View Full Version : [Malang & Batu] Projects & Development
Ampelio October 26th, 2008, 03:04 PM Mixed-use development terbesar di Kota Malang, berlokasi di tengah Kota Malang, satu kompleks dengan Stadion Gajayana:) --- see google earth below:
http://img407.imageshack.us/img407/5483/artike1qw8.jpg (http://imageshack.us)
Sebenarnya Mall-nya dah jadi dan opening Mei'08 lalu, tapi hotelnya yg masih u/c. Gak dapet fotonya... ni 3D rendering :
http://img258.imageshack.us/img258/6176/tampakdepan00ge3.jpg (http://imageshack.us)
http://img444.imageshack.us/img444/6015/tampakdepan03vr0.jpg (http://imageshack.us)
http://img528.imageshack.us/img528/4441/interiorju1.jpg (http://imageshack.us)
Ampelio October 26th, 2008, 03:10 PM more pics from flickr:
http://img513.imageshack.us/img513/6972/mogsfd7.jpg (http://imageshack.us)
The legendary stadium "Stadion Gajayana":
http://img407.imageshack.us/img407/6130/mog005ff9.jpg (http://imageshack.us)
Stadium, Mall and Hotel in one complex... it's the first in Indonesia! :okay:
http://img263.imageshack.us/img263/331/25885615778552db66a6uv3.jpg (http://imageshack.us)
http://img231.imageshack.us/img231/5729/2557078323b7bcb06cfcoxw1.jpg (http://imageshack.us)
Ebek21 October 26th, 2008, 03:46 PM So which one is bigger, Mall Olympic Garden or Malang Town Square ? Where is this Mall Olympic Garden's exact location ?
AceN October 26th, 2008, 06:41 PM Wow, nice thread om :) the mall looks nice :)
=NaNdA= October 27th, 2008, 02:48 AM huah... :uh: keren.. :okay:
satu komplek ama Stadionnya itu yang bikin keren.. :D
asal ga rusuh aja suporternya.. :sleepy:
ace4 October 27th, 2008, 08:24 AM ^^
eh =NaN jangan sebut2 pendukung Arema itu perusuh...:bash: :D
:eek2: :eek2: :eek2:
wuidih akhirnya di Malang muncul high-end shopping juga...:okay: selama ini kan shopping di Malang cuma tersedia di sekitar alun-alun dan Pasar Besar, kemudian muncul Malang Town Square kalo gak salah di sekitar daerah Ijen... dan sekarang muncul proyek ini deh...:banana:
daerah nya sih tampaknya daerah elit nya Malang ini...
eurico October 28th, 2008, 03:44 AM Nice project for Malang, I love the concept something like senayan area but in small scale, just need more greenery in there then it would be perfect
Ampelio October 28th, 2008, 04:36 AM So which one is bigger, Mall Olympic Garden or Malang Town Square ? Where is this Mall Olympic Garden's exact location ?
^^I went to MOG only once, but IMO it's slightly bigger than MaToS (Malang Town Square)... The location of MOG is on Jalan Kawi, sit in one site with exsisting Stadion Gajayana.:)
...the area is in west part of Malang City (if we go from Alun2 or Balaikota)
-------
about Malang Town Square, here are the pics
http://img75.imageshack.us/img75/6210/malangtownsquareatnightpd8.jpg (http://imageshack.us)
http://img363.imageshack.us/img363/6011/malangtownsquaremainentcs9.jpg (http://imageshack.us)
^^u know that MaToS building shape and siteplan is actually really "square":)
How square it is? ...see the siteplan below:
http://img523.imageshack.us/img523/5889/malangtownsquaresiteplafr7.jpg (http://imageshack.us)
ace4 October 28th, 2008, 04:57 AM ^^
iya ini daerah nya di sebelah barat alun2... terletak di kawasan Ijen. ini kawasan elitnya Malang nih kalo di Jakarta setara ama Menteng...
samuelkariono October 29th, 2008, 03:40 PM interiornya kok mirip2 sama pondok indah mall 2 yah
Ampelio October 30th, 2008, 06:14 PM http://img511.imageshack.us/img511/8994/mogsiteoz8.jpg (http://imageshack.us)
^^MOG, the site is huge :ohno: even bigger than Alun2 and Balaikota
...strategically located in the heart of Malang City
The MOG tenant : Centerpoint Dept Store
http://img120.imageshack.us/img120/7461/p1020592en4.jpg (http://imageshack.us)
hermawan November 11th, 2008, 09:15 AM Sendang Biru disiapkan jadi zona perdagangan
Ditulis Oleh Bisnis Indonesia
Selasa, 01 Juli 2008
'Investor akan diberi hak kelola'
MALANG: Kawasan Pantai Sendang Biru dan sekitarnya akan dibangun menjadi zona perdagangan, seperti halnya di Batam dengan kebutuhan lahan setidaknya mencapai 15.000 hektare Rendra Kresna, Wakil Bupati (Wabub) Malang, mengatakan studi kelayakan (feasibility study/ FS) proyek Pelabuhan Samudera Sendang Biru sudah rampung, dan saat ini detailed engineered design (DED) sedang digarap, sebelum dikerjakan fisiknya.
Dia menyebutkan investor diyakini bersedia mendanai pembangunan proyek dimaksud karena nantinya diberikan hak pengelolaan pelabuhan termasuk pengelolaan kawasan sekitarnya. "FS tersebut telah kami kirimkan ke Kantor Bappenas. Bappenas-lah yang akan mencari investor untuk membangun pelabuhan samudera berikut kawasan sekitarnya," kata Rendra, di Malang, kemarin.
Dia menambahkan lahan seluas itu sebenarnya sudah tersedia. Namun saat ini masih dalam penguasaan Perum Perhutani yang berupa hutan lindung. Meski begitu, lanjut dia, jika sudah ada komitmen dari pemerintah untuk membangun Jawa Timur bagian selatan dengan titik sentral pembangunan Pelabuhan Sendang Biru, maka konversi hutan lindung tersebut sah-sah saja dilakukan.
Sebelumnya, Purnadi, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kab. Malang, mengatakan pemerintah pusat berkomitmen mendanai proyek tersebut di APBN 2008 senilai total Rp52 triliun.
Untuk pembangunan tahap awal, berupa proyek Pelabuhan Perikanan Nunsantara Sendang Biru di Kecamatan Sumbermanjingwetan, Kabupaten Malang, disiapkan Rp100 miliar dari APBN tersebut.
Saat ini, lanjut dia, pembangunan Pantai Sendang Biru lebih dititikberatkan pembangunan fasilitas pendukung seperti talud, dan Tempat Pendarat Ikan (TPI) Pondok Dadap.
Diprogramkan, pada lima tahun mendatang, TPI tersebut sudah dapat berfungsi secara optimal dan bisa didarati kapal besar.
Proyek itu merupakan tahap awal menjadikan Sendang Biru sebagai Pelabuhan Samudera, dimana dana Rp100 miliar itu untuk reklamasi pantai, dermaga dan tempat pendaratan ikan (TPI) serta bantuan perlengkapan nelayan, seperti penyediaan rumpon.
"Baru setelah itu Pelabuhan Sendang Biru tetap akan dibangun sebagai Pelabuhan Samudera," kata Rendra. Para nelayan Sendang Biru mendapatkan tangkapan ikan tuna rata-rata seberat 50 ton sekali melaut. Jika pada musim ikan tuna tiba, nelayan bisa mendapatkan lebih banyak lagi, sekitar 100-150 ton. (k24)
BISNIS INDONESIA
hermawan November 11th, 2008, 09:16 AM Sendang Biru disiapkan jadi zona perdagangan
Ditulis Oleh Bisnis Indonesia
Selasa, 01 Juli 2008
'Investor akan diberi hak kelola'
MALANG: Kawasan Pantai Sendang Biru dan sekitarnya akan dibangun menjadi zona perdagangan, seperti halnya di Batam dengan kebutuhan lahan setidaknya mencapai 15.000 hektare Rendra Kresna, Wakil Bupati (Wabub) Malang, mengatakan studi kelayakan (feasibility study/ FS) proyek Pelabuhan Samudera Sendang Biru sudah rampung, dan saat ini detailed engineered design (DED) sedang digarap, sebelum dikerjakan fisiknya.
Dia menyebutkan investor diyakini bersedia mendanai pembangunan proyek dimaksud karena nantinya diberikan hak pengelolaan pelabuhan termasuk pengelolaan kawasan sekitarnya. "FS tersebut telah kami kirimkan ke Kantor Bappenas. Bappenas-lah yang akan mencari investor untuk membangun pelabuhan samudera berikut kawasan sekitarnya," kata Rendra, di Malang, kemarin.
Dia menambahkan lahan seluas itu sebenarnya sudah tersedia. Namun saat ini masih dalam penguasaan Perum Perhutani yang berupa hutan lindung. Meski begitu, lanjut dia, jika sudah ada komitmen dari pemerintah untuk membangun Jawa Timur bagian selatan dengan titik sentral pembangunan Pelabuhan Sendang Biru, maka konversi hutan lindung tersebut sah-sah saja dilakukan.
Sebelumnya, Purnadi, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kab. Malang, mengatakan pemerintah pusat berkomitmen mendanai proyek tersebut di APBN 2008 senilai total Rp52 triliun.
Untuk pembangunan tahap awal, berupa proyek Pelabuhan Perikanan Nunsantara Sendang Biru di Kecamatan Sumbermanjingwetan, Kabupaten Malang, disiapkan Rp100 miliar dari APBN tersebut.
Saat ini, lanjut dia, pembangunan Pantai Sendang Biru lebih dititikberatkan pembangunan fasilitas pendukung seperti talud, dan Tempat Pendarat Ikan (TPI) Pondok Dadap.
Diprogramkan, pada lima tahun mendatang, TPI tersebut sudah dapat berfungsi secara optimal dan bisa didarati kapal besar.
Proyek itu merupakan tahap awal menjadikan Sendang Biru sebagai Pelabuhan Samudera, dimana dana Rp100 miliar itu untuk reklamasi pantai, dermaga dan tempat pendaratan ikan (TPI) serta bantuan perlengkapan nelayan, seperti penyediaan rumpon.
"Baru setelah itu Pelabuhan Sendang Biru tetap akan dibangun sebagai Pelabuhan Samudera," kata Rendra. Para nelayan Sendang Biru mendapatkan tangkapan ikan tuna rata-rata seberat 50 ton sekali melaut. Jika pada musim ikan tuna tiba, nelayan bisa mendapatkan lebih banyak lagi, sekitar 100-150 ton. (k24)
BISNIS INDONESIA
DJ_Archuleta November 11th, 2008, 12:04 PM interiornya mengingatkan gw sama Pondok Indah Mall 2
glitz_boy November 11th, 2008, 02:57 PM wew... jd inget dulu serink maem di stadion situ .... wekekeke .....
Ampelio November 12th, 2008, 03:13 AM Malang Olympic Garden
http://static3.bareka.com/photos/medium/12450462.jpg
^^Mall-nya dah opening tapi progress pembangunan hotel (15 lantai) sepertinya on-hold (?) :ohno:
---------------------------------------------------------------
About Project "Sendang Biru", that's very good for Malang city! :okay:
Sudah selayaknya pembangunan di Malang di-push (dorong) lebih giat lagi...
Ingat ini kota kedua di Jatim, kalau melihat perbandingan pembangunan di Surabaya dan Malang skrg ni sangat kontras. Surabaya jauh melesat sendirian meninggalkan kota-kota lain di Jatim :)
hermawan November 12th, 2008, 08:02 AM Memasuki era 2000 ini malang tertidur disaat kota lain maju pesat :bash:
Padahal tahun 80an, Malang melejit dengan 7 plaza. Plaza-plaza itu sekarang sudah terlalu kecil. Untung ada Matoz dan MOG. Ayo Malang!!! weak up
Ampelio November 12th, 2008, 10:03 AM Memasuki era 2000 ini malang tertidur disaat kota lain maju pesat :bash:
Padahal tahun 80an, Malang melejit dengan 7 plaza. Plaza-plaza itu sekarang sudah terlalu kecil. Untung ada Matoz dan MOG. Ayo Malang!!! weak up
^^ya bahkan sampai awal 1990-an Malang keliatan masih jauh lebih maju dibanding Solo, waktu itu gw ingat selain terdapat banyak Plaza (Solo baru punya dua), di Kota Malang juga sudah ada sekurangnya 2 hotel berbintang berlantai 6 atau lebih yg cukup wah/megah di jaman itu, yaitu Regent's Park Hotel dan Kartika Hotel.
Sbg perbandingan saat itu bangunan tertinggi di Solo sendiri baru 5 lantai dan bukan hotel (Monumen Pers). Kini dlm 10 tahun terakhir Solo menambah 5 buah hotel berbintang (bintang 4 dan 5), semua berketinggian antara 8-12 lantai ...dan kalau melihat projek2 yg proposed maupun u/c di Solo skrg, trend tsb nampak-nya masih terus berlanjut di tahun2 mendatang.
This is fact:
Jatim lebih besar dari Jateng,
Surabaya lebih besar dari Semarang dan
Malang sendiri lebih besar dari Solo
AYO MALANG ...sudah saatnya Kera Ngalam bangkit dari tidur, kota ini sebenarnya memiliki sejuta potensi (industri, perdagangan, pendidikan, wisata, agribisnis) dgn daya dukung wilayah sekitarnya yg luar biasa.:okay:
AceN November 12th, 2008, 11:58 AM ^^ jangan sampe nasib Malang sesuai dengan namanya :)
Ebek21 November 12th, 2008, 02:14 PM Malang will always be my favourite city. Especially Ijen and Simpang Dieng (Unmer) area. I hope Malang will boom again after Gempol-Pandaan and Pandaan-Malang toll road has been finished.
Actually Lippo Group founder, Mochtar Riady, was also a native of Malang. I heard he is building an university called Ma Chung University. Don't know what is the progress now. And until now the only contribution by Lippo Group to its birthplace is Malang Town Square, which is not enough !! They should build more projects in Malang !!
Other renowned group from Malang is Bentoel Group and also Araya Group, who built Pondok Blimbing Indah Estate. Both should also contribute to the development of Malang.
Freezy89 November 12th, 2008, 05:09 PM Yup...daerah itu juga jadi favoritq di malang!
Universitas Ma Chung udah jadi, tempatnya di Puncak Tidar...kawasan perumahan elit di malang. Sekarang Ma Chung udah setahun beroperasi, sudah 2x student enrollment.
Ebek21 November 12th, 2008, 05:23 PM ^^ Thanks for the info. Here is the link http://www.machung.ac.id/. Seems not a very big university.
Wow, I almost forget about Puncak Tidar Estate. It's also a very nice place to live in. The temperature at night there is freezing hehe..
Hmm..I think the topic of this thread should be the development of the whole Malang, not only Mall Olympic Garden, because we don't have a thread about project and development in Malang :)
hermawan November 13th, 2008, 02:04 AM Era 1980an
1. Malang Plaza
2. Gajahmada Plaza
3. Mitra I Dept Store
4. Mitra II Dept Store
5. Sarinah Plaza
6. Matahari Dept Store Pasar Besar
7. Alun-Alun Mall (Ramayana)
Era 1990an
1. Dieng Plaza
2. Plaza Araya
Era 2005 an
1. Malang Town Square
2. Mall Olimpic Garden
Wah malah lambat:ohno:
Building :
1. Hotel Regent Park 8 fl
2. Kartika Prince 8 fl
3. Rektorat Unibraw 8 fl
4. Kampus UMM ? fl
5. Hotel Santika ? fl
6. University Inn (UMM)
6. Wendit Water Park
7. Universitas Ma Chung
Lain-lain
1. Kota Araya 1000 ha (400 ha developed)
2. Perumnas Sawojajar 400 ha
3. Vila Tidar Indah 40 ha
4. Kampus Unibraw 54 ha
5. Kampus UNM 45 ha
6. Kampus ITN II 40 ha
7. Kampus UIN Batu 40 ha
8. Kampus UMM
9. Kampus Unisma
sbyctzn November 13th, 2008, 02:43 AM --
sbyctzn November 13th, 2008, 02:47 AM Yeah, Malang will grow up. i hope that.
Malang is like Bandung, then Surabaya is like Jakarta.
East Java is like miniature of Indonesia, can be stand, self-supporting,
should we must proudly with our province "east java",
i hope Surabaya and Malang can grow up together support each other according to city concept, that Malang is for Resort and vacation development and Surabaya is for economical power for fundamental of all east java province.
Great MALANG!!!!!!
Now more grow up and keep grow up, you can be like Bandung!!!!
new power of mountain city resort!!!!
:banana::banana::banana:
Freezy89 November 16th, 2008, 05:04 AM ^^ Thanks for the info. Here is the link http://www.machung.ac.id/. Seems not a very big university.
Wow, I almost forget about Puncak Tidar Estate. It's also a very nice place to live in. The temperature at night there is freezing hehe..
Hmm..I think the topic of this thread should be the development of the whole Malang, not only Mall Olympic Garden, because we don't have a thread about project and development in Malang :)
Yup...we can see malang city from puncak tidar...very nice view at night.
Although Ma cHung isn`t big, but it has good quality . Some of my friends are study there....
I agree...let`s talk `bout the whole development of Malang...
By the way...I heard about a project in Soekarno-Hatta...
Something like...Islamic Trade Center...It has 7 floors!
Anyone know??
yet.
:dunno:
Beside that...there is a project of Malang Tower that located in the center of alun-alun, replace the fountain. The project is declared by Mr. Peni, the mayor of Malang city but the project isn`t approved yet...You can see the ilustration of the tower at youtube.com, just type "Malang Tower"
Freezy89 November 16th, 2008, 05:13 AM ^^ya bahkan sampai awal 1990-an Malang keliatan masih jauh lebih maju dibanding Solo, waktu itu gw ingat selain terdapat banyak Plaza (Solo baru punya dua), di Kota Malang juga sudah ada sekurangnya 2 hotel berbintang berlantai 6 atau lebih yg cukup wah/megah di jaman itu, yaitu Regent's Park Hotel dan Kartika Hotel.
Sbg perbandingan saat itu bangunan tertinggi di Solo sendiri baru 5 lantai dan bukan hotel (Monumen Pers). Kini dlm 10 tahun terakhir Solo menambah 5 buah hotel berbintang (bintang 4 dan 5), semua berketinggian antara 8-12 lantai ...dan kalau melihat projek2 yg proposed maupun u/c di Solo skrg, trend tsb nampak-nya masih terus berlanjut di tahun2 mendatang.
This is fact:
Jatim lebih besar dari Jateng,
Surabaya lebih besar dari Semarang dan
Malang sendiri lebih besar dari Solo
AYO MALANG ...sudah saatnya Kera Ngalam bangkit dari tidur, kota ini sebenarnya memiliki sejuta potensi (industri, perdagangan, pendidikan, wisata, agribisnis) dgn daya dukung wilayah sekitarnya yg luar biasa.:okay:
Kalo menurutq salah satu faktor yang menyebabkan prkembangan malang agak lambat itu karena Malang bukan jalur transportasi utama, seperti solo misalnya yang merupakan jalur transportasi jatim-jateng atopun semarang-jogja. Strategis banget kan? Bandara di Solo juga lebih maju n traffic-nya gede, ada penerbangan ke singapore juga. Sementara di mlg baru ada ke jkt aja. Apalagi gara2 kejadian lumpur lapindo itu...orang dari Sby makin males aja nih ke mlg.
Semoga jalan tol cepet jadi yah!!
hermawan November 19th, 2008, 08:58 AM 14 Nopember 2008...10:52 pm
BNS Launching Akhir Bulan Ini
Eddy Rumpoko saat meninjau persiapan launching BNS akhir bulan ini. (Muhaimin/Malang Post)
Kemegahan obyek wisata malam Batu Night Spectacular (BNS) di Kota Batu akan dapat segera dinikmati masyarakat. Akhir bulan ini, BNS akan melakukan soft launching untuk masyarakat luas. Hanya saja, hingga kini masih terkendala pasokan listrik yang belum dapat terlayani PLN.
Pada 15 November besok, semua pemilik kios suvenir dan food court akan mulai mengisi dan menyiapkan kiosnya sebelum dilakukan soft launching. Kemarin, Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko bersama Wakilnya, H.A. Budiono mengunjungi BNS untuk memantau pembangunan BNS yang sudah memasuki tahap akhir, sebelum dilakukan soft launching.
“Insya Allah akhir bulan ini sudah mulai dibuka untuk masyarakat. Wisata baru ini akan menggairahkan pariwisata yang ada di Kota Batu. Jika malam hari wisatawan bingung akan kemana, sekarang sudah BNS yang menjadi jujugan wisata malam yang beraneka ragam,” kata Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko kepada Malang Post, disela-sela kunjungannya melihat persiapan akhir BNS, kemarin.
Meski obyek wisata malam, BNS banyak menyediakan beragam hiburan bagi keluarga dan spektakuler. Mulai dari wisata kuliner, suvenir, aneka permainan berteknologi, sepeda udara, bioskop tiga dimensi, sirkuit balap hingga sajian hiburan terspekatakuler yang baru ada di Kota Batu, air mancur menari yang ada di food court BNS.
Untuk mendatangkan mesin air mancur menarin, pengelola BNS harus merogoh kocek sekitar Rp 1 miliar. Mesin itu didatangkan langsung dari Perancis dengan kekuatan listrik yang cukup besar sekitar 5000 wat.
“Ini satu-satunya di Kota Batu. air mancur yang dapat menari dengan diiringi musik dan permainan lampu yang semakin semarak dan indahnya air mancur itu,” ungkap wali kota yang sempat dipameri air mancur menari.
Hanya saja, manajemen BNS masih kesulitan untuk mendapatkan pasokan listrik dari PLN. Hingga kemarin, aliran listrik dari PLN yang sudah dipesannya mulai awal tahun ini belum juga terpasang. Padahal, akhir bulan ini BNS sudah akan buka untuk masyarakat luas.
Alasannya, pasokan listrik yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi permintaan manajemen BNS yang meminta pasokan listrik sebanyak 800 ribu wat. Karena memang obyek wisata malam, pasokan aliran listrik yang dibutuhkan sangat besar untuk menggerakan aneka permainan dan lampu-lampu indah di taman.
“Kami masih berupaya agar pasokan listrik untuk BNS dari PLN dapat segera terpasang. Sekarang, kami berusaha untuk mendatangkan genset dengan kekuatan besar untuk memasok aliran listrik di BNS,” terang Manajer BNS, Dodock, CH. (aim/eno) (Muhaimin/malangpost)
hermawan December 11th, 2008, 07:15 AM Pasar Seni di Wonokoyo Telan Rp 15,5 M
Thursday, 11 December 2008
Malang-Surya-Keinginan Pemkot Malang menggagas Pasar Seni masih terganjal sejumlah kendala. Lokasi pasar yang nantinya untuk jujugan wisatawan itu masih menjadi perdebatan. Hal tersebut tampak lewat adu pendapat dalam Workshop Pengembangan Pasar Seni Malang, Rabu (10/12) di Balai Kota Malang.
Ketua Bappeko Kota Malang, Ir Bambang MT mengatakan, Bappeko dan Dinas Pariwisata, Informasi, dan Komunikasi telah membuat studi kelayakan soal pembangunan pasar tersebut. Hasilnya, lokasi terbaik yang dipilih yaitu Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedung Kandang.
Daerah ini dinilai strategis. Mengacu kepada Rencana Tata Ruang Kota, Kedung Kandang akan menjadi pusat aktivitas wisata dan hiburan. Termasuk akan dibangunnya Terminal Tlogo Waru. Bappeko telah menganggarkan Rp 15,5 miliar untuk membebasan lahan di Kedung Kandang. Dana itu yang bersumber dari APBD 2009 nanti.
“Tarikan wisatawan akan sangat kuat. Akan ada kemudahan transportasi, termasuk juga pelebaran jalan,” ujar Bambang yang sekaligus menjadi pembicara dalam workshop yang dihadiri PHRI, UKM, Masyarakat Pariwisata Indonesia, dan Asosiasi Pengrajin Kota Malang itu.
Namun tidak semua peserta sependapat. Kedung Kandang dinilai tidak representatif karena jauh dari pusat kota. Terlebih arus kendaraan menuju ke kawasan tersebut sering macet. “Apa benar di sana bisa ramai. Pusat kerajinan Kendedes di Singosari saja kini terbengkalai, padahal di tengah kota,” ujar Ketua Asosiasi Pengrajin Kota Malang, Herry Budiyanto.
Pengrajin Keramik Dinoyo, Sri Handayani, kurang lebih berpendapat sama. “Meski di tengah kota, wisatawan hanya lewat saja di Dinoyo. Kami sudah promosi masih saja tidak laku,” keluhnya.
Pembicara lainnya, Novianto Edi SS Par Msi dari Universitas Airlangga berdalih, dpilihkan kawasan pinggiran itu tidak hanya untuk menghindari kemacetan lalu lintas. Tapi juga membuat kawasan Kedung Kandang menjadi magnet kuat menarik wisatawan. Justru yang terpenting adalah upaya-upaya membuat pasar seni tersebut tetap hidup dan berkelanjutan. Untuk itu, hanya produk-produk unggulan daerah yang unik, orisinil, otentik, dan langka yang selayaknya mengisi pasar seni tersebut.
Dr Arif B Wurianto, dari Lembaga Kebudayaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menambahkan, pasar seni ini nanti harus meniru kesuksesan Pasar Sukowati di Bali, Malioboro di Jogjakarta, atau Ancol di Jakarta sebagai tujuan wisata khusus. Terlebih selama ini potensi-potensi seni dan kerajinan khas Malang belum tergarap dan terwadahi dengan optimal.
“Seharusnya sudah sejak dulu Malang memiliki Pasar Seni. Sejak zaman Belanda, kawasan Kayutangan (Jl Basuki Rakhmad) boleh dikatakan sebagai Pasar Seni-nya Malang,” ujar Arief.esi
:nuts::nuts::nuts:
hermawan December 11th, 2008, 07:16 AM Bangun Jalan Kembar 20 KM
Wednesday, 10 December 2008
BATU- Surya - Tahun depan, kawasan Kota Batu akan memiliki beberapa jalan kembar baru yang didanai Pemprov Jatim. Salah satu jalan kembar yang akan dibangun 2009 nanti adalah jalan kembar mulai Karanglo sampai dengan Dusun Bendo, Desa Sidomulyo sepanjang kurang lebih 20 kilometer. Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Kota Batu, Drs Bambang Wahyudi mengatakan proyek pembangunan jalan kembar Karanglo-Bendo itu merupakan respons Pemprov Jatim terhadap meningkatnya jumlah wisatawan ke Batu. Alhasil terjadi penambahan volume kendaraan yang lewat.
“Pada kenyataannya jalan di Kota Batu ini banyak yang harus dibenahi. Jalannya sebagian besar memang terlalu sempit. Padahal, volume kendaraan semakin padat,” katanya, Selasa (9/12).
Karena itu, rencana Pemprov Jatim membenahi beberapa jalur protokol itu disambut Pemkot Batu dengan melakukan analisa transportasi kawasan perkotaan. “Kalau pun diminta menyiapkan dana pendamping untuk proyek itu kami juga siap. Proyek ini akan sangat bermanfaat untuk menggerakkan nadi perekonomian masyarakat Batu,” terang Bambang.
Dia juga optimistis, proyek yang disertai dengan pelebaran jalan ini tidak akan membutuhkan pembebasan lahan. Sebab, badan jalan yang ada rata-rata memiliki lebar 12 meter, jadi sangat representatif dibuat jalan kembar untuk memecah kemacetan lalu lintas. “Jika tidak dibuatkan jalur alternatif memecah kemacetan lalu lintas, kendaraan yang lewat Kota Batu khususnya saat liburan akan bergerak merayap,” pungkasnya. st25
hermawan December 12th, 2008, 01:47 AM Jawa Pos
Jum'at, 12 Desember 2008 ]
Malang-Jakarta Garuda Buka Awal Tahun
MALANG - Jumlah maskapai penerbangan komersial yang operasional di Malang segera bertambah. Jika saat ini hanya maskapai Sriwijaya Air, sebentar lagi Garuda Indonesia Airways (GIA) juga akan beroperasi dengan rute Malang-Jakarta pulang-pergi (PP) di Bandara Abdurrahman Saleh milik TNI AU. Rencananya, GIA akan terbang perdana dengan rute tersebut pada 16 Januari 2009 mendatang.
GIA akan menggunakan pesawat jenis Boeing 737-300, dengan kapasitas 110 kursi. Jumlah kursi itu terbagi dalam dua kategori yakni kelas eksekutif sebanyak 16 orang dan kelas ekonomi sebanyak 94 orang.
Sales Manager GIA Branch Office Surabaya Boyke Siregar mengatakan pesawat akan terbang dari Jakarta pukul 06.30 dan landing ke Abdulrachman Saleh sekitar pukul 07.55. Selanjutnya, pesawat akan kembali ke Jakarta sekitar pukul 08.35 dan landing pukul 09.55. Mengenai slot time tersebut, sudah mendapatkan izin dari ditjen perhubungan udara Dephub. "Pesawatnya sudah tersedia. Kami berharap tidak ada perubahan jadwal, dan 16 Januari mendatang bisa resmi terbang," ujar Boyke, di Hotel Kartika Graha, kemarin.
Berapa harga tiketnya? Boyke menjelaskan untuk tiket Malang-Jakarta (PP) kelas eksekutif sebesar Rp 3.068.400 (PP). Untuk sekali jalan sebesar Rp 1.599.100. Sedangkan, kelas ekonomi sebesar Rp 1.388.700 PP. Dan, untuk sekali berangkat sebesar Rp 714.700. Kapasitas kursi sengaja dibagi dua untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan.
Boyke mengatakan harga tiket GIA memang lebih mahal, karena GIA menawarkan pelayanan yang maksimal. Seperti pelanggan mendapatkan makanan selama perjalanan, akses pelanggan 24 jam, tempat duduk kursi yang longgar, buku bacaan, bagasi 20 kilogram. "Kalau mau jujur, kami mahal karena brand Garuda yang sudah dikenal masyarakat," terangnya.
Boyke mengungkapkan, GIA membuka rute baru di Malang karena dari berbagai pertimbangan. Pertama, dari data yang ada jumlah pelanggan dari Malang-Jakarta (PP) hampir 80 persen terpenuhi setiap harinya. Analisa ini kemudian ditindaklanjuti dengan mengajukan rute penerbangan Malang-Jakarta (PP) sehingga akhirnya disetujui Departemen Perhubungan. Kedua, pada tahun-tahun mendatang, GIA akan mengembangkan jalur udara di kawasan Indonesia timur. Dengan demikian, pembukaan rute Jakarta-Malang bisa dijadikan percontohan.
Kemas, sales promotion GIA Malang menambahkan untuk tiket perdana pada 16 Januari 2009 sudah bisa dipesan di Sekretariat GIA di Hotel Kartika Graha. Penjualan tiket sendiri akan dilayani selama 24 jam.
Selain GIA, penambahan rute juga akan dilakukan Sriwijaya Air. Yakni rute Malang-Jakarta-Singapura. Penerbangan perdana diperkirakan Februari 2009 mendatang. Sedangkan embrio penerbangan ke Singapura, pada 18 Desember mendatang, Sriwijaya membuka rute baru Jakarta-Singapura. Berangkat pada pukul 09.0. "Untuk tiket harga promo PP sebesar USD 62," kata Distrik Manajer Sriwijaya Air Malang M. Yusri.
Disinggung penerbangan perdana GIA, Yusri menyambut positif. Adanya penambahan maskapai di Lanud Abdulrachman Saleh menunjukkan bahwa Malang Raya sudah menjadi kota yang potensial untuk dibukanya penerbangan komersial. Dengan demikian, masyarakat Malang semakin bebas memilih sarana transportasi udara dan tidak perlu lagi berangkat melalui Bandara Juanda. "Intinya, kami yakin permintaan tidak akan menurun. Justru sebaliknya akan meningkat," tegasnya. (gus/lia)
Ampelio December 12th, 2008, 02:28 AM ^^good news for Malang :okay: ...btw ada yg punya foto2 terminal penumpang Bandara Abdulrahman Saleh??
hermawan December 17th, 2008, 01:58 AM Koran Tempo hari Rabu, 17 Des 2008, di iklan Batavia Air ada info Batavia Air terbang ke Malang mulai 19 Des 2008. Dari Jakarta pukul 09.40 wib, dari Malang Pkl 11.30:banana::banana::banana:
=NaNdA= December 17th, 2008, 11:23 AM koq OOT threadnya.. jadi berita jalan ama bandara.. :nuts:
hermawan December 18th, 2008, 02:51 AM koq OOT threadnya.. jadi berita jalan ama bandara.. :nuts:
abis forumer from malang sepi2 amat. Gw dah 2 tahun nggak ke Mlg. Jadi nggak bisa foto2.
pecinta_surabaya December 19th, 2008, 03:45 PM MOG ada bioskopnya??
