View Full Version : West Sulawesi - Land of Mandar
Sony Sjklw September 24th, 2008, 09:35 AM SULAWESI BARAT
http://tbn0.google.com/images?q=tbn:LkqLb32NMeLoSM:http://www.ppk.or.id/image/sulbar.JPG
Propinsi Sulawesi Barat yang beribukota di Mamuju terletak antara 00121 - 30361 Lintang Selatan dan 118043'15" Bujur Timur, yang berbatasan dengan Propinsi Sulawesi Tengah di sebelah utara dan selat Makassar si sebelah barat. Batas sebelah selatan dan timur adalah propinsi Sulawesi Selatan.
Jumlah sungai yang mengaliri wilayah Sulawesi Barat tercatat sekitar 8 aliran sungai, dengan jumlah aliran terbesar di kabupaten Polewali Mandar, yakni 5 aliran sungai. Sungai terpanjang tercatat ada dua sungai yakni Sungai Saddang yang mengalir meliputi Kabupaten Tator, Enrekang, Pinrang dan Polewali Mandar serta Sungai Karama di Kabupaten Mamuju. Panjang kedua sungai tersebut masing-masing 150 km.
Di sulawesi Barat terdapat 2 gunung yang mempunyai ketinggian di atas 2.500 meter di atas permukaan laut. gunung ini beridi tegak di Kabupaten Mamuju.
Luas wilayah Propinsi Sulawesi Barat tercatat 16.937,16 kilometer persegi yang meliputi 5 kabupaten. Kabupaten Mamuju merupakan Kabupaten terluas dengan luas 8.014,06 kilometer persegi atau luas kabupaten tersebut merupakan 47,32 persen dari seluruh wilayah Sulawesi Barat.
Sony Sjklw September 24th, 2008, 09:43 AM Polewali Mandar
http://img175.imageshack.us/img175/3102/calamsulbarha5.jpg (http://imageshack.us)
Panorama perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat
http://img140.imageshack.us/img140/1728/cpulaukeciloe4.jpg (http://imageshack.us)
Salah Satu pulau di pesisir pantai barat Polman.
http://img381.imageshack.us/img381/5671/csawahsulbardn9.jpg (http://imageshack.us)
http://img179.imageshack.us/img179/6940/ctikungantajamud7.jpg (http://imageshack.us)
Jalan Menuju Ibukota Kabupaten Polman
Sony Sjklw September 24th, 2008, 10:11 AM Pekkabata
Kabupaten Polewali Mandar atau yang biasanya di singkat dengan Polman beribukota di Polewali, tapi saat ini pemerintah kabupaten memindahkan pusat pemerintahannya ke Pekkabata yang berjarak sekitar 5 km dari kota Polewali sebagai pusat kota. Hingga kini perkembangan kota malah sudah berpusat di Pekkabata dimana hampir semua perkantoran, sarana umum dan perumahan mulai dibangun di daerah ini, sedangkan kota polewali tetap memegang perannya sebagai pusat hiburan, jasa dan perdagangan.
http://img88.imageshack.us/img88/5725/cmesjidpekkabata2fa0.jpg (http://imageshack.us)
^^ Mesjid Pekkabata
http://img54.imageshack.us/img54/5162/cgedungolahragawa8.jpg (http://imageshack.us)
Pembangunan GOR di Pekkabata
http://img140.imageshack.us/img140/2659/cseriusbangetjlnxmasbd3.jpg (http://imageshack.us)
Jalan Poros di kota Polewali
http://img144.imageshack.us/img144/9039/csuasanasentral1zz3.jpg (http://imageshack.us)
Pasar Sentral Pekkabata
Sony Sjklw October 12th, 2008, 08:52 AM http://cache.virtualtourist.com/2438463.jpg
^^
Kota Mamuju, Ibukota Sulawesi Barat
Sony Sjklw November 23rd, 2008, 09:49 AM Mamasa
Kabupaten Mamasa merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Sulawesi Selatan. Ibukotanya Mamasa, sekitar 252 km dari kota Makassar, dapat ditempuh sekitar 6 jam dengan menggunakan mobil. Dari kota parepare, pusat kawasan pengembangan ekonomi terpadu di propinsi Sulawesi Selatan sekitar 100 km. Luas wilayahnya 275.923 Km 2
yang terdiri dari 10 Kecamatan dan 123 Kelurahan/Desa.
Secara geografis Kabupaten Mamasa terletak pada koordinat antara 12o 5� sampai 12o 50� 00� Lintang Selatan dan 2o 40� 00� sampai 3� 32� 00� Bujur Timur dengan batas � batas wilayah se- Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Mamuju, Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Polmas, sebelah h Timur dengan Kabupaten Tator dan Kabupaten Pinrang serta Sebelah Barat dengan Kabupaten Mamuju
http://img370.imageshack.us/img370/664/resizeofdscf9309el0.jpg (http://img370.imageshack.us/my.php?image=resizeofdscf9309el0.jpg)
http://img370.imageshack.us/img370/resizeofdscf9309el0.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img370/resizeofdscf9309el0.jpg/1/)
http://img392.imageshack.us/img392/7362/resizeofdscf9292fk2.jpg (http://img392.imageshack.us/my.php?image=resizeofdscf9292fk2.jpg)
http://img392.imageshack.us/img392/resizeofdscf9292fk2.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img392/resizeofdscf9292fk2.jpg/1/)
^^ Rumah adat mamasa ( Rumah adat banua layuk ) yang bentuknya hampir sama dengan rumah adat tongkonan di toraja, salah satu faktor yang menyebabkan kemiripan kultur karena wilayah mamasa berbatasan langsung dengan kabupaten Tana Toraja.
http://img211.imageshack.us/img211/9287/resizeofdscf9306ej6.jpg (http://img211.imageshack.us/my.php?image=resizeofdscf9306ej6.jpg)
http://img211.imageshack.us/img211/resizeofdscf9306ej6.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img211/resizeofdscf9306ej6.jpg/1/)
http://img384.imageshack.us/img384/3096/resizeofdscf9305yk2.jpg (http://img384.imageshack.us/my.php?image=resizeofdscf9305yk2.jpg)
http://img384.imageshack.us/img384/resizeofdscf9305yk2.jpg/1/w800.png (http://g.imageshack.us/img384/resizeofdscf9305yk2.jpg/1/)
^^ Mamasa merupakan salah satu kabupaten di Sulbar yang hampir semua wilayahnya berada di dataran tinggi.
Sizter85 November 23rd, 2008, 09:55 AM http://cache.virtualtourist.com/2438463.jpg
^^
Kota Mamuju, Ibukota Sulawesi Barat
Kota Mamuju dihubungkan dengan Balikpapan tiap harinya lewat Kapal Ferry Ro-ro Dharma Kosala :)
Sony Sjklw April 30th, 2009, 01:15 PM RESTO and GALLERY NIKE ARDILLA
Wonomulyo, kab Polewali Mandar.
by careless
http://img512.imageshack.us/img512/6049/nike1.jpg
^^beberapa pakaian yang yang konon pakaian almh. Nike Ardilla
http://img522.imageshack.us/img522/557/nike2p.jpg
http://img253.imageshack.us/img253/9190/nike3.jpg
http://img141.imageshack.us/img141/9382/nikemenu.jpg
^^ nama2 menu di resto ini
Balaputradewa May 2nd, 2009, 04:32 PM Thanx Sony.. akhirnya Sulbar muncul juga.. Cafe Nike-nya keren :okay: apalagi nama2 makanannya.. serba berbau Nike Ardila :lol: BTW..kok bisa ada disitu yah.. apa Nike masih orang mandar hehe..
Rumah adat Mamasa mirip banget tongkonan.. tapi lebih pendek/landai yah, cuma gak kalah eksotis-nya.. ok ditunggu foto2 Sulbar laennya..
Sony Sjklw May 3rd, 2009, 12:26 AM Thanx Sony.. akhirnya Sulbar muncul juga.. Cafe Nike-nya keren :okay: apalagi nama2 makanannya.. serba berbau Nike Ardila :lol: BTW..kok bisa ada disitu yah.. apa Nike masih orang mandar hehe..
Rumah adat Mamasa mirip banget tongkonan.. tapi lebih pendek/landai yah, cuma gak kalah eksotis-nya.. ok ditunggu foto2 Sulbar laennya..
Yang saya dengar pemilik cafe ini salah satu fans Almrh Nike Ardilla, jadi yang ada di cafe tersebut merupakan koleksi-koleksinya.
Untuk rumah adat Mamasa memang memiliki kesamaan dengan rumah adat tongkonan di toraja, mungkin karena kultur yang ngak yang agak mirip serta wilayah yang berbatasan langsung dengan toraja.
bkz010019 July 24th, 2010, 11:25 PM Ingin Jadikan Sulbar sebagai Brunei Kedua
Saturday, 24 July 2010
Sebagai provinsi termuda di Indonesia saat ini, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) senantiasa melepaskan stereotype yang dulunya melekat sebagai daerah pembuangan.
SETELAH enam tahun lamanya mekar dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel),kesan tersebut akhirnya mampu berbalik menjadi daerah yang menjadi incaran para investor. Sulbar yang resmi menyandang nama provinsi pada 5 Oktober 2004 silam ini,ternyata menyimpan potensi yang sangat tinggi dari segi kandungan alam.
Provinsi ini ternyata menyimpan sampai 10 blok potensi minyak dan gas (migas). Belum lagi potensi batubara,emas, dan bijih besi yang saat ini belum terkelola. Berbagai langkah dan upaya dilakukan Pemprov Sulbar untuk menggali potensi tersebut.
Berikut petikan wawancara khusus Seputar Indonesia (SI) dengan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, baru-baru ini:
Anda telah memimpin provinsi termuda ini selama hampir empat tahun, apa yang bisa Anda ceritakan?
Pertama saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.Setelah enam tahun lamanya daerah ini mekar menjadi Provinsi Sulbar, banyak sekali perkembangan yang tercapai.Dulunya daerah ini dianggap daerah yang terisolasi, daerah yang ditakuti,daerah pembuangan. Kini berubah menjadi daerah yang disenangi dan menjadi daerah tujuan,khususnya investasi.
Pertumbuhan ekonomi di daerah ini pada Juni tertinggi dari 33 provinsi di Indonesia,yakni sebesar 8,54%. Itu berdasarkan kajian statistik secara nasional.
Perkembangan lain di daerah ini yang juga terlihat adalah angka kemiskinan. Pada awal saya memimpin pemerintahan Desember 2006, angka kemiskinan masih 20,7%.Alhamdulillah, sekarang ini hanya tinggal 13,58%.Selama tiga setengah tahun sejak saya menjabat, mengalami penurunan sekitar 7%. Ini berdasarkan data statistik nasional yang ada.
Dari segi infrastruktur sudah mulai membaik, meskipun belum sempurna sebagaimana layaknya sebuah provinsi yang baru. Saat ini kami terus melakukan pembenahan dari segi jalan,bandara,fasilitas umum, serta fasilitas pendukung agar investor bisa berdatangan di daerah ini.
Infrastruktur seperti apa yang saat ini sedang dibenahi?
Saat ini kami sedang melakukan perbaikan jalan. Untuk jalan nasional, kami telah melakukan perbaikan sepanjang 544 kilometer (km).Awalnya,sekitar 80% jalan di sini rusak berat. Namun, sampai saat ini telah kami lakukan perbaikan dan akhirnya berbalik, saat ini 80% jalanan telah bagus.
Sementara untuk jalur udara, kami telah melakukan perbaikan bandara yang dulunya landasan hanya 900 meter, kini kami tambah sampai 2.200 meter lebih.
Sulbar juga telah memiliki Hotel D’Maleo, hotel berbintang tiga yang tentu saja akan menjadi sarana pendukung masuknya investor.
Di samping itu,saat ini kami telah membenahi pelabuhan yang ada dan telah menambah panjang dermaga menjadi 160 meter.Ini akan mendukung masuknya kapal-kapal besar ke Sulbar. Yang akan kami lakukan tahun depan adalah membangun pelabuhan ikan tipe B di Kabupaten Majene, yang nantinya akan dihubungkan dengan pelabuhan Belang- belang di Mamuju. Investasi pelabuhan ini sebesar Rp405 miliar. Kami menggalang Islamic Development Bank (IDB) di Arab Saudi untuk memberikan pinjaman lunak. Meski demikian,pemerintah pusat melalui APBN memberikan bantuan sebanyak Rp75 miliar. Pelabuhan ini nantinya akan langsung mengangkut ikan ke Pelabuhan Belang-belang di Mamuju.
Untuk infrastruktur jalannya,2011 mendatang juga akan kami mulai pembangunan jalan yang diberi nama Mamuju Multimade Access Road sepanjang 102 km.Kami juga menggalang pihak luar, yakni negara China untuk memberikan pinjaman lunak sebesar USD249 juta. Tahun depan dana awal akan cair sebesar USD60 juta untuk pembangunannya.
Potensi apa yang saat ini Anda lihat di Sulbar yang mesti segera dikelola?
Saya selalu mengatakan Sulbar ini akan menjadi Brunei kedua.
Alasannya, daerah ini memiliki potensi migas sampai 10 blok, sedangkan Brunai hanya mengandalkan dua blok minyak. Ini dibuktikan dengan masuknya perusahaan terkemuka luar negeri seperti Star Oil dan Exon, yang memenangkan tender internasional untuk mengelola potensi ini. Saat ini khusus minyak telah dalam tahap pengeboran.
Selain itu, kami memiliki potensi emas dan bijih besi yang sangat besar di daerah ini.Saya yakin, 10 tahun ke depan Sulbar akan menjadi Brunei kedua dengan potensi alam yang kami miliki saat ini. Untuk pengembangannya, kami banyak meminta bantuan pihak luar. Saya sering meminta ke teman-teman di DPR RI dan menteri untuk membantu Sulbar saat ini. APBD kami di Sulbar kecil. Bahkan,kalau dibandingkan dengan daerah lain mungkin hanya setara dengan satu kabupaten. Hanya sekitar Rp500 miliar. Karena itu, kami banyak meminta bantuan ke pihak swasta. Sebab, tanpa swasta potensi ini tak akan tersentuh.
Apa program utama Anda untuk terus menumbuhkan provinsi ini?
Kami memfokuskan pada empat sektor pembangunan,yakni ketersediaan akses pendidikan dan kesehatan, pertumbuhan sektor pertanian dan mendorong percepatan infrastruktur. Khusus infrastruktur, seperti yang telah saya kemukakan.
Untuk mendorong peningkatan pendidikan, kami gencar mendorong anak-anak di Sulbar untuk mengecap pendidikan. Bahkan, saat ini Sulbar telah memiliki perguruan tinggi, yakni Universitas Sulawesi Barat.
Dari segi pertanian, kami banyak membuka lahan pertanian dan irigasi baru.
Khusus kakao kami berperan dalam gerakan peningkatan kakao nasional. Semua itu dilakukan untuk terus membuat taraf hidup masyarakat di Sulbar semakin tumbuh. (jumardin akas)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/339987/
eurico July 25th, 2010, 02:09 AM Wow I didnt realize kalo ada thread tentang Sulawesi Barat sebelumnya :bash:
Baguslah kalo begitu thread mamuju bisa lebih fokus untuk mengulas kota mamuju secara lebih mendalam.
Salute for the TS :cheers:
bkz010019 July 25th, 2010, 04:28 AM Wow I didnt realize kalo ada thread tentang Sulawesi Barat sebelumnya :bash:
Baguslah kalo begitu thread mamuju bisa lebih fokus untuk mengulas kota mamuju secara lebih mendalam.
Salute for the TS :cheers:
Iya... sy juga tadinya gak tau ... Pas iseng-iseng bongkar-bongkar thread nusantara ini eeehhh ngeliat Sonny sdh meluncurkan provinsi Sulawesi Barat...
Tinggal Gorontalo dan Sulawesi Utara nih blum ada di thread Nusantara...
Jadi kemarin ada berita festival bunga di Tomohon (Sulawesi Utara) yg diikuti 5 negara saya masukin ke thread Indonesia Tourism... hehehehe
eurico August 1st, 2010, 05:32 AM nah kalo ini adalah aerial view dari Bumi Mandar
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs207.snc4/38673_1530594953519_1494095442_31377560_8212642_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs107.ash2/38673_1530594993520_1494095442_31377561_5409494_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs227.snc4/38673_1530595033521_1494095442_31377562_7251622_n.jpg
tiga foto diatas masih disekitar kota Mamuju
eurico August 1st, 2010, 05:34 AM Bumi Mandar secara geografis banyak terdapat gunung-gunung
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs207.snc4/38673_1530595113523_1494095442_31377564_1806375_n.jpg
selain didominasi pegunungan juga pantai2
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs107.ash2/38673_1530595153524_1494095442_31377565_6512918_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs107.ash2/38673_1530595153524_1494095442_31377565_6512918_n.jpg
yudibali2008 August 2nd, 2010, 08:22 AM Ingin Jadikan Sulbar sebagai Brunei Kedua
Saturday, 24 July 2010
Sebagai provinsi termuda di Indonesia saat ini, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) senantiasa melepaskan stereotype yang dulunya melekat sebagai daerah pembuangan.
SETELAH enam tahun lamanya mekar dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel),kesan tersebut akhirnya mampu berbalik menjadi daerah yang menjadi incaran para investor. Sulbar yang resmi menyandang nama provinsi pada 5 Oktober 2004 silam ini,ternyata menyimpan potensi yang sangat tinggi dari segi kandungan alam.
Provinsi ini ternyata menyimpan sampai 10 blok potensi minyak dan gas (migas). Belum lagi potensi batubara,emas, dan bijih besi yang saat ini belum terkelola. Berbagai langkah dan upaya dilakukan Pemprov Sulbar untuk menggali potensi tersebut.
Berikut petikan wawancara khusus Seputar Indonesia (SI) dengan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, baru-baru ini:
Anda telah memimpin provinsi termuda ini selama hampir empat tahun, apa yang bisa Anda ceritakan?
Pertama saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.Setelah enam tahun lamanya daerah ini mekar menjadi Provinsi Sulbar, banyak sekali perkembangan yang tercapai.Dulunya daerah ini dianggap daerah yang terisolasi, daerah yang ditakuti,daerah pembuangan. Kini berubah menjadi daerah yang disenangi dan menjadi daerah tujuan,khususnya investasi.
Pertumbuhan ekonomi di daerah ini pada Juni tertinggi dari 33 provinsi di Indonesia,yakni sebesar 8,54%. Itu berdasarkan kajian statistik secara nasional.
Perkembangan lain di daerah ini yang juga terlihat adalah angka kemiskinan. Pada awal saya memimpin pemerintahan Desember 2006, angka kemiskinan masih 20,7%.Alhamdulillah, sekarang ini hanya tinggal 13,58%.Selama tiga setengah tahun sejak saya menjabat, mengalami penurunan sekitar 7%. Ini berdasarkan data statistik nasional yang ada.
Dari segi infrastruktur sudah mulai membaik, meskipun belum sempurna sebagaimana layaknya sebuah provinsi yang baru. Saat ini kami terus melakukan pembenahan dari segi jalan,bandara,fasilitas umum, serta fasilitas pendukung agar investor bisa berdatangan di daerah ini.
Infrastruktur seperti apa yang saat ini sedang dibenahi?
Saat ini kami sedang melakukan perbaikan jalan. Untuk jalan nasional, kami telah melakukan perbaikan sepanjang 544 kilometer (km).Awalnya,sekitar 80% jalan di sini rusak berat. Namun, sampai saat ini telah kami lakukan perbaikan dan akhirnya berbalik, saat ini 80% jalanan telah bagus.
Sementara untuk jalur udara, kami telah melakukan perbaikan bandara yang dulunya landasan hanya 900 meter, kini kami tambah sampai 2.200 meter lebih.
Sulbar juga telah memiliki Hotel D’Maleo, hotel berbintang tiga yang tentu saja akan menjadi sarana pendukung masuknya investor.
Di samping itu,saat ini kami telah membenahi pelabuhan yang ada dan telah menambah panjang dermaga menjadi 160 meter.Ini akan mendukung masuknya kapal-kapal besar ke Sulbar. Yang akan kami lakukan tahun depan adalah membangun pelabuhan ikan tipe B di Kabupaten Majene, yang nantinya akan dihubungkan dengan pelabuhan Belang- belang di Mamuju. Investasi pelabuhan ini sebesar Rp405 miliar. Kami menggalang Islamic Development Bank (IDB) di Arab Saudi untuk memberikan pinjaman lunak. Meski demikian,pemerintah pusat melalui APBN memberikan bantuan sebanyak Rp75 miliar. Pelabuhan ini nantinya akan langsung mengangkut ikan ke Pelabuhan Belang-belang di Mamuju.
Untuk infrastruktur jalannya,2011 mendatang juga akan kami mulai pembangunan jalan yang diberi nama Mamuju Multimade Access Road sepanjang 102 km.Kami juga menggalang pihak luar, yakni negara China untuk memberikan pinjaman lunak sebesar USD249 juta. Tahun depan dana awal akan cair sebesar USD60 juta untuk pembangunannya.
Potensi apa yang saat ini Anda lihat di Sulbar yang mesti segera dikelola?
Saya selalu mengatakan Sulbar ini akan menjadi Brunei kedua.
Alasannya, daerah ini memiliki potensi migas sampai 10 blok, sedangkan Brunai hanya mengandalkan dua blok minyak. Ini dibuktikan dengan masuknya perusahaan terkemuka luar negeri seperti Star Oil dan Exon, yang memenangkan tender internasional untuk mengelola potensi ini. Saat ini khusus minyak telah dalam tahap pengeboran.
Selain itu, kami memiliki potensi emas dan bijih besi yang sangat besar di daerah ini.Saya yakin, 10 tahun ke depan Sulbar akan menjadi Brunei kedua dengan potensi alam yang kami miliki saat ini. Untuk pengembangannya, kami banyak meminta bantuan pihak luar. Saya sering meminta ke teman-teman di DPR RI dan menteri untuk membantu Sulbar saat ini. APBD kami di Sulbar kecil. Bahkan,kalau dibandingkan dengan daerah lain mungkin hanya setara dengan satu kabupaten. Hanya sekitar Rp500 miliar. Karena itu, kami banyak meminta bantuan ke pihak swasta. Sebab, tanpa swasta potensi ini tak akan tersentuh.
Apa program utama Anda untuk terus menumbuhkan provinsi ini?
Kami memfokuskan pada empat sektor pembangunan,yakni ketersediaan akses pendidikan dan kesehatan, pertumbuhan sektor pertanian dan mendorong percepatan infrastruktur. Khusus infrastruktur, seperti yang telah saya kemukakan.
Untuk mendorong peningkatan pendidikan, kami gencar mendorong anak-anak di Sulbar untuk mengecap pendidikan. Bahkan, saat ini Sulbar telah memiliki perguruan tinggi, yakni Universitas Sulawesi Barat.
Dari segi pertanian, kami banyak membuka lahan pertanian dan irigasi baru.
Khusus kakao kami berperan dalam gerakan peningkatan kakao nasional. Semua itu dilakukan untuk terus membuat taraf hidup masyarakat di Sulbar semakin tumbuh. (jumardin akas)
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/339987/
wah kalau bisa sumber daya alam Sulbar jgn dikuras dan diobral habis Pak....ingat pengalaman pahit Kalimantan yg sumber daya alamnya terkuras habis dan mengakibatkan masalah dengan alam.....klo bisa dikelola secara bijak :okay:
@TS: congrats for new thread nya :)
Comeliness August 10th, 2010, 07:36 PM http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1032331&page=6
Pemandangan dari puncak Pulau Karampuang
http://hphotos-snc1.fbcdn.net/hs225.snc1/7233_1221551947637_1494095442_30620848_3539576_n.jpg
http://hphotos-snc1.fbcdn.net/hs225.snc1/7233_1221551987638_1494095442_30620849_8343026_n.jpg
Ada hutan bakau juga di sisi utara pulau
http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs225.snc1/7233_1221530987113_1494095442_30620656_5019642_n.jpg
Mindahin doank.
Comeliness August 10th, 2010, 07:46 PM SENIN, 09 AGUSTUS 2010 | 08:40 WITA |
Rencana Dirikan Bank Sulbar
Sulbar Segera Tarik Dananya dari Bank Sulsel
JAKARTA -- Pemprov Sulbar tahun ini merencanakan membuat Bank Sulbar. Meskipun sebelumnya mereka telah menanamkan dananya ke Bank Sulsel, namun pada tahun anggaran 2011 mendatang, mereka akan menarik seluruh dananya untuk modal awal Bank Sulbar. Penegasan ini diungkapkan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, dalam jumpa pers di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat malam, 6 Agustus. Menurut Anwar, pendirian Bank Sulbar sudah lama direncanakan. "Pembentukan Bank Sulbar akan segera dilaksanakan. Paling lambat akhir tahun ini mereka sudah menjalankan rencana dan proses pembentukannya," tutur Anwar.
Namun demikian, setelah melihat perkembangan dana APBD Sulbar dari tahun ke tahun yang semakin besar, maka Pemrov Sulsel merencanakan untuk memanfaatkan dana tersebut untuk mendirikan bank daerah. Apalagi Bank Sulsel sampai saat ini, tidak mencantumkan Sulbar pada penamaannya sehingga timing untuk pembentukan bank Sulbar sudah sangat tepat tahun depan.
"Sudah lama kami berencana mendirikan bank daerah. Namun karena selama ini sudah telanjur ada di Bank Sulsel, maka kami pikir nanti saja. Akan tetapi, sepertinya Bank Sulsel kurang menghargai Sulbar sehingga pada pencantuman namanya tidak dimasukkan Sulbar, terlebih pada peresmian kantor cabang di Jakarta yang hanya menyebutkan Bank Sulsel. Tentu saja kami heran dan merasa tidak dihargai," jelas Anwar yang uring-uringan.
Saat ini, menurut Anwar, Pemprov Sulbar telah menanamkan seluruh dana APBD-nya sekira Rp 600 miliar di Bank Sulsel. Jika dana tersebut dapat dikelola sendiri melalui Bank Sulbar maka manfaatnya akan sangat banyak bagi masyarakat Sulbar. Apalagi, manfaat Bank Sulsel di Sulbar ungkap Anwar sama sekali tidak ada. Karena itu, Anwar berpikir akan lebih baik jika dana APBD Sulbar dikelola sendiri oleh Bank Sulbar sehingga dapat bermanfaat kepada ekonomi masyarakat Sulbar.
Terkait pencantuman nama Sulbar ini, menurut Anwar memang perlu dikritisi. Bukan saja kali ini dia menginginkan perubahan nama Bank Sulsel karena didukung dua provinsi, namun memang sudah sejak lama. Tetapi lanjut dia, sepertinya permintaan mereka tidak dipedulikan oleh direksi Bank Sulsel.
"Makanya, sejak peresmian kantor cabang Bank Sulsel di Jakarta, saya sudah memerintahkan kepada Sekprov Sulbar untuk secepatnya menarik dana kita seluruhnya dari Bank Sulsel untuk dipindahkan ke bank komersial umum yang ada di Sulbar. Dengan demikian, tahun depan, dana kami tidak lagi perlu masuk ke Bank Sulsel," tambah Ketua Golkar Sulbar ini. Potensi Bank Sulbar menurut Anwar sangat besar. Potensi daerah Sulbar seperti minyak, kakao, dan hasil bumi lainnya yang jika pengelolaannya sudah lancar maka bisa dipastikan perputaran ekonomi di Sulbar akan semakin baik. Jika kondisi ini bisa diwujudkan, maka dana-dana yang ada di masyarakat akan dapat diinvestasikan ke bank lokal tersebut untuk dimanfaatkan membangun daerah. (die)
Source: http://news.fajar.co.id/read/101074/45/rencana-dirikan-bank-sulbar
eurico September 3rd, 2010, 04:10 AM Gubernur Paparkan Keberhasilan Sulbar ke Warga Perantauan
http://www.fajar.co.id/photohead/1283349557anwar_adnan.jpg
JAKARTA -- Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh menghadiri buka puasa bersama yang digelar Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) di Kantor Perwakilan Pemprov Sulbar, Jalan Rawasari Barat, Jakarta Timur, Selasa 31 Agustus. Pada acara ini, Gubernur memaparkan keberhasilan pembangunan yang telah dicapai ke warga perantauan.
Anwar membuka pemaparannya dengan keberhasilan Sulbar meraih prediket pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia dengan 15,1 persen. Angka ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang hanya 5,9 persen. "Saya sebenarnya kaget juga, ketika Menkoperekonomian memaparkan bahwa Provinsi Sulbar merupakan provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia," kata Anwar di hadapan warga Sulbar yang merantau di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).
Keberhasilan tersebut, kata Anwar, ditopang sistem pertanian dan perkebunan yang mulai berjalan dengan efektif. Gerakan Nasional (Gernas) Kakao misalnya, berhasil membuat Sulbar sebagai produsen kakao terbesar di Indonesia.
Anwar optimis, besaran produksi kakao Sulbar dalam rata-rata nasio akan semakin tinggi dengan selesainya Pelabuhan Belang-belang di Kecamatan Kalukku, Mamuju. "Selama ini kakao Sulbar banyak beralih ke Sulteng dan Sulsel. Tapi dengan adanya Pelabuhan Belang-belang, kita akan mengirim sendiri hasil kakao kita ke luar daerah bahkan luar negeri," jelasnya.
Optimisme Anwar semakin meninggi karena tahun depan pemerintah pusat akan kembali menaikkan anggaran Gernas Kakao. "Hanya saja, semakin banyak daerah yang akan masuk program ini. Ternyata, banyak daerah yang ingin mengikuti keberhasilan Sulbar," jelasnya.
Potensi lain yang juga semakin optimis untuk dikembangkan adalah minya dan gas. Sudah ada perusahaan besar yang hampir merampungkan proses eksplorasi migas. "Exxon Mobil agak kecewa dengan eksplorasi di Blok Suremana, tapi optimis di Blok Mandar Majene. Sementara Marathon yang mengeksplorasi di Mamuju optimis bisa menghasilkan dalam jumlah besar," jelas Anwar.
Pada bidang pendidikan, Pemprov Sulbar menjamin tetap menjaga komitmen menjadikan Majene sebagai Kota Pendidikan. "Kita akan segera membangun Kampus Unsulbar dan STAI di Majene. Sehingga warga Sulbar tidak perlu jauh-jauh lagi mencari sekolah," kata Ketua Golkar Sulbar ini.
Di bulan Ramadan, Pemprov Sulbar merealisasikan kerjasama dengan Arab Saudi. "Kita sudah membagi-bagikan terjemahan Al Quran dalam bahasa Mandar. Kita harapkan pendalaman tentang agama islam akan lebih baik," kata Anwar.
Duber Arab Saudi juga tertarik untuk membangun Politeknik migas, karena menilai potensi Sulbar sangat besar pada sektor tersebut. "Yang harus dilakukan sekarang adalah terus menjaga kondusifnya Sulbar. Dengan ini iklim investasi akan lebih besar," ujarnya. (mba/fmc)
eurico September 3rd, 2010, 04:15 AM Sungai Lariang Mesti Dinormalisasi
Komisi III Kecewa Pekerjaan Balai Jeneberang
M NASRUN NUR/FAJAR Sampah Berserakan Pantai Manakarra Mamuju yang direncanakan segera direklamasi terlihat jorok. Di sana-sini terdapat sampah berserakan, Senin 30 Agustus.
MAMUJU -- Komisi III DPRD Sulbar dalam peninjauannya ke Sungai Lariang, Kecamatan Lariang Kabupaten Mamuju Utara (Matra) berbuah kekecewaan. Pekerjaan Balai Besar Jeneberang Makasaar yang hanya membuat bronjong dinilai tidak efektif dalam menghindari tergerusnya badan jalan Trans Sulawesi.
Pekerjaan yang seharusnya dilakukan menurut anggota Komisi III, normalisasi sungai seperti rekomendasi DPRD Sulbar dan harapkan masyarakat Matra secara luas. "Senin lalu saya meninjau ke sana dan benar pekerjaannya hanya membuat bronjong.
Itu tidak ada gunanya. Bronjongnya akan hanyut dibawa arus sungai. Ini akibatnya kalau tidak koordinasi ke dewan," sesal Ketua Komisi III DPRD Sulbar, Andi Usman di ruang kerjanya, Selasa 31 Agustus.
Berdasarkan pengalaman pembangunan proyek, membuat bronjong pada arus air, seperti Sungai Lariang tidak akan bertahan lama. Saat ini luapan sungai sepanjang 800-an meter sudah merapat ke badan jalan dan sangat mengkhawatirkan pengguna jalan.
Atas temuan itu, Komisi III menyatakan segera memanggil Balai Besar Jeneberang, Dinas PU, Bappeda, dan instansi terkait lain guna mempertanyalan pengerjaan bronjong tersebut. Dia menyatakan kecewa tidak dilibatkan dalam hal koordinasi pekerjaan.
Hal sama disampaikan anggota Komisi III lain, HM Thamrin Endeng. Dia menyatakan komisinya ingin memperjelas maksud pembangunan bronjong di lokasi dimaksud.
"Kalau bisa dikerjakan bersamaan, lebih bagus. Kalau hanya membangun bronjong, tidak ada gunanya. Nanti kita perjelas dalam rapat," ujar Thamrin.
Dalam mengantisipasi luapan Sungai Lariang, Andi Usman mengaku siap memperjuangkan penganggaran normalisai sungai tersebut dalam APBD mendatang Rp 2,5 miliar. Komisi III memprediksi pekerjaan dilakukan sesuai panjang sungai yang meluber mendekati badan jalan Trans Sulawesi sekira 800 meter dengan lebar 150-an meter.
"Apalagi di sana, kami ketahui jika pekerjaan itu ditangani langsung Balai Besar Jeneberang. Harusnya ada pihak ketiga yang mengerjakan itu," saran Andi Usaman. (nur)
eurico September 3rd, 2010, 04:19 AM KTP Elektronik Diterapkan 2012
6.000-an KK Dikeluarkan dari Data Penduduk
POLEWALI -- Sedikitnya 6.000-an kepala keluarga (KK) yang terdata sebagai penduduk Kabupaten Polewali Mandar (Polman) berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (KCS) dihapus. Penyebabnya mereka ditemukan ganda.
Bahkan diduga terjadi manipulasi data. Langkah itu terkait pemutakhiran data kependudukan sebelumnya penerapan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik 2012 mendatang.
Kepala Dinas (Kadis) KCS Polman, Mudjtahid mengatakan, pemutakhiran data penduduk sebagai persiapan penerapan KTP elektronik. Data 6.000-an KK yang dianggap bermasalah dibersihkan.
Dari pembersihan tersebut, ditemukan data banyak penduduk mengambil KTP atau kartu keluarga (KK) di Polman demi kepentingan tertentu, seperti pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CNS) atau pendaftaran calon haji. "Temuan paling banyak, data 2009 bersamaan dengan penerapan pengambilan administrasi kependudukan yang harus menggunakan KK," jelas Mudjtahid, Selasa 31 Agustus.
Dengan temuan data penduduk bermasalah tersebut lanjutnya, Dinas KCS akan lebih selektif melakukan verifikasi administrasi kependudukan. KCS juga telah melaksanakan rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait urusan kependudukan, catatan sipil, dan hukum, seperti kepolisian, pengadilan negeri, dan pengadilan agama, serta camat.
Pembahasan terkait penertiban administrasi kependudukan, para kepala desa dan lurah diimbau lebih berhati-hati dan tidak mudah memberi surat keterangan atau pengantar untuk pengurusan administrasi dan dokumen kependudukan atau identitas pribadi, misalnya untuk pengurusan surat izin mengemudi di kepolisian.
Selama ini, Dinas KCS memproses penerbitan dokumen kependudukan, seperti KTP dan KK berdasarkan surat pengantar kepala desa, lurah, dan camat. Bupati Polman, Ali Baal Masdar pada berbagai kesempatan juga selalu pengingatkan jajarannya untuk tidak mempermainkan data kependudukan, seperti pemalsuan dan manipulasi guna kepentingan tertentu. (jai)
eurico September 3rd, 2010, 04:21 AM Sulbar Peringkat 16 Termiskin
http://www.fajar.co.id/photohead/12833958611-9-1-BPS,%20Nursam%20Sulbar%20k.jpg
M NASRUN NUR/FAJAR RAPAT. Kepala BPS Sulbar, Nursam Salam (berdiri) menjelaskan peringkat kemiskinan Sulbar di hadapan rapat dengar pendapat Komisi II DPRD, Rabu 1 September.
MAMUJU -- Tingkat pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulbar awal 2010 menunjukkan posisi tertinggi nasional dengan 15,09 persen, namun daerah itu tidak mampu mengangkat predikat kemiskinan masyarakatnya. Sulbar masih berada di posisi 16 daerah termiskin di Indonesia versi Badan Pusat Statistik (BPS).
Ironisnya sebuah situs portal nasional justru menempatkan Sulbar sebagai peringkat empat daerah termiskin di Indonesia. "Yang dirilis salah satu media lokal terkait peringkat kemiskinan Sulbar di nomor empat itu bukan data BPS. Yang kami punya, Sulbar peringkat 16," ujar Kepala BPS Sulbar, Nursam Salam di DPRD, Rabu 1 September.
Dia menjelaskan data yang dirilis salah satu situs online nasional terkait peringkat kemiskinan Sulbar dengan menyebutkan di posisi empat menurut dia, tidak benar. Ada kekeliruan saat mereka menginput data.
Berdasarkan data BPS lanjutnya, jelas disebutkan Sulbar berada di peringkat 16. Di depan anggota Komisi II DPRD Sulbar, Nursam berkali-kali meluruskan pemberitaan tersebut. Dia juga menyatakan pertumbuhan ekonomi Sulbar yang tertinggi awal tahun ini berdasarkan metodologi stastitik yang valid dan independen.
BPS menurut dia, bekerja profesional dalam menghasilkan angka statistik. BPS juga tidak bergantung pada pesanan tertentu. "Angka itu dari metodologi statistik," jelasnya.
Dalam tanggapannya, Ketua Komisi II, Zainal Abidin menyatakan, peringkat Sulbar jelas menduduki urutan 16 sebagai daerah termiskin di Indonesia. Data itu dibutuhkan dalam mengetahui tingkat kesejahteraan pada daerah pemilihan para anggota dewan. Juga bisa dilakukan pemetaan APBD dan program daerah sehingga prioritas kegiatan ke depan.
Gambaran ini diperlukan dalam menyukseskan program pemerintah, di antaranya program Bangun Mandar yang diprioritaskan pada desa paling miskin. "Karena itu, kita minta BPS memberi data rinci terkait peringkat kemiskinan tersebut," tandasnya. (nur)
Comeliness September 3rd, 2010, 04:45 PM Kamis, 02 September 2010, 23:47 WITA |
Pemprov Sulbar akan Bangun Pelabuhan Campalagian
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar), berencana membangun pelabuhan Labuan, Campalagian di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) sekitar 165 kilometer dari kota Mamuju. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sulbar, Thamrin Syakur di Mamuju, Kamis mengatakan, pembangunan pelabuhan laut Campalagian ini merupakan kebutuhan yang sangat mendasar untuk memperlancar transportasi laut di daerah ini.
"Untuk membuka isolasi wilayah dan mempermudah masyarakat khususnya masyarakat yang bermukim sekitar Campalagian, maka pelabuhan ini dipandang penting untuk segera dibangun," jelasnya. Ia mengatakan, rencana pembangunan ini akan diusulkan ke Kementerian perhubungan pada tahun anggaran 2011.
"Tahun depan kita akan usulkan ke kementerian perhubungan untuk dibangun pelabuhan laut, sehingga rencana ini dapat terealisasi untuk mendorong peningkatan ekonomi di daerah itu," katanya. Dia mengemukakan, daerah ini sangat prospek untuk segera dibangun pelabuhan laut dalam rangka pengembangan ekonomi wilayah. "Jika pelabuhan laut itu terbangun, maka potensi daerah serta peluang pasar akan mudah terdistribusi secara optimal," ungkapnya.
Dikatakannya, rencana pembangunan pelabuhan laut ini akan memudahkan masyarakat untuk memasarkan hasil produksi mereka yang muaranya dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, pihaknya akan segera menggenjot percepatan pembangunan untuk memaksimalkan hasil produksi masyarakat untuk di pasarkan keluar daerah.
Ia menambahkan, yang menjadi kendala selama ini untuk melaksanakan pembangunan di daerah adalah sulitnya pembebasan lahan dari masyarakat. "Lahan menjadi kendala pemerintah, sehingga diharapkan rencana pembangunan pelabuhan itu tidak mendapat kendala untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di daerah," katanya. (T.KR-ACO/S025)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/18865/pemprov-sulbar-akan-bangun-pelabuhan-campalagian
eurico September 4th, 2010, 05:31 AM SABTU, 04 SEPTEMBER 2010 | 19:45 WITA |
Penyelesaian Ranperda RTRW Dipertanyakan
POLEWALI -- Rancangan Peraturan Daerah (ranperda) rencana tata ruang wilayah (RTRW) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman) sejak 2006 lalu belum juga rampung. Masyarakat pun mengharapkan renperda itu bisa rampung tahun ini.
Penuntasan ranperda RTRW dianggap sudah sangat mendesak guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah. RTRW merupakan perangkat peraturan dalam mengendalikan kegiatan pembangunan Kabupaten Polman.
"Ranperda RTRW merupakan impelementasi UU No. 26/2007 tentang penataan ruang untuk pelaksanaan pembangunan daerah," ujar Kepala Seksi Pembinaan Perencanaan Tata Ruang Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum, M Shafik Ananta pada acara fasilitasi pengembangan kelembagaan (BKPRD) dan persetujuan substansi ranperda RTRW Polman, seperti laporan kontributor, Jumat 3 September.
Dalam untuk mempercepat penyelesaian ranperda RTRW Polman lanjutnya, tim terpadu pusat bisa membantu dengan datang ke Polman. "Dalam ranperda RTRW, harus memerhatikan semua aspek. Satu di antaranya aspek bencana," imbuhnya.
Sekretaris Bappeda Polman, Syarifuddin mengemukakan, ranperda yang dibuat sejak 2006 itu masih dalam berproses. Salah satu kendalanya, adanya beberapa perubahan regulasi.
Ketua Komisi III DPRD Polman, Tahir Arifin mengakui hampir seluruh tahapan telah selesai. Kini tinggal mencari permasalahan hingga ranperda RTRW tersebut belum bisa dirampungkan.
Meski demikian lanjutnya, Komisi III mengapresiasi Bappeda andaikan bisa segera menyelesaikan ranperda RTRW tersebut. "Harus dilakukan kajian secara komprehensif tanpa harus menunggu perampungan ranperda RTRW provinsi," tandasnya.
Menurut dia, ada beberapa hal yang harus diatur dalam ranperda RTRW. Satu di antaranya, zona Kecamatan Wonomulyo yang menjadi kawasan pengembangan sarang burung walet. Zona itu sangat berdampak pada lingkungan di sekitarnya.
Menurut Tahir, tidak hanya diperlukan sanksi terhadap pelanggaran perda, tapi juga pidana. Mengenai status dua kawasan hutan lindung masing-masing Mampie dan Lampoko, Ketua Komisi III mengungkapkan, kondisi kedua wilayah tersebut sudah sangat berbeda dengan beberapa tahun lalu.
Dalam wilayah itu tidak ada lagi aktivitas yang bisa menjadi petunjuk sebagai kawasan hutan lindung. (jai)
sumber: http://lokalnews.fajar.co.id/read/103921/29/penyelesaian-ranperda-rtrw-dipertanyakan--
Comeliness September 13th, 2010, 06:42 PM Senin, 13 September 2010, 21:01 WITA |
Dirut PLN Kunjungi Sulbar Bahas Pembangunan PLTA
http://bimg.antaranews.com/makassar/2010_09/small/dahlan-iskan-adnan-muthalib-copy.jpg
Dirut PT PLN Dahlan Iskan (FOTO ANTARA/Dok)
Mamuju (ANTARA News) - Direktur Utama (Dirut) PT PLN, Dahlan Iskan, akan berkunjung ke Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dalam rangka membahas pembangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTA) di Desa Karama Kecamatan Kalumpang sekitar 100 kilometer dari Kota Mamuju. Kepala PLN Rayon Manakarra Kabupaten Mamuju, Agussalim di Mamuju, Senin, mengatakan, Dirut PT PLN, Dahlan Iskan, dijadwalkan akan bekunjung ke Provinsi Sulbar, Selasa (14/9) untuk mengunjungi lokasi pembangunan PLTA Karama.
Ia mengatakan, Dirut PT PLN yang akan berkunjung ke Sulbar akan melalui bandara Mutiara Kota Palu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sebelum menuju ke Provinsi Sulbar. "Dijadwalkan Dirut PT PLN akan tiba di bandara Tampapadang Mamuju sekitar pukul 13,00 wita, dari bandara Mutiara Kota Palu,"katanya.
Menurut dia, kunjungan Direktur PLN ke Sulbar dalam rangka membahas proyek pembangunan PLTA Karama yang merupakan hasil kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar dengan Investor dari China.
"Direktur PLN ingin membahas rencana tindak lanjut pembangunan PLTA Karama dengan Pemprov Sulbar, PLTA Karama diharapkan nantinya akan menjadi sumber energi listrik masyarakat Sulbar dan sejumlah wilayah daerah lainnya di Indonesia, dengan kekuatan sekitar 1.600 hingga 1800 megawatt,"katanya.
Ia mengatakan, Dirut PLN juga akan membahas kondisi kelistrikan di lima Kabupaten di Sulbar untuk menjamin kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi, kemudian melakukan silaturahmi dengan pejabat di Sulbar.(T.KR-MFH/S006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19172/dirut-pln-kunjungi-sulbar-bahas-pembangunan-plta
Comeliness September 15th, 2010, 08:00 PM Sandeq race adalah lomba balap perahu layar tradisionil suku Mandar.
Utk thn ini, lomba itu mulai dari 28 Juli s/d 7 Agustus 2010.
Sandeq race 2010
Kamis, 29/07/2010, 20:48 WIB
FotoNews
Adu Cepat Perahu Suku Mandar
Fotografer - Deden Gunawan
Image Credits: http://us.foto.detik.com/readfoto/2010/07/29/204843/1409819/157/1/
http://us.images.detik.com/content/2010/07/29/157/Sandeg01.jpg
Sebanyak 42 perahu layar tradisional Sandeq berlaga dalam ajang ini.
http://us.images.detik.com/content/2010/07/29/157/Sandeg02.jpg
Pada hari pertama lomba perahu khas suku Mandar, Sulawesi Barat, para peserta harus melalui etape pertama antara Mamuju-Deking yang jaraknya sekitar 60 kilometer.
http://us.images.detik.com/content/2010/07/29/157/Sandeg03.jpg
Sebelum mengandalkan angin, para sawi atau awak kapal Sandeq mendayung perahu masing-masing.
http://us.images.detik.com/content/2010/07/29/157/Sandeg04.jpg
Dalam etape pertama ini terlihat para peserta Sandeq Race 2010 terus berusaha memacu perahunya dengan mengandalkan kekuatan angin.
http://us.images.detik.com/content/2010/07/29/157/Sandeg05.jpg
Lomba perahu Sandeq ini telah digelar sejak 15 tahun lalu.
http://us.images.detik.com/content/2010/07/29/157/Sandeg06.jpg
Even ini sengaja diselenggarakan untuk membudayakan perahu nelayan khas suku Mandar, yang terkenal tangguh dalam mencari ikan di perairan dalam yang ada di wiayah perairan Mamuju atau Majene, Sulawesi Barat.
Source: http://us.foto.detik.com/readfoto/2010/07/29/204843/1409819/157/1/
eurico September 17th, 2010, 04:14 AM ^^ nice update bro, dulu waktu sandeq race gak sempat meliputnya karena pas tugas ke jakarta padahal katanya rame sekali waktu itu
Comeliness September 20th, 2010, 10:26 PM ^^ nice update bro, dulu waktu sandeq race gak sempat meliputnya karena pas tugas ke jakarta padahal katanya rame sekali waktu itu
^^ Iya, liputan di koran2 ttg ini cukup rame. :)
Jumat, 17 September 2010, 16:34 WITA |
Gubernur Disoroti Dewan karena Kinerja Aparatnya
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, mengakui banyak menerima kritikan dari DPRD mengenai kinerja aparatnya yang dinilai sumber daya manusianya masih kurang. "Saya akui kalau selama ini sering disoroti dewan karena kinerja aparat saya yang kualitas SDM yang rendah dalam membangun daerah ini, "katanya di Mamuju, Jumat.
Ia mengatakan, setiap saat kinerja aparat di lingkup pemerintah di Sulbar khususnya pada lingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjadi keluhan dewan karena tidak bisa menyambut arah kebijakan pembangunan yang dilakukannya sebagai Gubernur. "Saya akui itu, kritikan dewan memang benar, bahwa banyak pejabat di SKPD yang belum memahami tugasnya sebagai pemerintah, serta belum memahami arah dan kebijakan saya sebagai Gubernur di Sulbar dalam menciptakan peluang pembangunan di daerah ini,"katanya.
Sehingga kata dia, pembangunan yang ada daerah ini dianggap dewan berjalan lambat, meskipun banyak terobosan yang dilakukan sebagai gubernur, khususnya anggaran pembangunan dari pemerintah pusat dan menerima investasi baik investasi dalam negeri maupun luar negeri. Ia juga mengakui jika hal tersebut terjadi karena kesalahannya dari awal yang banyak mengangkat pejabat yang tidak punya jabatan di tingkat Kabupaten sebelumnya namun digunakan sebagai pejabat pemerintah ditingkat Provinsi Sulbar ketika Provinsi itu mulai berdiri.
"Saya akui keliru, karena mengankat pejabat di Sulbar yang ternyata pejabat tersebut adalah pejabat tidak terpakai di tingkat Kabupaten sebelumnya, sehingga tidak bisa menafsirkan kebijakan yang saya jalankan, namun akhirnya sadar akan hal itu, karena ternyata pejabat tersebut menghambat pembangunan karena keterbatasan yang dimiliki,"katanya.
Ia mengatakan, sesungguhnya Pemerintah di Sulbar akan lebih cepat membangun daerahnya jika memiliki sumber daya aparat yang memadai karena daerah ini memiliki potensi kekayaaan yang melimpah.
Oleh karena itu, ia akan mengevaluasi kondisi pelaksanaan pemerintahan di Sulbar secara luas demi pembangunan lebih baik dimasa mendatang, dengan melakukan evaluasi terhadap aparatnya yang menjadi pejabat di Sulbar.
