan tombol pencanangan tiang pertama oleh Menteri BUMN, Mustafa Abu Bakar bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, serta Direktur Utama PT Semen Tonasa, Sattar Taba, Jumat, 29 Oktober. Acara ini turut dihadiri Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Amril Amir, Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Johny Waynal Usman, Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid serta pejabat Pemkab Pangkep lainnya. Acara ini juga diikuti direksi PT Semen Gresik serta direksi sejumlah BUMN perbankan. Sebelum penekanan tombol, Sattar Taba melaporkan kemajuan yang telah dicapai PT Semen Tonasa dalam lima tahun terakhir ini. Menurut Sattar, kemajuan tersebut ditandai dengan meningkatnya produksi semen dari 2,7 juta ton pada 2009 lalu menjadi 3,5 juta ton pada 2010 ini. Meningkatnya produksi ini juga dibarengi dengan peningkatan laba yang cukup signifikan. Pada 2005 lalu, sambung Sattar, laba PT Semen Tonasa masih berada di kisaran Rp22 miliar. Namun pada 2009, laba PT Semen Tonasa melonjak hingga Rp604 miliar. Kontribusi terhadap negara juga ikut terdongkrak di mana pajak dan deviden yang disumbangkan PT Semen Tonasa pada 2009 sebanyak Rp800 miliar. Padahal, pada 2005 lalu, PT Semen Tonasa hanya memberi pemasukan sekira Rp165 miliar. "Dengan dibangunnya pembangkit listrik ini, kami optimis keuntungan akan melonjak," ujar Sattar. Sattar menjelaskan, pada 2011 nanti, target produksi semen akan ditingkatkan hingga 4,2 juta ton dan 6,2 juta ton pada tahun berikutnya. Laba diprediksi naik dari Rp604 miliar pada 2009 menjadi Rp1,7 triliun pada 2010 ini. Kontribusi untuk keuangan negara juga diperkirakan melonjak dari Rp720 miliar menjadi Rp1,5 triliun. Total nilai investasi yang akan dimiliki PT Semen Tonasa mencapai Rp6 triliun. Untuk pembangkit listrik itu sendiri, kata Sattar, akan menggunakan teknologi dari Eropa. "Pembangkit listrik ini dijamin bisa menyuplai listrik selama 8000 jam dalam 330 hari operasi pabrik," jelasnya. Sementara itu, Syahrul mengaku pemerintah dan masyarakat akan sangat terbantu dengan kehadiran pembangkit listrik milik PT Semen Tonasa ini. Dia optimis Sulsel tidak akan lagi mengalami krisis listrik, malah surplus listrik hingga 80 MW. "Dalam dua tahun ke depan akan masuk 300 MW listrik. Sulsel sudah siap memasuki era industri," katanya. Menteri BUMN tak kalah optimisnya. Dia berharap pengoperasian pembangkit listrik ini nantinya akan semakin membantu upaya memajukan industri semen milik pemerintah. Diakui Mustafa, saat ini pasar semen masih dikuasai pihak swasta. "Mereka (swasta) memproduksi 28,4 juta ton semen atau mendominasi hampir 60 persen. Sementara pemerintah hanya 19,5 juta ton, tepatnya 41,9 persen," kata Mustafa. Karena itu, pemerintah akan mendukung sepenuhnya proyek pembangkit listrik ini. Mustafa juga menekan PT Semen Tonasa agar bisa menyelesaikan proyek pembangunan pabrik Tonasa V selambat-lambatnya November 2011 nanti. "Saya usahakan presiden yang akan meresmikan Tonasa V," ujarnya. (aha) Source: http://metronews.fajar.co.id/read/108684/10/sulsel-siap-masuk-era-industri- Comeliness October 31st, 2010, 02:46 AM Sabtu, 30 Oktober 2010, 21:32 WITA | Pelabuhan Bira Dianggarkan Rp42 Miliar di 2011 Makassar (ANTARA News) - Pelabuhan penyeberangan Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mendapatkan pos anggaran Rp42 miliar dari APBN 2011. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Sulawesi Selatan, Masykur A Sultan, di Makassar, Sabtu, mengatakan, anggaran tersebut akan digunakan untuk pengerukan kolam dan tanggul penahan ombak di pelabuhan yang menghubungkan pulau Sulawesi dengan pulau Selayar. Kondisi pelabuhan yang juga melayani arus barang ke Kawasan Timur Indonesia tersebut mengalami pendangkalan, sehingga pada saat air laut surut kapal tidak bisa masuk kedalam kolam dermaga. Masykur menyebut, pelabuhan bira mengalami pendangkalan sekitar 2-3 meter, sehingga saat air surut kedalaman kolam cuma sekitar 2 meter. Ia menyebut, pada 1996 lalu kedalaman kolam