Kpn2 main ah ke malang,byr rame..:D
Ga masalah macet di porong,yg penting ada tujuan baru skrg..
Mall Olympic Garden
Emg yg di cancel dr project ini apa aja??
Ebek21 December 29th, 2008, 02:08 AM Pemprov Memproyeksikan Surabaya-Malang Jadi Megapolitan
PEMPROV Jatim berencana menggagas peraturan daerah (perda) anyar pada 2009. Perda itu bakal menentukan tata ruang untuk membuat wajah provinsi ini menjadi lebih modern. Salah satu caranya, pemprov memproyeksikan dua kota menjadi megapolitan. Yakni, Surabaya dan Malang. Daerah lain direncanakan menjadi kawasan metropolitan.
Rencana itu merupakan realisasi penerapan UU 26/2007 tentang Penataan Ruang oleh Pemerintah Pusat. UU tersebut memang menginstruksi seluruh provinsi kembali menata daerahnya.
"Memang tidak gampang. Tapi, kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi? Apalagi, kami ditarget pusat untuk bisa menerapkannya dua tahun setelah UU itu terbit," kata Kepala Dinas Permukiman Budi Susilo kemarin (28/12).
Dia menjelaskan, dipilihnya Surabaya dan Malang sebagai bakal kota megapolitan tidak lepas dari kondisi sosial masyarakat serta fasilitasnya yang dianggap memadai. "Tinggal menatanya saja agar lebih teratur sehingga bisa disebut megapolitan," katanya.
Budi memaparkan konsep awal rencana itu. Yang paling utama, pemprov bakal mengawasi seluruh RTRW (rencana tata ruang wilayah) seluruh kabupaten/kota. Rencana penataan harus disesuaikan dengan konsep yang disusun pemprov.
Selain itu, semua masalah yang menyangkut penataan wilayah bakal diatur ulang oleh Pemprov Jatim. Maklum, saat ini banyak penataan yang disusun pemda/pemkot ternyata ''amburadul''. "Terutama untuk kota yang kami proyeksikan sebagai megapolitan. Banyak yang harus ditata," ujarnya.
Setidaknya ada beberapa masalah penting yang bakal menjadi prioritas rencana besar itu. Di antaranya masalah transportasi, sarana prasarana umum, penataan ruang, dan penataan penduduk.
Untuk masalah transportasi misalnya, pemprov bakal kembali menyusun draf anyar soal penataan transportasi ala megapolitan. "Di Surabaya, kondisinya sudah terlalu semrawut. Maka, perlu ada penataan ulang, meski itu sulit," katanya.
Demikian juga pembangunan beragam fasilitas. Pemkot tidak bisa sembarangan mengeluarkan izin pembuatan bangunan baru. Apalagi sampai melanggar RTRW yang disusun.
Pemprov juga bakal mengevaluasi kembali semua bangunan seizin pemkot yang dianggap tidak sesuai. "Kalau mau jujur, sebenarnya cukup banyak bangunan di Surabaya yang melanggar. Maka, lewat perda itu nanti akan kami tata detail," jelasnya.
Dengan rencana itu, otomatis kewenangan masing-masing pemda (termasuk Pemkot Surabaya) bakal berkurang. Mereka tidak bisa lagi seenaknya membuat RTRW. Semua harus melalui pengawasan pemprov.
Sementara itu, kabupaten/kota lain digagas menjadi kota metropolitan. Konsep dasarnya, potensi semua daerah dimaksimalkan masing-masing sehingga bisa digunakan untuk memperbaiki wilayahnya.
Untuk rencana pengembangan kota metropolitan tersebut, pemprov menyiapkan anggaran khusus pada 2009. Nilainya sekitar Rp 3,75 miliar. Anggaran itu dipakai untuk memperbaiki beragam fasilitas potensial yang dimiliki daerah.
Taken from Jawapos, Dec 29, 2008
hermawan December 30th, 2008, 03:36 AM Thanks Ebek, sy harap, Provinsi Jatim dapat dikembalikan lagi menjadi motor ekonomi nasional seperti sebelum terjadinya lumpur lapindo. pemerintah juga harus segera menemukan solusi untuk menutup sumber lumpur itu. Jangan biarkan berhenti dengan sendirinya.
Sepanjang koridor Sby - Malang, sy pikir sangat cocok untuk dikembangkan suatu kawasan metropolitan baru terutama jalur antara Pandaan - Purwosari. Mungkin untuk kawasan bisnis dan residensial papan atas dan industri berteknologi tinggi. pemprov mungkin bisa melihat padanannya antara Kuala Lumpur dan Putra Jaya. Disini bisa dikembangkan Surabaya - Pandaan/Purwosari.
Btw. sangat disayangkan, pemerintah pusat membatalkan pembangunan Tol Pandaan - Malang. :ohno::ohno::ohno:
Pemprov Jatim harus segera mengambil alihnya, karena ini sangat vital bagi ekonomi Jatim
pecinta_surabaya December 30th, 2008, 01:30 PM Malem minggu kemaren saiya jalan2 ke MOG,,kebetulan ujan deres bgt..
Tp knp parkirannya banjir ya??lantai satu,bukan basement..(MOG ga ada basement)
Sayang Lhoo,padahall mall lumayan bagus dan gede..
Abis dr MOG saiya ke MATOS,,udh ga ujan lagi..:D:D
Klo disini bingung cr parkir,jauuhhh bgt dr mall nya..
Knp parkirannya kecil bgt ya??ato mgkn krn malem minggu jd penuh gt??
Btw,,malang emg butuh mall baru ky MOG..
Top bgt Lah..
hehe
indonesiaku January 1st, 2009, 03:39 PM MATOS kan parkirannya di dalam bos, ruang parkir ada 4 lantai kalau ga salah, tapi kalau malem minggu ga cukup, biasanya meluber ke jalan sekitas MATOS.
pecinta_surabaya January 2nd, 2009, 06:50 AM Iyah emg mayos parkiranny di dalem,tp penuh bgt full..
Akhirnya dapet parkir di luar yg jauh dr matos,soalnya yg di jalan sekitar matos jg udh penuh..
hehe
Ebek21 January 5th, 2009, 04:05 AM Mall Olympic Garden tenantnya apa saja ya ? Penasaran pengen tahu nih.
pecinta_surabaya January 5th, 2009, 06:51 AM setau siya cuma ada giant mcD a&w
*klo ga salah*
Freezy89 January 16th, 2009, 03:52 PM Selaen itu juga ada:
KFC
Hoka-Hoka Bento
Ace Hardware
Index Furnishing
Excelso
Center Point (1st in Jatim)
Hennesy cafe&resto (1st in Indonesia)
Dundee
Rotiboy
Amazon game center
Freezy89 January 16th, 2009, 04:16 PM Kantor Dinas Jadi Mal
Peni Tawarkan pada Investor Jepang
MALANG - Mal-mal baru di Kota Malang bakal bermunculan. Itu terjadi Wali Kota Peni Suparto berhasil menggaet investor asal Jepang membangun mal dengan mengorbankan tiga eks kantor dinas. Ketiga kantor dinas itu adalah kantor dinas perijinan di Jl A. Yani serta kantor disperindagkop dan kantor dinas pariwisata di Jl Borobudur.
Tawaran Peni itu disampaikan pada rombongan investor Jepang dalam pertemuan di kantor Dinas Pekerjaan Umum Pemkot Malang kemarin. Peni beralasan, ditawarkannya ketiga tempat itu karena pada 2009 nanti beberapa kantor dinas harus pindah ke block office Kedungkandang.
''Daripada lahan tersebut menganggur, lebih baik ditawarkan pada investor Jepang. Sebab investor Jepang tersebut kebetulan sedang survei lahan untuk mendirikan mal kelas menengah atas,'' kata Peni.
Peni pun berjanji lahan tersebut tidak akan dijual atau diruilslag. Tapi akan disewakan. Sehingga pemkot nantinya bisa menikmati PAD dari kerjasama dengan investor. "Saat ini tiga lokasi ini sedang disurvei," ujar Peni usai pertemuan dengan investorJepang, kemarin.
Adapun tawaran dari investor hanya membutuhkan lahan sekitar 5 ribu meter persegi. Dari luas lahan itu, hanya 700 meter persegi yang akan didirikan bangunan. Rencananya bangunan mal itu lantai 4. Dan mal itu sendiri hanya melayani kebutuhan masyarakat kelas menengah atas.
Peni mengatakan, pemkot merespons keinginan investor karena rencana pembangunan mal oleh investor Jepang itu akan meningkatkan perekonomian di Kota Malang. Sebab Kota Malang nantinya bisa menjadi jujugan wisatawan dari luar Kota Malang dengan adanya mal khusus.
Meski demikian, lanjut Peni, belum tentu tawarannya akan disepakati investor. Sebab investor tersebut memiliki pertimbangan sendiri mengenai lokasi pendirian mal. Apalagi informasinya, investor Jepang ini juga melirik di wilayah Kabupaten Malang. "Namun kami yakin, investor akan menjatuhkan lokasinya di Kota Malang. Hanya tempatnya yang kami belum tahu," terang mantan anggota DPR RI ini.
Sementara, senior Managing Director Jepang Atsuyuki Kawano menjelaskan, Valor Group Co, Ltd kini sedang mengembangkan bisnis di sidang bupermarket di beberapa kota di Indonesia. Salah satunya di Kota Malang. Hanya saja, saat ini masih dalam tahap survei. "Kami merespons positif tawaran pemkot, akan tetapi tawaran itu akan dikaji," tuturnya.
Ebek21 January 17th, 2009, 12:25 PM @pecinta_sby & freezy : Thanks for the info. Lain kali gua sempatin ke MOG kalo berkunjung ke Malang lagi.
Meanwhile, this is another news about hotel in Malang.
Target Okupansi 65 Persen, Sahid Gaet Montana Hotel
Targetkan okupansi sebesar 65 persen pada 2009, PT Sahid International Hotel Management & Consultant (PT SIHM&C) gaet Montana Hotel di Malang.
Awal tahun ini, Sahid Hotel memperluas jaringannya di Malang dengan menggaet dua hotel milik PT Karisma Montana di Malang. Terhitung sejak Sabtu (17/01), dua hotel tersebut resmi bernama Sahid Montana dan Griyadi Montana.
EKO HANDOKO WIDJAYA, SH, M. Hum Komisaris Utama Montana mengatakan dengan bergabungnya pengelolaan Montana dengan Sahid Hotel diharapkan target okupansi bisa mencapai 65 persen. Sepanjang 2008, tingkat okupansi Montana mencapai 50 persen.
Bergabungnya Montana dengan pengelolaan Sahid Hotel memang tidak luput dari keinginan Sahid untuk memperluas jaringan. Terutama dengan target segmen smart customer.
Ir. HARIYADI SUKAMDANI Direktur Utama PT SIHM&C menjelaskan smart customer adalah mereka yang bergelut dengan bisnis dan tingkat mobilitasnya tinggi. Mereka hanya memanfaatkan hotel sebagai tempat tidur dan makan pagi.
“Sahid Montana dan Griyadi Montana brand hotel untuk smart customer artinya target marketnya customer yang hanya memanfaatkan hotel untuk tidur dan makan pagi, tidak perlu fasilitas terlalu banyak,” kata HARIYADI dalam konferensi pers usai penandatanganan MoU pengelolaan dan pengoperasian antara PT SIHM&C dengan PT Karisma Montana di Sahid Hotel Surabaya, Sabtu (17/01).
Target inilah yang akan dibidik oleh Sahid Montana dan Griyadi Montana yang memang merupakan hotel bintang 3. Sahid juga berupaya untuk memperkuat jaringan Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) yang biasanya menggunakan hotel berbintang 3.
EKO optimis target okupansi akan tercapai di tahun ini. Sebab, masyarakat Jawa Timur seperti Blitar, Pasuruan dan Surabaya seringkali menghabiskan waktu libur di Malang.
“Meski ada masalah Porong tapi sekarang ini sudah berangsur pulih. Apalagi Garuda juga sudah membuka jalur Jakarta-Malang. Rencananya juga akan ada jalur Denpasar-Malang. Kalau Denpasar-Malang ada lalu lintas udara, akan semakin banyak wisatawan yang berlibur di Malang,” ujar EKO.
Sahid Montana dan Griyadi Montana merupakan hotel ke 19 dan 20 yang dikelola PT SIHM&C. Sahid Montana memiliki 69 kamar dan ruang pertemuan yang bertempat di Jl. Kahuripan, Malang. Sedangkan Griyadi Montana yang berlokasi di Jl. Candi Panggung, Malang dilengkapi dengan 39 kamar tidur, restauran dan kolam renang.
HARIYADI mengaku tidak akan mengubah perwajahan Montana. Pihaknya hanya akan merefresh eksterior, interior dan servis tanpa melakukan perubahan ekstrem.
Taken from Suara Surabaya, Jan 17, 2009
pecinta_surabaya January 18th, 2009, 08:19 AM Sory OOT..
Busway - Komuter Diseriusi Lagi, Pemprov Akan Memfasilitasi
MALANG | SURYA Online-Wacana adanya busway dan kereta komuter sebagai moda angkutan transportasi massal di Malang Raya kembali diwacanakan. Dalam waktu dekat, pemprov akan kembali membahas kehadiran Ngalam Busway dan Ngalam Komuter itu.
“Kami akan koordinasi lagi dengan Dishub Malang Raya. Sebab, dua moda transportasi tersebut bisa membantu memecahkan kemacetan lalu lintas,” kata Dr Hary Soegiri MBA, Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya Provinsi Jawa Timur, di sela peresmian penerbangan perdana Garuda rute Malang-Jakarta PP di Bandara Abd Saleh, Jumat (16/1).
Wacana busway dan komuter muncul setelah studi pada 2003-2004. Kala itu, pemerintah daerah se-Malang Raya sudah menandatangani MoU dengan Dirjen Perhubungan Udara.
Namun rencana ini berhenti lantaran Kota Batu menarik diri dari kesepakatan. “Mereka menarik diri karena ada demo dari Wong Mbatu Bersatu yang tidak ingin angkot mereka terimbas adanya moda ini,” ujarnya.
Moda transportasi ini memang efektif bila dilaksanakan tiga pemerintah daerah. Maklum, moda ini akan melintasi timur, utara, selatan dan barat Malang. “Studi tentang moda ini sebenarnya bersamaan dengan Jogjakarta. Sekarang di sana sudah ada busway TransJogja dan tidak ada masalah,” katanya.
Sayang, ini tidak terjadi di Malang Raya. Padahal waktu itu ada tiga rute yang bakal dilintasi. Yaitu Tumpang-Malang, Malang-Batu dan Malang-Kepanjen.
Dengan perkembangan Malang sekarang, seperti adanya Bandara Abd Saleh, tidak menutup kemungkinan bakal ada shelter busway seperti halnya di Bandara Adi Sucipto, Jogjakarta.
Hary menjelaskan, pada tahap awal di tiap jalur disiapkan 10 bus modifikasi seperti TransJogja yang berukuran kecil, ber AC dan nyaman. Ia berharap Kota Batu bersedia bergabung agar bisa membantu pertumbuhan wisata di Kota Batu.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu, Widodo mendukung rencana itu. Ia berharap rencana itu bisa segera terwujud. Namun bagi Wakil Bupati Malang Rendra Kresna, dua moda itu sebenarnya bersifat dilematis. Di satu sisi memecahkan persoalan kemacetan. Tapi di sisi lain ada yang dirugikan, seperti angkutan umum.
“Untuk Kabupaten Malang, saya lebih senang komuter. Tapi komuter itu hanya berhenti di stasiun tertentu saja. Misalkan di Stasiun Lawang dan Kepanjen. Jangan di semua stasiun kereta api yang ada. Kasihan angkutan umumnya,” katanya memberi alasan.
MinImaX January 18th, 2009, 12:33 PM MOG ini segmentasi pengunjungnya middle-up atau middle class atau mid-low?
Bagaimana dengan Matos dan Plaza Araya?
Thx.
Freezy89 January 20th, 2009, 02:50 PM Mmmm...
Kalo MOG menurutq middle class agak k middle up...
Matos sih middle class, kalo araya middle up
pecinta_surabaya January 20th, 2009, 03:14 PM ^^ emg ada mall di malang yg sekelas sm MOG?? (araya)
hermawan January 21st, 2009, 02:53 AM Aku pernah kesana, menurutku Plaza Araya itu middle aja, bahkan terlalu kecil dibanding mal-mal di Jakarta atau Surabaya. Dulu ada info mau dibangun Plaza Araya II yang lebih besar dan akan jadi Landmark Kota Malang, tapi sampai sekarang nggak tau kabar beritanya lagi. Ada yang tau?
MinImaX January 21st, 2009, 03:38 AM Thx Freezy89 infonya..
Lumayan bagus ya MOG, kapan2 ke sana d :)
hermawan January 23rd, 2009, 01:46 AM Dibangun Akses Khusus Sipil, 2009 Bandara Dikucur Rp 11 M
Surya, Kamis, 22 Januari 2009
MALANG | SURYA Online-Pemprov Jatim, telah menyiapkan dana Rp 19 miliar untuk akses jalan menuju Bandara Abd Saleh. Dari total dana tersebut, Rp 11 miliar akan dicairkan tahun ini lewat APBD Jatim. Kucuran tersebut mengacu pada rencana pengembangan Bandara Abd Saleh sebagai bandara sipil.
Dana itu antara lain untuk konstruksi jalan lengkap dengan median jalan. Dengan akses tersebut, penumpang tidak akan masuk ke kawasan militer TNI AU seperti saat ini.
“Pada 2009 ini diharapkan dana ini bisa dikucurkan dan jalannya mulai dibangun,” terang Untung Sudarto, Kabid Teknik Keselamatan Transportasi Dishubkominfo Kabupaten Malang, Rabu (21/1).
Selain itu juga ada dana Rp 450 juta untuk KKOB (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan).
Menurut Untung, kajian KKOB akan menjadi embrio dari keluarnya Pergub/perda. Sementara itu, pemerintah pusat dalam hal ini Departemen Perhubungan lewat APBN akan melanjutkan pembangunan taxy way dan apron dan perpanjangan landasan pacu. “Saat ini, landasan pacu hanya sepanjang 1.980 meter. Nantinya diharapkan menjadi 2.500 meter sehingga bisa didarati oleh pesawat Boeing 737-400,” katanya.
Saat ini, dengan panjang landasan pacu 1.980 meter, Bandara Abd Saleh sudah bisa didarati pesawat Boeing 737-300 milik Garuda Indonesia rute Malang-Jakarta.
Sebelumnya, Kadisops Lanud Abd Saleh, Kol (Pnb) Ismet Saleh mengaku, dengan kondisi terminal seperti sekarang ini, operasional tidak maksimal. “Terminal penumpang hanya mampu menampung satu kali penerbangan,” ungkap Ismet.
Sementara Dr Hary Soegiri MBA, Kadishub dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Provinsi Jatim menyatakan, Bandara Abd Saleh akan dilengkapi infrastrukturnya. “Lokasinya ke selatan dari bandara ini (Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis),” ujarnya. Kawasan baru itu nanti dilengkapi dengan gedung terminal penumpang dan gedung operasional bandara .
“Dari pemerintah pusat nanti total bakal didapat Rp 25 miliar. Sedang dari provinsi mendapat Rp 19 miliar,” ujar Hary Soegiri.
Subianto, Kasubag Pengadaan Tanah Pemkab Malang menyatakan, pembebasan lahan dari tanah rakyat sudah terselesaikan pada 2008. “Saat ini masih terkendala lahan kas desa seluas 7500 m2. Prosesnya saat ini pada tahapan izin bupati,” terang Subianto di ruang kerjanya, Rabu (21/1). Ia optimis akan segera rampung karena sesuai Permendagri No 4/2007 tentang pengelolaan tanah kas desa, tanah kas desa bisa dilepas untuk kepentingan umum. Untuk pembebasan itu, Pemkab mengeluarkan Rp 3,5 miliar.vie
Ampelio January 23rd, 2009, 05:09 AM The rendering:
http://img205.imageshack.us/img205/8421/rsunivmuhmalang200gp2.jpg (http://imageshack.us)
http://img213.imageshack.us/img213/3561/rsunivmuhmalang100pl9.jpg (http://imageshack.us)
Ampelio January 23rd, 2009, 05:52 AM http://img132.imageshack.us/img132/5551/10250618kj5.jpg (http://imageshack.us)
^^Current terminal building and control tower
http://img90.imageshack.us/img90/6174/8932806fi7.jpg (http://imageshack.us)
^^Future terminal building (proposed)
source : www.panoramio.com/photo/8932806
Freezy89 January 23rd, 2009, 01:17 PM Wah...RS UMM itu mau dbangun di daerah mana?
Terus, proposed passenger-nya kok udah foto jadi? Desainnya nyontek dong...
pecinta_surabaya January 23rd, 2009, 03:06 PM http://img132.imageshack.us/img132/5551/10250618kj5.jpg (http://imageshack.us)
^^Current terminal building and control tower
http://img90.imageshack.us/img90/6174/8932806fi7.jpg (http://imageshack.us)
^^Future terminal building (proposed)
^^ Rencananya jd airport standar internasional??
Ampelio January 28th, 2009, 03:28 AM Wah...RS UMM itu mau dbangun di daerah mana?
Terus, proposed passenger-nya kok udah foto jadi? Desainnya nyontek dong...
^^RS UMM dibangun di kompleks Kampus UMM
archiholic January 28th, 2009, 03:37 AM ^^ Rencananya jd airport standar internasional??
wahhh desainnya mantab, lebih keren dari Juanda malah, IMO
Ampelio January 28th, 2009, 03:44 AM wahhh desainnya mantab, lebih keren dari Juanda malah, IMO
^^Kayaknya masih imajinasi, proposal pengembangan yg "real" masih digodok pihak AP I :)
Ampelio January 28th, 2009, 03:51 AM Lokasi Kompleks Universitas Brawijaya, Malang, Jatim
Tahun Pengerjaan 2008
Pemilik Proyek Universitas Brawijaya
Kapasitas Bed 100 Tempat Tidur
Ruas Bangunan 2.956 m2
Luas Lahan 26.290 m2
Jumlah Lantai 6
Tipe Rumah sakit pendidikan (Academic Hospital)
Status BHMN
http://img90.imageshack.us/img90/1543/unibraweq7.jpg (http://imageshack.us)
^^3D architectural rendering
Rumah sakit pendidikan Universitas Brawijaya merupakan rumah sakit yang ditujukan sebagai rumah sakit umum untuk masyarakat setempat dan sebagai pusat pendidikan kedokteran para mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya melaksanakan penelitian di laboratorium, kegiatan perkuliahan, sampai dengan praktek kerja sebagai asisten dokter.
Seluruh fasilitas dan fungsi pelayananan kesehatan bagi masyarakat umum dipadukan secara senergis dengan fasilitas pendukung pendidikan kedokteran yang meliputi fungsi fungsi penelitian, perkuliahan, serta praktek praktek asistensi medis yang diikuti oleh para mahasiswa kedokteran.
hermawan January 28th, 2009, 09:06 AM Kampus Unibraw itu kayanya udah penuh tuh. Apa nggak ada rencana pindah? Dulu kalo ada kuliah pindah jam, susah banget cari ruangan penggantinya.
hermawan January 29th, 2009, 05:58 AM Peresmian UIN Malang
Senin, 26 Januari 2009 20:36 PERESMIAN KAMPUS DAN PEMBERIAN NAMA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MALANG OLEH BAPAK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Tanggal 27 Januari 2009 akan menjadi hari yang bersejarah bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang, karena pada tanggal tersebut, Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono berkenan hadir untuk meresmikan pembangunan kampus megah ini. UIN Malang memiliki luas lahan 13 Ha dengan 19 bangunan utama, total luas bangunan seluruhnya 71.475.71 m2. Pembangunan gedung UIN) Malang bersumber dari pendanaan Islamic Development Bank (IDB) melalui Surat Persetujuan IDB No. 41/IND/1287 tanggal 17 Agustus 2004 sebesar US$ 34.379.000,00 (Tiga Puluh Empat Juta Tiga Ratus Tujuh Puluh Sembilan Ribu US Dolar).
Ada 4 (empat) nama baru yang diajukan. Presiden berkenan memilih salah satu nama tersebut untuk dianugrahkan kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Nama-nama yang dimaksud adalah: (1) Maulana Malik Ibrahim (2) Ulul Albab (3) Sunan Drajat (4) Ibnu Sina.
Prosesi upacara peresmian dimulai pukul 13.00 sampai dengan 16:30 ini akan dihadiri oleh 3500 undangan, terdiri dari pejabat pemerintah propinsi dan kabupaten se-Jawa Timur, pimpinan perguruan tinggi swasta dan negeri se-Malang Raya, pimpinan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri se-Jawa Timur, pimpinan pondok pesantren se-Jawa Timur, Duta Negara Sahabat, pejabat IDB dan segenap civitas akademika UIN Malang.
Dalam acara ini pula akan diserahkan sertifikat ISO 9001:2000 yang telah diraih oleh UIN Malang sebelumnya. Setelah acara inti yaitu penandatanganan dan pemberian nama oleh Presiden, acara terakhir adalah dialog bersama antara Presiden dan pimpinan PTAIN, PTN dan PTS yang hadir.
Taken from : www.uin.ac.id
=NaNdA= January 29th, 2009, 06:43 AM guys, bikin thread baru tentang Kota Malang deh.. ga nyambung.......... :bash:
worldsuperstar January 29th, 2009, 09:46 AM or minta om momod ganti judulnya. . . hohoho.......
pecinta_surabaya January 29th, 2009, 11:30 AM ^^ iya tuh,ganti judul lebih efisien,,soalnya MOG emg udh jadi.. :lol:
Freezy89 January 30th, 2009, 05:26 AM Iya...Rumah sakit ntuh mau ditaruh sebelah mana?
Perasaan UB udah penuh sesak deh...
BTW...bener tuh, udh g nyambung judul ama is thread,
mending diganti aja deh namanya...
worldsuperstar February 2nd, 2009, 01:05 AM sudah di rename om momod. .tengkyu om . . .:cheers::cheers:
hermawan February 3rd, 2009, 02:29 AM :)Akhirnya thread tentang Malang juga. thx ya
Masih sekitar pendidikan
Poltekom Telan Dana 110 Miliar Rupiah
MALANG - Pembangunan Politeknik Kota Malang (Poltekom) yang dimulai 2009 ini bakal menelan dana Rp 110 miliar. Dalam pembangunan selama tiga tahun tersebut, Ditjen Dikti Depdiknas menanggung biaya Rp 79 miliar. Sedangkan Pemkot Malang diminta untuk mengalokasikan dana Rp 31 miliar selama tiga tahun.
"Setelah peletakan batu pertama oleh Mendiknas, pembangunan dimulai. Dananya ditanggung dua pihak itu," kata Direktur Poltekom Beskinur di kantor diknas, kemarin.
Menurut Beskinur, setelah tiga tahun masa pembangunan, pengelolaan Poltekom akan diserahkan kepada Pemkot Malang. Sebagai dasar pengelolaan itulah, dibuat raperda Politeknik Kota Malang. Termasuk dicantumkannya posisi Poltekom dalam raperda Penyelenggaraan Pendidikan Kota Malang. "Insyaallah Maret ini selesai. Sehingga, Poltekom benar-benar resmi milik Pemkot Malang," kata Beskinur.
Terkait status, nantinya semua perguruan tinggi berstatus badan hukum pendidikan (BHP). Apakah jenisnya BHPP (pemerintah), BHPD (daerah) atau BHPM (masyarakat), tergantung dari pembahasan nanti. Yang jelas, kata Beskinur, karena dananya semua dari pemerintah (pusat dan daerah), maka status yang benar adalah BHPP. "Karena semua asetnya dibeli dari dana pemerintah, maka bentuknya ya BHPP," kata Beskinur.
Menurutnya, untuk pengembangan Poltekom ke depan, mantan Kasek SMK PGRI 3 Tlogomas ini optimistis bakal maju. Sebab, dengan support tiga tahun pertama oleh dikti, maka segala fasilitas mendasar bakal terpenuhi. Saat itulah pihaknya konsentrasi untuk membentuk lulusan yang mumpuni. "Tidak masalah setelah tiga tahun dilepas oleh dikti. Sebab, kondisinya sudah siap," katanya.
Untuk saat ini, tiga jurusan yang telah dibuka akan dimaksimalkan lulusannya. Mahasiswa di jurusan teknik informatika, teknik mekatronik dan teknik telekomunikasi telah dibekali dengan kemampuan standar. Termasuk keharusan penguasaan bahasa program terkini. Selain itu, pihaknya juga tengah menjalin kerja sama dengan dunia usaha nasional maupun luar negeri untuk kerja praktik mahasiswa.
"Kita Maret ini rencananya akan roadshow ke Batam, Singapura dan Malaysia. Selain studi banding, kami juga mencari kerja sama dalam penempatan lulusan nanti," kata dosen teknik mesin ini. (yos/lia) Poltekom Telan Dana 110 Miliar Rupiah
MALANG - Pembangunan Politeknik Kota Malang (Poltekom) yang dimulai 2009 ini bakal menelan dana Rp 110 miliar. Dalam pembangunan selama tiga tahun tersebut, Ditjen Dikti Depdiknas menanggung biaya Rp 79 miliar. Sedangkan Pemkot Malang diminta untuk mengalokasikan dana Rp 31 miliar selama tiga tahun.
"Setelah peletakan batu pertama oleh Mendiknas, pembangunan dimulai. Dananya ditanggung dua pihak itu," kata Direktur Poltekom Beskinur di kantor diknas, kemarin.
Menurut Beskinur, setelah tiga tahun masa pembangunan, pengelolaan Poltekom akan diserahkan kepada Pemkot Malang. Sebagai dasar pengelolaan itulah, dibuat raperda Politeknik Kota Malang. Termasuk dicantumkannya posisi Poltekom dalam raperda Penyelenggaraan Pendidikan Kota Malang. "Insyaallah Maret ini selesai. Sehingga, Poltekom benar-benar resmi milik Pemkot Malang," kata Beskinur.
Terkait status, nantinya semua perguruan tinggi berstatus badan hukum pendidikan (BHP). Apakah jenisnya BHPP (pemerintah), BHPD (daerah) atau BHPM (masyarakat), tergantung dari pembahasan nanti. Yang jelas, kata Beskinur, karena dananya semua dari pemerintah (pusat dan daerah), maka status yang benar adalah BHPP. "Karena semua asetnya dibeli dari dana pemerintah, maka bentuknya ya BHPP," kata Beskinur.
Menurutnya, untuk pengembangan Poltekom ke depan, mantan Kasek SMK PGRI 3 Tlogomas ini optimistis bakal maju. Sebab, dengan support tiga tahun pertama oleh dikti, maka segala fasilitas mendasar bakal terpenuhi. Saat itulah pihaknya konsentrasi untuk membentuk lulusan yang mumpuni. "Tidak masalah setelah tiga tahun dilepas oleh dikti. Sebab, kondisinya sudah siap," katanya.
Untuk saat ini, tiga jurusan yang telah dibuka akan dimaksimalkan lulusannya. Mahasiswa di jurusan teknik informatika, teknik mekatronik dan teknik telekomunikasi telah dibekali dengan kemampuan standar. Termasuk keharusan penguasaan bahasa program terkini. Selain itu, pihaknya juga tengah menjalin kerja sama dengan dunia usaha nasional maupun luar negeri untuk kerja praktik mahasiswa.
"Kita Maret ini rencananya akan roadshow ke Batam, Singapura dan Malaysia. Selain studi banding, kami juga mencari kerja sama dalam penempatan lulusan nanti," kata dosen teknik mesin ini. (yos/lia)
Taken from Radar Malang Feb 3, 2009
hermawan February 3rd, 2009, 06:01 AM Arjosari Bakal Dijadikan Terminal Modern
3 Februari 2009
Tak lama lagi Kota Malang akan memiliki terminal modern. Pasalnya di tahun 2009, terminal kebanggaan kota dingin ini, Terminal Arjosari akan disulap menjadi terminal modern.