"Saya akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap aparat saya agar lebih baik menafsirkan kebijakan yang saya jalankan membangun daerah ini, evaluasi itu banyak macam bisa dengan pengarahan, atau pun melalui mutasi tergantung kondisi mana yang lebih efektif,"katanya. (T.KR-MFH/S016)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19359/gubernur-disoroti-dewan-karena-kinerja-aparatnya
Comeliness September 20th, 2010, 10:37 PM FotoNews
Wisata Kuliner Ekspedisi BBN
Fotografer - Arfi Bambani Amri
Image Credits: Arfi Bambani Amri/detik.com (http://search.detik.com/index.php?fa=detik.searchfoto&query=polewali
http://us.images.detik.com/content/2007/08/08/157/makanan2.jpg
Kari kepiting menunggu di Sarjo, Pasang Kayu, Mamuju Utara, Sulbar.
http://us.images.detik.com/content/2007/08/08/157/makanan3.jpg
Pisang dan singkong rebus dilengkapi dengan makanan berwarna putih kekuningan atau kemerahan yang disebut lawar. Terlihat juga di latar belakang ikan terbang yang diasapkan, disajikan di Polewali, Polewali Mandar, Sulbar.
Source: http://search.detik.com/index.php?fa=detik.searchfoto&query=polewali
Comeliness September 20th, 2010, 10:41 PM Senin, 20 September 2010, 05:11 WITA |
Jalan Menuju Perkantoran Gubernur Sulbar Diperlebar
Mamuju (ANTARA News) - Jalan menuju kawasan perkantoran Gubernur Provinsi Sulawesi Barat yang terletak di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro sekitar 5 kilometer dari Kota Mamuju mulai diperlebar menjadi 20 meter. "Jalan menuju perkantoran Pemprov Sulbar telah dilakukan pelebaran menjadi dua jalur dan empat lajur," kata Gubernur Sulbar, H. Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Minggu.
Ia mengatakan, jalan menuju kawasan perkantoran pemprov Sulbar ini diperlebar karena mau tidak mau jalan ini akan dipadati kendaraan roda empat maupun roda dua setelah gedung perkantoran tingkat satu ini difungsikan di tahun 2011 mendatang.
Bukan hanya itu, kata dia, jalan ini akan berubah menjadi jalan nasional yang akan menghubungkan wilayah kecamatan Tappalang dan Mamuju. Jalan nasional yang ada selama ini dengan melintasi tanjakan dengan berkelok-kelok di wilayah pegunungan Tappalang akan dialihkan ke wilayah pesisir pantai.
Pertimbangannya, kendaraan kontainer selama ini sulit melintas ditanjakan tinggi, sehingga dengan dialihkannya ke wilayah pesisir akan memudahkan kendaraan kontainer karena hanya bergerak lurus.
Dia mengemukakan, pembangunan jalan menyusur pantai mulai dari titik 0 di daerah Kecamatan Tappalang hingga menuju pelabuhan laut internasional Belang-Belang, yang panjangnya sekitar 120 kilometer ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp2,6 triliun. "Pembangunan jalan ini telah masuk di buku biru Bappenas yang rencananya akan mulai dikerjakan di tahun 2011 mendatang,' ungkapnya.
Ia berharap, pembangunan jalan ini memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan di Sulbar dalam rangka mewujudkan pengentasan angka kemiskinan di daerah. "Jika infrastruktur jalan mendukung, maka roda ekonomi pun akan maju, jika ekonomi maju maka masyarakat pun akan sejahtera," timpalnya. (T.KR-ACO/M027)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19441/jalan-menuju-perkantoran-gubernur-sulbar-diperlebar
Comeliness September 20th, 2010, 10:48 PM Senin, 20 September 2010 05:13 WITA |
Iklim Investasi ke Sulbar Makin Membaik
Mamuju (ANTARA News) - Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sulawesi Barat, Harry Warganegara, menilai iklim investasi yang masuk ke Sulbar makin membaik. "Dalam beberapa bulan terakhir ini, berbagai investor asing berminat guna melakukan investasi di Sulbar," kata Harri Warganegara di Mamuju, Minggu.
Menurutnya, banyaknya minat investor tersebut sebagai indikator bahwa iklim investasi di daerah ini semakin membaik, apalagi dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karama, membuat para pemodal asing berlomba-lomba untuk mengejar proyek ini.
Bukan hanya PLTA Karama yang diincar oleh para investor asing, kata dia, akan tetapi sejumlah potensi Sumber Daya Alam (SDA) di provinsi terbungsu ini juga dilirik oleh mereka (investor.red) untuk menanamkan modalnya di daerah ini. "Potensi alam yang banyak dilirik oleh investor ini seperti potensi tambang emas di wilayah Kecamatan Kalumpang, tambang batubara di kecamatan Bonehau, tambang biji besi di Kecamatan Karossa maupun potensi migas," kata dia.
Ia mengemukakan, potensi tambang migas di Sulbar yang saat ini berjumlah tujuh blok migas yang saat ini sementara dalam tahap eksplorasi diantaranya block Suremana oleh PT.Exxon Mobil Indonesia, block Mandar dikerjakan PT.Exxon Mobil Indonesia, block Pasangkayu oleh PT.Marathon Indonesia.
Kemudian kata dia, potensi migas lainnya yang telah dilirik investor yakni block Kuma oleh PT.CHonoco-Phillips Ina, block Budong-Budong ditangani PT.Tately N.VTGS-Novec Gema, block Karama dikerjakan PT.StatOil - Pertamina, block Karama oleh Pearl Oil, block Malunda PTT. Exploration and Production dan block South Mandar yang dikerjakan PTT. Exploration and Production.
Harry yang juga ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulbar ini mengungkapkan, potensi alam Sulbar sangat melimpah ruah yang masih membutuhkan penanganan oleh investor seperti tambang Batubara yang terdapat di Mamuju , Kec. Kalumpang, Bonehau, Sampaga, Tappalang dan di Kabupaten Majene, Kec. Tammerodo, Kab. Mamuju Utara, Baras, Sarudu dengan kandungan sekira 232.142.102 Ton. "Kita juga memiliki potensi bijih besi di beberapa daerah yakni di Karossa, Kalumpang, Tapango, Matakali, Anreapi, Matangga dengan jumlah kandungan sekira 498.392 Ton," paparnya.
Jika potensi alam ini tergarap maksimal, ungkapnya, maka cepat atau lambat provinsi terbungsu ini mampu mengejar provinsi daerah lain yang telah maju dan mapan. "Saya rasa Sulbar mampu berkembang lebih cepat apabila kekayaan alam yang dimiliki ini telah tertangani dengan sempurna," pungkasnya. (T.KR-ACO/S006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19442/iklim-investasi-ke-sulbar-makin-membaik
Comeliness September 21st, 2010, 03:17 AM http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1032331&page=3
Salah satu tempat wisata di Mamuju, Pemandian Gentungan, lokasinya kira2 19km utara kota Mamuju
Kolam utamanya
http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs151.snc3/17873_1325821354307_1494095442_30892036_117704_n.jpg
http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17873_1325821514311_1494095442_30892039_75629_n.jpg
Kolam anak2nya
http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17873_1325821434309_1494095442_30892038_1925685_n.jpg
Antara kolam dewasa dengan kolam anak2nya
http://hphotos-snc3.fbcdn.net/hs131.snc3/17873_1325823754367_1494095442_30892046_2108052_n.jpg
Import gambar dari thread MMJ. :D
Comeliness September 22nd, 2010, 08:01 PM Rabu, 22 September 2010, 21:50 WITA |
Sulbar Targetkan Perbaikan Jalan Nasional Selesai 2011
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menargetkan perbaikan jalan nasional sepanjang 544 kilometer di provinsi itu selesai pada 2011. Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu, mengatakan, Pemprov Sulbar terus mengupayakan peningkatan jalan nasional di Sulbar dengan melakukan perbaikan sehingga dapat digunakan sebagai sarana transportasi yang layak untuk mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
Menurut dia, pada 2005 jalan nasional di Sulbar sekitar 80 persen dari jalan nasional sepanjang 544 kilometer di lima Kabupaten di Sulbar mengalami kerusakan. Namun, kata dia, berkat pembangunan yang telah dijalankan pemerintah, pada 2010 situasi itu terbalik sehingga tinggal sekitar 20 persen jalan nasional yang masih mengalami kerusakan di Sulbar sementara 80 persen sudah bagus.
"Jalan nasional yang rusak tersebut terdapat di Kabupaten Mamuju antara Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Tapalang sepanjang 40 kilometer yang perlu perbaikan," katanya. Oleh karena itu, ia mengatakan, pemerintah di Sulbar akan fokus memperbaiki jalan tersebut agar dapat menjadi sarana transportasi yang layak.
"Pemerintah di Sulbar optimistis tidak akan ada lagi jalan di Provinsi Sulbar yang rusak pada 2011 dan roda pembangunan akan berjalan lancar karena telah ditunjang akses jalan yang memadai," katanya.
Ia mengatakan, selama ini sarana transportasi di Sulbar sejak berdiri melalui Undang Undang No26 tahun 2004 masih menjadi masalah serius yang mesti diselesaikan karena menghambat pembangunan. "Daerah penghasil bumi sulit dijangkau karena buruknya sarana transportasi jalan sehingga pemerintah terus berupaya membangun sarana jalan daerah ini hingga selesai pada 2011 dengan mengandalkan bantuan pusat dan hasil investasi di daerah ini," katanya.(T.KR-MFH/N002)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19560/sulbar-targetkan-perbaikan-jalan-nasional-selesai-2011
Rabu, 22 September 2010, 05:42 WITA |
41 Desa di Mamasa Dapatkan Energi Listrik
Mamuju (ANTARA News) - Sebanyak 41 desa di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), berhasil mendapatkan energi listrik setelah menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di desa Batanghuru. "Dampak pembangunan PLTMH di desa Batanghuru Mamasa, telah membebaskan masyarakat pada 41 desa yang selama ini mengalami krisis energi listrik," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Selasa.
Ia mengatakan, PLTMH Batanghuru ini terbangun berkat salah seorang putra asal Mamasa, Sulbar yakni Linggi yang kembali ke kampung halaman untuk membuat energi listrik setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. "Banyak desa-desa di Mamasa selama ini tidak mendapat suplai listrik dari layanan PLN akibat sulitnya jangkauan ke wilayah itu. Namun setelah pembangunan PLTMH itu diselesaikan, masyarakat pada 41 desa ini telah menikmati listrik secara maksimal di malam hari," ungkapnya.
Anwar mengemukakan, potensi pembangunan PLTMH di Mamasa cukup banyak karena memiliki beberapa titik yang dapat dikelola. Ia mengemukakan, di tengah krisis listrik yang melanda banyak daerah di tanah air, listrik mandiri masyarakat di Desa Batang Uru menjadi inspirasi yang layak diapresiasi semua pihak guna menyelesaikan perkara sosial itu.
Inisiatif mikrohidro pertama dijalankan di desa Batanghuru oleh Linggi yang juga anggota DPRD Mamasa memulianya sejak tahun 1993, namun belum sampai memenuhi kebutuhan energi desa tersebut. Dengan sedikit dukungan dari pihak lain, tahun 2008 Desa Batang Uru memperoleh penghargaan sebagai Desa Mandiri Energi.
Anwar menuturkan, keberhasilan Linggi yang berada di balik keberhasilan listrik mandiri ini, sekaligus menjadi inspirator warga lainnya untuk percaya guna memanfaatkan sumber daya alam guna menghasilkan energi dan menggerakkan roda pembangunan desa.
Mikrohidro di Mamasa, kata dia, memang identik dengan Linggi, karena ia adalah anggota tim program mikrohidro yang memberi pelatihan teknis ke berbagai wilayah di Indonesia. Dalam rentang waktu dari tahun 1993 sampai 2009, inisiatif mikrohidro yang dirintis oleh Pak Linggi, telah menghasilkan sekitar 115 pembangkit listrik berkapasitas lebih dari 1 megawatt, dan disalurkan ke lebih dari 15 ribu pelanggan. (T.KR-ACO/A033)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19537/41-desa-di-mamasa-dapatkan-energi-listrik
Comeliness September 22nd, 2010, 08:07 PM Kalumpang
By Marthen Edy (http://www.panoramio.com/photo/49173401)
http://i54.tinypic.com/w8m7g4.jpg
Comeliness September 26th, 2010, 08:15 PM Minggu, 26 September, 2010 05:47 WITA |
Gubernur Sulbar Berjanji akan Menuntaskan Jalan Provinsi
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, H. Anwar Adnan Saleh, berjanji akan menuntaskan jalan provinsi yang hingga kini tersisa sekitar 20 persen. "Jalan provinsi ini harus dituntaskan karena menjadi penghambat roda perekonomian di daerah ini. Jika perekonomian tidak jalan secara maksimal, maka upaya pengentasan kemiskinan tidak akan dapat tercapai secara optimal," kata Anwar di Mamuju, Sabtu.
Menurut gubernur, sekitar 40 persen jalan provinsi itu menjadi kantong-kantong kemiskinan di lima kabupaten di Sulbar, sehingga jalan provinsi ini harus tuntas di 2011 guna mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi untuk mengurangi angka kemiskinan setiap tahunnya.
Dalam masa kepemimpinannya selama tiga tahun lebih, kata dia, pembangunan infrastruktur jalan telah tercapai sesuai dengan target termasuk jalan nasional yang membentang mulai dari Paku, Kabupaten Polewali Mandar, hingga ke utara Suremana, Kabupaten Mamuju Utara ,telah rampung hingga 100 persen.
"Alhamdulilah, pembangunan jalan nasional yang menjadi motor penggerak ekonomi telah tuntas. Tinggal beberapa jalan provinsi harus digenjot sehingga masyarakat di kawasan kantong-kantong kemiskinan dapat tertangani secara optimal," jelasnya. Ia mengatakan, dampak pembangunan infrastruktur ini telah menggenjot ekonomi di Sulbar dari tahun ke tahun.
"Pertumbuhan ekonomi kita pada tahun ini merupakan capaian pertumbuhan ekonomi di Asia yang kisarannya 15,1 persen. Singapura, China dan negara berkembang lainnya tidak pernah mencapai angka pertumbuhan seperti ini," jelas Anwar.
Dia menuturkan, pertumbuhan ekonomi ini telah menurunkan jumlah persentase penduduk miskin dari tahun ke tahun mengalami penurunan dengan capaian saat ini hanya sebesar 13,58 persen pada tahun 2010 atau diatas persentase nasional dengan capaian 13,33 persen.
Hal itu kata dia, berdasarkan data hasil survei sensus nasional Badan Pusat Statistik (BPS) Sulbar, terjadi angka kemiskinan pada tahun 2008 mencapai 16,73 persen, kemudian turun di tahun 2009 menjadi 15,29 persen dan capaian ini kembali diraih di tahun 2010 dengan angka sebesar 13,58 persen. (T.KR-ACO/Y006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19682/gubernur-sulbar-berjanji-akan-menuntaskan-jalan-provinsi
Comeliness September 26th, 2010, 08:24 PM Photo by Barry Kusuma/detik.com ( http://aci.detik.com/read/2010/07/26/122557/1406632/952/pantai-pantai-sulbar )
http://images.detik.com/content/2010/07/26/952/sulbar.jpg
Pantai di Sulbar
eurico September 29th, 2010, 04:38 AM Talud Jembatan Rea Ambrol
Trans Sulawesi Berpotensi Terganggu
AMBROL. Jembatan Rea Polman yang salah satu sisinya ambrol, Jumat 24 September.
http://www.fajar.co.id/photohead/128533515624-9-1-jembatan%20Ambrol%20Polman.jpg
POLEWALI -- Kelancaran lalu lintas Trans Sulawesi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman) terancam terganggu. Jembatan Rea, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Polman salah satu sayapnya ambrol.
Pipa air bersih yang menggantung pada jembatan ikut terputus. Akibatnya suplai air bersih ke pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Matakali praktis terganggu.
Waga sempat geger setelah mengetahui kondisi jembatan yang terletak sekira satu kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Polman rusak. Seketika terjadi kemacetan lalu lintas dan antrean cukup panjang. Kendaraan yang melintas di atas jembatan harus satu arah. Sopir juga berhati-hati melintas. Kini warga berinisiatif memberi tanda dengan batang kayu seadanya di atas jembatan.
Ambrolnya sayap jembatan diduga tergerus air hujan yang terus menerus mengguyur. Hujan deras yang menyebabkan banjir belakangan ini memperparah kondisi jembatan. Terlebih sebelumnya jembatan itu sudah lama terancam rubuh setelah dasarnya longsor terkikis air sungai.
Dugaan lain jembatan yang dibangun 1990-an itu juga tidak mampu menahan beban kendaraan yang mencapai ribuan melintas setiap hari. Beberapa warga mengatakan, tanda-tanda jembatan akan bermasalah sudah terlihat sejak beberapa hari sebelumnya.
Jembatan retak-retak di bagian permukaan. Karena tidak segera mendapat perhatian, menyebabkan tanah dan pondasinya amblas ke sungai. "Sebenarnya, sudah terlihat tanda-tanda jembatan bermasalah. Sejak beberapa hari lalu, pada ujung sebelah kiri jembatan dari arah timur sudah retak-retak," ungkap seorang warga, Haris, seperti dilaporkan kontributor Polman, M Danial, Jumat 24 September.
Kondisi jembatan yang memprihatinkan tersebut diharap segera mendapat perhatian instansi terkait sebelum jalur trans Sulawesi ke arah barat putus total. "Kami sangat khawatir, jembatan rubuh. Kalau itu terjadi, maka jalur Trans Sulawesi ke barat akan terputus total," ujar warga lainnya, Abd Rahman.
Sungai Madatte yang selalu banjir setiap hujan lanjutnya, bakal memperparah kondisi jembatan tersebut. Sejak jembatan ambrol, Polres Polman menempatkan anggota Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) mengatur lalu lintas bersama personel Dishubkominfo guna mencegah kemacetan lalu lintas.
Kepala Dinas PU Polman, Abd Rahman B, mengatakan, penanganan jembatan tersebut merupakan wewenang Balai Besar Jalan dan Jembatan Makassar. Jembatan itu berada pada lintasan jalan nasional. "Kita sudah melaporkan ke balai di Makassar," ujarnya. (jai)
source: http://lokalnews.fajar.co.id/read/105735/29/-talud-jembatan-rea-ambrol
eurico September 29th, 2010, 04:40 AM Sulbar Terpacu Kejar Ketertinggalan
Anwar Adnan Saleh
http://www.fajar.co.id/photohead/1285238580127072848727-1-Gubernur%20Sulbar,%20Anwar%20Adnan%20Saleh.jpg
MAMUJU -- Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh mengakui masih banyak kekurangan dan ketertinggalan yang dialami Sulbar dalam usia enam tahunnya. Dalam empat tahun masa pemerintahannya, Anwar mengaku merasakan perlunya ada percepatan untuk mengejar
ketertinggalan tersebut.
Meski demikian dalam sambutannya di depan paripurna istimewa peringatan HUT ke-6 Sulbar di Hotel d'Maleo, Rabu 22 September, Anwar Adnan Saleh tetap menyebutkan beberapa keberhasilan yang diraih Sulbar sejak terpisah dari Sulsel. Anwar menyebutkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tingkat kemiskinan yang sudah relatif turun pada 2010 menjadi 13,58 persen. Padahal pada 2006 lalu, tingkat kemiskini masih mencapai 20,74 persen.
Demikian pula tingkat pertumbuhan perekonomian lanjutnya, Sulbar sempat tertinggi secara nasional masing-masing pada 2008 dan 2010 dengan capaian 15,09 persen. "Capaian itu berkat kerja keras semua kalangan," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Anwar juga menyatakan permohonan maafnya pada anggota DPRD karena hingga kini belum mampu merampungkan pembangunan kantor dewan dan kompleks perkantoran gubernur yang memiliki sedikitnya 21 unit bangunan. Walau demikian, Anwar berjanji dalam peringatan HUT tahun depan, DPRD sudah bisa melaksanakan paripurna di gedung sendiri.
"Kami akui pengerjaan kantor belum rampung lantaran keterbatasan dana. Saya sudah berupaya mencarikan anggaran di Jakarta. Insya Allah pada HUT tahun depan, kandor DPRD sudah bisa kita gunakan," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan mengatakan, cukup mengapresiasai capaian dalam kurun enam tahun terakhir. Dia memberi apresiasi usaha gubernur yang dianggapnya telah memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Dalam rapat paripurna peringatan HUT Sulbar lalu juga terbilang spesial.
Untuk kali pertama dihadiri Panglima Kodam VII Wirabuana dan kali kedua dihadiri Pangkoopsau Makassar. Hadir juga pejabat teras lain Sulbar, walau tak seorangpun gubernur dan ketua DPRD se-Sulawesi yang hadir, meski mereka telah diundang. (nur)
source:http://lokalnews.fajar.co.id/read/105609/29/sulbar-terpacu-kejar-ketertinggalan-
eurico September 29th, 2010, 04:46 AM Jalan-Jembatan Telan Rp 137,2 M
MAMUJU -- Anggaran peningkatan jalan dan jembatan (preservasi) sepanjang 50 kilometer di Sulbar mencapai Rp 137,2 miliar lebih. Balai Besar Jalan dan Jembatan Sulbar juga masih terus melakukan persiapan.
Kepala Preservasi Jalan dan Jembatan Sulbar, Iskandar Arsyad di Mamuju menyatakan, penganggaran itu ditargetkan rampung 2010 ini. "Penyelesaiannya masih 40 persen. Semuanya diusahakan bisa rampung 2010 ini," ujar Iskandar seusai peringatan HUT Sulbar di Hotel d'Meleo Mamuju, Rabu 22 September.
Dia menyebutkan anggaran itu selanjutnya dipecah menjadi 10 paket pengerjaan. Delapan di antaranya berupa preservasi jalan, sementara dua paket lainnya, peningkatan jembatan masing-masing Jembatan Sungai Lariang Mamuju Utara (Matra) senilai Rp 9,115 miliar lebih dan Jembatan Sungai Malabu senilai Rp 7,589 miliar lebih.
Proyek preservasi yang paling banyak menelan anggaran, paket peningkatan jalan Polewali-Majene II senilai Rp 21,870 miliar. Selanjutnya paket peningkatan jalan Topoyo-Karossa senilai Rp 16,655 miliar.
"Termasuk preservasi pelebaran jalan di Bukit Tinggi Kecamatan Malunda Majene yang masuk dalam paket peningkatan jalan km 350-BCD Mamuju senilai Rp 16,117 miliar," ungkapnya.
Terkait presentasi capaian yang baru 40 persen, diakui Iskandar. Namun bukan disengaja. Hal itu semata-mata proses tender yang terlambat. Prosesnya dimulai pertengahan tahun ini. Dia juga menyampaikan nilai kontrak Rp 137 miliar untuk sepuluh paket itu berselisih Rp 8 miliar dari daftar isian proyak anggaran (DIPA) yang disiapkan Balai Jalan dan Jembatan Sulbar sebesar Rp 145.887 miliar lebih. (nur)
source: http://lokalnews.fajar.co.id/read/105606/29/jalanjembatan-telan-rp-1372-m
bkz010019 September 30th, 2010, 11:52 PM [QUOTE=Comeliness;64024939]
Image Credit: Indotourismplace.com ( http://indotourismplace.com/west-sulawesi/sambabo-waterfall-attract-attention/ )
Gimana kalau foto ini dimasukkan ke thread Indonesia a Secret Heaven di http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=318843&page=57 dan juga di thread Nusantara : Foto-foto yang tidak berasa di Indonesia http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=764264&page=38
Mungkin foto2 Sandeq racenya juga bisa kaliii...:)
Comeliness October 1st, 2010, 03:58 PM Gimana kalau foto ini dimasukkan ke thread Indonesia a Secret Heaven di http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=318843&page=57 dan juga di thread Nusantara : Foto-foto yang tidak berasa di Indonesia http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=764264&page=38
Mungkin foto2 Sandeq racenya juga bisa kaliii...:)
^^Silahkan deh kalo bkz010019 mau masukin foto :), gw jarang maen kesitu. Utk Sandeq racenya ada tulisan2 Indo jadi mungkin nggak kena bila dimasukin ke Foto2 yg tdk berasa di Indo.
Attention:
Hari ini gw lagi google search nemu pictnya yg gede jadi jelas deh itu bukan Sambabo. :ohno::ohno:
Kalo bkz010019 udah post di thread lain tolong diedit. Sorry for the inconvenience.
Comeliness October 1st, 2010, 07:22 PM Image Credits: Eurico ( http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1032331&page=13 )
Pemandangan pulau Sulawesi dilihat dari pulau Karampuang
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs499.snc3/27248_1417737852162_1494095442_31098795_2591289_n.jpg
perahu sandeq
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs519.snc3/27248_1417737932164_1494095442_31098797_3372451_n.jpg
Pulau Karampuang dilihat dari atas kapal ferry
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs558.snc3/30529_1455048944916_1494095442_31179218_623451_n.jpg
^^Picts nya Eurico yg dari thread MMJ gw import kemari. :)
Panorama Sulbar keren yah :okay:. Alamnya bersih & asri. :yes:
Comeliness October 1st, 2010, 07:29 PM Bisnis Kereta Api lagi gencar di koran2, Sulbar kebagian jadi posting disini juga akh.:)
Selasa, 28 September 2010, 22:34 WITA |
Jalur Kereta Api akan Dibangun di Sulawesi
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh mengatakan, jalur kereta api yang menghubungkan sejumlah provinsi di Pulau Sulawesi segera dibangun. Gubernur Sulbar di Mamuju, Selasa, mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar menerima kedatangan investor dari China yang akan membangun jalur kereta api di Pulau Sulawesi.
Ia mengatakan, investor China tersebut akan membangun jalur kereta api antara Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Provinsi Gorontalo, dan Provinsi Sulawesi Utara. "Investor China tersebut membangun jalur kereta api sebagai bentuk investasi di bidang infrastruktur untuk dapat mengelola kekayaan alam daerah ini," katanya.
Ia tidak menyampaikan kapan jalur kereta api tersebut mulai dikerjakan oleh investor dari China tersebut, kecuali mengatakan, investor China tersebut telah melakukan survei di sejumlah provinsi di Sulawesi yang akan dibangun jalur kereta api.
"Belum jelas kapan pembangunan jalur kereta api di Sulawesi ini akan dilakukan serta berapa besar dana investasi yang akan dikeluarkan China, yang jelas saat ini sudah dilakukan survei," katanya.
Ia mengatakan, pembangunan jalur kereta api di Pulau Sulawesi akan dikoordinasikan dengan enam Gubernur pada 23 Oktober 2010 di Sulbar. Menurut dia, dengan dibangunnya jalur kereta api, sarana transportasi darat daerah ini semakin bertambah dalam menunjang pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. "Kami berharap dengan akan pembangunan jalur kereta api tersebut akan meningkatkan investasi dan ekonomi daerah ini," katanya.(T.KR-MFH/N002)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19785/jalur-kereta-api-akan-dibangun-di-sulawesi
eurico October 3rd, 2010, 02:25 AM Sejarah Sulbar tidak Konsisten
MAMUJU -- Pelaksanaan HUT ke-6 Sulbar, 22 September lalu masih menyisakan keganjilan bagi pejuang, sejarawan, dan pendiri provinsi tersebut. Satu di antara masalah tentang penghargaan bagi mereka yang dianggap terlibat langsung sebagai pendiri Sulbar.
Setiap peringatan HUT Sulbar yang dirangkaikan dengan pembacaan sejarah singkat pembentukan provinsi itu dinilai mengalami distorsi terhadap pelaku sejarah yang tidak baku. "Setiap pembacaan
sejarah singkat itu selalu terdengar berbeda tiap tahun. Lain yang membacakan lain pula penyampaiannya," kritik anggota DPRD Sulbar, A Ibrahim Masdar.
Ibrahim mencontohkan beberapa nama yang disebutkan terlibat dalam pembentukan Sulbar tahun sebelumnya, namun tahun ini tidak disebutkan lagi. Demikia pula sebaliknya.
Ada beberapa nama yang disebutkan berulang-ulang pembaca kilas sejarah Sulbar Dr Rahmat Hasanuddin. Sementara pendiri lain, tidak pernah disebutkan. Seorang diantara yang
disebut berulang menurut Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulbar itu, keterlibatan H Anwar Adnan Saleh yang saat ini menjabat sebagai gubernur.
"Seharusnya ada konsistensi dan kadar keterlibatabn tokoh dalam pembentukan provinsi," ungkapnya.
Dia juga menyarakan pembacaan sejarah Sulbar pada peringatan HUT mendatang dilakukan berdasarkan kajian akademis, baik melalui seminar maupun dibuatkan pokja (kelompok kerja).
Dengan demikian ada konsistensi pembacaan sejarah yang bisa dipertanggungjawabkan bagi generasi pelanjut Sulbar. Ibrahim menyatakan pejuang Sulbar tidak saja mereka terlibat dalam pendeklarasiannya, tapi juga mereka sudah puluhan tahun sebelumnya mewacanakan pembentukan hingga generasi mendatang bisa terus membangun daerahnya dengan sejarah yang benar.
"Jangan ada tokoh menonjol melebihi perannya. Padahal lainnya tidak pernah disebut," ujarnya.
Walau demikian, beberapa undangan yang memenuhi Ballroom Hotel d'Maleo Mamuju menyatakan terharu mendengar peran para tokoh yang disebutkan dalam kilas sejarah tersebut.
Hampir satu jam lamanya, Rahmat Hasanuddin mengurai kilas sejarah itu. Kemudian Ketua Panitia HUT ke-6 Sulbar, Ansar Nur Hasanuddin sebelumnya menyampaikan kilas sejarah Sulbar memang dibacakan setiap tahun. Maksudnya sebagai refleksi sejarah tentang perjuangan tokoh pendiri daerah ini. "Isinya tidak menutup kemungkinan berbeda dari tahun sebelumnya sebab terus disempurnakan," tandasnya. (nur)
source : http://lokalnews.fajar.co.id/read/105870/29/sejarah-sulbar-tidak-konsisten
eurico October 3rd, 2010, 02:55 AM Rp 137 M untuk Perbaikan Jalan 50 Km
Jumat, 24 September 2010 | 06:58 WITA
Mamuju, Tribun - Sebanyak Rp 137 miliar dana dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk meningkatkan kualitas jalan atau perbaikan jalan di Sulbar sepanjang 50 kilometer (KM) yang terbagi dalam 10 paket pekerjaan jalan.
Jalanan yang diperbaiki ini tentu saja yang berada di areal jalan nasional yaitu jalan poros yang menghubungkan tiga provinsi yaitu Sulsel, Sulbar, dan Sulawesi Tengah.
Paket pekerjaan jalan ini dimulai dari perbatasan Sulsel-Sulbar di daerah Polman dan diakhiri di perbatasan Mamuju-Mamuju Utara (Matra).
Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI Makassar yang menjadi penanggungjawab pada pengerjaan jalan ini. Balai besar ini berada di bawah koordinasi Dirjen Bina Marga, Kementerian PU.
Kepala SNVT Preservasi Jalan dan Jembatan Sulbar, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VI, Iskandar Arsyad, di Mamuju, Rabu (22/9), mengatakan, ke-10 paket ini harus selesai pada tahun ini juga karena kontrak kerjanya seperti itu.
"Sekarang selesai sekitar 45 persen. Pekerjaan ini akan digenjot hingga selesai paling lambat bulan Desember dan sudah tuntas dengan aspal hot mix. Sekarang baru selesai 45 persen karena pekerjaan baru dimulai pada bulan Mei. Tapi, kami yakin akan selesai tahun ini," jelas Iskandar.
Anggaran sebesar Rp 137,227 miliar tersebut merupakan nilai kontrak sesuai dengan tender yang dimenangkan oleh kontraktor pada tiap paket. Sedangkan nilai dipa sebesar Rp 145,887 miliar.
Jadi, kata Iskandar, ada penghematan uang negara sebesar Rp 8 miliar. "Selisih antara dipa dengan nilai kontrak cukup besar yaitu Rp 8 miliar," ujarnya.
Pengerjaan jalan ini termasuk perbaikan dua jembatan di Mamuju Utara yaitu Jembatan Malabu dan Jembatan Lariang dengan nilai kontrak masing-masing Rp 7,589 miliar dan Rp 9,115 miliar.
Nilai kontrak tertinggi pada pengerjaan jalan adalah pada paket peningkatan jalan Polewali-Majene II sebesar Rp 21,870 miliar. Sedangkan nilai kontrak terkecil adalah pada paket batas Sulsel-Polewali I sebesar Rp 10,463 miliar. Rata-rata panjang jalan yang dikerjakan tersebut berkisar lima hingga 10 KM.(rus)
Minimalisir Kecelakaan di Malunda
PROYEK jalan nasional yang dikerjakan tahun ini termasuk perbaikan jalan di daerah Bukit Tinggi, Malunda, Majene, yang selama ini sering memakan korban.
Di daerah ini terdapat tikungan tajam dan jalannya pun sempit, makanya biasanya ada kendaraan yang jatuh turun ke jurang utamanya kendaraan besar seperti bus dan truk.
Proyek peningkatan jalan di daerah ini dinamakan paket KM 350-BCD Mamuju dengan nilai proyek sebesar Rp 16,117.
"Di daerah Bukit Tinggi itu harus dilakukan pengikisan bukit. Hingga saat ini, pengikisan bukitnya sudah mencapai 90 persen. Paket untuk daerah ini mulai dari Tubo hingga ke Bukit Tinggi dengan panjang sekitar 6 KM," jelas Iskandar.
Iskandar menambahkan, mudah-mudahan dengan adanya pelebaran jalan di Bukit Tinggi ini bisa meminimalisir kecelakaan yang terjadi di daerah ini.(rus)
Paket Peningkatan Jalan Tahun 2010:
1. Batas Sulsel-Polewali I; Rp 10,463 miliar
2. Batas Sulsel-Polewali II; Rp 16,565 miliar
3. Polewali-Majene I; Rp 14,477 miliar
4. Polewali-Majene II; Rp 21,870 miliar
5. Majene-KM 350; Rp 13,658 miliar
6. KM 350-BCD Mamuju; Rp 16,117 miliar
7. Barakang-Topoyo; Rp 10,715 miliar
8. Topoyo-Karossa; Rp 16,655 miliar
9. Jembatan Sungai Malabu; Rp 7,589 miliar
10.Jembatan Sungai Lariang; Rp 9,115 miliar
Total; Rp 137,227 miliar
source : http://www.tribun-timur.com/read/artikel/129361/Rp_137_M_untuk_Perbaikan_Jalan_50_Km
Comeliness October 5th, 2010, 10:25 PM http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1032331&page=6
Dermaga pantai sumur jodoh
http://hphotos-snc1.fbcdn.net/hs205.snc1/7233_1221541027364_1494095442_30620831_4898747_n.jpg
http://hphotos-snc1.fbcdn.net/hs205.snc1/7233_1221541067365_1494095442_30620832_944841_n.jpg
Pantainya berpasir putih
http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs225.snc1/7233_1221543507426_1494095442_30620843_430857_n.jpg
http://hphotos-snc1.fbcdn.net/hs205.snc1/7233_1221543547427_1494095442_30620844_5608314_n.jpg
Comeliness October 5th, 2010, 10:32 PM Jumat, 01 Oktober 2010, 22:33 WITA |
Pemprov Anggarkan Rp2 Miliar Bangun Rektorat Unsulbar
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menganggarkan dana sekitar Rp2 miliar dalam APBD Perubahan 2010 untuk membangun gedung rektorat Universitas Sulbar di Kabupaten Majene.
Anggota DPRD Provinsi Sulbar Kalvin Kalambo di Mamuju, Jumat, mengatakan, anggaran tersebut harus digunakan sebaik-baiknya dan tepat sasaran agar realisasi pembangunan Unsulbar dapat diwujudkan secepatnya dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di wilayah ini.
Sebelumnya Gubernur Sulawesi Barat Adnan Anwar Saleh mengatakan, pembangunan Unsulbar akan dilakukan secara bertahap mulai 2011 hingga 2030 dengan menyiapkan lahan 100 hektare untuk kampus terbesar di Sulbar itu.
Ia mengatakan, Unsulbar akan dibangun dengan 10 fakultas ditambah satu program pascasarjana, dengan jumlah mahasiswa yang akan kuliah sekitar 25 ribu orang, sementara tenaga dosennya sekitar 1.250 orang, dan staf administrasi 625 orang.
Adnan mengatakan, pembangunan Unsulbar akan membutuhkan biaya sekitar Rp350 miliar dan membutuhkan waktu hingga 10 tahun yang akan datang.
"Pemerintah membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk membangun Unsulbar dengan mengandalkan bantuan dari APBD dari lima kabupaten di Sulbar sebab APBD Provinsi Sulbar tidak mampu membiayai kebutuhan anggaran untuk Unsulbar tersebut," katanya. (T.KR-MFH/N002)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19909/pemprov-anggarkan-rp2-miliar-bangun-rektorat-unsulbar
Comeliness October 5th, 2010, 10:40 PM Jumat, 01 Oktober 2010, 05:52 WITA |
Pemerintah Sulbar Diminta Tanam Saham Migas
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, diminta menanamkan saham pada sejumlah perusahaan minyak dan gas (Migas) yang melakukan investasi di sejumlah blok migas yang ada di Sulbar. Anggota DPRD Sulbar, Arman Salimin di Mamuju, Kamis, mengatakan, pemerintah hendaknya menanamkan saham pada sejumlah perusahaan migas yang melakukan investasi migas di Sulbar.
Ia mengatakan, besarnya saham yang seharusnya ditanamkan pemerintah pada sejumlah perusahaan migas di Sulbar yang telah melakukan eksplorasi sekitar 10 persen, agar masyarakat daerah ini dapat menikmati dampak dari investasi tersebut.
"Pemerintah di Sulbar sebaiknya tidak hanya mengandalkan pajak bagi hasil pada sejumlah perusahaan migas yang melakukan investasi di Sulbar, ketika perusahaan tersebut telah berhasil, tetapi juga harus menanamkan sahamnya," kata Legislator PAN Sulbar ini. Karena, lanjutnya, jika pemerintah menanamkan saham di perusahaan yang mengelola migas di Sulbar maka keuntungan yang didapatkan jauh lebih besar dibandingkan dengan hanya mengandalkan pajak bagi hasil.
"Pemerintah harus cerdas, jangan hanya mau pajak bagi hasil tetapi harus ada saham yang ditanamkan agar keuntungan yang didapat daerah ini juga besar, perusahaan migas telah mengambil kekayaan alam kita yang begitu berharga jadi wajar kalau daerah ini juga ikut menanam saham," katanya.
Menurut dia, seharusnya pemerintah secepatnya menanam saham sebelum perusahaan migas di Sulbar berhasil melakukan investasi dan melakukan ekploitasi migas di Sulbar. Ia mengatakan, sejumlah perusahaan Migas seperti PT Exxon Mobile telah melakukan pengeboran minyak di lepas pantai Sulbar perusahaan asing itu telah melakukan pengeboran minyak di dua blok Migas di Perairan Sulawesi antara lain di blok Migas Surumana Mamuju Utara (Matra) seluas 5.339,62 meter persegi.
Selain itu, di blok Mandar yang terletak di wilayah Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman seluas 4.196,25 meter persegi. Perusahaan Migas lainnya di Sulbar yang melakukan ekplorasi Migas yakni, PT Marathon di blok Migas Pasangkayu Matra dengan luas ekplorasi sekitar 4.707,63, meter persegi kemudian PT Conoco Philips di blok Kuma Matra dengan luas sekitar 5.806,10 meter persegi.
Selain itu PT Pearl Oil yang melakukan ekplorasi blok Karama di wilayah Majene denga luas sekitar 5.396,8 meter persegi kemdian PT Tateli NV yang akan mengolah migas di blok Budong-Budong Mamuju dengan luas sekitar 5.494,51 meter persegi dan Kemudian PT Star Oil di blok Karama di Kabupaten Donggala dengan luas 4.287,37 meter persegi. Selain itu, PT eksplorasion yang akan melakukan survey Migas di dua blok Migas yakni Malunda, Kecamatan Majene seluas 5.000 meter persegi dan di blok Mandar Kabupaten Polman seluas, 3.808 meter persegi. (T.KR-MFH/F003)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19894/pemerintah-sulbar-diminta-tanam-saham-migas
Comeliness October 7th, 2010, 12:00 AM By Marthen Edy (http://www.panoramio.com/photo/51154801)
http://i51.tinypic.com/30hy9w2.jpg
Batas Kab Donggala-Matra (Pasangkayu).
By Marthen Edy (http://www.panoramio.com/photo/51157476)
http://i51.tinypic.com/2637j3s.jpg
Jalan poros Donggala-Pasangkayu_Tebing-Pantai-9
Comeliness October 7th, 2010, 12:06 AM Sabtu, 02 Oktober 2010, 22:39 WITA |
DPRD Desak Pemprov Tuntaskan RTRW di Kemenhut
Mamuju (ANTARA News) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Barat (Sulbar), mendesak kepada Pemprov Sulbar, untuk segera menuntaskan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang saat ini masih ada di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) di Jakarta. Hal ini dikatakan sekretaris Fraksi Perubahan DPRD Sulbar, Amran HB, S.Ag.M.pd di Mamuju, Sabtu.
Menurutnya, Pemprov harus segera menyelesaikan masalah RTRW yang hingga saat ini belum diturunkan oleh Kemehut, sehingga masalah ini jelas menggangu rencana pembangunan yang akan dilaksanakan di daerah ini. "Masalah RTRW tidak boleh diseplekan dan sangat mendesak guna menghindari tumpang tindihnya kawasan hutan yang akan dikelola untuk mendukung pelaksanaan pembangunan di berbagai bidang," ungkapnya.
Sehingga kata dia, dewan meminta Pemprov Sulbar tidak hanya menunggu bola, namun harus segera menjemput bola di Kemenhut untuk mengetahui sejauh mana perkembangan dan apa yang akan dilakukan untuk mempercepat rampungnya penyusunan RTRW yang masih berada di Kemenhut itu. Ia menuturkan, potensi alam yang ada Sulbar yang berada di kawasan hutan ini harus dapat diperjelas tentang kawasan hutan yang boleh digarap dan yang mana masuk dalam kawasan hutan lindung.
"Belum adanya RTRW ini jelas akan berpengaruh pada kegiatan-kegiatan pemerintah dalam melaksanakan roda pembangunan di daerah. Olehnya, penyusunan RTRW tidak boleh disepelekan dan harus diselesaikan secepatnya," ungkap dia. Ia khawatir, tidak tuntasnya penyusunan RTRW akan menimbulkan masalah dengan hutan khususnya masalah alih fungsi hutan menjadi areal perkebunan maupun wilayah pengelolaan pertambangan.
Amran mengemukakan, tidak selesainya penyusunan RTRW ini karena tumpang tindihnya penyusunan RTRW akibat adanya penafsiran berbeda terhadap PP 10/2010 tentang Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan dengan PP 24/2010 tentang Penggunaan Kawasan Hutan.
Menurut dia, rancangan peraturan RTRW provinsi dapat ditetapkan bila peruntukan ruang wilayah tersebut secara keseluruhan telah disepakati dan disetujui sebelumnya. "Jika belum disepakati, maka ketentuan sebelumnya masih bisa diberlakukan. Selanjutnya diintegrasikan ke dalam RTRW provinsi yang baru kemudian ditetapkan," katanya.
Ia menambahkan, hingga kini baru 10 provinsi baru menyelesaikan draft RTRW dan 16 provinsi lainnya belum menyelesaikan. Dari 16 provinsi yang belum menyelesaikan antara lain Riau, NAD, Sulut, DKI Jakarta, NTT, Jateng, Jatim dan Sulbar. "Perencanaan tata ruang itu sangat penting karena terkait dengan perencanaan pembangunan nasional dan rencana pembangunan di daerah," katanya. (T.KR-ACO/S006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/19960/dprd-desak-pemprov-tuntaskan-rtrw-di-kemenhut
Comeliness October 7th, 2010, 12:19 AM Rabu, 06 Oktober 2010, 16:17 WITA |
DKP Bangun Pelabuhan Nusantara di Balak-Balakang
Mamuju (ANTARA News) - Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Barat berencana membangun pelabuhan nusantara di kepulauan Balak-Balakang untuk menunjang perekonomian di wilayah itu. Kepala Dinas SKP Sulbar Ir Haruna Hamal di Mamuju, Rabu, mengatakan, selama ini mayoritas penduduk di gugusan Pulau Balak-Balakang lebih memilih melakukan berbagai aktivitas ke Kabupaten Pasir, Kalimantan Timur (Kaltim), walaupun secara yudiris daerah itu masuk dalam wilayah Sulbar.
"Aktivitas perekonomian bagi masyarakat yang mendiami pulau Balak-Balakang memilih ke Kabupaten Pasir karena lebih dekat dari pada ke Mamuju sehingga kami berencana membangun pelabuhan nusantara di daerah itu untuk memperlancar ekonomi di wilayah perbatasan Sulbar dan Kaltim ini," kata dia.
Ia mengatakan, pilihan para penduduk itu disebabkan oleh jauhnya letak gugusan itu dengan Mamuju, ibu kota Sulbar yang diperkirakan mencapai 40 mil lebih, sedangkan jarak Balak-Balakang ke Kabupaten Pasir hanya sekitar 20 mil.
Haruna Hamal menuturkan, dengan dibangunnya pelabuhan nusantara, secara otomatis potensi kekayaan laut yang melimpah di kepulauan itu akan tertangani secara optimal. "Potensi kekayaan laut yang digarap oleh masyarakat kepulauan akan difasilitasi dengan maksimal oleh Pemprov Sulbar dalam mendukung penambahan pendapatan daerah," jelasnya.
Selama ini, kata dia, masyarakat pulau Balabak-Balakang sering berdagang secara ilegal dengan negara lain khususnya perdagangan lobster. Dia mengakui bahwa selama ini kondisi infrastruktur Sulbar di gugusan itu sangat lemah akibat kurangnya jalur penghubung melalui laut.
"Ini memang menjadi perhatian khusus karena masalahnya sudah sangat lama. Karena itu pemerintah Sulbar akan membangun pelabuhan perikanan nusantara di salah satu pulau pada gugusan Pulau Balak-Balakang, sebagai pelabuhan kelas II nasional. Ini penting untuk mengakomodasi hasil tangkapan ikan yang selama ini lebih banyak dipasarkan ke provinsi tetangga bahkan negara lain," tutur Haruna.
Dikatakannya, pelabuhan tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas pengolahan sehingga tidak hanya mampu memasarkan ikan hasil tangkapan, tetapi juga ikan olahan. "Potensi perikanan di wilayah perairan Sulbar sangat tinggi. Disini banyak ikan besar seperti tongkol, tuna, dan cakalang. Jika diukur, hasilnya bisa mencapai 687 ribu ton per tahun dan yang dikelola baru 69 ribu ton per tahun," katanya. (T.KR-ACO/N002)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20088/dkp-bangun-pelabuhan-nusantara-di-balak-balakang
Comeliness October 7th, 2010, 02:43 AM Image Source: Oke Banget. Com (http://okebangetnet.files.wordpress.com/2009/12/ikanterbang.jpg?w=450&h=310 )
http://okebangetnet.files.wordpress.com/2009/12/ikanterbang.jpg?w=450&h=310
Ikan terbang asap adalah masakan tradisionil di Sulbar.
Image Source: BPS Sulbar (http://sulbar.bps.go.id/?link=berita_foto&id=13)
http://sulbar.bps.go.id/foto/manakara_beach.jpg
Pantai Manakarra.
anja sadiqa October 7th, 2010, 04:05 AM sulawesi barat punya kantor gubernur yang keren ngak ?
Comeliness October 10th, 2010, 05:07 PM sulawesi barat punya kantor gubernur yang keren ngak ?
^^Kantor Gubernur Sulbar masih dlm pembangunan. :)
Kalo mau lihat gambarnya ada di thread Mamuju (ibu kota Sulbar).
Ini linknya http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1122901&page=4
eurico October 11th, 2010, 02:50 AM Gubernur Ingatkan Suhardi Tidak Over
http://www.fajar.co.id/photohead/12865422018-10-1-Lantik%20Bupati%20Mamuju.jpg
MENDOAKAN MAMUJU: Wagub, Amri Sanusi dan Ketua DPRD Sulbar bersama Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Pangdam VII Wirabuana, Mayjend TNI Amril Amir, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Drs Johny Waenal Usman, dan Brigjen TNI (MAR) Chaidir Patonnory serta perwakilan Pangkoopsau dalam pelantikan bupati Mamuju di lapangan merdeka, Jumat 8 Oktober. (Foto NASRUN NUR/FAJAR)
MAMUJU -- Pembentukan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) menjadi perhatian khusus Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh dalam pelantikan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mamuju, H Suhardi Duka-Bustamin Bausat (SDK-Bisa) periode 2010-2015 di Lapangan Merdeka Mamuju, Jumat 8 Oktober. Dengan luas wilayah yang hampir mencakup seperdua wilayah Sulbar, Mamuju dianggap sangat memungkinkan dimekarkan, paling tidak hingga tiga kabupaten.
Di antaranya pembentukan Kabupaten Mateng dan Kota Mamuju. "Saya titipkan pada bupati terpilih upaya pembentukan Mateng. Hal itu menjadi penantian seluruh masyarakat Mateng," ujarnya.
Dalam masa kampanye lalu, pasangan SDK-Bisa telah menjanjikan upaya pembantukan Mateng, terutama bagi masyarakat di Kecamatan Tobadak sebagai salah satu bagian wilayah Mateng.
Pada kesempatan itu, Anwar juga berharap dalam kepemimpinan pasangan bupati dan wakil bupati kali ini bisa lebih sejahterakan masyarakat Mamuju yang terus meningkat. Apalagi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang mencapai predikat tertinggi nasional dengan angka 15,09 persen. Anwar mengklaim tingkat pertumbuhan kendaraan bermotor di Sulbar, khususnya Mamuju cukup signifikan yakni mencapai 2.000 persen dibanding sebelum Sulbar terbentuk.
Pimpinan sidang paripurna pelantikan Bupati-Wakil Bupati Mamuju, H Sugianto meminta bupati terpilih bisa memaknai sumpah jabatan yang telah diikrarkan. Di antaranya dengan melakukan
penjabaran menyeluruh terkait kekompakan pemerintahan bersama seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Muaranya pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, peningkatan gaji aparat desa, kelurahan, dan perhatian nasib para pegawai tidak tetap (PTT) serta PNS lingkup Pemkab Mamuju.
Yang paling disorot Sugianto yang juga Ketua DPRD Mamuju itu tentang penempatan pejabat eselon
II dan PNS seusai pelaksanaan pemilukada lalu. Dia meminta kebijakan tersebut dikaji ulang dan tidak over akting. "Dosa politik yang tidak terlalu besar dilakukan para PTT dan PNS, segera disaring secara jernih. Bagaimanapun saya sampaikan ini sebagai aspirasi rakyat," ujar Sugianto yang disambut aplaus sekira 5.000-an undangan pelantikan yang sebagian, CPNS dan PNS Pemkab Mamuju.
