View Full Version : [Indonesia] Membangun Sumatera yang Maju dan Makmur: East and West Sumateran Highway


DJ_Archuleta
October 18th, 2008, 05:56 PM
MEMBANGUN SUMATERA YANG MAJU DAN MAKMUR
(Paradigma Baru Island Based Development)

Oleh: H. Sampurno 1

Sumatera adalah pulau impian – the real dream Island. Pulau yang luasnya hampir sama dengan gabungan wilayah Jerman, Austria dan Switzerland tersebut sungguh subur dan kaya dengan berbagai sumber alam: minyak bumi, gas alam, batu bara, emas, timah, bijih besi dan masih banyak lagi. Meskipun sudah ada berjuta hektar perkebunan kelapa sawit, karet, coklat dan berbagai tanaman holtikultura - lahan pulau itu yang diolah baru sekitar 15 sampai dengan 20%. Jumlah penduduk pulau Sumatera juga ideal dibandingkan dengan luas wilayahnya. Sumatera juga dekat dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi regional: Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea, China dan India. Selat Malaka dilalui sekitar 5.000. ship and boad tiap hari – tersibuk di wilayah Asia Pasifik yang hanya bisa ditandingi oleh Laut Utara di Eropa Barat. Lalu lintas udara di atas pantai timur Sumatera - Laut Cina Selatan juga merupakan salah satu yang tersibuk di dunia, tidak hanya membawa penumpang tetapi juga kargo udara. Pertumbuhan kargo udara di wilayah itu adalah tertinggi di dunia. Posisi geografis Sumatera ini mempunyai potensii geoekonomi yang luar biasa dan merupakan structural capital yang tidak dimiliki oleh pulau-pulau lain di Indonesia termasuk pulau Jawa sekalipun.

Tapi mengapa Sumatera tetap miskin dan jauh tertinggal dibandingkan dengan pulau Jawa? [B]Jawabannya: failure of the regional development system - sistem pembangunan regional yang gagal/salah. Pembangunan di Sumatera selama ini tidak bertumpu pada keunggulan yang dimilikii oleh Sumatera. Pendekatan yang digunakan sangat provincial inward looking, tidak menggunakan prespektif Sumatera sebagai satu kesatuan entitas pembangunan/ekonomi. Jika pembangunan Jambi, Bengkulu, Lampung dan provinsi-provinsi lainnya hanya menggunakan perspektif masing-masing provinsi, maka Sumatera akan stagnan karena tidak ada networking yang dapat mensinergikan sumberdaya dan kapabilitas provinsi yang ada di Sumatera. Dengan kata lain tidak ada pooling sumberdaya yang dapat menciptakan nilai tambah yang besar untuk percepatan pembangunan Sumatera.
Ke depan perlu ada paradigma dan orientasi baru pembangunan Sumatera dengan intensitas dan percepatan yang tinggi menuju Sumatera yang maju dan makmur tahun 2015. Dengan mensinergikan pembangunan Sumatera sebagai satu networking ekonomi, dapat ditargetkan pertumbuhan Sumatera periode 2008 – 2015 di atas 10% per tahun dan PDRB per kapita Sumatera pada tahun 2015 mencapai sekurang-kurangnya US.$ 4000. Target ini dapat dicapai selain mempersyaratkan sistem dan implementasi pembangunan yang tepat, juga mempersyaratkan “total earning” Sumatera dikembalikan ke Sumatera (minimal 80%). Suatu lompatan besar memang, tetapi kesemuanya harus tetap dalam bingkai NKRI dan bahkan Sumatera harus menjadi pilar yang kokoh bagi Indonesia baru yang maju, makmur dan bersatu.

Infrastruktur Sumatera
Dalam konteks membangun Sumatera sebagai satu networking ekonomi, ada satu teori yang relevan yaitu resource dependence theory yang diintroduksi oleh Pfeffer dan Salancik (1998). Menurut teori ini tidak satu organisasi/institusi yang bisa hidup sendiri, dia harus berinteraksi dengan yang lain untuk bertukar sumberdaya (exchange resources). Dalam era globalisasi tidak hanya perlu bertukar sumberdaya tetapi juga perlu membangun aliansi stratejik dengan berbagai mitra untuk mensinergikan kekuatan, sumberdaya dan kapabilitas. Dengan aliansi akan diperoleh sumberdaya baru dan kapabiltitas baru serta ada peluang pembelajaran – saling belajar yang dapat melahirkan inovasi-inovasi baru. Aliansi stratejik akan berkelanjutan (sustainable) apabila dipenuhi dua prasyarat penting, yaitu: komplementaritas sumberdaya dan kompatibilitas sistem dan kultur.

Aliansi dapat berjalan dengan baik apabila sumberdaya masing-masing mitra saling melengkapi, sehingga ada saling ketergantungan yang menguntungkan para pihak yang beraliansi. Saling melengkapai sumberdaya akan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar dan meningkatkan daya saing institusi yang melakukan aliansi. Pada saat yang sama harus ada kompatibilitas dalam sistem dan kultur sehingga aliansi dan kerjasama dapat berjalan dengan harmonis dan produktif. Provinsi-provinsi di Sumatera dapat membangun aliansi stratejik di antara mereka karena dalam banyak hal terdapat komplementaritas sumberdaya dan mereka bisa membangun kompatibilitas sistem dan kultur dalam perspektif Sumatera.

Kelemahan Sumatera yang paling signifikan selama ini terletak pada infrastruktur ekonomi. Infrastruktur yang ada tidak mampu merangkai wilayah Sumatera menjadi satu networking ekonomi dalam satu entitas pembangunan regional. Kelemahan infrastruktur ini menyebabkan potensi besar Sumatera mengalami tidur yang panjang – ekonomi Sumatera tidak memiliki laju pertumbuhan yang menggambarkan bahwa Sumatera itu kaya raya. Transaksi ekonomi antar provinsi bahkan antar kabupaten dalam satu provinsi tidak berjalan dengan baik karena infrastruktur yang jelek. Jalan-jalan antar Kabupaten di Jambi, Bengkulu dan Aceh sangat buruk bila dibandingkan dengan jalan-jalan antar Kecamatan di Yogyakarta.

Oleh karena itu langkah strategis yang utama dan pertama yang perlu dilakukan adalah membangun infrastruktur Sumatera. East Trans Sumatra Highway dan West Trans Sumatra Highway harus dibangun sebagai urat nadi Sumatera. Di sebelah barat dibangun Trans Sumatra mulai dari Bakahuni, Bengkulu, Padang, Padangsidempuan, Sibolga, Meulaboh sampai Banda Aceh. Di sebelah timur membentang dari Bakahuni, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Medan sampai Banda Aceh.

Semua jalan Kabupaten diseluruh Sumatera harus terhubungkan dengan Trans Sumatera Highway sehingga seluruh Sumatera berada dalam satu keterhubungan jaringan ekonomi yang sangat dinamis dan atraktif. Bersamaan dengan itu dibangun Pelabuhan Samudra di Medan, Sabang, Batam dan Palembang serta bandara internasional di Medan, Batam dan Palembang. Selebihnya bandara disetiap ibu kota provinsi ditingkatkan minimal dapat didarati pesawat sekelas BOEING 737 seri 400.

Di Sumatera sangat penting untuk dibangun Zona Ekonomi Eksklusif seperti Pinang di Malaysia. Tidak hanya satu, tapi paling tidak tiga, yaitu: Medan, Batam dan Sabang. Untuk mengantisipasi percepatan pembangunan Sumatera, dibangun pembangkit listrik jenis PLTA yang digerakkan dengan batu bara dan gas alam yang cukup melimpah di Sumatera. Dengan dibangunnya infrastruktur tersebut, ekonomi Sumatera tidak hanya akan menggeliat, tetapi akan melompat melampaui region-region Indonesia yang lain bahkan mempunyai prospek yang dapat mengungguli Malaysia. Untuk mendukung pembiayaan pembangunan Sumatera, pemerintah provinsi se Sumatera perlu membentuk Sumatera Development Bank sebagai Holding dari Bank–Bank Provinsi se Sumatera. Perencanaan pembangunan Sumatera dikoordinasi dan disinergikan oleh Sumatra Development Board yang tentu saja disupervisi oleh Bappenas.

Human Capital
Suatu negara bisa maju dan makmur kalau negara itu memiliki human capital yang kuat. Tidak ada satupun negara maju di dunia ini yang human capital-nya lemah. Oleh karena itu bersamaan dengan pembangunan infrastruktur, region Sumatra harus melakukan penataan secara serius dan sistematik terhadap human capital yang ada saat ini dan di masa depan. Sistem pendidikan yang ada dikaji ulang secara mendasar dan disinergikan dengan pembangunan dan masa depan Sumatera. Kurikulum sekolah umum mulai SD sampai dengan SLTA dilakukan perampingan sebagaimana layaknya di negara-negara maju di Asia seperti Jepang, Korea Selatan dan Singapura. Pada tahun 2010 Sumatera harus berani mencanangkan: mulai SLTA mengggunakan dua bahasa pengantar yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Ini bukan hal yang mustahil karena Pondok Modern Gontor sudah menerapkannya lebih dari 60 tahun yang lalu.

