View Full Version : [Indonesia] Maritime and Port - news & pictures.


Pages : [1] 2

lombok
December 1st, 2008, 05:05 PM
Sorry gua buka thread baru karena belum ada forum ini.....:banana:


Pelabuhan Kapal Pesiar Ditawarkan ke Investor


Senin, 01 Desember 2008 | 19:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan melakukan penjajakan pasar (<I>market sounding</I>) untuk menarik investasi proyek pembangunan pelabuhan khusus kapal pesiar di Karang Asem, Bali. Targetnya, pertengahan tahun depan sudah teken kontrak investasi. Pembangunan pelabuhan khusus itu bagian upaya menjaring kunjungan wisatawan asing.

Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah dan Swasta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bastary Pandji Indra mengatakan, jika targte tercapai, maka pembangunan konstruksi dapat dimulai akhir 2009. "Konstruksi paling setahun karena proyek sudah siap," katanya, Senin (1/12).

Kesiapan proyek terutama kesediaan lahan seluas sekitar 15 hektar yang telah dibebaskan pemerintah daerah setempat. Prasarana dermaga juga sudah dibangun.

Untuk itu, dari total biaya sekitar Rp250 miliar, Departemen Perhubungan telah menggelontorkan dana sekitar Rp 40 miliar. Nantinya swasta ditawari berinvestasi pembangunan terminal dan fasilitas pendukungnya.

HARUN MAHBUB

=NaNdA=
December 2nd, 2008, 06:55 AM
udah ada threadnya di Indonesia Maritim deh..

DJ_Archuleta
December 2nd, 2008, 03:50 PM
mod bisa pindahin ke thread yg indonesian maritime development ..

lombok
August 5th, 2009, 03:08 PM
90 Persen Kapal Tak Layak Melaut


By Republika Newsroom
Rabu, 05 Agustus 2009 pukul 19:22:00

JAKARTA - Departemen Perhubungan (Dephub) mengumumkan, 90 persen atau sebanyak 36 kapal dari 39 kapal yang terjaring operasi uji petik Ditjen Perhubungan Laut pada 22-26 Juli 2009 di seluruh Indonesia, ternyata tidak layak dan membahayakan bagi keselamatan pelayaran.

"Hasilnya seperti itu. Jadi, dari 39 kapal yang di-uji petik secara acak di 18 lokasi tersebar, ternyata yang benar-benar memenuhi persyaratan sesuai regulasi hanya tiga kapal," kata Dirjen Perhubungan Laut, Dephub, Sunaryo kepada pers di Jakarta, Rabu (5/8) Tiga kapal itu yakni KM Sereta Dumai, KM Caraka Jaya dan KM Kirana III.

Dirjen Sunaryo menjelaskan, uji petik ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan dan mengecek kelayakan dan kelaikan kapal penumpang di Indonesia, sebelum angkutan lebaran 2009 tiba di 18 lokasi strategis antara lain Pelabuhan Tanjung Emas, Tanjung Perak, Ketapang, Dumai, Tanjung Balai Karimun, Batam, Palembang, Merak, Tanjung Priok, Pare-Pare, Kendari, Bitung, Belawan, Sibolga, Tanjung Balai Asahan, Banjarmasin, Balikpapan dan Nunukan.

"Ini juga langkah koreksi kepada operator, sekaligus jajaran petugas dan aparat perhubungan laut seperti Adpel, Kakanpel dan Syahbandar serta para inspectur marine agar mereka dapat melakukan tugas sebaik-baiknya,"katanya. Adapun jenis kapal yang diuji petik antara lain, kapal penyeberangan, kapal penumpang Pelni, High speed craft (kapal kecepatan tinggi), kapal kargo, kapal perintis dan kapal pedalaman.

Untuk itu, sebagai tindak lanjut dari hasil uji petik tersebut, kepada 36 kapal tersebut diperintahkan maksimal 15 hari sebelum Angkutan Lebaran 2009 digelar, mereka harus memperbaiki kapalnya agar sesuai dengan regulasi. "Jadi, kartu kuning kepada mereka. Jika sesuai tenggat tidak juga sesuai, maka berikutnya adalah kartu merah. Kapal dilarang beroperasi,"katanya.

Kemudian, terhadap hasil temuan uji petik itu sendiri, beberapa kapal memang sudah dilarang beroperasi seperti KMP Ulin Ferry milik PT Dharma Lautan Utama yang melayani trayek Kariangau-Panajam karena ditemukan pengawakan kapal, perlengkapan navigasi, peralatan pemadam kebakaran, ramp door dan sarana lashing tidak memenuhi syarat.

Juga, KM BSP I milik PT Bukit Samudera Perkasa yang melayani trayek Merak-Bakauheni, ditemukan haluan kapal sebelah kiri ada deformasi akibat tubrukan. "Juga ada kapal pedalaman di Banjarmasin yang berlayar melalui laut dalam kondisi tidak laik laut," katanya. (ant/itz)

Ocean One
November 11th, 2009, 02:00 PM
Empat Pelabuhan Diminta Beroperasi 24 Jam
Rabu, 11 November 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta -Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, empat pelabuhan utama akan beroperasi selama 24 jam."Itu dimulai sejak Presiden mengumumkan program 100 hari," katanya usai pembukaan rapat koordinasi teknis penelitian transportasi di Jakarta, hari ini (11/11).

Keempat pelabuhan itu adalah Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Belawan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan di pelabuhan. Sehingga, misalnya, jika ada kapal kargo yang berlabuh pukul 02.00 dini hari tetap bisa dilayani. "Kalau itu bisa kami lakukan, keluhan dari kapal-kapal bisa terhindar," ujar Freddy.

Selain pelabuhan, Freddy juga meminta pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta beroperasi selama 24 jam. Begitu pula untuk otoritas pelabuhan dan kantor bea cukai.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sunaryo menambahkan pelayanan 24 jam bagi penumpang tidak terlalu bermasalah. Sebab mereka tidak membutuhkan tenaga kerja bongkar muat seperti kargo.

Sehubungan dengan penambahan jam operasional, Sunaryo melanjutkan, pihaknya akan membicarakanya lebih lanjut dengan instansi terkait. Rencananya pekan ini Departemen Perhubungan akan mengundang Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah serta Departemen Tenaga Kerja untuk mengkaji kembali Surat Keputusan Bersama tiga direktorat jenderal lembaga itu."Untuk memberikan peluang sebesar-besarnya supaya tenaga kerja bongkar muat bisa mendukung layanan publik selama 24 jam," ujarnya.

Peningkatan layanan itu merupakan salah satu program 100 hari Departemen Perhubungan. Prioritas utama lainnya adalah melaksanakan national single window di pelabuhan."Itu paling utama supaya kegiatan ekspor-impor tidak terhambat," ujar Freddy.

Selain itu, program lainnya adalah merevisi peraturan-peraturan yang menghambat investasi. Salah satu peraturan itu adalah Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 tentang pembangunan infrastruktur. "Ada beberapa peraturan yang harus kita ubah sesuai keinginan para stake holder pada waktu national summit tempo hari," ucap Freddy.

fajarmuhasan
November 12th, 2009, 11:36 AM
mungkin trit lama dah kehapus, jadi bisa diterusin disini

Ocean One
November 12th, 2009, 06:49 PM
Kamis, 12 November 2009

PENERAPAN ASAS CABOTAGE
INSA Kritisi Pemberlakuan Cabotage Kapal Migas Lepas Pantai

JAKARTA. Persatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners Association (INSA) mengkritisi pengecualian pemberlakuan asas cabotage untuk jenis kapal lepas pantai oleh pemerintah. Asas cabotage adalah asas yang mewajibkan seluruh kapal angkutan harus berbendera Indonesia mulai 2011.

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan INSA Paulis A. Djohan menilai, kesepakatan tersebut menunjukkan kekhawatiran pemerintah tidak mampu menjalankan road map cabotage sesuai Undang-Undang Nomor 17/2008 tentang Pelayaran serta Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5/2005.

Pada 4 November 2009, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas), serta PT Pertamina (Persero), meneken kesepakatan tersebut.

Dalam kesepakatan itu, Pemerintah memberikan pengecualian dalam hal pemberlakuan asas cabotage kepada kapal-kapal yang memuat minyak dan gas (migas) serta kapal jenis tertentu yang lain. Dengan kata lain, muatan migas boleh diangkut dengan kapal berbendera asing saat asas cabotage berlaku pada tahun 2011.

Pemerintah, menurut Paulis, khawatir road map cabotage berdasarkan aturan tersebut akan gagal dilaksanakan sesuai tenggat waktu. Sehingga memberikan pengecualian untuk kapal lepas pantai. "Padahal Instruksi Presiden Nomor 5/2005 itu sudah terbit empat tahun lalu, dan harusnya waktu tersebut sudah cukup untuk bisa menerapkan asas tersebut saat ini," kata Paulis, Kamis (12/11).

Meskipun mengkritik pengecualian penerapan cabotage sampai melewati tenggat waktu 2011, namun INSA, menurut Paulis, akan meminta anggotanya untuk berusaha memenuhi tenggat tersebut.

Sayangnya, tidak satu pun pejabat Departemen Perhubungan yang dihubungi Kontan bersedia menanggapi kritikan INSA itu. Direktur
Jenderal Perhubungan Laut Sunaryo dan Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Bobby R. Mamahit tidak menanggapi konfirmasi Kontan.

novian
November 13th, 2009, 03:28 PM
2010, Perusahaan Perancis Kelola Pelabuhan Batuampar Batam


Jakarta, RMOL. Tahun 2010, pengembangan pembangunan dan pengelolaan Pelabuhan Batuampar Batam akan dilaksanakan oleh perusahaan besar asal Prancis Compagnie Maritime d’Affretement-Compagnie Generale Maritime (CMA-CGM).

“Insya Allah tahun depan akan dilaksanakan pembangunan. Tahun ini belum dapat dilakukan karena kondisi krisis global dan lesunya bisnis perkapalan. Pengembangan Pelabuhan Batuampar untuk mendukung Batam sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Persaingan Batam untuk merebut investasi bukan lagi kawasan di Indonesia yang sejenis, tetapi sudah dunia. Di bidang shipyard, Batam hanya bersaing dengan Cina. Dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, Philipina, Thailand, dan Vietnam, Batam masih unggul. Sedangkan sektor industri pabrikan, Batam mulai mendapatkan saingan dari Vietnam, Cina, dan Malaysia. Kita harus berubah lebih cepat mengikuti perkembangan zaman yang sudah canggih menggunakan teknologi infomasi,” kata Ketua Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Batam, Mustofa Widjaja, di Kantor BP Batam, sebagaimana dilnasir JPNN (Senin, 28/9).

Perusahaan asal Prancis itu rencananya akan melakukan investasi mengembangkan Batu Ampar dengan investasi US$ 425 juta melalui pola bangun, operasi, dan transfer selama 50 tahun. Selain itu, CMA-CGM berminat mengembangkan pelabuhan Pelindo dan Pelabuhan Batuampar yang berdekatan dengan alur pelayaran internasional serta berhadapan lansung dengan Singapura.

Mustofa menyatakan, pihaknya masih membuka peluang kepada perusahaan lain untuk mengembangkan Batuampar menjadi pelabuhan besar di Indonesia. Saat ini daya tampung pelabuhan barang tersebut sekitar 70.000 Twenty-Feet Equivalent Units (TEUs) per tahun. Sedangkan pemintaan standar mencapai 200.000 TEUs dengan panjang dermaga mencapai sekitar 1.250 meter. [yan]


Hong Kong segera bangun Pelabuhan Batu Ampar

BATAM: Investor asal Hong Kong berminat membangun Pelabuhan Kontainer Batu Ampar senilai US$275 juta, dan kini hanya menunggu lampu hijau dari Kementerian BUMN.

Mereka menyatakan siap membangun kawasan pelabuhan baru seluas 10 ha-15 ha secara BOT (build operate transfer) selama 30 tahun-35 tahun.

"Investor hanya menunggu izin dari pemerintah pusat melalui Kementerian BUMN untuk masuk, dan kami siap memfasilitasi. Investor juga siap untuk pembangunan hanya selama dua tahun setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU)," ungkap Muhammad Ali, Komisaris PT Pengusahaan Daerah Industri Pulau Batam (PT Persero Batam), kemarin.

Selain itu, sambungnya, investor asal eks koloni Inggris itu juga tidak keberatan untuk berkompetisi mengikuti proses lelang jika Kementerian BUMN tidak menghendaki pembangunan melalui penunjukan langsung.

Ali menjelaskan konsep yang akan dikembangkan nanti berbeda dengan Pelabuhan Batu Ampar yang dibangun oleh Otorita Batam dan CMA-CGM (perusahaan pelayaran dan operator kontainer terbesar Prancis).

Perbandingan Pelabuhan Batu Ampar Hong Kong dengan Pelabuhan Batu Ampar CMA-CGM, Prancis
- Hong Kong Investasi US$275 juta BOT selama 30-35 tahun
- Prancis Investasi US$425 juta BOT 50 tahun


Secara geografis, pelabuhan kontainer milik PT Persero tersebut akan berhadapan dengan kawasan pelabuhan yang akan dibangun oleh CMA-CDM, yang sudah mendapat hak konsesi dari pemerintah selama 50 tahun.

Tidak bersaing

Namun, imbuhnya, Pelabuhan Batu Ampar yang dibangun oleh investor asal Hong Kong itu bukan menjadi pesaing dari pelabuhan yang akan dibangun oleh CMA-CGM.

"Ini bukan dalam rangka persaingan. Perkembangan pelabuhan di Pulau Batam adalah tanggung jawab kita bersama dan berdasarkan ketentuan," tegasnya.

Menurut dia, pembangunan kawasan pelabuhan yang dimiliki Persero itu sudah dipersiapkan sejak 1990, bahkan sebelum Otorita Batam membuat master plan pembangunan Pelabuhan Batu Ampar yang dikelola UPT Otorita Batam saat ini.

Persero tetap mendukung pembangunan Pelabuhan Batu Ampar yang akan dilakukan oleh CMA-CGM meskipun sudah memiliki investor sendiri.

Dia menjelaskan pelabuhan yang akan dibangun oleh investor asal Hong Kong itu dapat membidik kapal-kapal kontainer yang menjadi pelanggan Pelabuhan Singapura, yang kini menguasai 70% transit kapal kargo di Selat Malaka.

Selain itu, pelabuhan ini juga diharapkan dapat menjadi pelabuhan kontainer bagi kapal-kapal domestik yang melakukan pelayaran ekspor-impor.

Saat ini, Pelabuhan Batu Ampar berkapasitas daya tampung kontainer sebanyak 5,8 juta TEUs per tahun dengan total volume kapal maksimal 35.000 DWT.

Koordinator Tim Review Kebijakan Strategik Otorita Batam Puddu Razak mengatakan rencana Persero Batam untuk membangun kawasan pelabuhan yang dimilikinya bukan menjadi masalah yang berarti bagi rencana pembangunan Pelabuhan Batu Ampar oleh CMA-CGM.

"Keberadaannya tidak ada masalah. Ini kan ibarat jualan, jadi nanti pasar yang lebih menentukan. Hadirnya dua pelabuhan kontainer di kawasan Batu Ampar akan menambah kemampuan pelabuhan itu sebagai pelabuhan internasional," tegasnya.

Puddu mencontohkan keberadaan pelabuhan kontainer di Singapura juga tidak terfokus di satu pelabuhan. (k40)

Andhy2
November 15th, 2009, 03:21 PM
Kapal Patroli Polairud
http://static.panoramio.com/photos/original/28891298.jpg

Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar
http://static.panoramio.com/photos/original/28891332.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/28891340.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/28891346.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/28892278.jpg

http://static.panoramio.com/photos/original/28892285.jpg

novian
November 16th, 2009, 04:34 AM
Beberapa Pelabuhan di Batam

Pelabuhan Batu Ampar
http://i431.photobucket.com/albums/qq38/BATAMANIA/PELABUHANBATUAMPAR-1.jpg
Pelabuhan Internasional Sekupang
http://i209.photobucket.com/albums/bb110/yuodee/Skyscrapercity/sekupang1.jpg
Nongsapura Ferry Terminal
http://mainkebatam.files.wordpress.com/2008/11/nongsa-front1.jpg?w=300&h=213
Batam Centre Internasional Ferry Terminal
http://3.bp.blogspot.com/_zJmtHF2rY8Q/SK6GV9JbgBI/AAAAAAAAAk0/Q0xCKcle7Is/s320/800px-Batam_center.JPG
Marina Waterfront City Ferry TErminal
http://4.bp.blogspot.com/_zJmtHF2rY8Q/SK6HXtLFejI/AAAAAAAAAlE/aDTPQTDpZf8/s320/Batam+22.jpg
Pelabuhan Ferry Khusus (baca :Pejabat) Pemrov Kepri
http://4.bp.blogspot.com/_l5A3bajTDDk/SgbIkk55vjI/AAAAAAAAAWc/pXLqt5LOPPM/s1600/1005_Kota_DEDY_FOTO_PELABUHAN%2BVVIP%2BPUNGGUR_DED.jpg

d'sulovyo
November 16th, 2009, 12:22 PM
bicara soal pelabuhan kapal laut di Indonesia,Surabaya tak boleh dilupakan.
surabaya menjadi semacam "hub" baik untuk angkutan barang maupun penumpang terutama untuk angkutan penumpang ke kawasan Indonesia Timur ; Makassar,Pare-pare,Balikpapan,Pantoloan,Tarakan,Nunukan,Toli-toli,Bitung,Ternate,Bau-bau,Ambon,Sorong,Jayapura,Lembar,Kupang dsb.maupun ke kawasan Indonesia Barat ;Tanjung Priok,Belawan,Dumai,Sampit,Kumai,Kijang dsb.

untuk sementara yang diposting pelabuhan untuk kapal penumpang dulu yah... (gapura nusantara & gapura surya)

http://www.pp3.co.id/upload/mudik1.jpg

Gapura Nusantara.
http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/tanjung-perak/source/image/port-of-tanjung-perak-01.jpg
Gapura Surya.
http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/tanjung-perak/source/image/port-of-tanjung-perak-02.jpg
http://www.surya.co.id/images/2009/10/tanjung-perak.jpg
di dalem terminalnya.
http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/tanjung-perak/source/image/port-of-tanjung-perak-03.jpg
http://www.eastjava.com/tourism/surabaya/tanjung-perak/source/image/port-of-tanjung-perak-07.jpg
jujur gue malu,terminalnya udah bulukan.kedua terminal udah mesti di-"major up grade" deh.

Senja di Tanjung Perak
http://infomadura.files.wordpress.com/2009/07/labuhanujung.jpg

"Goyang Sengol" KM Bukit Siguntang vs KM Dobonsolo
http://foto.detik.com/images/content/2006/03/29/157/kapal3.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2006/03/29/157/kapal1.jpg

KM Tidar meninggalkan Tanjung Perak
http://foto.detik.com/images/content/2007/10/07/473/tanjung3.jpg
KM Tidar sandar di Tanjung Perak
http://m.yusuf.web.id/v20/data/content/content/pic6ECC2859CB2F802A315DD616407CA37C.jpg

Simulasi pembajakan di KM Dobonsolo masih di Tanjung Perak.
http://foto.detik.com/images/content/2005/12/01/157/bajak1.jpg

Suasana mudik lebaran lalu di Tanjung Perak
http://www.metrogaya.com/files/imagecache/gambar_content/gambar/home/Tanjung%20Perak%20-%20vivanews.jpg
http://foto.detik.com/images/content/2007/10/07/473/tanjung1.jpg
http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/kapal_1.jpg
http://4.bp.blogspot.com/_2B8UJpHpGO0/SN8D1upMMLI/AAAAAAAAAEo/-oi9Z6me_-A/s400/DSC_0676+low.jpg

dermaga ferry Ujung dengan background pelabuhan tanjung perak (gapura surya)
http://www.kangguru.org/images/madura2005.4.jpg

foto:dari berbagai sumber.yang ngerasa punya foto pinjam ya. :hug::hug:

archiholic
November 16th, 2009, 03:21 PM
Dari thread Surabaya di Nusantara

Surabaya tidak begitu banyak memiliki fasilitas kelas dunia yang terkenal di mancanegara. Pelabuhan kontainer PT TPS ini adalah salah satu dr sedikit dr kota Surabaya yg dikenal di mancanegara, bahkan, jauh lebih terkenal dr Juanda Airport.

Foto2 Terminal Petikemas Surabaya

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/preview1.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/preview2.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/preview6.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/preview5.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/preview4.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/head_new.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/head1.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/head.jpg


http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/3237967591_901f314df0.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/3237995449_34eb736598.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/3238638238_e29a63b695.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/3236886020_326035eccd.jpg

archiholic
November 16th, 2009, 03:54 PM
Lagi dari Thread Surabaya tentang ekspansi pelabuhan tanjung perak di teluk lamong

Lamong Bay Port

This is the revised version of Lamong Bay Port Development. The previous version is designed for 340 ha while the revised version is only 50 ha. This is due to some environmental protection reason, therefore, at the end, they only keep the very basic function of a port like the berth and the container yard, and discontinue with the previous plan that also included industrial estate and residential estate.

Old version
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/KaliLamong.jpg

New version
http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/1-1.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/2-1.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/3-1.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/4.jpg

http://i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/5.jpg

tjokro_ragazzo
November 17th, 2009, 07:01 AM
PELABUHAN DWIKORA PONTIANAK

http://www.pontianakport.com/images/pintu.jpg

http://pontianakkota.go.id/pemkot/photo/pelabuhan.jpg

http://i304.photobucket.com/albums/nn200/tjokro_ragaz/sungai%20Kapuas/PelabuhanDwikoraPontianak.jpg

http://i304.photobucket.com/albums/nn200/tjokro_ragaz/sungai%20Kapuas/PelabuhanPontianak.jpg

http://i304.photobucket.com/albums/nn200/tjokro_ragaz/sungai%20Kapuas/SunrisediAlun-alunSungaiKapuaskotaP.jpg

http://i304.photobucket.com/albums/nn200/tjokro_ragaz/sungai%20Kapuas/TerminalPetiKemasPelabuhanDwikoraPo.jpg

http://i304.photobucket.com/albums/nn200/tjokro_ragaz/sungai%20Kapuas/1258984.jpg

http://i304.photobucket.com/albums/nn200/tjokro_ragaz/sungai%20Kapuas/1259003.jpg

http://i304.photobucket.com/albums/nn200/tjokro_ragaz/sungai%20Kapuas/14652261.jpg

http://matanews.com/wp-content/uploads/pelabuhanpontianak-590x442.jpg

http://www.pontianakpost.com/uploads/berita/dir29042009/img29042009180251.jpg

http://totosp.files.wordpress.com/2009/02/pelabuhan.jpg

http://i304.photobucket.com/albums/nn200/tjokro_ragaz/pontianak%20baru/p1010040.jpg

http://www.panoramio.com/photos/original/7018391.jpg

meskipun pelabuhan yg terletak di sungai, sekitar 1,5 kilo lebih menuju muara sungai, tapi pelabuhan ini berstatus pelabuhan laut.....

http://www.pontianakport.com/images/ALUR.jpg

kapal Lawit yang kandas di muara....

http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20090424_065926_z-kandas-ant.jpg

Ocean One
November 17th, 2009, 09:04 AM
Hindari Macet, PT Pelindo II Ubah Jalur Ekspor Lewat Laut
Selasa, 17 November 2009

TEMPO Interaktif, Cirebon -PT Pelindo II Cabang Cirebon berencana membuka pelayanan pengiriman barang ekspor dan impor melalui jalur laut, guna mengurangi kemacetan lalu lintas di jalur pantai utara.

Menurut Direktur Komersil dan Pengambangan Usaha PT Pelindo, Saptono, selama ini barang asal Cirebon yang diekspor selalu melalui jalur darat terlebih dahulu. "Ini karena pengiriman dilakukan melalui Tanjung Priok, sehingga jalur darat harus dilewati dahulu," katanya.

Berbagai dampak negatif pun dikeluhkan sejumlah daerah yang dilewati angkutan berat pengangkut barang-barang ekspor itu. Diantaranya kerusakan jalan serta berbagai keluhan lainnya.

Karenanya PT Pelindo II Cirebon pun memberikan solusi berupa pengiriman langsung barang yang akan diekspor dari Cirebon langsung melalui jalur laut. "Pengiriman langsung melalui jalur laut pun dapat memberikan efisiensi bagi eksportir atau pemerintah setempat," katanya. Selain itu, pengiriman melalui jalur laut pun akan mengurangi beban kemacetan di jalur darat.

Seluruh fasilitas yang ada di Pelabuhan Cirebon, lanjut Saptono sudah menunjang. "Pelabuhan Cirebon sudah memiliki lokasi untuk menampung kontainer atau petikemas, karenanya bisa menjadi pelabuhan pengumpul sebelum barang dikirim," katanya.

Untuk itu yang perlu dilakukan saat ini,lanjut Saptono adalah pembenahan di Pelabuhan Cirebon untuk mendukung rencana ekspor langsung melalui pelabuhan itu. "Diantaranya dengan melakukan pengerukan alur kapal, penambahan sejumlah alat berat dan perbaikan sejumlah dermaga," katanya.

Diharapkan pada 2010 mendatang, Pelabuhan Cirebon siap digunakan untuk ekspor, khususnya ekspor mebel rotan yang selama ini menjadi komoditas andalan di wilayah Cirebon.

Sementara itu Ketua Asosiasi Pengusaha Pelayaran Indonesia Cabang Cirebon, Agus Purwanto, mengungkapkan jika rencana pengiriman barang untuk ekspor dan impor melalui jasa laut bisa direalisasikan pada semester kedua 2010. "Saat ini kajian tengah kami lakukan, " katanya.

Diakui Agus, pengiriman barang antar Pelabuhan Cirebon melalui Pelabuhan Tanjung Priok bisa mengurangi kerusakan jalan serta kemacetan lalu lintas. di jalur pantura. "Selain itu, jarak tempuh pun akan relatif lebih pendek," katanya.

Ocean One
November 17th, 2009, 09:22 AM
Selasa, 17/11/2009
Bea Cukai Siap Buka Layanan 24 Jam di 4 Pelabuhan

Jakarta, DetikInet - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan siap untuk membuka layanan 24 jam sehari pada 4 pelabuhan untuk mendukung program 100 hari pemerintah.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Bea dan Cukai Anwar Suprijadi seusai konferensi pers di Kantor Pusat Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta, Selasa (17/11/2009).

"Program 100 hari kita mendukung dari Departemen Perhubungan untuk membuka pelabuhan 24 jam sehari dan seminggu 7 hari. Dan ini berarti kan Kantor Bea Cukai harus buka," jelas Anwar.

Anwar menyebutkan keempat pelabuhan yang siap menjalankan program 100 hari Presiden SBY dan Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini adalah Tanjung Priok, Tanjung Perak, Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Belawan.

Menurut Anwar, operasional pelabuhan 24 jam ini masih menunggu persetujuan dan peraturan Menteri Keuangan. Untuk urusan mekanisme akan diserahkan pada Departemen Perhubungan.

"Pada prinsipnya PMK (Peraturan Menteri Keuangan) pembukaan ini sudah diusulkan ke Menteri Keuangan, tapi kami masih menunggu peraturan. Kalau urusan yang lain seperti pelabuhan, TPS, transportasi ini juga ditangani oleh Departemen Perhubungan," ujar Anwar.

Anwar menyatakan tenaga yang ada di tubuh Bea dan Cukai saat ini masih cukup untuk pelayanan 24 jam setiap hari di 4 pelabuhan tersebut. Namun, memang dibutuhkan SDM tambahan untuk pelayanan di seluruh kantor Bea Cukai di Indonesia.

"Kalau hanya di 4 kantor, kita cukup dengan SDM yang ada dan dana yang ada. Tapi kita membutuhkan SDM, 500 tenaga baru sedang kita proses di Diklat dari lulusan D1," jelas Anwar.

Ocean One
November 19th, 2009, 05:43 PM
Kamis, 19/11/2009
Kontribusi pelayaran nasional masih kecil

JAKARTA (bisnis.com): Pelayaran nasional baru mampu mengambil alih pangsa muatan ekspor dan impor Indonesia sebesar 3% sejak Instruksi Presiden No.5 tahun 2005 ditandatangani.

Meneg PPN/Kepala Bappenas Armida S. Alisjahbana mengatakan sebelum Inpres No.5 diteken, pelayaran
nasional menguasai 5% dari potensi angkutan ekspor sebanyak 500 juta ton.

"Untuk kegiatan ekspor dan impor, penggunaan kapal asing hanya berkurang sedikit yakni dari semula 95%, sekarang menjadi 92%," kata Armida dalam sambutannya pada Seminar Kebijakan Pengembangan Industri Maritim siang ini.

Menurut dia, peluang Indonesia dalam industri dan perdagangan antarbangsa sedemikian besar, namun kontribusi Indonesia masih kecil sehingga dalam lima tahun ke depan perlu didorong dalam menegakkan asas cabotage.

Dia menjelaskan sebelum inpres, 48% pelayaran dalam negeri masih dikuasai oleh asing, tetapi sekarang tinggal 20% terutama pada kegiatan PT Pertamina dan lepas pantai

Ocean One
November 19th, 2009, 06:12 PM
Senin, 16/11/2009
Industri kelautan terkendala modal

JAKARTA (bisnis.com): Belum adanya permodalan merupakan masalah yang menghambat upaya untuk mengembangkan industri kelautan yang optimal, kata Aris Kabul Pranoto, Kasubdit Jasa Kelautan dan Kemaritiman Departemen Kelautan Indonesia (DKP).

Selain itu, katanya, masalah lainnya adalah lemahnya penguasaan teknologi, belum memadainya kapasitas sumberdaya manusia, minimnya infrastruktur, belum adanya perencanaan pengelolaan yang konfrehensif, belum adanya data yang akurat, dan masih adanya kekosongan hukum dan kelemahan dalam penerapannya.

Dalam makalahnya berjudul Blue Print Pengelolaan Industri Kelautan, yang disampaikan Aris pada Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-6 Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI), dia menjelaskan Indonesia merupakan negara kepulauan yang berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia, beriklim tropis, serta memiliki potensi sumberdaya dan jasa kelautan yang melimpah.

"Lautan Indonesia kaya akan sumberdaya hayati maupun nonhayati. Potensi sumberdaya dan jasa kelautan tersebut diharapkan dapat menjadi slah satu pendukung utama perekonomian nasional, guna memenuhi kebutuhan saat ini dan generasi mendatang," ujarnya hari ini pada pertemuan yang belangsung hingga besok di IPB International Convention Center, Botani Square, Bogor.

Menurut dia, salah satu upaya untuk mengatasi permasalah tersebut perlu adanya kerja sama dan kemitraan, serta sinergitas perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Baik untuk jangka pendek, menengah maupun jangka panjang, di antara instansi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Umum ISOI Indroyono Soesilo menuturkan pertemuan ilmiah yang diadakan rutin setiap tahun tersebut, melibatkan sejumlah pembicara terkemuka internasional, di samping para pakar kelautan Indonesia. Seminar ini diikuti sedikitnya 500 orang pakar dari beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Belanda, Jerman, Australia, China, dan Jepang.

"Kita akan menindaklanjuti gagasan dan pemikiran yang tertuang dalam pertemuan WOC (World Ocean Conference) di Manado beberapa waktu lalu. Selain itu juga memberi masukan pemikiran kepada pemerintah Indonesia tentang permasalahan kelautan dan lingkungan," ujar Indroyono yang juga Sesmenko Kesra.

Kepala LIPI Umar Anggara Jenie mengatakan dalam sambutannya suhu udara akan membubung tinggi menjadi 410 derajat Celcius pada 2100, bila emisi karbon dari sekarang tidak diantisipasi dan dilimitigasi.

Salah satu cara untuk menghambat peningkatan suhu udara tersebut, katanya, adalah dengan menerapkan energi ramah lingkungan, seperti penggunaan energi biothermal, mengupayakan tanaman mikro age karena tumbuhan tersebut menyerap karbon dan mengeluarkan gas hidrogen.

Hingga saat ini, katanya, belum ada pengukuran berapa besar emisi karbon di lautan Indonesia. Namun 50% laut menyerap emisi karbon, cuma belum diukur lautan mana yang paling banyak emisi karbonnya. Penyebab laut kelebihan emisi karbon, tuturnya, karena di dalam lautan banyak mahluk bawah air seperti fitoplankton, ikan, tanaman dan tumbuhan laut, yang menyerap karbon tersebut.

Ocean One
November 20th, 2009, 03:58 PM
Ratusan Kapal Pencari Ikan Tak Punya Izin
Jum'at, 20 November 2009

TEMPO Interaktif, MALANG - Sebanyak 467 atau 97,29 persen dari 480 kapal pencari ikan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pondok Dadap di Dusun Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, tidak mempunyai surat izin kapal pengangkut ikan atau SIKPI. ”Selain tidak memiliki SIKPI, banyak kapal yang tak mengantongi surat izin penangkapan ikan atau SIPI,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Malang Endang Retnowati, Jumat (20/11).

Menurut dia, kapal-kapal itu beroperasi secara ilegal sehingga dapat ditangkap petugas patroli kapal di tengah laut. Rata-rata nelayan melaut sejauh 10 mil atau 16 kilometer dari lepas pantai.

Mayoritas pemilik kapal memang malas mengurus izin. Padahal, kebanyakan kapal berbobot antara lima sampai 10 GT (gross tone) yang pengurusan izinnya harus ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan ditujukan ke syahbandar di Surabaya. Sedangkan pengurusan izin untuk kapal berbobot di bawah 5 GT menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Malang.

“Kami sudah imbau berkali-kali, tapi tetap saja banyak kapal yang belum mengantongi izin. Kami tak punya kewenangan untuk menindaknya karena mayoritas kapal itu berbobot di atas 5 GT,” ujarnya pula.
Selain mengimbau, pada 2008 Dinas Kelautan pernah membantu menguruskan SIKPI dan SIPI untuk 63 kapal. Namun hanya 13 kapal yang mendapatkan izin. Dinas Kelautan sudah meminta klarifikasi ke Surabaya, tapi hingga sekarang tak ditanggapi.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Malang sedang menggiatkan pembangunan Sendangbiru yang sudah dimulai sejak sekitar 30 tahun silam. Fokus pengembangan pembangunan sekarang (tahap ketiga) diarahkan mengubah status dan kaliber PPP Pondok Dadap menjadi menjadi pelabuhan perikanan berskala nasional atau PPP Nusantara. Pembangunan sejumlah fasilitas utama dan pendukung terus digiatkan, dengan dibantu Pemerintah Pusat lewat anggaran pendapatan dan belanja negara.

Pembangunan tahap pertama mencakup kurun 1980-1987 dengan dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Malang dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pembangunan tahap kedua (1989-1990) dibiayai Asian Development Bank.

Ocean One
November 20th, 2009, 04:00 PM
Dubes Harus Bisa Tawarkan Potensi Maritim Indonesia
JUMAT, 20 NOVEMBER 2009

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Duta besar harus banyak wawasan, sehingga bisa mengenalkan dan memajukan Indonesia. Saat ini, sektor kelautan Indonesia yang potensinya melimpah, belum tergarap maksimal. Duta besar dinanti perannya untuk mengenalkan potensi maritim Indonesia.

Demikian disampaikan Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X ketika menemui sembilan calon duta besar dan dua calon konsul jenderal RI yang segera akan dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Rombongan duta besar itu dikoordinasikan oleh Tosari Wijaya, calon dubes RI untuk Maroko.

Menurut Sultan, duta besar dan juga konsul jenderal yang merupakan ujung tombak diplomasi mewakili Indonesia harus senantiasa tanggap dengan perubahan global. Mereka, antara lain diharapkan bisa mengarahkan dan menyakinkan investor agar mau menanam investasi ke Indonesia. Yang mendesak saat ini adalah sektor kelautan atau maritime.

"Yang perlu didorong adalah investasi untuk produk-produk yag mempunyai nilai tambah, tidak hanya produk untuk dikonsumsi. Misalnya investasi untuk pabrik kapal besar, atau produk kelautan. Hanya tinggal potensi maritim yang dimiliki Indonesia, karena hutan sudah habis," kata Sultan.

Ditambahkan Sultan, saat ini kawasan China Selatan dan pasifik sedang berkembang pesat dalam bidang teknologi, dan menjadi pasar potensial. Di Indonesia, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Arafura menjadi jalur eskpor dan impor yang menggunakan kapal besar di atas 1.000 death weight tonnage (bobot mati kapal), karena kapal seukuran itu tidak dibolehkan melewati Selat Malaka.

"Bisa tidak pemerintah menjamin keamanan jalur ekonomi global, sedangkan kita belum memiliki kebijakan kelautan. Laut kita masih dikuasai 14 institusi, orientasinya masih kontinental, padahal geografinya maritim. Ya susah, kan. Sementara Negara Eropa, untuk memasarkan produknya, akan memilih Indonesia untuk mendekati pasar," kata Sultan.

Tosari mengutarakan, dubes harus menggali potensi Indonesia untuk bisa ditawarkan ke negara lain, baik potensi sumbe daya alam maupun potensi wisata. Masih ada banyak Negara yang belum tersentuh, terutama Negara-negara Afrika dan di Eropa Timur.

Ocean One
November 20th, 2009, 04:22 PM
Jumat, 20/11/2009
RI calonkan diri jadi anggota Dewan IMO

JAKARTA (bisnis.com): Indonesia kembali mencalonkan diri sebagai anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) kategori C periode 2009–2011.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Dephub Bambang S. Ervan menyatakan pencalonan itu diajukan dalam Sidang IMO ke-26 yang akan diadakan 23 November-4 Desember di Kantor Pusat IMO di London, Inggris.

"Pemilihan anggota dewan IMO sendiri akan berlangsung pada 27 November," katanya hari ini.

Sesuai dengan rencana, delegasi Indonesia akan dipimpin langsung Menhub Freddy Numberi yang akan bertolak ke London hari ini. Untuk pencalonan itu, Bambang menyatakan pencalonan Indonesia minimal harus didukung oleh setengah +1 dari jumlah negara anggota IMO, yakni minimal 85 suara dari 168 negara.

Pada pemilihan anggota Dewan IMO periode 2007-2009, Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Kategori C dengan memperoleh 114 suara dukungan.

"Indonesia telah menggalang dukungan dan melobi negara sahabat untuk mendukung pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan IMO periode 2009-2011, antara lain menyelenggarakan resepsi pada 4 November di Dephub," tegas Bambang.

Resepsi tersebut dibuka oleh Menhub dan dihadiri oleh para duta besar atau perwakilan dari 24 negara sahabat di Jakarta. Selain itu, resepsi itu dihadiri juga pejabat Deplu, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dewan Kelautan Indonesia, Dishidros TNI AL, Bakorkamla, BUMN dan stakeholder maritim.

Ocean One
November 20th, 2009, 04:45 PM
Jumat, 20/11/2009
Kontrak angkutan jangka panjang jadi kendala

JAKARTA (bisnis.com): Pembiayaan di sektor pengadaan perkapalan batu bara untuk angkutan dalam negeri masih terganjal ketersediaan kontrak jangka panjang yang hingga kini masih sulit didapatkan perusahaan pelayaran nasional.

Dirut PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (PANN) Multifinance Ibnu Wibowo mengungkapkan kontrak jangka panjang diperlukan oleh lembaga pembiayaan dan perbankan supaya ada garansi kredit yang dikucurkan akan kembali.

Dia menjelaskan sejumlah perusahaan yang bergerak di sektor angkutan batu bara mengajukan permohonan pembiayaan ke PT PANN, tetapi belum bisa diberikan karena tidak mengantongi kontrak angkutan jangka panjang.

Mereka kini masih mencari kontrak angkutan batu bara jangka panjang ke sejumlah produsen komoditas tambang itu di dalam negeri. "Begitu kontrak bisa diraih, kredit bisa langsung dikucurkan," katanya kepada bisnis.com hari ini.

Data Bank Indonesia menyebutkan hingga September tahun ini, kredit perbankan yang mengucur ke sektor maritim mencapai Rp18,9 triliun, naik 1,98% dibandingkan dengan posisi Desember 2008 sebanyak 18,5 triliun.

Ibnu menjelaskan lembaga keuangan di dalam negeri sudah banyak yang menawarkan pinjaman investasi pengadaan kapal berbendera Indonesia, tetapi masih mempersyaratkan perusahaan pelayaran melakukan kontrak jangka panjang minimal 8 tahun dengan pemilik barang.

PT PANN, katanya, sudah mendapat dukungan kuat dari sejumlah lembaga keuangan di dalam negeri untuk bekerja sama membiayai pengadaan kapal nasional dalam rangka memenuhi ketentuan asas cabotage (komoditas domestik wajib diangkut oleh kapal berbendera Indonesia).

Ocean One
November 20th, 2009, 07:47 PM
Jumat, 20-11-09
Seminar Kelelahan Awak di PIP

MAKASSAR-- Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) menggelar Seminar Analisa Pengaruh Kelelahan Awak Kapal Niaga terhadap Kecelakaan Laut, di Gedung PIP, Jumat 20 November.

Seminar tersebut menghadirkan pembicara dari kalangan peneliti, akademisi, medis. Tim itu diketuai Direktur PIP Ir Agus Budi Hartono,M.Mar.E sebagai, Dr M Rum Rahim, MSc, dan Prof Dr Muh Ardhi MS.

Agus mengatakan kecelakaan laut bisa disebabkan faktor kelelahan. Rasa lelah bisa muncul diantaranya karena waktu jaga yang tidak teratur, tidak ada akomodasi yang bagus, kontrak yang tadinya diperpendek lantas diperpanjang.

Sedangkan Rum dari tim medis mengatakan bahwa kesehatan awak juga harus diperhatikan. Pekerjaan yang berat harus diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup agar tubuh bisa pulih dan beraktivitas kembali. Setidaknya, butuh 7-8 jam waktu istirahat setiap hari.

Ocean One
November 22nd, 2009, 06:42 PM
Kapal Dumai Express 10 Tenggelam, 59 Penumpang Hilang
Minggu, 22 November 2009

TEMPO Interaktif, Batam - Kapal penumpang Dumai Express 10 tujuan Batam - Dumai tenggelam pagi ini (22/11). Dari 213 penumpang, 180 berhasil dievakuasi dan satu orang dinyatakan meninggal, serta 59 penumpang lainnya belum ditemukan.

Kapal berangkat dari Batam pukul 08.00 WIB. Sejam kemudian, tepatnya di perairan Tekong Hiu, kapal diterjang ombak lalu tenggelam. Pihak pelabuhan di Karimun menerima laporan setengah jam kemudian lalu segera mengirimkan Kapal Dumai Express 5 untuk mengevakuasi penumpang yang selamat.

Komandan Bitpol Air Polisi Ajun Komisaris Besar Muhammad Yasin mengatakan pihaknya mengirim lima kapal patroli untuk memberi bantuan mengevakuasi korban. Kelima kapal tersebut adalah Kapal Patroli 648, 649, dan sisanya dari Kepolisian Daerah Kepulauan Riau.

Kapal diduga melebihi kapasitas karena dari daftar penumpang yang tertera di loket penjualan tiket Dumai Express hanya 200 penumpang, tapi dari laporan yang ada tercatat 213 penumpang. Sebanyak 200 di antara penumpang adalah orang dewasa dan 13 lainnya anak-anak.

Masmur, 45 tahun, salah satu keluarga korban, mengatakan keluarganya yang berangkat menggunakan Kapal Penumpang Dumai Express 10 sebanyak empat orang, termasuk istrinya bernama Isra, 38 tahun, dan adik-adiknya yaitu Marliyono, Herlina, Rusmawati. Mereka tidak tercantum namanya di daftar penumpang. Namun istri Masmur telah menghubungi dari Rumah Sakit Karimun bahwa hanya Rusmawati yang belum diketahui apakah selamat atau ikut tenggelam.

Nurlis Saragih, 50 tahun, juga penumpang Dumai Express 10 tak tercantum namanya yang membuat anaknya Ruslida Sinaga gusar. Pantauan Tempo di Sekupang, keluarga korban telah memadati gerai tiket di Sekupang untuk mencari tahu keadaan keluarganya.

Kepala Kantor Pelabuhan Batam Roki Ahmad belum bersedia memberi keterangan dengan alasan ingin berangkat ke Tanjung Balai Karimun. "Tunggu nanti saya beri informasi, saya buru-buru," kata dia.

Ocean One
November 22nd, 2009, 06:44 PM
Dua Kapal Dumai Express Kecelakaan, Empat Orang Tewas
Minggu, 22 November 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta - Dua kapal feri Kapal Motor Dumai Express 10 dan Kapal Motor Dumai Express 15 mengalami kecelakaan hari ini di wilayah perairan Kepulauan Riau.

Dumai Express 15 jurusan Batam-Moro kandas di dekat Pulau Moro. Semua penumpang selamat dan saat ini sudah dievakuasi ke Pulau Moro. Sementara Dumai Express 10 jurusan Batam menuju Dumai tenggelam di daerah perairan Selat Duria dekat Tanjung Balai Karimun pada pukul 09.30 WIB.

Direktur Jendral Perhubungan Laut Sunaryo mengatakan penyebab tenggelamnya kapal diperkirakan cuaca yang buruk. "Cuaca hari ini sangat buruk. Ombak mencapai lebih dari empat meter," kata dia di Jakarta, Ahad (22/10). Kabar terakhir dari tim Search And Rescue menyebutkan ada empat korban tewas dalam kecelakaan ini termasuk seorang anak berumur empat tahun.

"Informasi dari lapangan sampai saat ini memang masih simpang siur. Tetapi menurut informasi dari Bupati Tanjung Balai Karimun yang baru saja saya terima, saat ini 292 penumpang sudah diavakuasi dalam keadaan selamat dan ada di rumah bupati," kata Sunaryo.

Sedangkan informasi dari tim Search And Rescue di lapangan menyebut adanya 209 orang yang berhasil dievakuasi dengan selamat. Kapasitas kapal penumpang ini sebetulnya hanya sampai 273 orang saja. Manifes penumpang sampai saat ini juga masih diselidiki karena ada perbedaan data. Karena jumlah data di manifes dan kenyataan penumpang di atas kapal tidak sesuai, maka belum bisa ditentukan berapa korban hilang.

"Masih dicek antara manifes dan kenyataan. Kalau jumlahnya (penumpang) ternyata melebihi kapasitas ada dua kemungkinan. Jajaran saya di bawah tidak melakukan tugasnya atau manifes dan realita memang jumlahnya berbeda," kata dia.

novian
November 22nd, 2009, 06:48 PM
^^ iya td ombak di perairan kepri sangat2 kuat....td jg berangkat dr batam menuju tg.pinang suasananya lumayan mencekam....

novian
November 22nd, 2009, 06:51 PM
^^ tambahan info, seluruh penumpang kapal sekarang wajib menggunakan pelampung saat di dalam kapal......

Ocean One
November 22nd, 2009, 08:04 PM
Pemudik di Pelabuhan Jangkar Diprediksi Menurun
Minggu, 22 November 2009

TEMPO Interaktif, SITUBONDO - Menjelang Hari Raya Idul Adha, warga Pulau Madura dan sekitarnya yang biasa pulang kampung melalui Pelabuhan Jangkar Situbondo diprediksi menurun. "Kalau biasanya ada dua kapal penyebrangan, tapi sejak Idul Fitri lalu jumlah penumpang terus berkurang sehingga hanya dioperasikan satu kapal, yakni KMP Manila, "kata Kepala pelabuhan Jangkar Juni Hartono, Minggu (22/11).

Menurut dia, penurunan jumlah penumpang di pelabuhan itu sudah mulai terjadi sejak dipoerasikannya Jembatan Suramadu. Pada Idul Fitri lalu, rata-rata penurunan penumpang sebanyak 15 persen disbanding. Padahal sebelumnya, setiap Hari Raya Idul Adha, jumlah penumpang lebih banyak sekitar 20 hingga 30 persen dibanding Hari raya Idul Fitri. "Di Pulau Madura dan sekitarnya, Hari Raya Idul Adha lebih semarak dibandingkan Hari Raya Idul Fitri. Itu sudah menjadi tradisi," ujarnya pula.

Para pemilik perahu tradisional yang biasa melayani jasa penyeberangan ke Madura dan pulau-pulau sekitarnya diluar jam atau jadwal keberangkatan kapal, juga mengeluh. Tahun-tahun sebelumnya, perahu berukuran 10 X 3 meter biasa melayani jasa penyeberangan ke Madura dan pulau-pulau sekitarnya seperti Pulau Ra'as, Sapudi,Kangean, Sapeken atau Gili. "Ya mau bagaimana lagi, mulai tahun ini tidak bisa berharap banyak penumpang," tutur Sulaiman, 34 tahun, salah seorang awak perahu.

Meski demikian, Hartono dan Sulaiman mengaku tidak menyesalkan beroperasinya Jembatan Suramadu. Menurut mereka, penumpang tetap ada meski jumlahnya sedikit. "Masih cukup banyak yang malas lewat Surabaya, seperti para pedagang. Itu yang bisa diopeni,” tutur Sulaiman.

Rock Star
November 23rd, 2009, 07:30 AM
Foto Udara Pelabuhan Peti Kemas di Makassar


http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/IMG_2453copy.jpg

http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/IMG_2454copy.jpg



:cheers: :cheers: :cheers:

fotonya dah lama sih, dari pada nggak ada :nuts:

Rock Star
November 23rd, 2009, 07:53 AM
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/IMG_2450copy.jpg

http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/IMG_2451copy.jpg


aktifitas kapal2 niaga menuju pelabuhan makassar


:cheers: :cheers: :cheers:

paradyto
November 23rd, 2009, 09:51 AM
Nice Pics Rock Star... Hotel Pantai Gapura terlihat disitu:)
Gw pernah ambil gambar pelabuhan dari Hotel Pantai Gapura:okay:

http://images.dafrianto75.multiply.com/image/2/photos/77/600x600/14/PIG-14.jpg?et=IQNjXS3DVWRzkvUGZl0ufw&nmid=171304133

Ocean One
November 25th, 2009, 06:15 PM
Pengusaha Kapal Tak Keberatan Larangan Pemerintah
Rabu, 25 November 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pengusaha kapal tak keberatan dengan larangan melaut bagi kapal berbahan dasar <I>fiberglass</I> lantaran kapal berbahan <I>fiberglass</I> seharusnya berlayar di lintasan pendek dan berarus tenang.

"Kami setuju saja dengan larangan itu," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Darat dan Penyeberangan (Gapasdap), Luthfi Syarief, melalui telepon kepada Tempo, Rabu (25/11).

Luthfi mengatakan, larangan yang dikeluarkan pemerintah dinilai wajar karena kapal <I>fiberglass</I> dibuat secara tradisional. Pembuatannya tidak mengikuti standar Biro Klasifikasi Indonesia.

Saat ini anggota Gapasdap hanya memiliki dua unit kapal cepat penumpang berbahan <I>fiberglass</I>. Kapal tersebut melayani rute Merak-Bakauheni yang berjarak 15 mil laut. Namun, administrasi pelabuhan di Merak, Banten, sudah melakukan pengawasan ketat terhadap kapal tersebut. "Setiap cuaca jelek dan gelombang tinggi tidak boleh berlayar," katanya.

Ketua Bidang Program Asosiasi Perusahaan Pelayaran Nasional Indonesia (INSA) Paulis Johan mengatakan, peraturan itu seharusnya sudah diterapkan sejak dulu. Dia menegaskan, kapal berbahan <I>fiberglass</I> tidak layak berlayar di antar selat.

Meski demikian, ada kapal berbahan <I>fiberglass</I> yang bisa berlayar di laut lepas. Hal itu, katanya, tergantung pada ketebalan dan konstruksi <I>fiberglass</I>. "Bisa juga dengan <I>fiberglass</I> tapi bukan dengan konstruksi sembarangan," ucapnya.