Secara khusus Sugianto menyampaikan apresiasi bagi PNS yang saat ini ditempatkan di wilayah terluar Mamuju, Pulau Bala-Balakang dan Pegunungan Sandapan di Kecamatan Kalumpang yang jaraknya hampir 200 kilometer dari kota Mamuju. Dia juga meminta tidak ada lagi upaya
lapor-melapor antarPNS di Mamuju yang menyebabkan sistem penempatan tidak berjalan optimal sesuai kredibilitas dan kapabilitasnya.
"Upaya lapor-melapor segera dihentikan. Sikap itu bisa memecah belah. Yang melapor belum tentu lebih baik dari yang dilaporkan," tegas Sugianto yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Mamuju. (nur)
source: http://lokalnews.fajar.co.id/read/106946/29/-gubernur-ingatkan-suhardi-tidak-over
eurico October 11th, 2010, 02:52 AM Tiga Paket Jalan-Jembatan Rp 28 M
MAMUJU -- Kesulitan transportasi darat masih dikeluhkan sebagai salah satu ketertinggalan Sulbar. Selain itu, seringnya terjadi longsor dan memutus jalan utama juga menjadi salah satu pemicu.
Dalam kurun satu tahun terakhir saja, tercatat puluhan kali longsor dan jembatan putus hingga menyebabkan daerah terisolasi. Seperti longsor di daerah Messawa Kabupaten Mamasa atau Jembatan Deking putus di Majene dan lainnya.
Terakhir, jembatan Salugatta di kilometer 10 Kecamatan Budong-budong Mamuju yang ambles serta longsor. Kepala Balai Pembangunan Jalan dan Jembatan Sulbar, Romul Parawesi menyatakan menargetkan setidaknya tiga pengerjaan jalan dan jembatan di Sulbar bisa rampung, paling tidak sampai Maret 2011.
Perbaikan jalan juga di Jembatan Deking, pembangunan jembatan Salugatta, dan pembenahan jalan akibat
longsoran di perkampungan Makassar Mamuju. Proses ketiga paket proyek itu menurut dia, dalam proses tender. Bahkan sisa menentukan pemenang di Jakarta. "Tahapan tendernya sudah dilalui. Sisa menunggu pemenang yang ditentukan di Jakarta," ujar Romul di Mamuju, Kamis 7 Oktober.
Jika prosesnya berjalan sesuai jadwal, November mendatang, ketiga pengerjaan itu sudah bisa dimulai. Khusus jembatan yang ambles di kilometer 10 Kecamatan Budong-budong Kabupaten Mamuju menurut dia, pengerjaannya tidak berlangsung lama.
Hanya membangun box calver. Saat ini warga sekitar menyambung jembatan dengan batang pohon kelapa dan menarik retribusi dari kendaraan yang lewat. Untuk ketiga pengerjaan itu, Balai Jalan dan Jembatan mendapat anggaran Rp 28 miliar dalam bentuk loan atau pinjaman luar negera. (nur)
source: http://lokalnews.fajar.co.id/read/106841/29/tiga-paket-jalanjembatan-rp-28-m
Comeliness October 12th, 2010, 03:26 PM Image Credits: Kementerian Kelautan & Perikanan RI (http://www.dkp.go.id/archives/c/2/3115/pemda-kabupaten-mamuju-bersama-bppp-aertembaga-latih-sdm-di-bidang-budidaya-rumput-laut/)
http://www.dkp.go.id/upload/4_3.JPG
Pantai di Mamuju
http://www.dkp.go.id/upload/3_3.JPG
Budidaya rumput laut di Mamuju.
Comeliness October 13th, 2010, 12:53 AM ^^@bkz010019, Kalo pernah post pict air terjun Sambabo di thread2 lain tolong di delete.
Utk jelasnya ttg ini ada di postingan sebelumnya di pg 2 #40 yg gw edited. Thanks. :)
bkz010019 October 13th, 2010, 02:25 AM ^^@bkz010019, Kalo pernah post pict air terjun Sambabo di thread2 lain tolong di delete.
Utk jelasnya ttg ini ada di postingan sebelumnya di pg 2 #40 yg gw edited. Thanks. :)
OK bro... Done.....:)
Comeliness October 13th, 2010, 07:25 PM Sabtu, 09 Oktober 2010, 06:29 WITA |
Gubernur Sulsel Bangga dengan Sulbar
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Syahrul Yasim Limpo merasa bangga melihat perkembangan pembangunan yang mulai tumbuh begitu pesat di Sulawesi Barat. "Saya bangga melihat Sulbar yang banyak mengalami perubahan, khususnya pembangunan infrastruktur yang banyak mengalami kemajuan," kata Gubernur Syahrul Yasim Limpo, usai menghadiri acara pelantikan Bupati Mamuju, Suhardi Duka-Bustamin Bausat yang dilaksanakan di lapangan Merdeka, Mamuju, Jumat.
Menurutnya, capaian pembangunan di Sulbar ini dapat lebih maju dan berkembang karena sentuhan tangan dingin seorang Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, yang sangat serius membangun kampung halamannya. "Masyarakat Sulbar tidak rugi memiliki gubernur seperti sosok Anwar Adnan Saleh. Terbukti, berbagai kemajuan telah dicapai sejak daerah ini resmi menjadi provinsi baru," ungkap dia, selaku kepala pemerintahan di Sulsel, kata Syahrul, tentu sangat bangga menyaksikan berbagai kemajuan yang telah dicapai sejak daerah ini memisahkan dari induknya yakni provinsi Sulawesi Selatan.
Meski telah berpisah, kata dia, namun Sulbar tetap bagian yang tak dapat dipisahkan dari induknya. "Pelaksanaan roda pemerintahan memang sudah dilaksanakan oleh masing-masing gubernur. Namun secara emosional antara Sulsel dan Sulbar ibaratnya saudara kandung yang tak mungkin bisa diceraikan begitu saja.
Hal senada dikatakan Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, mengatakan, provinsi Sulsel dan Sulbar adalah bagian yang tak mungkin bisa dipisahkan. "Hubungan Sulbar dan Sulsel secara emosional akan tetap terjalin dengan baik layaknya pasangan suami istri yang saling membutuhkan," kata dia.
Meski Sulbar telah berdiri sebagai provinsi otonom baru sejak tahun 2004 silam, namun, Sulbar tetap memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi di Sulsel. "Pak Syahrul boleh mencatat berapa jumlah uang dari Sulbar yang dibelanjakan di Makassar setiap akhir pekan. Masyarakat Sulbar masih mengandalkan Sulsel sebagai tempat terakhir untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tanpa tergantung dengan daerah lain," papar Anwar.
Makanya kata dia, hubungan Sulbar dan Sulsel tetap terjalin harmonis untuk membantu Sulbar selaku adik bungsu dari Sulsel. "Komunikasi dengan pemerintah Sulsel tetap terjalin dengan baik untuk mendukung pelaksanaan pembangunan di provinsi terbungsu ini," ujar Anwar. (T.KR-ACO/F003)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20200/gubernur-sulsel-bangga-dengan-sulbar
Comeliness October 13th, 2010, 07:36 PM RABU, 13 OKTOBER 2010 | 12:06 WITA |
Kerusakan Hutan di Polman dan Majene Parah
Mamuju -- Kondisi hutan di wilayah Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, sudah banyak yang rusak. Demikian diungkap Deputi Bidang Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Stasiun Pare-Pare, Nurhidayat saat berada di Mamuju, Selasa kemarin.
"Berdasarkan data satelit Lapan Stasiun Pare-Pare, kerusakan hutan di Polman dan Majene terus terjadi. Ini sudah berlangsung kurun delapan tahun terakhir," katanya. Data kerusakan hutan tersebut, diterima Lapan Stasiun Pare-Pare, Sulsel dari satelit yang dimiliki sekitar 600 kilometer di atas udara melalui sistem penginderaan jauh. Sebutnya, kerusakan hutan di Polman meningkat 4.000 hektare dari 43.000 hektare 2002 menjadi sekitar 47.000 hektare pada 2010 ini.
Di Majene, sambungnya, juga meningkat sekitar 3.000 hektare yakni sekitar 38.000 hektare di 2002 menjadi sekitar 41.000 hektare di tahun 2010.
"Kerusakan hutan ini jangan dibiarkan bertambah parah. Jangan sampai tidak ditanggulangi, dan ini harus mendapat perhatian serius pemerintah karena dapat berdampak bencana," imbuhnya.
Kerusakan hutan tersebut, diungkap Asisten I Pemprov Sulbar, Aksan Jalaluddin disebabkan pembalakan liar oleh perusahaan pemegang Hak Pengelolaan Hutan (HPH). (sms-int)
Source: http://metronews.fajar.co.id/read/107285/10/kerusakan-hutan-di-polman-dan-majene-parah
Comeliness October 13th, 2010, 07:54 PM Pantai Dato, Majene
Image Credits: Pemkab Majene (http://www.majenekab.go.id/home1.php?isi=detailwisata&&id=001)
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0015.jpg
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0011.jpg
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0014.jpg
Comeliness October 13th, 2010, 08:22 PM Minggu, 04 Juli 2010
Kesempurnaan yang Belum Disentuh
Dari pasir putih hingga air terjun eksotis.
http://www.koran-jakarta.com/gambarberita/2010-07-04/Minggu/Musik%20&%20Film/GambarBeritaKoranJakarta20100703175032.jpg
Dari pasir putih hingga air terjun eksotis. Sulbar ibarat bayi yang baru lahir dengan bentuk tubuh yang nyaris sempurna. Keelokan alamnya lengkap mulai dari pantai, sawah, hutan primer, ratusan air terjun, sampai pegunungan. Sayangnya, kesempurnaan itu belum digarap serius.
Mutiara terpendam itu sepertinya masih teronggok di lumpur, belum berkilau. Masa depan Sulbar jelas sangat tergantung dari keseriusan masyarakat di sana menggarap potensi tersebut. Berikut ini hanya sebagian dari keelokan alam Sulbar yang berlimpah ruah.
Di musim liburan sekarang ini, cobalah sekali waktu ke Pantai Palippis dan Labuang yang terletak di jalan poros Sulbar. Atau tepatnya, di Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, sekitar 20 km dari pusat kota. Nikmati hamparan pasir putih memanjang yang dilengkapi dengan perbukitan batu karang dan gua alam di sepanjang pantai.
Di Pantai Labuang yang menyambung dengan Palippis, Anda dapat melihat keindahan ngarai dan tebing karang pinggir pantai sepanjang tiga kilometer. Pilihan lain bisa juga ke pemandian air panas Limboro yang berada di Desa Tallu Banua, Kecamatan Sendana sekitar 46 km dari pusat kota Majene. Air panas alami bersumber dari pegunungan Limboro ini, konon dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit. Udaranya sejuk.
Lagi pula pemandangannya juga elok dibalut permadani hijau perkebun an kakao dan kemiri. Atau kalau Anda sedang berada di Mamasa, mampirlah ke pemandian air panas Kole Rambusaratu yang berjarak hanya 2,5 km. Usai dari situ, Anda dapat berpetualang melewati kampung-kampung adat Kole, Ton dokbakaru, dan Tusan. Tampak rumah-rumah adat dan lumbung padinya yang unik.
Masih di wilayah Mamasa, tepatnya di Kecamatan Bambang, Anda juga bisa melancong ke air terjun Sambabo yang berketinggian 300 meter dengan tiga tingkatan tebing. Konon menurut kisah penduduk, air terjun ini dijaga oleh seekor burung raksasa yang menghuni gua batu di belakang tebing air terjun. Burung ini hanya keluar dan mengembara jauh berkeliling hingga ke Teluk Mandar sekali dalam setahun.
Bagi yang mau berkemah, silakan ke air terjun Liawan yang masih diselimuti panorama hutan yang menakjubkan serta dibalut dengan udara yang sejuk dan segar. Lokasi berkemah hanya berjarak satu kilometer dari kota Sumarorong, Kabupaten Mamasa. Kalau Anda punya hobi mendaki gunung, cobalah ke puncak Mussa Ballapeu di Kabupaten Mamasa yang telah tersohor hingga ke penjuru dunia.
Panorama alam di ketinggian 1.600 m dpl itu sangat indah dan menawan. Sebelumnya, silakan berpetua lang menjelajahi desa wisata Ballapeu. Ya, di situlah terdapat sebuah perkampungan tradisional terpanjang di Mamasa dengan deretan rumah-rumah adat yang unik. Di sana terdapat juga pusat tenun tradisional Mamasa yang siap menjadi cinderamata. Bukan hanya itu. Wisata Argo Kunyi yang terletak di Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar juga layak dikunjungi.
Di kawasan agrowisata itu, tumbuh subur pohon langsat, durian, rambutan, dan kopi. Selain itu, juga tersedia air terjun setinggi 30 m dengan air yang jernih, bersih, dan sejuk. Di puncak tebing air terjun itulah wisatawan dapat merekam denyut kota Polewali. B Siswo
Source: http://www.koran-jakarta.com/berita-detail.php?id=56394
Comeliness October 14th, 2010, 01:47 AM OK bro... Done.....:)
Thanks, tapi pict utk quote di pg 2 #39 masih bercokol tuh di thread ini. :D
Pict utk quote di postingan #39 tolong di delete juga yah, tapi komen nya biarin aja. Thanks again.
bkz010019 October 14th, 2010, 01:53 AM Thanks, tapi pict utk quote di pg 2 #39 masih bercokol tuh di thread ini. :D
Pict utk quote di postingan #39 tolong di delete juga yah, tapi komen nya biarin aja. Thanks again.
Ho ...ho .. ho... iya lupa....:)
Nah barusan aja sy delete tuh fotonya....
Padahal foto itu juga dimuat di beberapa surat kabar nasional kita juga...
Andai saja ada foto aslinya....
Comeliness October 14th, 2010, 04:17 AM Ho ...ho .. ho... iya lupa....:)
Nah barusan aja sy delete tuh fotonya....
Thanks ya. :yes:
Andai saja ada foto aslinya....
Iya artikelnya ada di-mana2 tapi tanpa foto aslinya. :lol:
Comeliness October 14th, 2010, 06:45 PM Rabu, 13 Oktober 2010, 15:03 WITA |
Sulbar Protes Kaltim Klaim Pulau Lere-Lere
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, protes pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, karena mengklaim Pulau Lere-Lere yang menyimpan potensi migas masuk dalam wilayah Kabupaten Paser.
Kepala Biro Pemerintahan Sekretaris Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Drs. Khaeruddin Anas di Mamuju, Rabu, mengatakan, pihaknya protes atas klaim pemerintah kabupaten Paser sebagai wilayah pemerintahan mereka karena secara administratif kepulauan Lere-Lere masuk dalam wilayah terotorial Sulbar sekitar 46 kilometer dari wilayah Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.
"Kepulauan Lere-Lere lebih dekat ke wilayah Kecamatan Sendana yang hanya sekitar 46 kilometer yang umumnya dihuni oleh suku Mandar, sedangkan jarak dari pulau Lere-Lere ke Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim) sekitar 184 kilometer," jelasnya.
Menurutnya, secara tidak langsung pemerintah Kaltim telah merebut pulau Lere-Lere sebagai wilayah pemerintahannya karena telah menjadikan daerah kepulauan itu masuk dalam peta wilayah blok Sebulu yang akan dijadikan tambang migas oleh pemprov Kaltim. Sehingga kata dia, pemprov Sulbar segera menfasilitasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk dilakukan pertemuan dengan pihak pemprov Kaltim guna membahas masalah batas wilayah.
Gugusan pulau Lere-Lere selama ini kata dia, telah dihuni oleh pelaut-pelaut suku Mandar yang telah menetap sejak beberapa tahun silam. Namun, karena menyimpan potensi migas, pemerintah Kaltim secara tidak sadar menjadikan daerah ini sebagai wilayah pemerintahan mereka.
"Pemkab Paser sudah jelas-jelas mengklaim pulau Lere-Lere sebagai wilayah pemerintahan mereka karena telah melakukan sosialisasi analisis dampak lingkungan (Amdal) pengelolaan migas ke masyarakat yang mendiami pulau Lere-Lere," ungkapnya.
Khaeruddin menuturkan, sebelum masalah ini dibawa ke Kemendagri, pemprov Sulbar telah melengkapi data-data seperti peta historis (peta laut) dan beberapa data-data pendukung lainnya. Sebelumnya, Asisten I pemprov Sulbar, Aksan Jalaluddin, mengakui, sebanyak 30 pulau di perairan Sulbar yang diklaim masuk dalam wilayah teritorial Provinsi Sulbar juga terancam lepas.
Ia mengatakan pulau yang ditetapkan dalam wilayah administrasi perairan Provinsi Sulbar itu sebagian sudah berpenghuni, dan lainnya tidak berpenghuni. "Pulau tersebut terancam lepas jika tidak segera diantisipasi Pemerintah Provinsi Sulbar dengan menetapkan batas koordinatnya yang masuk dalam wilayah teritorial provinsi itu," katanya.
Menurut dia, 30 pulau yang posisinya berada di perbatasan antara perairan Sulbar dan wilayah Kaltim itu selalu diklaim milik provinsi tersebut. "Karena letaknya di perbatasan antara Sulbar dan Kaltim, maka 30 pulau tersebut selalu diincar oleh Provinsi Kaltim untuk merebutnya dari Sulbar padahal sangat jelas masih dalam wilayah Sulbar,"katanya.
Oleh karena itu, ia meminta ke Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang telah bekerja sama dengan Pemprov Sulbar agar menetapkan koordinat batas wilayah Sulbar dengan Kalimantan Timur di perairan Sulawesi, sehingga 30 pulau tersebut tidak lepas dari Sulbar. "Lapan harus membantu Pemprov Sulbar menentukan batas wilayah Sulbar di perairan Sulawesi agar jelas bahwa 30 pulau yang diincar Pemprov Kaltim itu memang masuk dalam wilayah Sulbar," katanya.(T.KR-ACO/S016)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20377/sulbar-protes-kaltim-klaim-pulau-lere-lere
eurico October 15th, 2010, 12:15 AM Wah saling merebut wilayah gak hanya dalam konteks negara saja tapi tingkat propinsi juga, bentar lagi ada gerakan "ganyang kaltim" :bash:
Comeliness October 15th, 2010, 03:25 PM Jumat, 15 Oktober 2010, 12:04 WITA |
Blok Migas Sulbar akan Serap 10 Ribu Pekerja
Mamuju (ANTARA News) - Potensi tambang migas yang terdapat di wilayah perairan Sulawesi Barat (Sulbar), akan mampu menyerap hingga 10 ribu tenaga kerja bagi penganggur yang belum mendapatkan pekerjaan di daerah ini. Hal ini dikatakan Asisten I Sekretaris Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Akhsan Djalaluddin, di Mamuju, Jum'at.
Menurutnya, potensi tambang migas di Sulbar sangat banyak, bahkan saat ini terdapat sembilan blok migas dalam tahap eksplorasi yang murni berada di wilayah pemerintahan provinsi termuda ini. "Jika potensi tambang ini telah dieksploitasi, maka daerah ini akan keluar dari keterbelakangan dan ketertinggalan, bahkan mampu menyedot hingga 10 ribu pekerja," kata dia.
Ia mengemukakan, jangankan sembilan blok migas, lima blok migas saja yang dikelola akan mampu mempercepat peningkatan ekonomi masyarakat di Sulbar, sehingga percepatan pembangunan di daerah ini dapat segera dicapai.
"Lima blok yang dikelola ini akan memberikan sumbangsi positif untuk menambah kas negara maupun daerah dengan jumlah pemasukan kas yang tidak sedikit," jelas Aksan.
Oleh karena itu, kata dia, dengan potensi tambang migas yang murni milik Sulbar tanpa harus berbagai hasil dengan daerah lain seperti provinsi Sulawesi Selatan maupun provinsi Kalimantan Timur, maka cepat atau lambat pelaksanaan pembangunan di daerah ini akan semakin tumbuh pesat.
"Potensi migas Sulbar sangat luar biasa. Saat ini beberapa investor asing telah melakukan tahap eksplorasi seperti blok migas Suremana, blok Budong-Budong maupun blok migas lainnya," tuturnya.
Dengan potensi itu, kata dia, maka saatnya generasi muda diharapkan bisa meningkatkan kemampuan diri untuk menjadi pekerja pada blok-blok migas tersebut. "Pemprov saat ini pun telah mengarahkan agar beberapa perguruan tinggi di Sulbar untuk membuka jurusan industri berbasis migas, pertanian sesuai dengan potensi lokal," timpalnya. (T.KR-ACO/M012)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20469/blok-migas-sulbar-akan-serap-10-ribu-pekerja
Coto.Gagak October 16th, 2010, 05:15 PM [QUOTE=Comeliness;64921299
Ikan Terbang
Ikan terbang asap adalah masakan tradisionil di Sulbar.
http://okebangetnet.files.wordpress.com/2009/12/ikanterbang.jpg?w=450&h=310
Image Credit: Oke Banget.
waaah..., jadi ingat makan ikan asap...
kulitnya bisa nglotok gitu ya..., kayak pakai baju aja...
kalau ga salah yang jualnya banyak terdapat di pinggir pantai dari Majene menuju Mamuju..., ada di tempat lain juga kah...?
Comeliness October 16th, 2010, 11:50 PM ^^Sy kurang tahu soal ikan asap krn belum pernah ke Sulbar.
Jika Coto Gagak punya foto2 Majene, atau kota2 lain di Sulbar di share disini yah. :)
Comeliness October 17th, 2010, 12:27 AM Salabose, Kecamatan Banggae, Majene
Image Credits: Pemkab Majene (http://www.majenekab.go.id/home1.php?isi=detailwisata&&id=012)
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0121.jpg
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0122.jpg
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0127.jpg
Comeliness October 17th, 2010, 12:34 AM Kamis, 14-10-2010
JCH Sulbar Pilih Jalur Darat
Gubernur Imbau Lewat Bandara Tampa Padang
MAMUJU, BKM -- Jamaah calon haji (JCH) asal Sulawesi Barat lebih banyak yang memilih berangkat menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar melalui jalur darat. Bandar udara Tampa Padang di Mamuju yang disiapkan untuk pemberangkatan tahun ini, kurang diminati. Hingga kemarin, baru ada 20 JCH yang diberangkatkan melalui Bandara Tampa Padang. Jamaah tersebut berasal dari ]Majene, yakni Malunda, dan Sendana.
Sebelumnya, dalam pertemuan untuk menentukan transportasi yang akan digunakan jamaah dari Sulbar ke Makassar memang tidak membuahkan hasil yang berarti. Empat kabupaten, minus Polewali Mandara, belum bisa memastikan apakah jamaahnya berangkat melalui bandara Tampa Padang atau lewat darat.
Rata-rata panitia pelaksana ibadah haji tingkat kabupaten khawatir akan terjadi pembengkakan biaya jika menggunakan transportasi udara. Apalagi daerah yang jaraknya tergolong dekat dengan Makassar, seperti Mamasa dan Polman. Jamaahnya tidak perlu lagi ke Mamuju dan langsung ke Makassar. Sementara jamaah asal Mamuju Utara memilih lewat bandara Palu.
Kepala Bidang Urusan Haji Kementerian Agama Sulbar, Mufli mengakui sejumlah kabupaten yang tidak bisa memberangkatkan jamaahnya dari bandara Tampa Padang menuju Makassar. Selain soal biaya, juga karena jarak tempuh yang bertambah jika harus ke Mamuju. "Khusus untuk jamaah asal Mamuju, semuanya lewat bandara Tampa Padang. Juga sebagian jamaah asal Majene,'' ujar Mufli, Rabu (13/10).
Ditemui terpisah, Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh sebenarnya sangat berharap seluruh JCH dari provinsi ini berangkat ke Makassar menggunakan pesawat melalui bandara Tampa Padang. Selain bisa cepat sampai, jamaah juga tidak terlalu capek. ''Seharusnya sarana bandara yang disiapkan pemerintah dimanfaatkan dengan baik. Siapa lagi yang akan menggunakannya kalau bukan kita,'' imbuhnya.
Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=46358
Coto.Gagak October 17th, 2010, 03:21 PM ^^Sy kurang tahu soal ikan asap krn belum pernah ke Sulbar.
Jika Coto Gagak punya foto2 Majene, atau kota2 lain di Sulbar di share disini yah. :)
Ada siy foto Majene & Mamuju, cuma ada gambar orangnya...:bash:
ntar saya coba crop dulu...:cheers:
kalau di Majene ada hotel "Lima Bintang", unik juga namanya, tapi waktu itu lagi full..., jadi nginapnya di Hotel Tasha center... nyaman juga hotelnya, setiap ke Majene akhirnya selalu nginap di sana...:lol:
sekilas yang saya tahu mengenai Pak Tasha, beliau seorang konglomerat di Majene, ada air mineral Tasha, lap bulutangkis indoor, hotel, ruang pertemuan, dll
sukses pokoknya buat Majene...
ops... lupa, kalau di Majene saya sering makan di RM Madya... mantap dah...:banana:
Comeliness October 18th, 2010, 03:39 AM Ada siy foto Majene & Mamuju, cuma ada gambar orangnya...:bash:
ntar saya coba crop dulu...:cheers:
kalau di Majene ada hotel "Lima Bintang", unik juga namanya, tapi waktu itu lagi full..., jadi nginapnya di Hotel Tasha center... nyaman juga hotelnya, setiap ke Majene akhirnya selalu nginap di sana...:lol:
sekilas yang saya tahu mengenai Pak Tasha, beliau seorang konglomerat di Majene, ada air mineral Tasha, lap bulutangkis indoor, hotel, ruang pertemuan, dll
sukses pokoknya buat Majene...
ops... lupa, kalau di Majene saya sering makan di RM Madya... mantap dah...:banana:
Thanks, atas infonya. Coto Gagak suka wisata & senang kuliner rupanya. :)
Ditunggu ya foto2nya, di crop juga nggak apa.
Comeliness October 19th, 2010, 04:46 PM Benteng Ammana Wewang, Majene
Image Credits: Pemkab Majene (http://www.majenekab.go.id/home1.php?isi=detailwisata&&id=016)
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0161.jpg
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0162.jpg
Image Credits: Pemkab Majene (http://www.majenekab.go.id/home1.php?isi=detailwisata&&id=016)
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0163.jpg
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0164.jpg
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0165.jpg
Lokasi : Desa Betteng, Kecamatan Pamboang.
Lokasi reruntuhan peninggalan benteng yang memberikan kesan perjuangan salah seorang pahlawan Mandar Ammana Wewang.
Coto.Gagak October 19th, 2010, 05:13 PM RESTO and GALLERY NIKE ARDILLA
Wonomulyo, kab Polewali Mandar.
by careless
http://img512.imageshack.us/img512/6049/nike1.jpg
^^beberapa pakaian yang yang konon pakaian almh. Nike Ardilla
maaf kak agak mundur dikit...
di restoran ini diputer musik 100% Nike Ardilla...
juga ada TV, yang seolah-olah stasiun nya bernama Nike TV, jadi dipojok atas layar TV akan ada tulisan Nike TV
trus kalau ada wawancara, di mikrofon akan terlihat tulisan Nike TV..., siaran TV nya dominan mengenai Nike A dan tanggapan2 fans nya...
dibagian belakang Resto, dekat dapur, dindingnya dipenuhi surat kabar yang berisi berita tentang Nike A, juga analisa2 seputar kecelakaan...
unik banget pokoknya, kreatif...
Nike A penggemar marlin manroe ya...? karena posternya juga banyak di sini...
eurico October 20th, 2010, 03:20 AM [QUOTE=Comeliness;64921299
Ikan Terbang
Ikan terbang asap adalah masakan tradisionil di Sulbar.
http://okebangetnet.files.wordpress.com/2009/12/ikanterbang.jpg?w=450&h=310
Image Credit: Oke Banget.
waaah..., jadi ingat makan ikan asap...
kulitnya bisa nglotok gitu ya..., kayak pakai baju aja...
kalau ga salah yang jualnya banyak terdapat di pinggir pantai dari Majene menuju Mamuju..., ada di tempat lain juga kah...?
istilahnya di sini ikan tuing-tuing cuman ada di daerah majene itu, cara masaknya dengan diasap trus dimakan dengan buras atau dengan jepa makanan khas mandar yang terbuat dari singkong sagu kelapa yang dicampur jadi adonan kemudian dibakar gak lupa pake sambar tomatnya juga
Comeliness October 21st, 2010, 12:58 AM Minggu, 17 Oktober 2010, 21:27 WITA |
Wisata Pantai Lombang-Lombang Kurang Perhatian Pemerintah
Mamuju (ANTARA News) - Wisata bahari pantai Lombang-Lombang di Kecamatan Kalukku, sekitar 30 kilometer dari Kota Mamuju, Sulawesi Barat, kondisinya tidak terawat akibat kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat.
Pemantauan ANTARA di Mamuju, Minggu, objek wisata pantai Lombang-Lombang yang mengandalkan keindahan pasir putih dengan dipenuhi jejeran pohon kelapa kian menambah kesejukan para pelancong wisata yang menikmati libur akhir pekan di wilayah itu. Terik panas matahari pun tidak terasa karena hembusan angin semilir dari arah barat yang menerpa tubuh para wisatawan yang didominasi wisatawan lokal ini menambah kelengkapan suasana berlibur setiap akhir pekannya.
Namun, sangat disayangkan, objek wisata bahari pasir putih ini terkesan jorok dan tidak tertata dengan rapi seperti banyaknya ternak berkeliaran dan penataan tempat-tempat objek wisata bahari yang ada di pantai Bali maupun objek wisata lainnya.
Pengelolaan pajak retribusi kendaraan yang masuk ke kawasan objek wisata pun tidak ditangani dengan baik oleh pemerintah. Bahkan, para wisatawan yang masuk ke kawasan pantai ini menjadi tertekan karena retribusi kendaraan ini ditangani seorang pemuda berpenampilan "preman" yang memintai dana parkir Rp5.000/kendaraan tanpa ada karcis sebagai tanda retribusi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Dana yang semestinya masuk ke kas daerah ini pun ditengarai dinikmati oleh pengelola parkir yang berjaga-jaga di depan pintu masuk kawasan wisata. Semrautnya pengelolaan objek wisata ini pun terlihat dari banyaknya pintu masuk ke kawasan objek wisata itu, bahkan ada sekitar lima pintu masuk yang dijaga oleh pemuda berpenampilan "preman" sehingga sedikit menggangu kenyamanan para wisatawan lokal.
Dilain sisi, potensi wisata ini secara tidak langsung telah meningkatkan ekonomi bagi pelaku usaha kecil yang memanfaatkan dengan menjual barang dagangan mereka seperti penjual es dingin, makanan tradisional, sewa band pelampung renang, sewa tenda dan jenis usaha lainnya.
Nurmiah, salah satu pemilik rumah makan tradisional di pantai Lombang-Lombang mengakui, minat wisatawan masuk ke objek wisata ini terbilang masih sangat minim. "Kalau mau jujur, kami masih berpendapat animo wisatawan masuk ke Lombang-Lombang masih minim dan hanya terjadi puncak tingkat kunjungan tinggi pada saat waktu-waktu tertentu," kata dia. Dikatakannya, wisatawan biasanya membludak hanya terjadi jelang Ramadhan, hari raya dan libur sekolah. "Kalau libur akhir pekan jumlahnya hanya berkisar maksimalnya 100 pengunjung saja dan terkadang dibawa 100 pengunjung," pungkasnya. (T.KR-ACO/R010)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20552/wisata-pantai-lombang-lombang-kurang-perhatian-pemerintah
Comeliness October 21st, 2010, 01:05 AM Rabu, 20 Oktober 2010, 22:53 WITA |
Proyek Pelabuhan Perikanan Nusantara Sulbar Memiliki Amdal
Mamuju (ANTARA News) - Pembangunan proyek Pelabuhan Perikanan Nusantara Palipi, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, telah memiliki analisa mengenai dampak lingkungan. "Amdal proyek pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Palipi yang akan dibangun pada 2011 dikerjakan para ahli dari Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas)," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar Haruna Hamal, di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan amdal tersebut akan digunakan untuk menganalisa dampak lingkungan yang mungkin timbul dari proyek PPN yang akan memiliki kapasitas sekitar 5.000 ton ikan itu.
"Jangan khawatir karena tidak akan ada dampak lingkungan yang ditimbulkan dari pembangunan PPN. Semua diminimalkan setelah adanya amdal proyek yang merupakan hasil kerja sama Pemprov Sulbar dengan investor dari negara Jepang," katanya.
Ia mengatakan proyek PPN di Mejene tersebut dibangun pemerintah dalam rangka menampung produksi perikanan di Sulbar yang mencapai sekitar 60 ribu ton per tahun karena selama ini tidak ada pelabuhan yang layak menampung ikan nelayan di provinsi ini.
Manurut dia, PPN Majene yang akan dibangun dengan anggaran sekitar Rp405 miliar melalui APBN secara bertahap hingga 2011 akan menjadi pusat pelabuhan ikan nelayan dan tempat transaksi perdagangan ikan terbesar di provinsi ini. Hamal mengatakan PPN Kabupaten Majene yang merupakan proyek "multi years" dari pemerintah pusat dibangun berdekatan Pelabuhan Palippis di Kabupaten Majene dengan luas areal yang direncanakan sekitar 50 hektare.
"PPN Majene akan menjadi pusat pelabuhan ikan di Sulbar dan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti ruang berupa alat pendingin agar ikan nelayan yang ditampung awet dan fasilitas pentin lain karena pelabuhan itu akan menjadi termewah, terlengkap dari segi fislitas, dan tempat transaksi ikan terbesar di Sulbar," katanya.
Selain itu, katanya PPN ini akan menjadi pelabuhan ekspor ikan terbesar di Sulbar yang dibawa ke mancanegara seperti Jepang, China, dan Korea karena permintaan di negara itu sangat tinggi. (T.KR-MFH/B015)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20708/proyek-pelabuhan-perikanan-nusantara-sulbar-memiliki-amdal
Comeliness October 21st, 2010, 01:20 AM maaf kak agak mundur dikit...
di restoran ini diputer musik 100% Nike Ardilla...
juga ada TV, yang seolah-olah stasiun nya bernama Nike TV, jadi dipojok atas layar TV akan ada tulisan Nike TV
trus kalau ada wawancara, di mikrofon akan terlihat tulisan Nike TV..., siaran TV nya dominan mengenai Nike A dan tanggapan2 fans nya...
dibagian belakang Resto, dekat dapur, dindingnya dipenuhi surat kabar yang berisi berita tentang Nike A, juga analisa2 seputar kecelakaan...
unik banget pokoknya, kreatif...
Nike A penggemar marlin manroe ya...? karena posternya juga banyak di sini...
^^Jelas 100% tentang penyanyi itu kan sesuai dgn nama restonya.
Kalo restonya bernama Coto Gagak menunya tentu "coto" :lol: & mungkin ada foto pemiliknya (yg pasti bukan foto burung gagak lho :lol::lol:).
istilahnya di sini ikan tuing-tuing cuman ada di daerah majene itu, cara masaknya dengan diasap trus dimakan dengan buras atau dengan jepa makanan khas mandar yang terbuat dari singkong sagu kelapa yang dicampur jadi adonan kemudian dibakar gak lupa pake sambar tomatnya juga
^^Pintar masak juga nih, kayak Chef aja. :D
Gw sih pernah dengar telur ikan tuing2 tapi nggak tahu kayak apa. Kata orang sih enak. :)
Comeliness October 21st, 2010, 05:08 PM Pantai Baluno, Majene
Image Credits: Pemkab Majene (http://www.majenekab.go.id/home1.php?isi=detailwisata&&id=005)
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0051.jpg
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0053.jpg
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0052.jpg
Pantai Baluno, di desa Putta'da, kecamatan Sendana.
Coto.Gagak October 22nd, 2010, 08:51 AM ^^Jelas 100% tentang penyanyi itu kan sesuai dgn nama restonya.
Kalo restonya bernama Coto Gagak menunya tentu "coto" :lol: & mungkin ada foto pemiliknya (yg pasti bukan foto burung gagak lho :lol::lol:).
^^Pintar masak juga nih, kayak Chef aja. :D
Gw sih pernah dengar telur ikan tuing2 tapi nggak tahu kayak apa. Kata orang sih enak. :)
:lol: :lol: :lol: betul betul betul...
coto gagak adalah salah satu tempat favorit saya, buka 24 jam, letaknya di jalan Gagak Makassar :cheers:
ikan tuing-tuing..., waaaah... rugi kak kalau belum nyoba..., telurnya OK, sambal tomatnya mantap...
Comeliness October 22nd, 2010, 06:57 PM Mamasa
by asuyuti (http://www.panoramio.com/photo/33502422)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/33502422.jpg
DPRD Mamasa.
by asuyuti (http://www.panoramio.com/photo/33502389)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/33502389.jpg
Kantor Bupati Mamasa.
Comeliness October 23rd, 2010, 12:48 AM Sabtu, 23 Oktober 2010, 03:14 WITA |
Jembatan Penghubung Sulbar-Sulsel Putus
Mamuju (ANTARA News) - Jalur trans Sulawesi yang menghubungkan Kota Mamuju Sulawesi Barat dan Makassar Sulawesi Selatan putus akibat jembatan Mapilli di Kabupaten Polewali Mandar nyaris ambruk akibat sisi jembatan longsor. Wawan H Imade salah seorang pengguna jalan dari lokasi kejadian Jumat malam, menyampaikan, jalur trans Sulawesi terisolir karena jembatan Mapilli tidak dapat dilalui.
"Jembatan Mapilli nyaris ambruk akibat sisi jembatan mengalami longsor sehingga kendaraan tidak dapat melintasi jembatan penghubung itu," kata dia. Ia mengatakan, jalur lintas trans Sulawesi ini lumpuh total sejak pukul 22.30 WITA dan hingga saat ini belum dapat dilalui. Apalagi, sisi jembatan ini sudah nyaris putus.
Wawan mengungkapkan, para pengguna jalan memilih berhenti dari pada harus melanjutkan perjalan karena khawatir jembatan ini tak bisa dilintasi kendaraan roda empat. Akibatnya, kata dia, puluhan kendaraan roda empat dari dua arah yang berlawanan antren hingga satu kilometer lebih.
Pengendara roda empat bingung, karena jalan tersebut satu-satunya mnghubungkan menuju ke Kota Makassar maupun Kota Mamuju Sulbar. Bahkan, kebanyakan pengemudi kendaraan pribadi yang berencana melakukan perjalanan ke Makassar mengurungkan niatnya dan kembali ke Mamuju.
"Kami bersama teman-teman berencana ke Makassar, karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan, terpaksa malam ini kembali ke Mamuju," jelasnya. Hingga saat ini, kata dia, upaya pemerintah untuk mengatasi longsor ini belum dilakukan apalagi turun hujan. "Jembatan tersebut kini hanya bisa dilalui pejalan kaki karena material di sisi jembatan sepanjang 10 meter terkikis arus air sungai," jelasnya.(T.KR-ACO/S016)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/20806/jembatan-penghubung-sulbar-sulsel-putus
eurico October 23rd, 2010, 01:01 PM ....
sekilas yang saya tahu mengenai Pak Tasha, beliau seorang konglomerat di Majene, ada air mineral Tasha, lap bulutangkis indoor, hotel, ruang pertemuan, dll
sukses pokoknya buat Majene...
ops... lupa, kalau di Majene saya sering makan di RM Madya... mantap dah...:banana:
pak Tasha ini juga punya perusahaan taksi di Mamuju, taksi pertama dan satu2nya yang beroperasi di Mamuju. Konon beliau memiliki peternakan sapi hingga ribuan di australia dari situlah dia bisa membuat usaha2 lainnya di Sulbar.
Comeliness October 23rd, 2010, 09:37 PM Pasangkayu
by Marthen Edy (http://www.panoramio.com/photo/51154469)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/51154469.jpg
by Marthen Edy (http://www.panoramio.com/photo/51154719)
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/51154719.jpg
Jalan poros Pasangkayu - Bambalopa
Comeliness October 24th, 2010, 02:51 AM Kamis, 21 Oktober 2010 | 06:04 WITA
2011, PU Bantu Infrastruktur Sulbar Rp 80 Miliar
Makassar, Tribun - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) disebutkan sudah menyetujui rencana pembangunan sejumlah mega proyek infrastruktur di Provinsi Sulbar. Salah satunya yakni untuk normalisasi Sungai Lariang sekaligus pembenahan akses jalan dan jembatan di sepanjang aliran sungai senilai Rp 44 miliar.
Untuk pengerjaan jalan dan jembatan senilai Rp 10 miliar, sedangkan jembatan dan normalisasi sungai mencapai Rp 34 miliar. "Masalah akan terputusnya jembatan dan jalan di sungai Lariang akan segera teratasi. Kami berkesempatan diterima Menteri PU (Djoko Kirmanto) tadi malam (Selasa, 19/10). Beliau berkesempatan menerima kami di kamarnya. Beliau sangat merespon dan diputuskan akan dianggarkan di APBN tahun 2011," kata Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di sela-sela Rapat Kerja (Raker) Gubernur se-Indonesia di Hotel Clarion, Makassar, Rabu (20/10).
Selain itu, Kementerian PU juga akan membantu pengerjaan akses jalan keluar kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel di Rangas, tahun depan. Akses dua lajur jalan sepanjang lima kilometer (km) ini diperkirakan akan menelan anggaran mencapai Rp 25 miliar-Rp 30 miliar. Kelak, jalan ini akan menjadi jalan negara jika sudah terkoneksi dengan jalan Trans Sulawesi Lintas Barat yang juga sementara ini sudah dikerjakan.
"Beliau tanya kenapa tidak pakai APBD, jalan ini kan bukan jalan negara. Tetapi kami katakan, jalan ini akan menjadi jalan negara jika pengerjaan jalan lintas barat rampung dan beliau akhirnya menyetujuinya," tambah Anwar. Selain itu, menurut Anwar, Kementerian PU juga sudah menyetujui untuk membantu pembangunan pengalihan jalan yang terkena pembangunan Bandara Tappapadang yang akan menyusuri pesisir pantai Mamuju.
Jembatan Layang
Selain itu, Anwar juga mengaku pihaknya optimis rencana pembangunan jembatan layang yang menghubungkan Bandara Tampapadang dan kompleks Gubernur Sulbar bisa terealisasi. Menurutnya, Bappenas dan Kementerian PU juga sudah menyetujui rencana pengerjaan jembatan yang akan melintasi perairan Mamuju itu sebagai proyek multiyears.
Mega proyek ini akan dibiayai melalui pinjaman lunak (soft loan) dari Pemerintah China senilai 60 juta US Dolar. "Bappenas dan Kementerian PU juga sudah menyetujuinya. Pemerintah China juga sudah menyetujuinya jadi tidak ada masalah lagi. Segera bisa dikerjakan secara bertahap mulai tahun 2011," tambahnya.(axa)
Investor Minati PLTA Karama
PEMPROV Sulbar juga akan membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Karama I dan II mulai tahun depan. Anwar mengaku pembangunan pembangkit ini sudah banyak diminati investor dalam dan luar negeri di antaranya berasal dari Singapura, Korea, serta China termasuk perusahaan multinasional Kalla Group.
PLTA ini juga akan menjadi solusi masalah kelistrikan di enam provinsi di Pulau Sulawesi. Menurutnya, gubernur enam provinsi juga sudah merestui pembangunan pembangkit listrik ini. Sedangkan untuk pengerjaan lintasan kereta api, Makassar-Parepare-Pasangkayu-Sulawesi Tengah masih menunggu dukungan pemerintah pusat.(axa)
Source: http://www.tribun-timur.com/read/artikel/133675/2011_PU_Bantu_Infrastruktur_Sulbar_Rp_80_Miliar
Comeliness October 25th, 2010, 03:57 PM Obyek Wisata di Mamasa
Image Source: Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan & Pariwisata Sulbar (http://dpokp.wordpress.com/)
http://i52.tinypic.com/2r5vt44.jpg
Kawasan Wisata Air Terjun Liawang, Sumarorong
Image Source: Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan & Pariwisata Sulbar (http://dpokp.wordpress.com/)
http://i52.tinypic.com/2rxwoy1.jpg
Kolam Air Panas Alam Kole Rambu Saratu
Comeliness October 28th, 2010, 11:20 PM Kamis, 28 Oktober 2010, 22:14 WITA |
RTRW Sulbar Dianggarkan Rp3,2 Miliar
Mamuju (ANTARA News) - Program penyusunan rancangan tata ruang wilayah (RTRW) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), dianggarkan sekitar Rp3,2 miliar melalui anggaran APBD-Perubahan Provinsi Sulbar tahun 2010. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulbar, Arsyad Hafid, di Mamuju, Kamis, mengatakan, pemerintah di Sulbar menganggarkan biaya untuk program penyelesaian RTRW Sulbar sekitar Rp3,2 miliar di APBD-Perubahan tahun 2010.
Ia mengatakan, meskipun anggaran untuk penyusunan RTRW Sulbar yang dianggarkan melalui APBD-Perubahan belum cair secara keseluruhan, namun pemerintah di Sulbar telah mencairkan anggaran awal untuk biaya penyusunan RTRW Sulbar tersebut sekitar Rp300 juta.
"Karena kebutuhannya sangat mendesak untuk dirampungkan maka RTRW Sulbar terlebih dulu dianggarkan sekitar Rp300 juta sebagai dana awal untuk penyelesaian perampungan penyusunan RTRW tersebut, dengan menggunakan kas pemerintah,meski APBD-P Sulbar tahun 2010 belum cair"katanya.
Menurut dia, RTRW Sulbar sangat penting untuk segera dirampungkan karena RTRW sangat memiliki peranan penting untuk digunakan sebagai acuan dalam melakukan pembangunan yang ada di wilayah Provinsi Sulbar ini. "Selama ini pembangunan yang akan dilakukan di Sulbar selalu terkendala karena tidak adanya RTRW yang dapat digunakan menjadi acuan pembangunan agar terlaksana dengan baik, sehingga RTRW Sulbar butuh untuk cepat dirampungkan,"katanya.
Ia mengatakan, pemerintah tidak ingin melakukan pembangunan tanpa adanya acuan dari RTRW, karena arah pembangunan akan tidak terarah karena tidak adanya acuan pembangunan berupa RTRW tersebut.
"Sulbar memiliki potensi kekayaan alam untuk dikembangkan misalnya disektor kehutanan dengan melakukan alih fungsi hutan yang ada untuk menjadi areal yang dapat dimanfaatkan masyarakat misalnya menjadi areal produksi untuk perkebunan, transmigrasi dan lainnya, namun potensi itu menjadi tidak dapat dikembangkan karena tidak adanya RTRW,"katanya.
Oleh karena itu ia mengatakan, pemerintah di Sulbar bertekad merampungkan RTRW Sulbar dengan menganggarkan penyusunannya melalui APBD-P Sulbar agar masalah pembangunan di Sulbar selama ini dapat segera diatasi. Ia meminta antara Pemerintah di tingkat Provinsi Sulbar maupun yang ada ditingkat Kabupaten dapat bersinergi dalam menyusun RTRW Sulbar agar cepat rampung begitupun dengan pemerintah ditingkat pusat agar membantu daerah ini mempermudah penyusunan RTRW (T.KR-MFH/S006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/21017/rtrw-sulbar-dianggarkan-rp32-miliar
Comeliness November 3rd, 2010, 03:55 PM RABU, 03 NOVEMBER 2010 | 15:59 WITA |
Menteri Kelautan Ajak Investor Korea ke Sulbar
http://www.fajar.co.id/photohead/1288771222anwar_adnan_s.jpg
BAHAS POTENSI SULBAR: Menteri Kelautan dan Perikanan (Men-KP) Fadel Muhammad membahas potensi Sulbar bersama Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Senin 1 November.
JAKARTA -- Potensi kelautan dan perikanan Sulbar akan dimaksimalkan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad akan mengajak investor Korea untuk berinvestasi di Sulbar. Hal ini disampaikan Fadel saat bertemu Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di kantornya, Senin 1 November.
Dengan panjang pantai Sulbar yang hampir mencapai 700 kilometer Fadel mengaku sangat tertarik mengembangkan budidaya rumput laut. "Menteri Kelautan dan Perikanan yang akan langsung mengundang investor asal Korea sekaligus membuat pabrik pengolahan rumput laut di Sulbar," kata Anwar Adnan Saleh.
Fadel juga berjanji memberikan dana budidaya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011. "Potensi perikanan yang sangat ingin dikembangkan Fadel adalah rumput laut. Oleh karena itu Menteri Kelautan akan memberikan dukungan perkembangan budidaya di APBN," sebut Anwar.
Sebagai langkah awal pengembangan rumput laut di Sulbar, Fadel akan mengungunjungi Sulbar pada pertengahan Desember 2010 untuk melihat langsung potensi kelautan dan perikanan Sulbar. Fadel juga berencana memboyong sejumlah pengusaha untuk menanamkan modalnya di Sulbar.
"Fadel sangat ingin berkunjung ke Sulbar karena perkembangan Sulbar jauh lebih maju. Saya akan mengundang lima bupati untuk berdiskusi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan," sebutnya.
Pembahasan kedua adalah membicarakan pembangunan pelabuhan kelautan di Majene. Awalnya akan ada anggaran Rp 70 miliar untuk pembangunan pelabuhan tersebut. Hanya saja anggaran tahun 2011 terbatas. Untuk seluruh pembangunan pelabuhan hanya disetujui sekitar Rp 200 miliar. "Jadi akhirnya kita sepakati terserah berapa saja dari APBN, agar dana loan dari Asian Developement Bank (ADB) bisa masuk. Menteri Kelautan akan memberikan rekomendasi penuh agar dana loan dari ADB ke Sulbar," ungkap Anwar. (mba/fmc)
Source: http://lokalnews.fajar.co.id/read/109009/29/menteri-kelautan-ajak-investor-korea-ke-sulbar
Comeliness November 4th, 2010, 04:45 PM Wisata di Majene
Image Source: Pemkab Majene (http://www.majenekab.go.id/index.php)
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0181.jpg
Pantai Bonde-Bonde
Image Source: Pemkab Majene (http://www.majenekab.go.id/index.php)
http://www.majenekab.go.id/gambarwisata/0021.jpg
Pantai Pacitan, di Pangaliali Kecamatan Banggae.
Comeliness November 5th, 2010, 03:09 AM Kamis, 04 November 2010, 18:56 WITA |
Gubernur: Investor Filipina Diminta Bangun Pengolahan Kakao
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, dalam lawatannya ke kota Manila, Filipina, berhasil menggaet investor negara tetangga itu untuk membangun pabrik pengolahan kakao di Mamuju. "Kami ke negara tetangga tersebut untuk membangun kerjasama di bidang ekspor impor kakao sebagai salah satu komoditas unggulan provinsi Sulbar," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Kamis.
Menurutnya, Filipina salah satu negara pengonsumsi berat makanan coklat, sehingga mereka tertarik untuk menjalin hubungan yang saling menguntungkan di antara kedua pihak. "Setelah kami berbicara banyak dengan pemerintah Pilipina di Manila, yang difasilitasi Duta Besar Indonesia untuk Pilipina, pembicaraan mengenai kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU," tutur dia.