Berbagai sekolah kejuruan: pertanian, perkebunan, holtikultura, peternakan dan perikanan dibangun dengan kualitas terbaik di dunia. Di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan di bangun sekolah kejuruan perkebunan kelapa sawit dan sekolah kejuruan holtikultura dimana tiap-tiap sekolah kejuruan tersebut memiliki lahan seluas 1000 ha untuk berpraktek. Demikian juga di Lampung, Bengkulu dan Jambi dibangun sekolah kejuruan perkebunan karet yang terbaik di dunia dan di Natuna dibangun sekolah perikanan dengan kualitas sekaliber sekolah perikanan di Jepang. Sekolah-sekolah kejuruan itu sarat dengan praktek lapangan, tidak seperti yang ada sekarang ini yang hanya dijejali dengan teori yang sangat miskin tacit knowledge. Bersamaan dengan itu human capital untuk lembaga-lembaga riset diperkuat dan Sumatra menjadi pusat riset unggulan dunia untuk tanaman pangan, kelapa sawit, karet, coklat, lada dan holtikultura dengan networking internasional yang kuat.

Knowledge Based Economy dan Reformasi Birokrasi
Telah lebih dari tiga dasa warsa ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge based economy) mendominasi perekonomian global.Hal ini disebabkan ekonomi yang berbasis pengetahuan memiliki teknologi yang menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar dibandingkan dengan ekonomi tradisional. Costa Rica yang semula dikenal dengan banana economy dengan cepat meraih kemajuan dan kemakmuran karena switching pada knowledge based economy.
Road map pembangunan Sumatera ke depan adalah knowledge based economy. Seluruh aktivitas ekonomi dan semua sektor pembangunan di Sumatera harus berparadigma technological change – modernisasi teknologi dengan produktivitas dan nilai tambah yang besar. Pertanian dan agro industri di Sumatera bergerak ke depan berbasis teknologi modern dengan output yang besar dan kualitas yang berstandar internasional. Selain itu, Sumatera di masa depan juga memiliki zona-zona ekonomi ekslusif untuk industri mikro elektronik dan IT. Zona –zona seperti ini tidak hanya memiliki benefit ekonomi, tetapi juga sebagai wahana yang sangat efektif untuk alih pengetahuan dan teknologi dengan efek ganda pada berbagai sektor pembangunan.

Lalu bagaimana dengan peran birokrasi Pemerintah? Birokrasi Pemerintah mempunyaii peran dan kontribusi yang sangat besar dengan satu catatan, yakni bila dilakukan reformasii secara mendasar. Birokrasi Pemerintah harus direformasi dari birokrat administratif menjadi birokrat entreprenour yang sangat peduli pada pelayanan publik dan pro-bisnis. Seluruh sistem pelayanan publik secara total diperbaiki dan segala bentuk perizinan disederhanakan dengan ketentuan semua perizinan apapun harus diselesaikan dalam rentang waktu antara 1 sampai maksimum 7 hari. Reformasi birokrasi ini dibarengi dengan perbaikan gaji PNS di Sumatera yang setidaknya sama dengan gaji PNS di Malaysia dengan profesionalisme, skill dan kedisiplinan yang lebih andal.

Bagaimana dengan pulau lainnya?

Pulau Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, NTB , NTT dan Jawa dibangun sesuaii dengan kondisi obyektif dan keunggulan masing-masing. Pembangunan dilakukan dengan pendekatan Island Based Development. Lebih dari 60 tahun kita telah “menyia-nyiakan” Sumatera, Maluku dan pulau-pulau lainnya karena sistem pembangunan regional yang salah. Maluku mestinya kita bangun sebagai region industri maritim kelas dunia dengan networking Jepang, Korea, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Demikian juga NTT dan NTB mesti dibangun berdasarkan keunggulan geoekonomi yang dimiliki oleh kepulauan itu.

roni12345
October 19th, 2008, 01:35 AM
Bagaimana Sumatra atau luar jawa lainnya bisa dibangun, jika pemimpin masih berasal dari orang-orang yang tidak punya hati yang bisanya cuma merampas kekayaan luar Jawa,bagaimana SDM luar jawa cepat meningkat jika pemerintah lebih banyak membangun sekolah (baik sekolah umum maupun militer) di Jawa,seharusnya orang luar Jawa menyadari ini,pilihlah pemimpin yang punya ikatan emosional yang kuat dengan luar Jawa,hal ini walaupun sedikit pasti akan lebih berguna bagi Rakyat diluar Jawa tercinta,tugas pemerintahlah membangun jalur Tranportasi diluar jawa,dijawa jalur kereta api dibangun ganda,jalan tol mudah terwujud,jembatan jawa-madura sudah terbangun,semantara diluar Jawa jalan antar provinsi saja memprihatinkan,padahal luar jawa adalah penyumbang pemasukan terbesar bagi republik ini,selama pemimpin negeri ini masih dipimpin orang-orang yang berjiwa maling kekayaan rakyat luar jawa,orang yang tidak punya hati,orang yang tidak menghargai jasa pahlawan dari luar Jawa,jangan harap luar jawa cepat berbenah..hidup luar jawa,jangan mau dirampas lagi,jangan mau lagi disalahkan pembangunan tidak jalan karena diri kita sendiri yang tidak mau maju,itu cuma akal-akalan para maling kekayaan luar Jawa,anak-anak kita jauh2 keJawa cuma untuk sekolah?salah siapa?salah pemerintah yang memang tidak memperhatikan pendidikan bagi rakyat luar Jawa..sadarlah luar jawa,bersatulah,jangan biarkan para maling itu menjarah tanah kita lagi,jangan biarkan mereka tidak menghargai jasa para pahlawan dari luar Jawa lagi..ini Indonesia kita..bukan cuma Indonesia Jawa

rilham2new
October 19th, 2008, 06:53 AM
^^ Aku kira aku loh yang paling vokal di SSC ini protes soal ini :p ....


Gini ya ... Yang SUmatra butuhkan itu bukan Highway yang all-interconnected dari utara ampe ke selatan .... Tapi lebih kepada highway yang interconnected dari Pesisir Barat sampe ke Timur .... Dan juga dari kawasan pedalaman ke tepian laut (dengan pelabuhan samudra nya) ... Supaya, sumatra gak jadi penonton doank dengan ramenya lalu lintas perdagangan di Selat Malaka.

Heran ya,, di Indonesia pelabuhan yang sibuk justru ada di Tanjung Priok, padahal jalur pelayaran tersibuk ada di Selat Melaka dan sekitar nya. TApi, lihat aja sampe hari ini gak ada satu kota besar dan skala pelabuhan internasional yang bener2 dibangun di Selat Malaka. Ada, memang di Batu Ampar, Batam. Tapi itu sih cuman peti kemas kegiatan industri sendiri (dan cuman menyuap dan menampung potensi cipratan dari Singapura dan Tanjung Pelepas di Johor doank)..

Coba aja cari Kota Besar di Psisir timur SUmatra yang bener2 menghadap laut ,, GAK ADA ... YA, GAK ADA ...!!! beTUl, sekali saudara2 gak ada satupun kota di Pesisir Timur SUmatra yang jadi kota pelabuhan besar, kecuali Belawan di Medan.

Di Riau lebih na'as lagi, rata2 kapal besar itu terpaksa berlayar ratusan kilometer ke pedalaman melintasi sungai2 untuk kegiatan bongkar muat. Sampe sungainya rusak parah tuh dinding2nya.

Abis gimana, gak ada highway yang memadai sih .... :tongue2:

At the certain extend, mungkin yang cocok dibangun itu Banda Aceh - Medan - Pekanbaru - Bukittinggi - Padang.

Kemudian di sisi selatan, bangun deh Palembang - Bengkulu - Lampung. Kalau NETWORK di dalam kawasan dah bagus, baru deh pikirin gimana bangun yang inter-network....

Peterongan
October 19th, 2008, 08:33 AM
- EDITED -

=NaNdA=
October 19th, 2008, 01:26 PM
ini bener2 bakal dibangun apa cuma konsep / pandangan orang aja..?

DJ_Archuleta
October 19th, 2008, 03:35 PM
^^ lihat artikel dibawah ini

Menanti hitungan ekonomis megaproyek tol Sumatra
oleh : Master Sihotang

Setelah melaksanakan seminar Sumatra Highway Sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Medan dalam rangka memperingati ulang tahun Fakultas Ekonomi Universitas Sumatra Utara (USU) yang ke-44, sejumlah ekonom dari berbagai universitas negeri di Sumatra mendesak pemerintah mengeluarkan inpres pembangunan jalan tol Sumatra.

Desakan tersebut bukan untuk mencampuri urusan politik apalagi menekan pemerintah untuk mewujudkan pembangunan jalan tol tersebut, namun sebagai salah satu cara untuk ikut membantu pemerintah secara proaktif dalam merealisasikan pembangunan yang mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Ekonom dari USU, Univesitas Andalas (Padang), Universitas Jambi, Universitas Riau, Universitas Sriwijaya (Palembang), dan Universitas Syahkuala (Banda Aceh) berkumpul di Medan untuk membahas urgensi pembangunan jalan tol Sumatra. Mereka membeberkan potensi dan masalah di daerah masing-masing dengan kajian ilmiah.

