View Full Version : [Malang & Batu] Projects and Development
hermawan May 27th, 2009, 11:08 AM ^^Kecamatan Singosari, Dau dan Pakisaji itu secara fisik emang sudah menyatu dengan kota Malang. Lihat saja - kampus UMM, Sengkaling dan banyak perumahan di situ kelihatan di Malang tapi ternyata sudah masuk kecamatan Dau. Tinggal gimana mengejar infrastukrur di daerah ini supaya bisa sama dengan di Kota. Menurutku kota Singosari itu sudah perlu ringroad, biar lalu lintasnya nggak numpuk di depan pasar Singosari.
Kalo bisa pemda Malang (kabupaten dan kota) harus kerjasama mempercepat pembangunan Jalinbar, karena kalo dibangun menguntungkan kedua belah pihak. Kalo dibangun satu pemda aja sangat lama.......................
hermawan May 28th, 2009, 07:29 AM ^^Baru diomongin kemarin, ada berita bagus nich
Pemkab Gagas Jalitim
Anggap Fly Over Tak Efektif
KEPANJEN - Keberadaan jembatan layang atau fly over di Arjosari, Kota Malang, dianggap belum efektif untuk memecah kemacetan di Kabupaten Malang. Khususnya di kawasan Lawang dan Singosari. Karena itu, Pemkab Malang menggagas rencana pembuatan jalan lingkar timur (jalitim) guna memecah kemacetan di kawasan Malang Utara tersebut.
Jalitim yang digagas pemkab itu rencananya akan punya panjang total sekitar 61,9 kilometer. Rutenya melalui delapan kecamatan, dimulai dari Lawang, Singosari, Jabung, Pakis, Tumpang, Poncokusumo, Wajak, dan berakhir di Turen.
"Walaupun sudah ada fly over ternyata kemacetan masih cukup panjang. Jadi, perlu dibangun jalan alternatif lain. Sehingga jalan masuk ke Malang tak hanya ada satu seperti saat ini," terang Agus Prajitno, kepala bidang bina program Dinas Bina Marga Kabupaten Malang.
Dari total panjang jalitim 61,9 kilometer itu, 12,5 kilometer di antaranya membutuhkan jalan baru. Jalan baru yang perlu dibangun adalah dari Desa Sumberporong ke Desa Sidodadi sekitar 5,5 kilometer. Kedua desa itu masuk wilayah Lawang. Jalan baru lainnya adalah dari Desa Dengkol, Singosari, menuju Jabung dengan panjang sekitar 7 kilometer.
Dari Jabung hingga ke Turen sepanjang 49,4 kilometer, sudah ada jalan. Namun, kondisi jalan berbeda-beda. Ada yang sudah berbentuk hotmix, makadam, dan ada juga yang kondisi jalannya masih berbentuk lapen. "Untuk membuat jalan baru, pemkab tentu harus membebaskan tanah milik masyarakat. Tanah yang diincar untuk jalan saat ini masih berupa persawahan," tambah Mochamad Anwar, kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang.
Rencananya, jenis jalan yang akan digunakan untuk jalitim adalah lokal primer. Yakni dengan lebar badan jalan sekitar 15 meter dengan lebar aspal jalan sekitar 6 meter.
Anwar menambahkan, guna menunjang keberadaan jalitim, selain pembuatan jalan baru, juga dibutuhkan pembuatan jembatan. Dari hasil survei yang dilakukan dinas bina marga, setidaknya dibutuhkan 18 jembatan di jalur jalitim.
Dua jembatan mempunyai panjang bentang di atas 40 meter. Satu jembatan sudah tuntas dibangun, yakni Jembatan Amprong. Sedangkan satu jembatan lainnya akan dibangun di sebelah selatan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang. Untuk 16 jembatan lainnya, panjang bentang di bawah 40 meter.
Sampai seberapa jauh gagasan jalitim? "Kami masih belum melakukan studi kelayakan atau pembebasan lahan. Kami baru sebatas melakukan survei," terang Anwar.
Action pemkab untuk mewujudkan gagasannya itu baru akan dilakukan setelah pembangunan jalan lingkar barat (jalibar) tuntas. Menurut perkiraan, jalibar yang melewati Kepanjen hingga Ngajum tersebut bakal tuntas 100 persen pada 2010 mendatang. (fir/yn)
sbyctzn May 29th, 2009, 04:26 AM Ada berita bagus nih...
7 Kecamatan Jadi Penyangga Kota
KEPANJEN - Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Malang tak hanya membawa dampak bagi warga kota. Tapi juga membawa efek bagi kawasan Kabupaten Malang. Karenanya, pemkab sudah menyiapkan beberapa kecamatannya sebagai penyangga Kota Malang.
Kecamatan yang dijadikan sebagai penyangga kota itu adalah wilayah milik kabupaten yang berbatasan langsung dengan daerah kota. Ada tujuh kecamatan yang disiapkan sebagai penyangga. Yakni Singosari, Karangploso, Dau, Wagir, Pakis, Bululawang, dan Pakisaji.
"Di kecamatan-kecamatan itu, pemkab memberikan keleluasaan kepada pengembang untuk membuat perumahan. Lihat saja, di 7 kecamatan itu kan banyak perumahan-perumahan berdiri," ucap Nehruddin, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Malang.
Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), ketujuh kecamatan itu sebagian wilayahnya memang difokuskan untuk perumahan. Menurut Nehruddin, dijadikannya 7 kecamatan di kabupaten sebagai penyangga membuktikkan bahwa pembangunan di Malang Raya tak bisa dipisahkan.
Namun, harus dijalankan dengan sebuah program yang komprehensif. Sehingga pembangunan di tiga daerah yakni kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu tak bisa dilakukan secara parsial atau sepotong-potong.
Tujuh kecamatan perbatasan yang dijadikan penyangga itu bertujuan untuk menampung ribuan pekerja yang tempat bekerjanya ada di Kota Malang. Sebab, kawasan Kota Malang sendiri rupanya sudah penuh untuk dijadikan perumahan. Apalagi, kawasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang semakin hari sudah semakin berkurang. Belum lagi, harga tanah di kawasan kota sudah mengalami kenaikan yang cukup pesat.
Dibuatnya kawasan penyangga itu menguntungkan kedua pihak, pemkot ataupun pemkab. "Makanya ada istilah, jumlah penduduk Kota Malang kalau siang itu 800 ribu orang. Tapi, kalau malam tinggal 700 ribu orang. Sebab, 100 ribu orang lainnya bila malam menjadi warga kabupaten," jelas Nehruddin. (fir/abm)
Dengan begini, maka pembangunan di Malang raya akan lebih bersinergi. Kota Malang juga akan lebih berkembang dengan adanya daerah penyangga... Seperti Surabaya dengan daerah penyangga Sidoarjo, Gresik n Mojokerto..
salah satu bentuk kerjasama antar pemda yang bagus, sehingga tidak egois mementingkan daerahnya sendiri, karena memang satu daerah itu tidak bisa berdiri sendiri, masih membutuhkan daerah lain, salut sama pemkab malang!!!!!!!!!!!!
Freezy89 June 1st, 2009, 02:38 PM Another good news from kabupaten Malang........:cheers:
Pemkab Siapkan Terminal Tipe B
PENDAPA - Percepatan perpindahan pemerintahan ke Kota Kepanjen memacu Pemkab Malang melengkapai semua infratruktur. Salah satunya pembangunan terminal bus. Sedang Terminal Talangagung akan dipergunakan untuk perkantoran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika.
Wakil Bupati Rendra Kresna menjelaskan, DED (detail engineering design) terminal sudah mulai dilakukan pembahasan. Rencananya, terminal baru tipe B itu akan dibangun di kawasan Kepanjen. Namun Rendra masih belum bisa menjelaskan secara detail di mana letak terminal tersebut.
Pembangunan terminal sendiri akan dilakukan setelah pembangunan beberapa infrastruktur berupa jalan di Kepanjen selesai. Di antaranya, jalibar dan jalitim Kepanjen. Apalagi kedua jalan tersebut untuk memecah konsentrasi kepadatan lalu lintas di pusat Kota Kepanjen. "Kalau jalannya selesai, baru kami bisa melihat tempat strategis untuk terminal," kata Rendra saat dihubungi kemarin.
Karena itu, menurut Rendra, pembangunan terminal tidak menutup kemungkinan dibangun di luar jalibar dan jalitim. Mengingat jalibar dan jalitim sendiri hingga sekarang ini masih belum selesai pembangunannya.
Selain itu, posisi terminal yang berada di dekat pusat kota dianggap mengganggu lalu lintas. Dengan begitu, kemungkinan besar, terminal akan dibangun jauh dari pusat kota. "Sekarang masih mencari lokasi yang tepat," urai Rendra. (bb/war)
Inisiatif yang menurutq bagus banget..membangun terminal dan juga jalibar n jalitim utk memecah kemacetan. Padahal setahu saya, jalanan di Kepanjen belum begitu padat. Antisipasi yang bagus!!!
sbyctzn June 2nd, 2009, 07:15 AM Another good news from kabupaten Malang........:cheers:
Pemkab Siapkan Terminal Tipe B
PENDAPA - Percepatan perpindahan pemerintahan ke Kota Kepanjen memacu Pemkab Malang melengkapai semua infratruktur. Salah satunya pembangunan terminal bus. Sedang Terminal Talangagung akan dipergunakan untuk perkantoran Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika.
Wakil Bupati Rendra Kresna menjelaskan, DED (detail engineering design) terminal sudah mulai dilakukan pembahasan. Rencananya, terminal baru tipe B itu akan dibangun di kawasan Kepanjen. Namun Rendra masih belum bisa menjelaskan secara detail di mana letak terminal tersebut.
Pembangunan terminal sendiri akan dilakukan setelah pembangunan beberapa infrastruktur berupa jalan di Kepanjen selesai. Di antaranya, jalibar dan jalitim Kepanjen. Apalagi kedua jalan tersebut untuk memecah konsentrasi kepadatan lalu lintas di pusat Kota Kepanjen. "Kalau jalannya selesai, baru kami bisa melihat tempat strategis untuk terminal," kata Rendra saat dihubungi kemarin.
Karena itu, menurut Rendra, pembangunan terminal tidak menutup kemungkinan dibangun di luar jalibar dan jalitim. Mengingat jalibar dan jalitim sendiri hingga sekarang ini masih belum selesai pembangunannya.
Selain itu, posisi terminal yang berada di dekat pusat kota dianggap mengganggu lalu lintas. Dengan begitu, kemungkinan besar, terminal akan dibangun jauh dari pusat kota. "Sekarang masih mencari lokasi yang tepat," urai Rendra. (bb/war)
Inisiatif yang menurutq bagus banget..membangun terminal dan juga jalibar n jalitim utk memecah kemacetan. Padahal setahu saya, jalanan di Kepanjen belum begitu padat. Antisipasi yang bagus!!!
WUIDIHHHH.... ok banget deh... salut sama kerjasamanya pemkab dan pemkot MALANG.
:banana::banana::banana:
yudibali2008 June 2nd, 2009, 08:28 AM Bravo Malang!!! :cheers:
indonesiaku June 2nd, 2009, 07:49 PM Kemaren ke permata jingga, ada proyek baru di sebelah Permata jingga, sudah di kasih pagar seng, tulisannya waringin group, kira2 proyek apa yah
hermawan June 5th, 2009, 04:27 AM 5 Juni 2009
Kompleks perkantoran Pemkot Malang terpadu (office block) di Kedungkandang akan segera ditempati. Minggu ketiga bulan ini, kantor dinas terpadu itu akan rampung pembangunannya dan akan langsung ditempati beberapa SKPD yang akan menempatinya. Rencananya, 14 Agustus mendatang gedung perkantoran terpadu itu akan diresmikan penggunaannya.
Usai rampung dibangun sampai akhir bulan ini, pada minggu kedua bulan Juli, SKPD yang akan menempati gedung perkantoran terpadu itu sudah mulai boyongan ke kantor baru secara bertahap. Sehingga pada 14 Agustus, saat diresmikan semua pelayanan masyarakat sudah siap melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.
“Sesuai target bulan Juni ini harus selesai pembangunannya. Juli sudah dapat mulai pindahan ke kantor baru bagi SKPD yang akan menempatinya. 14 Agustus akan diresmikan oleh wali kota,” kata Sekda Kota Malang, Bambang DH Suyono kepada Malang Post, usai meninjau persiapan penempatan office block di Kedungkandang kemarin.
Di office block ada dua gedung yang akan ditempati beberapa SKPD, masing-masing gedung berlantai empat. Gedung A rencananya akan ditempati Badan Pelayanan Perizinan Terpadu yang akan menempati lantai II, Dispenda di lantai III dan SKPD lainnya yang akan ditentukan kemudian, di lantai IV.
Dilantai I akan ditempati loket pelayanan publik. Ada 26 loket yang disediakan untuk melayani masyarakat, mulai dari perizinan sampai dengan pelayanan kependudukan dan pelayanan masyarakat lainnya. Sedangkan, di gedung B yang ada di bagian belakang gedung A akan ditempati Dispenduk Capil, Dinas Perumahan dan lainnya.
“Harapannya, pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal dan lebih baik lagi dari sebelumnya,” ungkapnya.
Kabag Humas Pemkot Malang, Drs. Subkhan menambahkan, pembangunan office block sudah mencapai 95 persen. Dengan keberadaan office block, GOR Ken Arok, terminal, dan sekolah internasional akan mempercepat akselerasi percepatan pembangunan kawasan Malang Timur.
Meski baru ada beberapa SKPD yang dipastikan akan menjadi penghuni perkantoran terpadu di Kedungkandang, beberapa SKPD lainnya masih dalam pembahasan dan pertimbangan untuk menempati kantor baru itu. Seperti Disperindag yang masih satu kantor dengan Dinas Koperasi dan UKM. Salah satunya di antaranya akan menempati office block.
“Beberapa SKPD yang ada di lingkungan Balai Kota Malang juga akan ada beberapa yang akan pindah ke perkantoran terpadu. Kondisi yang ada saat ini memang banyak pegawai yang berjejal-jejalan di kantor. Untuk rapat besarpun tempatnya terbatas,” terang mantan camat Lowokwaru itu. (aim/lim/malangpost)
Untuk tahap awal cukup baguslah. Tapi setelah itu seharusnya pemda lebih giat ajak investor swasta untuk ikut membangun disini. Memang sudah ada investor yang membangun perumahan Puncak Buring Indah dan Puri Cempaka Putih. tapi masih terbuka kemungkinan untuk investor lain untuk bikin proyek disini.
Trus kalo terminal Gadang dipindah kesana, untuk apa eks terminal ini?
Ampelio June 5th, 2009, 04:32 AM ^^any pics, the office block?
hermawan June 5th, 2009, 04:50 AM ^^Mungkin forumers dari Malang bisa bantu?
Freezy89 June 14th, 2009, 09:37 AM Another good news from volcano park...
Jeru Jadi Volcano Park dan Miniatur Dunia
MALANG - Proyek volcano park atau taman gunung berapi di Kabupaten Malang memasuki babak baru. Rencananya, September mendatang akan ditandatangani letter of intent (LoI) antara pemerintah Prancis dengan pemerintah Indonesia.
Setelah LoI ditandatangani, kelanjutan volcano park akan dilanjutkan dengan feasibility study (FS) atau studi kelayakan. Waktu untuk melaksanakan studi kelayakan biasanya sekitar satu atau dua tahun. Setelah FS selesai, langsung ditindaklanjuti dengan pembuatan taman. Pembuatan taman yang diperkirakan menelan dana investasi senilai Rp 1 triliun tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 1 tahun.
Volcano park sendiri nantinya akan berisi seluk-beluk gunung berapi. Termasuk juga asal muasal lahar, magma, dan gempa bumi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang Purnadi memaparkan, beberapa waktu lalu gubernur Versailles, Prancis, sudah berkirim surat kepada Gubernur Jatim Soekarwo. Surat itu juga sudah ditembuskan kepada Bupati Malang Sujud Pribadi.
Sesuai dengan perkiraan, pemerintah dan investor dari Prancis sudah sepakat bahwa kawasan yang akan dijadikan volcano park adalah eks taman burung di Jeru, Tumpang. Lahan yang akan digunakan sluas 12,1 hektare. Bila volcano park di Jeru benar-benar terealisasi, taman wisata tersebut merupakan yang kedua di dunia. Untuk saat ini, satu-satunya volcano park hanya terdapat di Versailles.
Karena dana yang akan ditanamkan jumlahnya mencapai 1 triliun, pemerintah pusat akan turut aktif dalam memfasilitasi. Termasuk juga membantu dalam masalah pendanaan. "Untuk masalah dana, nantinya akan ditanggung bersama-sama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, dan konsorsium dari Eropa," ucap Purnadi.
Untuk kabupaten, rencananya pemkab akan menyumbangkan lahan Jeru yang dimilikinya. Selain itu, pemkab membangun sarana dan prasarana berupa akses jalan menuju ke Jeru. Pemkab juga berencana melakukan studi banding ke Prancis untuk melihat volcano park dari dekat. Studi banding itu sendiri diagendakan setelah studi kelayakan tuntas.
Selain volcano park, di lahan Jeru itu juga akan dibangun international peace palace (IPP). Nantinya, IPP ini akan berbentuk seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Hanya, jika TMII merupakan miniatur Indonesia, IPP nanti dijadikan miniatur dunia. (fir/yn)
....wah, tapi feasibility study-nya lama juga ya...1-2 tahun...:ohno:
Btw...bwt foto2 up date proyek2 d malang bisa saya usahakan, tapi sekitar
2-3 minggu lagi ya...harap sabar. Atau kalo ada forumers lain yg berkenan ke
Malang silahkan juga...
Ampelio June 14th, 2009, 07:32 PM ....wah, tapi feasibility study-nya lama juga ya...1-2 tahun...:ohno:
Btw...bwt foto2 up date proyek2 d malang bisa saya usahakan, tapi sekitar
2-3 minggu lagi ya...harap sabar. Atau kalo ada forumers lain yg berkenan ke
Malang silahkan juga...
^^thanks a lot... kita2 sabar kok :cheers:
Freezy89 June 15th, 2009, 05:34 AM ^^Yah, maaf...gk bisa terlalu sering pulang k Malang....
Another good news from today`s Jawapos...
UB-UIN Bersaing Dirikan RS
MALANG - Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang bersaing untuk mendirikan rumah sakit. Jika UB bersiap untuk membanguan rumah sakit di kawasan Jl Soekarno Hatta Malang, UIN akan membangun rumah sakit di kawasan Junrejo Kota Batu.
Prof Dr Ir Yogi Sugito mengatakan, pembangunan rumah sakit itu akan dimulai tahun ini. Diharapkan tahun 2010 nanti sudah jadi. Sehingga, para mahasiswa jurusan kedokteran UB tidak akan kesulitan untuk praktik. "Selama ini di Indonesia banyak perguruan tinggi yang memilki fakultas kedokteran tetapi tidak memiliki rumah sakit," ujar dia.
Menurut mantan dekan Fakultas Pertanian UB ini, diperkirakan pembangunan rumah sakit milik UB itu akan menghabiskan dana sekitar 600 miliar. Karena rumah sakit itu akan dilengkapi dengan fasilitas yang modern. Selain itu, rumah sakit itu juga akan menampug pasien dari masyarakat umum.
Tak mau kalah dengan UB, UIN Malang juga berencana untuk membangun rumah sakit dan kampus untuk fakultas kedokteran. "UIN sudah membeli lahan seluas 67 ha di kawasan Batu," ujar Prof Dr Imam Suprayogo, rektor UIN Maliki Malang kemarin.
Dikatakan Imam, UIN ingin terus mengembangkan pendidikan Islam itu hingga setara dengan kampus umum yang selama ini ada. Dia juga ingin mengubah image perguruan tinggi Islam yang selama ini dipandang rendah menjadi perguruan tinggi Islam yang tak sejajar dengan perguruan tinggi maju lainnya.
Namun, mulai kapan pembangunannya, Imam masih belum bisa memastikan, tetapi semua persiapan telah dilakukan. (lid/abm)
Freezy89 June 29th, 2009, 07:22 AM Wah...kok sepi sekali ya???
Apa pada nunggu saya up date foto2nya?
Sabar ya...paling lambat akhir minggu ini foto2nya sdh bisa saya post...
Freezy89 June 29th, 2009, 07:35 AM Pemkot Ukir Panderman
Dipasangi Tulisan Besar ala Hollywood
BATU - Rencana Pemkot Batu memasang tulisan besar Kota Wisata Batu di Gunung Panderman masih belum ada kejelasan. Tulisan yang dimodel ala tulisan Hollywood, pusat industri film di Amerika Serikat, itu diprediksi menelan dana hingga miliaran.
Namun tulisan untuk mendukung ikon wisata Batu ini belum jelas apakah dianggarkan tahun ini atau tahun depan. ''Itu (tulisan) sebagai ikon wisata di Batu. Kapan pelaksanaannya belum tahu,'' ujar Wakil Wali Kota Batu Achmad Budiono siang kemarin.
Budiono juga belum bisa menyebutkan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana tersebut. Sebaliknya dia hanya menegaskan pemkot memiliki rencana tersebut dan akan ditindaklanjuti.
Seperti diberitakan, pemkot membuat terobosan untuk meningkatkan kunjungan wisata. Salah satunya dengan merencanakan membuat tulisan besar di Gunung Panderman dengan tulisan Kota Wisata Batu. Tulisan tersebut akan terlihat dari Kota Malang dan Kabupaten Malang. Selain membuat tulisan besar di gunung, beberapa fasilitas juga akan dibangun di sekitar kawasan tersebut.
Syamsul Huda, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu, juga mengatakan serupa, belum mengetahui kelanjutannya. Saat ini direncanakan penghitungan anggaran untuk kebutuhan kegiatan tersebut. Disinggung soal perencanaan kegiatan tahun ini, Syamsul minta konfirmasi pada bagian perencanaan.
Sementara, Bambang Wahyudi, kepala Bagian Perencanaan dan Pembangunan Kota Batu, mengatakan, tahun ini masih akan dilakukan kajian. "Setiap kegiatan harus melalui kajian, nggak bisa grusa-grusu. Anggaran juga masih akan kami ajukan pada perubahan anggaran keuangan (PAK)," katanya.
Bambang menyebut, anggaran kajian kerja yang dibutuhkan tidak banyak. Diperkirakan sekitar Rp 50 juta. Karena masih akan dilakukan kajian, sambung Bambang, maka belum bisa dipastikan pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebab, hasil kajian itulah nantinya yang akan dijadikan dasar pelaksanaan kegiatan. "Ini juga melihat ketersediaan anggaran, kalau tidak cukup anggarannya, ya tidak bisa tahun ini. Tapi, tahun depan," katanya. (yak/war)
hermawan June 29th, 2009, 07:57 AM Wah...kok sepi sekali ya???
Apa pada nunggu saya up date foto2nya?
Sabar ya...paling lambat akhir minggu ini foto2nya sdh bisa saya post...
Iya nich, thread ini sepi karena begitulah keadaan Malang sekarang (aq baru pulang ke Malang minggu lalu....sempat muter-muter sekitar kota) sepi dari pembangunan proyek-proyek baru (nggak seperti thread kota lain seperti Surabaya, Bandung, Solo, Balikpapan, Makassar dll yang rame dengan proyek baru) sehingga di thread ini kayanya nggak ada yang bisa ditampilkan.
Coba lihat beberapa rencana ini:
- Mal Pos (MP) masih diawang-awang... nunggu revisi RTRW (padahal di Bandung MP sudah jadi.
- Moda angkutan massal (konon busway....studi kelayakannya baru dianggarkan tahun 2010 ...:ohno:)
- Hotel di samping MOG...?
- Ada yang bisa nambahin?
Untung masih ada walikota Batu yang kaya ide.......sehingga sedikit kontribusi dalam pembangunan di Malang Raya
Kalo begini terus, 20 - 30 tahun lagi Malang benar-benar akan jadi kota kelas menengah bawah (medioker) di Indonesia.
Oya kalo ada foto2 mungkin sedikit lumayanlah menghibur
hermawan June 30th, 2009, 05:55 AM Lagi-lagi Walikota Batu Punya Ide
Bangun Kereta Gantung
Optimalisasi Gunung Panderman Selain Tulisan ala Hollywood
BATU - Rencana mengebor Gunung Panderman dan memasang kalimat Kota Wisata Batu sebenarnya sudah lama digulirkan. Awal April lalu, Wali Kota Eddy Rumpoko dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Syamsul Huda melontarkan rencana itu.
Gagasan itu juga langsung ditindaklanjuti dalam bentuk branding tulisan Kota Wisata Batu. Branding kota wisata yang menggambarkan keindahan alam pegunungan, sunrise, dan paralayang itu berlatar belakang Gunung Panderman yang tertulis kalimat tersebut.
Kali pertama branding tersebut muncul pada papan reklame tidak jauh dari pintu masuk Kota Batu di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. Sekitar sepuluh hari kemudian, branding tersebut ditempelkan pada kaca mobil bagian belakang yang dipakai para pejabat serta pada mobil operasional Pemkot Batu.
Gagasan penulisan pada dinding Gunung Panderman itu memang terinspirasi dari tulisan Hollywood yang juga terpampang di atas gunung. Tulisan Kota Wisata Batu sendiri dirancang tidak hanya terlihat dari Kota Batu, tapi juga terlihat dari Kota Malang dan Kabupaten Malang.
Selain membuat tulisan tersebut, Eddy dan Syamsul melontarkan pengembangan kawasan Gunung Panderman. Di antaranya dengan membuat fasilitas bagi para pecinta hash atau jalan sehat. Selain itu, juga dibangun sejenis rest area untuk menikmati pemandangan sekitar. Di kawasan itu juga bisa menikmati makanan dan minuman.
Yang terbaru, Eddy juga menyampaikan akan dibangun kereta gantung di Gunung Panderman. "Kereta gantungnya nanti dari Panderman. Investornya dari luar," kata Eddy saat membuka bulan bakti gotong royong di Desa Oro-Oro Ombo, siang kemarin.
Sayang, Eddy tidak menyebutkan kereta gantung tersebut akan berakhir di mana. Dia juga tidak menyebutkan berapa besar investasi yang akan ditanamkan untuk menancapkan kereta gantung tersebut.
Eddy hanya mengingatkan berulangkali pada warganya untuk mempersiapkan diri pada setiap perkembangan maupun pembangunan yang ada di kota apel ini.
Dia juga menegaskan tidak ingin menjadikan warganya sebagai penonton. Tapi, juga turut serta dalam pembangunan maupun pemanfaatannya. Sehingga peningkatan perekonomian dan kemakmuran bisa tercapai.
"Jangan hanya menjadi penonton, saya tidak ingin warga saya jadi penonton," kata wali kota berlatar pengusaha ini.
Caranya, sambung dia, masyarakatnya harus pintar. Juga mempersiapkan sumber daya manusia. Sehingga bisa menjadi pekerja, pengusaha, perajin yang handal, maupun pemasak yang enak. "Nggak ada pemimpin yang ingin rakyat yang dipimpinnya menjadi sengsara. Ndak ada rumusnya itu," kata dia. (yak/war)
sumber : www.jawapos.com
Ebek21 July 1st, 2009, 04:31 AM Kota Batu diam2 menggeliat terus :okay: Seharusnya Pemkot Malang merasa malu sama tetangganya, Pemkab Malang dan Pemkot Batu. Mereka benar2 perlu belajar lagi bagaimana mengundang investor rupanya.
sbyctzn July 1st, 2009, 05:38 AM wow.. Malang Raya benar-benar wilaya wisata....
komplit deh.. ayo Kota Batu.. terus maju
jadi suka kalau melihat kepala daerah yang punya visi bagus seperti ini...
hermawan July 3rd, 2009, 04:11 AM Majang Pataka Kerto Prabu Segera Diluncurkan
3 Juli 2009
Tinggal selangkah lagi, Pemkab Malang akan menandatangani memorandum of understanding bersama 14 Kota/Kabupaten yang berbatasan geografi. Seperti halnya kawasan Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi), Kabupaten Malang bakal bergabung dalam Majang Pataka Kerto Prabu.
Akronim ‘Majang Pataka Kerto Prabu’ akan diikuti sebanyak 15 Kota/Kabupaten antara lain Malang (Kota/Kab), Lumajang, Jombang, Pasuruan (Kota/Kab), Blitar (Kota/Kab), Kediri (Kota/Kab), Mojokerto (Kota/Kab), Probolinggo (Kota/Kab) dan Kota Batu. Penggabungan itu sudah disetujui seluruh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) masing-masing.
“Draftnya sudah disetujui Gubernur, dan telah dikirim ke 15 Kota/Kab. Tinggal penandatangan MoU oleh para Kepala Daerah, pelaksanaannya dalam tahun ini,” ungkap Kepala Bidang Perekonomian dan Kesra Bappekab Malang Ir. Tomie Herawanto kepada Malang Post.
Menurut Tomie, penggabungan 15 kota/kab itu diusulakan pertama kali oleh Pemkab Malang pada tahun 2008. Gayung bersambut, Biro Kerjasama Provinsi Jawa Timur mengundang seluruh daerah dalam satu pertemuan formal. Hanya butuh empat kali pertemuan formal, sampai Majang Pataka Kerto Prabu bergulir menjadi satu kesepakatan bersama.
“Dalam rangka percepatan pembangunan di tiap daerah, akan ada 10 bidang kerjasama,” imbuh Tomie, sapaan akrabnya.
Sepuluh bidang kerjasama itu meliputi : sektor pariwisata, pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, pertanian, tata ruang, lingkungan hidup, perindustrian dan perdagangan serta bidang lain sesuai kebutuhan daerah. Kata Tomie, arahan dari kerjasama adalah mempercepat pertumbuhan ekonomi.
“Supaya ada sinergi antar daerah makin meningkat. Misalnya, ada siswa kabupaten Malang yang mendapat beasiswa pendidikan namun ingin sekolah di Kediri. Maka melalui kerjasama ini, siswa itu bisa tetap mendpaat beasiswa meski bersekolah di Kediri,” pungkas mantan Kabid Investasi DPPKA itu.(ary/eno/malangpost)
comment : akronimnya apa nggak kepanjangan ya:lol::lol::lol:
sudah separoh Jatim tuh.
sbyctzn July 3rd, 2009, 08:00 AM ^^
hehehe ada saja Malang ini,.....
iya tuh apa tidak sekalian bikin akronim satu alenia saja???
asal tidak crash dengan Gerbangkertosusila tidak apa-apa...
but good start..
Freezy89 July 3rd, 2009, 08:40 AM Setelah sekian lama…ini dia update untuk construction project yang ada di Kota Malang. Banyak proyek2 yang tidak kita ketahui perkembangannya, tiba2 saja sudah selesai seperti yang bakal ditampilkan berikut. Sebelumnya, saya minta maaf kalau sebagian gambarnya gelap dan kurang bagus karena dipotret menggunakan kamera hand phone…:cool:
Sebelumnya, tentang proyek Islamic Trade Center (7-8 lantai) di kawasan Soekarno-Hatta… Pada waktu saya ke lokasi yang diperkirakan sebagai lokasi proyek (dari informasi forumers lainnya juga) belum ada progress apapun. Hanya tanah kosong…dipagari pun tidak. Well, tentunya masih akan kita tunggu kelanjutan dari proyek ini (kalau jadi…).
Begitu juga dengan proyek2 di Universitas Negeri Malang, belum ada perkembangan yang berarti terutama untuk convention hall-nya masih sama seperti pada foto yang pernah saya post 2-3 bulan yang lalu.
Benar kata Hermawan...Malang lagi sepi proyek nihh....:ohno::ohno::ohno:
Universitas Brawijaya
Sedang ada pembangunan gapura yang ukurannya lumayan besar…bisa dilihat perbandingan tingginya dengan tinggi orang yang sedang melintas…
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Gambar1.jpg
Lalu juga sedang ada pembangunan gedung olah raga…
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0304.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0306.jpg
Rektorat extension hampir selesai
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0307.jpg
Lahan yang diperkirakan digunakan untuk Rumah sakit UB
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0311.jpg
Cibogo Square
Bangunan yang terletak tepat di sebelah Malang Town Square ini di post saya sebelumnya seperti bangunan yang tidak terawat.
Sebelum...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08152.jpg
Namun sekarang berbeda….kelihatannya akan segera difungsikan,kita tunggu saja.:cheers:
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0300.jpg
Proyek Permata Jingga??
Sebelumnya ada forumers yang membahas mengenai bakal proyek yang ada di dekat perumahan permata jingga…pastinya ini yang dimaksud….
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0312.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0313.jpg
Lokasi yang dipagari cukup panjang, panjangnya sekitar 400 meter. Namun di balik pagar seng, ternyata lebarnya kecil…Di belakang rumpun bambu tersebut ada sungai kecil. Saya juga belum tahu akan dibuat apa. Munkin pertokoan…
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Gambar2.jpg
Panorama Square…
Sudah selesai dan siap ditempati…:banana::banana::banana:
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0315.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0316.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0317.jpg
Outlet Hartono Elektronik Baru..
Hartono Elektronik pindah ke gedung baru…gedung lama, yang posisinya persis berada di depan gedung baru, kelihatannya difungsikan untuk gudang…
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0319.jpg
Plaza Pos
Mengenai kabar Kantor Pos yang akan dijadikan pusat perbelanjaan dengan nama plaza pos, saat saya cari maket-nya di dalam kantor pos ternyata belum ada. :( Ini gambar kantor pos existing…
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0323.jpg
Freezy89 July 3rd, 2009, 09:07 AM EAST MALANG
Untuk post yang satu ini saya khususkan untuk perkembangan di kawasan Malang Timur, Terutama Kecamatan Kedung Kandang. Sebagai gambaran untuk forumers, Kecamatan Kedung Kandang adalah kecamatan di Kota Malang yang pembangunannya paling tertinggal dibanding kecamatan lainnya. Mungkin sebagai bukti sederhana…di 4 kecamatan lainnya masing2 memiliki mal atau pusat perbelanjaan modern, tapi di Kedung Kandang tidak. Peta Kota Malang bisa dilihat di bawah ini....Kecamatan Kedung Kandang ditunjukkan dengan warna hijau...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/peta-kota-malang.jpg
Saya sendiri bisa dibilang hampir tidak pernah bepergian ke Malang Timur ini. Bahkan saya juga sempat kesasar dalam mencari objek2 yang ada di bawah. Saya juga kaget, ternyata beberapa bagian di situ juga masih seperti rural area atau pedesaan....:eek::eek::eek: Menurut saya, kawasan ini potensial untuk dikembangkan karena lahan kosong yang tersedia masih sangat luas, tidak seperti kawasan Malang Barat (daerah kampus) yang sudah padat.
Saya menilai Pemkot Malang sudah mulai serius untuk mengembangkan kawasan ini....:okay::okay::okay: Beberapa proyek Pemkot dilokasikan di sini seperti Velodrome, GOR Ken Arok, Block Office Pemkot Malang, Kawasan Pendidikan Internasional Tlogowaru, dan akan menyusul Terminal Tlogowaru sebagai pengganti Terminal Gadang.
Block Office Pemkot Malang
Block office ini terdiri dari 2 gedung. Gedung pertama berlantai 4 sedang yang ke dua berlantai 3.
Pintu Masuk Utama
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0341.jpg
Gedung Pertama
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0331.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0343.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0344.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0345.jpg
Tampak Belakang...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0334.jpg
Gedung Kedua
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0333.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0339.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0338.jpg
Kawasan Pendidikan Internasional Tlogowaru
Terdiri dari jenjang pendidikan TK hingga perguruan tinggi, yang ke depan tentunya dikembangkan menjadi bertaraf internasional. Bangunan SMPN 23 dan SMKN 10 sudah ada lebih dulu. Bangunan yang baru adalah TK & SD serta Politeknik Kota Malang.
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0348.jpg
TK Internasional Tlogowaru
Tampak Depan
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0349.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0350.jpg
Gedung di dalamnya….
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0353.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0354.jpg
SD Internasional Tlogowaru
Jalan Masuk
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0362.jpg
Gedung
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0356.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0355.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0357.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0351.jpg
Kantin yang lumayan besar utk SD….(mungkin jg dipakai untuk hall….)
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0359.jpg
Politeknik Kota Malang
Awalnya saya bingung karena ternyata bangunan Poltekom ini belum jadi, padahal pendaftaran mahasiswa barunya telah dibuka satu atau dua tahun yang lalu. Ternyata selama ini Poltekom masih menggunakan gedung SD Internasional Tlogowaru yang tepat berada di samping proyek bangunan Poltekom. Ini dia gedungnya yang hampir selesai…
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0363.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0365.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0361.jpg
Jalan Tembus Tlogowaru
Jalan tembus ini dibangun untuk mempermudah akses ke GOR Ken Arok, Block Office, dan Kawasan Pendidikan Internasional. Berikut gambarnya :
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0367.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0368.jpg
Seperti yang terlihat, jalan tembus ini masih kurang difungsikan dan sangat sepi. Kelemahan dari jalan tembus ini adalah ujung dari jalan tembus ini berakhir ke Pasar Gadang yang lalu lintasnya sangat ruwet dan semrawut karena jalan nya berada di tengah-tengah pasar Gadang. Ke depannya masalah ini perlu dipecahkan supaya lalu lintas Tlogowaru-Gadang menjadi lancar.
sbyctzn July 3rd, 2009, 09:34 AM wow thanks freezy :shocked::shocked::shocked::shocked::shocked:
tertarik sama Kawasan Pendidikan Internasional Tlogowaru dan Block Office Pemkot Malang, tertata dengan baik dan teratur. :okay::okay::okay::okay::okay:
walaupun tidak banyak proyek, tapi salut sama usaha pemkot....
saya sangat bangga punya kota seperti Malang, walaupun saya Arek Suroboyo.....
padahal Malang itu lokasinya terpencil lho... tidak strategis dan kurang dalam nilai bisnis..
tapi bisa maju perlahan-lahan....
topp deh...
tetap terus bersinergi dengan daerah lain.. terutama dengan Surabaya....
biar kompak...
jadi biar tidak tumpang tindih... bisa saling memenuhi kebutuhan..
Surabaya Kota Bisnis dan Malang Kota Resort....
Surabaya butuh Malang dan Malang butuh Surabaya...
kan saling memenuhi tuh????
sbyctzn July 3rd, 2009, 09:37 AM sampe Batu saja juga kepingin,
[ Jum'at, 03 Juli 2009 ]
Block Office, Pemkot Terima Jadi
BATU - Pembangunan kantor terpadu atau block office tidak akan menghabiskan anggaran Pemkot Batu. Karena pembiayaan pembangunan kantor terpadu di Jl Panglima Sudirman, sebelah barat pendapa Pemkot Batu itu sepenuhnya menggunakan dana pemerintah pusat.
"Sama sekali tidak menggunakan dana dari APBD, semuanya ditanggung oleh pemerintah pusat," kata Bambang Wahyudi, kepala Bagian Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu, kemarin.
Ia mengatakan, Pemkot Batu menerima jadi. Biaya maupun pelaksanaan pembangunannya ditanggung dan dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui Dirjen Bina Administrasi Keuangan Daerah Depdagri.
Dia juga menegaskan, tidak ada dana sharing pada pelaksanaan pembangunan tersebut. "Sharing dana pembangunan tidak ada, kami hanya menyediakan lahan itu," kata mantan kepala badan pengawas ini.
Sayang, saat disinggung besaran dana yang akan dikucurkan untuk pembangunan block office itu Bambang menolak menjawabnya. Bahkan, saat disebut-sebut ada kucuran dana berkisar Rp 65 miliar, Bambang juga tidak mau memberikan penegasannya. "Soal dana saya nggak enak menjawabnya, langsung saja dengan Pak Wali. Saya cukup perencanaannya saja," elak dia.
Terkait dengan pelaksanaan pembangunan, Bambang mengatakan akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Komunikasi secara internsif maupun lobi-lobi dengan Depdagri juga selalu dilakukan untuk mendukung kegiatan tersebut.
Seperti diketahui, rencana pembangunan perkantoran terpadu tinggal selangkah. Itu menyusul adanya pembebasan lahan seluas 4,1 hektare dengan anggaran sebesar Rp 37 miliar. Lahan yang dibeli itu merupakan lahan terbengkalai milik pengusaha Adiguna Sutowo. Lahan tersebut, sedianya untuk pembangunan proyek Hotel Batu Panorama.
Bambang menambahkan, semakin cepat pelaksanaan pembangunan akan memberikan dampak yang baik bagi pemkot. Karena, saat ini masih banyak perkantoran yang ngontrak. Sementara, untuk ngontrak rumah untuk perkantoran itu juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. (yak/lia)
taken from jawapos today
sbyctzn July 3rd, 2009, 09:38 AM ^^
semoga saja pemkot Malang tidak kalah sama pemkot Batu, tuh banyak yang sudah digagas pemkot Batu..
Freezy89 July 3rd, 2009, 09:46 AM ^^
Yah...memang posisi malang tidak strategis untuk bisnis...tidak di pinggir laut dan tidak berada di jalur transportasi utama. Sebenarnya saya jg heran sebenarnya kekuatan darimana yang menggerakkan perekonomian di Malang sampai tingkat ini...apa mungkin cukup dari wisatawan yang selama ini mengunjungi kawasan Malang...dan pelajar dari kota2 lain yang memenuhi kota ini???? Who knows....
sbyctzn July 3rd, 2009, 09:53 AM ^^
itu cerdasnya kepala daerah pendahulunya....
bisa mengembangkan Malang menjadi salah satu tujuan wisata dan pelajar paling kuat di Indonesia..
coba deh ada kan kota yang tipikalnya seperti Malang tapi tidak maju-maju...
seperti Jember atau Lumajang, tapi yang sekarang sudah mulai bangun dari tidur ketertinggalannya...
jadi itulah yang membuat Malang bisa seperti sekarang...
lihat saja, walaupun tidak berada di jalur transportasi utama, tetapi jalur transportasi utamanya yang menuju Malang bisa sebesar itu... dan jalur sebesar itu tujuan utamanya ya Malang.
dari Surabaya sampe Malang sudah Avenue penuh...
bandingkan jalur seperti Surabaya - Probolinggo - Lumajang????
padahal tipikal kotanya juga sama kan??? antara Malang dan Lumajang, tapi mana yang lebih maju? Malang kan?
tapi kok bisa ya Malang seperti itu??
nah itulah... anda sudah bisa tau sendiri...
hermawan July 3rd, 2009, 10:00 AM Thx Freezy for all of your pics.
Banyak hal di luar perkiraan saya, terutama Block Office tidak seperti kantor pemerintah pada umumnya, juga polinema sangat bagus:okay:
Cibogo square kecil tapi cukup indah.
Oya Jalan tembus telogowaru itu sudah berapa km panjangnya? dari mana dan berakhir dimana? sorry tanya nich
Freezy89 July 3rd, 2009, 10:08 AM @sbyctzn: Bener juga ya...apalagi kalo tol gempol-mlg terwujud. Semakin gampang saja utk bepergian ke Malang...
@Hermawan : Ralat dulu ya...Polinema beda lho sama Poltekom. Polinema itu Politeknik Negeri Malang, Pecahan dari Univ Brawijaya yang terletak d Jln Soekarno Hatta. kalo Poltekom alias Politeknik Kota Malang dikembangakan secara mandiri oleh Pemkot Malang n terletak di Kawasan Pendidikan Internasional Tlogowaru. :cheers:
Ttg jalan tembus itu...dimulai dari daerah Tlogowaru, di dekat Kawasan Pendidikan Internasional n Block Office....ujungnya di Jembatan sungai brantas yang menghubungkan dengan pasar Gadang, kalau diteruskan akan sampai di perempatan gadang. Seperti yang saya sebutkan tadi, disayangkan karena ujungnya berada di pasar gadang yang macet. Kalau panjangnya mungkin cm 2 km.
Ampelio July 3rd, 2009, 12:01 PM Block Office Pemkot Malang
Block office ini terdiri dari 2 gedung. Gedung pertama berlantai 4 sedang yang ke dua berlantai 3.
Pintu Masuk Utama
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0341.jpg
Gedung Pertama
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0331.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0343.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0344.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0345.jpg
Tampak Belakang...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0334.jpg
Gedung Kedua
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0333.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0339.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0338.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0348.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0349.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0350.jpg
Gedung di dalamnya….
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0353.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0354.jpg
SD Internasional Tlogowaru
Jalan Masuk
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0362.jpg
Gedung
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0356.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0355.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0357.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0351.jpg
Kantin yang lumayan besar utk SD….(mungkin jg dipakai untuk hall….)
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0359.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0363.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0365.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0361.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0367.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0368.jpg
^^surprising...! surprising...! thanks Freezy89 :okay: siapa bilang Malang tidak banyak kemajuan? Keep posting!
sbyctzn July 5th, 2009, 04:49 PM @sbyctzn: Bener juga ya...apalagi kalo tol gempol-mlg terwujud. Semakin gampang saja utk bepergian ke Malang...
