View Full Version : Visit Indonesia : Wonderful Indonesia
rizaseptama July 15th, 2010, 12:26 AM Ya mungkin gambar gw kurang bener aja kali ya hahaha. gw berharap bgt nanti pemerintah dan tim kreatifnya harus buat logo komodo untuk saat2 ini menurut gw. karena melihat trend dari new 7 wonders of nature yg meloloskan Komodo jadi finalis 28 Besar New 7 Wonders of Nature. Melihat marketnya, itu sangat menjual. Gw pribadi jg lbh suka garuda. Tapi meneurut gw sayang aja kalo gak diganti logo komodo untuk saat2 ini. Dan ya Komodo udah menjadi kadal terbesar dan naga satu2nya yg ada di dunia. itu kan merupakan ciri unik yg dipunyai bangsa. Selain promosi Indonesia, promosi juga ttg 7 Keajaiban Alam Dunianya jg untuk lbh memperkenalkan komodo itu sendiri ke dunia. itu menurut gw sih.
David-80 July 15th, 2010, 04:16 AM kita kan tau ada saos steak thousand island, nah untuk Indonesia,
seventeen thousand islands - a perfect flavor for your holiday.
:P
Cheers
CrazyForID July 24th, 2010, 03:50 PM how about this one? :cheers:
http://farm5.static.flickr.com/4078/4823879316_6ccd7799dc_b.jpg
archiholic July 24th, 2010, 04:46 PM Ribet banget ngeliatnya, kurang simple dan kurang eye catching :cheers:
yudibali2008 July 24th, 2010, 04:56 PM kurang greget :)....kalau nggak perhatiin bener2, nggak kelihatan gambar apa itu :)
yudibali2008 July 24th, 2010, 04:59 PM http://4.bp.blogspot.com/_IRSMpjB536E/TD3QDNNEwbI/AAAAAAAAAPA/zGcQacESNNY/s400/Picture2.png
1. No Glow. No 2010
2. With Glow. No 2010
3. No Glow. With 2010
4. With Glow. With 2010
http://4.bp.blogspot.com/_IRSMpjB536E/TD3QrscWTAI/AAAAAAAAAPI/ziNTzs7Rrtk/s400/Picture1.png
The picture of Borobudur is owned by Dean Conger. National Geographic Society
Iseng2 doang sih hahaha.
itu logo nya mencirikan komodo yah? baru ngeh ane :D..ta kira garis2 yg tak berarturan :D:D
rizaseptama July 25th, 2010, 07:34 PM http://4.bp.blogspot.com/_IRSMpjB536E/TD3QDNNEwbI/AAAAAAAAAPA/zGcQacESNNY/s400/Picture2.png
1. No Glow. No 2010
2. With Glow. No 2010
3. No Glow. With 2010
4. With Glow. With 2010
http://4.bp.blogspot.com/_IRSMpjB536E/TD3QrscWTAI/AAAAAAAAAPI/ziNTzs7Rrtk/s400/Picture1.png
The picture of Borobudur is owned by Dean Conger. National Geographic Society
Iseng2 doang sih hahaha.
itu logo nya mencirikan komodo yah? baru ngeh ane :D..ta kira garis2 yg tak berarturan :D:D
iya komodo. daya tarik utama skrg2 ini kan komodo selain bali. gara2 komodo finalist 28 keajaiban alam dunia
paradyto December 29th, 2010, 12:43 AM RI attracted seven million plus foreign tourists in 2010Wednesday, December 29, 2010 00:37 WIB | Economic & Business
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia was in 2010 visited by a total of about seven million foreign tourists who spent more than US$ 7 billion in the country, Culture and Tourism Minister Jero Wacik said.
"The Central Bureau of Statistics (BPS) has recorded seven million foreign tourist arrivals or more than the target figure for 2010. More detailed information on this matter will be given in early 2011," the minister said when attending a Visit Indonesia Year (VIY) 2010 appraisal night here Monday (Dec 27).
Jero said the seven million foreign tourist arrivals constituted a new record because in 2009 the target figure was about 6.45 million.
"In my contract with President Susilo Bambang Yudhoyono, I promised to attract 6.75 million tourists. But it turned out to be more than 7 million," Jero said.
Jero also stated tourism in Indonesia during 2010 was hampered by several natural disasters like the Mt. Merapi eruptions in October to November.
"I was worried when 14 airlines canceled their flights to Jakarta and Yogyakarta last November. But it did not last long because I met the managements of the airlines," Jero said.
The normalization of airline flights had a salutary effect on the target`s achievement which was 9.3 percent up from 6.45 million in 2009 , said the minister. (*)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)
paradyto December 29th, 2010, 06:39 AM Wonderful Indonesia Dimulai 2011
Wednesday, 29 December 2010
JAKARTA (SINDO) – Memasuki 2011, pemerintah menetapkan “Wonderful Indonesia” sebagai branding pariwisata Indonesia.
Melalui branding yang baru ini diharapkan pariwisata Indonesia akan lebih menggeliat dibanding branding “Visit Indonesia Year” yang diusung sejak 2008. “Presiden sudah menyetujui dan segera kita umumkan pada malam pergantian tahun,” ujar Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik di selasela acara Malam Apresiasi Visit Indonesia Year (VIY) 2010 di Hotel Sahid Jaya Jakarta, Senin malam (27/12). Pemerintah juga akan lebih gencar mempromosikan branding “Wonderful Indonesia” di luar negeri agar mampu bersaing dengan negara lainnya. “Kita targetkan tahun depan iklan ‘Wonderful Indonesia’ akan menyaingi ‘Truly Asia’ milik Malaysia. Bersama KADIN, kita akan mendorong biaya penayangan iklan ‘Wonderful Indonesia’ di sejumlah televisi asing,” sebut pria asal Bali itu.
Selain meluncurkan branding baru, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) juga telah menetapkan tema pariwisata 2011 yakni “Eco, Culture, and MICE”. Pemerintah mengklaim, kunjungan wisata pada 2010 mencapai 7 juta wisman. Kehadiran 7 juta wisman di Indonesia telah menyumbang devisa sebesar USD 7 miliar dolar AS atau setara Rp6,3 triliun. Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan pengumuman resmi perolehan wisman 2010 baru akan dilakukan 2 Februari 2011. Namun sinyal optimisme terlampauinya target 7 juta wisman sudah nampak. (inda s)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)
paradyto January 1st, 2011, 01:13 AM Wakatobi received 20,000 tourists in 2010
Friday, December 31, 2010 15:43 WIB | Economic & Business
Kendari, Southeast Sulawesi (ANTARA News) - Around 20,000 domestic and foreign tourists visited Wakatobi district, Southeast Sulawesi Province, during 2010.
"The number of tourist arrivals this year significantly increases, from only 5,000 in the previous year," Wakatobi District Head Hugua said here Friday.
Most of the foreign tourists came from European countries such as Britain, France, the Netherlands and Switzerland, he said.
"The foreign tourists were attracted to visit Wakatobi thanks to our tourism promotion efforts, including through CDs featuring Wakatobi`s beautiful under the sea scenery, brochures, leaflets, and advertisement on the electronic and print media," he said.
Around 25,000 to 30,000 tourists are expected to visit Wakatobi in 2011.
"In 2011, Wakatobi and Belitung will jointly host Sail Indonesia 2011. Therefore, we expected around 20,000 to 30,000 tourists will visit Wakatobi in 2011," he said.
Southeast Sulawesi Marine and Fisheries Agency (DKP) will allocate Rp2.7 billion from regional budget (APBD) to support Sail Wakatobi-Belitung 2011.
The Wakatobi District head received Tourism Award 2010 from Culture and Tourism Minister Jero Wacik in Jakarta last Monday (Dec 27).
Wakatobi is one of the protected marine national parks in Indonesia. At least 1.3 million hectares of Wakatobi are part of Wakatobi National Marine Park with Karang Mari Mabo, Onemobaa, Pulau Hioga, and Pantai Patuno diving sites.
The underwater life of Wakatobi is rich, with at least 750 species of coral reefs and 900 species of fish.
(Uu.F001/P003)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)
dochan January 3rd, 2011, 05:19 AM Snow Bay, TMII, Jakarta
http://lh5.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFL-ZVSMrI/AAAAAAAADUg/azGS8qT7AvU/IMG_3555.JPG
http://lh3.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFL8gZ3GII/AAAAAAAADUc/sa4pZODxR_M/IMG_3558.JPG
http://lh4.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFL5VCZ-FI/AAAAAAAADUY/uXwq2Xz2EB0/IMG_3561.JPG
http://lh6.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFL3ZHvXII/AAAAAAAADUU/TJeCd4zxDTI/IMG_3562.JPG
http://lh3.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFL13hC8JI/AAAAAAAADUQ/_ocjZD8VRuA/IMG_3563.JPG
dochan January 3rd, 2011, 05:21 AM http://lh5.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFLz4OkJpI/AAAAAAAADUM/gUkmj0vVr2o/IMG_3565.JPG
http://lh5.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFLyQMqAfI/AAAAAAAADUI/5gWyuR8DxW4/IMG_3568.JPG
http://lh5.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFLwvG5PSI/AAAAAAAADUE/fmwrCg7405c/IMG_3571.JPG
http://lh5.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFLuDwfvFI/AAAAAAAADUA/NSpwN90Tu7c/IMG_3573.JPG
http://lh4.ggpht.com/_BuyHB_UQftY/TSFLsAOORzI/AAAAAAAADT8/9rxKioss_m8/IMG_3577.JPG
Satrial January 3rd, 2011, 12:00 PM Tag line yang aneh....:nuts: gak mungkinkan semua wisatawan yang datang ke Sumbar punya ancestor atau berdarah minang.
Maksudnya juga adalah, setiap orang yang datang ke Padang akan merasa nyaman, karna orang2 disini sangat ramah, sehingga dia merasa berada di tanah kelahirannya...
Demikian da Bagak.... ^^
Satrial January 3rd, 2011, 12:33 PM INDONESIA - The Beauty of Equatorial Emerald
v-sun January 3rd, 2011, 02:14 PM -edit-
Venantio January 4th, 2011, 08:49 PM Harusnya udah diskon gede,
Kan udah mau expired.
-----------
http://img353.imageshack.us/img353/9642/ahashimog4.gif (http://imageshack.us)
DENGARKAN TUNTUTAN—Pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo yang menjadi terdakwa kasus arca Museum Radya Pustaka Solo mendengarkan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Solo, Rabu (10/12). Terdakwa dituntut hukuman denda Rp 10 juta oleh jaksa penuntut umum (JPU). Foto diambil, Selasa (9/12).
Hukuman Rp 10 juta untuk seorang Hashim Djojohadikusumo?? Nggak salah tuh? Mestinya USD10 juta, baru oke....
paradyto January 13th, 2011, 12:15 AM Vakantiebeurs 2011
Stan Indonesia Diserbu Pengunjung
Laporan wartawan KOMPAS Subur Tjahjono
Kamis, 13 Januari 2011
UTRECHT, KOMPAS.com - Stan Indonesia di arena bursa pariwisata terbesar di Belanda, Vakantiebeurs 2001, pada hari kedua, Rabu (12/1), diserbu pengunjung. Apabila pada hari pertama pengunjung dibatasi oleh pembeli dan penjual jasa perjalanan pariwisata, pada hari kedua, Vakantiebeurs dibuka untuk masyarakat umum.
Sejak Vakantiebeurs dibuka pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 16.00 hingga tutup pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 23.00 WIB, ribuan orang menyerbu stan-stan yang ada, termasuk Indonesia. Stan Indonesia ada empat titik, yaitu stan khusus untuk transaksi bisnis, stan untuk pameran kerajinan Indonesia nonkomersial, panggung kesenian, dan stan Garuda Indonesia.
Di stan nonkomersial, pengunjung dapat menikmati sajian spa, demo membatik, musik sasando, angklung, gamelan, dan pameran kerajinan tangan. Selain pengunjung yang belum pernah ke Indonesia, umumnya yang datang punya hubungan historis dengan Indonesia."Saya pernah ke Surabaya sebagai tentara tahun 1946-1948," tutur Mr Hollander.
Di panggung pertunjukan, ratusan pengunjung menikmati nyanyian dan tarian seperti rampak gendang. Saat penari mengajak pengunjung berdansa, Direktur Jenderal Pemasaran Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar ikut berdansa bersama seorang perempuan pengunjung. Di stan Garuda Indonesia, selain pelayanan informasi penerbangan, pengunjung juga disajikan katering Garuda yang dapat dicicipi pengunjung. "Yang favorit rendang," ujar Iswandi Said, Senior General Manager Eropa dan Timur Tengah Garuda Indonesia.
Di antara pengunjung tampak pula Duta Besar Indonesia untuk Serbia Samuel Samson. Mantan Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia itu tampak serius berkeliling mempelajari setiap sajian di stan-stan Indonesia."Saya ingi mengadakan hal serupa di Serbia bulan Februari. Saya harus pelajari di sini," ujar Samuel. Samuel berpendapat, seharusnya kedutaan besar Indonesia diluar negeri harus bisa menjadi penjual komoditas Indonesia. Tidak bisa lagi diplomat bermental birokrat.(BUR)
http://img541.imageshack.us/img541/4261/seagames2011.jpg (http://img541.imageshack.us/i/seagames2011.jpg/)
Mimihitam January 13th, 2011, 12:04 PM GOYANG, GEOL, GITEK SEDOT BANYAK PENGUNJUNG
Eksibisi Indonesia di Vakantiebeurs Kena Semprit
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/01/14/2035505p.jpg
Antusiame pengunjung eksibisi budaya Indonesia di Vakantiebeurs 2010 Utrecht, Balanda tidak terbendung. Pengunjung turun ke arena stand Indonesia di hall 2 khusus pertunjukan, non-komersial untuk berjoget bersama panari tarian tradisional Sunda, Andara Rainy Ayudini, yang mempraktikkan goyang, geol, dan gitek pada hari kedua Vakantiebeurs, Rabu (13/1). Stand ini terpisah dari stand Indonesia khusus bisnis di hall satu.
UTRECHT, KOMPAS.com — Pertunjukan budaya Indonesia pada hari kedua, Rabu (13/1/2010), mendapat teguran tiga kali dari pihak panitia Vakantiebeurs. Alasannya, eksibisi budaya yang menampilkan berbagai tarian Indonesia mengganggu stan-stan lain. Penampilan putra-putri Indonesia yang membawakan lagu dan tarian Nusantara, terutama ketika membawakan tarian sunda yang mengandung gerakan goyang, geol, dan gitek, menyedot banyak pengunjung dan membuat stan-stan di sekitarnya sepi.
"Kami kemarin ditegur tiga kali, pagi, siang, dan sore. Panitia mengancam akan mencabut listrik stan kami kalau pertunjukan masih ramai dengan suara keras," Agus Safari, Koordinator Pertunjukan Budaya Indonesia pada Vakantiebeurs 2010, pekan promosi pariwisata terbesar di Utrecht yang berlangsung 12 hingga 17 Januari. Pihak panitia mengeluarkan teguran setelah mendapat komplain dari stan-stan negara lain yang merasa terganggu dengan pertunjukan Indonesia yang menyedot ratusan pengunjung yang sebagian besar orang Belanda.
Menurut pengamatan Kompas, panggung ekshibisi budaya Indonesia yang berada di Hall 2 Vakantiebeurs berlangsung gegap gempita. Orang-orang Belanda ikut turun menari mengimbangi penari-penari cantik dari Sanggar Robot Percussion, Bandung. Eksibisi budaya yang dipandu oleh MC Ika Widianingsih berlangsung meriah mulai pagi hingga sore. Di stan ini, pengunjung disediakan minuman dan makanan ringan khas Indonesia secara gratis untuk pengunjung.
Ganti kliningan
Karena mendapat teguran, suara alat musik pada ekshibisi yang berlangsung hari Kamis (14/1/2010) itu diperhalus. "Kami diminta agar suara yang keluar tidak lebih dari 80 db. Alat-alat musik seperti perkusi ini memang didesain keras. Tapi kami bisa mengurangi dengan alat-alat yang ada untuk kliningan, tari saman, dan sasando," kata Agus. Teguran ini tidak menyurutkan delegasi Indonesia.
Meskipun suara diperkecil, ekshibisi budaya Indonesia tetap menyedot banyak pengunjung. Stan Indonesia di Hall 2 ini memang dikhususkan untuk pertunjukan, bukan bisnis. Stan bisnis berada di Hall 2. Adapun Indonesia dalam Vakantiebeurs tahun ini sebagai partner utama negara tuan rumah. Indonesia mengirim 136 delegasi.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik hari ini mengungjungi stan-stan Indonesia. Pekan promosi pariwisata ini diikuti oleh 160 negara, termasuk Amerika Serikat.
http://internasional.kompas.com/read/2010/01/14/18423825/Eksibisi.Indonesia.di.Vakantiebeurs.Kena.Semprit.
gantengscool January 28th, 2011, 08:11 AM KSPH Terima Penghargaan Hotel Terbaik.
Jumat, 28/01/2011 09:00 WIB - Dwi Hastuti
SOLO—Kusuma Sahid Prince Hotel (KSPH) memperoleh penghargaan dari Pusat Prestasi Indonesia (PPI) pada 21 Januari lalu di Jakarta. Penghargaan tersebut bertajuk Internasional Business And Company Award 2011. Kali ini KSPH mendapatkan penghargaan dalam kategori As The Best Hotel and Service Excellent of The Year.
Hal tersebut diungkapkan General Manager KSPH, Purwanto Yudhonagoro saat melakukan jumpa pers kepada wartawan di hotel setempat. Ia mengatakan, bahwa penghargaan tersebut merupakan kali pertama yang diperoleh KSPH di taraf nasional. “Ini merupakan penghargaan pertama yang diraih Kusuma Sahid Prince Hotel, bahkan penghargaan ini baru pertama kalinya diraih oleh hotel di Sahid Group,” ujar Purwanto, Selasa (25/1).