Salah satu kesepakatan yang ditelurkan bersama Lira Institute, salah satu lembaga swadaya masyarakat, adalah mendesak pemerintah mengeluarkan inpres pembangunan Trans Sumatra Highway atau jalan bebas hambatan dari Nanggroe Aceh Darussalam hingga Lampung.

Pertanyaan yang muncul dari sejumlah kalangan adalah: apakah proyek sudah mendesak untuk direalisasikan dan dari mana dana untuk mewujudkan tol sepanjang 2.200 km itu.

Bukankah jalan lintas Sumatra (jalur timur, tangah, dan barat) yang selama ini dibangun pemerintah tak dapat dipelihara karena minimnya anggaran untuk memperbaiki kerusakan jalan kebanggaan penduduk Pulau Andalas yang berjumlah 57 juta jiwa?

Ataukah rencana tersebut dikeluarkan oleh ekonom dari beberapa universitas negeri di Sumatra sekadar berwacana agar terlihat ikut berpartisipasi untuk membangun negara ini.

Dekan Fakultas Ekonomi USU Jhon Tafbu Ritonga mengungkapkan desakan ekonom agar megaproyek itu diwujudkan adalah sebagai modal percepatan pembangunan.

Indikasi awal jalan tol Trans Sumatra (km)

No Nama ruas Operasi Rencana Indikasi awal
1. Bakauheni-Kalianda-Bandar Lampung-Terbanggi Besar - 150 -
2. Tebanggi Besar-Menggala-Pematang Panggang (Sumsel) - - 100
3. Pematang Panggang-Kayu Agung-SP Indralaya - - 110
4. SP Indralaya-Palembang - 22 -
5. Palembang-Betung-Tempino-Jambi - - 230
6. Jambi-Rengat - - 190
7. Rengat-Pekan Baru - - 165
8. Pekan Baru-Kandis-Duri-Dumai - 90 -
9. Dumai-SP Bagan Siapi-Api-SP Sigambal-Rantau Prapat - - 180
10. Rantu Prapat-Kisaran - - 100
11. Kisaran-Tebing Tinggi - - 68
12. Medan-Kuala Namu-T. Tinggi - 60 -
13. Belawan-Medan-TJ Morawa 33,7 - -
14. Medan-Binjai - 15,8 -
15. Binjai-Langsa - - 115
16. Langsa-Lhokseumawe - - 140
17. Lhokseumawe-Sigli - - 130
18. Sigli-Banda Aceh - - 80
19. Palembang-Muara Enim - - 115
20. Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau - - 130
21. Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu - - 100
22. Pakan Baru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukit Tinggi - - 160
23. Bukit Tinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang - - 75

Total 2.188

Sumber: Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum

"Pembangunan Trans Sumatra Highway harus diwujudkan dalam jangka menengah untuk memacu pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.

Sejak Indonesia membangun jalan tol di Jakarta, dalam pandangannya, kebanyakan jalan bebas hambatan dibangun di Jawa. Di luar Jawa, jalan tol dijumpai hanya di Sulsel dan Sumut.

Padahal, menurut dia, ide membangun jalan tol sesungguhnya tidak hanya berpijak pada untung rugi, namun ada misi lain yang dibawa yakni mempercepat proses pembangunan satu daerah. Dengan kata lain, pembangunan jalan tol diharapkan mampu memacu pertumbuhan secara nasional, bukan hanya meningkatkan perekonomian daerah tertentu.

Pandangan seperti itu, lanjutnya, membuat sejumlah ekonom di Sumatra meminta kepada pemerintah agar mau memikirkan pembangunan jalan bebas hambatan di Sumatra.

Menurut dia, ekonom yang mendesak pemerintah mengeluarkan Inpres Pembangunan Trans Sumatra Highway adalah Dekan Fakultas Ekonomi (FE) Unsyiah, Dekan FE Unand, Pembantu Dekan III FE Unja, Dekan FE Riau, dan Dekan FE Unsri, Dekan FE USU, ditambah satu guru besar FE USU Bachtiar Hassan Miraza.

Ekonom dari berbagai universitas negeri di Sumatra itu, sudah membuat pernyataan bersama di Medan yang selanjutnya diteruskan kepada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta lewat Lira Institute.

"Kami siap memberi sumbangan pemikiran guna percepatan pembangunan nasional," tutur Dekan Fakultas Ekonomi Univ. Riau Yohanas Oemar.

Selain itu, lanjutnya, para ekonom itu akan ikut membantu pemerintah secara proaktif dalam merealisasi pembangunan Trans Sumatra Highway.


Mesin pertumbuhan

Oemar memperkirakan pembangunan jalan tol trans Sumatra bakal mampu menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional, karena menimbulkan efek ganda yang besar bagi pembangunan nasional.

Pemerintah, tampaknya sudah memulai rencana tersebut dengan menenderkan ruas tol Medan-Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 60 km yang direncanakan dimulai pada 2007 dan selesai 2009.

Demikian juga ruas tol Medan-Binjai sepanjang 15,8 km sudah ditenderkan, walau belum ada peminatnya. Sedangkan ruas tol Pekanbaru-Kandis sepanjang 40 km juga sudah masuk dalam tender batch II. Bakauheni-Bandar Lampung (Tegineneng-Babatan) sepanjang 51 km juga sudah mulai direncanakan untuk ditender.

Tender investor batch III yang sedang berjalan adalah ruas tol Palembang-Indralaya sepanjang 24,5 km dan Kandis-Dumai 50 km juga masuk dalam sesi ketiga.

Tender investasi batch III rencananya dimulai pada 2008 dan selesai dikerjakan pada 2010.

Melihat perkembangan tersebut, kalau ruas-ruas tol di Sumatra yang memiliki prospek bagus diminati para investor, maka ruas-ruas tol yang tidak diminati investor swasta diambilalih oleh pemerintah, sehingga ruas-ruas tol yang dibangun dapat terkoneksi dengan baik.

Kendala dana

Untuk mewujudkan rencana besar tersebut, tampaknya butuh dana dan waktu yang lama. Selain panjang rencana jalan bebas hambatan hampir 2.200 km, ternyata hambatan utama adalah soal sumber dana proyek yang tidak dapat mengandalkan dana dari pemerintah.

Sebagaimana diungkapkan oleh Direktur Pengembangan dan Niaga PT Jasa Marga Frans S. Sunito dalam seminar Sumatra Highway tersebut, untuk mewujudkan pembangunan tol Sumatra membutuhkan dana sedikitnya Rp90 triliun.

Kalau hanya mengandalkan APBN, pemerintah tak akan mampu mewujudkan meghaproyek itu. Namun, lanjutnya, pembangunan jalan tol trans Sumatra itu bisa saja memadukan sumber pembiayaan yang berasal dari investor dan pemerintah.

Ruas yang sudah dilalui kendaraan yang ramai diserahkan kepada investor swasta, sedangkan ruas yang belum ekonomis dan kurang menguntungkan didanai oleh pemerintah lewat APBN atau pemerintah daerah dengan menerbitkan surat utang daerah untuk ikut berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan jalan bebas hambatan tersebut.

Di China, menurut dia, seluruh pembiayaan jalan tol berasal dari pemerintah, pengelolanya hanya mengoperasikan. Pemasukan dari pas masuk dijadikan sebagai biaya operasional dan gaji karyawan. Dengan cara itu, negara yang memulai pembangunan jalan tol sekitar 1980-an itu, sudah membangun 40.000 km jalan tol dengan pembangunan per tahun rata-rata 3.000 km.

Di Indonesia, biaya pembangunan jalan tol ditanggung oleh investor dan sebagian oleh pemerintah lewat BUMN PT Jasa Marga. Karena itu, peningkatan jalan tol di Indonesia relatif lamban walau pembangunannya dimulai pada 1970-an.

Dengan menggandeng swasta, semoga saja megaproyek itu segera terwujud. Asalkan hitungan kelayakan ekonomi tetap menjadi alasan utamanya, tak ada alasan kuat untuk menolak kehadiran megaproyek tersebut. Jadi, mari kita menanti hitungan ekonomis megaproyek tersebut.

AceN
October 19th, 2008, 10:17 PM
^^ dananya emang gede, USD 9 Bill...tapi kalo mo berpikir lebih jauh ke depan, manfaatnya bisa berpuluh-puluh kali lipat dari investasi awalnya.

The reason why India grows slower than China is because China spend more on infrastructure than India does.

ace4
October 20th, 2008, 07:48 AM
^^
yap...:yes:

di India katanya kalo ada pembangunan infrastruktur yang melibatkan lebih dari dua negara bagian pastinya itu pemerintah negara bagian selalu berantem...:nuts:

kalo China mah infrastruktur terus berkembang tanpa ada akhir gitu...:eek:

hellothere123
October 20th, 2008, 10:00 AM
edited..

