View Full Version : SULAWESI SELATAN


Pages : 1 2 3 [4] 5

Comeliness
March 4th, 2011, 06:25 PM
http://smileys.on-my-web.com/repository/Happy/happy-096.gif
Jumat, 04 Maret 2011 | 01:06:37 WITA |
Norwegia Siapkan Rp2 T
Kembali Garap PLTA Buttu Batu

http://www.fajar.co.id/img_berita/3164_TWK_Dubes%20Norwegia-PLTA%20MANIPI_3.jpg
Tawakkal/Fajar
RESMIKAN PLT A MANIPI. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo saat pertemuan dengan KF Fjellsikring asal Norwegia mewakili PT Sulawesi Mini Hydro Power (SMHP) di Gubernuran, Kamis, 3 Maret.

MAKASSAR -- Sukses membangun proyek PLTA Tangka Manipi di Sinjai, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dan Norwegia kembali melanjutkan kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Tahun ini, kedua pihak sepakat membangun PLTA Buttu Batu berkapasitas 2 x 50 Megawatt (MW) di Kabupaten Enrekang. :cheers1:

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dalam pertemuan dengan KF Fjellsikring asal Norwegia mewakili PT Sulawesi Mini Hydro Power (SMHP) mengatakan, PLTA Buttu Batu saat ini dalam tahap survei lapangan dan telah masuk agenda PT PLN Persero Wilayah Sulsel, Sultra, Sulbar (Sulselrabar).

"Kita harapkan proyek ini berjalan baik sehingga bisa memperkuat deposit energi listrik kita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri," harap Syahrul di rumah jabatan gubernur Sulsel, Kamis, 3 Februari. Pada kesempatan itu, Syahrul meresmikan PLTA Tangka Manipi secara simbolis.

Syahrul menjelaskan, konsorsium PT SMHP adalah perusahaan patungan KF Fjellsikring asal Norwegia yang berhasil membangun PLTA Tangka Manipi di Sinjai dan kini telah beroperasi. PT SMHP siap melanjutkan pembangunan PLTA di Enrekang dengan nilai investasi Rp2 triliun. Ketua DPD Golkar Sulsel ini mengatakan, pihaknya sangat berharap PT SMHP bisa kembali merealisasikan kerja sama lanjutan pembangunan pembangkit listrik agar bisa memenuhi penambahan pasokan daya di Sulsel.

Kondisi kelistrikan di wilayah Sulselrabar, kata dia, hanya mampu menyuplai daya listrik sebesar 620 MW sedangkan beban puncak sekira 586 MW, sehingga cadangan hanya mencapai 34 MW -- kurang sekitar 30 persen dari beban puncak. "Kami sangat berharap PLTA Enrekang terealisasi. Kebutuhan listrik masyarakat Sulsel sangat tinggi dan jika itu bisa terwujud tentu saja meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ungkap Syahrul.

General Manager PT SMHP, Nahdiyani Rahman menjelaskan, PLTA Buttu Batu Enrekang ditargetkan beroperasi pada 2016 dengan nilai investasi lebih dari Rp2 triliun. "Kami bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin dalam hal studi awal lingkungan hidup. Kami mencoba semua dengan pembangkit kecil, sebelum kami membangun pembangkit lebih besar," jelas Nahdiyani.

Terpisah, pengamat Kelistrikan Sulsel, Prof Arief memberi apresiasi positif terhadap investasi perusahaan asal Norwegia ini. Ia mengatakan, pemerintah harus memberikan fasilitas dan kemudahan. "Itu sangat positif bagi Sulsel. Jangan dihambat. Kalau tersedia energi yang banyak, listrik bisa tumbuh dan harga listrik bisa murah. Juga tidak perlu lagi harus menghemat. Itu harus didukung oleh pemerintah daerah," katanya.

Ia mengatakan, keberadaan 2 x 50 MW yang diproyeksikan dihasilkan pembangkit ini akan sangat membantu Sulsel yang sempat diterpa krisis listrik. Selain itu juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini. "Ini akan mendorong industri dan investor masuk. Pemadaman tidak akan ada lagi setelah adanya penambahan kapasitas. Kalau kapasitas besar, tidak perlu lagi menghemat listrik. PLN juga bisa menghemat.

Pembangkit yang mahal dibekukan saja, tidak perlu dioperasikan lagi. Misalnya yang menggunakan BBM. Itu tidak perlu lagi. Artinya listrik kita sehat, industri masuk dan lapangan kerja terbuka," kata Arief yang mengaku sedang berada di Batam. Bagi Arief, pada dasarnya, pembangkit listrik seperti ini harus diperbanyak di Sulsel. "PLTA harus digarap. Ini energi yang bisa diperbaharui. Harus didukung, tidak boleh dihambat," katanya. (amr-aci)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110304010637-norwegia-siapkan-rp2-t%27

Comeliness
March 5th, 2011, 07:23 PM
Jumat, 04 Maret 2011 | 17:35:35 WITA |
Melihat dari Dekat Pulau Kapoposan
Terumbu Karang dan Keindahan Lautnya Paling Diminati
LAPORAN RIDWAN MARZUKI, Pulau Kapoposan, Pangkep

http://www.fajar.co.id/img_berita/76004---PAM%20FOTO%20FICER.jpg
RIDWAN MARZUKI/FAJAR
TEDUH. Pepohonan yang tumbuh di Pulau Kapoposan menjadi daya tarik tersendiri.

PULAU Kapoposan bisa jadi salah satu pulau terindah. Pasir putih dan biota lautnya sangat menakjubkan. Bagaimana kondisinya kini? MASYARAKATNYA terbuka kepada siapa saja. Syarat untuk masuk ke pulau ini juga tidak sulit. Cukup bersedia tidak merusak lingkungan dan jangan merugikan masyarakat. Demikian penegasan Kepala Desa (Kades) Mattiro Ujung, Baso Rachmat.

Secara administrasi, Pulau Kapoposan memang tercatat dalam wilayah Desa Mattiro Ujung, Kecamatan Liukang Tupabbiring. Wilayah ini merupakan salah satu dari empat kecamatan yang dimiliki Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) yang wilayahnya berada di pulau. Selain Liukang Tupabbiring, kecamatan lain yang wilayahnya juga berada di kepulauan, yakni Liukang Tupabbiring Utara, Liukang Kalmas, dan Liukang Tangaya.

Warga Pulau Kapoposan sangat ramah kepada setiap pendatang. Jangan heran jika Anda mencoba menelusuri jalan-jalan di pulau itu, setiap warga yang ditemui atau sedang berada di teras rumahnya, akan menyapa dan mengajak mampir. "Singgah ki di rumah, Pak," demikian tawaran salah seorang ibu saat penulis jalan-jalan di pulau itu, Sabtu, 26 Februari.

Jalan-jalan di pagi hari mengelilingi pulau memang menjadi salah satu pilihan menarik. Kicauan burung-burung serta indahnya mentari pagi bisa disaksikan di bibir pantai. Sejuknya udara pagi di hutan-hutan mini pulau ini menambah lengkap perjalanan refreshing Anda. Memang, di Pulau Kapoposan, masih terdapat areal hutan yang belum terjamah. Hutan itu menjadi keindahan tersendiri bagi pulau.

Di hutan inilah sebagian peneliti dari kalangan pelancong ditemukan sejenis burung yang konon hanya ada di Pulau Kapoposan. Namun bagi warga setempat, burung itu dianggap biasa-biasa saja. Pelancong yang kerap ke sana menyebutnya Burung Konde karena memiliki jambul di bagian kepala mirip konde. Burung tersebut mirip Burung Maleo di Sulawesi Utara, namun jambul dan bulunya berbeda.

"Andai burung itu diketahui turis, maka pasti Kapoposan semakin ramai. Itu salah satu kekayaan yang dimiliki Pulau Kapoposan. Sayang belum terekspose ke luar," ujar Rudi, salah seorang pengunjung setia Pulau Kapoposan. Rudi adalah pecinta olahraga diving.

Topografi Pulau Kapoposan memang sangat mendukung untuk wisata bawah laut. Makanya olahraga diving atau menyelam sangat cocok di pulau ini. Konstruksi laut yang landai dipenuhi terumbu karang indah. Di bawah pulau ini terdapat beberapa gua yang bisa menambah daya tarik bagi pecinta petualangan bawah laut. Bagi yang suka olahraga berburu ikan dengan panah juga cocok di pulau ini.

Salah seorang warga Pangkajene, Arif, mengaku takjub dengan keindahan Pulau Kapoposan. Pemuda berusia 26 tahun mengaku sudah berkali-kali ke Pulau Kapoposan untuk tujuan menyelam. Arif memuji terumbu karang serta biota laut di pulau tersebut. Kendati untuk sampai ke pulau itu, mesti melewati rintangan maha berat. Ombak sangat tinggi harus dilewati sebelum sampai ke sana.

"Terumbu karangnya sangat bagus dan berwarna-warni. Biar pun tidak menyelam sampai ke dasar laut, terumbu karangnya sudah bisa dilihat. Saya sudah berkali-kali ke sana karena tertarik dengan keindahannya," ujar Arif.

Bagi Anda yang ingin berwisata ke pulau ini, bisa ke sana saat cuaca bagus. Maklum, kondisi geografis pulau ini yang berbatasan langsung dengan laut lepas, sehingga ombak relatif tinggi terutama di musim hujan. Perjalanan ke sana, khususnya dari Makassar dan Pangkajene bisa ditempuh selama tiga hingga lima jam, tergantung jenis perahu yang digunakan.

Untuk tempat menginap, saat ini terdapat bungalow atau sejenis penginapan milik Pemerintah Kabupaten (pemkab) Pangkep yang bisa disewa. Penginapan lainnya saat ini sedang dibangun oleh seorang pengusaha asal Bali. Namun warga di sana juga bersedia jika ingin menginap dengan tarif yang cukup terjangkau. (ridwanmarzuki@gmail.com)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110303173535-melihat-dari-dekat-pulau-kapoposan%27

Comeliness
March 5th, 2011, 07:36 PM
Kapoposan, Pangkep.

By HORI photo collection (http://www.flickr.com/photos/shunsukehoriuchi/265205203/sizes/z/in/photostream/)
http://farm1.static.flickr.com/101/265205203_d9afb363d7_z.jpg

By Charles Nou˙rit ( http://www.flickr.com/photos/charles_nouyrit/2298197916/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3026/2298197916_2d965fc83e_z.jpg

By Charles Nou˙rit (http://www.flickr.com/photos/charles_nouyrit/2297357331/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3048/2297357331_964ecea24a_z.jpg

Comeliness
March 7th, 2011, 05:56 PM
Senin, 07 Maret 2011, 19:32 WITA |
24 Industri Masuk Sulsel pada 2011

Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 24 industri akan dibangun di Sulawesi Selatan pada 2011, kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Senin. Ia mengatakan, tiga dari 24 industri yang akan dibangun tersebut berasal dari Korea Selatan. "Sebanyak 24 industri akan masuk ke Sulsel tahun ini karena seluruh pertanian akan diolah oleh industri. Tiga perusahaan Korea Selatan juga akan masuk," ujarnya pada peringatan hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Para calon investor, katanya, membutuhkan jaminan daerah yang aman, produktif dan pemerintah yang baik. "Sulsel merupakan provinsi terbaik dalam penerapan K3 terbaik secara nasional. Tidak ada kasus kecelakaan tenaga kerja yang signifikan, keracunan atau epidemik karena kecerobohan industri," jelasnya.

Atas kondisi tersebut, ia mengucapkan terima kasih kepada perusahaan dan meminta untuk mempertahankan kondisi tersebut. Perusahaan, lanjutnya, menjadi penting, begitupun dengan buruh, keduanya merupakan aset holistik dalam menetapkan maju tidaknya usaha kerja industri maupun lapangan kerja dan menjadi sandaran kesejahteraan rakyat.

Meski demikian, ia tidak menampik masih terdapat perusahaan yang belum menerapkan K3 secara maksimal. Ia meminta kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel serta seluruh pihak terkait agar menjaga dan mengawasi penerapan K3. "Buruh wajib lapor ke gubernur kalau ada yang tidak bisa dijembatani dengan baik. Ini bukan 'service lips'.

Pemerintah masih punya banyak modal, kalau ada perusahaan yang tidak mau menyelamatkan itu," katanya yang juga meminta kepada disnaker jangan sampai kecolongan terkait persoalan K3. Ia menitipkan hal sama pada pimpinan perusahaan dan asosiasi buruh. "Tidak perlu bakar-bakar, mari kita bicara," tambahnya dengan mengatakan bahwa ketentraman dan kedamaian menjadi modal utama dalam pembangunan.(T.KR-RY/Y006)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25405/24-industri-masuk-sulsel-pada-2011

Comeliness
March 7th, 2011, 09:51 PM
Senin, 07 Maret 2011, 19:42 WITA |
Rencana Induk Sekolah Penerbangan Dianggarkan Rp1,6 Miliar

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran Rp1,6 miliar untuk pembuatan rencana induk dan "detailed engineering design" pembangunan Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan di Kabupaten Luwu. "Pada APBD Sulsel 2011, ada anggaran Rp900 juta untuk rencana induk dan Rp700 juta untuk DED, sementara ditenderkan di Dinas Tata Ruang dan Permukiman," kata anggota Komisi D DPRD Sulsel Amru Saher di Makassar, Senin.

Menurut dia, rencana induk maupun DED harus cepat diselesaikan sebagai syarat agar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mencairkan dana untuk pembangunan fisik STIP senilai Rp800 miliar dari APBN selama tiga tahun berturut-turut. Satu-satunya sekolah penerbangan di Indonesia Timur itu akan ditempatkan di samping Bandara Lagaligo, Luwu.

"Sekolah penerbangan ini sudah pasti akan meningkatkan perekomian daerah. Juga mendukung bandara Luwu jadi bandara regional, terbesar ke dua di Sulsel setelah Bandara Hasanuddin Makassar," jelasnya. Selain melatih calon pilot, STIP juga membimbing mahasiswa di bidang mekanik pesawat terbang dan pengatur lalu lintas udara.

Pemerintah Kabupaten Luwu telah membebaskan lahan seluas 35 hektare di Kecamatan Bua sehingga pembangunan fisik bisa dilakukan setelah master plan dan DED selesai.

STIP Luwu ditargetkan rampung 2013 sehingga lulusan SMA/SMK dan sekolah sederajat dari kawasan Indonesia Timur tidak perlu lagi ke Curug, Jawa Barat, untuk mendapatkan pendidikan pilot. Selain STIP, Kabupaten Luwu juga mendapatkan dana dari APBN sebesar Rp75 miliar untuk pembangunan Politeknik Negeri di Kecamatan Walenrang di atas lahan seluas 30 hektare. (T.KR-AAT/N002)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25410/rencana-induk-sekolah-penerbangan-dianggarkan-rp16-miliar

Putra Bantaeng
March 8th, 2011, 03:54 AM
Senin, 07 Maret 2011, 19:42 WITA |
Rencana Induk Sekolah Penerbangan Dianggarkan Rp1,6 Miliar

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan anggaran Rp1,6 miliar untuk pembuatan rencana induk dan "detailed engineering design" pembangunan Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan di Kabupaten Luwu. "Pada APBD Sulsel 2011, ada anggaran Rp900 juta untuk rencana induk dan Rp700 juta untuk DED, sementara ditenderkan di Dinas Tata Ruang dan Permukiman," kata anggota Komisi D DPRD Sulsel Amru Saher di Makassar, Senin.

Menurut dia, rencana induk maupun DED harus cepat diselesaikan sebagai syarat agar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mencairkan dana untuk pembangunan fisik STIP senilai Rp800 miliar dari APBN selama tiga tahun berturut-turut. Satu-satunya sekolah penerbangan di Indonesia Timur itu akan ditempatkan di samping Bandara Lagaligo, Luwu.

"Sekolah penerbangan ini sudah pasti akan meningkatkan perekomian daerah. Juga mendukung bandara Luwu jadi bandara regional, terbesar ke dua di Sulsel setelah Bandara Hasanuddin Makassar," jelasnya. Selain melatih calon pilot, STIP juga membimbing mahasiswa di bidang mekanik pesawat terbang dan pengatur lalu lintas udara.

Pemerintah Kabupaten Luwu telah membebaskan lahan seluas 35 hektare di Kecamatan Bua sehingga pembangunan fisik bisa dilakukan setelah master plan dan DED selesai.

STIP Luwu ditargetkan rampung 2013 sehingga lulusan SMA/SMK dan sekolah sederajat dari kawasan Indonesia Timur tidak perlu lagi ke Curug, Jawa Barat, untuk mendapatkan pendidikan pilot. Selain STIP, Kabupaten Luwu juga mendapatkan dana dari APBN sebesar Rp75 miliar untuk pembangunan Politeknik Negeri di Kecamatan Walenrang di atas lahan seluas 30 hektare. (T.KR-AAT/N002)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25410/rencana-induk-sekolah-penerbangan-dianggarkan-rp16-miliar

Di Makassar sudah ada sekolah penerbangan negeri namanya AKADEMI TEKNIK DAN KESELAMATAN PENEBANGAN ( ATKP) MAKASSAR... ATKP Makassar merupakan 1 dari 4 sekolah Penerbangn Negeri di Indonesia Di antarax STPI Curug Tangerang, ATKP Medan dan ATKP Surabaya.... Alamatx jalan poros Makassar-Maros KM 25... sekolah ini di bawah naungan Badan Diklat Perhubungan... Kementerian Perhubungan... wisuadanya pun di jakarta oleh Menteri Perhubungan.... jadi STIP itu bukan satu2x di Indonesia Timur... n Alumni ATKP Makassar sudah tersebar dan bekerja di Bandara2 mau pun di swasta.... kualitasx pun di akui...... krn memiliki lisensi dari Direktorat jenderal Perhubungan Udara

Comeliness
March 8th, 2011, 03:54 PM
Di Makassar sudah ada sekolah penerbangan negeri namanya AKADEMI TEKNIK DAN KESELAMATAN PENEBANGAN ( ATKP) MAKASSAR... ATKP Makassar merupakan 1 dari 4 sekolah Penerbangn Negeri di Indonesia Di antarax STPI Curug Tangerang, ATKP Medan dan ATKP Surabaya.... Alamatx jalan poros Makassar-Maros KM 25... sekolah ini di bawah naungan Badan Diklat Perhubungan... Kementerian Perhubungan... wisuadanya pun di jakarta oleh Menteri Perhubungan.... jadi STIP itu bukan satu2x di Indonesia Timur... n Alumni ATKP Makassar sudah tersebar dan bekerja di Bandara2 mau pun di swasta.... kualitasx pun di akui...... krn memiliki lisensi dari Direktorat jenderal Perhubungan Udara

^^Gw baru tahu nih ada ATKP di poros Mks-Maros. Thanks yah atas infonya. :)

Comeliness
March 8th, 2011, 07:31 PM
By limchinhuang (http://www.flickr.com/photos/26531053@N03/3445692402/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3415/3445692402_f74903bef1_z.jpg
Enrekang.

By limchinhuang http://www.flickr.com/photos/26531053@N03/3444637709/sizes/z/in/photostream/
http://farm4.static.flickr.com/3403/3444637709_1f3d547099_z.jpg
Danau Tempe,Sengkang.

Comeliness
March 9th, 2011, 07:50 PM
Selasa, 08 Maret 2011, 20:10 WITA |
PMA Dominasi Investasi Sulsel 2011

Makassar (ANTARA News) - Penanaman Modal Asing (PMA) diperkirakan masih akan mendominasi bentuk investasi di Provinsi Sulawesi Selatan pada 2011. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Sulsel Irman Yasin Limpo di Makassar, Selasa mengatakan, dari sejumlah calon investor tersebut kebanyakan merupakan realisasi dari penjajakan dan arahan yang dilakukan sepanjang 2010, seperti investasi pembangkit listrik..

"Kecenderungan lebih besar PMA lebih bagus karena modalnya kuat," katanya usai pembukaan rapat koordinasi penanaman modal daerah 2011. Ia mengatakan, negara-negara yang akan menanamkan modalnya pada tahun ini di Sulsel antara lain India, Korea, Singapura dan Eropa. "Kebanyakan industri pertanian dan pengolahan makanan, satu atau kemungkinan dua di bidang energi tapi dengan nilai investasi besar," ujarnya.

Menurut dia, peningkatan investasi PMA ditargetkan mencapai dua persen pada 2011. Sulsel juga mendorong peningkatan investasi komoditas kakao tahun ini. "Surat dari industri makanan dunia, Nestle, Swiss telah kami terima untuk menggelar sosialisasi tentang industri kakao," ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan sosialisasi tersebut akan diperoleh banyak masukan positif agar Nestle bisa benar-benar menanamkan modalnya di Sulsel. Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kurang lebih ada 24 industri yang akan masuk ke Sulsel pada 2011.

Menurut Irman, 24 industri baru tersebut merupakan industri manufaktur, jasa pariwisata, termasuk hasil kunjungan kerja gubernur ke luar negeri seperti Korea. Melihat ekspansi yang besar dari industri yang sudah ada dan rencana masuknya calon investor industri baru pemprov melakukan langkah antisipasi, utamanya pada ketersediaan energi dan peningkatan pelayanan.

Ia menjelaskan, pihaknya akan meminta dukungan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal Pusat, terkait pelayanan dan dukungan pemerintah pusat terhadap fasilitasi pelayanan dan keberpihakan terhadap investor. "Rekomendasi dari BKPM ke BKPMD supaya mengeluarkan regulasi tersendiri terkait kerja sama swasta dan pemerintah. Jadi tidak ada lagi per sektor semua diatur satu pintu, supaya regulasinya satu," katanya. Data BKPM Pusat menyebutkan per September 2010, Sulsel menempati peringkat keenam untuk investasi PMA senilai 439,7 juta dolar Amerika dengan 32 proyek dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menempati peringkat 11 dengan nilai investasi sebesar Rp1.059,9 miliar dengan 22 proyek. (T.KR-RY/S025)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25454/pma-dominasi-investasi-sulsel-2011


Rabu, 09 Maret 2011, 22:17 WITA |
Anggaran Pembebasan Jalan Poros Pangkep-Barru Rp60 Miliar

Makassar (ANTARA News) - Anggaran pembebasan lahan untuk pelebaran jalan poros di Kabupaten Pangkep dan Barru, Sulawesi Selatan sebesar Rp60 miliar pada 2011. "Kendala penyelesaian jalan poros Pangkep-Barru selama ini, karena persoalan pembebasan lahan, dan kini sudah disiapkan anggarannya," kata Kepala Dinas Bina Marga Sulsel Abdul latief di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan, anggaran untuk pembebasan lahan untuk jalan poros Pangkep-Barru itu merupakan bagian dari anggaran yang bersumber dari APBN 2011 sebanyak Rp200 miliar.

Menurut dia, anggaran untuk jalan poros Pangkep-Barru tersebut karena yang terparah kondisi jalannya khususnya di Kecamatan Labakkang dan Ma?rang, Kabupaten Pangkep dan Kecamatan Segeri, Barru.

Sementara pengalokasian anggaran sebesar Rp200 miliar tersebut, lanjut dia, selain untuk kelanjutan pembangunan dan pelebaran jalan poros Maros-Parepare, juga untuk pembangunan jembatan. Khusus pembangunan jalan poros Maros-Pangkep, Latief mengatakan, sudah putus kontrak dengan kontraktornya dan diharapkan akhir Maret 2011 sudah kembali pengerjaan proyek dengan kontraktor baru.

Sementara menanggapi pengerjaan jalan poros Maros-Parepare yang masih terbengkalai itu, warga Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Saidi mengatakan, pada musim hujan jalan menjadi berlumpur dan terjadi kemacetan. "Sementara pada musim kemarau, debunya cukup tebal dan masuk ke rumah warga yang berada di sekitar jalan. Ini sangat mengganggu warga maupun pengguna jalan," katanya. (T.S036/S006)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25482/anggaran-pembebasan-jalan-poros-pangkep-barru-rp60-miliar

Putra Bantaeng
March 10th, 2011, 08:53 AM
^^Gw baru tahu nih ada ATKP di poros Mks-Maros. Thanks yah atas infonya. :)

ok.. bro kebetulan aku adalah alumnix di sana...

Comeliness
March 10th, 2011, 03:25 PM
ok.. bro kebetulan aku adalah alumnix di sana...

Sudah gw duga sebelumnya kalo Putra Bantaeng alumninya soalnya tahu banget sih ttg ATKP itu. :D

Comeliness
March 10th, 2011, 06:55 PM
Rabu, 09-03-2011
April 2012, PLTU Jeneponto Rampung
Sudah Serap Rp440 M

MAKASSAR, UPEKS-- Sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan terus di pacu, sebut saja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto yang kini sudah rampung 20% dari progresnya. Manager Proyek PLTU Jeneponto Bagyo Prijanto, didampingi Manager Administrasi PT Bosowa Energi Ashari Siradjuddin, dan Sipil Superintendent Djuanda, kepada Upeks, Selasa (8/3), mengatakan, dari Rp2,2 triliun yang disiapkan PT Bosowa Energi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeneponto, saat ini sudah terserap sekitar 20 persen atau sebesar Rp440 miliar.

"Yang pertama dikerjakan untuk proyek berkapasitas 2x125 megawatt (MW) tersebut adalah pelabuhan yang saat ini sudah mencapai 80 persen. Lainnya, pengadaan barang sudah 70 persen, konstruksi 20 persen, dan machine engineering sudah 95 persen," katanya. Sesuai jadwal, unit pertama berkapasitas 125 MW, akan masuk April 2012, menyusul unit kedua pada Juli 2012.

Memang lanjut Bagyo, ada pergeseran schedule akibat cuaca ekstrim beberapa bulan terakhir ini. Sehingga, untuk mengejar ketertinggalan, pelaksana proyek mendatangkan satu unit batching plant atau alat untuk membuat beton berkapasitas 60 kubik per jam. Dengan demikian, total batching unit ada tiga unit, dua lainnya berkapasitas 60 kubik per jam dan 20 kubik per jam.

"Sejak dua bulan terakhir pekerjaan proyek memang sedikit tertunda, akibat hujan yang terus turun. Tetapi meski mengalam penundaan, bukan berarti pekerjaan proyek tersebut disetop sama sekali. Pekerjaan masih tetap jalan, hanya saja target progress yang ditetapkan sudah sedikit tertinggal," terang Bagyo.

Satu unit batching plant tersebut akan diuji dan dikalibrasi Rabu hari ini atau Kamis besok. Proses pengujian tersebut akan dilakukan Badan Meterologi. PLTU Jeneponto berlokasi di Desa Punagaya Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Lokasi pembangkit 80 hektare ditambah perumahan karyawan 8 hektare.

Source: http://ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=63024

Kamis, 10 Maret 2011, 21:38 WITA |
Setengah Produksi Udang Olahan Dikonsumsi Jepang

Makassar (ANTARA News) - Sekitar 50 persen produksi makanan olahan siap saji berbahan baku udang dari Sulsel dikonsumsi oleh masyarakat Jepang. Dari 1.800 ton hasil produksi makanan laut siap saji per tahun, kata CEO PT Bogatama Marinusa (Bomar), Tigor Cendarma, di Makassar, Kamis, sekitar 50 persen diekspor ke Jepang, 30 persen ke Eropa, dan Amerika kurang dari 10 persen.

Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PDMN) ini berencana melakukan peningkatan produksi hingga 100 persen dalam tiga tahun ke depan untuk mendukung perluasan pasar ke Eropa Timur dan Timur Tengah. "Kami akan melakukan ekspansi industri dengan membangun pabrik di Kabupaten Barru dengan lahan tambak seluas empat hektare untuk memproduksi benur "specific phatogen free" (spf) atau bebas penyakit," katanya. Dia mengharapkan ekspansi ini dapat meningkatkan pasokan bahan baku.

Perusahaan yang produknya didominasi oleh makanan olahan udang jenis windu, putih, dan udang black pink mengungkapkan, kendala utama dalam peningkatan produksi adalah ketersediaan bahan baku. "Kendalanya, di sisi hulu instansi terkait harus lebih mendorong pemenuhan kualitas dan jumlah benur sepanjang tahun," katanya.

Dia menambahkan masa-masa sulit panen terjadi pada puncak kemarau, Agustus. Di Sulsel, lanjutnya, terdapat 100 ribu hektare tambak udang yang menghidupi 45 ribu kepala keluarga. Karena kualitas dan kuantitas yang tak bisa dikendalikan sesuai kebutuhan, modal kerja petambak kemudian menipis.

"Bantuan benih diberikan, tapi tidak bisa memelihara karena kekurangan modal," jelasnya. Dia mengharapkan pemerintah dapat menfasilitasi pengadaan gudang penyimpanan udang petambak. Dia mengaku menyerap produksi udang petambak secara merata di wilayah Sulsel dan Sulbar ini. Dia juga mengatakan, komoditas ini merupakan investasi riil pada devisa ekspor dan penyerapan tenaga kerja serta peluang usaha yang masih sangat besar.

"Kebutuhan bahan baku per tahun industri makanan olahan di Sulsel mencapai 50 ribu-100 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan dunia mencapai enam juta ton per tahun," jelasnya. Total produksi terpenuhi di Sulsel hingga saat ini mencapai 20 ribu ton dengan jumlah ekspor mencapai 6000 hingga 7000 ton per tahunnya. "Jadi masih kurang 30 ribu hingga 80 ribu ton. Masih butuh banyak investasi di hulu. Apalagi kebutuhan dunia terus tumbuh 10 persen per tahun," katanya.

Pemerintah, diharapkan dapat melihat kondisi ini lebih komperehensif karena perencanaan bisnis membutuhkan dukungan hulu dengan bibit unggul dalam jumlahnya besar dan tersedia setiap saat. "Sehingga petani tidak terkendala kualitas bibit dan dapat membesarkan tambaknya," katanya yang juga melakukan pembinaan terhadap petambak secara rutin.(T.KR-RY/A027)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25523/setengah-produksi-udang-olahan-dikonsumsi-jepang

Putra Bantaeng
March 11th, 2011, 01:58 AM
Sudah gw duga sebelumnya kalo Putra Bantaeng alumninya soalnya tahu banget sih ttg ATKP itu. :D

hihiihihihiiihiihiih:lol::lol::lol::lol:

Comeliness
March 11th, 2011, 08:00 PM
Rabu, 02 Maret 2011 | 16:08 WIB
Bulukumba Jadi Sentra Pembuatan Kapal Rakyat

TEMPO Interaktif , Bulukumba - Direktorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan Kabupaten Bulukumba sebagai sentra pembuatan kapal rakyat di kawasan timur Indonesia. Menurut Direktur Jenderal Dedi Sutisna, Bulukumba memiliki sumber daya yang mampu membuat perahu. ”Bulukumba juga memiliki industri yang dikenal hingga mancanegara,” ujar Dedi di Kelurahan Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, Selasa (2/3).

Penetapan Kabupaten Bulukumba sebagai sentra pembuatan kapal rakyat bersamaan dengan pencanangan sentra industri kapal perikanan dan minapolitan industri kapal di Kelurahan Tanah Beru, Kecamatan Bontobahari. ”Bulukumba dikenal Panritalopi atau ahli dalam membuat perahu dan kapal,” kata Dedi kembali menjelaskan.

Menurut Dedi, penetapan Bulukumba sebagai sentra pembuatan kapal juga untuk memenuhi kebutuhan nelayan tangkap. Kebutuhan itu didukung kebijakan terkait dengan Instruksi Presiden 2010 tentang Pengadaan Kapal Nelayan di Atas Kapal 30 gross ton. Dedi mengatakan, untuk lima tahun ke depan akan dibuat 1.000 unit kapal.

”Pada 2011 ini dimulai pembuatan kapal sebanyak 250 unit,” ujarnya. Pembuatan kapal sebesar 30 gross ton, Dedi melanjutkan, karena kemampuannya tidak diragukan lagi. ”Wilayah laut Indopnesia sering dimasuki nelayan asing. Sebab, nelayan kita hanya mempunyai kapal-kapal kecil yang kemampuan jelajahnya tidak terlalu jauh,” kata dia.

Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan bersyukur atas upaya Kementerian Kelautan menjadikan Bulukumba sebagai sentra pembuatan kapal rakyat. Dengan penetapan itu, dia mengimbau masyarakat khususnya para pengrajin kapal kayu untuk tidak lagi merantau. Dia juga mengimbau pengrajin kapal yang berada di luar Bulukumba untuk kampung halaman.

Zainuddin mengungkapkan, masyarakat di Kecamatan Bontobahari merupakan pengrajin perahu tradisional secara turun-temurun. Dia mengungkapkan, pengusaha yang memesan kapal dari pengrajin warga Bontobahari bukan hanya berasal dari dalam negeri. Tapi bahkan puluhan pengusaha dari Eropa dan Asia. ”Pengusaha asing masih percaya kualitas kapal dari Bulukumba karena pesanan dari luar tidak pernah terputus," kata dia.

Terkait dengan bahan baku pembuatan kapal, Zainuddin berjanji bakal memenuhi kebutuhan industri tersebut. Pencanangan tersebut juga dihadiri Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Christiani E. Paruntung. Bahkan Christiani mengatakan dalam waktu dekat akan memesan perahu nelayan di Bulukumba. JASMAN

Source: http://www.tempointeraktif.com/hg/makassar/2011/03/02/brk,20110302-317152,id.html

Comeliness
March 11th, 2011, 08:26 PM
Phinisi & Bulukumba.

By Ndeso Adventure (http://www.flickr.com/photos/odesya/3063187580/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3229/3063187580_54c7ed0625_z.jpg?zz=1


By Maghfir Rafsan Jamal(http://www.flickr.com/photos/59442458@N07/5444615736/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5175/5444615736_518ca1a359_z.jpg


By odie333 ( (http://www.flickr.com/photos/45055178@N08/5371414263/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5210/5371414263_9d49fe7771_z.jpg

Comeliness
March 12th, 2011, 04:45 PM
Minggu, 27 Februari 2011 | 22:54:20 WITA |
AtakkaE dan Kharisma Rumah Adat 101 Tiang

http://www.fajar.co.id/img_berita/362tiangt.jpg
NURLINA ARSYAD/FAJAR

OBJEK wisata andalan Kabupaten Wajo tidak hanya Danau Tempe dengan keindahan penorama alamnya, terutama saat matahari terbit atau terbenam. Wajo yang juga sering disebut dengan nama Bumi Lamadukelleng memiliki potensi pariwisata andalan lain, seperti perkebunan murbei dan peternakan ulat sutra, atau kawasan wisata AtakkaE. Kawasan wisata budaya kompleks rumah adat Atakkae berada di sebelah timur kota Sengkang dengan jarak tempuh sekitar tujuh kilometer. Letaknya di Kelurahan AtakkaE, Kecamatan Tempe.

Tidak sulit menjangkau kompleks rumah adat yang berada di tepi Danau Lampulung itu. Kondisi jalanan menuju AtakkaE juga terbilang mulus. Setelah memasuki kelurahan AtakkaE, pengunjung bisa merasakan sejuknya daerah ini. Sepanjang jalan ditumbuhi pepohonan rimbun. Cukup dengan tiket Rp1000 saja, pengunjung bisa tinggal berlama-lama.

Kawasan wisata AtakkaE berada di lahan seluas delapan hektare dan mulai dibangun pada 1995 pada era pemerintahan Bupati Wajo, Dahlan Maulana. Awalnya, kawasan budaya AtakkaE menjadi tempat representatif tempat pelaksanaan pameran pembangunan yang rutin digelar setiap tahun. Namun pascareformasi, pameran pembangunan ditiadakan, sehingga disulaplah menjadi kawasan wisata.

Bukan hanya pancaran alami keindahan alam yang pengunjung bisa saksikan selama berada di lokasi wisata. Pengunjung juga bisa mengenal lebih dekat adat dan budaya masyarakat Wajo. Sebab, di kawasan ini berjejer 34 rumah adat tradisional. Di antara rumah adat tersebut terdapat 14 rumah adat pencerminan 14 kecamatan yang ada di Wajo. Selebihnya, rumah adat yang dibangun setiap instansi pemerintahan. "Dulu, saat pertama kali dibangun, hanya ada 10 rumah adat saja untuk 10 kecamatan. Saat itu, Bola, Gilireng, Keera dan Penrang belum dimekarkan," tutur salah seorang staf Bdang Kebudayaan Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Wajo, Sudirman Sabang.

Di antara barisan rumah adat tradisional di kawasan budaya AtakkaE, terdapat rumah adat berukuran lebih besar. Masyarakat lokal menyebutnya rumah adat AtakkaE dan adapula yang menamakannya Bola SeratuE, karena jumlah tiang penyangga bangunan rumah sebanyak 101 batang. Rumah adat yang lebih besar ukurannya di antara rumah lainnya di kompleks AtakkaE ini sebenarnya dijuluki Saoraja La Tenri Bali atau istana kerajaan. La Tenri Bali merupakan salah satu arung matoa Wajo pertama yang bergelar Batara.

Saoraja La Tenri Bali memiliki pekarangan depan dan samping yang luas. Masyarakat biasa memanfaatkannya sebagai sarana olahraga, seperti futsal dan badminton. Kegiatan perkemahan juga sering dilakukan di sekitarnya. Kawasan wisata ini juga sering menjadi arena balap motor. Selain lokasinya yang cukup jauh dari pusat keramaian, juga memiliki lahan yang luas. Hanya saja, arena bermain dan beberapa tempat bersantai tidak berfungsi lagi. (nurlina arsyad)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110226225420-atakkae-dan-kharisma-rumah-adat-101-tiang%27

Comeliness
March 12th, 2011, 08:05 PM
deleted

Wawar05
March 12th, 2011, 09:48 PM
Produksi Sapi Sulsel 847.958 ekor

MAKASSAR – Pemprov Sulsel mengklaim,produksi sapi telah mencapai 847.958 ekor dari target produksi 1 juta ekor yang diharapkan tercapai tahun ini. Pencapaian tersebut sekaligus akan menjadi Sulsel sebagai salah satu provinsi penghasil sapi potong terbesar di Indonesia.

Berdasarkan data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, tingkat produksi sapi potong Sulsel mencapai 847.958 ekor atau naik sekitar 3,1% dari target awal yang hanya 822.353 ekor. Dibandingkan 2010 lalu, tingkat produksi sapi naik 10,26% atau hanya 796.066 ekor. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel MurtalaAli menjelaskan, Sulsel saat ini menjadi salah satu daerah dengan produksi sapipotong terbesar.

Bahkan, tahun ini target populasi sapi potong diperkirakan bisa melebihi 1 juta ekor. “Yang didorong saat ini adalah penciptaan industri ikutan yang dapat dikerjakan masyarakat, seperti pembuatan nugget. Dengan begitu, pasar sapi yang dikembangkan masyarakat semakin luas,sekaligus bernilai tambah sebelum dipasarkan,” kata dia kepada SINDO, kemarin. Dia merinci, daerah-daerah potensial penghasil sapi potong di Sulsel tahun lalu,yakni Kabupaten Bone dengan produksi 188.308 ekor,Kabupaten Bulukumba 81.232 ekor,Kabupaten Gowa 67.901 ekor,dan Kabupaten Sinjai 52.477 ekor.

Selain daerah-daerah penghasil utama tersebut, wilayah Ajjattapareng juga dinilai menjadi salah satu daerah dengan produksi sapi baik,di antaranya Kabupaten Barru 50.501 ekor, Pinrang 43.208 ekor, Enrekang 38.573 ekor, dan Sidrap 38.206 ekor. “Pengembangan sapi potong di Sulsel yang juga program ekonomi Pak Gubernur (Syahrul Yasin Limpo), dikembangkan melalui kelompok-kelompok tani, dengan diberikan bantuan bibit sapi untuk diternakkan,” ungkap dia.

Secara keseluruhan,Murtala Ali mengklaim program yang dijalankan sejak 2009 tersebut, sukses dengan adanya pertumbuhan tingkat populasi sapi potong dalam kurun waktu 2007–2010 ini. Bahkan tingkat produksi tiga kota di Makassar meningkat, yakni Kota Makassar 2.056 ekor,Parepare 4.086 ekor, dan Palopo 1.526 ekor. Hanya, dia mengakui ke depan program pembinaan dan penyuluhan terhadap pengembangan sapi potong,khususnya jenis sapi bali,perlu intens dilakukan kepada kelompok-kelompok peternak yang telah mendapat bantuan bibit sapi agar dapat berkembang sesuai yang diharapkan.

“Pada 2007, tingkat produksi sapi potong di Sulsel hanya 711.421 ekor,tapi dalam tiga tahun telah mendekati angka 900.000 ton. Program pengembangan sapi potong ini diharapkan mampu menjadi kekuatan ekonomi Sulsel juga ke depan, khususnya dari sektor peternakan,” tutur dia. Anggota Komisi B DPRD Sulsel Mukhtar Tompo beberapa waktu lalu, mendesak Pemprov Sulsel mengevaluasi pengembangan sapi Bali ini di Sulsel. Alasannya, program ini tidak efektif karena kondisi cuaca dan perawatan antara daerah- daerah di Sulsel dan Bali cenderung tidak sama.

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/386728/

Comeliness
March 13th, 2011, 05:07 PM
Tribun Timur - Minggu, 13 Maret 2011, 12:48 WITA
Malaysia dan Jerman Mau Produksi Bubuk Kopi Enrekang
Penulis : Ridwan Putra, Editor : Ina Maharani

ENREKANG, -- Investor Malaysia dan Jerman yang tertarik mengembangkan Kopi Arabaika Kabupaten Enrekang dikatakan Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung, belum dilakukan pembicaraan lebih lanjut. Hanya saja hasil pembicaraan awal, mereka siap menampung kopi dari Kabupaten Enrekang dalam bentuk bubuk dan kemasan.

"Nantinya, pabrik kopi di Maiwa yang dibangun melalui bantuan Pemprov Sulsel di Enrekang akan kita fungsikan untuk memenuhi keinginan dari investor asal Malaysia maupun Jerman. Dua investor ini tidak terfokus untuk mendapatkan komoditi kopi dari Desa Bone-bone, sehingga kami akan memberdayakan komoditi kopi dari beberapa daerah penghasil kopi di Enrekang," jelasnya.

Saat ini dikatakan, pemkab setempat juga tengah bekerjasama dengan tim dari Universitas Hasanuddin Makassar akan mengembangkan kopi jenis Arabika Typica. Kopi jenis ini hanya bisa dibudidayakan pada daerah ketinggian 1.500 di atas permukaan laut.

Untuk mewujudkan hal itu, pemkab dibantu pemprop menyiapkan lahan 80 hektar lahan untuk pengembangannya. Jenis kopi arabika typica hasil panennya relatif lebih sedikit. Dengan luas lahan puluhan hektar hanya mampu menghasilkan hasil panen 400 hingga 500 kilogram.

Namun, harga jual jenis kopi tersebut lebih mahal 10 kali lipat dibandingkan dengan jenis kopi arabika. "Tim dari Unhas sementara melakukan stek (sambung pucuk) agar kopi jenis arabika typica bisa berbuah. Ada dua kawasan yang kita kembangkan untuk jenis kopi arabika typica yakni di daerah Duri dan Bungin," kata La Tinro.(*)

Source: http://makassar.tribunnews.com/2011/03/13/malasya-dan-jerman-mau-produksi-bubuk-kopi-enrekang

Tribun Timur - Minggu, 13 Maret 2011 20:26 WITA
Kopi Enrekang Diminati 3 Investor
Penulis : Ridwan Putra, Editor : Ina Maharani.

ENREKANG, TRIBUN-TIMUR.COM -- Tiga investor dari luar negeri, Australia, Cina dan Jerman, menyatakan keseriusannya menggarap potensi Kopi Arabika di Kabupaten Enrekang. Mereka berjanji akan lebih dulu membenahi infrastuktur jalan menuju Desa Bone-bone sebagai daerah penghasil dan produksi kopi jenis tersebut.

Meski demikian, Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung mengatakan, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Enrekang masih akan mengkaji serta membicarakan keinginan investor tersebut dengan dengan perwakilan petani kopi setempat, besok, Senin (14/3). "Investor asal Australia sudah menghubungi saya, mereka mengaku sanggup untuk membenahi infrastuktur jalan menuju Desa Bone-bone asalkan mendapatkan biji kopi dari Desa Bone-bone untuk kemudian diolahnya," jelasnya.

Disebutkan, saat ini hasil komoditi kopi dari petani di Desa Bone-bone mencapai 300 ton pertahunnya. Cita rasa kopi asal Bone-bone memang telah menjadi trade mark Kabupaten Enrekang usai menjuarai cita rasa kopi Nusantara yang di perlombakan beberapa waktu yang lalu di Propinsi Jawa Timur.(*)

Source: http://makassar.tribunnews.com/2011/03/13/kopi-enrekang-diminati-3-investor

Comeliness
March 14th, 2011, 10:53 PM
From: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=513843&page=149

Hope can upload soon about palopo or mks, there some project in palopo like Opsal Plaza, Big Market Palopo City, extended of Tg. Ringgit Harbour n many Ruko project... Just wait ya.. :) :cheers:

^^Ini ada info ttg Opsal Plaza walau artikelnya udah tua tapi nggak ada salahnya di post biar ada gambaran ttg proyek itu.

:old:
Selasa, 23 Mar 2010
Jual 200 Kios dan Tujuh Ruko
Agustus, Opsal Plaza Beroperasi

PALOPO --- Pembangunan Opsal Plaza Palopo terus dikebut. Opsal Plaza yang dibangun dengan investasi murni mentargetkan pengoperasiannya di bulan Agustus 2010 mendatang. Jika ini beroperasi, maka satu-satunya pusat perbelanjaan terbesar di luar Kota Makassar. ''Kami akan jual sekitar 200 kios dan tujuh ruko di dalamnya.

Dengan melihat fisik bangunan yang ada sekarang, kami optimis target Agustus bisa tercapai,'' ujar Andryani, divisi pemasaran Opsal Plaza, kepada Palopo Pos, Senin 22 Maret 2010, kemarin. Andryani juga memastikan, lebaran Idul Fitri dan Idul Adha 2010, masyarakat Kota Palopo dan Luwu Raya pada umumnya tidak perlu lagi jauh-jauh 'buang-buang' uang ke Kota Makassar untuk berbelanja.

Sebab, kebutuhan masyarakat di Luwu Raya sudah terakomodir di Opsal Plaza sebelum memasuki dua hari besar keagamaan itu. Lebih jauh Andryanti, pemasaran kios dan ruko itu juga sudah mulai dijalankan. Harga yang ditampilkan relatif terjangkau, yakni untuk lantai dasar kisaran Rp60 juta untuk cash dan juga bisa melalui sistem kredit dengan jangka waktu 5-20 tahun. ''Uang muka cukup 30% dari harga dan dapat diansur," jelasnya.

Dikatakan Andryani, Opsal Plaza akan dibangun dengan tiga lantai. Pada lantai satu disiapkan untuk kios fashion dan garmen, lantai II untuk supermarket sejahtera, aksesoris, backry dan salon, sedangkan lantai III disiapkan untuk sejahtera departement store dan kios elektronik. "Cicilan mulai berjalan setelah Opsal Plaza beroperasi,'' tandas Andryani. (yat/ary)

Source: http://www.palopopos.co.id/?vi=detail&nid=31649

Comeliness
March 14th, 2011, 11:15 PM
Opsal Plaza, Palopo.

Opsal Plaza Exterior

Image Source: By aminghw (http://www.panoramio.com/photo/26846511)
http://i55.tinypic.com/f562c4.jpg

By aminghw (http://www.panoramio.com/photo/23557386)
http://i54.tinypic.com/30lzd3k.jpg

By aminghw (http://www.panoramio.com/photo/23556991)
http://i53.tinypic.com/21kb4pe.jpg

Comeliness
March 14th, 2011, 11:34 PM
Opsal Plaza, Palopo.

Opsal Plaza Interior

Image Source: By aminghw (http://www.panoramio.com/photo/26846767)
http://static.panoramio.com/photos/original/26846767.jpg

By aminghw(http://www.panoramio.com/photo/26846647)
http://static.panoramio.com/photos/original/26846647.jpg

By aminghw (http://www.panoramio.com/photo/26846985)
http://static.panoramio.com/photos/original/26846985.jpg

By aminghw(http://www.panoramio.com/photo/26846703)
http://static.panoramio.com/photos/original/26846731.jpg

By aminghw (http://www.panoramio.com/photo/26846884)
http://static.panoramio.com/photos/original/26846884.jpg

Comeliness
March 15th, 2011, 09:50 PM
Senin, 14 Maret 2011, 19:02 WITA |
Pemerintah Diminta Segera Bangun Waduk Kelara-Kareloe

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan diminta segera membagun waduk Kelara-Kareloe di Kabupaten Jeneponto. "Pemkab Jeneponto berharap Pemprov Sulsel segera memfasilitasi, bukan cuma pemprov, pusat juga dari segi pembiayaan," kata Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Tenri Olle Yasin Limpo, di Makassar, Senin, menjelaskan hasil Musrembang dengan pemerintah dan masyarakat Jeneponto.

Menurut dia, waduk tersebut sulit direalisasikan karena terkendala dalam pembebasan lahan. Kesulitan pembebasan lahan karena lokasinya berada di tiga kabupaten yakni Jeneponto, Gowa, dan Takalar.

Tenri berharap Pemprov Sulsel segera mempertemukan kepala daerah tiga kabupaten untuk bertemu membicarakan soal pembebasan lahan. "Kalau ini bisa dibangun, begitu banyak sawah yang bisa diairi, terutama daerah di Jeneponto, yang memang kurang sumber airnya," ucapnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Sulsel asal daerah pemilihan Gowa, Takalar, Jeneponto, Mukhtar Tompo mempertanyakan pembangunan waduk tersebut yang dari masuk prioritas nasional, namun belum juga direalisasikan.

Ia menyebut, perencanaan waduk Kelara-Kareloe yang direncanakan mampu mengairi 7.000 hektar sawah di Jeneponto dan Gowa, jauh lebih dulu dibanding beberapa waduk yang baru dibangun di Indonesia. Pembangunan waduk ini juga sebelumnya, telah direncanakan menelan anggaran sekitar Rp700 miliar dari pemerintah Jepang untuk pembangunan sumber daya manusia (JICA). (T.KR-AAT/M012)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25645/pemerintah-diminta-segera-bangun-waduk-kelara-kareloe


Senin, 14 Maret 2011, 21:43 WITA |
Jalan Provinsi Gowa-Jeneponto-Sinjai Rusak

Makassar (ANTARA News) - Jalan provinsi Sulawesi Selatan poros Palangga-Sapayya, Kabupaten Gowa, yang menghubungkan Gowa-Jeneponto-Sinjai dalam kondisi rusak. Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Tenri Olle Yasin Limpo di Makassar, Senin, meminta kepada Pemprov Sulsel segera memperbaiki ruas jalan yang panjangnya sekitar 100 kilo meter (km).

"Jalan itu terakhir dikerja sekitar lima tahun lalu. Memang belum terlalu rusak, tetapi kalau dibiarkan akan rusak berat dan membutuhkan anggaran yang lebih besar lagi," ujarnya. Ia menyebut perbaikan jalan tersebut tidak masuk dalam perencanaan Dinas Bina Marga Sulsel pada APBD 2011.

Karena itu, ia mengatakan aspirasi masyarakat dan pemerintah Gowa dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) kabupaten, akan ia perjuangkan dalam Musrembang Provinsi untuk diprogramkan di APBD perubahan 2011. Dinas Bina Marga pada APBD 2011 merencakan pemeliharaan jalan berkala sepanjang 23,50 km dan pemeliharaan rutin sepanjang 1035,99 km dengan anggaran Rp35,7 miliar.

Pemeliharaan jalan dan jembatan di tujuh ruas jalan provinsi meliputi poros Kabupaten Jeneponto-Bantaeng Rp894 juta, Barru Rp613 juta, Enrekang Rp585 juta, Luwu Utara Rp1,6 miliar, Sidrap Rp680 juta, Pinrang Rp846 juta.

Pemeliharaan jalan dan jembatan di Bone Rp2,6 miliar, Soppeng Rp1,7 miliar, Wajo Rp2,2 miliar, Sinjai Rp1 miliar, Sungguminasa-Malino (Gowa) Rp1,3 miliar, Bulukumba Rp894 miliar.

Selanjutnya, pemeliharaan berkala di kabupaten Sidrap-Wajo Rp4,5 miliar, pemeliharaan berkala di Gowa, Bulukumba, Sinjai, dan Bantaeng Rp16 miliar. Selain itu, Dinas Bina Marga juga mengelola anggaran untuk jalan Rp16,6 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembebasan lahan sepanjang delapan km.(T.KR-AAT/B012)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25648/jalan-provinsi-gowa-jeneponto-sinjai-rusak

Comeliness
March 15th, 2011, 10:19 PM
Palopo

By armin mustamin toputiri (http://www.flickr.com/photos/armintoputiri/2333600276/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3141/2333600276_7b5d56c6fe_z.jpg
Rumah Empang, Sampoddo, Palopo.

By armin mustamin toputiri (http://www.flickr.com/photos/armintoputiri/2298246264/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3185/2298246264_70f835039c_z.jpg
Pelabuhan Tanjung Ringgit, Palopo.

Comeliness
March 16th, 2011, 09:03 PM
Minggu, 13 Maret 2011 | 18:34:55 WITA |
Nikmati Wisata Outbound Pantai Labombo

http://www.fajar.co.id/img_berita/29613--vac%203.JPG
Imam Dzulkifli/Fajar
OUTBOUND. Kesenangan menikmati liburan di Pantai Labombo tidak hanya sekadar mandi di laut saja.

Ingin mandi air laut dan sesekali berteduh di bawah pepohonan yang rindang? Pantai Labombo di Palopo, menawarkan kesenangan itu. Di antara hamparan pasir dan laut, pohon-pohon berderet di tepian pantai. Labombo salah satu tempat wisata favorit di Palopo.

Letaknya yang strategis membuat orang-orang bisa menjangkaunya dengan mudah. Lokasi wisata ini hanya sekira satu kilometer dari pusat kota. Pengelola pantai ini menghadirkan nuansa yang berbeda dari wisata pantai pada umumnya. Pengunjung tak hanya sekadar mandi di laut, kemudian pulang.

Lebih dari itu, sejumlah fasilitas bisa dinikmati pengunjung yang ingin hiburan lebih. Pengunjung juga bisa melakukan outbound. Ada wahana hiburan flying fox. Fasilitas ini tak hanya menawarkan luncuran dari pohon. Sebelum meluncur, pengunjung harus melalui berbagai rintangan yang menantang adrenalin.

Bagi pengunjung yang membawa anak, bisa memilih fasilitas yang lebih aman. Ada fasilitas perahu menyerupai bebek-bebek yang lajunya bergantung kayuhan pengendara. Ombak yang tenang membuat pengunjung aman menaikkan anaknya. Pengelola juga menawarkan perahu tradisional yang siap membawa pengunjung ke tengah laut. Menyaksikan pemandangan dan sudut pandang bersatunya laut dan langit. Juga rumah-rumah nelayan menangkap ikan.

Labombo menjadi tempat finis favorit sejumlah komunitas sepeda. Usai bersepeda keliling kota, mereka menuntaskannya dengan bermain di pantai. Ada juga yang menambahkannya dengan acara bakar ikan.

Di sebuah sudut di bagian selatan Labombo, ada bagian yang menjorok ke laut. Di situ pengunjung bisa bersantai dan memancing. Atau bisa juga lebih ke dalam dan menyelam melihat panorama bawah laut.

Nuraeni, salah seorang pengunjung, mengaku takjub dengan perkembangan Labombo saat ini. Dulu, katanya, pantai ini sangat kotor. "Tetapi sekarang sudah cantik. Bisa jadi pilihan berwisata," ujarnya, pekan lalu. Beberapa tahun lalu, Labombo memang dikenal sebagai pantai "liar". Sampah di mana-mana tanpa fasilitas penunjang. Namun sejak pengelolaannya dipihakketigakan pada 2010, Labombo mulai bersolek.

Pengelola pantai wisata Labombo, Max Tarukallo mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pembenahan. Masih banyak fasilitas yang direncanakan pembangunannya.

Kepala Dinas Pariwisata Palopo, Najid Kasim menuturkan, Labombo lebih terawat sejak diserahkan pengelolaannya ke swasta. Pemkot Palopo tidak lagi direpotkan untuk memelihara dan mengembangkan potensi pariwisata Pantai Labombo. "Kami targetkan Rp40 juta pendapatan asli daerah dari Labombo," ucapnya.

Di luar persoalan siapa pengelola dan berapa target PAD, Labombo kini menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Palopo. Penat dengan seabrek urusan pekerjaan? Labombo siap menjadi lokasi wisata untuk melakukan relaksasi tubuh dan pikiran. (imam dzulkifli)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110312183455-nikmati-wisata-outbound-pantai-labombo

Sabtu, 12 Maret 2011 | 18:32:43 WITA |
Pilih Menginap di Hotel atau di Laut

http://www.fajar.co.id/img_berita/90713--vac%205.JPG
Imam Dzulkifli/Fajar
SANTAI. Pengunjung juga bisa merasakan flying fox yang memacu adrenalin atau sekadar menggunakan perahu berbentuk bebek.

SENSASI berbeda ditawarkan pengelola Pantai Labombo kepada pengunjung yang tidak ingin menikmati liburan dengan cara biasa saja. Pengunjung bisa merasakan menginap di laut. Tentu saja harus merogoh kocek lebih dalam. Pengelola Labombo memasang tarif Rp500 ribu untuk paket ini.

Pengunjung akan dibawa ke tengah laut menggunakan perahu khusus. Mereka bisa beraktivitas di sana, seperti memancing dan berenang. Soal makanan, pengunjung bakal dimanja.

Direktur CV Vista, Max Tarukallo sebagai pengelola Pantai Labombo mengatakan, petugasnya siap mengantarkan makanan dan minuman. Tiga kali makan dan dua kali snack. "Makanan dan minuman diantarkan ke tengah laut," jelasnya.

Menginap di laut hanya salah satu pilihan. Alternatif lainnya, pengunjung bisa berwisata di laut menggunakan perahu, lalu pulang saat malam dan menginap di hotel yang letaknya tak jauh dari pantai.

Paket menginap di hotel ini bertarif sama dengan menginap di laut. Jadi, tinggal pilih. Mau total menikmati laut hingga pagi atau ingin melepas lelah di kamar hotel seusai memancing di laut. Pengunjung juga bisa memilih paket memancing saja. Dengan membayar Rp250 ribu, pengunjung akan di bawah ke jarak minimal 1,5 kilometer dari tepi pantai dan memancing sepuasnya. (zul)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110312183243-pilih-menginap-di-hotel-atau-di-laut

Comeliness
March 17th, 2011, 10:46 PM
Rabu, 16-03-2011
Syahrul Ancam Maros dan Pangkep
Empat Tahun Laporan Keuangan Disklaimer

MAKASSAR, BKM--Dua Pemerintahan Kabupten yakni Maros dan Pengkep terancam dilaporkan ke pihak berwajib oleh Gubernur Syahrul Yasin Limpo. Ancaman tersebut dilontarkan Syahrul lantaran selama empat tahun berturut-turut kedua kabupetn ini disklaimer laporan pengelolaan keuangan ke Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK).

"Kalau sudah empat kali berturut-turut disklaimer maka sudah perlu disorong ke pihak berwajib. Saya sudah capek" tegas Syahrul saat ditemui usai diskusi panel terkait APBD 2011, di Hotel Singgasana, Rabu (15/3) kemarin.

Dalam diskusi panel tentang regulasi peraturan bidang pengelolaan keuangan dalam pelaksanaan dan pertanggung jawaban APBD tahun anggaran 2011 yang digelar oleh Yayasan Patria Artha itu, Syahrul mengingatkan seluruh Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) untuk lebih meningkatkan profesionalisme pengelola keuangan.

Syahrul mengakui, sejumlah besar daerah masih belum menguasai sistem pengelolaan keuangan dengan baik. Akibatnya dalam laporan keuangan ke BPK selalu dinyatakan bermasalah atau disklaimer. Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah Lembaga Sertifikasi Profesi Manajemen Keuangan, Bastian Lubis mengakui, sebahagian besar daerah di Sulsel disklaimer terhadap keuangan mereka.

Namun tidak semua bisa dianggap penyimpangan yang mengarah kepada kerugian Negara. Ia tak menampik jika kedua kabupaten yang mengalami disklaimer selama empat tahun berturut-turut sangat dimungkinkan berpotensi korupsi.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=49594

Kamis, 17-03-2011
PLN Rampungkan Proyek PLTU Barru Tahun Ini
Total 16 PLTU Baru di Tanah Air

JAKARTA, BKM - PT PLN (persero) menargetkan akan ada 16 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang selesai dibangun pada tahun ini di seluruh wilayah Indonesia. Di Kawasan Timur Indonesia, PLTU Barru menjadi salah satu yang ditargetkan selesai.

Demikian disampaikan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan ketika menyampaikan presentasinya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/3). "Terkait masalah pembangkitan, pada tahun 2011 akan ada 16 PLTU yang selesai dibangun," ucap Dahlan. Dari bahan presentasi yang disampaikan olehnya, berikut ini adalah pembangkit yang akan selesai dibangun tahun ini.

Wilayah Jawa-Bali, PLTU 1 Banten-Suralaya (625 MW), PLTU 3 Banten-Lontar (945 MW), PLTU 2 Jabar-Pelabuhan Ratu (350 MW), PLTU 1 Jatim-Pacitan (630 MW), PLTU 2 Jatim-Paiton (660 MW), PLTU 1 Jateng-Rembang (630 MW), PLTU 1 Jabar-Indramayu (990 MW).

Untuk wilayah Indonesia Barat, PLTU 3 Babel-Bangka (60 MW), PLTU Kep.Riau-Tj. Balaikarimun (14 MW) serta wilayah Indonesia Timur, PLTU Kalsel-Asam-asam (130 MW), PLTU Sulsel-Barru (100 MW), PLTU 2 Sulut-Amurang (50 MW), PLTU 1 NTT-Ende (14 MW), PLTU NTT-Kupang (33 MW), PLTU Maluku Utara-Tidore (7 MW), PLTU Sultra-Kendari (20 MW).

Selain itu, Dahlan juga sempat mengatakan kebutuhan baruan energi yang dibutuhkan PLN di 2011 adalah sebanyak 21% menggunakan BBM, 46% menggunakan batubara, serta 21% menggunakan gas. "Dilihat dari jumlahnya, bauran kebutuhan energi untuk PLN yakni 10,38 juta KL menggunakan BBM, 36,48 juta ton menggunakan batubara, dan 327,59 TBTU menggunakan gas," terangnya.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=49689

Comeliness
March 17th, 2011, 11:05 PM
Opsal Plaza, Palopo.

Image Source: By aminghw (http://www.panoramio.com/photo/26846948)
http://static.panoramio.com/photos/original/26846948.jpg


Image Source: By aminghw (http://www.panoramio.com/photo/26846909)
http://static.panoramio.com/photos/original/26846909.jpg

Comeliness
March 19th, 2011, 07:02 PM
Edisi 19 Maret 2011
Biaya Revitalisasi Pasar Pattallasang Rp 10 Miliar
Setelah direvitalisasi, pedagang mengisi los secara gratis.

TAKALAR -- Pemerintah Kabupaten Takalar akan merevitalisasi pasar tradisional Pattallasang . Program revitalisasi ini mendapat anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan sebesar Rp 10 miliar.

"Pasar ini akan dijadikan pasar percontohan di Sulawesi Selatan," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat acara peletakan batu pertama revitalisasi Pasar Pattallasang kemarin.

Mari menjelaskan, revitalisasi pasar tradisional adalah program Kementerian untuk mencanangkan pasar sehat dan bersih, sehingga dapat tercipta perilaku bersih dan sehat bagi para pedagang. Beberapa daerah mengajukan program revitalisasi pasar tradisional. Namun, Mari mengatakan, baru Kabupaten Takalar dan Bantaeng yang disetujui.

"Kedua pasar di dua kabupaten ini menjadi prioritas program revitalisasi karena memiliki potensi, seperti luas lahan dan lokasi yang strategis," ujar Menteri Mari. "Keduanya bakal menjadi pasar percontohan." Luas Pasar Pattallassang yang akan direvitalisasi ini sekitar 125 x 100 meter persegi atau lebih dari 1 hektare. Saat ini jumlah pedagang yang menempati pasar tersebut kurang-lebih 800 orang.

Bupati Takalar Ibrahim Rewa mengatakan, setelah direvitalisasi, seluruh pedagang bakal mengisi los secara gratis. "Tidak ada lagi beban biaya bagi pedagang lama," kata Ibrahim saat sosialisasi rencana revitalisasi pasar itu. Para pedagang kontan saja menyambut baik rencana tersebut. Bupati Ibrahim juga mengatakan, setelah pasar direvitalisasi, nantinya tidak ada pedagang yang diizinkan berjualan di luar pasar.

Konsultan revitalisasi Pasar Pattalassang, Juliadi, mengatakan konsep revitalisasi ini adalah pemberdayaan masyarakat. Sebab, akan dilakukan penataan dengan memisahkan pasar basah dan kering. "Antara penjual ikan dan penjual barang pecah belah tidak bercampur lagi," kata Juliadi. Setelah peletakan batu pertama, Juliadi mengatakan, pembangunannya akan segera dilakukan. "Desainnya sudah jadi." SAHRUL

Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/03/19/Makassar/krn.20110319.230312.id.html

Comeliness
March 19th, 2011, 07:28 PM
Takalar

By MuhZulkarnain (http://www.flickr.com/photos/muhzulkarnain/3842044841/)
http://farm3.static.flickr.com/2583/3842044841_167ccfdf8b_z.jpg?zz=1


By MuhZulkarnain (http://www.flickr.com/photos/muhzulkarnain/3842834122/sizes/z/in/photostream/)
http://farm3.static.flickr.com/2668/3842834122_fb89c51152_z.jpg?zz=1

Putra Bantaeng
March 20th, 2011, 08:00 AM
kunjungi Thread Kabupaten Bantaeng ya di..

www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=74595009#post74595009

Comeliness
March 20th, 2011, 04:08 PM
kunjungi Thread Kabupaten Bantaeng ya di..

www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=74595009#post74595009

^^Udah gw kunjungi thread tsb. :)

Comeliness
March 20th, 2011, 05:18 PM
Sabtu, 19-03-2011
Objek Wisata Luwu Timur Cukup Menjanjikan

Kabupaten Luwu Timur (Lutim) di Sulawesi Selatan adalah salah satu dari 23 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan yang memiliki potensi sumber daya alam cukup besar.

Selain pertambangan, Pertanian dan Perkebunan, Potensi pariwisata juga tidak kalah menariknya dan sangat menjanjikan untuk dikembangkan yang jika dikelola secara profesional bukan tidak mungkin nantinya akan menghasilkan Pendapatan Asli Daerah ( PAD) yang besar untuk membangun daerah ini.

Potensi wisata ini tersebar mulai dari kecamatan Burau, perbatasan dengan Kabupaten Luwu Utara, hingga di kecamatan Towuti, dimana danau Towuti berada. Potensi wisata ini juga beraneka ragam, mulai dari Gua,Wisata Pantai, air terjun hingga pesona danau yang ada di kawasan Kecamatan Nuha, Sorowako.

Di Kecamatan Burau misalnya terdapat Pantai Lemo, Pantai Ujung Suso, dan Gua Pabtu putih serta permandian air panas desa cendana. Sementara di kecamatan Wotu terdapat pantai Balo-Balo, Pantai sere Bisue dan Makam Pua Sanro, ditambah lagi wisata alam gunung Lampenai yang cocok dikembangkan sebagai bumi perkemahan ataupun olahraga hiking.

Demikian halnya di Kecamatan Mangkutana, terdapat Air Terjun salu anuang yang berada tepat di jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Poso,Palu,dan manado sehingga sangat startegis bagi masyarakat yang melalui jaur darat trans Sulawesi. Sayangnya, air Terjun ini berada dalam kawasan cagar alam Kalaena sehingga sangat sulit dikembangkan menjadi objek wisata unggulan.

Sementara di kecamatan Malili, yang juga ibukota Kabupaten Luwu Timur, terdapat air terjun Salo Mangorro, air Terjun Atue, Wisata Sungai Malili,Pantai Batu Menggoro dan pantai watu hara yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pariwisata unggulan daerah.

Masih wisata air terjun, saat ini yang paling ramai dikunjungi wisatawan lokal adalah air terjun Mata Buntu di kecamatan Wasuponda, air terjun tujuh tingkat ini merupakan andalan Kecamatan wasuponda, khususnya desa Ledu-Ledu, sayangnya belum dikelola dengan baik akibat keterbatasan anggaran daerah.

Objek wisata lainnya di Luwu Timur adalah danau Matano, yang terletak di Kecamatan Nuha, Sorowako, tempat perusahaan pengelola Nikel terbesar di Indonesia yakni PT.Inco beroperasi.

Pantainya yang paling terkenal adalah pantai ide. Kawasan ini terbuka untuk umum dan dikelola langsung oleh PT.Inco. Pada hari-hari tertentu, utamanya hari libur maupun week end, sudah dipastikan pantai ide akan dipadati oleh manusia baik dari mapun luar Luwu Timur.

Informasi dari Dinas Pendidikan, Kebudyaan dan Pariwisaita Kabupaten Luwu Timur, pada bulan Mei mendatang akan digelar Festival danau Matano kedua, yang merupakan agenda rutin setiap tahun dilaksanakan, bahkan saat ini sudah menjadi kalender tetap Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulawesi Selatan untuk dilaksanakan setiap tahun.

Dari sederet, objek wisata ini, Luwu Timur tentunya tidak menutup pintu bagi investor yang mau menanamkan investasinya di bidang pariwisata Luwu Timur. Pemerintah daerah akan memberikan kemudahan dan akan memfasilitasi apapun yang dibutuhkan oleh investor, sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Source: http://ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=63450

Comeliness
March 20th, 2011, 10:17 PM
Luwu Timur

By ENDIH HERAWANDI (http://www.flickr.com/photos/9971892@N02/780963711/sizes/z/in/photostream/)
http://farm2.static.flickr.com/1250/780963711_59954160d8_z.jpg
Matabuntu Waterfall.


By ENDIH HERAWANDI (http://www.flickr.com/photos/9971892@N02/780555651/sizes/z/in/photostream/)
http://farm2.static.flickr.com/1061/780555651_1fc30d91fe_z.jpg
Lake Towuti.

Comeliness
March 21st, 2011, 07:00 PM
Senin, 21 Maret 2011, 16:32 WITA |
Johor-Sulsel Pererat Hubungan Ekonomi

Makassar (ANTARA News) - Wakil Menteri Besar Johor Bahru, Malaysia Tuan Jama' bin Johan mengajak Provinsi Sulawesi Selatan untuk terus mempererat hubungan ekonomi dengan Johor. Ia mengatakan, orang Sulsel, khususnya Bugis sangat berperan dalam pembangunan ekonomi Johor. "Orang Bugis rajin bekerja dan mudah bekerja sama dengan siapa saja dalam membangun perekonomian Johor" katanya seperti diungkapkan Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang di Makassar, Senin.

Pada acara "South Sulawesi Colors" yang digelar Sabtu (19/3) di Johor, Malaysia, Tuan Jama' bin Johan menambahkan orang Bugis juga banyak berpengaruh dalam Kesultanan Johor dan mudah bersatu dengan etnis lainnya. Ia berharap hubungan kedua wilayah lebih dipererat lagi dan kebudayaan Bugis yang berkembang di Johor dilestarikan.

Presiden Persatuan Kebajikan Ekonomi Bugis-Malaysia Lokman Junit menjelaskan, terdapat sekitar 500 ribu orang Sulsel di Malaysia, 200 ribu diantaranya berada di Johor. "Mereka sangat berpengaruh khususnya di bidang perekonomian dan tersebar hampir di setiap wilayah Johor dengan menekuni berbagai profesi," ujarnya.

Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang mengatakan, Malaysia tidak terpisahkan dengan masyarakat Bugis-Makassar. Begitu pula dengan kemajuan Malaysia juga tidak terlepas dari campur tangan orang Sulsel.

Banyak pelaku bisnis di Malaysia khususnya Johor adalah orang dari Sulsel. Bahkan tercatat beberapa keturunan Sulsel memimpin di Malaysia, diantaranya Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Razak, Perdana Menteri Malaysia Tun Najib dan Menteri Besar Johor Bahru Abd. Gani Othman yang juga memiliki garis keturunan Bugis.

Pada kunjungan kerjanya di Johor, wakil gubernur juga meninjau Tourist Information Service (TIS) of South Sulawesi di Ugik Technologies Skudai Johor Bahru. TIS merupakan pusat informasi seputar potensi wisata di Sulsel. Wakil gubernur juga menyempatkan diri bersilaturahim dengan mahasiswa asal Sulsel yang menempuh program S3 di Universitas Teknologi Malaysia (UTM).(T.KR-RY/S016)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25879/johor-sulsel-pererat-hubungan-ekonomi

Comeliness
March 21st, 2011, 07:04 PM
Senin, 21-03-2011
Sulawesi Day Digelar di Australia
Adakan Kontrak Bisnis dengan Pengusaha

MAKASSAR, UPEKS—Harian Ujungpandang Ekspres bekerjasama dengan Fajar Internasional Promotion (Fipro) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel akan menggelar pameran yang dikemas dalam “Sulawesi Day”. Kegiatan itu akan dilaksanakan di tiga kota besar di Australia, yakni Perth, Sidney, dan Melbourne.

Ketua Panitia Pelaksana, Zulkifli Gani Ottoh, mengatakan, event Sulawesi Day akan memamerkan komoditas unggulan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo. “Misalnya, Sulsel yang terkenal dengan kakao,” ujarnya, Minggu (20/3).