Lanjutnya, penghargaan tersebut tidak diberikan secara kebetulan saja, namun tentunya dari PPI juga melakukan survei ke lapangan hingga akhirnya menjatuhkan penghargaan ke KSPH. Dikatakan, indikator PPI memilih KSPH adalah karena KSPH sebagai perusahaan yang dinilai memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan signifikan dan serasi dengan akselerasi sesuai kemampuan perekonomian Indonesia.
“Ini merupakan bentuk pengakuan tertinggi dari pemerintah atas kerja nyata yang dilakukan oleh KSPH. Dan kami sangat menjunjung tinggi anugerah tersebut dan ke depannya berharap mampu meningkatkan kinerja menjadi lebih baik,” imbuh Purwanto. n Dwi Hastuti
picalsikai January 29th, 2011, 01:49 PM sumatera
-alam indah
-ngga mahal
-pilihan objek wisata banyak
-sekalian pulang kampung:lol:
okkysyah February 1st, 2011, 09:04 PM iklan rokok bentoel tahun 90an (i love the blue of indonesia) cocok juga tuh promosi kekayaan wisata indonesia.
http://www.youtube.com/watch?v=LJgBBQ-Vjzk
ericcando February 2nd, 2011, 05:55 PM Wonderful Indonesia Dimulai 2011
Wednesday, 29 December 2010
JAKARTA (SINDO) – Memasuki 2011, pemerintah menetapkan “Wonderful Indonesia” sebagai branding pariwisata Indonesia.
^^ udah dipatenkan ya brandingnya?? i'd prefer Mesmerizing Indonesia....life about getting more fun...
^^tapi kayaknya udah telat yak...:nuts::nuts:
-------------------------------------------------
why mostly tourism branding are so colorful ??? isn't it so gay??? (just my 2 rupees :nuts: )
paradyto February 3rd, 2011, 12:50 AM Wisatawan Australia ke Bali Naik 43,67 Persen
Kamis, 03 Februari 2011 06:15 WIB
Denpasar (ANTARA News) - Masyarakat Australia berliburan ke Bali sebanyak 641.588 orang selama 2010, meningkat 43,67 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 446.570 orang.
"Semakin bergairahnya masyarakat negeri Kangguru berliburan ke Pulau Dewata, karena mereka menganggap Bali sebagai rumahnya yang kedua`, disamping perekonomian negeri tersebut semakin membaik serta didukung
situasi keamanan daerah ini semakin mantap," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali I Gede Suarsa di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, mereka sebagian besar datang lewat Bandara Ngurah Rai, Bali dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya, hanya 11.790 orang yang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar.
Australia mampu memberikan kontribusi sebesar 24,90 persen dari total wisman yang berkunjung ke Bali sebanyak 2,57 juta orang selama 2010, meningkat 8,01 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 2,35 juta orang.
Gede Suarsa menambahkan, Australia menempati urutan teratas dari sepuluh negara berbanyak memasok wisman ke Bali. Kondisi tersebut diharapkan semakin meningkat pada 2011.
Bali dalam 2011 memasang target kunjungan wisman sebanyak 2,6 juta hingga 2,8 juta, disamping wisatawan nusantara yang jumlahnya selama ini dua kali lipat dari turis asing.
Gede Suarsa menjelaskan, dari sepuluh negara yang terbanyak memasok wisman ke Bali, enam negara diantaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan empat negara menunjukkan penurunan.
Enam negara yang mengalami peningkatan signifikan selain Australia juga Malaysia meningkat 16,03 persen dari 135.190 orang menjadi 156.858 orang, Taiwan bertambah 1,50 persen dari 120.445 orang menjadi 122.256 orang, Singapura meningkat 73,96 persen dari 56.992 orang menjadi 97.402 orang, Inggris 2,91 persen dari 93.688 orang menjadi 96.412 orang dan Jerman 12,77 persen dari 74.849 orang menjadi 84.406 orang.
Sedangkan empat negara yang masyarakatnya berkurang ke Bali meliputi Jepang sebesar 26,61 persen dari 333.905 orang pada tahun 2009 menjadi 245.040 orang pada 2010, China 4,48 persen dari 206.151 orang menjadi 196.925 orang, Korea Selatan 0,13 persen dari 124.889 orang menjadi 124.729 orang dan Perancis 8,31 persen dari 113.453 orang menjadi 104.029 orang, tutur Gede Suarsa. (I006/S016/K004)
Editor: B Kunto Wibisono
v-sun February 18th, 2011, 03:25 PM Indonesia Tujuan Wisata Utama 12 Negara
Jumat, 18/02/2011 - 19:37
RETNO HY/"PRLM"
BANDUNG, (PRLM).- Indonesia hingga kini masih menjadi salah satu daerah tujuan wisata utama bagi duabelas negara di dunia. Untuk peningkatan melayani Garuda Indonesia secara bertahap melakukan penggantian armada.
"Hingga kini sejumlah objek wisata di Indonesia masih menjadi daerah tujuan utama wisatawan dari duabelas negara. Selain karena objek wisatanya yang unik dan memiliki kekhasan, juga karena seni budaya," ujar Vice President Marketing Garuda Indonesia, Don JP Bustan, di sela-sela acara Garuda Indonesia Travel Fair (GITF) 2011, yang dibuka secara resmi Jumat (18/2) bertempat di Bandung Indah Plaza, jalan Merdeka Bandung dan akan berakhir Minggu (20/2).
Ke duabelas negara yang hingga kini memilih di antaranya, Belanda, Jepang, Cina, Korea, Malaysia, Australia dan lainnya. Umumnya, wisatawan yang datang adalah wisatawan yang fanatik dan telah datang berkunjung ke Indonesia.
Dikatakan Don, untuk memberikan layanan khusus pada konsumen, Garuda memberikan layanan sejak di ruang tunggu. "Sejak ruang tunggu, konsumen sudah diberikan nuansa dan suasana khas Indonesia, demikian pula saat berada di dalam pesawat," ujar Don.
Langkah lain yang juga telah disiapkan adalah penambaha jumlah armada, sebanyak 115 pesawat. Hingga kini Garuda Indonesia telah mengganti seluruh pesawat dengan pesawat Boing keluaran tahun 2005, tipe 737 dan 330. (A-87/das)**
http://pikiran-rakyat.com/node/135667
wowkeren April 6th, 2011, 05:40 AM Sekedar info aja, di korsel semua paket tour yg ada di koran2 sana yg paket tournya ke singapore pasti selalu ada plus paket ke batam atau bintan tanpa ada embel2 nama indonesianya. Bagi org awam yg mrk tau singapore aja sedangkan batam n bintan mrk ga tau itu dan dianggap sbg bagian dari singapore krn ga dicantumkan tulisan indonesianya. Dari sini aja nama singapore otomatis jadi lebih terkenal padahal kan batam n bintan itu adalah masuk wilayah indonesia. Yg jadi pertanyaan apa krn masuknya batam n bintan dlm satu paket bersama singapore itu yg mempromosikan adalah singapore?
Saya sbg WNI merasa prihatin dgn hal ini. Indonesia yg memiliki luas wilayah yg besar dan obyek wisata yg beraneka ragam, di korsel sana cuma ada nama batam, bintan, bali yg masuk paket wisata dan itu pun tidak ada tulisan nama indonesia disana. Bahkan ada yg terheran2 kalo bali itu ada di indonesia.
Bali memang top disana. Tapi berhubung tidak ada embel2 nama indonesia maka otomatis nama bali lbh dikenal dibandingkan indonesia. Ini bertolak belakang dgn paket tour dari thailand,phillipines,malaysia,vietnam bahkan kamboja yg masing2 paket ada tampilan nama negaranya. Ada yg aneh disini, utk nama indonesia tdk ada sama sekali. Bukankah batam, bintan dan bali itu di indonesia???
unity April 6th, 2011, 06:02 AM ^^
Nggak cuman di sana, di Australia juga...
Semua biro perjalanan di sini hanya mencantumkan Bali di promosi mereka. Nggak ada sepenggalpun kata Indonesia di sana...
Demikian juga brosur2 promosi wisata, ada Malaysia, Singapura (dan sudah pasti Bintan mejeng di sana), Thailand, China, India, bahkan Filipina, tapi tidak ada Indonesia. Kita hanya cukup diwakili Bali dan Lombok....:ohno:
Liat aja buku2 panduan wisata internasional. Satu2nya yang mengulas lengkap Indonesia cuman Lonely Planet, yang lainnya cuman punya Bali & Lombok. Kalaupun ada, rata2 isinya nggak pernah update....:bash:
Koran2 Australia juga suka menerbitkan artikel wisata mancanegara setiap minggunya di sini. Tapi sangat amat jarang mereka membahas Indonesia. Yang sering (tentu saja) Malaysia, Singapura, dan, Thailand... Minggu lalu dua koran terbesar di Sydney memuat artikel tentang Malaysia di waktu yang bersamaan, dengan lokasi yang berbeda... Sebenarnya ngundang media2 itu nggak susah kok... Undang saja mereka berlibur sebentar di negara kita. Ajak Garuda dan BUMN2 lain yang sama2 di divisi pariwisata jadi sponsornya. Sebegitu susahnya kah??
Apa sebenarnya promosi yang selama ini di dengung2kan Kementrian Pariwisata?? Nggak usah jauh2 promosi ke Eropa ato Amerika lah... La wong tetangga2 sekitar aja masih belum bisa digarap, kok??
blablanonsense April 7th, 2011, 11:49 AM ^^ biar bisa jalan-jalan kali ya? Yang sering terdengar, promosi membawa tim kesenian. heran juga, bukannya lebih efektif pasang iklan di koran, televisi dan internet seperti Malaysia, Thailand dan Singapore?
Nick_2 April 7th, 2011, 02:33 PM Indonesia Exploride Kenali Kuliner Sumatera
http://www.antaranews.com/berita/252930/indonesia-exploride-kenali-kuliner-sumatera
Selasa, 5 April 2011 21:24 WIB |
Padang (ANTARA News) -Indonesia Exploride, sebuah tim yang menjelajahi berbagai daerah di kawasan Sumatera mengakhiri perjalanan tahapan pertamanya ke kota Padang, Sumatera Barat pada Selasa setelah menempuh perjalanan 42 hari dengan menjelajah 51 lokasi tujuan di pulau Sumatera.
Tim Indonesia Exploride yang didukung Djarum Apresiasi Budaya itu digawangi oleh seorang bikers, Wulung Damardoto dan seorang fotografer Aditya Birawa.
Mereka bersama tim telah mengelilingi pulau Sumatera untuk mendokumentasikan petualangan mereka dan yang lebih penting untuk mengenal lebih dalam tentang sejarah, budaya dan makanan khas di setiap daerah yang dikunjungi.
"Saya optimistis Indonesia Exploride 2011 akan mampu membuat masyarakat Indonesia lebih mengenal, mencintai dan bangga terhadap bangsanya sendiri , karena demikian kayanya negeri ini," ungkap Ungki, panggilan akrab dari Wulung yang mengakhiri perjalanannya di kota Padang, Selasa.
Menurut Ungki dan juga Aditya, Acara ini bukan sekedar acara jalan-jalan, tetapi sarat akan ajakan positif untuk mengenali dan menambah wawasan terhadap setiap kota yang dikunjungi.
Selain itu juga sebagai upaya turut mendukung program pemerintah menggalakkan sektor pariwisata budaya.
"Kegiatan ini sangat mendukung progam pemerintah diantaranya `Wonderful Indonesia`, sebagai upaya meningkatkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap pesona budaya sendiri," kata Renitasari, Program Director -Bakti Budaya, Djarum Foundation ketika melapas perjalanan awal tim tersebut pada 22 Februari lalu.
Tim Indonesia Exploride mengawali perjalanan pada 22 Februari lalu dengan tujuan pertama kota Palembang, Sumatra Selatan, kemudian Bangka, Pekanbaru, Batam, Medan (Suatra Utara), Aceh, Nias dan berakhir di kota Padang dengan didampingi para artis yang berasal dari daerah-daerah yang dikunjungi.
Seperti ke kota Padang, artis dan presenter infotainment Ersa Mayori mendapat giliran mendampingi tim tersebut untuk lebih megenal berbagai ragam jenis kuliner di tanah kelahiran ke dua orang tuanya.
Eca, panggilan Ersa Mayori mantan gadis sampul itu, mengaku sangat senang dan antusias ketika diminta untuk menjadi pemandu di tanah Minang tersebut . "Begitu tiba di Padang rasanya seperti terekam kembali masa-masa kecil bersama keluarga," katanya.
Ia juga mengaku sangat antusias pulang kampuang bersama tim Indonesia Exploride untuk menjelajahi kota kelahiran orang tuanya. "Banyak sekali kuliner khas minang dan bagi masyarakat Minagkabau, rasa pedas merupakan identitas cita rasa urang awak," ujar Ersa, ibu dari dua putrinya itu.
Dengan sangat ceria Ersa memandu tim untuk mencicipi hidangan soto Padang dan juga gado-gado di sebuah rumah makan di kawasan Lolong, kota Padang yakni "Soto Garuda".
Dengan membonceng sang bikers Ungki, yang mengendarai sepeda motor gede (moge), Eca terlihat sangat menikmati perjalanan yang belum pernah dirasakan dengan menggunakan moge. "Asyik dan seru bonceng mas Ungki dan yang jelas program ini sangat brilian," katanya.
Setelah menikmati soto dan gado-gado khas Padang, tim Indonesia Exploride juga mengunjugi pusat oleh-oleh khas Minang yakni "kerupuak sanjai" Christine Hakim dan juga masakan khas Padang di sebuah rumah makan dengan berbagai jenis menu yang terkenal pedasnya.
Yang unik dalam perjalanan tim tersebut, karena sang bikers tetap menggunakan "Moge" yang beratnya sekitar 300 kg itu untuk menjelajahi Pulau Sumatra dengan rute berangkat melalui lintas timur dan kembali ke Jakarta melalui lintas barat.
Mengenai kesan yang sangat melekat dalam perjalanan tersebut, Ungki mengaku sudah terjatuh delapan kali selama dalam perjalanan tersebut , namun yang lebih berkesan adalah kekayaan alam dan budaya serta kuliner di setiap kota atau daerah yang dikunjungi.
Sedangkan Aditya menyampaikan kesan bahwa banyak sekali potensi atau obyek bagi para fofografer di tanah air yang bisa digali dan tidak akan pernah habis.(*)
(T.S004/Z002)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011
@b1 April 8th, 2011, 04:40 AM Indonesia mah pariwisatanya stagnan melulu di 7 juta. Lagian juga departemen pariwisatanya juga depatremen adolf hitler ato mr.bean ya. :lol: Coba lihat tetangga macam Vietnam ama Filipina, bahkan Kamboja. Vietnam dan Kamboja aja udah dikenal di mancanegara.:tongue2: Masa Indonesia cuma Bali ama Lombok aja. Mungjkin yang kenal Indonesia cuma afrika ato timur tengah kali ya. :lol:
Oh ya, mungkin orang sana (Eropa, Amrik, dsb) pikir Indonesia itu negara dunia ketiga kali ya. Ato mungkin mereka pikir Indonesia itu ada di benua Afrika. :)
typhoonbringer April 8th, 2011, 03:03 PM keknya cma di belanda aja ya yg bulenya pada tau bali itu dari indonesia :lol:
acoolguyfromnz April 8th, 2011, 09:32 PM Payah memang mentrinya gak kredible. Malas bgt menteri yg satu ini. Dari dulu targetnya cuma 7 juta padahal sudah di kasih fasilitas no.1 di Indonesia dan fasilitasnya lebih baik dari sebelumnya.
Gak professional....
ericcando April 9th, 2011, 06:02 AM Indonesia mah pariwisatanya stagnan melulu di 7 juta. Lagian juga departemen pariwisatanya juga depatremen adolf hitler ato mr.bean ya. :lol: Coba lihat tetangga macam Vietnam ama Filipina, bahkan Kamboja. Vietnam dan Kamboja aja udah dikenal di mancanegara.:tongue2: Masa Indonesia cuma Bali ama Lombok aja. Mungjkin yang kenal Indonesia cuma afrika ato timur tengah kali ya. :lol:
Oh ya, mungkin orang sana (Eropa, Amrik, dsb) pikir Indonesia itu negara dunia ketiga kali ya. Ato mungkin mereka pikir Indonesia itu ada di benua Afrika. :)
^^^^^^ WE ARE third world country... only, the big one.. LOL
ace4 April 9th, 2011, 06:32 AM Indonesia mah pariwisatanya stagnan melulu di 7 juta. Lagian juga departemen pariwisatanya juga depatremen adolf hitler ato mr.bean ya. :lol: Coba lihat tetangga macam Vietnam ama Filipina, bahkan Kamboja. Vietnam dan Kamboja aja udah dikenal di mancanegara.:tongue2: Masa Indonesia cuma Bali ama Lombok aja. Mungjkin yang kenal Indonesia cuma afrika ato timur tengah kali ya. :lol:
Oh ya, mungkin orang sana (Eropa, Amrik, dsb) pikir Indonesia itu negara dunia ketiga kali ya. Ato mungkin mereka pikir Indonesia itu ada di benua Afrika. :)
iya minta tolong dong panggil Satrio Piningit ya biar kita langsung jadi first world country dalam 24 jam...:naughty:
balik ke topik, setelah gw mengunjungi Sri Lanka gw merasa kalo sektor pariwisata mereka lebih unggul walaupun mereka sempat menderita perang saudara dengan Macan Tamil yang baru saja berakhir tahun 2009 silam, di mana berdampak pada fasilitas publik dan infrastruktur yang keadaannya lebih jadul dibandingkan dengan yang ada di Indonesia ini...
seenggaknya yang gw lihat relatif dengan ukuran negaranya dan jumlah penduduk, sudah bagus Sri Lanka mendapatkan wisman hampir 1 juta dan juga dengan banyaknya situs warisan dunia UNESCO yang terdapat di sana...
kalo gw rasa Sri Lanka itu sangat profesional dalam urusan package tour, terutama pada wisatawan dari negara2 Eropa di mana tempat2 wisata banyak dikunjungi dan tentunya fasilitas antar jemput, guide, akomodasi, makanan semuanya sudah diakomodir dengan baiknya... juga yang menakjubkan adalah perawatan dan sistem manajemen tempat wisata yang benar2 profesional, misal menjaga kebersihan, signage, papan petunjuk informasi...
walaupun begitu, kalo emang ke Sri Lanka ala turis ransel memang sangat menantang fisik dan mental, sama kayak di Indonesia kalo itu...:D
acoolguyfromnz April 11th, 2011, 10:20 AM Itu yg di suka turist. Spt penduduk NZ, mereka lebih suka wisata backpacker dari pada wisata dgn paket karena unsur adventurenya
gantengscool April 19th, 2011, 08:04 AM http://img703.imageshack.us/img703/1889/cimg0914h.jpg (http://img703.imageshack.us/i/cimg0914h.jpg/)
skyscrapped April 21st, 2011, 11:41 AM Pariwisata Riau siap-siap booming...
