View Full Version : The Metro Mini, Kopaja, Angkot and all Buses-with-Doors-that-never-close Thread


Pages : [1] 2

F-ian
November 1st, 2008, 07:07 PM
hey guys I just wanna make this thread

:cheers:

I know everyone hates them....the first thing what comes to your mind about them is aduh malezz makenya.....

no matter how positive you say/think about them calling them "Urban Art" I know deep down in your hearts you'd hella want them in landfills.....and I believe they are the very very very very very very core reasons on why only CMIIW 1.2%Jakartans don't use public transport....:yes:

what is annoying is that they are the largest companies on City Bus transports yet why....why...are they so BADdd :bash:?

these buses need to be exposed (weird they are a silent matter...I never see them exposed on the media)... not to embarrass Indonesia, but we need to know why are they still in the streets and a (possible) way to solve the matters on how Metro Minis/Kopajas could be as good as Sg's SMRT & SBS buses or atleast be Manusiawi :yes:

Okk to break the ice... first easy questions are

1) are they private or dari pemprov?

2) if they are private wonder can we contact them or something? is there any such thing as kantor pusat Metro Mini/Kopaja/Angot dll

3) :gah: why aren't there any private investors wanting to invest in city buses? I mean Bus pariwisata antar kota melimpah, I don't see that making something like SMRT buses in Indonesia gak bkl profitable...

4) it seems they're like "that" from the 90s (and possibly 70s) will they ever be :cry: service oriented... or are we going to see them like this till Jakarta traffic gridlock 2014 and beyond 2014?? any chance of them kepengen maju :cry:??


pics Metro Mini....

http://i30.photobucket.com/albums/c321/fahrianhs/utk%20indo/bus3x.jpg

http://i30.photobucket.com/albums/c321/fahrianhs/utk%20indo/metromini_1.jpg

http://i30.photobucket.com/albums/c321/fahrianhs/utk%20indo/metromini.jpg

die you buses DIE :bash:

http://i30.photobucket.com/albums/c321/fahrianhs/utk%20indo/251103ckatabrak.jpg

BTW me I choose going on taxis to ratu plaza busways instead of these... pusing makenya :nuts: even just the first impression...


padahal y'know...without Busways,Monorails,Subways.dll I know that if these Buses are nyaman... I could guarantee 1000000%... there would never be trafic jams in Jakarta....

P.S don't put this in Gado2 >(

oweeyman
November 1st, 2008, 07:34 PM
I LOVE METRO MINI...

asudarsono
November 2nd, 2008, 02:12 AM
Kantor pusat PT Metro Mini tuh di depan halte busway Layur.

rilham2new
November 2nd, 2008, 03:44 AM
AKu make kok KOPAJA .....

Terutama kalau mau ke TANAH ABANG Blok A.

Caranya:
Parkir Mobil di Sarinah Thamrin, habis itu nyebrang jembatan Halte Busway Sarinah. Dan seterusnya naek KOPAJA ke Tanah Abang.

Yeah, that door is never closed. Gak rame busnya, selalu dapat tempat duduk. Gak ada pengamen lagi :tongue2: ..Semuanya duduk manis. Cuman ya mungkin anginnya aja yang agak sepoi-sepoi. Biarlah, eforia negara dunia ketiga, lagipula kan aku warga negaranya ...

=NaNdA=
November 2nd, 2008, 05:44 AM
lha, kan masih banyak rute yang tercover ama Metro Mini n Kopaja....

ya bakal susah ilang..:D

F-ian
November 2nd, 2008, 08:46 AM
^^ itu payahnya... rute tercover paling banyak adalah bus yang beri pelayanan -10....

emg bus2 ini gak pake AC terbuka dll sejak jaman Orde Baru kan?....Kenapa si gak service oriented? padahal kan bisa jaring lebih banyak penumpang......

*sigh* will it be like this forever? :cry: majunya kapan? otaknya pada kemana sih yg mbikin perusahaan?

rilham2new
November 2nd, 2008, 12:23 PM
^^ hehehe jangan khaawatir, bus yang ada sekarang ini juga baru penggantian 5-10 tahun belakangan kok ...

Begitu perusahaan mereka sadar betapa mereka mesti bersaing dengan Busway .. Mereka mungkin akan kepikiran buat mengubah armada mereka jadi yang lebih baru :)


(tapi itu juga kalau antek perusahaan mereka gak dibekingi anggota DPRD dan PEMPROV DKI yaaa ....),

Mengenai tabiat para supir dan kenek, I doubt it will change in the near future.

Untuk tahu lebih banyak, Tanya pakarnya aja , peseg5 :D

Ara
November 2nd, 2008, 01:06 PM
^^ itu payahnya... rute tercover paling banyak adalah bus yang beri pelayanan -10....

emg bus2 ini gak pake AC terbuka dll sejak jaman Orde Baru kan?....Kenapa si gak service oriented? padahal kan bisa jaring lebih banyak penumpang......

*sigh* will it be like this forever? :cry: majunya kapan? otaknya pada kemana sih yg mbikin perusahaan?

Hehe, yang parah tuch Patas AC. Tiap kali hujan, berapa tempat duduknya jadi banjir. Padahal bayar Rp6,000, sampai konduktor nya malu abis. Juga, tempat duduknya kecil abis di Biangala.

AceN
November 2nd, 2008, 05:29 PM
Hahahahaha...i truly, madly, deeply hate angkot rather than Metromini.. :D

rilham2new
November 2nd, 2008, 06:28 PM
^^ Pengalaman traumatik ya :D


Ya aku juga gak suka naek Angkot/Mikrolet :D .. MEtromini, Kopaja jauh mendingan hehehehe.

anOz
November 2nd, 2008, 06:30 PM
semuanya nyebelin...termasuk Busway sekalipun....

rilham2new
November 2nd, 2008, 06:36 PM
Okk to break the ice... first easy questions are

1) are they private or dari pemprov?

2) if they are private wonder can we contact them or something? is there any such thing as kantor pusat Metro Mini/Kopaja/Angot dll

3) :gah: why aren't there any private investors wanting to invest in city buses? I mean Bus pariwisata antar kota melimpah, I don't see that making something like SMRT buses in Indonesia gak bkl profitable...

4) it seems they're like "that" from the 90s (and possibly 70s) will they ever be :cry: service oriented... or are we going to see them like this till Jakarta traffic gridlock 2014 and beyond 2014?? any chance of them kepengen maju :cry:??



1) Private , tapi kemungkinan pemilik perusahaannya orang2 pemerintahan juga (kemungkinan besar anggota DPRD atau petinggi2 Pemerintah juga)

2) Bisa, mereka itu badan hukum berupa PT. ... yang berupa Koperasi juga ada, itu kenapa namanya KOPAJA (CMIIW)

3) Ini peseg5 lebih ngerti jawabnya, karena kalau aku yang jawab maka aku akan bilang, ketika investasi pengangkutan umum (mass transportation) diserahkan ke swasta apalagi dalam bentuk Perseroan Terbatas (yang jelas2 tujuan pendirian perusahaan adalah untuk mencari laba), bisa dipastikan investasi mass-transport adalah investasi merugi .... ditambah fakta minimnya insentif pemerintah (dan jangan tanya lah kalau nentuin tarif aja HARUS LEWAT DPRD Provinsi)... Ibarat gini, swasta bangun sistemnya, mengontrol dan memanage systemnya,, tapi TARIFF itu diatur pemerintah :D kan aneh donk ya :tongue2: ... Kacamata penentuan tarif menerut pemerintah yang punya fungsi demokrasi, tentunya gak sama donk dengan kacamata pengusaha swasta tersebut (yang profit-oriented).

4) Service Oriented ,,, aku kurang yakin. Tapi kalau busnya akan semakin bagus ... Ada kemungkinan, mereka badan usaha yang sekarang saingan sama Trans Jakarta ... ;) ... Tapi, gak tahu juga deh ya, soalnya TJ kan patungan perusahaan bus yang jelek2 itu :D

AceN
November 2nd, 2008, 09:28 PM
^^ Pengalaman traumatik ya :D


Ya aku juga gak suka naek Angkot/Mikrolet :D .. MEtromini, Kopaja jauh mendingan hehehehe.
^^ Ga sih. Cuma kalo lagi nyetir, ada angkot macem2, emosi g gampang naek. Pernah ampir mo g cudahin tuh, gara2 ngetem sembarangan. Untung aja temen g keburu marahin g dulu :tongue2:

G kalo lagi nyetir, trus dari blakang ada angkot yang mo nyelip, kagak g kasi lewat & sengaja g nyetir pelan2. Dia ke kiri, g ke kiri..dia ke kanan, g ke kanan. Kalo dia udah klakson kenceng2, baru g agak ngebutan dikit. Trus g ulangin lagi deh.. sambil nyengir tentunya :tongue2: he he he....kalo ama metromini, ngga brani g. Ntar disundul, g yang kalah... :nocrook:

asudarsono
November 3rd, 2008, 02:04 AM
Itu Metro Mini dkk udah memenuhi Standar Pelayanan Minimum sesuai UU14 dan PPnya? Gue nggak yakin tuh. Tinggi pintu dan lebar kursi aja kayak gitu.

oweeyman
November 3rd, 2008, 05:58 PM
^^ Pengalaman traumatik ya :D


Ya aku juga gak suka naek Angkot/Mikrolet :D .. MEtromini, Kopaja jauh mendingan hehehehe.

emang tuh... gw bisa 3x seminggu naik angkot... kebetulan di rute gw gak ada bis yang lewat (iyalah lewatnya aja perumahan di bintaro mana ada Metro Mini / Kopaja:nuts:)

dan itu hal yang paling menyebalkan dalam keseharian gw...:bash:

bayangin aja, angkotnya pas gw naikin biasanya masih kosong... trus pas udah nyampe perempatan angkotnya ngetem sampe itu angkot bener2 penuh... bayangin aja waktu yang kebuang cuma gara2 nungguin angkotnya dari sepi (1-2 orang) sampe penuh...:nuts::nuts::nuts: bisa 25 menit-an sendiri... pas udah penuh hasilnya sempit+sumpek hahh!!!:bash::bash::bash::bash::bash:

peseg5
November 3rd, 2008, 06:58 PM
Itu Metro Mini dkk udah memenuhi Standar Pelayanan Minimum sesuai UU14 dan PPnya? Gue nggak yakin tuh. Tinggi pintu dan lebar kursi aja kayak gitu.

^^ Emang ada jabaran dari Standar Pelayanan Minimum? Waktu saya tanya ke teman yg punya otobus, kagak ada tuh jabaran detilnya.... Bahkan spek bus kota aja gak ada yg ngatur harus bus jenis ini (jenis bus kota - low floor). Makanya bus kota di Jakarta itu sebenarnya bus untuk AKAP / wisata, bukan untuk dalam kota, kecuali ex jepun.

Btw kalau Pilot aja ada SEKOLAH PILOT, apakah supir bus itu ada SEKOLAH MENGEMUDI BUS????

Kalau tidak ada, sebenarnya siapa yg bertanggung jawab bikin kurikulumnya, bikin sekolahannya, ngawasin kegiatan akademiknya?

Ato memang tidak ada sama sekali????

Bingung kannn?!Eh gak perlu bingung... karena sudah semakin keliatan kan kekurangan2nya.

Pertanyaan2 ini coba deh dilempar ke jajaran Dishub dan Dephub.... bakal terjawab gak ya??!

peseg5
November 3rd, 2008, 07:33 PM
hey guys I just wanna make this thread

:cheers:

Okk to break the ice... first easy questions are

1) are they private or dari pemprov?

2) if they are private wonder can we contact them or something? is there any such thing as kantor pusat Metro Mini/Kopaja/Angot dll

3) :gah: why aren't there any private investors wanting to invest in city buses? I mean Bus pariwisata antar kota melimpah, I don't see that making something like SMRT buses in Indonesia gak bkl profitable...

4) it seems they're like "that" from the 90s (and possibly 70s) will they ever be :cry: service oriented... or are we going to see them like this till Jakarta traffic gridlock 2014 and beyond 2014?? any chance of them kepengen maju :cry:??
(

1. Private. Pemprop never provides such mass transit until TRANSJAKARTA born. Even PPD isn't pemprop, it's a near (almost) collapsing BUMN - now.

The UU 14 dated year 1992 states a public transportation shall be responsible to government to provide such transport which meets the criteria for safety, comfort, and affordable as a backbone of our nations economy. So what the government do since then? Nothing, except they "invite" the private to provide that. Whose responsible is this?! Govt. What are they doing to fulfill this responsibility (provide such transport as UU stated)? Nothing!

2. Most of them are owned and operated by individual investor, or small group often grouped in koperasi angkutan. Like PT Metro Mini, a franchise bus company, whose buses commonly owned by individual investors. Or angkot/mikrolet. You'll hear this is Mr. Rojali's angkot, while that is Mr.Hengki's angkot. Different owner, same vehicle and same route.

3. The one of constrain of this business is that the ticket price (in other words - YOUR INCOME) isn't all your policy. It's the govt policy. Since the govt have no interest operating this business, infact they taking advantage from all kinds of retribusi (Kir, Izin trayek, dll). Not to mention their private kantong and other endless pungli. They (operators) very hate to face this tough competition, but infact its making money! Of course they have to set their frontliners (a.k.a the driver) to GUNG HO strategy to do that (making money). So, what we called "kejar setoran" is actually part of their GUNG HO strategy to winning or surviving this tough competition.

4. They actually "sangat kepingin maju". But who are they? Are they gods? Are they rulers? They only grass roots. Grass roots just follow the rules. The rules are set by the ruler. The ruler, who have obligation to create rules, are more likely doesn't even care for their job / responsibilities. So what is the grass roots will doing? They will set "their own rules" just to survive in this planet.

If we want this change, the ruler have to SADAR with his obligation stated by UU. Transport are govt responsibility, not private. Private is just doing a business which the "IKLIM BISNIS YG BAIK" shall be supported by govt. UU obligate govt as a PEMBINA, what is PEMBINA doing after all? More likely PEMBINA SAAN bangsanya sendiri.

Lets change! It already started from Transjakarta.

F-ian
November 4th, 2008, 05:30 PM
^^ Thanks Putra I know you can enlighten me :) Ayolahh cari lowongan kerja di departmen Transport :D

jadi mau ampe 2014 dst. it seems those buses will still be the same...*sigh* :nuts:

peseg5
November 6th, 2008, 05:49 AM
^^ Thanks Putra I know you can enlighten me :) Ayolahh cari lowongan kerja di departmen Transport :D

jadi mau ampe 2014 dst. it seems those buses will still be the same...*sigh* :nuts:

It's still a long way to go mate...

Kalo mo benahin transport, gak bisa berjuang sendirian, musti banyak. Semakin banyak, semakin cepat perbaikannya. Tapi banyak disini, maksudnya banyak yang betul paham filosofi transportasi, bukan sekedar mengerti teknik saja. Kalau mengerti teknik, orang2 dishub dan dephub itu sebenarnya sudah sangat paham teknik, tapi tidak paham di filosofi transport itu sendiri.

Yang bisa kita lakukan sih sekarang, teruslah mempertanyakan kepada pemerintah (meminta pertanggungjawaban) tentang KEWAJIBAN pemerintah yang sudah ditulis dalam UU no 14. KEWAJIBAN nya aja sekarang banyak yg belum dijalankan, tapi di media ramai sekali segilintir pejabat DISHUB dan DEPHUB menyalahkan operator angkutan umum, tanpa melihat tanggung jawabnya.

Contohnya: Ada beberapa pejabat dishub dan dephub menyalahkan sistem kejar setoran operator di media. Padahal yg menciptakan kondisi harus kejar setoran mereka sendiri, mereka yang menerbitkan izin trayek semena2 tanpa ada dasar market yang jelas. Karena keadaan itu kalau operator mau survive ya harus saling fight (kejar setoran), ada satu jalur/line bus itu bisa lebih dari 5 operator. Belum lagi tarif yang ngatur juga mereka (dishub), udah tarifnya dipaksa murah, dibawah tarif ideal bisnis, suruh subsidi pelajar (bukan pake duit pemerintah lho). Dan yang paling gawat adalah segala macam pajak dan retribusi yang dikenakan opeartor malah lebih mahal daripada angkutan pribadi.

Impactnya adalah, karena cost naik motor malah lebih murah ketimbang naik angkutan umum, terciptalah sales record pabrikan motor. Prestasi atau peringatan?!

Jadi, kalau banyak yg meminta harga BBM turun supaya ongkos transport turun, sebenarnya itu hanya menguntungkan orang yg punya mobil/motor sendiri. Kalau orang yang naik angkutan umum dan operator angkutan umum, tetep aja ngap2an. Kalau BBM turun, toh mereka operator tetap dihadapi pada situasi kejar setoran (kompetisi), dan pengguna bus juga tidak bisa menikmati penurunan tarif. Balik2 ke motor lagiiii....

Yang perlu didesak adalah coba benahi angkutan umum dengan acuan UU, ini kan tanggung jawab pemerintah, bukan operator. Kenapa sih pemerintah tidak menyediakan angkutan yg aman, nyaman, terjangkau? Kok malah nyuruh operator jual jasa murah, itupun tidak ada dasar pedoman yang jelas. Ibaratnya emang lu mau disuruh kerja rodi, demi tanggung jawab pemerintah? Jawabannya kan pasti siapa lo siapa gw, emg ini tanggung jawab gw?!

Jadi kalau mau jual tarif murah ke masyarakat, ya tanggung jawab pemerintah bukan operator. Kalau mau suruh operator ya tanggung jawab pemerintah juga supaya gimana operator tetap bisa untung, iklim bisnis baik, tapi jualan ke rakyatnya bisa murah. Skemanya bisa dan sudah ada kok, seperti Transjakarta.

Kalau bisa kenapa tidak dilakukan?! karena gini fa, ada orang2 yg memang cari makan dari kondisi semrawut yang sekarang, seperti dari pungli, dari izin trayek, kir, dan macam2. Pundi2 itu jangan dianggap enteng, bisa Milyaran rupiah perputarannya. Kalau ini dibenahi, akan ada banyak yg kehilangan mata pencaharian.... Nah, makanya untuk melawan ini, harus disiapkan "amunisinya" secara matang dan kuat. Karena memang jalan masih panjang....

rilham2new
November 6th, 2008, 05:57 AM
^^ Penjelasan yang sungguh memadai :yes:

Niat amat ngetiknya , hehehe

=NaNdA=
November 6th, 2008, 03:10 PM
itu kendaraan kopaja, metromini, direnovasi aja lagi..diremajakan aja gitu...
bus2 transit di Mangga Dua Square juga klo ga slah dari Kopaja
tapi bisa jadi keren gitu.. ;)

peseg5
November 6th, 2008, 03:34 PM
itu kendaraan kopaja, metromini, direnovasi aja lagi..diremajakan aja gitu...
bus2 transit di Mangga Dua Square juga klo ga slah dari Kopaja
tapi bisa jadi keren gitu.. ;)

Itu karena mereka dibantu atau disponsori oleh manajemen Mangga Dua Square untuk bagusin armadanya. Harapannya...kalau angkutan umum yg lewat MDS bagus, diharapkan pengunjung akan lebih banyak datang ke MDS.

Tetep aja, tidak semua bus mampu disponsori MDS, karena MDS pun punya dana terbatas dan kepastian return dari usaha sponsor tsb yang belum bisa diukur. Jadi itu tidak akan menghilangkan mereka (kopaja2) untuk tidak kejar setoran. Karena dalam prakteknya 1 jalur bus itu dikuasai oleh lebih dari 5 pemilik/owner yang berbeda2.

Yang bisa pemerintah lakukan sebenarnya, menyatukan para owner2 tersbut dalam suatu konsorsium bus berbentuk PT, sehingga ada yg namanya manajemen profesional. Jadi 1 jalur, 1 konsorsium. Dan tidak ada trayek yang overlapping. Dan seperti skema TJ, konsorsium bus itu dibayar per km dengan nilai margin yang disepakati pemerintah dan konsorsium dengan azas win2. Baru tarif ke penumpangnya terserah yang nentuin pemerintah, mau digratisin, mau berapa, selama itu sesuai dengan kriteria UU, terjangkau segala lapisan masyarakat.

Ini seperti halnya skema bus shuttle FX, EX, atau ITC... Kok penumpangnya bisa digratiskan? Apa tidak rugi operator busnya? Misalkan manajemen mal tersebut kerjasama dengan suatu operator bus swasta misalnya, kan tidak mungkin FX, EX, atau ITC nunggak bayaran ke operator bus tersebut, tapi operator bus tersbut memang sudah dibayar jasanya untuk berkeliling ada ataupun tidak ada penumpang.

=NaNdA=
November 6th, 2008, 03:38 PM
maksud gw, klo mau yang realistis dalam waktu dekat ya paling kaya gitu...
yang biayain ya organda / ada biaya yang bisa dicicil gitu..
kalo semuanya dibikin konsep baru.. yahh.. kapan jadinya... :D

angkot2 sekarang juga ga ada yang lusuh kan?
karena semuanya ada program peremajaan..
paling engga enak dilihat lah... :)

rilham2new
November 7th, 2008, 08:59 AM
Di Johor kendaraan umumnya juga kerjaan swasta kok ...... Pemerintah cuman nentuin tarif,, tapi kok kondisinya bagus dan 100% FULL AC , ya ???

Tanya KEN-NAPA ...

Btw, tarif bus di sini baru naik .... jarak 12 km, jadi RM 3, setara Rp 8000 sekali jalan :D hahaha....

peseg5
November 7th, 2008, 11:58 AM
Di Johor kendaraan umumnya juga kerjaan swasta kok ...... Pemerintah cuman nentuin tarif,, tapi kok kondisinya bagus dan 100% FULL AC , ya ???

Tanya KEN-NAPA ...

Btw, tarif bus di sini baru naik .... jarak 12 km, jadi RM 3, setara Rp 8000 sekali jalan :D hahaha....

DI JB itu ownernya berapa ham? Apa sama kayak disini, satu jalur bisa lebih dari 10 owner yg saling berkompetisi. Di JB bukannya cuman satu jenis saja? Rapid JB? Kalau dibilang swasta juga bagus, disini TJ juga bus2nya diprovide swasta, dan bagus (relatif bagus dibandingkan non-busway).

Kalau di JB mungkin yang operasiin suatu perusahaan PT, kalau disini ada yg bentuknya cuman koperasi malah.

Nah disini standarnya aja kagak jelas, mustinya kan kalau mau bisnis ada syarat minimumnya, ada struktur organisasinya, ada manajemennya. Disini gak ada peraturan begituan. Kayak industri migas, dalam prosedur bisnis, banyak persyaratan dan peraturan minimum yang dijelaskan secara detil oleh BP Migas, dan itu dijalankan dengan ketat. Tanya dyto deh... Kalau di transportasi darat, yg penting kalau bisa "beli" izin trayek, izin kir, dll (sekaligus beli oknumnya), sudah bisa berbisnis dengan Dephub/Dishub.

Lalu pengemudi angkutan umum disini lebih hebat daripada di Malaysia / Singapura. Di Singapura/Malaysia mungkin ada yg namanya sekolah pengemudi dan sudah menjadi kewajiban dan standar kalau mau mengemudi harus lewat tahapan itu. Disni pelajaran mengemudi diturunkan dari pewaris pengemudi karena tidak ada sekolah mengemudi khusus angkutan umum, dan tidak diwajibkan juga kok dalam UU. Jadi hebat kan? Gak perlu kursus/sekolah tapi boleh membawa penumpang untuk tujuan komersil lagi.

Kalau di Singapura / Malaysia, tugas supirnya paling cuman angkut penumpang dari terminal A sampai terminal B dengan pemberhentian di C, D, dst. Intinya tugasnya cuman ngangkut penumpang sampe selamet.

Nah kalau di Indonesia pengemudi lebih hebat lagi, karena selain tugas MENGEMUDI (ngangkut penumpang), mereka juga bertugas sebagai SALES & MARKETING. Jadi rangkap 2. Karena kan kejar setoran, jadi keluar dari terminal A, selain sambil ngangkut penumpang, musti pintar2 prospek cari penumpang juga (marketing) supaya memenangkan kompetisi dengan kompetitor lain agar target tercapai (sales). Kalau target tidak tercapai, supir dan pengusaha merugi, karena BBM sudah keluar tapi gak dapat revenue dari penumpang (diambil penumpangnya oleh kompetitor lain).

Itulah kondisi yang terjadi....

rilham2new
November 7th, 2008, 01:22 PM
DI JB itu ownernya berapa ham? Apa sama kayak disini, satu jalur bisa lebih dari 10 owner yg saling berkompetisi. Di JB bukannya cuman satu jenis saja? Rapid JB? Kalau dibilang swasta juga bagus, disini TJ juga bus2nya diprovide swasta, dan bagus (relatif bagus dibandingkan non-busway).

Kalau di JB mungkin yang operasiin suatu perusahaan PT, kalau disini ada yg bentuknya cuman koperasi malah.

Nah disini standarnya aja kagak jelas, mustinya kan kalau mau bisnis ada syarat minimumnya, ada struktur organisasinya, ada manajemennya. Disini gak ada peraturan begituan. Kayak industri migas, dalam prosedur bisnis, banyak persyaratan dan peraturan minimum yang dijelaskan secara detil oleh BP Migas, dan itu dijalankan dengan ketat. Tanya dyto deh... Kalau di transportasi darat, yg penting kalau bisa "beli" izin trayek, izin kir, dll (sekaligus beli oknumnya), sudah bisa berbisnis dengan Dephub/Dishub.

Lalu pengemudi angkutan umum disini lebih hebat daripada di Malaysia / Singapura. Di Singapura/Malaysia mungkin ada yg namanya sekolah pengemudi dan sudah menjadi kewajiban dan standar kalau mau mengemudi harus lewat tahapan itu. Disni pelajaran mengemudi diturunkan dari pewaris pengemudi karena tidak ada sekolah mengemudi khusus angkutan umum, dan tidak diwajibkan juga kok dalam UU. Jadi hebat kan? Gak perlu kursus/sekolah tapi boleh membawa penumpang untuk tujuan komersil lagi.

Kalau di Singapura / Malaysia, tugas supirnya paling cuman angkut penumpang dari terminal A sampai terminal B dengan pemberhentian di C, D, dst. Intinya tugasnya cuman ngangkut penumpang sampe selamet.

Nah kalau di Indonesia pengemudi lebih hebat lagi, karena selain tugas MENGEMUDI (ngangkut penumpang), mereka juga bertugas sebagai SALES & MARKETING. Jadi rangkap 2. Karena kan kejar setoran, jadi keluar dari terminal A, selain sambil ngangkut penumpang, musti pintar2 prospek cari penumpang juga (marketing) supaya memenangkan kompetisi dengan kompetitor lain agar target tercapai (sales). Kalau target tidak tercapai, supir dan pengusaha merugi, karena BBM sudah keluar tapi gak dapat revenue dari penumpang (diambil penumpangnya oleh kompetitor lain).

Itulah kondisi yang terjadi....

Di JB gak ada yang canggih kayak Rapid KL :tongue2: ... Busnya biasa aja, tapi bagus dan Full-AC, yang tua juga ada ... tapi AC nya tetap dingin. Kotor-relatif ada .. Kursi yang compang-camping di Bus tua juga ada .... :D , tapi kalau bus baru sih bagus (banget) ada LCD TV lagi di dalamnya :D



Emang beda sih ... Di sini Bus pake GPS, kita tinggal bilang tujuan kita ke mana, habis itu nanti dia kasih tahu tarifnya (setelah pencet2 alat GPS itu :tongue2: ) .... Kemudian setelah itu kita masukin koin kedalam KOTAK nya, baru kemudian, si sopir mencetak tiketnya pake Mini-Printer yang ada di situ juga :D .... << Gak semua perusahaan loh pake GPS, ada beberapa lah.

Supir bus di Malaysia etika menyetirnya memang bagus, tapi kalau soal ngebut/speeding mereka rajanya. Lebih ngebut dari Busway, tapi memang dia tetap di lajur kiri (kecuali ada mobil/motor mogok).

Kalau mau berhenti, kita bisa kok berhenti di mana saja di JB ini (asalkan pencet tombol BUS STOP yang ada di pelosok2 interior Bus dan terjangkau tangan...)... Nantinya bus itu akan berhenti beberapa detik setelah kita mencet tombol BUS STOP ;) ... Gak mesti di HALTE. Tergantung supir busnya juga :) .. Kalau lalu lintas lagi gak rame, mereka mau kok ngambil dari tepi jalan biasa.

Dalam satu jalan "Skudai-Expressway" ada puluhan trayek bus (tanpa TIMING yang jelas, konon katanya mereka punya TIMING, tapi berhubung aku pengguna bus serabutan ... TIMING bukan masalah yang menhadi perhatianku). Dalam satu jalur itu terdapat beberapa Kompleks Perumahan yang cukup luas. Bus itu akan bermula di Halte Besar di Pusat Kota, kemudian berakhir di kawasan Kompleks Perumahan (tergantung Nomor RUte Bus tersebut). Jadi gerakan Busnya (umumnya kayak LOOP-ing gitu aja .. Perumahan-Pusat Bandar-Perumahan dst).

Ini rute bus dalam kota JB beserta nomor2 busnya :)
http://www.sgwiki.com/wiki/Johor_Bahru_Bus_Routes

^^ Perusahaan yang menghandle untuk kawasan aku misalnya "Taman Universiti" ada beberapa perusahaan seperti : CAUSEWAYLINK, CITYBUS, dan TRITON (rute dan trayek sama ... tapi nomor2 busnya beda ... harga dan tarif sama, dan bergantung pada jarak tempat yang dituju !!!)

Ohya, perusahaan Bus yang lewat Skudai Expressway:
1. CAUSEWAYLINK / Handal Indah
2. TRITON
3. GML Line
4. S&S
5. MAJU
6. CITYBUS
^^ Itu baru yang lewat Skudai Expressway aja loh ... Skudai Expressway kemungkinan hanya membelah sekitar 1/3 dari kawasan Urban JB itu sendiri :nuts:

Ada juga bus2 SIngapura untuk rute2 cross-border seperti
1. SMRT
2. SBS

rilham2new
November 8th, 2008, 08:43 PM
Bus tingkat dulu kala .... gak tahu Tahun Berapa, tapi mungkin skitar akhir 1980-an dan awal 1990-an
* Gambar dari MOTULU multiply
* Kelihatannya busnya PPD deh :tongue2:

Trotoarnya jauh bagusan dan lebaran sekarang,, lokasi Jalan Jend. Sudirman
http://images.motulu.multiply.com/image/3/photos/864/600x600/1/PPD.jpg?et=HdmBRvNZp%2CrTwHdaQ%2BL%2BPg&nmid=131876645

Ini kayaknya di Jalan Jend. Sudirman juga ...
http://images.motulu.multiply.com/image/3/photos/864/600x600/2/PPD-2.jpg?et=XC8l8cxMG%2C%2BeQQFUx58EkA&nmid=131876645

Ini jelas sekali di dekat Jembatan penghubung Thamrin-Sudirman
http://images.motulu.multiply.com/image/2/photos/864/600x600/3/PPD-3.jpg?et=10d3KAgLFN6zqwa8NonaDA&nmid=131876645

=NaNdA=
November 9th, 2008, 05:35 AM
hehe.. gw dulu suka banget naik bus tingkat itu..

cuma cape naik turun tangga.. :D

F-ian
November 9th, 2008, 06:45 AM
keliatannya belum pake AC ya? (ya namanya jg taun 80an)

oweeyman
November 9th, 2008, 08:31 AM
^^RETRO.80's:)

DJ_Archuleta
November 9th, 2008, 11:58 AM
gw jarang bgt yg namanya pake angkot kalo lg mau kemana2.. :bash:

anOz
November 9th, 2008, 12:39 PM
masa sih tahun 80an....gw aja masih naik bus tingkat di tahun 98....

peseg5
November 9th, 2008, 12:46 PM
^^ Itu memang tahun 90'an, gedung BRI II aja udah ada.

rilham2new
November 9th, 2008, 03:57 PM
^^ Ya betul itu memang tahun 1990-an :D ... hehehe, tapi koreksi .. kayaknya gambar kedua itu di Medan Merdeka Barat ;)

K14N
November 10th, 2008, 04:01 AM
Gw suka sebel banget sama bus2 di JKT yang asapnya hitam kayak tinta cumi.. pengen banget dilaporin ke polisi atau yg ngurus lingkungan (menneg LH kli ya), eh ga taunya td g liat bus asapnya hitam bangettttt, en di badan busnya ada tulisan "SEKOLAH LANJUTAN PERWIRA POLISI" :nuts: Gimana mau dilaporin polisi coba?? :bash:

AceN
November 10th, 2008, 06:14 AM
^^ ya laporin ke Provoost :D

Btw, kalo skarang ada bus tingkat, kepentok di JPO ga ?

peseg5
November 10th, 2008, 06:30 AM
^^ ya laporin ke Provoost :D

Btw, kalo skarang ada bus tingkat, kepentok di JPO ga ?

