View Full Version : [Malang & Batu] Projects & Development
Freezy89 January 13th, 2010, 11:43 AM ^^
YA itulah...proyek2 pembangunan jalan belum ada kabarnya. Tiap tahun sedikit sekali pembangunan jalan di Kota Malang...padahal banyak jalur yang butuh pelebaran...:ohno:
Mal pos juga belum ada kabar baru...mungkin masih berbelit d perijinannya..
Kabar dari UB...
Menang di Senat, Yogi "Ditodong" Senat
MALANG - Pejabat Rektor Universitas Brawijaya (UB) hingga tahun 2014 mendatang kemungkinan besar tidak akan berubah. Ini karena dalam pemilihan di tingkat senat yang berlangsung di Gedung Widyaloka kemarin, raihan suara Prof Dr Ir Yogi Sugito, rektor periode 2006-2010, jauh meninggalkan tiga rivalnya.
Dari 144 anggota senat yang menggunakan hak suaranya, Yogi mengantongi 124 suara, disusul Prof Dr Sutiman 19 suara, Prof Dr Woro Busono 1 suara, dan Prof Dr Pudjiharjo tak meraih suara. Dengan hasil ini, hanya tiga nama teratas bakal dikirim ke Mendiknas pada Jumat (15/1) untuk dipilih, yakni Yogi Sugito, Sutiman, dan Woro Busono.
Kemenangan mutlak Yogi ini sebenarnya sudah diprediksi banyak kalangan. Mulai di tingkat mahasiswa maupun karyawan dan dosen. Karena pada tahap penjaringan yang berlangsung Kamis (7/1) lalu, nama Yogi juga menguasai di 14 tempat pemungutan suara (TPS) yang terdiri dari 12 fakultas, satu gedung rektorat, dan satu TPS di Rumah Sakit Saiful Anwar. Saat penjaringan, Yogi meraih 883 suara, Sutiman 368 suara, Pudjiharjo 42 suara, Woro Busono 34 suara, Andi Gani 33 suara, dan Arief Prajitno 20 suara.
Dalam pemilihan kemarin, tingkat partisipasi pemilih pun cukup tinggi. Dari jumlah 154 senat yang memilik hak suara, tercatat 144 yang menggunakan haknya. "Kami sangat bangga dengan senat yang memberi perhatian besar kepada proses pemilihan rektor kali ini. Dukungan dari mahasiswa juga besar hingga proses pemilihan ini berjalan lancar," ungkap Prof Dr Latief Abadi, ketua panitia pilrek, kemarin.
Menurut Latief, penentuan siapa yang akan dipilih oleh Mendiknas masih menunggu hingga Juni. Karena masa jabatan rektor UB saat akan habis pada 15 Juni. "Namun hasil perolehan suara senat ini biasanya akan jadi pertimbangan utama Mendiknas," kata guru besar di fakulats pertanian ini.
Sementara itu, usai pemilihan Yogi mengatakan dirinya cukup bangga dengan kekompakan yang telah ditunjukkan civitas akademika selama ini. Kemenangan mutlak yang diraih itu sebagai bukti bahwa adanya kebersamaan yang kuat di lingkungan UB. Mulai di tingkat jurusan hingga tingkat fakultas. "Kebersamaan inilah yang menjadi modal saya untuk mengembangkan kampus ini ke depan," terangnya.
Meski belum resmi terpilih karena masih menunggu SK Mendiknas, Yogi sudah menyusun konsep pengembangan UB. Di antarnya, mempercepat proses pembangunan Rumah Sakit Akademik Universitas Brawijaya (RSAUB), pembuatan kampus II, asrama mahasiswa di kawasan Puncak Tidar, serta membuat kampus cabang di Kediri dan Jakarta. "Program strategis saya tentu mempersiapkan badan hukum pendidikan (BHP)," tandas pria asal Tulungagung ini.
Dari sisi pengembangan kualitas pendidikan, Yogi sudah menggalang kerja sama dengan beberapa negara. Termasuk membuat kelas internasional di S2 dan kelas bahasa Inggris di S1. "Internasionalisasi UB juga menjadi perhatian saya," imbuh dosen fakultas pertanian ini.
Sementara itu, anggota senat UB Prof Dr Syamsul Bahri menyatakan bahwa kemenangan Yogi di senat ini cukup wajar. Sebab, selama kepemimpinan mantan dekan fakultas pertanian itu ada banyak kemajuan yang diraih. Selain dari sisi fisik berupa gedung, juga pengembangan sarana serta peningkatan kualitas mahasiswa yang dibuktikan dengan prestasi mahasiswa di tingkat nasional. "Hasilnya kan sudah bisa dilihat. Jadi saya sangat yakin Pak Yogi akan mampu membawa UB ini menghadapi persaingan kampus yang sangat ketat ini," kata Syamsul yang juga anggota KPU pusat ini.
Sedangkan usai pemilihan oleh senat kemarin, kalangan mahasiswa langsung menodong tiga calon rektor tersebut. Mereka meminta ketiganya menandatangani kontrak komitmen. Isi dari kontrak itu di antaranya adanya jaminan mahasiswa miskin harus tetap bisa kuliah dan tidak dibebani biaya.
Kedua, jaminan agar rektor terpilih nanti menghilangkan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ketiga, rektorat mau mendukung kegiatan mahasiswa yang menolak kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat. Keempat, rektorat membuka akses informasi kepada civitas akademika sehingga ada transparansi.
"Selama ini konsep SPP proporsional sudah bagus, tapi praktiknya masih belum maksimal. Masih ada mahasiswa miskin yang kesulitan biaya kuliah. Ini yang akan kami perjuangkan," kata Aulio Putro S, anggota eksekutif mahasiswa UB usai tanda tangan komitmen. (abm/ziz)
hermawan January 14th, 2010, 03:50 AM Pak Yogi kelihatannya agresif ya
mirip alm. Prof. Dr. Harsono dulu...rektor UB yang paling legendaris
Iya...UB mo bikin kampus II di daerah Tidar ya...
Kaya apa ya bentuknya.....
hermawan January 14th, 2010, 03:51 AM Oya...juga yang di Kediri......
jadi semangat nih......
gussinyo January 14th, 2010, 08:08 AM kampus di luar kota = kelas jauh, perasaan dah tidak boleh ?
hermawan January 14th, 2010, 08:45 AM sepertinya setelah BHMN semua ngejar setoran
disamping bikin kelas jauh juga termasuk bikin POM bensin, hotel, mal, wartel dst.......
lama2 kampus2 kita jadi holding company!!!!
mudah2an nggak lupa tujuannya mencerdaskan kehidupan bangsa....
ITB juga mau mendirikan kampus di Cikarang......
sbyctzn January 14th, 2010, 11:55 AM ^^
Iya hermawan, unair juga rencana mau bikin office tower dan apartemen, mau disewakan juga...
Dipikir2 lamakelamaan konyol tuh setelah jadi BHMN, bisnis yg g ada hubungannya seperti bikin Pom bensin dijalani juga, kalau bikin rumah sakit atau apartemen buat disewakan ke mahasiswa sih masih mending
sbyctzn January 14th, 2010, 12:00 PM MANTAB DAH!
Busway Siap Meluncur di Malang*
14 Januari 2010 15:46:53 WIBReporter : Brama Yoga KiswaraMalang (beritajatim.com)-
Sebentar lagi, Busway, akan menyusuri jalanan di Kabupaten Malang. Atas inisiatif Bupati Malang, Sujud Pribadi, pengoperasian bus milik Pemkab Malang menjadi angkutan umum itu rencananya akan segera dioperasikan.Untuk uji coba, Busway akan menempuh Jalan Raya Lawang hingga Perbatasan Karang Kates, Blitar.Dalam uji coba itu, busway hanya mengangkut pelajar. Sedangkan untuk umum, baru akan diberlakukan setelah enam bulan uji coba.Kepala Dishubkominfo Kabupaten Malang, Soefianto, kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi koordinasi dengan Dishub Pemkot Malang. Itu untuk menyamakan hasil studi kelayakan angkutan umum massal. Selain itu, juga untuk memadukan fasibility study (FS) tentang transportasi yang dimiliki Pemkot Malang.“Hal itu juga mengacu karena jalur yang akan dilewati busway, melewati wilayah Kota Malang. Sehingga diperlukan persamaan persepsi antara Pemkab Malang dan Pemkot Malang terkait transportasi angkutan umum,“ paparnya.Dishub juga akan menagajukan izin trayek kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. “Kami sangat optimis dalam pengajuan izin trayek bus way akan segera terealisasi. Pasalnya, Pemprov Jatim sangat mendukung rencana Pemkab Malang mengoperasikan busway sebagai angkutan alternatif yang nyaman, aman, dan cepat, “ ungkap Soefianto.Saat ini, sudah tersedia empat armada bus mini, dengan kapasitas tempat duduk 23 kursi yang akan disulap menjadi busway. "Tinggal memodifikasi saja. Seperti mengubah cat bus, memperbaiki kursi, dan menambah interior dalam bus, agar penumpang nyaman dalam menempuh perjalanan," urainya.Empat unit bus tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat saat Pemkab Malang memenangkan lomba Wahana Tata Nugraha (WTN) tingkat nasional pada tahun 2006 lalu. Sedangkan persiapan yang akan dilakukan Dishubkominfo, di antaranya menambah rambu lalulintas (lalin) dan halte.“Busway berhenti, menaikan dan menurunkan penumpang hanya diperbolehkan di halte yang sudah disiapkan, tidak boleh sembarangan. Itu sebabnya kita perlu membangun halte," terangnya.(yog/eda)
hermawan January 14th, 2010, 02:13 PM MALANG – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang akan mulai melakukan penanaman kembali di lokasi 27 pohon yang tumbang pada pekan lalu. Jenis pohon yang ditanam disesuaikan dengan lokasi dan kebanyakan pohon yang ditanam di sekitarnya.
Kebanyakan pohon yang akan ditanam jenis trembesi. Jenis pohon itu dianggap memiliki daya tahan yang kuat, seperti pohon-pohon trembesi tua yang berdiri kokoh di sekitar Jalan Tugu Kota Malang.
“Kami mulai melakukan peremajaan pohon dengan menanam kembali pohon-pohon di lokasi pohon tumbang pada pekan lalu. Ada 27 titik pohon tumbang yang akan ditanami lagi,” kata Kepala DKP Kota Malang, Wasto kepada Malang Post kemarin.
Sebelumnya, DKP memprioritaskan untuk melakukan perempesan terhadap pohon-pohon yang lebat daun dan dahannya untuk mengurangi beban pohon itu sendiri. Perempesan disesuaikan dengan kemampuan batang pohon yang ada. Tidak hanya itu saja, pohon-pohon yang rawan tumbang pun dilakukan penebangan. Wasto mencontohkan seperti yang ada di Rampal, ada pohon yang bagian bawahnya sudah keropos dan rawan tumbang.
“Awalnya kami sudah melihat hal itu dan ada juga masuk laporan dari Dandim Kabupaten Malang terkait kondisi pohon yang membahayakan itu. Jadi pas untuk dilakukan pemotongan,” ungkapnya.
Jika di atas lahan yang akan ditanami tidak ada kabel listrik, pihaknya akan menanam pohon trembesi. Untuk di Ijen, pohon yang ditanam berjenis Angsana sesuai dengan kebanyakan pohon yang ditanam di sana.
Tidak hanya 27 lokasi pohon tumbang saja yang akan ditanami, memanfaatkan musim penghujan DKP memaksimalkan waktu untuk melakukan penanaman pohon sebanyak-banyaknya. Pegawai DKP yang ada di lapangan melakukan inventarisir untuk mencari lahan-lahan yang dapat memungkinkan untuk ditanami pohon.
“Sambil bekerja mereka dapat menginventarisir lahan-lahan yang dapat ditanami. Mereka juga akan berkordinasi dengan lurah setempat untuk penanaman pohonnya,” tandas alumnus Unmer Malang itu. (aim/lim)
waah.... TREMBESI, MANTAB, MANTAB!!!!
hermawan January 14th, 2010, 02:14 PM Lanjutan berita yang diposting sbyztcn......
Butuh 20 Halte, Tarif Semi Busway Rp 2.500
MALANG - Dibutuhkan 20 halte baru dan perbaikan jalan di sejumlah simpul kemacetan untuk mengoperasikan semi busway jalur Lawang-Karangkates. Bahkan diam-diam pula tarifnya pun sudah pernah dihitung, yakni sekitar Rp 2500 per penumpang sesuai zona jalur tempuh penumpang.
Pakar lalu lintas dan angkutan massal Universitas Brawijaya (UB), Ir Achmad Wicaksono MEng, Phd menjelaskan, berdasarkan kajian semi busway Lawang-Kepanjen pada 2004 lalu, halte baru khusus untuk busway itu diantaranya terletak di Lawang, Singosari, Pakiaji dan Kepanjen. Beberapa halte lainnya terletak di wilayah Kota Malang.
Halte khusus semi busway ini kata Wicaksono, menjadi tempat mengangkut dan menurunkan penumpang. “Jadi kendaraannya tidak boleh mengangkut penumpang ditempat lain selain di halte khusus yang disiapkan,” jelas Wicaksono.
Mantan Ketua Jurusan Teknik Sipil UB ini menjelaskan, sistem tarifnya pun sudah dihitung sesuai zona. Ada tiga sampai empat zona tarif. Diantaranya Lawang, Malang Kota, Kepanjen. Tarif setiap zona saat dihitung pada 2004 lalu sebesar Rp 2000 per penumpang. Tapi kalau disesuaikan kondisi saat ini, Wicaksono memperkirakan sekitar Rp 2500 per zona untuk setiap penumpangnya.
Total tarif yang harus dibayar penumpang sesuai zona yang dilewati. Namun demikian, tarif angkutan ini masih bisa dikaji lagi.
Jika Pemkab Malang segera melakukan uji coba semi busway, alumnus University Of Tokyo ini mengingatkan agar selain menyiapkan halte, harus segera sosialsiasi. Terutama sosialisasi bahwa semy busway tidak merugikan angkutan kota dan pedesaan. “Sosialisasinya kepada organda dan pengemudi angkutan kota dan angkutan desa,” jelasnya.
Ia memastikan angkutan kota dan angkuta pedesaan tidak dirugikan jika semi busway dioperasikan karena berbagai alasan. Diantaranya menaikan dan menurunkan penumpang hanya di halte. Sedangkan angkutan kota dan pedesaan akan menurunkan dan menaikan penumpang semi busway di halte. Selain itu semi busway diberangkatkan sesuai jadwal khusus.
Hal senada juga dikatakan pakar lalu lintas dan angkutan massal UB, Prof Dr Ir Harnen Sulistio MSc. Ia memastikan angkutan kota dan desa tak dirugikan jika semi busway dioperasikan. Alasannya sama yakni semi busway hanya menaikan dan menurunkan penumpang di halte.
Alumnus Doctor of Philosophi bidang Teknik Jalan Raya dan Transportasi Universitas Putra Malaysia ini mengingatkan agar perbaikan jalan yang dilewati semi busway harus menjadi perhatian serius. Diantaranya jalan di depan Pasar Lawang dan berbagai pusat keramaian lainnya. Begitu juga jalan yang masih dijadikan area parkir dan tempat berdagang harus ditertibkan.
“Misalnya di sekitar Kebon Agung dan Pakisaji yang selama ini digunakan untuk parkir harus ditertibkan. Di Beberapa jalur perlu ada pelebaran jalan,” kata Harnen yang juga Dekan Fakultas Teknik UB ini. Tidak hanya itu saja, penataan arus lalu lintas yang mengakses ke perumahan harus ditata ulang, terutama putaran kendaraan di depan kompleks perumahan.(van/eno)
hermawan January 15th, 2010, 05:49 AM ^^
Lawang - Karangkates..??????????
Apa nggak terlalu jauh........
Kira2 berapa KM jauhnya???
Mending Lawan - Kepanjen....
hermawan January 15th, 2010, 08:16 AM Ooooh iki loh bus nya....
http://img685.imageshack.us/img685/5876/busmalang.jpg (http://img685.imageshack.us/i/busmalang.jpg/)
dimasputra January 15th, 2010, 01:10 PM ^^ hmm..I say that they are old-school..sorry
hermawan January 15th, 2010, 01:19 PM Apa maksudnya Dimas?:)
dimasputra January 15th, 2010, 01:40 PM ^^ busnya kuno mas..:)
hermawan January 15th, 2010, 01:47 PM ^^
:lol::lol:
Iya memang.........
jadul banget:ohno:
harusnya pemda Malang Raya sudah lebih serius lagi menata transportasinya.........
terutama jalur Lawang - Kepanjen...
Batu - Tumpang.....
Kawasan itu sudah membentuk koridor perkotaan yang luas
Kalo nggak dimulai sekarang ..
10 tahun lagi bakal meledak lalu lintasnya..
sbyctzn January 15th, 2010, 04:26 PM ^^
what a .....??!!??#$£$**¿
Beneran itu bus nya?
Jadul banget?
Jangan2 itu bus kuno milik pusat yang sudah kelamaan di gudang trus daripada kebuang trus dibuat hadiah pemkab malang...
Hehehehe....
hermawan January 16th, 2010, 03:31 AM MALANG – Jika tidak ada aral melintang, 2010 ini akan segera terwujud kampung wisata di sentra-sentra UKM di Malang. Ide yang direalisasikan oleh Dinas Koperasi dan UMKM ini merupakan bagian dari langkah untuk lebih mengangkat dan memperkenalkan sentra industri UKM di Malang.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, Asih Tri Rachmi Nuswantari mengatakan untuk tahun 2010, Dinas Koperasi merencanakan untuk merealisasikan tiga kampung wisata.
Sentra UKM yang telah dibidik sebagai kampung wisata adalah sentra industri keramik Dinoyo, sentra industri batik Bandung Rejosari, dan sentra industri tempe Sanan. Konsep yang diusung adalah membuat kampung yang indah dan bisa dikunjungi para turis. Di kampung tersebut, wisawatan bisa merasakan praktik langsung membuat produk. Jika di kampung keramik, mereka bisa membuat keramik sendiri, jika di kampung tempe maka turis akan diajak untuk memasak keripik tempe.
“Sebenarnya ada sentra mebelair di jalan Piranha, tetapi karena tidak terlalu banyak perajinnya, jadi masih harus dipertimbangkan ulang,” jelas Asih.
Dijelaskannya, realisasi pertama kali dilakukan di sentra industri keramik Dinoyo. Untuk membangun sentra keramik Dinoyo, Dinas Koperasi telah menganggarkan dana sekitar Rp 400 juta.
Dana tersebut meliputi perbaikan sarana dan prasarana seperti mempercantik gapura masuk, memperbaiki rumah warga yang digunakan sebagi work shop keramik bagi para turis, termasuk pelatihan bagi para warga untuk menjadi tour guide.
“Ada dua rumah yang dihibahkan untuk dibangun sebagai rumah workshop. Di situ turis bisa praktik membuat keramik sendiri, selain itu kita juga bikin pelatihan bagaimana melayani para turis, terutama untuk para anggota karang taruna,” urai Asih.
Persiapan lain yang juga dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM adalah mengajak para pelaku UKM untuk studi banding untuk perbaikan dan peningkatan kualitas produk. “Tapi belum tahun mau studi banding kemana,” ungkap Asih.
Saat ini, tercatat ada sekitar 20 perajin keramik yang tergabung dalam asosiasi perajin keramik Dinoyo. Angka tersebut belum termasuk mereka yang tidak tergabung dalam asosiasi.
Selain mendirikan kampung wisata, Dinas Koperasi dan UMKM juga akan mendirikan showroom di kantor Dinas Koperasi. Ruang pamer itu rencananya akan diisi oleh produk-produk dari sentra UKM yang ada di Malang.
“Paling lambat realisasinya di bulan Juni. Kita tunggu Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) didok, kemungkinan di bulan Maret. Tapi saat ini kami sudah melakukan sosialisasi termasuk kerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),” urai dia.
Bentuk kerjasama antara dinas Koperasi UMKM dengan PHRI adalah untuk mendatangkan wisatawan ke sentra industri. “Misalnya untuk wisatawan selama 3 hari, kita minta waktu satu hari agar mereka diajak ke kampung wisata,” pungkas dia.(fia/han)
:okay:
hermawan January 22nd, 2010, 07:41 AM http://img651.imageshack.us/img651/5008/rsumm.gif (http://img651.imageshack.us/i/rsumm.gif/)
MALANG - Sebuah bangunan masjid bergaya unik mirip arsitektur negeri Tiongkok nampak mewarnai proses pembangunan Rumah Sakit (RS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pembangunan fisik masjid yang belum memiliki nama itu diperkirakan selesai dalam waktu dua bulan mendatang.
Menurut Rektor UMM, Dr. Muhadjir Effendy, MAP keberadaan masjid ini diharapkan menjadi fasilitas untuk mendekatkan rumah sakit dengan masyarakat.
“Masyarakat bisa memanfaatkan masjid itu sebelum rumah sakit selesai dibangun. Yang lebih penting adalah membangun moral jauh lebih penting sebelum membangun fisik,” ucapnya.
Alasan lainnya yaitu pada lantai dasar dimanfaatkan sebagai perkantoran RS untuk sementara, sebelum gedung utama RS selesai sehingga memudahkan koordinasi pembangunannya. Sedangkan alasan dipilihnya arsitek Tiongkok dengan tiga lapis atap masjid, menandakan bahwa UMM bersifat terbuka, plural dan bisa belajar dari mana saja, termasuk ke negeri China. Tiga lapis atap yang mirip masjid Muhammad Cheng Ho Pasuruan itu, menurutnya, menandakan kekuatan Iman, Islam dan Ihsan.
Meski masjid itu akan segera rampung dalam waktu dekat, tidak demikian dengan penyelesaian rumah sakit UMM sendiri. Karena fisik bangunannya lebih besar dan kompleks, Muhadjir menargetkan rumah sakit itu akan rampung dalam waktu dua tahun dengan sumber dana UMM sendiri. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan masuknya investor yang akan ikut menanamkan modalnya di rumah sakit UMM sebagaimana ketika membangun Hotel Pendidikan UMM Inn lima tahun lalu.
Oleh karena dibangun dengan biaya sendiri, rumah sakit UMM tidak mau mengambil risiko ditolak warga sekitar. Itulah sebabnya, sejak membebaskan lahan sekitar sembilan hektar, jauh hari UMM sudah melakukan pendekatan dengan masyarakat. Respon warga pun sangat positif mendukung.
“Semua perijinan dan analisis lingkungan juga sudah dilakukan sebelum pembangunan dimulai,” tandasnya.
Ia berharap rumah sakit UMM nantinya akan menjadi pusat pelayanan kesehatan yang menjangkau semua lapisan masyarakat. Dengan sistem subsidi silang, masyarakat kurang mampu akan disubsidi untuk mendapatkan pelayanan yang layak. Selain itu, RS UMM juga diharapkan menjadi pusat riset medis untuk mengembangkan keilmuan kedokteran, keperawatan dan farmasi.
“Di dalamnya juga terdapat pusat rehabilitasi sosial, bahkan tidak menutup kemungkinan ada pusat rehabilitasi ketergantungan narkoba,” pungkas Muhadjir. (oci/eno)
hermawan January 25th, 2010, 04:03 AM - 293 Hektare Lahan Dibebaskan
MALANG | SURYA - Tahun ini, PT Senopati Dirgantara Perkasa mulai membangun kawasan industri berikat/terpadu di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang. Dengan investasi sebesar Rp 300 miliar, kawasan ini diharapkan berkembang layaknya Surabaya Industrial Rungkut Estate (SIER).
Dijelaskan Kepala Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang, Adji Jatmiko, rencana pembangunan ini telah memasuki perizinan di pemerintah daerah dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
“Harapannya dengan adanya kawasan industri maka investasi di Kabupaten Malang semakin berkembang,” katanya, Sabtu (23/1).
Dari 293 hektare lahan yang diperlukan, sebanyak 193 hektare telah disiap untuk dibebaskan. Bahkan sebanyak 30-40 persen dari luasan total akan digunakan untuk fasilitas umum.
Dijelaskan, Singosari sangat strategis sebagai kawasan industri karena sekitarnya telah memiliki fasilitas penunjang, seperti kemudahan akses transportasi kereta api dan bandara Abd Saleh.
“Sangat memungkin nanti bisa dibuat double track untuk angkutan kereta api yang menuju kawasan industri. Tapi untuk itu masih perlu konsultasi dengan PT Kereta Api,” ujarnya.
Dengan asumsi lahan seluas itu, maka akan ada ratusan pabrik dan gudang yang bakal berdiri di kawasan Singosari ini. Karena diperkirakan tiap perusahaan minimal akan memerlukan lahan seluas 1.000 meter persegi. “Dengan adanya KI, maka terjadi penyerapan tenaga kerja yang cukup besar,” tukasnya.
Berdasar rencana jangka panjang pembangunan Pemkab Malang, Kecamatan Singosari memang diarahkan menjadi daerah industri. Kawasan lain yang juga dibidik sebagai kawasan industri adalah Kecamatan Jabung yang dalam perkembangannya nanti akan mengarah hingga ke Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. vie
gussinyo January 25th, 2010, 06:10 AM makin rame aja Singosari
harusnya dilengkapi juga kawasan perumahan/kota mandiri gitu...
hermawan January 25th, 2010, 06:17 AM ^^
Ya nich..:)
dengan kondisi sekarang saja Singosari sudah sangat rame.....
apalagi nanti..
Kawasan industri ini menurutku dijamin pasti cepat terisi deh....
pengalaman dulu waktu di daerah Blimbing dibangun kawasan industri
cukup cepat habis kavlingnya...
Kalo Kota Araya terbangun semuanya (1000 ha) pasti kawasannya nyambung juga sampe Singosari :)
lihat saja di GE.
gussinyo January 25th, 2010, 07:03 AM RS internasional dibangun di Malang
MALANG: Konsorsium yang dimotori paguyuban dokter di Surabaya siap membangun rumah sakit internasional (RSI) terpadu senilai Rp1,3 triliun di Kab. Malang.
Adji Djatmiko, Kepala Kantor Penanaman Modal Kab. Malang, mengatakan selain fasilitas kesehatan, juga akan dibangun hotel dan pusat perbelanjaan (mal).
"Lokasinya masih belum ditetapkan secara definitif apakah di Kecamatan Singosari ataukah di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang," katanya di Malang pekan lalu.
Menurut dia, kebutuhan lahan untuk proyek rumah sakit berstandar internasional dan terpadu itu mencapai 20 ha.
Dia mengungkapkan di dalam kompleks tersebut akan dibangun rumah sakit satu lantai, mal empat lantai, dan hotel tujuh lantai. "Tapi kalau tidak bisa mengumpul, bangunan-bangunan tersebut terpaksa dibangun secara terpisah."
Di mal tersebut, ujarnya, nantinya akan disediakan ruang untuk sentra agrobisnis, semacam supermarket sayur-mayur dan buah-buahan.
Investor lokal yang beranggotakan paguyuban dokter asal Surabaya tersebut, menurutnya, nantinya sebagai koordinator konsorsium yang akan membangun RS internasional terpadu tersebut.
Mereka akan menggalang investor untuk bergabung. "Tapi mereka sudah menggaet investor mitra yang akan membangun RS tersebut."
Saat ini, lanjutnya, investor tengah mengurus izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal dan izin lokasi dari Pemkab Malang. Jika izin lokasi telah turun, investor akan membebaskan tanah untuk proyek itu.
"Tapi investor menargetkan bahwa pembangunan fisik proyek RS terpadu bisa dikerjakan pada tahun ini juga. Mereka benar-benar serius dan bonafid," tutur Adji.
Selain RS internasional terpadu, investasi lain yang bakal masuk di Kab. Malang adalah proyek pabrik pakan ternak.
Menurut Adji, pabrik tersebut rencananya dibangun oleh investor asal Korea Selatan di Malang Selatan dengan investasi Rp55 miliar. (k24)
Bisnis Indonesia
hermawan January 25th, 2010, 09:24 AM ....wooo kab. Malang dasyat juga
ada investasi kawasan industri di Singosari....
plus pabrik pakan ternak
sekarang RS Internasional...
kalo aku sih RSI nya setuju di daerah Singosari juga..
jadi yang kurang dari Singosari cuma satu....
belum ada Mal..
gussinyo January 26th, 2010, 06:31 AM iya, bagusnya ada mal di singosari, minimal kayak carrefour gitulah
hermawan January 28th, 2010, 08:37 AM Bad news nich :
Pemprov Jatim Tolak Dana Jembatan Gadang-Bumiayu
Kamis, 28 Januari 2010
Malang-Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menolak memberikan anggaran dana untuk melanjutkan pembangunan jembatan Gadang-Bumiayu yang diajukan oleh Pemkot Malang sebesar Rp40 miliar.
Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang Priyatmoko Oetomo, Kamis (28/1), mengakui, bantuan yang dikucurkan Pemprov Jatim untuk melanjutkan pembangunan jembatan Gadang-Bumiayu hanya sebesar Rp16 miliar dari pengajuan sebesar Rp40 miliar.
“Sebenarnya dana yang dikucurkan pemprov untuk pos Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sebesar Rp26 miliar, namun sebesar Rp10 miliar digunakan untuk dana perawatan jembatan, termasuk pembangunan saluran drainase di beberapa titik,” paparnya.
Menurut Ketua DPRD Kota Malang periode 2004-2009 itu, total dana yang dikucurkan pemprov pada tahun 2010 dan masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp42 miliar untuk beberapa pos pekerjaan (penggunaan).
Pos anggaran untuk pembangunan sarana dan prasarana di DPU sebesar Rp26 miliar, bantuan pendidikan termasuk bosda sebesar Rp13,852 miliar, bantuan untuk koperasi dan UMKM sebesar Rp2,739 miliar, bantuan kelurahan sebesar Rp283 juta, dan pengelolaan pupuk organik sebesar Rp150 juta.
Menanggapi dana bantuan untuk pos DPU yang tidak sesuai pengajuan tersebut, Kabid Jalan dan Jembatan DPU Kota Malang Heroe Agoesjianto mengemukakan, walaupun hanya Rp16 miliar yang dikucurkan oleh Pemprov Jatim, pihaknya optimistis cukup untuk menuntaskan pembangunan jembatan Gadang-Bumiayu.
Hanya saja, katanya, jadwal pembangunan itu belum bisa dipastikan karena harus melalui tahapan-tahapan perbaikan dan pengadaan.
Sebenarnya, lanjut Heroe, anggaran yang diplot sebesar Rp40 miliar itu tidak hanya untuk membangun jembatan, tapi sekaligus perbaikan jalan di sepanjang jalan kembar Bumiayu-Kedungkandang.
“Proyek pembangunan jembatan Gadang-Bumiayu ini kan proyek lama, sehingga ukuran, lokasi maupun bentuk jembatan tetap sama dengan yang sudah ada. Sekarang ini, kan tinggal melanjutkan saja dan tahun ini (2010) harus tuntas, karena proyek tersebut bukan proyek multi years,” ucapnya menegaskan.
Jembatan Gadang-Bumiayu tersebut memiliki panjang 100 meter dan lebar 9 meter. Posisi jembatan tersebut juga berhimpitan dengan jalan kembar Bumiayu-Kedungkandang.ant
^^
Kalo tahun ini baru bangun jembatannya (itupun dananya nggak cukup!)
lha lalu kapan bikin Jalintimnya?
gussinyo February 1st, 2010, 10:48 AM Singosari Jadi Pusat Industri
Senin, 1 Februari 2010 | 8:51 WIB | Posts by: jps | Kategori: Malang Raya | ShareThis
MALANG - Surya- Tahun ini, PT Senopati Dirgantara Perkasa mulai membangun kawasan industri berikat/terpadu di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dengan investasi sebesar Rp 300 miliar.
Kawasan ini diharapkan berkembang layaknya Surabaya Industrial Rungkut Estate (SIER).
Dijelaskan Kepala Kantor Penanaman Modal Kabupaten Malang, Adji Jatmiko, rencana pembangunan ini telah memasuki perizinan di pemerintah daerah dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). “Harapannya dengan adanya kawasan industri maka investasi di Kabupaten Malang semakin berkembang,” katanya, Sabtu (23/1).
Dari 293 hektare lahan yang diperlukan, sebanyak 193 hektare telah siap untuk dibebaskan. Bahkan sebanyak 30-40 persen dari luasan total akan digunakan untuk fasilitas umum.
Dijelaskan, Singosari sangat strategis sebagai kawasan industri karena sekitarnya telah memiliki fasilitas penunjang, seperti kemudahan akses transportasi kereta api dan bandara Abd Saleh.
“Sangat memungkin nanti bisa dibuat double track untuk angkutan kereta api yang menuju kawasan industri. Tapi untuk itu masih perlu konsultasi dengan PT Kereta Api,” ujarnya. n vie
hermawan February 1st, 2010, 01:35 PM ^^
Kira2 lokasinya dimana ya Gus?
Oya Good News
Seriusi Ring Road Timur
MALANG – Pasca Inep melemparkan wacana pemecahan wilayah Kedungkandang, Pemkot Malang mulai kembali menggarap serius pembangunan jalur lingkar timur Kota Malang. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kini tengah mengkaji kembali pembangunan infrastruktur jalan untuk membuka akses kawasan Malang Timur.
Untuk pembangunan ring road atau jalur lingkar dibutuhkan dana sekitar Rp 300 miliar. Ada beberapa alternatif pembangunan jalur ring road itu, melalui Gunung Buring atau tetap menggunakan jalan yang ada saat ini. Keduanya masih dalam kajian bersama dua SKPD itu.
”Bisa saja menggunakan jalan ada saat ini, hanya dilakukan peningkatkan dan pembenahan. Kalau melalui Gunung Buring memang dapat memungkinkan, tapi geografisnya juga tetap harus diperhitungkan,” kata Wali Kota Malang, Peni Suparto kepada Malang Post.