@Hermawan : Ralat dulu ya...Polinema beda lho sama Poltekom. Polinema itu Politeknik Negeri Malang, Pecahan dari Univ Brawijaya yang terletak d Jln Soekarno Hatta. kalo Poltekom alias Politeknik Kota Malang dikembangakan secara mandiri oleh Pemkot Malang n terletak di Kawasan Pendidikan Internasional Tlogowaru. :cheers:
Ttg jalan tembus itu...dimulai dari daerah Tlogowaru, di dekat Kawasan Pendidikan Internasional n Block Office....ujungnya di Jembatan sungai brantas yang menghubungkan dengan pasar Gadang, kalau diteruskan akan sampai di perempatan gadang. Seperti yang saya sebutkan tadi, disayangkan karena ujungnya berada di pasar gadang yang macet. Kalau panjangnya mungkin cm 2 km.
yup, pasti akan dibangun kok, cuma ada aja masalahnya buat bangun tol Gempol Malang!!
hermawan July 6th, 2009, 02:56 AM ^^Thx Freez, oh, jadi ada 2 poltek di Malang ...Polinema dan Poltekom ya....
Trus tentang jalan tembus itu, aq berharap ke arah barat dapat diteruskan sampai terminal gadang/Pasar Induk Gadang (kalo nggak salah harus membangun satu jalur jembatan lagi di sisi jembatan yang sudah ada). dan ketimur dan utara kalo jalan ini bisa diteruskan paling tidak sampai Madyopuro saja sudah lumayan. (jalan yang sudah ada masih kecil).
hermawan July 6th, 2009, 03:07 AM Akses Masuk Bandara Baru Ditarget Tuntas Tahun Ini
Minggu, 5 Juli 2009
PAKIS - SURYA-Selangkah lagi, akses jalan menunju lokasi bandara baru Abd Saleh akan segera dibuka. Rabu (1/7) lalu, tim Pemprov Jatim telah melakukan survei tanah kas desa yang akan ditukar guling ke tempat lain, namun masih berada di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis.
Menurut Kabag Pertanahan Pemkab Malang, Moch Jamhuri, kedatangan tim pelepasan tanah kas desa provinsi itu untuk mericek lagi lokasi yang akan digunakan. Setelah disurvei, dan gubernur menyetujui lewat SK, pemkab akan membayar ganti ruginya. ”Kami sudah siapkan dana sebesar Rp 832 juta untuk lahan sekitar 7.300 meter persegi,” ujarnya, Jumat (3/7).
Ditambahkan, dari survei itu, pemkab akan melengkapi semua kekurangan persyaratan pelepasan. Namun, kapan kepastian SK gubernur tersebut akan turun, Jamhuri mengaku belum tahu.
Kabid Teknik Keselamatan Transportasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Untung Sudarto mengharapkan SK itu secepatnya turun agar Agustus mendatang pematangan tanah untuk akses jalan menuju bandara baru bisa dilakukan.
Setelah melakukan pematangan, baru pembangunan konstruksi jalan dan pengaspalan bisa dilakukan. “Targetnya, hingga akhir 2009 ini akses jalan masuk tuntas, sehingga pada 2010 nanti bandara baru sudah bisa dioperasikan,” tandas Untung.
Keberadaan bandara baru memang mendesak segera dipakai karena perkembangan penerbangan sipil di Malang tumbuh pesat. Keberadaan bandara yang ada sekarang dinilai kurang nyaman untuk penumpang terutama karena ruang tunggu yang terlalu sempit. Padahal setiap hari, ada lima penerbangan dari dan ke Malang. vie
hermawan July 6th, 2009, 06:11 AM ^^Apa iya akan ada bandara baru? apa bukan up grade dari Abd. Saleh yang sudah ada?
@Ampelio : emang ada kemajuan, tapi dibandingkan dengan jumlah penduduk kota yang mencapai 790.000 jiwa ditambah wilayah sekitarnya (kab Malang 2,5 juta + kota Batu 150 ribuan), belum lagi potensi ekonomi Malang raya yang terdiri dari pertanian, perkebunan dan industri, tingkat pembangunan di kota ini jadi masih sangat kurang.
Banyak kota-kota lain yang baik dalam hal jumlah penduduk dan potensi ekonominya tidak lebih baik dari Malang, justru sekarang ini banyak yang maju pesat dan berkembang.
Salah satu faktornya mungkin karena pemkot Malang saat ini kurang kreatif untuk menarik investor datang ke Malang.
Freezy89 July 6th, 2009, 04:10 PM ^^Thx Freez, oh, jadi ada 2 poltek di Malang ...Polinema dan Poltekom ya....
Trus tentang jalan tembus itu, aq berharap ke arah barat dapat diteruskan sampai terminal gadang/Pasar Induk Gadang (kalo nggak salah harus membangun satu jalur jembatan lagi di sisi jembatan yang sudah ada). dan ketimur dan utara kalo jalan ini bisa diteruskan paling tidak sampai Madyopuro saja sudah lumayan. (jalan yang sudah ada masih kecil).
Iya...jalan tembus itu berakhir di jembatan yang kamu maksud itu. Tapi setelah jembatan itu kan ada pasar Gadang yang semrawut itu, karenanya kalo saya bilang jalan tembusnya jadi kurang efektif. Nanti kalau tol gempol-malang dibangun pasti diteruskan sampai madyopuro karena rencana ujung jalan tol nya kan di Madyopuro...kita tunggu saja.
Tentang bandara...bisa saja sih bandara baru, pernah ke bandara abd. saleh belum?? Kalo saya bilang kondisi ruang tunggu dan fasilitas lain untuk penumpang masih sangat miris...:ohno:
hermawan July 7th, 2009, 03:28 AM ^^Wah...kalo bandara baru, surprise deh (mungkin konsepnya mirip dengan Juanda ya, dibangun di sebelah bandara lama yang sudah ada - tidak seperti Kualanamu yang sama sekali baru).
Aq 2 kali menggunakan bandara ini, ya memang kondisinya memprihatinkan - tapi ruang tunggu keberangkatan sekarang sudah cukup bagus dan bersih. Tapi kelihatannya kurang besar - banyak penumpang tidak memperoleh tempat duduk, disamping itu tempat parkir kendaraan - kelihatannya sudah mulai sempit karena sudah semakin banyak mobil yang datang dan pergi.
Menurutku jumlah flight dari dan ke Malang masih memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Sekarang ini masih terbatas karena kapasitas bandaranya masih sangat kecil. Padahal melalui pengembangan bandara inilah yang menjadi trigger bagi pertumbuhan ekonomi di Malang.
hermawan July 10th, 2009, 03:20 AM Batu impikan kota mandiri
JLS senilai Rp17 miliar mulai dibangun
MALANG: Pemerintah Kota Batu menilai wilayahnya layak memiliki kawasan kota mandiri, dengan dukungan ketersediaan tanah yang masih sangat luas selain potensi keindahan alam.
Walikota Batu, Eddy Rumpoko, mengundang pengembang, terutama anggota Real Estat Indonesia (REI) Komisariat Malang untuk membangun kota mandiri di Kota Batu.
Dari ketersediaan tanah dan pemandangan, menurut Eddy, Kota Batu layak dikembangkan dengan memiliki kompleks perumahan sekelas kota mandiri, semisal Bumi Serpong Damai di Tangerang.
"Kami akan membantu perizinannya jika ada pengembang yang berminat. Kami welcome bagi pengembang," kata Eddy, belum lama ini.
Dia mengakui, anggota REI Malang sudah banyak yang berkiprah dengan membangun kompleks perumahan maupun proyek properti lainnya di Batu, seperti pengusaha Paul Sastro Senjoyo yang membangun taman wisata Jatim Park dan Batu Night Spectacular (BNS).
Untuk itu, dia mengharapkan pengembang lainnya dapat pula berpartisipasi, termasuk mematangkan konsep dan merealisasikan kota mandiri di Batu tersebut.
Dia juga menyebut bahwa bisnis perumahan di Batu cukup prospektif.
Untuk rumah bagi karyawan PNS di lingkup Pemkot Batu saja, dibutuhkan ribuan unit rumah.
"Untuk masalah ini, kami telah bekerja sama dengan REI Malang untuk membangun rumah bagi PNS di lingkup Pemkot Batu. Proyek tersebut tengah berjalan." Menurut catatan Bisnis, sebagian besar PNS Pemkot Batu bertempat tinggal di Kota Malang.
Potensi inilah yang dimaksudkan sebenarnya pasar yang empuk bagi para pengembang.
Sementara dari sisi efektivitas dan efisiensi kinerja, dengan bertempat tinggal di Batu, kawasan yang dikelolanya, maka PNS akan bekerja lebih baik.
Menanggapi permintaan Walikota Batu tersebut, Tri Widianto, Direktur PT Kharisma Karangploso Indah, mengatakan untuk membangun kompleks perumahan setara kota mandiri, tidak mudah.
"Dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk merealisasikan gagasan tersebut, ini realistis untuk jangka panjang," menurut Tri, yang juga Wakil Ketua DPD REI Jatim itu, kemarin.
Selain dana, pembebasan tanah untuk mega proyek kota mandiri juga tidak gampang.
Pembebasan tanah dengan luasan puluhan hektare butuh strategi, keterampilan, dan teknik tersendiri.
Apalagi terkait krisis ekonomi, situasi bisnis properti yang masih belum pulih benar, sehingga ekspansi di bisnis sedikit tertahan, apalagi ekspansi dalam proyek-proyek besar.
Penjualan rumah untuk tujuan investasi masih belum berkembang, termasuk penjualan rumah mewah.
"Kalau situasi ekonominya sudah kembali baik dan bisnis properti sudah kembali pulih, baru ide membangun kota mandiri menjadi relevan." Proyek JLS Batu Sementara itu, pengembangan jalur lingkar selatan (JLS) di Kota Batu senilai Rp17 miliar bakal segera diawali dengan proyek pelebaran jalan, meski dengan terpaksa mengorbankan ratusan pohon pelindung yang berdiri sepanjang proyek.
Kepala Dinas Pengairan dan Bina Marga Kota Batu, Budi Santoso, mengatakan hanya dengan melakukan pemotongan pohon badan jalan bisa diperlebar hingga tiga meter.
"Namun, pemotongan pohon segera diiringi penanaman pohon pelindung setinggi dua meter, sebagai upaya regenerasi," kata Budi, kemarin, sembari menambahkan sosialisasi akan dilakukan kepada sedikitnya 20 LSM lingkungan di Batu.
Pengembangan JLS menghabiskan dana Rp17 miliar, dimana untuk tahap pertama akan menelan anggaran Rp2 miliar dari DAK 2009.
Pengembangan JLS ini akan memudahkan akses wisata menuju Batu Night Spectacular (BNS), Jawa Timur (Jatim) Park, Klub Bunga, Agro Kusuma Hotel, maupun obyek wisata baru yang sedang dibangun yakni museum satwa. (K24/K25) (redaksi.sby@bisnis.co.id)
Sumber : BISNIS INDONESIA
hermawan July 18th, 2009, 06:18 AM Pangkas Lajur Perizinan, Delapan SKPD dalam Satu Gedung Block Office
18 Juli 2009
Agustus nanti, Kota Malang bakal meresmikan mega proyek di tahun 2009 ini. Block Office dan terminal terpadu. Keduanya di Kecamatan Kedungkandang. Sebuah upaya memecah keramaian kota, mulai dilakukan. Betapa tidak, delapan SKPD akan menjadi satu atap. Otomatis lalu lintas masyarakat pasti mengalir.
Gedung baru nan megah di jalan Mayjend Sungkono Kelurahan Tlogowaru Kecamatan Kedungkandang, banyak mengundang perhatian pengguna jalan.
Warnanya yang ngejreng, didominasi warna merah dan biru semakin mengundang daya tarik masyarakat. Banyak yang mengira bangunan itu hotel baru yang dibangun kawasan Malang timur. Ternyata bangunan itu perkantoran terpadu (block office) Pemkot Malang.
Pembangunan perkantoran terpadu itu tidak lepas dari tekad Pemkot Malang melakukan pengembangan pembangunan ke arah Malang Timur yang masih jarang tersentuh pembangunan.
Beberapa proyek besar diarahkan ke kawasan Malang Timur untuk semakin membuka kawasan Malang timur sebagai kawasan perkotaan terpadu.
Bermula dari pembangunan Gor Ken Arok dilanjutkan dengan sekolah internasional Tlogowaru yang lengkap mulai TK, SD, SMP dan Poltek, pembangunan telecenter, Terminal Tlogowaru dan perkantoran terpadu.
Kawasan jalan Mayjend Sungkono yang semula dianggap angker karena sering terjadi tindak pidana, khususnya malam hari, lambat laun akan hilang.
Kawasan Malang timur, khususnya Kecamatan Kedungkandang akan menjadi ikon baru Kota Malang dengan segala fasilitas yang dibangun pemerintah. Dalam waktu bersamaan, Pemkot Malang membangun Terminal Tlogowaru dan block office.
Pembangunan block office lebih dulu selesai pembangunannya daripada Terminal Tlogowaru yang sama-sama merupakan proyek multi years. Keduanya dibangun sejak tahun 2008 lalu.
Block office yang dibangun di atas lahan seluas 3,5 hektar memiliki dua gedung yang terpisah. Gedung A ada di bagian depan dengan empat lantai dan gedung B ada di belakangnya dengan hanya tiga lantai.
‘’Semua pelayanan masyarakat akan dilayani di gedung A. Dilantai I ada sekitar 26 loket yang akan melayani pelayanan masyarakat, mulai dari perizinan sampai dengan pelayanan KTP dan KK,’’ kata Sekda Kota Malang, Bambang DH Suyono.
Ada delapan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang akan bertempat di kompleks perkantoran terpadu itu. Yakni Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Dinas Perumahan, Dinas Perindagkop, Dinas Pendapatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial.
Blok Office ini akan menjadi pusat pelayanan publik Kota Malang. Dimana seluruh pelayanan publik akan terpusat sehingga diharapkan warga Kota Malang tidak perlu lagi mondar mandir hanya untuk mengurus perizinan dan sebagainya. Cukup disatu tempat dan urusan tersebut cepat terselesaikan. Karena fungsinya adalah sebagai pusat layanan satu atap terpadu.
Kebutuhan kantor bagi Pemkot Malang memang sudah sangat mendesak. Perkantoran yang ada di lingkungan Balai Kota Malang banyak yang tidak layak.
Tidak sedikit diantara mereka harus berjubel dalam satu ruangan karena keterbatasan ruang yang ada. Kebutuhan perkantoran yang modern sudah waktunya untuk diwujudkan Pemkot Malang, seiring dengan meningkatkan kebutuhan pelayanan masyarakat.
‘’Untuk mencari ruang rapat yang besar di Balai Kota, sangat sulit. Ruang kerjanya saja harus berdesak-desakan. Itu sangat tidak ideal untuk melayani masyarakat,’’ ungkapnya.
Hari ini, akan menjadi sejarah baru bagi Pemkot Malang. Delapan SKPD yang menempati perkantoran yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 35 miliar itu akan memulai boyongan.
Pada 14 Agustus mendatang, perkantoran terpadu itu akan diresmikan penggunaanya bersamaan dengan hari ulang tahun orang nomor satu di Kota Malang, Peni Suparto.
Block office akan menjadi kado ulang tahun bagi Inep, sapaan akrab Peni Suparto, untuk kebangkitan pembangunan di Kota Malang. (muhaimin/malangpost)
Komentar : Kalo bisa, pengembangan kawasan timur Malang jangan cuma mengandalkan pemda aja. Ajak tuh investor swasta ikut bangun. kan Malang ada Pak Paul Sastro dll. siapa tahu akan bangun obyek wisata seperti Jatim Park di Buring, hotel atau Mal di sini.
hermawan July 19th, 2009, 06:44 AM zin Tiga Investor Asing Beres
KEPANJEN - Usaha Pemkab Malang membantu proses perizinan penanam modal asing (PMA) masuk ke kabupaten membuahkan hasil. Hingga semester pertama 2009, perizinan tiga investor asing sudah yang tuntas. Dan dalam waktu dekat ketiganya sudah bisa segera beroperasi. Tiga investor asing itu adalah PT. Green Mountain Natural Food (GMNF), PT. Valour, dan PT. Indoko.
GMNF merupakan perusahaan yang modalnya berasal dari tiga negara. Yakni Jepang, Taiwan, dan Indonesia. Besarnya investasi yang ditanam adalah USD 550 ribu. Perusahaan yang lokasinya berada di Randuagung tersebut bergerak di bidang pengemasan sayuran.
Komoditi yang dikemas di antaranya adalah kangkung, bayam, dan kacang. Untuk saat ini mampu menyerap tenaga kerja sekitar 100 orang. Komoditi perusahaan itu semuanya untuk diekspor ke Jepang dan Taiwan.
Dalam setiap tahunnya, kapasitas produksinya adalah 3 ribu ton. Sedangkan nilai ekspornya mencapai USD 4 juta pertahun. "Proses perizinan GMNF sudah tuntas. Pabriknya juga sedang dalam pembangunan. Sebentar lagi sudah beroperasi," kata Adji Jatmiko, Kepala Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang.
Demikian pula dengan PT Valour. perusahaan yang berpusat di Jepang tersebut juga sudah menuntaskan proses perizinannya yang sempat mengalami kendala. Bahkan, ujar Adji, Valour sudah melakukan uji coba penanaman kapri manis di Poncokusumo dan Pujon. Luas lahan yang digunakan uji coba sekitar 6 hektare.
Rencananya, mereka akan memanen komoditinya pada Agustus mendatang. Dan akan segera melakukan ekpsor pertama pada awal September mendatang ke Jepang. Untuk ekspor tahap pertama mereka menargetkan 2 ton setiap minggunya. Dan pada Oktober volume ekspornya ditingkatkan menjadi 14 ton perminggu.
Total biaya investasi yang ditanamkan Valour di kabupaten adalah USD 5,3 juta. Selain bergerak di bidang agro industri, Valour juga berencana akan membuat Supermarket di Kecamatan Dau. Tenaga kerja yang bisa direkrut sekitar 90 orang.
Sedangkan PT. Indoko bergerak di bidang pakan ternak. Nilai investasi yang ditanamkan pada tahap awal sekitar USD 150 ribu. Penanam modal asal Korea Selatan tersebut akan membuat pabriknya di Tumpang. "Proses izinnya sudah turun kemarin," sambungnya.
Dengan masuknya tiga investor asing baru tersebut, total PMA yang sudah menanamkan modalnya di kabupaten ada 20 perusahaan.
Berbeda dengan PMA, PMDN besar yang akan menanamkan modalnya sedikit mengalami hambatan. Dua PMDN besar yang ingin berinvestasi di komoditi gula dan semen, hingga saat ini proses perizinannya masih mengalami kendala.
Untuk pabrik semen yang lokasinya direncanakan di Sumbermanjingwetan, terang Adji, masih mengalami kesulitan izin. "Bila tak ada ganjalan lagi, mungkin minggu depan proses izinnya baru bisa selesai," sambung dia.
Sedangkan untuk pabrik gula yang rencananya dibangun di Sumberpucung masih belum menemukan titik terang masalah perizinannya. Total dana investasi yang sudah tersedot ke kabupaten hingga saat ini adalah Rp 11,6 triliun. Terdiri dari investasi PMA dan PMDN Rp 6,1 triliun. Sedangkan Rp 5,5 triliun berasal dari investasi usaha kecil menengah (UKM). (fir/abm)
Sumber : Radar Malang, 20 Juli 2009
Yahh...lumayan:)
hermawan July 20th, 2009, 05:36 AM Surprise!!!! :okay::okay:
Tirta Kamandanu Water Park, Satu-satunya Waterpark Di Dataran Tinggi
http://img189.imageshack.us/img189/5102/selecta3.th.gif (http://img189.imageshack.us/i/selecta3.gif/)
Kota Batu kini memiliki satu wahana tujuan wisata baru, yakni Tirta Kamandanu Water Park yang merupakan sarana wisata air terlengkap untuk semua kalangan sia. Taman air ini berlokasi di kawasan dalam Taman Rekreasi Selecta yang merupakan sebuah kompleks wisata alam bersejarah itu.
“Tirta Kamandanu Water Park berbeda dengan yang ada di Sidoarjo, Lamongan, bahkan Jakarta. Sebab menjadi water park pertama yang terletak di kawasan dataran tinggi, yakni 1.150 meter di atas permukaan air laut (dpl). Water park lainnya berada di daerah panas atau dataran rendah,” ujar Direktur Utama PT Selecta, Samuel Rusdi.
Obyek wisata yang namanya mengambil dari tokoh sentral salah seorang panglima perang Kerajaan Majapahit, Arya Kamandanu itu, lebih menampilkan suasana alam dan hutan pepohonan serta taman bunga di sekelilingya. Wahana yang mungkin jadi ciri khas Tirta Kamandanu Water Park adalah dua buah kolam renang berukuran 800 meter persegi dan 500 meter persegi dengan kedalaman terendah 1 meter.
“Dua kolam renang ini berbeda dengan kolam renang kebanyakan, karena dibuat dengan tekstur tingkatan kedalaman seperti pantai dilengkapi papan luncur atau slidding. Pembangunan Tirta Kamandanu Water Park ini tak menghilangkan kekhasan suasana alam yang ada di sekitarnya, meski beberapa sarananya terbilang modern,” imbuh Samuel.
Komitmen menjadikan nuansa modern Tirta Kamandanu Water Park dalam kemasan naturalis keelokan lingkungan alam di seputarannya, menjadikan taman air ini jauh berbeda dengan water park - water park lainnya. “Kami ingin tampil beda dengan water park lain, dan bertahap ke depan Tirta Kamandanu Water Park akan terus kami kembangkan menjadi sebuah taman wisata air dan alam yang lebih komplit lagi,” ungkap pria yang sudah bekerja sejak tahun 1967 di PT Selecta itu.
Tak Kalah Mentereng
WARGA Malang Raya tak lagi harus jauh-jauh mengunjungi water park hingga ke Sidoarjo, Lamongan, atau bahkan Citraland di Jakarta. Keberadaan Tirta Kamandanu Water Park Selecta di Desa Tulungrejo, Bumiaji, tak kalah mentereng dan atau kalah lengkap dengan ketiga water park tersebut.
“Pada peluncuran perdana Tirta Kamandanu Water Park, Juli tahun ini, kami menyediakan belasan sarana bermain dan wisata bagi pengunjung. Kami ingin membuat pengunjung betah berlama-lama dengan sarana selengkap itu,”jelas Direktur PT Selecta, Sujud Hariadi.
Dengan jam buka 07.00 hingga 17.00 setiap hari, obyek wisata ini bahkan secara khusus menugaskan empat petugas life guard agar pengunjung tak menghadapi kendala apa-apa selama menikmati belasan sarana yang ada.
Untuk memanjakan pengunjung, berderet perpaduan wahana modern dan naturalis yang ada, dapat dinikmati pengunjung sejak masuk pintu gerbang hingga ujung bagian dalamnya.
Ini membuat mata tak jenuh memandang dan menikmati sarana yang ada. Tirta Kamandanu Water Park yang bertemperatur antara 15 hingga 23 derajat Celcius itu, memiliki dua kolam renang seluas 800 meter persegi dan 500 meter persegi dengan tekstur tingkatan kedalamanya tak ubahnya sebuah pantai, antara 1 meter hingga 2,5 meter.
Kolam-kolam tersebut juga dilengkapi tiga papan slidding fiberglass untuk meluncur, sebuah memiliki tinggi 8 meter dengan panjang 60 meter dan dua seluncur setinggi 4 meter sepanjang 10 meter. Masih ada bak air (tong,.red) tumpah yang mampu memuat 300 liter air dan ditumpahkan setiap menit sekali.
“Kami juga sediakan dua papan slidding atau papan seluncur untuk anak-anak setinggi dua meter dengan panjang 5 meter dan 8 meter dan lebar 1 meter. Tirta Kamandanu Water Park ini sejak awal kami peruntukkan tak hanya bagi kalangan usia anak-anak saja, tetapi juga dewasa dengan harga tiket masuk hanya Rp 10.000 per pengunjung,” imbuh Sujud kemudian. Dengan tiket masuk Rp 10.000, pengunjung gratis menikmati semua wahana atau saran yang ada di dalam Tirta Kamandanu Water Park, kecuali kereta kuda, becak mini (Rp 6.000), perahu kano (Rp 15.000), dan sepeda air (Rp 15.000).
Sarana tak kalah menarik lainnya, adalah berupa tiga Gazebo atau payung-payung atau tenda raksasa di taman-taman, agar pengunjung merasa nyaman duduk-duduk di seputar taman dan kolam renang.
Wisata ini juga tak ketinggalan menyediakan sarana santai bagi pengunjung rombongan, yakni fasilitas outbound yang memanfaatkan hijaunya dan sejuknya alam seputar Tirta Kamandanu Water Park yang mampu menampung banyak orang. “Masih ada sarana wisata yang memacu adrenalin, yaitu tiga buah flying fox dengan ketinggian 10 meter dan sebuah fun games berupa dua buah titian bamboo di atas kolam kecil,” timpal Direktur Utama PT Selecta, Samuel Rusdi.
Sarana pendukung lainnya, juga tak kalah menawannya dan bahkan tak dijumpai di water park- water park lainnya, seperti 13 sepeda air, 8 perahu kano, 10 becak mini, 3 kereta kuda, dan aquarium raksasa. “Yang menarik dari Tirta Kamandanu Water Park, dilengkapi keberadaan Pasar Wisata dengan 200 stand yang menjual aneka ragam panganan dna minuman serta oleh-oleh khas Kota batu dan Malang Raya. Termasuk tanda mata atau cindera mata lainnya. Pasar seperti ini kian membuat terasa unik water park ini,” tegas Samuel.
Diarsiteki Wong Mbatu
ADALAH Ferry Eko Sujarwanto, sang penggagas ide sekaligus arsitek pembangunan Tirta Kamandanu Water Park. Pria usia 35 tahun yang asli Wong Mbatu yang kini berdomisili di Surabaya itu, awal tahun 2008 lalu, bersama Sujud Hariadi dan Samuel Rusdi melontarkan ide pembangunan Tirta Kamandanu Water Park.
“Kota Batu sudah saatnya memiliki sarana wisata seperti Tirta Kamandanu Water Park. Bayangkan kalau kita harus jauh-jauh ke tempat lain, dan sekarang di sini sudah ada water park, bahka lebih lengkap. Sarana ini pertama dibangunan awal bulan Februari 2009 lalu dan menelan biaya Rp 700 juta lebih,” jelas Direktur PT. Selecta, Sujud Hariadi.
Dikatakan, Tirta Kamandanu Water Park juga dimaksudkan untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Selecta, dan umumnya ke Kota Batu. Ia berharap, hadirnya water park tersebut akan bisa meningkatkan 20 persen lebih banyak dibandingkan pada tahun 2008 lalu untuk tingkat kedatangan wisatawan ke Selecta. “Tahun 2008 lalu, tingkat kunjungan wisatawan ke Selecta mencapai angka 400.000 orang. Hadirnya Tirta Kamandanu Water Park, kami berharap ada peningkatan menjadi hingga 500.000 orang per tahunnya,” ujar alumni Diploma Akuntansi Universitas Brawijaya itu. (nov/mar/malangpost)
Freezy89 July 20th, 2009, 08:54 AM ^^
Good news....murah lho 10rb udah bisa menikmati waterpark. Cuma kita harus tahan dingin. Saya pernah berenang di selecta n nggak tahan dinginnya...:nuts:
Another good news...............
Rp 500 M untuk Pasar Dinoyo-Blimbing
Pemkot Malang akan merombak dua pasar tradisional menjadi pasar semimodern. Dua pasar itu adalah Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo. Untuk perombakan itu, pemkot menegaskan tidak akan merogoh APBD karena telah ada enam investor yang telah masuk.
Wali Kota Malang Peni Suparto mengatakan, pemkot menawarkan perombakan dua pasar tradisional itu menjadi satu paket dengan nilai Rp 500 miliar. Formatnya, dua pasar tradisional dijadikan pasar semimodern.
Gambaran jelasnya, seperti kondisi Pasar Besar Malang (PBM). Yakni, pedagang tradisional dipusatkan di bagian bawah sedang bagian atas untuk pertokoan. "Sistemnya bukan 250 miliar masing-masing pasar. Tapi Pasar Dinoyo menelan dana tidak sampai Rp 250 miliar karena ukurannya lebih kecil," kata Peni, beberapa waktu lalu.
Kemungkinan besar, lanjut Peni, perombakan dua pasar tradisional tersebut akan dimulai akhir tahun ini. Itu karena enam investor yang masuk masih harus melengkapi persyaratan yang diajukan pemkot. "Yang jelas enam investor itu sudah setuju, tinggal pelaksanaan saja," tambahnya.
Peni menjelaskan, perombakan dua pasar tradisional itu bukan hanya untuk meningkatkan status pasar. Karena yang lebih penting adalah mengubah image pasar tradisional yang selama ini terkesan kumuh dan berantakan. Sehingga masih banyak masyarakat yang enggan ke pasar tradisional. "Perubahan dua pasar tradisional tersebut juga sebagai langkah meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Peni.
Dengan perubahan itu, ujar dia, yang jelas wajah pasar tradisional menjadi lebih tertata dan lebih rapi. Juga, lebih bersih. Dengan begitu, masyarakat yang semula enggan ke pasar tradisional akan tertarik kembali mengunjungi pasar. "Kalau masyarakat banyak ke pasar, pendapatan pedagang akan naik. Artinya, perekonomian pedagang juga membaik," tandas Peni.
Sementara itu, selain dua pasar tradisional yang dilirik investor, Peni juga mengaku bahwa telah ada satu investor lagi yang akan merombak kantor BP2T (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu) di Jl A. Yani menjadi hotel.
Perubahan kantor BP2T menjadi hotel tersebut akan dilakukan setelah BP2T boyongan ke kompleks perkantoran terpadu Agustus nanti. Hanya, untuk nilai sewa itu, Peni mengaku belum tahu persis. "Konsepnya depan dibuat kantor bank, sedang belakangnya hotel. Semuanya digarap satu investor, yakni dari BCA," ujarnya.
Hotel itu nanti, menurut Peni, akan dijadikan hotel pemkot. Dengan begitu, pemkot tidak perlu bingung lagi dengan tamu-tamu yang datang. Bahkan, ke depan hotel itu juga dikomersialkan. "Lokasinya sangat strategis, kami yakin akan maju," kata dia. (nen/ziz)
hermawan July 20th, 2009, 12:02 PM ^^Wow!!!!! Rp. 500 M untuk dua pasar?. MOG saja invesnya Rp 200M! seperti apa jadinya yah:nuts:
Kalo pasar Dinoyo ama pasar Blimbing dibuat modern - pasti akan mengubah wajah kawasan itu!
Yah kita tunggu realisasinya. Oya..ada khabar tentang Pasar Induk Gadang? dulu sempat ada kabar bakal dirombak juga. Masih sangat kumuh. lalu eks terminal gadang setelah pindah ke Telogowaru mau dijadikan apa ya?
hermawan July 21st, 2009, 05:52 AM Investasi Jalan Terus
*Teror Bom Tak Pengaruhi Investor Luar Negeri
KEPANJEN - Teror bom di dua hotel internasional yakni Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott Jakarta pada Jumat (17/7) lalu, tak berdampak bagi Kabupaten Malang. Di sektor investasi misalnya, tak ada satupun investor asing yang menarik diri.
Tak terpengaruhnya investor asing besar kemungkinan dikarenakan tingkat kesadaran penanam modal asing (PMA) yang mengetahui benar tingkat keamanan di kabupaten. "Sebenarnya kami sempat was-was ketika ada teror bom di Jakarta. Karenanya, kami pro-aktif menghubungi agen investasi," kata Adji Jatmiko, Kepala Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang.
Dari hasil komunikasi dengan agen investor, untuk sementara kondisi investasi di kabupaten masih bisa dibilang stabil. Bahkan, papar Adji, pada Rabu (22/7) lusa, perwakilan PT. Valour dari Jepang akan melakukan pembicaraan lebih intensif dengan pemkab.
Valour berencana akan menanamkan modalnya sekitar USD 5,3 juta. Dana itu akan ditanamkan untuk membuat supermarket di Dau dan agroindustri di Poncokusumo serta Pujon. Proses izin Valour sudah tuntas.
Investor luar negeri yang juga sudah menuntaskan perizinannya adalah PT. Green Mountain Natural Food asal Jepang dan Taiwan. Perusahaan yang bergerak di bidang pengemasan sayur tersebut berada di Singosari. Selain itu juga ada PT. Indoko dari Korea Selatan yang juga sudah menuntaskan perizinannya. Investor yang bergerak di bidang pakan ternak itu akan dibangun di Tumpang.
"Investor asing yang sudah menuntaskan perizinannya tak ada yang mengundurkan diri. Mereka masih percaya bisa berinvestasi di Kabupaten Malang dengan aman," lanjut Adji.
Dia juga menambahkan, beberapa investor asing yang masih terkendala masalah perizinan masih terus berupaya untuk mengurus izin sesuai prosedur. Investor yang masih terus mengurus persyaratan investasi itu di antaranya adalah investor asal Jepang yang berencana membangun perusahaan bodi mobil. Juga ada investor asal India yang tetap bersemangat untuk membuat pabrik pembuatan serat tekstil untuk konstruksi jalan.
Serta ada investor asal Tiongkok yang tetap bersemangat untuk membangun pabrik gula dengan nilai investasi sekitar Rp 1,8 triliun.
Ke depan, tutur Adji, pemkab akan bekerjasama dengan agen investasi untuk menjelaskan kondisi obyektif Kabupaten Malang. Mulai dari kebudayaan, ketersediaan tenaga kerja, ketersediaan bahan baku, infrastruktur jalan, hingga tingkat keamanan. "Dengan begitu, investor tak akan terpengaruh teror-teror bom yang terjadi di daerah Indonesia lainnya seperti yang terjadi di Jakarta," paparnya. (fir/abm)
Mudah2an semua dapat terwujud tahun ini.:):):):):)
hermawan July 23rd, 2009, 03:24 AM UMM Bangun Rumah Sakit ‘Sehat’
Sumber : Surya, Kamis, 23 Juli 2009
LOWOKWARU - SURYA- Pemotongan tumpeng dari Mendiknas Bambang Sudibyo, Rabu (22/7) kemarin menandai dimulainya pembangunan kompleks rumah sakit milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Rumah sakit yang diklaim Rektor Dr Muhadjir Effendi MAP berstandar internasional ini, direncanakan rampung dua tahun.
“Rumah sakit ini rencananya akan jadi rumah sakit rujukan, dari delapan rumah sakit Muhammadiyah yang ada di Jatim,” ujar Muhadjir.
Selain untuk melayani warga, rumah sakit yang dibangun di sebelah timur Terminal Landungsari ini juga untuk mengakomodasi kebutuhan fakultas kedokteran UMM. Saat ini, pihak pengelola kampus telah menggandeng tiga perguruan tinggi asal RRC, Malaysia, dan Belanda, masing-masing dengan spesialisasi keahlian. “Dengan Belanda, kami tertarik mempelajari tentang tropical disesase. Sementara untuk RRC, kami mempelajari pengobatan metode ketimuran,” ujarnya.
Menganai berapa total biaya untuk membangun rumah sakit seluas sembilan hektar ini, pakar militer tersebut mengaku tidak tahu. Ia hanya menyebut, anggaran yang diperlukan untuk bangunan utama sekitar Rp 50 miliar. “Itu belum termasuk pengadaan sarana penunjang rumah sakit,” ungkapnya.
Selain bangunan utama dan penunjang untuk perawatan dan administratif, kompleks rumah sakit ini akandilengkapi guest house, ruang pelatihan, dua gedung IRNA, satu bangunan untuk perawatan khusus, masjid, dan lapangan olahraga. “Meski namanya rumah sakit, tapi konsep pembangunan dibuat menjadi rumah sehat. Artinya, pola arsitektur rumah sakit ini diharapkan bisa membantu psikis pasien,” janji Muhadjir. ab
Freezy89 July 23rd, 2009, 08:55 AM Wah...tiba2 ada beberapa proyek baru yang tentunya sangat menarik untuk diikuti perkembangannya...!!!
:banana::banana::banana:
Ampelio July 24th, 2009, 04:35 AM Rp 500 M utk dua pasar??? :nuts: ...that's still way too much :ohno:
For comparison : construction of 1 block 20 storey apartment tower only cost less than Rp 300 Billions! (current economy condition)
...juga contoh lain, Pemkot Solo selama ni tidak pernah menghabiskan dana diatas Rp 40 M utk satu buah konstruksi baru bangunan pasar (2-3 lantai), proyek renovasi dan perluasan Terminal Bus Tirtonadi dari 3 hektar menjadi seluas 5 hektar (plus full new buildings) pun hanya dianggarkan 50 M. :)
hermawan July 24th, 2009, 06:10 AM RS UMM konon 6 lantai
@ampelio : iya, besar sekali dananya......cukup untuk membangun superblok - ada mal dan apartemen. Mudah2an nggak dibebankan sama pedagang. kita tunggu....:)
hermawan July 26th, 2009, 04:17 PM Satu berita yang terlewat - UB dan UMM berpacu bangun RS. Mudah-mudahan banyak RS di Malang nggak malah bikin arek-arek Malang loro-loroen:):):)
UB Bangun RS Rp 0,5 Triliun
Senin, 15 Juni 2009
LOWOKWARU - SURYA-Tak terdengar pelaksanaan tendernya, Universitas Brawijaya (UB) Malang mendadak membangun megaproyek berupa rumah sakit (RS) internasional di depan Taman Krida Budaya Jatim (TKBJ) Jl Soekarno-Hatta. Rumah sakit yang akan dinamai RSUB Akademik ini menelan anggaran APBN Rp 0,5 triliun.
Rektor Unibraw, Prof Dr Yogi Sugito, Minggu (14/6) membenarkan bila UB akan membangun RS internasional di atas lahan seluas 2,5 hektare. Menurut dia, anggaran Rp 500 miliar itu bukan untuk bangunan fisik RS saja, tetapi juga untuk pengadaan peralatan medis.
“Justru peralatan medis ini yang harganya mahal karena penekanan RS ini nanti lebih banyak ke laboratorium riset,” jelas Yogi.
Menurut Yogi, anggaran sebesar Rp 500 miliar itu merupakan total anggaran selama tiga tahun. Yogi mengatakan, kini pembangunan RSUB itu sudah dimulai dan akan beroperasi pada 2011.
RSUB ini nanti akan banyak dilengkapi peralatan medis canggih. Selain untuk riset, RSUB ini juga melayani umum. Bahkan, pasien dari Malang yang sekarang banyak berobat ke Jakarta dan Singapura, nantinya bisa dilayani di RSUB. Karena, standar pelayanan RSUB ini seperti RS internasional.
Dengan dibangunnya RSUB ini, lantas bagaimana kerja sama Fakultas Kedokteran (FK) UB dengan RSSA, Yogi menyatakan tak masalah. RSSA tetap menjadi mitra FK UB. Apalagi, sekarang ini daya tampung RSSA untuk mahasiswa FK Unibraw tak mencukupi, sehingga Unibraw membuka kerja sama lain dengan RS di Madiun.
Bagaimana status kelembagaan RSUB mendatang, menurut Yogi bisa berupa usaha pelaksana teknis (UPT). Soal tenaga medisnya, menurut Yogi akan dicarikan tenaga dari luar kampus yang profesional. ”Kalau ingin profesional, jelas tak boleh dirangkap,” papar Yogi.ekn
hermawan July 26th, 2009, 04:29 PM Sorry oot......... selamat atas prestasi UB juara PIMNAS lagi........... kami para alumni ikut merasa bangga:banana::banana::banana:
Berikut tahun, juara dan tempat diselenggarakannya PIMNAS.
Tahun 2009. Juara - UB. Tempat di Universitas Brawijaya (UB) Malang
Tahun 2008. Juara - UB. Tempat di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang
Tahun 2007. Juara - UGM. Tempat di Universitas Lampung (UNILA) Lampung
Tahun 2006. Juara - UGM. Tempat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Malang
Tahun 2005. Juara - IPB. Tempat di Universitas Andalas (UNAND) Padang
Tahun 2004. Juara - IPB. tempat di STT Telkom
Freezy89 July 27th, 2009, 05:56 PM ^^
Wah, berarti perkiraan saya tidak salah mengenai lahan yang bakal dipakai untuk RS UB...ini dia lahannya...persis di depan krida budaya
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0311.jpg
Kalo memang benar proyek nya sudah dimulai, akan saya up date fotonya..
Tapi tunggu 2 minggu lagi ya...
:)
Wah saya juga mw ikut ucapin selamat ahh...:lol:
Selamat buat tim ITS Surabaya yang menjadi juara III di PIMNAS XXII. Semoga bisa ditingkatkan lagi untuk ke depannya...
Dan sebagai warga ngalam saya juga turut berbangga atas keluarnya UB sebagai Juara serta sukses menjadi tuan tumah PIMNAS XXII...
:cheers:
hermawan July 28th, 2009, 07:18 AM ^^Kami tunggu...mudah-mudahan sudah ada pekerjaan konstruksi.
Kalo RS UMM di sebelah mana ya? lokasi sebelah timur terminal Landungsari setahuku sudah nggak ada lagi lahan kosong disana? sorry cuma tanya
hermawan July 28th, 2009, 08:00 AM ^^Kalo lihat di GE, tanah yang kosong untuk lokasi RS UMM cuma ada di samping terminal landungsari - jadi agak masuk ke dalam. Jadi kalo ada orang menuju RS, masuk dulu ke lokasi terminal.
Bagusnya RS itu menghadap langsung jalan raya - artinya ada rumah-rumah penduduk yang musti dibebaskan dulu.
Freezy89 July 28th, 2009, 02:28 PM ^^
Oh,tenang saja...UMM sudah membebaskan lahan di sebelah timur terminal yang ada di pinggir jalan raya. Lahan yang dibebaskan ini kelihatannya berfungsi sebagai pintu keluar masuk RS. KAlau kita lewat jalan raya di situ, ada lahan yang dipagari seng bercat hijau dan bertuliskan "Lahan Milik UMM" Ini dia perkiraan lahannya...tapi luas lahannya saya hanya kira2 saja...:)
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/untitled.jpg
hermawan July 28th, 2009, 02:53 PM ^^
Kalo diberita khan luasnya 9 ha. aq kira lebih dari itulah...terminal Landungsari aja nggak sampe 9 ha. Bisa jadi sebagian lahan kosong di sebelah timur terminal itu.
Kalo dari jalan raya pintu masuknya cuma sekecil itu, sayang ya. Bangunannya nggak akan kelihatan semua dari jalan raya, karena mesti tertutup rumah-rumah warga.
Freezy89 July 28th, 2009, 03:15 PM ^^
Yah, bagaimana lagi...daerah di pinggir jalan memang sudah full...
Ada berita bagus nih bwt pelayanan publik di Kota Malang...
Urus Pajak STNK Bisa di Mal
Samsat Corner MOG Diresmikan
MALANG - Warga Kota Malang yang ingin mengurus perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK) sekarang tidak lagi repot-repot mendatangi kantor Samsat Kota Malang di Jl S. Supriadi 80. Sudah ada tempat lain untuk mengurus perpanjangan STNK yang diresmikan kemarin. Yakni di Mal Olympic Garden (MOG).
Lokasinya di gerai paling pojok lantai I blok FF 53 dan diberi nama Samsat Corner. Siang kemarin, peresmian kantor layanan ini dilakukan Kapolda Jatim Irjen Anton Bahrul Alam disaksikan oleh semua muspida Malang Raya.
Kapolda Anton Bahrul Alam mengatakan keberadaan Samsat Corner di Kota Malang adalah yang kedua di Jatim setelah Surabaya. "Inovasi ini sangat bagus dan bisa dilanjutkan ke jenis pelayanan lain. Misalnya SIM corner,'' ucapnya.
Inovasi layanan kemudahan membayar pajak kendaraan ini diprakarsasi tiga pilar pelaksana di kantor Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Malang: Satlantas Polresta Malang, Dispenda Provinsi Malang Kota, dan Jasa Raharja. Mereka memilih plasa sebagai kantor pelayanan alternatif karena banyak dikunjungi masyarakat. "Kami ingin memberikan kesan bahwa membayar pajak itu mudah. Bisa dilakukan di mana saja, termasuk di plasa ketika berbelanja atau sekadar jalan-jalan,'' kata Kasat Lantas Polresta Malang AKP Pranatal Hutajulu.
Selain bisa memberikan kemudahan lokasi yang mudah dijangkau karena berada di pusat kota, jam operasional mal dinilai juga bisa memberikan kemudahan bagi wajib pajak kendaraan bermotor untuk memilih waktu pembayaran. Jika jam kantor bisa dilakukan di kantor samsat, namun kalau di luar jam kantor bisa dilakukan di Samsat Corner.