Hal itu bisa diketahui dari Klas (klasifikasi) yang diberikan Biro Klasifikasi Indonesia. Karena itu ia meminta pemerintah seharusnya tidak memberikan izin berlayar jika kapal tidak masuk Klas. "Jangan hanya menyalahkan pengusaha karena sebetulnya bahan <I>fiberglass</I> bisa berlayar di laut tergantung konstruksinya," ucapnya.

Wakil Ketua Umum Indonesian Ferry Association (IFA) Bambang Harjo mengatakan hal serupa. Menurut dia, kebanyakan kapal cepat penumpang di Indonesia, termasuk Dumai Express, tidak masuk Klas BKI. Padahal, Klas tersebut penting untuk menentukan daerah layaran kapal.

Kapal Dumai Express 10 yang tenggelam di perairan Tekong Hiu, Tanjung Balai Karimun, Ahad lalu, diizinkan berlayar oleh Departemen Perhubungan. Padahal kapal berbahan <I>fiberglass</I> tersebut tidak masuk Klas BKI.

Kepala Pusat Komunikasi Departemen Perhubungan Bambang S. Ervan mengaku belum mengetahui apakah Klas menjadi syarat persetujuan berlayar. "Nanti saya cek dulu apakah harus ada Klas dari BKI," katanya.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sunaryo kemarin mengeluarkan peraturan yang melarang kapal berbahan dasar <I>fiberglass</I> berlayar di laut terbuka. Kapal tersebut hanya boleh berlayar di sungai, danau, atau pinggiran pantai.

Ocean One
November 25th, 2009, 06:24 PM
Gelombang Tinggi, Pelabuhan Ketapang Diminta Waspada
Rabu, 25 November 2009

http://image.tempointeraktif.com/?id=22179

TEMPO Interaktif, Situbondo - Pimpinan dan pelaksana jasa penyeberangan di Pelabuhan Jangkar Situbondo dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur, mewaspadai badai dan gelombang laut dalam beberpa hari mendatang.

Menurut koordinator kelompok teknis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Mawardi, mengatakan diperkirakan dalam beberapa hari ke depan, hujan deras disertai angin kencang dan gelombang tinggi masih terus mengancam perairan selat bali dan sekitarnya, termasuk Situbondo.

"Sejak awal pekan ini, kecepatan angin cenderungtinggi, mencapai 30 knot/jam dan tinggi gelombang air laut bisa mencapai 3,5 m bahkan lebih. Karena itu, kami berharap aktifitas di perairan laut terus diwaspadai, dan sewaktu-waktu harus siap dihentikan," katanya.

BMKG Banyuwangi, jelasnya, telah mengirimkan surat pemberitahun itu kepada pengelola jasa penyeberangan di dua kabupaten itu, karena hingga akhir pekan ini, aktifitas penyeberangan akan meningkat menyusul hari libur dan peringatan Hari Raya Idul Adha.

Kepala pelabuhan Jangkar, Juni Hartono mengakui adanya pemberitahuan itu. "Kami terus koordinasi dengan BMKG, dan sudah memberitahu terutama kepada pemilik dan pelaksana penyeberangan tradisional,"katanya.

Saat ini, Pelabnuhan Jangkar hanya mengoperasikan satu armada pelayaran yaitu KMP Manila ke pelabuhan Kalianget di Sumenep-Madura. Namun ada sekitar 50 perahu tradisional yang biasa melayani jasa penyeberangan ke Madura dan pulau-pulau sekitarnya diluar jam atau jadwal keberangkatan kapal Pelabuhan Jangkar seperti ke Pulau Pulau Ra'as, Sapudi,Kangean, Sapeken atau Gili.

"Mereka yang harus kami beritahu terus, karena seringkali tidak mau tahu kondisi cuaca buruk,"katanya menegaskan.

Syahbandar Pelabuhan Ketapang, M. Roetedjo juga mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan dengan kemungkinan terjadinya cuaca buruk dalam beberapa hari kedepan.

"Apalagi hari-hari ini calon pengguna jasa penyeberangan ke Bali dan ke Jawa akan makin banyak seperti tahun sebelumnya. Kita tidak ingin terjadi musibah, karena itu kami koordinasi terus dengan BMKG,"katanya.

Hartono dan Roetedjo mengaku tak akan mengambil resiko jika sewaktu-waktu terjadi cuaca buruk. Mereka mengaku siap menghentikan aktifitas penyeberangan jika memang diperlukan. "Daripada resiko memakan korban jiwa dan materi seperti di Dumai kemarin," kata Roetedjo.

novian
November 26th, 2009, 09:33 AM
Singapura Tolak Feri Fiber
Selasa, 24 November 2009
Harus Terbuat dari Besi atau Alumunium
Feri ke Luar Negeri Tetap Berlayar

BATAM, TRIBUN - Penghentian pelayaran kapal tidak berlaku bagi feri-feri yang melayani rute internasional Singapura dan Stulang Laut Malaysia. Kepala Pos Pelabuhan Internasional Batam Centre tetap mengijinkan feri-feri yang melayani rute tersebut berlayar.

“Kami melihat ombaknya tidak terlalu tinggi sehingga kami izinkan kapal berlayar. Kalau di arah Barat yaitu perairan Sekupang menuju Karimun ombaknya bisa mencapai tiga meter lebih, tapi di Batam Centre menuju Singapura hanya dua meter,” kata Kepala Pos Pelabuhan Batam Centre, Arifin Madiun, Senin (23/11).

Menurutnya jika kapal berangkat dari Batam Centre, hanya sekitar 2-3 mil saja laut terbuka, setelah itu sudah masuk perairan Singapura sehingga tidak terlalu besar ombaknya. “Saya mendengar kapal yang berangkat itu (Dumai Express 10) over kapasitas. Selain itu ombak yang besar dan angin kencang seperti Minggu lalu membuat lambung kapal sobek, apalagi bahannya terbuat dari fiber yang tentunya lebih ringan. Begitu kapal sobek, lalu masuk air sehingga langsung tenggelam,” papar Arifin.

Ia menyebut selama ini masih banyak yang kurang sadar atas keselamatan penumpang. Banyak kapal membawa penumpang melebihi kapasitas. “Saya masih beruntung bertugas di Pelabuhan Internasional, dengan tujuan Singapura dan Malaysia yang punya disiplin tinggi. Kalau ada nahkoda yang membawa penumpang melebihi kapasitas satu orang saja, nahkodanya akan dipecat dan dikenakan denda. Kami yang bertugas di sini pun merasa terbantu,” kata pria akan pensiun enam bulan lagi.

Pria kelahiran Batu Besar itu mengatakan kapal tujuan Singapura tidak diizinkan menggunakan fiber. Semua kapal yang berangkat ke Singapura terbuat dari besi dan aluminium. Apabila kapal menggunakan fiber, Singapura tidak akan menerimanya.

Sedangkan ke Malaysia, hanya kapal lama yang masih memakai fiber diizinkan berlayar. Sedangkan kapal baru harus terbuat dari besi atau aluminium.

Sebagai Kapos yang memangku jabatan syahbandar dan komersil, Arifin selalu mengutamakan keselamatan pelayaran dan keselamatan penumpang. Setiap memberangkatkan penumpang selalu menjaga keselamatan penumpang.

“Keselamatan penumpang selalu kita jaga. Bahkan naik dan turun ke ponton kita awasi agar jangan ada penumpang sampai tergelincir. Kalau sampai tergelincir dan masuk ke laut akan mencoreng kita yang bertugas di sini. Apalagi penumpang yang berangkat bukan hanya orang lokal tapi banyak juga orang asing,” tambah dia.

Saat ini Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre menjadi pelabuhan terpadat di Batam untuk memberangkatkan penumpang ke luar negeri. Penumpang yang berangkat maupun tiba setiap hari rata-rata mencapai 3.500 orang. Sedangkan saat liburan bisa mencapai 6.000 per hari.

Ferry yang berangkat tujuan Singapura sebanyak 24 kapal dan fery yang berangkat ke Stulang Laut sebanyak 12 kapal. Pelayaran awal dimulai pukul 06.00 dan last ferry pukul 21.30. tujuan Word Trade Centre (WTC) Singapura dan Stulang Laut, Pasir Gudang, dan Pelabuhan Belangkor di Johor Bahru.
Arifin menyebut, kalau cuaca buruk dia memerintahkan kepada nahkoda kapal agar tidak berangkat. Namun kalau bisa diantisipasi, nahkoda tetap memberangkatkan kapalnya.
Selama ini belum ada sampai batal berangkat, karena Ferry yang berangkatkan sudah dilengkapi alat canggih yang bisa memonitor gelombang di laut. “Saya selalu minta ke nahkoda, kalau cuaca buruk ditunda keberangkatan. Tapi selama ini cuaca masih bersahabat sehingga jarang pelayaran ditunda tujuan Singapura,” tutup dia.(hat)

novian
November 26th, 2009, 10:21 AM
Baruna Tambah Dua Kapal Alumunium
Kamis, 26 November 2009


TANJUNGPINANG (BP) - Mengantisipasi kecelakaan yang terjadi pada angkutan laut, manajemen MV Baruna sudah mengoperasikan tiga kapal berbahan alumunium. Hal ini dilakukan untuk mengikuti standar international tentang kapal feri penumpang. Bahkan, saat ini Baruna akan menambah dua unit kapal alumunium lagi.


“Sejak beberapa tahun lalu, kita sudah mulai menyiapkan kapal berbahan alumunium. Sekarang yang beroperasi baru tiga unit. Dan kini kita sedang membuat dua kapal baru,” kata Kepala Operasional Baruna, Andi Mashadiyat.


Dilanjutkannya, ketiga kapal alumunium tersebut bernama Nekolas, Kopindo dan Nokea. Feri-feri ini sudah lama digunakan Baruna. Sedangkan sisanya masih menggunakan bahan fiberglass. Namun kualitasnya sangat baik dan boleh diuji.


Pembuatan kapal alumunium ini dilakukan untuk mengikuti aturan standar international. Karena, memang sudah saatnya kapal-kapal yang dimiliki Baruna, kualitasnya sama dengan kapal-kapal feri yang ada di negara maju.


“Kita tak ingin kejadian yang dilami kapal fiberglass terjadi juga dengan kapal milik Baruna,” sambungnya.
Meskipun kapal fiberglass yang dimiliki tak ada masalah, MV Baruna tetap mendukung kebijakan yang dikeluarkan Departemen Perhubungan.


Terutama mengenai kapal fiberglass tak boleh berlayar di laut lepas. Namun kebijakan ini diharapkan dapat diterapkan dengan benar. “Jangan nanti setelah masalah ini selesai, kebijakan itu berubah lagi,” ungkapnya. (mat)

Ocean One
November 26th, 2009, 06:44 PM
Dua Buah Feri Kandas di Pelabuhan Lembar
KAMIS, 26 NOVEMBER 2009

http://www.kompas.com/data/photo/2008/03/25/105013p.jpg

MATARAM, KOMPAS.com — Dua kapal motor penyeberangan atau feri, masing-masing KMP Sindu dan KMP Rodita, kandas di sekitar jalur masuk-keluar Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (25/11) pukul 04.25 Wita. Semua 164 penumpangnya selamat. Mereka dievakuasi kapal dan perahu nelayan setempat.

Kedua feri yang kandas hingga kemarin petang belum bisa ditarik ke dermaga. Rencananya, penarikan dilakukan saat air laut pasang naik.

Kepala Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Lembar Kaimudin M, yang ditemui di Pelabuhan Lembar, menjelaskan, pagi itu KMP Sindu dalam pelayaran dari Padangbai (Bali). Posisinya 300 meter-400 meter sebelum dermaga Lembar (Lombok). Feri kandas diduga karena nakhodanya salah mengambil haluan sehingga memasuki perairan dangkal dan berlumpur. ”Saat kejadian, air laut sedang surut,” ujarnya.

Mengenai kandasnya KMP Rodita, Kaimudin menceritakan, saat itu feri tersebut sebenarnya tengah sandar di dermaga. Feri terjebak dalam perairan dangkal dan kandas ketika bermaksud menarik KMP Sindu. ”Ini insiden kecil. Kandasnya masih di area kolam dermaga,” ujarnya.

Kendaraan bermotor

Selain 164 penumpang yang sudah dievakuasi, KMP Sindu mengangkut 49 kendaraan bermotor, yakni 19 kendaraan roda empat dan 30 sepeda motor. Kemarin petang, semua kendaraan bermotor itu juga masih di atas kapal.

Kejadian itu tak mengganggu aktivitas bongkar muat dan hilir mudik angkutan laut di Pelabuhan Lembar. Posisi kedua feri tidak menghalangi jalur pelayaran.

Masih soal kelautan, dari Manado, Sulawesi Utara, dilaporkan, gelombang tinggi dan angin kencang yang disertai hujan selama dua hari terakhir melanda perairan Teluk Manado. Akibatnya, sejumlah fasilitas usaha di kawasan Boulevard rusak.

Terkait kondisi yang demikian, Dinas Perhubungan Sulawesi Utara melarang seluruh kapal motor penumpang melakukan pelayaran ke Sangihe, Talaud, dan Sitaro.

Kepala Dinas Perhubungan R Kenap di Manado, kemarin, mengatakan, larangan berlayar dari Pelabuhan Manado diberlakukan selama tiga hari, terhitung sejak Rabu. ”Belasan kapal motor yang menuju ke Sangihe, Talaud, dan Sitaro, sejak Selasa lalu bahkan tidak diperkenankan berlayar,” katanya.

”Kami menerima peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa cuaca buruk selama seminggu,” kata Kenap.

BMKG memprakirakan, tinggi gelombang laut mencapai 5 meter dengan kecepatan angin sekitar 45 km per jam selama pekan ini.

Akibat adanya larangan itu, kemarin ratusan calon penumpang yang akan bepergian ke Sangihe, Talaud, dan Sitaro tertahan di Pelabuhan Manado. Sebagian di antara mereka terpaksa menginap di terminal penumpang, menunggu keberangkatan.

Rugi miliaran rupiah

Menurut sejumlah pengusaha di kawasan Bahu Mall dan Manado Town Square, yang berada di kawasan jalan pantai Boulevard, mereka mengalami kerugian miliaran rupiah akibat terjangan gelombang tinggi laut. ”Tiga kapal bernilai Rp 1,2 miliar yang biasa dijadikan sebagai rumah makan terapung rusak dihantam ombak setinggi empat meter. Satu kapal lainnya bahkan terbelah dua. Sebagian puingnya hanyut terbawa air laut,” kata seorang pengusaha yang tak bersedia disebutkan namanya.

Hengky Wijaya, pemilik Manado Town Square, menambahkan, penangkal ombak yang dibangunnya senilai Rp 1 miliar, di sekitar lokasi malnya, kini rusak sepanjang 100 meter.

Ocean One
November 29th, 2009, 04:07 PM
Indonesia Kembali Duduk di Dewan Maritim Internasional
29/11/2009

LIputan6.com, London: Indonesia berhasil terpilih kembali menjadi anggota Dewan Organisasi Maritim Internasional (IMO) kategori C periode 2009-2011, yang diputuskan dalam sidang umum IMO di Inggris, London. Hal tersebut diterangkan Sekretaris Tiga Kedutaan Besar Republik Indonesia di London, Billy Wibisono, kepada ANTARA, Ahad (29/11). Indonesia memperoleh 132 suara dari 153 suara sah dalam sidang umum yang berlangsung hingga 4 Desember mendatang itu.

Anggota Dewan IMO kategori C adalah negara-negara yang memiliki kepentingan khusus di bidang transportasi laut atau navigasi, dengan mempertimbangkan keseimbangan sebaran keterwakilan negara-negara secara geografis. Pada pernyataannya dalam sidang IMO tersebut, Menteri Perhubungan Fredi Numberi menegaskan, Indonesia selaku negara maritim menjalankan perannya sebagai anggota Dewan IMO. Terutama dalam menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam kegiatan pelayaran Indonesia.

Perolehan suara sebanyak 132 tersebut menempatkan Indonesia pada posisi ketiga, naik satu tingkat dibandingkan pada saat Indonesia terpilih pada tahun 2007 yang menduduki posisi keempat dengan perolehan 114 suara. Selain berada pada posisi yang lebih baik dibandingkan dengan posisi tiga negara ASEAN yaitu Filipina, Malaysia dan Thailand, peringkat Indonesia juga lebih baik dibandingkan negara-negara lain yang terpilih dalam kategori C. Yakni, Turki, Malta, Mesir, Nigeria, Afrika Selatan, Cili, Bahama, Denmark, Meksiko, Kenya, Arab Saudi, Belgia, Australia dan Jamaika.

Dengan terpilihnya kembali Indonesia pada pemilihan kali ini, maka Indonesia dapat terus memainkan peranan pentingnya sebagai anggota Dewan IMO yang telah dijalani sejak tahun 1973 dengan mandat dukungan yang semakin kuat. Di sisi lain, keterpilihan Indonesia juga sekaligus memberikan beban tanggung jawab yang lebih besar, khususnya dalam upaya untuk meningkatkan jaminan keamanan dan keselamatan pelayaran yang efisien, sekaligus meningkatkan perlindungan lingkungan ekosistem laut.

Ocean One
November 30th, 2009, 02:11 PM
Tenggelamnya Dumai Express 10 Dibawa ke Mahkamah Pelayaran
Senin, 30 November 2009

http://image.tempointeraktif.com/?id=22053

TEMPO Interaktif, Batam - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tanjung Balai Karimun, Letnan Kolonel Laut (P) Edwin mengatakan kasus tenggelamnya kapal feri Dumai Express 10 dibawa ke Mahkamah Pelayaran. Tujuannya untuk memberikan sanksi dan menetapkan apa penyebab tenggelamnya kapal itu di perairan Tekong Hiu Kecil minggu lalu.

Edwin mengatakan Tim SAR menghentikan pencarian korban kapal yang belum ditemukan. Berdasarkan catatan TNI Angkatan Laut, jumlah korban sebanyak 254 orang selamat, 38 orang meninggal, dan 37 orang dinyatakan hilang.

Di antara yang hilang adalah mantan Kepala Dinas Pertanahan Kota Batam Amiruddin AT, isterinya, serta dua anaknya. "Pencarian sudah dihentikan," kata Edwin.

Menurut Edwin, kedalaman laut mencapai 34 meter dan jarak pandang di dasar laut hanya satu meter. Untuk menghindari terjadi kecelakaan lain, maka pencarian bangkai kapal pun dihentikan. Penghentian ini telah diumumkan Badan Keselamatan Nasional.

Ada dugaan kapal itu kelebihan muatan karena berdasarkan manifest penumpang terdaftar 228 orang, termasuk anak buah kapal, tapi pihak SAR menemukan 254 orang selamat, 38 orang meninggal dan 37 orang penumpang dinyatakan hilang.

Selain penumpang, juga ada muatan lain, yakni baju bekas dan sejumlah kasur yang akan diangkut ke luar Batam.

Sejumlah penumpang selamat kepada Tempo mengatakan ketika sedang berjalan tiba-tiba kapal dihantam ombak dan air masuk kedalam kapal. Karena bermuatan kasur, beban kapal menjadi lebih berat dan tak lama oleng dan berangsur tenggelam.

"Kami terkatung-katung tiga jam," kata Nelly boru Harahap. Ia mengaku sudah 13 tahun menggunakan kapal Dumai Express 10 untuk dari dan ke Batam.

Kapal Dumai Express 10 berangkat dari Batam pada hari Minggu, 22 November 2009 mengangkut 228 penumpang. Satu jam berjalan, musibah menimpa kapal tersebut dan tenggelam.

Kepala Pelabuhan Laut Batam Rocky Achmad Suherman enggan memberi komentar. "Maaf ya, saya ada pekerjaan, jadi harus buru-buru," katanya menjawab Tempo di Mapolda Kepri, Senin (30/11).

Ocean One
November 30th, 2009, 02:31 PM
Nahkoda Diminta Berani 'Say No' dalam Berlayar
Senin, 30 November 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta - Menteri Perhubungan Freddy Numberi mendesak para nakhoda dan mualim agar lebih berani untuk menolak berlayar jika mendapati kondisi kapal yang kelebihan penumpang dan barang, atau cuaca sedang buruk. "Sesuai dengan undang-undang nakhoda boleh menolak berlayar. Kita harus membangun budaya nakhoda berani 'say no'," katanya di Jakarta, Senin (30/11).

Apabila nakhoda secara tegas menjalankan peraturan tersebut, dan sistem yang menempatkan nakhoda sebagai penentu berlayar atau tidaknya sebuah kapal, bisa terbangun, Freddy yakin kecelakaan di laut bisa diminimalisir.

Ia menyampaikan hal tersebut menanggapi kemungkinan kecelakaan yang menimpa kapal Dumai Express akibat kelebihan penumpang, dan bukan murni karena cuaca buruk. Juga terkait komitmen Menteri Perhubungan terhadap Organisasi Maritim Internasional bahwa ke depan tidak akan ada lagi kompromi terhadap keselamatan pelayaran di tanah air.

Freddy menjelaskan, peraturan ini memang sulit diterapkan di Indonesia karena kemungkinan terjadinya benturan dengan penumpang sangat besar. Sesuai peraturan, nakhoda berhak menolak berlayar, namun penumpang justru yang sering tak peduli dengan peraturan ini, dan memaksa naik ke dalam kapal.

"Kalau nakhoda menolak berlayar yang terjadi masyarakat (penumpang) anarki," ujarnya. Padahal, menurut Freddy, keselamatan kapal dan penumpang di atas laut adalah tanggung jawab penuh nakhoda.

"Di laut kalau ada apa-apa yang ditanya bukan Dirjen (direktur jendral) atau menteri tetapi mereka akan bertanya kepada kapten langkah apa yang harus diambil," tutur Freddy. Karena itu ia menegaskan pentingnya para nakhoda mendalami tanggung jawab dengan lebih baik.

"Mereka yang harus belajar meng-exercise tanggungjawabnya secara benar," ujarnya. Namun begitu ia menegaskan Departemen Perhubungan akan mendorong para nakhoda lebih tegas dan berani dalam menentukan pelayaran. "Nahkoda yang mengerti betul soal overload kapasitas dan perkiraan cuaca. Mereka lulusan akademi bukan lulusan SD," ujar Freddy.

Selain penumpang, nakhoda juga sering mendapatkan tekanan dari operator agar tetap berlayar meski kapasitas kapal melebihi jumlah yang seharusnya. Freddy berjanji akan memanggil para operator kapal supaya lebih mengutamakan keselamatan penumpang dibandingkan memenuhi kuota pelayaran dan mencari keuntungan.

d'sulovyo
December 1st, 2009, 02:16 PM
^^ tambahan info, seluruh penumpang kapal sekarang wajib menggunakan pelampung saat di dalam kapal......

wajib?oh ya?ada sumbernya?

Ocean One
December 1st, 2009, 05:48 PM
Stasiun Kalimas Jadi Pusat Angkutan Petikemas
SELASA, 1 DESEMBER 2009

SURABAYA,KOMPAS.com -Stasiun Kereta Api Kalimas, Surabaya akan dihidupkan kembali untuk mempercepat proses distribusi petikemas dari Surabaya ke Jakarta. Dengan moda transportasi kereta api, pengiriman petikemas menggunakan kapal yang biasanya membutuhkan waktu lima hari dapat dipersingkat menjadi satu hari.

"Saat ini terjadi kemacetan pengangkutan petikemas dari Surabaya ke Jakarta. Pengiriman petikemas dengan kapal yang sebenarnya butuh dua h ari dapat mundur hingga lima hari karena harus menunggu kapal terisi penuh. Karena itu, PT Pelindo III telah menggandeng PT Kereta Api Daerah Operasi (PT KA Daop) VIII Surabaya untuk membantu pengangkutan petikemas," kata Manajer Pemasaran PT KA Daop VIII Surabaya Sitindaon Satar, Selasa (1/12) saat pelepasan KA petikemas jurusan Stasiun Kalimas-Pasoso, Jakarta di Surabaya.

Menurut Sitindaon, pengangkutan petikemas dari Surabaya ke Jakarta membutuhkan waktu rata-rata 22 jam dan maksimal 24 jam. Lama waktu pengangkutan ini dinilai lebih efektif dibandingkan moda transportasi kapal laut yang membutuhkan waktu hingga lima hari dan moda transportasi truk yang membutuhkan waktu sekitar 2,5 hari untuk menuju Jakarta.

Tanggal 30 November 2009 lalu tiga KA angkutan petikemas mulai beroperasi. Satu rangkaian KA berangkat dari Stasiun Pasar Turi dan dua KA berangkat dari Stasiun Kalimas. Mulai hari ini, ada tambahan satu KA yang akan mengangkut petikemas dari Stasiun Kalimas setiap dua hari sekali, papar Sitindaon.

PT KA Daop VIII Surabaya setiap hari mengoperasikan tiga KA petikemas jurusan Stasiun Pasar Turi-Jakarta Gudang, Stasiun Kalimas-Pasoso, Jakarta, dan Stasiun Kalimas-Lagua, Jakarta. Dua hari sekali, KA petikemas jurusan Stasiun Kalimas-Pasoso, Jakarta juga mulai beroperasi.

Setiap KA petikemas membawa 14 gerbong dengan daya angkut 28 petikemas berukuran 20 feet dengan berat masing-masing gerbong 40 ton. Kapasitas empat KA petikemas yang saat ini mulai beroperasi setara dengan angkutan 160 kontainer per h ari sehingga dapat mengurangi kemacetan, kerusakan jalan raya, hingga pemborosan biaya distribusi barang. "Tahun 2010 mendatang, PT KA Daop VIII Surabaya akan menambah tiga KA petikemas. Kami masih memiliki 68 gerbong datar (PPCW) yang saat ini sedang dikerjakan PT Industri KA (PT INKA)," ucapnya.

Pusat angkutan petikemas

Direktur Utama anak perusahaan PT KA, PT KA Logistik Yayat Rustandi mengatakan, PT KA bekerjasama dengan PT Pelindo III akan mengembangkan kawasan Stasiun Kalimas sebagai pusat distribusi petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak yang berbasis moda transportasi KA. Angkutan petikemas yang saat ini juga beroperasi di Pasar Turi akan dipusatkan di Stasiun Kalimas. "Kami akan menata lagi kawasan ini, terutama untuk mengatasi kepadatan pemukiman penduduk yang saat ini berada di dalam area stasiun serta lintasan KA," paparnya.

Ocean One
December 1st, 2009, 05:52 PM
Pembuatan Kapal Layar Khas Majapahit Dimulai
SELASA, 1 DESEMBER 2009

http://www.kompas.com/data/photo/2008/12/12/3124412p.jpg

SUMENEP, KOMPAS.com - Pembuatan kapal layar khas zaman Kerajaan Majapahit di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diawali dengan syukuran (selamatan), Selasa (1/12) malam.

Syukuran atas pembuatan kapal layar khas Majapahit yang digelar di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Suroso.

"Pembuatan kapal layar khas zaman Kerajaan Majapahit ini adalah program kerja sama antara Pemerintah Jepang dan Indonesia," kata Suroso di Sumenep.

Ia mengatakan, di Jepang terdapat komunitas yang cinta pada Kerajaan Majapahit dan memiliki organisasi, yakni Masyarakat Jepang Cinta Majapahit.

"Masyarakat Jepang Cinta Majapahit ini yang menjadi penggagas pembuatan kapal layar khas Majapahit," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, Mochammad Dahlan mengucapkan terima kasih pada Pemerintah Jepang yang telah mempercayakan pembuatan kapal layar khas Majapahit pada perajin Sumenep.

"Ini sebuah kebanggaan, sekaligus tantangan bagi perajin kapal asal Sumenep, apalagi kapal layar khas Majapahit dijadwalkan berlayar keliling dunia. Artinya, kapal yang dihasilkan harus berkualitas tinggi," katanya.

Pembuatan kapal layar khas Majapahit yang dipercayakan kepada kelompok perajin asal Desa Slopeng, Kecamatan Dasuk, ditargetkan selesai paling lambat bulan Maret 2010, karena pada bulan April 2010 dijadwalkan berlayar keliling dunia.

Kapal layar tanpa mesin khas zaman Kerajaan Majapahit yang akan dibuat perajin Sumenep itu sepanjang 20 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 2,75 meter.

Ocean One
December 5th, 2009, 06:09 AM
Pelindo III Kaji Buyback TPS
Hal ini untuk menyikapi kasus gagal bayar obligasi Dubai World.
JUM'AT, 4 DESEMBER 2009

SURABAYA POST -- Kasus gagal bayar obligasi Dubai World (DB) mulai mengusik mitra bisnisnya di Indonesia. Di antaranya PT Pelabuhan Indonesia III yang berkongsi dengan Dubai Port World (DP) --anak perusahaan DB-- mendirikan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Saat ini Pelindo III tengah menjajaki kemungkinan pembelian kembali (buyback) TPS dimiliki DP sebesar 49%.

“Mungkin ini masih rencana dini. Besaran yang diperlukan untuk melakukan buyback pun kami juga masih belum tahu pasti. Tapi andai sewaktu-waktu ada kesempatan untuk itu, ini jelas peluang. Kami sedang bersiap untuk itu,” ujar Sumitro Agus Budiarto, Asisten Sekretaris perusahaan PT Pelindo III di kantornya, Jumat 3 Desember 2009.

Menurut Sumitro, peluang buyback ini perlu dipertimbangkan mengingat posisi PT TPS saat ini yang telah berkembang menjadi terminal petikemas bertaraf internasional.

Sebagaimana diketahui, sejak tahun 1999, komposisi saham PT TPS yang awalnya murni dimiliki pemerintah melalui PT Pelindo III, 49% di antaranya dijual kepada investor asing , yaitu P&O Maritime, Australia.

Kebijakan privatisasi tersebut diambil sebagai langkah pemerintah kala itu untuk bertahan dari krisis ekonomi yang terjadi pada 1998.
“Namun sejak 2006, saham sebesar 49% milik P&O Mariteme resmi diakuisisi Dubai Port World (DP),” kata Wara Dijatmika, Corporate Public Relation TPS.

Sehingga komposisi saham PT TPS sampai sekarang, Pelindo III mengusai 51% dan DP mengusai 49%.

Menurut data yang beredar, dana akuisisi 49% saham TPS tersebut, DP mengucurkan sekitar 175 juta dollar AS. Namun saat dikonfirmasi, Wara enggan untuk membenarkan atau mengoreksi besaran tersebut. “Saya tidak punya datanya. Terus terang karena kami belum menjadi perusahaan terbuka (Tbk), info seperti itu murni wewenang pemilik saham langsung,” elaknya.

Tunggu Sikap Mitra

Dengan semakin membaiknya perekonomian Indonesia potensi TPS yang semakin berkembang pesat. Pelindo III menilai upaya buyback perlu kembali diwacanakan untuk menarik kembali potensi dalam negeri yang telah dikuasai pihak asing.

“Ini kan bagus juga untuk pemerintahan kita. Dulu, TPS kita jual karena kita terpaksa membutuhkan fresh money untuk vbertahan dari krisis. Sekarang kita relatif sudah pulih. TPS pun semakin prospektif. Kenapa tidak kita ambil alih kembali,” tukas Sumitro.

Namun demikian, ia menegaskan, mekanisme buyback tidak bisa Pelindo III yang mengajukan penawaran melainkan harus menunggu pihak DP yang menawarkan kemungkinan tersebut.

“Bagaimana pun perjanjian kerja sama adalah peraturan paling tinggi yang memang harus kita junjung tinggi hingga 2019 sebagaimana tercantum dalam draft kerja sama. Kita harus menunggu mereka yang menawari,” tegasnya.

Ocean One
December 5th, 2009, 11:34 AM
Kapal Kargo Tabrak Pelabuhan Mimika
Sabtu, 05 Desember 2009

TEMPO Interaktif, Timika - Kapal milik PT Salam Pasifik Indonesia Lines (SPIL), Timur Galaksi dan Pulau Layan, dilaporkan Syahbandar Pelabuhan Mimika ke Dinas Perhubungan Laut setelah dua kali menabrak dermaga pelabuhan itu.

Timur Galaksi menabrak dermaga Pelabuhan Samudra Nusantara Mimika pada Minggu (22/11), kemudian kapal Pulau Layan bertonase 6.182 GT menabrak dermaga Pelabuhan Mimika pada Minggu (29/11). Akibat kecelakaan ini belasan tiang pancang pelabuhan rusak berat

Kepala Syahbandar Mimika, Yefta Yenusi, Sabtu (5/12) siang, mengatakan Syahbandar Mimika sudah meneliti dan sedang mendata kerugian akibat tabrakan ini. Menurut Yenusi, sudah tiga kali kapal kargo milik PT Salam menabrak dermaga Pelabuhan Mimika. "Kalau dihitung kapal SPIL (PT SPIL) sudah tiga kali menabrak dermaga pelabuhan," kata Yenusi.

Menurut Yenusi, kecelakaan ini terjadi selain karena faktor alam juga karena nakhoda kapal tidak cermat ketika akan menyandarkan kapal ke dermaga. "Itu kembali ke nakhoda (komunikasi) antara perwira jaga di anjungan dan di dek kurang komunikasi sehingga manuver kapal ketika hendak merapat tidak dapat dilakukan dengan baik," kata Yenusi.

Yenusi mengaku belum dapat memperkirakan nilai kerugian akibat dua tabrakan terakhir. Pihak Syahbandar masih melakukan proses penghitungan kerugian. "Untuk sementara masih diproses, saya belum bisa mengumumkan karena belum final," kata Yenusi.

Syahbandar Mimika, kata Yenusi, belum dapat memutuskan sanksi bagi PT SPIL. Tetapi kecelakaan ini sudah dilaporkan ke pusat. "Kita sudah periksa dan buatkan berita acaranya. Pemeriksaan selesai kita lapor ke pusat. Nanti dari pusat yang akan tindaklanjuti itu," kata Yenusi.

Menurut Yenusi, jika PT SPIL menyatakan kesanggupan untuk memperbaiki kerusakan dan membuat pernyataan, maka pihak Syahbandar Mimika tetap akan mengijinkan kapal-kapal kargo PT SPIL melakukan bongkar muat di pelabuhan Mimika.

Andy w3
December 6th, 2009, 05:11 AM
Pelabuhan baru di Makassar http://img691.imageshack.us/img691/7784/makasarnewport.jpg (http://img691.imageshack.us/i/makasarnewport.jpg/)
luas pelabuhan baru ini 250 ha dan akan berdampingan dengan pelabuhan lama sukarno-hatta. Pelabuhan baru ini nantinya akan dilengkapi areal peti kemas di tengah laut yg akan di hubungkan dengan jalan sepanjang 2 km, juga dilengkapi bangunan penunjang sperti hotel, perkantoran, restoran, serta kawasan marina. Investasi diperkirakan trilliunan rupiah.

Ocean One
December 6th, 2009, 06:39 AM
Pelabuhan baru di Makassar http://img691.imageshack.us/img691/7784/makasarnewport.jpg (http://img691.imageshack.us/i/makasarnewport.jpg/)
luas pelabuhan baru ini 250 ha dan akan berdampingan dengan pelabuhan lama sukarno-hatta. Pelabuhan baru ini nantinya akan dilengkapi areal peti kemas di tengah laut yg akan di hubungkan dengan jalan sepanjang 2 km, juga dilengkapi bangunan penunjang sperti hotel, perkantoran, restoran, serta kawasan marina. Investasi diperkirakan trilliunan rupiah.

Good news andy w3, melengkapi berita2 terdahulu. Cuma sayang pic kamu kecil banget bro, gak jelas gitu. Percuma deh jadinya karena kami gak bisa melihat peta pembangunannya dengan lebih jelas dan teliti. Sayang ya.... ^^^^

Ocean One
December 8th, 2009, 08:44 AM
Tantangan Terbesar Pelayaran Meningkatkan Kualitas Pelabuhan
Senin, 7 Desember 2009

Jakarta (ANTARA News) - Tantangan terbesar dalam meningkatkan kinerja industri pelayaran di Indonesia adalah bagaimana meningkatkan kualitas keragaan (performance) pelabuhan nasional sesuai dengan tujuan peningkatan daya saing angkutan perairan nasional, kata seorang pakar kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB).

"Salah satu unsur pengembangan keragaan pelabuhan nasional adalah peningkatan kualitas pengelolaan pelabuhan yaitu unsur otoritas pelabuhan (port authorities) untuk pelabuhan komersial, dan unit penyelenggara pelabuhan (UPP) bagi pelabuhan yang belum
diselenggarakan secara komersial," kata Wakil Kepala Pusat Kajian
Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB)
Dr Ir Luky Adrianto di Jakarta, Senin.

Pada lokakarya antarbangsa III bertema "Roles and Responsibilities of Harbour Masters and Port Authorities in Indonesia" yang diadakan PKSPL-IPB, InWent Jerman, "Bremenports" dan Departemen Perhubungan RI, ia mengatakan peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) kepelabuhanan merupakan prasyarat penting bagi pencapaian tujuan pembangunan pelayaran khususnya dan bidang transportasi nasional umumnya.

Ia mengatakan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang
Nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran, maka pelayaran nasional
diselenggarakan dengan tujuan memperlancar arus perpindahan
orang dan/atau barang melalui perairan dengan mengutamakan dan
melindungi angkutan di perairan dalam rangka memperlancar kegiatan
perekonomian nasional.

Kemudian membina jiwa kebaharian, menjunjung kedaulatan negara, menciptakan daya saing dengan mengembangkan industri angkutan perairan nasional, penunjang, menggerakkan, dan mendorong pencapaian tujuan pembangunan nasional.

Selanjutnya memperkukuh kesatuan dan persatuan bangsa dalam rangka perwujudan Wawasan Nusantara, dan meningkatkan ketahanan nasional.

Dalam kaitan tersebut, kata dia, salah satu komponen penting dalam sistem pelayaran nasional adalah adanya sistem kepelabuhanan yang merupakan satu kesatuan pelayanan jasa pelayaran nasional seperti yang tertuang dalam UU No 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yaitu bahwa pelayaran terdiri atas angkutan di perairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan pelayaran, dan perlindungan lingkungan maritim.

Sementara itu, sistem pelayaran sendiri, kata dia, merupakan bagian dari sistem transportasi nasional yang harus dikembangkan potensi dan peranannya untuk mewujudkan sistem transportasi yang efektif dan efisien, serta membantu terciptanya pola distribusi nasional yang mantap dan dinamis.

Menurut Luky Adrianto, dalam rangka berkontribusi pada peningkatan kualitas SDM kepelabuhanan tersebut, InWent Jerman, lembaga mitra kerja pemerintah Jerman bekerja sama dengan PKSPL-IPB sejak tahun 2008 telah menjalankan program "Enhancing Planning and Management Competences for Port Development in Decentralised Administration Units" yang diikuti pemangku kepentingan kepelabuhanan dari Indonesia dan Timor Leste.

Ia menjelaskan tujuan diselenggarakannya lokakarya itu adalah untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang kepelabuhanan khususnya yang terkait dengan pengelolaan pelabuhan nasional.

Sasaran dari lokakarya adalah perwakilan dari Unit Penyelenggara
Pelabuhan (administrator pelabuhan) dan otoritas pelabuhan yang
dikoordinir oleh Dephub, di mana secara substansi ditujukan bagi
meningkatnya jumlah "trained people" di bidang pengelolaan
kepelabuhanan, baik dari representasi otoritas pelabuhan dan unit
penyelenggaraan pelabuhan.

Menurut dia, substansi materi lokakarya terdiri atas tiga bagian
yaitu, pertama sosialisasi aspek pengembangan manajemen
kepelabuhanan berdasarkan UU No 17/2008 tentang Pelayaran.

Kedua, peran dan tanggung jawab otoritas pelabuhan dan unit penyelenggaraan pelabuhan berdasarkan pengalaman dunia (dengan rujukan Eropa dan Amerika).

Ketiga, diskusi kelompok untuk membahas peran dan tanggung jawab
otoritas pelabuhan dan unit penyelenggaraan pelabuhan.

Selama lokakarya yang dilanjutkan dengan pelatihan yang berlangsung 7-11 Desember 2009, para peserta akan mendapatkan materi dari para fasilitator yang terdiri atas pejabat Dephub RI, praktisi
kepelabuhanan dari "BremenportS" Jerman, dan praktisi dan ahli
kepelabuhanan dari Indonesia.

Kepala Humas PKSLPL-IPB Rahmi Purnomowati menambahkan dalam kegiatan itu dilakukan pelatihan dalam tiga modul (Modul 3 Batch 1).

Pertama untuk pengambil kebijakan, kedua untuk para manajer yang
dilatih langsung di Bremen, sehingga punya pengalaman sendiri guna
membandingkan pertumbuhan berbagai pelabuhan dengan standar
internasional, dan ketiga yang terkait dengan operasional yang
diharapkan menjadi supervisor dalam mengembangkan pelabuhanan.

Ocean One
December 8th, 2009, 06:50 PM
Pengusaha Pesimis 21 Pelabuhan Operasi 24 Jam
Pelabuhan itu di antaranya Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Pelabuhan Belawan Medan.
SELASA, 8 DESEMBER 2009

http://media.vivanews.com/thumbs2/2008/10/08/55124_pelabuhan_teluk_bayur__padang__300_225.jpg

Pelabuhan Teluk Bayur, Padang.

VIVAnews - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pesimistis pencanangan 21 pelabuhan beroperasi 24 jam.

Dalam program 100 hari, pemerintah telah merilis empat pelabuhan utama sebagai pionir operasional 24 jam, yakni Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Makassar Sulawesi Selatan, dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Bambang K Rahwardi menilai, upaya pemerintah akan sia-sia jika sarana dan prasarana di pelabuhan tidak memadai.

"Misalnya, terkait produktivitas arus barang melalui pelabuhan bongkar muat. Kalau pelabuhan operasi 24 jam, tapi ternyata bongkar muat tidak ada yang mengerjakan maka akan sulit," kata Bambang saat konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta, Selasa, 8 Desember 2009.

Padahal, berdasarkan rekomendasi National Summit, pemerintah telah menetapkan akan prioritas industri jasa transportasi melalui kegiatan kepelabuhan dengan menghilangkan hambatan (debottlenecking).

Salah satunya, pengusaha bongkar muat mengaku kecewa dengan PP No. 61 tahun 2009 tentang Pelayaran yang baru dikeluarkan pada 22 Oktober 2009.

"Dalam PP ini harus ditegaskan peran serta perusahaan jasa bongkar muat, karena di PP itu masih samar-samar bagi perusahaan swasta," ujarnya.

Pasalnya, Bambang menambahkan, dari 843 anggota APBMI, sebanyak 85 persen berasal dari swasta non BUMN.

Pelayanan pelabuhan di Indonesia, menurut Wakil Ketua Komite Tetap Perhubungan Laut Kadin Indonesia Anwar Satta, masih jauh dibandingkan negara Asean lainnya.

"Tak perlu bicara Singapura dulu, pelabuhan kita paling bawah dibandingkan Malaysia dan Vietnam yang dulu tidak apa-apanya," kata Anwar.

Dulu, pelayaran Indonesia, dia menambahkan, bisa memberikan jasa ke seluruh dunia (around the world). Namun saat ini, kapal Indonesia paling jauh ke Singapura dan Australia. Kejayaan kapal asli Indonesia, seperti Djakarta Lloyd, menurutnya, telah hilang.

Ocean One
December 8th, 2009, 06:54 PM
Kadin: PP Kepelabuhanan Tak Akomodatif
Aturan itu mengakui adanya aktivitas bongkar muat, tapi tidak perusahaannya.
SELASA, 8 DESEMBER 2009

http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/02/18/65756_ilustrasi_peti_kemas_ekspor_impor_pelabuhan_300_225.jpg

Ilustrasi Peti Kemas Ekspor Impor Pelabuhan

VIVAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan kekecewaannya atas keluarnya Peraturan Pemerintah No. 61/2009 tentang Kepelabuhanan.

"Kami kecewa karena perusahaan bongkar muat bekerja tidak jelas," kata Ketua Komite Tetap Perhubungan Laut Kadin Carmelita Hartoto di Jakarta, Selasa 8 Desember 2009.

Menurut dia, aturan tersebut secara samar-samar tidak mengakui adanya
perusahaan. "Aturan itu mengakui adanya aktivitas bongkar muat, tapi
tidak mengakui perusahaannya," ujar Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar
Muat Indonesia Bambang K Rahmady.

Ia khawatir hal itu akan berimbas ketika implementasi di lapangan.

"Pelindo nantinya bisa melakukan bongkar muat sendiri karena dalam
aturan itu, perusahaan diakui sebagai badan usaha pelabuhan yang bekerja untuk itu," ujar penasihat Pokja Perhubungan Laut Hidayat Mao.

Adapun ketua asosiasi untuk wilayah Jawa Timur, Capt Prijanto H,
mengatakan, jika ketentuan itu dibiarkan, pergerakan arus barang akan
terhambat.

"Karena sekitar 95 persen arus barang modal ada di pelabuhan dan aktivitas
bongkar muat menjadi indikator kinerja sebuah pelabuhan," kata dia.

Ia berharap aturan tersebut lebih memberikan kejelasan, sehingga dapat
mengefisiensikan biaya operasional perusahaan.

"Kami ingin tempat kami bekerja diakui. Nanti biaya-biaya yang tidak perlu bisa dihilangkan," ujar dia.

Padahal, dia melanjutkan, undang-undang pelayaran menyebutkan pengelolaan pelabuhan harus melibatkan swasta. "Aturan ini grey area," tuturnya.

Carmelita menambahkan, Kadin berharap, peraturan menteri perhubungan mengakomodasi keinginan asosiasi.

"Kami berharap, pada permen perhubungan, perusahaan bongkar muat nantinya akan diakomodasi," kata dia.

Ocean One
December 8th, 2009, 07:03 PM
Selasa, 08/12/2009
Swasta perlu jadi pelaku usaha di pelabuhan

JAKARTA (bisnis.com): Kadin meminta pemerintah memberikan kesempatan yang sama kepada swasta untuk menjadi pelaku usaha di pelabuhan.

Ketua Komite Tetap Perhubungan Laut Kadin Carmelita Hartoto mengatakan spirit UU No. 17 tahun 2008 tentang Pelayaran menuntut terselenggaranya angkutan laut yang modern.

Untuk itu, katanya, UU mengamanatkan keharusan melibatkan swasta dalam kegiatan pelayaran dengan menciptakan persaingan usaha yang sehat, akuntabilitas penyelenggara negara dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran.

Dia menjelaskan agar target itu tercapai, pemerintah diminta memberikan kesempatan berusaha yang sama kepada pelaku usaha swasta yang bergerak di sektor kepelabuhanan dengan memberikan jaminan atas haknya dalam berusaha.

"Saya menerima informasi adanya satu sektor usaha yang berkaitan dengan kepelabuhanan, tetapi belum diakomodasi di dalam peraturan pemerintah tentang kepelabuhanan, padahal keberadaannya diakui UU," katanya hari ini.

Dia mengaku sudah mendengar adanya upaya pihak tertentu untuk mencoba mengajukan perubahan atas UU No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran, padahal jiwa peraturan perundang-undangan tersebut sudah bagus.

"UU pelayaran sudah bagus, tetapi saya sudah mulai mendengar adanya suara yang ingin agar peruaturan itu direvisi. Kami ingin UU terus melajut, tetapi kami harapkan pemerintah mendengar suara pengusaha," ujarnya.

Balaputradewa
December 8th, 2009, 07:11 PM
Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung


http://i347.photobucket.com/albums/p463/lampung_gech/3803410044_e61f9432ac_b.jpg

Ocean One
December 9th, 2009, 05:14 PM
National Single Window Atap Tahap 5 Diluncurkan Tahun Depan
Rabu, 09 Desember 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah siap meluncurkan National Single Window, sistem integrasi online pelayanan perizinan ekspor dan impor, tahap kelima pada pekan ketiga Januari 2010. Lewat layanan tunggal ini, pemerintah berharap kualitas pelayanan dan pengawasan kegiatan perdagangan bisa ditingkatkan.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pada tahap kelima ini layanan terintegrasi kegiatan impor akan diterapkan penuh di lima pelabuhan utama, yakni di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Mas Semarang, Belawan Medan, dan Bandara Soekarno Hatta. Adapun untuk layanan eskpor, integrasi layanan baru akan diterapkan di Tanjung Perak.

“Dengan begitu seluruh pengaturan dan peruzinan impor dan ekspor bisa dilayani di satu portal, tak perlu datang ke masing-masing kementerian dan lembaga,” kata Hatta usai rapat koordinasi di kantornya, Rabu (9/12). Rencananya peluncuran NSW ini akan dilakukan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hatta memaparkan, hasil rapat menyepakati kesediaan 30 kementerian dan lembaga yang terkait dengan program ini untuk masuk dalam satu portal NSW. “Jadi saya kira sudah hampir dipastikan tak ada kendala, karena semua kementerian dan lembaga yang menguatur perizinan sudah masuk dalam portal NSW,” ujarnya.

Sejak diuji coba Agustus 2007, selama ini masih ada 7 kementerian dan lembaga yang belum terintegrasi, yakni Departemen Pertahanan, Departemen Perindustrian, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Negara Lingkungan Hidup, Departemen Kehutanan, Kepolisian, dan Pusat Perizinan Departenian Pertanian.

National Single Window adalah sistem pelayanan eskpor dan impor yang dirancang murah, mudah, dan pasti dengan menggunakan sistem elektronik terintegrasi melalui satu portal NSW. Pada rencana pengembangan NSW, tahap kelima merupakan tahap akhir sebelum penerapan secara nasional yang ditargetkan pada Oktober 2010.

NSW disiapkan pemerintah untuk memenuhi komitmen kerangka kerjasama ekonomi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) dan internasional. Hingga saat ini Indonesia telah berkomitmen pada empat kesepakatan, yakni The Declaration of ASEAN Concord II di Bali pada 7 Oktober 2003, ASEAN Agreement to Establish and Implement the ASEAN Single Window pada 9 Desember 2005, ASEAN Protocol to Establish and Implement the ASEAN Single Window pada April 2006, dan Declaration on the ASEAN Economic Community Blueprint pada November 2007.

Disinggung layanan integrasi ekspor yang masih diterapkan di Surabaya, Hatta menilai itu hanya berlaku sementara. Nantinya, kata dia, layanan ekspor di lima pelabuhan utama tadi juga akan terintegrasi. Pada program satu tahun Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, penerapan NSW untuk ekspor akan diterapkan penuh pada implementasi tahap nasional. “Sehingga kita siap untuk masuk ke level ASEAN,” kata Hatta.

Menurut Deputi Menteri Koordinator Perekonomian bidang Perindustrian dan Perdagangan, Edy Putra Irawadi, mengatakan selama ini pelayanan ekspor dan impor masih simpang siur. Ketika ujicoba NSW diterapkan, masih tetap terjadi perizinan fisik yang dilakukan oleh kementerian dan lembaga yang belum terintegrasi. “Jadinya masih ada importir dan eksportir yang tidak mau diatur lewat NSW karena beralasan diatur oleh kementerian terkait,” katanya.

Saat ini tercatat 20.959 importir telah menggunakan portal NSW dengan 8.744 importir di antaranya menjadi pengguna aktif. Eksportir pengguna aktif mencapai 7.144 eksportir. Adapun Perusahaan Pelayanan Jasa Kepabeanan (PPJK) tercatat sebanyak 1.399 PPJK dengan jumlah yang aktif hanya 633 PPJK. Edy memperkirakan saat ini jumlah eksportir dalam negeri mencapai 1.399 ekportif.