Pembangunan jalan lingkar timur semula direncanakan sepanjang 18,7 km dan dapat berfungsi maksimal sebagai jalan lingkar luar, dimana arus lalu lintas berat dan menerus antar kota tidak masuk ke dalam/pusat kota. Pembangunan jalan ini direncanakan memiliki fungsi sebagai jalan arteri primer yang juga menjadi akses menuju Bandara Abdul Rahman Saleh.
Karena membutuhkan dana yang cukup besar, Pemkot Malang akan segera mengajukan bantuan dana kepada pemerintah pusat untuk pembangunan jalur lingkar timur. ”Secepatnya akan diajukan proposal kepada pemerintah pusat,” terangnya.
Anggota FPDIP DPRD Kota Malang asal Dapil Kedungkandang, H. Nurudin Huda menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan di kawasan Malang timur sangat diperlukan masyarakat. Dengan keberadaan GOR Ken Arok, Terminal Hamid Rusdi, Perkantoran Terpadu (Block Office) dan juga sekolah internasional, pembukaan jalan ring road sudah sangat dibutuhkan.
Alternatifnya dapat melalui Gunung Buring. Sebagian jalannya telah memiliki tapak jalan, meski masih berukuran kecil. Jalur lingkar timur itu nantinya akan membelah Gunung Buring dan bisa melalui jaringan di bawah tegangan sutet yang ada saat ini.
”Kondisi Jalan Mayjend Sungkono sudah sangat padat. Berapapun pelebaran jalan dilakukan tetap akan padat, karena jumlah kendaraan akan terus bertambah. Jalur lingkar timur yang paling tepat untuk jawabannya,” ujar Nurudin.
Keberadaan jembatan Mayjend Sungkono yang menurun dan berada di tikungan yang tajam, juga harus dibenahi. Rencananya, jembatan itu akan dinaikkan agar tidak terlalu tajam menurun dan naik. Supaya lebih mudah dilalui kendaraan yang melintas ke arah jalan Mayjend Sungkono dan sebaliknya. (aim/lim)
gussinyo February 2nd, 2010, 05:49 AM ya sekitaran gadang, buring n hamid rusdi itu bos...
Freezy89 February 2nd, 2010, 05:56 AM Wah, gara2 liburan saya juga jadi ikut libur di sini...:lol:
Berita bagus tuh, akhirnya ada pembangunan jalan baru,,,apalagi tempatnya di malang timur...:okay:
Btw...ada berita baguis lainnya nih...
Sulap Jeru Jadi TMII
Gandeng Enam Negara, UM Siapkan Rp 40 Miliar
MALANG - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dalam waktu dekat tidak hanya ada di Jakarta. Di Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, tepatnya di eks Taman Burung Jeru, bakal diubah menjadi taman mini dengan nama International Peace Park (IPP). Dijadwalkan pertengahan tahun ini, pondasi awal bangunan sudah dimulai dengan anggaran Rp 40 miliar.
Universitas Negeri Malang (UM) selaku penggagas dan penyusun konsep telah membuat program untuk mengoptimalkan fungsi IPP nanti. Salah satu program yang sudah disiapkan adalah kerja sama dengan beberapa negara, khususnya di Asia. Misal dengan Australia, China, India, Korea, Jepang, serta dua negara Timur Tengah.
Kerja sama itu tidak hanya dari sisi pendanaan, tapi juga program kegiatan. Karena konsep dibangunnya IPP itu adalah sebagai tempat untuk menggembleng keterampilan pemuda dari beberapa negara. Jadi nantinya perwakilan pemuda dari beberapa negara berkumpul untuk bertukar pikiran dalam beberapa hal. Mulai dari pemuda yang ahli di bidang teknologi, seni dan budaya, atau ilmu pengetahuan lain.
"Esensinya nanti pemuda dari berbagai negara saling mengenal satu sama lain. Diharapkan ke depan terbentuk sebuah perdamaian antarnegara, karena pemuda yang tergabung adalah calon pemimpin masa depan dari masing-masing negara," imbuh Prof Dr Siusana Kweldju, kepala Kerja Sama Luar Negeri UM, kemarin.
Para pemuda tersebut tidak hanya sekadar berkumpu1. Tapi mereka diharuskan membuat konsep bersama untuk mengantisipasi segala krisis di dunia. Misalnya akan terjadinya krisis energi, krisis air, terjadinya global warming, krisis gas, maupun krisis pangan. "Jadi mereka harus bisa menjawab ancaman krisis yang bakal terjadi," tandas dosen Bahasa Inggris UM ini.
Sejauh ini, kata Siusana, masih dalam tahap mewujudkan bangunan fisik. Dana Rp 40 miliar sudah siap dari pusat dan provinsi. Sedangkan dana dari luar negeri diperuntukkan membangun gedung dengan model sesuai dengan negara asal. Misalkan dana dari China, langsung dialokasikan untuk membangun gedung dengan khas China, begitu pula dana dari India atau Jepang. Di sana pun juga dibuat taman bunga dari ratusan jenis bunag yang ada di Jatim serta beberapa negara. "Di kompleks itu nanti akan ada banyak model bangunan dari berbagai negara," tandas dia.
Siusana menambahkan, konsep itu sebenarnya sudah ditawarkan UM ke pemerintah provinsi dan pusat sejak empat tahun lalu. Hanya saja, konsep itu baru ditanggapi tahun ini oleh Pemprov Jatim. Bahkan Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf pun sudah melakukan survei lokasi di eks Taman Burung Jeru pada Jumat (29/1). "Pemprov pun sudah berkoordinasi dengan Menpora untuk menggalang dana," kata Susiana. (abm/war)
gussinyo February 2nd, 2010, 06:30 AM ukurannya harus lebih besar dari TMII dan harus ada kelebihannya, klu niru yg udah ada ya kurang antusiasme pengunjung....
hermawan February 2nd, 2010, 07:04 AM Wah...Malang timur bakalan mengkilap nih pariwisatanya....
coba saja...sekarang sudah ada Wendit Park yang sudah lumayan cakep
trus bakalan ada Vulcania Park dan International Peace Park (IPP).
Secara alamiah memang view Malang timur sudah sangat bagus...:)
sbyctzn February 2nd, 2010, 09:56 AM widih....
ada theme park baru nih....
Vulcania Park gimana kabarnya???
sbyctzn February 2nd, 2010, 09:59 AM -------------------
Freezy89 February 2nd, 2010, 01:14 PM Kemarin awalnya vulcanica park direncanakan di Jeru, bekas taman burung ini...tapi mereka menemukan lokasi baru yang lokasinya punya view lebih bagus (di daerah situ juga)...skrng tiba2 ada berita mau dibangun IPP ini di Jeru...moga2 dua proyek ini terealisasi.
hermawan February 2nd, 2010, 01:37 PM http://img10.imageshack.us/img10/299/rsaub.gif (http://img10.imageshack.us/i/rsaub.gif/)
LOWOKWARU – Universitas Brawijaya (UB), tampaknya bisa bernafas lega. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dari RSAUB, yang selam ini menjadi ganjalan untuk membangun rumah sakit senilai Rp 600 miliar, sejak Jumat (29/1) kemarin sudah resmi.
Badan Perijinan dan Pelayanan Terpadu (BP2T) mengaku tidak memiliki alasan untuk tidak mengeluarkan IMB tersebut. Meski gelombang aksi protes dan langkah hukum dilakukan oleh sejumlah warga setempat yang merasa dirugikan atas pembangunan rumah sakit tersebut.
Setelah bangunan terselesaikan sekitar 60 persen, RSAUB baru diminta untuk mengurus izin hinder ordonantie (HO) atau izin gangguan untuk melengkapi persyaratan mereka sebelum bisa beroperasi.
Kepala BP2T, Suharyono menyebut, dengan keluarnya IMB, otomatis UB bisa melanjutkan kembali proses pembangunannya. Tentunya didasarkan pada gambar yang tertera dalam IMB itu. ‘’Sudah keluar dan pembangunan bisa berlangsung sesuai gambar,’’ katanya.
Khusus untuk HO, Suharyono menyebut harus dimiliki ketika bangunan telah terbangun sekitar 60 persen dari keseluruhan. HO diajukan dengan menyertakan IMB serta sertifikat jual beli atas tanah itu.
Tentang tanda tangan dan persetujuan warga, menurut Suharyono, sudah ada dalam AMDAL yang disertakan saat mengurus IMB sebelumnya. ’’Di AMDAL kan sudah ada sosialisasinya dan ada persetujuan dari warga setempat juga. Jadi tidak perlu mengurus lagi nanti,’’ lanjutnya.
Sementara itu, sejumlah warga di sekitar proyek pembangunan tersebut, tetap menilai ada keganjilan dengan keluarnya IMB tersebut.
Giarso perwakilan dari 6 RT dalam RW 12 mengaku wilayahnya yakni daerah RT 4 adalah yang terdekat dan merasakan langsung dampak dibangunnya RSAUB itu. Bahkan dia mengaku tak satupun warganya menyetujui pembangunan RSAUB itu.
’’Dalam persetujuan sebelumnya, hanya ada dua RT dari delapan RT dalam RW 12 yang setuju yaitu RT 2 dan RT 7, yang lainnya tidak ikut dalam perjanjian persetujuan itu,’’ ungkap Giarso kemarin.
Berikutnya Giarso mengaku, warga ditempatnya akan merumuskan langkah hukum untuk mengusut keganjilan yang terjadi dalam pembangunan RSAUB. ’’Kami akan segera rapat dan merumuskan langkah hukum. Yang jelas IMB itu aneh karena kami tidak pernah ikut menyetujuinya,’’ tandasnya.
Terpisah, meskipun IMB sudah dikeluarkan, namun UB belum akan memulai pembangunan lagi. Pasalnya saat ini masih dilakukan tender ke dua untuk lanjutan proyek senilai kurang lebih Rp 600 miliar itu.
‘’Tender masih diproses, target kami tender ke dua selesai Maret mendatang,’’ ungkap Rektor UB, Prof Dr Ir Yogi Sugito kepada Malang Post.
Yogi menuturkan, meski proyek RSAUB adalah multiyears, namun pelaksanaannya dilakukan bertahap. Setiap tahun harus dilakukan tender baru untuk proyek rumah sakit internasional itu.
Pada tender pertama dimenangkan PT Nindya Karya sebagai kontraktor pelaksana dan PT Patron sebagai konsultan. Pada tahap pertama dana yang dipergunakan senilai Rp 60 miliar termasuk pengadaan alatnya.
Paling tidak pembangunan RSAUB saat ini sudah mencapai 10 persen. Sementara tahun ini dana tahap II yang bersumber dari APBN sudah diterima UB senilai Rp 65 miliar.
Yogi sendiri mengaku belum mengetahui kalau IMB sudah rampung. Baginya hal ini tak terlalu mengejutkan karena memang proses perizinan harus dilalui bertahap.
Mulai dari izin lokasi hingga advice planning (AP). Dimana saat penyusunan AP terdapat beberapa perubahan siteplan. Juga proses AMDAL yang butuh waktu panjang, izin HO hingga IMB. ‘’Semuanya adalah proses yang harus dilalui, jadi sudah wajar kalau tidak bisa cepat selesai,’’ tandasnya. (pit/oci/avi)
gussinyo February 3rd, 2010, 06:32 AM Pemkot Wacanakan Bangun RS Sendiri
Pemkot Malang mulai memikirkan untuk membangun rumah sakit sendiri. Selama ini, masyarakat Kota Malang menggunakan fasilitas rumah sakit milik Pemprov Jatim, RSSA Malang. Pemkot Malang baru memiliki rumah sakit bersalin yang ada di Jalan Panji Suroso dan 15 Puskesmas yang tersebar di lima kecamatan.
Karena itu, saat ini Pemkot tengah mengkaji kelaikan pembangunan RS milik Pemkot Malang. Jika memiliki RS sendiri akan dapat diatur sendiri oleh Pemkot Malang. Seperti yang terjadi pada permasalahan tidak berlakunya surat keterangan tidak mampu (SKTM). Sejak 2008 lalu, Dinas Kesehatan Kota Malang sudah tidak lagi memberlakukan SKTM, tapi Pemprov Jatim memiliki kebijakan lain, SKTM masih dapat diberlakukan hingga Januari 2010 kemarin. Akibatnya, tanggungan biaya untuk SKTM cukup besar yang harus ditanggung Pemprov Jatim.
“Kami masih mengkaji kelaikan RS milik Pemkot Malang. Selama ini masih hanya berdasarkan asumsi saja Kota Malang butuh RS milik Pemkot Malang,” kata Kadinkes Kota Malang, dr. Enny Sekar Rengganingati.
Apalagi nanti ada aturan baru yang terkait dengan Jamkesmas. Sebelum mendapat perawatan dari RSSA Malang, pasien pemegang Jamkesmas harus terlebih dulu dirujuk di RS milik Pemkot Malang atau yang ditunjuk Pemkot Malang. Jika tidak dapat ditangani dapat dirujuk ke RSSA Malang. Khususnya yang dalam gawat darurat dapat langsung dirujuk ke RSSA.
Kemudahan dalam pendirian RS juga sudah sangat terasa, setelah disepakatinya Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Retribusi Pelayanan di Bidang Kesehatan antara DPRD Kota Malang dengan Pemerintah Kota Malang, Kamis 28 Januari lalu. Kini dunia kesehatan di kota Malang memasuki era baru yang cukup menjanjikan.
Selain aspek penggratisan retribusi untuk konsultasi, pemeriksaan, diagnostic dan atau pemberian obat di Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Puskesmas Keliling, angin segar diberikan kepada para pelaku jasa kesehatan dengan telah dihilangkan atau dihapusnya semua jenis retribusi perizinan di bidang Kesehatan.
Tercatat ada 20 jenis retribusi perizinan dengan beberapa items didalamnya yang dihapus yakni Izin Balai Pengobatan / Poliklinik, Izin Rumah Bersalin /Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), Izin Praktik Dokter dan Dokter Gigi, Izin Praktik Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis, Izin Praktik Dokter Asing, Izin Praktik Khusus, Izin Praktik Bidan, Izin Kerja Perawat, Izin Kerja Asisten Apoteker, Izin Kerja Perawat Gigi, Izin Kerja Refraksionis Optisien, Izin Praktik Fisioterapis, Izin Apotek, Daftar Ulang Apotek, Izin Optik, Izin Laboratorium Kesehatan, Izin Praktek Akupuntur, Izin Pedagang Eceran Obat dan Daftar Ulang Pedagang Eceran Obat. “Itu hanya retribusi perizinanya saja yang gratis. Tapi mereka tetap harus mengajukan izin kepada kami. Khusus di Dinkes Kota Malang hanya melayani untuk RS tipe C dan D,” tambahnya.
Tipe C yang memiliki lebih dari empat spesialis dan tipe D kurang dari empat spesialis. Untuk RSAUB yang tengah dibangun UB, pihaknya belum mengetahui rumah sakit tipe apa, karena belum ada informasi terkait hal tersebut. (aim/udi)
lombok February 10th, 2010, 12:28 PM Pemkot Batu sulit ambil alih Songgoriti Resort
Rabu, 10/02/2010 15:48:30 WIBOleh: Mohammad Sofi'i
BATU (Bisnis.com): Pemkot Batu kesulitan untuk mengambilalih aset wisata hotel dan pemandian alam air panas Songgoriti Resort (SR) karena aset itu kini telah diagunkan oleh PT Bumi Mas Songgoriti (BMS) ke Bank Marincorp.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu Bambang Wahyudi mengemukakan sertifikat hak guna bangunan (HGB) aset wisata itu telah diagunkan ke pihak ketiga sehingga membutuhkan dana yang cukup besar untuk mengambilalihnya.
"Selain membutuhkan waktu yang relatif panjang, juga memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Artinya, rencana melepas Songgoriti Resort ke swasta lain tidak mudah," ujarnya hari ini.
Dia mengemukakan itu menanggapi pernyataan Wakil Bupati (Wabup) Malang Rendra Kresna yang siap melepas dan menjual SR. Kota Batu ketika masih menjadi bagian Pemkab Malang juga pernah menggulirkan wacana melepas Songgoriti Resort Rp50 miliar.
Artinya, dana APBD untuk pengambilalihan Songgoriti Resort yang berdiri di atas lahan sembilan hektare itu telah dilengkapi berbagai fasilitas rekreasi berupa kolam renang air hangat alami yang berasal dari sumber alam pegunungan mencukupi atau tidak.
"Selain itu, yang tidak kalah penting, apakah kalau nanti dibeli oleh Pemkot Batu, nilai aset wisata itu sebanding dengan anggaran yang telah dikeluarkan. Dalam hal ini faktor bisnis yang finalnya bisa memberi keuntungan secara ekonomis juga harus menjadi pertimbangan." (fh)
0b3_st February 11th, 2010, 04:58 AM rekan2 sekalian mohon info lokasi wisata unggulan di malang selain jatim park dunk...
terima kasih buat infonya...
:nocrook:
:dance:
sbyctzn February 11th, 2010, 05:08 AM Banyak Bro..
ada BNS... sore sampe malam...
trus Museum Satwa....
dll... dll....
tinggal mau pilih wista yang bagaimana??
Konsultasi sama si empunya kota GUSSINYO, monggo gus....
silahken dipegang....
gussinyo February 11th, 2010, 07:13 AM he5x...
empu gandring ya? bisa aja sbyctzn...
@ ob 3 st;
bisa saya sebutkan beberapa wisata di Malang Raya (tapi gak semuanya ya) :
- Kota Malang;
wisata belanja: Mall Olimpic Garden, Malang Town Square, bebrapa tempat hiburan malam
wisata kota tua : Bangunan kolonial di sekitar Jl. Besar Ijen, sekitar Alun-alun
wisata kuliner : banyak Wisata Kuliner ( Hot Cwie Mie Malang, Bakso Cak Man, Bakso Damas, Sate Hiu, Toko Oen, Bebek Goreng Crispy, Surabi Malang, Belut Goreng, nasi goreng mawut, nasi ceker ayam, dll)
atau kalu anda pengen kuliah disini banyak kampus, he5x...
- Kabupaten Malang;
wisata alam : Pantai Ngliyep, pantai Bale Kambang, Pemandian Wendit, Wisata Sengkaling, Air Terjun Coban Rondho
- Kota Batu :
wisata hiburan : Jatim Park I, Jatim Park II (Museum Satwa), Batu Night Spectacular, Paralayang di gunung Butak
wisata agro : petik apel n strawberry di Kusuma Agrowisata, desa bunga Sidomulyo, desa apel Bumiaji, belanja buah Naga di jln. Imam Bonjol
wisata alam : air panas Coban Rondo, pemandian Songgoriti, kolam renang & kebun bunga Selecta
wisata kuliner : sate kelinci, rica-rica bebek, bandeng bakar, ikan patin bakar, keripik apel, warung bamboo, bakso Arief
jadi bagusnya klu pagi sampe sore anda habiskan waktu di kota Batu dan kabupaten Malang, terus malamnya anda jalan2 di kota Malang..
saya tunggu di Malang
hermawan February 11th, 2010, 07:47 AM ^^
Mo nambahin dikit...
kalo menyukai wisata budaya, di Malang banyak juga candi2 peninggalan masa lalu...
Yang terbesar candi Singosari, Candi Badut, Candi Kidal dsb.
dan disarankan, kalo berkunjung kesini nggak cukup hanya di Malang Kota, kabupaten dan batu saja, tapi coba tengok2 di sekitarnya. pasti akan jauh lebih menarik seperti ke Surabaya untuk shopping (jaraknya cuma 2 jam)...
lalu ada Taman Safari 2 di Pandaan, dan air terjun Kakek Bodo...
dan jika masih banyak waktu bisa meneruskan perjalanan ke Bromo dan Watu Ulo di jember...
selamat menikmati perjalanan di Jatim:cheers:
gussinyo February 11th, 2010, 10:49 AM nambahin lagi ;
kalu tertarik wisata danau /bendungan ada banyak; waduk Ngantang, Karangkates, Lahor
bharadya February 11th, 2010, 01:26 PM ^^ Wah, kalo saya, wisata ke rumah pacar saya. :lol::lol: (Maap OOT banget)
Oyah nanya, MX Square samping Matos itu konsepnya gimana? Koq dari luar mirip2 Citos ya? Udah ada info tenant2nya? :):)
Freezy89 February 12th, 2010, 02:40 PM ^^
Tentang MX Square ada dua versi yang saya dengar :
1. IT Mall - digunakan untuk pusat penjualan barang2 IT, seperti High Tech Mall yang ada di Surabaya
2. Lifestyle Mall - Mall yang isinya mengakomodasi gaya hidup, terutama bagi anak-anak muda yang memang terpusat di daerah itu
Kita lihat saja gimana nanti jadinya...:cheers:
Btw...berita ttg renovasi pasar blimbing & dinoyo...
3.900 Pedagang Pasar Digusur
Dampak Pembangunan Pasar Modern Dinoyo dan Blimbing
MALANG - Sebanyak 3.900 pedagang di Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing segera digeser. Mereka bakal ditempatkan di lokasi baru untuk keberlangsungan pembangunan pasar modern hasil kerja sama Pemkot Malang dengan pihak ketiga atau investor.
Bahkan, saat ini pemkot sudah mempersiapkan dua titik yang dijadikan tempat penampungan sementara bagi para pedagang. "Sebagaimana diputuskan tim relokasi, tempatnya tidak jauh dari pasar sekarang," kata Kepala Dinas Pasar Pemkot Malang J. Hartono, siang kemarin.
Dia menyebukan, penampungan sementara bagi 1.400 pedagang Pasar Dinoyo berada di sekitar Puskesmas Pembantu Merjosari dan lapangan Sepakbola Merjosari. Sedangkan 2.500 pedagang Pasar Blimbing berada di Pasar Hewan Pandanwangi.
Aset pemkot di Merjosari, sekarang ini masih menjadi lahan persawahan. Lahan itu disewa warga sekitar dan dimanfaatkan untuk bercocok tanam padi. Sedangkan pasar hewan kondisinya masih mangkrak. "Kedua tempat itu dipilih karena yang paling memungkinkan dan paling sedikit masalah yang akan ditimbulkan. Daya tampungnya juga memadahi," ujar dia.
Dia menjelaskan, beberapa alasan pemilihan kedua tempat tersebut di antaranya, karena keduanya merupakan aset pemkot. Selain itu, akses jalan ke lokasi baru itu juga tidak menyulitkan.
Hartono mengakui, sebelum memutuskan kedua tempat itu, sebenarnya ada beberapa tempat alternatif. Seperti halnya, untuk relokasi pedangan pasar Dinoyo di sekitar Landungsari dan lapangan Dinoyo. Namun, sejumlah pertimbangan seperti akses jalan dan kegiatan olahraga, akhirnya pilihan alternatif itu tidak diambil.
Kapan relokasi? Hartono belum bisa memastikan kapan pelaksanaannya. Karena saat ini masih dalam proses penetapan investor yang akan bekerjasama dengan pemkot untuk membangun kedua pasar tersebut. "Kalau proses penjaringan investornya, coba ke Pak Djarot (Djarot Edy Sulistyono), beliau ketua timnya," kata dia.
Terpisah, Djarot Edy Sulistyono, ketua tim penjaringan investor pembangunan Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing mengatakan bahwa saat ini masih dalam proses telaah proposal 10 investor. "Masih kami evaluasi, lalu kami saring kemudian kami panggil ulang. Paling lambat minggu depan sudah selesai," kata kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Pemkot Malang ini. Untuk pelaksanaannya, dia memperkirakan dilakukan pertengahan tahun ini. (yak/ziz)
Mari kita tunggu beritanya minggu depan!!! :cheers:
bharadya February 12th, 2010, 03:33 PM ^^ Aku lebih setuju sama yg konsep Lifestyle Mall. Soalnya facade luarnya udah ngedukung banget. Apalagi kalo ada bioskopnya. Jujur, aku agak kasian, filem2 yg diputer di 21-nya Malang ga apdet banget. :ohno::ohno:
hermawan February 13th, 2010, 02:10 AM Setuju banget dengan bharadya....akan lebih bagus kalo jadi lifestyle mall
kal nggak salah diberita terdahulu seperti itu..
lagian IT mall khan sudah ada Dieng Plaza..
BTW : kabar baik pasar Dinoyo dan Blimbing akan segera dibongkar..
biar ngurangi kumuh2..:cheers:
Ampelio February 13th, 2010, 03:13 AM images please :)
Freezy89 February 18th, 2010, 12:44 PM Sepi ya...ayok forumers yang menetap di Malang update fotonya... :)
Saya sendiri kelihatannya baru bisa pulang ke Malang pertengahan Maret...
Ampelio February 19th, 2010, 12:43 AM Welcome to STICKY worlds!
Ayo ker, forumers Malang, lebih kerja keras lagi! :okay:
hermawan February 19th, 2010, 02:33 AM nich tentang perkembangan vulcania park:)
Volcano Park ‘Pindah’ ke Poncokusumo
MALANG- SURYA- Hasil studi kelayakan Volcano Park yang antara lain dilakukan di Kabupaten Malang memastikan tidak akan memakai lahan milik Pemkab Malang.
Jika semula eks Taman Jeru yang berada di Tumpang digadang-gadang bakal menjadi lokasi Volcano Park, ternyata hasil studi berbeda. Studi kelayakan itu menyebut desa di Kecamatan Poncokusumo lebih cocok sebagai lokasinya.
Volcano Park adalah wisata edukasi gunung berapi yang terinspirasi dengan wisata sejenis di Perancis. Kesimpulan itu disampaikan Gerard dan Nicolas Pete dari Euro Asia yang melakukan studi kelayakan itu kepada Bupati Malang,Sujud Pribadi di Pringgitan, Rabu (17/2).
Meski eks Taman Burung Jeru tidak lagi ‘dilirik’, Kabag Humas Pemkab Malang, Suroto, mengatakan, ada pihak lain yang berminat memanfaatkan lokasi itu sebagai sarana wisata edukasi.
“Eks Jeru sudah dilirik investor yang bergerak di bidang pendidikan,” tegas Suroto.
Hasil studi ini akan disampaikan pada Gubernur Jawa Timur di Surabaya pada 3 Maret mendatang. “Saya harap, lokasi Volcano Park ditetapkan di Kabupaten Malang,” kata Sujud Pribadi, Bupati Malang.
Studi kelayakan ini difasilitasi organisasi buruh internasional ILO, sekaligus sebagai memprakarsai proyek nasional itu. Selain Kabupaten Malang, daerah lain yang berada di sekitar wisata Gunung Bromo juga tertarik dijadikan tempat lokasi Volcano Park, seperti Kabupaten Pasuruan. Keberadaan wisata edukasi gunung berapi ini diharapkan menjadi magnet pariwisata untuk daerah sekitarnya. vie
eurico February 19th, 2010, 02:37 AM Wah Malang juga sticky! Selamat buat forumer Malang, gak perlu scrolling lama2 buat nemuin thread nya. Lanjutkan!
bharadya February 19th, 2010, 05:37 AM ^^ Congrats buat Malang! :D:D Ayo tambah update-nya ya! :):)
dimasputra February 19th, 2010, 02:13 PM kerja keras untuk membombardir thread Malang dengan pics konstruksi yang ada di Malang mas gus, mas freezy, dkk... :)
congratz..!! :cheers:
dek coy February 19th, 2010, 03:37 PM :okay: congrats especially for malang forumers. Ditunggu progress kota Malang...
hermawan February 20th, 2010, 04:53 AM Waooh...
Nggak nyangka perhatian teman2 terhadap Malang luar biasaaaa......
trims Mod dibuat Sticky..
Ayo forumers Malang..semangat2....
Freezy89 February 20th, 2010, 03:47 PM ^^
Hal ini cukup mengejutkan buat saya...well, terimakasih atas apresiasi yang diberikan utk smua forumers Malang. Ayo Ker, kita harus kerja lebih keras lagi!!
:)
dimasputra February 21st, 2010, 09:46 AM ^^ we're waiting for the updates around Malang.. :D
hermawan February 22nd, 2010, 09:21 AM Sambil nunggu update kawan2 di Malang, alangkah baiknya disebut beberapa proyek yang ada di Malang :
1. MX Square/Cibogo Town Square
2. Cibogo Apartemen 2 tower @ 12 lantai
3. Sukarno Hatta apartemen 15 lantai
4. RS Pendidikan UB
5. RS UMM
6. RS. Panti Nirmala
yang menunggu kabar selanjutnya :
1. Vulcania Park
2. International Village
3. Hotel di Museum Satwa 6 lantai
4. Pembangunan Pasar modern Dinoyo dan Blimbing
itu dulu yang pengen up date!!!!
dimasputra February 22nd, 2010, 10:18 AM ^^ thanks for the list mas hermawan.. :D
hermawan February 24th, 2010, 04:59 AM Perkembangan Vulcania Park......
Rp. 2 Trilyun Ker!!!
EA Makin Serius Garap Vulcano Park
http://img641.imageshack.us/img641/1046/fotoilo.jpg (http://img641.imageshack.us/i/fotoilo.jpg/)
17-02-2010
Malang, (17/02)- Euro Asia (EA) semakin menunjukkan tanda-tanda keseriusannya untuk menggarap salah satu wisata andalan Kabupaten Malang agar menjadi lebih terkenal. Hari ini, Rabu (17/02), Bupati Sujud Pribadi serta Sekretaris Daerah DR. Abdul Malik, SE, M.Si dan kepala SKPD terkait
menerima tamu dari Euro Asia dan ILO mengenai kelayakan wisata Jeru Tumpang yang akan dibangun Vulcano Park (VP). Euro Asia telah melakukan studi mengenai sarana, prasarana, potensi pengembangan (pertanian, produk unggulan masyarakat, dll) selama empat bulan sejak September tahun lalu. Euro Asia sendiri adalah konsultan yang ditunjuk oleh ILO.
Sebelumnya, kawasan wisata jeru tumpang sudah digadang-gadang akan menjadi tempat awal pembangunan, namun setelah mempelajari berbagai aspek baik buruknya, baik sekarang maupun masa depan untuk pengembangan, akhirnya mereka memutuskan kemungkinan pembangunannya bisa mengarah ke kawasan lain. Alasannya, kawasan tersebut terlalu jauh dari akses menuju Bromo.
Dua orang perwakilan EA, Mr. Nicholas Pitet dan Mr. Gerard Salliot serta perwakilan ILO, Irfan Afandi, mengemukakan alasan tersebut. Keduanya memiliki argumen bahwa untuk bisa mengembangkan kawasan itu, minimal dibutuhkan lahan yang luas. Sekitar 50 ha. Sebagai gantinya, diperlukan wilayah lain yang lebih dekat dan memiliki prasarana yang lebih komplet. EA berencana membangun VP dengan kualitas standar internasional. Mulai proses pembangunan, perlengkapan pendukung, akan benar-benar direncanakan dan dikawal sampai dengan kegiatan manajemennya. Tujuannya untuk memberi nilai tambah bagi daerah dan menciptakan kawasan wisata terkemuka. Apalagi, bila dibandingkan negara tetangga seperti Singapura yang hanya memiliki wisata berupa taman tetapi bisa mendatangkan pemasukan yang sangat besar. Hal itu terletak pada kualitas dan manajemennya. Wilayah yang dibidik saat ini masih berada dalam proses studi lebih lanjut. Hasilnya baru akan bisa diketahui pada tanggal 3 Maret nanti. Dalam dengar pendapat ini, Bupati Sujud ingin seluruh proses pembangunannya benar-benar dilakukan secara baik dan terencana matang bersama seluruh SKPD terkait. Karena, suatu pembangunan harus melihat dari segi prasarana, kualitas, dana, respon masyarakat sekitar, lingkungan, industri, transportasi, dsb. “Ini juga harus dibicarakan dengan pemerintah provinsi dan pusat karena untuk membangunnya butuh dana milyaran,” ujarnya. Setelah ditemui di Peringgitan, rombongan bersama sekda dan SKPD terkait melakukan pembicaraan leboh lanjut di Ruang Rapat Sekda. Sekda mengatakan untuk mendukung ini, SKPD sebagai pendukung juga harus siap melalui bidang masing-masing. Seperti bidang lingkungan hidup, transportasi, jalan, pertanian, UKM, perencanaan, informasi, keuangan dan tentunya pariwisata. (Humas/loh)
Sumber : situs Pemkab. Malang
bharadya February 24th, 2010, 04:53 PM Sambil nunggu update kawan2 di Malang, alangkah baiknya disebut beberapa proyek yang ada di Malang :
1. MX Square/Cibogo Town Square
2. Cibogo Apartemen 2 tower @ 12 lantai
3. Sukarno Hatta apartemen 15 lantai
4. RS Pendidikan UB
5. RS UMM
6. RS. Panti Nirmala
yang menunggu kabar selanjutnya :
1. Vulcania Park
2. International Village
3. Hotel di Museum Satwa 6 lantai
4. Pembangunan Pasar modern Dinoyo dan Blimbing
itu dulu yang pengen up date!!!!
^^ Yang mallnya kantor pos (kalo ga salah Post Square) gimana itu?
sbyctzn February 25th, 2010, 02:41 AM Wah wah, ketinggalan nih saya, kota Malang tercinta akhirnya Sticky juga,
thx a lot buat Mod yang memberikan apresiasi dan kepercayaaannya
tak lupa semua forumer Malang yang kerja keras ikut memelihara forum ini.
Saya pribadi sangat salut, semoga bisa memberikan kontribusi untuk kota Malang tercinta.
Btw vulcania park ternyata diseriusi betul yah...
hhmmm..... Akan semakin banyak aja nih theme park di Malang Raya!