Gelombang Bono sungai Kampar makin populer diantara para surfers sejak Ripcurl merilis video eksklusif ini...
2_vmS-bCoNU
paradyto May 8th, 2011, 09:46 AM Wisatawan Australia ke Bali Naik 28,89 Persen
Minggu, 08 Mei 2011
DENPASAR--MICOM: Kunjungan wisatawan Australia ke Bali selama tiga bulan periode Januari-Maret 2011 mencapai 155.093 orang atau meningkat 28,89 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya tercatat 120.328 orang.
"Mereka sebagian besar melalui Bandara Ngurah Rai dengan menumpang pesawat yang terbang langsung dari negaranya, kecuali 3.241 orang yang datang melalui pelabuhan laut dengan menumpang kapal pesiar," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Suarsa di Denpasar, Minggu (8/5).
Ia mengatakan, Australia menempati urutan teratas dari sepuluh negara yang paling banyak memasok wisatawan mancanegara untuk berlibur ke Pulau Dewata.
Selama 2010, masyarakat Australia berlibur ke Bali sebanyak 641.588 orang atau meningkat 43,67 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 446.570 orang.
Semakin bergairahnya masyarakat negeri Kangguru berlibur ke Pulau Dewata berkat anggapan bahwa Bali merupakan "rumah kedua" mereka, selain faktor perekonomian negeri tersebut yang semakin membaik serta didukung situasi keamanan daerah ini yang semakin mantap.
Negeri Kangguru mampu memberikan kontribusi sebesar 24,85 persen dari total wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali yakni 624.195 orang selama triwulan I-2011.
Kondisi tersebut meningkat sebesar 10,70 persen dibandingkan dengan triwulan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya tercatat 563.847 orang.
Gede Suarsa menjelaskan, sepuluh negara terbanyak memasok wisatawan mancanegara ke Bali, selain Australia, adalah China, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, Rusia, Inggris, Singapura Perancis, dan Amerika Serikat.
Dari sepuluh negara terbanyak memasok wisatawan mancanegara ke Bali, enam negara di antaranya mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan empat negara menunjukkan penurunan.
Keenam negara yang masyarakatnya semakin bergairah ke Bali selain Australia adalah Malaysia yang meningkat 45,63 persen dari 27.548 orang menjadi 40.118 orang dan Rusia yang meningkat 25,16 persen dari 21.250 orang menjadi 26.596 orang.
Selain itu juga masyarakat Singapura meningkat 53,88 persen dari 15.062 orang menjadi 23.177 orang, Inggris bertambah 46,35 persen dari 14.081 orang menjadi 20.508 orang dan masyarakat Amerika Serikat naik 32,65 persen dari 14.514 orang menjadi 19.386 orang.
Empat negara yang kunjungan masyarakatnya ke Bali berkurang adalah China sebesar 2,15 persen dari 58.225 menjadi 56.971 orang, Jepang 19,68 persen dari 65.059 orang menjadi 52.253 orang, Taiwan 15,29 persen dari 33.714 orang menjadi 28.558 orang dan Korea Selatan 1,39 persen dari 28.396 orang menjadi 26.002 orang. (Ant/Ol-3)
source: http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/08/224357/290/101/Wisatawan-Australia-ke-Bali-Naik-2889-Persen
yudibali2008 May 10th, 2011, 01:36 AM English Version :
Australian tourists to Bali up 28.89 pct
Denpasar (ANTARA News) - The 155,093 Australian tourists who visited Bali in the January-March 2011 period, increased by 28.89 pct compared to the 120,328 in last year`s same period.
"Some of them arrived at Ngurah Rai airport straight from Australia, and only 3,241 arrived by yachts," head of the Bali statistics office I Gede Suarsa said here Sunday.
He said Australia was on top of the 10 countries whose tourists visited Bali.
Last year, 641,588 Australians visited Bali, a 43.67 pct increase compared to 446,570.
The Australian tourists appeared to have considered Bali their second home, as its economy and security have much improved.
Australia contributed 24.85 pct of the total number of 624,195 foreign tourists to Bali in this year`s first quarter, which is a 10.70 pct increase compared to only 563,847 in last year`s same period.
He said the ten countries with the highest number of foreign tourists visiting Bali were Australia, China, Japan, Malaysia, South Korea Selatan, Taiwan, Russia, UK, Singapore, France and the US. (*)
Editor: B Kunto Wibisono
Antara News (http://www.antaranews.com/en/news/71191/australian-tourists-to-bali-up-2889-pct)
yudibali2008 May 10th, 2011, 01:42 AM Over 35% of tourist arrivals from other ASEAN countries
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia received 210,372 tourists from other ASEAN member states in March, accounting for 35.17 percent of the overall tourist arrivals in the country in that month.
"In March 2011, ASEAN tourists, for instance, from Singapore, Malaysia, the Philippines and Thailand reached 210,372," Deputy Director of ASEAN Region at the Culture and Tourism Ministry Chrismiastutie said here on Monday.
She said 598,068 tourists visited Indonesia in March.
Cumulatively, the number of tourists from other ASEAN member states reached 556,336 in the first quarter of 2011. The figure represented 32.44 percent of the overall tourist arrivals over the period reaching 1,714,946, according to the center of data processing and network system at the ministry.
"We predict the figure will increase significantly in line with the position of Indonesia as the 2011 ASEAN chair," she said.
In the first quarter of 2011, tourists from other ASEAN member states dominated tourist arrivals in Indonesia, she said.
"Throughout this year there will be many MICE (Meeting Incentive Conference and Exhibition) events to be held in Indonesia as the ASEAN chair," she said.
Singapore took the lead as the source of Indonesia`s tourist arrivals among ASEAN member states in the January-March 2011 period, with 271,523 tourists, up 7.92 percent from the same period last year.
This was followed by Malaysia with 239,663 tourists, the Philippines 28,400, and Thailand 16,750.
Overall, tourist arrivals in the country grew 6.44 percent in the first three months of 2011 compared with the same period last year.(*)
H016/S012/H-NG
Editor: Jafar M Sidik
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/71228/over-35-of-tourist-arrivals-from-other-asean-countries)
yudibali2008 May 14th, 2011, 01:09 AM Number of Malaysians to Bali up 45.63 pct
Denpasar, Bali (ANTARA News) - Some 40,118 Malaysian tourists visited Bali in this year`s first quarter, a 45.63 pct increase from last year`s same period totaling 27,546.
"Most of them arrived at the island paradise at Ngurah Rai airport straight from their country, and only three arrived by yacht," head of the Bali central statistics agency (BPS) I Gede Suarsa said here Friday.
He said Malaysia was the fourth after Australia, China, and Japan of the ten countries with the biggest number of tourists to the island paradise.
Malaysia contributed 6.43 pct with 624,195 in this year`s first quarter, a 10.70 pct increase compared to the 563,847 in last year`s same period.
Gede Suarsa also said that last year 146,865 Malaysian tourists enjoyed the cultural arts and natural view of the island, an increase of 16.30 pct compared to the last year`s 13,51.
Of the ten countries with the biggest number of foreign tourists to Bali, those of six countries increased significantly but four declined.
The six countries were Malaysia and Australia with an increase of 28.59 pct from 120,238 to 156,093, Russia 25.16 pct from 21,250 to 26,.596, Singapore 53.88 pct from, 15,062 to 23,177, the UK 46.35 pct from 14,081 to 20,508, and the US 32.65 pct from 14,514 to 19,386, while the four countries China dropped 2.15 pct from 58,225 to 56,971, Japan 19.68 pct from 65,059 to 52,253, Taiwan 15.29 pct from 33,714 to 28,558, and South Korea 1.39 pct from 28,396 to 26,002, Gede Suarsa said.(*)
H-NG/H-YH
Editor: Jafar M Sidik
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/71402/number-of-malaysians-to-bali-up-4563-pct)
yudibali2008 May 15th, 2011, 12:17 AM Taiwanese tourist arrivals in Bali down 15.29 pct
Denpasar, Bali (ANTARA News) - The number of Taiwanese tourists visiting Bali in the first quarter of 2011 fell 15.29 percent to 28,558 from 33,714 in the same period last year.
Despite the drop, Taiwan remained in the fifth place as a source of foreign tourist arrivals in Bali after Australia, China, Japan and Malaysia, Head of the Bali Provincial Statistics Office I Gede Suarsa said on Saturday.
Taiwanese tourists represented 4.58 percent of the overall tourist arrivals in Bali in the January-March 2011 period which reached 624,195, up 10.70 percent compared with the same period last year when the figure was 563,847, he said.
Last year, 122,255 Taiwanese tourists visited the world-renowned tourist resort, a 1.50 percent increase compared to 120,455 in the year before.
Overall, Australia remained on top as the source country of tourist arrivals in Bali in the three months through March with 156,093 tourists, up 28.59 percent from the same period last year when the figure was 120,238.
Although the number of Chinese tourists visiting Bali fell 2.15 percent to 56,971 from 58,225, China overtook Japan as the second largest source of foreign tourist arrivals in Bali in the first three months of 2011.
A total of 52,253 Japanese tourists visited Bali in the year to March 2011, falling 19.68 percent from 65,059 in the same period a year earlier.
In the fourth place was Malaysia with 40,118 tourists, up 45.63 percent from 27,548 in the same period last year. This was followed by Russia with 26,596 tourists, a 25.16 percent rise from a year earlier.
(Uu.S012/HAJM/F001)
Editor: Priyambodo RH
AntaraNews (http://www.antaranews.com/en/news/71426/taiwanese-tourist-arrivals-in-bali-down-1529-pct)
gantengscool May 21st, 2011, 04:44 AM http://img855.imageshack.us/img855/2153/belajarbudaya3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/855/belajarbudaya3.jpg/)
BELAJAR BUDAYA–Sejumlah mahasiswa Universitas Michigan (UM) belajar menari tarian tradisional di SMKN 8 Kepatihan Solo, Jumat (20/5/2011). Mahasiswa yang tergabung dalam Global Intercultural Program for Undergraduates (GIEM) tersebut bertujuan agar lebih mengenal kebudayaan dan kesenian dari Indonesia.
paradyto June 12th, 2011, 01:42 AM RI Destinasi Wellness Terbaik
Sunday, 12 June 2011
NEW YORK– Indonesia boleh berbangga di hadapan dunia internasional, terutama di ranah kecantikan dan perawatan kesehatan. Salah satu wellness center yang berlokasi di Bali, Como Shambala Begawan Giri, menempati peringkat keempat wellness retreat (spa) eksotis versi CNNGo.
Spa, bagi kaum urban, bukan lagi sekadar metode relaksasi dan perawatan tubuh, tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup. Dan kini tidak cukup lagi menikmati perawatan spa di day spa yang tersebar di sudutsudut kota.Kaum urban membutuhkan sanctuary untuk “melarikan diri”. Spa pun berkembang hingga menjadi holiday destination yang akan menjadi jaminan ketenangan pikiran, tubuh, dan jiwa secara menyeluruh.
Untuk memenuhi kebutuhan ini, resor spa menjelma menjadi sebuah tempat liburan supermewah bagi kalangan crème de la crème (kalangan atas). Spa-spa supermewah ini dibangun di lokasi yang indah dengan pemandangan yang memanjakan mata dan fasilitas yang tentunya membuat pengunjungnya serasa berada di Taman Eden. Namanya pun tak lagi resorspa, kaum urban lebih senang menyebutnya sebagai wellness retreat.
Di tempat ini seseorang akan benar-benar dimanjakan, termasuk di dalamnya “paket liburan” kelas atas. Dan tidak mengherankan bila kemudian wellness retreat menjelma menjadi satu fenomena gaya hidup baru. Terletakdilokasinaneksotis dengan suplai udara segar melimpah, pemandangan alam menghijau, dan tidak ketinggalan pelayanan ala hotel bintang lima,ritual kecantikan dan kesehatan pun menjadi menu utama.
Indonesia sebenarnya bukan lagi nama baru di ranah destinasi spa dunia. Malah, 2009 lalu Bali mendapat peringkat sebagai The Best Destination Spa in The World. Kini, prestasi baru kembali diraih Bali melalui salah satu wellness retreat-nya. Como Shambala Begawan Giri di Ubud,Bali,merupakan peringkat keempat destinasi wellness retreat eksotis dunia versi CNNGo.
Como Shambala yang berada di bawah naungan Como Group merupakan jaringan holistic wellness and resort center. Como Shambala Begawan Giri menawarkan wellness retreat di tengah hamparan sawah serta pemandangan hutan dengan perawatan kesehatan lengkap, mulai dari perbaikan dan perawatan tubuh,termasuk tulang, manajemen stres dari latihan meditasi, yoga, dan konsultasi bersama psikolog hingga perbaikan pola hidup,termasuk di dalamnya arahan nutrisi seimbang lewat menu-menu yang memanjakan lidah.
Tidak lupa rejuvinasi energi yang mengembalikan keseimbangan dalam hidup secara positif. Bagi mereka yang haus petualangan, terdapat juga “paket aksi”seperti halnya bersepeda di atas gunung,hiking,serta kayak. Paket tiga malam dengan semua fasilitas bertarif USD1.400 atau sekitar Rp11.900.000 (kurs Rp8.500).
Como Shambala Begawan Giri bersaing dengan Terme de Saturnia Spa & Golf Resort di Tuscany, Italia, yang ditahbiskan CNNGo di peringkat pertama, juga Sha Wellness Clinique di Spanyol (peringkat kedua) dan Clinique La Prairie di Danau Geneva, Swiss (peringkat ketiga). Untuk lebih lengkapnya lihat infografis.
Di Terme de Saturnia, para wisatawan dapat duduk di tempat pemandian air panas untuk bermeditasi. Selain itu, ada juga air terjun, kolam renang, dan tempat pemandian Romawi yang sangat mewah. Dilengkapi dengan dua restoran, 18 hole lapangan golf dan 53 ruang perawatan. Sewa kamar per malam mencapai USD302 (Rp2.576.000).
Adapun jika Anda ingin menikmati tempat perawatan kesehatan yang menjadi favorit Kylie Minogue dan Naomi Campbell, datanglah ke Sha Welness Clinic.Anda akan diajak ke sebuah kuil minimalis dengan gaya orientalis. Reiki––perawatan untuk menyeimbangkan energi Anda tanpa peterapi memijat tangan Anda––dan sesi “floatarium”–– masuk ke dalam sebuah kolam berisi air asin––dapat Anda nikmati.
Hanya dengan USD288 (Rp2.488.000) per malam,Anda dapat menikmati eksotisme perawatan kesehatan. Ketua Umum Asosiasi Spa Indonesia (Aspi) Mooryati Soedibyo ikut bangga dengan terpilihnya wellness center di Bali sebagai salah satu yang terbaik di dunia.“Itu berarti bahwa resor spa telah menjadi salah satu daya tarik wisata.
Saya harap ke depannya spa semakin bisa menarik wisatawan baik domestik maupun internasional ke Indonesia,”paparnya. Moeryati juga menambahkan, sudah saatnya Indonesia mengambil bagian yang penting dalam industri spa dunia. “Karena kita memiliki potensi yang amat besar,”imbuhnya.
Frank Pfaller, Chairman Selected Hotel Promotion Inc, yang kerap memberi penilaian terhadap destinasi wisata dunia menilai Bali sebagai kawasan wisata spa terbaik karena mampu memelihara kebudayaan asli leluhur,termasuk warisan masa lalu. Bahkan, terminologi khas Bali dalam kaitannya dengan spa seperti boreh dan lulur telah diakui secara internasional.
”Indonesia terpilih sebagai wisata spa terbaik di dunia karena Indonesia mampu mempertahankan warisan budaya leluhur dikombinasikan dengan hasil riset terbaru,” papar Pfaller. Penilaian Bali sebagai destinasi spa terbaik tidak hanya diberikan oleh CNNGo.Tahun lalu, dua resor spa di Bali juga masuk dalam daftar spa terbaik versi Conde Nast Traveller.
Thermes Marins Bali dari Ayana Resort & Spa serta Amandari Sp mendapatkan penghargaan The Conde Nast Traveller Annual Readers SpaAwards 2010. Namun,bukan hanya lokasi yang membuat Indonesia, terutama Bali, menjadi destinasi spa favorit. Daya tarik utamanya justru terletak pada teknik pijatan yang terbilang “candu” bagi mereka yang telah merasakannya.
Superintendant Training For Treatment Taman Sari Royal Heritage Spa Wiwit Asmi Lestari mengatakan kebanyakan turis asing menyukai perawatan tradisional yang ditawarkan spa-spa di Indonesia.