Ocean One
December 9th, 2009, 07:33 PM
Rabu, 09 Desember 2009
Pelindo Perluas Lahan Parkir Pelabuhan Tanjung Priok

JAKARTA. PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) berencana menambah lahan parkir truk kontainer Pelabuhan Tanjung Priok seluas 6 hektare. Proses perluasan lahan parkir tersebut akan dimulai 2010. Rencananya pada tahun 2011 sudah bisa digunakan untuk menampung 1.000 truk kontainer yang sedang menunggu giliran bongkar muat di pelabuhan.

Menurut Direktur Utama Pelindo II Richard Jose Lino, lahan parkir tersebut akan menjadi lahan parkir terbesar di Jakarta. “Kalau sudah selesai, truk tidak perlu menunggu di bahu jalan untuk menunggu kontainer bongkar muat di pelabuhan, sehingga bisa mengurangi kemacetan," kata Presiden Direktur Pelindo II R.J. Lino, Rabu (9/12). Sayangnya, Lino enggan menyebut kebutuhan dana yang diperlukan untuk mengerjakan proyek tersebut.

Namun seperti diberitakan sebelumnya, Pelindo II membutuhkan pendanaan Rp 5 triliun sampai Rp 6 triliun untuk mengembangkan Pelabuhan Tanjung Priok sehingga bisa menjadi pelabuhan penghubung (hub port) bertaraf internasional.

Menurut Lino menjelaskan, selama ini jalur pengiriman kontainer dari Indonesia ke luar negeri tidak langsung dilayani oleh pelabuhan Tanjung Priok karena keterbatasan kapasitas pelabuhan. Akibatnya, barang tersebut harus transit di pelabuhan penghubung Internasional Singapura atau di pelabuhan Klang dan Pelabuhan Tanjung Pelepas Malaysia untuk dikirim keluar negeri oleh kapal pengangkut yang besar.

"Tanjung Priok hanya mampu mengirimkan 4 juta Twenty Feet Equivalent Units (TEUs) kontainer per tahun atau sekitar 40% kontainer asal Pelabuhan Belawan Medan, Tanjung Perak Surabaya, Tanjung Mas Semarang, dan Makassar ke China, Jepang dan Korea. Di luar tiga negara tujuan itu, harus dihubungkan melalui pelabuhan milik Singapura atau Malaysia,"kata Lino.

Pelindo II menargetkan Tanjung Priok bisa mengirimkan kontainer sampai 8 juta TEUs per tahun termasuk 3 juta TEUs transhipment pada 2014. Sejumlah pekerjaan yang harus dilakukan Pelindo untuk dapat mencapai target tersebut adalah dengan memperbesar daya tampung pelabuhan, menambah kemampuan sandar untuk kapal besar serta meningkatkan arus keluar masuk barang dengan infrastruktur memadai. Karena itulah, Pelindo menurutnya akan melakukan reklamasi lahan sampai 300 hektar.
Termasuk menambah lahan parkir untuk truk kontainer sampai 6 hektar.

Ocean One
December 10th, 2009, 03:53 PM
Bisnis Pelayaran Indonesia Kehilangan 13 Miliar Dolar
Rabu, 9 Desember 2009

http://img.antara.co.id/stockphotos/peristiwa/kontainer080908-4.jpg

Bogor (ANTARA News) - Posisi pelabuhan di Indonesia yang hanya menjadi "feeder port" negara tetangga menyebabkan Indonesia kehilangan belasan miliar dolar AS setiap tahun dari industri jasa pelayaran, kata Kepala Humas Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (IPB) Rahmi Purnomowati.

Wacana itu, katanya di Bogor, Rabu, berkembang pada Lokakarya Antarbangsa III bertema "Port Management" yang diselenggarakan oleh PKSPL-IPB, Inwent Capacity Building Internasional, Jerman, dan "Bremenports" Jerman, di Jakarta.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak 7 Desember dan akan berakhir pada 11 Desember 2009 dan diikuti para pemangku kepentingan kepelabuhanan dari Indonesia seperti perwakilan dari Ditjen Perhubungan Laut, Administrator Pelabuhan di daerah, dan Pelindo, serta wakil dari negara tetangga Timor Leste.

Ia menjelaskan, dalam pertemuan itu dirujuk data dari Bank Indonesia yang mencatat bahwa Indonesia kehilangan rata-rata 13 miliar dolar AS setiap tahunnya pada industri bisnis pelayaran dengan permasalahan klasik dimana sebanyak 94 persen transportasi di dominasi oleh kapal asing.

Berdasarkan hal tersebut, katanya, maka perlu dilakukan "re-inventing" pengelolaan pelabuhan di Indonesia dalam kerangka bisnis, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan, membangun jasa-jasa baru sesuai kebutuhan pengguna, mencapai tujuan dan "port performance indicator", dan mengelola informasi secara efektif.

Sementara itu, Kemal Heryandri dari Departemen Perhubungan RI mengatakan bahwa pemerintah mempunyai kebijakan nasional dalam pembangunan pelabuhan jangka panjang, yaitu menurunkan disparitas ekonomi antarwilayah, membangun 25 pelabuhan strategis, meningkatkan daya saing pelabuhan nasional menuju pelabuhan berskala internasional, meningkatkan efisiensi dan profesionalisme pengelolaan pelabuhan, dan mendukung otonomi daerah.

Lebih lanjut ia mengatakan, terkait dengan desentralisasi pengelolaan pelabuhan diperlukan beberapa pemikiran, diantaranya pertama, kajian tata kelembagaan baru mengenai koordinasi pusat dan daerah.

Kedua, pembangunan sumberdaya manusia (SDM) dalam pengelolaan pelabuhan terkait dengan UU No. 17/2008 dan PP No. 61/2009.

Ketiga, perencanaan pelabuhan, operasi, dan kapaitas pengelolaan yang diberikan kepada pemerintah daerah, dan keempat, alokasi anggaran pemerintah daerah untuk operasi pelabuhan, serta peningkatan infrastruktur pelabuhan dan kapasitas penanganan kargo.

Sedangkan Sekretaris Eksekutif PKSPL-IPB Dr Ir Luky Adrianto menjelaskan bahwa kegiatan lokakarya itu tidak hanya berbicara mengenai teknis pelabuhan "an sich", melainkan bagaimana membangun pelabuhan hijau (green port) dalam kerangka "Integrated Coastal Management".

"Hal ini sangat penting, selain karena `trend` pengelolaan `green port` di dunia, juga dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir dan laut," katanya.

typhoonbringer
December 11th, 2009, 02:50 AM
bikin port di sabang deh, jadi yg dari eropa bongkarnya di sono aja :p

Ocean One
December 14th, 2009, 10:25 AM
Penerapan asas cabotage bisa diubah
Dephub dukung pengadaan kapal nasional

Bisnis Indonesia, JAKARTA - Departemen Perhubungan mengisyaratkan akan mengubah kebijakan asas cabotage jika menjelang tenggat implementasi secara penuh aturan itu jumlah kapal berbendera Indonesia belum memenuhi permintaan pasar.
Menhub Freddy Numberi menegaskan departemennya siap mengubah sejumlah kebijakan, termasuk asas cabotage (komoditas domestik wajib diangkut oleh kapal nasional) jika ternyata tidak mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sejauh peraturan tidak mendukung pertumbuhan ekonomi, bisa saja diubah. Contohnya, sekarang siapa orang Indonesia yang punya kapal 100.000 DWT? Kalau tidak ada yang punya, apakah angkutan akan berhenti?" ujarnya saat jumpa pers Evaluasi Kinerja Dephub 2009, akhir pekan lalu.

Asas cabotage mempunyai dasar hukum Instruksi Presiden (Inpres) No. 5/2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional. Selain itu, Menteri Perhubungan menindaklanjuti melalui KM No. 71/2005 tentang Pengangkutan Barang/Muatan Antara Pelabuhan Laut di Dalam Negeri.

Sesuai dengan KM itu, peta jalan (road map) asas cabotage akan berakhir pada 1 Januari 2011 yang merupakan tenggat bagi seluruh kapal off shore sudah menggunakan bendera Merah Putih.

Menurut Freddy, setiap instansi harus melihat kepentingan nasional, sehingga daya saing ekonomi Indonesia tidak terganggu oleh peraturan-peraturan yang justru berpotensi menghambat pertumbuhan.

Kendati demikian, Menhub menegaskan departemennya siap memberi dukungan bagi pengusaha pelayaran dalam pengadaan kapal berbendera Merah Putih agar dapat mencukupi permintaan pasar.

"Kami akan mendorong adanya kerja sama asing dengan pengusaha lokal. Selalu ada ruang untuk membantu pengusaha pelayaran dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan kapal berbendera Indonesia," tutur Freddy.

Investasi besar

Ketua Bidang Angkutan Tongkang dan Kapal Tunda DPP Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Teddy Yusaldi menuturkan kapal Merah Putih untuk angkutan batu bara mampu memenuhi asas cabotage pada 2010, tetapi untuk kapal lepas pantai (off shore) masih rawan kendati penerapan secara penuh baru pada 2011.

Dia mengungkapkan hingga kini masih ada sekitar 100 unit kapal off shore berbendera asing, yang harus beralih menggunakan bendera Merah Putih paling lambat 1 Januari 2011.

"Dari sekitar 630 kapal off shore yang ada, sebanyak 530 kapal sudah berganti bendera. Tinggal 100 kapal yang mempunyai pangsa pasar sebanyak 70% [masih berbendera asing], tetapi membutuhkan investasi yang sangat besar," katanya beberapa waktu lalu.

Dia berharap agar dalam waktu 1 tahun ke depan perusahaan pelayaran nasional bisa menggantikan 100 unit kapal tersebut. Oleh karena itu, lanjutnya, salah satu strategi yang harus diterapkan oleh perusahaan pelayaran dalam negeri adalah meraih kontrak angkutan jangka panjang.

"Perlu cukup banyak investasi untuk mengubah ke bendera Indonesia. Meskipun tersisa 100 unit kapal, itu susah. Masih ada waktu 1 tahun, akan kami dorong terus, salah satunya agar ada kontrak jangka panjang," tutur Teddy.

Berdasarkan proyeksi Bappenas, volume muatan kapal niaga domestik pada 2009 mencapai 253,7 juta ton dan diproyeksikan naik menjadi 265,38 juta ton pada 2010 dan 277,06 juta ton pada 2011.

Selanjutnya, pada 2012, muatan angkutan niaga dalam negeri diperkirakan tumbuh menjadi 288,75 juta ton, pada 2013 menjadi 300,43 juta ton, dan pada 2014 menjadi 312,11 juta ton.

Ocean One
December 14th, 2009, 10:28 AM
Organisasi serikat pekerja pelaut akan ditata ulang

Bisnis Indonesia, JAKARTA - Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) akan mengubah paradigma organisasi serikat pekerja (SP) dari yang selama ini hanya sekadar 'papan nama' menjadi organisasi yang benar-benar memiliki anggota yang riil.
"Serikat pekerja yang kuat harus memiliki jumlah anggota yang konkret, tidak sekadar membentuk pengurus di daerah-daerah dengan memasang papan nama, tetapi anggotanya tidak jelas," ujar Presiden KPI Hanafi Rustandi, akhir pekan lalu.

Menurut dia, untuk menunjukkan kekuatannya banyak SP yang mengklaim jumlah anggota mencapai jutaan orang, tetapi dalam kenyataannya sulit dibuktikan karena tidak didukung oleh data seperti kartu anggota dan iuran bulanan secara rutin.

Dia menyatakan kekuatan organisasi SP juga tidak ditentukan oleh pembentukan pengurus di daerah-daerah, tetapi sangat ditentukan oleh jumlah riil anggota serikat pekerja yang bersangkutan.

Selama ini, Depnakertrans menetapkan ketentuan organisasi SP nasional harus memiliki pengurus di daerah dan cabang, padahal ketentuan tersebut merupakan kebijakan yang tidak tepat.

"Keabsahan organisasi ditentukan oleh jumlah anggota yang mampu membayar iuran secara rutin, bukan karena pembentukan pengurus daerah atau cabang yang terkadang tidak memiliki anggota," tuturnya.

Hanafi menuturkan selama ini kebanyakan SP kondisinya lemah, karena tidak berhasil memungut iuran dari anggotanya.

Kelemahan finansial yang penting untuk perkembangan organisasi dapat mengakibatkan lemahnya posisi tawar serikat pekerja dalam melakukan perundingan dengan pihak pemerintah ataupun pengusaha.

Perubahan paradigma serikat pekerja tersebut akan menjadi salah satu pembahasan dalam Kongres ke-7 KPI yang akan dibuka oleh Menteri Perhubungan Freddy Numberi, besok.

Kongres tersebut akan dihadiri oleh 114 delegasi dari lima regional KPI dan pihak perusahaan pelayaran, serta perwakilan International Transport workers Federation (ITF) dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dari sejumlah negara.

Ocean One
December 14th, 2009, 10:30 AM
Djakarta Lloyd minta subsidi pelayaran

Bisnis Indonesia, JAKARTA - Perusahaan pelayaran nasional PT Djakarta Lloyd meminta pemerintah mengucurkan subsidi setelah perseroan resmi membuka jalur pelayaran dari Jakarta ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Wakil Direktur Utama PT Djakarta Lloyd (Persero) Bambang Sudarsono mengatakan pembukaan rute pelayaran dari Jakarta ke Aceh dilakukan dalam rangka membantu pemerintah memacu pertumbuhan ekonomi.

"Rute baru ini untuk membantu masyarakat Aceh menikmati harga sandang dan pangan yang lebih murah. Rute ini dibuka bukan semata-mata mengejar keuntungan, melainkan juga melaksanakan visi pembangunan nasional," katanya kepada Bisnis kemarin.

Dia menjelaskan harga sandang dan pangan di Aceh sangat mahal dibandingkan dengan daerah lain karena biaya distribusi barang dari Jakarta sangat tinggi akibat belum adanya jalur pelayaran langsung ke provinsi itu.

Bambang mengungkapkan biaya pengiriman peti kemas ukuran 20 kaki dari Jakarta ke Aceh selama ini mencapai Rp8 juta per boks karena pengirimannya harus melalui Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatra Utara.

"Dari sana [Belawan] baru disambung dengan menggunakan truk yang ongkosnya mencapai Rp4 juta per boks, padahal pengiriman langsung dari Jakarta ke Aceh dengan menggunakan kapal biayanya bisa menghemat Rp1,5 juta menjadi Rp6,5 juta per boks," katanya.

Djakarta Lloyd mulai membuka jalur pelayaran Jakarta-Aceh pada pekan lalu dengan menggunakan KM Jatiwangi berkapasitas angkut 350 kontainer.

Rencananya, pada pekan depan perseroan itu akan memberangkatkan satu kapal lagi berkapasitas 200 kontainer.

Sebelum sampai ke Krueng Geukuh, Aceh Timur, dan berakhir di Pelabuhan Malahati, Banda Aceh, kapal kontainer yang dioperasikan oleh Djakarta Lloyd akan transit di Batam dan Belawan untuk mengantar dan menjemput muatan.

Transit di sejumlah pelabuhan itu dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kerugian bila volume barang yang diangkut ke Aceh tidak memenuhi ruang yang disediakan. Namun, jika muatan sudah cukup, kapal langsung menuju Aceh.

Ocean One
December 15th, 2009, 03:47 PM
Bea Cukai Batam Kesulitan Awasi Pelabuhan
Selasa, 15 Desember 2009

TEMPO Interaktif, Batam -Kepala Seksi Layanan Informasi Bea dan Cukai Batam, Iwan Agung Kusuma mengaku kesulitan mengawasi pelabuhan khusus di sana. Penyebabnya jumlah petugas bea dan cukai terbatas.

Selain itu, banyak perusahaan galangan kapal yang tidak terdaftar di Bea dan Cukai Tipe A Batam. Menurut Iwan, dari 80 perusahaan hanya 30 perusahaan saja yang terdaftar di bea cukai. Perusahaan memiliki izin menggunakan pelabuhan sendiri yang disebut pelabuhan khusus untuk mengangkut barang dari dan menuju pelabuhan.

Batam juga kerap dijadikan tujuan penyelundupan barang. Di Pelabuhan Batam, Bintan dan Karimun yang merupakan kawasan bebas perdagangan, ternyata banyak barang yang tidak sampai ke tempat tujuan manifest. "Ini perlu diawasi, bila tidak maka akan terjadi kehilangan uang negara yang besar," katanya.

Contohnya , Bea dan Cukai menangkap kapal RM. Muara Jaya II-GT.145 di pelabuhan tikus Tanjung Uncang. Kapal tersebut kedapatan membawa 843 kardus minuman keras ( miras ) berbagai merek seperti Stout Beer, Black Level, Jhoni Walker, Gordon, Cardin dan lain-lain. Barang bukti dari kapal tersebut hilang, namun proses hukumnya tetap dilanjutkan karena sudah sampai ke polisi.

Ocean One
December 15th, 2009, 07:59 PM
Pelayaran RI siap penuhi kapal besar
Pemerintah diminta benahi infrastruktur pendukung

Bisnis Indonesia - JAKARTA: Sejumlah perusahaan pelayaran nasional berkomitmen memenuhi kebutuhan kapal berbobot di atas 100.000 DWT seiring dengan penerapan asas cabotage yang mewajibkan angkutan komoditas domestik menggunakan armada berbendera Indonesia.
Ketua Harian Masyarakat Pemerhati Pelayaran, Pelabuhan, dan Lingkungan Maritim (Mappel) Elly Rasdiani Sudibjo menegaskan kemampuan pelayaran nasional untuk memenuhi kebutuhan armada berbendera Merah Putih dalam berbagai ukuran tidak perlu diragukan.

Menurut dia, kapal-kapal berbobot besar hingga di atas 100.000 DWT yang dikhawatirkan oleh Menteri Perhubungan Freddy Numberi belum dimiliki oleh perusahaan pelayaran nasional, ternyata sudah tersedia di Indonesia.

"Justru yang diperlukan bagaimana Dephub membantu perusahaan pelayaran nasional yang sebagian besar sedang kesulitan mendapatkan muatan di dalam negeri, menyusul berlebihnya jumlah kapal dibandingkan dengan muatan," katanya kepada Bisnis, kemarin.

Saat ini, dua perusahaan pelayaran nasional, yakni PT Berlian Laju Tanker Tbk dan PT Armada Pelayaran Nasional Tbk sudah memiliki kapal berbobot di atas 100.000 DWT, sebagian di antaranya berbendera Merah Putih.

Proyeksi kebutuhan kapal niaga nasional 2010—2014
Rute Jumlah (unit) Kapasitas (juta DWT)
Domestik 312 2,79
Internasional 51 2,01
Total 363 4,8
Sumber: DPP INSA

Kebutuhan kapal batu bara nasional hingga 2010
Jenis Ukuran (DWT) Jumlah (unit)
Panamax 60.000 10
Handymax 45.000 13
Tug and barge 8.000 367
Sumber: Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut Dephub

Elly menjelaskan untuk menjamin ketahanan terhadap industri angkutan, pemerintah seharusnya membantu perusahaan yang sudah mempunyai kapal, termasuk angkutan batu bara untuk mengembangkan pangsa dalam negeri dan meningkatkan kualitas infrastruktur.

Menhub mengisyaratkan akan mengubah kebijakan asas cabotage jika menjelang tenggat implementasi secara penuh aturan itu jumlah kapal berbendera Indonesia belum memenuhi permintaan pasar.

Freddy menegaskan departemennya siap mengubah sejumlah kebijakan, termasuk asas cabotage jika ternyata tidak mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

"Sejauh peraturan tidak mendukung pertumbuhan ekonomi, bisa saja diubah. Contohnya, sekarang siapa orang Indonesia yang punya kapal 100.000 DWT? Kalau tidak ada yang punya, apakah angkutan akan berhenti?" katanya.

Belum dibutuhkan

Sekretaris Mappel Maman Permana mengatakan untuk angkutan domestik, kapal berbobot di atas 100.000 DWT sebetulnya belum dibutuhkan karena infrastruktur pendukungnya belum memadai.

"Namun, jika pemerintah memandang perlu, saat ini sudah tersedia kapal milik perusahaan pelayaran nasional yang bobotnya hingga 147.000 DWT. Kapal tersebut masih menggarap angkutan ke luar negeri karena ketersediaan kapal di dalam negeri berlebih," katanya.

Berdasarkan data Indonesian National Shipowners' Association (INSA), selama periode Agustus 2008-Agustus 2009, jumlah kapal jenis handymax dan panamax berbendera Merah Putih sebanyak 30 unit.

Jumlah itu dinilai telah melebihi kebutuhan untuk mendukung kegiatan distribusi batu bara di dalam negeri, terutama memasok kebutuhan sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Tanah Air.

Penilaian itu mengacu pada data Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut Dephub yang memperkirakan kebutuhan kapal batu bara nasional hingga 2010 sebanyak 10 kapal jenis panamax dan 13 unit handymax.

Direktur Utama PT Berlian Laju Tanker Widihardja Tanudjaja mengungkapkan perseroannya sudah memiliki kapal tanker berbobot 95.000-110.000 DWT yang siap dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Menurut dia, dua dari tiga kapal itu sudah berbendera Merah Putih, sedangkan satu kapal berbobot 110.000 DWT masih dalam proses pergantian bendera. "Kapal ini sudah siap memasok kebutuhan armada nasional," katanya.

Widihardja memaparkan perseroannya juga memiliki dua kapal berbobot 150.000 DWT yang siap dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan armada dalam negeri seiring dengan penerapan asas cabotage.

"Kapal-kapal itu siap berganti bendera dari asing ke Merah Putih jika ada permintaan. Masalahnya sekarang belum ada permintaan pengiriman barang di dalam negeri untuk kapal berbobot sebesar itu," ujarnya.

Ocean One
December 15th, 2009, 08:06 PM
Palembang butuh 40 dermaga

Bisnis Indonesia - PALEMBANG: Palembang membutuhkan sebanyak 40 dermaga di sepanjang Sungai Musi guna mengoptimalkan angkutan sungai sebagai sarana transportasi masyarakat.
"Kami masih butuh paling tidak 40 dermaga lagi dan tahun depan akan dibangun empat dermaga guna menambah 15 dermaga saat ini," ujar Said Albar, Kepala bidang Perhubungan Laut dan ASDP Dinas Perhubungan Palembang, belum lama ini.

Dia menyebutkan empat dermaga yang akan dibangun, yakni Dermaga Kertapati, Pulo Kerto, Pulo Kemaro di Seberang Ulu yang berdekatan dengan Masjid Sejarah Ki Gede Ing Suro.

Ocean One
December 16th, 2009, 06:27 AM
Rabu, 16-12-09
Pelabuhan Makassar Siap Beroperasi 24 Jam

JAKARTA -- Salah satu program 100 hari Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II akan segera terealisasi. Program tersebut adalah operasional 4 pelabuhan hingga 24 jam.

Dirjen Bea dan Cukai Departemen Keuangan Anwar Suprijadi mengatakan, pelabuhan yang akan beroperasi 24 jam adalah Tanjung Priok (Jakarta), Belawan (Medan), Tanjung Perak (Surabaya), dan Makassar. "Mulai berlaku kira-kira 4 Januari nanti," ujarnya saat ditemui di Gedung Departemen Keuangan, Selasa 15 Desember.

Menurut Anwar, operasional pelabuhan sepanjang 24 jam dimaksudkan untuk memperlancar arus barang, baik untuk keperluan perdagangan domestik maupun ekspor impor. "Kami di Bea dan Cukai sudah siap. PMK (Peraturan Menteri Keuangan)-nya juga sudah di tangan Bu Menteri Keuangan," katanya.

Anwar menjelaskan bahwa tenaga yang ada di Ditjen Bea dan Cukai saat ini masih cukup untuk pelayanan 24 jam setiap hari di 4 pelabuhan tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap membutuhkan SDM tambahan untuk pelayanan di seluruh kantor Bea Cukai di Indonesia.

"Kalau hanya di 4 kantor, kita cukup dengan SDM dan dana yang ada. Tapi kita tetap membutuhkan tambahan SDM. Karena itu, 500 tenaga baru sedang kita proses di Diklat dari lulusan D1," terangnya.

Anwar menambahkan, pelaksanaan operasional pelabuhan selama 24 jam juga tergantung dari kesiapan Ditjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan, khususnya administrasi pelabuhan. "Sebab, sektor itu terlibat dalam program ini," terangnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan bahwa operasional 4 pelabuhan besar selama 24 jam merupakan upaya menunjang optimalisasi national single window (NSW) dan kegiatan ekspor-impor agar tak terhambat.

"Karena itu, pelabuhan harus dikoordinasikan dengan baik agar bisa mengantisipasi kapal kargo yang akan masuk dini hari. Jadi tak perlu menunggu pagi sebelum masuk ke pelabuhan. Selama ini, hambatan tersebut sering dikeluhkan," ujarnya.

Sementara itu Deputi Menko Perekonomian Bidang Perdagangan dan Industri Edy Putra Irawadi mengatakan, operasionalisasi pelabuhan selama 24 jam memerlukan kesiapan banyak pihak. "Misalnya, apa Bea Cukai bisa lembur. Bank kan belum bisa," katanya.

Edy mencontohkan contoh, di beberapa pelabuhan besar di AS, seperti Philadelphia, operasional juga hanya dilakukan pada jam kerja. "Tapi, karena (operasional 24 jam) ini sudah menjadi program 100 hari pemerintah, maka semua pihak harus ikut menyukseskan," ucapnya.

@b1
December 16th, 2009, 06:32 AM
menurut saya ada 3 pelabuhan di Indonesia yang cocok jadi pelabuhan internasional, yaitu:
- Pelabuhan Tj. Priok, Jakarta
- Pelabuhan Tj. Perak, Surabaya
- Pelabuhan Makasar, Makasar

BATAMANIA
December 16th, 2009, 06:53 AM
dan jangan lupakan Belawan :)

Ocean One
December 17th, 2009, 06:07 PM
Kantor Pelindo Palu Dirusak Massa
Kamis, 17 Desember 2009

TEMPO Interaktif, Palu - Kantor PT Pelayaran Indonesia (Pelindo) IV Cabang Pantoloan, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu, Rabu malam (16/12), dirusak warga. Mereka kecewa penerimaan calon pegawai di perusahaan tersebut dilakukan secara diam-diam.

Saksi di lokasi kejadian menyebutkan peristiwa perusakan terjadi sekitar pukul 21.45, dengan cara memukulkan benda keras ke kaca depan dan samping kantor PT Pelindo. Warga sekitar, H Kadir, mengatakan perusakan itu menyusul tidak diterimanya sejumlah warga sebagai karyawan PT Pelindo untuk menjadi pegawai sekuriti.

Informasi yang diperoleh Kamis ini (17/12) menyebutkan pelaku perusakan itu dikoordinir Asjad. Dia kecewa dan menganggap pihak PT Pelindo tidak transparan dalam penerimaan karyawan. Dari akumulasi kekecewaan itu, pelaku kemudian mengamuk dan merusak hampir seluruh kantor PT Pelindo.

"Ia mengaku nekat merusak karena katanya pihak PT Pelindo tidak transparan dalam penerimaan karyawan," kata Kadir. Pihak PT Pelindo sempat ditanya oleh pelaku terkait penerimaan tenaga sekuriti, dan pihak Pelindo mengatakan belum ada penerimaan. Tetapi, beberapa hari kemudian, ternyata ada beberapa orang yang diterima.

"Mungkin dia kecewa tidak diterima dan pihak Pelindo tidak transparan, makanya dia mengamuk dan merusak," tutur Kadir.

Asjad sendiri langsung ditahan di sel Polsek Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Pantolan. "Dia sudah ditahan. Kalau untuk keterangan, Kapolsek KP3 sudah pulang, besok saja," katanya dari balik pagar yang terkunci rapat.

Saat ditemui di kediamannya, Manajer SDM dan Umum PT Pelindo Pantolan, Sahat Siboro, mengatakan saat terjadi perusakan kantor Pelindo ia sedang berada di Kota Palu. Ia mendapatkan informasi kantor Pelindo dirusak orang yang sedang mabuk. "Saya ditelepon sekuriti ada perusakan kaca kantor, yang rusak orang mabuk," ujarnya.

Saat ditanya soal penerimaan karyawan sebagai sekuriti, Sahat Siboro menjelaskan untuk penerimaan karyawan di PT Pelindo melalui PJTKI Jakarta, sehingga kebijakan penerimaan karyawan bukan ditentukan PT Pelindo Pantoloan. "Bagaimana mau diterima jadi karyawan surat lamarannya saja tidak pernah masuk dan dikirim ke PJTKI Jakarta," jelasnya.

DanangSuthoWijoyo
December 21st, 2009, 10:46 AM
TANJUNG PRIOK...

PELABUHAN TERSIBUK DI INDONESIA


kapal kontainer sedang bersandar di JICT-2


APL JEBEL ALI

http://img696.imageshack.us/img696/4634/cimg2180.jpg

Ocean One
December 21st, 2009, 05:21 PM
Adpel Bakauheni Periksa Ulang Kelaikan Kapal Fery
Senin, 21 Desember 2009

http://img.antara.co.id/stockphotos/peristiwa/pelabuhan-050809.jpg

Bakauheni, Lampung Selatan (ANTARA News) - Administrator Pelabuhan (Adpel) Bakauheni memeriksa ulang kelaikan seluruh armada kapal fery untuk memastikan kesiapan operasi angkutan penumpang dipelabuhan itu saat libur Natal dan Tahun Baru.

Kepala Administrator Belabuhan Bakauheni, Rochadi, mengatakan di Bakauheni, Minggu, pemeriksaan di lakukan sesuai dengan intruksi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Luat (Dirjenhubla) kepada seluruh armada demi keamanan dan keselamatan penumpang.

Dia menjelaskan, pemeriksaan ulang dilakukan dengan berkoordinasi dengan Adpel Banten, Adpel Panjang, Adpel Bakauheni dan PT ASDP Indonesia Ferry sebagai penyedia sarana pelayanan penumpang saat liburan akhir tahun ini.

"Jika ada kapal fery yang tidak laik operasi maka akan kami larang,jika kapal fery memasuki jadwal docking namun masih laik operasi akan kami perpanjang jadwal dockingnya, selama tidak membahayakan keselamatan penumpang," ujar dia.

Dalam pemeriksaan tersebut, dia mengatakan bahwa dipastikan kapal yang tidak beroperasi sebanyak tiga armada yakni KMP BSP 1, Nusa Setia dan Mitra Nusantara.

Dengan begitu, menurut Rochadi, jumlah armada yang dapat beroperasi saat natal dan tahun baru nanti yakni 30 armada kapal roro dan 4 armada kapal cepat yang siap dioperasikan.

Selain itu, dia mengatakan Direktorat Jendral Perhubungan Laut (Dirjenhubla) juga mengintruksikan Adpel Bakauheni untuk tetap mewaspadai memburuknya cuaca sewaktu-waktu demi keselamatan pelayaran.

Prosedur keselamatan pelayaran yang harus dilakukan pihak Adel yakni terus memantau dan mengantisipasi perkembangan situasi perairan dengan mencermati prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi Maritim setempat dengan dibuat plot secara benar.

Kemudian, Adpel harus melarang kapal yang terbuat dari fiberglass (kapal cepat) untk beroperasi di laut lepas/terbuka dan hanya diizinkan beroperasi di wilayah pantai, danau, dan sungai, serta dilarang melakukan rute pelayaran lebih dari empat jam.

Selanjutnya, Adpel harus bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan penumpang dan wajib mengeluarkan surat izin berlayar (SIB) bagi sejumlah armada kapal serta bertanggungjawab terhadap keamanan dan ketertiban Pelabuhan Bakauheni khususnya kedaangan/keberangkatan penumpang atau barang.

"Jika ada perubahan cuaca buruk sewaktu-waktu atau kondisi darurat, nahkoda diimbau untuk melakukan tindakan prioritas penyelamatan penumpang," kata dia.

Pada Minggu (20/12), jumlah armada yang dioperasikan berjumlah 18 armada kapal ro-ro dan 4 armada kapal cepat dengan trip normal.

Sizter85
December 26th, 2009, 09:58 AM
Sabtu, 26 Desember 2009 , 07:32:00
2010, Kapal Asing Setop Operasi

BALIKPAPAN - Kabar gembira bagi pelaku usaha pelayaran di Kaltim. Pasalnya, terhitung Januari 2010 nanti, kapal-kapal asing tidak boleh lagi melayani angkutan komersial di perairan Indonesia. Ini sebagai imbas diberlakukannya UU nomor 17 tahun 2008 tentang pelayaran dan pelabuhan.

“Ini kesempatan yang harus dimanfaatkan. Artinya, muatan yang selama menggunakan kapal asing, menjadi jatah kapal dalam negeri. Tinggal bagaimana memperbaiki pelayanan dan bersaing secara sehat,” kata Wakil Ketua Umum DPP Indonesi National Shipowners Asociation (INSA) atau asosiasi perusahaan pelayaran niaga nasional El Sudjatmiko kepada Kaltim Post.

Di Kaltim, peluang untuk merebut limpahan kapal asing tadi cukup besar, mengingat ada beberapa pelabuhan yang selama ini disandari banyak kapal niaga. “Coba lihat di Balikpapan. Sanking banyaknya, untuk bisa bersandar saja harus menunggu berhari-hari, dan sebagian dari kapal itu berbendera asing,” katanya.

Nah, untuk memaksimalkan potenti itu, pihak-pihak terkait harus mendorong pemerintah setempat untuk membangun pelabuhan baru. “Saya dengar ada pelabuhan peti kemas yang dibangun pemkot. Ini harus didukung agar cepat selesai dan beroperasi. Dengan begitu, pengusaha pelayaran bisa berkembang,” katanya. (ind)

Ocean One
December 30th, 2009, 07:21 AM
Bangkalan Desain Pelabuhan Bebas Pajak
Rabu, 30 Desember 2009

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mulai melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan pelabuhan impor bebas pajak di Kecamatan Socah. "Saya belum tahu seberapa banyak lahan yang dibebaskan," kata Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Bangkalan, Tri Yanto Yani, Rabu (30/12).

Tri menjelaskan, pelabuhan akan berada di sebuah kawasan khusus ekspor bernama Madura Industrial Seaport City (MISI). Bebas pajak sendiri diambil sebagai respon atas muncul kebijakan Free Trade Asia (FTA) dimana barang ekspor dari Cina bebas masuk ke Indonesia tanpa dikenakan pajak.

Ia mengaku kurang menyetujui kawasan bebas pajak ini karena barang luar negeri bebas masuk, sehingga akan mengancam berbagai kegiatan indistri lokal di Bangkalan. "Kita berharap ada perubahan soal FTA," harapnya.

Selain MISI, ia menambahkan, pelabuhan peti kemas berbobot mati 100 dwt juga akan dibangun di Desa Tanjung Bulu Pandan Kecamatan Klampis. Pelabuhan ini memang di desain untuk mengalihkan kepadatan lalu lintas kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. "Madura akan jadi kawasan industri Jawa Timur, karena Surabaya terlalu padat," terangnya.

Sejak diresmikannya jembatan Suramadu, Tri Yanto Yani mengatakan, Bangkalan membuka pintu selebar-lebarnya kepada investor untuk investasi terutama di kawasan pesisir seperti pembangunan dermaga-dermaga baru.

Sementara untuk darat, Bangkalan telah membuat kawasan ekonomi khusus. antara lain kawasan agropolitan, Kawasan khusus industri dan kawasan kaki jembatan suramadu (KKJS). Tri Yanto mengatakan seluruh desain kawasan industri dirancang swasta murni dan diluar kewenangan badan pengelola wilayah suramadu. "BPWS punya rencana sendiri, kita juga punya pandangan sendiri bagaimana Bangkalan kedepan," tegasnya.

Cah_Bagus97
January 1st, 2010, 04:38 PM
dan jangan lupakan Belawan :)

Jangan Lupakan Tanjung Emas

Sizter85
January 1st, 2010, 05:27 PM
Jangan Lupakan Tanjung Emas

Hellooo,... Belawan, Priok, Perak, dan Soekarno Hatta's port di Makassar mmg di prioritaskan oleh Pemerintah Pusat sbg pelabuhan yg saat ini beroperasi 24 jam Nonstop melalui kebijakan 100 hari tim ekonomi Indonesia bersatu jilid II,

Well sangat beralasan BATAMANIA nyeletuk "Jangan lupakan Belawan", dan mmg saat ini keempat pelabuhan tsb sudah berstatus Int'l, Ngerti ??:lol:

Cah_Bagus97
January 3rd, 2010, 01:40 PM
Hellooo,... Belawan, Priok, Perak, dan Soekarno Hatta's port di Makassar mmg di prioritaskan oleh Pemerintah Pusat sbg pelabuhan yg saat ini beroperasi 24 jam Nonstop melalui kebijakan 100 hari tim ekonomi Indonesia bersatu jilid II,

Well sangat beralasan BATAMANIA nyeletuk "Jangan lupakan Belawan", dan mmg saat ini keempat pelabuhan tsb sudah berstatus Int'l, Ngerti ??:lol:

Tanjung Emas juga udah berstandar Internasional Lho

abel77
January 4th, 2010, 03:27 PM
menurut saya ada 3 pelabuhan di Indonesia yang cocok jadi pelabuhan internasional, yaitu:
- Pelabuhan Tj. Priok, Jakarta
- Pelabuhan Tj. Perak, Surabaya
- Pelabuhan Makasar, Makasar

Sepertinya Penempatan Makasar sebagai urutan ketiga adalah sesuatu, aduh...... Susah di ungkapkan dengan kata2, Mungkin perlu di ingatkan Ucapan Pak Jusuf Kala, "KALO PETA INDONESIA ITU DI LIPAT 4, MAKA MAKASAR ADALAH PUSAT DARI INDONESIA"
Memang kalo di lipat memang ia, tapi liat dulu potensinya...:ohno::)
Lagi pula Belawan tanpa di perbaiki (Sering diabaikan pembangunanya) tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu Port terbaik di Indonesia, kalo di perbaiki akan bersaing dengan Port-Port di Malaysia dan Singapore. Kalo Makasar mungkin Cocok jadi pelabuhan Domestik terbesar untuk penyebaran di daerah Inonesia Timur.
memang sih semuanya tergantung dari individu masing2 namanya juga : "menurut saya :lol::lol::gossip:"

Ocean One
January 5th, 2010, 06:43 AM
Kapal Termodern AS Ekplorasi Laut Sulawesi
Senin, 4 Januari 2010

http://img.antara.co.id/stockphotos/ilustrasi/20100104214415-filipina-030110.jpg

Jakarta (ANTARA News) - Kapal riset termodern milik Amerika Serikat (AS), Okeanos, bersama kapal riset Baruna Jaya akan memulai ekplorasi Juni 2010 mendatang untuk meneliti biodiversitas atau keanekaragaman hayati dan kekayaan mineral di laut utara Sulawesi.

"Banyak sumber daya laut yang kita sendiri belum banyak ketahui, karena itu perlu kerjasama karena kemampuan kita belum ada. Kerjasama (eksplorasi) ini lebih ke (sumber daya) mineral," kata penasihat sekaligus pakar hukum kelautan, Hasyim Djalal, di Jakarta, Senin.

Usai mengikuti pertemuan Menteri Kelautan dan Perikanan dengan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), Hasyim mengatakan, Indonesia diyakini memiliki kekayaan sumber daya laut yang berlimpah, mulai dari mineral, energi, juga spesies yang tidak dimiliki negara lain.

Oleh karenanya, perlu dilakukan eksplorasi untuk mengetahui apakah benar sumber daya itu. Selanjutnya akan dilakukan penelitian mengenai keekonomian sumber daya tersebut sebelum dilakukan eksploitasi.

Indonesia, ungkap dia, telah melakukan kerjasama penelitian di sektor kelautan dengan banyak negara, termasuk dengan Cina dan Jepang. Penelitian terkait potensi mineral di dasar laut sudah banyak dilakukan, dan kerjasama dengan NOAA lebih mengarah dengan penelitian mineral.

Mineral terbagi dua yakni dalam bentuk cair maupun padat. Jika sumber daya mineral dalam bentuk padat sudah dapat diketahui di sepanjang pantai, seperti timah di Bangka Belitung, maka untuk di dasar laut belum dapat diketahui.

Lebih lanjut, Hasyim menjelaskan bahwa melalui perkembangan ilmu pengetahuan diketahui bahwa sumber daya mineral strategis banyak terdapat di sea mount di laut dalam.

Di Pasifik Barat, lanjut dia, ada 50.000 sea mount, begitu pula di Pasifik Selatan.

"Kalau gunung api kita sudah tahu letaknya di mana, tapi kalau sea mount kita belum banyak tahu," ujar dia.

Lokasi sea mount di wilayah Indonesia, menurut Hasyim, banyak diketahui terdapat di Samudera Hindia. Dimana arus laut yang melalui palung dan sea mount di wilayah tersebut meninggalkan deposit mineral-mineral yang dalam jutaan tahun menghasilkan bahan mineral seperti emas, nikel, cobal.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan, tidak ada kekhawatiran dari pemerintah dari kerjasama ini mengingat saat ini semua dilakukan serba transparan.

"Penelitian ini kita lakukan secara terbuka saja, tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Kita tidak boleh khawatir soal ini, atau kita akan rugi sendiri kalau ternyata memang di dasar laut kita memilikikandungan gas dan kita tidak tahu," ujar dia.

Terkait dengan pendanaan, Fadel membenarkan bahwa AS disela-sela Konfrensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC) telah berkomitmen melakukan pendanaan sebesar 1,6 juta dolar AS.

Namun demikian penelitian kerjasama belum pernah dilaksanakan, sehingga tidak ada komitmen pendanaan lain dari AS terkait kerjasama ini.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Demokrat, Herman Khaeron berpendapat bahwa pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan, harus meminta persetujuan dengan DPR sebelum memutuskan suatu kerjasama, terlebih lagi bila terkait dengan kerjasama multilateral.

"Kerjasama itu harus diperjelas, kerjasama seperti apa. Jangan sampai kejadian kerjasama Depkes (Departemen Kesehatan) dengan Namru yang tidak diketahui dewan terulang lagi," ujar dia.

Indonesia memiliki panjang pantai 90.000 kilometer (km) lebih, pengelolaannya tidak boleh berdasarkan pada personal needs saja, ujar Herman. Karena itu harus jelas siapa yang akan melakukan eksplorasi laut dalam, karena banyak negara yang dapat diajak kerjasama bukan satu negara saja.

Herman mengingatkan agar Kementrian Kelautan dan Perikanan bertindak cermat, sehingga jangan sampai hasil riset dimiliki satu pihak, dan hanya dapat dieksplorasi oleh satu pihak saja.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menurut dia, telah memiliki kemampuan
untuk riset dan justru banyak dimanfaatkan oleh perusahaan migas asing yang beroperasi di tanah air.

Ocean One
January 5th, 2010, 07:24 AM
Tanjung Perak Siap Layani Kapal Pesiar
Senin, 4 Januari 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/01/04/0757435p.JPG

Suasana pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (18/9/2008).

SURABAYA, KOMPAS.com - Memasuki tahun 2010, Pelindo III selaku pengelola Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menyatakan kesiapan menyambut kedatangan wisata kapal pesiar atau cruise. Selama tahun 2010 akan datang 170 kapal pesiar ke beberapa pelabuhan besar di Indonesia, termasuk Pelabuhan Tanjung Perak.

Kepala Humas Pelindo III Iwan Sabatini mengatakan, tahun 2009 lalu, kunjungan kapal pesiar ke Indonesia mencapai 134 kapal. Dengan demikian, pada tahun 2010 ini akan ada peningkatan kunjungan kapal pesiar mencapai 25,37 persen dibandingkan tahun lalu.

"Menghadapi pasar bebas Asia, kedatangan wisatawan mancanegara harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. Jatim memiliki banyak potensi wisata yang layak dikunjungi wisatawan kapal pesiar, seperti tradisi Karapan Sapi, pemandangan Gunung Bromo, bangunan bersejarah, hingga kain batik," ucapnya, Minggu (3/1/2010) di Surabaya.

Untuk mempersiapkan kedatangan wisata kapal pesiar, Pelindo III kini mempersiapkan berbagai fasilitas pelabuhan. Dua dermaga telah disiapkan, yaitu Dermaga Jamrud Utara dan Terminal Gapura Surya.

Kapal Pesiar Albatros

Rencananya, pada tanggal 24 Maret 2010 mendatang, kapal pesiar Albatros dari Eropa akan singgah di Pelabuhan Tanjung Perak. Kapal ini rencananya akan mengangkut 884 wisatawan mancanegara.

Direktur Eksekutif Surabaya Tourism Promotion Board Yusak Anshori mengatakan, rencana kedatangan kapal pesiar ini merupakan hal yang membanggakan karena dalam tujuh tahun terakhir Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya tak pernah disinggahi kapal pesiar.

"Kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Tanjung Perak adalah tahun 2002 lalu. Jika rencana kunjungan Kapal Pesiar Albatros pada Maret 2010 terwujud, ini menjadi indikasi Surabaya diperhitungkan masuk dalam peta tujuan wisata kapal pesiar internasional," ucapnya.

Ocean One
January 8th, 2010, 05:39 PM
Adpel Makassar Keluarkan Peringatan Tunda Berlayar
Jum'at, 08 Januari 2010

TEMPO Interaktif, Makassar - Administrator Pelabuhan Makassar mengeluarkan peringatan tunda berlayar bagi kapal-kapal di Pelabuhan Soekarno Hatta dan Pelabuhan Rakyat Paotere. Administror tidak akan mengeluarkan surat izin berlayar selama cuaca buruk.
“Tunda berlayar berlaku kepada kapal-kapal yang akan meninggalkan Pelabuhan Makassar dan Paotere,” kata Kepala Seksi Lalu Lintas Adpel Makassar, M Siddik, kepada Tempo hari ini.

Peringatan Adpel itu sudah dilaksanakan sejak Kamis lalu dengan mengeluarkan tunda berlayar. Bahkan Pelabuhan Paotere lebih dulu diingatkan agar menunda pelayaran 125 kapal tradisional yang kebanyakan melakukan pelayaran ke kawasan timur Indonesia.

Adpel juga akan meminta kapal-kapal di pelabuhan perintis untuk menunda pelayaran. Keputusan untuk menunda pelayaran disebabkan musim barat yang datang lebih lambat dari prediksi di Desember 2009.Musim barat ini berpotensi menimbulkan angin kencang dan gelombang setinggi 3 sampai 4 meter.

Peringatan Adpel berlaku untuk pelayaran dalam negeri, luar negeri, dan perintis termasuk pelayaran rakyat. Hal itu disebabkan cuaca ekstrim sering terjadi di laut secara tiba-tiba. Namun peringatan itu tidak bersifat mengikat dan memperkenankan kapal-kapal yang memaksa untuk berlayar.

Hanya saja bagi kapal yang memaksa berangkat harus menanggung risiko jika terjadi kecelakaan di laut. Kapal yang diperbolehkan berlayar adalah kapal yang memiliki kapasitas minimal 8.000 gross tonase karena mampu melawan arus gelombang setinggi tiga – empat meter.

Ocean One
January 8th, 2010, 05:42 PM
Probolinggo Disinggahi Kapal Pesiar Bahama
Jum'at, 08 Januari 2010

TEMPO Interaktif, Lumajang - Kapal pesiar berbendera Bahama, MV Island Sky, pagi ini (8/1) lego jangkar di perairan Probolinggo, kurang lebih setengah mil dari Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo.

Kapal berpenumpang 82 orang dan 77 awak kapal ini membawa wisatawan yang hendak berwisata ke Gunung Bromo.

Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo Hermanto kepada Tempo pagi ini mengatakan kapal pesiar tersebut sampai di perairan Probolinggo pada Jumat pagi ini. Sebelumnya kapal pesiar ini berangkat dari Pelabuhan Semarang menuju Pulau Kangean, Madura, kemudian ke Probolinggo.

Kapal dengan ukuran panjang 91 meter dan lebar 15 meter ini berkekuatan 4.300 gross ton. Karena ukurannya yang besar, kapal ini tidak bisa berlabuh di Tanjung Tembaga. Kapal tersebut kemudian lego jangkar setengah mil dari Tanjung Tembaga.

Dari perairan Probolinggo, para wisatawan mancanegara ini diangkut dengan sekoci menuju pelabuhan. Tiga buah bis menjemput kedatangan mereka untuk dibawa ke Alun-alun Kota Probolinggo.

Staf Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Ade Sidiq Permana kepada Tempo mengatakan kedatangan wisatawan mancanegara ini akan disambut dengan atraksi Jaran Bodag yang merupakan kesenian khas Kota Probolinggo.
Tak lama kemudian, rombongan wisatawan ini akan dibawa ke Gunung Bromo. Mereka dijadwalkan kembali ke kapal sekitar pukul 17.00 WIB untuk kemudian meneruskan perjalanan wisatanya.

Perairan Probolinggo, kata Ade, sangat jarang disinggahi kapal pesiar. "Tidak mesti sepuluh tahun sekali kapal pesiar ini datang berlabuh di Probolinggo," katanya.

Informasi yang dihimpun Tempo, perairan Kota Probolinggo terakhir disinggahi kapal pesiar pada 1997. Baru 13 tahun kemudian, yakni hari ini, kembali disinggahi.

Ocean One
January 9th, 2010, 07:58 PM
Kalteng Pacu Pengembangan Pelabuhan Hadapi Lonjakan CPO
Sabtu, 9 Januari 2010

Palangkaraya (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupaya terus memacu pengembangan infrastruktur sejumlah pelabuhan dalam menghadapi lonjakan produksi minyak sawit mentah (CPO) mulai tahun ini.

"Dua pelabuhan CPO yang menjadi prioritas penanganan adalah Pelabuhan CPO Bumi Harjo di Kumai dan Pelabuhan CPO Bagendang di Kotawaringin Timur," kata Wakil Gubernur Kalteng Achmad Diran di Palangkaraya, Sabtu.

Diran mengatakan, langkah itu akan diikuti dengan peningkatan infrastruktur jalan sebagai langkah antisipasi melonjaknya produksi kelapa sawit mulai tahun ini.

Pemerintah provinsi memerhatikan dua hal dalam mengatisipasi lonjakan produksi kelapa sawit di Provinsi Kalteng yakni jalan akses ke pelabuhan dan pelabuhan itu sendiri.

Yang menjadi prioritas adalah jalan-jalan dari lokasi perkebunan kelapa sawit ke kedua pelabuhan tersebut.

"Skema penanganan yang dikembangkan bisa melalui dana pemerintah atau skema kerja sama antara pemerintah dan swasta (KPS)," katanya.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur memprediksi pada 2010 perkebunan kepala sawit dan karet di wilayah itu akan mengalami panen besar.

Bupati Kotawaringin Timur Wahyudi K Anwar mengatakan, pada 2010 akan terjadi panen besar kelapa sawit di daerah itu baik oleh perusahaan besar swasta, koperasi maupun kelompok tani yang bermitra dengan perusahaan.

Saat ini, katanya, pemerintah kabupaten terus mendorong perkebunan kelapa sawit dan karet menjadi primadona dan mampu mendongkrak PAD serta menyejahterakan masyarakat, dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi produktif.

Sekertaris Daerah Kabupaten Kotim, Muhamad Fahruddin, menambahkan, hingga saat ini Pemkab Kotim telah mengeluarkan 56 izin perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 696.802 hektare.

Dari luasan lahan itu yang sudah ditanam kelapa sawit diperkirakan baru 50 persen yakni sekitar 345.000 hektare.

"Ini telah menggembirakan sebab mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kotim, bahkan dalam 10 tahun terakhir perusahaan besar swasta mampu menyerap kurang lebih 40 ribu tenaga kerja," katanya.