setelah dikeruk oleh Jepang (JICA) mencapai 4,5 meter namun terus mengalami pendangkalan akibat faktor alam. Pendangkalan terjadi karena ombak air laut yang mendorong lumpur masuk dalam kolom, serta air hujan yang membawa tanah dan sampah masuk ke dalam kolam. Untuk menahan ombak yang membawa lumpur akan dibangun tanggul diluar dermaga yang panjangnya sekitar 1 kilo meter. Mantan Kepala Badan Penanganan Amdal Daerah Sulsel ini menyebut, untuk pembangunan area terminal pelabuhan, juga akan dianggarkan di APBD Sulsel 2011. Sedangkan untuk penambahan panjang dermaga, ia mengemukakan, baru akan dirancang setelah pengerukan dan tanggul selesai. Sementara, anggota Komisi D DPRD Sulsel asal Selayar, Ince Langke, mengatakan, pengerukan pelabuhan bira sangat mendesak dilakukan karena kapal hanya bisa masuk saat air laut pasang. Saat ini, ada tiga kapal feri yang setiap hari hilir-mudik di Pelabuhan Bira yakni, kapal Bontoharu, Belida, dan Pangke Padang, rata-rata mampu mengangkut 400 penumpang dan 20 kendaraan roda empat. (T.pso-099/M012) Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/21099/pelabuhan-bira-dianggarkan-rp42-miliar-di-2011 Sabtu, 30 Oktober 2010 | 14:43 WITA Syahrul Akan Ambil Alih Pabrik Gula Bone Makassar, Tribun - Gubernur Syahrul Yasin Limpo akan mengambilalih alih pengelolaan Pabrik Gula Camming dan Arasoe di Bone. Hal itu disampaikan Syahrul kepada Menteri Negara (Meneg) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur, Jl Sungai Tangka, Makassar, Jumat (30/10). Dalam pertemuan tersebut, Syahrul memaparkan rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk menjadikan Bone sebagai sentra produksi gula nasional. Kepada menteri, Syahrul menjelaskan, rendahnya produksi gula di dua pabrik ini diakibatkan berbagai masalah teknis dan nonteknis seperti konflik sengketa lahan di kawasan ini. Syahrul mengaku siap menyelesaikan seluruh tindakan penyerobotan lahan perkebunan yang mencapai 16 ribu hektare. Abubakar mengaku memberi apresiasi kepada pemprov untuk mengoptimalkan PG Camming dan Arasoe yang terkesan ditelantarkan. "Kami sepenuhnya mendukung kembali bangkitnya produksi gula Arasoe, Camming, maupun Takalar. Ini harus segera diselamatkan," jelasnya. Ia berharap dua pabrik ini bisa berproduksi hingga mencapai 120 ribu ton sehingga bisa memenuhi kebutuhan daerah. Kebutuhan gula konsumsi Sulsel mencapai 120 ribu ton per tahun. Sedangkan, produksi gula di tiga sentra produksi di daerah ini baru mampu menghasilkan sekitar 25 ribu ton gula.(axa) Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/134900/Syahrul-Akan-Ambil-Alih-Pabrik-Gula-Bone Coto.Gagak November 1st, 2010, 09:46 AM Samalona versi saya... Prepare, sebelum berangkat carter kapal dulu Rp.250.000,- PP http://i52.tinypic.com/2d8mc68.jpg lanjut..., yang kencang mas..., di gas ya... tapi kok ga ada pelampung...? harus banyak doa ne... http://i55.tinypic.com/246otxk.jpg Coto.Gagak November 1st, 2010, 09:53 AM ke Samalona jangan lupa bawa ikan (mentah), nasi & sambal atau lauk lainnya yang sudah mateng.... ikan yang masih mentah nanti bisa dimasak (dibakar/goreng) oleh masyarakat setampat, biaya kira-kira Rp.75.000,- sesampai di sana, kita nyewa tempat, bisa nyewa lahan, ukuran kira-kira 5x5 meter atau nyewa kamar/ruangan kalau nyewa ruangan cukup mahal, kalau ga salah sekitar Rp.150.000,- ga nginap, tapi free kamar mandi dan toilet... kalau ga nyewa ruangan, ya nyewa lahan aja, kalau ga salah Rp.20.000,- tapi ga ada fasilitas apa pun... ke toilet...? sekali masuk Rp.5.000,- jadi kalau kenc*ng, ya sambil berenang aja :lol: :lol: :lol: kalau buang air besar, dengan berat hati merelakan Rp.5.000,- :bash: Coto.Gagak November 1st, 2010, 10:16 AM Detik-detik mau sampai Samalona... udah ga sabar ne..., mana belum sarapan :bash: http://i53.tinypic.com/smewwl.jpg menurut saya, waktu yang paling enak ke pulau ini adalah pagi..., airnya segar kubel November 2nd, 2010, 03:48 AM salah satu taman di kab. sinjai (taman batu pake):banana: http://i297.photobucket.com/albums/mm219/kubel_2008/66067_161250273892962_100000239726972_471402_5492054_n.jpg credit By Andhy'zt Blodhoez bkz010019 November 2nd, 2010, 04:54 AM Jumlah Wisman Sept' 2010 http://lh4.