Terminal yang berada di ujung utara Kota Malang ini ditunjuk secara langsung oleh Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan untuk dikembangkan menjadi terminal modern. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah pusat memberikan alokasi dana sebesar Rp 40 miliar.
Sebagai langkah awal untuk merealisasikan rencana tersebut, kemarin sore, jajaran Dishub dan LLAJ Provinsi Jatim melakukan peninjauan langsung di Terminal Arjosari. Dari hasil kunjungannya tersebut, Kadishub dan LLAJ Jatim, Hary Soegiri menilai Terminal Arjosari layak untuk diubah menjadi terminal modern.
“Hari ini (kemarin), kami melakukan peninjauan di Terminal Arjosari secara langsung untuk melihat apa-apa saja yang harus dilengkapi agar bisa menjadi terminal modern. Sebagai terminal Tipe A, Terminal Arjosari sudah memiliki kelayakan. Karena itu juga, Terminal Arjosari layak diubah menjadi terminal modern,” beber Hary pada Malang Post usai melakukan peninjauan, kemarin sore.
Hary melanjutkan, ada tiga kriteria yang wajib dipenuhi oleh terminal modern. Pertama, di kawasan tersebut memiliki rangkaian lalu lintas yang terpadu. Sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Kedua, memiliki sistem yang bisa mempermudah penyedia jasa memberikan layanan kepada masyarakat. Misalnya saja dengan penggunakan smart card. Terakhir, fungsi terminal multi purpose, yakni tidak hanya melayani pengangkutan saja, tetapi juga bisa menjadi sentral bisnis maupun perkantoran.
Saat ini terminal modern yang ada di Indonesia hanya satu, yakni yang berada di Denpasar Bali. Di tahun 2009 ini, ada rencana penambahan terminal modern. Selain Terminal Arjosari, Departemen Perhubungan juga menunjuk tiga terminal lainnya untuk diubah menjadi terminal modern, yakni di Kabupaten Pasuruan, Pacitan dan Tulungagung.
Terpisah, Wali Kota Malang, Drs Peni Suparto MAP mengatakan, jika rencana tersebut ingin direalisasikan tahun ini juga, maka konsep pembangunan harus bisa diselesaikan sebelum tanggal 27 Februari. Bapeda dan DPU Kota Malang harus langsung menyelesaikan pra desain serta memeriksa kembali status lahan yang ada di Terminal Arjosari agar di masa mendatang tidak terjadi sengketa.
“Pemkot Malang sendiri akan ikut membantu merealisasikan rencana ini. Misalnya saja dengan membantu membangun pagar. Dananya akan kita ambilkan dari PAK atau silpa tahun 2008. Kebetulan kita memiliki silpa sebanyak Rp 59 miliar,” tutur Inep. (nda/lim) (Adinda Zaeni/malangpost)
“Hari ini (kemarin), kami melakukan peninjauan di Terminal Arjosari secara langsung untuk melihat apa-apa saja yang harus dilengkapi agar bisa menjadi terminal modern. Sebagai terminal Tipe A, Terminal Arjosari sudah memiliki kelayakan. Karena itu juga, Terminal Arjosari layak diubah menjadi terminal modern,” beber Hary pada Malang Post usai melakukan peninjauan, kemarin sore.
Hary melanjutkan, ada tiga kriteria yang wajib dipenuhi oleh terminal modern. Pertama, di kawasan tersebut memiliki rangkaian lalu lintas yang terpadu. Sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Kedua, memiliki sistem yang bisa mempermudah penyedia jasa memberikan layanan kepada masyarakat. Misalnya saja dengan penggunakan smart card. Terakhir, fungsi terminal multi purpose, yakni tidak hanya melayani pengangkutan saja, tetapi juga bisa menjadi sentral bisnis maupun perkantoran.
Saat ini terminal modern yang ada di Indonesia hanya satu, yakni yang berada di Denpasar Bali. Di tahun 2009 ini, ada rencana penambahan terminal modern. Selain Terminal Arjosari, Departemen Perhubungan juga menunjuk tiga terminal lainnya untuk diubah menjadi terminal modern, yakni di Kabupaten Pasuruan, Pacitan dan Tulungagung.
Terpisah, Wali Kota Malang, Drs Peni Suparto MAP mengatakan, jika rencana tersebut ingin direalisasikan tahun ini juga, maka konsep pembangunan harus bisa diselesaikan sebelum tanggal 27 Februari. Bapeda dan DPU Kota Malang harus langsung menyelesaikan pra desain serta memeriksa kembali status lahan yang ada di Terminal Arjosari agar di masa mendatang tidak terjadi sengketa.
“Pemkot Malang sendiri akan ikut membantu merealisasikan rencana ini. Misalnya saja dengan membantu membangun pagar. Dananya akan kita ambilkan dari PAK atau silpa tahun 2008. Kebetulan kita memiliki silpa sebanyak Rp 59 miliar,” tutur Inep. (nda/lim) (Adinda Zaeni/malangpost)
:)
hermawan February 4th, 2009, 02:21 AM :) Kepanjen khan Malang juga yah!
Radar Malang
[ Rabu, 04 Februari 2009 ]
Rp 50 M untuk Perkantoran
Digarap Tahun Ini, Termasuk Ruang Kerja Bupati dan Wakil Bupati
KEPANJEN- Pemkab Malang terus mempersiapkan sarana dan prsarana untuk perpindahan ibukota Kabupaten Malang di Kepanjen. Tahun ini, pemkab akan membangun kompleks perkantoran bupati yang berlokasi di Jl Panji, Kepanjen.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang Romdhoni mengatakan, detail engineering design (DED) masih dalam proses. Begitu DED jadi, selanjutnya dilakukan tender perencanaan dan terakhir tender fisik dengan jangka waktu Maret - April.
Menurut dia, dalam APBD 2009, pembangunan kompleks perkantoran seluas 4,5 hektare dijatah Rp 50 miliar. Anggaran itu meliputi kantor bupati, wakil bupati, sekretariat daerah, beberapa gedung penunjang. Kemudian juga untuk pembangunan lapangan dan ruang terbuka hijau di dalam kompleks perkantoran.
Mantan Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Malang ini menambahkan, diharapkan pembangunan kompleks tersebut berjalan lancar. Dengan demikian, dalam kelanjutan proyek 2010 tinggal menyelesaikan beberapa yang masih kurang. Dia berharap pada 2010 sudah tuntas semuanya, sehingga kantor bupati dan wakil bupati bisa boyongan pada tahun itu.
Sedangkan perkantoran yang berada di seputar pendapa di Jl Merdeka Timur Kota Malang, saat ini masih akan tetap difungsikan. Menurut dia, bangunan itu akan digunakan sebagai kantor badan dan unit kerja lainnya.
Selain membangun kompleks perkantoran, tahun ini APBD juga menganggarkan Rp 10 miliar untuk melengkapi area Stadion Kanjuruhan. Di area itu akan dibangun lapangan sepak bola di luar, kolam renang, lapangan indoor, taman flora dan fauna, dan beberapa fasilitas lainnya.
Untuk lahannya sudah dibebaskan dan tinggal menunggu pembangunan. "Dengan penambahan sejumlah fasilitas tersebut, diharapkan Stadion Kanjuruhan semakin ramai," ujarnya. Karena daerah tersebut akan menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Malang.
Sementara itu, sejumlah warga belum semuanya tahun kalau akan ada perpindahan ibukota kabupaten di Kepanjen. Umi Kulsum, 32, misalnya. Warga Jl Panji 76 yang bekerja sebagai penjual rokok tidak tahu kalau akan ada perpindahan ibukota kabupaten. Dia mengaku tidak ambil pusing dengan rencana tersebut. "Soalnya tidak ada pengaruh bagi orang kecil seperti saya," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ulumiyah, siswi kelas 2 SMKN Muhammadiyah 5 Kepanjen. Dia belum tahu kalau akan ada perpindahan ibukota kabupaten. "Apa itu? Kok belum pernah dengar," ujar siswi berjilbab ini.
Namun, ada juga warga yang sudah mengetahuinya. Sutikno, pramuwisma yang tinggal di Wonosari itu menyambut gembira rencana tersebut. "Soalnya tidak perlu jauh-jauh ke Kota Malang untuk mengurus administrasi," ujarnya. Dia juga berharap, perpindahan ibukota itu juga dibarengi dengan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Sehingga perpindahan itu benar-benar membawa manfaat. (lid/ziz)
Ampelio February 4th, 2009, 03:54 AM Good news :okay:
http://img27.imageshack.us/img27/5928/kanjuruhanna5.jpg (http://imageshack.us)
^^semestinya Kepanjen juga turut berkembang supaya pembangunan dan ekonomi lebih merata dan tidak hanya terkonsentrasi di Kota Malang yg semakin sesak dan padat.
http://img216.imageshack.us/img216/7794/27188756287bb98d48dbowt0.jpg (http://imageshack.us)
Ampelio February 4th, 2009, 04:20 AM Rendering MOG dan Stadion Gajayana, ni gw copy paste dari thread Nusantara
Gajayana Stadium & Mall Olympic Garden
http://photos-p.friendster.com/photos/46/72/10152764/36674629564020l.jpg
hermawan February 5th, 2009, 02:21 AM ^^ yang ada gedung-gedung low rise- itu Jalan kawi apa Semeru?
Freezy89 February 5th, 2009, 06:14 AM Gedung2 low rise itu sebenernya di kenyataannya gak ada sih,
Biar kelihatan bagus aja kali yaa...
hermawan February 5th, 2009, 06:28 AM Kupikir Jalan Kawi merupakan pusat bisnis baru selain Basuki Rachmad, Letjen Sutoyo dan jalan ini sangat strategis, karena menghubungkan pusat kota (Alun-Alun) dengan Malang bagian barat yang tumbuh pesat menjadi pusat pendidikan dan perumahan.
Freezy89 February 5th, 2009, 06:41 AM Di maket itu jalan kawi gak kliatan sih.
Tapi sebenernya kalo kita lewat jalan kawi, bisa diliat kalo di situ juga daerah bisnis.
Daerah bisnis laennya ada di dinoyo n daerah sukarno hatta...
hermawan February 5th, 2009, 07:52 AM yach. Beberapa proyek yang tidak kedengaran lagi :
1. Jalan tembus Sulfat - Selat Sunda (Perumnas Sawojajar)
2. Jalan Lintas Barat (Jalinbar)
3. Jalan Lintas Timur (Jalintim)
4. Jl. Terusan Sukarno - Hatta - Karanglo
gimana nich om Inep! Mudah2an ikut baca forum ini:lol:
pecinta_surabaya February 5th, 2009, 02:14 PM Stadion Gajayana sm Kepanjen harus renov lagi tuh,kapasitasnya jadiin 50.000 tmpt duduk..
Kn mau di pake World Cup 2022..
:lol::lol:
Ebek21 February 5th, 2009, 06:21 PM Nggak ada forumer yg menetap di Malang ya ? Pingin lihat foto2 update dong, agak capek kalo baca berita terus hehe..
Ampelio February 6th, 2009, 04:08 AM Kampus Unibraw itu kayanya udah penuh tuh. Apa nggak ada rencana pindah? Dulu kalo ada kuliah pindah jam, susah banget cari ruangan penggantinya.
^^Ya kampusnya dah di tengah kota, baiknya dipindah.... atau kalau gak dipindah kemungkinan bangunan2 lama yg berlantai 1-3 di Univ. Brawijaya (UB) bakal dibongkar, dirombak besar2an dan dijadikan mid rise semua, 5-10 lantai (?) ha ha :lol:
...lokasi Rumah Sakit, kalau berdasarkan rendering sepertinya menempati area disini
(see red-line boundaries) :)
http://img118.imageshack.us/img118/7976/ubmalangcu5.jpg (http://imageshack.us)
Nggak ada forumer yg menetap di Malang ya ? Pingin lihat foto2 update dong, agak capek kalo baca berita terus hehe..
^^YES, URGENTLY NEEDED : Forumers who stationed in Malang City :okay:
Freezy89 February 6th, 2009, 05:03 AM Kampusnya brawijaya emg udh penuh sesak...tapi kalo dibangun di daerah merah kayak gambar di atas itu kayaknya bisa. Daeraj itu skrng ditempati poltek malang, dulu bagian dari brawijaya. Poltek skrng udh bangun kampus d daerah sukarno hatta, kayaknya kampus yg ada di brawijaya jg mau dipindah.
Btw...sebenernya aq dari malang, tp skrng moving k sby. Ntar deh, sekitar pertengahan ato akhir februari aq post foto2 malang. Mungkin ada pesenan foto2 apa aja???
Freezy89 February 6th, 2009, 05:07 AM Oiya, trakhir kali aq ke brawijaya, emg skrng bnyk pembangunan gedung2 baru... 5 lantai ke atas...ada gedung FK, FE, FIA sm FT lh dibangun mid rise...
Slaen itu, gara nyiapin kunjungan Presiden SBY bulan lalu, pedestrian n taman2 d brawijaya juga dipercantik...UB jd bagus deh! Ntar aq post jg fotonya lah...
Be Patient!
Ampelio February 6th, 2009, 05:16 AM Oiya, trakhir kali aq ke brawijaya, emg skrng bnyk pembangunan gedung2 baru... 5 lantai ke atas...ada gedung FK, FE, FIA sm FT lh dibangun mid rise...
Slaen itu, gara nyiapin kunjungan Presiden SBY bulan lalu, pedestrian n taman2 d brawijaya juga dipercantik...UB jd bagus deh! Ntar aq post jg fotonya lah...
Be Patient!
^^thanks Freezy89 :okay: foto2in aja projek2 yg u/c di UB juga projek2 menarik lain di Kota Malang
...gw pernah tinggal di Malang selama 3-4 bulan (tepatnya di Singosari) dan terkesan sekali dengan kota apel ini, menurt gw meski sama2 bersatus kota pelajar tapi suasana di Malang jauh lebih menyenangkan di banding Jogja :)
Ampelio February 6th, 2009, 05:42 AM Projek2 di Malang (proposed and u/c):
Pengembangan Kampus UMM
http://img150.imageshack.us/img150/4458/ummje7.jpg (http://imageshack.us)
-------------
Istana Kado
http://img5.imageshack.us/img5/975/cpistanakadomalangjawatji7.jpg (http://imageshack.us)
Luas Lahan : 450m2 . Luas Bangunan : 375m2
-------------
Ranch House
http://img88.imageshack.us/img88/4434/1002531yk5.jpg (http://imageshack.us)
-------------
RSU Lavalette
http://img132.imageshack.us/img132/6079/pers2dv1.jpg (http://imageshack.us)
pecinta_surabaya February 10th, 2009, 11:15 AM Dirikan Tower Wajib Mirip Pohon
MALANG | SURYA-Anda bosan melihat wajah kota yang penuh tower (menara) dengan rangka besi ? Jangan khawatir. Pemkot Malang kini tengah berupaya mengubah kesan hutan tower pada kota ini menjadi lebih ramah lingkungan.
Caranya, setiap pendirian tower wajib berkamuflase dengan lingkungannya. Jika di sekitarnya pohon, maka tower yang hendak didirikan harus mirip pohon. Demikian juga jika di sekitarnya gedung bertingkat, tower yang didirikan harus berkamuflase dengan gedung.
Ini telah diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Malang No 5/2007 tentang Menara Bersama Telekomunikasi. Peraturan ini tidak hanya untuk menara operator telepon seluler, tetapi juga menara lembaga penyiaran publik seperti radio, televisi, dan lainnya. Saat ini, satu-satunya negara yang telah menerapkan kebijakan seperti ini baru Jerman.
Meski Perwali itu telah terbit 2007, sosialisasinya baru dilakukan Selasa (10/2) ini. Selain mengatur satu tower minimal untuk tiga operator seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi (Permen Kominfo), perwali itu juga mengatur bentuk fisik tower yang menyesuaikan lingkungan.
Staf Ahli Khusus Wali Kota, Dr Drs Ir Jarot E Sulistyono, maupun Kepala Dinas Kominfo Kota Malang, Dra Tri Widyani P, membenarkan pendirian tower harus kamuflase. “Jika tower didirikan di Jl Ijen maka bentuk tower harus mirip pohon palem raja. Jika didirikan di sekitar Balai Kota maka harus mirip pohon trembesi, demikian juga untuk kawasan lain. Dengan begitu suasana kota tampak menjadi lebih indah,” ujar Jarot, Selasa (9/2).
Peraturan ini boleh jadi memusingkan operator. Sebab, meski perusahaan pembuatan tower mirip pohon ini sudah banyak di Jepang, nyatanya pemilik tower lokal merasa kesulitan membuatnya. Selain itu, kalau ketinggiannya tak memenuhi syarat, area jangkauan sinyalnya tidak luas.
Bahkan, akibat terbitnya Perwali itu ada 14 tower baru yang pendiriannya tertunda lantaran pada permohonan advice planning (AP) yang diajukan, tower yang mereka dirikan nantinya berbentuk rangka. ekn
Kondisi Tower di Kota Malang
======================
* Jumlah tower : sekitar 200 unit
* Proyek tower tertunda: 14 unit
* Tujuan kamuflase tower:
1. Menghindari kesan kota jadi hutan tower
2. Mendukung program ‘Ijo Royo-royo’
3. Pemandangan kota agar lebih indah
==============================
hermawan February 11th, 2009, 06:49 AM Kampusnya brawijaya emg udh penuh sesak...tapi kalo dibangun di daerah merah kayak gambar di atas itu kayaknya bisa. Daeraj itu skrng ditempati poltek malang, dulu bagian dari brawijaya. Poltek skrng udh bangun kampus d daerah sukarno hatta, kayaknya kampus yg ada di brawijaya jg mau dipindah.
Btw...sebenernya aq dari malang, tp skrng moving k sby. Ntar deh, sekitar pertengahan ato akhir februari aq post foto2 malang. Mungkin ada pesenan foto2 apa aja???
Kalo boleh request Hotel Santika dech... belum sempat liat nich. jika bisa pic RSSA dari arah jalan Patimura sekalian yaah and Politeknik Malang di Sukarno Hatta. Sorry yah mintanya banyak, habis lama nggak ke Malang:)
Ebek21 February 11th, 2009, 07:54 AM Gw kira pembahasan mengenai JLS selanjutnya lebih tepat di thread Malang ini drpd Surabaya. Karena dampaknya akan lebih terasa bagi Malang dan sekitarnya. Ayo JLS, jgn mau kalah sama Suramadu.
'Utamakan Jalur Lintas Selatan'
SURABAYA: Sejumlah kalangan mendesak Gubernur Jawa Timur yang baru untuk serius melanjutkan proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan, yang strategis membuka keterisoliran sedikitnya delapan daerah di wilayah Selatan provinsi itu.
Pada 2008, pembangunan JLS baru mencapai 74,6 km dari rencana total panjang 626,97 km atau baru terealisasi 12%. Untuk total jembatan yang mencapai 69 unit dengan total panjang 6,5 km, kini terbangun beberapa unit dengan panjang 1,7 km.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur Jamal Abdullah Alkatiri menegaskan pasangan gubernur dan wakil gubernur Jatim, yang pada pekan ini akan dilantik, diminta untuk tetap melanjutkan sejumlah proyek penting pada era kepemimpinan Gubernur Imam Utomo, salah satu proyek vital itu yaitu JLS.
"Proyek JLS harus mendapat perhatian dan penanganan serius dari pasangan Pakdhe Karwo [Soekarwo] dan Gus Ipul [Saifullah Jusuf] pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Jatim yang akan dilantik. Progress JLS oleh banyak pihak dinilai sangat lamban, padahal proyek itu sangat vital bagi perkembangan ekonomi wilayah Selatan," kata Jamal kepada Bisnis di Lumajang, baru-baru ini.
Kedelapan daerah yang akan dihubungkan oleh proyek JLS itu terdiri atas Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Biltar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
Ketua Forum Masyarakat Perikanan dan Kelautan Jatim Okilukito menegaskan keberadaan JLS sangat penting bagi perkembangan pembangunan infrastruktur perikanan di kawasan selatan Jatim.
"Wilayah laut utara Jawa khususnya di perairan Jatim telah mengalami overfishing [kelebihan tangkap], berbeda dengan perairan Samudra Hindia [perairan selatan Jatim]. Namun memacu pengembangan sektor usaha perikanan tangkap untuk wilayah Selatan butuh infrastruktur pendukung, selain dermaga juga dibutuhkan jalan," kata Oki kepada Bisnis, kemarin.
Pendukung lebih siap
Justru, kata Oki, infrastruktur perikanan seperti pelabuhan perikanan nusantara (PPN) maupun pelabuhan pendaratan ikan (PPI), ataupun pelabuhan perikanan pantai (PPP) telah dipunyai hampir semua daerah, yang akan dilalui proyek JLS.
Berbeda dengan infrastruktur JLS yang mulai dibangun sejak 2002, kini masih belum terlihat signifikan.
"Sebut saja untuk PPN ada di Prigi, Kab. Trenggalek, untuk PPI ada di Popoh, Kab. Tulungagung. Sedangkan untuk PPN dimiliki Kab. Banyuwangi di Muncar, Kab. Jember di Puger, dan Kab. Malang di Sendang Biru. Hanya Kab. Lumajang dan Kab. Blitar yang belum memiliki infrastruktur perikanan skala besar tersebut." Data yang dihimpun Bisnis, usaha tangkap perikanan laut di Jatim dilakukan oleh sedikitnya 242.537 nelayan dengan 52.709 unit rumah tangga perikanan.
Armada kapal 51.371 unit dengan alat tangkap sebanyak 105.109 unit. Hasil atas usaha tangka ikan itu mencapai 328.875 ton, jumlah komoditas itu bila dinilai mencapai Rp2,6 triliun.
Sedangkan tingkat penghasilan keluarga nelayan di Jatim masih berkisar Rp13.333 per hari masih sangat jauh dari standar bank dunia yang diharapkan mencapai US$2 per hari atau sekitar Rp20.000.
Taken from Bisnis Indonesia, Feb 11, 2009
Freezy89 February 11th, 2009, 04:21 PM Kalo boleh request Hotel Santika dech... belum sempat liat nich. jika bisa pic RSSA dari arah jalan Patimura sekalian yaah and Politeknik Malang di Sukarno Hatta. Sorry yah mintanya banyak, habis lama nggak ke Malang:)
Emg knp kok minta gambr RSSA dr jalan patimura? Brarti itu kan bag belakangnya....Knp gak dr depan aja, alias dr jln Jaksa Agung Suprapto..
Freezy89 February 11th, 2009, 04:24 PM Oiya,
Buwat foto2 yg aq janjiin kayaknya baru bisa aq penuhin akhir februari ntar..
Maaf n harap sabar...:)
hermawan February 12th, 2009, 01:55 AM Oiya,
Buwat foto2 yg aq janjiin kayaknya baru bisa aq penuhin akhir februari ntar..
Maaf n harap sabar...:)
Ok. Thx. Mungkin juga Maret aq ke Malang-Batu. Pengin liat Batu Night Specta.... kata teman dari Batu, itu Dufan malam hari. Kalo sempat juga kuambil beberapa pic:cheers:
Ebek21 February 12th, 2009, 02:04 AM ^^ Batu Night Specta itu apa ya ? Dimana ?
sbyctzn February 12th, 2009, 02:45 AM Gw kira pembahasan mengenai JLS selanjutnya lebih tepat di thread Malang ini drpd Surabaya. Karena dampaknya akan lebih terasa bagi Malang dan sekitarnya. Ayo JLS, jgn mau kalah sama Suramadu.
Betul Ebek!!!!!!!!!
MALANG dan SURABAYA harus besinergi, pasti akan menjadi kekuatan ekonomi yang sangat kuat di Indonesia!!!!!!!!!
Tinggal tunggu waktu saja deh...... Lamong bay, Suramadu, JLS, DLL DLL
:banana::banana::banana:
aYO Malang!!!!! kmu juga bisa!!!!!!!!!
Ebek21 February 12th, 2009, 03:20 AM Let's make sure he will keep his promise !!
SAIFULLAH Berjanji Melanjutkan Realisasi Jalur Lingkar Selatan
suarasurabaya.net| SAIFULLAH YUSUF Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih yang dilantik bersama SOEKARWO Gubernur Jawa Timur terpilih, pernah berjanji akan melanjutkan realisasi proyek jalur lingkar selatan.
Dalam kurun waktu 62 tahun, tidak ada penambahan jalan baru secara signifikan. Untuk itu, proyek jalur lingkar selatan merupakan proyek penting untuk pengembangan wilayah selatan Jawa Timur.
SAIFULLAH seperti dilaporkan JAYA IDRIS reporter Radio Citra Malang dalam Jaring Suara Surabaya, Kamis (12/02), berharap proyek segera diselesaikan. Ia mengakui penyediaan lahan menjadi satu kendala dalam pembangunan infrastruktur jalan. Setelah dilantik hari ini, SAIFULLAH akan kembali mempopulerkan pentingnya pembangunan jalur lingkar selatan agar mendapat dukungan rakyat.
Di Kabupaten Malang, Pemkab berharap jalur lingkar selatan segera terealisasi untuk membuat keluar masuknya tempat pendaratan ikan atau TPI Sendang Biru. Total jalur lingkar selatan yang melintasi Kabupaten Malang sepanjang 124,3 km sedang bangunan fisik jalan yang dibangun Pemprop Jawa Timur baru 58 km.
Selain persoalan jalur lingkar selatan, SAIFULLAH berjanji sinkronkan kebijakan propinsi untuk memperkuat ikon Malang sebagai tujuan wisata dan pendidikan. Ikon ini tidak boleh tertinggal dengan sektor-sektor lainnya.
Taken from Suara Surabaya, Feb 12, 2009
Freezy89 February 12th, 2009, 06:27 AM ^^ Batu Night Specta itu apa ya ? Dimana ?
Spt kata hermawan...dufan mini lah, tapi bukanya jam 15.00-23.00. Gk begitu besar sih, tapi qta bisa pemandangan kota batu dari sini. Tempatnya gk jauh dari jatim park kuq...
Freezy89 February 12th, 2009, 06:30 AM Ok. Thx. Mungkin juga Maret aq ke Malang-Batu. Pengin liat Batu Night Specta.... kata teman dari Batu, itu Dufan malam hari. Kalo sempat juga kuambil beberapa pic:cheers:
Aq saranin ke sananya malem aja. Kmrn aq ke sana sore2 masih sepi...
Kalo ada waktu gak ada ruginya juga klo nungguin air mancur menarinya, sambil dinner d food court-nya. Kalo gak salah maennya jam 21.00...
Oiya...knp kok minta foto RSSA-nya dari pattimura?
hermawan February 13th, 2009, 02:03 AM ^^dari arah Jl. Patimura tepatnya di seberang SD Negeri Klojen II, Gedung Paviliun RSSA cukup bagus, ada 6 lantai. Dalamnya juga ada mini air mancur. Coba dech
sbyctzn February 13th, 2009, 07:40 AM Spt kata hermawan...dufan mini lah, tapi bukanya jam 15.00-23.00. Gk begitu besar sih, tapi qta bisa pemandangan kota batu dari sini. Tempatnya gk jauh dari jatim park kuq...
Yup betul, kata temenku yang ada di malang, itu dufan malam hari, bagus banget katanya, tidak kalah sama dufan!!!
kalau ada yang di malang, please post fotonya ya!!!
aku tidak sempat ke malang.
biar semua orang tau kalau Malang juga tidak kalah maju dengan Surabaya!!!!
Freezy89 February 13th, 2009, 02:25 PM ^^dari arah Jl. Patimura tepatnya di seberang SD Negeri Klojen II, Gedung Paviliun RSSA cukup bagus, ada 6 lantai. Dalamnya juga ada mini air mancur. Coba dech
Oh,paviliun itu toh...oke2...
Freezy89 February 13th, 2009, 02:37 PM Yup betul, kata temenku yang ada di malang, itu dufan malam hari, bagus banget katanya, tidak kalah sama dufan!!!
kalau ada yang di malang, please post fotonya ya!!!
aku tidak sempat ke malang.
biar semua orang tau kalau Malang juga tidak kalah maju dengan Surabaya!!!!
Hahaha...
Pendapat orang emg beda2 ya...temenq si ada yg bilang kalo BNS itu kaya pasar malem, ada jg yg bilang bagus bgt kaya di atas...
Kalo aq sih...nggak pantes lah kalo disebut pasar malem,tp bagusnya jg gag heboh2 banget...
Ampelio February 14th, 2009, 10:15 AM @Freezy89: jangan lupa promise Malang pics-nya, ditunggu-tunggu ni :okay:
hermawan February 18th, 2009, 05:59 AM Pemprov Sesalkan Ruas Pintu Masuk Malang
18 Februari 2009
Pemprov Jatim menyayangkan sikap Pemerintah di Malang Raya, yang hingga kini tidak berusaha membangun jalan alternative masuk kota Malang. Pasalnya, dua jalan utama yang ada sekarang ada semuanya dinilai sudah tidak layak menerima beban jumlah kendaraan.
‘’Masak, kalah sama Jombang yang berani membuat jalur alternatif untuk keluar masuk kawasan Jombang. Apalagi, Jombang membangun dengan APBD-nya sendiri, tanpa bantuan APBD atau APBN,’’ ujar Ir. Supaad, Kadinas PU Bina Marga Jatim kepada MP Senin (16/2), kemarin.
Dua jalan utama yang ada sekarang dinilai sudah tidak layak menerima beban jumlah kendaraan (dok. malangpost)
Dua jalan utama yang ada sekarang dinilai sudah tidak layak menerima beban jumlah kendaraan (dok. malangpost)
Menurutnya, dua jalan sebagai pintu masuk Kota Malang adalah jalan milik negara. Seperti kedua ruas jalan yaitu Jalan Ahmad Yani dan Jalan Tumenggung Suryo semuanya didanai APBN, dan kondisinya sekarang ini luas jalan dan kendaraan yang melintas sudah tidak seimbang.
Akibatnya, akses menuju masuk dan keluar kota Malang harus macet. Padahal, perkembangan jumlah kendaraan yang melintas di atas dua ruas jalan itu kian lama kian bertambah. Selain kendaraan milik warga Malang, kepadatan ditambah kendaraan milik pendatang. ’’Harus ada keberanian untuk membuat middle eastern ring road (MERR). Sekarang mungkin dirasa belum padat, tetapi lima atau sepuluh tahun lagi, apa kondisinya bisa sama,’’ tutur Supaad.
Harapan Pemprov Jatim agar Pemerintah Malang Raya segera membuat MERR, tidak lepas APBN pemeliharaan yang diterimakan untuk Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. Tiga daerah di Jatim itu, pada tahun 2009, telah digerojok APBN sebesar Rp 172 miliar atau naik 10 persen dibanding 2008 yang hanya Rp 164 miliar.
Rinciannya, dari alokasi dana tersebut terserap dalam dua paket pembangunan Jalan Raya Gresik tahap 2 senilai Rp 34 miliar dan MERR II-C kawasan timur Surabaya senilai Rp 44 miliar. Sisanya untuk paket-paket pemeliharaan meliputi Jalan Ahmad Yani - Margomulyo Rp 21,7 miliar, Jalan Demak Rp 10,3 miliar dan Sidorame Rp 11,3 miliar.
’’Untuk paket peningkatan meliputi Jalan Wonokromo-Ngagel Rp 8 miliar, Kusuma Bangsa dan Kapasari Rp 9,8 miliar, Mangondipurojo-Jenggolo Sidoarjo Rp 10 miliar dan Diponegoro-Arjuno di Surabaya Rp 10,5 miliar,’’ paparnya.
Ditambahkan, melihat batuan yang diberikan pemerintah pusat ini seharusnya Malang Raya bisa segera memulai memikirkan dan mewujudkannya. Sehingga, kemungkinan macet dalam kategori berat bisa segera diantisipasi untuk 5 – 10 tahun mendatang.
’’Harus ada keberanian dan terobosan, kalau kota Malang tidak ingin bermasalah dengan pintu masuknya. Apalagi, jalan yang ada sekarang ini bukan jalannya pemda, melainkan jalan negara,’’ tambah Supaad, yang ketika dihubungi tengah mengawasi penambalan jalan di Lamongan. (has/udi)
(Hari Santoso/malangpost)
Taken from Malangpost Feb 17 , 2009
Freezy89 February 18th, 2009, 11:08 AM Yup,bener tuh...