Sementara produksi CPO hingga November 2009 tercatat 480.133 ton, PKO 13.749 ton, kemudian karnel 127.168 ton, bungkil 15.256 ton, cangkang 21.028 ton serta kopra 551 ton, jelas Fahrudin.

"Kami berharap perkembangan perkebunan kelapa sawit terus terjadi, tidak ada lagi krisis ekonomi global sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton melainkan ikut merasakan langsung," katanya.

typhoonbringer
January 9th, 2010, 10:08 PM
katanya ada pelabuhan baru di kendari? buat CPO juga

bozhart
January 10th, 2010, 05:05 PM
udah ada threadnya di Indonesia Maritim deh..
mod bisa pindahin ke thread yg indonesian maritime development ..
mungkin trit lama dah kehapus, jadi bisa diterusin disini
Thread Indonesia maritim masih ada di subforum Nusantara:
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=559278

Anyway, gw post gambar2 kapal pesiar di pelabuhan Tanjung Emas di sini saja, lihat post berikut.

bozhart
January 10th, 2010, 05:06 PM
Setelah 16 hari, kapal pesiar Pacific Sun kembali bersandar di Semarang. Ini foto2nya yg diambil hari ini di pelabuhan Tanjung Emas, Semarang: (repost dari thread Semarang)


1)
http://img525.imageshack.us/img525/7407/91194568.jpg

2)
http://img525.imageshack.us/img525/3069/88218857.jpg

3)
http://img525.imageshack.us/img525/6494/21420801.jpg

4)
http://img254.imageshack.us/img254/8897/95541688.jpg

5)
http://img694.imageshack.us/img694/4939/44268336.jpg

6)
http://img694.imageshack.us/img694/2032/74005129.jpg

7)
http://img101.imageshack.us/img101/2155/90937808.jpg

8)
http://img689.imageshack.us/img689/7230/20375419.jpg

bozhart
January 10th, 2010, 05:07 PM
Kumpulan foto kapal2 pesiar dunia bersandar di pelabuhan Tanjung Emas, Semarang:



Seven Seas Mariner

http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/4e287999.jpg



Amsterdam

http://i195.photobucket.com/albums/z116/bozhart/a3702dff.jpg



Oceanic Sirius

http://img381.imageshack.us/img381/733/oceanicsiriusmh1.jpg



Rotterdam

http://img11.imageshack.us/img11/162/tanjungemas.jpg



Statendam

http://img146.imageshack.us/img146/7425/tanjungmasqx2.jpg



Nautica

http://img255.imageshack.us/img255/5614/nauticabr9.jpg



dua kapal pesiar bersamaan: Europa dan Rotterdam

http://img16.imageshack.us/img16/6131/semarang.jpg



Pacific Sun

http://img694.imageshack.us/img694/4939/44268336.jpg




Amsterdam (?)
from Sayaka

http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs191.snc3/19870_1261825119393_1642671389_638245_2491238_n.jpg



The World

http://img692.imageshack.us/img692/9013/18022010105007007.jpg



Nautica and Seven Seas Voyager

http://img52.imageshack.us/img52/803/22297720.jpg



Silver Whisper

http://img192.imageshack.us/img192/7927/20362847.jpg



Pacific Sun

http://mcetak.suaramerdeka.com/PUBLICATIONS/SM/SM/2011/09/21/Article//101/21_09_2011_101_028.jpg





.

Ocean One
January 11th, 2010, 05:38 PM
Cuaca Buruk, Pelni Makassar Tetap Berlayar
SENIN, 11 JANUARI 2010

MAKASSAR, TRIBUN - Di tengah cuaca buruk yang terus mengganas akhir-akhir ini, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) mengaku belum mendapat pemberitahuan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geosfisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, tentang larangan berlayar.

"Kapal-kapal penumpang Pelni sudah memenuhi standar operasi internasional," kata Asisten Manager Pemasaran dan Penjualan Jasa Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), cabang Makassar, Dinar Hamzah, Senin (11/1).

Dalam dua pekan terakhir, BMKG telah telah mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati sebab cuaca akhir-akhir ini terus memburuk. Cuaca buruk ini kemungkinan akan terjadi hingga pertengahan Februari mendatang.

BMKG IV menyebutkan potensi terjadinya gelombang setinggi 0,5-2,6 meter diperkirakan terjadi di perairan Selayar, Selat Makassar, Mamuju, Sulbar hingga Pasang Kayu, Sulteng.

Peringatan juga telah disampaikan kepada administrasi pelabuhan (Adpel) Makassar dan terus memperbaharui informasi angin kencang kepada Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Seperti diberitakan Antara, BMKG meminta jasa pelayaran untuk mewaspadai gelombang tinggi dan penerbangan mewaspadai angin kencang, hujan lebat, udara kabur yang akan berpengaruh pada jarak pandang.

Pelni cabang Makassar, melayani penumpang kapal laut ke berbagai tujuan di Indonesia dengan 16 unit kapal penumpang tidak termasuk milik swasta.

bozhart
January 12th, 2010, 05:41 AM
Repost dari thread Semarang ...

Satu hari setelah kapal pesiar Pacifc Sun bersandar di pelabuhan Tanjung Emas, Semarang (Minggu 10 Jan, lihat foto di atas), ada kapal pesiar lain juga bersandar di Semarang (Senin 11 Jan kemarin):

Discovery cruise ship:

http://img691.imageshack.us/img691/7500/discovery.jpg

Ocean One
January 12th, 2010, 04:32 PM
12 Kapal Pertamina Masih Berbendera Asing
Selasa, 12 Januari 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 12 kapal yang mengangkut bahan bakar minyak atau BBM dan elpiji PT Pertamina (Persero) masih menggunakan bendera asing. Padahal azas cabotage atau penggunaan bendera Indonesia sudah diberlakukan awal tahun ini.

Wakil Direktur Senior Perkapalan PT Pertamina Suhartoko, memaparkan hal tersebut usai menghadiri pameran inisiasi produk, sistem, dan infrastruktur serta moda transportasi baru Pertamina, Selasa (12/1/2010), di Jakarta.
Dari 170 kapal pengangkut BBM dan elpiji Pertamina, sebanyak 12 kapal di antaranya masih menggunakan bendera asing. Dengan rincian, 9 kapal digunakan untuk mengangkut elpiji, sedangkan 3 kapal lainnya untuk mengangkut BBM.

"Penggunaan kapal berbendara asing itu disebabkan terbatasnya jumlah kapal berukuran sangat besar milik pengusaha nasional dan diawaki oleh orang Indonesia. Memang butuh investasi besar untuk mengadakan kapal berukuran sangat besar yang sesuai dengan kebutuhan Pertamina," ujarnya.

Padahal aturan baru pemerintah mensyaratkan penggunaan kapal berbendera Indonesia, dimiliki dan diawaki orang Indonesia. Jika tidak menggunakan bendera Merah Putih, maka kapal itu tidak boleh beroperasi di perairan Indonesia. "Untuk memenuhi persyaratan itu membutuhkan proses panjang, tidak bisa segera dipenuhi," kata Suhartoko.

Karena itu, pihaknya telah meminta dispensasi kepada Kementerian Perhubungan untuk mengoperasikan kapal berbendera asing miliknya pada Desember lalu. Penggunaan kapal berbendera asing itu hanya berlaku sementara selama menunggu proses pengurusan dokumen untuk mengganti bendera 12 kapal miliknya.

"Sebenarnya aturan baru itu tidak mengenal dispensasi, tetapi karena penggunaan kapal berbendera asing itu untuk jangka pendek, maka diperbolehkan pemerintah," kata Suhartoko.

Pemerintah memberi kesempatan bagi perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang perminyakan untuk mengurus pergantian bendera kapal itu sampai 31 Maret mendatang.

Ocean One
January 12th, 2010, 04:37 PM
DPRD Jabar Dorong Menhub Keluarkan Izin Pelabuhan
Selasa, 12 Januari 2010

BANDUNG, KOMPAS.com - Pihak DPRD Jawa Barat akan mendorong Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi untuk mengeluarkan izin pelabuhan laut internasional. Langkah itu akan dilakukan dalam pertemuan dengan Menhub yang diharapkan terealisasi paling lambat awal Februari 2010.

Ketua DPRD Jabar Irvan Suryanegara seusai pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Jabar di Bandung, Selasa (12/1/2010), mengatakan, ia yakin Menhub akan memberikan izin tersebut karena merupakan kepentingan banyak penduduk.

Soalnya, penduduk Jabar jumlahnya 42 juta orang. Itu sekitar seperlima penduduk Indonesia. "Saya yakin Menhub akan mengedepankan kepentingan orang banyak," katanya.

Berdasarkan itu, sudah selayaknya Jabar memiliki pelabuhan laut internasional sehingga industri tidak perlu mengeluarkan biaya tinggi mengantar barang hingga Tanjung Priok, Jakarta. Belum lagi, sarana transportasi harus menghadapi risiko antrean kendaraan di pelabuhan itu.

"Saat ini, DPRD Jabar tengah menunggu laporan yang sedang disusun Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar untuk dipresentasikan kepada Menhub. Kalau tidak Januari, pertemuan akan diadakan awal Februari nanti di kantor Departemen Perhubungan, Jakarta," katanya.

Ocean One
January 12th, 2010, 05:36 PM
Kementerian Perhubungan Dispensasi Kapal Pertamina
Selasa, 12 Januari 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Perhubungan mengizinkan PT Pertamina (Persero) mengoperasikan kapal berbendera asing miliknya meski asas cabotage atau penggunaan bendera Indonesia diberlakukan awal tahun ini. "Asas memang harus dihormati tapi jangan sampai mengganggu kepentingan nasional," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sunaryo ketika dihubungi, Selasa (12/1).

Sunaryo mengatakan, Pertamina diberi waktu hingga 31 Maret mendatang sesuai permintaan perusahaan pelat merah itu. Pertamina beralasan sedang mengurus dokumen-dokumen untuk mengganti bendera 11 kapalnya. Penyiapan dokumen-dokumen itu, kata Sunaryo, memang memakan waktu.

Direktur Lalu-lintas Angkutan Laut Leon Muhammad mengatakan Pertamina sudah meminta dispensasi sejak Desember lalu. Setelah memastikan Pertamina sedang mengurus pergantian bendera, pihaknya kemudian mengeluarkan pemberitahuan pengoperasian kapal asing. "Kalau tidak saya tidak mau mengeluarkan," ujarnya.

Meski demikian, Sunaryo meminta Pertamina konsisten dengan permohonannya. Jika hingga 31 Maret prosesnya belum juga selesai, Kementerian Perhubungan bisa saja menjatuhkan sanksi. "Harus konsekuen, harus dibuktikan," ujarnya.

Sebanyak 12 kapal yang digunakan Pertamina untuk distribusi bahan bakar minyak dan elpiji masih berbendera asing. Padahal asas cabotage yang diterapkan 1 Januari lalu mengharuskan kapal di perairan Indonesia berbendera merah-putih. Jika tidak, maka kapal tersebut tidak boleh beroperasi di perairan Indonesia.

tjokro_ragazzo
January 13th, 2010, 08:07 AM
Setiap 16 hari sekali kapal pesiar Pacific Sun bersandar di Semarang. Ini foto2nya yg diambil hari ini di pelabuhan Tanjung Emas, Semarang: (repost dari thread Semarang)

andaikan Semarang - Pontianak kapalnya kaya gini...mau gw bolak-balik naek kapal ajah....hehehe

gussinyo
January 13th, 2010, 11:12 AM
menurut saya ada 3 pelabuhan di Indonesia yang cocok jadi pelabuhan internasional, yaitu:
- Pelabuhan Tj. Priok, Jakarta
- Pelabuhan Tj. Perak, Surabaya
- Pelabuhan Makasar, Makasar

harusnya Batam, Medan dan Bitung jg jadi prioritas, mengingat posisnya yg sangat strategis

Ocean One
January 14th, 2010, 06:56 AM
Diajukan 10 Tahun Lalu, Izin Pelabuhan Internasional Belum Turun Juga
Kamis, 14 Januari 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/10/29/3547857p.jpg

BANDUNG, KOMPAS.com — Izin pembangunan pelabuhan laut internasional di Jawa Barat sudah diajukan kepada pemerintah pusat setidaknya sejak 10 tahun lalu. Namun, izin yang ditunggu itu belum ditandatangani pihak Departemen Perhubungan.

"Sudah lama sekali, sejak masa Menteri Perhubungan Haryanto Dhanutirto," ujar Ketua DPRD Irfan Suryanegara di Bandung, Kamis (14/1/2010). Pelabuhan laut internasional di Jabar direncanakan berskala besar sehingga dibutuhkan dukungan pemerintah pusat.

Selain perizinan, berdasarkan ukuran pelabuhan tersebut, dukungan yang diharapkan adalah bantuan dari APBN. Irfan belum mengetahui besar dana yang dibutuhkan untuk membangun pelabuhan itu karena sedang dihitung.
Daerah yang direncanakan menjadi lokasi pelabuhan adalah Cilamaya, Kabupaten Karawang. Gubernur Jabar Ahmad Heryawan sudah berkunjung ke Belgia pada 2009 untuk melihat pelabuhan yang dibangun membentuk semenanjung ke laut sepanjang 3 kilometer.

"Pembangunan itu dapat menghemat lahan karena tak perlu memperluas kawasan ke daerah di sekitarnya. Tonase kapal yang merapat pun besar-besar," katanya. Bentuk pelabuhan tersebut bisa dipertimbangkan untuk diterapkan di Jabar.

Ocean One
January 14th, 2010, 07:00 AM
Kapal di Bawah 1.000 GT Dilarang Berlayar
Kamis, 14 Januari 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/12/26/3628226p.jpg

GRESIK, KOMPAS.com — Administrator Pelabuhan Gresik mulai Kamis (14/1/2010) memberlakukan, kapal dengan bobot di bawah 1.000 gross tonase (GT) dilarang berlayar. Larangan itu menindaklanjuti prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Tanjung Perak, Surabaya, yang memperkirakan gelombang di perairan Laut Jawa mencapai 6 meter hingga 20 Januari.

Kepala Seksi Penjagaan dan Keselamatan Adpel Gresik Agus Suliarto menjelaskan, larangan itu dikeluarkan demi keselamatan pelayaran. Namun, bila cuaca memungkinkan dan sudah normal, Adpel akan mengizinan kapal untuk berlayar.

KM Dharma Kartika, satu-satunya kapal penumpang yang melayani Gresik-Bawean, juga bersandar di Pelabuhan Gresik sejak Rabu kemarin. Kapal tersebut hanya memiliki bobot 400 GT atau berbobot mati 300 dead weight tonnage (DWT). Kapal dengan 300 DWT ke bawah hanya mampu mengarungi gelombang setinggi 2 meter, lebih dari itu akan membahayakan kapal.

Nakhoda KM Dharma Kartika Kapten Saiful Huda menyatakan, selain larangan Adpel, gelombang laut juga tinggi disertai angin kencang. Oleh karena itu, KM Dharma Kartika memilih sandar tidak berlayar demi keselamatan penumpang.
Selama tidak berlayar, awak kapal sibuk memperbaiki bagian kapal yag rusak dan mengecek kondisi perlengkapan serta peralatan kapal.

Sementara itu, kapal cepat KM Express Bahari 8B masih dalam perbaikan di tempat berlabuh darurat di Pulau Selayar, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura. Menurut Direktur Utama Sakti Inti Makmur, pemilik kapal, Sukardi Halim, kapal itu rusak di bagian lambung depan setelah diterjang ombak pada Sabtu (9/1/2010). Kapal itu masih kandas di Pulau Selayar. Kapal sulit dievakuasi karena tersangkut karang.

Akhirnya, sejak Selasa lalu warga Bawean membantu mencungkil karang agar kapal bisa segera dievakuasi. Tidak adanya kapal yang berlayar ke Bawean dikhawatirkan membuat harga barang kebutuhan pokok melonjak.

Namun, Badan Ketahanan Pangan Gresik menjamin persediaan beras di Bawean masih cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga sebulan ke depan. Dinas Kesehatan juga menjamin persediaan obat-obatan cukup. Dinas Perhubungan Gresik telah meminta pengadaan kapal minimal 1.000 DWT kepada PT Dharma Lautan untuk melayani pelayaran Gresik-Bawean. Kapal siap didatangkan dari Surabaya jika benar-benar mendesak, dengan syarat minimal ada 300 penumpang sekali berlayar.

Ocean One
January 14th, 2010, 06:36 PM
Boleh Jadi, Pembangunan Dermaga Salissingan Bermasalah
Kamis, 14 Januari 2010

MAMUJU, KOMPAS.com - LSM di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat mempersoalkan pembangunan dermaga pelabuhan yang dibangun di Kepulauan Salissingan Kabupaten Mamuju.

"Pembangunan dermaga di Kepulauan Salissingan telah dipertanyakan warga setempat di wilayah kepulauan itu, karena diduga proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 900 juta tersebut, bermasalah," kata aktivis LSM Lak-Sulbar, Muslim Fatillah Azis di Mamuju, Kamis (14/1/2010).

Ia mengatakan, sejumlah warga di Kepulauan Salissingan yang terletak di Perairan Sulawesi yang ditempuh sekitar 10 jam dari Kota Mamuju tersebut, mempersoalkan dermaga yang dibangun.

Karena, lanjutnya, dermaga tersebut tidak dibangun di lokasi yang strategis dan dibangun tidak di lokasi yang lautnya dalam sehingga menyulitkan masyarakat untuk memanfaatkannya. "Tiang pancang dermaga tersebut sangat kecil dan panjannya ke laut sangat pendek, di samping juga tidak dibangun di laut yang dalam, sehingga warga mengeluh karena sulit memanfaatkannya," katanya.

Menurut dia, warga di wilayah itu mencurigai proyek tersebut memang dibangun secara tidak transparan sehingga dikerjakan secara asal-asalan, karena juga sulit dikontrol pemerintah karena lokasinya yang sangat jauh. "Proyek dermaga tersebut, pekerjaannya tidak memiliki papan proyek sehingga masyarakat menilai proyek tersebut tidak transparan sehingga dikerjakan asal jadi, itulah sehingga kami juga dari LSM mempersoalkan proyek tersebut karena menyangkut kebutuhan masyarakat yang umumnya nelayan di wilayah itu sekitar 100 KK," katanya.

Hal senada dikatakan, Mas’ud, Ketua LSM Poli-Poli, selain menduga proyek tersebut bermasalah ia juga mengaku kecewa dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Infomasi (Dishubkominfo) Provinsi Sulbar yang bertanggung jawab dengan proyek tersebut.

Menurut dia, Dishubkominfo Mamuju tidak bertanggung jawab karena tidak bersedia memberikan secara rinci rencana anggaran biaya (RAB) proyek tersebut, agar masyarakat bisa menyesuaikan antara realisasi dari pekerjaan dermaga tersebut dengan anggaran yang sudah dipakai. "Kami kecewa karena warga sudah meminta penjelasan proyek ini kepada Dishub Sulbar namun tidak ditanggapi, sehingga kami juga menilai Dishubkominfo Provinsi Sulbar sebagai penanggung jawab proyek tersebut tidak transparan," katanya.

Mestinya, lanjutnya, pemerintah dalam hal ini Dishubkominfo Sulbar sebagai pemerintah yang bertanggung jawab atas proyek tersebut memberi penjelasan kepada warga mengenai anggaran dan RAB proyek tersebut jika memang tidak ada masalah agar masyarakat juga memahami namun ternyata itu tidak dilakukan.

Kepala Bidang Laut Dishubkominfo Sulbar Nicolas Terano mengatakan, pihaknya tidak memberikan perincian anggaran untuk dermaga tersebut karena kontraktornya sudah melaporkan bahwa proyek tersebut telah selesai 100 persen.

"Jadi tidak ada lagi masalah dengan proyek tersebut, LSM dan masyarakat jangan mempersoalkannya lagi karena pekerjaan proyek tersebut sudah selesai dikerjakan kontraktornya," ujarnya.

Ocean One
January 14th, 2010, 08:00 PM
Pelabuhan Biak Jadi Lokasi Peresmian KRI Kaisiepo
Kamis, 14 Januari 2010

Biak (ANTARA News) - Pelabuhan laut Kabupaten Biak Numfor,Papua, akan dijadikan lokasi peresmian beroperasinya kapal perang baru TNI Angkatan Laut KRI Frans Kaisiepo 368 yang dijadwalkan berlangsung akhir Januari 2010.

Bupati Biak Numfor Yusuf Melianus Maryen di Biak,Kamis mengakui, Pemkab Biak menyampaikan penghargaan kepada Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso yang telah memilih Biak sebagai pusat kegiatan peresmian KRI Frans Kaisiepo.

"Sesuai jadwal lokasi penerimaan dan penyambutan kedatangan KRI 368 Frans Kaisepo dilakukan di Pelabuhan Laut Biak," ungkap Yusuf Melianus Maryen.

Ia mengakui, pemberian nama kapal perang KRI Frans Kaisiepo sebagai bentuk penghormatan bangsa dan negara RI atas jasa perjuangan dan pengabdian pahlawan nasional asal Kabupaten Biak Numfor dalam menjaga keutuhan NKRI dari Sabang hingga Merauke.

Selain diabadikan menjadi nama kapal perang, pemerintah Republik Indonesia juga telah menetapkan Frans Kaisiepo menjadi nama bandara internasional Frans Kaisepo Biak.

Berdasarkan data yang diperoleh ANTARA News, kapal perang baru KRI Frans Kaisepo merupakan jenis Korvet Sigma memiliki dimensi berat 1692 ton, panjang 90,71 meter, dan lebar 13,02 meter.

Kelebihan lain dimiliki KRI Frans Kaisepo 368 mempunyai kecepatan daya jelajah 28 knot serta dilengkapi dengan misil penangkis serangan udara 2 kali Quad MBDA Mistral TETRAL, Anti surface missile 4 kali MBDA Exocet MM40 Block II dan senjata oto melara kaliber 76mm.

KRI Frans Kaisepo adalah kapal keempat atau yang terakhir dipesan Indonesia dari Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Tiga kapal sebelumnya dengan jenis yang sama, yaitu KRI Diponegoro 365, KRI Hasanuddin 366, dan KRI Iskandar Muda 367.

Ocean One
January 15th, 2010, 08:07 PM
Bitung Solusi Tingkatkan Daya Saing Indonesia?
Jumat, 15 Januari 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/10/29/3547857p.jpg

MANADO, KOMPAS.com - Solusi terhadap persoalan daya saing ekonomi Indonesia dapat dilakukan dengan menjadikan Pelabuhan Bitung sebagai pintu gerbang Indonesia ke Pasifik.Dalam banyak hal, Pelabuhan Bitung lebih unggul dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya maupun Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Ketua Kapet Manado-Bitung Noldy Tuerah di Manado Jumat (15/1) mengatakan upaya melakukan Bitung sebagai pintu masuk telah disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat merayakan Natal tahun 2008 lalu.

Menurut Tuerah, Bitung dan Manado harus dikembangkan sebagai pintu gerbang Indonesia di Pasifik sebagai jawaban dan solusi Indonesia dalam memenangkan kompetisi di kawasan pasifik. Sudah terlihat dengan jelas kawasan Pasifik merupakan masa depan ekonomi dunia, dan Indonesia harus mengambil manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

"Jarak dari Bitung ke pusat-pusat ekonomi di kawasan Pasifik seperti Kaosiung, Hongkong, Sha nghai, Busan, Tokyo, dan Los Angeles, rata-rata lebih dekat sekitar 50 persen dibandingkan dengan dari Jakarta dan Surabaya. Waktu tempuh dari Bitung ke kota-kota tersebut lebih hemat rata-rata 350 jam atau hampir 15 hari," katanya.

Ocean One
January 15th, 2010, 08:34 PM
ISPS Code Harus Dipadukan Dengan Disiplin
Jumat, 15 Januari 2010

http://img.antara.co.id/stockphotos/ilustrasi/ekspor170409-2.jpg

Makassar (ANTARA News) - Dirjen Perhubungan Laut Sunaryo mengatakan, pemberlakuan keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan atau International Ships and Port Facility Security (ISPS) Code harus disertai dengan budaya disiplin.

"Pemberlakukan ISPS Code sudah lama komplit, peraturan sudah banyak tapi implementasinya di lapangan masih harus dibenahi dengan budaya disiplin," katanya di Makassar, Kamis.

Salah satunya mengenai ketentuan jumlah penumpang yang harus dipatuhi operator jasa pelayaran.

"Tidak usah jauh-jauh jumlah penumpang saja masih sering melebihi kapasitas," katanya.

Menurutnya, dengan pemberlakukan hukum internasional ini banyak kepentingan yang masuk dengan dasar hukum yang dibawa masing-masing.

"Kalau saling menyalahkan terus kapan kita majunya, intinya pada kedisiplinan bukan ketidaksinkronan," ujarnya yang mengatakan kalau resiko pemberlakuan peraturan ini tidak hanya akan berdampak di tingkat nasional tapi juga internasional.

Begitu juga dengan kondisi cuaca ekstrem belakangan ini, pihaknya tetap menyampaikan imbauan. Namun, menurutnya, tanpa imbauan pun para operator dan pengguna jasa pelayaran lainnya harus selalu mewaspadai kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

"Inti dari peraturan ini kan keamanan dan ketertiban terjamin" ujarnya. ISPS Code mulai diberlakukan 1 Juli 2004 sesuai ketetapan konferensi diplomatik yang diselenggarakan badan PBB, International Maritime Organization (IMO) 12 Desember 2002.

Cakupan peraturan ini adalah pada jenis kapal yang melakukan kegiatan pelayaran internasional, kapal penumpang yang meliputi kapal penumpang berkecepatan tinggi, kapal barang meliputi kapal berkecepatan tinggi dan unit kapal pengeboran lepas pantai bergerak (mobile offshore drilling unites) serta fasilitas pelabuhan yang melayani kapal yang melakukan kegiatan pelayaran internasional.

Ocean One
January 15th, 2010, 08:48 PM
Puluhan Bangunan "Liar" di Kawasan Pelabuhan Muaro
Jumat, 15 Januari 2010

http://img.antara.co.id/stockphotos/peristiwa/bongkar020407.jpg

Padang (ANTARA News) - Puluhan bangunan "liar" berupa warung dan dermaga serta belasan "bangkai" kapal mewarnai wajah muara sungai Batang Arau yang merupakan kawasan Pelabuhan Laut Muaro Padang yang dikelola PT Pelindo II.

Kondisi tersebut tergambar pada denah kawasan Batang Harau bagian sisi Barat dalam konsultasi Komisi C Bidang Perhubungan DPRD Padang dengan Administrasi Pelabuhan (Adpel) Pelabuhan Wilayah II Teluk Batur Sumbar, kata Ketua Komisi C DPRD Padang, Muchlis Sani di Padang, Kamis.

Denah itu mengambarkan, bagian Batang Arau I dengan panjang sekitar 600 meter berada antara jembatan Siti Nurbaya dan Jembatan Gantung, serta Batang Arau II dengan panjang 900 meter, berada antara jembatan Siti Nurbaya dengan dermaga Pelabuhan Muaro.

Dalam denah, Batang Arau I terdapat 30 warung "liar", 13 dermaga "liar" dan lima unit "bangkai" kapal, serta juga terdapat satu tempat pelelangan ikan baru "liar".

Sedangkan pada, Batang Arau II, terdapat lima warung "liar", 12 dermaga "liar" dan delapan unit "bangkai" kapal, serta ada satu bangunan kafe yang menjorok ke aliran sungai.

Pemetaaan kondisi ini, terkait rencana Dirjen Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan RI melakukan pengerukan kembali alur muara sungai di kawasan Pelabuhan Laut Muaro Padang, yang kondisinya kini sudah sangat dangkal. Menurut Muchlis, pengerukan dilakukan karena alur sungai sudah sangat dangkal sehingga mengganggu pelayaran, pencemaran lingkungan dan keselamatan pelayaran di Pelabuhan Muaro Padang.

Pengerukan akan diserahkan pelaksanaanya kepada Adpel Pelindo II sedangkan dana kegiatan sebesar Rp4 miliar dari pemerintah pusat, sedangkan pelaksanaannya dimulai pada awal Maret 2010.

Ia menambahkan, pengerukan akan dilakukan terhadap sekitar 150 ribu meter kubik sendimen yang ada di alur sungai Batang Harau.

Sebelumnya, pada 2008 dan 2009 pengerukan juga telah direncanakan bahkan disetujui pemerintah pusat dengan menyediakan anggaran mencapai Rp10,5 miliar, namun gagal dilaksanakan karena terkendala oleh bangunan Kafe HW yang telah mengganggu alur pelayaran dari pinggir dermaga ke tengah muara sungai sepanjang sekitar 23 meter.

Akibatnya, Pemerintah Sumatra Barat (Sumbar) terpaksa mengembalikan dana Rp10,5 miliar kepada pemerintah pusat karena gagal melakukan pengerukan tersebut, tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Adpel Pelabuhan Wilayah II Teluk Batur Sumbar, Purnama S Meliali dalam konsultasi itu menyatakan, pengerukan pada 2010 akan dilaksanakan karena menyangkut masalah keselamatan pelayaran.

Ia menambahkan, pengerukan dilakukan dengan catatan bangunan Kafe HW yang menjorok ke tengah sungai Batang Harau harus dipotong dan untuk itu pihak Adpel telah memberikan surat kepada pemilik kafe untuk membongkar sendiri bangunannya.

Untuk pemotongan bangunan kafe, akan didatangkan tim teknis dari Dirjen Pelabuhan Laut untuk pengukuran bangunan yang menjorok ke sungai, katanya.

Ocean One
January 18th, 2010, 12:17 PM
Sambut Perdagangan Bebas ASEAN-China, Pelabuhan Makassar Buka 24 Jam


MAKASSAR -- Perdagangan bebas ASEAN-China atau ASEAN-China Free Trade Area (AFTA) disikapi kementerian perhubungan dengan membuka pelayanan administrasi 24 jam.

Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, Sunaryo, mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan untuk mendukung ACFTA adalah mengoperasikan 29 pelabuhan selama 24 jam setiap hari. Salah satunya adalah Pelabuhan Soekarno Hatta di Makassar.

"Sistem pelayanan di 29 pelabuhan itu benar-benar telah kita mantapkan. Mulai infrastruktur, metode, dan prosedur semuanya sudah disiapkan," kata Sunaryo di sela-sela upacara pembukaan rapat kerja Pelindo se-Indonesia di Lapangan Serba Guna Pelabuhan Soekarno Hatta, Kamis, 14 Januari.

Sunaryo mengatakan, pengoperasian 29 pelabuhan 24 jam itu untuk memberikan layanan terbaik kepada pengusaha. Terutama yang aktif dalam melakukan ekspor dan impor. "Kita benar-benar berupaya memberikan layanan tepat waktu dan berkualitas kepada pengguna jasa pelabuhan," timpalnya.

Karena itu, Sunaryo menegaskan kepada seluruh jajarannya termasuk di Pelabuhan Soekarno Hatta agar jangan sekali-kali mempersulit pengusaha. "Saya instruksikan kepada seluruh jajaran Ditjen Perhubungan Laut, mulai saat ini tidak ada lagi kata mempersulit pelayanan publik. 2010 sudah tidak zamannya lagi kita melakukan tindakan tak terpuji dalam memberikan layanan publik," tegas Sunaryo.

Bukan hanya itu, Sunaryo juga mengaku mendukung penuh setiap rencana pembangunan baru pelabuhan di Indonesia. Baik yang oleh swasta maupun pemerintah daerah.

Pelabuhan Biringkassi

Kamis kemarin, Sunaryo juga secara khusus memberikan SK Nomor: KP.520 Tahun 2009 tentang pelimpahan kewenangan kepada PT Semen Tonasa untuk melakukan pemanduan sendiri di Pelabuhan Biringkassi, Pengkep. Ada juga SK Nomor: BXXXIV-31/ PO.6 tentang izin pembanguan kepada PT Semen Tonasa. Sehingga, ke depan, aktivitas bongkar-muat di pelabuhan itu semakin meingkat.

Direktur PT Semen Tonasa HM Sattar Taba mengatakan, dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat tersebut, Pelabuhan Biringkassi akan terus dibenahi. Saat ini kapasitas pelabuhan tersebut baru bisa melayani kapal berkapasitas 500 ton hingga 30 ribu ton.

"Kita akan kembangkan lagi sekitar 200 meter ke luar. Sehingga nanti bisa melayani kapal yang berkapasitas 75 ribu ton, terutama untuk potensi ekspor," kata Sattar Taba.

Ocean One
January 18th, 2010, 04:55 PM
Menteri Kelautan Keluhkan Diskriminasi Pihak Pelabuhan
Senin, 18 Januari 2010

Surabaya (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengeluhkan sikap diskriminatif pihak pengelola pelabuhan di Indonesia terhadap produk perikanan dan kelautan yang akan diekspor.

"Pelabuahn di Indonesia sangat tidak adil terhadap produk basah. Kalau produk industri basah, seperti perikanan ini mereka memprosesnya lebih lama," katanya di Surabaya, Senin.

Menurut dia, kalau produk perikanan terlalu lama di pelabuhan, maka pengusaha mengalami kerugian yang cukup besar.

"Kadang-kadang, tambahnya, di pelabuhan bisa mencapai dua hingga tiga minggu, padahal 24 jam saja produknya sudah rusak. Banyak yang komplain kepada saya," ujarnya.

"Untuk itu saya akan melaporkan masalah ini kepada Presiden," katanya saat ditemui di sela-sela pelepasan ekspor ikan dan hasil laut ke Timur Tengah dan Afrika di kawasan pergudangan Margomulyo, Surabaya.

Di bidang sertifikasi untuk mendukung peningkatan ekspor, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah melakukan banyak perubahan.

"Sejak 2008 penerbitan sertifikat kesehatan (HC) berbasis `In Process Inspection` sejumlah daerah sudah bisa melakukan efisiensi pengurusan dari 10 hari menjadi satu hari," kata Fadel.

Efisiensi pengurusan sertifikat kesehatan itu sudah dilakukan di DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Lampung.

"Artinya, program ini telah memberikan manfaat secara ekonomi terhadap para eksportir produk perikanan berupa percepatan modal kerja dan penghematan waktu penggunaan kontainer di pelabuhan sehingga berdampak pada efisiensi biaya sewa," kata mantan Gubernur Gorontalo itu.

Oleh sebab itu, dia meminta dukungan pihak pelabuhan dan kepabeanan agar turut mempercepat proses pengurusan ekspor produk perikanan dan kelautan.

Apalagi, tambahnya, pada 2015 Kementerian Kelautan dan Perikanan telah mencanangkan target Indonesia sebagai negara produsen perikanan terbesar di dunia

bkz010019
January 21st, 2010, 12:12 PM
Kamis, 21/01/2010 11:58 WIB
Studi kelayakan pengembangan Teluk Bayur rampung

JAKARTA (Bisnis.com): Witteveen Bos dan Movares Group BV, perusahaan asal Belanda, telah menyelesaikan studi kelayakan proyek pengembangan pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat.

Walikota Padang Fauzi Bahar mengatakan pemodal asing itu telah mengundang dirinya untuk mendengarkan paparan hasil studi kelayakan yang dilakukan sejak 2007 lalu.

"Studi kelayakan Teluk Bayur sudah rampung, saya juga sudah diundang untuk mendengarkan paparan hasil studi itu tapi belum bisa memenuhi karena ada gempa September lalu," katanya hari ini.

Witteveen Bos dan Movares Group BV, katanya, siap menanamkan modal sebesar Rp2,4 triliun untuk mengembangkan Pelabuhan Internasional Teluk Bayur di Sumatra Barat.

Kedua investor asing tersebut telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding) proyek itu dengan Walikota Padang Fauzi Bahar pada Mei 2007 lalu.

Fauzi Bahar mengatakan proyek pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur dapat segera direalisasikan setelah adanya investor yang siap menanamkan modalnya di proyek besar tersebut.

"Investor Belanda itu telah lama menjajaki investasi di Teluk Bayur. Pada Juni--Agustus ini mereka akan melakukan survei dan akhir tahun bisa dimulai," katanya.

Pengembangan Teluk Bayur nantinya akan dilakukan bersamaan dengan proyek pembangunan terowongan dan Padang Bay City (PBC) di Pelabuhan Muara Padang.(er)

http://web.bisnis.com/sektor-riil/transportasi/1id156754.html

Ocean One
January 21st, 2010, 07:17 PM
Pas Pelabuhan Berlaku, Pendapatan Pelabuhan Turun 68 Persen
KAMIS, 21 JANUARI 2010

MAKASSAR, TRIBUN - Sejak pemberlakukan pas pelabuhan pertengahan tahun 2009 lalu aktifitas pelabuhan berjalan lancar. Selain itu, terjadi penurunan arus masuk penumpang termasuk mobil dan motor, jika dibandingkan pada periode tahun 2008.

Asmen Hukum dan Humas PT Pelindo IV, Ady Sutrisno kepada Tribun Kamis (21/1) mengatakan meski secara umum terjadi penurunan pendapatan PT Pelindo IV Makassar hingga mencapai 68 persen. Namun kondisi keamanan dan premanisme di pelabuhan menurun drastis.

"Tarif yang diberlakukan sekarang untuk pengantar dan penjemput dari Rp 2.500 naik menjadi Rp 5.000, untuk kendaraan mobil dari Rp 3.000 menjadi Rp 15 ribu dan untuk motor dari Rp2.000 menjadi Rp10 ribu," katanya.

Ocean One
January 22nd, 2010, 05:17 PM
Inaport, Layanan Pelabuhan Elektronis Diaktifkan
Jumat, 22 Januari 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Pagi ini, bagian pelayanan kepabeanan terpadu atau National Single Window khusus di loket elektronis mengaktifkan layanan tunggal kepelabuhan atau Inaport di Tanjung Priok, Jakarta.

Layanan ini sekaligus melengkapi keunggulan Indonesia di antara negara- negara ASEAN dalam memberikan pelayanan total kepada eksportir dan importir, yakni adanya kelancaran arus dokumen melalui tradenet sekaligus melayanai arus barang dengan Inaport tadi.

"Sampai saat ini, NSW Indonesia adalah satu-satunya di dunia yang memiliki dua pelayanan elektronis itu (Tradenet dan Inaport). Dua tirai NSW sudah aktif. Ini sekaligus menempatkan Indonesia lebih unggul dibanding negara lain di ASEAN, karena dengan menggunakan system online, cakupan pelayanannya tidak hanya dibatasi di ASEAN, tetapi juga di seluruh dunia," ujar Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Perindustrian, Menko Perekonomian, Edy Putra Irawadi di Jakarta, Jumat (22/1/2010).

Dengan demikian, Edy mengatakan, kelengkapan layanan ekspor dan impor di Indonesia akan semakin lengkap jika fasilitas Tradenet dan Inaport itu digabungkan dengan fasilitas pengawasan Surat Keterangan Asal (SKA) di pelabuhan dan SKA Online (pengawasan SKA melalui internet) yang ada di Kementerian Perdagangan ( Inatrade).

Jika seluruh sistem itu masuk dalam NSW, maka pengawasan atas arus barang dalam rangka perjanjian perdagangan bebas (FTA) dan perferensi tarif lainnya akan efektif secara penuh. "Jadi illegal trading dan illegal transshipment akan dengan mudah dicegah. Itu sekaligus memenuhi tujuan utama dibangunnya NSW, yakni memberikan layanan yang semakin efisien dan pengawasan yang efektif," ujar Edy.

Ocean One
January 23rd, 2010, 03:18 PM
Sabtu, 23-01-10
Arus Kapal Meningkat

MAKASSAR -- Arus kapal melalui Pelabuhan Makassar sepanjang 2009 meningkat pesat. Jumlah kapal yang keluar dan masuk mencapai 58.352 call. Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV, Baharuddin, Jumat, 22 Januari, mengatakan, jumlah call kapal pada 2008 sebanyak 55.580.

"Dari sisi call kapal (keluar dan masuk) terjadi kenaikan 2.772 call kapal atau 4,99 persen," kata Baharuddin.
Dia menjelaskan, peningkatan tersebut didorong oleh kenaikan kapal berbendara merah putih, baik kapal peti kemas maupun penumpang.

Di samping itu, lanjut Bahar, arus barang di 2009 juga mengalami kenaikan. Volumenya mencapai 98.683.395 metrik ton. "Arus di 2008 sebesar 87.609.444 metrik ton, jadi ada peningkatan sebesar 12,64 persen," ujar Baharuddin. Kenaikan volume barang terjadi di semua sektor, impor, ekspor perdagangan dalam negeri.

Arus peti kemas kata Bahar, juga mengalami kenaikan. Selama 2009 volume peti kemas mencapai 1.108.873 twenty equivalent units (TEUs) atau setara dengan 20 feet. Volume tersebut naik 7,51 persen dibandingkan 2008 sebesar 1.031.450 TEUs.

rilham2new
January 25th, 2010, 02:04 PM
Pelabuhan Samudra - Kota Dumai, Provinsi Riau
* Dumai, Kota terbesar kedua di Provinsi Riau dengan jumlah penduduk 200 ribu jiwa.
* Berhubung Riau gak terisolir-isolir amat,, pelabuhan ini memang cuman untuk komoditi ekspor/impor saja mayoritasnya. Untuk Pangan, Sandang, dan Papan. Banyak yang diangkut lewat Jalan Darat :) ... Bahan baku pembangunan seperti Kayu, Batu bata, dan semen juga dari Jalan Darat.
* Makanya crane di sini gak terlalu besar2 amat :D
* Tapi khusus dermaga pengisian bahan liquid ... Ini adalah salah satu yang terbesar di Indonesia (and definitely terbesar di Indonesia Barat).
* Pelabuhan Dumai itu sebenarnya adalah Pelabuhan yang terletak di kawasan Teluk yang tertutup dengan Pulau Rupat yang cukup besar. Lokasinya SUPER-DUPER STRATEGIS, karena menghadap SELAT MALAKA (selat tersibuk di dunia).
* Dumai sendiri pelabuhannya dikelola oleh PT. PELINDO. Dan tidak hanya itu, selain Dermaga Peti Kemas, Dermaga CPO. Pelabuhan DUmai juga punya Dermaga Ferry Penyebrangan Internasional (melayani rute ke beberapa kota di semenanjung Malaya). Selain itu, dermaga khusus EKSPOR MINYAK pun juga ada, dermaga khusus PT. PERTAMINA dan dermaga khusus PT. CHevron Pacific Indonesia. Dan juga dilengkapi dengan dermaga Penangkapan Ikan. :cheers:

Tangki CPO adalah Faktor X pelabuhan ini, karena Pelabuhan Dumai adalah DERMAGA CPO TERBESAR DI INDONESIA HARI INI - Dari RiauPos edisi cetak 5 Januari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4068/4298385018_f3f33420f8_o.jpg

Penampakan Dermaga CPO di Dumai - Dari RiauPos edisi cetak 21 Januari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4066/4298386986_fb8931c567_o.jpg

Konsul Jendral Singapura pun mengunjungi Dermaga CPO di Dumai (Di Pekanbaru, KonJen Singapura ada kantornya :D) - Dari RiauPos edisi cetak 15 Januari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4070/4297641245_a581fa0071_o.jpg

Kapal tanker pun harus antri untuk merapat di sini - Dari RiauPos edisi cetak 16 Januari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2794/4298386096_7ee2879626_o.jpg

Ini aktivitas CRANE2 di pelabuhan non-liquid - Dari RiauPos edisi cetak 18 Januari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2681/4298386582_cd64f76a44_o.jpg

rilham2new
January 25th, 2010, 02:09 PM
tambahan :D

Beberapa gambar DUmai ...

dapat dari sini .. http://www.flickr.com/photos/fitri-agung/
http://www.flickr.com/photos/tamhar/
Ada juga dari source2 lain, mulai dari PHOTOBUCKET, MULTIPLY, PANORAMIO, dan lain-lain lah.

None of the pictures are mine. I'm only the re-poster from the public domain :) ...

Dumai - The 2nd largest City in Riau

Busy Port (gambar no. 2-4 diambil dalam satu kali kesempatan ... menandakan, Dumai adalah kota pelabuhan yang cukup sibuk)
1
http://farm4.static.flickr.com/3382/3273241859_8344fd8812_b.jpg

2
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/9/R0015469.jpg?et=jTamUvkP9XEpA8izJzdCpg&nmid=161644931

3
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/8/R0015455.jpg?et=mnXn0E%2CubOuPk4Y3pKhxSw&nmid=161644931

4
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/7/R0015474.jpg?et=hdhwQhoaPx1A4R3frGr0Qw&nmid=161644931

5 Terminal penampungan CPO (Crude Palm Oil)
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/6/R0015462.jpg?et=F6bhQC%2CvSgeJGcEUM2gkmA&nmid=161644931

6 Terminal penampuangan CPO
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/4/IMG-0722-Small.jpg?et=WVNE9FGUjdJnf5NBXhSxAg&nmid=161644931

7 Sebelah-sebelahan kayaknya sama Tank2 nya Pertamina .. DUMAI adalah UNITPENGOLAHAN II Pertamina (dan mengelola distribusi Minyak untuk regional Sumatra Bagian Tengah).
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/3/IMG-0723-Small.jpg?et=WWwDPo4zIdT7xDqwgfhCRw&nmid=161644931

rilham2new
January 25th, 2010, 02:10 PM
Lagi yaaa :D


Ini dermaga PT. PERTAMINA - di Kota Dumai
http://farm3.static.flickr.com/2514/4090899349_9acd3b530e_o.jpg

Ini dermaga PT. Chevron Pacific Indonesia di Kota Dumai
http://farm3.static.flickr.com/2725/4091657900_63be727c82_o.jpg

Dermaga PT. PELINDO ada juga gambarnya .... malah lebih besar ukurannya ... itu bentuknya kayak terminal petikemas malah ...[/QUOTE]

rilham2new
January 25th, 2010, 02:34 PM
Lagi ...
Pelabuhan Dumai - Riau

Dari RiauPos edisi cetak 12 Desember 2009
http://farm3.static.flickr.com/2712/4197167956_49f22385d6_o.jpg

Dari RiauPos edisi cetak 14 November 2009
http://farm3.static.flickr.com/2576/4113561955_81329b348c_o.jpg

Dari RIauPos edisi cetak 4 November 2009
http://farm3.static.flickr.com/2696/4082282216_2db767dc02_o.jpg

Terminal ferry Penumpang by dedeq86
1
http://images.dedeq86.multiply.com/image/5/photos/30/600x600/12/PA190397.JPG?et=TuooOmW7Yuza0rc%2BIkyjJA&nmid=65097200

2
http://images.dedeq86.multiply.com/image/10/photos/30/600x600/13/PA190399.JPG?et=JHo8C%2BW6GsWWykG305qWXw&nmid=65097200

Pelabuhan Dumai yang background nya Tanki-tanki minyak :cheers:
1
http://images.dedeq86.multiply.com/image/5/photos/30/600x600/14/PA280898.JPG?et=q4l4%2B5mkyP7ZAK4ThDtaVQ&nmid=65097200

2
http://images.dedeq86.multiply.com/image/10/photos/30/600x600/15/PA280897-2.JPG?et=3RZuR%2Cb4%2CpP5%2B6UQyWR5rA&nmid=65097200

3
http://images.dedeq86.multiply.com/image/4/photos/30/600x600/16/PA280896-2.JPG?et=xp1jPob1SJVw4F5XOPIKhQ&nmid=65097200

rilham2new
January 25th, 2010, 02:37 PM
Ini pelabuhan lain yang juga beroperasi di Riau :cheers:

PERAWANG INDAH KIAT PORT - PErawang, Kecamatan Tualang - Kabupaten Siak - Provinsi Riau

* Bukan Ibukota Kabupaten
* Merupakan basis perusahaan kertas terbesar kedua di Indonesia PT INDAH KIAT PULP PAPER (terbesar nomor 1 juga di Provinsi Riau tapi posisinya di Kabupaten Pelalawan) .. 2-2nya termasuk salah satu terbesar di Asia Pasifik.
* Jaraknya 80 km dari Kota Pekanbaru, dan sekitar 40-50 km dari Kota Siak Sri Indrapura (ibukota Kabupaten Siak)

1
http://farm4.static.flickr.com/3052/3044574067_ffb50d4718_b.jpg

2
http://farm4.static.flickr.com/3283/3045431435_04c8240d08_b.jpg

Sungai Siak sudah sedemikian mengenaskan, harus ada solusi pengalihan transportasi SUngai tersibuk di Indonesia ini ke JALAN TOL .... Makanya pemerintah pusat jangan buang2 waktu lagi, potensi Sungai Siak ke arah Selat Melaka begitu besar...

Sungguh bodoh sekali kalau dilewatkan.

GAMBAR ??? LAGI ????


OHHH, C'mon :nocrook:

LANJUTTT :D

------------------

Kecamatan Tualang , Perawang - Kabupaten Siak

PT. INDAH KIAT PULP PAPER
Riau's 2nd largest Pulp paper producer (which also means 2nd largest in Indonesia, and also one of the largest in Asia Pacific :D)

By GREENPEACE - The pics STOCKPILE TIMBER and THe Factories at the background
http://farm3.static.flickr.com/2487/4103555670_1bc8809d05_o.jpg

By DJAKARTA POST - INDAH KIAT RIVER PORT
http://farm3.static.flickr.com/2598/4102802129_15baba0cbc_o.jpg

Ocean One
January 26th, 2010, 05:48 PM
26 Kapal Pesiar Dunia Singgahi Pelabuhan Lombok Barat
Selasa, 26 Januari 2010

TEMPO Interaktif, Mataram - Lombok dijadwalkan menjadi persinggahan tetap kapal-kapal pesiar internasional hingga 26 kali dalam setahun, 2010 ini.

Kapal yang akan menyinggahi Pelabuhan Lembar di Lombok Barat adalah Pacific Sun, Residen Sea, Seabourn, dan Sea Voyager yang berlayar dari Fremantle Australia Barat tujuan Semarang, Bali, Lombok, dan Komodo. Pertama, Pacific Sun sudah merapat di Lembar 13 Januari lalu.

Rata-rata seribuan wisatawan yang menjadi penumpang kapal pesiar tersebut meminati paket wisata alam yang tersebar di Gili Trawangan Lombok Utara, Senggigi dan Taman Narmada di Lombok Barat, Pantai Mandalika di Lombok Tengah, serta pusat kerajinan tangan dan mutiara di Mataram.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Nusa Tenggara Barat Awanadhi Aswinabawa menyebutkan, paket berlibur mereka ini sehari membayar US$ 125. "Mereka datang pagi dan berangkat lagi sore harinya,’’ kata Awan kepada Tempo, Selasa (26/1) siang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Gita Aryadi menyebut Pelabuhan Lembar di Lombok Barat yang disinggahi kapal pesiar kelas dunia tersebut telah memperoleh sertifikat kelayakan Internasional Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.

Pascapeledakan bom JW Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta tidak menyurutkan pengusaha wisata mancanegara menjajaki pasar wisata di Lombok. Lima kelompok pengusaha wisata di antaranya asal Monako, Amerika Serikat, Turki, Perancis, Australia, dijadwalkan melihat potensi objek wisata untuk kepentingan penumpang kapal pesiar (cruise) yang dikelolanya.

"Penumpangnya kalangan the have. Kami telah berjuang untuk mendapatkan paket ini,’’ kata Gita. Setiap kapal pesiar diikuti oleh 500-900 orang yang umumnya berkantong tebal.

Ocean One
January 28th, 2010, 04:05 PM
Besok, Presiden Resmikan NSW Tanjung Priok
Kamis, 28 Januari 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/09/11/163237p.jpg

GramediaShop: Setiap Hari Itu Perang Bersiaplah Menang
JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan meresmikan peluncuran sistem National Single Window (NSW) di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (29/1/2010). Dengan sistem ini, otomatis pelabuhan tersebut akan beroperasi selama 24 jam sehari.