Salut!
hermawan February 25th, 2010, 04:12 AM Nih berita kelanjutan rencana International Peace Park...
Kamis, 25 Februari 2010
SURABAYA - Surya- Pemprov Jatim akan membangun perkampungan pusat jambore internasional menggandeng Universitas Negeri Malang (UM) yang mengusulkan ide tesebut.
Kepastian itu dicapai setelah Wagub Saifullah Yusuf menerima Rektor UM Prof Dr H Suparno dan Direktur Hubungan Internasional UM Prof Dr Susiana di ruang kerjanya, Rabu (24/2).
Menurut Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf, pusat jambore ini akan dibangun di Kabupaten Malang. Selain menjadi tempat jambore dan pusat kegiatan belajar siswa dan mahasiswa di alam terbuka, perkampungan ini juga diharapkan menjadi wisata budaya di Jatim. “Makanya kami sangat mendukung ide yang disampaikan UM itu,” ujarnya.
Apalagi program tersebut, kata Gus Ipul, sejalan dengan pemikiran Menegpora Andi Alfian Malarangeng yang meminta dirinya membangun tempat bertaraf internasional sekaligus tempat wisata budaya yang dapat menjadi pusat kegiatan pemuda di seluruh dunia.
Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr H Suparno mengatakan proyek pembangunan dusun perdamaian internasional tersebut dimaksudkan sebagai tempat dan wahana bagi seluruh anak Indonesia untuk belajar tentang national character building. Pembelajaran tersebut dinilai penting, agar para pemuda siap menghadapi dan menyongsong masa depan di era globalisasi.
“Apalagi hingga kini, di wilayah Jatim belum punya kawasan jambore yang representatif dan permanen,” jelasnya.
Untuk itu, lembaga yang dipimpinnya, kata Suparno yang juga pakar tata bahasa ini, akan membangun taman jambore dan tempat pariwisata budaya di kawasan Desa Jeru, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang dengan luas lahan 11,5 hektare. “Pembangunan proyek ini diperkirakan menelan anggaran Rp 40 miliar,” katanya.
Agar segera terwujud, proyek ini akan dilakukan secara gotong royong. Kabupaten Malang yang menyediakan lahan, anggaran proyeknya antara pemprov dengan pemerintah pusat. “Universitas Negeri Malang nantinya sebagai pengelola,” imbuh Suparno.
Kabupaten Malang tempatnya sangat futuristis dan iklimnya sejuk. Di tempat itulah akan dibangun gedung induk untuk kantor, paviliun, kawasan outbond, sungai alami dan buatan, peternakan, kebun, hutan tanaman langka, kawasan kegiatan farmwalk, dan kawasan wisata kultural dengan berbagai macam pondok untuk kegiatan tradisional atau museum hidup. nuji
Kab. Malang :okay:
gussinyo February 25th, 2010, 10:55 AM laksanakan....
hermawan February 27th, 2010, 02:43 AM Jumat, 26 Februari 2010
MALANG – Bertambah banyaknya kendaraan dan semakin tingginya jam kemacetan di kota-kota besar menjadi sorotan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa. Dalam kunjungannya ke Malang kemarin, Menpera mengatakan bangunan apartemen merupakan salah satu solusi mengatasi tingkat kemacetan selain dengan pemetaan wajah kota. Namun Menpera menghimbau Kota Malang untuk tetap mempertahankan wilayah yang disebut sebagai Ikon Kota Malang, yakni Jalan Ijen dan juga Kayu Tangan.
Ditemui di lokasi pembangunan Mall dan Apartemen Cibogo Square kemarin mantan politisi dari Partai Persatuan Pembangunan ini mengatakan, tingkat kemacetan di kota-kota besar sudah tidak memiliki pola lagi. Jam padat yang seharusnya ada pada pagi dan sore kini bergeser menjadi satu hari penuh dengan konsentrasi kemacetan yang tersebar di berbagai titik jalan.
Menurutnya hal ini karena jarak antara rumah, kompleks perkantoran ataupun pusat pendidikan tersebar dan tidak terpetakan. ”Malang harus mulai menata kotanya karena Malang saat ini termasuk kota besar. Penataan harus dilakukan asal jangan menghilangkan ikon kota seperti Jalan Ijen dan kawasan Kayu Tangan,” kata Suharso Monoarfa kemarin.
Pendirian apartemen menurutnya menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan agar arus macet hanya terjadi dan terpusat pada titik-titik tertentu saja. Konsep apartemen yang tidak memakan banyak ruang dengan kapasitas hunian mengalahi kompleks perumahan serta letak apartemen yang berada di tengah kota menjadi kelebihan bangunan ini.
”Dengan apartemen titik kemacetan akan tersentral di beberapa titik saja. Karena lokasinya juga berada dekat dengan pusat perkantoran, pusat pendidikan ataupun mall. Di titik itu jam kepadatan akan terpola pada pagi hari, siang ataupun sore hari,” lanjutnya.
Di tahun 2010 Menpera juga menargetkan akan membangun sekitar 2 juta unit rumah susun yang tersebar di berbagai provinsi.
Selain mengunjungi sejumlah apartemen, Suharso juga berencana mengunjungi lima asrama mahasiswa yang dibangun dari dana pusat di Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Malang, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim dan Universitas Brawijaya pada Sabtu (27/2) hari ini.
”Kami berharap dengan asrama mahasiswa itu kelanjutannya akan bisa dikelola sendiri oleh universitas masing-masing,” katanya.
Sementara untuk subsidi perumahan rakyat Suharso juga menyebutkan, ada subsidi khusus bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Mereka bisa mengredit rumah dengan bunga 1 persen lebih rendah di bawah bunga deposito. Siapa sajakah warga menengah kebawah? ” Yang pendapatannya di bawah Rp 4,5 juta per bulan, juga yang pendapatannya Rp 2,5 juta,” sebutnya. Masyarakat dengan pendapatan Rp 2,5 juta per bulan bisa mengangsur maksimal sepertiga dari pendapatannya yakni sekitar Rp 1,5 juta selama 120 kali atau sekitar dua tahun. ”Jadi harga rumahnya sekitar Rp 180 juta,” ujar Suharso. (pit/lim)
BTW : Ternyata Menpera Arek Malang!!
hermawan February 28th, 2010, 08:12 AM Minggu, 28 Februari 2010 |
MALANG | SURYA - Pemkot Malang berencana akan membangun jembatan baru di atas Kali Amprong Jl Mayjen Sungkono. Jembatan ini mirip fly over, yakni khusus dilalui kendaraan besar.
Pembuatan jembatan tersebut terkait dengan pembangunan jalur lintas timur (Jalintim) yang akan melewati Jl Ki Ageng Gribig dan Jl Mayjen Sungkono. Dananya pun tidak terpisah dari pembangunan Jalintim yang diusulkan Rp 300 miliar. “Sedang jembatan lama di bawahnya tetap difungsikan, namun untuk sepeda motor,” papar Wali Kota Malang, Drs Peni Suparto MAP, baru-baru di Balai Kota Malang. Pemkot Malang, ujar Peni, telah mengajukan dana tersebut ke pemerintah pusat.
“Semua berkas usulan berikut konsep rencana proyek Jalintim telah kami kirim ke DPR RI. Hanya saja hingga kini belum ada kabar, mudah-mudahan segera mendapat jawaban,” katanya.
Untuk pembangunan Jalintim, pemkot melakukannya setahap demi setahap. Setelah membangun jalan tembus Gadang-Bumiayu, pemkot melebarkan Jl Mayjen Sungkono dari pertigaan jalan tembus sampai GOR Ken Arok. Selepas Gor Ken Arok ke utara yaitu sampai pertigaan Jl Ki Ageng Gribig. Dengan menjadikan Jl Mayjen Sungkono sebagai ring road timur, otomatis pemkot harus banyak membebaskan lahan warga, terutama di sekitar jembatan di Kelurahan Kedungkandang.
Plai Oper lagi:)
Freezy89 February 28th, 2010, 01:17 PM ^^
Akhirnya ada kabar tentang perluasan Jl Mayjend Sungkono... :)
Tentang lokasi fly over itu...jalan dekat kali amprong itu memang menurun membentuk lembah dengan jembatan ada di dasar lembah. Untuk teman-teman yang familiar dengan daerah di ketingginan seperti Malang, pasti mengerti yang saya maksud. Di daerah2 tinggi seperti Malang, daerah sekitar sungai sering kali punya lahan menurun. Dengan adanya jembatan baru yang dibilang seperti fly over itu, kendaraan tidak perlu berjalan turun mengikuti kontur tanah karena jembatan terletak di atas lembah. Boleh lah dibilang fly over karena katanya jembatan bawah tetap difungsikan...
Berita tentang jalan tembus ke lanud abd. rahman saleh...
Tak Perlu Lewati Pos Militer
MALANG - Para pengguna jasa penerbangan melalui Lapangan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh tidak perlu ribet dengan prosedur masuk kawasan militer tersebut. Sebab pembuatan akses jalan masuk ke lanud melalui jalan sipil sudah kelar pengerjaannya.
Itu artinya, pengguna jasa penerbangan tak perlu lagi melintasi jalan militer milik TNI-AU. Selama ini, untuk masuk ke lanud, pengguna jasa harus melalui prosedur yang cukup ketat karena jalan yang dilalui adalah jalan militer. Mereka harus melewati pemeriksaan di pos penjagaan militer.
Untuk akses jalan sipil, Pemprov Jatim dan Pemkab Malang menyiapkan jalan sepanjang 1,3 kilometer sebagai jalan masuk ke bandara itu. Jalan alternatif itu berada sekitar 100 meter sebelah selatan pos penjagaan lanud.
Kepala Dinas Bina Marga Pemkab Malang Mochammad Anwar mengatakan, proyek pembangunan ditangani sepenuhnya oleh Pemprov Jatim. Sedangkan untuk pengadaan lahannya dilakukan sepenuhnya oleh Pemkab Malang melalui dinas yang ia pimpin. "Sepengatahu saya, proyek itu tuntas digarap sejak sebulan lalu. Sekarang tinggal peresmian penggunannya saja," kata Anwar.
Nantinya, papar Anwar, jalan alternatif terdiri dua jalur. Setiap jalur memiliki lebar 5 meter dan dibatasi dengan median jalan. Untuk mengantisipasi genangan air, di sisi jalan dibuatkan saluran drainase.
Anwar memaparkan, pembuatan jalan sipil itu memang untuk mempermudah para pengguna jasa penerbangan. Untuk pembangunan jalan itu, pemprov telah menganggarkan dana sekitar Rp 17 miliar. (mas/fir)
hermawan March 1st, 2010, 05:31 AM ^^
Ya...setahuku jembatan itu terlalu menukik turun dan belok tajam
sangat sulit kendaraan besar untuk bisa lewat......
semoga jalintim itu segera dapat dibangun...
satu lagi khabar gembira tentang sudah jadinya jalan sipil di Bandara...
tinggal nunggu picsnya nih..
hermawan March 2nd, 2010, 04:46 AM http://img5.imageshack.us/img5/8121/menarasuhat.gif (http://img5.imageshack.us/i/menarasuhat.gif/)
Senin, 01 Maret 2010
MALANG POST – Harapan KSO (Kerja Sama Operasi) Java Mitra, mendirikan Apartemen Menara Soekarno Hatta (Soehat) di Jl. Soekarno Hatta, Malang, terus menghadapi kendala. Satu demi satu persoalan dibalik pengurusan izin pendirian apartemen itu dihadang Perum Jasa Tirta.
Hal tersebut terungkap dari pertemuan antar departemen yang digelar Bappeprov Jatim, untuk membahas Izin Pemanfaatan Ruang (IPR) pendirian apartemen setinggi 45 meter, pekan lalu.
‘’Dalam pertemuan, Jasa Tirta malah bingung menentukan batas bibir sungai untuk apartemen itu,’’ kata Suci Purnomo, Kabid Pengembanga Regional Bappeprov Jatim di kantornya, kemarin siang.
Seperti diberitakan Malang Post sebelumnya, meski belum jelas-jelas mengantongi izin pendirian apartemen, tetapi KSO Java Mitra telah berani memasarkannya ke masyarakat luas. Padahal satu jenis izin dari sekian perizinan yaitu IPR belum mampu ‘dikeluarkan’ Java Mitra.
Dikatakan Suci, Pemprov Jatim dalam hal ini Bappeprov, masih menunggu keputusan riil dari Jasa Tirta. Karena hak penggunaan dan pemanfaatan lahan di pinggir sungai, salah satunya juga dikuasai Jasa Tirta, yang berpusat di Jakarta. Jika lembaga ini tidak mengizinkan, maka gugurlah seluruh proses pembuatan IPR.
‘’IPR itu salah satu dari sekian banyak izin yang posisinya sangat mutlak. Tetapi, untuk mengeluarkan IPR juga bukan pekerjaan mudah. Melalui proses cukup panjang, karena melibatkan banyak lembaga terkait. Kalau satu lembaga saja tidak mengizinkan, maka lembaga lainnya tidak bisa menolong,’’ papar Suci.
Menurut dia, dalam klausulnya, Jasa Tirta mengharuskan Menara Soehat harus berdiri minimal 30 meter dari bibir sungai. Tetapi, pengertian kata ‘bibir sungai’ menjadi debat kusir antar perwakilan Jasa Tirta dalam rapat terrsebut. Mereka saling tuding dalam menentukan batasan bibir sungai.
‘’Apakah batasan bibir sungai diukur dari permukaan air atau cukup dari pinggir sungai. Kalau dari air, apakah ketika air sedang banjir atau air dalam kondisi sungai normal. Diantara mereka tidak bisa menentukan. Malah terjadi perdebatan sesama perwakilan Jasa Tirta yang kita undang,’’ paparnya.
Melihat kondisi itu, lanjut Suci, pihaknya memilih menunggu keputusan Jasa Tirta terkait disetujui atau tidaknya apartemen Soehat berdiri di sisi Sungai Brantas.
Bappeprov tidak mungkin gegabah memproses keluarnya IPR jika persyaratannya belum lengkap. ‘’Nggak berani, Mas. Sekarang jaman keterbukaan. Kita tidak mungkin berani main-main soal perizinan,’’ tandasnya.
Selain Jasa Tirta, tambah Suci, persoalan jalan keluar masuk apartamen juga dipersoalkan. Karena, apartemen Soehat jangan justru menambah kemacetan di kawasan sekitarnya. ‘’Sekarang ini, Jl Dinoyo arusnya sudah sangat padat. Jangan tambah macet lagi, karena keluar masuknya penghuni apartemen,’’ tuturnya.
Disebutkan Suci, kalau pun ada yang meringankan KSO Mitra Java dalam pertemuan itu hanya Dinas Perhubungan Jatim. Karena tinggi apartamen masih di bawah ambang batas pendirian gedung yang maksimal 52 meter dari permukaan tanah.
‘’Itu pun baru pernyataan lisan. Dinas Perhubungan secara tertulis belum memberikan keputusannya soal Menara Soehat,’’ pungkasnya. (has/avi)
Freezy89 March 3rd, 2010, 06:49 AM gOOd NeWs..!!!
Bandara Baru Tinggal 20%
Tinggal Bangun Pertokoan dan Pengecoran Apron
PAKIS - Pembangunan terminal baru seluas 6.000 meter persegi di kompleks Lanud Abdulrachman Saleh nyaris tuntas. Akses jalan masuk dua arah sepanjang 2,5 kilometer menuju terminal kedatangan dari poros jalan utama menuju markas pangkalan TNI AU itu pun telah mulus. Tepat di ujung pintu masuk juga telah dibangun tugu selamat datang lengkap dengan identitas bandar udara (bandara). Yakni bertuliskan Bandar Udara (Bandara) Abdulrachman Saleh.
Kapentak (Kepala Penerangan dan Perpustakaan) Lanud Abdulrachman Saleh Mayor (Sus) Wahyudi mengatakan, jalan dua arah itu nantinya merupakan akses utama para calon penumpang menuju bandara. Karena belum difungsikan, maka aktivitas itu tetap melewati kawasan pangkalan TNI AU. ''Sampai saat ini taxi way masih menjadi satu dengan penerbangan Lanud," jelas Wahyudi pada koran ini di terminal Bandara Abdulrachman Saleh, kemarin.
Berdasarkan pengalaman Radar, tak butuh waktu lama menembus jalan dua arah menuju terminal kedatangan dan keberangkatan baru bandara. Tak sampai 10 menit perjalanan dengan kendaraan roda dua, maka sampailah di depan terminal. Perkebunan tebu di sisi kanan kiri jalan yang berlanjut dengan ladang jagung serta wajah gagah perbukitan di ujung timur membuat perjalanan terasa lebih menyejukkan.
Sayangnya, bangunan terminal baru itu terkesan kurang terawat. Rumput-rumput liar tumbuh di sana sini. Termasuk di kawasan bangunan. Padahal, bangunan bercat merah bata itu masih baru. Belum genap satu tahun berdiri di sana. Dilihat lebih detail, bangunan terminal tersebut juga masih kosong melompong.
Belum tampak satu sarana ataupun peralatan yang menunjukkan ciri khas sebuah terminal bandara. Begitu pula dengan sekat-sekat ruangan yang bakal dijadikan loket pembelian tiket penerbangan komersial. Semua masih kosong. Tanda silang putih juga tampak jelas mencoret kaca-kaca bangunan sebagai tanda baru dan belum difungsikan.
Tak hanya itu, apron atau tempat parkir pesawat pun belum tersentuh. Sehingga, aspal beton landasan pacu menuju apron terputus. Yang tampak hanya gundukan pasir di beberapa tempat. Karena belum berfungsi, akhirnya landasan pacu itu menjadi lintasan para petani melintas menuju ladang atau sebaliknya. ''Dari sisi pembangunan, 80 persen telah tuntas. Tinggal mengecor apron-nya," jelas Wahyudi.
Sisa 20 persen dari kekurangan pembangunan terminal baru itu, menurutnya, adalah poin pengecoran apron dan pendirian toko-toko. Hanya, Wahyudi mengaku kurang paham titik-titik lokasi pertokoan di terminal itu. Karena secara kewenangan, Lanud Abdulrachman Saleh telah lepas dari proyek itu. ''Itu hanya informasi sedikit yang saya terima. Soal detailnya Pemprov Jatim lebih tahu karena Pemprov yang menangani," kata dia.
Soal luasan lahan dan status lahan yang digunakan sebagai area terminal baru itu pun Wahyudi mengaku kurang tahu. Karena hingga saat ini MoU (nota kesepahaman) soal status lahan, peran Lanud Abdulrachman Saleh, hingga poin kerjasama antara lanud dengan pemprov belum dilakukan. ''Hari ini (kemarin), semua jajaran tinggi ke Jakarta. Mungkin membahas itu," tandasnya. (nen/war)
Operasi Paling Lambat Akhir 2010
Dinas Perhubungan (Dishub) dan LLAJ Pemprov Jatim menargetkan tahun ini operasional terminal baru Bandara Abdulrachman Saleh direalisasikan. Pemprov dan pemda Malang Raya masih menggodok sejumlah draf pengoperasinalannya.
''Semua masih kami matangkan," kata Kabid Perhubungan Udara Dinas Perhubungan dan LLAJ Pemprov Jatim Didik Sudiwinarto yang dihubungi via telepon kemarin.
Didik mengungkapkan, pematangan saat ini bukan soal pembangunan. Tapi sudah masuk pada penggodokan perubahan MoU. Sebab, dengan pembangunan terminal baru itu, ada beberapa hal yang harus ditambahkan. Misalnya, jalan akses masuk dan luasan lahan. ''Itu beberapa item yang kami revisi. Saat ini masih dirapatkan," kata dia.
Begitu revisi MoU tuntas, langkah selanjutnya adalah koordinasi dengan pemerintah pusat, lanud sendiri, serta tiga pemda Malang Raya. Yakni, Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. ''Semua memiliki peran sendiri. Di sini ada tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi, dan pemda Malang Raya," terang Didik.
Sayang, ketika disinggung soal tanggung jawab pemerintah pusat, provinsi, serta peran tiga pemda Malang Raya, Didik mengaku tak hafal betul. Begitu pula saat ditanyakan besaran anggaran yang dialokasikan masing-masing pihak. ''Anggarannya banyak dan masing-masing memiliki peran. Tapi saya lupa berapa jumlahnya," tambah dia.
Kendati masih terganjal revisi MoU, Didik memastikan operasional terminal baru Bandara Abdulrachman Saleh telah disepakati tahun ini. Bahkan dia memastikan semua pihak bakal berkomitmen bahwa operasional terminal baru itu dilakukan sebelum akhir tahun. ''Poin ini juga yang akan kami bicarakan pada pertemuan lanjutan nanti," tandasnya. (nen/war)
gussinyo March 3rd, 2010, 10:15 AM good job, pemda malang raya
sbyctzn March 3rd, 2010, 03:56 PM Jadi pingin ke TKP bandara Abd. Saleh...
Kapan-kapan kesana ah...
Ada yg bisa jd guide?
Hehehe
gussinyo March 5th, 2010, 07:20 AM gampang kok lokasinya.....
hermawan March 7th, 2010, 04:00 AM Dari arah Surabaya masuk Malang...
lurus sampe lampu perempatan Blimbing belok kiri....
trus...lurus.
lewati Mendit lanjut trus...
Kurang lebih 5 km ada pertigaan pesawat belok kiri
sampai deh Bandara AR Saleh..:)
gophar March 9th, 2010, 12:42 PM Korsel Tertarik Tol Malang-Pandaan
PENDAPA - Tujuh tahun rencana pembangunan jalan tol Malang-Pandaan tak menunjukkan perkembangan nyata. Beberapa investor dari dalam dan luar negeri yang memenangkan tender hingga kini belum melakukan tindakan apapun.
Di tengah kevakuman pembangunan jalan tol itu, ada angin segar dari Korea Selatan (Korsel). Posco Engineering and Contractor, konsorsium swasta dan Pemerintah Korea Selatan, mencoba menjajaki pembangunan tol sepanjang 37,618 kilometer tersebut.
Minggu lalu, investor dari Negeri Gingseng itu telah melakukan pertemuan dengan Pemprov Jatim di Surabaya. Tiga daerah yang dilintasi tol yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kabupaten Pasuruan juga diundang untuk persiapan.
"Semoga kali ini bisa terealisasi. Keberadaan tol itu cukup bagus untuk membuka akses Kabupaten Malang," harap Dwi Siswahyudi, Kabid Sarana Prasarana dan Pengembangan Wilayah Bappekab Malang.
Pemkab berharap, ketertarikan investor Korsel ini tak sekadar angin lewat seperti investor-investor sebelumnya. Mengingat, sudah lebih dari tujuh tahun, konsep tol hanya di atas kertas dan tak kunjung terealisasi.
Untuk dketahui, tol Malang-Pandaan pada 2003 hingga 2007 akan dikerjakan konsorsium Sentura (Setco Intrinsic Nusantara) sebagai pemenang tender. Namun konsorsium ini tak jadi membangun. Lalu pada 2009, JICA (Japan International Corporation Association) dan Bakrie Group juga tertarik. Namun juga tidak ada perkembangan berarti hingga kini.
Dwi Siswahyudi mencatat, biaya yang dihitung untuk pembangunan fisik jalan tol sepanjang satu kilometer dua ruas diperkirakan mencapai Rp 4 miliar. Bila panjang jalan 37,618 kilometer, maka kebutuhan dana untuk fisiknya lebih kurang Rp 150 miliar lebih. Itu belum termasuk pembebasan lahan. Sehingga total biaya lebih dari Rp 1 triliun.
Tol tersebut melintas di wilayah Kabupaten Malang sepanjang lebih kurang 20,5 kilometer. Lahan yang dibutuhkan mencapai 208,55 hektare. Tanah untuk lokasi pembangunan itu tersebar di 15 desa. Di Kecamatan Pakis 5 desa, Kecamatan Singosari 4 desa, dan Kecamatan Lawang 6 desa. "Semua itu sedang dihitung. Kami berharap ada keseriusan," katanya.
Soal lahan yang akan digunakan untuk tol, Bupati Sujud Pribadi dua tahun lalu telah mengeluarkan peraturan bupati (perbup) untuk mencegah tanah jatuh ke tangan makelar. Selain itu, perbup juga menegaskan bahwa lahan calon jalan tol itu tidak boleh dibangun.
Kepala Bappekab Malang Nehrudin sebelumnya mengungkapkan, seluruh konsep jalan arteri dan jalan sirip yang menyambung ke tol sudah ada. Begitu jalan tol terealisasi, maka jalan-jalan arteri pendukungnya akan dibangun. Nantinya tol akan nyambung hingga Kepanjen dan diteruskan dengan jalan arteri primer menuju JLS (jalur lingkar selatan). "Sudah ada konsepnya. Kami sudah sediakan rencananya, tinggal dijalankan," ujar Nehrudin. (yos/fir)
semoga saja terealisasi
Freezy89 March 9th, 2010, 02:00 PM ^^
Benar-benar berita bagus!! Semoga dapat segera terealisasi.. :)
sbyctzn March 10th, 2010, 06:40 AM walaupun tidak terlalu mendesak. tapi lumayan juga kalau bisa terealisasi!
malang akan semakin mudah menggaet investor
sbyctzn March 10th, 2010, 06:41 AM Dari arah Surabaya masuk Malang...
lurus sampe lampu perempatan Blimbing belok kiri....
trus...lurus.
lewati Mendit lanjut trus...
Kurang lebih 5 km ada pertigaan pesawat belok kiri
sampai deh Bandara AR Saleh..:)
thanks hermawan buat infonya!!
hermawan March 12th, 2010, 03:06 AM Kamis, 11 Maret 2010
MALANG – Kemajuan jasa transportasi di Malang cukup pesat. Bahkan melebihi prediksi dari para pelaku usaha. Di bulan Maret ini misalnya, pada saat maskapai penerbangan memprediksi low season ternyata okupansi penumpang di bulan ini masih terjaga di atas 90 persen.
Districk Manager Sriwijaya Air Malang, Yusri Hansyah mengatakan, biasanya siklus penerbangan di bulan Maret dan April memasuki masa low season dengan tingak akupansi dibawah 70 persen.
“Saat ini kondisinya bagus. Okupansi di atas 90 persen. Bahkan sering mencapai angka 100 persen,” ujar Yusri saat dikonfirmasi Malang Post.
Salah satu faktor terjaganya okupansi penumpang adalah banyaknya instansi yang melakukan rapat di Malang. Selain itu, ada pula prediksi bahwa banyak warga ibukota yang mengambil cuti untuk dimanfaatkan untuk berlibur ke Malang.
“Okupansi bagus baik untuk arus penumpang Malang - Jakarta atau dari Jakarta ke Malang,” terang dia.
Di Sriwijaya Air sendiri, harga tiket masih terjaga di level Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu. Level tertinggi biasanya ada pada hari-hari yang masuk pada masa weekend yaitu sabtu dan minggu.
Sayangnya, tingginya okupansi penerbangan tidak dibarengi dengan kesiapan armada. Setelah terjadi kerusakan panel pesawat milik Garuda Indonesia Airways, kini kerusakan kembali terjadi.
Kemarin, Batavia Air gagal memberangkatkan penumpangnya akibat adanya gangguan pada engine 2 pesawat boeing 737-300. Sekitar 130 penumpang yang seharusnya berangkat pukul 12.00 ke Jakarta terpaksa dialihkan ke maskapai lain dan sebagian lagi diberangkatkan melalui bandara Juanda Surabaya. (fia/eno)
Sumber : Malang Post
Wah..yok opo iki rek!!!!
Freezy89 March 12th, 2010, 05:07 PM ^^
Wah, pelayanannya nggak reliabel tuh!
Btw...
Sempat pulang ke Malang, walaupun hanya 1 hari...ini oleh2nya walaupun tidak banyak...:)
Well, teman2...kelihatannya kita salah persepsi tentang bangunan yang ada di Belakang MX Square itu. Ternyata bakal jadi tempat parkir! Ini dia..
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC04769.jpg
Diambil dari parkiran matos...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC04786.jpg
Ada jalur yang menghubungkan dengan bangunan MX Square...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC04766.jpg
Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan nantinya apartemen bakal dibangun di atas bangunan tempat parkir ini. Karena ketika saya lihat dari parkiran mobil matos, di belakang matos kelihatannya sudah tidak ada lahan tersisa, lahan kosong yang ada di situ sudah menjadi milik perumahan...kita lihat saja nanti. Untuk MX Square nya sendiri masih belum ada perubahan berarti kecuali ada pembangunan kanopi untuk lobby di bagian depan...Ini MX Square dilihat dari sisi Matos...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC04787.jpg
RSA-UB masih ayem-ayem saja, mungkin gara2 ijin IMB nya kmaren yang belum beres..
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC04771.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC04776.jpg
Sementara itu RS-UMM baru bikin pondasi lantai pertama...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC04781.jpg
Dulu ada berita UMM mau bikin pusat perbelanjaan di sebelah masjid UMM...kelihatannya yang ini...masih dalam proses meratakan tanah untuk bikin pondasi...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC04783.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC04784.jpg
hermawan March 13th, 2010, 02:57 AM Trims Freezy up-datenya...
Koq bisanya jadi tempat parkir...
khan apartemennya sudah dipasarin...
apa nggak nemu brosur apartemen!
RS-UB sebenarnya lumayan cepet ya..
tapi sayang..terpaksa stop dulu gara2 IMB
Freezy89 March 14th, 2010, 04:33 AM ^^
Menurutq sih RSA-UB lmyn lama...RSA-UA tuh yang bisa dibilang ngebut banget..
[ Sabtu, 13 Maret 2010 ]
Tol Malang Ditangani Jakarta
Pemkab Titipkan ke Bappenas untuk Dipromosikan
PENDAPA - Pemkab Malang terus proaktif mendorong realisasi pembangunan jalan tol Malang-Pandaan. Langkah terbaru, pemerintahan Bupati Sujud Pribadi ini minta bantuan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) guna menggaet investor dalam dan luar negeri.
Tak cuma itu, pemkab juga minta bappenas memasukkan pembangunan tol Malang-Pandaan dalam pola kerjasama pemerintah swasta (KPS). Dengan begitu, pembangunan tol itu langsung ditangani pemerintah pusat di Jakarta. Pembicaraan untuk memasukkan tol Malang-Pandaan dalam pola KPS dilakukan pemkab seminggu lalu. Pola KPS tersebut diharapkan bisa mempercepat datangnya investor bagi jalan berbayar sepanjang 37,618 kilometer itu.
"Kami minta bantuan bappenas. Berat kalau kita berjuang sendiri menarik investor ke sini," kata Dwi Siswahyudi, kabid Sarpras dan Pengembangan Wilayah Bappekab, kemarin.
Upaya mengusulkan lewat pola KPS merupakan cara alternatif selain mengandalkan lobi-lobi tingkat daerah. Misalnya, bersama Pemprov Jatim tiga minggu lalu yang menawarkan tol Malang-Pandaan ke Posco Engineering and Contractor co, sebuah konsorsium swasta dan pemerintah Korea Selatan.
Pola KPS, lanjut Dwi, merupakan program pusat membantu pemerintah mewujudkan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia dengan menggandeng swasta. Pemerintah butuh swasta karena kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional mencapai Rp 2.000 triliun. Hanya Rp 1.000 triliun yang di-cover APBN.
Sementara Rp 1.000 triliun lagi di-cover dengan dua pola. Yakni dari investor murni. Biasanya untuk proyek-proyek yang mendatangkan pemasukan dalam operasionalnya. Angkanya Rp 504 triliun. ''Tol Malang-Pandaan mencoba ditawarkan kepada investor melalui pola ini,'' jelas Dwi.
Sementara, pola kedua, dibebankan ke pemprov dan pemda setempat dengan total kebutuhan Rp 496 triliun. "Kami minta dimasukkan yang pola KPS untuk ditawarkan ke investor murni. Atau bisa swasta-pemerintah. Karena tol memberikan revenue dalam operasionalnya nanti," ungkap Dwi.
Untuk membebankan pembangunan jalan tol kepada pemda dan pemprov, Dwi melihat kemungkinannya kecil. Sebab dana yang dimiliki daerah tidak besar. Itu pun hanya cukup untuk proyek-proyek skala kecil dan menengah.
Apakah hanya tol yang diusulkan dalam pola KPS? Dwi mengatakan, ada lima proyek lagi. Yakni, pembangunan mata air sumber Krabyakan Lawang, jalan lingkar timur 60 kilometer, pabrik semen, tower bersama, dan pelabuhan Sendangbiru. "Kebetulan semua itu sudah ada FS-nya (feasibility study: uji kelayakan)," ungkap Dwi.
Sementara, Sugeng Pujianto, ketua komisi D DPRD bidang pembangunan, turut memberikan dukungan terealisasinya pembangunan tol Malang-Pandaan. Terlebih lagi kalau diperpanjang hingga ke Kepanjen. Dalam waktu tidak lama, JLS akan beroperasi. Sehingga ada jalan alternatif memnghubungkan Banyuwangi dengan Pacitan.
Dengan beroperasinya JLS, maka selayaknya ada jalan penghubung antara jalan pantura dengan JLS yang melintasi Malang. "Jalan tol menjadi salah satu pilihan. Kita dukung terus untuk itu," kata politisi PDIP ini. (yos/war)
hermawan March 14th, 2010, 06:52 AM Malang sangat membutuhkan tol itu..
antara Lawang - Malang sekarang padat sekali lalu lintasnya..
bahkan jam2 tertentu sudah merayap...
nggak bisa dibayangkan kalo kawasan industri di Singosari itu sudah mulai beroperasi....pasti tambah macet..
sbyctzn March 14th, 2010, 09:06 AM kemungkinan nanti apartemennya ada di atas konstruksi parkir, di atas konstruksi parkir itu kelihatannya ada tambahan konstruksi yang belum selesai. just IMO.