“Proses perawatan tubuh yang kerap ditawarkan spa Indonesia memang diambil dari tradisi dan ritual daerah seperti royal Balinesse treatment atau Javanesse ancient healing, tapi terutama yang membuat pelanggan asing ketagihan adalah pijatan yang manjur untuk menghilangkan pegal,” pungkas Wiwit. Industri perawatan kesehatan bakal terus berkembang.
Dalam jajak pendapat para pegiat industri spa saat konferensi spa dunia di Bali pada Mei silam, 82% responden menyatakan industri spa bakal meningkat pada tahun mendatang. lesthia kertopati/ andika hendra m
source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/405179/38/
gantengscool July 1st, 2011, 08:53 AM Jumlah kunjungan wisatawan ke Indonesia selama Mei 2011.
Sumber : BPS 1 Juli 2011.
http://img713.imageshack.us/img713/9454/wisatawan0001.png (http://imageshack.us/photo/my-images/713/wisatawan0001.png/)
v-sun July 9th, 2011, 12:47 PM 09/07/2011 17:45
Wah, Turis Hongkong Hanya Tahu Indonesia Itu Bali
Ageng Rustandi
INILAH.COM, Bandung - Masyarakat Hongkong rupanya baru mengenal Indonesia hanya sebatas Bali. Walhasil, mereka masih perlu mendapatkan pendidikan mengenai kondisi Indonesia saat ini.
“Market Hongkong punya potensi bagus namun mereka kurang update tentang kondisi Indonesia saat ini. Mereka perlu edukasi tentang kondisi Indonesia saat ini,” ungkap Senior Manager Jepang, Korea, & China Sales PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dony Widojoko saat menggelar jumpa pers di Hotel Grand Royal Panghegar Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, Jum’at (8/7/2011).
Dengan kondisi tersebut, jumlah kunjungan wisman asal Hongkong ke Indonesia masih sangat sedikit dibandingkan negara Asia lainnya.
Padahal untuk jumlah penerbangan Indonesia-Hongkong maupun sebaliknya sudah cukup banyak dilakukan maskapai penerbangan. Di antaranya, maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang telah membuka dua kali penerbangan dalam satu hari Jakarta-Hongkong dan sebaliknya.
Meski demikian, jumlah warga Hongkong yang datang ke Indonesia masih kalah jauh dibanding jumlah warga Indonesia yang berangkat ke Hongkong setiap tahunnya.
Berdasarkan data yang dimiliki Garuda Indonesia, jumlah warga Indonesia yang berangkat ke Hongkong sekitar 322 ribu. Sementara warga Hongkong yang datang ke Indonesia sekitar 82 ribu.
“Untuk itu kita menggelar Famtrip bagi pengusaha travel agen di Hongkong dan sudah ketiga kalinya kita lakukan sekaligus mengenalkan jadwal penerbangan double daily Jakarta-Hongkong pulang pergi. Yang ikut pada Famtrip kali ini sebanyak 19 orang dari travel agen terkemuka di Hongkong,” tandas Executive Assistant Manager PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk cabang Hongkong, Lia Sahra. [gin]
http://www.inilah.com/read/detail/1682242/wah-turis-hongkong-hanya-tahu-indonesia-itu-bali/
urix99 July 14th, 2011, 10:09 AM ke sumatera barat kawan hehehe
beryDS July 14th, 2011, 02:37 PM Wah, Ada Konservasi Penyu Di Lampung Barat
http://bimg.antaranews.com/lampung/2011/07/small/20110714penyu.jpg
Kawasan Pesisir Lampung Barat menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Lampung menjadi lokasi penangkaran penyu langka dunia.
Kawasan yang menjadi penangkaran penyu berada Pekon (Desa) Muara Tembulih di Kecamatan Ngambur, Kabupaten Lampung Barat, memiliki pantai berpasir putih bersih dan panjang 3,5 kilometer merupakan pantai pendaratan yang diminati empat jenis penyu yang dilindungi. Dalam setahun terjadi dua kali musim pendaratan penyu, antara Februari-April dan Mei-Juli.
Keempat jenis penyu yang biasa mendarat adalah penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing, dan penyu lekang. Penyu lekang dan sisik relatif mudah ditemui pada musim pendaratan, sedangkan penyu hijau dan belimbing agak susah.
Pemerintah setempat membangun sarana dan prasarana pendukung guna kenyamanan pagi pengunjung yang hendak menggali informasi terkait penangkaran penyu tersebut, bahkan terdapat ruang khusus bagi wisatawan untuk menggali lebih jauh spesies penyu baik habitat, kebiasaan, hingga reproduksinya.
Kawasan wisata konservasi penyu ini, menjadi langkah strategis pemerintah setempat guna mengenalkan lebih dekat hewan yang dilindungi tersebut, sehingga dampaknya akan berimbas terhadap pelestarian spesies penyu dan kunjungan wisatawan.
Wisata konservasi penyu ini, menjadi tawaran bagi Lampung Barat untuk menjadi lokasi tujuan wisata bahari berbasis konservasi.
sumber (http://lampung.antaranews.com/berita/259230/wah-ada-konservasi-penyu-di-lampung-barat)
the kamidi July 18th, 2011, 10:34 PM Di Solo,akan akan jatuh cinta pada setiap sudut2 kotanya :)
the kamidi July 18th, 2011, 10:39 PM Menurut data dari jaringan hotel internasional Best Western,SOLO sekarang merangsek naik ke peringkat 4 sebagai kota destinasi wisata paling banyak dikunjungi di INDONESIA.BATAM yang pd akhir 90-an dan awal 2000-an pernah menjadi kota destinasi wisata kedua setelah BALI,sekarang posisinya merosot jauh.Posisi kedua ditempati oleh YOGYAKARTA dalam beberapa tahun terakhir ini.
Erran July 20th, 2011, 03:08 AM ^^
Mungkin itu jumlah wisatawan domestik ikut masuk hitungan. Kalo soal jumlah wisatawan asing, AFAIK, Batam masih lebih banyak menarik wisman ketimbang Solo, atau Jogja sekalipun. CMIIW
Seharusnya Jogja sebagai pusat budaya Jawa bisa menarik jauh lebih banyak wisman dengan potensi2 yg dimiliki, tapi ya balik lagi, kita keseringan cuma menengadah menunggu rejeki, jarang ada yg mau bersusah payah mengejar bola.
Visit Indonesia serasa ga ada pengaruhnya, jauh berbeda dengan Visit Malaysia dan Visit Thailand yang langsung mendongkrak jumlah kunjungan wisman mereka.
gomerax July 21st, 2011, 03:52 AM ya kalau dilihat memang batam cukup merosot sejauh pengalaman yang saya lihat paling banyak hanya one day atau mencaro kesenangan sesaat "CMIIW" malah saya rasa bintan yang lebih dominan dalam total kunjungan wismannya dibanding batam. karena pangsa pasar domestik dibintan dirasa belum banyak.
ohya kalau dilihat kemasan iklannya saya rasa indonesia masih perlu banyak belajar dari negara tetangga yang gencar sekali iklan di tv kabel. contohnya malaysia :( we are truly than their. sama ada kekurangan di megasale jakarta. kurang adanya info yang mumpini. saya pernah komplain ke dinas pariwisata jakarta namun gak ada tanggapan malah justru balik komplain ke saya.
saya yakin lewat sumberdaya dinas dinas harus digembleng lebih banyajbdan perbanyak disektor promosi pariwisata. coba lihat di web lonely planet.com betapa minimnya info tentang indonesia yang mereka ulas.
CMIIW ya
the kamidi July 21st, 2011, 05:06 PM @Erran:saya rasa begitu bro...
@gomerak:saya melihat sih pemerintah pusat masih setengah hati dlm soal promosi pariwisata,padahal Malaysia dan Singapura melangkah jauh dengan memasang iklan sehalaman penuh di media2 besar kita,sewa reklame di titik2 strategis Jakarta,Surabaya,dll.Kenapa pemerintah gak melakukan hal yg sama ke luar negeri.
the kamidi July 21st, 2011, 05:08 PM Semoga di masa yg akan datang kita punya presiden yg punya visi besar di bidang pariwisata.Padahal melihat perkembangan sekarang ini,pariwisata harusnya menjadi salah satu prioritas besar pembangunan kita.
gomerax July 22nd, 2011, 02:20 AM berharapnya kedepan akan seperti itu mad perbagus website. yang terintegrasi dengan setiap dinas pariwisata yang ada diindonesia. mohon maaf kalau selama ini yang saya lihat tidak update informasi dari masing2 website. perlu adanya keseriusan dari pemerintah pusat dan daerah untuk pengembangan informasi maya. saya akui promosi lewat billboard dan event promosi pameran diluar negeri sudah cukup banyak. namun kita lihat lagi apakah sudah cukup update atau belum.
btw saya pernah kritik website dinas pariwisata jakarta. ehh malah balik ngomel gak jelas. cukup sulit memang kalau instansi yang bersangkutan belum mau menerima kritik dan saran yang membangun.
kalau untuk batam sendiri perlu banyak pr dimulai dari akses transportasi yang memadai ke tempat wisata tersebut. maaf kalau saya sebut batam itu gak punya sistem transportasi yang jelas. saya beberapa kali kebatam gak menemui adanya bis kota adanya cuma omprengan mobol elf. yang musto keliling perumahan kalau mau ke punggur dari nagoya. semua rata2 masih mengandalkan taxi untuk. golongan non penduduk batam
so itu yang menurut saya jadi pr buat batam
acoolguyfromnz July 22nd, 2011, 03:56 AM @gomarex,
Brilliant idea.
Pariwisata Indonesia belum terintegrasi. Ini sama spt kita makan di warung tegal. Jarang sekali warung tegal yg punya daftar menu. Akibatnya pembeli hanya lihat makanan yg ada di meja saja.
Kalau mau, websitenya di buat lengkap dgn page per provinsi.
Di page setiap provinsi, perlu ada pages tersendiri mengenai "must see Places", angkutan umum, pesawat terbang, hotel2, restaurant dan atraksi2 baru. Perlu pula di buat jadwal attraksi spt model "jakarta great sale, dsb" dalam setahun.
Spy menarik, perlu di buat permainan spt diskon ala Garuda.
Tapi anyway mau di kasih saran spt apa juga kemampuan menteri pariwisata kita cuma segitu begitu juga presidennya. Jadi jgn berharap banyak
beryDS July 24th, 2011, 03:42 AM Wisatawan ke Komodo Meningkat
Taman Nasional Komodo (TNK) mengalami peningkatan kunjungan wisatawan rata-rata mencapai 10.000 setiap tahunnya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Budpar Manggarai Barat, Selasa Paulus. Secara administratif, TNK masuk dalam Kabupaten Manggarai Barat.
"Tahun 2009 kunjungan 36 ribu orang, 2010 mencapai 45 ribu orang. Ini kunjungan ke Kabupaten Manggarai Barat. Tujuannya ya ke Taman Nasional Komodo," katanya kepada Kompas.com, Sabtu (23/7/2011). Sebagian besar pengunjung, menurut Paulus, masih didominasi oleh wisatawan asing.
Ia menambahkan sedikitnya wisatawan domestik yang datang ke TNK karena terbentur harga yang mahal untuk berwisata ke TNK. Hal ini dikarenakan akses menuju TNK yang masih mahal. Seperti yang diutarakan sebelumnya oleh Pak Aji, kapten speedboat yang biasa membawa wisatawan ke TNK, bahwa BBM (bahan bakar minyak) di Labuan Bajo mahal.
"Buat orang Indonesia yah banyak bilang mahal untuk biaya sewa speedboat. Bagusnya datang dalam rombongan, biar lebih murah," ungkapnya.
Sementara itu, Paulus menuturkan untuk harga penginapan di Labuan Bajo termasuk terjangkau. Ada 37 penginapan di Labuan Bajo mulai dari kelas melati hingga berbintang yang menawarkan harga bervariasi. "Kendala lain penerbangan menuju Labuan Bajo yang masih sedikit," katanya.
Ia berharap ke depan akan semakin banyak maskapai masuk ke Labuan Bajo. Namun, TNK sendiri adalah lokasi konservasi. Oleh karena itu, pariwisata yang diusung TNK bukan pariwisata massal.
"Taman Nasional Komodo hanya bisa menampung 60 ribu orang," katanya.
Paulus melanjutkan, pihaknya kini berencana menggarap objek wisata lainnya yang ada di Manggarai Barat agar terjadi pemerataan wisatawan hingga tak hanya bertumpuk di TNK.
"Di Labuan Bajo ada objek wisata Gua Batu Cermin. Lalu 60 kilometer ke Welah ada Istana Ular, banyak ular di sana. Lalu ada air terjun Cunca Wulang di Sanogoang," ungkapnya.
Ia menambahkan objek-objek wisata tersebut dapat dikunjungi tetapi belum nyaman untuk dilalui. "Baru bisa dengan kendaraan roda dua," katanya.
Sayangnya, pihaknya masih dalam tahap perencanaan untuk membangun objek-objek wisata tersebut. Paulus mengakui TNK sendiri memerlukan pembangunan fasilitas-fasilitas yang lebih memadai. Misalnya saat Kompas.com berkunjung ke Pulau Rinca, tampak pembangunan area toilet untuk wisatawan. Toilet merupakan salah satu hal yang dikeluhkan oleh wisatawan asing maupun domestik.
Daya tarik lainnya yang bisa diangkat dari Manggarai Barat, tutur Paulus, adalah kerajinan tangan seperti suvenir kopiah khas Manggarai yang terbuat dari pandan. Ada pula perhiasan dari mutiara dan patung kayu Komodo khas.
"Lalu kesenian seperti Tari Caci. Kami punya 24 sanggar di Manggarai Barat," jelasnya.
sumber (http://travel.kompas.com/read/2011/07/24/08060939/Wisatawan.ke.Komodo.Meningkat)
Erran July 24th, 2011, 06:06 PM Semoga di masa yg akan datang kita punya presiden yg punya visi besar di bidang pariwisata.Padahal melihat perkembangan sekarang ini,pariwisata harusnya menjadi salah satu prioritas besar pembangunan kita.
Hope so . . .
Jadi inget perkataan Menteri Pariwisata Korsel, "Industri Pariwisata adalah jenis industri yang paling ramah lingkungan, paling sedikit menghasilkan limbah". Sudah sepatutnya dikembangkan dengan sungguh2.
Andai pemerintah kita bisa berpandangan secerdas itu . . .
Anyway, Indonesia sudah punya modal daya tarik wisata yang lebih dari cukup, tinggal cara pengelolaan dan mutu SDM-nya saja yg masih butuh banyak perhatian.
the kamidi July 24th, 2011, 06:50 PM yg jelas,di masa depan industri pariwisata di dunia ini akan semakin berkembang,mobilitas manusia semakin tinggi.kita hrs bisa turut mengambil peluang tsb dgn sungguh2.
acoolguyfromnz July 25th, 2011, 04:30 PM @the Kamidi,
and maximise the income that is generated from tourism
gantengscool July 25th, 2011, 07:49 PM -edit-
gantengscool July 25th, 2011, 07:51 PM Menurut data dari jaringan hotel internasional Best Western,SOLO sekarang merangsek naik ke peringkat 4 sebagai kota destinasi wisata paling banyak dikunjungi di INDONESIA.BATAM yang pd akhir 90-an dan awal 2000-an pernah menjadi kota destinasi wisata kedua setelah BALI,sekarang posisinya merosot jauh.Posisi kedua ditempati oleh YOGYAKARTA dalam beberapa tahun terakhir ini.
beberapa hal yg menjadi daya tarik wisman di Solo :
http://img27.imageshack.us/img27/893/25wisman.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/27/25wisman.jpg/)
KAGUMI PASAR GEDE–Serombongan wisatawan mancanegara asal Negeri Belanda mengunjungi pasar ikan hias di pasar Gede Solo, Senin (25/7/2011). Para wisatawan tersebut sangat menikmati susana pasar tradisional dari pada pusat perbelanjaan modern.
___________________________________
http://img843.imageshack.us/img843/2686/26824919514511106651374.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/843/26824919514511106651374.jpg/)
Solo Car Free Day (SCFD) tiap hari minggu.
.
the kamidi July 26th, 2011, 12:02 AM turis asing di Solo makin banyak dlm beberapa tahun ini
gomerax July 26th, 2011, 01:39 PM berharapnya semua tempat wisata tersebut bisa terintegrasi dengan kota wisata lainnya. baik jogja maupun solo memang gak terlalu jauh jaraknya. malah menurut saya pelu dikembangkan kekota lainnya seperti semarang juga perlu. saya berharap ada semacam pengembangan wisata joglosemar. untuk dikembangkan lagi ke pangsa internasional. mulai dari paket tour sampai dengan guidance mereka untuk keliling central java triangle. jangan sampai permata yang bertebaran disekitar bisa dibutakan oleh emas sebiji.
gantengscool July 28th, 2011, 05:56 AM SOLO :
http://img847.imageshack.us/img847/5640/cimg1520c.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/847/cimg1520c.jpg/)
http://img9.imageshack.us/img9/3947/cimg1523y.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/9/cimg1523y.jpg/)
.
simplyrammy August 2nd, 2011, 05:54 PM An Island Escape in Lake Toba
http://www.thejakartaglobe.com/media/images/medium2/20110802181408446.jpg
Set in the middle of Lake Toba in North Sumatra, Samosir Island appears to be an untouched paradise.
Its rolling green landscape is dotted with traditional houses, called jabus, with a scattering of contemporary structures around the eastern coast.
Lake Toba is believed to have been formed about 75,000 years ago, in the eruption of a supervolcano that is thought to have affected the earth’s climate.
When Annette Horschmann, a German tourist, traveled to Lake Toba after completing her studies, she did not expect to stay for more than a couple of days. Twenty-seven years later, she is still living here with her husband and three children.
“The first time I visited this island, it was like love at first sight,” Horschmann said. “I told myself this is where I should be. About one month later, I met my husband.”
She started a vegetarian restaurant with her husband on the island before turning it into the popular Tabo Cottages in the small town of Tuk Tuk, where most of the island’s accommodations can be found.