Balaputradewa
October 20th, 2008, 10:09 AM
Yah.. jalintim n jalinbar aja masih termehek-temehek:ohno:

peseg5
October 20th, 2008, 10:19 AM
^^
yap...:yes:

di India katanya kalo ada pembangunan infrastruktur yang melibatkan lebih dari dua negara bagian pastinya itu pemerintah negara bagian selalu berantem...:nuts:

kalo China mah infrastruktur terus berkembang tanpa ada akhir gitu...:eek:

Kalau mau kayak China, harus pakai cara pikir Orde Baru dalam hal pembebasan lahan. Dalihnya harus selalu "kepentingan rakyat", jadi pemilik lahan dipastikan menerima besaran ganti rugi sebesar apapun (mau itu dianggap cukup atau kurang).

Disini constrain utamanya ya itu lahan. Sejak era reformasi, pembebasan lahan dalam rangka proyek publik sudah tidak bisa semudah jaman dulu. Kalau dulu bisa (terpaksa) dibeli dengan harga murah dan harus mau, sekarang harus dibeli dengan patokan harga pasar (minimal NJOP) dan harus sepakat antara si pemilik tanah dan investor (swasta/negara).

Alhasil, proyek infrastruktur publik, membutuhkan kesabaran yang luar biasa dalam hal pembebasan lahan. Kecual disediakan pagu anggaran tanah yg tidak terbatas.

hellothere123
October 20th, 2008, 10:34 AM
jangan kan buat jalan trans sumatera, pas hari raya maren aj, jalinsum bolong2.

bajing loncat ny jg banyak.. :bash:

"negara China yang memulai pembangunan jalan tol sekitar 1980-an itu, sudah membangun 40.000 km jalan tol dengan pembangunan per tahun rata-rata 3.000 km."

versus

"Di Indonesia, biaya pembangunan jalan tol ditanggung oleh investor dan sebagian oleh pemerintah lewat BUMN PT Jasa Marga. Karena itu, peningkatan jalan tol di Indonesia relatif lamban walau pembangunannya dimulai pada 1970-an."

bandingin aja.. :doh::doh: swt..

AceN
October 20th, 2008, 10:37 AM
kalo diliet, pembangunan trans sumatera masi angan2 deh..

Jalan Tol Trans-Sumatera

Sumatera adalah pulau yang memiliki potensi pengembangan kedua terbesar setelah Jawa. Pemerintah walau sedang menghadapi krisis berkepanjangan namun juga mengalokasikan dana buat pembangunan jalan tol di Sumatera.

Namun juga oleh karena kekurangan dana tersebut maka dalam periode tahun 2005-2010, Sumatera hanya kebagian 2 ruas jalan tol yaitu Jalan Tol Medan-Binjai (20,5 km) dan Jalan Tol Palembang-Indralaya (24,5 km). Padahal total panjang jalan tol yang direncanakan dibangun di seluruh Indonesia pada periode 5 tahun tersebut sejumlah total 1640 km.

overall length 1640 km, dan yg tercapai baru 45km :nuts::bash::bash::wallbash::wallbash: dan rencananya diselesaikan dalam periode 5 tahun..
yg bener aja :rant: :weird:

quote dari wikipedia.

Duhh.......wikipedia lagii...sini, kasi linknya. Biar ponakan g kelas 3 SD yangg edit. Baca donk disclaimernya

hellothere123
October 20th, 2008, 10:37 AM
^^
kalo negara China per tahun ny bisa bangun 3000 km jalan tol, berarti china

cuma butuh 1 tahun (ga perlu 5 tahun) buat bangun jalan trans sumatera highway!

panjang trans sumatera sekitar +/- 2000km

:)

fajarmuhasan
October 20th, 2008, 11:27 AM
Yang jelas China pengin cepet cepet disebut jadi negara maju, makanya gencar sekali membangun. Hasilnya kita bisa lihat kemarin olimpiade sangat sukses. Bisa bandingkan dg PON Kaltim, sampai hari H, fasilitas PON belum selesai.
Dengan adanya ini tentu kurang pas membandingkan pembangunan utamanya jalan tol di china dan di indonesia apalgi jalan tol sumatra.
Jalan tol sumatra sangat bagus untuk dibangun tapi dengan syarat pembangunannya bener bener bertujuan untuk kemajuan Sumatra bukan kepentingan bisnis (uang). Krn jika untuk kemajuan sumtra tentu tak akan memikirkan untung rugi jangka pendek tapi berpikiran jauh kedepan......

rilham2new
October 20th, 2008, 01:20 PM
^^ potensi sumatra sama baiknya dengan pulau jawa.., cuma lebih unggul dari segi posisi gegrafis di perlintangan lalu lintas perdagangan dunia..., sumatra atau indonesia memegang perdagangan dunia..., tapi sayangnya jawa memegang kekuasan di indonesia..., politik selalu penuh intrik dan lika liku..., yang memegang kekuasaan di indonesia.., dialah yang menentukan masa depan negara ini walaupun orang lain ga suka..., salah atau bener.., kalah atau menang.., pada akhirnya yang memegang tongkat komando lah yang menentukan hajat hidup anda dan orang lainnya...,

MEMANG SAKIT.., TAPI ITULAH REALITA YANG TERJADI..., WALAUPUN KEBIJAKAN YANG AKAN DI TEMPUH KURANG SESUAI MENURUT ORANG LAIN TAPI PENGUASA NAIK TAHTA MELALUI HUKUM NEGARA YANG SAH....,

MENURUTKU KUNCINYA PENDIDIKAN...,

jika ingin ada perubahan yang nyata.., masuklah ke dalam.., masuklah ke tataran penentu kebijakan.., bersainglah dengan penduduk lainnya di jawa yaitu tempat berkumpulnya kekuasaan , baik orang jawa, sunda, batak, padang, bugis, melayu dll..., dan tidak akan kita bisa lewati tanpa strategi dan kompetensi yang jitu.., makanya pendidikan adalah kuncinya...,

NO OFENSSE..

:cheers:

Out of context.

Tataran penentu kebijakan itu ada kok, kita melihat contoh dan bukti nyata dengan banyaknya putra daerah yang masuk ke pusat. Maka daerah itu akan dibangun dengan sendirinya. Sebenernya gak masalah .... Tapi, kalau sudah terlalu berlebihan dan timpang itu yang jadi masalah.

INI KUNCI YANG BENAR:
PENDIDIKAN adalah LADANG SUBSIDI NEGARA .... BOHONG BESAR, KALAU HAL INI TIDAK BENAR. BISA DIHITUNG KOK ANGGARAN PENDIDIKAN TINGGI NEGARA INI LARINYA KE UNIVERSITAS ELITE YANG ADA DI "SUATU" BAGIAN DI INDONESIA. Ketika, Universitas(yangseharusnya tahu subsidi mereka berasal dari mana) dan ketimpangan itu dibiarkan. Demi Tuhan, itu namanya kualat. ....

Jika ingin perubahan nyata, mari kita lihat "mereka" tanpa subsidi, kembalikan semua seperti sediakala dan "keadilan" yang sesungguhnya. Apa ada kawasan di Indonesia hari ini yang bener2 maju karena USAHA DAN DARAH mereka sendiri ???? Gak ada,, rata2 pusat ekonomi hari ini adalah pusat ekonomi terprogram dan terkoordinir di masa lalu. Batam hari ini maju karena diberi kemudahan. Surabaya maju, karena industri nasional diarahkan ke sana. Medan maju karena ekonomi SUmatra diputar ke sana. Makassar maju karena ekonomi Indonesia Timur diputar ke sana. Kalau cuman ekonomi sih ya gak terlalu penting2 amatlah. Tapi setidaknya standar pendidikan (yang sebenernya LADANG SUBSIDI), kesehatan, dan infrastruktur JANGAN SAMPAI terkotak-kotak seperti itu .... Dan itu lah yang terjadi di masa lalu. Ketika ketertinggalan itu dibuat terancang sedemikian rupa, apa perubahannya juga bisa sekejap saja ..... Mustahil, sangat mustahil. Butuh waktu ...... Ditambah fakta lain Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Bagaimana mungkin mendapatkan hasil yang singkat ketika KITA TAHU SAMA TAHU kalau pendidikan di "daerah" baru bener2 terperhatikan di era OTDA belakangan ini. Lalu lantas selama menunggu hasilnya. Layakkah kita berpangku tangan ???? Kayaknya gak relevan deh ...

Kalau Jakarta wahh jangan ditanya deh ...... AKu aja yang lahir di Jakarta, sekolah di Jakarta, tinggal di Jakarta, aja hatinya aja bisa tersentuh masalah yang ginian ...... Kalau dibiarkan nanti jadi pembenaran, malu kita sama cara Malaysia memperlakukan Sabah dan Sarawak yang kaya SDA nya .....


JANGAN HIGHLIGHT TULISAN DI BAWAH, KALAU KALIAN BENCI KENYATAAN ....