Malang harusnya punya jalan baru.
Mana tuh janjinya peni bwt bangun jalitim n jalibar...
:dunno:
hermawan February 19th, 2009, 03:39 AM ^^Kukira kita perlu forumer yang bisa berkomunikasi dengan pemda, atau ada orang pemda disini? :ohno:Malang sudah terlalu lama stop dengan pembangunan infrastruktur baru terutama jalan raya. (kalo dihitung-hitung selama 10 tahun ini cuma ada penambahan fly over di Polowijen dan Kotalama dan jembatan sulfat). Sementara itu tidak ada penambahan jalan baru atau pelebaran jalan protokol yang cukup berarti. Kalo gini terus keadaanya, 10 tahun lagi Malang bakal macet. Coba liat Jalan protokol mulai dari Jalan RP Suroso sampai lapangan rampal, jalannya sudah kelihatan sempit karena padatnya lalu lintas. Belum lagi dikawasan lain seperti Dinoyo, Gajayana dll. Yang memprihatinkan lagi di kawasan kota Malang bagian selatan (dari arah alun-alun ke selatan arah Gadang atau Kacuk). Nggak ada perkembangan yang cukup berarti dari aq masih kecil hingga kini. Gimana ini pak Wali? :nuts: Jalinbar, Jalintim, terusan Sukarno Hatta, Jalan Alternatif ke Batu, dll semua wacana. Harusnya Pak Wali melihat bagaimana peran jalan ringroad dalam mendukung perkembangan suatu kota. Nggak jauh-jauh, cukup ke Yogya lihat ringroadnya atau Solo.
Kalo dilihat dari google earth, peta Malang seperti berkembang tidak beraturan (lebih berkembang ke barat, barat daya, dan utara. Sementara timur dan selatan relatif tidak berkembang. Ada yang bisa bantu picnya?
hermawan February 19th, 2009, 07:18 AM :)Ini dimana ya
liatnya di
http://cc500005.blogspot.com/2008/05/data-hotel-di-kota-malang.html
http://img147.imageshack.us/img147/4716/hotellr2.png (http://imageshack.us)
http://img147.imageshack.us/img147/hotellr2.png/1/w320.png (http://g.imageshack.us/img147/hotellr2.png/1/)
SentotPawiro February 19th, 2009, 10:23 AM :)Ini dimana ya
liatnya di
http://cc500005.blogspot.com/2008/05/data-hotel-di-kota-malang.html
http://img147.imageshack.us/img147/4716/hotellr2.png (http://imageshack.us)
http://img147.imageshack.us/img147/hotellr2.png/1/w320.png (http://g.imageshack.us/img147/hotellr2.png/1/)
^^
Kayaknya Clarion Makassar tuh:)
Ebek21 February 20th, 2009, 01:42 AM Ada tujuh proyek besar di Malang menurut artikel ini, kalau terwujud satu saja diantaranya, pasti Malang berkemang jauh lebih pesat :okay:
Minapolitan Disiapkan Lahan 10 Hektare
WAJAK - Rencana pembangunan Minapolitan ikan air tawar di Desa Sukoanyar, Blayu, dan Bringin, Kecamatan Wajak, terus dimatangkan. Pemkab Malang akan menyiapkan lahan 10 hektare untuk pembangunan proyek tersebut.
Kepala Bagian Pertanahan Kabupaten Malang M. Jamhuri kemarin mengatakan, hasil rapat koordinasi dengan tim terkait telah disepakati untuk menyiapkan lahan seluas 10 hektare. Karena, SK dari gubernur untuk proyek pembanguan Minapolitan sudah turun. "Dalam SK itu dijelaskan kewajiban pemkab menyedikan lahan," ujar laki-laki berkacamata ini.
Jamhuri mengatakan, kompleks Minapolitan itu akan dibiayai dari APBD, APBD provinsi, dan APBN. Pembagiannya, Pemkab Malang kebagian jatah menyiapkan lahan, provinsi kebagian membangun infrastruktur jalan, dan pemerintah pusat yang membangun kolam serta berbagai bangunan di kompleks Minapolitan.
Dikatakan Jamhuri, lahan yang akan digunakan sudah ada. Yakni, lahan milik warga yang saat ini ditanami mendong. Di area tersebut tersedia air yang bisa mencukupi untuk menyuplai kolam-kolam ikan.
Ditanya soal anggaran yang dialokasikan untuk pembebasan lahan, dia masih belum bisa menetapkan. Karena untuk menetapkan anggaran masih harus menunggu tim penaksir harga tanah. Namun, ditargetkan tidak lama lagi sudah ditemukan angka untuk pembebasan lahan. "Kalau sudah ketemu jumlahnya, anggarannya akan kami ajukan dalam PAK (perubahan anggaran keuangan)," ujarnya.
Sementara itu, Kabid Sarana dan Prasarana Pengembangan Wilayah Bappeda Kabupaten Malang Didik Siswahyudi mengatakan, saat ini pemkab memang serius merealisasikan proyek Minapolitan. Karena, jika tidak segera disiapkan, maka bantuan dana dari provinsi dan pemerintah pusat tidak bisa dicairkan.
Selain itu, proyek tersebut sebagai salah satu proyek besar yanga ada di kabupaten yang berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya petani ikan. "Agropolitan sudah mulai berjalan, kini Minapolitan harus segera dimulai," ujarnya.
Didik menambahkan, di kabupatennya ada tujuh proyek besar yang kini sedang dilaksanakan, yaitu pembanguan Jalan Lintas Barat (Jalibar), pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS), pembangunan infrastruktur untuk perpindahan ibukota kabupaten ke Kepanjen. Kemudian, pembangunan kota Agropolitan di Poncokusumo, pembangunan Bandara Abdurrachman Saleh, pembangunan pelabuhan nasional di Sendangbiru, dan proyek Minapolitan. Semua proyek itu sangat vital untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malang. "Kami yakin, kalau tujuh proyek itu selesai, maka akan mampu membangkitkan perekonomian di Kabupaten Malang," ujarnya.
Taken from Radar Malang, Feb 20, 2009
hermawan February 20th, 2009, 02:43 AM ^^
Kayaknya Clarion Makassar tuh:)
^^Oh, koq di daftar hotel di Malang yah!!!
hermawan February 20th, 2009, 02:52 AM A
Didik menambahkan, di kabupatennya ada tujuh proyek besar yang kini sedang dilaksanakan, yaitu pembanguan Jalan Lintas Barat (Jalibar), pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS), pembangunan infrastruktur untuk perpindahan ibukota kabupaten ke Kepanjen. Kemudian, pembangunan kota Agropolitan di Poncokusumo, pembangunan Bandara Abdurrachman Saleh, pembangunan pelabuhan nasional di Sendangbiru, dan proyek Minapolitan. Semua proyek itu sangat vital untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malang. "Kami yakin, kalau tujuh proyek itu selesai, maka akan mampu membangkitkan perekonomian di Kabupaten Malang," ujarnya.
Taken from Radar Malang, Feb 20, 2009
Yang dimaksud Jalinbar itu, Jalinbar di Kota Kepanjen, panjangnya +
5 Km, untuk Sendangbiru sampai kini belum ada kabar lagi tuh!
Ebek21 February 20th, 2009, 06:58 AM ^^
Pemkab Malang coba 'pinjam' tanah Perhutani
MALANG: Pemkab Malang menjajagi kemungkinan untuk menggunakan tanah milik Perhutani, dengan sistem pinjam pakai, bagi proyek Pelabuhan Samudera Sendangbiru.
Rendra Kresna, Wakil Bupati (Wabup) Malang, mengatakan untuk mewujudkan Pelabuhan Nusantara Sendang Biru, maka Pemkab Malang akan mencoba memanfaatkan tanah Perhutani seluas 15 hektare dengan sistem pinjam pakai.
Menurut Rendra, sistem yang sama juga dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang melakukan kerja sama pinjam pakai tanah Perhutani, untuk proyek praktikum mahasiswa perguruan tinggi tersebut.
"Karena itulah, kami akan belajar dari UMM dalam pemanfaatan tanah hutan lindung. Pekan depan kami akan menemui Pak Rektor," jelasnya, kemarin.
Tim Perhutani turun
Yang menggembirakan, ujarnya, Dephut sudah memberikan sinyal positif, dengan akan turunnya tim Dephut untuk melihat kondisi tanah yang bakal dimanfaatkan Pemkab Malang untuk proyek itu.
Pemkab Malang bersemangat untuk segera merealisasikan pinjam pakai tanah Perhutani, karena pemerintah pusat, lewat Dephub, pada 2009 telah menganggarkan Rp25 miliar di dalam APBN.
Beberapa waktu lalu, Rendra menegaskan, proyek Pelabuhan Samudera Sendangbiru bersifat jangka panjang dan membutuhkan dana hingga triliunan rupiah. Dengan demikian, dana sebesar Rp25 miliar kemungkinan hanya diperuntukkan buat pembangunan talud.
Jika kerja sama pemanfaatan tanah Perhutani untuk Proyek Pelabuhan Samudera Sendangbiru disepakati, lanjutnya, maka bisa menggunakan dua pola, yakni Pemkab Malang menyediakan tanah pengganti tanah Perhutani tersebut atau bisa pula menggunakan pola profit sharing.
Sebelumnya, Hary Soegiri, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, mengatakan Pelabuhan Samudera Sendangbiru cukup vital, karena nantinya berfungsi pula sebagai gate terhadap proyek jalur lingkar selatan (JLS).
Taken from Bisnis Indonesia, Feb 20, 2009
hermawan February 20th, 2009, 07:58 AM ^^Yahh syukurlah ada progres, walau pelan-pelan:)
Freezy89 February 20th, 2009, 09:39 AM Woro-woro...
Foto-foto yg aq janjiin dulu udah aq dapetin,tapi belum bisa post skrng.
Tunggu bsk sore ya...
Freezy89 February 21st, 2009, 07:33 AM Ini dia foto2 yang udah aku janjiin...
Karena selama ini info proyek2 yang ada di malang kurang update, jadi proyek2 yg finished sekitar 2008 juga aq masukin.
Selama ambil foto2 ini, halangan yang terbesar adalah....POHON! Yupz...Malang ijo royo-royo, banyak pohon yg bikin susah waktu ngambil foto. Apalagi di kampus brawijaya...ijo banget! Tapi bersyukur deh masih banyak pohon, daripada gersang.
Sebelumnya maaf juga kalo fotonya kurang mengakomodasi bentuk bangunan dengan jelas.
Cheers...
:cheers:
Freezy89 February 21st, 2009, 07:40 AM Universitas Negeri Malang (UM)
Sebenernya ada banyak gedung baru di sini, tapi aq cuma ambil sebagian aja.
Gedung FIP
Gedung ini pake pintu otomatis lho...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08149.jpg
Gedung FE
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08150.jpg
Convention Hall
Kayaknya bakal lmyn gede...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08151.jpg
Freezy89 February 21st, 2009, 07:49 AM Universitas Brawijaya (UB)
Here there are, proyek2 n gedung baru di UB. Lmyn bnyk pembangunan di UB, gak heran biaya kuliahnya jadi mahal.
Gedung INBIS UB
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08153.jpg
Rektorat Extention
Kayaknya sih perluasan dari rektorat, nempel di gedung rektorat sih...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08156.jpg
Gedung FH
Ignore the burning trash...:)
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08157.jpg
Gedung FE
Di sekitarnya bnyk bgt pohon,akhirnya dapetnya kaya gini...:ohno:
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08159.jpg
Gedung FK
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08161.jpg
Gedung FT
Gedungnya ada di belakang bangunan kecil itu...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08166.jpg
Gedung FIA
2 gedung ini bersebelahan...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08167.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08169.jpg
Pedestrian
Ini nih yang dulu kataku. Pedestrian di jalur2 utama dipercantik, bwt nyambut kedatangan Pak SBY januari kemaren.
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08162.jpg
Freezy89 February 21st, 2009, 08:20 AM Around Malang
Cibogo Square???
Kalo gak salah namanya Cibogo Square. Tepat berada di sebelah Matos. Dibangun bersamaan dengan Matos, tapi gak tau kenapa proyek ini gak diterusin sampe sekarang.
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08152.jpg
Fly Over Jl. Ahmad Yani
Kalo gak salah fly over ini selesai tahun lalu. Fly over ini cukup panjang, hingga beberapa ratus meter. Panjangnya fly over ini karena selain lewat di atas rel KA, dia juga lewat di atas sebuah pertigaan.
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08176.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08177.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08179.jpg
Panorama Square
Sebuah pusat pertokoan-kalo gak mau disebut ruko-yg ada di Jl.Ahmad Yani. Banyak proyek ruko di malang, tapi yang satu ini desain-nya unik. Tapi sayang, ternyata kenyataannya gak sebagus desain aslinya.
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08181.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08182.jpg
Gereja Jl Ciliwung
Aku gak tau apa nama gereja ini,yang jelas ukurannya lmyn gede...kayaknya lg on hold...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08185.jpg
Bank Mega
Kantor ini selesai tahun lalu...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08198.jpg
Bank Sinar Mas
Ini jg selesainya tahun lalu...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08222.jpg
RSI Aisyah
Proyek pembangunan gedung baru di RSI Aisyah. Bakal jadi 6 lantai atau lebih. Tapi kayaknya jg lagi sepi pekerja...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08208.jpg
Hotel XXX
XXX soalnya aku nggak tau apa bakal nama dari hotel ini. Jangan-jangan bukan hotel...tapi diliat dari bentuknya kelihatannya hotel...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08218.jpg
Lampu Jalan
Aku gak tau kenapa aq pasang gambar ini, tapi menurutq unik aja. Lampu2 model jadul ini ada di jalur utama kota malang, mulai dari Jl Ahmad Yani sampai ke alun2...Btw, beneran kan itu lampu?
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08196.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08197.jpg
Freezy89 February 21st, 2009, 08:42 AM More About MOG Project
Di sini aku mau nunjukin tentang kompleks MOG. Pembangunan MOG sebenernya kan satu paket dengan stadion gajayana, international hotel, fasilitas olahraga, kolam renang, n gedung kartini.
Lapangan Basket
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08223.jpg
Lapangan Sepak Bola, Tenis n Voli
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08224.jpg
Stadion Gajayana
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08225.jpg
Inside the Stadium
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08230.jpg
MOG-dari belakang
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08226.jpg
International Hotel-masih pending
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08227.jpg
Gedung Kartini-kolam renang ada di dalam
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08228.jpg
Freezy89 February 21st, 2009, 08:52 AM UIN Malang
Kemarin habis diresmikan SBY namanya berubah jadi apa ya...aku lupa. Inilah kampus baru dari UIN Malang. Kalo gak salah mereka dapet bantuan dari Sudan sampe bisa bikin gedung2 di bawah ini. Aku gak begitu tau gedung apa aja itu. Tapi gambar yang paling atas kelihatannya rektorat, menurutku gedung ini yang paling impresif dibanding lainnya...
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08241.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08239.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08237.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08236.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08235.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08234.jpg
Freezy89 February 21st, 2009, 08:54 AM Buat Hermawan yg kemaren request gambar, ini gambar2 yg kamu minta. Bwt foto poltek aku Cuma ambil satu aja. Gedung2nya Cuma tingkat 2 semua n modelnya jg biasa aja...
Poltek Malang
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08171.jpg
Hotel Santika Malang
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08188.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08187.jpg
Paviliun RSSA
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08194.jpg
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/DSC08195.jpg
indonesiaku February 21st, 2009, 11:06 AM Malang memang top markotop
Ebek21 February 21st, 2009, 02:14 PM Thanks for posting so many pictures, freezy89 !! :okay: Flyover Ahmad yani itu ahirnya jadi juga ya, terakhir kesana dua tahun lalu, jalan masuk ke Malang macet parah gara2 pembangunan flyover ini.
Freezy89 February 22nd, 2009, 01:07 PM ^^ Yupz...
Kayaknya fly over itu udh mengatasi masalah macet di kawasan itu..
hermawan February 23rd, 2009, 02:07 AM :cheers:Thx Freez sudah memenuhi requestq. Asik juga bisa keliling Malang. paviliun RSSA, tampak megah untuk ukuran RS. Sayang ya hotel internasional pending, khawatir bikin kumuh. Oya panorama itu finish apa u/c?
hermawan February 23rd, 2009, 03:06 AM [QUOTE=Freezy89;31518350]Iya...Rumah sakit ntuh mau ditaruh sebelah mana?
Perasaan UB udah penuh sesak deh...
^^ Ini lanjutan beritanya
UB Bangun RS Pendidikan Rp 500 M di Jl. Soekarno-Hatta
22 Februari 2009
Universitas Brawijaya (UB) Malang akan segera memiliki rumah sakit Pendidikan sendiri. Rumah sakit pendidikan di Malang ini akan menjadi yang kedua setelah RS Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Di UB, pembangunannya diperkirakan akan menghabiskan dana hinggá Rp 500 miliar. Apakah ini berarti RSSA bakal punya pesaing berat dalam pelayanan kesehatan ke depan ?
Dekan Fakultas Kedokteran UB Dr dr Samsul Islam SpMK MKes menegaskan, pembangunan rumah sakit tersebut akan dimulai sekitar April-Mei mendatang. Pembangunan ini menurutnya merupakan sebuah upaya untuk memenuhi Standar Pendidikan Dokter Indonesia.
“Keberadaan Rumah Sakit ini akan lebih fokus kepada kegiatan riset, juga akan menjadi tempat praktik bagi mahasiswa,” ungkapnya dikonfirmasi Malang Post melalui handphonenya kemarin.
Lokasi yang dipilih untuk pembangunan rumah sakit itu adalah di kawasan Sukarno Hatta. Sayangnya ia enggan merinci lebih jelas dimana alamat tepatnya. Hanya di sana ia memastikan ada lahan kosong yang siap untuk dibangun rumah sakit. Soal kesiapan pembangunannya, menurut Samsul saat ini masih dalam tahap perencanaan, dan akan segera dilakukan pelelangannya.
Rumah sakit akademik ini lanjutnya merupakan tempat studi mahasiswa FK UB, terutama mahasiswa S1. Rencananya, lokasi rumah sakit tersebut tidak jauh dari kampus. Yaitu berada di kawasan Sukarno Hatta yang saat ini sudah siap. Ketika ditanya soal target selesainya rumah sakit tersebut dibangun, ia masih belum bisa memastikan. “Masih banyak yang harus dipersiapkan, jadi belum bisa menargetkan kapan bisa selesai”, ungkapnya.
Samsul menyebutkan, meskipun nantinya memiliki RS Akademik, FKUB tetap akan menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) yang selama ini menjadi tempat praktik bagi para mahasisw FKUB. “Apalagi yang menempuh pendidikan spesialis, mereka pasti masih banyak di RSSA”, tuturnya.
Sebagian besar PTN di Indonesia saat ini belum memiliki rumah sakit akademik. Rata-rata PTN menjalin kerja sama dengan rumah sakit lokal untuk dijadikan tempat praktik mahasiswa-mahasiswinya. “Padahal titik beratnya beda. Kalau rumah sakit yang diajak kerja sama itu disebut rumah sakit pendidikan, tujuan untuk pelayanan publik lebih banyak daripada untuk pendidikan. Untuk rumah sakit akademik, sebaliknya, lebih banyak untuk riset”, paparnya.
Rektor UB Malang Prof Dr Ir Yogi Sugito beberapa waktu lalu mengungkapkan, agenda pembangunan Rumah Sakit ini adalah termasuk dalam empat agenda besar yang diprogramkan di akhir 2008 lalu.
Keempat agenda itu, adalah Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT), perubahan status dari perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi perguruan tinggi dengan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum (PPK-BLU), pembangunan rumah sakit pendidikan senilai Rp 500 miliar, dan implementasi program entrepreneurial university senilai Rp 600 miliar. Seperti diberitakan, untuk Akreditasi UB akhirnya berhasil meraih Akreditasi A.(oci/lim) (Lailatul Rosida/malangpost)
Di Sukarno Hatta sebelah mana ya!:nuts:
Freezy89 February 23rd, 2009, 04:26 AM ^^
Hmm...kalo lahan kosong di sukarno-hatta yang posisinya di pinggir jalan cuma ada dua. Yang satu ada di seberang poltek, dekat jembatan sukarno hatta. Satunya lagi di sebelah ruko griyashanta, di seberang krida budaya...
Freezy89 February 23rd, 2009, 04:31 AM :cheers:Thx Freez sudah memenuhi requestq. Asik juga bisa keliling Malang. paviliun RSSA, tampak megah untuk ukuran RS. Sayang ya hotel internasional pending, khawatir bikin kumuh. Oya panorama itu finish apa u/c?
Udh hampir jadi...pagar2 seng jg udh dibuka. Warnanya emg silver kaya gitu.
Kelihatan kan di fotox walau mngkn gak bgtu jelas...
hermawan February 23rd, 2009, 06:42 AM ^^Kalo aq lihat, sepertinya di Sukarno - Hatta, lahannya tidak terlalu luas ya!
http://img14.imageshack.us/img14/3503/malang.th.jpg (http://img14.imageshack.us/my.php?image=malang.jpg)
Freezy89 February 23rd, 2009, 07:57 AM ^^
Iya...emg daerah sukarno hatta udh penuh sama ruko n perumahan.
Tanah kosong yg ada di pinggir jalan itu jg gak begitu besar. Mungkin bakal dibangun gak dipinggir jalan...
hermawan February 23rd, 2009, 10:00 AM ^^Ok, Malang memang tanpa gedung-gedung besarpun tetap cantiq koq
btw. ternyata paviliun RSSA cuma 4 lantai ya. tapi cukup megah dan bagus.
Freezy89 February 23rd, 2009, 03:05 PM ^^Yup, paviliun itu cm 4 lantai.
Ini foto yg lebih jelas ttg lahan kosong di sukarno hatta...
Di perumahan griyashanta-depan krida budaya
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/untitled2.jpg
Di depan poltek
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/untitled1.jpg
indonesiaku February 23rd, 2009, 07:53 PM ini yang kotak merah yang di depan poltek akan di bangun malang islamic centre, kalau ga salah 8 lantai..
^^Yup, paviliun itu cm 4 lantai.
Ini foto yg lebih jelas ttg lahan kosong di sukarno hatta...
Di perumahan griyashanta-depan krida budaya
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/untitled2.jpg
Di depan poltek
http://i626.photobucket.com/albums/tt348/freezy89/untitled1.jpg
hermawan February 24th, 2009, 01:49 AM :)Mudah-mudahan ini bukan hanya wacana
Tuntas Malang Timur, Garap Asrama Haji
Senin, 23 Februari 2009
SURYA-Sebagai kota terbesar kedua di Jatim setelah Surabaya, Kota Malang ke depan akan diarahkan menjadi kota metropolitan. Konsep ini telah tertuang dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Pemprov Jatim dan menjadi semangat RTRW Kota Malang terbaru, hasil revisi untuk 2009-2029.
Kabid Tata Kota Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang, Ir Bambang Nugroho MT mengungkapkan, untuk menuju kota metropolitan dibutuhkan keseimbangan antara sektor perdagangan, perkantoran, pendidikan, dan pariwisata.
Ini yang mendasari mengapa pemkot dalam implementasi RTRW terbaru ini memprioritaskan Malang timur sebagai objek pengembangan kawasan, mulai dari membangun perkantoran bersama, Terminal Tlogowaru , serta mendirikan Malang International Education Park (MIEP) seperti sekolah model dan Politeknik Kota Malang (Poltekom).
”Kami juga membuka kawasan industri di Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang. Konsep kawasan ini dibuat mirip SIER, PIER, atau Ngoro Industri Persada, yakni ramah lingkungan,” papar Bambang, Minggu (22/2).
Yang mengejutkan, di antara berbagai rancangan pengembangan tersebut, pemkot juga mewacanakan pembangunan asrama haji. Staf ahli wali kota, Dr Drs Ir Jarot E Sulistyono MSi mengatakan, asrama haji bisa diwujudkan jika runway di Bandara Abd Saleh diperpanjang 500 m lagi, sehingga pesawat besar bisa mendarat. “Asrama haji itu untuk calon jemaah haji se-Malang Raya. Ini lebih efisien daripada harus ke Surabaya,” kata Jarot.
Namun demikian, gagasan wali kota itu belum prioritas. Saat ini, pemkot masih fokus mengembangkan infrastruktur kawasan Malang timur untuk menggaet investor asing masuk. ekn
Freezy89 February 24th, 2009, 07:13 AM ini yang kotak merah yang di depan poltek akan di bangun malang islamic centre, kalau ga salah 8 lantai..
Ah iya, yang islamic trade center itu aku jg pernah denger. Tapi sampe skrng kok blm ada kelanjutannya ya...:ohno:
indonesiaku February 24th, 2009, 07:31 AM Ah iya, yang islamic trade center itu aku jg pernah denger. Tapi sampe skrng kok blm ada kelanjutannya ya...:ohno:
lho kan sekarang sudah mulai pembangunan, tanahnya udah mulai diratakan, terus dah ada bangunan kecil buat para pekerjanya. ntar aku upload fotonya, soalnya rumahku sebelahnya poltek malang :)
hermawan February 24th, 2009, 08:03 AM ^^Islamic Center itu punya UB atau pemda?
Freezy89 February 24th, 2009, 09:50 AM lho kan sekarang sudah mulai pembangunan, tanahnya udah mulai diratakan, terus dah ada bangunan kecil buat para pekerjanya. ntar aku upload fotonya, soalnya rumahku sebelahnya poltek malang :)
Oww...kmrn waktu k mlg aq gak merhatiin ke situ. Tp brarti proyek ini termasuk lemot ya,udh berapa bulan dari perencanaanya.
Kalo gt tlng update proyek2 yg ada di mlg ya...trmasuk foto2 yg kmrn udh aq post.
@hermawan:kalo stauq proyek itu punya swasta...
hermawan February 25th, 2009, 05:56 AM ^^Berharap dapat rendering dan pics terbaru dari Islamic Center
btw : how was Ijen Nirwana residense's progress? anyone know it!
Freezy89 February 25th, 2009, 10:47 AM ^^
Aq prnh liat beritanya di radar malang ttg islamic trade center. Waktu itu ada fotonya si, tapi gak jelas.
Ijen nirwana dket rumahq di malang tuh...:)
Taman2 n jalan udh dibangun. Udh ada rumah2 yg dibangun, tapi kayaknya itu rumah contoh.
hermawan February 26th, 2009, 05:24 AM :)Aq koq nemu ini
http://img23.imageshack.us/img23/7866/ijennirwana.jpg (http://imageshack.us)
diambil dari http://rdestyan.blogspot.com/2008/08/ijen-nirwana-residence-extension-of.html
hermawan February 26th, 2009, 06:10 AM Masih tentang Ijen Nirwana Residence
http://img23.imageshack.us/img23/4624/ijennirwanaa.jpg (http://imageshack.us)
http://img23.imageshack.us/img23/ijennirwanaa.jpg/1/w500.png (http://g.imageshack.us/img23/ijennirwanaa.jpg/1/)
http://img23.imageshack.us/img23/4020/ijennirwana2.jpg (http://imageshack.us)
http://img23.imageshack.us/img23/ijennirwana2.jpg/1/w500.png (http://g.imageshack.us/img23/ijennirwana2.jpg/1/)
Freezy89 February 26th, 2009, 06:34 AM :)Aq koq nemu ini
http://img23.imageshack.us/img23/7866/ijennirwana.jpg (http://imageshack.us)
diambil dari http://rdestyan.blogspot.com/2008/08/ijen-nirwana-residence-extension-of.html
Iya, maksudq taman2 ya itu, kalo malem lampu2nya emg bagus...
Rumah yg ada di foto itu mnurutq cuma rumah contoh solanya jumlahnya cm 1-2 unit aja.
Aq udh lama sih gak jalan2 ke proyek ini, dulu pas awal2 banyak banget penduduk sekitar yang jalan2 ke sini. Karena rame banget, akhirnya security di situ kayak membatasi orang yg "tidak berkepentingan" bwt masuk ke situ.
hermawan February 26th, 2009, 06:48 AM ^^Progresnya koq lemot ya, apa nggak laku karena untuk ukuran Malang terlalu mahal
Freezy89 February 26th, 2009, 08:56 AM Yaa....skrng kan lagi krisis global.
Mahal? Emg brp? Araya aja masi laku...
hermawan February 27th, 2009, 02:13 AM Kalo aq punya duwit, mau beli 1 unit he.. he.. he.. Yang paling murah 800 jt + PPN ya kira-kira butuh 1 M lah.:)
Kalo dari bundaran Ijen, boulevardnya diterusin sampai Raya Langsep, oh .. betapa makin cantiknya Malang:)
Malang mungkin nggak perlu skyscraper, yang penting landscapenya indah, hi-rise building cukup di Surabaya aja.
http://img407.imageshack.us/img407/5408/ijen2.jpg (http://imageshack.us)
http://img407.imageshack.us/img407/ijen2.jpg/1/w772.png (http://g.imageshack.us/img407/ijen2.jpg/1/)
hermawan February 27th, 2009, 04:12 AM Seperti ini mungkin bisa nyambung sampe Raya Langsep
http://img514.imageshack.us/img514/5471/ijen3.jpg (http://imageshack.us)
http://img514.imageshack.us/img514/ijen3.jpg/1/w325.png (http://g.imageshack.us/img514/ijen3.jpg/1/)
Freezy89 February 27th, 2009, 07:20 AM ^^
Kalo aq punya uang aq jg pengen beli lah...Kayaknya Ijen Nirwana hijau bahet ya...kalo gak salah 21 ha untuk 48 rumah..
Iya, menurutq malang butuh lbh banyak boulevard, di surabaya aja banyak banget...
hermawan February 27th, 2009, 08:20 AM ^^eits sorry, harganya bukan segitu.
Nih rinciannya
Type paling kecil.
Type AMARYLLIS lt./lb. 210/228 harga Rp. 1.450.350.000
Type ACACIA ltt/lb. 150/150 harga Rp. 973.350.000
Ada beberapa tipe lagi tipe 300/450, 350/800 dan cottage dengan minimal luas mulai 1.000 m2. Harga paling mahal 7 M:ohno:, semua harga belum termasuk PPN. Bukan 48 unit, tetapi 191 unit.
Konon, rumah ini cukup laku, pada saat pre lounching langsung dapat 8 pembeli (artinya paling sedikit 8 M udah dikantong):nuts: Ini bukan promo loh:). Biar itu pekerjaan Feny Rose ama ibu Eveline Setyawan aja:):):)
Freezy89 March 1st, 2009, 02:42 AM Kmrn aq liat iklan ijen nirwana di kompas,
di situ ada foto jogging track...jembatan shelter...
Apa ya jmbatan shelter itu?
@hermawan: Kok jd qta berdua aja yang ngobrol?
hermawan March 2nd, 2009, 02:33 AM ^^Iya nich! yang lain sepi2 aja, terutama forumer yang menetap di Malang.
Ampelio March 3rd, 2009, 03:39 AM http://img407.imageshack.us/img407/5408/ijen2.jpg (http://imageshack.us)
http://img407.imageshack.us/img407/ijen2.jpg/1/w772.png (http://g.imageshack.us/img407/ijen2.jpg/1/)
Struktur jaringan jalan di kota Malang betul2 indah dan well-organized :okay:
gantengscool March 3rd, 2009, 03:43 AM .
lumayan awal yg bagus, klo udah ada 2 forumer, minimal sudah terjadi dialog.
Apalagi klo ditambah Up Date pic2, akan menambah rame dan rasa keingintahuan terhadap thread ini.
Go go Malang !
hermawan March 3rd, 2009, 05:02 AM Kmrn aq liat iklan ijen nirwana di kompas,
di situ ada foto jogging track...jembatan shelter...
Apa ya jmbatan shelter itu?
@hermawan: Kok jd qta berdua aja yang ngobrol?
Jembatan Shelter kurang tau ya, mungkin antisipasi kalo ada busway he...he..he..
Oia... denger2 mereka udah jual cluster kedua (green trees), apa berarti cluster pertama (green leaf) udah laku semua ya:).
Freezy89 March 3rd, 2009, 07:44 AM @Ampelio: Nggak ada komentar bwt foto2 yang udh aq post nih?