“[On Samosir,] you’re surrounded by spectacular scenery. And the weather is cool here all year long,” Horschmann said.
It’s not hard to see why she decided to stay. With the island’s cool, clean air and uncluttered planning, it is easy to travel around on foot or by bike.
Hotel prices in Tuk Tuk range from about Rp 300,000 to Rp 500,000 ($35 to $60). For that price you can get friendly service and a clean room.
If you are coming from Jakarta, getting to Samosir from the capital is probably going to be the most expensive part of the trip. It involves a flight to Medan, followed by a drive to nearby Parapat and a ferry ride across the lake to the island. Good preparation and planning a schedule ahead of time are essential to cut down costs and travel time.
Samosir is a popular, though not overcrowded, tourist destination, with plenty of things to see and do. Activities range from trekking to waterskiing to bathing in hot springs and waterfalls.
The best way to discover what there is to do on the island is to ask one of the locals, who tend to be friendly.
“The people are very welcoming here,” said Gindo Rumahorbo, a Samosir resident. He added that many of the residents were eager to show visitors around and share their knowledge of the island and its history.
Samosir is a center of Batak culture. A recently opened museum, TB Silalahi, located in Balige, south of Lake Toba on the mainland, explores the history and culture of this ethnic group, which is native to North Sumatra, through its collection of artifacts and relics.
The Bataks are famous for their ulos, a traditional cloth. Residents on Samosir make the cloth using traditional hand-weaving methods. There are also traditional villages, known as suku, where visitors can get a glimpse of life on the island hundreds of years ago.
Pasir Putih beach at Parbaba at sunset, lunch on Tao Island and Pusuk Buhit mountain, where legend says the Bataks came from, are all essential destinations on Samosir.
Nightlife is minimal, but there are several small bars and restaurants.
“Roy’s Pub is a good place if you want to listen to some live music,” Horschmann said. “There is also Bagus Bay, where you can sometimes witness traditional Batak dance, Tor-tor, with nice music.”
The Lake Toba region doesn’t get the high volume of tourists seen in Bali and West Java, so the tourism industry is not as developed in the area.
“Twenty years ago, they were just putting up the electricity cables,” said Per Hintze, a frequent visitor.
But getting to Lake Toba will be soon be easier. Silangit Airport, near Balige at Siborong-borong, will be more accessible for travelers with more routes, including Jakarta, reportedly planned in the near future.
Lake Toba’s relaxing natural atmosphere, not yet overrun by tourists, makes it a great escape-from-the-city destination where you can enjoy tranquil surroundings and breathe fresh air.
http://www.thejakartaglobe.com/lifeandtimes/an-island-escape-in-lake-toba/456741
tollfreak August 3rd, 2011, 07:00 AM Istiqlal Mosque attracting more tourists since Obama visit
The Jakarta Post, Jakarta | Wed, 08/03/2011 9:54 AM
http://www.thejakartapost.com/news/2011/08/03/istiqlal-mosque-attracting-more-tourists-obama-visit.html
US President Barrack Obama’s visit to Istiqlal Mosque in Central Jakarta last year has apparently inspired many foreign tourists to take a look at Indonesia‘s largest mosque.Istiqlal management secretary Subandi said recently in Jakarta that Obama had helped promote the mosque as a tourist attraction, with the number of tourists visiting Istiqlal increasing significantly since the visit of the US head of state and his wife.
“Since Obama’s visit, the average number of foreign tourists here is about 20 per day. They mostly come from Europe. “Those tourists must come to Istiqlal because the news on Obama [visiting the mosque] spread on the Internet,” Subandi said, as quoted by kompas.com on Wednesday.Obama and his wife Michelle visited Istiqlal during his brief tour to Indonesia in November last year. He expressed his admiration of the mosque’s architecture and the philosophy behind its construction, while delivering a public lecture at the University of Indonesia campus in Depok, West Java, following his visit to the mosque.
US President Barrack Obama’s visit to Istiqlal Mosque in Central Jakarta last year has apparently inspired many foreign tourists to take a look at Indonesia‘s largest mosque.
Istiqlal management secretary Subandi said recently in Jakarta that Obama had helped promote the mosque as a tourist attraction, with the number of tourists visiting Istiqlal increasing significantly since the visit of the US head of state and his wife.
“Since Obama’s visit, the average number of foreign tourists here is about 20 per day. They mostly come from Europe.
“Those tourists must come to Istiqlal because the news on Obama [visiting the mosque] spread on the Internet,” Subandi said, as quoted by kompas.com on Wednesday.
Obama and his wife Michelle visited Istiqlal during his brief tour to Indonesia in November last year.
He expressed his admiration of the mosque’s architecture and the philosophy behind its construction, while delivering a public lecture at the University of Indonesia campus in Depok, West Java, following his visit to the mosque.
simplyrammy August 20th, 2011, 02:20 AM On a bend of the river
http://resources2.news.com.au/images/2011/08/11/1226113/338242-110820-tanah-lot-temple-bali.jpg
http://resources2.news.com.au/images/2011/08/17/1226116/752386-110820-villa-sungi.jpg
The inviting swimming pool at Villa Sungai is a ribbon of blue-green that appears to merge with the vegetation.
THERE has been a proliferation of villas in Bali in recent years, many arranged in clusters at the coast, hidden amid flowering gardens behind high stone walls.
Such is the sense of sequestered privacy that this accommodation is ideal for house parties or family stays. Shops, cafes, bars and nightlife are on the doorstep. A martini or a massage is never more than a few steps away, as one of my Seminyak friends likes to put it.
But venture inland a bit, up towards the west coast and the holy sea temple of Tanah Lot, perched on its own rocky little island, and you get the villa experience with a rustic feel, a sense of being a temporary part of village life and a more specific engagement with Balinese culture.
I have stayed previously at Sungai Gold in Cepaka village and this return visit is to its bigger neighbour, Sungai.
The two villas, with vaulted alang-alang grass roofs and a contemporary colour theme of cream and caramel, are joined as a compound reached via stone steps down to a gorge of banyans with dangling roots and frangipanis with feathery ferns sprouting from the crooks of their branches, like fanciful headdresses.
There's little sense of what lies in store as you first descend, typically escorted by Little Made, manager, concierge and all-round fixer; there's just the faint rush of the Penet River, swirls of rice sparrows and the wafting scent of tuberose.
Staff we met on the last visit appear to greet us like long-lost friends. The owner of the two Sungai properties, Gold Coast-based Pamela Hayes, has trained her crew well; they have an intuitive sense of when to be on hand and when to be scarce. This radar never seems to falter. You are part of the Sungai family now, and it feels just right.
It's a separate universe down here in these two linked river houses, which can be rented as one or, more commonly, Sungai Gold accommodates a couple who want to hide away (it's an ideal honeymoon burrow) while Sungai is booked separately by families or friends travelling together.
Close chums who had planned to travel with us have not been able to make it so there's just my husband and me swanning in bags of space at the large Sungai where we could easily bed-hop a la Goldilocks and try out all the various sleeping quarters across three bedrooms with netted four-posters and an extra covered daybed piled with more cushions and bolsters than an interior-design catalogue.
Our ensuite bathroom is semi-outdoors, complete with rock orchids, cheeping geckos and politely honking frogs; we shower under a vivid blue sky or the dark lid of night and listen to the sounds of village life echoing along the high ridge. Throughout the open-sided and marble-floored villa are large mirrors that reflect traditional carved doorways and tubs of flowers, lush vegetation, aquamarine glassware, serene stone Buddhas and tealights that head housekeeper Trisna places by the pool's edge at sunset.
All is luminous and untethered, as if we are a satellite hovering above the curving river. There's an implicit invitation for bare feet and white linen -- or, in our case, a holiday uniform of swimsuits that used to fit us and bad straw hats.
What to do? Not a thing, as it transpires. We watch DVDs in our bedroom and read in the pool, floating on our backs; I manage to submerge Alexander McCall Smith's lady detective from Botswana and Trisna dries her out in the sun. I have a loose button on a shirt; Trisna fixes it, unbidden, and returns the garment crisply folded.
It's the end of a busy holiday and Sungai becomes a rest home, a recuperative oasis where Trisna and Iluh, who's in charge of food and beverages, wait on us like nurses, even offering breakfast in bed one morning when it looks as if I have succumbed completely to tropical torpor and can't raise myself from the pillows, let alone brush my hair. Banana-filled crepes and Vegemite soldier toast between the sheets? It's Bali, it's a holiday, so why the heck not.
But if you do want excursions, Little Made -- who speaks good English, peppered with amusing Australian slang he has learned from guests -- and Wayan are at hand with vehicles to escort you up to, say, the hill station of Ubud, with its craft ateliers, antiques shops and some of the island's best food at the Alila Ubud resort's Plantation restaurant, where Dutch-born executive chef Eelke Plasmeijer dishes up fabulous seasonal tasting menus.
Back at Sungai base camp, the roosters are up early and village dogs are asserting their territory; pigs rootle on the far bank amid the faint smell of jasmine temple incense. Two masseuses arrive, offering chilled peppermint tea and a frangipani foot soak; we succumb to their healing hands in Sungai's small spa room, rubbed with sweet lavender and amber oils and pummelled into such a melted state that I almost fall into the pool on the way to the closest daybed.
And what a pool: a long, 18m ribbon of blue-green with an infinity edge, so it seems to merge with the vegetation, the dragonflies and, this cloudy March, the soft afternoon rain that patter-plops for hours and then disappears, leaving everything gleaming, the trees and plants all but purring with content.
Despite the at-home feel of both Sungai villas, all the luxury details are here, from Acqua di Parma toiletries and chilled, tuberose-scented hand-towels to quality bedding.
Eating-in is a treat, with chef Wayan and his helpers turning out delicious meals, including canapes served to you in the pool, if required. I become adept at floating with mango and proscuitto skewers, with Vietnamese ricepaper rolls dipped in tamarind sauce, with little Thai fishcakes that can be swallowed in one pop.
Iluh appears with a Sungai signature cocktail on a tray: vodka, kaffir lime, palm sugar, lemongrass and soda water. It's cool, sharp and shiny. I could live in this pool, fed three times a day.
There is a much larger menu selection than one would imagine, given the relatively small scale of this operation; dishes range from Indonesian specialties, including suckling pig carved at the table, to steaks, pasta and classic seafood. Leave space for a lemongrass and palm sugar panacotta served with orange and chilli caramel. There's even a separate children's menu (stick-'em-up satays sound fun) and a range of just-baked biscuits on call, including madeleines filled with tangy lemon curd.
Meals can be ordered in advance and you are charged, remarkably, not much more than the cost of ingredients; there's a full bar and table wines at good prices, including a Two Islands rose from Hatten, the up-and-coming Balinese winery. All dietary demands and sudden whims seem to be accommodated, from midnight cocktails to allergies.
We sleep like babes amid the sour-sweet smell of the surrounding jungle, losing the ability to do anything more complicated than tie our sarongs. Leaving almost requires Trisna and Iluh to prise me out of the pool and make me get dressed.
Little Made drives us to the airport and wants to know when we'll be back. Make it soon, please.
Checklist
Garuda Indonesia is offering business-class companion return fares to Denpasar (Bali) from $3142 a person ex Sydney or Melbourne with a second ticket on the same flight for just $1. The deal is valid for travel to September 19; bookings must be finalised by August 31. More: 1300 365 330; garuda-indonesia.com (http://www.garuda-indonesia.com)
http://www.theaustralian.com.au/travel/on-a-bend-of-the-river/story-e6frg8rf-1226116507411
v-sun September 21st, 2011, 11:04 AM 21/09/2011 15:57
Citra Indonesia Terpuruk di Dunia Internasional
Ageng Rustandi
INILAH.COM, Bandung - Masih banyaknya peristiwa negatif yang terjadi di Indonesia dan terpublikasi di media internasional, membuat citra Indonesia di mata dunia internasional makin terpuruk.
Berdasarkan data hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia, persepsi negatif media internasional terhadap kepemimpinan negara Indonesia meningkat dari 53,8% menjadi 64%.
"Ini akibat dari banyaknya peristiwa negatif yang di-blow up media internasional padahal peristiwa-peristiwa positif pun banyak," ujar Pakar Akademisi Humas Internasional Unisba Ani Yuningsih di sela-sela seminar internasional 'Diplomasi Publik dan Pencitraan Indonesia dalam Perspektif Humas Internasional' di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Rabu (21/9/2011).
Lebih banyaknya berita-berita negatif soal Indonesia yang di-blow up di media internasional, lanjutnya, menjadi bukti masih kurang efektifnya komunikasi dan program kehumasan yang dilakukan pemerintah. Setidaknya, pemerintah bisa melakukan balance atau covering berita-berita terkait, dengan isu positif tentang Indonesia.
"Pelaksanaan dialog-dialog dengan negara-negara asing yang dilakukan pemerintah memang bagus. Tapi itu hanya langkah awal untuk membuka jalan," terangnya.
Selain itu, pemerintah pun dianggap masih belum optimal mendayagunakan media-media nasional khususnya online. Dengan kemajuan teknologi, pencitraan dengan pemberitaan yang baik di media-media online bisa berdampak positif bagi pencitraan.
"Masalah ini menjadi masalah yang harus dipecahkan bersama oleh semua stakeholder di negara ini," tegasnya. [gin]
http://www.inilah.com/read/detail/1776747/citra-indonesia-terpuruk-di-dunia-internasional/
blablanonsense September 21st, 2011, 05:38 PM @gomarex,
Brilliant idea.
Pariwisata Indonesia belum terintegrasi. Ini sama spt kita makan di warung tegal. Jarang sekali warung tegal yg punya daftar menu. Akibatnya pembeli hanya lihat makanan yg ada di meja saja.
Kalau mau, websitenya di buat lengkap dgn page per provinsi.
Di page setiap provinsi, perlu ada pages tersendiri mengenai "must see Places", angkutan umum, pesawat terbang, hotel2, restaurant dan atraksi2 baru. Perlu pula di buat jadwal attraksi spt model "jakarta great sale, dsb" dalam setahun.
Spy menarik, perlu di buat permainan spt diskon ala Garuda.
Tapi anyway mau di kasih saran spt apa juga kemampuan menteri pariwisata kita cuma segitu begitu juga presidennya. Jadi jgn berharap banyak
Kerjaan presiden bukan cuma mengurusi pariwisata duh. I seriously hate it when people put the blame on the president alone, never his ministers or the civil servants working in that particular ministry.
gantengscool November 8th, 2011, 04:51 AM http://img69.imageshack.us/img69/4517/solomemangbeda1.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/69/solomemangbeda1.jpg/)
http://img840.imageshack.us/img840/9963/baru5.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/840/baru5.jpg/)
http://img98.imageshack.us/img98/3452/batik.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/98/batik.jpg/)
http://img213.imageshack.us/img213/4043/baru4.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/213/baru4.jpg/)
http://img100.imageshack.us/img100/9264/baru3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/100/baru3.jpg/)
M.I.A.N November 8th, 2011, 09:19 AM http://img69.imageshack.us/img69/4517/solomemangbeda1.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/69/solomemangbeda1.jpg/)
http://img840.imageshack.us/img840/9963/baru5.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/840/baru5.jpg/)
http://img98.imageshack.us/img98/3452/batik.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/98/batik.jpg/)
http://img213.imageshack.us/img213/4043/baru4.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/213/baru4.jpg/)
http://img100.imageshack.us/img100/9264/baru3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/100/baru3.jpg/)
^^^^^^^^keren ya asik asik...
Budi_anduk December 19th, 2011, 04:15 AM Pacu Jalur Teluk Kuantan - Riau 2011
http://farm8.staticflickr.com/7156/6530969509_7277b5e9fd_b.jpg
menuju garis finish
http://farm8.staticflickr.com/7160/6531001851_b3fa17f6cc_b.jpg
paradyto February 1st, 2012, 02:00 PM Foreign tourist arrivals up by 12.47% in 2011: BPS
The Central Statistic Agency (BPS) said on Wednesday that 742,500 foreign tourists came into the country in Dec. 2011, up by 12.47 percent from the same period in 2010.
Compared to November 2011, foreign tourist arrivals went up by 10.63 percent in December.
In total, 7.65 million foreign tourists came to Indonesia throughout 2011, which was up by 9.24 percent from 2010.
source: http://www.thejakartapost.com/news/2012/02/01/foreign-tourist-arrivals-1247-2011-bps.html
Kris18 February 1st, 2012, 03:50 PM Pacu Jalur Teluk Kuantan - Riau 2011
http://farm8.staticflickr.com/7156/6530969509_7277b5e9fd_b.jpg
menuju garis finish
http://farm8.staticflickr.com/7160/6531001851_b3fa17f6cc_b.jpg
Ganas, semoga event surfing di atas gelombang bono masuk juga di event kalender pariwisata nasional
Go Ahead Eagles July 1st, 2012, 08:59 AM Terkejut lihat iklan visit indonesia di Eurosport pagi ini saat live athletic world champion. Nice. Kirain udah gak ada promosi lagi.
paradyto July 1st, 2012, 11:38 AM ^^sudah mulai promosi lagi tuh he he he... Great Indonesia!