Dalam kerjasama ini, katanya, Filipina diminta membangun pabrik pengolahan kakao di Sulbar karena ketersediaan bahan baku kakao cukup banyak. "Produksi kakao Sulbar akan mampu menyuplai pabrik pengolahan kakao. Apalagi, komoditas kakao Sulbar selama ini mampu memberikan kontribusi 20 persen produksi nasional tahun 2009 lalu," kata dia.
Anwar menjelaskan, dengan Gernas pro kakao, Sulbar berharap mampu menghasilkan kakao 500.000 ton per tahun dalam beberapa tahun ke depan, sehingga Indonesia akan mencapai produksi satu juta ton per tahun. Menurut dia, ketika benar-benar mampu mencapai target produksi kakao satu juta ton per tahun, maka Indonesia akan menggeser posisi Pantai Gading sebagai penghasil kakao terbesar dunia.
Ia mengatakan, saat ini pemerintah Sulbar sedang gencar menjalankan peningkatan produksi dan mutu kakao dengan menggiatkan program Gernas kakao yang akan menghabiskan anggaran hingga Rp1,5 triliun pada tahun 2011, di sejumlah wilayah Sulawesi di antaranya Provinsi Sulbar. "Program Gernas kakao digalakkan pemerintah di Sulbar dengan melakukan penanam bibit kakao somatic embriogenesis (SE) yang jumlahnya mencapai sekitar 7,1 juta pohon di areal sekitar 332.902 hektare," katanya.
Menurut dia, pemerintah menanam bibit kakao SE untuk petani karena produktivitasnya tinggi hingga mencapai dua ton per hektare. "Apabila penyebaran bibit SE tersebut mencapai areal kakao petani sekitar 332 hektare di Sulbar, maka target produksi kakao Sulbar 500.000 ton per tahun akan tercapai," katanya.
Oleh karena itu, ia meminta kepada pemerintah dan petani yang menjalankan program Gernas pro kakao untuk serius menjalankan program tersebut agar negara ini dapat menjadi negara penghasil kakao terbesar dunia. Ia mengatakan, dengan peningkatan produksi kakao dari sekitar 180.000 ton per tahun menjadi sekitar 500.000 ton per tahun, maka masyarakat petani daerah ini akan semakin sejahtera. (T.KR-ACO/A027)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/21280/gubernur--investor-filipina-diminta-bangun-pengolahan-kakao
Comeliness November 5th, 2010, 04:41 PM Kamis, 04 November 2010, 04:27 WITA |
Pembangunan Lanal di Sulbar Segera Dibangun
Mamuju (ANTARA News) - Rencana pembangunan pangkalan TNI Angkatan Laut di Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, akan terealisasi pada 2011 setelah pembangunan markas TNI AL untuk menjaga kedaulatan laut di perairan Sulbar disetujui. Gubernur Provinsi Sulbar H. Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu, mengemukakan, pembangunan Lanal di Mamuju adalah kebutuhan yang mendesak untuk mengamankan perairan Sulbar.
"Pembangunan Lanal di Mamuju ini berkat dukungan Komandan Lantamal VI Laksamana TNI (Mar) Chaidier Patonnory yang mengetahui kondisi perairan di Sulbar karena sempat menjabat sebagai kepala Badan Intelijen Negara Sulbar," ungkapnya. Menurut dia, perairan harus disterilkan untuk mendorong investasi di Sulbar yang memiliki sembilan blok migas yang sementara dalam tahap eksplorasi.
"Perusahaan asing yang mengerjakan blok migas di perairain Sulbar harus mendapat pengamanan yang baik sehingga kami memerlukan kehadiran Lanal untuk mengawasi perairan Sulbar," jelasnya.
Untuk mempercepat proses pembangunan markas TNI AL di Sulbar, pemerintah provinsi menyiapkan lahan untuk kebutuhan pembangunan markas tersebut. "Kalau lahan saya rasa tidak ada persoalan, yang menjadi kendala adalah penganggaran untuk membangun markas TNI Al tersebut," tutur Anwar.
Ia berharap, rencana pembangunan Lanal ini dapat diwujudkan pada 2011 sehingga diharapkan pemerintah pusat dapat mengalokasikan anggaran untuk mempercepat proses pembangunan tersebut. "Pembangunan pangkalan laut di Sulbar mendesak sehingga mendorong percepatan proses pembangunan di daerah ini," katanya. (T.KR-ACO/N002)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/21251/pembangunan-lanal-di-sulbar-segera-dibangun
Comeliness November 5th, 2010, 04:55 PM Jumat, 05 November 2010, 15:46 WITA |
Pemerintah Anggarkan Rp75 Miliar untuk Bandara Mamasa
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp75 miliar untuk pembangunan bandara perintis di Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, melalui APBN 2011. Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Jumat, mengatakan, pembangunan bandara perintis di Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, itu telah disepakati pemerintah pusat untuk dianggarkan pada tahun 2011 mendatang sekitar Rp75 miliar.
Ia mengatakan, anggaran pembangunan bandara di Kabupaten Mamasa sebelumnya akan dianggarkan pemerintah di tingkat pusat yakni Kementerian Perhubungan dengan nilai sekitar Rp95 miliar melalui APBN tahun 2011. Namun, kata Gubernur, dengan berdasarkan sejumlah pertimbangan akhirnya Kementerian Perhubungan yang menganggarkan bantuan bandara Sumarorong tersebut menguranginya menjadi Rp75 miliar di tahun 2011.
Gubernur menjelaskan, pemerintah pusat mengurangi anggaran untuk pembangunan bandara Kecamatan Sumarorong sekitar Rp20 miliar, karena pusat mengkhawatirkan jika anggaran yang diberikan terlalu besar yakni sekitar Rp95 miliar, maka tidak akan mampu direalisasikan pemerintah di daerah Mamasa.
"Pusat khawatir jika anggaran pembangunan bandara Sumarorong begitu besar diberikan maka Pemerintah Kabupaten Mamasa yang menjadi pelaksana anggaran tersebut tidak akan mampu merealisasikan anggaran pembangunan bandara yang diberikan itu," katanya.
Menurut dia, pemerintah pusat sangat hati-hati dalam memberikan anggaran pembangunan seperti anggaran untuk pembangunan bandara ini, apalagi jika mengetahui sumber daya manusia yang akan mengelolanya seperti di Kabupaten Mamasa rendah. Ia menyampaikan bahwa pembangunan bandara Sumarorong Mamasa masih dibutuhkan tambahan anggaran secara keseluruhan hingga Rp243 miliar agar dapat rampung secepatnya dan dapat beroperasi. (T.KR-MFH/S022)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/21321/pemerintah-anggarkan-rp75-miliar-untuk-bandara-mamasa
Comeliness November 8th, 2010, 04:17 PM Jumat, 05-11-2010
Dua Menteri, Enam Gubernur Bertemu di Sulbar
MAMUJU, BKM -- Sebuah pertemuan bersifat regional akan dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Pertemuan yang membicarakan percepatan pembangunan di wilayah Sulawesi ini akan berlangsung di Hotel d'Maleo, Kabupaten Mamuju, Jumat (19/11) mendatang.
Ada enam gubernur di Sulawesi yang akan hadir dalam pertemuan ini. Masing-masing Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Sulawesi Barat selaku tuan rumah. ''Pertemuan juga akan dihadiri dua menteri, yakni Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa serta Menteri Perikanan dan Kelautan. Juga dari Bappenas,'' jelas Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, kemarin.
Menurut Anwar, ada sejumlah agenda yang akan dibahas dalam pertemuan ini. Salah satunya kerjasama antarprovinsi di sektor perhubungan laut, udara dan darat. Khusus Sulbar, kata Gubernur, pihaknya akan memaparkan program Bangun Mandar. Sasaran program ini adalah pembangunan desa tertinggal dengan melakukan perubahan sistem ekonomi masyarakat yang selama ini masuk kategori tertinggal.
''Kita juga akan bahas soal listrik di wilayah Karama, jalan lingkar dari Tappalang pantai menuju pelabuhan Belang-belang. Juga pelabuhan Belang-belang yang saat ini pembangunannya sudah berjalan,'' jelas Anwar.
Untuk suksesnya kegiatan ini, Gubernur meminta kepada seluruh bupati dan SKPD di lingkup Pemprov Sulbar untuk mempersiapkan program yang akan dipaparkan. Dia juga mengingatkan agar seluruh pimpinan SKPD tidak meninggalkan Sulbar selama kegiatan ini berlangsung.
Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=46668
eurico November 10th, 2010, 01:55 AM jalan menuju Mamuju Utara, di daerah Budong-Budong Mamuju, disekilingnya banyak perkebunan sawit dan FYI ini adalah jalan lintas Sulawesi atau Trans Sulawesi
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs489.ash2/76250_1674617393990_1494095442_31718311_3659878_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs969.snc4/76250_1674617433991_1494095442_31718312_670485_n.jpg
jembatan yang putus diganti dengan jembatan pengganti, gak tahu nama daerahnya dan ini masih jalur trans sulawesi!!
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs969.snc4/76250_1674617473992_1494095442_31718313_7566196_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs989.snc4/76250_1674617513993_1494095442_31718314_8250541_n.jpg
yang jelek cuman daerah situ doank sih yang lainnya mulussss.....
eurico November 11th, 2010, 01:41 AM Andi Depu Pahlawan Nasional
http://www.fajar.co.id/photohead/12892948648-11-1-andi%20depu%20Polman.jpg
Andi Depu
POLEWALI -- Harapan masyarakat Sulawesi Barat (Sulbar) yang menghendaki Srikandi Mandar, Andi Depu menjadi pahlawan nasional, tinggal menunggu waktu. Usulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman) dengan meminta Andi Depu diakui sebagai pahlawan nasional mendapat tanggapan positif. Bahkan dua cucu tokoh pejuang yang tekah memperoleh bintang mahaputra tersebut telah berada di Jakarta sejak Minggu 7 November lalu untuk menerima penganugerahan pahlawan nasional.
Sebelumnya, Kementerian Sosial telah mengumumkan sepuluh nama tokoh yang diusulkan ke dewan kehormatan dan tanda jasa untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Satu di antaranya, Andi Depu dari Sulawesi Barat. Andi Depu dikenal pula dengan sebutan Ibu Agung, gelar sebagai tanda kehormatan yang dianugerahkan Presiden RI pertama, Soekarno sebagai panglima tertinggi TNI.
Staf perwakilan Pemkab Polman di Jakarta, Nurdina mengatakan, dua ahli waris Andi Depu yang memperoleh undangan telah berada di Jakarta bersama para ahli waris calon pahlawan nasional lain, seperti J Leimena dari Maluku, Andi Makkasau (Sulsel), dan A Dimara (Papua). "Mereka disediakan tempat Sekretariat Militer (Sekmil) dalam rangkaian persiapan acara penganugerahan gelar pahlawan nasional di Istana Negara," jelasnya melalui telepon sebagaimana dilaporkan kontributor Polman, M Danial, Selasa 9 November. Acara tersebut, direncanakan Kamis 11 November.
Ibu Agung Andi Depu yang juga Mara'dia Arajang Balanipa merupakan satu-satunya perempuan yang diusulkan sebagai pahlawan nasional tahun ini. Dia merupakan sosok pejuang yang memimpin perlawanan terhadap Belanda dalam mempertahankan bendera merah-putih tetap berkibar di Mandar.
Bupati Polman, Ali Baal Masdar, menyatakan bersyukur dan terima kasih pada pemerintah atas penghargaan dan pengakuan untuk Andi Depu. "Andi Depu memang sangat layak mendapat pengakuan sebagai pahlawan nasional. Kami selama ini terus berusaha agar Ibu Agung mendapat gelar tersebut," ujarnya tentang tokoh pejuang yang menyandang beberapa penghargaan dari negara tersebut. (jai)
Tanda Penghargaan Andi Depu
1. Bintang Mahaputra IV Presiden Soekarno
2. Bintang Gerilya sebagai Panglima Kris Muda, 1958
3. Satya Lencana Peristiwa Perang Kemerdekaan Kesatu
4. Satya Lencana GOM III (PM Djuanda)
5. Satya Lencana GOM IV
6. Satya Lencana Peringatan Perjuangan Kemerdekaan
7. Surat Penghargaan Panglima Kelaskaran Kris KSAD Jenderal TNI AH Nasution
8. Satya Lencana Bhakti
9. Warga Kehormatan Makassar.
* Sumber dokumentasi keluarga.
source: http://lokalnews.fajar.co.id/read/109427/29/-andi-depu-pahlawan-nasional
eurico November 11th, 2010, 01:43 AM Pasar Tinambung Difungsikan Awal 2011
POLEWALI -- Pasar Tinambung, Polewali Mandar (Polman) direncanakan mulai difungsikan awal 2011 mendatang. Kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polman sibuk merampungkan kelengkapan fasilitasnya, seperti air dan listrik.
Bupati Polman Ali Baal Masdar mengaku merespons pertanyaan anggota DPRD mengenai masalah Pasar Tinambung dan beberapa pasar lain di daerahnya. Selain Pasar Tinambung di Lingkungan Talolo yang lebih dikenal dengan sebutan Pasar Baru, anggota dewan juga mempertanyakan pembangunan Pasar Campalagian yang direncanakan sejak beberapa tahun lalu.
Demikian pula Pasar Polewali. "Kita rencanakan Pasar Tinambung difungsikan awal tahun depan. Sekarang kita terus benahi dan melengkapi fasilitasnya," ujar Ali Baal di hadapan anggota dewan, seperti dilaporkan kontributor Polman, M Danial, Minggu 7 November.
Setelah fasilitas pasar lengkap, pemkab selanjutnya segera merelokasi (memindahkan) pedagang yang selama ini menempati pasar lama di sisi jalan Trans Sulawesi. Terkait hal tersebut, bupati yang kerap disapa ABM itu berharap para pedagang mempersiapkan diri pindah ke Pasar Baru. Semua aparat dan tokoh masyarakat diharap perannya demi kelancaran relokasi pedagang ke Pasar Baru Tinambung tersebut.
Mengenai Pasar Campalagian, pemkab tetap mengusahakan dapat terlaksana. Demikian pula Pasar Baru Polewali, pemkab mengupayakan penambahan fasilitas, termasuk pembuatan los para pedagang.
Sedangkan Pasar Terminal Lama Polewali lanjutnya, dilakukan penertiban dengan harapan pedagang menyatu ke Pasar Baru. ABM mengaku sependapat perlunya pembenahan dengan melengkapi fasilitas pasar di setiap kecamatan. Pasar Baru Polewali dibangun dengan dana pinjaman ke Kementerian Keuangan, beberapa tahun lalu.
Bupati mengatakan, agar pasar bisa berfungsi efektif dan menghasilkan kontribusi terhadap pendapatan daerah, maka kelengkapan fasilitas harus lebih memadai demi menunjang pelayanan ke pedagang dan masyarakat. "Ke depan, pengembangan ekonomi akan terus dititikberatkan ke kecamatan dan desa, seperti Pasar Kanusuang, Kecamatan Bulo dan Pasar Tutar," imbuhnya. (jai)
source: http://lokalnews.fajar.co.id/read/109261/29/pasar-tinambung-difungsikan-awal-2011
Comeliness November 11th, 2010, 03:12 PM Kamis, 11 November 2010, 05:03 WITA |
Sulbar Peroleh Anggaran Jalan Nasional Rp548 Miliar
http://bimg.antaranews.com/makassar/2010_11/small/gubernur-aas.jpg
Anwar Adnan Saleh (FOTO ANTARA/Dok)
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperoleh kucuran anggaran segar untuk pembangunan jalan nasional sebanyak Rp548 milyar di tahun anggaran 2011. Gubernur Provinsi Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Rabu, mengatakan, pemerintah pusat telah menyiapkan dana segara senilai Rp548 milyar yang akan diplot melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2011.
Dengan adanya anggaran yang diberikan oleh pemerintah pusat, katanya, maka jalan nasional sepanjang 544 kilometer di provinsi ini akan selesai pada tahun 2011. Anwar mengatakan, Pemprov Sulbar terus mengupayakan peningkatan jalan nasional di Sulbar dengan melakukan perbaikan, sehingga dapat digunakan sebagai sarana transportasi yang layak untuk mendukung aktivitas perekonomian masyarakat.
Menurut dia, sekitar 80 persen dari jalan nasional sepanjang 544 kilo meter di lima Kabupaten di Sulbar mengalami kerusakan. "Kerusakan jalan nasional saat ini makin parah akibat pertumbuhan kendaraan yang melintas ke jalur barat Sulbar mulai dari Sulawesi Tengah, Gorontalo, Manado banyak melewati jalur barat, dibandingkan menempuh jalur di kawasan timur kota Palopo, Sulawesi Selatan," paparnya. Ia mengatakan, dana sebesar ini juga termasuk membiayai jalan nasional mulai dari titik di daerah Malabo menuju Kabupaten Mamasa sebesar Rp15 milyar.
Anwar mengatakan, selama ini sarana transportasi di Sulbar masih menjadi masalah serius yang mesti diselesaikan karena menghambat pembangunan. "Daerah penghasil bumi sulit dijangkau karena buruknya sarana transportasi jalan, sehingga pemerintah terus berupaya membangun sarana jalan daerah ini hingga selesai pada 2011 dengan mengandalkan bantuan pusat dan hasil investasi di daerah ini," katanya.
Gubernur menambahkan, rampungnya pembangunan jalan nasional di Sulbar akan semakin meningkatkan geliat perekonomian di daerah sebab kantong-kantong kemiskinan selama ini muncul akibat buruknya jalan nasional," ucap Anwar. (T.KR-ACO/A027)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/21537/sulbar-peroleh-anggaran-jalan-nasional-rp548-miliar
jalan menuju Mamuju Utara, di daerah Budong-Budong Mamuju, disekilingnya banyak perkebunan sawit dan FYI ini adalah jalan lintas Sulawesi atau Trans Sulawesi
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs489.ash2/76250_1674617393990_1494095442_31718311_3659878_n.jpg
Jalannya sempit dan belum di aspal. :ohno:
eurico November 12th, 2010, 02:41 AM ^^ sudah diaspal tapi rusak
Comeliness November 12th, 2010, 05:19 PM Kamis, 11 November 2010, 19:55 WITA |
Gubernur Sulbar Raih Anugerah Inovasi Perkebunan
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, H Anwar Adnan Saleh, meraih penghargaan Anugerah Inovasi Perkebunan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, H.M.Arsyad Hafid, di Mamuju, Kamis, menjelaskan, Gubernur Sulbar mendapat undangan dari Kementerian Pertanian untuk menerima anugerah Inovasi Perkebunan dalam acara "Expo Nasional Inovasi Perkebunan (ENIP) 2010 yang dilaksanakan Jumat (12/11) di Jakarta.
"Gubernur telah meninggalkan Kota Mamuju menuju Jakarta untuk menghadiri acara penyerahan anugerah tersebut," ungkapnya.
Ia mengatakan, pemberian penghargaan dari Kementerian Pertanian tersebut berdasarkan penilaian dewan juri terhadap berbagai aspek dalam upaya pengembangan perkebunan di daerah ini. "Pemprov Sulbar tahun ini meraih prestasi dengan ditetapkannya sebagai salah satu provinsi yang sukses dalam mengembangkan di bidang perkebunan," paparnya.
Arsyad menjelaskan, dari 33 provinsi yang ada di Indonesia, ada tiga provinsi yang ditetapkan penerima Anugerah Inovasi Perkebunan diantaranya Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Menurut dia, pemberian penghargaan tersebut diduga terkait dengan keberhasilan Pemprov Sulbar dalam Ggerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao (Gernas Pro Kakao) yang dicanangkan sejak tahun 2008 silam.
"Pemberian penghargaan ini akibat Program Gernas Pro Kakao yang digagas Gubernur Sulbar yang kemudian diangkat menjadi program nasional," jelasnya. Ia mengatakan, program itu telah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan produksi kakao. "Kakao Sulbar telah mampu menyumbangkan 20 persen dari produksi nasional tahun 2009 lalu. Kegiatan itu mampu meningkatkan ekonomi petani secara nyata," kuncinya. (T.KR-ACO/B013)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/21554/gubernur-sulbar-raih-anugerah-inovasi-perkebunan
Comeliness November 12th, 2010, 11:52 PM Kamis, 11 November 2010, 21:13 WITA |
Anggaran Perbaikan Jembatan di Sulbar Rp50 Miliar
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran untuk perbaikan jembatan di Provinsi Sulawesi Barat sebesar Rp50 miliar. "Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan dana perbaikan jembatan yang memang sudah rusak yang terdapat di Kabupaten Mamuju hingga menuju selatan Kabupaten Majene," kata Gubernur Sulbar, H.Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Kamis.
Menurutnya, dana yang disiapkan Kementerian Pekerjaan Umum tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) tahun anggaran 2011 mendatang. "Hasil pertemuan kami dengan pihak Kementerian PU di Jakarta belum lama ini bahwa Sulbar tahun 2011 akan memperoleh anggaran untuk memperbaiki jembatan yang sudah tua itu," jelasnya.
Anwar mengemukakan, bangunan jembatan yang ada di Sulbar masih banyak yang kondisinya sudah tak layak lagi untuk dilintasi kendaraan bermuatan berat. "Jembatan yang rusak dan ukurannya hanya tiga meter itu dibangun sejak berpuluh-puluh tahun lalu. Makanya, kebutuhan anggaran yang disiapkan oleh pemerintah pusat ini sangat diharapkan terealisasi untuk membangun jembatan tersebut," kata dia.
Gubernur menjelaskan, jembatan yang ada di beberapa titik di Kabupaten Majene sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas akibat lebar jembatan sangat sempit dan tidak dapat dilewati dua kendaraan dari dua arah yang berlawanan dalam waktu bersamaan.
"Pengguna kendaraan yang berpapasan di jembatan harus menunggu kendaraan melintas baru bisa kendaraan dari arah lain melintasi jembatan ini. Makanya harus segera diperbaiki mengingat pertumbuhan kendaraan roda empat dari hari ke hari terus meningkat," kata dia.
Ia menambahkan, dalam kondisi saat sekarang ini, Pemprov Sulbar masih mengharapkan kucuran dana segar dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di daerah. Namun begitu, ungkapnya, suatu ketika Sulbar tidak akan lagi mengemis ke pemerintah pusat untuk mendapatkan dana segar setelah potensi kekayaan alam di Sulbar telah tertangani secara optimal. "Potensi migas dan potensi alam lainnya akan memberikan kontribusi untuk menambah sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) setelah digarap yang diperkirakan berjalan optimal dalam waktu lima tahun ke depan," kata dia.(T.KR-ACO/Y006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/21561/anggaran-perbaikan-jembatan-di-sulbar-rp50-miliar
Comeliness November 14th, 2010, 04:51 PM Air Terjun & Kebun Kelapa Sawit
Photo by Unding Ismail, http://www.panoramio.com/photo/39521533
http://i55.tinypic.com/2gv8sg6.jpg
Air Terjun di Mappu Bonehau, Mamuju.
Photo by by adhy (http://www.panoramio.com/photo/6192914)
http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/6192914.jpg
Kebun Kelapa Sawit Mamuju Utara.
eurico November 15th, 2010, 01:36 AM ^^ wah gw belum pernah tuh ke air terjun itu tuh
Comeliness November 16th, 2010, 04:44 PM Majene & Rewata'a
Photo by ilman.only (http://www.panoramio.com/photo/41863230)
http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/41863230.jpg
Kota Majene.
Photo by ilman.only (http://www.panoramio.com/photo/41863230)
http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/41863113.jpg
Rewata'a Point.
Comeliness November 17th, 2010, 01:17 AM Senin, 15 November 2010, 05:30 WITA |
Gubernur Sulbar Kecewa Kinerja Balai Pemeliharaan Jalan
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat mengaku kecewa dengan kinerja Balai Besar Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, karena tidak maksimal dalam melakukan perbaikan infrastruktur di wilayahnya. "Sudah berulang kali institusi tersebut mengecewakan masyarakat dan pemerintah Sulbar karena tidak maksimal memperbaiki kerusakan jalan dan jembatan yang,"kata Gubernur, Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Minggu.
Ia mencontohkan, kasus nyaris putusnya jalan dan jembatan yang ada di Desa Lariang di Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Mamuju Utara sejak Mei 2010 yang diperbaiki tidak maksimal, padahal jalan itu merupakan jalur trans sulawesi di Sulbar dan menjadi urat nadi ekonomi masyarakat.
"Jalan di Lariang sepanjang 200 meter serta jembatan yang ada di dekatnya sepanjang 100 meter, sebelumnya nyaris putus akibat dikikis banjir dari sungai Lariang, hingga lebarnya tinggal satu meter, namun tidak diperbaiki secara maksimal," ujarnya. Ia mengatakan pada sisi jalan dan jembatan Lariang hanya dipasangi batang pohon kelapa untuk penahan banjir dari sungai Lariang. Akibatnya kata dia, jalan Lariang itu sebagai sarana jalan penggerak ekonomi masyarakat Sulbar tersebut masih kritis untuk dilalui kendaraan yang akan melintas dari kota Mamuju menuju Kabupaten Mamuju Utara ataupun sebaliknya.
Menurut dia, bukan hanya jalan Lariang yang tidak maksimal diperbaiki balai besar pemeliharaan jalan dan jembatan Makassar secara tidak maksimal, tetapi sejumlah jalan dan jembatan lainnya di Sulbar yang rusak akibat bencana banjir dan longsor juga diperbaiki tidak maksimal.
"Pemerintah di Sulbar tidak lagi percaya dengan kinerja balai besar pemeliharaan jalan dan jembatan di Makassar untuk memperbaiki jalan di daerah itu," tegasnya. Bila ada kerusakan jalan dan jembatan di Sulbar tidak akan melaporkan lagi ke balai itu, tetapi langsung kepada pemerintah pusat ini sudah dikoordinasikan pemerintah di Sulbar dengan Mentri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto.
Ia mengatakan, kinerja balai besar pemeliharaan jalan dan jembatan di Makassar buruk dalam menangani kerusakan jalan dan jembatan di Sulbar karena jumlah personel yang dimilikinya untuk bekerja sangat minim. "Mustahil jika balai besar pemeliharaan jalan dan jembatan di Makassar bisa memperbaiki jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan di enam Provinsi di pulau Sulawesi termasuk Provinsi Sulbar sebagai wilayah kerjanya, karena jumlah personel mereka sedikit, dan tidak akan mampu menangani kerusakan jalan di sepanjang pulau sulawesi ini yang panjannya ribuan kilometer,"katanya.
Oleh karena itu ia mengatakan, sebaiknya pemerintah ditingkat pusat mendirikan lagi satu balai balai besar pemeliharaan jalan dan jembatan di pulau sulawesi agar enam Provinsi di sulawesi tidak hanya mengandalkan balai besar pemeliharaan jalan dan jembatan di Makassar untuk memperbaiki kerusakan jalan di sulawesi.
Ia mengatakan, pemerintah pusat harus mendirikan balai besar pemeliharaan jalan dan jembatan untuk bertugas diantara tiga Provinsi dibagian Utara Sulawesi yakni Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Gorontalo dan Provinsi Sulawesi Utara memperbaiki jalan dan jembatan. "Biarkan balai besar pemeliharaan jalan dan jembatan di Makassar bertugas untuk tiga Provinsi di Sulawesi yang ada di bagian selatan yakni Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara, agar kinerjanya dapat lebih fokus," ujarnya.(T.KR-MFH/M027)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/21672/gubernur-sulbar-kecewa-kinerja-balai-pemeliharaan-jalan
Comeliness November 18th, 2010, 04:56 PM jalan menuju Mamuju Utara, di daerah Budong-Budong Mamuju, disekilingnya banyak perkebunan sawit dan FYI ini adalah jalan lintas Sulawesi atau Trans Sulawesi
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs989.snc4/76250_1674617513993_1494095442_31718314_8250541_n.jpg
yang jelek cuman daerah situ doank sih yang lainnya mulussss.....
Tambah lagi dunk fotonya. ;)
Comeliness November 20th, 2010, 12:27 AM Sabtu, 20 November 2010, 05:44 WITA |
Pemprov Sulbar Dorong Pembangunan Kantor Bea Cukai
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, mendorong dilakukan percepatan pelaksanaan pembangunan kantor Bea Cukai guna memaksimalkan pengawasan kegiatan ekspor dan impor barang yang masuk ke wilayah itu. "Dengan beroperasinya Pelabuhan Belang-Belang, maka pembangunan kantor bea cukai pun harus segera berkedudukan di Sulbar untuk mengawasi pergerakan barang yang masuk melalui pelabuhan bertaraf Internasional di Belang-Belang," kata Gubernur Sulbar, H. Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Jumat.
Menurutnya, pembangunan kantor Bea Cukai ini adalah sebuah kebutuhan yang sangat mendesak seiring dengan mulainya beroperasi pelabuhan Belang-Belang. "Pelabuhan kita sudah mulai disinggahi kapal-kapal besar yang melakukan bongkar muat barang. Kehadiran kapal tersebut harus diawasi langsung oleh pihak Bea Cukai," ungkpanya.
Gubernur mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di Jakarta, agar segera menghadirkan kantor Bea dan Cukai yang berkedudukan di Sulbar, minimal awal tahun 2011 tahap pelaksanaan pembangunan gedung perkantoran telah dilakukan.
Ia mengatakan, kantor Bea dan Cukai sangat memiliki peran penting dalam rangka pembangunan ekonomi di daerah seiring dengan membaiknya iklim investasi di Sulbar. "Hasil bea masuk yang didapatkan dari kegiatan aktivitas perkapalan di Belang-belang jelas akan memberikan kontribusi pendapatan bagi negara maupun daerah. Makanya, menghadirkan kantor Bea dan cukai ini harus mendapat perhatian lebih untuk memberikan pelayanan maupun pengawasan kegiatan yang ada di pelabuhan Belang-Belang," tutur Gubernur.
Untuk mendukung hadirnya kantor Bea dan Cukai tersebut, Pemprov Sulbar tetap bersedia menyiapkan lahan untuk pembangunan kantor Bea dan Cukai daerah ini guna menjamin kelancaran arus barang dan dokumennya. Gubernur mengatakan ada beberapa tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kantor Bea dan Cukai seperti pelayanan teknis, memberikan perizinan dan fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai, melaksanakan pemungutan dan pengadministrasian bea masuk, cukai, serta pungutan negara.
Selain itu, kata dia, tupoksi lainnya adalah melaksanakan intelijen, patroli, penindakan dan penyidikan di bidang kepabeanan dan cukai, penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan serta pendistribusian dokumen kepabeanan dan cukai. "Tupoksi bea dan cukai ini juga melakukan pengolahan data, penyajian informasi dan laporan kepabeanan dan cukai, pengelolaan dan pemeliharaan sarana operasi, sarana komunikasi, dan senjata api," ujar Gubernur.
Ia menambahkan, aspek pelayanan menitikberatkan pada upaya menciptakan dan memberdayakan sumber daya yang ada, sehingga dapat menjamin kelancaran arus barang dan dokumen, mengurangi ekonomi biaya tinggi, serta menciptakan iklim dunia usaha yang kondusif bagi industri dan investasi. (T.KR-ACO/F003)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/21822/pemprov-sulbar-dorong-pembangunan-kantor-bea-cukai
Comeliness November 20th, 2010, 05:46 PM Malunda, Majene
Photo by Unding Ismail (http://www.panoramio.com/photo/39500959)
http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/39500959.jpg
Comeliness November 21st, 2010, 02:52 PM Sabtu, 20 November 2010, 09:21 WITA |
BKPRS Fokuskan Pembangunan Infrastruktur di Sulawesi
Mamuju (ANTARA News) - Badan Kerja Sama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS) memfokuskan pembangunan infrastruktur yang ada di Pulau Sulawesi selama tahun 2010. Ketua Dewan Pembina BKPRS, Paliudju pada acara pembukaan acara Musyarawah BKPRS di Mamuju, Sabtu, menyampaikan BKPRS sebagai wadah pemerintah di Sulawesi dalam meningkatkan ekonomi dan pembangunan di Sulawesi, BKPRS telah memfokuskan pembangunan infrastruktur yang ada di sulawesi.
Ia mengatakan, infrastruktur yang masih dalam tahap perencanaan yang difokuskan untuk dibangun disejumlah Provinsi di Pulau Sulawesi, di antaranya adalah pembangunan jalur transportasi kereta api dari Makassar Provinsi Sulawesi Selatan melalui Provinsi Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Provinsi Gorontalo dan Sulawes Utara.
Kemudian pembangunan terusan Katulistiwa antara Selat Makassar dan Teluk Tomoni di Provinsi Sulawesi Tengah, yang akan menjadi jalur alternatif angkutan laut yang lebih dekat di kawasan Indonesia Timur karena terusan tersebut memotong pulau sulawesi. Selain itu pembangunan jalan Wisata antara Toraja Provinsi Sulsel, menuju Tomohon dan Bunaken Provinsi Sulawesi Utara yang akan dirancang hingga jalur wisata dapat memperkenalkan wisata budaya di Sulawesi seperti dengan Bali.
Kemudian pembangunan infrastruktur pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Karama di Kecamatan Bonehau dan Kalumpang Kabupaten Mamuju Provinsi Sulbar yang diharapkan akan menjadi pembangkit listrik terbesar di sulawesi untuk mengakhiri krisis listrik di sulawesi. "Infrastruktur yang akan dibangun tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan ekonomi dan pembangunan yang ada di Pulau Sulawesi," katanya.
Ia mengatakan, selain memfokuskan pembangun infrasturuktur dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat sulawesi, BKPRS di sulawesi juga telah menindaklanjuti visi industri sulawesi yakni menjadi sulawesi agro industri dan daerah perikanan. Selain itu mempromosikan budaya dan sumber daya alam yang dimiliki sulawesi seperti minyak dan gas serta aspal buton di Provinsi Sulawesi Tenggara, untuk menjalin investasi melalui kerjasama dengan pemerintah nasional. (T.KR-MFH/B012)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/21824/bkprs-fokuskan-pembangunan-infrastruktur-di-sulawesi
Minggu, 21 November 2010, 07:42 WITA |
Gubernur Sulbar Terpilih Jadi Ketua BKPRS
http://bimg.antaranews.com/makassar/2010_11/small/gub-aas.jpg
Anwar Adnan Saleh (FOTO ANTARA/Dok)
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, terpilih menjadi Ketua Dewan Pembina Badan Kerja Sama Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS). Gubernur Sulbar terpilih menjadi Ketua Dewan Pembina BKPRS menggantikan Ketua Dewan Pembina BKPRS sebelumnya Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), HB Paliudju, dalam musyawarah BKPRS yang digelar di Mamuju, Sabtu.
Tiga gubernur di Sulawesi memandatkan dan memilih Gubernur Sulbar menjadi Ketua Dewan Pembina BKPRS antara lain Gubernur Sulsel Syarul Yasin limpo, Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, dan Gubernur Sulteng Paliudju sendiri. Dua Gubernur lainnya di Sulawesi yakni Gubernur Gorontalo, Ir Gusnar Ismail, MM, dan Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang, tidak memilih karena tidak hadir dalam acara musyawarah BKPRS di Sulbar.
Gubernur Gorontalo berhalangan hadir di acara BKPRS karena sedang menunaikan ibadah haji di tanah suci Mekkah sedangkan Gubernur Sulawesi Utara melakukan perjalanan ke luar daerah.
Usai terpilih menjadi Ketua BKPRS, Anwar Adnan Saleh, mengatakan, akan melakukan pembenahan internal BKPRS dengan memantapkan konsolidasi organisasi secara kontinyu selama sebulan sekali. Ia mengatakan, BKPRS di tangannya juga akan mendirikan kantor permanen yang akan dipusatkan di Makassar, Sulawesi Selatan, karena selama ini BKPRS tidak memiliki kantor untuk melakukan konsolidasi.
Ia menyampaikan bahwa BKPRS dalam perjalanannya selama 10 tahun telah membawa keharmonisan dalam hal kemitraan pembangunan di Sulawesi serta meningkatkan sinergitas pembangunan di antara provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia. "BKPRS ke depan kita harapkan lebih giat lagi dalam meningkatkan ekonomi dan pembangunan yang ada di pulau Sulawesi agar pembangunan di kawasan ini lebih cepat pertumbuhannya," ujarnya. (T.KR-MFH/Z
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/21858/gubernur-sulbar-terpilih-jadi-ketua-bkprs
Comeliness November 21st, 2010, 03:07 PM Pasangkayu, Mamuju Utara
Photo by Unding Ismail (http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/42377558.jpg)http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/42377558.jpg
Pantai di Mamuju Utara
Photo by yuhardin (http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/30010434.jpg)
http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/30010434.jpg
Kantor Bupati Mamuju Utara
Comeliness November 24th, 2010, 07:10 PM Rabu, 24 November 2010, 20:08 WITA |
JK Kunjungi Lokasi Pembangunan PLTA Karama
Mamuju (ANTARA News) - Ketua Dewan Pembina PT Bukaka Grup Jusuf Kalla bersama Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mengungjungi lokasi a pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Desa Tambi-Tambi, Kecamatan Kalumpang, sekitar 100 kilometer dari kota Mamuju, Sulawesi Barat.
Rombongan mantan wakil presiden JK melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan PLTA Karama, Rabu, menggunakan helikopter didampingi Direktur Utama PT Bukaka Grup, Ahmad Kalla, Gubernur Sulbar dan Kapolres Mamuju, AKBP Darwis Rincing.
Menurut JK, rencana membangun PLTA di wilayah hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Karama, Kalumpang, Mamuju ini telah berlangsung sejak lama atau semasa menjabat sebagai Wapres. "Kita sudah melakukan koordinasi dengan pemprov Sulbar. Alhamdulillah, niatan kami untuk membangunan PLTA ini mendapat respon positif dari Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh," jelasnya.
Dengan respon itu, kata JK, pihaknya langsung bereaksi cepat untuk melakukan peninjauan lokasi tempat pembangunan PLTA di wilayah hulu sungai perbatasan antara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. "Lokasi pembangunan PLTA ini berada diatas hulu sungai Karama atau pada wilayah perbatasan. Namun, posisinya tetap ditempatkan pada wilayah Sulbar bukan Sulsel," ungkapnya.
JK yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) pusat ini menuturkan, untuk merampungkan pembangunan PLTA, pihaknya membutuhkan waktu panjang maksimal lima tahun telah berfungsi normal. Ia mengemukakan, rencana pembangunan PLTA Karama yang nantinya akan dikerjakan perusahaan PT Bukaka Grup akan melibatkan tekhnisi handal yang telah teruji kemanpuannya. "Keinginan kami untuk membangun PLTA tersebut untuk ikut andil dalam pelaksanaan percepatan pembangunan di Sulbar," kata JK. (T.KR-ACO/S016)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/22014/jk-kunjungi-lokasi-pembangunan-plta-karama
Comeliness November 24th, 2010, 07:23 PM Rabu, 24 November 2010, 19:18 WITA |
Gubernur Terima Tawaran Bukaka Grup Bangun PLTA
http://bimg.antaranews.com/makassar/2010_11/small/aas.jpg
Anwar Adnan Saleh. (FOTO ANTARA/Aco Ahmad AH)
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat H Anwar Adnan Saleh, menerima tawaran Perusahaan Bukaka Grup membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air di Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju. "Kami menyambut niat baik Perusahaan Bukaka Grup salah satu anak perusahaan PT Haji Kalla mengambil alih pembangunan PLTA Kalumpang, setelah sebelumnya juga dilirik investor asal China Gezhouba Group International Engineering Co Ltd yang sudah melakukan studi kelayakan,"kata Anwar saat menggelar rapat koordinasi pemerintah provinsi Sulbar dengan pihak PT Bukaka Grup di Mamuju, Rabu.
Rapat yang dipimpin Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dihadiri Direktur Utama PT Bukaka Group, Ahmad Kalla dan sejumlah undangan dari unsur perbankan setempat. Menurut Gubernur, ia menerima langsung tawaran PT Bukaka Grup untuk mengerjakan PLTA Karama yang semula akan dikerjakan oleh investor asing, tetapi perusahaan Bukaka Grup lebih cepat bereaksi dari pada investor asing, sehingga tawaran itu disambut baik pemprov Sulbar.
"Sesuai dengan slogan pak JK, "lebih cepat lebih baik". Makanya, kita tidak berpikir panjang dan langsung menerima niat baik PT Bukaka dalam mempercepat pembangunan PLTA yang sudah dinantikan masyarakat Sulbar," kata Anwar dan menambahkan rencana itu telah dibicarakan dengan mantan Wapres Jusuf Kalla, pemilik Kalla Grup dalam suatu kesempatan di Jakarta.
Pembangunan PLTA tersebut kata dia, merupakan jawaban untuk mengatasi persoalan krisis listrik yang terjadi di pulau Sulawesi sejak beberapa tahun terakhir ini. Persoalan krisis listrik merupakan masalah nasional yang harus ditangani secara bersama-sama, sehingga keinginan PT Bukaka Group ini perlu disambut gembira untuk melakukan pelaksanaan pembangunan di provinsi ini.
"Sesungguhnya rencana PLTA ini sudah dilirik oleh investor asing bahkan telah dilakukan MoU dengan China melalui dana pinjaman lunak. Tetapi investor asing yang sudah melakukan studi kelayakan itu ternyata banyak hal yang harus dilengkapi untuk mempercepat pembangunan PLTA itu. Prinsipnya, investor China kalah cepat dari PT Bukaka Grup," tuturnya. :)
Anwar mengemukakan, masyarakat Sulbar sangat menyambut hangat atas keseriusan PT Bukaka Grup untuk melaksanakan pembangunan PLTA yang saat ini akan dilakukan peninjauan lokasi. "Pokoknya saya tidak akan mempersulit keinginan PT Bukaka grup. Hal ini juga karena rencana pembangunan PLTA ini untuk kepentingan masyarakat banyak" papar dia.
Ia menambahkan, PT Bukaka Grup ini tidak perlu diragukan lagi karena telah terbukti melaksanakan kegiatan yang sama seperti pembangunan PLTA Poso, Sulawesi Tengah yang diperkirakan tuntas pertengahan 2011. "Masyarakat di pulau Sulawesi tentu bangga karena PLTA Sulbar dikerjakan oleh anak negeri sendiri tanpa harus berharap dari pemodal asing,"ujar Anwar. (T.KR-ACO/S016)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/22010/gubernur-terima-tawaran-bukaka-grup-bangun-plta
Comeliness November 24th, 2010, 07:37 PM Kalumpang
Image Credits: rustand (http://www.panoramio.com/photo/43740735)
http://img508.imageshack.us/img508/3172/43740735.jpg
eurico November 25th, 2010, 03:17 AM salah satu pantai di Polewali Mandar
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs983.snc4/75655_1434238466469_1548154476_30940370_1491653_n.jpg
picture by Rachmat Muhansar
Wawar05 December 13th, 2010, 12:44 AM Malaysia Berencana Investasi Kakao di Sulbar
Mamuju (ANTARA News) - Sejumlah pengusaha Malaysia berencana melakukan investasi kakao di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar) untuk menopang ekonomi negara itu.
Ketua Badan Koordinasi Pembangunan Regional Sulawesi (BKPRS), Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Minggu, mengatakan, keinginan investor itu diketahui setelah dilakukan ekspo komoditi sulawesi di Malaysia 26-28 November 2010.
Anwar Adnan Saleh yang juga Gubernur Sulbar ini mengatakan, negara Malaysia ingin melakukan investasi kakao di Sulbar karena negara itu berniat membangun ekonomi negaranya dengan mengandalkan pengolahan kakao.
"Malaysia memiliki pabrik pengolahan kakao terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas produksi sekitar 250 ribu ton, namun negara itu bukan penghasil kakao sehingga tidak mampu memaksimalkan pabrik pengolahan yang dimilikinya," katanya.
Karena itu kata dia, negara Malaysia hanya mampu memproduksi kakao sekitar 25 ribu ton pertahun, lebih sedikit dibandingkan dengan kapasitas pabrik pengolahan kakao yang mereka miliki.
Oleh karena itu ia mengatakan, negara Malaysia ingin melakukan investasi di Sulbar untuk membeli hasil kakao di daerah ini yang produksinya mampu mencapai 150 ribu ton pertahun.
"Malaysia ingin membeli kakao di sejumlah Provinsi di pulau sulawesi termasuk di Sulbar, untuk memaksimalkan pabrik pengolahan yang dimiliki dan sebagai bahan baku jangka panjang bagi kelancaran produksi yang kemudian dipasarkan," katanya.
Namun ia mengatakan, pemerintah di Sulbar tidak akan begitu saja menerima tekad negeri Jiran tersebut untuk melakukan investasi di Sulbar jika tidak bersedia memindahkan pabrik pengolahan kakaonya ke daerah ini.
"Pemerintah di Sulbar menyambut baik rencana Malaysia melakukan investasi di Sulbar dengan catatan harus mau memindahkan pabriknya ke Sulbar, agar antara Malaysia dan daerah ini masing masing mendapatkan keuntungan," katanya.
http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/22652/malaysia-berencana-investasi-kakao-di-sulbar
eurico December 28th, 2010, 05:30 AM SABTU, 18 DESEMBER 2010 | 17:06 WITA | 5949 Hits
Share |
Pejabat Optimis Migas Sejahterakan Rakyat
http://www.fajar.co.id/photohead/1292581440sulbar%20foto.JPG
ALAT BOR. Peralatan pengeboran migas milik PT Tattely NV saat melakukan pengeboran perdana di Desa Saptanajaya Kecamatan Saruddu, Kabupaten Mamuju Utara.
PASANGKAYU -- Optimisme pemerintah Sulbar dan Pemkab Matra terkait pengelolaan migas di daerah ini cukup kuat. Hampir seluruh pejabat di lingkup Pemprov dan Pemkab di Sulbar ini menjanjikan kesejahteraan bagi masyarakatnya begitu pengerjaan migas dilakukan. Salah satunya didengungkan Gubernur Anwar Adnan Saleh saat menghadiri pengeboran perdana PT Tattley NV di Desa Saptanajaya Kecamatan Saruddu, tepatnya di sumur LG 1 Budong-budong, Kamis 16 Desember.
"Pengelolaan migas ini akan membawa dampak luas di daerah kita, mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat dari produksi migas," kata Anwar Adnan Saleh. Dia menepis anggapan yang menyatakan jika hasil migas nantinya adalah milik perusahaan penggarap, melainkan milik bangsa Indonesia yang tak lain adalah masyarakat Sulbar. Dia juga meminta agar warga di sekitar pertambangan tidak terprovokasi dengan berbagai pemberitaan terkait dampak pengeboran migas yang dikerjakan secara outsorche atau pengeboran darat ini.
Pernyataan sama disampaikan Ketua DPRD Matra, Yaumil RM. Saat diminta tanggapannya, dia menyampaikan optimismenya bahwa taraf kehidupan masyarakat Matra dan Sulbar secara umum bakal meningkat seiring berproduksinya pertambangan yang masuk dalam wilayah Blok Budong-budong ini.
Apalagi sistem sharing bagi hasilnya, menurut Yaumil, cukup jelas yakni sekira 15 persen untuk pemerintah setempat. "Cuma memang waktunya yang agak lama yakni baru bisa berproduksi minimal empat tahun setelah digarap. Itu bisa melampaui satu periode di dewan," celetuk Ketua Partai Golkar Matra ini.
Sementara GM Tattely, Songgues dalam keterangannya menyampaikan jika pihaknya siap bekerja sama dengan masyarakat di Matra dalam pengerjaan pengeboran migas ini. Untuk persiapan pengerjaan pengeboran perdana kemarin, pihaknya mengaku sudah mulai berada intensif di Matra sejak Oktober lalu.
Dia juga menekankan keselamatan kerja bagi setiap pekerja dan warga masyarakat, khususnya di Desa Saptanajaya selama dalam masa pengerjaan pengeboran minyak itu. (nur)
sumber: http://lokalnews.fajar.co.id/read/112140/29/pejabat-optimis-migas--sejahterakan-rakyat
Comeliness December 29th, 2010, 05:21 PM Sabtu, 18 Desember 2010, 11:12 WITA |
Gubernur : SBY Akui Sulbar Masa Depan Indonesia
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, H. Anwar Adnan Saleh, mengemukakan, potensi Sumber Daya Alam di daerah ini kaya raya, bahkan pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui bahwa daerah Sulbar adalah masa depan Indonesia.
"Potensi SDA di Sulbar mendapat apresiasi dari pak SBY beberapa waktu lalu saat pertemuan para gubernur di Jakarta. Beliau mengakui bahwa Sulbar adalah salah satu daerah yang diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional maupun pembangunan di provinsi ini," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Jumat.
Menurut dia, apresiasi positif yang dilontarkan oleh pak SBY, mengingat segudang potensi SDA baik yang berada di lautan lepas maupun di daratan hingga kini belum tertangani secara optimal seperti potensi ditemukannya sembilan blok migas, pertambangan mangan maupun potensi energi listrik di Karama yang mampu menghasilkan energi listrik hingga 3000 megawatt atau PLTA terbesar di Asia.
"Pak SBY meyakini, jika potensi alam yang ada dalam kandungan bumi Sulbar menuai hasil, maka bukan hanya Sulbar yang terbantu namun juga akan memberikan kontribusi penerimaan devisa negara," ucap Anwar meniro pernyataan pak SBY.
Ia menuturkan, saat ini ada sembilan block migas yang saat ini tengah ditangani oleh perusahaan asing diantaranya block Suremana oleh PT dan block Mandar dikerjakan PT Exon Mobil Indonesia, block Pasangkayu oleh PT Marathon Indonesia.
Kemudian kata dia, potensi migas lainnya yang telah dilirik investor yakni block Kuma oleh PT Chonoco-Phillips Ina, block Karama dikerjakan PT.Star Oil-Pertamina, block Karama oleh Pearl Oil, block Malunda PT Exploration and Production dan block South Mandar yang dikerjakan PTT Exploration and Production.
"Saat ini potensi migas block Budong-Budong sedang tahap eksplorasi oleh PT Tately yang diharapkan bisa menemukan minyak atau gas," paparnya.
Anwar juga mengatakan, jika sembilan potensi migas ini tertangani maka upaya mengentaskan kemiskinan masyarakat akan tercapai bahkan bukan tidak mungkin provinsi yang termuda ini kelak menyerupai negara Brunai Darussalam.
Demikian pula PLTA Karama yang nantinya akan dibangun oleh PT Bukaka Grup salah satu anak perusahaan Haji Kalla akan memulai pekerjaan untuk membangun energi listrik yang akan diawali pembangunan jalan sepanjang 100 kilometer.