Aldy March 14th, 2010, 11:02 AM Sorry oot......... selamat atas prestasi UB juara PIMNAS lagi........... kami para alumni ikut merasa bangga:banana::banana::banana:
Berikut tahun, juara dan tempat diselenggarakannya PIMNAS.
Tahun 2009. Juara - UB. Tempat di Universitas Brawijaya (UB) Malang
Tahun 2008. Juara - UB. Tempat di Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang
Tahun 2007. Juara - UGM. Tempat di Universitas Lampung (UNILA) Lampung
Tahun 2006. Juara - UGM. Tempat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Malang
Tahun 2005. Juara - IPB. Tempat di Universitas Andalas (UNAND) Padang
Tahun 2004. Juara - IPB. tempat di STT Telkom
sebagai alumni UB, aku juga ikutan bangga
hermawan March 14th, 2010, 11:14 AM @ Aldy alumni fak. apa...aku FIA..(sorry OOT:lol:)..
Aldy March 14th, 2010, 11:31 AM FTP
bharadya March 14th, 2010, 12:01 PM ^^ Belum ada info soal tenant2 di MX Square ya?
hermawan March 14th, 2010, 12:10 PM ^^
Diambil dari parkiran matos...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC04786.jpg
Yang ngangeni dari Malang itu diantaranya background Gunung Kawi dan Arjuno seperti ini
Freezy89 March 15th, 2010, 06:21 AM ^^
Wah, Hermawan jg sadar tentang itu ya...teman saya yang lihat foto ini juga bilang ky gitu...hehe
@bharadya: Sampai skrng belum dengar kabar apa2 nih...
hermawan March 15th, 2010, 09:27 AM Betul bro...
aku kalo setiap lihat foto gunung itu ....
trus membayangkan tiupan anginnya..
jadi kangen betul...trus membayangkan makanannya...tahu campur lamongan, bakso, cwi mie dll:nuts: sorry OOT:)
pengen rasanya bisa berbuat sesuatu untuk kota tercinta...
tapi apa iya:cheers:
BTW : @Freezy : mungkin betul kata sbyctzn. Itu baru parkirannya saja. apartemen ada di atasnya...
hermawan March 15th, 2010, 09:57 AM Minggu, 14 Maret 2010
MALANG – Rencana Dinas Koperasi dan UMKM Kota Malang membangun Kampung Wisata di Dinoyo tinggal selangkah lagi. Pasalnya realisasi untuk rencana tersebut hanya tinggal menunggu SK Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, Asih Tri Rachmi Nuswantari menjelaskan, program untuk meningkatkan nilai jual sentra UKM di Malang telah masuk ke meja Sekertaris Daerah Jawa Timur. Hanya saja untuk realisasinya, Asih belum bisa memastikan.
“SK gubernur belum turun, sehingga dana yang kita ajukan belum bisa cair,” ujar Asih saat dikonfirmasi Malang Post kemarin siang.
Meskipun SK belum turun, namun Asih mengaku para perajin di sentra UMKM khususnya sentra industri keramik telah menjalankan program tersebut, dimana setiap ada kunjungan, para wisatawan telah mendapatkan pendampingan dari para tour guide lokal.
“Wisatawan sudah dipandu oelh pemandu wisata lokal. Mereka juga telah mencicipi secara langsung pembuatan keramik,” jelas Asih.
Hanya saja, karena dana belum turun, maka pembangunan fisik belum bisa dilaksanakan. Dana yag diajukan untuk kampung wisata khusus di sentra industri keramik sebesar Rp 450 Juta meliputi Rp 150 Juta untuk pembangunan fisik dan Rp 300 Juta untuk pembangunan non fisik.
”Rp 300 Juta untuk pelatihan-pelatihan para pelaku di sentra insustri. Termasuk didalamnya bantuan bahan baku, pelatihan untuk tur guide lokal, dan studi banding,” imbuh dia.
Sedangkan Rp 150 Juta pembangunan fisik diperuntukkan untuk pembangunan showroom, perbaikan gapura, dan perbaikan rumah produksi yang digunakan untuk workshop para turis yang datang ke lokasi tersebut.
“Ada dua rumah yang siap pakai. Rencananya direnovasi, hanya saja masih menunggu dana cair. Untuk saat ini kita melaksanakan program-program yang bisa dijalankan tanpa dana, sehingga nanti saat dana sudah turun bisa di mempercepat keberhasilan program ini,” urai Asih.
Sentra industri keramik merupakan tahap pertama Kampng Wisata. Saat ini, tercatat ada sekitar 20 perajin keramik yang tergabung dalam asosiasi perajin keramik Dinoyo. Angka tersebut belum termasuk mereka yang tidak tergabung dalam asosiasi.
Recananya ada dua sentra lagi yang akan digarap sebagai kampung wisata yaitu sentra industri batik bandung Rejosari dan sentra industri tempe Sanan. “Tapi untuk saat ini kita fokus di Dinoyo dulu, takutnya kalau terlalu banyak lokasi malah nggak bisa fokus,” pungkas Asih. (fia)
gussinyo March 15th, 2010, 10:37 AM kenapa bangun gitu aja kok harus ijin gubernur ya? apa gak cukup walikota aja? bener2 ruwet birokrasi pemda
Ampelio March 15th, 2010, 01:50 PM Ada jalur yang menghubungkan dengan bangunan MX Square...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC04766.jpg
Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan nantinya apartemen bakal dibangun di atas bangunan tempat parkir ini. Karena ketika saya lihat dari parkiran mobil matos, di belakang matos kelihatannya sudah tidak ada lahan tersisa, lahan kosong yang ada di situ sudah menjadi milik perumahan...kita lihat saja nanti. Untuk MX Square nya sendiri masih belum ada perubahan berarti kecuali ada pembangunan kanopi untuk lobby di bagian depan...Ini MX Square dilihat dari sisi Matos...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC04787.jpg
^^Colourful ...nice! :okay:
Freezy89 March 15th, 2010, 02:07 PM ^^
Akhirnya sang "empunya" forum, om Ampel, muncul juga di sini..hehe... :)
Yah, moga saja apartemennya memang di atas situ. Kmaren waktu lwt daerah soehat, tanah bwt apartemen soehat udh mulai diratakan, tapi nggak ambil fotonya...
Good news...selain pembangunan infrastruktur, pembangunan ekonomi lewat pemberdayaan UMKM dan wisata juga perlu. Semoga segera terealisasikan..!
hermawan March 15th, 2010, 05:17 PM @ Freezy : Kalo ngliat gambar di atas, ternyata MX square lumayan besar juga ya....kukira sejenis mal kecil...gimana Freez...kalo dibanding Matos sebelahnya segede apa?
Freezy89 March 16th, 2010, 04:15 AM ^^
Kalo ukuran depan ke belakang kira2 sama lah...tapi kalo lebarnya, MX Square ini setengahnya Matos...
hermawan March 17th, 2010, 02:36 AM Trims atas infonya........
gussinyo March 17th, 2010, 07:51 AM dan jumlah lantainya juga lebih banyak Matos...
gussinyo March 17th, 2010, 07:52 AM RMI garap hotel kampus
JAKARTA: PT Parwa Nusantara Technology (RMI Group) akan mengembangkan sejumlah hotel di lingkungan kampus, karena banyaknya peluang bisnis properti itu.
Rohmad Hadiwijoyo, Presiden Direktur RMI Group, yang bergerak di bidang informasi teknologi dan perhotelan, mengatakan telah membangun dan mengoperasikan Hotel Pendidikan University Inn UMM, yang berlokasi di kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Jawa Timur. Hotel itu memiliki 52 unit kamar, dengan investasi sekitar Rp10 miliar. Dalam 5 tahun ditargetkan sudah bisa BEP.
"Pihak universitas yang menyediakan tanah, kami yang membangun dan mengoperasikannya dengan sistem built operate transfer. Nanti setelah 25 tahun, hotel itu dimiliki kampus," ujarnya kemarin. (Bisnis/yr)
SentotPawiro March 17th, 2010, 05:45 PM Betul bro...
aku kalo setiap lihat foto gunung itu ....
trus membayangkan tiupan anginnya..
jadi kangen betul...trus membayangkan makanannya...tahu campur lamongan, bakso, cwi mie dll sorry OOT
pengen rasanya bisa berbuat sesuatu untuk kota tercinta...
tapi apa iya
Jadi pengen ke Malang, dah lama banget nggak kesana. Enaknya di Malang, tiap waktu mesti ada tukang bakwan kawi lewat, hehe.. (bakwan kawi beneran, nggak kayak di Jogja, bakwan kawinya imitasi). Yang inget cuma yang mereknya gangsar, yg lain lupa, tp enak semuanya, haha..
Kelihatannya Soekarno Hatta yang lagi giat pembangunannya ya, tambah pangling kalo kesana.. :)
lombok March 17th, 2010, 07:42 PM Malang Prepares Ceramics Tourism Village
Wednesday, 17 March, 2010 | 20:45 WIB
TEMPO Interactive, Malang:The Malang Cooperation and Micro, Small and Medium Enterprises Office is preparing the Dinoyo Ceramics Center as a Ceramics tourism village.
The aim is to increase the sales of ceramics and also to increase the number of tourists visiting Malang.
According to the Head of the Malang Cooperation and Micro, Small and Medium Enterprises Office, Asih Tri Rachmi, in the last five years the sales of Dinoyo ceramics have kept on decreasing.
“This is because they could not compete with imported ceramics from China,” said Asih, on Wednesday (17/3).
Asih is targeting that starting from mid-2010, the tourism village could start to operate after the issuance of the decision letter from the East Java Governor, Soekarwo.
Even though it is still not official, craftspeople at the Dinoyo Ceramics Center are already running the tourism village program.
When visitors come, there are local guides available.
Besides that, they can also watch ceramics-making by the craftspeople.
“Tourists can also try to make ceramics,” said Tri Asih.
The Malang government has allocated funds of Rp450 million for the tourism village.
Of this amount, Rp150 million has been allocated to build show houses, fixing the entrance gate and repairing production houses used for workshops.
Meanwhile Rp300 million is being used to train the industrial center’s personnel, raw material provision assistance, local guide training and comparative studies with other tourism villages.
In the Dinoyo ceramics center there are more than 100 craftspeople.
Twenty of them have joined the Dinoyo Ceramics Maker Association.
“We are ready to become a tourism village,” said Ahmad Suhariono, one of the craftspeople.
Besides the Dinoyo ceramic center, there are two other centers to be transformed into tourism villages.
The two centers are the batik industry center in Bandung Rejosari Village and the tempe industry center in Sanan Village.
BIBIN BINTARIADI
hermawan March 20th, 2010, 03:16 AM Jumat, 19 Maret 2010
MALANG - Civitas akademika Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya (UB) Malang patut berbangga. Sebab Sabtu hari ini (20/3) gedung baru diresmikan di fakultas tertua di UB ini. Gedung tujuh lantai ini diharapkan menjadi kebanggaan tak hanya bagi mahasiswa, tapi juga para alumninya.
“Peresmian hari ini sekaligus akan dihadiri para alumni FH UB, karena ini adalah salah satu target kami mendirikan gedung ini,” ungkap Dekan FH UB, Herman Suryokumoro SH MS kepada Malang Post kemarin.
Para alumni yang akan hadir hari ini di antaranya alumni Hakim Agung Samsul Maarif dan Mohammad Imron, Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman, Kehakiman Per UU Kementrian Hukum dan HAM Abdul wahid, Jaksa Senior Yon Artiono, KPPU Sukarmi, Anggota Legislatif Mustokoweni, wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr H Ahmad Sodiki dan mantan anggota MK Muktie Fajar. Para alumni ini akan berpartisipasi dalam gelaran talkshow bertajuk Peran Pendidikan Hukum dalam Proses Penegakan Hukum di Indonesia.
Tidak hanya itu akan ada penganugerahan khusus yang diberikan kepada Muktie Fajar karena telah menjalankan tugas di MK tanpa cacat.
“Harapan saya sudah mulai terwujud, buktinya para alumni tak hanya sekadar datang tapi juga akan memberi kontribusi kepada almamaternya,” ungkapnya bangga.
Gedung FH UB yang dimulai pembangunanya pada 2008 lalu ini selintas memang berbeda dengan gedung fakultas lain yang ada di UB. Karena di awal pembangunannya, sengaja didesain seperti gedung-gedung lembaga peradilan yang ada. Selintas tampak seperti timbangan, filosofinya mencerminkan visi penegakan hukum yang berkeadilan. Begitupun pilar-pilarnya yang melambangkan penegakan hukum.
“Harapannya dengan bangunan ini mahasiswa dan dosen terobsesi dengan visi penegakan hukum yang berkeadilan,” tegasnya.
Selain itu, pembangunan gedung FH ini juga tampak sangat memperhatikan keindahan lingkungannya. Lahan yang hijau dijaga keasriannya, gedung tumbuh ke atas, dan desainnya mengeliminir penggunaan lampu di ruangan. Dengan fasilitas ini diharapkan mahasiswa dan dosen lebih kerasan di kampus. Apalagi dilengkapi pula dengan fasilitas hotspot, sarana rekreasi, bahkan karaoke untuk karyawan.
Pria yang memulai karir di FH UB sejak 1985 ini menjelaskan, pembangunan gedung baru ini menjadi kebutuhan yang mendesak. Alasannya karena student body FH UB yang cukup besar. Mahasiswa S1 nya saja berjumlah 1800 orang, mahasiswa S2 450 orang, mahasiswa S3 200 orang, dosen 100 orang, karyawan 45 orang. Selain itu alasan kedua adalah karena perkembangan teknologi di bidang pendidikan yang menuntut penggunaan teknologi yang harus disiapkan oleh fakultas. Alasan ketiga adalah realisasi visi misi universitas maupun fakultas untuk mengembangkan program internasionalisasi dan entrepreneurial. Jiwa kewirausahaan ini difasilitasi dengan adanya lab praktik hukum.
“Harapannya alumni FH UB tak hanya menjadi pencari kerja, tapi adalah sarjana pencipta lapangan kerja,” tandasnya.
Di tingkat internasional FH UB adalah satu-satunya PTN yang menjadi anggota Internasional Association of Law School (IALS). Yang setiap tahun diundang untuk membawakan makalah di ajang internasional. Untuk mendukung program kelas internasional yang ada, dosen FH UB juga banyak yang dikirim untuk tugas belajar di luar negeri. Di Malaysia, Jepang, dan Australia. Juga program home stay selama tiga bulan di luar negeri.
Program ilmu hukum FH UB, kata pria kelahiran Malang 1956, memiliki jumlah peminat paling besar dibandingkan program studi lainnya untuk kelompok sosial. Jika dibandingkan daya tampung, peminatnya 1:5 untuk jalur PSB, dan 1:16 untuk jalur SNMPTN. “Dengan potensi peminat yang besar, FH UB akan mengembangkan daya tampungnya. Khususnya untuk program S2 dan S3,” pungkasnya. (sir/oci/lim)
Sumber : Malang Post
SAYANG NGGAK ADA GAMBARNYA.
BTW : trims Lombok infonya
Keramik Dinoyo dari segi design dan kualitas sangat bagus...
sayang belum begitu dikenal di luar Malang
hermawan March 22nd, 2010, 03:56 AM Sabtu, 20 Maret 2010
KEDUNGKANDANG– Kota Malang dipilih sebagai wakil dari Indonesia dalam kompetisi penghijauan tingkat Asia yang akan diumumkan pada 2011 nanti. Dalam kompetisi itu akan dinilai partisipasi kota setempat pada gerakan penghijauan lokal serta tingkat kesadaran akan kebersihan. Malang menjadi satu-satunya duta indonesia untuk bersaing dengan perwakilan negara lain di tingkat Asia.
Wali Kota Malang, Peni Suparto mengaku bangga sekaligus terkejut atas kabar yang disampaikan langsung dari pemerintah pusat pada pertengahan 2009 lalu. Sebab Pemkot Malang tidak pernah mendapat pemberitahuan kapan penilaian untuk Clean and Green mulai di lakukan oleh pemerintah pusat di Malang. ”Tiba-tiba kami diminta menjadi duta Clean and Green tingkat Asia saya terkejut sekaligus bangga dengan ini,” kata Walikota Malang kemarin.
Untuk mempersiapkan penilaian final Clean and Green yang berlangsung setiap lima tahun itu Kota Malang merencanakan sejumlah gerakan penghijuan serta kebersihan. Diantaranya dengan memisah antara sampah kering dan sampah basah.
Dinas Kebersihan dan Pekerjaan Umum Kota Malang telah mempersiapkan dengan membuat gerobak sampah khusus yang disekat menjadi dua bagian, 2/3 untuk sampah basah dan 1/3 lainnya untuk sampah kering. Model ini akan mulai disosialisasikan di tahun ini. ”Di Lowokwaru sudah ada RW yang meminta pemisahan sampah dimulai dari tingkat RW, tidak di tingkat kelurahan,” kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Wasto kemarin. Kepala RW di tempat tersebut bersama persetujuan warga memberikan sanksi bila sampah rumah tangga tidak ditempatkan terpisah. Yakni petugas kebersihan tidak akan menganggut sampah yang dibuang tidak dipisah. (pit/mar
archiholic March 22nd, 2010, 06:20 AM ^^ WOW salut buat Malang :okay:
gussinyo March 22nd, 2010, 09:09 AM salut buat kota Malang,,,,
sebenarnya nurut aq, klu kondisi existing tempat terbuka hijau memang Malang masih unggul...
tapi kalau soal usaha dan kemauan pemkot terhadap upaya penghijauan, saya rasa Surabaya lebih unggul..
bharadya March 22nd, 2010, 12:08 PM http://img707.imageshack.us/img707/7563/img00180201003211025.jpg (http://img707.imageshack.us/i/img00180201003211025.jpg/)
http://img708.imageshack.us/img708/2011/img00181201003211025.jpg (http://img708.imageshack.us/i/img00181201003211025.jpg/)
http://img13.imageshack.us/img13/9803/img00183201003211027.jpg (http://img13.imageshack.us/i/img00183201003211027.jpg/)
^^ dahulu Sarinah Sawojajar. :):)
bharadya March 22nd, 2010, 12:09 PM http://img80.imageshack.us/img80/7254/img00168201003201623.jpg (http://img80.imageshack.us/i/img00168201003201623.jpg/)
http://img2.imageshack.us/img2/2919/img00166201003201622.jpg (http://img2.imageshack.us/i/img00166201003201622.jpg/)
sbyctzn March 22nd, 2010, 04:49 PM many thx bharadya buat pictnya!!
bharadya March 22nd, 2010, 06:03 PM ^^ Yapp, sama-sama. Kebetulan pas lagi maen ke Malang. :D:D
bharadya March 23rd, 2010, 04:31 AM Ga ada thread Batu, aku masukin sini aja ya. :):)
Secret Zoo, Jatim Park 2
http://img638.imageshack.us/img638/3122/img00312201003221248.jpg (http://img638.imageshack.us/i/img00312201003221248.jpg/)
http://img51.imageshack.us/img51/720/img00310201003221247.jpg (http://img51.imageshack.us/i/img00310201003221247.jpg/)
Hotel & Jungle Resto @ Jatim Park 2
http://img291.imageshack.us/img291/3514/img00311201003221248.jpg (http://img291.imageshack.us/i/img00311201003221248.jpg/)
eurico March 23rd, 2010, 05:20 AM lho ada Jatim Park 2 yah.... di Batu yah
bharadya March 23rd, 2010, 05:27 AM ^^ Yapp. Bagus loh. Serasa filem "Night At The Museum". Foto2nya bisa dilihat di thread Batu - Nusantara. :):)
eurico March 23rd, 2010, 06:23 AM menuju TKP gan
Freezy89 March 23rd, 2010, 06:26 AM Bharadya habis jalan2 ke Malang yah...thanks bwt foto2nya...:)
Jadi pengen jalan2 ke sana juga..hehe
bharadya March 23rd, 2010, 06:50 AM ^^ Yapp. Ini aja lagi perjalanan pulang ke Jogja. :):)
hermawan March 24th, 2010, 05:43 AM KLOJEN - surya- Pasar Blimbing dan Dinoyo bakal disulap menjadi pasar mewah lengkap dengan menara apartemen. Saat ini Pemkot Malang sedang menyeleksi investor yang menggarap.
Untuk Pasar Blimbing dan Dinoyo masing-masing telah mengerucut enam investor dari Jakarta, Medan dan Surabaya. Tak ada satupun dari Malang. ”Kalau nggak akhir April, ya awal Mei 2010 investor yang menang tender kami umumkan,” kata Dr Drs Ir Jarot Edi Sulistyono MSi, Pimpro lelang proyek kedua pasar itu, Selasa (23/3).
Begitu investor siap mengerjakan, para pedagang tradisional di kedua pasar itu direlokasi. Pedagang pasar Dinoyo direlokasi ke Lapangan Merjosari, sedangkan pedagang Pasar Blimbing ke depan Pasar Hewan di Jl Simpang Laksda Adisucipto. Ditanya kemungkinan warga menolak, Jarot mengatakan itu bukan urusannya.
Soal konstruski, Jarot tak membantah kedua pasar akan dibangun menjadi gedung bertingkat dengan komposisi dari bawah ke atas yaitu pasar tradisional, pasar modern, dan paling atas apartemen. Jarot enggan bicara soal berapa lantai pasar itu akan dibangun.
Soal kemungkinan benturan penjualan antara pedagang pasar tradisional dengan pasar modern, Jarot merasa optimistis tidak terjadi. Sebab, segmentasi konsumen antara di pasar tradisional berbeda dengan pasar modern.
”Biasanya konsumen baru menemukan kepuasan setelah belanja di pasar tradisional yang harga barangnya dapat ditawar. Kalau barang di pasar modern, harganya selalu pas,” papar Jarot.nekn
KAYA APA YA JADINYA.....
dimasputra March 24th, 2010, 07:37 AM ^^ Yapp. Bagus loh. Serasa filem "Night At The Museum". Foto2nya bisa dilihat di thread Batu - Nusantara. :):)
kalo ga salah, pernah jadi tempat pembuatan video clip The Virgin - Belahan Jiwa ya..?? :shifty:
Freezy89 March 24th, 2010, 09:31 AM ^^
Wah jadi makin penasaran dan pengen segera maen ke Jatim Park II..hehe
Anyway,,,akhirnya muncul juga berita lanjutan tentang renovasi 2 pasar itu. Nggak sabar nih pengen lihat gimana nanti modelnya pasar + apartemen... :)
bharadya March 24th, 2010, 02:33 PM kalo ga salah, pernah jadi tempat pembuatan video clip The Virgin - Belahan Jiwa ya..?? :shifty:
^^ Kayaknya iya. Pernah nonton sekilas. :lol::lol:
^^
Wah jadi makin penasaran dan pengen segera maen ke Jatim Park II..hehe
:)
^^ Makanya, mampir aja. Oya tambahan info, kata mbaknya, soft opening yg Batu Secret Zoo, Hotel, dan Resto-nya bulan Juni 2010. :):)
hermawan March 26th, 2010, 04:02 PM http://img17.imageshack.us/img17/7950/lokasigedungserbaguna.gif (http://img17.imageshack.us/i/lokasigedungserbaguna.gif/)
Thursday, 25 March 2010
KEPANJEN-Kompleks Stadion Kanjuruhan terus berbenah. Pemkab Malang segera menambah bangunan baru untuk olah raga in door dalam area stadion kebangggaan warga Kepanjen itu. Gedung serba guna yang akan dibangun di kompleks Stadion Kanjuruan berkapasitas lebih dari 5000 orang. Lahan yang disiapkan untuk pembangunan bangunan serba guna itu seluas 1 hektare di sisi barat.
“Desain bangunannya sudah disiapkan. Sekarang masih mengupayakan anggaran dari pemerintah pusat,” kata kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Romdhoni kepada Malang Post.
Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung serba guna sebesar Rp 15 Miliar sampai Rp 20 Miliar. Jumlah anggaran yang besar ini sulit mengandalkan APBD sehingga mencari bantuan ke pemerintah pusat. “Saat ini beban APBD cukup berat untuk program pembangunan lain. Sehingga alternatifnya mencari bantuan anggaran ke pemerintah pusat,” katanya.
Gedung serba guna yang disiapkan itu oleh badminton, voli basket. Selain itu, berbagai kegiatan masyarakat pun bisa digelar di gedung serba guna.
Jika gedung serba guna itu sudah dibangun, kompleks Stadion Kanjuruhan menjadi lebih lengkap untuk berbagai kegiatan masyarakat. Sedangkan lapangan sepak bola di luar stadion segera digunakan untuk masyarakat umum.
Tujuan lain penambahan gedung serba guna untuk menjadikan stadion yang selama ini jadi home base Arema Indonesia itu sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat di Kota Kepanjen.
Belakangan, kompleks Stadion Kanjuruhan kembali digunakan sebagai sirkuit gokart yang rutin digunakan pencinta gokart. Kembali aktifnya penggemar gokart setelah halaman depan stadion diperbaiki dan dilengkapi tribun.
Tidak hanya itu saja, kompleks stadion juga menjadi pusat keramaian masyarakat pada setiap malam minggu oleh penggemar otomotif sekaligus tempat rekreasi murah meriah bagi warga Kepanjen.(van/eno)
gussinyo March 27th, 2010, 04:58 AM lanjutkan !!!!
hermawan March 27th, 2010, 03:52 PM SBY Dua Malam di Malang
Thursday, 25 March 2010
MALANG POST – Pesona wisata lumpur Lapindo, ternyata bukan hanya diminati masyarakat umum. Sebaliknya, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun direncanakan juga bakal menikmati wisata Lumpur di kawasan desa Siring, Porong, Sidoarjo, 29 Maret mendatang.
Hal di atas diungkapkan Drs. Rasiyo MSi, Sekdaprov Jatim usai meminpin Rapat Persipan Kunjungan Kerja Presiden RI ke Jatim di Ruang Kadiri Kantor Gubernur, Kamis siang. ‘’Dari Juanda, rombongan Pak SBY langsung meninjau tanggul dan luapan Lumpur Lapindo,’’ paparnya.
Menurut dia, kegiatan SBY ke Lapindo tidak lepas dari jadwal rencana kunjungan kerjanya selama 4 hari di Jatim. Setelah dari Lapindo, SBY akan membuka Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) 2010 di Malang dan akan mengakhiri kunjungannya di di Pacitan.
’’Dari Lapindo, beliau rencananya akan makan siang di salah satu restoran dalam perjalanan ke Malang. Setelah itu, langsung masuk ke Kota Batu dan beristirahat di sana,’’ tutur mantan Kadiknas Jatim ini.
Dikatakan Rasiyo, kunker ke Jatim tidak lepas dari banyaknya program baru maupun lanjutan yang dilakukan Pemprov Jatim. Dengan melihat keberhasilan pembangunan yang telah diraih Pemprov Jatim presiden melihat langsung ke lapangan.
‘’Bahkan, kunker pak Presiden SBY kali ini merupakan kunker terlama sepanjang sejarah. Kami harapkan semua instansi betul-betul mempersiapkan diri dengan baik, terutama daerah-daerah yang dilalui presiden,’’ pintahnya.
Secara resmi, jadwal kunker SBY adalah hari pertama (29/3), Presiden menyaksikan pemaparan Bupati Sidoarjo dan Badan Penanganan Lumpur Sidoarjo (BPLS) tentang penanganan semburan lumpur maupun dampaknya bertempat di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.
Usai menerima paparan, dilanjutkan peninjauan langsung pusat semburan lumpur di Porong, serta dialog dengan warga masyarakat yang terkena dampak semburan lumpur maupun yang tidak masuk dalam peta terdampak.
‘’Dalam hal ini, BPLS diharapkan segera mempersiapkan segala sesuatunya yang terkait dengan bidang tugasnya maupun mengundang warga yang kena dampak semburan sekitar 200 orang,’’ kata Gunarto, Kabiro Humas Jatim.
Setelah di Sidoarjo, perjalanan presiden dilanjutkan ke Malang melakukan peninjauan gelar Kesehatan Penanggulangan Bencana Nasional bertempat di Lapangan Udara Abdurrahman Saleh, kemudian ke Agrowisata Batu.
Dihari kedua (30/3) Presiden membuka KSN di Gor Ken Arok dan menyaksikan penandatangan kerjasama (MoU) antara Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dr Andi Malarangeng dengan BUMN.
Setelah itu melakukan penanaman pohon untuk penghijauan di Batu. Sorenya melihat pertandingan sepak bola antara Arema vs Persitara sampai usai, kemudian balik ke Batu.
Esoknya, di hari ketiga (31/3) Presiden melakukan kunjungan ke Pacitan dengan perjalanan melalui darat dari Batu – Pujon, Kediri , Nganjuk, Madiun, Ponorogo hingga Kabupeten Pacitan ditempuh kurang lebih selama lima jam.
Kemudian hari keempat di Pacitan, Presiden akan mengadakan pertemuan dengan kepala desa dan lurah serta camat se Kabupaten Pacitan. Selesai itu kembali ke Jakarta melalui Lanud Iswahyudi Madiun. (has/avi)
bharadya March 28th, 2010, 11:33 AM Mall Olympic Garden itu ada info soal bioskopnya ga? Koq ada semacam bangunan, dan biasanya itu untuk bangunan bisokop, di atas gedung mal tersebut?
http://img260.imageshack.us/img260/7297/img00335201003231014.jpg (http://img260.imageshack.us/i/img00335201003231014.jpg/)
gophar March 28th, 2010, 11:47 AM Mall Olympic Garden itu ada info soal bioskopnya ga? Koq ada semacam bangunan, dan biasanya itu untuk bangunan bisokop, di atas gedung mal tersebut?
http://img260.imageshack.us/img260/7297/img00335201003231014.jpg (http://img260.imageshack.us/i/img00335201003231014.jpg/)
Untuk sementara MOG ga ada bioskopnya, tapi ga tau kedepannya, soalnya masih banyak ruangan kosong.
yang terisi lantai 1,2,3
lantai 4 bayak yang kosong
bharadya March 28th, 2010, 01:44 PM ^^ Iya. Lantai 4 emang masih banyak yg kosong. Dan pokoknya pas lantai 4, deket sama jendela yg ada pemandangan stadion, ada tangga dalam satu ruangan kaca. Yg aku ga tau untuk apa itu. Menurutku sih kayaknya bioskop. Sistemnya mungkin kayak yg di Matos. Bioskopnya tidak terletak selantai sama lantai utama. :):)
dimasputra March 29th, 2010, 05:38 AM SBY Dua Malam di Malang
Thursday, 25 March 2010
MALANG POST – Pesona wisata lumpur Lapindo, ternyata bukan hanya diminati masyarakat umum. Sebaliknya, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun direncanakan juga bakal menikmati wisata Lumpur di kawasan desa Siring, Porong, Sidoarjo, 29 Maret mendatang.
wew..menikmati?? :nuts:
btw..sebelum unas, kemarin ku mampir ke Malang, and sepanjang jalan Sidoarjo-Malang dipasang bendera merah putih dan demokrat.. :tongue2:
and hotel Santika Premiere Malang kemarin udah dijaga polisi2 tuh..mungkin presiden bakal menginap disitu ya..??
untuk foto2 Malang kemarin, menyusul ya.. :D
sorry OOT..
^^ Iya. Lantai 4 emang masih banyak yg kosong. Dan pokoknya pas lantai 4, deket sama jendela yg ada pemandangan stadion, ada tangga dalam satu ruangan kaca. Yg aku ga tau untuk apa itu. Menurutku sih kayaknya bioskop. Sistemnya mungkin kayak yg di Matos. Bioskopnya tidak terletak selantai sama lantai utama. :):)
lantai 4 biasa dipakai untuk pameran btw..
bharadya March 29th, 2010, 11:15 AM ^^ Katanya, RI 1 nginepnya di Batu? Ga jadi ya?
Freezy89 March 29th, 2010, 03:27 PM ^^
Setahuq dari awal MOG berdiri, mall ini tidak berhasil menggaet beberapa tenant seperti 21,XXI atopun Blitz...Starbuck dan J-co juga enggak...sehingga sepertinya di lantai 4 itu nggak bakalan diisi bioskop...
^^ Katanya, RI 1 nginepnya di Batu? Ga jadi ya?
Kabar dari mana nggak jadi??
hermawan March 29th, 2010, 03:58 PM SBY nginep di Klub Bunga..
sama pengawal dll pesen 100 kamar..
lainnya ada di Kusuma agrowisata..
Soal Lumpur Lapindo..sangat tidak pantas disebut WISATA...
bharadya March 29th, 2010, 04:06 PM ^^ Itu artikelnya, ada pengamanan di hotel Santika. Kongresnya sendiri kan di GOR Ken Arok.
Hooo, sayang ya, padahal MOG lumayan bagus. Sayang masih banyak space kosong. Moga2 MX Square bisa lebih bagus. :):)
hermawan March 30th, 2010, 05:00 AM Poncokusumo - SURYA-Rencana pembuatan Volcania Park, objek wisata edukasi gunung berapi bertaraf internasional di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang makin mendekati kenyataan. April mendatang, detail engineering design (DED ) atas proyek itu diharapkan tuntas.
“Harapannya, 2012 nanti sudah bisa soft opening,” tutur Purnadi, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang, Senin (29/3).
Dari hasil studi kelayakan lalu yang dilakukan konsultan Euro Asia, wisata ini membutuhkan lahan seluas 50 hektare dan dibuat mirip dengan wisata gunung di Perancis.
“Tapi mungkin awalnya hanya membutuhkan lahan sekitar 10-15 hektare,” tambah. Ia mengharapkan, dengan dibukanya Volcania Park ini, Poncokusumo akan menjadi kota baru, dan berkembang sebagai kota wisata layaknya Kota Batu. Proyek yang dirintis ILO dan pemerintah ini, juga diimpikan menjadi magnet pariwisata Jawa Timur.