Tahun 1980-an adalah masa yang bersejarah bagi Riau, karena seorang Gubernur yang asli daerah Riau (dan sebenarnya cukup kompeten), berhasil menang melalui pemilihan di DPRD. Tapi, apa yang terjadi ..... Sebuah legitimasi primordial bernama "PUSAT" dengan serta merta MENCORET calon (yang sudah menang tadi). Dan diganti dengan calon gubernur pilihan mereka (pusat), YANG BUKAN ORANG RIAU. Hal ini jamak kok terjadi di mana2 Indonesia (di luar Jawa).... Cuman gak pernah kesentuh berita, lucunya aku gak melihat nya sebagai kesalahan sistem pendidikan, lha wong mereka (para putra daerah) juga produk pendidikan Jawa. Akibat kejadian itu, banyak cendekiawan Riau angkat kaki dari kepejabatan daerah dan pergi ke Jakarta... Karena sakit hati, dan bahkan setelah era OTDA mereka masih gak mau juga balik ke daerah. Dan itulah banyak orang Riau yang di Jakarta, kalau lebaran gak mau balik ke daerah soalnya ... keluarga mereka lebih banyak di Jakarta. Itu akibat eksodus 1980-an itu. Dan kebanyakan dari mereka TIDAK MISKIN DAN MERANA DI JAKARTA INI,..
= END OUT OF CONTEXT =

NO REPLY ..

rilham2new
October 20th, 2008, 01:41 PM
Indikasi awal jalan tol Trans Sumatra (km)

No Nama ruas Operasi Rencana Indikasi awal
1. Bakauheni-Kalianda-Bandar Lampung-Terbanggi Besar - 150 -
2. Tebanggi Besar-Menggala-Pematang Panggang (Sumsel) - - 100
3. Pematang Panggang-Kayu Agung-SP Indralaya - - 110
4. SP Indralaya-Palembang - 22 -
5. Palembang-Betung-Tempino-Jambi - - 230
6. Jambi-Rengat - - 190
7. Rengat-Pekan Baru - - 165
8. Pekan Baru-Kandis-Duri-Dumai - 90 -
9. Dumai-SP Bagan Siapi-Api-SP Sigambal-Rantau Prapat - - 180
10. Rantu Prapat-Kisaran - - 100
11. Kisaran-Tebing Tinggi - - 68
12. Medan-Kuala Namu-T. Tinggi - 60 -
13. Belawan-Medan-TJ Morawa 33,7 - -
14. Medan-Binjai - 15,8 -
15. Binjai-Langsa - - 115
16. Langsa-Lhokseumawe - - 140
17. Lhokseumawe-Sigli - - 130
18. Sigli-Banda Aceh - - 80
19. Palembang-Muara Enim - - 115
20. Muara Enim-Lahat-Lubuk Linggau - - 130
21. Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu - - 100
22. Pakan Baru-Bangkinang-Payakumbuh-Bukit Tinggi - - 160
23. Bukit Tinggi-Padang Panjang-Lubuk Alung-Padang - - 75

Total 2.188

Sumber: Dirjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum


Mari aku LIST DOWN jalan raya yang kira2 memang butuh jalan tol menurutku ...

Nah yang aku BOLD itu yang menurut aku sangat diperlukan dalam jangka pendek ..... Lain dari itu mungkin penting, tapi jangka panjang ....

Sementara untuk JAMBI aku harapkan punya Jalan Tol Ke kota KUALA TUNGKAL, dan Kuala Tungkal mesti dibuka jadi kota Pelabuhan Internasional supaya Jambi semakin berkembang ....

rilham2new
October 20th, 2008, 01:56 PM
^^ dananya emang gede, USD 9 Bill...tapi kalo mo berpikir lebih jauh ke depan, manfaatnya bisa berpuluh-puluh kali lipat dari investasi awalnya.

The reason why India grows slower than China is because China spend more on infrastructure than India does.

ANd dont even try to say ... jangan2 kita spend lower than India does ... :|

DJ_Archuleta
October 20th, 2008, 03:17 PM
ANd dont even try to say ... jangan2 kita spend lower than India does ... :|

Well, india has a little more budget to be spent but their population is also five times bigger than us but still we are far more developed compare to them :)

hellothere123
October 20th, 2008, 04:10 PM
Mari aku LIST DOWN jalan raya yang kira2 memang butuh jalan tol menurutku ...

Nah yang aku BOLD itu yang menurut aku sangat diperlukan dalam jangka pendek ..... Lain dari itu mungkin penting, tapi jangka panjang ....

Sementara untuk JAMBI aku harapkan punya Jalan Tol Ke kota KUALA TUNGKAL, dan Kuala Tungkal mesti dibuka jadi kota Pelabuhan Internasional supaya Jambi semakin berkembang ....

iya..
sebenarnya jambi punya 2 pelabuhan yg selama ini dipakai buat ekspor-impor.

pelabuhan kuala tungkal dan pelabuhan muara sabak.

2 pelabuhan itu sangat teramat penting.

dulu sebelum dibuka penerbangan DJB-BTM, yg mau bepergian k batam ato singapore harus melewati pelabuhan kuala tungkal. dan itu memakan waktu 4 jam ferry, 2 jam perjalanan darat dari kota jambi k pelabuhan kuala tungkal.. (kalo dibayangin, uda kaya kembali k zaman batu aja, kemana2 serba repot :ohno:.. masi inget waktu kecil, naik kapal sabang marindo ato marina)

tapi untung lah skarang, uda bnyak maskapai yg melayani rute DJB-BTM spt mandala airlines, kartika airline, riau airline, malah sempet merpati nusantara lagi :)

dulu merpati pake 737-400 kalo ga salah buat DJB-SIN.. harganya 70 USD.
dulu kelietannya pesawat 737-400 ini gede banget, soalnya bandara jambi dulu hanya melayani 737-300 paling gede :lol: sekarang uda seri 400 pun uda bisa mendarat aman :banana: setelah diperpanjang mjdi 2220m.

back to topic..

kalo muara sabak, pemkot memang sudah membangun jembatan dan jalan aspal menuju pelabuhan muara sabak.. bbrp wktu lalu uda diresmikan presiden SBY. disamping itu juga mau dibangun JAIP disamping pelabuhan international tsb. jadi ntar semua pabrik karet, kelapa sawit, dll ditaruh d 1 kompleks tsb. gw uda perna liet design ny, lumayan bagus utk sebuah kompleks terpadu.

begitu juga dengan jembatan batanghari 2 yg progress ny uda 90% lebih yg dibangun khusus mempersingkat jarak tempuh k pelabuhan muara sabak.. estimated selesai bulan awal taun 2009..

jadi ya, jalan tol d jambi memang sangat dimimpi-mimpikan.

hellothere123
October 20th, 2008, 04:37 PM
^^ btw, bro rilham perna k kota kuala tungkal? :)

kelietannya concern banget sama ni kota.. :):)

rilham2new
October 20th, 2008, 04:51 PM
Gak kok :p... Cuman aku percaya, kalau provinsi di SUmatra mau maju ... Harus punya pelabuhan atau setidaknya 1 kota berbasiskan Pelabuhan Samudra..

Dan untuk Jambi, kandidat paling sesuai ya di Kuala Tungkal, masa' bangunnya di Sungai Penuh :tongue2:

hellothere123
October 20th, 2008, 08:04 PM
:lol::lol:

nama pelabuhan muara sabak itu sendiri sebnarnya pelabuhan samudera muara sabak

setau gw, dulu pas pas bu mega masi menjabat sbg presiden, bu mega perna k pelabuhan tsb buat meresmikan peng-upgrade-an ni pelabuhan menjadi pelabuhan kontainer international. :)

kalo pelabuhan bener2 dijadiin pelabuhan kontainer international (kapal2 besar bisa bersandar), terus kuala tungkal dijadiin pelabuhan feri international (kaya harbor front ny sg), wah Jambi bisa mantap.. :banana:

rilham2new
October 21st, 2008, 12:46 AM
^^ Muara Sabak itu statusnya kota apa ??? Kecamatan atau ibukota Kabupaten ???

Soalnya kalau di Jambi, kota pelabuhan yang kedengeran setahu aku Kuala Tungkal ... :p~

hellothere123
October 21st, 2008, 05:39 AM
^^ status ny sebuah kecamatan d tanjung jabung timur provinsi jambi..

hellothere123
October 22nd, 2008, 06:17 PM
Jambi Bakal Jadi Kekuatan Ekonomi Baru di Sumatera

Singapura - Pelatihan investasi yang diberikan kepada staf pemerintah daerah se-provinsi Jambi diharapkan mampu meningkatkan investasi ke Provinsi Jambi dan pada akhirnya dapat lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah. Hal itu disampaikan Koh Tin Fook, Director Technical Cooperation Ministry of Foreign Affairs Singapore pada penutupan Training Investment Management and Promotion pada Rabu ( 22/10/2008 ) di Civil Service College.