Jungle_surf March 5th, 2009, 07:18 AM Seperti ini mungkin bisa nyambung sampe Raya Langsep
http://img514.imageshack.us/img514/5471/ijen3.jpg (http://imageshack.us)
http://img514.imageshack.us/img514/ijen3.jpg/1/w325.png (http://g.imageshack.us/img514/ijen3.jpg/1/)
sorry oot dikit
wakakakakakakak...gw pernah kena tilang polisi di daerah situ .... :lol:
gak tau juga yah...padahal waktu itu pas hari minggu... :nuts:
hermawan March 11th, 2009, 05:25 AM :):)Ditilang polisi di Ijen itu apes, kalo apes ada di mana-mana
@ampelio : stuktur jalan di Malang memang indah dan well organized peninggalan kolonial. Tapi itu dirancang pemerintah kolonial hanya untuk maksimal 500 ribu jiwa penduduk. Sekarang dengan 800 ribuan penduduk, daya dukung Malang udah mulai lemah, jalan-jalan sudah mulai terasa padat, taman-taman kota berkurang. Salah satunya MOG dan MATOS itu didirikan di green area sehingga sangat mengurangi lahan hijau di tengah kota.
Oleh karena itu kompensasinya pemkot seharusnya banyak-banyak melebarkan jalan, bikin jalan baru (termasuk outering road), perbanyak taman kota dll, sehingga Malang tetap punya daya saing baik untuk menarik investor maupun wisatawan baik wisman maupun wisnus:)
Nggak ada jeleknya Bung Inep belajar sama Walikota Solo, Makassar, Manado, Balikpapan, Batam gimana sih menarik investor itu. Terlepas dari krisis global , kalo ngliat perkembangannya sekarang, ibarat mobil, Malang sekarang cuma jalan 20km perjam, Solo 110 km, Manado 100 km, thread ini sepi karena sangat sedikit proyek besar ada di Malang (nggak ada office building, apartemen dll) beda dengan tahun 80an, untuk ukuran kota di Indonesia Malang leading.
sbyctzn March 11th, 2009, 06:22 AM Kalo aq punya duwit, mau beli 1 unit he.. he.. he.. Yang paling murah 800 jt + PPN ya kira-kira butuh 1 M lah.:)
Kalo dari bundaran Ijen, boulevardnya diterusin sampai Raya Langsep, oh .. betapa makin cantiknya Malang:)
Malang mungkin nggak perlu skyscraper, yang penting landscapenya indah, hi-rise building cukup di Surabaya aja.
http://img407.imageshack.us/img407/5408/ijen2.jpg (http://imageshack.us)
http://img407.imageshack.us/img407/ijen2.jpg/1/w772.png (http://g.imageshack.us/img407/ijen2.jpg/1/)
totally agree, biarkan Malang alami seperti adanya, Malang itu kota plesirnya orang surabaya, kalau banyak dibangun skyscraper tar malah jadi bosen. malang itu top markotop alamnya...., mmmmmmmmmm......
Freezy89 March 12th, 2009, 01:10 PM Eh, aq dapet ini dari forum "Malang city please..."
Malang seeks Rp 11b more for highway
Wahyoe Boediwardhana, , THE JAKARTA POST, , MALANG | Sat, 02/28/2009 2:23 PM | The Archipelago
Malang regency administration is seeking a further Rp 11 billion (US$932,203) to finance land acquisition deals in its contribution to the south-coast highway project.
The project has been hindered by financial, geographical and administrative difficulties.
Malang public works office head M. Anwar on Thursday said the funds were needed to pay for land belonging to local residents, the Navy and state-owned forestry company PT Perhutani, for the planned construction of 61 more kilometers of road in the southern part of the regency.
In total, Malang has to prepare land for the construction of a 124-kilometer stretch of the highway, with 115 hectares of land acquired for it so far, costing the administration some Rp 11.8 billion so far.
"We hope land prices do not rise again this year so the regency can afford to buy the land with money allocated from the budget," Anwar said.
Only 3.73 kilometers of the planned 124-kilometer highway section has been completed so far, he said.
The financing of the highway project had not been audited by the Supreme Audit Agency because the project was still under way, Anwar said.
While the regency administration did not know where it would get the funds, he said, it was in the interests of all parties including the East Java administration to speed up the project to open up isolated areas, alleviate poverty and spur economic growth in the south-coast region.
President Susilo Bambang Yu-dhoyono recently asked newly-installed governor Soekarwo to make the mega project his priority to allow regions in Java's south to catch up with the north which is home to a number of industrial zones stretching from Bekasi in West Java to Semarang in Central Java and Surabaya in East Java.
Anwar denied that the slow work so far had been caused by the soaring property prices, saying that the regency government was running short of funds to acquire land.
"If the funds are available, the land clearance can be resumed but if it doesn't happen, the project will be suspended," said Anwar.
The provincial public works office recently admitted that work on the Rp 3.1 trillion highway project had been slow, blaming increasing land prices, geographical difficulties, complications in obtaining permits from PT Perhutani and the Forestry Ministry, and the soaring prices of construction materials.
The mega-project which began in 2002 aims to eventually construct a 627 kilometer long highway stretching from Ketapang in Banyuwangi in the east, to Pacitan regency in the west and is slated for completion by 2012. So far, with technical, financial and administrative problems, only 47 kilometers of the road has been built. The project has been jointly financed under the State budget, provincial budget and the regency budgets.
Freezy89 March 13th, 2009, 11:46 AM Bandara Abdulrachman Saleh Tambah Jadwal Penerbangan
TEMPO Interaktif , Malang: Bandara Abdulrachman Saleh Malang akan menambah dua jadwal penerbangan jurusan Malang-Jakarta. Penerbangan ini tengah diajukan oleh Garuda Indonesia dan Batavia Air.
Selama ini, sehari ada tiga kali penerbangan jurusan Malang-Jakarta, dua penerbangan oleh Sriwijaya Air dan Garuda Indonesia satu kali penerbangan. Kepala bidang sarana dan keselamatan transportasi Dinas Perhubungan dan Informatika Kabupaten Untung Sudarto mengatakan Batavia Air talah memiliki ijin penerbangan di Malang.
Kini, manajemen Batavia Air tengah mengajukan usulan waktu penerbangan melalui Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdulrachman Saleh. Disesuaikan dengan jadwal latihan penerbangan tempur yang dilakukan TNI Angkatan Udara.
Sebab, selama ini penerbangan di Malang masih menggunakan fasilitas TNI Angkatan Udara. Direncanakan penerbangan perdana Batavia Air pada 18 Maret mendatang menggunakan pesawat jenis Boeing 737 seri 300. “Jangan sampai penerbangan komersial mengganggu penerbangan pesawat tempur,” katanya, Jumat (6/3).
Sementara, rencana Garuda Indonesia menambah penerbangan Malang-Jakarta tengah mengajukan penambahan jadwal penerbangan. Penambahan jadwal penerbangan Garuda, kata Untung, berdasarkan jumlah penumpang selama dua bulan penerbangan di Malang selalu memenuhi target keekonomisan.
Rata-rata jumlah penumpang 80 persen lebih dari kapasitas tempat duduk yang tersedia. Ia memperkirakan, kini para penumpang asal Malang, Blitar dan Kediri mulai beralih menggunakan penerbangan di Malang.
“Penerbangan di Malang tetap menjanjikan. Selama tiga kali jadwal penerbangan di Malang jumlah penumpang selalu penuh,” katanya. Apalagi, selama ini Garuda Indonesia juga memiliki segmen penumpang tersendiri. Buktinya, meski Garuda membuka rute penerbangan di Malang-Jakarta, penumpang Sriwijaya Air juga tetap melebihi kuota yang ditentukan.
Pembenahan fasilitas bandara juga akan dilakukan di antaranya pengadaan alat bantu pendaratan instrumen ruang tunggu, apron, dan taxiway (jalan penghubung antara landas pacu dengan apron, hanggar, terminal, atau fasilitas lain di sebuah bandar udara). Perluasan ruang tunggu hingga seluas 600 meter persegi dan mampu menampung 300-400 orang penumpang, dianggarkan sebanyak Rp 300 juta.
pecinta_surabaya March 15th, 2009, 05:29 PM Eh,mo nanya boleh??
Hotel keluarga yg murah deket stasiun malang apa ya?? 100rb-150rb gt..
Sory klo OOT..
:D
hermawan March 17th, 2009, 08:40 AM ^^kalo budget segitu, bisa ditengok di jalan Pajajaran, kurang lebih 100 m dari stasiun ke arah utara, belok kiri, ada beberapa hotel, cuma aq lupa nama hotelnya. coba deh
Freezy89 March 17th, 2009, 05:14 PM ^^
Di jl dr cipto tepatnya depan smpn 3 ada hotel gajahmada graha,
Lumayan bagus tp aq gk bgtu tau harganya. Gk bgtu jauh dari stasiun.
Kalo gak gt di jl trunojoyo ada hotel emma n setiabudi, tapi gak njamin deh...
Ato mw hotel tugu di deket balaikota...
hermawan March 18th, 2009, 03:10 AM Batavia Pastikan Terbangi Lagi Rute Malang 18 Maret
Maskapai Penerbangan Batavia Air, akhirnya memastikan diri untuk terbang kembali setelah sempat vakum beberapa waktu. Rencananya Rabu (18/3) besok, menjadi agenda terbang pertama Batavia setelah penerbangan perdana pada 16 Januari lalu.
Penerbangan kali ini berbeda jadwal dengan penerbangan sebelumnya. Pada penerbangan perdana lalu, jadwal penerbangan Batavia Malang Jakarta pukul 11.30 WIB sementara yang baru pukul 12.30 WIB.
‘’Penerbangan kami efektif dilakukan Rabu 18 Maret mendatang dan kami sangat siap untuk penerbangan besok,’’ ungkap District Manager PT Metro Batavia Sales Office Malang, Willy Ivan Trinadi dikonfirmasi via ponselnya kemarin.
Dalam rilis resmi Batavia Air disebutkan, merujuk surat dari Mabes TNI AU no B/145/30/26/Sopsau dan surat dari Departemen Perhubungan Udara No AU/1883/DAU.280/09 perihal izin terbang dan rute, maka penerbangan pun efektif dilaksanakan Rabu besok.
Sementara terkait kendala belum terbangnya Batavia selama ini menurut Willy, lebih dikarenakan keinginan Batavia untuk memberikan pelayanan yang terbaik, sehingga harus ada persiapan yang lebih matang lagi.
Untuk rute Jakarta – Malang, Malang – Jakarta ini, Batavia menggunakan pesawat jenis Boeing 737 seri 300 dengan kapasitas penumpang 144 orang penumpang ekonomi. Untuk harga promo saat ini, harga termurahnya Rp 307 ribu.
‘’Saat ini okupansi kami sudah mencapai 80 persen untuk penerbangan 18 Maret besok,’’ tandasnya.
Dalam penerbangan pertama besok, menurut Willy, tidak ada seremonial khusus sebab upacaranya sudah dilaksanakan sebelumnya.
Sementara itu di tingkatan agen, tiket Batavia sudah mulai ditawarkan sejak Minggu lalu. Sayangnya masyarakat kurang memberi respon khususnya untuk penerbangan Rabu besok.
‘’Bisa jadi masyarakat masih ragu, apa benar Batavia terbang lagi, sebab sebelumnya sempat terhenti. Apalagi penerbangan pertamanya juga dilakukan pada hari biasa bukan weekend atau long weekend,’’ ungkap Manager Haryono Tours and Travel Erna Hastining kepada Malang Post.
Namun dia memprediksi, penerbangan akan ramai pada minggu depan. Sebab ada long weekend pada 26 Maret mendatang, karena libur nasional. (oci/avi) (Lailatul Rosida/malangpost)
aprillio March 18th, 2009, 05:27 AM ^^
Di jl dr cipto tepatnya depan smpn 3 ada hotel gajahmada graha,
Lumayan bagus tp aq gk bgtu tau harganya. Gk bgtu jauh dari stasiun.
Kalo gak gt di jl trunojoyo ada hotel emma n setiabudi, tapi gak njamin deh...
Ato mw hotel tugu di deket balaikota...
hotel emma lumayan bersih dan nyaman kok lagian akses kemana2 juga mudah,dan ga mahal juga hotelnya...yang punya masih sodara temen gw soalnya :lol:
hermawan March 18th, 2009, 07:08 AM ^^Di jalan Patimura ada juga hotel Helios, di Jl. Thamrin ada hotel Palem I, dari stasiun naik becak kira-kira cuma Rp. 5.000,-an lah
hermawan March 19th, 2009, 05:49 AM Batavia Air Diback Up Tiga Kapten
Kamis, 19 Maret 2009
PAKIS | SURYA-Setelah sempat vakum terbang hampir tiga bulan, Batavia Air kembali menerbangi rute Malang-Jakarta PP mulai Rabu (18/3) dengan armada Boeing 737-300. Penerbangan ini langsung dikawal tiga kapten, masing-masing Kapten Setio Budi, Kapten Jatmiko dan Kapten Norman Kusumanugraha yang juga menjabat Manajer Operasional Batavia Air.
Pada penerbangan dari Jakarta kemarin, Batavia membawa 68 penumpang ke Malang. Mereka berangkat dari Bandara Soekarno Hatta pukul 10.40 WIB. Sedang dari Malang ke Jakarta dibawa sekitar 60 penumpang.
Norman menjelaskan, saat ini, Batavia sedang berusaha memperbaiki ketepatan jadwal terbang (On Time Performance) yang masih di bawah 80 persen. “Telat terbang 15 menit saja sekerang sudah dianggap delay. Jika terjadi penundaan terbang lebih dari satu jam, kami akan memberikan kompensasi sesuai kebutuhan penumpang saat itu,” terangnya.
Kadisops Lanud Abd Saleh, Kol (Pnb) Ismet Saleh menjelaskan, medan udara di Malang lebih berat daripada lainnya karena dikelilingi banyak gunung. Karena itu, dibutuhkan pilot senior berpengalaman. Maskapai Garuda Indonesia yang menerbangi rute ini juga mengerahkan pilot seniornya untuk rute Malang-Jakarta PP.
“Sesuai hasil survei potensi penumpang dari Malang mencapai 600 penumpang/hari. Kalau diterbangi dengan lima kali penerbangan masih bagus potensinya,” katanya.
Saat ini, Sriwijaya Air sudah terbang dua kali sehari, Garuda terbang sekali dan ditambah Batavia Air satu kali. Namun demikian fasilitas ruang tunggu yang ada masih sangat sempit.vie
Ampelio March 19th, 2009, 06:31 AM ...penasaran kenapa operator2 hotel dengan brand international tidak masuk Malang?
Novotel, Ibis, Sheraton, Hyatt, JW Marriott, Shangrilla, Sahid, Aston dll. semua ada di Surabaya atau paling tidak pernah eksis di Kota Pahlawan itu.
...kapan ni giliran Malang, Jatim's second city? :)
Freezy89 March 19th, 2009, 06:51 AM ^^
Menurutq Malang kayaknya emg blm potensial kalo bwt jaringan hotel internasional...hotel2 yang udh ada kayaknya tingkat okupansi-nya belum bgtu tinggi. Selaen itu untuk konsumen, khususnya asing, juga blm bgtu banyak.
Tentang ruang tunggu bandara Abd. Saleh, mnurutq emang sangat perlu direnovasi karena kecil dan sumpek. Terutama kalo waktu-waktu banyak penumpang.
Freezy89 March 19th, 2009, 06:52 AM -Sorry, double post-
sbyctzn March 19th, 2009, 11:35 AM Katanya rencana mau dibangun total Terminal Baru Bandaranya?
Gmn kabarny? Ada DED resmi? Ada berita?
I Hope Malang bisa segera punya Bandara Internasional, jangan mau kalah sama Solo donk...
pecinta_surabaya March 19th, 2009, 02:37 PM ...penasaran kenapa operator2 hotel dengan brand international tidak masuk Malang?
Novotel, Ibis, Sheraton, Hyatt, JW Marriott, Shangrilla, Sahid, Aston dll. semua ada di Surabaya atau paling tidak pernah eksis di Kota Pahlawan itu.
...kapan ni giliran Malang, Jatim's second city? :)
Mungkin krn wisatawan yg ada di malang hanya wisatawan domestik,jd hotel dgn harga menengah ke atas belum laku.. :)
Klo di surabaya banyak pebisnis/pejabat/caleg,dan mreka lebih suka di hotel bintang 5..
:cheers:
hermawan March 20th, 2009, 03:06 AM ^^Potensi Malang sebenarnya sangat besar, baik sebagai kota pariwisata, industri dan pendidikan (Tri Bina Cita). Problem Malang dari dulu hingga saat ini aq kira adalah Malang tidak pernah memiliki walikota yang memiliki visi dan enterpreneurshipnya kuat, kota ini lemah dalam daya saing (infrastruktur, image, marketing dll). Di tahun 1970-1980an posisi Malang sangat kuat sehingga mungkin menjadi salah satu 10 kota besar di Indonesia. Kini posisi itu melorot terus disaat kota lain justru tumbuh pesat (lihat thread Solo, Semarang, Yogya, Balikpapan, Palembang dll).
Ebek21 March 22nd, 2009, 07:54 AM PROYEK JLS - Dewan Minta Dukungan
SURABAYA – DPRD Jatim melayangkan permintaan pada Departemen Pekerjaan Umum (PU) untuk memberi dukungan lebih terhadap penyelesaian Jalur Lintas Selatan (JLS). Pembangunan jalan tersebut terhambat karena keterbatasan dana.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Jamal Abdullah Alkatiri mengatakan, saat ini pemerintah perlu mengalihkan fokus pembangunan pada JLS. Proyek jalan sepanjang 627 km itu berlangsung sangat lambat karena tersendatnya dana. “Kami meminta secepatnya agar Departemen PU segera mengutamakan JLS,” terangnya, Sabtu (21/3).
Hingga kini, kepastian pencairan anggaran hanya diperoleh untuk jalur Pacitan-Trenggalek sebesar Rp 315 miliar. Dana tersebut cair secara keseluruhan sehingga pihaknya bisa menargetkan tuntas hingga 2010 mendatang. Untuk JLS, tahun 2009 ini pemerintah pusat menjanjikan anggaran Rp 120 miliar sedangkan pemprov Jatim menganggarkan dana sekitar Rp 36 miliar.
Kegiatan pembangunan yang macet di antaranya jalur yang menghubungkan kabupaten Banyuwangi hingga Kabupaten Trenggalek. Proyek JLS ini menghubungkan 8 kabupaten/kota yang ada di Jatim yaitu Banyuwangi, Jember, Lumajang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Malang dan Pacitan.
Permintaan pengalihan tersebut sangat wajar karena proyek prestisius lainnya yakni Jembatan Suramadu sudah hampir diselesaikan tahun ini. Selain itu, Jamal mengatakan sudah seharusnya pemerintah memfokuskan pada program pemeliharaan bukan pembangunan seperti jembatan.
Permintaan ini sendiri sudah disampaikan secara langsung saat Komisi D ke Departemen PU beberapa waktu lalu. Sejumlah anggota komisi seperti Jamal Abdullah Alkatiri (FPPP), Edy Wahyudi (Fraksi Golkar), Islan Imbata (FPDIP), Harsono (F Golkar) dan Edy Wahyudi (FPDIP) bertemu untuk meminta percepatan tersebut.
Taken from Surabaya Post, Mar 22, 2009
Freezy89 March 23rd, 2009, 10:12 AM Taken from jawapos...
Terminal Modern Baru Masuki Tahap I
MALANG - Keinginan masyarakat Kota Malang untuk segera melihat Terminal Arjosari menjadi terminal modern tampaknya masih harus tertunda. Pasalnya, hingga saat ini pengajuan perubahan status terminal dari tipe B menjadi tipe A masih masuk tahap I. Padahal, untuk lolos, ada tiga tahap yang harus dilewati.
Kadishub Pemkot Malang Pait Al Wiyono mengatakan, melihat proses tersebut, perombakan Arjosari menjadi terminal modern masih cukup lama. Paling cepat akhir 2009. Saat ini pengajuan masih masuk tahap I atau pengajuan ke Dishub Jatim. "Pengajuan sudah kami layangkan pertengahan Februari lalu dan sudah masuk tahun anggaran Dephub pada 2009," ujar dia.
Begitu pengajuan lolos, pemkot langsung merancang DED (detail engineering design) atau pradesain. Lengkap dengan kejelasan status lahan serta sertifikatnya. Termasuk jenis angkutan yang beroperasi di Terminal Arjosari. Baik kendaraan umum, kendaraan sewa, maupun angkutan antarjemput (AAJ). "Dokumen itu untuk memastikan bahwa lahan Terminal Arjosari benar-benar aset pemkot," ucap Pait.
Wacana perubahan status Terminal Arjosari tersebut dilontarkan Kadishub dan LLAJ Provinsi Jatim Hary Soegiri awal Februari lalu, ketika berkunjung ke Malang. Hary mengungkapkan bahwa Malang termasuk salah satu sasaran pengembangan terminal. Bahkan, pemerintah pusat telah menyediakan dana Rp 40 miliar yang dianggarkan dalam APBN 2009 untuk proyek tersebut. "Memang seperti itu. Tetapi pemkot juga harus mematuhi aturan dan serangkaian persyaratan," ungkap pait, yang juga mantan kadis parinkom (sekarang disbudpar).
Jika berhasil lolos, Terminal Arjosari akan menjadi terminal terpadu. Artinya, tidak hanya berfungsi sebagai tempat menaikkan atau menurunkan penumpang, tapi juga sebagai sentra pengembangan UMKM (usaha mikro kecil menengah). Bahkan, semua penyedia jasa angkutan bakal menggunakan smart card berbasis IT (information technology). "Konsep dasarnya nanti adalah terminal terintegrasi untuk semua jasa angkutan dan usaha kecil," tandas Pait. (nen/yn)
:ohno::ohno::ohno:
sbyctzn March 23rd, 2009, 10:46 AM Sip... Mantab punya!!!
Semoga bisa seperti Terminal Purabaya, modern, bersih, teratur, besar, ada LCD screen jadwal keberangkatan bus lho...
Ayo jangan mau kalah sama Purabaya...
Agar bisa bersinergi, Surabaya dan Malang, kalau perlu Jember juga harus direnovasi tuh, biar punya tiga basis transportasi darat yang kuat untuk ukuran lokal, Sby, Mlg, dan Jbr.
Teman-teman di Malang ada yang bisa update progress kontruksi baru universitas Brawijaya yang lumayan besar itu? Yang ada di seberangnya Poltek negeri Malang.
Oh ya kalau perlu Poltek Negeri Malang juga layak di update, kan besar juga tuh...
Kalau bisa juga update pic arena Velodrome dan BMX itu loh...
Juga MOG, kompleks Olahraga, Mall, Hotel, dan Apartemen yang terintegrasi menjadi satu dan pertama kali di Indonesia..
Ayo donk, semangat forumer Malang... Banyak sebenarnya project-project high class yang perlu diupdate.. Sayang banget jika tidak di post disini.. Biar Indonesia tahu bagaimana Malang Itu..
OK?
Soalnya kemarin waktu saya ke Malang, dan muter-muter, lumayan banyak project yang harus diupdate tapi saya lupa tidak bawa kamera.
@freezy89:
domisili kamu Malang ya? Bisa donk mewakili arek-arek Malang untuk menjadi duta cyber dengan mengupdate secara kontinyu project di Malang? Soalnya kalau saya, tidak bisa kontinyu, karena domisili saya di surabaya, mungkin hanya sesaat kalau mampir ke Malang akan saya bantu meramaikan thread ini dengan mengupdatenya.
Itu project kontruksi baru di Unibraw apa kabarnya?
Oh ya tahu lokasi Arena Velodrome itu dimana lokasinya? Bisa kasih tau ancang-ancangnya kalau dari Jalan masuk Malang yang ada flyover panjang banget itu?
Freezy89 March 23rd, 2009, 10:59 AM ^^
Yang diseberang poltek negeri malang itu bukan proyek UB, tapi Islamic Trade Center, skitar 7 lantai. Kmaren ada kok forumer dari mlg yg janji mw update proyek ini, aq lupa siapa, tp belum di-update sampe skrng.
Kalo proyek MOG...kayaknya saat ini yang lagi jalan cuma pembangunan gedung kartini n kolam renang. Malang International Hotel kayaknya masih pending...
@sbyctzn: Yupz, aq asli mlg. Tapi aq lg kul d sby n jarang2 pulang...:)
Kalo ada kesempatan ntar aq update proyek2 itu.
Velodrome ya...dari fly over panjang itu, belok kiri (jangan naik fly over).
Setelah itu ada pertigaan, kalo lurus ke terminal arjosari, dari sini kita belok kanan. Setelah itu lurruuuussssss aja ikuti jalan. Ntar ada bunderan gede itu juga lurus aja sampai ketemu lapangan rampal. Gk mungkin kelewat nih lapangan rampal, gede banget n ada di sebelah kiri kita. Tepat setelah lapangan ini ada perempatan. Dari sini belok kiri n lurrruuuusssss terus sampe ada gapura "Perumahan Sawojajar". Dari situ aq gak bgtu tau coz jalan di perumahan ini agak mbulet. Dari sini kamu tanya2 aja yaa....:lol:
Freezy89 March 23rd, 2009, 11:02 AM Berita ttg Lanud Abd Saleh....(26 Feb)
Pemkot Malang usul Abd Saleh untuk layani haji
MALANG: Pemkot Malang mengusulkan Bandara Abd. Saleh Malang digunakan untuk lokasi pemberangkatan haji (embarkasi) asal Malang dan sekitarnya, jika landasan pacu jadi diperpanjang dari 1.950 meter menjadi 2.450 meter.
Peni Suparto, Walikota Malang, mengatakan dengan perpanjangan landasan pacu Bandara Abd Saleh, maka bandara yang berlokasi di Kec. Singosari, Kab. Malang tersebut bisa digunakan untuk pendaratan pesawat jet besar, dengan aman.
"Jika embarkasi haji dari Malang direalisasikan, terutama untuk melayani Jatim bagian timur, maka pemberangkatan haji di Jatim tidak terkonsentrasi di Juanda Surabaya, ini mengurai satu permasalahan seputar haji," kata Peni, kemarin.
Untuk sarana pendukung, lanjut dia, Pemkot Malang siap mendukung antara lain dengan pembangunan asrama haji di Kec. Kedungkandang.
"Di sana masih tanah kosong dengan harga tanah yang masih wajar." Selain itu, Pemkot juga siap melebarkan jalan sepanjang bandara menuju asrama haji, yakni dari Jl Ki Ageng Gribik-Jl Mayjen Sungkono, meski di sepanjang jalan tersebut sudah menjadi wilayah permukiman padat.
Hary Soegiri, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, beberapa waktu lalu mengatakan pada 2009 Bandara Abd Saleh kembali mendapatkan kucuran dana yang bersumber dari APBD dan APBN sebesar Rp54 miliar untuk berbagai kegiatan proyek fasilitas penunjang.
Arah dari pembenahan bandara tersebut, pemindahan terminal maupun seluruh operasional bandara untuk penerbangan sipil akan dialihkan ke enclave sipil.
Pada 2009 pengembangan bandara untuk enclave sipil diarahkan pada pembangunan taxi way dan apron, jalan masuk, terminal, gedung operasional, lapangan parkir, dan pengadaan instrument landing system (ILS). Pembangunan taxiway dan apron pada 2009 mendapatkan kucuran dana Rp15 miliar dari pemerintah pusat, selain Rp10 miliar berupa pengadaan ILS.
Sedangkan Provinsi Jatim, lanjut dia, akan mengucurkan dana Rp19 miliar untuk pembangunan jalan masuk.
Pemkab Malang mengucurkan dana Rp10 miliar untuk pengadaan tanah jalan masuk bandara, lapangan parkir, terminal dan lainnya.(K24)
BISNIS INDONESIA
sbyctzn March 23rd, 2009, 11:31 AM Boleh juga update:
Kompleks Univ. Muhammadiyah yang supergede beserta Dome ny..
Universitas apa itu namanya? Yang berbau-bau china itu lho... Katanya cabang dari Univ. Yang ada di China dan katanya investornya juga dari sana langsung.. Apa? Univ. Mangchu? Hehe3x... Lupa...
Itu juga lokasinya dimana?
Ayo siapa yang mau update? Banyak sekali lho sebenarnya.. Malang juga tidak kalah pembangunannya..
Freezy89 March 23rd, 2009, 11:42 AM ^^
Itu Universitas Ma chung boz....
Tapi kalo Universitas Ma Chung n Unmuh itu proyeknya udh pada jadi lho, lg gk ada proyek yg u/c. Unmuh ada sih, yg rumah sakit itu, tapi aq tanya temenq di unmuh katanya blm mulai. Tapi kalo pengen tau gambarnya gpp...kapan2 aq foto. Tapi mungkin lebih pas-nya kalo di-post di forum nusantara...
Universitas Ma Chung dibangun oleh alumni2 SMA Ma Chung (skng jadi SMAN 5), Alimni SMA ini ada di berbagai pelosok "bumi" sampe ke cina...gitu critanya. Letaknya ada di kawasan villa puncak tidar, perumahan elit di sebelah barat malang.
Freezy89 March 23rd, 2009, 11:50 AM -Sorry,double post (again)-
sbyctzn March 23rd, 2009, 11:52 AM @freezy89:
weleh arema kuliah di Sby ya? Kuliah dmn? Salam kenal brother... Aq kul d unair tingkat 3.
Andai saja ya bro.. Bonek dan Aremania bisa akur ya, seperti pembangunan Surabaya dan Malang yang bersinergi tidak overlaping, pembangunan kota yang punya karakter dan fungsi sendiri-sendiri sehingga tidak overlaping...
Impianku Semua Arek Malang dan Arek Suroboyo bisa akur dan tentrem.. Sebenarnya jujur aja yang punya jiwa Bonek, bangga juga punya saudara sedaerah (Jatim) Aremania yang begitu luar biasa mensupport Arema..
Itu sebenarnya jika dikelola dengan baik bisa menjadi potensi yang luar biasa.. Dengan ciri khasny..
Oh jadi Arena Velodrome itu lokasinya ada di Perum yang super duper gede Sawojajar itu ya?
Kalau Univ. dari China itu dmn? Tau?
Freezy89 March 23rd, 2009, 11:52 AM -Sorry,double post (again)-
sbyctzn March 23rd, 2009, 11:59 AM Yang aku suka dari kota Malang itu kota yang damai suasananya..
Terrain kotanya berliku-liku, berlembah-lembah.
Teratur, bersih, sejuk, teduh..
Unik.....
Pokoknya berkarakter banget tata kotanya
Sayang slogannya udah kepakai Singapur.. Bisa untuk Branding Kota Malang... Yaitu "Uniquely"
Freezy89 March 23rd, 2009, 12:01 PM Salam kenal jg, Aq di ITS...tingkat 2.
Iya...knp bonek n arema harus musuhan...akur kan enak. Apalagi sama2 jatim n jaraknya g jauh.
Yupz, velodrome di sawojajar. Kalo Ma chung udh aq jawab di post sebelumnya..
sbyctzn March 23rd, 2009, 12:19 PM Iya, padahal sama satu daerahnya.. Kenapa harus bertikai... Aq ingin suatu saat mereka bisa akur.. Sebenarnya kalau ada yang tidak akur padahal satu daerah aq itu sangat tidak suka..
Padahal kan bisa saling membanggakan..
Ambil apa bro di ITS? Kost dmn?
Aq biasa post gambar project yg ada di SBY...
Kok yg di Malang gak ada ya yg secara kontinyu biasa post update landmark-landmark di Malang..
Sayang banget padahal buanyak yang belum sempat ke post di thread ttng Malang.
Gpp bro... Picture tentang Malang dipost dua kali di Thread Contruction sama Nusantara.. Biar sama-sama tau...
OK?
Freezy89 March 24th, 2009, 04:18 AM Jadi ngobrol nih, hehe...
Aq di Tek Industri. Kosq di daerah gebang,dkt2 ITS situ...
Klo kamu apa?
Kmrn ada kok forumer dari mlg, rumahnya d sekitar sukarno hatta. Aq lupa siapa, tapi ada kok di post2 sblumnya. Katanya mau update proyek d dpn poltek mlg. Mungkin masih sibuk.