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/TM95ZVBrB5I/AAAAAAAACkg/XG0LmJGUy-8/s640/Wisman%20Sept.JPG Rata-rata lama menginap wisman dan wisnu di SulSel Kolom (3),(4),(5) : wisman Kolom (6), (7), (8) : wisnu Kolom (9), (10), (11) : gabungan wisman dan wisnu http://lh3.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/TM98TrPxDQI/AAAAAAAACk4/kMWx6ibYGRA/s640/Rata2%20menginap%20Sep.JPG Sumber: http://www.bps.go.id/brs_file/pariwisata-01nov10.pdf bkz010019 November 2nd, 2010, 04:59 AM Antara Ikon Dunia dan Minimnya Ketersediaan Infrastruktur Tuesday, 02 November 2010 Menyambut Visit South Sulawesi 2012, pemerintah terus berbenah dan mempersiapkan infrastruktur pariwisata yang berada di Sulsel.Salah satu yang menjadi perhatian adalah Taman Nasional Takabonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar. TAKABONERATE disebut-sebut memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia, setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Luas atol yang dimiliki Takabonerate diperkirakan seluas 220.000 hektare (ha) dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 kilometer persegi. Akhir Oktober lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan Pemda Kepulauan Selayar menggelar even tahunan yang bertajuk Takabonerate Island Expedition( TIE) 2010. Event kedua kalinya ini diharapkan sebagai promosi menarik wisatawan dunia, utamanya menjelang Visit South Sulawesi 2012. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat melepas rombongan peserta Takabonerate Island Expedition 2010 di Pelabuhan Soekarno- Hatta Makassar, belum lama ini menyebutkan,Takabonerate dan Kepulauan Selayar merupakan kekayaan Sulsel yang harus bisa didorong agar bisa bermanfaat bagi kehidupan masyarakat di daerah ini. “Ekspedisi Takabonerate ini menjadi kalender even Pemprov Sulsel karena merupakan atol ketiga dunia terbesar dan tempat ini adalah ikon dunia,” ujar Syahrul Yasin Limpo. Mantan Bupati Gowa dua periode ini menyebut,nilai keragaman biota laut Takabonerate mencapai 35 poin jauh di atas Taman Nasional Bunaken (Sulawesi Utara) yang hanya mampu mencapai 27 poin. Pada tahun sebelumnya, even Ekspedisi Takabonerate mampu menarik perhatian wisatawan mancanegara. Namun tahun kedua ini, memang agak menurunnya jumlah kunjungan wisatawan di Takabonerate. “Pada ekspedisi ketiga kali dan keempat kalinya pada tahun mendatang, kami target bukan lagi ekspedisi, tetapi menjadi Sail Takabonerate,” pungkas dia. Ekspedisi tahun ini diikuti peserta International Youth Climate Forum yang berasal dari sembilan negara dengan jumlah keseluruhan mencapai 60 orang sehingga selain berorientasi pariwisata, juga terkait pelestarian lingkungan,penelitian, dan pendidikan. Dari kalangan anggota DPRD Sulsel, ekspedisi Takabonerate yang digagas Pemprov Sulsel ini dinilai belum maksimal. Pemprov diminta segera membenahi infrastruktur yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar itu. Pasalnya, ketersediaan sarana dan prasarana yang masih minim dikhawatirkan mampu menghambat target pencapaian program Takabonerate Island Expedition 2010 menjadi tujuan wisata dunia. “Sangat disayangkan promosi sudah maksimal dan menggunakan biaya besar, tapi tidak didukung ketersediaan infrastruktur, mulai sarana tempat mendaratnya helikopter, ketersediaan penginapan, hingga ketersediaan telekomunikasi,” tandasnya. (wahyudi/selesai) Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/361327/ Proyek Plaza Claudia Diduga Langgar Aturan Tuesday, 02 November 2010 SENGKANG (SINDO) – Rencana pembangunan pusat perbelanjaan (mal) Plaza Claudia Sengkang di sebelah utara Terminal Callaccu dinilai melanggar aturan. Alasannya, pembangunan yang akan menggunakan lahan seluas 5.000 meter persegi tersebut berada di daerah resapan air. Anggota Badan Pekerja Wajo Anti Corruption Commitee (WACC) Muh Sabri F