Nantinya, kantor layanan di MOG ini hanya melayani urusan perpanjangan STNK. Karena sudah menerapkan sistem online, wajib pajak yang bisa dilayani mencakup sewilayah Jawa Timur. Tentunya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Samsat Corner akan buka setiap hari, kecuali hari libur nasional. Jam operasional mulai pukul 10.00 hingga pukul 21.00. Pelayanan akan istirahat selama satu jam, mulai pukul 14.00 hingga 15.00. Khusus wajib pajak luar Kota Malang yang menggunakan sistem online akan dilayani mulai pukul 10.00 hingga pukul 16.00 karena menyesuaikan sistem kerja di kantor samsat lain. Syarat yang harus dibawa oleh wajib pajak adalah KTP asli, BPKB asli, dan STNK asli. Jika tidak memiliki kelengkapan tersebut, pelayanan bisa dilakukan di kantor samsat.
Pranatal mengatakan, sebenarnya inovasi serta prestasi sudah dilakukan oleh samsat sejak lama. Di antaranya telah mengantongi sertifikasi standar pelayanan internasional (ISO) 9001:2000. juga memberikan layanan samsat drive thru untuk kendaran roda empat, yakni melakukan perpanjangan ekstracepat tanpa harus turun dari mobil. Berikutnya, ada samsat keliling dengan mengoperasionalkan mobil layanan ke pusat keramaian masyarakat. (mas/yn)
hermawan July 29th, 2009, 09:00 AM ^^Ok lah nggak apa2, sy kira keindahan Malang tidak hanya karena faktor skyscrapernya saja. Tapi nilai plus dari Malang adalah lanskapnya yang memang cantik/(karena kerjaan, aq sering berkunjung ke berbagai kota lain di Indonesia) dan enak untuk menjadi tempat tinggal.
@Freezy : Aq tunggu ya up datenya.....maaf aq nggak bisa kontribusi apa2, yang aq bisa cuma membuat agar thread ini tetap rame.........Entar kalo sudah pension mo netap di Malang he...he...he...
Freezy89 July 29th, 2009, 03:10 PM ^^
Mau pensiun di malang?? Wah, itu rencana yang oke!!
Tapi semoga nantinya kota malang tetap indah seperti skrng..:)
hermawan July 30th, 2009, 03:50 AM ^^Iya, tapi masih lama.. semoga saja masih tetap indah.:)
Oya, mungkin ada baiknya kita tunggu proyek-proyek, baik yang masih diawang-awang atau sudah direncanakan tapi belum dibangun dan lain-lain di seluruh wilayah Malang Raya, ini dia daftarnya :
1. Jalan Tol Pandaan - Malang sampai Madyopuro
3. Pelabuhan Sedang Biru
4. Jalan lintas selatan
5. RS UB dan RS UMM
6. Terminal Telogowaru
7. Jalan akses ke Bandara Abdurachman Saleh (1,3 Km - lebar 30 m)
8. Pembangunan Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing
9. Jalan Lintas Barat di Kepanjen (5 km)
10. Jalan Lintas Timur Kabupaten Malang (Dari Lawang - Turen)
11. Kereta Komuter Lawang - Kepanjen
12. Jalan lintas barat (dari Bendungan Sutami ke Dau)
13. Jalan tembus dari Danau Toba ke Jalan Sulfat
14. Pengembangan bandara Abdurahman Saleh
15. Museum Satwa di Batu
16. Vulcano Park di Tumpang
17. Jalan alternatif Malang - Batu
Apa lagi ya.......
Yang nggak ada khabarnya lagi antara lain Araya Plaza II, Malang tower di Alun2:ohno: (ada yang tahu!)
Btw : Kalo boleh usul, menurutku ada beberapa hal yang perlu dibangun atau setidaknya musti ada di Malang Raya (ini impian-impianku terhadap Malang Raya) jika Malang ingin memiliki daya saing lho.
1. Convention Center berskala internasional (setauku disini belum ada - sementara Malang sangat potensial jadi kota tujuan MICE (Meeting, insentive travel, Conference and Exhibition)
2. Hotel berbintang 4 dan 5 (kayanya belum ada juga)
3. Ring road yang melingkari kota dengan lebar 40 - 60 m (mungkin bisa contoh ringroadnya Yogya
4. Sistem transportasi masal (idealnya monorail)
5. Melebarkan beberapa jalan protokol (karena jalan raya2 di Malang umumnya kecil2)
6. Sport center - wilayah stadion gajayana menurutku sudah terlalu sumpek berada di tengah-tengah kota (menurutku idealnya dibangun di daerah Buring yang tanahnya masih luas)
7. Mal-mal papan atas
8. Landmark baru. entah bangunan (seperti twin tower, air mancur atau apapun)
9. Pusat industri berbasis TI (semacam Silicon valley lah)
10. Real estate/perumahan berskala kota (mungkin seluas 1000 - 2000 ha) untuk memudahkan tata kota....sudah ada pondok blimbing ya..
ayo apalagi........
Mungkin ini dulu uneg-unegku, sorry kalo ada yang nggak berkenan:)
Freezy89 July 30th, 2009, 01:48 PM ^^
wAH...ternyata kalo diurut banyak juga ya proyek infrastruktur yang ada di kawasan malang...semoga semuanya bisa terealisasikan... :)
Terutama untuk jalan2 baru, malang sudah waktunya punya ring road untuk mengatasi
masalah kemacetan supaya tidak menjadi parah seperti di kota2 besar lainnya...
Begitu juga dengan pengembangan bandara abd saleh yang tentunya akan semakin menggairahkan ekonomi dan pariwisata di malang. Lumayan lah sekarang sudah ada 5x malang-jakarta vice versa. 2x garuda, 2x Sriwijaya n 1x Batavia.
Kalau tentang malang tower setahu saya memang tidak jadi dibangun karena banyak yang menolak. Sedangkan untuk plaza araya II mungkin pending, melihat perkembangan plaza araya belum begitu menggembirakan.
Hotel berbintang...setahuq hotel santika malang sudah bintang 4 karena di belakanya ada embel2 "premier". Lupa baca dimana...tapi kalo nggak salah hotel santika bintang 3, sementara santika premier bintang 4. Selain itu, hotel tugu dengar2 juga bisa disejajarkan dengan hotel bintang 5....tapi kedatangan international hotel chain tetap ditunggu...:)
Iyaya...kenapa kok jalan2 protokol di malang tidak begitu lebar....hanya 2 lajur saja. Padahal di sby jalan2 protokol 3 lajur ada dimana-mana...
hermawan July 31st, 2009, 04:10 AM ^^
Iyaya...kenapa kok jalan2 protokol di malang tidak begitu lebar....hanya 2 lajur saja. Padahal di sby jalan2 protokol 3 lajur ada dimana-mana...
Aq pernah bawa rombongan temanku dari Jakarta ke Malang dan kebanyakan mereka belum pernah kesini. Karena lihat jalannya kecil2, dikira Malang juga kota
kecil seperti Madiun, Pemalang dsb. Ya sedih deh.
Ya itulah yang aku nggak habis pikir, kenapa pemkot Malang sampai sekarang koq ngga pernah punya ide memperlebar jalan2 protokol seperti misalnya dari Celaket sampe Polowijen, ke selatan sampai Kebon Agung. Dari Panji Suroso sampe Kacuk:ke barat sampai Batu. ohno::ohno: Sekali-kali keq pemkot studi banding ke luar negeri, minimal ke Malaysia ....dimana disana setiap kota pasti jalan2 utamanya lebar-lebar, karena dengan infrastruktur yang baik, investor pasti berdatangan.
Mungkin itulah kenapa jalan Basuki Rachmad s.d polowijen dari dulu sampe sekarang gitu2 aja. nggak ada perkembangan yang cukup berarti. Bandingkan dengan Jl. Slamet Riyadinya Solo...jauh..
Kalo tidak mungkin dilakukan pelebaran, ya harusnya ada ringroad yang mengelilingi Malang. Kalo tidak, tahun 2020 nanti Malang pasti macet total. (lihat usulku di atas).
hermawan July 31st, 2009, 04:40 AM Nich ada beberapa good news:)
JLT Malang mulai dibangun
MALANG: Proyek Jalan lingkar timur (JLT) Lawang-Poncokusumo sepanjang 63 km mulai direalisasi, yakni pelebaran di ruas jalan Banjararum Kec. Singosari-Mangliawan Kec. Pakis.
Mochamad Anwar, Kepala Dinas Bina Marga Kab. Malang, mengatakan pelebaran pada ruas Banjararum-Mangliawan tersebut menelan anggaran Rp2,2 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Malang 2009.
"Jalan sepanjang 6,1 km tersebut dilebarkan dari tiga meter menjadi lima meter dengan kontruksi hotmix," kata Mochmmad Anwar, di Malang, kemarin.
Untuk proyek pelebaran jalan Banjararum- Mangliawan, ujar dia, sudah selesai ditenderkan dan mulai dikerjakan pada akhir Agustus.
Proyek tersebut akan selesai dikerjakan sebelum Desember 2009.
Di sepanjang ruas JLT, menurut dia, nantinya akan dilebarkan menjadi enam meter dan pengerjaannya secara bertahap, multi years, disesuaikan dengan kemampuan APBD Kab. Malang.
Namun yang menjadi prioritas proyek, di bagian sirip seperti ruas Pakis- Tumpang. Di sana akan dibangun tiga jembatan dengan lebar 20 meter dan panjang tujuh meter.
Pembangunan JLT tersebut, lanjut dia, mengantisipasi pengembangan kawasan Poncokusumo sebagai kota agropolitan atau kawasan pertanian terpadu. (K24)
Dari : BISNIS INDONESIA, 31 Juli 2009
hermawan July 31st, 2009, 04:42 AM -----
hermawan July 31st, 2009, 04:46 AM Ada lagi:):):):)
Ini mungkin yang disebut bandara baru
Enclave sipil Abd. Saleh 2010
MALANG: Terminal kedatangan dan keberangkatan di Bandara Abd Saleh Malang untuk penerbangan sipil akan dipindah ke enclave sipil pada 2010.
Soefianto, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kab. Malang, mengatakan pemindahan terminal tersebut kini sedang dipersiapkan secara terpadu antara Pemda se-Malang Raya dengan Pemprov Jatim.
"Seperti pembangunan akses jalan ke enclave sipil itu, telah dianggarkan Pemprov Jatim lewat perubahan anggaran keuangan (PAK), dan saat ini dibahas DPRD setempat," kata Soefianto, kemarin.
Kebutuhan untuk proyek jalan dimaksud, lanjut dia, sekitar Rp18 miliar. Masih belum jelas, apakah DPRD menyetujui anggaran proyek sebesar itu ataukah akan dikurangi. (BISNIS/K24)
Sumber : Bisnis Indonesia, 31 Juli 2009
Freezy89 July 31st, 2009, 05:27 AM Anyway...there is always a bad news for projects in Malang.... :(
Tunda Rombak Dua Pasar
Dewan Menilai Perjanjian Pemkot-Investor Belum Jelas
MALANG - Rencana Pemkot Malang menyerahkan perombakan Pasar Blimbing dan Dinoyo pada investor tidak berjalan mulus. Bahkan, DPRD Kota Malang hingga kemarin belum menyetujui rencana perombakan tersebut. Alasannya, konsep dan perjanjian antara Pemkot Malang dengan investor belum jelas.
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Sofyan Edy Jarwoko mengatakan, secara resmi Pemkot Malang memang belum menyerahkan draf perombakan dua pasar tersebut pada dewan. Tapi, saat pembahasan KUA (kebijakan umum anggaran) akhir pekan lalu persoalan itu dilontarkan. "Materi itu memang muncul di KUA. Dan dewan memutuskan tidak bisa menyetujui sesuatu yang belum jelas," ujar Edy, kemarin.
Karena itu, meski Wali Kota Malang Peni Suparto telah menyebut ada enam investor yang masuk untuk menggarap perombakan Pasar Blimbing dan Dinoyo, DPRD mengambil sikap tidak akan menyetujui rencana itu sebelum konsep benar-benar kelar. Selain itu, dewan juga meminta agar materi kerjasama benar-benar mendekati konsep jadi. Selain itu, pelaksanaan harus tersistem dengan baik. "Kami tidak menetapkan batas waktu soal ketidaksetujuan ini. Yang pasti, begitu konsep ada, sistem jelas akan kami pertimbangkan," terang politisi Partai Golkar tersebut.
Apakah dewan memberikan batas waktu terakhir untuk menyerahkan konsep? Disinggung tentang hal itu, Edy mengaku dewan tidak akan memberikan batas waktu tertentu. Karena sebenarnya rencana perombakan dua pasar tersebut telah dirancang sejak 1998-1999 lalu. "Sebenarnya kami hanya me-review karena rencana itu sudah lama sekali," tandasnya.
Jika memang Pemkot berencana merealisasikan rencana tersebut tahun ini, dewan tetap meminta agar konsepnya jelas. Pasalnya, dari konsep itu bisa dilihat apakah perombakan dua pasar tersebut memerlukan tangan investor atau tidak. "Kalau cukup hanya dengan APBD, lebih baik APBD saja," ucap Edy.
Ini karena dalam KUA-PPAS (prioritas dan plafon anggaran sementara), rencana perombakan dua pasar tersebut telah dianggarkan. Bahkan, dua SKPD (satuan kerja perangkat daerah) dilibatkan dalam proses pembangunan tersebut. Dinas PU (pekerjaan umum) misalnya, dalam PPAS telah mengusulkan dana tambahan Rp 150 juta untuk melakukan review desain Pasar Blimbing dan Dinoyo. Untuk review desain pembangunan fisik sesuai rencana itu masing-masing diusulkan Rp 75 juta. Selain itu, juga diusulkan dana tambahan lewat Dinas Pasar untuk proses persiapan pembangunan Pasar Blimbing dan Dinoyo sebesar Rp 135 juta.
Terpisah, Kahumas Pemkot Malang Subkhan mengatakan bahwa konsep perombakan Pasar Blimbing dan Dinoyo tersebut memang belum diserahkan pada dewan. Hanya saja, Pemkot tetap berusaha meminta persetujuan dewan. "Jika dewan kali ini tidak sampai, maka akan diusulkan pada dewan baru," ujar Subkhan.
Yang jelas menurutnya, konsep perombakan dua pasar tradisional tersebut diserahkan penuh pada investor. Bahkan, penggarapan dua pasar ini dijadikan satu paket dengan nilai investasi Rp 500 miliar. Konsep perombakan ini adalah merubah pasar tradisional menjadi pasar modern seperti Pasar Besar Malang (PBM). "Bisa jadi nanti hanya akan ada satu investor atau lebih. Tergantung kesanggupan mereka," kata Subkhan. (nen/abm)
hermawan July 31st, 2009, 06:01 AM ^^Ya beginilah birokrasi itu....ruwet......................:bash:
Tapi disisi lain, pemkot emang harusnya hati2, tidak main selonong seenak sendiri.
Tapi kalo bisa ya....masing-masing dengan niat yang baik, berusahalah memecahkan masalah ini segera...jangan terlalu lama dan mbulet..apa lagi harus nunggu dewan baru... Sementara yang baru musti belajar dulu....kalo perlu studi banding....sampai kapan ?:ohno:
Yang harus disadari pula..kalo semua cuma mengandalkan kemampuan anggaran pemerintah thok, pembangunan nggak bakan jalan2. Contohnya ya di Malang ini.:ohno: Saat kota lain berlari kencang, Malang malah kluget-kluget
hermawan August 1st, 2009, 01:25 PM Gagas Jalur Baru ke Batu
*Pecah Keramaian, Pemkot Mulai Pra-Survei
BATU - Pemecahan kemacetan arus lalu lintas kembali digagas Pemkot Batu. Belum tuntas realisasi jalur lingkar selatan (JLS) dan jalur lingkar utara (JLU), pemkot kembali menggagas pembuatan jalur baru di kawasan selatan. Yakni, jalur yang berbatasan antara Kota Batu dengan Kota Malang. Tepatnya, dari Kota Malang berada dari kawasan Tidar tembus ke Kota Batu melewati Desa Oro-Oro Ombo.
Untuk merealisasi rencana tersebut, minggu depan Pemkot Batu sudah memulai pra-survei lokasi. "Masih tahap awal dan akan kami mulai dengan pra-survei :)untuk penyusunan perencanaan berikutnya," kata Budi Santoso, kepala Dinas Pengairan dan Bina Marga Kota Batu, ditemui di Pendapa Pemkot Batu kemarin.
Tosi, panggilannya, mengatakan belum bisa menyebutkan detail rencana program tersebut. Baik itu panjang jalan, lebar jalan maupun besaran anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan kegiatan tersebut. Perincian kegiatan beserta kebutuhan anggaran itu terjawab sebelum berakhirnya tahun anggaran 2009. Karena, program itu akan dimasukkan pada anggaran 2010.
"Tentunya, kami tuntaskan dulu dan kami masukkan pada rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun depan yang dibahas menjelang akhir tahun ini," kata mantan kepala badan perencanaan dan pembangunan daerah Kota Batu ini.
Dia lantas menjelaskan, penambahan jalur baru tersebut bertujuan untuk memecah kemacetan arus lalu lintas yang terjadi di Kota Batu. Khususnya, di musim liburan saat belasan ribu wisatawan mengunjungi kota ini.
Persoalan itu, kata dia, memang tidak bisa dipecahkan sendiri oleh Pemkot Batu. Setelah survei dilakukan, pihaknya segera mengundang kedua pemerintah yang berbatasan dengan Kota Batu, yakni Kota Malang maupun Kabupaten Malang. Hal itu ditujukan untuk membicarakan sejumlah persoalan arus lalu lintas beserta pemecahannya. Sebab, persoalan transportasi bukan menjadi masalah Kota Batu saja, tapi juga kedua pemerintahan yang berdampingan.
Disinggung soal pembangunan JLS, Tosi menjelaskan pembangunan jalur tersebut berfungsi untuk mengurai kemacetan di jalur tengah. Namun, pemecahan dari jalur tersebut diprediksikan kurang maksimal. Karena, pembangunan JLS akan mengarah pada optimalisasi lahan yang ada. Bukan memaksimalkan lahan yang ada dengan melakukan penebangan pohon. (yak/lia)
Sumber : Radar Malang, 1 Agustus 2009
:)Untung masih ada pemkot seperti Batu yang punya kaya ide.
Menurutku jalan ini bukan hanya untuk memecahkan kemacetan di jalur yang ada, tapi juga merangsang investasi di sepanjang jalur itu seperti real estate, rumah makan, hotel dan lain-lain
hermawan August 1st, 2009, 03:11 PM ^^Kalo rencana jalan tembus dari Jl. Tidar ke Oro-oro Ombo ini dibangun dengan lebar kurang lebih 40 m - 60 m (4 jalur), wah..aku yakin ini pasti akan sangat menarik para investor untuk tanamkan modalnya di kawasan ini........ya karena viewnya sangat bagus. Mungkin bisa menjadi seperti jalan Dagonya Bandung atau new Ijen.......(mungkin ini cuma mimpi...) moga2 pak Eddy baca usulku ini:):):):)
Freezy89 August 4th, 2009, 04:50 AM Wah, kelihatannya pembangunan jalan di malang raya lagi hot nih...:cheers:
Lima Jalan Jadi Prioritas Perbaikan
PAGAK - Perbaikan jalan di Kabupaten Malang mulai dikerjakan Dinas Bina Marga Pemkab Malang. Ada lima jalan kabupaten yang sekarang ini mulai dilakukan perbaikan. Di antaranya, jalan kabupaten di Pagak, Poncokusumo, Wagir, Kepanjen, dan Turen. Untuk tahap awal, perbaikan dilakukan di kawasan Pagak.
Sepanjang empat kilometer jalan kabupaten yang rusak dibongkar. Pembongkaran tersebut dilakukan secara manual. Setelah dibongkar, jalan tersebut akan diperbaiki kembali. "Sekarang sudah kami bongkar. Secepatnya akan kami aspal kembali," ungkap Kepala Dinas Bina Marga Pemkab Malang M Anwar, saat dihubungi kemarin.
Selain melakukan pertbaikan jalan, Anwar juga melakukan perawatan jalan yang rusak. Perawatan tersebut meliputi penyemiran jalan yang mulai terlihat retak. Selain itu, juga melakukan tambal sulam yang mengalami kerusakan yang tidak begitu besar.
Perawatan tersebut sebenarnya rutin dilakukan setiap harinya. Secara bertahap, jalan yang mulai mengalami kerusakan dilakukan penyemiran. Jika lubang mulai terjadi langsung ditambal. Tujuannya untuk menghindari kondisi lubang jalan yang kian menganga. "Tentunya kami lakukan secara bertahap. Mengingat jalan rusak di kabupaten sangat banyak sekali," beber Anwar.
Dari data di dinas bina marga, jalan kabupaten memiliki panjang 1667,00 kilometer. Sedangkan jalan yang mengalami rusak ringan mencapai 152,79 kilometer (9,16 persen), rusak berat 257,00 kilometer (15,41 persen), dan dalam kondisi baik 1257,42 kilometer (75,42 persen). Kondisi tersebut membuat pemerintah harus bekerja keras memperbaiki infrastruktur jalan. (bb/ziz)
Freezy89 August 4th, 2009, 04:54 AM Selaen itu...ternyata pembangunan terminal tlogowaru sudah selesai. Perlu di up date nih fotonya! Tapi saya tidak tahu dmn lokasinya...nanti saya cari deh....:)
Dishub Perpanjang Jalur Angkot
Jelang Pemberlakuan Terminal Tlogowaru
MALANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang segera memperpanjang jalur 1.013 angkutan kota (angkota) yang selama ini bermuara di Terminal Gadang. Perpanjangan jalur tersebut untuk menyikapi relokasi Terminal Gadang ke Terminal Tlogowaru yang kini memasuki tahap pembangunan 90 persen.
Kadishub Kota Malang Pait Al Wiyono mengatakan, dengan perpanjangan jalur itu, maka seluruh angkutan kota yang semula bermuara di Gadang akan bermuara di Terminal Tlogowaru sebagai terminal akhir. Hanya saja, untuk penambahan kode jalur angkutan atau perubahan jalur, belum diputuskan. Alasannya, nama Tlogowaru belum pasti digunakan sebagai label terminal baru itu. ''Tambahan kode atau perubahan kode jalur kami pastikan setelah nama terminal juga pasti," ujar Pait.
Berdasarkan data dishub, 1.013 angkutan kota yang bermuara di Terminal Gadang itu terdiri dari sepuluh trayek. Yakni, AJG (Arjosari-Janti-Gadang) sebanyak 88 angkota, ABG (Arjosari-Borobudur-Gadang) 85 angkota, TGT (Tlogowaru-Gadang-Tirtasani) 6 angkota, dan GA (Gadang-Arjosari) 160 angkota.
Selain itu, trayek GL (Gadang-Landungsari) 108 armada, LDG (Landungsari-Dinoyo-Gadang) 170 armada, LG (Landungsari-Gadang) 43 armada, GM (Gadang-Mulyorejo) 53 armada, AG (Arjosari-Gadang) 300 armada, serta GML (Gadang-Mergosono-Landungsari) 45 armada.
Dengan ditambahnya jalur angkota tersebut, maka angkota yang bermuara ke Terminal Tlogowaru akan bertambah banyak. Mengingat selama ini ada beberapa trayek yang juga berhenti di Terminal Tlogowaru sebelum perombakan dari terminal tipe C ke tipe B. ''Yang jelas tidak akan penambahan trayek baru, hanya perpanjangan trayek," tandasnya.
Lebih lanjut, untuk kepentingan relokasi Terminal Gadang ke Tlogowaru tersebut, dishub telah mengajukan dana tambahan lewat PAK (perubahan anggaran keuangan) sebesar Rp 50 juta. Anggaran itu termasuk untuk penataan kios dan sosialisasi relokasi. ''Ini baru usulan, belum tahu berapa nanti yang disetujui. Kan masih melalui pembahasan panjang," ucap Pait.
Disinggung soal nasib Terminal Gadang pasca-relokasi, Pait berharap banyak jika terminal Gadang ke depan beralih fungsi menjadi lahan uji kir. Meski anggaran pembuatan lahan uji kir ini tidak masuk dalam prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) Pemkot Malang, dishub akan diusulkan dalam APBD 2010 mendatang. ''Kenapa lahan uji kir, karena sampai saat ini Kota Malang masih nunut ke Provinsi Jatim untuk melakukan uji kir," tambahnya. (nen/war)
hermawan August 10th, 2009, 08:28 AM Ini berita yang aku tunggu-tunggu.........kapan trotoar di sepanjang Kayutangan dibenahi. Terus terang, ini yang menyebabkan Kayutangan sekarang nggak punya daya tarik sama sekali. Trotoarnya sempit sehingga kalo pas jalan-jalan kesana harus sering berkelit kalo ada motor/mobil parkir....Kalo bisa pak Wali! trotoarnya dibuat yang lebar di kiri dan kanan (5 M). Soal lalu lintas, tinggal diatur lagi aja.
@Freezy : ditunggu updatenya ya
Tahun Depan, Pedestrian Kayutangan Dibangun
Senin, 10 Agustus 2009
Klojen- SURYA- Setelah lama terlupakan, rencana pembangunan pedestrian Kayutangan kembali mencuat ke permukaan. Wali Kota Malang, Drs Peni Suparto MAP, mengungkapkan pedestrian Kayutangan akan dibangun pada 2010.
“Sebenarnya sudah lama rencana perbaikan kawasan Kayutangan, namun baru 2010 pedestrian itu akan dibangun,” ungkap Peni Suparto di hadapan Komunitas Pecinta Kajoetangan (KPK) yang menggelar acara Malang Fiesta, Sabtu (8/8).
Pada pertemuan di Balai Sidang Balai Kota Malang ini, Peni juga mengungkapkan panjang lebar sejarah Kota Malang, asal muasal Kayutangan, hingga Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Malang ke depan yang difokuskan di kawasan Malang Timur. Dipaparkan Peni, kini di kawasan Malang Timur sudah berdiri Gelanggang Olahraga (GOR) tertutup terbesar di Indonesia.
“Itu yang menyatakan Menegpora saat peresmian dulu. Saat ini di Indonesia sulit cari GOR tertutup yang besar seperti GOR Ken Arok,” ungkap Peni.
Selain acara napak tilas kawasan Kayutangan, ratusan warga Kota Malang yang merupakan alumni SMA era 1970-1980 juga menggelar acara dialog dengan Wali Kota Peni, Wawali Drs Bambang Priyo Utomo, dan Sekkota Drs H Bambang Dh Suyono. Mereka berharap kawasan Kayutangan dikembalikan sebagai ikon Kota Malang. Di tempat itu diharapkan juga didirikan suatu galeri untuk kreativitas seniman, pameran produk asli Malang seperti Batik Malangan, dan lainnya.
Freezy89 August 15th, 2009, 07:48 PM Maaf nih,,,karena kesibukan dll kelihatannya blm bisa meng-update foto2nya... :(
Ini ada berita tentang peresmian proyek pemkot malang...(14 Agustus)
Peresmian Block Office-Terminal Hamid Rusdi
Wali Kota Malang Peni Suparto akan meresmikan dua proyek besar yang dianggarkan dalam tiga tahun anggaran. Kedua proyek itu sebagai upaya pengembangan pembangunan kawasan Malang Timur yang akan terus dilakukan Pemkot Malang dari waktu ke waktu.
Kedua proyek besar itu, perkantoran terpadu Pemkot Malang (block office) dan Terminal Hamid Rusdi, eks Terminal Tlogowaru. Keduanya berada di jalan Mayjen Sungkono.
Peresmian akan dilaksanakan mulai 13.00 WIB di perkantoran terpadu, malamnya di jalan tembus Gadang-Tlogowaru akan digelar pentas hiburan rakyat dengan menampilkan kolaborasi d’Krossaria-Anto Baret dan Srimulat.
“Setelah GOR Ken Arok, pengembangan wilayah Malang Timur terus dilakukan dengan membangun Terminal Hamid Rusdi dan Terminal Tlogowaru. Jumat besok, kedua sarana pelayanan publik itu akan diresmikan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Malang, Ir. Hadi Santoso kepada Malang Post kemarin.
Perkantoran terpadu Pemkot Malang dibangun selama 540 hari dengan biaya sebesar Rp 67,952 miliar. Anggaran itu diambilkan dari APBD Kota Malang selama tiga tahun, mulai tahun 2007 sampai 2009. Perkantoran terpadu itu terdiri dari dua bangunan, gedung A dengan empat lantai dan gedung B tiga lantai. Gedung A di gunakan untuk hall, ruang tunggu resepsionis, ruang konsultasi dan loket bersama. Gedung B untuk perkantoran SKPD.
Sedangkan, Terminal Hamid Rusdi yang dibangun di atas lahan seluas 3 hektar lebih menghabiskan anggaran sebesar Rp 59,723 miliar dengan jangka waktu 540 hari yang dianggarkan selama tiga tahun, mulai tahun 2007 sampai 2009.
“Terminal yang merupakan relokasi Terminal Gadang sebagai upaya Pemkot Malang untuk meningkatkan pelayanan di bidang transportasi daerah. Terminal Hamid Rusdi sudah ditingkatkan menjadi type B,” ungkapnya.
Terminal yang berwawasan lingkungan itu terdiri dari dua lantai. Lantai I sebagai pintu masuk pengunjung dan kios, sedangkan lantai II untuk kantor pengelola terminal. Keberadaan terminal itu juga berfungsi memperpendek akses, bila rencana jalur lingkar timur serta koneksi tol Gempol-Malang terwujud. Masyarakat juga akan lebih mudah untuk mencapai GOR Ken Arok dengan angkutan umum.
Sementara itu, Ade Herawanto dari Ad. Production, panggung hiburan peresmian perkantoran terpadu dan terminal akan digelar malam hari di jalan tembus Gadang-Tlogowaru. Masyarakat akan dihibur dengan kolaborasi Anto Baret dengan d’Krossaria yang akan membawakan lagu-lagu bertema kerakyatan dengan nada campur sari khas Malangan.
“Masyarakat juga akan dihibur Srimulat yang akan mengocok perut masyarakat. Kolaborasi itu akan menjadi hiburan yang tidak terlupakan bagi masyarakat,” tandasnya.(aim/lim/malangpost)
Freezy89 August 15th, 2009, 07:54 PM Proyek Jalan Lingkar dan Jalan Tembus Terganjal Status Tanah
15 agustus 2009
Tiga proyek besar di wilayah Kabupaten Malang masih menunggu kepastian status lahan. Tahun ini, Bagian Pertanahan Pemkab Malang konsentrasi mengurus peralihan kepemilikan tanah. Tiga proyek besar itu antara lain Jalur Lintas Selatan (JLS), Jalan Lingkar Barat (Jalinbar) dan jalan tembus Bandara Abd. Saleh.
Kepala Bagian Pertanahan Pemkab Malang Drs. Moch. Jamhuri dari ketiga ganjalan status lahan, yang tergolong kecil hanya Jalinbar. Pasalnya, proyek pembangunan jalan lingkar barat membutuhkan lahan milik 220 Kepala Keluarga. Dari ratusan KK itu, sampai saat ini masih terganjal sepuluh KK yang enggan melepas tanah mereka.
“Sepuluh warga ini meminta harga yang tinggi, dulu memang sempat ada makelar,” aku Jamhuri.
Lantas bagaimana dengan jalan tembus bandara, kata Jamhuri tinggal menunggu ijin dari Gubernur Jawa Timur. Dari sekitar tiga kilometer bentang jalan tembus bandara, masih menunggu status tanah bengkok desa Asrikaton Kecamatan Pakis. Tanah bengkok itu belum bisa digunakan jalan tembus sepanjang ijin Gubernur belum turun.
“Tanah yang lain tidak ada masalah, hanya menunggu ijin Gubernur untuk tanah bengkok Asrikaton,” imbuhnya.
Menurut Jamhuri, kepastian lahan yang paling berat adalah menyangkut proyek Jalur Lintas Selatan. Baru-baru ini, Pemkab Malang mendapat persetujuan pemakaian 148,14 lahan Perhutani untuk JLS. Persoalannya, Pemkab Malang diminta mencari lahan pengganti dengan luasan yang sama.
“Kita masih mencari lahan pengganti, belum ada usulan, deadline waktunya dua tahun,” pungkasnya.
Khusus lahan pengganti JLS, beberapa waktu lalu telah dikupas Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Malang Nehruddin. Menurut Nehruddin, lahan pengganti boleh berlokasi dimana saja, di pulau Jawa maupun luar jawa. Yang jelas lahan pengganti itu harus berdampingan dengan hutan milik Perhutani. “Di Kalimantan pun juga nggak apa-apa, asalkan berdampingan dengan hutan,” ujarnya.(ary/eno/malangpost)
hermawan August 18th, 2009, 05:26 AM '6 Investor incar Dinoyo & Blimbing'
MALANG: Enam investor asal Jakarta, Surabaya, dan Solo, tertarik untuk membangun Pasar Dinoyo dan Blimbing.
Peni Suparto, Walikota Malang, mengatakan lima investor telah menyampaikan proposal soal proyek pembangunan Pasar Dinoyo, di Jl Mayjen Panjaitan, dan Pasar Blimbing, di Jl Borobudur.
"Satu investor lagi siap mengajukan presentasi," kata Peni Suparto, kepada pers, kemarin, tanpa merinci nama-nama calon investor tersebut.
Biaya pembangunan dua pasar tersebut, dia perkirakan akan mencapai Rp500 miliar-Rp600 miliar. Peni menegaskan kembali bahwa proyek baru itu tidak dimaksudkan untuk menyingkirkan pedagang lama, pedagang di pasar tradisional.
Dia juga menjanjikan pedagang tradisional ke dua pasar tersebut, jika pasar tersebut jadi dibangun investor, tidak dikenakan biaya lagi untuk menempati kios dan stan. Biaya pembangunan stan dan kios ditanggung investor.
Saat ini, Pemkot sudah mengajukan izin ke DPRD soal rencana kerjasama revitalisasi dua aset Pemkot tersebut dengan investor. "Tapi belum ada jawaban. Saya tidak tahu permasalahannya. Saya menduga hanya soal waktu. Kalau saya inginnya lebih cepat, lebih baik." Priyatmoko Oetomo, Ketua DPRD Kota Malang, membenarkan pernyataan Walikota Malang, Peni Suparto. Intinya, secara prinsip DPRD sebenarnya tidak keberatan terkait pemanfaatan aset Pemkot, tanah Pasar Dinoyo dan Blimbing untuk dikerjasasamakan dengan investor dengan merevitalisasi pasar dimaksud.
"Tidak ada masalah kok. Satu kali pleno, sudah dapat disetujui karena sistem investasi yang sekarang berbeda dengan sebelumnya." (K24)
sumber : bisnis.com
:)Ternyata emang bener nih...untuk 2 pasar Rp. 500 - 600 M.
Ampelio August 19th, 2009, 03:35 AM ....need some more images and pictures for "eye refreshing":) GO MALANG RAYA!
http://img200.imageshack.us/img200/9673/blogoffice1rev1.jpg (http://img200.imageshack.us/i/blogoffice1rev1.jpg/)
http://img38.imageshack.us/img38/7573/blogoffice2rev1.jpg (http://img38.imageshack.us/i/blogoffice2rev1.jpg/)
source: blog.malangkota.go.id
Ampelio August 19th, 2009, 06:37 PM Dari sumber blog yg sama...
http://img25.imageshack.us/img25/9681/malangkotamallrevf.jpg (http://img25.imageshack.us/i/malangkotamallrevf.jpg/)
^^Gambar yg ditengah (?) adalah Kantor Pos yang rencananya mau digusur untuk Mall lagi :ohno:
Ampelio August 19th, 2009, 06:46 PM Fly over and MOG Hotel
http://img99.imageshack.us/img99/5421/mlgbangkit1rev.jpg (http://img99.imageshack.us/i/mlgbangkit1rev.jpg/)
MIEP
http://img411.imageshack.us/img411/3918/mlgkotapendidikanrev.jpg (http://img411.imageshack.us/i/mlgkotapendidikanrev.jpg/)
hermawan August 27th, 2009, 08:30 AM @Ampelio : Thx picsnya
Di Jawapos hari ini kata rektor UB, Rumah Sakit Akademik UB (RSAUB) akan terdiri dari 3 blok, satu blok berlantai 8, dua blok lagi 6 lantai dan sebelah selatannya akan ada Mal. wah! pasti bagus tuh:okay:
Apa sama ya dengan yang pernah diposting terdahulu?
hermawan August 31st, 2009, 05:18 AM Dosen UB Disiapkan Apartemen
MALANG - Salah satu pengembang di Kota Malang kini berencana untuk membangun apartemen di kawasan Jalan Veteran. Apartemen setinggi 12 lantai itu akan diupayakan untuk memenuhi kebutuhan rumah para dosen di Universitas Brawijaya (UB) dan sekitarnya.
Tri Wedianto dari PT Mutiara Citra Sentosa mengatakan, rencana pembangunan apartemen itu sebenarnya sudah lama. Namun, kini semakin diseriusi karena ada permintaan dari rektor UB kepada menteri perumahan rakyat (menpera) Yusuf Asy'ari saat meresmikan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di UB beberapa waktu lalu.
Saat itu Rektor UB Prof Dr Ir Yogi Sugito mengusulkan kepada menteri, agar tidak hanya membangun rusunawa untuk mahasiswa. Tetapi juga memikirkan perumahan para dosen. Saat itu, menteri juga memberikan sambutan yang baik. "Di sini masih banyak dosen muda yang belum punya rumah," kata Yogi.
Menyambut keinginan dari rektor UB itu, Tri terus menjajaki upaya kerjasama itu. Belum ada kata sepakat memang antara UB dengan pengusaha properti itu.
"Peluang inilah yang akan kami manfaatkan dan bekerjasama dengan UB," terang wakil bidang rumah sederhana sehat (RSH) DPD REI Jatim ini saat berkunjung ke UB beberapa hari lalu.
Dikatakan Tri, lokasi pembangunan apartemen itu berada di belakang pusat perbelanjaan Malang Town Square (Matos). Saat ini lahan sudah siap dan pembangunan yang diperkirakan menelan biaya Rp 140-an miliar itu diupayakan bisa dimulai tahun ini. Menurut dia, apartemen yang dibangun ini mendapat subsidi dari pemerintah. Jika normalnya bunga kredit rumah itu 13 persen, pembeli cukup membayar 9,85 persen, sisanya akan dibayar pemerintah.
Lalu, apa apartemen itu hanya khusus dosen? Menurut Tri apartemen itu nanti akan dijual bebas dengan harga berkisar Rp 150 juta per unit. Hanya dia berharap jika memungkinkan bekerjasama dengan perguruan tinggi seperti UB, maka pada blok tertentu bisa khusus untuk dosen. Dia menilai hal semacam itu akan lebih baik. Menurut dia, penghuni apartemen di kawasan Jl Veteran akan sangat diuntungkan. Karena fasilitas pendidikan, belanja dan angkutan umum juga dekat. (lid/abm)
Dari : Radar Malang, 31 Agustus 2009
Ebek21 August 31st, 2009, 05:57 AM :okay::okay::okay:
Vulkano Park Tinggal Selangkah
Nilai Investasi Rp 2 Triliun, Minggu Ini Teken LoI
KEPANJEN - Rencana pembuatan vulkano park di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang memasuki babak baru. Bila tak ada aral, dalam minggu-minggu ini antara Departemen Dalam Negeri (Depdagri) RI dengan ILO (International Labour Organization) akan menandatangani Letter of Intent (LoI). Penandatanganan LoI diagendakan di Jakarta dengan disaksikan Gubernur Jatim Soekarwo dan Bupati Malang Sujud Pribadi.
"LoI akan ditandatangani awal September. Namun, kepastiannya masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari Jakarta," kata Purnadi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang.
Gambaran isi LoI, papar Purnadi, di antaranya adalah Indonesia dan ILO akan melakukan studi kelayakan pembangunan vulkano park di Jeru dengan luasan lahan sekitar 11,5 hektare. Vulkano park adalah taman wisata dengan konsep pengetahuan tetang alam. Sedangkan untuk pembiayaan semua studi ditanggung oleh ILO.
Dalam LoI juga dijelaskan, penyedia lahan adalah Pemkab Malang. Sedangkan untuk penyedia infrastruktur penunjang seperti jalan adalah pemprov.
Studi kelayakan itu sendiri diprediksi akan tuntas pada Desember tahun ini. Setelah studi kelayakan tuntas dan Jeru diangap layak untuk didirikan vulkano park, maka akan segera dilakukan pengumuman tender. Pelaksanaan tender akan dipegang sepenuhnya oleh ILO dengan sifat tender internasional. "Tender diharapkan akan tuntas pada Maret 2010 mendatang," tambah Purnadi.
Sedangkan untuk pembangunannya sendiri, vulkano park akan memakan waktu sekitar dua tahun. Bila merunut taman gunung berapi yang ada di Marseille, Prancis, maka tempat-tempat yang akan dibangun di antaranya adalah taman wisata dan pengetahuan tentang gunung, museum, termasuk juga kawasan perhotelan dan belanja.
Hotel di vulkano park Prancis, sebagian bangunannya ada di bawah tanah. Diperkirakan, pembangunan vulkano park akan menyerap dana sekitar Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun.
Untuk pengelolaan vulkano park akan ditangani oleh pihak ketiga dan pemerintah RI. "Semua tahapan itu akan dilalui bila hasil studi kelayakan menganggap Jeru layak dijadikan vulkano park. Bila dianggap tak layak, maka pembangunan vulkano park di Malang otomatis akan batal," sambung mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang tersebut.
Taken from Radar Malang, Aug 31, 2009
bharadya August 31st, 2009, 07:39 AM @Ampelio : Thx picsnya
Di Jawapos hari ini kata rektor UB, Rumah Sakit Akademik UB (RSAUB) akan terdiri dari 3 blok, satu blok berlantai 8, dua blok lagi 6 lantai dan sebelah selatannya akan ada Mal. wah! pasti bagus tuh:okay:
Apa sama ya dengan yang pernah diposting terdahulu?
^^ UB mau bikin mal juga??
hermawan September 1st, 2009, 04:00 AM Lokasi Kompleks Universitas Brawijaya, Malang, Jatim
Tahun Pengerjaan 2008
Pemilik Proyek Universitas Brawijaya
Kapasitas Bed 100 Tempat Tidur
Ruas Bangunan 2.956 m2
Luas Lahan 26.290 m2
Jumlah Lantai 6
Tipe Rumah sakit pendidikan (Academic Hospital)
Status BHMN
http://img90.imageshack.us/img90/1543/unibraweq7.jpg (http://imageshack.us)
^^3D architectural rendering
Kalo nglihat gambar ini kayanya gedung yang 8 lantai belum ada gambarnya ya!
@bharadya : iya, diberita itu rektor mengatakan, letak mal ada di sebelah selatan rumah sakit, kemungkinan agriculture mal karena investornya dari jepang
Freezy89 September 1st, 2009, 04:22 AM ^^ Foto di atas itu kompleks kampus UB d Jalan Veteran, jadi rumah sakit nya tidak tercakup di situ. Selain itu rendering rumah sakitnya mungkin juga yang lama. Tentang PT Valour, sudah pernah muncul beritanya di posting sebelumnya....
Izin Tiga Investor Asing Beres
KEPANJEN - Usaha Pemkab Malang membantu proses perizinan penanam modal asing (PMA) masuk ke kabupaten membuahkan hasil. Hingga semester pertama 2009, perizinan tiga investor asing sudah yang tuntas. Dan dalam waktu dekat ketiganya sudah bisa segera beroperasi. Tiga investor asing itu adalah PT. Green Mountain Natural Food (GMNF), PT. Valour, dan PT. Indoko.
...........................................
Demikian pula dengan PT Valour. perusahaan yang berpusat di Jepang tersebut juga sudah menuntaskan proses perizinannya yang sempat mengalami kendala. Bahkan, ujar Adji, Valour sudah melakukan uji coba penanaman kapri manis di Poncokusumo dan Pujon. Luas lahan yang digunakan uji coba sekitar 6 hektare.
Rencananya, mereka akan memanen komoditinya pada Agustus mendatang. Dan akan segera melakukan ekpsor pertama pada awal September mendatang ke Jepang. Untuk ekspor tahap pertama mereka menargetkan 2 ton setiap minggunya. Dan pada Oktober volume ekspornya ditingkatkan menjadi 14 ton perminggu.
Total biaya investasi yang ditanamkan Valour di kabupaten adalah USD 5,3 juta. Selain bergerak di bidang agro industri, Valour juga berencana akan membuat Supermarket di Kecamatan Dau. Tenaga kerja yang bisa direkrut sekitar 90 orang.
BTW...keren juga nih apartemen UB....bakal 12 lantai. Good start bwt Malang.... :)
hermawan September 2nd, 2009, 08:51 AM Iya nech.....tiga kampus rame2 bikin rumah sakit, masing masing UB, UIN dan UMM....katanya RS UB bakal jadi yang tercanggih di Indonesia. Ini peluang Malang menjadi kota wisata kesehatan (health city).
Mengenai apartemen 12 lantai! mudah2an renderingnya bagus sehingga nantinya malah memperindah kota. Soalnya gedung tinggi kalo nggak terawat malah kelihatan jelek:).
Malang sebenarnya nggak terlalu membutuhkan gedung2 tinggi untuk memperindah kota karena memang dari sononya Malang memang sudah indah...iya nggak:):):), yang penting bangunan itu cukup artistik dan malah mampu memperindah kota, contohnya gedung perpustakaan kota Malang, menurutku kecil tapi cakep.