"Listrik PLTA Karama akan memenuhi kebutuhan listrik di enam provinsi di Sulawesi. Kita berharap, pengelolaan potensi SDA ini bisa ditangani lebih cepat untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan rakyat Sulbar," pungkasnya. (T.KR-ACO/S006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/22863/gubernur--sby-akui-sulbar-masa-depan-indonesia
suasana pagi hari di pantai manakarra mamuju
banyak kapal nelayan yang sudah bersandar
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs465.ash2/73891_1674598273512_1494095442_31718268_4478730_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs990.snc4/76322_1674613113883_1494095442_31718307_6085121_n.jpg
Fotonya Eurico yg gw import kesini :D, artikelnya di kombinasi foto biar nggak boring.
Comeliness January 10th, 2011, 05:23 PM Hotel D'Maleo, Mamuju
Image Source: Kenny Sanjaya, All about Indonesia (http://kelilingan.blogspot.com/2010/12/mamuju-west-sulawesi.html)
http://i51.tinypic.com/2j68k09.jpg
Image Credits: Kenny Sanjaya, All about Indonesia (http://kelilingan.blogspot.com/2010/12/mamuju-west-sulawesi.html)
http://i53.tinypic.com/px5r9.jpg
Comeliness January 18th, 2011, 03:48 AM Minggu, 16 Januari 2011 21:23 WITA |
Trans Sulawesi Tapalang Terancam Putus Akibat Abrasi
Mamuju (ANTARA News) - Jalan Trans Sulawesi di Desa Tampalang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat terancam putus akibat abrasi pantai yang memicu masuknya air laut pasang ke darat. Pemantauan di Mamuju, Minggu, abrasi pantai di desa Tampalang sudah semakin parah karena selain menghancurkan puluhan pemukiman penduduk, juga membuat jalur Trans Sulawesi di wilayah itu sepanjang 500 meter, terancam putus.
Abrasi karena terjadinya gelombang pasang setinggi tiga meter di Desa Tampalang, Kecamatan Tapalang, sebelumnya menghantam dan menghancurkan pemukiman warga yang mendiami pesisir pantai barat Sulawesi itu.
Akibatnya, ratusan penduduk di wilayah itu mengungsi karena kehilangan tempat tinggal setelah pemukimannya hancur dihantam gelombang pasang, bencana itu juga membuat jalur Trans Sulawesi yang berada di depan pemukiman penduduk terancam putus karena air laut terus merangsek ke darat hingga mencapai 10 meter.
Awal, salah seorang warga mengatakan, pemukiman warga yang hancur dan jalan Trans Sulawesi yang nyaris putus di Desa Tampalang terjadi karena tanggul penahan sepanjang 200 meter yang berfungsi pelindung pemukiman warga telah hancur dengan mudah di hantam gelombang pasang karena diduga dibangun tidak kuat, sehingga air leluasa merangsek ke darat.
Ia mengatakan, jarak antara jalan di jalur Trans Sulawesi di Desa Tampalang dengan air laut yang masuk dari Perairan Sulawesi tersebut sudah semakin dekat sudah mencapai dua meter.
Sehingga, ia mengatakan, apabila tidak ada antisipasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mamuju maka jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan antara Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju itu akan benar-benar putus dihantam gelombang air laut pasang.
"Kalau itu terjadi maka akses ekonomi ke Kota Mamuju juga akan terputus dan masyarakat di Kota Mamuju akan kesulitan mendapatkan kebutuhan ekonomi karena putusnya jalan membuat ekonomi masyarakat akan menjadi lumpuh," katanya. Menurut dia, akan putusnya jalan ini harus mendapat perhatian prioritas Pemkab Mamuju karena menyangkut nasib masyarakat banyak.
"Selama ini Pemkab Mamuju tidak pernah memberikan perhatian kepada korban abrasi di Desa Tampalang sehingga pemukiman masyarakat terus dihantam gelombang pasang, dibuktikan jumlah rumah hancur dihantam gelombang pasang semakin bertambah, karena pemerintah belum juga membangun tanggul penahan ombak," katanya.
Sementara, kata dia, kondisi jalan juga hampir putus tanpa ada solusi, sehingga masyarakat meminta Pemkab Mamuju segera sadar dan membantu masyarakat bukan hanya mengurusi pembangunan tidak jelas dan tidak berhubungan langsung dengan masyarakat yang kini sangat butuh bantuan. (T.KR-MFH/F003)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/23744/trans-sulawesi-tapalang-terancam-putus-akibat-abrasi
Comeliness January 18th, 2011, 04:34 PM Selasa, 18 Januari 2011, 15:22 WITA |
Wapres Resmikan Unsulbar Jadi Kampus Negeri
Mamuju (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono dijadwalkan meresmikan perubahan status Universitas Sulawesi Barat dari swasta menjadi perguruan tinggi negeri. Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulawesi Barat, Jamil Barambangi di Mamuju, Selasa, mengatakan, Wapres Boediono akan berkunjung ke Sulbar pada pertengahan Februari 2010.
Dalam kunjungan itu, Wapres akan belakukan beberapa kegiatan, yang salah satunya meresmikan perubahan status Universitas Sulbar (Unsulbar) di Kabupaten Majene, menjadi Universitas Negeri Sulbar. Menurut dia, kampus Unsulbar merupakan salah satu universitas yang didirikan Pemerintah Provinsi Sulbar, tetapi masih dinaungi sebuah yayasan, sehingga kini statusnya masih swasta.
Sehubungan dengan itu, kata dia, pemerintah di Sulbar telah berupaya meningkatkan status Unsulbar dari swasta menjadi negeri, sekaligus menjadi kampus terbesar di Sulbar. Ia mengatakan, peningkatan status menjadi kampus negeri itu dilakukan agar Unsulbar mendapatkan subsidi pendidikan dari pusat.
"Pada tahun ini pemerintah di tingkat pusat akan memberikan bantuan subsidi anggaran pendidikan sekitar Rp125 miliar untuk Unsulbar, namun karena status Unsulbar masih bersifat swasta, maka bantuan itu menjadi batal diberikan," katanya.
Ia mengatakan, dengan peningkatan status Unsulbar menjadi kampus negeri, nantinya diharapkan pendidikan di tingkat perguruan tinggi di Sulbar dapat lebih meningkat, sehingga sumber daya manusia di daerah terbungsu ke-33 di Indonesia ini dapat lebih baik.
Ia mengatakan, Unsulbar saat ini telah memiliki lahan seluas 30 hektare. Lahan itu telah dibebaskan pemerintah dengan anggaran APBD sekitar Rp2 miliar. Sebelumnya Gubernur Sulawesi Barat Adnan Anwar Saleh mengatakan, pembangunan Unsulbar akan dilakukan secara bertahap mulai 2011 hingga 2030 dengan menyiapkan lahan 100 hektare.
Ia mengatakan, Unsulbar akan dibangun dengan 10 fakultas ditambah satu program pascasarjana, dengan jumlah mahasiswa yang akan kuliah sekitar 25 ribu orang, sementara tenaga dosennya sekitar 1.250 orang, dan staf administrasi 625 orang. Adnan mengatakan, pembangunan Unsulbar akan membutuhkan biaya sekitar Rp350 miliar dan memerlukan waktu hingga 10 tahun untuk bisa beroperasi secara normal. (T.KR-MFH/P004)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/23792/wapres-resmikan-unsulbar-jadi-kampus-negeri
Comeliness January 20th, 2011, 04:28 AM Wednesday, 19 January 2011
Poros Mamuju-Mamasa telan Rp100 miliar
Oleh Antara
http://www.bisnis-kti.com/show_image_NpAdvMainFea.php?filename=/2011/01/jalan-mamuju.jpg&cat=17&pid=3864&cache=false
MAMUJU: Pembangunan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Mamuju- Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat disiapkan dana sebesar Rp100 miliar lebih yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2011. “Alokasi pembangunan jalan Mamuju-Mamasa yang menjadi salah satu jalan provinsi di daerah ini kita genjot pembangunannya di 2011, sehingga masyarakat di daerah ini bisa lebih berdaya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya, hari ini.
Ia mengatakan, selama ini masyarakat di daerah itu mengalami ketertinggalan, keterbelakangan yang berdampak pada tingginya angka kemiskinan. Karenanya, Pemprov Sulbar membangun jalan ke wilayah itu untuk memudahkan akses transportasi yang selama ini hidup dalam keterisolasian. “Jalan yang kita bangun selama ini masih dalam tahap pengerasan. Kita berharap dana yang kita anggarkan tahun ini bisa lebih baik dari kondisi yang ada saat ini,”jelasnya.
Sedangkan jalan antara Kota Mamuju, Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Luwu yang membelah gunung di Kecamatan Kalumpang Kabupaten Mamuju membelah menuju arah timur pulau Sulawesi tersebut statusnya masih jalan provinsi belum bisa dianggarkan karena keterbatasan APBD. Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat yang ada di wilayah itu yang sangat mendambakan akses jalan tersebut dikerjakan tahun 2011 dapat bersabar menunggu hingga tahun 2012 untuk dikerjakan pemerintah.
Ia juga mengatakan, selama ini pemerintah telah mampu merampungkan pembangunan jalan nasional yang membentang mulai dari daerah Paku Kabupaten Polman hingga ke utara Sureman, Kabupaten Mamuju Utara telah tuntas meski pun masih ada titik-titik jalan yang kembali rusak. “Jalan nasional sepanjang 544 kilometer ini telah kita maksimalkan. Ini semua berjat dukungan pemerintah pusat yang memberikan perhatian terhadap daerah kita dalam mendukung peningkatan infrastruktur jalan,”ucapnya.
Sebelumnya anggota DPRD Sulbar, Kalvin Kalambo menyatakan kekecewaannya karena jalan tersebut belum dikerjakan pemerintah padahal jalan tersebut sangat penting dalam rangka membuat warga yang terisolir di tiga kabupaten tersebut dapat memperoleh akses ekonominya dengan dibangunnya jalan itu.
“Warga, khsususnya yang berada di wilayah terisolasi di tiga kabupaten yakni Mamuju, Tana Toraja dan Luwu, sangat mendambakan jalan tersebut dibangun untuk akses transportasi agar hasil bumi mereka seperti hasil pertanian dan perkebunan dapat disalurkan ke wilayah Kota Mamuju,” katanya. (mnk/foto: Ist)
Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/01/poros-mamuju-mamasa-telan-rp100-miliar/
DanangSuthoWijoyo January 20th, 2011, 04:36 AM Majene & Rewata'a
Photo by ilman.only (http://www.panoramio.com/photo/41863230)
http://commondatastorage.googleapis.com/static.panoramio.com/photos/original/41863113.jpg
Rewata'a Point.
Kalumpang
Image Credits: rustand (http://www.panoramio.com/photo/43740735)
http://img508.imageshack.us/img508/3172/43740735.jpg
dua foto yang berasa tdk di indonesia...mantaff,...jadi pengen ksitu..:cheers:
itu foto kedua kalo ada cowboy pas banget tuu..:lol::lol:
Comeliness January 21st, 2011, 10:50 PM Kamis, 20 Januari 2011 23:13 WITA
Migas Sulbar Bisa Sumbangkan PAD Rp13 Triliun
http://bimg.antaranews.com/makassar/2011_01/small/hapati-hasan-copy.jpg
Hamzah Hapati Hasan (FOTO ANTARA/Dok)
Mamuju (ANTARA News) - Potensi Minyak dan Gas (Migas) di wilayah Provinsi Sulawesi Barat yang memiliki sembilan blog migas bisa menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp13 triliun per tahun.
"Enam blog migas dari sembilan blog migas di Sulbar telah ditenderkan untuk dilakukan eksplorasi. Jika enam blog migas ini menghasilkan tetesan minyak maka Sulbar akan menjadi provinsi terdepan karena akan mampu menghasilkan PAD hingga Rp13 triliun," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulbar, Hamzah Hapati Hasan, saat menjamu makan malam rombongan anggota Badan Musyawarah DPRD Provinsi Riau di Mamuju, Kamis malam.
Menurutnya, potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang terkandung dalam perut bumi di wilayah afdeling Mandar Sulbar ini merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang patut disyukuri karena sejumlah investor asing telah melakukan eksplorasi, seperti PT Marathon International Petroleum Indonesia Limited yang telah bekerja di perairan lepas pantai Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara (Matra) sejak 4 Agustus 2009 lalu.
Blok lain yang dalam tahap eksploitasi ini, kata dia yakni blok Mandar yang dikerjakan PT Exxon Mobil Indonesia, blok Kuma oleh PT Conoco-Phillips Indonesia, blok Karama dikerjakan PT. Star Oil-Pertamina, blok Karama oleh Pearl Oil, blok Malunda dan blok South Mandar yang dikerjakan PT Exploration and Production.
"Saat ini kami hanya bermimpi kelak Sulbar akan mampu bangkit dari ketertinggalan dari daerah lain yang sudah mapan. Mimpi ini bisa terwujudkan apabila enam blog migas yang telah ditenderkan mengeluarkan tetesan minyak untuk kemakmuran rakyat Sulbar," kata dia. Hapati Hasan menuturkan, cadangan minyak dan gas yang terkandung dalam perut bumi provinsi terbungsu Indonesia ini tidak hanya di daratan (on shore), tapi juga di perairan lepas pantai (off shore).
Saat ini kata dia, satu blog migas yang ada di daratan yakni blok Budong-Budong, telah dieksplorasi oleh perusahaan asal Belanda, PT Tately yang diharapkan mampu menemukan tetesan minyak sehingga harapan meraih mimpi mensejahterakan rakyat bisa terwujudkan. Dia mengemukakan, pembangunan di Sulbar saat ini masih mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat karena daerah kita belum mampu mengandalkan sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya berkisar Rp110 miliar tahun ini.
Ketergantungan Sulbar terhadap pusat akan bisa berakhir katanya, apabila potensi daerah seperti pemanfaatan sembilan blog migas yang saat ini masih dalam tahap eksplorasi oleh perusahaan asing dan beberapa sektor pertambangan lainnya telah menuai hasil. Bukan hanya sektor migas, tambah Hapati Hasan, beberapa sektor pertanian, perikanan dan sektor lainnya juga melimpah di daerah ini yang sangat membutuhkan keterlibatan investor untuk mengelola potensi di daerah ini.
"Kami memiliki potensi unggulan dengan akan dibangunnya potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karama, salah satu sumber energi listrik terbesar di Asia Tenggara ini. "Rencana pembangunan PLTA Karama ini telah dilirik oleh investor asing maupun dari pengusaha lokal yakni Bukaka Grup salah satu anak perusahan Kalla Grup," pungkasnya. T.KR-ACO/F003)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/23888/migas-sulbar-bisa-sumbangkan-pad-rp13-triliun
Comeliness January 25th, 2011, 06:46 PM Selasa, 25 Januari 2011, 14:56 WITA |
Anggaran Pembangunan Depo Pertamina Sulbar Rp25 Miliar
Mamuju (ANTARA News) - Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Barat Agussalim Tamadjoe mengatakan anggaran pembangunan depo Pertamina di Pelabuhan Belang Belang, Kabupaten Mamuju, sekitar Rp25 miliar. "Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menganggarkan dana sekitar Rp25 miliar dalam APBD 2011 untuk membangun depo Pertamina tersebut," katanya di Mamuju, Selasa.
Ia mengatakan, pembangunan depo Pertamina tersebut atas kerja sama Pemerintah Provinsi Sulbar dan Pertamina untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di daerah ini. Menurut dia, kapasitas depo Pertamina yang akan dibangun itu sekitar 10.000 ton dengan jumlah tangki 20 unit.
Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan dua hektare untuk pembangunan depo Pertamina di sekitar areal Pelabuhan Belang Belang, Mamuju, dan lahan itu akan segera dibebaskan. "Pertamina akan meninjau kelayakan areal yang akan dijadikan lokasi pembangunan depo. Rencananya peluncuran depo tersebut pada Juni 2011," katanya.
Menurut dia, pembangunan depo Pertamina di Sulbar dimaksudkan agar kebutuhan BBM di daerah ini tidak lagi dipasok dari depo Pertamina di Pare Pare, Provinsi Sulawesi Selatan, tetapi bisa didistribusikan dari Pelabuhan Belang Belang, Mamuju. "Selama ini BBM di Sulbar dipasok dari depo Pertamina Pare Pare yang jaraknya sekitar 300 kilometer dari Kota Mamuju, karena itu Provinsi Sulbar bertekad membangun depo Pertamina sendiri agar tidak lagi kewalahan memasok BBM dari Pare Pare yang jaraknya jauh," katanya.
Ia mengatakan, pembangunan depo Pertamina itu juga untuk memenuhi kebutuhan BBM sejumlah industri di Pelabuhan Belang Belang serta di Mamuju. Selain itu, kata dia, juga untuk memenuhi kebutuhan BBM sarana transportasi di Sulbar yang terus meningkat seiring dengan berkembangnya provinsi ini sebagai daerah otonomi baru. (KR-MFH/E005)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/24024/anggaran-pembangunan-depo-pertamina-sulbar-rp25-miliar
Comeliness January 27th, 2011, 06:59 PM Rabu, 26 Januari 2011 | 18:33:21 WITA |
Jajaki Kerja Sama Kanada
Tangani Abrasi Pantai Sulbar
http://www.fajar.co.id/img_berita/9025-1-1-Tanggul%20Hancur%20Mamuju.jpg
RAWAN ABRASI. Salah satu titik pantai Mamuju yang dianggap rawan abrasi air laut dan ombak besar. M NASRUN NUR/FAJAR
MAMUJU -- Ancaman abrasi di sepanjang pantai Kabupaten Mamuju mendapat perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar). Terbukti dalam waktu dekat ini, pemprov bersama pemerintah Kanada membangun kerja sama penanganan abrasi tersebut.
Kabiro Humas Pemprov Sulbar, HM Jusri Basir mengutip pernyataan gubernur saat kunjungan ke Polman, sebelumnya menyatakan, melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah terbangun kesepahaman dengan Pemerintah Kanada guna mendatangkan konsultan teknis dan kajian penanganan abrasi pantai di Mamuju. Penanganan abrasi lanjutnya, butuh kajian teknis yang jelas dan tidak setengah-setengah.
Karena itu menurut dia, melalui Bappenas, Sulbar bakal mengajak konsultan dari Kanada untuk membuat sebuah desain yang matang guna diterapkan di sepanjang pantai, mulai dari Paku (Polman) hingga ke Suremana Mamuju Utara (Matra).
"Berdasarkan pengalaman, para ahli yang memiliki kemampuan dalam membuat desain penanganan abarasi, Kanada masih teratas dibanding negara lain," tuturnya.
Pada 2011 ini merupakan tahap realisasi perencanaan. Anggarannya akan bersumber dari bantuan luar negeri dan tidak akan merecoki APBN atau APBD. Anwar Adanan Saleh menilai APBN atau APBD Sulbar tidak akan mampu membiayai kegiatan tersebut. Karena itu, dia meminta sinergitas dengan pemerintah pusat agar koordinasi dan hubungan yang sudah ada bisa berjalan baik. (nur)
Source: http://www.fajar.co.id/read-20110125183322-jajaki-kerja-sama-kanada%27
Comeliness January 27th, 2011, 09:00 PM Mamasa
Photo by nusvin (http://www.panoramio.com/photo/14608651)
http://i52.tinypic.com/2q2r5s8.jpg
Comeliness January 31st, 2011, 01:48 AM Minggu, 30 Januari 2011, 08:22 WITA |
Gubernur : Ekspor CPO Sulbar 29,6 Ribu Ton
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat H Anwar Adnan Saleh mengatakan, ekspor Crude Palm Oil (CPO) dari sejumlah industri di provinsi itu mengalami peningkatan yang signifikan tahun 2010 dengan capaian sekitar 29,6 ribu ton. "Industri CPO di daerah ini terus menunjukkan tren positif dengan peningkatan volume ekspor mencapai sekitar 29,6 ribu ton atau naik dua kali lipat lebih dibandingkan capaian di tahun 2009 sekitar 14 ribu ton," katanya di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, peningkatan ekspor CPO sekitar 15,6 ribu ton itu menunjukkan hasil CPO di provinsi terbungsu ini semakin mengalami perkembangan yang menggembirakan. Menurut dia, meningkatnya kegiatan ekspor CPO ini turut memberikan andil yang besar dalam rangka pencapaian pertumbuhan ekonomi di Sulbar yang pada triwulan II mencapai angka fantastis sekitar 15,1 persen.
"Pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan II tahun 2010 hasil rilis Badan Pusat Statistik menempatkan Sulbar, terdepan akan capaian pertumbuhan ekonomi. Bahkan pada triwulan III tahun yang sama, daerah kita tetap menjadi yang tertinggi sekitar 12 persen melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya mencapai 6,0 persen," paparnya. Anwar mengatakan, komoditi perkebunan kelapa sawit di Sulbar terbesar di Kabupaten Mamuju Utara dan kedua di Mamuju.
Ia mengemukakan, permintaan CPO sempat turun akibat terjadinya krisis global tahun 2008 hingga 2009, namun dalam perjalanannya telah menunjukkan adanya pemulihan yang disertai dengan harga di pasar internasional. "Hasil CPO di tahun 2010 meningkat sekitar 61 persen dibandingkan tahun 2009, sehingga sangat wajar jika CPO ini turut memberikan andil perbaikan ekonomi di Sulbar,'ungkapnya.
Membaiknya perekonomian di Sulbar kata Anwar, juga didukung dengan kegiatan program Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao (Gernas Pro Kakao) yang dilaksanakan sejak tahun 2008 silam. "Komoditi kakao salah satu jenis hasil perkebunan unggulan di Sulbar setelah kelapa sawit. Hasil kedua komoditi ini telah memberikan peningkatan kesejahteraan rakyat dalam upaya mengurangi angka kemiskinan di daerah," paparnya.
Karenanya, kata dia, dirinya akan terus mendorong kedua komoditi tersebut sehingga daerah ini kelak mampu keluar dari ketertinggalan dan keterbelakangan. "Saya yakin, perencanaan pembangunan yang kami lakukan akan mampu menjawab tantangan yang selama ini dihadapi. paling tidak lima hingga 10 tahun ke depan, Sulbar akan semakin melaju kencang," pungkasnya. (T.KR-ACO/B013)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/24195/gubernur--ekspor-cpo-sulbar-296-ribu-ton
Comeliness January 31st, 2011, 07:45 PM Monday, 31 January 2011
Dana Gernas Kakao Sulbar Rp202 miliar
Oleh Antara
http://www.bisnis-kti.com/show_image_NpAdvMainFea.php?filename=/2011/01/Gernas-Kakao.jpg&cat=17&pid=4976&cache=false
MAMUJU: Anggaran untuk program gerakan nasional peningkatan mutu dan kualitas kakao di Provinsi Sulawesi Barat ditetapkan sekitar Rp202 miliar dari APBN 2011. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar Muktar Belo mengatakan, anggaran untuk program gerakan nasional peningkatan mutu dan kualitas kakao (Gernas Pro Kakao) di Sulbar pada 2011 sebelumnya disepakati pemerintah pusat sekitar Rp309 miliar.
“Namun anggaran tersebut diturunkan dan ditetapkan menjadi sekitar Rp202 miliar, menyusul penurunan anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat untuk Gernas Pro Kakao secara keseluruhan di sejumlah daerah di Indonesia,” katanya, hari ini.
Sebelumnya, menurut dia, dana yang akan dialokasikan pemerintah pusat untuk anggaran Gernas Pro Kakao untuk 15 Provinsi di Indonesia sekitar Rp1,5 triliun. Tetapi, kata dia, karena pemerintah pusat melakukan penambahan jumlah Provinsi yang akan mencanangkan gernas pro kakao di Indonesia maka jumlah anggaran untuk Gernas Pro Kakao di seluruh wilayah Indonesia dikurangi menjadi Rp1 triliun.
“Semula anggaran gernas kakao untuk 15 provinsi di Indonesia sekitar Rp1,5 triliun tetapi karena jumlah provinsi yang akan mencanangkan Gernas Pro Kakao bertambah menjadi 25 provinsi, anggaran untuk program ini dikurangi menjadi Rp1 trilun agar anggaran ini dapat dibagi secara merata untuk 25 provinsi di Indonesia itu,” katanya. Oleh karena itu, ia mengatakan, anggaran gernas kakao di Sulbar yang semula disepakati sekitar Rp309 miliar juga dikurangi menjadi karena pengurangan anggaran gernas pro kakao secara nasional itu.
Menurut dia, anggaran gernas pro kakao tersebut akan digunakan untuk rehabilitasi, ekstensifisikasi dan peremajaan lahan kakao petani sebagai bagian dari program gernas pro kakao pada lima kabupaten di Sulbar yakni Mamuju, Mamasa, Polman, Majene dan Mamuju. Selain, kata dia, juga digunakan untuk pengadaan bibit kakao petani yang jumlahnya mencapai sekitar 8, 1 juta bibit untuk lahan seluas 8.100 hektare. (mnk)
Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/01/dana-gernas-kakao-sulbar-rp202-miliar/
Comeliness January 31st, 2011, 08:10 PM Photo by Desius (http://www.panoramio.com/photo/24270858)
http://i52.tinypic.com/bi46cp.jpg
Kantor DPRD Mamuju.
Comeliness February 3rd, 2011, 04:34 AM Rabu, 02 Februari 2011, 05:15 WITA
Gubernur Minta Permenkeu Bea Ekspor Kakao Direvisi
http://bimg.antaranews.com/makassar/2011_02/small/anwar-adna-saleh-aco.jpg
Anwar Adnan Saleh (FOTO ANTARA/Aco Ahmad)
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, H.Anwar Adnan Saleh, meminta pemberlakukan Permenkeu No 67/PMK.001/2010 tentang bea ekspor kakao direvisi karena telah merugikan petani. " Saya sudah memberikan pemahaman kepada pemerintah pusat saat mempresentasekan kegiatan program gerakan peningkatan produksi dan mutu kakao (Gernas pro kakao) di Bappenas belum lama ini. Saat itu, saya mengusulkan agar permenkeu bea ekspor kakao dikaji kembali karena kebijakan ini telah banyak merugikan petani termasuk di Sulbar yang 60 persen penduduknya hidup dari hasil komoditi coklat itu," papar Anwar di Mamuju, Rabu.
Ia mengatakan, sejak pemberlakuan permenkeu tersebut petani kakao Sulbar tak lagi pernah merasakan harga kakao yang baik seperti tahun 2009 silam yang harganya bisa menembus hingga Rp35.000 hingga Rp40.000/kilogramnya. "Harga kakao selama ini tidak menguntungkan petani semenjak permenkeu ini diterapkan,"jelasnya.
Gubernur mengemukakan, dirinya sangat konsentrasi mengembangkan tanaman kakao karena 100 persen hasilnya murni dinikmati petani. Tidak seperti dengan perkebunan sawit, kata dia, keuntungannya tidak murni dirasakan petani melainkan terbagi kepada perusahaan yang menangani sawit.
Dia menjelaskan, pengembangan tanaman kakao baik di Sulbar maupun kawasan Timur Indonesia harus dilaksanakan secara optimal. Namun ini juga perlu dukungan langsung pemerintah pusat untuk menyiapkan alokasi anggaran gernas kakao untuk mencapai target produksi nasional menjadi negara terbesar penghasil komoditi tanaman coklat.
"Program gernas yang dijalankan telah dirasakan manfaatnya oleh petani melalui tiga kegiatan yakni peremajaan, intensivikasi dan rehabilitasi kakao," papar dia. Anwar mengatakan, penilaian kegiatan gernas kakao Sulbar gagal itu tidak benar. (T.KR-ACO/S006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/24299/gubernur-minta-permenkeu-bea-ekspor-kakao-direvisi
Comeliness February 4th, 2011, 03:03 PM Jumat, 04 Februari 2011, 04:44 WITA |
Filipina dan China Bangun Pabrik Kakao Sulbar
Mamuju (ANTARA News) - Investor Filipina dan China 2011 ini akan membangun pabrik pengolahan kakao di Provinsi Sulawesi Barat. Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Kamis, mengatakan, investor Filipina dan China akan membangun pabrik pengolahan kakao di Sulbar setelah sebelumnya gagal membangun di tahun 2010.
Ia mengatakan, pada tahun 2010 investor Filipina dan China gagal membangun pabrik pengelohan kakao di Sulbar karena kurangnya sarana dan prasarana penunjang yang dimiliki untuk membangun pabrik pengolahan kakao di Sulbar, seperti tenaga listrik. "Pabrik kakao yang akan dibangun investor Filipina dan China di Sulbar pada tahun 2010 terkendala listrik sehingga mereka menunda pekerjaannya, dan akan merealisasikan pada tahun 2011," katanya.
Menurut dia, pemerintah di Sulbar akan siap membantu investasi dari negara Filipina dan China dengan menyediakan sarana dan prasarana listrik yang dibutuhkan. "Pemerintah di Sulbar akan membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Kecamatan Bonehau Kalumpang dengan kapasitas daya listrik sekitar delapan megawatt," katanya.
Ia berharap dengan tersedianya sarana listrik tersebut maka pabrik pengolahan kakao Filipina dan China tersebut dapat diwujudkan untuk kesejahteraan petani di Sulbar dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurut dia, Sulbar sedang memacu produksi kakaonya hingga mencapai 500.000 ton dengan melakukan program gerakan nasional peningkatan mutu dan produksi kakao (Gernas pro kakao).
"Program gernas pro kakao yang dicanangkan pemerintah pusat di Sulbar dilaksanakan pada 74.000 hektare lahan tanaman kakao dari sekitar 185.000 hektare lahan kakao petani di Sulbar dengan melaksanakan program rehabilitasi, eksentifikasi dan peremajaan kakao pada lahan tersebut," katanya. Selain itu, mengembangkan bibit kakao unggulan yakni somatic embriogenesis (SE) sekitar 8,1 juta pohon bibit tersebut dilahan petani dan hasilnya produktivitas kakao di Sulbar melalui sentuhan program gernas pro kakao tersebut telah meningkat dari 500 kilogram perhektare menjadi sekitar 900 kilogram perhektare.(T.KR-MFH/F003)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/24355/filipina-dan-china-bangun-pabrik-kakao-sulbar
Comeliness February 6th, 2011, 04:03 PM Jumat, 04 Februari 2011, 13:27 WITA |
IDB Danai Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sulbar
Mamuju (ANTARA News) - Bank Pembangunan Islam atau "Islamic Development Bank" (IDB) pada 2011 akan membantu mendanai proyek pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Jumat, mengatakan setelah Pemerintah Provinsi Sulbar berkonsultasi dengan IDB, lembaga keuangan internasional tersebut menyatakan siap mendanai pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Majene.
Ia mengatakan, IDB tertarik mendanai PPN Majene karena menganggap PPN tersebut nantinya akan mampu menjadi aset yang dapat mendukung masuknya investasi di daerah ini. "Dengan pendanaan IDB, pemerintah daerah di Sulbar tidak akan lagi kesulitan melaksanakan proyek yang memerlukan biaya besar tersebut," katanya.
Menurut dia, pemerintah pusat sebelumnya juga akan menganggarkan dana sekitar Rp50 miliar pembangunan PPN Majene dari APBN perubahan 2011 melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun anggaran tersebut dianggap masih kurang untuk membangun PPN Majene yang membutuhkan lahan seluas 60 hektare, sehingga pemerintah daerah di Sulbar meminta bantuan dana melalui IDB. PPN Majene nantinya akan dibangun dengan fasilitas penampungan ikan seluas lima hektare dan panjang dermaga sekitar 200 meter.
"Proyek PPN Mejene dibangun pemerintah untuk menampung produksi perikanan di Sulbar yang mencapai 60 ribu ton/tahun karena selama ini tidak ada pelabuhan yang layak menampung ikan nelayan di provinsi ini," kata Gubernur. Menurut dia, PPN Majene yang dibangun itu nantinya akan menjadi pusat pelabuhan ikan nelayan dan tempat transaksi perdagangan ikan terbesar di provinsi ini.
"Pelabuhan ikan di Sulbar itu akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti ruang pendingin agar ikan nelayan yang ditampung awet dan tempat transaksi ikan terbesar di daerah ini," katanya. PPN ini diharapkan menjadi pelabuhan ekspor ikan terbesar di Sulbar yang akan dikirim ke mancanegara seperti Jepang, China, dan Korea karena permintaan dari negara itu cukup tinggi. (T.KR-MFH/E005)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/24359/idb-danai-pembangunan-pelabuhan-perikanan-nusantara-sulbar
Comeliness February 7th, 2011, 01:47 AM Kantor Daerah Kab. Polewali Mandar
Photo by mario sharun (http://picasaweb.google.com/lh/view?q=polewali&psc=G&filter=1#5409810746466240626)
http://lh4.ggpht.com/_o6EcN-at9NI/SxOCNiU2CHI/AAAAAAAAAEo/_pTxA4LqjJE/s640/Foto019.jpg
eurico February 7th, 2011, 01:58 AM Rewata'a, Undiscover Beach at Majene
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs778.ash1/166835_1707414178313_1626821805_1572428_7428248_n.jpg
picture by Harris Rinaldi
Comeliness February 8th, 2011, 02:57 PM Minggu, 06 Februari 2011, 21:48 WITA |
Anggaran Pembangunan Jalan Malabo-Mamasa Rp15 Miliar
Mamuju (ANTARA News) - Pemprov Sulawesi Barat mendapat anggaran untuk pembangunan jalan poros Malabo hingga ke Kabupaten Mamasa, sebesar Rp15 miliar untuk kegiatan tahun anggaran 2011. Gubernur Provinsi Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Minggu, mengatakan, dana "ad hoc" ini untuk membangun jalan provinsi dari Malabo menuju ibukota Mamasa, termasuk membangun jalan dari Matangga menuju Mambi serta jalan dari Ulumanda, Kabupaten Majene, menuju Mambi, Kabupaten Mamasa.
"Kucuran bantuan dana ini diharapkan dapat membuka keterisolasian bagi masyarakat kita yang berada di daerah pegunungan,"ucapnya. Ia mengatakan, daerah Mamasa yang terletak di bagian timur Sulawesi Barat sangat tertinggal akibat tidak adanya transportasi jalan yang menghubungkan antara desa dengan desa tetangga yang lain. "Saudara-saudara kita yang ada di daerah itu sangat memprihatinkan karena hingga saat ini sebahagian masih menggunakan kuda untuk mengangkut hasil perkebunan mereka,"katanya.
Kondisi ini kata dia, mengakibatkan beberapa daerah di kawasan pegunungan itu jauh tertinggal dari masyarakat pesisir yang sudah lama merasakan pembangunan di daerah. "Jalur transportasi salah satu kebutuhan mendasar yang dirindukan rakyat di wilayah pegunungan. Makanya, kita harus bekerja keras untuk bisa membuka keterisolasian dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah ini,"paparnya.
Dia menjelaskan, beberapa daerah pada wilayah pegunungan ini memiliki segudang potensi perkebunan, namun masyarakatnya selama ini bingung untuk memasarkannya akibat minimnya sarana transportasi. Anwar juga mengatakan, daerah Mambi yang ada di Mamasa salah satu tempat kelahirannya yang sangat tertinggal akibat keterisolasian dari berbagai hal. Karenanya, kata dia, dirinya selaku kepala pemerintahan di Provinsi Sulbar akan bekerja keras sehingga masyarakat di wilayah bagian timur Sulbar itu bisa keluar dari ketertinggalan.
Ia menambahkan, upaya untuk mencari anggaran di pusat bukan hanya untuk pembangunan jalan Malabo menuju Mamasa, namun dirinya juga memperjuangkan guna memperoleh kucuran anggaran untuk pembangunan jalan nasional sebanyak Rp548 milyar di tahun anggaran 2011. Dengan adanya anggaran yang diberikan oleh pemerintah pusat, katanya, maka jalan nasional sepanjang 544 kilometer di provinsi ini akan selesai pada tahun 2011.
Anwar mengatakan, Pemprov Sulbar terus mengupayakan peningkatan jalan nasional di Sulbar dengan melakukan perbaikan, sehingga dapat digunakan sebagai sarana transportasi yang layak untuk mendukung aktivitas perekonomian masyarakat. Menurutnya, sekitar 80 persen dari jalan nasional sepanjang 544 kilo meter di lima Kabupaten di Sulbar mengalami kerusakan.
"Kerusakan jalan nasional saat ini makin parah akibat pertumbuhan kendaraan yang melintas ke jalur barat Sulbar mulai dari Sulawesi Tengah, Gorontalo, Manado banyak melewati jalur barat, dibandingkan menempuh jalur di kawasan timur kota Palopo, Sulawesi Selatan," paparnya. (T.KR-ACO/Y006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/24441/anggaran-pembangunan-jalan-malabo-mamasa-rp15-miliar
Comeliness February 9th, 2011, 05:30 PM Selasa, 08 Februari 2011, 04:58 WITA |
Jalan Polman-Mamasa Dianggarkan Rp49 Miliar
Mamuju (ANTARA News) - Jalan nasional antara Desa Pokko, Kabupaten Polewali Mandar menuju Desa Tabone, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat dianggarkan sekitar Rp49 miliar tahun 2010. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Subar, Nasaruddin, di Mamuju, Senin, mengatakan, anggaran untuk pembangunan jalan nasional antara Desa Pokko menuju Desa Tabone sepanjang 45 kilometer dianggarkan sekitar Rp49 miliar tahun 2010.
Ia mengatakan, anggaran yang digunakan untuk membangun jalan yang sebelumnya rusak parah itu, menggunakan dana alokasi khusus APBN tahun 2010. Menurut dia, jalan tersebut dibangun untuk memperlancar arus transportasi masyarakat antara Kabupaten Polman dan Mamasa yang sebelumnya terhambat dengan jalan rusak di Desa Pokko yang berada di perbatasan Kabupaten Polman dan Desa Tabone yang berada di perbatasan Kabupaten Mamasa itu.
Menurut dia, antara Desa Pokko dan Desa Tabone masih tersisa sekitar lima kilometer jalan yang rusak sehingga pemerintah di Sulbar kembali menganggarkan pembiayaan untuk jalan rusak itu sekitar Rp 6 miliar melalui APBN perubahan tahun 2010.
Oleh karena itu ia membantah jika proyek pekerjaan jalan antara Desa Tabone dan Desa Pokko tersebut masih ada yang rusak dan tidak layak dilalui masyarakat karena secara keseluruhan sudah diperbaiki pemerintah di Sulbar. "Memang sebelumnya ada kerusakan jalan yang panjangnya sekitar 200 meter yang diakibatkan musim hujan yang merusak jalan di wilayah itu, namun seluruhnya telah diperbaiki pemerintah dan layak untuk dilalui sarana transportasi masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, jalan antara desa Pokko dan Desa Tobone tersebut kini sudah layak dan dalam kondisi mulus untuk dilalui kendaraan yang akan melintas, meskipun jalan lainnya dari Desa Tabone menuju Kabupaten Mamasa yang jaraknya sekitar 200 kilometer masih rusak dan butuh perhatian pemerintah. (T.KR-MFH/F003)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/24481/jalan-polman-mamasa-dianggarkan-rp49-miliar
Comeliness February 9th, 2011, 05:34 PM Mamasa
By remove (http://www.panoramio.com/photo/2847613)
http://img823.imageshack.us/img823/8868/2847613.jpg
Comeliness February 13th, 2011, 09:29 PM Mamasa
by Ferry Tamausa (http://www.flickr.com/photos/tamausa/2565548805/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3175/2565548805_32518c3ca2_z.jpg
by Ferry Tamausa (http://www.flickr.com/photos/tamausa/2565570843/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3018/2565570843_5f1feaf0bb_z.jpg
by Ferry Tamausa (http://www.flickr.com/photos/tamausa/2565566309/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3144/2565566309_5c61651dd3_z.jpg
Sony Sjklw February 15th, 2011, 04:05 AM Polman Akan Bangun Bandara Perintis
Senin, 14 Pebruari 2011 01:47
POLMAN – Kabupaten Polewali Mandar (Polman) segera memiliki bandara.Feasibilty study (studi kelayakan) sudah dilakukan pada 2010 lalu dan Pemkab Polman juga telah menyediakan lahan lapangan terbang itu di Kecamatan Campalagian.
Daerah Pemkab Polman HM.Natsir Rahmat mengungkapkan, rencana pembangunan bandara perintis tersebut telah diekspose di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta. "Kalau di Mamasa,kan di wilayah Sumarorong. Di Polman,rencananya diCampalagian.Lahannya sudah tidak bermasalah.Rencana ini, sudah diekspose ke Jakarta dan dilakukan feasibility study," kata Natsir. Bupati Polman Ali Baal Masdar mengatakan,posisi Polman berada tepat dipertengahan. Jarak menuju Mamuju sekitar 300 kilometer, demikian juga ke Makassar. Sehingga perlu dibangun bandara perintis untuk memperpendek jarak. Menurutnya,kendala awal rencana pembangunan bandara perintis ini adalah kurang koordinasi di tingkat perencanaan.Tidak ada kesamaan antara master plan dengan feasibility study.
Dia menjelaskan, master plan yang diajukan Pemkab Polman,berada di Campalagian dan Lujo.Ali Baal menambahkan, pemerintah tetap mengajukan bandara di Campalagian. Sebab di wilayah ini tidak perlu dilakukan pembebasan lahan." Lahan di Lujo dan Wonomulyo tergolong produktif dan sudah ada pemiliknya," kata Ali Baal. Kepala Dinas Perhubungan,Informatika, dan Komunikasi Sulbar Thamrin Syakur membenarkan rencana itu. Dia menegaskan, Sulbar mendapat kesempatan membangun dua bandara perintis.Anggaran keduanya bersumber dari APBD dan APBN. (SI-herman mochtar)
sumber : http://www.makassarterkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=2007:polman-akan-bangun-bandara-perintis-&catid=44:info-terkini&Itemid=139
Comeliness February 20th, 2011, 05:03 AM Sabtu, 19 Februari 2011, 13:54 WITA |
Investor Lokal Tertarik Bangun Pabrik Kakao
Mamuju (ANTARA News) - Sejumlah investor lokal tertarik untuk menanam investasi di Provinsi Sulawesi Barat dengan membangun pabrik pengolahan kakao. Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu, mengatakan, dua investor lokal menyatakan diri siap membangun pabrik pengolahan kakao di Provinsi Sulbar.
Ia mengatakan, dua investor lokal tersebut adalah pemilik PT Sarina dan PT Bumi Tangerang, keduanya sudah menyatakan diri siap untuk berinvestasi kepada pemerintah Provinsi Sulbar. "Kami berharap kedua investor itu menanamkan investasinya dengan segera membangun pabrik pengolahan kakao di Sulbar," katanya.
Menurut dia, pemerintah di Sulbar akan memfasilitasi kedua investor tersebut kalau benar-benar berkeinginan besar berinvestasi di Sulbar dengan memberikan sejumlah bentuk kemudahan. Gubernur mengatakan, pemerintah di Sulbar menginginkan ada investor lokal yang menanamkan investasi untuk membangun pabrik pengolahan kakao karena akan sangat bermanfaat bagi petani.
Ia mengatakan, kalau Sulbar yang memiliki lahan kakao sekitar 185 ribu hektare dengan tingkat produksi sekitar 140 ton per tahun memiliki pabrik pengolahan kakao, sekitar 60 persen masyarakat dari satu juta penduduk Sulbar akan lebih sejahtera karena harga kakao stabil. Menurut dia, harga kakao petani stabil karena dapat diolah langsung dan tidak lagi dijual dalam bentuk biji kakao yang harganya murah, dan para tengkulak tidak akan dapat lagi mempermainkan harga kakao petani seperti selama ini.
Oleh karena itu ia meminta investor lokal tersebut dapat membangun pabrik pengolahan kakao di daerah ini, daripada nanti investor dari negara lain yang melakukan investasi dengan membangun pabrik pengolahan kakao di Sulbar yang dapat membuat kakao Sulbar hanya dinikmati negara lain. "Dua negara seperti Malaysia dan Filipina yang merupakan negara produsen kakao berniat menanamkan investasi di Sulbar dengan membangun pabrik pengolahan kakao," katanya. (T.KR-MFH/N002)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/24854/investor-lokal-tertarik-bangun-pabrik-kakao
Comeliness February 23rd, 2011, 02:33 PM Senin, 21-02-2011
Trans Sulawesi Telan Rp 365 M
MAMUJU, BKM - Jalan dan jembatan di poros trans Sulawesi yang masuk di wilayah Sulawesi Barat segera dibenahi secara bertahap mulai dari Paku sampai Sulaimana. Dana yang digelontorkan untuk proyek ini hingga 2012 sebesar Rp 365 miliar.
Jalan dan Jembatan di Sulbar
- anggaran hingga 2012 Rp 365 miliar.
- jalan Sallu Batu dengan panjang 15 km
- jalan lingkar bandar udara Tampa Padang dan sebuah jembatan 40 meter.
- pelebaran jalan di batas Sulsel sampai daerah Majene, dari empat meter menjadi tujuh meter.
- kondisi perbatasan Sulsel sampai Polman sudah mulus
- poros Polman-Majene, belum rampung, khususnya poros Mapilli dan Campalagian.
- pelebaran poros Majene dari 4,5 meter menjadi tujuh meter.
- di Mamuju Utara, jalan poros yang sering terjadi longsor juga akan dilakukan perbaikan.
- membangun 15 jembatan dengan anggaran Rp 96 miliar.
Menurut Kepala Balai Jalan dan Jembatan Sulbar, Ir H Nurdin Semaila, MSi, sudah ada beberapa jembatan dan jalan yang dalam proses pengerjaan. Ada beberapa proyek jalan dan jembatan lainnya yang akan dikerja, seperti Jalan Sallu Batu dengan panjang 15 km, jalan lingkar bandar udara Tampa Padang dan sebuah jembatan 40 meter.
Proyek yang sementara berjalan, seperti pelebaran jalan di batas Sulsel sampai daerah Majene, yang dulunya hanya empat meter menjadi tujuh meter. "Saat ini, kondisi perbatasan Sulsel sampai Polman juga sudah mulus," terangnya. Untuk poros Polman-Majene, seharusnya sudah rampung 2010 lalu, namun pihak rekanan tidak mampu menyelesaikannya di daerah poros Mapilli dan Campalagian. "Tahun ini akan dilanjutkan tender untuk menyelesaikan poros ini," jelasnya.
Pelebaran poros jalan Majene sebagian telah dikerjakan pada 2010, yaitu dari 4,5 meter menjadi tujuh meter. Sedang untuk Mamuju Utara, baik jalan poros yang sering terjadi longsor, juga akan dilakukan perbaikan. Diakui, untuk proyek jalan maupun jembatan tidak langsung dituntaskan, namun bertahap. Dia berharap, pada 2012 trans Sulawesi di wilayah Sulbar akan mulus. Sementara untuk pembangunan jembatan sebanyak 15 unit, menelan anggaran Rp 96 miliar, di antaranya di Majene dan Mamuju. "Khusus untuk jembatan kita usahakan selesai tahun ini," terangnya didampingi dua saker pemeliharaan jalan dan jembatan, Ir Romol dan Ir Iskandar.
Source: http://www.beritakotamakassar.com/index.php?option=read&newsid=48527
eurico February 24th, 2011, 02:22 AM Kamis, 24 Februari 2011 | 18:05:37 WITA | 7 HITS
Infrastruktur Jalan di Mamasa Bermasalah
M NASRUN NUR/FAJAR
BUTUH KEPEDULIAN. Beberapa jalan utama dalam kota Mamuju butuh kepedulian instansi terkait. Satu di antaranya Jl. Diponegoro tampak rusak parah. Saat melintas, pengendara harus ekstra hati-hati jika tidak ingin celaka, Rabu 23 Februari.
MAMUJU -- Kabupaten Mamasa menjadi sorotan anggota Komisi III DPRD Sulbar. Mereka mengeluhkan infrastruktur jalan dan jembatan yang banyak bermasalah. Bahkan sorotan sudah terdengar sejak 2009 lalu.
Anggota Komisi III DPRD Sulbar, Andi Usman sesaat sebelum beranjak meninjau pelaksanaan proyek di Mamasa, Rabu 23 Februari sempat menyebutkan kalau dari 10 sampel proyek di daerah tersebut, terdapat tujuh di antaranya dinilainya bermasalah.
"Mulai dari drainase, pengairan, jalan, dan lainnya banyak bermasalah. Di sana banyak yang bermasalah," ujarnya.
Dia menyatakan kunjungan konsituen Komisi III selama empat hari kedepan lanjutnya, bakal digunakan sebagai ajang evaluasi proyek dan penyerapan aspirasi, baik Pemkab Mamasa maupun perwakilan tokoh masyarakat terkait proyek
tersebut. Pengerjaan proyek jalan dan pengairan di Mamasa yang dianggap bermasalah dan terparah terjadi selama 2009 lalu.
"Padahal tahun itu, kita alokasikan anggaran paling besar di Mamasa. Irnisnya banyak yang bermasalah. Seperti pengerjaan drainase yang hanya ditambal dan tidak rampung 100 persen," ungkapnya.
Hal senada dibenarkan Ketua Komisi III, Mervie Parasan. Sebelum beranjak ke mobil yang akan membawanya ke Mamasa, Mervie menyebutkan ada banyak pekerjaan infrastruktur yang perlu dievaluasi. Walau mengaku lupa besaran alokasi anggaran yang telah digelontorkan ke daerah tersebut. Dia menyatakan siap melakukan pembenahan proyek yang akan ditinjau. "Data lengkapnya kami sudah punya. Kunjungan ini untuk melakukan evaluasi dan penyerapan aspirasi di sana," imbuhnya. (nur)
source: http://www.fajar.co.id/read-20110223180537-infrastruktur-jalan-di-mamasa-bermasalah%27
eurico February 24th, 2011, 02:24 AM Rabu, 23 Februari 2011 | 17:08:16 WITA | 24 HITS
Perwakilan Mateng ke Kemendagri
M NASRUN NUR/FAJAR
MAMUJU -- Menindaklanjuti arahan Mendagri, Gamawan Fauzi tentang upaya pembentukan Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) dalam kunjungan kerjanya bersama Wapres Boediono ke Sulbar, akhir pakan lalu direspons cepat pemprov. Selasa 22 Februari, pemprov mengutus empat perwakilan menindaklanjuti segala keperluan dan proses administrasi dalam upaya pembentukan Mateng.
Seorang tokoh masyarakat Mateng yang juga penasihat Komite Aksi Percepatan Pembentukan (KAPP) Mateng, HM Thamrin Endeng menyampaikan tim sudah di Jakarta dan mengurus rencana kedatangan anggota Komisi II DPR RI ke Mamuju.
"Dalam waktu dekat ini, anggota Komisi II berkunjung ke Mamuju lagi untuk melihat upaya pembentukan Mateng. Tim kita sudah melakukan koordinasi di Jakarta," ujarnya.
Anggota tim itu terdiri atas Ketua KAPP Mateng, A Ruchul Tahir, perwakilan Pemprov Sulbar dan Ketua Komisi I DPRD Mamuju, Arsal Aras. Dari arahan Mendagri lalu lanjutnya, beberapa daerah pemekaran bisa terkendala sistem administrasi dan persyaratan pemekaran yang tidak mampu dipenuhi. Misalnya soal jumlah penduduk yang terbatas, atau luas hutan yang mencapai 80 persen. Termasuk kendala jumlah aparatur pemerintah yang lebih banyak dari masyarakat yang harus dilayani.