menuturkan, pembangunan mal di Kota Sengkang memang bagus dan bermanfaat besar, hanya lokasi yang akan ditempati untuk membangun menyalahi aturan karena lahan di daerah itu adalah area resapan air dan penghijauan kota. ”Sebaiknya investor mencari tempat lain untuk membangun mal,”ujarnya. Senada dengan hal itu,Ketua LSM Sumpunglolo Andi Munir mengakui keberadaan mal sangat bermanfaat karena akan memancing peningkatan perekonomian dan kesejahteraan rakyat. ”Hanya, pembangunannya jangan dilakukan di tempat itu karena akan mengganggu dan merusak lokasi penghijauan dan resapan air kota. Sebaiknya mal dibangun di sebelah timur Kota Sengkang, hal itu kan sejalan dengan rencana pemerintah untuk pengembangan kota di daerah itu,”tuturnya. Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Wajo Andi Tenri Lengka berharap investor memperhatikan aspek sosial, dampak lingkungan, serta aspek politik yang bakal ditimbulkan pembangunan mal di kawasan itu. Wakil Ketua DPRD Wajo Rahman Rahim menilai area pelataran yang dimaksud memang tepat untuk pembangunan mal. Tetapi, selain merupakan aset pemerintah dan dinilai melanggar aturan,pembebasan lahan juga rumit diurus dan akan membutuhkan waktu yang lama. Belum lagi harga jual tanah di daerah itu capai Rp5juta per meter, sedangkan harga yang ditawarkan investor hanya Rp250.000 per meter. Sekda Kabupaten Wajo HM Natsir Taufik mendukung rencana investor (PT A Tiga) selaku pengembang. ”Namun, itu perlu pengkajian lebih mendalam, bilamana semua pihak sepakat, kami selaku pemerintah sangat setuju,” ujarnya singkat, seusai mengikuti acara sosialisasi rencana program pembangunan pusat perbelanjaan (mal) kemarin. Pihak PT A Tiga yang diwakili Hasan Mustafa, mengaku sejauh ini pihaknya mengedepankan niat baik mendirikan pusat perbelanjaan di Kota Sengkang. Ekspose adalah langkah awal mengetahui respons dan keinginan seluruh pihak untuk menghindari permasalahan yang bakal terjadi ke depan. “Bagi kami, jadi atau tidaknya pembangunan di lokasi tersebut adalah persoalan belakang. Saat ini kami ingin mengetahui respons pemerintah dan masyarakat terkait rencana ini sehingga ekspose dilakukan. Kami tidak mau melangkah terlalu jauh sebelum meminta persetujuan seluruh kalangan karena tidak ingin menimbulkan permasalahan pada kemudian hari,”paparnya. Sebagai putra daerah, pihak investor mengedepankan niat baik mendirikan mal di Kota Sengkang, tapi tentu harus memilih tempat yang tepat sebelum mengajukan permohonan pembangunan kepada pihak pemerintah. ”Meskipun hingga kini pihak A Tiga telah melakukan survei, di pelataran itulah kami nilai sebagai lokasi yang tepat karena arus dan perputaran perekonomian masyarakat di sekitar itu sangat lancar,” paparnya. Kadis Tata Ruang Kebersihan dan Pasar (TRKP) M Nasir mengaku bahwa pihaknya hanya memfasilitasi investor,adapun keputusan akhirnya terserah kesepakatan dari seluruh kalangan. Pihak A Tiga hanya menawarkan niat membangun mal di Kota Sengkang. Jika lokasi pembangunan dianggap menyalahi aturan, terserah pihak A Tiga memilih lokasi yang menurutnya baik untuk kelancaran usaha mereka. (jumardi nurdin) Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/361312/ Comeliness November 4th, 2010, 04:32 PM Karst - Cave, Maros Image Source: Cahyo Rahmadi, Indonesian Caves Life (http://biotagua.org/2010/10/17/k20-maros/) http://cavernicoles.files.wordpress.com/2010/10/maros02.jpg Image Source: Cahyo Rahmadi, Indonesian Caves Life (http://biotagua.org/2010/10/19/k20-maros-2/) http://i51.tinypic.com/2vu0kmp.jpg Comeliness November 5th, 2010, 05:25 PM Pelabuhan Bajoe, Bone Images Source: ASDP, Indonesia ferry (http://www.indonesiaferry.co.id/) http://www.indonesiaferry.co.id/assets/harbor/bajoe-01.jpg http://www.indonesiaferry.co.id/assets/harbor/bajoe-02.jpg http://www.indonesiaferry.co.id/assets/harbor/bajoe-03.jpg Images Source: ASDP, Indonesia ferry (http://www.indonesiaferry.co.id/) http://www.indonesiaferry.co.id/assets/harbor/bajoe-04.jpg http://www.indonesiaferry.co.id/assets/harbor/bajoe-12.jpg |