Tomie Herawanto, Kabid Perekonomian dan Kesra Bappekab Malang menambahkan, setelah proses DED usai, hasilnya akan diserahkan ke pemerintah pusat.
“Sejauh ini belum ditentukan lokasinya meski sudah ditentukan desanya, yaitu Wringinanom,” papar Tomie. Desa itu dipilih karena memiliki view Gunung Bromo. nvie
KHABAR GEMBIRA NIH...:okay:
dinoyosuroboyo March 30th, 2010, 07:35 PM lantai 4 biasa dipakai untuk pameran btw..
foodcourtnya sepi.
bharadya March 31st, 2010, 03:36 AM ^^ Kalo foodcourt, aku lebih milih ke Matos. Lebih variatif dan sepertinya lebih terjamin. Rame soalnya.
hermawan March 31st, 2010, 06:01 AM Kalo foodcourt sepi itu salah manajemen atau emang daya beli masyarakatnya kurang sih....
setauku foodcourt di Mitra I dan Matahari Pasar Besar itu rame terus...
Freezy89 March 31st, 2010, 10:51 AM ^^
Kalo mnurutq sih ada 2 hal yang bikin foodcourt nya sepi...yang pertama emang pada dasarnya lantai 4 itu masih sepi, nggak banyak toko yang buka di situ.
Yang kedua...di lantai 1 dan 2 itu udah banyak restoran2 terkenal...dan beberapa baru ada pertamakali di Malang spt solaria, hoka2 bento, A&W, Excelso...slaen itu juga ada KFC, Hot Cwie Mie, Dundee...dlll...
lombok March 31st, 2010, 11:47 AM Bisnis properti di Malang mulai booming
Selasa, 30/03/2010 17:35:27 WIBOleh: Choirul Anam
MALANG (Bisnis.com): Bisnis properti di Malang yang sempat tersendat karena imbas krisis global kini kembali menggeliat, bahkan bisa disebut telah mengalami booming.
Suharyono, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang, mengatakan sebagai indikator bahwa bisnis properti mulai booming adalah banyaknya pengajuan izin-izin untuk proyek perumahan dan apartemen. “Pada 2010, kami ditargetkan dapat menghimpun pendapatan dari retribusi izin mendirikan bangunan (IMB) sebesar Rp8,4 miliar atau naik Rp2,44 miliar dibandingkan dengan realisasi penghimpunan retribusi IMB pada 2009,” kata Suharyono di Malang, hari ini.
Sampai dengan 30 Maret, lanjut dia, realisasi penghimpunan dana retribusi dari IMB sudah mencapai Rp2,19 miliar. Namun, dia tidak risau mengumpulkan dana retribusi IMB sebesar itu karena proyek-proyek perumahan di Kota Malang masih banyak yang belum direalisasi. Proyek-proyek tersebut seperti proyek apartemen di Jl Cibogo, dekat Mal Malang Town Square (Matos). Juga apartemen di Jl Soekarno-Hatta.
Yang juga segera direalisasi proyek apartemen di kompleks perumahan Tidar. Apartemen akan menempati lahan sekolah yang telah direlokasi. Proyek-proyek lain yang juga potensial adalah perumahan dengan kluster-kluster yang terus menjamur di beberapa sudut kota. Retribusi untuk perumahan dengan kluster kecil, dia akui, hanya Rp300.000-Rp500 000 per unit. “Tapi karena jumlahnya banyak, maka retribusinya yang dihimpun juga lumayan banyak. Besarannya menjadi signifikan.”
Yang sudah membayar retribusi, proyek rumah sakit Universitas Brawijaya (RSUB). Namun, karena proyek bersifat sosial, untuk pendidikan, retribusinya hanya dikenakan 50%. “Kalau RSUB tidak untuk sosial, maka retribusi yang bisa dihimpun bisa mencapai Rp1,6 miliar.”
Maraknya bisnis properti, dia nilai, merupakan bukti kegiatan ekonomi di kota tersebut tengah menggeliat. Indikasinya menggeliatnya perekonomian di Kota Malang, banyak permohonan izin gangguan.
Sampai 30 Maret, sudah terealisasi penghimpunan retribusi izin gangguan sebesar Rp751,3 juta, sedangkan target yang dipatok sebesar Rp1,98 miliar. Izin trayek terealisasi Rp36 juta dari target Rp134 juta. Izin Jasa Konstruksi terealisasi Rp69 juta dan targetnya Rp160 juta. Pariwisata Rp4 juta dan targetnya Rp25 juta.
Seperti diberitakan harian ini, transaksi penjualan properti oleh pengembang di Malang Raua pada 2010 diprediksi mencapai Rp1,5 triliun lebih naik dari angka transaksi 2009 yang mencapai Rp1,3 triliun.
Heri Musid Broto Sejati, Ketua Komisariat Real Estat Indonesia (REI) Malang, mengatakan prediksi penjualan properti mencapai angka tersebut menunjukkan bahwa pada 2010 bisnis ini mengalami booming. “Prediksi pengamat pada 2010-2012 bisnis properti memang mengalami booming. Bank-bank juga agresif menawarkan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang menarik bagi user.
Suku bunga KPR yang dipatok bank bahkan ada yang satu digit. Bank-bank yang memberlakukan bunga KPR satun digit diantaranya BRI yang mencapai 9,9%, BNI 9,5%-9,8%, BCA 9,9%, dan Niaga 9,9%. Sedangkan Bank BTN masih di kisaran 11%-12%.(msb)
Freezy89 March 31st, 2010, 01:06 PM ^^
Wah, good news nihh...!!
Bisnis properti di Malang mulai booming
Yang juga segera direalisasi proyek apartemen di kompleks perumahan Tidar. Apartemen akan menempati lahan sekolah yang telah direlokasi. (msb)
Apartemen di Tidar...yang mana ya...?? Sudah ada beritanya belum? Atau maksudnya itu apartemen yang di Dieng??
hermawan March 31st, 2010, 02:12 PM Ya sepertinya yang di Dieng itu juga di eks gedung sekolah..
tapi nggak tau kalo ini d perumahan Tidar..karena jarak keduanya lumayan jauh..
gophar April 1st, 2010, 12:12 PM Kalau lahan bekas sekolah yang mau di bikin apartemen itu di sebelah dieng plasa,
Di tidar juga ada proyek Clubhouse Villa puncak tidar, ada hotelnya.
Freezy89 April 1st, 2010, 12:58 PM ^^
Sebelah plasa Dieng?? Emang di situ ada sekolah ya? Pinggir jalan besar nggak??
Kalo yang di Tidar itu hotelnya seperti apa rencananya??
Btw...tentang KSN yang digelar di Malang...ternyata tempatnya di Hotel Santika. Hmm... rasanya gimana ya...memang bisa dibilang Hotel Santika yang paling tinggi kelasnya di Malang saat ini, bintang 4. Coba sudah ada hotel bintang 5, mungkin KSN bakal digelar di hotel itu. Yang saya soroti sih bukan masalah KSN nya, tapi hotel di Malang yang cuma itu2 aja. Kapan ya di Malang bakal hadir hotel bintang 5.....terutama yang jaringan hotel internasional gitu...smoga dengan digelarnya KSN di Malang ini bakal menarik pengusaha hotel buat bikin hotel di Malang...dan ke depan semakin banyak lagi digelar acara serupa di Malang...hopefully... :)
FYI...buat KSN kemaren panitia booking 8 hotel besar di Malang (Regent, Kartika Graha, Gajahmada Graha, The Palace,dsb...) hanya buat akomodasi peserta...
hermawan April 2nd, 2010, 01:52 PM Katanya sih di belakang Dieng Plaza...coba kapan2 kita cek...
Nih ada khabar bagus....
Kota’-kan Kedungkandang
Cepat Muluskan Jalur Kebalen
Kamis, 1 April 2010
MALANG - SURYA- Sebagian warga Kota Malang masih memikirkan suasana pedesaan bila mendengar kata Kedungkandang, padahal ke ujung timur Kota Malang itu-lah urusan pemerintahan dipindahkan dari pusat kota.
Gagasan mengubah kawasan timur yaitu Kecamatan Kedungkandang dari kesan ndeso menjadi metropolis seperti empat kecamatan lain di Kota Malang yaitu Klojen, Sukun, Lowokwaru, dan Blimbing ini sebenarnya telah terlontar sejak 1990 silam. Namun, realisasi sedikit demi sedikit hingga pembangunan infrastruktur di kawasan timur menggeliat, baru terlaksana di era mantan wali kota Suyitno dan Wali Kota saat ini, Drs Peni Suparto MAP.
Bahkan di era Peni, orientasi ke timur benar-benar digeber mulai pembangunan GOR Ken Arok, terminal Hamid Rusdi, sekolah model, Poltekom, office block, dan lainnya. Akses ke Kedungkandang juga ditambah. Kalau era 1990 hanya lewat Kebalen, kini ada jalan tembus Gadang-Bumiayu, Jl Ranugrati, dan Jl Terusan Sulfat.
Tetapi kesan ndeso Kedungkandang belum hilang. Padahal, lewat tengah (Kebalen) Kedungkandang sangat dekat dari pusat kota. Namun karena kawasan itu tersumpal luberan pedagang pasar, pengguna jalan pilih memutar lewat Sawojajar atau jalur Gadang-Bumiayu. Karena itu, bila ingin merayu investor untuk menanam modal di Kedungkandang, Pemkot harus menggenjot pembangunan infrastruktur, seperti pelebaran Jl Mayjen Sungkono berikut pengangkatan Jembatan Kedungkandang, pembangunan jembatan kembar Gadang-Bumiayu, pembersihan Kebalen dan lain-lain.
Wali Kota Malang, Drs Peni Suparto, belum lama ini mengaku mengusulkan ke pemerintah pusat untuk mengangkat jembatan Kedungkandang dan melebarkan Jl Mayjen Sungkono sebagai jalur lintas timur (Jalintim) yang butuh duit Rp 300 miliar yang tidak mungkin ditanggung APBD. Begitu juga dengan proyek berorientasi ke timur lain.
Anggota Komisi C dari FPDIP asal Kedungkandang, Suprapto, maupun Ketua Komisi C, Eka Satriya Gautama, berharap infrastruktur di timur terus digenjot sehingga roda bisnis di situ berputar lebih cepat. ”Kawasan timur masih perlu banyak sentuhan seperti mal, arena pariwisata, dan lainnya,” jelas Eka Satriya, Rabu (31/3).
Ada pekerjaan yang mendesak diselesaikan Pemkot Malang. Di antaranya, Terminal Hamid Rusdi masih sepi karena tidak bisa menyediakan penumpang yang cukup untuk mikrolet yang pilih antre di bekas terminal Gadang. Dinas Perhubungan sudah mengobrak-abrik terminal bayangan itu, namun para sopir bergeming. ”Dishub harus tegas dan harus berani menggiring mereka ke terminal baru,” kata Eka. nekn
Freezy89 April 3rd, 2010, 01:52 PM Sedikit up date dari saya... enjoy...:cheers:
Sedikit dari Universitas Negeri Malang,,,ada pembangunan Rusunawa...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05091.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05090.jpg
dan juga gedung kuliah baru...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05092.jpg
Freezy89 April 3rd, 2010, 01:57 PM Lanjut ke Universitas Brawijaya...gedung FH yang sudah jadi...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05126.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05127.jpg
Dan Gedung FT yang tidak kunjung selesai...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05128.jpg
Freezy89 April 3rd, 2010, 02:05 PM Ada perumahan baru...Graha Kencana...letaknya tepat setelah Gapura selamat datang Kota Malang, setelah Bentoel...Maaf, cuma ambil foto Gate-nya saja...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05123.jpg
Ini maket Apartemen Soehat...maaf candid...karena dulu saya pernah mau ambil foto maketnya harus minta ijin dulu, dan yang berwenang tidak berada di tempat saat itu...jadi langsung tembak aja deh dari luar...:)
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05125.jpg
Freezy89 April 3rd, 2010, 02:24 PM Dan ini yang mungkin paling ditunggu...Terminal baru Bandara Abd Rahman Saleh....:cheers:
Ini gerbangnya...letaknya di sebelah kanan jalan sebelum pintu masuk kompleks TNI...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05097.jpg
Ini jalan aksesnya...tidak begitu lebar, kira2 untuk 1 mobil + 1 sepeda motor...saya rasa masih memadahi lah karena memang bandara nya juga belum begitu ramai....
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05100.jpg
Lihat deh pemandangannya.....view pegunungannya bagus banget...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05104.jpg
Dan ini dia terminalnya...sayang kok MANGKRAK ya....
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05109.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05116.jpg
Pintu masuk penumpang...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05113.jpg
Loket pembelian tiket...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC05112.jpg
Well...saat saya sampai di sana, rasanya campur aduk...senang dan kecewa...
Senang karena jalan akses dan terminalnya ternyata sudah jadi...kecewa karena kok dibiarkan mangkrak ya....sampe2 genteng nya sudah pada lumutan semua....kapan nih mau dioperasikan?? Kalo kelamaan bangunannya keburu rusak duluan tuh....!!
bharadya April 3rd, 2010, 03:20 PM ^^ Nice mas Freez! :okay::okay: Jadi tau kayak apa bandaranya. Aku juga miris ngeliatnya. :ohno::ohno:
hermawan April 4th, 2010, 06:15 AM Trims Freezy up datenya.....
Untuk Bandara, mungkin nunggu anggaran berikutnya untuk mulai operasionalnya...
gedung2 UB mulai nampak keren2...
Oia...Gedung FH itu letaknya yang didalam kampus atau di pinggir Jl MT. Haryono (gedung lama) sih...
trus letak rusunawa UM itu ada didalam kampus juga atau ditepi jl. veteran?
trims ya.
Freezy89 April 4th, 2010, 01:28 PM ^^
Tapi kalo kelamaan dibuka, sayang sama terminalnya yang keburu rusak...jalan di dekat terminal dan tempat parkirnya juga masih belum tertata rapi..
FYI...kalo dari pengamatan saya, terminal baru ini tidak terhubung dengan landasan pacu...sepertinya jaraknya lumayan jauh. Pembangunan sambungan landasan antara terminal baru dan landasan pacu ini juga belum selesai...
Gedung FH itu letaknya di dalam, kalo tdk salah di depan gedung teknik. Kalo Rusunawa juga ada di dalam, selatan FIP...tepatnya di pojok selatan-barat dari lahan UM...
hermawan April 4th, 2010, 02:01 PM ^^
Trims infonya...
Memang sayang semua gedung2 yang di UM dan UB ada di dalam semua ya..
nggak bisa dinikmati sambil jalan di luar...
tapi nggak papa..
bandara berharap segera dioperasikan ....
satu lagi ....view lingkungan bandara memang cakep :cheers:
bahkan akupun setiap kali lewat lingkungan militer yang lama aja sangat senang bener. Betul2 menyegarkan...
Kalau lahan bekas sekolah yang mau di bikin apartemen itu di sebelah dieng plasa,
Di tidar juga ada proyek Clubhouse Villa puncak tidar, ada hotelnya.
Me refer sama berita sebelumnya, jadi ada 2 apartemen nih...di perumahan Tidar sama yang di dekat Dieng Plaza?
dimasputra April 5th, 2010, 01:38 PM Universitas Brawijaya in the distance
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/KotaMalang8.jpg
Hotel @ MOG
http://i984.photobucket.com/albums/ae326/dimasputra/MalOlympicGardenMalang-Hotel.jpg
Freezy89 April 5th, 2010, 02:53 PM ^^
Wah, ambil foto brawijaya drmn itu?? Kalo yang seperti tugu di sebelah kanan itu menara masjid UM...
^^
Me refer sama berita sebelumnya, jadi ada 2 apartemen nih...di perumahan Tidar sama yang di dekat Dieng Plaza?
Kalo dari tulisannya bung Gophar, yang di Tidar itu hotel...
UM Nggak mau kalah nih...
Rp 500 M untuk Boyong Rektorat
MALANG- Tak mau dianggap lambat dalam pengembangan sarana berupa gedung, Universitas Negeri Malang (UM) merancang proyek besar. Tak tanggung-tanggung, dana sekitar Rp 500 miliar disiapkan untuk menyulap gedung rektorat dan tempat parkir. Bukan hanya itu, gedung rektorat lama yang menghadap ke Jalan Surabaya akan dipindah sebelah timur menghadap ke Jalan Semarang. "Tahun 2011 sudah mulai pembangunan," kata Prof. Dr. Soeparno, Rektor UM kemarin.
Soeparno menyadari, selama ini ada banyak suara yang mengatakan jika gedung UM masih cukup kuno. Dari sisi fisik, gedung di UM masih kalah dengan gedung yang ada di Universitas Brawijaya (UB) maupun Universitas Islam Negeri Malang (UIN). Kondisi gedung-gedung UM tak banyak berubah dengan ketika masih bernama Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) sejak tahun 1970-an. Bandingkan dengan UIN Malang yang cukup agresif dalam membangun gedung. Sejak tahun 2002-an saja, UIN sudah disulap menjadi kampus yang memiliki gedung mewah. Begitu pula dengan UB yang mayoritas gedung sudah cukup wah. "Makanya biar tidak terkesan kampus kuno, kami segera melakukan banyak pembangunan yang baru," tekad dosen Fakultas Sastra UM ini.
Model gedung rektorat nantinya memanjang dari utara ke selatan dengan sembilan lantai. Khusus untuk gedung rektorat ini, UM telah mengalokasikan dana sekitar Rp 200 miliar. Target pembangunan gedung ini memakan waktu antara 2011 sampai 2015. "Juga ada tower UM yang menjulang tinggi biar terkesan gagah," imbuh Soeparno sembari tersenyum.
Bukan hanya gedung rektorat yang bakal diubah. Area parkir juga menjadi prioritas. Selama ini perparkiran di UM masih belum tertata secara rapi. Lokasinya pun terpisah-pisah. Kondisinya pun juga cukup memprihatinkan karena atap parkir sudah banyak yang rusak. Karena itu, ia merancang untuk membuat satu gedung khusus parkir dengan empat lantai. Dan untuk satu unit gedung parkir dianggarkan Rp 60 miliar. "Gedung fakultas-fakultas yang baru juga sudah kami rancang sehingga mereka punya tempat kuliah yang layak, tidak seperti sekarang ini," tandas dia. (abm)
hermawan April 6th, 2010, 02:14 AM Ups..kampus2 di Malang semakin Ok...
Perlu dicatat nih, Gedung Rektorat UM 9 lantai...
trus UM tower berapa lantai lagi?
ronidecor2 April 6th, 2010, 02:55 AM Ups..kampus2 di Malang semakin Ok...
Perlu dicatat nih, Gedung Rektorat UM 9 lantai...
trus UM tower berapa lantai lagi?
wah hebat 9 lantai men
Freezy89 April 6th, 2010, 04:07 AM Jalan Lingkar Selatan Pacitan-Malang Selesai Tahun 2013
SURABAYA, KOMPAS.com - Pasca-kunjungan kerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui jalan lintas selatan Malang-Pacitan pekan lalu, Pemprov Jatim akan menggiatkan kembali pembangunan jalan lintas selatan.
Ditargetkan, tahun 2013 mendatang, ruas jalan lintas selatan antara Kabupaten Pacitan hingga Malang dapat diselesaikan. "Tahun 2013 mendatang kalau bisa pembangunan jalan lintas selatan (JLS) selesai hingga Malang. Alokasi dana dari Pemprov Jatim akan mengikuti besaran anggaran dari pemerintah pusat. Kalau pemerintah pusat menaikkan anggaran, maka Pemprov Jatim akan mengikuti," kata Gubernur Jatim Soekarwo, Senin (5/4) setelah mengikuti rapat paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya.
Pembangunan jalan lintas selatan Jawa Timur sepanjang 618,80 kilometer diperkirakan membutuhkan dana hingga Rp 6 triliun. Namun, hingga saat ini pengucuran dana baik dari APBN maupun APBD hanya sekitar Rp 600 miliar.
Tahun 2009 lalu, APBD Pemprov Jatim untuk pembangunan JLS hanya Rp 38 miliar dan tahun 2010 justru turun menjadi Rp 30 miliar. Penurunan alokasi anggaran juga terjadi pada APBN untuk JLS yang tahun 2009 lalu sebesar Rp 180 miliar dan tahun ini turun menjadi sekitar Rp 100 miliar.
Sebelumnya, Seokarwo menyatakan, anggaran dana pembangunan JLS selama ini minim. Apalagi, beberapa tahun lalu pembangunan infrastruktur di Jatim difokuskan untuk pembangunan Jembatan Suramadu.
"Ketika dana dipakai untuk pembangunan Jembatan Suramadu, otomatis pembangunan seluruh lintas JLS dari Jatim hingga Jabar berkurang. Ini program nasional," kata Soekarwo.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, setelah pembangunan Suramadu selesai, maka pembangunan infrastruktur Jatim akan dialihkan ke JLS. Menurut Saifullah, Pemprov Jatim pasti akan menaikkan anggaran pembangunan JLS.
"Selama ini pembangunan JLS sudah jalan tapi masih sangat pelan. Pembangunan yang sudah jalan dilanjutkan dan lalu akan dilakukan percepatan-percepatan. Kendala yang dihadapi dalam pembangunan JLS adalah pembebasan lahan Perhutani dan maraknya makelar tanah," ungkapnya.
Wah...sek suwi yooo.....
hermawan April 6th, 2010, 04:46 AM MALANG - Pawai Malang Flora & Fashion Festival (MF3) dengan start Jl Simpang Balapan menuju Jl Kawi kemarin berlangsung meriah. Meski hujan mengiringi langkah peserta, namun pawai tetap berlangsung seperti jadwal. Ribuan warga yang menyaksikan pun tak memedulikan hujan. Mereka berjubel di sepanjang rute pawai.
Bahkan, Wali Kota Malang Peni Suparto yang datang membuka pawai MF3 juga tak mau dipayungi. Sedianya sambutan dilakukan di panggung utama, tapi melihat banyaknya warga yang kehujanan menanti pawai, Peni langsung turun ke jalan. Selama pawai berlangsung, Peni juga melihat dari jalan raya persis di depan panggung.
Sajian drum band TK Bhayangkari 10 langsung tersaji begitu serpihan kertas hias ditembakkan di atas arena start. Lalu menyusul atraksi barongsai dari Alap-Alap. Barisan Kakang-Mbakyu Kota Malang tahun 2009 yang diarak dengan kendaraan jeep juga menyemarakkan ajang perdana MF3 tersebut.
Di belakang deretan kakang-mbakyu, para finalis model MF3 dengan dandanan busana nuansa bunga berdiri di atas jeep terbuka. Meski menjadi ajang perdana, momen MF3 itu mencuri perhatian Museum Rekor Indonesia (MuRI).
Tim MuRI datang untuk menilai barisan seribu penari bunga yang diberi titel A Thousand Dancing Flower. Para penari ini dibagi dalam kelompok-kelompok. Ada kelompok white flower atau barisan serba putih yang menggambarkan sakralnya mawar putih, poison red flower atau mematikannya duri-duri bunga mawar merah, mystical orchid, black roses, the fairy, big flower, funny flower, purple zone, hingga step of the sun flower.
Penampilan seribu penari itu itu dirancang bergantian dengan para finalis kostum bunga. Satu grup penari tampil, maka setelahnya para finalis kostum bunga unjuk kebolehan di depan juri, begitu seterusnya.
Semua tampilan itu masih dilakukan di bawah guyuran rintik hujan. Karena tampil dalam kompetisi, busana yang dikenakan sangat beragam. Ada yang unjuk kebolehan dengan busana bunga bertema pelangi, ada pula busana dengan tema winter melody yang dicerminkan melalui desain rok menggelembung hingga winter of Luna, sebuah busana yang terinspirasi musim semi.
Khusus finalis kostum bunga itu sekitar 65 desain berebut hati juri. "Kami hanya menilai kostumnya dari dua aspek, yakni orisinalitas dan kreativitas. Untuk model yang membawakan tidak masuk penilaian," ungkap Yani Damayanti, ketua tim juri.
Karena hujan terus mengguyur, sempat ada insiden kecil yang menimpa beberapa model finalis kostum bunga. Satu peserta bahkan rok berbentuk kurung panjang jatuh begitu saja ke jalan raya usai dia memeragakan indahnya busana di depan juri.
Kejadian tak terduga itu membuat sang model hanya bisa tersipu. Lalu beberapa tim koreagrafer dan perancang langsung lari menghampiri dan memasang kembali rok yang terlepas. Tak hanya itu, seorang model lain beberapa kali mengucapkan kata "aduh" dengan lirih saat bagian bawah bernuansa bunga yang dikenakan terinjak.
Seorang model lagi sempat membuat ulah heboh karena begitu atraktif membawakan busana bertemakan kelelawar. Kepakan sayap yang ditopang belahan bambu sempat mengenai beberapa penonton.
Bambang Sunurul, penanggungjawab kegiatan, mengungkapkan bahwa ajang MF3 ini dihelat karena Kota Malang memiliki potensi besar sebagai kota bunga sekaligus kota pendidikan. Karenanya, dalam ajang ini tak hanya mahasiswa yang dilibatkan, tapi juga para pelajar. "MF3 ini harapannya bisa mengangkat ikon Malang sebagai kota bunga dan kota pendidikan," kata Bambang yang juga kanwil Samsat Pemprov Jatim di Malang itu.
Menurut Bambang, karena suksesnya acara tersebut, tahun-tahun berikutnya MF3 tetap menjadi agenda untuk menyemarakkan HUT Kota Malang. Tepatnya sebagai agenda pariwisata Kota Malang.
Sementara itu, pengumuman pemenang model MF3, finalis kostum bunga, dan kepastian pemecahan rekor MuRI seribu penari hingga kemarin sore belum diumumkan. Pengumuman baru dilakukan tadi malam sekaligus penutupan MF3 di halaman Mal Olympic Garden (MOG). (nen/ziz)
INI SANGAT BAGUS, TAPI KENAPA PROMOSINYA LEMAH:ohno:
dimasputra April 6th, 2010, 07:50 AM ^^
Wah, ambil foto brawijaya drmn itu?? Kalo yang seperti tugu di sebelah kanan itu menara masjid UM...
dari MOG lantai 4.. :cheers:
Freezy89 April 9th, 2010, 01:52 PM Enam Investor Bersaing
Bangun Pasar Modern Dinoyo-Blimbing, Hari Ini Ditentukan
MALANG - Proses tender perombakan Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo menjadi pasar semi modern tinggal selangkah lagi. Hari ini tim evaluasi tender bakal mengumumkan investor-investor yang lolos seleksi administrasi. Jika lolos, maka investor itu berhak mengikuti seleksi teknis.
Ketua Tim Tender Pembangunan Pasar Blimbing-Dinoyo Djarot Edy Sulistiyono mengatakan, penilaian administrasi itu telah dilakukan sejak awal pekan lalu. Namun, keputusan lolos dan tidaknya tidak bisa dilakukan serta merta. Alasannya, syarat-syarat administrasi yang harus dilengkapi cukup rumit, sehingga butuh ketelitian dan kecermatan. ''Ada enam investor yang memasukkan proposal untuk dua sampul. Yakni seleksi administrasi dan seleksi teknis. Kalau administrasi lolos, maka bisa ke teknis," ujar Djarot, kemarin.
Sayangnya, hingga kemarin kepala BKBPM (Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat) Kota Malang ini tetap enggan membeberkan identitas keenam investor yang mengajukan diri itu. Pasalnya, enam investor itu tidak mungkin lolos semua. ''Nanti saja kalau sudah ada pemenangnya akan diumumkan," tambah dia.
Informasi yang dihimpun koran ini, sebelum menyusut menjadi enam investor, yang turut dalam proses tender dua pasar itu ada 13 investor. Selain dari Jakarta, beberapa investor di antaranya berasal dari Surabaya dan Malang.
Dari Surabaya bahkan ada tiga investor masuk, salah satunya PT Citra Gadang Asri Tama. Lalu, tujuh investor lain datang dari Jakarta. Di antaranya, PT Galih Medan Persada dan PT Abdi Sejahtera. Sementara, investor lokal Malang yang maju adalah PT Anugerah Citra Abadi (ACA). Bahkan ACA menjadi satu-satunya investor dari Kota Malang yang berani maju dalam proses tender megaproyek yang diprediksi bakal menelan dana Rp 500 miliar tersebut.
Anggaran Rp 500 miliar ini sebelumnya sempat disinggung Wali Kota Peni Suparto sebagai nilai dana yang ditawarkan pada investor untuk merombak dua pasar itu. Sehingga, sistemnya adalah paket.
Disinggung soal teknis, lanjut Djarot, evaluasi tersebut lebih detail dibandingkan administrasi. Karena di dalamnya benar-benar mencakup segala hal. Mulai kemampuan finansial, management building, konsep rancang bangun, penawaran bagi hasil dan sistem pengelolaan, hingga kegunaan.
''Senin pekan depan penilaian sudah masuk ke teknis. Ini akan lebih lama lagi karena banyak sekali acuan yang digunakan," terang Djarot.
Sementara, Kadis Pasar Pemkot Malang J. Hartono menambahkan, sebelum persoalan tender tuntas, dinas pasar tidak akan membuat kebijakan apapun. Termasuk rencana relokasi pedagang selama pembangunan dilakukan. ''Sama sekali tidak ada rencana itu. Jadi, kabar bahwa semua pedagang Pasar Dinoyo bakal direlokasi ke kawasan Joyogrand tidak benar," kata Hartono.
Karena itu, Hartono berharap para pedagang dan masyarakat tetap tenang karena semua persoalan teknis terkait perombakan Pasar Blimbing-Dinoyo sebagai pasar modern akan disosialisasikan. (nen/war)
hermawan April 10th, 2010, 05:32 AM Sabtu, 10 April 2010
Klojen - surya- Pelaksanaan pembangunan apartemen di pinggir Sungai Brantas Jl Soekarno Hatta (Soehat), Kota Malang, segera dimulai, karena IMB apartemen 15 lantai itu sudah diproses.
Kepala Badan Pelayanan dan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Malang, Drs Suharyono MSi, mengatakan, investor belum mengantongi izin rekomendasi dari Dinas Pengairan Pemprov Jatim. Namun, IMB tetap dapat diproses karena bangunan itu berada 50 meter dari sempadan sungai. ”Kalau di bawah 30 meter harus ada rekomendasi Pemprov Jatim,” kata Suharyono, Jumat (9/4).
Selain itu, IMB diproses karena advice planning untuk menara Sokarno Hatta (Soehat) telah rampung. Yang jelas, kata Suharyono, BP2T Kota Malang tidak akan menghambat investor di Kota Malang.
Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang, Sutiaji, mengungkapkan, meski IMB nantinya keluar, namun amdal lalu lintas (lalin)-nya masih ada catatan, yaitu warga sekitar menolak truk proyek lewat belakang yaitu Jl Kumis Kucing. Mereka khawatir jalannya itu akan rusak.
Manajer Umum proyek apartemen Soehat, Syem Rumbayan, ketika dikonfirmasi ini mengatakan, truk akan lewat depan, yaitu Jl Soekarno Hatta, sedangkan jalan belakang untuk akses penghuni. ”Ini perjanjian dengan warga, jadi tak masalah. Kami tahu, kalau truk lewat belakang pasti merusak jalan,” papar Syem. n ekn
hermawan April 10th, 2010, 05:35 AM MALANG - Situasi apa pun maskapai penerbangan (rute Malang-Jakarta PP) yang menerbangi Bandara Abdulrachman Saleh kian optimistis dengan tingkat load factor yang terus meningkat. Paling tidak, itu sejalan dengan perkembangan dunia usaha di Malang Raya yang mengalami perbaikan.
Memasuki triwulan kedua ini, load factor beberapa maskapai penerbangan sudah melampaui kondisi normal. Malah, kestabilan load factor terasa sejak Maret lalu. Karena, Maret biasanya sudah masuk jadwal rencana program kerja. Baik instansi swasta maupun negeri mulai merealisasikan agenda ke luar kota guna menangani urusan program-program yang sudah ditetapkan.
"April sekarang ini, load factor-nya sudah di atas Maret, rata-rata 85 persen, malah lebih. Tren ini saya lihat akan berlanjut sampai masa liburan nanti," kata M. Yusri Hamsya, distrik manager Sriwijaya Air.
Menurutnya, musim libur panjang load factor bisa sampai ke posisi puncak, alias 100 persen. Banyak masyarakat yang memanfaatkan jasa penerbangan untuk berlibur. "Posisi normal sebenarnya mulai awal Januari - Februari lalu. Hanya fasenya terus berangsur-angsur membaik seperti saat ini," tambah pria yang disapa Yus ini.
Kenaikan load factor diharapkan saat ada momen tertentu. Dia mencontohkan, saat penyelenggaraan KSN (Kongres Sepak Bola Nasional) beberapa waktu lalu. Bukan hanya maskapai penerbangan yang menuai untung, sektor lain seperti perhotelan juga berdampak signifikan terhadap kenaikan penumpang. "Momen long weekend biasanya juga berpotensi menggiatkan sektor-sektor bisnis," tambahnya.
General Manager GI Malang Dharmawan Y. Hendrata menambahkan, rute Malang-Jakarta PP menjelang April lalu sudah mulai ramai. Diasumsikan, karena masa menjelang libur sekolah. Load factor-nya sudah lebih bagus dari bulan-bulan sebelumnya. Ketika itu tingkat hunian penumpang hanya di kisaran 60 persen-70 persen.