Yang paling dibutuhkan untuk di Malang disana menurutqu justru adalah kampus2 yang bagus dan bermutu, rumah sakit, hotel dan restoran, obyek wisata tematik....taman2 kota, sarana olah raga......industri ramah lingkungan dan berteknologi tinggi...dan jangan lupa...ini yang merupakan kelemahan Malang...infrastrukturnya jelek (bandara masih sekedarnya, jalan protokol dan jalan arteri lainnya yang kecil2). Kalo yang lainnya mah...sudah bagus.:)
joeylen September 5th, 2009, 11:31 AM aku pernah ke malang nginap di VEDC..wah kotanya bersih bangetz...gak ada sampah dan debunya sama sekali...palagi matosnya waw gede banget...
hermawan September 8th, 2009, 03:49 AM aku pernah ke malang nginap di VEDC..wah kotanya bersih bangetz...gak ada sampah dan debunya sama sekali...palagi matosnya waw gede banget...
:lol:mungkin agak berlebihan he...he..he.. tapi nggak apa2lah, kesan pertama yang bagus:okay: mudah2an begitu seterusnya. Thanks ya mo berkunjung ke Malang:)
sbyctzn September 8th, 2009, 04:06 AM ^^
nggak lah kalau berlebihan... :lol::lol::lol::lol:
memang Malang itu kota yang nyaman banget.. selain bersih.. sejuk pula...
tapi kalo kemaleman dikit pasti pada tidak berai keluar rumah... :lol::lol::lol::lol::lol:
Ampelio September 8th, 2009, 04:34 AM ^^
nggak lah kalau berlebihan... :lol::lol::lol::lol:
memang Malang itu kota yang nyaman banget.. selain bersih.. sejuk pula...
tapi kalo kemaleman dikit pasti pada tidak berai keluar rumah... :lol::lol::lol::lol::lol:
^^Betul sekali! Memang Malang kota nan indah tapi ...sebagai warga Joglo (Jogja-Solo) yang rata2 terbiasa suka keluyuran malem2 dan ngobrol di wedangan sampai dini hari... terasa sekali kalau "ada yang hilang" di kehidupan kami saat di Kota Malang :lol:
joeylen September 8th, 2009, 05:00 AM Gak berlebihan sie..kota malang emank kota yang bersih dan rapi..tidak ada sampah berserakan dan debu berterbangan..cuma bener bangetz klo udah jam 9 malam udah pada sepi bangetz tuh kota jam 8 malam aza sudah pada tutupan tuh toko2 n mallnya juga udah sepi.kenapa yah??emank juga disana kota pendidikan banyak sekali tempat kuliah disana.pokoknya seneng bangetz deh di kota malang.klo di samarinda jam 10 malam baru toko - toko dan mall pada tutupan.emank sie di samarinda gak sebersih malang debunya banyak banget klo sampah gak juga berserakan debunya aza yang banyak.laen hal klo bandung itu adalah kota terjorok yang pernah kudatangi..sampah beserakan dimana - mana n got nya aza bau...xixixixi sori masyarakat kota bandung.will de best for malang.
hermawan September 8th, 2009, 08:20 AM Malang sepi kalo sudah jam 9 malam ke atas....
Mungkin:ohno:..ini mungkin loh karena belum ada penelitian, dulu ketika era tahun 1980an ke bawah, kondisi cuaca Malang sangat dingiiiiin sekali....siang aja kalo tidur musti pake selimut, apalagi malam hari (dingin disertai angin menusuk) - sehingga kalo kondisi badan nggak fit, gampang sekali masuk angin.
Hal ini yang menyebabkan orang2 di Malang males mau keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktunya di malam hari di dalam rumah nonton TV atau dengar radio. Makanya orang Malang lebih mencintai stasiun2 radio yang ada seperti KDS8 TT77, Pioner, Senaputra dll daripada kuliner di luar rumah.
Kebiasaan ini nampaknya trus berlanjut sampe era sekarang:lol::lol::lol: .. sorry kalo itu salah..wong namanya pengamatan
bharadya September 8th, 2009, 11:22 PM ^^ jadi pengen ke Malang.. :) :) Kapan yaaa bisa ke kota ini??
Ampelio September 9th, 2009, 02:14 AM Malang sepi kalo sudah jam 9 malam ke atas....
Mungkin:ohno:..ini mungkin loh karena belum ada penelitian, dulu ketika era tahun 1980an ke bawah, kondisi cuaca Malang sangat dingiiiiin sekali....siang aja kalo tidur musti pake selimut, apalagi malam hari (dingin disertai angin menusuk) - sehingga kalo kondisi badan nggak fit, gampang sekali masuk angin.
Hal ini yang menyebabkan orang2 di Malang males mau keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktunya di malam hari di dalam rumah nonton TV atau dengar radio. Makanya orang Malang lebih mencintai stasiun2 radio yang ada seperti KDS8 TT77, Pioner, Senaputra dll daripada kuliner di luar rumah.
Kebiasaan ini nampaknya trus berlanjut sampe era sekarang:lol::lol::lol: .. sorry kalo itu salah..wong namanya pengamatan
^^gw pernah tinggal cukup lama (3-4 bulan) di Malang tahun 1990-an di Singosari, bener... dingin banget, kalau lewat jam 3 sore belum mandi mending gak usah mandi sekalian. Tapi jangan salah, saat matahari diatas kepala, Kota Malang sangat terik dan panas menyengat (terutama pukul 11.00-14.00) :cheers:
hermawan September 9th, 2009, 06:44 AM ^^@bharadya : ayo....ayo...datang rame2 ke Malang:):):)
Sayang ya Walikota atau Dinas Pariwisatanya kurang aktif promosi! coba kalo seperti Surabaya lewat Surabaya Tourism Board..atau Solo..
@ Ampelio : Malang emang masih dingin waktu aq masih SMP..yaa..sekitar tahun 80an. Yang kuingat, hampir rata2 teman2 sekelasku pake jacket kalo di dalam kelas, agar badan tetap hangat.
Oya....emang sekolahku sangat sejuk sekali...tepatnya di Jalan Brawijaya yang di dalam sekolahnya ada pohon asem, beringin dll yang besar2 :):):)
Mungkin sekarang sudah tidak lagi begitu karena global warming
sbyctzn September 9th, 2009, 08:14 AM Malang sepi kalo sudah jam 9 malam ke atas....
Mungkin:ohno:..ini mungkin loh karena belum ada penelitian, dulu ketika era tahun 1980an ke bawah, kondisi cuaca Malang sangat dingiiiiin sekali....siang aja kalo tidur musti pake selimut, apalagi malam hari (dingin disertai angin menusuk) - sehingga kalo kondisi badan nggak fit, gampang sekali masuk angin.
Hal ini yang menyebabkan orang2 di Malang males mau keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktunya di malam hari di dalam rumah nonton TV atau dengar radio. Makanya orang Malang lebih mencintai stasiun2 radio yang ada seperti KDS8 TT77, Pioner, Senaputra dll daripada kuliner di luar rumah.
Kebiasaan ini nampaknya trus berlanjut sampe era sekarang:lol::lol::lol: .. sorry kalo itu salah..wong namanya pengamatan
ya memang itu alasan utama Malang sepi kalau malam, malang benar nasib kota malang kalau malam hari..... malang sepinya maksudnya :lol::lol::lol::lol::lol::lol::lol:
teman2 saya yang banyak di malang juga bilang begitu kok.. kalau malam memang dingin banget... saya sendiri saja sudah merasakan....
cuman saat ini memang kalau siang hari tidak sedingin 5 sampai 10 tahun yang lalu...
waktu kecil saya pernah tinggal di malang masih dingin banget...
kalau sekarang yang masih dingin itu kota Batu nya.
mungkin ada sangkut pautnya dengan pemanasan global akhir2 ini ya????
kalau Batu masih bertahan karena memang letak kota Batu yang berada di atas ketinggian rata2...
Malang.... hmmmmmm.... mantabh....
paling suka kalau jalan2 waktu ada pasar dadakan di sekitar Komplek Stadion Gajayana....
sudah bersih... tendanya bagus2
teratur.. rapi..
dingin...
sejuk..
hehehehe....
tapi g tau itu nama pasar apa yah???
ada yang tau??? hermawan mungkin???
soalnya tidak pernah tanya sih kalau jalan2 di pasar dadakan di sekitar Komplek Stadion Gajayana yang buka cuma pagi hari aja itu....
sbyctzn September 9th, 2009, 08:17 AM ^^gw pernah tinggal cukup lama (3-4 bulan) di Malang tahun 1990-an di Singosari, bener... dingin banget, kalau lewat jam 3 sore belum mandi mending gak usah mandi sekalian. Tapi jangan salah, saat matahari diatas kepala, Kota Malang sangat terik dan panas menyengat (terutama pukul 11.00-14.00) :cheers:
makanya rata2 di kamar mandi orang malang pad punya heater shower, atau apa itu namanya...
walaupun orangnya bukan orang kaya, tapi rata2 pada punya...
soalnya kalau sedang dingin... minta ampun dinginnya....
hermawan September 9th, 2009, 08:30 AM paling suka kalau jalan2 waktu ada pasar dadakan di sekitar Komplek Stadion Gajayana....
sudah bersih... tendanya bagus2
teratur.. rapi..
dingin...
sejuk..
hehehehe....
tapi g tau itu nama pasar apa yah???
ada yang tau??? hermawan mungkin???
soalnya tidak pernah tanya sih kalau jalan2 di pasar dadakan di sekitar Komplek Stadion Gajayana yang buka cuma pagi hari aja itu....
Ya...betul......namanya Pasar Tugu ......singkatan dari Pasar Sabtu dan Minggu....(cuma buka pada hari Sabtu dan Minggu)
Hari libur besar lain, kalo bukan hari Sabtu dan Minggu tetap nggak buka......
Oya....adanya cuma pagi hari saja...jam 10.00 sudah mulai bubar.
Memang sungguh teratur rapi...
Kulinernya enak2.....
Yang ditawarkan juga yang unik2.......
Yang jualan juga keren2....pake mobil..
Yang datang banyakan anak kecil2 dengan keluarganya, atau orang habis olah raga di sekitar stadion Gajayana...atau ABG mejeng...pokoknya rapi2 lah
Dan untuk pengamen disediakan panggung live.....dengan skill artis yang lumayan bagus dan peralatan komplit mirip band.
Penonton bisa nyawer disitu....
Pokoknya tampilan pasar ini sangat beradab dan berbudaya......(ciri2 di kota2 kelas dunia kali he...he..he)..:)
Kalo dipromosiin....sebenarnya ini bisa jadi aset wisata
Sayangnya semenjak stadion Gajayana di renovasi...lokasi pasar Tugu dipindah-pindah...al pernah di lapangan Rampal, dan sekarang di Jalan Semeru:ohno:
hermawan September 9th, 2009, 09:13 AM :okay::okay:
Tanrise Property ekspansi pergudangan ke Malang
oleh : Dwi Wahyuni
SIDOARJO, Jatim (Bisnis.com): PT Tanrise Property Indonesia ekspansi pergudangan ke Singosari, Malang, dengan membangun proyek kawasan bisnis terpadu Tanrise K-Walk di atas areal seluas 6 hektare.
General Manager PT Tanrise Property Indonesia Ries Handono mengatakan selain pergudangan dalam area proyek bisnis terpadu itu juga terdapat 16 unit ruko, perkantoran, supermarket dan hotel empat lantai. Saat ini delapan unit ruko sudah dapat dipasarkan karena proses pembangunanya telah mencapai 90%.
Untuk tahap pertama proyek ini akan diserahterimakan pada Oktober 2009, sedangkan untuk pergudangan baru bisa dilakukan pada Desember 2009 khusus untuk tipe standar. ”Jika pembeli meminta perubahan desain maka penyerahannya akan lebih lama sekitar satu hingga dua bulan," ujar Ries di sela-sela soft launching Tanrise K-Walk di Sidoarjo, hari ini.
Sedangkan untuk proyek hotel dengan 70 kamar, kata dia, baru pada tahap perencanaan final sehingga realisasai proyek fisiknya akan dilakukan awal tahun depan. Sebelumnya, di dalam kawasan seluas 6 hektare itu sudah berdiri satu gerai Depo Bangunan yang juga merupakan anak perusahaan dari Tanrise Property.
Menurut Ries, investasi yang diperlukan untuk pengembangan bisnis terpadu tersebut relatif cukup besar. Secara hitungan kasar proyek tersebut diperkirakan akan menghabiskan ratusan miliar rupiah.
Dia berharap kawasan bisnis terpadu yang merupakan pionir di Kabupaten Malang ini akan memiliki prospek cerah, mengingat tidak sedikit pabrikan di Jakarta dan Surabaya yang memiliki cabang di kota itu.
”Di Malang bentuk properti pergudangan itu tergolong baru sehingga animo masyarakat yang terhimpun melalui telepon relatif besar, bahkan beberapa di antaranya melakukan pembelian secara indent,” papanya.
Biasanya Tanrise menjual propertinya dalam bentuk ready stock melalui sistem cicilan ringan (inhouse) antara 12 bulan -- 24 bulan. Pemasaranya dilakukan melalui anak perusahaan, yakni Era Tanrise.(er)
Sumber : www.bisnis.com
hermawan September 9th, 2009, 09:17 AM Satu lagi berita menggembirakan :okay::okay::okay:
Rabu, 09/09/2009
Timteng & Jepang bantu UIN Maliki
Cetak
MALANG: Pengusaha asal Timur Tengah (Timteng) dan Jepang siap menggulirkan dana sedikitnya Rp3,4 triliun, untuk pendirian kampus II Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, di Kota Batu.
Pembantu Rektor (PR) I UIN Maliki, Prof. Mudjia Rahardjo, mengatakan proyek kampus II UIN Maliki tersebut akan berdiri di atas lahan seluas 67 hektare dan berada di Kec. Junrejo Kota Batu.
"Proses pembangunan kampus II sudah dimulai dan ditandai dengan pembangunan Masjid Raya UIN Maliki terlebih dahulu," kata Mudjia, kemarin.
Khusus untuk Masjid Raya, pembangunannya akan menelan anggaran tak kurang dari Rp1 triliun. Dana sebesar itu berasal dari bantuan pribadi seorang gubernur di Arab Saudi. Desain gedung memadukan desain mesjid di Mekkah dan Medinah.
Setelah masjid, jelasnya, pembangunan kampus secara bertahap dimulai, dimana saat ini sedang dalam proses desain tata ruang. Kampus II UIN Maliki, tambah Mudjia, menjadi satu-satunya perguruan tinggi negeri (PTN) yang ada di Kota Batu. Kampus pertama PTN ini berlokasi di Jln. Gajayana, Malang.
"Kota Batu menjadi pilihan pendirian kampus karena untuk mencari lahan seluas itu di Kota Malang sulit. Alternatifnya adalah Kab. Malang utara yakni Kec. Singosari atau Kab. Malang selatan yakni Kec. Kepanjen.
Akhirnya dari berbagai pertimbangan Kota Batu menjadi pilihan." Pembangunan kampus II ini, lanjut dia, murni keinginan pengusaha Timteng dan Jepang yang tertarik untuk memberikan bantuan dananya.
Bahkan secara khusus pengusaha Timteng dan Jepang yang dimaksud itu sudah datang dan melihat lokasi dari dekat, serta mendukung segera berdirinya kampus II tersebut.
Kondisi yang sama juga dulu dilakukan oleh sebuah keluarga asal Brunei Darusalam yang turut membangun Masjid UIN Maliki Malang, beberapa waktu lalu.
"Kampus II nanti akan diproyeksikan untuk program studi [prodi] baru yakni fakultas kedokteran dan politeknik." Rencana pembangunan kampus II di Batu, menurut dia, sudah dirintis sejak Walikota Batu masih dijabat oleh (Alm) Imam Kabul. Bahkan hingga Walikota Batu dijabat Eddy Rumpoko, Pemkot Batu menunjukkan dukungan yang besar dan berharap Batu segera bisa memiliki PTN ternama. (K25)
BISNIS INDONESIA
Waoooh...mantebh bangetz ada kampus sampe 3,4 tT. Apalagi Masjidnya senilai 1 T. Kaya apa tuh.
Kapan2 pengin jum'atan disitu ah..:lol::lol::lol::cheers::banana::banana::banana:
sbyctzn September 9th, 2009, 02:35 PM ^^
hehehe :):):):)
boleh dumzzz ikutan di masjid 1 trilyun :lol::lol::lol::lol::lol:
ajak ajak yah klo beneran sudah jadi hehehehehe:lol::lol::lol::lol:
ohhh iya hermawan pasar tugu...
dulu pernah denger tapi lupa lupa ingat... hehehe
yup memang saya akui walaupun pkl.. tapi teratur banget... bersih...
coba deh kalau mau dikelola dengan baik dan dikembangkan...
seperti Khaosan Road di Thailand, walaupun PKL tapi bener2 rapi dan teratur... benar2 berkelas...
kenapa yah Pemkot Malang tidak bikin promotion board seperti STPB?
padahal Malang potensinya besar banget!!!
Ampelio September 9th, 2009, 07:04 PM kenapa yah Pemkot Malang tidak bikin promotion board seperti STPB?
padahal Malang potensinya besar banget!!!
^^Betul, jarang ada daerah dengan potensi selengkap Malang: WISATA (Alam pegunungan hingga pantai, Budaya & Religi), TEKNOLOGI, EDUKASI (Non-formal & formal), INDUSTRI (manufaktur hingga kreatif), AGRO dan KESEHATAN! :cheers:
...tapi sayangnya ya itu tadi, kurang "P R O M O S I", terbukti jika search images di Google, sangat jarang dijumpai foto2 Kota Malang dan sekitarnya yg di eksploitasi dengan kemasan indah. :(
hermawan September 11th, 2009, 04:25 AM Perkembangan Malang mungkin baru bisa dinikmati tahun depan.....itulah mungkin thread ini minim pictures tahun ini.
Coba kita lihat...
1. RSUB
2. RS UMM (sudah mulai konstruksi)
3. Masjid UIN Maliki
4. Vulcano Park
dll
Cuma...gimana ya caranya bikin Malang nggak sepi di malam hari...
3 bulan lalu aq sempat pulang sebentar dan kaget juga, ternyata di daerah Simpang Balapan/Ijen ada Rumah Makan Cianjur yang baru di buka...........sempet cicipi juga he...he...he..:cheers:
Pengunjungnya rame juga...
Ya konsep2 begini ini mungkin yang bisa mendorong Malang bisa lebih rame di malam hari.:lol::lol::lol:
.....atau apa konsep Pemda
hermawan September 13th, 2009, 05:18 AM Warga Protes Pembangunan Apartemen
MALANG - Puluhan warga RT 3 RW 6 Kelurahan Penanggungan memrotes pembangunan apartemen Citra Mutiara Sentosa kemarin sore. Aksi itu dilakukan karena warga merasa terganggu atas penancapan paku bumi apartemen di Jl Cibogo tersebut. Pasalnya, getaran akibat masuknya beton runcing ke dalam bumi dan aktivitas kerja mesin berat terasa di pemukiman warga.
Dalam aksinya, warga tidak membentangkan poster atau tuntutan dalam tulisan. Mereka memilih bergerombol dalam satu kelompok. Mereka juga sempat mendorong seng pembatas pembangunan apartemen dengan pemukiman warga. Akibatnya, seng itu roboh sepanjang 50 meter. "Warga mulai resah karena terganggu getaran pemasangan paku bumi. Yang jadi masalah, sosialisasi tidak pernah dilakukan" ujar Khoirul Anwar, salah satu warga.
Khoirul membeberkan, sebenarnya keresahan warga muncul sejak lama. Tepatnya ketika pembangunan apartemen dimulai. Keresahan itu terakumulasi kemarin. Sejak pagi antar-warga mulai menumpahkan unek-unek. Kemudian, siang harinya, muncul kesepakatan untuk melakukan aksi protes. Sekitar pukul 15.00, demo dilakukan. "Tidak ada siapa-siapa di balik aksi ini. Semua murni spontanitas warga," tandas dia.
Berdasarkan pantauan, hingga menjelang pukul 17.00, warga masih bergerombol di sekitar lokasi sebelum akhirnya membubarkan diri. Ketika warga beraksi, tidak ada aktivitas penancapan paku bumi.
Aksi ini yang kedua dilakukan warga Penanggungan terkait pembangunan di eks lahan ruang terbuka hijau tersebut. Aksi pertama dilancarkan terhadap pembangunan Chitos (Chibogo Town Square) yang berlokasi persis di barat Matos. Saat itu warga memprotes pengeboran sumur oleh pengembang Chitos karena memengaruhi debit air sumur-sumur warga. Bahkan, sumur beberapa warga sempat mengalami kekeringan.
Dari penelusuran Radar, pembangunan apartemen Citra Mutiara Sentosa masih dalam grup pengembang Chitos. Apartemen itu dibangun PT Citra Mutiara Sentosa (CMS) dengan lokasi di belakang gedung Chitos.. Ketika dikonfirmasi, salah satu jajaran pimpinan PT CMS, Tri Wediyanto, mengaku belum tahu soal aksi warga. Belum ada manajemen dan karyawan PT CMS yang mengabari dia. "Saya belum tahu. Maaf tidak bisa berkomentar banyak karena masih ada acara buka puasa bersama di rumah," kata Tri.
Kendati begitu, Tri berjanji akan meninjau kembali penancapan paku bumi di lokasi apartemen. Bahkan, jika perlu, pengembang melakukan sosialisasi sekaligus klarifikasi kepada warga. "Nanti saya bicarakan kembali dengan manajemen dan warga," ujar Tri. (nen/yn)
loh....udah mulai di bangun ya
Ampelio September 15th, 2009, 12:20 AM 10 KOTA INDONESIA PALING NYAMAN UNTUK DITINGGALI
(from Metro 10 by Metro TV)
1 Yogyakarta - 57.9%
2 Bandung - 56.3%
3 Semarang - 22.8%
4 Solo - 21.2%
5 Bogor - 14.5%
6 Surabaya - 13.7%
7 Malang - 11.4%
8 Medan - 11.2%
9 Bali (Denpasar) - 8.1%
10 Makassar - 6.4%
...sayang tidak banyak yg tahu atau sekurangnya pernah berkunjung ke Malang, padahal sebenarnya Malang layak menduduki peringkat teratas :okay:
hermawan September 15th, 2009, 04:59 AM ^^Sangat betul kata Ampelio.........kebetulan 10 kota itu sudah sering aku kunjungi, kayanya peringkat Malang nggak seharusnya di posisi 7 deh....:ohno: Malang layak menduduki posisi lebih atas lagi.
Jujur saja............ kelemahan Malang dari kota yang lainnya cuma satu, yaitu masalah IMAGE, IMAGE dan IMAGE yang kurang. Aspek lain! oh...no:ohno:
Banyak yang mengira Malang itu kota kecil yang kalo di Jawa Barat itu kurang lebih sebesar Garut, Sumedang atau kalo Jateng sebesar Pemalang!!!.(yang paling sering kudengar, Malang itu apanya Pemalang!!:nuts:)
Menurut pengamatanku yang udah bertahun-tahun tahun tinggal di Jakarta... Malang kurang dikenal kecuali dari hingar bingar sepakbolanya dan nama BAKSOnya doang.
Ayo pemkot Malang.......... berbuatlah sesuatu agar kamu lebih banyak dikenal orang. Malang nggak cuma sepakbola dan bakso.
Kamu itu metropolis, potensi pendudukmu udah 800 ribu..kalo ditambah dengan wilayah sekitarmu sudah 1 jt lebih (syarat jadi kota metropolitan sudah terpenuhi) lifestyle masyarakat bagus.....SDM melimpah..... punya sekolah2 berkualitas..... cuaca yang bagus, air tanah yang bagus, obyek wisata melimpah....so apa lagi?
kalo banyak orang nggak tau tentang potensi kamu, gimana investor mau datang?:bash:
Ebek21 September 15th, 2009, 05:59 AM ^^ Proyek Vulcano Park ini boleh deh sebagai trigger investasi di Malang Raya. Ini info lebih detailnya.
Tiru Prancis, Vulcano Park Telan Rp 1 Triliun, Dilengkapi International Peace Village
MALANG-SURYA-Eks lokasi Taman Burung Jeru di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang akan disulap menjadi Vulcano Park yang diperkirakan menelan dana Rp 1 triliun.
Untuk menunjukkan keseriusan akan proyek itu, Rene Souchon Gubernur Provinsi Auvergne Prancis sudah berkirim surat pada Gubernur Jawa Timur dan ditembuskan pada Bupati Malang tentang rencana pembangunan Vulcano Park. Saat ini, tempat wisata tematik itu satu-satunya baru ada di dunia berada di Clermont Ferand namun dengan nama Vulcania Park dan telah diresmikan pada 2002 lalu.
Surat itu juga ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat, yaitu Depdagri. Sebab investasinya cukup besar serta membahas tentang rencana kerjasama pembangunan tempat wisata edukasi itu. Dalam surat itu disebutkan bahwa tim dari Vulcania Park akan membantu pendirian Vulcano Park di Tumpang, Jawa Timur. Dalam surat itu menyebutkan bahwa antara Auvergne-Jatim memiliki kesamaan yaitu sebagai sebagai daerah yang memiliki gunung berapi dan pariwisata yang menakjubkan.
“Lahan untuk Vulcano Park di Tumpang seluas 12,1 hektare. Kita memakai lahan itu karena tempat itu lahannya sudah dibebaskan dan agar lahannya tidak mubazir,” jelas Purnadi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Jumat (12/6).
Terlibatkan pemerintah pusat ini sebagai fasilitator dengan pemerintah Prancis. Karena biayanya mencapai Rp 1 T, maka akan ada banyak dana sharing, yaitu pemerintah pusat, provinsi, Kabupaten Malang serta dana konsorsium dari Uni Eropa.
September ini, tambah Purnadi, akan dilakukan LoI (Letter of Intens) antara pemerintah pusat (Depdagri) dengan Bupati Malang. Dalam kerja sama itu, Pemkab Malang menyediakan sarana dan prasarana berupa infrastruktur termasuk lahannya.
“Jalan masuk ke Jeru yang masih sempit tentu nantinya akan dilebarkan. Tapi arah pembangunan fisik masih lama. Sebab setelah ada LoI, nantinya akan ada survei studi kelayakan yang perlu waktu antara satu hingga dua tahun,” papar Purnadi.
Sehingga diperkirakan baru pada 2011, pembangunan fisik Vulcano Park bisa mulai dijalankan dan memakan waktu sekitar dua tahun. Vulcano Park adalah wisata edukasi tentang gunung berapi yang menggunakan teknologi tinggi serba komputer.
Sehingga wisatawan yang datang ke sana bisa mengetahui proses gunung api terbentuk, lava hingga gempa bumi.
Ia menambahkan, Francois Dominique de Larauzeri, Direktur Vulcania Park juga sudah mengunjungi bakal lokasi Vulcano Park di Tumpang beberapa waktu lalu. “Dia nampak senang dengan lokasinya. Katanya, sangat cocok karena jauh dari pemukiman,” tambah Purnadi. Yang jelas, untuk rencana ini, tiga daerah kompetitor yaitu Kabupaten Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang sudah ‘mundur’ dari kompetisi ini karena tidak siap.
Rencana keberadaan Vulcano Park memang untuk mendukung ikon pariwisata Jatim yaitu Gunung Bromo. Sebab untuk menuju Bromo juga bisa melalui Kecamatan Poncokusumo yang berdekatan dengan Kecamatan Tumpang. Di lokasi ini, lanjutnya, juga bakal dibangun International Peace Village bekerja sama dengan Universitas Malang dengan pendanaan dari luar negeri.
“Mungkin nanti konsepnya seperti Taman Mini tapi untuk menunjukkan budaya yang membantu bangunan itu. Seperti jika Tiongkok membantu, maka akan dibangun bangunan khas Tiongkok. Begitu juga jika Belanda terlibat.
Bupati Malang, H Sujud Pribadi membenarkan rencana itu meski sejauh ini masih belum ada penandatanganan apapun terkait rencana Vulcano Park. “Saya akan dukung itu sejauh sejak awal memang ditepati rencana itu,” kata Sujud. Apalagi dipastikan akan banyak tenaga kerja lokal baik tenaga kasar maupun berkemampuan yang bakal dipakai jika ada pembangunan fisik wisata edukasi itu.
Taken from Surya, Jun 13, 2009
sbyctzn September 15th, 2009, 11:08 AM Magnificent Malang!!
pantas jadi taglinenya kota Malang seperti Sparkling Surabaya...
Begemana??????
hehehehe....
Ayo donk.... setidaknya ada LSM atau gerakan pemuda yang ngeluruk bareng dan baik2 ke walikota yang terhormat Bapak Supeni....
Paling tidak itu bikin brand Malang dan kenalkan secara besar2an...
Sayang banget nih potensi Malang yang cuma bertepuk sebelah tangan...
saya jadi gatal pengin jadi walikota Malang..... kalau melihat walikota sekarang.... :lol::lol::lol::lol::lol::lol:
Freezy89 September 15th, 2009, 03:30 PM ^^
Wah jadi terharu....trimakasih bwt dukungannya untuk malang... :)
hermawan September 17th, 2009, 05:36 AM ^^Ya....jangan kecil hatilah!!! perkiraanku Malang akan booming seperti dulu sekitar 3 - 4 tahun lagi.
Jumlah penduduk Malang yang mencapai 800 ribu (Kalo ditambah dengan wilayah kecamatan diperbatasan yang secara fisik udah menyatu dengan kota seperti kecamatan Dau, Singosari, Pakisaji, Pakis sekitar 1.3 juta jiwa) + potensi lain-lainnya yang belum digarap saya kira Malang akan bisa mencapai perkembangan sebagaimana kota2 besar lain di Indonesia seperti Makassar, Palembang dll
Tinggal gimana nih bisa bangunin "the sleeping giant".
3-4 tahun ukuranku ya....nunggu walikota yang baru he...he....he..yang enterpreneurshipnya tinggi. (asal rakyat malang jangan salah pilih)
...dan yahhhh beberapa proyek trilyunan itu bisa direalisir.
...satu lagi menurutku penghambat kemajuan disini yaitu LUMPUR LAPINDO, karena bagaimanapun kemajuan Malang nggak bisa dilepaskan juga dari kemajuan daerah sekitar lainnya seperti Pasuruan, Probolinggo.
Kalo mereka sendiri sekarang mati ekonominya karena Lumpur, ya akibatnya ditanggung rame2, termasuk Malang. Bukannya yang ngramein Mal2 di Malang saat ini juga orang2 dari Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Blitar dll:nuts:
sbyctzn September 18th, 2009, 08:35 AM ada yang tau ini dimana????
PUNCAK TIDAR
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/tidar-gate2.jpg
sbyctzn September 18th, 2009, 08:50 AM IJEN NIRWANA RESIDENCE
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/10.jpg
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/7.jpg
sbyctzn September 18th, 2009, 08:51 AM ijen hotel
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/ijen-hotel1.jpg
sbyctzn September 18th, 2009, 08:53 AM IJEN NIRWANA RESIDENCE
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/6fix.jpg
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/7fix.jpg
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/3-fix.jpg
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/2fix.jpg
sbyctzn September 18th, 2009, 09:10 AM Alun2 kota Batu...
ada yang tau lokasinya dimana?? dan bagaimana progressnya???
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/32.jpg
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/22.jpg
sbyctzn September 18th, 2009, 09:14 AM CIBOGO MALL, Malang
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/a-copy1.jpg
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/b-copy.jpg
sbyctzn September 18th, 2009, 09:15 AM Orchard, Malang
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/sc_4_080529_800.jpg
sbyctzn September 18th, 2009, 09:53 AM Villa Tidar, Malang
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/vil-a3-copy.jpg
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/vill-b.jpg
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/vil2.jpg
sbyctzn September 18th, 2009, 09:55 AM Trowulan Apartment, Malang
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/trowulan-apartement.png
sbyctzn September 18th, 2009, 09:56 AM Continue... Ijen Nirwana Residence
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/ijen-nirwana-residence-2.png
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/ijen-nirwana-residence-1.jpg
sbyctzn September 18th, 2009, 10:01 AM BTW nih fotonya BNS, bagi yang penasaran belum tahu BNS malang....
NICE!!!!!!
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/bns-2.png
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/bns-1.png
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/bns-3.png
Ampelio September 18th, 2009, 10:22 AM Ini baru MALANG! ..btw Ijen Hotel very cool, keren banget :okay:
sbyctzn September 18th, 2009, 10:29 AM ^^
Biarpun Walikotanya agak melempem, ini coba saya ikut bantu bangun image kota Malang, walaupun hanya lewat web.
sbyctzn September 18th, 2009, 10:38 AM semua proyek Tahun 2008, progressnya belum diketahui, mungkin arek arek Malang bisa bantu????
Ampelio September 24th, 2009, 12:00 PM semua proyek Tahun 2008, progressnya belum diketahui, mungkin arek arek Malang bisa bantu????
^^Gw baca di majalah TEKNO KONSTRUKSI edisi terbaru (september 2009), menurut info Ijen Hotel (8 Lantai) akan mulai konstruksi akhir 2009 ini.
Ebek21 September 24th, 2009, 12:01 PM Can you imagine if such a park is built in East Java ?? The impact will be huge !!
______________________
Organisasi Perburuhan Internasional - Jakarta
International Labour Organization – Jakarta
Tuesday, 31 March 2009
FOR IMMEDIATE RELEASE
PRESS RELEASE
ILO to Assist East Java Develop a Volcano Theme Park in Bromo-Semeru-Tengger National Park
JAKARTA (ILO News): The International Labour Organization (ILO) through its Job Opportunities for Youth (JOY) project is actively promoting local economic development (LED) as an alternative development approach. To do so, the ILO operates in two districts of East Java, Malang and Pasuruan, where LED forums have been created and include members of the private sector, government and civil societies.
In this context, agribusiness and tourism were identified as the main economic drivers of the region and a list of what needs to be done has been planned accordingly and strategically by the forums. While the ILO is a facilitator in the process, it also supports training as well the link with external stakeholders in view to create synergies and develop partnerships.
In this spirit, a link was made with Vulcania, a unique and successful volcano theme park in the central province of Auvergne in France, where visitors are invited to learn while having fun. The park was entirely publicly funded but managed under a public-private partnership, which represents LED in model and spirit in East Java.
Vulcania has helped its province jump from the 15th to the 8th position out of 22 French provinces in terms of number of visitors since its creation. Its economic impact is undeniable since every dollar invested in Vulcania generates 8 to 10 dollars for the regional economy, and every dollar spent on the park by visitors also generates 10 dollars to the regional economy.
The ILO invited the Scientific Director of Vulcania, Mr. Francois Dominique de Larouziere, to visit East Java. After meeting with different districts and provincial government officials, community leaders, LED forum members and after visiting key tourism sites such as the Bromo-Semeru-Tengger national park, an important workshop took place in Surabaya on March 25, in front of over 100 East Java representatives. The conclusion was to endorse the idea to adapt the concept behind Vulcania in East Java and to proceed with a formal feasibility study.
“The tourism potential in the Province of East Java, including the Bromo-Semeru-Tengger national park is extraordinary. The creation of a place of “learning while playing”, dedicated to volcanoes and earth sciences, I believe will attract more people to visit the national park. Beyond volcanoes, the development of points of interest (ecotourism, agrotourism, bird watching) would allow the creation of many tour packages which tourists are very fond of,” said Mr. de Larouziere of Vulcania.
The ILO will assist East Java representatives as well as with other tourism related activities, including the creation of package tours to the region, in coordination with ASITA, the national travel agents association, and tour operators in Europe. As a follow-up, Vulcania France and the East Java Government will need to further discuss the type of partnership that will be best suited to a successful adaptation of the park in East Java.
For further information, contact:
Matthieu Cognac
LED Specialist
ILO Jakarta Office
Tel. (021) 3913112 ext. 154
Email: cognac@ilo.org
Janti Gunawan
Local Project Coordinator
ILO Surabaya Office
Tel. (031) 535-6363
Email: janti@ilo.org
Gita Lingga
Media Relations Officer
ILO Jakarta Office
Tel. (021) 3913112 ext. 115
Email: gita@ilo.org
Ebek21 September 24th, 2009, 12:08 PM ^^Gw baca di majalah TEKNO KONSTRUKSI edisi terbaru (september 2009), menurut info Ijen Hotel (8 Lantai) akan mulai konstruksi akhir 2009 ini.
That's great !! It's been quite some time no additional hotel option in Malang. Once built, would it be the biggest hotel in Malang ?
sbyctzn September 24th, 2009, 03:17 PM @ampelio:
apa benar Majalah Techno Konstruksi edisi september 2009? Mengenai info hotel ijen? Ada di halaman berapa?
Saya punya majalahnya, saya lihat kok g ada info mengenai hotel ijen.
@Ebek:
betuk bek, Ijen Hotel ini bakal jadi Hotel terbesar dan termewah di Malang.
Bahkan mungkin terunik di segi arsitekturnya.
Ini mungkin dampak dari kebijakan Bapak Supeni yang menerapkan desain bangunan baru yang akan dibangun harus natural dan sinkron dengan kondisi lingkungannya.
Lokasinya ada dimana yah dan bintang berapa? Mungkin ada yang tau?
sbyctzn September 24th, 2009, 03:39 PM ^^
@ampelio:
sory ternyata memang ada.
Deskripsinya sedikit dan kecil, judul besarnya tidak ijen.
Makanya tidak ketahuan.
Ebek21 September 24th, 2009, 05:32 PM IJEN NIRWANA RESIDENCE
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/10.jpg
http://dpavilionarchitects.files.wordpress.com/2009/05/7.jpg
Nih bangunan aslinya..agak berbeda, tapi not bad kan ?? :)
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/ijen7.jpg
Ebek21 September 24th, 2009, 06:07 PM Jadi bagaimana keputusan akhirnya ? Yang benar berita yang ini...
Panderman akan Dipasangi Tulisan Besar ala Hollywood
Rencana Pemkot Batu memasang tulisan besar Kota Wisata Batu di Gunung Panderman masih belum ada kejelasan. Tulisan yang dimodel ala tulisan Hollywood, pusat industri film di Amerika Serikat, itu diprediksi menelan dana hingga miliaran.
Namun tulisan untuk mendukung ikon wisata Batu ini belum jelas apakah dianggarkan tahun ini atau tahun depan. ”Itu (tulisan) sebagai ikon wisata di Batu. Kapan pelaksanaannya belum tahu,” ujar Wakil Wali Kota Batu Achmad Budiono siang kemarin.
Budiono juga belum bisa menyebutkan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana tersebut. Sebaliknya dia hanya menegaskan pemkot memiliki rencana tersebut dan akan ditindaklanjuti.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/panderman-klubbunga.jpg
Gunung Panderman dilihat dari Klub Bunga, Batu (flickr/deviana)
Seperti diberitakan, pemkot membuat terobosan untuk meningkatkan kunjungan wisata. Salah satunya dengan merencanakan membuat tulisan besar di Gunung Panderman dengan tulisan Kota Wisata Batu. Tulisan tersebut akan terlihat dari Kota Malang dan Kabupaten Malang. Selain membuat tulisan besar di gunung, beberapa fasilitas juga akan dibangun di sekitar kawasan tersebut.
Syamsul Huda, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu, juga mengatakan serupa, belum mengetahui kelanjutannya. Saat ini direncanakan penghitungan anggaran untuk kebutuhan kegiatan tersebut. Disinggung soal perencanaan kegiatan tahun ini, Syamsul minta konfirmasi pada bagian perencanaan.
Sementara, Bambang Wahyudi, kepala Bagian Perencanaan dan Pembangunan Kota Batu, mengatakan, tahun ini masih akan dilakukan kajian. “Setiap kegiatan harus melalui kajian, nggak bisa grusa-grusu. Anggaran juga masih akan kami ajukan pada perubahan anggaran keuangan (PAK),” katanya.
Bambang menyebut, anggaran kajian kerja yang dibutuhkan tidak banyak. Diperkirakan sekitar Rp 50 juta. Karena masih akan dilakukan kajian, sambung Bambang, maka belum bisa dipastikan pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebab, hasil kajian itulah nantinya yang akan dijadikan dasar pelaksanaan kegiatan. “Ini juga melihat ketersediaan anggaran, kalau tidak cukup anggarannya, ya tidak bisa tahun ini. Tapi, tahun depan,” katanya. (yak/war/radarmalang)
Ebek21 September 24th, 2009, 06:08 PM ..atau yang ini ??
Lokasi Branding ‘Kota Wisata Batu’ Dialihkan ke Gunung Banyak
Rencana penulisan atau branding Gunung Panderman dengan tulisan Kota Wisata Batu batal. Penulisan yang masih bertaraf wacana tersebut bakal dialihkan ke Gunung Banyak. Alasannya karena penulisan pada kawasan gunung yang juga dijadikan landasan terbang paralayang itu lebih memungkinkan dan jauh lebih mudah.
“Penulisan branding di Gunung Banyak lebih mudah dibanding dengan penulisannya di Gunung Panderman,” kata Syamsul Huda, kepala Dinas Kebudayaan dan Parisiwata, Pemkot Batu, siang kemarin.
Syamsul mengatakan, kemudahan itu didasarkan pada teknis pemasangannya. Medan di Gunung Panderman lebih berat dibanding dengan medan yang ada di Gunung Banyak.
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/gunungbanyak-rudittadeviant.jpg
Panorama Batu dilihat dari atas Gunung Banyak (foto:Ruditta Devianti)
Selain itu, sambung Syamsul, hingga saat ini juga belum ada rekanan maupun pihak ketiga yang berani memberikan perhitungan kebutuhan biaya maupun memberikan gambaran teknis pemasangannya. “Belum ada yang masuk pengajuannya. Mungkin tidak ada yang berani menghitung karena sulitnya medan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Syamsul juga menegaskan rencana pemindahan itu bukan karena adanya penolakan dari pihak-pihak yang lain. Baik itu atas nama pribadi maupun maupun kelembagaan. Akan tetapi, pemindahan itu dilakukan karena persoalan teknis.
Dia menegaskan, pemindahan penulisan Kota Wisata Batu itu masih berupa rencana. Ini masih sebatas ide awal yang belum dibicarakan dengan wali kota maupun tim anggaran.
Sayang, disinggung soal pelaksanaan kajian penulisan branding di dinding gunung tersebut, Syamsul mengaku belum mengetahuinya. Bahkan, dia juga menegaskan di dinasnya tidak ada anggaran untuk pelaksanaan kajian penulisan branding tersebut. “Tidak ada di dinas saya. Tidak tahu kalau di badan perencanaan dan pembangunan. Coba tanyakan ke sana,” katanya. (yak/lia/radarmalang)
sbyctzn September 25th, 2009, 02:19 AM ^^
yah ditunggu saja bek,
itu juga masih rencana.
Tapi salut sama pemkot Batu, visioner banget, wah.. kalo tidak sigap, pemkot dan pemkab Malang bisa ketinggaln nih.
Btw lumayan jg marketing officenya ijen nirwana residence.
Oh ya, ini ijen nirwana residence sama apa tidak developernya dengan kahuripan nirwana residence sidoarjo?
sbyctzn September 25th, 2009, 02:21 AM -----
Ebek21 September 25th, 2009, 02:28 AM ^^ Benar. Sama2 dr Bakrieland Development. Pokoknya yg namanya ada Nirwana2nya kemungkinan besar pengembangnya adalah Bakrieland.
sbyctzn September 25th, 2009, 02:46 AM Mungkin diambil dari nama Nirwan Bakrie ya bek?
Bah para owner developer kok narsis banget ya kasih nama.
Kayak tidak ada nama lain yang lebih keren saja.
Hehe...
Ebek21 September 25th, 2009, 03:09 PM Satu lagi terobosan orisinil dr kota Batu :okay:
Kota Batu Digagas Jadi Hollywood Indonesia
BATU – Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko berharap Kota Batu menjadi Bollywood Indonesia. Harapan tersebut disampaikan menjelang pendeklarasian Kota Batu sebagai Kota Film Nasional, Jum'at.
‘’Sampai saat ini masih belum ada Kota Perfilaman di Indonesia sebagaimana Hollywod di Amerika dan Bollywood di India. Kami sangat merasa senang dan bangga jika Kota Batu menjadi Bollywood atau Hollywood-nya Indonesia,’’ kata Eddy Rumpoko.
Dia meyatakan bahwa potensi Kota ‘’Apel’’ Batu sangat kondusif untuk menjadi Kota Perfilman. Alasannya, selama ini kota yang dipimpinnya itu sudah memproklamirkan diri sebagai kota wisata.
Menurut dia, kota wisata ini sangat pas bila juga menjadi Kota Perfilman. Sebab, selain panorama alam yang indah, juga dekat dengan kawasan hutan dan laut. ‘’Makanya, kami sangat berharap artis perfilman Indonesia mendukung Batu menjadi Kota Perfilman Indonesia,’’ kata dia menjelang pendeklarasian Kota Film Nasional di Kota Batu.