Zulkifli menjelaskan, selain Sulawesi, pameran juga akan diikuti beberapa pengusaha dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Sehingga, meliputi segala kekayaan alam dan industri kerajinan Indonesia secara keseluruhan. “Namun, eventnya tetap dikemas dalam konsep Sulawesi,” jelasnya.

Selain pameran, event yang dilaksanakan juga bertujuan untuk menarik para investor baik asing maupun lokal untuk berinvestasi di Sulsel pada khususnya, dan semua daerah pada umumnya. Sehingga, di tempat acara, disediakan hall bagi para pengusaha melakukan kontrak bisnis.

“Duta besar Indonesia di Australia akan mendampingi selama pameran. Bahkan, pihak Australia sangat antusias dan mendesak agar kegiatan ini dilaksanakan secepatnya,” ungkapnya. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel itu, mengungkapkan, pameran akan diselenggarakan pada pertengahan April 2011 mendatang, setelah Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) yang digelar 1-3 April nanti.

“Kita sudah bicarakan agenda ini dengan Kadin Indonesia. Karena pameran juga akan diikuti seluruh pengusaha di Indonesia, makanya dijadwalkan pada pertengahan April, setelah Rapimnas Kadin,” terangnya. Disamping itu, sebuah koran berbahasa Indonesia dari Fajar Group, juga akan diluncurkan di Australia.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah bagaimana meningkatkan taraf perekonomian masing-masing daerah dan memperkenalkan kalau wilayah kita ini kaya akan berbagai potensi alam,” imbuhnya. Ia mengimbau, bagi para pengusaha yang berminat mengikuti pameran dapat mendaftar di Fipro, Harian Ujungpandang Ekspres, dan Harian Fajar serta Kantor Kadin Sulsel. “Rencananya, di tiap kota nanti akan digelar pameran selama tiga hari,” jelasnya.

Sementara, Ketua Kadin Sulsel, HM Zulkarnain Arief, yang dihubungi terpisah, menilai, rencana pameran di tiga kota besar Australia harus disikapi para pelaku Usaha Makro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Sulsel. “Para pelaku ekspor bisa leluasa melihat peluang ini,” ujarnya. Pameran yang dikemas dalam “Sulawesi Day” merupakan moment yang tepat bagi Sulsel untuk memamerkan produk unggulannya. Sehingga, ada nilai pembanding dengan negara lainnya dalam hal ini Australia.

“Kita harus perlihatkan kalau Sulsel punya potensi,” ujarnya.Menurutnya, kegiatan itu dapat meningkatkan hubungan perdagangan antara Indonesia, khususnya Sulsel dengan Australia. Apalagi, negeri kanguru itu, merupakan salah satu negara yang strategis, baik ditinjau dari kondisi geografis maupun demografisnya.

“Australia itu sangat butuh kakao dan kopi. Kita berharap, ada transaksi dan peningkatan yang cukup signifikan dengan dilaksanakannya pameran ini. Termasuk, bagaimana para pengusaha mengubah maind set-nya, manajemen, pemanfaatan teknologi dan sumber daya manusia sehingga Sulsel bisa bersaing di era kompetitif ini,” harapnya.

Source: http://ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=63497

Comeliness
March 21st, 2011, 07:19 PM
Danau Matano, Luwu Timur.

Image Source: boy.divemaster (http://www.flickr.com/photos/11061909@N05/1037119641/sizes/z/in/photostream/)
http://farm2.static.flickr.com/1410/1037119641_878c04b943_z.jpg?zz=1

By boy.divemaster (http://www.flickr.com/photos/11061909@N05/1037807896/)
http://farm2.static.flickr.com/1057/1037807896_b72483be5b_z.jpg?zz=1

The Coto
March 22nd, 2011, 06:43 PM
Parangloe Waterfall, Gowa.

Photo by atho kurniadi (http://www.panoramio.com/photo/39820991)
http://i52.tinypic.com/23k2oeo.jpg


Photo by atho kurniadi (http://www.panoramio.com/photo/39821824)
http://i53.tinypic.com/2zyy7as.jpg

I know this pict............. :colgate:
it's from my album in panoramio.com

terima kasih frend udah nguload.. dan ngaih sumbernya.. hehehhe :)

Comeliness
March 22nd, 2011, 06:44 PM
Edisi 21 Maret 2011
Proyek Gas Kota Wajo Rp 60 Miliar
Baru melayani 4.000 pelanggan

WAJO - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Wajo Firmansyah Parekkesi mengatakan pembangunan proyek city gas (gas kota) akan terealisasi pada 2011 ini. Menurut dia, tender proyek pengadaan gas itu telah dirampungkan pemerintah pusat. :)

Menurut dia, anggaran untuk proyek ini mencapai lebih dari Rp 60 miliar. "Dana itu berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas," ujar Firmansyah saat dihubungi kemarin. Dia menjelaskan, konsep pembangunan city gas ini adalah penyambungan pipa langsung dari pusat gas ke rumah warga, khususnya untuk keperluan rumah tangga.

Muhammad Bakri, Kepala Bidang Pertambangan dan Energi Kabupaten Wajo, mengatakan program gas kota adalah upaya pengembangan energi alternatif. Tujuannya, agar masyarakat memperoleh energi dengan harga murah dan terhindar dari kelangkaan bahan bakar.

Khusus di Kabupaten Wajo, Bakri menjelaskan, untuk sementara, proyek yang didanai oleh pemerintah pusat itu baru bisa melayani 4.000 pelanggan. Jumlah itu meliputi dua desa, yakni Desa Lempa dan Desa Ulugalung serta pelanggan di lima kelurahan, yakni Atakkae, Maddukelleng, Siengkang, Lapongkoda, dan Padduppa.

Menurut Bakri, keuntungan pemasangan pipa gas lebih banyak dibanding tabung gas. Selain itu, program gas ini lebih aman. "Tekanan gas saat pendistribusian melalui pipa ke rumah warga sangat kecil," ujar dia. "Jadi potensi kebocoran yang bisa mengakibatkan kebakaran juga kecil."

Bupati Wajo Andi Burhanuddin Unru mengatakan pemerintah pusat menjanjikan bahwa program city gas Wajo akan dilaksanakan pada 2011. Ia meyakini pendistribusian dan penggunaan gas bagi rumah tangga lebih menguntungkan. "Penggunaannya terhitung aman, irit, dan murah. Jauh lebih baik dibanding penggunaan tabung gas LPG," katanya.

Selain itu, menurut mantan Sekretaris Daerah Wajo itu, proyek pembangunan city gas bisa menjadi pemasukan bagi sumber pendapatan asli daerah. Karena itu, Bupati Burhanuddin berharap program ini dapat segera terlaksana dengan baik, cepat, dan tepat guna. ANDI PAJUNG

Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/03/21/Makassar/krn.20110321.230397.id.html

The Coto
March 22nd, 2011, 06:49 PM
Parangloe Waterfall, Gowa.

Photo by atho kurniadi (http://www.panoramio.com/photo/39820991)
http://i52.tinypic.com/23k2oeo.jpg


Photo by atho kurniadi (http://www.panoramio.com/photo/39821824)
http://i53.tinypic.com/2zyy7as.jpg

heheheh kayak kenal nih gambar.....
ini gambar dai akun panoramio saya... :)

Comeliness
March 23rd, 2011, 05:10 PM
Selasa, 22 Maret 2011, 21:29 WITA |
Empat Negara Impor Kakao Sulselbar Tanpa Batas

Makassar (ANTARA News) - Singapura, Malaysia, Amerika Serikat, dan Brazil mengimpor kakao asal Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat tanpa batas berapa pun jumlahnya.

"Permintaan kakao ke sini tidak terbatas, berapa pun kita mampu ekspor, hanya produksi yang kurang," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Kakao Indonesia (Askindo) Sulsel, Yusa Rasyid Ali, di Makassar, Selasa. Permintaan tak terbatas tersebut tentunya menguntungkan daerah ini, kata Yusa. Namun sampai kini ddaerah itu baru mampu memenuhi 50 persen lebih.

Tingginya minat importer di empat negara tujuan utama ekspor itu didasari mutu biji kakao asal Sulselrbar yang dikenal dengan istilah "hard butter" dan "no smoky" yang bagus untuk pabrik. Yusa menyebut, sepanjang 2010 total ekspor kakao Sulselrabar melalui pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar mencapai 155 ribu ton.

Jumlah tersebut, lanjutnya, meningkat sekitar satu persen dari ekspor kakao di 2009 dan diperkirakan akan terjadi kenaikan yang sama untuk ekspor kakao di 2011.

Ketua Komisi B DPRD Sulsel ini mengemukakan, untuk triwulan pertama 2011, ekspor kakao baru dilakukan ke Singapura dan Malaysia. Untuk ke Amerika Serikat dan Brazil masih menunggu produksi bulan April. "Belum ada data ekspor untuk triwulan pertama, khusus untuk ekspor Februari 2011 sekitar 7.000 ton," ucapnya.

Ia mengemukakan, meski kakao dari daerah ini sangat diminati pasar dunia, tetap saja masih ada kekurangannya yakni mutu biji kakao yang berfermentasi rendah, kecil, dan ringan. Hal itu disebabkan mutu dari bibit kakao yang asal ditanam.

Namun Yusa optimistis, kendala tersebut perlahan bisa diperbaiki dengan adanya gerakan nasional rehabilitasi tanaman kakao dan program Pemprov Sulsel untuk tanaman kakao. Ia menambahkan, khusus untuk ke Jepang tidak berpengaruh bagi nilai ekspor kakao Sulselrabar karena jumlahnya memang sangat kecil.(.KR-A/A027)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25910/empat-negara-impor-kakao-sulselbar-tanpa-batas

The Coto
March 23rd, 2011, 07:22 PM
Parangloe Waterfall, Gowa.

Photo by atho kurniadi (http://www.panoramio.com/photo/39820991)
http://i52.tinypic.com/23k2oeo.jpg


Photo by atho kurniadi (http://www.panoramio.com/photo/39821824)
http://i53.tinypic.com/2zyy7as.jpg

kayak kenal nih gambar:) :lol:

Comeliness
March 23rd, 2011, 10:22 PM
Maros

By a_rabin (http://www.flickr.com/photos/artaim/5305436601/)
http://farm6.static.flickr.com/5002/5305436601_fbeac85de3_z.jpg


By Amhay (http://www.flickr.com/photos/amhay73/3633041060/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3343/3633041060_94738322cc_z.jpg?zz=1

Wawar05
March 24th, 2011, 01:06 AM
selayar memang sumber minyak tapi sumber air terbatas...
:ohno:
Taiwan Jajaki Kilang Minyak di Sulsel
Thursday, 24 March 2011
MAKASSAR – Potensi pertambangan Sulsel kembali dilirik investor asing. Kali ini perusahaan asal Taiwan berencana membangun kilang minyak yang akan dijadikan pusat penampungan dan pengolahan minyak untuk selanjutnya diekspor ke Australia, Papua New Guinea,dan Timor Leste.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Sulsel Irman Yasin Limpo menjelaskan, keinginan investor Taiwan cukup besar berinvestasi. Mereka bahkan sudah melakukan visibility study di sejumlah lokasi yang dinilai cukup potensi memulai usaha tersebut. Visibility study dilakukan dengan mengakses sejumlah data terkait lokasi yang dijadikan sasaran investasi.

Ada empat daerah yang ditawarkan untuk lokasi pembangunan kilang, yakni Kabupaten Barru, Maros, Takalar, dan Kabupaten Kepulauan Selayar. Dari empat kabupaten tersebut,Selayar menjadi prioritas utama mengingat daerah tersebut memiliki kandungan minyak bumi. “Sebenarnya tahun ini proyek bisa dimulai di Selayar, hanya investor masih meragukan lokasi yang ditunjuk tersebut,” katanya dalam rapat kerja Komisi C DPRD Sulsel,kemarin.

Investor,kata adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo ini, meminta empat syarat yang harus dipenuhi sebelum mereka mulai membangun kilang minyak, yakni kesiapan infrastruktur jalan, pelabuhan, ketersediaan listrik, dan sumber air bersih. Berkaca pada empat syarat yang diajukan,investor menilai Selayar belum siap dijadikan lokasi pembangunan kilang minyak.

Apalagi,yang dibangun nanti sifatnya skala industri.Belum lagi kewajiban daerah diharapkan harus mampu memenuhi kebutuhan air bersih per hari sekitar 7.000 liter dan itu belum bisa dijamin Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Selayar. Keinginan investor ini harus segera dipenuhi. Karena itu, Pemprov menawarkan tiga kabupaten lain sebagai alternatif. Itu untuk mengantisipasi jika investor memilih hengkang dan mengalihkan investasinya ke Kalimantan.

“Dalam waktu dekat tim survei Taiwan kembali turun untuk melihat lokasi alternatif yang ditawarkan. Pemkab Takalar sudah menyatakan siap, sementara Maros masih dalam negosiasi,”ungkapnya. Rencananya,kilang minyak tersebut akan dijadikan pusat penampungan minyak yang dihasilkan dari daerah pertambangan milik CPC yang sebelumnya berada Koshiung, Taiwan.

Jika bisa terealisasi, Sulsel akan menjadi penyalur bila ada permintaan minyak dari daerah lain di Indonesia hingga ke luar negeri. Di sisi lain, tak hanya Taiwan, investasi lain akan masuk dari PT Nestle yang berencana membangun pabrik di Sulsel. Untuk mewujudkan itu,dalam waktu dekat pihaknya akan berkunjung ke Swiss guna membicarakan kelanjutan kerja sama tersebut.

Jika disepakati, Pabrik PT Nestle Indonesia dipusatkan di Sulsel dan itu sangat menguntungkan bagi petani kakao :cheers:. Adapun posisi Sulsel di nasional merupakan penghasil ekspor kakao terbesar.

Comeliness
March 24th, 2011, 05:07 PM
selayar memang sumber minyak tapi sumber air terbatas...
:ohno:

^^War, kesempatan tuh utk buka usaha di Selayar bila Wawar udah selesai study nya. Bisa jadi pengusaha air mineral atau pengusaha minyak. :D

Comeliness
March 24th, 2011, 05:20 PM
Selasa, 22 Maret 2011 | 00:25:18 WITA |
PLN Ajak Investor Garap Potensi PLTA di Enrekang

ENREKANG -- General Manager PT PLN Sulawesi Selatan Tenggara, dan Barat (Sulselrabar), Ahmad Siang, mengungkapkan, sudah saatnya para investor melirik Kabupaten Enrekang. Pasalnya kata Ahmad Siang, Kabupaten Enrekang dengan topografi pegunungan dan diapit oleh berbagai sungai besar ini, memiliki potensi investasi sektor kelistrikan yang cukup cerah.

Menurut Ahmad Siang, salah satu yang paling potensi di Enrekang yakni pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). "Enrekang ini saya katakan adalah karunia tuhan yang cukup besar, dan ini harus dimanfaatkan dengan baik," ujar ahmad Siang saat memimpin rombongan dari PLN Sulselrabar melakukan pertemuan dengan Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung di Enrekang, Senin, 21 Maret.

Hadir pula dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Enrekang, Nurhasan, Sekkab Enrekang, M Amiruddin, para asisten bupati dan kepala binas lingkup Pemkab Enrekang. Ahmad Siang menjelaskan, pembangkit PLTA cukup potensial di Enrekang. PLTA kata dia, merupakan energi paling murah. Dia pun berjanji akan mempermudah segala urusan bagi investor yang ingin berinvestasi di Enrekang, khususnya PLTA.

Sementara itu, Bupati Enrekang, La Tinro La Tunrung, mengatakan, saat ini, Pemkab Enrekang telah melakukan kerja sama dengan empat investor di bidang PLTA. "Dia investor besar, yakni dari Norwegia dan China joint dengan Singapura serta dua lainnya investor dalam negeri," tuturnya.

Investor dari Norwegia itu, jelas La Tinro, akan membangun PLTA berkapasitas 2x50 megawatt (MW) di Bonto Batu Baraka dan investor dari China akan membangun PLTA berkapasitas 2x100 MW di Sungai Saddang Desa Buntu Batu Kecamatan Enrekang. "Sementara investor kecil akan membangun PLTA masing-masing berkapasitas 3 MW dan 10 MW di Kecamatan Bungin. Semua ini masih dalam tahap proses perampungan administrasi," jelas La Tinro. (kas)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110322002518-pln-ajak-investor-garap-potensi-plta-di-enrekang%27

Senin, 21 Maret 2011, 21:41 WITA |
Pusat Dukung Pembangunan Kawasan Metropolitan Sulsel

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah pusat janjikan Pemerintah Provinsi Sulsel mendukung pembangunan kawasan metropolitan Makassar, Maros, Sungguminasa dan Takalar (Mamminasata) dan Kawasan Pembangunan Terpadu (Kapet) Parepare, kawasan strategis pariwisata Tana Toraja dan Kawasan strategi sumber daya alam.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Jakarta, kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo setelah memaparkan sejumlah program utama Sulsel di Makassar, Senin.

Ia menambahkan, pemerintah pusat sangat memahami dan akan membantu program-program Pemprov Sulsel yang menjadi skala prioritas khususnya kemacetan yang terjadi di beberapa ruas jalan di Sulsel. Begitu juga dengan program lainnya khususnya program air bersih dan air minum.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur, menyampaikan kondisi sosial ekonomi dan kecenderungan pekembangan yang terjadi di Sulsel seperti rata-rata pertumbuhan ekonomi yang mencapai 8,1 persen serta perputaran uang yang mencapai Rp94,3 triliun. Setelah mengunjungi Kementerian Pekerjaan Umum, kunjungan kerja gubernur akan dilanjutkan ke Kementerian Pemberdayaan Pembanguan dan Bappenas kemudian Kementerian Perhubungan.(T.KR-RY/S016)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25881/pusat-dukung-pembangunan-kawasan-metropolitan-sulsel

Comeliness
March 25th, 2011, 05:18 PM
Jumat, 25 Maret 2011 | 23:46:14 WITA |
Blue Steel Siap Investasi Rp80 M di Sulsel

http://www.fajar.co.id/img_berita/96225---Foto%20Baja%20Ok.JPG
NURHADI/FAJAR
SERIUS. Direktur Blue Steel Australasia, Benny Lau (kedua dari kanan) saat berbicang dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Kamis 24 Maret di Ruang Kerja Gubernur.


MAKASSAR -- Dalam sehari, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menerima dua rencana investasi ke daerahnya. Pertama investasi baja ringan dan kedua pembangunan pabrik pengolahan kepala sawit. Investasi baja ringan rencananya akan dilakukan PT Blue Steel Australasia yang beroperasi di Jawa Barat dengan menempatkan satu pabriknya di Sulsel. Perusahaan manufaktur baja ringan ini mengajukan kerja sama ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam bentuk penyertaan modal.

Direktur Blue Steel Australasia Benny Lau, menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya memproduksi aneka produk bahan bangunan berkualitas. Seperti, rangka atap, genteng metal, hingga penutup atap dari baja ringan. Saat ini Sulsel memang belum ada industri baja ringan yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan pasar.

Dengan hadirnya pabrik baja ringan di Sulsel, akan mampu mendorong perekonomian di daerah ini. Apalagi, Blue Steel juga sedang mengembangkan proyek rumah subsidi yang terbuat dari baja ringan. Blue Steel menjajaki investasi di Sulsel mencapai Rp80 miliar. "Luas lahan yang kami butuhkan sekira 3,5 hektare dan tenaga kerja antara 100 sampai 300 orang," ungkap Benny saat bertemu dengan Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis 24 Maret.

Syahrul sendiri mengatakan hal itu cukup bagus hanya saja, dia harus mengkaji dulu, termasuk membicarakan hal itu ke DPRD Sulsel. Selain itu ada tiga investor yang akan membangun industri kelapa sawit di Kabupaten Wajo. Mereka akan mengelola lahan seluas 25.000 hektare.

Tiga investor yang akan mengelola sawit Wajo diproyeksi berkapasitas produksi 6.000 ton per hari dengan luas lahan 2.5000 hektar. Saat ini, PT Intaran mulai merancang pembangunan pabrik. Bupati Kabupaten Wajo Burhanuddin Unru usai bertemu gubernur mengatakan kepala sawit sangat bagus dikembangkan asalkan ada pabriknya.

Kadis Perkebunan Sulsel Burhanuddin Mustafa menambahkan, tiga investor yang tertarik membangun industri kepala sawit di Wajo kini sedang mematangkan Amdal untuk pembangunan pabrik. Sulsel kata dia, memang potensi mengembangkan sawit karena modal awal untuk industri sawit termasuk murah. Untuk lahan seluas 10.000 hektare senilai Rp50 juta per hektare dengan harga bibit senilai Rp30.000 per pohon. (aci)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110324234614-blue-steel-siap-investasi-rp80-m-di-sulsel

Comeliness
March 26th, 2011, 02:47 AM
Malino

By mpaku2 (http://www.flickr.com/photos/pakuwibowo/3772736291/in/set-72157621771617671/)
http://farm3.static.flickr.com/2443/3772736291_51b1699bdc_z.jpg?zz=1
Air terjun Takapala.


By mpaku2http://www.flickr.com/photos/pakuwibowo/3773544866/sizes/z/in/set-72157621771617671/
http://farm3.static.flickr.com/2481/3773544866_9efc662388_z.jpg?zz=1
Perkebunan Teh.

Comeliness
March 26th, 2011, 07:28 PM
Jumat, 25 Maret 2011 | 23:25:06 WITA |
Kemenhub Bangun Sekolah Tinggi Penerbangan di Luwu :cheer:

JAKARTA -- Pembangunan Sekolah Tinggi Penerbangan STP di Kabupaten Luwu dalam waktu dekat akan direalisasikan. Itu setelah mendapat persetujuan dari Menteri Perhubungan, Freddy Numberi.

Hal itu terungkap setelah Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Luwu Andi Mudzakkar dan Bupati Toraja Theofilus Allorerung, melakukan pertemuan bersama dengan Menteri Freddy serta seluruh direktur jenderal di lingkup Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pada pertemuan itu juga, hadir salah satu anggota DPR RI, Markus Nari.

Syahrul usai pertemuan mengatakan, pembangunan STP segera direalisasikan dalam waktu dekat. Seperti yang sudah dijanjikan Menhub. "Kita dijanjikan agar pembangunannya segera dilakukan," kata Syahrul.

Pernyataan SYL itu sendiri dipertegas Andi Mudzakkar. Dia mengatakan, kehadiran STP di Luwu adalah hal yang sangat luar biasa. "Ini merupakan satu kehormatan. Mudah-mudahan dengan adanya sekolah penerbangan itu nantinya banyak mencetak pilot-pilot andal dari Tana Luwu," ujar dia, kemarin.

Dari pertemuan itu juga, SYL mengungkap jika Kemenhub berjanji segera merealisasikan pembangunan bandara di Tana Toraja. Karena, kebutuhan penerbangan ke lokasi destinasi wisata dunia itu sudah menjadi kebutuhan utama untuk memajukan pariwisata di Sulsel.

"Paling lambat 2013 atau akhir 2012 nanti, bandara di Tana Toraja akan rampung," ungkap Syahrul. Hal lain yang juga menjadi pembicaraan pada pertemuan itu yakni rute moda transportasi lintas Sulawesi. Dan hal ini akan ditindaklanjuti dengan pertemuan seluruh gubernur yang ada di Sulawesi dengan Menhub. (fmc)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110324232507-kemenhub-bangun-sekolah-tinggi-penerbangan-di-luwu%27


Jumat, 25 Maret 2011 | 17:08:28 WITA |
Lutim Usul Dua Megaproyek

MALILI -- Bupati Luwu Timur Hatta Marakarma ternyata ikut rombongan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bertemu Menteri Pekerjaan Umum di Jakarta, Senin, 21 Maret. Hatta sedang memperjuangkan dua megaproyek di Lutim. Program yang diperjuangkan adalah pembangunan irigasi Kalaena dan perbaikan serta pelebaran Jalan Trans Sulawesi. Pemkab Lutim menyebut dua usulan tersebut sebagai program strategis dan mendesak.

Kepala Bappeda Lutim Firmanzah DP menyebutkan, irigasi Kalaena diharapkan bisa mengairi 18 ribu hektare sawah. Sedangkan pembangunan jalan bisa mempermudah akses ke kabupaten lainnya di provinsi Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

"Posisi Lutim memang strategis. Bisa menghubungkan dengan daerah lain di provinsi tetangga," ujar dia, kemarin. Jika gol, jalan yang diharapkan bisa tersambung dengan baik adalah trans Nuha-Beteleme, Tarengge-Malili, hingga Malili-Kolaka Utara. "Itu sudah sangat mendesak," tambah Firmanzah.

Selain dua megaproyek tersebut, perbaikan infrakstuktur dalam kawasan strategis Sorowako juga masuk usulan. Bahkan menjadi prioritas. Hatta berharap usulan tersebut bisa segera mendapat kejelasan. Itu agar pembangunan ketiga program itu bisa cepat terlaksana. (zul)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110324170828-lutim-usul-dua-megaproyek%27

Comeliness
March 26th, 2011, 07:44 PM
Balambano, Sorowako.

By si kechik (http://www.flickr.com/photos/8609212@N08/2049681542/sizes/z/in/photostream/)
http://farm3.static.flickr.com/2063/2049681542_ec611e9b3b_z.jpg
Foto diatas bendungan Balambano.
Sungainya akan dibendung lagi dibawah (rencananya) sebelum bermuara di Teluk Bone.


By si kechik (http://www.flickr.com/photos/8609212@N08/2049681540/sizes/z/in/photostream
http://farm3.static.flickr.com/2188/2049681540_476e9dcf11_z.jpg
Bendungan di Balambano, Sorowako.
Ada 2 PLTA di daerah Sorowako dan akan dibangun satu lagi. Sumber airnya dari Danau Towuti & melewati bendungan Lorana dan ditampung lagi buat PLTA di Balambano.

Comeliness
March 27th, 2011, 07:13 PM
Edisi 26 Maret 2011
Investor Minyak Lirik Selat Makassar
Mamuju dan Wajo juga berpotensi memiliki kandungan minyak.

MAKASSAR -- Untuk mengantisipasi biaya impor minyak dari luar yang kian meningkat, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) berusaha melakukan ekspansi. Menurut Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan BP Migas Yayat Hidayat, perairan Selat Makassar merupakan wilayah yang dilirik investor untuk proyek pengeboran.

Yayat mengatakan saat ini ada 17 investor yang sedang melakukan penelitian di Selat Makassar untuk melihat potensi kandungan minyak. Ke-17 investor tersebut datang dari berbagai negara, termasuk PT Pertamina. "Kami mengundang mereka mencari lokasi yang tepat untuk eksplorasi minyak di perairan Selat Makassar," katanya.

Yayat menambahkan, perairan Sulawesi Selatan termasuk wilayah yang memiliki potensi besar sebagai lokasi pengeboran minyak. Tapi kepastian lokasi pengeboran minyak belum dapat diketahui. Saat ini para investor mulai meneliti potensi wilayah yang bisa dilakukan pengeboran. "Hanya, kendala mereka adalah masalah biaya," katanya.

Yayat mengatakan biaya yang dikeluarkan untuk penambangan minyak di dasar laut jauh lebih mahal dibanding penambangan yang dilakukan di wilayah daratan. "Banyak investor minyak yang tertarik. Sebanyak 16 persen sumber minyak berasal dari Sulawesi," kata Yayat. Salah satu daerah yang juga memiliki potensi kandungan minyak, kata dia, adalah Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Wajo.

BP Migas, kata dia, memberi kebebasan kepada para investor untuk mengeksplorasi dan tidak ingin mengintervensi. "Mereka mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Kalau diintervensi terlalu banyak, mereka bisa pindah ke daerah lain," katanya.

Staf Ahli Deputi Umum BP Migas, Agus Suryono, Kamis lalu, mengatakan kecenderungan impor minyak saat ini karena kebutuhan masyarakat Indonesia yang terbilang cukup besar. Pemakaian minyak secara keseluruhan di Indonesia sebanyak 1,3 juta barel per hari, sedangkan minyak yang dihasilkan BP Migas sekitar 910 ribu barel per hari. "Hal inilah yang membuat pemerintah mesti mengimpor minyak dari luar," kata dia.

Pada 2011, BP Migas menargetkan peningkatan produksi minyak sebanyak 970 barel per hari. Menurut Agus, meskipun kandungan minyak yang ada di perut bumi Indonesia terbilang banyak, jumlah penduduk yang relatif besar membuat kebutuhannya juga meningkat. "Konsumen minyak di seluruh dunia sebanyak 1,4 persen berasal dari Indonesia," kata Agus.

Selama ini, kata Agus, target produksi minyak BP Migas sering kali tidak tercapai karena banyaknya hambatan dalam pengeboran. Salah satunya adalah dihentikannya operasi penambangan di Bekasi karena kilangnya ditabrak oleh kapal, sehingga mengakibatkan berkurangnya produksi minyak 130 ribu barel per hari. Kasus semacam ini yang membuat BP Migas mendorong investor melirik wilayah lain di Indonesia. Selama ini penambangan minyak masih terfokus di Kalimantan Timur dan Kepulauan Riau. ANISWATI SYAHRIR

Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/03/26/Makassar/krn.20110326.231068.id.html

Comeliness
March 27th, 2011, 07:29 PM
Kamis, 24 Maret 2011, 21:29 WITA |
Wajo akan Miliki Tiga Industri Kelapa Sawit

Makassar (ANTARA News) - Kabupaten Wajo, Sulsel akan memiliki tiga industri kelapa sawit dengan nilai investasi sebesar Rp1,7 triliun. Bupati Wajo Burhanuddin Unru di Makassar, Kamis, mengatakan, pemerintah kabupaten dan provinsi segera memberikan rekomendasi kepada tiga investor industri kelapa sawit tersebut.

"Sekarang dalam tahapan pemantapan dan berdiskusi dengan masyarakat. Masing-masing kita berikan lokasi 10 ribu sampai 15 ribu hektare," ujarnya yang menargetkan industri tersebut dapat beroperasi pada 2012. Tahapan pertemuan dengan masyarakat dilakukan karena status lokasi lahan pembangunan industri.

"Dulu banyak yang menguasai tapi tidak punya Hak Guna Usaha (HGU) atau sudah tidak berlaku lagi. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11/2010 lahan yang terlantar dapat dimanfaatkan pemerintah. Tapi tetap kita undang masyarakat untuk negosiasi," jelasnya. Dua dari tiga industri tersebut, lanjutnya juga telah menyelesaikan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Selain tiga industri kelapa sawit tersebut, akan dibangun pula pabrik gula tebu. "Mudah-mudahan Wakil Presiden Boediono dapat melakukan peletakan batu pertamanya," tambahnya. PT Intaran Surya Agri adalah satu perusahaan yang akan membangun industri kelapa sawit dengan luas lahan 15 ribu hektare dan nilai investasi sebesar Rp500 miliar dengan kapasitas produksi 6000 ton per hari.(T.KR-RY//S016)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25977/wajo-akan-miliki-tiga-industri-kelapa-sawit

Rabu, 23 Maret 2011, 21:18 WITA |
Sulsel Dorong Indonesia-Swiss Bangun Industri Kakao

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan mendorong kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Swiss untuk membangun industri kakao di Sulsel. Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Sulsel, Irman Yasin Limpo di Makassar, Rabu, mengatakan, rencana perusahaan asal Swiss, Nestle membangun pabrik di Sulsel bisa memuluskan kerja sama bilateral antara kedua negara.

"Pemprov akan melakukan pertemuan dengan Nestle difasilitasi kedutaan besar. Kedepannya, kita dorong ini menjadi pembicaraan pemerintah RI-Swiss sehingga menjadi komitmen bilateral," ucapnya. Irman mengemukakan, nilai investasi dan lokasi pembangunan pabrik akan jelas setelah ia melakukan kunjungan ke Swiss. Ia menyebut, pihak Nestle sudah melakukan studi kelayakan dan menyatakan Sulsel memenuhi segala syarat untuk mendirikan industri pengelolaan biji kakao menjadi aneka coklat, minuman, sampai makanan ringan. :yes:

Keberadaan pabrik Nestle, diharapkan akan menyelamatkan dan menguatkan Sulsel jadi icon kakao nasional, yang menurut Irman hampir diambil alih oleh Sumatera Selatan. "Icon kakao kita sudah hampir diambil alih Sumsel, jangan sampai itu terjadi seperti jagung yang diambil alih oleh Gorontalo," ucapnya.

Hal lain yang menjadi fokus perhatian BPMD adalah sertifikasi independen untuk menjamin mutu kakao Sulsel dari industi internasional. Jika sertifikasi tanaman kakao dilakukan, maka petani bisa langsung berurusan dengan industri, bukan cuma kepada pedagang atau eksportir seperti selama ini, yang sering merugikan petani kakao sendiri. (T.KR-AAT/S016)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25949/sulsel-dorong-indonesia-swiss-bangun-industri-kakao

Comeliness
March 28th, 2011, 06:10 PM
Edisi 26 Maret 2011
Sulawesi Selatan Butuh Lima Bendungan Baru

MAKASSAR -- Sulawesi Selatan membutuhkan empat hingga lima bendungan baru untuk memaksimalkan potensi air bersih yang dimiliki daerah ini. Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sulawesi Selatan Soeprapto di Makassar kemarin mengatakan, selain bendungan, perlu ada penampungan air lainnya, seperti embung.

"Potensi air yang bisa dimanfaatkan masih sedikit dibandingkan yang tersedia," kata Soeprapto. Potensi air yang dimaksudkan adalah hujan yang lebih banyak mengalir ke laut atau menjadi banjir. Hingga saat ini, dari sekitar 2 triliun kubik potensi air bersih yang dimiliki, baru 30 persen yang dapat dimanfaatkan.

Dinas, kata Soeprapto, sedang bernegosiasi dengan pemerintah pusat untuk mendapatkan anggaran guna membangun bendungan di Kabupaten Wajo, Gowa, Jeneponto, Takalar, dan Sidrap. "Sulsel rata-rata memperoleh pembiayaan Rp 500 miliar per tahun , tapi habis untuk melayani kebutuhan reguler, seperti perbaikan irigasi, perlindungan pantai, dan pembangunan penampungan air baku," ucapnya.

Untuk pembangunan bendungan, Sulawesi Selatan membutuhkan sekitar Rp 450 miliar per tahun selama empat tahun. Khusus bendungan di kawasan Center Point of Indonesia, dibutuhkan Rp 400 miliar per tahun selama tiga tahun sebagai biaya tambahan dari rata-rata biaya reguler yang diterima.

"Idealnya, dengan jumlah penduduk saat ini, kebutuhan bendungan mencapai empat hingga lima bendungan," kata Soeprapto di sela acara "Pengesahan Tata Tertib Persidangan Tata Cara Pengambilan Keputusan Dewan Sumber Air Provinsi Sulawesi Selatan".

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menambahkan, air adalah potensi yang harus selalu dijaga karena merupakan kebutuhan dasar. "Ketersediaan air tidak boleh tidak bisa diperkirakan. Kita akan bangun 400 embung di 400 kecamatan," kata Syahrul. ANTARA

Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/03/26/Makassar/krn.20110326.231064.id.html

Comeliness
March 29th, 2011, 07:00 PM
Jeneberang

By theredgum (http://www.flickr.com/photos/gusimerah/3266710574/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3416/3266710574_ca660d2975_z.jpg?zz=1


By Chronovial (http://www.flickr.com/photos/49111993@N00/4891261858/sizes/z/in/photostream/)
http://farm5.static.flickr.com/4143/4891261858_6e460505bc_z.jpg

Comeliness
March 30th, 2011, 05:45 PM
Minggu, 27 Maret 2011 | 22:12:52 WITA |
Relaksasi di Pemandian Alam Lemo Susu

http://www.fajar.co.id/img_berita/248lemo.jpg
NASRI ABOE/FAJAR

Mendengar nama Lemo Susu, mungkin Anda membayangkan sebuah daerah berlimpah buah jeruk atau penghasil susu. Lemo dalam bahasa Makassar atau Bugis memang berarti buah jeruk. Namun, Lemo Susu sebenarnya nama sebuah kampung di utara Pabupaten Pinrang. Jaraknya dari ibukota Kabupaten Pinrang sekira 60 kilometer. Di daerah tersebut terdapat objek wisata pemandian air panas yang memiliki nama mengacu nama daerahnya yakni, Permandian Alam Air Panas Lemo Susu.

Objek wisata pemandian alam ini telah dibangun sejak 1990-an. Tempatnya mudah dijangkau. Satu-satunya akses menuju Lemo Susu juga menjadi jalan utama menuju Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru.

Pemandian Air Panas Lemo Susu memiliki kolam berukuran 10 x 15 m. Kedalaman antara 1,5-2 meter dengan suhu air berkisar antara 30-40 derajat. Pemandangan dan suasananya cukup asri. Pengelola sengaja menata objek wisata ini dengan konsep menyatu dengan alam. Udaranya sejuk, sehingga cocok bagi wisatawan yang menginginkan suasana pedesaan dengan udara segar serta jauh dari polusi dan kebisingan.

Pepohonan yang rindang, bunga-bunga cantik bertebaran di sekitar area permandian, menambah apik suasana. Bahkan di area kolam, selain menikmati sensasi mandi air panas, pengunjung juga dapat menikmati indahnya pemandangan deretan gunung yang nampak menyatu dengan biru langit dan gulungan awan putih.

Di tempat ini, pengelola juga menyiapkan kolam mini untuk anak-anak dengan tiga perosotan sepanjang enam meter. Anak-anak bisa memanfaatkannya untuk meluncur ke kolam mini.

Di sudut kolam, anak-anak juga dapat menikmati sensasi bermandi di bawah air mancur mini yang semakin mempercantik kolam. Suhu air di kolam mini dirancang tidak terlalu panas dan agak dangkal. Maklum, kolam diperuntukkan bagi pengunjung anak-anak atau yang belum bisa berenang.

Saat baru beroperasi, permandian ini sangat terkenal. Pengunjung yang berdatangan cukup sesak di akhir pekan. Selain akhir pekan pun, selalu ada pengunjung yang datang untuk berekreasi atau sekadar menjaga kesehatan kulit. Belerang yang terkandung dalam air hangat konon bisa mengobati penyakit kulit dan menjaga stamina penderita penyakit jantung dan sesak napas, jika berendam selama satu jam.

Namun, sejak beberapa tahun belakangan, pemandian alam Lemo Susu mulai terlupakan, karena kurangnya promosi wisata yang dilakukan pemerintah. Belum lagi, tambang galian golongan c yang makin marak dengan truk berkapasitas 10 ton hilir mudik di sekitar daerah wisata. Akibatnya, akses jalan menuju lokasi pemandian alam banyak yang rusak parah. Kerusakan jalan mencapai 10 kilometer. (nasri aboe)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110326221252-relaksasi-di-pemandian-alam-lemo-susu

Comeliness
March 30th, 2011, 10:58 PM
Bulukumba

By arminhari (http://www.flickr.com/photos/arminhari/442432010/sizes/z/in/photostream/
http://farm1.static.flickr.com/201/442432010_4398f4948f_z.jpg?zz=1
Tanah Beru.


By MFA_rijal (http://www.flickr.com/photos/mfa-phototeam_rijal/4896862512/sizes/l/in/photostream/)
http://farm5.static.flickr.com/4142/4896862512_0a3abde41f_b.jpg
Bira.

Comeliness
April 1st, 2011, 04:39 PM
http://smileys.on-my-web.com/repository/Happy/happy-096.gif
Jumat, 01 April 2011, 19:04 WITA |
China Janjikan Sulsel Bangun Industri Otomotif

Makassar (ANTARA News) - Investor asal China menyatakan janjinya untuk membangun industri pembuatan mobil di Sulawesi Selatan, kata Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Makassar, Jumat.

"Kita lagi menjajaki dan menunggu balasan. Mereka janji pada April ini akan datang," katanya usai membuka Seminar Nasional Kesiapan Ketenagakerjaan dan Pendidikan Indonesia Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

China, lanjutnya, menjanjikan akan membangun industri manufaktur otomotif khususnya mobil dan Pemprov Sulsel menginginkan industri tersebut berada seutuhnya di Sulsel. "Nanti merk-nya Indonesia yang punya," tambahnya yang mengatakan Pemprov Sulsel bersedia menyiapkan lahan untuk pembangunan industri tersebut. :cheers1:

Dalam seminar itu, ia juga mengharapkan rapat pimpinan nasional Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dapat menciptakan rekomendasi-rekomendasi untuk melindungi dan memprioritaskan produksi dalam negeri untuk mendukung industri-industri dalam negeri. "Buatlah terobosan-terobosan," ujarnya. Ekspor bahan baku yang selama ini banyak dilakukan, membuat nilai tambah yang diperoleh masyarakat tidak terlalu banyak dirasakan.

"Sumber daya kita cukup. Untuk itu, kami terus melakukan pendekatan agar mereka mau membangun industrinya di sini," jelasnya. Sulsel sendiri bertekad meningkatkan target produksi kakao 170 ribu ton menjadi 320 ribu ton per tahun pada akhir 2011 dengan perkiraan nilai produksi Rp11 triliun hingga Rp12 triliun. (T.KR-RY/A027)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26222/china-janjikan-sulsel-bangun-industri-otomotif

Kamis, 31 Maret 2011, 16:04 WITA |
China Bangun PLTA di Enrekang

Makassar (ANTARA News) - Perusahaan asal China, Topnich Energy Indonesia akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air di Kabupaten Enrekang dengan kapasitas pasokan daya 200 megawatt.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel Sukarniaty Kondolele di Makassar, Kamis, menjelaskan, PLTA tersebut diharapkan akan mulai pembangunan tahap awal pada Juni mendatang.

Sebagai bentuk keseriusannya, perusahaan China tersebut menyerahkan dana awal ke Pemerintah Kabupaten Enrekang sebesar Rp5 miliar dan menyusul Rp5 miliar dalam dua bulan ke depan.

"Nilai total investasinya sekitar Rp5 triliun. Kini perusahaan tersebut tengah menyelesaikan syarat Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)," tambahnya. Nilai investasi China di bidang kelistrikan ini telah memenuhi setengah kebutuhan investasi pasokan listrik di kabupaten tersebut.

Berdasarkan perkiraan kebutuhan yang dilaporkan Pemerintah Kabupaten Enrekang, total nilai investasi kelistrikan yang dibutuhkan sebesar Rp9 triliun. Sisa kebutuhan akan segera ditutupi dengan rencana investasi PLTA Norwegia dengan kapasitas 100 megawatt dengan nilai investasi sekitar Rp3 triliun.

Sebelumnya, Norwegia melalui perusahaan PT. Sulawesi Hydro Power telah mengoperasikan PLTA Tangka Manipi untuk memenuhi kebutuhan listrik Kabupaten Gowa dan Sinjai. PLTA berkapasitas sebesar 10 megawatt tersebut dibangun dengan nilai investasi Rp280 miliar.(T.KR-RY/S016)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26188/china-bangun-plta-di-enrekang

Comeliness
April 2nd, 2011, 07:32 PM
Selasa, 29 Maret 2011 | 00:35:13 WITA |
Obligasi Bank Sulsel Sudah Habis Terjual

MAKASSAR -- Surat berharga (obligasi) Bank Sulsel senilai Rp500 miliar sudah habis terjual. Ini merupakan titik terang bank milik pemerintah daerah se Sulsel dan Sulbar itu menuju Regional Champion.

"Obligasi yang kami tawarkan sebelum di launching sudah terpesan semua. Jumlahnya sebanyak Rp500 miliar. Yang pesan adalah BPD-BPD di Indonesia seperti Bank Sulut, Kalbar, Papua, DKI, Sulteng, dan Sultra," kata Ellong Tjandra, Direktur Utama PT Bank Sulsel, pada peresmian Kantor Kas Bank Sulsel di DPRD Sulsel, Senin, 28 Maret, oleh Ketua DPRD Sulsel Muhammad Rum.

Turut hadir para petinggi Bank Sulsel mulai dari Direktur Umum, H Yanuar Fachrudin, Direktur Kepatuhan, H Harris Saleng dan Direktur Pemasaran, H A Muh Rahmat. Menurut Ellong, hal itu tidak terlepas dari prestasi yang didapatkan PT Bank Sulsel, untuk obligasi itu saja oleh lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mendapat rating A. Rencananya, PT Bank Sulsel akan meluncurkan Obligasi tersebut pertengahan April nanti.

Selain memperkuat posisinya di pasar bursa, Bank Sulsel juga terus memperkuat pasarnya dengan terus melakukan ekspansi kantor baik kantor kas maupun kantor cabang. Tahun ini saja, pihaknya merencanakan akan membuka 19 kantor kas, menambah 45 Anjungan Tunai Mandiri (ATM), 1 kantor cabang dan meningkatkan 2 status kantor cabang pembantu menjadi kantor cabang penuh di Mamasa dan Toraja Utara.

Ellong juga optimis dapat melakukan penawaran perdana sahamnya ke publik atau initial public offering (IPO) pada akhir tahun depan, setelah melepas obligasi yang ketiga. "Kalau kita cukup tiga kali saja melepas obligasi, dan kita akan langsung IPO. Kita optimistis hal itu bisa dilakukan, mengingat baru obligasi pertama saja kita sudah mendapat nilai A dari lembaga penilai perbankan," ujar Ellong.

Meski optimistis bisa melakukan IPO pada sekitar akhir tahun depan namun Ellong belum mau menyebutkan berapa lembar saham yang akan dilepas ke publik, serta berapa harga per lembar sahamnya nanti. "Nantilah akan kita umumkan, karena semua itu juga membutuhkan proses. Sekarang kita sedang konsentrasi pada pelepasan obligasi pertama, yang rencana akan kita lepas pada pertengahan April ini," tukas Ellong.

Dari beberapa BPD tersebut menurut Ellong Bank Papua menjadi bank milik pemerintah daerah di KTI, yang paling besar memesan obligasi perdana Bank Sulsel. Dari total obligasi yang akan dilepas perdana kali ini, kurang lebih 30 persen atau Rp150 miliar sudah dipesan oleh Bank Papua.

"Jadi ketika pelepasan obligasi perdana nanti, tidak ada lagi jumlah obligasi yang tersisa karena semuanya sudah habis dipesan. Hanya saja baru Bank Papua yang nilainya sudah diketahui, yang lainnya belum tapi mereka sudah memesan," papar Ellong.

Sementara itu Ellong juga menyebutkan bahwa kantor kas Bank Sulsel yang berlokasi di DPRD Sulsel dan baru saja diresmikan kemarin merupakan kantor kas ke 11 di Makassar, dan merupakan kantor kas ke 35 saat ini. Pihaknya berencana akan membangun 19 kantor baru di Sulsel dan Sulbar, terdiri dari kantor kas dan kantor cabang pembantu dalam tahun ini.

Selain 35 kantor kas yang ada sekarang, bank plat merah ini juga sudah memiliki 34 kantor cabang yang tiga diantaranya merupakan kantor cabang utama. Juga ada tiga kantor cabang pembantu, tiga kantor cabang syariah, empat payment point, dan 50 ATM yang tersebar di seluruh wilayah kerja PT Bank Sulsel yaitu di Sulsel, Sulbar, dan Jakarta. (id-asw)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110329003514-obligasi-bank-sulsel-sudah-habis-terjual%27

Comeliness
April 2nd, 2011, 07:50 PM
Tanjung Bira, Bulukumba

By Bira keke (http://www.flickr.com/photos/bira_afrisal_alam/2614951431/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3167/2614951431_8244f4bfec_z.jpg?zz=1


By PasirPantai.com (http://www.flickr.com/photos/41765650@N08/3895684214/sizes/z/in/photostream/)
http://farm3.static.flickr.com/2445/3895684214_eecfb47e6e_z.jpg?zz=1

Widana89
April 2nd, 2011, 09:34 PM
Tanjung Bira, Bulukumba

By PasirPantai.com (http://www.flickr.com/photos/41765650@N08/3895684214/sizes/z/in/photostream/)
http://farm3.static.flickr.com/2445/3895684214_eecfb47e6e_z.jpg?zz=1

^^ Keren pantainya:okay: pasirnya putih mirip pantai di Bali... :)

Comeliness
April 3rd, 2011, 08:03 PM
Tribun Timur - Rabu, 30 Maret 2011, 19:50 WITA
Sulsel Sudah Ekspor 90 Ribu Ton Biji Besi
Editor : Muh. Irham, Sumber : Antara

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Sulawesi Selatan berhasil melakukan ekspor sekitar 90 ribu ton biji besi dengan tujuan utama China. "Sulsel sudah ekspor biji besi sekitar 90 ribu ton. Sudah sekitar tujuh kali dilakukan ekspor," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Gunawan Palaguna di Makassar, Rabu.

Menurut dia, ekspor biji besi tersebut hasil produksi PT Sindo Mandiri yang beroperasi di Kabupaten Bone. Ekspor biji besi Sulsel diyakini akan terus meningkat setelah PT Anugrah juga di Bone, yang sementara dalam proses produksi.

Selain biji besi, Gunawan menyebut kemungkinan besar Sulsel di 2011 sudah melakukan ekspor, logam galena, yang ditambang di Toraja.

Bukan cuma itu, saat ini PT Panca Dikital Solution yang beroperasi di Kabupaten Luwu Timur juga sementara dalam tahap produksi dan siap melakukan ekspor.

Khusus untuk ekspor biji besi Sulsel, peluncuran perdana dimulai Oktober 2010 lalu. Gunawan menyebut, baru empat tambang logam di Sulsel yang sudah benar-benar berproduksi, selebihnya baru pada tahap eksplorasi.

Potensi tambang logam Sulsel yang menjanjikan investor yakni emas yang banyak terdapat di Kabupaten Tana Toraja, Enrekang, Luwu, dan Bulukumba. Dinas ESDM Sulsel sendiri sedang menyiapkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) pengelolaan usaha pertambangan mineral dan batu bara di APBD Sulsel 2011.

"Selama ini yang diatur di perda kita hanya tambang galian C, sehingga perlu juga diatur tentang tambang logam dan batu bara. Khusus yang beroperasi di perbatasan dua kabupaten," ucapnya. Ranperda yang terdiri atas 20 bab dan 121 pasal, sementara di bahas di tingkat Badan Legislasi DPRD Sulsel.(*)

Source: http://makassar.tribunnews.com/2011/03/30/sulsel-sudah-ekspor-90-ribu-ton-biji-besi

Comeliness
April 3rd, 2011, 08:34 PM
^^ Keren pantainya:okay: pasirnya putih mirip pantai di Bali... :)
^^Di Sulsel banyak pantai2 yg pasirnya putih tapi infrastruktur ke-pantai2 tsb belum seperti yg di Bali. :)


Selayar

By asri to' (http://www.flickr.com/photos/asrito/4936513525/sizes/z/in/photostream/)
http://farm5.static.flickr.com/4097/4936513525_da1b972337_z.jpg
Tinabo island.


By Hinata_mita (http://www.flickr.com/photos/54342125@N04/5124462859/sizes/z/in/photostream/)
http://farm2.static.flickr.com/1216/5124462859_de2d681c88_z.jpg
Rajuni island.

Comeliness
April 4th, 2011, 06:59 PM
Senin, 04 April 2011, 21:54 WITA |
Lima Kampus Besar Mantapkan Sulsel Pusat Pendidikan

Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Lompo mengatakan, keberadaan lima kampus besar di Sulawesi Selatan akan memantapkan daerah ini sebagai pusat pendidikan terkemuka di Indonesia. "Sulsel akan jadi pusat pendidikan dan kesehatan di luar Jawa," ujarnya dalam sidang paripurna DPRD Sulsel di Makassar, Senin.

Ia menyebut beroperasinya, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Makassar, dan Balai Pendidikan dan Latihan Pelayaran (BPLP) Barombong menjadikan Sulsel lebih maju dalam dunia pendidikan. Belum lagi, Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan (STIP) pertama di luar Jawa yang sementara dibangun di Kabupaten Luwu, serta pembangunan sekolah Balai Latihan Kerja untuk tenaga kerja Internasional di Pangkep.

"Kalau disini ada 10 ribu orang dari luar (Sulsel) sekolah, dan 10 ribu keluarga mereka datang dan membelanjakan uangnya di Sulsel," ujarnya.

Syahrul menyebut berbagai prestasi yang dicapai Sulsel dengan mendapatkan 76 penghargaan nasional menempatkan daerah ini peringkat lima provinsi tersukses dalam pelaksanaan otonomi daerah. "Meski pun baru di lima besar, namun kita akan masuk dalam tiga besar peraih penghargaan tertinggi nasional yang diumumkan dalam peringatan hari Otoda," ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyebut, akan menuntaskan pembangunan jalan nasional trans Sulawesi, Maros-Parepare dan Jeneponto-Sinjai di 2011, agar tidak memicu laju inflasi. Demikian juga dengan jalan lingkar luar Mamminasata yang menghubungkan Maros-Makassar-Sungguminasa, juga akan dimulai tahun ini. (T.KR-AAT/S016)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26321/lima-kampus-besar-mantapkan-sulsel-pusat-pendidikan


Senin, 04-04-2011
Kawasan Takabonerate Telah Direhabilitasi

KEPULAUAN SELAYAR, UPEKS--Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar H Syahrir Wahab MM, melalui Kepala Balai TN Taka Bonerate Ir Noel Layuk Allo MM, menjelaskan bahwa sudah dilakukan perbaikan atau rehabilitasi terumbukarang di Pulau Rajuni dan Pulau Jinato, sebagai bagian dari kawasan inti TN Taka Bonerate. Tingkat pertumbuhan kelestarian karang dikawasan tersebut sudah mencapai diatas rata rata 41 persen.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, juga telah memberikan perhatian khusus kepada pengembangan dan pengamanan kawasan Taman Nasional (TN) Taka Bonerate, yang diprioritaskan untuk pengembangan pariwisata. Hal itu ditegaskan Noel Layuk dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Taman Nasional Taka Bonerate yang berlangsung di ruang rapat pimpinan (Rapim) kantor bupati Jumat (1/4) lalu.

Hadir dalam rakoor TN Taka Bonerate, yang dibuka secara resmi Bupati Kepulauan Selayar H Syahrir Wahab MM, yakni Dandim 1415 Letkol Inf Nefra Firdaus SE, Kapolres AKBP Setiadi SH MH, dan Camat Taka Bonerate Ince Rahman. Sementara kerusakan terumbukarang dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan dari tahun 2008 hingga sekarang. Rapat koordinasi tersebut diikuti 40 orang peserta.

Source: http://ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=64289

Comeliness
April 5th, 2011, 07:14 PM
Barru

By great_toqie (http://www.flickr.com/photos/9115029@N08/4434260503/sizes/z/in/photostream/
http://farm3.static.flickr.com/2688/4434260503_356217e181_z.jpg?zz=1


By Shanghai Daddy (http://www.flickr.com/photos/shanghaidaddy/2536217784/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3015/2536217784_6295551ece_z.jpg

Comeliness
April 6th, 2011, 07:29 PM
Rabu, 06 April 2011, 09:01 WITA |
Poros Selayar-Bulukumba Rusak Parah http://smileys.on-my-web.com/repository/Sad/sad-021.gif

Bulukumba, Sulsel (ANTARA News) - Jalan poros sepanjang 35 kilometer yang menghubungkan Bira ke Bulukumba Kota, Sulawesi Selatan, rusak parah, sehingga jarak yang biasanya ditempuh 30 menit kini harus dua jam. "Jalan ini rusak sudah hampir tiga tahun, tahun ini malah semakin tambah parah karena hampir di semua titik ada lubang besar, apalagi kalau hujan berubah seperti kubangan lumpur," kata Amir, salah seorang tokoh masyarakat setempat di Bulukumba, Rabu.

Pemerintah kabupaten dalam hal ini Bupati Bulukumba harus peka dan berupaya melakukan perbaikan, sebab bagaimanapun caranya jangan sampai masyarakat terlanjur kecewa, tuturnya. Ungkapan serupa dilontarkan Anggota DPRD Bulukumba, Rudi Wahyudi, yang juga mengharapkan agar pihak terkait melakukan berbagai cara bagaimana mengatasi persolan itu. Bahkan pemerintah terkait seperti Dinas PU Bulukumba harus berkordinasi dengan Pemerintah Propinsi (Pemprov) karena jalan tersebut adalah jalan Nasional dan masih merupakan urusan pemprov.

"Jalan tersebut sudah lama rusak yakni dari tahun 2008 lalu. Seharusnya Pemkab yang diwakili Bupati mendesak pihak Pemprov agar segera mencarikan jalan keluarnya, jangan dibiarkan itu belarut-larut tanpa ada langkah taktis untuk memperbaikinya," ungkap legislator yang juga berdapil di tempat itu.

Pemkab Bulukumba melalui bupati agar terus melakukan pendekatan dengan pihak pemprov sehingga jalan sepanjang 35 kilometer tersebut dapat diperbaiki secepatnya. "Itu kan yang menghubungkan kota Bulukumba ke kawasan wisata Bira. Salah satu Pendapatan Asli Daerah dulunya kan terbesar berasal dari situ, kalau itu dibiarkan terus mau dapat tambahan PAD dari mana lagi Pemkab Bulukumba kalau itu tidak dilakukan perbaikan," tambahnya.

Kepala Sub Bagian Dinas Budaya dan Parawisata (Disbudpar) Bulukumba, Muliyati Zeni, belum lama ini mengatakan, pentingnya perbaikan jalan poros yang menghubungkan Bulukumba kota ke Bira, sebab satu-satunya akses yang menghubungkan hanya jalan itu. "Untuk itu pihak terkait, PU, PLN, tata ruang dan lainnya agar segera melakukan koordinasi untuk perbaikan sebab salah satu penyumbang devisa negara ada di area pariwisata itu.

Bukan hanya itu, kami rasa anggaran untuk publikasi pariwisata sangat minim dan Bupati harus mengetahui itu," keluhnya. Kepala Disbudpar, Nasaruddin Gau menambahkan, seharusnya pemerintah juga memperhatikan jalan ini karena satu-satu akses menuju Tanjung Bira dan Kabupten Selayar, yang paling penting adalah infrastruktur dulu yang dibenahi, ucapnya. (T.KR-HK/F003)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26364/poros-selayar-bulukumba-rusak-parah

Comeliness
April 6th, 2011, 07:39 PM
Edisi 05 April 2011
PLN Siapkan Dua Pembangkit Listrik Mini Hydro

MAKASSAR -- PT PLN Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sultanbatara) bekerja sama dengan dua pengembang pembangkit listrik mini hydro, yakni PT Sulawesi Indo Energy dan PT Haji La Tunrung L & K. Kedua pengembang pembangkit ini nantinya akan membuat dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hydro (PLTMH) di Kabupaten Enrekang.

Satu unit PLTMH dengan kapasitas 2 x 4,15 megawatt akan dibangun di Kecamatan Belajen oleh PT Sulawesi Indo Energy, sementara satu unit lainnya akan dibangun di Kecamatan Bungin, dengan kapasitas 2 x 1,5 megawatt oleh PT Haji La Tunrung. “Semoga pembangunan PLTMH ini bisa lebih cepat dari target,” kata General Manager PLN Sultanbatara, Ahmad Siang, kemarin.

Penandatanganan perjanjian jual-beli tenaga listrik (power purchase agreement) berlangsung di Gedung PLN Sultanbatara tiga hari lalu. Ahmad berharap, dengan ditandatanganinya perjanjian ini, investor lainnya akan tertarik berinvestasi di bidang energi listrik. "Penandatanganan PPA ini merupakan upaya percepatan pembangunan pembangkit listrik,” kata Ahmad.

Ahmad mengatakan pihaknya siap memberikan bantuan jika pihak pengembang mengalami kendala di lapangan. Menurut dia, investasi di bidang kelistrikan, utamanya pembangkit listrik tenaga mini hydro, merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan karena harga jual ke PLN sudah jelas dan telah ditentukan. PLN membeli energi listrik dari pengembang seharga Rp 700 per kilowatt.

Pimpinan PT Sulawesi Indo Energi Kabul Sutijono Sugeng mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan untuk pembangunan PLTMH tersebut, baik dari segi finansial maupun dari segi konstruksi. “Kami optimis mampu menyelesaikan pembangunan sebelum 2014,” katanya.

Dengan dibangunnya dua buah PLTMH ini, kata Ahmad, dampaknya bisa turut dirasakan masyarakat Enrekang dalam hal perekonomian. “PLTMH ini, di samping berkontribusi bersama pembangkit lainnya terhadap sistem PLN Sultanbatara, juga mendorong pemanfaatan potensi air atau energi murah setempat. Dan ini bagus untuk penghematan,” kata Ahmad. PLTMH Belajen maupun Bungin ini dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan listrik Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara. Keduanya ditargetkan akan memperkuat daya PLN Sultanbatara sehingga tak ada lagi kekurangan listrik pada masa yang akan datang. ANISWATI SYAHRIR

Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/04/05/Makassar/krn.20110405.232066.id.html

Comeliness
April 6th, 2011, 07:53 PM
Tanjung bira, Bulukumba.

By abu farhat (http://www.flickr.com/photos/abufarhat/3448934368/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3564/3448934368_52c57cb34f_z.jpg?zz=1


By Maghfir Rafsan Jamal (http://www.flickr.com/photos/59442458@N07/5444067577/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5098/5444067577_d5b8190340_z.jpg

Comeliness
April 7th, 2011, 06:27 PM
Rabu, 06 April 2011, 14:29 WITA |
Kota Gas Sengkang Diresmikan Tahun Ini http://smileys.on-my-web.com/repository/Happy/happy-096.gif

Makassar (ANTARA News) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan meresmikan kota gas di Sengkang, Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan, tahun ini. "Distribusi gas bumi ini akan menjangkau kurang lebih 4.000 rumah tangga di kota Sengkang, bahkan mampu memenuhi kebutuhan untuk daerah lain disekitarnya," kata Bupati Wajo A. Burhanuddin Unru pada peresmian pemanfaatan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga enam kota di Indonesia yaitu Palembang, Sidoarjo, Depok, Bekasi, Tarakan dan Jakarta yang dibangun pada 2010 di kantor Kementerian ESDM.

Bupati Wajo seperti dikutip Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sulsel Tamzil Tadjuddin dari Jakarta, Rabu, yang dihubungi melalui telepon genggam menjelaskan, kota gas Sengkang akan diresmikan bersama Bontang, Sidoarjo dan rumah susun di wilayah Jabodetabek.

Pencanangan Sengkang sebagai proyek pertama kota gas, lanjutnya, merupakan langkah awal dari gagasan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang menginginkan agar kota-kota di Sulsel dapat menikmati gas sampai di rumah tangga. :)

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dalam sambutannya menguraikan bahwa program distribusi gas bumi rumah tangga merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan untuk diversifikasi energi dan pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Program pembangunan jaringan distribusi gas bumi untuk rumah tangga ini dibangun di kota-kota atau daerah yang dekat dengan sumber gas bumi dan memiliki jaringan transmisi. Manfaat lain dari adanya pasokan gas untuk skala rumah tangga akan mengurangi beban pengeluaran rakyat karena dibanding penggunaan gas elpiji pemanfaatan kota gas relatif jauh lebih murah dan lebih aman.

"Yang terpenting dari penggunaan gas akan mendukung program langit biru dalam mengurangi emisi gas buang dan menjaga serta memelihara lingkungan agar tetap lestari dan nyaman," jelasnya. Kepala Dinas ESDM Gunawan Palaguna menambahkan saat ini sementara disiapkan rincian desain dan kajian lingkungan jaringan distribusi gas dari Wajo ke kota Makassar. (T.KR-RY/Z003)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26374/kota-gas-sengkang-diresmikan-tahun-ini

Widana89
April 8th, 2011, 12:50 AM
^^Request foto flyover makasar donk!! :)

Comeliness
April 8th, 2011, 05:55 PM
^^Request foto flyover makasar donk!! :)

^^Foto flyover tempatnya bukan di thread Sulsel tapi ada di thread Mks P&D, ini linknya http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=513843&page=55 (fotonya ada di postingan #1081) dan juga di http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=513843&page=58 (fotonya ada di postingan #1149).

Flyover ini sering dipakai buat unjuk rasa oleh mahasiswa. :bash:
Btw, gw lihat Widana punya banyak foto2 keren di thread Island of... :okay:

Comeliness
April 8th, 2011, 07:03 PM
Edisi 07 April 2011
Potensi Tambang di Ajatappareng Cukup Besar

PAREPARE -- Pengembangan pertambangan di wilayah Ajatappareng, yakni di Kabupaten Barru, Sidenreng Rappang, Enrekang, dan Kabupaten Pinrang dinilai cukup besar. Hasil tambang yang bisa didapat, antara lain, emas, bijih besi, mangan, dan marmer. Soal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Pelaksana Harian Badan Pengelola Kawasan Perekonomian Terpadu Parepare Tenriangka Mori saat ditemui di kantornya kemarin.

Di Kabupaten Barru, misalnya. Di sini ada kandungan emas, mangan, dan marmer. Daerah Enrekang juga berpotensi untuk penambangan emas, batu bara, dan mangan. "Masalahnya, lokasinya berada di kawasan hutan lindung," kata Tenriangka. Masalah yang dihadapi di Kabupaten Enrekang sama dengan masalah yang terjadi di Barru, yaitu daerah yang diduga memiliki potensi tambang itu berada dalam kawasan hutan lindung. "Itu baru bisa dimanfaatkan kalau status hutan telah dialihkan," ujar Tenriangka.

Di Kabupaten Pinrang, kata Direktur Umum Badan Pengelola Kawasan Perekonomian Terpadu Parepare Bonggo Sodding, terdapat potensi bijih besi di daerah Malimpung, Kecamatan Duampanua. "Namun kami belum melakukan penelitian terhadap besaran kandungan kadar masing-masing sumber daya di daerah tersebut," ujar Bonggo. Deposit emas di Kabupaten Barru dan Enrekang diperkirakan cukup potensial. Namun penelitian ilmiah tentang kandungan emasnya belum dilakukan. "Biayanya terlalu besar," kata Tenriangka.

Beberapa waktu lalu, kata Tenriangka, potensi yang ada di perut bumi di daerah Barru dan Sidrap, khususnya emas dan mangan, telah dilirik oleh investor dari India. Saat ini Badan Pengelola Kawasan Perekonomian Terpadu masih menunggu kabar selanjutnya dari investor tersebut. "Kalau nanti ada persetujuan, mereka yang akan melakukan penelitian untuk melihat deposit kandungan emas dan mangan di kedua daerah itu," ujar Tenriangka.

Sebelumnya penambangan emas liar marak dilakukan di Kabupaten Sidrap, sebelum pemerintah setempat memutuskan menghentikan aktivitas penambangan tersebut. Penambangan liar itu dilakukan di Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang. Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap Ruslan saat itu menuturkan, penambangan itu dihentikan karena dapat mengganggu struktur tanah. Selain itu, potensi emas di kawasan tersebut sangat kecil. SUHERMAN MADANI

Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/04/07/Makassar/krn.20110407.232287.id.html

Comeliness
April 9th, 2011, 06:05 PM
umat, 08-04-2011
Kinabalu Butuh 1.000 TKI Sulsel/Tahun
Sulsel Rencana Perkuat Penerbangan ke Sabah

MAKASSAR, UPEKS-- Kebutuhan Tenaga Kerja di Sabah, Kinabalu Malaysia masih cukup besar. Bahkan pertahunnya untuk semua perusahaan di Sabah mencapai angka 50 ribuan orang, termasuk kebutuhan TKI Sulsel yang sebanyak 1.000 TKI per tahun untuk tenaga perkebunan.

Hal itu diungkapkan Konsulat Jenderal RI di Kinabalu Malaysia, Soepeno Sahid, kepada Upeks usai menemui Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (7/4) pagi. "Mayoritas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Sabah adalah orang Sulsel. Kebutuhan TKI setahun dari Sulsel mencapai 1.000 TKI, namun secara keseluruhan untuk semua perusahaan di sana masih kekurangan 50 ribuan orang setahun. Dimana gaji awal selama masa percobaan sekitar Rp2 jutaan," kata Soepeno.

Selain persoalan TKI, pihak Malaysia juga berkeinginan menjajaki potensi sejumlah komoditas unggulan Sulsel seperti beras, jagung, sapi hingga ke sektor industri, investasi dan perdagangan. Didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Saggaf Saleh, Syahrul mengungkapkan, siap mendukung kebutuhan TKI Malaysia. Dia juga mengimbau agar pembicaraan tersebut dilaksanakan serius secara teknis.

"Kinabalu dan Sulsel bukan hal baru lagi karena dari dulu hubungannya sudah dekat baik antar perdagangan klasik maupun sistem perdagangan modern dan tradisional. Dimana Kinabalu adalah second countrynya di sana," jelasnya. Menurut Syahrul, sebaiknya kerjasama tersebut bisa lebih ditingkatkan, jadi bukan hanya membahas persoalan TKI saja. Syahrul menjelaskan, Sulsel memiliki banyak potensi komoditas yang bisa diekspor ke Malaysia seperti beras yang saat ini surplus 2,2 juta ton, jagung, sokelat hingga ke Semen dan Marmer.

Dijelaskannya, pertumbuhan ekonomi Sulsel terus diatas rata-rata 8%, bahkan data terakhir mencapai 9,21%. Bahkan dari sisi transportasi udara, Sulsel juga telah dan akan membuka sejumlah rute penerbangan ke luar negeri seperti Malaysia, Kinabalu, Brunai, Singapura, Hongkong dan Philipina.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Perniagaan Perladangan, Masri Pudin, Damai Point Service Agency, Yunus Yusuf, Ketua Sumber Manusia dan Komunikasi Korporat, Thomas Lim, serta pengurus Perladangan, Ali Kamal Abu Hassan.

Source: http://ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=64581

Comeliness
April 9th, 2011, 07:01 PM
By globemotorider (http://www.flickr.com/photos/philglobemotorider/2809274368/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3003/2809274368_6d9ee19d74_z.jpg?zz=1
Palopo.


By globemotorider (http://www.flickr.com/photos/philglobemotorider/2808414657/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3053/2808414657_c07c1b301f_z.jpg?zz=1
Bira, Bulukumba.

Comeliness
April 10th, 2011, 04:26 PM
Jumat, 08 April 2011, 17:18 WITA |
Gubernur : Sulsel Peroleh Izin Ekspor Beras :cheers1:

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperoleh izin ekspor langsung beras sebanyak 50 ribu ton dari Kementerian Pertanian, kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Jumat. "Walau setengah hati memberi izin, hasil desakan kita sudah dijanjikan. Meski terbatas pada varietas khusus, tetapi ini menjadi pintu awal untuk mengekspor beras dari daerah ini," katanya.

Varietas khusus yang dizinkan untuk diekspor langsung adalah jenis beras super dengan menggunakan pupuk organik. Untuk tahap awal, lanjutnya, Sulsel diberikan izin sebesar 50 ribu ton. "Banyak sekali permintaan, tetapi kita lihat dulu yang paling mudah dan masih dalam kendali," katanya.

Salah satu kerja sama ekspor beras yang telah disepakati Sulsel adalah dengan Sabah, Malaysia, sebanyak 20 ribu ton per tahun. Sulsel sebelumnya kembali mengajukan izin ekspor beras kepada pemerintah pusat, menyusul permintaan beras dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia.

Ia mengatakan, Sulsel pada 2009 memperoleh izin ekspor beras dari pemerintah pusat sebanyak 100 ribu ton, namun izin tersebut ditangguhkan untuk sementara karena pertimbangan kondisi cuaca yang tidak menentu, dan perkiraan krisis pangan untuk kepentingan ketahanan pangan nasional.

Staf Ahli Menteri Pertanian Iskandar Andi Nuhung beberapa waktu lalu mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) nasional 2011 mencapai 70,6 juta ton, sementara target Kementerian Pertanian berdasarkan anggaran sekitar 68 juta ton. Target tersebut dapat dicapai dengan memobilisasi seluruh potensi yang ada serta tergantung kebijakan masing-masing pemerintah daerah.

Peta produksi nasional rata-rata 5,1 ton per hektare dan Sulsel hampir mencapai angka tersebut meski infrastrukturnya tidak selengkap di Jawa. Sulsel menargetkan produksi beras surplus hingga 2,1 juta ton pada 2011, sedangkan dalam dua tahun terakhir kelebihan beras tercatat dua juta ton. (T.KR-RY/E005)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26451/gubernur--sulsel-peroleh-izin-ekspor-beras

Comeliness
April 11th, 2011, 04:24 PM
Bantimurung

Image Credits: MACTAK (http://static.panoramio.com/photos/original/2541517.jpg)
http://img808.imageshack.us/img808/9904/2541517.jpg

Comeliness
April 11th, 2011, 08:42 PM
Friday, 8 April 2011
Surplus neraca dagang Sulsel terus meningkat
Oleh Antara.

MAKASSAR: Surplus neraca perdagangan luar negeri Sulawesi Selatan mengalami peningkatan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel Achmad Habib mengatakan surplus neraca perdagangan luar negeri ini terus mengalami peningkatan sejak 2009.

Pada 2009, surplus necara perdagangan luar negeri mencapai US$0,44 miliar, di mana nilai ekspor mencapai US$1,44 miliar dan impor US$0,90 miliar. “Pada 2010, surplus neraca perdagangan mengalami peningkatan menjadi US$1,38 miliar. Nilai ekspor mencapai US$2,016 miliar, sedangkan impor US$0,64 miliar,” terangnya, hari ini.