Dengan demikian, secara resmi empat pelabuhan utama di Indonesia akan beroperasi 24 jam. Keempatnya adalah Pelabuhan Tanjung Priok, Belawan, Tanjung Perak, dan Makasar.

"Besok, Presiden SBY akan meresmikan NSW di Tanjung Priok. Dengan demikian pelayanan di pelabuhan utama akan dioperasikan 24 jam sehari, 7 hari seminggu," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa seusai jumpa pers, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/1/2010).

Menurutnya, program NSW ini termasuk program 100 hari pemerintah yang bersifat quick win di bidang ekonomi, khususnya dalam kesiapan menghadapi perjanjian perdagangan bebas Asean-China Agreement (ACFTA).

"Rencananya, peresmian ini akan dilaksanakan di Dermaga Utara PT Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok, sekitar pukul 14.00 dengan didampingi oleh delapan Menteri Bidang Perekonomian.

Ocean One
January 31st, 2010, 05:37 PM
Bangun Dermaga, Ende Ajukan Proposal Rp 56 Miliar ke Belanda
Minggu, 31 Januari 2010

ENDE, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Ende, di Flores, Nusa Tenggara Timur berupaya membangun dua dermaga baru dengan meminta bantuan dana dari negara Belanda.

Hal itu dilakukan karena kondisi 2 dermaga yang ada, yakni dermaga Ende dan Ippi sudah lebih dari 25 tahun, dan banyak mengalami kerus akan. Kini dermaga tersebut juga kurang optimal untuk menunjang kegiatan ekonomi, khususnya bongkar muat barang.

"Bapak wakil bupati yang menyerahkan langsung proposal kepada konsultan yang akan mengurusnya di Jakarta. Yang kami minta dana hibah," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ende, Abdullah Ali, Minggu (31/1/2010), di Ende.

Proposal yang diajukan untuk pembangunan dermaga baru itu sekitar Rp 56 miliar, dengan rincian untuk dermaga Ippi sebesar Rp 25 miliar, sedangkan dermaga Ende Rp 31 miliar .

Permasalahan saat ini guna mencegah kerusakan dermaga bertambah parah, bahkan mengantisipasi jangan sampai rubuh, pengelola pelabuhan setempat telah memperingatkan risiko kerusakan dermaga itu pada para operator kapal penumpang dan kendaraan tipe roll on roll off (roro) agar tidak singgah di 2 pelabuhan Ende.

Pasalnya, kapal roro banyak mengangkut truk ekspedisi dengan muatan 25 ton ke atas, sementara kekuatan di 2 dermaga itu maksimal hanya mampu menahan beban maksimal 12 ton.

Hal itu mengakibatkan operator kapal roro untuk rute Ende-Surabaya kemudian mengalihkannya ke Maumere-Surabaya. Dampaknya adalah ekonomi biaya tinggi di Ende.

Ocean One
February 1st, 2010, 03:38 PM
Buruh Pelabuhan Demo, Aktivitas Bongkar Muat Tanjung Priok Lumpuh
Senin, 01 Februari 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta - Sedikitnya 400 pekerja yang tergabung dalam Aliansi Pekerja Outsourcing (tenaga kontrak) perusahaan bongkar muat PT Jakarta International Container Terminal (JICT) berunjuk rasa di depan pintu masuk PT JICT, Jalan Raya Pelabuhan, Jakarta Utara, Senin (2/1).

Mereka menuntut empat hal. Pertama PT JICT bertanggungjawab atas indikasi ketidakadilan hubungan kerja dan kesewenang-wenangan, kedua PT JICT mematuhi peraturan perundang-undangan tentang ketenagakerjaan, ketiga menolak pemutusan hubungan kerja sepihak, dan ke empat mendesak Menteri Tenaga Kerja dan Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat untuk proaktif menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam operasional produksi PT JICT, yakni jasa dermaga sandar kapal jasa alat penunjang bongkar muat kontainer dan jasa lapangan/penumpukan kontainer, pekerja outsourcing merupakan bagian dari kegiatan utama yang berhubungan langsung dengan proses produksi.

Namun demikian di lapangan pekerja mengindikasi perlakuan sewenang-wenang dari pihak manajemen dengan memosisikan mereka sebagai karyawan outsourcing dengan upah rendah dan melakukan PHK besar-besaran.

Massa yang sudah berkumpul sejak pukul 6.00 WIB, mengakitakan puluhan kontainer tertahan masuk pelabuhan dan aktivitas bongkar muat lumpuh. Kerugian PT JICT akibat adanya aksi ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Sebanyak 200 personel dari Kepolisian Resor Kesatuan Penjagaan dan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Priok dan Polres Jakarta Utara diturunkan untuk pengamanan.

Ocean One
February 1st, 2010, 05:40 PM
Perusahaan Pelayaran Tolak Kenaikan Tarif
Senin, 1 Februari 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/01/06/3143178p.jpg

SEMARANG, KOMPAS.com — Asosiasi Perusahaan Pelayaran Indonesia Cabang Kota Semarang menolak kenaikan tarif bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) sebesar 75 persen sehingga tarif baru belum dapat diberlakukan.

"Pemberlakuan tarif bongkar muat yang baru di awal tahun dianggap tidak tepat waktunya, karena saat ini pengguna jasa TPKS masih dalam tahap pemulihan akibat krisis ekonomi global," kata Ketua Asosiasi Perusahaan Pelayaran Indonesia Cabang Kota Semarang Eddy Raharto di Semarang, Senin (1/2/2010).

Ia mengakui hingga sekarang pihaknya memang belum membalas surat kesepakatan dari manajemen TPKS mengenai kenaikan tarif bongkar muat karena masih menunggu koordinasi dari pihak pusat.

"Kami belum sepakat dengan beberapa pilihan yang telah diajukan pihak TPKS, dan yang berwenang mengenai hal itu adalah pihak pusat," katanya.

Kenaikan tarif bongkar muat tersebut akan berpengaruh secara nasional dan berdampak bagi pengguna jasa di TPKS, seperti Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi), Gabungan Importir Seluruh Indonesia (Ginsi), dan Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI).

General Manager TPKS Udaranto mengatakan, kenaikan tarif yang awalnya sekitar Rp 400.000 menjadi Rp 700.000 per bongkar muat tersebut sudah tidak bisa ditunda lagi.

"Tarif bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Mas sebelum ada kenaikan dirasa sudah tidak lagi sesuai dengan biaya operasional yang ada, dan sejak 2005 tarif bongkar muat belum pernah mengalami kenaikan, sehingga harus dilakukan penyesuaian," katanya.

Selain itu, tarif bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta serta Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Fasilitas dan pelayanan di Pelabuhan Tanjung Mas juga tidak kalah dengan pelabuhan di sejumlah kota besar lainnya," katanya.

Eddy mengharapkan para pengguna jasa bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dapat memaklumi adanya kenaikan tarif tersebut.

Ocean One
February 4th, 2010, 03:51 PM
Sedimentasi, Jawa Barat Diminta Tak Bangun Pelabuhan di Cirebon
Kamis, 04 Februari 2010

TEMPO Interaktif, BANDUNG -Direktorat Perhubungan Laut tak akan merekomendasikan pembangunan Pelabuhan Muarajati Cirebon karena tingkat sedimentasi yang tinggi dan banyaknya kabel optik bawah laut serta pipa minyak di kawasan tersebut. "Saya tidak mau mengganggu yang sudah existing disitu. Ada balongan disitu jangan diganggu." kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan Sunaryo usai menghadiri 10th International Association of Port and Harbour Asia/Oceania di Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/2).

Menurut Sunaryo, pemerintah lebih merekomendasikan, pembangunan pelabuhan dipindahkan ke kawasan Bekasi karena aspek geografis lokasi yang cenderung dekat dengan Tanjung Priok. Selain juga, banyaknya sentra industri di wilayah tersebut sehingga memudahkan pengiriman. " Kalau dari pabrik langsung ke dermaga Bekasi, nantinya biaya lebih murah. Prosesnya juga lebih mudah" ujarnya/

Adapun Pelabuhan Cirebon, kata Sunaryo, bisa dilakukan tapi tidak bersifat besar-besaran. Cukup pembangunan terminal-terminal kapal di sekitar Pelabuhan Muarajati Cirebon.

Sunaryo juga membenarkan ada beberapa investor yang tertarik dan melakukan pembicaraan. Salah satunya, dari Cina dan sejumlah negara lain. "Namun soal realisasi, saya tidak tahu" ujarnya.

Ocean One
February 5th, 2010, 09:17 AM
Jumat, 05 Februari 2010
BISNIS KAPAL PANDU
Pelindo I Siapkan Duit Hingga Rp 100 Miliar

Kontan Online, BANDUNG - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I semakin giat berekspansi. Perusahaan pelat merah ini menganggarkan Rp 100 miliar untuk menggarap bisnis kapal pandu di perairan Selat Malaka. Pelindo I akan mengambil dana itu dari kas internal.

Bambang Eka Cahyana, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I menuturkan, bisnis kapal pandu di Selat Malaka berpotensi mendatangkan pendapatan yang besar. Tengok saja, dengan tarif satu kapal US$ 2.000 per perjalanan, Pelindo I bisa meraup pendapatan hingga US$ 20.000 per hari. "Setiap hari diperkirakan ada 10 kapal tanker minyak (VLCC) yang bisa kami layani," kata Bambang, Kamis (4/2).

Kini, perusahaan tengah mempersiapkan sarana pendukung untuk menjalankan bisnis itu. Diantaranya, menambah jumlah kapal pandu berkecepatan 28 knot, dari dua unit menjadi enam unit di akhir tahun. Lalu, menambah jumlah sumberdaya manusia dari 25 orang tenaga pandu menjadi 40 orang.

Selain menyiapkan sarana dan sumberdaya manusia, perusahaan juga tengah menanti keluarnya izin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Pelindo I juga masih menunggu rampungnya pembahasan standar baku operasi kapal pandu dengan Singapura dan Malaysia. Maklum, kedua negara tersebut memiliki kepentingan yang sama di Selat Malaka. Nah, jika semua persiapan beres, manajemen Pelindo I berharap bisa memulai bisnis kapal pandu ini awal 2011.

Bisnis kapal pandu merupakan pengembangan dari aktivitas transfer antar kapal (ship to ship) minyak dari VLCC berbobot 350.000 dead weight ton (DWT) ke kapal angkut yang lebih kecil. Aktivitas ini dilakukan karena VLCC tidak bisa langsung mendistribusikan minyak ke daerah.

Nantinya, Pelindo I akan memandu kapal besar agar terhindar dari tabrakan dengan kapal lain. Pelindo I akan fokus melayani kapal berbendera Indonesia atau kapal asing yang beraktivitas di Indonesia. Khususnya yang berlayar dari Selat Malaka menuju Tanjung Balai Karimun, Selat Durian dan Nipah.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Sunaryo mengaku siap menerbitkan izin uji coba operasi kapal pandu milik Pelindo I. Sehingga perusahaan bisa memulai uji coba pada Maret nanti. Namun, ia mengingatkan, Pelindo I berhati-hati menjalankan bisnis itu mengingat Selat Malaka merupakan jalur pelayaran Internasional. “Saat ini ada sekitar 200 kapal per hari yang melintasi selat tersebut" tegasnya. Alhasil, jika Pelindo I gagal, akan terjadi penumpukan kapal di jalur masuk.

Ocean One
February 5th, 2010, 09:19 AM
Kamis, 04 Februari 2010
Pelindo Gelar Pertemuan Asosiasi Pelabuhan Internasional Asia ke-10

Kontan Online, JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, dan IV (Persero) menggelar 10th International Association of Ports and Harbors (IAPH) Asia/Oceania Regional Meeting and Port Forum. Acara yang digelar 3-5 Februari 2010 itu berlangsung di Savoy Homann Hotel, Bandung. Acara ini dihadiri 217 delegasi dari 12 negara di Kawasan Asia dan Oceania.

Menurut Direktur Utama Pelindo II Richard Jose Lino, melalui forum bertema "Improving Ports Productivity, Emerging Markets” tersebut, perseroan ingin menyerap sebanyak mungkin masukan untuk merealisasikan rencana menjadikan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta sebagai hub port di Indonesia.

"Jika pengembangan tersebut berhasil dilakukan, kami perkirakan sekitar 40% arus barang ke China dan Jepang dapat dikirimkan secara langsung melalui Tanjung Priok. Serta 60% arus barang di Indonesia dapat langsung melakukan trans shipping di Tanjung Priok," kata Lino, Kamis (4/2).

Lino menyebutkan, arus barang yang keluar masuk Tanjung Priok mencapai 40 juta TEUs per tahun. Selain itu, Tanjung Priok juga sebenarnya sudah menjadi hub port untuk negara tujuan Timur Jauh. "Cuma shipment ke Eropa dan Amerika Serikat memang masih menggunakan pelabuhan di Singapura," tandasnya.

Maret nanti, rencananya sekitar 4.000 TEUs barang akan dikirimkan dari Tanjung Priok menuju Afrika dan 6.000 TEUs menuju Amerika Serikat. "Karena itu untuk dapat menjadi hub port, harus didukung instansi lainnya. Khususnya Ditjen Bea Cukai yang harus dapat memastikan, maksimal dalam waktu 12 jam barang yang masuk dan keluar sudah bisa dikeluarkan dari pelabuhan," katanya.

Saat ini Pelabuhan Tanjung Priok beroperasi 24 jam per hari. Pelindo II sendiri sudah menerapkan program "Productivity for Everyone" Dengan program tersebut, Pelindo II menargetkan dapat menerapkan zero waiting time pada 2011. Dimana kapal yang datang dapat segera berlabuh dan melakukan bongkar muat.

Ocean One
February 5th, 2010, 09:22 AM
Kamis, 04 Februari 2010
Tanjung Emas dan Bitung Bakal Beroperasi 24 Jam

http://www.kontan.co.id/photo/2010/02/04/1581188145p.jpg

Kontan Online, BANDUNG - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang dan Pelabuhan Bitung di Kota Bitung untuk bisa beroperasi 24 jam. Jika rencana tersebut bisa terealisasi di akhir tahun ini, maka Indonesia akan memiliki enam pelabuhan yang beroperasi secara penuh 24 jam.

Sebelumnya, empat pelabuhan sudah mulai beroperasi 24 jam terhitung 16 Januari 2010 lalu. Keempat pelabuhan tersebut yaitu Pelabuhan Belawan di Sumatera Utara, Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Perak di Surabaya dan Makassar di Sulawesi Selatan. "Dari empat pelabuhan utama tersebut tentunya kami akan mengarah untuk mengoptimalkan operasi pelabuhan kelas I. Dua yang memungkinkan itu Semarang dan Bitung," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Sunaryo, Kamis (4/2).

Sunaryo bilang, dua pelabuhan tersebut diharapkan bisa menjadi pelabuhan pendukung empat pelabuhan utama yang sudah beroperasi 24 jam. Sebab secara teknis keduanya sangat layak dari sisi kedalaman laut, maupun arus kapal yang sandar di pelabuhan tersebut. "Kita tinggal melakukan persiapan sarana pendukungnya saja. Seperti kepabeanan, perbankan, kepanduan kapal, bongkar muat barang dan penumpang, imigrasi, keamanan, dan perbankan. Karena kalau dari sisi infrastruktur pelabuhan semuanya sudah siap," kata Sunaryo.

Saat ini Kementerian Perhubungan tengah mengevaluasi kemungkinan untuk membuka operasi 24 jam kedua pelabuhan tersebut, dengan meminta masukan dari asosiasi pemilik kapal, asosiasi bongkar muat dan operator pelabuhan.

Ocean One
February 5th, 2010, 06:43 PM
Kementerian BUMN Inspeksi Terminal Peti Kemas Makassar
Jum'at, 05 Februari 2010

TEMPO Interaktif, Makassar - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan inspeksi di Terminal Petikemas Makassar sekitar pukul 20.00 wita malam ini. Dalam inspeksi kali ini, Sekretaris Kementrian BUMN Said Didu hanya ditemani seorang ajudan.

"Kunjungan ini untuk mengecek pengoperasian 24 jam oleh Terminal Petikemas Makassar," kata Said Didu kepada wartawan usai inspeksi.

Selain itu, Said Didu juga melakukan inspeksi di terminal penumpang Pelabuhan Soekarno-Hatta. Di pelabuhan tersebut Said dan rombongan pimpinan dan staf PT Pelindo IV menaiki kapal KM Bukit Siguntang untuk mengecek pelayanan di terminal penumpang itu dan pelayanan di atas kapal.

Dia mengatakan pelabuhan peti kemas Makassar merupakan salah satu pelabuhan dari empat pelabuhan yang diharuskan beroperasi 24 jam, tiga lainnya yaitu pelabuhan Belawan Medan ,Tanjung Priok Jakarta, dan Tanjung Perak Surabaya.

Dalam inspeksi tersebut, Said yang didampingi oleh General Manager PT Pelindo IV cabang Makassar Arusi Rachman dan General Manger Terminal Peti kemas Makassar menilai terminal peti kemas Makassar sudah mampu beroperasi 24 jam secara optimal.

Namun, dia perlu peningkatan layanan terutama dari sisi percepatan pelayanan. Kalau dulunya 1 : 5 artinya peti kemas sehari di kapal 5 hari di halaman terminal , maka saat ini harus ditingkatkan menjadi 1 : 3 sehingga peti kemas tidak lama tinggal di halaman.

Kalau peningkatan pelayanan tersebut dilakukan, lanjut dia, maka akan jumlah arus bongkar muat petikemas yang sebelumnya 350 ribu twenty-feet equivalent unit (TEU's) per tahun menjadi 700 ribu TEU's per tahun.

Anharuddin Siregar, General Manager Terminal Peti kemas Makassar saat mendampingi Said Didu mengatakan untuk meningkatkan pelayanan seperti itu dibutuhkan penambahan fasilitas beberapa Container Crane yang saat ini hanya ada lima.

Meskipun dilakukan penambahan crane, lanjut Anharuddin, ruang pada pelabuhan tidak lagi mampu menampungnya. Untuk itu, diperlukan penambahan investasi berupa perluasan pelabuhan peti kemas ke arah utara di dekat galangan kapal.

Said Didu menambahkan Pelindo IV merupakan salah satu perusahaan jasa bongkar muat barang dan penumpang yang kondisinya sudah sehat sejak tahun 2004. "Artinya sejak itu, sudah untung sampai sekarang," kata dia.

Ocean One
February 6th, 2010, 04:56 PM
Pejabat Pelabuhan Makassar Panik Sambut Kunjungan Sesmen BUMN
Jumat, 5 Pebruari 2010

http://img.antara.co.id/stockphotos/tokoh/bumn-200809.jpg

Said Didu

Makassar (ANTARA News) - Pejabat dan petinggi di jajaran Pelabuhan Makassar panik ketika menyambut kunjungan mendadak Sekertaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu di Makassar, Jumat malam.

"Terus terang kami panik dengan kedatangan Pak Sesmen ke sini secara tiba-tiba," ujar Staf Humas PT. Pelindo IV Makassar, Ulla di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) Sekertaris Kementerian BUMN Said Didu di Makassar.

Bahkan, kata dia, General Manager PT. Pelindo IV Makassar Arusi Rahman yang sudah pulang menuju ke rumahnya, terpaksa kembali ke kantor Pelindo IV Makassar ketika mendapat kabar Sekertaris Kementerian BUMN melakukan sidak di Pelindo IV Makassar pada Jumat (5/2) malam.

Selain pejabat Pelindo IV Makassar, Kepala Cabang Pelni Makassar Jhony Pandegirot juga dibuat panik disebabkan ketidak hadirannya mendampingi rombongan Sesmen BUMN saat melakukan sidak pelayanan di terminal penumpang Pelabuhan Soekarno-Hatta.

KM Bukit Siguntang yang berlabuh di dermaga Pelabuhan Soekarno-Hatta tidak luput dari pemantauan Sesmen BUMN yang sempat naik ke kapal penumpang itu untuk memastikan pelayanan pihak pengelola di atas kapal.

"Kepala Cabang Pelni yang tidak ada di sini, pasti akan kena teguran dari Pak Sesmen. Seharusnya dia yang harus mendampingi," ujar Ulla sembari menunjuk arah kantor pos pelayanan Pelni Makassar.

Setelah mengunjungi terminal penumpang Soekarno-Hatta, rombongan Sesmen BUMN Said Didu bersama petinggi pelabuhan dan para jurnalis berjalan kaki sekitar 500 meter menuju ke Terminal Peti Kemas Pelabuhan Makassar.

Humas Terminal Peti Kemas Makassar Horrison terlihat panik dan sempat memaksa para jurnalis menahan langkah Sesmen BUMN memasuki kawasan terminal peti kemas dengan melakukan wawancara kedatangan rombongan kementerian di kawasan itu.

Upaya staf humas Terminal Peti Kemas tampaknya tidak memperoleh tanggapan serius dari kalangan jurnalis dan pihak Sesmen BUMN sendiri. Bahkan, kendaraan operasional yang disiapkan ternyata tidak digunakan sebab rombongan kementerian BUMN sepakat memantau aktivitas bongkar muat dengan berjalan kaki.

Dalam kunjungannya, Said Didu meminta pengelola Terminal Peti Kemas mengoptimalkan pelayanan bongkar muat dengan mempercepat layanan yang sebelumnya 1 : 5 (sehari di kapal dengan lima hari di peti kemas) menjadi 1 : 3 atau sehari di kapal dengan tiga hari di peti kemas.

Kalau pelayanan tersebut dilakukan, lanjut dia, maka jumlah arus bongkar muat peti kemas yang sebelumnya 350 ribu teus per tahun bisa ditingkatkan menjadi 700 ribu teus per tahun.

Ocean One
February 6th, 2010, 05:04 PM
Kapal di Tanjung Perak Dirazia
Kapal KM Pulau Kenari, salah satu kapal mangkrak ditarik keluar dari Pelabuhan.
SABTU, 6 FEBRUARI 2010

http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/02/06/84747_razia_kapal_300_225.jpg

Viva News, SURABAYA POST– Batas waktu sepekan yang dijadwalkan untuk proses penertiban Dermaga Kalimas belum juga berjalan maksimal. Hal ini memicu Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Perak, melakukan aksi paksa terhadap kapal-kapal yang masih sandar tidak sesuai ketentuan.

KPLP mencatat, dari pelaksanaan penertiban terdapat 11 kapal berbagai jenis harus segera dikeluarkan dari pelabuhan. Apalagi mereka satu persatu diperingatkan untuk melaksanakan deadline penertiban yang sudah dijadwalkan sejak Senin (1/2) pekan lalu.

Kondisi ini kian semrawut dengan keberadaan kapal-kapal yang parkir hingga berjam-jam tanpa melakukan aktivitas. Belum lagi, kapal-kapal yang sandar dalam waktu lama karena masa perbaikan kerusakan mesin kapal.

“Penertiban kita arahkan pada kapal-kapal yang sudah tidak produktif dan tidak melakukan aktivitas,”jelas Kasi Pamtib KPLP Tanjung Perak, Budi Yuwono, Sabtu (6/2).

Menurut Budi, upaya penertiban ini juga terkait dengan proses pengerukan sungai yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, ia mengaku, belum mengetahui kepastian pelaksanaan pengerukan kedalaman sungai.

Diharapkan dengan penertiban dan pembersihan ini, Dermaga Kalimas menjadi lebih aman. Sebab, kapal-kapal yang saat ini sering melintas di pelabuhan Kalimas sering kesulitan untuk sandar dan labuh jangkar.

Kondisi semakin parah karena masih banyak kapal-kapal yang ‘parkir’ di sepanjang dermaga, posisinya menyirip lebih dari dua shaf. Posisi sandar sirip tersebut dinilai sangat membahayakan kapal lainnya yang ingin keluar masuk pelabuhan. “Sebenarnya, boleh-boleh saja, tapi kapal-kapal ini menumpuk hingga beberapa shaf. Ini bisa mengganggu keluar masuknya kapal lain ke Dermaga Kalimas. Akibat fatal lainnya, bisa menyebabkan kecelakaan dan benturan antar kapal,” tambah Sri Sukesi, Humas Adpel Tanjung Perak.

sayaka
February 7th, 2010, 05:50 PM
http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs191.snc3/19870_1261825119393_1642671389_638245_2491238_n.jpg

^^ Salah satu kapal pesiar Amerika. Kapal ini datang di Tanjung Emas pada desember 2009, ada kemungkinan bakal datang lg :cheers:

bozhart
February 7th, 2010, 11:08 PM
http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs191.snc3/19870_1261825119393_1642671389_638245_2491238_n.jpg

^^ Salah satu kapal pesiar Amerika. Kapal ini datang di Tanjung Emas pada desember 2009, ada kemungkinan bakal datang lg :cheers:
Fotonya kucopas ke koleksi kapal pesiar Semarang ya (klik sini (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=49827757&postcount=82))

--------------------------------------------------

Tanjung Emas - Semarang
repost dari thread Semarang

http://img692.imageshack.us/img692/162/tanjungemas.jpg

bozhart
February 8th, 2010, 06:57 PM
Tanjung Emas hari ini oleh Gantengscool:

http://img682.imageshack.us/img682/871/cimg0599a.jpg

Ocean One
February 8th, 2010, 07:00 PM
Dermaga Nangakeo di Ende Dikeluhkan
Senin, 8 Februari 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/08/04/203315p.jpg

Dermaga Nangakeo, di Kabupaten Ende, Flores, NTT.

ENDE, KOMPAS.com - Pihak PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Cabang Ende mengeluhkan keberadaan Dermaga Pelabuhan Penyeberangan Nangakeo, di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur senilai Rp 21 miliar.

Posisi dermaga yang dikelola oleh Dinas Perhubungan NTT itu dinilai amat membahayakan bagi proses debarkasi dan embarkasi penumpang, barang, maupun kendaraan, lantaran goncangan feri saat bersandar amat keras akibat hempasan alun.

"Posisi dermaga Nangakeo tidak aman. Yang kami khawatirkan kalau kendaraan penumpang rusak karena benturan dengan bodi kapal, atau penumpang terluka karena terjatuh akibat goyangan keras. Siapa yang harus bertanggung jawab? Sementara hal itu disebabkan oleh faktor alam karena posisi dermaga kurang tepat," kata Supervisi PT ASDP Cabang Ende, Ebas A Syarif, Senin (8/2/2010), di Ende.

Pelabuhan penyeberangan itu padahal baru saja diresmikan 2 tahun lalu dengan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ebas mengharapkan, dermaga tersebut diubah posisinya, tak lagi searah dengan garis atau bibir pantai yang mengarah ke sebelah timur, melainkan ujung dermaga menghadap ke selatan. Pasalnya tiupan angin dan gelombang di perairan setempat amat ganas.

"Dengan posisi dermaga menghadap ke timur (menyamping), ketika dihempas alun goyangan feri terasa keras, sehingga feri akan terombang-ambing ke kanan dan ke kiri. Namun apabila posisi dermaga dibangun menghadap ke selatan (laut lepas), meski alun besar, gerakan feri hanya ke atas dan bawah, seperti kepala yang mengangguk-angguk," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan NTT, Gulam Husain di Kupang ketika dikonfirmasi menyatakan belum mengetahui persoalan dermaga Nangakeo itu.
"Saya belum mengetahui persoalan itu, saya malah baru dengar saat ini dari wartawan. Karena sejak perencanaan pembangunan dermaga tersebut sudah melalui perhitungan yang matang. Dan sampai saat ini saya juga belum mendapat laporan resmi dari pihak PT ASDP Cabang Ende. Kalau memang ada usulan dermaga direnovasi, mestinya ada laporan tertulis, sehingga nanti kami dapat menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengkajian, apakah memang perlu dermaga dibongkar atau tidak," tambah Gulam.

Ocean One
February 12th, 2010, 05:25 PM
Tanjung Priok Dipercaya, Bersaing dengan Singapura
Jumat, 12 Februari 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/02/12/3687719p.jpg

Kapal Golden Fan bersandar dan menurunkan muatan di Terminal Mobil Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (11/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan pemindahan muatan (transshipment ) yang diresmikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan Wakil Menteri Perhubungan Bambang

JAKARTA, KOMPAS.com - Terminal Mobil Tanjung Priok atau Tanjung Priok Car Terminal dipercaya menangani transshipment atau perpindahan muatan mobil dari satu kapal ke kapal lain. Indonesia kini mampu bersaing menjadi pelabuhan penghubung setara dengan pelabuhan di Singapura dan Malaysia.

Kapal pertama yang dilayani adalah Golden Fan berbendera Panama. Kapal dari India itu membawa 1.091 mobil yang bongkar di Tanjung Priok. Kemudian, mobil-mobil itu dimuat dengan kapal Rocky Highway ke Selandia Baru dan Australia.

”Pemerintah akan terus mendorong efisiensi di pelabuhan-pelabuhan utama, seperti Tanjung Priok, sehingga mampu dijadikan sebagai hub port atau pelabuhan penghubung setidaknya untuk regional Asia dan Oseania,” kata Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Kamis (11/2/2010) malam di Tanjung Priok, Jakarta.

Selama ini, untuk kawasan Asia hingga Oseania, transshipment mobil dilakukan di Pelabuhan Singapura serta Pelabuhan (Port) Klang dan Tanjung Pelepas di Malaysia. Kemudian barulah dibawa ke Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Perak, Tanjung Emas, dan Belawan.

Bambang mengatakan, salah satu alasan perusahaan pelayaran melakukan transshipment di Indonesia adalah kekuatan Indonesia sebagai salah satu pasar besar di dunia. ”Jadi, mereka tak hanya memindahkan mobil dari satu kapal ke kapal lain, tapi juga menurunkan mobil,” katanya.

”Dan, pelabuhan kita terus meningkatkan pelayanan, dengan komitmen meniadakan waktu tunggu kapal pada tahun 2011. Saat ini pelayanan ditingkatkan dengan sistem online dalam mengatur arus keluar-masuk kapal,” kata Bambang.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengapresiasi pembenahan pelabuhan terminal mobil (TPT). ”Sebagai pengguna pelabuhan, bila lancar, juga memperlancar ekspor. Baiknya pelabuhan ini berarti tumbuhnya perekonomian,” ujarnya.

Mari mengingatkan, kesiapan infrastruktur pelabuhan sangat dibutuhkan dalam menghadapi globalisasi. ”Terlebih, bagi industri otomotif yang telah mengenal spesialisasi produksi tipe mobil tertentu di negara-negara yang berbeda. Distribusi mobil itu membutuhkan pelabuhan yang baik,” ujarnya.

Penambahan dermaga

Saat ini TPT memiliki kapasitas parkir untuk 6.000 mobil dengan luas 12,3 hektar. ”Panjang dermaga 220 meter. Sebenarnya ada permintaan dari klien industri untuk penambahan lapangan parkir,” kata Chief of Terminal TPT Gunta Prabawa.

Tahun 2009 bongkar muat mobil, alat berat, dan suku cadang melalui terminal mobil mencapai 112.983 unit, terdiri dari 55.670 mobil impor dan 57.313 mobil ekspor.

Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino pun menjanjikan penambahan satu dermaga di sisi timur TPT.

Ocean One
February 14th, 2010, 04:12 PM
Lamong Bay, Pesaing Baru Pelabuhan Singapura
Proyek ambisius bernilai lebih dari Rp 2 triliun itu ditargetkan rampung pada 2012.
SABTU, 13 FEBRUARI 2010

http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/02/13/85138_teluk_lamong_atau_lamong_bay_300_225.jpg

Teluk Lamong atau Lamong Bay (SP/Lamong Bay)

SURABAYA POST - Fantastis. Mungkin itu pilihan kata yang paling tepat untuk menggambarkan dermaga masa depan, Teluk Lamong atau Lamong Bay.

Pelabuhan kedua sebagai penyangga Pelabuhan Tanjung Perak tersebut digadang-gadang bisa menyaingi kehebatan pelabuhan lainnya di dunia, bahkan sekelas pelabuhan Singapura sekalipun.

Lebel dermaga internasional, tampaknya sudah menjadi stempel kuat bagi pelabuhan 'impian' Teluk Lamong. Untuk mewujudkan tandem pelabuhan Tanjung Perak tersebut telah dicadangkan anggaran triliunan rupiah dan luasan lahan tak kurang dari 50 hektare.

Diharapkan, Pelabuhan Teluk Lamong atau Lamong Bay mampu menopang tingginya kepadatan arus bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak. Hal itulah yang memicu target penyelesaian pembangunan Teluk Lamong dipaksakan tuntas pengerjaannya pada 2012.

"Sudah tidak dapat ditunda lagi. Untuk itu kita target pembangunannya selesai pada 2012," kata Husein Latief, direktur komersial dan pembangunan usaha PT Pelindo III, Tanjung Perak Surabaya.

Boleh dibilang, hal tersebut sangat mustahil diwujudkan. Pasalnya, hingga saat ini pengumuman pemenang tender yang dijadwalkan Februari ini, belum bisa ditentukan rekanannya.

Dari 10 kontraktor yang mengikuti proses lelang pengerjaan proyek Teluk Lamong, baru dinyatakan lolos tahapan prakualifikasi. "Mereka akan bersaing untuk mendapatkan proyek pembangunan Teluk Lamong," kata Husein.

Dia mengatakan, ada banyak pertimbangan yang harus dilakukan untuk menentukan pemenang lelang. Para kontraktor harus benar-benar menguasai metode kelayakan dalam pengerjaannya dan memiliki pengalaman di bidangnya.

"Itu harus dimiliki rekanan yang nantinya menjadi pemenang dalam lelang pengerjaan," ujarnya.

Namun, tidak menutup kemungkinan, paket pengerjaan proyek ambisius bernilai lebih dari Rp 2 triliun tersebut ditentukan berdasar penawaran yang diajukan. Penawar terendah dalam tender Teluk Lamong akan menjadi prioritas utama sebagai rekanan pelaksana pengerjaan proyek.

"Karena perlu juga mempertimbangkan kontraktor yang menawarkan keuntungan finansial untuk negara. Artinya, nilainya tidak terlalu besar tapi tetap dengan kualitas prima," ungkap Husein.

Menurut dia, ada tiga tahapan dalam paket proyek yang nantinya dikerjakan oleh rekanan pemenang. Yang menjadi prioritas pembangunan, lanjut Husein, di antaranya pembuatan tiang pancang pantai beton dermaga (trestle).

"Jembatan penghubung antara daratan dengan lautan sepanjang 80 meter," kata Kahumas Pelindo III Iwan Sabatini.

Iwan mengatakan, Taluk Lamong merupakan bagian dari pengembangan aset (assets development) dari Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tahun 2009-2013. Untuk itu, pihaknya telah siap memfokuskan rencana pembangunan fasilitas baru di Teluk Lamong.

"Ini untuk menghadapi kepadatan Pelabuhan Tanjung Perak sekaligus mengantisipasi kepadatan bongkar muat karena tingginya waiting time kapal," katanya.

Sebagai tahap awal, dari total anggaran yang disediakan, pelabuhan Teluk Lamong direncanakan menelan anggaran sebesar Rp 1,6 triliun. Biaya tersebut difokuskan secara total untuk membangun separo panjang dermaga.

"Kalau selesai semuanya, ya bisa mencapai Rp 2,6 triliun. Itu sudah termasuk infrastruktur maupun suprastrukturnya," katanya.

Keinginan untuk membangun pelabuhan Teluk Lamong, merupakan bagian dari amanat UU No. 17/2008 tentang Pelayaran. Menurut Iwan, aturan perundang-undangan tersebut meminta agar BUMN kepelabuhanan lebih fokus pada bisnis pelabuhan.

"Utamanya operasional bongkar muat. Jadi, jika mengacu pada aturan perundang-undangan itu, kita akan membiayai sendiri pembangunan fasilitas baru di Teluk Lamong," ungkapnya.

Ocean One
February 17th, 2010, 06:59 PM
PT Pelindo III Akan Kembangkan Kawasan Pelabuhan Khusus
Rabu, 17 Februari 2010

TEMPO Interaktif, SURABAYA - PT Pelindo III akan mengembangkan potensi pelabuhan yang dimiliki dengan menjadikannya sebagai kawasan pelabuhan khusus. “Pelabuhan Benoa, Bali, misalnya, akan difokuskan menjadi pelabuhan pariwisata,” kata Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto di Surabaya, Rabu (17/2).

Pelabuhan Benoa menurut dia akan dikhususkan untuk melayani kunjungan kapal pesiar (cruise), yang selama ini memang banyak berdatangan ke pelabuhan tersebut untuk mengangkut para wisatawan.

Selain Pelabuhan Benoa, menurut Djarwo Surjanto, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya juga akan dikembangkan agar bisa menjalankan fungsi pelabuhan pariwisata. PT Pelindo III akan segera melengkapi fasilitas di kedua pelabuhan itu untuk mendukung rencana pengembangan tersebut.

PT Pelindo III juga akan membangun dua pelabuhan di daerah Kendal dan Rembang, Jawa Tengah. Kedua pelabuhan yang dogolongkan sebagai pengembangan kawasan ekonomi itu dikhususkan untuk dijadikan pusat terminal batu bara.

Untuk merealisasi pembangunan dua pelabuhan itu, PT Pelindo III telah menggandeng PT Bukit Asam. “Pelabuhan Sampit dan Kumai di Kalimantan juga akan diperlebar,” ujar Djarwo.

Ocean One
February 17th, 2010, 08:38 PM
Kapal Berdraft 9 Meter Tak Bisa Masuk Tanjung Perak
Rabu, 17 Februari 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/10/09/3517279p.jpg

SURABAYA, KOMPAS.com - Kapal-kapal berukuran besar dengan draft di atas 9 meter sulit memasuki Pelabuhan Tanjung Perak akibat terhalang pipa gas Kodeco yang menghalangi alur pelayaran barat Surabaya. Demi alasan kemanan, saat ini hanya kapal dengan draft maksimal 8,5 meter yang dapat masuk ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kendala halangan keberadaan pipa Kodeco disampaikan Direktur Utama PT Pelindo III Djarwo Surjanto saat menerima kunjungan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar, Rabu (17/2) di Terminal Pelabuhan Surabaya. "Karena kapal-kapal yang akan datang ke Pelabuhan Tanjung Perak
semakin hari semakin besar, pengerukan dan pelebaran alur pelayaran
harus dilakukan. Tapi, keberadaan pipa gas Kodeco membuat rencana tersebut terkendala ," kata Djarwo .

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) merencanakan pengerukan dan pelebaran alur pelayaran Surabaya barat dilaksanakan pada Juli 2010. Diperkirakan proyek ini akan menyedot biaya hingga 65 juta dollar AS.

Saat ini, alur pelayaran barat Surabaya lebarnya hanya 100 meter dengan kedalaman hanya sekitar 9 meter hingga 10 meter. Rencananya, alur akan diperlebar menjadi 200 meter dengan kedalaman hingga 14 meter.

Dengan kedalaman perairan mencapai 14 meter, kapal-kapal berukuran besar dapat masuk ke kolam pelabuhan. Dengan kemampuan angkut yang besar mencapai 60.000 ton hingga 80.000 ton, pengusaha kapal dapat menghemat biaya angkut sepertiga lebih murah.

archiholic
February 18th, 2010, 03:17 AM
^^ Pelindo III dan Pemkot Surabaya berulang kali meminta relokasi pipa kodeco tersebut karena menghalangi alur pelayaran dan khawatir meledak terkena jangkar kapal, tapi BP Migas ngotot bahwa pipa tersebut tidak menghalangi alur dan tidak membahayakan sehingga tidak jadi direlokasi, berita di atas membuktikn kalau pipa itu memang menganggu.

Ocean One
February 18th, 2010, 05:38 PM
^^
Iya tuh, gimana mau bersaing jadi Pelabuhan dengan layanan standar internasional kalau begitu. Secara kapal-kapal dengan DWT 50.000 ke atas bakal susah masuk surabaya dong karena rata2 kapal segitu memiliki draft diatas 10meter. :bash:
Apalagi standar kedalaman di pelabuhan2 internasional rata2 14meter. Soalnya kapal2 luar yang ada sekarang rata2 memiliki DWT yang lebih besar karena mereka memiliki rute2 jauh, bahkan antara benua. :nuts::nuts::nuts:

Ocean One
February 24th, 2010, 03:48 PM
Pelayaran RI perlu 14 kontainer dukung ekspor
Rabu, 24/02/2010

JAKARTA (Bisnis.com): Pelaku pelayaran Indonesia tahun ini memerlukan kapal kontainer sebanyak 14 unit senilai US$86,25 juta untuk mendukung kegiatan pengangkutan barang ekspor dan impor menyusul tingginya potensi pangsa muatan ke luar negeri.

Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Paulis A. Djohan mengatakan pengadaan kapal 2010 tersebut akan difokuskan untuk memperkuat armada angkutan ke luar negeri.

Menurut dia, potensi pasar pengangkut ekspor dan impor sangat menjanjikan karena pelayaran nasional hanya menguasai 9,0% dari total pangsa muatan ke luar negeri sebesar 540 juta ton per tahun.

“Pengadaan kapal tahun ini diarahkan untuk mendukung angkutan ke luar negeri karena kita ingin merebut pangsa muatan ekspor impor yang masih dikuasai asing,” katanya kepada Bisnis.com hari ini.

Data yang diperoleh Bisnis.com dari INSA menyebutkan pengadaan 14 unit kapal untuk angkutan kontainer tahun ini terdiri dari 5 unit dengan ukuran 3.000 DWT, 5 unit lagi berukuran 6.000 DWT, dan 4 unit kapal ukuran 15.000 DWT.

Asmari Herry, Executive Director Samudera Shipping Line, mengatakan kondisi pelayaran berjadwal, terutama kontainer kini sedang terpuruk baik untuk angkutan domestik maupun luar negeri karena imbas dari krisis ekonomi global.

Meski demikian, katanya, pemilik perusahaan pelayaran nasional tetap melakukan pengadaan karena harga kapal di pasar internasional sedang rendah. “Memang pasar anjlok, tetapi saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli kapal karena harganya anjlok,” ujarnya.

Menurut dia, dalam konteks memperbesar porsi penguasaan kapal milik pengusaha Indonesia, pengadaan armada kontainer yang diarahkan untuk angkutan ekspor dan impor sangat tepat karena selama ini asing yang menguasai sektor itu.

ruperdo
February 25th, 2010, 05:47 AM
Perlu Rp120 M Membuka Akses ke Pelabuhan Samudera

Jambi, Pelita
Penyelesaian pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Jembatan Batanghari II ke Pelabuhan Samudera di Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, atau wilayah timur Provinsi Jambi, masih membutuhkan anggaran sebesar Rp120 miliar.

Kepala Dinas Provinsi Jambi Ir H Nino Guritno SP 1 MM didampingi Kepala Sub Dinas Bina Marga Ir Bernhard Panjaitan MM kepada Pelita, Selasa (23/2-2010) di ruang kerjanya mengatakan, untuk menyelesaikan pembangunan ruas jalan 62,50 kilometer yang menelan anggaran Rp205 miliar, masih dibutuhkan anggaran sekurangnya Rp120 miliar.

Dikatakan Nino Guritno, anggaran Rp120 miliar guna menuntaskan pembangunan ruas jalan sepanjang 25,5 kilometer yang belum dilakukan pengaspalan, tetapi sudah terbentuk badan jalan dan sebagian besar telah dikeraskan, termasuk ruas jalan 29 km di daerah itu yang masih dibutuhkan peningkatannya.

Menurut dia, pembangunan ruas jalan Jembatan Batanghari II ke Pelabuhan Samudera di Muara Sabak itu, terbagi dalam dua ruas jalan, yakni, Jembatan Batanghari II - Niaso - Zona V sepanjang 33,50 kilometer; baru dilakukan pengaspalan delapan kilometer, sisanya 25,5 kilometer baru pembentukan badan jalan dan sebagian besar sudah dilakukan pengerasan.

Ruas antara jalan Zona V-Muara Sabak sepanjang 29 kilometer masih diperlukan program peningkatannya, agar betul-betul berperan mendukung kelancaran transportasi, baik orang maupun barang menuju kawasan Pelabuhan Samudera yang merupakan pintu gerbang ekspor-impor Provinsi Jambi.

Menurut Nino Guritno, dari total anggaran pembangunan ruas jalan yang merupakan akses dari Jembatan Batanghari II ke Pelabuhan Samudera Rp205 miliar, sejak tahun anggaran 2006 lalu, telah teralokasikan Rp85 miliar yang diperoleh Rp25 miliar dari alokasi APBN, dari APBD Provinsi Jambi dialokasikan Rp60 miliar.

Diharapkan dari kebutuhan anggaran sebesar Rp120 miliar untuk menuntaskan pembangunan ruas jalan tersebut sangat dibutuhkan adanya alokasi anggaran dari pemerintah pusat mengingat anggaran sebesar itu tidak mungkin dapat dialokasikan dari APBD Provinsi Jambi, katanya.

Disamping itu, menurut Nino Guritno, untuk menuntaskan pembangunan akses jalan dari Jembatan Batanghari II ke wilayah timur Provinsi Jambi, ditargetkan tahun ini dapat diselesaikan dan upaya tersebut cukup mendesak seiring mendukung keberadaan Pelabuhan Samudera yang dibangun Pemerintah Provinsi Jambi.

Bantuan Petro China
Nino Guritno menjelaskan, dalam mempercepat pembangunan ruas jalan yang menghubungkan Jembatan Batanghari II dengan Pelabuhan Samudera tersebut, PT Petro China yang merupakan perusahaan sektor pertambangan minyak dan gas telah memberikan konstribusinya dengan membangun empat unit jembatan.
Pembangunan empat unit jembatan itu sangat berarti bagi pemerintah pusat maupun daerah sebagai upaya percepatan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan Jembatan Batanghari II dengan Pelabuhan Samura. Sedangkan Jembatan Batanghari II telah diresmikan Wakil Presiden RI Prof Dr Boediono, Senin (22/2-2010), katanya.

bozhart
February 25th, 2010, 01:40 PM
Foto2 Pelabuhan Tanjung Emas baru dipost di thread Semarang (klik sini (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=982474&page=19)), terlalu banyak foto utk di-repost ke sini :)

Ocean One
March 5th, 2010, 08:15 PM
Soal Tarif, Pelindo III Ditantang Buka-bukaan
Komponen kenaikan yang diajukan Pelindo III Gresik dinilai tidak sesuai.
KAMIS, 4 MARET 2010

SURABAYA POST -- Usulan kenaikan tarif jasa labuh dan tambat di Pelabuhan Gresik memicu sikap keras asosiasi pengguna jasa kepelabuhanan. Asosiasi menantang Pelindo III Gresik buka-bukan terkait perhitungan kenaikan tarif, sebab komponen kenaikan yang diajukan Pelindo III Gresik dinilai tidak sesuai dengan kondisi yang ada.

"Sebenarnya, usulan kenaikan tarif tersebut pernah disampaikan kepada asosiasi beberapa waktu lalu, tapi hanya dianggap sebagai wacana, karena yang mengusulkan waktu itu General Manager,” kata Kasir Ibrahim, Ketua DPC Indonesia National Shipowner Asociation (INSA).

Dijelaskan, mengacu pada Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor 39 Tahun 2004, yang mengajukan usulan mestinya Direksi. Keputusan yang sama juga menyebutkan, asosiasi memiliki waktu dua bulan untuk memberi tanggapan terkait usulan kenaikan tarif. Respon asosiasi ini menjadi lampiran yang nantinya diajukan ke Menteri Perhubungan.

"Tapi pihak Pelindo menegaskan, tarif sudah akan diberlakukan mulai awal April mendatang, padahal pengusulnya saja tidak mengacu pada KM 39/2004, aturan yang selama ini selalu menjadi acuan Pelindo III," katanya.

Karena itu, asosiasi mulai dari INSA, Pelayaran Rakyat (Pelra), Gabungan Forwarder Indonesia (Gafeksi), dan Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) menyatakan, menolak rencana kenaikan tarif tersebut dengan alasan tidak sesuai dengan kondisi yang ada.

“Ada komponen yang harus disampaikan, seperti inflasi, biaya investasi, biaya produksi, upah pegawai, listrik dan lainnya. Saya melihat, Pelindo tidak mau merinci komponen kenaikan itu. Kita terbuka saja, kalau memang logis, silakan dinaikkan; jika tidak, harus dikaji dulu," tegas Kasir.

Dicontohkan Kasir, untuk pungutan tagihan di dermaga, mereka mengajukan 10 orang. Jumlah sebanyak itu apakah sesuai dengan kinerja dan peruntukannya. "Jadi Pelindo boleh menaikkan tarif asal sesuai dengan KM 39/2004. Tetapi sesuai dengan Pasal 2 huruf B dan C, seandainya asosiasi tidak setuju, maka usulan itu tidak bisa serta-merta diputuskan," tegas Kasir.

Secara terpisah, General Manager PT Pelindo III Gresik, Budi Setirahanto menegaskan, usulan kenaikan tarif tersebut telah sesuai KM 39/2004. “Komponen kenaikan yang diusulkan sudah sesuai dengan kebutuhan. Bahkan usulan yang ditawarkan jauh dari harga pokok perkiraan (HPP),” ujar Budi Setirahanto.

Untuk jasa tambat, HPP yang diajukan sebesar Rp 948 ribu. Sedangkan usulannya hanya Rp160/gross ton/10 hari. Begitu pula dengan jasa labuh yang semula HPP ditetapkan sebesar Rp 486 ribu/gross ton/10 hari, diusulkan hanya Rp120 ribu/gross ton/10 hari.

"Usulan yang kami sampaikan ke asosiasi sebenarnya tidak ada kewajiban. Sebab hal itu sifatnya hanya informasi saja," pungkas Budi Setirahanto.

sayaka
March 19th, 2010, 04:22 AM
Pelabuhan Marunda Siap Bersaing dengan Singapura
Jumat, 19 Maret 2010 | 08:34 WIB



http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/08/07/3443762620X285.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pembangunan pelabuhan internasional di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Marunda, Jakarta Utara dipastikan akan mendukung eksistensi pelayanan Pelabuhan Tanjung Priok.

Hal tersebut dipastikan setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menjadikan pelabuhan tersebut sebagai pusat logistik untuk mendukung kegiatan ekspor dan impor di DKI. Sebab selama ini, Pelabuhan Tanjung Priok sudah melebihi kapasitas dalam menampung logistik ekspor dan impor dari berbagai negara.

Untuk mewujudkannya, akan dibangun empat proyek infrastruktur yang akan dikembangkan di KEK Marunda, yakni pelabuhan transit dan utama, pembangkit listrik (power plant), instalasi air bersih, dan program insenerator untuk sampah Jakarta.

Begitu juga dengan pusat industri yang sudah terbangun di kawasan tersebut tetap akan dipertahankan untuk menunjang peranannya sebagai pelabuhan internasional.

Gubernur DKI Fauzi Bowo, memastikan, keberadaan pelabuhan internasional KEK Marunda tidak akan mematikan peranan Pelabuhan Tanjung Priok. Malah, kata dia, akan semakin meningkatkan peranan Indonesia, khususnya Kota Jakarta dalam memberikan pelayanan optimal di sektor impor dan ekspor yang semakin cepat dan tepat.

“Pengembangan ini ditujukan agar kawasan Marunda memiliki keunggulan kompetitif dengan pelabuhan logistik di beberapa negara lain, seperti di Singapura dan Malaysia. Rencana ini segera dipaparkan ke pemerintah pusat,” ujar Fauzi Bowo usai menerima Asisten Perekonomian dan Administrasi DKI, Mara Oloan Siregar bersama tim ahli guna memaparkan KEK Marunda di Balai Kota DKI, Kamis (18/3/2010).