^^ Laporin ke KAPOLDA / KAPOLRI sekalian, kalau ke provoost paling nanti laporannya cuman ditumpuk diatas meja :D

Rata2 JPO di sepanjang Sudirman-Thamrin / Gatot Subroto - MT Haryono bisa dilalui bus tingkat dengan aman.

peseg5
November 10th, 2008, 06:39 AM
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/185227/

Tarif Angkot DKI Harus Turun
Sunday, 09 November 2008

JAKARTA(SINDO) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendesak Pemprov DKI Jakarta menurunkan tarif angkutan umum.

Desakan ini terkait turunnya harga bensin bersubsidi Rp500 mulai 1 Desember mendatang. Bahkan kemungkinan besar, harga solar bersubsidi juga akan turun. Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, pemprov melalui Dinas Perhubungan (Dishub) harus segera menurunkan tarif angkutan umum yang saat ini berlaku.

”Pemerintah harus memelopori penurunan tarif, karena kebijakan untuk menaikkan dan menurunkan adalah kewenangan dari pemerintah,” kata Tulus Abadi kemarin. Penurunan tarif ini,lanjut Tulus, merupakan hal yang wajar sebagai respons atas turunnya harga BBM.

Pasalnya, selama ini kenaikan tarif selalu dilakukan jika terjadi kenaikan harga BBM,berapa pun besarannya.”Logikanya memang harus turun,jangan mau menangnya sendiri,” tandasnya. Saat disinggung berapa besaran ideal penurunan tarif angkot,Tulus mengatakan bisa disesuaikan melalui evaluasi masing-masing pengusaha angkutan umum, termasuk instruksi dari pemerintah dan Dishub.

”Bisa saja tarif angkot diturunkan sebesar Rp500. Saat ini juga banyak angkutan umum yang menerapkan tarif tidak sesuai instruksi pemerintah,”tuturnya. Mikrolet 06 jurusan Kp Melayu–Gandaria misalnya, menerapkan tarif sebesar Rp5.000 per penumpang.

Padahal, berdasarkan surat edaran, tarifnya hanya Rp3.500-4.000 per penumpang. ”Banyak angkutan umum yang menerapkan tarif semaunya, tapi didiamkan saja oleh pemerintah,” jelasnya. Lebih jauh Tulus mengatakan, jika penurunan tarif angkot tidak dilakukan maka akan memberatkan masyarakat.

Dia juga meminta pemerintah untuk bersikap adil dalam merespons penurunan harga BBM. ”Jika BBM naik sebesar Rp500 per liter saja, mereka pasti akan mendesak pemerintah untuk segera menaikkan tarif.Seharusnya begitu juga sebaliknya,”terangnya.

Hal senada dikatakan Ketua Dewan Transportasi Kota (DTK) Jakarta Edi Toet Hendratno. Bahkan dalam waktu dekat ini, DTK akan memanggil para pengusaha angkutan umum untuk membahas persoalan ini. ”Kalau tarif bisa turun, kami akan senang sekali,” ucapnya.

Menurut dia, penurunan usulan tarif sangat wajar. Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan adanya penurunan tarif sebelum mendengarkan pemaparan dari para pengusaha. Jika penurunan tarif tidak diberlakukan, pengusaha angkutan umum harus memperbaikipelayananatau armadanya sebagai wujud dari reaksi atas turunnya harga BBM.

”Jangan sampai pemerintah sudah menurunkan harga BBM, tidak ada reaksi apa pun dari mereka (Organda),”terangnya. Sementara itu,Ketua Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta Herry Rotty memastikan tidak akan menurunkan tarif angkutan umum, mengingat penurunan harga BBM hanya Rp500.

”Belum ada pembahasan mengenai hal itu, karena terlalu kecil penurunannya,”tandasnya. Dia mengatakan, jika penurunan harga BBM oleh pemerintah berkisar antara Rp1.000–2.000, tarif angkot memiliki peluang yang sangat besar untuk diturunkan.

”Kami tidak akan melakukan penurunan tarif, karena tarif yang ada sekarang ini saja tidak mengcover biaya operasional,” tukasnya. Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Nurmansyah Lubis mengatakan, permintaan penurunan tarif angkutan umum tersebut memang dapat diterima secara logika.

”Namun dalam praktiknya, jika dilihat secara pragmatis, penurunan tersebut agak sulit dilakukan karena biasanya para pengelola angkutan umum tidak akan mau menuruti desakan penurunan, baik yang diajukan pemerintah maupun masyarakat tersebut,” tuturnya. (sucipto/neneng z)

^^ Gw ambil contoh kasus dari desakan YLKI ini terkait penurunan harga BBM. Inilah yg gw bilang kenapa penurunan harga BBM tidak terlalu merubah banyak nasib angkutan umum dan penggunanya.

YLKI bukanlah pengusaha, jadi tidak tahu realita di lapangan bagaimana kompetisi angkutan umum yang tidak sehat, persaingan antar awak angkutan umum sendiri, dan antar pengguna kendaraan pribadi khususnya motor karena cost operasionalnya yg lebih murah. YLKI kan hanya ingin harga angkutan turun kalau BBM turun, tapi tidak mau tahu kalau harga suku cadangnya tidak turun, pungli tidak turun, kompetisi tidak sehat berjalan seperti diatas, dll.

Pengguna angkutan umum jelas senang kalau tarifnya turun, pengusaha juga tidak masalah tarif turun, asal keadaan yang membuat tarif mahal itu seperti kompetisi tidak sehat antar awak, pungli segala penjuru bisa dihilangkan. Nah yang bertanggung jawab untuk menghilangkan itu tidak lain tidak bukan adalah pemerintah sebagai regulator.

Desakan YLKI lebih baik bukan pangkalnya saja seperti pengen tarif turun, tapi muaranya: KEMBALIKAN ANGKUTAN UMUM SESUAI UU.

AceN
November 10th, 2008, 10:47 AM
^^ Laporin ke KAPOLDA / KAPOLRI sekalian, kalau ke provoost paling nanti laporannya cuman ditumpuk diatas meja :D

Rata2 JPO di sepanjang Sudirman-Thamrin / Gatot Subroto - MT Haryono bisa dilalui bus tingkat dengan aman.
ooo...knapa skrg ga ada bus tingkat lagi mas ? kaya SBS gt ?

peseg5
November 11th, 2008, 04:17 AM
ooo...knapa skrg ga ada bus tingkat lagi mas ? kaya SBS gt ?

Wah kurang tau, mungkin karoseri di Indonesia sudah jarang yang bisa produksi bus tingkat.

Terakhir yang saya ingat bus2 tingkat bekas PPD jadi restoran di SCBD (lupa tahunnya) yang jelas belum ada Pacific Place dan Capital Residence waktu itu (Kampung Tenda Semanggi masih ngetrend).

ace4
November 11th, 2008, 05:21 AM
^^
di Blok M bus tingkat jadi toko factory outlet...:D

fajarmuhasan
November 11th, 2008, 07:47 AM
kampung tenda semanggi dah lewat, bengkel cafe mungkin sebentar lagi tutup. bus tingkat yg awet cuma di blok m, dijadikan wartel untuk atas dan bawah toko pakaian.........skrg musim busway, jadi bus tingkat atau gandeng gak tengok lagi, mungkin gubernur mendatang bisa berpaling lagi ke bus tingkat atau gandeng

Venantio
November 13th, 2008, 07:27 AM
Wah kurang tau, mungkin karoseri di Indonesia sudah jarang yang bisa produksi bus tingkat.

Terakhir yang saya ingat bus2 tingkat bekas PPD jadi restoran di SCBD (lupa tahunnya) yang jelas belum ada Pacific Place dan Capital Residence waktu itu (Kampung Tenda Semanggi masih ngetrend).

Itu di sekitar tahun 1994-1997. Setelah itu tergusur.
Sebenarnya bis tingkat bisa diberdayakan sebagai bis wisata untuk city tour, seperti di kota-kota negara maju.

=NaNdA=
November 13th, 2008, 02:11 PM
^^ di London misalnya.. :D

K14N
November 14th, 2008, 06:11 AM
^^ Gak usah jauh2 Nan, itu di Singapore ada bus yg design-nya bebek buat city tour :lol:

rilham2new
November 14th, 2008, 12:17 PM
^^ Di JB juga ada Bus kota yang buat City Tour, bentuknya kayak kayu2 gitu ....

Padahal kalau dipikir2 mau Tour Kemana COba :nuts:

Trip2Java
November 14th, 2008, 07:42 PM
^^ Di JB juga ada Bus kota yang buat City Tour, bentuknya kayak kayu2 gitu ....

Padahal kalau dipikir2 mau Tour Kemana COba :nuts:

di Bandung tahun 1998-an sampe awal 2000-an juga aku liat pernah ada bus Bdg City Tour
tampilannya sih standar mirip bus2 hotel gt

F-ian
November 15th, 2008, 10:46 AM
kalo bus tour si Jakarta jg ada..gw pernah liat ngelewatin Kwitang, isinya whiteys semua hehe :) kalo terbuka mah disini banyak asap...walaupun kalo lewat sudirman pula... pasti pada gak suka...liatnya juga apa lagi? rumah-rumah..

peseg5
January 6th, 2009, 10:54 AM
MUDAH2 an informasi ini berguna

Kalau ada yang mau rumus perhitungannya, saya bisa mengirimkannya.

Rudy Th

PERAN ORGANDA perhitungan tarif



Tulisan ke 2 dalam seri tarif angkutan



Bagaimana sih tarif angkutan dihitung?

Untuk mendapatkan pengertian yang lengkap, ada baiknya kita mulai dari titik
yang paling awal dan diungkapkan dalam bahasa yang paling sederhana.

Angkutan kota dibutuhkan oleh masyarakat untuk melakukan kegiatannya
sehari-hari untuk bekerja, belanja ke pasar, bersekolah dan berekreasi dan
semua dimulai dari rumah ke pusat kegiatan usaha, tempat pendidikan, dan
tempat rekreasi atau diantaranya.

Pengelola negara yang mempercayakan urusan transportasi kepada LLAJ,
mewajibkan dirinya dalam peraturan perundang-undangan untuk melakukan survey
awal dan evaluasi berkala kebutuhan angkutan dari masyarakat nya, dalam
survey kebutuhan angkutan juga lengkap dievaluasi pelayanan angkutan yang
sudah ada kegiatan ini dilaksanakan secara berkala, faktor-faktor lainnya
juga dievaluasi semua dilakukan dengan tujuan untuk menjamin efisiensi biaya
transportasi masyarakat dalam melakukan kegiatannya.

Survey kebutuhan dan evaluasi trayek angkutan hanya bisa dilakukan oleh
orang-orang pintar di LLAJ dan akademisi, setelah itu melalui rumus-rumus
perhitungan yang rumit, maka jumlah sarana transportasi yang dibutuhkan
untuk saat ini sampai satu kurun waktu tertentu ditetapkan. Kalau dalam
penetapan jumlah ini belum memiliki skala keekonomian (70% dari kapasitas
tempat duduk), maka ditetapkan sebagai angkutan perintis yang disubsidi oleh
pemerintah. Kalau sudah memiliki skala keekonomian, maka pelayanan jasa
angkutan dapat dilaksanakan oleh swasta sepertinya dalam bentuk seperti
kerjasama pemerintah swasta dalam melaksanakan pelayanan umum dibidang
transportasi jalan.

Dari jumlah penumpang yang sudah dianggap bisa memenuhi skala keekonomian,
pemerintah juga menentukan tarif, dan jenis moda transportasi yang cocok.
Dari kebutuhan dan moda yang cocok itulah ditetapkan jumlah sarana yang
dibutuhkan. Jenis sarana atau moda angkutan yang cocok untuk masyarakat
yang hendak dilayani kebutuhannya itu diseleksi dengan seksama
mempertimbangkan keselamatan dan kenyamanan melalui uji type.

Karena sudah mendapatkan jaminan keekonomian, maka pihak swasta melakukan
investasi, mulai dari swasta yang bermodal besar sampai dengan yang pas-pas
an, sehingga khususnya di angkutan kota (angkot-MPU), batasan kepemilikan
minimal 5 unit pada peraturan yang adapun bisa "diatur".

Pihak swasta yang melakukan investasi itu bergabung di Organda, dan untuk
selanjutnya disebut Organda. Investasi moda angkutan yang dilakukan oleh
Organda dioperasikan untuk mengangkut penumpang pada trayek yang didapat
dari LLAJ untuk mengangkut penumpang dalam jumlah keekonomian yang
ditetapkan dengan mendapatkan imbalan sesuai dengan tarif yang telah
ditetapkan.

Tarif yang ditetapkan pemerintah menggunakan rumus yang sangat canggih,
kalau dijelaskan dalam bahasa sehari-hari adalah;

Organda melakukan;

* investasi kendaraan, yang dihitung masa kembalinya oleh pemerintah
selama 5 tahun, Biaya Penyusutan + Biaya Bunga Modal + Biaya Asuransi

* Melengkapi Perizinan. Biaya PKB (STNK) + Biaya Keur

* Kecuali angkutan kota (Angkot/MPU), demi untuk menjamin kelancaran
pelayanan wajib melakukan investasi kendaraan cadangan sebanyak 10% dari
izin yang dimiliki. Biaya Tidak Langsung

* Wajib memiliki pool Biaya Tidak Langsung

* Memenuhi ketentuan lain (baik perizinan maupun retribusi - resmi
dan tidak resmi) yang diatur dalam suatu kegiatan pengusahaan di Indonesia.
Biaya Tidak Langsung

Mempekerjakan;

* pengemudi profesional yang sudah memiliki Sertifikat
profesionalisme mengemudikan angkutan umum (SIM UMUM) dari Kepolisian. Biaya
Awak Bus

* Pengemudi tersebut mengoperasikan kendaraan sesuai dengan petunjuk
produsen kendaraan, Biaya BBM

* Tenaga perawatan (dalam rumus perhitungan dianggap tenaga tidak
tetap - dibayar per pekerjaan service) untuk selama masa pakai sesuai dengan
petunjuk dari produsen kendaraan dan standard minimal pemerintah dalam keur
(kelaikan jalan). Biaya Pemeliharaan Kendaraan + Biaya Ban

* Beroperasi pada route yang sudah ditentukan dalam trayek, Biaya
Terminal

* Memiliki tugas utama adalah mengangkut (menaikkan dan menurunkan)
penumpang dengan kemahiran yang sudah disertifikasi.

Skala keekonomian dihitung dengan;

* Semua biaya yang harus dikeluarkan dijumlahkan, dan dibagi dengan
masa pakai (satuan hari) lalu dibagi dengan jumlah km ideal per hari
angkutan perkotaan dan jumlah kursi,

* Jumlah penumpang yang pasti dapat diangkut per trip dalam route
trayek yang sudah ditentukan per hari, angkutan perkotaan (bus-bus
sedang-angkot/MPU) jumlah penumpang sama dengan 100% jumlah kursi.

* Biaya investasi yang dihitung sebagai tarif hanya 80% dari nilai
kendaraan, karena dianggap setelah 5 tahun ada residu sebesar 20%.

* Bunga investasi (sesuai bunga bank) yang dihitung sebagai komponen
tarif, hanya 75%, sisanya 25% dihitung sebagai Investasi dengan bunga 0%.

Setelah ditetapkan dengan desakan politisi wakilnya rakyat di DPRD, dan
tanpa melalui perhitungan apapun, Organda harus memberikan subsidi biaya
transport kepada anak sekolah.

Pendapatan Organda; (positive dan negative???)

* Keuntungan Organda dihitung dengan rumus yang rumit yang hasilnya
ditetapkan sebesar 6-7% dari 80% nilai investasi.

* Setelah 5 tahun, mendapatkan sisa nilai kendaraan sebesar 20% dari
baru (nilai residu).

* ????

* ????

Bingung khan.......saya juga bingung lho.

Yang lebih bingung lagi, kalau sudah waktunya ada kenaikan dan penurunan,
yang dimintakan untuk segera melaksanakan penurunan tarif atau yang diprotes
kenaikan tarif nya itu adalah Organda.

Dimana sebenarnya peran Organda dalam tarif??,

Organda itu sebagai investor yang mengoperasikan kendaraan umum yang
dibelinya, mengoperasikan kendaraan yang dibelinya, membayar semua kewajiban
yang diatur oleh pemerintah (resmi dan tidak resmi), mengangkut penumpang
yang sudah dinyatakan tersedia oleh pemerintah dan akademisi (survey atau
evaluasi), dan menerima rumus perhitungan tarif yang ditetapkan oleh
pemerintah. dan setelah dihitung harus melalui persetujuan kelompok
politisi yang mengaku wakilnya rakyat di DPRD.

Dari pengetahuan yang saya miliki (yang dijabarkan diatas), tidak ada sama
sekali peran Organda / pemilik kendaraan apalagi sopir dalam menentukan
tarif angkutan, karena semua biaya yang dikeluarkan ditetapkan oleh pihak
lain, dan untuk mendapatkan pendapatan yang berskala keekonomian, jumlah
penumpang nya juga ditetapkan oleh LLAJ.

Organda tidak ubahnya hanya sebagai pelaksana keputusan tarif pelayanan umum
yang ditetapkan oleh pemerintah dan dipaksa-tetapkan oleh politisi yang
katanya wakilnya rakyat di DPRD.

Kalau Organda hanya pelaksana dan tidak memiliki peran apapun karena semua
yang diinvestasikan dan dioperasikan diatur oleh pemerintah, kenapa koq
Organda selalu dijadikan target/objek/pihak yang paling bertanggung jawab
dalam penetapan tarif ?

Jawaban ada pada tulisan pertama, Organda adalah target empuk untuk selalu
dijadikan kambing hitam.

Koq mau? Kenapa yah?????? Saya tidak memiliki jawabannya, tapi;

Akibatnya;

* Bertahun-tahun berada dalam kondisi yang harus menghalalkan segala
hal untuk tetap bertahan mengakibatkan ambruknya pelayanan. Penumpang yang
tersisa adalah sebagian masyarakat yang juga berada dalam kondisi terpaksa
untuk tetap menggunakan pelayanan. Hal ini menempatkan Organda pada posisi
yang lemah dan rentan untuk dikambing hitamkan.

* Posisi Organda dengan pengemudinya dilapangan sangatlah strategis
untuk ditempatkan pada posisi konflik dengan pengguna yang selalu
disetarakan dengan rakyat kecil sehingga berada diposisi yang paling mudah
dikalahkan untuk mendapatkan keuntungan politis (tarif diturunkan tanpa
perhitungan yang seharusnya) atau mencari popularitas (pemberlakuan tarif
turun tanpa prosedur yang seharusnya atau lebih dari perhitungan yang ada)

Dan yang unik dari kesemrawutan di transportasi, kembali, tidak ada - TIDAK
ADA satu pihak pun yang mau;

* membedah kemelut penetapan tarif,

* tidak mau mencari akar masalah buruknya pelayanan - tapi hampir semua
pihak menuntut perbaikan pelayanan, menghujat pelayanan yang dilaksanakan
Organda sekarang, dan uniknya tuntutan ini pun dilakukan oleh akademisi yang
katanya kalau membuat statement berdasarkan data authentic.

Atau masih terus;

* menghujat pengemudi sebagai penyebab kemacetan karena ngetem
sembarangan mencari penumpang - tapi tidak menyadari perubahan prilaku
pengemudi, dari yang awalnya memiliki kewajiban untuk mengangkut penumpang
yang sudah disurvey pemerintah dan akademisi, beralih menjadi mencari jumlah
penumpang yang katanya masih ada tersedia.

* menghujat Organda sebagai pihak yang menyebabkan pengemudi
ugal-ugalan dengan menetapkan sistim target setoran, tanpa menyadari bahwa
selain sistim target setoran ada target penjualan, target pendapatan, target
penerimaan pajak, dan target-target lainnya yang tidak berbeda. Kalau untuk
kegiatan lain target itu diterapkan sebagai salah satu ciri kemahiran
pemimpin dalam memacu kemampuan bawahannya, kenapa Organda tidak boleh
memacu kemampuan tersembunyi dari pengemudi profesional yang di
pekerjakannya yang sudah berubah dari mengangkut penumpang menjadi mencari
penumpang.

Dan yang menarik pula;

Semua pelayanan umum dibidang transportasi yang dikelola oleh pemerintah
daerah, (transjakarta; transpakuan; transjogya diantar trans-trans lainnya)
baik yang investasinya menggunakan dana masyarakat dari PAD atau
investasinya dilakukan oleh Organda, tidak ada satupun yang menurunkan tarif
atau dituntut untuk menurunkan tarif. Dan uniknya di daerah-daerah
tertentu, walaupun investasinya dilakukan oleh pemerintah, tapi tarif yang
diberlakukan lebih mahal daripada yang investasinya dilakukan oleh Organda.
Sampai-sampai politisi yang biasanya mengharuskan pelayanan umum murah,
tapi untuk transjakarta menyatakan "sudah bukan zamannya lagi memberikan
insentif murah" woooow....

Ada apa dengan semua ini, barangkali sudah saat nya kita semua mengharapkan
keterbukaan pemerintah sebagai pembina angkutan umum untuk melakukan
reformasi total pada pelayanan angkutan umum di negara ini. Tentu semua ini
bukan untuk kepentingan Organda saja tapi melakukan reformasi untuk
pelayanan umum rakyat Indonesia. Enough is enough untuk mencari keuntungan
politis atau popularitas dari pelayanan angkutan umum bagi rakyat Indonesia,
karena semua itu tidak akan memperbaiki pelayanan bagi pengguna.

Bogor, 27 December 2008

Rudy Thehamihardja

peseg5
February 11th, 2009, 04:38 PM
Revitalisasi Angkutan Perkotaan


http://www.kompas.com/data//photo/2009/02/11/3192590p.jpg
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ratusan warga antre panjang dan berdesak-desakan untuk bisa masuk ke dalam bus transjakarta di Halte Dukuh Atas, Jakarta Selatan, Kamis (1/1).

Rabu, 11 Februari 2009 | 02:09 WIB

Oleh Bambang Susantono

Fenomena penurunan harga BBM baru-baru ini memberikan pelajaran dan pengalaman baru bagi angkutan perkotaan di Indonesia. Banyak pihak baru menyadari bahwa pengelolaan angkutan kota kita sebenarnya dilakukan oleh ribuan individu yang mengoperasikan berbagai jenis bus, minibus, dan jenis angkot lainnya.

Pada era otonomi daerah ini angkutan kota merupakan kewenangan wali kota/bupati (atau Gubernur DKI) untuk mengurusnya. Dengan pola seperti ini, transmisi kebijakan yang diambil pemerintah pusat tidak dapat serta-merta diwujudkan di lapangan. Ada satu proses yang harus dilalui, yang juga melibatkan konsensus dengan operator. Dengan demikian, kebijakan seperti penurunan harga BBM dapat ditranslasikan (diterjemahkan) dalam bentuk penurunan tarif.

Secara umum di dunia ini terdapat dua jenis penyelenggaraan angkutan kota, yaitu oleh pemerintah (publik) dan swasta. Kota-kota di negara maju yang memiliki layanan angkutan umum yang baik umumnya menyelenggarakan sendiri angkutan kotanya melalui perusahaan milik pemda ataupun dikontrakkan kepada operator.

Kota di negara berkembang kebanyakan menyerahkan penyelenggaraan angkutan kota kepada swasta yang dapat berbentuk individual operator ataupun semacam koperasi untuk melayani berbagai rute. Di antara kedua sistem ini juga terdapat sistem di mana pemerintah menentukan standar pelayanan angkutan kota, tetapi menyerahkan penyelenggaraannya kepada swasta melalui izin lisensi trayek atau rute.

Mahaguru dari Harvard University, Prof Jose Gomez-Ibanez, menyatakan, banyak negara berkembang terjebak dalam putaran siklus pengelolaan angkutan kota dari pemerintah-swasta-pemerintah (lihat gambar).

Awalnya sering kali pengelolaan angkutan kota yang tidak efisien oleh pemerintah mengakibatkan peningkatan subsidi, yang pada akhirnya akan memaksa pemerintah menaikkan tarif untuk mencegah subsidi yang sangat besar. Kegagalan pemerintah (government failure) ini biasanya direspons dengan swastanisasi dengan anggapan bahwa swasta dapat beroperasi lebih efisien dan tanpa subsidi.

Dalam tahap awal swastanisasi, pemerintah biasanya menetapkan standar pelayanan minimum untuk layanan angkutan kota. Selanjutnya melakukan tender hingga operator swasta ditunjuk untuk melayani satu rute atau trayek.

Tujuannya agar angkutan kota tetap memiliki standar pelayanan yang baik. Kompetisi terjadi pada waktu operator mendapatkan izin trayek (competition for the market). Tahap ini sebenarnya merupakan tahap kritis bagi banyak kota di negara berkembang karena sering kali standar pelayanan yang ada tidak ditegakkan di lapangan. Hal itu terjadi karena lemahnya pengawasan.

Fenomena ini terjadi di Indonesia di mana yang terjadi adalah rute atau trayek yang tumpang tindih, terlalu banyaknya jumlah operator pada satu rute, bahkan beroperasinya angkutan gelap tanpa izin yang bersaing untuk mendapatkan penumpang.

Persaingan

Lemahnya pengawasan di lapangan dan persaingan yang tidak sehat antaroperator menyebabkan fenomena kegagalan pasar (market failure). Persaingan tidak sehat antaroperator akan timbul karena saling mengejar penumpang.

Terlalu banyaknya tumpang tindih rute dan operator resmi dan gelap yang beroperasi menyebabkan tingkat keterisian (load factor) angkot menjadi turun. Pada akhirnya operator angkutan kota mulai mencari cara agar tetap bertahan di tengah persaingan yang sangat tidak sehat.

Di Indonesia kita sering mendengar fenomena kanibalisme suku cadang di mana suku cadang bekas pakai digunakan untuk angkutan kota. Cara lain bagi angkot untuk bertahan adalah mengabaikan biaya-biaya pemeliharaan. Bahkan, tak sedikit pemilik yang menyiasati uji kir dengan cara menyewa berbagai jenis peralatan hanya untuk lulus kir. Oleh karena itu, masyarakat tidak heran apabila menemukan kondisi angkutan kota yang tidak laik operasi masih mencari penumpang.

Kualitas angkutan kota yang semakin memprihatinkan mendorong terjadinya peningkatan jumlah kendaraan pribadi. Di Indonesia, kota-kota mengalami pertumbuhan jumlah sepeda motor yang cukup fenomenal di jalan raya. Beberapa studi menunjukkan bahwa kredit sepeda motor lebih murah 30-35 persen ketimbang menggunakan angkutan umum di Jabodetabek (perbandingan dengan tarif angkot lama). Pertambahan jumlah sepeda motor dan kendaraan pribadi ini pada akhirnya akan meningkatkan kemacetan di perkotaan.

Belum sesuai standar

Pelayanan angkutan perkotaan di Indonesia saat ini diserahkan kepada para penyedia jasa secara individual. Bentuk ini merupakan bentuk ”tengah”. Bentuk tengah ini secara teoretis seharusnya pemerintah menetapkan standar pelayanan yang harus disediakan, melakukan lelang kepada operator yang mampu, dan yang terpenting mengawasi agar pelayanan sesuai standar.

Kondisi kualitas angkutan perkotaan kita saat ini yang belum sesuai dengan standar pelayanan yang diinginkan memberikan ruang justifikasi untuk pengambilalihan layanan transportasi oleh pemerintah. Lalu apakah siklus akan terjadi lagi?

Untuk memutus siklus yang ada, diperlukan revitalisasi angkutan kota secara komprehensif, tidak hanya berkutat pada masalah tarif belaka. Upaya untuk menata kembali transportasi perkotaan harus dimulai dengan ”mengatur pasar” yang ada sehingga kompetisi dapat berjalan dengan sehat dan standar pelayanan dapat ditegakkan.

Rute dan trayek perlu ditata ulang dan individual operator perlu diarahkan agar saling berkonsolidasi. Beberapa pemda telah mulai mengoperasikan sistem angkutan umum massal, seperti Transjakarta Busway, Trans Pakuan Bogor, atau Trans Jogja, untuk menata ulang rute dan trayek angkutan kota. Langkah ini seharusnya diikuti dengan sosialisasi tentang etika bertransportasi yang telah lama dilupakan.

Sebagian besar kita sudah lupa bahwa naik-turun sebaiknya di halte, antre, dan memiliki karcis sebagai tanda bukti. Belum lagi saling serobot antarangkot dalam mengejar setoran. Perbaikan kualitas angkutan umum di perkotaan perlu dibarengi dengan pengendalian penggunaan kendaraan pribadi dan sepeda motor. Dengan demikian, dampaknya terhadap pengurangan kemacetan dapat maksimal.

Langkah lain adalah reformulasi tarif agar formula yang ada dapat mencerminkan kepengusahaan angkutan kota. Formula juga perlu disosialisasikan agar publik dapat mengikuti secara transparan dan akuntabel perhitungan kenaikan atau penurunan tarif.

Penegakan hukum terhadap standar yang ditetapkan harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan agar publik dapat menikmati layanan yang baik. Upaya ini juga harus diikuti dengan pemberantasan berbagai pungutan yang memberatkan operator angkutan kota.

Kejelasan arah kebijakan oleh pemerintah kota akan sangat menentukan wajah transportasi perkotaan ke depan. Apabila salah arah dan menjadi sesuatu yang tidak efisien, masuknya kembali pemda sebagai penyelenggara angkutan kota dapat berakibat dimulainya kembali siklus publikisasi-swastanisasi. Sri Lanka adalah salah satu dari banyak negara berkembang yang telah mengalaminya.

Suasana penurunan bahan bakar minyak dan tarif angkutan kota diharapkan dapat memberikan momentum bagi Indonesia untuk merevitalisasi transportasi di perkotaan.

Bambang Susantono Ketua Umum MTI

=NaNdA=
February 11th, 2009, 04:44 PM
Revitalisasi Angkutan Perkotaan


http://www.kompas.com/data//photo/2009/02/11/3192590p.jpg
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ratusan warga antre panjang dan berdesak-desakan untuk bisa masuk ke dalam bus transjakarta di Halte Dukuh Atas, Jakarta Selatan, Kamis (1/1).



:rofl:

pintu busway sih ketutup, pintu haltenya yang... :D

Indonesia Banget dah.. :nuts:

tollfreak
February 19th, 2009, 03:34 PM
20 Terminal Akan Direhab

BERITAJAKARTA.COM — 19-02-2009 19:10
Buruknya kondisi terminal bus membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan perbaikan. Tahun ini, rencananya ada 20 terminal yang akan diperbaiki dengan anggaran Rp 6,3 miliar. Khusus untuk Terminal Senen, akan dilakukan rehab total dengan anggaran sebesar Rp 4,5 miliar. Pengerjaan perbaikan terminal ini dilakukan mulai Mei mendatang.

Beberapa terminal juga akan diintegrasikan dengan stasiun dan Mass Rapid Transportation (MRT). Saat ini, DKI Jakarta memiliki 22 terminal dan satu pool. Sayangnya, banyak terminal yang kondisinya memprihatinkan. Bahkan sebagian, sudah tidak layak melayani rute antarkota antarprovinsi (AKAP).

Banyaknya terminal yang sudah tidak memadai diakui Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo. Makanya, tahun ini dipastikan 20 terminal yang sudah tidak layak akan diperbaiki. "Hampir seluruh terminal akan diperbaiki tahun ini juga," tegas Fauzi Bowo, di Balaikota, Kamis (19/2). Khusus untuk Terminal Senen akan direhab total karena kondisi fisiknya sudah sangat memprihatinkan. Kemungkinan disainnya akan diubah karena akan diintegrasikan dengan Stasiun KA Pasar Senen.

Terkait rehab yang dilakukan pemprov, beberapa terminal akan diintegrasikan dengan melihat perspektif ke depan. Seperti Terminal Pulogadung, perbaikannya akan dilakukan dengan memperhitungkan fungsinya pada masa yang akan datang. Rencananya, jika Terminal Pulogebang sudah rampung, seluruh angkutan umum akan dipindahkan. Sedangkan Terminal Pulogadung dikhususkan untuk terminal bus Transjakarta.

Kemudian Terminal Tanjung Priok akan diintegrasikan dengan Stasiun KA dan Pelabuhan Tanjung Priok. Rencananya, pada Juli mendatang Stasiun KA Tanjung Priok akan difungsikan. Sedangkan Terminal Lebak Bulus perbaikannya akan diintegrasikan dengan MRT.