Dia mengatakan, peningkatan surplus neraca perdagangan luar negeri dikarenakan peningkatan ekspor Sulsel untuk berbagai komoditas. Di sektor pertanian, misalnya, nilai ekspor terus mengalami peningkatan, di mana pada 2009 sebesar US$485 juta dan pada 2010 naik menjadi US$568 juta.

“Meskipun nilai ekspor untuk komoditas nikel sempat mengalami penurunan, namun ekspor nikel masih tetap mendominasi tingginya nilai ekspor Sulsel sebesar 60% hingga 65%,” tuturnya.

Dia mengatakan tahun ini Pemerintah Provinsi Sulsel juga tetap memperkirakan neraca perdagangan luar negeri akan kembali mengalami surplus, mengingat nilai ekspor tahun ini ditargetkan mengalami peningkatan sebesar 15%. Beberapa komoditas unggulan yang memiliki nilai ekspor tinggi selain nikel adalah biji kakao, ikan laut segar, kopi arabika, udang segar, kayu olahan, dan komoditas lainnya. (kmy)

Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/04/surplus-neraca-dagang-sulsel-terus-meningkat/

Senin, 11-04-2011
Sayang Raih Angka Fenomenal
Selama Tiga Tahun Memimpin Sulsel

MAKASSAR, BKM -- Pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) sudah tiga tahun memimpun Sulsel sebagai gubernur dan wakil gubernur. Meski sebagian program kebijakan publik belum berjalan sepenuhnya, namun Sayang mampu meraih angka fenomenal.

Setidaknya hal itu diakui Irfan Jaya, Manager Strategi dan Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI). ''Dari survei yang dilakukan, angka yang diperoleh Sayang cukup fenomenal. Apalagi untuk pemerintahan level provinsi yang baru berjalan selama tiga tahun dan sebagian program kebijakan publik belum berjalan sepenuhnya,'' katanya, kemarin.

Dia merinci, untuk kebijakan publik berupa pendidikan gratis, kepuasan responden tercatat 77,6 persen. Sementara yang kurang atau tidak puas sama sekali 7,1 persen. Yang tidak menjawab atau tidak tahu 15,3 persen. Demikian pula program kesehatan gratis. Sangat puas atau cukup puas 78,9 persen. Yang kurang puas/tidak puas sama sekali 6,9 persen, serat tidak tahu/tidak jawab 14,3 persen. Dalam melakukan survei, digunakan teknik multistage random sampling. Jumlah responden awal 700 responden. Wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner. Margin of error sebesar plus minus 3,8 persen.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=50648

Widana89
April 11th, 2011, 11:52 PM
Bantimurung

Image Credits: MACTAK (http://static.panoramio.com/photos/original/2541517.jpg)
http://img808.imageshack.us/img808/9904/2541517.jpg

^^ Keren.. :okay:
Tp kalau ada angin kencang pasti terbang tu kupu-kupunya... :D

Comeliness
April 12th, 2011, 05:25 PM
^^ Keren.. :okay:
Tp kalau ada angin kencang pasti terbang tu kupu-kupunya... :D

^^Waduh jangan ngarepin angin kencang donk.
Lebih baik yg bertiup angin sepoi-sepoi atau angin Mamiri aja deh. :lol:

Comeliness
April 12th, 2011, 05:31 PM
Selasa, 12 April 2011, 05:06 WITA |
RTRW 24 Kabupaten/Kota Sulsel Diharapkan Rampung 2012

Makassar (ANTARA News) - Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan diharapkan rampung pada 2012, kata Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sulsel Syarief Burhanuddin di Makassar, Senin. Pemerintah Provinsi Sulsel sendiri telah menyelesaikan RTRW tepat waktu sesuai Undang-Undang Nomor 26/2007 yang mewajibkan pemerintah provinsi merampungkan RTRW pada 2009. Berdasarkan undang-undang yang sama pemerintah kabupaten dan kota harus menyelesaikan RTRW pada 2010.

"Hingga kini baru Kabupaten Luwu Timur yang telah memperoleh rekomendasi dari pemerintah pusat. Sementara lainnya belum ada satupun yang selesai," ujarnya. Selain Toraja Utara sebagai kabupaten yang baru terbentuk, 22 kabupaten kota lainnya masih menjalani berbagai proses penyelesaian. Tujuh kabupaten telah dibahas di tingkat pusat, enam telah masuk provinsi dan lima lainnya masih melakukan pembahasan tingkat kabupaten.

Diharapkan, hingga akhir 2011, 12 kabupaten telah merampungkan rencana tata ruang rencana wilayahnya. Target penyelesaian rencana tata ruang dan wilayah ini terkait dengan kemajuan rencana pembangunan terpadu yang dilakukan pemerintah provinsi (pemprov) dan pemerintah kabupaten serta kota yaitu, permukiman, perumahan, kawasan hijau serta pengelolaan limbah dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sesuai dengan target Tujuan Pembangunan Millenium (MDG's), pada 2015 ditargetkan kebutuhan air bersih harus telah terpenuhi mencapai 80 persen namun setelah disesuaikan dengan kondisi daerah target tersebut turun menjadi 67,3 persen. "Sulsel telah melampaui target tersebut. 63,8 persen wilayah perkotaan telah memenuhi ketersediaan air bersih. Sementara pedesaan 34,05 persen dari 3000 desa. Ditargetkan 2012, kebutuhan air seluruh desa sudah terpenuhi," jelasnya.

Sementara pembangunan perumahan di kawasan kumuh ditargetkan telah mencapai 80 persen pada 2012. Hingga kini, rumah susun sewa yang telah dibangun mencapai 18 rumah yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum, 11 rumah dan Kementerian Perumahan Rakyat, tujuh rumah. Satu unitnya mampu menampung 96 kepala keluarga.

Pemerintah provinsi juga telah menyiapkan lahan seluas 100 hektare untuk pembangunan TPA di Kabupaten Gowa. Sementara untuk, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menunggu Pemerintah Kota Makassar untuk menyiapkan lahannya. (T.KR-RY/Z002)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26568/rtrw-24-kabupatenkota-sulsel-diharapkan-rampung-2012

Comeliness
April 12th, 2011, 06:12 PM
Soppeng

Image Credits: Mansyur Amir (http://www.panoramio.com/photo/13953343)
http://img860.imageshack.us/img860/8379/13953343.jpg
Bulu Dua.

Comeliness
April 12th, 2011, 06:20 PM
Senin, 11 April 2011, 19:31 WITA |
Sulsel Targetkan Perbaikan Jalan 92 Kilometer

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi melalui Dinas Bina Marga Sulsel menargetkan perbaikan kerusakan jalan provinsi sepanjang 92 kilometer pada 2011. Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Abdul Latief di Makassar, Senin, menjelaskan, selama tiga tahun terakhir pemerintahan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu'mang, panjang jalan rusak yang telah tertangani mencapai 223 kilometer.

Total panjang jalan provinsi yang harus ditangani sejak 2008, mencapai 900 kilometer dari total panjang jalan provinsi 1260 kilometer dimana 262 kilometer diantaranya merupakan jembatan. Sementara itu, pembangunan jalan baru yang dilakukan selama ini adalah jalur dari Kabupaten Luwu Timur hingga ke perbatasan Sulawesi Barat dengan panjang total 164 kilometer. Hingga kini, panjang jalan yang telah dirampungkan mencapai 56 kilometer.

Untuk jalan nasional dengan panjang total 1500 kilometer, pihaknya memprioritaskan penyelesaian pembangunan jalan poros Maros-Pare Pare sepanjang 115 kilometer yang kini tersisa sekitar enam kilometer karena terkendala pembebasan tanah di bagian Kabupaten Pangkep dan kota kecamatan Segeri selain pembangunan jalan ke arah Jeneponto hingga Sinjai sepanjang 110 kilometer.

Ia menambahkan, anggaran pembangunan jalan provinsi pada 2011 mencapai Rp270 miliar atau terus meningkat dibandingkan pada tahun 2010 yang mencapai Rp150 miliar. Begitu juga dengan anggaran pembangunan jalan nasional yang mencapai Rp900 miliar pada 2011 dan diperkirakan mencapai lebih dari satu triliun pada 2012. Sedangkan, anggaran khusus untuk pembangunan jalan masuk kawasan Center Point of Indonesia (CPI) juga mengalami kenaikan dari Rp18 miliar pada 2010 menjadi Rp22 miliar pada 2011. (T.KR-RY/M012)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26551/sulsel-targetkan-perbaikan-jalan-92-kilometer

Senin, 11 April 2011, 19:27 WITA |
Perbaikan Irigasi Sulsel Baru 15 Persen

Makassar (ANTARA News) - Perbaikan irigasi di wilayah Sulawesi Selatan baru mencapai 15 persen dari total kerusakan sekitar 70 persen hingga akhir 2010. Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sulsel Soeprapto di Makassar, Senin, menjelaskan, sejak berjalannya pemerintahan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, tiga tahun terakhir kerusakan irigasi berat yang harus diperbaiki mencapai 40 persen, sementara kerusakan ringan 30 persen.

Beberapa hal yang telah dilakukan untuk memperbaiki kerusakan tersebut adalah dengan pembenahan sistem kerja, antara lain memperketat pengawasan kinerja petugas-petugas yang bertanggung jawab pada bidang pengairan. Sesuai dengan arahan gubernur, pihaknya menargetkan pembuatan embung di seluruh kabupaten dan kota Sulsel dengan target 10 embung per kabupaten dan kota. "Pada 2011, ditargetkan minimal dibangun dua embung per kabupaten/ kota per tahun," ujarnya.

Hal lain yang dilakukan adalah terus melakukan perbaikan sungai dan rencana penambahan bendungan. Melalui berbagai upaya yang telah dilakukan tersebut selama tiga tahun terakhir, pemprov memperoleh penghargaan sebagai daerah yang melakukan pengelolaan sumber daya air terbaik dari Kementerian Pekerjaan Umum pada 2010. Sebelumnya, Sulsel pada 2008 berada pada urutan ketiga dan pada 2009 pada urutan kedua dengan tiga pesaing ketat yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. (T.KR-RY/A027)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26550/perbaikan-irigasi-sulsel-baru-15-persen

Comeliness
April 13th, 2011, 06:18 PM
Rabu, 13 April 2011, 19:02 WITA |
Lima Bandara Perintis di Sulsel Rampung 2012 :pepper::pepper:

Makassar (ANTARA News) - Pembangunan dan perluasan lima bandara perintis di Kabupaten Bone, Toraja, Luwu, Luwu Timur, dan Selayar di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) ditargetkan rampung pada 2012, kata Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Masykur A.Sulthan, di Makassar, Rabu.

"Panjang landasan bandara Bone sekarang sudah mencapai 900 meter. Atas permintaan pemerintah kabupaten setempat diajukan perpanjangan landasan hingga 1200 meter dan akan dibuatkan juga jalan masuk, ditargetkan selesai 2012," jelasnya. Permintaan perpanjangan landasan diajukan karena dengan panjang 900 meter bandara tersebut baru bisa didarati pesawat kecil.

Selain Bone, fungsi bandara perintis di Selayar juga telah menunjukkan kemajuan dengan masuknya maskapai penerbangan Wings Air. Namun, kekurangannya bandara ini masih cukup sempit untuk pesawat melakukan putaran sebelum tinggal landas. Sementara ini, pemprov dan pemkab saat ini tengah melakukan pengerjaan perluasan.

Pada pemaparan hasil kinerja dan evaluasi pemerintah provinsi selama tiga tahun terakhir, pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah bekerjasama membantu proses pembebasan lahan perluasan bandara Toraja. "Sekarang tidak ada lagi masalah lahan dan dalam proses tender pembangunan," tambahnya.

Ia menambahkan, hasil pertemuan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dengan beberapa menteri, bahwa bandara lama di Makassar telah memperoleh restu dari pemerintah pusat untuk dikembangkan sebagai bandara internasional dengan fasilitas hanggar, terminal baru, pusat ekspor dan impor.

Dengan pertimbangan keterbatasan anggaran APBD dan APBN, rencana peningkatan fungsi bandara lama ini akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. "Pertimbangan kerja sama dengan pihak ketiga ini telah masuk ke Menteri Keuangan. Kita harapkan pembahasannya tidak lama karena sudah banyak peminatnya. Peminat investasi juga tidak mau masuk dengan opsi sewa," jelasnya. (T.KR-RY/M012)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26637/lima-bandara-perintis-di-sulsel-rampung-2012


Sabtu, 09-04-2011
Pemerintah Kucurkan Rp 2,8 M
Untuk Biaya Ganti Rugi Lahan 520 KK

PANGKEP, BKM--Pemerintah Kabupaten Pangkep mengucurkan Rp 2,8 miliar biaya pembebasan lahan untuk pelebaran jalan poros. Dana itu diperuntukan untuk 520 Kepala Keluarga (KK) yang lahannya terkena proyek pelebaran jalan provinsi. Biaya ganti rugi diserahkan di Kecamatan Mandalle, Kamis (7/4).

Wakil Bupati Pangkep Abd. Rahman Assegaf mengatakan, proyek pengerjaan poros lintas Sulawesi merupakan proyek yang dinanti ribuan warga. Apalagi jalur tersebut, setiap harinya dilalui ribuan kendaraan. "Pengendara mengeluhkan kondisi jalan poros di Pangkep yang semakin memprihatinkan. Kami harap masyarakat lain dapat mengikuti jejak warga lainnya yang membebaskan lahannya untuk jalan poros lintas Sulawesi," katanya.

Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan, H. Effendi Kasmin menjelaskan, tahun ini proyek jalan lintas Sulawesi akan tuntas, dari wilayah utara Pangkep di Kecamatan Mandalle hingga ke selatan di Kecamatan Minasatene. ''Anggaran yang kita butuhkan sekitar Rp 2 miliar lagi,” terangnya. Jalur lintas Sulawesi diperlebar empat jalur yang semula hanya dua jalur. Warga Kelurahan Mangallekana Kecamatan Labakkang, Hj. Saodah, mengaku telah menyerahkan lahannya sebanyak 5 meter. Ia mendapat ganti rugi Rp 2 juta lebih. "Meski berat, tetapi untuk kepentingan umum saya mendukung proyek itu. Karena kita juga merasakannya," kata Hj Saodah.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=50586

Comeliness
April 13th, 2011, 07:01 PM
Pangkep

Image Source: m.faisal.y@mks (http://www.panoramio.com/photo/41904658)
http://i53.tinypic.com/t8tgtl.jpg

Comeliness
April 14th, 2011, 05:45 PM
Tuesday, 12 April 2011
Energi Mega siap investasi US$140 juta di Wajo
Oleh Wiwiek Dwi Endah

MAKASSAR: PT Energi Mega Persada Tbk menyiapkan investasi US$140 juta untuk mempercepat mengembangkan lapangan gas Wasabo, di Desa Walanga, Sampisampi, dan Bonge di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. President Director & Chief Executive Officer PT Energi Mega Persada Imam P. Agustino mengatakan percepatan tersebut akan memberikan kontribusi terhadap Sulsel.

“Gas yang akan dikelola nanti, salah satunya dimanfaatkan untuk membuat Mini LNG,” ujar Imam usai bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, hari ini. Menurut Imam pembuatan Mini Liquefied Natural Gas (LNG) tersebut akan dikerjakan oleh PT South Sulawesi LNG, bekerja sama dengan Perusda Sulsel. Bila sudah beroperasi kata Imam, Mini LNG di Sulsel ini menjadi pelopor dan bisa diterapkan di daerah lainnya di Indonesia.

Dia menuturkan kapasitas gas yang akan dihasilkan dengan pengembangan lapangan gas Wasabo itu mencapai 70 juta kaki kubik per hari, sedangkan untuk LNG mencapai 500.000 ton per tahun. Sejauh ini kapasitas yang dihasilkan nanti untuk memenuhi pasar domestik, terutama untuk Sulsel.

Bila perencanaan pembangunan itu disetujui Pemprov Sulsel dan Pemkab Wajo, pihaknya segera melakukan pekerjaan hingga produksi. “Untuk pembuatan LNG itu sendiri, membutuhkan waktu kurang lebih 18 bulan hingga 20 bulan,” tukas Imam. Hasilnya lanjut dia bisa untuk a.l. power plant, industri, city gas, dan lainnya.

Mini LNG yang akan dibuat ini kata Imam sedikit unik, dan untuk LNG akan ada cadangan kurang lebih 166 pcf. Menurut dia LNG memang biasanya memerlukan cadangan yang cukup besar. Menurut Imam, gas yang dihasilkan juga akan dijual kepada PLN sebagai salah satu pembeli. Namun harga yang akan ditawarkan masih dibicarakan lebih lanjut. (mw)

Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/04/energi-mega-inves-us140-juta-di-gas-wajo/


Rabu, 13-04-2011
Investor Lirik Kelapa Sawit Sulsel

MAKASSAR, BKM -- Potensi kelapa sawit di Sulsel sangat menjanjikan. Sebanyak tiga investor mulai melirik daerah ini dan akan menanamkan investasinya, masing-masing di Wajo dan Gowa. Salah satu calon investor itu adalah PT Intaran Surya Agri Lokasi yang dipilih adalah Kabupate Gowa. Sejauh ini sudah ada izin prinsip dari Pemkab Gowa.

Kepala Dinas Perkebunan Sulsel, Burhanuddin Mustafa mengatakan, saat ini ada empat daerah potensial penghasil kelapa sawit di Sulsel. Yakni Luwu Timur, Luwu Utara, Wajo dan Pinrang. Total lahan pertanaman di empat kabupaten ini adalah 12 ribu hektar dengan produksi bisa mencapai sekitar 25 ton TBS (tandan buah segar) per tahun.

Dia berharap, dengan beroperasinya industri tersebut nantinya, lahan yang semula tak termanfaatkan dapat menghasilkan dan meningkatkan produksi yang saat ini masih terbilang minim. ''Untuk tahun ini, jatah pembagian bibit kepala sawit di Sulsel sebanyak 20 ribu bibit pohon. Jumlah ini lebih sedikit dibanding tahun lalu, dimana Sulsel mendapatkan 30 ribu bibit pohon,'' jelas Burhanuddin, kemarin.

Soal hama, Kadisbun mengatakan selama ini tidak ada masalah. Hama yang menyerang kelapa sawit itu tikus dan ulat api. Ulat api hanya memakan daun tua. "Untuk mencegahnya, daun tua dipangkas. Sementara untuk mencegah tikus cukup dengan melepas burung hantu," ujarnya.

Salah satu kendala yang dihadapi investor adalah kurangnya lahan serta izin hak guna usaha (HGU) lahan. Perusahaan berani membayar Rp 10 juta per hektar, namun yang punya lahan meminta Rp 35 juta per hektar. ''Sebenarnya jika semua sudah tuntas mereka akan langsung melakukan pembibitan seluas 1.000 hektar. Bayangkan jika satu pabrik minimal membutuhkan lahan 6.000 hektar, pasti produksinya akan berlipat tiga atau empat kali," bebernya.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=50

kalimantanku
April 15th, 2011, 04:59 PM
hi all..

gw lg di salassa guest house pantai tanjung bira..lg kongkow bareng bule turis...guest house nya keren n cozy...ala tropis bgt desain nya..

Comeliness
April 15th, 2011, 05:06 PM
hi all..

gw lg di salassa guest house pantai tanjung bira..lg kongkow bareng bule turis...guest house nya keren n cozy...ala tropis bgt desain nya..

^^Asyik nih bisa jalan2 ke Bira. ;)
Foto2nya di share yah biar bisa ikutan lihat... :D

Comeliness
April 15th, 2011, 07:33 PM
Edisi 13 April 2011
Sulawesi Selatan Miliki Potensi Percepatan Pembangunan
Produk unggulannya padi, jagung, dan kakao, serta perikanan.

MAKASSAR -- Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mendorong Sulawesi Selatan melakukan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Percepatan itu bisa diwujudkan apabila Sulawesi Selatan yang memiliki potensi dan daya saing tinggi sanggup membuat terobosan.

Seperti proyek jalan trans-Sulawesi, peningkatan kapasitas pelabuhan di Makassar, peningkatan tingkat irigasi teknis, serta pembangunan gudang di sentra produksi padi dan jagung, merupakan infrastruktur yang harus diprioritaskan. “Ini bisa menjadi andalan investasi di wilayah Sulawesi,” kata Deputi Evaluasi Kementerian Perencanaan Pembangunan/Bappenas Edi Effendi Sutedja Kusno di Makassar kemarin.

Edi Effendi mewakili Menteri Perencanaan Pembangunan/Bappenas Armida S. Alisjahbana yang berhalangan hadir dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut dia, Sulawesi Selatan dalam sektor komoditas pertanian harus berfokus pada produk unggulannya. Produk unggulan itu di antaranya padi, jagung, dan kakao, serta perikanan.

“Yang perlu dipikirkan adalah meningkatkan nilai tambah produk tersebut,” kata dia. Dengan peningkatan nilai tambah, ujar Edi, provinsi ini dapat membuat daya tarik investor. “Saya salut dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah provinsi dalam pengembangan ekonomi terpadu,” ucap Edi, memuji. Pengembangan ekonomi terpadu yang dimaksudkan adalah di kawasan terpadu Parepare yang meliputi Kabupaten Parepare, Barru, Sidrap, Pinrang, dan Enrekang. “Cara ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam merealisasi program,” katanya.

Berdasarkan data di Bappenas, produk domestik regional bruto Sulawesi Selatan untuk migas menempati peringkat 10 dari seluruh provinsi. Sedangkan nonmigas, Sulawesi Selatan pada posisi ke sembilan. “Diperlukan peningkatan kinerja sektoral melalui peningkatan produktivitas, daya saing, dorongan dalam penciptaan nilai tambah,” ujarnya.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo yakin akan mampu menyejahterakan rakyat. Pertumbuhan ekonomi yang bagus, kata dia, tak ada faedahnya jika tidak berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kami berkomitmen untuk mencapai kondisi yang lebih baik. Kami punya tekad pertumbuhan ekonomi di luar Jawa, Sulawesi Selatan-lah yang terbaik,” kata Gubernur. Salah satu caranya, pemerintah memberlakukan program pendidikan dan kesehatan gratis. “Lima tahun ke depan, Sulawesi Selatan memiliki 500 orang lulusan program doktor dari dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Syahrul. SYAMSULMARLIN

Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/04/13/Makassar/krn.20110413.232882.id.html

Comeliness
April 16th, 2011, 08:15 PM
Pangkep

By m.faisal.y@mks (http://www.panoramio.com/photo/42925303)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/42925303.jpg

By m.faisal.y@mks (http://www.panoramio.com/photo/42925244)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/42925244.jpg

By m.faisal.y@mks (http://www.panoramio.com/photo/42925273)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/42925273.jpg
Persiapan Porda Nopember 2010.

ardindonesia
April 16th, 2011, 08:54 PM
By globemotorider (http://www.flickr.com/photos/philglobemotorider/2809274368/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3003/2809274368_6d9ee19d74_z.jpg?zz=1
Palopo.


By globemotorider (http://www.flickr.com/photos/philglobemotorider/2808414657/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3053/2808414657_c07c1b301f_z.jpg?zz=1
Bira, Bulukumba.

Cakep jalan & pemandangan di Palopo kanan kiri, atas bawah dipenuhi tanaman cengkeh ya?
Itu pelabuhan Bira - Bulukumba yg tampak kapal2 ferry yg mau menuju ke Selayar ya?

Comeliness
April 16th, 2011, 08:56 PM
Rabu, 06 April 2011, 19:49 WITA |
Sulsel Diputuskan Jadi Tuan Rumah Pra PON

Makassar (ANTARA News) - Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) memutuskan menerima permintaan Sulawesi Selatan untuk menjadi tuan rumah pra Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 26 Juli 2011. Ketua Harian PBSI Sulsel Haruna Hamid, yang dihubungi di Jakarta, Rabu, mengatakan keputusan PB PBSI menerima usulan Sulsel, juga tak lepas dari dukungan sejumlah pengprov yang lebih setuju Pra PON digelar di Makassar.

"Alasan pengurus pusat menerima permintaan kami karena pertimbangan persoalan biaya operasional yang lebih sedikit dibandingkan jika digelar di Papua," kata Haruna yang baru tiba di Tanah Air seusai menjalankan umroh tersebut. Keputusan pengurus pusat tentu saja menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi Sulsel. Keputusan itu juga diharapkan bisa membuka peluang Sulsel meloloskan banyak atlet ke PON 2012 bisa lebih terbuka.

Selain itu, Sulsel juga bisa dikatakan lebih layak menggelar kejuaraan tingkat nasional karena memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap. Sulsel bahkan memiliki pengalaman sebagai tuan rumah saat kejurnas tahun 2010 lalu. "Dengan status kita sebagai tuan rumah tentu diharapkan bisa mengangkat moral seluruh atlet untuk tampil lebih maksimal. Mudah-mudahan kita bisa meraih hasil terbaik pada Pra PON nanti," katanya.

Sebelumnya, pengurus pusat memang berniat menunjuk Papua sebagai tuan rumah kualifikasi PON. Alasannya karena Papua berencana merangkaikan Pra PON dengan peresmian gedung ola raga didaerah tersebut. Namun berhubung persoalan biaya akomodasi yang lebih besar mengingat jaraknya yang cukup jauh, maka Sulsel mengusulkan diri untuk menjadi tuan rumah.

Keinginan Sulsel ternyata mendapat respon positif dari pengprov lain khususnya Sulawesi Tenggara dan Tengah yang sudah menyatakan mendukung usulan tersebut. "Lokasi Sulsel yang berada ditengah juga dinilai sangat strategis sehingga beberapa provinsi mendukung usulan kami menjadi tuan rumah Pra PON," ucapnya.(T.KR-MH/T009)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26389/sulsel-diputuskan-jadi-tuan-rumah-pra-pon

ardindonesia
April 16th, 2011, 08:57 PM
hi all..

gw lg di salassa guest house pantai tanjung bira..lg kongkow bareng bule turis...guest house nya keren n cozy...ala tropis bgt desain nya..

Ditunggu picture terutama pantai & pasir putihnya serta lautnya yg biru jernih ....

Comeliness
April 16th, 2011, 09:05 PM
Cakep jalan & pemandangan di Palopo kanan kiri, atas bawah dipenuhi tanaman cengkeh ya?

^^Gw nggak tahu itu tanaman apa.

Itu pelabuhan Bira - Bulukumba yg tampak kapal2 ferry yg mau menuju ke Selayar ya?

Betul. :)

Comeliness
April 16th, 2011, 09:18 PM
Ditunggu picture terutama pantai & pasir putihnya serta lautnya yg biru jernih ....

^^Sama, gw juga lagi ngarep Kalimantanku post ttg Pantai Bira dgn pasirnya yg putih. :)

Ardindonesia, di thread Visit Mks & Visit Sulsel yg di Warteg akan banyak gw post foto2 ttg white sandy beaches & clear blue water yg ada di Sulsel. Silahkan maen2 ke thread itu. :D

ardindonesia
April 16th, 2011, 09:35 PM
^^ thanks infonya, rencana kalau nggak ada halangan bulan juni-juli saya mau hunting ke Pantai Bira & Toraja. Saya tertarik rumah eksotiknya tanah toraja & pasir putih pantai bira.

Comeliness
April 17th, 2011, 06:04 PM
^^ thanks infonya, rencana kalau nggak ada halangan bulan juni-juli saya mau hunting ke Pantai Bira & Toraja. Saya tertarik rumah eksotiknya tanah toraja & pasir putih pantai bira.

^^Kalo jadi kesana share donk foto2 Bira & Toraja serta reportnya ttg tempat2 tsb plus foto ttg trans Sulawesi bila kebetulan lewat sana. :)

Sulsel lagi perbaiki trans Sulawesi dan benahi infrastruktur serta obyek2 wisatanya jadi harap maklum bila banyak kekurangan dibidang ini. Btw, ditunggu kunjungannya di bln Juni -Juli. ;)

Comeliness
April 17th, 2011, 07:25 PM
Kamis, 14 April 2011 | 00:17:57 WITA |
Asing Incar Infrastruktur Sulsel

MAKASSAR -- Keikutsertaan Sulsel pada event Indonesia Internasioanal Infrastruktur Conference & Exhibition 2011 di Jakarta Convention Centre (JCC) 12-13 April berbuah positif. Beberapa investor luar negeri melirik potensi infrastruktur di Sulawesi Selatan.

Pengusaha yang tertarik menanamkan modalnya di sektor infrastruktur Sulsel antara lain dari Korea Selatan, India, dan Malaysia. Investor dari tiga negara tersebut sempat mengunjungi booth Sulsel. Mereka terlihat antusias menanyakan informasi mengenai sejumlah proyek infrastruktur yang sedang direncanakan di Sulsel.

Kasubid Promosi BKPMD Sulsel, Devo Khaddafi, mengungkapkan, event ini merupakan wadah strategis menjual proyek infrastruktur karena sejumlah perusahaan multinasional bergerak di pembiayaan ikut ambil bagian. "Ini kesempatan yang harus kami manfaatkan. Melalui event ini akan semakin membuka mata investor terhadap potensi investasi di Sulsel," kata Devo.

Pameran IIICE ini dibuka Wakil Presiden Boediono. IIICE 2011merupakan konferensi infrastruktur paling berpengaruh di Indonesia termasuk dalam lingkup maupun skala. Acara ini akan menyoroti infrastruktur pada tingkat provinsi maupun nasional.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo juga sempat melakukan pertemuan dengan dan menggelar diskusi dengan Presiden Direktur PT SMI, Emma Sri Martini. Pada kesempatan itu gubernur meminta PT SMI segera masuk Sulsel menjadi fasilitator dalam percepatan pembangunan infrastruktur. PT SMI merupakan perusahaan BUMN didirikan oleh pemerintah dengan tugas khusus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia. (aci)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110414001758-asing-incar-infrastruktur-sulsel

Comeliness
April 18th, 2011, 05:37 PM
Berkaitan dgn pembangunan pelabuhan di Sulsel.:cheers1:

From: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=513843&page=186
Edisi 15 April 2011
Pembangunan Fasilitas di Sejumlah Pelabuhan Dipercepat
Pembangunan fasilitas yang paling mendesak diperbaiki adalah Pelabuhan Soekarno-Hatta.

MAKASSAR -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tahun ini akan mempercepat pembangunan fasilitas sejumlah pelabuhan, baik pelabuhan laut maupun penyeberangan. "Percepatan pembangunan fasilitas pelabuhan merupakan hal yang sangat penting dan mendesak," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Sulawesi Selatan Masykur A. Sulthan dalam jumpa pers memaparkan hasil kinerja tiga tahun Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di kantor gubernur, Rabu lalu.

Menurut Masykur, pelabuhan yang fasilitasnya paling mendesak diperbaiki adalah Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Sebab, pelabuhan tersebut akan mengalami kelebihan kapasitas seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan aktivitas arus barang. "Mau tidak mau, perluasan dermaga baru harus segera dilakukan," kata Masykur.

Ia berharap perluasan pelabuhan dapat dimulai pada 2013. Untuk tahun ini, persiapan yang dilakukan adalah kesiapan internal di PT Pelindo IV Makassar dan dukungan lahan, termasuk kerja sama dengan para investor. "Kalau dana APBN dan APBD yang digunakan, ini tidak mungkin. Sebab dana yang dibutuhkan sangat besar, sehingga membutuhkan dukungan dari pihak investor," katanya.

Selain perluasan new port Makassar, tahun ini akan dilakukan perluasan Pelabuhan Parepare, yaitu pemisahan dermaga penumpang dan dermaga barang. Rencana lain yang akan dilakukan adalah melakukan relokasi fungsi Pelabuhan Ternak Parepare ke Marabombang, Kabupaten Pinrang. "Kami akan mendukung Pemerintah Kota Parepare demi kelancaran pembangunan," katanya.

Adapun pelabuhan lain yang membutuhkan dukungan percepatan pembangunan fasilitas pelabuhan laut ataupun penyeberangan, antara lain, Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru; Pelabuhan New Bantaeng; Pelabuhan Malili, Kabupaten Luwu Timur; Pelabuhan Tanjung Ringgit, Kota Palopo; Pelabuhan Jampea, Kabupaten Selayar; pelabuhan khusus antarpulau dan ekspor komoditas Marabombang, Kabupaten Pinrang; Pelabuhan Belopa, Kabupaten Luwu; dan pelabuhan penyeberangan, Sorowako-Nuha. "Ini akan rampung pada 2012-2013," katanya.

Menurut Masykur, pembangunan Pelabuhan Kalotoa di Kabupaten Selayar dan fasilitas Pelabuhan Bunging di Kabupaten Jeneponto ditargetkan rampung tahun ini, sehingga bisa segera beroperasi. Selain pelabuhan tersebut, pada 2011, pembangunan fasilitas pelabuhan baru Munte, Kabupaten Luwu Utara, dilakukan. Karena itu, pemerintah provinsi akan membantu menyiapkan akses jalan, sedangkan analisis dampak lingkungan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

Selain pengembangan pelabuhan, Pemerintah Sulawesi Selatan akan memprioritaskan pembangunan fasilitas Pelabuhan Kajang di Kabupaten Bulukumba, fasilitas Pelabuhan Kambuno di Kabupaten Sinjai, dan fasilitas pelabuhan khusus Pariwisata Pulau Rajuni di Kabupaten Selayar untuk mendukung obyek wisata Takabonerate. "Ini masih dalam tahap sharing dengan pemerintah kabupaten masing-masing," ujarnya.

Selain itu, tahun depan Pemerintah Sulawesi Selatan akan membuka jalur transportasi Laut Pangkep-Maros-Makassar dan jalur Takalar-Makassar. Ini dilakukan untuk memperluas dan meringankan beban transportasi darat serta mempercepat akses angkutan barang dan angkutan warga di daerah ini. SYAMSULMARLIN

Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/04/15/Makassar/krn.20110415.233120.id.html

Comeliness
April 18th, 2011, 07:08 PM
Enrekang

Image Source: hpanama (http://www.panoramio.com/photo/5946459)
http://i56.tinypic.com/2wehpgl.jpg


Image Source: enrekang.net (http://www.panoramio.com/photo/36530052)
http://i52.tinypic.com/54g8sy.jpg

Comeliness
April 19th, 2011, 06:31 PM
Selasa, 19-04-2011
Pasar Luar Negeri Minati Marmer Sulsel

MAKASSAR, BKM -- Potensi tambang marmer di Sulsel sangat menjanjikan. Marmer dari daerah ini bahkan cukup diminati pasar luar negeri. Ketua Asosiasi Pengusaha Marmer (APM) Sulsel, Nurhamdan mengakui, hampir semua daerah di Sulsel memiliki potensi marmer. Hanya saja belum terjamah karena terganjal infrastrutur yang tidak mendukung.

Jika kendala itu bisa diatasi, bukan tidak mungkin akan banyak investor yang datang untuk menanamkan investasinya di Sulsel. Hal ini mengingat kualitas marmer Sulsel tidak kalah dengan yang dihasilkan negara lain.

Dalam sepuluh tahun terakhir, marmer Sulsel yang dikenal sebagai marmer Ujungpandang sudah dipasarkan di China, Malaysia, Singapura, Korea. Selama ini marmer diproduksi di Pangkep, Maros dan Barru. Sementara marmer Enrekang, Luwu dan Bone memiliki kualitas yang baik.

"Selama ini baru ada tiga kabupaten yang dikembangkan untuk memproduksi marmer, yakni Pangkep, Maros, dan Barru. Dalam waktu dekat kita akan lihat dulu sampel marmer dari Enrekang," jelas Nurhamdan, kemarin. Selain Enrekang yang menjadi sasaran pengembangan, daerah yang juga dinilai potensial dan dijajaki adalah Luwu dan Bone.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=50863


Sabtu, 16 April 2011 | 23:37:02 WITA |
Pertanian Target Sumbang Pasok PDRB Rp23 Triliun

MAKASSAR -- Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Sulsel, menargetkan kontribusi terhadap PDRB tahun ini tumbuh 5 persen dari 2010. Tahun lalu, sektor pertanian menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kurang lebih Rp22 triliun, dan tahun ini diharapkan bisa menyumbang Rp23 triliun. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Sulsel, Lutfie Halide, Jumat 15 April.

Menurutnya, komoditas yang berperan besar terhadap PDRB di sektor pertanian adalah beras dan jagung. Kontribusinya mencapai Rp18,3 triliun. Lutfie optimis target tersebut bisa dicapai jika anomali cuaca yang terjadi sejak tahun lalu tidak berlangsung sampai akhir tahun ini. "Juga jika kondisi perekonomian nasional terus membaik," ujarnya.

Dia menambahkan, kedua faktor tersebut memang berpengaruh cukup besar terhadap pencapaian target produksi beras dan jagung tahun ini. Khusus beras, produksinya ditargetkan sebesar 2,9 juta ton, sementara jagung 1,4 juta ton. Kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan beras tahun ini, juga dipastikan akan memberikan dampak positif terhadap nilai produksi beras Sulsel.

Lutfie berharap, 14 komoditi lainnya juga dapat memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan nilai PDRB sektor pertanian Sulsel. Komoditi yang dimaksud di antaranya, ubi kayu yang ditargetkan nilai produksinya mencapai Rp1,6 triliun, kedelai Rp300 miliar, serta kacang tanah di atas Rp625 miliar. Peningkatan tersebut lanjut Lutfie, nantinya diharapkan meningkatkan share sektor pertanian menjadi 30 persen. Tahun lalu kata dia, hanya 26 persen dari total nilai PDRB Sulsel yang mencapai Rp99,9 triliun. (asw)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110415233702-pertanian-target-sumbang-pasok-pdrb-rp23-triliun%27

Wawar05
April 20th, 2011, 03:00 PM
Mal Pertama di Luwu Raya Segera Dibuka

http://www.fajar.co.id/img_berita/345DZ-FT-OPSAL%20PLAZA.JPG
PALOPO -- Opsal Plaza, mal pertama di wilayah Luwu Raya, bakal segera dibuka. Rencananya, pusat perbelanjaan yang terletak di Palopo itu mulai beroperasi sekira pekan ketiga April. Masih soft opening namun beberapa tenant sudah buka.

Tenant yang mulai dibuka pada soft opening adalah Sejahtera Supermarket dan De Luna Cafe. "Jadi masyarakat sudah bisa jalan-jalan sambil bersantai di sini," ujar Mansyur, pengelola Opsal Plaza, Selasa, 19 April.

Opsal Plaza terdiri empat lantai. Tenant-tenant fashion mengisi lantai satu. Kios-kios akseoris, bakery, dan salon ditempatkan di lantai dua. Sejahtera Department Store dan elektronik di lantai tiga. Lantai empat kantor pengelola.

Menurut Andriani, staf pengelola PT Citra Sarana Sejahtera, semua tenant akan dibuka setelah grand opening Mei mendatang. "Kita mempekerjakan ratusan tenaga kerja yang didominasi penduduk lokal," ucapnya.

Khusus di lantai satu Opsal Plaza, ada 200-an kios yang akan disewakan. Sejauh ini, pemesanan kios cukup membeludak. Pengelola pun optimistis, semua kios sudah terisi saat soft opening.

Menariknya, pemesan kios tak hanya dari Palopo dan sekitarnya. Ada juga pemesan dari daerah di luar Luwu Raya seperti Wajo dan Soppeng. Presentasenya bahkan cukup besar, menyangi penyewa daro lokal Luwu Raya.

Wakil Wali Kota Palopo, Rahmat Masri Bandaso menyambut baik dibukanya mal ini. "Jadi perputaran uang di Palopo akan semakin lancar. Adanya investasi semacam ini mendongkrak perekonomian daerah," ucapnya.

http://www.fajar.co.id/read-20110419232403-mal-pertama-di-luwu-raya-segera-dibuka

Comeliness
April 21st, 2011, 05:16 PM
Edisi 19 April 2011
Sulawesi Selatan Bisa Jadi Pusat Produksi Garam
Produksi garam di daerah ini diharapkan bisa menutupi kebutuhan dalam negeri.

MAKASSAR -- Anggota DPR RI, Firman Subagio, menyayangkan jika Indonesia mengalami krisis garam, sehingga harus impor dari negara lain. Menurut Firman, seharusnya masalah ini menjadi perhatian khusus para pejabat di Sulawesi Selatan, mengingat sumber daya alam yang dimiliki daerah ini cukup besar.

"Sulawesi Selatan dapat memanfaatkan peluang ini sebagai produsen garam untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri agar Indonesia tidak lagi melakukan impor," kata Firman Subagio dalam acara Evaluasi dan Pelaksanaan Program APBN 2010 di kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, kemarin.

Menurut Firman, saat ini terjadi penurunan bahkan produksi garam terhenti akibat anomali iklim yang salah satunya berupa curah hujan yang tinggi. Petani pun tidak bisa memproduksi atau gagal memproduksi garam. Akibatnya, kebutuhan garam dalam negeri tidak bisa tertutupi dan terpaksa melakukan impor. "Tinggal bagaimana mencari teknologi agar produksi garam tidak terpengaruh oleh iklim," kata Wakil Ketua Komisi IV Bidang Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perikanan, dan Kelautan DPR ini saat kunjungan kerja ke Sulawesi Selatan.

Optimisme bahwa daerah ini bisa menjadi pusat produksi garam juga disampaikan oleh Wakil Bupati Jeneponto Baharuddin Baso Tika. Jeneponto adalah salah satu daerah dengan produksi garam terbesar di Sulawesi Selatan. Saat ini, kata Baharuddin, luas area tambak garam di Jeneponto sekitar 556,63 hektare. Lahan tersebut menghasilkan garam sebanyak 47 ribu ton per tahun. "Dan masih ada perluasan 816 hektare lahan pada Kecamatan Arungkeke, Bangkala, Tamalate, dan Binamu," ujarnya.

Hanya, kata Baharuddin, selama ini sistem pergudangan yang dimiliki petani masih sangat sederhana. Jika kondisi hujan dan arus laut pasang, akan berdampak pada gudang-gudang penampungan garam dan membuat produksi garam hancur. Menurut dia, ini menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah mengatasi soal ini. "Termasuk (mengusahakan) teknologi untuk meningkatkan produksi," katanya.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Numang mengatakan potensi sumber daya alam di Sulawesi Selatan sebenarnya tidak kalah dengan negara lain. Ia memberi contoh India, yang telah menjadi negara swasembada garam. Padahal, kata dia, sumber daya alam Sulawesi Selatan tidak kalah dengan negara itu. Salah satu kendalanya adalah teknologi. "Bagaimana teknologi yang ada di sana bisa diterapkan di Sulawesi Selatan," katanya.

Arifin menambahkan, jika teknologi tersebut dapat diterapkan di Sulawesi Selatan, ia yakin Sulawesi Selatan bisa menjadi pusat swasembada garam. Sebab, sejumlah daerah, seperti Jeneponto, Takalar, dan beberapa daerah lainnya, merupakan penghasil garam. Ia berharap produksi garam dari daerah ini bisa menutupi kebutuhan dalam negeri. "Agar Indonesia tidak mengimpor garam lagi," ujarnya. SYAMSULMARLIN

Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/04/19/Makassar/krn.20110419.233489.id.html

Comeliness
April 21st, 2011, 10:35 PM
Pangkajene (Pangkep)

Image Source: Jilan_kadier (http://www.panoramio.com/photo/41485850)
http://i53.tinypic.com/jha4bd.jpg
View Kota Bungoro.

Image Source: Jilan_kadier (http://www.panoramio.com/photo/41484209)
http://i54.tinypic.com/jziadz.jpg
Kantor Bupati.

Comeliness
April 22nd, 2011, 04:45 PM
Rabu, 20 April 2011 | 16:18:54 WITA |
PLN Investasi Pembangkit Rp2,8 T
Kontraktor China Tinjau Lokasi

http://www.fajar.co.id/img_berita/654020---sulsel%20ft%20kunjungan%20pln.jpg
MALLOMBASANG/FAJAR
TINJAU LOKASI. Peninjauan lokasi PLTU Jeneponto di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Selasa, 19 April.

JENEPONTO -- Tiga kontraktor asal China yang akan membangun PLTU Jeneponto milik PT PLN (Persero) meninjau lokasi di Desa Punagaya, Kecamatan Bangkala, Jeneponto, Selasa 19 April. Tiga perusahan calon pemenang itu merencanakan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2 x 100 MW. Investasi yang disiapkan diperkirakan Rp2,8 triliun.

Ketiga kontraktor dimaksud masing-masing Anhui Electrical Power Construction No 1 Company, The First Electric Power Construction Engineering Company Of Jiangsu Province, dan China Gezhouba Group Company Limited. Saat peninjauan lokasi mereka didampingi General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Pembangkit Sulawesi, Maluku dan Papua, Andi Paherangi Jaya dan beberapa pejabat PLN lainnya. Andi Paherangi menjelaskan, proyeknya akan dimulai September, tahun ini.

"Proyek PLTU Jeneponto akan dikerjakan kontraktor China. Dari tiga calon pemenang satu di antaranya akan keluar sebagai pemenang proyek PLTU Jeneponto," jelasnya Paherangi kepada FAJAR di sela-sela peninjauan lokasi. Ia menjelaskan proyek ini akan lebih cepat selesai.

Diperkirakan selesai dalam setahun dan paling lama dua tahun. Dengan begitu, 2012 atau 2013 diharapkan sudah bisa tersambung dengan sistem kelistrikan PLN. Terkait pemilihan Jeneponto sebagai lokasi proyek, Paherangi menjelaskan, pertimbangan utamanya adalah letak PLTU dekat dengan laut sehingga memungkinkan PLN membuat pelabuhan. (lom)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110419161854-pln-investasi-pembangkit-rp28-t%27


Jumat, 22 April 2011, 17:09 WITA |
Saluran Pembuangan Buruk Penyebab Kerusakan Jalan Sulsel

Makassar (ANTARA News) - Kualitas pembangunan saluran pembuangan air yang tidak bagus menjadi salah satu penyebab infrastruktur jalan raya di Sulawesi Selatan cepat rusak. Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Sulsel, Soeprapto di Makassar, Jumat mengatakan, kerusakan jalan khususnya di wilayah perkotaan disebabkan rata-rata saluran jalan hanya mampu menampung air dari jalan raya.

"Seharusnya saluran pembuangan yang dibangun bukan cuma memperhitungkan air dari jalan, tetapi harus mampu menampung seluruh air disekitarnya," ucapnya. Pembangunan got yang banyak dijumpai lebih tinggi dari bahu jalan, disebut ikut andil mempercepat kerusakan karena air sulit keluar dari bahu jalan raya.

Demikian juga dengan konsep tata ruang, izin mendirikan bangunan disebut belum memperhatikan pemeliharaan jalan raya, termasuk ruko, yang rata-rata dasar bangunannya jauh lebih tinggi dari jalan. Praktis saat hujan turun air dari pekarangan bangunan akan masuk semua ke jalan raya sampai menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Atas dasar pertimbangan itu panitia khusus DPRD Sulsel atas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pengendalian muatan lebih di jalan raya meminta masukan dari PSDA. Ranperda ini sendiri akan memberlakukan sanksi berat kepada seluruh kendaraan roda empat keatas yang muatannya melebihi ketentuan.

Ranperda ini juga dimaksudkan untuk menggantikan perda yang mengatur jembatan timbang, yang tidak boleh lagi memungut retribusi. Selain itu ranperda inisiatif DPRD ini diharapkan mampu menekan 50 persen anggaran untuk pemeliharaan dan pembangunan kerusakan jalan yang dianggarkan Rp100 miliar lebih khusus dari APBD Sulsel setiap tahun. (T.KR-AAT/M019)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26999/saluran-pembuangan-buruk-penyebab-kerusakan-jalan-sulsel

Comeliness
April 24th, 2011, 08:47 PM
Jumat, 22 April 2011, 05:34 WITA |
Pemerintah Luwu Izinkan Perusahaan Asing Kelola Nikel

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Luwu mempersilakan perusahaan asing mengelola sumber daya mineral berupa nikel di kawasan PT Inco. "Kita membuka luas kesempatan pengelolaan itu kepada investor lain, sebab PT Inco baru mengelola sekitar 7.000 hektare lahannya, dari luas potensi nikel Luwu sekitar 118 ribu hektare," kata Bupati Luwu Hatta Marakarma, di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan hingga saat ini sudah ada dua perusahaan asing asal China, selain PT Inco yang telah melakukan penambangan dan mengeksplorasi hasil sumber daya mineral nikel tersebut. Menurut dia, kemajuan dua investor asal China yang melakukan eksplorasi cukup baik jika dibandingkan dengan hanya menunggu kontribusi dari PT Inco. Sebab, kata dia, hampir tiap bulan eksplorasi tambang kedua perusahaan ini rutin mengirim hasil tambangnya ke Cina.

Ia memproyeksikan kegiatan kedua perusahaan tersebut akan lebih berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat Luwu, karena mempekerjakan warga lokal. Hanya saja, menurut dia, kedua investor tersebut belum memiliki pabrik seperti PT Inco dan keduanya hanya melakukan aktivitas penggalian saja. Karena itu pemkab mendorong kedua investor ini segera membangun pabrik.

"Hasil negosiasi pabrik mereka akan terbangun sekitar 2014 mendatang. Luas daerah tambang dua perusahaan ini sekitar 5.000 hektare dan kedepan akan bertambah setelah mereka membangun pubrik," katanya. Ia menambahkan, kedepannya, pemkab akan terus menerima investasi baru dari perusahaan mana saja. Monopoli pengelolaan sumber tambang di Luwu dinilai kurang baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebab pemerintah seolah-olah sangat bergantung pada satu perusahaan saja. Jika jumlah perusahaan yang masuk lebih besar maka daerah ini akan tumbuh lebih pesat dari kondisi sekarang. Menanggapi masalah konservasi dan rehabilitasi kawasan pasca penambangan, dirinya menuturkan tengah diteliti oleh pemda. Kawasan ini tidak dapat dikelolah lagi setelah dieksploitasi. Biaya produksi pertanian bisa meningkat sekitar 200 persen jika kawasan itu ditanami tanaman komoditas.(T.KR-MH/M008)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26969/pemerintah-luwu-izinkan-perusahaan-asing-kelola-nikel


Jumat, 22 April 2011, 20:53 WITA |
Pemprov Sayangkan Pemkot Tak Koordinasi Soal Adipura

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyayangkan sikap Pemerintah Kota Makassar yang tidak pernah berkoordinasi atas masuknya kompleks kantor Gubernur sebagai salah satu lokasi penilaian untuk Piala Adipura. "Hutan di kantor gubernur termasuk menjadi paru-paru Kota Makassar. Namun, belum pernah disampaikan secara resmi ke kita kalau termasuk penilaian. Harusnya mereka juga ikut membantu sekelilingnya," ujar Kepala Biro Perlengkapan Umum Pemprov Sulsel Ibrahim Beddu di Makassar, Jumat.

Hal tersebut diungkapkannya terkait penilaian tim penilai Piala Adipura Kota Makassar soal berserakannya sampah di kompleks Kantor Gubernur Sulsel. Sebelumnya, tim penilai piala Adipura Kota Makassar yang dipimpin Melda Mardalina mengatakan, masih banyak ditemukan sampah berserakan di lokasi hijau kota. Salah satunya adalah kantor Gubernur Sulsel.

Padahal, di dalam kompleks kantor gubernur banyak tersedia tempat sampah. Kondisi ini dinilai dapat menghambat Kota Makassar untuk memperoleh Piala Adipura. "Tidak benar itu. Setiap hari sampah-sampah di kantor Gubernur Sulsel dibersihkan. Ada sekitar 30 orang petugas yang menjaga kebersihan setiap hari," jelasnya.

Secara umum, tidak ada sampah yang dibiarkan menumpuk di kantor Gubernur Sulsel. Begitu pun dengan hutan kota yang berada di areal kantor tersebut. Terkecuali, di samping kantor Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Sulsel, memang terdapat banyak barang-barang bekas berserakan karena kantor tersebut masih dalam proses renovasi setelah mengalami kebakaran tahun lalu. Sementara untuk lokasi di depan kantor gubernur, seperti trotoar, selokan serta permukiman warga bukan tanggung jawab pemprov untuk menjaga kebersihannya. "Khusus di kantor gubernur, Anda bisa lihat sendiri kebersihannya setiap hari," ujarnya. (T.KR-RY/Z003)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27009/pemprov-sayangkan-pemkot-tak-koordinasi-soal-adipura

Comeliness
April 25th, 2011, 05:35 PM
Senin, 25 April 2011, 04:47 WITA |
Pemprov Sulsel Penyelenggara Pemerintahan Terbaik

Makassar (ANTARA News) - Wakil Presiden RI Boediono akan menyerahkan penghargaan Satyalencana Karya Bhakti Nugraha kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sebagai daerah penyelenggara pemerintahan terbaik di Istana Bogor, Senin, 25 April 2011.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Sulsel Tan Malaka Guntur di Makassar, Minggu, mengatakan, penghargaan tersebut akan diterima langsung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada rangkaian puncak peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) Ke-XV.

Selain Pemprov Sulsel yang meraih peringkat kedua terbaik, dua kabupaten di daerah ini juga menerima penghargaan serupa bersama 15 kabupaten dan kota di tanah air yakni Enrekang yang meraih peringkat ke-VI dan Luwu Utara di peringkat ke-VIII. "Sulsel dan dua kabupaten daerah ini dinilai sebagai daerah terbaik laporan Evaluasi penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) dari pemerintah pusat. Dan ini merupakan penghargaan kesekian kalinya dari pemerintah pusat," tambahnya.

Sementara provinsi lainnya yang mendapatkan penghargaan sama adalah Sulawesi Utara dan Jawa Tengah dari lima provinsi yang masuk nominasi penganugerahan dari Kemendagri dan Kemenpan-RB ini termasuk Riau dan Lampung. Tim Nasional Verifikasi Laporan EPPD yang dipimpin Nur Wahyudi, sebelumnya, telah melakukan verifikasi langsung pada data-data yang dilaporkan pemprov dan kabupaten dan kota untuk dilaporkan kepada Kemendagri dan Kemenpan-RB.

Data-data yang menjadi penilaian tersebut diantaranya mengenai pelayanan publik, kesehatan dan pendidikan masyarakat, reformasi birokrasi daerah serta realitas pembangunan di daerah yang dilaporkan ke pemerintah pusat. Terutama terkait pelayanan rumah sakit daerah serta ruas jalan provinsi dan nasional di Sulsel. (T.KR-RY/F003)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27087/pemprov-sulsel-penyelenggara-pemerintahan-terbaik

Comeliness
April 26th, 2011, 06:02 PM
Wajo & Maros

Image Source: ambouphex(http://www.flickr.com/photos/ambouphex/5470820673/sizes/z/in/set-72157625994695007/)
http://farm6.static.flickr.com/5292/5470820673_a8a2be1369_z.jpg
Pohon2 Lontar di Wajo.


Image Source: ambouphex (http://www.flickr.com/photos/ambouphex/4795724041/sizes/z/in/photostream/)
http://farm5.static.flickr.com/4115/4795724041_aaf37a4462_z.jpg
Sungai Di Maros.

Comeliness
April 26th, 2011, 08:05 PM
Parangloe Waterfall, Gowa.

Photo by atho kurniadi (http://www.panoramio.com/photo/39820991)
http://i52.tinypic.com/23k2oeo.jpg


Photo by atho kurniadi (http://www.panoramio.com/photo/39821824)
http://i53.tinypic.com/2zyy7as.jpgheheheh kayak kenal nih gambar.....
ini gambar dai akun panoramio saya... :)

kayak kenal nih gambar:) :lol:

I know this pict............. :colgate:
it's from my album in panoramio.com

terima kasih frend udah nguload.. dan ngaih sumbernya.. hehehhe :)

^^Kebetulan tadi lagi balik2 halaman disini dan ketemu komennya The Coto (gw nggak lihat sebelumnya). Thanks utk The Coto yg mampir ke thread Sulsel. Pictsnya ttg Parangloe Waterfall lumayan bagus :okay: jadi gw post disini biar banyak yg lihat... :) tapi gw kasih link ke sumbernya biar The Coto tambah ngetop dgn foto2nya. :lol:

The Coto udah registered di forum ini kenapa nggak sekalian ikutan jadi forumer disini aja.
Btw, dulu ada forumer disini yg pake nama Coto Gagak apakah ini orangnya sama dgn The Coto :? Atau mungkin lain orang tapi sama2 penggemar Coto. :lol:

Comeliness
April 27th, 2011, 06:16 PM
Selasa, 26 April 2011, 19:43 WITA |
Wagub Rencanakan Keliling Sulsel Periksa Kondisi Jalan

Makassar (ANTARA News) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang merencanakan melakukan perjalanan keliling Sulsel untuk melihat secara langsung kondisi jalan provinsi dan jalan nasional. "Mungkin tanggal 10 atau 20 Mei 2011, mau berkeliling lihat jalan se-provinsi mulai dari sini melalui Bulu Dua, Kabupaten Sidrap, Pinrang, Enrekang, Toraja sampai perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara," katanya di Makassar, Selasa.

Sebelumnya, ia mengaku selalu mendapat pertanyaan mengenai pemeliharaan dan pembangunan jalan provinis dan nasional dari pemerintah kabupaten. "Semua kabupaten mempertanyakan. Seperti Jalan Poros Malino-Sinjai. Perbaikan jalur selatan Sulsel di Bulu Dua tahun ini diharapkan sudah rampung sebagai alternatif karena jalur Camba Kabupaten Bone bebannya sudah terlalu berat," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Bina Marga Sulsel menargetkan perbaikan kerusakan jalan provinsi sepanjang 92 kilometer sisa dari 223 kilometer jalan yang telah diperbaiki selama tiga tahun terakhir. Total panjang jalan provinsi yang ditangani sejak 2008 mencapai 900 kilometer dari total panjang jalan 1260 kilometer termasuk 262 kilometer jembatan.

Pembangunan jalan baru yang dilakukan selama ini adalah jalur kabupaten Luwu Timur hingga perbatasan Sulawesi Barat dengan panjang total 164 kilometer yang telah dirampungkan 56 kilometer.

Untuk jalan nasional, Bina Marga memprioritaskan penyelesaian pelebaran jalan Maros-Pare Pare sepanjang 115 kilometer yang kini pengerjaannya tersisa enam kilometer selain pembangunan jalan ke arah Jeneponto hingga Sinjai sepanjang 110 kilometer. Kepala Dinas Bina Marga Abdul Latief, menyebutkan, anggaran pembangunan jalan provinsi mencapai Rp270 miliar pada 2011 dan anggaran pembangunan jalan nasional sebesar Rp900 miliar. (T.KR-RY/Z002)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27155/wagub-rencanakan-keliling-sulsel-periksa-kondisi-jalan


Rabu, 27 April 2011, 19:17 WITA |
Udang Sumber Pendapatan Terbesar Kedua Sulsel

Makassar (ANTARA News) - Hasil budidaya udang tercatat menjadi penyumbang pendapatan daerah terbesar kedua Sulawesi Selatan (Sulsel) setelah kakao di luar pendapatan pajak. "Dari dulu Sulsel adalah penghasil udang terbesar. Kalau tidak salah sumber pendapatan terbesar dengan kakao," kata anggota Komisi B DPRD Sulsel, Abd Rahman AT di Makassar, Rabu.

Jumlah ekspor udang Sulsel 2010 sebanyak 4.800 ton dengan nilai ekspor 52 juta dollar AS. Udang kata Rahman, adalah komoditi khas dan andalan Sulsel yang tidak hanya memberi sumbangan pendapatan daerah tetapi juga memakmurkan petani tambak di 18 kabupaten yang memiliki pantai.

Ia juga menyebut perhatian pemerintah terhadap budi daya udang terbilang besar dengan dukungan dari dari APBN sebesar Rp12,9 miliar dan Rp3,8 miliar APBD Sulsel 2011. "Banyak program pemerintah untuk udang, mulai dari bantuan bibit, sampai penyuluhan," ucapnya.

Data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulsel menyebut jumlah produksi udang di daerah ini tahun 2010 sebanyak 22 ribu ton. Sedangkan jumlah petani tambak udang sebayak 36 ribu orang dengan luas tambak 100 ribu hektar. Produksi udang Sulsel 2011 diperkirakan meningkat setelah penambahan tenaga penyuluh dan pemberian 30 juta bibit udang kepada petambak. (T.KR-AAT/S019)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27200/udang-sumber-pendapatan-terbesar-kedua-sulsel

Comeliness
April 28th, 2011, 05:18 PM
Selasa, 19 April 2011 | 00:05:04 WITA |
REI Siap Bangun Seribu Rumah di Maros

MAROS -- Pengembang tidak lagi terfokus di Kota Makassar. Sejumlah anggota REI Sulsel kini membidik Maros dengan target membangun seribu unit rumah sampai akhir tahun. Rencana itu disampaikan Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulsel, Jamaluddin Jafar bersama sejumlah pengurus, saat audiensi dengan Bupati Maros Bupati Maros, HM Hatta Rahman, Senin, 18 April. Hatta didampingi Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarkim) Thamrin Gassing.

Kepada Bupati Maros, Jamal, sapaan Jamaluddin Jafar, mengatakan, kunjungannya untuk menjajaki potensi pengembangan perumahan di Kabupaten Maros. Pasalnya, kondisi Makassar sudah sangat padat dengan pembangunan perumahan sehingga diperlukan alternatif kawasan untuk membangun perumahan. Jamal menilai potensi perumahan yang ada di Maros, sangat besar. Apalagi letaknya yang cukup strategis dan dekat dengan Makassar.

"Makanya kami berharap konsep Mamminasata ini bisa jalan dengan tidak hanya membangun perumahan di Makassar. Nanti bisa menumpuk kalau di Makassar terus, makanya kami ingin semuanya bisa menyebar ke daerah-daerah seperti kawasan sekitar Jakarta," katanya. Selain Maros, menurut Jamal, Gowa juga sangat prospektif. "Makassar sudah sesak dengan pembangunan sehingga daerah yang dilirik untuk rumah hunian, yang paling dekat adalah Maros dan Gowa.

Mengenai target pembangunan di Maros, dia mengaku REI siap membangun sebanyak-banyaknya perumahan di Maros. "Pokoknya sebanyak-banyaknya lah. Bahkan kalau bisa kita siap membangun perumahan hingga seribu unit. Makanya kami berharap ada kerjasama dengan Pemda. Kedepan kami mau Bupati Maros bisa dan mau memfasilitasi REI dengan menyiapkan lahan untuk pembangunan perumahan," jelas anggota DPRD Sulsel dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Jamal mengakui, pembangunan perumahan yang akan dilakukan di Maros, konsepnya lebih ke perumahan yang sederhana. "Kita mau lihat dulu sejauh mana minat dan kemampuan masyarakatnnya. Jadi tidak langsung membangun yang mewah. Yang jelas kita akan kondisikan lah bagaimana konsep pembangunannya," ungkap Jamal.

Menanggapi rencana REI, Hatta, menyatakan, menyambut positif. Dia malah komitmen untuk bersikap terbuka pada siapa saja yang ingin mengembangkan Maros. Apalagi, kabupaten yang dia pimpin, merupakan penopang dan penyangga Kota Makassar. "Termasuk dalam pembangunan properti, khususnya rumah huni," jelas Hatta. Sekarang kata dia, Kota Makassar sudah sesak. "Kalau kita lihat, saat berada di Makassar penuh dengan perumahan sedangkan saat memasuki batas kota Maros masih hijau karena masih banyak pertanian. Maka dari itu kami berharap ada peningkatan pendapatan masyarakat dari perkembangan nilai jual tanah, "kata Hatta.

Hatta juga menguraikan, tiga daerah yang disiapkan Maros untuk pengembangan perumahan yakni kawasan Selatan Maros yang berbatasan langsung dengan Makassar dan Gowa. Wilayahnya terletak di Kecamatan Moncongloe, Tanralili, dan Mandai. Menurut Hatta, daerah di tiga kecamatan itu, sangat potensial untuk perumahan karena posisinya berbatasan langsung Kota Makassar. "Kami akan menyiapkan sekira 2.600 Hektare lahan untuk pembangunan perumahan. Hanya saja saat ini, yang tersedia baru 1000 Hektare. Kita tinggal menyiapkan infrastrukturnya saja," jelasnya.

REI Sulsel dan Pemkab Maros juga berencana membangun perumahan khusus untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). "Pembangunan perumahan PNS ini masih sebatas wacana namun jika nantinya hal ini terealisasi diharapkan pula ada bantuan dari pusat seperti listrik, air dan jalan sehingga harga untuk PNS lebih murah," tambahnya. (rin)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110419000504-rei-siap-bangun-seribu-rumah-di-maros%27

kubel
April 29th, 2011, 03:22 PM
http://img94.imageshack.us/img94/3844/dscf4245w.jpg (http://img94.imageshack.us/i/dscf4245w.jpg/)

http://img705.imageshack.us/img705/6218/dscf4244p.jpg (http://img705.imageshack.us/i/dscf4244p.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img718.imageshack.us/img718/6043/dscf4242b.jpg (http://img718.imageshack.us/i/dscf4242b.jpg/)


<b>hotel sahid sinjai</b>

kubel
April 29th, 2011, 03:27 PM
Perjalanan BONE - Sinjai via Cambar Kab. Maros
http://img849.imageshack.us/img849/6940/dscf4205.jpg (http://img849.imageshack.us/i/dscf4205.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img860.imageshack.us/img860/7175/dscf4202.jpg (http://img860.imageshack.us/i/dscf4202.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
<script src='http://img854.imageshack.us/shareable/?i=dscf4201.jpg' type='text/javascript'></script><noscript>http://img854.imageshack.us/img854/790/dscf4201.jpg (http://img854.imageshack.us/i/dscf4201.jpg/)</noscript>
http://img51.imageshack.us/img51/4376/dscf4197g.jpg (http://img51.imageshack.us/i/dscf4197g.jpg/)

Berkelok kelokkkk

Comeliness
April 29th, 2011, 06:02 PM
http://img94.imageshack.us/img94/3844/dscf4245w.jpg (http://img94.imageshack.us/i/dscf4245w.jpg/)

http://img705.imageshack.us/img705/6218/dscf4244p.jpg (http://img705.imageshack.us/i/dscf4244p.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img718.imageshack.us/img718/6043/dscf4242b.jpg (http://img718.imageshack.us/i/dscf4242b.jpg/)
<b>hotel sahid sinjai</b>

cuma lahannya yg di pake karena gedungnya di hancurkan semua :D entar malam baru bisa saya aploud ... heheehh

^^Thanks utk foto2nya:pepper:, lokasinya hotel Sahid Sinjai strategis juga nih. Jadi hotel ini dibangun baru diatas lahan milik pemda yah. Selain Sahid ada hotel2 bintang lain nggak di Sinjai :?

Comeliness
April 30th, 2011, 06:06 PM
Jumat, 29 April 2011, 20:54 WITA |
Sulsel Peroleh Alokasi APBN Rp30 Triliun

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulsel memperkirakan akan memperoleh alokasi dana APBN senilai Rp30 triliun atau naik sekitar Rp7 triliun dibandingkan 2011, kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sulsel Tan Malaka Guntur di Makassar, Jumat. "Kita belum tahu persisnya total APBN 2011 tapi secara dana indikatif ada peningkatan, misalnya dana kebutuhan dasar infrastruktur jalan saja kita dapat Rp1,9 triliun," ujarnya, Jumat.

Ia menambahkan untuk program prioritas dan inisiatif berupa kebutuhan dasar ada banyak yang meningkat. Sektor Koperasi dan UKM dari Rp3 miliar menjadi Rp11 miliar , lingkungan hidup dari Rp500 juta menjadi Rp8 miliar, PNPM Mandiri pedesaan kita berharap Rp400 miliar, dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) terkait penyediaan dana perbankan juga meningkat.

Hal tersebut ia ungkapkan sebagai hasil-hasil penting dari Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) bagi perluasan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia terutama kawasan timur Indonesia dan Sulsel. "Sulsel berada pada koridor ekonomi Indonesia IV sebagai provinsi penyangga pangan nasional dan koridor pembangunan industri pertanian. Apa yang kita capai selama ini akan dimantapkan dan diberikan penguatan dari pusat, pertanian tanaman pangan, pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan," katanya.

Provinsi ini juga masuk dalam pemanfaatan dan pengelolaan pertambangan, minyak dan gas serta pembangunan infrastruktur jalan penunjang pembangunan ekonomi. Khusus jalan nasional termasuk pada prioritas pembangunan jalan penunjang sentra produksi pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan ekspor dan perdagangan.

Pusat pengembangan pangan nasional di KTI yang menunjang program ketahanan pangan nasional juga ditetapkan di Sulsel. "Kita mencoba bagaimana Sulsel mendapatkan porsi pendanaan yang signifikan peningkatannya seperti program pemberdayaan Koperasi dan UKM, mengharapkan pengalokasian PNPM Mandiri terkait upaya penurunan angka pengangguran dan kemiskinan di wilayah timur. Sulsel sendiri mengharapkan angka kemiskinan berada di bawah 10 persen dan pengangguran di bawah 8 persen pada 2012," jelasnya.

Untuk itu, pemprov akan mengintensifkan kerja Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan mendata seluruh program dan proyek yang diarahkan menurunkan kemiskinan. Upaya yang dilakukan diantaranya adalah bagaimana memberikan kekuatan ekonomi berbasis masyarakat dan meningkatkan daya beli masyarakat salah satunya melalui program KUR. "Khusus untuk KUR di luar Jawa, Sulsel adalah provinsi yang terbesar memanfatkan dana KUR pada posisi Rp1,2 triliun sampai 2011. Terbanyak diserap oleh usaha ekonomi masyarakat yang berbasis kecil menengah ke bawah," tambahnya. (T.KR-RY/M027)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27269/sulsel-peroleh-alokasi-apbn-rp30-triliun

Comeliness
April 30th, 2011, 08:22 PM
Perjalanan BONE - Sinjai via Cambar Kab. Maros
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img854.imageshack.us/img854/790/dscf4201.jpg

^^Dari kaca mobil kentara jepretnya dari dalam mobil ini. :D

Perjalanan BONE - Sinjai via Cambar Kab. Maros
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img51.imageshack.us/img51/4376/dscf4197g.jpg

Berkelok kelokkkk

Nggak apa berkelok-kelok yg penting sampai tujuan dgn selamat. :)

Comeliness
May 1st, 2011, 07:19 PM
Sabtu, 30-04-2011
Pelebaran Jalan Bulukumba Telan Rp 200 M
Bupati Langsung Temui Warga Calon Penerima Ganti Rugi

BULUKUMBA, BKM - Proyek pelebaran jalan nasional fase ESS 04 poros Caile-Palampang sepanjang 20,737 km yang dilaksanakan Mei mendatang, dipastikan berjalan mulus setelah seluruh warga pemilik tanah menerima kesepakatan ganti rugi yang akan diberikan pihak donor. Proyek ini dikerjakan melalui program EINRIP (Eastern Indonesia National Road Improvement).

Proyek yang didanai Ausaid (Bantuan Pemerintah Australia) senilai Rp 200 milyar lebih tersebut juga mencakup fase ESS 05 poros Palampang, perbatasan Sinjai-Bulukumba, sepanjang 19,952 km. Kepala Bagian Pertanahan Sekretariat Daerah, Taufiq, SH mengungkapkan hal tersebut setelah menyelesaikan seluruh administrasi kesepakatan pembebasan lahan dengan warga pemilik tanah sepanjang proyek tersebut, Kamis (28/4).

Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan, langsung menemui beberapa warga yang masih belum sepakat. Namun dengan pendekatan kekeluargaan dan komunikasi yang dilakukan oleh bupati, akhirnya semuanya bisa mengerti. Dalam proses negosiasi dengan warga, Bupati tidak perlu berlama-lama. Dia meyakinkan mereka bahwa proyek ini untuk kepentingan umum dan akan menguntungkan warga. Akhirnya mereka semua langsung setuju dan bertanda tangan, sehingga hari itu juga seluruhnya berkas sudah rampung dan akan segera dikirim ke Makassar untuk diproses lebih lanjut oleh pemimpin proyek di Makassar.

Semua warga penerima ganti rugi, dananya langsung ditransfer melalui rekening masing-masing pihak sesuai besaran yang telah disepakati. "Warga yang masuk dalam daftar tidak perlu ragu terkait ganti rugi ini karena dijamin dananya pasti akan diterima sebelum proyek ini berjalan," jelas Taufiq.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=51164


Kamis, 28-04-2011
Mendesak, Pelebaran Jalan Trans Malili-Tarengge

MALILI, UPEKS- Jalan Negara Malili- Tarengge di kabupaten Luwu Timur membutuhkan pelebaran. Betapa tidak poros yang menghubungkan tiga provinsi ini masing-masing Sulawesi Selatan, Tengah dan dan Tenggara ini setiap harinya dilalui ribuan kenderaan, sementara lebar badan jalan hanya 4 meter. :ohno:

Akibatnya, hampir setiap hari terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur ini yang merenggut korban jiwa dan materil. Salah seorang anggota lantas Polres Lutim, Bripka Syamsuddin, menyebutkan hingga pekan ketiga April tahun ini saja, sudah 7 nyawa melayang dan puluhan korban lainnya mengalami luka berat dan ringan akibat kecelakaan. “Sebagian besar kecelakaan di jalur ini disebabkan karena sempitnya badan jalan,” ujar Syamsuddin.

Sebenarnya pemerintah daerah Luwu Timur melalui Dinas Pekerjaan umum telah berulang kali mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat dan Balai besar Bina Marga Provinsi untuk segera melakukan pelebaran badan jalan Negara Malili- Tarengge, namun hingga saat ini usulan tersebut belum ditanggapi.