Hadir dalam pendeklarasian di Kota Batu tersebut para pengurus Perasatuan Artis Film Indonesia (Parfi). Di antara Rizal Djibran, Pong Hardiatmo, Ray Sahetapi, dan beberapa artis tenar lainnya.
Sementara itu, Rizal Djibran sangat mendukung gagasan Wali Kota Batu tersebut. Menurut dia, sebagai Kota Wisata, Batu mempunyai pesona tersendiri. Dia sebutkan, seperti panorama alam yang indah. ‘’Saya piir cocok jadi Boliwood aau Hollywood Indonesia," tutur dia.
Pong Hardiatmo juga memberikan dukungan senada. Dia menegaskan bila di Indonesia ini memang harus ada Kota Perfilman. Hanya saja, selama ini masih belum ada kota yang berani menawarkan diri menjadi pusat perfilaman tersebut.
Justru, terang dia, yang sangat berani saat ini menawarkan diri baru Kota Batu. Padahal, terang dia, untuk tingkat Asia, Bollywood di India dengan percaya diri memproklamirkam diri sebagai kota perfilaman.
Apalagi, kata dia, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko memberikan support luar biasa. Kepeduliannya terhadap perfilman Indonesia dikatakan tak perlu diragukan lagi. Kendati demikian, diakuia dia, bila ide untuk mewujudkan Kota Batu sebagai kota Perfilaman Nasional dikatakan merupakan ide gila.
Namun, tandas dia, ide itu mungkin hal yang mustahil untuk bias diwujudkan. Hanya saja, prosesnya perlu dilakukan secara bertahap. ‘’Saya yakin, semua insane filam akan menyambut dengan baik,’’ terangnya.
Ray Sahetapi, juga memberikan penilaian senaa. Dia menjelaskan bila Kota Batu layak menyandang sebagai kota pusat perfilman di Indonesia. Fasilita pendukung untuk pembuatan film, terutama dari aspek alam dikatakan sangat kondusif.
Karena itu, dia menilai Kota Batu layak menjadi kota perfilaman nasional. Sebab, selain fasilitas yang mendukung, perjalanan dari Jakarta-Malang dikatakan juga kondusif. ‘’Kita hanya butuh waktu sekitar dua jam saja dari Jakarta ke Batu,’’ tandasnya.
Taken from Republika, Sep 25, 2009
Malam Ini, Parfi Deklarasikan Batu Sebagai Kota Perfilman Nasional
Batu (beritajatim.com) - Malam ini adalah pendeklarasian Kota Batu sebagai Kota Film Nasional. Hal ini diungkapkan Rizal Djibran, salah satu pengurus Parfi dalam acara Halal Bihahal yang ada di Kota Batu.
"Sebagai Kota wisata, Batu mempunyai pesona tersendiri. Sehingga predikat Kota Perfilman Nasional bisa disandangnya. Keindahan dan ke eksotikan Kota Wisata Batu mempunyai arti tersendiri. Paling tidak, Batu bisa menjadi Boliwoodnya Indonesia," ujarnya, Kamis (24/9/2009).
Menurut salah satu artis film senior, Pong Hardiatmo memang harus ada kota yang berani untuk memiliki predikat kota perfilman Nasional. "Di Asia, yang sudah berani mengatakan itu baru di India (Bollywood). Sedangkan Walikota Batu Eddy Rumpoko sangat peduli masalah ini, maka tidak salah jika Batu dicanangkan sebagai Kota Perfilman Nasional," ujar Pong.
Namun menurutnya, hal itu akan dilakukan secara bertahap."Nantinya, pembuatan film ada di Kota Batu, prosesnya ada di Batu dan harus berani ada laboraturium yang baik di Kota Batu ini," ungkap Pong.
Dilanjutkanya, jika kemauan pemkot untuk mewujudkan gagasan yang peduli perfilman nasional, maka harus disambut dengan baik oleh insan film. "Ini adalah ide gila yang harus diwujudkan, sebab sangat sulit ada kota yang berani mencanangkan hal tersebut," kata Pong.
Sementara itu, menurut Ray Sahetapi, kelayakan Kota Batu sebagai kota pusat perfilman sudah layak mengingat sebuah kota film harus lengkap antara gunung, hutan, pantai, wujud kota besar sedang dan kecil semua ada. "Pantai dari sini hanya 60 Km, Kota besar dari Batu hanya 2 jam. Hutan di Kota Batu sendiri begitu luas. Maka untuk menjadi Kota Perfilman itu sudah layak," urainya.
Sedangkan masalah artis yang kebanyakan bermukim di Jakarta tidaklah masalah mengingat Malang juga sudah mempunyai bandara sendiri. "Batu untuk produksi film tidak masalah. Batu-Jakarta hanya 2 jam sudah sampai. Keindahan Batu sangat mempesona," tuturnya.
Yang terpenting, menurut Ray, kepedulian pimpinan Kota untuk membuka kebijakan itu sangat baik. "Jarang kita temui gagasan strategis semacam ini," katanya singkat.
Taken from Berita Jatim, Sep 24, 2009
MinImaX September 25th, 2009, 05:47 PM Jadinya Batuwood dong... :D
Great city! :)
Udaranya sejuk, orang2 akan nyaman tinggal di sana selama membuat film, jadi cocok kalau dijadikan pusat perfilman.
sbyctzn September 25th, 2009, 06:32 PM ^^
boleh juga tuh minimax, idenya.
BATUWOOD.
Ada2 saja he3x....
Tapi sulit sepertinya, dan akan perlu waktu yang lama.
Tapi paling tidak, ada visi dan usaha dari kepala daerah untuk masa depan daerahnya, tidak seperti kepala daerah umumnya yang mementingkan saat msh menjabat saja.
Good job. Lanjutkan!!
Ebek21 September 26th, 2009, 04:06 AM ^^ Ya, gw dukung 100% BATUWOOD !! Nice idea hehehe...
hermawan September 28th, 2009, 07:49 AM :)Habis mudik 2 hari di Malang...sayangnya kameraku ketinggalan
Mau ambil foto juga sepertinya nggak ada yang baru2...semuanya sudah pernah di ekspos di thread ini....
Cuma sepanjang jalan antara Blimbing s.d Kayutangan jadi lumayan cantik sekarang. Banyak perubahan2 kecil pada bangunan di sepanjang jalan itu. Mulai banyak yang bergaya modern dan kelihatan jadi tidak usang lagi.
Contohnya pom bensin di pertigaan Jl. Ciliwung. Lumayan ikut memperindah suasana..betul nggak sih!!!
Malang masih seperti dahulu.....sejuk...nyaman dan tentram he...he....he..
dan jangan lupa.....makanannya......heci, srabi, menjes nggak ada duanya:cheers:
balikpapan September 28th, 2009, 09:28 AM Malang.... I miss U full
Senang susah waktu zaman kuliah... itu yang ngangenin... kulinernya...
OPTX September 28th, 2009, 10:03 AM Mutiara Square ( MX Square )
Jl Veteran
http://i35.tinypic.com/v32e4l.jpg
Mall dengan konsep poin segmen kalangan anak muda dengan konsep warna warni cerah dengan fasilitas cafe resto yang nyaman sebagai tempat nongkrong2 anak muda.
fasilitas tenda2 di outdoor merupakan nilai lebih dari mall ini karena daerah malang yag cenderung sejuk dan dingin.
OPTX September 28th, 2009, 10:15 AM Malang Pos Square
http://i35.tinypic.com/9ar2q0.jpg
http://i35.tinypic.com/2mgt6yg.jpg
lokasi : kantor pos malang
project share to share antara developer/pengembang dengan PT.Pos Indonesia wilayah Malang pengembangan kantor pos mall unity dengan konsep mall shopping center.
konsep mengarahkan pengunjung kantor pos tidak hanya untuk pelayanan pos tapi juga bisa perdagangan pusat perbelanjaan, pujasera, book store, dll.
Freezy89 September 28th, 2009, 03:43 PM ^^
Ok banget tuh...Batuwood...hahaha...
Btw...karena udah lama nggak nge-post, saya mau komentar ttg diskusi2 sebelumnya ya...
*Ttg Ijen Nirwana Residence...bener banget tuh, pengembangnya memang bakrieland..
*Tentang walikota Malang, Pak Peni, mungkin teman2 memang ada yang menganggap orangnya kurang pro pembangunan ato sejenisnya. Tapi sebenarnya kalo menurut saya (yang hingga 2 tahun yang lalu masih menetap di Malang) justru pembangunan Kota malang terasa di kepemimpinan beliau. Antara lain yang sudah terwujud :
- Matos
- MOG + Kompleks Stadion gajayana
- GOR Ken Arok
- Block Office Kedung Kandang
- Kawasan Pendidikan Internasional Tlogowaru
- Pengaktifan Bandara Abd Rahman Saleh
- Fly Over Martadinata
- Fly Over Ahmad Yani
Proyek2 yang dicanangkan tapi ditolak/dibatalkan :
- Alun-Alun Junction (pusat perbelanjaan underground di bawah alun2 malang)
- Malang tower (tower di tengah alun2 malang dengan rotating restaurant)
- Danau kota (membendung sungai brantas untuk dijadikan danau. Idenya datang setelah beliau berkunjung ke china. Rencananya terletak di belakang kantor balaikota)
Proyek Yang Tertunda/ masih dalam perencanaan :
- Tol Gempol-Malang
- Upgrade Pasar Dinoyo & Pasar Blimbing (Dana 500M)
- Plaza Pos / Malang Pos Square
Kalau ada yang kurang/salah silahkan ditambah/dibetulkan...
Namun sayangnya proyek jalan baru, seperti jalitim, belum juga terealisasi hingga saat ini Pak Peni menjabat untuk kali kedua...padahal proyek ini penting untuk memecah kemacetan di pusat Kota.
*Owgh...mall di sebelah matos itu namanya mutiara square toh...
Desain Malang Pos Square lumayan oke... Thanks OPTX...:)
Freezy89 September 28th, 2009, 03:56 PM Ini ada sedikit oleh2 dari mudik kemaren...:)
Seperti kata Hermawan, memang tidak banyak yang bisa di update...Here there are....
Alun-Alun Batu
Sebelumnya, karena kemarin ada rendering alun-alun Batu dan juga pertanyaan tentang progressnya...ini kondisi alun2 batu saat ini. Belum ada kegiatan proyek apapun. Maaf kalau kurang detail, gambar diambil sambil jalan.... :)
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0611.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0613.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0614.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0647.jpg
Ni ada Factory Outlet baru di Batu. Beberapa hari yang lalu sempat masuk koran karena bikin geger pedagang di Batu. Omset mereka tersedot ke sini.. Sekali lagi maaf, gambar kabur...:)
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0649.jpg
Freezy89 September 28th, 2009, 04:08 PM Lanjut...kali ini Kota Malang...
Ada yang tau apakah proyek RS UMM sudah dimulai? Kemarin kebetulan lewat dan hanya ambil gambar ini saja. Mungkin lain kali lebih banyak lagi...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0609.jpg
Renovasi New Hongkong Restaurant di Jl Arif Rahman Hakim (finished)
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0650.jpg
Mutiara Square
Sayang belum terlihat aktivitas pembangunan fasilitas pendukung mall seperti taman atau tempat parkir...mungkin bukanya masih lama...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0652.jpg
Tepat berada di sebelah Matos...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0653.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0654.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0658.jpg
Apartemen xxx
Ni update pembangunan apartemen yang berada tepat di belakang mutiara square...apa ya namanya...??? Belum terlihat apa2...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/CopyofPhoto0659.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/CopyofPhoto0660.jpg
Di balik penutup seng masih ada tembok???
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0657.jpg
Universitas Brawijaya
Pembangunan Gedung FT dan FIA... (FT yang sebelah kanan)
Dilihat dari Jl Sukarno Hatta
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0665.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0669.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0672.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0674.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/Photo0667.jpg
Ampelio September 28th, 2009, 06:05 PM Ada yg tahu Mutiara Square nanti isinya apa aja ya?
Freezy89 September 29th, 2009, 03:36 AM ^^
Belum tau juga tuh...
Tapi kelihatannya nggak bakalan ada hypermarket ataupun bioskop...karena di matos sudah ada dan jaraknya deket banget. Menurut saya antara Mutiara Square dan Matos bisa saling melengkapi dan menjadi saingan MOG...
hermawan September 29th, 2009, 03:49 AM @ OPTX & Freezy
Thx. gambar dan foto2nya.
Apartemen xxx di belakang Mutiara Square itu kemungkinan milik PT. Citra Mutiara Sentosa yang semula direncanakanl 13 lantai....tapi belakangan direvisi cuma 8 lantai.
Oya.....Mutiara Square itu apa sama dengan Cibogo Square?
Wah...jalan Veteran jadinya penuh Mall nih!
Freezy89 September 29th, 2009, 06:58 AM Yup, Cibogo Square=Mutiara Square. Mungkin dulu dinamakan cibogo square karena letaknya di pojokan jalan cibogo. Mungkin aneh juga Cibogo square tapi ada di Malang, jadi diganti. Tapi menurut saya nama Mutiara Square masih kurang menjual...hehehe :D
Berharap Jco atau starbucks bakal masuk ke sini. Dulu waktu awal2 MOG dibuka, ada kabar bahwa Jco lagi cari tempat di malang n rencananya di MOG. Tapi gara2 tempat2 prime d MOG udah pada penuh, nggak jadi deh...
Baru saja dibicarakan, Pak Peni sudah melempar wacana baru....
Gandeng Belanda, TPA Supit Urang Jadi Lapangan Golf
MALANG- Setelah gagal mewujudkan tower di tengah-tengah Alun-Alun Kota Malang beberapa waktu lalu, Wali Kota Malang Peni Suparto kembali melempar wacana. Kali ini bahkan tidak main-main, karena Peni akan menyulap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Supit Urang sebagai lapangan Golf.
Hal itu diungkapkan Peni usai menjamu para tamu dalam acara halal bil halal di Balai Kota Malang kemarin. Soal rencana itu, Peni mengatakan bahwa ide didapat setelah dia bersama beberapa pejabat teras pemkot melakukan studi pengelolaan sampah di Belanda 8-19 September lalu. "Sistem pengelolaan sampah di Belanda sangat bagus. Sama sekali tidak ada bau sampah di sana," ujar Peni.
Bahkan, di negara kecil tersebut lahan sampah yang disediakan mencapai 44 hektare dan semua ditutup dengan rumput. Sebagian dimanfaatkan sebagai lapangan golf. Begitu juga dengan cara pengangkutan sampah tanpa meninggalkan jejak bau atau tumpah berceceran di jalan.
Karena sistem pengangkutan sampah di Belanda menggunakan truk dengan boks tertutup. Berbeda dengan Kota Malang yang hanya tersedia 16 hektare lahan untuk sampah. Itu pun dibiarkan terbuka sehingga aroma sampah sangat menyengat. Dari segi pemandangan juga sangat tidak menarik. "Sistem ini yang ingin saya adopsi. Minimal mengambil view-nya sehingga enak dipandang," ungkap Peni.
Meski dari sisi luas lahan ada perbedaan sangat jauh, Peni menegaskan bahwa masalah itu tidak jadi kendala. Karena realisasi menghijaukan Supit Urang bakal segera dituangkan dalam MoU dengan pemerintah Belanda. "Secepatnya akan dilakukan. Materi MoU sudah dibahas saat saya berkunjung ke sana," ujarnya.
Selain bakal menyulap Supit Urang menjadi lapangan golf, pemkot juga bekerjasama di bidang penangkapan gas metan. Dijadwalkan, aktivitas penangkapan gas metan tersebut dimulai Februari 2010 mendatang. "Gas metan ini akan dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik dan elpiji," urai Peni.
Bagaimana dengan pengelolaan? Disinggung soal hal ini, Peni mengatakan bahwa penangkapan gas metan itu sepenuhnya dilakukan oleh Belanda. Karena dalam materi MoU nanti Pemkot Malang menyerahkan sepenuhnya pengelolaan dan pemasaran pada Belanda. "Tentu saja pihak swasta yang mengelola. Tapi itu urusan Belanda mau menggandeng pihak swasta mana. Karena pemkot hanya bekerjasama dengan Belanda," tandasnya.
Tentang keuntungan, Peni mengaku telah merancang dua mekanisme sistem pembagian keuntungan. Skenario pertama adalah pembagian 50:50. Di sini pemkot tidak akan mengambil keuntungan sama sekali selama dua tahun pertama. "Jika 50:50, maka biar pihak sana yang ngambil dulu. Soal angka nanti bisa dihitung," bebernya. Skenario kedua adalah 60:40. Artinya, pemkot akan mengambil keuntungan di muka. "Itu masih angan-angan. Nanti akan dibahas lebih matang lagi," tambah Peni. (nen/ziz)
hermawan September 29th, 2009, 08:54 AM ^^he...he...he
Iya deh..Inep emang top:lol:
Tapi alangkah afdolnya kalo di sisa masa "kekuasaannya" ini digunakan untuk mempercepat infrastruktur, terutama jalan2 ring road seperti jalinbar dan jalintim yang memang sangat mendesak sekali dibangun.
Pengalamanku kemarin waktu mudik.....mau balik ke arah Surabaya...dari atas fly over Arjosari sampai lampu merah Karanglo sudah macet parah...kendaraan nyaris tak bergerak. Padahal jalan sudah sangat lebar dan jaraknya juga cukup jauh tuh........
Blum lagi dari Singosari sampe Lawang kendaraan padat sekali.. Jadi Malang emang sudah sangat mendesak perlu ada ringroad dan tol.
BTW : jalan veteran bisa jadi pusat bisnis baru di Malang ya...
disitu kan sudah ada Matos dan sedang dalam pembangunan Mutiara Square dan apartemen...blum lagi dulu ada rencana UM bikin convetion center:)
sbyctzn September 29th, 2009, 11:29 AM wow wow maaf ya kalau saya salah perkiraan... :bash::bash::bash:
owh ternyata malah Pak Inep itu ya yang malah bikin Malang berubah seperti saat ini???
hehehehe... :lol::lol::lol::lol: saya memang tidak begitu detil tau...
mohon pencerahannya jika ada kesalahan :ohno::ohno::ohno:
Ampelio September 29th, 2009, 03:32 PM Malang Pos Square
http://i35.tinypic.com/9ar2q0.jpg
http://i35.tinypic.com/2mgt6yg.jpg
lokasi : kantor pos malang
project share to share antara developer/pengembang dengan PT.Pos Indonesia wilayah Malang pengembangan kantor pos mall unity dengan konsep mall shopping center. Konsep mengarahkan pengunjung kantor pos tidak hanya untuk pelayanan pos tapi juga bisa perdagangan pusat perbelanjaan, pujasera, book store, dll.
^^Yg ni kapan pembangunan dimulai?
...IMO konsepnya dipaksain banget :nuts: ...kalau mau bikin "mall" ya bikin aja "konsep mall" (=fully commercial), terus terang aja.... apa khawatir banyak yg protes ya kalau ketahuan terlau komersial??? :D :cheers:
...satu hal lagi, namanya better dimodifikasi & lebih kreatif dikit :) nanti Kera Ngalam bingung krn terlalu banyak "square" di Malang, kan dah ada Malang Town Square, kemudian yg baru muncul Mutiara Square just idea, gmana misalnya Malang Post City atau The POST aja?
sbyctzn September 29th, 2009, 05:06 PM iya juga tuh... kok pada mbebek semua ya namanya, mbok ya cari nama lain apa gitu... kayak tidak ada nama lain saja...
MinImaX September 29th, 2009, 05:21 PM ^^Yg ni kapan pembangunan dimulai?
...IMO konsepnya dipaksain banget :nuts: ...kalau mau bikin "mall" ya bikin aja "konsep mall" (=fully commercial), terus terang aja.... apa khawatir banyak yg protes ya kalau ketahuan terlau komersial??? :D :cheers:
...satu hal lagi, namanya better dimodifikasi & lebih kreatif dikit :) nanti Kera Ngalam bingung krn terlalu banyak "square" di Malang, kan dah ada Malang Town Square, kemudian yg baru muncul Mutiara Square just idea, gmana misalnya Malang Post City atau The POST aja?
Mallpost saja, atau Malpos. Mal bisa berarti Mall atau Malang, Pos ya tau sendiri la :D. Singkat dan mudah diingat.
Freezy89 September 29th, 2009, 06:54 PM Wah, selamat ya Hemawan...posting di atas yang ke-400 lho... :)
Yup, jalinbar n jalintim perlu segera dibangun buwat mencegah kemacetan lebih lanjut. Btw...saya kok merasa kalau di Pertigaan Ahmad Yani-Laksda Adi Sucipto hingga Sabilillah itu perlu dibangun fly over...hehehe...habis macetnya di situ gak ketulungan... Mungkin saya bisa usul ke Pak Peni... :D
Iya, kelihatannya jalan veteran jadi mulai ramai. Di situ sekarang juga ada taman rekreasi tematik...mini water park gitu deh. Tapi ekspansi di daerah Jalan Veteran sulit karena lahan sudah penuh dan di situ banyak lembaga pendidikan. Kalo diurut dari Jl Bandung sampe Jl Veteran....
- SMPK/SMAK Sang Timur
- Kampus D3 Pariwisata Universitas Merdeka Malang
- Kampus Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang
- TK BA Restu
- MIN I Malang
- MTSn I Malang
- MAN 3 Malang
- Univesitas Negeri Malang
- SMAN 8 Malang
- SMKN ? Malang (lupa)
- SMPN 4 Malang
- Universitas Brawijaya
- Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang
- Bimbel MIEC,Ganesha Operation & Totalwin College
LENGKAP BANGET DEH... Bisa aja lho dari TK sampe kuliah berkutat di kawasan ini terus...wkwkwkwkw.....:D
Kemarin waktu mudik Hermawan lewat Jl Sukarno-Hatta nggak? Menurut saya di situ lebih cocok buat jadi kawasan bisnis baru. Saat ini di situ udah menjamur ruko-ruko dan banyak diisi usaha2 baru ataupun usaha lainnya yang buka cabang di Malang. Lahan kosong juga masih tersedia. Hanya saja ya itu tadi, terlalu dipenuhi ruko. Coba ada paling nggak satu mall kan jadi lebih lumayan... :)
@sbyctzn : Kalau menurutq sih Pak Peni justru membawa banyak perubahan di bidang pembangunan Kota Malang dewasa ini. Tapi ada juga sih yang berpendapat kalo justru merusak keindahan malang...whatever deh...
@Ampelio&MinImaX: Iya juga ya...kenapa harus pake nama "square" semua...sekali2 "circle" atau "triangle" juga boleh...:lol:
Tentang waktu pembangunannnya masih belum jelas. Berita terakhir ttg itu ada di thread ini kok....kalau tidak salah beritanya tentang menunggu ijin atau kajian tentang sesuatu...lupa...setelah itu belum ada berita lagi tentang malang pos square ini....
hermawan September 30th, 2009, 09:11 AM ^^Iya neh. kawasan jl. Veteran itu dulunya hanya untuk kawasan pendidikan.
Setelah ada MATOS...eh.mau jadi kawasan bisnis.:ohno:
Yang lebih cocok emang kawasan Sukarno-Hatta lah. Dulu sempat terdengar Griya Shanta mau bikin mall. Tapi nggak jadi.
Kalo ada Mall disitu, aku pikir bakal lebih hidup lagi kawasan ini.
Atau dulu juga ada rencana pemda untuk membangun jalan tembus dari patung pesawat disitu mau dilurisin sampai ke arah karanglo. Kalo rencana itu jadi, pasti bisnis disitu akan terus keutara sehingga bakalan hebat lagi (jadi CBD baru).
Kemacetan di Malang memang belum terlalu kronis, tetapi kalo nggak dipikirkan dari sekarang..10 tahun lagi pasti akan parah banget.
Freezy89 October 1st, 2009, 08:51 AM BTW...barusan baca thread Surabaya, ada yang bahas ttg kolam renang indoor...jadi inget...
Liburan kmaren waktu saya jalan2 k MOG n makan di teras salah satu restaurant di lantai 2, terlihat dari situ kalo kolam renang di samping stadion sudah jadi...indoor lhooo..tapi belum ambil fotonya karena nggak bawa kamera.... :)
Tapi...berarti kalo kita renang di situ kelihatan dong dari MOG... :lol:
hermawan October 1st, 2009, 09:51 AM Mallpost saja, atau Malpos. Mal bisa berarti Mall atau Malang, Pos ya tau sendiri la :D. Singkat dan mudah diingat.
Ha...kalo Malang Pos khan sudah ada koran Malang Pos.:)
hermawan October 1st, 2009, 03:27 PM oleh : Choirul Anam
MALANG (bisnis.com): Rencana proyek pabrik semen di Kabupaten Malang oleh PT Jalan Kebenaran Jakarta dengan investasi Rp1,5 triliun akan jalan terus setelah investor mengantongi izin prinsip dari BPKM.
Adji Djatmiko, Kepala Kantor Penanaman Modal Kab. Malang, mengatakan saat ini investor tengah menyusun rencana bisnis terkait kesiapan operasional, seperti pembiayaan, pembangunan pabrik, pemasaran dan kesiapan lahan.
"Rencana awal, pabrik semen tersebut dibangun di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Apakah nilai investasinya akan berubah, tergantung pada hasil blue print yang sedang dibuat investor," kata Adji di Malang hari ini.
Nantinya semen yang diproduksi PT Jalan Kebenaran tersebut dengan merek dagang Semen Malang. Selain PT Jalan Kebenaran, menurut dia, sebenarnya ada lagi investor yang tertarik untuk membangun pabrik semen di Malang.
Pabrik tersebut merupakan usaha patungan antara pengusaha nasional dan investor asal China. Namun dia tidak bersedia merinci siapa investor yang dimaksud, baik dari investor lokal maupun mitra kerjanya dari China.
Investor tersebut telah menemui dirinya dan menyatakan niatnya untuk investasi di bidang industri semen. Rencana awal, investasi yang akan dikucurkan investor tersebut juga senilai Rp1,5 triliun.
Investor juga tengah menyusun cetak biru pembangunan pabrik semen, terutama terkait business plan mereka.
Dengan adanya dua investor yang tertarik membangun pabrik semen, maka ada beberapa pilihan yang bisa ditempuh, yakni keduanya dipersilakan beroperasi. Hal itu bisa terjadi jika sumber daya alam sebagai bahan baku semen yang ada di Malang memenuhi untuk memasok kebutuhan dua pabrik semen dalam jangka waktu tertentu. (tw)
Sumber : www.bisnis.com, Kamis, 01/10/2009
Lagi2 duwit trilyunan rupiah masuk Malang:):):)
sbyctzn October 1st, 2009, 07:15 PM @freezy68:
yup ebek di thread surabaya lagi bahas indoor aquatic stadium, sudah saya jawab disana.
apa betul yah Indoor Aquatic Stadium di Kompleks stadion Gajayana ini satu-satunya di Indonesia???
Oh ya bagaimana kabarnya Hotel yang ada di MOG? masih jalan? atau sudah hampir selesai? atau mangkrak?
lama tidak ke malang nih..... jadi pengen kesana....
Freezy89 October 2nd, 2009, 07:19 PM ^^
Dengar darimana berita tentang itu?? Memang apa sih bedanya antara indoor aquatic stadium dengan kolam renang indoor?? Kalo kolam renang indoor sudah banyak kan...di Atlas Surabaya juga ada...
Hotel MOG?? Sayangnya masih mangkrak...masih sama seperti yang dulu... :(
hermawan October 3rd, 2009, 03:45 AM ^^Kenapa ya hotel di MOG berhenti....bikin kumuh aja:ohno:
Maba UB Bakal Diwajibkan Tinggal di Asrama
Rektor Universitas Brawijaya (UB) Malang, Prof Dr Ir Yogi Sugito punya gagasan mewajibkan mahasiswanya tinggal di asrama. Gagasan ini akan dilaksanakan setelah pembangunan asrama internasional di kawasan Puncak Dieng rampung dibangun.
“Kami sedang merencanakan pembangunan asrama internasional yang akan menjadi tempat tinggal wajib untuk mahasiswa baru (Maba) UB,” ungkapnya.
Mantan Dekan Fakultas Pertanian (FP) UB ini menuturkan pembangunan asrama ini sebenarnya sudah digagas dua tahun lalu. Proposalnya bahkan sudah diagendakan dalam Blue Book Bappenas. Hanya saja realisasinya sempat tertunda karena proyek besar Rumah Sakit Akademik (RSA) UB. Karena itu pada 2010 rencananya pembangunan asrama internasional itu harus bisa dimulai.
Dengan perkiraan dana Rp 600 Miliar di atas lahan seluas 20 hektare. Asrama ini akan menampung sekitar 8 ribu maba UB yang wajib tinggal di asrama selama satu tahun pertama menjadi mahasiswa di UB.
Dijelaskannya di asrama ini mahasiswa sekaligus akan mendapatkan materi entrepreneur atau kewirausahaan. Juga pembinaan softskills untuk mahasiswa akan dipusatkan di sana. Termasuk pembinaan mental dan spiritual mahasiswa.
“Di semester awal itu materi kuliah maba biasanya sama, jadi tidak masalah kalau mereka menjadi satu di asrama. Bahkan kalau perlu belajar cukup di asrama tanpa harus ke kampus,” ucapnya.
UB juga akan menyediakan kendaraan angkut yaitu bus untuk transportasi mahasiswa dari asrama ke kampus. Sehingga setiap harinya sudah ada jadwal yang tetap bagi mahasiswa selama tinggal di asrama ini. Yogi menargetkan lokasi ini akan menjadi kampus ke- 2 untuk UB Malang. Karena bisa jadi akan ada kelas tambahan di sana. Selain fasilitas lainnya seperti fasilitas olahraga dan juga fasilitas hiburan.
“Kampus dua ini akan menjadi kampus elit UB,” tandasnya.
Keberadaan asrama ini kata dia memang eksklusif untuk maba saja. Dan mereka hanya boleh tinggal satu tahun pertama saja di sana. Jika ingin menikmati fasilitas tinggal di asrama, mahasiswa bisa melanjutkan menyewa rusunawa yang saat ini juga dalam proses pembangunan di UB.
“Rusunawa bisa ditinggali mahasiswa lama yang kurang mampu dan tidak wajib, yang wajib hanya untuk maba tinggal di asrama internasional saja,” imbuhnya. (oci/eno/malangpost)
Comment : Diem2 UB terus maju ya...
jadi penasaran seperti apa asrama seharga Rp 600 M:nuts:
sbyctzn October 5th, 2009, 08:44 AM Ini kabar yang saya maksud beberapa waktu yang lalu...
[ Senin, 05 Oktober 2009 ]
Lagi, Warga Menolak RSAUB
Siap Perkarakan UB-Pengembang ke Jalur Hukum
MALANG - Sekitar seratus warga perumahanan Griya Shanta Grand Eksekutif RT 10 RW IV Kelurahan Jatimulyo, menggelar aksi demo menolak pembangunan Rumah Sakit Akademik Universitas Brawijaya (RSUB). Mulai pukul 07.00 warga berkumpul di lokasi yang rencananya dibangun RSAUB lalu berorasi sambil membentangkan spanduk yang bertuliskan penolakan-penolakan.
Dalam aksinya itu mereka juga meminta pekerja yang ada di sana untuk menghentikan aktivitasnya. Warga sempat berdebat dengan pekerja, karena mereka hanya mengerjakan tidak mengurusi soal perizinan. Setelah berdebat, pekerja bisa memahami dan bersedia menghentikan aktivitasnya. Lalu warga menancapkan spanduk di lahan di pinggir Jl Soekarno Hatta itu. Tetapi, spanduk itu kemudian dipindah lagi ke lokasi yang berada di dekat perumahan warga.
Ketua RT 10/RW IV Ari Sutikno mengatakan, warga di kawasan itu marah melihat pihak UB yang seakan tidak menghiraukan warga. Karena warga yang jelas-jelas menolak tetapi proyek tetap dimulai. "Padahal, sebelum dibangun kan harus ada persetujuan dari warga. Selama ini, warga tidak pernah memberikan persetujuan," ujar Ari.
Selain itu, dalam site plan yang dibagikan kepada warga, diduga ada penyalahgunaan peruntukan fasilitas umum di perumahan itu seluas sekitar 1,6 ha, termasuk jalan ke perumahan. Menurut dia, dalam konsepnya, fasilitas umum itu akan dibangun mal, tetapi oleh pengembangnya justru dijual ke UB dan didirikan rumah sakit. Padahal, warga perumahan itu dulu membeli rumah di sana karena ada fasumnya itu. "Jika mereka tahu akan dibangun rumah sakit, tidak akan membeli rumah di sini," katanya.
Untuk itu, warga juga akan menempuh jalur hukum untuk memperkarakan pengembang dan pihak UB yang dinilai melanggar hukum. Selain itu, dengan alasan apapun warga akan tetap menolak rencana pembangunan itu. (lid/abm)
hermawan October 5th, 2009, 09:29 AM http://img269.imageshack.us/img269/6115/conceptimg.gif (http://img269.imageshack.us/i/conceptimg.gif/)
Apa ini sekadar konsep atau udah planned?
sbyctzn October 5th, 2009, 09:36 AM ^^
proyek apa itu namanya????
hermawan October 5th, 2009, 10:03 AM Kalo dari tulisannya.......
Berani claim sebagai Apartemen dan mal pertama di Malang...
Aku temukan di situs Tirtasani Estate...lokasinya sekitar Karangploso.
nama situsnya lupa tadi nggak di save..:)
Mungkin forumer yang di Malang bisa bantu confirm proyek ini ke developernya?
sbyctzn October 5th, 2009, 10:40 AM wow, itu lokasinya ada di atas lembah ya???
wah pasti sangat nyaman nih.... pemandangannya bagus...
hermawan October 5th, 2009, 02:32 PM ^^
Ya nich, viewnya pasti sangat bagus.
Dilereng Gunung Arjuno...
Hawanya ...mak nyesssss
Mudah2an cepet dibangun.:)
dimasputra October 5th, 2009, 02:49 PM malang emang pas buat tempat tinggal. didukung oleh letaknya yang di dataran tinggi (adem benerr)...
hermawan October 7th, 2009, 09:00 AM MALANG- Proses mengurus perizinan untuk pembangunan rumah sakit akademik Universitas Brawijaya (RSAUB) terus dilakukan. Rencananya hari Kamis besok, tim analisa dampak lingkungan (Amdal) UB akan melakukan tahapan sosialisasi kepada seluruh warga dan juga pejabat pemerintahan setempat.
“Ini bukan sosialisasi, tapi ini adalah tahapan yang harus dilalui dalam proses amdal. Yaitu konsultasi publik dengan warga yang terkena dampak dari pembangunan rumah sakit itu,” ungkap Konsultan Perencana RSAUB, Swasono Heddy kepada Malang Post.
Ditambahkan, pertemuan ini akan dihadiri warga masyarakat, RT RW, lurah, Koramil dan Polsek setempat. Materi sosialisasi diantaranya menyangkut dampak positif dan negatif dari pembangunan itu. Tim sekaligus akan memaparkan apa solusinya dan bagaimana teknologi bisa diterapkan untuk meminimalisirnya. Hasil konsultasi publik terbuka ini selanjutnya akan dibawa ke Pemkot Malang untuk penyelesaian IMB.
“Kami tidak mempermasalahkan ada warga yang setuju atau tidak, tugas kami hanya mengkaji lingkungan dan memberikan solusi jika ada dampak negatifnya,” ucapnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) UB ini melanjutkan proses mengurus Amdal ini ditargetkan bisa rampung awal Desember mendatang. Meski demikian lanjutnya dokumen penyelesaian Amdal ini tidak akan menghambat pembangunan RSAUB. Bahkan Amdal RSSA saja menurutnya baru diselesaikan pada 2002 lalu.
Poin yang menjadi kajian dalam proses amdal ini termasuk soal keberadaan kamar mayat. Kalau sebelumnya lokasinya ditempatkan di bagian belakang rumah sakit atau dekat dengan perumahan warga, maka akan dikaji untuk dipindah. Juga maslah IPAL yang rencananya akan digeser ke depan sehingga baunya tidak sampai ke perumahan warga.Berbagai dampak sosial inilah yang akan dikaji sehingga tidak merugikan warga.
“Termasuk juga masalah banjir yang menjadi ketakutan warga, kami akan survey ke lapangan untuk mencari pemecahannya,” tegasnya.
Heddy menegaskan RSAUB ini dirancang sebagai rumah sakit internasional. Sehingga konsepnya sangat berbeda dengan rumah sakit pada umumnya. Di kawasan ini selain gedungnya mewah, suasananya akan didesain seperti mall. Karena itu dipastikan tidak ada pedagang kaki lima yang mangkal di sana. Justru berbagai layanan dan jasa seperti asuransi, perbankan yang akan menghiasi lantai dasar dari bangunan itu. Selain itu pihak UB juga sudah memikirkan masalah keamanan lingkungan. Rencananya akan dilibatkan Karang Taruna sebagai mitra untuk masalah keamanan ini.
“Jika konsultasi publik ini rampung, maka hasilnya akan kami seminarkan dengan Badan Lingkungan Hidup Kota Malang. Dan rencananya November bisa presentasi di hadapan wali Kota. Sehingga pada Desember masalah amdal bisa tuntas,” imbuhnya. (oci/nug)
Wes talah rek, kabeh demi UB & Arek Malang:ohno:
dimasputra October 8th, 2009, 11:16 AM apakah RSAUB ini sejenis dengan Rumah Sakit Pendidikan Unair di Surabaya???
hermawan October 8th, 2009, 03:33 PM ^^Ya...sepertinya begitu
Ada beberapa PT lagi...tapi nggak ingat satu persatu
hermawan October 10th, 2009, 03:46 AM Sukses Rusunawa, Unisma Bangun Student Union
http://img133.imageshack.us/img133/223/1010rusununismam.gif (http://img133.imageshack.us/i/1010rusununismam.gif/)
MALANG- Setelah hampir menyelesaikan pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa), kali ini Universitas Islam (Unisma) Malang akan melakukan pembangunan Rusunawa Tahap 2. Rusunawa ini sedikit berbeda, karena konsepnya mengusung konsep Student Union.
Menurut Rektor Unisma Malang, Dr Ir A Mukri Prabowo M Agr SC, rencananya Student Union itu akan dimulai pembangunannya hari ini, yang akan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Komunikasi Informasi (Menkominfo) M Nuh. “Segera kami mulai pembangunannya besok (hari ini, red), dan harapannya bisa segera dimanfaatkan oleh mahasiswa,” kata ditemui di ruang kerjanya, kemarin.
Student Union tersebut, diperkirakan menghabiskan dana senilai Rp 25 miliar, terdiri dari enam lantai. Lebih mahal dibandingkan Rusunawa yang biayanya Rp 10 miliar dari Kementrian Negara Perumahan Rakyat. Dana Student Union ini diawali dengan dana kampus, dan harapannya bisa mendapatkan hibah kembali dari pemerintah.
Pria yang juga berstatus dosen Universitas Brawijaya (UB) ini menuturkan, Student Union banyak dikembangkan di luar negeri. Di dalam negeri masih sangat jarang kampus yang memiliki fasilitas itu. Berbeda dengan Rusunawa yang berlaku jam malam, di sini aktivitasnya 24 jam penuh. Mahasiswa bisa berdiskusi, dan mengeksplorasi pengetahuan dengan fasilitas hotspot. Segala kegiatan di luar jam kuliah bisa dipusatkan di lokasi ini.
Menariknya Student Union juga akan menjadi pusat pengembangan entrepreneur university di Unisma. Karena akan ada fasilitas umum yang dikelola mandiri oleh tenaga professional. Jika Rusunawa saja ditempati 400 mahasiswa lebih, maka akan menjadi pangsa pasar potensial untuk berbagai usaha. Dan usaha itulah yang diwadahi di lokasi Rusunawa tersebut.
“Di basement Rusunawa akan disiapkan ruangan untuk melayani kebutuhan mahasiswa untuk makan, dan dipastikan akan ada banyak makanan khas yang disajikan,” paparnya.
Pihak yang akan berjualan di area Rusunawa tidak dikenakan system sewa. Namun sistemnya seperti bagi hasil. Jika dalam satu hari hasil yang diperoleh penjual tinggi, maka pembagian untuk kampus juga tinggi. Begitupun sebaliknya. “Nantinya akan ada mahasiswa yang mengelola penjual di lokasi Rusunawa ini, dengan system yang professional,” ucapnya.
Disinggung soal target rampungnya pembangunan rusunawa tahap pertama, menurut Mukri diharapkan bulan ini pembangunanya bisa diselesaikan. Sehingga dalam waktu cepat bisa diresmikan dan ditempati mahasiswa. Saat ini pembangunan sudah dalam tahap finishing yaitu dengan pembenahan lahan parkir dan juga paving jalannya. (oci/udi)
Sumber : Malang Post, 9 Oktober 2009
Freezy89 October 10th, 2009, 04:52 AM Hindari Musim Hujan, Kebut Jalan Sipil Bandara
MALANG - Sejak seminggu lalu pengerjaan akses jalan masuk menuju Bandara Abdulrachman Saleh dimulai. Sekarang pengerjaan jalan masuk tersebut mencapai 300 meter dari total rencana panjang jalan 1.400 meter. "Kami akan percepat penyelesaian pengerjaan jalan tembus ini. Karena sebentar lagi akan musim hujan,'' ujar Iwan Setiawan, pelaksana proyek dari PT Mekar, Surabaya.
Pembukaan lahan, kata Iwan, dimulai dari jalur sebelah barat lurus ke timur hingga tembus di bandara. Sekitar 100 pekerja telah diturunkan ke lokasi proyek beserta alat berat. Nantinya, terang dia, jalan tembus ini ada dua jalur. Setiap jalur memiliki lebar lima meter dan dibatasi dengan median jalan.
Untuk mengantisipasi genangan air, di sisi jalan dibuatkan saluran drainase. Sedangkan untuk batas waktu pengerjaan, hingga kemarin masih dalam pembicaraan antara pelaksana proyek dan dishub provinsi. "Kami belum mengetahui persis karena masih dalam pembicaraan dengan pemprov. Meski belum ada kata tegas kapan waktu penyelesaian, kami sudah bekerja maksimal di lapangan,'' katanya.
Seperti diketahui, Pemprov Jatim dan Pemkab Malang telah menyiapkan jalan sepanjang 1,3 kilometer sebagai jalan masuk ke bandara. Jalur tembus itu berada sekitar 100 meter sebelah selatan pos penjagaan lanud. Selama ini pengguna jasa penerbangan harus melewati pemeriksaan di pos penjagaan militer.
Namun, bila jalan sipil yang dibangun pemprov dan pemkab selesai, maka prosedur pemeriksaan yang memakan waktu tersebut tak akan lagi terjadi. Sebab, jalan yang dilalui merupakan jalan sipil murni yang tidak masuk kawasan militer. Untuk pembangunan jalan itu, telah dianggarkan dana sekitar Rp 17 miliar. (mas/ziz)
sbyctzn October 11th, 2009, 10:59 AM bandara malang katanya ditutup sementara yah?????
katanya karena landasan rusak...
seberapa besar rusaknya sih????? ada forumer malang yang tau??
wah perlu segera diperbaiki nih
sbyctzn October 11th, 2009, 11:01 AM ini dia infonya
[ Minggu, 11 Oktober 2009 ]
Dephub Tutup Bandara
Sampai Batas Waktu yang Tak Ditentukan, Penyebabnya Landasan Rusak
KEPANJEN - Masyarakat dan maskapai penerbangan rute Malang-Jakarta dari Bandara Abdulrachman Saleh harus menerima kenyataan pahit. Departemen Perhubungan (Dephub) RI melalui Dirjen Perhubungan Udara menyatakan bahwa Bandara Abdulrachman Saleh harus ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Keputusan itu tertuang dalam surat Dirjen Perhubungan Udara No. AU/6961/KUAN.380/X/09 perihal kerusakan pada landasan Bandara Abdulrachman Saleh.
Dalam surat tersebut dijelaskan, berdasarkan hasil verifikasi tim teknis, Dirjen Hubungan Udara meminta agar untuk sementara waktu pengoperasian di bandara dihentikan. "Tak ada penjelasan batas waktu sampai tanggal berapa. Yang ada adalah dihentikan sementara sampai ada perbaikan pada landasan pacu," kata Soefianto, kepala Dishubkominfo (Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika) Kabupaten Malang.
Akibat adanya surat tersebut, papar pria asal Madura tersebut, tiga maskapai penerbangan yang selama ini menggunakan bandara tak bisa beroperasi. Tiga maskapai penerbangan itu adalah Garuda Indonesia, Batavia Air, dan Sriwijaya Air.
Namun, jelas Soefianto, masyarakat yang sudah terlanjur membeli tiket penerbangan Malang-Jakarta tak perlu khawatir. Mereka tetap diterbangkan dengan maskapai yang sama. Hanya saja pemberangkatannya tak melalui Malang melainkan dari Bandara Juanda. "Para penumpang akan diantarkan ke Juanda dengan transportasi darat yang disediakan maskapai," lanjutnya.