Selanjutnya Terminal Grogol, fungsinya akan dikembalikan sebagai terminal dalam kota. Sedangkan seluruh bus yang melayani trayek AKAP, akan dipindahkan ke Terminal Kalideres dan Rawa Buaya. ”Rencananya bus AKAP dari Terminal Grogol akan dipindah ke Kalideres. Terminal Grogol khusus untuk angkutan dalam kota," tegasnya.

Gubernur juga menegaskan, pembangunan dua terminal besar yakni Terminal Pulogebang dan Rawa Buaya akan dipercepat. Kemungkinan pembangunan dua terminal yang menggunakan dana APBD multiyears itu akan tuntas pada 2–3 tahun ke depan. “Saya perintahkan juga untuk pertajam rencana pemindahan Terminal Pulogadung ke Pulogebang. Target pemindahannya dalam waktu 2-3 tahun,” imbuhnya. Baginya, pembangunan Terminal Rawa Buaya harus segera di-update karena dari segi lokasi, terminal tersebut lebih optimal jika dibanding dengan Terminal Kalideres. Ini karena letak terminal Rawa Buaya lebih dekat dengan jalan tol dan perlintasan bus Transjakarta.

Dishub Siapkan Rp 6,3 Miliar

Untuk rencana memperbaiki 20 terminal, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran Rp 6,3 miliar. Anggaran terbesar diserap untuk perbaikan Terminal Senen sebesar Rp 4,5 miliar. Dana sebesar itu, untuk pembuatan emplasemen Rp 2,5 miliar, perbaikan gedung Rp 1,5 miliar, dan saluran air Rp 500 juta.

Kepala Dishub DKI Jakarta, M Tauchid, mengungkapkan, perbaikan fisik terminal itu akan mulai dikerjakan pada Mei mendatang. "Kami sudah menyiapkan anggaran Rp 6,3 miliar," tegasnya. Khusus untuk Terminal Senen yang akan dilakukan rehab total, Dishub menyediakan anggaran Rp 4,5 miliar. Sementara, terminal yang tidak masuk dalam program perbaikan adalah Terminal Blok M dan Clilitan, karena saat ini kondisinya masih bagus.

Khusus untuk pembangunan Terminal Pulogebang dan Rawa Buaya, pelaksanaan pembangunannya akan dimulai tahun ini. Sayangnya ia tidak menyebutkan kapan persis pelaksanaan pembangunannya. “Tunggu lelangnya dulu,” tegasnya. Untuk pembangunan Terminal Pulogebang diperkirakan menyedot anggaran hingga Rp 640 miliar. Rencananya, anggaran sebesar itu diambil dari APBD secara multiyears selama 2–3 tahun. Tahun ini saja, Dishub akan mengeluarkan anggaran Rp 30 miliar untuk pembangunan terminal yang terletak di kawasan timur Jakarta ini.

AceN
April 30th, 2009, 05:57 PM
Pemerintah Akan Ambil Alih Angkutan Umum
Kamis, 30 April 2009 - 22:07 wib

JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta akan ambil alih angkutan umum agar sarana transportasi lebih manusiawi. Sistemnya akan menyamai busway, sehingga sistem setoran akan dihapus.

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Industri, Perdagangan, dan Transportasi Soetanto Suhodo mengatakan, penyebab rusaknya sistem angkutan umum di Jakarta adalah penerapan sistem setoran.

Kewajiban mengejar target pendapatan memicu pengemudi ugal-ugalan dan tidak mengindahkan keselamatan penumpang.

Aksi ugal-ugalan tersebut ditambah dengan {mengetem} sembarangan dan menaik-turunkan penumpang bukan di halte sehingga memacetkan jalan.

Dia melanjutkan, Pemprov DKI sudah memulai menerapkan sistem kompensasi pengemudi angkutan yang bukan berbasis setoran. Seperti, sistem gaji untuk sopir atau pembayaran kompensasi berdasarkan kilometer yang ditempuh. "Seperti yang sudah diterapkan pada busway," tambah dia.

Dalam perkembangannya, lanjut Soetanto, sistem kompensasi perkilometer ini akan diterapkan pada angkutan umum di Jakarta. Mantan anggota Dewan Transportasi Kota (DTK) Jakarta ini menambahkan, masyarakat harus merasakan transportasi yang aman, nyaman dengan mutu keselamatan baik. Namun pengambilalihan ini akan dikaji untuk mendapat masterplan yang baik.

Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu-lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta M Akbar mengatakan, penghapusan sistem kompensasi berbasis setoran akan dilakukan secara bertahap.

Sebagai percontohan, kata dia, sistem ini telah diterapkan pada busway, di mana operator dibayar per kilometer yang ditempuh. Kemudian, sistem ini akan digunakan terhadap seluruh angkutan pengumpan (feeder) busway.

"Nantinya, seluruh angkutan umum di Jakarta tidak akan dibolehkan menerapkan sistem kompensasi berbasis setoran," terang Akbar.

(Neneng Zubaidah/Koran SI/ram)

----------------------------------------------------

:banana::banana:

F-ian
April 30th, 2009, 06:49 PM
oh yess... sekarang knp gak dari dulu >(

=NaNdA=
May 1st, 2009, 04:11 AM
biar angkutan umum lebih manusiawi katanya.. :D jadi selama ini.. :D

ace4
May 1st, 2009, 11:03 AM
akhirnya mereka sadar juga akar dari kesemrawutannya sistem transportasi Jakarta...:banana: kalo perlu juga diarahkan buat jadi sistem feeder Transjakarta Busway yang sedang mati suri saat ini...

oweeyman
May 1st, 2009, 05:00 PM
tapi metromini-nya didandanin gak? :D kan jelek ada kendaraan kayak gitu ditengah kota:nocrook:
http://farm1.static.flickr.com/57/212193062_085e89556c.jpg?v=0

tollfreak
May 7th, 2009, 11:12 AM
City to replace minibus fleet by 2015

Thu, 05/07/2009 2:29 PM | City

JAKARTA: The city administration is planning to replace public Metromini minibuses by 2015, a transportation agency official said Wednesday.

The entire Metromini fleet is to be replaced by similar vehicles equipped with air conditioners and other facilities, head of land transport division Hendah Sunugroho said.

He said the administration would commence the program after it completed the management of TransJakarta buses in 2012.

"We will firstly settle the traffic management of TransJakarta buses before working on the Metromini replacement program," Hendah said to Antara.

Most of the metro minis currently operating in Jakarta are considered not roadworthy and are the subject of frequent complaints by the public.

Besides replacing the fleet, the administration will also better manage the Metromini network by connecting it with the TransJakarta network.

"The Metromini will be designed as feeder buses for TransJakarta," he said.

The administration aims to fix traffic and transportation hurdles by 2020. -JP

=NaNdA=
May 7th, 2009, 12:49 PM
buset, 2015? :nuts:

ace4
May 7th, 2009, 02:14 PM
bagaimana cara penghilangan metro mini dkk. nya...? apa dishub bakal beli layanan dari pemilik rute2 tersebut kayak sistem RapidKL di Kuala Lumpur?

tollfreak
May 13th, 2009, 09:08 AM
Drivers left with no choice in city jungle

The Jakarta Post , Jakarta | Tue, 05/12/2009 2:01 PM | City

Jakartans have been fretting about the notoriously poor quality of public transportation service in the city, citing buses dropping them off in inappropriate places or taking shortcuts.

"As a passenger, I am really dissatisfied with the poor service. It upsets me, but what can I do?" said Meza, a 23-year-old bus passenger who regularly takes the 506 minibus, which runs between Kampung Melayu and Pondok Kopi, in East Jakarta.

"We were forced to leave the bus before it arrived in Pondok Kopi," she said.

Many buses do not follow their assigned route, especially when they are trapped in traffic jams or on a slow day.

"I tend to make a U-turn when the bus terminal is still miles away and we don't have many passengers in our bus," said C46 bus driver Andri. The bus runs between Cililitan, East Jakarta and Grogol, West Jakarta.

The bus often drops all passengers off under the Cawang overpass in East Jakarta from 5 p.m. onward, without entering the Cililitan Bus Terminal.

The driver then makes a U-turn under the flyover and drives back toward Grogol.

Buses often take shortcuts in the city although police will fine drivers between Rp 50,000 (US$4.67) to Rp 150,000 for violating traffic regulations if they catch them red-handed.

However, police and drivers do not always abide by traffic regulations. It is quite common for the police to take bribes of Rp 20,000 to let drivers go without punishment.

The city police called upon the public to report instances of police officers accepting bribes to the proper authorities.

"We will take action against those officers," city police spokesman Adj. Sr. Comr. Chrysnanda Dwi Laksana told The Jakarta Post recently.

Kusrianto, a 03 minibus driver, said the police often caught him after he changed his route to avoid a gridlock under the Senen flyover in Central Jakarta. He usually drives from Senen, Central Jakarta to Rawamangun, East Jakarta.

"Police officers often hide on the side of the road before springing on us after we violate any traffic regulation," he said.

"I changed my route because I was struggling making money to pay the bus' daily rental fee," Kusrianto said.

Kusrianto spends Rp 250,000 per day on gasoline and Rp 270,000 per day to rent the bus, which gives him a net income of Rp 50,000 per day.

The transportation agency has the right to punish bus operators if such violations happen continuously.

"We will give them warnings before revoking their permits. When they are found violating the rules and taking different routes, we fine them. If they carry on violating the rules, we terminate their operation. If they do the same thing again, we freeze their permit," said Hendah Sunugroho, head of the land transportation unit at the city transportation agency.

Buses are known to stop for long periods of time waiting for passengers to hop in. They also often have to pay local thugs to bring passengers in the bus.

"I often have to pay thugs Rp 1,000 for up to two passengers, although I don't even always get Rp 4,000 from those two passengers," said Kusrianto, referring to passengers paying less than the regulated amount for bus fares, which is between Rp 2,000 and Rp 2,500.

Iwan, a local thug in Kampung Melayu Bus Terminal in East Jakarta, said: "The money is for *providing* security."

According to Kusrianto, disputes between a bus driver and a thug will occur if the driver does not pay the thug for bringing him passengers. In several instances, he was forced to give in to thugs' demands because he was afraid they would beat him up.

Darmaningtyas, a transportation expert, said he was concerned about the poor service and lack of comfort in public buses.

"Many illegal levies *imposed by police and thugs* and low-rate bus fees have worsened the situation. It has made many private investors hesitant to invest in this sector, as they are likely to lose money or make very little profit," he said.

He also added the quality of public buses in Jakarta was worsening as most of the buses running were very old. (nia)

AAG
May 13th, 2009, 01:45 PM
Welcome to Indonesia :)

novian
June 28th, 2009, 12:27 PM
(Metro Trans) - Angkotnya kota Batam
http://i496.photobucket.com/albums/rr327/sandalilang/carry.jpg
http://i496.photobucket.com/albums/rr327/sandalilang/jono1.jpg

novian
July 6th, 2009, 06:15 AM
Minivan jadi Angkot

http://i476.photobucket.com/albums/rr123/vians_rud/angkot.jpg?t=1246853271
http://i476.photobucket.com/albums/rr123/vians_rud/angkot2.jpg?t=1246853438

peseg5
July 22nd, 2009, 02:01 PM
http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2009/07/22/18160766/busway.butuh.mikrobus.ber-ac.untuk.feeder

"Busway" Butuh Mikrobus Ber-AC untuk "Feeder"


Rabu, 22 Juli 2009 | 18:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kehadiran busway sebenarnya sudah sangat membantu masyakarat. Sejak tahun 2004, saat kali pertama busway beroperasi, jumlah penumpang selalu meningkat tiap tahun di tujuh koridornya. Namun, masalahnya belum ada sistem angkutan pengumpan (feeder) yang memungkinkan masyarakat mudah mencapai halte busway.

"Belum ada feeder system. Kita baru akan membuatnya," kata Hendah Sunugraha, Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dalam Temu Unsur Dewan Transportasi Kota Jakarta dengan tema "Feeder System" di Jakarta Media Centre, Rabu (22/7).

Lebih lanjut Sunugraha mengatakan, ada tiga persoalan yang saling terkait, yakni masalah teknis, operasional, dan masalah administratif. "Ini harus dikemas dalam satu paket, tidak bisa sendiri-sendiri," ungkapnya.

Misalnya begini, kata Sunugraha, kita mau naik busway ke kota dari Ciputat, Tangerang, dengan menggunakan Metromini. Maunya kita membayar Metromini lalu tidak bayar lagi di saat pindah ke busway. "Itu baru dari sisi operasional pertiketan. Belum lagi soal operasional kendaraannya seperti apa. Masak seperti sekarang, ya endak dong," ucap Sunugraha.

Yang dimaksudkannya, fasilitas kendaraan pendukung busway setara dengan di busway. Dengan demikian, kalau dari rumah sudah rapi maka sesampainya di kantor masih rapi. "Yang kita pikirkan adalah kendaraan 3/4 yang ber-AC," tuturnya.

Restrukturisasi guna mendukung transportasi busway dan memudahkan mobilitas masyarakat Jakarta atau bahkan Bodetabek memerlukan sistem transportasi terpadu untuk mendukung busway.

Urgenitas tersebut tampak dari data yang disampaikan oleh Kepala Bidang Teknologi Sistem Transportasi Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi (BPPT) Rusmadi Suyuti. Menurutnya, moda yang digunakan masyarakat menuju dan dari halte busway dengan berjalan kaki merupakan proporsi terbesar yakni 30,9 persen dan 50,4 persen.

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa perpindahan dari bus (Patas AC, non-AC, Metromini) menuju dan dari halte busway sebesar 18,2 persen dan 10,4 persen. "Dengan demikian kita membutuhkan sebuah restrukturisasi rute, melakukan penataan feeder system," tutur Rusmadi.

Terkait dengan mendesaknya restrukturisasi rute tersebut, Sunugraha sepakat dilakukan dengan menyempurnakan trayek-trayek yang bersinggungan dengan busway. Dimulai dari bus-bus besar lalu sedang lalu kemudian yang kecil dengan berpegang pada pola transportasi makro.

Bus besar yang bersinggungan dengan jalur busway lebih dari 50 persen, menurut Sunugraha, akan dialihkan. "Artinya direstrukturisasi. Tidak dimatikan. Ditata. Kalau cuma dua koridor masih mudah, tapi semakin menuju target 15 koridor itu akan semakin sulit. Bersinggungan bisa menjadi alasan ribut dan demo," ucap Sunugraha.

Mudah-mudahan, lanjutnya, konsep retrukturisasi rute ini selesai tahun 2010, lalu berikutnya tinggal aplikasinya. Namun, ia mengakui hal ini tidaklah mudah dilakukan. "Tidak mudah kita memindahkan rute trayek. Pola transportasi masyarakat akan juga terganggu," paparnya.

Ia mencontohkan, seandainya orang berangkat sekolah naik mobil umum X , lalu diubah menggunakan mobil A, maka akan bingung. Maka perlu sosialisasi. Kalau sistem feeder ini berjalan baik, katanya, sebagian besar masyarakat akan beralih menggunakan angkutan umum, tidak lagi menggunakan angkutan pribadi.

"Dengan demikian, masalah kepadatan lalu lintas bisa dikurangi," tandas Sunugraha.

fajarmuhasan
July 23rd, 2009, 11:29 AM
Model transportasi apa aja yang penting ada wujudnya dan bisa dijangkau....selama puluhan tahun di jkt gw selalu setia naik angkutan umum, baik itu angkot, KA, bus kota, busway. Dulu ada bus tingkat, sekarang pada kemana ya...padahal gw demen baik tuch kalo naik di lantai 2 bisa lihat-lihat jakarta

fajarmuhasan
August 7th, 2009, 11:21 AM
Pukul 07.15, Kopaja P-20 melintas di buncit masih sepi penumpang jadi bisa duduk nyaman:
http://farm3.static.flickr.com/2421/3797027203_c3941483e6_b.jpg

peseg5
October 12th, 2009, 08:09 AM
http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/275972/

Sistem Setoran Harus Dihapus

Sunday, 11 October 2009

JAKARTA(SI) – Mekanisme sistem setoran yang diterapkan pengusaha angkutan umum untuk mengejar pendapatan harus diubah.Sistem itu salah satu pemicu buruknya kondisi angkutan umum.


Kepala Dewan Transportasi Kota (DTK) Jakarta Edi Toet Hendratno menjelaskan, akar masalah yang menjadi pemicu munculnya angkutan umum tidak laik jalan adalah masih berlakunya sistem setoran. Sistem ini menyebabkan pengemudi angkutan umum terpaksa melakukan segala macam cara untuk menutupi target setoran. Selain itu, pengemudi juga mencari spare partmurah untuk perawatan angkutan umum.Suku cadang yang tidak layak tidak segera diganti dan menunggu hingga kondisinya mengkhawatirkan. Sistem kanibalisasi dilakukan agar biaya perawatan untuk kendaraannya bisa ditutupi dari pendapatan.

“Kami sudah lama mengusulkan hal ini kepada pemprov, namun belum ada tindak lanjut,” ungkapnya melalui sambungan telepon kemarin. Jika sistem setoran dihapus, lanjut Edy, penggantinya adalah sistem penggajian seperti yang diterapkan di mekanisme Transjakarta. Menurut dia, sistem ini sangat mudah diterapkan dan tidak memerlukan pengkajian lebih lanjut. Kemauan Pemprov DKI dibutuhkan untuk mengubah pelayanan angkutan umum ini menjadi lebih manusiawi. Edy menambahkan, banyaknya angkutan umum yang tidak laik jalan juga karena belum ada ketegasan yang diberikan kepada pengusaha angkutan umum.

Penindakan kepada pengusaha yang nakal masih sebatas imbauan. “Razia kali ini harus menjadi shock therapy sehingga pengusaha maupun pengendaranya lebih mementingkan keselamatan penumpang daripada pendapatan,”jelasnya. Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta Hendah Sunugroho mengakui, pihaknya sudah mengharapkan ada perubahan sistem setoran. Namun, tandas Hendah, hal itu masih sulit dilakukan sehingga perlu pengkajian lebih mendalam. “Manajemen operasional seperti perlu ada kajian lanjutan,”ujarnya.

Sementara razia kelaikan jalan angkutan umum yang akan dilaksanakan hari ini mencakup pemeriksaan kendaraan secara fisik yaitu apakah memakai ban gundul, kaca pecah,rem blong,dan apakah gas buang dari knalpot memenuhi persyaratan uji emisi atau tidak. Selain itu juga akan dicek kelengkapan dokumen, apakah mempunyai SIM dan STNK dan kartu KIR. Menurut dia, kalau para pemilik angkutan umum melengkapi dokumen dan rutin setiap enam bulan sekali memeriksakan kendaraannya, angkutan umum akan beroperasi dalam keadaan layak jalan.

Namun, selama ini banyak pengendara mengganti suku cadang kendaraannya dengan yang baru hanya saat akan diperiksa kelaikannya. Setelah itu diganti kembali dengan yang jelek. “Karena itu,surat dan suku cadangnya kami periksa akan kami periksa pada saat razia,”tuturnya. Menurut Hendah, alasan yang paling sering digunakan pengusaha sehingga banyak angkutan umum yang tidak layak jalan adalah mahalnya ongkos perawatan. Dia menggambarkan, biaya perawatan satu angkutan umum jenis patas AC memerlukan dana hingga Rp600 juta.

Namun,dia menampik tidak ada tindakan tegas untuk pengusaha yang nakal. Menurut dia, setiap pekan ada perusahaan angkutan yang distop izin operasinya karena masih membandel. “Awalnya kami berikan teguran lalu peringatan lalu penilangan. Namun,jika setelah ditilang masih tetap membandel, surat izinnya kami cabut,”lugasnya.

Hari ini Dishub bekerja sama dengan Polda Metro Jaya akan melakukan razia angkutan umum yang tidak laik jalan. Angkutan umum yang terkena razia akan ditilang dan hukuman paling berat adalah dikandangkan di Terminal Rawa Buaya,Jakarta Barat. (neneng zubaidah)




^^ Inilah bukti lepas tanggung jawabnya pemerintah dalam menyediakan angkutan umum... Sudah diberi saran oleh DTKJ, sudah ada contoh faktanya (bukan kajian lagi tapi fakta - Transjakarta) tapi malah masih ngeles dengan memintanya dikaji. Ini yg mengusulkan padahal bukan org biasa, tapi DTKJ (Dewan Transportasi Kota Jakarta). Artinya...??? hehe

rilham2new
October 12th, 2009, 08:17 AM
^^ Kalau prusahaan pengelola Metromini dan Kopaja nya dibeking sama orang2 DPRD memang selama-lamanya akan jadi lingkaran setan :p

fajarmuhasan
October 12th, 2009, 08:21 AM
Metromini/Kopaja itu badan hukumnya bukannya BUMD????

peseg5
October 12th, 2009, 08:58 AM
Metromini/Kopaja itu badan hukumnya bukannya BUMD????

Bukan, itu milik swasta... dan pakai sistem franchise kyknya. Karena biar namanya sama metro mini, tapi yg org yg punya bisa banyak. Satu jalur dan jurusan aja bisa rebutan kalau yg punya busnya beda... pdhl namanya sama2 metromini.

BUMD Jakarta bidang tranpsort cuman PT MRT Jakarta.

PPD dan DAMRI itu BUMN.

fajarmuhasan
October 12th, 2009, 09:01 AM
Bukan, itu milik swasta... dan pakai sistem franchise kyknya. Karena biar namanya sama metro mini, tapi yg org yg punya bisa banyak. Satu jalur dan jurusan aja bisa rebutan kalau yg punya busnya beda... pdhl namanya sama2 metromini.

BUMD Jakarta bidang tranpsort cuman PT MRT Jakarta.

PPD dan DAMRI itu BUMN.

Makasih infonya, PT MRT apakah juga membawahi transjakarta?
Kalo damri emang BUMN, kalo PPD koq BUMN juga yak...kan PPD=Perusahaan Pengangkutan Djakarta

peseg5
October 12th, 2009, 09:34 AM
Makasih infonya, PT MRT apakah juga membawahi transjakarta?
Kalo damri emang BUMN, kalo PPD koq BUMN juga yak...kan PPD=Perusahaan Pengangkutan Djakarta

PT MRT tidak membawahi transjakarta, alias terpisah. Transjakarta dibawahi oleh BLU Transjakarta, dimana ada rencana BLU ini juga akan dirubah bentuk badan hukumnya menjadi PT alias BUMD.

Jika Transjakarta menjadi PT alangkah baik dan hebatnya kalau dimerger dengan PT MRT Jakarta, dan PT KCJ (pengelola KRL Jabotabek). Ini nanti, akan seperti SMRT Corp, BUMN Singapura yg merajai bisnis transportasi publik.

Seklias mengenai sejarah PPD

Berdiri sejak tahun 1920, Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta atau Perum PPD adalah salah satu badan usaha milik negara di bawah pembinaan Departemen Perhubungan yang mengiringi sejarah perjuangan bangsa ini.

Cikal bakal Perum PPD yang bentuk badan hukumnya disahkan menjadi Perusahaan Umum (Perum) pada tahun 1981 sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 1981 dan disempurnakan menjadi Peraturan Pemerintah No.32 tahun 1984 merupakan penggabungan alat transportasi milik Nederlansch Indische Tram Maatschappij dengan Bataviach Elektrische Tram Maatschappij menjelang tahun 1925 sesuai dengan saran Burgemeester Kota Batavia yang ketika itu dijabat oleh Ir. Voorneman menjadi Bataviache Verkeers Maatchappij (BVMNV).

Namun sejak pendudukan Jepang di Indonesia dari tahun 1942 hingga tahun 1945 BVMNV diubah menjadi Djakarta Shinden yang hanya mengoperasikan tram kota saja. Bus-bus kota eks BVMNV digunakan Jepang untuk kepentingan lain.

Namun, sehari sesudah bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, sejumlah pegawai Djakarta Shinden yang disponsori Pemuda Menteng 31 mendesak agar penguasa Jepang segera menyerahkan tram pada pemuda. Sejak 20 Agustus 1945, tram diserahkan kepada Pemerintah RI dan dikelola Jawatan Kereta Api bagian tram.

Untuk mengutamakan kepentingan umum, BVMNV kemudian dinasionalkan dan dikuasai oleh Menteri Perhubungan berdasarkan Undang-Undang Darurat No.10 tahun 1954.

Sebagai tindak lanjut nasionalisasi tersebut, dengan akte notaris Mr. Raden Suwandi No. 76 tanggal 30 Juni 1954 dan No.82 tanggal 21 Desember 1954, BVMNV diubah bentuk hukumnya menjadi Perseroan Terbatas (PT) dengan nama ”Perusahan Pengangkutan Djakarta”.

peseg5
October 14th, 2009, 03:56 AM
Terlihat menjanjikan, tapi kok belum menyinggung bus2 metromini, kopaja, mikrolet, dan sejenisnya ya?

========================================

http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/276583/

PPD Siapkan Jalur Khusus

Tuesday, 13 October 2009

JAKARTA(SI) – Departemen Perhubungan (Dephub) tengah membuat rancangan sistem transportasi terpadu untuk wilayah Jakarta-Bogor-Depok- Tangerang-Bekasi (Jabodetabek).


Sebagai proyek percontohan Perusahaan Umum (Perum) Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) ditunjuk untuk mempersiapkan skema jalur lintas khusus untuk trayek Ciputat–Blok M pada Desember mendatang. Untuk melancarkan proyek ini, PPD akan memodifikasi trayek Patas 21 Ciputat–Blok M sebagai feeder bus Transjakarta sekaligus sebagai transportasi umum terpadu di dalam kota. ”Trayek ini akan dibuat terpadu seperti pada sistem bus Transjakarta,” ungkap Direktur Bina Sarana dan Transportasi Perkotaan (BSTP) Dephub Elly Sinaga kemarin.

Jika uji coba ini berhasil, rencananya dikembangkan kepada 12 jalur penunjang wilayah lainnya,di antaranya jalur Depok–Cililitan. Elly menambahkan, untuk pengoperasian jalur lintas khusus ini akan dibuat 21 shelter khusus, untuk jalur keberangkatan ada 10 shelterdan 11 untuk jalur balik.Termasuk membuat park and rideatau parkir bagi pengendara kendaraan pribadi, baik sepeda motor dan mobil yang beralih ke bus feeder di Ciputat yang mengambil lokasi di Depo A milik PPD di Ciputat,Tangerang Selatan.

Berbeda dengan jalur bus Transjakarta yang khusus dan berada di jalur tengah,jalur lintas PPD akan mengambil jalur sebelah kiri jalan.”Tidak akan ada jalur khusus seperti bus Transjakarta, tetapi nanti kami akan membuat tanda khusus untuk memprioritaskan bus di dekat shelter-nya,”tuturnya. Jalur Ciputat–Blok M memiliki jaraktempuh20,3km dengan waktu tempuh 90 menit.

Dari kajian sementara, lokasi kemacetan terletak di kawasan Radio Dalam, Pondok Indah,dan kampus UIN Syarief Hidayatullah. Jalur ini akan bersinggungan dengan trayek Metromini S 72 jurusan Lebak Bulus–Blok M, Bianglala 57 jurusan Ciputat–Blok M, Mayasari 18 B jurusan Ciputat– Senen, dan Koantas Bima 102 jurusan Tanah Abang–Ciputat. Jalur ini juga akan menjadi pengumpan halte bus Transjakarta Pondok Indah dan Pasar Jumat.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Dephub Suroyo Alimoeso menyatakan, saat ini pemerintah tengah merancang sistem transportasi publik terpadu untuk wilayah Jabodetabek. ”Masterplan (cetak biru) transportasi megapolitan tengah disiapkan pemerintah pusat,”ungkapnya. Sistem transportasi ini dibuat terintegrasi dengan sistem transportasi di wilayah penunjang Ibu Kota. Sistemnya dirancang tidak terpisah agar tidak terjadi tumpang tindih tanggung jawab, seperti yang selama ini terjadi.

”Mulai tahun depan akan terjadi banyak perubahan trayek angkutan di DKI Jakarta,”ungkapnya. Saat ini,Dephub juga telah meminta PPD melakukan perbaikan di seluruh lini,baik perbaikan pada manajemen, produk, keuangan, dan pelayanan agar kembali berjaya seperti pada era 1970-an.Seluruh kendaraan PPD rencananya juga akan diubah penampilannya tahun depan.

Sementara itu, kemarin PPD mulai melakukan merestrukturisasi 1.804 pegawai dengan 283 pegawai yang masuk usia pensiun. Termasuk melakukan uji coba terhadap bus gandeng (articulated bus) produk karya anak bangsa Indobus melalui PT INKA.Pengujian satu unit bus gandeng ini juga termasuk dalam persiapan pengoperasian jalur lintas khusus sebagai feeder bus Transjakarta pada 2010. (isfari hikmat)

Zorobabel
October 14th, 2009, 05:01 AM
Believe it or not, I rode MetroMini and Kopaja buses to and from work every day for two years. They're just about the most terrible forms of transportation I can imagine: they're full of criminals and beggars, they're hot, they have terrible drivers, they're unreliable, they transfer you near the end of the route, etc.

What I've never understood is why the central government doesn't just spend the money to replace all the aging buses and vans in Jakarta and other major urban centers. They've certainly got the money. The central government's tax revenues are way up (~12%) now that people are paying income tax; Indonesia has one of the lowest debt burdens (~27% of GDP) in the region; and the budget deficit is much smaller than the country's economic growth rate (1% compared to 4.5%, respectively). They could afford throwing a few billions dollars at the problem.

I think hundreds of thousands of Jakartans would be encouraged to take minibuses if they knew they were safe, clean, comfortable, and reliable. I mean, how old are these buses? Some of them definitely look like they're from as far back as the 60s.

fajarmuhasan
October 14th, 2009, 05:36 AM
Metromini/kopaja rata-rata udah sangat tuwir armadanya...sering mogok dijalan dan terpaksa didorong (gw sering ikutan ndorong kopaja karena mogok). Jumlahnya juga kebanyakan...jadi sering lewat kopaja dalam keadaan kosong dan akhirnya ngetem, ini yg bikin macet. Sudah saatnya umur kopaja/metromini dibatasi biar gak mudah mogok dijalan, juga jumlah armada per jalur dibatasi biar gak kebanyakan ngetem.
Mo nanya:
kenapa jarak tempuh kopaja rata-rata lebih jauh dibanding metromini padahal tarifnya sama???
contoh yg dari lebakbulus:
Kopaja P-20: lebakbulus-senen (jauh)
Kopaja 86: lebakbulus-kota (sangat jauh)
Metromini 72: lebakbulus-blok m (dekat)
Metromini 79: lbkbulus-blok m (dekat)

AceN
October 14th, 2009, 07:19 AM
PT MRT tidak membawahi transjakarta, alias terpisah. Transjakarta dibawahi oleh BLU Transjakarta, dimana ada rencana BLU ini juga akan dirubah bentuk badan hukumnya menjadi PT alias BUMD.


Ini baru wacana atau dalam proses ?

--------------------------------

Satu hal yang mencengangkan dari supir metromini dll adalah : Anduknya.

Abis ngelap keringet dimuka, buat ngelap tangan, abis itu ngelap setir, dan terakhir ngelap kaca jendela....

:D:D

peseg5
October 14th, 2009, 08:28 AM
Believe it or not, I rode MetroMini and Kopaja buses to and from work every day for two years. They're just about the most terrible forms of transportation I can imagine: they're full of criminals and beggars, they're hot, they have terrible drivers, they're unreliable, they transfer you near the end of the route, etc.

What I've never understood is why the central government doesn't just spend the money to replace all the aging buses and vans in Jakarta and other major urban centers. They've certainly got the money. The central government's tax revenues are way up (~12%) now that people are paying income tax; Indonesia has one of the lowest debt burdens (~27% of GDP) in the region; and the budget deficit is much smaller than the country's economic growth rate (1% compared to 4.5%, respectively). They could afford throwing a few billions dollars at the problem.

I think hundreds of thousands of Jakartans would be encouraged to take minibuses if they knew they were safe, clean, comfortable, and reliable. I mean, how old are these buses? Some of them definitely look like they're from as far back as the 60s.

It's rare to see foreigner using metromini/kopaja, anyway I congratulate you for your courage of using it daily. It's rare to see central govt for providing local public tranport directly except it's related to huge/mega projects/investment (eg MRT). TJ for example weren't involving central govt but initated by local govt instead.

Before TJ born, the local govt never directly involved of providing public transport, they submitted the services to private company without establishing minimum service standards and service watch body (regulator). Taxes are more likely spend in building new roads, overpasses, underpasses, and it was little for developing local public transport. Now it's good to see the change of mind, that providing good mass trans should be 1st priority instead do nothing about it. Although I still see slow development for the govt of revitalising the public transport.

Ini baru wacana atau dalam proses ?