“Sudah 4 kali kami (Dinas PU Lutim, red) mengajukan usulan ke atas agar jalur Malili-Tarengge segera diperlebar dengan pertimbangan status jalan ini adalah jalan Negara. Selain itu, volume kenderaan yang melintas juga sangat padat dan sudah tidak sebanding dengan lebar badan jalan yang ada saat ini,” ujar ir. A. Alif Thahar, Kadis PU Lutim, ketika ditemui Upeks, di ruang kerjanya, Rabu (27/4) kemarin.

Idealnya menurut Thahar, jalur Malili- Tarengge yang berjarak sekitar 40 kilometer ini dilakukan penambahan lebar badan jalan antara 6- 8 meter. Sejumlah sopir angkutan umum dan pribadi yang dtemui juga mengeluhkan sempitnya jalur trans Malili-Tarengge ini karena menurut mereka sangat rentan menimbulkan kecelakaan lalu lintas.“ Kondisi jalan yang sempit dan sangat licin jika diguyur hujan dikuatirkan akan terus memakan korban jiwa jika tidak segera diperlebar,” pinta Makmur, salah seorang sopir angkutan trayek Malili-Makassar.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=65063

Comeliness
May 2nd, 2011, 06:16 PM
Stadion di Sinjai

Image Source: http://sulapaappastudio.blogspot.com/2010/12/sulapaappa-project.html
http://i52.tinypic.com/k1t3j8.jpg


Image Source: http://sulapaappastudio.blogspot.com/2010/12/sulapaappa-project.html
http://i54.tinypic.com/9tg3lg.jpg


Image Source: http://sulapaappastudio.blogspot.com/2010/12/sulapaappa-project.html
http://i53.tinypic.com/30wph7q.jpg

Rabu, 23-03-2011
GOR Termegah Dibangun di Sinjai

SINJAI, BKM -- Bangunan bertaraf internasional kembali akan hadir di Kabupaten Sinjai. Setelah Hotel Sahid dan kolam renang, saat ini Pemkab berencana membangun gedung olahraga (GOR) yang juga bertaraf internasional.

Tak tanggung-tanggung, konsultan pembangunan GOR yang berlokasi di kantor bupati saat ini berasal dari Perancis yang juga merupakan konsultan pembangunan gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta. Peletakan batu pertama GOR telah dilakukan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo pada HUT Sinjai ke-446, 27 Februari lalu.

Bupati Sinjai, A Rudiyanto Asapa mengklaim GOR yang akan dibangun ini merupakan yang termegah. ''Gedung olahraga yang akan kita bangun nantinya adalah yang paling mewah dengan fasilitas internasional. "Konsultannya dari Perancis. Pemkab Sinjai tidak membayar konsultan tersebut,'' ujar Rudi.

Dikatakan Bupati, dengan telah diresmikannya kantor bupati dan gedung DPRD yang baru, maka kantor bupati saat ini akan dijadikan sebagai kawasan olahraga. Saat ini di tempat tersebut sudah ada kolam renang, sementara stadion akan segera direnovasi.

Selain yang paling mewah, bangunan GOR tersebut bercirikan kapal phinisi dan merupakan satu-satunya stadion tertutup di Indonesia. Stadion dengan kapasitas 80.000 tempat duduk tersebut pembangunannya dimulai tahun ini dan berakhir sebelum masa jabatan Rudi berakhir tahun 2013 mendatang. "Dana pembangunanya bersumber dari DAU dan APBN. Kegiatan olahraga bertaraf internasional akan saya usahakan digelar di Sinjai,'' imbuhnya.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=49912

Comeliness
May 3rd, 2011, 06:08 PM
Pelabuhan Bajoe, Bone

Images Source: ASDP, Indonesia ferry (http://www.indonesiaferry.co.id/)
http://www.indonesiaferry.co.id/assets/harbor/bajoe-01.jpg


http://www.indonesiaferry.co.id/assets/harbor/bajoe-02.jpg


Jumat, 29 April 2011 | 17:51:07 WITA |
Pembangunan Pelra Butuh Rp200 M

http://www.fajar.co.id/img_berita/65628--pelra%20OKE.jpg
FARISTANTO/FAJAR
RESMIKAN PROYEK. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo didampingi Bupati Bone, HAM Idris Galigo menandatangani prasasti peresmian delapan proyek yang bertepatan dengan HUT Kabupaten Bone ke-681 di Lapangan Merdeka, Rabu, 6 April.

WATAMPONE -- Pelabuhan Rakyat (Pelra) Bajoe di Kecamatan Tanete Riattang segera dibangun. Proyek tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp200 miliar. Anggota DPR RI, Andi Taufan Tiro, saat reses di Pelabuhan Bajoe, Kamis, 28 April memastikan jika pelabuhan rakyat tersebut akan mulai dibangun tahun ini. Untuk tahap awal, pemerintah pusat mengucurkan dana Rp15 miliar.

Menurut Taufan, awalnya, Kementerian Perhubungan hanya mengalokasikan dana sebesar Rp2 miliar saja. Namun, berkat perjuangan anggota DPR RI, anggarannya bisa bertambah. "Hasilnya, mereka akan menganggarkan dana Rp15 miliar untuk tahap pertama. Ini berkat perjuangan teman-teman di DPR," ucapnya.

Taufan mengatakan, pelabuhan rakyat ini nantinya dibangun di jalan masuk Pelabuhan Bajoe. Panjangnya, kata Taufan, sekitar 2,4 kilometer. "Kita tidak memilih tempat lain karena ditakutkan terkendala pembebasan lahan. Kalau di sini tidak ada pembebasan lahan," kata Taufan sembari menambahkan jika pelabuhan tersebut ditergetkan selesai 2014 mendatang.

Anggota Komisi V DPR RI itu mengatakan, dengan adanya pembangunan pelabuhan rakyat tersebut, maka pelabuhan rakyat tidak lagi bersatu dengan pelabuhan angkutan sungai danau dan penyeberangan (ASDP) yag selama ini digunakan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan perekonomian di Kabupaten Bone akan semakin baik.

"Saya hanya berharap agar nantinya pelabuhan-pelabuhan itu betul-betul bisa dimaksimalkan sebagaimana mestinya. Keberadaan pelabuhan rakyat itu dapat mendukung laju perekonomian masyarakat," ungkap Taufan. Keberadaan pelabuhan rakyat tersebut, lanjutnya, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Sebab pelabuhan yang akan dibangun di areal lahan ASDP itu akan saling menunjang untuk kepentingan pengusaha kapal pengangkut barang. (far)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110428175108-pembangunan-pelra-butuh-rp200-m--%27


Minggu, 01 Mei 2011, 20:53 WITA |
Gubernur Resmikan Pasar Tradisional Modern Jeneponto

Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meresmikan Pasar Tradisional Modern Tarowang di Kabupaten Jeneponto, Minggu. Kasubag Penjaringan Berita Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Badaruddin dari Jeneponto, menjelaskan, pasar yang dibangun senilai Rp1,15 miliar tersebut merupakan satu dari empat proyek APBN 2010 yang diresmikan pada peringatan hari jadi Jeneponto yang ke-148.

Tiga proyek lainnya yang diresmikan adalah pembangunan SMP 5 Bontoramba senilai Rp398,9 juta, pembangunan SMPN 7 Binamu senilai lebih dari Rp1,3 miliar dan penambahan ruang inap PKM Bululoe sekitar Rp382,8 juta. Sementara itu, peringatan hari jadi berlangsung sederhana didahului pembukaan rapat paripurna istimewa yang dipimpin Ketua DPRD setempat, Mulyadi di gedung DPRD. Pada sambutannya, Bupati Jeneponto Radjamilo mengatakan, hari jadi adalah milik rakyat yang bernilai sejarah dan perlu dilestarikan melalui sikap kegotongroyongan yang dimiliki daerah "Turatea" ini.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan hari jadi Jeneponto merupakan suatu refleksi dari hasil yang dicapai selama ini untuk melihat seperti apa daerah ini sekarang serta merupakan momentum untuk meletakkan pembangunan yang lebih bermakna bagi rakyat. "Yang dicapai daerah ini sekarang berkat dukungan semua pihak mulai kepala desa, lurah, camat, bupati dan masyarakatnya yang berkomitmen tinggi dalam memacu pembangunan di semua sektor," katanya.(T.KR-RY/S006)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27330/gubernur-resmikan-pasar-tradisional-modern-jeneponto

kubel
May 4th, 2011, 05:28 AM
Kajuara Kab Bone
http://img849.imageshack.us/img849/3641/dscf4309.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/849/dscf4309.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img820.imageshack.us/img820/4418/dscf4310r.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/820/dscf4310r.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Pasar Kajuara
http://img40.imageshack.us/img40/4918/dscf4308.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/40/dscf4308.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Dari kejahuan kelihatan Pusantren 77 Kajuara Kab Bone
http://img708.imageshack.us/img708/2752/dscf4307a.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/708/dscf4307a.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Jalan Poros Bone Sinjai di kajuara

kubel
May 4th, 2011, 05:32 AM
Rabu, 23-03-2011
GOR Termegah Dibangun di Sinjai

SINJAI, BKM -- Bangunan bertaraf internasional kembali akan hadir di Kabupaten Sinjai. Setelah Hotel Sahid dan kolam renang, saat ini Pemkab berencana membangun gedung olahraga (GOR) yang juga bertaraf internasional.

Tak tanggung-tanggung, konsultan pembangunan GOR yang berlokasi di kantor bupati saat ini berasal dari Perancis yang juga merupakan konsultan pembangunan gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta. Peletakan batu pertama GOR telah dilakukan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo pada HUT Sinjai ke-446, 27 Februari lalu.

Bupati Sinjai, A Rudiyanto Asapa mengklaim GOR yang akan dibangun ini merupakan yang termegah. ''Gedung olahraga yang akan kita bangun nantinya adalah yang paling mewah dengan fasilitas internasional. "Konsultannya dari Perancis. Pemkab Sinjai tidak membayar konsultan tersebut,'' ujar Rudi.

Dikatakan Bupati, dengan telah diresmikannya kantor bupati dan gedung DPRD yang baru, maka kantor bupati saat ini akan dijadikan sebagai kawasan olahraga. Saat ini di tempat tersebut sudah ada kolam renang, sementara stadion akan segera direnovasi.

Selain yang paling mewah, bangunan GOR tersebut bercirikan kapal phinisi dan merupakan satu-satunya stadion tertutup di Indonesia. Stadion dengan kapasitas 80.000 tempat duduk tersebut pembangunannya dimulai tahun ini dan berakhir sebelum masa jabatan Rudi berakhir tahun 2013 mendatang. "Dana pembangunanya bersumber dari DAU dan APBN. Kegiatan olahraga bertaraf internasional akan saya usahakan digelar di Sinjai,'' imbuhnya.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=49912

Wah berarti lebih besar dari Stadion yg mau di bangun di barombong donk.. wah kayaknya Rudianto betul ingin memajukan persepakbolaan di sinjai , apa lagi Persin Sinjai sekrang udah lolos ke Devisi Utama..

Comeliness
May 4th, 2011, 06:24 PM
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Dari kejahuan kelihatan Pusantren 77 Kajuara Kab Bone
http://img708.imageshack.us/img708/2752/dscf4307a.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/708/dscf4307a.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
Jalan Poros Bone Sinjai di kajuara

Poros Bone-Sinjai ini cuma 2 jalur. Bila mau nyaman minimal 4 jalur & diperlebar lagi utk jalan raya di seluruh kabupaten2 di Sulsel. Masyarakat juga mesti dididik soal kebersihan agar tdk buang sampah dijalanan :ohno: spt yg terlihat di foto yg ada pasar diatas.

Btw, thanks utk pictsnya. :)

kubel
May 5th, 2011, 08:38 AM
Poros Bone-Sinjai ini cuma 2 jalur. Bila mau nyaman minimal 4 jalur & diperlebar lagi utk jalan raya di seluruh kabupaten2 di Sulsel. Masyarakat juga mesti dididik soal kebersihan agar tdk buang sampah dijalanan :ohno: spt yg terlihat di foto yg ada pasar diatas.

Btw, thanks utk pictsnya. :)

iaa.. seharusnya begitu.. minimal 4 jalur.. karena saat ini cuma darah utara makassar yang 4 jalur.. bagian timur dan selatan masih dua jalur semua.. mudah mudahan pemerintah setempat segera merealisasikan 4 jalur untuk darah selatan datimur mengingat volume kendaraan didarah selatan udah sangat tinggii

Comeliness
May 5th, 2011, 06:26 PM
Selasa, 03 Mei 2011, 19:46 WITA |
Gubernur Sulsel Dampingi Presiden Temui Petinggi Nestle

Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dijadwalkan mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menemui petinggi produsen cokelat dunia Nestle di Swiss pada awal Juni, 2011. "Minggu pertama Juni, saya akan dampingi Presiden ke Swiss, temui Nestle," kata gubernur di Makassar, Selasa terkait undangan industri makanan olahan tersebut kepada Presiden khusus untuk membicarakan peningkatan investasi di Indonesia.

Sebelum pertemuan di Swiss, PT Nestle Indonesia dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar pada Kamis 5 Mei 2011 terkait rencana pelatihan pengembangan kakao berskala internasional di Makassar pada 1 Juni 2011.

Pertemuan ini juga sekaligus menjadi penjajakan awal kerja sama pengembangan hingga perintisan pembangunan industri kakao di Sulsel. "Selain menyosialisasikan produknya, mereka juga ingin mengetahui ketersediaan produksi olahan setengah jadi kakao dan seberapa besar kandungan produksi kakao kita," kata Kepala BKPMD Sulsel Irman Yasin Limpo.

BKPMD juga telah menyusun rancangan nota kesepahaman kerja sama dengan Nestle untuk memasok kebutuhan bahan baku dan membangun industri pengolahan kakao. Nota kesepahaman kerja sama tersebut rencananya akan ditandatangani di Jenewa, Swiss bertepatan dengan kunjungan Presiden pada pertemuan organisasi buruh dunia, International Labour Organization (ILO). "Sesuai kesepakatan dengan BKPM kita akan membuat kesepakatan bisnis. BKPMD Sulsel dibantu BKPM membuat pertemuan sekaligus penandatanganan nota kesepahaman,"jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan merekomendasikan provinsi di pulau Sulawesi lainnya untuk menyediakan pasokan kebutuhan bahan baku kakao di antaranya Sulbar dan Sulteng sehingga diharapkan Sulawesi menjadi sentra produksi utama kakao dengan Sulsel sebagai pusat produksi maupun infrastruktur industri. Pada peluncuran promosi Sulsel melalui taksi Juli 2010 di Singapura, Gubernur Sulsel juga telah menawarkan kepada Nestle untuk membangun industrinya di Sulsel dengan menyanggupi kebutuhan cokelat sebanyak 100 ribu ton per tahun untuk bahan baku produksi. (T.KR-RY/S016)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27381/gubernur-sulsel-dampingi-presiden-temui-petinggi-nestle

Thursday, 5 May 2011
Nestle harap Sulsel pasok 10.000 ton kakao
Oleh Wiwiek Dwi Endah

MAKASSAR: PT Nestle Indonesia sejauh ini belum dapat membangun pabrik kakao di Sulawesi Selatan seperti yang ditawarkan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Perusahaan ini bukan pengolah biji kakao, tetapi bubuk kakao menjadi produk jadi seperti susu, dan lainnya. Legal & Corporate Affair Director PT Nestle Indonesia Debora R. Tjandrakusuma mengatakan meski belum terpikir membangun industri kakao di daerah ini, pihaknya berharap Sulsel bisa menjadi salah satu pemasok industri makanan bayi berbahan dasar kakao milik Nestle yang tengah dibangun di Jawa Barat.

“Karena Sulsel adalah salah satu daerah penghasil biji kakao terbesar di negara ini, dengan mutu kakao yang cukup bersaing,” ujar Debora usai bertemu Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, hari ini. Bahkan lanjut dia, pihaknya berharap setiap tahun bisa mendapatkan 10.000 ton kakao dari Sulsel untuk menopang industri barunya tersebut.

Selain membicarakan kemungkinan mendapatkan 10.000 ton kakao setiap tahun untuk suplai bahan baku bagi industri makanan bayi, menurut Debora maksud lain pertemuannya dengan Syahrul adalah melaporkan rencana workshop pengembangan kakao berskala internasional di Makassar yang akan berlangsung pada 1 Juni nanti. “Rencananya kami akan menggelar workshop pengembangan kakao berskala internasional di Makassar pada 1 Juni nanti, dan itu kami laporkan kepada pak gubernur hari ini,” tukas Deborah. (mw)

Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/05/nestle-harap-sulsel-pasok-10-000-ton-kakao/

Comeliness
May 6th, 2011, 05:29 PM
Kamis, 05 Mei 2011 | 19:23:27 WITA |
Poros Bulukumba-Bira Segera Dianggarkan
Janji Wagub Sulsel

http://www.fajar.co.id/img_berita/8505---sulsel%20ft%20gong.jpg
Arman/Fajar
PUKUL GONG. Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang memukul gong saat membuka secara resmi Pencanangan Hari Bakti Gotong Royong di Lapangan Pemuda Bulukumba.

BULUKUMBA -- Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang berjanji segera memberikan perhatian atas kerusakan Jalan Poros Bulukumba-Bira. Bahkan dia menjadwalkan akan segera melakukan pembicaraan dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Makassar untuk mencari jalan keluar perbaikan jalan tersebut. Apalagi, kata dia, tidak hanya warga Bulukumba yang dirugikan dengan adanya kerusakan jalan ini, tetapi secara keseluruhan mengganggu transportasi daerah. Pasalnya, selain mengganggu akses menuju Bira, jalan tersebut adalah penghubung antara Bulukumba dan Selayar.

Hanya saja, menurut Agus, masyarakat Bulukumba harus menyadari bahwa poros Bulukumba-Bira termasuk kategori jalan nasional. Oleh karena itu, tidak menjadi kewenangan Pemprov Sulsel, tetapi pemerintah pusat. "Iya saya akui memang itu sangat mendesak diperbaiki. Saya juga sudah dengar kalau warga sudah melakukan reaksi atas kerusakan jalan tersebut. Kita akan berupaya mencarikan jalan keluarnya," kata Agus usai meresmikan pencanangan Hari Bakti Gotong Royong se-Sulsel di Lapangan Pemuda Bulukumba, Rabu, 4 Mei.

Ditanya soal kapan penganggaran dilakukan, Agus mengatakan, akan melakukan pembicaraan dengan pihak terkait. Khususnya pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional yang memiliki tanggungjawab atas kerusakan jalan yang masuk kategori jalan nasional. Termasuk dia juga akan mempertanyakan soal adanya informasi terkait dana perbaikan jalan poros ini pada 2010 tapi ditarik lantaran disatukan dengan paket Jalan Poros Bulukumba yang terjadi penolakan pembebasan lahan.

"Tunggu saya cek dulu itu dananya. Betul tidak ada seperti itu. Yang jelas akan diusahakan segera ada anggarannya yang turun untuk perbaikan jalan ini. Termasuk kemungkinan pergeseran anggaran untuk dialokasikan untuk perbaikan ini. Kalau bisa ada pergeseran anggaran kenapa tidak, cuma butuh dianalisis dulu pengalokasian anggaran tersebut," tambahnya.

Anggota DPRD dari daerah pemilihan Bontobahari, Bahman mengatakan, dirinya sudah mendapat kabar bahwa perbaikan jalan tersebut sudah dianggarkan. Hanya saja, kesalahan pemprov lantaran menggabungkan anggaran dua daerah yang berbeda. Padahal, kata dia, seandainya tidak digabung poros Bulukumba-Bira sudah dikerjakan karena tidak ada kendala maupun perlawanan warga terkait jalan ini. "Berbeda dengan Poros Bulukumba yang ternyata ada masalah soal pembebasan lahan. Di sinilah titik persoalannya. Yang dirugikan adalah masyarakat Bontobahari yang sehari-hari melewati jalan ini," ujar Bahman. (arm)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110504192327-poros-bulukumbabira-segera-dianggarkan%27


Kamis, 05 Mei 2011 | 15:27:34 WITA |
Bupati Akui 80 Persen Jalan Rusak

BULUKUMBA -- Kerusakan infrastruktur jalan di Bulukumba tampaknya sangat memprihatinkan. Itu terlihat dari persentase kerusakannya yang cukup tinggi. Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan juga mengakui tingginya angka kerusakan tersebut. Ia menegaskan, dari 117 kilometer jalan provinsi, 45 kilometer jalan nasional, dan 134 kilometer jalan kabupaten, 80 persen di antaranya sudah rusak. Bahkan, menurut Zainuddin, dari yang rusak tersebut, sebagian besar sudah rusak parah dan butuhkan perbaikan secepatnya.

"Saya tidak bisa pungkiri jalan kita 80 persen rusak. Saya sangat prihatin dengan kondisi infrastruktur tersebut. Makanya, perbaikan harus terus digalakkan. Tidak terkecuali jalan yang masuk ke akses petani," kata Zainuddin.

Anggota Komisi C DPRD Bulukumba Andi Pangeran mengatakan, tidak ada pilihan lain yang harus dilakukan pemerintah selain mengidentifikasi beberapa ruas jalan yang perlu dibenahi. Hanya saja, menurut Pangeran, pemkab harusnya lebih banyak memikirkan jalan yang rusak dari pada sekadar pelebaran jalan saja. "Saya setuju kalau dikatakan sudah 80 persen jalan rusak. Memang itu kenyataannya, ini memprihatinkan sekali. Saya juga sudah pernah angkat ini dan konsultasikan baik ke provinsi maupun ke pusat," tegasnya. (arm)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110504152734-bupati-akui-80-persen-jalan-rusak-

Comeliness
May 7th, 2011, 08:18 PM
Pangkajene (Pangkep)

Image Source: Jilan_kadier (http://www.panoramio.com/photo/41484209)
http://i54.tinypic.com/jziadz.jpg
Kantor Bupati.

Jumat, 06 Mei 2011 | 16:49:35 WITA |
Ganti Rugi Pembebasan Lahan Capai Rp 7M

PANGKAJENE -- Pemerintah akhirnya membayarkan ganti rugi pembebasan lahan milik warga yang tanahnya terkena poyek pelebaran jalan trans Makassar-Parepare. Pembayaran kali ini merupakan pembebasan tahap III untuk 2011 ini. Pembayaran tersebut ditandai dengan penyerahan buku rekening kepada ratusan pemilik lahan oleh Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang di Aula Kantor Bupati Pangkep, Kamis, 5 Mei. Sebelumnya, pembebasan tahap I dan II telah dilakukan pembayaran oleh Bupati dan Wakil Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid dan Abd Rahman Assegaf.

Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep yang membidangi pemeritahan dan pembebasan lahan proyek jalan trans Makassar-Parepare, M Natsir Taba, mengatakan, untuk tahap III penyerahan ganti rugi tersebut, terdapat 159 pemilik yang dibayarkan dengan nilai total Rp790 juta. Terdiri atas Kecamatan Segeri sebanyak 32 pemilik dengan nilai ganti rugi sebanyak Rp133 juta dan Kecamatan Mandalle sebanyak 127 pemilik dengan nilai Rp657 juta.

Natsir mengatakan, sebelumnya, pada tahap I dan II, Pemkab Pangkep telah membayarkan ganti rugi lahan kepada 363 pemilik yang tersebar di beberapa desa/kelurahan, khususnya di Kecamatan Segeri, Labakkang, dan Ma'rang. Pada tahap I, total ganti rugi yang dibayarkan mencapai Rp1,1 miliar dan tahap II sekitar Rp 1 miliar. "Dengan demikian total ganti rugi tahap I sampai tahap III dalam tahun anggaran 2011 ini sebanyak 522 orang pemilik dengan nilai ganti rugi sebesar Rp 2.946.980.750 atau Rp2,9 miliar," ujar Natsir.

Bupati Pangkep, Syamsuddin Hamid, menambahkan, pembebasan lahan untuk pelebaran jalan, telah dilakukan sejak 2009. Pada masa awal pembebasan lahan, telah dibebaskan sebanyak 247 pemilik dengan nilai ganti rugi sebanyak Rp1,7 miliar. Pada 2010, sebanyak 799 pemilik diberi ganti rugi dengan nilai Rp 2,6 miliar.

"Jumlah keseluruhan yang telah terealisasi sejak 2009 hingga April 2011, sebanyak 1,568 pemilik dengan nilai ganti rugi sebesar Rp7.350.690.750," ujar Syamsuddin saat membacakan sambutan penyerahan buku rekening kepada para pemilik lahan yang menerima ganti rugi pembayaran tahap III 2011. Syamsuddin mengakui masih adanya lahan yang belum dibebaskan hingga saat ini. Sebanyak 380 pemilik lahan, kata dia, saat ini berkasnya sedang diproses untuk diserahkan kepada Balai Besar Jalan dan Jembatan Sulsel. Sebanyak 92 pemilik lahan dalam proses musyawarah.

Selain itu, kata Syamsuddin, sebanyak 155 pemilik lahan dan bangunan berupa rumah toko (ruko) sedang dalam proses penaksiran atau penilaian harga oleh tim penaksir yang telah terbentuk beberapa waktu lalu yang terdiri atas Dinas PU, Balai Besar Jalan dan Jembatan, dan Bagian Pemerintahan Pemkab Pangkep. Total keseluruhan yang belum dibebaskan sebanyak 627 pemilik.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, menyampaikan terima kasihnya kepada warga Pangkep, khususnya para pemilik lahan yang secara ikhlas menyerahkan tanahnya untuk digunakan dalam proyek pelebaran jalan. Tahun ini, kata dia, jalan provinsi yang akan diperbaiki sepanjang 1.200 kilometer. Proyek pelebaran jalan Makassar-Parepare diharapkan selesai pada 2012. Agus menyebutkan, infrastruktur berperan dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Proyek pelebaran jalan tersebut, saat ini sudah ada pemenang tendernya dan diharapkan telah rampung pada Desember 2011 ini. (zuk)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110505164935-ganti-rugi-pembebasan-lahan-capai-rp7-m%27

Comeliness
May 8th, 2011, 06:23 PM
Kamis, 05 Mei 2011 | 15:37:40 WITA |
Pembangunan Bendung Gerak Tempe
Pengalihan CenranaE Rampung, Kini Bangun Saluran Pengelak

http://www.fajar.co.id/img_berita/582F-BENDUNG%20GERAK-2.JPG
PEMBANGUNAN Bendung Gerak Tempe (Tempe Barrage) yang terletak di kawasan Sungai CenranaE Kecamatan Tempe terus digenjot. Proyek ini dimulai sejak peletakan batu pertama oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, 26 April lalu.
Oleh: NURLINA ARSYAD, Sengkang.

Setelah pengalihan Sungai CenranaE rampung, saat ini para pekerja proyek yang menelan anggaran sebesar Rp130 miliar itu sudah masuk dalam tahap pembuatan saluran pengelak. Sesuai kontrak kerjanya, anggaran yang bersumber dari APBN 2010-2012 ini di target rampung pada 2013 mendatang. Salah satu tujuan utama pembangunan bendunga ini aalah mencegah kekeringan danau tempe jika datang musim kemarau.

Kepala Dinas PSDA, Energi dan Sumberdaya Mineral Wajo, Firmansyah Perkesi kepada FAJAR, Rabu, 4 Mei kemarin mengatakan, selain saluran pengelak juga sementara dikerja pintu airnya, daya tampung sungai juga akan diperluas kapasitasnya untuk memperlancar aliran air untuk meminimalisir terjadinya banjir. Dipintu bendungan ada jalanan perahu.

"Kalau kemarau, pintu air itu kita tutup agar danau tempe tidak kering, sebaliknya jika banjir pintu air akan kita buka. Insya Allah Kalau bendung gerak ini sudah jadi, luas danau tempe sudah jelas, dan Danau Tempe akan ditata baik di pesisir maupun kawasan Danau Tempe akan dipetakan zona-zonanya," katanya. Dalam pemetaan zona kelak akan ada kawasan perikanan, lahan basah untuk persawahan, ada lahan setengah basah untuk tanaman palawija juga ada kawasan konservasi.

Firmansyah menambahkan, ke depan pola penangkapan ikan para nelayan juga akan berubah. Nelayan tidak harus menggunakan lagi bungka toddo', tapi harus menggunakan keramba. Ini penting agar produksi perikanan nelayan bisa terukur. "Juga pasti ada perubahan terhadap suplai pasir agar tidak langsung ke teluk Bone, dibuatkan rawa yang ada di kiri-kanan sungai, sebagai tempat penampungan air agar jika banjir tidak langsung ke sawah-sawah warga," pungkasnya. (*)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110504153740-pengalihan-cenranae-rampung-kini-bangun-saluran-pengelak%27

Comeliness
May 9th, 2011, 06:02 PM
Selayar

Image Source: Susan Stephanie (http://aci.detik.com/readfoto/2010/10/25/223126/1474746/1002/1/)
http://i54.tinypic.com/21p01md.jpg
Lautnya jernih sampai ke dasarnya.

Senin, 09-05-2011
Pemkab Sambut Investor Taiwan

KEPULAUAN SELAYAR, UPEKS--Bupati Kepulauan Selayar H Syahrir Wahab dalam waktu dekat bertolak ke Jakarta di Kementerian Perekonomian Republik Indonesia untuk mempresentasikan kesediaan Kabupaten Kepulauan Selayar sebagai lokasi Pembangunan kilang minyak. Hal ini dilakukan sebagai bukti keseriusan pemkab setempat dalam menerima investor dari Taiwan . Ketika para investor Taiwan berkunjung ke Selayar melakukan peninjauan langsung ke lapangan bahkan seharian penuh mengamati lokasi pembangunan kilang minyak.

Dari hasil peninjauan Tim Investor Taiwan, mengatakan bahwa Selayar memang yang paling cocok dan refresentatif untuk pembangunan kilang minyak. Salah satu yang sangat mendukung lokasi pembangunan kilang minyak air laut yang sangat dalam. Selain itu Selayar juga merupakan lintasan pelayaran nusantara dari Indonesia Bagian Barat Ke Bagian timur atau sebaliknya bahkan dijadikan pelayaran internasional. Kelebihan dan keunggulan yang dimiliki Kabupaten kepulauan Selayar membuat investor Taiwan tertarik untuk menanamkan investasi di Bumi Maritim Selayar.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar sudah mulai melakukan antisipasi segala keperluan dan kebutuhan bagi Investor. Begitu pentingnya sehingga bupati mengundang seluruh SKPD yang terkait untuk menyampaikan capaian kinerja yang telah dan akan dilakukan.

Direktur PDAM Kabupaten Kepulauan Selayar Badulu S Sos, mengatakan, bahwa ketersediaan air bersih sudah mencapai 400 kubik per menit sementara pemakaian hanya setikar 100 meter per kubik berarti masia ada 300 kubik. Namun yang menjadi persoalan kebutuhan air bersih untuk pembangunan kilang minyak kurang lebih 800 kubik per menit berarti kekurangan sekitar 500 kubik. "Ini yang perlu kita carikan solusinya sehingga tidak menjadi hambatan bagi investor Taiwan." ujarnya.

Hal lain yang bisa menjadi hambatan bagi investor Kebutuhan, pasokan listrik yang masih sangat terbatas. Dimana Selayar sampai hari ini kemampuan daya listrik baru mencapai 4500 KWH. Camat Bontomatene Drs Andi Massaile menambahkan, lokasi pembangunan kilang minyak sudah siap 1000 hektare. Tetapi, untuk tahap pertama baru sekitar 600 hektare yang akan dibutuhkan. Lokasi tanahnya terletak di Desa Bungaiya Kecamatan Bontomatene.[/COLOR]

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=65668

Comeliness
May 10th, 2011, 04:46 PM
Tribun Timur - Selasa, 3 Mei 2011, 18:19 WITA
Sulsel Peringkat Tujuh Nasional PMA-PMDN
Penulis : Aqsa Riyandi Pananrang, Editor : Muh. Irham

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berada di posisi ketujuh secara nasional untuk realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA). Peringkat realisasi investasi berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal (LKPM) menurut lokasi Januari- Desember 2010.

Sesuai data yang dilansir Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Sulsel berada di peringkat tujuh PMDN dari peringkat sepuluh tahun 2009 lalu dengan realisasi investasi senilai Rp 32,123 miliar dengan 23 proyek. Sulsel hanya berada di bawah "raksasa industri" Tanah Air yakni Jabar, Jatim, Kalimantan Timur, Banten, dan Kalimantan Tengah.

Sedangkan, untuk PMA senilai 441,8 juta dollar Amerika atau senilai Rp 4 triliun lebih di bawah DKI Jakarta, Jatim, Jabar, Banten, Kaltim, dan Kalteng. "Kita sudah berhasil menggeser sejumlah provinsi yang sebelumnya berada di posisi atas seperti Riau, Bali, Papua, dan sejumlah daerah di Kalimantan," jelas Kepala BKPMD Sulsel, Irman Yasin Limpo, kepada wartawan di kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (3/5). Menurutnya, data tersebut belum termasuk realisasi investasi di sektor pertambangan di daerah ini.(*)

Source: http://makassar.tribunnews.com/2011/05/03/sulsel-peringkat-tujuh-nasional-pma-pmdn

Sabtu, 07-05-2011
Sulsel Tuntut Otonomi Khusus
Terkait Tata Niaga

MAKASSAR, UPEKS—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, menuntut agar pemerintah pusat bisa memberikan otonomi khusus terkait tata niaga atau perdagangan. Pasalnya, terdapat beberapa kebijakan yang dinilai menghambat pertumbuhan ekonomi Sulsel. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Andi Muallim, saat menerima kunjungan kerja Komisi C DPRD Jawa Timur, di ruang rapat pimpinan, Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (6/5), me-ngatakan, Papua Barat dan Nagroe Aceh Darussalam, pernah memberontak. Hingga akhirnya, pemerintah pusat mengalah dan bersedia memberikan hak otonomi khusus.

“Di Sulsel, kami pun merasakan ketidakadilan. Sehingga, kami pun menempuh dengan cara kami sendiri. Ada beberapa kebijakan yang tidak sesuai menurut kami,” terang Muallim. Salah satu kebijakan yang dimaksud, larangan mengekspor beras ke luar negeri. Padahal, Sulsel mampu surplus beras hingga 2 juta ton. Kebijakan itu, juga tak disertai dengan pemberian hak yang jelas sehingga petani harus merugi.

“Kami di Sulsel, mampu memberi makan 19 provinsi di Indonesia. Malaysia menawar beras kami dengan harga sepuluh ribu per liter. Kalau kami diizinkan ekspor, maka petani di Sulsel akan sejahtera,” jelasnya. Selain itu, kebijakan tata niaga, dimana ketika ada arus barang dari Sulsel, harus terlebih dahulu dibawa ke pelabuhan Surabaya. Sehingga, akhirnya merugikan para pedagang Sulsel. “Kalau kita mau kirim barang, harus dibawa dulu ke Pelindo III Surabaya. Kebijakan seperti apa ini,” ujarnya.

Muallim menegaskan, Pemprov Sulsel akan menetapkan sendiri beberapa langkah atau kebijakan untuk meningkatkan perekonomian di Sulsel. Meskipun, terkadang harus berlawanan dengan kebijakan pemerintah pusat. “Kita sekarang sedang mempersiapkan Bulog Daerah. Memang langkah ini berlawanan dengan pemerintah pusat. Tapi, ini salah satu kebijakan yang harus kami ambil untuk melindungi para petani Sulsel,” tegasnya.

Sementara, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengakui, pembentukan Bulog Daerah akan bertentangan dengan pemerintah pusat. Namun, pembentukan Bulog Daerah merupakan langkah yang tepat untuk menyiapkan kebutuhan akan beras dan melindungi para petani. “Kadang memang kita harus melawan. Tetapi, harus tetap berpikir positif. Saat Bulog besar tidak mampu bekerja maksimal, Bulog Daerah yang akan menyokong,” imbuhnya. Rencananya, Bulog Daerah akan mulai dioperasikan akhir tahun ini. Anggarannya, akan diambil dari Bank Pembangunan Daerah (BPD), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan, serta sumber anggaran lainnya. “Kita akan selesaikan secepatnya. Anggarannya bisa diambil dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=65561

Sony Sjklw
May 11th, 2011, 02:12 AM
Air Terjun Bantimurung

http://img3.imageshack.us/img3/5748/upload1i.jpg

http://img62.imageshack.us/img62/3626/upload2y.jpg

http://img805.imageshack.us/img805/2725/upload3p.jpg

http://img35.imageshack.us/img35/2489/upload4lc.jpg

Comeliness
May 11th, 2011, 08:30 PM
^^Ada yg habis jalan-jalan nih ke Bantimurung setelah lembur kumpulin logo utk tenantsnya TSM. :lol:


Rabu, 11 Mei 2011, 14:24 WITA |
PLN Sulawesi Jamin Ketersediaan Listrik 900 MW

Makassar (ANTARA News) - PLN wilayah Sulawesi Selatan, Barat dan Tenggara menjamin ketersediaan pasokan listrik hingga 900 megawatt di Sulsel dengan penambahan pasokan sebesar 200 megawatt pada Oktober 2011. "Daya mampu listrik kita saat ini 700 megawatt lebih dengan beban puncak 590 megawatt, jika siang yang tersisa 300 megawatt karena rata-rata industri beroperasi siang," jelas General Manager PT PLN wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, Ahmad Siang, di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan, ketersediaan listrik akan semakin terjamin dengan penambahan 200 megawatt dari pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap Takalar dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Takalar yang beroperasi pada awal Oktober 2011. Dengan demikian, total daya mampu PLN mencapai 900 megawatt dan pihaknya mengaku siap menerima permintaan kebutuhan listrik termasuk industri.

"Semua sekarang kita layani tidak ada lagi daftar tunggu. Kita siapkan listrik yang banyak, kita siap, tinggal sampaikan, kapan, dimana dan berapa kebutuhannya," tambahnya. Pencapaian target ini sebenarnya diprediksi baru tercapai lima tahun ke depan. "Itu pun belum semua jaringanterpasang," katanya. (T.KR-RY/A027)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27666/pln-sulawesi-jamin-ketersediaan-listrik-900-mw


Minggu, 08 Mei 2011, 14:45 WITA |
Potensi PLTM Sulsel Hasilkan Daya 79,70 MW

Makassar (ANTARA News) - Potensi lokasi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro di Provinsi Sulawesi Selatan diprediksi mampu menghasilkan daya listrik sebesar 79,70 Megawatt. Kepala Bidang Listrik dan Pemanfaatan Energi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel, Bustanuddin Syam, di Makassar, Minggu, mengatakan, prediksi mengenai besarnya daya listrik yang mampu dihasilkan tersebut diperoleh berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan.

"Setelah dilakukan proses survey, potensi daya listrik yangh dihasilkan di lokasi tersebut dapat dilihat dari kondisi debit air yang dimiliki yang dapat menghasilkan aliran listrik," ungkapnya. Untuk merealisasikan potensi tersebut menjadi PLTM, masih harus menunggu beberapa hasil kajian dan juga kondisi lokasi, karena masih dimungkinkan terjadi perubahan pada lokasi potensial tersebut. Perubahan tersebut, kata dia, berkaitan dengan besarnya debit air yang dapat dipengaruhi oleh faktor musim. "Bisa saja terjadi pengurangan debit air sungai akibat musim kemarau, sehingga potensi daya listrik yang dapat dihasilkan juga menjadi berkurang, apalagi jika terjadi penurunan secara drastis," imbuhnya.

Ia mengatakan, di Provinsi Sulsel, terdapat sebanyak 18 lokasi yang berpotensi untuk pembangunan PLTM. Menurutnya, keberadaan PLTM nantinya akan dapat membantu menambah kapasitas listrik yang saat ini dimiliki oleh PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik di sejumlah daerah. "Saat ini, Pemprov Sulsel juga sedang mengupayakan pengoperasian tiga unit PLTM, yaitu adalah PLTM Manipi di Kabupaten Sinjai, PLTM Ussu di Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, dan PLTM Salu'noa di Kabupaten Luwu Timur. (T.KR-AAT/S006)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27548/potensi-pltm-sulsel-hasilkan-daya-7970-mw

Comeliness
May 12th, 2011, 05:35 PM
Selasa, 10 Mei 2011 20:51 WITA |
Taiwan Jajaki Kerja Sama Pertanian dengan Sulsel

Makassar (ANTARA News) - Taiwan melalui Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia menjajaki kerja sama di bidang pertanian dan makanan olahan dengan Sulawesi Selatan. "Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Di Sulsel, kita baru saja tahu dari gubernur bahwa ketersediaan rumput laut dan kakao di sini sangat banyak," kata Ketua Delegasi TETO Andrew Li-yan Hsia di Makassar, Selasa, usai menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Sementara, lanjutnya, ketersediaan sumber daya alam di Taiwan tidak terlalu banyak. "Kita akan pikirkan bentuk kerja sama yang akan saling menguntungkan bagi kedua wilayah mungkin di bidang pertanian, perikanan dan makanan olahan atau bahkan mungkin industri pembuatan mobil seperti yang diusulkan gubernur," jelasnya.

Untuk menyesuaikan bentuk kerja sama berdasarkan kebutuhan kedua wilayah, ia bersama lima orang delegasi lainya juga mengundang Pemprov Sulsel untuk berkunjung ke Taiwan. Selain membuka pintu kerja sama, kunjungan tersebut dilakukan untuk mengenal Sulsel. "Banyak pengusaha kita yang tertarik berusaha di sini dan kita akan maju sama-sama," tambahnya.

Menurut dia, telah banyak investor asal Taiwan yang ingin pindah ke Indonesia karena mahalnya tanah. Selain itu, banyak warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Taiwan. "Setelah kunjungan ini diharapkan para pengusaha Taiwan juga tahu banyak soal Sulsel," ujarnya.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, kunjungan ini sebagai penjajakan awal. "Ada kelebihan yang dimiliki Taiwan dan sumber daya alam yang kita miliki. Mari kita bicarakan bentuk kerja sama yang saling menguntungkan," ujarnya. Sumber daya alam komplit dari pertanian hingga pertambangan yang dimiliki Sulsel, katanya, kini membutuhkan banyak mitra industri karena pertanian Sulsel kini tengah beralih ke industri. "Dengan membangun industri di Sulsel, sama dengan membangun di 12 provinsi," tambahnya.

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27622/taiwan-jajaki-kerja-sama-pertanian-dengan-sulsel


Edisi 09 Mei 2011
Sulawesi Selatan Hentikan Pengiriman TKI ke Arab

MAKASSAR -- Pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi dihentikan sementara waktu akibat banyaknya kasus kekerasan yang menimpa TKI di sana, termasuk belum tuntasnya penanganan tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan dan harus tinggal di kolong jembatan di Arab. “Untuk sementara dihentikan dulu hingga masalah tersebut selesai,” kata Kepala Balai Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Sulawesi, Maluku, Papua, Mohammad Agus Bustami, akhir pekan lalu.

Mekanisme perlindungan tenaga kerja di luar negeri, kata Agus, akan diperbaiki. Mulai pembekalan keterampilan agar kualitas buruh lebih bagus hingga aturan perjanjian kerja sama dengan negara tujuan. Perjanjian itu meliputi hak-hak tenaga kerja di sektor domestik maupun formal, seperti hak mendapatkan hari libur. Pemerintah juga akan memperketat pemberian visa perjalanan ke luar negeri dan pengawasan di pelabuhan dan bandara. Sebab, banyak pelancong yang memanfaatkan visa kunjungan untuk bekerja di luar.

Tenaga kerja tujuan Arab Saudi dari Makassar, Parepare, Kendari, dan Palu hingga Maret 2011 mencapai 431 orang. Menurut Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Sulawesi Selatan Saggaf Saleh, tenaga kerja asal Sulawesi Selatan bekerja sebagai pembantu, hingga berdagang.

Rata-rata, kata dia, mereka berasal dari Sidrap, Pinrang, Bulukumba, Maros, Makassar, Bone, Pangkep, Bantaeng, Luwu, Barru, dan Luwu Utara. Adapun perbaikan yang akan dilakukan misalnya melakukan pelatihan, terutama di daerah yang belum memiliki gedung pelatihan calon tenaga kerja. Seperti di Soppeng, Maros, Barru, Sidrap, Tana Toraja, Toraja Utara, Luwu, dan Enrekang. “Ini yang perlu dianggarkan karena sekitar 1.500 orang setiap tahun perlu diberi pelatihan sebelum dikirim ke luar negeri,”katanya.

Source: http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2011/05/09/ArticleHtmls/09_05_2011_243_015.shtml

Comeliness
May 13th, 2011, 07:04 PM
Edisi 11 Mei 2011
Pengusaha Lebih Senang Ekspor Kakao Mentah
Kakao Sulawesi Selatan paling banyak dipasarkan ke Amerika dan Brasil.

MAKASSAR -- Para eksportir kakao Sulawesi Selatan mengaku lebih senang mengekspor kakao dalam bentuk mentah, atau yang masih berbentuk biji. Selain lebih mudah diproses oleh petani, biji kakao dianggap lebih praktis dalam pengirimannya dan tidak perlu melalui berbagai proses pengolahan. Salah seorang eksportir kakao, Dakhri Sanusi, yang juga Direktur PT Netcommodities, mengatakan saat ini kebanyakan mereka hanya mengirimkan kakao dalam bentuk biji. “Biji kakao lebih praktis ketimbang produk yang telah diolah,” kata Dakhri kemarin, meski dia menyadari bahwa kakao yang melalui fermentasi memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi.

Kakao Sulawesi Selatan yang belum terfermentasi ini pulalah, kata Dakhiri, yang menyebabkannya tidak bisa menembus pasar Eropa. Sebab, konsumen di Eropa membutuhkan kakao yang sudah difermentasi. Hal itu juga yang membuat kakao produksi Sulawesi Selatan masih kalah bersaing dengan kakao dari Pantai Gading dan Ghana. Kedua negara ini merupakan pesaing terberat Indonesia dalam hal produksi kakao. “Kalau proyek gerakan nasional (penanaman kakao) sudah berhasil beberapa tahun ke depan, kita berpotensi menjadi sentra produksi kakao dunia, mengalahkan mereka,” kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) ini. Namun, yang tak bisa dimungkiri, kata dia, kualitas kakao dari kedua negara tersebut jauh melampaui kakao dari Indonesia. “Pantai Gading dan Ghana sejak dulu telah mengirim kakao fermentasi, sedangkan kita belum sama sekali,” ujar Dakhri.

Dia mengatakan sebenarnya petani bisa saja melakukan fermentasi kakao. Hanya, kata dia, para petani enggan melakukan fermentasi karena prosesnya yang terbilang lama, sementara mereka ingin panennya cepat terjual. Sebab, proses fermentasi membutuhkan waktu setidaknya 4-5 hari sebelum dilakukan penjemuran.

Para eksportir kakao juga lebih takut mengirim kakao yang telah diolah dalam bentuk produk, semisal kakao powder, karena tak menguasai peta pasarnya. Berbeda dengan selama ini, yakni biji kakao mentah dari Sulawesi Selatan paling banyak dipasarkan ke Amerika dan Brasil. Lagi pula, kata Dahiri, mengambil hati konsumen tidaklah mudah. “Biasanya mereka sudah punya langganan dan tidak gampang berpindah ke produsen lain,” ujarnya.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulawesi Selatan Achmad Habib mengatakan memang jumlah ekspor biji kakao jauh lebih tinggi ketimbang kakao olahan. Kakao olahan dari Sulawesi Selatan ada enam jenis, yakni powder, butter, cake, residu, liqual, dan mess. “Namun jumlahnya tidak seberapa dibanding biji kakao yang belum diolah,” ujar Habib. Khusus kakao olahan, nilai ekspornya pada 2011 sebesar US$ 4.565.598,24, dari total nilai ekspor kakao US$ 612,973.915. Di antara keenam komoditas kakao olahan, kata Habib, yang paling banyak adalah kakao liqual. ANISWATI SYAHRIR

Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/05/11/Makassar/krn.20110511.235654.id.html

yudibali2008
May 14th, 2011, 04:59 AM
Air Terjun Bantimurung

http://img3.imageshack.us/img3/5748/upload1i.jpg

http://img62.imageshack.us/img62/3626/upload2y.jpg

http://img805.imageshack.us/img805/2725/upload3p.jpg

http://img35.imageshack.us/img35/2489/upload4lc.jpg


ini yg paling asyik, lama nian nggak pernah kesini lagi :ohno:

Comeliness
May 14th, 2011, 06:33 PM
Kamis, 12-05-2011
PLTU Jeneponto Beroperasi April 2012

MAKASSAR, UPEKS--Jika tidak ada arang melintang, April 2012, PLTU Jeneponto siap beroperasi. Hal itu sesuai dengan hasil kunjungan yang dilakukan pendiri Bosowa, HM Aksa Mahmud di dampingi Komisasris Utama Bosowa Energi, Dewi Cat, Direktur Bosowa Energi, Maddo Pammusu, Direktur Bosowa Mining H Naharuddin, Rabu (11/5) di lokasi pembangkit Kabupaten Jeneponto. Menurut HM Aksa Mahmud, pembangkit PLTU Jeneponto 2x125 MW, siap beroperasi pada April mendatang. Itu tentunya sangat membantu masyarakat sekitar, termasuk para investor nantinya yang ingin melakukan investasi di Sulsel.

Khusus untuk proyek PLTU Jeneponto, nilai investasi mencapai 220 juta dollar, investasi yang begitu besar tentunya menjadi perhatian semua pihak sehingga membutuhkan dukungan nyata kedepan. Saat ini, proyek pembangkit listrik tenaga uap masih dalam tahap perampungan. "Proyek PLTU ini sangat membantu PLN dalam penyediaan sumber energi bagi masyarakat, program PLN hanya 2x100 MW, tapi yang kita bangun adalah 2x125 MW, artinya melebihi dari program kerja PLN," ungkap Aksa.

Selain itu kata dia, melihat kebutuhan listrik dimasa mendatang, harusnya PLN sudah siap, dimana setiap tiga tahun harusnya ada ketersediaan energi yang cukup bagi masyarakat, maupun kebutuhan bagi para investor yang ingin berinvestasi khususnya di Sulsel. Sementara Komisaris Utama Bosowa Energi, Dewi Cat, mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga proyek tersebut bisa berjalan lancar.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=65850


Kamis, 12 Mei 2011, 22:22 WITA |
Tujuh Proyek PLTMH di Luwu Timur Bermasalah

Luwu Timur, Sulsel (ANTARA News) - Dari sembilan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, yang menelan anggaran sekitar Rp15 miliar, hanya dua PLTMH yang berfungsi, tujuh lainnya bermasalah. "Sebenarnya DPRD telah merekomendasikan ke pemerintah daerah agar segera membenahi PLTMH tersebut, tetapi entah kenapa tidak mendapat tanggapan," kata anggota DPRD Kabupaten Lutim, Herdinan di Lutim, Kamis.

Anggaran pembangunan per unit PLTMH tersebut bervariasi antara Rp945 juta hingga Rp2,5 miliar. Biaya admistrasi Rp140 juta, perencanaan Rp586 juta, dan biaya UKL/UPL Rp400 juta. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, kesembilan PLTMH tersebut terdapat di Desa Kasintuwu, Nuha, Batu Putih, Mantadulu, Bantilang, Burau, Kalaena, dan Desa Puncak Indah.

Dari hasil kunjungan anggota DPRD, tidak berfungsinya tujuh dari sembilan PLTMH ini disebabkan beberapa faktor. Ada yang belum rampung, tanggul jebol dan sebagian lagi tidak sesuai bestek atau perencanaan, ucapnya. Sebelumnya, tidak berfungsinya proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro ini juga sempat dipertanyakan wartawan saat pelaksana tugas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Anton Hutabarat berkunjung ke Kota Palopo.

Menurut Anton, pihaknya telah menerima informasi mengenai tujuh dari sembilan proyek PLTMH di Lutim yang disinyalir bermasalah. "Informasinya telah sampai kepada Kejati dan tentu kami akan menindaklanjuti karena anggaran yang digunakan untuk pembangunan PLTMH tersebut cukup besar," kata Anton.

Untuk menyelidiki kasus ini, Anton menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Malili. Selain karena anggaran yang digunakan cukup besar, proyek PLTMH juga menjadi salah satu incaran kejaksaan karena disinyalir banyak yang bermasalah. (T.KR-HK/F003)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27742/tujuh-proyek-pltmh-di-luwu-timur-bermasalah

netaholics13
May 15th, 2011, 03:38 PM
copas dari thread sebelah yaaaaa...

salut buat pemda Sulawesi Selatan yang berani ngiklan sampai di singapore! :cheers:

taken from my recent trip to SIN

http://farm6.static.flickr.com/5108/5690163225_2ded67a0a3_z.jpg

Comeliness
May 15th, 2011, 07:55 PM
copas dari thread sebelah yaaaaa...
Originally Posted by netaholics13
salut buat pemda Sulawesi Selatan yang berani ngiklan sampai di singapore!

taken from my recent trip to SIN
image hosted on flickr
http://farm6.static.flickr.com/5108/5690163225_2ded67a0a3_z.jpg

^^Terima kasih banyak atas fotonya. :okay:
Sayangnya gambar di taxi itu foto gubernur bukan gambar ttg Sulsel. :ohno:

Iklan ini dipasang di 200 taxi di SIN dan katanya pemprov Sulsel bayar Rp 200 juta utk itu. Mungkin ini lebih efektif krn taxi kan berseliweran kesana-sini jadi bisa dilihat oleh banyak pelancong berbagai negara disana. Biayanya jauh lebih murah dibanding mengirim misi kesenian Sulsel utk Festival Tong-Tong di Belanda waktu itu yg biayanya hampir Rp 1 milyar & cuma ditonton oleh ribuan orang. :bash:

Btw, foto Netaholics ini gw quote yah utk thread Visit Sulsel & Visit Mks (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1259833&page=8 )yg di warteg. ;)
Again, thanks for your pict. :colgate:

netaholics13
May 16th, 2011, 07:02 AM
^^Terima kasih banyak atas fotonya. :okay:
Sayangnya gambar di taxi itu foto gubernur bukan gambar ttg Sulsel. :ohno:

Iklan ini dipasang di 200 taxi di SIN dan katanya pemprov Sulsel bayar Rp 200 juta utk itu. Mungkin ini lebih efektif krn taxi kan berseliweran kesana-sini jadi bisa dilihat oleh banyak pelancong berbagai negara disana. Biayanya jauh lebih murah dibanding mengirim misi kesenian Sulsel utk Festival Tong-Tong di Belanda waktu itu yg biayanya hampir Rp 1 milyar & cuma ditonton oleh ribuan orang. :bash:

Btw, foto Netaholics ini gw quote yah utk thread Visit Sulsel & Visit Mks (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1259833&page=8 )yg di warteg. ;)
Again, thanks for your pict. :colgate:

silakan di copas/quote.

itulah kepala daerah di Indonesia, mereka lupa bahwa mereka bukan sedang berkampanye.... apa hubungannya muka/tampang mereka dengan investasi di Sulawesi Selatan :bash::bash:
harusnya yang ditampilin gambar2 tentang infrastruktur jalan, jembatan yang sudah bagus, gedung-gedung perkantoran bertingkat atau landmark2 yang ada di kota :ohno:

Comeliness
May 16th, 2011, 06:46 PM
silakan di copas/quote.

itulah kepala daerah di Indonesia, mereka lupa bahwa mereka bukan sedang berkampanye.... apa hubungannya muka/tampang mereka dengan investasi di Sulawesi Selatan :bash::bash:
harusnya yang ditampilin gambar2 tentang infrastruktur jalan, jembatan yang sudah bagus, gedung-gedung perkantoran bertingkat atau landmark2 yang ada di kota :ohno:

^^Udah gw quote, thanks yah. :D
Iya tuh pejabat2 di Indo suka mejeng wajah mereka padahal yg perlu dipajang kan foto2 ttg daerah mereka serta progresnya utk kegiatan promosi pariwisata, investasi, dll. :poke:

Comeliness
May 17th, 2011, 06:14 PM
Perjalanan BONE - Sinjai via Cambar Kab. Maros
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
http://img860.imageshack.us/img860/7175/dscf4202.jpg (http://img860.imageshack.us/i/dscf4202.jpg/)

^^Masih hijau dgn pohon-pohonan. :yes:


Selasa, 17 Mei 2011 | 20:31:15 WITA |
Jerman Tertarik Investasi di Sulsel

http://www.fajar.co.id/img_berita/661F-jus-dubes%20jerman%20di%20rujab%20gub%20(2).jpg
Jumain Sulaiman/Fajar
TERIMA TAMU. Syahrul Yasin Limpo menerima kunjungan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Dr Nobert Baas di rujab, Tim Apresial GDP kemarin.

MAKASSAR -- Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menerima kunjungan kerja Duta Besar Jerman untuk Indonesia Dr Nobert Baas di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin 16 Mei. Banyak hal terungkap dari pertemuan bilateral ini. Salah satunya pemerintah Jerman mengajak Sulsel kerja sama dalam berbagai bidang teruma pendidikan dan bidang lain seperti kesehatan, pertambangan dan pertanian.

"Saya banyak sekali mendapatkan masukan dari Pak Gubernur. Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan ahli-ahli ke Makassar untuk menjajaki apa saja yang bisa dikerja samakan. Kami mendapatkan banyak informnasi dan masukan dari Gubernur hari ini," kata Nobert kepada wartawan saat memberi keterangan pers.

Meski secara konkret dijelaskan kerja sama yang dimaksud, namun Nobert yakin lewat pertemuan tersebut dia akan menjadikan bahan untuk pertemuan bisnis di Jerman untuk mempromosikan Sulsel, termasuk kelebihan daerah ini seperti yang dipaparkan Gubernur selama dalam pertemuan tersebut. "Belum ada yang konkret. Kami akan datang lagi ke sini dengan ahli-ahli kami melihat potensi apa saja yang cocok. Kami juga sudah membicarakan dengan pemerintah pusat di Jakarta soal rencana menambah beasiswa Jerman untuk Indonesia, tentu termasuk Sulsel, jadi satu-satu akan kami jajaki," kata Nobert.

Pertemuan kemarin berlangsung hampir dua jam. Syahrul didampingi Asisten II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel Amal Natsir, Staf Ahli Bidang Gubernur Arifin Daud, Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Rachmat Latief, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Irman Yasin Limpo. Sedangkan Nobert turut didampingi sejumlah pejabat kedutaan. Pertemuan Syahrul dan Nobert dimaksudkan sebagai penjajakan kerja sama kedua belah pihak diberbagai sektor utamanya pendidikan.

Pada akhir acara, Syahrul juga sempat memberikan cenderamata kepada Duta Besar Jerman untuk Indonesia tersebut sebuah kain sutera tenunan asli Sulsel. Sejumlah pejabat kedubes yang ikut mendampingi Nobert juga mendapat oleh-oleh kain sutera. "Ini sutera khas Sulsel seperti yang saya kenakan. Ini asli buatan tangan," kata Syahrul ketika menyerahkan cinderamata yang dikemas dalam kotak berwarna putih tersebut.

Dalam kesempatan itu, Syahrul juga menyerahkan bubuk cokelat produksi Sulsel yang dikemas dalam plastik bening. Siang itu Syahrul bersama Nobert bahkan tak lupa mencicipi rasa khas coklat Sulsel. Syahrul mengatakan paling konkret dari kunjungan Dubes Jerman tersebut adalah kerja sama di bidang kedokteran dan pertanian. Adapun pun kerja sama bidang lain sekadar tawaran agar Jerman tahu potensi Sulsel.

Nyaris seluruh alat kedokteran di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainya di Sulsel berasal dari Jerman. Melalui pertemuan tersebut, pemerintah Jerman akan mengirimkan tenaga ahli untuk maintanance semua pelatan medis di Sulsel. "Bicara rekayasa mesin baik pertanian atau mesin kedokteran, lidingnya di Jerman, China atau Jepang. Mengapa Jerman? Karena kalau dia yang masuk akan lebih safe. China sebenarnya mudah masuk, tapi kalau Jerman jauh lebih bagus," kata Syahrul. (aci)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110516203115-jerman-tertarik-investasi-di-sulsel%27

Comeliness
May 19th, 2011, 06:36 PM
Kamis, 19 Mei 2011, 04:16 WITA |
Sulsel Siapkan "Master Plan" di Lima Sektor

Makassar (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Selatan telah menyiapkan "master plan" di lima sektor yaitu pertanian, perkebunan, pertambangan, kehutanan, serta perikanan dan kelautan. Hal tersebut diutarakan Asisten II Bidang ekonomi dan Pembangunan Provinsi Sulsel, Amal Natsir, disela-sela pembukaan workshop tata cara pelaksanaan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah di Makassar, Rabu.

"Bisnis utama di Sulsel selama ini adalah lima sektor tersebut sehingga kita siapkan master plan-nya sesuai keinginan pemerintah pusat. Selanjutnya, tinggal menyiapkan instrumen-instrumen pendukung, termasuk mengkoordinasikan dengan pemerintah pusat," ujarnya.

Beberapa langkah yang dilakukan Pemprov Sulsel untuk menyiapkan master plan tersebut diantaranya dengan pembangunan infrastruktur, terutama dengan mempercepat proses pembangunan jalan poros Makassar-Parepare. "Untuk pembangunan jalan poros Makassar-Parepare ditargetkan selesai September tahun ini," ucapnya.

Selain infrastruktur jalan, Pemprov juga akan mendorong pembangunan industri pengolahan di beberapa daerah yang ada di Sulsel, seperti industri pengolahan kakao yang akan dipusatkan di Kabupaten Gowa dan Luwu Utara yang memang menjadi pusat pengembangan kakao di Sulsel.

Di sektor perikanan, belum ada rencana membangun pabrik pengolahan, tetapi lebih kepada peningkatan produksi ikan, baik perikanan tangkap maupun perikanan tambak serta produk perikanan lain, termasuk rumput laut. "Untuk perikanan laut akan dipusatkan di Kabupaten Bone, Takalar, Bantaeng, dan Sinjai, sementara untuk perikanan tambak dipusatkan di Kabupaten Pangkep, Luwu, dan Bone," kata Amal.

Untuk rumput laut jenis Cottoni yang tumbuh di laut akan dipusatkan di Kabupaten Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, dan Bone. Sementara jenis Gracilaria yang tumbuh di tambak, dipusatkan di Kabupaten Bone dan Luwu, serta sebagian daerah Pinrang.

Sektor pertanian tetap dipusatkan di Kabupaten Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, dan Luwu, yang memang selama ini merupakan daerah sentra pertanian. "Semua sektor yang telah disebutkan tadi industrinya sudah ada, tinggal bagaimana mensinergikan antar sektor-sektor tersebut, melalui infrastruktur yang baik serta upaya pelaku usaha di sektor masing-masing," ujarnya.

Dari sisi pelaku usaha, menurut Amal, Pemprov Sulsel masih membutuhkan investor yang mau masuk ke wilayah ini. Pihaknya berharap dengan adanya infrastruktur yang baik di Sulsel, target investasi dalam negeri bisa tercapai dengan maksimal karena infrastruktur adalah salah satu insentif yang diberikan Pemprov Sulsel kepada investor, selain menghilangkan pungutan-pungutan liar agar para investor bisa nyaman berinvestasi. (T.KR-HK/F003)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27958/sulsel-siapkan-master-plan-di-lima-sektor

Comeliness
May 21st, 2011, 06:10 AM
Selayar

Photo by Wasnudin/Detik Travel (http://detik.travel/readfoto/2010/12/10/103719/1520627/1026/2/)
http://i55.tinypic.com/21e4195.jpg
Birunya Laut Pulau Selayar.


Photo by Wasnudin/Detik Travel (http://detik.travel/readfoto/2010/12/10/103719/1520627/1026/3/)
http://i55.tinypic.com/30a8dtt.jpg
Dermaga Pulau Selayar.

Comeliness
May 22nd, 2011, 06:48 PM
Sabtu, 21 Mei 2011 | 19:09:44 WITA |
Tolak Pendidikan Gratis Langgar UU

MAKASSAR -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo kembali menyinggung soal wacana Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin yang akan melepas program pendidikan gratis di Makassar. Pada rapat paripurna di Gedung DPRD Sulsel, gubernur secara tegas mengatakan bahwa yang tidak mau mewujudkan pendidikan gratis adalah pelanggar undang-undang.

"Pendidikan SD dan SMP kewajiban mutlak bupati dan wali kota, bukan gubernur. Kita hanya menjalankan UU. Persoalannya memang, ada satu dua yang kemudian merasa bahwa ini tidak, mungkin sebagai sebuah isu politik saja. Padahal sebenarnya tidak. Masalah pendidikan adalah hak dasar dan kewajiban pemerintah," kritik Syahrul, Jumat 20 Mei.

Gubernur mengatakan untuk pendidikan gratis, sudah ada MoU antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota. "Pembagian penganggaran 60 dan 40 persen di MoU adalah stimulan utama dari provinsi untuk menjabarkan anggaran pendidikan 20 persen," katanya seraya berharap dukungan DPRD untuk pengontrolan.

Meski muncul riak, gubernur menegaskan pada dasarnya semua berjalan baik. "Semua jalan bagus. Termasuk kota Makassar bagus. Kita hanya perlu sepakat metodologi. Memang ada kendala. Misalnya ada yang belum cair buku. Tapi itu dinamika. Kita punya MoU dengan kejaksaan kalau tidak kerja sampai 60 persen. Kalau perlu diperiksa," katanya.

Bagi gubernur, persoalan pendidikan adalah perintah UUD 1945 yakni bagaimana mencerdaskan anak bangsa. Itu juga diperkuat dengan UU Pendidikan Nasional Nomor 23 tentang kewajiban Wajar (Wajib Belajar) 9 tahun. Lalu menyusul Perda Pendidikan Gratis di Sulsel.

"Selama ini, sebelum ada pendidikan gratis, rata-rata alokasi anggaran hanya 9-11 persen. Sekarang perintah UU, 20 persen. Jadi mestinya anak SD dan SMP tidak boleh membayar lagi. Tapi sumbangan tidak dilarang. Tergantung kemauan hati. Tujuannya satu, orang miskin jangan sampai tidak sekolah dan orang miskin jangan sampai tidak diterima di puskesmas," katanya. :yes:

Anggota Fraksi Golkar, Ajeip Padindang mengatakan, pendidikan gratis dilakukan berdasarkan MoU. Ia juga mengatakan tidak seharusnya muncul masalah dalam pendidikan gratis. "Tapi memang ada perasaan kabupaten, bahwa ini seperti tekanan. Mereka harusnya tidak boleh merasa begitu, sebab mereka tandatangani MoU. Perda yang kita tetapkan di sini, itu juga didialogkan dengan kabupaten. Kita undang mereka bicara. Bahwa dalam perjalanan ada yang dianggap kurang bagus, itu bisa dikompromikan dan dievaluasi. Misalnya 14 item yang dibiayai program provinsi, itu bisa disesuaikan dengan kondisi daerah. Saya anggap celaka kalau ada kabupaten tidak mau menerima dana ini," kata Ajeip. (amr)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110520190944-tolak-pendidikan-gratis-langgar-uu%27

rob268
May 24th, 2011, 05:07 PM
Ekonomi Sulsel Bisa Tumbuh 9 Persen

MAKASSAR -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, optimis ekonomi Sulsel tahun ini tumbuh hingga 9 persen. Optimisme tersebut didasarkan pada pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan pertama yang mencapai 8,1 persen. "Memang data statistik hanya 7,04 persen, tapi kalau catatan kami kurang lebih 8,1 persen," ujar Syahrul saat membuka Lomba Kontes dan Display Hortikultura di Kantor Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel, Senin, 23 Mei.
Hadir pada acara tersebut, Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementerian Pertanian, Bambang Santosa, Ketua DPRD Sulsel M Roem, Kabid Humas Polda Sulsel AKBP Chevy A Sopari, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulsel Lutfi Halide, Bupati Maros, A Hatta Rahman, serta beberapa pimpinan perbankan.

Menurut Syahrul, tahun sebelumnya, pada triwulan pertama pertumbuhan ekonomi melambat. Tetapi tahun ini pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 8,1 persen, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 9 persen tahun ini, Syahrul berharap pemerintah, perbankan dan pengusaha di Sulsel harus bersinergi. "Kita harus fokus kepada ekonomi kerakyatan, jangan main politik-politikan. Bagaimana mau periode kedua kalau periode pertama saja belum beres," ujar Syahrul.

Dia juga mengharapkan, seluruh stakeholder ikut mendukung dan membuka pasar komoditas unggulan Sulsel. "Sebagai pemerintah, saya sudah sampaikan pada menteri, apa yang tidak bisa dibuat di Jawa, akan kita buat di Sulsel. Pada 4 Juni mendatang, saya akan diterima Perdana Menteri Malaysia untuk membicarakan pasar apa yang bisa disinergikan dengan pemerintah Malaysia," jelasnya.

Sementara, Pemimpin Bank Indonesia Makassar, Lambok Antonius Siahaan menyebutkan, pada triwulan pertama 2011, pertanian menjadi penyumbang terbesar pendapatan domestik regional bruto (PDRB). Kontribusinya mencapai Rp8,3 triliun atau 25,73 persen.

Sektor pertanian juga menyumbang 3,02 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan pertama 2011 yang mencapai 7,04 persen. Karena itu, menurut Lambok, sektor pertanian sangat penting untuk terus dipacu.

Menurut Lambok, dengan menggerakkan sektor pertanian, akan berdampak pada percepatan penurunan kemiskinan, khususnya di daerah pedesaan. "Daerah harus mampu menghasilkan komoditas olahan yang telah memiliki nilai tambah," jelasnya.

Dia menambahkan, dari sisi perbankan, juga terus mencapai pertumbuhan positif. Aset perbankan di Sulsel saat ini mencapai Rp53,5 triliun, tumbuh 27,2 persen. Penghimpunan tabungan masyarkat mencapai Rp37,5 triliun atau 16,9 persen.

Sementara kredit berdasarkan lokasi proyek mencapai Rp46,5 triliun atau tumbuh 15,5 persen. Sehingga loan to deposit ratio (LDR) perbankan Sulsel mencapai 124,4 persen. Itu berarti, terdapat 24,4 persen kredit yang beredar di Sulsel berasal dari luar provinsi ini.

Lambok menjelaskan, posisi baki debet kredit bank umum untuk agribisnis pada Maret 2011 kurang lebih Rp4,2 triliun atau tumbuh 37,6 persen dibandingkan Maret 2010. "Namun porsinya baru mencapai 8,9 persen dari total kredit di Sulsel," katanya.

Dia pun menyadari bahwa kredit perbankan belum mampu menjangkau harapan maupun kebutuhan seluruh sektor. "Karena itu diperlukan upaya-upaya dari semua pihak terkait untuk terus memacu sektor pertanian," ungkapnya.

Comeliness
May 24th, 2011, 06:49 PM
Ekonomi Sulsel Bisa Tumbuh 9 Persen

^^Bila post artikel jangan lupa sertakan Link utk sumber berita tsb & tanggal artikel itu dimuat.

Comeliness
May 24th, 2011, 07:00 PM
Selasa, 24 Mei 2011, 21:57 WITA |
Pabrik Semen Tonasa V Berproduksi 2012

Makassar (ANTARA News) - Pembangunan Pabrik Semen Tonasa V di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akan rampung akhir 2011 dan memulai kegiatan produksi Januari 2012. "Mudah-mudahan bisa diselesaikan tepat waktu dan beroperasi Januari 2012 dan komersialisasi produk sudah bisa dilakukan sebulan setelah operasi," kata Direktur Utama PT Semen Tonasa HM Sattar Saba saat menerima kunjungan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Selasa.

Gubernur bersama seluruh pejabat tinggi Muspida Sulsel dan Pangkep meninjau pabrik Semen Tonasa, Kampung Bontoa, Kecamatan Minasa Te'ne, Pangkep. Sekretaris Direksi PT Semen Tonasa, Syahruddin menyebut progres proyek Tonasa V sudah mencapai 82 persen atau dapat selesai sesuai target Desember 2011.

Ia menjelaskan, pabrik Tonasa V dengan nilai investasi Rp5,6 triliun memiliki kapasitas produksi 2,5 juta ton per tahun. "Dalam bulan pertama beroperasi, masih sekitar 80 persen dari kapasitas produksi. Nanti di bulan kedua baru bisa 100 persen," ucapnya. Jika pabrik V sudah beroperasi, maka Semen Tonasa ditargetkan dapat memproduksi semen sekitar 6 juta ton dari lima pabrik masing-masing Tonasa I,II,III,IV, dan V.

Syahruddin yang disebut-sebut berpeluang menjadi Dirut baru Tonasa meyakini pasar semen di Indonesia khususnya Kawasan Timur akan dikuasai Tonasa jika pabrik baru beroperasi. Saat ini saja, Tonasa disebut menguasai 44 persen pangsa pasar semen di Kawasan Timur.

Untuk mendukung pabrik baru, PT Semen Tonasa tengah membangun perluasan Pelabuhan Biringkassi, Pangkep serta pembangunan dua unit pembangkit listrik. Demikian juga untuk pemasaran, Tonasa juga menyiapkan sistem "free marketing" serta lokasi pengemasan semen di seluruh pulau besar di Indonesia. (T.KR-AAT/M027)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/28194/pabrik-semen-tonasa-v-berproduksi-2012


Edisi 23 Mei 2011
Sulawesi Selatan Berfokus pada Budi Daya Perikanan
Gubernur Syahrul Yasin Limpo akan mengundang investor dari luar negeri.

Sulawesi Selatan kini lebih fokus pada pengembangan budi daya perikanan. “Sebab, budi daya perikanan lebih berpeluang meningkatkan produksi jika dibandingkan dengan penangkapan ikan,”kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan Iskandar setelah diskusi soal perikanan di Hotel Horison, Makassar, kemarin. Menurut Iskandar, saat ini, di Sulawesi Selatan terdapat tiga komoditas unggulan, yakni udang, rumput laut, dan ikan bandeng.