Menurut dia, penghentian penerbangan sipil di bandara berawal ketika ada kerusakan landasan pacu pada Rabu (7/10) lalu. Sehingga penerbangan ditunda. Begitu ada landasan pacu yang rusak, pada hari itu juga diperbaiki. Kemudian, pada Kamis (8/10) dan Jumat (9/10), penerbangan diperbolehkan kembali beroperasi.
Dirjen Hubungan Udara yang mengetahui adanya landasan pacu yang rusak langsung melakukan peninjauan pada Kamis (8/10). Hasilnya, setelah melakukan evaluasi mendalam, akhirnya diputuskan agar operasional penerbangan udara mulai Sabtu (10/10) dihentikan sementara. "Penyebabnya landasan dianggap tak layak," ujar dia.
Menanggapi persoalan ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak lanud serta Pemkot Malang. Dalam koordinasi ini diharapkan ada jalan keluar sehingga persoalan ini segera bisa dituntaskan. "Kami juga berharap agar persoalannya bisa cepat selesai," kata dia.
Dihubungi terpisah, Kadishub Kota Malang Pait Alwiyono mengaku belum mendapat tembusan langsung tentang surat dari Dephub. Karenanya, Pait mengaku belum bisa bersikap apapun terkait ditutupnya Bandara Abdulrachman Saleh. Meski selama ini pengelolaan bandara dihandel oleh dua pemerintah daerah di Malang, yakni Pemkot Malang dan Pemkab Malang.
Bahkan, Pait juga belum melakukan koordinasi tentang persoalan itu dengan pemkab. "Saya belum mendapatkan surat tembusan. Selain itu juga belum ada pembicaraan antara dishub kota dengan kabupaten," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Operasional Lanud Abdulrachman Saleh, Kolonel Pnb Eko Dono Indarto, membenarkan jika sejak kemarin semua penerbangan sipil dari Bandara Abdulrachman Saleh dihentikan karena adanya surat dari Dirjen Perhubungan Udara itu.
"Bagaimana lagi, kenyatannya kondisi bandara memang seperti itu. Karena dinilai tidak layak, maka sekarang kami akan koordinasi dengan dishub di daerah untuk melengkapi persyaratan yang diberikan oleh tim verifikasi Dirjen Perhubungan Udara,'' katanya.
Eko mengatakan, sebelum turunnya surat itu, pada Rabu (7/10) lalu bandara sudah menutup landasan pacu satu hari untuk semua jenis penerbangan, baik militer atau sipil. Alasannya, kondisi landasan yang rusak. Lapisan aspal di landasan pacu mengelupas sehingga membahayakan bagi pesawat yang melintasinya. Selain khawatir tergelincir, jika serpihan aspal masuk ke mesin pesawat bisa mengakibatkan kecelakaan ketika lepas landas atau mendarat.
Soal kapan penerbangan sipil akan kembali dibuka? Eko mengaku tidak mengetahui persis karena semua tergantung kapan semua syarat kelayakan operasional bandara dipenuhi oleh pemerintah daerah. Larangan penerbangan sipil itu, tambah Eko, tidak berpengaruh terhadap penerbangan militer. "Penerbangan menggunakan pesawat Hercules masih bisa tetap dilakukan, termasuk untuk membawa bantuan masyarakat Malang terhadap korban gempa di Padang,'' katanya. (fir/mas/nen)
sbyctzn October 11th, 2009, 01:26 PM The rendering:
http://img205.imageshack.us/img205/8421/rsunivmuhmalang200gp2.jpg (http://imageshack.us)
http://img213.imageshack.us/img213/3561/rsunivmuhmalang100pl9.jpg (http://imageshack.us)
gmn kabar proyek ini???
hermawan October 12th, 2009, 03:37 AM ^^
Sepertinya pernah baca dimana ya......
Kalo nggak salah pembangunannya sudah dimulai..warga sekitar tidak menolak
Mungkin teman yang di Malang bisa bantu!!!
hermawan October 12th, 2009, 04:03 AM Yogi Jamin RSUB Bersahabat, Pengolah Limbah Jauh dari Perumahan
Sabtu, 10 Oktober 2009
LOWOKWARU-SURYA- Rektor Universitas Brawijaya, Prof Dr Yogi Sugito akhirnya buka suara soal polemik RS Universitas Brawijaya (RSUB) dengan warga dan menjamin rumah sakit itu tidak akan merugikan warga.
Yogi pun menantang warga agar kesepakatan itu dituangkan dalam akta notaris sehingga bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. ”Tidak masalah. Hanya, kalau warga meminta satu persatu mereka diberi asuransi kerugian, tidak mungkin,” ujar Yogi, Jumat (9/10).
Yogi masih yakin, ada kekeliruan persepsi besar pada warga dan ia yakin, bila RSUB selesai dibangun, warga akan terkaget-kaget melihat konsep modernitas yang diusung tim pengembang. ”Warga nanti akan lebih berpikir ini mal ketimbang rumah sakit,” ujar Yogi.
Dari gambar yang ditampilkan dalam sosialisasi amdal kepada warga Jumat (8/10) lalu, bangunan RSUB memang tampil ‘wah’. Dengan tiga bangunan utama, RS ini lebih mirip mirip hotel atau mal ketimbang RS.
Tampilan modern diwakili dengan dominasi kaca dan clading pada sisi depan gedung. Gedung utama, yang diapit dua gedung penunjang, memiliki delapan lantai. Sementara, gedung penunjang berlantai enam dan untuk ruang rawat inap. Gedung utama akan dipakai untuk UGD, unit isolasi, unit bedah, perinatologi (kebidanan), serta unit pengobatan penyakit tropis. Dua lantai teratas dari bangunan ini, akan digunakan untuk unit rawat inap VVIP serta ruang kantor RS.
Melihat site plan, rancangan RSUB sendiri sepertinya masih mematuhi asas garis sempadan bangunan. Itu bila melihat masih adanya lahan kosong antara gedung dan jalan umum. Dari gedung penunjang sisi utara misalnya, masih ada sekitar 16 meter lahan kosong sebelum jalan umum. Itu artinya, gedung dan perumahan warga yang ada di sisi utara terpisah sejauh 20 meter.
Pihak pengembang menjamin bahwa sistem drainase RS dirancang maksimum untuk mengeliminasi kemungkinan banjir di sekitar kawasan. Di sekeliling RS akan ada saluran air yang langsung menuju gorong-gorong. Bagian ini disamarkan dengan jogging track agar bermanfaat dan tak kumuh.
RSUB ini juga memiliki underground (lantai bawah tanah). Sebagian lantai ini diperuntukkan untuk lahan parkir, ruang-ruang utilitas (seperti pompa air, genset, kelistrikan), serta gudang farmasi dan rekam medik.
Selain parkir underground, lahan parkir mobil RSUB juga disiapkan di bagian muka dan samping bangunan. Untuk sisi ini, lahan parkir mampu menampung sekitar 150 mobil.
Itu belum fasilitas parkir beratap yang ada di bagian barat (belakang) bangunan. Diperkirakan, space khusus parkir ini bisa menampung lebih banyak lagi kendaraan roda empat maupun roda dua.
Yang menarik, diantara warga perumahan Griya Shanta Grand Eksekutif sendiri pernah beredar foto kopi site plan yang mengatakan bahwa fasilitas parkir ini akan digunakan untuk ruang pengolahan limbah. Kabar ini tentu saja membuat warga meradang, karena tempat ini merupakan bagian yang paling dekat dengan pemukiman warga GSGE.
Namun, pihak UB menjamin hal itu tidak akan terjadi. Menurut Ketua tim teknik kajian amdal RSUB, Ir Suwasono Heddy, tempat pengolahan limbah atau Ipal (instalasi pengolahan air limbah), nantinya akan diletakkan di sisi paling timur kompleks RS, atau mendekati Jl Raya Sukarno Hatta. ab
^^
NB : Berita tentang Malang masih di dominasi soal pendidikan.
Maklum.."the real educational City" he...he..he..
Ya... kondisi bandara memang masih menyedihkan.....
Pusat hanya bisa melarang tanpa ngasih sedikitpun solusi
Maklum juga...lobby orang Malang di pusat lemah....
Nggak banyak orang Malang jadi birokrat di Jakarta.. jadi nggak ada yang mewakili kepentingannya
sbyctzn October 12th, 2009, 09:47 AM ^^
wah ternyata sama dengan RSUA, 8 lantai.... berarti lpasti konstruksinya akn besar,,,
dapat uang darimana yah??? apa mungkin kerjasama dengan investor??? secara RSUA saja dulu pernah bilang kalau misal belum punya lahan sendiri, pasti bakal tidak bisa membangun semegah RSUA.. apalagi RSUB..
tapi good news deh.... bagus banget untuk perkembangan Malang selanjutnya!!!
Go Malang!!! ayo Pak Peni, jangan mau kalah dengan walikota lain...
sbyctzn October 12th, 2009, 09:54 AM ^^
Sepertinya pernah baca dimana ya......
Kalo nggak salah pembangunannya sudah dimulai..warga sekitar tidak menolak
Mungkin teman yang di Malang bisa bantu!!!
Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah....
sudah sampai mana proyeknya?? kalau memang ternyata sudah dimulai pembangunannya.... ada yang mau update progressnya??? forumer malang???
hermawan October 12th, 2009, 11:06 AM ^^
RSUMM diam-diam sudah mulai dibangun...
emang kita agak terlambat, peresmiannya pada tanggal 22 Juli 2009 yang lalu nich beritanya...
RS Pendidikan UMM Mulai Dibangun
Kamis, 23 Juli 2009
Kota Malang akan segera memiliki Rumah Sakit (RS) Pendidikan. Hal ini dipastikan setelah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi memulai pembangunan RS itu, Rabu (22/7), di lokasi pembangunan jalan Tlogomas, Malang.
Pencanangan pembangunan RS Pendidikan UMM dilakukan oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo. Mendiknas yang hadir didampingi para Dirjen di jajaran Diknas, koordinator Kopertis VII dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur membubuhkan tanda tangan di prasasti pencanangan. Dilanjutkan dengan peletakan batu pertama yang dimulai oleh Mendiknas, para Dirjen, koordinator Kopertis, Kadindik dan rektor Muhadjir Effendy.
Dalam laporannya Muhadjir menyatakan RS Pendidikan UMM akan dibangun dalam waktu sekitar dua tahun. RS ini rencananya dibangun di atas lahan seluas 9 Ha. Gedung utama RS terdiri dari enam lantai di mana tiap-tiap lantai memiliki fungsi yang berbeda. Di sekitar gedung utama, juga akan dikembangkan pusat pelayanan anak berkebutuhan khusus, manula dan rehabilitasi narkoba.
"Intinya, kami akan menjadikan Rumah Sakit ini sebagai pelayanan terpadu yang di dalamnya terdapat selain pelayanan juga riset dan pengembangan kesehatan," kata Muhadjir.
Mendiknas mengaku bangga sebagai pengurus PP Muhammadiyah ikut menyaksikan peletakan batu pertama ini. Baginya, upaya UMM sebagai langkah kongkrit memasuki world class university. "Sejak awal UMM ini sudah unggul. Tapi kali ini saya harus mendorong terus menerus, bukan hanya unggul di kalangan Muhammadiyah atau PTS lain, tapi harus bisa main sebagai world class university," ujar Bambang.
Lebih lanjut Bambang mewanti-wanti, jika UMM tidak segera mewujudkan sebagai world class university, dia akan "menghantui"nya terus. Artinya, tak henti-hentinya dia akan bertanya dan memberi dukungan.
Terkait ide mengintegrasikan fungsi rumah sakit, Bambang menanggapi sebagai ide yang bagus. Tidak hanya untuk mendorong fakultas kedokteran, kesehatan dan fakultas pendidikan saja, tetapi juga fakultas ekonomi dan fakultas-fakultas lainnya. Sehingga UMM benar-benar bisa melayani segala kebutuhan masyarakat di masa mendatang. "Dengan dicanangkannya pembangungan RS ini, UMM memiliki kontrak moral untuk menjadikan RS Muhammadiyah Malang sebagai rahmat untuk masyarakat,"ujarnya.
" Saya berharap, RS UMM ini dapat mengantarkan UMM sebagai World Class University, tanpa meninggalkan nilai budaya dan ekonomi Indonesia,"pungkasnya.
Ditanya wartawan usai acara, Muhadjir menjelaskan, UMM telah terkoneksi dengan universitas lain di luar negeri. Selain Jerman, AS, Cina dan Belanda, UMM juga sudah menjalin kerjasama dengan universitas di Cina. "Dari sana kita mempelajari penanganan penyakit tropis dan akan melakukan kajian medis secara profesional," kata Muhadjir yang ini RS UMM menjadi rujukan bagi RS di Jawa Timur.
Sorry...saking senengnya banyak yang di bold:):)
sbyctzn October 12th, 2009, 04:57 PM http://malangraya.files.wordpress.com/2009/07/malang-night.jpg
suka banget dengan desain poster ini,,, btw ini poster dibuat untuk apa yah??? apa resmi??? apalagi logonya bagus... cocok banget dengan karakteristik Malang,
cuma sayang seribu sayang, :ohno::ohno::ohno::ohno::ohno:
mbok ya pemkot itu cepat bikin branding Malang... seperti Sparkling Surabaya... trus bikin Tourism Promotion Board... promosikan malang di luar negeri...
wisata yang jumlahnya berjibun masa tidak ada lembaga promosinya sih,,, dan lagi tidak buat brandingnya....
ada yang punya koneksi dengan pak peni tidak sih para forumer malang????
kritik donk...
atau lewat koran di rubrik OPINI...
kritik habis habisan soal branding dan Tourism Promotion Board...
sayang banget lho.. padahal kalau dua point itu bisa diwujudkan, wah percaya deh, wisman domestik dan luar negeri pasti tambah membeludak..
ampun deh... :bash::bash::bash: potensi luar biasa begini kok tidak punya inisiatif sih pak peni ini..
atau saya bantu kirim buat rubrik OPINI ke jawapos?????
cuman momentnya harus pas...
nanti kalau tidak pas pasti tidak diterima sama jawapos..
yudibali2008 October 12th, 2009, 06:13 PM http://malangraya.files.wordpress.com/2009/07/malang-night.jpg
suka banget dengan desain poster ini,,, btw ini poster dibuat untuk apa yah??? apa resmi??? apalagi logonya bagus... cocok banget dengan karakteristik Malang,
cuma sayang seribu sayang, :ohno::ohno::ohno::ohno::ohno:
mbok ya pemkot itu cepat bikin branding Malang... seperti Sparkling Surabaya... trus bikin Tourism Promotion Board... promosikan malang di luar negeri...
wisata yang jumlahnya berjibun masa tidak ada lembaga promosinya sih,,, dan lagi tidak buat brandingnya....
ada yang punya koneksi dengan pak peni tidak sih para forumer malang????
kritik donk...
atau lewat koran di rubrik OPINI...
kritik habis habisan soal branding dan Tourism Promotion Board...
sayang banget lho.. padahal kalau dua point itu bisa diwujudkan, wah percaya deh, wisman domestik dan luar negeri pasti tambah membeludak..
ampun deh... :bash::bash::bash: potensi luar biasa begini kok tidak punya inisiatif sih pak peni ini..
atau saya bantu kirim buat rubrik OPINI ke jawapos?????
cuman momentnya harus pas...
nanti kalau tidak pas pasti tidak diterima sama jawapos..
gitu deh karateristik pejabat2 di Indonesia, nggak nyadar dengan potensi besar daerahnya sendiri, kecuali hidungnya di tarik pakai tali spt sapi, baru deh jalan ide tersebut :ohno:
hermawan October 13th, 2009, 03:14 AM ^^
Yah neh....
Coba nih kalo potensi Malang Raya nya dipersatukan .....
Malang nggak cuma pariwisata saja....loh
Coba nich aku rinci....
1) Obyek Wisata.......Sengkaling, Wendit, Bromo, Batu dan sekitarnya....Sendang Biru, Agrowista Wonosari, Sumber air panas Cangar dsb.........nggak keitung.......belum lagi sebentar lagi Volcania Park!
2) Wisata belanja... ada lebih kurang 10 Mal/plaza ....pusat oleh2 nggak keitung juga
3) Pendidikan........ini juga nggak terhitung...mulai dari tingkat TK, SD sampai dengan politeknik dan PT, wahh...(ini yang paling diunggulkan)
4) Kesehatan........RS yang udah ada sudah bagus2...RSSA, Lavallete, Supraoen, RS Unisma.....belum sebentar lagi RSUB, RSUMM, RSUIN
5) Real Estate......yang ini keunggulan Malang...ada ratusan proyek besar kecil contohnya : coba lihat di sepanjang jalan simpang Sulfat aja ada berapa kompleks yang umumnya juga kelas elit...belum lagi yang besar2 seperti Ijen Nirwana Residence, Kota Araya (1000 ha)...
6) Kuliner....masakan khas......! Jangan tanya
Ada yang belum kesebut?..........
Belum yang lain-lain yang menunjang orang datang ke Malang seperti enaknya cuaca disini....atmosphere peninggalan kolonial dll.
Dimasa mendatang kupikir Malang Raya sangat cocok sekali untuk penyelenggaraan MICE (Meeting, incentive travel, Conference/congress dan Exhibition).
Saran untuk Walikota....coba deh dorong itu semua.
Jika perlu bikin Convention Centre....
Bisa study banding ke JICC, atau Jogja Expo Center, Grand Kawanua, Kemayoran Expo Center
Kalo potensi ini dipromosikan secara bagus....
mungkin perlu membuat semacam tourism board yang didalamnya terdiri dari orang2 profesional..jangan birokrat lagi
Aku yakin Malang pasti akan lebih baik.
Ampelio October 13th, 2009, 07:38 AM http://img235.imageshack.us/img235/558/view03revisi.jpg (http://img235.imageshack.us/i/view03revisi.jpg/)
http://img67.imageshack.us/img67/6106/view04revisi.jpg (http://img67.imageshack.us/i/view04revisi.jpg/)
sbyctzn October 13th, 2009, 09:25 AM wow proyek baru lagi....
hermawan October 13th, 2009, 02:37 PM ^^
Ya...ini di Kepanjen.
Tapi kemungkinan baru dibangun Tahun Anggaran 2010
karena Bupati Suyud Pribadi TA 2009 lebih memprioritaskan infrastruktur seperti Jalintim.
Apapun...salut ama Bupati Malang.....
yudibali2008 October 14th, 2009, 02:58 AM http://img235.imageshack.us/img235/558/view03revisi.jpg (http://img235.imageshack.us/i/view03revisi.jpg/)
http://img67.imageshack.us/img67/6106/view04revisi.jpg (http://img67.imageshack.us/i/view04revisi.jpg/)
Nice Design! Itu emang bener mau dibangun yg ditengah2 mesjidnya spt di Ka'Bah?
Bravo utk Malang :cheers:
Aldino Imahara October 14th, 2009, 10:11 AM Malang top deh..
pengalaman tinggal 2 tahun dikota malang memang sangat berkesan, warganya ramah semua.. :)
btw gimana kabar dijalan depan terminal landungsari yang dulu masih banyak angkot2 yang kurang tertib.? denger denger udah ditertibkan ya, jadi angkot2 ngambil penumpang di dalem terminal saja.. :cheers:
sbyctzn October 14th, 2009, 06:12 PM Btw, jika Pak Peni tidak segera bergerak cepat, bisa-bisa akan disalip kota Batu,
sekarang kota Batu sedang giat-giatnya promosi kotanya, dengan branding "Kota Wisata Batu", promosinya banyak di outdoor media adv (billboard), sudah muncul beberapa bulan lalu di berbagai kota di jatim, termasuk di surabaya,,,
secara walikota Batu memang masih muda, dan kelihatannya sangat agresif dan visi ke masa depannya sangat bagus yaitu Eddy Rumpoko, sedangkan Pak Peni masih kalah agresif dan gesit...
Pak Eddy Rumpoko model orangnya seperti Pak Masfuk, Bupati Lamongan, yang orangnya Agresif, Gesit, Visioner, Kreatif, dan yang paling penting Mau jemput bola, artinya jemput bola disini yaitu orangnya tidak klemar-klemer (lambat) menunggu, tetapi aktif dalam membangun kotanya, seperti yang sudah dilakukan Pak Masfuk dengan kasus WBL..
So bagaimana Pak Peni??? apakah anda tidak malu dengan tetangga sebelah yaitu Pak Eddy Rumpoko????
Duh kalau saya jadi Pak Peni... sudah malu tuh.... masak kalah sama pendatang baru seperti Kota Batu, yang umurnya baru seumur jagung tapi perubahannya sangat besar....
Saya sendiri bisa menjadi saksi perubahan yang signifikan akan pembangunan kota Batu, dulu sewaktu masih jadi satu dengan kabupaten Malang, pembangunannya lelet tidak berjalan cepat, dan begitu lepas...
langsung saja wuz wuz.. wuz... investor berdatangan masuk...
Kota langsung ditata, sekarang tata kotanya jadi teratur, bersih, nyaman perlahan setiap tahun ada perubahan fisik di kota Batu..
Sekarang, kalau disuruh memilih lebih suka kota Batu daripada kota Malang jika untuk tempat tinggal.. hehehe....
walaupun kota Malang OK juga untuk tinggal, tapi kok saya lebih tertarik kota Batu, kotanya kecil tapi OK banget!!! perlahan setiap tahun ada perubahan fisik di kota Batu..
sbyctzn October 15th, 2009, 05:32 AM [ Kamis, 15 Oktober 2009 ]
Swastanisasi, Peni Berani Rp 15 M
Usul Pengelolaan Bandara, Tak Efektif Ditangani Tiga Daerah
MALANG - Penutupan Bandara Abdulrachman Saleh memb uktikan pengelolaan bandara secara kolektif oleh unsur pemerintah tidak efektif. Wali Kota Malang Peni Suparto pun mewacanakan swastanisasi bandara yang telah ditutup sejak Sabtu (10/10) lalu itu.
Pemkot Malang selaku institusi, ungkap Peni, tak punya uang untuk menyumbang perbaikan bandara. Termasuk mengeluarkan uang untuk perbaikan landasan yang rusak. "Sudahlah, kalau melibatkan pemerintah, sulit. Lama lagi. Prosedurnya berbelit. Makanya serahkan saya. Tak ajak investor. Kasih Rp 15 miliar, selesai," ungkap Peni ketika ditemui di balai kota, kemarin.
Ketua DPC PDIP Kota Malang ini mengaku, tentunya bukan dia yang akan menyediakan dana Rp 15 miliar tersebut. Banyak sekali pemilik modal yang siap membiayai dan memperbaiki bandara yang berada di wilayah Pakis, Kabupaten Malang ini. Sehingga bandara itu menjadi standar dan tidak lagi sering ditutup gara-gara gangguan teknis.
"Ada lima flight lho...sayang. Bikin baru belum tentu bisa seramai ini. Kalau mau jujur, masyarakat Kota Malang ini cukup dirugikan atas tidak beroperasinya penerbangan sipil di lanud," ungkap Peni.
Menurutnya, kebutuhan Rp 15 miliar itu adalah kebutuhan standar bandara kecil. Kalau untuk menyulap menjadi bandara internasional, akan butuh modal yang lebih besar dari angka itu. Namun untuk sementara angka Rp 15 miliar cukup untuk sarana dan prasarana melayani rute rutin dari Malang ke Jakarta atau kota lain di Indonesia. "Saya sudah beberapa kali bicara sama teman-teman yang punya uang banyak (pemodal, Red). Mereka siap sediakan uang berapapun untuk membiayai bandara itu," kata Peni.
Atas pembiayaan oleh investor tersebut, Peni menegaskan jelas ada kompensasinya. Yakni, pengelolaan diserahkan penuh kepada pihak swasta. Penuh maksudnya tidak melibatkan pemerintah daerah se-Malang Raya. Untuk porsi pengelolaan serta hak dan kewajiban, tentunya sesuai MoU (memorandum of understanding) antara pihak swasta dengan Mabes TNI-AU. "Kalau misalnya MoU antara swasta dengan TNI-AU ditandatangani, sehari dua hari langsung bisa jalan. Tak perlu banyak rapat dan tidak usah ribut-ribut," katanya.
Bagi pemodal, lanjutnya, memegang hak pengelolaan bandara dianggap cukup menguntungkan. Ada hitungan bisnis yang sudah dipegang pihak swasta. Dan hitungan itu cukup menguntungkan. "Banyak yang mau. Lebih baik dikelola swasta daripada bermasalah terus-menerus," tegasnya.
Soal realisasi wacana itu, Peni mengaku belum menyampaikannya kepada pihak TNI-AU. Dia juga belum mempelajari apakah swastanisasi bandara masuk golongan bisnis TNI. Apalagi tanah, landasan, tower, dan segala prasarana yang ada awalnya diperuntukkan bagi fasilitas militer. "Belum saya sampaikan. Mungkin nanti kalau mabes sudah mulai tertarik dengan swastanisasi," kata Peni.
Seperti diberitakan sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Dephub RI mengeluarkan surat AU/6961/KUAN.380/X/09 perihal kerusakan pada Bandara Abdulrachman Saleh, pada Jumat (9/10). Surat itu berisi permintaan penutupan sementara pengoperasian di bandara karena landasan pacu dianggap kurang memenuhi standar. Yakni, banyak ditemukan retak halus serta kerusakan pada aspal. Dari hasil peninjauan tim verifikasi, ditemukan 133 titik yang mengalami kerusakan. Akibatnya, sejak Sabtu (10/10) penerbangan sipil dihentikan hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Sementara itu, penerbangan diprediksi akan kembali beroperasi pada Sabtu (24/10) minggu depan. Dengan catatan, perbaikan landasan pacu yang mengalami kerusakan dan keretakan mulai diperbaiki hari ini. Sesuai dengan hasil kesepakatan antara dishub dan LLAJR Jatim dengan tiga pemerintahan di Malang Raya pada Selasa (13/5) kemarin, perbaikan landasan pacu akan dilakukan pada hari ini.
Sedangkan perbaikan dilakukan apabila tim verifikasi dari Dirjen Perhubungan Udara Dephub RI langsung mengawasi proyek pembenahan landasan pacu. "Dari konfiirmasi terakhir, tim verifikasi dephub akan ke Malang," kata Untung Sudarto, kabid Teknik Keselamatan Transportasi Dishubkominfo Kabupaten Malang. Tim verifikasi itu sendiri nantinya akan memantau langsung perbaikan landasan pacu.
Untung mengutarakan, perbaikan landasan pacu memakan waktu antara hingga lima hari. Lamanya perbaikan landasan pacu tergantung dari sedikit atau banyaknya kerusakan yang diperbaiki. "Sedikit atau banyaknya landasan pacu yang akan diperbaiki tergantung dari tim verifikasi. Mereka itulah yang nantinya menentukan titik mana saja yang perbaikannya tak bisa ditunda," terangnya.
Bila perbaikan bisa diselesaikan dalam waktu lima hari, maka pada Senin (19/10) nanti perbaikan diperkirakan bisa tuntas. Setelah perbaikan landasan pacu selesai, maka hasil pekerjaan itu akan dievaluasi lagi oleh tim teknis dari dirjen perhubungan udara. Diprediksi kedatangan tim teknis hingga rekomendasi akan turun dalam tiga hari. Itu artinya diprediksi rekomendasi akan selesai paling lambat pada Kamis (22/10). "Setelah itu tinggal menunggu keputusan dari pusat," sambung dia. Dengan asumsi tersebut, bandara bisa beroperasi kembali pada Sabtu (24/10). "Itu bila semuanya berjalan lancar," tambahnya.
Selain itu, pantauan dari tim verifikasi juga akan menentukan banyak atau tidaknya biaya yang dibutuhkan. Semakin sedikit titik yang ditunjuk untuk diperbaiki, maka biayanya juga sedikit. Sebaliknya, bila semakin banyak titik yang diperbaiki, maka biaya juga akan melambung. "Paling sedikit perbaikan itu membutuhkan biaya Rp 150 juta. Biaya itu akan ditanggung bersama natara dishub provinsi dengan tiga pemerintahan di Malang Raya," terang Untung.
Kendati sudah ada prediksi bahwa bandara bisa beroperasi pada Sabtu minggu depan, namun maskapai penerbangan masih belum berani mengambil sikap. "Kami menyambut baik respons cepat dari pemerintah," ujar Dharmawan Yuliardi Hendrata, general manager Garuda Indonesia Malang.
Hanya saja, pihaknya masih belum mau berspekulasi dengan mengumumkan operasional untuk rute Malang-Jakarta. "Sebelum ada kepastian, kami akan tetap pada sikap semula. Yakni, menutup operasional Malang-Jakarta hingga batas waktu yang belum ditentukan," lanjut Dharmawan.
Sikap serupa juga diambil Batavia Air. District Manager Batavia Air Malang Pita Meirina menjelaskan, Batavia baru bertindak jika ada kepastian. "Kami tak akan terburu-buru mengambil langkah. Jika terburu-buru, nanti kasihan customer," kata Pita. (yos/fir/ziz)
sbyctzn October 15th, 2009, 05:36 AM sukur deh, akhirnya diperbaiki juga,, semoga cepat selesai..
btw idenya pak peni boleh juga tuh.... hehehehehe...
tapi pusat sama TNI AU apa ya mau?????
hermawan October 15th, 2009, 06:29 AM ^^Hebatttttt juga ya Pak Peni....
Ayo bos...Tancap habizzz untuk Malang
Pusat dan TNI AU harusnya mau
Untuk kebaikan...jangan cuman ngandelin kantong pemerintah
Swasta harus diajak tuh.....
Ampelio October 15th, 2009, 01:59 PM Kompleks Pemerintahan Kabupaten Malang di Kepanjen:
http://img61.imageshack.us/img61/9108/kantor3dmataburung.jpg (http://img61.imageshack.us/i/kantor3dmataburung.jpg/)
Gedung kantor Bupati Malang di Kepanjen:
http://img203.imageshack.us/img203/4930/ustekgedungbupati.jpg (http://img203.imageshack.us/i/ustekgedungbupati.jpg/)
Gedung kantor Sekretariat Daerah di Kepanjen:
http://img70.imageshack.us/img70/8800/kantorsekretariat.jpg (http://img70.imageshack.us/i/kantorsekretariat.jpg/)
Gedung dan Taman Makodim di Kepanjen:
http://img251.imageshack.us/img251/8914/tamanmakodimv2.jpg (http://img251.imageshack.us/i/tamanmakodimv2.jpg/)
dimasputra October 15th, 2009, 02:51 PM Gedung kantor Sekretariat Daerah di Kepanjen:
http://img70.imageshack.us/img70/8800/kantorsekretariat.jpg (http://img70.imageshack.us/i/kantorsekretariat.jpg/)
WOW:shocked: shiny^^^^^^
hermawan October 16th, 2009, 03:59 AM ^^
Wah....bakalan hebat nich Kepanjen...
Kalo nggak salah..lokasi pemerintahan Pemkab. Malang itu di sekitar Stadion Kanjuruhan ya....soalnya disitu ada ber-hektar2 tanah masih kosong!
sbyctzn October 16th, 2009, 02:28 PM nice design!!!
DanangSuthoWijoyo October 16th, 2009, 06:07 PM Maap2 kl OOT...just info
----------------------------------------------------------------------
Fondasi Kuno 1.300 Tahun Lalu Ditemukan
MALANG, KOMPAS.com — Sebuah peninggalan purbakala kembali ditemukan di kawasan Dinoyo, Malang. Kali ini, pekerja di proyek perumahan Planet Regency, sekitar 500 meter di sisi barat Universitas Islam Malang secara tak sengaja menemukan deretan batu bata berukuran besar di lokasi pembangunan.
Arkeolog dari Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, meyakini bahwa deretan batu bata berukuran tak lazim itu merupakan semacam fondasi dari sebuah rumah di masa Kerajaan Kanjuruhan, 1.300 tahun silam.
”Itu memang ciri batu bata pada zaman itu,” kata Dwi, ditemui saat melihat langsung temuan ini, Kamis (15/10).
Batu bata tersebut memang berukuran tak lazim bila dibandingkan dengan batu bata yang digunakan zaman sekarang. Ukurannya 22 x 12 x 9 cm atau hampir lebih besar tiga kali lipat dari batu bata pada umumnya.
Meski banyak yang sudah rusak, sebagian batu bata dalam deretan fondasi itu masih ada yang ditemukan dalam kondisi nyaris sempurna.
Para pekerja proyek perumahan menemukan batu bata tersebut tiga bulan lalu, saat membuka lahan untuk memulai pembangunan. Selain batu bata, juga ditemukan serpihan gerabah yang diduga sebagai perabot saat itu.
Penemuan ini semakin membuat ahli sejarah yakin, kawasan Dinoyo dan Tlogomas merupakan bekas pusat peradaban penting di masa kerajaan Kanjuruhan.
”Ini tak mengherankan karena beberapa kali ditemukan peninggalan purbakala di kawasan ini,” kata Dwi.
Di bawah Pasar Dinoyo, misalnya, pernah ditemukan arung (saluran drainase). Temuan serupa juga ada di sisi barat SPBU Tlogomas, atau tak sampai satu kilometer dari Pasar Dinoyo. Begitu pula dengan beberapa temuan lingga yoni, atau patirtan (sumber air suci) di kawasan ini.
Menurut Dwi, temuan fondasi batu bata kuno ini bisa menunjukkan keadaan sosial di sekitar kawasan. ”Artinya, kawasan ini dulunya dihuni orang-orang dengan kondisi ekonomi cukup mapan. Kalau orang biasa, rumahnya tentu tidak pakai bata, bisa jadi hanya beralas tanah,” ujarnya.
Dengan adanya temuan ini, Dwi berharap akan ada tindak lanjut dari dinas-dinas terkait di bawah pemerintah kota. Salah satunya untuk turun tangan, mengingat temuan ini berada di tanah komersial.
”Kalau temuan ini bisa menjadi petunjuk ke penemuan yang lebih besar, tentu lokasi ini harus dipugar,” ungkap Dwi. (ab)
-----------------------------------------------------------------------
Jawa timur emg tanah penuh misteri..................surga bagi arkeolog...
sbyctzn October 17th, 2009, 07:00 AM wow.. memang masih banyak misteri yang belum terungkap...
GPP posting aja....
thanks buat infonya... dan ngramein thread malang
sbyctzn October 17th, 2009, 10:18 AM Bad News again.... :ohno::ohno::ohno:
but... god move for colleger :applause::applause::applause:
[ Sabtu, 17 Oktober 2009 ]
Ganti UB Kerahkan Massa
MALANG - Berbagai aksi penolakan warga Griya Shanta Eksekutif terhadap proyek Rumah Sakit Akademik Universitas Brawijaya (RSAUB) mulai mendapat perlawanan dari Universitas Brawijaya. Kemarin pagi sekitar pukul 08.30, muncul sekelompok orang yang berunjuk rasa mendukung pembangunan RSAUB. Mereka juga didukung oleh beberapa mahasiswa dari fakultas kedokteran.
Massa bersama mahasiswa itu melakukan orasi di depan lokasi proyek. Orasi itu berisi dukungan terhadap pembangunan rumah sakit pendidikan. Mereka juga membeber poster bernada dukungan dan mengecam warga yang menolak pembangunan rumah sakit bertingkat lima itu.
Teguh Puji Wahyono, sekretaris RW 4 Kelurahan Jatimulyo mengklaim bahwa sekelompok massa tersebut adalah warga RW 4 Jatimulyo. Hanya saja, Puji tidak bisa menunjukkan surat dukungan yang berisi tanda tangan warga yang mendukung. "Kalau tanda tangan warga tidak ada. Yang ada adalah kesepakatan sembilan ketua RT yang masuk RW 4 Jatimulyo," katanya. "Ya, mereka mengatasnamakan warga masing-masing," ungkap Teguh.
Menurutnya, kesepakatan mendukung dari sembilan ketua RT itu diketahui oleh pihak kelurahan dan juga pihak rektorat UB. Pihak rektorat diwakili Pembantu Rektor II UB Warkum Sumitro. "Ada arsipnya. Pihak kelurahan dan pihak Brawijaya juga punya. Tetapi maaf saya tidak bisa memberikan salinannya. Untuk kepentingan internal," kata Teguh.
Apa alasan mendukung pembangunan RSAUB? Teguh mengatakan, ada tiga alasan yang membuat dia dan massanya mendukung pembangunan RSAUB. Pertama adalah pembangunan RSAUB memberikan pekerjaan kepada masyarakat sekitar.
Kedua, RSAUB akan mendekatkan layanan masyarakat setempat terkait kesehatan. Ketiga pengelolaan parkir RSAUB akan diserahkan kepada warga yang mendukung. "Lebih jauh dari itu, kami tidak menuntut. Kami anggap itu sudah cukup," kata Teguh.
Sementara kabar sebelumnya kelompok yang menentang pembangunan RSAUB juga akan menggelar demo tandingan. Namun hingga siang hari, warga Griyashanta yang menolak pembangunan tak tampak melakukan aksi demonstrasi.
Sedangkan kuasa hukum warga Griya Shanta Eksekutif yang berada di sebelah selatan lokasi, Ali Wahyudin mengatakan, warga akan terus melakukan perlawanan melalui jalur hukum. Dia tak mempersoalkan UB mengerahkan massa yang diklaim mendukung pembangunan RSAUB. Namun pihaknya tetap menolak. Dia telah mengumpulkan data dari berbagai instansi untuk mendukung penolakan warga. "Tunggu sajalah," katanya. (yos/ziz)
hermawan October 19th, 2009, 07:05 AM KEPANJEN - Pembuatan jalan alternatif berupa jalan lingkar timur (jalitim) dari Desa Sumberngepoh, Lawang, hingga ke Turen secara bertahap sudah tergarap. Pada 2009 ini, Pemkab Malang sudah menuntaskan sekitar 30 persen pembangunan jalitim.
Beberapa ruas jalan yang sudah mendapatkan perbaikan di antaranya adalah pelebaran jalan dari Jabung ke Desa Gunungjati (Jabung). Selain itu juga perbaikan jalan dari Desa Dengkol ke Desa Baturetno yang keduanya berada di Kecamatan Singosari. Juga jalan dari Lawang menuju ke Desa Sidodadi (Lawang).
Dengan diperbaikinya jalan-jalan di ruas tersebut, papar Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Malang Mochamad Anwar, maka jalan itu sudah layak disebut sebagai jalan alternatif untuk memecah kemacetan di poros Surabaya-Malang.
Jalur alternatif itu adalah Lawang-Sidodadi-Baturetno-Dengkol-Gunungjati-Jabung-Pakis-Tumpang. "Jalan-jalan itu sudah dilebarkan dan dihotmix. Jadi layak disebut jalan alternatif," ujar Anwar.
Untuk pembuatan jalitim sendiri, pemkab sebenarnya sudah menyiapkan jalan sepanjang 63 kilometer dari Lawang hingga ke Turen. Jalan-jalan tersebut sebagian sudah ada dan tinggal memperbaiki. Namun, sekitar 15 persen lainnya masih berupa lahan persawahan milik masyarakat. Sehingga pemkab perlu membebaskan lahan bila ingin merealisasikan proyeknya.
Sebelumnya, pemkab juga sudah memperbaiki dan memperlebar jalan Desa Banjararum, Singosari hingga ke jalan Desa Mangliawan, Pakis. Jalan sepanjang 6 kilometer tersebut akan dilebarkan. Dari lebar semula 3,5 meter menjadi 5,5 meter hingga 6 meter.
Beberapa sirip jalitim lainnya yang juga dibangun pemkab di antaranya adalah jalan antara Pakis dan Tumpang sepanjang 2 kilometer. Jalan yang semula lebarnya 6 meter ditingkatkan menjadi 8 meter. Anggaran yang digunakan untuk pelebaran jalan sekitar Rp 400 juta.
Jalan lainnya adalah Tumpang-Bokor sepanjang 2 kilometer. Jalan yang semula mempunyai lebar 4 meter akan diperlebar menjadi 6 meter. Jalan yang menghubungkan Poncokusumo dan Wajak sepanjang 2 kilometer juga diperlebar. Semula 4 meter menjadi 6 meter. (fir/abm)
sbyctzn October 19th, 2009, 04:16 PM ^^
SIP! MAJU TERUS!
sbyctzn October 19th, 2009, 04:44 PM Pembukaan Bandara Abdul Rahman Saleh Kembali Masih Abu-abu
Senin, 19 Oktober 2009 21:20:41 WIB
Reporter : Panca Rakhmad P
Batu(beritajatim.com)- Rencana Pembukaan Bandara Abdul Rahman Saleh Malang kemungkinan tertunda. Padahal bandara yang mempunyai nilai strategis bagi pertumbuhan ekonomi Malang raya ini sedianya di buka minggu ini.
Tertundanya pembukaan bandara tersebut karena tidak singkronnya 3 pemerintah daerah untuk membantu dalam keuangan terkait perbaikan tersebut.
"Bantuan perbaikan bandara itu tidak harus sama, mengingat besar APBD dan jumlah penduduk kita tidak sama dengan Kota Malang atau Pemkab Malang. Kalau biaya itu di bagi sama ya itu tidak adil," kata Eddy Rumpoko, Walikota Batu, Senin (19/10/2009).
Berdasarkan kesepakatan, Dishub Jatim akan menanggung Rp 70 juta, dari Rp 130 juta dana perbaikan. Sisanya Rp 60 juta dibagi rata antara tiga pemerintahan Malang Raya, masing-masing Rp 20 juta.
Eddy menegaskan� seharusnya kerusakan itu menjadi tanggung jawab Lanud, kecuali jika sejak awal pengelolaan diserahkan kepada pemerintah Malang Raya atau swasta. "Masak kami disuruh memperbaiki rumah orang lain (TNI AU).� Sementara Kota Batu butuh banyak dana untuk pengembangan perekonomian dan pembangunan," tegasnya.
Terpisah, ketidakjelasan soal urunan itu juga terlihat di Pemkab Malang. Dishubkominfo Kabupaten Malang mengaku tidak punya anggaran untuk patungan itu dan persoalan itu sudah dilaporkan ke Bupati Sujud Pribadi.
"Dishub sudah tidak ada dana lagi. Sebab di SKPD, anggaran berbasis kinerja, sehingga untuk kegiatan darurat seperti membantu perbaikan bandara, tidak ada," ungkap Untung Sudarto Kabid TeknikKeselamatan Transportasi Dishubkominfo Kabupaten Malang.
Jawaban berbeda meluncur dari Wabup Malang, Rendra Kresna menyatakan jika Dishubkominfo tidak ada dana, Pemkab bisa mengambilnya dari dana bencana. "Bagi Pemkab Malang, pembagian biaya perbaikan itu penting. Sebab dampaknya sangat besar terhadap perekonomian Malang Raya," ungkap Rendra disela peringatan HUT Batu di balaikota Batu.
Terkait pendapatan dari Bandara Abd Saleh, Rendra menjelaskan memang tidak pihak yang bisa mengotak atik soal hasil dari bandara lewat pemungutan airport tax Rp 6.000, karena belum ada payung hukumnya.
Rendra mencoba menghitung, bila tiap hari ada 500 penumpang, maka sebulan setidaknya Rp 90 juta dikumpulkan dari airport tax. "Saya tidak tahu berapa perolehan airport tax sejak bandara beroperasi 2005," ungkap Rendra.[mad/ted]
hermawan October 20th, 2009, 10:42 AM BATU - Wisata minat khusus kian berkembang di Kota Batu. Siang kemarin, wisata offroad atau berwisata dengan berekeliling daerah perbukitan maupun perkebunan menggunakan kendaraan roda empat secara resmi lahir di Kota Wisata ini. Wisata offroad itu diresmikan bersamaan dengan peresmian Mini Sirkuit Offroad oleh Wali Kota Batu Eddy Rumpoko di lapangan Hotel Purnama, Punten, Bumiaji.
Wisata alternatif itu hasil kerja sama Malang Willys Club (MWC) dengan Hotel Purnama. Munculnya wisata offroad itu sekaligus menambah deretan wisata minat khusus yang ada di Kota Apel ini. Di antaranya wisata minat khusus yang sudah ada adalah paralayang, arung jeram, memancing, jogging track, sepeda gunung dan beberapa wisata minat khusus lainnya.
"Kami sudah mencobanya selama seminggu saat liburan Lebaran. Banyak wisatawan yang berminat dengan paket wisata ini," kata Soenarijono, ketua panitia acara siang kemarin.
Dia lantas menjelaskan paket wisata yang ditawarkan itu berupa paket wisata keliling wilayah pedesaan, perkebunan dan perbukitan dengan keindahan panorama yang ada. "Menyesuaikan selera. Mau yang menantang atau yang landai bisa. Mau yang short track atau long track juga bisa," kata ketua harian MWC ini.
Raharjo Indarto, convention manager Purnama Hotel menjelaskan mini sirkuit offroad bisa digunakan dengan menggunakan kendaraan sendiri maupun menyewa. Selain menyediakan persewaan mobil besar, juga ada mobil kecil ATV. MWC menyediakan mobil untuk disewa.
Eddy Rumpoko yang hadir meresmikan wisata offroad dan mini sirkuit itu berharap bisa dikembangkan untuk mengundang banyak wisatawan. "Dengan fasilitas yang ada ini, bisa semakin kreatif dengan menggelar even-even yang bisa mengundang wisatawan datang ke Batu," katanya.