--------------------------------

Satu hal yang mencengangkan dari supir metromini dll adalah : Anduknya.

Abis ngelap keringet dimuka, buat ngelap tangan, abis itu ngelap setir, dan terakhir ngelap kaca jendela....

:D:D

^^ Itu masih dalam proses studi cen. Jadi nanti tergantung keputusannya gimana.

Ngomongin anduk supir metromini, itu denger2 dipakai utk anduk mandi juga... :P

Zorobabel
October 14th, 2009, 06:25 PM
I do understand that the central government is not directly involved in local transport systems. Oner thing the US federal government has done recently to reduce private oil/gas consumption is to provide large grants directly to public transit systems across the country. For example, in my hometown the local bus system was comissioned by the local government, but the funding breakdown for last year was: 9% from fares, 6.5% from the state government, 38% from the city government, and 46% from the federal government.

The Indonesian government could do something similar by providing grants to upgrade bus fleets and promote public transit development without getting directly involved (for example, providing a government-backed loan for the MRT system). This would be very effective because city and provincial governments have a difficult time raising revenue or securing loans in Indonesia.

David-80
October 14th, 2009, 08:57 PM
^^ Matt, some big oto companies wont like the ideas, if you what i mean. I have heard some stories about JICA and some oto companies...thus, the MRT is really slow in progress.

not to mention, how the monorail can ended up in limbo, if not because those people to greedy with profit.

Thats how this country runs, by money.

cheers

atmada
October 15th, 2009, 08:34 AM
Metromini/kopaja rata-rata udah sangat tuwir armadanya...sering mogok dijalan dan terpaksa didorong (gw sering ikutan ndorong kopaja karena mogok). Jumlahnya juga kebanyakan...jadi sering lewat kopaja dalam keadaan kosong dan akhirnya ngetem, ini yg bikin macet. Sudah saatnya umur kopaja/metromini dibatasi biar gak mudah mogok dijalan, juga jumlah armada per jalur dibatasi biar gak kebanyakan ngetem.
Mo nanya:
kenapa jarak tempuh kopaja rata-rata lebih jauh dibanding metromini padahal tarifnya sama???
contoh yg dari lebakbulus:
Kopaja P-20: lebakbulus-senen (jauh)
Kopaja 86: lebakbulus-kota (sangat jauh)
Metromini 72: lebakbulus-blok m (dekat)
Metromini 79: lbkbulus-blok m (dekat)

pernah pengalaman naik metromini...
waktu itu sama temen mo ke jakbar..
di jalan sopirnya udah keliatan ugal-ugalan, bikin sport jantung bener dah..
mukanya keliatan lemes, cuma berdoa aja biar ga kenapa-napa nih metromini
udah di tengah jalan, jalannya lumayan rusak, lobang gede banget nganga, sopir rem mendadak, langsung gubraakk...bus terguncang, dan apa yang terjadi??

kaca jendela samping pecah, lepas, sebesar papan keyboard di depan pembaca sekalian, dan mengenai pelipis teman saya yang duduk di samping saya hingga bocor!:bash:, tu kaca akhirnya mendarat di pangkuan saya..dan bagusnya saya tidak cedera..:cheers:..untung tu kaca ga kena organ vital di kepala..bayangin coba

apa yang dilakukan kru? ahh..biasa aja..cuma mindahin pecahan kaca, basa basi, ga minta maap, seperti tidak terjadi apa-apa...:ohno:

ahh..inilah sukaduka naik metromini..:nuts:
faktor keamanan ga diperhatiin..

fajarmuhasan
October 15th, 2009, 08:52 AM
Itu bukan faktor keamanan tapi faktor keselamatan.

atmada
October 15th, 2009, 09:18 AM
^^ oh yaa..ralat dikit, keselamatan.. :D

fajarmuhasan
October 15th, 2009, 09:24 AM
Mengenai faktor keamanan, gw merasakan sendiri kecopetan HP sebanyak 2 kali, pertama HP didalam saku celana dan kedua HP di dalam tas, tas gw disobek entah pake pisau atau silet yg jelas semua kejadian gw gak merasakan, begitu perlu HP baru sadar kalo sudah hilang. Kejadian di kopaja P-20 pada waktu dan tempat yg hampir sama yaitu pagi hari berangkat kerja gw naik di depan selapa polri pasar jumat.

atmada
October 15th, 2009, 04:57 PM
^^ di kereta lebih parahh.. :ohno:

fajarmuhasan
October 16th, 2009, 02:56 AM
Di kereta (jabotabek), gw merasa lebih aman karena belum pernah kecopetan, malah dapat kenalan cewek....hehehehe

atmada
October 17th, 2009, 10:48 AM
^^ kalo naik yg ac, lumayan aman..tapi kalo yg tiketnya 2000an, yg tiap hari penuh..beeh..

tollfreak
October 20th, 2009, 11:14 AM
Out with the old, in with the new: City's bus dilemma

Indah Setiawati , The Jakarta Post , Jakarta | Mon, 10/19/2009 1:40 PM | City

Jakarta residents may have spotted some new public buses on the roads recently, but a shortfall in regulations about replacing old vehicles could mean that many buses are operating with dubious safety standards.

Hulman Sitorus, head of the operational control division at the Jakarta Transportation Agency, said there were no regulations requiring private bus owners to buy new vehicles after a certain time period.

"We only recommend that unreliable buses are replaced. The owners are the ones that decide and they are fully responsible for the procurement," he told The Jakarta Post last week.

Herry Rotty, head of the Jakarta Land Transportation Organization (Organda), said only a bus company and a small number of minivan owners had started to replace their old vehicles.

He said the management of PT Mayasari Bakti had informed him that it planned to procure 400 new buses to replace some of its existing fleet.

Management will start the procurement step-by-step, beginning with 100 buses this year and 200 buses in 2010, he said.

"They will review business conditions before continuing with the procurement in 2011," Herry told the Post.

According to the organization's data, the company owns a total of 1,500 buses.

Herry admitted that many unsafe public buses were on the road because owners chose to maintain their vehicles instead of purchasing new ones.

"Many minibuses are more than 10 years old. Of course the owners would rather be driving new vehicles. Who wouldn't? But the current bus fares make it impossible for them to afford it," he said.

He suggested the city create a system to provide incentives for bus owners to purchase new buses.

Hulman said he believed there should be regulations about the maximum age of public transport vehicles, but such an idea is still rejected by bus owners in the city.

"Once we suggested the city make a bylaw on the age limit of public vehicles, but bus owners were reluctant because of the financial burden it would create," Hulman said.

He said the agency could only monitor the condition of buses through a vehicle safety test, which was conducted twice a year.

Last Monday, the agency in conjunction with the police conducted raids in five municipalities to check the safety condition of public buses in the city.

The raids will continue at random intervals, Hulman said.

He said that as of Oct. 14, there were 176 public buses caught during the raids, 153 of which were fined for various violations, while the remaining 23 were confiscated for heavier breaches.

"Buses that were confiscated usually lacked proper documents, did not pass the KIR test and were not in acceptable conditions," he said.

He said the improper conditions included bad brakes and damaged interiors.

Sutanto Soehodo, the deputy governor for transportation, trade and industry, said Jakarta would not adopt a system to limit the age of public buses.

"I think strict law enforcement of the existing tests can force bus owners to replace their old buses because they will have to pay lots of money every time the old buses are caught in the raids," he said.

Zorobabel
October 29th, 2009, 03:11 AM
^^ Matt, some big oto companies wont like the ideas, if you what i mean. I have heard some stories about JICA and some oto companies...thus, the MRT is really slow in progress.

not to mention, how the monorail can ended up in limbo, if not because those people to greedy with profit.

Thats how this country runs, by money.

cheers
I understand that, David, but it doesn't always have to be that way.

JICA wants to provide a loan for MRT. I do not believe any rumor that states otherwise. Of course they want those funds to be utilized properly because if they aren't, how can they ever expect their loan to be repayed? So that probably means they won't be disbursed for many years.

All it really takes is a little gumption, either on the part of the central or municipal government, and everything could change quickly.

There's an old Puritan saying: God helps those who help themselves.

F-ian
July 31st, 2010, 03:11 PM
Berita Tua...tp kenapa Juli ini gak ada kabar :ohno: padahal Mendesak bgt...
==============================

Kamis, 17/06/2010 13:02 WIB

Metromini Akan Diwajibkan Pakai AC
Nala Edwin - detikNews

ilustrasi
Jakarta - Untuk mendorong publik meninggalkan kendaraan pribadi, pemerintah berniat menggenjot layanan angkutan umum agar lebih nyaman. Salah satu triknya adalah mensyaratkan bus tigaperempat seperti Metromini dan Kopaja menggunakan pendingin udara (AC).

AC itu termaktub dalam Standar Pelayanan Minimum (SPM) angkutan umum yang sedang disusun. "Aturan-arutannya masih kita godok," kata Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Elly Adriani Sinaga kepada detikcom, Kamis (17/6/2010).

Elly menjelaskan, selain AC, dalam SPM itu juga akan diatur mengenai berbagai hal seperti kondisi bus, frekuensi bus dan juga akses masyarakat kepada angkutan itu.

"Jadi tidak hanya masalah AC saja," katanya.

Elly menjelaskan, saat ini AC bukanlah hal mewah lagi dalam angkutan umum. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan AC di bus TransJakarta dan juga kereta api.

"Jadi bukan hal yang aneh lagi kalau angkutan umum menggunakan AC," katanya.

Sementara itu, Wakil Dishub DKI Riza Hashim menyatakan pihaknya belum mendengar adanya rencana itu.

"Kita belum tahu hal itu. Sekarang kita masih fokus untuk memperbaiki pelayanan bus TransJakarta," katanya. (nal/nal)
===========================================

SPM Dipenuhi, Metromini Ber-AC

Sabtu, 26 Juni 2010 - 2:19 WIB


JAKARTA (Pos Kota) – Pembenahan angkutan di Jakarta akan segera dibenahi melalui penerapan sistem Standar Pelayanan Maksimum (SPM) yang akan di lakukan Kementrian Perhubungan (Kemenhub).

Salah satunya dengan melakukan pembatasan jumlah penumpang dan pengaturan trayek yang dilalui setiap angkutan.

Tidak hanya itu dalam SPM yang tengah disusun, juga akan termaktub penggunaan air conditioner (AC) pada jenis angkutan bus sedang seperti Metro Mini dan Kopaja. “Aturan-arutannya masih kita godok,” kata Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Elly Adriani Sinaga, kemarin.

Elly menjelaskan, selain AC, dalam SPM itu juga akan diatur mengenai berbagai hal seperti kondisi bus, frekuensi bus dan juga akses masyarakat kepada angkutan itu. Seperti pembatasan jumlah penumpang pada setiap armada Metro Mini yag hanya 30 orang. Mengingat saat ini angkutan tersebut kerap mengangkut penumpang lebih dari kapasitas.

Akibat kenyamanan bagi penumpang tidak terpenuhi. Sedangkan mengenai pengaturan trayek akan diberlakukan pada jenis angkutan kecil, sedang dan besar. “Dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang SPM trayek angkutan kecil akan kita rubah lagi nantinya agar tidak masuk jalan utama dengan menyesuaikan kondisi di wilayah,” sambungnya.

Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan terutama angkutan dalam satu ruas jalan. Seperti yang terjadi di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Salemba Raya, Matraman, Antasari, Casablanka dan Dr Sahardjo.

Sehingga nantinya jalan utama hanya akan dilalui bus TransJakarta, bus besar (PPD) dan bus sedang seperti metromini sebagai sarana transportasi, sedangkan mikrolet diusulkan ditempatkan di kawasan pemukiman dan sebagai feeder untuk transportasi di jalan utama.

Menanggapi hal ini Henda Sunugroho, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, kebijakan ini telah menerapkan pemisahan terhadap jenis angkutan. Namun diakuinya hingga saat ini belum secara keseluruhan. Sebagai contoh yakni trayek Blok M – Kota yang sebelumnya ada angkutan bus sedang dan besar sekarang telah digantikan dengan busway. “Diperlukan kajian mendalam untuk memberlakukan kebijakan ini,” ujar Henda.

Sementara itu secara terpisah, Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) menyatakan dukungan terhadap penerapan SPM yang dilakukan Kemenhub. Diantaranya terkait pelaranag jenis angkutan kecil beroperasi di jalan utama.

“Angkutan kecil itu dulu semangatnya untuk menggantikan becak yang beroperasi di pemukiman, agar SPM berjalan maka kebijakan tersebut harus dikembalikan,” ujar Ketua DTKJ Azas Tigor Nainggolan.

==========================

Penumpang Setuju Metro Mini Ber-AC, Asal Tak Mahal

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews

Jakarta - Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengusulkan akan mewajibkan bus metro mini dan Kopaja untuk untuk menggunakan pendingin udara (AC). Usulan ini ditanggapi positif para penumpang, asal berat di kantong.

"Saya setuju saja karena memakai AC bagus agar lebih nyaman. Kalau tarifnya mahal susah juga," ujar Veranika (23) warga Pasar Minggu kepada detikcom, Jakarta, Kamis (17/6/2010).

Lulusan salah satu perguruan tinggi swasta ini berharap semua trayek metro mini menerapkan model pendingin udara. "Takutnya hanya sebagian jalur saja yang pakai AC dan yang lain tidak," katanya.

Senada dengan Veranika, Alamsyah (30) warga Semper, Jakarta Utara juga setuju dengan pemakaian AC pada Metro Mini dan Kopaja, asalkan tarif yang dipatok terhadap penumpang tidaklah mahal.

"Kalau harganya jauh dekat kayak Rp 3.500 kan juga kemahalan," jelasnya.

Ayah dari dua orang putra ini menjelaskan, dirinya meyambut penggunaan AC karena alasan pribadi. "Saya tidak merokok, Biasanya di Metro Mini ada yang merokok dan saya tidak bisa mencium asap rokok," terangnya.

Lebih lanjut, Alamsyah menginginkan agar Metro Mini bisa menjamin keamanan. "Kalau tertutup, para pengamen dan para pencopet tidak bisa langsung kabur," paparnya.

Hayatullah (28), warga Jalan Bugis, Jakarta Utara, mengusulkan selain penggunaan Ac, Metro Mini dan Kopaja perlu dilakukan peremajaan. "Busnya rata-rata sudah tua. Sebaiknya juga perlu diperbaharui lagi agar kita sebagai penumpang merasa nyaman," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub mengusulkan akan mewajibkan penggunaan AC bagi bus Metro Mini dan Kopaja. Usulan tersebut masih dalam proses penyusunan.

=================================

sasamakan
July 31st, 2010, 04:26 PM
Mengenai faktor keamanan, gw merasakan sendiri kecopetan HP sebanyak 2 kali, pertama HP didalam saku celana dan kedua HP di dalam tas, tas gw disobek entah pake pisau atau silet yg jelas semua kejadian gw gak merasakan, begitu perlu HP baru sadar kalo sudah hilang. Kejadian di kopaja P-20 pada waktu dan tempat yg hampir sama yaitu pagi hari berangkat kerja gw naik di depan selapa polri pasar jumat.

P20 gua hampir kecopetan, tapi si malingnya nyerah sama gua, gajadi nyopet turun dengan wajah murung dia. Orangnya bapak2 gitu, wajahnya wajah2 sok melas deh, agak gemuk, ngikutin naik turun gua mulu

atmada
July 31st, 2010, 06:00 PM
^^ sekarang mah kalo naik transportasi umum di Jakarta, mau dari metromini ampe kereta express ac, tetep, barang berharga gak boleh nempel di baju terluar..kalo bisa dimasukin tas yang dalemnya ada kantong yang berlapis-lapis..:lol: (ini waspada apa parno sendiri??) :hammer:

sasamakan
August 1st, 2010, 02:53 AM
^^ Makanya gua kalo mau naik Kopaja pulang sekolah selalu nyari yang kosong alias yang masih ada tempat duduk. Karena kalo udah berdiri, keamanannya ga terjamin.
Tapi yang keamanannya cukup oke sih busway sekarang, jarang denger berita kecopetan karena kalo kecopetan biasanya yang naroh barang di kantong atau saku celana, kalo yang di dalem tas susah nyopetnya karena kelihatan banyak orang

nangz
December 15th, 2010, 07:37 AM
JAKARTA: Kondisi fisik dan pelayanan angkutan umum masal di Jakarta terancam akan semakin parah akibat operatornya tidak sanggup melakukan peremajaan dan perawatan armadanya secara optimal akibat kesulitan keuangan.

Ketua Umum Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Jakarta Sudirman mengatakan pemerintah pusat dapat membantu operator angkutan umum dalam kota Jakarta dan daerah lain dengan anggaran dari kompensasi penghapusan subsidi bahan bakar minyak jenis premium.

"Bantuan anggaran yang bersumber dari kompensasi atas penghapusan subsidi premium itu direalisasikan dalam bentuk pembebasan pajak bea masuk impor suku cadang dan kemudahan invesatasi peremajaan armada angkutan umum massal," katanya di Jakarta hari ini.

Dia mengatakan kebijakan pemerintah mengenai penghapusan subsidi premium tidak akan diikuti oleh kecenderungan beralihnya pengguna kendaraan pribadi ke angkutan umum massal, karena kemampuan daya beli mereka masih bisa mengikuti perubahan harga bensin premium itu.

Namun, lanjutnya, karena sasaran penghapusan subsidi premium itu berkaitan langsung dengan sektor transportasi, yaitu pemilik kendaraan pribadi, maka sangat tepat jika sebagian dana yang terhimpun dapat dialokasikan bagi sarana angkutan umum.

Sudirman mengatakan bantuan pemerintah pusat sangat diharapkan mengingat kondisi usaha angkutan umum sekarang, khususnya di Jakarta, sangat memprihatinkan karena tidak bisa melaksanakan peremajaan atau perawatan sesuai setandar yang optimal.

"Banyak operator angkutan umum masal di Jakarta kesulitan untuk melakukan peremajaan atau perawatan armada secara optimal karena pendapatannya sekarang cenderung terus menurun, disebabkan oleh berbagai hal, terutama tingkat kemacetan lalu lintas yang kian parah," ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Triwisaksana (F-PKS) berharap agar ada kuncuran dana dari pemerintah untuk sektor transportasi masal yang berasal dari kompensasi atas penghapusan subsidi minyak premium.

Total tambahan dana pada anggaran pendapatan dan belanja negara dari penghapusan subsidi premium untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi cukup besar nilainya sesuai dengan jumlah kendaraan bermotor di daerah tersebut.

Berdasarkan data Polda Metro Jaya, jumlah kendaraan di wilayah administrasinya Jakarta, Depok, Bekasi dan Tengerang mencapai 11.362.396 unit terdiri dari 8.244.346 unit sepeda motor dan 3.118.050 unit kendaraan beroda empat. (mrp)
http://www.bisnis.com/index.php/infrastruktur/transportasi/1611-kondisi-fisik-dan-layanan-angkot-jakarta-parah
tolong dong bang kumis, kalau mau batesin kendaraan bermotor, bikin angkot dan mini bus yang lebih baik. hapus sistem setoran, beri batasan umur angkutan, jangan cuma nambahin jalan layang buat mobil pribadi. bikin revolusi minibus seperti trans jogja gitu, haltenya gak perlu semewah transjakarta, yang penting penumpang gak nyetop bis atau turun sembarangan.

peseg5
December 15th, 2010, 08:15 AM
tolong dong bang kumis, kalau mau batesin kendaraan bermotor, bikin angkot dan mini bus yang lebih baik. hapus sistem setoran, beri batasan umur angkutan, jangan cuma nambahin jalan layang buat mobil pribadi. bikin revolusi minibus seperti trans jogja gitu, haltenya gak perlu semewah transjakarta, yang penting penumpang gak nyetop bis atau turun sembarangan.

Susah nangz, karena selama ini angkot2 / metromini2 yg semrawut itu menjadi PAD (Pendapatan Asli Diri sendiri) oknum pemerintah, dari makelar trayek, pungli di terminal, pungli di tempat kir, dll.

Kalau ditertibkan, nanti penghasilan tambahannya dari mana lagi?

nangz
December 15th, 2010, 08:39 AM
^^^^^^^^^^^^
itulah pola pikir feodal, jakarta butuh pemimpin yang preman seperti awal transjakarta dulu, gak cuma pemimpin yang ahli yang kalau ada masalah ngeles mulu:bash::bash::bash::bash:

fajarmuhasan
December 15th, 2010, 09:07 AM
^^^^^^^^^^^^
itulah pola pikir feodal, jakarta butuh pemimpin yang preman seperti awal transjakarta dulu, gak cuma pemimpin yang ahli yang kalau ada masalah ngeles mulu:bash::bash::bash::bash:

kopaja/metromini, kepemilikan armada kayaknya perorangan....karena kandangnya berpencaran dan yg deket ama eks rumah gw di daerah ciputat ada metromini yg jurusan senen-setiabudi (P15??), gw bisa naik dari situ ke sudirman..cuma bayar 2rb....ngirit

peseg5
December 15th, 2010, 09:09 AM
^^^^^^^^^^^^
itulah pola pikir feodal, jakarta butuh pemimpin yang preman seperti awal transjakarta dulu, gak cuma pemimpin yang ahli yang kalau ada masalah ngeles mulu:bash::bash::bash::bash:

Ya faktanya memang masih seperti itu. Pembahasan sistem angkutan ini sudah berlangsung sejak lama, tapi baru busway saja yang terwujud dan benar2 dikatakan ideal secara konsep sistem (bukan pengoperasiannya yah).

Dan makanya sampai saat ini, walau sudah pernah ada dorongan menjadikan angkot / metromini seperti sistem busway (sistem pengelolaannya) jadi tidak ada namanya kejar setoran buat si supir, tetapi ini yang masih menjadi keberatan pengelola transportasi (dinas perhubungan) karena akan menurunkan pendapatan mereka, malah bukan mendapat lagi tapi mengongkosi (subsidi). Contohnya: Busway.

Sementara pemimpinnya juga ga ada keberanian untuk mewujudkan ide revolusioner ini. Untuk contoh, di KL juga dulu bus2nya kayak metromini, tapi sejak tahun 2000-an, pemerintah mengambil alih pengelolaan (mirip seperti BLU Transjakarta), dan direbranding jadi KL Rapid Bus. Sekarang bus2 dalam kota di KL ya hanya satu namanya Rapid KL. Contoh nyata sudah ada, sekarang tinggal pemprop DKI (khususnya Bang Foke), berani gak?

fajarmuhasan
December 15th, 2010, 09:35 AM
Satu lagi masalah metromini/kopaja dan angkot lainnya:
armadanya kebanyakan karena sering berurutan datangnya dan dalam kondisi kosong, akibatnya saling berebutan penumpang dan yg pasti saling mendahului macam balapan.
kalo diperhatikan ketika naik kopaja yg relatif kosong biasanya jalannya pelan2 tapi begitu si kenek bilang 'rapaatttt' maka sang sopir langsung tancap gas.
kondisi kebanyakan armada juga terjadi di angkot, kalo lihat di terminal lebakbulus...angkot biru dan putih numpuk di terminal dan supirnya main gaple atau sekedar minum. Kalo naik ke dalam angkot yg masih kosong harus nunggu sampai penuh dulu kadang makan waktu 1 jam baru jalan

sasamakan
December 15th, 2010, 05:10 PM
^^ Belom lagi asepnya, aduh kadang saya harus siap2 masker kalo mau naik kopaja :(
Kalo kebut2an itu kadang bikin kesel juga, apalagi kalo lagi berdiri

fajarmuhasan
December 16th, 2010, 03:52 AM
^^ Belom lagi asepnya, aduh kadang saya harus siap2 masker kalo mau naik kopaja :(
Kalo kebut2an itu kadang bikin kesel juga, apalagi kalo lagi berdiri

masalah baru: kalo hujan ternyata banyak kopaja/metromini yg bocor
sekali waktu gw naik kopaja P-20 waktu hujan dan duduk tapi air lalu netes di kepala..mendingan berdiri daripada basah.
hari lain karena hujan lebat gw langsung naik metromini 75 depan pintu ktr persis...ternyata bocor juga di beberapa titik, sialnya pas tempat duduk...jadi kursi banyak kosong karena bocor.

hampir semua bus tsb speedmeter-nya rusak

peseg5
December 16th, 2010, 06:48 AM
Lebih resek lagi kalau udah dapet tempat duduk, pengen tidur karena capek, eh tau2 dibangunin ama keneknya (kirain udah sampe). Ternyata disuruh pindah !! (DIOPER KE BUS DEPAN)

Dan kondisinya penuh saja bus depan, ga dapet duduk, umpel2an.

Kita lebih sering ngumpat ke sopir / kenek, padahal yg harusnya lebih diumpat ya mereka para aparatur negara yg bertanggung jawab kepada transportasi publik. Mereka sampai sekarang tenang2 aja tuh dengan kondisi kesemrawutan skrg.

fajarmuhasan
December 16th, 2010, 07:33 AM
Lebih resek lagi kalau udah dapet tempat duduk, pengen tidur karena capek, eh tau2 dibangunin ama keneknya (kirain udah sampe). Ternyata disuruh pindah !! (DIOPER KE BUS DEPAN)

Dan kondisinya penuh saja bus depan, ga dapet duduk, umpel2an.

Kita lebih sering ngumpat ke sopir / kenek, padahal yg harusnya lebih diumpat ya mereka para aparatur negara yg bertanggung jawab kepada transportasi publik. Mereka sampai sekarang tenang2 aja tuh dengan kondisi kesemrawutan skrg.

hahahaahaa..oper operan udah jadi tradisi, gw pernah sial dioper pas di traffic light..pas gw mau naik bus hasil operan tahunya lampu hijau...ketinggalan dech.

nangz
December 16th, 2010, 11:38 AM
^^^^^^^^^^^^
lebih parah lagi kalo oper-operan dibarengin sama balapan. gw pernah iseng naik 72, dari depan auditorium polisi (lupa namanya) balapan sama 72 lain di sebelahnya sambil rebutan naikin penumpang, eeeh begitu sampai perempatan lebak bulus, penumpang 72 satunya lagi tuh dioper ke 72 yang gw naikin....:bash::bash::bash:
dudul banget...bener2 gak punya otak tuh, balapan itu hobinya tapi treknya jalan raya:soapbox:

sasamakan
December 16th, 2010, 03:24 PM
^^ Kalo balapan kadang suka bikin jantungan sendiri tau. Apalagi balapannya di rel kereta. Kalo saya pulang sekolah naik kopaja 68, biasanya di stasiun cawang udah tau bunyi nang ning nung kereta mau lewat dia tancap gas gitu aja. Ampe ketabrak, adooooh mampus gua :bash:

fajarmuhasan
December 17th, 2010, 03:55 AM
^^ Kalo balapan kadang suka bikin jantungan sendiri tau. Apalagi balapannya di rel kereta. Kalo saya pulang sekolah naik kopaja 68, biasanya di stasiun cawang udah tau bunyi nang ning nung kereta mau lewat dia tancap gas gitu aja. Ampe ketabrak, adooooh mampus gua :bash:

tadi pagi gw naik kopaja P-20 dari bulus ke mampang
setelah lewat lampu merah republika...mulailah racing ama P-20 lainnya, dah gitu ngambil lajur paling kanan kalo dilihat ada orang berdiri pinggir jalan zigzag ke kiri..eeealah orangnya gak naik...balik lagi ke kanan

nangz
December 17th, 2010, 04:55 AM
^^^^^^^^^^^^^^^^
maklum, otaknya disimpen di dapur semua
beginilah efek kalo pemerintah gak perhatiin pendidikan buat rakyat kecil, kemana aja anggaran 20% itu :ohno::ohno:

fajarmuhasan
February 25th, 2011, 03:47 AM
Kopaja dg audio system, lumayan lah ada hiburan....
https://lh5.googleusercontent.com/_yeScT7Tg-fg/TWcJ1cA0BhI/AAAAAAAAAHo/AE0xbcYQN-o/s800/kopaja2.jpg

D3Y
February 28th, 2011, 05:23 PM
^^ lebih :okay:audio sistemnya yang live
dengan merogoh kocek hanya gopek, kita bisa lihat show langsung
mulai dari anak punk gak karu-karuan, penyanyi dangdut karaoke yang tuna netra, penyanyi cilik yang super cempreng, hingga banci kaleng bersuara bariton
ilang dah tuh ngantuk :D

tollfreak
July 30th, 2011, 04:44 AM
It's the New and Improved Kopaja, With AC Included
Ronna Nirmala & Arientha Primanita | July 30, 2011

http://www.thejakartaglobe.com/home/its-the-new-and-improved-kopaja-with-ac-included/456125

Kopaja. Just the mere mention of the name conjures up images of people crammed into a rusted-out bus, the driver weaving in and out of traffic, one hand on the wheel the other holding a cigarette.

But on Friday, Kopaja, a shortening for the Jakarta Transportation Cooperative, launched a fleet of 20 new buses, equipped with air-conditioning. The buses will serve the route between Ragunan in South Jakarta and Slipi in West Jakarta.

Azas Tigor Nainggolan, chairman of the Jakarta Transportation Council, of which Kopaja is a member, said the initiative to improve the bus service had come from the cooperative itself.

“We’ve been losing lots of passengers because many people think that using public transportation is a waste of time and money,” he said.

Jakartans, Tigor said, tend to prefer motorcycles because they are cheaper, faster and more efficient, especially if you would have to change buses to reach your destination.

“For example, to go to Tanah Abang from Cawang, people have to use more than two buses, while you can get their directly with a motorcycle or the TransJakarta busway,” Tigor said.

He said that the cooperative was planning to add more air-conditioned buses and to serve more routes starting next year.

In addition to air-conditioners, Tigor said, the new buses will have money boxes where passengers can drop their fares. This will reduce the need for a driver’s assistant, who typically hang out the open door of old Kopajas.

Unlike the current system, where drivers have to pay a daily rent for the rest and take home what they make on top of that, drivers of the new buses will now receive a monthly salary.

The seats will also be better and standing passengers will have straps to hang onto.

Despite all the improvements, the fare for the line will remain at Rp 2,000 (23 cents).

“That fare is considered enough. If the number of Kopaja bus passengers increases or remains stable, then that fare can cover the expenses,” Tigor said.

He urged the city government to support the improvements.

“The transportation office could rearrange public transportation routes in every area in Jakarta,” he said.

It can also help make sure “Kopaja buses will be able to integrate with the busway, by being a feeder for the system.”

But Udar Pristono, head of Jakarta’s transportation office, said that “it is the obligation of bus operators to increase their level of service for the public. Having air- conditioning on the bus is one way to do that.

“If other operators provide more buses like these new ones that are more comfortable, then I believe that people will take them and leave their private vehicles at home,” he said.

But Diah Putri Widyaningsih, a regular Kopaja rider, said she had her doubts as to whether the new buses would be well maintained.

Diah also said the Kopaja drivers might need some lessons to improve passenger safety.

“Kopaja drivers are famous for their brutal driving,” she said.

Triani Hapsari another regular Kopaja user, said she wasn’t sure about the money boxes.