Untuk komoditas udang, pemerintah menargetkan 33.200 ton udang hingga 2013. Adapun produksi tahun lalu mencapai 22 ribu ton. Untuk komoditas rumput laut ditargetkan 1 juta ton hingga 2013. Adapun produksi rumput laut akhir tahun lalu sudah melampaui target, mencapai 1,5 juta ton. Sedangkan untuk komoditas ikan bandeng ditargetkan 80 ribu ton hingga 2013, di mana tahun lalu baru mencapai 60 ribu ton. "Kami masih berupaya keras mencapai target tersebut,"kata Iskandar.

Iskandar menjelaskan, untuk meningkatkan produksi sektor kelautan dan perikanan, mereka berupaya agar produksi tersebut memiliki nilai tambah, yakni dengan pengembangan industri pengolahan perikanan. Khusus rumput laut Eucheuma spp, industrinya sudah berkembang di Kabupaten Takalar, Maros, dan Kawasan Industri Makassar (Kima).

Rumput laut itu diproduksi dalam bentuk chip dan powder. Tapi industri pengolahan rumput laut belum ada di Sulawesi Selatan, sehingga rumput laut di sini masih harus diolah di luar. Iskandar berharap industri rumput laut jenis Gracilaria sp segera dibangun di Sulawesi Selatan. Selama ini, sebanyak 60 persen bahan baku rumput laut dikirim ke pabrik produsen agar-agar di Tangerang, Banten.

Khusus industri pengolahan ikan dan udang sudah dilakukan di kawasan industri Makassar. Bahkan Kima memperoleh bahan baku pengolahan udang dari daerah lain. Namun pengiriman bahan baku dari luar terhambat oleh pembangunan Pelabuhan Nusantara Untia, yang hingga kini belum beroperasi, karena masih dibangun.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan pihaknya sedang berusaha keras menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Nusantara Untia Makassar. Ke depan, Sulawesi Selatan harus memiliki pusat minapolitan yang merupakan kompleks peredaran ikan.“Di Minapolitan City itu akan dibangun pabrik es, pengolahan ikan, tambak, dan penampungan ikan,”kata Syahrul.

Pembangunan pelabuhan itu, menurut Syahrul, membutuhkan anggaran Rp 100-300 miliar. Nilai itu tak sebanding dengan APBD yang diterima oleh Sulawesi Selatan tahun ini, yakni Rp 99 miliar.“Tapi saya akan membicarakan persoalan ini dengan pihak perbankan,”ujarnya. Tak hanya itu, Syahrul akan mengundang investor dari luar negeri untuk membangun pelabuhan itu. ● SYAMSULMARLIN

Source: http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2011/05/23/ArticleHtmls/23_05_2011_248_003.shtml

Comeliness
May 25th, 2011, 06:18 PM
pabrik dan bis semen tonasa

http://images.detik.com/content/2009/10/25/461/semen-tossa06.jpg
http://images.detik.com/content/2009/10/25/461/semen-tossa06.jpg

Rabu, 25 Mei 2011 | 00:50:07 WITA |
Syahrul Janji Temui Meneg BUMN
Pertahankan Sattar Taba sebagai Dirut Semen Tonasa
http://www.fajar.co.id/img_berita/831grafis-contoh.jpg
Anbas/Fajar, Grafis.

MAKASSAR -- Siapa direksi baru PT Semen Tonasa hingga kini masih tanda tanya. Namun Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tak surut untuk memberikan dukungan kepada Sattar Taba agar tetap dipertahankan selaku Direktur Utama PT Semen Tonasa. Dukungan tersebut disampaikan Syahrul saat melakukan kunjung kerja di pabrik Semen Tonasa unit V di Pangkep, Selasa 24 Mei. Kunjungan Syahrul ke Pangkep bahkan seolah ingin melakukan show of force kepada pemerintah pusat akan penolakannya dengan rencana pergantian Direktur Utama PT Semen Tonasa.

Pada kunjungan itu Syahrul didampingi sejumlah pejabat penting di Sulsel antara lain, Ketua DPRD Sulsel, HM Roem, Kepolda Sulsel Irjen Pol Johny Wainal Usman, Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Amril Amir, S.IP, Dan Lantamal VI Brigjen TNI Chaedier Patonnory, Dan Lanud Hasanuddin Marsekal Pertama TNI Agus Supriatna, Wakil Kejaksaan Tinggi Sulsel Anton Hutabarat, dan Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel Muhammad Ramli SH.

Sebelum berkeliling melihat lokasi pabrik, para pejabat ini sempat dijamu manajemen PT Semen Tonasa di sebuah danau buatan PT Semen Tonasa tak jauh dari pabrik. Rombongan lalu menyempatkan berkeliling pabrik lalu meluncur ke Pelabuhan Biringkassi Bungoro melihat aktivitas bongkar muat kapal milik PT Semen Tonasa.

Soal mengapa dia ngotot mempertahankan Sattar, Syahrul menegaskan, dirinya takut PT Semen Tonasa kembali terpuruk. Mantan bupati Gowa dua periode itu membeberkan, dia merasa trauma dengan pengalaman bangkrutnya Pabrik Kertas Gowa. "Kita punya industri strategis Pabrik Kertas Gowa tahun 70-an yang pernah berjaya. Sampai di Amerika sana, pabrik ini membangun mes, di Singapura dan China juga ada mes. Tapi akhirnya ambruk. Itu karena digerogoti korupsi. Orang luar datang ke sini dan mengambil apa saja. Mohan maaf saya harus berkata seperti itu. Tapi kalau pilihannya orang Sulsel, mau ke mana dia, kan begitu. Sederhanaji,” kata Syahrul.

PT Semen Tonasa juga sedang menggenjot pembanguan pabrik baru unit V. Diperkirakan Desember 2011 akan beroperasi. Dengan bertambahnya pabrik baru itu, kapasitas produksi Semen Tonasa akan naik. Syahrul mengatakan, selama dalam proses pembangunan unit V tersebut, dikawal penuh Sattar Taba yang telah bekerja sejak tahun 2002 lalu. “Kalau arlojinya tidak rusak, tak perlu dibawa ke reparasi. Kalau manajemen bagus, keuntungan bagus, dan tidak ada bentuk-bentuk pelanggaran katakanlah korupsi, kenapa mau diganti. Itu tidak masuk akal,” kata Syahrul. “Sangat tidak elegan kalau ada pemikiran untuk mengonta-ganti pucuk pimpinan sementara perusahaan sudah membaik. Kami sudah mengawal ini dengan baik sejak awal,” tambahnya.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel menceritakan awal mula membangun Tonasa keluar dari keterpurukan tidak mudah. Kerja keras merealisasikan itu dilalui Sattar dengan penuh cobaan. “Kami berbicara dengan beliau, termasuk berjuang mendapatkan dana talangan senilai Rp6,5 triliun untuk membangun Tonasa Unit V. Selama itu pula Tonasa bisa keluar dari krisis manajemen, lalu membangun marketing dan distribusi produk. Kalau sudah berhasil lantas tiba-tiba diganti itu sangat tidak rasional,” katanya.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang belum menentukan pergantian direksi PT Semen Tonasa. Kementerian BUMN masih menunggu usulan dari PT Semen Gresik Grup sebagai induk dari PT Semen Tonasa. Syahrul juga berjanji akan menemui Menteri BUMN untuk menyampaikan desakan agar tidak seenaknya merombak direksi BUMN di suatu daerah yang nyata-nyata mampu berkontribusi terhadap daerah dan bisa bersinergi dengan semua stakeholder.

"Hal yang demikian harusnya menjadi pertimbangan pemerintah dan pemegang saham sebelum mengambil keputusan. Kita tidak rasialis, tetapi kita juga harus mempertimbangkan bahwa putra daerah Sulsel pun mampu mengelola perusahaan itu dan terbukti berhasil," tegasnya.

Produksi Naik
Sementara itu Direktur Utama PT Semen Tonasa, Sattar Taba menjelaskan dengan beroperasinya Tonasa Unit V dipastikan akan menambah volume produksi milik PT Semen Tonasa, menjadi 2,5 juta ton. Saat ini, proses pembangunan pabrik sudah rampung 80 persen. "Kami targetkan pabrik itu bisa beroperasi pada Desember 2011, tapi efektif untuk komersil diperkirakan Februari 2012," kata Sattar.

Pabrik yang menghabiskan investasi sebesar Rp6,5 triliun ini menjadi pabrik kelima milik Semen Tonasa. Jika pabrik ini beroperasi secara komersial, produksi semen mencapai 6,5 juta ton. Saat ini, kapasitas produksi Semen Tonasa hanya sebesar 4 juta ton. Dengan tambahan kapasitas dari pabrik baru ini, Semen Tonasa menargetkan bisa menjual 4,3 juta ton semen tahun ini, naik 7,5 persen dari penjualan tahun lalu yang sebanyak 4 juta ton. Selain itu, Semen Tonasa juga tengah membangun pembangkit berkapasitas 2x35 MW dengan investasi US$ 144 juta. Proyek ini diharapkan bisa rampung pertengahan 2012.

Sebagai bagian dari upaya untuk memperbesar penguasaan pasar di Indonesia timur, Semen Tonasa juga sedang membangun packing plant di Papua, Sultra, Kaltim, dan Ternate. Masing-masing packing plant berkapasitas 600.000 ton per tahun. Saat ini Semen Tonasa sudah mempunyai delapan packing plant. (Selengkapnya lihat grafis). Semua ekspansi Semen Tonasa itu menjadi bagian dari upaya Grup Semen Gresik untuk memacu kapasitas produksi perusahaan. Saat ini kapasitas produksi Semen Gresik mencapai 20,5 juta ton. Targetnya, pada 2013 kapasitas produksi perusahaan pelat merah ini bisa naik menjadi 27 juta ton. (aci)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110525005007-syahrul-janji-temui-meneg-bumn

kubel
May 26th, 2011, 06:49 AM
kenapa mesti harus org luar jika putra daerah mampu untuk mengelolah dan mengembangkan Usaha ini..?? ada apa dengan..????:bash::bash:

Comeliness
May 27th, 2011, 09:25 PM
Golf di Tonasa

Photo by Jilan_kadier (http://www.panoramio.com/photo/39027371)
http://static.panoramio.com/photos/original/39027371.jpg
Panorama lapangan golf.

Photo by Jilan_kadier (http://www.panoramio.com/photo/39027367)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/39027367.jpg
Lapangan Golf.

Photo by Jilan_kadier (http://www.panoramio.com/photo/39027349)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/39027349.jpg
Sungai di Lapangan Golf.

Comeliness
May 27th, 2011, 09:31 PM
Edisi 25 Mei 2011
Sulawesi Selatan Tawarkan Blok Minyak Lagi

MAKASSAR -- Pemerintah Sulawesi Selatan kembali menawarkan beberapa blok minyak kepada investor. Blok tersebut antara lain Blok Kambuno, Blok Karaengta, Blok Selayar, Blok Bone Utara, dan Blok Sawitto. "Ini merupakan salah satu potensi perairan laut di Sulawesi Selatan yang belum dikelola," kata Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Hotel Losari Metro Makassar, Senin lalu.

Menurut Syahrul, perairan Sulawesi Selatan yang bersinggungan dengan Selat Makassar, Laut Flores, dan Samudra Hindia memiliki potensi minyak yang cukup besar. "Kami sementara menunggu hasil seismik dari beberapa perusahaan yang berniat mengelola potensi tersebut," katanya. "Kami belum bisa mengetahui seberapa besar kandungan minyak yang terdapat pada blok tersebut."

Sebagai langkah penawaran, pemerintah Sulawesi Selatan melakukan berbagai pertemuan dengan perusahaan tambang minyak, baik dalam maupun luar negeri. Dengan demikian, semakin banyak perusahaan yang berminat, maka proses pengelolaan akan semakin cepat. "Tanggal 1 Juni nanti saya akan ke Singapura dalam rangka bertemu dengan kepala negaranya dan para pengusaha," katanya.

Ia juga mengagendakan pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia untuk menjalin kerja sama dalam bidang perekonomian. Termasuk penawaran potensi perminyakan yang berada di kawasan perairan Sulawesi Selatan. "Ini langkah kami dan mudah-mudahan saja bisa tercipta kesepakatan kerja sama," ujarnya.

Hingga saat ini sudah dua blok minyak di Sulawesi Selatan yang dikelola perusahaan minyak, yakni Blok Segeri dan Blok Borobudur. Blok Segeri, yang berada di wilayah Kabupaten Pangkep, sudah dikelola oleh perusahaan asal Kanada, Talisman Energy. Sedangkan Blok Borobudur dikelola oleh perusahaan asing, yakni Easco East. SYAMSULMARLIN

Source: http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2011/05/25/Makassar/krn.20110525.237033.id.html

Comeliness
May 29th, 2011, 07:56 PM
Edisi 25 Mei 2011
Sulawesi Selatan Tuan Rumah EAPVP

Sebanyak 10 perwakilan negara-negara ASEAN akan hadir dalam East Asia Plant Variety Protection (EAPVP) atau Forum Perlindungan Varietas Tanaman Pertanian Asia Tenggara di Hotel Sahid Jaya Makassar pada 26 Mei mendatang. Forum itu akan membahas langkah-langkah untuk mengembangkan varietas unggulan di masing-masing negara peserta.

"Untuk bisa memiliki daya saing dengan negara lain, Sulawesi Selatan harus mampu meningkatkan mutu varietas-varietas unggulan," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Hari Priyono di Makassar kemarin. Forum ke empat ini sebelumnya diselenggarakan di Jepang, Cina, dan Korea.

Menurut Hari, pemerintah juga harus mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi peneliti pertanian agar bisa menciptakan varietas baru. Varietas unggulan yang ada selama ini kualitasnya harus ditingkatkan. "Mutunya harus seragam dan variatif agar memenuhi persyaratan teknis yang diminta negara tuju an ekspor,"ucap Hari.

Beberapa varietas andalan Sulawesi Selatan adalah beras, kopi, dan kakao. Namun, kata dia, meskipun varietas ini sudah bagus, yang masih perlu ditingkatkan adalah daya tahan terhadap hama. Hari mencontohkan, kopi Toraja yang terserang hama l penggerek buah kakao (PBK). "Kalau bisa diciptakan lagi varietas kopi yang tahan terhadap hama ini,"kata dia.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo me ngatakan, di antara kawasan lainnya di Indonesia, Sulawesi Selatan merupakan kawasan yang paling potensial di bidang pertanian. "Sulawesi Selatan memiliki tanah yang subur, keanekaragaman hayati, serta flora dan fauna ti PO) dak ada di daerah lain,"kata nya.

Kepada setiap perwakilan negara yang ikut dalam fo rum ini, Syahrul akan memamerkan beberapa prestasi yang telah diraih Sulawesi Selatan di bidang pertanian. Di antaranya, overstock beras 2 juta ton, peningkatan produksi jagung hingga 1,5 juta ton, peningkatan produksi kakao sebanyak 300 ribu ton, serta target pencapaian populasi sapi hingga 1 juta ekor. ANISWATI SYAHRIR IKLAN

Source: http://epaper.korantempo.com/KT/KT/2011/05/25/ArticleHtmls/25_05_2011_248_014.shtml

Comeliness
May 30th, 2011, 05:38 PM
Tribun Timur - Jumat, 27 Mei 2011, 23:50 WITA
Eksplorasi Blok Minyak Segeri Tahun 2012
Penulis : Aqsa Riyandi Pananrang, Editor : Muh. Irham

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Kepala Dinas Pertambangan, Energi, dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sulsel Gunawan Palaguna menjelaskan potensi minyak bumi blok Segeri, Kabupaten Pangkep, sudah akan memasuki tahap eksplorasi dan produksi. Hak pengelolaan blok mintak ini dikelola PT Talisman.

"Saat ini mereka (investor) sudah memasuki tahun keempat. Nanti rencananya kami akan melakukan pertemuan dan mereka kembali melakukan ekspose setelah kajian selama empat tahun. Kami berharap 2012 nanti, blok minyak itu sudah bisa berproduksi," jelas Gunawan kepada wartawan di Makasasr, Jumat (27/5). Namun, ia belum bisa merinci potensi minyak bumi yang terkandung di blok Sigeri. "Nanti kami akan paparkan dalam ekspose nanti secara terperinci," ujarnya.

Selain blok Sigeri, potensi minyak juga tersebar di blok Bone Utara, Kabupaten Bone, yang disebutkan dikelola salah satu perusahaan asal Inggris. Menyusul blok Enrekang serta blok Karaengta Sinjai. "Untuk blok lainnya masih sementara dikaji dan belum dilelang," ujar Gunawan menambahkan.(*)

Source: http://makassar.tribunnews.com/2011/05/27/eksplorasi-blok-minyak-segeri-tahun-2012

Comeliness
May 31st, 2011, 05:27 PM
Malino

Photo by Jilan_kadier (http://www.panoramio.com/photo/45979996)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/45979996.jpg
Air Terjun Takapala.

Photo by Jilan_kadier (http://www.panoramio.com/photo/45980451)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/45980451.jpg
Hutan Pinus.

kang rey
May 31st, 2011, 05:36 PM
Malino

Photo by Jilan_kadier (http://www.panoramio.com/photo/45979996)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/45979996.jpg
Air Terjun Takapala.

Photo by Jilan_kadier (http://www.panoramio.com/photo/45980451)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/45980451.jpg
Hutan Pinus.

i love sulsel, tanah kelahiran ku :cheers:

Comeliness
May 31st, 2011, 05:46 PM
^^Baru tahu nih kalo Kang Rey lahir di Sulsel, kirain asli dari Kendari. :D

Comeliness
May 31st, 2011, 09:07 PM
Mall dan Hotel Mega Zanur Bulukumba

Photo: Asnawin http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/2011/05/mall-mega-zanur-bulukumba-mulai.html
http://2.bp.blogspot.com/-IC-nlN4uCVw/TduDqEkcMvI/AAAAAAAACkQ/rcMfMooGUss/s1600/20%2BMei%2B2011%2B--%2BProyek%2BPembangunan%2BMega%2BZanur%2BMall%2Bdan%2BHotel%2B-c.jpg
MALL DAN HOTEL. Pembangunan Mall dan Hotel Mega Zanur Bulukumba telah dimulai. Investasi pembangunan Mall dan Hotel yang berada dalam naungan PT Mega Zanur Group dan terletak di pertigaan Jl sam Ratulangi dan Jl Kusuma Bangsa Bulukumba itu, ditaksir bakal menelan anggaran sekitar Rp 35 milyar dengan kontruksi lima lantai. (Foto: Asnawin)

Photo: Asnawin (http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/2011/05/mall-mega-zanur-bulukumba-mulai.html)
http://2.bp.blogspot.com/-zJhSJ4ngRPk/TduFscXbHoI/AAAAAAAACkY/-FBv9O_plkw/s1600/20%2BMei%2B2011%2B--%2BProyek%2BPembangunan%2BMega%2BZanur%2BMall%2Bdan%2BHotel%2B-a.jpg
PENGGALIAN. Pembangunan Mall dan Hotel Mega Zanur Bulukumba telah dimulai ditandai dengan pengecoran perdana yang dilakukan Bupati Bulukumba H Zainuddin Hasan, Sabtu pekan lalu, 21 Mei 2011. Gambar ini direkam pada Jumat, 20 Mei 2011. (Foto: Asnawin)

Photo: Asnawin (http://kabupatenbulukumba.blogspot.com/2011/05/mall-mega-zanur-bulukumba-mulai.html)
http://3.bp.blogspot.com/-YxSRtg1dZaY/TduG1jLHGxI/AAAAAAAACkg/BryJ8UycR5c/s1600/20%2BMei%2B2011%2B--%2BProyek%2BPembangunan%2BMega%2BZanur%2BMall%2Bdan%2BHotel%2B-b.jpg
LAPANGAN KERJA BARU. Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan mengemukakan, salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah adalah pengangguran, karenanya kehadiran Mall dan Hotel diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus mengurangi angka pengangguran di Bulukumba. Beberapa tahun silam, Zainuddin Hasan juga membangun mal Mega Zanur di Kota Gorontalo. (Foto: Asnawin)

Selasa, 24 Mei 2011
Mall Mega Zanur Bulukumba Mulai Dibangun
Radio Cempaka Asri, Bulukumba

Bulukumba, RCAnews - Pembangunan Mall dan Hotel Mega Zanur Bulukumba telah dimulai. Investasi pembangunan Mall dan Hotel yang berada dalam naungan PT Mega Zanur Group tersebut terletak di pertigaan Jl sam Ratulangi dan Jl Kusuma Bangsa itu, ditaksir menelan anggaran kurang lebih Rp 35 milyar dengan kontruksi lima lantai.

Menurut Penanggungjawab pembangunan, Suriyati Baso Masykur, Mall yang terintegarsi dengan Hotel tersebut berada di lokasi tata ruang kawasan perdagangan, nantinya akan mengelola bisnis yang belum digeluti pengusaha di Bulukumba seperti KFC, Gelael dan Optik, dan telah dilakukan survey terhadap segmen masyarakat pembelinya.

Pembangunan mall telah dimulai ditandai dengan pengecoran perdana yang dilakukan Bupati Bulukumba H Zainuddin Hasan, Sabtu pekan lalu, 21 Mei 2011. Secara teknis, kata Suryati, pembangunannya telah memperoleh IMB dan UKL/UPL sehingga segala prosedur yang terkait dengan izin pemerintah sudah dimilikinya.

Lebih jauh dikatakan, jika Bulukumba sebagai salah satu kawasan andalan di Sulawesi-Selatan memiliki prospek ekonomi untuk berkembang lebih jauh, karenanya dia yakin hadirnya Mall sebagai pusat perbelanjaan refresentatif menjadi tuntutan perkembangan sehingga kedepan akan banyak warga dari luar yang akan datang di Bulukumba, katanya saat memaparkan selayang pandang pembangunan Mall dan Hotel Mega Zanur. "Ini juga akan menjadi solusi pengurangan angka pengangguran di Bulukumba, karena sedikitnya 500 orang akan terserap sebagai tenaga kerja, dan bagi pemerintah akan bertambah sumber PADnya dari pajak dan retribusi" Kata Suryati.

Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan mengemukakan, salah satu persoalan yang dihadapi pemerintah adalah pengangguran, karenanya kehadiran Mall dan Hotel diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran di Bulukumba. Ia juga berharap warga Bulukumba tidak lagi jauh-jauh berbelanja karena di Bulukumba juga sudah ada tempat yang representatif. Bupati berharap kedepan akan lebih banyak investasi di Bulukumba sehingga roda ekonomi akan tumbuh dengan cepat, dan ini berarti kesejahteraan masyarakat akan meningkat, kata Zainuddin. (rca/ry)

Source: http://www.rca-fm.com/2011/05/bupati-lakukan-pengecoran-perdana-mall.html

Comeliness
June 1st, 2011, 09:30 PM
Senin, 30 Mei 2011 | 23:42:39 WITA |
Interkoneksi Kelistrikan Sulawesi Butuh Rp6,4 T

MAKASSAR -- Untuk memacu pembangunan saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) menuju interkoneksi sistem kelistrikan di Sulawesi, negara telah menganggarkan Rp6,4 triliun hingga 2015 mendatang. Rinciannya, Rp1,7 triliun pada 2011, Rp2,3 triliun pada 2012, Rp1,5 triliun pada 2013, dan Rp900 miliar pada 2014. Demikian diungkapkan General Manager (GM) Proyek Induk Pembangkitan dan Jaringan (Pikitring) Sulawesi, Maluku, Papua, Setyadi Dewantono, Jumat, 27 Mei.

Turut mendampingi, Manager Operasi Pikitring Amihwanuddin, Manager Perencanaan Zulkarnain, dan Kepala Audit Internal Haryanto. Pada kesempatan tersebut, Setyadi mengungkapkan, untuk wilayah Sulawesi ada beberapa proyek pada kurung waktu 2011-2014, antara lain, 23 proyek pembangunan transmisi, 36 proyek pembangunan gardu induk, dan delapan proyek pembangunan pembangkit.

Untuk transmisi, di Sulsel ada tujuh proyek, dua proyek di Sulbar, lima di Sultra, lima di Sulteng, dua di Gorontalo, dan dua di Sulut. Sementara pembangunan gardu induk di Sulsel ada 18 proyek, di Sulbar empat proyek, lima proyek di Sultra, tiga proyek di Sulteng, tiga proyek di Gorontalo, dan tiga proyek di Sulut. Sementara proyek pembangunan pembangkit, ada 4 di Sultra, dua di Sulteng, serta dua di Sulut.

Untuk proyek pembangkit di luar Sulawesi pada kurung waktu 2011-2013, ada tiga di Maluku dan Maluku Utara, serta enam di Papua. "Untuk interkoneksi Sulawesi ini, kita mau bangun jaringan listrik menyebrang laut dengan kabel bawah laut sampai ke Baubau. Juga ada Kendari-Banbong-Tampo. Memang proyek ini sampai 2013, tapi akan dipercepat tergantung kesiapan anggaran," ujar Setyadi.

Untuk kabel bawah laut tersebut panjangnya, 68,5 kilometer dari Kendari-Tolitoli, 14 kilometer Tolitoli-Tampo, dan 12,5 kilometer dari Tampo-Raha. Total kedalaman 14,16 kilometer. Saat ini lanjut dia, sedang disurvei arus dan ketajaman karang.

Setyadi menambahkan, selain APBN tersebut juga ada tambahan nantinya dari Anggaran PLN (APLN). Biasanya sebut Setyadi, yang didanai APLN adalah pembebasan lahan, juga pemangkasan pohon-pohon yang dilewati jaringan. Dia menambahkan, penyerapan anggaran lebih banyak di material. Sampai sekarang ini sebut dia, yang terserap baru 20 persen. "Target penyerapan kita sampai triwulan kedua adalah 30 persen," jelas Setyadi. (asw)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110529234239-interkoneksi-kelistrikan-sulawesi-butuh-rp64-t%27

Comeliness
June 4th, 2011, 07:00 PM
Kamis, 02 Juni 2011, 21:12 WITA |
Singapura-Sulsel Jajaki Kerja Sama Perdagangan Langsung

Singapura (ANTARA News) - Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Lim Hng Kiang, merespon penjajakan kerja sama perdagangan langsung yang dilakukan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). "Dia sangat merespon dan menanggapi dengan serius terutama terkait pemenuhan kebutuhan pangan pokok di Singapura," kata Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, usai melakukan pertemuan terbatas dengan Menteri Perdagangan Singapura di Singapura, Kamis.

Selain itu, di bidang pariwisata, menteri perdagangan mengungkapkan, setiap tahun pihaknya menangani satu juta wisatawan asing yang melakukan perjalanan wisata menggunakan kapal pesiar. Sebanyak 250 ribu diantara wisatawan tersebut merupakan warga Singapura, yang ia sangat yakini dapat diarahkan untuk berwisata ke Sulsel.

Namun, menteri mengharapkan, provinsi Sulsel dapat memberikan jaminan keamanan serta sejumlah fasilitas seperti perahu penyeberangan untuk digunakan wisatawan dari kapal pesiar ke daratan, fasilitas medis, pasokan air bersih untuk kapal pesiar selama berlabuh dan fasilitas lainnya.

Dari pertemuan ini, Kementerian Perdagangan Singapura juga menyatakan akan memfasilitasi komunikasi dagang melalui forum pengusaha Singapura dengan pemerintah provinsi dan forum pengusaha di Sulsel.

"Menteri perdagangan akan mengutus stafnya berbicara dengan Duta Besar Singapura untuk Indonesia terkait hal-hal teknis dan rencana aksi kerja sama dengan Provinsi Sulsel. Pertemuan dengan menteri perdagangan hari ini baru merupakan penjajakan awal. Saya sangat mengapresiasi karena baik Menlu maupun Mendag di sini sudah tahu banyak soal Sulsel termasuk potensi kita," tutupnya. (T.KR-RY/M012)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/28537/singapura-sulsel-jajaki-kerja-sama-perdagangan-langsung

Comeliness
June 4th, 2011, 09:40 PM
Photo by rulnoel (http://www.panoramio.com/photo/48450906)
http://i53.tinypic.com/24fd4qv.jpg
Kantor Bupati Bulukumba.

Comeliness
June 5th, 2011, 07:32 PM
Tribun Timur - Minggu, 5 Juni 2011, 12:06 WITA
PM Malaysia Kaji Impor Beras dan Sapi Sulsel
Penulis : Dahlan Dahi, Editor : Ridwan Putra
Laporan Wartawan Tribun Timur, Dahlan Dahi, dari Kuala Lumpur, Malaysia.

KUALALUMPUR, TRIBUNTIMUR.COM - Perdana Menteri Malaysia Datuk Mohd Najib bin Tun Abdul Razak berjanji akan memerintahkan menteri dan departemen terkait untuk berkunjung langsung ke Makassar guna mengkaji kemungkinan mengimpor beras dan sapi dari Sulawesi Selatan.

Di pihak lain, pengusaha Malaysia, Datuk Mohd Nazim Tun Razak, salah satu pemegang saham Bank CIMB Niaga, akan mengirim dua tim ke Makassar dalam waktu dekat untuk menjajaki peluang investasi di bidang pertambangan. Demikian intisari pertemuan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo secara terpisah dengan PM Datuk Najib dan Datuk Nazim di Kuala Lumpur, Sabtu (4/6), seperti dilaporkan wartawan Tribun yang mengikuti kedua pertemuan tersebut.

Syahrul bertemu Datuk Najib di kediaman pribadi, sebuah rumah sederhana untuk ukuran perdana menteri, di sebuah kawasan perumahan di sebuah gang Jl Taman Duta, Kuala Lumpur. Sedangkan pertemuan dengan Datuk Nazim, yang tampak akrab dengan Syahrul dan sering berkomunikasi via SMS, digelar di lobi Hotel JW Marriot, ditemani kopi dan biskuit cokelat.

Sapi India
Duduk di kursi ruang tamu dengan pakaian khas Malaysia, PM Najib menjelaskan kepada Syahrul bahwa selama ini Malaysia mengimpor sapi dari India karena harganya lebih murah. Najib berharap sapi Sulsel bisa lebih kompetitif. “Asal tidak mahal, kami pasti prioritaskan Sulsel,” tutur Najib sambil tersenyum dalam pertemuan yang berlangsung secara kekeluargaan.

Hadir mendampingi Syahrul, para anggota Muspida Sulsel, yakni Pangdam VII Wirabuana Mayjen Amril Amir, Kapolda Sulsel Irjen Johny Waenal Usman, Pangkoopsau Marsekal Muda (Marsda) TNI R Agus Munandar, Danlantamal Brigjen TNI Marinir Chaidier Patonnory, dan Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel Muhammad Ramli. Ikut hadir Kepala BKPMD Sulsel Irman Yasin Limpo.

Dalam pembicaraan terpisah dengan Syahrul, Najib mengatakan, bila harga cocok, sapi asal Sulsel tidak perlu dikapalkan dalam bentuk hidup ke Kuala Lumpur tapi cukup dalam bentuk daging beku. Najib, yang mengaku bangga sebagai keturunan Bugis-Makassar, juga berharap bisa mengimpor beras dari Sulsel asal harganya bisa bersaing. PM Najib berjanji akan segera mengirim menteri pertanian dan menteri dari departemen terkait ke Makassar untuk menjajaki kemungkinan impor sapi dan beras Sulsel.

Kepada Tribun, Irman menjelaskan, harga sapi dan beras Sulsel tidak kompetitif karena selama ini proses ekspor harus melalui Jakarta atau Surabaya. Sekiranya bisa dikapalkan langsung dari Makassar, harga komoditi Sulsel pasti akan lebih bersaing di pasar internasional, termasuk pasar Malaysia dan Singapura. Masalah panjangnya mata rantai komoditas ekspor Sulsel sehingga sulit bersaing di pasar internasional juga dialami kakao, komoditas andalan Sulsel. “Ekspor kakao kita harus lewat Surabaya. Begitulah regulasinya,” kata Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Andi Murni Amin Situru.

Air Asia
Kepada PM Najib, Syahrul melaporkan perkembangan rute penerbangan langsung Makassar-Kuala Lumpur yang dilayani maskapai penerbangan murah Air Asia. Rute ini dirintis tiga tahun lalu. Karena perkembangan jumlah penumpang sudah bagus, kata Syahrul, maka subsidi Pemprov Sulsel kepada maskapai itu sebesar Rp 500 juta sudah dicabut.

Sejak Januari tahun ini, kata Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Mansyur A Sulthan, Air Asia melakukan studi untuk pembukaan rute Makassar-Kota Kinabalu, Makassar-Manila, Makassar-Hongkong, dan Makassar-Brunai Darussalam, serta Makassar-Singapura. Pada Maret lalu, Station Manager Air Asia Makassar Moh Dikdik Mulyana melaporkan kepada Syahrul di Makassar bahwa jumlah penumpang maskapai ini pada rute Makassar-Kuala Lumpur dengan jadwal terbang empat kali dalam satu pekan terus meningkat dan mencapai 85 persen.

Karena prospek yang mulai positif tersebut, Air Asia berencana menjadikan Bandara Internasional Hasanuddin sebagai titik keberangkatan ke lima ibu kota negara di Asia. Pada 2012, katanya, Makassar akan menjadi salah satu titik utama penerbangan di Indonesia timur. Dua titik penerbangan utama Air Asia lainnya di Indonesia adalah Jakarta dan Medan.

Riset Unhas
Najib menanyakan kepada Syahrul mengenai perkembangan kerja sama Kementerian Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Kerja sama penelitian mencakup kerja sama dalam hal penelitian bersama di bidang pertanian dan industri.

Menteri Sains, Teknologi dan Inovasi Malaysia, Dato` Maximus Johnity Ongkili, berkunjung ke Makassar untuk menandatangani perjanjian kerja sama riset tersebut tahun 2009. Najib dan Syahrul menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut.

Tiga agensi terlibat kerja sama dengan Unhas yakni Mimos, Sirim Berhard dan Technology Park Malaysia. Mimos bergerak dalam penelitian teknologi pertanian, sedangkan Sirim Berhad dan Technologi Park Malaysia adalah lembaga teknologi industri yang akan menyertifikasi kualitas produk atau pemberi label standar mutu barang yang ada di Malaysia. Kerja Unhas dengan Technology Park Malaysia pada tahun ini sudah menghasilkan kapsul daun paliasa yang memiliki nama latin Sterculiaceae untuk pengobatan hepatitis. Najib berharap kerja sama riset tersebut terus dikembangkan agar menghasilkan temuan yang berguna bagi umat manusia.

Potensi Tambang
Dalam pertemuan dengan Datuk Najib, Syahrul menindaklanjuti komitmen sebelumnya mengenai investasi di sektor pertambangan. Komitmen ini “ditagih” Syahrul saat bertemu dengan PM Najib. Seusai pertemuan dengan PM, Syahrul menggelar pertemuan dengan Datuk Nazim. Pada pertemuan tersebut, Syahrul didampingi Kepala Dinas Pertambangan Sulsel Gunawan Palaguna.

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan, antara lain, Datuk Nazim akan segera mengirim tim ke Makassar untuk melihat lebih dekat potensi investasi di sector pertambangan di Sulsel. “Nanti saya kirim dua tim,” kata Datuk Najim. Dua tim ini akan melihat langsung dua potensi pertambangan di tiga daerah yang belum dipublikasikan.

Sister Hospital
Menjelaskan mengenai tindak lanjut kunjungan ke Singapura, 1-2 Juni, Irman mengatakan, pihaknya telah mendapatkan komitmen dari Departemen Kesehatan Singapura mengenai pembentukan sister hospital. Kerja sama ini mencakup tujuh rumah sakit Singapura dan tujuh rumah sakit di Makassar.

“Mereka akan segera mengirim tim untuk melihat langsung peluangnya di tujuh rumah sakit,” kata Irman. Kerja sama itu akan mencakup, antara lain, suster dan paramedis dan peralatan. Ini merupakan bagian dari komitmen kerja sama sebelumnya berupa pengiriman 100 tenaga medis yang terdiri atas 75 perawat dan 25 dokter dari Makassar untuk magang di Singapura.***

Source: http://makassar.tribunnews.com/2011/06/05/pm-malaysia-kaji-impor-beras-dan-sapi-sulsel

Comeliness
June 6th, 2011, 07:29 PM
http://smileys.on-my-web.com/repository/Sad/sad-021.gif

Senin, 06 Juni 2011 | 01:30:03 WITA |
Visit South Sulawesi Terancam
Jalan Trans Masih Terhambat Pembebasan Lahan

MAKASSAR -- Perjalanan lama dan tidak nyaman. Dua hal itu dirasakan turis asal Prancis saat melintasi jalan poros Parepare-Makassar dalam perjalanan pulang dari Tana Toraja belum lama ini. Poros ini akan menjadi ganjalan utama program kunjungan wisata Sulsel (Visit South Sulawesi 2012) tahun depan. Padahal program ini tengah dijual Pemprov Sulsel ke berbagai negara dengan biaya mahal.

Tour guide Alex, yang memandu beberapa turis asal Prancis belum lama ini, mengaku mereka sudah kapok berkunjung kali kedua ke Sulsel. "Ini pengalaman buruk bagi wisatawan asing dan pengguna jasa lainnya. Karena jalan terbengkalai, penumpang bus sangat tidak nyaman, dan waktu tempuh ukup lama," kata Alex kesal.

Dengan pengakuan tersebut, tidak salah jika infrastruktur diklaim sebagai penghambat utama pembangunan dunia kepariwisataan Sulsel. Turis tersebut bahkan mengaku kecewa dan tersiksa saat melewati jalur Makassar-Parepare. Soalnya, kondisi jalan sebagian mulus, dan sebagian lagi masih terpotong-potong. Sehingga, turis yang diantar oleh guide tersebut mengaku tak akan lagi ke Sulsel. "Ini perjalanan sekaligus pengalaman paling buruk bagi kami," kata Alex.

Lebih parah lagi, jika turis yang dipandu Alex membagi-bagikan pengalaman mereka melintasi poros Makassar-Parepare sebagai "oleh-oleh" untuk keluarga, dan rekan-rekan mereka. Ini, sangat kontradiktif dengan promosi yang dilakukan Pemprov Sulsel ke beberapa negara dengan biaya mahal.

Ketua Kadin Sulsel Zulkarnain juga mengimbau agar jalan poros Makassar-Parepare ini segera dibenahi. Sebab, imbasnya tidak hanya terasa pada industri pariwisata, tetapi juga distribusi barang lokal. Kekesalan atas kondisi poros Makassar-Parepare hampir dialami semua pengguna jasa yang melintasi jalan tersebut. "Makassar-Parepare yang hanya 150 kilometer harus ditempuh sampai enam jam. Sangat melelahkan," kata Nila seorang bankir swasta yang bertugas di Kantor Cabang Kota Parepare.

Faktor-faktor ini seharusnya disikapi pemerintah dengan melakukan langkah cepat dan tepat. Infrastruktur ini semestinya menjadi prioritas utama untuk memacu pariwisata. Apalagi menyongsong South Sulawesi 2012. Sayang, Pemprov Sulsel lebih memprioritaskan kunjungan luar negeri dengan biaya mahal untuk melakukan promosi pariwisata. Padahal pondasi utamanya, berupa infrastruktur tidak mendukung. Akibatnya, turis hanya datang sekali dan tidak akan datang untuk kali kedua.

Lalu apa sikap pemerintah atas keluhan yang tidak hanya dari masyarakat tetapi juga turis mancanegara? Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI, H Nurdin Samaila, yang dikonfirmasi tadi malam menyampaikan, proyek jalan tersebut diperkirakan akan rampung akhir 2011, kecuali sekitar 6 kilometer yang tersebar di beberapa lokasi.

Menurut Nurdin, kontrak jalan poros Makassar-Parepare sekitar 28 kilometer, dan yang sudah terkontrak 2011 sepanjang 22 kilometer. Menurutnya, jika persoalan lahan selesai Desember 2011, maka kontrak 22 kilometer akan selesai juga pada akhir tahun ini. Kecuali sisa 6 kilometer yang tersebar di beberapa lokasi, antara lain, Maros, Pangkep, Segeri, juga Pekkae (Barru), dan akan diusulkan pada 2012 mendatang. Sementara untuk jembatan, sebut dia, sisa 22 buah, dan 11 buah sudah terkontrak dan sedang dikerjakan saat ini. "Diharapkan jembatan ini juga bisa selesai akhir 2012,” " ungkap Nurdin.

Dia menambahkan, untuk panjang jalan yang tersisa, masih terhambat pada pembebasan lahan. Ada yang panjangnya sekitar 50 meter dan tersebar di beberapa titik, sehingga terakumulasi 6 kilometer. Saat ini, kata Nurdin, pihaknya bersama pemda setempat sedang menegosiasikan dengan pemilik lahan. "Banyak yang sementara mencari akta-akta dan sertifikatnya, ada juga yang pemiliknya sedang merantau ke daerah lain," jelas Nurdin. (asw)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110606013003-visit-south-sulawesi-terancam%27

Comeliness
June 8th, 2011, 06:33 PM
Rabu, 08 Juni 2011, 15:30 WITA |
Sulsel Pertama Luncurkan Pelayanan Dasar Kinerja-USAID

Makassar (ANTARA News) - Sulawesi Selatan menjadi provinsi pertama di Indonesia yang meluncurkan program pelayanan hak dasar, kerja sama dengan Badan Bantuan Pembangunan Internasional Amerika USAID. Nota kesepakatan (MoU) program Kinerja-USAID ditandatangani lima kepala daerah di Sulsel yakni yang mewakili Wali Kota Makassar, Bupati Bulukumba, Barru, Luwu Utara, dan Luwu dengan Chief of Party USAID, Jana Hertz di saksikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan utusan Mendagri A Syarifuddin Nonci di Makassar, Rabu.

"Sulsel paling cepat dan maju dalam melaksanakan Kinerja-USAID, paling pertama menyelesaikan tahap persiapan. Sulsel contoh paling cepat," ucap Jana Hertz. Ia menyebut, anggaran yang mereka siapkan untuk mendukung tiga program pelayanan dasar yang disiapkan USAID yakni bidang, pendidikan, kesehatan, dan perijinan usaha satu pintu, pada lima kabupaten kota sekitar 24 juta dollar AS dalam bentuk bantuan hibah.

Kota Makassar memilih program peningkatan sistem pelayanan perizinan dan program kesehatan, Bulukumba memilih pendidikan dan kesehatan, Barru untuk program pendidikan dan peningkatan sistem pelayanan perizinan, Luwu dengan prioritas program pendidikan dan kesehatan, serta Luwu Utara dengan program pendidikan dan kesehatan.

Jana Hertz mengemukakan, kerja sama sampai 2014 tersebut sifatnya menguatkan program Sulsel yang telah ada sebelumnya, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dilihat dari indikator peningkatan Indeks Pembangunan Manisia (IPM) dan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB).

Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta kepada Bupati dan Wali Kota untuk melaksanakan dengan baik kerja sama ini demi menjadikan Sulsel sebagai provinsi dengan pelayanan hak dasar terbaik. "Ini program luar biasa, ini program yang kita butuhkan. Saya kembalikan kepada Bupati dan Wali Kota untuk membuktikan ini. Sehingga Bupati harus terlibat langsung dengan segera membentuk tim kerja," ucapnya.

Ia mengemukakan, dengan dukungan dana dari APBD provinsi, APBD kabupaten/kota, serta bantuan USAID, maka tidak ada lagi alasan ada anak-anak putus sekolah karena persoalan biaya. Demikian juga dengan adanya sistem pelayanan satu pintu, tambahnya, tidak ada lagi izin usaha yang sampai berminggu-minggu di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), tetapi bisa dituntaskan hanya dalam hitungan jam. (T.KR-AAT/S016)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/28721/sulsel-pertama-luncurkan-pelayanan-dasar-kinerja-usaid

Comeliness
June 9th, 2011, 07:04 PM
Sorowako

Photo by sarjono06 (http://www.panoramio.com/photo/42713167)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/42713167.jpg
Airport.

Photo by sarjono06 (http://www.panoramio.com/photo/45863331)
http://i52.tinypic.com/3322ull.jpg
Pantai Ide.

Comeliness
June 9th, 2011, 07:13 PM
Foto berita: Thursday, 9 June 2011
PT Mitra Energy investasi awal US$29 juta di Bone
Oleh Muhammad Juanda

http://www.bisnis-kti.com/show_image_NpAdvMainFea.php?filename=/2011/06/GAS-ALAM.jpg&cat=17&pid=15979&cache=false
DOK.BI REGIONAL TIMUR

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (kanan) menerima kunjungan Kepala Perwakilan BP Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Indro Purwaman di Makassar, kemarin. PT Mitra Energy Indonesia Bone Limited akan melakukan eksplorasi potensi minyak dan gas di wilayah Kabupaten Bone dengan nilai investasi awal US$29 juta.

Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/06/foto-berita-pt-mitra-energy-investasi-awal-us29-juta-di-bone/


Wednesday, 8 June 2011
Semen Tonasa targetkan laba Rp1 triliun
Oleh Wiwiek Dwi Endah
http://www.bisnis-kti.com/show_image_NpAdvMainFea.php?filename=/2011/06/semen-tonasa1.jpg&cat=17&pid=15792&cache=false
Dok. Semen Tonasa

MAKASSAR: Manajemen PT Semen Tonasa menargetkan perolehan laba bersih tahun ini sebesar Rp1 triliun atau meningkat sekitar 60% dibandingkan 2010. Sattar Taba, Direktur Utama PT Semen Tonasa, mengatakan penetapan target perolehan laba bersih perusahaan tersebut seiring dengan optimalisasi kapasitas produksi yang diperkirakan mencapai 4 juta ton tahun ini.

“Kami berharap bisa melakukan penjualan produksi sebanyak 4 juta ton sehingga akan tercapai laba bersih kurang lebih Rp1 triliun tahun ini,” ujar Sattar kepada Bisnis baru-baru ini. Sattar menuturkan sepanjang lima tahun terakhir, pihaknya terus menggenjot kinerja anak usaha PT Semen Gresik Tbk itu dengan terus meningkatkan produksi sehingga dari tahun ke tahun terjadi peningkatan pencapaian laba bersih perusahaan.

Sekedar kilas balik, menurut Sattar, di 2002 laba bersih perusahaan hanya bisa diraup sebesar Rp14 miliar. Jumlah tersebut terus meningkat, seiring dengan meningkatnya produksi dan kinerja perusahaan. Hingga akhirnya di 2005 perolehan laba bersih perusahaan mencapai Rp131,4 miliar.

“Jumlah tersebut meningkat sebesar 64,5% dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai laba bersih sebesar Rp79,8 miliar,” papar Sattar. Perolehan laba bersih di 2005 itu katanya, berasal dari penjualan produksi perusahaan yang saat itu mencapai 2,6 juta ton per tahun. Jumlah itu terus mengalami peningkatan hingga di 2010 lalu total penjualan produksi perusahaan mencapai 3,6 juta ton, dengan laba bersih perusahaan yang berhasil diraup saat itu sebesar Rp621,7 miliar. (roy)

Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/06/semen-tonasa-targetkan-laba-bersih-rp1-triliun/

Comeliness
June 10th, 2011, 05:59 PM
Jumat, 10 Juni 2011 | 00:23:17 WITA |
BP Migas Gandeng Inggris di Blok Bone
Segera Lakukan Eksplorasi

MAKASSAR -- Perusahaan minyak asal Inggris Mitra Energi akan menggarap blok minyak dan gas bumi di Kabupaten Bone. Tahap awal akan dilakukan eksplorasi penelitian untuk mengetahui volume kandungan di Blok Bone. Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan BP Migas Wilayah Kalimatan Sulawesi, Indro Purwarman, usai bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rumah Jabatan Gubernur, Kamis 9 Juni.

Menurut Indro, BP Migas dan PT Mitra Energi telah mengikat kerja sama konsesi lahan untuk 30 tahun ke depan. Tahap pertama, untuk survei dan penelitian berlangsung selama enam tahun. "Kontrak enam tahun pertama adalah masa-masa survei. Tahun ke empat mungkin sudah mengebor, itu kalau sudah ketemu minyak atau gas bumi. Kita belum tahu apa kandungannya. Tapi penelitian dasar di sana ada gas bumi," kata Indro. Blok Bone yang dimaksudkan BP Migas membentang di empat kabupaten yakni Sinjai, Bulukumba, Bone, dan Luwu.

Sementara PT Mitra Energi adalah investor yang juga pertama kali mengeksplorasi gas Bumi Sengkang, Kabupaten Wajo. Perusahaan ini bergerak di hulu dan telah mengerjakan berbagai proyek besar di Indonesia. Terkait kandungan gas dan minyak di blok Bone ini, Indra mengatakan, belum mengetahui persis. Jika memang selama dalam tahap survei tiga tahun pertama, ternyata blok ini kurang prospektif, maka BP Migas yang bermintra dengan PT Mitra Energi akan menyerahkan kepada negara.

Di kawasan Sulawesi Selatan BP Migas menemukan ada empat blok minyak dan gas bumi namun belum semua bisa dieksplorasi. Tiga blok yang mengandung minyak dan gas bumi yakni Blok Segeri Pangkep, Blok Karaenta dan Blok Teluk Bone.

Mengenai rencana tersebut, Syahrul Yasin Limpo manyatakan menyambut baik. Syahrul bahkan mengatakan, siap mendukung percepatan realisasi eksplorasi gas bumi di Teluk Bone agar bisa menjadi pusat energi baru di Sulsel. "Apa pun fasilitas yang diminta mereka akan saya bantu. Malah saya meminta kepada calon investor ini, agar bisa melakukan ekspose di hadapan Presiden SBY yang akan datang ke Makassar Juni ini, supaya ada tanda ikatan," kata Syahrul.

Disinggung soal kontak karya yang didapatkan pemerintah Sulsel, Syahrul mengungkapkan belum membicarakannya. "Jangan dulu kita bicarakan itu, biarlah mereka masuk dulu, nanti kita bicara internal. Soal berapa dan apa yang didapatkan pemerintah daerah itu urusan kebijakan nasional," ungkap Syahrul. (aci)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110610002317-bp-migas-gandeng-inggris-di-blok-bone%27

Comeliness
June 11th, 2011, 08:17 PM
Luwu Timur (Lutim)


Photo by sarjono06 (http://www.panoramio.com/photo/53004798 )
http://static.panoramio.com/photos/original/53004798.jpg
Kantor bupati Lutim.

Photo by sarjono06 (http://www.panoramio.com/photo/53004178)
http://i55.tinypic.com/1zwkp69.jpg
Gedung DPRD Lutim.

Comeliness
June 11th, 2011, 08:22 PM
Kamis, 09 Juni 2011 | 00:31:02 WITA |
Gubernur Sebut Ada yang Tidak Mengerti
Terkait Program Pendidikan Gratis

MAKASSAR -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, mengkritik legislator di seluruh kabupaten/kota yang menolak pendidikan dan kesehatan gratis. Syahrul menegaskan, pendidikan gratis adalah amanah undang-undang. Pernyataan keras itu dilontarkan Syahrul di Kantor Gubernur usai penandatanganan memorandum of understanding bersama lembaga donor USAID, Rabu, 8 Juni.

Dikatakan Syahrul, pendidikan gratis yang digulirkan Pemprov Sulsel adalah amanah Undang-Undang Dasar 1945, di mana negara harus menjamin pendidikan untuk rakyatnya. “Saya hanya meramunya dalam kebijakan politik. Kalau ada yang menolak itu tidak benar. Terus terang saya kecewa karena ada legislator bersikap lain dan berusaha menolak pendidikan gratis di daerah,” kata Syahrul yang juga Ketua DPD Partai Golkar Sulsel ini.

Tahun 2012 nanti, program pendidikan gratis Pemprov Sulsel akan “naik kelas” ke jenjang sekolah menengah atas (SMA). Sebelumnya, program ini hanya menyentuh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan SPP) untuk SMA akan digratiskan dengan system sharing masing-masing 50 persen. Anggaran 50 persen ditanggung kabupaten dan 50 persen lagi oleh Pemprov Sulsel.

“Ada yang tidak mengerti soal ini (pendidikan gratis, red). Mestinya subtansi yang harus ditangkap bahwa pendidikan dan kesehatan gratis adalah hak dasar rakyat dan pemerintah tak akan bangkrut dengan menanggung rakyatnya,” sambung Syahrul. :yes::yes:

Ketua Kosgoro Sulsel yang baru saja dilantik ini juga mengkritik legislator yang berusaha menahan anggaran kabupaten sebesar 50 persen untuk pendidikan lantaran tidak setuju dengan kebijakan Pemprov Sulsel. Dikatakan Syahrul, sebenarnya pemprov tak memiliki kewajiban menggelontorkan dana sebesar itu untuk pendidikan karena itu menjadi kewenangan dan tanggung jawab setiap kabupaten.

“Kami gelontorkan dana setiap tahunnya mencapai Rp300 miliar demi menyubsidi pendidikan gratis. Sebenarnya kami bisa membangun hotel setiap tahun di Kota Makassar ini dengan dana sebesar itu. Tapi bagi saya itu tidak penting. Pendidikan rakyat jauh lebih penting. Mereka harus sekolah dan tak boleh ada anak yang meninggal atau terkulai sakit di rumahnya karena tak bisa berobat,” ungkapnya. :okay:

Dia pun meminta legislator, baik Partai Golkar atau partai lain di kabupaten/kota, tidak perlu risau dengan mengalirnya dana APBD ke program pendidikan gratis. Untuk pembangunan infrastruktur di derah kata dia, gunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) atau sumber dana lain yang dibeirkan pemerintah pusat juga masih ada APBD Sulsel yang bisa dimaksimalkan. “Hak dasar rakyat harus lebih dahulu diutamakan, karena itu menjadi pilar pembangunan manusia,” ungkap Syahrul. (aci)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110609003102-gubernur-sebut-ada-yang-tidak-mengerti

Comeliness
June 13th, 2011, 06:23 PM
Gowa
Photo by mudiharto (http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/35656719.jpg)
http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/35656719.jpg
Dam Bili-Bili

Rabu, 08 Juni 2011 | 19:18:47 WITA |
Pengerukan Dam Bilibili Dianggarkan Rp40 M

http://www.fajar.co.id/img_berita/76408-06-aha%20bilibili.JPG
AKBAR HAMDAN/FAJAR
SIAP DIKERUK. Dua warga Desa Bilibili, Kecamatan Parangloe Kabupaten Gowa, tengah bersantai dengan latar belakang spillway Dam Bilibili. BBWSPJ akan segera mengeruk dasar dam karena sedimentasi dinilai sudah mengancam aktivitas pengelolaan air bersih pada bagian in take dam.

SUNGGUMINASA -- Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ) akhirnya berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk segera melakukan pengerukan terhadap endapan halus disaluran utama DAM Bilibili. Pemerintah pusat pun bersedia mengucurkan dana sekitar Rp40 miliar untuk proyek yang dinamakan Most Urgen Maintanance Dredging for Bilibili Dam.

PPK Penanganan Sedimentasi Bawakaraeng, Ir Haeruddin C Maddi mengatakan lelang atas proyek tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Lelang dilakukan secara internasional. "Kita bukannya tidak percaya dengan potensi lokal. Tapi masalah yang terjadi di Dam Bilibili saat ini tergolong kritis dan membutuhkan penanganan yang sangat hati-hati. Jadi hanya perusahaan yang memenuhi kualifikasi yang akan kita terima," kata Haeruddin.

Dia mengakui proyek pengerukan sudah sering dilakukan pada berbagai bendungan di Indonesia. Tetapi pengerukan yang dilakukan di saluran in take Dam Bilibili boleh dibilang menjadi kasus pertama di Indonesia. "Perlu ekstra hati-hati dalam pekerjaan ini karena saluran itu menjadi tumpuan utama air minum lebih satu juta warga Makassar dan Gowa. Kalau sampai ada apa-apanya, justru akan menjadi bencana. Karena kita belum memiliki cadangan air baku," jelasnya.

Sejauh ini, masyarakat Makassar, Maros dan Gowa hanya mengandalkan Dam Bilibili sebagai sumber air bersih utama. Diperkirakan 80 persen air bersih berasal dari Dam Bilibili. Sisanya diambil dari Bendungan Lekopancing dan sumber-sumber air lainnya. Namun kata Haeruddin, peristiwa ini sudah menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk segera mencari sumber air bersih baru. Karena itu, Sungai Je'ne Lata akan diproyeksi sebagai sumber air bersih yang baru bagi masyarakat kota.

Proyek pengerukan sedimentasi sendiri tidak berarti pengambilan endapan halus secara keseluruhan. Menurut Haeruddin, proyek tersebut hanya untuk menjamin kelangsungan fungsi in take setidaknya lima tahun mendatang. Sebab untuk mengeruk seluruh endapan yang ada di sekitar in take sangat berat dilakukan.

"Jumlah endapannya ada 80 juta meter kubik. Itu jumlah yang sangat banyak. Yang jadi masalah, kalau pun kita mau mengeruk itu, mau dibawa ke mana. Yang ini saja harus dibicarakan dengan pihak terkait, dalam hal ini Pemkab Gowa," jelas Haeruddin. Jika tidak ada aral melintang, pemenang tender akan bekerja paling lambat akhir tahun ini atau tepat pada musim penghujan. (aha)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110607191848-pengerukan-dam-bilibili-dianggarkan-rp40-m%27

Comeliness
June 14th, 2011, 05:30 PM
Selasa, 14 Juni 2011, 01:11 WITA |
Sulsel Raih 11 Penghargaan Adipura

http://bimg.antaranews.com/makassar/2011/06/small/20110614adipurasulsel130611-sahrul2.jpg
MAKASSAR - ADIPURA SULSEL. Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri) bersama sejumlah bupati dan walikota se-Sulsel setelah penyerahan penghargaan Adipura di Makassar, Sulsel, (13/6). Provinsi Sulawesi Selatan meraih 9 penghargaan Adipura dari 24 kabupaten dan juga tercatat sebagai kabupaten/kota se-Indonesia terbaik kategori kota kecil se-Indonesia berdasarkan penilaian tim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). ((FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang))

Makassar (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Selatan menempati urutan kedua secara nasional sebagai provinsi yang kabupaten dan kotanya meraih penghargaan Adipura terbanyak setelah Provinsi Jawa Timur. Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Sulsel Tamzil Tadjuddin di Makassar, Senin, mengatakan pada 2011 terdapat 11 kabupaten dan kota yang meraih Adipura.

"Pada kategori kota sedang diraih oleh Kota Pare Pare dan Palopo, sedangkan kategori kota kecil adalah Pangkep, Pinrang, Barru, Masamba, Malili, Watansoppeng dan Sengkang. Dua kabupaten lainnya yaitu Bulukumba dan Maros meraih sertifikat," katanya.

Menurut dia, jumlah penghargaan ini berkurang dibandingkan pada periode penilaian tahun sebelumnya di mana Sulsel meraih 13 penghargaan, terdiri atas 11 anugerah dan dua piagam. "Hal ini terkait Kementerian Lingkungan Hidup menaikkan angka penilaian atau 'passing grade' dari 73 menjadi 74 berdasarkan kriteria kebersihan, ruang terbuka hijau, pengolahan sampah serta pemantauan kualitas air dan udara," katanya.

Peningkatan "passing grade" tersebut juga berpengaruh pada jumlah penerima penghargaan secara nasional. Pada 2011 penghargaan Adipura hanya diraih oleh 88 kabupaten dan kota, terdiri atas 63 peraih piala dan 25 meraih piagam. "Sementara pada periode 2009-2010 penghargaan diberikan kepada 128 kabupaten dan kota," katanya.(T.KR-RY/E005)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/28892/sulsel-raih-11-penghargaan-adipura


Foto berita: Tuesday, 14 June 2011
Kerjasama Taiwan dengan Sulsel dibidang pertanian dan perikanan
Oleh Muhammad Juanda

http://www.bisnis-kti.com/show_image_NpAdvMainFea.php?filename=/2011/06/TAIWAN.jpg&cat=17&pid=16426&cache=false

Senior Advisior National Security Council Taiwan Chung Chien (kiri) berbincang dengan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (kanan) di Makassar, kemarin. Taiwan diperkirakan menandatangani MoU dengan Sulsel dibidang pertanian dan perikanan akhir bulan Juli 2011.

Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/06/foto-berita-kerjasama-taiwan-dengan-sulsel-dibidang-pertanian-dan-perikanan/

Comeliness
June 14th, 2011, 07:15 PM
Selasa, 14 Juni 2011 | 19:21:54 WITA |
Syahrul Motivasi 300 Kepala Desa
Penulis : Aqsa Riyandi Pananrang, Editor : Muh. Irham

MAKASSAR -- Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo sangat yakin impiannya untuk menghadirkan mobil lokal di Sulsel terealisasi. Keyakinan tersebut diungkapkan Syahrul di depan 300-an kepala desa se-Sulsel yang mengikuti training “"Emotion and Spiritual Quotient" (ESQ) di Hotel Sahid Jaya Makassar.

Syahrul tampil membawakan materi motivator kepada para kepala desa, sembari mengumbar janji akan membuat mobil lokal. “Insya Allah ini akan terealisasi. Saya sedang gebrak Kementerian Perindustrian di Jakarta dan kalau itu sudah ada kami akan jalan dan tahun ini bisa dimulai,” kata Syahrul.

Mobil lokal ini dibanderol murah berbeda dari harga mobil di pasaran seperti merk Toyota, Honda, Suzuki dan lainnya. Dikatakan Syahrul harga mobil itu jauh di bawah standar yakni Rp40 jutaan. Cuma tidak bereadar di kota Makassar. Kota ini kata Syahrul sudah terlalu padat, makanya diperuntukkan untuk di daerah kabupaten. Syahrul juga menyatakan, pentingnya menghadirkan mobil lokal ini karena diakui merk-merk ternama seperti Honda, Yamaha, Suzuki hanya memperkaya segelintir orang, pemilik showroom.

Untuk merealisasikan mobil lokal tersebut, Pemprov Sulsel menjajaki kerja sama dengan perusahaan asal China. Meski demikian,mantan Bupati Gowa ini mengaku belum menentukan merek roda dua serta mobil yang akan diproduksi. Dia hanya memastikan bahwa pengusaha tersebut sudah siap membuat mobil di daerah ini. “Dia janji tahun ini akan datang ke Makassar. Kami mau semuanya dibuat di sini. Kami akan siapkan lahannya.Tentu kami harapkan merek Indonesia dan mereka sudah oke,”ujarnya.

Di depan para kepala desa, dia juga mengungkapkan kekagumannya dengan masyarakat Korea Selatan dan China. Menurutnya, kecintaan kepada produk dalam negerinya membuat negeri itu maju. Mereka lebih senang menggunakan mobil merek lokal dibanding mobil luar. Pada 2010, negeri tirai bambu itu menggelontorkan dana hingga 100 mi liar yuan atau sekitar USD14,7 miliar untuk membeli mobil-mobil merek dalam negeri untuk digunakan sebagai mobil dinas. Pemerintah China menargetkan mobil merek lokal mereka dapat merebut porsi lebih dari setengah dari seluruh mobil yang digunakan pemerintah di setiap lini. (aci)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110613192154-syahrul-motivasi-300-kepala-desa%27

Comeliness
June 15th, 2011, 05:07 PM
Rabu, 15-06-2011
Hasil Laut Sulsel Go Internasional
Hasil Pertemuan Gubernur dan Menteri Perikanan dan Kelautan

MAKASSAR, Upeks—Tak lama lagi, hasil laut serta per-tanian Sulsel dapat dijual langsung ke luar negeri. Hal itu terungkap setelah Menteri Perikanan dan Kelautan, Fadel Muhammad menemui Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, di Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (14/6). Kedatangan Fadel ke Makassar untuk menghadiri seminar di Universitas Islam Negeri Alauddin.

Fadel mengatakan, sudah saatnya Sulsel mengekspor hasil lautnya. Misalnya, ke Singapura atau Malaysia. hususnya, ikan kerapu, kepi-ting dan udang. “Permintaan ketiga jenis hasil laut itu cukup besar. Kalau kerapu, berapa pun jumlahnya, negara lain siap beli,” kata Fadel.

Ia mengungkapkan, permintaan yang cukup besar datang dari negara Singapura, Malaysia, Hongkong, dan Taiwan. Jumlahnya mencapai tiga juta ton per tahun. “Sulsel bisa mengekspor langsung dari Makassar ke Internasional. Bisa lewat laut dan udara. Nanti saya bantu urus izinnya, ”ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Fadel juga menawarkan agar Sulsel menyuplai daging ke Jakarta. Apalagi, Australia telah menutup ekspor dagingnya ke Indonesia. “Sekarang di Jakarta lagi heboh karena Australia tidak lagi mengekspor daging ke Indonesia. Kenapa Sulsel tidak menyuplai daging ke Jakarta, termasuk ikan,” terangnya.

Terkait anggaran untuk Pelabuhan Untia, Fadel mengatakan, anggaran yang tersedia untuk pelabuhan sangat kecil. Kementrian Perikanan dan Kelautan hanya menyediakan Rp196 miliar untuk 28 pelabuhan di Indonesia. Sehingga, tahun ini, Pelabuhan Untia hanya mendapatkan Rp10 miliar. “Saya sudah berusaha mencari dana luar negeri. Kemarin Jepang siap, tapi batal karena bencana. Sekarang, kita berusaha lagi agar ada investor, khususnya lokal yang mau membiayai pelabuhan ini. Kalau bisa kita usahakan BUMN. Nanti kita tenderkan,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo, mengatakan, pihaknya akan meminta space ke Garuda Indonesia untuk mengekspor hasil laut ke Singapura. Apalagi, barang-barang tersebut harus memakai kontainer. “Apakah Garuda bisa menyiapkan space. Kalau iya, kita mulai secepatnya,” kata Syahrul. Syahrul berharap, hasil laut yang diekspor, termasuk sayuran dapat berkompetisi dengan hasil dari negara lain.

Apalagi, untuk negara tujuan Singapura, banyak negara yang menjadi penyuplai. “Kita harus optimis, jika kita bisa bersaing dengan negara lain. Para pengusaha juga sudah bisa mengambil peran. Pemerintah hanya membuka jalannya,” ujarnya. Terkait anggaran untuk Pelabuhan Untia, Syahrul berharap, kementrian bisa membantu melibatkan pihak swasta atau BUMN untuk membiayai pelabuhan tersebut. “Kalau menunggu APBN kapan selesainya. Bagaimana kalau kita coba melibatkan swasta atau BUMN, menteri dan gubernur jaminannya,” imbuhnya.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=67434

Comeliness
June 16th, 2011, 07:02 PM
Tonasa

Photo by Makmur SSi (http://www.panoramio.com/photo/16903565)
http://i52.tinypic.com/sdixci.jpg
Kantor Pusat Semen Tonasa.

Comeliness
June 17th, 2011, 06:52 PM
Jumat, 17 Juni 2011 | 23:25:51 WITA |
Bank Sulselbar-Microsoft Bangun Kerja Sama Bisnis

http://www.fajar.co.id/img_berita/774f---bank%20sulselbar.jpg
Samsudar Syam/FMC
KERJA SAMA. President Director PT Microsoft Indonesia Sutanto Hartono (kiri) dan Direktur Utama Bank Sulselbar Ellong Tjandra usai menandatangani kerja sama di Jakarta, kemarin.

JAKARTA -- Bank Sulselbar bekerja sama Microsoft membangun sistem layanan nasabah yang lebih cepat. Kerja sama ini untuk lebih meningkatkan daya saing Bank Sulselbar di tengah ketatnya persaingan. Bentuk kerja sama yang ditandatangani kedua kedua korporasi, Kamis, 16 Juni, antara lain pengembangan sistem dan solusi Teknologi Informasi (TI). Sistem ini, selain cepat juga mendukung transparansi dan audit siaga.

"Efek positifnya, memberikan jaminan security and privacy data user di seluruh jaringan Bank Sulselbar dengan regulasi perbankan," kata Direktur Utama PT Bank Sulselbar, Ellong Tjandra, usai menandatangani nota kerja sama, di Kantor Microsoft Indonesia, Gedung Indonesia Stock Exchance, kemarin.

Melalui sistem tersebut, nasabah dan Bank Sulselbar akan hemat dari sisi biaya. Sehingga dipastikan bisa meningkatkan kualitas pelayanan. "Lebih penting lagi, Bank Sulselbar akan memiliki sistem pengambilan keputusan yang disebut Business Inteligence dan sistem pelaporan terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis, loyalitas dan profitabilitas nasabah," terangnya.

Sementara itu, President Director PT Microsoft Indonesia, Sutanto Hartono, menjelaskan, melalui kerja sama tersebut, Bank Sulselbar memiliki kesempatan untuk memperoleh penjualan baru. Juga dapat melakukan berbagai penghematan biaya di berbagai unit bisnis lewat pemanfaatan TI.

"Kerja sama ini juga merupakan bukti komitmen Microsoft untuk mendukung pertumbuhan bank lokal agar dapat menunjukkan performa sekelas bank nasional, dengan cara meningkatkan daya saing usaha melalui TI," ungkap Sutanto. (sms/fmc)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110616232551-bank-sulselbarmicrosoft-bangun-kerja-sama-bisnis

Comeliness
June 19th, 2011, 09:43 PM
Pelabuhan Pamatata dari Sisi Pantai Bira, Bulukumba.

Photo by Susan Stephanie (http://aci.detik.com/readfoto/2010/10/23/235843/1473271/1002/5/)
http://i53.tinypic.com/ajqb2g.jpg
Pelabuhan Pamatata, Bulukumba.

Selasa, 14 Juni 2011, 14:27 WITA |
Pelabuhan Bira Rencana Dikeruk Agustus

Makassar (ANTARA News) - Pengerukan pelabuhan Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan direncanakan dimulai Agustus 2011. "Rencana pengerukan, kita berhitung musim, dan biasanya pada bulan Agustus air surut, supaya mudah dikeruk," kata Kepala Dinas Pehubungan, Komunikasi dan Informatika Sulsel Masykur A Sulthan di Makassar, Selasa. Menurut dia, anggaran pengembangan pelabuhan yang menghubungkan pulau Sulawesi dengan Kabupaten (Pulau) Selayar sudah disetujui oleh Kementrian Perhubungan dan masuk dalam program APBN perubahan 2011.

Khusus untuk 2011, lanjutnya, baru untuk pengerukan kolam, sementara untuk perluasan kolam, pelebaran dermaga, sampai perbaikan tanggul penahan lumpur dan ombak akan dilanjutkan di 2012 dan 2013. Masykur mengemukakan, setelah pengerukan selesai, maka kolam dapat menampung dua unit kapal berkapasitas diatas 1.000 ton yang sandar di dermaga.

Sementara anggota DPRD Sulsel asal Selayar Ince Langke mengatakan rehab dan pengembangan pelabuhan bira dilaksanakan 2011-2013 dengan total anggaran antara Rp30-40 miliar yang bersumber dari APBN. Ia mengemukakan, kolam pelabuhan bira sejak dibangun sekitar 40 tahun lalu tidak pernah dikeruk sehingga saat air laut surut kapal tidak bisa sandar di dermaga.

"Kalau air laut surut jadwal penyerangan tersendat. Kalau jadwal kapal pukul 15.00 tertunda sampai pukul 18.00, sama dengan kedatangan, kapal tidak bisa merapat," ucapnya. Selain itu, politisi Golkar ini mengemukakan, tanggul penahan lumpur masuk ke kolam juga sudah roboh sehingga harus direhab kembali. Bahkan, kata dia, pernah ada kapal yang terbalik akibat menabrak reruntuhan tanggul tersebut. (T.KR-AAT/B008)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/28924/pelabuhan-bira-rencana-dikeruk-agustus

Comeliness
June 21st, 2011, 08:04 PM
Kamis, 09-06-2011
Infrastruktur akan Diswastakan
Anggaran Pemerintah Terbatas

Makassar, Upeks—Terbatasnya dana yang dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai infrastruktur, membuat Gubernur Sulsel H Syah-rul Yasin Limpo harus mencari sumber pendanaan dari pihak swasta.

Syahrul mengatakan, kerusakan jalan di Sulsel cukup mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sedangkan, dana APBD maupun APBN sangat terbatas. “Kalau menunggu dana APBN kapan jalannya akan baik,” ujar Syahrul, yang ditemui usai menggelar pertemuan dengan pihak perbankan di Baruga Sangiaseri, Rabu (8/6).

Mantan Bupati Gowa dua periode itu menjelaskan, dari total 280 kilometer jalan rusak di Sulsel, yang mampu dibiayai dari APBN hanya sekira 40-50 kilometer. Sehingga, harus dipikirkan cara alternatif untuk mendapatkan dana tambahan. “Saya sudah utarakan ke perbankan, tapi belum ada respon. Namun, kita akan terus berusaha.

Atau kenapa tidak kita kontrakkan saja ke swasta, pengusahanya pinjam uang ke bank. Kita akan bayar dalam tiga tahun dengan menggunakan dana APBD. Kira-kira boleh tidak seperti itu,” terangnya. Syahrul mengungkapkan, faktor penyebab kerusakan jalan terbagi atas dua. Yakni tonase dan frekuensi kendaraan yang melewati jalan tersebut serta hujan yang turun terus-menerus. “Di Sulsel, kita mengalami dua hal ini. Makanya, kalau ada jalan yang berlubang, harus segera ditutup. Kalau tidak, maka kerusakannya akan semakin melebar,” ungkapnya.