Sebelum acara penutupan, para peserta training yang terbagi dalam empat kelompok harus mempresentasikan komoditi unggulan Jambi, yaitu karet (rubber), sawit (oil palm), kayu (wood) dan perikanan (fishery) dalam upaya untuk menarik investor asing ke Provinsi Jambi. Presentasi selama 20 menit untuk setiap komoditi unggulan tersebut merupakan puncak dari training selama 7 hari tersebut dan memiliki nilai lebih karena disampaikan dalam bahasa Inggris dan menguraikan potensi serta policy yang akan dilakukan oleh Pemda Provinsi Jambi untuk menarik penanam modal asing. Sayangnya, tidak seorangpun pejabat Pemda Provinsi Jambi yang datang dan mendengarkan presentasi tersebut

Mengomentari presentasi dari peserta training, Mr. Leon Khor, Associate Trainer of Civil Service College menyarankan Pemda Provinsi Jambi untuk membangun sebuah perusahaan daerah yang dikelola secara professional. Di banyak negara, keberadaan perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah ternyata bisa menjadi faktor penarik masuknya investor. Banyak investor asing yang lebih nyaman bekerjasama dengan perusahaan milik pemerintah. Leon yang juga seorang bisnisman ini menambahkan perlunya penguatan fungsi dan peranan BPMPD untuk menjaring investor dengan menempatkan staf ahli yang memahami betul tentang komoditi unggulan Provinsi Jambi.

Salah seorang peserta, Suhendri S.H. M.Si mengharapkan beberapa point yang dipresentasikan oleh peserta dapat diterapkan segera di Jambi, misalnya tentang pentingnya pelayanan satu pintu dalam hal perizinan bagi investor (one stop service) serta pemberian insentif bagi investor asing yang masuk sebagai penjabaran PP No. 45/2008. Sampai saat ini, belum ada peraturan Pemda Provinsi Jambi yang menetapkan insentif apa yang dapat diberikan untuk investor asing. “Harus ada tindak lanjut. Singapura memberi kita ilmu berharga untuk menarik investor, Jambi harus menerapkannya agar dapat menjadi kekuatan ekonomi baru di Sumatra ” ucapnya.

Secara keseluruhan, peserta training menghargai grant pelatihan yang diberikan oleh Pemerintah Singapura ini. “Namun kita mengharapkan agar semua pelatihan ke luar negeri untuk diorganisir lebih baik lagi. Jangan sampai informasi yang kita terima sebelum berangkat berbeda dengan kenyataan yang kita dapatkan di sini. Hal ini bisa menimbulkan masalah yang cukup mengganggu,” ungkap Yenni Marzulita SIP. M.Si , salah seorang peserta yang berdinas di BAPPEDA Provinsi Jambi.

Pada penutupan pelatihan tersebut, Kepala BPMPD Provinsi Jambi, Dr. Syafri menyerahkan cendera mata khas Jambi untuk Koh Tin Fook sebagai tanda persahabatan kedua wilayah.

(Laporan Kontributor Infojambi Ir. Asnelly Ridha Daulay, M. Nat Res Ecs dari Singapura)

=NaNdA=
October 23rd, 2008, 03:58 AM
hehe..di tahun 2009 nanti yang ditender baru jalan tol ini di Sumatra.. :D

http://img47.imageshack.us/img47/6565/imagerg0.jpg

baru yang Babatan - Tegineneng..:)

ada rencana rel keretanya juga..:cheers:

DJ_Archuleta
October 23rd, 2008, 05:11 PM
^^ Good News banget buat provinsi di Sumatera.. Moga provinsi yg lainnya bisa membuat tol dan kereta api yg seperti di Lampung :)
itu 3 jalur udah di approve atau masih proposed?

hellothere123
October 23rd, 2008, 06:06 PM
untuk proyek jalur kereta api, Jambi akan menyusul.

proyek kereta api pengangkut batu bara.

DJ_Archuleta
October 23rd, 2008, 07:16 PM
^^ hebat juga nih jambi, semakin banyak infrastruktur maka suatu daerah akan jadi semakin maju :cheers:

DJ_Archuleta
October 23rd, 2008, 07:40 PM
Sebentar lagi akan dibangun Central Business Distrik yg paling megah di Indonesia tepatnya di pulau Bintan, Kepulauan Riau, Sumatera.

Investor Akan Segera Bangun Central Business Distrik

Masih Tunggu Izin Prinsip

Pihak investor terus menunggu turunnya izin prinsip proses pelepasan kawasan hutan lindung ibukota Bintan di Desa Bintan Buyu. Izin prinsip akan menjadi acuan investor untuk mengganti rugi lahan masyarakat yang akan dikembangkan menjadi kawasan ekonomi, atau central bussines distrik (CDB).

”Sebelum proses foto satelit dan pengukuran lahan, kita lagi menunggu turunnya izin prinsip dari Menteri Kehutanan (Menhut). Setelah turun, baru kita bisa berikan kepada investor untuk melakukan pembebasan lahan warga. Setelah itu CDB baru dapat dibangun,” ujar Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintahan, Yuda Inangsa kemarin.

Para investor yang membentuk sebuah konsorsium itu tidak terpengaruh dengan kasus penyuapan antara Sekda Bintan Azirwan dengan anggota Komisi IV DPR RI Al Amin Nasution.

Dan menurut Yuda, para investor rencananya akan menggunakan lahan sekitar 6.000 hektar dari total sekitar 7.300 hektar lahan ibukota. ”Dari 6.000 hektar, mereka hanya membangun 40 persen saja. Selebihnya 60 persen merupakan kawasan hijau,” papar Yuda.

Pemkab mengharapkan, CBD segera dibangun agar kawasan ibukota menjadi kawasan ekonomi baru, sehingga ada keseimbangan pembangunan. Kawasan ibukota letaknya strategis berada di tepi laut.

Kendati begitu, kawasan tersebut tidak pernah tersentuh pembangunan akibat daerahnya merupakan hutan lindung yang ditetapkan sepihak pemerintah orde lama, karena alasan rencana ekspor air ke Singapura. Kendati rencana itu akhirnya gagal, status hutan lindung tidak dicabut kembali pemerintah.

”Kami berharap, CBD dibangun bersamaan dengan ibukota sehingga kawasan itu bisa hidup,” harap Yuda.

Hingga kini, di kawasan ibukota sudah dibangun pusat pemerintahan seperti gedung DPRD dan Bupati serta kantor Dinas PU. Rencananya, luas pusat pemerintahan memakan lahan sekitar 200 hektar. ***

rilham2new
October 24th, 2008, 02:18 AM
Kalau Riau sih gak ada pembangunan infra sejauh ini masih sebatas pengaspalan jalan ke kawasan terisolir, tahun lalu yang terbangun sampe 100-an km .... Itu gak termasuk jalan yang dibuka dan masih jalan tanah ...

40% lebih APBD Riau masih untuk infrastruktur / pembangunan kayaknya ,,,,

Kalau pembangunan jembatan terus progresif. Tahun 2007, telah siap sebuah jembatan sepanjang 1.2 km. Lebar 4 lajur, tipe Cable-stayed.

Tahun 2008 akhir ini juga akan siap dua jembatan di tempat berbeda, satu di Perawang dan Teluk Masjid... Panjang masing-masing 1 km lebih :) ....

Tahun 2009, jembatan SIak III dan Siak IV di Kota Pekanbaru akan resmi dibangun (katanya). Siak IV akan menggunakan konsep cable-stayed. Rencana awal total spannya 1 km lebih juga, tapi udah di-REDESIGN jadi cuman 400-600 meter aja .... tapi rencananya bakal dibuat SIngle-pillar cable-stayed bridge gitu :) ... Kita tunggu saja :)

Kalau untuk infrastruktur, Riau sejauh ini masih sebatas membuka kawasan terisolir, masih belum ada yang Mega-Proyek gitu, itu aja jembatan2 tersebut nilai proyeknya rata2 200 MILYAR dan semuanya dibangun pake APBD Lokal tanpa bantuan APBN secara MULTIYEARS. Jadi memang gak bisa banyak2 :) .. PON Riau 2012, juga tinggal 4 tahun lagi, jadi gak bisa main2 ngeluarin dananya :) .. Tol ??? Postpone dulu deh, kalau memang harus pake investor lokal :)

Infrastruktur lain yang akan dibangun tahun 2009 adalah Pembangkit Listrik Tenaga Uap dengan kapasitas 2x100 MW juga akan dibangun oleh investor dari QATAR. Tendernya lagi dilakukan sudah ada 3 perusahaan yang ikut :)

hellothere123
October 24th, 2008, 04:40 AM
^^ hebat juga nih jambi, semakin banyak infrastruktur maka suatu daerah akan jadi semakin maju :cheers:

rencana pembangunan jalur kereta api pengangkut batu bara tsb sebenarnya uda lama d-proposed..

terus rencana pembangunan jalur kereta api penumpang jg ada direncanain, rute ny d dalem provinsi jambi, kalo keluar dari provinsi jambi paling jambi-pekanbaru ato jambi-padang.. tapi saya merasa pesimistis dengan jalur kereta api penumpang ini..

kalo pengangkut batu bara, baru optimis :)

=NaNdA=
October 24th, 2008, 11:52 AM
^^ Good News banget buat provinsi di Sumatera.. Moga provinsi yg lainnya bisa membuat tol dan kereta api yg seperti di Lampung :)
itu 3 jalur udah di approve atau masih proposed?

approved :D

tapi kan ada priority nya.. :)

DJ_Archuleta
October 24th, 2008, 12:00 PM
rencana pembangunan jalur kereta api pengangkut batu bara tsb sebenarnya uda lama d-proposed..

terus rencana pembangunan jalur kereta api penumpang jg ada direncanain, rute ny d dalem provinsi jambi, kalo keluar dari provinsi jambi paling jambi-pekanbaru ato jambi-padang.. tapi saya merasa pesimistis dengan jalur kereta api penumpang ini..

kalo pengangkut batu bara, baru optimis :)

yah mudah2an aja yg jalur kereta penumpang juga bakal dibuat, tapi klo yg pengangkut batu bara udah pasti jadi khan? :)

DJ_Archuleta
October 24th, 2008, 12:02 PM
approved :D

tapi kan ada priority nya.. :)


walaupun ada priority tapi kalau 3 jalur itu approved, udah pasti akan dibangun kan...

hellothere123
October 24th, 2008, 01:06 PM
yah mudah2an aja yg jalur kereta penumpang juga bakal dibuat, tapi klo yg pengangkut batu bara udah pasti jadi khan? :)

iya.. lagi dibuat. (katanya sih)

DJ_Archuleta
October 27th, 2008, 04:31 PM
IRN to build Rp3t Sumatra railway, roads


PT Inti Rajawali Nusantara (IRN) plans to build roads and railways in Bengkulu and South Sumatra provinces at a cost of around Rp 3 trillion (US$300 million).