“What if a passenger doesn’t have exact change?” she said. “Then the passenger will keep bothering the driver, right?”

peseg5
July 30th, 2011, 08:20 AM
Watch the news from Metro TV below:

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/07/29/133017/Kopaja-Luncurkan-Bus-Ber-AC


EXTERIOR

Photo by: Purwantoners

http://www.bismania.com/home/showthread.php?t=3080&page=4

http://i53.tinypic.com/25yyh5w.jpg

http://i52.tinypic.com/2i9iayv.jpg


INTERIOR

Photo by: Ilham

http://mobil.otomotifnet.com/read/2011/03/24/317364/41/7/Cihuy-Kopaja-Bakal-Pakai-AC-dan-Pintu-Otomatis

http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOBIL/Umum/2011/umum/03.%20Maret/KOPAJA-AC-2.jpg

Blue_Sky
July 31st, 2011, 07:54 AM
Peremajaan armada seperti ini jg harus diimbangi dengan pelatihan supir dan kondektur, tidak hanya pelatihan cara mengemudi yang sopan namun jg pelatihan cara merawat armada. Selama keduanya tidak sinergi saya rasa kondisi layak seperti baru kayak gini cuma bisa bertahan dalam hitungan minggu

fajarmuhasan
August 1st, 2011, 02:59 AM
kopaja AC????
beneran gak tuch..takutnya cuma pameran
rata2 kopaja itu naik turun seenaknya dan kapasitas juga seenaknya jadi pintu selalu terbuka.
penumpang, sopir dan kondektur sama sama maklum.

suatu saat kopaja berenti di tengah2 jalan bikin penumpang yg turuun jadi susah, lalu penumpang lain bilang ke sopir kenapa di tengah2 kan bahaya, lalu sopir njawab namanya juga kopaja bu ...........
penumpang juga banyak gak tertibnya...saat lampu merah atau macet bukan turun tapi saat lagi tancap gas malah minta berenti

kalo pake kopaja AC banyak PR yg dibenahi:
1. penumpang harus rela nunggu di halte
2. sopir harus mau berhenti hanya di halte

dg halte sbg tempat turun naik maka pintu kopaja bisa ditutup sehingga AC terasa nyaman

fajarmuhasan
August 1st, 2011, 03:01 AM
^^ lebih :okay:audio sistemnya yang live
dengan merogoh kocek hanya gopek, kita bisa lihat show langsung
mulai dari anak punk gak karu-karuan, penyanyi dangdut karaoke yang tuna netra, penyanyi cilik yang super cempreng, hingga banci kaleng bersuara bariton
ilang dah tuh ngantuk :D

plus kolektor sumbangan utk mesjid dan tukang jualan
gw paling seneng yg jualan karena barang2 dijamin murah banget spt tissue ukuran medium harganya cuma 2rb (kalo di indomaret harganya 4500), masker cuma seribu, gunting kuku variasi ada yg 2rb ada 5rb, gunting kain/kertas juga murah. Kaos kaki kadang ada yg 5rb utk 3 pasang, dan 10rb utk 3 pasang tergantung modelnya.

yudibali2008
August 1st, 2011, 07:46 AM
^^

wah bro fajar dah banyak koleksinya neh....:D

fajarmuhasan
August 1st, 2011, 08:19 AM
^^

wah bro fajar dah banyak koleksinya neh....:D

gw cuma suka beli tissue karena sangat murah dg merek dan kualitas yg sama dg yg dijual di indomaret.
barang2 lainnya gak perlu2 amat jadi gak beli.
paling males kalo ngamen tapi isinya baca puisi atau ceramah agama.

ada juga pengamen yg tampilannya bersih dan gak bau keringet...nyanyinya juga bagus plus alat alat musiknya relatif terawat (biasanya kelompok)

peseg5
August 1st, 2011, 08:20 AM
kopaja AC????
beneran gak tuch..takutnya cuma pameran
rata2 kopaja itu naik turun seenaknya dan kapasitas juga seenaknya jadi pintu selalu terbuka.
penumpang, sopir dan kondektur sama sama maklum.

suatu saat kopaja berenti di tengah2 jalan bikin penumpang yg turuun jadi susah, lalu penumpang lain bilang ke sopir kenapa di tengah2 kan bahaya, lalu sopir njawab namanya juga kopaja bu ...........
penumpang juga banyak gak tertibnya...saat lampu merah atau macet bukan turun tapi saat lagi tancap gas malah minta berenti

kalo pake kopaja AC banyak PR yg dibenahi:
1. penumpang harus rela nunggu di halte
2. sopir harus mau berhenti hanya di halte

dg halte sbg tempat turun naik maka pintu kopaja bisa ditutup sehingga AC terasa nyaman


Coba liat disini

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/07/29/133017/Kopaja-Luncurkan-Bus-Ber-AC


Katanya udah beroperasi sih, jurusan Ragunan - Slipi. Mungkin fajar yg di daerah Ragunan bisa mereport langsung.

Ini keliatannya masih program inisitif swasta (KOPAJA), belum ada grand design dari Dinas Perhubungan DKI untuk menata angkutan umum non busway. Kalau seperti ini, sebenarnya saya masih pesimistis sih, karena peningkatan pelayanan angkutan umumnya tidak radikal dan menyentuh akar permasalahan, cuman make up aja - bus baru AC tapi sarana2 dan aturan2nya tidak jelas.

Operator2 lain masih banyak yang morat marit, ga usah jauh2 liat aja operator BUMN, PPD. Itu perusahaan milik negara lho padahal.

fajarmuhasan
August 1st, 2011, 08:25 AM
Coba liat disini

http://www.metrotvnews.com/read/news...kan-Bus-Ber-AC


Katanya udah beroperasi sih, jurusan Ragunan - Slipi. Mungkin fajar yg di daerah Ragunan bisa mereport langsung.

Ini keliatannya masih program inisitif swasta (KOPAJA), belum ada grand design dari Dinas Perhubungan DKI untuk menata angkutan umum non busway. Kalau seperti ini, sebenarnya saya masih pesimistis sih, karena peningkatan pelayanan angkutan umumnya tidak radikal dan menyentuh akar permasalahan, cuman make up aja - bus baru AC tapi sarana2 dan aturan2nya tidak jelas.

Operator2 lain masih banyak yang morat marit, ga usah jauh2 liat aja operator BUMN, PPD. Itu perusahaan milik negara lho padahal.
Ragunan-Slipi???
itu jalur lewat mana yak?

yg ada selama ini adalah Ragunan-tanah abang (kopaja 602) dan Ragunan-kampung melayu (612) dan kopaja 19 (ragunan-blok m-tanah abang)
Yang jelas gw tiap hari naik kopaja P-20 yg melintas disepanjang jalan dari lampu merah ragunan arah mampang belum pernah lihat kopaja AC

peseg5
August 1st, 2011, 10:02 AM
Ragunan-Slipi???
itu jalur lewat mana yak?

yg ada selama ini adalah Ragunan-tanah abang (kopaja 602) dan Ragunan-kampung melayu (612) dan kopaja 19 (ragunan-blok m-tanah abang)
Yang jelas gw tiap hari naik kopaja P-20 yg melintas disepanjang jalan dari lampu merah ragunan arah mampang belum pernah lihat kopaja AC

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/07/29/133017/Kopaja-Luncurkan-Bus-Ber-AC

Kopaja Luncurkan Bus Ber-AC
Jakarta Jakarta / Metropolitan / Jumat, 29 Juli 2011 13:44 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu usaha angkutan umum Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja), meluncurkan armada baru dengan fasilitas air conditioner (AC). Bus AC tersebut mulai diberangkatkan dari pintu selatan Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (29/7) pagi ini.

Sebanyak 20 armada bus Kopaja trayek S-13 dengan fasilitas AC ini diresmikan penggunaannya oleh Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono. Kopaja S 13 yang difasilitasi pendingin ini, melayani rute Ragunan-Slipi. Jalur yang dilewati adalah Cilandak KKO-TB Simatupang-Pondok Indah-Gandaria-Mayestik-CSW--Semanggi-dan Slipi, pulang pergi.

Bus berkapasitas 35 penumpang itu bertarif Rp2.000. Namun, nantinya akan disesuaikan dengan kebijakan Pemprov. Saat ini hanya 20 armada yang tersedia. Namun ke depan, Kopaja akan menambah lagi 75 armada yang ber-AC. Kopaja juga akan menerapkan sistem gaji dengan setoran kepada 30 pengemudi dan 25 kondektur bus AC tersebut.(RIZ)

fajarmuhasan
August 1st, 2011, 10:11 AM
kopaja S-13 kenapa rutenya gitu yak???
rute baru yg bener bener baru
menurut gw mending gantiin rute lama yg udah banyak usang armadanya spt P-20 Lebakbulus-Senen

hildalexander
August 1st, 2011, 10:15 AM
^^ Kalo balapan kadang suka bikin jantungan sendiri tau. Apalagi balapannya di rel kereta. Kalo saya pulang sekolah naik kopaja 68, biasanya di stasiun cawang udah tau bunyi nang ning nung kereta mau lewat dia tancap gas gitu aja. Ampe ketabrak, adooooh mampus gua :bash:

di situ seninya brow.... memacu adrenalin ikutan racing juga :lol:

aa coy
August 1st, 2011, 10:19 AM
Ragunan-Slipi???
itu jalur lewat mana yak?

yg ada selama ini adalah Ragunan-tanah abang (kopaja 602) dan Ragunan-kampung melayu (612) dan kopaja 19 (ragunan-blok m-tanah abang)
Yang jelas gw tiap hari naik kopaja P-20 yg melintas disepanjang jalan dari lampu merah ragunan arah mampang belum pernah lihat kopaja AC

hari minggu kemaren dimetro siang, gw denger baru dioperasiin tgl 3 agustus tp rutenya ragunan - grogol :nuts: mana yg bener ya? :bash: terus pintu masuknya dari depan & ada besinya yg muter jd ga bisa keluar dr depan (lupa tuh istilahnya apa) lalu keluarnya dari pintu belakang

aa coy
August 1st, 2011, 10:22 AM
^^ Kalo balapan kadang suka bikin jantungan sendiri tau. Apalagi balapannya di rel kereta. Kalo saya pulang sekolah naik kopaja 68, biasanya di stasiun cawang udah tau bunyi nang ning nung kereta mau lewat dia tancap gas gitu aja. Ampe ketabrak, adooooh mampus gua :bash:

sori ya bro, gw koreksi maybe yg loe maksud stasiun tebet :) soalnya kalo cawang kan dibawah jalan :cheers:

nangz
August 2nd, 2011, 02:34 AM
Kopaja AC Beroperasi Lusa (http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2011/08/01/brk,20110801-349381,id.html)
SENIN, 01 AGUSTUS 2011 | 11:54 WIB
Besar Kecil Normal
Kopaja executive AC. TEMPO/Yosep Arkian

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kopaja berpendingin udara (AC) dipastikan beroperasi mulai Rabu, 3 Agustus 2011. Kopaja S13 jurusan Ragunan-Grogol ini sudah masuk dalam tahap akhir berupa pemasangan alat di pintu belakang. "Kalau tidak ada masalah lagi, Rabu sudah bisa beroperasi," kata Ketua Umum PT Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) Nanang Basuki, Senin, 1 Agustus 2011.

Awalnya, calon penumpang hanya bisa mengakses Kopaja AC ini di Ragunan mulai jam 4.30. Jam operasi terakhir pukul 22.00. "Nantinya akan ada dua pool. Untuk yang di Grogol di-cover pool Cengkareng, sedangkan yang di Ragunan di-cover pool Ciganjur," kata Nanang.

Walau baru 20 bus kopaja AC yang berjalan, calon penumpang dijanjikan tidak akan menunggu lama. Jarak antarbus Kopaja AC ini diperkirakan berseling 10-15 menit. "Selain itu, masih dicampur dengan bus yang tidak ber-AC," tambah pria lulusan Universitas Airlangga ini.

Setelah dioperasikan pada hari Rabu, Nanang melanjutkan, akan diadakan evaluasi peminat pasarnya. "Idealnya semua Kopajanya ber-AC," katanya.

Bus Kopaja AC merupakan bus baru berwarna perak dan hijau, berbeda dari Kopaja lama yang putih dan hijau. Di tiap bus disediakan tempat duduk sebanyak 27 bangku dan tempat berdiri untuk 8 orang. Terdapat alat elektronik seperti di taksi untuk menunjukkan kalau bus sudah penuh.

Trayek S13 jurusan Ragunan-Grogol bukanlah trayek baru. Trayek ini diremajakan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang yang sebagian besar pekerja kantoran. Bus ini akan melalui rute Ragunan-Cilandak-TB Simatupang-Lebak Bulus-Pondok Indah-Gandaria-Velbak-Pakubuwono-CSW-Ratu Plasa-Senayan-Slipi-Grogol.


Bus Kopaja AC Diluncurkan (http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2011/07/29/brk,20110729-348992,id.html)
JUM'AT, 29 JULI 2011 | 13:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) meluncurkan 20 bus eksekutif AC di Pintu Barat Ragunan, Jumat pagi, 29 Juli 2011. Bus tersebut diluncurkan untuk mengganti 20 dari 75 bus kopaja dengan trayek S-13 dengan jalur Ragunan–Slipi. “Secara bertahap, kami berencana untuk mengganti seluruh bus kopaja,” kata Ketua I Kopaja Nanang Basuki seusai peluncuran.

Peremajaan bus tersebut, kata dia, merupakan langkah revitalisasi yang dicanangkan Kopaja. “Bukan hanya sarana, tapi kami juga akan memperbaiki prasarana dan manajemen bus,” kata dia. Prasarana itu mencakup perbaikan pool dan perubahan sistem manajemen bus. Menurut dia, peningkatan kualitas layanan merupakan kunci kesuksesan pengusaha angkutan umum di masa mendatang. “Sekarang ini kebutuhan masyarakat sudah berubah, kami harus bisa mengikuti,” katanya.

Sebanyak 30 pengemudi dan 25 kondektur yang akan mengoperasikan bus eksekutif AC itu juga lulus tes. “Sebagian orang lama, tapi ada juga yang baru,” kata Nanang. Pendapatan pengemudi dan kondektur ini tidak menggunakan sistem setoran wajib. “Tapi kami gaji per bulan,” kata Nanang.

Perubahan sistem ini, kata dia, untuk memperbaiki layanan bus. Pengemudi mendapat gaji sekitar Rp 2,5 juta per bulan, sementara kondektur mendapat gaji Rp 2,1 juta per bulan. Itu belum termasuk jatah asuransi kesehatan sebesar Rp 200 ribu per bulan. “Kami tak ingin pelayanan buruk karena pengemudi kejar setoran,” kata Nanang.

Dia juga menjelaskan bahwa pengemudi dilarang menaikkan penumpang bila kapasitas bus sudah penuh. Kapasitas bus eksekutif AC ini terdiri dari 27 kursi penumpang. “Sebanyak 8 penumpang masih boleh dinaikkan, tapi tak duduk. Lewat dari 35 orang, dilarang menaikkan penumpang,” kata Nanang. Tarifnya sendiri mesih mengacu pada tarif lama Rp 2.000 per orang. Setelah masa uji coba selama 3 bulan, “mungkin akan ada penyesuian tarif, tapi itu kan nanti,” katanya

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan bahwa pihaknya mendukung langkah Kopaja untuk memperbaiki layanan bus. “Saya berharap langkah ini diikuti oleh pengusaha angkutan umum lain,” kata Pristono. Bila kondisi fisik dan pelayanan bus angkutan umum semakin membaik, kata dia, masyarakat akan kembali menggunakan angkutan umum ketimbang kendaraan pribadi. “Dan ini akan mengurangi kemacetan di Jakarta,” katanya.


http://images.detik.com/content/2011/08/01/157/Kopaja01.jpg
http://images.detik.com/content/2011/08/01/157/Kopaja02.jpg
http://images.detik.com/content/2011/08/01/157/Kopaja04.jpg
http://images.detik.com/content/2011/08/01/157/Kopaja03.jpg
atapnya masih kayak kopaja lama, masih telanjang gitu:lol:
http://images.detik.com/content/2011/08/01/157/Kopaja05.jpg
nah ini yang wajib, orang kita mesti dipaksa gini biar tertib
semoga menjadi awal revolusi minibus Jakarta

fajarmuhasan
August 2nd, 2011, 04:39 AM
Kopaja AC kenapa kursinya gak empuk, padahal jarak tempuh tergolong jauh dari ragunan ke grogol.
Selama ini kopaja berjarak jauh hampir semua pake jok empuk spt di kopaja P-20 jurusan lebakbulus-senen dan kpaja 86 (lbk bulus-kota).

wangweijie84
August 2nd, 2011, 04:58 AM
wah udah lumayan juga si kopaja, di jakarta udah begini semua yah?! Kalo pake AC gini bayarnya brapa bang?

fajarmuhasan
August 2nd, 2011, 05:27 AM
wah udah lumayan juga si kopaja, di jakarta udah begini semua yah?! Kalo pake AC gini bayarnya brapa bang?

harusnya Rp. 2000
sama dg kopaja lainnya
ini sbg peningkatan pelayanan...jangan mikirin tarif dulu karena selama ini yg dipikirin kan tarif mulu sedang pelayanan dicuekin

syuhada21
August 2nd, 2011, 07:20 AM
wah.. tdi di atas ada tulisan kalo supir dan kondektur digaji.. bukan kejar setoran..

semoga dengan ini supir kopaja tidak lagi ugal2an dan bisa berhenti di halte saja.. tidak di sembarang tempat...

titik mula pencerahaan transportasi ibukota.. :)

nangz
August 3rd, 2011, 05:04 AM
Rabu, 03/08/2011 09:11 WIB
Kopaja AC Ragunan-Grogol Batal Beroperasi Hari Ini
Lia Harahap (http://www.detiknews.com/read/2011/08/03/090955/1695259/10/kopaja-ac-ragunan-grogol-batal-beroperasi-hari-ini?9911012) - detikNews

Jakarta - Tampaknya masyarakat Jakarta masih harus bersabar jika ingin menikmati angkutan kopaja AC yang rencananya akan beroperasi mulai hari ini. Sebab, kopaja dengan rute Ragunan-Grogol ini batal dilaksanakan karena alasan teknis.

"Setelah saya check seluruhnya, tampaknya kopaja AC yang semula dijadwalkan operasi tanggal 3 Agustus, harus ditunda karena alasan teknis," kata Ketua Umum Kopaja, Nanang Basuki, kepada detikcom, Rabu (3/8/2011).

Lebih lanjut Nanang menjelaskan, selain terkendala masalah teknis, belum lengkapnya persoalan administrasi, juga menjadi salah satu alasan rencana ini harus mundur. Menurutnya, manejemen ingin mengoperasikan 20 armada AC itu dalam keadaan yang benar-benar siap.

"Kalau teknisnya itu, misalnya soal tripod barier atau alat untuk keluar masuk ya seperti besi penghalang yang ada di depan dan belakang," jelasnya.

Atas nama Kopaja, Nanang pun memohon maaf atas penundaan ini. Nanang berjanji, kopaja AC S-13 ini segera beroperasi paling lama 8 Agustus mendatang.

"Kita tunda sampai tanggal 8 Agustus 2011 mendatang," janjinya.

Kopaja AC ini memiliki 20 armada dari 75 armada yang selama ini beroperasi. Kopaja ini menawarkan fasilitas yang berbeda dari yang sebelumnya.

Manejemen menjamin sopir kopaja AC tidak lagi ugal-ugalan. Kapasitas penumpangnya juga dibatasi, hanya untuk 27 orang dalam keadaan duduk dan 8 orang berdiri.

Jam operasionalnya direncanakan mulai pukul 04.30 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Adapun rute yang akan dilewati kopaja ini adalah Ragunan - TB Simatupang - Lebak Bulus - Arteri Pondok Indah - Gandaria - Velbak - Pakubuwono - CSW - Ratu Plaza - Senayan - Slipi dan Grogol.

(lia/gus)


Selasa, 02/08/2011 05:34 WIB
Kesejahteraan Sopir Syarat Suksesnya Kopaja AC (http://www.detiknews.com/read/2011/08/02/053436/1694319/10/kesejahteraan-sopir-syarat-suksesnya-kopaja-ac?9911012)
Ari Saputra - detikNews
Jakarta - Kesejahteraan pengemudi dinilai menjadi syarat sukses tidaknya peluncuran Kopaja bermesin pendingin (AC) Rabu besok. Menurut Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas, selama ini faktor sopir atau human error menjadi penyebab semerawutnya atau kecelakaan kendaraaan umum tersebut.

"Tidak boleh lagi ada sopir tembak seperti selama ini sehingga kalau ada apa-apa mudah mengusutnya," kata Darmaningtyas saat dihubungi detikcom, Senin (1/8/2011).

"Perlu pembatasan jam kerja maksimal bagi sopir sesuai UU LLAJ yang baru agar sopir tidak kelelahan," tandas Darmaningtyas.

Selain faktor pengemudi, Darmaningtyas menekankan perlunya tarif ekonomis yang mampu menjembatani kebutuhan konsumen dan operator. Dia menyarankan, bila perlu operator diberi subsidi supaya pelayanan meningkat.

"Tarif harus ekonomis (Rp 3.000) agar dapat menjamin keberlanjutan operasional. Tarif angkutan yang sekarang ini tarif politis, menguntungkan konsumen, tapi merugikan operator. Hak operator untuk untung perlu dijamin. Kalau perlu pemerintah mensubsidi mereka juga," tegasnya.

(Ari/lrn)setuju dinaikkan dikit tapi pelayanan juga naik...daripada bertahan pake 2000 tapi beberapa bulan kedepan bubar jalan

Senin, 01/08/2011 17:54 WIB
Tahun Ini Armada Kopaja AC Ditambah Jadi 75 Unit (http://www.detiknews.com/read/2011/08/01/175413/1694163/10/tahun-ini-armada-kopaja-ac-ditambah-jadi-75-unit?9911012)
Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Jumlah armada Kopaja AC jurusan Ragunan-Grogol yang saat ini baru 20 unit akan ditambah menjadi 75 unit. Penambahan akan dilakukan dalam tahun ini.

"Saat ini kita punya 20 unit bus. Terus dalam setahun ini bisa tambah sampai 75 unit," kata Direktur Utama PT Sarana Monas Adiguna Billy Mahari saat ditemui di pool bus Kopaja AC di Ciganjur, Jakarta Selatan, Senin (1/8/2011).

Sementara mengenai sopir, menurut Billy, pihaknya mempunyai 30 orang. "Sekarang sopir ada 30 dan keneknya 26," kata dia.

Dikatakan Billy, supir bus S-13 itu bukan sembarang sopir. Mereka akan diberi pelatihan dan wawasan tentang cara mengemudi yang baik dan menjunjung sopan santun. Sebelum mengemudikan bus, sopir-sopir tersebut akan mendapat pengarahan setiap pagi.

"Yang pasti kita tekankan disiplin. Mereka sudah menjalani training. Kita minimalkan setiap kelakuan yang buruk seperti ugal-ugalan," imbuh Ketua Umum Kopaja Nanang Basuki di tempat yang sama.

Nanang melanjutkan, Kopaja AC ini akan beroperasi dari pukul 07.00 WIB hingga 20.00 WIB, malam. Bus akan mengawai trayeknya dari pintu belakang kompleks Kebun Binatang Ragunan.

"Pokoknya bertahap. Kita kabari lagi perkembangannya," jawab Nanang saat ditanya kemungkinan penambahan trayek bus Kopaja AC.

(irw/fay)


Sabtu, 30/07/2011 08:32 WIB
Kondektur Kopaja Ber-AC adalah Perempuan Berseragam (http://www.detiknews.com/read/2011/07/30/083253/1692718/10/kondektur-kopaja-ber-ac-adalah-perempuan-berseragam?nd992203605)
Egir Rivki - detikNews

Jakarta - Kopaja ber-AC yang rencananya akan melayani rute Ragunan-Grogol tetap akan menggunakan sitem pembayaran manual. Setiap penumpang yang naik akan diminta membeli karcis seharga Rp 2000. Karcis akan dimintai oleh seorang kondektur perempuan yang berseragam khusus.

"Nantinya akan ada kondektur perempuan dan berseragam yang bertugas memintai karcis. Yang naik akan dimintai uang karcis," ujar Kadishub DKI Jakarta, Udar Pristono, saat dihubungi detikcom, Sabtu (30/7/2011).

Untuk mencegah penumpang gelap, Kopaja tersebut akan dipasang pintu turn style. Pintu tersebut dipasang untuk menertibkan jalur naik dan turun penumpang, selain itu.

"Pintu turn style kita pasang agar penumpang tidak naik dan turun lewat sembarang pintu. Jadi yang naik bisa lewat depan, dan yang turun harus lewat belakang, dan mereka tidak bisa kabur saat ditagih uang karcis," terang pria yang akrab disapa Pristono ini.

Ia juga menerangkan, bahwa nantinya Kopaja tersebut tidak akan menaikkan atau menurunkan penumpang di sembarang tempat. Menaikan dan menurunkan penumpang hanya diperbolehkan di halte-halte saja.

"Kita ingin membangun citra Kopaja yang lebih tertib. Jadi Kopaja AC ini, akan berbeda dengan Kopaja yang kita tahu pada umumnya. Pemberhentiannya pun hanya bisa dilakukan di halte-halte," jelas Pris.

Selain halte, lanjut Pris, pihaknya akan memasang rambu-rambu pemberhentian. Rambu tersebut akan digunakan sebagai tempat menunggu bis dan pemberhentian bus.

"Rambu tersebut sebagai ganti fungsi halte, jika di daerah tersebut, jaraknya jauh dari halte yang tersedia kita akan pasang rambu-rambu," tutupnya.

(her/her)

fajarmuhasan
August 3rd, 2011, 05:54 AM
koq ada bilang 2rb dan ada yg 3rb
atau emang ada 2 tarif sesuai jam operasi???
utk pagi hari sebelum jam 7 tarifnya 2rb dan sesudahnya 3rb, atau gimana?

kalo tarif 3rb sepanjang hari tentu akan berat karena di pagi hari bus TJ cuma bertarif 2rb.

nangz
August 3rd, 2011, 09:21 AM
^^^^
sepertinya tarif 2000 buat masa percobaan aja, menurut gw wajar sih kalo tarifnya dinaikkan ke 3000, asal pelayanannya setimpal
TJ bisa di tarif 2000-3500 karena ada subsidi, sementara Kopaja murni swasta (gatau kalo ada dana transportasi massal dari pemda)

VRS
August 6th, 2011, 04:26 AM
itu jk penuh penumpang, besi pembatas org masuk*last picture ,akan membuat susah lalu lintas org yg mau masuk or turun....

fajarmuhasan
August 6th, 2011, 04:50 AM
itu jk penuh penumpang, besi pembatas org masuk*last picture ,akan membuat susah lalu lintas org yg mau masuk or turun....

smoga seminggu setelah beroperasi masih berfungsi dengan baik.

acoolguyfromnz
August 7th, 2011, 05:03 PM
lebih keren lagi kalau pakai tag card yg hrs di gesek sebelum naik atau model spt mesin ticket parkir di Auckland yg bisa di bayar pakai cash, kartu credit atau pakai HP. Alatnya di taruh di halte bis. Di jamin gak berdesakan. Petugas kopaja tinggal keliling utk mengecek alat ini setiap hari utk memastikan alatnya bekerja dgn baik.

paradyto
August 8th, 2011, 06:54 AM
Kopaja introduces AC minibuses on Ragunan-Grogol route
The Jakarta Post, Jakarta | Mon, 08/08/2011 10:13 AM

The Kopaja minibuses equipped with air-conditioning are scheduled to commence operation on Monday. The buses, with the number Kopaja AC S-13, will be the first of their kind to operate on the Ragunan (South Jakarta) and Grogol (East Jakarta) route.

The buses will stop at various points along the way, including in Cilandak, at TB Simatupang, Pondok Indah, Gandaria, Mayestik, CSW, Semanggi and Slipi.

Bus operator PT Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) chairman Nanang Basuki, said 20 of the new buses would be launched on Monday.

"Kopaja AC [buses] will be picking up passengers from 6 a.m. These buses will operate until night time, just like the non-AC bus services," Nanang added, as reported by tribunnews.com.

He further added that the delay in the launch had been a result of administrative issues. The buses were originally set to commence operation last Wednesday.

Nanang said the new 27-seat Kopaja AC buses would be silvery green in color and could hold a maximum of 35 passengers, with only eight passengers allowed to stand.

"This is to prevent the [buses] from becoming overcrowded, and particularly to stop passengers riding on the doorsteps," he said, adding that fare for Kopaja AC buses during the lanch period would be Rp 2,000 (US$2.36) — the same amount charged on conventional Kopaja buses.

source: http://www.thejakartapost.com/news/2011/08/08/kopaja-introduces-ac-minibuses-ragunan-grogol-route.html

Charlie_Mike
August 9th, 2011, 01:09 PM
BTW kemarin pulang sekolah udah liat Kopaja AC beroperasi di Jl. TB Simatupang :banana::banana::banana:^^

nangz
August 10th, 2011, 03:26 AM
^^^^^
oh udah jadi beroperasi, baguslah...tumben gak ada gembar-gembornya di media

masaguseka28
August 10th, 2011, 06:35 PM
congrats buat kopaja :okay: bener2 gebrakan dan langkah perubahan yg cukup bagus ke arah jasa transportasi profesional... semoga ga cuma 'anget2 tai ayam' abis itu balik lg ke sistem lama hehehe... semoga gebrakan yang bagus ini cepet disusul juga sama 'metro mini' :cheers:

peseg5
August 10th, 2011, 07:37 PM
congrats buat kopaja :okay: bener2 gebrakan dan langkah perubahan yg cukup bagus ke arah jasa transportasi profesional... semoga ga cuma 'anget2 tai ayam' abis itu balik lg ke sistem lama hehehe... semoga gebrakan yang bagus ini cepet disusul juga sama 'metro mini' :cheers:

Sistem lama yg kayak gimana nih? Kalau misalnya sistem baru seperti layanan bus yang disiplin dan tidak berhenti sembarang tempat kayakanya tidak deh, baru saja tadi saya liat Kopaja AC menaikkan dan menurunkan penumpang tidak ditempat pemberhentian semestinya.

Saya apresiasi langkah Kopaja, tapi saya pesimis ini akan bertahan lama karena untuk mereformasi angkutan umum yang sudah ada, peran dari pemerintah, khususnya Dinas berhubungan belum ada. Dishub DO NOTHING dalam hal ini.

Inisiatif dari warga / pengusaha akan USELESS kalau pemerintahnya sendiri tidak mengakomodir insiatif tersebut dengan menyediakan perangkat hukum yang jelas dan melakukan pengawasan atas hukum dan aturan tersebut, tentunya yang business friendly.

acoolguyfromnz
August 10th, 2011, 08:43 PM
@peseg5,

Meaning Kopaja do not understand "the soul of the game" and I am sure this service will not survive. Org akan membuat expectasi service kopaja minimal spt busway. Jadi Kopaja harus lebih baik spy survive.

peseg5
August 11th, 2011, 06:21 AM
@peseg5,

Meaning Kopaja do not understand "the soul of the game" and I am sure this service will not survive. Org akan membuat expectasi service kopaja minimal spt busway. Jadi Kopaja harus lebih baik spy survive.

@Coolguy....read this carefully.

Justru terbalik. Kopaja, Metromini, angkot justru SANGAT PAHAM dan mengerti "the soul of the game" carut marutnya industri transportasi umum. That's why until now they're still EXIST because they're SURVIVING.

Kita bisa belajar dari operator2 angkutan umum yang kita bilang bobrok ini, bagaimana mereka bisa survive ketika:

1. Tarif adalah penentu revenue operator angkutan umum, tapi tarif angkutan umum di Jakarta dibatasi dan ditentukan oleh pemerintah DKI atas dasar pertimbangan politis ketimbang bisnis, contohnya apa iya tarif Rp2000/orang itu adalah tarif yang masuk akal untuk memastikan bisnisnya at least sustain? Misalnya kalau mau fair, gimana kalo misalnya produsen susu diwajibkan jualan susu seharga Rp 2000/liter dan tidak boleh lebih. Akan seperti apa dampaknya?

2. Pelajar harus mendapatkan tarif lebih murah daripada tarif biasa. Okay wajar. Tapi memberikan tarif murah itu kewajiban siapa sih? Pengusaha (operator angkutan umum) apa pemerintah? Misalnya kalau mau fair, gimana kalo produsen susu jualan ke pelajar itu harus setengah harganya jadi Rp1000/liter gak boleh lebih. Pertanyaan berikutnya adalah: Saya ini pengusaha apa dermawan?

3. Bisnis akan at least SUSTAIN atau DEVELOPING jika revenuenya (no. 1 dan 2) sesuai dengan mekanisme pasar dan costnya terus ditekan sejauh mungkin dibawah revenuenya. Apa yang terjadi dengan angkutan umum di Jakarta? Mengacu ke nomor 1 dan 2...Revenue ditekan dan dipaksa serendah mungkin (dijual dibawah harga pasar) oleh pemerintah, di sisi lain...hantu COST naik diam2 seperti Kanker yang mengerogoti badan dan mengancam kelangsungan hidup operasi bisnis.

4. Nah sekarang bicara hantu2nya. Hantu biaya (COST).... dalam angkutan umum ada dua macam, resmi dan siluman. Yang terjadi di lapangan adalah yang siluman itu kanker yang lebih bahaya dan lebih dashyat ketimbang yang resmi. Yang resmi kelihatannya bisa ditanggulangi walaupun berat, karena setiap tahun biaya2 produksi dan perawatan (sparepart, BBM, dll) naik merangkak2 walaupun revenue terus ditekan. Tapi yang siluman ini kesannya tidak terdeteksi, tapi semua tau ada kanker itu. Contohnya yang siluman adalah biaya2 pungli yang dilakukan oleh preman2 maupun oknum petugas resmi Dinas Perhubungan yang biasa bertugas di terminal, tempat UJI KIR, dan di jalan2. Yang biasa naik angkutan umum sudah tau dan bisa menyaksikan sendiri. Yang siluman lebih dasyhat daripada yg resmi, contohnya dari data dibawah ini. Info lain silahkan google sendiri dengan keyword 'pungli' 'bus kota' 'angkutan umum' 'jakarta'...