Ia mengaku, langkah yang akan diambil dengan melibatkan sektor perbankan dan pihak swasta dalam membiayai infrastruktur telah keluar dari konteks kebijakan yang ada. Karenanya, ia akan meminta izin terlebih dahulu ke Badan Pemeriksa Keuangan. “Saya sudah bersurat ke BPK. Tinggal menunggu izin dari BPK,” ujarnya.

Ketua DPD I Golkar itu menambahkan, minimnya dana perbaikan infrastruktur tidak hanya dialami pemerintah provinsi, tapi juga kabupaten/kota. Untuk jalan provinsi saja, membutuhkan dana tidak kurang dari Rp100 triliun. Tidak termasuk jalan kabupaten/kota. “Persoalan ini tidak hanya terjadi di provinsi, tapi juga dialami di kabupaten/kota.

Sekarang kita berusaha buka aksesnya,” pungkasnya. Ia menambahkan, jika konsep tersebut berhasil dijalankan, maka membutuhkan pengawasan dan kontrol yang ketat dari semua pihak. “Kontrol harus dijalankan karena rawan korupsi dan pikiran-pikiran jahat lainnya,” imbuhnya.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=67171

Comeliness
June 24th, 2011, 07:46 PM
Pangkep

Photo by m.faisal.y@mks (http://www.panoramio.com/photo/45549444)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/45549444.jpg

Photo by m.faisal.y@mks (http://www.panoramio.com/photo/45819028)
http://i54.tinypic.com/2dkv9x.jpg

Comeliness
June 25th, 2011, 07:08 PM
Kamis, 09 Juni 2011 | 01:29:39 WITA |
Target 12 Jembatan Trans Rampung 2013

MAKASSAR -- Pembangunan jalan jalur Trans Sulawesi tinggal menyisakan 22 jembatan yang belum selesai. Keseluruhan jembatan itu ditargetkan selesai 2013 mendatang. Kepala Balai Besar Jalan dan Jembatan Regional VII Nurdin Samaila mengatakan, dari 22 jembatan tersebut, 11 di antaranya sudah siap dikerja karena telah terkontrak dengan pihak ketiga.

"Sementara 11 jembatan lainnya akan dikontrakkan dengan sistem multi years atau tidak selesai dalam satu tahun. Yang pasti kami menargetkan 22 jembatan ini selesai 2013 mendatang," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Nurdin menegaskan, dari 22 jembatan yang belum selesai tersebut, sebagian besar berada di Pangkep dan Barru.

Disinggung tentang jalan, Nurdin mengklaim jalan yang pembangunannya belum rampung tersisa 28 kilometer (km) dan saat ini telah terkontrak kurang lebih 22 km. Sedangkan untuk 6 km sisanya, masih terkendala pada pembebasan lahan yang tak kunjung selesai. Di Maros, masih terkendalanya sejumlah pembebasan lahan jalan trans Makassar-Parepare bukan semata karena warga tak setuju dengan harga yang dipatok pemerintah, tapi lebih kepada koordinasi.

Aktivis Forum Masyarakat Barandasi Bersatu (FMB), Muchtar Rabu, 8 Juni, mengatakan, harga yang dipatok masyarakat sebesar Rp200 juta sebenarnya masih bisa dinegosiasikan. “Itu bukan harga mati. Masih bisa dinegosiasikan, hanya saja camat tidak pernah memanggil kami untuk mencari solusi,” ungkap Muchtar yang menyebut, hanya dilakukan dengan pemaksaan.

"Kalau seperti saya ini, kan punya usaha. Mata pencaharian saya jualan bensin, dan tambal ban. Kalau lahan saya diambil, tentu saya harus membongkar rumah saya supaya saya tetap bisa berusaha. Jadi apa salahnya diberikan harga yang sesuai, bayar kami selayaknya," terangnya. Baik Muchtar maupun masyarakat yang tergabung dalam FMB ini mengaku bukan sengaja tidak ingin lahannya digunakan untuk kepentingan umum, tapi pemerintah harus mengganti dengan harga layak.

"Saya punya usaha dan lahan yang diambil sudah hampir mengenai rumah saya, kenapa harganya sangat murah. Sementara ada tetangga yang lahannya lahan kosong dan tidak punya usaha bisa diberi harga senilai ratusan juta. Padahal kami memiliki sertifikat tanah," katanya. Sama halnya dengan anggota FMB lainnya, yang enggan disebutkan namanya. Dia juga mengaku harga yang diberi terlampau kecil, padahal pagar dan area rumahnya juga kena. Karena itu, mereka meminta camat untuk bisa berkomunikasi dengan warga. “Kan bisa kita duduk bersama mencari solusinya,” terangnya menyalahkan camat setempat.

Dia juga menilai Camat Lau terkesan pilih kasih. Pasalnya pembagiannya tidak merata, belum lagi sikap kurang transparansinya kepada warganya membuat mereka merasa kecewa. Dia juga menyebutkan awalnya sesuai kesepakatan bagi yang memiliki sertifikat tanah harganya sedikit lebih tinggi yaitu Rp150 ribu per meter, sedangkan yang tidak memiliki sertifikat dihargai Rp125 ribu per meter. "Tapi kenyataannya berbeda. Ada yang tidak punya sertifikat lebih tinggi dari kami yang memiliki sertifikat dan IMB. Itu yang membuat kami curiga dan kecewa. Apalagi setelah satu persatu warga diculik dan akhirnya setuju karena harganya dinaikkan," ungkapnya. (id-rin)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110609012939-target-12-jembatan-trans-rampung-2013

Comeliness
June 28th, 2011, 04:41 PM
Senin, 27 Juni 2011, 21:04 WITA |
Sulsel Hentikan PRT ke Arab Saudi

Makassar (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Selatan mulai tahun ini menghentikan pengiriman Tenaga Kerja Indonesia khususnya pembantu rumah tangga ke Arab Saudi, menyusul kasus hukuman pancung yang menimpa TKI asal Bekasi, Jawa Barat, Ruyati. Demikian disampaikan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Sulsel Agus Bustami, di Makassar, Senin. Menurut dia penghentian pengiriman TKI khusus sektor informal seperti PRT, sedangkan untuk TKI sektor formal seperti, tenaga dokter, perawat, perhotelan, serta pekerja industri, tetap dilakukan pengiriman karena permintaannya cukup besar.

Agus Bustami menjelaskan, tahun ini hingga Mei 2011 tercatat sekitar 4.992 TKI yang bekerja di luar negeri, hanya sekitar 30 orang memilih bekerja di Arab Saudi. Selebihnya, memilih Malaysia, Hongkong, Korea, Kuwait, Brunei Darussalam dan Negara di Asia Pacifik lainnya. Sementara, jumlah Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) terdaftar dan membuka cabang di Sulsel mencapai 94 perusahaan, tetapi hanya 20 yang masih aktif.

"Pendataan TKI Sulsel yang ke luar negeri tidak ketat, akibatnya data pasti keberadaan pekerja Sulsel simpang siur jumlahnya. Itu dipengaruhi, sejumlah TKI yang berangkat tidak melalui jalur Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan PJTKI resmi," ujarnya. Ia juga menyayangkan Disnaker kabupaten/kota lemah dalam mendata tenaga kerja, termasuk dalam pengurusan kartu kuning sebagai salah satu syarat perekrutan tenaga kerja. "Disnaker itu tidak punya data base TKI mereka yang ke luar negeri, makanya sulit bagi mereka melakukan perlindungan kepada tenaga kerjanya," jelasnya.

Menurut Agus Bustami, posisi BNP2TKI hanya melakukan perlindungan ke TKI saja, dan menertibkan PJTKI yang ditengarai melaksanakan operasinya tidak sesuai Undang-Undang (UU) nomor 39 tahun 2004 tentang BNPTKI. Sementara, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (PTK) Disnaker Sulsel Andi Edison mengakui, sulit bagi pihaknya mendata TKI yang berangkat di luar jalur pemerintah.

Tahun ini, sesuai data Disnaker, TKI Sulsel di luar negeri mencapai 5.000 orang, dari jumlah itu tercatat sekitar 1.000 memilih Arab Saudi. "Kami selalu mewanti-wanti ke PJTKI, untuk memaksimalkan pelatihan bagi TKI yang dikirim. Khususnya soal bahasa dan keterampilan yang dibutuhkan, supaya tidak bermasalah setelah dikirim," paparnya.

Ketua Komisi E DPRD Sulsel Yagkin Padjalangi meminta kepada pemerintah untuk menghentikan pengiriman PRT ke negara-negara yang tidak memperlakukan TKI Indonesia secara manusiawi termasuk Arab Saudi. Untuk membahas soal nasib TKI Sulsel di luar negeri, dalam Komisi E akan menggelar rapat kerja dengan Disnaker dan BNP2TKI Sulsel. Dalam lima tahun terkahir, TKI Sulsel ke luar negeri terus mengalami peningkatan dari 2.252 orang di tahun 2008, menjadi 4.519 orang di 2009, naik 4.852 orang di 2010.(T.pso-099/Z003)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/29372/sulsel-hentikan-prt-ke-arab-saudi

Comeliness
July 1st, 2011, 05:23 PM
Jumat, 01-07-2011
Daging Sulsel Serbu Jakarta
Geser Daging Australia

MAKASSAR, UPEKS—Jumat (1/6) hari ini, daging asal Sulsel resmi memasuki pasar Jakarta menggantikan daging asal Australia. Sebanyak 1 ton daging sapi dikirim via Garuda Indonesia. Rencanannya Jumat dini hari ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, melakukan pengiriman perdana di Bandara Sultan Hasanuddin. Pengiriman perdana itu rencananya akan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’man, Sekretaris Daerah (Sekda) A Muallim, dan Muspida Provinsi Sulsel kepada petugas kargo di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sulsel, Ir Murtala Ali MSi mengatakan, pengiriman 1 juta ton daging ke Jakarta merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan daging di Jakarta. Dan, pengiriman itu tidak terlepas dari posisi Sulsel yang lagi swasembada daging. “Pengiriman daging ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jakarta. Kita ambil alih karena Australia sudah menghentikan pengiriman daging ke Jakarta. Sementara peluang bisnisnya sangat besar, dan kita mampu melakukan itu,” kata Murtala, saat dikonfirmasi, Kamis (30/6).

Selain itu, Murtala mengaku siap untuk memenuhi kebutuhan daging di Seluruh Indonesia. “Saya kira kita selalu siap, bukan cuma Jakarta, tapi seluruh Indonesia,” katanya. Menurutnya, populasi sapi di Sulsel sangat besar. Bahkan, target 1 juta ekor sapi 2013 sudah hampir tercapai. Saat ini, berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) populasi sapi di Sulsel sudah mencapai 978.916 ekor. Agar program dan peluang bisnis dapat dipertahankan, ia mengaku akan konsiten melakukan berbagai program. Seperti, program gerakan optimalisasi sapi, pengendalian betina produktif, Inseminasi Buatan (IB) dan pengendalian penyakit.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa 1 juta ton daging sapi yang dikirim Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel akan diterima secara simbolis oleh pihak Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gubernur Sulsel Syahrul YL dan Gubernur DKI Fauzi Bowo. “Pak Syahrul YL dan Gubernur DKI Jakarta, serta pihak Kementerian Pertanian, Kementerian Perikanan dan Kelautan akan menerima langsung daging yang kami kirim. Hal ini pertanda, Sulsel siap membantu kebutuhan masyarakat di Jakarta dan sekitarnya,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang Produksi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov Sulsel Ir Abd Muas mengatakan, selain 1 ton daging sapi, Dinas Peternakan juga akan mengirim 1 ton ikan, dan 1 ton sayur-sayuran. Pengiriman produk-produk unggulan Sulsel ke Jakarta itu terwujud setelah Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo bertemu Menteri Perikanan dan Kelautan, Fadel Muhammad pertengahan Juni lalu.

Saat itu, Fadel meminta agar Sulsel mengekspor hasil laut dan hasil buminya ke ke Singapura atau Malaysia. Pada pertemuan itu juga terungkap adanya kebutuhan stok daging Pemkot DKI Jakarta karena dihentikannya impor daging dari Australia. “Sekarang di Jakarta lagi heboh karena Australia tidak lagi mengekspor daging ke Indonesia. Kenapa Sulsel tidak menyuplai daging ke Jakarta, termasuk ikan,” terangnya.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=68225

Comeliness
July 5th, 2011, 08:47 PM
Dermaga Bira, Bulukumba

Photo by wijiwilopo (http://www.panoramio.com/photo/25771657)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/25771657.jpg
Kapal di dermaga.

Photo by wijiwilopo (http://www.panoramio.com/photo/28518854)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/28518854.jpg

Photo by wijiwilopo (http://www.panoramio.com/photo/24803900)
http://static.panoramio.com/photos/original/24803900.jpg
Dermaga Tanjung Bira.

Comeliness
July 7th, 2011, 04:31 PM
Selasa, 26 April 2011, 00:49
Sulsel Terbaik Kedua Se-Indonesia

BOGOR– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dinobatkan menjadi provinsi terbaik kedua se-Indonesia dalam kinerja penyelenggaraan pemerintahan di seluruh Indonesia. Sulsel mendapatkan poin 2,9605 di bawah Sulawesi Utara (Sulut) yang menempati peringkat pertama dengan poin 2,9701. Pada peringatan Hari Otonomi Daerah ke XV di Kantor Wali Kota Bogor, kemarin, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi memberikan piagam penghargaan kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Sementara Satya Lencana Karya Bakti Praja Nugraha sebagai penghargaan atas predikat Sulsel itu akan diberikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Agustus,mendatang. Upaya Pemprov Sulsel untuk memperoleh penghargaan pemerintah berkinerja terbaik di antara 33 provinsi bukan hal mudah. Sejumlah poin penilaian Tim Nasional Verifikasi Laporan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD), antara lain, pelayanan publik, kesehatan dan pendidikan masyarakat, reformasi birokrasi daerah, serta realisasi pembangunan di daerah.

Fokus penilaian tim antara lain pelayanan rumah sakit daerah dan kondisi ruas jalan provinsi dan nasional. Kepada SINDO di Bogor, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, Sulsel hanya kalah dari Sulut pada penilaian kinerja pengelolaan keuangan daerah dari sekian syarat administrasi yang harus dipenuhi. Provinsi dengan ibu kota Manado itu meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam tiga tahun terakhir.Sementara,Sulsel mendapat predikat pengelolaan keuangan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atau setingkat di bawah WTP.

“Hanya itu yang mendongkrak poin Sulut,selebihnya Sulsel unggul dari sekian syarat administrasi yang menjadi penilaian. Jadi tahun depan, ditargetkan untuk menjadi yang terbaik di Indonesia dalam kinerja penyelenggaraan pemerintahan,” tegasnya. Untuk tingkat kinerja pemerintah kabupaten, dua daerah di Sulsel juga memperoleh penghargaan yakni Kabupaten Enrekang diperingkat ke-6 dan Kabupaten Luwu Utara diperingkat ke-8. Piagam penghargaannya diterima Wakil Bupati Enrekang Nurhasan dan Bupati Luwu Utara,Arifin Junaidi.Untuk kategori kota,dari tiga kotamadya di Sulsel, tidak satu pun masuk nominasi.

Menurut Syahrul, Sulsel mendapat poin tinggi dari program pendidikan dan kesehatan gratis karena merupakan satusatunya program provinsi di seluruh Indonesia.“Apalagi, ada nilai plus dimana Sulsel menyekolahkan mahasiswa program S3 di luar negeri setiap tahun,” katanya. Syahrul menambahkan, penghargaan tersebut membuktikan, provinsi tetap kompak dengan pemerintah kabupaten/ kota di tengah bingkai otonomi daerah.Menurutnya, kepada semua bupati/wali kota ditekankan untuk menyelenggarakan pemerintahan yang akuntabel dan transparan untuk peningkatan pelayanan masyarakat.

Sebelumnya, terdapat lima provinsi yang masuk nominasi penganugerahan dari Kemendagri dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan- RB) tersebut.Tiga provinsi lain adalah Jawa Tengah, Riau, dan Lampung. Di tempat terpisah, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang mengaku sangat gembira dengan predikat Sulsel sebagai provinsi terbaik kedua pada tahun ini. Namun, pada 2012 mendatang,Pemprov Sulsel berupaya dapat meraih peringkat pertama pada penghargaan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. “Mudah- mudahan kami bisa mendapatkan lagi yang lebih baik.

Sebenarnya pengelolaan penduduk 8 juta jiwa seperti di Sulsel dan 2 juta jiwa di Sulut itu berbeda.Sehingga kami berharap tahun mendatang ada kategori wilayah kecil, sedang, dan besar,”katanya. Dia mengungkapkan bahwa program kesehatan dan pendidikan gratis tetap menjadi andalan Sulsel untuk meraih penghargaan berikutnya. Namun demikian, dia mengaku bahwa implementasi kedua program itu tidak mudah. Sebab, tidak semua pemerintah tingkat kabupaten dan kota punya kemampuan untuk menyiapkan pembiayaan pendidikan dan kesehatan gratis.

Sementara itu, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Djohermansyah Djohan membenarkan jika perbedaan peringkat antara Sulut dengan Sulsel dikarenakan kinerja pengelolaan keuangan daerah.Menurutnya, predikat WTP membuat Sulut lebih unggul dibanding Sulsel.“ Kedua provinsi nyaris sama dari hasil evaluasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD).Hanya saja, Sulut lebih unggul dalam pengelolaan keuangan daerah karena predikatnya WTP,” jelasnya dalam konprensi pers di Kantor Wali Kota Bogor,kemarin.

Wapres: Perbaiki Tata Kelola Keuangan
Wakil Presiden Boediono meminta para kepala untuk memperbaiki sistem pengelolaan keuangan. Sebab, manajemen keuangan menjadi salah satu indikator paling fundamental dalam mewujudkan pemerintahan yang baik (good government). “Pengelolaan keuangan di daerah sangat mutlak harus dijaga setertib mungkin.

Itu landasan bagi apapun, termasuk pelayanan publik yang bermuara bagi masyarakat,” ujar Wapres dalam peringatan Hari Ulang Tahun Ke- 15 Otonomi Daerah (Otda) yang digelar di Plaza Balai Kota Bogor, Jawa Barat,kemarin. Dengan sistem pengelolaan yang benar,Wapres berharap ketika di audit oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) hasilnya mendapat predikat wajar tanpa pengecualian (WTP). Di sisi lain,Wapres juga mengingatkan BPK agar bisa memberikan asistensi maupun saransaran perbaikan dalam hal pengelolaan keuangan kepada para kepala daerah. Pada kesempatan yang sama, Boediono juga memberikan ucapan selamat kepada para kepala daerah yang berhasil menyabet kriteria sebagai penyelenggara pemerintahan terbaik se-Indonesia.

“Ini adalah suatu pengakuan kinerja Bapak/Ibu dalam melayani masyarakat,” ujar pejabat kelahiran Blitar,Jawa Timur,ini. Menurut dia,penilaian yang dilakukan Kemendagri sudah komprehensif dan objektif. Sebab terdapat 173 indikator penilaian daerah yang berprestasi secara nasional,mulai dari lingkungan hidup,tata ruang,catatan sipil dan ketahanan pangan. “Saya optimistis terhadap penyelenggaraan pemerintahan. Dengan inovasi di berbagai daerah. Saya berharap kepala daerah lainnya juga termotivasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,”jelasnya.

Mendagri Gamawan Fauzi memberikan penghargaan kepada 23 Pemerintah Daerah se- Indonesia yang memiliki kinerja penyelenggaraan pemerintahan terbaik, salah satunya Pemkot Bogor. Penetapan peringkat itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi No. 120-276 Tahun 2011. Gamawan menetapkan, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Jawa Tengah sebagai provinsi yang berprestasi paling tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan pada 2009 lalu. “Selain itu, kami juga telah menetapkan 10 besar penyelenggara pemerintahan bagi Kabupaten dan Kota yang berprestasi paling tinggi secara nasional. Dengan skor 2,7913 dan Kota Bogor berada di peringkat ke-10 dari 86 kota, dengan 107 indikator penilaian,”kata Gamawan. Seputar Indonesia - abriandi/haryudi

Source: http://www.makassarterkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2346:sulsel-terbaik-kedua-se-indonesia-&catid=44&Itemid=139&joscclean=1

Comeliness
July 8th, 2011, 11:42 PM
Selasa, 21 Juni 2011, 21:45 WITA |
Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Ketahanan Pangan

Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo akan menerima penghargaan bidang ketahanan pangan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Agus Sumantri di Makassar, Selasa, mengatakan, penyerahan penghargaan tersebut akan dilakukan oleh Menteri Pertanian Suswono pada Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XIII di Tenggarong, Kalimantan Timur pada Rabu, 23 Juni 2011.

Tanda kehormatan negara ini diberikan kepada Provinsi Sulsel karena mampu mempertahankan produksi padi di atas lima persen atau di atas 4,3 juta ton selama tiga tahun berturut-turut pada 2008 hingga 2010. Sementara pada 2011, produksi padi Sulsel ditargetkan sebanyak 4,9 juta ton dengan target produksi beras mencapai lebih dari 2,9 juta ton. Dari target ini, diharapkan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sektor pertanian Sulsel mencapai Rp23 triliun pada 2011 atau naik Rp1 triliun dibandingkan 2010. Beras dan jagung merupakan dua komoditas pertanian yang memberikan kontribusi terbesar pada PDRB Sulsel 2010 senilai Rp18,3 triliun.

Sebelumnya, pada pembukaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulsel dan pelepasan kontingen Sulsel pada Pekan Nasional KTNA XIII 2011, Gubernur meminta organisasi dan instansi di bidang pertanian untuk merumuskan potensi pembentukan lembaga penyuluhan pertanian kecamatan. Ia berharap, KTNA bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan dinas pertanian merumuskan regulasi, struktur dan agenda pembentukan lembaga penyuluhan pertanian kecamatan. Menurut dia, lembaga penyuluhan pertanian di tingkat kecamatan akan berdampak positif terhadap perkembangan pertanian secara luas dan cepat.

Selain itu, lembaga penyuluhan pertanian kecamatan akan memudahkan para petani mengakses berbagai teknologi pertanian melalui para penyuluh pertanian yang profesional. Hal ini juga akan mengakselerasi pembangunan pertanian di setiap kecamatan. Untuk mendukung terwujudnya operasional lembaga tersebut, ia mengusulkan bekerja sama dengan perbankan. Ia juga mengharapkan, DPRD dapat mengalokasikan anggaran di APBD perubahan 2011. (T.KR-RY/N002) 21-06-2011 17:12:12

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/29165/gubernur-sulsel-terima-penghargaan-ketahanan-pangan

Comeliness
July 10th, 2011, 07:16 PM
Bandar Udara Lagaligo, Luwu Timur

Photo by husin abdul (http://www.panoramio.com/photo/46907574)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/46907574.jpg

Photo by husin abdul (http://www.panoramio.com/photo/46906999)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/46906999.jpg
Gerbang Bandar Udara Lagaligo.

------------------------------------------------------

Senin, 04 Juli 2011, 03:37 WITA |
Sekolah Penerbangan Luwu Direncanakan 17 Jurusan

Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 17 jurusan direncanakan mengisi kurikulum pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan yang akan dibangun di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sulsel, Masykur A Sulthan, di Makassar, Minggu, mengatakan, 17 jurusan tersebut akan dibuka secara bertahap terhitung setelah pembangunan STIP ini direncanakan selesai pada tahun 2013.

"Sekolah penerbangan ada 17 jurusan. Lahan sudah siap 50 hektar, dari persyaratan yang diminta Kementrian Perhubungan," ucapnya. Menurut dia, anggaran seluruh pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk lokasi sekolah penerbangan pertama di Kawasan Timur Indonesia, seluruhnya ditanggung pusat. Ia mengemukakan, studi kelayakan, pembuatan rencana induk (master plan) dan detailed engineering design (DED) yang dianggarkan Rp1,6 miliar di APBD Sulsel 2011 sementara dalam proses penyelesaian akhir tender.

Sebelumnya, anggota Komisi D DPRD Sulsel, Amru Saher, mengatakan, anggaran untuk rencana induk Rp900 juta dan Rp700 juta untuk DED. Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Sulsel ini, rencana induk maupun DED harus cepat diselesaikan sebagai syarat agar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) segera mencairkan dana untuk pembangunan fisik STIP senilai Rp800 miliar dari APBN selama tiga tahun berturut-turut.

"Sekolah penerbangan ini sudah pasti akan meningkatkan perekomian daerah. Juga mendukung bandara Luwu jadi bandara regional, terbesar ke dua di Sulsel setelah Bandara Hasanuddin Makassar," jelasnya. Selain melatih calon pilot, STIP juga membimbing mahasiswa di bidang mekanik pesawat terbang dan pengatur lalu lintas udara. Amru mengatakan, nantinya, STIP yang dibangun disamping Bandara Lagaligo akan menampung lulusan SMA/SMK dan sekolah sederajat dari KTI sehingga tidak perlu lagi ke Curup, Jawa Barat, untuk mendapatkan pendidikan pilot. (T.pso-099/M012)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/29561/sekolah-penerbangan-luwu-direncanakan-17-jurusan

Comeliness
July 12th, 2011, 05:57 PM
Tonasa

Photo by Makmur SSi (http://www.panoramio.com/photo/16903565)
http://i52.tinypic.com/sdixci.jpg
Kantor Pusat Semen Tonasa.

Rabu, 06 Juli 2011 | 00:50:22 WITA |
Ganti Sattar Setelah Tonasa V Tuntas

MAKASSAR, FAJAR -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, kembali menegaskan sikap politisnya terkait jajaran direksi PT Semen Tonasa. Syahrul ngotot dengan pendirian semula tetap mempertahankan Sattar Taba sebagai direktur utama hingga tuntasnya megaproyek Tonasa V yang sementara berjalan. Penegasan itu disampaikan Syahrul di kantor DPRD Sulsel, usai menerima pengumuman opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Selasa, 5 Juli.

Syahrul bahkan mengaku sangat kecewa dengan jajaran direksi PT Semen Gresik sebagai holding companie Semen Tonasa yang mengagendakan pergantian direksi pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Semen Gresik. Agenda ini memang berlangsung meski akhirnya berakhir deadlock alias tanpa keputusan.

“Lillahi ta’ala, saya ini tidak punya kepentingan di sana (Semen Tonasa, red). Saya hanya mau pabrik yang menjadi kebangaan warga Sulsel itu bisa lebih baik ke depan. Selesaikan dulu Tonasa V baru kita bicara Sattar. Setelah selesai itu, Sattar juga boleh selesai,” tegas Syahrul.

Dia pun mengatakan sangat kecewa dengan kebijakan dari pusat terutama induk PT Semen Gresik yang ingin “memasukkan orangnya”. Syahrul bersikukuh “memakai” putra lokal agar bisa mengontrol Tonasa. “Kalau ada apa-apa, bisako (direksi, red) saya tagih. Kalau kau di Jakarta, di mana bisa saya cari? Kalau orang di sini mana mungkin mau main-main. Saya mau jelas siapa yang kontrol,” kata Syahrul.

Kekhawatiran lain, kata dia, nilai aset unit V itu sebesar Rp5,7 triliun. Syahrul takut, jika di tengah jalan terjadi pergantian direksi, maka bisa amblas aset itu. Apalagi saat peminjaman kredit di bank, Syahrul selaku gubernur atas perintah mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, saat itu menjadi penjamin utama mendapatkan kredit perbankan.

Syahrul juga membeberkan, dirinya ngotot menahan Sattar hingga Tonasa V selesai demi menghargai kinerja sebelumnya. “Apakah susahnya? Menjadi status quo seperti ini karena diganggu dari sana (Jakarta, red),” ungkap dia. “Sattar itu membawa Tonasa dari aset Rp48 miliar menjadi Rp800 miliar. Masa prestasinya tawwa tidak dihargai. Bagaimana Republik ini?” ungkap mantan Bupati Gowa ini. (aci)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110706005022-ganti-sattar-setelah-tonasa-v-tuntas

Comeliness
July 13th, 2011, 07:01 PM
Semen Tonasa, Pangkajene


Photo by suriyadi (http://www.panoramio.com/photo/15200332)
http://i55.tinypic.com/2881g92.jpg
Kantor Pusat Semen Tonasa


Photo by suriyadi (http://www.panoramio.com/photo/15200332)
http://i51.tinypic.com/2d1mo0n.jpg
Pabrik Semen Tonasa


Photo by suriyadi (http://www.panoramio.com/photo/15200332)
http://i54.tinypic.com/290q344.jpg
Pelabuhan Semen Tonasa

Friday, 8 July 2011
Wacana spin-off Tonasa sulit direalisasikan
Pabrik Semen Tonasa, 99,9% sahamnya dimiliki PT Semen Gresik.
Oleh M Noor Korompot

MAKASSAR: Wacana Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo yang akan meminta manajemen PT Semen Gresik Tbk melakukan spin-off anak usahanya PT Semen Tonasa dinilai sulit direalisasikan. Pengamat Ekonomi Universitas Hasanuddin Hamid Padu mengatakan Pemprov Sulsel wacana tersebut sulit direalisasikan dengan berbagai pertimbangan. “Pertanyaanya, seberapa besar surplus anggaran Sulsel untuk membeli saham Tonasa di Semen Gresik. Dan apakah secara politik dewan [DPRD] bisa mendukung keinginan tersebut,” ujarnya kepada Bisnis.

Wacana agar PT Semen Gresik Tbk melakukan spin-off PT Semen Tonasa tersebut mencuat berkaitan dengan kisruh penetapan calon direksi PT Semen Tonasa yang tertunda-tunda. Pernyataan Gubernur Sulsel ini berkaitan dengan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Semen Tonasa yang akan diulang kembali setelah tertunda. Sedianya RUPSLB ini sudah selesai diselenggarakan pada Juni 2011.

Penundaan tersebut membuat Gubernur Sulsel kecewa dengan manajemen PT Semen Gresik karena dinilai tidak mendengar aspirasi daerah. Adapun aspirasi daerah yang dimaksud adalah meminta Semen Gresik tidak mengganti direksi Semen Tonasa hingga proyek Unit V selesai dan menghendaki agar menunjuk putra daerah sebagai direksi.

Hamid mengatakan pada intinya spin off adalah memisahkan satu perusahaan dari perusahaan induk (holding) untuk berdiri sendiri. Langkah ini hanya dapat dilakukan dengan cara membeli saham PT Semen Tonasa dari holding-nya yaitu Semen Gresik yang merupakan badan usaha milik negara. “[Dengan berbagai pertimbangan ini], sebaiknya Pemprov membuat industri semen baru dengan melibatkan perusahaan daerah dibandingkan dengan mendorong spin-off PT Semen Tonasa,” tegasnya.

Dia menilai dengan membangun pabrik semen baru, Pemprov dapat menentukan sendiri siapa direksi yang diinginkan sesuai dengan semangat melahirkan putra daerah yang berprestasi. Adapun jika Pemprov bermaksud membeli seluruh saham di PT Semen Tonasa berarti Tonasa berpeluang menjadi badan usaha milik daerah (BUMD).

Berdasarkan data laporan keuangan daerah 2010 yang dirilis oleh Pemprov Sulsel dan kemudian mendapat penilaian wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru–baru ini diketahui bahwa sisa lebih pembiayaan anggaran Sulsel dari APBD 2010 hanya Rp290 miliar. Sedangkan aset Pemprov Sulsel sendiri hingga saat ini baru mencapai Rp9 triliun. Semen Tonasa yang 99,99% sahamnya saat ini dimiliki oleh Semen Gresik diperkirakan memiliki aset lebih dari Rp6 triliun diantaranya termasuk Pabrik Unit Tonasa V dan pembangkit listrik yang kini sedang dibangun.

Hamid mengatakan opsi spin-off hanya dapat dilakukan jika pemegang saham di holding semen ini yaitu pemerintah, Semen Gresik dan publik sepakat memecah kepemilikan sahamnya. “Itupun kalau pemegang saham sepakat. Sebab jika tidak bersepakat, maka tidak mungkin spin-off dapat dilakukan. Kemungkinan skenario lainnya adalah para pemilik saham dalam rapat pemegang saham setuju untuk melaksanakan spin-off,” kata Hamid. (roy)

Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/07/wacana-spin-off-tonasa-sulit-direalisasikan/

Comeliness
July 16th, 2011, 06:32 PM
PT Energi Sengkang ALSTOM


Photo by tegarsuseno (http://www.panoramio.com/photo/5360884)
http://i55.tinypic.com/2i9nnf5.jpg

Kamis, 7 July 2011
Grup Bakrie Incar Enam Sumur Gas Sengkang

Grup Bakrie berencana mengucurkan investasi ratusan miliar rupiah untuk mengelola enam sumur gas di Kabupaten Sengkang, Sulawesi Selatan. Perusahaan multinasional itu akan membangun industri penyulingan gas cair dan tengah menunggu persetujuan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). “Besar kemungkinan Bakrie yang akan masuk di Sengkang untuk mengelola gas cair. Saat ini sudah dalam proses di BP Migas di pusat,“kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Gunawan Palaguna kemarin.

Perusahaan itu akan menggandeng perusahaan lokal, PT South Sulawesi, dan BUMD PT Wajo Energy akan digandeng untuk menanamkan investasi serta pengelolaan sumur-sumur gas yang ada di perut bumi Sengkang. Sengkang memiliki sembilan sumur gas dengan kapasitas tak terhingga.Tiga sumur gas di antaranya dikuasai PT Energy Equity Epic Sengkang. Nah, Grup Bakrie mengincar keenam sumur yang belum dimanfaatkan tersebut.

Selama ini, gas digunakan untuk menghidupkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas milik PT Energy Sengkang, yang berkapasitas 350 megawatt. Ladang gas Sengkang merupakan sumber gas terbesar di Sulawesi Selatan. PT Energy Equity Epic Sengkang, anak usaha Energy World Corporation Ltd (Australia), memegang konsesi gas alam Sengkang hingga 2022.

Penyulingan gas cair oleh Grup Bakrie nantinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan industri, khususnya di Sulawesi Selatan. Investasi juga akan dilaksanakan untuk pembangunan dermaga pengangkutan gas cair di kawasan Wajo. Jika pembangunan pada akhir 2011 ini terealisasi, program gas perkotaan di Sulawesi Selatan dan Makassar diyakini bakal terwujud. :cheers1:

Pemerintah daerah telah merancang transmisi gas dilakukan dengan tiga cara, yakni pemipaan, pengapalan, atau dibawa truk tangki. Direktur Operasional PT Bosowa Darma Energy Arry Pasya menjelaskan, nilai investasi pembangkit akan mencapai US$ 70 juta, yang direncanakan mulai dibangun tahun ini dan selesai pada November 2011. Perusahaan akan menggandeng PT Wajo Energy untuk menyediakan gas bagi pembangkit. Kerja sama ini telah tertuang dalam nota kesepahaman yang ditandatangani beberapa waktu lalu. SULFAEDAR PAY

Source: http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/07/07/ArticleHtmls/Grup-Bakrie-Incar-Enam-Sumur-Gas-Sengkang-07072011250013.shtml?Mode=undefined

Comeliness
July 17th, 2011, 08:34 PM
Mt. Bawakaraeng

Photo by Hazama bawakaraeng (http://www.flickr.com/photos/hazamabawakaraeng/3842244286/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3445/3842244286_2a07df0d8f_z.jpg
Mt. Bawakaraeng.

Photo by Hazama bawakaraeng (http://www.flickr.com/photos/hazamabawakaraeng/3841054553/sizes/z/in/photostream/)
http://farm3.static.flickr.com/2511/3841054553_efb312302b_z.jpg
Sabo Dam.

Kamis, 14-07-2011
Menteri PU Resmikan Proyek Pengendalian Sedimen Bawakaraeng

GOWA,BKM--Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, Dipl HE didampingi Gubernur Sulsel, H Syahrul YL, Bupati Gowa, H Ichsan YL tiba di lapangan Majannang,Desa Majannang, Kecamatan Parigi, Rabu (13/7) siang. Para pejabat itu tiba dengan menggunakan helikopter. Kunjungan Djoko di Parigi untuk meresmikan proyek infrastruktur pengendalian sedimen Gunung Bawakaraeng yang meliputi tujuh sabodam, delapan CD (Consolidation Dam), jembatan serta sarana pengembangan wilayah pengendalian jalan air.

Pejabat Pembuat Komitmen Balai Besar Wilayah Sungai Jeneberang dan Pompengan (BBWSJP), Haeruddin C Maddi mengatakan, peresmian sejumlah proyek yang dilaksanakan BBWSJP dipusatkan di kawasan Jembatan Daraha dengan total anggaran Rp 456 miliar. Proyek itu dikerjakan selama enam tahun. Mega proyek ini melibatkan sejumlah kontraktor nasional seperti PT Nindya Karya, PT Wijaya Karya, PT Hazama Brantas dan PT Hutama Karya. Termasuk sejumlah kontraktor internasional asal Jepang seperti PT Takenaga serta supervisi konsultan asing yakni CTI Engenering, Yachio Engenering fhase II yang bekerja selama tiga tahun di Parigi.

Bupati Gowa, H Ichsan YL saat menyambut kedatangan Menteri PU didampingi Ketua DPRD Gowa, H Ansar Usman, Kepala BBWSJP, Adang S Ahmad, Kadis PSDA Sulsel, Soeprapto, Muspida, Kadis PU Gowa, HM Amin Yakub serta sejumlah pimpinan SKPD Gowa dan para camat mengatakan, sejak pengelolaan sedimen dilakukan balai besar, kucuran sedimen ke daerah hilir dari hulu. telah mampu dikendalikan.

Kepala BBWSJP, Adang S Ahmad menjelaskan, kurang lebih 231 meter juta longsoran pasca longsornya Gunung Bawakaraeng tahun 2004 terdapat di hulu. Dengan terbangunnya prasarana pengendalian sedimen ini ada sekitar 92 juta M3 yang tidak bisa tahan di hulu. Yang bisa ditahan melalui CD dan sandpocket sekitar 82 juta M3. Sementara sekitar 62 juta M3 berhasil masuk ke Waduk Bilibili.

''Ke depan kami masih akan melakukan pembersihan saluran intake yang dikenal dengan nama maintenance tracing,'' terang Adang. ''Semoga sabodam yang telah terbangun dapat dimanfaatkan dengan baik di masa depan,'' kata Naboru Namura. Gubernur Sulsel, H Syahrul YL menegaskan, Dam Bilbili jadi kebanggaan Sulsel karena itu dia berharap Balai dan Kementerian PU dapat menanganinya agar Sungai Jeneberang sebagai sumber air waduk bisa bermanfaat lebih baik. Syahrul memuji H Ichsan YL hebat dengan kondisi sabodam di lereng gunung di kawasan Maningbahoi, Desa Majannang yang kini sudah lebih indah dengan penataan yang baik.

Di lain pihak Menteri PU, Djoko Kirmanto mengatakan, upaya pemerintah melalui Dirjen SDA dengan bantuan pendanaan pemerintah Jepang melalui JICA telah dilakukan penyelamatan DAS (daerah aliran sungai). ''87 juta M3 sedimen telah terkendali dan 62 M3 berhasil masuk ke waduk dimana daya tampung waduk hanya mampu 27 juta M3 saja. Kedepan kiranya masih perlu dilakukan upaya-upaya lebih terpadu lagi. Besarnya potensi bencana alam di negara kita harus kita sikapi lebih serius lagi. Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah Jepang yang sejak lama telah membantu dan melakukan kerjasama dengan Indonesia,'' kilah Djoko. Proyek yang diresmikan yakni Consolidation Dam KD-1 dan KD-2, Sabodam 7 series, Jembatan merah Punggawa D'Emba, Consolidation Dam CD1, CD2,CD3 dan CD4, serta gedung pengamatan Bawakaraeng (Building Observatori Bawakaraeng).

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=52963

Comeliness
July 19th, 2011, 05:56 PM
Jumat, 15-07-2011
Proyek Jalan Poros Bone akan Dimulai, Telan Rp 2 Triliun
Diproyeksi Dimulai Tahun ini, Rampung 2013

MAKASSAR, BKM -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan merencanakan pelebaran jalan di poros Bone-Makassar dengan membelah beberapa hutan dan bukit. Proyek yang diestimasi menghabiskan Rp 2 triliun ini, menjadi salah satu proyek infrastruktur dengan anggaran terbesar sepanjang 10 tahun terakhir di Sulsel. Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Mu'mang, kepada wartawan Kamis (14/7), mengatakan, anggaran yang digunakan untuk pelebaran jalan itu mencapai lebih dari Rp 2 triliun.

Saat ini, kata dia, desain pelebaran jalan dan jalan tembus itu masih dalam perampungan. "Sebenarnya rencana pelebaran jalan itu sudah diusulkan sejak tahun 2000 lalu. Namun nanti pada saat Pak Jusuf Kalla menjadi Wakil Presiden baru dilanjutkan realisasinya," ujar Agus usai melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan jalan nasional di UPTD Kantor PU Baddoka, siang kemarin.

Dijelaskan Agus, desain rancangan jalan tembus dan pelebaran jalannya akan rampung pada tahun ini. "Sementara keseluruhan pengerjaannya diusahakan selesai pada tahun 2013 mendatang," terangnya.

Dengan adanya pelebaran jalan ini, masyarakat dari Makassar ke Bone tidak perlu lagi memakan waktu lama. Panjang jalan Makassar-Bone mencapai 172 kilometer. Nantinya jalan akan dirancang membelah beberapa bukit untuk pelebaran di daerah Camba, Maros hingga Koppe, Bone."Dulunya kalau ke Bone biasanya menggunakan waktu sekitar empat hingga lima jam. Namun jika pengerjaan jalan ini rampung kemungkinan hanya menggunakan waktu dua jam saja," terangnya lagi.

Agus mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak PU pusat untuk mengerjaan jalan ini. Bahkan, sambungnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo juga merespons dengan baik dan akan terus memantau hasilnya. Anggota Komisi D DPRD Sulsel Burhanuddin Baharuddin, mengatakan, sangat merespons dan mendukung usulan perbaikan jalur poros Bone yang memang sudah rusak parah. Meski demikian ia berharap agar PU dapat mendesain proyek tersebut sebaik mungkin, mengingat jalur yang menghubungkan Makassar - Bone merupakan daerah pegunungan yang cukup berliku. "Harus dirancang desain jalan sebaik mungkin," ucap Burhanuddin.

Koordinator Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel ini menanggapi kondisi jalan menuju kabupaten Bone merupakan wilayah yang cukup tinggi dan banyak belokan. Sehingga memang perlu ada jalan yang bisa diluruskan. "Kalau ada tokoh yang berhasil memperbaiki jalan tersebut, tentu akan mendapat dukungan dari masyarakat kabupaten Bone," jelas legislator Partai Golkar Sulsel dari daerah pemilihan (dapil) Gowa, Takalar dan Jeneponto ini.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=53012

Comeliness
July 22nd, 2011, 04:24 PM
Sabtu, 16 Juli 2011, 03:35 WITA |
Gubernur Sulsel Tegaskan Fokus Bangun jalan

Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo menegaskan disisa dua tahun kepemimpinanya bersama Agus Arifin Nu'mang digunakan untuk fokus membangun infrastruktur jalan.

"Insya Allah untuk tahun ini mudah-mudaham kita konsentrasi untuk menagani jalan-jalan yang ada. Memang ada pilihan yang mana yang harus kita prioritaskan," ucapnya saat menjawab pemandangan umum fraksi-fraksi atas pertanggungjawaban APBD 2010 dalam sidang paripurna DPRD Sulsel di Makassar, Jumat.

Ia mengatakan, banyak hal yang terkait dengan masalah jalan dan infrastruktur yang segera akan dibenahi. Syahrul mengemukakan dalam tiga tahun terakhir, ia fokus pada penyelenggaraan program kesehatan gratis dan program pendidikan gratis. "Saya ingin sampaikan bahwa anggaran kita selama tiga tahun untuk kesehatan gratis sekitar 452 miliar atau setara dengan 906 km, yang sebelumnya tidak pernah ada," ucapnya.

Demikian juga dengan anggaran pendidikan gratis dalam tiga tahun terakhir dari APBD Sulsel, kata Syahrul jumlahnya diatas Rp700 miliar yang setara dengan pembangunan jalan 1.500 km. Ia mengemukakan, sepanjang 2010 terdapat 57 km jalan yang dibangun dari APBD Sulsel, penanganan berkala 12 km, serta pematangan lahan 39 km. Sementara Ketua Komisi D DPRD Sulsel Hery Suhari Attas mengatakan, perbaikan jalan provinsi Sulsel yang rusak berat sepanjang 600 km memerlukan dana minimal Rp900 miliar.

Ia mengemukakan jika keinginan Gubernur Sulsel untuk fokus pada pembangunan jalan mulai APBD 2012 akan didukung sepenuhnya oleh DPRD. "Jawaban Gubernur yang menyebutkan akan fokus pada jalan, kami sambut baik, dan setiap saat kami suarakan di DPRD," ucapnya.

Politis Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) ini mengatakan, dari 1.250 km panjang jalan Sulsel, 35 persen di antaranya tidak pernah diperbaiki dan sudah berusia di atas 10 tahun bahkan banyak yang di atas 15 tahun. Untuk membangun kembali jalan rusak, lanjutnya, dibutuhkan anggaran rata-rata Rp1,5 miliar setiap satu km.(T.pso-099/S006)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/29922/gubernur-sulsel-tegaskan-fokus-bangun-jalan

Comeliness
July 25th, 2011, 06:02 PM
Kakao di Masamba ( Luwu Utara)

Photo by Maghfir Rafsan Jamal (http://www.panoramio.com/photo/32306227)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/32306227.jpg
Tugu Kakao - Masamba

Photo by Maghfir Rafsan Jamal (http://www.panoramio.com/photo/32306127)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/32306127.jpg
Kakao Muda.

Photo by Maghfir Rafsan Jamal (http://www.panoramio.com/photo/32306178)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/32306178.jpg
Kakao Masak.

Comeliness
July 25th, 2011, 08:32 PM
Jumat, 22 Juli 2011 | 01:00:50 WITA |
Raksasa Industri Cokelat Incar Sulsel

http://www.fajar.co.id/img_berita/592GRAFIS-INVESTASI.jpg
Anbas/Fajar
Grafis

MAKASSAR, FAJAR -- Upaya pemerintah menggiring investasi ke luar Pulau Jawa ditangkap Pemprov Sulsel dengan melakukan berbagai upaya. Salah satunya, mengundang tiga raksasa industri makanan cokelat dunia mulai melirik Sulsel. "Pihak Nestle dan Delfi akan bekerja sama dengan pemprov untuk memberikan kemampuan teknis pada petani kakao dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya," jelas Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Sulsel Irman Yasin Limpo, Kamis, 21 Juli.

Menurut dia, penandatanganan kerja sama dengan kedua perusahaan tersebut akan dilaksanakan pada Rabu, 27 Juli nanti. "Ini berarti dua korporasi besar yang konsen pada industri kakao (Nestle-Delfi dan Mars) akan masuk ke Sulsel. Perusahaan ini adalah raksasa industri cokelat dunia," terangnya. Irman berharap dengan masuknya raksasa cokelat dunia itu untuk membantu produksi bisa diikuti dengan pembangunan pabrik pengolahannya. "Kita harapkan raksasa industri itu membangun pabrik setelah produksi kakao kita pulih dengan kualitas yang baik," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel Zulkarnain Arief meminta agar pemerintah lebih konsentrasi pada industri berbasis komoditas daerah. Diantaranya industri cokelat sehingga ada nilai tambah ekonomi pada masyarakat berupa penyerapan tenaga kerja."Itu berarti pemerintah juga akan mendapatkan pendapatan pajak, dan devisa ekspor. Efeknya sangat besar," jelas Zulkarnain.

Untuk diketahui, Mars, Incorporated adalah pencipta cokelat batang paling terkenal, seperti Snickers, Twix, Mily Way, Skittles, dan M & Ms. Perusahaan ini, meraup pendapatan USD30 miliar pada 2010 dan menduduki peringkat ke-6 di Forbes dalam daftar perusahaan swasta terbesar Amerika pada 2009. Mars dikenal untuk kerahasiaan dan kesempurnaan pada manajer pelatihan, bahkan menamai diri mereka sebagai "Mars-The Ultimate Business School".

Pada 2007, Mars memasuki bisnis perawatan hewan peliharaan, ketika membeli Doane Petcare Company, distributor merek makanan hewan peliharaan populer seperti Pedigree dan whiskas. Sedangkan pada 2008, Mars bergabung dengan Berkshire Hathaway Incorporated dan membeli Wm. Wrigley Jr Company, produsen permen karet terbesar dunia.

Sementara Nestle adalah perusahaan dunia terkemuka makanan dan minuman. Tahun lalu, Nestle melanjutkan investasinya ke Asia Tenggara untuk memperluas bisnis dan fasilitas pabrik, termasuk 29 juta CHF (Swiss Franc) di Indonesia pada 2009. Pada 2008, bisnis Nestle di kawasan ini menunjukkan pertumbuhan nyata 15 persen dan penjualan sekitar 5 miliar CHF.

Di Indonesia, Nestle telah menginvestasikan lebih dari USD100 juta yang merupakan nilai penanaman modal terbesar ketiga Nestle di dunia. Perusahaan itu menginvestasikan 29 juta CHF dana pada tahun 2009, yang mendukung perluasan pabrik susu Kejayan di Jawa Timur, untuk memenuhi meningkatnya permintaan. Kini, pabrik di Kejayan menjadi satu dari 10 pabrik pemrosesan susu terbesar Nestle di dunia.

Nestle secara global juga telah menginvestasikan sekitar 2 miliar CHF untuk riset dan pengembangan tahun lalu. Salah satu proyek riset di kawasan ASEAN adalah proyek yang dikerjakan bersama Institut Riset Kopi dan Kakao Indonesia (ICCRI), untuk budidaya skala besar tanaman kakao menggunakan teknologi embriogenesis somatik. Melalui kerja sama ini, 1,1 juta bibit kakao yang berproduktivitas tinggi dan tahan penyakit telah disebarluaskan. Angka ini diperkirakan bisa mencapai 70 juta tahun ini.

...

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110722010050-raksasa-industri-cokelat-incar-sulsel%27

Comeliness
July 26th, 2011, 07:52 PM
Selasa, 26 Juli 2011 | 01:26:16 WITA |
Monorel Tanpa Intervensi Asing
Proyek Nasional Pertama, Tiket Gunakan Sistem Smart Card
Editor: Silahuddin Genda
Reporter: Harifuddin

http://i52.tinypic.com/2d94rj5.jpg
Jumain Sulaiman/Fajar
SERIUS. Syahrul Yasin Limpo, Ilham Arief Sirajuddin menandatangani MoU proyek pembangunan monorel di Gubernuran, Senin 25 Juli. (kanan atas) dan Grafis


MAKASSAR, FAJAR -- Keseriusan Kalla Grup berinvestasi pada proyek pembangunan monorel kawasan Mamminasata ditunjukkan dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU). Dokumen MoU atau nota kesepakatan ditandatangani bersama Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, Pemkab Gowa, dan Pemkab Maros di Gubernuran, Senin, 25 Juli. Direktur Utama PT Hadji Kalla, Fatimah Kalla dan Direktur Pengembangan Solihin Jusuf Kalla mewakili Kalla Grup. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, Bupati Maros, Hatta Rahman, dan Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo juga bertanda tangan disaksikan mantan Wakil Presiden, HM Jusuf Kalla.

Kesepakatan antara investor dan pemerintah antara lain kesanggupan penyediaan infrastruktur monorel oleh investor. Pemerintah bertanggung jawab menyediakan lahan serta kendaraan feeder atau pengumpan menuju stasiun atau terminal monorel. Bila moda transportasi massal modern ini terealisasi, akan menjadi proyek monorel nasional pertama. Mulai dari pendanaan, teknologi, hingga tenaga kerjanya, semua dikerjakan tanpa intervensi asing alias memercayakan kemampuan anak negeri.

Solihin Jusuf Kalla mengungkapkan, investasi monorel yang diperkirakan antara Rp3 triliun sampai Rp4 triliun dana Kalla Grup. Kalaupun menggunakan loan atau pinjaman perbankan, kerja sama hanya dengan bank nasional dengan komposisi 30 persen. Teknologi monorel sepenuhnya menggunakan rancangan yang dikembangkan PT Bukaka Teknik Utama di Cileungsi. PT Bumi Karsa ditunjuk untuk pembangunan konstruksi tiang dan jalur lintasan monorel. Kalla Grup memulai studi kelayakan atau feasibility study monorel sejak penandatanganan MoU dengan perencanaan selama enam bulan sampai satu tahun. Bila FS menilai monorel layak di Makassar, pembangunan konstruksi dimulai 2012 dengan target proyek selama tiga tahun.

Mantan Wapres RI, Jusuf Kalla mengakui, angkutan massal ini bukanlah barang baru, tetapi monorel di Makassar awal rencana besar. Proyek ini juga menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel dan KTI. Apalagi mengandalkan kemampuan anak negeri seperti yang berhasil dilakukan pada pembangunan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. "Masa teknologi seperti ini masih menggunakan teknologi asing. Makanya harus dibuat dengan teknologi dalam negeri sendiri. Kita harus mengandalkan dan memercayai kemampuan sendiri," ujar JK di Baruga Sangiaseri.

Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengemukakan, pesatnya pembangunan di Sulsel utamanya Makassar berimplikasi pada aspek lain. Semakin banyak orang yang masuk ke Makassar, sehingga membutuhkan kendaraan untuk mobilitasnya dan berdampak pada kemacetan. Kepemilikan kendaraan pribadi tidak hanya dampak dari kemampuan atau daya beli masyarakat yang meningkat, tetapi karena sarana transportasi publik yang nyaman juga belum tersedia. Monorel di Makassar bisa menjadi kebanggaan masyarakat yang dapat ditunjukkan kepada dunia sebagai satu-satunya dan pertama di Indonesia.

Makassar Tahap Pertama
Tahap pertama pembangunan monorel direncanakan di pusat Kota Makassar. Solihin Jusuf Kalla mengungkapkan, tahap pertama pembangunan pada jalur green line dengan panjang 15 kilometer. Jalur monorel menghubungkan Makassar Mall- Ahmad Yani-Pantai Losari-Jalan Jenderal Sudirman-Alauddin-Pettarani-Urip Sumoharjo. Jalur monorel juga direncanakan dari pusat kota ke bandar udara. Pengembangan monorel akan terus berlanjut dengan jalur ke Kabupaten Maros dan Gowa, sehingga menjadi moda transportasi lintas kawasan Mamminasata.

Kendati lintasan monorel berada di median jalan, namun tidak akan merusak jalur hijau. Tiang lintasan dapat ditinggikan atau berada di antara pepohonan dan gedung. Setiap stasiun juga mampu melayani warga dalam radius dua kilometer, tetapi dengan perbaikan jalur pedesterian. Monorel menjadi solusi mengatasi kemacetan dengan konstruksi jalur lintasan melayang. Tiang penyangga lintasan berada di median jalan dengan dimensi satu meter persegi. Rangkaian monorel terdiri dari tiga unit gerbong berkapasitas 375 penumpang. Dua lintasan atau track gerbong bertumpu di atas tiang penyangga. "Durasi waktu antara rangkaian gerbong satu dan lainnya fleksibel, sekitar 3-5 menit sehingga sangat mendukung mobilitas masyarakat yang cepat," tutur Solihin.

Sistem tiket monorel di Makassar mengadopsi e-ticket di Singapura menggunakan smart card. Investor berharap pemerintah dapat memberikan subsidi tarif, sehingga semua kalangan dapat menikmati transportasi modern yang lebih nyaman. Tarif monorel direncanakan antara Rp7000 sampai Rp10 ribu sekali jalan. Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin mengaku telah berkonsultasi dengan gubernur terkait subsidi tarif. "Masyarakat sebenarnya sangat diuntungkan dengan hadirnya transportasi lebih cepat dan nyaman. Kehilangan akibat terlalu lama di jalan bisa ditekan," tuturnya.

Waktu tempuh dari pusat kota ke Daya misalnya, hanya sekira 20-30 menit. Selama ini, waktu tempuh menggunakan petepete bisa mencapai 1,5 jam. Kemacetan di Makassar memang sudah cukup parah, kendati penambahan volume jalan dilakukan akibat volume kendaraan yang juga terus bertambah. Sarana angkutan yang beroperasi di ruas jalan Makassar sekitar 700 ribu setiap hari. Jumlah ini terus bertambah dibanding 2009 lalu yang tercatat sekitar 514 ribu orang per hari.

Jusuf Kalla menyebut kemacetan di Makassar nyaris mirip di Jakarta. Sekitar 30 persen waktu produktif hanya dihabiskan duduk di kendaraan. Waktu produktivitas hilang dan masyarakat mengalami banyak kerugian akibat kelamaan di angkutan umum. Ketersediaan angkutan massal di Kota Makassar sudah sangat mendesak. Selama ini, masyarakat banyak memilih menggunakan kendaraan pribadi, karena tidak tersedia angkutan massal yang nyaman dan lebih cepat.

Kondisi ini berimplikasi pada kemacetan yang parah. Penggunaan badan jalan sebagai lokasi parkir kendaraan semakin memperparah kondisi lalu lintas. Apalagi, sepanjang Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Perintis Kemerdekaan telah berkembang menjadi kawasan bisnis, pendidikan, dan permukiman, sehingga sangat rawan kemacetan. "Investasi dan industri semakin banyak yang masuk karena kota telah ditunjang infrastruktur yang lebih baik," tutur JK.

Penerapan monorel di Makassar dinilai lebih tepat dibanding moda angkutan massal lainnya seperti busway dan subway. Bahkan, bila dibanding busway, investasi pembangunannya lebih murah. JK menyebut busway sebagai angkutan massal dengan ongkos atau investasi termahal. Jalur khusus busway memanfaatkan badan jalan selebar lima meter atau hampir 1/3 total lebar jalan. Biaya pembebasan lahan saja bisa mencapai Rp5 triliun. Belum biaya pengadaan unit bus dan perawatannya. Transportasi modern lain seperti subway dengan jalur lintasan di bawah tanah seperti yang dikembangkan negara maju, lebih rumit lagi diterapkan di Indonesia secara umum. Pembangunan yang tidak terancang dengan baik serta sistem drainase yang buruk menjadi kendala pembangunan subway.

Pengumpan
Pengoperasian monorel di Makassar tidak akan mematikan atau menghilangkan petepete atau alat transportasi lain yang lebih dahulu eksis. Petepete dan lainnya justru menjadi feeder atau pengumpan ke stasiun monorel. Solihin Jusuf Kalla mengemukakan, keberadaan feeder yang mengangkut penumpang ke stasiun monorel justru sangat dibutuhkan. Penyediaan feeder bahkan masuk dalam bagian MoU yang harus disiapkan pemerintah menunjang monorel.

Kepastian tetap eksisnya petepete juga dikemukakan Ilham Arief Sirajuddin. Jarak tempuh lebih singkat membawa penumpang ke stasiun monorel dengan biaya yang tetap sama. Monorel justru menguntungkan sopir petepete. Angkutan kota berpenumpang maksimal 10 orang itu mulai kekurangan penumpang sejak warga lebih banyak beralih kendaraan pribadi seperti sepeda motor maupun roda empat. Tidak sedikit pengusaha petepete yang mengeluhkan kekurangan penumpang. Jumlah petepete yang tercatat beroperasi resmi di Makassar sekitar 4500 unit. Namun, jumlah petepete tidak resmi juga tidak sedikit. Pemkot Makassar mencatat sekitar 8000 unit petepete yang beroperasi resmi dan ilegal. (*)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110726012616-monorel-tanpa-intervensi-asing%27

Comeliness
July 27th, 2011, 05:21 PM
Masamba, Luwu Utara

Photo by Maghfir Rafsan Jamal (http://www.panoramio.com/photo/47458838)
http://static.panoramio.com/photos/original/47458838.jpg

Photo by Maghfir Rafsan Jamal (http://www.panoramio.com/photo/32338143)
http://static.panoramio.com/photos/original/32338143.jpg

Photo by Maghfir Rafsan Jamal (http://www.panoramio.com/photo/32338149)
http://static.panoramio.com/photos/original/32338149.jpg

Comeliness
July 27th, 2011, 07:37 PM
Tribun Timur - Selasa, 26 Juli 2011, 20:08 WITA
Singapura Butuh Ikan Tuna dari Sulsel
Penulis : Syaekhuddin, Editor : Muh. Irham

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Dua industri pengolahan perikanan berasal dari Singapura meminta Sulawesi Selatan lebih banyak mengirim pasokan ikan terutama jenis tuna sebagai bahan baku produk mereka. Manager Fish International Sourcing House, Jansen Chua, di Makassar, Selasa, mengatakan, selama tiga tahun terakhir pihaknya telah mengimpor bahan baku berasal dari Sulsel. "Namun belum cukup memenuhi kebutuhan bahan baku," katanya. Padahal, katanya, impor bahan baku ikan itu tidak hanya dilakukan Sulsel tapi juga Sulawesi Utara, Jawa Timur, dan Jakarta.

Tetapi, katanya, hal itu tetap belum mencukupi kebutuhan bahan baku industri. Ia menjelaskan, bahan baku ikan berasal dari Indonesia tersebut diolah untuk kemudian diekspor ke China dan Thailand. Perusahaan industri pengolahan ikan lainnya, Chun Cheng Fishery Enterprise, juga meminta penambahan pasokan bahan baku berasal dari Sulsel.

Presiden Chun Cheng Fishery Enterprise, Tan Guan Ngo, mengatakan, setiap tahun kebutuhan ikan tuna untuk industri di Singapura mencapai 10 ribu ton. Dari total kebutuhan tersebut, katanya, baru 1.000 ton yang dapat terpenuhi hingga saat ini. Ia mengemukakan, rute penerbangan langsung Makassar-Singapura memperbesar peluang Sulsel menjadi pemasok utama ikan tuna.

Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang, yang menerima pimpinan dua perusahaan tersebut memaparkan bahwa Sulsel dengan sejumlah produksi komoditasnya yang melimpah saat ini membutuhkan industri pengolahan. "Minimal industri pengolahan setengah jadi. Memang beberapa tahun sebelumnya yang jadi persoalan adalah listrik. Tapi ke depan kita punya cadangan listrik hingga 300 megawatt untuk mendukung industri," katanya.

Khusus untuk perikanan, katanya, hingga saat ini Pemprov Sulsel sedang mencari investor swasta untuk melanjutkan pembangunan Pelabuhan Perikanan Untia di Makassar. "Kami telah diberikan ruang untuk mencari pihak swasta. Kami membuka peluang kerja sama dengan investor Singapura untuk bekerja sama," katanya. Jika pelabuhan di Selat Makassar tersebut telah berfungsi optimal, katanya, pengiriman hasil laut ke Singapura dapat dilakukan setiap hari karena rute penerbangan langsung Makassar-Singapura telah dibuka.

"Dalam waktu dekat akan dibuka juga rute penerbangan khusus kargo dari Makassar ke Hongkong," katanya kepada Antara. Sekretaris Dinas Perikanan Sulsel, Yohannes Tanggo, mengatakan, produksi perikanan Sulsel pada 2011 ditargetkan mencapai 311 ribu ton, sedangkan pada 2012 ditargetkan 319 ribu ton dan pada 2013 sebanyak 327 ribu ton. (*/tribun-timur.com)

Source: http://makassar.tribunnews.com/2011/07/26/singapura-butuh-ikan-tuna-dari-sulsel

Comeliness
July 29th, 2011, 06:06 PM
Photo by Maghfir Rafsan Jamal (http://www.panoramio.com/photo/29303672)
http://i52.tinypic.com/2yxn2tw.jpg
Pembuatan jalan lingkar selatan (Luwu Utara).

Photo by sarjono06 (http://www.panoramio.com/photo/48990869)
http://i53.tinypic.com/14wvsdf.jpg
Jalan Poros Malili Soroako (Luwu Timur).

Comeliness
July 30th, 2011, 08:42 PM
Sulsel sedang gencar membangun mulai dari jalan, jembatan, listrik, pariwisata, pertanian, pertambangan, dll, giat dibenahi fasilitas2nya. :)


Minggu, 24 Juli 2011, 22:05 WITA |
Sulsel Bangun 19 Ruas Jalan di 2011

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Sulawesi Selatan membangun 19 ruas jalan provinsi sepanjang 68,58 kilo meter dan jembatan dengan total anggaran Rp189 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2011. Data yang dari Dinas Bina Marga di Makassar, Minggu, disebutkan, program pembangunan jalan dan jembatan tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota, khusus untuk jembatan dibangun sekitar 293,3 meter di lima titik.

Jalan terpanjang yang dibangun yakni ruas, Solo-Paneki-Kulampu (Soppeng-Wajo) 20 kilo meter (km) Tanete-Tanah Beru (Bulukumba) 5,5 km, Pangkep-Soppeng 4,4 km, Sungguminasa-Malino (Gowa) 4 km, Palangga-Sappaya (Gowa) 4 km, Sinjai-Tondong (Sinjai) 4 km. Selanjutnya, ruas Pakkae-Takkalalla (Barru-Soppeng) 3,5 km, Malaga-Kabere (Enrekang) 3 km, Pinrang-Rappang (Sidrap) 2 km, Boro-Bantaeng (Bantaeng) 2 km, Cabenge-Salanroa (Barru-Soppeng) 2 km, Se'seng-Batas Sulbar (Tana Toraja) 2 km, Lamuru-Bojo (Bone) 1,5 km, Sinjai-Kajang (Bulukumba) 1,8 km, Salanro-Ulugalung (Soppeng) 1,3 km. Dua jalan lainnya yakni, ruas Sae (Luwu Utara)-batas Sulbar dan ruas Sae-Tallang-Sabbang (Lutra) tidak disebutkan angkanya.

Sementara jembatan yang dibangun terpanjang di jembatan Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar 80 meter, jembatan Sungai Kalempang (Sidrap) 60 meter, jembatan Sungai Genrang (Bone) 60 meter, jembatan Sungai Tandung (Luwu Utara) 60 meter, jembatan Maccini-Sombala (Makassar) 28 meter.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel Hery Suhari Attas mengatakan perbaikan jalan provinsi yang rusak berat sepanjang 600 km di Sulsel memerlukan dana minimal Rp900 miliar. "Jawaban Gubernur yang menyebutkan akan mulai fokus pada jalan, kami sambut baik, dan setiap saat itu kami suarakan di DPRD," ucapnya.

Ia mengatakan, dari 1.250 km panjang jalan Sulsel, 35 persen di antaranya tidak pernah diperbaiki dan sudah berusia di atas 10 tahun bahkan banyak yang di atas 15 tahun. Untuk membangun kembali jalan rusak seperti itu dibutuhkan anggaran rata-rata Rp1,5 miliar setiap satu kilometer.(T.pso-099/S006)

Source: http://makassar.antaranews.com/berita/30248/sulsel-bangun-19-ruas-jalan-di-2011

Thursday, 28 July 2011
PLN: 2012, Energi Listrik Sulawesi Selatan Berlimpah

Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara memprediksi, pada 2011-2012, cadangan energi listrik akan berlimpah sekitar 250-395 megawatt. Daya di PLN saat ini telah mencapai 650 megawatt (MW) dengan beban puncak malam hari sekitar 628 MW. “Sudah benar pernyataan Pak Jusuf Kalla, yang memperkirakan Sulawesi Selatan akan memiliki cadangan listrik berlimpah. Saat ini saja kami sudah kelebihan cadangan pada siang hari,“ kata Pemimpin PLN Wilayah Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara Ahmad Siang kemarin.

Ahmad menjelaskan, kondisi kelistrikan pada 2011 relatif aman, sehingga tidak ada pemadaman bergilir. Ada tiga pembangkit besar yang akan masuk ke daerah ini, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap Punagayya, Jeneponto, 2 x 100 MW milik PT Bosowa Energi; Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Takalar 95 MW; dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Barru 2 x 50 MW. PLTA Takalar, Ahmad memaparkan, akan masuk pada September tahun ini, disusul PLTA Barru dan PLTU Punagayya Bosowa pada akhir 2011.

Badan usaha milik negara ini juga sudah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga mini hidro berkapasitas 100 MW. “Selama tidak ada industri besar, cadangan listrik kita sudah sangat besar,“kata Ahmad. Dengan adanya tambahan cadangan daya, total energi perusahaan yang telah memiliki 1,2 juta pelanggan di Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara ini akan bertambah menjadi 1.000 MW.

Dengan kondisi kelistrikan seperti ini, kata Ahmad, Sulawesi Selatan mampu melayani megaproyek Kalla Group, yang akan membangun monorail di Makassar. Termasuk memenuhi kebutuhan industri perumahan, perhotelan, dan perkantoran yang tumbuh pesat. Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla, sebelumnya menjelaskan, Sulawesi Selatan akan menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki kelebihan energi listrik karena sejumlah proyek pembangkit listrik akan masuk pada akhir 2011-2012. SULFAEDAR PAY

Source: http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/07/28/ArticleHtmls/PLN-2012-Energi-Listrik-Sulawesi-Selatan-Berlimpah-28072011248004.shtml?Mode=undefined

Comeliness
August 1st, 2011, 07:06 PM
Maros

By a_rabin (http://www.flickr.com/photos/artaim/5305436601/)
http://farm6.static.flickr.com/5002/5305436601_fbeac85de3_z.jpg


Investasinya gede juga, semoga bisa direalisasikan. :)


Sabtu, 30 Juli 2011 | 20:04:08 WITA |
Investor Taiwan Siap Tanam USD 600 Juta
REPORTER: ARINI NURUL FAJAR, EDITOR: BAHARUDDIN MOENTA

MAROS, FAJAR -- Investasi terus mengalir ke Maros. Bukan hanya karena sumber daya alam yang dimiliki daerah ini, tetapi juga karena letaknya yang strategis; dekat bandara dan pelabuhan.Selain itu, Pemkab Maros belakangan ini juga giat mengundang investor ke daerahnya. Sebab diyakini, pemkab tak bisa hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah. Adanya investasi, tentu akan sangat membantu daerah yang pernah dilanda krisis keuangan ini.

Upaya melobi investor itu tampaknya cukup berhasil. Buktinya, Jumat, 29 Juli, pemkab menerima investor asal Taiwan yang didampingi mantan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Ahmad Manggabarani. Investor yang bergerak di bidang industri feronikel ini tertarik dan siap menanamkan investasinya USD 600 juta. Rencana ini terungkap dalam pertemuan dan pemaparan investor asal Kaohsiung, E United Group ini di ruang rapat utama Kantor Bupati Maros.

Sebagai tahap pertama investor ini berencana akan menyuntikkan dana USD 210 juta. Direktur Eksekutif Manajemen dan Pengembangan E United Group, Tseng Jung Ching, melalui penerjemahnya, mengatakan, alasan dipilihnya Maros karena letaknya sangat strategis, dekat dengan pelabuhan dan bandara. Selain itu, Maros juga dekat dengan Makassar. Dengan begitu, kata dia, banyak universitas yang mampu melahirkan insinyur yang bisa direkrut jadi tenaga kerja.

Rencananya mereka akan membangun pabrik pengolahan nikel di Maros. Selanjutnya dikirim ke pabrik mereka di Kota Kaohsiung, Taiwan dan China. Rencananya, pabrik yang akan dibangun berkapasitas tiga juta ton per tahun. Oleh karena itu, pihaknya butuh lahan 400 hektare. Untuk mendukung rencana tersebut, lanjutnya, mereka akan membangun pelabuhan bongkar muat serta pembangkit tenaga listrik yang berkapasitas 200 MW. Selain menanamkan modal di bidang industri nikel, E United Group juga berencana bekerja sama pada bidang pendidikan, kesehatan, real estate dan manufaktur ikan.

"Kita akan butuh banyak karyawan dan akan diprioritaskan dari Kota Maros dan sekitarnya," janjinya.Tseng menambahkan, bila permohonan mereka disetujui Bupati Maros, mereka segera mengurus perizinan dan membangun pabrik yang diperkirakan beroperasi pada 2013. Bupati Maros, HM Hatta Rahman yang menerima kedatangan investor ini merespons positif rencana tersebut. Pasalnya rencana itu secara tidak langsung membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Maros.

"Karena dengan keberadaan pabrik feronikel ini, ke depan bisa menarik ribuan tenaga kerja," ungkap Hatta usai pertemuan dan perkenalan dengan para petinggi PT Asia Max Mining Indonesia Group dari E United Group Taiwan.Hatta berharap, pertemuan ini bisa berlanjut. Bahkan, kata dia, investor ini diharapkan tidak saja membangun pabrik pengolahan nikel, tetapi juga membangun hotel dan rumah sakit seperti bisnis mereka di Taiwan. (*)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110729200409-investor-taiwan-siap-tanam-usd-600-juta

Comeliness
August 4th, 2011, 06:14 PM
Sinjai


Photo by dottoroike (http://www.panoramio.com/photo/33516530)
http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/33516530.jpg
Sawah di Balakia

Photo by dottoroike (http://www.panoramio.com/photo/33516530)
http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/33517238.jpg
Batu Massompe

Kamis, 21-07-2011
September, Sulsel Ekspor Beras ke Korea Selatan
Permintaan 200 Ribu Ton

MAKASSAR, UPEKS--Mulai September 2011 ini, Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mengekspor beras premium ke negara Ginseng (Korea Selatan). Direncanakan, sebanyak 200 ribu ton akan dikirim dan melalui pengiriman bertahap sebanyak empat tahap.

Pengiriman beras premium merupakan tindak lanjut dari kerjasama Pemrov Sulsel dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulsel dalam menyukseskan perekonomian berbasis kerakyatan. Hal ini diungkapkan Kepala Seksi Pengembangan Usaha dan Pembiayaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Wahyudin Sainuddin, kepada Upeks, Rabu (20/7) kemarin. Menurutnya, pengiriman beras ke Korsel, merupakan salah satunya provinsi di Indonesia yang melaksanakan pengiriman beras premium.