The projects will connect Muaraenim in South Sumatra and Linau Bintuhan in Bengkulu. The roads and the railway will pass through Ogan Komering Ulu and Ogan Komering Ulu Selatan in South Sumatra, IRN president director Hakman Novi said recently.

The company is developing transportation infrastructure to facilitate the conveyance of its mining and plantation products such as coal and crude palm oil.

Currently, IRN depends on the railway from Tanjung Enim, Muaraenim regency, for transporting the company's products to Palembang or Lampung.

The new roads and railway will shorten the distance for transporting coal from the South Sumatran cities to the three major seaports, Tanjung Enim and Tanjung Api-Api in South Sumatra, and Tanjung Karang in Lampung.

Once the new roads have been developed, the distance by road between Tanjung Enim to Linau Bintuahan will only be 150 kilometers.

In the long-term, the company also plans to develop the seaport of Linau into an international class gateway to the provinces of Bengkulu and South Sumatra.

"This will attract more investors and create jobs while at the same time offering safe, efficient, and competitive transportation, which will facilitate the development of the industries of the two regions," he said.

The planned Rp 3 trillion investment would be spent during the next 3 to 5 years, he said.

"Every legal requirement will be met, including the permit from the Forestry Ministry because the project will pass through the Bukit Raja Mandara protected forest," he said.

"The land compensation for the people of the affected areas will be paid wholly by the company," he said. "No government funds are being used for this project."

Ogan Komering Ulu regent Yuli Nawawi said that he appreciated the projects planned by IRN.

He emphasized that central and provincial governments would ensure that the company used only the areas designated in their surveys for the purposes already stipulated.

He added that the projects, for which all permits must be properly issued, would speed up the development of the region.

paradyto
October 27th, 2008, 05:36 PM
Thanx beritanya, tak masukin ke sumsel juga neh.... :okay:

yudz83
October 28th, 2008, 08:44 AM
Korea Danai Masterplan Jalan Sumatera


JAKARTA, SELASA - Korea International Cooperation Agency (KOICA) membiayai pembuatan rencana induk atau masterplan jaringan jalan arteri Sumatera. Dana hibah yang diberikan sebesar 3 juta dollar Amerika setara Rp 33 miliar. Masterplan ini direncanakan selesai Juli 2010.

"Saya berharap tahap awal `master plan` telah ada yang selesai tahun 2009, dengan demikian dapat langsung memasuki pekerjaan fisik," kata Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum (PU), Hermanto Dardak, Selasa (28/10) di Jakarta.

Hermanto menegaskan, pengembangan jalan diprioritaskan terhadap jalan yang sudah ada (eksisting), maupun jalan yang berpotensi menggerakkan ekonomi seperti di Jalan Lintas Timur. Selama ini, Jalintim memicu pertumbuhan ekonomi di sektor sawit, minyak, dan gas.

Dikatakannya, jaringan jalan arteri tidak bisa berdiri sendiri, tetapi merupakan pusat kegiatan yang efektif dan potensial untuk mendukung infrastruktur yang sudah ada. "Jadi, sedapat mungkin jaringan jalan dihubungkan dengan sarana infrastruktur lain seperti pelabuhan. Kami akan mengevaluasi mengenai pembangunan jalan di kawasan pegunungan. Jangan sampai ternyata kawasan itu rawan longsor sehingga harus diperbaiki berkali-kali," ujar Hermanto.

Trans Sumatera terbagi dalam tiga ruas utama, yakni Jalur Lintas Timur sepanjang 2.700 km, Jalur Lintas Tengah sepanjang 2.600 km, dan Jalur Lintas Barat sepanjang 2.200 km.

paradyto
October 28th, 2008, 02:36 PM
Korea grants $3 million for road-building in Sumatra

Wed, 10/29/2008 2:13 AM | Business

The Korea International Cooperation Agency (KOICA) has awarded a grant of US$3 million to the Ministry of Public Works to establish a master plan for a network of arterial roads in Sumatra.

KOICA is a Korean government agency founded to assist socio-economic development in developing countries.

"The roads will generate economic activity and raise the competitiveness of the region by connecting ports to businesses," said Achmad Hermanto Dardak, the ministry's director general of
highways, speaking Monday on the sidelines of the first workshop for designing the master plan.

Heads of regional development planning boards from all the island's provinces attended the workshop.

The Indonesian government requested support from the Korean government to develop the master plan as a follow-up to joint task force meeting between the two governments in April 2007.

KOICA is providing the Indonesian government with technical assistance to develop the master plan on behalf of the Korean government, Hermanto said.

Technical planning experts from Korea Transport Institute and from two Korean engineering consulting companies, Sambo and Yooshin, will participate. The Indonesian government will provide administrative assistance.

The planning project is expected to be completed in two years by July 2010. The preparation phase for road building will take place between 2010 and 2014.

The construction of the Sumatra road network itself is planned in three phases of five years each, from 2015 to 2029.

Sumatra has 10 provinces: Bangka Belitung islands, Bengkulu, Jambi, Lampung, Nanggroe Aceh Darussalam, North Sumatra, Riau, Riau islands, South Sumatra and West Sumatra. (iwp)

=NaNdA=
October 29th, 2008, 09:17 AM
^^ WOW.. :cheers:

paradyto
October 29th, 2008, 04:40 PM
RI gets $3m grant for road network
The Jakarta Post , Jakarta | Wed, 10/29/2008 10:53 AM | Business

The Korea International Cooperation Agency (KOICA) has awarded a grant of US$3 million to Indonesia's Ministry of Public Works to help it establish a master plan for an arterial road network in Sumatra, including turnpikes and highways.

The development of the master plan is expected to take two years, ending in July 2010, to be followed by a road-building preparation phase to run between 2010 and 2014, said Jong-Seon Lee, KOICA's resident representative.

The construction of the Sumatra road network itself will require three phases of five years each, from 2015 to 2029.

Achmad Hermanto Dardak, the ministry's director general of highways, said the ministry has started conducting workshops to gather as much input for the master plan as possible.

"The planned road network will eventually generate economic activity in the region," Achmad said on the sidelines of the first planning workshop Monday.

Heads of regional development planning boards from the island's 10 provinces attended the workshop.

Those provinces are: Bangka Belitung islands, Bengkulu, Jambi, Lampung, Nanggroe Aceh Darussalam, North Sumatra, Riau, Riau islands, South Sumatra and West Sumatra.

Achmad added, "The roads will raise the competitiveness of the region by connecting ports to existing and potential business locations."

Collaboration between Indonesia and South Korea in highway development started back in 1973 with the construction of the Jagorawi highway which connects Jakarta and Bogor.

The development of the master plan is the result of a request by the Indonesian government to the Korean government following a joint task force meeting between the two governments in April 2007.

KOICA is a government agency founded to assist socio-economic development in developing countries and to provide humanitarian assistance. It also actively participates in alleviating poverty by contributing to meeting the Millenium Development Goals. (iwp)

hellothere123
October 30th, 2008, 02:07 PM
data per 24 maret 2003..

walopun sudah 5 tahun yg lalu, tetapi ada langkah pemerintah untuk memajukan P. Sumatera..

Indonesia Dekati Cina
Bangun Jaringan Kereta Api Trans-Sumatera

Jambi, Kompas - Pemerintah Indonesia berencana mendekati Pemerintah Republik Rakyat Cina (RRC) dalam usaha mewujudkan pembangunan jaringan rel kereta api Trans-Sumatera.

Hal tersebut terungkap dalam acara Seminar Nasional Pembangunan Perkeretaapian Trans-Sumatera-Jawa di Jambi, Sabtu (22/3).

Usai membuka acara tersebut, Menteri Perhubungan Agum Gumelar mengatakan, rencana pembangunan jaringan kereta api Trans-Sumatera itu telah mendapatkan perhatian serius dari Presiden Megawati Soekarnoputri. Ini dibuktikan dengan instruksi presiden kepada tiga menteri dalam kabinetnya untuk mencari peluang percepatan pembangunan jaringan kereta api tersebut.