Ok, kalo gt ntar di post 2x di sini n nusantara...
hermawan March 24th, 2009, 05:04 AM ^^Dulu Arema dan Surabaya berantem itu karena ada salah satu media di jatim dan salah satu oknum pengurus Persebaya yang suka ngompor-ngomporin suporter terus.
Waktu zaman kompetisi Galatama, hampir semua orang Malang mencintai NIAC Mitra Surabaya loh. kami ngefans berat sama Joko Malis, Fandy Ahmad, Wayan Diana, David Lee, Tommy Latuparisa dll. Kalo nggak percaya, tanya deh sama kakak-kakaknya yang pernah menikmati atmosfir tahun 1980an.
Mudah-mudahan sekarang Malang-Surabaya kembali rukun kembali. Orang Malang bangga punya metropolitan Surabaya dan orang Surabaya mencintai Malang.
Oya, forumer Malang sepi apa karena SSC ini kurang Populer di Malang. Coba deh Mas Freezy beritahu anak-anak yang lain. Terus terang aq ngiri sama threads nya Solo, Bandung dll. anak-anak disana sangat aktif dan militan.
sbyctzn March 24th, 2009, 05:23 AM @freezy89:
Kenal sama yg namanya Widya Aulia Rufaida? Anaknya angkatan akhir, Salam ya Bro buat dia klo kmu kenal, dari Anak Komunikasi Unair... Aq kenal baik sama dia..
Btw Malang dengar-dengar gosip mau bangun Bandara Baru ya?
Benar tidak sih kabar itu?
Saya berharap sih Malang segera punya Bandara Internasional baru..
Masak kalah sih sama Solo.. Padahal prospektif kedepannya juga sangat besar...
Dari Bappeko Malang ada proyek pemerintah apa nih? Ada tidak? Kota sebesar Malang masak dari Pemkot tidak punya mega project lagi? Apa masih bernafas dulu ya, setelah menyelesaikan mega project komplek olahraga Olimpic Garden (Gajayana Stadium)?
Malang sangat lengkap yah fasilitas olahraganya, di komplek MOG, velodrome, BMX, dll...
Kedepannya akan banyak muncuk bakat-bakat muda yang akan menjadi bintang..
Aktifitas sore hari di komplek MOG sudah sangat ramai.. Warga benar-benar memanfaatkan fasilitas yang ada.. Pemandangan yang biasa terlihat di luar negeri.
Ada yang bermain tennis, anak-anak muda bermain basket, volly, dan sepakbola... Orang tua jogging di jalan seputar komplek MOG..
Habis olahraga mampir di MOG buat istirahat... Wah enjoy deh...
Pemandangan yang sangat menyenangkan, keadaan Malang juga sangat mendukung perilaku tersebut.. Keadaan kota yang nyaman, sejuk, dan teratur membuat semua orang suka melakukan kegiatan olahraga..
Salut deh buat pemkot Malang.. Tidak rugi membangun mahal-mahal..
sbyctzn March 24th, 2009, 05:47 AM @hermawan:
Betul bro, tidak sepantasnya atribut Bonek dan Aremania itu tidak akur, padahal semua warga Malang dan Surabaya itu akur-akur saja.
Saya menilai.. Ketidakakuran itu cuma muncul ketika membawa atribut Bonek dan Arema.
Saya kira benar.. Hanya pihak-pihak tertentu saja yang tidak ingin Malang dan Surabaya yang dulu sangat kuat ikatan persaudaraannya tetap terus bertahan ikatan persaudaraannya..
Tapi saya masih tetap optimis warga Bonek dan Aremania bisa akur, karena warga Malang dan Surabaya sendiri akur-akur saja kok...
Yup semoga saling membanggakan, karena kedua kota itu punya karakter sendiri-sendiri. Malang bangga punya kota Metropolitan sebesar Surabaya, dan Surabaya sendiri bangga punya kota Malang yang terkenal akan resortnya.. Sehingga pembangunan tetap sesuai dengan karakternya sendiri-sendiri agar tidak terjadi overlapping pembangunan, dengan tidak terjadinya overlapping pembangunan maka tidak akan menciptakan persaingan dengan visi yang sama, karena jika terjadi overlapping maka akan terjadi keadaan yang tidak saling membutuhkan..
Surabaya dan Malang itu kan saling membutuhkan..
Malang itu tempat akhir pekannya orang Surabaya...
Surabaya itu tempat dimana pusat berinvestasi bidang industri dan jasa.. Tempat dimana orang mengembangkan usahanya.
Dengan begitu maka satu sama lain kota akan saling membutuhkan dan berkembang pesat sesuai karakternya.
Coba bamyangkan jika Malang Bersaing dengan Surabaya dengan mengembangkan Industri dan Perkantoran?
Dimana kota dengan karakter resort? Pasti hanya akan membuat carut-marut dan kekacauan pembangunan...
Saya sendiri yang notabene sangat mencintai kota Surabaya tetapi sangat bangga dan cinta dengan kota Malang, special deh kota Malang itu, tiada duanya di Indonesia ini...
Iya nih ayo forumer Malang... Ramaikan thread Malang dong.. Masak kalah sama Solo.
Padahal banyak project di Malang yang belum sempat ke publish...
Ayo freezy89 sosialisasikan ke teman-teman di Malang.. Jadi duta pembangunan kota Malang...
hermawan March 24th, 2009, 06:53 AM Yah. Aq pernah tinggal di Sawojajar. Salah satu pemandangan rutin yang kutemui tiap-tiap pagi, sekitar jam 4an (masih gelap betul), banyak tetangga-tetanggaku udah blayer motornya keras-keras. Lalu jam 5 udah berangkat. Ketika kutanya,ternyata banyak dari mereka menuju Arjosari, ganti bis menuju Surabaya. Sampe surabaya sekitar jam 8. Ternyata banyak orang kerjanya di Surabaya rumahnya di Malang.
Saya kira hampir 30% perumahan di Malang, milik orang Surabaya.
hermawan March 24th, 2009, 07:44 AM Btw Malang dengar-dengar gosip mau bangun Bandara Baru ya?
Benar tidak sih kabar itu?
Saya berharap sih Malang segera punya Bandara Internasional baru..
Masak kalah sih sama Solo.. Padahal prospektif kedepannya juga sangat besar...
Malang punya bandar baru!!!!! wauw surprise deh kalo betul.
Tapi seharusnya penerbangan komersial jangan numpang di lapter milik TNI. Alasannya agar pengembangannya ke depan lebih mudah (jumlah penumpang).
Oya prospek ke depan, saya kira potensi Malang sangat besar. Jumlah penduduk Malang Raya (Kab. Malang, Kota Malang dan Batu) aja sudah 3 jutaan (hampir sama dengan seluruh penduduk DIY). Jika ditambah daerah sekitarnya (Blitar, Tulungagung, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang dll) akan menjadi bertambah besar. Itu dari jumlah penduduk, belum potensi hasil industri, pertanian, perkebunan yang luar biasa di sini. dan jangan lupa .... jumlah perguruan tinggi... sehingga makin banyak orang melakukan meeting, seminar, lokakarya dll, sehingga akan mendorong semakin banyak orang berlalulalang dari dan menuju Malang. Kita ke depan memang perlu bandara yang representatif.
sbyctzn March 24th, 2009, 08:44 AM Kalau memang jadi akan membangun bandara baru, lebih baik lokasinya ada di Daerah Malang Selatan. Agar bisa mengakomodir wilayah Selatan Jatim, apalagi jika nanti JLS bisa selesai semua..
Nanti kalau bisa desain arsitektur bandaranya mirip-mirip dengan dedaunan yang konsepnya modern, seperti taman Dolog di Surabaya itu lho....
Bisa menggandeng civitas arsitektur dari Malang, sehingga nantinya bisa merepresentasikan kota Malang.
Cukup bandara Juanda saja yang menjadi representasi Jawa Timur karena ibukota Jawa Timurdengan desain semi modern yang masih mempertahankan arsitektur klasik, untuk Bandara baru Malang kalau bisa desainnya lebih merepresentasikan daerah Malang saja.. Tidak perlu ikut-ikutan jadul seperti Juanda..
OK? Gmn menurut anda semua?
sbyctzn March 24th, 2009, 08:52 AM Jujur saja sebenarnya saya agak kecewa dengan desain arsitektur Juanda yang agak Jadul, tapi itu semua bisa tertutupi dengan desain ATC yang sangat tinggi, jumlah garbarata yang banyak (11), dan Toll khusus ke Bandara.
Kedepannya sebenarnya bisa direnovasi menjadi lebih modern, saya lebih prefer dg bandara hang nadim batam.. Sederhana tetapi modern.
Nah untuk Malang jangan mengulangi Juanda..
hermawan March 24th, 2009, 09:02 AM ^^Setuju sekali, mungkin lokasinya di dekat Kota Kepanjen. Apalagi Kepanjen natinya akan lebih berkembang setelah menjadi ibukota Kabupaten Malang. Sekarang disana sudah dibangun Jalan lintas barat (5 km), yang menjadi ringroadnya. kota ini akan semakin berkembang.
Saat ini sudah ada 5 flight ke Malang dalam sehari, dan jika infrastuktur bandara lebih bagus dari yang ada sekarang, tidak menutup kemungkinan potensinya bisa mencapai 1,5 juta orang per tahun.
Untuk mewujudkan bandara baru itu, dengan tekad pemda seluruh Malang Raya, saya kira bukan suatu yang sulit. Tinggal mereka mau nggak bersinergi.
bharadya March 24th, 2009, 02:57 PM Malang punya bandar baru!!!!! wauw surprise deh kalo betul.
Tapi seharusnya penerbangan komersial jangan numpang di lapter milik TNI. Alasannya agar pengembangannya ke depan lebih mudah (jumlah penumpang).
Oya prospek ke depan, saya kira potensi Malang sangat besar. Jumlah penduduk Malang Raya (Kab. Malang, Kota Malang dan Batu) aja sudah 3 jutaan (hampir sama dengan seluruh penduduk DIY). Jika ditambah daerah sekitarnya (Blitar, Tulungagung, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang dll) akan menjadi bertambah besar. Itu dari jumlah penduduk, belum potensi hasil industri, pertanian, perkebunan yang luar biasa di sini. dan jangan lupa .... jumlah perguruan tinggi... sehingga makin banyak orang melakukan meeting, seminar, lokakarya dll, sehingga akan mendorong semakin banyak orang berlalulalang dari dan menuju Malang. Kita ke depan memang perlu bandara yang representatif.
Kalau memang jadi akan membangun bandara baru, lebih baik lokasinya ada di Daerah Malang Selatan. Agar bisa mengakomodir wilayah Selatan Jatim, apalagi jika nanti JLS bisa selesai semua..
Nanti kalau bisa desain arsitektur bandaranya mirip-mirip dengan dedaunan yang konsepnya modern, seperti taman Dolog di Surabaya itu lho....
Bisa menggandeng civitas arsitektur dari Malang, sehingga nantinya bisa merepresentasikan kota Malang.
Cukup bandara Juanda saja yang menjadi representasi Jawa Timur karena ibukota Jawa Timurdengan desain semi modern yang masih mempertahankan arsitektur klasik, untuk Bandara baru Malang kalau bisa desainnya lebih merepresentasikan daerah Malang saja.. Tidak perlu ikut-ikutan jadul seperti Juanda..
OK? Gmn menurut anda semua?
^^Setuju sekali, mungkin lokasinya di dekat Kota Kepanjen. Apalagi Kepanjen natinya akan lebih berkembang setelah menjadi ibukota Kabupaten Malang. Sekarang disana sudah dibangun Jalan lintas barat (5 km), yang menjadi ringroadnya. kota ini akan semakin berkembang.
Saat ini sudah ada 5 flight ke Malang dalam sehari, dan jika infrastuktur bandara lebih bagus dari yang ada sekarang, tidak menutup kemungkinan potensinya bisa mencapai 1,5 juta orang per tahun.
Untuk mewujudkan bandara baru itu, dengan tekad pemda seluruh Malang Raya, saya kira bukan suatu yang sulit. Tinggal mereka mau nggak bersinergi.
^^yepp,, kalo ada bandara baru yg lebih representatif jadi lebih gampang dan ga menyita waktu kalo mo ke Malang.. pengen euy ke situ..:):)
Ampelio March 24th, 2009, 03:25 PM ^^Universitas Ma Chung dibangun oleh alumni2 SMA Ma Chung (skng jadi SMAN 5), Alimni SMA ini ada di berbagai pelosok "bumi" sampe ke cina...gitu critanya. Letaknya ada di kawasan villa puncak tidar, perumahan elit di sebelah barat malang.
Finally, Ni dia akhirnya... dapet juga pic2 Universitas Ma Chung yg bikin penasaran tu:) ...sangat keren! :okay:
http://img222.imageshack.us/img222/5927/umc3.jpg (http://img222.imageshack.us/my.php?image=umc3.jpg)
http://img293.imageshack.us/img293/7048/umc1.jpg (http://img293.imageshack.us/my.php?image=umc1.jpg)
http://img407.imageshack.us/img407/8762/umc2.jpg (http://img407.imageshack.us/my.php?image=umc2.jpg)
http://img515.imageshack.us/img515/8937/umc.jpg (http://img515.imageshack.us/my.php?image=umc.jpg)
(gw double post ke thread Malang di sub-forum Nusantara)
sbyctzn March 24th, 2009, 05:33 PM Sip mantabh, thanks Ampelio...
Bener-bener deh kampus ini.. Kelas banget..
-international class-
Malang memang punya daya tarik yang kuat untuk investor bidang akademis dari luar negeri..
Bagus deh semoga akan muncul kampus-kampus baru berkelas internasional..
Ampelio March 24th, 2009, 05:58 PM Btw Malang dengar-dengar gosip mau bangun Bandara Baru ya?
Benar tidak sih kabar itu?
Saya berharap sih Malang segera punya Bandara Internasional baru..
Masak kalah sih sama Solo.. Padahal prospektif kedepannya juga sangat besar...
^^in fact. dlm bbrp hal Malang justru lebih maju dari Solo, jumlah PT/Univ. di Malang jauh lebih banyak dan lebih bagus... juga soal ilmu dan teknologi (TI) terasa banget kalo Malang jauh lebih advance. Dlm hal ini Malang bisa dikatakan se-level dengan Jogja. Selain tu Solo baru punya satu stasiun TV swasta, Malang sudah lebih dari tiga yg mengudara.
...IMO secara fisik-pun Malang tidak kalah, jalan2 di kota Malang lebih teratur dan bersih, bangunan2nya pun nampak lebih modern dgn desain arsitekturnya lebih beragam dibanding bangunan2 yg ada di kota Solo. Jangan tanya kekayaan bangunan peninggalan kolonial, krn Solo jelas gak ada apa2nya dibanding Malang. Kompleks perumahan elit juga lebih banyak di Malang dan terasa lebih asri.
...apalagi dari segi objek wisata, Malang punya keunggulan wisata yg lebih bervariasi, lengkap dan lebih banyak.
...tapi yg mengherankan kelebihan Malang di objek wisata tidak diikuti pertumbuhan hotel2 berbintang internasional, nah dlm hal ini Solo selangkah lebih maju (krn ada Novotel, Ibis, Sahid, Quality, Harris, Best Western dan bahkan dulu pernah ada Sheraton, juga prospek kedepan Aston dan Swiss Belhotel)
...kelebihan Solo selain punya Bandara Internasional dan operator hotel2 internasional, juga pada kekuatan nilai jual "nama kota" itu sendiri yg terlanjur sudah familiar terutama bagi org2 atas di Jakarta (pengaruh koneksi Jakarta-Solo ini tidak bisa dinafikan lagi) ...apalagi jika diasosiasikan dengan kata "Budaya Jawa" dan "Batik", nama "Solo" yg terlintas pertama kali. :)
sbyctzn March 24th, 2009, 06:34 PM Catatan Akhir Tahun Pemkab: Sederet Proyek Prestisius Tercoreng Penipuan Perumahan Korpri
....
Disisi lain, Pemkab Malang berhasil membebaskan lahan Jalur lintas barat (Jalibar) sepanjang ± 800 meter yang berlokasi di Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen. Lahan persawahan di dekat jalan arteri utama lintas Malang-Blitar itu, akhirnya difungsikan sebagai gerbang timur Jalibar dengan dua pintu gerbang.
Total panjang Jalibar diperkirakan mencapai ± 5,3 km, mulai dari koridor barat di Desa Ngasem Kecamatan Ngajum, hingga koridor timur Desa Ngadilangkung dan Desa Mojosari Kecamatan Kepanjen. Jalibar, terbagi dalam dua jalur kendaraan dengan lebar badan jalan mencapai 26 meter, sedangkan lebar gerbang timur dan barat masing-masing sekitar 30 meter.
Hingga saat ini Pemkab Malang telah berhasil membebaskan lahan sepanjang 4,5 km. Dari luasan tersebut, Pemkab telah membuka lahan sepanjang 3 km, sedangkan sisanya (1,5 km) dibebaskan pada periode Juli-Agustus lalu. Sehingga panjang jalan yang baru terbebas ±800 meter, merupakan areal persawahan milik sekitar 28 KK (kepala keluarga).
Disisi lain, Tahun 2009 mendatang sejumlah proyek strategis Pemkab untuk mewujudkan Ibukota Kepanjen pada tahun 2010 nanti segera digeber. Setidaknya, dengan menyiapkan dana awal sebesar Rp 50 miliar, Pemkab bakal membangun gedung perkantoran Bupati dan Wakil Bupati, serta gedung sekretariat daerah.
Pusat pelayanan publik tersebut sedianya dibangun di lahan belakang pengadilan negeri Kepanjen dengan luasan mencapai 5 hektar. Proyek itu bakal digeber secara multiyears, dengan target awal membangun komplek gedung Bupati dan Wabub, serta Gedung Sekretariat Daerah. Termasuk pula satu gedung Masjid yang difungsikan sebagai Islamic Centre.
Kompleks gedung itu dibangun dengan tujuan untuk peningkatan pelayanan publik. Sedangkan gedung lama di Kota Malang rencananya difungsikan sebagai kantor Badan saja, ungkap Kabid Sarana dan Prasarana Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Kabupaten Malang Ir. Dwi Siswahyudi MT.
Kata Dwi, kompleks pemerintahan baru itu bakal dilengkapi alun-alun Kota. Supaya lalu lintas lancar akan dibangun jalan tembus ke Kelurahan Panarukan dan jalan tembus ke kompleks perkantoran di Jalan Trunojoyo. Sedangkan, Jalan Panji di depan Gedung DPRD difungsikan sebagai one way.
Pembangunan kompleks Pemerintahan itu bakal didukung infrastuktur Jalinbar, serta Sport Center di Stadion Kanjuruhan yang selesai pada tahun 2009. Sport Center itu dibangun sebagai langkah awal pengembangan stadion Kanjuruhan sebagai pusat olah raga dan kesenian berstandart regional dan nasional.(Bagus Ary Wicaksono/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)
Desember 31st, 2008
Taken From Malangraya.web.id
Sory kalau berita lama.. Karena saya rasa bisa dijadikan referensi untuk pembicaraan saat ini.
sbyctzn March 24th, 2009, 06:44 PM @Ampelio:
Betul tuh, sebenarnya Malang lebih besar dari Solo dalam hal segala-galanya, namun menurut saya kenapa Malang itu tidak ada operator hotel internasional, karena kecenderungan Malang sebagai kota wisata dan resort nasional, berbeda dengan Solo yang sering digunakan pertemuan pejabat, dimana pejabat sukanya pakai hotel yang diatas berbintang 4.
At least no problem kalau Malang tidak punya hotel internasional untuk sampai saat ini, toh nanti jika wisata dan resort Malang terkenal di Internasional secara tidak langsung akan memunculkan hotel internasional juga.
Apa kabar proyek Jalibar?
Itu Jalibar lokasinya ada dimana ya? Kalau dari Alun-Alun ke mana?
Sory saya masih belum mengenal semua jalan di Malang.
Sekarang progressnya bagaimana? Apa sudah tahap pengaspalan atau bagaimana?
Oh ya trus bagaimana pula mega proyek dari pemkab Malang? Yaitu pusat pemerintahan Kabupaten Malang di Kepanjen?
He3x... Sepertinya Pemkab Malang ngiri Pemkab Kediri, yang bangun ibukota sendiri, terlepas dari Kotamadya..
Fenomena yang menarik, Pemkab Pasuruan juga terlihat gelagat seperti itu, saat ini RSUD milik pemkab Pasuruan ada di Bangil, begitu juga dengan gedung DPRD, dan juga ada beberapa kantor instansi pemerintahan di Bangil, lokasinya ada di tengah-tengah sawah, bukan di kota Bangilnya, dan dilalui jalur Sby-Probolnggo, sekarang lokasinya sudah sangat ramai, karena disitu juga ada cabangnya SIER, komplek industri namanya PIER yang lumayan luas juga.
Trus sport center stadion kanjuruhan itu rencananya di stadion kanjuruhan (kandang Arema) akan dibangun apa saja? Stadion indoor, dan apa lagi? Apa komplit seperti Gelora Bung Tomo Surabaya?
Widih... Hebat bener ya Malang Raya..
Saya jadi penasaran nih...
Banyak proyek di Malang yang harus diupdate dan dipost di thread ini..
Kalau boleh saya list, ini beberapa proyek di Malang, tolong ditambahi kalau ada yang kurang, dan ayo donk masak tidak ada yang mengupdate picturenya?
1. Pusat pemerintahan Kab. Malang
2. Jalinbar
3. Sport Center Kanjuruhan
4. Proyek seberang Poltek Negeri Malang
5. Komplek olahraga MOG
6. Komplek arena balap Velodrome dan arena balap BMX
7. Poltek Negeri Malang sendiri
8. ... Ada lagi?
Cah_Bagus97 March 26th, 2009, 07:50 AM @hermawan:
.
Iya nih ayo forumer Malang... Ramaikan thread Malang dong.. Masak kalah sama Solo.
Padahal banyak project di Malang yang belum sempat ke publish...
Ayo freezy89 sosialisasikan ke teman-teman di Malang.. Jadi duta pembangunan kota Malang...
===============================================
Kenapa harus dibandingkan dengan SOLO sih, ada apa Malang dengan SOLO
Nenek Genit March 26th, 2009, 10:21 AM ===============================================
Kenapa harus dibandingkan dengan SOLO sih, ada apa Malang dengan SOLO
sama2 bukan ibukota propinsi, sama2 kota wisata, sama2 di tengah..
duh jadi pengen ke Malang..
katanya ada semacam Dufan ya disana..katanya ada tornadonya juga..
@b1 March 26th, 2009, 10:25 AM Ada gak rendering buat bandara baru Malang?
sbyctzn March 26th, 2009, 03:08 PM @Nenek Genit:
seperti Dufan?
Yang malam hari atau yang biasa?
Ada dua lokasi..
1. Kalau yang biasa itu Jatim Park.. Ada tornadonya juga.. Itu di Jatim Park tiap tahun wahana ditambah.. Kebijakan dari pemprov yang memang ingin menjadikan Jatim Park seperti Dufan dan TMII, karena di dalam Jatim Park itu kita akan seperti masuk dalam miniaturnya Jawa Timur.. Bener-bener mengadopsi konsep TMII.
Luas banget dan sangat banyak wahananya.
2. Kalau untuk yang malam hari, ada! Namanya BNS (Batu Night Spectacular) bukanya pukul 15.00.
Itu juga lumayan besar, tapi kalau BNS ini cuma kumpulan wahana saja.. Seperti dufan, kalau Jatim Park itu kan campuran wahana, pendidikan, museum, dll.
Atau kalau mau sambungannya Pemprov Jatim juga punya Jatim Park II, ada di Lamongan. Tetapi nama secara "de facto" itu WBL (wisata bahari lamongan), secara "de jure" tetap Jatim Park II, dulu sempat ada perselisihan mengenai penamaan ini.
Jatim Park II itu hampir sama dengan Jatim Park I, tapi konsepnya bahari.. Jadi kebanyakan wahananya disana itu Air-Airan. Beda dengan konsep Jatim Park I yang ke arah mountain.
@ @b1:
sampai saat ini belum ada informasi rendering bandara baru Malang.
Kalau menurut saya..
Walaupun Solo dan Malang sama-sama kota wisata, tetapi berbeda karakternya, Solo cenderung wisata budaya, kalau Malang itu wisata Resort, Entertainment, dan Nature.
sbyctzn March 26th, 2009, 03:14 PM @Nenek Genit:
seperti Dufan?
Yang malam hari atau yang biasa?
Ada dua lokasi..
1. Kalau yang biasa itu Jatim Park.. Ada tornadonya juga.. Itu di Jatim Park tiap tahun wahana ditambah.. Kebijakan dari pemprov yang memang ingin menjadikan Jatim Park seperti Dufan dan TMII, karena di dalam Jatim Park itu kita akan seperti masuk dalam miniaturnya Jawa Timur.. Bener-bener mengadopsi konsep TMII.
Luas banget dan sangat banyak wahananya.
2. Kalau untuk yang malam hari, ada! Namanya BNS (Batu Night Spectacular) bukanya pukul 15.00.
Itu juga lumayan besar, tapi kalau BNS ini cuma kumpulan wahana saja.. Seperti dufan, kalau Jatim Park itu kan campuran wahana, pendidikan, museum, dll.
Atau kalau mau sambungannya Pemprov Jatim juga punya Jatim Park II, ada di Lamongan. Tetapi nama secara "de facto" itu WBL (wisata bahari lamongan), secara "de jure" tetap Jatim Park II, dulu sempat ada perselisihan mengenai penamaan ini.
Jatim Park II itu hampir sama dengan Jatim Park I, tapi konsepnya bahari.. Jadi kebanyakan wahananya disana itu Air-Airan. Beda dengan konsep Jatim Park I yang ke arah mountain.
@ @b1:
sampai saat ini belum ada informasi rendering bandara baru Malang.
Kalau menurut saya..
Walaupun Solo dan Malang sama-sama kota wisata, tetapi berbeda karakternya, Solo cenderung wisata budaya, kalau Malang itu wisata Resort, Entertainment, dan Nature.
Nenek Genit March 26th, 2009, 05:28 PM @bro Sbyctzn
kayaknya yg Jatim Park deh..
ini, temen gw di SBY ngundang gw maen ke SBY
nah selain muter2 SBY, dia jg mo ngajak ke Malang n maen ke Dufanya jatim ini
bharadya March 26th, 2009, 05:29 PM @bro Sbyctzn
kayaknya yg Jatim Park deh..
ini, temen gw di SBY ngundang gw maen ke SBY
nah selain muter2 SBY, dia jg mo ngajak ke Malang n maen ke Dufanya jatim ini
^^pengen kesono jugaaaaaaaaaaaa :cry::cry::cry::cry:
Freezy89 March 27th, 2009, 07:16 PM Maaph nih, udh lama gk online...
Bwt temen2 smua, memang betul sangat disayangkan krn minimnnya jmlh forumer dari malang. Ntar aq coba bwt cari temen yg bs update bwt forum ini n emg interest bwt topik ini. Rencananya sekitar pemilu nanti aq bakal update proyek2 yg ada, kalo gk ada halangan.
@sbyctzn:Wah, maaf. Kyakx aq nggak kenal n nggak tau orang yang kamu maksud. Tentang jalibar kabupaten mlg, aq jg gag tau dmn posisinya. Begitu jg dngn nama2 jalan yg disebutin di situ. Jujur aja, aq gak bgtu menguasai daerah malang selatan.
Btw...ttg berita bandara baru itu dpt darimana? Kok aq taunya cm ttg renovasi bandara yg udah ada.
Bwt tmn2 yg pengen ke jatim park....Dateng aja!!! It`s really worth to visit! Habis dari jatim park mampir ke wisata payung, makan jagung bakar n bakso sambil menikmati pemandangan malang raya dari ketinggian. MAK NYUSSSHH!!!!
Tentang prbandingan malang n solo, ada satu lagi keunggulan solo. Dia berada di jalur transportasi utama. Jatim-Jateng n semarang-jogja. Bukan bgitu...?
Tentang pembangunan Kota Malang sendiri...selama ini aq denger kalo banyk masyarakat yang agak mengeluh dngan pembangunan d mlg akhir2 ini. Yg paling baru ya ttg mog yang katanya bikin lalulintas sekitar jadi macet. Bnyk yg lebih seneng kalo malang tetep kaya dulu...dingin, hijau, n asri. Kebetulan ada grup ttg malang lovers di facebook. Aq bikin topik, "apakah anda setuju bila malang menjadi metropolis atau tidak" . Kebanyakan sih menyatakan kondisi pembangunan saat ini dicukupkan saja, ataupun lebih senang dgn kondisi malang beberapa tahun yang lalu. Mungkin memang utk metropolisnya di sby saja. Mlg biar ambil porsi utk resort n pendidikannya saja...
sbyctzn March 28th, 2009, 02:48 AM @freezy:
mengenai bandara baru aq pernah dengar dari arek-arek Malang, tapi itu sekedar gosip... Alasannya untuk mengembangkan Jatim pesisir selatan, apalagi JLS akan segera jadi.. Karena selama ini jika masyarakat Jatim pesisir selatan mau ke Jakarta sangat jauh menuju ke utara..
Saya kira jika nanti jadi membangun bandara baru, cukup untuk mengakomodasi penerbangan domestik, kalau untuk internasional lebih bagus tetap di Juanda, coba bayangkan jika nanti penerbangan domestik Jawa Timur berkembang? Pakai pesawat kecil... Malang-Surabaya, Malang-Jember, Surabaya-Jember...
Saat ini saja sudah ada Jember-Surabaya, semoga ada Jember-Malang...
Mengenai pembangunan Malang, Malang itu berkembang karena potensi yang dimilikinya sendiri, keunggulan yang dimiliki tidak dependen terhadap kota lain, Malang tidak berada di jalur utama, tetapi memang karena jalur menuju Malang itu karena memang orang mau ke Malang..
Jadi saya juga mendukung ker! Kalau Malang itu tetap seperti sedia kala dengan tetap mempertahankan karakteristiknya, membangun Mall juga begitu harus bisa beradaptasi dengan karakter Malang.. Tidak perlu High Rise.. Biarkan Malang menjadi kota besar dengan karakternya.. Jika Malang ikut-ikutan seperti Surabaya, Bandung, Solo, Semarang, dll. Pasti akan kehilangan identitas dan karakternya..
Saya mendukung walikota Malang... siapa? Lupa saya namanya.. Supeni? Yang mengeluarkan peraturan mengharuskan gedung yang akan dibangun arsitekturnya harus selaras dengan nature... Seperti bentuk pohon, daun, dll...
Tetap pertahankan karakternya.. Sulit sekarang mempertahankan yang seperti itu.. Semua orientasi pembangunannya pasti Mall dan Mall, padahal pembangunan bukan selalu seperti itu... Tetap seperti Malang tetapi dengan fasilitas metropolis itu gpp.. Seperti Bandara..
Ampelio March 28th, 2009, 07:57 AM Saya mendukung walikota Malang... siapa? Lupa saya namanya.. Supeni? Yang mengeluarkan peraturan mengharuskan gedung yang akan dibangun arsitekturnya harus selaras dengan nature... Seperti bentuk pohon, daun, dll...
Tetap pertahankan karakternya.. Sulit sekarang mempertahankan yang seperti itu.. Semua orientasi pembangunannya pasti Mall dan Mall, padahal pembangunan bukan selalu seperti itu... Tetap seperti Malang tetapi dengan fasilitas metropolis itu gpp.. Seperti Bandara..
^^Setuju banget! ...salah satu contoh pembangunan di Malang yang sesuai "nature" dan patut diacungi jempol adalah TUGU Park Hotel yg tetap mempertahankan pohon2 besar dan rindang di halamannya dan juga projek properti baru Ijen Nirwana Residence:okay:
http://img8.imageshack.us/img8/6475/introl.jpg (http://img8.imageshack.us/my.php?image=introl.jpg)
http://img8.imageshack.us/img8/7731/27988266234909a6dec7.jpg (http://img8.imageshack.us/my.php?image=27988266234909a6dec7.jpg)
Freezy89 March 28th, 2009, 07:58 AM ^^
Walikota malang namanya peni suparto...