Usai meresmikan, wali kota didampingi sejumlah pejabat muspida juga menjajal track sekitar kawasan Hotel Purnama dengan kendaraan ATV. Sementara itu, launching wisata offroad dan mini sirkuit itu juga digelar bersamaan dengan acara halal bihalal MWC di Hotel Purnama. Dalam acara halal bi halal itu juga dilakukan pengumpulan dana untuk membantu korban bencana gempa di Sumatera Barat. Pembukaan mini sirkuit itu juga ditandai dengan kejuaraan offroad memperebutkan Tropy Purnama Hotel. (yak/lia)
:)Ada-ada saja...ini bentuk dari KOta Batu yang lebih kreatif.
sbyctzn October 20th, 2009, 03:13 PM JLS Molor Akibat Izin Pemakaian Hutan Tak Kelar
Selasa, 20 Oktober 2009 12:36:15 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Surabaya (beritajatim.com)- Molornya pembangunan jalan lintas selatan (JLS) di Jatim ternyata bukan hanya terkendala anggaran, melainkan juga karena belum terbitnya izin pinjam pakai kawasan hutan dari Departemen Kehutanan (Dephut) RI.
Untuk itu, saat ini Pemprov Jatim berupaya memanfaatkan fungsi lahan yang sudah terbuka untuk JLS. Ada empat ruas jalan di JLS yang sudah terbuka dan bisa dimanfaatkan, yakni Pacitan-Hadiwarno (34 km), Popoh-Prigi (40 km), Balekambang-Sendangbiru dan Jarit (Lumajang)-Puger (Jember).
Target pembangunan JLS adalah harus menyelesaikan 5.828 meter (sebanyak 117 jembatan) dan 627 km jalan. Hingga saat ini, baru menyelesaikan 300 km jalan (penyiapan badan jalan dan membuka lahan) dan 3.000 meter (baru sekitar 60 jembatan).
"Kami mempercepat fungsi lahan JLS agar bisa dimanfaatkan masyarakat, sembari menunggu penyelesaian pembangunan yang masih terkendala dana dan izin pinjam pakai lahan hutan dari Dephut," kata Kabid Pembangunan Dinas PU Bina Marga Jatim Herry Budianto ditemui beritajatim.com di kantornya, Selasa (20/10/2009).
Pembangunan jalan lintas selatan (JLS) yang dijadwalkan selesai tahun 2015 mendatang, dipastikan meleset atau molor dengan alasan terkendala anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi yang hanya mengucur setengah-setengah. Ketika awal pembangunan JLS sejak tahun 2002 membutuhkan anggaran Rp 3,2 triliun. Tapi, saat ini diperlukan anggaran dua kali lipat sekitar Rp 6,5 triliun lebih untuk menyelesaikannya.
"Hingga akhir 2008, anggaran pembangunan yang telah terserap mencapai Rp 593,108 miliar. Pada tahun 2009, pemerintah pusat mengucurkan lagi anggaran Rp 120 miliar, pemprov Rp 38 miliar dan pemkab/pemkot Rp 10,9 miliar untuk JLS," ujarnya.
Pembangunan JLS melibatkan tiga pihak, yakni pemerintah kabupaten/kota yang bertugas membebaskan lahan, pemprov yang melakukan pengerjaan fisik pembangunan dan penyiapan badan jalan serta pemerintah pusat yang melakukan pondasi batu, pondasi aspal dan lapisan permukaan setelah diaspal.
Ada tiga tahapan untuk memperoleh izin pinjam pakai kawasan hutan dari Dephut, yakni izin prinsip (sudah beres), action plan izin pinjam pakai dan dispensasi dari Menteri Kehutanan. Syaratnya juga harus membayar ganti rugi tegakan dan inventarisasi ke Perhutani Unit II Jatim.
"Izin pinjam pakai itu padahal sudah diurus sejak Juli 2008, tapi hingga saat ini belum beres juga. Ini tergantung dari Perhutani dan Dephut RI," imbuhnya.
Di kawasan Tulungagung, Blitar dan Trenggalek yang dilalui jalur JLS sudah tidak ada lahan lagi yang digarap, kecuali di dalam kawasan hutan. "Pemprov mengucurkan anggaran Rp 2 miliar untuk mengurus izin pinjam pakai kawasan hutan itu. Dana yang dibutuhkan sekitar Rp 20 miliar. Jadi, masing-masing kabupaten/kota di delapan daerah memberi anggaran Rp 2 miliar untuk urunan," pungkasnya. [air/tok]
sbyctzn October 20th, 2009, 03:24 PM BAD NEWS!!!:ohno::ohno::ohno::bash::bash::bash::bash:
[ Selasa, 20 Oktober 2009 ]
Dewan Minta RSAUB Dihentikan
MALANG - DPRD Kota Malang meminta Pemkot menghentikan pembangunan RSAUB (rumah sakit akademik Universitas Brawijaya). Dalam waktu dekat ini rekomendasi penghentian pembangunan tersebut dilayangkan pada eksekutif. Tak hanya itu, dewan juga bakal turun langsung meninjau lokasi pembangunan.
Langkah itu diputuskan setelah puluhan perwakilan warga Griyasanta Eksekutif yang menolak pembangunan RSAUB melakukan hearing dengan jajaran pimpinan dan perwakilan fraksi di ruang sidang DPRD kemarin. "Karena jelas menyalahi aturan perizinan, maka pembangunan harus dihentikan. Untuk mempertegas ini kami akan mengirimkan rekomendasi ke Pemkot," ujar Ketua definitif DPRD Kota Malang Arif Darmawan sesaat setelah hearing berakhir.
Hanya saja,lanjutnya, sebelum rekomendasi itu dikirim ke Pemkot, Arif akan melakukan pembahasan internal dengan jajaran pimpinan dan perwakilan fraksi di DPRD Kota Malang. Untuk keperluan itu, pihaknya meminta data dan dokumentasi warga yang terdekat lokasi pembangunan RSAUB. "Saya tidak ingin hanya dari pembicaraan saja. Tapi harus ada data konkret. Dengan begitu dewan juga memiliki dasar," terangnya.
Hingga kemarin, Arif masih melakukan koordinasi tentang aduan warga Perum Griyasanta Eksekutif bersama unsur pimpinan dewan dan fraksi yang turut menerima kedatangan warga. Di antaranya, Ahmadi (wakil ketua dewan), Abdul Rachman (wakil ketua dewan), Sri Untari (sekretaris komisi B), Suyatno (ketua FPD), Khoirul Amri (ketua FPKS), Arif Wahyudi (ketua komisi A), Een Ambarsari (ketua FGND), dan Siswo Waroso (ketua FPKB).
Sementara itu, selama hearing berlangsung perwakilan warga menumpahkan segala unek-uneknya. Seperti yang diutarakan Sugeng Rahayu, warga RT 10 RW 4. "Saya 1998 beli rumah di sana dan harganya tidak murah. Alasan utamanya adalah lingkungan," ujar Sugeng.
Tapi di tahun 2009, tanpa ada angin dan hujan tiba-tiba di kawasan perumahan mau didirikan rumah sakit pendidikan UB. "Prinsipnya kami tidak nolak pendirian RSAUB asal lokasinya jangan di area perumahan," kata dia.
Ari Sutikno, Ketua RT 10 Kelurahan Jatimulyo Lowokwaru atau kawasan terdekat dengan lokasi menambahkan sebenarnya sosialisasi itu pernah dilakukan UB. Tepatnya, setelah warga mengirim surat pada rektor pada 18 Juli lalu. "Pada 20 Juli diadakan audensi. Lalu saat puasa diadakan juga sosialisasi di RM Ringin Asri. Tapi kami ternyata ditipu dengan cara tidak elit karena tanda tangan warga dijadikan bukti bahwa kami setuju," bebernya.
Berdasarkan persoalan-persoalan itu, perwakilan warga menyatakan sikap bahwa hingga kemarin tetap menolak pembangunan RSAUB. Ada beberapa alasan yang mendasari penolakan tersebut. Di antaranya, drainase ditutup paksa, pembuangan limbah hanya enam meter dari pemukiman warga, bising, kemacetan, terminal bayangan, dan bakal membeludaknya PKL. "Ini menjadi resiko tinggi bagi warga terdekat. Kami tidak berbicara para warga lain yang menerima pembangunan rumah sakit," tambah Sugiharso, perwakilan warga lainnya. (nen/abm)
hermawan October 23rd, 2009, 11:36 AM ^^Saya kira ini masalah salah paham saja
Masa sih UB yang begitu banyak berjasa untuk Kota Malang....dihambat begitu
kalo pak Rektor dengan Pak Peni ngomong bareng....saya kira masalah ijin pasti segera beres.
harus diselesaikan di level atas lah..
kalo level bawa ya gitu.....ribet:ohno::ohno:
sbyctzn October 23rd, 2009, 07:14 PM Tau ah.. pasti ada kepentingan politik dibalik itu....
Aneh saja menurut saya.
lha wong di Surabaya saja ada Rumah Sakit yang lokasinya persis di tengah pemukiman perumahan elit, yaitu RS Mitra Keluarga, RS nya persis mepet dengan perumahan,
dan warga perumahan OK OK saja tidak merasa terganggu baik operasional maupun masalah limbahnya...
malah sekarang warga perumahannya bangga karena dekat dengan RS yang sangat terkenal, bonafit, dapat dipercaya, dan top-top dokternya..
RS Unair saja lokasinya juga sangat mepet dengan pemukiman perumahan, tapi tidak ada penolakan sama sekali dari warga,,,
ayolah warga Malang.... dukung deh.... demi kemajuan perkembangan pembangunan kota Malang..
Capek deh sama orang-orang yang tidak bisa diajak berpikir maju....
hermawan October 24th, 2009, 03:41 AM PAKIS - Akhirnya perbaikan landasan pacu Bandara Abd. Saleh selesai kemarin pagi, setelah sekitar dua pekan ditutup akibat kerusakan runway. Namun, penerbangan komersil tidak bisa serta merta beroperasi karena masih menunggu izin Kepala Dirjen Perhubungan Udara. Dana perbaikan dipastikan membengkak karena perbaikan dilakukan di 22 titik kerusakan.
Kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Didik Sudiwinarto mengatakan hal itu, kemarin. Didik memastikan dana perbaikan membengkak dari estimasi awal sekitar Rp 125 juta. Pasalnya, proses perbaikan dilakukan pada 22 titik kerusakan sesuai dengan rekomendasi Dirjen Perhubungan Udara.
‘’Dana membengkak, namun untuk besarannya, saya kurang tahu. Sudah ada dalam laporan ke Dirjen Perhubungan Udara,’’ ungkap Didik ditemui di Kantor Dishub Pemkab Malang.
Didik mengaku Dishub Provinsi sudah mengirim laporan hasil perbaikan lengkap beserta foto landasan. Laporan itu ditujukan kepada Kepala Dirjen Perhubungan Udara di Jakarta. Selanjutnya, pihaknya tinggal menunggu turunnya tim verifikasi dari Dirjen Perhubungan Udara.
‘’Operasional bandara menunggu turunnya tim verifikasi ke bandara, tim itu akan menilai landasan yang sudah diperbaiki,’’ katanya.
Hasil kajian tim verifikasi akan dilaporkan ke Kepala Dirjen yang akan ditindaklanjuti izin pembukaan bandara untuk penerbangan sipil. Didik berharap bandara segera dibuka untuk penerbangan sipil demi kepentingan Malang Raya. ‘’Mengenai pembengkakan dana, diperkirakan akan ditangani Provinsi,’’ ujar pria berkumis itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Operasional Lanud Abd Saleh, Kolonel (Pnb) Ekodono Indarto menyambut baik selesainya proses perbaikan. Pihak Lanud siap memfasilitasi penerbangan sipil bila bandara sudah diizinkan dibuka untuk komersil.
‘’Kita tetap komit untuk memfasilitasi penerbangan sipil, Lanud juga siap membantu Pemerintah Daerah,’’ katanya.
Mengenai perbaikan landasan, kata Eko mengatakan hingga saat ini bandara masih menjadi milik negara. Sehingga proses perbaikan secara menyeluruh bagi diserahkan kepada negara. Bagi pihak lanud yang terpenting adalah unsur safety.
‘’Terutama keamanan penerbangan di bandara baik itu pesawat komersil maupun pesawat militer. Kalau ada apa-apa, yang rugi kita semua,’’ pungkasnya. (ary/avi)
Yahhh. kabar yang sedikit menggembirakan:)
Tentang RS UB...
Ya katanya banyak juga warga yang menolak ternyata dosen UB...
Gimana nih...nyari makan disitu...jadi orang, karena UB juga
koq kepentingannya disenggol dikit aja ngamuk:ohno::ohno::ohno:
sbyctzn October 24th, 2009, 07:35 AM Nih tak tambahi!!!
[ Sabtu, 24 Oktober 2009 ]
Perbaikan Rampung
Dishub Jatim Kirim Surat Minta Dioperasionalkannya Bandara
MALANG - Sebanyak 20 titik di landasan Bandara Abdulrachman Saleh yang mengalami kerusakan berat akhirnya selesai diperbaiki. Kemarin, Dinas Perhubungan dan Angkutan Jalan Raya Provinsi Jatim telah mengirimkan surat permohonan operasional bandara ke Departemen Perhubungan (Dephub).
Perbaikan yang dilakukan sejak Sabtu (17/10) lalu sudah selesai pada pagi kemarin. Semua hasil pembenahan kerusakan landasan pacu sudah dilaporkan kepada Dirjen Hubungan Udara Dephub. "Laporan pekerjaan sudah dikirimkan kepada Dirjen Perhubungan Udara melalui E-mail dan faks," kata Didik Sudiwinarto, kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan dan Angkutan Jalan Raya Provinsi Jatim, kemarin.
Pada intinya, terang dia, perbaikan landasan sudah dilakukan sesuai dengan petunjuk tim verifikasi dari Dirjen Perhubungan Udara, yakni pada 20 titik. Meski rekomendasi tim verifikasi hanya 20 titik yang harus diperbaiki, namun dishub provinsi juga berinisiatif memperbaiki dua titik lainnya. Total yang diperbaiki sebanyak 22 titik.
Setelah landasan pacu diperbaiki dengan di bawah kontrol langsung tim verifikasi, dishub provinsi juga mengambil langkah cepat dengan mengajukan permohonan izin penerbangan sipil. Permohonan itu diajukan ke Dirjen Hubungan Udara Dephub. "Tadi (kemarin), surat permohonan penerbangan sipil langsung kami ajukan. Saya harap surat kami segera ditindaklanjuti," tambah Didik.
Biasanya, papar dia, sebelum diputuskan boleh atau tidaknya penerbangan sipil dioperasikan kembali, Dirjen Perhubungan Udara akan mengirim tim verifikasi lagi. Tim ini nantinya merekomendasikan apakah landasan pacu sudah laik untuk digunakan penerbangan sipil atau belum. "Mekanisme itu harus dilewati demi untuk keselamatan semua pihak," katanya.
Seperti diketahui, bandara terpaksa ditutup untuk penerbangan sipil akibat ditemukannya kerusakan pada Kamis ( 8/10) lalu. Sehingga penerbangan sipil dihentikan sementara. Saat itu juga kerusakan landasan pacu diperbaiki. Keesokannya penerbangan sipil bisa beroperasi lagi.
Namun, pada Jumat (10/10) landasan kembali ditutup atas perintah Dirjen Perhubungan Udara Dephub. Temuan di lapangan, ada 133 titik kerusakan dengan berbagai macam kategori. Sebanyak 20 titik di antaranya rusak parah dan menjadi prioritas perbaikan. Akibatnya, tiga maskapai yang selama ini menggunakan bandara juga menutup pelayanannya. Ketiga maskapai yang melayani Malang-Jakarta PP tersebut adalah Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Batavia Air.
Sementara itu, Kadisops Lanud Abdulrachman Saleh Kolonel Pnb Eko Dono Indarto mengatakan bahwa meski kerusakan terparah sudah diperbaiki, bukan berarti landasan bisa langsung digunakan. Karena, hasil perbaikan itu harus dilaporkan ke Dirjen Perhubungan Udara, selaku pihak yang memberikan izin operasional penerbangan sipil di bandara milik TNI AU ini. "Setelah laporan hasil kerja dipelajari dan ditindaklanjuti dengan melakukan sidak ke lapangan, maka Dirjen Perhubungan Udara baru akan memberikan jawaban,'' katanya saat ditemui usai Salat Jumat di lanud, kemarin.
Ditambahkan, dengan terselesaikannya kerusakan berat tersebut, maka masih ada 113 kerusakan dengan skala kecil yang belum diperbaiki. Kerusakan yang tersisa di antaranya retakan pada aspal serta retak rambut. Meski begitu, Eko menilai sisa kerusakan yang belum diperbaiki tidak bisa dianggap enteng, karena bisa berpotensi menjadi kerusakan besar dan berakibat ditutupnya kembali landasan. "Keretakan rambut itu awalnya tidak kelihatan. Awalnya memang tidak terlihat parah. Namun, jika air masuk ke dalam retakan bisa berakibat fatal,'' ujar Eko.
Air yang berada di bawah aspal landasan jika terkena sinar matahari akan memuai dan mendorong permukaan aspal. Selanjutnya landasan tidak rata dan berpotensi bisa berlubang seperti yang sudah ada sekarang. "Kami menyarankan agar perbaikan bisa dilakukan secara total. Sehingga operasional bandara tidak lagi buka tutup seperti selama ini," terangnya.
Ditambahkan, kerusakan landasan pacu adalah tanggung jawab bersama. Sehingga semua pihak harus sinergi untuk memperbaikinya. "Baik pemerintah, pelaku usaha yang menjadikan bandara ini sebagai ladang mencari untung atau mungkin juga masyarakat yang hatinya memang tergerak untuk ikut serta dalam proses perbaikan,'' tambahnya.
Bagi lanud, kerusakan landasan seperti sekarang tidak berpengaruh bagi penerbangan pesawat militer milik TNI AU. "Untuk pesawat hercules yang kami miliki, lepas landas atau mendarat di lapangan berumput pun tidak masalah,'' katanya. Namun untuk pesawat sipil, jelas tidak mungkin dilakukan.
Kebut Jalan Tembus
Sementara itu, Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya Provinsi Jatim juga mengebut penggarapan jalan tembus menuju ke Bandara Udara Abdulrachman Saleh. "Diharapkan pada tahun ini masyarakat sipil yang akan menggunakan jasa penerbangan sipil tak lagi melewati tanah TNI AU," kata Didik Sudiwinarto, kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan dan Angkutan Jalan Raya Provinsi Jatim.
Untuk tahap pertama, ungkapnya, lebar jalan yang digarap adalah 10 meter. Lebar jalan itu terdiri dari median tiga meter. Sedangkan lebar masing-masing lajur adalah 3,5 meter. "Pembangunan jalan tembus akan digarap dalam beberapa tahap. Tergantung pada ketersediaan dana," tambah Didik.
Menurut dia, untuk pembangunan fisik jalan, anggaran sepenuhnya ditanggung pemprov. Sedangkan untuk penyediaan tanah, biaya pembelian tanah ditanggung Pemkab Malang. Pemkab Malang telah menyiapkan jalan sepanjang 1,3 kilometer. Letak jalan masuk ke bandara itu berada sekitar 100 meter sebelah selatan pos penjagaan lanud.
"Dengan adanya jalan sipil, maka pengguna jasa lanud tak akan lagi mengalami problem dengan ribetnya prosedur masuk kawasan militer," terangnya.
Selama ini pengguna jasa penerbangan harus melewati pemeriksaan di pos penjagaan militer. Namun, bila jalan sipil yang dibangun pemprov dan pemkab selesai, maka prosedur pemeriksaan yang memakan waktu tersebut tak akan lagi terjadi. Sebab, jalan yang dilalui masyarakat merupakan jalan sipil murni yang tak masuk kawasan militer.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkab Malang Soefianto menjelaskan, lahan tanah yang sudah dibebaskan itu akan segera diaspal. Sehingga bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Saat ini, kondisi tanah yang dibebaskan untuk jalan sebagian besar masih berupa areal persawahan dan perkebunan.
Tak hanya jalan, rencananya pemprov juga akan mengucurkan dana untuk pembuatan pagar di sekitar areal jalan masuk ke bandara. "Pemprov juga akan segera membenahi perbaikan terminal di bandara yang dianggap sudah terlalu sempit," ucap Soefianto. Saat ini terminal yang total luasnya sekitar 300 meter per segi dianggap sudah tak layak. Sebab, saat ini dalam seharinya sudah melayani 5 penerbangan. Selain jalan tembus, pemkab juga menggenjot perbaikan jalan masuk ke bandara. Diharapkan pengerjaan ini selesai sebelum bandara dioperasikan. (fir/mas/ziz)
dek coy October 24th, 2009, 08:56 AM Sayang banget ya bandaranya masih ditutup...padahal klo jarak juanda-malang lumayan jauh...
Ebek21 October 24th, 2009, 10:06 AM Tau ah.. pasti ada kepentingan politik dibalik itu....
Aneh saja menurut saya.
lha wong di Surabaya saja ada Rumah Sakit yang lokasinya persis di tengah pemukiman perumahan elit, yaitu RS Mitra Keluarga, RS nya persis mepet dengan perumahan,
dan warga perumahan OK OK saja tidak merasa terganggu baik operasional maupun masalah limbahnya...
malah sekarang warga perumahannya bangga karena dekat dengan RS yang sangat terkenal, bonafit, dapat dipercaya, dan top-top dokternya..
Jangan salah, dulu waktu pembangunannya juga diprotes sangat keras loh oleh warga sekitar, sampai2 dengar2 pengembangnya pakai jasa preman segala..cerita lama tuh, lebih dr 15 tahun yg lalu kl gak salah. Anyway, memang kebanyakan warga nggak mau ada RS di kompleks perumahannya. Macam2 alasannya, mulai dr yg ilmiah sampai yg mistis2. Tapi satu yg jelas, rumah/properti di dekat (apalagi yg menghadap) RS pasti susah dijual !!
Ampelio October 24th, 2009, 12:36 PM Tapi satu yg jelas, rumah/properti di dekat (apalagi yg menghadap) RS pasti susah dijual !!
^^kecuali untuk apotek :D
hermawan October 24th, 2009, 03:02 PM ^^
Enggak juga.....
coba lihat Jl. Belakang Rumah Sakit, Malang.
Lokasinya persis belakang RS. Dr. Saiful Anwar. Rame sekali siang malam....:)
padahal kamar mayatnya persis ada di situ
Banyak rumah dijadikan usaha kos-kosan...yang kos kebanyakan anak2 Fak Kedokteran
Ada juga apotek, rumah makan...warnet..macem2 usahalah.
dan jangan lupa, sebagian lokasi toko2 disitu itu dulunya merupakan lahan kuburan :lol::lol::lol:
koq nggak ada warga yang takut:ohno:
Jadi kalo alasannya nanti ada kamar mayat atau limbah keq kayanya terlalu naif.
Kalo nggak percaya, coba deh sekali-kali jalan kesana:)
kalo sudah disana, jangan lupa nyoba nasi goreng mawut di depan pintu gerbang RS. dijamin mak nyusss deh. Rawonnya juga enak
Kalo pemkot Malang jeli...daerah ini ada peluang dikembangkan jadi salah satu daerah wisata kuliner
sbyctzn October 25th, 2009, 11:16 AM Jangan salah, dulu waktu pembangunannya juga diprotes sangat keras loh oleh warga sekitar, sampai2 dengar2 pengembangnya pakai jasa preman segala..cerita lama tuh, lebih dr 15 tahun yg lalu kl gak salah. Anyway, memang kebanyakan warga nggak mau ada RS di kompleks perumahannya. Macam2 alasannya, mulai dr yg ilmiah sampai yg mistis2. Tapi satu yg jelas, rumah/properti di dekat (apalagi yg menghadap) RS pasti susah dijual !!
mistis???
wah masih saja percaya sama begituan...
demi kemajuan kota kok masih saja kolot... :nuts::nuts::nuts:
Freezy89 October 29th, 2009, 05:04 AM [ Kamis, 29 Oktober 2009 ]
Angkutan Kode G Hilang
Terminal Hamid Rusdi Beroperasi 18 November
MALANG - Setelah menunggu cukup lama pasca-diresmikan 14 Agustus lalu, Terminal Hamid Rusdi segera dioperasikan per 18 November nanti. Operasional perdana terminal yang menelan dana APBD Rp 59,723 miliar itu kemarin resmi disampaikan pada pengusaha angkutan kota (angkot), otobus, dan para pengurus paguyuban sopir angkot.
Kadishub Kota Malang Pait Al Wiyono memaparkan, dengan kepindahan dari Terminal Gadang ke Hamid Rusdi ini, berarti ada perpanjangan jalur sekitar 3,7 kilometer. Yakni, dari Terminal Gadang ke arah Terminal Hamid Rusdi melalui jalan kembar yang memecah Gadang-Arjowinangun.
"Mulai sekarang semua dikondisikan, bukan hanya paguyuban angkot dan bus, tapi juga penataan kios," kata usai sosialisasi relokasi Terminal Gadang di lantai II Terminal Hamid Rusdi kemarin (28/10).
Terminal yang dibangun akhir 2007 itu akan menampung semua trayek angkutan. Ada sekitar 2.267 armada yang masuk ke sana. Yakni, 522 angkutan perbatasan yang berangkat dari Terminal Gadang dan berakhir di sana, 1.341 angkutan kota, 166 MPU (mobil penumpang umum), dan 96 armada bus. Ada juga 129 armada angkutan kota yang semua bermuara di Terminal Tlogowaru dan 13 angkutan perbatasan yang sebelumnya juga berangkat dan berakhir di Terminal Tlogowaru. "Kami yakin terminal ini mampu menampung semua armada karena luas bangunan mencapai tiga hektare," ujar mantan Kahumas Pemkot Malang ini.
Pemkot sendiri memastikan tidak akan terjadi keruwetan jalur masuk dan keluar semua armada di terminal. Sebab, penataan terminal ini sudah mengantisipasi problem itu. Salah satunya, dilengkapi dengan enam jalur keberangkatan bus, 16 jalur keberangkatan MPU, serta satu jalur langsung.
MPU adalah armada yang selama ini mengangkut penumpang jalur perbatasan. Di antaranya, Gadang-Donomulyo-Ngliyep, Gadang-Wajak, Gadang-Bululawang-Kepanjen, dan Gadang-Wadung-Kepanjen. "Karena nanti semua berangkat dari (terminal) Hamid Rusdi, otomatis tidak ada lagi angkutan berkode Gadang atau G. Tapi berganti menjadi HM (Hamid Rusdi)," bebernya.
Bagaimana dengan antisipasi diabaikannya terminal baru seperti yang tersaji di beberapa kota lain, termasuk Terminal Kepanjen? Pait yakin jika perpindahan terminal bakal kondusif. Apalagi sejak awal beroperasi ada penjaga di beberapa titik.
Penjagaan tersebut merupakan kolaborasi antara petugas Dishub Kota Malang, Satpol PP, kepolisian, dan Dinas Pasar. "Kami akan bersinergi menghalau kendaraan untuk masuk ke terminal, termasuk di persimpangan. Kalau dengan Dinas Pasar khusus mengatasi pedagang di area PIG (Pasar Induk Gadang) III," terang Pait.
Sementara, beberapa anggota paguyuban angkutan kota dan perusahaan otobus yang mengikuti sosialisasi mengaku bisa menerima kepindahan itu. Hanya, ada beberapa catatan yang membuat mereka kurang puas. Terutama keruwetan di PIG III. "Percuma saja dipindah kalau terhalang pedagang di PIG III. Sejak pagi buta hingga malam pedagang di sana tak pernah habis dan selalu meluber ke jalan," kata Didik, perwakilan PO Putra Mulya.
Selama ini, kata Didik, PIG III dijadikan area bongkar muat pedagang ikan dan buah-buahan dari luar kota. "Kalau tidak ada penertiban saya yakin tambah repot," tambah dia.
Hariono, anggota paguyuban angkot trayek AG (Arjosari-Gadang), juga menyampaikan hal serupa. Bahkan dia minta pedagang harus disterilkan dari kawasan itu. ''Idealnya pedagang ditangani dulu, baru ada pemindahan terminal," kata Hariono.
Terpisah, Kadis Pasar Pemkot Malang J. Hartono mengaku hingga saat ini belum mendapat petunjuk untuk mengatasi keruwetan PIG III. Termasuk, soal alih fungsi Terminal Gadang ke depan. Hanya saja, pihaknya mengaku siap mengatasi ratusan pedagang. "Kalau satu dua hari kami sanggup mensterilkan. Tapi kalau seterusnya harus ada sinergi dengan SKPD terkait, terutama dishub," ujar Hartono. (nen/war)
Freezy89 October 29th, 2009, 05:07 AM :ohno::ohno::ohno:
[ Kamis, 29 Oktober 2009 ]
Soal Tol, Perizinan Bingung
Khawatir IMB Bermasalah, Cari SK Gubernur
KEPANJEN - Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim tentang persetujuan penetapan lokasi pembangunan tol Pandaan-Malang terus menimbulkan polemik di internal Pemkab Malang. Polemik terjadi karena adanya beberapa perbedaan dalam menyikapi masa kedaluwarsa SK gubernur.
Saat ini di internal pemkab ada 2 pendapat. Satu pendapat menyatakan bahwa SK Gubernur Jatim 188/227/KPTS/013/2006 itu sudah kedaluwarsa. Patokannya adalah SK Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) 3/2007. SK BPN itu berisi tentang pelaksanaan peraturan Presiden 36/2007 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum.
Dalam SK BPN dijelaskan, sebuah SK pengadaan tanah untuk kepentingan umum di atas 50 hektare masa berlakunya SK adalah 3 tahun. Namun bila di bawah 25 hektare, maka masa berlakunya SK adalah 2 tahun. Pendapat ini diutarakan oleh dinas Binamarga Kabupaten Malang.
Sebaliknya, di pihak lain yang dimotori Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, SK Gubernur tak ada kedaluwarsanya.
Dalih yang digunakan Bappeda adalah Peraturan Gubernur 61/2006 tentang pemanfaatan ruang pada kawasan pengendalian ketat skala regional di Jatim. Selain itu juga ada SK Bupati Malang 050/1590/421.202/2007 tentang penertiban izin pemanfaatan ruang di kawasan pengendalian ketat di Malang. Dalam Pergub 61/2006 dan SK bupati tak ada batas waktunya. Jadi, masa berlaku SK gubernur tentang tol itu masih berlaku hingga saat ini.
Secara otomatis, lahan yang ditetapkan dalam SK tak boleh diterbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan alasan apapun. Selain itu, lahan yang ditetapkan dalam SK tak boleh dialihkan dengan alasan apapun.
Dalam SK gubernur tertanggal 14 Agustus dijelaskan daerah-daerah mana saja yang akan dilalui tol sepanjang 38,276 kilometer tersebut. Di Kabupaten Malang, kawasan yang akan dilewati tol sepanjang 20,85 kilometer melewati Kacamatan Lawang, Singosari, dan Pakis.
Di Lawang misalnya, desa-desa yang akan dilalui adalah Bedali, Sidodadi, Lawang, Mulyorejo, dan Sumberporong
Adanya 2 pendapat yang saling bertentangan ini membuat Unit Pelayanan Terpadu Perizinan (UPTP) Kabupaten Malang kebingungan. Apalagi, hingga saat ini UPTP masih belum memegang salinan SK gubernur. Sehingga tak mengetahui lokasi mana saja yang akan dijadikan akses jalan tol. "Kami akan meminta salinan SK Gubernur. Saya tak mau salah dalam mengambil kebijakan," kata Nurmala Sidik, Kapala UPTP Kabupaten Malang.
Saat ini, ucap wanita asal Samarinda, Kaltim itu, UPTP sedang menyelesaikan proses IMB PT. Tri Putra Manunggal. Pengembang perumahan tersebut sedang meggarap rumah sederhana tipe 36 di Sumberporong. "Izin yang diajukan 1.890 unit IMB. Kami berani mengeluarkan IMB karena sudah ada IPPT (izin peruntukkan pengunaan tanah) dan site plan. Tapi, saya tak tahu apakah itu masuk akses lokasi tol atau tidak. Persoalan ini harus dituntaskan," terang Nurmala. (fir/abm)
gussinyo October 29th, 2009, 11:59 AM :ohno::ohno::ohno:
[ Kamis, 29 Oktober 2009 ]
Soal Tol, Perizinan Bingung
Khawatir IMB Bermasalah, Cari SK Gubernur
KEPANJEN - Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim tentang persetujuan penetapan lokasi pembangunan tol Pandaan-Malang terus menimbulkan polemik di internal Pemkab Malang. Polemik terjadi karena adanya beberapa perbedaan dalam menyikapi masa kedaluwarsa SK gubernur.
Saat ini di internal pemkab ada 2 pendapat. Satu pendapat menyatakan bahwa SK Gubernur Jatim 188/227/KPTS/013/2006 itu sudah kedaluwarsa. Patokannya adalah SK Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) 3/2007. SK BPN itu berisi tentang pelaksanaan peraturan Presiden 36/2007 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum.
Dalam SK BPN dijelaskan, sebuah SK pengadaan tanah untuk kepentingan umum di atas 50 hektare masa berlakunya SK adalah 3 tahun. Namun bila di bawah 25 hektare, maka masa berlakunya SK adalah 2 tahun. Pendapat ini diutarakan oleh dinas Binamarga Kabupaten Malang.
Sebaliknya, di pihak lain yang dimotori Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, SK Gubernur tak ada kedaluwarsanya.
Dalih yang digunakan Bappeda adalah Peraturan Gubernur 61/2006 tentang pemanfaatan ruang pada kawasan pengendalian ketat skala regional di Jatim. Selain itu juga ada SK Bupati Malang 050/1590/421.202/2007 tentang penertiban izin pemanfaatan ruang di kawasan pengendalian ketat di Malang. Dalam Pergub 61/2006 dan SK bupati tak ada batas waktunya. Jadi, masa berlaku SK gubernur tentang tol itu masih berlaku hingga saat ini.
Secara otomatis, lahan yang ditetapkan dalam SK tak boleh diterbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan alasan apapun. Selain itu, lahan yang ditetapkan dalam SK tak boleh dialihkan dengan alasan apapun.
Dalam SK gubernur tertanggal 14 Agustus dijelaskan daerah-daerah mana saja yang akan dilalui tol sepanjang 38,276 kilometer tersebut. Di Kabupaten Malang, kawasan yang akan dilewati tol sepanjang 20,85 kilometer melewati Kacamatan Lawang, Singosari, dan Pakis.
Di Lawang misalnya, desa-desa yang akan dilalui adalah Bedali, Sidodadi, Lawang, Mulyorejo, dan Sumberporong
Adanya 2 pendapat yang saling bertentangan ini membuat Unit Pelayanan Terpadu Perizinan (UPTP) Kabupaten Malang kebingungan. Apalagi, hingga saat ini UPTP masih belum memegang salinan SK gubernur. Sehingga tak mengetahui lokasi mana saja yang akan dijadikan akses jalan tol. "Kami akan meminta salinan SK Gubernur. Saya tak mau salah dalam mengambil kebijakan," kata Nurmala Sidik, Kapala UPTP Kabupaten Malang.
Saat ini, ucap wanita asal Samarinda, Kaltim itu, UPTP sedang menyelesaikan proses IMB PT. Tri Putra Manunggal. Pengembang perumahan tersebut sedang meggarap rumah sederhana tipe 36 di Sumberporong. "Izin yang diajukan 1.890 unit IMB. Kami berani mengeluarkan IMB karena sudah ada IPPT (izin peruntukkan pengunaan tanah) dan site plan. Tapi, saya tak tahu apakah itu masuk akses lokasi tol atau tidak. Persoalan ini harus dituntaskan," terang Nurmala. (fir/abm)
kenapa ya pembangunan jalan tol malang - gempol lama buanget, pdhl renacananya kan udah lama, kalau sekilas dilihat kayaknya pemda kurang ada upaya, bahkan kayaknya cuma pasif aja... padahal kalau udah jadi pasti efeknya luar biasa...
gussinyo October 29th, 2009, 12:01 PM Sayang banget ya bandaranya masih ditutup...padahal klo jarak juanda-malang lumayan jauh...
iya, harusnya malang itu punya bandara yang besar, kalaupun tidak terlalu besar yg penting bagus gitu loh... gimana nih pemda kok pasif aja, coba minta dana APBN kek...
sbyctzn October 29th, 2009, 02:39 PM @frezzy80:
memangnya terminal Terminal Hamid Rusdi itu ada dimana??
kelas A seperti terminal Arjosari??
wah boleh tuh request fotonya buat forumer malang...
secara habis Rp 59,723 miliar, pengin tau seperti apa terminalnya....
soal jaringan tol di Malang....
memang sayang banget tidak segera direalisasikan...
urgent banget direalisasikan di Malang itu Tol dan Bandara....
hermawan October 30th, 2009, 02:40 AM kenapa ya pembangunan jalan tol malang - gempol lama buanget, pdhl renacananya kan udah lama, kalau sekilas dilihat kayaknya pemda kurang ada upaya, bahkan kayaknya cuma pasif aja... padahal kalau udah jadi pasti efeknya luar biasa...
Sebenarnya persoalan klasik pembangunan di Jatim pada umumnya adalah kurangnya lobby Jatim di pusat, disamping memang pemda di sini juga melempem.
menurutku hal ini karena tidak terlalu banyaknya warga Jatim yang menjadi birokrat sebagai pengambil keputusan di Jakarta. Kalopun ada, bisanya tidak terlalu fanatik membantu daerah asalnya.
RI1 dan R2 aja dari jatim....
Tapi lihat...mana dampaknya bagi Jatim:ohno:adem aye
Pembangunan infrastruktur Jatim coba bandingkan dengan Jabar dan Jateng.....jauuuuh
Freezy89 October 30th, 2009, 07:56 AM ^^
Tempatnya di daerah tlogowaru...
Dulu saya sempat cari2 tempatnya waktu ambil foto2 block office tapi belum ketemu.
Waktu itu saya nggak yakin, jangan2 terminalnya belum dibangun...hehe
Mungkin nanti kalo ke Malang saya sempatkan ambil fotonya... :)
gussinyo October 30th, 2009, 08:33 AM Sebenarnya persoalan klasik pembangunan di Jatim pada umumnya adalah kurangnya lobby Jatim di pusat, disamping memang pemda di sini juga melempem.
menurutku hal ini karena tidak terlalu banyaknya warga Jatim yang menjadi birokrat sebagai pengambil keputusan di Jakarta. Kalopun ada, bisanya tidak terlalu fanatik membantu daerah asalnya.
RI1 dan R2 aja dari jatim....
Tapi lihat...mana dampaknya bagi Jatim:ohno:adem aye
Pembangunan infrastruktur Jatim coba bandingkan dengan Jabar dan Jateng.....jauuuuh
setuju mas, orang jawa pada umumnya yg jadi pejabat udah tidak terlalu fanatik ma daerah asalnya, mungkin karena udah terlalu banyak yg jadi pejabat ya, jadi nggak peduli
beda banget sama orang luar jawa, contohnya Jk tuh, ada efeknya yg besar dia jadi wapres, makassar maju pesat, proyek2 banyak dia bikin disana
contohnya : masak bandara Hasanuddin lebih bagus daripada bandara Juanda,
padahal yg jadi presiden kan orang Jatim, padahal dr segi jumlah penduduk, jumlah penumpang, maupun potensi lainnnya jauh lebih besar Jatim, gimana tuh pak SBY
:cheers:
gussinyo October 30th, 2009, 08:38 AM @frezzy80:
memangnya terminal Terminal Hamid Rusdi itu ada dimana??
kelas A seperti terminal Arjosari??
wah boleh tuh request fotonya buat forumer malang...
secara habis Rp 59,723 miliar, pengin tau seperti apa terminalnya....
soal jaringan tol di Malang....
memang sayang banget tidak segera direalisasikan...
urgent banget direalisasikan di Malang itu Tol dan Bandara....
kenapa ini ya walikota malang kok bikinnya terminal melulu, padahal sudah ada 3 terminal yg cukup besar
ganti yg lain donk, misalnya bangun terminal penumpang bandara Abd Saleh, bisa kan lewat patungan pemda itu dgn bikin BUMD gitu, jgn cuma patungan operasional aja...
efeknya bandara akan sangat besar lho bwt perkembangan kota...
dan jumlah penduduk malang raya itu cukup besar, belum lagi ditambah daerah sekitarnya spt Blitar, Pasuruan, Lumajang yg pasti lebih dekat ke Malang drpd ke Sby..
:ohno:
gussinyo October 30th, 2009, 08:42 AM Tau ah.. pasti ada kepentingan politik dibalik itu....
Aneh saja menurut saya.
lha wong di Surabaya saja ada Rumah Sakit yang lokasinya persis di tengah pemukiman perumahan elit, yaitu RS Mitra Keluarga, RS nya persis mepet dengan perumahan,
dan warga perumahan OK OK saja tidak merasa terganggu baik operasional maupun masalah limbahnya...
malah sekarang warga perumahannya bangga karena dekat dengan RS yang sangat terkenal, bonafit, dapat dipercaya, dan top-top dokternya..
RS Unair saja lokasinya juga sangat mepet dengan pemukiman perumahan, tapi tidak ada penolakan sama sekali dari warga,,,
ayolah warga Malang.... dukung deh.... demi kemajuan perkembangan pembangunan kota Malang..
Capek deh sama orang-orang yang tidak bisa diajak berpikir maju....
biasa, orang kecil yang diperalat
padahal bagus juga kalau rumah sakit dibangun, kan warga dapat lebih banyak alternatif to
gussinyo October 30th, 2009, 08:50 AM Wah, selamat ya Hemawan...posting di atas yang ke-400 lho... :)
Yup, jalinbar n jalintim perlu segera dibangun buwat mencegah kemacetan lebih lanjut. Btw...saya kok merasa kalau di Pertigaan Ahmad Yani-Laksda Adi Sucipto hingga Sabilillah itu perlu dibangun fly over...hehehe...habis macetnya di situ gak ketulungan... Mungkin saya bisa usul ke Pak Peni... :D
Iya, kelihatannya jalan veteran jadi mulai ramai. Di situ sekarang juga ada taman rekreasi tematik...mini water park gitu deh. Tapi ekspansi di daerah Jalan Veteran sulit karena lahan sudah penuh dan di situ banyak lembaga pendidikan. Kalo diurut dari Jl Bandung sampe Jl Veteran....
- SMPK/SMAK Sang Timur
- Kampus D3 Pariwisata Universitas Merdeka Malang
- Kampus Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Malang
- TK BA Restu
- MIN I Malang
- MTSn I Malang
- MAN 3 Malang
- Univesitas Negeri Malang
- SMAN 8 Malang
- SMKN ? Malang (lupa)
- SMPN 4 Malang
- Universitas Brawijaya
- Kantor Dinas Pendidikan Kota Malang
- Bimbel MIEC,Ganesha Operation & Totalwin College
LENGKAP BANGET DEH... Bisa aja lho dari TK sampe kuliah berkutat di kawasan ini terus...wkwkwkwkw.....:D
Kemarin waktu mudik Hermawan lewat Jl Sukarno-Hatta nggak? Menurut saya di situ lebih cocok buat jadi kawasan bisnis baru. Saat ini di situ udah menjamur ruko-ruko dan banyak diisi usaha2 baru ataupun usaha lainnya yang buka cabang di Malang. Lahan kosong juga masih tersedia. Hanya saja ya itu tadi, terlalu dipenuhi ruko. Coba ada paling nggak satu mall kan jadi lebih lumayan... :)
@sbyctzn : Kalau menurutq sih Pak Peni justru membawa banyak perubahan di bidang pembangunan Kota Malang dewasa ini. Tapi ada juga sih yang berpendapat kalo justru merusak keindahan malang...whatever deh...
@Ampelio&MinImaX: Iya juga ya...kenapa harus pake nama "square" semua...sekali2 "circle" atau "triangle" juga boleh...:lol:
Tentang waktu pembangunannnya masih belum jelas. Berita terakhir ttg itu ada di thread ini kok....kalau tidak salah beritanya tentang menunggu ijin atau kajian tentang sesuatu...lupa...setelah itu belum ada berita lagi tentang malang pos square ini....
benar sih pak peni bikin malang jd maju, banyak bangunan
tapi mslhnya ciri khas malang yg dikenal dingin, banyak pohon nggak diperhatikan, jadinya sekarang pohon2 banyak yg hilang
Jl sukarno Hatta sih kulihat udah pelan tapi pasti jadi pusat bisnis, coba liat skrng hampir semua dah jadi ruko, rumah pribadi di pinggir jln dah hampir sedikit
cuma kenapa pemkot kok tidak ada rencana memperlebar jl. ikan tombro menjadi selebar jl sukarno hatta gitu, aku yakin efeknya pasti sangat besar, apalagi kalau bisa sampai tembus daerah karanglo sana...
lebarkan juga jl. sukarno hatta yg searah jl. borobudur itu, udah terlalu sempit, samakan jl sukarno hatta stlh monumen pwst
gussinyo October 30th, 2009, 09:08 AM ^^Iya, tapi masih lama.. semoga saja masih tetap indah.:)
Oya, mungkin ada baiknya kita tunggu proyek-proyek, baik yang masih diawang-awang atau sudah direncanakan tapi belum dibangun dan lain-lain di seluruh wilayah Malang Raya, ini dia daftarnya :
1. Jalan Tol Pandaan - Malang sampai Madyopuro
3. Pelabuhan Sedang Biru
4. Jalan lintas selatan
5. RS UB dan RS UMM
6. Terminal Telogowaru
7. Jalan akses ke Bandara Abdurachman Saleh (1,3 Km - lebar 30 m)
8. Pembangunan Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing
9. Jalan Lintas Barat di Kepanjen (5 km)
10. Jalan Lintas Timur Kabupaten Malang (Dari Lawang - Turen)
11. Kereta Komuter Lawang - Kepanjen
12. Jalan lintas barat (dari Bendungan Sutami ke Dau)
13. Jalan tembus dari Danau Toba ke Jalan Sulfat
14. Pengembangan bandara Abdurahman Saleh
15. Museum Satwa di Batu
16. Vulcano Park di Tumpang
17. Jalan alternatif Malang - Batu
Apa lagi ya.......