F-ian July 1st, 2012, 06:02 PM ^^ I hope its not this one VAhZ_HPubmA
I dont get dafuq about it :crazy:
Go Ahead Eagles July 1st, 2012, 09:18 PM ^^Bukan. Masih iklan yang lama versi kupu-kupu. Tapi slogannya ganti jadi Wonderful Indonesia.
vindoarga July 2nd, 2012, 12:38 AM iklan2 Djarum keren euy
Mmyo58Ncjto
Andre_theRising July 2nd, 2012, 04:44 AM Foreign tourist arrivals up by 12.47% in 2011: BPS
source: http://www.thejakartapost.com/news/2012/02/01/foreign-tourist-arrivals-1247-2011-bps.html
SEharusnya tahun ini bisa 8 juta
Dan bila setelah Open Sky ASEAN nanti, semoga aja level wisatawan asing bisa mencapai dua digit...akan sangat luar biasa untuk ukuran Indonesia yang agak pelit dalam masalah durasi visa terutama VoA :banana2: :horse:
Balaputradewa July 2nd, 2012, 05:17 AM Iklan Djarum-nya emang keren, kemaren juga ud liat di tv :okay:
everywhere July 2nd, 2012, 10:02 AM Foreign holidaymakers coming to Indonesia up in May (http://www.shanghaidaily.com/article/article_xinhua.asp?id=80499)
(Shanghai Daily/Xinhua, July 2)
JAKARTA, July 2 (Xinhua) -- The number of foreign tourist arrivals in Indonesia in May rose by 8.45 percent to 650,900 people on yearly basis, the Statistic Bureau announced said here on Monday.
Head of the bureau named only Suryamin told a press conference that the number of foreign holidaymakers coming into Bali, the center of Indonesia tourism industry, increased by 5.59 percent to 208,800 people in May on yearly basis.
Last year, Indonesia foreign tourist arrivals rose to 7.65 million people, higher than the 7.0 million people in the previous year, the bureau said.
Indonesian Minister for Tourism and Creative Economy Mari Elka Pangestu has said that the debt crisis in Europe would not have a significant impact on the country's tourism industry as the government has diversified the market.
The Southeast Asia's largest economy expected 9.5 million holidaymekers by 2014, 1 million of which from China, the minister told Xinhua.
The Indonesian tourism industry has recovered from the impact of terrorism, and epidemics.
acoolguyfromnz July 3rd, 2012, 01:44 PM @everywhere,
Its far away from being productif. hundreds million people with unique traditions and heaps of islands only have 8 million tourists? Come on...
Andre_theRising July 3rd, 2012, 02:06 PM @everywhere,
Its far away from being productif. hundreds million people with unique traditions and heaps of islands only have 8 million tourists? Come on...
1. Penerbangan internasional dari/ke Indonesia itu belum banyak,masih seputaran Asia dan Australia aja. Paling Frankfurt (Luftansha via Singapura) dan Amsterdam (GA). Filipina, Bangladesh, Sri Lanka, dan Brunei aja ada penerbangan ke Inggris / Eropa dan/atau Amerika padahal
2. Kebijakan visa kita masih belum 'se-nikmat' Malaysia, THailand, dan Singapura. Mereka udah memberlakukan bebas visa ke banyak negara (catatan Indonesia cuma 90% negara ASEAN, Maroko, Chile, Peru, Ekuador, HK, Macau)....dan selain itu VoA mereka cukup lama durasinya rata2 60 - 90 hari, sementara kita cuma 30 hari yang cuma bisa dapat ekstension 30 hari juga
3. Promosi pariwisata kita masih belum begitu optimal (makanya kalo cek ke BudPar banyak sekali kegiatan promosi dan pengiriman duta seni ke luar negeri). Menurutku hasil kerajinan dan seni budaya kita itu bisa lo jadi masuk Top 10 dunia
4. Imej2 di media internasional tentang Indonesia itu masih semua yang kurang baik...tsunami, teroris, intoleransi beragama, dsb..
acoolguyfromnz July 3rd, 2012, 02:34 PM @andre the rising,
Thanks for sharing,
1. yup you are right, kita kurang fight dan kurang memaksimalkan pasar dunia. Dgn harga bersaing dan pelayanan world class semua bisa di atasi.
2. Ah masalah visa bukan kendala. Contoh ke US tetap saja org masih mau ke sana walaupun gak friendly user.
3. Kementrian yg satu ini memang amatir. Yg satu ini belum benar2 pro dalam menggarap promo wisata Indonesia.
4. Image buruk? Ah itu tergantung pemerintahnya saja. China yg image human rightnya buruk tetap saja membludak.
Masalah lainnya tata kota di Indonesia belum benar2 spt little Europ yg tertata, menghibur, menarik dan punya atmosphere berbeda dari satu kota ke kota lainnya. Jadi spt model anjungan TMII atau Dufan.
bama84 July 3rd, 2012, 03:03 PM 8 juta turis ? banyak itu... dari yg 8 juta, berapa % turis yang dari negara ASEAN, ASIA, Eropa, Amerika, Australia, Timur tengah, Afrika ?
Andre_theRising July 4th, 2012, 04:36 AM @acoo : Visa itu jadi kendala banget. Masih banyak negara2 yang blum dikasi VoA ama negara ini, belum lebih dari 100 negara...
Dan ketika orang dari Eropa / Amerika / Asia hendak mengunjungi Asia Tenggara...ia akan memilih Malaysia atau Singapura yang memberikan bebas visa atau VoA yang berdurasi panjang daripada ke Indonesia yang cuma memberikan VoA 30 hari saja... (satu lagi ironinya, Indonesia itu sangat luas dan beragam tetapi wisman hanya punya 30 hari untuk menjelajah lebih dari 1 atau 2 destinasi wisata)
Aq pernah baca beberapa taun lalu (lupa di mana, yang pasti beberapa artikel dengan resource dari Depdikbud-waktu itu dan pelaku industri pariwisata) kalo VoA Indonesia yang agak kurang populer ini diterapkan gara2 pemerintah RI kesal dengan imej buruk dan pandangan negatif yang ditunjukkan negara2 Eropa dan Amerika setelah kasus terorisme, intoleransi beragama, dan separatisme di akhir 90-an / awal 2000-an kemarin... (Perhatikan, meski imej China buruk di HAM tetapi mereka jarang ada terorisme atau kejahatan yang sampai membahayakan wisman...dan perlu anda lihat juga kalau sistem media dan informasi di RRC itu masih konvensional / tertutup, tidak semua informasi / kejadian di RRC diberitakan seluas2nya..tidak seperti Indonesia yang sampe jembatan rusak di desa terpencil aja bisa menyebar ke seluruh dunia)
Menurutku sih butuh political will untuk mengubah ini, saya yakin bila durasi VoA ditambah maka peluang Indonesia dapat devisa dari pariwisata akan semakin bertambah, apalagi bila akses penerbangan ditambah maka jumlah wisman akan merangkak naik
Coba dicek ke wikitravel (wikitravel.com) mengenai kebijakan2 visa untuk Malaysia, Thailand, Singapura, dan Indonesia...liat aja perbandingannya, no wonder lebih mudah ke Malaysia daripada ke Indonesia (kecuali wisman yang berkantung cukup tebal, ia akan berpetualang ke sejumlah negara SEA)
bama84 July 4th, 2012, 12:57 PM ^^
30 hari sudah cukup. Normalnya dalam 1 tahun, orang dapat cuti 30 hari.
Para turiskan mesti balek masuk kerja abis cuti. lagipula VOA bisa di extend 30 hari lagi kalau dirasa masih kurang atau mereka bisa balek lagi tahun depan.
Pemberian visa pada dasarnya mesti reciprocal. Turis memilih malaysia,singapura, thailand, memang promosi wisata negara tsb lebih bagus, ini bukan soal visa.
tidak setuju durasi VOA ditambah, justru tarif VOA mesti dinaikkan. Sudah 10 tahun belum naik. $ 25 / 30 hari / orang, terlalu murah. Apa itu cukup buat biaya operasional kantor imigrasi ? gaji pegawai, maintenance,transportasi,dll ? jangan lagilah memberatkan rakyat dengan uang APBN buat urusan turis. Layanan ekspress macam VOA sudah sepantasnya dihargai tarif yang tinggi. Wajarnya layanan ekpress VOA dihargai $ 250/ 30 hari / orang dewasa. Anak2 tarifnya lebih murah dikit
$ 100/ 30 hari/ anak. Kalau mereka tidak sanggup urus visa biasa di embassy/ konsulat di negara asal. Tapi tentu, naiknya tidak langsung sekaligus. Mesti naik bertahap. Dari $ 25 ke $ 50, $ 100, $ 200 sampai mencapai nilai ideal di $ 250 / orang.
Sebagai perbandingan, orang indonesia urus visa turis ke canada : C$ 75
( single entry), C$ 150
( multiple), ke US: U$ 160 ( multiple), Australia A $ 120.
belum lagi kalau ditolak uang hangus.
perbandingan income, average orang Canada, Amerika, Australia, Eropa :
$ 50,000/ tahun
orang Indonesia: $ 3000/ tahun. Kita sanggup bayar visa diatas $ 100. Masa kita mau ngecharge orang asing $ 25 datang kesini???:ohno: minimal sebandinglah antar suatu negara.:lol:
Andre_theRising July 4th, 2012, 03:37 PM Bagus2 aja tujuannya, tapi apa mau turis backpackers - petualang - rombongan / konvoi bayar visa VoA sampe di atas US$ 100 per 30 hari???? :bash: Gak bakal mau, wong mereka aja bakal nyari serba hemat mulai penginapan
Bisa2 aja kalo fasilitas Indonesia itu udah wah, kualitas tempat wisatanya world class, semuanya tertata dengan baik termasuk pelayanan dan transportasi dan sebagainya. Nah kalo keluar bandara aja udah dibujuk2 ama supir taksi dan penipu2, terus kebersihan kurang terjaga, serta sulit mencari petunjuk tempat wisata (jangan bicara Bali dulu) saya kira VoA US$ 100 udah termasuk keterlaluan untuk ukuran kantong turis
Oke kalo VoA dikategorikan, untuk misalnya penumpang kapal pesiar mewah atau wisatawan berkantong tebal bisa aja di atas US$25, tapi ingat lho masih banyak turis backpacker atau petualang yang berkantong tipis yang datang ke Indonesia ini
Saran saya tipe visa turisnya ditambah lagi. Untuk VoA bisa aja dinaik2kan sikit, tapi tambah lagi misal Visa WIsata Pensiun 1 tahun (bagi wisman yang mo menghabiskan waktu pensiun di Indonesia sekaligus izin tinggal - bisa dibikin cukup mahal), terus Visa Turis 3 bulan atau 6 bulan dengan harga lebih mahal...
acoolguyfromnz July 4th, 2012, 07:03 PM @andre the rising,
Udah saatnya indonesia diversifikasi turis jgn melulu turis sandal jepit. Tapi kita bidik turis macam milyarder, artis hollywood dsb yg sekali buka kotak amal sejuta umat ternafkahkan. Spt produk toyota yg diversifikasikan jadi Lexus.
Makanya saya pernah bilang dulu, kita punya ribuan pulau tinggal di design model monako atau dubai di mana kumpulan elit dunia berada yg trully spectacular dan clean...
It is about how we maximise our assets. Ini baru satu loh, pariwisata. Belum peternakan, perikanan
Apa yg gak kita punya utk punya world class products di dunia pariwisata? very friendly people, exotic cultures, surrounded by water, sinar matahari yg 12 jam bersinar tanpa perlu ganti tiap 3 bulan sekali jadi winter, semi dsb.
Org macam Brad Pit mengeluarkan 1.4 juta semalam kecil....Back packer, 1.4 juta buat seminggu.
It is about our target (backpacker tourists or millionaire tourists) and how we set up a new world standard every year. Indulge them with the experience that they've never had. It is about how to make them have fun and spend hard for us.
Kalau pendapatan dari pariwisata bisa sama spt pendapatan dari pajak, betapa cepat kita bisa jadi makmur dan berapa banyak org dapat pekerjaan. Itu baru dari pariwisata loh, belum dari peternakan, perikanan dan industri. Kalau ketiga produk ini punya above average world class standard, extra cling cling ke poket kita. Gak perlu kerja keras bikin kota kebanjiran akibat illigal loging dan illigal minning.
Buat kita juga asik, mau lihat monako tinggal ke timur misalnya, mau ke dubai tinggal ke utara misalnya atau mau melihat hawai tinggal ke selatan misalnya. Everything is on our front door.
@Bama84,
Love your comment!
Andre_theRising July 4th, 2012, 09:40 PM @andre the rising,
Udah saatnya indonesia diversifikasi turis jgn melulu turis sandal jepit. Tapi kita bidik turis macam milyarder, artis hollywood dsb yg sekali buka kotak amal sejuta umat ternafkahkan. Spt produk toyota yg diversifikasikan jadi Lexus.
Makanya saya pernah bilang dulu, kita punya ribuan pulau tinggal di design model monako atau dubai di mana kumpulan elit dunia berada yg trully spectacular dan clean...
It is about how we maximise our assets. Ini baru satu loh, pariwisata. Belum peternakan, perikanan
Apa yg gak kita punya utk punya world class products di dunia pariwisata? very friendly people, exotic cultures, surrounded by water, sinar matahari yg 12 jam bersinar tanpa perlu ganti tiap 3 bulan sekali jadi winter, semi dsb.
Org macam Brad Pit mengeluarkan 1.4 juta semalam kecil....Back packer, 1.4 juta buat seminggu.
It is about our target (backpacker tourists or millionaire tourists) and how we set up a new world standard every year. Indulge them with the experience that they've never had. It is about how to make them have fun and spend hard for us.
Kalau pendapatan dari pariwisata bisa sama spt pendapatan dari pajak, betapa cepat kita bisa jadi makmur dan berapa banyak org dapat pekerjaan. Itu baru dari pariwisata loh, belum dari peternakan, perikanan dan industri. Kalau ketiga produk ini punya above average world class standard, extra cling cling ke poket kita. Gak perlu kerja keras bikin kota kebanjiran akibat illigal loging dan illigal minning.
Buat kita juga asik, mau lihat monako tinggal ke timur misalnya, mau ke dubai tinggal ke utara misalnya atau mau melihat hawai tinggal ke selatan misalnya. Everything is on our front door.
@Bama84,
Love your comment!
Belum tahu ya? BUkannya udah ada dari dulu2...pernah nggak anda baca-baca artikel Dinas Pariwisata baik nasional maupun daerah, atau kulik2 aja websitenya. Pemerintah sudah membuat blue print seperti itu, pembagian kategorisasi wisatawan baik domestik maupun asing...makanya sekarang lagi digodok ide visa wisata eksklusif buat wisatawan lansia yang udah pensiun dan mau menghabiskan waktu 1 tahun di Indonesia ternasuk menghabiskan uangnya selama periode tersebut di Indonesia :cheers: Kita tunggu aja inovasi2 lainnya untuk mengembangkan pasar wisatawan yang berkantung tebal atau ekslusif
Intinya yang terjadi adalah pasar turis ekslusif atau berkantung tebal belum tergarap maksimal. Promosi pariwisata Indonesia pun masih belum maksimal dan kalah sama negar2 tetangga Yang paling kelihatan adalah dari kapal pesiar, atau paling2 tujuan Bali.
Backpackers akan tetap diperlukan, mereka bisa jadi public relation atau advertiser gratis buat pariwisata Indonesia, mereka bisa menceritakan ke teman2 atau rekan kerja atau kelompok di negara mereka sehingga Indonesia akan lebih dikenal juga dari mulut ke mulut
World class? Saya kan sudah bilang di post2 terdahulu termasuk di Forum Nusantara bahwa kualitas objek wisata kita terutama alam dan budaya adalah world class. Sayangnya industri pariwisata kita masih belum sekualiti Malaysia, Thailand, atau Singapura.... Inilah yang semua kita bersama harus berpadu cari solusi agar industri pariwisata Nusantara ini jadi world class dan sangat berkualitas, sehingga kelak wisatawan akan berduyun2 datang ke Indonesia
Pakponidi July 5th, 2012, 12:46 AM Turis kelas sandal jepit itu suatu bentuk investasi lho? Mereka waktu masih muda datang ke Indonesia sebagai backpacker, kalau dapet impression & experience yang menyenangkan kemungkinan besar mereka akan kembali lagi, tapi kali ini dengan kantong yang lebih tebal. Mungkin Indonesia perlu menggarap "Gap-Year traveler" http://en.wikipedia.org/wiki/Gap_year . Sepertinya Indonesia masih kalah dengan Thailand yang sering jadi pilihan utama wisatawan jenis ini.
Andre_theRising July 5th, 2012, 07:57 AM Mungkin beberapa forumers di atas tidak terlalu memahami keuntungan menggarap pasar turis backpackers...mereka adalah sumber informasi terpercaya bagi dunia pariwisata, yang bisa akhirnya berperan menambah kedatangan wisman asing ke Indonesia baik backpackers, wisatawan petualang, rombongan/grup, maupun wisatawan eksklusif/berkantong tebal
bright_shield July 5th, 2012, 09:43 AM @everywhere,
Its far away from being productif. hundreds million people with unique traditions and heaps of islands only have 8 million tourists? Come on...
kalau ga slaah sih ada perbedaan penghitungan antara Indonesia dan malaysia misalnya. kalo Indonesia dihitung per orang, sedang malaysia dihitung per kunjungan.. makanya kita tetep 7,5 juta orang dengan naik progress sdikit2, tapi Malaysia bisa 24juta orang dengan kunjungan dari Singapura ada 8-10 jt sendiri (padahal penduduknya cuman 5 juta).. CMIIW..