"Kami akan melakukan ekspor beras sebanyak 200 ribu ton dalam setahunnya, dengan melakukan empat kali pengiriman sebanyak 50 ribu ton sekali kirim, dan angka tersebut merupakan 10 persen dari jumlah surplus beras di Sulsel, dan kami juga akan berusaha terus untuk melakukan peningkatan produksi beras di Sulsel demi dapat mengangkat derajat petani," katanya.

Dia menambahkan, dengan dilakukannya ekspor beras keluar negeri maupun antar pulau di Indonesia, membuktikan tingkat produksi beras di Sulsel semakin membaik. Hal ini juga menandakan, angka perekonomian kerakyatan semakin membaik. Dengan adanya kerjasama tersebut, merupakan jalan untuk membuka ruang para petani dalam memasarkan hasil produksi pertaniannya. "Dan bukan hany beras yang diimpor bahkan, sejumlah komoditi pertanian lainnya sudah menjadi incaran beberapa daerah," jelasnya.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=69353

Selasa, 26 Juli 2011 02:29 WITA |
Timor Leste Tertarik Impor Beras Sulsel

Makassar (ANTARA News) - Parlemento Nacional de Republik Timor Leste menyatakan tertarik untuk mengimpor beras asal Sulawesi Selatan. Keinginan tersebut dikemukakan Ketua Komisi D Parlemento Timor Leste, Brida Antonio Correia saat diterima Komisi B dan D DPRD Sulsel di Makassar, Senin. "Kita datang kesini lakukan penjajakan, lalu kita sampaikan ke pemerintah. Kami sudah konsultasi dengan Pak Perdana Menteri sebelum kesini," ucapnya menanggapi anggota Komisi D DPRD Sulsel Irwan Intje yang menawarkan beras untuk Timor Leste. Menurut Brida Antonio, selama ini Timor Leste mendatangkan beras dari Thailand dan Vietnam, yang jelas lebih jauh dari Indonesia.

Legislator Timor Leste lainnya, Aicha Binte Umar Bassarewan optimistis hasil kunjungannya ke Sulsel secepatnya akan diaplikasikan lewat hubungan antara Timor Leste dengan Indonesia. "Ini awal penjajakan untuk bidang pertanian, bagi kami semuanya tahap awal pengembangan. Meski dinas pertanian disana mengakatakan ada peningkatan, tetapi tetap dilakukan impor," kata senator yang bersuamikan pria asal Kabupaten Bone, Sulsel. Mantan Meneteri Keungan ini mengatakan, Timor Leste mengalami perkembangan pesat setelah lepas dari Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi saat ini mencapai 12 persen, sementar belanja degara sebesar Rp1,33 miliar dollar AS.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Sulsel Lutfi Halide mengatakan Sulsel dalam tiga tahun terakhir mengalami surplus beras dengan produksi padi mencapai 4,3 juta ton di 2010. Dengan kondisi seperti ini, Sulsel hanya kalah jumlah dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, tetapi stok beras Sulsel jauh lebih aman karena penduduknya jauh lebih sedikit dibanding dua provinsi ini.

"Tiga tahun berturut-turut pertumbuhan diatas 5 persen, 580 ribu hektar luas sawah di intensifikasi. Dari lima ton menjadi delapan ton per hektar," ucapnya. Ia juga mengatakan, pengembangan padi hibrida bisa 12-15 ton per hektar, atau diatas uji coba padi hibrida yang dilakukan China di Timor Leste yang hanya sekitar 10 ton per hektar. Peluang Sulsel untuk melakukan ekspor beras ke Timor Leste, dengan pertimbangan Sulsel baru-baru ini berhasil membuka jalur distribusi pangan termasuk beras ke Singapura.(T.pso-099/E001)

Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/30289/timor-leste-tertarik-impor-beras-sulsel

Comeliness
August 6th, 2011, 07:17 PM
Bandar Udara Lagaligo, Luwu Timur

Photo by husin abdul (http://www.panoramio.com/photo/46907574)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/46907574.jpg

Photo by husin abdul (http://www.panoramio.com/photo/46906999)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/46906999.jpg
Gerbang Bandar Udara Lagaligo.

Sabtu, 30 Juli 2011 | 02:27:18 WITA |
2015, STPI Luwu Cetak Pilot
REPORTER: RASID ALFARIDZI
EDITOR: BUYUNG MAKSUM

MAKASSAR, FAJAR -- Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) yang akan didirikan di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, diproyeksikan sudah mencetak pilot mulai 2015. ASISTEN Bidang Perekonomian Setprov Sulsel, Amal Natsir, kepada wartawan mengungkapkan, saat ini kebutuhan pilot nasional mencapai 800 personel. Namun, kata dia, lembaga pendidikan pilot di Indonesia hanya mampu menyediakan pilot 320 orang per tahun.

“Sampai 2015 kebutuhan pilot nasional 4.000 orang. Padahal pasokan hanya bisa 1.600 orang. Makanya apa yang dirintis Sulsel dengan mendirikan STPI di Luwu sangat relevan, dan nanti tahun 2015 itu sudah ada keluaran,” kata Amal. Aksi mogok dari para pilot Garuda Indonesia salah satu imbas karena kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) pilot di tanah air. Menurut Amal, para pilot memiliki nilai tawar yang tinggi karena kurangnya persaingan.

“Gaji pilot saat ini terbilang tinggi untuk kelas junior. Artinya baru lulus pendidikan sudah mendapat tunjangan gaji Rp10 juta per bulan, Mana ada tamatan SMA hanya dalam waktu dua tahun menjalani pendidikan langsung dapat gaji sebesar itu. Jadi profesi ini sangat menjanjikan apalagi, sejumlah maskapai penerbangan di Indonesia memperkuat armada dengan menambah pesawat terbang,” papar Asisten Bidang Pemerintahan Setprov Sulsel, Andi Herry Iskandar.

Pembangunan fisik gedung STPI Luwu baru merampungkan rencana induk (master plan) dan detailed engineering design (DED). Pembangunan fisik belum dimulai karena baru mendapat anggaran untuk DED dari APBN tahun 2011 senilai Rp1,6 miliar. Sementara untuk penyelesaikan fisik SPTI ini membutuhkan dana Rp800 miliar bersumber dari APBN selama tiga tahun berturut-turut.

Nantinya STPI Luwu akan berdiri di atas lahan seluas 50 hektare. Inilah STPI kedua di Indonesia setelah STPI Curug Tangerang. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Sulsel, Masykur A Sulthan, mengatakan, empat jurusan akan dibuka secara bertahap terhitung setelah pembangunan STIP yang direncanakan rampung 2013 ini. Anggaran seluruh pembebasan lahan yang dibutuhkan untuk lokasi sekolah penerbangan pertama di luar Jawa ini seluruhnya ditanggung pemerintah pusat. Untuk pembangunan fisik STPI senilai Rp800 miliar dari APBN selama tiga tahun berturut-turut.

Selain melatih calon pilot, STPI Luwu juga membimbing mahasiswa di bidang mekanik pesawat terbang dan pengatur lalu lintas udara. Masykur mengatakan, nantinya, STPI yang dibangun di samping Bandara Lagaligo akan menampung lulusan SMA/SMK dan sekolah sederajat dari KTI sehingga tidak perlu lagi ke Curug, Tengerang, untuk mendapatkan pendidikan pilot. (*)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110730022718-2015-stpi-luwu-cetak-pilot%27

Comeliness
August 9th, 2011, 05:44 PM
*Utk yg mau mudik ini laporan perbaikan jalan di Sulsel. :D

Selasa, 02 Agustus 2011, 19:19 WITA |
Pemprov Sulsel Kejar Perbaikan Jalan Arus Mudik

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan mengejar perbaikan jalan selama Ramadan untuk memperlancar arus mudik darat ke kabupaten dan kota di arah selatan maupun utara Sulsel. "Jalanan kita maksimalkan, kita berusaha perlancar. Satu bulan ini kita konsentrasi agar arus-arus utama itu bisa mulus," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Selasa.

Saat ini, lanjutnya, pembangunan jalan poros baik ke arah utara maupun selatan telah dalam proses tender. "Kalau anda jalan ke arah Kabupaten Jeneponto-Bantaeng sudah mulai mulus," katanya. Fokus utama pembangunan jalan di Sulsel pada 2011-2012 adalah jalan poros Maros-Pare Pare sepanjang 115 kilometer lalu Pare-Pare ke perbatasan Sulawesi Barat batas 64 kilometer dan 110 kilometer ke arah Jeneponto hingga Sinjai. Poros penghubung Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba ditargetkan rampung 2012 yang mana 70 persen diantaranya diharapkan selesai pada 2011. Target penyelesaian jalan nasional lainnya adalah Kabupaten Bone dan Luwu.

Anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi pada 2011 mencapai Rp270 miliar sementara anggaran jalan nasional sebesar Rp900 miliar. Sedangkan perbaikan kerusakan jalan provinsi pada 2011 ditargetkan sepanjang 92 kilometer. Selama tiga tahun terakhir panjang jalan rusak yang telah tertangani mencapai 223 kilometer. Total panjang jalan provinsi yang harus ditangani sejak 2008, mencapai 900 kilometer dari total panjang jalan provinsi 1260 kilometer dimana 262 kilometer diantaranya merupakan jembatan. (T.KR-RY/S025)

Source: http://makassar.antaranews.com/berita/30572/pemprov-sulsel-kejar-perbaikan-jalan-arus-mudik

Putra Bantaeng
August 10th, 2011, 04:26 AM
*Utk yg mau mudik ini laporan perbaikan jalan di Sulsel. :D

Selasa, 02 Agustus 2011, 19:19 WITA |
Pemprov Sulsel Kejar Perbaikan Jalan Arus Mudik

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan mengejar perbaikan jalan selama Ramadan untuk memperlancar arus mudik darat ke kabupaten dan kota di arah selatan maupun utara Sulsel. "Jalanan kita maksimalkan, kita berusaha perlancar. Satu bulan ini kita konsentrasi agar arus-arus utama itu bisa mulus," kata Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Selasa.

Saat ini, lanjutnya, pembangunan jalan poros baik ke arah utara maupun selatan telah dalam proses tender. "Kalau anda jalan ke arah Kabupaten Jeneponto-Bantaeng sudah mulai mulus," katanya. Fokus utama pembangunan jalan di Sulsel pada 2011-2012 adalah jalan poros Maros-Pare Pare sepanjang 115 kilometer lalu Pare-Pare ke perbatasan Sulawesi Barat batas 64 kilometer dan 110 kilometer ke arah Jeneponto hingga Sinjai. Poros penghubung Kabupaten Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba ditargetkan rampung 2012 yang mana 70 persen diantaranya diharapkan selesai pada 2011. Target penyelesaian jalan nasional lainnya adalah Kabupaten Bone dan Luwu.

Anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi pada 2011 mencapai Rp270 miliar sementara anggaran jalan nasional sebesar Rp900 miliar. Sedangkan perbaikan kerusakan jalan provinsi pada 2011 ditargetkan sepanjang 92 kilometer. Selama tiga tahun terakhir panjang jalan rusak yang telah tertangani mencapai 223 kilometer. Total panjang jalan provinsi yang harus ditangani sejak 2008, mencapai 900 kilometer dari total panjang jalan provinsi 1260 kilometer dimana 262 kilometer diantaranya merupakan jembatan. (T.KR-RY/S025)

Source: http://makassar.antaranews.com/berita/30572/pemprov-sulsel-kejar-perbaikan-jalan-arus-mudik

makasih mas bro atas infox.... wahh... semoga besok perjalanan mudik ku ke Bantaeng lancarr..

Andhy2
August 10th, 2011, 05:27 AM
bulan lalu liburan ke Loka dengan teman˛

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/263323_2255258706930_1412216540_32624200_2889346_n.jpg

Andhy2
August 10th, 2011, 05:29 AM
menikmati pagi di atas gunung, memandang kota Bantaeng dari ketinggian :D

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/267332_10150271039904817_520064816_7012911_7299413_n.jpg

Comeliness
August 11th, 2011, 03:24 AM
Rabu, 10 Agustus 2011, 20:13 WITA |
Presiden Anugerahkan Gubernur Sulsel Bintang Mahaputra Utama

Makassar (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menganugerahkan Bintang Mahaputra Utama kepada tiga gubernur. yaitu Gubernur Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Jawa Tengah pada Jumat 12 Agustus 2011. Sekretaris Provinsi Sulsel, Andi Muallim di Makassar, Rabu, mengatakan, penghargaan tanda jasa tertinggi bagi warga sipil dari negara tersebut akan diterima Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di di Istana Merdeka, Jakarta. "Tak banyak orang yang meraih penghargaan tersebut, kecuali benar-benar punya prestasi," katanya.

Selain dianggap memiliki prestasi atau telah melakukan hal luar biasa, dia tak mengetahui persis kriteria penilaian dari anugerah tersebut. Sepengetahuannya, tim penilai sekretariat negara melihat dari berbagai aspek. Penghargaan ini, diharapkan memotivasi anak-anak muda untuk memberikan kontrbusi terhadap pembangunan negeri. "Berdasarkan undang-undang negara wajib memberi penghargaan kepada warganya yang dianggap memiliki darmabakti luar biasa, baik politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan serta segala aspek kehidupan," katanya.

Sebelumnya, anugerah yang sama juga pernah diterima sejumlah tokoh Sulsel lainnya, seperti Raja Wajo La Madukkelleng, mantan Jaksa Agung RI Bahahruddin Lopa, mantan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Amiruddin. Selain itu, mantan Gubernur Sulawesi Andi Pangerang Pettarani dan mantan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Lamo dan mantan Menteri Hasan Walinono. (T.KR-RY/S023)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/30864/presiden-anugerahkan-gubernur-sulsel-bintang-mahaputra-utama

Putra Bantaeng
August 11th, 2011, 04:47 AM
bulan lalu liburan ke Loka dengan teman˛

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/263323_2255258706930_1412216540_32624200_2889346_n.jpg

Mantapppp Bantaeng ewakoo....

Comeliness
August 12th, 2011, 07:27 PM
Bandara tanpa aspal, :lol: apa kata dunia. :lol:
Kalo nggak pakai aspal *kasihan turis2nya donk krn landasannya becek di musim hujan. :cry:
Malu donk ama wisman :ohno: kalo nggak pakai aspal. :bash:.

Senja di Selayar Island Resort

Photo by Susan Stephanie (http://aci.detik.com/readfoto/2010/10/26/213425/1475939/1002/3/)
http://i53.tinypic.com/6y04sl.jpg
Pantulan cahaya matahari di permukaan air membuat laut menjadi berkilauan.

Thursday, 11 August 2011
Bandara Takabonerate tanpa Aspal

MAKASSAR -- Pembangunan bandar udara di Kepulauan Takabonerate, Kabupaten Selayar, sudah mulai berjalan. Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang mengatakan pembangunan landasan bandara tersebut tidak menggunakan aspal. "Ada kemungkinan hanya menggunakan tanah saja, tidak pakai aspal. Karena pesawat yang akan mendarat adalah pesawat berukuran kecil," kata Agus di kantor gubernur kemarin. Menurut Agus, bandara yang akan dibangun tersebut berada di Kepulauan Lataondo dengan luas lahan 3.000 meter persegi. Jika dipadatkan dengan tanah bisa 600 meter persegi. Meski demikian, ia mengaku belum mengetahui nilai anggarannya.

Ia mengatakan pembangunan bandara di Takabonerate sangat penting karena Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi obyek wisata bahari. Jika bandara ini selesai, wisatawan hanya membutuhkan waktu 25 menit untuk menuju ke sana. Sebelumnya bisa memakan waktu 8 jam jika menggunakan jalur laut. Saat ini, maskapai yang melayani penerbangan dari Bandara Sultan Hasanuddin ke Bandara H A. Aroeppala hanyalah Express Air. Itu pun hanya sampai Selayar. Adapun rute ke Takabonerate belum ada.

"Selayar-Takabonerate memakan waktu 4 jam. Padahal di sanalah obyek wisata yang paling indah," ia menjelaskan. Agus berjanji, pembangunan bandara ini rampung pada 2012 dan sudah ada penerbangan langsung rute Makassar-Takabonerate. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan Maskur A. Sultan, yang dihubungi Tempo, mengatakan kerja sama pembangunan tersebut masih dibahas dengan pemerintah kabupaten setempat. | ARDIANSYAH RAZAK BAKRI

Source: http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/08/11/ArticleHtmls/Bandara-Takabonerate-tanpa-Aspal-11082011250018.shtml?Mode=undefined


Rabu, 10 Agustus 2011, 18:12 WITA |
Wagub Usulkan Pembuatan Landasan Pesawat Pulau Latondo

Makassar (ANTARA News) - Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang mengusulkan pembuatan landasan pendaratan pesawat di Pulau Latondo, Kepulauan Takabonerate, Kabupaten Selayar, untuk didarati pesawat jenis caravan berkapasitas 12 penumpang. "Pesawat selama ini mendarat di atas tanah atau rumput," katanya di Makassar, Rabu, menyusul rencana maskapai penerbangan Express Air mengoperasikan pesawat tersebut pada Desember 2011.

Pembuatan landasan pesawat tersebut, katanya, telah disarankan kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo untuk mempermudah akses wisatawan terutama wisatawan mancanegara ke pulau-pulau di Taman Nasional Takabonerate. "Panjang Pulau Latondo sekitar 3.000 meter, kalau bisa dipadatkan tanah sepanjang 600 meter, pesawat tersebut sudah bisa mendarat. Jadi tanpa kita buat landasan aspal," katanya dan menambahkan usul ini juga telah dikoordinasikan dengan Kabupaten Selayar.

Ia menilai, kawasan wisata kepulauan seluas 350 hektare tersebut sulit berkembang jika tidak didukung oleh transportasi udara. Dengan pesawat ini jarak tempuh dari Kota Benteng ke Latondo hanya sekitar 25 menit. Kalau menggunakan kapal memakan waktu hingga delapan jam. Saat ini, kata dia, bandara di Kabupaten Selayar setiap harinya didarati pesawat dari dua maskapai penerbangan, kecuali pada Rabu. "Sekarang bagaimana dari Selayar para turis ini bisa diterbangkan ke pulau-pulau sekitar taman nasional. Ini yang perlu dibahas bersama agar transportasi wisatawan lancar," ujarnya. (T.KR-RY/E005)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/30863/wagub-usulkan-pembuatan-landasan-pesawat-pulau-latondo

Comeliness
August 16th, 2011, 05:39 PM
http://img168.imageshack.us/img168/3276/ctripmalino5.jpg
^^ sawah tadah hujan :cheers:

Selasa, 09-08-2011
Beras Premium Sulsel Dijual ke Korea Rp 50 Ribu per Kg

JAKARTA, BKM -- Pemerintah mengklaim ekspor beras jenis premium ke Korea Selatan bakal menguntungkan petani-petani Indonesia. Harga beras premium asal Indonesia di Korea Selatan diperkirakan akan mencapai Rp 50.000 per kg. Hal itu disampaikan Menteri Pertanian, Suswono ketika ditemui di kantor Kementerian Perekonomian, Jalan Lapangan Bantengm Jakarta, Senin (8/8/2011).

"Beras premium ini saya kira bagus karena harganya sangat tinggi, apalagi mau diekspor ke Korea Selatan. Dengan harga yang tinggi petani pasti dapat keuntungan lebih baik," kata Menteri Pertanian, Suswono di kantor Kementerian Perekomian Jl Lapangan Banteng Jakarta, Senin (8/8). Suswono menambahkan, pemerintah tidak terlalu mempermasalahkan ekspor beras premium dari Indonesia ke Korea Selatan. "Beras premium itu boleh kita ekspor sepanjang stoknya memang aman," imbuhnya.

Seperti diketahui, Indonesia tengah mempersiapkan beras premium asal Sulawesi Selatan untuk diekspor ke Korea Selatan dengan besaran 50.000 ton dari menyuplai yang dapat dipenuhi sebesar 200.000 beras premium. Sebelumnya Hatta Rajasa mengatakan hanya akan melepas beras premium Sulawesi Selatan ke Korea Selatan sebesar 50.000 saja. "Kita masih menjajaki karena permintaan itu dari Korea Selatan sebesar 50.000. Ada permintaan Gubernur Sulawesi Selatan kepada Menteri Pertanian mereka punya 200.000 ton, tapi tentu kita tidak ingin melepas sebanyak itu," tuturnya.

Suswono menambahkan, untuk ekspor beras premium dari Sulsel, soal waktunya diserahkan kepada provinsi tersebut untuk memilihnya. "Sejauh mereka punya stok silakan saja. Setelah hasil rapat ini, saya akan bilang Gubernur Sulawesi Selatan, tentu mereka akan melakukan transaksi karena dia meminta sekarang kan berarti dia udah punya stok. Logikanya begitu," imbuhnya.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=53557

Comeliness
August 17th, 2011, 06:36 PM
Pemprov (SYL) ini kreatif juga selain buat pendidikan gratis utk Sulsel, juga ada rumah sakit gratis (RS Sayang Rakyat) utk golongan tdk mampu, dan sekarang ada ide utk mobil murah di pedesaan. :okay:

Rabu, 17 Agustus 2011 | 21:28:49 WITA |
Pemprov Gagas Mobil Murah
Dibagi Pada HUT Sulsel 19 Oktober

http://www.fajar.co.id/img_berita/842GRafis%20metro.jpg
Dok/Fajar
Grafis

MAKASSAR, FAJAR -- Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menggagas mobil murah seharga antara Rp40 juta hingga Rp60 juta. Mobil tersebut akan diperuntukkan untuk operasional di perdesaan yang ada di Sulsel. Asisten II Bidang Ekonomi pemprov Sulsel, Amal Natsir kepada wartawan, Selasa 16 Agustus menjelaskan, ide pengembangan mobil murah untuk pedesaan ini datang dari gubernur untuk membantu operasional pedesaan. Mobil dibanderol antara Rp40 juta hingga Rp60 juta. “Ada dua jenis mobil, satu bermesin 250 cc dan satu lagi bermesin 600 cc. Keduanyanya akan dibagikan saat HUT Sulsel 19 Oktober. Untuk simbolis mungkin kita perkenalkan 50 buah,” kata mantan Kadisperindag Sulsel itu.

Awal Mei lalu, gubernur Syahrul Yasin Limpo memang sempat melontarkan akan membuat sebuah mobil lokal berukuran mini hasil kerja sama dengan salah satu perusahaan asal China. Namun kerja sama itu tampaknya tak bisa terealisasi. Sebagai ganti, pemprov mendatangkan mobil pabrikan asal Madiun, Jawa Timur. Mobil tersebut berbentuk mirip dengan Suzuki Aerio seri terbaru. Modelnya berbagai bentuk. Mobil ini dirakit anak negeri sendiri dan merupakan embrio mobil nasional (Mobnas) yang akan diluncurkan presiden 2012 nanti.

Mobil itu kata Amal, sebenarnya embrio pengembangan mobil nasional (Mobnas) tahun 2012 yang akan diluncurkan pemerintah pusat. “Pak Syahrul ingin lebih cepat. Kita mau sebagai penggagas ekonomi perdesaan,” katanya. Mobil ini tidak dipakai untuk keperluan komersil, tapi dipakai untuk puskesmas dan keperluan lain seperti posko kesehatan keliling, atau kebutuhan sekolah. Tahap awal akan dibagikan 50 unit, dan selanjutnya akan diberikan kepada setiap kecamatan dengan total 304 buah. (*)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110816212849--pemprov-gagas-mobil-murah


Selasa, 16-08-2011
RS Sayang Siapkan Pelayanan Prima
Rawat Jalan 80 Orang Per Hari

MAKASSAR,UPEKS---Meski baru setahun lebih operasional, namun Rumah Sakit (RS) Sayang makin dilirik. Pasalnya, selain pelayanan, lingkungannya juga sangat asri. Setiap hari, sekitar 80 pasien rawat jalan miskin dilayani. Demikian Direktur RS Sayang, Khasma Padjalangi saat ditemui Upeks akhir pekan lalu. Menurutnya, sejak RS sayang beroperasi, kata mantan Direktur RS Umum Bone itu, dia langsung diserbu pasien yang rata rata masyarakat miskin. Mereka itu, selain dari sekitar RS Sayang, juga dari daerah lain yang kurang mampu.

Selama setahun lebih, memimpin RS Sayang tentunya tidak langsung dikenal luas masyarakat, dibutuhkan sosialisasi. Apalagi, kondisi RS Sayang yang jauh dari jalan poros. Akibatnya, banyak belum mengetahui pasti lokasinya. "Saat pertama masuk RS Sayang, lokasinya gersang, sehingga saya berinisiatif menanam pohon. Bahkan bunga dari rumah sendiri saya bawa, untuk ditanam," akunya.

Mengelola Rumah Sakit, kata Penerima Penghargaan Pelayanan Prima dari Presiden, tidak mudah sebab orang sakit yang ingin disembuhkan. Olehnya itu, langkah pertama menjadikan lingkungan sekitar menjadi sejuk, agar nantinya pasien yang datang merasa nyaman. "Kita inginkan sebelum pasien diobati sudah setengah sembuh," katanya. Ditambahkan, selama sekitar setahun lebih beroperasi telah mendapatkan keuntungan Rp3 M dan diharapkan terus meningkat. Ahli Patologi, Dokter Aripa yang bekerja di RS Sayang mengaku, bekerja di sini sangat nyaman sehingga semangat melayani pasien secara prima bisa terwujud," katanya.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=70922

Comeliness
August 22nd, 2011, 06:10 PM
Masamba, Luwu Utara

by Maghfir Rafsan Jamal (http://www.panoramio.com/photo/36479193)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/36479193.jpg

by Maghfir Rafsan Jamal (http://www.panoramio.com/photo/36476818)
http://i51.tinypic.com/2n27a8.jpg
*HIJAU MASAMBA*

Comeliness
August 24th, 2011, 07:01 PM
Bandar Udara Lagaligo, Luwu Timur

Photo by husin abdul (http://www.panoramio.com/photo/46907574)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/46907574.jpg

Photo by husin abdul (http://www.panoramio.com/photo/46906999)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/46906999.jpg
Gerbang Bandar Udara Lagaligo.

Senin, 22 Agustus 2011 | 18:26:07 WITA |
Arus Mudik di Bandara Lagaligo Meningkat
Rute Bua-Kendari Diserbu, November Didarati Wings Air
REPORTER: HIDAYAT IBRAHIM
EDITOR: BAHARUDDIN MOENTA

BUA, FAJAR -- Arus mudik lebaran yang memanfaatkan jasa penerbangan di Bandar Udara (Bandara) Lagaligo, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, mulai meningkat memasuki pekan ketiga Ramadan. Rute penerbangan Bua-Kendari diserbu penumpang. Bandara Lagaligo, Bua tampaknya telah menjadi pilihan utama warga di Luwu Raya, Toraja dan sekitarnya untuk menuju Kendari, Sulawesi Tenggara. Begitupun sebaliknya, ketimbang menumpangi kapal penyeberangan di Pelabuhan Siwa, Wajo. Hal itu dibuktikan dengan jumlah penumpang yang kian meningkat setiap jadwal penerbangan.

Kepala Bandar Udara Lagaligo, Hariadi, ketika dikonfirmasi menuturkan, semenjak rute penerbangan ditingkatkan menjadi empat rute, yakni Bua-Makassar, Bua-Kendari, Bua-Toraja, dan Bua-Masamba, jumlah seat yang dijatahkan selalu kurang dibanding permintaan masyarakat.

“Yang paling tinggi permintaannya rute penerbangan Bua-Kendari, Rute ini selalu melebihi seat yang dijatahkan yakni sebanyak sembilan seat saja,” tutur Hariadi. Menurut dia, karena keterbatasan pesawat dan masih mendapat subsidi dari pemerintah, maka khusus di Bandara Lagaligo Bua, jadwal penerbangan juga terbatas. Yakni, Hari Rabu dengan rute, Makassar-Bua-Masamba, dan rute Toraja-Bua-Kendari berlaku pada Sabtu.

“Kami belum bisa tambah jadwal, apalagi pesawat. Karena pesawatnya melayani ‘rute penggal’ di beberapa daerah di tanah air. Yakni, menggunakan jenis cassa dari Sabang Merauke Air Charter (Smach) yang hanya berkapasitas 22 orang beserta kru, dengan 18 seat untuk Toraja dan sembilan untuk Bua,” bebernya. Karena masih disubsidi pemerintah, tambah Hariadi, maka harga tiket juga masih terbilang murah, hanya Rp280.000 untuk orang dewasa dan tanpa biaya untuk anak-anak di bawah dua tahun.

Tingginya animo masyarakat menggunakan jasa penerbangan diharapkan akan ada direspons dengan tambahan armada pesawat tahun ini. Hariadi, menambahkan bahwa informasi akan masuknya maskapai Wings Air masih diverifikasi. Pasalnya, salah satu syarat utama untuk mendukung pengoperasian pesawat berbadan besar di Bandara Lagaligo adalah ketersediaan armada pemadam kebakaran yang distandarkan secara internasional.

“Konfirmasi dari Pemerintah Kabupaten Luwu, menyebutkan bahwa normalnya Wings Air yang akan menggunakan pesawat jenis ATR 72 kapasitas 72 orang tinggal menunggu mobil pemadam yang pengadaannya dilakukan di Bandara Masamba. Tahun ini sudah bisa, yakni November,” tukas Hariadi.

Jika maskapai Wings Air resmi menerbangi Bandara Lagaligo Bua, maka tarif tiket yang diterapkan tiket komersial. Itu berarti, harga tiketnya sekira Rp600 ribu per penumpang dewasa. Sementara itu, di Bandara Andi Djemma, Masamba, Luwu Utara, arus mudik yang memanfaatkan jasa penerbangan, baik ke Kecamatan Seko, Bua, dan Makassar, masih sepi. “Sepi, belum ada bookingan. Makanya, kita kemungkinan akan off pada jadwal penerbangan mulai 30 Agustus. Nanti dibuka lagi awal September,” tandas Kepala Bandara Andi Djemma Masamba, Fuad Dani. (*)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110821182607-arus-mudik-di-bandara-lagaligo-meningkat%27

Comeliness
August 28th, 2011, 06:06 PM
Sabtu, 27 Agustus 2011, 05:17 WITA |
Pendapatan Sulsel Tembus Rp3 Triliun

Makassar (ANTARA News) - Pendapatan Sulawesi Selatan 2011 menembus Rp3,09 triliun setelah mengalami penambahan pada perubahan anggaran sebesar Rp194 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pokok yang hanya Rp2,9 triliun. Penandatanganan nota kesepahaman Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD Perubahan 2011 dilakukan bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan empat pimpinan DPRD Sulsel di Makassar, Jumat, usai Shalat Tarwih.

APBD tersebut paling besar bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp1,93 triliun diikuti dana perimbangan Rp1,09 trilun, dan pendapatan lain-lain yang sah Rp44 miliar. Pajak Daerah dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor memberi Kontribusi paling besar tehadap PAD Sulsel yakni Rp1,72 triliun, retribusi daerah Rp111 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp62 miliar, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp61 miliar.

Khusus untuk APBD perubahan 2011, bersumber dari pajak daerah Rp178 miliar, retribusi daerah Rp117 juta, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp934 juta, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp2,2 miliar. Sementara, untuk sektor belanja daerah dalam KUA/PPAS APBD 2011 setelah perubahan ditetapkan Rp3,33 triliun atau bertambah dari APBD pokok yang hanya Rp3 triliun.

Alokasi belanja daerah meliputi belanja tidak langsung Rp1,98 triliun (bertambah Rp144 miliar) meliputi, belanja pegawai Rp624 miliar, belanja bunga Rp150 juta, belanja hibah Rp102 miliar (bertambah Rp14 miliar). Selain itu, belanja bantuan sosial Rp33 miliar (bertambah Rp13 miliar), belanja bagi hasil ke provinsi dan kabupaten/kota Rp707 miliar (bertambah Rp73 miliar), belanja bantuan keuangan kepada kabupaten/kota Rp490 miliar (bertambah Rp30 miliar), serta belanja tidak terduga Rp27 miliar (bertambah Rp12 miliar). Sedangkan, untuk belanja langsung atau belanja pembangunan sebesar Rp1,38 triliun atau mengalami penambahan dari Rp1,15 triliun di APBD pokok. Belanja langsung pada APBD pokok meliputi, belanja pegawai Rp140 miliar, belanja barang dan jasa Rp596 miliar, dan belanja modal Rp421 miliar.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan semua Fraksi di DPRD mengapresiasi tingginya APBD Sulsel 2011, khususnya dari sektor PAD yang mampu menyumbangkan belanja daerah lebih dari 50 persen. Gubernur mengatakan, meski masih jauh di bawah beberapa provinsi di Indonesia, khususnya di Jawa, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, namun alokasi APBD Sulsel dianggap jauh lebih efektif dibanding daerah tersebut. Terbukti pertumbuhan ekonomi Sulsel saat ini tertinggi di Indonesia yakni di atas sembilan persen.

Meski sepakat menetapkan KUA/PPAS, namun Fraksi Demokrat dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberi catatan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dinilai tidak serius menyiapkan draf. Juru bicara Fraksi PKS, Ariady Arsal bahkan menuding draf awal KUA APBD perubahan yang diajukan TAPD kepada Badan Anggaran DPRD, sama dengan draf yang diajukan sebelumnya saat pembahasan APBD pokok. (T.pso-099/F003)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/31384/pendapatan-sulsel-tembus-rp3-triliun

WaOnEmperoR
September 1st, 2011, 03:43 PM
Asslamualaikum

Barusan ane jalan-jalan ke Pare-Pare dari Makassar...tampaknya pelebaran jalan porosnya sudah hampir rampung. Perkiraan ane kalo jalannya udah jadi perjalanan Makassar-Pare2 hanya butuh waktu 2 - 2,5 jam

Comeliness
September 5th, 2011, 09:47 PM
Masamba, Luwu Utara

By Maghfir Rafsan Jamal (http://www.panoramio.com/photo/58356649)
http://i54.tinypic.com/2pys2f6.jpg
Rumah Sakit Husada Masamba (RS yg baru diresmikan bln Juli yg lalu).

Comeliness
September 6th, 2011, 07:27 PM
Takalar

http://i147.photobucket.com/albums/r307/metalgrin/takalar3.jpg

http://i147.photobucket.com/albums/r307/metalgrin/takalar4.jpg



Selasa, 06 September 2011 | 00:23:26 WITA |
Terminal Minyak Takalar Berkapasitas 120 Ribu KL
Telan Rp300 Miliar

http://www.fajar.co.id/img_berita/448GRAFIS-TERMINAL%20MINYAK.jpg
Grafis, ANBAS/FAJAR.


MAKASSAR, FAJAR -- Sebuah proyek pembangunan terminal minyak dibangun di atas lahan seluas 7 hektare di Takalar Sulsel. Terminal minyak tersebut dibangun Ibel Corporation bekerja sama PT Anta Jaya Utama dengan investasi sebesar Rp300 miliar. Peletakan batu pertama digelar, Minggu, 4 September.

Peletakan batu pertama dihadiri Pendiri Yayasan 45, H Andi Sose, Bupati Takalar H Ibrahim Rewa, Brigjen (purn) H Bachtiar, Madam Marie Janody (Vice President PT Intim Perkasa Suisse SA Geneva), Mr Yoo Won Chan (Presiden Ilyang Engineering Co), serta Mr Jung Sang Kyu (Vice President Ibel Corporation).

Direktur Utama PT Anta Jaya Utama, Andi Pakurimba Sose, Senin, 5 September menjelaskan, proyek tersebut berdiri di atas tanah seluas 7 hektare. Rencananya kata Andi Rimba sapaan akrab Andi Pakurimba Sose, ada 14 tangki yang akan ditanam di atas lahan tersebut, masing-masing tangki berkapasitas 5000 kiloliter (KL) sebanyak enam unit, tangki 7500 KL empat unit, dan 15000 KL empat unit.

Dengan demikian, total kapasitas tangki yang akan dipasang 120 ribu KL. Tangki-tangki tersebut lanjut Rimba, akan dilengkapi tresstel atau dermaga sepanjang 850 meter dan Jetty Head 600 meter persegi yang dapat menampung beban kapal tanker 30 ribu MT.

Menurut Rimba, rencana pembangunan tertunda karena pertimbangan memilih lokasi. Penundaan juga disebabkan adanya pembicaraan yang alot soal besaran investasi. Awalnya kata Rimba, investasi yang dihitung pihak PT Anta Jaya Utama sekitar Rp250 miliar, sedangkan pihak Ibel Corporation menghitung Rp500 miliar. Akhirnya disepakati nilai Rp300 miliar.

Pembangunan sebut Rimba, akan memakan waktu 14-18 bulan. Setelah pembangunannya rampung, tangki timbun ini sebut Rimba direncanakan untuk menampung solar yang diimpor dari Nakhodka, pelabuhan Timur Jauh Rusia. Minyak ini, akan dipasarkan ke Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi, serta Indonesia Bagian Timur. (asw/upi)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110906002326-terminal-minyak-takalar-berkapasitas-120-ribu-kl%27

yudibali2008
September 8th, 2011, 06:42 AM
moved

Comeliness
September 9th, 2011, 05:16 PM
http://img128.imageshack.us/img128/4707/pintugerbanggapurapinratu1.jpg (http://imageshack.us)
Gerbang Kab Pinrang

http://img127.imageshack.us/img127/2122/sungaisaddang02ya7.jpg (http://imageshack.us)
Sungai Saddang, Sungai terbesar di Sulawesi Selatan.

http://img255.imageshack.us/img255/9392/darehaperswahankabpinrawm6.jpg (http://imageshack.us)
Kab. Pirang merupakan salah satu lumbung pangan di Sul-sel sehingga hamparqan sawah menjadi pemandangan yang biasa di daerah ini.

Rabu, 07 September 2011 21:52 WITA |
Sulsel Siap Ekspor Komoditas Hortikultura ke Singapura

Makassar (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulsel akan melakukan uji coba ekspor komoditas pangan berupa kentang dan sayur ke Singapura sebanyak 20 ton melalui udara pada bulan ini. Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel Luthfie Halide di Makassar, Rabu mengatakan, ujicoba itu sebagai salah satu wujud dari "memorandum of colaboration" yang akan ditandatangani oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Senior Advisor Changi Airport Group Wong Woon Liong serta Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) Arif Wibowo di Makassar, Kamis (8/9).

"Uji coba ini sekaligus untuk mengetahui standarisasi kemasan, pengiriman, higienitas dan lainnya sesuai spesifikasi negara tujuan ekspor agar komoditas yang diekspor memiliki citra yang baik di pasar internasional," katanya saat panen perdana komoditas hortikultura terdiri atas cabai, buah melon dan semangka di Desa Padangloang Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang. Panen perdana dilakukan dari hasil produksi di atas lahan seluas 50 hektare dari total 200 hektare lahan yang digunakan.

Kita mendorong Kabupaten Pinrang untuk memanfaatkan lahan seluas 200 hektare yang belum dimanfaatkan di daerah tersebut untuk mengembangkan komoditas hortikultura yaitu cabai, melon dan semangka," katanya. Pemanfaatan lahan ini dilakukan sebagai persiapan menghadapi anomali cuaca sehingga daerah memiliki banyak pilihan komoditas menghadapi musim kemarau. Diharapkan pada hasil-hasil panen berikutnya, petani setempat juga dapat melakukan ekspor.

Terkait rencana, ekspor kentang Sulsel ke Singapura, Luthfie mengatakan, telah ada mitra dari negara tersebut yang melakukan penjajakan pada produksi kentang di Sulsel menyusul kekurangan pasokan kentang di pasaran dunia. "Sudah ada mitra kita dari Singapura, sudah datang menjajaki kentang kita, tinggal kita sesuaikan spesifikasinya," ujarnya. (T.KR-RY/S025)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/31644/sulsel-siap-ekspor-komoditas-hortikultura-ke-singapura

Kamis, 08 September 2011, 19:56 WITA |
Sulsel Agar Berani Bersaing dengan Komoditas Asing

Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, menegaskan, daerah ini agar tidak takut dengan persaingan komoditas ekspor di pasar internasional. Hal tersebut dikemukakannya terkait rencana uji coba ekspor sebanyak 20 ton komoditas holtikultura ke Singapura yang rencananya dilakukan pada bulan ini.

"Kita coba melangkah kalau belum apa-apa sudah takut, ya tidak melangkah. Dari persaingan itu, justru akan lahir kualitas-kualitas terbaik kita," katanya usai melakukan penandatanganan kerja sama dengan Changi Airport Group dan Garuda Indonesia di Makassar, Kamis.

Ia tidak menampik kemungkinan langkah pertama ini belum menunjukkan hasil yang sesuai dengan harapan. Namun, ia meyakini uji coba ini akan menjadi pembelajaran khususnya bagi pemerintah dan dinas untuk mencoba membuka jaringan di pasar internasional.

"Sekali lagi, bukan pemerintah yang harus menjual ke sana. Pemerintah mendorong para pengusaha mengambil bagian kita cuma buka pintunya. Mau satu kilo, dua kilo dibeli tidak apa-apa yang penting kita buka. Mungkin yang pertama dan tidak ada selanjutnya. Mungkin saja, kenapa tidak, tapi kuganti semua kepala dinasku," jelasnya.

Ia mengakui, kualitas dan standarisasi komoditas Sulsel masih harus diperbaiki untuk bisa masuk dalam pasar internasional. Tapi, menurutnya, jika memiliki tekad, perbaikan tersebut harus dilakukan. "Masa orang Thailand bisa jual di sana kepiting 40 dollar Amerika, kita disini Rp25 ribu," tambahnya. Sebanyak 84 profesor dari 108 profesor selama ini, katanya, telah memberikan dukungan pemikiran-pemikiran kepada pemerintah untuk melakukan berbagai perbaikan.

Rencana uji coba ekspor komoditas pangan berupa kentang dan sayur ke Singapura sebanyak 20 ton melalui udara pada bulan ini sebagai salah satu wujud dari "memorandum of colaboration" antara Pemprov Sulsel, Changi Airport Group Wong Woon Liong, dan PT Garuda Indonesia Tbk (Persero). Uji coba ini sekaligus untuk mengetahui standarisasi kemasan, pengiriman, higienitas dan lainnya sesuai spesifikasi negara tujuan ekspor agar komoditas yang diekspor memiliki citra yang baik di pasar internasional. (T.KR-RY/M012)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/31681/sulsel-agar-berani-bersaing-dengan-komoditas-asing

Comeliness
September 12th, 2011, 07:32 PM
Selasa, 06 September 2011, 19:33 WITA |
Sulsel Juara Umum Pemilihan Guru Berdedikasi Berprestasi

Makassar (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Selatan juara umum pemilihan guru, kepala sekolah dan pengawas SMA/SMK/SMALB berprestasi dan berdedikasi tingkat nasional 2011. Juara umum itu diraih diantaranya dengan memenangkan dua juara satu guru berprestasi dan juara satu guru berdedikasi tingkat SMA/SMK.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Abdul Jabbar di Makassar, Selasa, menjelaskan, tujuh guru Sulsel ditetapkan sebagai pemenang dalam pemilihan tersebut yaitu Guru SMAN 3 Makassar Abdul Hajar sebagai juara satu guru SMA berprestasi dan Guru SMAN 1 Benteng Kabupaten Selayar Daeng Ngilau sebagai juara satu guru SMA/SMK berdedikasi. Kemudian Guru SMKN 4 Makassar Mustafa sebagai juara dia guru SMK berprestasi dan juara dua lomba pembelajaran teknologi dan informasi, Tutor Paket C PKBM Toddopuli Makassar sejak 2001 Andi Burhanuddin juara tiga Tutor Paket C Berprestasi.

Lainnya adalah Guru SLB Pembina Tingkat Provinsi Cayus Setyawan sebagai juara sembilan lomba kreativitas guru SMALB, Kepala SMAN 1 Liliriaja Cangadi Kabupaten Soppeng Jidar Barahima juara sembilan Kepala SMA berprestasi dan Pengawas SMA/SMK Kabupaten Soppeng Sabri juara delapan Pengawas SMA berprestasi. Ia mengatakan, masa penilaian dilakukan selama 10 hari sejak 8-16 Agustus 2011 meliputi kemampuan akademik, portofolio, hasil karya tulis, wawancara serta kemampuan bahasa Indonesia dan Inggris.

"Sepanjang sejarah baru kita juara umum sejak pemilihan diselenggarakan pada 2004," ujarnya usai mendampingi para guru berprestasi dan berdedikasi tersebut menemui Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo. Para pendidik berprestasi ini menerima penghargaan langsung dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak peringatan ke-66 tahun hari kemerdekaan RI di Istana Negara Jakarta. (T.KR-RY/F003)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/31601/sulsel-juara-umum-pemilihan-guru-berdedikasi-berprestasi

Sabtu, 10 September 2011 | 00:26:31 WITA |
Sulsel-Sumut Kembangkan Minuman

MAKASSAR, FAJAR -- Pengusaha dari Sumatera Utara dan Sulsel dengan difasilitasi pemerintah masing-masing, menjajaki kerjasama pengembangan pasar dan produk khususnya bidang produk minuman. Kepala Dinas Perindustrian Sumut, H Darwinsyah menjelaskan, selama ini Sumut memproduksi minuman khas dari berbagai macam buah-buahan di antaranya, jus kedondong, markisa dan jus jeruk yang dikemas dalam botol dengan berbagai macam ukuran.

Minuman yang diproduksi tersebut telah dipasarkan ke sejumlah negara Eropa. Bahan bakunya pun didatangkan dari negara luar seperti Singapura. Dia berharap, bahan baku produk tersebut bisa didatangkan dari Sulsel. Pasalnya, mereka melihat bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi minuman sangat banyak di Sulsel.

"Kalau kita bisa mendapatkan bahan baku dari Sulsel kenapa harus ke negara lain. Kalau buat hubungan dagang soal minuman seperti apa, sudah perkenalkan sampai ke Eropa, berharap dari segi pengolahan atau ketersediaan bahan baku bisa terjadi tukar menukar atau kerjasama, pengembangan pasar dan produk asli tersebut," ujarnya dalam pertemuan dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sulsel, Kadin Sulsel dan sejumlah pengusaha asal Sulsel, di Kantor Pusat Pelatihan dan Promosi Daerah (P3ED) Sulsel kemarin.

Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Hadi Basalamah, dan Wakil Ketua Kadin Sulsel, Ilham Alim Bachri. Lebih lanjut kata Darwinsyah, sebagai pemerintah tentunya selalu memberikan potensi kepada pedagang Medan untuk terus mengembangkan usahanya. Dengan memberikan informasi bahwa di Sulsel ada bahan baku dengan harga relatif murah. "Ini sebenarnya persoalan idealisme kedaerahan. Dari pada saya ambil dari luar negeri, padahal ada potensi dari dalam negeri, lebih baik saya ke dalam negeri," jelas Darwinsyah.

Wakil Ketua Kadin Sulsel Ilham Alim Bahri yang juga hadir pada pertemuan tersebut menambahkan, kalau bisa pembuatan minuman jus kedondong teknologinya dibuka di Makassar. Itu untuk menyiasati hambatan transportasi. "Kadin Sulsel siap membantu dan akan mengarahkan pengusaha, komoditi apa saja yang dibutuhkan Sumatera Utara," jelasnya. Sementara Hadi Basalamah mengungkapkan, pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, siap memfasilitasi dan menjadi jembatan dagang antara kedua daerah. Termasuk kata Hadi, kebutuhan Sumut akan beras. "Apalagi kita sedang over stock, saya kira kita bisa jajaki. Dari pada Sumut mengimpor dari negara luar," ungkapnya. (asw/upi)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110910002632-sulselsumut-kembangkan-minuman%27

Palu_Maju2012
September 13th, 2011, 04:45 PM
Sedikit INFO :

Tanggal 16-18 September 2011
Kota PALU akan mengadakan Festival Teluk Palu 2011 dan Pekan Raya Palu Mohon Dukungan dari warga Kota Makassar dan seluruh Masyarakat Sulawesi Selatan

Palu, wisatanews – Karnaval Budaya bakal memeriahkan opening ceremony Festival Teluk Palu (FTP) 2011 yang bakal dilaksanakan pada tanggal 16 September 2011 Pukul 16.00 WITA. Start di Arena Utama FTP 2011 di Pantai Talise Kota Palu dan Finish Depan Kantor Gubernur Sulawesi Tengah di jalan Sam Ratulangi.

Menurut penanggung jawab Karnaval Budaya, Kahar di salah satu jejaring sosial , Karnaval ini mengundang seluruh kerukunan/komunitas etnis, organisasi masyarakat, Organisasi Kepemudaan, lembaga pendidikan, organisasi sosial, sanggar seni, club, Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan stake holder lainnya.

Tema karnaval "Palu City for All dan Palu Green and Clean”. Keterangan lebih lanjut tentang Pendaftaran dan Petunjuk Teknis Karnaval, dapat menghubungi Kantor Disbudpar Kota Palu, Jalan WR Supratman (Depan Wisma Haji Transit) Palu Barat atau CP 0451-478 54 18 (Kahar).

“Kamai makava ri Palu, maramba magasa, ngatata singgani" (mari datang ke Palu, hijau, indah dan bersih, kota kita semua," ajak Kahar.
Sementara untuk closing ceremony bakal digelar Pesta Kembang Api Spektakuler. Kembang api akan diluncurkan dari Teluk Palu dan akan memancarkan 600 kali letusan di udara Kota Palu.
Anda bakal melihat Kota Palu bakal diterangi kilatan cahaya berdurasi 15 menit. Berlatar jembatan Wisata Teluk Palu, maka kemeriahan FTP bakal dirasakan oleh seluruh masyarakat yang menyaksikan kota Palu.
“Ledakan cahaya dari kembang api tersebut dapat disaksikan dari seluruh penjuru Kawasan Teluk Palu,” kata Ketua Panitia FTP Sudaryano Lamangkona.
Sehari sebelum opening ceremony, direncanakan akan dilaksanakan Fashion Show yang mengambil tempat di atas jembatan Wisata Teluk Palu. Diperkirakan 40 peserta yang akan mengisi kegiatan Fashion Show dengan beraneka ragam pakaian yang akan ditampilkan.
Untuk materi kegiatan ini berdurasi 2 Jam, sedangkan panjang jembatan sebagai Catwalknya sepanjang 400 Meter. Kegiatan ini diharapkan semakin mengukuhkan jembatan Wisata Teluk Palu sebagai icon Kota Palu

Selain itu, event yang digelar dalam FTP adalah Palu Film Festival, dengan konsep theatre keliling atau lebih dikenal dengan layar tancap, Palu Film Festival akan menghadirkan beberapa karya Film dari para sineas muda Kota Palu, berdasarkan tematik kawasan.

Ada 10 judul Film yang akan ditampilkan dalam Palu Film Festival selama Festival Teluk Palu berlangsung. Lokasi pemutaran direncanakan pada 5 titik di Kota Palu. Hingga saat ini, menut Sudaryano yang juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kota Palu itu, tercatat ada empat daerah dari luar Provinsi Sulawesi Tengah yang akan hadir dalam Festival Teluk Palu. Ketiga daerah tersebut adalah Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Mamuju Utara dan Kabupaten Gorontalo Utara. Sedangkan Kota Palopo sudah memastikan tidak akan ikut dalam kegiatan ini dikarenakan bertepatan dengan agenda daerah yang ada di Kota Palopo.

Selain empat Daerah tersebut, Kota Balikpapan melalui salah satu Pengurus Dewan Kesenian Balikpapan (DKB) menyatakan akan mengikuti Festival Teluk Palu dan sementara masih melakukan langkah-langkah koordinasi.
Untuk 10 Kabupaten Se-Sulawesi Tengah sendiri baru 3 Kabupaten yang menyatakan kesiapannya, diantaranya adalah Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten termuda Sigi. Keikutsertaan Ketiga Kabupaten tersebut melalui perwakilan beberapa komunitas seni. Sampai saat ini Panitia Penyelenggara masih menunggu konfirmasi keikutsertaan Kabupaten lainnya dalam Wilayah Sulawesi Tengah dan para Undangan partisipan dari luar Wilayah Sulawesi Tengah.

Comeliness
September 13th, 2011, 11:04 PM
Luwu Utara

By Maghfir Rafsan Jamal (http://www.panoramio.com/photo/36625389)
http://i54.tinypic.com/34smj69.jpg
BANDARA ANDI' DJEMMA MASAMBA.


By Maghfir Rafsan Jamal(http://www.panoramio.com/photo/36625493)
http://i54.tinypic.com/1604vf8.jpg
KAPOLRES LUWU UTARA.

Comeliness
September 14th, 2011, 06:30 PM
Foto berita: Tuesday, 13 September 2011
Cargill Cocoa and Chocolate investasi US$100 juta
Oleh Muhammad Juanda.
http://www.bisnis-kti.com/show_image_NpAdvMainFea.php?filename=/2011/09/CARGIL-COKLAT.jpg&cat=17&pid=24385&cache=false
DOK.BI REGIONAL TIMUR
Managing Director Cargill Cocoa and Chocolate Jos De Loor (kanan) bersama Cargill Site Controller Cocoa Affan Siregar memberikan keterangan kepada wartawan di Makassar, kemarin. PT Cargill Indonesia akan menanam modal US$100 juta untuk membangun industri pengolahan kakao di Sulsel dengan kapasitas produksi 65.000 ton biji coklat pertahun.

Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/09/foto-berita-cargill-cocoa-and-choco%C2%ADlate-investasi-us100-juta/


Selasa, 13 September 2011, 13:58 WITA |
Cargill akan Bangun Industri Kakao di Sulsel

Makassar (ANTARA News) - Sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri pangan dunia Cargill akan membangun industri pengolahan biji kakao di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). "Kami sedang mengeksplorasi peluang investasi pengolahan kakao di Indonesia dan Sulsel menjadi komponen yang nyata," kata Managing Director Cargill Cocoa and Chocolate Jos De Loor di Makassar, Selasa, usai menemui Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Ia memperkirakan jumlah investasi untuk membangun industri pengolahan yang akan difokuskan pada produksi kakao dalam bentuk bubuk, lemak dan cair itu berada di kisaran 100 juta dolar Amerika. "Fokusnya adalah untuk pasar kita di Asia langsung dari Makassar. Kita akan memproduksi bubuk cokelat berkualitas tinggi dari industri pengolahan yang kita bangun nantinya,"jelasnya.

Kehadiran fasilitas pengolahan kakao di Sulsel ini nantinya akan memperkuat pasar di Asia karena peta perkembangan konsumsi kakao saat ini terkonsentrasi di wilayah Asia terutama untuk bubuk. Ia menambahkan, selama ini pihaknya telah memiliki dasar pasar di Asia tapi masih lebih banyak didukung oleh pasar Eropa dan Amerika. "Kita harapkan nanti mendapat dukungan bahan baku sekitar 65 ribu ton per tahun untuk industri yang baru," ujarnya.

Industri pengolahan kakao ini diharapkan beroperasi dalam dua tahun ke depan. Saat ini pihaknya masih melakukan eksplorasi termasuk mencari dan mempelajari lokasi. "Belum diputuskan, tapi Makassar masih menjadi pilihan terbaik hingga saat ini," katanya yang juga mengharapkan dukungan pemerintah untuk mewujudkan rencana ini.

PT Cargill selama ini juga telah beroperasi di Kawasan Industri Makassar (Kima) dengan memproduksi pakan ternak menggunakan bahan baku jagung. Selain produk olahan kakao dan pakan ternak, perusahaan ini juga mengolah biji-bijian dan minyak nabati, gula serta minyak kelapa. (T.KR-RY/S016)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/31831/cargill-akan-bangun-industri-kakao-di-sulsel

Comeliness
September 17th, 2011, 09:58 PM
By armin mustamin toputiri (http://www.flickr.com/photos/armintoputiri/1223184699/)
http://farm2.static.flickr.com/1037/1223184699_4c2102b861_z.jpg
"Pendaratan Perdana"
Peresmian Bandara Lagaligo, Bua, Kab.Luwu, 2007.

----------------------------------------------------------------

Jumat, 16 September 2011 | 18:18:04 WITA |
Pemkab Luwu Bangun Sekolah Penerbangan
Siapkan Lahan 50 Hektare
REPORTER: HIDAYAT IBRAHIM
EDITOR: BAHARUDDIN MOENTA

http://i53.tinypic.com/24xf09l.jpg
Hidayat/Fajar
ALTERNATIF. Bandara Lagaligo, Kecamatan Bua, Luwu, akan menjadi bandara alternatif setelah Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Sejumlah fasilitas pendukung telah tersedia dan diproyeksikan diterbangi pesawat jenis Boing 737 seri 200.

BELOPA, FAJAR -- Pemerintah Kabupaten Luwu menyikapi serius rencana pemerintah pusat untuk membangun Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan (STIP) di dekat Bandar Udara Lagaligo, Kecamatan Bua. Hal itu ditandai dengan dialokasikannya anggaran pada APBD 2011 senilai Rp3 miliar untuk membayar ganti rugi pembebasan lahan warga. Lokasi pembangunan STIP itu kini telah ditetapkan pemerintah pusat dengan koordinasi Pemerintah Kabupaten Luwu. Tepatnya di Dusun Labokke, Desa Puty, Kecamatan Bua. Jika terealisasikan, kampus STIP akan berada di kaki bukit sehingga dijamin jauh dari kebisingan kendaraan.

Bupati Luwu Andi Muzakkar ketika ditemui di ruang kerjanya menuturkan, dalam proyek pendidikan itu, pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat berbagi tugas. Yakni, untuk pembebasan lahan seluas 50 hektare ditanggung Pemkab Luwu, desain bangunan menjadi tanggung jawab Pemprov Sulsel, dan pemerintah pusat menanggung biaya fisik pembangunan kampus.

"Kami sudah mengalokasikan anggaran senilai Rp3 miliar melalui dinas pendidikan untuk pembebasan lahan warga. Proses pembebasan lahannya sudah berjalan," tutur Cakka---sapaan akrab Andi Muzakkar. Estimasi anggaran yang dibutuhkan, tambah Cakka, untuk pembebasan lahan dipatok harga dasar yakni antara Rp15.000 hingga Rp20.000 per meter persegi. Sedangkan untuk desain dianggarkan senilai Rp1,4 miliar. "Anggaran fisiknya belum kami tahu karena itu akan ditanggung pemerintah pusat dan sementara disusun programnya di pusat," paparnya.

Menurut Cakka, jika program ini berjalan lancar, maka STIP Bua akan menjadi pusat penelor pilot, pramugari, dan teknisi pesawat kedua di Indonesia setelah Curug, Tangerang. “Kalau pemerintah pusat menunda program ini, maka Pemkab Luwu dan Pemprov Sulsel akan menggugatnya,” tukas Cakka.

Sementara itu, seiring dengan pengembangan dunia pendidikan penerbangan, Kabupaten Luwu, khususnya Bandara Lagaligo juga akan menjadi bandara alternatif setelah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Andi Muzakkar menegaskan, ke depan seiring dengan pengembangan STIP, Bandara Lagaligo juga akan menjadi workshop pesawat. “Jadi, akan banyak hanggar dibangun di Bandara Lagaligo, Bua nantinya," sebut Cakka.

Kepala Bandara Lagaligo Bua, Hariadi ketika dikonfirmasi terpisah mengatakan, kesiapan lahan bandara juga sudah sangat mendukung. Kata dia, terdapat lahan sekira 103 hektare, sudah termasuk runway dengan panjang 1.400 meter dan lebar 30 meter.

“Maksimalnya runway bisa mencapai 1.800 sehingga nantinya bisa diterbangi pesawat jenis Boing 737 seri 200,” kata Hariadi. Ditambahkan, berdasarkan rencana Dinas Perhubungan Sulsel, dalam mendukung STIP maka pemerintah juga akan membangun runway paralel khusus untuk digunakan mahasiswa STIP agar tidak mengganggu runway komersil.

“Untuk hangar sekarang ini kami belum miliki. Fasilitas yang ada baru sebatas tower, armada pemadam, asrama bagi pilot dan pramugari, dan sejumlah sarana pendukung penerbangan lainnya,” jelasnya sembari menambahkan bahwa pihak bandara juga tengah melakukan penambahan damkar kategori tiga untuk melayani peswat ATR 72. Di sekitar Bandara Lagaligo, sebut Hariadi, juga masih terdapat ratusan bahkan ribuan hektare lahan masyarakat yang belum dibebaskan dan berpotensi untuk mendukung pengembangan bandara ke depannya. (*)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110915181804-pemkab-luwu-bangun-sekolah-penerbangan%27

Comeliness
September 21st, 2011, 10:13 PM
Sabtu, 17 September 2011, 05:33 WITA |
APBD 2011 Sulsel Tembus Rp3,33 Triliun

Makassar (ANTARA News) - Belanja daerah Sulawesi Selatan menembus Rp3,33 triliun setelah mengalami penambahan Rp373 miliar di Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2011.Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Jumat, mengatakan lonjakan drastis belanja daerah Sulsel dalam beberapa tahun terakhir menandakan kesejahteraan masyarakat di 24 kabupaten/kota semakin meningkat. "Itu pertanda bahwa ekonomi kita membaik, pendapatan daerah juga membaik, penerimaan pajak makin banyak, pajak paling seksi dari kendaraan bermotor," katanya.

Dari Rp3,337 triliun belanja daerah pada KUA/PPAS APBD 2011 pasca perubahan yang telah ditandatangani gubernur dan DPRD, belanja tidak langsung mencapai Rp1,98 triliun, sedang belanja langsung Rp1,37 triliun. Belanja tidak langsung meliputi, belanja pegawai Rp628 miliar, belanja bunga Rp150 juta, belanja hibah Rp102 miliar, belanja bantuan sosial Rp35,9 miliar, belanja bagi hasil kepada provinsi dan kabupaten/kota Rp707 miliar, belanja bantuan keuangan kepada kabupaten/kota Rp490 miliar, dan belanja tidak terduga Rp27 miliar.

Sementara, anggaran belanja langsung atau belanja pembangunan yang dikelola oleh sekitar 60 Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkup Pemprov Sulsel terbanyak di urusan Pekerjaan Umum Rp434 miliar, terdiri atas Dinas Bina Marga Rp350 miliar dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Rp83 miliar. Untuk Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Rp93 miliar, Dinas Perhubungan Rp53 miliar, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Rp27 miliar.

Sedangkan, belanja langsung untuk urusan kesehatan Rp292 miliar yang terdiri atas Dinas Kesehatan Rp14 miliar, RSUD Labuang Baji Rp35 miliar, RSKD Dadi Rp34 miliar, RSUD Haji Rp23 miliar, RS Sayang Rakyat Rp16 miliar, RSIA Sitti Fatimah Rp11 miliar, serta tujuh UPTD lainnya masing-masing dibawah Rp10 miliar. Untuk belanja langsung Dinas Pendidikan Sulsel Rp23 miliar, Dinas Sosial Rp16 miliar, Dinas Pertanian Rp44 miliar, Dinas Perkebunan Rp18 miliar, Dinas Peternakan Rp19 miliar, Dinas Kehutanan Rp13 miliar.(T.pso-099/A026)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/31955/apbd-2011-sulsel-tembus-rp333-triliun


Selasa, 20 September 2011, 20:34 WITA |
Pertumbuhan Ekonomi Sulsel Triwulan II Melewati RPJMD

Makassar (ANTARA News) - Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan II 2011 mencapai 8,62 persen, melewati target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang hanya 7,78 persen. "Pertumbuhan ekonomi Sulsel 8,62 persen sampai triwulan II, lebih tinggi dari 2007 yang hanya 8,18 persen. Juga melampaui target dalam RPJMD yang hanya 7,78 persen," kata Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang saat membacakan penjelasan gubernur terhadap nota keuangan dan RAPBD Perubahan Sulsel 2011 dalam sidang paripurna DPRD setempat di Makassar, Selasa.

Capaian pertumbuhan ekonomi Sulsel tertinggi di antara semua provinsi di Indonesia pada periode yang sama, dan jauh lebih besar dibanding pertumbuhan ekonimi Indonesia pada triwulan II 2011 yang hanya 6,5 persen. Namun demikian, kata Agus yang menggatikan Gubernur Syahrul Yasin Limpo yang sedang mengikuti agenda kenegaraan di Jakarta, tingginya pertumbuhan ekonomi, bukan satu-satunya yang ingin dicapai Sulsel, tetapi diarahkan pada pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Ia mengemukakan, Sulsel akan fokus pada program-program strategis daerah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi berkualitas pada tingkat mikro melalui penuntasan kemiskinan, program kesehatan gratis, dan penuntasan buta aksara dan lama sekolah melalui program pendidikan gratis. Selain itu, Pemprov Sulsel memberikan perhatian besar untuk pengembangan komoditas unggulan daerah untuk pangsa pasar luar negeri, dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Secara umum, pendapata Sulsel pada RAPBD 2011 pasca penandatangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) menembu Rp3 triliun dan Rp1,96 triliun diataranya bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) selebihnya dari dana perimbangan. Sementara belanja daerah menembus Rp3,37 triliun yang terbagi atas, belanja tidak langsung Rp1,98 triliun dan belanja langsung Rp1,38 triliun. Target pendapatan pada APBD-P 2011 mengalami penambahan Rp194 miliar dari Rp2,90 triliun pada APBD pokok, sedang belanja daerah bertambah Rp373 miliar dari APBD pokok yang hanya Rp3 triliun. (T.pso-099/B012)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/32051/pertumbuhan-ekonomi-sulsel-triwulan-ii-melewati-rpjmd

Comeliness
September 24th, 2011, 09:06 PM
Bandara Sawerigading, Palopo.

by Beni Sjamsuddin Toni (http://www.panoramio.com/photo/25146328)
http://static.panoramio.com/photos/original/25146328.jpg

by Beni Sjamsuddin Toni (http://www.panoramio.com/photo/25146266)
http://i54.tinypic.com/296cje8.jpg

by Beni Sjamsuddin Toni (http://www.panoramio.com/photo/25146294)
http://i56.tinypic.com/von0p1.jpg

Comeliness
September 28th, 2011, 09:41 PM
Selasa, 27-09-2011
Sulsel Ekspor 1,650 Ton Sayur dan Ikan
Masuki Pasar Singapura

MAKASSAR, UPEKS—Pemprov Sulsel kembali menjual komoditas unggulan ke luar negeri. Sebanyak 1,650 ton sayur dan ikan segar dijual ke Singapura. Sayuran dan ikan segar itu diekspor menggunakan kargo maskapai penerbangan Garuda. Menurut Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo, Senin (26/9) di Terminal Kargo Bandara Internasional Hasanuddin Makassar, ekspor itu merupakan ujicoba. Pada hari jadi Sulsel nanti, akan disusul dengan ekspor dalam jumlah yang lebih besar.

Selain Singapura, India dan Malaysia ditargetkan menjadi negara tujuan ekspor untuk sayur dan ikan segar ini. Ekspor sayur dan ikan segar ke Singapura itu, diakui Syahrul sebagai pembuka pintu. Ujicoba ini melalui tahapan yang cukup rumit, terkait persyaratan komoditi yang lebih ketat dari sejumlah negara lain khususnya dalam hal penggunaan pestisida dan bahan kimia lainnya.

“Semua komoditi ekspor ujicoba ini telah didukung oleh balai karantina. Sertifikasi telah dilakukan dan itu sudah terjamin dari berbagai masalah biologis yang berbahaya. Kita juga tetap rintis India, Malaysia, dan Hongkong,” jelasnya. Komoditi Sulsel lain yang menurutnya akan dilepas besar-besaran adalah sapi. “Kita akan melakukan ekspor besar-besaran saat hari jadi Sulsel nanti. Kita juga akan mengekspor ke India dan Malaysia,. untuk Bali, kita mempunyai stok 59 ribu ekor sapi yang akan dikirim ke Bali. Kita jamin kebutuhan tersebut, sehingga Bali tak perlu lagi mengimpor sapi dari luar negeri,” papar Syahrul.

Dia mengaku, sebelumnya sejumlah pihak meragukan upaya Pemprov Sulsel melakukan berbagai ekspor dan membuka jalur penerbangan internasional. “Ini sama sewaktu kita berupaya membuka jalur penerbangan dari Malaysia ke Makassar. Banyak yang berfikir itu sesuatu yang tak mungkin. Bahkan subsidi sebesar Rp500 juta yang kita keluarkan dianggap hanya buang-buang duit saja. Tetapi saat ini penerbangan internasional menjadi terbukti. seperti juga saat ini, ekspor sayur dan ikan ujicoba dari Makassar ke Singapura.

Ini kita lakukan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik kepada masyarakat. Bayangkan saja, di sana harga mahal sekali. Sulsel bisa dan mempunyai potensi terhadap komoditi tersebut. Ditambah lagi ada jaminan sertifikat dari Balai Karantina atas sejumlah cabe Sulsel yang bisa diekspor ke negara mana saja di dunia. Saya mau semua orang yang makan di luar negeri seperti di Hongkong, Singapura, dia makan cabe Sulsel. Seluruh kabupaten kota harus solid. Negeri ini harus diperbaiki dan semua harus terlibat memperbaiki negeri ini,” papar Syahrul.

Terkait ekspor ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengungkap, untuk pengangkutan hasil ekspor Sulsel ini, pihak Garuda menerapkan tarif khusus. Menurutnya untuk komoditi ekspor ini, pihak Garuda Indonesia siap memberikan harga sebesar 0,65 sen dari publish rate USD1,5 per kilogram. “Kalau dirupiahkan untuk 0,65 kita diberikan sekitar Rp6 ribuan/kilogram,” jelas Irman.

Irman juga menyebutkan ekspor ujicoba ini juga merupakan pembelajaran buat Sulsel, khususnya terkait penetapan standarisasi. Oleh sebab itu, Diperindag akan terus lakukan pemantauan, termasuk. “Kalau standarisasi kita sama dengan mereka, berarti teknologi dan kualitas manusia kita sudah sama. Komoditi ini nantinya akan masuk ke Supermarket,” jelasnya. Ekspor ini juga menjadi pilihan lain dari sejumlah negara. “Selain Thailand ada juga negara lain. Ini akan menjadi pilihan, bahwa di Indonesia, selain Jawa dan Sumatera, ada Sulsel. Jadi tidak penting jumlahnya dulu yang penting buka ruang dulu,” tegasnya.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=72965

Comeliness
September 30th, 2011, 11:46 PM
Jumat, 30 September 2011, 10:45 WITA |
Sulsel Raih Predikat Terbaik Bidang Investasi

Makassar (ANTARA News) - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menetapkan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk dalam daftar tujuh provinsi terbaik bidang investasi atau Regional Champions 2011. Pelaksana tugas BKPM Daerah Sulsel Irman Yasin Limpo di Makassar, Jumat, menjelaskan, penetapan tersebut disampaikan melalui surat BKPM RI bernomor 502/A1/2011 yang diterima Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Kamis (29/9).

Surat tersebut sekaligus undangan untuk menerima penghargaan di Kantor BKPM, Jakarta, pada Rabu 12 Oktober 2011. Sebagai Regional Champions 2011, jelas dia, Sulsel akan dipromosikan oleh pemerintah pusat dan BKPM sebagai salah satu wilayah terbaik untuk berinvestasi di Indonesia kepada calon investor. Pusat pun akan memprioritaskan pengalokasian infrastruktur, anggaran penunjang terkait investasi serta menambah dana konsentrasi peningkatan pelayanan investasi.

Hingga pertengahan 2011, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Sulsel mencapai lebih dari Rp2,1 triliun atau mendekati realisasi PMDN 2010 senilai Rp3,2 triliun. Sedangkan, Penanaman Modal Asing (PMA) telah mencapai 80 juta dolar Amerika.

Berdasarkan pencapaian realisasi tersebut BKPM menempatkan Sulsel di posisi lima besar setelah Kalimantan Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta dan Jawa Barat. "Dengan masuknya Sulsel menjadi provinsi terbaik berinvestasi di tanah air, kita optimistis iklim investasi dan penanaman modal kita akan semakin bagus kedepannya,"ujarnya.

Terpilihnya Sulsel juga tak lepas dari suksesnya pemaparan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo tentang potensi dan kesiapan penanaman investasi pada penjurian Regional Champion di kantor BKPM pada Selasa, 20 September 2011.

Pemaparan dilakukan bergantian bersama gubernur sembilan provinsi lainnya yang masuk dalam nominasi yaitu Jawa Tengah, DKI Jakarta, Bali, Sumatera Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Dalam pemaparannya, gubernur menjelaskan, Sulsel melakukan inovasi percepatan pelayanan investasi dengan pendelegasian wewenang pengelolaan dan penerbitan izin investasi dari gubernur ke kepala BKPMD. Kebijakan ini dilakukan untuk mempermudah calon investor yang masuk.

Sulsel juga merupakan provinsi pertama yang menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 13/2009 tentang Pelayanan Terpadu Sistem Satu Pintu (PTSP) dalam sistem pelayanan investasi dan penanaman modal berbasis elektronik berjaringan yang mencakup 14 kabupaten di Sulsel. (T.KR-RY/S016)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/32367/sulsel-raih-predikat-terbaik-bidang-investasi

Comeliness
October 1st, 2011, 08:21 PM
Takalar

Image source: http://www.takalarkab.go.id/index.php?pilih=gallery&mod=yes&type=getalbums&albums=1&aksi=lihat&image=23
http://i54.tinypic.com/2dgrodx.jpg
Kantor DPRD.

Image Source: http://www.takalarkab.go.id/index.php?pilih=gallery&mod=yes&type=getalbums&albums=1&aksi=lihat&image=23
http://i52.tinypic.com/2s99k6a.jpg
Kantor Bupati.