Yang nggak ada khabarnya lagi antara lain Araya Plaza II, Malang tower di Alun2:ohno: (ada yang tahu!)
Btw : Kalo boleh usul, menurutku ada beberapa hal yang perlu dibangun atau setidaknya musti ada di Malang Raya (ini impian-impianku terhadap Malang Raya) jika Malang ingin memiliki daya saing lho.
1. Convention Center berskala internasional (setauku disini belum ada - sementara Malang sangat potensial jadi kota tujuan MICE (Meeting, insentive travel, Conference and Exhibition)
2. Hotel berbintang 4 dan 5 (kayanya belum ada juga)
3. Ring road yang melingkari kota dengan lebar 40 - 60 m (mungkin bisa contoh ringroadnya Yogya
4. Sistem transportasi masal (idealnya monorail)
5. Melebarkan beberapa jalan protokol (karena jalan raya2 di Malang umumnya kecil2)
6. Sport center - wilayah stadion gajayana menurutku sudah terlalu sumpek berada di tengah-tengah kota (menurutku idealnya dibangun di daerah Buring yang tanahnya masih luas)
7. Mal-mal papan atas
8. Landmark baru. entah bangunan (seperti twin tower, air mancur atau apapun)
9. Pusat industri berbasis TI (semacam Silicon valley lah)
10. Real estate/perumahan berskala kota (mungkin seluas 1000 - 2000 ha) untuk memudahkan tata kota....sudah ada pondok blimbing ya..
ayo apalagi........
Mungkin ini dulu uneg-unegku, sorry kalo ada yang nggak berkenan:)
SETUJU BANGET PAK, TERUTAMA UNTUK MICE SPT HOTEL, JG BANDARANYA
gussinyo October 30th, 2009, 09:22 AM Era 1980an
1. Malang Plaza
2. Gajahmada Plaza
3. Mitra I Dept Store
4. Mitra II Dept Store
5. Sarinah Plaza
6. Matahari Dept Store Pasar Besar
7. Alun-Alun Mall (Ramayana)
Era 1990an
1. Dieng Plaza
2. Plaza Araya
Era 2005 an
1. Malang Town Square
2. Mall Olimpic Garden
Wah malah lambat:ohno:
Building :
1. Hotel Regent Park 8 fl
2. Kartika Prince 8 fl
3. Rektorat Unibraw 8 fl
4. Kampus UMM ? fl
5. Hotel Santika ? fl
6. University Inn (UMM)
6. Wendit Water Park
7. Universitas Ma Chung
Lain-lain
1. Kota Araya 1000 ha (400 ha developed)
2. Perumnas Sawojajar 400 ha
3. Vila Tidar Indah 40 ha
4. Kampus Unibraw 54 ha
5. Kampus UNM 45 ha
6. Kampus ITN II 40 ha
7. Kampus UIN Batu 40 ha
8. Kampus UMM
9. Kampus Unisma
FOTO2nya mana kawan? kok kurang yg upload foto2 ya, pdhl masih banyak yg belum di upload... tak carikan deh
hermawan October 30th, 2009, 02:42 PM @ gussinyo :
Terima kasih atas semangatnya.......:):):)
Untuk foto2 kontribusiku kecil....
Maklum sudah mulai jarang ke Malang...
Paling2 setahun 1-2 kali...
Ya..untuk jalan Sukarno - Hatta itu memang dulunya sudah di planning diteruskan sampai Karanglo.
bahkan di Map kota Malang sudah digambar (dengan garis putus2)
Mungkin harus ada yang menyampaikan ke Pak Peni
Kalo jalan itu dibangun, (mungkin bisa patungan Pemkot dengan Pemda, karena ada di 2 wilayah) pasti daerah itu akan jauh lebih berkembang. Potensinya besar.
Dan keuntungannya pasti milik kedua Pemda
hermawan October 31st, 2009, 08:52 AM BWS Pasrah, Akui Tak Berizin
Penolakan Warga Soal Pemanfaatan ABT oleh Museum Satwa
BATU - PT Bunga Wangsa Sejati (BWS) pelaksana pembangunan Museum Satwa dan Taman Satwa akhirnya pasrah ke pemkot terkait penolakan dan tuntutan penutupan pengambilan air bawah tanah (ABT). Manajemen BWS mengembalikan persoalan ABT tersebut kepada pemerintah selaku pemegang kebijakan. "Kami pasrah dan mengembalikan ke pemkot untuk persoalan ABT," kata Titik S Ariyanto, humas PT BWS, siang kemarin.
Seperti diberitakan, penolakan dan desakan penutupan pengambilan ABT oleh Museum Satwa kian menguat. Bahkan, masyarakat juga men-deadline Pemkot Batu untuk menutup pengambilan air tersebut selama 2x24 jam. Jika Pemkot Batu tak melakukan penutupan pengambilan tersebut, warga mengancam akan menutup paksa pemanfaatan air pada pembangunan wisata pengembangan Jatim Park tersebut.
Titik mengatakan tidak bisa langsung menghentikan pengambilan air tersebut. Karena, kalau dihentikan, manajemen juga akan kebingungan dengan 400 pekerja yang membantu pelaksanaan pembangunan.
Ia mengakui bahwa pengambilan ABT yang saat ini dilakukan belum mengantongi izin. Namun, perizinan pengambilan air tersebut masih dalam proses. Dia juga juga meluruskan, BWS tidak melakukan pengeboran tiga unit. Akan tetapi, baru melakukannya satu unit. Satu unit itupun tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pengeboran itu dilakukan sedalam 180 meter. Air yang didapat juga hanya 2 liter per detik. "Jumlah ini sebenarnya tidak mencukupi awal pendirian proyek. Makanya, sering ada keluar masuk mobil tangki air ke lokasi," kata marketing manager Jatim Park ini.
Dia lantas menegaskan pembangunan museum satwa itu sangat dibutuhkan. Bukan hanya oleh warga sekitar, dan Kota Batu, tapi, juga oleh Jawa Timur. Terlebih lagi, Kota Batu juga sudah memproklamirkan diri menjadi Kota Wisata. Keberadaan objek wisata itu memberikan peluang pekerjaan, peningkatan perekonomian, melestarikan lingkungan dan banyak lagi sisi positifnya.
Dia lantas mengingatkan, lahan yang dipakai museum satwa dan taman satwa seluas 14 hektare itu merupakan lahan kering. Nantinya, 60 persennya akan dijadikan lahan RTH (ruang terbuka hijau). Ada 6.000 sampai 7.000 pohon yang akan ditanam untuk penghijauan.
Dari luasan itu, hanya 1,5 hektare yang digunakan untuk bangunan fisik, museum satwa, mini zoo dan losmen. Dan, 2,5 hektare untuk areal parkir, itu pun dipaving dengan dikelilingi pepohonan untuk bisa menyerap air.
Terpisah, Murtoyo, kabid Energi Dinas Pengairan dan Bina Marga Pemkot Batu mengakui hingga belum pernah memproses pengajuan pengambilan ABT dari PT Bunga Wangsa Sejati untuk pembangunan Museum Satwa. Bahkan, izin pengajuan pengambilan ABT tersebut juga belum diterima. Dia lantas menjelaskan, untuk pengambilan ABT, harus melalui Dinas Pengairan dan Bina Marga untuk selanjutnya diajukan ke Pemprov Jatim. Pengajuan yang dia terima adalah sample air, dengan persetujuan dari kelurahan dan kecamatan.
Disinggung tindakan yang bakal dilakukan, Murtoyo mengatakan tidak memiliki kewenangan memberikan tindakan. "Itu bukan wewenang kita. Dalam hal iuni langsung saja kepada kepala dinas," kata dia. (yak/lia)
Yang begini2 biasanya ulah preman2 lokal :ohno::ohno:
Padahal kalo sudah jadi..banyak positifnya bukan hanya untuk pemda, tapi juga masyarakat setempat
sbyctzn October 31st, 2009, 02:45 PM bah... lagi lagi penolakan warga...
heran saya...
sbyctzn October 31st, 2009, 03:07 PM Sebenarnya persoalan klasik pembangunan di Jatim pada umumnya adalah kurangnya lobby Jatim di pusat, disamping memang pemda di sini juga melempem.
menurutku hal ini karena tidak terlalu banyaknya warga Jatim yang menjadi birokrat sebagai pengambil keputusan di Jakarta. Kalopun ada, bisanya tidak terlalu fanatik membantu daerah asalnya.
RI1 dan R2 aja dari jatim....
Tapi lihat...mana dampaknya bagi Jatim:ohno:adem aye
Pembangunan infrastruktur Jatim coba bandingkan dengan Jabar dan Jateng.....jauuuuh
Tapi untunglah Jatim bisa maju secara mandiri...
tidak bergantung amat dengan APBN saja sudah lumayan maju infrastrukturnya...
lagipula Jatim menyumbang sangat besar untuk APBN,
biar daerah lain dulu aja yang nyerap...
asal daerah yang memang membutuhkan seperti di luar Jawa, terutama Indonesia Timur, seperti Sulawesi, maluku, Nusa Tenggara dan Papua
Yang paling menyebalkan itu, APBN masih saja berkutat di sekitar Jakarta...
makanya orang pada kesana semua,
coba deh kalau pemerintah pusat itu bisa lebih bijak mengenai prioritas pembangunannya...
sementara itu di daerah lain saya lihat pembangunannya banyak yang mandiri, seperti Balikpapan, Makassar, dll
setuju mas, orang jawa pada umumnya yg jadi pejabat udah tidak terlalu fanatik ma daerah asalnya, mungkin karena udah terlalu banyak yg jadi pejabat ya, jadi nggak peduli
beda banget sama orang luar jawa, contohnya Jk tuh, ada efeknya yg besar dia jadi wapres, makassar maju pesat, proyek2 banyak dia bikin disana
contohnya : masak bandara Hasanuddin lebih bagus daripada bandara Juanda,
padahal yg jadi presiden kan orang Jatim, padahal dr segi jumlah penduduk, jumlah penumpang, maupun potensi lainnnya jauh lebih besar Jatim, gimana tuh pak SBY
:cheers:
Wah sory rekan gussinyo, saya agak kurang enak dengan forumer dari Makassar kalau mengira Makassar maju karena Pak JK, jadi lebih baik netral saja deh.. nanti daripada panjang ceritanya...
Soalnya Makassar juga maju bukan karena Pak JK saja...
Soal desain Bandara itu sih selera tiap daerah dong,
Orang Jatim, terutama pejabat Jatim masih suka cenderung ke desain tradisional, makanya desain Bandaranya tradisional banget....
Tapi gpp lah menurut saya...
yang penting kan layanannya...
lagipula Juanda kan juga cukup besar... dan kalau boleh dibilang kalau nanti semua Bandara desainnya modern, mana di kemudian hari yang akan jadi identitas negara kita???
orang luar negeri kalau datang ke Indonesia pasti sudah biasa kalau melihat bandara yang desainnya modern, nah paling tidak ada di negeri kita ini yang masih membawa identitas kebudayaan kita...
kalau bersaing paling modern, wah pasti kita kalah..
mending buat desain yang tetap mempertahankan identitas budaya kita...
masih kompak sama Bandara Soetta desainnya..
tradisional bgt
-
kenapa ini ya walikota malang kok bikinnya terminal melulu, padahal sudah ada 3 terminal yg cukup besar
ganti yg lain donk, misalnya bangun terminal penumpang bandara Abd Saleh, bisa kan lewat patungan pemda itu dgn bikin BUMD gitu, jgn cuma patungan operasional aja...
efeknya bandara akan sangat besar lho bwt perkembangan kota...
dan jumlah penduduk malang raya itu cukup besar, belum lagi ditambah daerah sekitarnya spt Blitar, Pasuruan, Lumajang yg pasti lebih dekat ke Malang drpd ke Sby..
:ohno:
yup betul....
Malang urgent banget membangun Bandara,
yah kecil tidak apa-apa lah....
sekelas Bandara Adi Soemarmo Solo
tidak usah besar-besar... yang penting kelas internasional..
Btw terminal bus di Malang itu yang kelas A apa aja ya????
Arjosari???
Terminal Telogowaru juga kelas A kah????
saya jadi penasaran dengan terminal Telogowaru..
dexa November 1st, 2009, 03:50 AM BWS Pasrah, Akui Tak Berizin
Penolakan Warga Soal Pemanfaatan ABT oleh Museum Satwa
BATU - PT Bunga Wangsa Sejati (BWS) pelaksana pembangunan Museum Satwa dan Taman Satwa akhirnya pasrah ke pemkot terkait penolakan dan tuntutan penutupan pengambilan air bawah tanah (ABT). Manajemen BWS mengembalikan persoalan ABT tersebut kepada pemerintah selaku pemegang kebijakan. "Kami pasrah dan mengembalikan ke pemkot untuk persoalan ABT," kata Titik S Ariyanto, humas PT BWS, siang kemarin.
Seperti diberitakan, penolakan dan desakan penutupan pengambilan ABT oleh Museum Satwa kian menguat. Bahkan, masyarakat juga men-deadline Pemkot Batu untuk menutup pengambilan air tersebut selama 2x24 jam. Jika Pemkot Batu tak melakukan penutupan pengambilan tersebut, warga mengancam akan menutup paksa pemanfaatan air pada pembangunan wisata pengembangan Jatim Park tersebut.
Titik mengatakan tidak bisa langsung menghentikan pengambilan air tersebut. Karena, kalau dihentikan, manajemen juga akan kebingungan dengan 400 pekerja yang membantu pelaksanaan pembangunan.
Ia mengakui bahwa pengambilan ABT yang saat ini dilakukan belum mengantongi izin. Namun, perizinan pengambilan air tersebut masih dalam proses. Dia juga juga meluruskan, BWS tidak melakukan pengeboran tiga unit. Akan tetapi, baru melakukannya satu unit. Satu unit itupun tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pengeboran itu dilakukan sedalam 180 meter. Air yang didapat juga hanya 2 liter per detik. "Jumlah ini sebenarnya tidak mencukupi awal pendirian proyek. Makanya, sering ada keluar masuk mobil tangki air ke lokasi," kata marketing manager Jatim Park ini.
Dia lantas menegaskan pembangunan museum satwa itu sangat dibutuhkan. Bukan hanya oleh warga sekitar, dan Kota Batu, tapi, juga oleh Jawa Timur. Terlebih lagi, Kota Batu juga sudah memproklamirkan diri menjadi Kota Wisata. Keberadaan objek wisata itu memberikan peluang pekerjaan, peningkatan perekonomian, melestarikan lingkungan dan banyak lagi sisi positifnya.
Dia lantas mengingatkan, lahan yang dipakai museum satwa dan taman satwa seluas 14 hektare itu merupakan lahan kering. Nantinya, 60 persennya akan dijadikan lahan RTH (ruang terbuka hijau). Ada 6.000 sampai 7.000 pohon yang akan ditanam untuk penghijauan.
Dari luasan itu, hanya 1,5 hektare yang digunakan untuk bangunan fisik, museum satwa, mini zoo dan losmen. Dan, 2,5 hektare untuk areal parkir, itu pun dipaving dengan dikelilingi pepohonan untuk bisa menyerap air.
Terpisah, Murtoyo, kabid Energi Dinas Pengairan dan Bina Marga Pemkot Batu mengakui hingga belum pernah memproses pengajuan pengambilan ABT dari PT Bunga Wangsa Sejati untuk pembangunan Museum Satwa. Bahkan, izin pengajuan pengambilan ABT tersebut juga belum diterima. Dia lantas menjelaskan, untuk pengambilan ABT, harus melalui Dinas Pengairan dan Bina Marga untuk selanjutnya diajukan ke Pemprov Jatim. Pengajuan yang dia terima adalah sample air, dengan persetujuan dari kelurahan dan kecamatan.
Disinggung tindakan yang bakal dilakukan, Murtoyo mengatakan tidak memiliki kewenangan memberikan tindakan. "Itu bukan wewenang kita. Dalam hal iuni langsung saja kepada kepala dinas," kata dia. (yak/lia)
Yang begini2 biasanya ulah preman2 lokal :ohno::ohno:
Padahal kalo sudah jadi..banyak positifnya bukan hanya untuk pemda, tapi juga masyarakat setempat
BMZ Janjikan Penghijauan, Siap Tutup ABT, Asal Ada PDAM
BATU Penolakan warga Desa Sisir, Batu terhadap galian Air Bawah Tanah (ABT) di proyek Batu Mini Zoo (BMZ) belum berujung solusi. PT Sasri Utami, perusahaan yang menaungi BMZ meminta warga memahami bahwa BMZ juga bermisi penghijauan.
Humas PT Sasri Utami, Titik Sunariyati, mengatakan keresahan warga akan pembangunan satu titik ABT hingga isu perusakan lingkungan sebenarnya tidak berasalan. BMZ bukan sekadar mengeksploitasi kawasan. Dengan luas lahan sekitar 14 hektar, hanya 1,5 hektare yang terbangun. Sekitar 60 persen luasannya juga akan ditanami pepohonan.
“Tak sekadar pepohonan, kami akan menanam jenis pohon yang langka di Indonesia. Jadi BMZ tempat wisata sekaligus koservasi alam,” ujar Titik, Jumat (30/10).
Titik yang juga Manager Marketing Jatim Park Batu itu menegaskan, BMZ tidak bermaksud mengeksplotasi air, tapi justru akan menambah debit ABT. Yakni, lewat akar pepohonan yang akan menyimpan air lebih banyak, dan menggunakan perkerasan paving untuk mempermudah penyerapan air.
“Sekarang lokasi pembangunan BMZ memang masih sangat gersang, bahkan untuk mendapatkan ABT kami harus menggali sepanjang 180 meter dari permukaan tanah. Dan itu pun debit airnya hanya 2 liter per detik,” ungkapnya.
Soal keinginan warga agar PT Sasri Utami menutup ABT, Titik menyatakan pihaknya siap menutup kapan saja. Hanya saja, sumber air dari PDAM yang menjadi alternatif ternyata belum siap memenuhi kebutuhan pembangunan hingga akhir tahun 2009.
“PDAM memang menyatakan sanggup, tetapi bukan tahun ini melainkan 2010 mendatang,” jelasnya.
Pendiri Forum Kajian Air dan Lingkungan Menuju Selaras Alam (Fokal Mesra), Parno Muttaqin, mengaku tak percaya sepenuhnya terhadap pihak pengelola. Apalagi sejak awal, banyak proses perizinan hingga pembangunan ABT yang dinilai janggal mengingat Pemkot Batu terlalu memihak pengusaha. “Kami akan tetap maju agar kondisi alam tak semakin memburuk dan warga tak selalu dibodohi,” tandasnya.st11
:nuts:
dexa November 1st, 2009, 04:07 AM Nih tak tambahi!!!
[ Sabtu, 24 Oktober 2009 ]
Perbaikan Rampung
Dishub Jatim Kirim Surat Minta Dioperasionalkannya Bandara
MALANG - Sebanyak 20 titik di landasan Bandara Abdulrachman Saleh yang mengalami kerusakan berat akhirnya selesai diperbaiki. Kemarin, Dinas Perhubungan dan Angkutan Jalan Raya Provinsi Jatim telah mengirimkan surat permohonan operasional bandara ke Departemen Perhubungan (Dephub).
Perbaikan yang dilakukan sejak Sabtu (17/10) lalu sudah selesai pada pagi kemarin. Semua hasil pembenahan kerusakan landasan pacu sudah dilaporkan kepada Dirjen Hubungan Udara Dephub. "Laporan pekerjaan sudah dikirimkan kepada Dirjen Perhubungan Udara melalui E-mail dan faks," kata Didik Sudiwinarto, kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan dan Angkutan Jalan Raya Provinsi Jatim, kemarin.
Pada intinya, terang dia, perbaikan landasan sudah dilakukan sesuai dengan petunjuk tim verifikasi dari Dirjen Perhubungan Udara, yakni pada 20 titik. Meski rekomendasi tim verifikasi hanya 20 titik yang harus diperbaiki, namun dishub provinsi juga berinisiatif memperbaiki dua titik lainnya. Total yang diperbaiki sebanyak 22 titik.
Setelah landasan pacu diperbaiki dengan di bawah kontrol langsung tim verifikasi, dishub provinsi juga mengambil langkah cepat dengan mengajukan permohonan izin penerbangan sipil. Permohonan itu diajukan ke Dirjen Hubungan Udara Dephub. "Tadi (kemarin), surat permohonan penerbangan sipil langsung kami ajukan. Saya harap surat kami segera ditindaklanjuti," tambah Didik.
Biasanya, papar dia, sebelum diputuskan boleh atau tidaknya penerbangan sipil dioperasikan kembali, Dirjen Perhubungan Udara akan mengirim tim verifikasi lagi. Tim ini nantinya merekomendasikan apakah landasan pacu sudah laik untuk digunakan penerbangan sipil atau belum. "Mekanisme itu harus dilewati demi untuk keselamatan semua pihak," katanya.
Seperti diketahui, bandara terpaksa ditutup untuk penerbangan sipil akibat ditemukannya kerusakan pada Kamis ( 8/10) lalu. Sehingga penerbangan sipil dihentikan sementara. Saat itu juga kerusakan landasan pacu diperbaiki. Keesokannya penerbangan sipil bisa beroperasi lagi.
Namun, pada Jumat (10/10) landasan kembali ditutup atas perintah Dirjen Perhubungan Udara Dephub. Temuan di lapangan, ada 133 titik kerusakan dengan berbagai macam kategori. Sebanyak 20 titik di antaranya rusak parah dan menjadi prioritas perbaikan. Akibatnya, tiga maskapai yang selama ini menggunakan bandara juga menutup pelayanannya. Ketiga maskapai yang melayani Malang-Jakarta PP tersebut adalah Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Batavia Air.
Sementara itu, Kadisops Lanud Abdulrachman Saleh Kolonel Pnb Eko Dono Indarto mengatakan bahwa meski kerusakan terparah sudah diperbaiki, bukan berarti landasan bisa langsung digunakan. Karena, hasil perbaikan itu harus dilaporkan ke Dirjen Perhubungan Udara, selaku pihak yang memberikan izin operasional penerbangan sipil di bandara milik TNI AU ini. "Setelah laporan hasil kerja dipelajari dan ditindaklanjuti dengan melakukan sidak ke lapangan, maka Dirjen Perhubungan Udara baru akan memberikan jawaban,'' katanya saat ditemui usai Salat Jumat di lanud, kemarin.
Ditambahkan, dengan terselesaikannya kerusakan berat tersebut, maka masih ada 113 kerusakan dengan skala kecil yang belum diperbaiki. Kerusakan yang tersisa di antaranya retakan pada aspal serta retak rambut. Meski begitu, Eko menilai sisa kerusakan yang belum diperbaiki tidak bisa dianggap enteng, karena bisa berpotensi menjadi kerusakan besar dan berakibat ditutupnya kembali landasan. "Keretakan rambut itu awalnya tidak kelihatan. Awalnya memang tidak terlihat parah. Namun, jika air masuk ke dalam retakan bisa berakibat fatal,'' ujar Eko.
Air yang berada di bawah aspal landasan jika terkena sinar matahari akan memuai dan mendorong permukaan aspal. Selanjutnya landasan tidak rata dan berpotensi bisa berlubang seperti yang sudah ada sekarang. "Kami menyarankan agar perbaikan bisa dilakukan secara total. Sehingga operasional bandara tidak lagi buka tutup seperti selama ini," terangnya.
Ditambahkan, kerusakan landasan pacu adalah tanggung jawab bersama. Sehingga semua pihak harus sinergi untuk memperbaikinya. "Baik pemerintah, pelaku usaha yang menjadikan bandara ini sebagai ladang mencari untung atau mungkin juga masyarakat yang hatinya memang tergerak untuk ikut serta dalam proses perbaikan,'' tambahnya.
Bagi lanud, kerusakan landasan seperti sekarang tidak berpengaruh bagi penerbangan pesawat militer milik TNI AU. "Untuk pesawat hercules yang kami miliki, lepas landas atau mendarat di lapangan berumput pun tidak masalah,'' katanya. Namun untuk pesawat sipil, jelas tidak mungkin dilakukan.
Kebut Jalan Tembus
Sementara itu, Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya Provinsi Jatim juga mengebut penggarapan jalan tembus menuju ke Bandara Udara Abdulrachman Saleh. "Diharapkan pada tahun ini masyarakat sipil yang akan menggunakan jasa penerbangan sipil tak lagi melewati tanah TNI AU," kata Didik Sudiwinarto, kepala Bidang Perhubungan Udara Dinas Perhubungan dan Angkutan Jalan Raya Provinsi Jatim.
Untuk tahap pertama, ungkapnya, lebar jalan yang digarap adalah 10 meter. Lebar jalan itu terdiri dari median tiga meter. Sedangkan lebar masing-masing lajur adalah 3,5 meter. "Pembangunan jalan tembus akan digarap dalam beberapa tahap. Tergantung pada ketersediaan dana," tambah Didik.
Menurut dia, untuk pembangunan fisik jalan, anggaran sepenuhnya ditanggung pemprov. Sedangkan untuk penyediaan tanah, biaya pembelian tanah ditanggung Pemkab Malang. Pemkab Malang telah menyiapkan jalan sepanjang 1,3 kilometer. Letak jalan masuk ke bandara itu berada sekitar 100 meter sebelah selatan pos penjagaan lanud.
"Dengan adanya jalan sipil, maka pengguna jasa lanud tak akan lagi mengalami problem dengan ribetnya prosedur masuk kawasan militer," terangnya.
Selama ini pengguna jasa penerbangan harus melewati pemeriksaan di pos penjagaan militer. Namun, bila jalan sipil yang dibangun pemprov dan pemkab selesai, maka prosedur pemeriksaan yang memakan waktu tersebut tak akan lagi terjadi. Sebab, jalan yang dilalui masyarakat merupakan jalan sipil murni yang tak masuk kawasan militer.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkab Malang Soefianto menjelaskan, lahan tanah yang sudah dibebaskan itu akan segera diaspal. Sehingga bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Saat ini, kondisi tanah yang dibebaskan untuk jalan sebagian besar masih berupa areal persawahan dan perkebunan.
Tak hanya jalan, rencananya pemprov juga akan mengucurkan dana untuk pembuatan pagar di sekitar areal jalan masuk ke bandara. "Pemprov juga akan segera membenahi perbaikan terminal di bandara yang dianggap sudah terlalu sempit," ucap Soefianto. Saat ini terminal yang total luasnya sekitar 300 meter per segi dianggap sudah tak layak. Sebab, saat ini dalam seharinya sudah melayani 5 penerbangan. Selain jalan tembus, pemkab juga menggenjot perbaikan jalan masuk ke bandara. Diharapkan pengerjaan ini selesai sebelum bandara dioperasikan. (fir/mas/ziz)
Pembukaan Abd Saleh Belum Jelas, 11 Lubang Masih Mengancam
MALANG Keinginan banyak pihak agar Bandara Abd Saleh segera dibuka untuk penerbangan sipil komersial agaknya masih jauh dari kenyataan. Meski 22 lubang telah ditambal ternyata belum cukup membuat landas pacu aman untuk pesawat komersial.
Menurut Teguh Pramono, Kepala Sie Verifikasi Prasarana Bandara Udara Ditjen Perhubungan Udara, Departemen Perhubungan, masih ada 11 titik kerusakan yang harus ditambal agar tidak membahayakan penerbangan. “Masih ada 11 titik kerusakan, dengan posisi berada di tengah landasan yang sangat berbahaya bagi roda pesawat,” kata Teguh, usai meninjau lokasi perbaikan Abd Saleh.
Totok menjelaskan, kerusakan 11 titik ini sangat beragam, dari retak-retak, bumpy (bergelombang) hingga berlubang dengan ukuran beragam. ”Panjang kerusakan ada yang tiga meter hingga lima meter. Dan semuanya mempunyai spesifikasi perbaikan yang beragam,”
Meski begitu, tim verifikasi memuji hasil penambalan landas pacu yang dilakukan Dishub dan Abd Saleh. Namun soal kapan perbaikan 11 titik itu, mereka belum bisa menentukan, termasuk kapan bandara dibuka. “Apakah nantinya penerbangan tetap dibuka dan baru malam hari diperbaiki atau tetap ditutup untuk perbaikan masih akan dirapatkan,” sambung Joko Priono, anggota tim verifikasi.
Mengenai pembiayaan perbaikan landasan pacu, Didik Sudiwinarto, Kabid Perhubungan Udara, Dishub Jawa Timur mengatakan beban akan ditanggung bersama oleh Pemerintah Provinsi Jatim, dan tiga pemerintah Malang Raya. Sementara untuk perbaikan total atau overlay landasan pacu baru akan dilakukan 2010 dengan menggunakan dana APBN.
Sementara itu, Kadishubkominfo Kabupaten Malang, Soefiyanto berharap kedatangan tim verifikasi dari Ditjen Perhubungan Udara bisa segera mengoperasionalkan kembali Bandara Abd Saleh. Ia berharap penghentian penerbangan sipil yang sudah berlangsung 20 hari itu tidak berlanjut. ”Sebab selama pengerjaan penambalan di 22 titik kan sudah dalam pendampingan tim teknis Ditjen Perhubungan Udara,”
Harapan segera dibukanya kembali Abd Saleh disampaikan General Manager Hotel Sahid Montana Slamet Raharjo. Menurutnya dampak penutupan bandara itu harus segera dihentikan. “Kami sudah mengalami penurunan tingkat okupansi hingga 20 persen sejak bandara ditutup,
:ohno::ohno::ohno:
Freezy89 November 1st, 2009, 03:46 PM Akhirnya ada kabar lanjutan ttg renovasi pasar Blimbing & Dinoyo...
Konsep Tak Jelas, Tender Sudah Siap
Dua Pasar Senilai Rp 500 M dan Rp 600 M
MALANG - Proses renovasi Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo menjadi pasar modern terus dimatangkan. Pemkot Malang memastikan sebelum akhir tahun proses tender sudah dilakukan. Begitu pemenang tender terpilih, perombakan dua pasar tersebut langsung dilakukan.
Kadis Pasar Pemkot Malang J. Hartono membeberkan, saat ini pembentukan tim yang beranggotakan lintas SKPD (satuan kerja perangkat daerah) sedang dibentuk. ''Begitu tim terbentuk, langsung action. Karena tender harus dilakukan tahun 2009 ini," kata Hartono, kemarin.
Keharusan tender tahun 2009 tersebut karena anggaran tender renovasi Pasar Blimbing dan Dinoyo dilakukan di tahun ini. Bahkan ada beberapa pos anggaran untuk proyek tersebut. Yakni, review design Pasar Blimbing dan Dinoyo sekaligus oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebesar Rp 150 juta. Sehingga untuk review pembangunan fisik dua pasar tersebut sesuai rencana masing-masing, yakni Rp 75 juta. Selain itu, pos dinas pasar juga dianggarkan Rp 135 juta untuk proses persiapan pembangunan. ''Detailnya seperti apa, saya kurang tahu. Karena dinas pasar hanya pemakai. Leading sector-nya tetap di bappeko," terang Hartono.
Selama renovasi berlangsung Hartono mengaku belum mengetahui teknis mengatasi para pedagang. Karena ada dua skenario yang akan dilakukan. Yakni, relokasi sementara pedagang dan kedua pembangunan separo-separo. Dengan begitu, aktivitas perdagangan tidak terganggu. ''Teknis mana yang akan dipilih, saya juga tidak tahu. Terserah investornya nanti bagaimana," kata dia.
Yang jelas, lanjut Hartono, Dinas Pasar akan menghandel sosialisasi renovasi tersebut pada seluruh pedagang. Karena di dua pasar itu jumlah pedagang sangat banyak dan terbagi dalam tiga shift. Yaitu pedagang pagi, sore, dan malam.
Sebelumnya, Wali Kota Peni Suparto mengatakan bahwa saat ini telah ada lima investor yang melakukan presentasi pada pemkot. Kelima investor itu dari Jakarta, Surabaya, Solo, dan Malang. Sedang satu investor lagi dalam tahap penjajagan. ''Nilai investasi dari dua proyek itu Rp 500 miliar sampai Rp 600 miliar dengan konsep satu paket," jelas Peni.
Gambaran umum, dua pasar itu tetap dijadikan pasar tradisional dengan sistem manajemen pasar modern. Bahkan, akan ada lokalisasi jenis dagangan sehingga lebih tertata dan bersih. Selain itu, sistem drainase dan sanitasi bakal ditata lebih baik agar aliran air dari sampah tidak macet. ''Untuk pedagang lama gratis. Ini sudah kami sosialisasikan pada paguyuban masing-masing pasar," ungkapnya. (nen/war)
@Dexa: Wah,baru gabung ya? Menetap di Malang? Bisa bantuin update foto proyek2 yang ada di Malang nih....:)
hermawan November 2nd, 2009, 02:22 AM ^^Wah ada teman baru nih....trims ya...mari kita "makmur"kan thread Malang ini:).
Kalo nggak bisa gambar...sekedar opini, pengetahuan perkembangan tentang Malangpun nggak papa. Seperti saya he....he....he...
Yang penting thread ini jangan sampai vacum....walaupun kecil, tapi image Malang dipertaruhkan
Ayo kita tingkatkan citra Malang menjadi semakin positif....
Saya sudah lama meninggalkan Malang dan hanya 1-2 kali setahun pulang ke Malang.
Tapi jangan tanya hati saya. 100% Arema.
dan melalui forum ini...kita buktikan bahwa berbicara Malang bukan cuma urusan sepakbola saja...
tapi masih banyak prestasi dan kebanggan lain......yang mungkin orang lain belum tahu tentang Malang
sbyctzn November 2nd, 2009, 05:23 AM ^^
tul hermawan,,,
Malang tidak sekedar bumi sepakbola...
dan juga tidak sekedar bumi pariwisata alam
tapi lebih dari sekedar itu..
masih banyak dari malang yang belum terexplorasi....
disinilah kita ungkap...
ayo....
kita ramaikan forum malang ini....
selamat bergabung dexa...
keep update and posting... utamanya foto-foto
gophar November 2nd, 2009, 05:53 PM Perkenalkan, saya member baru disini, mau iku menyumbang info2 pembangunan tentang Malang, kebetulan rumah saya di daerah sukarno hatta, yang sekarang lagi berkembang dengan pesat. insya allah nanti saya kasih foto2 terbarunya.
berikut info tentang Sukarno Hatta Apartement, yang sekarang sudah dalam tahap pembangunan, lokasi sudah di pagar seng keliling, persis di sebelah jembatan sukarno hatta, di depan polinema (poltek negri malang)
http://br4.net/img/Apartemen-Malang2.jpg (http://www.br4.net/img/Apartemen_Malang.jpg)
http://br4.net/img/Apartemen-Malang1.jpg (http://br4.net/img/Apartemen_Malang_2.jpg)
hermawan November 3rd, 2009, 02:41 AM ^^
Selamat bergabung Ghopar....
Wah senang sekali ada arek Malang yang gabung di sini....
Ditunggu up date2nya ya....
Wah...apalagi rumahnya strategis...Sukarno Hatta... bisa ambil banyak pics nih
Oya...lokasi apartemen Sukarno Hatta itu apa dilokasi pabrik es ya? Thx
gophar November 3rd, 2009, 04:08 AM bukan di pabrik es, tapi di sebrang sungai atau sisi utara pabrik es.
lokasinya mepet sungai, pas sebelah jembatan sukarno hatta (lihat gambar)
ntar sore insya allah aku foto foto.
^^
Selamat bergabung Ghopar....
Wah senang sekali ada arek Malang yang gabung di sini....
Ditunggu up date2nya ya....
Wah...apalagi rumahnya strategis...Sukarno Hatta... bisa ambil banyak pics nih
Oya...lokasi apartemen Sukarno Hatta itu apa dilokasi pabrik es ya? Thx
gussinyo November 3rd, 2009, 07:52 AM bukan di pabrik es, tapi di sebrang sungai atau sisi utara pabrik es.
lokasinya mepet sungai, pas sebelah jembatan sukarno hatta (lihat gambar)
ntar sore insya allah aku foto foto.
wah bagus tuh, akhirnya malang punya apartemen :banana:
apa namanya? harganya?
tapi sayangnya kok ngambil lokasi di pinggir sungai ya, apa nggak bahaya tuh
coba beli lahan dekat permata jingga atau di dekat mon pesawat pasti keren
sbyctzn November 3rd, 2009, 09:06 AM walah walah... akhirnya Malang akan punya apatemen beneran...
weh sudah mau konstruksi lagiii...
sip sip...
welcome Gophar....
kita terus mendukungmu buat update kota Malang....
selama ini yang aktif di forum kota Malang tidak lebih dari 3... itu yang asli dari kota malang...
yang lain seperti saya bukan asli Malang tapi terus update kota tercinta Malang....
OK Ker!!! keep update dan keep posting,
ayas selalu mendukung!!!
dexa November 5th, 2009, 03:59 AM ^^
Waduh bener juga nih malang akhirnya punya Apartemen langsung dua lagi... di belakangnya MATOS sama di SOETA....
Malang Makin maju Terus :banana:
hermawan November 5th, 2009, 07:42 AM ^^Apartemen di Jl. Veteran (sebelah Matos) berlantai 9
Kalo Sukarno Hatta Apartemen ini berapa lantai?
gophar November 5th, 2009, 08:31 AM Di sebelah Kiri ruko ini dibangun RSUB
http://www.br4.net/img/malang/1.jpg
RSUB
http://www.br4.net/img/malang/2.jpg
RSUB
http://www.br4.net/img/malang/3.jpg
Poltek Negeri
http://www.br4.net/img/malang/4.jpg
Bangunan Baru Poltek Negeri
http://www.br4.net/img/malang/5.jpg
Universitas Brawijaya di lihat dari Jl. Sukarno Hatta
http://www.br4.net/img/malang/6.jpg
Yang ada pager seng ijo, itu proyek apartemen Sukarno Hatta
http://www.br4.net/img/malang/7.jpg
Jembatan Sukarno Hatta
http://www.br4.net/img/malang/8.jpg
dexa November 5th, 2009, 09:06 AM ^^
^^Apartemen di Jl. Veteran (sebelah Matos) berlantai 9
Kalo Sukarno Hatta Apartemen ini berapa lantai?
katanya sih kaloo Sukarno Hatta Apartemen itu ada 15 lantai....
@Dexa: Wah,baru gabung ya? Menetap di Malang? Bisa bantuin update foto proyek2 yang ada di Malang nih....:)
Iya nie baru gabung, mohon bimbingannya :bow:
aku menetap di malang kota,n oke i will try to keep update new photo :nocrook:
Freezy89 November 5th, 2009, 01:12 PM Good news....:cheers::cheers::cheers:
Pesawat Sipil Bisa Terbang Lagi
Rekomendasi Kelayakan Lanud oleh Dirjen Hubud Turun
MALANG - Penerbangan sipil tidak lama lagi bisa kembali beroperasi di Lapangan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh. Kemarin, direktur jenderal perhubungan udara Departemen Perhubungan (dirjen hubud Dephub) telah mengeluarkan rekomendasi bahwa penerbangan sipil bisa dioperasionalkan.
Hanya, dalam rekomendasi dirjen perhubungan udara, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar penerbangan sipil bisa dioperasionalkan. "Tadi (kemarin) rekomendasi dirjen sudah turun. Intinya, penerbangan sipil bisa beroperasi dengan beberapa catatan," kata Soefianto, kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Malang.
Setidaknya ada empat catatan yang dikeluarkan dirjen. Dua di antaranya berupa catatan administrasi. Yakni pembuatan struktur organisasi di lanud dan segera melakukan koordinasi.
Sedangkan dua catatan lainnya berupa syarat fisik yang mutlak dipenuhi. Pertama, dirjen mensyaratkan agar landasan pacu yang mengalami retak rambut harus diperbaiki total dalam waktu tiga bulan. Perbaikan landasan pacu bisa dilakukan malam hari, saat landasan tak digunakan. Namun, dengan kondisi saat ini pun, pesawat sudah bisa terbang di lanud.
Berdasarkan temuan tim verifikasi dirjen perhubungan udara, setidaknya ditemukan 133 titik di landasan pacu yang rusak. Akibatnya, sejak 10 Oktober lalu, lanud diliburkan dari penerbangan sipil sehingga tiga maskapai -Sriwijaya Air, Batavia Air, dan Garuda Indonesia- yang melayani penerbangan sipil Malang-Jakarta PP harus menghentikan operasi. Berdasarkan catatan dirjen, yang perlu mendapatkan perbaikan segera adalah 20 titik.
Pada 17 Oktober lalu, perbaikan landasan pacu sudah dilakukan tim gabungan yang dipimpin Dishub Jatim. Hasilnya, 22 titik landasan pacu bisa diperbaiki. Itu artinya retak rambut yang masih harus diperbaiki adalah 111 titik.
Dana untuk perbaikan landasan pacu sebesar Rp 130 juta ditanggung renteng oleh Dishub Jatim dan tiga pemerintah daerah di Malang Raya. Yakni Pemkot Malang, Pemkab Malang, dan Pemkot Batu. Dishub Jatim menanggung Rp 70 juta. Sedangkan tiga pemerintahan daerah masing-masing menanggung Rp 20 juta.
"Masalah pembiayaan itu akan kami bahas bersama dengan bakorwil dan pemerintahan daerah lainnya. Termasuk juga dengan Dishub Jatim," ungkap pria asal Madura tersebut.
Soefianto menambahkan, selain syarat perbaikan retak rambut, catatan fisik lainnya adalah pembatasan bagi pesawat yang menggunakan lanud. Pesawat penerbangan sipil yang boleh mendarat atau terbang di Lanud Abdulrachman Saleh maksimal mempunyai 30 PCN (pavement classification number). "Untuk masalah pembatasan pesawat, kami akan segera berkomunikasi dengan maskapai," ujar dia.
District Manager Sriwijaya Air (SA) Malang Muhammad Yusri Hamsyah mengatakan, maskapainya belum bisa langsung beroperasi. Sebab, hingga saat ini, SA belum mendapatkan surat langsung dari Dephub RI. "Surat dari dirjen masih untuk gubernur. Sedangkan untuk maskapai belum ada. Kami masih menunggu surat itu," ucap dia.
Kalaupun nantinya surat dari Dephub turun, SA tak bisa langsung beroperasi. SA masih membutuhkan waktu untuk bersosialisasi dulu kepada masyarakat bahwa rute Malang-Jakarta telah dibuka kembali.
Yusri menambahkan, SA juga sanggup memenuhi persyaratan berat pesawat 30 PCN sesuai yang diatur regulator. Berdasarkan pengamatan kasat matanya, Boeing 737-300 yang selama ini digunakan SA melayani Malang-Jakarta mempunyai berat sekitar 35 PCN. Itu artinya sudah melebihi batas ketentuan yang diatur regulator. "Nantinya akan kami carikan pesawat yang beratnya sesuai dengan regulasi," tutur dia.
Walaupun jenisnya sama, papar Yusri, masing-masing pesawat mempunyai berat yang berbeda. "Sriwijaya mempunyai sekitar 23 pesawat. Kami mempunyai pesawat yang sesuai dengan regulasi," lanjut dia.
Garuda juga belum mengambil langkah terkait turunnya rekomendasi kelayakan lanud untuk penerbangan sipil. General Manager Garuda Indonesia Malang Dharmawan Yuliardi Hendrata menyatakan masih menunggu surat Dephub yang langsung ditujukan kepada Garuda. "Kami siap mengikuti semua syarat yang dikeluarkan regulator," kata dia. (fir/yn)
@Dexa : Wah, tinggalnya di Malang mana? Rumahq di daerah sukun lho...tapi sekarang hijrah ke sby...
@Gophar: Orang malang juga ya???
sbyctzn November 6th, 2009, 03:04 AM ^^
sip sip...
keep posting n update dexa!!!
langka banget forumer malang yang ada di kotanya..
yang ada pasti sedang tidak ada di kotanya...
cheese_cakes November 6th, 2009, 10:15 AM RSUB itu dimana ya letaknya?
|
|