Menjelang libur sekolah tahun ini, GI kian optimistis bakal terjadi lonjakan penumpang lebih baik lagi. Salah satunya, penambahan rute-rute baru yang banyak peminatnya. Yakni, Malang-Tanjung Karang, Malang-Palembang, Malang-Padang, Malang-Pekanbaru, Malang-Medan, dan Malang-Batam. Selain itu Malang-Banda Aceh, Malang-Pontianak, Malang-Balikpapan, dan Malang-Banjarmasin.
"Semua rute itu via Jakarta. Arus dari Malang tentunya check in-nya di Malang. Di Jakarta pindah pesawat saja," ucap Dhar, begitu dia disapa. (hap/lia)
bharadya April 10th, 2010, 06:56 AM ^^ Kapan buka Malang - JOG? Heuheuheuuu. Gajayana aja cuman sekali sehari. Repot.
Freezy89 April 10th, 2010, 08:26 AM ^^
Good news buat Malang...
Menara Soehat jalan...
Penerbangan ramai...Kalo dilihat dari rute2 di atas, semuanya masih luar pulau. Saya kira potensial tuh Malang-Jogja. Kalo perjalanan darat memang agak repot.Spt kata bharadya, Gajayana cuma sehari sekali. Naek bus pun kalo gak salah harus muter lewat utara dulu ke arah mojokerto...
hermawan April 10th, 2010, 12:47 PM ^^
Kalo ke Jogja kebanyakan naik travel
kayanya Malang potensial banget untuk penerbangan.......
menunggu bandara sipil dibangun:nuts:
Freezy89 April 13th, 2010, 07:09 PM Kredit Apartemen Masih Terbatas
Pengajuan Terkendala Kesiapan Pengembang
MALANG - Penyaluran kredit pemilikan apartemen (KPA) di perbankan masih terbatas meski sejumlah apartemen sudah diluncurkan Malang. Ini karena keberadaan apartemen di Malang masih dalam proses pembangunan sehingga belum semua ready.
"Hanya untuk aplikasi masih belum terasa signifikan. Masalahnya kan keberadaan apartemen masih belum semuanya ready," kata Nasrul Utama, branch manager Bank BTN Malang.
Dari potensi market, lanjut dia, sudah tentu sangat bagus. Saat soft opening Apartemen Menara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu, responsnya memang tinggi. Namun, para user belum melangkah lebih lanjut. Bisa jadi, karena dari pengembang juga belum sepenuhnya siap lempar ke pasar. Artinya, masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan. "Apartemen yang sudah jadi juga masih terbatas. Jadi, kalau pengajuan belum signifikan lebih pada kendala teknis saja," tambahnya.
Tingginya aplikasi KPA tak lepas dari agresivitas kalangan pengembang apartemen. Jika yang disediakan masih dalam tahap pembangunan, tentu belum berdampak ke bank. Meski untuk sumber pendanaan, para pengembang apartemen sudah ada yang "mengetuk" kalangan perbankan. "Penawaran kerja sama sudah ada yang menyodorkan. Tinggal menunggu kesempatan saja," ucapnya.
Sementara itu, di Kota Malang saat tercatat empat apartemen yang masih dalam proses penyelesaian. Selain Apartemen Menara Soekarno Hatta, yakni Apartement and Citywalk Malang Citypoint, Cibogo Apartement, dan MX Square.
Terkait fasilitas KPA ini, lanjut dia, diperuntukkan pembiayaan apartemen, baik baru atau lama. Apartemen belum jadi (KPA inden) atau apartemen take over. Sebagai persyaratan di antaranya, WNI (warga negara Indonesia), telah berusia 21 tahun atau telah menikah, telah memiliki masa atau telah menjalankan usaha minimal, dan memiliki NPWP pribadi untuk nilai kredit di atas Rp 100 juta. Atau, SPT pasal 21 form A1 untuk pemohon dengan nilai kredit di atas Rp 50 juta sampai dengan di bawah Rp 100 juta.
Ilham Ramli, analisis dan marketing officer Bank BTN Syariah menambahkan, Bank BTN Syariah juga membuka penyediaan KPA. Namun, kondisi riilnya seperti yang dialami di Bank BTN. Permintaan KPA belum mengalami "kontraksi" karena apartemen yang disediakan dari kalangan pengembang belum seramai rumah. "Kami optimistis, pengajuan KPA juga akan booming. Sekarang saja kalau animo sudah luar biasa," kata Ilham.
Bisa dimaklumi, karena banyak masyarakat luar Malang yang berburu kepemilikan apartemen di Malang. Kegunaannya bermacam-macam. Ada yang digunakan sebagai alternatif tempat hunian bagi kalangan berduit sampai rumah. "Untuk membeli rumah di tengah kota seperti sekarang ini kan lahannya kian sempit. Makanya, sebagai sasaran tepat mencari hunian berkonsep susun (apartemen)," ujarnya. (hap/lia)
^^
well, kelihatannya MX Square dan Cibogo Apartment memang 2 apartemen yang berbeda...
bharadya April 13th, 2010, 07:25 PM ^^ Kalo yg Malang Citypoint itu apa? Baru denger euy. :):)
Freezy89 April 14th, 2010, 07:13 AM ^^
Iya, yang Malang City Point itu kita masih belum begitu jelas ttg lokasinya. Katanya di sekitar Plasa Dieng..
Lima Besar Investor dari Luar Kota
Bangun Pasar Dinoyo-Blimbing
MALANG - Perombakan dua pasar daerah Kota Malang berkapasitas 3.700 pedagang resmi kian dekat. Pemkot Malang telah menetapkan masing-masing lima besar investor untuk mengikuti seleksi akhir penjaringan investor pada pembangunan Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing. Yakni, seleksi teknis dan selanjutnya diumumkan pemenangnya.
"Sekarang sedang berlangsung seleksi teknisnya, rencananya akhir bulan ini sudah dapat kami umumkan pemenangnya," kata Djarot Edy Sulistiyono, ketua Tim Tender Pembangunan Pasar Blimbing-Dinoyo, siang kemarin.
Djarot mejelaskan, seleksi akhir para investor itu setelah melalui seleksi administrasi yang dilakukan pada awal bulan lalu. Seleksi administrasi itu, meliputi kelengkapan administrasi, mulai dari SIUJK (surat izin usaha jasa konstruksi) hingga kemampuan keuangan perusahaan. Seleksi administrasi untuk kedua pasar itu, masing-masing diikuti oleh enam calon investor yang mengajukan proposal setelah mengikuti tahap penjelasan. "Masing-masing ada satu investor yang tidak lolos dalam seleksi administrasi," kata kepala kepala BKBPM (Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat) Pemkot Malang ini.
Pada seleksi teknis, kata dia, akan menilai kemampuan perusahaan dari berbagai macam sudut. Seperti halnya pada konsep rancang bangunan, pengelolaannya hingga pada penawaran bagi hasil yang diajukan.
Disinggung soal nama-nama investor yang mengikuti seleksi akhir, Djarot enggan menyebutkannya. Dia hanya mengatakan rekanan yang berhak mengikuti seleksi akhir itu tidak ada yang berasal dari Kota Malang. Akan tetapi, berasal dari Kota Surabaya dan Jakarta. "Nanti saja kalau sudah selesai seleksinya. Terlalu dini kalau sekarang disebutkan. Hasil penilaian juga tidak kami umumkan, tapi, kami kirimi surat ke masing-masing rekanan," kata dia.
Hanya saja, sebelum terseleksi menjadi lima besar investor, ada 13 investor yang tertarik bekerja sama dengan Pemkot Malang untuk membangun kedua pasar tersebut. Selain investor yang berdomisili dari Jakarta, ada juga yang berasal dari Surabaya dan Malang. Dari Surabaya bahkan ada tiga investor masuk, salah satunya PT Citra Gading Asri Tama. Lalu, tujuh investor lain datang dari Jakarta, di antaranya PT Galih Medan Persada dan PT Abdi Sejahtera. Sementara, investor asal Malang yang maju adalah PT Anugerah Citra Abadi (ACA). Bahkan ACA menjadi satu-satunya investor dari Kota Malang yang berani maju dalam proses tender megaproyek yang diprediksi bakal menelan dana Rp 500 miliar tersebut.
Djarot menambahkan, setelah diumumkan pemenangnya, segera ditindaklanjuti dengan pelaksanaan pembangunannya. Sebelum pelaksanaan pembangunan itu ditindaklanjuti terlebih dahulu dengan sosialisasi hasil keputusan pemkot dan mempersiapkan lahan kegiatan pembangunan. Termasuk juga relokasi sementara bagi para pedagang selama proses pembangunan berlangsung. (yak/lia)
hermawan April 14th, 2010, 07:22 AM Kredit Apartemen Masih Terbatas
Pengajuan Terkendala Kesiapan Pengembang
^^
well, kelihatannya MX Square dan Cibogo Apartment memang 2 apartemen yang berbeda...
Penasaran juga nih..yang mana?
trus juga yang citypoint itu sampe sekarang menunggu kabar berikutnya:nuts:
Oya tentang pasar Dinoyo dan Blimbing itu kalo melihat jumlah pedagangnya 3500 pedagang ..ini suatu jumlah yang sangat besar untuk ukuran pasar tradisional...pasar Kebayoran Lama saja jumlah pedagangnya sekitar 2500..
bagaimana ya bentuk baru nantinya:cheers:
mudah2an nggak mengecewakan
sbyctzn April 15th, 2010, 07:37 AM MF3 itu seperti JFC nya Jember ya konsepnya?
Btw jd beneran cibogo dan MX square itu apartemen yg beda?
Wah kabar bagus nih...
Semakin meramaikan bisnis property apartemen di Malang.
Kita lihat saja jika Soehat sukses pasti akan banyak pengembang yang berduyun-duyun bangun apartemen.
hermawan April 16th, 2010, 04:14 AM ^^
Kelihatannya mirip....
cuman sayangnya kurang promosi....
MX apartemen dan Cibogo apartemen kemungkinan satu produk...
di posting2 terdahulu, apartemen cibogo itu disebutkan ada 2 tower...
kita tunggu saja...:)
AceN April 16th, 2010, 01:06 PM RS. Panti Nirmala
http://www.tatamulia.co.id/Data%20Project%20List/Hospital/Panti_Nirmala.jpg
hermawan April 17th, 2010, 05:37 AM ^^
Thanxs Cen....
ini sudah diposting di halaman terdahulu...bahkan liputannya sudah ada juga..berharap ada up date dari teman2 di Malang..
Oyah...ada berita bagus nih
KA Buka Jalur Baru
Jurusan Malang-Bandung, Operasi Perdana 30 April
MALANG - Harapan masyarakat Malang Raya bisa bepergian ke Bandung dengan transportasi kereta api (KA) akhirnya terjawab. Stasiun KA Kota Malang segera membuka jalur itu pada 30 April ini. Jalur yang dinamai KA Malabar Ekspres jurusan Malang-Bandung itu terdiri dari sembilan gerbong dengan layanan penumpang dari kelas eksekutif, bisnis, hingga penumpang kelas ekonomi.
Rencananya, kereta itu akan diberangkatkan setiap pukul 15.30. "Nanti lewat jalur selatan, Kepanjen-Blitar-Solo-Jogja, dan beberapa wilayah sampai ke Bandung," kata Adji Djulianto, kepala Stasiun Kereta Api Kota Baru Malang, siang kemarin.
Dia menjelaskan, pembukaan jalur Malang-Bandung itu untuk menjawab keinginan sejumlah masyarakat yang disampaikan pada manajemen PT KAI. Bahkan, sebelumnya PT KAI juga sudah melakukan survei untuk merealisasikan kebijakan itu. Sebab, hasil survei sudah cukup memungkinkan untuk dibuka jalur tersebut, maka diusulkan ke PT KAI Pusat. "Target kami, begitu layanan buka langsung penuh," kata dia.
Tarif yang dikenakan sesuai dengan kelas. Untuk eksekutif yang disediakan 50 seat dengan harga tiket Rp 220 ribu, bisnis sebanyak 80 kursi duduk Rp 150 ribu, dan ekonomi yang berjumlah 106 tempat duduk Rp 90 ribu per penumpang. "Saat pembukaan hingga sampai satu setengah bulan ada diskon 10 persen," kata dia.
Adji mengatakan, layanan ke tiga kelas itu masih dalam taraf penjajagan. Dari ke tiga pelayanan kelas itu, akan dievaluasi yang paling diminati. "Kalau minatnya pada eksekutif dan bisnis, tentunya yang ekonomi nanti yang akan kami hapus," katanya.
Untuk menyambut pembukaan jalur itu, saat ini sedang dipersiapkan segalanya. Seperti ruang untuk parkir, hingga kesiapan pemesanan tiket. Apalagi pada tanggal 28 April mendatang, rangkaian KA Malabar Ekspres sudah tiba di Kota Malang. Untuk selanjutnya beroperasi pada tanggal 30 April. (yak/war)
Freezy89 April 19th, 2010, 01:32 PM Festival Malang Kembali...
Ayo datangggg.... :)
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/1.jpg
hermawan April 20th, 2010, 03:45 AM Wah sayang sudah lewat...saya ke Malang tanggal 28 Mei.....
dimasputra April 20th, 2010, 07:14 AM ^^ di bagian bawah poster, kok ga tercantum branding wisata MALANG ASOY ya..?? :shifty:
hermawan April 21st, 2010, 07:52 AM KEPANJEN - SURYA- Komplek office block (perkantoran terpadu) baru yang sedang dibangun Dinas Cipta Karya untuk mendukung kepindahan ibukota Kabupaten Malang ke Kepanjen terus dikebut. Saat ini, proyek yang berada di Jl Panji itu rampung 50 persen.
“Pembangunan fisik yang dikerjakan yakni pendopo, kantor bupati dan sekretariat daerah,” jelas Romdhoni, Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang, Selasa (20/4).
Bangunan itu diharapkan tuntas Oktober 2010 mendatang. Tahap berikutnya adalah dibangunnya kantor Bappekab dan DPPKA yang harus berdekatan dengan sekretariat daerah. Gedung sekretariat daerah nanti akan berlantai delapan. Di lantai satu ada hall semacam showroom untuk menginformasikan produk unggulan Kabupaten Malang.
“Akan ada dua ruang rapat besar dan sejumlah ruang rapat kecil, seperti untuk setiap asisten sekdakab memiliki ruang rapat kecil sendiri,” terangnya. Sementara ukuran pendopo di komplek baru juga lebih besar dibanding dengan pendopo saat ini yang berada di komplek sekretariat daerah di Jl Agus Salim Kota Malang.
Sedang untuk rumah dinas bupati, akan menjadi usulan program pada pada 2011. Sehingga diperkirakan, bupati baru nanti masih akan memakai rumah dinas lama yaitu Pringgitan yang berada di belakang pendopo agung Kabupaten Malang saat ini. nvie
hermawan April 21st, 2010, 09:52 AM ^^
Trus kantor Kabupaten dan pendopo yang lama itu untuk apa ya?
sbyctzn April 23rd, 2010, 02:59 AM Mantab kali Kabupaten Malang.
Sama sekali saya belum pernah ke Kepanjeng.
Seperti apa sih...
Payah nih saya, kepanjen aja belum pernah kesana.
Kepanjen ini dari pusat kota Malang berapa km?
Lewatnya apa dari lapangan rampal terus ke selatan, trus lewat jembatan apa itu?
Trus lewati Fly Over apa itu?
Please CMIIW..
Rencana pingin kesana!
hermawan April 23rd, 2010, 10:52 AM ^^
Malang - Kepanjen kira2 30 km
dari Rampal trus ke Selatan bisa..
betul..lewat jembatan Embong Brantas...trus fly over Martadinata atawa Kota lama..
Sampe pertigaan Gadang...(Pasar Induk Gadang) ambil kanan Jl. KS. Tubun..
lurus ke barat...trus ada pertigaan ambil kiri arah Panjen....lurus, sampelah sudah!!!
yang agak kusayangkan...jalan Malang- Panjen ini dari dulu sangat kecil untuk ukuran kota sebesar Malang....
apa nggak ada ide di buat 4 jalur.....
gophar April 23rd, 2010, 02:26 PM sedikit bocoran desain malang citypoin dan pasar blimbing modern
http://www.fray.us/image-BEB4_4BD1917A.jpg (http://www.fray.us/share-BEB4_4BD1917A.html)
http://www.fray.us/image-2F29_4BD1917A.jpg (http://www.fray.us/share-2F29_4BD1917A.html)
Pasar Blimbing
http://www.fray.us/image-4834_4BD1917A.jpg (http://www.fray.us/share-4834_4BD1917A.html)
Sumber
FB nya pak Burhanis Sultan
General Manager & Director PT.Gramala Group & PT. KIS-Arum Group Developer & Contractor : Perumahan - Ruko - Plaza -Pasar- Apartment di Malang Jatim
Freezy89 April 23rd, 2010, 06:59 PM ^^
:nocrook:
Wow...malang city point-nya keren juga ya...itu yang di depannya kelihatannya ada pusat pertokoannya, ato mall?? Letak proyek ini dimana sih tepatnya??
Untuk proyek Pasar Blimbing itu kok nggak ada apartemen/hotel seperti yang direncanakan? Tapi kelihatannya desain masih bisa berubah...kan proses tendernya masih belum selesai...
Thanks gophar..!!!:okay:
hermawan April 24th, 2010, 03:16 AM Akhirnya muncul juga gambar citipoint..thanks Gophar
Untuk Malang citipoint lumayan bagus....
tapi kalo Pasar Blimbing kelihatannya terlalu sederhana untuk pasar dengan 2500 pedagang...dan betul kata Freezy..apartemennya belum keliatan
yah...menunggu hasil tender...:)
satu lagi yang belum ada, MX apartemen/Cibogo Apartemen
sbyctzn April 24th, 2010, 05:41 AM ^^
nice one design.
Btw soal pemindahan ibukota Kab. Malang, di Jatim akan muncul kota baru nih...
Seperti Bangil sebagai ibukota Kab. Pasuruan.
Memang sudah seharusnya Kab. Malang punya ibukota sendiri, biar Malang Raya benar-benar mandiri semua.
Senang melihat Malang Raya yang berkembang sangat baik.
Sayang Malang Kota agak kurang greget Pemkotnya.
Hmmm...
Forumer Malang Raya sendiri kalau disuruh milih ketiga daerah di Malang Raya, pilih yang mana? Kabupaten? Kota? Atau Kota Batu?
Hehehe.... Kalau saya definitely Kota Batu.
My Special City.
Kecil tapi mantab banget!
I love this City!
Ampelio April 24th, 2010, 06:40 AM ^^sbyctzn: Bukannya ibukota kabupaten Malang sudah pindah ke Kepanjen dari dulu? :ohno:
hermawan April 24th, 2010, 07:28 AM @sbyctzn :
kalo disuruh milih bukan soal di kabupaten atau kotanya sih..
tapi lebih condong di daerah mana..gitu..
misalnya kalo aku seneng tinggal di daerah Karanglo trus sampe daerah Karangploso...
Kalo selatan..enak tinggal di Kepanjen atau Dampit..
kalo ditanya alasannya sulit dijelaskan:)
Mungkin karena selama ini aku tinggal di tengah2 kota (bosen)...
Oya (termasuk om Ampelio).....
pusat pemerintahan Kabupaten Malang memang dipindah ke Kepanjen..
tapi bukan persis di kotanya..tapi agak minggir ke Selatan...
lokasinya di sekitar Stadion kanjuruhan sekarang
Sayangnya banyak mengambil lahan pertanian yang sangat subur:ohno:
Waktu aku masih kecil..Kepanjen adalah kota kecil yang indah..
Banyak sungai2 besar atau kecil di sana yang airnya jernih sekali kaya aqua
sekarang sudah agak kotor dan coklat
tapi itu resiko pembangunn juga ya
sbyctzn April 24th, 2010, 10:08 AM @ampelio:
mungkin memang sudah dari dulu secara perencanaan.
Tapi secara faktual baru saja akan dipindah kan?
Selama ini pengurusan administratif pemerintahan kan masih banyak di Kota Malangnya kan?
CMIIW (mungkin hermawan bisa bantu?)
sampai sekarang milik kabupaten malang yang masih ada di daerah kota malang itu apa aja sih?
Kantor, aset, dll...
Mending boyongan total jendral ke Kepanjen aja.
Biar mandiri betul.
Itu Kabupaten Pasuruan sukses dengan daerah bangil.
Ada PIER yang tumbuh pesat semenjak beberapa pusat pemerintahan dipindah ke Bangil.
Tapi sayang belum total dipindah semua, kalau tidak salah masih ada beberapa yang di kota Pasuruan.
@hermawan:
maksud saya milih favorit akan menjadi daerah membanggakan, bukan milih untuk tempat tinggal.
Bukan maksud untuk merendahkan daerah Malang Raya lain sih, cuman sekedar iseng ingin tau opininya forumer mengenai daerah mana di Malang Raya yang paling OK.
Semoga Malang Raya makin OK, tiap daerah bersaing untuk menjadi yang terbaik di Malang Raya.
Harapan saya sih biar seperti Gerbangkertosusilo, yang bersinergi.
hermawan April 24th, 2010, 11:52 AM Kepanjen resmi jadi ibukota Kab. Malang melalui PP. Nomor 18 tahun 2008 tentang Persetujuan Pemindahan Ibukota Kabupaten Malang ke Kecamatan Kepanjen... (jadi betul..belum lama koq).
tapi wacana...proses dll itu betul sudah sangat lama...biasa..lelet
Untuk kantor2 yang dipindah, setahuku blum seberapa banyak...
waktu aku muter2 kesana tahun lalu, baru beberapa dinas yang sudah ada (lupa nyatet kantor apa saja)..mungkin termasuk Pengadilan Negeri
lokasi perkantoran semua ada di sekitar Stadion Kanjuruhan...sebagian masih berupa persawahan..
dulu wacananya semua kantor pasti pindah kecuali pendopo..
eh nggak tahunya di kepanjen juga di bangun..
pendopo dan kantor kab sekarang itu menurutku sangat bagus kalo nantinya dijadikan heritage hotel (seperti hotel Sahid Kusuma Solo itu bagus banget)
@hermawan:
maksud saya milih favorit akan menjadi daerah membanggakan, bukan milih untuk tempat tinggal.
Bukan maksud untuk merendahkan daerah Malang Raya lain sih, cuman sekedar iseng ingin tau opininya forumer mengenai daerah mana di Malang Raya yang paling OK.
ho...ho..ho...sorry..kupikir untuk tempat tinggal..(kalo yang ini IMO 70% dari wilayah Malang pasti enak)
ya...Malang Raya semenjak lumpur lapindo sangat melambat perkembangannya..
tapi pelan2 untuk Batu dan kabupaten sudah mulai bangkit
nggak tau kota Malang koq lemot..mungkin perlu bos seperti pak Masfuk or Jokowi disini atau Pak Bambang DH mau nyalonin jadi wali disini:nuts:
Freezy89 April 24th, 2010, 03:06 PM ^^
Kalo soal Kepanjen aq nggak bisa kasih pendapat banyak deh, maklum jarang ke daerah selatan,hehehe...
@sbyctzn:Kalo soal favorit...aq tetep Kota Malang aja...habis letaknya ada di tengah2...btw...saya kok mulai merasa betah tinggal di surabaya ya... :)
hermawan April 24th, 2010, 03:09 PM ...dan menurutku Batu & Kab seimbang.....
sbyctzn April 24th, 2010, 04:28 PM @freezy:
betah?
Hehehe.. Betah gimana?
Kok bisa betah? Kenapa kok bisa betah?
Wew hermawan.. BDH nyalonin ke kota Malang?
Hehehe dia masih ngebet di Surabaya tuh..
Tapi boleh juga kalau BDH mau.
Kalau menurut saya mending bacawali kota malang nanti ada yang kepikiran ngerekrut Pak Masfuk aja buat jadi bacawawali nya.
Nah ntar kalau pak Masfuk sudah 2x jabat wawali dan punya KTP kota Malang biar maju ke walikota.
Itu sih akal-akalan skenario menurut saya.
Banyak jalan menuju Roma.
Tinggal ada yang mau apa tidak.
Btw Pak Peni itu dulu walikota hasil pilkada langsung apa bukan?
Kok saya liatnya dia model pemimpin yang (maaf..) plonga plongo.. Model pemimpin
boneka, seperti ada yang nyetir.
Sangat disayangkan!
Freezy89 April 25th, 2010, 02:41 AM ^^
Hmmm...knp ya, saya merasa cocok aja dengan cuaca di sini. Awalnya saya juga kaget, tapi kondisi panas di sini rasanya justru membuat saya lebih produktif...dan nggak gampang sakit. Dulu waktu di Malang gampang banget kena batuk ato flu, tapi di sini....dibikin begadang seminggu pun saya masih sehat2 aja...alasan lain sih...mau cari barang apa aja lebih mudah...hehe...jadi OOT nih... :)
Lha, emang kalo Pak BDH dan Pak Masfuk mau nyalon wali kota masih bisa ya?? Bukannya sudah 2 periode jadi walikota? Dan nyalon di daerah lain pun juga nggak boleh,,,dulu kan Pak Masfuk mau jadi cawali Surabaya, tapi nggak bisa gara2 regulasi ini...
Kalo Pak Peni sih yang periode ini hasil pilkada langsung, tapi kalo yang pertama dulu kayaknya belum lewat pilkada. Mungkin rakyat Malang merasa perubahan yang dibawa Pak Peni di periode pertama cukup signifikan (terutama matos+mog) shg banyak yang milih lagi utk periode ke dua, walaupun padahal mungkin banyak daerah lain yang perubahannya lebih signifikan dari Malang. Mungkin Malang yang sudah sekian lama tidak tersentuh perubahan menjadi merasa perubahan yang dibawa Pak Peni kemarin adalah hal yang signifikan....kalo analisa saya sih spt itu... :)
sbyctzn April 25th, 2010, 06:39 AM Yah saya juga jarang sakit.
Tapi begitu tinggal di luar kota langsung gampang kena flu dan batuk.
Saya juga masih belum tau penyebabnya.
Oh jadi pak peni itu sudah 2 period ya, yg kedua itu lwt pilkada langsung.
Tapi saya mengamati lewat media dll kok lemot banget pada kinerja pelayan publiknya.
Btw untuk kab. malang kenapa nggak sekalian ganti nama jadi Kabupaten Kepanjen aja yah?
hermawan April 26th, 2010, 03:36 AM Yah saya juga jarang sakit.
Tapi begitu tinggal di luar kota langsung gampang kena flu dan batuk.
Saya juga masih belum tau penyebabnya.
Oh jadi pak peni itu sudah 2 period ya, yg kedua itu lwt pilkada langsung.
Tapi saya mengamati lewat media dll kok lemot banget pada kinerja pelayan publiknya.
Btw untuk kab. malang kenapa nggak sekalian ganti nama jadi Kabupaten Kepanjen aja yah?
Ya begitulah Malang, terutama di malam hari
....kalo lagi musim dingin, dinginnya menusuk tulang..
kalo nggak fit gampang sakit...
itulah juga kenapa Malang di malam hari sepi..warga males keluar rumah (ha..ha.. ini yang bikin KB nggak pernah berhasil)
Oya..Kab. Malang termasuk kabupaten terluas nomer 2 di Jatim
dulu malah ada wacana dibuat Kabupaten Malang Selatan dan Malang Utara...
tapi menurutku nggak perlulah...takut dananya habis hanya untuk membayar gaji eksekutif dan legislatif.
mending seperti sekarang...udah compact
Silver Arrows April 26th, 2010, 07:24 AM Yah saya juga jarang sakit.
Tapi begitu tinggal di luar kota langsung gampang kena flu dan batuk.
Saya juga masih belum tau penyebabnya.
Oh jadi pak peni itu sudah 2 period ya, yg kedua itu lwt pilkada langsung.
Tapi saya mengamati lewat media dll kok lemot banget pada kinerja pelayan publiknya.
Btw untuk kab. malang kenapa nggak sekalian ganti nama jadi Kabupaten Kepanjen aja yah?
kayaknya itu alergi deh, sy jg ngalamin soalnya
n sekarang selalu sedia obat anti alergi tiap luar kota
alhamdulillah ga flu2 lg sekarang :cheers:
Silver Arrows April 26th, 2010, 07:25 AM ^^
sorry OOT
hermawan April 27th, 2010, 06:52 AM sedikit bocoran desain malang citypoin dan pasar blimbing modern
http://www.fray.us/image-BEB4_4BD1917A.jpg (http://www.fray.us/share-BEB4_4BD1917A.html)
http://www.fray.us/image-2F29_4BD1917A.jpg (http://www.fray.us/share-2F29_4BD1917A.html)
apartemen soekarno hatta
http://i777.photobucket.com/albums/yy56/gussinyo/apartemensoetta.jpg
Sekedar mengingatkan....
tinggal MX apartemen dan Cibogo Apartemen yang blum ada gambarnya:)
hermawan April 28th, 2010, 04:36 AM Selasa, 27 April 2010
MALANG- International Labour Organization (ILO) menyerahkan hasil feasibility study (FS) rencana pembangunan Vulcania Park (VP) kepada Bupati Malang Sujud Pribadi. Pembangunan VP yang berlokasi di Desa Wringin Anom Kecamatan Poncokusumo itu pada tahap I akan menelan dana Rp 272 miliar. Rencananya VP akan dibuka tahun 2013 dengan biaya masuk Rp 170 ribu per orang.
Sesuai hitungan dalam FS, pada tahun kelima setelah dibuka untuk umum, VP akan meraup pendapatan Rp 122 miliar. Sedangkan Gross operating Profit (GOP) Vulcania Park pada tahun kelima mencapai Rp 37 miliar. Angka itu tercapai bila jumlah pengunjung pada tahun kelima bisa menembus 500 ribu orang.
Kepala Badan Perencanaan Kabupaten Malang, Nehruddin mengatakan, angka itu baru dari hitungan sesuai FS. Berdasarkan studi kelayakan, vulcania park bakal bisa dioperasikan pada tahun 2013. Sejauh ini, estimasi tersebut masih akan diuji lagi dengan pengerjaan detail engineering design (DED). “Sesuai DED waktu bisa juga bertambah, VP di Perancis saja butuh waktu pembangunan tujuh tahun,” jelas Nehruddin.
Sesuai hasil FS, Pemkab Malang mendapat tugas untuk membebaskan lahan seluas 15 hektare. Adapun mengenai pendanaan, 30 persen (Rp 82 miliar) akan ditanggung Pemerintah Provinsi dan Pusat. Sedangkan sisanya (70 persen) ditawarkan kepada pihak investor. “DED nanti menjadi tugas Pemprov, akan diuraikan mengenai pembiayaan, bentuk bangunan, zona permainan dan lain-lain,” akunya.
Sementara itu, Kabag Perekonomian dan Kesra Bapekab Tomie Herawanto menambahkan, calon investor VP sudah menemui titik terang. Saat pemaparan di Pemprov, perwakilan pengusaha Ciputra yakni mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika juga turut hadir. “Proyek ini juga akan mengganden Bank Indonesia yang diharapkan mampu memfasilitasi kredit bagi investor,” ujar Tomie.
FS VP tersebut diserahkan perawakilan ILO Pieter Van Roiij kepada Bupati Malang Sujud Pribadi, kemarin. Kehadiran Vulcania Park itu menurut Bupati akan menentukan perkembangan ekonomi lokal di empat daerah, yakni Pasuruan, Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu. (ary/udi)
hermawan April 28th, 2010, 04:40 AM http://img440.imageshack.us/img440/5008/rsumm.gif (http://img440.imageshack.us/i/rsumm.gif/)
Rabu, 14 April 2010 19:28
Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) UMM di kawasan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru dan Landungsari Kecamatan Dau sedikit mengalami penentangan. Terutama kekhawatiran warga Perumahan Permata Hijau terkait limbah dan permintaan akses jalan melalui perumahan setempat. Bagaimana UMM menyikapi penolakan warga ini ? Kompromi apa yang ditawarkan UMM kepada warga biar win-win solution?
MALANG - Area lahan Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) masuk dalam dua wilayah. Yaitu wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang. Karena itu dalam proses perizinan bangunannya melibatkan dua pemerintahan di Malang raya itu.
RS UMM dibangun dilahan seluas 9 hektar. Saat ini lahan yang sudah tersedia baru mencapai 4,5 hektare. Proses pembangunan RS UMM sudah dimulai sejak 2009 lalu. Itu setelah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) nya sudah keluar pada 29 Desember 2009 lalu.
“Persiapan mendirikan rumah sakit ini kami lakukan sejak lima tahun lalu, jadi setelah semua proses izin rampung baru pembangunan dimulai,” ungkap Kepala Divisi Perencanaan Pembangunan, Ir Sulianto MT kepada Malang Post.
Proses perizinan yang sudah dilalui yaitu izin lokasi, IMB, master plan, studi kelayakan, dan studi lingkungan. Izin operasionalnya akan diproses jika pembangunan rampung yang diharapkan bisa selesai dalam kurun waktu dua tahun.
RS UMM memiliki luas bangunan 8.665,5 m2. Bangunan gedung utamanya akan didirikan enam lantai. Di lantai basement akan difungsikan sebagai kamar jenazah, kantin dan ruang managemen. Kamar jenazah ini sengaja diletakkan di basement agar tidak menjadi ketakutan bagi warga sekitar. Walaupun sebenarnya lokasi rumah sakit jaraknya sekitar 100 meter dari perumahan warga dan lebih mendekat ke terminal.
Di lantai satu akan difungsikan sebagai poli, UGD dan apotek. Lantai dua poli anak, ruang ICU, CVCU dan lab medik. Lantai tiga sebagai ruang rawat dan inap kelas dua, lantai empat rawat inap kelas I. Lantai lima untuk ruang bersalin dan operasi. Rumah sakit ini akan menyiapkan 219 bed terdiri dari 183 bed IRNA dan 36 bed non IRNA. Total dana diprediksikan mencapai Rp 70-100 miliar.