_______________________
mengenai Voa, di Indonesia bisa 60 hari kok. cuman ya minta extention di imigrasi kalo VoA pertamanya mau habis..
bright_shield July 5th, 2012, 09:50 AM Saran saya tipe visa turisnya ditambah lagi. Untuk VoA bisa aja dinaik2kan sikit, tapi tambah lagi misal Visa WIsata Pensiun 1 tahun (bagi wisman yang mo menghabiskan waktu pensiun di Indonesia sekaligus izin tinggal - bisa dibikin cukup mahal), terus Visa Turis 3 bulan atau 6 bulan dengan harga lebih mahal...
ga bakal dikasih setahun karena bakal visanya disalahgunakan buat kerja dsb..
di negara mana aja social visit cuman dikasih 30-60hari, ga ada yang jangka panjang, kecuali kalo mw apply jadi permanent resident.
bama84 July 5th, 2012, 01:00 PM Bagus2 aja tujuannya, tapi apa mau turis backpackers - petualang - rombongan / konvoi bayar visa VoA sampe di atas US$ 100 per 30 hari???? :bash: Gak bakal mau, wong mereka aja bakal nyari serba hemat mulai penginapan
Bisa2 aja kalo fasilitas Indonesia itu udah wah, kualitas tempat wisatanya world class, semuanya tertata dengan baik termasuk pelayanan dan transportasi dan sebagainya. Nah kalo keluar bandara aja udah dibujuk2 ama supir taksi dan penipu2, terus kebersihan kurang terjaga, serta sulit mencari petunjuk tempat wisata (jangan bicara Bali dulu) saya kira VoA US$ 100 udah termasuk keterlaluan untuk ukuran kantong turis
Oke kalo VoA dikategorikan, untuk misalnya penumpang kapal pesiar mewah atau wisatawan berkantong tebal bisa aja di atas US$25, tapi ingat lho masih banyak turis backpacker atau petualang yang berkantong tipis yang datang ke Indonesia ini
Saran saya tipe visa turisnya ditambah lagi. Untuk VoA bisa aja dinaik2kan sikit, tapi tambah lagi misal Visa WIsata Pensiun 1 tahun (bagi wisman yang mo menghabiskan waktu pensiun di Indonesia sekaligus izin tinggal - bisa dibikin cukup mahal), terus Visa Turis 3 bulan atau 6 bulan dengan harga lebih mahal...
oleh sebab itulah, saya sarankan turis backpakers jangan ambil VOA. Ambil visa biasa di embassy/ konsulat di negara asal. VOA itu layanannya ekspress on the spot. Hanya untuk orang2 kaya.
Ndak usah kuatir mereka ngga sanggup bayar. U$ 150 / orang itu kecil bagi mereka. Average income mereka itu di negara maju $ 50000 / tahun. Mereka pasti mau. Orang asing jangan banyak cari2 alesan. Kalau mau datang ke Indonesia ya dateng aja. Orang indonesia average income $ 3000, bayar visa turis ke Amerika $ 160, ngga ada yg komplain. Kalau mereka tetap ngga mau, ya ngga usah datang sekalian. Beres toh...
Lagian, ngapain kita ngincar devisa dari turis2 backpakers ? Berapalah mereka mau belanjakan duit disini ? paling nilainya ngga seberapa. Saran saya kalo wisatawan kantong tipis, ngga usah datang ke Indonesia saja sekalian. Coba bayangkan, kalau terjadi sesuatu dengan mereka seperti accident/ kematian, apa mereka sudah punya/ dicover insurance ? Apa sudah di cari tahu apa pekerjaan mereka di negara asal ? Siapa yg membiayai mereka selama di Indonesia ? Dimana mereka nginap ? Seharusnya para backpakers mestinya juga diminta supaya menyertakan sejumlah uang deposit, kalau terjadi apa2 dengan mereka.
Banyak juga loh, wisatawan asing ngaku2 backpakers nyambil jualan obat bius/ ganja buat biaya hidup selama stay di Indonesia. Oleh sebab itu, kita tidak setuju kalau VOA ditambah durasinya, normalnya orang cuti max. 1 bulan dalam setahun. Kalau mereka durasi stay minta ditambah, kita patut curiga. Apa ngga kerja ya ni orang di negara asalnya ? Dari mana mereka punya duit buat stay di Indonesia ? ngapain aja selama di Indonesia ? kita perlu curious cari tahu.
Saya tahu sebab saya pernah juga jadi turis, ke Malaysia/ Singapore paling lama 1 minggu, ke Amerika 3 minggu nginap di tempat teman. Abistu mesti balek kerja ke kantor.:lol:
visa buat turis itu paling lama 1 bulan.
bright_shield July 5th, 2012, 02:13 PM oleh sebab itulah, saya sarankan turis backpakers jangan ambil VOA. Ambil visa biasa di embassy/ konsulat di negara asal. VOA itu layanannya ekspress on the spot. Hanya untuk orang2 kaya.
Ndak usah kuatir mereka ngga sanggup bayar. U$ 150 / orang itu kecil bagi mereka. Average income mereka itu di negara maju $ 50000 / tahun. Mereka pasti mau. Orang asing jangan banyak cari2 alesan. Kalau mau datang ke Indonesia ya dateng aja. Orang indonesia average income $ 3000, bayar visa turis ke Amerika $ 160, ngga ada yg komplain. Kalau mereka tetap ngga mau, ya ngga usah datang sekalian. Beres toh...
USD 150 untuk single entry itu mahal banget, USD 25 aja untuk VoA udah cukup itu, jangan mahal2 lah urusan visa mah, entar ga ada yang kesini yang rugi kita juga. (hostel sepi, souvenir ga ada yg beli, pariwisata sepi, dsb) :nuts:
kalo mw compare, ke US kan itu dengan USD 160 dapet 5 tahun multiple entry toh, dan maksimal tiap kali kunjungan cuman 6 bulan, abis itu harus ke luar border dulu. mau nerapin kayak gini? benahi dulu sistem keimigrasian. US yang ketat itupun masih banyak yg nyalahgunakan visa..
Andre_theRising July 5th, 2012, 06:48 PM Bener bro bright_shield, penghasilan dari kedatangan turis lebih baik dioptimalkan dari uang yang mereka habiskan selama melakukan perjalanan wisata di Indonesia.
Jangan malah mengasari turis2 asing dengan membebankan harga tinggi untuk pengurusan visa....jadinya malah nggak ada wisatawan yang datang
Visa 1 tahun itu maksudnya diberikan kepada pensiunan royal dengan duit berlebih yang ingin menghabiskan waktu pensiun setahun di Indonesia. Kan ini pasar yang sangat menggiurkan sekali. Dan salah satu regulasi yang pasti dalam poin visa tersebut oleh pemerintah kita yakni bahwa pemegang visa 1 tahun dilarang bekerja atau komersial... Masalah durasi, sama aja kan dengan visa kerja orang asing yang bisa tinggal amat lama di INdonesia, bedanya visa turis untuk pensiunan ini nggak boleh dipake cari duit, jadi betul2 dikhususkan buat orang2 berduit...yang tentu akan menghabiskan banyak uang di Indonesia
******************
Mr bama84 Jangan terlalu curiga, offended dan antipati sama backpackers-lah....nggak enak gitu saya bacanya, sampe2 nyuruh nggak usah datang ke Indonesia kalo nggak sanggup
Gini2 saya backpacker juga loh..
acoolguyfromnz July 5th, 2012, 08:55 PM @brightshield,
Well we just want to maximise what we have. It is department pariwisata responsibility to set up a world class standard or target as what Garuda has done so far.
Dari kuliner saja kita belum punya restaurant yg punya bintang michellin. Tempat tujuan wisata juga belum di rating dan di tata layaknya tempat tujuan wisata kelas dunia.
Idealnya jumlah turist paling tdk 1/8 jumlah penduduk lokal. Dgn demikian ini jadi feed buat ekonomi mikro kita.
@Andre, I am aware of it
For me it is about choosing the right marketing target and how to make the tourists have experiences that wow them.
Jgn cuma lansia aja kalau bisa. Memang rata2 turist yg paling banyak menghabiskan duit ya turist lansia ini karena biaya hidup mereka di biayai negara dgn program retirement plus saving mereka. Dalam setahun bisa 3 kali mereka liburan. Org spt ini mereka biasanya mencari experiences.
Kalau yg muda2 dan kantongnya tipis mereka biasanya cari what is worth their money.
Tapi saya lebih suka membidik kalangan jetset dunia yg gak bikin masalah. Apalagi kalau mereka bawa yacht mereka atau pesawat pribadi mereka. Dari parkiran yaht dan pesawat pribadi mereka sudah bisa menghidupi biaya hidup 1 kampung.
modalnya cuma membuat dream land yg lebih baik dari monako, singapura, abu dabhi atau miami.
Kalau cuma 8 juta org dan pendapatan turist masih se uprit, well department pariwisata you ain't do well.
vindoarga July 5th, 2012, 09:44 PM Belum tahu ya? BUkannya udah ada dari dulu2...pernah nggak anda baca-baca artikel Dinas Pariwisata baik nasional maupun daerah, atau kulik2 aja websitenya. Pemerintah sudah membuat blue print seperti itu, pembagian kategorisasi wisatawan baik domestik maupun asing...makanya sekarang lagi digodok ide visa wisata eksklusif buat wisatawan lansia yang udah pensiun dan mau menghabiskan waktu 1 tahun di Indonesia ternasuk menghabiskan uangnya selama periode tersebut di Indonesia :cheers: Kita tunggu aja inovasi2 lainnya untuk mengembangkan pasar wisatawan yang berkantung tebal atau ekslusif
Intinya yang terjadi adalah pasar turis ekslusif atau berkantung tebal belum tergarap maksimal. Promosi pariwisata Indonesia pun masih belum maksimal dan kalah sama negar2 tetangga Yang paling kelihatan adalah dari kapal pesiar, atau paling2 tujuan Bali.
Backpackers akan tetap diperlukan, mereka bisa jadi public relation atau advertiser gratis buat pariwisata Indonesia, mereka bisa menceritakan ke teman2 atau rekan kerja atau kelompok di negara mereka sehingga Indonesia akan lebih dikenal juga dari mulut ke mulut
sayang di sini gak ada sistem Permanent Residency buat orang asing
World class? Saya kan sudah bilang di post2 terdahulu termasuk di Forum Nusantara bahwa kualitas objek wisata kita terutama alam dan budaya adalah world class. Sayangnya industri pariwisata kita masih belum sekualiti Malaysia, Thailand, atau Singapura.... Inilah yang semua kita bersama harus berpadu cari solusi agar industri pariwisata Nusantara ini jadi world class dan sangat berkualitas, sehingga kelak wisatawan akan berduyun2 datang ke Indonesia
ini perlu digarap, dulu pernah baca di forum atau koran (lupa :nuts: ) kalo lumayan banyak lansia2 Belanda yg ingin pensiun di indonesia, kebanyakan dari mereka ex-WN Dutch East Indies, mereka ingin menghabiskan masa tuanya sambil nostalgia masa kecilnya di Hindia Belanda :cheers:
sayang di sini gak ada sistem Permanent Residency untuk orang asing yg mau tinggal lama di sini (CMIIW)
bama84 July 6th, 2012, 11:15 AM sebetulnya yang kita perlu garap dari turis kualitasnya bukan kuantitasnya. Kita berharap mereka banyak membelanjakan uangnya dalam waktu singkat, ngga perlu tinggal lama2 disini. Istilahnya turis2 royal.
Kalau cuma turis backpakers yang suka berhemat, impactnya ke perekonomian tidak akan begitu terasa.:lol:
agree with theguyfromNZ.
VOA memang cocoknya buat orang kaya, harga $ 250, sangat kecil buat mereka yang ingin pelayanan express on the spot. Backpakers ambil visa biasa saja yg murah di konsulat/embassy di negara asal.
Kalau sistem permanent resident saya kira belum perlu. Permanent resident itu intinya hanya buat orang2 produktif, well-educated, punya skill dan berniat menerapkan keahliannya di Indonesia buat waktu yang lama. Dan pada akhirnya jadi WNI dengan melepas kewarganegaraan lamanya. Apa ada yg memenuhi kriteria tsb ?
Andre_theRising July 6th, 2012, 04:28 PM BUkan permanent resident loh yang aq bilang, tapi stay permit atau izin tinggal....untuk wisatawan2 lansia kaya yang ingin menghabiskan pensiun 1 tahun di Indonesia. Kan potensinya besar, bayangkan berapa besar uang yang dihabiskan mereka di Indonesia selama masa visa turis yang lama tersebut...apalagi kalo boleh dikasi izin menyewa properti (tentu di lokasi2 tertentu agar mudah dalam kontrol dan pengawasan), makin banyak aja devisa kita
Setahuku Indonesia memang tidak ada permanent resident, tapi visa kerja Indonesia itu emang tergolong mudah diperpanjangnya..
Andre_theRising July 6th, 2012, 04:32 PM Kalau masalah backpackers, Nias dan Mentawai itu dikenal di dunia terutama surfing dan wisata bahari internasional karena backpackers loh, bukan karena promosi dari Pemda setempat...
Backpackers memang tidak banyak menghabiskan uang saat berwisata, tetapi kekuatan 'jaringan' mereka serta perannya sebagai public relation gratis itu berperan besar loh.. Coba liat2 forum wisata seperti tripadvisor, lonelyplanet, dll... banyak sekali backpackers berkontribusi di situ, dan informasi2 yang disebar di situ dpat dibaca dari seluruh dunia
Sangat mungkin pengalaman2 para backpackers yang kemudian tersebar dari mulut ke mulut akan didengar oleh calon wisatawan2 potensial yang berkantung tebal untuk kemudian datang ke Indonesia....apalagi wisata di INdonesia itu termasuk sangat murah
Pakponidi July 7th, 2012, 05:00 AM sebetulnya yang kita perlu garap dari turis kualitasnya bukan kuantitasnya. Kita berharap mereka banyak membelanjakan uangnya dalam waktu singkat, ngga perlu tinggal lama2 disini. Istilahnya turis2 royal.
Kalau cuma turis backpakers yang suka berhemat, impactnya ke perekonomian tidak akan begitu terasa.:lol:
Tapi menurut saya justru backpacker lebih langsung terasa efeknya ke masyarakat kecil lho? Kan mereka umumnya "do like locals, eat like locals" makan di warteg, menginap di losmen/ kelas melati yang dimiliki oleh pengusaha lokal. Sedangkan turis kelas premium tinggal di hotel bintang 5 dan makan di restoran berkelas yang umumnya juga milik asing.
Selain itu turis sandal jepit punya kontribusi besar terhadap perkembangan maskapai LCC.
Mungkin maksud Bama, Indonesia harusnya mengembangkan resor kelas dunia di pulau-pulau kecil seperti di Maldives u/ turis premium ya? Kan sekarang kita hanya punya Gili Trawangan.
bama84 July 7th, 2012, 07:45 AM ya intinya mau backpakers atau bukan kita welcome saja. ada benarnya juga saran pakpnoidi dan andre tsb. Eat like local, wisatawan manula, dsb.
VOA sudah benar durasinya 30 hari, plus extension 30 hari kalau diperlukan.
Cuma yang patut disayangkan biayanya yg terlalu murah $ 25/ 30 hari/ orang. Layanan express/ rush on the spot ??? c'mon... harga promosi kali ya, apa lagi udah 10 tahun belum naik. Dimana-mana layanan ekspress itu mahal harganya.
Cukuplah itu, sudah 10 tahun harga promosi tentu orang sudah kenal Indonesia. Kalau pun naik ke $ 50/ orang, udah bagus itu. Biar pendapatan negara naik juga. India saja katanya VOA udah $ 75/ orang.
Mengenai wisatawan manula, sebaiknya dikasih izin tinggal 6 bulan saja plus 6 bulan perpanjangan. Kalau2 mereka bosan bisa langsung pulang. Tapi tentu dengan syarat mesti deposit dulu buat jaga2 kalau uang pensiun habis mereka langsung dipulangkan ke negara asal. Tapi kalau backpakers yg masih muda/ usia produktif, visa turis 30 hari sudah cukup itu.:lol:
Andre_theRising July 7th, 2012, 07:58 AM Kalimat "India saja VoA udah US$ 75" itu salah
Yang benar adalah India VoA nya US$ 75. Buat nambah ilmu, India baru memberlakukan VoA sejak 2011 kemarin dan itu hanya kepada 14 negara yang adalah dekat dan dipercaya penuh oleh India (patut berbangga, Indonesia salah satunya. Malaysia aja nggak dapat loh, Sri Lanka dan Bangladesh aja yang berbatasan juga tidak dapat)
Dan satu lagi ilmu, VoA India tidak ekspress seperti Indonesia, rata2 memakan waktu 3-8 jam untuk jumlah kunjungan wisatawan normal, karena banyak yang harus diperiksa termasuk jumlah uang yang dibawa masuk ke India
acoolguyfromnz July 7th, 2012, 08:57 PM Ah kita gak permalahkan India...sudah banyak iklan pariwisata india di NZ but trully people beyond the culture of India have made tourists gone away. Terus terang kalau indonesia dapat VOA dari India turut berduka melihat pengalaman NZ (no offence yah)..anyway this is not our business. We only concern about Indonesian tourism.
How can we maximize our assets? How can we make them work hard for us not the other around?
@Bama84,
Kualitas dan kuantitas harus sejalan. Kualitas penting agar duit yg masuk juga besar begitu juga kuantitas.
sherif_claude July 8th, 2012, 07:00 AM Solok Selatan destinasi Kayaking kelas Dunia
Sesungguhnya ada lebih dari 70 sungai yang diidentifikasi oleh Disbudparpora Solok Selatan. Namun mengingat keterbatasan waktu, hanya lima sungai yang berhasil dieksplorasi, yakni Sungai Liki, Sungai Sangir, Sungai Lambai, Sungai Blangir dan Sungai Bangko.
http://sumbar.info/wp-content/uploads/2012/06/solsel-kayak3.jpg
http://sumbar.info/artikel/travel/2012/solok-selatan-destinasi-kayaking-kelas-dunia/
http://3.bp.blogspot.com/_BUfYUEMIeOQ/Swc2eOHZVTI/AAAAAAAAABo/5_BrIkXJ-Yg/s1600/solok_selatan.jpg
http://www.unixcode.co.cc/2009/11/solok-selatan-layak-menjadi-destinasi.html
http://i51.tinypic.com/2s65wft.jpg
http://www.faceofindonesia.com/forum/1658/kayak-adventure-di-negeri-seribu-sungai
http://thewestcoast.files.wordpress.com/2009/11/solsel-kayak1.jpg
“Tidak meragukan lagi, Solok Selatan excellent sebagai destinasi whhitewater kayaking kelas dunia. Sungai-sungainya indah, menantang, view mempesona, hutannya masih lebat dan daya tarik budayanya luar biasa. Daya tarik dan keunikan Solok Selatan dapat menjadi nomor satu di dunia bila dikembangkan secara profesional,” kata Andrew Kellet, salah satu kayaker ekstrem terbaik asal Afrika Selatan yang biro perjalanannya Gravity Adventure menjual paket wisata kayak dan arung jeram ke pasar dunia.