Source: http://io.ppijepang.org/v2/index.php?option=com_k2&view=item&id=261:sistem-transportasi-yang-berkesinambungan-di-dki-jakarta

[1] Dari data perkiraan minimum jumlah pungli di sektor transportasi darat yang dikeluarkan oleh awak angkutan umum penumpang dan barang di seluruh Indonesia per tahun, diperoleh angka sebesar 11.8 trilyun rupiah dengan asumsi jumlah mobil barang sekitar 4,26 juta unit dan mobil bus 2,013 juta unit dan masing-masing beroperasi selama 250 hari/tahun serta jumlah pungli yang dibayar 7.500 rupiah per unit mobil. Angka jumlah kendaraan ini mengacu pada data tahun 2005 yang dikeluarkan oleh POLRI.

4. Bagaimana sebenarnya iklim kompetisi di industri ini? Fierce, definitely! Tapi kompetisi se-fierce apapun, akan enak kalau ada wasit dan pengawasnya yg memastikan kompetisi berlangsung fair dan kompetitif. Tapi bisa dibayangkan gak kalau dalam suatu pertandingan bola tidak ada wasitnya dan semua dikembalikan kepada pemain untuk bertanding? Bayangkan dampaknya. Dan itu terjadi di angkutan umum, pertanyaannya: dimana peran pemerintah sebagai wasit dan pengawas? Ada yg bisa jawab? Kalau ada yg berani bilang ada, BUKTIKAN kenapa angkutan yang bobrok masih dibolehkan jalan? Kenapa sih izin trayek suatu rute itu boleh diberikan kepada individu2 yang berbeda2 sehingga menciptakan kompetisi tidak sehat dalam setiap trayek? Tanyakan apakah pemerintah punya STANDAR yg jelas untuk layanan angkutan umum? Jangan bilang metromini yg sekarang jelek, STANDAR nya apa bisa dibilang jelek? Nah itu nanya standarnya kemana kalau bukan ke pemberi trayek (wasit) a.k.a Dinas Perhubungan? Dan banyaaak pertanyaan lain yang mungkin tidak bisa dijawab sendiri oleh Pemerintah.

5. Stakeholders expectation are so high, but..... Liatlah bagaimana pemerintah, dan masyarakat meminta opeartor memberi PELAYANAN yang BERKUALITAS TAS TAS seperti halnya para forumer disini. Tapi pernahkah terpikir, gimana bisa memberikan yang berkualitas seperti yang diminta kalau kondisinya diberikan dan dipaksa mengacu ke nomor 1 - 4? Masyarakt dan pemerintah mudah mencaci maki angkutan umum, tapi ketika pertanyaan nomor 1-4 diajukan, kenapa tidak ada yg bersuara???? Pemerintah diam seribu bahasa. Gimana bisa seorang anak yang biasa2 saja disuruh/dituntut apply ke Harvard dan diterima, padahal gizinya dibawah standar, uang jajan pas2an, sekolah gak pernah didukung suruh cari sendiri, gak pernah di les / dikursuskan, gak pernah dibantu. Apa iya anak itu bisa masuk Harvard? Ya bisa saja, tapi sangaaat kecil kemungkinannya. Anak itu masih hidup dan bisa belajar aja udah bagus.

6. And last but not least, given all the conditions, belum lagi menghadapi "Substitutes" dan "New Entrants", SEPEDA MOTOR. Pangsa pasar angkutan umum terus merosot, dimakan oleh pangsa pasar Sepeda Motor. Dan bagaimana peran pemerintah dalam hal ini? Biasa saja, karena sektor otomotif adalah penyumbang besar cashflow pemerintah selama ini. Jadi nikmati saja.

7. Now the 1 million dollar question, if (imagine IF) you're the CEO, how would (and how could) you SURVIVE if you're running business in this 'unique' industry with all that "nice" story given? If you currently study in the best business school yet cannot answer the question, then you're not smarter enough than those metromini, kopaja, etc...hehehe just kidding.

rilham2new
August 11th, 2011, 08:35 AM
@Coolguy....read this carefully.


6. And last but not least, given all the conditions, belum lagi menghadapi "Substitutes" dan "New Entrants", SEPEDA MOTOR. Pangsa pasar angkutan umum terus merosot, dimakan oleh pangsa pasar Sepeda Motor. Dan bagaimana peran pemerintah dalam hal ini? Biasa saja, karena sektor otomotif adalah penyumbang besar cashflow pemerintah selama ini. Jadi nikmati saja.


Dari dulu sy sudah berpikir seperti ini. Pemerintah Republik ini memang BUDAK / HAMBA bagi perusahaan otomotif :D

Semua kebijakan sebisa mungkin diarahkan untuk sebaik-baik dan kemakmuran perusahaan-perusahaan otomotif itu.

Bahkan waktu harga BBM mau naik, yang banyak komentar malah perusahaan otomotif. Bangsa yang lucu. :D


Kalau di Amerika, mereka mem-BAILOUT perusahaan otomotif, itu karena memang mereka lah garda kehidupan industri DOMESTIK terbesar di negara itu, setelah pengusaha besar manufaktur negara mereka , memilih hengkang ke Negara-negara berkembang seperti Meksiko, RRC, atau Eropa Timur. Industri otomotif juga salah satu sektor yang memang LARGEST EMPLOYER di negara itu. Dan juga untuk menyelamatkan ketahanan transportasi dalam negeri, setelah investasi infrastruktur Jalan Raya secara gila2an selama puluhan tahun :D

Nah di kita??? Apanya yang mau diselamatkan ??? Perusahaan Otomotif (atau sektor itu) Definitely bukan LARGEST EMPLOYER, lokasi pabrik mereka cuman di situ-situ saja. Gak merata ke seluruh negara ini. Jadi efek yang terjadi kalau mereka bangkrut, efek terburuk adalah banjirnya kendaraan impor dan kantong para pejabat yang disuap sama perusahaan otomotif ini makin kering :D

Ahh gak penting banget deh memandang terlalu tinggi ke pabrikan otomotif ini.

Yang penting adalah bagaimana penyelenggaraan transportasi umum yang layak menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan negara. Negara komunis kayak Korea Utara aja punya SUBWAY. Masa' Jakarta yang MIXED ECONOMY dan DEMOCRACY , cuman punya Metro Mini, Angkot, Kopaja yang pintunya gak pernah ketutup.

nangz
August 11th, 2011, 08:42 AM
^^^^^^^
yang sering gw denger, kalo si Perusahaan otomotif itu tidak "dipelihara" dengan baik disini....negara penyumbang investasi terbesar negri ini yang juga induk negara produsen otomotif itu akan angkat investasinya dari negri ini. CMIIW

rilham2new
August 11th, 2011, 08:49 AM
^^ Oh ya, negara induk itu memang the biggest ally untuk industri manufaktur dan penyumbang bantuan asing paling banyak dan *terhitung paling* generous untuk negara ini.

Ya, mau gimana lagi ya :D

nangz
August 11th, 2011, 09:52 AM
^^^^^^
Jebakan betmen:bash:
back to topic

Tarif Kopaja AC Akan Dinaikkan
RABU, 10 AGUSTUS 2011 | 12:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kopaja AC S-13 resmi beroperasi pada Senin, 8 Agustus lalu. Sejak hari itu, sekitar 1.200 warga sudah menjajal angkutan rute Ragunan Belakang-Cilandak KKO-TB Simatupang-Pondok Indah-Gandaria-Mayestik-CSW-Semanggi-Slipi-Grogol tersebut.

Dengan tarif Rp 2.000, S-13 memberikan pelayanan yang berbeda dari kopaja pada umumnya. Berfasilitas pendingin ruangan dengan maksimal penumpang 35 orang terdiri dari 27 penumpang duduk dan 8 orang berdiri, tidak menaikan pengamen dan penjual asongan, serta bertrayek panjang membuat warga tertarik menumpang kopaja ini.

Namun fasilitas nyaman dengan tarif murah itu pun sempat menimbulkan masalah dari armada kopaja lainnya. Contohnya dengan kopaja B-86 yang rute Lebak Bulus-Pondok Indah-Raya Simprug-Palmerah-Slipi-Grogol-Mangga Dua-Kota. Merasa rute kopaja AC S-13 bersinggungan dengan jalur mereka, puluhan sopir B-86 pun melakukan demo di depan kantor PT Koperasi Angkutan Jakarta, Bungur, Jakarta Selatan, Selasa kemarin.

"Mereka mempertanyakan tarif kopaja AC S-13 yang sama dengan tarif kopaja biasa. Katanya itu tidak masuk akal," kata Ketua Umum PT Kopaja Nanang Basuki saat dihubungi, Rabu, 10 Agustus.

Setelah diyakinkan oleh pengurus bila tarif Rp 2.000 itu hanya harga promosi, para sopir itu pun membubarkan diri. Nanang sendiri mengatakan memang tidak masuk akal bila kopaja S-13 dioperasikan dengan tarif Rp 2.000. Alasannya perusahaan membutuhkan biaya sangat besar untuk merawat kopaja tersebut. Selain itu Nanang juga harus menggaji sopir serta kondektur dan memberi mereka asuransi jiwa.

"Dengan tarif Rp 2.000 itu berat. Baru jalan dua bulan juga ngap-ngapan," kata dia.

Atas pertimbangan itu, Nanang pun melayangkan surat ke Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk mempertimbangkan tarif baru bagi kopaja AC S-13. Dan tarif yang diminta Nanang untuk kopaja tersebut antara Rp 5.000-Rp 7.000 per penumpang. "Paling relevan Rp 6.000 karena armadanya nyaman dan trayek jauh." Dengan surat dari Nanang itu pemerintah daerah akan membahasnya dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Kami harapkan awal pekan depan kopaja AC S-13 sudah gunakan tarif baru," ujar Nanang.

CORNILA DESYANA

sepertinya kalo udah lewat angka psikologis Rp 3500 bakal berat dimata penumpang, kecuali ada faktor jarak, yang dekat 3000, jauh 6000. nah ngukur jauh dekat itu parameternya mesti jelas.
ujung-ujungnya minta subsidi ke pemda, atau pada akhirnya bis alternatif ini akan ditinggal penumpangnya.

nangz
August 11th, 2011, 09:58 AM
liputan kopaja AC lainnya

First Impression Kopaja AC
(http://ototv.otomotifnet.com/video/373/First_Impression_Kopaja_AC)
<embed src="http://www.gdd.ro/gdd/flvplayer/gddflvplayer.swf" flashvars="&autoplay=false&sound=70&desc=&buffer=2&vdo=http%3A%2F%2Fwww%2Eotomotifnet%2Ecom%2Fspaw%2Fuploads%2Fflash%2Fvideo%5Fmobil%2F2011%2F08%5Fagustus%2Fkopaja%20small%2Eflv" width="468" height="328" allowFullScreen="true" quality="auto" wmode="transparent" allowScriptAccess="always" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" type="application/x-shockwave-flash"></embed>
Cameraman : Abed | Editor Video : Dian Hatri | Script :


Jakarta – Di hari yang terik seperti saat ini, OTOMOTIFNET.COM berkesempatan untuk menjajal angkutan umum Kopaja AC S 13. Seperti diketahui angkutan umum ini telah beroperasi sejak Senin kemarin, dan mengambil trayek Ragunan-Grogol. Lalu bagai mana impresinya? Yuk lanjut.

Pertama menaiki bus yang melewati Ragunan - TB Simatupang - LeBak Bulus - Arteri Pondok Indah - Gandaria - Velbak - Pakubuwono - CSW - Ratu Plaza - Senayan - Slipi dan Grogol ini kesan nyaman dan aman langsung terasa. Pasalnya sang kondektur dengan ramah menyilakan duduk dan meminta ongkos tanpa tergesa-gesa.
http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOBIL/Umum/2011/umum/08.%20Agustus/20110809kopaja2.jpg

Lalu, kondisi kabin bus tak jauh berbeda dengan saat berada dalam Trans Jakarta, tentu dengan ukuran lebih kecil. Sayangnya, pintu putar dibagian depan bus agak berat, sehingga membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk masuk kedalam.

Selain itu, kabin tergolong nyaman berkat AC yang cukup dingin, serta alunan musik yang bersumber dari radio tape. Oiya, posisi bangku juga lega. Bahkan OTOMOTIFNET.COM yang memiliki tinggi 173 cm tak lagi menekuk lutut saat duduk dibangku penumpangnya.
http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOBIL/Umum/2011/umum/08.%20Agustus/20110809kopaja3.jpg

Asiknya lagi, kenyamanan dan keamanan penumpang terjaga berkat dilarang masuknya para pengamen dan pedagang asongan ke dalam mobil. Sementara itu, jumlah penumpang juga dibatasi 34 orang saja, dengan rincian 25 duduk, dan 9 berdiri. Saat penuh, plang “Maaf Penuh” ditampilkan di kaca depan.

Istimewanya, Kopaja AC tak lagi mengetem di beberapa titik, serta hanya berhenti untuk turun naik penumpang di halte saja. Dan semakin nyaman, tak lagi ada saling susul dan aksi ugal-ugalan antara sesama angkutan Kopaja AC.

Sedangkan sebagai fitur keselamatan penumpang, disediakan sebuah pintu darurat disisi kanan belakang, serta sebuah palu untuk memecahkan kaca.

Nah, jauh lebih manusiawi kan? (mobil.otomotifnet.com)

Penulis : Ilham | Teks Editor : Bagja | Foto : Abed
mmmm, gimana cara masukin videonya ya?

peseg5
August 11th, 2011, 10:26 AM
^^ Betul kan? Mana sanggup jualan Rp2000/pax/trip.

Angkutan umum adalah layanan dihadapkan pada pilihan dilematis.

Menjual tarif sesuai mekanisme pasar --> mencekik masyarakat.
Menjual tarif dibawah mekanisme pasar --> mencekik pengusaha.

Solusinya ya adanya intermediaries oleh pemerintah. Supaya pengusaha mendapatkan revenue sesuai mekanisme pasar, dan masyarakat mendapatkan layanan dengan harga terjangkau. Studi bandingnya sudah ada: BLU Transjakarta. Disitu untuk menutup gap tarif mekanisme pasar dengan tarif jual ke masyarakat adalah dengan subsidi.

Masalahanya bukan sulit/mudah, tapi MAU apa TIDAK MAU?

@ilham

investasi otomotif gak segitu juga buruk, ada dampak positif dan negatifnya. Yang dimasalahkan disinikan peran pemerintah untuk mereduksi dampak negatifnya, nah itu yang saya nilai kok belum keliatan hingga sekarang.

Misalnya untuk Jabodetabek dulu aja deh, kenapa pemerintah gak nerapin kuota kendaraan? Haji aja dikuota, internet bandwidth aja dikuota, masak kendaraan gak ada kuotanya? Emang mo sanggup nampung terus jalannya? Dan itu gak sulit kok, kuotanya bukan dengan stop pembelian kendaraan atau ngelarang produsen mobil untuk stop berjualan, tapi baiknya dengan tidak adanya penambahan penerbitan nomor polisi baru. Silahkan beli mobil, tapi kalo kuotanya abis, ya gak dikasih nopol. Itu salah satu contoh, dan bisa contoh2 lain seperti ERP, pajak progresif, kenaikan tarif parkir, dsb.

Kebijakan2 itu, bukannya SULIT/MUDAH, tapi masalahnya hanya MAU/TIDAK MAU. Kalau alasannya sulit/mudah menurut saya sih itu hanya mengulur2 waktu aja (buying time).

acoolguyfromnz
August 13th, 2011, 09:55 PM
@Peseg 5,

Nice Analysis! Good job!

1. Ada 2 solusinya:
a. Meniru model Amerika, artinya pasar bicara. Kalau model pasar, maka akan ada kompromi antara pengusaha dan warga. Artinya itu urusan warga dgn pengusaha. Pemerintah cari aman.

b. Meniru Eropa dan china. Artinya dari PBB yg di kumpul kota, pemda harus menerbitkan FS (financial statement) dan buletin berapa persen dari duit itu yg di gunakan utk membiayai angkutan masal. Kata lain subsidi. FS ini di audit setiap tahunnya oleh auditor yg berbeda dan independent yg bebas dari tekanan. Kalau china PO (Perusahaan Otobus)nya BUMD.

Pemda dapat revenuenya dari property, pajak, reklame. Semakin baik dan berkualitas sarana transportasinya, maka akan semakin cepat pembangunan kota tersebut

Mereka berpendapat jika aliran darahnya lancar, maka pembangunan akan berkualitas.

Pengusaha uangnya dari rakyat + iklan + subsidi. PO di wajibkn utk buat FS dan diaudit. Jadi dgn FS itu rakyat jadi tau apakah uangnya maksimal di gunakan utk sarana transportasi.

2. Utk tiket bus pelajar, bisa pakai model US atau Eropa. Pengalaman saya di NZ, biaya sekolah student itu sekian persen utk biaya transportasi. Biaya ini di pool di kas pemda. PO tinggal kasih bill ke pemda dari tiket yg di jual mereka. Utk mengetahui tingkat kejujuran PO, pemda akan melakukan random check audit mulai dari FS hingga ke lapangan.

3. Utk menekan cost, maka industri dalam negeri bisa di aktifkan. Tingkat importnya di kurangi dari spare part bis ini. Idealnya bis di buat di dalam negeri karena semua ukuran spare partnya sesuai dgn ability kita. Kalau buatan luar, tentu ada beberapa spare part penting yg harus di import. Jadi jika si importir kena gempa, the show must go on with or without the importers.

Kita punya SDA cukup utk memenuhi kebutuhan industri bis.

Di NZ dan negara2 commonwealth setahu saya PO dapat 0% utk biaya import spare part mereka.

4. Utk menekan biaya siluman ada 2 jalan yakni melalui FS (Financial statement, audit dsb - accounting way) dan melalui law envorcement. Kalau melalui law envorcement, CEO badan negara bisa di gugat karena apa yg di sepakati bersama (called law) tdk sama di lapangan (called misleading). Jika di lapangan ternyata ada perubahaan, maka CEO badan negara wajib memberi tahu di muka berapa besar biayanya dan utk apa saja serta harus di audit. Dgn demikian ada kesepakatan bersama yg baru antara society - masyarakat dgn negara.

Jika melihat gaya kepemimpinan SBY, sulit utk menerapkan yg terakhir. Pemerintah tdk bisa jadi hakim yg adil. Jalan keluar yg lain bisa di buat komisi commercial yg berfungsi sbg hakim di bidang commercial dibantuu dgn LSM dan rakyat yg berfungsi sebagai watch dog. the paramount intention is people. Jadi apapun keputusan pengadilan harus utk kepentingan rakyat.

Pihak yg bertikai di suruh membawa argumen mereka beserta bukti. Si hakim tinggal memakai logika dalam memutuskan perkara. Keputusan ini juga wajib dan wajib di bukukan sehingga bisa di pakai utk argumen kasus2 yg lain. Nah yg ini urusan lawyer dan negara.

5. Expektasi tinggi? Itu hal wajar dalam sistem pasar liberal. Karena ekspektasi tinggi maka kualitas sesuai dgn harga. kalau gak sesuai jgn pakai. So everybody will be better off. Ada kompromi utk membuat sesuatu yg lebih baik. In liberalism we call market expectation.

6. Itu tergantung pemerintahnya. Dan rakyat menilai kinerja pemerintah apakah sesuai dgn ekspektasi mereka. Pemerintah bisa memanage ini dgn UU yg bisa di cabut kapan pun jika keadaan lapangan berubah dan perubahan haluan politik mereka. Spt di NZ, pemerintah juga pro pengusaha kendaraan bermotor Jepang. Tapi kini ada kesadaran baru mereka utk buat sistem transportasi humanis mengingat harga BBM yg terus meroket.

In my opinion, penjualan mobil dan motor di daerah ok-lah tapi tdk di kota karena tingkat kepadatan populasi dan luas lahan kota dan desa punya karakter yg berbeda.

Buat saya pribadi kelancaran urat nadi pembangunan lebih penting dari pada sedekah yg di berikan pemerintah kepada swasta asing. People income is more important then the donor given to foreign enterprise. Fungsi perusahaan asing cuma sbg triger dan penyeimbang perusahaan lokal utk lebih murah, tepat sasaran, mandiri dan membuka lapangan pekerjaan. Jadi keberadaan mereka bukan utk mematikan ekonomi rakyat tapi sebagai sparing partner bisnis rakyat.

Ini cuma pendapat pribadi

fajarmuhasan
August 15th, 2011, 06:10 AM
^^^^^^
Jebakan betmen:bash:
back to topic

sepertinya kalo udah lewat angka psikologis Rp 3500 bakal berat dimata penumpang, kecuali ada faktor jarak, yang dekat 3000, jauh 6000. nah ngukur jauh dekat itu parameternya mesti jelas.
ujung-ujungnya minta subsidi ke pemda, atau pada akhirnya bis alternatif ini akan ditinggal penumpangnya.

yoi bus tarif busway harus jadi acuan karena kopaja akan bersaing dg busway
angka 3000 adalah hal wajar baik dari penumpang maupun operator

D3Y
August 15th, 2011, 06:20 AM
@ilham

investasi otomotif gak segitu juga buruk, ada dampak positif dan negatifnya. Yang dimasalahkan disinikan peran pemerintah untuk mereduksi dampak negatifnya, nah itu yang saya nilai kok belum keliatan hingga sekarang.

Misalnya untuk Jabodetabek dulu aja deh, kenapa pemerintah gak nerapin kuota kendaraan? Haji aja dikuota, internet bandwidth aja dikuota, masak kendaraan gak ada kuotanya? Emang mo sanggup nampung terus jalannya? Dan itu gak sulit kok, kuotanya bukan dengan stop pembelian kendaraan atau ngelarang produsen mobil untuk stop berjualan, tapi baiknya dengan tidak adanya penambahan penerbitan nomor polisi baru. Silahkan beli mobil, tapi kalo kuotanya abis, ya gak dikasih nopol. Itu salah satu contoh, dan bisa contoh2 lain seperti ERP, pajak progresif, kenaikan tarif parkir, dsb.

Kebijakan2 itu, bukannya SULIT/MUDAH, tapi masalahnya hanya MAU/TIDAK MAU. Kalau alasannya sulit/mudah menurut saya sih itu hanya mengulur2 waktu aja (buying time).

setuju sama ide ini:okay:

salah satu upaya dan solusi untuk menekan konsumsi kendaraan yang gila2an bagi sebagian orang2 kaya di indonesia/ jakarta...sekaligus berdampak pada pencanangan Go Green untuk mengirit energi dan bahan bakar di luar konteks di subsidi atau tidak BBMnya...

namun masalahnya penerapan aturan itu bakalan mengundang kontradiktif juga sama sebagian orang2 yang duduk di kursi pemerintahan (khususnya golongan pengusaha yang jadi pejabat atau pejabat yang jadi pengusaha )

lah mobil dan kendaraan pribadi mereka di rumah bisa jejer-jejeran sampe 6 atau lebih mirip di showroom :D (di luar kendaraan dinas loh ya )

acoolguyfromnz
August 15th, 2011, 08:49 PM
Masalah mendasar adalah org2 kaya masih kesulitan mencari mainan baru utk uang mereka. Dan mereka masih melihat mobil sebagai investasi menguntungkan.

Pemerintah juga melihat hal yg sama, duduk manis di meja dan duit mengalir sendiri ke kantong pemerintah tanpa pusing.

star2dusts
September 2nd, 2011, 01:44 PM
Jangan terlalu pesimislah dengan gebrakan ini.."sistem baru" yang diinginkan seperti berhenti hanya di halte juga butuh efforts gak hanya dari kopaja dan pemerintah tapi juga calon penumpang. Good results need good efforts.. dan pemberian fasilitas AC ini adalah salah satu good efforts.

Ekspektasi minimal seperti busway itu seperti apa ya? Busway tidak selalu superior melawan Kopaja, misalnya dari sisi trayek dan kemudahan akses. Jadi sasaran penumpangnya pun berbeda. Dan, apabila dulu dikhawatirkan penumpang kopaja beralih ke busway, dengan adanya kopaja AC ini, justru buswaylah yang harusnya bisa ditingkatkan pelayanannya sehingga penumpang yang biasanya naik kopaja tetap akan menggunakan kopaja AC, sedangkan busway fokus menarik orang2 yang biasanya naik kendaraan pribadi menjadi naik busway. Dengan demikian kemacetan pun diharapkan akan dapat terurai.

Just my 2 cents.

fajarmuhasan
September 3rd, 2011, 11:28 AM
Jangan terlalu pesimislah dengan gebrakan ini.."sistem baru" yang diinginkan seperti berhenti hanya di halte juga butuh efforts gak hanya dari kopaja dan pemerintah tapi juga calon penumpang. Good results need good efforts.. dan pemberian fasilitas AC ini adalah salah satu good efforts.

Ekspektasi minimal seperti busway itu seperti apa ya? Busway tidak selalu superior melawan Kopaja, misalnya dari sisi trayek dan kemudahan akses. Jadi sasaran penumpangnya pun berbeda. Dan, apabila dulu dikhawatirkan penumpang kopaja beralih ke busway, dengan adanya kopaja AC ini, justru buswaylah yang harusnya bisa ditingkatkan pelayanannya sehingga penumpang yang biasanya naik kopaja tetap akan menggunakan kopaja AC, sedangkan busway fokus menarik orang2 yang biasanya naik kendaraan pribadi menjadi naik busway. Dengan demikian kemacetan pun diharapkan akan dapat terurai.

Just my 2 cents.

orang lebih memilih kopaja adalah karena tarifnya murah dan bisa berhenti sesuai keinginan.
seprti di jalur deptan-kuningan: orang yg akan ke ambasador akan lebih memilih kopaja P-20 karena bisa berhenti di jalan baru utk nyambung mikrolet 44

Kalo nanti kopaja hanya akan berhenti di halte maka hampir pasti orang akan memilih busway karena halte kopaja dan halte busway hampir selalu bersamaan. Dengan tarif sama dg busway tapi berjalan di jalur konvesional jelas akan dijauhi penumpang.

Dazon
September 8th, 2011, 04:14 PM
moga2 para penggunanya akan lebih nyaman. moga2 terbebas dr copet yang selalu terang2an.

Blue_Sky
September 11th, 2011, 09:16 AM
R.I.P Kopaja AC

Minggu, 11/09/2011 11:39 WIB
Kopaja AC Stop Operasi Hingga Tarif Rp 6.000
Lia Harahap - detikNews

http://images.detik.com/content/2011/09/11/10/KopajaAC-Adi-D.jpg

Jakarta - Belum lama beroperasi, Kopaja AC S-16 jurusan Ragunan-Grogol stop operasi. Langkah ini ditempuh hingga ada kesesuaian tarif. Kopaja berpendapat tarif yang layak adalah Rp 6.000.

"Dari hasil rapat dengan manajemen yang kita lakukan dengan operator kemarin malam, agar tidak menimbulkan suasana yang tidak kondusif dengan moda angkutan lain, kita akan berhenti beroperasi lebih kurang seminggu ini," kata Ketua Umum Kopaja, Nanang Basuki, kepada detikcom, Minggu (11/9/2011).

Nanang mengatakan, tarif yang mereka terapkan Rp 2.000 selama masa uji coba agaknya akan sulit jika diberlakukan untuk seterusnya. Karena dari segi fasilitas dan sistem pengajian karyawan tentu tidak akan mencukupi.

"Dengan nilai Rp 2.000 tentunya nggak nyambung karena kita kan AC. Selain itu, dengan jumlah penumpang per harinya sekitar 160 orang, dan tarif yang dikenakan Rp 2.000, penghasilan berarti hanya sekitar Rp 320 ribu, sedangkan untuk bensin itu Rp 310 ribu," jelasnya.

Nanang mengatakan, untuk itu manajemen Kopaja telah mengajukan perubahan tarif ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebesar Rp 6.000. Dia berharap, agar Pemprov segera mengadakan pertemuan dan membahas soal tarif yang diajukan, sehingga Kopaja bisa kembali beroperasi.

"Katanya si minggu-minggu ini sudah ada hasilnya. Yang jelas ketika ada kata sepakat mengenai tarif baru kita akan beroperasi kembali," tambahnya.

Kepada para penumpang, Nanang meminta maaf atas penghentian operasi sementara ini. Dia berjanji jika semua sudah sesuai rencana, Kopaja siap melayani penumpangnya kembali.

"Pengumuman resmi berhenti operasi sementara si memang belum ada. Tapi kita mohon maaflah, semoga bisa segera melayani penumpang kembali," harapnya.

Kopaja AC beroperasi pada awal Agustus dengan tarif Rp 2.000. Kopaja berwarna silver hijau ini, memiliki fasilitas yang berbeda dengan yang biasanya. Selain ber-AC, Kopaja ini juga hanya bisa menampung 35 orang penumpang dan tidak lebih. Sopir juga tidak mengenal sistem setoran melainkan digaji per bulan. Sayang, belum genap 2 bulan, bus umum ini 'istirahat'.

(lia/nrl)

detik.com (http://www.detiknews.com/read/2011/09/11/113935/1719695/10/kopaja-ac-stop-operasi-hingga-tarif-rp-6000-dibahas)

sasamakan
September 11th, 2011, 09:27 AM
^^ Duh sayang banget kalo sampe berhenti beroperasi :ohno:
Semoga cepet beroperasi kembali deh...

Emang bisa dibilang di Indonesia orang lebih ngutamain murah daripada nyaman, jadi bisa dibilang beda 1000/2000 rupiah pun akan sangat berdampak

peseg5
September 11th, 2011, 12:27 PM
Ya namanya juga effortnya cuman dari Kopaja doang. Lama2 capek juga kali ya maju sendirian si Kopaja.

Seperti sudah saya bilang, untuk pelayanan publik, segala sesuatu yang insiatif baiknya dimulai oleh swasta alias effortnya dari swasta, tapi kalau pemerintah ga ada umpan baliknya alias gak ngeluarin effort sama sekali, akan sulit berjalan mulus.

Contohnya ini, inisiatif dari Kopaja udah bagus, mengubah paradigma, tapi umpan balik dari pemerintahnya: GAK ADA. Pemerintah cuman datang sekedar seremonial, tindak lanjut? GAK ADA.

Contoh lain ya monorel, insiatif baik dari swasta, tapi umpan balik dari pemerintah juga GAK ADA, hanya wacana aja.

Dan perlu diketahui oleh para forumer SSCI, ini info yang saya dapat langsung dari lingkaran pengusaha angkutan umum, bahwa mereka sebenarnya juga pengen berubah menjadi lebih baik (pengusahanya dan manajemennya, supir dan awak busnya). Kalau memang mau meniru layanan bus di Singapura, mereka sangat mau sekali. Lagian di dunia ini siapa sih yg gak pengen menjadi lebih baik.

Permasalahannya, kemauan pengusaha dan stakeholder internalnya ini tidak pernah mendapat tanggapan positif dari pemerintah. Ingin berubah menjadi lebih baik tapi tidak ada yg mengakomodir. Lah kita juga bisa berpikir logis, bagaimana mungkin Rp 2000 untuk KOPAJA AC akan bisa sustain, ditengah ketidakjelasan aturan dan regulasi angkutan umum dari pemerintah itu sendiri.

Itulah kenapa yg bikin saya pesimis. Dan terbukti, selama pemerintah gak kasih umpan balik yang positif, inisiatif2 yang baik dari pelaku bisnis akan surut dan mati perlahan2 kalau tidak terlindungi oleh regulasi yang jelas dan business friendly.