Namun khusus Mateng menurut dia, segala kelengkaapan berkas termasuk persyaratan kebutuhan sudah tidak ada kendala. Dari 33 berkas pemekaran yang ssudah ditangani Kemendagri, sebelas di antaranya dianggap sudah memenuhi syarat. Berkas Mateng akunya berada di urutan delapan yang akan menjadi prioritas pemekaran.
"Sisa sekarang kita menunggu instruksi presiden untuk mencabut pernyartaan moratorium yang pernah disampaikan," ungkapnya.
Soal rencana kunjungan anggota Komisi II DPR RI ke Mamuju diakuinya, sebagai bagian mekanisme pemekaran. Kunjungan itu kelak disusul dengan turunya tim terpadu. Selanjutnya DPR mendesak terbitnya keppres. Wilayah persiapan Kabupaten Mateng saat ini mencakup lima kecamatan masing-masing Topoyo, Budong-budong, Karossa, Tobadak, dan Kecamatan Pangale. Untuk persiapan ibu kota kabupaten, KAPP Mateng mengusulkan, antara Topoyo dan Puloho. (nur)
source: http://www.fajar.co.id/read-20110222170817-perwakilan-mateng-ke-kemendagri%27
eurico February 24th, 2011, 02:43 AM Mamasa Maksimalkan Potensi Wisata
Selasa, 22 Februari 2011 05:53 WITA | Sulbar | Dibaca 19 kali
Mamuju (ANTARA News) - Bupati Mamasa, Sulawesi Barat, Obed Negodepparinding, berjanji akan maksimalkan potensi wisata guna menunjang peningkatan sektor Pendapatan asli Daerah (PAD) yang ada di daerahnya.
"Kabupaten Mamasa ditetapkan sebagai daerah destinasi wisata oleh pemerintah provinsi Sulawesi Barat pada Maret mendatang. Ini salah satu langkah maju yang patut kita dukung secara bersama-sama," kata Obed Negodepparinding di Mamuju, Senin.
Menurutnya, terpilihnya Kabupaten Mamasa sebagai daerah pengembangan wisata tahun ini, membuat pemerintah kabupaten tidak memiliki pilihan lain kecuali mendorong agar potensi wisata ini segera dipromosikan, baik tingkat nasional maupun internasional.
"Promosi harus gencar dilakukan guna menarik wisatawan masuk ke Mamasa, salah satu daerah hasil pemekaran kabupaten Polman ini," ungkapnya.
Ia mengatakan, saat ini yang menjadi kendala utama adalah pembangunan infrastruktur wisata sehingga diharapkan pemerintah provinsi bisa membantu pendanaan agar bisa tertangani secara optimal.
"Infrastruktur pendukung wisata ini seperti jalan menuju kawasan wisata harus dibangun. Bagaimana mungkin wisatawan tertarik masuk ke Mamasa jika jalan saja sulit dilalui. Kami sendiri di Mamasa belum bisa membangun infratruktur ini akibat terbatasnya dana, sehingga campur tangan pemerintah provinsi dan pusat sangat kita harapkan," paparnya.
Obed menjelaskan, peraturan gubernur (pergub) nomor 15 tahun 2008 yang menjadikan Mamasa sebagai daerah destinasi pengembangan wisata Sulbar harus diimplementasikan dengan memberikan porsi anggaran yang memadai untuk membantu pemerintah kabupaten Mamasa memaksimalkan pengelolaan pengembangan wisata di daerah itu.
"Daerah Mamasa memiliki sejumlah obyek wisata alam dan wisata budaya unggulan yang menyimpan sejuta pesoan dan legenda seperti Permandian Air Panas Kole, Air Terjun Liawan Sumarorong, Bukit Buntu Mussa Balla Peu, Kuburan Tedong-Tedong Balla Barat, Perkampungan Tradisional Makuang dan Perkampungan Tradisional Saratu yang sangat membutuhkan sentuhan anggaran," papar dia.
Ia mengatakan, jika potensi wisata tertangani dengan baik, maka bukan tidak mungkin daerah yang menyimpan potensi pariwisata itu akan mampu menambah Pendapatan Asli Daerah yang muaranya bisa mempercepat pengentasan angka kemiskinan.
"Pariwisata berpotensi menambah PAD di Mamasa. Bukan cuma itu, dampaknya juga akan dirasakan masyarakat di daerah itu karena akan menambah peningkatan ekonomi masyarakat di daerah itu," ujarnya. (T.KR-ACO/A027)
source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/24936/mamasa-maksimalkan-potensi-wisata
eurico February 24th, 2011, 02:44 AM Pemprov Sulbar Bangun Pelayanan Izin Terpadu
Rabu, 23 Februari 2011 03:30 WITA | Sulbar | Dibaca 11 kali
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat membangun pelayanan izin terpadu untuk mendukung investasi yang ada di daerah itu.
Asisten II Pemerintah Provinsi Sulbar, Naim Thahir, di Mamuju, Selasa, mengatakan, perizinan merupakan inti dari kinerja pemerintah untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, karena perizinan akan mendukung aktivitas masyarakat dalam membangun ekonomi yang lebih baik.
Selain itu juga perizinan akan mendukung terciptanya iklim investasi yang baik yang mengarah kepada pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat yang berwawasan lingkungan.
Ia mengatakan, perizinan merupakan sistem dalam membangun ekonomi untuk menjaga stabilitas dalam rangka menjaga investasi agar tidak hanya mengeruk sumber daya alam dan merusak lingkungan yang ada di daerah ini.
"Tetapi perizinan akan memberikan ruang lingkup bagi investasi agar pengelolaan sumber daya alam tidak hanya mengeruk keuntungan tetapi juga tetap melestarikan lingkungan," katanya.
Menurut dia, sistem perizinan yang ada di daerah ini harus ditata dan dikelola dengan baik agar roda pemerintahan untuk melakukan pembangunan di daerah ini berdampak positif dan tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan.
Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar melakukan pembangunan sistem pelayanan terpadu dalam membangun perizinan yang lebih tertata dan baik dengan melakukan peningkatan tenaga pemerintah seperti pegawai agar profesional dalam mengeluarkan setiap model perizinan.
Pemprov Sulbar ingin seperti daerah lain yang telah berhasil membangun sistem pelayanan yang profesional untuk kemajuan pembangunan dan ekonomi daerah melalui investasi yang pro lingkungan.
"Menteri Dalam Negeri juga telah menginstruksikan kepada Pemprov Sulbar untuk membangun sistem pelayanan terpadu ini yang nantinya akan dibahas bersama DPRD Sulbar," katanya.
(T.KR-MFH/Z002)
source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/24968/pemprov-sulbar-bangun-pelayanan-izin-terpadu
Comeliness February 24th, 2011, 09:26 PM By ibar70@ymail.com (http://www.flickr.com/photos/59715770@N03/5461308356/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5212/5461308356_55137674e7_z.jpg
By ibar70@ymail.com (http://www.flickr.com/photos/59715770@N03/5461310422/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5220/5461310422_1e290bfde1_z.jpg
By ibar70@ymail.com (http://www.flickr.com/photos/59715770@N03/5460704295/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5138/5460704295_0f650479ee_z.jpg
Comeliness February 24th, 2011, 09:29 PM Rabu, 23 Februari 2011 | 23:45:06 WITA |
PLTA Sulbar Tahap Pertama Telan Rp 8 T
http://www.fajar.co.id/img_berita/164F--Anwar%20Adnan%20Saleh.JPG
Dok/Fajar
Anwar Adnan Saleh
MAKASSAR -- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Karama Hydro Power oleh CJJC, diprediksi menelan Rp8 triliun untuk tahap pertama. Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh belum lama ini menyebutkan, PLTA tersebut yang terbesar pertama di Indonesia.
Anwar menambahkan, proyek tersebut diperkirakan akan rampung 3 sampai 4 tahun ke depan. Untuk tahap pertama ini, diperkirakan akan menghasilkan daya listrik 600 megawatt (MW). Sungai Karama sendiri lanjut Anwar, berpotensi menghasilkan 1800 MW.
Sekarang lanjut Anwar, pihaknya sementara mensurvei luas genangan, untuk mengetahui berapa penduduk yang akan direlokasi nantinya. Menurutnya, Kalau DAM tingginya 100 meter, luas genangannya kemungkinan satu kilometer. Studinya memakan waktu 3 tahun. "Saya sudah dua kali ke China dan diperlihatkan pembangkit yang terbesar di dunia, dengan daya 30 ribu MW," katanya.
Saat ini sebut Anwar, Kalla Group juga sementara membangun jalan beton sepanjang 100 kilometer untuk mengangkut peralatan. Ketika PLTA tersebut rampung, maka seluruh sulawesi bisa dilayani termasuk interkoneksi.
Sementara itu, pembangunan infrastruktur lanjut Anwar, hampir 80 persen rampung. Bandara kata dia sudah bisa didarati Boeing 737-400, dengan panjang runway 2.250 meter, lebar 45 meter. Tahun ini sebut Anwar, lebar apron akan ditambah menjadi 30 ribu meter sehingga bisa ditempati parkir 5-6 pesawat. Apronnya juga baru bisa memutar satu pesawat.
Pembangunan bandara sebut Anwar, 11 tahun lebih cepat dari rencana kementerian perhubungan. Rencana Kementerian perhubungan sebut Anwar, tahun 2020. Demikian pula pelabuhan, lebih cepat lima tahun dari kementerian perhubungan yang mematok 2015. "Sekarang sudah bisa masuk kapal 10-15 ribu ton. Malah kemarin sudah kita gunakan untuk mengekspor mangan," jelas Anwar. (asw)
Source: http://www.fajar.co.id/read-20110222234507-plta-sulbar-tahap-pertama-telan-rp8-t%27
eurico February 25th, 2011, 07:18 AM ^^ buset kalau sesuai rencana atau program pemerintah bisa-bisa daerah seperti Sulawesi Barat ini gak bakal maju-maju juga
Comeliness February 25th, 2011, 03:35 PM Jumat, 25 Februari 2011, 03:55 WITA |
Sulbar Siapkan Rancangan Pembangunan 2025
Mamuju (ANTARA News) - Pemprov Sulawesi Barat menyiapkan rancangan pembangunan wilayahnya untuk proyeksi tahun 2025 mendatang, kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Kamis. "Dari rancangan itu pemerintah menginginkan Sulbar seperti Kota Hongkong kecil yang tertata dengan baik karena pemerintah memaksimalkan pembangunan seluruh industri dan dunia usaha agar tumbuh positif," katanya.
Ia mengatakan, pemerintah di Sulbar sementara ini sedang berupaya melakukan pembangunan dengan menumbuhkan dunia usaha di samping juga memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam yang dimiliki seperti pengelolaan sembilan blok migas yang sementara ini diekplorasi perusahaan asing di lima kabupaten di Sulbar.
Menurut dia, dengan pengelolaan sumber daya alam seperti migas tersebut diharapkan dapat merangsang dan meningkatkan industri dan dunia usaha di Sulbar sehingga dapat maju seperti rancangan desain wilayah yang diinginkan pemerintah di Sulbar.
Ia mengatakan, pemerintah pusat juga akan mendukung rancangan kewilayahan yang akan dilakukan pemerintah di Sulbar dengan melakukan pembangunan dalam koridor ekonomi yang menyentuh seluruh wilayah di Indonesia mulai dari kawasan barat hingga kawasan timur di Indonesia.
"Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan membangun desain pembangunan dalam koridor ekonomi mulai dari kawasan barat hingga kawasan timur di Indonesia, dalam rangka percepatan pembangunan diseluruh wilayah di Indonesia "katanya.
Kebijakan itu, kata dia, akan segera dimanfaatkan pemerintah di Sulbar untuk membangun rancangan desain wilayahnya pada tahun 2025 mendatang. Ia berharap agar desain pembangunan ekonomi pemerintah di tingkat pusat tersebut dapat direalisasikan agar mampu mendukung rancangan pembangunan di Sulbar pada tahun 2025 mendatang.(T.KR-MFH/Y006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25057/sulbar-siapkan-rancangan-pembangunan-2025
Comeliness February 25th, 2011, 04:34 PM Jumat, 25 Februari 2011, 03:52 WITA |
Pusat Mulai Perhatikan Kondisi Abrasi Pantai Sulbar
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah pusat mulai memperlihatkan secara serius kondisi abrasi pantai sepanjang pesisir pantai yang ada di wilayah Provinsi Sulawesi Barat yang kian mulai mengkhawatirkan. Gubernur Sulawesi Barat, H.Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Kamis, mengatakan, kunjungan kerja wakil presiden di Mamuju telah memberikan dampak positif bagi pelaksanaan pembangunan di provinsi terbungsu.
"Kedatangan Wapres Boediono ke Sulbar telah memberikan nilai tambah untuk melaksanakan pembangunan termasuk penanganan dampak bencana abrasi pantai yang kondisinya mulai merusak pemukiman warga,"kata dia. Untuk menangani dampak abrasi pantai, kata Gubernur, pemerintah pusat akan segera memasukkan dalam sebuah konsep perencanaan pembangunan secara nasional.
Ia mengemukakan, Wapres Boediono bersama empat kementerian yang menyempatkan datang ke Sulbar telah menyaksikan langsung kondisi bibir pantai yang telah merusak pemukiman warga yang ada di daerah ini. "Pak Wapres telah mengintruksikan agar segera dibuatkan 'grand desain' untuk menangani bencana abrasi pantai karena sudah termasuk emergensi,"katanya.
Anwar mengatakan, panjang pantai Sulbar sekitar 677 kilometer yang membentang mulai dari daerah Paku, Kabupaten Polman hingga ke arah utara, Suremana Kabupaten Mamuju utara memiliki titik rawan abrasi pantai.
"Berdasarkan pemantauan pada kawasan pesisir pantai, ditemukan sekitar 280 kilometer memiliki titik rawan abrasi pantai yang harus segera di pulihkan karena sangat rawan merusak pemukiman penduduk di kawasan pantai. Yang aman dari bencana abrasi adalah Kabupaten Mamasa karena berada di wilayah pegunungan atau tidak memiliki pantai," katanya.
Dia menjelaskan, sepanjang jalur trans Sulawesi di Sulbar di pesisir pantai Kabupaten Polman, Majene, Mamuju dan Mamuju Utara, semuanya berpotensi terkena abrasi pantai karena telah merusak fasilitas umum termasuk mengancam putusnya jalan trans Sulawesi dan merusak pemukiman warga.
Karenanya, pusat mengharapkan "grand desain" penanganan dampak abrasi ini segera diusulkan ke Bapenas guna menyelamatkan kawasan pesisir yang ada di daerah ini. "Dampak bencana abrasi pantai di Sulbar menjadi perhatian pemerintah karena disepanjang pesisir pantai jalur trans Sulawesi itu terdapat ribuan pemukiman penduduk berderet dan mengancam memutuskan akses jalan trans Sulawesi itu," katanya.(T.KR-ACO/Y006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25056/pusat-mulai-perhatikan-kondisi-abrasi-pantai-sulbar
Comeliness February 25th, 2011, 04:51 PM Sandeq
By ibar70@ymail.com (http://www.flickr.com/photos/59715770@N03/5461752148/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5139/5461752148_93fa8f8f76_z.jpg
By ibar70@ymail.com (http://www.flickr.com/photos/59715770@N03/5461142609/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5173/5461142609_0d461c3e06_z.jpg
By ibar70@ymail.com (http://www.flickr.com/photos/59715770@N03/5461738412/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5135/5461738412_ae037321f2_z.jpg
Comeliness February 26th, 2011, 07:00 PM Kamis, 24 Februari 2011, 05:27 WITA |
Sulbar Lirik Kembangkan Budidaya Ikan Kerapu
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, mulai melirik budidaya ikan kerapu dengan memanfaatkan keramba dalam rangka mendorong peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir yang ada di wilayah itu. Gubernur Sulawesi Barat, H.Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Rabu, mengatakan, potensi budidaya ikan kerapu dengan membuatkan keramba salah satu jawaban untuk meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan.
Karena itu, Pemprov Sulbar tahun ini akan mengupayakan agar program pembuatan keramba itu diberikan alokasi pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk membantu masyarakat nelayan dalam mengembangkan budidaya kerapu. "Pangsa pasar kerapu sangat menjanjikan. Apalagi, sudah ada pengusaha yang siap menampung hasil budidaya ini,"kata dia.
Dikatakannya, pengusaha yang siap menangani ikan kerapu itu merupakan pengusaha nasional yang telah banyak menangani hasil budidaya kerapu. "Budidaya kerapu cukup menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Jika hasil budidaya itu maksimal maka petani budidaya keramba mampu mendapatkan penghasilan yang cukup menggiurkan,"jelasnya.
Ia mengemukakan, nilai jual Kerapu bukan hanya memenuhi pasar lokal tetapi juga bernilai ekspor. Karena itu, pemerintah sangat merespon dilakukan budidaya keramba guna mencapai target merubah ekonomi masyarakat. Gubernur mengemukakan, budidaya keramba juga akan mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat nelayan yang selama ini harus rela meninggalkan keluarga selama berbulan-bulan untuk mencari ikan di perairan.
"Budidaya kerapu melalui pengembangan dalam keramba bernilai ekonomi tinggi yang bisa menambah penghasilan bernilai miliaran rupiah. Makanya, saya pun tertarik menjadi petani budidaya seandainya saya tak lagi menjadi gubernur," ungkap Anwar. Dikatakannya, budidaya keramba ini perlu didukung secara bersama-sama dengan cara membuat grand desain atau konsep untuk mengembangkan budidaya tersebut.
"Pengembangan budidaya keramba ini sudah banyak yang terangkat status ekonominya. Misalnya, salah satu kelompok petani budidaya keramba di Pulau Seribu yang sudah mampu menhasilkan Rp30 miliar dalam tiga bulan,"ungkap Anwar. Ia menambahkan, Sulbar yang memiliki panjang pantai 677 kilometer dengan penduduknya sekitar 46 persen dari sektor nelayan sangat berprospek dengan pengembangan komoditas budidaya kerapu. "Ikan kerapu salah satu jenis ikan yang bernilai ekonomi tinggi yang pasarannya menembus pasar internasional,"kata dia. (T.KR-ACO/Y006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25012/sulbar-lirik-kembangkan-budidaya-ikan-kerapu
Comeliness February 27th, 2011, 04:15 PM Minggu, 27 Februari 2011, 16:35 WITA |
China Siap Bangun Jembatan Pulau Karampuang
Mamuju (ANTARA News) - Investor dari China menyatakan siap membangun jalan menuju Pulau Karampang di perairan Sulawesi sekitar 1.500 meter di depan Kota Mamuju, Sulawesi Barat. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Barat (Sulbar) Harry Warga Negara, di Mamuju, Minggu, mengatakan, investor dari China mengaku siap membangun jembatan menuju Pulau Karampuang sebagai bentuk investasi negara tirai bambu itu di sektor pariwisata di Sulbar.
Ia mengatakan China merupakan salah satu negara di dunia yang menjadikan Provinsi Sulbar sebagai wilayah untuk melakukan investasi, karena daerah ini kaya akan sumber daya alam, serta memiliki panorama yang indah. "Negara China ingin memaksimalkan salah satu objek wisata di Sulbar yakni di Pulau Karampuang agar menjadi objek wisata yang mampu menyerap pendapatan," katanya.
Menurut dia, Pulau Karampuang merupakan salah satu aset wisata di Provinsi Sulbar karena pulau yang berpenduduk sekitar 2000 jiwa yang berstatus sebagai sebuah desa, memiliki panorama yang indah dan menarik untuk dikunjungi. Sebab, kata dia, panorama wisata di Pulau Karampuang masih alami, karena di pulau wisata lingkungannya masih asri dan tumbuh berderet pohon kelapa, serta tumbuhan yang menarik pemandangan.
Selain itu, menurut dia Pantai Pulau Karampuang memiliki pasir putih dan panorama keindahan isi laut yang alami dengan terumbu karang yang belum rusak, serta memiliki ombak yang indah pula.
Ia mengatakan apabila investor dari China itu berhasil membangun objek wisata di Pulau Karampuang, maka pulau tersebut akan menjadi sasaran kunjungan wisatawan, baik lokal, nasional maupun wisatawan mancanegara, sekaligus bersaing dengan objek wisata sejenis lainnya yang ada di Indonesia.(T.KR-MFH/M008)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25147/china-siap-bangun-jembatan-pulau-karampuang
Jumat, 25 Februari 2011, 03:45 WITA |
Sulbar Siapkan 15 Hektare Lahan SMK Kakao
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah menyiapkan lahan sekitar 15 hektare untuk membangun Sekolah Menengah Kejuruan pertanian Kakao pada 2011 Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Kamis, mengatakan, pemerintah di Sulbar menyiapkan lahan sekitar 15 hektare untuk membangun SMK Pertanian Kakao di Kecamatan Kalukku sebagai sarana pendidikan untuk membangun pendidikan bagi siswa agar memahami pertanian kakao.
Ia mengatakan, pembangunan SMK kakao tersebut merupakan bagian dari rancangan pembangunan pendidikan yang dilakukan pemerintah Sulbar dengan memaksimalkan pendidikan berbasis teknologi. "SMK pertanian kakao yang dibangun pemerintah merupakan pendidikan berbasis teknologi yang tujuannya untuk memaksimalkan pembangunan sumber daya manusia untuk dapat memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam dibidang pertanian khususnya kakao,"katanya.
Menurut dia, kakao merupakan komoditi andalan pertanian di Sulbar dengan luas sekitar 185.000 hektare dengan tingkat produksi sekitar 140.000 ton per tahun sehingga harus dikelola dengan maksimal melalui pertanian padat teknologi. "Untuk dapat melakukan pengelolaan pertanian dengan sistem pertanian padat teknologi maka pemerintah terlebih dahulu membangun sumber daya manusia yang akan mengelolanya dengan SMK pertanian kakao yang akan dibangun ini,"katanya. Ia juga mengatakan, pembangunan SMK itu sebagai komitmen pemerintah daerah dalam rangka menjadikan daerah ini sebagai ikon kakao dengan menyiapkan ahli kakao yang mengerti teknik budidaya agar dapat ditingkatkan generasi muda melalui sektor pendidikan.
"Pembangunan SMK Pertanian Kakao yang akan menjadi sumbu pembangunan pertanian kakao daerah ini diharapkan dapat membuat Kakao Sulbar lebih berkualitas dan semakin mensejahterakan rakyat,"kata Gubernur. Menurut dia, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk pembangunan SMK pertanian kakao di Sulbar itu, dan akan butuh waktu sekitar empat tahun dalam membangunnya.
"SMK Pertanian Kakao yang akan dibangun pemerintah tersebut akan dilengkapi sejumlah fasilitas yang memadai bagi peserta didiknya, di antaranya laboratorium olah petik jual kakao, boarding scholl, asrama putra putri dan guru, dan pabrik kue yang siap diolah menjadi coklat untuk dijual dan banyak lagi fasilitas lainnya," katanya.(T.KR-MFH/S006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25053/sulbar-siapkan-15-hektare-lahan-smk-kakao
Comeliness February 27th, 2011, 05:34 PM By ibar70@ymail.com (http://www.flickr.com/photos/59715770@N03/5460640487/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5140/5460640487_e798478037_z.jpg
Pulau Karampuang.
By hartanto (http://www.flickr.com/photos/hartanto/307322890/sizes/z/in/photostream/)
http://farm1.static.flickr.com/109/307322890_09b12ee231_z.jpg?zz=1
Kakao di Sulbar.
Comeliness February 28th, 2011, 04:29 PM Jumat, 25 Februari 2011 | 00:59:06 WITA |
Sulbar Minta Jatah Direksi di Bank Sulselbar
http://www.fajar.co.id/img_berita/142F-DPRD%20SULBAR.JPG
RASID/FAJAR
SERIUS. Ketua DPRD Sulbar, Hamzah Hapati Hasan (kiri), bersama Wakil Ketua DPRD Sulsel, Andry S Arief Bulu, dalam pertemuan yang membahas perubahan nama Bank Sulselbar di DPRD Sulsel, Kamis, 24 Februari.
MAKASSAR -- Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengincar 20 persen saham di Bank Sulselbar. Selain itu, provinsi pecahan Sulsel ini meminta jatah direktur di jajaran direksi Bank Sulselbar. Penjajakan rencana tersebut terungkap pada pertemuan delegasi DPRD Sulbar dan DPRD Sulsel di DPRD Sulsel, Kamis, 24 Februari.
Delegasi Sulbar dipimpin langsung Ketua DPRD Sulbar Hamzah Hapati Hasan. Mereka diterima Wakil Ketua DPRD Sulsel, Andry Arief Bulu, didampingi sejumlah anggota DPRD Sulsel lainnya. Di antaranya Ketua Komisi C DPRD Sulsel Buhari Kahar Muzakkar, Abbas Saelon, Ajiep Padindang, Misriani Ilyas, dan Nazir Dg Mappaseng.
Hamzah mengungkapkan, pertemuan ini guna meramu formasi terbaik terkait Sulbar menambah saham di Bank Sulselbar. Salah satu poin perlu dipelajari, kata dia, adalah struktur kepemilikan saham dan aturan lain sebagai payung hukum jika nantinya kerja sama itu terealisasi. Hamzah berharap nama Bank Sulselbar dipantenkan dengan pertimbangan provinsi dan kabupaten di Sulbar juga merupakan pemegang saham. Karena itu, Sulbar juga meminta jatah di jajaran dewan komisaris.
Tingkat pertumbuhan ekonomi Sulbar diklaim Hamzah yang lebih tinggi daripada Sulsel menjadi alasan utama penambahan saham di Bank Sulselbar. Tahun 2010, pertumbuhan ekonomi Sulbar mencapai angka 11,9. Sedangkan Sulsel hanya 8,11persen. Meski hal pertumbuhan itu sendiri hanya dipicu satu sektor perekonomian yakni pertambangan.
Pertemuan dua legislator antarprovinsi ini belum final. Pertemuan lanjutan akan digelar di tingkat eksekutif. "Kami bahkan sudah membentuk pansus untuk penyertaan modal Pemprov Sulawesi Barat di Bank Sulselbar," kata anggota DPRD Sulbar, Kalvin Kalambo.
Menanggapi permintaan DPRD Sulbar, anggota Komisi C DPRD Sulsel, Ajeip Padindang, mengungkapkan visi bank ini menjadi perseroan terbatas dimaksudkan agar bisa menjadi bank devisa. Ia mengatakan perubahan nama bank itu tidak semudah membalik telapak tangan. Bank Indonesia memiliki banyak pertimbangan dalam perubahan nama. Apalagi bank itu diatur oleh Undang-undang Perbankan dan Undang-undang Keuangan.
"Kami sarankan DPRD Sulbar lebih baik melakukan kajian akademis dahulu. Ini penting sebagai dasar pemerintah Sulbar melangkah lebih jauh," ungkap Ajiep dalam pertemuan tersebut.
Ajiep mengatakan komposisi saham di Bank Sulselbar dikuasai Pemprov Sulsel dengan persentase 43,8 persen atau senilai Rp205 miliar. Sementara 24 kabupaten/kota mengusasi 51,7 persen dengan total Rp222 miliar. Selebihnya 4,43 persen atau Rp20 miliar milik lima kabupaten di Sulbar. Kelima kabupaten itu adalah Mamuju, Polman, Majene, Mamasa, dan Mamuju Utara.
Mamuju yang terbesar dengan penyertaan sekira Rp8 miliar. Empat kabupaten lainnya hanya sekira Rp3 miliar hingga Rp5 miliar. Pemprov Sulbar berencana akan lebih tinggi daripada modal yang disetorkan kabupaten.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Andry Arief Bulu, berharap adanya pertemuan lanjutan kedua pihak. Dia juga mengatakan, perlu ada payung hukum bersama terkait penyertaan modal di Bank Sulselbar antara Pemprov Sulsel dengan Pemprov Sulbar. (aci)
Source: http://www.fajar.co.id/read-20110225005907-sulbar-minta-jatah-direksi-di-bank-sulselbar
Comeliness February 28th, 2011, 04:42 PM Mamasa
By FabSom (http://www.flickr.com/photos/fasom/4116553762/in/photostream/)
http://farm3.static.flickr.com/2804/4116553762_4568651132_z.jpg
By FabSom (http://www.flickr.com/photos/fasom/4116533194/sizes/z/in/photostream/)
http://farm3.static.flickr.com/2680/4116533194_9670b483a6_z.jpg
By FabSom (http://www.flickr.com/photos/fasom/4116548320/sizes/z/in/photostream/)
http://farm3.static.flickr.com/2648/4116548320_aacfee692f_z.jpg
Comeliness March 2nd, 2011, 07:33 PM Rabu, 02 Maret 2011, 13:22 WITA |
Mamasa Miliki Air Terjun Menawan Bagi Wisatawan
Mamuju (ANTARA News) - Kabupaten Mamasa sebagai daerah destinasi wisata unggulan di Provinsi Sulawesi Barat, tercatat memiliki sejumlah objek wisata air terjun yang menawan untuk dikunjungi wisatawan. Kepala Bidang Pengembangan Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Sulbar, Ilham Atjo, di Mamuju, Rabu, mengatakan Kabupaten Mamasa sejauh ini cukup menjadi andalan pihaknya dalam upaya mendatangkan para wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Ia mengatakan, daerah itu memiliki sejumlah objek wisata air terjun yang menawan dan menarik untuk dikunjungi para wisatawan, di antaranya air terjun Sarambu Silolo di Kecamatan Nosu, sekitar 60 kilometer dari Kota Mamasa. Air terjun itu dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua dan empat dengan menempuh hutan subtropis yang cukup rindang dan lebat.
Selain itu juga air terjun Sarambu Liawan di Kecamatan Sumarorong sekitar 34 kilometer dari Kota Mamasa. Air terjun itu juga terletak di alam perbukitan yang sejuk serta persawahan dan tanaman agro yang menghijau. "Air terjun Sarambu Liawan, menurut cerita adalah tempat bermandi bidadari dan putri raja. Air terjun ini memiliki tinggi sekitar 200 meter dan sudah dilengkapi fasilitas pariwisata yang memadai untuk dikunjungi," katanya.
Selain itu, kata dia, terdapat pula air terjun Sambabo yang tak kalah indahnya dibandingkan air terjun yang lainnya di Mamasa. Air terjun ini terletak di Kecamatan Bambang, sekitar 22 kilometer dari Kota Mamasa. "Keindahan alam juga terdapat di air terjun yang berada di areal hutan subtropis di pegunungan tinggi dengan udara yang sejuk itu," katanya.
Menurut dia, air terjun lainnya di Mamasa yang tak kalah indahnya untuk dinikmati adalah air terjun Panetteang di Kecamatan Aralle, karena air terjun iini memiliki batu berlapis, dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Kota Mamasa. Ia berharap wisatawan lokal dan mancanegara yang menyukai wisata permandian, dapat berkunjung untuk menikmati keindahan sejumlah objek wisata itu.(T.KR-MFH/P004)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25236/mamasa-miliki-air-terjun-menawan-bagi-wisatawan
Comeliness March 2nd, 2011, 07:44 PM Mamasa
By ibar70@ymail.com (http://www.flickr.com/photos/59715770@N03/5461336732/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5091/5461336732_81d0efa7c1_z.jpg
By ibar70@ymail.com (http://www.flickr.com/photos/59715770@N03/5460666125/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5216/5460666125_e9499539a6_z.jpg
kang rey March 3rd, 2011, 03:56 AM ^^
keren amat view perkampungannya
Comeliness March 4th, 2011, 04:29 PM ^^
keren amat view perkampungannya
^^Kang Rey sekarang aktif posting lagi. :)
Comeliness March 4th, 2011, 04:32 PM Jumat, 04 Maret 2011, 21:45 WITA |
IDB Danai Pembangunan PPN Sulbar Rp405 Miliar
Mamuju (ANTARA News) - Bank Pembangunan Islam atau "Islamic Development Bank" (IDB) pada 2011 akan membantu pendanaan proyek pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, dengan anggaran sekitar Rp405 miliar.
Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Jumat, mengatakan setelah Pemerintah Provinsi Sulbar berkonsultasi dengan IDB, lembaga keuangan internasional tersebut menyatakan siap mendanai pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Majene dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp405 miliar.
Ia mengatakan, pemerintah pusat akan menyiapkan dana pembangunan PPN Majene dari APBN tahun 2011 melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan, karena IDB tidak akan bersedia membangun PPN Majene tanpa anggaran pemerintah sebagai dana pendamping investasinya.
Gubernur mengatakan, IDB tertarik mendanai PPN Majene karena menganggap PPN yang akan dibangun dengan luas sekitar 60 hektare nantinya akan mampu menjadi aset yang dapat mendukung masuknya investasi di daerah ini pada sektor perikanan.
"Dengan pendanaan IDB, pemerintah daerah di Sulbar tidak akan lagi kesulitan melaksanakan proyek yang memerlukan biaya besar tersebut, sehingga pemerintah pusat juga diminta menyediakan anggaran pendamping agar proyek tersebut dapat dilaksanakan," katanya.
PPN Majene nantinya akan dibangun dengan fasilitas penampungan ikan seluas lima hektare dan panjang dermaga sekitar 200 meter. "Proyek PPN Mejene dibangun pemerintah untuk menampung produksi perikanan di Sulbar yang mencapai 60 ribu ton/tahun karena selama ini tidak ada pelabuhan yang layak menampung ikan nelayan di provinsi ini," kata Gubernur. Menurut dia, PPN Majene yang dibangun itu nantinya akan menjadi pusat pelabuhan ikan nelayan dan tempat transaksi perdagangan ikan terbesar di provinsi ini.
"Pelabuhan ikan di Sulbar itu akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti ruang pendingin agar ikan nelayan yang ditampung awet dan tempat transaksi ikan terbesar di daerah ini," katanya. PPN ini diharapkan menjadi pelabuhan ekspor ikan terbesar di Sulbar yang akan dikirim ke mancanegara seperti Jepang, China, dan Korea karena permintaan dari negara itu cukup tinggi. (T.KR-MFH/H-KWR)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25336/idb-danai-pembangunan-ppn-sulbar-rp405-miliar
Comeliness March 5th, 2011, 05:14 PM From: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1032331&page=17
Pulau Karampuang
Photo by KEMAL_KLA (http://www.panoramio.com/photo/41975588)
http://img228.imageshack.us/img228/9433/41975588.jpg
Sabtu, 05 Maret 2011, 04:54 WITA |
Dua Perusahaan Asing Segera Eksplotasi Migas Sulbar
Mamuju (ANTARA News) - Ada dua perusahaan asing akan melakukan eksploitasi minyak dan gas (Migas) yang ada di wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Agussalim Tamadjoe di Mamuju, Jumat. Dia mengatakan, kedua perusahaan asing tersebut adalah PT Conoco-Phillips, PT Stat Oil sebelumnya telah melakukan eksplorasi migas di Sulbar sejak dua tahun lalu.
Ia mengatakan, kedua perusahaan migas tersebut yakni PT Conoco Phillips akan mengelola migas di Blok Kuma dan PT Stat Oil di blok Karama Kabupaten Mamuju, selanjutnya akan melakukan eksploitasi. "PT Conoco Philips akan melakukan ekploitasi minyak dan gas di Sulbar pada Maret 2011, sementara PT Stat Oil akan melakukan eksploitasi migas pada Agustus 2011,"katanya. Menurut dia, kedua perusahaan itu telah melakukan sosialisasi kepada pemerintah di Sulbar mengenai ekpolitasi migas yang bakal dilakukan perusahaan tersebut.
Tamadjoe mengatakan, pada Desember 2010 salah satu perusahaan asing juga ada di Sulbar yakni PT Tately NV yang mengekploitasi migas di Blok Budong-Budong Kabupaten Mamuju dengan luas lahan eksploitasi mencapai sekitar 5.494,51 Km2.
Sementara sejumlah perusahaan migas lainnya masih melakukan eksplorasi di antaranya PT Exxon Mobil yang melakukan eksplorasi di block Suremana dan block Mandar serta PT Marathon Indonesia di block Pasangkayu Kabupaten Mamuju Utara.
Selain itu, Pearl Oil yang mengeksplorasi migas di block Karama dan PT Exploration and Production di block Malunda, serta PT Exploration and Production yang mengekplorasi migas di block South Mandar.
Ia berharap ekplorasi dan ekploitasi migas yang dilakukan sejumlah perusahaan asing baik di perairan Sulbar maupun di daratan itu dapat meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (T.KR-MFH/F003)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25347/dua-perusahaan-asing-segera-eksplotasi-migas-sulbar
Comeliness March 8th, 2011, 03:49 PM By ibar70@ymail.com (http://www.flickr.com/photos/59715770@N03/5460725203/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5172/5460725203_bfe0defcf4_z.jpg
By ibar70@ymail.com (http://www.flickr.com/photos/59715770@N03/5461291702/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5093/5461291702_6bcbeeb829_z.jpg
Comeliness March 11th, 2011, 05:22 PM Tribun Timur - Sabtu, 5 Maret 2011, 16:16 WITA
Mei, Unsulbar Berubah Status Jadi PTN
Editor : Muh. Izzat Nuhung
Makassar, Tribun - Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) bakal berubah status menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Rencana perubahan status ini dikatakan Ketua Yayasan Universitas Sulawesi Barat Prof Dr Ma'mun Hasanuddin kepada Tribun di Universitas Cokroaminoto, Jl Perintis Kmerdekaan, Tamalanrea, Makassar, Jumat (4.3).
"Paling lambat bulai Mei nanti Unsulbar sudah berubah status menjadi negeri. Pemberkasan sudah selesai, tinggal menunggu keputusan perubahan status dari PTS ke PTN," ujarnya. Ma'mun mengatakan, saat ini Unsulbar sudah memiliki lahan seluar 32 hektare di kota Majene, Sulawesi Barat.
Selain itu, juga telah memiliki 200 tenaga dosen baik dosen yayasan maupun dosen yang diperbantukan dari Universitas Hasanuddin dan Universitas Negeri Makassar. Menurut Ma'mun, rencana perubahan status kenegerian Unsulbar ini sesuai janji Wakil Presiden Boediyono yang berkunjung ke Sulber, Februari lalu.
Dijelaskan, anggota Komisi IX DPR RI, tim Interkem Kementerian Pendidikan Nasioonal, Departemen Keuangan, dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara juga telah meninjau lokasi Unsulbar. Ada beberapa item persyaratan yang menjadi pokok penilaian tim verifikasi dikti di antaranya, Sumber Daya Manusia (SDM) dan penilaian aset sebagai prasarana pembelajaran mahasiswa.
Unsulbar telah menampung sekitar 3.000 mahasiswa yang kelak diharapkan menjadi generasi yang cerdas dan berkualitas. Kota Majene merupakan pusat pengembangan pendidikan sesuai dengan komitmen para pejuang pembentukan berdirinya Sulbar.
Unsulbar mengelola enam fakultas dan 13 program studi, meliputi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan, Fakultas Ekonomi, serta Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).(ana)
Terima 1.500 Maba.
Ketua Yayasan Unsulbar Prof Dr Ma'mun Hasanuddin mengatakan, tahun ini Unsulbar menargetkan menerima 1.500 mahasiswa baru. Mahasiswa baru tersebut akan diseleksi sama halnya dengan pelaksanaan ujian seleksi universitas negeri. "Nanti mereka akan diseleksi, soal yang digunakan dibuat oleh Unhas," ujarnya. Unsulbar, sekarang, masih menggunakan tenaga dosen dari Unhas dan UNM. Di antara mereka ada beberapa guru besar dan juga doktor. "Meka disiapkan mobil khusus untuk menjemput dan mengantar dari Makassar ke Majene," katanya. (ana)
Source: http://makassar.tribunnews.com/2011/03/05/mei-unsulbar-berubah-status-jadi-ptn
eurico March 14th, 2011, 02:43 AM Jalan Trans Sulawesi Majene Rusak
Jumat, 11 Maret 2011 19:17 WITA | Sulbar | Dibaca 21 kali
Mamuju (ANTARA News) - Jalan trans sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Majene dengan Kota Mamuju ibukota Provinsi Sulawesi Barat rusak.
Pemantauan di Mamuju, Jumat, jalan poros trans sulawesi yang menghubungkan Kecamatan Malunda dengan Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene udah mulai rusak sepanjang sekitar 50 kilometer.
Jalan rusak itu tampak berlobang dan bergelombang sehingga menjadi keluhan warga yang melaluinya padahal baru berkisar dua tahun dibangun pemerintah.
"Pengguna jalan harus hati-hati melintas jalan di antara Kecamatan Malunda dan Kecamatan Pamboang Majene karena sejumlah titik banyak yang sudah mulai rusak karena berlobang dan bergelombang,"kata Yusri salah seoran warga.
Ia mengatakan, pengguna jalan mengalami gangguan ketika melintasi di jalan yang menghubungkan Kabupaten Majene dengan Kota Mamuju ibukota Provinsi Sulbar itu meski jalan trans sulawesi ini baru dibangun dua tahun terakhir.
"Biasanya masyarakat ketika akan ke Kota Mamuju dari Kabupaten Majene atau sebaliknya, hanya butuh waktu tiga jam, namun kini harus mencapai empat jam karena jalanan mulai rusak,"kata Akbar warga lainnya.
Menurut dia, jalan di wilayah Majene tersebut mengalami kerusakan diduga karena sering dilintasi kendaraan besar seperti truk yang memiliki beban berat selain itu karena pengaruh musim hujan yang selalu menggenangi badan jalan.
"Hampir setiap saat truk besar dan berat melintasi jalan trans sulawesi di Majene ini beriringan dalam jumlah yang banyak baik dari Kota Makassar Sulawesi Selatan, maupun dari Kota Palu Sulawesi Tengah sehingga jalan cepat rusak,"katanya.
Ia berharap pemerintah setempat segera memperbaiki jalan tersebut agar kondisinya kembali baik, dan tidak menganggu kenyamanan pengguna jalan yang melintas.
"Pemerintah harus memperbaiki jalan itu sebelum seluruhnya mengalami kerusakan, selain itu harus mencegah kendaraan berat yang kelebihan muatan melintasi jalan itu,"katanya.
(T.KR-MFH/S016)
source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/25547/jalan-trans-sulawesi-majene-rusak
eurico March 14th, 2011, 02:46 AM Produksi Rumput Laut Sulbar 39 Ribu Ton
Minggu, 13 Maret 2011 15:35 WITA | Sulbar | Dibaca 11 kali
Mamuju (ANTARA News) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, menargetkan produksi rumput laut mencapai 39 ribu ton di 2011.
"Kita telah menargetkan produksi rumput laut tahun ini bisa mencapai 39.000 ton,"kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar,Ir.Haruna Hamal di Mamuju, Minggu.
Menurutnya, komoditas rumput laut merupakan salah satu unggulan pengembangan budidaya perikinan yang telah berkembang pesat di Kabupaten Polewali Mandar.
"Kita berharap pengembangan budidaya rumput laut di Polman bisa memberikan kontribusi pencapaian target produksi komoditas ini,"kata dia.
Ia mengatakan, produksi rumput laut di Sulbar 2010 hanya berkisar 16.760 ton.
Dari lima kabupaten di Sulbar, kata dia, Kabupaten Mamuju memberikan andil besar dengan capaian produksi sekitar 10.640 ton dari target 18 ribu ton, Mamuju Utara hanya 820 ton.
Sedangkan kabupaten Polewali Mandar tahun lalu juga hanya mampu memberikan kontribusi sekitar 5.300 ton.
"Saat ini kami yakin sekali produksi rumput laut di Polman akan jauh lebih meningkat. Ini terlihat dengan bertambahnya areal pengembangan rumput laut yang dilakukan oleh petani budidaya di daerah itu,"ungkapnya dengan nada optimistis.
Dikatakannya, pengembangan budidaya rumput laut sangat prospek untuk menunjang perekonomian petani budidaya.
Karena itu, kata dia, peran semua pihak khususnya dari lembaga perbankan tetap memberi perhatian besar untuk memenuhi kebutuhan modal para petani budidaya rumput laut.
(T.KR-ACO/S016)
source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/25603/produksi-rumput-laut-sulbar-39-ribu-ton
eurico March 14th, 2011, 02:47 AM Pemprov Sulbar Pacu Pengembangan Potensi Wisata Mamasa
Minggu, 13 Maret 2011 04:35 WITA | Sulbar | Dibaca 25 kali
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah provinsi Sulawesi Barat memacu pengembangan potensi wisata di Kabupaten Mamasa dengan cara melakukan upaya promosi, baik tsecara nasional maupun internasional.
Mamasa telah dicanangkan sebagai daerah destinasi wisata di Sulbar karena memiliki segudang potensi wisata lokal yang diyakini mampu memberikan kontribusi bertambahnya sektor pendapatan asli daerah (PAD) di daerah hasil pemekaran kabupaten Polewali Mandar ini. Makanya cara efektif melakukan promosi yang gencar hingga keluar daerah," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu.
Gubernur juga menyatakan akan mendorong pengembangan wisata Mamasa dengan membuat konsep berkualitas agar potensi wisata ini menjadi pilihan alternatif bagi wisatawan asing datang ke daerah Bumi Kondosapata, sebutan Kabupaten Mamasa ini.
"Potensi wisata Mamasa sudah siap. Tinggal bagaimana pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk bisa melengkapi sarana pendukung atau fasilitas yang dibutuhkan agar wisatawan bisa terlayani secara optimal," ujar Gubernur.
Gubernur menuturkan, tamu-tamu asing atau wisatawan yang akan masuk ke Mamasa akan terus mengalir apabila pelayanan tertangani secara maksimal.
Salah satu perhatian utama yakni pembangunan sarana infrastruktur jalan sehingga wisatawan mudah mendatangi obyek wisata yang dikehendaki.
"Sebelum potensi wisata ini kita kemas, maka yang perlu dilakukan lebih awal perbaikan infrastruktur jalan," terangnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Sulbar, Drs H. Izmail Sainuddin, mengemukakan, pencanangan destinasi wisata Mamasa telah dimulai sejak hari ini.
"Mamasa resmi menjadi kawasan destinasi wisata Sulbar yang dicanangkan langsung Gubernur Sulbar di Mamasa. Makanya, semua pihak harus mendukung agar daerah ini benar-benar bisa menjadi tujuan wisata bagi wisatawan," katanya.
Ia mengatakan, pencanangan destinasi wisata di Kabupaten Mamasa sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki segudang potensi wisata dan budaya yang tak dimiliki beberapa daerah lain.
"Daerah Mamasa yang berada di kawasan timur Sulbar ini berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang juga merupakan kota tujuan wisatawan. Jika Mamasa dikembangkan sektor wisatanya, maka jelas wisatawan yang masuk ke Toraja juga akan membidik Mamasa untuk dikunjungi para wisatawan tersebut," kata dia.
Izmail menuturkan, banyak kelebihan potensi budaya dan wisata yang dimiliki Mamasa yang tak dimiliki daerah lain.
"Jika kita bandingkan obyek wisata alam antara Toraja dan Mamasa, tampaknya Mamasa lebih memiliki daya tarik lebih karena memiliki sarana air terjun yang sangat menakjubkan. Bahkan, Mamasa juga memiliki sungai yang nantinya menjadi lokasi hiburan olahraga arung jeram," ucapnya.(T.KR-ACO/F003)
source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/25601/pemprov-sulbar-pacu-pengembangan-potensi-wisata-mamasa
Comeliness March 16th, 2011, 04:57 PM Mamasa
By Tresna Lee (http://www.flickr.com/photos/50531333@N05/4810602468/sizes/z/in/photostream/)
http://farm5.static.flickr.com/4136/4810602468_b6ab44d20a_z.jpg
By ibar70@ymail.com (http://www.flickr.com/photos/59715770@N03/5460664839/sizes/z/in/photostream/
http://farm6.static.flickr.com/5055/5460664839_b16ccbff4f_z.jpg
By Ferry Tamausa (http://www.flickr.com/photos/tamausa/2565505119/sizes/z/in/photostream/
http://farm4.static.flickr.com/3050/2565505119_005045476d_z.jpg
Comeliness March 16th, 2011, 05:16 PM Rabu, 16 Maret 2011, 09:18 WITA |
Sulbar Bangun Tujuh PLTMH Penunjang Industri
Mamuju (ANTARA News) - Provinsi Sulawesi Barat merencanakan pembangunan tujuh pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) untuk mendukung dan menunjang pengembangan industri di wilayah provinsi tersebut.
Kepala Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Sulbar, Harry Warganegara, di Mamuju, Rabu mengatakan, pembanguna ketujuh PLTMH berlokasi di tiga daerah yaitu Kabupaten Majene, Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Polewali Mandar. Pembangunan PLTMH dengan kekuatan daya sekitar dua sampai tiga megawatt untuk setiap titik PLTMH.
Menurut dia, setiap satu megawatt listrik yang akan dibangun di tujuh PLTMH tersebut akan dibutuhkan sekitar Rp12,5 miliar anggaran negara untuk membangunnya. Harri yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulbar mengatakan, pembangunan PLTMH ditujuh titik di Sulbar tersebut bertujuan untuk mengembangkan industri di Sulbar agar terus berkembang dan maju dimasa yang akan datang.
"Listrik masih merupakan kendala yang harus dihadapi pemerintah di Sulbar dalam membangun daerahnya, karena dengan tidak adanya listrik selama ini membuat industri Sulbar sulit berkembang,"katanya. Oleh karena itu ia mengatakan, pemerintah di Sulbar, berupaya untuk membangun pembangkit listrik agar tidak lagi menjadi kendala dalam mengembangkan industri untuk mengelola kekayaan alam daerahnya.
"Sulbar merupakan daerah yang kaya raya karena memiliki potensi sumber daya alam seperti disektor pertambangan, perikanan, perikanan dan peternakan yang siap dikelola untuk kesejahteraan masyarakat,"katanya. Menurut dia, apabila semua potensi tersebut dikembangkan melalui industri maka sulbar akan maju dan masyarakatnya akan semakin sejahtera. (T.KR-MFH/M019)
Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/25698/sulbar-bangun-tujuh-pltmh-penunjang-industri
Comeliness March 20th, 2011, 04:23 AM Sabtu, 19 Maret 2011, 22:06 WITA |
Pemprov Sulbar Dorong Percepatan Pembangunan Bandara Sumarorong
Mamuju (ANTARA News) - Pemprov Sulawesi Barat, terus mendorong percepatan pembangunan Bandara Sumarorong di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata di wilayah itu.
"Kita akan mendorong percepatan pembangunan Bandara Sumarorong, sehingga daerah Mamasa yang dijadikan sebagai destinasi parawisata Sulbar bisa mendorong masuknya wisatawan nusantara maupun mancanegara," kata Gubernur Sulawesi Barat,H.Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu.