Hmm, justru pak peni ini yang oleh masyarakat malang dianggap sebagai "perusak"...ups,maaf!! Memang sebagian orang berpendapat seperti itu. Termasuk proyek MOG n matos sebenernya berjalan mulus karena peran bapak yang satu ini. Proyek2 yg ada selama pak peni menjabat dianggap merusak keindahan malang. Beberapa proyek yang dicetuskan pak peni dan ditolak:
1. Danau Kali Brantas
Jadi semacam bikin bendungan di kali brantas utk dibuat danau. Bakal dibikin sarana wisata dengan taman2 yang asri. Proyek ini dicetuskan setelah pak peni berkunjung ke cina n melihat proyek serupa di sana
2. Alun-alun Junction
Semacam pusat perbelanjaan, tapi....lokasinya underground di bawah alun2 malang
3. Malang Tower
Tower yang bakalan dibangun di tengah alun2 malang, ada restaurant yang bisa berputar juga lhoo di atasnya...
Tapi sayang proyek2 tersebut tidak terealisasi. Memang kelihatannya bapak yang satu ini punya visi menjadikan malang sbg kota metro...well, tapi kelihatannya banyak yang menolak...
Ampelio March 28th, 2009, 08:46 AM 3. Malang Tower
Tower yang bakalan dibangun di tengah alun2 malang, ada restaurant yang bisa berputar juga lhoo di atasnya...
http://img11.imageshack.us/img11/1638/4002297.jpg (http://img11.imageshack.us/my.php?image=4002297.jpg)
--------------------------------------------------------------------
PT Bentoel Grup Bangun 8 Proyek Baru
http://img13.imageshack.us/img13/3140/bentoel2.jpg (http://img13.imageshack.us/my.php?image=bentoel2.jpg)
Delapan pabrik baru itu diantaranya Gedung Green Leaf Threshing (GLT), Tobacco Central Warehouse (TCW) berlokasi di Randuagung, Singosari, Kabupaten Malang, didirikan di atas lahan seluas 15 ha.
hermawan March 30th, 2009, 06:04 AM Direncanakan pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU) akan dimulai tahun 2010 mendatang. Hal itu dilakukan setelah pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang sudah dikerjakan. JLS bakal jadi jalur pengurai kepadatan arus lalu lintas yang mengakses Batu lewat Jalan Raya Beji.
Kepala Dinas Pengairan dan Bina Marga Pemkot Batu, Ir Budi Santoso menjelaskan pembangunan JLU tahap pertama di mulai dari Bendo hingga sekitar Jembatan Kali Lanang. Total panjang JLU sekitar lima kilometer. Pembangunan jalan lingkar diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalulintas di Jalan Raya Beji
Pembangunan tahap pertama JLU tahun depan dimulai dengan pelebaran ruas jalan sekitar lima hingga tujuh meter. Pelebaran jalan diawali sebagai tahap pertama karena kata Budi Santoso, ada pedistrian dan areal penghijauan di JLU.
Pembangunan JLU yang dimulai tahun depan itu akan berlangsung lama. Sebab jalan yang mengakses ke arah Karangploso itu akan dibangun dalam kurun waktu lima tahun mendatang.
Anggaran pembangunan JLU bakal dihitung kembali. Sebab sebelumnya jumlah anggarannya berdasarkan perhitungan tahun 2006 lalu. Berdasarkan perhitungan 2006, anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 14 Miliar.
Sementara itu pembangunan JLS tetap dilanjutkan tahun ini. Pemkot telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,4 Miliar untuk pembangunan JLS sepanjang satu Kilometer tahun ini.
“Pembangunan JLS tahun ini dimulai sekitar perumnas yang ada di sekitar Oro Oro Ombo,” jelas Tosi-sapaan akrab Budi Santoso. JLS disekitar Oro Oro Ombo berupa jalan kembar.
Lebih lanjut dia menjelaskan, panjang JLS sekitar 5,7 kilometer hingga mengakses kawasan Junrejo. Total anggaran pembangunan JLS berdasarkan perhitungan tahun 2006 sekitar Rp 17 Miliar.
Jika JLS sudah selesai, pengendara dari arah Malang dan sebaliknya yang akan mengakses Batu bisa menggunakannya sebagai jalan alternatif. Pembangunan JLS sekaligus untuk mempercepat pembangunan di kawasan Oro Oro Ombo hingga Junrejo.(van/eno/malangpost,)
Taken from Malangraya.web.id March 30, 2009
hermawan March 31st, 2009, 11:04 AM Malang Timur Mengejar Ketertinggalan
Surya - Selasa, 31 Maret 2009
Malang | SURYA-Kabut pagi selalu menyelimuti perbukitan Buring. Udara sejuk, persawahan, juga rajin menyapa orang-orang yang melintas pinggiran Kota Malang ini. Suasana pedesaan di sana masih sangat kental. Kasat mata, semua memang indah.
Hanya saja keindahan alam yang mengasyikkan dan potensi alam serta sumber daya manusia (SDM) di kawasan ini belum digarap optimal. Kesan terpinggir warga kecamatan Kedungkandang ini sangat kontras dibanding gemerlap Kota Malang (baca: kota metropolis).
Di sana, masih banyak dijumpai anak bersekolah hanya beralaskan kaki. Ada juga pelajar yang berseragam sekolah seadanya. Ini karena kondisi ekonomi orangtua mereka masih di bawah garis prasejahtera.
“Separo warga di dusun sini jadi buruh tani dan buruh pabrik. Karena itu, mereka yang sekolah di sini kami gratiskan,” jelas Usman, seorang guru Madrasah Ibtida’iyah (MI) Jabal Nur di Dusun Baran Tlogowaru, Kedungkandang.
Di banding empat kecamatan lain di Kota Malang, pembangunan infrastruktur di Kecamatan Kedungkandang (terutama di perbukitan Buring) termasuk tertinggal. Baik di sektor pelayanan, prasarana pendidikan, perdagangan, dan infrastruktur lain. Padahal, dari segi luas wilayah, Kedungkandang merupakan kecamatan terluas yaitu 39,89 km2 (36,24 persen) dengan jumlah penduduk mencapai 182.534 jiwa di tahun 2007. Sementara perekonomian masyarakatnya ditopang sektor pertanian, perkebunan tebu, peternakan sapi, serta industri rokok.
Harapan Efek Bola Salju
Berdasarkan studi arahan dan prioritas percepatan pembangunan di kawasan Timur Kota Malang hasil kerja sama BPP Fakultas Teknik Unibraw dan Bapeda Kota Malang, ada empat penyebab lambatnya perkembangan Kedungkandang dibanding wilayah lainnya.
Pertama, akibat besarnya daya tarik wilayah barat dan utara. Kedua, kurangnya akses menuju Kedungkandang. Ketiga, terbatasnya utilitas kota, terutama air bersih. Keempat, isu tak aman hingga masyarakat enggan beraktivitas di sana.
Ketua Bappeda Kota Malang, Ir Bachtiar Ismail, mengungkapkan, untuk mengangkat kawasan Malang Timur, Pemkot Malang berpedoman pada rencana pembangunan jangka pendek (RPJP), rencana pembangunan jangka menengah (RPJM), dan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW).
”Konsep RPJP, RPJM, dan RTRW telah disinkronkan dengan RTRW Provinsi Jatim yang menuangkan konsep Malang sebagai kota metropolis,” jelas Bachtiar didampingi Kabag Humas Drs Subchan.
Sesuai RTRW, daerah timur dikembangkan sebagai pusat pelayanan baru, seperti kantor pemerintahan, perumahan, dan pendidikan. “Kini sejumlah perkantoran sudah berdiri di kawasan timur, dan sebentar lagi block office rampung,” kata Bachtiar.
Selain itu, dibangun terminal tipe B di Tlogowaru sebagai pengganti Terminal Gadang. Sektor pendidikan juga terus dipacu di kawasan ini dengan pendirian sekolah model, sekolah internasional, dan Politeknik Kota Malang (Poltekom). Akses ke kawasan ini juga dipermudah dengan jalan tembus Gadang-Bumiayu, jalan tembus Jl Sulfat.
Rencana pembangunan jalan tol dan jalur lingkar timur juga membuat Bachtiar optimistis kawasan timur akan mencorong. Tahun ini, jembatan Kedungkandang juga dibangun.
Tempat wisata di kawasan ini juga dikembangkan. Seperti wisata air Rolak, bumi perkemahan di Kelurahan Wonokoyo, pasar minggu velodrom, serta wisata event olah raga. Soal industri, bakal dikembangkan industri hitech yaitu industri padat modal dengan teknologi tinggi.
”Pembangunan infrastruktur-infrastruktur ini akan menimbulkan efek bola salju. Artinya, jika di daerah pinggiran kota maju, di daerah pinggiran kabupaten akan mengikuti dan terbentuk buffer zona yang menjadi incaran investor. Namun ini tidak akan maju tanpa partisipasi masyarakat,” tukasnya.ekn /
Eko nurcahyo
Ebek21 April 3rd, 2009, 10:21 AM Bandara Malang tak kondusif bagi pariwisata
SURABAYA: Bandara Abdul Rachman Saleh Kota Malang tidak kondusif bagi pengembangan pariwisata di Jawa Timur, hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Eksekutif Asosiation Indonesia Travel Agency (Asita) Surabaya Nani Sutaningtyas di Surabaya, Kamis (2/4/09).
“Kami diharuskan naik taxi bandara dengan tarif minimal Rp20000 per orang untuk bisa keluar dari bandara, mobil jemputan dan bis travel kami tidak diijinkan masuk ke bandara, padahal waktu itu kami membawa rombongan wisatawan dari Amerika,” ujar Nani.
Kejadian ini menurutnya sangat mempermalukan bangsa Indonesia di mata mancanegara. “Mengenai kejadian ini, Asita langsung melaporkannya ke Gubernur Jatim dengan tembusan ke dinas perhubungan Jatim untuk segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Percepatan perekonomian daerah yang tanpa resiko menurut Nani adalah pariwisatanya, untuk itu perlu adanya faktor pendukung yang baik. “Bandara merupakan hal yang vital dalam membina hubungan dengan mencanegara, jika keadaan bandara tidak nyaman bagi para wisatawan, tentunya hal ini akan memberi citra buruk pada bangsa kita,” tambahnya.
Asita saat ini tengah bekerjasama dengan International Labour Organisation (ILO) untuk membangun 'Desa Wisata' di daerah Malang, untuk itu masalah bandara ini menjadi perhatian serius dari Asita. “Bukan hanya Desa Wisata namun ada investor dari Perancis yang ingin mengembangkan usahanya di Indonesia khususnya di Malang dengan membangun sebuah taman wisata dan pendidikan bernama Vulcania, dalam kunjungannya beliau merasa kecewa dengan layanan di bandara tersebut,” tambahnya.
Proyek Desa Wisata dan Vulcania ini merupakan peluang besar bagi Indonesia khususnya Jawa Timur untuk mempromosikan wisata Indonesia. Asita sangat berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan urusan tentang bandara ini untuk dapat menunjang kemajuan pariwisata di Jatim.
Taken from Kabar Bisnis, Apr 2, 2009
Freezy89 April 3rd, 2009, 03:06 PM Wah...baru tau ada yg kaya gitu..
BAD:ohno:
sbyctzn April 3rd, 2009, 03:09 PM Proyek desa wisata dan vulcanica?
Ada yang tau mengenai proyek ini?
Something similiar with kompleks wisata WBL. Sepertinya proyek besar... Ada info?
Freezy89 April 3rd, 2009, 03:45 PM Aq jg baru denger tuh...
Freezy89 April 3rd, 2009, 04:16 PM Kelihatannya bukan proyek yg besar....ni sumbernya udh dri okt 2008
Desa Wisata Sumber Pasir Disosialisasikan
28 Oktober 2008
Dinas Pariwisata (Disparta) Pemprov Jatim mensosialisasikan rencana menjadikan Desa Sumber Pasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, sebagai desa wisata ke masyarakat. Sosialisasi digelar di Balai Desa setempat, Senin (27/10). Kegiatan itu dihadiri pejabat Dinas Pariwisata Jatim. “Untuk jadi desa wisata memang perlu kesiapan masyarakat setempat,” terang Hedi Wahyudin, Kasi Perencanaan Program Disparta Jatim sebelum sosialisasi.
Ia mencontohkan, enam desa wisata yang sudah ada yaitu empat di Kabupaten Pasuruan, satu di Kabupaten Mojokerto dan satu lagi di Kota Batu prosesnya membutuhkan waktu tiga hingga enam bulan. Menurut Hedi, jika warga siap, maka akan dibentuk Lembaga Desa Wisata. Dalam prosesnya nanti, dari potensi ekonomi yang paling diunggulkan itulah yang akan mendapat pembinaan.
“Misal di Desa Sumber Pasir lebih unggul dengan kerajinan bordirnya, maka akan diarahkan potensi wisatanya ke sana,” tuturnya.
Kades Sumber Pasir, Muhdlor, menjelaskan empat dusunnya memiliki potensi bordir semua. “Jumlah perajinnya 250 orang,” terang Muhdlor.
(vie/surya)
Ebek21 April 3rd, 2009, 05:07 PM Here I found two articles about Vulcania Park. Sounds wild, man. Visit this website www.vulcania.com/en to have a big picture what the original park in France looks like. Come on, build it !! It's a must for Malang !!
ILO ingin maksimalkan LED JOY di Jatim
SURABAYA : Internasional Labour Organitation (ILO) sejak 2008 melaksanakan proyek pengembangan ekonomi daerah untuk menciptakan kesempatan kerja bagi kaum muda atau Local Economic Development, Job Opportunities For Youth (LED JOY) di Jawa Timur.
Matthieu Cognac, Local Economic Development Specialist ILO mengatakan, keberadaan pengangguran secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat dan pemerintah. “Kami disini hanya menjembatani dengan pihak luar untuk mencoba mengembangkan kawasan wisata di Jawa Timur,” katanya kepada kabarbisnis.com di Hotel Majapahit Surabaya pada Rabu (25/3/09).
Dia menjelaskan, ILO hanya membuka kemudahan bagi investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Timur, seperti saat ini, ILO bekerjasama dengan wahana Wisata Vulcania Park di Perancis.
“Vulcania adalah, taman wisata gunung berapi di Perancis yang memberikan pendidikan sekaligus hiburan terkait dengan gunung. Berbagai fasilitas terdapat didalamnya, seperti museum, gedung film, dsbnya.”jelasnya.
Matthieu mengungkapkan, para pengelola Vulcania mengindikasikan kemunkinan replikasi atau adaptasi konsep taman wisata tersebut secara terbuka kepada siapa saja. Serta menawarkan untuk membai dan pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki.
“oleh sebab itu kami mengundang Direktur Ilmiah Vulcania Francois Dominique untuk berbagai konsep taman wisatanya serta berdiskusi mengenai kemunkinan diadaptasi di Jawa Timur.
Devisa Jatim 2008 capai US$149,16 juta
SURABAYA : Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan berdasarkan passenger exit survery 2008, perolehan devisa dari sektor pariwisata Jatim selama 2008 tercatat sebesar US$149,16 juta.
Sementara pajak hotel, restoran dan hiburan dari 20 kabupaten/kota pada tahun yang sama mencapai Rp181,1 miliar. Sedangkan tenaga kerja terserap di usaha pariwisata pada 2008 sebanyak 180.882 tenaga kerja.
“Jumlah angkatan kerja atau orang yang mencari kerja di Jatim berfluktuasi. Pada 2006 angkatan kerja di Jatim tercatat 19,224 juta, lalu 2007 tercatat 20,117 juta dan selama 2008 mencapai 20,178 juta orang,” katanya pada workshop 'Wisata Vulcania Park' di Hotel Majapahit Surabaya, Rabu (25/3/09).
Soekarwo menambahkan, dari jumlah tersebut kesempatan kerja atau orang yang berkerja sebanyak 17,669 juta pada 2006, pada 2007 naik menjadi 18,751 juta dan 2008 sebanyak 18,882 juta. “Pelbagai kegiatan telah kami lakukan guna meminimalkan pengangguran. Diantaranya melalui peningkatan kualitas tenaga kerja dan pengembangan tenaga mandiri melalui fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK), penempatan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri, serta penciptaan tenaga kerja baru sektor informal.“
Gubernur mengungkapkan, kegiatan tersebut terbukti memberikan kesempatan lebih besar bagi para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. "Kami akui belum semuanya tertampung di dunia kerja. Artinya, masih ada lebih dari 1 juta orang menganggur setiap tahunnya. Penggangguran di Jatim 2006 sebanyak 1,646 juta orang, pada 2007 mencapai 1,366 juta dan di 2008 menjadi 1,296 juta orang."
Soekarwo menjelaskan, keinginan Internasional Labour Organitation (ILO) untuk memfasilitasi terwujudnya Vulcania Park Perancis di Jatim melalui kemitraan antara jajaran pemerintah dan kalangan nonpemerintah perlu diapresiasi.
Dia berharap peserta workshop dapat melakukan diskusi secara optimal sehingga memberi hasil yang benar-benar dibutuhkan masyarakat Jatim, khususnya yang mengarahkan pada terwujudnya objek wisata baru dan mampu menyinergikan potensi wisata lainnya di Jatim.
Both news taken from Kabar Bisnis, Mar 25, 2009
sbyctzn April 3rd, 2009, 06:15 PM Mantab nih...
Nah ya kan Malang konsepnya alam pegunungan, sedangkan Lamongan ke arah Bahari.
Bagus nih Vulcania Park layak dibangun di Malang karena dekat dengan Gn. Semeru. Gunung Berapi tertinggi di Jawa,
ayo pak de Karwo...
Buat Jatim Park III...
Makin mantab saja industri wisata Jatim..
Thanks Ebek buat infonya..
Tetap terus update perkembangannya Vulcania Park.. Di Thread Malang ini.
Kemungkinan besar akan terwujud.. Akan jadi Jatim Park III nih...
Karena memang potensinya sangat besar..
Berita bagus nih mengenai Vulcania Park
sbyctzn April 4th, 2009, 01:43 PM Ada beberapa berita lain mengenai Vulcania Park.
Wah congrats, semoga bisa segera terwujud.
Makin banyak taman wisata di Jatim, WBL, BNS, Jatim Park, Taman Safari Indonesia II, dll
Jatim bisa jadi Bali ke 2 nih...
Kemitraan dengan ILO Diharapkan Mampu Serap Tenaga Kerja.
Friday, 27 March 2009
SUROBOYO - Pemerintah Propinsi Jatim mengharapkan kemitraan dengan Internasional Labour Organitation (ILO) atau organisasi buruh internasional ini mampu memajukan dunia wisata di Jatim sehingga mampu menyerap jumlah tenaga kerja.
Gubernur Jatim Dr. Soekarwo, SH, MHum dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Propinsi Jatim Dr Harun MSi MM pada acara Workshop* Wisata Vulcania Park Perancis tentang Potensi, Pandangan, dan Peluang Mewujudkannya di Jatim, Kemitraan antara Pemerintah dan Swasta, di Hotel Majapahit Surabaya, Rabu (25/3) mengatakan, workshop ini dapat bermuara pada terwujudnya kesejahteraan yang lebih besar bagi masyarakat Jatim.
Selain itu, dalam workshop ini dapat melakukan diskusi secara optimal sehingga akan memberikan hasil yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat Jatim, khususnya mengarahkan pada terwujudnya objek wisata baru dan mampu mensinergikan potensi wisata Jatim.
Selain itu, diharapkan dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah kerja yang besar serta mampu mengembangkan potensi Jatim. Menurutnya, pariwisata merupakan salah satu sektor penting dalam mengerakkan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Jatim. Hal tersebut terlihat misalnya dari penerimaan devisa, pendapatan pajak, dan serapan tenaga kerja yang diberikan sektor ini.Berdasarkan passenger exit survey 2008, perolehan devisa dari sektor pariwisata Jatim pada tahun 2008 tercatat sebesar 149,16 juta dolar AS. Sementara itu pajak hotel, restoran dan hiburan dari 20 kabupaten/kota pada tahun yang sama mencapai Rp 181,1 miliar.Sedangkan tenaga kerja terserap di usaha pariwisata tahun 2008 sebesar 180.882 tenaga kerja.Jumlah angkatan kerja atau orang yang mencari kerja di Jatim dari tahun-tahun berfluktuasi.
Pada 2006 angkatan kerja di Jatim tercatat 19,224 juta, pada 2007 tercatat 20,117 juta dan pada 2008 menjadi 20,178 juta orang. Dari jumlah tersebut, kesempatan kerja atau orang yang bekerja sebanyak 17,669 juta pada tahun 2006, pada 2007 naik menjadi 18,751 juta dan tahun 2008 sebanyak 18,882 juta.
Lebih lanjut dia menjelaskan, berbagai kegiatan telah dilakukan oleh pemprop di dalam meminimalisasi jumlah pengangguran Jatim. Di antaranya melalui peningkatan kualitas tenaga kerja dan pengembangan tenaga mandiri melalui fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK), penempatan tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri, serta pennciptaan tenaga kerja baru sektor informal.
Kegiatan-kegiatan tersebut terbukti memberikan kesempatan lebih besar bagi para pencari kerja di Jatim untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Namun demikian, belum semuanya tertampung di dunia kerja. Artinya, masih ada lebih dari 1 juta orang menganggur setiap tahunnya di Jatim.Sebagai gambaran, pengganguran di Jatim 2006 sebanyak 1,646 juta orang, tahun 2007 berjumlah 1,366 juta dan tahun 2008 menjadi 1,296 juta orang.Dia menuturkan, keinginan ILO untuk memfasilitasi diwujudkannya Vulcania Park Perancis di Jatim melalui kemitraan antara jajaran pemerintah dan kalangan non pemerintah perlu diberikan apresiasi.Pertama, kegiatan tersebut akan memperkokoh kerjasama antara pemerintah di semua level dengan kalangan swata dan masyarakat khususnya di Jatim. Kedua, terealisasinya kegiatan ini akan mengembangkan ekonomi lokal, regional dan bahkan nasional serta sekaligus dapat menyerap tenaga kerja yang selama ini masih membebani Jatim.
Ketiga, keberhasilan mewujudkan objek wisata ini dapat mengangkat kepariwisataan Jatim untuk lebih dikenal di luar negeri. Keempat, diharapkan objek wisata ini dapat menjadi icon internasional sehingaa mampu mensejajarkan Jatim dengan daerah lain seperti Bali. (ris-Dinkominfo)
taken from koransuroboyo.com
sbyctzn April 4th, 2009, 01:45 PM French company offers volcanic tourism
Vulcania, a French mountain resort developer, has offered a mountain tourism concept based on education and technology to be applied at a number of mountain resorts in East Java, a concept resembling that in central France's Auvergne region.
Vulcania scientific director Fran*ois-Dominique de Larouzi*re, said Wednesday in Surabaya that one of the reasons behind choosing mountain resort areas in East Java was the ideal location of mountains, backed by dynamic communities to develop the resorts such as those developed in Auvergne.
However, he said his company would not provide funds to develop the concept in East Java. "We can only promise to provide the tourism concept and human resource empowerment of people living around the locations together with the International Labor Organization *ILO*," he said.
Vulcania also could not estimate the costs needed to set up the projects because they were still in the initial discussion process.
East Java Tourism Office head Harun said they had finally chosen the Bromo mountain resort in Probolinggo regency to develop the concept after exploring a number of mountainous areas in East Java over several days.
He said his office would further discuss the subject with all stakeholders, in this case the owner of the area, the provincial administration and authorities from the Bromo Tengger Semeru National Park.
"This must be done to ensure the area is not a critical area, such as a catchment area or protected forest," Harun said.
However, in principle, his office would provide full support, but only if the project could bring in a lot of benefits (by raising tourist numbers), was economically beneficial for local residents (by absorbing the local manpower), and could turn the area into an international icon to place East Java at the same level as other provinces, including Bali.
But he said his office would not be able to fund the project independently without involving investors.
"We are still in the initial stage of discussion, and further and serious discussions are needed," Harun said.
The tourism sector in East Java has contributed extensively to the provincial revenue. Based on the passenger exit survey in 2008, East Java earned US$149.16 million from the tourism sector.
Tax revenues from hotels, restaurants and entertainment establishments in the province's 20 regencies and municipalities totaled Rp 181.1 billion, while the tourism industry employed 180,882 workers.
The Vulcania Park concept developed by the French company is considered grand. Its infrastructure includes an underground location equipped with state-of-the-art facilities and equipment, such as tectonic quake monitors, wide-screen monitors and a museum.
- JP/ Achmad Faisal
Source: The Jakarta Post
Ebek21 April 4th, 2009, 02:02 PM French company offers volcanic tourism
Vulcania, a French mountain resort developer, has offered a mountain tourism concept based on education and technology to be applied at a number of mountain resorts in East Java, a concept resembling that in central France's Auvergne region.
Vulcania scientific director Fran*ois-Dominique de Larouzi*re, said Wednesday in Surabaya that one of the reasons behind choosing mountain resort areas in East Java was the ideal location of mountains, backed by dynamic communities to develop the resorts such as those developed in Auvergne.
However, he said his company would not provide funds to develop the concept in East Java. "We can only promise to provide the tourism concept and human resource empowerment of people living around the locations together with the International Labor Organization *ILO*," he said.
Vulcania also could not estimate the costs needed to set up the projects because they were still in the initial discussion process.
East Java Tourism Office head Harun said they had finally chosen the Bromo mountain resort in Probolinggo regency to develop the concept after exploring a number of mountainous areas in East Java over several days.
He said his office would further discuss the subject with all stakeholders, in this case the owner of the area, the provincial administration and authorities from the Bromo Tengger Semeru National Park.
"This must be done to ensure the area is not a critical area, such as a catchment area or protected forest," Harun said.
However, in principle, his office would provide full support, but only if the project could bring in a lot of benefits (by raising tourist numbers), was economically beneficial for local residents (by absorbing the local manpower), and could turn the area into an international icon to place East Java at the same level as other provinces, including Bali.
But he said his office would not be able to fund the project independently without involving investors.
"We are still in the initial stage of discussion, and further and serious discussions are needed," Harun said.
The tourism sector in East Java has contributed extensively to the provincial revenue. Based on the passenger exit survey in 2008, East Java earned US$149.16 million from the tourism sector.
Tax revenues from hotels, restaurants and entertainment establishments in the province's 20 regencies and municipalities totaled Rp 181.1 billion, while the tourism industry employed 180,882 workers.
The Vulcania Park concept developed by the French company is considered grand. Its infrastructure includes an underground location equipped with state-of-the-art facilities and equipment, such as tectonic quake monitors, wide-screen monitors and a museum.
- JP/ Achmad Faisal
Source: The Jakarta Post
Jadi akan dibangun di Bromo ?? Bukan di Malang, tapi di Probolinggo dong ?? Gimana nih, Pemkab Malang, masak peluang emas yg sudah di depan mata disia2kan begitu saja ? Mana bisa maju kalo cuma diam berpangku tangan, sudah gitu pelayanan di bandaranya jelek banget :ohno::ohno:
Rupanya proyek ini masih dalam tahap bantuan konsep dan teknis, belum ada investor penyandang dana. Tapi dengan konsepnya yg unik dan belum ada duanya di Indonesia, aku yakin pasti ada yg berminat investasi. Barangkali Pak Paul Sastro ( owner of Jatim Park I dan II) berminat barangkali ??
sbyctzn April 4th, 2009, 03:47 PM Iya nih, gimana sih para pemimpin Malang Raya...
Kenapa jadi membuang peluangnya?
Padahal kan sudah cocok ada di gunung semeru...
Tapi menurut saya ada baiknya juga kalau ditaruh di Probolinggo, dan investornya pak Paul Sastro..
Ada tiga poros kekuatan pariwisata Jawa Timur yang modern...
Masing-masing Malang, Lamongan, dan Probolinggo.
Semoga Probolinggo bisa menjadi 'NEXT' Lumajang...
Inilah momentum baik kebangkitan dunia pariwisata JATIM banyak mega proyek dibuat... Ditengah krisis global karena lebih menjanjikan
Mau event budaya internasional ada JFC, mau wisata alam ada di Malang raya, mau bahari ada di Lamongan, mau hiburan metro ada di Surabaya..
Tinggal memanagement paket-paket wisata melalui Promotio Board...
Ayo Malang... Bagaimana ini kok bisa kerebut Probolinggo??
sbyctzn April 4th, 2009, 03:51 PM Iya nih, gimana sih para pemimpin Malang Raya...
Kenapa jadi membuang peluangnya?
Padahal kan sudah cocok ada di gunung semeru...
Tapi menurut saya ada baiknya juga kalau ditaruh di Probolinggo, dan investornya pak Paul Sastro..
Ada tiga poros kekuatan pariwisata Jawa Timur yang modern...
Masing-masing Malang, Lamongan, dan Probolinggo.
Semoga Probolinggo bisa menjadi 'NEXT' Lumajang...
Inilah momentum baik kebangkitan dunia pariwisata JATIM banyak mega proyek yang akan dibangun... Di tengah krisis global yang lebih menjanjikan.
Mau event budaya internasional ada JFC, mau wisata alam ada di Malang raya, mau bahari ada di Lamongan, mau hiburan metro ada di Surabaya..
Tinggal memanagement paket-paket wisata melalui Promotio Board...
Ayo Malang... Bagaimana ini kok bisa kerebut Probolinggo??
At least, kabar bagus buat VULCANIA PARK...
Harus dipantau terus nih perkembangannya..
Kalau ada kabar baru lagi Ebek dan rekan lain yang lebih dulu tahu.. Please post here..
Atau enaknya di post di thread JATIM saja ya?
Bagaimana? Di thread JATIM atau MALANG?
Ebek21 April 4th, 2009, 04:10 PM ^^ Ya kalo di Probolinggo, taruh aja di thread Jatim di Nusantara. Sbyctzn, please check PM ya.
Ebek21 April 13th, 2009, 08:18 AM Proyek Ibukota Yang Telantar
Untuk membangun pusat pemerintahan, memang ada cost yang besar yang ditanggung Pemkab Malang. Termasuk membangun prasarana dana sarana perkantorang pemerintahan dalam upaya meningkatkan pelayanan publik.
Seiring obsesi itu, Pemkab Malang pun telah menelorkan program pembangunan perkantoran satu kawasan dengan nama proyek Block Office (BO) di kawasan Kepanjen. Untuk kepentingan proyek fisik mewujudkan impian sebuah ibukota yang menelan anggaran miliran rupiah ini, pihak pemkab telah menyediakan lahan seluas 4,5 hektar. Sayangnya, kondisi lahan di sebelah selatan kantor Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen itu, terkesan telantar begitu saja.
Lahan kosong itu ditumbuhi semak belukar, dan alang-alang, seolah tak pernah tersentuh kontraktor yang hendak membangun sekretariat daerah, atau jejak kaki petugas pengukur lahan untuk perencanaan pembangunan kontruksi terlebih dulu.
Masih belum tersentuhnya lahan di Jl Raya Panji, Kepanjen ini bukan berarti pemkab tidak tahu kapan sekretariat daerah harus direalisasi. Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkab Malang, Romdhoni menyadari betul bila kantor Bupati, Wakil Bupati dan Sekretariat Daerah Kabupaten Malang harus sudah di tempati pada 2010 mendatang.
“Proyek BO memang harus selesai pada 2010. Tapi kan butuh proses. Harus disesuaikan dengan kekuatan anggaran, dan tidak mungkin langsung jadi,” ujar Romdhoni saat ditemui di ruang kerjanya beberapa hari lalu.
Tentu saja, lanjut dia, lambannya pembangunan BO bukan karena waktu yang disediakan sangat sedikit. Sejak puluhan tahun yang lalu, jajaran Pemkab Malang sudah menyadari bahwa perlunya membangun pusat pemerintahan (ibukota) yang strategi untuk pengembangan dan kelangsungan pembangunan.
Dus, pihaknya akhirnya memutuskan Kepanjen sebagai Ibukota pemerintahan Kab. Malang. “Dari 33 kecamatan di Pemkab Malang, dipilihlah kepanjen sebagai Ibukota, sejak sejak 15 tahun lalu,” ujar Nehruddin, kepala badan perencanaan pembangunan kabupaten (Bappekab) Malang.
Namun untuk pengajuannya ke pemerintah pusat terkait dengan rencana pemusatan pemerintahan Kab. Malang, baru dilakukan pada 2007. Dari situlah muncul Peraturan Pemerintah (PP) No 18 tahun 2007 tentang penetapan Kepanjen sebagai ibukota Kab. Malang.