Comeliness
October 3rd, 2011, 07:35 PM
Sabtu, 01 Oktober 2011 | 23:08:51 WITA |
China Siap Investasi Rp6 Triliun
Garap Listrik dan Nikel Sulsel

MAKASSAR, FAJAR -- Perusahan raksasa asal China, yang tergabung dalam Cynopex Coorporation Group siap menggelontorkan investasi mencapai Rp6 triliun untuk menggarap listrik dan nikel Sulsel. Untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kabupaten Enrekang, digarap Cynopex Hydro menyiapkan dana Rp3 triliun, sedangkan nikel di Luwu Timur digarap Cynopex Energy juga menyiapkan Rp3 triliun. Berdasarkan data, kapasitas pembangkit yang akan dibangun sebesar 2 kali 100 mega watt. Hasil penelitian terakhir yang dilakukan Cynopex Hyidro bersama Universitas Hasanuddin menyebutkan, proyek tersebut cukup visible.

"Rencananya pihak perusahaan akan menggelar pertemuan dengan Bupati Enrekang untuk membicarakan lebih lanjut proyek tersebut. Apalagi, PT PLN diklaim telah memberikan respon positif dan siap membeli daya laistrik yang dihasilkan," kata Malik B Masyri sebagai fasilitator management Cynopex Group usai bertemu Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, kemarin.

Cynopex Hydro mengaku, belum dapat memastikan kapan pembangunan fisik pembangkit dapat dimulai. Managemen perusahaan tersebut tengah merampungkan sejumlah kelengkapan administrasi, seperti nota kesepahaman kerja sama antara pemerintah Sulsel dengan pemerintah China. Mengingat Cynopex Group merupakan salah satu perusahaan BUMN China. "Mereka siapkan investasi sebesar Rp3 triliun. Kami akan melakukan pertemuan lanjutan dengan Pemkab Enrekang, Bappenas, PT PLN. Kami berharap ini cepat selesai," kata Malik.

Selain PLTA, Cynopex Corporation China juga mengaku berminat mengelola pertambangan Sulsel, khususnya nikel. Namun rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulsel, terutama lokasi tambang nikel yang terdapat di Kabupaten Luwu Timur. Pertemuan kemarin dihadiri jajaran manajemen Cynopex asal China antara lain Mr Yu selaku Direktur Cynopex Hydro Ji Zhangming Zhongwe, Direktur Utama Cynopex Steel, dan Direktur PT Asia Maining Pasific Tony Liem selaku rekanan lokal. (*)

Source: http://www.fajar.co.id/read-20110930230851-china-siap-investasi-rp6-triliun%27


Selasa, 27 September 2011, 20:26 WITA |
Sulsel Miliki 14 Titik Potensi Panas Bumi

Makassar (ANTARA News) - Sulawesi Selatan memiliki 14 titik potensi panas bumi yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif, kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral setempat, H Gunawan Palaguna. "Dari 14 titik yang sudah disurvei itu di antaranya berada di Kabupaten Tana Toraja, Luwu dan Luwu Utara," kata Gunawan di Makassar, Selasa. Dia mengatakan, khusus di Kabupaten Tana Toraja berlokasi di Bituang dan telah dilakukan tender. Sedang potensi energi yang dihasilkan dari panas bumi di lokasi itu sekitar 20 - 50 Mega Watt (MW).

Potensi lainnya, lanjut dia, berada di kawasan Gunung Lompo Battang dan Gunung Latimojong dapat menjadi sumber energi alternatif. Khusus energi yang berasal dari tenaga air, terdapat di bagian utara Sulsel yakni di kawasan Bakaru, Kabupaten Pinrang. "Sementara perusahaan yang sudah mengembang sumber energi sendiri adalah PT Inco yang memiliki pembangkit listrik dari air dengan kapasitas 300 - 400 MW," katanya.

Khusus di Kabupaten Enrekang, Sulsel, dia mengatakan, akan dibangun pembangkit listrik dengan kapasitas 2 x 100 MW di kawasan Buttu Batu. Sedang di Kabupaten Wajo terdapat sumber energi gas dengan kapasitas terpasang 1,95 MW dan 2 x 60 MW.

Mengenai total energi yang dimiliki PT PLN yang membawahi Sulsel, Sultra dan Sulbar, lanjut dia, sekitar 800 MW dan dari kapasitas tersebut pada 2011 sumber energi yang dikelola PLN sudah mendapatkan surplus antara 40 - 50 MW. "Adanya surplus energi itu salah satu di antaranya karena adanya kontribusi dari pengguna jasa PLN untuk melakukan efisiensi energi, khususnya itu telah ditekankan pada kelompok industri dan rumah tangga," katanya. (T.S036/N005)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/32285/sulsel-miliki-14-titik-potensi-panas-bumi

Marsya
October 4th, 2011, 04:35 AM
Moko, Merek Mobil Lokal Sulsel

http://1.bp.blogspot.com/-gnCU3wpPDWo/ToiMt6qr1QI/AAAAAAAABqQ/00xwxJgWOVw/s200/mokoo.jpg

Obsesi Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo untuk menghadirkan Mobil murah untuk rakyat semakin jelas dan nyata dihadapan mata. Gubernur berkesempatan mencoba mobil tersebut di kawasan PT INKA Madiun, Jawa Timur, Minggu (2/10/2011).

Melalui rilis Karo Humas dan Protokoler Pemprov Sulsel, Agus Sumantri dari Madiun, Jawa Timur Kunjungan gubernur diterima langsung oleh direktur utamanya, Ir Roos Djatmiko bersama jajaran direksinya.

Ia menjelaskan PT Industri Kereta Api adalah satu-satunya industri kereta api terpadu di kawasan Asean yang dibangun sejak tahun 1981 dan mempekerjakan karyawan sebanyak 800 orang di pabrik yang memiliki luas 22,5 hektar.

Gubernur Sulsel dalam kunjungannya mengatakan sangat gembira dan terharu melihat hasil karya anak bangsa karena ide ini muncul karena begitu banyak kendaraan yang hilir mudik dihadapan kita namun tidak ada satupun yang dihasilkan dari tangan anak Indonesia.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan kendaraan roda empat yang diberi nama "moko". Mobil yang diproyeksikan menjadi mobil murah untuk usaha produktif di pedesaan ini rencananya akan dilounching pada peringatan hari jadi Sulsel ke-342 di Makassar.

Dalam kunjungannya ke Madiun, gubernur turut didampingi oleh Ketua DPRD Sulsel Moh Roem, Asisten Bidang Kesra Sulsel Amal Natsir, Kadis Koperasi Sulsel M Yamin, Kadis Bina Marga Sulsel Abd Latief, Kadis PSDA Sulsel Soeprapto, serta Karo Humas Agus Sumantri.

Selain meninjau pabrik mobil "Moko", dalam kunjungan tersebut dibahas kemungkinan menghadirkan kereta api sebagai modal transportasi di Sulsel.

Gubernur akan berusaha meyakinkan rencana tersebut saat rapat perkereta apian bersama Kementerian Perhubunhgan 6 Oktober mendatang di Makassar untuk memanfaatkan jalur trans Sulawesi khususnya dikawasan Mamminasata.

http://www.rca-fm.com/2011/10/moko-merek-mobil-lokal-sulsel.html

Comeliness
October 5th, 2011, 06:36 PM
Takalar

Image source: http://www.takalarkab.go.id/index.php?pilih=gallery&mod=yes&type=getalbums&albums=1&pg=2&stg=1&offset=16
http://i51.tinypic.com/314v4o1.jpg

Image Source: http://www.takalarkab.go.id/index.php?pilih=gallery&mod=yes&type=getalbums&albums=1&pg=2&stg=1&offset=16
http://i55.tinypic.com/fbetc4.jpg
Kantor Pemkab.

bkz010019
October 7th, 2011, 03:39 PM
Turki Bangun Sekolah Internasional di Sulsel


Thursday, 06 October 2011

MAKASSAR —

Pacific Countries Economik Solidarity Association Turki berencana membangun sekolah bertaraf internasional di Sulsel. Sekolah yang nantinya berlokasi di Kabupaten Gowa ditargetkan nenampung 1.000 siswa.

Chairmen Pacific Countries Economik Solidarity Association Turki Ahmed Cicek mengungkapkan rencana tersebut saat bertemu dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur di Jalan Sungai Tangka, kemarin.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 30 menit tersebut, Ahmed menjelaskan, sekolah yang akan dibangun tersebut membutuhkan lahan sekitar 5 hektare.

Sesuai dengan labelnya sebagai sekolah berstandar internasional, tentunya sistim ajar yang digunakan menggunakan metodologi terbaru yang dipadukan dengan penggunaan tekhnologi.

Sekadar diketahui, lembaga pendidikan asal Turki itu bukan pertama bekerja sama dengan pemerintah di Indonesia di bidang pendidikan. Sebelumnya, juga pernah bekerja sama dengan Pemprov Nangroe Aceh Darussalah dalam pembangunan Pasiad Bilingual Boarding School di Aceh.

Ahmed,yang dicegat wartawan, mengatakan, saat ini pihaknya bersama Pemprov Sulsel tengah melakukan kajian mengenai kerja sama di dunia pendidikan tersebut.Meski demikian, dia masih belum mau menjelaskan mengenai model sekolah yang akan didirikan di Sulsel.

“Kami akan bicara lebih mendalam lagi dengan Dinas Pendidikan Sulsel tentang rencana itu. Jadi, setelah kita rancang baru kami akan kami sampaikan,”kata Ahmed.

Selain akan membangun sekolah, organisasi asal Turki tersebut juga menawarkan program kerja sama pertukaran pelajar Sulsel dan Turki, dimana seluruh biaya akomodasinya ditanggung oleh Pacific Countries Economik Solidarity Association Turki.

“Kunjungan kita ini juga untuk mengirim mahasiswa dari Asia Tengah dan Turki untuk kuliah di universitas yang ada di Makassar.

Begitu juga dengan mahasiswa Makassar akan dikirim belajar di Turki,” kata Ahmed. Kadis Pendidikan (Kadisdik) Sulsel A Patabai Pabokori, yang ikut dalam pertemuan itu, menjelaskan, lembaga pendidikan Turki ini menawarkan pembangunan sekolah berasrama di Sulsel. Sekolah ini nantinya memiliki sarana olahraga dan fasilitas lainnya.

Rencananya, sekolah terpadu mulai dari tingkat SD hingga SMA ini akan ditempatkan di Kabupaten Gowa, memanfaatkan lahan milik Pemprov Sulsel yang ada di Kota Bersejarah itu.

Hanya saja, Patabai enggan menyebutkan secara detail dimana lokasi pembangunan sekolah yang akan menggunakan lahan seluar 5 hektare tersebut.

“Sudah ada lahannya kita siapkan di Gowa. Kita mau tinjau dulu. Kita sengaja pilih di luar kota karena nantinya diasramakan. Kita hanya siapkan lahan dan Turki nantinya yang menanggung pembangunannya,” kata Patabai kemarin.

Menurut dia, selain menanggung pembangunan hingga selesai,Turki juga akan mengisi seluruh fasilitas sekolah, mulai dari bangku, komputer, serta fasilitas belajar mengajar lainnya, hingga menyiapkan tenaga pengajar dari luar negeri.

“Sekolah ini bisa menampung hingga 1.000 pelajar.Tenaga pengajarnya dari Turki, Indonesia, dan negara lainnya, sehingga benar-benar berstandar internasional,” bebernya kepada wartawan.

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/433589/

Disbudpar Kembangkan Wisata Pantai Marina


Thursday, 06 October 2011

BANTAENG –

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantaeng mengembangkan kawasan wisata pantai. Apalagi, Pemprov Sulsel telah mengucurkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk pengembangan Pantai Marina Korong Batu.

“Saat ini pembangunannya sudah memasuki tahap kedua. Sejumlah infrastruktur di kawasan ini mulai dibangun dalam waktu dua bulan ke depan,” kata Kepala Bidang Promosi Wisata Disbudpar Bantaeng, Muhammad Saeruddin, kemarin.

Selain itu, beberapa fasilitas wisata yang mulai dibangun di tempat itu, di antaranya gazebo, lapangan voli pantai, taman pantai, dan kamar mandi lengkap dengan shower air panas maupun air dingin.

Dengan adanya fasilitas ini, kawasan pantai tersebut juga akan menjadi kawasan wisata modern.

“Tempat ini akan menjadi salah satu andalan wisata di Kabupaten Bantaeng, ”ujarnya Sekadar diketahui, pembangunan wisata Pantai Marina dimulai sejak 2010 untuk tahap pertama dan beranggaran sekitar Rp4 miliar.

Pengembangan tersebut ini sebagai upaya perubahan paradigma kepariwisataan yang ada di Bantaeng.

Kadisbudpar Bantaeng Asri Sahrun mengatakan,selain pengembangan wisata Pantai Marina Korong batu,pihaknya juga akan membangun rest area baru di Kecamatan Bissappu.

Rest area ini berada di perbatasan Jeneponto-Bantaeng dan diperkirakan akan beranggaran sekitar Rp7 miliar. Disbudpar berupaya mengubah citra wisata di Bantaeng yang hanya dianggap sebagai tempat transit.

Dengan adanya pengembangan beberapa lokasi wisata, Kabupaten Bantaeng diharapkan bisa menjadi kawasan tujuan wisata.

Sumber: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/433517/

Comeliness
October 9th, 2011, 05:12 PM
Takalar

Image Source: http://www.takalarkab.go.id/?pilih=gallery&mod=yes&type=getalbums&albums=1&aksi=lihat&image=14
http://i52.tinypic.com/2rfap2q.jpg

Image Source: http://www.takalarkab.go.id/?pilih=gallery&mod=yes&type=getalbums&albums=1&aksi=lihat&image=10
http://i55.tinypic.com/2r3zitd.jpg

Image Source: http://www.takalarkab.go.id/?pilih=gallery&mod=yes&type=getalbums&albums=1&aksi=lihat&image=10
http://i53.tinypic.com/11j2ir7.jpg
Pemkab Takalar.

Comeliness
October 10th, 2011, 06:57 PM
Jumat, 07-10-2011
Rusia Incar Proyek Rel Kereta Api di Sulawesi

JAKARTA, BKM - Investor Rusia terus memperluas rencana investasi infrastruktur mereka di Indonesia. Selain proyek 300 Km rel kereta api (KA) di Kalimantan, Negeri Beruang Merah itu juga berminat membangun proyek serupa dengan panjang 2.000 Km di Sulawesi. "Tadi kita sudah menetapkan untuk pembangunan rel kereta api dari ujung ke ujung, 2.000 Km, sudah ada yang mau mendanai, sudah siap. Ya dari Sulawesi Utara ke Selatan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad di kantor menko perekonomian, Kamis (6/10/2011)

Fadel menjelaskan pembangunan rel KA ini bagian dari Masterplan Perluasan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Khusus untuk wilayah Sulawesi dibutuhkan dana hingga triliunan untuk proyek-proyek selain rel KA antara lain serat optik telekomunikasi, bidang pangan dan lain-lain. "Untuk rel dari Rusia. Angka belum difinalkan, sudah kita siapkan desain perencanaan," jelas Fadel.

Menurut Fadel nantinya proyek rel KA di Sulawesi itu akan menggunakan rel ganda atau double track. Masalah ini akan dimatangkan pada saat kunjungan petinggi Rusia November 2011 nanti. Bahkan kata Fadel nantinya pengusaha lokal pun akan diusahakan terlibat dalam proyek ini termasuk dari Bukaka. "Pertemuan kita dengan mereka kalau nggak salah bulan depan, dalam rangka ASEAN Summit," katanya.

Sebelumnya Russian Rainways, perusahaan kereta api asal Rusia siap membangun 300 Km rel kereta api di Kalimantan Tengah dan Timur. Pihak Rusia berkomitmen membenamkan modal hingga US$ 2,5 miliar dalam proyek ini. Masalah kepastian proyek ini setidaknya ditegaskan oleh Presiden Direktur Russian Railways Vladimir Yakunin.

Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=54675

Tribun Timur - Senin, 10 Oktober 2011, 20:38 WITA
Pembangunan Kereta Api Sulsel Jadi Prioritas
Penulis : Syaekhuddin, Editor : Ina Maharani

Makassar, Tribun -- Pembangunan infrastruktur kereta api di Sulawesi Selatan menjadi prioritas tahap pertama dalam masterplan percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia (MP3EI). Upaya percepatan pembangunan infrastruktur kereta api dari [COLOR="Blue"]Makassar-Parepare sepanjang kurang lebih 200 kilometer masuk dalam prioritas pertama bersamaan dengan Manado-Bitung sejauh 40 kilometer.

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo mengatakan kehadiran moda transportasi kereta api akan memperkuat posisi Sulsel sebagai basis koridor empat wilayah Sulawesi. Kebutuhan untuk menghadirkan sarana transportasi tersebut di Sulsel diakuinya memakan biaya yang cukup besar. Pemprov berencana melibatkan semua kalangan untuk terlibat termasuk siap melakukan pembicaraan dengan pihak Rusia serta beberapa sektor swasta lainnya.

"Wacana kereta api di Sulsel sudah ada sejak 1986, jadi kajiannya dari segala sektor sudah sangat matang," kata Syahrul di rujab Gubernur Sulsel, Senin (10/10/2011). Biaya yang dibutuhkan diakuinya cukup tinggi. Untuk pembangunan infrastruktur rel kereta api saja dibutuhkan anggaran Rp 20 miliar per kilometer. Jarak Kota Makassar-Kota Parepare sekitar 200 kilometer.

Selain itu, Syahrul berharap pembebasan lahan tidak jadi masalah yang akan menghambat laju pembangunan infrastruktur kereta api yang rencananya akan mulai di bangun 2012 mendatang. "Sesuai undang-undang masalah pembebasan lahan menjadi tanggungjawab bupati setempat. Saya harap bupati dapat ikut berperan untuk memperlancar proses pembebasan lahan," kata Syahrul.

Source: http://makassar.tribunnews.com/2011/10/10/pembangunan-kereta-api-sulsel-jadi-prioritas

TradersFromMakassar1
October 12th, 2011, 09:20 AM
teman2 n senior, please visit
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1450063

Andhy2
October 12th, 2011, 04:53 PM
GUBERNUR Sulsel Syahrul Yasin Limpo kembali menerima penghargaan tingkat nasional untuk yang kesekian kalinya. Kali ini, Syahrul menerima penghargaan Investment Award 2011 yaitu penghargaan sebagai provinsi terbaik dalam bidang penanaman modal.

Dalam tiga tahun ini, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo telah berhasil meraih 91 penghargaan tingkat nasional.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Syahrul dengan disaksikan oleh Menteri Kehutanan Mustafa Abdullah dan Menteri Perindustrian MS Hidayat serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyampaikan selamat kepada pemenang dari sulawesi selatan yang telah berhasil memperoleh penghargaan ini, karena telah membuktikan dengan menghadirkan pelayanan satu pintu bagi pengusaha yang akan menanamkan modalnya di daerah.

Ia berpesan agar Provinsi Susel menjaga iklim investasi yang baik ini dan memberikan kepastian hukum kepada kepada para pemilik modal.

Kepala BKPM Gita Wiryawan mengatakan provinsi yang berhasil meraih penghargaan kali ini benar-benar dari hasil sangat obyektif oleh tim yang menilai kinerja Pemerintah provinsi.

Khususnya kondisi pertumbuhan ekonomi di daerah, iklim investasi daerah dan proyek strategi yg ditawarkan serta ketersedian sumber daya alam dan manusianya serta dukungan sarana dan prasarana.

Ada tujuh provinsi yang meraih penghargaan The Regional Champion masing-masing Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat.

Sedangkan untuk kategori kota dan yang masuk dalam nominasi Penyelenggaraan PTSP bidang Penanaman modal kab/kota terbaik tahun 2011 diraih oleh Kota Parepare, Kota Dumai, dan Kota Surakarta. Untuk nominasi tingkat kabupaten diraih Rokan Hulu, Indra Giri Hulu, dan Ogan Komerin Ilir.

Sementara itu, Gubernur Syahrul Yasin Limpo mengatakan apa yang diperoleh adalah akumulasi dari keberhasilan masyarakat Sulsel yang bekerja sama, bahu membahu untuk menjaga daerah yang semakin kondusif bagi pelaku usaha dan hal yang paling utama posisi tawar bagi penanam modal.

Ia berharap dengan penghargaan ini akan lebih memberi motivasi bagi daerah untuk merevitalisasi semangat kerja pemerintah daerah dalam mengembangkan inovasi kebijakan serta penyelenggaraan pemerintahan khususnya dibidang penanaman modal.

Sumber : Tribun TImur


http://www.darimakassar.com/2011/10/12/sulsel-provinsi-terbaik-dalam-bidang-penanaman-modal/

Comeliness
October 13th, 2011, 07:34 PM
East Luwu

By sarjono06 (http://www.panoramio.com/photo/41938860)
http://i54.tinypic.com/am7ern.jpg
Karebbe Bridge.


By sarjono06 (http://www.panoramio.com/photo/46828883)
http://i51.tinypic.com/23kvsm0.jpg
Larona River.

Comeliness
October 13th, 2011, 07:44 PM
East Luwu

By sarjono06 (http://www.panoramio.com/photo/41938860)
http://i54.tinypic.com/am7ern.jpg
Karebbe Bridge.

Selasa, 11-10-2011
PLTA Karebbe Resmi Beroperasi

MALILI,UPEKS--Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Laskap Karebbe, Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur (Lutim) milik PT.One Vale Indonesia (dulunya PT.Inco) Selasa, (11/10) hari ini secara resmi akan beroperasi. Rencana peresmian Operasional PLTA Karebbe dikemukakan General Manager (GM) Regional Government Relations and Communication PT. Inco, Tri Rahman Batara kepada Upeks, Senin (10/10) kemarin.

Menurutnya, tahapan uji coba Dam Karebbe telah dilalui dengan menghasilkan kapasitas daya listrik sebesar 90 MW serta dikonsultasikan dengan komite keselamatan bendungan di Jakarta. Sekedar diketahui proyek pembangunan PLTA Karebbe dimulai sejak tahun 2005 lalu, namun sempat tertunda selama dua tahun. Proyek Dam Karebbe dibangun diatas lahan seluas 190 hektar dan akan digunakan PT. One Vale Indonesia untuk mendukung operasional pabrik di plant site.

"PLTA Karebbe merupakan pembangkit listrik ketiga yang dimiliki PT. Inco setelah PLTA Larona dan Balambona terlebih dahulu sudah beroperasi dari 90 MW listrik yang dihasilkannya, 3 MW diantaranya akan disumbangkan kepada masyarakat Lutim.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=73762


Rabu, 12 Oktober 2011, 04:29 WITA |
Vale Investasi Nikel Dua Miliar Dolar AS

Sorowako, Sulsel (ANTARA News) - Pemegang saham mayoritas PT International Nickel Indonesia (Inco) Vale Global, melakukan penambahan investasi dua miliar dolar Amerika Serikat untuk meningkatkan produksi nikel Sulawesi Selatan. "Investasi tersebut untuk meningkatkan produksi nikel dari 73.000 metrik ton menjadi 120.000 metrik ton/tahun selama kurun waktu lima tahun (2011-2016), kata CEO Vale Global Murilo Ferreira di Sorowako, Selasa.

Saat syukuran pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karebbe di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur (Lutim) ia menyatakan PLTA Karebbe memiliki kapasitas daya 90 MW dibangun dengan investasi 410 juta dolar AS. PLTA itu dimaksudkan untuk mendukung peningkatan produksi nikel di Sulsel dan penekanan tombol pengoperasian dilakukan secara bersama Bupati Lutim A. Hatta Marakarma, CEO Vale Murilo Ferreira, Presdir Inco, Nicolaas D Kanter dan Preskom Inco Peter Poppinga.

Menurut Murilo, penambahan investasi itu untuk mendukung peningkatan produksi dengan membangun satu tanur pemurnian baru, memperbaharui (upgrade) dua tanur lama, sehingga total tanur yang beroperasi maksimal secara efisien sebanyak lima tanur didukung dengan tiga PLTA yakni PLTA Larona, PLTA Balambaru dan PLTA Karebbe.

Murilo mengatakan, selama 43 tahun keberadaan Inco di Sulsel sudah melakukan investasi 2,5 miliar dolar AS dan praduksi nikel saat ini 73.000 metrik ton/tahun dan mencatat 9,7 juta jam kerja tanpa kecelakaan kerja. Secara bertahap dan sesuai prosedural, PT Inco akan berubah nama menjadi Vale Indonesia Tbk dan sudah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan HAM dan kini menunggu persetujuan perubahan dari Menteri ESDM serta pihak terkait.

Vale tercatat merupakan perusahaan tambang nikel nomor dua terbesar di dunia yang beroperasi di lima Benua dan 38 negara serta berkantor pusat di Brasil dengan 119.000 orang karyawan. Untuk penggantian nama Inco menjadi Vale Indonesia Tbk akan menjadi tonggak perubahan era baru Vale di Indonesia, katanya. Di Sulsel, lahan konsesi tambang nikel Inco seluas 118.000 hektare dan khusus tiga PLTA milik Inco untuk mendukung produksi, seluruhnya berada pada satu aliran sungai yakni Sungai Larona. (T.F003/M027)

Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/32756/vale-investasi-nikel-dua-miliar-dolar-as

Comeliness
October 15th, 2011, 05:27 PM
Wednesday, 12 October 2011
Foto berita: Bosowa Energi bangun pembangkit listrik
Oleh Muhammad Juanda
http://i52.tinypic.com/mhzgbd.jpg
DOK.BI REGIONAL TIMUR
Komisaris Bosowa Energi Maddo Pammusu (tengah) mendengarkan penjelasan Project Manager Bosowa Energi Bagio Prijanto (kanan) dan Electric Coordinator Muhammad Muslim terkait pembangunan PLTU Punagaya Jeneponto milik Bosowa Corporation di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Pembangkit dengan kapasitas 2X125 megawatt (MW) tersebut telah rampung 82 % pengerjaannya dan diharapkan pada Maret 2012 daya listrik 1X125 MW telah tersedia.

Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/10/foto-berita-bosowa-energi-bangun-pembangkit-listrik/

--------------------------------------------------------------
October 15, 2011
Bosowa Bangun PLTU Unit III di Jeneponto

MAKASSAR - Bosowa Corporation melalui PT Bosowa Energy akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) unit III di Desa Punagayya, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto.“Turbin pembangkit baru akan dibangun pada 2012, setelah dua unit pembangkit selesai dikerjakan,” kata Komisaris Bosowa Energy Maddo Pammusu kemarin.

Maddo menjelaskan, pembangkit unit III ini memiliki kemampuan produksi daya listrik sebesar 300 megawatt. Proyek ini berada satu lokasi dengan unit I dan II berkapasitas 2 x 125 megawatt yang sedang dalam tahap penyelesaian. Investasi baru ini akan menempatkan Bosowa sebagai salah satu perusahaan swasta lokal yang mengelola listrik di kawasan timur Indonesia. Jika ketiga pembangkit digabung, Bosowa akan mampu memproduksi listrik sebesar 550–600 megawatt. Menurut Maddo, PLN telah menyetujui rencana tersebut. PLTU unit III akan dikerjakan setelah unit I dan II sempurna, masuk interkoneksi PLN pada Mei 2012.

Adapun sumber pembiayaan berasal dari investor asal Cina. Sedangkan ChengDa China Engineering Corporation, yang membangun unit I dan II, masih tetap dipercaya sebagai pelaksana pekerjaan fisik dan pemrograman pembangkit listrik. Manajer Proyek Bosowa Energy Bagio Prijanto memaparkan PLTU yang dimiliki Bosowa merupakan pembangkit terbesar dan pertama di wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan. Kawasan itu meliputi tujuh kabupaten, yakni Gowa, Takalar, Jeneponto, Bulukumba, Bantaeng, Sinjai, dan Selayar.

Selama ini pembangkit listrik yang melayani masyarakat di daerah ini, termasuk Sulawesi Barat, semuanya beroperasi di kawasan utara Sulawesi Selatan. “Jika Bosowa dapat merealisasi pembangkit tersebut, PLN tidak lagi dipusingkan dengan keterbatasan daya listrik,”ujar Bagio.

Sebelumnya, Chief Executive Officer Bosowa Erwin Aksa menyatakan pihaknya menyiapkan investasi sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 17,23 triliun untuk membangun PLTU di lahan seluas 150-300 hektare itu. Produksi listrik dari PLTU unit I, II, dan III akan disalurkan ke kawasan industri. Di kawasan itu akan dibangun sejumlah pabrik pengelolaan baja, pasir besi, dan bijih besi, termasuk industri yang dimiliki oleh lingkup internal Bosowa. SULFAEDAR PAY

Source: http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/10/15/ArticleHtmls/Bosowa-Bangun-PLTU-Unit-III-di-Jeneponto-15102011248013.shtml?Mode=undefined


Thursday,October 13, 2011
Bosowa Bangun Kawasan Industri di Jeneponto

MAKASSAR -- Bosowa Corporation telah menyiapkan tata ruang pembangunan kawasan industri di Kabupaten Jeneponto dengan nilai investasi US$ 2 miliar atau setara dengan Rp 18,23 triliun. Kawasan itu akan memanfaatkan lahan seluas 150-300 hektare dan berada satu lokasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Punagayya di Kecamatan Bangkala.

Bosowa sudah memantapkan rencana pembangunan kawasan industri di lokasi pembangkit. Sudah banyak investor yang menawarkan diri membangun pabrik, kata Chief Executive Office Bosowa Corporation Erwin Aksa kemarin. Nilai investasi itu untuk membangun kawasan pabrik, pergudangan, dan area peti kemas. Dari total investasi tersebut, Rp 300 miliar di antaranya akan digunakan untuk pembangunan pelabuhan.

Kawasan yang tidak jauh dari bibir Pantai Punagayya itu, menurut Erwin, akan menjadi satu-satunya kawasan perekonomian terlengkap di Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia. Kawasan yang akan mulai dibangun tahun depan itu akan ditawarkan kepada investor nasional, lokal, asing, dan internal Bosowa. Cina dan Korea Selatan telah mengajukan penawaran untuk membangun pabrik baja dan bijih besi.

Erwin, yang juga Ketua DPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, akan menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi pengolahan bijih besi, pasir besi, dan pabrik baja, yang bahan bakunya banyak dikandung perut bumi Jeneponto. Blue print kawasan telah mulai dimantapkan oleh tenaga ahli. Kawasan ini akan mendapatkan suplai listrik langsung dari pembangkit, ujar Erwin.

Komisaris PT Bosowa Energy, Maddo Pammusu, menjamin adanya suplai energi listrik langsung ke kawasan industri. Namun Maddo belum mengungkapkan berapa megawatt listrik yang akan disiapkan untuk menghidupi kawasan tersebut. Listrik akan dialirkan langsung dari pembangkit untuk menghidupkan kawasan industri. Begitu pula fasilitas penerangan dan prasarana lain di dermaga peti kemas dan pelabuhan, Maddo mengungkapkan. Maddo, yang juga pengurus DPD Partai Golkar Jeneponto, menuturkan, perekonomian masyarakat di Desa Punagayya akan hidup dengan adanya kawasan industri ini.

Rencana untuk menghadirkan kawasan industri ini juga dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Gowa. Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo mengaku telah menyiapkan 942 hektare di Desa Parangloe. Kawasan itu berada di sekitar Bendungan Bilibili dan berjarak 40 kilometer dari Makassar. Kegiatan ekonomi di lokasi itu lebih pada pengelolaan hasil perkebunan dan pertanian. Termasuk industri barang jadi, kerajinan, dan makanan siap saji. Ichsan mengiming-imingi adanya kemudahan perizinan dan ketersediaan tenaga kerja siap pakai. Kawasan berada di lahan yang strategis yang dikelilingi pohon jati putih. Investor tidak perlu pusing soal tenaga kerja karena kami telah menyiapkan, kata Ichsan.

Rencana perluasan kawasan industri juga telah dipersiapkan manajemen Kawasan Industri Makassar (Kima) Daya, Makassar. Direktur Utama Kima tengah bersiap membangun Kima II di Kabupaten Maros, yang berjarak 30 kilometer dari Makassar. Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menyambut positif perluasan kawasan industri hingga ke daerah. Menurut dia, sudah saatnya Makassar tidak lagi menjadi satu-satunya penyangga ekonomi provinsi ini.

Upaya yang dilakukan Bosowa, Gowa, dan Kima, Ilham berpendapat, merupakan langkah strategis untuk memajukan ekonomi daerah dan provinsi. Ini memberikan waktu dan biasa pengelolaan serta mobilisasi produk lebih efisien dan cepat dengan memanfaatkan potensi daerah. Kalau tidak diimbangi, Makassar akan kelebihan beban. Kami tidak perlu khawatir akan kehilangan pendapatan karena sudah cukup mendapatkan dari kegiatan ekonomi di kota, Ilham menambahkan. SULFAEDAR PAY

Source: http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/10/13/ArticleHtmls/Bosowa-Bangun-Kawasan-Industri-di-Jeneponto-13102011250017.shtml?Mode=undefined

TradersFromMakassar1
October 15th, 2011, 05:35 PM
tadi pagi sampai siang saya melakukan perjalan PP makassar-pinrang (173 km) pinrang-makassar (173 km)... perjalanan dengan motor hanya ditempuh dengan waktu 3 jam berangkat (06.30-09.30), dan 3 jam perjalanan pulang (13.00-16.00) hal ini disebabkan jalan trans sulawesi sudah 75% selesai,,,, alhamdulillah, perjalanan jadi nyaman...

Comeliness
October 15th, 2011, 09:13 PM
^^Syukurlah semoga jalan Trans Sulawesi yg 100 persen segera rampung. :cheers1:

TradersFromMakassar1
October 16th, 2011, 03:54 AM
^^^ 80% beton, sisanya aspal... muateb jalannya... pemandangannya tak tertandingi, kakan sawa, dan perbukitan, malah di pangkep dapat pemandangan pegunungan karst terbesar di dunia.... trus di kiri lautan luas + pulau2 eksotiknya...

Comeliness
October 16th, 2011, 07:49 PM
^^^ 80% beton, sisanya aspal... muateb jalannya... pemandangannya tak tertandingi, kakan sawa, dan perbukitan, malah di pangkep dapat pemandangan pegunungan karst terbesar di dunia.... trus di kiri lautan luas + pulau2 eksotiknya...

^^Andainya saja ada fotonya. ;)
------------------------------------------------------------

Sabtu, 15-10-2011
SYL Boyong 92 Penghargaan
Tiga Tahun Memimpin Sulsel, Pecahkan Rekor

JAKARTA, Upeks—Hanya dalam kurun waktu tiga tahun menjabat, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo berhasil mengantongi 92 penghargaan nasional. Rekor ini, baru pertama kali terjadi di Sulsel. Tercatat tujuh Gubernur Sulsel silih berganti, sejak AA Rifai (1960-1966), Achmad Lamo (1966-1978), Andi Oddang (1978-1983), Acmad Amiruddin (1983-1993), Zainal Basrie Palaguna (1993-2003), hingga M Amin Syam (2003-2007). Namun belum ada satu pun Gubernur Sulsel yang tercatat meraih penghargaan sebanyak itu. Penghargaan itu pun diperoleh hanya dalam kurun waktu tiga tahun memimpin Sulsel.

Dalam beberapa kesempatan SYL sering menyinggung penghargaan itu diperoleh berkat kerjasama seluruh stakeholder di Sulsel. “Ini semua terwujud berkat dukungan semua pihak. Termasuk, dorongan masyarakat dalam mewujudkan good governance,” ujar Syahrul usai menerima penghargaan belum lama ini. Menurutnya, penghargaan itu memicu pihak Pemprov Sulsel untuk terus berbuat demi kemajuan Sulsel. “Penghargaan ini bukan akhir, tapi ini adalah awal untuk menggenjot iklim investasi di Sulsel, tinggal bagaimaan kita memastikan keamanan wilayah,” ujar SYL usai menerima penghargaan didampingi Kepala BKPMD Irman Yasin Limpo di Jakarta.

Berdasarkan catatan Upeks, terdapat lima penghargaan besar yang berhasil diperoleh Sulsel yaitu, Penghargaan atas pengelolaan keuangan daerah dengan status Wajar Tanpa pengecualian (WTP), Penghargaan Bintang Mahaputra Utama, Penghargaan Pengelolaan Pemerintahan Terbaik II, Regional Champion Investment Award, dan Anugerah Motivasi Perkebunan Terbaik. Terakhir, Jumat (14/10) kemarin, Syahrul kembali memperoleh penghargaan ke-92 di bidang pertanian dari Kementerian Pertanian. Penghargaan diberikan langsung Menteri Pertanian, Suswono di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (14/10) disaksikan Menko Perekonomian, Hatta Radjasa

Dalam acara bertajuk Expo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) 2011, SYL dianggap sukses mengembangkan berbagai tanaman perkebunan di Sulsel seperti kakao, kapas dan kopi melanjutkan prestasi Sulsel yang telah beberapa kali memenangi kompetisi tingkat nasional, dari pelaksanaan gernas kakao terbaik, memiliki kopi arabika terbaik, pencanangan kakao lestari, hingga penyediaan bibit perkebunan secara cuma-cuma. “Hanya satu provinsi yang mendapat penghargaan ini karena kita dianggap mampu membawa agro perkebunan ke arah agro industri dan bisnis dengan melakukan inovasi. Ini dilakukan di empat kabupaten seperti perkebunan kakao dan coklat,” tutur Syahrul. .

Sub sektor perkebunan ini diharapkan memiliki nilai tambah, daya saing dan ekspor. Untuk itu kegiatan dan pengembangan tanaman perkebunan di Sulsel diarahkan untuk menhasilkan teknologi maupun rekomendasi kebiajakan. “Kita sudah lakukan itu semua,” tambahnya. Menurut Syahrul, agrobisnis ke depan diprediksi akan semakin membaik. Beberapa produk perkebunan, seperti kakao, karet, kopi, remaph-rempah, vanili, kelapa diakui memiliki keunggulan komparatif di pasar internasional sehingga peluang produk Sulsel makin terbuka lebar.

Selain Syahrul, Kementerian Pertanian RI juga menyerahkan anugerah inovasi perkebunan kepada petani pekebun berprestasi, peneliti berprestasi, peneiliti pelopor pengembangan inovasi serta pelopor pembangunan perkebunan berbasis inovasi. Kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Hatta Radjasa melakukan launching inovasi terbaru produk litbang pertanian sekaligus membuka ENIP 2011.

Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=74014

Andhy2
October 17th, 2011, 10:48 AM
Hutan batu di rammang2 merupakan kawasan karst terluas ke-2 di dunia setelah di China...

lokasinya memang keren, dekat dengan jalur trans sulawesi, akses jalan juga bagus... cuma kalo mau nginap listriknya kurang mendukung. Ini foto2 yang diambil hari minggu kemarin.

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/299371_2523191205075_1412216540_32901354_127667155_n.jpg

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/319205_2523197725238_1412216540_32901357_1711465934_n.jpg

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/306396_2520935308679_1412216540_32898994_1615214785_n.jpg

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/319205_2523197845241_1412216540_32901360_81562161_n.jpg

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/298527_2523203365379_1412216540_32901368_432263804_n.jpg

http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/s720x720/297490_2523212005595_1412216540_32901397_1319665706_n.jpg

Comeliness
October 17th, 2011, 06:10 PM
^^Foto2nya keren. :okay:
Rambutnya Andhy2 sekarang dipotong cepak :D, itu :lol: di foto terakhir lagi loncat atau latihan silat. :lol:
Btw, foto ini gw quote utk dipajang di Visit Mks & Visit South Sulawesi yg di Warteg (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1259833&page=13).

TradersFromMakassar1
October 18th, 2011, 05:32 PM
NABUCCUKI LARINA SULSEL

Sabtu, 15 Oktober 2011 | 23:38:52 WITA | 373 HITS
Wajah Sulawesi Selatan Menjelang Usia ke-342 Tahun
Sulsel Sedang Berlari Kencang
BAK gadis cantik, Sulsel kini menjadi primadona. Investor nasional dan mancanegara berlomba menanamkan investasinya.

IST
MAJU. Stadion Barombong, salah satu megaproyek yang segera dibangun di Sulsel.
Berita Terkait:
» Dubai Care Danai Pembuatan WC Sekolah
» Dewan Desak Penyelesaian Pembangunan Puskesmas
» Wagub: Parlemen se-Sulawesi Harus Satu Visi
» Perluas Bandara Bali, AP I Kucurkan Rp2,1 T
» Oentarto Klaim Pembangunan Sulbar, Idenya
BANDARA Internasional Sultan Hasanuddin seolah menjadi pintu pembuka untuk Sulsel menggeliat dalam lima tahun terakhir. Bandara yang didesain putra bangsa dan menelan dana hingga Rp600 miliar itu kini menjadi kebanggaan bangsa.

Bandara berarsitektur paling modern di Indonesia yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 2008 silam ini menjadi wajah terdepan Sulsel. Khususnya mereka yang masuk melalui udara.

Sulsel banyak berubah. Sulsel terus berbenah. Itulah Sulsel menjelang ulang tahunnya yang ke-342. Andai infrastruktur jalan mampu dituntaskan sesuai target awal, perkembangan dan

pertumbuhan Sulsel diyakini akan jauh lebih baik.

Meski masih ada keluhan soal infrastruktur, tetap saja apresiasi positif layak diberikan dengan melihat berbagai kemajuan yang telah diraih daerah ini.

Siapa yang tak senang dengan bermunculannya sejumlah megaproyek di Sulsel yang

membuat daerah ini seolah sedang berlari kencang mengejar wilayah Jawa? Kini ada Center Point of Indonesia (CPI) yang merupakan bangunan monumental dengan Istana

Presiden yang jadi salah satu jualannya. Lalu ada proyek New Port Makassar yang akan mendukung kegiatan ekspor dan impor Indonesia.

Pengembangan Kawasan Metropolitan Makassar-Maros-Sungguminasa-Takalar (Mamminasata) yang telah ditetapkan dalam PP Nomor 26 Tahun 2007 tentang RTRWN sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) juga menjadi ide cemerlang untuk mengenjot kemajuan Sulsel.

Disusul kemudian Kawasan Olahraga Barombong yang fasilitas olahraga dan stadionnya dirancang berkelas internasional. Berkat pengembangan kawasan ini pula, Sulsel khususnya Makassar banyak kedatangan developer berkelas seperti Lippo, GMTD, Ciputra, Agung Padomoro, Mutiara Group dan lainnya.

Kini monorel juga sementara dalam proses. Sudah pernah dilakukan penandatanganan

Memorandum of Understanding (MoU). Terakhir adalah megaproyek kereta api jalur Makassar-Parepare yang jadi prioritas utama dalam pembangunan megaproyek kereta api

Trans Sulawesi. Khusus jalur ini diperkirakan menelan dana sekitar Rp258 juta US dollar atau sekitar Rp2,5 triliun.

"Sulsel sangat siap menyambut megaproyek tersebut, termasuk dalam penyiapan lahan

yang akan dilalui rel kereta api. Ini sejarah buat Sulsel dengan hadirnya kereta api pertama di era modern," ungkap Gubernur Syahrul Yasin Limpo.

Menggairahkannya investasi di Sulsel tak lepas dari kemudahan yang diberikan kepada investor. Khususnya setelah penerapan Perda Nomor 11 Tahun 2009 tentang Sistem Pelayanan Satu Pintu. Hasilnya 38 izin yang dikeluarkan berhasil meraup investasi Rp10 triliun.

Kemajuan Sulsel yang sangat pesat juga mendapat pengakuan dari kalangan legislator DPRD Sulsel. Ketua Komisi D, Andi Hery Suhari Attas mengatakan, saat ini, pemerintah pusat memiliki harapan besar terhadap Sulsel. Ini tidak lepas dari perkembangan yang telah diraih daerah ini dalam beberapa tahun terakhir.

"Kelihatannya ada perhatian pemerintah pusat untuk perkembangan Sulsel. Banyak sekali investasi yang mengarah ke Sulsel. Kita bisa lihat bagaimana Makassar juga maju pesat," kata Hery.

Wakil Ketua Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Sulsel itu mengatakan, peluang ini

harus ditangkap. Apalagi saat ini, istilah Hery, terjadi kejenuhan di wilayah barat Indonesia.

"Jawa tidak bisa lagi diapa-apakan. Pengembangan dan pembangunan harus masuk ke wilayah Timur. Nah, tentu saja yang dipilih Sulsel. Tak bisa dipungkiri, sekarang kita sudah jadi pilar utama Indonesia," katanya.

Sulsel, kata dia, juga diyakini akan terus menggeliat. Apalagi dengan munculnya sejumlah megaproyek dan berbagai infrastruktur pendukung untuk wilayah yang sedang berkembang.

"Untuk mencapai hasil maksimal dibutuhkan infrastruktur. Butuh pembangunan sektor jalan dan pengairan yang mendukung itu," kata pria asal Pangkep ini.

Megaproyek dan program pengembangan lainnya seperti Kawasan Mamminasata, Center

Point of Indonesia (CPI), serta Kawasan Olahraga Barombong, menjadi bukti begitu menggeliatkan Sulsel. Pemerintah pusat, kata Hery, memandang Sulsel sudah layak

mendapatkan itu semua.

"Kita harus memacu fasilitas pendukung sehingga sektor swasta mau masuk. Kalau mengandalkan APBD semata susah," tambahnya.

Karena pusat sudah memberikan respons positif terhadap perkembangan Sulsel, maka

yang perlu dilakukan sekarang menurut Hery adalah bagaimana caranya menggerakkan

semua pihak.

"Saya menyarankan koordinasi pemerintah provinsi dan kabupaten kota harus lebih ditingkatkan," lanjutnya.

Menurut Hery, sangat penting membagi pekerjaan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Harus jelas apa yang menjadi tugas provinsi dengan kabupaten/kota agar bisa berjalan dengan baik.

Peran masyarakat juga paling utama. Tapi saya pikir

masyakarakat akan mau dan paham sepanjang ada sosialsiasi dari pemerintah. Hery mengatakan jangan ada persepsi bahwa semua ini adalah pekerjaan pemerintah sehingga

masyarakat merasa ditinggalkan.

Hanya saja, masyarakat juga mesti bersabar. Ini terkait sejumlah megaproyek yang

pengerjaannya butuh waktu lama, misalnya CPI. Yang pasti, kata Hery, semua megaproyek yang ada sekarang bukanlah proyek mimpi.

"Semua itu sudah melalui tahapan dan saringan. Sebenarnya malah lebih banyak (megaproyek, red) dari yang ada sekarang. Cuma ini yang sudah melalui saringan dan

dianggap visibel dan sesuai kemampuan kita," urainya.

Soal kemunculan sejumlah megaproyek yang nyaris bersamaan sehingga ada kesan masyarakat ragu untuk perampungannya, Hery memberi penjelasan. "Ini memang harus dikerjakan simultan. Tidak bisa bilang ini dulu, melainkan harus dikerjakan bersamaan," tambahnya.

Hery berharap, apa yang diraih Sulsel saat ini tidak akan terganggu. "Mudah-mudahan tahun politik tidak menjadi hambatan. Siapapun pemimpinnya, yang penting Sulsel maju, masyarakat senang, dan makin sejahtera," katanya.

Politikus Partai Damai Sejahtera (PDS) Sulsel, Paulus Tandiongan yang kini duduk di

Komisi E DPRD Sulsel juga memberi apresiasi sama. Menurutnya, Sulsel kini sudah menjadi pilar utama nasional karena dukungan semua pihak. Dukungan kabupaten dan kota ditambah gebrakan pemprov Sulsel,

dalam hal ini gubernur, wakil gubernur dan DPRD telah membuat Sulsel mampu melakukan pencapaian positif seperti saat ini.

"Kita harus menghargai dan memberi apresiasi bahwa pemerintah sekarang ini luar biasa. Berbagai penghargaan telah diraih dan terakhir kita mendapat penghargaan

regional champions. Itu tidak gampang," jelas Paulus.

Tetapi Paulus tetap memberikan catatan. Misalnya, infrastruktur jalan dan pengembangan

pariwisata yang belum signifikan. "Pariwisata ke depan juga kita harapkan akan lebih bagus. Perlu pembenahan objek wisata mendesak dilakukan," tambahnya.

Paulus mengatakan masih banyak waktu untuk membenahi. Bidang pendidikan dan kesehatan, misalnya, masih butuh pembenahan agar program pemerintah bisa berjalan dengan lancar. "Pemerintah masih punya waktu setahun lebih untuk berbenah," kata Paulus.

Pujian terhadap perkembangan Sulsel datang dari warga. Salah satunya dari AM Rizal, warga Jalan Dr Sutomo, Makassar. Dia mengatakan Sulsel terus bersolek dan berbenah diri melangkah

pasti, konseptual, dan sistemik menjadi provinsi yang maju dan berkembang sangat pesat.

"Jika diibaratkan lomba lari, Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Pak SYL dan AAN terus berupaya berlari full speed, super kencang, dan tancap gas untuk berada terdepan dari provinsi lainnya," katanya.

Menurut alumni pascasarjana UGM ini, dengan pencapaian Sulsel kini, masyarakat telah dibuat bangga. "Sulsel kini bisa berlari kencang mewujudkan seluruh impiannya menjadi
kenyataan," ujar Rizal.(amiruddin@fajar.co.id)

http://www.fajar.co.id/read-20111014233853-sulsel-sedang-berlari-kencang

TradersFromMakassar1
October 18th, 2011, 05:39 PM
BANYYA NA TAWWA EVENT

12 Event Internasional Visit South Sulawesi 2012
MAKASSAR, UPEKS --Menyambut event Visit South Sulawesi 2012, Pemprov Sulsel akan menghadirkan 12 even Internasional di Makassar, Wajo, Tana Toraja, Maros, dan Bulukumba.

Daerah tersebut miliki potensi untuk menjadi tuan rumah event Internasional.
Tahun 2012 mendatang, selain event internasional tersebut, Dinas Pariwisata Sulsel juga telah mengagendakan 24 event bulanan di 24 kabupaten kota setiap bulannya.
Hal ini diungkapkan Kadis Pariwisata Sulsel M Suaib Mallombassi di sela-sela sosialisasi persiapan menyambut Fisit Sout Sulawesi 2012, di Hotel Singgasana, Senin (17/10).
Menurutnya, semua pihak harus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya sektor transportasi.
Selain dari segi transportasi, pihaknya juga akan melibatkan pihak keamanan dalam hal ini intelijen baik dari TNI maupun Polri, guna mengantisipasi ancaman teror yang akan terjadi,"
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu'mang yang membuka kesiapan event budaya visit Sout Sulawesi, mengungkapkan, saat ini sekitar 30 turis setiap minggunya mendatangi Tator dan beberapa daerah lainnya.

http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=74172&jenis=Metro

TradersFromMakassar1
October 19th, 2011, 07:59 AM
MAKI MOKO MIKI

Rabu, 19-10-2011
Sulsel Resmi Punya Mobil Lokal
HUT Sulsel ke-342

MAKASSAR, UPEKS—Tepat pada perayaan HUT Sulsel ke-342, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meluncurkan mobil lokal yang diberi nama Moko. Mobil ini dikhususkan untuk para pelaku UKM dan para petani di daerah.

“Yang pasti agenda awal kita di Peringatan HUT Sulsel, yakni upacara yang dirangkaikan dengan peresmian patung dan persemian berbagai fasilitas bandara, peluncuran Moko. Peresmian lebih banyak akan dilakukan pada saat upacara,” kata Irman Yasin Limpo, Ketua Panitia Pelaksana HUT Sulsel ke 342 di kantor Gubernur, Selasa (18/10).
Produksi Mobil Moko diprakarsai oleh Pemprov Sulsel. Mobil ini diharapkan bisa digunakan untuk membantu para pelaku UKM dan para petani dalam meningkatkan produktivitasnya.
Beberapa waktu lalu Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat, Amal Natsir yang dimintai komentarnya mengatakan, mobil lokal itu nantinya akan didistribusikan ke desa-desa. “Pada tahap awal akan datang 50 unit memperingati HUT Sulsel,” ujarnya.
Tahap pertama itu, masih merupakan prototipe kendaraan yang akan dijualmassal. “Prototipe itu akan disebar ke kecamatan,” ungkapnya.
Menurut dia, ada dua jenis mobil Moko yang akan di datangkan, yakni Moko 250 CC seharga Rp40 juta dan Moko 600 CC seharga Rp60 juta. Mobil itu dibangun di Madiun Jawa Timur.
“Nanti akan ada pabriknya di Makassar. Mesin kita beli dari luar, tapi perakitannya dikerjakan di sini,” jelas Amal.

Launching Pengiriman Daging ke Jakarta dan Bali
Pada hari yang sama, Gubernur Sulsel juga akan menyaksikan penandatanganan MoU antara PT Berdikari United Livestok (PT Buli) dan PT Visual Mandiri yang difasilitasi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel.
MoU itu langsung ditindaklanjuti dengan melakukan pengiriman 20 ton daging sapi ke Jakarta dan Bali.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulsel, Ir Murtala Ali MSi, mengatakan, kerjasama antara PT Buli dengan PT Visual Mandiri akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan penghasilan masyarakat. Khususnya, masyarakat yang mengembangkan peternakan sapi.
“Launching pengiriman dan penandatanganan MoU ini akan disaksikan langsung Pak SYL. Launching ini juga dirangkaikan dengan peringatan HUT Sulsel,” ujarnya.
Menurutnya, pengiriman 20 ton daging ke Jakarta dan Bali merupakan bukti keberhasilan pemerintah provinsi, dalam mewujudkan swasembada daging. Bahkan, Pemprov Sulsel, merupakan satu-satunya daerah yang menentang impor daging, dan satu-satunya daerah yang melakukan pengiriman bibit sapi ke Kalimantan Selatan dan pengiriman sapi potong ke Kalimantan Timur.
“Target pak gubernur, 1 juta sapi 2013. Target itu sudah kami capai, bahkan sudah melampauinya. Ini akan menjadi peluang, buat Sulsel untuk meningkatkan pengiriman daging ke beberapa daerah. Ini suatu keberhasilan luar biasa bagi kami, karena kita sudah sanggup menolak impor daging,” pungkasnya.
Keberhasilan itu, lanjut Murtala Ali, berkat dorongan Gubernur Sulsel, Syahrul YL dan komitmen Dinas Peternakan dalam mencapai target pemprov, satu juta ekor sapi 2013 dan target nasional swasembada daging 2014.
“Tidak mudah mewujudkan hal ini. Namun berkat kerjasama dengan semua pihak, target itu kami bisa capai. Pemberian kredit usaha pembibitan sapi, penanggulangan penyakit, dan pengembangan sapi betina produktif, terus kami lakukan,” terangnya.

Resmikan Sejumlah Proyek
Selain peluncuran Moko, sejumlah agenda penting akan mengisi perayaan HUT Sulsel yang ke-342 yang di gelar hari ini, Rabu (19/10).
Agenda yang akan dilaksanakan, yakni upacara peringatan HUT Sulsel di rumah jabatan gubernur yang akan dirangkaikan dengan persemian sejumlah bangunan dan penandatangan kerjasama sejumlah proyek.
Selain itu, kata None-sapaan akrab Irman Yasil Limpo, untuk siang harinya, gubernur akan menerima dan menghadiri pelaksanaan terjun payung oleh angkatan udara dan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI).
“Kalau malamnya pada acara resepsi di Celebes Convention Centre (CCC), kita akan satukan agenda yang masih tersisa. Seperti, peluncuran logo merek dagang Sulsel dan pagelaran sutera Silk Night. Itu dilakukan untuk mengefisiensikan kerja kita,” jelasnya.
Terkait penandatangan kerjasama, Irman menjelaskan, beberapa Mou yang akan ditandatangani, diantaranya, kerjasama Dinas Koperasi dengan perusahaan industri tepung terigu, PT Eastern Pearl Flour Mills, penandatangan MoU dengan pihak Unhas dan pemprov Sulsel dalam hal pengembangan mobil lokal.
“Untuk kerjasama kita dengan PT Eastern Pearl Flour Mills. Ada 15 UKM yang akan kita kerjasamakan dengan perusahaan itu untuk membantu permodalan penjualan tepung terigu dan dilakukan secara simbolis,” ucapnya.
Soal siapa saja yang akan hadir dalam peringatan HUT Sulsel itu, None mengungkapkan, semua pejabat kabupaten/kota dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Namun, lanjut None, sejumlah undangan ke pemerintah pusat hanya beberapa saja yang baru mengkonfirmasi kehadirannya.
“Dipastikan tamu kita dari kabupaten/kota diundang. Termasuk tokoh masyarakat tingkat kabupaten,” ujarnya.
Menanggapi rencana kehadiran Wakil Presiden Boediono, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan itu menambahkan, Wapres belum dipastikan menghadiri upacara. Tetapi kabarnya, Wapres yang akan ke Gorontalo, hanya transit di Makassar.
“Mungkin saja di sela-sela transitnya beliau akan ke acara HUT,” tutupnya. ()

http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=74226

TradersFromMakassar1
October 19th, 2011, 08:06 AM
SULSEL SIAP JADI EKSPORTIR TERBESAR

5 Komoditi Pangan Sulsel Diekspor ke Luar Negeri
Tribun Timur - Rabu, 19 Oktober 2011 11:49 WITA
Share |
Berita Terkait

Makassar, Tribun-timur.com -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meresmikan secara simbolik sejumlah produk ekspor komoditi pangan Sulsel ke beberapa negara di dunia. Peresmian ekspor dilakukan secara simbolik saat peringatan HUT ke-342 provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (19/10/2011).

Sejumlah komoditi pangan Sulsel secara resmi akan mewarnai pasar internasional. Beberapa produk ekspor Sulsel antara lain ekspor perdana 35 ton getah pinus ke India oleh Perum Perhutani bekerjasama dengan PT Milatronika Karya Niaga.

Ekspor perdana 1 ton madu ke Malaysia hasil kerjasama antara Koperasi Jasa Usaha Bersama Makassar dengan Platinium Exelence sdn bhd Malaysia.

Ekspor perdana beras premium ke Ghana, Afrika sebanyak 3000 matrik ton. Beras premium sulsel akan dikirim melalui pelabuhan tema seaport Accra Ghana dengan durasi kontrak pengiriman 365 hari.

Ekspor perdana ubi conjack/conyaku atau dalam bahasa latin dikenal amorphophalus Anchophillus dengan negara tujuan ekspor Jepang sebanyak 12 ton kering. Dan terakhir adalah ekspor sayur ke Singapura. (Din)

http://makassar.tribunnews.com/2011/10/19/5-komoditi-pangan-sulsel-diekspor-ke-luar-negeri

TradersFromMakassar1
October 19th, 2011, 08:07 AM
TERJUN PAYUNG DI CPI HUT SULSEL

Selasa, 18 Oktober 2011 | 20:49:25 WITA | 171 HITS
Tiga Sukhoi Kawal HUT Sulsel

RASID/FAJAR
BERI KETERANGAN. Ketua Panitia terjung payung, Mujianto didampingi personil panpel Andi Muhammad Arifin, saat memberi keterangan pers di Kafe Wodsygab, Senin 17 Oktober .
Berita Terkait:
» MoU dan Peresmikan Proyek Strategis
» Hijaukan Bumi Lewat Kertas Gambar
» Diminati karena Kreatif dan Berprestasi
» Terima Kasih Pembaca dan Relasi
» Kapolda: Polwan Harus Jadi Teladan
MAKASSAR, FAJAR -- Ada atraksi menarik yang bakal memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-342 Sulsel tahun ini. Selain memecahkan beberapa rekor dari aksi terjung payung, puncak acara HUT, Rabu 19 Oktober nanti juga diwarnai aktraksi dari pesawat tempur sukhoi skadron Hasanuddin Makassar.

Komandan Wing V Lanud Sultan Hasanuddin, Kolonel TNI-AL Mujianto sekaligus Ketua Panitia Terjung Payung HUT Sulsel, di arena konferensi pers, Senin 27 Oktober menjelaskan, tiga pesawat tempur andalan Indonesia akan terbang rendah di atas Centre Poin of Indonesia (CPI) di mana HUT Sulsel dipusatkan.

"HUT Sulsel kali ini juga akan memecahkan rekor terjung payung dengan membawa pita di udara sepanjang 342 meter. Pita panjang ini melambangkan angka HUT Sulsel," kata Mujianto didampingi Andi Muhammad Arifin, personil panpel lainnya.

Panitia terjun payung, Minggi 16 Oktober kemarin sudah memulai aksinya dengan menerjunkan 7 personel. Mereka membawa kunci rumah dan kunci mobil yang menjadi hadiah utama kegiatan sepeda santai HUT Sulsel.

Selain rekor pita panjang, terjung patung juga akan diwarnai dengan pengibaran bendera 35 bendera di udara. Sebelumnya direncakan para penrjung membentuk formasi "342" , namun karena keterbatasan waktu dan jumlah penerjun sehingga dibatalkan.

"Ketepatan mendarat di CPI sebanyak 19 penernjung. Diharapkan ini sekaligus menjadi ajang mencari bibit minat untuk olahraga dirgantara," tambah Mujianto.

Para penerjung ini berasal dari berbagai daerah antara lain, Semarang, Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat dan lokal Sulsel dari berbagai kesatuan seperti Marinir dan Paskhas TNI AU, dan anggota FASI. (aci/app)



335 Penerjun Siap Pecahkan Rekor
MAKASSAR, UPEKS--Sekira 335 penerjun payung, awak pesawat dan pendukungnya, akan meramaikan Peringatan Hari Ulang Tahun Sulsel ke 342 di kawasan tanah tumbuh Centre Point of Indonesia (CPI), Rabu, 19 Oktober.
Komandan Wing V Lanud Sultan Hasanuddin, selaku Koordinator penyelenggara terjun payung, Kolonel Penerbang Mujianto, mengungkapkan, penerjuan tak hanya dari tim penerjun Angkatan Udara, tapi juga dari sejumlah organisasi penerjung se-Indonesia.
Dikemukannya, Minggu (16/10), sudah mulai diterjunkan tujuh orang pada sepeda santai, kata Mujianto di Cafe Woodsygab, Senin (17/10).
Menurutnya, kita berupaya mengejar target pemecahan rekor MURI pada HUT Sulsel.
Saat terjun, terdapat 35 bendera dikibarkan di ketinggian 6500 meter, bendera pemerintah provinsi, bendera AU, bendera FASI (Federasi Aerosport Seluruh Indonesia) dan beberapa bendera lainnya.
Kegiatan ini, lanjut Mujianto, bisa digunakan pariwisata dirgantara, seperti, paraceling, flying boat, gantole dan paralayang.
Mujianto berharap, agar kondisi cuaca pada saat penerjunan 19 Oktober sore dapat mendukung.

http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=74194

TradersFromMakassar1
October 19th, 2011, 08:14 AM
JALAN LUTIM HARUS LEBAR

Selasa, 18 Oktober 2011 | 16:18:31 WITA | 120 HITS
Bupati Lutim Desak Pelebaran Trans Sulawesi

int
Andi Hatta Marakarma
Berita Terkait:
» Anggaran Pelebaran Jalan Rp500 Miliar
» Dewan: Perlebar Ruas Jalan
» Pemerintah Alokasikan Dana Rp 6,2 M
» Debu Pelebaran Pettarani Dikeluhkan
» Ruas Pettarani Dilebarkan
MALILI, FAJAR --- Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk segera melakukan pelebaran jalan trans Sulawesi sepanjang Malili. Pasalnya, belakangan ini marak terjadi kasus lakalantas yang menelan korban jiwa.

Disampaikan Andi Hatta, trans Sulawesi terutama poros Malili yang melintasi Kecamatan Malili, Angkona, Wotu, dan Burau, rawan lakalantas akibat kondisi fisik bahu jalan yang sempit dan bergelombang. Kondisi tersebut, katanya tidak sebanding dengan volume kendaraan yang melintas di jalan sepanjang 50 km tersebut.

“Sudah berkali-kali kami (Pemda Lutim) mengusulkan ke dinas provinsi untuk segera melakukan pelebaran badan jalan, khususnya antara Kecamatan Wotu dan Malili karena tingginya angka korban jiwa akibat kecelakaan lalulintas di poros tersebut,” desak Andi Hatta. (hdy)

http://www.fajar.co.id/read-20111018161831-bupati-lutim-desak-pelebaran-trans-sulawesi

TradersFromMakassar1
October 19th, 2011, 08:16 AM
PELAKSANA VISIT SOUTH SULAWESI

Ini Dia Kabupaten Pelaksana "Visit South Sulawesi 2012"
| kadek | Selasa, 18 Oktober 2011 | 18:05 WIB
Dibaca: 455
Komentar: 0
|
Share:
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Tari Kallabirang ikut meramaikan peluncuran Visit Makassar and Beyond 2011-2014 di Gedung Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, Jumat (26/11/2010) malam. Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan kota Makassar sebagai tujuan wisata bagi wisatawan lokal dan luar negeri.

TERKAIT:

Festival di Takabonerate dan Toraja Kembali Digelar
Visit Makassar Targetkan 5.000 Wisatawan

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan lima kabupaten dan kota sebagai penyelenggara Tahun Kunjungan Sulawesi Selatan (Visit South Sulawesi) 2012.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel Syuaib Mallombassi di Makassar, Selasa (18/10/2011), mengatakan kelima daerah tersebut adalah Kota Makassar, Kabupaten Maros, Bulukumba, Wajo, dan Kabupaten Tanatoraja. Sedikitnya 12 kegiatan bertaraf internasional akan digelar di lima daerah tersebut selama berlangsungnya Tahun Kunjungan Sulsel 2012.

"Kita akan menampilkan berbagai atraksi yang cukup menarik bagi wisatawan mancanegara dan domestik sesuai potensi dan ciri khas daerah setempat, baik dalam bentuk seni dan budaya, maupun objek wisata unggulan daerah itu, "ujar Syuaib tanpa menyebut jenis kegiatan tersebut.

Syuaib menuturkan pemprov menetapkan lima daerah itu karena dinilai memiliki potensi dan objek wisata cukup menarik. Walaupun, lanjutnya, daerah lainnya juga punya keunggulan yang tidak kalah menarik.

Selain 12 kegiatan bertaraf internasional, pemerintah kabupaten dan kota di 24 daerah juga akan menggelar kegiatan budaya khas mereka masing-masing. Dengan demikan, tutur Syuaib, hal ini diharapkan menjadi tontonan menarik bagi wisatawan.

Faktor keamanan juga memegang peran penting dalam menyukseskan tahun kunjungan wisata Sulsel tersebut. Syuaib mengatakan peran unsur pengamanan seperti Polri, TNI dan masyarakat sangat dibutuhkan selama "Visit South Sulawesi 2012".

http://travel.kompas.com/read/2011/10/18/18052216/Ini.Dia.Kabupaten.Pelaksana.Visit.South.Sulawesi.2012.

TradersFromMakassar1
October 19th, 2011, 08:18 AM
SULSEL SIAP JADI LUMBUNG PADI DUNIA

Lahan 200.000 ha dicadangkan untuk cetak sawah baru

Oleh Sepudin Zuhri

Selasa, 18 Oktober 2011 | 16:52 WIB

Large_sawah__6_
Berita Terkait

RTRW provinsi kemungkinan selesai pada 2012
Pemkab Kutai & masyarakat Dayak desak hutan Wehea dilindungi
Petani pertanyakan akurasi data beras
Jelang Berdagang Karbon, RI Harus Benahi Status Lahan
BP Migas tanam 10.000 bibit mangrove


JAKARTA: Kementerian Kehutanan telah mencadangkan kawasan hutan untuk cetak lahan sawah baru seluas 200.000 ha yang berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan Bambang Supijanto mengatakan Kementerian Kehutanan menyiapkan 200.000 hektare pencadangan lahan hutan untuk sawah. Luas lahan 200.000 ha itu berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

"Cetak sawah lahan baru sebagai ekstensifikasi. Kami meminta agar evaluasi dulu pada sawah yang sudah ada," ujarnya hari ini.

Menurut dia, terdapat 4 tipologi sawah yaitu sawah pengairan teknis, sawah dengan pengairan setengah teknis, pengairan sederhana dan sawah tadah hujan.

Namun, masih perlu dianalisa apalah target surplus beras sebanyak 10 juta ton cukup dengan sawah yang ada. "Kalau sudah cukup, maka pencetakan lahan baru tidak perlu."

Kementerian Kehutanan, kata dia, siap untuk mencadangkan lahan hutan untuk sawah lebih dari 200.000 ha. Jika, cetak sawah baru itu tidak perlu, lanjutnya, pencadangan tersebut akan tetap bisa dimanfaatkan suatu saat diperlukan.

Persoalannya, kata dia, luas lahan baku sawah tidak sama dengan luas tanam. Luas lahan baku sawah saat ini sekitar 8 juta ha. Adapun, luas panen sekitar 13 juta ha dengan indeks pertanaman 1,3.

Bambang mengakui cetak sawah baru bukanlah hal mudah, karena kondisi lokasi dan kondisi lahan yang masih dipenuhi dengan tanaman.

Namun, jika ada permintaan untuk memindah lokasi itu, kata dia, maka Kemenhut akan menggeser ke kawasan hutan lainnya yang memungkinkan terutama yang dekat dengan sumber mata air.

Menurut dia, cetak lahan baru itu diprioritaskan kepada perusahaan pelat merah (BUMN).

Selain pencadangan untuk cetak sawah baru 200.000 ha, Kemenhut juga mengalokasikan hutan untuk perkebunan tebu seluas 350.000 ha yang sebagian besar berada di Papua. Kemenhut mengalokasikan 300.000 ha untuk perkebunan tebu di Papua, tetapi baru terealisasi 40.000 ha oleh 2 perusahaan.

Dia mengeluhkan proses perizinan yang masih lama sehingga menghambat investasi. Bambang menyarankan ada program untuk mempercepat perizinan lahan atau sertifikasi lahan.(sut)


http://www.bisnis.com/articles/lahan-200-dot-000-ha-dicadangkan-untuk-cetak-sawah-baru

TradersFromMakassar1
October 19th, 2011, 04:17 PM
MOBIL NASIONAL SIAP DI JUAL

Sulsel canangkan produksi mobnas Moko 2012

Oleh Wiwiek Dwi Endah

Rabu, 19 Oktober 2011 | 17:01 WIB

Tweet

Large_macet019
Berita Terkait

Kapasitas Kontainer di Pelabuhan Soekarno-Hatta Berkurang
PTPN XIII perluas lahan sawit
PLN bebaskan biaya sambungan
KRDE batal dioperasikan
Renyahnya crepes di Pancious Pancake House

MAKASSAR: Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meluncurkan tiga jenis prototipe mobil nasional Moko berkapasitas 650 cc yang siap diproduksi massal di Makassar 2012.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel Irman Yasin Limpo mengatakan mobil nasional Moko yang industrinya akan dikembangkan di Makassar, Sulsel. "Tahun depan direncanakan 40% mesinnya menggunakan komponen lokal dan tidak lagi diproduksi oleh PT Industri Kereta Api Indonesia [Inka] di Madiun, Jawa Timur,” ujarnya disela-sela peluncuran dalam rangkaian peringatan HUT Provinsi Sulawesi Selatan ke-342, kemarin.

Menurut Irman, penjualan mobil nasional itu di Sulsel juga akan didukung dengan ketersediaan suku cadang, dan layanan purna jual sehingga memudahkan masyarakat selaku konsumen.

Adapun rencana pengembangan industri tersebut diawali dengan penandatanganan memorandum of understanding antara Pemprov Sulsel dengan pihak Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Unhas akan mempelajari lebih jauh rancangan Moko, sedangkan Pemprov Sulsel membuat standardisasinya.

Sementara itu, prototipe Moko yang dirakit di PT Inka Madiun, menghadirkan empat varian warna, yaitu kuning, merah, biru, dan hijau dengan mesin yang 70% komponennya masih menggunakan komponen dari luar dan 30% lainnya komponen lokal.

"Kendaraan ini tidak bisa disamakan dengan kendaraan yang sama dari merek lain, seperti Toyota. Penting untuk dilihat adalah semangat menghadirkan produk otomotif dalam negerinya yang sudah ada," paparnya.

Kemarin, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo secara resmi meluncurkan tiga unit Moko produksi PT Inka tersebut. Tiga tipe Moko yang dihadirkan, yaitu Moko tipe N I, yaitu jenis kendaraan penumpang bermuatan hingga lima orang, dan terbuat dari bahan fiber.

Tipe lainnya adalah Moko tipe Rinra dengan pintu samping kiri kanan yang bisa dibuka ke atas. Tipe ini cocok digunakan untuk berdagang, seperti sayuran, dan nasi kuning, dengan lokasi berdagang yang bisa berpindah-pindah. Terbuat dari bahan baja, aluminium, dan logam, tipe ini juga cocok digunakan para petani untuk mengangkut komoditas pertanian.(api)


http://www.bisnis.com/articles/sulsel-canangkan-produksi-mobnas-moko-2012

Comeliness
October 19th, 2011, 09:10 PM
^^Repliesnya thread ini dah hampir 1000 bentar lagi masuk archive. :cry:

------------------------------------------------------------------------------------------
Wednesday, 19 October 2011
Foto berita: Mobil produk lokal hadir
Oleh Muhammad Juanda

http://i55.tinypic.com/8xkbb4.jpg
Dok.BI regional Timur
Mobil nasional Moko terlihat di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, kemarin. Mobil yang menyerap komponen lokal tersebut diharapkan akan menjadi cikal bakal mobil nasional khususnya bagi masyarakat Sulsel.

Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/10/foto-berita-mobil-produk-lokal-hadir/