Menurutnya, pembangunan bandara ini telah mendapat dukungan pembiayaan dari Kementerian Perhubungan yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) tahun anggaran 2011 sebesar Rp50 miliar. "Pembangunan Bandara Sumarorong telah dikerjakan dan diperkirakan bisa dirampungkan di awal tahun 2012. Apalagi, daerah ini sulit berkembang karena keterisoliran infrastruktur jalan yang menghubungkan antar kabupaten masih butuh perbaikan," katanya.
Ia mengatakan, jika Bandara Sumarorong bisa difungsikan di awal tahun 2012 maka jelas akan memberikan kontribusi positif untuk mendukung iklim investasi diberbagai lini termasuk memacu meningkatnya minat wisatawan nusantara bertandang ke daerah hasil pemekaran kabupaten Polman itu.
"Kabupaten Mamasa memang hanya mengandalkan sektor jasa. Makanya, infrastruktur jalan dan bandara harus kita dorong secepat mungkin, karena bila tidak maka daerah ini akan sulit berkembang seperti kabupaten lainnya yang ada di Sulbar," kata Anwar.
Gubernur juga mengatakan, pemerintah provinsi pun berupaya mempercepat pembangunan jalan yang menghubungkan Mamasa dan Kabupaten Tanah Toraja, Sulawesi Selatan. "Jalan yang kita bangun menuju Tana Toraja ini tinggal beberapa kilometer saja. Jika akses jalan ini rampung maka kita hanya membutuhkan lama pejalanan darat selama tiga jam saja," kata Anwar.
Karena itu kata dia, guna mendorong pengembangan pariwisata Mamasa, maka keterlibatan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten untuk mendorong pelaksanaan pembangunan di wilayah itu bisa dipercepat. Ditambahkannya, pengembangan sektor parawisata di Mamasa sudah sangat tepat karena daerah ini memiliki kekayaan keragaman budaya yang tak mungkin bisa dijumpai di daerah lain.
"Beberapa kecamatan di Mamasa memiliki ciri khas budaya di daerah itu. Ini juga baru saya tahu saat dilakukan pencanangan destinasi wisata pada 11 Maret 2011,"jelasnya. Keberagaman budaya yang cukup unik itu, kata dia, merupakan salah satu modal yang bisa dipromosikan untuk mendukung daya tarik potensi pariwisata Mamasa.(T.KR-ACO/Y006)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/25819/pemprov-sulbar-dorong-percepatan-pembangunan-bandara-sumarorong
Comeliness March 23rd, 2011, 03:32 PM Jumat, 18 Februari 2011 | 18:06:44 WITA |
Polman Target Pusat Produksi Timbal
POLEWALI -- Kabupaten Polewali Mandar (Polman) diharap menjadi pusat pengolahan timbal di Sulawesi. Harapan itu terungkap dalam acara eksplorasi perdana tambang galena PT Isco Human Resources sekaligus peresmian pabrik crusher di Rea Timur, Kecamatan Binuang, Rabu 16 Februari.
Bupati Polman, Ali Baal Masdar mengatakan, ekspor perdana galena tersebut, merupakan jawaban atas keraguan sebagian masyarakat tentang potensi tambang Polman, khususnya keberadaan PT Isco yang berani berinvestasi, pemanfaatan sumber daya alam yang secara bertahap memberi kontribusi bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Kegiatan PT Isco, nantinya diharap memberi kontribusi bagi pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik Polman maupun Sulbar pada umumnya," ujar bupati.
Komisaris PT Isco, Samad Senong menjelaskan, ke depan tidak hanya memproduksi bahan setengah jadi, tapi juga berupa timbal batangan. "Bahan mineral timbal juga diupayakan bisa dikspor dalam bentuk bahan jadi. Daerah yang mempunyai potensi timbal juga diharap mengirim bahan bakunya ke Polman untuk diproses dan diolah. Kita berharap Polman kelak menjadi pusat produksi timbal di Sulawesi," imbuhnya.
Ekspor perdana galena sebanyak 500 ton, menggunakan 20 kontainer secara bertahap. Ke depan, jumlah produksi terus ditingkatkan dan diangkut melalui Makassar sebelum tersedia sarana pelabuhan di Polman. Acara tersebut dihadiri unsur pimpinan daerah, pimpinan dan anggota DPRD, serta pejabat Pemkab Polman. (mdl)
Source: http://www.fajar.co.id/read-20110217180645-polman-target-pusat-produksi-timbal
Comeliness March 26th, 2011, 04:45 PM Majene.
By Amhay (http://www.flickr.com/photos/amhay73/3548881456/sizes/z/in/photostream/)
http://farm3.static.flickr.com/2480/3548881456_52ac712943_z.jpg?zz=1
Pantai Dato, Majene.
By Amhay (http://www.flickr.com/photos/amhay73/3548195073/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3577/3548195073_f949e5bc87_z.jpg
Pantai Dato.
Comeliness March 29th, 2011, 06:21 PM Minggu, 27 Maret 2011, 22:08 WITA |
Presiden Berkunjung ke Sulbar Resmikan Infrastruktur
Mamuju (ANTARA News) - Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono akan berkunjung ke Provinsi Sulawesi Barat Juli 2011 untuk meresmikan sejumlah proyek infrastruktur di daerah itu.
Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Minggu, mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan siap berkunjung ke Sulbar untuk meresmikan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur Juli 2011.
Gubernur mengatakan, Presiden akan meresmikan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang telah dibangun pemerintah di Sulbar selama lima tahun terakhir dengan menggunakan anggaran pemerintah pusat, proyek itu antara lain Pelabuhan Belang-Belang Mamuju, Bandara Tampapadang Mamuju serta jalan Nasional sepanjang 544 kilometer dan kantor Gubernur dan DPRD Sulbar yang dibangun di Kelurahan Rangsa, Kabupaten Mamuju.
Ia menjelaskan pelabuhan Belang Belang Mamuju dibangun dengan anggaran APBN Rp96 miliar, saat ini telah memiliki panjang dermaga 160 meter dengan kapasitas 10.000 ton. Sementara Bandara Tampapadang Mamuju sudah memiliki panjang landasan pacu 2.500 meter setelah mendapat bantuan APBN Rp57 miliar tahun 2010 dan direncanakan mendapat tambahan anggaran lagi sekitar Rp79 miliar tahun 2011, bandara itu juga lebih layak karena telah dapat didarati pesawat Boeing Seri 7.400.
Kemudian jalan nasional yang panjangnya 544 kilometer yang sebelumnya 80 persen rusak kini hanya sekitar 20 persen yang rusak setelah dibiayai dengan anggaran sekitar Rp120 miliar, meski perbaikan jalan nasional di Sulbar membutuhkan anggaran sekitar Rp1,8 triliun agar jalannya lebih memadai dari sebelumnya.
Selain itu, sarana perkantoran Gubernur dan DPRD Sulbar serta sejumlah instansi di lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar di kelurahan Rangas yang menelan anggaran APBN hingga Rp68 miliar sejak tahun 2009 serta menelan anggaran APBD sekitar Rp19,8 miliar pada tahun 2011. "Seluruh proyek infrastruktur di Sulbar itu akan diresmikan Presiden SBY pada Juli mendatang," katanya.
Ia mengatakan, kedatangan Presiden SBY di Sulbar akan bertepatan dengan pelaksanaan program kemilau di Sulbar, program Kemilau Sulbar sudah digagas pemerintah pusat sejak tahun 2006 dengan tujuan sulawesi melakukan promosi wisata agar dikunjungi wisatawan nusantara dan mancanegara. "Ibu Presiden Ani Yudhoyono yang akan mendampingi Presiden ke Sulbar akan diminta oleh Pemerintah Provinsi Sulbar untuk meresmikan program kemilau yang dicanangkan di Sulbar," katanya.(T.KR-MFH/F003)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26072/presiden-berkunjung-ke-sulbar-resmikan-infrastruktur
Comeliness March 30th, 2011, 05:13 PM Rabu, 30 Maret 2011, 14:24 WITA |
Trans Sulawesi Sulbar Dianggarkan Rp300 Miliar
Mamuju (ANTARA News)- Jalan trans Sulawesi yang mengalami kerusakan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) akan diperbaiki dengan menggunakan anggaran APBN 2011 sekitar Rp300 miliar. Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu mengatakan pemerintah pusat tahun ini mengalokasikan dana APBN untuk perbaikan jalan nasional tersebut di Sulbar panjang sekitar 544 kilometer.
Ia mengatakan, anggaran tersebut akan digunakan pemerintah di Sulbar untuk memperbaiki jalan nasional di Sulbar yang mengalami kerusakan hingga mencapai 20 persen. Menurut dia, kondisi jalan itu cukup mengganggu kelancaran lalu lintas, sehingga harus segera diperbaiki untuk perlancar distribusi perekonomian di Sulbar yang memiliki lima kabupaten.
Ia mengatakan, pemerintah di Sulbar telah memfokuskan perbaikan infrastruktur, sebab ketika Provinsi Sulbar terbentuk tahun 2004 sekitar 80 persen jalan mengalami kerusakan dan tidak memadai, sehingga menjadi faktor penghambat peningkatan ekonomi masyarakat.
"Tidak layaknya infrastuktur jalan di Sulbar dianggap sebagai pemicu sulitnya daerah ini berkembang karena tidak dapat melakukan mobilitas secara cepat, sehingga masyarakat kesulitan melakukan transaksi ekonomi, "katanya.
Karena itu, ia berharap anggaran sekitar Rp300 miliar dari pusat tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya sehingga jalan nasional di Sulbar yang rusak akibat sering dilalui kendaraan kelebihan muatan dapat kembali mulus untuk dilalui masyarakat.
Ia mengatakan, jalan trans Sulawesi yang menghubungkan Kecamatan Malunda dengan Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene yang sudah mulai rusak sepanjang 50 kilometer akan menjadi prioritas untuk diperbaiki.
Begitu juga jalan rusak antara Kecamatan Sarudu Kabupaten Mamuju Utara dan Kecamatan Korossa Kabupaten Mamuju mencapai puluhan kilometer, segera diperbaiki untuk mempermudah masyarakat baik dari Kota Makassar (Sulawesi Selatan), maupun dari Kota Palu (Sulawesi Tengah). (T.KR-MFH/K005)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26147/trans-sulawesi-sulbar-dianggarkan-rp300-miliar
Comeliness March 30th, 2011, 05:26 PM Majene
By aziil_anwar (http://www.flickr.com/photos/54173167@N03/5013901683/sizes/z/in/photostream/)
http://farm5.static.flickr.com/4131/5013901683_f68e3875d7_z.jpg
Penanaman mangrove di Baluno, Majene.
by orelyinjapan (http://www.flickr.com/photos/orelyinjapan/192455849/sizes/z/in/photostream/)
http://farm1.static.flickr.com/46/192455849_db034081bb_z.jpg?zz=1
Menarik perahu utk berlomba.
Comeliness April 3rd, 2011, 07:33 PM Jumat, 01 April 2011, 04:09 WITA |
Conoco Philips Bantu Pendidikan Sulbar
Mamuju (ANTARA News) - Perusahaan minyak dan gas Conoco Philips, yang segera melakukan pengeboran sumur migas di Blok Kuma yang terletak antara Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat, membantu pemerintah Sulbar berupa fasilitas pendidikan.
Koordinator New Venture Support Conoco Philips, Muhammad Ismiradji, di Mamuju, Kamis, mengatakan, Conoco Philips akan membantu sarana fasilitas pendidikan di Sulbar. Ia mengatakan, bantuan yang diberikan berupa 30 unit komputer yang akan digunakan bagi proses pendidikan yang ada di Sulbar. Selain itu, memberikan sekitar 5400 buku belajar bagi para peserta didik di Sulbar.
"Bantuan yang bernilai ratusan juta itu telah diserahkan langsung pihak Conoco Philips kepada Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Jamil Barambangi, untuk dimanfaatkan sebagaimana mestinya bagi kemajuan pendidikan di Sulbar," katanya.
Menurut dia, pemberitaan bantuan tersebut sebagai bentuk konsistensi Conoco Philips dalam memberdayakan masyarakat Sulbar setelah melakukan eksplorasi migas di Sulbar. Pemberian bantuan itu sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah bagi setiap perusahaan migas asing yang melakukan eksplorasi migas dinegara ini.
"Pemberian bantuan pendidikan itu salah satu bentuk program Corparate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan Conoco Philips sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat setelah melakukan ekplorasi migas," katanya.
Ia mengatakan, ketika berhasil melakukan pengeboran migas di Blok Kuma yang terletak antara Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara Provinsi Subar pada awal bulan April tahun 2011, Conoco Philips akan kembali memberikan bantuan dana CSR bagi masyarakat Sulbar.
"Bantuan yang diberikan akan lebih besar dari bantuan ini, bahkan ketika berhasil perusahaan migas ini akan memberikan kontribusi pendapatan bagi daerah ini," katanya.
Menurut dia, pengeboran sumur migas yang dilakukan Conoco Philips akan dilakukan hingga kedalaman 2000 meter sampai 2500 meter dibawah perut bumi dengan melakukan sebanyak dua sumur migas.
"Pengeboran sumur migas yang dilakukan Conoco Philips ini telah disosialisasikan kepada pemerintah maupun masyarakat yang berprofesi nelayan di Sulbar yang nantinya akan terkena dampak dari pengeboran migas yang dilakukan Conoco Philips tersebut, karena pengeboran migas itu akan sangat berbahaya bagi nelayan," katanya.
Ismiradji mengatakan, rumpon nelayan yang selama ini beroperasi di sekitar lokasi yang akan dijadikan wilayah pengeboran migas Chonoco Philips hingga jaraknya 500 meter akan segera diputus, namun nelayan akan diberikan ganti rugi sesuai ketentuan yang ada.
Menurut dia, pengeboran migas yang dilakukan Conoco Philips akan mengikuti peraturan yang berlaku, yaitu pedoman umum operasi pengeboran migas sesuai yang dikeluarkan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), serta memperhatikan dan meminimalisir dampak lingkungan yang akan ditimbulkan. (T.KR-MFH/M012)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26201/conoco-philips-bantu-pendidikan-sulbar
Comeliness April 3rd, 2011, 07:50 PM Matra
By Sara's home 9(http://www.flickr.com/photos/sarasingara/2254397876/sizes/z/in/photostream/)
http://farm3.static.flickr.com/2040/2254397876_f4e71c9983_z.jpg
By hartanto (http://www.flickr.com/photos/hartanto/18457694/sizes/z/in/photostream/)
http://farm1.static.flickr.com/14/18457694_9b3a62cc41_z.jpg?zz=1
Comeliness April 7th, 2011, 04:44 PM Matra
by rinaldiharris (http://www.flickr.com/photos/harris_r/5526383202/sizes/z/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5211/5526383202_2097247c31_z.jpg
By hartanto (http://www.flickr.com/photos/hartanto/21022105/sizes/z/in/photostream/
http://farm1.static.flickr.com/16/21022105_2aaca8e843_z.jpg?zz=1
Comeliness April 11th, 2011, 07:40 PM Mamasa
Image Credits: Markus Knoke (https://picasaweb.google.com/mknoke/Sulawesi#5221566102228269058
https://lh4.googleusercontent.com/_SPcSsXRfEYM/SHa6tHaJeAI/AAAAAAAABsg/Ri1CDwpKi4A/s640/DSC_0712.JPG
Image Credits: Markus Knoke (https://picasaweb.google.com/mknoke/Sulawesi#5221566020758879618)
https://lh5.googleusercontent.com/_SPcSsXRfEYM/SHa6oX6VPYI/AAAAAAAABsQ/DctsBHSos3A/s640/DSC_0716.JPG
Comeliness April 11th, 2011, 07:44 PM Minggu, 10 April 2011, 17:26 WITA |
Gubernur Yakin Ada Provokator Terkait Pembangunan PLTA
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat meyakini ada "Provokator" yang akan bermunculan terkait rencana pemerintah di Sulbar untuk membangun pembangkit listrik PLTA Karama di Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju. "Saya sangat yakin dan itu sudah pasti akan bermunculan 'Provokator' terkait pembangunan PLTA Karama di Kecamatan Bonehau," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Minggu.
Ia mengaku sangat meyakini akan ada provokator yang mencoba menghasut masyarakat agar tidak mendukung rencana pemerintah di Sulbar yang akan bekerjasama dengan investor China untuk membangun PLTA Karama di Kecamatan Bonehau. "Nantinya akan ada provokator dari pihak pihak tertenntu yang mencoba menghasut masyarakat agar menolak rencana pemerintah di Sulbar membangun PLTA Karama, serta akan meminta masyarakat untuk tidak mau direlokasi dari tempat tinggalnya dalam rangka untuk mendukung lancarnya pembangunan PLTA Karama," katanya.
Namun menurut Gubernur, pemerintah di Sulbar dan investor China juga telah mempersiapkan strategi untuk menghadapi niat provokator tersebut dan yakin rencana pembangunan PLTA Karama tidak akan dapat diganggu oleh provokator itu. Ia mengatakan, PLTA Karama di Kecamatan Bonehau yang akan dibangun dengan kekuatan sekitar 600 mega watt, dengan anggaran yang disiapkan sekitar Rp12 triliun akan berjalan dengan mulus tanpa adanya penolakan dari masyarakat meski ada provokator yang menghasutnya.
Menurut dia, sebanyak 9.000 warga yang bermukim di bantaran Sungai Karama yang akan dijadikan sebagai sungai sumber pembangkit listrik PLTA Karama, tidak akan menolak rencana relokasi yang akan dilakukan pemerintah kepada mereka untuk dipindahkan ke tempat yang lebih layak.
Karena kata dia, pemerintah di Sulbar dan investor China yang bersiap membangun PLTA Karama, telah menyiapkan besaran ganti rugi untuk tanah masyarakat di Kecamatan Bonehau yang akan direlokasi, dengan harga ganti rugi yang tidak akan merugikan mereka. Gubernur mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan pemerintah di Kabupaten Mamuju dan Camat Bonehau serta masyarakat di Bonehau yang lahannya akan direlokasi untuk membicarakan pembangunan PLTA Karama yang akan dimulai pada Juni 2011.
Ia berharap agar provokator yang berniat mengacaukan rencana pembangunan PLTA Karama agar mengurungkan niatnya karena itu tidak ada gunanya, PLTA Karama yang akan dibangun pemerintah bertujuan memenuhi kebutuhan listrik di Sulbar dan seluruh daerah lainnya di sulawesi untuk kebutuhan pembangunan sehingga tidak boleh ditolak karena akan merugikan daerah ini. (T.KR-MFH/F003)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26515/gubernur-yakin-ada-provokator-terkait-pembangunan-plta
Comeliness April 14th, 2011, 11:50 PM Pasangkayu, Mamuju Utara.
Image Source: rballard_99 (http://www.flickr.com/photos/12148178@N06/2309208816/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3056/2309208816_241b572561_z.jpg?zz=1
Image Source: rinaldiharris (http://www.flickr.com/photos/harris_r/5526384510/sizes/l/in/photostream
http://farm6.static.flickr.com/5252/5526384510_abef972b78_b.jpg
Comeliness April 15th, 2011, 04:56 PM Jumat, 15 April 2011 | 17:41:51 WITA |
Sandeq Diundang ke Prancis
MAMUJU -- Nama besar dan ketangguhan perahu Sandeq sudah diakui dunia. Tidak salah jika perahu tradisional bercadik asal Mandar ini menjadi salah satu perahu menyita kekaguman dunia maritim internasional. Terbukti dalam ajang "De Les Tonneres Brest" atau festival maritim international di Brest, Prancis 2012 mendatang, panitia mengundang khusus perahu ini untuk ambil bahagian. Salah satu pemerhati budaya Mandar, Ridwan Alimuddin menyampaikan jika panitia penyelenggara "De Les Tonneres Brest" sudah menghadap ke Gubernur Sulbar meminta perahu Sandeq dilibatkan dalam ajang tersebut.
Tidak tanggung-taggung lantaran panitia mengundang sedikitnya 20 orang “passandeq” untuk ambil bahagian di festival ini. "Panitia yang diwakili Pascal Chelet-Roux telah bertemu gubernur Selasa, 12 April mengajak passandeq ambil bahagian pada acara yang digelar 13-19 Juli 2012 mendatang," kata Ridwan Alimuddin, Kamis, 14 April. Dengan demikian passandeq ini akan mengarungi laut ribuan mil menuju negeri mode, Prancis.
Festival maritim international di Brest ini rutin digelar sekali dalam empat tahun. Jika hajatan ini terwujud tahun depan, maka perahu Sandeq ini akan dikawal para sawi terbaiknya bukan saja untuk menunjukkan ketangguhan Sandeq sendiri, melainkan mengharumkan nama Sulbar dan tanah air di pentas internasional. “Sandeq tidak akan menunjukkan kecepatan dan ketangguhannya mengarungi lautan di acara itu. Hanya mengikuti parade maritim bersama perahu-perahu layar dari berbagai belahan dunia lainnya,” ujar Pascal.
Dia mengatakan sedikitnya 600.000 pasang mata akan menyaksikan langsung festival ini. Yang membanggakan bagi Sulbar lantaran perahu tradisional ini menjadi satu-satunya wakil Asia di festival tersebut. Pascal sendiri telah berada di Mandar sejak satahun lalu saat gelaran Sandeq Race 2010. "Tahun ini mereka bahkan segera mengirim awak salah satu televisi di Prancis untuk membuat dokumenter tentang Sandeq Race,” sebut Ridwan. (nur)
Source: http://www.fajar.co.id/read-20110414174151-sandeq-diundang-ke-prancis-%27
Comeliness April 16th, 2011, 07:58 PM Selasa, 12 April 2011, 07:58 WITA |
Gubernur : Potensi Wisata Mamasa Menjanjikan
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, H.Anwar Adnan Saleh, mengemukakan, potensi wisata di Kabupaten Mamasa cukup menjanjikan tidak kalah dengan daerah lain. "Potensi wisata Mamasa memiliki iklim yang sejuk serta menyimpan potensi lain yang cukup menarik, "kata Gubernur saat menerima kunjungan komisi VIII DPR RI di Mamuju, Selasa.
Menurutnya, wilayah Mamasa yang berada di pegunungan dan berbatasan dengan kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, memiliki panorama alam yang sangat indah. "Suhu udara di Mamasa pada malam hari sangat dingin. Tetapi, wisatawan tidak perlu khawatir karena daerah ini juga memiliki sejumlah objek permandian air panas,"tuturnya.
Gubernur menjelaskan, keindahan panorama alam Mamasa cukup menarik, hanya daerah ini belum dikenal oleh wisatawan mancanegara untuk mengunjungi kota Mamasa yang menjadi salah satu kawasan tujuan wisata di Sulbar. "Pada bulan Maret 2010, kami telah mencanangkan Mamasa sebagai daerah destinasi wisata. Saat ini kami mulai berbenah untuk membangun kota "Bumi Kondosapata Uwai Sappaleleang" ini menjadi daerah tujuan wisata nusantara maupun mancanegara,"ucapnya.
Dikatakannya, sejumlah objek wisata di Mamasa sangat menarik untuk dinikmati para wisatawan seperti permandian alam air terjung yang terdapat di beberapa titik. Hanya saja, kata dia, pembangunan infrastruktur jalan yang hingga kini belum memadai untuk menunjang perjalanan para wisatawan yang masuk ke daerah itu.
Selain potensi wisata kata gubernur, sejumlah potensi budaya seperti rumah adat, peninggalan purbakala, tari-tarian daerah, keterampilan budaya lokal, tenunan, dan sejumlah situs-situs budaya lainnya. Untuk itu, guna mendukung pencanangan destinasi wisata Mamasa, maka pemerintah pusat, pemprov dan pemkab Mamasa saling berkoordinasi untuk membangun wisata Mamasa ke depan.
Saat ini kata dia, pemerintah sudah membangun Bandara Sumarorong yang nantinya menjadi memperlancar transportasi para wisatawan nusantara. "Jika akses transportasi udara beroperasi maka jelas akan bisa memberikan kontribusi maksimal bagi peningkatan wisata yang muaranya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan rakyat di daerah pemekaran kabupaten Polman,"kunci Anwar. (T.KR-ACO/S016)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26580/gubernur--potensi-wisata-mamasa-menjanjikan
ardindonesia April 16th, 2011, 09:01 PM Pasangkayu, Mamuju Utara.
Image Source: rballard_99 (http://www.flickr.com/photos/12148178@N06/2309208816/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3056/2309208816_241b572561_z.jpg?zz=1
Image Source: rinaldiharris (http://www.flickr.com/photos/harris_r/5526384510/sizes/l/in/photostream
http://farm6.static.flickr.com/5252/5526384510_abef972b78_b.jpg
TOP Abiss.... terutama picture sunset-nya. warna tembaganya mantap :okay:
Comeliness April 18th, 2011, 02:32 AM TOP Abiss.... terutama picture sunset-nya. warna tembaganya mantap :okay:
Thanks :), photographernya memang berbakat. Pics lainnya dari photographer itu di posting Eurico di thread Mamuju.
ardindonesia April 18th, 2011, 06:51 AM ^^ iya eurico memang hobby photograpy jg & temannya di Mamuju photonya cakep abis....selain photografernya pandai tapi lokasinya juga bagus, masih alami....
Comeliness April 19th, 2011, 04:54 PM Senin, 18 April 2011, 21:59 WITA |
Gubernur : Presiden harus Perhatikan Isi Piagam Mamuju
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat, H. Anwar Adnan Saleh, meminta Presiden RI memperhatikan usulan percepatan pembangunan Pulau Sulawesi sebagaimana hasil pelaksanaan Musrenbang regional yang ditandatangani enam gubernur dan dituangkan isinya pada Piagam Mamuju. "Usulan rencana pembangunan infrastruktur agar bisa ditindaklanjuti oleh kepala negara untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan rencana induk pembangunan nasional 2012-2025," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Senin.
Menurutnya, kesepakatan para gubernur se Sulawesi ini merupakan hasil kajian secara bertahap yang dilakukan kepala Bappeda provinsi yang ada di pulau Sulawesi sebelum pelaksanaan Musrembang regional beberapa hari yang lalu. Pembangunan infrastruktur di kawasan pulau Sulawesi sangat mendesak untuk dilaksanakan demi menciptakan pembangunan ekonomi yang lebih baik khususnya di Sulbar yang hingga kini membutuhkan campur tangan pemerintah pusat.
"Perhatian pemerintah pusat sangat berarti untuk mempercepat pembangunan di Sulbar. Makanya, hasil kesepakatan dalam piagam Mamuju ini menjadi harapan rakyat Sulbar untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat,"ucapnya. Gubernur mengatakan, enam Gubernur di Sulawesi diantaranya Gubernur Sulawesi Selatan, Gubernur Sulawesi Utara, Penjabat Gubernur Sulawesi Tengah, Gubernur Sulawesi Tenggara, dan Gubernur Gorontalo telah menandatangani piagam Mamuju. Inti isi piagam Mamuju ini muaranya dalam menumbuhkan ekonomi Sulawesi.
Selain itu kata dia, piagam Mamuju yang disepakati itu memiliki lima poin penting, diantaranya berisi persetujuan atas rancangan Peraturan Daerah mengenai Tata Ruang Wilayah Provinsi se-Sulawesi pada tahun 2011 dan Rancangan Perda Tata Ruang Kabupaten pada tahun 2012.
Kemudian, meningkatkan pengembangan infrastruktur Sulawesi melalui pemantapan kualitas jalan Trans Sulawesi, Interkoneksi penerbangan se-Sulawesi, interkoneksi jalur perhubungan laut, jalur kereta api, energi listrik dan rasio elektrifikasi. Selain itu pembangunan kawasan perbatasan dan pulau-pulau terpencil, terdepan dan terluar, mitigasi bencana, keberlanjutan lingkungan serta tapal batas provinsi se-Sulawesi yang akan dilaksanakan selambat-lambatnya tahun 2013.
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/26832/gubernur--presiden-harus-perhatikan-isi-piagam-mamuju
Comeliness April 25th, 2011, 10:01 PM Senin, 25 April 2011, 10:36 WITA |
Pemilik Tanah Dadakan Bermunculan di PLTA Karama
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh mengatakan bahwa kini bermunculan pemilik tanah dadakan di lokasi pembangunan PLTA Karama, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, yang menuntut ganti rugi tanah. "Sudah pasti itu, akan bermunculan sejumlah pemilik yang mengaku punya tanah di lokasi pembangunan PLTA Karama ketika megaproyek itu mulai dilaksanakan," katanya di Mamuju, Senin.
Anwar mengemukakan, meskipun sebelumnya tidak memiliki tanah di lokasi pembangunan PLTA Karama tetapi diyakini akan banyak oknum mengaku-ngaku punya tanah dengan motif meminta ganti rugi.. "Fenomena itu biasa terjadi karena masyarakat kita masih banyak yang miskin sehingga ingin juga merasakan dampak dari pembangunan meskipun harus mengklaim tanah orang atau tanah negara untuk mendapatkan ganti rugi," katanya.
Anwar mengaku telah memiliki sejumlah starategi yang akan digunakan gna meminimalisasi oknum yang akan bermunculan mengaku punya tanah di lokasi pembangunan PLTA Karama tersebut, dan tidak akan memberikan ganti rugi kepada pemilik tanah dadakan itu.
"Pasti akan diketahui nantinya masyarakat mana yang punya tanah yang sesungguhnya dan mana yang tidak atau pemilik tanah dadakan, karena pemerintah hanya akan memberikan ganti rugi kepada masyarakat yang berhak atau pemilik tanah yang sesungguhnya," katanya.
Oleh karena itu ia mengaku tidak ambil pusing soal akan bermunculannya pemilik tanah dadakan tersebut karena sudah diperhitungkan dan akan mampu diantisipasi pemerintah. Menurut dia, pembangunan PLTA Karama akan dimulai pada Juli 2011 dimana pemerintah bekerja sama dengan investor China dan telah disiapkan anggaran ganti rugi bagi sekitar 9.000 jiwa masyarakat di Kecamatan Bonehau yang akan direlokasi.
"Ke-9000 jiwa masyarakat yang selama ini mendiami bantaran sungai Karama yang akan menjadi sumber pembangkit PLTA Karama akan direlokasi ketempat yang layak dan pemerintah sudah menyiapkan anggaran ganti rugi untuk relokasi itu," katanya gubernur. PLTA Karama akan dibangun dengan kapasitas sekitar 600 megawatt, dan akan menelan biaya sekitar Rp12 triliun. (T.KR-MFH/R007)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27098/pemilik-tanah-dadakan-bermunculan-di-plta-karama
eurico April 28th, 2011, 05:57 AM Pantai Somba, Majene
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/215590_1854560096869_1626821805_1800992_3826987_n.jpg
picture by Harris Rinaldi
Comeliness April 30th, 2011, 05:59 PM Kamis, 28 April 2011 | 18:18:24 WITA |
Pemprov Janji Tuntaskan Lahan Bandara
OLEH: M NASRUN NUR
MAMUJU -- Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh menegaskan akan berkoordinasi Pemkab Mamasa guna menuntaskan pembebasan lahan pembangunan Bandara Sumarorong Kabupaten Mamasa. Itu dilakukan atas warning dari Kementerian Perhubungan soal belum rampungnya pembebasan lahan bandara. Anwar yang ditemui di Hotel dMaleo Mamuju, Selasa, 26 April lalu, menyampaikan, warning Kemenhub itu lansung ditindaklanjuti dengan menginstruksikan Pemkab Mamasa menuntaskan persoalan lahan bandara.
"Hari ini saya katakan persoalan itu beres," kata Anwar Adnan Saleh. Ia mengatakan, pemprov tidak mungkin melepas peluang pembangunan bandara tersebut. Apalagi proyek ini masuk dalam 24 pembangunan bandara perintis Kemenhub. Menurutnya, sejarah penganggaran Bandara Sumarorong punya nilai historis lantaran berawal saat kunjungan Menhub, Fredy Numbery ke Mamasa untuk menghadiri sidang gereja dan mengalami kesulitan pendaratan menggunakan helikopter saat itu.
Dalam beberapa kesempatan, Anwar menyampaikan jika sebagai daerah destinasi wisata di Sulbar, Pemkab Mamasa sangat membutuhkan sarana infrastruktur transportasi. Termasuk kehadiran bandara untuk mendukung terus bertambahnya kunjungan wisata ke daerah pemekaran Polman itu.
Sementara Ketua Komisi III, Mervie Parasan yang dikonfirmasi terpisah terkait upaya pembebasan lahan bandara itu menyampaikan respons positif. "Kalau pak gubernur menyampaikan itu tentu sangat bagus. Sebab Menteri Perhubungan telah menyampaikan langsung ke saya jika target pembebasan lahan untuk Bandara Sumarorong sudah mesti tuntas April ini. Kalau tidak proyek itu akan dibatalkan di Mamasa," kata Mervie, kemarin. (nur)
Source: http://www.fajar.co.id/read-20110427181824-pemprov-janji-tuntaskan-lahan-bandara%27
Comeliness April 30th, 2011, 08:10 PM Pantai Somba, Majene
http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/215590_1854560096869_1626821805_1800992_3826987_n.jpg
picture by Harris Rinaldi
^^Thanks yah, gambarnya keren. :colgate:
Comeliness May 2nd, 2011, 05:02 PM Kamis, 28-04-2011
Sulbar Kebagian Pajak Air Permukaan PLTA Bakaru
Mamuju, Upeks-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) akan berbagi hasil pajak air permukaan di PLTA Bakaru, Pinrang, Sulsel. Pihak PLN selaku pemilik PLTA tersebut sudah siap membayarkan pajaknya, dengan catatan kedua pemerintah provinsi harus sepakat terlebih dahulu berbagi nilai pajak.
Pemprov Sulbar melalui dinas pendapatan daerah melakukan pertemuan dengan Komisi II DPRD Sulbar yang membidangi ekonomi dan keuangan untuk membahas hal ini. Rapat berlangsung di ruangan Kadispenda Sulbar Mujirin M Yamin dan didampingi
oleh sejumlah kepala bidangnya, sementara dari komisi II DPRD dihadiri oleh semua unsur pimpinan yaitu ketua komisi Hamid, wakil ketua Zainal Abidin, sekretaris Abidin, juga anggota komisi II lainnya yaitu Hasan Bado dan Amran HB.
Menurut Zainal Abidin, Sulbar punya hak terhadap pajak air permukaan PLTA Bakaru karena PLTA tersebut juga memanfaatkan air dari Sungai Mamasa. Sejak tahun 2005, Sulbar tidak pernah mendapatkan hak tersebut. "Sejak Sulbar berpisah dengan Sulsel, Sulbar tak pernah mendapat pembagian hasil pajak air permukaan PLTA Bakaru. Padahal jelas-jelas PLTA Bakaru memanfaatkan DAS (Daerah Aliran Sungai) Mamasa,“ ungkap Zainal.
Politisi PKS ini menambahkan, setiap bulan pajak air permukaan PLTA Bakaru kurang lebih Rp 2 miliar. Sebuah angka yang cukup banyak, makanya Pemprov Sulbar harus mendapat bagian dari pemungutan pajak itu. ”Makanya, kami akan segera membicarakan dengan pihak Sulsel baik pemprov maupun DPRD. Yang perlu dibahas adalah volume air dari DAS Mamasa agar bisa diketahui hak yang bisa didapatkan Sulbar," kata Zainal.
Pada akhir rapat antara dispenda dengan komisi II diputuskan jika pihak dispenda harus segera mencari data selengkapnya tentang DAS Mamasa, karena hal inilah yang akan menjadi bahan dari Pemprov Sulbar untuk dibahas bersama dengan Pemprov Sulsel dan PLN wilayah Sulsel, Sulbar dan Sultra (Sultanbatara).
Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=65062
Comeliness May 5th, 2011, 06:16 PM Rabu, 04 Mei 2011, 15:48 WITA |
Gubernur Sulbar Targetkan RTRW Tuntas Tahun Ini
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat, H.Anwar Adnan Saleh, menargetkan akan merampungkan rancangan peraturan daerah mengenai Rencana Tata Ruang Wilayah, minimal hingga tahun ini. "Saat ini pemerintah provinsi (Pemprov) Sulbar terus memacu agar rancangan peraturan daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sulbar bisa dituntaskan tahun ini. Ini sangat penting dilakukan agar arah pelaksanaan pembangunan semakin terarah," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu.
Menurutnya, titik persoalan belum rampungnya Ranperda RTRW masih berkutat di meja Kementerian Kehutanan, Zulkifli Hasan dan rupanya sudah mulai ada titik terang atas persoalan penyusunan RTRW yang telah memakan waktu bertahun-tahun itu.
"Penyusunan RTRW ini menghadapi banyak persoalan sehingga berbuntut polemik panjang sehingga Kemenhut belum bisa memberikan syarat untuk penyusunan RTRW. Meski mendapat tantangan yang berat, kita terus mendorong agar persoalan RTRW ini bisa diselesaikan minimal tahun ini tuntas," tegasnya.
Gubernur mengemukakan, masalah yang paling krusial yang dihadapi sehingga penyusunan Ramperda RTRW belum bisa difinalisasi terkait soal status hutan."Mengubah status hutan bukan perkara yang mudah untuk diselesaikan namun membutuhkan waktu yang panjang dengan melalui berbagai tahapan untuk kemudian disahkan menjadi perda," katanya.
Ia menuturkan, saat ini pihak Kemenhut pun telah memberikan janji bahwa RTRW akan bisa dirampungkan minimal tahun ini. Makanya, pemprov Sulbar sendiri yakin tak akan lagi ada persoalan mengnai penyusunan perda RTRW Sulbar. "Sebenarnya, sudah sangat lama kita inginkan agar perda RTRW bisa rampung secepatnya agar tidak menghambat masuknya investasi di daerah karena ketidakjelasan perda RTRW juga berdampak buruk bagi dunia investasi di Sulbar," katanya.
Anwar menambahkan, hampir setiap tahun pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran untuk penyusunan RTRW dan bahkan tahun anggaran 2011 telah kembali disiapkan dana sebesar Rp400 juta. "Dana ini digunakan sesuai dengan kebutuhan tim termasuk biaya operasional maupun biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan penyusunan RTRW tersebut," katanya.
Ia berharap, ranperda RTRW ini segera disahkan dalam waktu cepat sehingga beban pemerintah sedikit berkurang. "Selama ini kami merasa terbebani karena belum adanya perda RTRW. Khawatirnya, kita mengelola kawasan hutan yang masih dilindungi. Makanya, perda RTRW sangat penting untuk menjadi rujukan pemerintah dalam melakukan kebijakan pelaksanaan pembangunan di berbagai lini," katanya. (T.KR-ACO/A033)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/27403/gubernur-sulbar-targetkan-rtrw-tuntas-tahun-ini
Comeliness May 10th, 2011, 04:59 AM Selasa, 10-05-2011
Pembangunan Bandara di Mamuju Utara Disetujui
PASANGKAYU, UPEKS--Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulbar, mendapatkan persetujuan membangun bandar udara (bandara) di Pasangkayu, Mamuju Utara. Penyetujuan pengusulan tersebut dianggap memenuhi persyaratan berdasarkan pertimbangan geografis maupun demografis. Tiga pemkab lainnya Polewali Mandar (Polman), Mamasa, dan Matra telah mengajukan pengusulan pembangunan bandara ke Kementerian Perhubungan. Ketiga pemkab ini telah menyediakan lahan untuk pembangunan bandara di daerahnya, namun belum mendapat persetujuan.
Pembahasan tentang pengusulan pembangunan bandara ini mengemuka pada rapat dengar pendapat antara anggota DPD asal Sulbar Muh Asri Anas, dengan Dinas Perhubungan kabupaten se Sulbar, Kantor DPD Sulbar, di Mamuju. Asri Anas sendiri tergabung dalam Komite II bidang sumber daya alam dan sumber daya ekonomi. Baik anggota DPD maupun dinas perhubungan mengamini jika diantara pengusulan pembangunan bandara tersebut, bandara di Matra dianggap cukup realistis untuk diwujudkan. Pertimbangannya, lokasi bandara ini cukup strategis dan cukup jauh dari dua bandara terdekat yakni Bandara Tampapadang di Mamuju dan Bandara Mutiara di Palu. Dari Mamuju, jaraknya kurang lebih 300 km, sedangkan dari Palu berjarak lebih dari 100 km.
Kepala Dinas Perhubungan Matra Hanafi yang hadir pada pertemuan tersebut mengakui jika pihaknya telah siap untuk merealisasikan pembangunan bandara tersebut secepatnya dan menunggu petunjuk dari pemerintah pusat yakni Kementerian Perhubungan. "Kami mengaku siap membantu sesuai dengan kewenangan yang dimiliki seperti membuat studi kelayakan dan juga master plan bandara,"ujarnya, belum lama ini.
Kepala Bidang Perhubungan Udara, Dishub Sulbar Suparto Umar, menambahkan, untuk bandara di Polman sudah dibuatkan master plan dan menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat. Sedangkan bandara di Mamasa yang rencananya berada di Kecamatan Sumarorong yang terkendala dengan pembebasan lahan.
"Saya pernah bicara dengan Dirjen perhubungan udara di Jakarta. Katanya, sudah dianggarkan tahun ini, tapi saya belum tahu bagaimana kelanjutan tendernya apakah sudah berlangsung atau belum. Saya pada dasarnya setuju dengan pembangunan bandara di Mamasa ini, tapi dengan kondisi yang sekarang, kayaknya masih lebih bagus jika pembangunan jalan yang diprioritaskan. Tapi, jika memang ada pembangunan bandara di daerah ini, tentu saja kita tidak bisa menolak," ungkap Asri.
Menurut Asri, seharusnya pemerintah daerah maupun pemerintah pusat bisa menjadikan perbandingan bandara di Tana Toraja, Sulsel, yang saat ini kondisinya tidak begitu menggairahkan prospek penerbangannya. "Memang bagus kalau sudah ada bandara. Tapi, yang jadi masalah selanjutnya adalah bagaimana maintenance-nya (perawatannya). Bagaimana pemerintah mengelolanya, apakah diserahkan ke pihak swasta atau bagaimana. Coba kita berkaca pada bandara di Tana Toraja yang kondisinya antara hidup dan mati. Mau dibilang hidup tidak juga, mau dibilang mati juga tidak," tandas Ketua HIPMI Sulbar ini.
Source: http://www.ujungpandangekspres.com/index.php?option=read&newsid=65698
Comeliness May 16th, 2011, 06:14 PM Pantai Dato, Majene
Photo by Amhay (http://www.flickr.com/photos/amhay73/3549007664/sizes/z/in/photostream/)
http://farm3.static.flickr.com/2435/3549007664_232d389dbd_z.jpg?zz=1
Photo by Amhay (http://www.flickr.com/photos/amhay73/3548995048/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3360/3548995048_f109a2a7b1_z.jpg?zz=1
Comeliness May 21st, 2011, 05:55 AM Jumat, 20 Mei 2011, 14:21 WITA |
Jalan Trans Sulawesi Dipenuhi Tumpukan Timbunan
Mamuju (ANTARA News) - Jalan trans Sulawesi bagian utara yang menghubungkan Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara, Sulawesi Barat, dipenuhi tumpukan timbunan sehingga dikeluhkan para pengguna. Salah seorang pengguna jalan, Andi Arman, warga Kabupaten Majene, di Mamuju, Jumat, mengatakan, kondisi jalan trans Sulawesi masih dipenuhi tumpukan material proyek pelebaran jalan, baik batu maupun pasir. Tumpukan-tumpukan itu menutupi sebagian badan jalan sehingga memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas dan kemacetan.
"Jalan trans Sulawesi bagian utara atau sekitar 25 kilometer dari Kota Mamuju sedang dalam tahap pelebaran. Yang menjadi persoalan dan menjadi keluhan para pengguna jalan adalah tumpukan pasir dan batu nyaris menutupi badan jalan sehingga tak sedikit pengguna jalan mengalami kecelakaan," ujarnya.
Andi Arman mengaku sebagai salah satu korban laka lantas saat melintasi wilayah Mamuju akibat motornya menabrak timbunan pasir. "Saya tidak bisa luput dari kecelakaan itu karena berusaha menghindari tabrakan dengan mobil yang melaju dari arah berlawanan. Apalagi, posisinya pas berada pada jalan yang membelok," ujarnya.
Dia mengatakan, mestinya pihak perusahaan yang mengerjakan proyek pelebaran jalan dan pembangunan trotoar sepanjang jalan tersebut tidak membiarkan ada sisa timbunan di atas badan jalan karena sangat rawan bagi pengguna jalan. Apalagi, kata dia, jika pengendara melintas di malam hari dalam kondisi cuaca buruk sangat memungkinkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Ia berharap, timbunan yang berserakan di jalan segera disingkirkan pihak kontraktor sebelum timbul korban berikutnya. Arman menambahkan, sangat rentan terjadi kecelakaan karena sisi kanan dan kiri jalan terdapat lubang sedalam 15 centimeter untuk pelebaran jalan. "Memang ada rambu lalu lintas yang dipasang oleh pihak kontraktor. Tetapi, itu tidak cukup apabila tidak disingkirkan bahan material bangunan yang menutupi separuh badan jalan tersebut," ucapnya.
Mas'ud Parrukkai, warga asal Mamuju mengatakan bahwa adanya proyek pelebaran jalan patut diapresiasi karena ini untuk kepentingan rakyat. Namun pelaksana proyek mesti memperhatikan keselamatan pengguna jalan lainnya dengan cara menyingkirkan tumpukan alat material proyek tersebut. Pemerintah diharapkan memberikan peringatan kepada rekanan untuk memperhatikan kondisi jalan dengan tidak membiarkan ada tumpukan material di sepanjang jalan tersebut.(T.KR-ACO/R007)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/28017/jalan-trans-sulawesi-dipenuhi-tumpukan-timbunan
Comeliness May 31st, 2011, 05:08 PM Selasa, 31 Mei 2011, 05:44 WITA |
Gubernur Bantah Pulau Karampuang Dijadikan Tempat Berjudi
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, membantah taman wisata pulau Karampuang akan dikelola untuk dijadikan tempat bermain judi. "Tidak ada itu, tidak benar kalau pulau Karampuang mau dijadikan tempat main judi, kekhawatiran itu terlalu berlebihan,"kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, pada rapat koordinasi Muspida dan instansi vertikal serta camat dan lurah se Provinsi Sulbar di Mamuju, Senin.
Acara yang dirangkai dalam bentuk dialog interaktif itu dihadiri sekitar 500 orang peserta terdiri dari kepala satuan kerja perangkat daerah pemerintah provinsi Sulbar, pimpinan wilayah instansi vertikal sulbar, serta camat dan lurah se-Sulbar.
Dalam dialog itu Gubernur membantah kekhawatiran salah seorang pejabat dari Kabupaten Polman yang mempertanyakan kebenaran Pulau Karampuang yang akan dikembangkan menjadi obyek wisata oleh investor China juga akan dikelola menjadi tempat perjudian seperti di macao negara China. Pejabat dari polman itu khawatir jika pulau Karampuang benar-benar akan dijadikan sarana main judi maka akan menghilangkan nilai-nilai kultural masyarakat Sulbar yang dikenal malaqbi atau beradab.
Gubernur kemudian membantah dengan tegas kekhawtiran itu dan mengatakan, tidak ada sedikitpun niat pemerintah di Sulbar untuk menjadikan pulau Karampuang yang terletak sekitar satu kilometer di depan kota Mamuju ibukota Provinsi Sulbar sebagai tempat perjudian. "Tidak mungkinlah mau dijadikan tempat judi, untuk apa, saya tidak mungkin mau merusak daerah yang penuh moral dan beradab ini dengan judi, itu tidak mungkin terjadi,"kata Gubernur.
Ia mengatakan, pulau Karampuang yang akan dikembangkan investor China dengan bekerjasama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sulbar hanya akan dijadikan daerah tujuan wisata dan pulau yang indah itu akan dijadikan sasaran kunjungan wisatawan, baik lokal, nasional maupun wisatawan mancanegara, sekaligus bersaing dengan objek wisata sejenis lainnya yang ada di Indonesia untuk menambah pendapatan daerah ini. "Pulau Karampuang akan dijadikan salah satu pantai wisata andalan di Sulbar karena pulau yang berpenduduk 2000 jiwa dan berstatus sebagai sebuah desa itu, memiliki panorama yang indah dan menarik untuk dikunjungi,"katanya.
Karena lanjutnya panorama wisata di Pulau Karampuang masih alami, karena di pulau wisata lingkungannya masih asri dan tumbuh berderet pohon kelapa, serta tumbuhan yang menarik pemandangan. Selain serta memiliki pasir putih dan panorama keindahan laut yang alami dengan terumbu karang yang belum rusak, serta memiliki ombak yang indah pula. Ia menambahkan jika investor China yang akan mengembangkan pulau Karampuang akan membangun jembatan sepanjang 1500 meter menuju pulau itu dari Kota Mamuju disamping juga akan membangun sebuah sarana olahraga barupa tempat main Golf di pulau itu.(T.KR-MFH/A020)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/28449/gubernur-bantah-pulau-karampuang-dijadikan-tempat-berjudi
Comeliness June 7th, 2011, 08:48 PM Polewali
Photo by bhellerich (http://www.flickr.com/photos/bhellerich/5003707431/sizes/z/in/photostream/)
http://farm5.static.flickr.com/4108/5003707431_eac41c6e8f_z.jpg
Photo by nadine_aulia (http://www.flickr.com/photos/44758378@N04/4115305751/sizes/z/in/photostream/)
http://farm3.static.flickr.com/2804/4115305751_67ce04f32f_z.jpg?zz=1
Comeliness June 7th, 2011, 08:56 PM Monday, 6 June 2011
Sulbar pacu pembangunan infrastruktur Mamuju
Oleh Antara
MAMUJU: Pemerintah provinsi Sulawesi Barat memacu pembangunan infrastruktur diantaranya Pelabuhan Tanjung Baku Kota Pasangkayu dan instalasi listrik di Kabupaten Mamuju Utara. Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh mengatakan, pembangunan Pelabuhan Tanjung Baku, Kota Pasangkayu, Kabupaten Matra, Provinsi Sulbar, secara keseluruhan telah menelan anggaran sekitar Rp50 miliar yang didanai dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).
“Kami mendapat bantuan dari pemerintah pusat sekitar Rp20 miliar melalui APBD tahun 2011 sehingga secara keseluruhan anggaran yang dihabiskan sekitar Rp50 miliar,” ujarnya saat berdialog dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara (Matra), hari ini. Pelabuhan yang dibangun mulai tahun 2009 itu sebelumnya telah menghabiskan anggaran hingga Rp30 miliar. Pelabuhan di Kota Pasang Kayu Kabupaten Matra yang dibangun Pemerintah Provinsi Sulbar itu merupakan salah satu pelabuhan dari tiga pelabuhan regional yang dibangun pemerintah di Sulbar.