Salah satu yang akan dibangun dan menjadi prioritas dalam empat infrastruktur pengembangan pelabuhan tersebut adalah pembangunan pelabuhan transit di dekat Banjir Kanal Timur. Pelabuhan transit itu akan dinamakan Pelabuhan Transit Reede.

Pembangunan pelabuhan transit nantinya akan difasilitasi dengan bargas (alat pengangkut) untuk mengangkut peti kemas dari pelabuhan menuju kapal kontainer berukuran besar yang tidak mungkin merapat ke pelabuhan karena hanya dapat terapung di air dengan kedalaman minimal 18 meter.

“Kami akan bangun pelabuhan ini sesuai dengan standar internasional, sehingga bisa bersaing dengan kawasan lainnya,” ungkap Fauzi Bowo.

Tidak hanya itu, pelabuhan tersebut juga terdata dalam peta pelabuhan internasional sehingga impor barang yang masuk tidak perlu lagi melalui pelabuhan di Singapura, melainkan langsung ke Jakarta.

“Untuk mendukung hal tersebut, kami sedang mempersiapkan realisasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus secara pararel dengan mengembangkan sumber daya manusia, dan teknologi yang akan diterapkan di sana nantinya,” terangnya.

Diharapkan pelabuhan tersebut bisa memberikan kontribusi pendapatan ke Pemprov DKI dalam dua atau tiga tahun kedepan. Pembiayaan pengembangan kawasan ini, lanjutnya, akan dilaksanakan oleh PT KBN sebagai salah satu badan usaha milik daerah DKI dan juga sektor swasta lainnya.

Untuk mendukungnya, Pemprov DKI menargetkan tahun ini nilai saham Pemprov DKI di PT KBN sudah mencapai 38 persen, dan dalam dua tahun ke depan menjadi pemilik saham mayoritas dibandingkan dengan pemerintah pusat yang saat ini menjadi pemegang saham utama.

Ekonom dari Universitas Indonesia sekaligus anggota tim perumus pelaksana proyek KEK DKI, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti mengatakan, untuk pengembangan pusat kawasan logistik ini diperlukan dana sekitar 2 miliar dollar AS.

“Pendanaan terbesar, kemungkinan untuk pengembangan SDM dan teknologi yang diterapkan. Pendanaan juga untuk infrastruktur pendukung seperti pembangunan tol Cikarang-Tanjung Priok,” kata Dorodjatun.

Ocean One
March 19th, 2010, 03:59 PM
Rp 25 Miliar untuk Tuntaskan Pelabuhan Paciran
Jumat, 19 Maret 2010

SURABAYA, KOMPAS.com - Pembangunan Pelabuhan Paciran di Kabupaten Lamongan ditargetkan selesai tahun 2011 mendatang. Untuk menyelesaikan pembangunan pelabuhan yang kini pengerjaannya telah mencapai 90 persen ini Pemprov Jatim menyiapkan dana Rp 25 miliar selama tahun 2010.

"Saat ini pembangunan Pelabuhan Paciran tinggal menyelesaikan bangunan penahan ombak di kanan dan kiri pelabuhan. Kami berharap tahun 2011 mendatang pelabuhan ini bisa segera difungsikan," kata Wakil Komisi D DPRD Jatim Mahdi, Jumat (19/3/2010) di Surabaya.

Pelabuhan Paciran rencananya akan melayani rute penyeberangan ke Kalimantan dan Bawean. Pelabuhan ini dirancang dapat melayani penyeberangan penumpang, barang-barang, serta segala macam jenis kendaraan.

Ocean One
March 19th, 2010, 04:56 PM
Marunda Siap Disulap Menjadi Pelabuhan Internasional
Jum'at, 19 Maret 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta—Kawasan Ekonomi Khusus Marunda akan dikembangkan sebagai pelabuhan logistik internasional. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan konsep tersebut untuk meningkatkan daya saing tata niaga pelabuhan dengan kota-kota besar lain di seluruh dunia. ”Nantinya akan masuk dalam peta pelabuhan dunia,” ujar Fauzi, kemarin.

Fauzi menerangkan, gagasan tersebut telah dikaji oleh tim perumus yang dipimpin ekonom Dorojatun Koentjorojakti bersama asisten gubernur bidang perekonomian. Pemerintah pun berencana merubah nama kawasan tersebut dengan meminjam nama mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. "Nantinya kita namai Pusat Logistik Ali Sadikin," katanya.

Konsep pengembangan KEK Marunda akan merombak keunggulan komparatif yang ada menjadi keunggulan yang lebih kompetitif. Di pelabuhan tersebut, kata Fauzi, pemerintah akan memfasilitas sejumlah kapal bargas yang berfungsi mendistribusikan peti kemas dari dan menuju kapal besar yang tidak bisa merapat di kedalaman kurang dari 18 meter.

Pengembangan kawasan Marunda juga akan merambah sejumlah perbaikan infrastruktur yang mencakup ketersediaan suplai listrik, air bersih dan pengelolaan sampah. Namun sayang, konsep pengembangan kawasan itu hingga kini belum menemukan model pendanaan yang tepat. "Kami masih mencari moda kapitalisasi yang tepat," ujarnya.

Pemerintah juga akan mempercepat pembangunan ruas tol Cikarang-Tanjung Priok dan menyediakan sejumlah hunian dalam bentuk rumah susun yang dapat digunakan bagi para buruh pelabuhan. "Kami memperkirkan pelabuhan itu akan mempekerjakan 1 juta orang," kata Fauzi.

Menurut Dorodjatun, keseluruhan proyek infrastruktur tersebut diperkirakan menelan biaya tidak kurang dari US 2 miliar. Itu belum termasuk kesiapan sumber daya dan pembenahan teknologi informasi. "Semuanya harus dikerjakan secara paralel," kata dia.

Ocean One
March 19th, 2010, 05:18 PM
Pelabuhan Marunda Siap Bersaing dengan Singapura
Jumat, 19 Maret 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana pembangunan pelabuhan internasional di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Marunda, Jakarta Utara, dipastikan akan mendukung eksistensi pelayanan Pelabuhan Tanjung Priok.

Hal tersebut dipastikan setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menjadikan pelabuhan tersebut sebagai pusat logistik untuk mendukung kegiatan ekspor dan impor di DKI Jakarta. Sebab, selama ini Pelabuhan Tanjung Priok sudah melebihi kapasitas dalam menampung logistik ekspor dan impor dari sejumlah negara.

Untuk mewujudkannya, akan dibangun empat proyek infrastruktur yang akan dikembangkan di KEK Marunda, yakni pelabuhan transit dan utama, pembangkit listrik (power plant), instalasi air bersih, dan program insenerator untuk sampah Jakarta.

Begitu juga dengan pusat industri yang sudah terbangun di kawasan tersebut tetap akan dipertahankan untuk menunjang peranannya sebagai pelabuhan internasional.

Gubernur DKI Fauzi Bowo memastikan, keberadaan pelabuhan internasional KEK Marunda tidak akan mematikan peranan Pelabuhan Tanjung Priok. Malah, kata dia, akan semakin meningkatkan peranan Indonesia, khususnya Kota Jakarta, dalam memberikan pelayanan optimal di sektor impor dan ekspor yang semakin cepat dan tepat.

"Pengembangan ini ditujukan agar kawasan Marunda memiliki keunggulan kompetitif dengan pelabuhan logistik di beberapa negara lain, seperti di Singapura dan Malaysia. Rencana ini segera dipaparkan ke pemerintah pusat," ujar Fauzi Bowo seusai menerima Asisten Perekonomian dan Administrasi DKI Mara Oloan Siregar bersama tim ahli guna memaparkan KEK Marunda di Balaikota DKI, Kamis (18/3/2010).

Salah satu yang akan dibangun dan menjadi prioritas dalam empat infrastruktur pengembangan pelabuhan tersebut adalah pembangunan pelabuhan transit di dekat Banjir Kanal Timur. Pelabuhan transit itu akan dinamakan Pelabuhan Transit Reede.

Pembangunan pelabuhan transit nantinya akan difasilitasi dengan bargas (alat pengangkut) untuk mengangkut peti kemas dari pelabuhan menuju kapal kontainer berukuran besar yang tidak mungkin merapat ke pelabuhan karena hanya dapat terapung di air dengan kedalaman minimal 18 meter.

"Kami akan bangun pelabuhan ini sesuai dengan standar internasional sehingga bisa bersaing dengan kawasan lainnya," ungkap Fauzi Bowo.

Tidak hanya itu, pelabuhan tersebut juga terdata dalam peta pelabuhan internasional sehingga impor barang yang masuk tidak perlu lagi melalui pelabuhan di Singapura, tetapi langsung ke Jakarta.

"Untuk mendukung hal tersebut, kami sedang mempersiapkan realisasi pengembangan kawasan ekonomi khusus secara pararel dengan mengembangkan sumber daya manusia dan teknologi yang akan diterapkan di sana nantinya,” ujarnya.

Diharapkan, pelabuhan tersebut bisa memberikan kontribusi pendapatan ke Pemprov DKI dalam dua atau tiga tahun ke depan. Pembiayaan pengembangan kawasan ini, menurut dia, akan dilaksanakan oleh PT KBN sebagai salah satu badan usaha milik daerah DKI dan juga sektor swasta lainnya.

Untuk mendukungnya, Pemprov DKI menargetkan tahun ini nilai saham Pemprov DKI di PT KBN sudah mencapai 38 persen dan dalam dua tahun ke depan menjadi pemilik saham mayoritas dibandingkan dengan pemerintah pusat yang saat ini menjadi pemegang saham utama.

Ekonom dari Universitas Indonesia, sekaligus anggota tim perumus pelaksana proyek KEK DKI, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, mengatakan, untuk pengembangan pusat kawasan logistik ini diperlukan dana sekitar 2 miliar dollar AS.

"Pendanaan terbesar kemungkinan untuk pengembangan SDM dan teknologi yang diterapkan. Pendanaan juga untuk infrastruktur pendukung, seperti pembangunan tol Cikarang-Tanjung Priok," kata Dorodjatun.

________________________________________________________________________________________________________________


^^
Dulu untuk mendukung kinerja Tg. Priok yang sudah over capacity sekaligus untuk menyaingi pelabuhan singapura, pemerintah membangun pelabuhan bojonegoro di Serang, Banten. Pelabuhan ini dibangun di persiapkan untuk bisa mengantisipasi kedatangan kapal2 super panamax atau next generation yang tidak bisa sandar di Tg. Priok dan juga agar kapal2 kecil yang selama ini menjadi refeer ship ke singapura sebelum barang dikirim ke eropa maupun amerika.

Kok sekarang malah pelabuhan marunda yang mau di kembangkan oleh pemerintah??? Ada yang tahu gak gimana kabar pelabuhan Bojonegoro, banten sekarang???:cheers:

ruperdo
March 20th, 2010, 05:49 AM
Jumat, 19 Maret 2010
Pelabuhan Roro Akan Dibangun Bertaraf International



KUALATUNGKAL - Pelabuhan kapal Roro (rool on-roll off) di Parit 7, Kec Tungkal Ilir, Kab Tanjab Barat, akan diusulkan menjadi pelabuhan bertaraf internasional. Nanti fungsinya hanya menaik dan menurunkan penumpang dan barang.

Untuk memperjuangkan rencana itu, Bupati Dr Ir H Safrial MS dalam waktu dekat akan menemui Menteri Perhubungan di Jakarta untuk mengurus izin prinsip pelabuhan Roro menjadi pelabuhan internasional. Karena itu, Safrial minta dukungan DPRD Tanjab Barat.

Dukungan dibutuhkan mengingat pelabuhan Roro merupakan salah satu pelabuhan nasional yang diperkuat PP No 26/2008. "Ini harapan kita ke depan. Mari kita bersama-sama antara legislatif dan eksekutif memperjuangkan pelabuhan Roro menjadi pelabuhan internasional," kata Safrial, saat dikonfirmasi usai Musrenbang, Rabu (18/3) lalu.

Pelabuhan kapal Roro rencananya beroperasi 2011 nanti, karena proses pembangunnya sudah memasuki tahap finishing. Pembangunan pelabuhan yang telah menelan dana puluhan miliar rupiah ini, 2009 lalu juga mendapat kucuran dana sekitar Rp 12 miliar. Sayangnya, dana yang dikucurkan tak jelas realisasinya, sehingga pembangunannnya terbengkalai.

"2009 lalu anggaran untuk pembangunannya sudah turun, namun kita tak tahu kemana anggaran itu digunakan," beber Safrial.

Pantauan Harian ini, saat ini pembangunan pelabuhan Roro sedang menyelesaikan bagian ujung dermaga dan jalan di sekitar pelabuhan. Pelabuhan kapal Roro berdampingan dengan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP). Sayangnya, failitas pendukung belum maksimal, seperti listrik, air bersih, telekomunikasi, dan jalan menuju pelabuhan.

gussinyo
March 22nd, 2010, 11:36 AM
cepetan bangun bang kumis, nggak usah terlalu lama rencana...

Ocean One
March 30th, 2010, 03:01 PM
Industri Pelayaran Desak Pemerintah Terapkan "Cabotage"
Senin, 29 Maret 2010

http://img.antara.co.id/stockphotos/ilustrasi/20100325115647-kapalpesiar-230310.jpg

Jakarta (ANTARA News) - Kalangan pelaku industri pelayaran mendesak pemerintah melaksanakan asas "cabotage" sebagai wadah perlindungan industri pelayaran nasional secara konsisten, diantaranya dengan memberikan insentif yang setara antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Kepada pers di Jakarta, Senin, Sekjen Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), Wing Wiryawan, menuturkan bahwa selama ini insentif pajak hanya bisa dinikmati di Batam saja, sementara untuk daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia tidak ada insentif tersebut.

"Padahal untuk galangan kapal-kapal di Batam itu, yang menikmati justru orang-orang asing dari Singapura karena pemilik kapal pribumi hanya segelintir saja," ujarnya.

Dengan adanya berbagai insentif di Batam, seperti bea masuk nol persen dan berbagai kemudahan lainnya, menurut Wing, maka biaya operasional industri perkapalan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan daerah lainnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, para pelaku usaha di bidang perkapalan itu menghendaki agar pemerintah memberikan dukungan yang lebih kongkrit lagi kepada dunia usaha pelayaran Indonesia melalui fasilitas keringanan pajak guna mendukung asas "cabotage" yang telah dicanangkan pemerintah sejak 5 tahun silam.

"Dengan demikian diharapkan industri perkapalan dan pelayaran nasional bisa semakin berkembang karena adanya insentif yang sangat membantu itu di berbagai daerah di seluruh Indonesia," ujarnya.

Cabotage merupakan asas pemberian hak untuk beroperasi secara komersial di dalam suatu negara hanya kepada perusahaan angkutan domestik negara itu sendiri secara eksklusif. Banyak negara telah menerapkan asas tersebut untuk melindungi industri pelayaran dalam negeri masing-masing.

Sementara itu, Sekjen DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA), Budhi Halim, menjelaskan, dengan diterapkannya asas cabotage di Indonesia sejak 2005, telah terjadi peningkatan jumlah kapal domestik yang melayani jasa transportasi di seluruh tanah air.

Berdasarkan data INSA, pada tahun 2005 jumlah kapal domestik yang beroperasi hanya 6400 kapal, sementara saat ini jumlah itu telah meningkat menjadi 9329 kapal.

"Tentunya peningkatan jumlah kapal-kapal domestik yang beroperasi itu membutuhkan pula peningkatan fasilitas galangan kapal untuk melayani perawatan kapal-kapal itu," ujarnya.

Karenanya, ia berharap pemerintah memperhatikan pula peningkatan berbagai infrastruktur di pelabuhan ataupun galangan-galangan kapal di seluruh daerah di Indonesia guna mengiringi peningkatan jumlah kapal domestik yang beroperasi tersebut.

Sementara itu, Ikatan Alumni Fakultas Teknik UI bersama mitra terkait lainnya menggagas digelarnya Workshop Kebangkitan Industri Kemaritiman Nasional (Indonesia Cabotage Advocation Forum/INCAFO 2010) pada 31 Maret mendatang di Jakarta.

Acara yang bertema "Kebangkitan Industri Pelayaran Nasional Serta Optimalisasi Pemberdayaan Industri Perkapalan Nasional Pasca Lima Tahun Diterbitkannya Inpres No 5/2005 di Indonesia" itu akan menghadirkan sejumlah menteri sebagai pembicaranya, diantaranya Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Kelautan Fredy Numberi, dan Menteri Perindustrian MS Hidayat.

Ocean One
March 30th, 2010, 03:08 PM
Pelabuhan Tanjung Perak Segera Dipindahkan
Minggu, 28 Maret 2010

Surabaya (antaranews) Pelabuhan Perak Surabaya akan segera dipindahkan dan kini sedang menunggu tuntasnya pembangunan tanggul pemecah ombak (breakwater) di Pelabuhan Paciran, Lamongan, demikian Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Jawa Timur, Luhur Pribadi, di Surabaya, Minggu.

Proyek Pelabuhan Paciran tinggal menyelesaikan konstruksi bangunan "breakwater" sepanjang 150 meter dan merupakan prasarana tambahan karena sebelumnya sudah dibangun "breakwater sepanjang 290 meter.

"Prasarana tambahan itu untuk mengantisipasi cuaca yang tidak bersahabat yang terjadi sewaktu-waktu di perairan Laut Jawa," katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub LLAJ Jatim, Wahid Wahyudi, menambahkan, pelabuhan di sebelah barat objek Wisata Bahari Lamongan (WBL) itu akan difungsikan sebagai pelabuhan kapal antarpulau yang sebelumnya ada di Terminal Gapura Surya Tanjung Perak Surabaya.

Pembangunan Pelabuhan Paciran yang menelan anggaran sekitar Rp260 miliar itu sudah terealisasi sekitar 90 persen. "Tahun ini diperkirakan selesai dan baru bisa beroperasi secara penuh pada tahun 2011," katanya.

Meskipun tinggal 10 persen, untuk standar pengoperasian minimal, Pelabuhan Paciran sudah mencukupi, namun LLAJ tak mau berisiko mengoperasikan pelabuhan yang belum tuntas benar.

Untuk sementara, LLAJ akan memindahkan 11 dari 28 lokasi dermaga kapal antarpulau dari Tanjung Perak ke Paciran, yaitu dermaga untuk kapal tujuan Jakarta, Semarang, Sampit, Banjarmasin, Batulicin, Balikpapan, Makassar, Mataram, Maumere, Kupang, dan Pontianak.

"Selain itu, rute Paciran menuju Pulau Bawean juga akan dibuka. Sebelumnya dilayani dari Pelabuhan Gresik," tambah Wahid.

Setelah Pelabuhan Paciran beroperasi, Tanjung Perak hanya sebagai pelabuhan angkutan barang, guna mengurangi kepadatan, apalagi saat ini kapasitas kargo yang bongkar muat di Tanjung Perak mencapai 30 juta ton per tahun sehingga bongkar-muat kapal barang memakan waktu hingga empat hari.

Ocean One
April 8th, 2010, 09:25 AM
Investor China Bangun Pelabuhan Peti Kemas Sulbar
Kamis, 8 April 2010

Mamuju (ANTARA News) - Investor asal negara China akan membangun pelabuhan peti kemas internasional di Belang-Belang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) pada tahun 2011 mendatang.

Gubernur Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), H. Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu, mengatakan, investor dari negara Tirai Bambu itu telah bersedia membangun pelabuhan peti kemas melalui hasil kerja sama antara pemerintah Indonesia dan China.

"Kerja sama ini telah ditindaklanjuti melalui penandatanganan MoU yang dilaksanakan di Beijing beberapa waktu lalu," kata Anwar.

Anwar mengatakan, pembangunan pelabuhan peti kemas dengan label internasional adalah pemberian gelar dari Menteri Perhubungan (Menhub), Freddy Numberi.

"Pelabuhan peti kemas berlabel internasional ini bukan dari kami, tetapi itu merupakan persetujuan langsung dari pak Freddy," kata dia.

Dikatakannya, dengan dibangunnya pelabuhan itu di Belang-Belang, maka cepat atau lambat dunia usaha di Sulbar akan mengalami kemajuan yang signifikan yang muaranya untuk kemajuan pembangunan di daerah.

"Pelabuhan peti kemas Belang-Belang yang terletak sekitar 40 kilometer dari kota Mamuju akan menjadi pusat perdagangan di Sulbar," ungkapnya.

Ia menambahkan, pembangunan dermaga tersebut juga akan berimplikasi terhadap peningkatan ekonomi bagi masyarakat yang ada di Sulbar khususnya di kawasan areal pelabuhan itu.

"Saya yakin setelah pelabuhan ini beroperasi, maka secara otomatis akan mempengaruhi tingkat ekonomi di daerah ini. Bahkan, akan mampu menyerap tenaga kerja yang selama ini kesulitan mendapatkan pekerjaan," tukasnya.

lombok
April 15th, 2010, 04:14 PM
Investor Belanda Minati Pelabuhan Internasional Cilamaya
DHONI SETIAWAN/KOMPAS.com

Kamis, 15/4/2010 | 20:32 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Investor asal Belanda berminat menanamkan modalnya dalam pembangunan Pelabuhan Internasional Cilamaya di Kabupaten Karawang. Investor dari negara lain, seperti Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia, pun mulai melirik proyek pelabuhan yang konstruksinya ditaksir menelan biaya Rp 6 triliun itu.

"Namun, PT Eurocor telah mengajukan dokumen usulan serta proposal perencanaan yang paling lengkap dan menjanjikan," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jawa Barat Deny Juanda di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan Jabar 2010, Rabu (14/4) di Bandung.

PT Eurocor merupakan konsorsium perusahaan Eropa yang sejak 2008 bekerja sama dengan sejumlah perusahaan Belanda dan melirik kawasan Cilamaya sebagai daerah yang berpotensi dijadikan pelabuhan.

Perusahaan itu telah membuat presentasi seminar dan dokumen perencanaan pembangunan hingga ke bentuk tiga dimensi pelabuhan.

Meski demikian, usulan itu baru menjadi bahan kajian karena tender pembangunan konstruksi proyek belum dibuka.

Deny mengatakan, investor dari dalam dan luar negeri yang berminat pada proyek Pelabuhan Cilamaya harus mengikuti tender. Keharusan tender diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2010 tentang kerja sama pemerintah dalam penanganan investasi bidang infrastruktur.

Saat ini proyek Pelabuhan Cilamaya baru pada tahap studi kelayakan (feasibility study/FS). Ke depan, pelabuhan ini ditargetkan menjadi salah satu alternatif bagi Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta yang dinilai sudah terlalu padat untuk keperluan ekspor dan impor.

Ditemui terpisah, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menegaskan, surat izin pengelolaan dari pemerintah pusat untuk Pelabuhan Cilamaya telah turun. Namun, ia menolak memberikan keterangan lebih jauh tentang hal ini. "Surat izin prinsip sudah ada. Tetapi, untuk kelanjutan proyek ini, nanti saja kalau sudah ada kepastian," katanya.

Proyek pelabuhan ini sempat mandek karena studi kelayakannya belum disetujui pemerintah pusat. "Untuk kelanjutan proyek ini bisa memakai hasil FS yang lama atau membuat FS baru. Bisa juga FS yang baru melengkapi hasil FS lama," katanya.

Kawasan industri
Pelabuhan Cilamaya akan dilengkapi kawasan industri terpadu dengan luas total 300 hektar. Untuk pembangunan ini, lanjut Deny, Pemerintah Provinsi Jabar telah membuat kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Karawang soal akses ke pelabuhan dan kawasan industri.

Area pertanian berupa sawah di sekitar lokasi yang diproyeksikan sebagai kawasan Pelabuhan Cilamaya diupayakan tidak diganggu. Sebab, kawasan pertanian itu penting bagi kelangsungan hidup petani dan Karawang merupakan salah satu lumbung padi Jabar. "Solusinya, jalan akses yang dibangun berupa jalan layang melintasi persawahan sehingga tak mengganggu pertanian," ujar Deny.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dicky Saromi menambahkan, pihaknya tengah berusaha agar Kementerian Perhubungan memberikan dukungan dan perizinan untuk pembangunan Cilamaya. Kementerian Perhubungan belum menyatakan persetujuan, setidaknya secara lisan.

Karena itu, menurut Dicky, pemerintah pusat belum menyatakan akan memberi bantuan untuk pembangunan Cilamaya. Saat ini pihak Jepang sedang melakukan studi terhadap rencana pelabuhan itu. Studi diharapkan selesai sebelum akhir 2010. (Rini Kustiasih/Dwi Bayu Radius/KOMPAS Cetak Lembar Daerah Jawa Barat)

DJ_Archuleta
April 19th, 2010, 05:46 PM
Waterfront Harbour
Batam, Kepulauan Riau

http://farm4.static.flickr.com/3229/3011590625_89b795b2d9_o.jpg

VRS
April 20th, 2010, 04:30 AM
nice picture,but its that singapore island at there..?

DJ_Archuleta
April 20th, 2010, 12:05 PM
^^ That harbour is located in Batam island not Singapore ...

VRS
April 20th, 2010, 12:44 PM
di seberang itu singapore island masudnya..??

DJ_Archuleta
April 20th, 2010, 12:52 PM
di seberang itu singapore island masudnya..??

Sepertinya sih iya, dilihat dari tiang2 konstruksi bangunannya :D

Ocean One
April 20th, 2010, 04:30 PM
nice picture,but its that singapore island at there..?

^^ That harbour is located in Batam island not Singapore ...

Sepertinya sih iya, dilihat dari tiang2 konstruksi bangunannya :D

^^
Kalau tiang konstruksinya sih kayaknya mix antara tiang2 di areal docking sekitar tanjung uncang dan tiang proyek di sekitar marina bay, s'pore serta sentosa island. Kan keliahatan tuh 3 menara kembar di area casino di marina bay, s'pore!!!

Kalau gak salah, pic ini di area marina yang ada di belakang Hotel Haris deh, soalnya pernah nginap di situ...:cheers:

Ocean One
April 20th, 2010, 04:45 PM
Pelindo III Bangun Terminal Baru Rp 1,3 Triliun
Selasa, 20 April 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia III membangun terminal multi purpose baru Teluk Lamong dengan total investasi Rp 1,3 triliun. Pembangunan ini bakal meningkatkan kapasitas pelabuhan menjadi 3,5 juta TEUS.

Direktur Utama Djarwo Surjanto mengatakan persero telah membuka tender konstruksi sejak 25 Maret lalu. Pembangunan pelabuhan ditargetkan mulai Agustus tahun ini. "Seluruh investasi dari dana internal. Kalau kurang akan pinjam," ujarnya di sela-sela rapat dengar pendapat umum Deputi Logistik dan Pariwisata Kementerian BUMN di Gedung DPR RI, Selasa (20/4).

Dia menjelaskan kapasitas pelabuhan Surabaya tak mampu lagi menampung kegiatan peti kemas yang saat ini sebesar 1,5 juta TEUS. Pembangunan terminal baru akan meningkatkan kapasitas menjadi 3,5 juta TEUS.

Djarwo menambahkan peningkatan kapasitas ini tak akan diikuti kenaikan pendapatan yang tinggi. "Naiknya pelan-pelan mengikuti perkembangan lalu lintas," ucapnya.

Direktur Keuangan Wahyu Suparyono menuturkan dari total kebutuhan investasi Teluk Lamong, tahun ini persero mengalokasikan dana Rp 300 miliar. Selain pembangunan terminal, dana akan digunakan untuk pembelian peralatan seperti crane dan kapal tunda.

Dalam rencana kerja anggaran perusahaan 2010, persero menargetkan kenaikan pendapatan 10 persen di atas tahun lalu Rp 2 triliun. Laba bersih juga diproyeksi naik menjadi Rp 565 miliar.

Wahyu mengatakan persero telah menyelesaikan audit aset bermasalah senilai Rp 2 triliun. Aset-aset yang diaudit oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan pusat dan enam kantor perwakilannya itu berupa aset bergerak dan tidak bergerak.

"Akan kami pertanggungjawabkan dalam rapat umum pemegang saham di bulan Mei atau Juni," ujar dia. Mengenai status Bantuan Pemerintah Yang Belum Ditetapkan Statusnya (BPYBDS) sebesar Rp 195 miliar, persero telah memprosesnya menjadi penyertaan modal negara.

Kopassus
May 2nd, 2010, 03:15 AM
RATSON Shipyard Indonesia (http://www.ratson.com/), itu perusahaan 100% Indonesia atau cuman cabang perusahaan luar negeri? Ratson bukan nama Indonesia...

DJ_Archuleta
May 3rd, 2010, 10:49 AM
Belawan Port
Sumatera Utara

http://farm4.static.flickr.com/3146/2852815922_31522600ba_b.jpg

Ocean One
May 14th, 2010, 06:43 PM
Kamis, 13/05/2010
Samudera Indonesia tambah 2 kapal peti kemas

JAKARTA (Bisnis.com): PT. Samudera Indonesia Tbk akan menambah dua unit kapal pengangkutan peti kemas yang berbobot 15.000 DWT senilai total Rp140 miliar.

Direktur Utama Samudera Indonesia Masli Mulia menuturkan kapal tersebut akan dipakai untuk memperkuat bisnis yang selama ini telah dijalankan. Untuk keperluan pengadaan kapal-kapal tersebut, perseroan telah mendapatkan tawaran dari sejumlah perbankan lokal maupun asing.

“Dari asing, beberapa yang sudah menawari pinjaman kepada perseroan adalah Fortis, UOB, DBS, dan sebagainya. Sementara itu dari perbankan dalam negeri juga ada yang mengajukan penawaran,” ujarnya.

Samudera Indonesia hingga saat ini telah memiliki 47 armada kapal, di antaranya 18 unit kapal pengangkut peti kemas berukuran 287 TEUs (twenty foot equivalent unit)—2586 TEUs untuk angkutan regional, 115 TEUs—283 TEUs untuk angkutan domestik, 7 unit kapal lepas pantai dan batu bara, 13 kapal tanker, serta 1 unit kapal pengangkut general cargo.

Perseroan pada tahun ini menargetkan kembali mencatatkan laba bersih, setelah tahun lalu mengalami kerugian sebesar Rp15,63 miliar.

Hingga akhir Maret lalu, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp7,03 miliar atau naik sebesar 709% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, Rp870 juta. Sepanjang tahun ini perseroan mengalokasikan dana investasi sebesar Rp700 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan pelabuhan peti kemas dan logistic center, serta pelunasan dua unit kapal curah jenis supramax dengan harga per unit US$35 juta.

Ocean One
May 23rd, 2010, 05:15 PM
Terminal Peti Kemas Palaran Selesai
Minggu, 23 Mei 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan kontruksi PT Pembangunan Perumahan (persero) , bulan Mei 2010 ini menuntaskan pembangunan Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur. Proyek senilai Rp 262,1 miliar itu, merupakan proyek percontohan dan satu-satunya di Indonesia yang dibangun dengan sistem konsorsium antara Pemerintah Kota Samarinda , PT Pelabuhan Indonesia IV (Pelindo IV) dan PT Pelabuhan Samudra Palaran (Samudra Indonesia Group).

Pelabuhan petikemas Palaran diproyeksikan sebagai pengganti Pelabuhan Samarinda dan Terminal Petikemas yang sudah ada saat ini. Luas area TPK Palaran adalah 125.700 meter persegi, dan mampu menampung kapal sampai dengan 5000 DWT dengan luas cargo 54.000 m2. TPK Palaran terdiri dari dermaga, tempat peti kemas (container yard), area gedung, parkir, termasuk pagar keliling, taman dan area penghijauan (green area).

"TPK Palaran dibangun untuk mengerakkan ekonomi Samarinda, Kalimantan Timur," kata Musyanif, Direktur Utama PT PP (Persero) Tbk, Minggu (23/5/2010) di Jakarta.

Beberapa pekerjaan konstruksi yang disiapkan oleh PT PP dalam proyek terminal peti kemas tersebut meliputi pembuatan quay deck di dermaga sepanjang 270 meter, trestle sebanyak 3 unit dengan panjang 90 m, sedangkan di container yard seluas sekitar 41,110 m2 menyiapkan RTGC sebanyak 5 line dengan panjang masing-masing 255m, turning RTCC sebanyak 2 line dengan panjang masing-masing 152 meter.

PT PP termasuk pemain utama konstruksi pelabuhan dan dermaga. Sebelumnya, PT PP berhasil menyelesaikan pembangunan pelabuhan dan dermaga lainnya seperti Container Terminal Semarang, Container Terminal Koja, Bojonegoro Port Banten dan Pelabuhan Teluk Bayur.

Pada kuartal-I 2010, PT PP mencetak pendapatan sekitar Rp 561 miliar pada tiga bulan pertama 2010. Pendapatan tersebut ditopang oleh penyelesaian kontrak-kontrak besar Perseroan selama kuartal I 2010. Sedangkan laba bersih Perseroan pada kuartal I 2010 mencatat kenaikan signifikan sebesar 26,24 persen atau Rp 15,36 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 12,17 miliar. Dalam lima tahun terakhir pertumbuhan laba bersih PTPP tumbuh konsisten di kisaran 24,5 persen per tahun.

castle_92
May 28th, 2010, 10:33 AM
Tanjung Emas Port
Semarang

http://img215.imageshack.us/img215/2003/66492051.jpg


http://img155.imageshack.us/img155/4598/80546031.jpg


http://img28.imageshack.us/img28/6184/fdrsg.jpg


http://img594.imageshack.us/img594/2240/cdsgd.jpg


http://img267.imageshack.us/img267/3831/34608696.jpg


http://img189.imageshack.us/img189/2663/84063195.jpg


http://img69.imageshack.us/img69/3583/33395352.jpg


http://img191.imageshack.us/img191/6830/74822885.jpg


http://img690.imageshack.us/img690/2707/64464839.jpg


http://img717.imageshack.us/img717/7281/19952007.jpg

castle_92
May 28th, 2010, 10:50 AM
Port Highway

http://img412.imageshack.us/img412/1747/cimg1001x.jpg


http://img704.imageshack.us/img704/9273/cimg1002n.jpg


http://img227.imageshack.us/img227/4353/cimg1005.jpg (http://img227.imageshack.us/i/cimg1005.jpg/)


http://img268.imageshack.us/img268/7802/bfhc.jpg


http://img690.imageshack.us/img690/2089/ncghj.jpg


http://img248.imageshack.us/img248/6741/dzf.jpg


http://img189.imageshack.us/img189/2466/vxdgfx.jpg

DJ_Archuleta
May 29th, 2010, 04:17 PM
Turi-Beach, Nongsa
Batam, Riau Archipelago

http://img6.imageshack.us/img6/2175/mapofsumatramalaysia.gif (http://img6.imageshack.us/i/mapofsumatramalaysia.gif/)

http://farm4.static.flickr.com/3355/3200472319_e964e09da6_b.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3417/3201321278_6149b250c5_b.jpg

DJ_Archuleta
June 22nd, 2010, 09:50 AM
Nongsa Point Marina Sea Port
Batam, Kepulauan Riau
by derizx

http://farm3.static.flickr.com/2005/1528058677_f47070ae65_b.jpg

novian
June 22nd, 2010, 02:34 PM
Turi-Beach, Nongsa
Batam, Riau Archipelago

http://img6.imageshack.us/img6/2175/mapofsumatramalaysia.gif (http://img6.imageshack.us/i/mapofsumatramalaysia.gif/)

http://farm4.static.flickr.com/3355/3200472319_e964e09da6_b.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3417/3201321278_6149b250c5_b.jpg

kyny ini NONGSA POINT MARINA deh...:cheers:

Ocean One
June 22nd, 2010, 03:03 PM
kyny ini NONGSA POINT MARINA deh...:cheers:

Tul banget novian. Malam tahun baru 2005 sempat nginap di sini selama seminggu karena kapal kandas pas keluar dari pelabuhan ferry terminal nongsa.:lol::lol::lol:

Ocean One
June 22nd, 2010, 03:11 PM
Waterfront Harbour
Batam, Kepulauan Riau

http://farm4.static.flickr.com/3229/3011590625_89b795b2d9_o.jpg

Yang ini marina pas di belakang Hotel Haris, Batam. Untuk ferry terminal waterfront harbour sekitar 500an meter ke arah atas kiri pada pic...:cheers:


nice picture,but its that singapore island at there..?

di seberang itu singapore island masudnya..??


^^
Sebagian om, terutama di sebelah kanan pic. Untuk yg bukit dan crane docking area itu masih wilayah batam (tg. uncang area). U can see 3 tower of Marina Sand bay (casino) at right side om??? :)

Ocean One
June 22nd, 2010, 03:13 PM
Tanjung Priok Bakal Berstandar Internasional
Pemerintah akan membentuk tim guna menata kembali pelabuhan Tanjung Priok.
Selasa, 22 Juni 2010

http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/03/05/66852_tumpukan_peti_kemas_ekspor_di_tanjung_priok_300_225.JPG

VIVAnews - Pemerintah akan mengembangkan kawasan pelabuhan Tanjung Priok menjadi pelabuhan berstandar internasional. Namun, saat ini masih ada sejumlah kendala, antara lain terdapatnya lahan dan bangunan milik institusi lain yang tidak terkait dengan fungsi pelabuhan.

"Kita tahu di sana banyak sekali pihak, ada Bea Cukai, TNI, dan Polri. Kemudian, komitmen bagaimana kawasan itu kita kembangkan lebih baik. Bagaimana kawasan itu berfungsi sebagai pelabuhan berstandar internasional," kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi usai rapat penataan Pelabuhan Tanjung Priok di Istana Wapres, Jakarta, Selasa 22 Juni 2010.

Selanjutnya, pemerintah akan membentuk tim koordinasi di bawah Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. Adapun anggota yang akan dilibatkan dalam tim ini adalah Menteri Keuangan, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Laut, serta Kapolri. "Pada prinsipnya semua komitmen," ujar Freddy.

Freddy juga mengungkapkan, tim dibentuk untuk mengomunikasikan apabila ada penolakan terhadap penataan ulang pelabuhan Tanjung Priok. "Bagaimana pemindahannya, berapa tahun ke depan, ada road map-nya," ucap politisi asal Partai Demokrat itu.

Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menjelaskan pemerintah juga mempersiapkan pelabuhan darat (dry port) untuk menunjang standarisasi internasional pelabuhan Tanjung Priok. Rencananya, dry port akan berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

"Artinya, fasilitasnya seperti pelabuhan, tapi di lokasi sentra industri. Dry port itu maksudnya untuk transaksi perbankan, bea cukai, dan segala macam bisa dilakukan di lokasi pabrik atau sentra industri," tutur Agus Marto.

Dengan demikian, proses dokumentasi bisa dilakukan di Cikarang Dry Port. "Setelah itu kontainernya berangkat ke Tanjung Priok. Tinggal naik, tidak perlu lagi clearing dokumen, karena dokumennya sudah diselesaikan di dry port," kata mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini. (hs)

Ocean One
June 22nd, 2010, 03:16 PM
TNI AL Siap Pindahkan Pangkalan dari Priok
"Tidak keberatan. Karena itu didesain untuk membangun perekonomian bangsa."
Selasa, 22 Juni 2010

http://media.vivanews.com/thumbs2/2008/10/14/55596_kapal_perang_tni_300_225.jpg

VIVAnews -- Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (Kasum TNI), Marsekal Madya Edy Harjoko, mengatakan TNI mendukung standarisasi Internasional Pelabuhan Tanjung Priok.

Karena itu, TNI Angkatan Laut, bersedia memindahkan pangkalan utamanya dari sekitar wilayah pelabuhan Tanjung Priok.

"Tidak keberatan. Karena itu didesain untuk membangun perekonomian bangsa, untuk jadi pelabuhan kelas dunia," kata Edy Harjoko usai rapat penataan pelabuhan Tanjung Priok di Istana Wakil Presiden, Selasa, 22 Juni 2010.

Namun, Edy menjelaskan, TNI meminta agar dalam pemindahan tersebut TNI tetap berfungsi untuk pertahanan. "Pengamanan dan pertahanan wilayah pantai dan laut," ucap Edy.

Salah satu aset TNI di sekitar pelabuhan Tanjung Priok adalah Pangkalan Utama TNI AL III di sekitar Pulau Dayung, Tanjung Priok. Apakah Lantamal III itu akan dipindahkan?

"Semua kawasan yang berada di area yang akan dibangun ini akan di pindahkan. Tentunya akan dipindahkan," ujar Edy.

Edy kemudian juga mengatakan, secara substansi TNI AL tidak mempermasalahkan pemindahan tersebut. "Selama ruislag atau penggantian dan sebagainya sesuai dengan apa yang kami harapkan," kata Edy.

Namun, pemindahan tidak akan dimulai pada tahun ini. "Ya kalau tahun ini mungkin dari budget dan sebagainya, tidak mencukupi. Jadi tidak akan dimulai tahun ini," ujarnya.

Ocean One
June 22nd, 2010, 03:28 PM
Terbentuk, tim terpadu tata ulang Priok
Selasa, 22/06/2010


JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah akan membentuk tim terpadu untuk mempercepat penataan ulang Pelabuhan Tanjung Priok.

Menteri Perhubungan Freddy Numbery mengatakan tim yang akan dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa ini akan merancang ulang pelabuhan Tanjung Priok untuk meningkatkan efektivitas pengiriman arus barang.

"Desain baru diarahkan agar menjadikan pelabuhan Tanjung Priok jadi standar internasional," ujarnya seusai rapat penataan ulang Tanjung Priok di Istana Wakil Presiden, sore ini.

Dia mengatakan penataan tersebut diantaranya melakukan pemindahan terhadap beberapa kantor-kantor instansi yang ada di sekitar kawasan pelabuhan. Menurut dia, banyak perkantoran yang tidak berhubungan langsung dengan fungsi pelabuhan dan justru menghambat aktivitas dan percepatan pengiriman barang.

Selain itu, ada juga perkantoran yang sudah tidak berfungsi lagi berada di lini depan pelabuhan dan cukup menganggu. Instansi yang akan dipindahkan ini akan saling berkoordinasi untuk tempat dan waktu untuk menjalankan pemindahan ini.

Pemindahan beberapa kantor dilakukan bertahap, akan ada jangka pendek dan jangka panjang," ujar Freddy.

Juru Bicara Wapres Yopie Hidayat mengatakan jika Boediono menginginkan agar Menko Perekonomian Hatta Rajasa bersama dengan Menteri Perhubungan bisa segera menyelesaikan desain ulang pelabuhan dalam waktu dekat.

"Desainnya bisa selesai sebulan ini," ujar Yopie.

Pada kesempatan sama, Marskal Edy Harjoko Kepala Staf Umum TNI mengatakan pihaknya tidak keberatan dengan rencana pemerintah melakukan penataan ulang pelabuhan selama dilakukan berdasarkan koridor hukum yang ada. Kalangan TNI siap mendukung pemeritnah untuk meningkatkan aktivitas perekonomian di pelabuhan paling sibuk di Indonesia itu.

Namun, kata dia, pemindahan ini tetap harus mengedepankan pertahanan wilayah pantai dan laut. TNI akan memberikan beberapa alternatif untuk kantor pengamanan berada di lini strategis di pelabuhan

Ocean One
June 22nd, 2010, 04:15 PM
Pelabuhan Tanjung Priok Diredesain
Selasa, 22 Juni 2010

KOMPAS.com - Untuk mengoptimalisasikan fungsi pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pemerintah meminta agar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dan sekitarnya diredesain kembali untuk mendukung fungsi utamanya sebagai pelabuhan.
Fungsi Pelabuhan Tanjung Priok tumpang tindih, bermacam-macam kantor ada di sana sehingga fungsi-fungsi itu perlu ditata kembali dengan redesain agar fungsi pelabuhan lebih baik lagi. Kalau Polres KP3 dan Kolinlamil dipindahkan, tentu akan berkembang lebi

Desain yang lama diharapkan ditinjau kembali sehingga keberadaan fungsi-fungsi di luar kepelabuhan seperti di antaranya Komando Lintas Laut Militer (Kolinmlamil), Kantor Perbekalan TNI Angkatan Darat maupun Kesatuan P elaksana Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Priok dan lainnya, dapat ditata kembali.

Demikian diungkapkan Menteri Perhubungan Freddy Numberi saat ditanya pers, seusai menghadiri rapat khusus mengenai perluasan Pelabuhan Tanjung Priok di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (22/6) petang ini.

Rapat yang dipimpin Wapres Boediono itu dihadiri sejumlah menteri di antaranya Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Kepala Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Staf Umum TNI Marsekal Madya Edy Hardjoko dan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Richard Jose Lino.

Fungsi Pelabuhan Tanjung Priok tumpang tindih, bermacam-macam kantor ada di sana sehingga fungsi-fungsi itu perlu ditata kem bali dengan redesain agar fungsi pelabuhan lebih baik lagi. Kalau unsur Kepolisian Negara RI seperti KP3 dan unsur TNI di Kolinlamil dipindahkan, tentu akan dikembangkan seperti apa yang lebih baik lagi, ujar Freddy.

Menurut Freddy, untuk itu Menko Perekonomian Hatta Rajasa ditunjuk memimpin Tim Terpadu yang akan meredesain kembali kawasan pelabuhan dan sekitarnya. Besok, Rabu (23/6) timnya mulai rapat, tambah Freddy.

Penataan Pelabuhan Tanjung Priok, lanjut Freddy, akan ditata lebih luas lagi. Sejak zaman Wapres Muhammad Jusuf Kalla rencana penataan tercatat sudah dimulai, akan tetapi hingga kini berjalan lambat.

Sekarang Dry Port Cikarang tengah dibangun. Diharapkan akhir tahun ini selesai, sehingga 'pelabuhan kering' di kawasan sentra industri itu bisa mengatasi kepadatan Pelabuhan Tanjung Priok dalam pengurusan perbankan dan izin eskpor impor. "Jadi, barang-barang tinggal dikirim ke kepelabuhan tanpa menambah kepadatan di pelabuhan untuk urusan perbankan dan perizinannya," jelas Freddy.

Unsur TNI siap pindah

Edy Hardjoko menyatakan jika memang diperlukan agar kawasan pelabuhan Tanjung Priok semakin optimal dan memiliki nilai keekonomian yang tinggi, kawasan Kolinlamil di kawasan pelabuhan bisa saja ditata kembali.

"Apakah kami harus di luar kawasan pelabuhan, tidak apa-apa. Yang penting, kami tetap berfungsi bagi pengamanan dan pertahanan pantai dan laut di kawasan tersebut. Kami belum tahu posisi unsur TNI-AL di mana, akan tetapi semua fungsi yang tidak berkaitan dengan pelabuhan akan dipindahkan," kata Edy.

Menurut Edy, TNI-AL tidak akan dirugikan sepanjang pertukaran asetnya dengan lokasi baru sesuai dengan yang dibutuhkan TNI-AL sendiri.

Di tempat yang sama, Juru Bicara Wapres, yang juga Staf Khusus Bidang Media Massa Yopie Hidayat menyatakan, selain membahas fungsi lain di kawasan Pelabulan Tanjung Priok, dibahas juga mengenai akses jalan menuju dan ke Pelabuhan Tanjung Priok. Dari tiga tahap yang dibangun, hingga kini baru tahap pertama yang dikerjakan sepanjang 2,7 kilometer. Penyelesaian tahap pertama diharapkan bulan depan.

"Untuk akses jalan tol pelabuhan, minggu depan akan dibahas lagi. Namun, untuk redesain Pelabuhan Tanjung Priok, Wapres memberikan batas waktu penyelesaian satu bulan ke depan," tandas Yopie.

Ocean One
June 24th, 2010, 08:33 AM
Kapal Spirit Majapahit Siap Keliling Dunia
Kapal tersebut merupakan kapal tradisional terbesar di tanah air.
Rabu, 23 Juni 2010

http://media.vivanews.com/thumbs2/2010/06/23/91792_kapal-majapahit-buatan-warga-di-jatim_300_225.JPG

Kapal majapahit buatan warga di Jatim


SURABAYA POST - Pembuatan kapal Spirit Majapahit sudah kelar. Rencananya, satu hari lagi, kapal buatan warga kabupaten ini akan lepas jangkar mengarungi lautan berkeliling ke delapan negara di Asia.

Sebelum dilepas, ratusan warga Desa Slopeng Kecamatan Dasuk, menggelar doa bersama di atas kapal tersebut. Dalam prosesi doa bersama itu, warga menyiapkan tujuh sesajen di sudut-sudut kapal yang berisi kembang tujuh warna dan jajanan pasar.

Sesajen tersebut merupakan permohonan agar kapal yang akan dilepas ke laut pada Kamis, 24 Juni 2010 esok terhindar dari segala musibah.

Doa bersama dan tahlilan ini merupakan tradisi warga Slopeng demi keselamatan. Apalagi, kapal Spirit Majapahit membawa tugas berat untuk berlayar ke delapan negara di Asia.

"Jadi kita wajib menyelamati sebelum dilepas," kata Penanggungjawab Teknisi Kapal Spirit Majapahit Sumenep, Supardi (52), pada wartawan di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk.

Menurut Supardi, kapal tersebut merupakan kapal tradisional terbesar di tanah air. Kapal tradisional pada umumnya memiliki ukuran panjang sekitar 6-9 meter dengan lebar maksimal 3 meter.

Sedangkan kapal Spirit Majapahit ini memiliki panjang sekitar 20 meter dengan lebar 4,3 meter dan tinggi sekitar 3 meter. "Pembuatan kapal tradisional Spirit Majapahit yang bermuatan 20 ton ini telah rampung 100 persen," katanya.

Pembuatan kapal tersebut berjalan sesuai dengan jadwal selama 90 hari sejak tanggal 22 Maret 2010 lalu. "Alhamdulillah tidak ada kendala, semua pekerja yang melibatkan 15 orang berjalan dengan lancar, tidak ada bencana dan lainnya," ujar Supardi.

Kapal Spirit Majapahit ini berbeda dengan kapal lainnya dilihat dari ciri khas yang terletak pada buritan atau bagian belakang yang lebih tinggi dari haluan atau bagian depan. "Kita desain khusus sesuai dengan kapal Majapahit yang asli," kata Supardi.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumenep, Moh. Nasir, kapal Spirit Majapahit akan dilepas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta.

Sebelumnya, kapal itu dilepas Bupati Sumenep, Kamis (24/6), menuju Surabaya. "Kita akan lepas hari Kamis besok untuk menguji navigasi kapal. Kalau tidak ada masalah, maka akan langsung ke Lantamal Surabaya," kata Nasir.

"Dari Surabaya akan dilepas Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, ke Jakarta. Baru kemudian Presiden RI akan melepas dari Jakarta menuju ke delapan negara," lanjutnya.

Delapan negara yang akan diarungi kapal Spirit Majapahit itu adalah Brunei Darussalam, Pilipina, Jepang dengan menyinggahi 5 kota yakni Okinawa, Kagoshima, Tokyo, Osaka, dan Fukuoka, kemudian ke Shanghai (China), Vietnam, Bangkok (Thailand) dan Singapura.

"Diperkirakan, pada akhir Desember 2010 mendatang, kapal Spirit Majapahit sudah kembali ke Indonesia," ujar Nasir.

Ocean One
June 24th, 2010, 08:42 AM
Kamis, 24/06/2010
Terminal Nilam dilengkapi 5 RTG Rp80 miliar


SURABAYA (Bisnis.com): PT Pelabuhan Indonesia III telah menginvestasikan sedikitnya Rp80 miliar untuk pembelian lima unit Rubber Tyred Gantry (RTG) yang segera dioperasikan di Terminal Nilam Multipurpose.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Indonesia III, Husein Latief menegaskan pihaknya semakin serius menggarap layanan terminal Nilam yang baru saja selesai direvitalisasi menjadi terminal multiporpuse.