Atas dasar PP itu, banyak pihak berpendapat seharusnya pemkab lebih serius mengerjakan proyek BO. Bahkan, seharusnya proyek yang menghabiskan anggaran Rp 90 miliar ini menjadi skala prioritas jika Pemkab Malang tetap konsisten dengan wacana awal. Yakni pemerintahan yang kuat harus ditunjang Ibukota yang strategis, tentu pembangunan BO harus cepat. Sisa waktu yang tak sampai dua tahun ini harus dimanfaatkan untuk pembangunan BO.
Abdul Malik, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang yang baru menjabat beberapa bulan pun sebenarnya juga menyadari pembangunan BO sudah mempunyai dasar berbagai aspek. Misalnya dasar hukum dengan terbitnya PP No 18 Tahun 2007, maupun dasar sosiologis dengan munculnya wacana pemilihan Kepanjen di antara 33 kecamatan di Kabupaten Malang.
Kata lain, percepatan pembangunan BO menjadi keniscayaan bagi Pemkab Malang.
Sayangnya, rencana pembangunan BO yang sudah tepat kurang didukung dengan pengerjaan yang efektif dan efisien. Alasan Pemkab yang berdalih bakal melaksanakan pembangunan secara dua tahap pun seolah tidak didukung dengan kinerja yang cepat.
Buktinya, meski pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2009 sudah dikucurkan dana sebesar Rp 49 miliar, namun embrio pembangunannya juga belum ada tanda-tanda segera dimulai.
Bahkan, kabarnya detail Enggenering Design (DED) yang menjadi konsep perencanaan struktur bangunan juga belum jadi. Namun itu dibantah Romdhani, saat dikonfirmasi masalah itu. “Kita sudah sampai pada pembahasan DED. Kalau tidak ada halangan, kemungkinan tiga bulan lagi sudah jadi,” katanya.
Untuk tahap pertama ini, lanjut dia, yakni tahap rekontruksi bakal dirampungkan pada 2009. Anggaran yang dibutuhkan Rp 90 miliar pun dialokasikan dua kali, yakni pada 2009 (Rp 49 miliar), lalu sisanya dianggarkan pada APBD 2010 mendatang.
Pembangunan kawasan perkantoran di Kepanjen ini, rencanannya akan dipakai 43 Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) di Kabupaten Malang. Selain itu juga untuk perkantoran 10 badan yang meliputi Balitbang, Bappekab, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan beberapa badan lainnya. Sedangkan jumlah bagiannya mencapai 14 bagian yakni, bagian perekonomian, bangian kerja sama, bagian humas, bagian pertanahan dan bagian yang lainnya. Untuk dinasnya hanya 19 dinas, yakni Dinas Pendidikan (Dispendik), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Kesehatan (Dinkes) dan dinas-dinas lainnya.
Meski pemusatan pemerintahan di Kepanjen, namun lokasi kantor untuk 43 SKPD termasuk kantor Bupati, wakil bupati dan beberapa SKPD tidak disatukan dalam satu lahan seluas 4,5 hektar tersebut. Untuk gedung DPRD Kabupaten Malang, Dinkes, dan Disnaker sudah mempunyai gedung sendiri. Sedangkan lahan seluas 4,5 hektar tersebut hanya ditempati Kantor Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda) dan beberapa Dinas saja.
Bagaimana dengan gedung lama yang saat ini masih ditempati Bupati, Wakil Bupati dan beberapa SKPD, menurut Ramdhoni, gedung berlantai II yang terletak di Jl Merdeka Timur Kota Malang, rencananya akan dijadikan aset Pemkab Malang.
Taken from Surabaya Post, Apr 13, 2009
Ampelio April 14th, 2009, 08:04 AM ^^Salah satu cara supaya mega projek seperti pemindahan ibu kota Kabupaten Malang lancar dan sukses, pihak2 swasta pun harus secara aktif juga dilibatkan.
Misalnya, berikan kmudahan dan insentif bagi pihak swasta yg ber-investasi.
hermawan April 24th, 2009, 11:24 AM Radar Malang
[ Kamis, 23 April 2009 ]
MALANG - Pusat perbelanjaan (mal) di Kota Malang bakal bertambah. Satu lagi mal yang akan berdiri adalah Plaza Pos Malang (PPM).
Lokasi PPM menempati areal Kantor Pos Besar Malang (KPBM) di Jalan Merdeka Selatan, sebelah Alun-Alun Merdeka. Gedung KPBM yang dibangun masa penjajahan Belanda itu akan dirobohkan dan selanjutnya dibangun PPM.
Apabila PPM berhasil direalisasikan, di Kota Malang akan ada sebelas mal. Sepuluh mal lainnya yang telah dibangun adalah Mitra 1, Mitra 2, Gajahmada Plaza, Malang Plaza, Alun-Alun Mal, Sarinah, MOG, Matos, Pasar Besar, dan Plasa Araya. Lima mal sudah ada di areal sekitar Alun-Alun Merdeka.
Kepala KPBM M. Subkhan kemarin mengatakan, rencana pendirian PPM memang ada. Lokasi strategis KPBM nanti akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Sistemnya BOT (built operate transfer) alias dibangun, dioperasikan, lalu diberikan kepada pihak pertama (pemilik aset lahan). Soal jangka waktunya, Subkhan belum bisa menyebutkan. "Nah itu, kami yang di bawah belum tahu. Urusannya masih di atas," ujar dia.
Tahapan pembangunan PPM sudah melalui proses tender beberapa waktu lalu. Pemenangnya adalah investor yang membangun MOG di sebelah Stadion Gajayana. Soal nilai investasinya, Subkhan belum bisa menyebutkan. Sebab, dia juga tidak tahu berapa nilai yang akan diinvestasikan. "Itu saya juga tidak tahu," ungkap mantan kepala Kantor Pos Madiun ini.
Luas areal KPBM, menurut perkiraan Subkhan, sekitar 4.000 meter persegi. Rencananya PPM dibangun lima lantai. Desainnya masih dalam penggodokan. Pihak kantor pos sampai menggunakan konsultan dari Prancis untuk mencari bentuk yang pas. Konsultan kantor pos itu beradu konsep dengan konsultan investor.
Khusus soal desain, intinya nama dan citra kantor pos tetap dikedepankan. Dengan begitu, masyarakat akan tahu bahwa mal di dalam kantor pos. Bukan kantor pos di dalam mal. "Kesepakatannya salah satunya itu. Mal dalam kantor pos," ungkapnya.
Terkait dengan maket yang telah dipasang, Subkan menegaskan bahwa maket itu hanya model sementara. Perubahan besar kemungkinan terjadi. Sebab dua konsultan sedang beradu konsep.
Kapan mulai dibangun? Subkhan mengaku itu tergantung direksi PT Pos dan pihak ketiga. Hingga kemarin, urusan masih berada di tingkat direksi dan pihak ketiga. Termasuk soal perizinan kepada menteri BUMN dan menteri keuangan selaku pemilik saham BUMN. "Izin belum turun ke kami. Dengan begitu, kami yang di bawah ini masih menunggu," ucap Subkhan. (yos)
Freezy89 April 24th, 2009, 02:05 PM Taken from Jawapos
Investasi Plaza Pos Rp 100 Miliar Lebih
MALANG - Dipasangnya maket Plaza Pos Malang (Plaza Pos) di lobi Kantor Pos Besar Malang belum diikuti dengan rencana anggaran dan biaya pembangunan. Pihak investor pun belum bisa memastikan nilai uang yang ditanamkan untuk mewujudkan Plaza Pos. Sebab model dan arsitektur bangunan fisiknya masih bisa dikembangkan sesuai dengan negosiasi kedua pihak (direksi PT Pos dan investor).
Iskandar Roebianto, salah seorang perwakilan investor kepada Radar kemarin mengungkapkan, saat ini negoisasi model bangunan sedang berlangsung. Konsultan PT Pos dan konsultan investor tengah menggodok konsep. Karena konsep bangunan belum final, maka belum bisa dihitung rencana anggaran biayanya. "Biayanya belum dihitung. Lha konsep bangunannya belum final. Mungkin lebih dari Rp 100 miliar," kata Iskandar.
Kalau versi investor, katanya, gedung yang dibangun nanti berlantai lima. Lantas dasar adalah tempat parkir. Lobi dibuat minimalis karena lahan tidak terlalu besar. Untuk kongkow-kongkow anak muda, ada salah satu lantai yang tanpa penyekat. Sehingga bisa melihat aktivitas di alun-alun secara terbuka. "Secara umum, versi investor seperti yang di maket itu," kata Iskandar.
Seperti diketahui, Kantor Pos Besar Malang (KPBM) yang ada di Jalan Merdeka Selatan, sebelah alun-alun dalam waktu dekat akan disulap menjadi mal. Namanya mal Plaza Pos Malang. Gedung KPBM yang dibangun masa penjajahan Belanda itu akan dirobohkan.
Apabila Plaza Pos direalisasikan, maka di Kota Malang akan ada sebelas mal. Sepuluh mal lainnya yang telah dibangun adalah Mitra 1, Mitra 2, Gajahmada Plaza, Malang Plaza, Alun-alun Mal, Sarinah, Pasar Besar Malang (PBM), MOG, Matos, dan Plasa Araya. Lima mal sudah ada di areal sekitar alun-alun Kota Malang.
Iskandar menerangkan, saat ini kebijakan masih lebih banyak di tangan PT Pos. Sebab PT Pos-lah yang menentukan model serta proses perizinan kerjasama BOT (build opperate transfer) itu. Termasuk lamanya masa BOT sehingga memengaruhi besarnya nilai investasi.
Yang jelas, kata salah seorang investor MOG ini, di samping mal nanti tidak didirikan hotel. Salah satu pertimbangannya, lahan untuk pembangunan Plaza Pos tidak terlalu luas. Sehingga kecil kemungkinan didirikan hotel.
Kapan pembangunan dimulai?Iskandar berharap dalam waktu satu hingga dua bulan, proses pembicaraan tentang model dan perjanjian kerjasama terselesaikan. Sehingga bisa segera dibangun. "Tunggu saja," katanya. (yos/abm)
Akhirnya ada proyek baru...
:banana::banana::banana:
lombok April 24th, 2009, 02:28 PM kenapa old gedung dirobohkan:ohno:, lebih baik direnovasi dan dibuat mall seperti di europe:banana:
sbyctzn April 25th, 2009, 01:13 PM Bagus deh..
Malang tidak mengalami Resesi di pembangunan..
Ada yang mau take picture designnya dari kantor pos?
Sama foto lokasinya..
Please post here..
Foto lokasi dan designnya...
pecinta_surabaya April 25th, 2009, 07:51 PM Ko' di List 10 mall Malang ga ada Dieng ya??
hermawan April 27th, 2009, 03:04 AM Mungkin wartawan radar kelupaan ya.
Sangat ideal kalo Mal ini berlantai 5. Mudah-mudahan akan menambah cantik kawasan alun-alun. Saya kira daerah ini perlu mal baru yang modern, karena mal-mal disekitar alun-alun kebanyakan dibangun tahun 80an (udah jadul).
hermawan April 27th, 2009, 05:27 AM Satu lagi berita dari Malang
UIN Siap Bangun Masjid Akbar
Rabu, 18 Maret 2009 12:38
UIN Maulana Malik Ibrahim siap membangun masjid di Kampus 2 Junrejo Batu. Tak tanggung-tanggung, rencana pembangunan masjid tersebut senilai Rp. 58 milliar lebih dan didirikan di atas tanah seluas ± 13 ha. Dana itu akan dikucurkan oleh Pemerintah Saudi Arabia. Konstruksi bangunannya pun sangat modern, terdapat basement dan berlantai 3 serta menara setinggi 50 m.:okay::okay::okay:
Sumber : www.UIN-Malang.ac.id
hermawan April 27th, 2009, 05:37 AM Radar Malang
[ Senin, 27 April 2009 ]
PENDAPA - Pada akhir 2009 nanti pengguna jasa penerbangan melalui Lapangan Udara (Lanud) Abdurrahman Saleh tak akan lagi mengalami problem dengan ribetnya prosedur masuk kawasan militer. Pemprov Jatim dan Pemkab Malang telah menyiapkan jalan sepanjang 1,3 kilometer. Letak jalan masuk ke bandara itu berada sekitar 100 meter sebelah selatan pos penjagaan lanud.
Selama ini pengguna jasa penerbangan harus melewati pemeriksaan di pos penjagaan militer. Namun, bila jalan sipil yang dibangun pemprov dan pemkab selesai, maka prosedur pemeriksaan yang memakan waktu tersebut tak akan lagi terjadi. Sebab, jalan yang dilalui masyarakat merupakan jalan sipil murni yang tak masuk kawasan militer.
Untuk pembangunan jalan selebar 30 meter tersebut, pemprov telah menganggarkan dana sekitar Rp 17 miliar. "Untuk pembebasan lahannya sudah tuntas," kata Mochammad Jamhuri, Kabag Pertanahan Pemkab Malang.
Pada awalnya ada sedikit permasalahan dalam pembebasan tanah. Itu karena salah satu tanah yang akan dibebaskan merupakan tanah kas desa milik Desa Asrikaton. Namun, setelah dilakukan pembicaraan, akhirnya tanah kas desa seluas 7.300 meter persegi itu dilepas oleh desa. "Pemkab memberikan kompensasi berupa uang kepada desa untuk dibelikan tanah lagi," terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkab Malang Soefianto menjelaskan, lahan tanah yang sudah dibebaskan itu akan segera diaspal. Sehingga bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Saat ini, kondisi tanah yang dibebaskan untuk jalan, kondisinya sebagian besar masih berupa areal persawahan dan perkebunan.
Tak hanya jalan, rencananya pemprov juga akan mengucurkan dana untuk pembuatan pagar di sekitar areal jalan masuk ke bandara. "Pemprov juga akan segera membenahi perbaikan terminal di lanud yang dianggap sudah terlalu sempit," ucap Soefianto.
Saat ini terminal di lanud yang total luasnya sekitar 300 meter persegi dianggap sudah tak layak. Sebab, di lanud saat ini dalam seharinya sudah melayani 5 penerbangan. Yakni Garuda dan Sriwijaya masing-masing dua penerbangan. Ditambah lagi dengan Batavia Air yang melayani satu penerbangan. (fir/abm)
hermawan April 27th, 2009, 06:33 AM ^^Ini lokasi Kantor Pos Besar Malang yang rencananya mau di jadikan Mal ditengah-tengah plaza/mal yang sudah ada. Mudah-mudahan bentuknya nanti cukup modern sehingga bisa jadi pilihan baru warga Malang dan menjadi tantangan bagi mal yang sudah ada supaya bisa berbenah dan di upgrade sesuai dengan zaman agar tidak kalah bersaing. Kalo nggak salah Sarinah Plaza sudah mulai dibenai eksteriornya sehingga tampak lebih modern sekarang.
http://img209.imageshack.us/img209/6251/alunalun.jpg (http://img209.imageshack.us/my.php?image=alunalun.jpg)
Ampelio May 12th, 2009, 04:47 PM Ker! ada info detail mengenai kompleks bangunan baru (5 lantai) yg modern di Malang ini?
http://img17.imageshack.us/img17/3749/gedungit.jpg (http://img17.imageshack.us/my.php?image=gedungit.jpg)
http://img8.imageshack.us/img8/1792/gedungtechno.jpg (http://img8.imageshack.us/my.php?image=gedungtechno.jpg)
...ini apa sebenarnya: kampus, lembaga penelitian, training center, techno park atau...?
sbyctzn May 13th, 2009, 04:52 AM Ker! ada info detail mengenai kompleks bangunan baru (5 lantai) yg modern di Malang ini?
http://img17.imageshack.us/img17/3749/gedungit.jpg (http://img17.imageshack.us/my.php?image=gedungit.jpg)
http://img8.imageshack.us/img8/1792/gedungtechno.jpg (http://img8.imageshack.us/my.php?image=gedungtechno.jpg)
...ini apa sebenarnya: kampus, lembaga penelitian, training center, techno park atau...?
bagus juga, modern. ada dimana ya ini????
sbyctzn May 13th, 2009, 04:58 AM Mal di Malang jadi tujuan wisata
Jum'at, 10 April 2009 | 16:47 wib ET
MALANG: Mal-mal yang berada di tengah Kota Malang mendadak menjadi tujuan wisata baru ibu-ibu dan kalangan mahasiswa untuk menghabiskan waktu pada libur panjang pekan ini.
Laporan Antara, Jumat (10/4/09) menyebutkan, hampir seluruh mal besar di Kota Malang seperti Malang Town Square (Matos) di Jalan Veteran, Malang Olympic Garden (MOG) di kawasan Stadion Gajayana, Mitra I, Malang Plaza, dan Gajahmada Plaza di Jln Agus Salim tampak dipadati pengunjung.
"Setelah mencontreng, banyak yang memilih langsung berlibur keluar kota atau tempat-tempat rekreasi lainnya. Namun saya lebih menikmati 'cuci mata' di mal dan makan-makan di pujasera," kata salah seorang pengunjung Matos, Ariani Widianti.
Menurut mahasiswa semester VI Universitas Brawijaya (UB) Malang itu, kalau berlibur atau mudik akan melelahkan, kecuali kalau libur panjang semester atau Lebaran. Namun, jika masa libur kurang dari sepekan, maka lebih baik 'menjelajahi' mal saja.
Salah seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Malang, Wiryawan lebih memilih mal di kawasan Jalan Agus Salim, karena bisa ramai-ramai melepas penat di Alun-alun Merdeka yang lokasinya tak jauh dari lokasi mal atau berjam-jam di warnet Kantor Pos Besar Malang.
"Kami sering jalan-jalan ramai-ramai seperti ini ketika hari libur, termasuk libur panjang empat hari saat ini. Memang banyak kawan yang memilih mudik, tapi saya lebih menikmati libur dengan menghabiskan waktu di warnet atau ke mal," katanya. (kb2)
taken from kabar bisnis
Ampelio May 13th, 2009, 05:53 AM Ker! ada info detail mengenai kompleks bangunan baru (5 lantai) yg modern di Malang ini?
http://img17.imageshack.us/img17/3749/gedungit.jpg (http://img17.imageshack.us/my.php?image=gedungit.jpg)
http://img8.imageshack.us/img8/1792/gedungtechno.jpg (http://img8.imageshack.us/my.php?image=gedungtechno.jpg)
...ini apa sebenarnya: kampus, lembaga penelitian, training center, techno park atau...?
^^Oh ternyata itu bangunan2 VEDC (Vocational Education Development Center) Malang :cheers:
indonesiaku May 19th, 2009, 06:06 AM Dari Jawa Pos
Prancis Ikut Lirik Kabupaten
Buat Wisata Gunung Berapi dengan Nilai Investasi Rp 1 Triliun
KEPANJEN - Minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Malang pada tahun ini cukup besar. Setelah Jepang, India, Tiongkok, dan Singapura, kemarin giliran Prancis yang ingin masuk ke Kabupaten Malang.
Investor dari Prancis, pagi kemarin bertemu dengan Bupati Malang Sujud Pribadi. Rencananya, investor Prancis akan membuat taman yang dilabeli Volcano Park. "Sebagai Bupati, saya akan sangat senang jika semakin banyak investor yang masuk ke kabupaten. Semakin banyak investasi yang ditanamkan, akan semakin memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat," jelas Sujud ditemui kemarin.
Karenanya, dia sudah memerintahkan kepada semua satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) untuk memberikan kemudahan kepada investor. Termasuk, juga memberikan bantuan berupa pengurusan izin hingga ke pemerintah pusat. "Pokoknya, apa yang dibutuhkan investor, pemkab siap membantu. Investor ini mampu mengurangi jumlah pengangguran," tandasnya.
Di kabupaten sendiri, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Malang, jumlah pengangguran mencapai 47 ribu jiwa.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang Purnadi memaparkan, investor sudah melakukan survei ke Jeru, Tumpang. Dari hasil survei yang dilakukan pada 2008 lalu, tampaknya investor tertarik untuk membuat taman gunung berapi. Kultur tanah dan letak geografis di Jeru cocok untuk dibuat wisata gunung api. Rencananya, lahan yang akan digunakan sekitar 12 hektare.
Setelah tahap survei, dalam waktu dekat akan dilakukan studi kelayakan. Untuk studi kelayakan ini, setidaknya dibutuhkan waktu satu tahun. Sedangkan dana yang dibutuhkan untuk pembuatan Volcano Park itu sendiri diperkirakan mencapai Rp 1 triliun.
Jika investasi di bidang pariwisata itu benar-benar terealisasi, maka Volcano Park itu merupakan yang kedua di dunia. Saat ini, Volcano Park hanya terdapat di Prancis. Selain taman wisata, nantinya di Volcano Park juga akan ada museum mengenai gunung berapi. Di dalamnya memelajari tentang awal mula terbentuknya gunung berapi, meletusnya gunung, terbuatnya magma, lahar, dan lava.
Di Prancis sendiri, terang mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang tersebut, tingkat kunjungan pada Volcano Park dalam setiap tahunnya lebih dari 1 juta wisatawan. "Untuk Malang sendiri, bila terealisasi kami juga menargetkan kunjungan 1 juta wisatawan setiap tahunnya," harap Purnadi.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Malang Rudianto menambahkan, wilayahnya memiliki banyak potensi untuk ditawarkan ke investor. Baik itu investor dalam negeri ataupun investor luar negeri.
Di kabupaten sendiri, saat ini sudah ada empat perusahaan PMA (penanaman modal asing). Untuk PMA yang joint dengan PMDN (penanam modal dalam negeri) mencapai tujuh perusahaan. Menurut Rudianto, untuk investor yang mempunyai modal besar, bisa menanamkan modalnya di bidang pertanian, perikanan, semen, gula, serta pariwisata. Sedangkan untuk investor bermodal kecil, bisa menggarap perekonomian rakyat. Misalnya dalam bentuk pengalengan tempe dan pengolahan bambu.
Untuk saat ini, pembuatan pabrik gula sudah dilirik oleh investor Tiongkok di Sumberpucung, sedangkan investor India berminat untuk membuat serat tekstil untuk konstruksi jalan tol di Jabung. Investor Jepang tertarik di bidang ritel, agroindustri, dan pembuatan komponen bodi mobil.
Sedangkan investor Singapura tertarik untuk mengirimkan ikan tuna yang banyak terdapat di Sendangbiru, Sumbermanjingwetan. Selain itu, investor dalam negeri juga berencana membuat pabrik semen di Sumbermanjingwetan.
hermawan May 19th, 2009, 09:09 AM ^^wah.... dahsyat juga kalo semua terwujud.
Ebek21 May 20th, 2009, 05:47 AM Wuih taman macam apa yang akan dibangun dengan dana 1 triliun dan lahan hanya seluas 12 ha ? Must be very sophisticated and modern theme park !!
Freezy89 May 20th, 2009, 06:30 AM Wah...syukurlah kalo ternyata proyek itu jadinya di malang...
Kmrn kabarnya di Probolinggo yh??
Selaen itu,ditunggu kelanjutan proyek investor dari Jepang, India, Tiongkok, dan Singapura...
Freezy89 May 20th, 2009, 06:34 AM Taken from Radar Malang...
Perlu Kawasan Berikat
KEPANJEN - Banyaknya investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Kabupaten Malang mulai memunculkan banyak ide. Pembangunan infrastruktur saja dinilai belum cukup untuk meyakinkan investor asing bahwa menanamkan modal di kabupaten merupakan pilihan tepat.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Malang Nehruddin mengatakan, pembangunan infrastruktur wajib dibenahi. Infrastruktur yang harus dibenahi di antaranya pembangunan pelabuhan umum, pemaksimalan Lanud Abdulrachman Saleh, pembuatan jalan tol Surabaya-Malang-Kepanjen, dan penyelesaian jalur lingkar selatan (JLS).
Hanya, papar Nehruddin, pembangunan infrastruktur belum membuat kabupaten mempunyai nilai lebih dibandingkan dengan daerah lain. Sebab, daerah lain seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, dan Gresik sudah terlebih dahulu memiliki infrastruktur yang mapan.
Agar kabupaten memiliki nilai lebih, pria asal Palembang ini mengusulkan agar pemkab segera memfasilitasi terbentuknya kawasan otorita kepabeanan tersendiri. Dengan adanya otorita kepabeanan sendiri, barang-barang dari investor asing yang akan diekspor tak perlu lagi diperiksa bea cukai. Baik itu bea cukai di pelabuhan laut maupun udara.
Untuk kawasan otorita kepabeanan atau yang lazim disebut kawasan berikat tersebut, daerah yang paling tepat adalah Lawang. "Setidaknya membutuhkan lahan sekitar 15 sampai 20 hektare di Lawang. Bentuknya seperti terminal peti kemas. Tapi menjadi otorita tersendiri," ungkap Nehruddin.
Dengan adanya kawasan berikat, barang-barang yang akan diekspor tak perlu lagi antre lama karena menunggu pemeriksaan. Itu karena di kawasan berikat sudah terdapat petugas bea cukai sendiri. Pembuatan kawasan itu juga tak perlu dianggarkan melalui APBD, tapi harus dilemparkan ke pihak investor.
Di Jawa, lanjut Nehruddin, kawasan berikat hanya terdapat di Solo. Jadi, jika pemkab memfasilitasi kawasan berikat di Malang, investor akan saling berebut karena akan sangat menguntungkan bagi investor. Yang bisa menggunakan kawasan berikat itu juga perusahaan di daerah lain di Jatim.
Di Kabupaten Malang, baru ada satu perusahaan yang sudah menggunakan jasa kawasan berikat. Yakni PT Sido Bangun, Singosari. Untuk mengirim ke luar negeri, perusaaaan pengekspor plastik tersebut tak perlu melalui mekanisme yang berbelit.
Bupati Malang Sujud Pribadi mendukung semua kegiatan yang bisa memancing investor masuk ke wilayahnya. "Intinya, saya akan selalu mendukung semua hal yang bisa membuat investor tertarik masuk ke Malang," kata dia.
Ia berharap, kegagalan investor asing menanamkan modal ke kabupaten tak terjadi lagi. Tahun ini, sudah ada beberapa investor yang tertarik masuk ke kabupaten. Yakni Prancis yang melirik pembuatan volcano park di Tumpang. India tertarik membangun pabrik serat tekstil untuk kontruksi jalan tol di Jabung. Selain itu, Jepang tertarik di bidang ritel (Dau), agroindustri (Poncokusumo), dan pembuatan komponen bodi mobil (Pakis). Juga ada Tiongkok yang tertarik membangun pabrik gula di Sumberpucung. Sedangkan Singapura tertarik potensi ikan tuna di Sendangbiru, Sumbermanjingwetan. (fir/yn
Siiipppp!! :okay::okay::okay:
hermawan May 20th, 2009, 07:33 AM Ayo Pak Suyud, aku yakin bapak bisa........pokoknya jangan sampai keinginan itu lepas semua karena dipusingkan birokrasi yang rumit. Bapak harus terjun langsung. Berapa tenaga kerja tuh yang bisa diserap.
Aq bayangin, kalo Vulcano park saja jadi dibangun dan 1 juta wisatawan bisa masuk ke Malang per tahun. Wuihh betapa majunya Malang. coba .... berapa kali flight ke Malang sehari. Bandara Abd. Saleh pasti ramai...dan pasti nambah sekian lagi hotel. dst.....dst...... ayo kita suport terus pemkab. Malang.
sbyctzn May 22nd, 2009, 06:10 AM Mantab!
Kabupaten Malang!
Tinggal selanjutnya meneruskan tol Pandaan-Malang.
Gempol-Pandaan tahun depan sudah mulai dibangun tuh..
Sip!!
Semoga Malang Raya semakin maju Pariwisatanya!
Freezy89 May 26th, 2009, 01:10 PM Taken from Jawapos
Jalibar, Perempatan ITN Tembus Pertigaan Sengkaling
MALANG - Pemkot Malang bersama DPRD Kota Malang menyeriusi pembangunan jalan lingkar barat (jalibar). Sebagai wujud keseriusan itu, kebijakan membangun jalibar dimasukkan dalam revisi perda rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kota Malang. Jalur yang akan direhabilitasi menjadi jalibar pun sedang diploting.
"Jalibar itu masih jalan terus. Bahkan titik-titik jalan yang akan digunakan untuk jalibar sedang diplot," ungkap Pujianto, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Malang.
Politisi PAN ini menerangkan, jalibar akan diawali dari perempatan ITN menuju pertigaan Jalan Sigura-gura. Dari sini akan diarahkan ke Gasek. Lalu naik lagi ke arah Karang Besuki. Dari sana lalu menuju Merjosari hingga naik lagi ke atas menuju Genting Utara. Dari Genting akan mulai turun menuju jalanan Vila Bukit Sengkaling. Lalu turun lagi menuju ke pertigaan Mulyoagung dan berakhir di pertigaan Sengkaling. "Rencananya begitu. Dimasukkan ke RTRW agar menjadi agenda pembangunan Kota Malang 20 tahun mendatang," ungkap politisi dari dapil Lowokwaru ini.
Menurut Pujianto, mewujudkan jalibar adalah sebuah tugas yang harus dilaksanakan pemerintah. Itu karena kepadatan arus lalu lintas di sektor barat sudah semakin mengkhawatirkan. Untuk menuju ke arah Dau dari Jalan Veteran, dibutuhkan waktu nyaris sejam lebih. Itu karena kendaraan tersendat di Sumbersari, sepanjang Jalan MT Haryono dan Landungsari. "Sudah macet arah ke barat itu. Harus dibuat jalan lingkar," katanya.
Soal wilayah Kabupaten Malang yang dilintasi jalibar, Pujianto mengatakan nantinya akan ada pembicaraan antar-daerah. Sebab Kabupaten Malang dipandang juga membutuhkan akses cepat menuju bagian barat wilayahnya. "Itu nanti dikerjasamakan. Yang prinsip, jalibar harus terwujud," kata Pujianto. (yos/abm)
Freezy89 May 26th, 2009, 01:13 PM Ada berita bagus nih...
7 Kecamatan Jadi Penyangga Kota
KEPANJEN - Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Malang tak hanya membawa dampak bagi warga kota. Tapi juga membawa efek bagi kawasan Kabupaten Malang. Karenanya, pemkab sudah menyiapkan beberapa kecamatannya sebagai penyangga Kota Malang.
Kecamatan yang dijadikan sebagai penyangga kota itu adalah wilayah milik kabupaten yang berbatasan langsung dengan daerah kota. Ada tujuh kecamatan yang disiapkan sebagai penyangga. Yakni Singosari, Karangploso, Dau, Wagir, Pakis, Bululawang, dan Pakisaji.
"Di kecamatan-kecamatan itu, pemkab memberikan keleluasaan kepada pengembang untuk membuat perumahan. Lihat saja, di 7 kecamatan itu kan banyak perumahan-perumahan berdiri," ucap Nehruddin, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kabupaten (Bappekab) Malang.
Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), ketujuh kecamatan itu sebagian wilayahnya memang difokuskan untuk perumahan. Menurut Nehruddin, dijadikannya 7 kecamatan di kabupaten sebagai penyangga membuktikkan bahwa pembangunan di Malang Raya tak bisa dipisahkan.
Namun, harus dijalankan dengan sebuah program yang komprehensif. Sehingga pembangunan di tiga daerah yakni kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu tak bisa dilakukan secara parsial atau sepotong-potong.
Tujuh kecamatan perbatasan yang dijadikan penyangga itu bertujuan untuk menampung ribuan pekerja yang tempat bekerjanya ada di Kota Malang. Sebab, kawasan Kota Malang sendiri rupanya sudah penuh untuk dijadikan perumahan. Apalagi, kawasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Malang semakin hari sudah semakin berkurang. Belum lagi, harga tanah di kawasan kota sudah mengalami kenaikan yang cukup pesat.
Dibuatnya kawasan penyangga itu menguntungkan kedua pihak, pemkot ataupun pemkab. "Makanya ada istilah, jumlah penduduk Kota Malang kalau siang itu 800 ribu orang. Tapi, kalau malam tinggal 700 ribu orang. Sebab, 100 ribu orang lainnya bila malam menjadi warga kabupaten," jelas Nehruddin. (fir/abm)
Dengan begini, maka pembangunan di Malang raya akan lebih bersinergi. Kota Malang juga akan lebih berkembang dengan adanya daerah penyangga... Seperti Surabaya dengan daerah penyangga Sidoarjo, Gresik n Mojokerto..
|
|