Dia menambahkan dua pelabuhan lainnya yang dibangun pemerintah di Provinsi Sulbar telah rampung pembangunannya yakni di Kecamatan Budong Budong Kabupaten Mamuju serta di Silopo Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. Gubernur mengatakan, pembangunan pelabuhan di Matra tersebut akan semakin menambah sarana pelabuhan laut di Sulbar dalam rangka memperlancar distribusi barang antara pulau milik masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kondisi jalan menuju pelabuhan Kota Pasangkayu yang saat ini belum memadai harus segera diperbaiki pemerintah Kabupaten Matra agar pelabuhan tersebut dapat secepatnya dimanfaatkan masyarakat melakukan aktivitas,” katanya. Anwar menambahkan pihaknya tengah memacu pembangunan sarana listrik yang mulai dari perbatasan utara Kabupaten Matra yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah menuju Kota Pasangkayu telah menghabiskan anggaran sekitar Rp84 miliar.
Dia mengatakan, pembangunan sarana listrik di Kabupaten Matra itu atas kerja sama antara Pemerintah Sulbar dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang bersedia menyalurkan separuh dari daya listriknya ke Kabupaten Matra. “Pemerintah Provinsi Sulteng dan PLN Sulteng telah membantu pemerintah Matra dengan menyuplai sarana listriknya dengan difasilitasi pemerintah Provinsi Sulbar,” katanya. Menurut dia, dengan pembangunan sarana listrik itu, pemenuhan listrik di Kabupaten pemekaran terbungsu di Sulbar inisemakin maksimal karena listrik di daerah penghasil sawit terbesar di Sulbar itu kini telah dapat beroperasi selama 24 jam.
Sejak Matra menjadi kabupaten baru pada 2003 listrik hanya beroperasi selama enam jam namun kini mulai dapat beroperasi selama 24 jam berkat pengembangan sarana listrik. Gubernur mengatakan, tersedianya sarana listrik di Kota Pasangkayu berkat bantuan dari Wakil Presiden Boediono diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pemerintahan serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Pada 2012 pemerintah Sulbar akan mengupayakan peningkatan sarana dan prasarana listrik di Matra agar dapat terpenuhi dengan membangun sarana listrik di seluruh wilayah Kabupaten Matra. “Pada 2012 akan dibangun lagi sarana listrik di bagian selatan Kota Pasangkayu yakni dari ujung perbatasan di sebelah selatan yakni Kecamatan Dapurang yang berbatasan dengan Kecamatan Korossa. Kabupaten Mamuju, menuju Kota Pasangkayu. “Matra harus mendapat suplai listrik untuk membangun ekonomi daerah yang berpotensi terus dikembangkan karena Matra merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam yang memerlukan energi listrik untuk membangun industri demi pertumbuhan ekonomi dan mengejar ketertinggalan,” katanya.
Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/06/mamuju-pacu-pembangunan-infrastruktur/
Comeliness June 16th, 2011, 06:02 PM Mamasa
Photo by MarwinYusman (http://www.flickr.com/photos/29273278@N06/3965186153/sizes/l/in/photostream/
http://farm3.static.flickr.com/2648/3965186153_ca014df27a_b.jpg
Comeliness June 16th, 2011, 06:07 PM Selasa, 14 Juni 2011, 01:53 WITA |
Tiga Perusahaan Asing Gagal Dapatkan Migas Sulbar
Mamuju (ANTARA News) - Sebanyak tiga perusahaan asing yang melakukan pengeboran minyak dan gas di Provinsi Sulawesi Barat, gagal menemukan bahan galian golongan A itu. "Perusahaan migas itu sejak 2009 telah melakukan persiapan pengeboran migas di perairan sulawesi namun gagal dan mengalami kerugian," kata Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Senin.
Tiga perusahaan itu adalah PT Marathon Oil yang melakukan pengeboran migas di Blok Pasangkayu, PT Exxon Mobile di Blok Surumana Kabupaten Mamuju Utara kemudian PT Conoco Philips di Blok Kuma perbatasan Kabupaten Mamuju dan Mamuju Utara.
Ia mengatakan, PT Marathon Oil gagal menemukan migas setelah melakukan pengeboran migas pada dua sumur migasnya, sementara PT Exxon Mobile gagal menemukan migas pada tiga sumur migasnya yang sudah dibornya. Sedangkan conoco philips gagal pada sumur yang pertama dilakukan pengeboran perusahaan itu untuk mencari migas.
Menurut dia, meski telah gagal melakukan pengeboran migas namun sejumlah perusahaan itu masih berniat melakukan pengeboran migas pada sejumlah sumur yang mereka tentukan untuk selanjutnya kembali dilakukan pengeboran.
"PT Marathon dan PT Exxon Mobile masih akan melakukan pengeboran migas pada dua sumur migas mereka masing masing yang masih tersisa, sementara Conoco Philips masih menguji apakah akan melakukan pengeboran sumur migas yang mereka tentukan atau tidak,"katanya.
Menurut dia, karena perusahaan tersebut tidak menemukan migas pada sumur migas yang telah mereka bor, maka perusahaan tersebut mengalami kerugian besar, karena setiap sumur migas yang mereka bor membutuhkan anggaran hingga satu juta dollar. "Itu sudah resiko mereka melakukan investasi mengelola kekayaan alam daerah ini,"katanya.
Gubernur mengatakan, meski tiga perusahaan itu telah gagal melakukan pengeboran migas namun masih diyakini perusahaan tersebut masih berpeluang mendapatkan migas pada sumur yang masih tersisa untuk mereka bor. Ia mengatakan, dengan kegagalan sementara yang dialami perusahaan tersebut untuk dapat menemukan migas bukan berarti peluang pemerintah di Sulbar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonominya melalui investasi dengan mengandalkan sektor investasi dari sektor migas akan kandas.
"Meski tiga perusahaan asing yang melakukan pengeboran untuk mencari migas tersebut terancam gagal, namun masih ada perusahaan migas lainnya yang berpeluang mendapatkan migas pada sembilan blok migas yang dikelola perusahaan asing lainnya di Sulbar,"katanya.
Ia mengatakan, pemerintah di Sulbar sangat optimis dari sembilan blok migas yang akan dikelola perusahaan asing lainnya pasti ada yang menghasilkan migas. "Pemerintah optimis ada perusahaan yang mengelola blok migas di Sulbar akan mendapatkan hasil untuk menjadi kontribusi pendapatan ekonomi daerah ini, tidak mungkin semua blok migas sulbar tidak menghasilkan," katanya. (T.KR-MFH/M027)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/28905/tiga-perusahaan-asing-gagal-dapatkan-migas-sulbar
Comeliness June 25th, 2011, 06:55 PM Jumat, 24 Juni 2011, 21:34 WITA |
Gubernur Sulbar Kecewa Pembangunan Apron Belum Rampung
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, H. Anwar Adnan Saleh, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya karena pelaksanaan pembangunan apron bandara Tampapadang, Mamuju, hingga saat ini belum rampung. "Saya sangat kecewa melihat hasil pembangunan apron yang baru menuntaskan pekerjaan fisik sekitar 10 persen dalam rentang waktu tiga bulan sejak pekerjaan itu dilaksanakan oleh rekanan proyek," kata Gubernur Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Jumat.
Menurutnya, pembangunan apron bandara Tampapadang dan sejumlah fasilitas lainnya mestinya rampung hingga 30 Juni 2011, namun kenyataan di lapangan baru sekitar 10 persen yang sudah dikerjakan pihak rekanan. Tertundanya pelaksanaan perluasan apron, kata dia, akibat ada satu rumah milik warga setempat yang masih memilih bertahan di lokasi perluasan apron tersebut.
"Saya tidak kecewa terhadap rekanan yang melaksanakan kegiatan itu karena mereka tetap bersedia mengerjakan pembangunan sesuai dengan target. Namun, pihak kontraktor terpaksa menganggur selama 45 hari terakhir karena warga tidak mau meninggalkan lokasi tersebut sebelum ada proses ganti rugi," ucapnya.
Ia mengatakan, masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan baik apabila para pejabat Pemprov Sulbar bersama pejabat Pemkab Mamuju yang masuk dalam tim koordinasi pembangunan apron tersebut bekerja maksimal.
"Persoalan warga yang memilih bertahan itu bisa diatasi apabila tim yang dikuasakan menangani masalah ini bekerja optimal. Minimal, bisa melakukan langkah-langkah persuasif terhadap masyarakat di daerah itu, Apalagi, lahan yang menjadi kawasan pembangunan apron telah menjadi hak milik Pemkab Mamuju sesuai dengan sertifikat lahan yang diterbitkan Badan Pertanahan Nasional Mamuju," Ujarnya.
Karena itu, lanjut Gubernur, tim koordinasi yang telah dibentuk ini bisa menuntaskan masalah yang ada sehingga pihak kontraktor dapat menyelesaikan perluasan apron tersebut. "Saya minta tim koordinasi yang dibentuk bisa menuntaskan masalah ini. Jika tim tidak mampu maka saya siap turun tangan agar peluasan apron ini tuntas sebelum pelaksanaan even kemilau Sulawesi 9 Juli 2011," paparnya. Pihak kontraktor, kata dia, telah bersedia melakukan pekerjaan selama 24 jam sehingga apron tersebut tuntas sebelum 9 Juli 2011.
Gubernur mengemukakan, pihaknya sudah setengah mati mencari dana di pusat untuk percepatan pembangunan bandara, namun rupanya pelaksanaan kegiatan di lapangan tidak memberikan hasil yang menggembirakan. "Pembangunan apron ini sama sekali tidak ada kemajuan. Karena itu, saya harap sisa waktu yang ada ini hendaknya mampu dimaksimalkan secara optimal," ucapnya. (T.KR-ACO/F003)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/29284/gubernur-sulbar-kecewa-pembangunan-apron-belum-rampung
Comeliness July 8th, 2011, 11:34 PM Pambusuang
Image Source: http://www.forumms.com/majene_pambusuang.htm
http://www.forumms.com/images/pambusuang_2009.jpg
Image Source: http://www.forumms.com/majene_pambusuang.htm
http://www.forumms.com/images/pambuasuang.jpg
Comeliness July 16th, 2011, 06:23 PM Sabtu, 16 Juli 2011, 20:08 WITA |
Gubernur : Presiden Resmikan Infrastruktur Sulbar September
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan sejumlah bangunan infrastruktur di Provinsi Sulbar pada bulan September tahun 2011. "Pemerintah Provinsi Sulbar telah melakukan koordinasi dengan Sekertaris Negera Republik Indonesia, dan disepakati kunjungan Presiden ke Sulbar akan dilaksanakan pada bulan September tahun 2011, atau setelah Idul Fitri 1432 hirjiah,"kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, tetapi apabila pada jadwal yang ditentukan untuk peresmian kantor Gubernur Sulbar itu terkendala secara teknis maka jadwal peresmiannya akan diundur pada bulan Nopember atau setelah digelarnya pilkada Sulbar pada bulan Oktober tahun 2011. "Yang jelas presiden akan tetap berkunjung ke Sulbar untuk meresmikan bangunan infasturuktur di Sulbar pada bulan September atau pada bulan Nopember tahun 2011 ini,"katanya.
Ia mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan siap berkunjung ke Sulbar untuk meresmikan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur Juli 2011, karena tugas pemerintah ditingkat pusat untuk mengawal pembangunan pemerintah di daerah seperti di Sulbar yang telah membangun sejumlah infrastruktur.
Gubernur mengatakan, Presiden akan meresmikan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang telah dibangun pemerintah di Sulbar selama lima tahun terakhir dengan menggunakan anggaran pemerintah pusat.
Proyek infrastruktur itu diantaranya adalah Pelabuhan Belang-Belang Mamuju, Bandara Tampapadang Mamuju serta jalan Nasional sepanjang 578 kilometer dan kantor Gubernur dan DPRD Sulbar yang dibangun di Kelurahan Rangsa, Kabupaten Mamuju.
Ia menjelaskan pelabuhan Belang Belang Mamuju dibangun dengan anggaran APBN Rp96 miliar, saat ini telah memiliki panjang dermaga 160 meter dengan kapasitas 10.000 ton. Sementara Bandara Tampapadang Mamuju sudah memiliki panjang landasan pacu 2.250 meter setelah mendapat bantuan APBN Rp57 miliar tahun 2010 dan direncanakan mendapat tambahan anggaran lagi sekitar Rp30 miliar tahun 2011, bandara itu juga lebih layak karena telah dapat didarati pesawat berbadan besar.
Kemudian jalan nasional yang panjangnya 578 kilometer yang sebelumnya 80 persen rusak kini hanya sekitar 20 persen yang rusak setelah dibiayai dengan anggaran sekitar Rp120 miliar, meski perbaikan jalan nasional di Sulbar membutuhkan anggaran sekitar Rp1,8 triliun agar jalannya lebih memadai dari sebelumnya. Selain itu, sarana perkantoran Gubernur dan DPRD Sulbar serta sejumlah instansi di lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar di kelurahan Rangas yang menelan anggaran APBN hingga Rp68 miliar sejak tahun 2009 serta menelan anggaran APBD sekitar Rp31 miliar pada tahun 2011. (T.KR-MFH/O001)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/29936/gubernur--presiden-resmikan-infrastruktur-sulbar-september
Comeliness July 26th, 2011, 04:36 PM Sabtu, 23 Juli 2011, 14:03 WITA |
Pembangunan Pasar Modern Ditargetkan Rampung 2011
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, menargetkan pelaksanaan pembangunan pasar modern di daerah ini rampung pada akhir Desember 2011, kata Bupati setempat, Agus Ambo Djiwa. "Saat ini tahap pembangunan pasar modern yang dibangun di jantung kota Pasangkayu ibu kota Mamuju Utara (Matra) sedang dalam proses. Kita optimistis pelaksanaan pembangunan tuntas sesuai dengan kontrak kerja yang telah ditentukan," katanya, di Mamuju, Sabtu.
Menurut Bupati, pembangunan pasar modern merupakan bantuan Kementerian Koperasi dan UKM yang diplot melalui anggaran pendapatan belanja nasional (APBN) tahun anggaran 2011 senilai Rp12 milyar. "Alhamdulillah, pasar modern ini telah kita bangun di jantung kota Mamuju Utara berkat dukungan pemerintah pusat. Sebagai daerah baru tentu masih sangat mengharapkan bantuan pusat untuk mempercepat laju pembangunan di kota ujung utara Sulbar ini," kata dia.
Ia mengemukakan, Mamuju Utara merupakan kabupaten hasil pemekaran Kabupaten Mamuju yang masih sangat tertinggal dari kabupaten lain di Sulbar, sehingga campur tangan pemerintah pusat sangat diharapkan untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur. "Pembangunan pasar modern yang saat ini dalam tahap pekerjaan merupakan salah satu kebutuhan yang paling mendesak untuk memperlancar roda perekenomian masyarakat di daerah kami,"kata dia.
Hadirnya pasar moderen tersebut, kata Agus, akan memberikan warna tersendiri dalam memacu tumbuhnya perekonomian di daerah karena selama ini tempat para pelaku usaha mikro belum tertata secara optimal. "Hadirnya pasar modern itu tidak hanya memperlancar akses ekonomi oleh pelaku usaha. Namun, juga akan mampu menyedot penambahan sektor pendapatan asli daerah (PAD)," ungkapnya.
Ia menyampaikan, selain akan membangun pasar modern juga akan dilakukan pembangunan pasar tradisional di beberapa kecamatan yang sampai saat ini belum memiliki pasar. "Pembangunan pasar tradisional akan dilakukan secara bertahap atau disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Pemerintah sangat memikirkan hal itu namun karena dibatasi kemanpuan keuangan maka harus dibangun secara bertahap," kata dia. (T.KR-ACO/B015)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/30217/pembangunan-pasar-modern-ditargetkan-rampung-2011
Comeliness July 26th, 2011, 04:43 PM Mamuju Utara
Photo by rinaldiharris (http://www.flickr.com/photos/harris_r/5450355353/sizes/l/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5096/5450355353_333e720515_b.jpg
Photo by rinaldiharris (http://www.flickr.com/photos/harris_r/5525788655/sizes/l/in/photostream/)
http://farm6.static.flickr.com/5131/5525788655_ac44045cdc_b.jpg
Comeliness July 30th, 2011, 08:02 PM Jumat, 29 Juli 2011, 11:36 WITA |
KKP Setuju Anggaran Pelabuhan Perikanan Majene Rp45 Miliar
Mamuju (ANTARA News) - Kementerian Kelautan dan Perikanan menyetujui Pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, dianggarkan Rp45 miliar melalui anggaran APBN perubahan tahun 2011. Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Jumat, mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan akhirnya telah sepakat meningkatkan anggaran untuk biaya pembangunan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang akan dibangun di Palipi Kabupaten Majene.
Ia mengatakan, KKP sepekat mengalokasikan anggaran untuk pembangunan PPN Majene menjadi sekitar Rp45 miliar, melalui APBN Perubahan tahun 2011. "Sebelumnya KKP hanya akan mengalokasikan anggaran pembangunan PPN Majene sekitar Rp3 miliar, namun karena pemerintah di Sulbar mengusulkan agar anggaran itu ditambah maka anggaran PPN Majene disepakati sekitar Rp45 miliar," katanya.
Menurut dia, pemerintah di Sulbar mengusulkan anggaran pembangunan PPN Majene ditambah karena anggaran yang dibutuhkan membangun PPN Majene yang luasnya sekitar 50 hektare sekitar Rp405 miliar. Ia mengatakan PPN Majene nantinya akan menjadi pelabuhan perikanan terbesar di Sulbar, karena didalamnya akan dibangunkan fasilitas penampungan ikan sekitar lima hektare dengan panjang dermaga yang akan dibangun sekitar 200 meter.
"Proyek PPN di Majene dibangun pemerintah dalam rangka menampung produksi perikanan di Sulbar yang mencapai sekitar 60 ribu ton per tahun karena selama ini tidak ada pelabuhan yang layak menampung ikan nelayan di provinsi ini," katanya.
PPN Majene akan menjadi tempat transaksi perdagangan ikan terbesar di provinsi ini, pelabuhan ikan di Sulbar yang akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti ruang pendingin agar ikan nelayan yang ditampung awet, pelabuhan itu akan menjadi termewah, dan terlengkap dari segi fasilitas. Ia mengatakan, meski anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat masih sangat minim namun pemerintah di Sulbar akan mengandalkan dana bantuan Islam Development Bank (IDB) dalam rangka mencukupkan anggaran kebutuhan PPN Majene yang besarnya sekitar Rp405 miliar itu. (T.KR-MFH/F003)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/30438/kkp-setuju-anggaran-pelabuhan-perikanan-majene-rp45-miliar
Comeliness August 7th, 2011, 04:09 PM Meski tingkat kemandirian Propinsi2 di Sulawesi ber-beda2 tapi provinsi2 tsb masih ngarepin bantuan APBN. :popcorn:
Rabu, 20 Juli 2011 10:53 WITA |
Kemandirian Keuangan Provinsi Sulbar 18,9 Persen
Mamuju (ANTARA News) - Kemandirian Keuangan Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sekitar 18,9 persen pada tahun 2011, nilai itu dianggap masih rendah dibandingkan dengan kemandirian keuangan yang ada di sejumlah Provinsi di Sulawesi. Direktur Program Yayasan Mitra Bangsa (Yasmib) Sulawesi Barat (Sulbar), Rosmiati di Mamuju, Rabu, mengatakan, tingkat kemandirian keuangan Provinsi Sulbar pada tahun 2011, masih rendah dibandingkan sejumlah Provinsi lainnya di Indonesia. Ia mengatakan, kemandirian keuangan Provinsi Sulbar, sekitar 18,9 persen cukup rendah dibandingkan lima Provinsi lainnya di pulau sulawesi.
Menurut dia, tingkat kemandirian keuangan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), tertinggi dipulau sulawesi sekitar 163,5 persen, menyusul Provinsi Sulawesi Tenggara (Sulteng) sekitar 52,7 persen, kemudian Sulawesi Utara (Sulut) sekitar 55,9 persen, dan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sekitar 38,6 persen. Sementara Provinsi Sulawesi Gorontalo yang merupakan daerah pemekaran baru di pulau Sulawesi setelah dimekarkan dari Provinsi induknya Provinsi Sulut, sekitar 23,9 persen dan Provinsi Sulbar pemekaran Provinsi Sulsel di posisi terakhir sekitar 18,9 persen.
Oleh karena itu ia mengatakan, rendahnya kemandirian keuangan provinsi Sulbar membuat keuangan di Provinsi Sulbar masih menggantungkan kebutuhan anggaran kepada pemerintah pusat sekitar 81,1 persen. "Berbeda dengan Provinsi Sulsel meski anggarannya tidak dibantu pemerintah pusat tetap mampu membangun daerahnya dengan kemandirian ekonominya yang sudah diatas 100 persen,"katanya.
Namun ia mengatakan, meski belum memuaskan dan terendah diantara enam Provinsi di Sulawesi tetapi kemandirian keuangan sulbar itu sudah lebih baik jika dibandingkan umur provinsi sulbar yang masih tergolong muda dengan penuh keterbatasan. "Sehingga menurutnya untuk meningkatkan kemandirian pengelolaan keuangan di Sulbar tersebut maka pemerintah di Sulbar harus lebih meningkatkan kinerjanya dalam rangka meningkatkan kemandirian keuangannya,"katanya.
Ia menjelaskan kemandirian keuangan daerah Provinsi Sulbar itu, dihitung berdasarkan tingkat pendapatan asli daerah Sulbar, sekitar Rp133 miliar dibagi dengan pajak perimbangan dan pendapatan lain-lain yang masuk dalam pendapatan daerah Provinsi Sulbar yang besarnya sekitar Rp691 miliar. (T.KR-MFH/B008)
Source: http://antara-sulawesiselatan.com/berita/30088/kemandirian-keuangan-provinsi-sulbar-189-persen
Comeliness August 12th, 2011, 06:54 PM Majene
By Zulkarnain Hamson (http://my.opera.com/zul_ambar/albums/showpic.dml?album=942176&picture=12913290)
http://i51.tinypic.com/210hrb7.jpg
Malunda beach.
By Zulkarnain Hamson (http://my.opera.com/zul_ambar/albums/showpic.dml?album=942176&picture=12913300)
http://i52.tinypic.com/t0sv83.jpg
Baluno beach.
Comeliness August 17th, 2011, 01:17 AM Selasa, 16 Agustus 2011, 19:29 WITA |
Astra Penyumbang Pertumbuhan Ekonomi Terbesar di Matra
Matra, Sulbar (ANTARA News) - PT Astra Agro Lestari dinilai sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, sebab perusahaan ini merupakan pengelola sawit terbesar di Matra. Dari data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik Sulbar, Selasa, menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi Matra dari tahun 2009 sebesar 8,91 dan meningkat secara drastis pada tahun 2010 menjadi 13,56 persen, sementara pertumbuhan empat kabupaten lainnya masih berada di bawah Matra.
Hal itu terlihat dari pertumbuhan yang dicapai Polewali Mandar tahun 2009 sebesar 4,33 dan tahun 2010 menjadi 10,13, Mamuju pada 2009 sebesar 8,26, menjadi 10,63 pada tahun 2010, Mamasa pada 2009 sebesar 7,52 menjadi 8,54 pada tahun 2010, terakhir adalah Kabupaten Majene pada 2009 sebesar 6,07, menjadi 8,69 pada tahun 2010. Hasil peningkatan yang dirasakan di Matra diakui beberapa pihak itu merupakan sumbangan terbesar dari peningkatan pengelolaan perkebunan kelapa sawit oleh beberapa perusahaan sawit yang berkembang di Matra, utamanya PT Astra Agro Lestari yang dianggap memiliki luas pengelolaan lahan terbesar dibanding perusahaan lainnya.
Bupati Matra, Agus Ambo Djiwa mengatakan, pengelolaan sawit harus tetap dijalankan sebab hal tersebut merupakan salah satu sektor yang memberikan sumbangan terbesar dari bidang perkebunan dan diakui sektor perkebunan sawit berada pada peringkat pertama memberikan sumbangan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Ia mengakui lebih dari 50 persen pertumbuhan ekonomi Matra berasal dari perkebunan sawit yang dikelola beberapa perusahaan sawit PT Astra Agro Lestari yang menggerakkan enam anak perusahaannya untuk melakukan pengelolaan sawit di Matra. "Kita patut berbangga, meskipun Matra merupakan kabupaten termuda di Sulbar, namun telah berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi paling besar di banding empat kabupaten lainnya yang telah lebih dahulu menjadi sebuah kabupaten," ujarnya.
Bukan hanya pertumbuhan ekonomi, Bupati mengakui beberapa indikator kemajuan di Matra juga merupakan peran dan sumbangan terbesar dari perusahaan kelapa sawit sehingga pembangunan secara perlahan akan dilakukan melalui peningkatan penghasilan daerah. "PT Astra Agro Lestari merupakan salah satu perusahaan yang telah cukup lama melakukan pengelolaan perkebunan sawit di Matra, dan hal tersebut kami akui bahwa telah banyak keberhasilan yang dicapai pemerintah melalui sumbangan yang diberikan perusahaan tersebut," ungkap Bupati. (T.PSO-284/F003)
Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/31045/astra-penyumbang-pertumbuhan-ekonomi-terbesar-di-matra
Comeliness August 22nd, 2011, 05:48 PM Minggu, 21 Agustus 2011 05:00 WITA |
Jalan Trans Sulawesi di Majene Masih Diperbaiki
Mamuju (ANTARA News) - Perbaikan jalan trans Sulawesi yang terletak di Desa Ulidang Kecamatan Temmeorodo Sendana, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, masih dilakukan guna mendukung kelancaran arus mudik lebaran. Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sulbar, Ir Romul Parewasi di Mamuju, Sabtu, mengingatkan bahwa jalan trans Sulawesi di Desa Ulidang Kecamatan Temmeorodo Sendana Kabupaten Majene, sementara dalam perbaikan sehingga rawan mengakibatkan longsor.
Ia mengatakan, jalan di Ulidang sementara ini dilakukan pengerukan tebing setinggi 50 meter dan akan dilakukan pelebaran jalan. Pengerukan itu sangat beresiko karena tebing yang dikeruk terdapat banyak batu besar. "Pekerjaan trans Sulawesi antara Kabupaten Majene menuju Mamuju sepanjang 144 kilometer yang melintas di Desa Ulidang itu menjadi terkendala pembangunannya karena pengerukan tebing itu, yang kami akui rawan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan pemudik lebaran," katanya.
Ia mengatakan, pengerukan yang dilakukan di tebing itu semakin mengancam keselamatan pemudik lebaran nanti, karena disisi jalan yang kini semakin sempit karena pengerukan gunung itu terdapat jurang sedalam 20 meter. "Kami akui perbaikan jalan di Desa Ulidang dapat mengancam keselamatan pemudik lebaran nanti, sehingga harus hati-hati melaluinya," katanya.
Selain rawan menimbulkan longsor pada tebing disisinya yang terdapat batu besar, jalan yang dikeruk dan kini mengalami penyempitan akibat gunung yang dikeruk telah jatuh ke separuh badan jalan, di sisi lainnya juga terdapat jurang sedalam 20 meter yang cukup berbahaya. Ia mengatakan, karena dalam kondisi perbaikan, maka jalan di Ulidang sedang dilakukan sistem buka tutup dan kendaraan yang akan melintas di jalan itu tidak boleh berpapasan tetapi harus melakukan antrian kendaraan yang akan melaluinya.
Pemantauan ANTARA, jalan di Ulidang yang merupakan trans Sulawesi menghubungkan antara Kabupaten Majene dan Mamuju itu, menjadi tempat antrian kendaraan setiap hari yang akan melaluinya sehingga dikeluhkan pengguna jalan. Seorang warga yang melintas di jalan itu Jalal, mengaku kesal dengan kinerja Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sulbar, yang tidak dapat mengerjakan jalan itu secara profesional, sehingga mengganggu warga yang akan melintas akibat takut melintas dijalan itu.
"Terus terang kami takut melintas di jalan itu, karena di atas gunung tampak terdapat eskavator yang terus mengeruk batu besar, yang jika diamati dapat jatuh ke bawah jalan sewaktu-waktu," katanya. "Apabila pelaksana proyek jalan itu lalai mengerjakan proyeknya, sementara di sisi lainnya di jalan itu terdapat jurang yang cukup dalam yang membuat setiap pemilik kendaraan harus was-was ketika melaluinya," katanya.
(T.KR-MFH/S023)
Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/31179/jalan-trans-sulawesi-di-majene-masih-diperbaiki
Comeliness August 24th, 2011, 06:40 PM Mamasa
by Ferry Tamausa (http://www.flickr.com/photos/tamausa/2565570843/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3018/2565570843_5f1feaf0bb_z.jpg
by Ferry Tamausa (http://www.flickr.com/photos/tamausa/2565566309/sizes/z/in/photostream/)
http://farm4.static.flickr.com/3144/2565566309_5c61651dd3_z.jpg
Oleh Antara on Sunday, 14 August 2011
Bandara Sumarorong Mamasa mulai dibangun
MAMASA, Sulbar: Pembangunan Bandara Sumarorong di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat yang telah mendapat anggaran dari Kementerian Perhubungan senilai Rp50 miliar dimulai, dengan pembukaan lahan untuk landasan pacu. Bupati Mamasa Ramlan Badawi di Mamasa, hari ini mengatakan pembangunan Bandara Sumarorong mulai dikerjakan dua minggu terakhir.
"Luas lahan tahap pertama 1.600 meter tersebut untuk pekerjaan landasan pacu. Nantinya kita tingkatkan agar bandara ini juga bisa setara dengan bandara di daerah lain," katanya. Untuk mempercepat pembangunan, Pemerintah Kabupaten Mamasa ikut menyiapkan anggaran senilai Rp2,7 miliar melalui APBD Perubahan tahun ini senilai Rp3,4 miliar.
"Jadi untuk tahun ini, Pemkab Mamasa menyiapkan dana sebesar Rp6,1 miliar yang diharapkan dalam waktu dua tahun ke depan bisa beroperasi secara maksimal," terangnya. Menurut dia, setelah penggusuran lahan landasan pacu selesai, pemerintah kabupaten berencana mengundang Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh untuk peletakan batu pertama yang dijadwalkan sebelum pemilihan gubernur 10 Oktober 2011.
Bupati Mamasa sangat berharap pemerintah pusat dan provinsi memberikan dukungan anggaran sehingga masyarakat bisa memanfaatkan lapangan terbang ini minimal tahun 2013. "Untuk merampungkan pembangunan Bandara Sumarorong maka dana yang harus disiapkan mencapai Rp350 miliar," terangnya. Dia mengemukakan, pembangunan Bandara Sumarorong sangat penting seiring dengan dicanangkannya Mamasa sebagai daerah destinasi wisata Sulbar tahun 2011. (mw)
Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/08/bandara-sumarorong-mamasa-mulai-dibangun/
Comeliness August 28th, 2011, 05:48 PM Sabtu, 20 Agustus 2011, 21:38 WITA |
Sulbar-Gorontalo Raih Predikat Pemekaran Berhasil
Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, menyampaikan Sulawesi Barat dan Provinsi Gorontalo, mendapat predikat sebagai daerah pemekaran yang berhasil, sisanya dianggap gagal atau bermasalah. "Presiden RI dalam pidato kenegaraannya di Jakarta baru-baru ini menilai bahwa ternyata hanya ada dua provinsi yang dianggap paling berhasil dari 205 daerah pemekaran yang terbentuk sejak 10 tahun lalu yakni Sulbar dan Gorontalo," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu.
Ia mengatakan, kebanyakan daerah pemekaran baru yang ada di Indonesia tersebut lebih banyak mengeluarkan belanja pegawai dibandingkan dengan belanja modal sehingga sebagian besar pemekaran provinsi hingga kabupaten tersebut dinilai justru menjadi beban negara.
"Daerah kita dianggap berhasil karena selama ini penggunaan APBD maupun APBN lebih fokus pada belanja modal dibandingkan daerah pemekaran baru. Bukan hanya itu, berbagai kemajuan pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan upaya menurunkan kemiskinan tercapai secara optimal," jelasnya.
Anwar menyampaikan, presiden menyimpulkan sekitar 80 persen daerah pemekaran di Indonesia kurang berhasil dan bahkan ada lima provinsi justru bangkrut sehingga pemekaran wilayah untuk sementara dilakukan moratorium," kata dia. Beberapa provinsi yang dianggap bangkrut kata dia diantaranya Provinisi Babel, Kepulauan Riau, Papua Barat dan Maluku Utara dan dua daerah provinsi yang mekar berhasil dan memberikan kontribusi nasional terhadap pertumbuhan ekonomi.
"Saya sebenarnya tidak terlalu terhibur dengan prestasi medali atau mencari peringkat. Namun, kami lebih fokus bagaimana menciptakan masyarakat kita lebih sejahtera," kata dia. Ia menyampaikan, komisi II DPR RI yang membidani mengenai pemekaran wilayah menyepakati dilaksanakannya moratorium yang hingga kini masih berlaku. Meski demikian, bukan berarti rencana dilakukannya pemekaran kabupaten di Sulbar tidak akan bisa diwujudkan. "Saat ini teman-teman anggota Komisi II DPR di Jakarta masih akan mengambil kebijakan pemekaran lebih lanjut atau akan melakukan evaluasi khususnya persayaratan pemekaran,"kata dia.
Gubernur menyampaikan, daerah Sulbar saat ini hanya memiliki lima kabupaten dan tentunya tak sebanding dengan luas wilayah yang ada di daerah ini. "Pemekaran kabupaten di Sulbar masih sangat memungkinkan untuk diwujudkan guna memperpendek rentang kendali pelayanan kepada masyarakat,"kata dia. Ia menyampaikan, untuk menjawab ketertinggalan daerah ini maka solusi untuk mewujudkan masyarakat sejahtera yang berkeadilan adalah dilakukannya pemekaran kabupaten. "Daerah kita masih sangat berpotensi untuk dilakukan pemekaran wilayah. Makanya, kita harap moratorium ini bisa memberikan ruang bagi daerah yang layak untuk dimekarkan," terangnya. (T.KR-ACO/D009)
Source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/31176/sulbar-gorontalo-raih-predikat-pemekaran-berhasil
Comeliness September 5th, 2011, 09:36 PM Polewali
By Sain (http://www.panoramio.com/photo/51895198)
http://i55.tinypic.com/dvk4yx.jpg
Comeliness September 10th, 2011, 06:08 PM Friday, 26 August 2011
Eksplorasi selat Makassar butuh modal besar
Oleh JIBI
JAKARTA: Pemboran satu sumur eksplorasi di wilayah laut dalam di Selat Makassar membutuhkan investasi yang lebih tinggi dari pemboran sumur minyak biasa, yakni mencapai US$100 juta. Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana mengatakan pemboran 2 sumur eksplorasi yang dilakukan ExxonMobil di sana kini sudah selesai dan saat ini tinggal menunggu hasilnya.
"Exxon tidak main-main di situ, karena pemboran laut dalam itu investasinya tinggi, satu sumur bisa US$90-100 juta. Pemboran 2 sumur di sana sudah selesai, Exxon sedang mengkaji hasilnya sekarang," ujar Gde hari ini.Gde mengatakan investasi untuk membor satu sumur eksplorasi di wilayah deep water bervariasi tergantung kedalamannya. Namun berdasarkan catatan Bisnis, investasi itu masih terhitung mahal jika dibandingkan pemboran di onshore dan offshore biasa yang butuh sekitar US$15-20 juta.
Vasta C Choesin, Exploration Public Affairs Manager ExxonMobil Oil Indonesia Inc, mengatakan saat ini Exxon memiliki 2 blok deep water, yakni di blok Surumana dan Mandar yang terletak di Selat Makassar. Exxon bertindak sebagai operator di kedua blok tersebut namun hak partisipasinya hanya 80% sementara 20% sisanya dipegang Petronas Carigali.
"Surumana kontraknya sejak September 2006 sedangkan yang Mandar sejak Maret 2007. Kedua blok itu menarik, berada 2.200 m di bawah permukaan laut. Tapi potensi minyak dan gasnya belum diketahui, masih kita kaji hasil pemborannya," ujarnya.
Adapun terkait pengembangan teknologi laut dalam, Deputi Operasi BP Migas Rudi Rubiandini mengatakan di Indonesia saat ini sedang dikembangkan proyek Gehem-Gendalo (Indonesia Deepwater Development) oleh Chevron, lapangan Jangkrik oleh Eni dan lapangan Abadi oleh Inpex. "Lapangan Abadi di Blok Masela itu diharapkan bisa beroperasi 2018, tapi lagi diusahakan bisa 2016. Yang Jangkrik itu 2016, yang IDD agak mundur, sekitar 2016-2017," ujarnya hari ini. (Vega Aulia Pradipta/roy)
Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/08/eksplorasi-selat-makassar-butuh-modal-besar/
Comeliness September 17th, 2011, 09:33 PM http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=83885938#post83885938
Friday, 16 September 2011
Foto berita: Sandeq Race 2011 finish di Losari
Oleh Paulus Tandi Bone
http://i51.tinypic.com/28tddfd.jpg
BISNIS REG. TIMUR/PAULUS TANDI BONE
MAKASSAR: Sebanyak 45 perahu mengikuti lomba layar tradisional Mandar, Sandeq Race 2011. Mereka sukses menempuh rute sepanjang 400 kilometer yang start dari Pantai Manakarra dan finish di Pantai Losari, Makassar
Source: http://www.bisnis-kti.com/index.php/2011/09/foto-berita-sandeq-race-2011/
Comeliness September 21st, 2011, 09:56 PM Friday, 09 September 2011
Pelabuhan Palipi Dianggarkan Rp450 M
MAMUJU - Anggaran pembangunan pelabuhan Palipi di Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, sebesar Rp450 miliar. Dana itu bersumber dari APBN dan Islamic Development Bank (IDB). Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mengungkapkan, dalam waktu dekat, proyek ini akan diekspose ke Komisi IV DPR RI Bidang Pertanian, Kehutanan, dan Kelautan.
Semua proses dan tahapan pembangunan pelabuhan tersebut tengah berjalan, termasuk anggaran DED (desain teknik). "Tinggal pelaksanaannya saja," ujarnya. Ada beberapa teknik perubahan mendasar areal pelabuhan, di antaranya pembuatan jalan lingkar untuk jalur lintas transportasi barat dan pembebasan lahan milik rakyat yang masuk dalam areal kawasan pelabuhan.
Dia berharap proses pembangunan pelabuhan Palipi akan berjalan sesuai harapan. Pembangunan akan selesai dalam tempo dua hingga tiga tahun mendatang. "Dengan difungsikannya Pelabuhan Palipi, masyarakat dan pemerintah Majene sudah mempunyai nilai tambah di berbagai sektor," katanya.
Rencananya, pelabuhan ini mulai dibangun pada 2012.Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat bersama Komisi IV DPR RI menyepakati dana Rp45 miliar untuk pembangunan pelabuhan perikanan pertama di Sulawesi Barat tersebut Luas lahan yang dibutuhkan untuk proyek ini sekitar 50 sampai 75 hektare (ha). Lahan itu menjadi tanggung jawab Pemkab Majene.
Anggota Badan Anggaran DPR RI Hendra Singkarru mengungkapkan, pihaknya melihat pembangunan pelabuhan tersebut sangat penting bagi masyarakat Sulbar. "Pelabuhan perikanan itu akan menumbuhkan perekonomian, khususnya bagi para nelayan. Di pelabuhan itu akan dilengkapi gudang pendingin es dan sejumlah fasilitas lain," kata Hendra yang berasal dari Partai Amanat Nasional daerah pemilihan Sulbar ini. Dengan terbangunnya pelabuhan perikanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi hasil perikanan di Sulawesi Barat dengan kualitas baik dan dapat diekspor ke negara lain. ●herman mochtar
Source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/426350/
eurico September 26th, 2011, 03:24 AM Pemprov Sulbar Bangun Turbin Listrik di Polman
Senin, 26 September 2011 03:39 WITA | Sulbar
Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat akan membangun turbin pembangkit listrik bagi masyarakat di Kecamatan Bulo Kabupaten Polewali Mandar.
"Sudah berpuluh tahun lamanya masyarakat di Kecamatan Bulo tidak pernah mendapatkan pelayanan listrik, sehingga pemerintah di sulbar akan segera memenuhi kebutuhan listrik masyarakat daerah itu," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Minggu.
Ia mengatakan, pemerintah di Sulbar pada 2012 akan membangunkan turbin sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) dengan memanfaatkan sungai sebagai sumber energi di daerah itu.
"Di daerah itu terdapat sungai besar yang akan menjadi sumber energi untuk menyuplai energi listrik di daerah itu,"katanya.
Menurut dia, Pemerintah di Sulbar sebelumnya telah berhasil membangun sejumlah desa mandiri energi berkat jasa seorang ilmuwan yang merupakan alumni Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, tahun 1992, Ir Linggih.
"Ir Linggih, yang awalnya melatih masyarakat desa terpencil yang tidak memiliki listrik seperti di Kabupaten Mamasa, untuk mengenal ilmu pengetahuan mengenai teknik membuat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) dengan memanfaatkan sungai sebagai sumber energi.
Ia mengatakan, Linggih yang bukan sarjana teknik tersebut menguji coba sungai Batanguru di Kabupaten Mamasa, untuk membuat PLTMH sederhana untuk kebutuhan listrik terhadap 300 Kepala Keluarga di desa Batanguru dan akhirnya, Linggih, yang meraih penghargaan desa mandiri energi tahun 2008.
"PLTMH yang diciptakan Linggih tersebut kini bisa dinikmati masyarakat di Desa Batanguru sekitar 300 KK dan masyarakat di desa yang tidak pernah mendapat pasokan dari listrik PLN itu kini dapat menikmati listrik,"katanya.
Menurut Gubernur PLTMH tersebut juga dikembangkan pada sejumlah kawasan daerah terpencil di Mamasa yang dulunya juga tak pernah bermimpi akan menikmati fasilitas energi listrik sehingga sekitar 50 desa di Mamasa menjadi desa mandiri energi.
Ia mengatakan, PLTMH yang berhasil dibangun itu akan dikembangkan lagi di Kecamatan Bulo agar masyarakat Kecamatan Bulo mendapatkan energi listrik dan mampu dilayani kebutuhan listriknya.
Menurut dia, PLTMH yang dibangun sulbar itu, telah membuat sulbar mendapat penghargaan dari pemerintah pusat karena berhasil mencanangkan daerahnya sebagai desa mandiri energi, dan Sulbar telah memiliki sekitar 50 desa mandiri energi yakni desa yang mampu memenuhi kebutuhan listriknya secara mandiri untuk kebutuhan masyarakatnya. (T.KR-MFH/S006)
source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/32218/pemprov-sulbar-bangun-turbin-listrik-di-polman
eurico September 26th, 2011, 03:25 AM AAS Tuding ada Provokator Pembangunan Bandara Sumarorong
Senin, 26 September 2011 03:30 WITA | Politik
Mamuju (ANTARA News) - Calon gubernur incumbent, Drs H Anwar Adnan Saleh (AAS) menuding ada sekelompok orang menjadi provokator terkait rencana pembangunan bandara Sumarorong, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
"Isu yang berkembang di daerah Mamasa bahwa masyarakat setempat mengadu ke Menteri Perhubungan, menolak dibangun bandara Sumarorong karena alasan pembangunan bandara itu mubazir karena tidak ada uangnya orang Mamasa beli tiket pesawat," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Minggu, usai melakukan kampanye dialogis di daerah Sumarorong, Mamasa.
Menurutnya, dalam kesempatan itu dirinya yang melakukan dialog dengan masyarakat Mamasa yang dihadiri ketua tim pemenangan Mamasa, Ramlan Badawi yang juga menjabat sebagai Bupati Mamasa, para tokoh masyarakat maupun para tokoh agama setempat, telah meluruskan isu yang dilakukan oknum provokator.
"Masyarakat di Mamasa tidak ada yang menolak dilakukannya pembangunan bandara tersebut. Makanya, kami anggap yang menggelindingkan isu tersebut merupakan provokator jelang akan bergulirnya pesta demokrasi pemilihan gubernur 10 Oktober 2011," ucap AAS.
Karena itu, lanjutnya, pada saat dilakukan kampanye dialogis dirinya menegaskan bahwa bandara itu akan tetap dibangun dalam rangka mendorong percepatan pembangunan daerah Sumarorong sebagai pusat ekonomi.
"Daerah Sumarorong akan menjadi pusat ekonomi dengan adanya fasilitas transportasi yang memadai seperti pembangunan bandara yang megah tersebut. Hal itu pasti berimbas ke daerah sekitarnya, seperti Messawa, Tandukkalua, Mambi dan beberapa daerah lainnya di Mamasa," papar AAS.
Ia menyampaikan, daerah Mamasa akan menjadi pusat budaya dan pengembangan pariwisata yg akan semakin ramai dikunjungi orang dari berbagai penjuru dunia.
` AAS juga mengatakan, isu lain yang berkembang di daerah Mamasa terkait penggembosan bahwa calon pendampingnya, Aladin S Mengga akan mundur jelang hari H karena akan memberikan dukungan kepada kakak kandungnya, Salim S Mengga yang maju sebagai kandidat calon gubernur didampingi Jawas Gani.
Dalam kesempatan Aladin S Mengga langsung meluruskan isu itu dihadapan masyarakat bahwa dirinya maju mendampingi Anwar karena berkomitmen untuk lebih memajukan Sulbar ke depan.
"Saya dengan Pak Salim tetap berhubungan baik sebagai saudara. Tetapi pilihan bisa berbeda dan saya siap menang bersama Pak Anwar, tidak dengan siapapun," kata Aladin.
Jadi kata dia, peserta kampanye dialogis di Mamasa yang menanyakan isu yang beredar bahwa suara mereka antara Aladin dan Salim dipadukan.
"Itu sama sekali tidak benar. Sekali lagi saya nyatakan bahwa saya siap menang bersama Pak Anwar," ujar Aladin. (T.KR-ACO/F003)
source: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/32216/aas-tuding-ada-provokator-pembangunan-bandara-sumarorong
Comeliness September 30th, 2011, 11:35 PM Mamasa
By rusli.3k (http://www.panoramio.com/photo/46638048)
http://i56.tinypic.com/qwzs3k.jpg
By rusli.3k (http://www.panoramio.com/photo/47042031)
http://i51.tinypic.com/4g18v5.jpg
Pana.
Comeliness October 5th, 2011, 06:22 PM Source: Antara News (http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/32304/trans-sulawesi-majene-dianggarkan-rp148-miliar)
Rabu, 28 September 2011, 08:19 WITA |
Trans Sulawesi Majene Dianggarkan Rp14,8 Miliar
Mamuju (ANTARA News) - Alokasi anggaran pembangunan jalan trans sulawesi di Desa Tammerodo Sendana Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat sebesar Rp14,8 miliar. Kepala Satker Balai Jalan Nasional Wilayah I Sulbar, Ir.H.Romul Parewasi di Mamuju, Rabu, mengatakan jalan trans sulawesi di Desa Tammerodo yang menghubungkan Kabupaten Majene dengan Mamuju ibukota Provinsi Sulbar mengalami kerusakan, sehingga perlu perbaikan.
Ia mengatakan, jalan di Desa Tammerodo itu sebagian rusak setelah dikikis abrasi pantai sehingga sebagian badan jalannya amblas kelaut.
More: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/32304/trans-sulawesi-majene-dianggarkan-rp148-miliar
Comeliness October 10th, 2011, 06:43 PM Source: Fajar Online (http://www.fajar.co.id/read-20110926183138-wisman-teliti-satwa-di-polman-%27)
Selasa, 27 September 2011 | 18:31:38 WITA |
Wisman Teliti Satwa di Polman
http://www.fajar.co.id/img_berita/52827-09-wisman%20australia.jpg
M Danial/Fajar
WISATAWAN. Sebagian rombongan wisman saat berada di Sungai Mapilli, Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, Minggu, 25 September.
POLEWALI, FAJAR -- Beberapa spesies satwa yang hidup di pesisir pantai dan pesisir Sungai Maloso, Polewali Mandar mendapat perhatian puluhan wisatawan manca negara. Sebanyak 73 wisatawan, antara lain dari Australia, Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Selandia Baru selama satu hari berada di Desa Rumpa, Kecamatan Mapilli, Minggu, 25 September. "Tour Guidance Orion II Tour Sulawesi" yang mendampingi rombongan wisatawan, Agus, mengatakan perjalanan tur tersebut dimulai sejak 16 September dari Singapura dan Malaysia, lalu ke Indonesia di Kalimantan kemudian di Polman.
More: http://www.fajar.co.id/read-20110926183138-wisman-teliti-satwa-di-polman-%27
Comeliness October 17th, 2011, 08:12 PM From: http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1259833&page=13
Sandeq Race 2011
FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/11 (http://www.antara-sulawesiselatan.com/photo/8)
http://i55.tinypic.com/2lco8x2.jpg
FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/11 (http://www.antara-sulawesiselatan.com/photo/8)
http://i52.tinypic.com/vzv3ux.jpg
FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/11 (http://www.antara-sulawesiselatan.com/photo/8)
http://i53.tinypic.com/2gwg9vo.jpg
SANDEQ
MAKASSAR, SULSEL - Sejumlah perahu Sandeq berlabuh di Pantai Losari Makassar, Sulsel, Kamis (15/9). Sebanyak 45 perahu layar tradisional Mandar "Sandeq" pada kejuaraan Sandeq Race 2011 yang menempuh rute sepanjang 400 kilometer yang start dari Pantai Manakarra, Mamuju, Sulbar, memasuki finish di Pantai Losari, Makassar. FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/11 Kamis, 15 September 2011 17:47 WITA.
Comeliness October 23rd, 2011, 05:45 PM :hi:
Sabtu, 22 Oktober 2011, 20:32 WITA |
Kebun Percontohan Kakao Sulbar Jadi Kebun Promosi
Mamuju (ANTARA News) - Kebun percontohan kakao yang dikembangkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di lingkungan Sese, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro Kepulauan, Kabupaten Mamuju akan menjadi kebun promosi kakao daerah itu. Kepala Bidang Pengelolaan Tanah dan Air Petani Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar Muhammad Waris Bestari di Mamuju, Sabtu, mengatakan Pemprov Sulbar membangun sebuah perkebunan percontohan kakao di lingkungan Sese yang berdekatan dengan komplek perkantoran Pemprov Sulbar di Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kepulauan Mamuju.
Read more: http://www.antara-sulawesiselatan.com/berita/33147/kebun-percontohan-kakao-sulbar-jadi-kebun-promosi
boxcity January 25th, 2012, 02:14 AM Mamasa
By rusli.3k (http://www.panoramio.com/photo/46638048)
http://i56.tinypic.com/qwzs3k.jpg
By rusli.3k (http://www.panoramio.com/photo/47042031)
http://i51.tinypic.com/4g18v5.jpg
Pana.
Wah bagus bgt pemandangannya.
eurico March 20th, 2012, 04:50 AM Sunrise at Majene
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/295488_3583352911185_1494095442_33259496_1946766670_n.jpg
picture by me :)
|
|