Ketiga menteri itu adalah Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) Rini M Soewandi, Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah (Menkimpraswil) Soenarno, serta Menteri Perhubungan Agum Gumelar. Rini dan Soenarno telah menetapkan agenda pertemuan dengan perwakilan Pemerintah Cina untuk mewujudkan rencana pembangunan jaringan Trans-Sumatera itu, 4 April mendatang.

"Sementara saya sendiri baru bertemu dengan pihak Cina itu pada 6 April. Besar kemungkinan kerja sama yang dilakukan adalah kerja sama barter (counter trade). Kita punya banyak sumber daya alam, seperti CPO (minyak sawit mentah), yang mungkin bisa ditukar dengan sarana yang diperlukan untuk membangun jaringan kereta api itu," kata Agum.

Dalam seminar yang sama terungkap, untuk membangun jaringan rel kereta api Trans-Sumatera diperlukan dana sekitar Rp 144,5 trilyun. Dana tersebut diperlukan untuk menghubungkan tiga jaringan kereta api yang saat ini sudah ada, yakni di jaringan rel kereta api Sub-Sumatera Bagian Utara, Sumatera Bagian Barat, dan Sub-Sumatera Bagian Selatan, namun terputus di wilayah Provinsi Riau dan Jambi.

Jaringan rel kereta api yang perlu dibangun di Sumatera adalah sepanjang 5.084 kilometer. Sementara ini, jaringan yang sudah ada baru tersedia sepanjang 1.299 kilometer.

hellothere123
November 7th, 2008, 09:32 AM
Pelabuhan Muara Sabak Jambi menunggu investasi

Hasil penelitian yang dilakukan beberapa lembaga a.l. Institut Teknologi Bandung, PT Deserco Development Service, dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menyebutkan Pelabuhan Muara Sabak, Jambi merupakan satu dari tujuh pelabuhan sungai di Indonesia yang memiliki prospek sangat menguntungkan.

Namun, hingga saat ini hasil penelitian itu belum dimanfaatkan secara maksimal oleh pemda sebagai regulator maupun PT Pelindo II Cabang Jambi sebagai operator.

Padahal pemerintah pusat telah mengeluarkan dana miliaran rupiah untuk membangun satu dermaga dan fasilitas lainnya dipelabuhan itu. Hal ini tampak jelas dari kondisi pelabuhan yang dibangun sekitar tahun 1990-an hingga saat ini belum menunjukkan aktivitas berarti.

Pelabuhan Muara Sabak (samudera) merupakan tempat yang efesien dibandingkan pelabuhan lain di Jambi sebagai sarana distribusi barang, sehingga peluang untuk tumbuh menjadi pelabuhan modern. Secara administratif, pelabuhan ini terletak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan Muara Sabak sebagai ibu kota kabupaten.

Di samping itu, adanya rencana Pemprov Jambi membangun kawasan industri dan perdagangan di sebelah pelabuhan ini, menjadikan kawasan pelabuhan ini bisa tumbuh sebagai kawasan ekonomi baru.

Pelabuhan Muara Sabak saat ini telah memiliki berbagai fasilitas a.l. luas areal yang relatif besar yaitu 189 hektare dengan kedalaman alur pelayaran sampai dengan 4,5 LWS (Lower Water Sea-di bawah permukaan laut), kedalaman kolam pelabuhan 5 LWS-7 LWS, dermaga beton ukuran 50 m x 15 m, trestel (jembatan penghubung) beton ukuran 47 m x 8 m, mooring dolphin (sarana tambat kapal) dua buah, bolder enam buah, lapangan penumpukan seluas 2.337 m2, instalasi pipa air yang siap operasi serta lampu penerangan dermaga.

Dengan fasilitas tersebut, Pelabuhan Muara Sabak dapat dilalui kapal barang dengan kapasitas rata-rata 14.000 GT (gross ton-bobot mati) dengan panjang rata-rata 152 m dan muatan rata-rata 10.000 ton.

fajarmuhasan
November 7th, 2008, 10:47 AM
Nampaknya konsentrasi di pantai timur, bagaimana pantai barat yg menghadap samudra indonesia termasuk pulau pulau luarnya spt nias, dll.....??????????

DJ_Archuleta
November 7th, 2008, 06:10 PM
itu data per maret 2003??? sampe skrg jg ga keliatan hasilnya :bash:

DJ_Archuleta
December 4th, 2008, 06:26 PM
Korea Danai Masterplan Jalan Sumatera


JAKARTA, SELASA - Korea International Cooperation Agency (KOICA) membiayai pembuatan rencana induk atau masterplan jaringan jalan arteri Sumatera. Dana hibah yang diberikan sebesar 3 juta dollar Amerika setara Rp 33 miliar. Masterplan ini direncanakan selesai Juli 2010.

"Saya berharap tahap awal `master plan` telah ada yang selesai tahun 2009, dengan demikian dapat langsung memasuki pekerjaan fisik," kata Direktur Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum (PU), Hermanto Dardak, Selasa (28/10) di Jakarta.

Hermanto menegaskan, pengembangan jalan diprioritaskan terhadap jalan yang sudah ada (eksisting), maupun jalan yang berpotensi menggerakkan ekonomi seperti di Jalan Lintas Timur. Selama ini, Jalintim memicu pertumbuhan ekonomi di sektor sawit, minyak, dan gas.

Dikatakannya, jaringan jalan arteri tidak bisa berdiri sendiri, tetapi merupakan pusat kegiatan yang efektif dan potensial untuk mendukung infrastruktur yang sudah ada. "Jadi, sedapat mungkin jaringan jalan dihubungkan dengan sarana infrastruktur lain seperti pelabuhan. Kami akan mengevaluasi mengenai pembangunan jalan di kawasan pegunungan. Jangan sampai ternyata kawasan itu rawan longsor sehingga harus diperbaiki berkali-kali," ujar Hermanto.

Trans Sumatera terbagi dalam tiga ruas utama, yakni Jalur Lintas Timur sepanjang 2.700 km, Jalur Lintas Tengah sepanjang 2.600 km, dan Jalur Lintas Barat sepanjang 2.200 km.

hellothere123
December 5th, 2008, 09:24 AM
Pemerintah Segera Membangun Sejumlah Ruas Jalan di Jambi
[Nusantara]


Jambi, Pelita
Kepala Sub Dinas Praswil dan Tata Ruang, Bernhard Panjaitan kepada Pelita, Selasa (2/12/2008) mengatakan, pemerintah segera membangun sejumlah ruas jalan di Jambi, termasuk terhadap ruas jalan penghubung lintas yang ada.
Penandatanganan kontrak paket tersebut sudah dilaksanakan pada 5 November. Saat ini di Jambi terdapat dua jalan penghubung lintas yang menghubungkan lintas timur dengan jalan lintas tengah yaitu lintas I, jalan Jambi-Muara Tembesi-Muara Tebo-Muara Bungo sepanjang 239,28 km dan lintas II jalan Muara Tembesi-Sarolangun sepanjang 102,647 km, katanya.
Pembangunan ruas jalan Muaratembesi-Batas Bangko-Sarolangun memiliki target efektif 44,251 km dan target fungsional 102,647 Km.

Bernhard mengungkapkan, dana pembangunan senilai Rp82,276 miliar berasal dari dana patungan pinjaman Asian Development Bank (ADB) sebesar 69 persen dan APBN sebesar 31 persen.
Pembangunan jalan dengan lebar 6 meter dan bahu jalan 1,50 m di kiri kanan jalan dilaksanakan kontraktor pelaksananya Adhi-Sedayu dengan waktu pelaksanaan 600 hari kalender.

Dijelaskan Bernhard, jaringan jalan merupakan urat nadi per tumbuhan ekonomi dan politik yang memiliki fungsi sangat strategis dalam rangka mendukung tercapainya sasaran-sasaran pokok pembangunan nasional.
Dukungan tersebut akan terwujud apabila prasarana jalan yang ada telah mampu melayani arus pergerakan manusia, barang dan jasa secara efisiensi dan efektif ke seluruh Jambi maupun terhadap hinterland dan regionalnya, disamping itu juga dia menyebutkan saat didampingi Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pembangunan Jalan dan Jembatan Jambi mengatakan, potensi masalah yang ada pada jalan Muaratembesi-Batas Bangko-Sarolangun adalah setiap tahun pada km 150+000 s.d. km 160+000 di desa Pauh sepanjang 10 km terjadi banjir, sehingga jadwal pelaksanaan harus benar-benar memper hati kan masalah tersebut, agar pelaksanaan pekerjaan bisa diselesai kan tepat pada waktunya.

Seperti diakui, peran pemerintah Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Batanghari sangat besar dalam mendukung program penyele saian masalah yang terkena proyek, sehingga mempercepat proses persetujuan oleh negara donor ADB. Guna meningkatkan pelayanan jalan antar provinsi di jalan penghubung lintas Sumatera serta memperlancar mobilitas barang dan jasa Departemen Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, akan membangun ruas jalan ruas Muara tembesi-Batas Bangko-Sarolangun pada tahun ini.