Manajemen KOPAJA dengan KOPAJA AC-nya selama ini melakukan pelayanan sosial, ketimbang menjalankan bisnis. Terima kasih Kopaja.

fajarmuhasan
September 12th, 2011, 04:00 AM
Kopaja AC kalo tarifnya 6000 ganti aja pake nama PATAS AC dalam bentuk 'bus sedang'

VRS
September 12th, 2011, 12:34 PM
metromini ac ada?

acoolguyfromnz
September 12th, 2011, 08:40 PM
@peseg5,

Yah itulah gubernur kalian, gak bisa kerja.

typhoonbringer
September 13th, 2011, 06:02 PM
ga cuma gubernurnya bang, dimana ada permintaan pasti ada penawaran, di eropa angkutan publik tertib karena masyarakatnya bisa tertib, lah ini jalur busway sering dihantem sama kendaraan pribadi gimana mo teratasi masalah2 sosial kaya gini

dan tentu saja the big G turut andil karena mereka juga punya porsi serobotan jalur busway yang besar, yang imbasnya membuat masyarakat "malas" untuk tertib

lingkaran setan! musti diputus!

soal pembatasan mobil pribadi, gw setuju banget, rotterdam udah memberlakukan no-truck policy setau gw untuk dalam kota, dan disini buat punya mobil yang decent itu muahal, belinya murah, tapi tax-nya bikin jiper, apalagi biaya membuat SIM dan ujianya yang naujubilah

sasamakan
September 14th, 2011, 07:15 AM
Di Swiss juga begitu, tapi walaupun disini yang punya mobil banyak banget, mereka masih tau diri untuk tidak menyerobot jalur bus dan mengutamakan kendaraan umum :D

Cuma ya harga bus disini kelewat mahal luar biasa, jarak untuk setiap 6 halte aja harganya 2.6 CHF alias 28 ribu rupiah, tapi memang perbedaanya terasa sih kenyamanannya :D

F-ian
September 14th, 2011, 05:19 PM
^^ mahal untuk kita tp bagi mereka itu kyk byr Rp.2.600

coba klo kyk gtu..Emg perlu subsidi...mungkin bisa kurangin subsidi BBM jd Rp.5000 untuk Subsidi Tranport Massal tp di indonesia menyeluruh

Kiki bismania
March 19th, 2012, 07:51 AM
Maaf saya baru gabung. Saya tertarik bngt dengan masalah 1 ini karena saya seneng ama angkutan yg bernama bus. Dengan adanya Kopaja AC saya sangat salut walaupun harganya dikit mahal tapi nyaman dari pada transjakarta murah tidak nyaman

hishigi mibu
June 25th, 2012, 06:24 AM
Maaf saya baru gabung. Saya tertarik bngt dengan masalah 1 ini karena saya seneng ama angkutan yg bernama bus. Dengan adanya Kopaja AC saya sangat salut walaupun harganya dikit mahal tapi nyaman dari pada transjakarta murah tidak nyaman

sayang Kopaja AC baru satu trayek
coba PT. Kopaja berani membuka trayek baru lagi
atau meng-convert salah satu trayek yang ada jadi trayek AC

Andre_theRising
June 25th, 2012, 06:53 PM
Dulu Trans Jakarta juga nyaman koq, ehhh kesalahannya adalah tidak mampu beradaptasi dan berkejaran dengan waktu dan update...akhirnya seperti sekarang

Nah jangan2 Kopaja AC juga demikian. Tapi saya harap aturan jumlah penumpang satu kendaraan bisa diterapkan

hishigi mibu
July 5th, 2012, 07:05 AM
et dah ada 2 jalur KOPAJA eksisting pake armada AC
P19 Ragunan-Blok M-Tanah Abang
P20 Senen-Lebak Bulus

sumber dari sini (http://news.detik.com/read/2012/07/05/115344/1958237/10/sopir-kopaja-ac-digaji-rp-2-juta-per-bulan?9922022)

tapi kenapa peluncurannya mesti sekarang ?, curiga kampanye terselubung :ohno:

Andre_theRising
July 5th, 2012, 07:15 PM
Wow keren Senin - Lebak Bulus udah ada AC.... satu trayek sibuk yang mungkin nyaris tidak terjangkau dengan layanan busway karena harus mutar2 jauh

Baguslah kalo ud ada Kopaja AC ny. Trayek ini paling sering saya pakai selama saya di Jakarta, abis melewati banyak tempat2 strategis :laugh:

Ngiks
July 6th, 2012, 03:29 PM
Numpang tanya.. ada gak thread kusus tntng Terminal terpadu Pulogebang?

acoolguyfromnz
July 7th, 2012, 08:23 PM
itu baiknya kalau ada kompetisi, kopaja mau gak mau harus berbenah...

fajarmuhasan
July 8th, 2012, 11:39 AM
et dah ada 2 jalur KOPAJA eksisting pake armada AC
P19 Ragunan-Blok M-Tanah Abang
P20 Senen-Lebak Bulus

sumber dari sini (http://news.detik.com/read/2012/07/05/115344/1958237/10/sopir-kopaja-ac-digaji-rp-2-juta-per-bulan?9922022)

tapi kenapa peluncurannya mesti sekarang ?, curiga kampanye terselubung :ohno:

okelah kalo P-20, kopaja yg telah mengatarkan gw kerja dari 1996 sampai 2011
dari kuningan ke lebakbulus gak perlu pindah busway...cukup kopaja AC tapi dg catatan gak umpel umpelan berdiri. Jika dijatah pas kursi ini yg repot karena dijamin akan susah kebagian.
Terus kopaja non AC dikemanain?

Andre_theRising
July 8th, 2012, 08:48 PM
Dimuseumkan....diwakafkan...dikremasi...atau dikirim ke tempat penampungan untuk dikopek2 dan dipreteli

HARUSNYA semua Kopaja, Metromini, Mayasari Bakti dsb angkot jadoel2 dibegitukan hhh... Capek ngeliat Jakarta masih pake 'angkot2' kek gitu ah...sudah saatnya era AC semua, AC Ekonomi dan dengan bus model dan mesin yang baru

cluzt
September 8th, 2012, 09:50 AM
Dimuseumkan....diwakafkan...dikremasi...atau dikirim ke tempat penampungan untuk dikopek2 dan dipreteli

HARUSNYA semua Kopaja, Metromini, Mayasari Bakti dsb angkot jadoel2 dibegitukan hhh... Capek ngeliat Jakarta masih pake 'angkot2' kek gitu ah...sudah saatnya era AC semua, AC Ekonomi dan dengan bus model dan mesin yang baru

eitss, sekarang mayasari bakti udah keren2 bis-nya
yah, walaupun beum semua, at least yang patas2 ac itu bis-nya udah baru2 semua :banana:

Ocean One
September 10th, 2012, 09:29 PM
Baru apaan?? Itu mah cuma di permak bodynya aja bro, mesinnya mas tetap tuh :nuts: :nuts: :nuts:

Paling 1 or 2 bus aja yang benar2 baru.. :cheers:

fajarmuhasan
September 11th, 2012, 02:25 AM
Dimuseumkan....diwakafkan...dikremasi...atau dikirim ke tempat penampungan untuk dikopek2 dan dipreteli

HARUSNYA semua Kopaja, Metromini, Mayasari Bakti dsb angkot jadoel2 dibegitukan hhh... Capek ngeliat Jakarta masih pake 'angkot2' kek gitu ah...sudah saatnya era AC semua, AC Ekonomi dan dengan bus model dan mesin yang baru

ternyata kopaja P-20 tetap spt semula, yg pake AC cuma beberapa biji saja dan jarang nongol. Alhasil pake P-20 jadul yg penuh sesak dan panas...kalo bareng ama ce cantik anggap aja bonus wkwkwkwk
jarang penumpang P-20 yg jarak jauh..paling2 beberapa km udah turun.
dari pasar jumat,,,selepas keluar tol di cilandak banyak banget yg turun..setelah itu beberapa penumpang naik lagi dan lalu turun di republika...setelah itu di mampang banyak yg naik lagi..lalu turun di kuningan. dst.

Ocean One
October 4th, 2012, 08:26 PM
http://www.beritasatu.com/megapolitan/75780-izin-trayek-metromini-terancam-dicabut.html

Izin Trayek Metromini Terancam Dicabut


Hal itu terjadi karena tidak dilakukan pengurusan badan hukum oleh pemilik Metromini sebagai angkutan umum di wilayah DKI Jakarta.

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI akan mencabut izin trayek angkutan umum metromini karena pemiliknya tidak mengurus badan hukum metromini sebagai angkutan umum di Ibukota.

"Dishub DKI sudah tiga kali mengirimkan surat ke pemilik metromini agar mengurus badan hukum, tapi tidak digubris sedikit pun," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan, sesuai UU Nomor 22 tahun 2009, perihal Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 139 ayat 4, disebutkan setiap penyedia angkutan umum dilaksanakan oleh badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah dan atau badan hukum.

"Sanksi tegas harus diberikan karena pemilik Metromini telah banyak melanggar hukum, termasuk sebagian besar armada tak laik jalan, namun masih tetap beroperasi," ujarnya.

Pristono mengungkapkan, bila izin trayek metromini dicabut, armada bus masih dimungkinkan beroperasi.

"Dengan catatan, bus tersebut bergabung dengan perusahaan angkutan umum sejenis yang telah berbadan hukum," ungkapnya.

Alternatif lain yang memungkinkan, pemilik metromini membentuk wadah baru dengan nama armada baru pula sesuai prosedur yang berlaku.

Sejumlah prosedur yang wajib dipenuhi di antaranya, memiliki badan hukum, sarana dan prasarana seperti pool dan bengkel, SDM dikelola dengan manajemen yang profesional, dan awak bus memiliki identitas yang jelas.

"Dipastikan jika pengelolaan dilakukan badan hukum, akan lebih profesional," tuturnya.

tjokro_ragazzo
October 6th, 2012, 06:28 AM
lewat depan pasar palmerah di pagi hari, antrian macet sepanjang sekitar 300 meter dan didominasi oleh angkot M9, M11 dsb dengan isian penumpang yang hanya 3-5 orang. malah banyak yg kosong juga.

desta28
October 7th, 2012, 11:34 AM
keadaan kopaja AC sekarangg. :bash::bash::bash:
kemarin naik kopaja AC dari ratu plaza mau ke grogol..
busett, udah tau penumpangnya udah full masih aja dipaksain buat nampung penumpang lain (saat jam pulang kantor), palang pembatas penumpang udah dijebolin dan juga kayaknya masih pake sistem kejar storan tuhh, :nuts::nuts::nuts:

Fayeddd
October 7th, 2012, 02:33 PM
Kalau mikrolet dan Angkutan kota itu punya siapa?
soalnya mobilnya juga udah banyak yang tidak layak pakai banget

fajarmuhasan
October 8th, 2012, 04:59 AM
kopaja AC bayarnya brp?
gw pernah nungguin P-20 di terminal lebak bulus..sekitar 30 menit gak nongol2, akhirnya naik P-20 yg biasa

Saputasingkil
October 8th, 2012, 03:09 PM
Bakal kayak gini nih Rencananya Metromini/Kopaja yang akan diperbaharui Layanan.
Yang juga bisa langsung masuk Halte juga Jalur Busway nantinya.

http://farm9.staticflickr.com/8314/8066441698_9b408c06c7_c.jpg

http://farm9.staticflickr.com/8039/8066441800_ab838a09ae_c.jpg

Rutenya:

http://farm9.staticflickr.com/8457/8066441526_441c233a9b_c.jpg

Sumber : http://www.itdp-indonesia.org/images/stories/Publication/Report/reeep%201%20-%20fleet%20specification%20report.pdf

galaxy358
October 15th, 2012, 01:05 PM
Angin sangat segar untuk transportasi umum jenis Bus dan Minibus di Jakarta. :banana::banana:

Konsep Jokowi-Ahok: Sopir Bus akan Seperti Pilot
Rina Atriana - detikNews

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda


Jakarta Jokowi-Ahok membawa angin segar bagi sopir angkutan umum bus. Pemimpin baru Jakarta itu berpendapat, sopir bus harus mendapat perlakuan yang baik. Sistem kerja sopir bus akan seperti pilot.

"Sistemnya seperti pilot, landing 4 kali harus istirahat. Jadi tidak perlu ada setoran. Itu yang diharapkan dapat mengurangi kecelakaan," kata Ahok di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (15/10/2012).

Selain itu, sopir akan digaji Rp 3,5 juta sampai dengan Rp 5 juta/bulan, dihitung berdasar kilometer. Dengan sistem seperti pilot dan ada gaji, maka tidak perlu mengejar setoran sehingga membuat para sopir mengemudi kebut-kebutan dan ugal-ugalan.

"Itu yang diharapkan dapat mengurangi kecelakaan," sambung Ahok.

Selain itu nantinya angkutan umum akan ditata supaya tidak mengetem yang memicu kemacetan lalu lintas. "Itu yang menjadi awal dari bus rapid transit yang akan ada di Jakarta. Bus yang kecil dan TransJakarta akan digabungkan, termasuk jalurnya. Dalam 3 bulan inilah," janji Ahok.

Untuk masalah perumahan, warga perlu mendapat jaminan. Karena itu Jokowi-Ahok akan menggelar bedah kampung. Pembangunan rusun atau apartemen sederhana terpadu akan dimulai.

"Nantinya rumah sewa itu tidak boleh disewakan lagi. Jadi harus pakai nomor urut bawa," sambung mantan bupati Belitung Timur ini.

Ahok juga mengaku Jokowi sudah memintanya menangani masalah banjir. Untuk itu dia akan meminta laporan seberapa besar kesiapan Dinas Pekerjaan Umum menghadapi musim penghujan.

"Saya ditugaskan memeriksa secara keuangan. Nanti kita akan pelajari," ujar eks anggota DPR dari Golkar ini yang kini politisi Gerindra tersebut.



Sumber : http://news.detik.com/read/2012/10/15/175119/2063179/10/konsep-jokowi-ahok-sopir-bus-akan-seperti-pilot?9922022

Saputasingkil
October 15th, 2012, 01:57 PM
Berita bagus,,,,
Semoga cepatlah terwujud..

fajarmuhasan
October 16th, 2012, 01:48 PM
itu yg landing 4 kali harus istirahat dan gaji 3.5jt per bulan itu utk supir bis yg mana?
kita tahu di DKI itu banyak banget armada: PPD, mayasari, bianglala, kowanbisata, kopaja, metromini, kopami jaya, plus mikrolet, angkot, bemo, bajaj dan tentu saja busway TJ

kalo yg jarak jauh misal ciputat-senen tentu susah mencapai 4 kali landing lalu istirahat. (landing=rit???)
beda dg jarak dekat spt senen-rawasari,,mungkin 10 rit juga belum capek

cbtendo
October 16th, 2012, 07:58 PM
itu yg landing 4 kali harus istirahat dan gaji 3.5jt per bulan itu utk supir bis yg mana?
kita tahu di DKI itu banyak banget armada: PPD, mayasari, bianglala, kowanbisata, kopaja, metromini, kopami jaya, plus mikrolet, angkot, bemo, bajaj dan tentu saja busway TJ

kalo yg jarak jauh misal ciputat-senen tentu susah mencapai 4 kali landing lalu istirahat. (landing=rit???)
beda dg jarak dekat spt senen-rawasari,,mungkin 10 rit juga belum capek

kalo denger2 pidato mereka kemarin sih kan mereka mau buat semacam konsorsium/holding company mirip2 sistim transjakarta, jadi ya yg kena rencana penggajian ini ya armada2 yg tergabung di konsorsium ini..
*armada yg ga mau gabung tinggal diancam dicopot ijin-nya.. hihi...

tapi yang jelas sih, begitu aturan ini dijalanin, angka pengangguran di jakarta bakal meningkat drastis....
lha sekarang aja satu bis kopaja/metromini supirnya bisa ada 5 biji.. 1 resmi, 2 semi-resmi, 2 supir "musiman" :p begitu aturan ini jalan kan si 4 supir itu bakal jadi pengangguran.. :D

fajarmuhasan
October 16th, 2012, 11:03 PM
kalo denger2 pidato mereka kemarin sih kan mereka mau buat semacam konsorsium/holding company mirip2 sistim transjakarta, jadi ya yg kena rencana penggajian ini ya armada2 yg tergabung di konsorsium ini..
*armada yg ga mau gabung tinggal diancam dicopot ijin-nya.. hihi...

tapi yang jelas sih, begitu aturan ini dijalanin, angka pengangguran di jakarta bakal meningkat drastis....
lha sekarang aja satu bis kopaja/metromini supirnya bisa ada 5 biji.. 1 resmi, 2 semi-resmi, 2 supir "musiman" :p begitu aturan ini jalan kan si 4 supir itu bakal jadi pengangguran.. :D

kalo tenaga kerja mungkin akan nambah, nanti banyak dibutuhkan tenaga pengawas, tenaga administrasi, timer, dll. JAdi sopir2 bisa dialihkan.
yang jadi pertanyaan gw karena selama ini bus2 tsb (bus yg sekelas metromini) kepemilikannya perorangan. Aturan mainnya akan gimana...para pemilik kumpul jadi satu terus menyerahkan mobilnya ke konsorsium atau mobil2 tsb dibeli atau gimana?
masih kabur permasalahan ini utk diterapkannya
dan lagi2 gak menyentuh angkot/mikrolet

Volksraad
October 17th, 2012, 11:29 AM
Rabu, 17/10/2012 14:10 WIB
Jokowi Geleng-geleng Ada Kopaja Berumur 30 Tahun di Jakarta
Ray Jordan - detikNews

Jakarta Gubernur DKI Jakarta Jokowi tak habis pikir. Di ibu kota negara, masih ada mobil angkutan umum berusia tua. Ada kendaraan yang berusia 30 tahun dan sudah tidak laik jalan. Jokowi pun meminta kepala dinas segera melakukan perbaikan.

"Ini keputusan lapangan. Tadi Kopaja tadi, usia 15 tahun, 30 tahun gimana. Peremajaan, rem nggak kelihatan, spidometernya," kata Jokowi di Terminal Kampung Melayu, Jaktim, Rabu (17/10/2012).

Jokowi pun mewanti-wanti Kepala Dinas Perhubungan agar bisa membangun sistem baru. Kopaja, angkutan umum harus dibenahi. Dan yang penting ada kontrol ketat kepada sopir Kopaja.

"Seperti tadi, disiapin uniform tapi nggak pernah dipakai, ditembakin ke orang lain. Pemerintah harus tegas tapi tetap memberikan sesuatu pada mereka," jelasnya.

Jokowi dalam tinjauan lapangan itu pun mengambil kesimpulan perlunya perbaikan sistem sesegera mungkin. "Banyak, banyak, banyak, banyak sekali yang harus diperbaiki. Diubah, dirumuskan sehingga nanti ketemu sistem yang benar," tuturnya. (ndr/vit)

Sumber: http://news.detik.com/read/2012/10/17/140722/2065041/10/jokowi-geleng-geleng-ada-kopaja-berumur-30-tahun-di-jakarta?nd771108bcj

Tiga puluh tahun... ckckck... pantes aja asap knalpotnya tebal dan hitam.. :nuts:

galaxy358
October 17th, 2012, 11:47 AM
^^

Lucu yah.. Jadi bingung pemerintahan DKI yang dulu ngepain aja. Tahun 2011 aja dapet PAD (pendapatan asli daerah) 17,8 Triliun, 8.3 triliun nya dr pajak kendaraan bermotor. Kok tampak-nya tidak dialihkan sebagai peremajaan angkutan publik? Kemana ya duit nya ? Kopaja 30 taun itu waktu yang lama loh..

fajarmuhasan
October 17th, 2012, 12:51 PM
^^

Lucu yah.. Jadi bingung pemerintahan DKI yang dulu ngepain aja. Tahun 2011 aja dapet PAD (pendapatan asli daerah) 17,8 Triliun, 8.3 triliun nya dr pajak kendaraan bermotor. Kok tampak-nya tidak dialihkan sebagai peremajaan angkutan publik? Kemana ya duit nya ? Kopaja 30 taun itu waktu yang lama loh..

kalo gak salah kopaja dan sejenisnya itu mili pribadi/perorangan jadi seberapa besar PAD-nya jika pemilik bus tsb gak punya modal ya gak bisa ganti armada. Pemprov kan gak modalin orang tsb.
yg milik pemprov cuma PPD, itupun kebanyakan armada eks jepang.

jadi yg berperan sebenernya test uji emisi,,,,harus diefektifkan

acoolguyfromnz
October 17th, 2012, 08:21 PM
@fajarmuhasan,

Bisa belajar dari negara lain kok. Sudah banyak yg berhasil. Di beberapa negara maju ada beberapa PO Bus umum di miliki individu tapi bisa berjalan dgn baik.

fajarmuhasan
October 18th, 2012, 12:12 AM
@fajarmuhasan,

Bisa belajar dari negara lain kok. Sudah banyak yg berhasil. Di beberapa negara maju ada beberapa PO Bus umum di miliki individu tapi bisa berjalan dgn baik.

dan ini harus ada regulasi yg bagus dan pengawasan ketat dalam pelaksanaan.
selama ini kelemahan kita dalam pengawasannya, jadi meski udah ada aturan baku tetap aja dilanggar.

berkaitan dg armada tua dan asap hitam...tentu uji emisi harus diperketat. Awalnya gencar dikampanyekan tapi skrg seperti gak ada gaungnya lagi.

Volksraad
October 18th, 2012, 10:18 AM
^^ Kalau untuk bus kota dengan usia diatas 15 tahun dan menghasilkan asap tebal dan hitam kayaknya sudah tidak perlu uji emisi lagi deh...
Untuk ibu kota negara seperti Jakarta sudah seharusnya bus kota seperti itu langsung dibuang jadi besi tua...
Malu sama ibu kota negara2 tetangga kalau kita masih mempertahankan bus kota yang jelek seperti itu..

galaxy358
October 18th, 2012, 07:13 PM
^^

Tapi menurut saya tetap, mau bis nya bagus kalau supir nya supir tembak ugal-ugal an tinggal tunggu masalah waktu saja ampe jelek lagi. Saya suka sistem dan konsep yang akan dibangun JB tentang pemberian gaji tetap untuk supir kopaja angkot dsb dan pemberian seragam. Kalau begitu mereka kan tidak punya alasan untuk se ngawur sekarang nyetir-nya. Tentang urusan milik pribadi atau bagaimana pasti bisa dibuat kerja sama lah, wong pemprov punya kuasa.

pemulung
October 18th, 2012, 09:02 PM
DKI Akan Beli Armada Metromini dan Kopaja (http://www.poskotanews.com/2012/10/18/dki-akan-beli-armada-metromini-dan-kopaja/)

JAKARTA (Pos Kota) – Pemprov DKI Jakarta memiliki gagasan membeli seluruh armada Metromini dan Kopaja sebagai upaya perbaikan kualitas angkutan umum karena banyak yang tidak laik jalan.

Sistem setoran akan dihapus dan diganti dengan gaji. Sopir dan kondektur akan memperoleh penghasilan sekitar Rp3,5 juta hingga Rp5 juta. Dengan sistem ini, diharapkan ulah tidak disiplin pengemudi angkutan umum yang sering dikeluhkan warga bisa dikurangi.

Menurut Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama, rencananya armada juga akan diganti dengan bus yang lebih besar. “Bisa saja nanti busnya seperti busway sehingga bisa mengambil penumpang di halte busway,” ujar Basuki, di Balaikota, Rabu (17/10).

Alternatif lain dalam pemenuhan armada ini, tidak menutup kemungkinan pihaknya melibatkan perusahaan swasta. “Misalnya saja perusahaan A yang biasanya memasang iklan hingga Rp1,5 miliar kita arahkan uangnya lebih baik dibelikan bus saja. Nanti di bus tersebut tertera produk dari perusahaan tersebut,” jelasnya.

PEREMAJAAN

Secara terpisah, Gubernur DKI, Joko Widodo, menyatakan peremajaan terhadap angkutan yang tak layak operasi perlu dilakukan demi kenyamanan dan keamanan para penumpangnya.

“Kita sudah diskusi dengan Kepala Dinas Perhubungan soal peremajaan bus kota ini. Apakah polanya berupa hibah atau subsidi. Masih dikaji dulu. Yang pasti kita harus membangun nilai-nilai baru, sistem yang baru dan perlu kontroling di lapangan yang ketat,” ujar Jokowi saat meninjau ke Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, kemarin.

Dalam kunjungannya, Jokowi banyak menemukan bus kota berusia di atas 15 tahun. Banyak pula kondisi armada Kopaja yang remnya tidak berfungsi normal, body keropos, dan tidak memiliki speedometer. Bahkan sejumlah awak bus tampak tidak mengenakan seragam sehingga membuat bingung. Apakah itu sopir batangan atau sopir tembak?

“Coba, ini di ibukota negara loh. Perlu ada peremajaan total. Gak tahu itu pakai pola subsidi atau pola hibah. Jangan suruh mereka untuk beli, gak mungkin, Sampai kapan pun gak mungkin,” ucap Jokowi didampingi Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono.

MEMBAHAYAKAN

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Koperasi Angkutan Umum Jakarta (Kopaja), Nanang Basuki, mengatakan, saat ini memang banyak armada Kopaja yang kondisinya memprihatinkan. Perlu diremajakan. Jika dibiarkan dikhawatirkan membahayakan keselamatan bagi penumpang.

Dalam catatan Nanang, saat ini seluruh armada Kopaja yang ada 1.479 unit, 70 persen di antaranya usianya sudah di atas 15 tahun. Dari yang 70 persen itu banyak bus tidak layak operasi namun tetap beropasi.
“Peremajaan sebenarnya telah dilakukan di sejumlah trayek. Kami juga keinginan melakukan peremajaan tapi kalau oleh Kopaja sendiri jelas tidak mungkin. Perlu ada bantuan dari Pemprov DKI dan perbankan,” jelasnya.

Pihaknya berharap, jika terjadi peremajaan maka pola yang diterapkannya berupa hibah. Selain biayanya sangat ringan prosesnya mudah, ada bantuan dari pemerintah. Namun sebelum peremajaan, perlu perubahan sistem terlebih dulu.

RP1,5 TRILIUN

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Nainggolan, menyatakan setuju dengan langkah Pemprov DKI tersebut. Namun, untuk merealisasikan butuh biaya tinggi. Misalnya saja sesuai data, di Jakarta terdapat 4.944 unit armada Kopaja dan Metromini.

Dari jumlah tersebut hampir 70 persen armada telah berusia uzur. Artinya hampir sekitar 3 ribu unit perlu diremajakan. Jika setiap bus harganya Rp500 juta diperlukan dana sekitar Rp1,5 triliun. “Ini yang harus dipikirkan. Apakah mungkin dana sebesar ini bisa digelontorkan melalui dana hibah,” ujar Azas.
...........................

fajarmuhasan
October 19th, 2012, 12:17 AM
@atas,
ya semoga beneran terlaksana semua bus kota dibeli pemprov, tapi anggaran yg mendadak itu diambil darimana yak? emang PAD Jakarta tinggi tapi kan udah ada alokasi-nya. Takutnya karena mendadak utk beli bus nanti sektor lain jadi kurang dana.
pertanyaan lagi apakah bus yg akan dibeli/dikelola pemprov itu termasuk yg melayani dari luar Jakarta spt utk bus Bekasi-blok m, ciputat-senen, dll.

pemulung
October 19th, 2012, 05:02 AM
^^

tuh diberita ada, alternatif
Alternatif lain dalam pemenuhan armada ini, tidak menutup kemungkinan pihaknya melibatkan perusahaan swasta. “Misalnya saja perusahaan A yang biasanya memasang iklan hingga Rp1,5 miliar kita arahkan uangnya lebih baik dibelikan bus saja. Nanti di bus tersebut tertera produk dari perusahaan tersebut,” jelasnya.

Volksraad
October 19th, 2012, 05:21 AM
^^ terus kalau armada Metromini dan Kopaja sudah dibeli oleh Pemda DKI, yang sudah berusia 20 tahun keatas akan diapakan ya?
Sebaiknya armada bus yang sudah berusia 20 tahun keatas lebih baik dijadikan besi tua saja, karena untuk sebagai armada angkutan penumpang sudah tidak layak sama sekali...

fajarmuhasan
October 19th, 2012, 08:12 AM
^^ terus kalau armada Metromini dan Kopaja sudah dibeli oleh Pemda DKI, yang sudah berusia 20 tahun keatas akan diapakan ya?
Sebaiknya armada bus yang sudah berusia 20 tahun keatas lebih baik dijadikan besi tua saja, karena untuk sebagai armada angkutan penumpang sudah tidak layak sama sekali...

tekniknya yg jadi pertanyaan.
apakah armada tsb harus dimusnahkan sendiri oleh pemiliknya
atau armada tsb dibeli dulu oleh pemprov dan pemprov lalu memusnahkan

terkesan buang2 duit utk sekedar menghancurkan armada,,,akan lebih baik armada tua dilarang beroperasi biar nanti pemiliknya berinovasi misal ngejual ke daerah.

aksjiah
October 19th, 2012, 09:31 AM
tekniknya yg jadi pertanyaan.
apakah armada tsb harus dimusnahkan sendiri oleh pemiliknya
atau armada tsb dibeli dulu oleh pemprov dan pemprov lalu memusnahkan

terkesan buang2 duit utk sekedar menghancurkan armada,,,akan lebih baik armada tua dilarang beroperasi biar nanti pemiliknya berinovasi misal ngejual ke daerah.

yang seperti ini perlu di kasih aturan yang keras. Jika dibiarkan pemiliknya berinovasi nanti ngga akan ada standar mulai dari jenis kendaraan, pemeliharaan sampai prosedur operasi nya. dan yang di bold itu menurut saya ngga fair, namanya memindahkan masalah ke tempat lain. kita ingin menaikan standar pelayanan publik di DKI, tp di sisi lain kita seperti menyuruh orang lain pake baju bekas tidak layak pakai :bash:

sturmgewehr
October 21st, 2012, 06:02 PM
kapasitas penumpang Metromini/Kopaja per kendaraan saat ini brp ya?
trus kalo dibandingkan rencana Metromini/Kopaja baru yg bisa msk halte busway banyak mana?
krn yg baru ada akses utk turun di halte busway.

fajarmuhasan
October 22nd, 2012, 04:48 AM
kapasitas penumpang Metromini/Kopaja per kendaraan saat ini brp ya?
trus kalo dibandingkan rencana Metromini/Kopaja baru yg bisa msk halte busway banyak mana?
krn yg baru ada akses utk turun di halte busway.

sekarang kopaja pake bus 3/4 ...standar penumpang duduk sekitar 24, penumpang berdiri ya sampai gak bisa masuk lagi alias pintunya dah penung dg penumpang

kensama
October 22nd, 2012, 05:18 AM
Saya rasa perlu diperhatikan juga persaingan sehat & keberadaan sopir2 berlagak preman & "mafia angkutan", contoh aj pada kasus KOPAJA AC. KOPAJA AC yg busnya bagus & tarifnya murah gk bisa berhenti di byk halte gara2 dimusuhin sopir kopaja & metromini lain. sama kyk Taksi Bluebird yg gk bisa masuk bandara tertentu gara2 supir taksi lain takut gk laku. tau gk bisa bersaing dalam kualitas pelayanan dengan angkutan seperti KOPAJA AC, ato taksi BLUEBIRD maka yg dipake cara preman :bash:

padahal kalo mau laku ya seharusnya bersaing dalam pelayanan dan kualitas. jd saya rasa agak susah kalo swasta mau terjun di bisnis ini. Belum lagi sejumlah trayek yang dimonopoli oleh etnis tertentu (Maaf bukan bermaksud SARA ya)

eurico
November 2nd, 2012, 01:37 AM
berita agak lama

Revitalisasi Metromini dan Kopaja, Hibah dengan Syarat

http://www.otomotifnet.com/spaw/uploads/image/Kanal%20MOBIL/Umum/2012/10.%20Oktober/20122510_revitalisasimetromini_1.jpg

Pasca sidak Gubernur Jokowi ke Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, (17/10), Dishub DKI Jakarta mematangkan untuk merevitalisasi angkutan umum jenis Metromini dan Kopaja. Dua rencana kerja itu yakni penyusunan anggaran dan pembinaan operator angkutan umum Metromini dan Kopaja.

SYARAT KETAT

"Kami menyusun anggaran hibah seperti yang diharapkan Pak Gubernur untuk pengadaan bus tahun 2013 dan membina badan usaha operator angkutan umum. Syarat mutlak untuk penerima hibah bus harus berbadan hukum yang sehat," ujar Ir Udar Pristono, MSi, Kadishub DKI Jakarta.

Badan hukum yang sehat itu, menurut Pristono, artinya memiliki sarana, prasarana dan manajemen. Sarana dimaksud kendaraan, prasarana yakni pool bus serta manajemen itu badan usaha operator angkutan umum. Pemprov memprioritaskan pada terbentuknya badan hukum operator bus karena ini diatur dalam UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pasal 134 ayat 4 menjelaskan penyediaan jasa angkutan umum dilaksanakan BUMN, BUMD, atau badan lainnya yakni koperasi.

Dalam sidak Jokowi tersebut ditemukan Metromini dan Kopaja sebagai bus menengah kondisinya memprihatinkan sehingga selain tidak nyaman juga membahayakan. Selain itu, Metromini dan Kopaja banyak dimiliki individu yang tidak berbadan hukum.

Saat itu ditemukan sopir tembak, sopir tanpa seragam, bagian bus seperti jok tak layak, pintu reot hingga dashboard yang sudah tak fungsional. Namun ketika ditanyakan bagaimana mekanisme hibah nantinya, Pristono belum bisa menjawab. "Masih dirumuskan," jawabnya diplomatis. Sebagai informasi, jumlah Metromini ada 3.100 unit sedang Kopaja ada 1.500 unit.

Nanang Basuki, Ketua Kopaja memperkirakan Pemprov tidak akan memberi bus begitu saja. "Kalau diberi gratis nanti bagaimana? Kalau diberi begitu nanti malah tidak dirawat. Dan bisa muncul perseroan terbatas atau koperasi dadakan. Saya kira nanti lebih banyak kepada pemberian fasilitas dan kemudahan lainnya," ujar Nanang yang menjadi kreator Kopaja AC dan ber- wifi itu.