Komentar senada juga dikemukakan oleh Direktur Whitewater Training Hugh du Preez. “Sungai-sungai di Solok Selatan memiliki gradien yang curam, pasokan air yang cukup karena didukung hutan lebat yang masih utuh. Praktis, kegiatan kayaking di wilayah ini memiliki efek mencandu,” kata Du Preez yang beberapa kali mengulang jalur penyusuran karena merasa sangat menikmati pengarungan di Solok Selatan. Hugh usul agar dibuatkan cerita singkat tentang Rumah Gadang, kenapa dan bagaimana, kenapa Raja di Solok Selatan ada empat sementara dimana-mana selalu hanya ada satu raja… Para eksekutif yang datang dengan biaya sendiri ini lebih suka memilih tinggal dan menginap dirumah penduduk. Dengan begitu membuat mereka lebih merasa dekat dengan budaya lokal untuk dipelajari. Apalagi Rumah Gadang ini sangat unik buat mereka. “Kalau kami tinggal di Hotel dan makannya dikasih Mac Donald, kami tidak perlu jauh-jauh datang ke Solok Selatan ini…”, tambah Hugh yang ternyata suka Goreng Balado Jengkol, Sate Padang dan Duren ini.
http://thewestcoast.wordpress.com/2009/11/24/solok-selatan-destinasi-kayaking-kelas-dunia/http://thewestcoast.wordpress.com/2009/11/24/solok-selatan-destinasi-kayaking-kelas-dunia/
Andre_theRising July 8th, 2012, 08:09 PM Ah kita gak permalahkan India...sudah banyak iklan pariwisata india di NZ but trully people beyond the culture of India have made tourists gone away. Terus terang kalau indonesia dapat VOA dari India turut berduka melihat pengalaman NZ (no offence yah)..anyway this is not our business. We only concern about Indonesian tourism.
Gw cuma ngoreksi kalimat info Bama84 doank koq...
Emang Kenapa berduka Indonesia dikasi VoA ama India?
Intinya kan bukan masalah wisatanya bung, tapi lebih karena dihargai oleh India sebagai negara yang dekat dan baik serta dipercaya (hanya 14 negara yang dikasi sejauh ini - tau kan sejarah politik India yang selalu curigaan, AS aj gak dapat VoA).
Ngomong2, aq udah keliling sekitar 30-an travel agent di India di sejumlah negara bagian, dan brosur2 serta booklet Indonesia itu tersebar luas loh hehe :). Mudah2n aj makin bnyk orang2 dari sana ke Indonesia, drpd ke HK atau Timteng terus..apalagi banyak kesamaan kultur plus kalo penerbangan langsung INA - IND terealisasi
Andre_theRising July 9th, 2012, 06:11 AM The Tourist Information Map of Cianjur District, West Java Province
http://img13.imageshack.us/img13/3227/24176019283823409511583.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/13/24176019283823409511583.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)
paradyto July 12th, 2012, 04:08 PM 5 Festival Sungai di Asia
KOMPAS.com – Peradaban-peradaban di dunia berawal di tepian sungai. Sungai ibarat memberi kehidupan bagi masyarakat di tepian. Tak heran, berbagai perayaan keagamaan maupun festival budaya kerap diadakan di sungai.
Hampir di setiap negara yang memiliki sungai pasti memiliki tradisi festival sungai. Sehingga, sangat menarik untuk berwisata ke negara-negara yang tengah melangsungkan festival tersebut. Cek beberapa penyelenggaraan festival sungai di Asia berikut dan sesuaikan jadwal liburan Anda.
Festival Kumbh Mela, India. Festival ini merupakan upacara keagamaan bagi umat Hindu di India. Kumbh Mela adalah sebuah ritual ziarah yang dilaksanakan 4 kali dalam 12 tahun. Perayaan ini meliputi 4 lokasi di India yaitu, Allahabad (Prayag), Haridwar, Ujjain, dan Nashik.
Tanggal perayaan bervariasi karena tidak berdasarkan kalender Masehi. Perkiraan tanggal festival mendatang adalah 27 Januari-25 Februari 2013. Dalam ritual ini, orang-orang Sadhu berkesempatan membersihkan dosa-dosa mereka di Sungai Gangga, sungai yang dianggap suci oleh umat Hindu di India.
Mereka mendatangi Sungai Gangga dalam keadaan bertelanjang bulat. Perayaan ini menjadi salah satu perayaan terbesar yang mampu mengumpulkan jutaan orang di satu tempat dalam waktu yang sama.
Festival Bidar dan Perahu Hias, Indonesia. Perayaan ini merupakan perayaan tahunan yang dilaksanakan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI, yaitu setiap tanggal 17 Agustus. Dalam festival tersebut, pengunjung dapat menyaksikan aneka perlombaan.
Sebut saja kompetisi perahu bidar tradisional, perahu hias, serta kompetisi perahu naga. Lokasi perayaan berada di sepanjang bantaran Sungai Musi, Sumatera Selatan.
Festival Sungai Mekong, Thailand. Bola-bola api naga atau “bung fai paya nak” akan muncul sekali dalam setahun sekali di sepanjang Sungai Mekong. Tepatnya di tepian Sungai Mekong yang berada di Propinsi Nong Khai, Thailand.
Setiap tiga hari di awal bulan Oktober, selama tiga hari, penduduk dan wisatawan berbondong-bondong menyaksikan munculnya bola naga ini. Oleh sebab itu, kegiatan ini pun disebut sebagai Perayaan Sungai Mekong.
Kepercayaan penduduk setempat menyebutkan bahwa bola-bola api tersebut datang dari seekor naga yang berdiam di dalam sungai. Para ilmuwan tentu memiliki penjelasan ilmiah. Mereka menjelaskan bahwa bola api tersebut muncul akibat pembakaran gas alam.
Selama festival, tak sekedar bola api yang akan menarik perhatian pengunjung. Walaupun bola api menjadi daya tarik utamanya. Pengunjung juga akan disuguhi atraksi lain seperti kembang api dan perlombaan kapal cepat.
Festival Peh Cun, China. Perayaan ini dikenal dengan Festival Perahu Naga. Festival tersebut merupakan simbol pemujaan terhadap Dewa Naga masyarakat China.
Perayaan Peh Cun dilaksanakan di daerah sebelah selatan Sungai Yangtze. Peh Cun diselenggarakan pada tanggal lima bulan kelima berdasarkan penanggalan China. Pada tahun 2013, Peh Cun diperkirakan jatuh pada tanggal 13 Juni 2013.
Festival Tenjinmatsuri, Jepang. Perayaan Tenjinmatsuri merupakan salah satu festival terbesar di Jepang. Perayaan dilaksanakan Sungai Okawa, Kota Osaka. Festival tersebut biasa diselenggarakan setiap tanggal 24 dan 25 Juli.
Pada acara puncak, terdapat prosesi darat atau riku togyo dan prosesi perahu atau funa togyo. Saat perayaan, Sungai Okawa dipadati lebih dari 100 perahu yang mengikuti acara perayaan dan dimeriahkan dengan pesta kembang api.
source: http://travel.kompas.com/read/2012/07/12/17401846/5.Festival.Sungai.di.Asia
embassyofaudrey August 17th, 2012, 11:12 PM http://img69.imageshack.us/img69/5206/scan0015aj.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/69/scan0015aj.jpg/)
http://img28.imageshack.us/img28/9653/scan0016b.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/28/scan0016b.jpg/)
Bali..
Source Picture: GARUDA INDONESIA MAGAZINE 2011
embassyofaudrey August 17th, 2012, 11:36 PM http://img600.imageshack.us/img600/9407/scan0003cn.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/600/scan0003cn.jpg/)
http://img36.imageshack.us/img36/1508/scan0006d.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/36/scan0006d.jpg/)
Source: Garuda indonesia magazine 2011
paradyto August 21st, 2012, 06:50 AM TURIS ASING: Pemerintah Targetkan 9 Juta Wisman pada 2013
JAKARTA: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekref) menargetkan dapat mendatangkan 9 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia, menyusul adanya tren kenaikan kunjungan turis asing sepanjang tahun ini.
Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwanda mengatakan saat ini turis asing yang datang ke Indonesia telah mencapai 7,6 juta orang. Sementara itu, target jumlah wisman pada tahun ini sebanyak 8 juta orang.
“Target wisman ke Indonesia Selama 2013 sebanyak 9 juta orang,” kata Sapta menjawab pertanyaan wartawan seusai berhalal bihalal dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Minggu (19/8/2012).
Pada tahun depan, ujarnya, pemerintah akan menggenjot kedatangan turis asing ke 10 daerah, antara lain Aceh, Bangka Belitung, Palembang, Riau, Batam, dan Kepulauan Bintan.
Diperkirakan turis asing asal Asia akan banyak tertarik dengan 10 daerah tersebut, termasuk turis asal Timur Tengah yang suka berwisata ke Aceh.
“Pada tahun ini Sepertinya lebih dari target mengingat dari target sebanyak 8 juta wisman pada 2012, yang sudah datang berkunjung mencapai 7,6 juta orang,” kata Sapta. (YUW)
source: http://www.bisnis.com/articles/turis-asing-pemerintah-targetkan-9-juta-wisman-pada-2013
vendumesteer August 23rd, 2012, 06:33 AM BUkan permanent resident loh yang aq bilang, tapi stay permit atau izin tinggal....untuk wisatawan2 lansia kaya yang ingin menghabiskan pensiun 1 tahun di Indonesia. Kan potensinya besar, bayangkan berapa besar uang yang dihabiskan mereka di Indonesia selama masa visa turis yang lama tersebut...apalagi kalo boleh dikasi izin menyewa properti (tentu di lokasi2 tertentu agar mudah dalam kontrol dan pengawasan), makin banyak aja devisa kita
Setahuku Indonesia memang tidak ada permanent resident, tapi visa kerja Indonesia itu emang tergolong mudah diperpanjangnya..
Maksudnya yang kayak Malaysia My Second Home itu ya?
paradyto September 4th, 2012, 01:41 AM Bali tourism industry on high alerts after Solo incident
Following terrorist attacks in Solo (Surakarta), Central Java, early last week, Bali is on high alert to assure the world that the island is safe.
IGN Rai Suryawijaya, chairman of the Badung chapter of the Indonesian Hotels and Restaurants Association (PHRI), told Bali Daily on Sunday that all tourism stakeholders on the island were always ready to anticipate any threat to security, including terrorism.
“We continue to apply high standard security operations at any time. Bali is an international tourist destination. We cannot take any risk when it comes to security,” Suryawijaya said.
Even during “normal” periods, hotels and restaurants are still required to apply high levels of security.
“The association has closely coordinated with the government, the police and its members to take the necessary measures to prevent any possible terrorist threats,” he added.
Terrorism is well funded, with the resources to use luxury accommodation to operate from. The terrorist bombing at the JW Marriot in Jakarta was evidence as to how terrorists could use star-rated hotels.
Bali saw deadly terrorist blasts on two occasions, once in October 2002 and again in October 2005, claiming hundreds of lives.
Ida Bagus Kade Subhiksu, head of the Bali tourism office, has instructed the managers of all types of accommodation, including star-rated and non-starred hotels, villas, apartments, as well as homestays, to follow strict security standards.
“The safety of our guests must be their foremost priority,” Subhiksu said.
Subhiksu said Bali had not yet received any news regarding travel advisories from neighboring countries such as Australia.
Previously, Air Marshal Chairul Akbar, secretary general of the National Counterterrorism Agency (BNPT), told reporters in a recent meeting here in Kuta that the Indonesian government had been trying hard to eliminate radicalism and terrorism on its soil by enforcing high security alerts in a number of areas in the country, including the island of Bali.
Akbar said that terrorism would always be the country’s top security threat and that it was difficult to detect and to predict its presence.
“Here in Bali, all security forces must remain highly vigilant, especially during holiday and religious seasons,” he added.
Akbar admitted that Bali was famous for the religious harmony and tolerance among its diverse and multicultural residents.
Since its establishment in 2010, BNPT has arrested 780 persons suspected of being members of various terrorist and extremist organizations.
source: http://www.thejakartapost.com/bali-daily/2012-09-03/bali-tourism-industry-high-alerts-after-solo-incident.html
paradyto September 4th, 2012, 01:44 AM Indonesia sees 6% fewer foreign tourists in July this year
The number of foreign tourists on a year-on-year basis decreased by 5.94 percent, from 745,451 in July last year to 701,200 this year, according to Central Statistics Agency (BPS) data released on Monday.
The BPS data showed that the number of Saudi Arabian tourists dropped by 63.03 percent — the highest among other countries surveyed by the agency — from 12,414 tourists in July last year to 4,586 this year. Indonesia’s strongest traveler sources in Southeast Asia — Singapore and Malaysia — showed a double-digit decline on a yearly basis, at 17.71 percent and 14.07 percent.
Tourism and Creative Economy Minister Mari Elka Pangestu said the decline in tourism throughout July was influenced by Ramadhan, where Muslims preferred to stay in their home countries to welcome the month. “Muslims were fasting and therefore limited their travels. I am sure the figure will increase again as the fasting month ends,” Mari told reporters in Jakarta. “We are going to conduct more events and sales missions, especially in December, to attract more tourists.”
However, the BPS data also showed a 22.95 percent increase in tourists from the United Arab Emirates, the highest increase among other countries, even the number was small: from 950 in July 2011, to 1,168 in the same month this year.
In addition, throughout July, Indonesia saw growth in tourists from Russia and Germany, despite the European economic downturn. Tourists from Russia and Germany grew by 14.35 percent and 13.30 percent, respectively. “Even though European countries are experiencing [economic] slowdown, we are still going to promote our destinations in Europe because the [European] tourists always spend more time in Indonesia, up to 14 days,” Mari said.
She said Indonesia is currently participating in the World Horticultural Floriade Exhibition in the Netherlands, attended by more than 2 million visitors, to attract more tourists.
The BPS data showed the number of foreign tourists from January to July of 2012 reached nearly 4.6 million, up by 5.4 percent compared to the same period last year.
The main gateway for tourist arrivals in the country, Ngurah Rai International Airport in Bali, recorded more than 1.6
million visitors in the first seven months of 2012, up by 4.29 percent from 1.57 million in the same period last year. The highest January-July increase in arrivals was recorded at Husein Sastranegara International Airport in Bandung, West Java, which recorded 85,663 foreign arrivals, a rise of 23.77 percent from 69,201 in the same period last year.
The data also showed that the aggregate star-hotel room occupancy rate in 20 provinces was 52.53 percent on average in July, a 5.84 percent decrease from the same month last year, and a 4.27 percent decrease from June.
In the first seven months of 2012, Bali recorded the highest star-hotel room-occupancy rate of 62.28 percent, followed by East Kalimantan and Jakarta at 62.01 percent and 58.81 percent, respectively. According to the data, five-star hotels recorded the highest occupancy rate in July at 57.65 percent, followed by four-star and three-star hotels, at 54.16 percent and 52.13 percent.
Foreign tourists spent a shorter amount of time in the nation in July, staying for an average of 2.73 days, down from 2.84 days in the same month last year.
source: http://www.thejakartapost.com/news/2012/09/04/indonesia-sees-6-fewer-foreign-tourists-july-year.html
paradyto January 29th, 2013, 12:43 AM Bali ranks 9th to Aussies
Bali ranked 9th as the Australians’ favorite beach holiday destination, a recent survey revealed.
In a piece published on www.news.com.au, travel reporter Angela Saurine gleefully pointed out that, “It’s official - Australians may be traveling to Bali, Thailand and Fiji in record numbers, but they have realized our beaches are better.”
The survey showed six out of ten Australians rated local beach destinations higher than their biggest Asian and South Pacific rivals.
While young, childless travelers preferred overseas beach holidays, families ranked the Whitsundays in Queensland as the best spot for a coastal break.
Western Australia's northwest coast ranked highest amongst older travelers without children.
With the strong Australian dollar and cheap flights luring a record number of Australians overseas, Tourism Australia's Domestic Consumer Demand Survey tested six of Australia's most iconic beach holiday destinations, popular with domestic travelers, against Bali, Thailand and Fiji.
The Australian destinations were the Gold Coast, Whitsundays and Tropical North Queensland, the northwest coast of Western Australia, South Australia's Fleurieu Peninsula and Kangaroo Island and Tasmania's Freycinet Peninsula, which includes perennial favorite Wineglass Bay.
Broome/Exmouth, Western Australia ranked first in the survey, followed by Tropical North, Whitsundays, and Gold Coast, all in Queensland. Thailand and Fiji came at fifth and sixth places, respectively, followed by Thailand, Freycinet/Wineglass Bay in Tasmania, Fleurieu Peninsula/Kangaroo Island in South Australia and finally Bali.
Tourism Australia’s managing director Andrew McEvoy said the survey put paid to the myth that Australians had fallen out of love with domestic beach holidays.
"This research confirms our country offers some of the most beautiful, safe and high-quality beach holiday experiences in the world," he said.
"There's a place, of course, for overseas holidays but it never fails to amaze me that people are prepared to battle queues and immigration to sit on busy beaches, sharing the sea frontage with noisy pubs and heaving night clubs, when Australia has some of the world's most incredible pristine coastline and beaches."
Of more than 1,000 high-yield Australian travelers surveyed, 35 per cent said they would be more likely to take a beach holiday in Australia, compared to 24 per cent more likely to go overseas.
The research, conducted by leading marketing research consultancy BDA Marketing Planning, will help Tourism Australia develop better marketing strategies to try to persuade more Australians to holiday at home.
source: http://www.thejakartapost.com/news/2013/01/29/bali-ranks-9th-aussies.html
|
|