“Upaya untuk peningkatan layanan terhadap Terminal Nilam Multiporpuse itu dibuktikan dengan mendatangkan lima unit RTG dengan nilai investasi setiap unitnya US$1,5 juta. Bila ditotal nilainya ditaksir mencapai Rp80 miliar,” ungkap Latief kepada Bisnis, hari ini.

Dia mengungkapkan manajemen menaruh target penambahan arus volume bongkar muat petikemas dan barang dari terminal tersebut sebesar 300.000 twenty foot equivalent units (TEUs) per tahunnya.

“Penambahan peralatan dengan nilai investasi besar itu diharapkan siginifikan dengan kontribusi arus bongkar muat. Terminal Nilam ditarget memberikan kontribusi 300.000 TEUs per tahun. Target ini mesti dapat direalisasikan,” tegasnya.

Kepala Humas Pelindo III Iwan Sabatini menegaskan kelima unit RTG itu segera beroperasi karena keberadaannya kini sedang dalam proses bongkar muat. “Bila hari ini dibongkar muat, maka InsyaAllah pekan depan kelima unit RTG itu sudah dapat beroperasi di Terminal Nilam. Harapannya dapat meningkatkan kinerja layanan bongkar muat barang maupun petikemas,” ujarnya.

Iwan menjelaskan kelima unit RTG tersebut didatangkan dari China dengan Kapal Tongkang Yuan Jian. “Kapal itu [tongkang Yuan Jian] berangkat dari Pelabuhan Shanghai menuju ke Tanjung Perak Surabaya dengan masa tempuh 18 hari. Peralatan itu di produksi Zhsin Hua Port Mechanery Corporation [ZPMC],” ujarnya. (mrp)

DJ_Archuleta
June 25th, 2010, 03:45 PM
Belawan Port
Medan, Sumatra Utara
by againstty0

http://farm4.static.flickr.com/3056/3063118736_24b3c6f100_b.jpg

DJ_Archuleta
June 25th, 2010, 03:50 PM
Nongsapura Port
Batam, Kepulauan Riau
by P3rSeUs

http://farm4.static.flickr.com/3107/2566199887_4b9338abff_b.jpg

Ocean One
June 27th, 2010, 04:29 PM
^^
Nice pic om DJ, thx a lot. Jadi kangen pengen ke sini lagi...:cheers:


Sabtu, 26/06/2010
Pelabuhan Cirebon sulit ditembus kapal besar


BANDUNG (Bisnis.com): Berikut rangkuman berita-berita ekonomi dan umun yang dimuat di koran lokal yang terbit di Bandung dan koran nasional yang memiliki sisipan Jawa Barat, di antaranya soal hotel gunakan produk lokal, kebakaran dan unjuk rasa di Bekasi:

Seluruh hotel dan restoran di Jabar didorong untuk menggunakan produk lokal mulai dari buah-buahan, desain interior, furnitur rotan, dan seragam batik dengan corak Jabar. (Pikiran Rakyat)

Kadin Jabar membentuk tim advokasi untuk mengkaji rencana kenaikan tarif dasar listrik yang diberlakukan mulai 1 Juli 2010. Kenaikan itu dinilai sensitif bagi banyak kalangan dunia usaha karena akan mendorong terjadinya biaya tinggi. (Pikiran Rakyat)

Sekitar 600 warga yang tinggal di RT 9 dan RT 10 RW 14 Kelurahan Arjuna Kec. Cicendo, Kota Bandung, kehilangan rumah tinggal yang ludes dilalap api, Jumat dini hari. Api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik salah satu rumah di RT 9 sekitar pukul 03.00 WIB. (Pikiran Rakyat)

Ratusan warga Kabupaten Bekasi bersama sejumlah LSM kembali menggelar unjuk rasa terkait pengelolaan minyak dan gas di Kabupaten itu, Jumat. (Pikiran Rakyat)

Cepatnya sedimentasi di dermaga Pelabuhan Cirebon mengakibatkan tempat berlabuh kapal mendangkal. Pelabuhan ini pun semakin sulit dimasuki kapal-kapal besar. (Kompas Sisipan Jabar)

Pemprov Jabar membuka layanan pesan singkat (SMS) khusus terkait program pembangunan di wilayah berpenduduk 42,6 juta jiwa ini. Layanan ini diharapkan bisa mewadahi aspirasi dan pendapat masyarakat tentang program pembangunan di Jabar.

Ocean One
July 16th, 2010, 04:13 PM
Jumat, 16/07/2010
3 Pelabuhan perlu dijadikan hub internasional


JAKARTA (Bisnis.com): Pemerintah diminta mengembangkan tiga pelabuhan sebagai hub internasional di kawasan barat, timur dan tengah Indonesia menyongsong integrasi masyarakat ekonomi Asean.

Wakil Ketua Komite Tetap Perhubungan Laut dan Kepelabuhanan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anwar Sata mengatakan dari tiga hub itu, pelabuhan Tanjung Priok seharusnya menjadi pelabuhan pertama yang dikembangkan.

Sebab, katanya, fasilitas pelabuhan internasional itu dinilai yang paling lengkap dibandingkan pelabuhan lain di Indonesia. "Selain itu, 60% ekspor dan impor Indonesia melalui Tanjung Priok," katanya kepada Bisnis, hari ini.

Menurut dia, Indonesia memerlukan tiga pelabuhan sebagai hub internasional yang tersebar di barat, timur dan tengah Indonesia dengan memasukkan Tanjung Priok sebagai hub pertama.

Berdasarkan dokumen rencana cetak biru logistik nasional, pemerintah menetapkan tiga pelabuhan yang akan dikembangkan sebagai hub internasional.

Ketiga pelabuhan itu adalah Batam atau Sabang di Barat, Tanjung Perak atau Tanjung Emas di Tengah dan Benoa atau Balikpapan di Timur Indonesia.

Anwar menjelaskan penetapan tiga pelabuhan sebagai hub internasional sesuai rekomendasi cetak biru logistik sudah tepat. "Justru sekarang pertanyaannya kapan kita mau mulai mengembangkan pelabuhan hub tersebut," tegasnya.

Ocean One
July 23rd, 2010, 06:41 PM
Jumat, 23/07/2010
Pelabuhan Muara Angke beroperasi tahun depan


KEPULAUAN SERIBU (Bisnis.com): Dinas Perhubungan DKI Jakarta memastikan operasional pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara akan mulai beroperasi tahun depan, menyusul proses pembangunan fisiknya saat ini sudah memasuki lebih dari 50%nya.

Dalam tahap awal, pelabuhan akan dioperasionalkan secara terbatas, yakni untuk jenis kapal yang bisa merapat dikedalaman satu meter, karena untuk sementara pinggir pantai baru akan tergali sedalam empat meter sesuai target pada 2012.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono mengatakan jika pelabuhan baru itu sudah dioperasionalkan, maka pelabuhan Marina di Ancol hanya akan menjadi pusat pemberangkatan kapal-kapal pesiar skala menengah.

Adapun pelabuhan Muara Angke akan menjadi pelabuhan pemberangkatan kapal menuju Kepulauan Seribu dan menjadi pangkalan kapal milik Pemprov DKI. "Jika pelabuhan ini sudah berjalan, maka semua kapal yang menuju Pulau Seribu akan berpusat dari sini," ujarnya usai diskusi tentang potensi ekonomi dan kondisi Kepulauan Seribu.

Saat ini, dia menjelaskan setidaknya ada delapan kapal milik Dishub yang dioperasionalkan dari pelabuhan Marina. Kapasitasnya sendiri, mulai dari 25 hingga 50 orang. Rencananya, Dishub akan mengajukan usulan tambahan dua kapal berkapasitas 200 orang dalam anggaran 2011.

Sementara itu, Kepala BIdang Transportasi Laut dan Udara Dishub DKI Turipno mengatakan saat ini proses pembangunan Pelabuhan Muara Angke sudah hampir rampung. Sejak dibangun pada 2003, proyek fisik Pelabuhan Muara Angke sudah menyelesaikan pembangunan pemecah ombak (breakwater) sepanjang 840 meter dari target 1.420 meter.

Selain itu, untuk dermaga yang direncanakan seluas 480 meter, sudah terbangun seluas 132,5 meter, dan pembangunan kantor dan ruang tunggu penumpang seluas 500 meter juga hampir diselesaikan. “Tahun ini kami targetkan seluruh kegiatan fisik rampung, jadi awal 2011 sudah bisa soft launching,” ujar Turipno.

Kegiatan proyek fisik yang akan dilaksanakan pada 2011 yakni pengerukan tanah disepanjang bibir pantai untuk mencapai kedalaman empat meter agar layak disinggahi kapal-kapal berukuran lebih besar nantinya.

Ocean One
July 27th, 2010, 05:04 PM
Holding Pelabuhan Ditargetkan Terbentuk 2011
27/07/2010


MEDAN, investorindonesia.com
Pembentukan perusahaan induk (holding) Pelabuhan Indonesia ditargetkan terlaksana pada 2011 untuk memperkuat posisi pelabuhan nasional ditengah semakin ketatnya persaingan maupun swasta yang sudah boleh mengelola pelabuhan.

"Dengan holding, maka permodalan semakin kuat sehingga mempermudah perusahaan itu membangun sarana dan prasarana pelabuhan termasuk menekan biaya logistik yang dinilai masih mahal," kata Deputi Kementerian BUMN Bidang Logistik dan Pariwisata Harry Susetio Nugroho, di Medan, Selasa.

Harry Susetio Nugroho berbicara ditengah pertemuan jajaran manajemen Pelindo I, II, III, dan IV yang dilakukan untuk mencari masukan tentang rencana pembentukan holding itu yang sudah mulai dibahas.

Harry menegaskan, pembentukan holding pelabuhan bertujuan antara lain mengintegrasikan seluruh pelabuhan di Indonesia dan mengintegrasikan dengan hinterland (kawasan penunjang) termasuk mengembangkan pelabuhan nasional dan pelabuhan pendukung.

"Perlu ditegaskan, pembentukan holding bukan untuk memusatkan pelayanan secara terpusat, namun lebih kepada mengumpulkan modal untuk membangun sarana dan prasarana dalam kaitan untuk peningkatan layanan kepada pengguna jasa," katanya.

Dalam UU No.17/2008 mengenai Pelayaran, ujar Harry, fungsi operator dan regulator pelabuhan sudah dipisahkan.

Pelabuhan, berfungsi untuk menangani bisnis dan meningkatkan pelayanan, sedangkan regulasinya dikembalikan kepada pemerintah (Kementerian Perhubungan).

Dalam UU Pelayaran itu, swasta sudah diperbolehkan masuk atau ikut membangun dan mengoperasikan pelabuhan secara murni 100% tanpa harus kerja sama dengan pihak Pelindo seperti selama ini. "Jadi untuk bisa bertahan atau memenangkan persaingan, holding pelabuhan dinilai tepat dan harus disegerakan paling lambat tahun depan," katanya.

Sementara itu, Pengamat ekonomi, Fachry Ali yang hadir dalam acara itu, mengakui untuk menumbuhkan efisensi pelayanan, maka pelabuhan memang harus disinergikan melalui reposisi dan restukturisasi. "Salah satu langkah yang harus dilakukan adalah membentuk holding company agar memperkuat permodalah dalam membangun fasilitas dan prasarana disetiap pelabuhan yang menjadi pintu ekspor impor nasional,” katanya.

Dirut Pelindo I Harry Sutanto mengatakan, pembentukan holding pelabuhan harus didukung penuh karena bisa lebih memperkuat posisi pelabuhan nasional. Dengan holding, kata dia, manajemen pelabuhan bisa lebih memiliki banyak modal untuk membangun sarana dan prasarana termasuk keleluasaan berinvestasi atau menjalankan kebijakan.

"Dengan persaingan yang semakin ketat termasuk dibolehkannya swasta mengelola pelabuhan secara sendiri, holding memang tepat dilakukan. Di China, holding di jajaran BUMN-nya sudah membuktikan cukup berhasil memperkuat perusahaan tersebut," kata Harry.

Sementara itu, Dirut Pelindo II Tanjung Priok R. J. Lino menambahkan pelabuhan memang harus dibenahi untuk meningkatkan daya saing produksi nasional.

"Hampir 85 persen logistik nasional diangkut lewat pelabuhan, sehingga pelabuhan membutuhkan peralatan yang modern untuk melayani kapal-kapal besar seperti Panama," katanya.

Ocean One
July 28th, 2010, 05:07 PM
Tiket Elektronik Pelabuhan Merak Rusak Sejak April Lalu
Rabu, 28 Juli 2010

http://image.tempointeraktif.com/?id=26303&width=274

Ribuan pemudik menggunakan kendaraan bermotor memadati di Pelabuhan Merak, Banten (17/9). Hingga H-3 lebih dari 55 ribu pemudik menyeberang ke pulau Sumatra. Foto: TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO Interaktif, Cilegon- Mesin tiket elektronik untuk penumpang dan kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Banten masih belum berfungsi. Kerusakan tersebut terjadi sejak April 2010 dan masih dalam perbaikan. Akibatnya, pelayanan tiket bagi penumpang maupun kendaraan yang akan menyeberang dari Merak ke Bakauheni, Lampung dilakukan secara manual.

Kerusakan terjadi pada sistem saluran informasi pelaporan ke bagian keuangan. Seluruh mesin pembaca tiket elektronik rusak.

Kepala Cabang PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Merak, Teja Suparna, mengatakan, tiket elektronik yang masih belum berfungsi karena telah terjadi kerusakan pada system connecting.

Namun Teja menjamin, menjelang arus mudik Lebaran nanti, pembayaran tiket kembali dilayani dengan sistem elektronik. “Saat ini pihak ASDP terus berupaya agar pembayaran tiket kembali dilakukn secara elektrik, minggu ini Insya Allah sudah bisa digunakan”, kata Teja kepada Tempo hari ini.

Menurutnya, untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2010, pihaknya sudah mempersiapkan mulai dari jumlah kapal yang akan melayani penyeberangan, jumlah trip kapal, dan antisipasi terjadi penumpukan kendaraan. "Kami akan mengoperasikan pada arus mudik Lebaran nanti sebanyak 21 kapal dan hari biasa hanya 18 kapal," katanya.

Seorang penumpang pejalan kaki asal Kabupaten Pandeglang dengan tujuan Lampung, Eman 20 tahun, mengatakan, dengan pembelian tiket menggunakan sistem lama, selain menghambat waktu pelayanan dan perjalanan, juga akan kembali rawan aksi pungutan liar (pungli)." Modus uang kembalian kurang karena tidak ada uang recehan," jelasnya.

Kerusakan mesin tiket elektronik di Pelabuhan Penyeberangan Merak belum juga dapat diperbaiki. Sehingga para penumpang terpaksa harus melakukan pembayaran dengan sistim manual.

Manager Operasional PT ASDP, Endin Juhaendi membantah bahwa sistem pembayaran manual menyusul kerusakan sistem itu memunculkan pungli di loket pembelian tiket dengan modus uang kembalian.

“Tidak benar itu. Harga tiket elektronik dengan manual kan sama saja, tidak ada bedanya. Jadi tidak ada istilah berbeda apalagi pungli uang kembalian. Harga tiket kan selalu genap, jadi tudingan itu tidak benar,” tegas Endin.

Ocean One
July 28th, 2010, 05:14 PM
Dermaga II Pelaburan Merak Tidak Beroperasi 10 Hari
Rabu, 28 Juli 2010


TEMPO Interaktif, Cilegon-Dermaga II Pelabuhan penyeberangan Merak, Kota Cilegon, Banten sejak Senin (26/7) lalu tidak bisa dioperasikan selama 10 hari kedepan. Hal tersebut karena sepanjang badan jalan dermaga pelabuhan tersebut mengalami kerusakan akibat dimakan usia.

Kepala PT Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Teja Suparna menyatakan, kondisi dermaga II sedang dalam perbaikan. Namun pihaknya menjamin tidak akan terjadi penumpukan kendaraan di Pelabuhan Merak. “Secara keseluruhan perbaikan itu tidak akan menghambat oprasional di Pelabuhan Merak,” kata Teja.

Menurutnya, apabila terjadi kepadatan penumpang, maka pihak ASDP akan mengoperasikan dermaga V yang telah selesai dibangun. “Dermaga lima bisa dioperasikan, jika tiga dermaga yang ada tidak bisa menampung,” ujarnya.

Lebih lanjut Teja mengatakan, perbaikan dermaga yang dilakukan saat ini hanya akan memakan waktu hingga 10 hari. “Jadi tidak akan sampai menjelang Lebaran, sebelum bulan puasa Ramadhan juga sudah selesai,” tegas Teja.

Manajer Operasional PT ASDP Cabang Merak, Endin Juhendi menyatakan, kapal yang siap beroperasi sebanyak 20 kapal roll on – roll off (ro-ro). Semua kapal –kapal yang ada tersebut akan dimaksimalkan melayani arus penyeberangan di Pelabuhan Merak saat kondisi dermaga II dalam perbaikan. “Kendaraan yang terangkut masih normal, yaitu mencapai 4.755 kendaraan,” katanya.

Dari Pantauan Tempo, sejak adanya perbaikan dermaga II kondisi setiap kantong parkir terlihat dipenuhi antrean kendaraan. Namun, antrian kendaraan tersebut tidak sampai memanjang hingga luar Pelabuhan.

Ocean One
July 30th, 2010, 02:25 PM
Pelindo Tetap Realisasikan Fasilitas Parkir Petikemas
29/07/2010


JAKARTA, investorindonesia.com
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II memastikan janjinya untuk tetap membangun fasilitas parkir tambahan bagi armada petikemas seluas 3,5 hektare (ha) di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Akan tetap kita bangun dalam tiga tahun ke depan, terutama setelah urusan Mbah Priok, selesai," kata Direktur Utama PT Pelindo II RJ. Lino kepada pers di sela peluncuran "Productivity For Everyone" di Jakarta, Kamis.

Penegasan tersebut disampaikan terkait dengan tudingan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DKI Jakart sebelumnya yang secara terbuka menuding PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II ingkar janji karena komitmen untuk menyediakan fasilitas lahan parkir untuk angkutan petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, belum terealisasi.

Menurut Lino, paket pembangunan fasilitas parkir tersebut, ada di dalam rencana jangka panjang penambahan tiga dermaga yang letaknya di dermaga sebelah utara dan hal ini telah disetujui pemerintah. "Di situ nanti akan dibangun fasilitas parkir itu," katanya.

Namun, ia memastikan akan memberlakukan ketentuan yang sangat ketat bahwa truk petikemas yang masuk ke pelabuhan itu hanya untuk menurunkan barang dan bukan untuk menginap. "Tidak ada istilah untuk parkir lalu menginap di situ," katanya.

Ia melanjutkan, pembangunan tiga dermaga tersebut akan dilakukan dengan cara reklamasi dan dibagi dalam tiga tahap yakni pertama, dilakukan reklamasi pantai sepanjang satu km dengan luas lahan 96 ha dan diperkirakan selesai pada 2013.

Selanjutnya akan dibangun tambahan dermaga sepanjang satu km dengan reklamasi pantai seluas 60 ha dan ditargetkan selesai 2015. Kemudian, untuk tahap ketiga, penambahan dermaga sepanjang 1,5 km dengan reklamasi lahan seluas 90 ha yang ditargetkan selesai pada 2018.

"Pembiayaanya menggunakan skema 50:50 antara Pelindo II dengan mitra strategis," katanya seperti dikutip Antara.

Dengan demikian, diharapkan, pada 2020 mendatang, Pelabuhan Tanjung Priok akan mampu menampung arus petikemas sebanyak 9,5 juta TEUs atau jauh di atas kapasitas maksimal Tanjung Priok selama ini yang hanya empat juta TEUs.

"Dengan pengembangan ini, kapal-kapal besar ukuran Suezmax Post Panamax yang berdaya angkut lebih dari 5000 TEUs akan dapat singgah di Priok," katanya.

Secara keseluruhan, tambahnya, perusahaan telah menginvestasikan Rp 12 triliun untuk periode 2010-2013 dan dari jumlah itu sekitar Rp 2,7 triliun telah dialokasikan untuk pembelian fasilitas bongkar muat petikemas pada 2010 dan hingga semester I 2011 akan ditambah lagi hingga menjadi Rp 3,4 triliun.

Ocean One
August 2nd, 2010, 07:21 PM
Maskot Tanjung Perak Diperkenalkan
Senin, 2 Agustus 2010


SURABAYA, KOMPAS.com - PT Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung Perak mengenalkan maskot Tanjung Perak kepada masyarakat sekitar pelabuhan seiring upayanya meningkatkan kinerja, baik pelayanan operasional maupun sistem pelayanan. "Upaya ini juga memperkuat kerja sama antarpegawai di jajaran Pelabuhan Cabang Tanjung Perak," kata Direktur Utama PT Pelindo III (Persero) Djarwo Surjanto di Surabaya, Senin (2/8/2010).

Menurut Djarwo, peningkatan kerja sama itu salah satunya dengan mengadakan kegiatan "GM Cup" yakni kegiatan olah raga yang diikuti antar Divisi internal Cabang Tanjung Perak dan Kantor Pusat. "Kegiatan tersebut dilaksanakan antara tanggal 23 sampai 30 Juli 2010. Sementara itu, juara umum pada kegiatan tersebut adalah Tim Kantor Pusat," ujarnya.

Sementara itu, General Manager Pelabuhan Tanjung Perak, Udaranto mengemukakan, pengenalan maskot berupa ikan lumba-lumba tersebut dapat menjadi suatu simbol, karakter, dan cerminan adanya perubahan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak menjadi terminal operator. "Kami harap seluruh jajaran dapat meniru dan dapat memaknai lumba-lumba sebagai pribadi tangkas, cerdas, cerdik, dan memuaskan pelanggan," katanya.

Pemilihan lumba-lumba tersebut seiring dengan dikeluarkannya UU Pelayaran Nomor 17 Tahun 2008 sebagai momentum tepat bagi perseronya untuk berbenah dan melakukan perubahan secara ekstrim. "Semisal, melakukan revolusi menjadi lebih baik dan bersiap diri memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa. Kami minta seluruh jajaran agar 'Bangkit dan Komitmen' melakukan perubahan dan reformasi terhadap pelayanan kepada pasar kepelabuhanan," katanya.

Di sisi lain, Kepala Humas PT Pelindo III (Persero), Iwan Sabatini, mengatakan, upaya pengenalan maskot tersebut juga menjadi komitmen Tanjung Perak sebagai pelabuhan utama. Bahkan, memicu percepatan penataan ulang Hub Port agar sesuai peruntukannya. "Semisal, Terminal Jamrud difokuskan pada kegiatan terminal untuk curah kering dan Terminal Nilam fokus melayani peti kemas domestik," katanya.

Ia optimistis, sejumlah konsep tersebut dapat mewujudkan target Pelabuhan Tanjung Perak sebagai Terminal Operator pada masa mendatang. Untuk merealisasinya, manajemen Pelindo III telah menginvestasikan Tanjung Perak Rp 1 triliun pada tahun 2010.

Ocean One
August 2nd, 2010, 07:28 PM
19 Kapal Layar Masuk Ambon
Senin, 2 Agustus 2010


AMBON, KOMPAS.com - Sebanyak 19 kapal layar yang ikut dalam reli kapal layar Darwin (Australia) - Banda -Ambon sebagai bagian dari pelaksanaan Sail Banda 2010, telah tiba di Ambon, Senin (2/8/2010). Kapal-kapal ini telah bersandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon.

Satu dari 19 kapal layar yang sudah sampai di Ambon itu tiba dalam kondisi tiang layar patah. "Dua hari setelah berlayar dari Darwin, badai mematahkan tiang layar. Kami bisa sampai ke Ambon setelah dibantu tujuh kapal layar peserta reli," kata Ralph, kapten dari Saltotu, kapal layar asal Australia yang dikemudikannya.

Secara keseluruhan, ada 46 kapal layar yang berlayar dari Darwin menuju Ambon. Dari jumlah itu, 39 kapal layar masuk ke Banda baru menuju Ambon sedangkan dua kapal layar lagi langsung menuju Ambon.

Adapun lima kapal layar lainnya batal ke Ambon ataupun ke Banda karena cuaca buruk sehingga dari Darwin mereka memilih berlayar ke Kupang.

Ocean One
August 6th, 2010, 04:37 PM
Jumat, 06/08/2010
'Akses truk peti kemas di Priok agar ditata ulang'


JAKARTA: Pengusaha angkutan peti kemas mendesak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menata ulang akses keluar masuk truk di Terminal Peti Kemas (TPK) Koja di Pelabuhan Tanjung Priok.

Pelindo II juga didesak secepatnya membangun jalan khusus bagi peziarah di makam Mbah Priok supaya tidak mengganggu lalu lintas truk trailer ke terminal peti kemas itu.

Ketua Organda Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) Tanjung Priok Gemilang Tarigan mengatakan akses jalan khusus sudah sangat mendesak mengingat makam Mbah Priok semakin ramai dikunjungi.

“Apalagi menjelang bulan puasa seperti saat ini, jalur lalu lintas truk pengangkut peti kemas yang seharusnya dua lajur, kini tinggal satu lajur karena banyaknya peziarah dan pedagang asongan dilokasi tersebut,” ujarnya kepada wartawan di kantor DPU Angsuspel, hari ini.

Menurut dia, jika belum memungkinkan membangun jalan khusus untuk peziarah ke makam Mbah Priok, sementara ini pengaturan lalu lintas angkutan bisa dilakukan dengan cara memasang batas pemisah antara lajur untuk peziarah dan truk trailer.

“Pascakerusuhan di makam Mbah Priok beberapa waktu lalu, Dirut Pelindo II [R.J. Lino] pernah berjanji akan membangun jalan khusus [underpass] bagi peziarah ke makam itu,”tuturnya.

Gemilang mengungkapkan jumlah truk trailer yang keluar masuk TPK Koja mencapai 1.800 unit setiap hari atau 30% dari total truk pengangkut peti kemas dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok.

General Manager TPK Koja Doso Agung saat dikonfirmasi mengatakan belum ada dampak signifikan tehadap pelayanan sandar kapal di dermaga.”Tidak ada kapal delay [tertunda], tetapi memang kalau terjadi kemacetan di luar pelabuhan, yang terkena imbasnya adalah operator angkutan,” ujarnya.

DJ_Archuleta
August 7th, 2010, 08:51 AM
Sekupang Port
Batam, Kepulauan Riau
by boxbatam

http://farm5.static.flickr.com/4057/4643893448_617e1bde30_b.jpg

Ocean One
August 11th, 2010, 05:28 PM
Pelabuhan Priok Diperluas
Rabu, 11 Agustus 2010


Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah akan melakukan penataan kembali dan memperluas kawasan pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dengan membangun empat terminal baru secara bertahap.

"Pada tahun ini kita akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pembangunan empat terminal baru yang akan dibangun bertahap," ujarnya seusai rapat koordinasi di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan satu terminal akan segera dibangun pada akhir 2010, untuk mengatasi semakin padatnya kontainer atau arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok serta pembenahan akses jalan tol dan kereta api.

Pemerintah juga telah menyiapkan pendanaan dan persiapan dalam mengatasi hal yang selama ini dikhawatirkan dapat menganggu pembangunan, seperti masalah pembebasan lahan.

"Tahap pertama Rp5 triliun termasuk infrastruktur dan pembangunan terminal, groundbreaking pembangunan terminal satu diharapkan dimulai akhir tahun ini dan selesai 2013," ujarnya.

Kemudian, dalam membenahi Pelabuhan Tanjung Priok, Hatta menambahkan, pemerintah juga akan melakukan penataan pelabuhan dengan melakukan relokasi dari instansi pemerintah yang dirasakan tidak begitu penting dalam kawasan Tanjung Priok.

"Penataan pelabuhan ini terkait adanya relokasi dari instansi pemerintah yang memang dirasakan tidak begitu urgent dalam kawasan pelabuhan Tanjung Priok," ujarnya.

Menurut dia, akan ada beberapa instansi pemerintah seperti kantor-kantor BUMN, beberapa kantor Bea dan Cukai, rumah-rumah dinas, lahan Pertamina, Markas TNI serta instalasi Perusahaan Air Minum (PAM) yang akan direlokasi sehingga dapat memperlancar pembangunan akses jalan menuju pelabuhan.

"Terkait dengan keinginan kita mempercepat proses arus barang yang selama ini cukup lama, kita akan lakukan percepatan, sehingga proses kontainer mulai dari turun kapal sampai keluar waktunya akan cepat seperti standar ASEAN," ujarnya.

Ia mengatakan, fungsi dari instansi pemerintah tidak akan dihilangkan namun hanya akan dipindahkan ke kawasan tertentu diluar Tanjung Priok.

"Instansi sudah setuju pindah ke daerah, misalkan, Bojonegara, jadi tidak semua menghilangkan fungsi-fungsi dari instansi tersebut, tempatnya bergeser dan tidak didalam kawasan Tanjung Priok," ujarnya.

Sementara Dirut Pelindo II RJ Lino menyampaikan pengembangan pelabuhan Tanjung Priok dimulai dengan pembangunan terminal petikemas, sebagai tahap pertama rencana pembangunan empat terminal.

"Pembangunan tahap pertama 1 kilometer, tahap kedua dan ketiga 1,5 kilometer dengan penambahan luas tanah sekitar 270 hektar," ujarnya.

Ia mengatakan alokasi kebutuhan investasi untuk tiga tahap pembangunan terminal baru sebesar Rp22 triliun dengan pembangunan keseluruhan diharapkan selesai dalam lima atau enam tahun.

Menurut dia, pemerintah selain melakukan pembenahan, relokasi serta pembangunan terminal baru, juga akan membangun pelabuhan baru yang berlokasi di luar sebelah timur Jakarta setelah 2025.

"Itu harus disiapkan mulai sekarang minimal mengatasi pengadaan lahan agar minimal 15 tahun lagi dapat jadi," ujarnya.
http://antaranews.com/berita/1281515831/pelabuhan-priok-diperluas

Ocean One
August 11th, 2010, 05:36 PM
Perkantoran di Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok Direlokasi
Rabu, 11 Agustus 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta -Pemerintah akan melakukan penataan Pelabuhan Tanjung Priok dengan merelokasi kantor-kantor yang tidak terkait langsung dengan kepentingan pelabuhan. “Instansi-instansi pemerintah itu dirasakan tidak begitu urgent dalam kawasan pelabuhan Tanjung Priok,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa usai Rapat koordinasi infrastruktur kawasan Tanjung Priok, di kantorny hari ini.


Hatta mengatakan dengan penataan kawasan Pelabuhan Tanjung Priok diharapkan pelayanan yang diberikan nantinya bisa sesuai dengan standar ASEAN. Akses jalan menuju Tanjung Priok juga akan bisa lebih lancar.

Pemerintah, kata Hatta, ingin mempercepat proses arus barang yang selama ini cukup tinggi. Untuk memperoleh International Ship and Port Facilities Security Code atau ISPS Code sebagai kawasan berstandar internasional, pelabuhan Tanjung Priok harus steril. Hatta mengatakan, dalam lini satu pelabuhan nantinya hanya ada Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina.

Direktur Utama Pelindo II RJ Lino mengatakan, dengan sterilisasi kawasan pelabuhan Tanjung Priok ini akan menambah kawasan pelabuhan menjadi 270 hektare.

Tanjung Priok sesuai dengan desain Kementerian Perhubungan akan tetap menjadi pelabuhan pengumpul atau hub port yang bertaraf internasional. Pergerakan kapal-kapal di Tanjung Priok sudah bergerak ke arah 5.000 TEUs (kontainer ukuran 20 kaki) per kapal. “Sehingga kita harus mengantisipasi itu, kalau tidak kita akan tertinggal,” katanya.

Hatta mengatakan penataan Tanjung Priok ini merupakan bagian dari Peraturan Presiden No 58 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur.

Dia mengungkapkan, sejumlah lahan lain yang sudah disepakatai akan direlokasi dari kawasan pelabuhan seperti lahan milik Pertamina, instalasi air milik PAM, Kantor Badan Usaha Milik Negara, milik Markas Besar Tentara Nasional Indonesia, serta sejumlah keberadaan rumah dinas. “Ini sudah disepakati untuk bergeser karena tidak ada kaitannya dengan pelabuhan,” katanya.

Menurut Hatta, Markas Besar TNI sudah menyetujui pemindahan bangunan-bangunan dan lahan milik TNI tersebut. Dia mengatakan, relokasi kantor-kantor itu bisa ke wilayah Bojanegoro Banten. Adapun kebutuhan dana untuk relokasi akan dibicarakan antara Menteri Keuangan dan Menteri BUMN.
http://tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/08/11/brk,20100811-270462,id.html

Ocean One
August 11th, 2010, 06:07 PM
Kecelakaan Kapal Meningkat, Izin Berlayar Kapal di Atas 7 GT Diperketat
11/08/2010

JAKARTA, INVESTOR DAILY
Kementerian Perhubungan menginstruksikan seluruh Administrator Pelabuhan (Adpel) dan Kepala Kantor Pelabuhan (Kakanpel) di seluruh Indonesia untuk memperketat penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal berbobot mati di atas 7 gross ton (GT). Hal itu dimaksudkan untuk meminimalkan kecelakaan kapal yang belakangan ini meningkat tajam, antara lain disebabkan cuaca buruk.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), di awal Agustus ini setidaknya terjadi lima kasus kecelakaan kapal laut. Pada 4 Agustus 2010, kapal motor (KM) Trisal Pratama berbobot 1.252 GT bertabrakan dengan KM Indimatam V GT 702 di sekitar Selat Selayar, Makassar, serta kejadian terbaru menimpa KK Hasnita Indah 3 (5 GT) yang 9 Agustus lalu tenggelam di perairan Lembata, NTT, menyebabkan 10 orang meninggal.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Sunaryo mengungkapkan, sesuai ketentuan dalam PP 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, Kemenhub mewakili pemerintah pusat hanya berwenang mengawasi dan menerbitkan SPB bagi kapal di atas 7 GT. Sedangkan kapal di bawah 7 GT dengan operasional di wilayah pedalaman menjadi wewenang pemerintah daerah.

Sesuai kewenangan pemerintahan dalam PP 38 Tahun 2007, ungkap Sunaryo, Kemenhub sudah menginstruksikan seluruh Adpel dan Kakanpel untuk memperketat pemberian SPB. “Telegram sudah kami kirim dan berlaku sejak 10 Agustus 2010. Hal itu semata-mata untuk menekan kecelakaan kapal akibat cuaca yang kurang mendukung akhir-akhir ini,” kata dia di Jakarta, Selasa (10/8).

Sesuai ketentuan itu pula, SPB bagi kapal di atas 7 GT bisa diterbitkan Adpel atau Kakanpel dengan memperhatikan enam hal, yakni kelaikan kapal melaut, jumlah alat penyelamatan di kapal (seperti sekoci penolong, inflatable life raft (ILR), dan life jacket), dan radio komunikasi harus berfungsi dengan baik.

Selain itu, sebelum memberangkatkan kapal (menerbitkan SPB) harus di-check fisik secara langsung terhadap kesiapan kapal yang akan berlayar, jumlah penumpang/muatan tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan, dan selalu berkoordinasi dengan BMKG dan memperhatikan prakiraan cuaca terus menerus serta menginformasikan kepala kapal yang akan berlayar.

Sunaryo mencontohkan, untuk jumlah alat penyelamatan di kapal berupa life jacket (pelampung) tidak boleh kurang dari ketentuan. Sesuai aturan, operator kapal wajib menyediakan pelampung minimal sama dengan jumlah penumpang yang diangkut. Apabila jumlah penumpang ditoleransi hingga 10%, sudah seharusnya jumlah pelampung juga ditoleransi dengan besaran yang sama.

Apabila jumlah pelampung kurang, itu menjadi risiko operator. Artinya, apabila terjadi kecelakaan dan banyak korban akibat jumlah pelampung kurang, operator bisa langsung menjadi pihak bertanggung jawab. “Menjadi tugas Adpel dan Kakanpel, apabila jumlah alat penyelamatan kurang, SPB tak boleh diterbitkan,” ujar dia.

Kompetensi Dishub Minim

Dalam kesempatan itu, Sunaryo mengkritisi tentang sangat minimnya kompetensi dinas perhubungan (Dishub) di daerah. Akibatnya, kepedulian mereka terhadap keselamatan pelayaran menjadi terbatas. Kondisi demikian tidak jarang menjadi penyebab maraknya kecelakaan kapal karena kurang teliti dalam menerbitkan SPB untuk kapal-kapal dengan bobot mati di bawah 7 GT dan berlayar di pedalaman.

Beberapa kecelakaan belakangan ini kerap menimpa kapal berbobot di bawah 7 GT. Celakanya, pihak yang dihujat justru Ditjen Perhubungan Laut dan Menteri Perhubungan. “Padahal, hal itu tidak pas, karena sesuai PP No 38 Tahun 2007 yang mengacu pada otonomi daerah, operasional kapal kurang dari 7 GT dibawah pengawasan Dishub setempat,” kata dia.
http://www.investorindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=87607&Itemid=

Mimihitam
August 12th, 2010, 11:18 AM
Rp22 Triliun untuk Kembangkan Pelabuhan Tanjung Priok

JAKARTA--MI: PT Pelabuhan Indonesia II akan mengembangkan pelabuhan Tanjung Priok dengan memperlebar terminal yang ada. Pengembangan ini akan dilakukan dalam tiga tahap.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II Richard Jose Lino seusai menggelar rapat koordinasi mengenai pengembangan pelabuhan Tanjung Priok di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Rabu (11/8).

"Kebutuhan investasi untuk tiga tahap pengembangan sekitar Rp 22 triliun. Mungkin kalau kita yang mengerjakan 5 hingga 6 tahun bisa selesai," ungkapnya. (ST/OL-04)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/08/11/161535/4/2/Rp22-Triliun-untuk-Kembangkan-Pelabuhan-Tanjung-Priok

Ocean One
August 12th, 2010, 04:55 PM
Kamis, 12/08/2010
Pemerintah hibahkan 128 kapal rampasan


JAKARTA: Kementerian Kelautan dan Perikanan menghibahkan 128 kapal asing hasil rampasan untuk diberikan kepada nelayan melalui koperasi di Tanah Air.

“Saat ini diperkirakan masih ada 180 kapal dengan kapasitas di atas 100 GT hingga 300 GT yang dapat diberikan kepada para nelayan untuk meningkatkan kemampuan daya tangkapnya di perairan ZEE,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Aji Sularso, hari ini.

Dia menjelaskan pemanfaatan kapal hasil tangkapan itu diamanatkan di dalam UUD 1945 dan Peraturan Pemerintah No.6/2006 tentang Hibah Aset Negara. “Aset negara itu memang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan negara.”

Namun demikian, papar Aji, proses hukum atas barang hasil rampasan itu masih terkendala proses hukum. “Kementerian Perikanan telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung agar kapal yang telah menjalani proses hukum dan telah berkekuatan hukum agar diserahkan langsung kepada nelayan.”

Selain itu, paparnya, Kementerian Perikanan dan Kelautan juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk melakukan upaya pinjam pakai terhadap kapal hasil rampasan.

Menurut dia, dalam proses penyerahan kapal kepada nelayan akan dibuat perjanjian secara tertulis agar para nelayan tidak melakukan jual beli terhadap kapal yang dihibahkan untuk menangkap ikan di perairan internasional itu.

Aji menambahkan selain akan dimanfaatkan untuk kegiatan nelayan, kapal hasil rampasan, terutama kapal tangkap ikan asing itu akan digunakan untuk kegiatan pelatihan di Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, dan Pemerintah Provinsi Riau, Gorontalo, serta Nusa Tenggara Timur.
http://www.bisnis.com/sektor-riil/agribisnis/1id200257.html

rilham2new
August 15th, 2010, 10:50 AM
Mulailah dengan membenahi yang ini

Sabtu, 14 Agustus 2010 16:41
Dermaga Pelabuhan Dumai Kelebihan Beban

LINK VIDEO :
http://www.zamrudtv.com/berita/riau-news/item/1117-dermaga-pelabuhan-dumai-kelebihan-beban.html

Narrator : R. Hidayat l Durasi :1.25 menit.

TV Berita Dumai,Riau---Antrian truk pengangkut CPO sepanjang 2,5 km terlihat saat memasuki Pelabuhan Pelindo Kota Dumai. Kondisi terjadinya antrian panjang ini akibat pelabuhan tidak bisa menampung jumlah beban kendaraan. Untuk mengurangi jumlah antrian ini, Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kota Dumai akan menambah panjang dermaga hingga satu km.


Saat ini dermaga pelabuhan Dumai sudah kelebihan beban, truk terpaksa antri di dermaga yang panjangnya hanya sekitar 400 meter. Pelabuhan Dumai merupakan pintu gerbang strategis bagi Riau yang berada di Pesisir Timur Sumatra. Pelabuhan ini menjadi akses utama keluar masuknya pendatang serta perdagangan barang dan jasa yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Dumai. Artinya pelabuhan ini memang menjadi urat nadi bagi perekonomian Kota Dumai. (ratih/zamrudtv.com)

Kris18
August 15th, 2010, 02:50 PM
^^
setuju :)

Ocean One
August 16th, 2010, 09:25 AM
JICT Catat Rekor Arus Peti Kemas
Senin, 16 Agustus 2010

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/05/10/3812036p.jpg

Bongkar muat di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta


JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta International Container Center (JICT) mencatat rekor tertinggi produktivitas bongkar muat sebesar 171 gerakan per jam (mph/moves per hour) dengan arus peti kemas sekitar 200.000 TEUs pada Juli 2010.

"Pencapaian ini menunjukkan komitmen JICT memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, sekaligus mengokohkan peran JICT sebagai pintu gerbang perekonomian nasional," kata Presiden Direktur JICT, Helman Sembiring, dalam keterangan pers, di Jakarta, Senin (16/8/2010).

Menurut Helman, sebagai terminal kontainer terbesar di Indonesia, JICT akan terus meningkatkan pencapaian produktivitas bongkar muat dengan penambahan sarana dan prasarana.

Dia menjelaskan, pada 2011 JICT akan menambah kapasitas dermaga dengan penguatan dermaga barat sepanjang 300 meter dan pengerukan hingga kedalaman sekitar 14 meter.

"Selain itu juga menambah sepuluh blok lapangan penumpukkan dan membangun 20 jalur pintu otomatis yang terkoneksi langsung ke pintu tol Pelabuhan," ujar Helman.

Sedangkan dari sisi sarana, akan ditambah dua unit quayside crane (QC), 12 rubber tyred gantry crane (RTGC) hybrid dan 20 head truck.

Semua sarana dan prasarana ini akan didukung sistem informasi operasional yang canggih dan mutakhir atau next generation, yang banyak digunakan di terminal peti kemas besar dunia.

"Peningkatan kapasitas dan produktivitas secara masif dan holistik, akan berdampak positif terhadap kelancaran arus barang dan pertumbuhan ekonomi, sekaligus mengokohkan posisi JICT sebagai world class container terminal kebanggaan Indonesia," kata Helman.
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/08/16/08471588/JICT.Catat.Rekor.Arus.Peti.Kemas

Ocean One
August 16th, 2010, 11:52 AM
JICT Bangun Jalur Tembus Tol Priok
Pintu khusus kontainer ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bongkar muat.
Senin, 16 Agustus 2010

VIVAnews - Perusahaan operator bongkar muat peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta International Container Terminal (JICT), akan membangun 20 jalur pintu otomatis untuk truk kontainer yang terhubung dengan pintu tol Pelabuhan Tanjung Priok pada 2011.

Direktur Utama JICT, Helman Sembiring, menjelaskan pembangunan pintu khusus kontainer ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan bongkar muat.

Selain membangun pintu tembus, kata Helman, JICT juga akan menambah 10 blok lapangan penumpukan peti kemas di area pelabuhan. Selanjutnya, meningkatkan kapasitas dermaga dengan penguatan dermaga barat sepanjang 300 meter dan pengerukan dermaga hingga kedalaman 14 meter.

Peningkatan layanan lainnya, kata Helman, pelabuhan juga akan dilengkapi sarana melalui penambahan mesin crane penggerak peti kemas dengan sistim operasional paling mutakhir yang telah dipakai oleh pelabuhan besar di dunia.

Lebih lanjut, Helman menyatakan pada semester pertama 2010, JICT berhasil mencatat 171 gerakan kontainer per jam setiap bulan. Angka ini merupakan rekor nasional sepanjang sejarah terkait kecepatan bongkar muat peti kemas di seluruh pelabuhan di Indonesia.

Helman optimistis upaya peningkatan kapasitas dan produktifitas yang dilakukan secara masif dan holistik ini akan terus menerus memberi dampak positif terhadap peningkatan kelancaran arus barang dan pertumbuhan perekonomian nasional.
http://metro.vivanews.com/news/read/171293-jict-bangun-jalur-tembus-tol-priok

bagak
August 17th, 2010, 05:56 AM
Batang Harau, dermaga menuju pulau Sikuai Padang

http://a.imageshack.us/img804/9551/zendraharfinus.jpg (http://img804.imageshack.us/i/zendraharfinus.jpg/)

Ocean One
August 17th, 2010, 01:50 PM
Tanjung Priok Siapkan 21 Kapal Lebaran
Selasa, 17 Agustus 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelabuhan Tanjung Priok menyiapkan sedikitnya 21 kapal angkutan mudik lebaran, baik untuk tujuan barat maupun timur Indonesia.

"Jadi saat menghadapi arus mudik nanti kami sudah siap melayani calon penumpang," kata Asisten Manajer Pelayanan Pelanggan dan Humas Pelabuhan Tanjung Priok Hambar Wiyadi, Selasa (17/8/2010).

Ada enam operator kapal yang melayani penumpang di antaranya dikelola PT Pelni serta perusahaan swasta lainnya.

PT Pelni serta satu operator swasta lainnya menyiapkan kapal tambahan, yakni KM Ganda Dewata yang mampu menampung 100 kendaraan roda empat dan 1.000 unit kendaraan roda dua.

Ferindo V, dapat menampung 150 unit kendaraan roda empat serta 1.000 unit roda dua dengan jadwal pemberangkatan 7 September dari Tanjung Priok dengan tujuan Tanjung Emas, Semarang dan Tanjung Perak, Surabaya.

Pihaknya juga sudah menyiagakan petugas khusus angkutan lebaran yang siap melayani penumpang selama 24 jam penuh dalam tiga shift.

Termasuk di antaranya petugas pemadam kebakaran berjumlah 40 personil lengkap dengan kendaraan pemadam sebanyak empat unit.

"Selain itu disediakan pula tenaga medis yang terdiri dari satu orang dokter dan empat tenaga medis yang dilengkapi peralatan kesehatan," tambahnya.

Agar tidak menggangu suplai kebutuhan pokok seperti pangan, maka bongkar muat barang dipindahkan ke-17 dermaga di Pelabuhan Tanjung Priok.

Jumlah tersebut dibagi dalam tiga terminal, seperti di terminal satu sejumlah lima dermaga, terminal dua delapan dermaga dan terminal tiga empat dermaga.

"Meski ada arus mudik, kebutuhan bahan pokok tetap tidak dikesampingkan. Selain dermaga kami juga siapkan tiga unit gudang," ujarnya.
http://megapolitan.kompas.com/read/2010/08/17/1504502/Tanjung.Priok.Siapkan.21.Kapal.Lebaran

Ocean One
August 18th, 2010, 09:29 AM
Selasa, 17/08/2010
Cabotage mampu selamatkan pelayaran nasional


JAKARTA: Kebijakan cabotage—yang mewajibkan angkutan laut di dalam negeri menggunakan kapal berbendera Indonesia—dinilai mampu mempertahankan bisnis angkutan laut dari dampak krisis ekonomi global 2008.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mengatakan pertumbuhan volume barang yang diangkut dengan armada transportasi laut dalam lima tahun terakhir sangat signifikan.

Dia menjelaskan pertumbuhan volume kargo yang diangkut oleh kapal berbendera Indonesia dan dimiliki oleh perusahaan pelayaran nasional naik dari 206,3 juta ton (55,5%) pada 2005 menjadi 286,4 juta ton atau 90,2% pada 2009.

“Ini menunjukkan pertumbuhan sektor angkutan laut dan ketahanan (resilience) yang tinggi serta keberhasilan program nasional azas cabotage, termasuk pada saat krisis ekonomi global,” katanya kepada Bisnis hari ini.

Bahkan, katanya, setelah PT Pertamina tidak berhasil mengupayakan pengadaan VLCC (very large crude carrier) bagi angkutan minyak, pelaku usaha swasta nasional berhasil menyediakan sebanyak dua unit.

Dia memaparkan selain telah memiliki dua unit VLCC, pelaku usaha pelayaran nasional anggota INSA juga telah memiliki tiga unit VLGC (very large gas carrier) plus 5 unit MGC (medium gas carrier).

Johnson mengharapkan komitmen pemerintah untuk melaksanakan program nasional azas cabotage tetap kuat karena kebijakan ini memberikan dampak besar bagi menggerakkan perekonomian nasional.
http://www.bisnis.com/sektor-riil/transportasi/1id201201.html

DJ_Archuleta
August 20th, 2010, 03:41 PM
Central Port
Batam, Kepulauan Riau
by afirdaus

http://farm4.static.flickr.com/3605/3628454238_c5bd289e94_b.jpg

Ocean One
August 20th, 2010, 10:43 PM
Ini Pelabuhan Fery Internasional, Batam Center ya..!! Si catamaran penguin 3 lg sandar tuh di jetty B1. :) Untuk megamallnya bukannya ada rencana utk mengembangan mall 2-nya ya? Btw nice pic Dj.. :cheers:

Mimihitam
August 21st, 2010, 04:38 PM
Bangun Belawan, Pelindo Diminta 'Ngutang'

BELAWAN, KOMPAS.com — Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta PT Pelabuhan Indonesia atau Pelindo I mempertimbangkan skema pembiayaan lain agar tidak terlalu bergantung pada pencairan pinjaman Bank Pembangunan Islam atau IDB dalam mengembangkan Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Skema pinjaman IDB tergolong relatif lama sehingga realisasi proyeknya akan lama juga.

Jangan sampai pembangunan pelabuhan penting ini terbelenggu oleh masalah pendanaan. Pelindo kan memiliki laba Rp 1 triliun.
-- Agus Martowardojo

"Jangan sampai pembangunan pelabuhan penting ini terbelenggu oleh masalah pendanaan. Pelindo kan memiliki laba Rp 1 triliun dan tidak memiliki utang sehingga dia sangat bisa mencari pinjaman atau menerbitkan obligasi. Ini jauh lebih cepat dibandingkan pembiayaan IDB. Dengan laba Rp 1 triliun, Pelindo sangat mungkin membangun sendiri kebutuhan infrastruktur di Belawan itu," ungkap Agus di Belawan, Sabtu (21/8/2010), saat melakukan kunjungan kerja ke pasar Petisah dan Gudang Pasar Murah di Medan serta Pelabuhan Belawan.

Kunjungan kerja itu sendiri dipimpin Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan diikuti Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Perhubungan Freddy Numbery, Menteri Pertanian Suswono, Menteri Perindustrian MS Hidayat, dan Dirut Perum Bulog Sutarto Alimoeso.

"Dengan skema yang lain itu, tidak perlu lagi menunggu pencairan anggaran yang terlalu lama, bahkan sudah terlambat delapan bulan. Apalagi, ketika dana IDB itu dicairkan, dananya tidak langsung ke Pelindo, melainkan ke Kementerian Perhubungan terlebih dahulu," kata Agus.