Kopaja (Koperasi Angkutan Jakarta) sendiri disebut Nanang sudah aman dari sisi regulasi. Karena Kopaja memang sejak berdiri memang telah berbadan koperasi. "Ibarat kata jangan kasih ikan tapi kailnya saja. Ya misalnya berupa fasilitas kredit penyediaan bus dari yang biasanya 4-5 tahun diperpanjang menjadi 7-10 tahun," ungkap Nanang.

Lalu dengan Pemda membantu membayar bunga kredit yang 5 persen per tahun. Hingga membantu/membebaskan bea masuk kendaraan yang sebesar 30 persen. Dengan cara itu, Nanang merasakan akan bisa mendukung revitalisasi Metromini dan Kopaja.

Munawar, mantan pengurus Metromini yang sekarang sudah bubar punya usulan lain. Yakni karena usia rata-rata bus menengah itu sudah 17-20 tahun dan selama ini boleh dibilang dengan perawatan seadanya sangat mendukung upaya revitalisasi yang dicanangkan Gubernur Jokowi.

"Sebaiknya penataan Metromini dan Kopaja bisa disinergikan dengan busway. Baik Metromini dan Kopaja bisa masuk jalur busway tentu dengan desain yang telah disesuaikan. Dengan begitu, jarak antarbus di jalur busway bisa lebih padat," kata Munawar.

Yang lainnya, lanjut Munawar penataan mencakup perbaikan trayek yang selama ini tumpang tindih dengan angkutan bus yang lebih besar atau dengan angkutan umum yang lebih kecil. Juga perlu dipikirkan untuk menerapkan tarif angkutan Metromini dan Kopaja dihitung berdasarkan kilometer yang ditempuh. Dan yang utama, harus memiliki badan hukum berupa PT atau koperasi.

Pihak Dishub DKI Jakarta tentu akan senang menerima banyak masukan agar bisa merumuskan program hibah ini lebih berdaya guna. Bukan begitu Pak Pris?

sumber: http://mobil.otomotifnet.com/read/2012/10/29/335706/43/7/Revitalisasi-Metromini-dan-Kopaja-Hibah-dengan-Syarat

fajarmuhasan
November 2nd, 2012, 10:03 AM
belom ada perkembangan mengenai bus kopaja dan sejenisnya?
setelah 3 hari gak ngerasain Jakarta, tadi pagi kondisi masih sama spt dulu dulu,,bus kopaja baik ac dan non aca tetap ngetem di pasar jumat dan kondekturnya teriak2 nyari penumpang.

awalnya kopaja AC ini dirancang utk berhenti di halte bus yg sudah ada,,,sayang halte eksisting gak dibagusin malah cenderung jorok bau pipis...jadi penumpang juga ogah nunggu di halte.
penumpang ogah ke halte, sopir bus juga oke oke saja stop di sembarang tempat...jadi klop dach

hishigi mibu
November 5th, 2012, 10:47 AM
Kopaja AC tuh kan baru 3 lajur ya
Jalur S13
Jalur P20
dan Jalur P19

S13 ama P20 pernah coba, kalau yang jalur P19 koq kayak gak pernah keliatan armada ACnya?

fajarmuhasan
November 5th, 2012, 10:58 AM
Kopaja AC tuh kan baru 3 lajur ya
Jalur S13
Jalur P20
dan Jalur P19

S13 ama P20 pernah coba, kalau yang jalur P19 koq kayak gak pernah keliatan armada ACnya?

iya kopaja 19 AC paling jarang lewat
mungkin kurang laku di jalur tsb karena penumpang rame-nya cuma dari blok m ke sudirman dan sebaliknya. Kopaja 19 non ac rata-rata cuma blok m - tanah abang PP

hishigi mibu
November 5th, 2012, 11:13 AM
iya kopaja 19 AC paling jarang lewat
mungkin kurang laku di jalur tsb karena penumpang rame-nya cuma dari blok m ke sudirman dan sebaliknya. Kopaja 19 non ac rata-rata cuma blok m - tanah abang PP

kurang laku sih memang kemungkinan besar
p19 yang reguler memang nakal yang bener-bener ampe ragunan cuman sedikit saja :ohno:

fajarmuhasan
November 5th, 2012, 11:16 AM
kurang laku sih memang kemungkinan besar
p19 yang reguler memang nakal yang bener-bener ampe ragunan cuman sedikit saja :ohno:

setahu saya malah estafet...dari ragunan stop di blok m dan dari blok m lanjut ke tanah abang. Begitu juga sebaliknya.

hishigi mibu
November 5th, 2012, 11:19 AM
setahu saya malah estafet...dari ragunan stop di blok m dan dari blok m lanjut ke tanah abang. Begitu juga sebaliknya.

yang langsung ada aja sih gan
tapi ya itu cuman segelintir aja, kebanyakan sih muter di blok m

Light_4
November 5th, 2012, 11:24 AM
Kopaja ac itu sistemnya bagaimana sih?. Suka ngetem dan sering nurunin dan ambil penumpang seenaknya ngga?

hishigi mibu
November 5th, 2012, 11:26 AM
Kopaja ac itu sistemnya bagaimana sih?. Suka ngetem dan sering nurunin dan ambil penumpang seenaknya ngga?

iya sama aja ama yang reguler
ada yang nyegat dipinggir berhenti
ada yang minta turun langsung berhenti

yang membedakan cuma pake AC, ongkosnya yang 5000 dan tidak ada pengamen+pedagang :lol:

Light_4
November 5th, 2012, 11:43 AM
iya sama aja ama yang reguler
ada yang nyegat dipinggir berhenti
ada yang minta turun langsung berhenti

yang membedakan cuma pake AC, ongkosnya yang 5000 dan tidak ada pengamen+pedagang :lol:

:lol:. Gw kira seperti tj gitu. Ternyata kesingnya doang yang beda...:lol:

fajarmuhasan
November 5th, 2012, 11:46 AM
:lol:. Gw kira seperti tj gitu. Ternyata kesingnya doang yang beda...:lol:

dalamnya beda la kan pake AC,,,kalo gak terlalu penuh tentu berasa dingin AC-nya.

ya baru sebatas itu saja spt halnya PPD AC da non AC

hishigi mibu
November 5th, 2012, 11:46 AM
:lol:. Gw kira seperti tj gitu. Ternyata kesingnya doang yang beda...:lol:

tapi lebih nyaman lah daripada yang reguler
berharap semua metromini, kopaja, koantasbima, kopami yang reguler diganti semua ke model ac :lol:

Light_4
November 5th, 2012, 11:49 AM
tapi lebih nyaman lah daripada yang reguler
berharap semua metromini, kopaja, koantasbima, kopami yang reguler diganti semua ke model ac :lol:

Sistemnya juga harus ganti dong. Masa kesing mac pro, prosesornya pentium 1...:lol:

hishigi mibu
November 5th, 2012, 11:53 AM
Sistemnya juga harus ganti dong. Masa kesing mac pro, prosesornya pentium 1...:lol:

iya sih sistemnya harus diperbaiki :lol:
1. disiplin turun/naik penumpang harus dihalte
2. sistem tiketing naik-bayar-duduk diadakan lagi (model bis patas jaman dulu)
3. sistem cepat terbatas diberlakukan (kalau sudah fulljok gak naikin penumpang) :nuts: tapi ini kalau armadanya banyak :D

Light_4
November 5th, 2012, 11:55 AM
iya sih sistemnya harus diperbaiki :lol:
1. disiplin turun/naik penumpang harus dihalte
2. sistem tiketing naik-bayar-duduk diadakan lagi (model bis patas jaman dulu)
3. sistem cepat terbatas diberlakukan (kalau sudah fulljok gak naikin penumpang) :nuts: tapi ini kalau armadanya banyak :D

Mungkin dengan ditiadakan sistem setoran dan diganti ke sistem gaji maka kedisiplinan bisa tumbuh sedikit demi sedikit. Mungkin yang nomor 4 adalah sistem perekrutan supir yang baik.

hishigi mibu
November 5th, 2012, 12:00 PM
Mungkin dengan ditiadakan sistem setoran dan diganti ke sistem gaji maka kedisiplinan bisa tumbuh sedikit demi sedikit. Mungkin yang nomor 4 adalah sistem perekrutan supir yang baik.

setuju sistem setoran mesti ditiadakan
pengelolaan bis sedang mesti dalam satu perusahaan (gak seperti sekarang yang banyak individual)

cbtendo
November 5th, 2012, 12:52 PM
Mungkin dengan ditiadakan sistem setoran dan diganti ke sistem gaji maka kedisiplinan bisa tumbuh sedikit demi sedikit. Mungkin yang nomor 4 adalah sistem perekrutan supir yang baik.

setuju sistem setoran mesti ditiadakan
pengelolaan bis sedang mesti dalam satu perusahaan (gak seperti sekarang yang banyak individual)

bukannya yg kopaja AC udah pake sistim gaji?
nih beritanya: http://news.okezone.com/read/2011/08/04/338/487886/gaji-rp2-6-juta-bukan-jaminan-kopaja-ac-tak-ugal-ugalan

dulu juga kalo gak salaha sempet demo/mogok gara2 gaji belom dibayar

Light_4
November 5th, 2012, 01:25 PM
bukannya yg kopaja AC udah pake sistim gaji?
nih beritanya: http://news.okezone.com/read/2011/08/04/338/487886/gaji-rp2-6-juta-bukan-jaminan-kopaja-ac-tak-ugal-ugalan

dulu juga kalo gak salaha sempet demo/mogok gara2 gaji belom dibayar

Kalau memang seperti itu, berarti selain sistem gaji, sistem transportasi itunsendirimjuga harus diubah.

cbtendo
November 5th, 2012, 02:19 PM
Kalau memang seperti itu, berarti selain sistem gaji, sistem transportasi itunsendirimjuga harus diubah.

menurut gw, kalo untuk mengatasi nyetir ugal2an dan ngetem bisa dengan menghapus jumlah minimum penumpang per hari, itu kan bukan tanggung jawab supir. Nah, untuk mengatasi ugal2annya mungkin bisa dengan masang nomor bis di bagian dalam seperti di taksi2 dan juga pasang nomor pelaporan via sms/twitter/etc, setiap x kali ada keluhan tentang perilaku buruk, supirnya dikasih sanksi.

tapi untuk menaikkan-menurunkan penumpang di halte, itu ga bisa dari operator bis doang, pemprov juga harus membetulkan halte2 dan nambah halte2 yg ada...

Light_4
November 5th, 2012, 02:26 PM
menurut gw, kalo untuk mengatasi nyetir ugal2an dan ngetem bisa dengan menghapus jumlah minimum penumpang per hari, itu kan bukan tanggung jawab supir. Nah, untuk mengatasi ugal2annya mungkin bisa dengan masang nomor bis di bagian dalam seperti di taksi2 dan juga pasang nomor pelaporan via sms/twitter/etc, setiap x kali ada keluhan tentang perilaku buruk, supirnya dikasih sanksi.

tapi untuk menaikkan-menurunkan penumpang di halte, itu ga bisa dari operator bis doang, pemprov juga harus membetulkan halte2 dan nambah halte2 yg ada...

Makanya prosesornya juga kudu diganti..:lol:. Apa ngga iri ya orang jakarta dan orang indonesia sama sistem transportasi negara lain....

peseg5
November 5th, 2012, 03:10 PM
Mau pakai sistem gaji pun, tetep dong harus ada setoran. Lah kalau anda punya perusahaan, masak gak punya target pendapatan (revenue)? Sama seperti angkutan umum yang dibayar oleh tarif penumpang, harus ada setoran minimum. Kalau tidak bagaimana perusahaan bisa menutup biaya operasional dan investasi bus?

Lain cerita kalau jadi operator TJ, yang operatornya dibayar berdasarkan km bus. Dan semestinya sistem seperti inilah yg harus diterapkan dalam angkutan umum, kalau mau menghilangkan sistem setoran.

Light_4
November 5th, 2012, 03:15 PM
Mau pakai sistem gaji pun, tetep dong harus ada setoran. Lah kalau anda punya perusahaan, masak gak punya target pendapatan (revenue)? Sama seperti angkutan umum yang dibayar oleh tarif penumpang, harus ada setoran minimum. Kalau tidak bagaimana perusahaan bisa menutup biaya operasional dan investasi bus?

Lain cerita kalau jadi operator TJ, yang operatornya dibayar berdasarkan km bus. Dan semestinya sistem seperti inilah yg harus diterapkan dalam angkutan umum, kalau mau menghilangkan sistem setoran.

Kalau begitu terapkan dong...:lol:. Gitu aja kok repot..:lol:

fajarmuhasan
November 6th, 2012, 07:54 AM
menurut gw, kalo untuk mengatasi nyetir ugal2an dan ngetem bisa dengan menghapus jumlah minimum penumpang per hari, itu kan bukan tanggung jawab supir. Nah, untuk mengatasi ugal2annya mungkin bisa dengan masang nomor bis di bagian dalam seperti di taksi2 dan juga pasang nomor pelaporan via sms/twitter/etc, setiap x kali ada keluhan tentang perilaku buruk, supirnya dikasih sanksi.

tapi untuk menaikkan-menurunkan penumpang di halte, itu ga bisa dari operator bis doang, pemprov juga harus membetulkan halte2 dan nambah halte2 yg ada...

halte bus sepertinya sdah cukup,,,kalo kebanyakan nanti malah bus-nya terlalu sering berhenti dan bikin lelet di jalan.
halte bus sudah dibangun sejak jaman dulu kala sebelum ada busway.
halte bus beberapa diantara telah direnovasi dan beberapa belum.
sayang beberapa halte berubah fungsi jadi tempat jualan makanan, pangkalan ojek dll.
beberapa halte juga jorok dan bau tdk sedap.

nah PR bagi pemprov adalah bagaimana supaya halte2 bus tsb bisa manusiawi sehingga orang betah nunggu di tempat tsb atau turun di tempat tsb.

sekedar catatan:
kalo turun di halte bus benhil (bukan halte busway), paling males ditawari ojek....udah menolak,,ojek lainnya nawarin. Nah kondisi tsb menurut gw belum manusiawi dan membuat gw gak nyaman kalo turun di halte bus benhil (tapi gak ada pilihan lah wong kerjanya di daerah tsb)

acoolguyfromnz
November 6th, 2012, 12:51 PM
@cbtendo,

jumlah metro mini lebih banyak dari penumpang. Utk bisa bersaing supir bis pasang strategy fast delivery.

Kalau mau ngurangi ugal2an yg di buat sistem spt transjakarta walaupun gak 100% berhasil.

VRS
November 13th, 2012, 10:05 AM
http://metro.news.viva.co.id/news/read/367096-organda-minta-kebijakan-peremajaan-bus-di-dki-dikaji-ulang

Organda Minta Kebijakan Peremajaan Bus di DKI Dikaji Ulang
Pemilik angkutan umum masih tolak konsep Pemprov DKI soal ganti armada

VIVAnews - Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta menilai masih belum ada kejelasan soal konsep peremajaan angkutan umum, yang akan diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Butuh riset dan perencanaan yang matang sebelum aturan itu benar-benar diterapkan.

"Kami tidak menolak peremajaan, hanya saja rancangan peraturannya yang belum jelas dan pas. Menggantikan empat angkutan kecil dan dijadikan satu bus ukuran sedang, kami tidak sepakat," kata Ketua Organda DKI Jakarta, Sudirman, hari ini.

Menurut Sudirman, butuh waktu yang tidak sebentar karena aturan ini harus disosialisasikan kepada

Djoko Lelono
November 24th, 2012, 02:09 AM
^^

ini yang jadi masalah klasik. 3 angkot jadi 1 bis sedang kelihatannya memang bagus konsepnya karena semakin efisien. 30 penumpang yang tadinya dilayani oleh 3 sopir jadi hanya dilayani 1 sopir saja. konsumsi bbm juga lebih irit jatuhnya per penumpang kalau modanya semakon besar kapasitas angkutnya.

masalahnya, 2 sopir yang lain mau kerja apa? ini yang jadi bikin ribut semua sopir angkot sejakarta kemarin2 itu. sopir2 itu kalau suruh alih profesi mereka banyak yang tidak mau.

peseg5
November 24th, 2012, 05:52 AM
^^

ini yang jadi masalah klasik. 3 angkot jadi 1 bis sedang kelihatannya memang bagus konsepnya karena semakin efisien. 30 penumpang yang tadinya dilayani oleh 3 sopir jadi hanya dilayani 1 sopir saja. konsumsi bbm juga lebih irit jatuhnya per penumpang kalau modanya semakon besar kapasitas angkutnya.

masalahnya, 2 sopir yang lain mau kerja apa? ini yang jadi bikin ribut semua sopir angkot sejakarta kemarin2 itu. sopir2 itu kalau suruh alih profesi mereka banyak yang tidak mau.

Sebenarnya kalau menurut saya tidak perlu menghapus mikrolet, karena pada rute yang melewati jalan lingkungan/perumahan dan rute tersebut memang ada demand-nya, tidak mungkin dilalui oleh bus sedang. Yang perlu diatur sebenarnya manajemen dan integrasinya dengan TJ.

Seperti usulan ITDP nanti bisa saja brand TJ dengan bentuknya seperti angkot tetapi tiketingnya sudah terintegrasi dengan TJ. Bukankah idaman warga Jabodetabek naik angkutan umum per trip hanya dengan tarif Rp 3500 ke seluruh lokasi (free transfer)!

Kalau masalah sopir2 yang lain, semua bisa diatur dan direorganisasikan. Intinya bagaimana berdaya bersama2 dan meminimalkan gejolak. Kuncinya: komunikasi dan kolaborasi.

fajarmuhasan
November 26th, 2012, 08:14 AM
^^

ini yang jadi masalah klasik. 3 angkot jadi 1 bis sedang kelihatannya memang bagus konsepnya karena semakin efisien. 30 penumpang yang tadinya dilayani oleh 3 sopir jadi hanya dilayani 1 sopir saja. konsumsi bbm juga lebih irit jatuhnya per penumpang kalau modanya semakon besar kapasitas angkutnya.

masalahnya, 2 sopir yang lain mau kerja apa? ini yang jadi bikin ribut semua sopir angkot sejakarta kemarin2 itu. sopir2 itu kalau suruh alih profesi mereka banyak yang tidak mau.

kalo angkot kan mobilnya kecil dan rutenya banyak jalan jalan sempit, sepertinya mereka gak bisa digantikan bus sedang semacam kopaja...jalannya terlalu sempit utk bus

VRS
November 26th, 2012, 01:34 PM
http://news.liputan6.com/read/459246/tahun-depan-metromini-akan-tampil-kinclong

Tahun Depan, Metromini Akan Tampil Kinclong

Liputan6.com, Jakarta : Metromini akan segera tampil kinclong. Kalau selama ini angkutan umum khas Ibu Kota tersebut identik dengan kendaraan yang tua, kumuh, dan tak nyaman dinaiki, tak lama lagi semua akan berubah. Sebab, Pemprov DKI Jakarta dan pengelola Metromini tengah merencanakan revitalisasi angkutan massal ini.

"Metromini akan segera melayani warga Jakarta dengan lebih baik melalui revitalisasi Metromini yang kumuh menjadi berkelas eksekutif sebagaimana sistem transportasi yang digagas Bapak Gubernur Jokowi," jelas Pejabat Sementara (PJS) Presiden Direktur PT Metro Mini, Jon Aris Masli, usai bertemu Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai

Djoko Lelono
November 26th, 2012, 02:03 PM
Sebenarnya kalau menurut saya tidak perlu menghapus mikrolet, karena pada rute yang melewati jalan lingkungan/perumahan dan rute tersebut memang ada demand-nya, tidak mungkin dilalui oleh bus sedang. Yang perlu diatur sebenarnya manajemen dan integrasinya dengan TJ.


kalo angkot kan mobilnya kecil dan rutenya banyak jalan jalan sempit, sepertinya mereka gak bisa digantikan bus sedang semacam kopaja...jalannya terlalu sempit utk bus

tidak semua oplet/angkot masuk ke jalan lingkungan. saya beri contoh mikrolet M01 jurusan senen-kampung melayu, atau M06/06A jurusan kampung melayu-gandaria. semua rutenya berada di jalan utama dan bersinggungan langsung dengan trayek2 bus2 sedang/besar, termasuk busway k-5 dan k-7.

untuk oplet/angkot yang masuk ke jalan2 lingkungan memang tidak perlu di hapus. karena mereka dapat berfungsi sebagai feeder.

F-ian
November 27th, 2012, 03:50 AM
http://news.liputan6.com/read/459246/tahun-depan-metromini-akan-tampil-kinclong

Tahun Depan, Metromini Akan Tampil Kinclong

Liputan6.com, Jakarta : Metromini akan segera tampil kinclong. Kalau selama ini angkutan umum khas Ibu Kota tersebut identik dengan kendaraan yang tua, kumuh, dan tak nyaman dinaiki, tak lama lagi semua akan berubah. Sebab, Pemprov DKI Jakarta dan pengelola Metromini tengah merencanakan revitalisasi angkutan massal ini.

"Metromini akan segera melayani warga Jakarta dengan lebih baik melalui revitalisasi Metromini yang kumuh menjadi berkelas eksekutif sebagaimana sistem transportasi yang digagas Bapak Gubernur Jokowi," jelas Pejabat Sementara (PJS) Presiden Direktur PT Metro Mini, Jon Aris Masli, usai bertemu Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai

baru tau.. ada ya presiden direktur PT. Metro Mini :tongue2:

btw google search Metro Mini: seperti inikah Metro Mini ber AC?

http://c0013609.r32.cf1.rackcdn.com/x2_4266769
http://pics.lockerz.com/s/69625705

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00073%20%28195%20x%20156%29.jpg

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00081%20%28195%20x%20156%29.jpg

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00074%20%
28195%20x%20156%29.jpg

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00085%20%28195%20x%20156%29.jpg

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00076%20(195%20x%20156).jpg

http://jakbus.com/site2/index.php?option=com_content&view=article&id=90:metro-mini-yang-nyaman&catid=13:berita-bis&Itemid=26

also more info:

9DKOuttzmAk
http://www.youtube.com/watch?v=9DKOuttzmAk
moga bener2 taun depan :cheers: love how ahok is working... prijanto sampah :D

eurico
November 27th, 2012, 03:55 AM
Bagaimana Mekanisme Hibah 1.000 Bus?

Soal mekanisme hibah yang akan melalui PPD dan Ratax, dipertanyakan sejumlah kalangan. Mereka menilai, kedua BUMD itu dinilai kurang kapabel. Yang lain mempertanyakan nasib pemilik Kopaja dan Metro Mini soal hibah yang melalui BUMD itu.

Terintegrasi Transjakarta

Azas Tigor Nainggolan, Dewan Transportasi Kota Jakarta menilai rencana itu malah lucu. “Nah itulah lucunya, cara ini sendiri akan menghilangkan si operator dan kepemilikannya jadi ada di perusahaan tersebut. Padahal kan hibahnya untuk si operator Kopaja dan Metro Mini,” kata Tigor.

Maka itu Tigor dan para operator menolak skema via PPD atau Ratax. “Saya melihat sebaiknya hibah melalui Transjakarta saja karena sekaligus mengintegrasi peremajaan tersebut ke dalam sistem Transjakarta. Pengintegrasian ke Transjakarta ini menjadikan revitalisasi Transjakarta dan angkutan umum reguler,” sambung Tigor yang kebetulan pemilik beberapa unit Metro Mini.

Darmaningtyas, wakil Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) justru tertawa mendengar PPD akan mengelola hibah 1000 bus. “Hehehe....PPD itu milik Pemerintah Pusat dan manajemennya buruk. Terbukti kendaraannya tidak ada yang bagus,” ungkap Tyas.
....

selengkapnya di http://mobil.otomotifnet.com/read/2012/11/21/336386/12/2/Bagaimana-Mekanisme-Hibah-1.000-Bus

AceN
November 28th, 2012, 07:42 AM
baru tau.. ada ya presiden direktur PT. Metro Mini :tongue2:

btw google search Metro Mini: seperti inikah Metro Mini ber AC?

http://c0013609.r32.cf1.rackcdn.com/x2_4266769
http://pics.lockerz.com/s/69625705

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00073%20%28195%20x%20156%29.jpg

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00081%20%28195%20x%20156%29.jpg

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00074%20%
28195%20x%20156%29.jpg

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00085%20%28195%20x%20156%29.jpg

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00076%20(195%20x%20156).jpg

http://jakbus.com/site2/index.php?option=com_content&view=article&id=90:metro-mini-yang-nyaman&catid=13:berita-bis&Itemid=26

also more info:

9DKOuttzmAk
http://www.youtube.com/watch?v=9DKOuttzmAk
moga bener2 taun depan :cheers: love how ahok is working... prijanto sampah :D

Berkelas eksekutif kayak gini ? masih tetep kampungan & norak menurut saya.. *tepokjidat*

picalsikai
November 28th, 2012, 08:48 PM
baru tau.. ada ya presiden direktur PT. Metro Mini :tongue2:

btw google search Metro Mini: seperti inikah Metro Mini ber AC?

http://c0013609.r32.cf1.rackcdn.com/x2_4266769
http://pics.lockerz.com/s/69625705

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00073%20%28195%20x%20156%29.jpg

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00081%20%28195%20x%20156%29.jpg

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00074%20%
28195%20x%20156%29.jpg

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00085%20%28195%20x%20156%29.jpg

http://jakbus.com/site2/images/stories/easygallery/18/dsc00076%20(195%20x%20156).jpg

http://jakbus.com/site2/index.php?option=com_content&view=article&id=90:metro-mini-yang-nyaman&catid=13:berita-bis&Itemid=26

also more info:

9DKOuttzmAk
http://www.youtube.com/watch?v=9DKOuttzmAk
moga bener2 taun depan :cheers: love how ahok is working... prijanto sampah :D

yakin banget dalam kurun waktu dua bulan kursinya udah mulai rusak, body udah lecet hahhaa:lol: (semoga ngga)

eurico
November 29th, 2012, 04:48 AM
Berkelas eksekutif kayak gini ? masih tetep kampungan & norak menurut saya.. *tepokjidat*

nantinya jakarta akan menjadi kota metro mini, jika NY terkenal dengan Yellow Cab Taxi nya Jakarta akan mendunia dengan Orange Metro Mini

fajarmuhasan
November 29th, 2012, 08:23 AM
nantinya jakarta akan menjadi kota metro mini, jika NY terkenal dengan Yellow Cab Taxi nya Jakarta akan mendunia dengan Orange Metro Mini

termasuk hijau (kopaja)
yg jadi persoalan tentu pada tarif....jika mahal maka penumpang akan milih bus tanpa AC

tjokro_ragazzo
November 29th, 2012, 12:09 PM
^^

jalan satu-satunya ya yang non-AC ditiadakan sama sekali...... begitu juga yang kopaja..... jadi cuma ada satu jenis untuk kopaja dan metromini.... semuanya layak.....

dan pemerintah harus mau subsidi.... kalau ngeberatin rakyat ya sama aja boong.....

tollfreak
November 29th, 2012, 12:39 PM
menurut saya designnya agak nangung. Contohnya, di kaca depan bus mestinya ada electronic board yang menampilkan info rute seperti bus2 kota di negara maju. Interiornya lebih cocok buat bus AKAP atau bus feeder transjakarta yang berjalan non-stop dari start ke finish. Metro Mini kan bus lokal yang banyak berhentinya, dan lebih cocok kursi yang saling berhadapan kayak bus transjakarta. Kenapa ga bus nya kayak bus2 yang dipakai RapidKL ya (diluar alasan biaya anggaran)?

nowan
November 29th, 2012, 01:53 PM
^^ Desain yang akan dipakai seperti yang diusulkan ITDP. Coba simak penjelasan Ahok di menit ke 10:00 dan Yoga di menit ke 12:00 di video youtube di atas, serta post ke #181. Ada 2 konfigurasi tempat duduk yang ditawarkan, berhadapan untuk jalur pendek dan menghadap ke depan untuk yang panjang.

tollfreak
November 29th, 2012, 03:36 PM
^^ kalau seperti di post #181 akan jauh lebih baik :)

Fayeddd
November 29th, 2012, 03:46 PM
yaampun, itu bus udah dipajang di bangunan PT.Metro Mini di daerah jalan pemuda dari 3 tahun yang lalu. Gak pernah di pakai, itu cuma hiasan +kuno banget ah

Fayeddd
December 5th, 2012, 01:24 AM
Mengenai pembahasan bus sedang yang akan digantikan menjadi feeder Transjakarta.
nih ada videonya
_oQZIIRfBJ0
http://www.youtube.com/watch?v=_oQZIIRfBJ0

menit ke 10:21

fajarmuhasan
December 23rd, 2012, 05:09 AM
Bus Damri airport ternyata naik tarifnya dari 20rb menjadi 25rb
JUmat 21 Desember gw naik dari lb bulus ngasih uang 20rb ke kondektur dan dibilang sekarang 25rb.
Gw heran aja kenapa jadi naik padahal BBM gak naik, pelayanan juga sama saja dg yg dulu dulu.
Atau gara gara UMR naik yak..jadi ongkos naik bus juga naik biar pihak Damri bisa nggaji karyawan mengikuti UMR.
Dalam hal ini...gak jelas banget dech (menurut gw gitu)

O iya, di hari yg sama gw kembali malam harinya, peswat mendarat jam 21.30 di T1, keluar terminal bandara kaget karena banyaknya orang menunggu bus. Bus lebak bulus gak kunjung muncul...banyakan bus ke gambir.
Akhirnya jam 23.05 bus Damri ke lebak bulus datang dan berebut naik.

Sudah saatnya Damri meningkatkan pelayanan,,,terutama dalam jadwal perjalanan bener bener diperhatikan. Dalam jadwal tertulis tiap 30 menit tapi nyatanya berj jam jam bus baru datang. Apalagi tarif sudah naik...ironis jadinya kalo pelayanan tetap sama tapi tarif dinaikan

fajarmuhasan
February 7th, 2013, 11:43 AM
share pendapat:
kopaja P-20 ada yg AC dan banyak yg biasa.
kalo pagi hari sekitar jam 7 sampai jam 9, bus yg AC seolah menghilang dari pasar jumat dan baru muncul setelah jam 9
sudah 2 kali nunggu kopaja AC dan nunggu sampai 1 jam-an akhirnya naik yg reguler saja karena gak tahan berdiri di pasar jumat. O iya gw di pasar jumat dari jam 07.10 sampai kurang lebih jam 08.15
apakah kondisi tsb disengaja supaya penumpang naik ke kopaja reguler semua?

acoolguyfromnz
February 8th, 2013, 05:29 PM
@fajarmuhasan,

Itulah jeleknya sistem bus karena jalurnya sama dgn jalur kendaraan pribadi. Jadi kalau ada demo pasti waktunya ngaret. Kecuali kalau di bikin jalur khusus spt di Turki.

acoolguyfromnz
February 11th, 2013, 03:25 AM
Menarik juga ide Jokowi utk menyatukan kopaja dkk ke PPD, tapi ada yg gak suka..

http://news.detik.com/read/2013/02/11/080127/2166238/10/pemerhati-transportasi-sebut-niat-jokowi-ambil-alih-ppd-kontraproduktif?9911012

Menurut g sih baik baik2 aja di pegang PPD, tapi alangkah baiknya sewa Blue bird atau perusahaan transportasi terkemuka utk memanagenya. Kata kasarnya outsourcing.

orclin
February 11th, 2013, 04:24 AM
^^ kalau PPD jadi BUMD, otomatis pemprov udah bisa ganti2 orang di manajemennya. PPD diambil kan karena udah punya badan hukum, banyak pool, bengkel, dsb. kalau pimpinannya bisa diganti yg lebih bagus pake lelang jabatan atau fit & proper test dulu. trus trayek juga udah ada, tinggal ntar bus2nya PPD yg sekarang ikut diremajakan kan jadi bagus. jadi ngga cuman bis kopaja atau metromini aja yg diremajakan, tapi bus PPD juga.

peseg5
February 11th, 2013, 05:49 AM
Kenapa Jokowi pilih PPD?

Karena semuanya sudah ada dan sudah siap, asetnya, poolnya, kantornya, dll. Memang kondisinya tidak semua ideal, tapi kalau sudah diambilalih dan orang2 yang ditempatkan di manajemennya tepat, ya percaya saja bisa akan menghasilkan untung.

Ini mungkin lebih baik daripada bikin BUMD dari nol. Nanti harus cari tanah lagi, bikin dari nol lagi, dst.

GA juga dulu bobrok, utangnya numpuk. Tapi karena orang2 yg dimasukan ke dalam manajemnnya tepat, bentar lagi mau menjadi maskapai kelas dunia.