“Dananya swakelola, jadi tidak ada tender. Karena itu pembangunannya tergantung dari dana yang ada,” jelasnya.
Area rumah sakit ini dibagi dalam dua zona. Yaitu ruang pelayanan rumah sakit dan zona Buffer atau penyangga. Yaitu kawasan yang menjembatani kegiatan perumahan dokter dan mahasiswa dengan pelayanan rumah sakit. Juga ada kelas kuliah untuk mahasiswa. Kawasan buffer inilah yang berdekatan dengan perumahan warga di Bukit Hijau. Karena itu pernah muncul wacana untuk membuat jalan tembus menggunakan jalan perumahan. “Baru sebatas wacana saja, tapi karena ada penolakan rencananya jalan tembus akan dibuka melalui terminal,” jelasnya.
Sulianto menjelaskan, untuk pengelolaan limbah rumah sakit yang biasanya dikhawatirkan warga, pilihan sementara pengolahannya melalui proses Dewatz System teknologi Jerman. Teknologi ini juga sudah digunakan RS Panti Nirmala Malang. Untuk penangangan limbah cair medis yang rawan radiasi, UMM bekerjasama dengan RSSA Malang yang sudah memiliki alat pengelolaan khusus. Untuk limbah padat medis seperti jarum suntik, botol dan lainnya akan melalui proses penghancuran melalui incinerator. Sementara limbah non medisnya akan bekerjasama dengan dinas kebersihan kota dan kabupaten.
Lebih jauh ia menjelaskan, lokasi rumah sakit sebenarnya jauh dengan perumahan warga. Yang dekat justru lokasi masjid yang kini sudah selesai pembangunanya. Tidak hanya itu antara area rumah sakit pun ada batasan alam berupa sungai sehingga dipastikan limbah tidak akan mengganggu lingkungan perumahan. (oci/lim)
Ebek21 April 28th, 2010, 05:11 AM Tidak sabar menunggu pembangunan Vulcania Park. Kalau benar Ciputra Group yg membangun Vulcania Park, dengan konsep dr Prancis, pasti hasilnya spektakuler. Dan tema vulkanonya nggak ada duanya, paling nggak di Asia. Pasti akan mendongkrak pariwisata Jatim dengan signifikan !! :okay::okay::okay:
sbyctzn April 28th, 2010, 04:51 PM Jadinya Vulcania Park ini serius ya?
Wah jadi bangga kalau benar-benar terwujud.
Akan jadi theme park paling berbeda di Indonesia.
OMG tiket masuk Vulcania Park 170 ribu per orang?
Pada ada yang mau bayar segitu cuma untuk masuk Vulcania Park apa tidak ya?
Apa ya laku?
Hehehe...
Jadi penasaran, untuk tiket seharga 170 ribu pastinya sangat menarik theme parknya.
hermawan April 29th, 2010, 02:36 AM Sangat serius bro....
buktinya untuk FS nya saja ILO berani keluarkan 1 M
dan para petinggi Jatim sangat antusias terhadap proyek ini...
Vulcania Park ini akan menjadi yang kedua di dunia setelah yang di Prancis
Jatim bisa menjadi icon baru pariwisata Indonesia nih setelah Bali dan Jogja
mudah2an tiket bisa turun dikit..:nuts:
sbyctzn April 29th, 2010, 06:25 AM ^^
jadi targetnya sepertinya wisatawan mancanegara ya hermawan???
melihat harga tiket semahal itu.....
jadi makin penasaran nih....
sbyctzn April 29th, 2010, 06:39 AM Ini berita bulan Maret kemarin
Pembangunan Bromo Vulcania Park ditarget mulai 2011
Pemprov Jatim ajukan pembiayaan Rp200 miliar melalui APBN 2011
Selasa, 30 Maret 2010 | 16:34 wib ET
SURABAYA, kabarbisnis.com: Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) kian serius menggarap objek pariwisata di Jatim, khususnya wisata gunung Bromo.
Sebuah wahana wisata pendidikan tengah dibangun di kawasan gunung tersebut dan ditargetkan bisa dimulai pada tahun 2011.
"Saat ini, kami telah mengajukan pembiayaan pembangunan Bromo Vulcania Park melaui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2011 sebesar Rp200 miliar. Jika disetujui, pembangunan akan secepatnya dilakukan. Dan kami menargetkan pembangunan akan mulai dilakukan pada tahun depan," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim, Djoni Irianto saat Rapat Kerja Daerah Asosiasi Tour dan Travel Indonesia (Asita) Jawa Timur di Hotel Bumi, Selasa (30/3/10).
Sebenarnya, lanjut Djoni, ada dua pilihan pendanaan, yaitu melalui kerjasama dengan pihak swasta atau melalui pendanaan dari APBN. Karena pendanaan melalui APBN dianggap lebih mudah, sementara kerjasama dengan swasta dinilai lebih rumit, akhirnya Pemprov Jatim memilih mengajukan biaya pembangunan wisata tersebut melalui APBN.
Lebih jelas Djoni mengungkapkan, keberadaan gunung Bromo memang telah menjadi salah satu tujuan wisata Jatim yang cukup besar peminatnya. Dan ini perlu dikembangkan guna peningkatkan pariwisata Jatim. Dengan pembangunan Bromo Vulcania Park ini, diharapkan obyek wisata Bromo akan semakin diminati oleh wisatawan dalam negeri dan mancanegara.
"Kalau kajian tentang hal ini sudah selesai dilakukan melalui kerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dengan International Labour Organization(ILO) Prancis. Sekarang tinggal pemantapan dan menunggu keputusan dari pusat," tekan Djoni.
Untuk lahan, katanya, sudah tersedia, yaitu lahan milik pemerintah kabupaten (Pemkab) Malang dengan luas 50 hektar di Desa Wringin Anom Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang.
Pemilihan desa ini karena pemandangannya bagus, potensi alamnya mendukung dan masyarakatnya sudah siap dengan kunjungan wisata. Nantinya, wahana wisata ini akan dibangun dengan misi pendidikan masyarakat dan anak-anak terkait dengan gunung berapi.
"Melalui wahana ini, nantinya wisatawan yang datang di Bromo tidak hanya menikmati indahnya gunung Bromo akan tetapi juga bisa memahami masalah lingkungan dan karakter gunung berapi," jelas Djoni. kbc6
hermawan April 30th, 2010, 03:14 AM @sbyctzn : ya bro....wisman..tapi tak menutup kemungkinan wisatawan domestik ikut menikmati wahana ini.....
yang sudah ada bisa di cek vulcania park yang ada di Perancis http://www.vulcania.com/en
sangat spektakuler sekali
Kelihatannya masalah pendanaan akan kompleks ya...
di berita yang lalu disebut proyek ini perlu 2 T lebih....
untuk tahap awal (hingga 2013) perlu Rp. 200 M
bagusnya harus keroyokan antara Pemerintah Pusat, daerah dan investor
mudah-mudahan Ciputra gol...
Pemda Jatim harus all out bisa mewujudkan proyek ini..
karena dampaknya bukan hanya untuk Malang saja....tapi pariwisata Indonesia...
sbyctzn April 30th, 2010, 07:51 AM Misal inisiatif Pemprov Jatim sendiri aja menggandeng swasta (Ciputra group) tidak usah minta dana dari pusat apa tidak bisa ya?
Mending gitu deh menurut saya.
Soalnya ini proyek bener2 prestisius.
Menjadi penentu Kawasan Bromo untuk bisa menyamai Bali.
Dengan adanya Vulcania Park yang merupakan theme park kelas dunia seperti itu sudah pasti akan mendongkrak wisman
sangat besar.
Soalnya tempatnya sudah sangat-sangat strategis, wisman bisa mempelajari gunung berapi di theme park dan sekaligus bisa langsung menikmati fenomena gunung berapi langsung, baik keindahan bromo dan semeru yang luar biasa tidak ada duanya di dunia maupun melihat aktifitas caldera secara langsung.
NICE!!!
Saya yakin! Jatim akan menyamai Bali. Apalagi lokasi kita yang sangat strategis dekat dengan bali.
Saya sudah pernah cerita apa belum ya soal G-LAND?
Itu G-LAND sebenarnya potensinya di kelas dunia sangat besar.
Di luar sana itu G-LAND luar biasa terkenalnya.
Cuman kita di dalam negeri saja yang tidak pernah tau seperti apa terkenalnya G-LAND di luar negeri.
Dan sayangnya seribu sayang.
Wisman yang ke G-LAND itu hampir seluruhnya akomodasinya direct dari BALI!
Mereka pada sewa perahu, yacht, dll untuk langsung menuju G-LAND.
Nah coba kalau para wisman itu dipaksa dengan halus untuk lewat JUANDA!
Trus ke Bromo, baru ke G-LAND.
Hmmm... Saya yakin JATIM tidak kalah dengan Bali.
Sekali lagi sayang seribu sayang kepala daerahnya si Ratna Ani Lestari brengsek yang tidak becus mengelola daerahnya.
Pemprov juga begitu, seperti lupa kalau punya G-LAND.
Tidak ada koordinasi sama sekali antara Kabupaten sama Provinsi.
hermawan April 30th, 2010, 08:03 AM ^^
he..he..
sayang aku belum sempat ketemu Pak Ardike...
kalo ketemu bakal kutanya beliau..
sbyctzn April 30th, 2010, 11:21 AM ^^
pak Ardike?
Siapa hermawan?
hermawan April 30th, 2010, 04:24 PM Beliau mantan bosku...
aku kenal pribadi baik sekali
disebut dalam berita......
Selasa, 27 April 2010
.................. Saat pemaparan di Pemprov, perwakilan pengusaha Ciputra yakni mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika juga turut hadir.....dst
sbyctzn April 30th, 2010, 05:56 PM Oh Ardika...
Kok nyebutinnya Ardike.
Sekilas di berita jadi nggak kelihatan...
Hehehe sory
jadi pak ardike ini masuk di Ciputra Group ya?
Btw, hermawan sendiri ngantor dmn sih? Apa ya di developer?
Oh ya. sip ide bagus hermawan, tanyain!
Gimana itu Vulcania Park..
Saya harap sih daripada nunggu pusat mending kuasai investor sendiri aja deh...
Sharing sama provinsi 20-80, atau berapa gitu..
Tentunya porsi besar milik investor.
Kayak pak Paul Sastro itu lho, dengan pak Masfuk.
Terbukti sukses kan untuk ukuran domestik?
Lha ini itungannya wisman, trus kerjasamanya sama provinsi.
Wis mending gak usah utak-atik sama pusat.
Jalan sendiri aja....
Tapi gak tau juga bisa apa tidak?
Freezy89 April 30th, 2010, 07:01 PM ^^
G-Land itu dmn?? Memang apa yang salah dengan kepala daerahnya??
hermawan May 1st, 2010, 03:24 AM Oh ya..Bapak I Gede Ardika
Kerja di developer? nggak lah..
khan diberita cukup jelas..
Pak Ardika mantan bosku, lah beliau mantan apa? :)
Yup setuju...kalo bisa nggak usah ngrepotin pusat...
asal pemprov gigih saya kira banyak investor tertarik..
ini benar2 terobosan loh untuk obyek wisata di Indonesia..
biasanya kan obyek wisata cuma mengandalkan alam dan budaya yang sudah ada...
ini benar2 alam di create menjadi atraksi yang sangat unik dan menarik...
kalo kekuatan lokal di Surabaya atau Jatim disatukan...kayanya bisa..
BTW : kawasan Poncokusumo bukan hanya akan jadi New Batu..bahkan bisa melebihi
Freezy89 May 1st, 2010, 05:06 AM :):):)
Tanda bahwa perekonomian Malang makin mantap...
[ Sabtu, 01 Mei 2010 ]
Load Factor Pesawat Melonjak
SA dan GI Tambah Jadwal Penerbangan
MALANG - Potensi penerbangan komersial Malang-Jakarta (PP) makin menjanjikan saja. Ini karena load factor pesawat Malang-Jakarta (PP) selalu mencapai hampir 98-100 persen per bulannya. Kondisi ini dialami dua maskapai penerbangan Sriwijaya Air (SA) dan Garuda Indonesia (GI). Keduanya tengah bersiap menambah satu jadwal penerbangan.
Menurut M. Yusri Hamsya, district manager SA, pertumbuhan demand akan transportasi udara ini selama satu tahun terakhir ini memang cukup mengejutkan. Kecenderungan masyarakat memilih transportasi jalur udara meningkat signifikan sejalan dengan peningkatan taraf hidup.
Selain itu, yang paling banyak diburu adalah menyangkut waktu. "Bagi pebisnis waktu adalah uang. Untuk itulah, dalam waktu dekat ini kami akan menambah jadwal penerbangan, sehingga total Malang-Jakarta tiga kali jadwal sehari," kata dia.
"Penambahan flight tersebut, sudah direncanakan lama. Sebagai realisasi target pada 2010 sekarang ini. Kami sudah lakukan analisis pasar dari load factor yang trennya terus naik. Tahun 2008 lalu, rata-rata 89 persen, lalu meningkat menjadi 98 persen pada 2009," tambahnya.
Jadi, kata Yusri, jadwal terbang yang sedianya hanya dua kali bakal bertambah menjadi tiga. Penambahan itu untuk rute Malang-Jakarta pulang pergi (PP). Dua jadwal yang sudah ada sebelumnya, yakni pukul 08.55 dan 14.55 Malang-Jakarta, sementara pukul 07.00 dan 13.00 Jakarta-Malang. Rencana penambahan itu pada pukul 11.55 take off dari Malang dan 10.00 dari Jakarta.
Bagaimana dengan Garuda Indonesia (GI)? Dihubungi terpisah, General Manager GI Malang Dharmawan Y. Hendrata menambahkan, pasar Malang memang tidak perlu diragukan lagi. GI pun memrogramkan mengembalikan jadwal penerbangan sebelum insiden bandara ditutup. Per 1 Juli nanti GI bakal menambah satu flight sehingga kembali ke jadwal awal dua flight.
"Setelah bandara ditutup, kami kan hanya satu flight. Sebenarnya menyangkut izin sudah tidak ada masalah. Tapi armadanya telanjur untuk dioptimalkan ke rute lain. Jadi, perlu persiapan ulang," ujar pria yang akrab disapa Dhar ini.
Terkait dengan penambahan flight baru, GI masih belum memprogramkan. GI memilih berkonsentrasi segmen yang digarap. Selama ini segmen GI membidik kelas middle up. Rata-rata load factor terus menunjukkan grafik peningkatan, sekitar 98 persen per bulan. Dan, pertumbuhan market di Malang Raya ini lebih banyak ke middle low. "Untuk tambah flight kami masih tunggu perkembangan. Jika nantinya permintaan segmen yang kami garap (middle up) menuntut demikan, ya, apa salahnya juga kami tingkatkan," ungkapnya.
Sebelumnya GI sudah melakukan penambahan rute-rute baru yang banyak peminatnya. Yakni, Malang - Tanjung Karang, Malang - Palembang, Malang -Padang, Malang - Pekanbaru, Malang - Medan, dan Malang - Batam. Selain itu Malang - Banda Aceh, Malang - Pontianak, Malang - Balikpapan, dan Malang - Banjarmasin. Semua rute itu via Jakarta. (hap/lia)
sbyctzn May 1st, 2010, 07:43 AM -------
sbyctzn May 1st, 2010, 07:45 AM ^^
nah betul kan, tidak tau...
Padahal warga jatim sendiri..
Apalagi selain warga jatim.. Malah tidak tau blas.
tau ujung wetan?
Alas Purwo?
Di peta ada daratan yang menjorok ke samudra...
Itu ada pesisir pantai yang berbentuk lengkungan 1/3 lingkaran.
G-Land itu nama lainnya Plengkung.
"Left hand wave" terbaik di dunia.
Dimana kebanyakan ombak untuk surfing di dunia itu "right hand wave".
Yang "left hand wave" sangat sedikit keberadaannya.
Makanya banyak wisman pecinta surfing yang pengen ke G-land.
Kepala daerah Banyuwangi selama ini tidak pernah memberdayakan potensi yang luar biasa besarnya...
Bisanya cuma mengobrak-abrik sistem birokrasi.
Banyak warga maupun pejabat yang kesal dengan tingkahnya..
Sudah berapa yang dipecat...
Sudah berapa banyak UPTD penting yang dihapus..
Dll Dll...
Yang pasti kalau anda jadi warga Banyuwangi juga akan ikut merasakan ketidakbecusannya..
Dia itu istrinya Bupati Jembrana.
Saya akui, untuk si suaminya yaitu Bupati Jembrana memang TOP bangun daerahnya.
Tapi si istrinya ini bener2 tidak becus...
Aslinya dia itu tidak bisa apa-apa,
dia disetir sama suaminya.
Tapi ya itu orangnya ngawur.
Lha wong menangnya aja pake money politic gede-gedean, dan ada kabar kalau money politic itu disuplai uangnya sama suaminya.
Makanya aja menang.
Orang Banyuwangi juga gitu, gampang dibodohi sama mantan salesman produk obat itu.
Sekarang dia mau calonin bupati lagi, nah... Kalau sampe jadi lagi, brarti ya emang warga Banyuwangi yang gampang dikibulin.
Sory, OOT...
bharadya May 3rd, 2010, 06:08 PM Repost. :):)
State-owned Train Company to Build Two Hotels This Year
Monday, 03 May, 2010 | 17:41 WIB
TEMPO Interactive, Jakarta:PT Kereta Api Properti Manajemen, a subsidiary of the state-owned train company PT Kereta Api, plan to build two hotels around Tugu Train Station in Yogyakarta and Malang, East Java.
The Director of PT Kereta Api Properti Manajemen, Suaidi Haryanto, explained that they are investing up to Rp63 billion this year for the construction of the two hotels.
For the hotel to the north of Tugu Station, Yogya, said Suaidi, they were investing Rp35 billion.
In the project, PT Kereta Api Properti Manajemen was partnered with Tune Hotel to operate 150 rooms for businesspersons.
“We are currently in the licensing stage and hope that it can be operational by the end of this year,” said Suaidi last Friday.
A fund of 28 billion will be allocated to build a hotel in the historic locations near Malang Station this year, in partnership with the Dharmawangsa Group.
It is being designed and targeted as a leisure hotel.
The company, which was formed September last year, has operated Bandungan Indah Resort in Ambarawa, Central Java.
“Before it was only for internal use. Now it is being rented out,” said Suaidi.
Meanwhile PT Kereta Api Logistik, another PT Kereta Api subsidiary, targets increased revenue up to Rp140 billion this year with a profit of Rp20 billion.
“We hope that we could grow bigger than the mother company,” said Marketing Director, Patria Supriyoso, last Friday.
The newly formed company has only Rp25 billion of capital from the mother company.
The biggest contribution came from one night service, which contributed 30 percent of the total revenue.
The activity serves as a logistic distribution with the route Jakarta Gudang-Surabaya Pasar Turi
The second largest revenue contributor is from fast cargo activities in the same route.
“The contribution reached 20 percent of the total revenue,” said Patria.
PUTI NOVIYANDA
gussinyo May 4th, 2010, 04:03 AM @freezy:
betah?
Hehehe.. Betah gimana?
Kok bisa betah? Kenapa kok bisa betah?
Wew hermawan.. BDH nyalonin ke kota Malang?
Hehehe dia masih ngebet di Surabaya tuh..
Tapi boleh juga kalau BDH mau.
Kalau menurut saya mending bacawali kota malang nanti ada yang kepikiran ngerekrut Pak Masfuk aja buat jadi bacawawali nya.
Nah ntar kalau pak Masfuk sudah 2x jabat wawali dan punya KTP kota Malang biar maju ke walikota.
Itu sih akal-akalan skenario menurut saya.
Banyak jalan menuju Roma.
Tinggal ada yang mau apa tidak.
Btw Pak Peni itu dulu walikota hasil pilkada langsung apa bukan?
Kok saya liatnya dia model pemimpin yang (maaf..) plonga plongo.. Model pemimpin
boneka, seperti ada yang nyetir.
Sangat disayangkan!
membayangkan p Masfuk jadi walikota Malang, pasti kota malang melaju kencang, he5x...
sbyctzn May 4th, 2010, 05:19 PM ^^
Mantab gus!
Tapi warga Malang banyak yang mau nggak?
Soalnya orang kan beda2 pikirannya.
Di mata kita pak Masfuk itu TOP.
Tapi di mata masyarakat awam belum tentu.
Reizaldy May 8th, 2010, 01:51 PM McDonald after renovation
http://lh5.ggpht.com/_65QgWNYHtms/S-UnXYIqBpI/AAAAAAAAAC0/ynRed-miTUA/s640/DSC01055.JPG
Kota Araya
http://lh3.ggpht.com/_65QgWNYHtms/S-Up5EEVVEI/AAAAAAAAAC4/EWmfYaLzbvo/s640/DSC01099.JPG
http://lh4.ggpht.com/_65QgWNYHtms/S-UthRZlz2I/AAAAAAAAADA/6O7qE1cCdcE/s640/DSC01105.JPG
Reizaldy May 8th, 2010, 03:33 PM Di Surabaya banyak taman-taman baru mengapa di Malang kurang perkembangan taman-taman seperti di Surabaya ya? Padahal kan ada yang nyebutin Malang kota bunga :ohno:
hermawan May 9th, 2010, 06:25 AM selamat bergabung Reizaldy ....
Ayo ramaikan thread Malang ini...:)
Realisasi JLB Masih Angan-angan:ohno::ohno::ohno:
* Sabtu, 8 Mei 2010
KLOJEN - Surya- Sekalipun draft revisi rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Malang 2009-2029 telah dikirim ke dewan, jalur lintas barat (JLB) yang digadang-gadang dapat mengurai kemacetan arus lalu lintas (lalin) ternyata ‘masih gelap’. Kapan JLB itu akan direalisasi, Bappeda Kota Malang belum mengetahui.
Kepala Bappeda Kota Malang, Ir H Bachtiar Ismail, membenarkan ini. ”JLB tidak mungkin digarap tahun ini. Kapan direalisasi, kami belum mengetahui. Yang akan direalisasi tahun ini sebagian program pembangunan jalur lintas timur (JLT) yaitu pembangunan jembatan kembar di jalan tembus Gadang-Bumiayu,” kata Bachtiar kepada Surya di Balai Kota, Jumat (7/5).
Bachtiar mengakui JLB sangat bermanfaat guna mengatasi kemacetan arus lalin di tengah Kota Malang. JLB ini rencananya akan dibedah mulai jalan raya Karanglo-Tunggulwulung-Tlogomas-Tidar-Mergan-dan jalan raya menuju Blitar. Untuk merealisasi itu, pemkot selain harus melebarkan jalan berukuran sempit yang ada sekarang juga harus membangun jalan baru dan jembatan di Tlogomas.
Mengenai pembangunan JLT, Bachtiar mengungkapkan tahap demi tahap terus digarap. Tahun ini, berupa pembangunan jembatan kembar Gadang-Bumiayu yang alokasi dananya Rp 10 miliar dari Pemprov Jatim. Nantinya pemkot juga berencana mengangkat jembatan Kedungkandang, namun anggaran sebesar Rp 300 miliar masih diusulkan ke pusat.
Soal Jl Gajayana-Bendungan Sutami-Galunggung, Bachtiar mengatakan akan pemaksimalan lahan daerah milik jalan (damija). Dikatakan Bachtiar, dalam pembangunan jalan itu pemkot tak akan menggunakan lahan warga. ”Di sepanjang jalan itu banyak bangunan toko yang memanfaatkan damija. Ini nanti yang akan ditertibkan,” jelas Bachtiar.nekn
hermawan May 9th, 2010, 06:30 AM Di Surabaya banyak taman-taman baru mengapa di Malang kurang perkembangan taman-taman seperti di Surabaya ya? Padahal kan ada yang nyebutin Malang kota bunga :ohno:
menurutku bukan hanya taman saja...tapi sarana-sarana lainnya termasuk infrastruktur boleh dibilang kurang ada kemajuan yang berarti..:ohno:
hermawan May 9th, 2010, 06:37 AM Radar Malang, Minggu, 09 Mei 2010
MALANG - Kawasan Kedungkandang menjadi garapan serius pengembangan Kota Malang. Setelah membangun gedung olahraga, sarana pendidikan, perkantoran terpadu, dan terminal Hamid Rusdi, bakal menyusul pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas lainnya. Di antaranya, pasar seni, Malang Convention Center (MCC), sirkuit, pacuan kuda, kolam pancing, hingga lapangan golf.
Sedangkan untuk sarana penunjang arus lalu lintas, juga telah dicanangkan pembangunan jalur lingkar timur. "Di tengah kota sudah padat, makanya kami arahkan kawasan timur sekaligus untuk pengembangan wilayah," ujar Wali Kota Malang Peni Suparto, siang kemarin.
Peni mengatakan, kebijakan itu juga sudah dituangkan dalam rancangan peraturan daerah tentang RTRW (rencana tata ruang wilayah) yang saat ini sudah disampaikan ke dewan. Sebelum ranperda itu diserahkan, pemkot juga sudah meminta dukungan anggaran dari pemerintah untuk merealisasi rencana tersebut.
Untuk pembangunan jalur lingkar timur dan MCC dibutuhkan anggaran Rp 50 miliar. "Tentu dengan besarnya kebutuhan anggaran itu, tidak mungkin menggunakan dana dari APBD Pemkot Malang," kata Peni.
Arif Wahyudi, ketua Komisi A DPRD Kota Malang membenarkan adanya rencana pengembangan wilayah timur. Dia mengatakan, selain pembuatan jalur lingkar timur, juga pembuatan jalur lingkar barat.
Untuk lingkar timur meliputi Jl Kebon Sari - Jl Satsui Tubun - Jl Gadang-Bumiayu - Jl Meyjen Sungkono - JI Raya Ki Ageng Gribig - Jl Terusan Ki Ageng Gribig - Jl Raya Bamban tembus ke pertigaan Karanglo.
Sedangkan untuk lingkar barat melewati perempatan ITN - Pertigaan Sigura-gura (Pahirin) - Gasek (batas permukiman) - Karang Besuki - Merjosari (dekat Kantor Graha Dewata) - Genting Utara - Vila Bukit Sengkaling - pertigaan Mulyoagung sampai pertigaan Sengkaling. (yak/ziz)
2 berita dari Radar dan Surya yang membingungkan:ohno:
hermawan May 9th, 2010, 06:44 AM Sumpek, Pemkot Distribusikan Warga Klojen
MALANG- Pemkot Malang ancang-ancang mengevakuasi penduduk di Kecamatan Klojen dan didistribusikan ke kekecamatan lain. Alasannya, penduduk yang bermukim di Kecamatan Klojen telah over capacity alias terlalu padat sehingga berpotensi menjadi daerah kumuh. Rencana itu bahkan telah dicanangkan dalam strategi kependudukan.
Kahumas Pemkot Malang M.Yusuf mengatakan, pusat kawasan yang sangat padat di kawasan Klojen itu adalah Oro-Oro Dowo dan tengah-tengah Klojen. "Selain mendistribusikan pendudukan Klojen ke daerah lain, Pemkot juga akan membatasi penduduk yang masuk ke Klojen," ujarnya, kemarin.
Menurut Yusuf, pendistribusian penduduk Klojen itu sangat mendesak. Karena status kepadatan penduduk di sana telah mencapai kepadatan tinggi. Per hektar lahan, lebih dari 100 jiwa menghuni kawasan. Dengan kepadatan penduduk yang tinggi itu maka sangat rentan menimbulkan masalah. Terutama persoalan kesehatan. Dengan banyaknya populasi penduduk di satu tempat, jika ada penyakit yang menyerang akan mudah menular ke warga lainnya.
Untuk itu, sambung dia, persoalan tersebut akan dipecahkan dengan mendistribusikan penduduk dengan tingkat kepadatan tinggi ke daerah dengan status kepadatan penduduk sedang maupun rendah. Kepadatan sedang, setiap hektarnya dihuni antara 75 sampai 100 jiwa. Sedangkan wilayah dengan kepadatatan rendah, dihuni antara 10 sampai 75 jiwa per hektarnya. "Berdasarkan pendataan yang dilakukan pemkot, daerah-daerah kepadatan sedang di antaranya Lowokwaru, Dinoyo, Blimbing dan Purwantoro," kata dia.
Sedang kawasan dengan kepadatan rendah menyebar di Sukun, Mulyorejo, Kedungkandang, dan Buring.
Kebijakan strategi kependudukan itu sudah dituangkan dalam rancangan peraturan daerah RTRW yang saat ini sudah diserahkan ke wakil rakyat. Dengan demikian, pelaksanaannya masih menunggu pengesahan kebijakan daerah tersebut. "Mudah-mudahan bisa segera disahkan, sehingga bisa menjadi acuan pemkot dalam mengambil kebijakan," ujar mantan sekretaris KPU Kota Malang ini. (yak/nen)
Caranya gimana coba....???
Reizaldy May 9th, 2010, 10:47 AM Terakhir aku lewat, pembangunan Apartemen Menara Soekarno Hatta menurutku masih belum ada perkembangan yang berarti
Freezy89 May 9th, 2010, 03:27 PM ^^
Terimakasih untuk Reizaldy atas fotonya...keep posting ya... :)
Joss deh!! Smoga JLT dan JLB ini segera terealisasi. Kalo melihat rutenya, jalan ini karakteristiknya mirip sama MERR di Surabaya...
Setuju, harusnya Kota Malang lebih giat membangun sarana seperti taman untuk publik. Saya rasa dalam hal pertamanan, Malang KALAH dengan Surabaya. Baik itu taman publik maupun taman yang dijadikan separator jalan....
Bagus juga rencana relokasi penduduk Klojen, tapi seperti kata Hermawan...gimana caranya? Disitu juga nggak disebutkan...apa mau dibuatin rusun seperti saat penggusuran di stren kali Jagir Surabaya...
hermawan May 10th, 2010, 07:45 AM @Reizaldy :
Aprtemen Sukhat sedikit terhambat gara2 masalah perizinan tempo hari yang bermasalah...sekrang sudah ok. Mudah2an nggak terlalu lama sudah dimulai ....
@Freezy : nampaknya JLT dan JLB itu realisasinya masih lama.....:ohno:
di berita terdahulu disebutkan tahun ini baru bikin satu jembatan di Gadang...
pemkot harusnya lebih canggih lagi dalam melobby pusat...
sebab kalo telat..5 tahun lagi Malang bakal macet parah
Freezy89 May 10th, 2010, 02:13 PM RTRW Dirubah, Jalan Diperlebar
MALANG- Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Malang tahun 2009-2029 segera dibahas. Walau tetap mempertahankan ruang terbuka hijau (RTH) sebesar 30 persen untuk seluruh wilayah kota pendidikan ini, pelebaran jalan ditengah pemukiman dalam kota bakal dilakukan. Hal ini langsung mengundang kecemasan warga yang halaman rumahnya terkena efek pelebaran jalan.
Berdasarkan pasal 67 Ranperda RTRW, pelebaran jalan bakal dilakukan di sepanjang Jalan Gajayana, Jalan Sumbersari hingga Jalan Galunggung. Pelebaran jalan juga dilakukan di ruas Jalan Merjosari, tembus Pasar Dinoyo, Tunggulwulung hingga Karanglo.
Khusus pelebaran jalan sepanjang Jalan Gajayana, Jalan Sumbersari dan Jalan Galunggung mulai mengundang tandatanya warga. Sejumlah warga yang ditemui secara terpisah khawatir pelebaran jalan berdampak penggusuran.
“Jalan sudah sempit kok mau dilebarkan. Lebarkan yang mana lagi? Jangan-jangan pagar, halaman rumah habis digusur karena pelebaran. Harus jelas pelebaran jalan,” tanya Kuswandi, warga Jalan Sumbersari saat ditemui kemarin.
Di Jalan Gajayana, warga juga cemas. Sebab rumah warga sudah sangat mepet jalan raya. Mereka kawatir jika ada pelebaran jalan justru rumah mereka bakal digusur. “Tapi semoga saja tidak ada penggusuran karena kalau mau dilebarkan, lebarkan yang mana?” kata Misdi, warga Jalan Gajayana.
Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Arif Wahyudi memastikan segera mempertanyakan kebijakan yang diatur dalam ranperda RTRW kepada Pemkot Malang. Karena menurutnya pelebaran jalan harus dikaji dulu baru dimasukan dalam konsep RTRW. Politisi PKB ini berasalan, pelebaran jalan di tengah kawasan padat pemukiman bukan persoalan mudah. “Pelebaran Jalan Gajayana dan sekitarnya butuh biaya tinggi dan tinggi pula biaya sosialnya. Rawan konflik,” tandasnya.
Menurut Arif, jika pelebaran jalan untuk mengurai kemacetan lalu lintas, Pemkot Malang harus mempersiapkan konsep pelebaran jalan secara konkret. Sebab menurutnya, rencana pembangunan jalan lingkar barat (jalibar) belum jelas hingga saat ini. Kabid Tata Kota Bappeko Malang, Erik S Santoso menjelaskan pelebaran jalan di kawasan Jalan Gajayana, Jalan Sumbersari hingga Jalan Galunggung hanya sebatas di ruang milik jalan berkisar antara 1 sampai 1,5 meter saja. Dengan demikian, lebar jalan akan berubah menjadi 13,5 meter. (van/mar)
Freezy89 May 10th, 2010, 02:14 PM Kota Malang Nominasi Peraih Adipura
SURABAYA – Kota Malang diprediksi akan mendapat penghargaan Adipura 2010, menyusul masuknya Kota Malang di dua nomor nominasi penghargaan. Kedua nominasi itu antara lain penghargaan Adipura untuk kategori kota besar dan kota sedang, yang dikeluarkan Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH).
Hal di atas diungkapkan Gono Bilowoseni, Kabid Pengawasan dan Pengendalian Pencemaran Lingkungan BLH Jatim kepada Malang Post di kantornya, kemarin siang. ‘’Secara volume, calon penerima Adipura tahun ini cukup banyak dibanding tahun lalu,’’ tandasnya.
Dari data yang dihimpun Malang Post menunjukkan, dari data verifikasi faktual KLH menunjukkan, Kota Malang menjadi wakil satu-satunya calon penerima Adipura untuk kategori Kota Besar. Prestasi sejenis juga diraih Kota Malang untuk calon penerima Adipura kategori kota sedang.
Bedanya, di kategori kota sedang untuk Kota Malang harus bersaing di penilaian terakhir dengan 10 kota lainnya. Yaitu Kota Madiun, Sidoarjo, Gresik, Kota Blitar, Kota Mojokerto, Lamongan, Kota Kediri, Kota Pasuruan dan Kota Probolinggo. Di kategori ini Kota Batu dinyatakan tidak lolos bersamaan dengan empat kota lainnya di Jatim.
‘’Ada parameter-parameter untuk menentukan mereka lolos atau tidak nominasi Adipura. Kita sendiri tidak memiliki ukurannya, karena penilaian sepenuhnya dilakukan di pusat,’’ ujar Gono.
Dikatakan Gono, dari hasil pembinaan selama 2009, hasilnya ada delapan kab/kota yang sebelumnya tidak memperoleh Adipura, kini mulai sukses memasuki proses verifikasi faktual. Kedelapan daerah itu, adalah Pasuruan, Sampang, Pamekasan, Kota Pasuruan, Ngawi, Bondowoso, Kota Malang, Trenggalek, dan Situbondo.
‘’Ini menjadi indikasi keseriusan ke delapan pemkab/kota tadi untuk bisa meraih penghargaan Adipura tahun ini. Bagaimana pun juga sebuah kota gengsinya akan lain jika mendapat penghargaan Adipura,’’ ujarnya.
Sementara itu tahapan penilaian sampai pemberian Adipura telah diakhiri 30 April lalu. Sebelumnya didahului dengan peninjauan tim tim gabungan dari KLH, Pusat Regional (Pusreg) Jawa KLH dan BLH Jatim mengadakan proses verifikasi faktual di Jatim dengan memastikan hasil P2 dengan memantau langsung ke lokasi.
Tim terbagi menjadi dua masing-masing lima orang melakukan peninjauan di wilayah berbeda, yakni satu tim di Jatim bagian barat dan satu lagi di Jatim bagian timur. Waktu pelaksanaan verifikasi faktual ini dilakukan selama satu minggu sejak 28 April hingga 4 Mei.
Jika tidak ada halangan, penerima penghargaan Adipura akan diumumkan saat peringatan Hari Lingkungan Hidup, 5 Juni mendatang di Jakarta dan penghargaan akan diserahkan langsung oleh Presiden RI. (has/lim)
hermawan May 11th, 2010, 02:47 AM http://img17.imageshack.us/img17/9971/hutankota.gif (http://img17.imageshack.us/i/hutankota.gif/)
Senin, 10 Mei 2010
MALANG- Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Malang ternyata belum ideal. Jumlah RTH milik perumahan lebih banyak jika dibanding RTH di tempat umum non perumahan. Karena itu tanah aset Kota Malang seluas 2,5 hektar di Kedungkandang dijadikan sebagai RTH. Kepala Bappeko Pemkot Malang, Ir Bachtiar Ismail mengungkapkan, luasan RTH saat ini terbagi dalam dua klasifikasi. RTH private yang tersebar di perumahan dan dikelola swasta sebesar 20 persen. Sedangkan RTH publik yang dikelola Pemkot Malang hanya 14 persen.
“Padahal idealnya RTH publik sebesar 20 persen dan RTH private seluas 10 persen,” jelasnya. Lebih luasnya RTH yang dimiliki swasta karena banyaknya perumahan di Kota Malang. Setiap perumahan diwajibkan untuk menyediakan RTH di wilayahnya masing-masing. “Untuk menambah RTH, setiap fasum yang diserahkan ke pemkot akan dijadikan RTH. Eks tanah bengkok yang tidak produktif juga akan dijadikan RTH,” jelas mantan Kadis Pertanian ini.
Secara terpisah, Kabid Pertamanan, Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Ir Yully Indriati menjelaskan, RTH berbentuk taman, hutan kota dan kebun bibit. Bahkan pemakaman umum juga berfungsi sebagai RTH. Saat ini Pemkot Malang mengelola 31 taman dengan total luasannya 109.487 meter persegi. Sedangkan hutan kota sebanyak 11 lokasi dengan luasan 71.793 meter persegi. Kebun bibit sebanyak tiga lahan dengan total luas lahan 5.800 meter persegi.
Untuk menambah lagi RTH, lanjut Yully, Pemkot Malang menambah hutan kota seluas 2,5 hektare pada 2011 mendatang. “Lokasinya di Jalan Mayjen Sungkono, kelurahan Buring, Kedungkandang,” jelasnya.
Hutan kota yang akan menambah RTH itu kata dia, ditanami tanaman hias, tanaman pelindung dan tanaman produksi. “Hutan kota itu akan dikelola oleh Pemkot Malang,” pungkasnya. (van/mar)
Baguslah....:)
Freezy89 May 11th, 2010, 11:22 AM Rp 1 M untuk Pedestrian
MALANG - Kawasan pedestrian atau trotoar jalan yang berfungsi bagi pejalan kaki maupun orang cacat tak luput dari perhatian Pemkot Malang. Pemkot bakal menata ulang sejumlah kawasan untuk pejalan kaki ini. Mulai dari perbaikan maupun pengembalian fungsi pedestrian.
"Kita terus berbenah. Yang berlubang maupun yang ada gundukannya nanti kami perbaiki," ujar Wali Kota Malang Peni Suparto, siang kemarin di Balai Kota.
Peni menegaskan, pembenahan itu tidak hanya dilakukan dengan perbaikan kawasan yang rusak, tapi juga pada kawasan-kawasan yang telah dialihfungsikan. Seperti dijadikan tempat berjualan, areal parkir, hingga mengubah posisinya sehingga membuat tidak nyaman pengguna jalan. "Kalau ada trotoar yang direndahkan, nanti kami tinggikan dan kami samakan dengan ukuran di sampingnya," ujar dia.
Kebijakan itu, sambung Peni, bukan saja untuk memfasilitasi para pejalan kaki, tapi juga para orang cacat maupun manula yang menggunakan kursi roda. "Kasihan kan kalau mereka tidak difasilitasi. Kita harus perhatian dengan mereka juga," kata dia.
Peni menambahkan, kebijakan penataan kawasan pedestrian itu juga menjadi bagian dari kebijakan daerah jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.
Disinggung anggaran yang dialokasikan, Peni tidak bisa menyebutkan. Hanya saja, menurutnya setiap tahun, pemkot telah mengalokasikan dana untuk perbaikan maupun penambahan sarana bagi para pejalan kaki.
Dalam dokumen APBD 2010, tercatat sedikitnya ada anggaran sebesar Rp 1,1 miliar untuk pembangunan pedestrian di sejumlah titik. Dana itu Rp 610 juta untuk pembangunan pedestrian di kawasan sekitar Jl Merdeka Timur, Jl Merdeka Barat dan Jl Merdeka Utara. Sedangkan sisanya sebesar Rp 400 juta untuk pembangunan pedestrian di sepanjang Jl Majapahit.
Sementara itu, Pujianto, Wakil Ketua Komisi C bidang Pembangunan DPRD Kota Malang berharap kebijakan tersebut diikuti dengan penertiban. Karena, tidak sedikit kawasan untuk pejalan kaki yang telah berubah fungsi. Seperti menjadi kawasan parkir, hingga untuk berjualan sehingga mengganggu para pejalan kaki. "Perlu diingat, sarana pedestrian ini juga menjadi cerminan suatu kota. Dan, Kota Malang juga jadi jujugan wisatawan, tentunya harus tegas," kata politisi PAN ini. (yak/lia)
Reizaldy May 11th, 2010, 12:07 PM Thanks Hermawan dan Freezy89 atas infonya. Kabar bagus tentang jalur pedestrian di Malang, semoga jalur pedestrian yang di beritakan itu tidak hanya omongan saja. Saya melihat jalur pedestrian paving di Malang sudah ada yang digantikan dengan susunan potongan batu2 ukuran sedang dan batu2 kecil, jalur pedestrian yang saya tahu sudah diganti adalah jalur pedestrian yg terletak di Jl. Raden Intan, dan kawasan PKL di depan stasiun Kota Baru.
Saya mambaca beberapa hari yang lalu di Radar Malang kawasan Jl. Ijen akan dijadikan etalase bunga.
dimasputra May 11th, 2010, 03:08 PM Saya mambaca beberapa hari yang lalu di Radar Malang kawasan Jl. Ijen akan dijadikan etalase bunga.
:omg: good news!! :cheers:
berarti bakal diperbanyak dong bunga2nya..
makin cantik.. :okay:
sbyctzn May 11th, 2010, 04:33 PM ^^
mantab banget!!!
virus CPW dari Surabaya akhirnya menular ke Malang juga :D
dari dulu ini yang saya nanti nantikan...
masak ketinggalan sama sidoarjo, probolinggo, pasuruan, gresik, lamongan, jember, dll
rencananya tiap tahun???
wow berarti kemungkinan besar sema jalanan Pusat kota Malang akan bisa tercover CPW nih....
ada yang tau bocorannya? desainnya akan seperti apa???
apa akan seperti CPW terkini Surabaya dengan keramik atau sekedar taburan granit??
Reizaldy May 12th, 2010, 02:31 PM Update MX Square
Hari ini aku lihat di MX Square ada tulisan Hoka Hoka Bento, tadi pagi aku lihat pagar seng sudah ada yang dibuka. Ada yang tahu kapan MX Square dibuka?
CPW
Untuk desain CPW yang baru saya belum tahu, untuk desain CPW (yg sekarang sudah jadi) pengganti trotoar lama menggunakan taburan batu2 kecil dan potongan batu2 sedang
hermawan May 13th, 2010, 02:56 AM Selasa, 11 Mei 2010
http://img707.imageshack.us/img707/4899/1205sriwijaya.gif (http://img707.imageshack.us/i/1205sriwijaya.gif/)
MALANG – Jika tidak ada aral melintang, maskapai Sriwijaya Air akan melakukan penambahan slot time penerbangan menjadi tiga kali dalam sehari. Dengan penambahan tersebut, diharapkan jumlah penumpang Sriwijaya di tahun 2010 mampu menembus angka 120 ribu penumpang.
“Itu target tahun ini,” tegas District Manager Sriwijaya Air Malang, Muhammad Yusri Hansyah.
Penambahan slot time tersebut, lanjut Yusri sangat dibutuhkan karena progress Sriwijaya di Malang mengalami tren pertumbuhan sejak 2008 lalu, tepatnya ketika maskapai swasta itu pertama kali beroperasi di Malang.
“Tahun 2008, jumlah penumpang berkisar di angka 88 ribu, tahun 2009 naik menjadi 98 ribu. Tahun ini pastinya diharapkan juga terus tumbuh,” imbuh dia.
Surat izin pelaksanaan rencana tersebut telah disetujui oleh pihak Abdulrachman Saleh melalui surat yang ditandatangani oleh Komandan Lanud Abdulrachman Saleh, Ida Bagus Anom.
“Pengajuan suratnya tanggal 21 April lalu. Jawaban persetujuan baru kita terima tanggal 4 Mei lalu,” ujar Yusri.
Berdasarkan surat dengan nomor B1/63/V/2010 tersebut, pihak Abdulrachman Saleh telah menyetujui penambahan slot penerbangan pada pukul 11.30 (Jakarta – Malang) dan 13.30 (Malang Jakarta). Namun Yusri menambahkan Sriwijaya kemungkinan besar akan menjadwalkan penerbangan PP pada pukul 11.00 (Jakarta-Malang ) dan 12.55 (Malang–Jakarta).
“Tinggal menunggu perizinan dari Dirjen Perhubungan. Diharapkan segera turun sehingga pertengahan Juni bisa beroperasi,” tutur dia.
Apabila izin slot time tambahan tersebut disetujui maka Sriwijaya akan memberangkatkan penumpang dari Malang ke Jakarta sebanyak 3 kali yaitu pada pukul 08.55, 12.55 dan 14.55. Untuk jenis pesawat yang digunakan adalah Boeing 737-300 yang memiliki kapasitas penumpang 141 orang.
Sementara itu, Yusri mengungkapkan untuk tahun ini masa peak season liburan sekolah tidak bisa diprediksi. Pasalnya kebijakan liburan berbeda baik untuk SD, SMP maupun SMA.
“Liburannya tidak berbarengan. Yang jelas sampai saat ini penerbangan masih stabil, belum ada lonjakan penumpang. Hari biasa okupansi 80 persen, sedangkan di weekend naik di atas 90 persen,” terangnya ketika ditemui Malang Post di kantornya kemarin siang.
Hingga saat ini, harga tiket Malang–Jakarta masih berada di level menengah yaitu di harga Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu sedangkan di periode weekend naik hingga batas atas yaitu Rp 900 ribu.
“Harga promo Rp 400 ribu masih tetap ada, tapi prosentasenya kecil. Paling kita hanya jual 2 seat saja,” imbuhnya. (fia/han)
Freezy89 May 13th, 2010, 06:55 AM ^^
Berita bagus tentang MX Square...sepertinya bakal buka sebelum lebaran..:)
Btw...sepertinya akhir-akhir ini banyak berita mengenai tata kota...
Kawasan Industri Dipindah
MALANG- Para pemilik industri dan usaha pergudangan siap-siap boyongan ke wilayah timur Kota Malang. Pasalnya tiga kawasan industri di tengah kota sudah dibatasi untuk penambahan industri dan pergudangan baru. Semua pembangunan pergudangan dan industri diarahkan ke Arjowinangun, Kedungkandang dan sekitarnya.
Berdasarkan Ranperda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) 2009-2029, pertumbuhan industri baru dan pergudangan yang dibatasi tersebar di Jalan Tenaga, Jalan Bandulan Barat dan Jalan Kolonel Sugiono. Ini menyusul sudah padatnya tiga kawasan itu oleh bangunan industri dan pergudangan.
Sedangkan kawasan industri Ciptomulyo direkomendasikan untuk pindah ke kelurahan Arjowinangun. Diarahkan ke Arjowinangun karena jumlah penduduknya belum sepadat seperti di Ciptomulyo.
Kepala Bappeko Pemkot Malang, Ir Bachtiar Ismail mengatakan, penataan ulang kawasan industri dan pergudangan sebatas pembatasan. Artinya bangunan industri dan gudang yang sudah ada saat ini tidak direlokasi tapi pembangunan baru diarahkan ke wilayah timur. “Yang ada saat ini tetap, sedangkan yang bangun baru diarahkan ke kawasan timur. Karena di tengah kota sudah tidak memungkinkan lagi, ini bersamaan percepatan pembangunan kawasan timur,” jelasnya.
Pemindahan kawasan industri dan pergudangan di sekitar Arjowinangun berdampak pada pembatasan pembangunan perumahan baru. Hal ini mengacu pada pasal 117 ayat b, Ranperda RTRW yang membatasi pembangunan perumahan baru di sekitar kawasan peruntukan industri.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, H Pujianto mengatakan, sudah saatnya kawasan industri ditata ulang. Ia mencontohkan Jalan Tenaga dan Ciptomulyo yang sudah sangat padat oleh industri dan pemukiman penduduk.
“Pertumbuhan penduduk diantara kawasan industri itu sangat cepat. Sehingga berbagai dampak terjadi di kawasan industri,” jelasnya. Berbagai dampak diantaranya kemacetan lalu lintas karena mondar mandinya angkutan industri hingga kesehatan masyartakat di kawasan industri.
“Polusi udara dan polusi air di pemukiman sekitar kawasan industri sudah sangat memprihatinkan. Karena itulah sudah saatnya memindahkan kawasan industri ke pinggiran kota,” kata politisi PAN ini. Namun sebelum sentra industri dipindahkan ke kawasan timur, menurut Pujianto, Pemkot Malang harus melakukan sosialisasi ke warga secara detil dan tidak sepotong-sepotong sehingga warga mengetahui keberadaan kawasan industri. “Tujuannya agar tidak terjadi salah paham masyarakat di sekitar kawasan yang akan dijadikan kawasan industri baru,” pungkasnya. (van/mar)
sbyctzn May 13th, 2010, 08:40 AM Update MX Square
Hari ini aku lihat di MX Square ada tulisan Hoka Hoka Bento, tadi pagi aku lihat pagar seng sudah ada yang dibuka. Ada yang tahu kapan MX Square dibuka?
CPW
Untuk desain CPW yang baru saya belum tahu, untuk desain CPW (yg sekarang sudah jadi) pengganti trotoar lama menggunakan taburan batu2 kecil dan potongan batu2 sedang
Berarti itu pakai butiran granit seperti desain CPW surabaya yang lama
^^
Berita bagus tentang MX Square...sepertinya bakal buka sebelum lebaran..:)
Btw...sepertinya akhir-akhir ini banyak berita mengenai tata kota...
hahahaha kena kritik terus dari kita mungkin...
berharap mode : on
Reizaldy May 13th, 2010, 12:11 PM CPW yg di Sidoarjo, lamongan, Probolinggo, dan Jember itu pakai keramik atau granit? Sorry kalau OOT.
Kok kelihatanya RSUB sekarang pembangunanya mandek. :ohno:
sbyctzn May 14th, 2010, 02:36 AM ^^
Semua masih pakai butiran granit
harapan saya sih, malang bisa memakai keramik, bukan butiran granit.
Reizaldy May 14th, 2010, 10:22 AM Jalan Ijen sudah mulai dipersiapkan untuk Malang Kembali sejak beberapa hari lalu
Ayoo ada yang mau ke Malang Kembali?
Freezy89 May 14th, 2010, 04:14 PM ^^
Sangat ingin datang ke Malang Kembali...tapi sayang tidak bisa...:ohno:
Listrik di Abd. Saleh Butuh Rp 500 Juta
Kamis, 13 Mei 2010 1
MALANG-Enclave sipil terminal kedatangan dan keberangkatan bandara Abd. Saleh masih belum rampung hingga pertengahan tahun 2010 ini. Pemkab Malang menargetkan, jatah tanggung jawab pengembangan bandara itu akan diselesaikan tahun 2011 mendatang. Termasuk kebutuhan listrik untuk enclave sipil yang dihitung menelan biaya Rp 500 Juta.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Pemkab Malang Soefianto, mengatakan tanggung jawab Pemkab sementara ini tinggal menyambung aliran listrik. Setelah menghitung dibutuhkan dana Rp 500 Juta yang akan diajukan melalui Perubahan Anggaran Keuangan tahun 2010. Diperkirakan sekitar bulan September mendatang dana itu sudah bisa dicairkan, itu kalau disetujui DPRD Kabupaten Malang.
“Sejauh ini tanggung jawab kita tinggal masalah listrik, saya kurang tahu pasti berapa daya yang dibutuhkan, tapi hitungan kita mencapai Rp 500 Juta,” terang Soefianto.
Kenapa mahal, memang kebutuhan listrik bagi operasionalisasi bandara memakan daya cukup besar. Disamping itu tentu saja jaringan listrik juga membutuhkan infrastruktur yang tak murah. Mengingat area enclave sipil itu berada jauh dari lokasi bandara lawas milik Lanud Abd. Saleh.
“Kita upayakan akhir tahun ini, karena tahun 2011 harapannya enclave sipil sudah bisa dipakai,” tegasnya.
Lantas bangunan fisik apa lagi yang masih dibutuhkan di terminal kedatangan dan pemberangkatan yang baru tersebut. Kata Soefi, saat ini pihaknya masih menginventarisir sejumlah kekurangan di enclave sipil. Hasil inventarisir nantinya akan dirapatkan bersama Pemerintahan Kota Malang, Kota Batu dan Pemprov Jawa Timur.
“Tentu saja nanti ada Memorandum Of Understanding terkait pembagian jatah pembangunan sarana yang masih belum ada,” tegasnya.
Sarana yang belum ada di areal itu mulai dari yang paling sederhana adalah pagar mengelilingi gedung bandara baru. Bahkan yang paling vital adalah keberadaan ruang tunggu VIP di Bandara Abd. Saleh.
“Ruang tunggu VIP nanti kemungkinan akan menjadi jatah Pemkab Malang,” ujarnya.(ary/eno)
YAh...ternyata masih 2011...sayang sekali, terminalnya keburu rusak semua itu...
sbyctzn May 15th, 2010, 03:14 PM ^^
gpp. Yang penting ada itikad baik dari ke3 kada malang raya untuk menyelesaikan terminal kecil ini.
Nanti waktu mendekati operasionalisasi pasti juga diperbaiki lagi bagian-bagian rusak.
Reizaldy May 15th, 2010, 04:33 PM ^^
Gpp tahun 2011 lah daripada listriknya gak diperhatikan.
Sekarang ini di pinggiran jalan raya, dan pembatas jalan di Kota Malang banyak pot bunga - pot bunga baru yang modelya pun menurutku lebih bagus.
Reizaldy May 16th, 2010, 03:18 AM Btw Apartemen Menara Soekarno Hatta itu bukanlah apartemen pertama di Malang karena sebelumnya telah ada apartemen Inez.
Freezy89 May 16th, 2010, 04:51 PM ^^
Wah, saya juga pernah denger tuh apartemen inez...dimana ya lokasinya?? Udah selesai dibangun atau gmn?? Kayaknya bangunannya nggak tinggi2 amat ya...??
Freezy89 May 16th, 2010, 05:18 PM Desak Bangun Jalitim
MALANG- Komisi B DPRD Kota Malang mengingatkan agar relokasi kawasan industri ke Kedungkandang tidak dilakukan dalam sekejap. Idealnya tiga sampai lima tahun mendatang pembangunan industri di Kedungkandang dimulai setelah sebelumnya Pemkot Malang wajib menyiapkan jalan sebagai infrastruktur utama.
Wakil Ketua Komisi B, Sri Untari mengatakan sebelum membangun kawasan industri baru di Kedungkandang, pembangunan jalan lingkar timur sudah harus dimulai direalisasi pada 2011.
Untari menyebut pembangunan jalan lingkar timur dimulai 2011 karena akan dianggarkan pada tahun anggaran 2011. Selain itu kata dia janji pemerintah pusat membantu pembangunan jalan lingkar timur pada tahun anggaran 2011 melalui APBN. “Pembangunan jalan lingkar timur harus didahulukan karena jalan sebagai infrastruktur utama untuk membuka kawasan industri. Setelah infrastruktur sudah disiapkan, baru memulai pembangunan industri,” kata Untari.
Politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan, pemindahan kawasan industri tidak bisa dilakukan dalam sekejap. Sebab kalangan pengusaha membutuhkan waktu dan anggaran untuk relokasi.
“Harus dimengerti juga bahwa memindahkan industri ke kawasan lain membutuhkan biaya yang sangat besar. Karena itu harus bertahap,” lanjutnya.
Kendati kawasan industri disiapkan di Kedungkandang, Untari mengingatkan, tidak berarti memindahkan industri dan pergudangan yang saat ini sudah ada di tiga kawasan industri.
“Industri yang sudah ada saat ini sebaiknya tetap ada, sedangkan ketika pengusaha ingin bangun industri baru diarahkan ke Kedungkandang,” ujar alumnus IKIP Negeri Malang ini.
Sebelum memindahkan kawasan industri, lanjut Untari, pemkot seharusnya mengajak dialog para pengusaha dan masyarakat. Sebab menurutnya aspirasi pelaku usaha harus didengar karena pemindahan kawasan industri berkaitan dengan iklim investasi. Sementara itu, Ketua Apindo Malang, Samuel Molindo mengingatkan agar pemkot membuka dialog dengan masyarakat. Tujuannya selain mendengar aspirasi pelaku usaha, para pelaku usaha juga mengetahui rencana detail tentang kebijakan penataan kawasan industri.
Samuel tak setuju jika kawasan industri dipindahkan saat ini, apalagi infrastruktur pendukungnya belum siap. Selain itu ia juga mengingatkan agar pemkot memperhatikan kawasan terbangun di Kedungkandang yang sudah ada saat ini. Ia lantas mencontohkan di Kedungkandang ada sejumlah bangunan sekolah, bahkan di dekat Arjowinangun terdapat sekolah industri. (van/mar)
***Semoga JANJI pemerintah pusat kali ini bukan tipuan belaka spt di proyek fly over A.Yani...
Thread Malang Goes to 1000 post... :)
Reizaldy May 17th, 2010, 12:34 PM Apartemen Inez itu ada di Betek lantai tertinginya kira2 lt 3.
sbyctzn May 18th, 2010, 05:22 AM Kasian juga pemkot malang kalau sampai ketipu lagi sama pemerintah pusat, yg gak mau menepati janji sharing anggaran, padahal proyek sudah terlanjur jadi.
Freezy89 May 18th, 2010, 11:18 AM Berita terbaru tentang renovasi Pasar Blimbing dan Pasar Dinoyo..
Hotel di Atas Pasar Blimbing
Investor Danai Modernisasi Pasar Rp 441 M
MALANG - Kota Malang bakal memiliki pasar modern yang dilengkapi dengan hotel tahun depan. Itu setelah dua investor asal Surabaya dan Jakarta memenangi tender modernisasi Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing dengan total investasi Rp 441,6 miliar.
Dua investor itu adalah PT Citra Gading Asritama asal Surabaya yang akan menyulap Pasar Dinoyo. Nilai investasinya Rp 191,823 miliar. Sedang investor Pasar Blimbing adalah konsorsium asal Jakarta, yakni PT Karya Indah Sukses, PT Fortunindo, dan PT Raka Utama asal Jakarta, dengan nilai investasi Rp 249,8 miliar.
"Sekarang tinggal menunggu proses pembuatan perjanjian kerja sama (PKS). Setelah itu baru jalan," kata Djarot Edy Sulistyono, ketua tim panitia penjaringan investor modernisasi Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing, di balai kota, kemarin.
Dengan adanya dua investor itu, pasar daerah milik Pemkot Malang tersebut bakal dirombak total. Bahkan, untuk Pasar Blimbing dilengkapi dengan hotel di lantai 3. (Selengkapnya lihat grafis)
Modernisasi itu sendiri tak hanya menguntungkan masyarakat dan investor, tapi juga bagi Pemkot Malang. Sebab, selain pemkot tidak mengeluarkan biaya, pemkot juga akan mendapat pendapatan.
Djarot menyebut, untuk Pasar Dinoyo, dengan nilai investasinya sebesar Rp 191,823 miliar, pemkot akan mendapat kontribusi rata-rata Rp 723,64 juta per tahun. Sedang untuk pasar Blimbing, kontribusi yang akan diterima pemkot sebesar Rp 787,4 juta per tahunnya.
"Pasar Blimbing lebih besar, karena jumlah pedagang dan luasan lahannya lebih banyak dibanding Pasar Dinoyo," kata Djarot.
Hubungan pemkot dan investor, kata Djarot, bersifat bangun guna serah selama 30 tahun. Artinya, selama kurun waktu 30 tahun, pasar itu akan dikelola investor. Setelah itu baru akan diserahkan ke Pemkot Malang.
Sementara, kabar ditetapkannya investor pembangunan Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing itu direspons positif wakil rakyat. Karena, rencana pembangunan pasar yang selain bertujuan mempercepat pembangunan juga meningkatkan kemakmuran masyarakat itu sudah lama diwacanakan.
Meski demikian, wakil rakyat tidak akan tinggal diam untuk turut menata pelaksanaan pembangunan Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing. Salah satunya, dalam penyusunan perjanjian kerja sama (PKS) antara investor dengan Pemkot Malang. Sehingga pemkot dan masyarakat, khususnya para pedagang yang selama ini berjualan di kedua pasar itu tidak ada yang dirugikan.
"Untuk menjamin keuntungan itu adanya di PKS, makanya perjanjian harus dibuat sedetail mungkin," kata Ahmadi, wakil ketua DPRD Kota Malang.
Sebelum menyusun PKS tersebut, Ahmadi berharap eksekutif mengajak bicara DPRD. Harapannya, dari hasil pembicaraan antara legislatif dengan eksekutif itu bisa memberikan formula yang baik. "Selama ini, dewan hanya disodori surat persetujuan PKS. Kalau ada pembicaraan terlebih dulu, tentu ini akan lebih baik," kata Ahmadi yang juga anggota badan anggaran ini.
Pemkot sendiri juga akan mempersiapkan secara matang rencana relokasi sementara ke tempat baru saat pasar lama dirombak. Sebab, di kedua pasar itu melibatkan ribuan pedagang resmi dan ratusan pedagang lainnya yang tidak resmi. Pasar Dinoyo punya 1.400 pedagang resmi, sedang Pasar Blimbing memiliki 2.500 pedagang.
Untuk relokasi sementara, pedagang Pasar Blimbing bakal diarahkan ke eks pasar hewan Pandanwangi. Sedang, pedagang Pasar Dinoyo akan diarahkan ke lahan persawahan di Merjosari. (yak/war)
Freezy89 May 18th, 2010, 11:39 AM Ajukan Rp 500 Juta Penerangan Terminal Bandara
PAKIS- Keberadaan Landasan Udara (Lanud) Abdurrahman Saleh di Kecamatan Pakis, berangsur-angsur kian ‘cantik’. Seiring dengan tengah dibangunnya terminal kedatangan dan keberangkatan untuk penerbangan sipil, tiga pemerintah daerah di Malang Raya, pun menyiapkan anggaran untuk penataan landasan dan terminal tersebut.
Seperti Pemkab Malang, melalui Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Malang, tengah mengusulkan anggaran senilai Rp 500 juta untuk kelengkapan terminal. Anggaran yang akan diusulkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) itu dikhususkan untuk penyambungan aliran listrik di terminal.
“Penyambungan akan dititik beratkan pada keberadaan bangunan terminal bandara. Anggaran yang akan diusulkan melalui PAK itu sebesar Rp 500 juta,” kata Kepala Dinas (Kadin) Dishubkominfo, Soefianto, kemarin.
Terkait pengusulan itu, Soefianto menjelaskan, disetujui atau tidaknya pengusulan tersebut akan dilihat dari respon Panggar (Panitia Anggaran) dan Timgar (Tim Anggaran). Pastinya, apa yang diusulkan adalah bagian dari kesepakatan Provinsi dan tiga Pemerintah Daerah di Malang Raya. “Pengalihan status Lanud menjadi bandara, akan mempersiapkan kebutuhannya oleh tiga Pemda di Malang Raya melalui kesepakatan dengan Provinsi, yang sudah dibuat sebelumnya,” tambahnya.
Keberadaan Lanud Abd Saleh, kata Soefianto, untuk sementara lebih banyak memberikan layanan penerbangan Malang-Jakarta. Dengan adanya penambahan penerangan, maka akan menjadi pendukung untuk kenyamanan konsumen dan keberadaan transapotasi udara. (sit/udi)
hermawan May 18th, 2010, 03:09 PM ^^Yup...
mudah2an 2 pasar itu bisa jadi lebih bagus lagi dan nggak jadi sumber kemacetan....:)
Siapkan Skema Kawasan Industri
Minggu, 16 Mei 2010
MALANG- Strategi pengembangan kawasan industri di timur Kota Malang sudah matang digagas. Sekarang hanya menunggu sosialisasi dan pembahasan ranperda RTRW 2009-2029 yang didalamnya mengatur tentang kawasan industri. Dalam skema pengembangan kawasan industri, Pemkot Malang akan membangun jalan lingkar timur dan terminal cargo di Kedungkandang. Jalan lingkar timur dan terminal cargo merupakan syarat utama yang akan dipenuhi pemkot sebelum membuka kawasan industri baru di Kedungkandang.
Kabid Tata Kota, Badan Perencanaan Pembangunan Pemkot Malang, Ir Erik S Santoso menjelaskan, pembangunan jalan lingkar timur, terminal cargo dan kawasan industri memiliki keterkaitan untuk pengembangan kawasan.
Terminal cargo kata Erik, dibangun untuk mendukung kawasan industri yang direncanakan di Arjowinangun. Fungsinya sebagai pusat transportasi pengiriman barang hasil produksi di kawasan industri.
Lalu lintas pengiriman barang dari dan kawasan industri hanya boleh melewati jalan lingkar timur. Panjang jalan lingkar timur yang akan dibangun sepanjang 30 Km dengan lebar 25 meter. Kawasan yang dilewati jalan lingkar timur, lanjutnya dari Kedungkandang melewati Gadang, Bumiayu, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Ki Ageng Gribig hingga mengakses sekitar Sulfat.
Jika jalan lingkar timur selesai dibangun, terangnya semua kendaraan industri tidak lagi melewati tengah kota. Tapi harus melalui jalan lingkar timur dan menuju terminal cargo di Kedungkandang. ”Sedangkan untuk mengangkut barang dari terminal cargo ke tengah kota menggunakan kendaraan kecil. Sehingga dampak lain yang dihasilkan yakni mengurangi kemacetan di tengah kota,” jelas alumnus Fakultas Teknik Universitas Brawijaya ini. Lebih lanjut dia menjelaskan, pembangunan kawasan timur bukan berarti memindahkan industri yang sudah ada saat ini. Tapi pembangunan industri baru diarahkan ke kawasan timur.
Erik mengingatkan, penataan kawasan termasuk kawasan industri tidak bisa dipahami separuh-separuh. “Tapi ini merupakan satu kesatuan. Jadi tidak bisa dipahami separuh-separuh,” jelasnya. Agar RTRW 2009-2029,termasuk didalamnya penataan kawasan industri dipahami menurutnya, akan disosialisasikan ke berbagai pihak. (van/mar)
|
|