Untuk pembangunan di daerah yang strategis seperti Belawan, menurut Agus, perbankan nasional sangat tertarik untuk ikut dalam pendanaannya. "Dengan demikian, tidak perlu ada tambahan penjaminan dari pemerintah jika Pelindo mau mengajukan kredit. Apalagi penjaminan pemerintah hanya dibutuhkan untuk daerah terisolir," tuturnya.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/08/21/17563764/Bangun.Belawan.Pelindo.Diminta.Ngutang

Mimihitam
August 26th, 2010, 12:47 AM
China Tanamkan Miliaran Euro di Gresik

Selasa, 24 Agustus 2010 | 14:25 WIB
Surabaya- Investor China menanamkan modalnya senilai 10 miliar euro seiring upayanya mengembangkan Pelabuhan Gresik menjadi pelabuhan laut dan pelabuhan udara berstandar internasional.

“Perolehan dana miliaran euro tersebut berasal dari salah satu bank asing, ANZ,” kata Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jawa Timur, Tutut Herawati, di Surabaya, Selasa.

Ia mengatakan, luas lahan yang dibutuhkan mencapai ribuan hektare dan kini area tersebut sedang disiapkan Pemerintah Kabupaten Gresik, sementara izin investasi sudah diproses.

Saat ini, investor hanya perlu melengkapi beberapa persyaratan dan mendapatkan persetujuan dari Gubernur Jatim. Apabila, izin telah diperoleh, pembangunan akan segera direalisasikan, ujarnya.

Investor China tersebut ingin menjalin kerja sama “business to business/B2B” dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) CV Bandaraya Gresik. Ke depan, Pelabuhan Gresik dijadikan pelabuhan laut dan pelabuhan udara sekaligus melengkapi kebutuhan infrastruktur baik transportasi laut maupun udara.

“Para investor asing membidik Jatim karena perekonomian provinsi ini kian membaik,” katanya.

Sejumlah investor asing berminat mengembangkan bisnisnya di Jatim dengan membidik beberapa sektor industri di antaranya kimia, logam, makanan, minuman, alas kaki dan pelabuhan.

“Di sisi lain, sampai kwartal kedua tahun ini pencapaian investasi melalui penanaman modal asing/PMA di Jatim mencapai 500 juta dolar AS,” katanya.

Ia menambahkan, besaran nilai investasi tersebut berasal dari 29 proyek, sementara pencapaian nilai investasi melalui penanaman modal dalam negeri/PMDN pada periode yang sama Rp5,1 triliun dengan 32 proyek.

Kini keseluruhan PMA di Jatim sekitar 1.363 proyek dengan nilai investasi 41,54 miliar dolar AS dan telah menyerap 450.200 tenaga kerja lokal dan 8.830 tenaga kerja asing.

Untuk total PMDN pada periode sama tercatat 1.526 proyek dengan nilai investasi Rp335,4 triliun dan menyerap 970.032 tenaga kerja lokal dan 5.360 tenaga kerja asing, katanya.

Menyikapi rencana pengembangan Pelabuhan Gresik, Wakil Ketua Kadin Jatim Bidang Investasi Daerah, M.Ali Affandi menilai, provinsi ini layak menjadi pilihan investor asing untuk menanamkan modalnya.

Apalagi, selama ini Jatim memiliki keunggulan lokasi strategis dan pertumbuhan ekonomi yang baik.

“Semisal, upah tenaga kerja yang relatif terjangkau, inflasi yang terkendali, besarnya pasar domestik dan amannya ketersediaan bahan baku,” katanya.

Ia optimistis, apabila sejumlah faktor tersebut dioptimalkan dengan baik maka minat pasar asing untuk menanamkan modal di wilayah ini meningkat. Dampak positifnya akan berpengaruh terhadap perkembangan sektor ekonomi di Jatim.

“Bahkan, memicu banyaknya penciptaan lapangan kerja baru yang bermuara pada besarnya penyerapan tenaga kerja di Jatim,” katanya
http://www.surya.co.id/2010/08/24/china-tanamkan-miliaran-euro-di-gresik.html

greatstyo
September 8th, 2010, 09:42 AM
Pelabuhan Bakauheni-Lampung (http://www.wijanarko.net/2010/09/menyeberangi-selat-sunda-dengan-kapal.html)

http://i299.photobucket.com/albums/mm314/greatstyo/Ferry%20Laut%20Teduh%202%20Bakauheni-Merak/P1000263.jpg

http://i299.photobucket.com/albums/mm314/greatstyo/Ferry%20Laut%20Teduh%202%20Bakauheni-Merak/P1000250.jpg

Ocean One
September 21st, 2010, 01:15 PM
Depalindo tuntut normalisasi jalan ke Priok
Selasa, 21/09/2010


JAKARTA: Depalindo mengharapkan agar jalan RE Martadinata bisa kembali dibuka paling lambat bulan depan untuk menghindari kepadatan di area Pelabuhan Tanjung Priok.

Toto Dirgantoro, Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo), mengatakan waktu perbaikan mencapai 3 bulan dinilai terlalu lama karena berpotensi membuat lalu lintas semakin padat menuju ke pelabuhan tersibuk di Indonesia.

“Kalau 3 bulan itu terlalu lama. Kalau semakin lama, ya jalan akan cukup padat dan aktivitas kemungkinan terganggu,” katanya siang ini.

Dia menuturkan hingga saat ini aktivitas di dalam Pelabuhan Tanjung Priok belum terganggu, begitu juga dengan jalan akses menuju ke pelabuhan.

“Sampai saat ini juga belum ada perubahan tarif angkut. Tapi, kalau kelamaan akan berdampak buruk seperti kepadatan. Sekarang pintu keluar di Priok itu lewat pos 9,” jelasnya.

Toto mengatakan kepadatan sampai saat ini bisa dihindari, karena jalan akses menuju Pelabuhan Priok cukup banyak seperti melalui Sunter, Yos Sudarso, dan Cakung-Cilincing.

“Tapi, kalau kelamaan ya itu tadi, akan mengancam kepadatan menuju ke Priok. Bisa juga berdampak kepadatan di dalam area Pelabuhan Tanjung Priok,” katanya. (sut)

http://www.bisnis.com/sektor-riil/transportasi/1id209248.html

Ocean One
September 21st, 2010, 01:48 PM
11 Proyek pelabuhan belum diminati investor
Senin, 20/09/2010


JAKARTA: Sebanyak 11 dari 12 pelabuhan yang ditawarkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) melalui Kementerian Perhubungan untuk digarap dengan skema pembiayaan pemerintah swasta sampai saat ini belum diminati investor.

Direktur Kepelabuhan Kementerian Perhubungan Suwandi Saputro mengatakan sampai saat ini, dari 12 pelabuhan yang ditawarkan itu, baru pelabuhan wisata Tanah Ampo yang banyak diminati.

Sisanya nyaris belum dilirik meskipun sudah ditawarkan sejak pertengahan tahun ini, atau ketika ke-12 nama itu diajukan.

Ke-12 pelabuhan yang ditawarkan itu yakni Pelabuhan Rembang,Pelabuhan Internasional Maloy, pengembangan Pelabuhan Teluk Sigintung, pengembangan Pelabuhan Kumay, Pelabuhan Lupak Dalam, pengembangan Pelabuhan Anjir Kelampan, Pelabuhan Bojonegoro, Pelaihari Terminal Coal, Pelabuhan wisata Tanah Ampo, pengembangan Pelabuhan Belawan (shipping line), bulk terminal Kuala Enok, dan pengembangan sektor publik di Pelabuhan Tanjung Perak.

"Sampai saat ini yang baru mendapat respons adalah Pelabuhan Tanah Ampo di Bali, peminatnya banyak sampai belasan, sedangkan yang lain belum ada yang berminat, padahal sudah kami tawarkan," ujarnya, hari ini.

Menurut Suwandi, beberapa kendala sulitnya swasta masuk, kemungkinan besar karena sulitnya kerja sama dengan pemerintah daerah, karena untuk pembangunan pelabuhan tersebut harus bekerjasama dengan pemerintah pusat, daerah, dan swasta.

Apalagi, penawaran utamanya dilakukan langsung oleh pemerintah daerah pada swasta, sehingga kewenangan utamanya berpusat pada pemerintah daerah.

http://www.bisnis.com/sektor-riil/properti/1id208930.html

Mimihitam
September 30th, 2010, 03:11 AM
Tanjung Priok Ingin Samai Singapura

JAKARTA--MI: Upaya mewujudkan ambisi menjadi pelabuhan pengumpul (hub port) berkelas dunia, PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo) melakukan beberapa pengembangan fasilitas di Tanjung Priok Car Terminal (TPT). Pengembangan itu meliputi perluasan lahan penumpukan dan penambahan panjang dermaga.

Sebagai hub port internasional nantinya kapal-kapal dari Pelabuhan Tanjung Priok tidak harus melakukan transit terlebih dahulu di pelabuhan Singapura dan Malaysia untuk pengiriman barang ke luar negeri (transhipment). Dengan demikian pihak pemilik barang dapat menekan biaya karena dapat melakukan pengiriman langsung ke negara tujuan.

Direktur Utama Pelindo II RJ Lino di Jakarta, Selasa (28/9) memperkirakan, biaya pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi hub port internasional mencapai Rp5 triliun hingga Rp6 triliun. Tahun 2010, Pelindo telah menganggarkan Rp2,7 triliun untuk mewujudkan ambisi menjadikan Priok sebagai hub port seperti Singapura, Australia, maupun Malaysia.

"Pencanangan hub port ini diharapkan bisa menarik kapal-kapal besar, bahkan yang mengangkut mobil mewah, bisa bersandar di Tanjung Priok," kata RJ Lino.

Investasi yang dilakukan di antaranya dipakai untuk menyediakan crane baru senilai Rp1,5 triliun. Saat ini, TPT hanya mampu mengirimkan 4 juta TEUs (Twenty Equivalent Units) kontainer per tahun, salah satu penyebabnya ialah keterbatasan fasilitas seperti crane tersebut. (*/OL-2)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/09/29/171461/23/2/Hebat-Tanjung-Priok-Ingin-Samai-Singapura

@b1
October 16th, 2010, 01:26 PM
Dua Pelabuhan Indonesia Bagian dari "ASEAN Connectivity"
Sabtu, 14 Agustus 2010 19:00 WIB

Surabaya (ANTARA News) - Dua pelabuhan terkemuka, Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya merupakan bagian utama dari program "ASEAN Connectivity 2015" jalur distribusi barang dan jasa yang menghubungkan wilayah Nusantara.

"Kami sudah menjadikan Tanjung Priok dan Tanjung Perak sebagai bagian dari `ASEAN Connectivity 2015`," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Surabaya, Sabtu.

Oleh sebab itu, pemerintah saat ini memberikan perhatian penuh pada dua pelabuhan utama di Indonesia itu.

"Tidak boleh lagi ada gangguan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak," katanya.

Hatta menyampaikan hal itu untuk menanggapi keluhan Gubernur Jawa Timur Soekarwo, terkait lamanya proses kepabeanan.

"Barang-barang yang ada di Bea dan Cukai tidak bisa cepat keluar karena ada pemeriksaan secara menyeluruh yang dilakukan oleh petugas kepolisian," katanya.

Ia tak mempersoalkan upaya preventif petugas kepolisian terkait maraknya barang selundupan dan narkoba dari luar negeri. "Akan tetapi, kalau proses `clearence` sampai tujuh hari bisa tidak efektif," katanya.

Bahkan, lamanya proses kepabeanan itu, lanjut dia, berdampak pada harga barang. "Di Indonesia bagian timur harga barang bisa semakin mahal lagi. Ini bisa memicu terjadinya inflasi," katanya.

Pemerintah Indonesia akan mengajukan cetak biru "ASEAN Connectivity" terkait jalur transportasi dalam pertemuan keempat "ASEAN Economic Community" (AEC) di Danang, Vietnam, beberapa waktu lalu.

Menurut Hatta, proyek tersebut akan didanai oleh negara donor. Bahkan, Jepang sudah bersedia menyediakan sejumlah dana untuk membantu Indonesia merealisasikan program itu.

Dia mengatakan, Indonesia akan membangun tol trans Sumatera yang akan terhubung dengan transportasi air menuju ke Indonesia bagian timur.

Hatta juga mengaku, Indonesia telah menyetujui syarat beban untuk ASEAN, yaitu beban jalan yang sebelumnya hanya bisa menampung 8 ton dinaikkan kualitasnya menjadi 10 ton.

Selain itu, dia menjelaskan, pemerintah juga telah mempersiapkan 17 sektor yang berada di bawah pilar ekonomi yang disebut dalam "Blue Print AEC".(*)

Ocean One
October 26th, 2010, 12:55 PM
JICT Terima Pelayaran Baru
Selasa, 26 Oktober 2010

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator Jakarta International Container Terminal (JICT) kembali menerima perusahaan pelayaran baru di Terminal 2 JICT dengan kedatangan United Arab Shipping Company (UASC) South East Asia 2.

Kedatangan pelayaran baru ini menggambarkan peningkatan volume perdagangan di antara Negara Asia. Untuk pelayaran perdana , UASC mendatangkan kapal sepanjang 145 meter dengan kapasitas 1.000 TEU. Kapal tersebut dijadwalkan berlayar satu kali per minggu yang melayani rute Port Klang-Jakarta-Surabaya-Port Klang

"Kami sangat senang dengan kedatangan kapal UASC. Kedatangan kapal itu, merupakan hasil kerja keras dan komitme n seluruh karyawan JICT untuk mendatangkan pelayaran baru ke Terminal 2. Kami akan berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada UASC," kata Helman Sembiring, Presiden Direktur JICT , Selasa (26/10/2010) di Jakarta.

Saat ini, JICT berkomitmen untuk terus mengembangkan fasilitas yang dimiliki nya. JICT telah melakukan berbagai perbaikan terminal dan investasi dalam perluasan lapangan, peralatan, dan teknologi terkini. Tercatat kini, JICT memiliki 62 RTGC dan 21 Quayside Crane.

Dengan pengembangan yang dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penanganan peti kemas menjadi 3 Juta TEU per tahun dan menjadikan JICT sebagai terminal kontainer yang efisien dan terbesar di Indonesia.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/10/26/17282711/JICT.Terima.Pelayaran.Baru

greatstyo
October 26th, 2010, 01:03 PM
Pelabuhan Merak-Banten (http://www.wijanarko.net/2010/09/menyeberangi-selat-sunda-dengan-kapal.html)
http://i299.photobucket.com/albums/mm314/greatstyo/Ferry%20Laut%20Teduh%202%20Bakauheni-Merak/P1000296.jpg

http://i299.photobucket.com/albums/mm314/greatstyo/Ferry%20Laut%20Teduh%202%20Bakauheni-Merak/P1000319.jpg

http://i299.photobucket.com/albums/mm314/greatstyo/Ferry%20Laut%20Teduh%202%20Bakauheni-Merak/P1000330.jpg

http://i299.photobucket.com/albums/mm314/greatstyo/Ferry%20Laut%20Teduh%202%20Bakauheni-Merak/P1000331.jpg

amang asel
November 2nd, 2010, 07:48 AM
PELABUHAN Benoa, Bali, dalam empat tahun terakhir ini tidak menunjukkan peningkatan pendapatan atau datar-datar saja. Hal itu terlihat dalam pertumbuhan realisasi arus petikemas tahun 2005 hingga 2009 yang cenderung menurun. Realisasi arus petikemas 34.823 teus (2005), 33.853 teus (2006) dan turun menjadi 26.300 teus tahun 2009. Hal ini berbeda dengan Pelabuhan Tenau, Kupang, dan Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Pendapatan kedua pelabuhan tersebut terus meningkat. Sejak November 2009 Banjarmasin memiliki Terminal Petikemas Banjarmasin.

Padahal, salah satu syarat untuk bisa menjadi objek wisata hinterland adalah kecenderungan meningkatnya pendapatan.
Dari syarat ini, Pelabuhan Benoa Bali masih belum menjadi objek wisata hinterland. Sementara Pelabuhan Tenau Kupang dan
Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sudah bisa menjadi daerah tujuan wisata khususnya wisata hinterland.

General Manager PT Pelindo III Cabang Pelabuhan Banjarmasin Basori, menyatakan cukup bangga terhadap perolehan pendapatan Pelabuhan Banjarmasin yang cenderung terus meningkat. Apalagi, di wilayahnya telah beroperasi Terminal Petikemas Banjarmasin sejak November 2009 lalu.
Itu artinya, pengusaha di Banjarmasin sudah tidak lagi tergantung terhadap pengiriman kontainer baik antarpulau maupun ke luar negeri. Untuk mempertahankan prestasi ini, Basori bertekad menjadi leader company di Kalimantan. Misalnya, dengan jalan meningkatkan kapasitas pelayanan di pelabuhan. Contoh, untuk tahun 2010 ini dermaga akan dipanjangkan menjadi 265 meter dari 245 meter. Dua container crane (CC) yang selama ini melayani aktivitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Banjarmasin (TPKB) juga akan ditambah, menjadi empat CC. Diharapkan tahun 2011panjang dermaga menjadi 505 meter dan sudah dilayani dengn empat CC.

Hingga tahun 2015 panjang dermaga bisa menjadi 900 meter dan dilayani dengan tujuh CC. Untuk itu diinvestasikan tahun 2010 sekitar Rp 100 miliar. Ini digunakan untuk memanjangkan dermaga menjadi 265 meter,’’ kata Basori, yang juga arek Suroboyo ini.

Hingga tahun 2013 investasi yang dibutuhkan bisa bertambah menjadi Rp 200 miliar. Dengan peningkatkan investasi tersebut, lanjut Basori, diharapkan through-put-nya bisa mencapai 500.000 boks. Sedangkan saat ini through-put-nya 230.000 boks atau setara 280.000 teus. Dengan demikian, ke depan Banjarmasin sudah bisa bersaing dengan Pelabuhan Makassar.

Saat ini Pelabuhan Banjarmasin telah mampu mendatangkan kapal yang panjangnya hingga 130 meter dengan kapasitas 400-500 boks. Pelindo III dalam jangka waktu lima tahun (2009-2014) menginvestasikan Rp 557,76 miliar untuk melakukan revitalisasi Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin. Pelabuhan Trisakti diharapkan menjadi pusat distribusi dan konsolidasi kargo.
Manajer Humas PT Pelindo III H Iwan Sabatini menambahkan, alokasi investasi besar jangka menengah itu telah disepakati
manajemen dalam upaya optimalisasi pelabuhan ini. Tahap awal, alokasi dana difokuskan untuk pengembangan fasilitas Terminal
Petikemas Banjarmasin termasuk peralatan dan container yard seluas 8,5 hektare. Terminal ini telah beroperasi sembilan tahun lalu, kini progresnya sangat signifikan khususnya pada arus petikemas.

Proses revitalisasi Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, kata dia, akan tuntas tahun 2014, sehingga dapat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.

Alokasi dana investasi revitalisasi Pelabuhan Trisakti itu terbagi dalam beberapa sektor, di antaranya untuk pengembangan lapangan penumpukan petikemas 8,5 hektare mencapai Rp 125 miliar dan pembangunan dermaga petikemas Trisakti Rp 86,40 miliar. Dalam semester I 2010 tercatat volume arus bongkar muat kontainer di TPKB mencapai 22.000 boks atau 25.000 teus per bulan. Ini berarti naik sekitar 5% dari tahun 2009 yang hanya mencapai sekitar 20.000 boks atau sekitar 22.000 teus. Saat ini total area container year atau lapangan tampung kontainer milik TPKB mencapai 8,5 hektare dengan kapasitas 312.000 teus. Diharapkan, akan bisa beroperasi optimal tahun 2013 dengan kapasitas 700.000 teus. Sebagian besar arus kontainer yang masuk melalui TPKB berasal dari Surabaya dan Jakarta. Sebagian besar bahan konsumsi dan bahan material bangunan seperti semen. –sby.



Sumber : cybertokoh.com

amang asel
November 2nd, 2010, 08:08 AM
PELABUHAN TRISAKTI BANJARMASIN

http://img835.imageshack.us/img835/9348/011ut.jpg (http://img835.imageshack.us/i/011ut.jpg/)

http://img543.imageshack.us/img543/584/012aj.jpg (http://img543.imageshack.us/i/012aj.jpg/)

http://img225.imageshack.us/img225/5897/013ra.jpg (http://img225.imageshack.us/i/013ra.jpg/)

http://img543.imageshack.us/img543/6809/014wf.jpg (http://img543.imageshack.us/i/014wf.jpg/)

http://img714.imageshack.us/img714/3739/015ue.jpg (http://img714.imageshack.us/i/015ue.jpg/)

http://img684.imageshack.us/img684/8559/021vai.jpg (http://img684.imageshack.us/i/021vai.jpg/)

http://img804.imageshack.us/img804/9016/022fb.jpg (http://img804.imageshack.us/i/022fb.jpg/)

Mimihitam
November 19th, 2010, 03:34 PM
Indonesian Shipping Law to Make Waves in New Enforcement

Hong Kong. Starting in January, all commercial vessels operating domestically in Indonesian waters will be required to fly the Indonesian flag under a 2005 law just coming into effect.

Shipping industry executives say some 80 percent of the vessels servicing Indonesia’s offshore oil and gas industry carry foreign flags, primarily Singaporean, and the change could increase costs and cause chaos, especially for the local energy industry.

Hatta Rajasa, the coordinating minister for the economy, earlier this month told reporters the government was seeking to revise the laws because of their potential to damage oil production.

The change to the Shipping Law was made in 2005 under the principle of cabotage, which restricts foreign operators from domestic trading in another country’s coastal and interior waters.

Enforcement has been delayed for years, a foreign shipping executive said, but now officials have decided to clamp down.

Foreign investors in Indonesian shipping companies face a cap of 49 percent ownership, with the local partner holding 51 percent. Under the law, all domestic commodities shipments must be made by Indonesian flag carriers.

Thus, in addition to the offshore oil and gas industry, executives say, dry bulk cargo and palm oil could also be affected, possibly driving up prices.

Diplomats and foreign companies have complained that the change is simple protectionism and Indonesian companies seem poised to try to gain from the changes.

Wintermar Offshore Marine is launching an initial public offering this month, while Berlian Laju Tanker recently announced plans to increase its fleet by seven ships.

Indonesia is not alone in protecting its maritime industry. The United States requires domestic cargo to be carried on ships owned at least 75 percent by Americans.

Foreign shipping companies are said to be looking for a solution. Building new fleets in Indonesia is too expensive, so shipping industry sources say companies are trying to re-register vessels under the Indonesian flag.

“More tankers are getting reflagged as Indonesian ships,” the finance executive said. “But that isn’t as simple as just changing the home port name on the back of the ship. When you change flag status, the regime under which you operate changes.”

In Indonesia, weak enforcement of maritime law and difficulties in finding affordable maritime financing are a problem, the executive said, meaning the business is more expensive under the Indonesian flag.

“We are keen to do business in Indonesia but the amount of capital the bank has to allocate is much higher than the average shipping contract across the board. There is a knock-on effect across the industry,” he said.


Asia Sentinel

http://www.thejakartaglobe.com/bisindonesia/indonesian-shipping-law-to-make-waves-in-new-enforcement/407282

Wawar05
November 20th, 2010, 04:25 AM
Makassar (ANTARA News) - Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar akan melakukan uji coba pusat ekspor impor secara lansung untuk kawasan Timur Indonesia pada Desember 2010.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel, Tan Malaka Guntur di Makassar, Jumat, mengatakan pelabuhan Soekarno-Hatta sudah siap menjadi pusat distribusi barang di kawasan timur Indonesia.

"Ada rencana uji coba pada Desember. Jika ini berhasil maka tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta atau Surabaya untuk ekspor dan impor barang," katanya.

Menurut dia, saat ini pelabuhan Sokarno-Hatta sudah memenuhi persyaratan untuk menjadi pelabuhan utama ekspor-impor, tinggal menunggu regulasi dari pusat untuk melaksanakannya.
PT Pelindo VI Makassar, lanjutnya sudah melengkapi fasilitas termasuk bongkar muat barang, kesiapan dermaga, serta persyaratan-persyaratan lainya untuk menjadi pelabuhan ekspor-impor juga sudah siap.

Kapasitas pelabuhan yang harus ditambah dari 400 ribu Twenty Equivalent Units (TEUs) menjadi 500 ribu TEUs disebutkan telah terpenuhi dan dapat mendukung uji coba nanti.

Tan Malaka menyebut pemprov Sulsel, sementara melakukan pembicaraan dan membuat kesepakatan dengan provinsi lain di Indonesia Timur agar tertarik melakukan aktifitas ekspor-impor di Makassar.

Di Pelabuhan Makassar terdapat dua dermaga yakni, Dermaga Soekarno yang dibangun Belanda tahun 1921, serta dermaga Hatta yang dibangun 1957 dan terus diperluas untuk kebutuhan petikemas

http://www.antara-sulawesiselatan.co...i-pusat-ekspor

amang asel
November 20th, 2010, 04:43 AM
http://img818.imageshack.us/img818/5755/40019997.jpg (http://img818.imageshack.us/i/40019997.jpg/)
^^ Kantor Pelindo III Cab.Banjarmasin.


Menurut sumber di kantor tersebut, saat ini Pelabuhan Trisakti Banjarmasin
dalam aktivitas bongkar muatnya telah bisa beroperasi 24 jam penuh.

ini ditandai karena alur pelayaran di Sungai Barito sudah katakan lancar.

Dimana kendala dangkalnya sungai dan seringnya kapal-kapal kandas
serta menunggu datangnya pasang air sungai yang saat sebelum alur dikeruk
menjadi kendala utama arus keluar masuk kapal-kapal yang ingin beraktivitas di Pelabuhan ini.



AKTIVITAS BONGKAR MUAT PADA MALAM HARI
DI PELABUHAN TRISAKTI BANJARMASIN
http://img404.imageshack.us/img404/1465/94066140.jpg (http://img404.imageshack.us/i/94066140.jpg/)

http://img521.imageshack.us/img521/1531/52420648.jpg (http://img521.imageshack.us/i/52420648.jpg/)

http://img404.imageshack.us/img404/9678/39306031.jpg (http://img404.imageshack.us/i/39306031.jpg/)



Sumber : PelabuhanTrisakti

typhoonbringer
November 20th, 2010, 09:17 PM
wow secara lokasi oke sih JICT sebagai hub, hub se indonesia dan australia sebelum di forward ke spore, menurut gw kalo mo nyamain spore mending hub nya ditaroh di batam ato aceh deh

rilham2new
November 21st, 2010, 08:16 AM
http://img714.imageshack.us/img714/3739/015ue.jpg (http://img714.imageshack.us/i/015ue.jpg/)


Wow, ternyata BICT (Belawan International Container Terminal) di Medan volume peti kemasnya masih di bawah UTPM (Unit Terminal Peti Kemas Makassar).

Tapi Makassar memang gerbang logistik ke Indonesia Timur sih. Yang memang untuk kargo memang bergantung tinggi dengan lalu lintas laut, soalnya industri manufaktur dan pengolahan di negara ini kan mayoritas masih di Jawa. Jawa juga masih pusat logistik nasional untuk beberapa komoditas. Khusus BICT (Medan) itu aku rasa itu mayoritas produk manufaktur atau hasil industri olahan, karena di Sumatra yang banyak kawasan industrinya ya Medan dan Batam. Tidak ada satu kotapun di Sumatra yang bahkan mendekati setengah dari kapasitas industri kedua kota itu :nuts:


Dan Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) ternyata masih di bawah UTPM.

Di Sumatra yang dikaruniai transportasi darat (pas2an), kargo lebih cenderung lewat darat. Makanya jalannya cepat rusak dan ancur :hammer:

Kalau di Riau lebih gampang mendapatkan kontainer wara-wiri di Jalan Lintas Timur Sumatra ketimbang di pelabuhan-pelabuhan. Pelabuhan di Riau juga walau kata nilai perdagangannya lebih tinggi tapi tetap karena komoditasnya mayoritas LIQUID, jadinay tidak pakai kontainer.

Wawar05
November 27th, 2010, 07:59 AM
Wujudkan Direct Trade di Pelabuhan Makassar

Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, mengaku siap membantu Pelabuhan Soekarno Hatta agar bisa direct ke pelabuhan-pelabuhan internasional. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar dalam seminar ekspor impor yang disponsori Indonesia Eximbank, Jumat 26 November di Hotel Sahid Jaya Makassar.

Menurut Mahendra, jika tidak direct trade (perdagangan langsung), maka daya saing akan sulit ditingkatkan. Pasalnya, barang-barang ekspor dari Makassar harus ke Surabaya dulu sehingga menambah biaya operasional dan akan memengaruhi harga. Namun, untuk bisa direct lanjut Mahendra, dibutuhkan political will dari pemerintah, khususnya Pemprov Sulsel.

Mahendra juga menilai, keterbatasan infrastruktur di Sulawesi Selatan bukan alasan untuk tidak mendorong peningkatan komoditas ekspor di daerah ini. "Pengembangan ekspor di Sulsel tidak usah menunggu infrastruktur selesai. Pemerintah daerah harus bisa melakukan sesuatu dari sekarang. Jangan jadikan keterbatasan infrastruktur sebagai alasan," katanya.

Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) lanjut dia, tidak sejalan dengan pengembangan infrastruktur di daerah. Pasalnya kata dia, dana pemerintah masih sangat terbatas. "Ada baiknya pemerintah daerah mencoba membuka akses penerbangan maupun transportasi laut ke luar negeri dengan melakukan pendekatan ke sejumlah pihak. Kami siap kapan pun untuk membantu Pemda membuka akses tersebut," janjinya.

Belum lancarnya akses penerbangan maupun pelayaran langsung ke beberapa negara tujuan ekspor sebut Mahendra, masih menjadi hambatan pengembangan komoditas ekspor di Sulsel. "Padahal, daerah ini sudah menjadi gateway ekspor komoditas unggulan di Kawasan Timur Indonesia, hanya saja pengirimannya selama ini masih singgah di Jakarta dan Surabaya. Daerah ini perlu didorong untuk membuka akses pengiriman langsung ke luar negeri," katanya.

Persoalan ini yang telah menghambat Sulsel meningkatkan nilai tambah produk ekspornya, sehingga berpengaruh negatif terhadap nilai jual produk. Dia mencontohkan produk perikanan yang harus segar sampai ke negara tujuan, nilainya berkurang karenan dari Makassar mesti singgah lagi ke beberapa daerah. "Keterlambatan pengiriman sangat mempengaruhi nilai jual. Perbedaan harga jual ini bisa mencapai 90 persen," pungkasnya.

Kabid Fasilitas Kepabeanan Dirjen Bea Cukai Sulawesi, Djafar Albram, yang ditemui pada kesempatan yang sama mengharapkan direct pelabuhan Soekarno Hatta tersebut bisa secepatnya direalisasikan. Pasalnya lanjut dia, selama ini banyak potensi pemasukan Sulsel yang hilang, juga memengaruhi pertumbuhan data ekspor impor di daerah ini.

http://news.fajar.co.id/read/110689/45/wujudkan-direct-trade-di-pelabuhan-makassar

bkz010019
November 29th, 2010, 02:39 AM
Pelabuhan Makassar (28/11/2010)

http://lh5.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/TPH8gjsZHOI/AAAAAAAADQo/NsxjA6hf4bM/DSCN1207.JPG

http://lh3.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/TPH8osE7qjI/AAAAAAAADQs/YirwqDchjFE/DSCN1208.JPG

http://lh3.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/TPH8tR7AGwI/AAAAAAAADQw/ahccwBnYTo0/DSCN1209.JPG

bkz010019
November 29th, 2010, 02:40 AM
Masih sekitar pelabuhan Makassar...(28/11/2010)
http://lh5.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/TPH8zoUJ9WI/AAAAAAAADQ0/9BUbFUi7Ry4/DSCN1210.JPG

http://lh4.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/TPH852GvZBI/AAAAAAAADQ4/Dk955ez-Sts/DSCN1211.JPG

http://lh3.ggpht.com/_kjmA3ULxXTY/TPIDUCJcuFI/AAAAAAAADU8/XjseL3RdnsE/DSCN1279.JPG

v-sun
December 20th, 2010, 07:20 AM
Pelabuhan Internasional Kab. Bekasi Ditagetkan Rampung 2014
Kamis, 2 December, 2010 - 04:56

BEKASI, (PRLM).- Pembangunan Pelabuhan Bekasi yang kini sudah dalam persiapan pelaksanaan pembangunan direncanakan akan rampung pada 2014 dan ditargetkan untuk langsung dioperasikan.

"Tinggal satu surat ijin rekomendasi pelaksanaan pembangunan dari Kementrian Perhubungan.Jika ijin itu sudah keluar maka tahun ini juga pembangunan siap dilaksanakan," Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Kabupaten Bekasi Erwin Zulkarnaen, Rabu (1/12).

Erwin, mengatakan dalam ancangan Perda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dibahas masterplan kawasan Pelabuhan Bekasi yang bakal menjadi landasan dan pedoman bagi Pemkab Bekasi dalam memberikan pertimbangan teknis baik investor yang akan mengembangkan Kawasan Pelabuhan Bekasi maupun pada masyarakat.

Lokasi pelabuhan berada di Desa Pantaihurip, Babelan. Lahan yang akan dikembangkan dalam kawasan Pelabuhan Bekasi luasnya mencapai 50 hektar. Biaya pembangunan, kata Erwin, akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak ketiga yaitu PT Mega Agung Nusantara.

Erwin mengatakan, Pemkab Bekasi hanya bertugas membuat akses menuju pelabuhan, “Kewajiban Kabupaten Bekasi hanya membuat Jalan Arteri Lintas Utara yang direncanakan mempunyai dengan row 34 meter,” katanya. (A-186/das)***

Mimihitam
December 20th, 2010, 12:31 PM
Pelindo to construct Kalibaru port in January
Nani Afrida, The Jakarta Post, Jakarta | Mon, 12/20/2010 5:27 PM

State port operator PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II revealed Monday that it would start construction on the Kalibaru port in North Jakarta in January next year.

“The tender process is still on-going. We expect groundbreaking in January,” Pelindo II President Director RJ Lino told reporters in Jakarta.

The company, along with state housing company PT Pembangunan Perumahan (PP), plans to construct the Kalibaru port, which would require a Rp 6.2 trillion (US$ 689 million) investment.

The port construction, which is a part of an expansion project for the already crowded Tanjung Priok port, is expected to be completed by 2015.

Pelindo II, the largest port operator in Indonesia, manages 12 seaports, including Tanjung Priok and Sunda Kelapa in Jakarta, Bojonegara in Banten and Teluk Bayur in West Sumatra.

http://www.thejakartapost.com/news/2010/12/20/pelindo-construct-kalibaru-port-january.html

Nick_2
January 14th, 2011, 08:13 PM
Propinsi | Jumat, 14/01/2011 16:23 WIB

Teluk Bayur Menuju Pusat Pelabuhan Pantai Barat


Padang, (ANTARA)- Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengatakan pelabuhan Teluk Bayur Padang akan menjadi pusat pelabuhan di Pantai Barat Sumatra seiring dengan dilakukannya berbagai pembenahan dipelabuhan tersebut.

"Untuk jangka pendek akan dilakukan pembebasan lahan guna membangun gudang baru guna memuat pupuk, serat melakukan efiesiensi tenaga kerja menjadi 24 jam," kata Irwan Prayitno kepada wartawan di Teluk Bayur Padang, Jumat.

Gubernur mengatakan, sebelumnya jumlah antrean kapal yang hendak sandar rata-rata mencapai 34 kapal, namun setelah dilakukan efisiensi menjadi 14 kapal.

"Untuk pembebasan lahan dan pembuatan gedung baru telah dibuat kesepakatan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU)," katanya.

Terkait, saat ini tambang biji besi yang ada di Kabupaten Solok sudah mulai berproduksi dan akan diangkut melalui Pelabuhan Teluk Bayur.

"Kita optimis Pelabuhan Teluk Bayur bisa menjadi pusat pelabuhan di pantai barat Sumatra mengingat beberapa komoditas daerah seperti CPO di Dharmasraya, batu bara dan lainnya juga akan diangkut melewati Teluk Bayur," kata dia.(wan/sr)

indomaritim.com
January 24th, 2011, 06:07 AM
untuk mempermudah akses info & berita tentang kemaritiman, silahkan kunjungi www.indomaritim.com...

kami juga menerima artikel pribadi yang berkaitan dengan maritim + produk2 kelautan & perikanan
makasi

novian
January 24th, 2011, 06:21 AM
Sekupang Ferry Terminal - BATAM

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs997.snc4/77022_121936284535016_121928294535815_142015_2478144_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs308.snc4/40732_121929697869008_121928294535815_141897_675294_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs960.snc4/75364_121929264535718_121928294535815_141883_4966370_n.jpg

novian
January 24th, 2011, 06:23 AM
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1150.snc4/149222_121930277868950_121928294535815_141927_4858855_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs572.ash2/149414_121930301202281_121928294535815_141929_1786437_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs463.ash2/73669_121930401202271_121928294535815_141933_2727711_n.jpg

blablanonsense
January 24th, 2011, 08:56 AM
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1150.snc4/149222_121930277868950_121928294535815_141927_4858855_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs572.ash2/149414_121930301202281_121928294535815_141929_1786437_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs463.ash2/73669_121930401202271_121928294535815_141933_2727711_n.jpg

For a ferry terminal, this looks really really good. Mestinya semua pelabuhan ferry yang melayani jalur international di-upgrade seperti ini, lebih representative. Good job buat pengelola pelabuhan ini. :banana:

novian
January 24th, 2011, 09:11 AM
tambahan pic:
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs470.ash2/74297_121930607868917_121928294535815_141946_5905684_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs917.snc4/73087_121930701202241_121928294535815_141951_5678924_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs924.snc4/73762_121930641202247_121928294535815_141948_5384354_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs561.ash2/148318_121930717868906_121928294535815_141952_1443477_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs909.snc4/72229_121930751202236_121928294535815_141954_4749140_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs578.ash2/150089_121930784535566_121928294535815_141956_6138465_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs947.snc4/74074_121930484535596_121928294535815_141939_1212333_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1149.snc4/149145_121930564535588_121928294535815_141943_2090973_n.jpg

unity
January 24th, 2011, 09:30 AM
^^
The best ferry terminal in Indonesia...Undoubtedly!!!:okay:
Kalau merak-bakauheni ma ketapang-gilimanuk bisa dibikin kayak gini mantap bangetlah...
hahahaha...:miris:

VRS
January 25th, 2011, 02:17 PM
very nice pictures

novian
February 1st, 2011, 10:48 AM
1ST JANUARY 2011, LUCKY PASSENGER

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs784.ash1/167410_119190184816995_100001780430726_130289_7849924_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs061.snc6/167175_119190291483651_100001780430726_130291_558776_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs044.snc6/167403_119190518150295_100001780430726_130292_1946338_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs022.snc6/165242_119191404816873_100001780430726_130302_8196262_n.jpg

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs262.snc4/39457_119191844816829_100001780430726_130307_2473352_n.jpg

nangz
February 1st, 2011, 10:56 AM
kereen, ternyata Indonesia punya pelabuhan seperti ini TOP
:cheers::cheers:

Ocean One
February 14th, 2011, 08:07 PM
Elomax Capital minati investasi pelabuhan di Batam
13 February 2011

BATAM: Potensi investasi di Provinsi Kepulauan Riau menarik minat satu perusahaan asal Kanada, Elomax Capital untuk menanamkan modal di sektor pelabuhan dan infrastruktur di wilayah ini. CEO Elomax Enterprise Pat Francis menyatakan Kepri khususnya Pulau Batam memiliki potensi kelas dunia. Setelah mendengar paparan tentang Batam dari Ketua Kadin, Ketua OB/BP Kawasan dan Wakil Gubernur Kepri dan bertemu dengan semua orang yang menjelaskan tentang Batam, dia tertarik melakukan perencanaan investasi di Kepri.

"Menurut saya, Batam adalah the land of opportunities, kota dengan begitu banyak peluang, kota yang hebat, orang yang hebat, untuk peluang yang lebih baik, perusahaan kita membantu menjadikan kota yang lebih baik, orang-orang yang lebih baik dan kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

Dia menyampaikan ketertarikan Elomax untuk berinvestasi di sektor pelabuhan, pembangunan infrastuktur, pertambangan dan pengembangan kota. Meskipun masih dalam tahap pengenalan, namun dia menyatakan selama pihak pemerintah memberi kemudahahan, semua hal sangat memungkinkan ia lakukan terkait kesiapan Elomax berinvestasi dan membantu pemerintah kota Batam dalam pembangunan infastruktur.

Pat menambahkan Elomax memiliki tim pengembang, pembangunan gedung dan infrastruktur. Tim tersebut akan dipersiapkan jika pertemuan ini berlanjut ke proses selanjutnya. Keinginan Elomax untuk berinvestasi di sektor pelabuhan tersebut karena melihat potensi perdagangan Batam, baik ekspor maupun impor, sangat tinggi, di mana Batam menjadi pintu masuk barang untuk kawasan Barat Indonesia ditambah dengan kedekatan wilayah dengan Singpura dengan potensi kapal berlabuh yang tinggi.

"Perusahaan kami mengembangkan sebuah kota menjadi lebih baik, perusahaan kami dijanjikan, bahwa pemerintah, OB/BP kawasan dan Kadin Kepri tidak akan mempersulit, kami akan menyampaikan kesiapan kami untuk peluang ini, semua hal memungkinkan, kita akan melihat apa yang bisa kami lakukan "jelas Pat Francis.

Kunjungan perusahaan dunia asal Toronto, Kanada ke Batam sekaligus mengikuti pertemuan kerjasama antara Kamar Dagang dan Industri Kepulauan Riau (Kadin Kepri) dan Kingdom Executive Network dalam Business Luncheon 1st International Annual Conference Kingdom Executive Network di Harmoni One, akhir pekan lalu.

Ketua Kadin Kepri Johannes Kennedy membenarkan ketertarikan investasi dari CEO Elomax Enterprise Dr Pat Francis. Hal itu disampaikan John Kennedy saat konferensi pers.

John mengatakan pertemuan kali ini masih dalam tahap pengenalan tentang pulau Batam. Namun, menurutnya, potensi investasi yang paling tidak bernilai US$1 miliar dollar (Rp 9 triliun) merupakan perkiraan rencana investasi Elomax Capital di Kepri.

Batam menjadi tujuan utama rencana investasi dan Batam masih membuka peluang besar dalam pembangunan 4 sektor yaitu manufacturing, shipyard, tourism, perdagangan dan jasa.

"Elomax adalah perusahaan kelas dunia, mereka memiliki cabang hampir di seluruh dunia termasuk di Singapura dan kita menawarkan paparan serta menyatakan pulau Batam terbuka peluang untuk investasi, lalu setelah potensi yang dilihat Elomax tentang peluang investasi di Batam, mereka menyatakan ketertarikannya,"ungkap John Kennedy.

Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Soeryo Respationo, yang turut hadir menanggapi minat investasi ini dengan baik dan sebagai birokrasi fasilitator Ia sangat mendukung rencana investasi Elomax. Ia mengharapkan setelah pertemuan ini ada tindak lanjut berikutnya. Jika investasi ini akhirnya dapat terwujud, menurutnya, pasti akan menumbuhkankembangkan perekonomian.

Ia juga berharap keuntungan ini dapat turut ditunjang dengan aspek sosial kemasyarakatan. Soeryo menyimpulkan bahwa reformasi birokrasi telah diterapkan akan memudahkan dan membuat nyaman para investor. Soeryo menjamin kemudahan Elomax dalam berinvestasi di Kepri selama OB/BP Kawasan masih di pimpin Moestofa Wijaya.

Moestofa Wijaya, Ketua Badan Pengusahaan (BP) Batam menyetujui untuk mempermudah Elomax investasi di Batam. Namun, sebagai pihak pemberi izin terhadap penanaman modal asing, Moestofa tetap memberi keterbukaan kepada investor tanpa melihat besar atau kecil ukuran investasi atau investornya.

"Kita tidak akan memilih. Karena semuanya saling menunjang," ucap Moestofa.

Kingdom Executive Network International (KEN-Intl) didirikan oleh Tabgha Business Development Centre, Batam - Indonesia. Johannes Kennedy mengatakan KEN merupakan jaringan bisnis international. Kadin Kepri bekerja sama dengan KEN menggelar konferensi tahunan KEN untuk pertama kali di Harmoni One Batam.

Beberapa delegasi dari beberapa negara seperti Australia, Inggris, serta beberapa negara dari Afrika turut berpartisipasi dalam pertemuan bisnis tersebut. Beberapa topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut, antara lain, sektor bisnis-bisnis yang ada di Batam, pemerintahannya dan kondisi Batam.

CEo Elomax Enterprise, DR Pat Francis adalah salah satu pembicara dalam KEN selain, mantan presiden Zambia, Dr. Peter Ndhlovu, Bishop Arthur Kitonga, direktur Prayer House Ministries Australia Inc, Dr. Hilary Moroney dan mantan politikus Afrika, Apostle Julius Suubi.

Elomax Enterprise adalah perusahaan yang di dirikan Dr Pat Francis. Elomax bergerak dibidang real estate, investasi, komoditi, pembangunan infrastuktur dan perdagangan serta pengembangan kota . Dr Pat Francis telah mengembangkan pembangunan infrastruktur dan peluang untuk investasi dan perdagangan komoditas dan pertambangan.

Catatan terakhir di tahun 2010, pada bulan November , ELOMAX memimpin delegasi ke ACCRA , Ghana yang diikuti oleh para pelaku bisnis di sektor pertambangan, teknologi, keuangan,pertanian, energi, pengembangan infrastruktur dan layanan profesional dengan modal gabungan sebesar US$1 trilyun.

Elomax Capital menyediakan penasihat investasi, akuisisi & divestasi dan pasar modal jasa untuk industri pertambangan dan sumber daya berbasis di seluruh dunia berkembang.

http://www.bisnis.com/infrastruktur/properti/12377-elomax-capital-minati-investasi-pelabuhan-di-batam

ericcando
February 15th, 2011, 03:03 AM
^^ sebelumnya, wacana yg ada pengusaha prancis yang mau mengembangkan pelabuhan bt.ampar. tapi entah kemana tenggelamnya :ohno:
semoga yg kali ini terealisasi.

cuma satu, bagusnya plabuhan bongkar muat dan industri berat itu di kumpulin di kabil aja, selain letaknya lebih strategis, juga tidak mengganggu tata kota. coba aja kalau naik feri dr s'pore mau nyender di harbour-bay, yang kelihatan bukannya downtown jodoh-nagoya, malah container dan alat beratnya bt.ampar. :ohno::ohno:

acoolguyfromnz
February 18th, 2011, 05:08 PM
Sebenarnya kalau di design bagus, malah bisa jadi window shopping buat daerah itu.
Sekarang tinggal di mix antara pegawai lokal dgn bule dan europe atau dubai customer service standard ke sini.

Selanjutnya tinggal di buat saran transportasi terpadu dan membenahi tata kota. Sarana transportasi terpadu ini wajib mendatangi daerah2 superblock baru dan tujuan wisata sehingga secara tdk langsung menciptakan pasar buat daerah2 ini

Batam bisa meniru Solo dalam hal moda transportasi.

ericcando
February 18th, 2011, 05:40 PM
Sebenarnya kalau di design bagus, malah bisa jadi window shopping buat daerah itu.
Sekarang tinggal di mix antara pegawai lokal dgn bule dan europe atau dubai customer service standard ke sini.

Selanjutnya tinggal di buat saran transportasi terpadu dan membenahi tata kota. Sarana transportasi terpadu ini wajib mendatangi daerah2 superblock baru dan tujuan wisata sehingga secara tdk langsung menciptakan pasar buat daerah2 ini

Batam bisa meniru Solo dalam hal moda transportasi.

^^ THX bung Cool... but it's not that simple.
ada penyakit kanker di Batam, kanker Birokrasi. padahal berjubel investor asing mau invest di Batam dengan penuh inisiatif, tanpa promo khusus di expo2 internasional.

TAPI... tidak jelas kelanjutannya. :bash::bash:

saya tidak tahu sebarapa kontribusi pelabuhan Batu Ampar terhadap expor-impor RI, Apakah menjadi salah satu pelabuhan bongkar-muat terpenting?? ?

mengingat komoditi expor yang bisa dibongkar-muat di kota ini hanya seputaran elektronik, selebihnya expor yang ga perlu peti kemas, such as: kapal (industri terbesar ke-2 di Batam>> kalo tak salah)

tapi kalau IMPORT>>> BUANYAKK.
TAKE A LOOK AT YOUR BLACKBERRY (kemungkinan besar itu masuk lewat batam), produk makanan Malaysia & S'PORE. samapai mobil bodong dan benda 2 bodong lainnya. :lol::lol:

v-sun
March 31st, 2011, 07:35 AM
Pelabuhan Samudera Sukabumi dibangun tahan gempa
Oleh ANTARA on 31 March , 2011

SUKABUMI: Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) yang akan dibangun di Cipatuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, berkonsep tahap gempa.

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) Arief Rahman menjelaskan PPS dibangun dengan struktur tahan gempa, karena Sukabumi merupakan daerah rawan gempa. Biaya pembangunannya sekitar Rp500 miliar yang bersumber dari APBN.

“PPS akan dibangun di atas lahan 30 hektare. Lokasinya langsung berhadapan dengan Samudera Pasifik (Hindia kali ya?), sehingga dekat dengan lokasi pusat gempa,” katanya, hari ini.

Menurut dia, proyek itu masih dalam tahap pembebasan lahan, dan akan segera dibangun setelah pembebasan lahan tuntas.

“Pembangunan PPS terbentur oleh pembebasan lahan, sehingga jadwal pembangunannya molor dari semula mulai 2011 menjadi tahun depan,” katanya.

Bila proyek itu selesai, Palabuhanratu bisa menjadi daerah minapolitan yang bisa meningkatkan ekonomi dari bidang bahari.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Badri Sutendi mengatakan banyak keuntungan yang didapat apabila Palabuhanratu menjadi kawasan minapolitan. “Selain menambah kas daerah, taraf ekonomi warga setempat pun akan naik,” katanya. (asm)

http://bisnis-jabar.com/berita/pelabuhan-samudera-sukabumi-dibangun-tahan-gempa.html

blablanonsense
March 31st, 2011, 12:37 PM
Sebenarnya kalau di design bagus, malah bisa jadi window shopping buat daerah itu.
Sekarang tinggal di mix antara pegawai lokal dgn bule dan europe atau dubai customer service standard ke sini.

Selanjutnya tinggal di buat saran transportasi terpadu dan membenahi tata kota. Sarana transportasi terpadu ini wajib mendatangi daerah2 superblock baru dan tujuan wisata sehingga secara tdk langsung menciptakan pasar buat daerah2 ini

Batam bisa meniru Solo dalam hal moda transportasi.

Bung, ngapain jauh2 Dubai atau bule ga jelas dari antah berantah? pegawai2 customer service di dubai itu (dubai airport lah, etc) yang ngelatih didatengin dari negara pulau tetangga juga. :) Mereka saja berguru dari tetangga, masa kita yang tetangga-an pilih muridnya si tetangga padahal tetangga kita gurunya? :lol:

acoolguyfromnz
April 1st, 2011, 06:29 PM
Maksud saya sih semoga Batam jadi kota international yg gak kalah set dalam tata kota dan pelayanan dgn Singapura.

Jadi yg di butuhkan memang operator yg professional. Kalau gak bisa dari org lokal yah cari org luar. Kita butuh org bule supaya lebih banyak lagi bule yg berkunjung ke sana. Jadi marketnya gak cuma org asia saja.

Yg terpenting getting better and better dari negara tetangga supaya batam tetap jadi operator bidang jasa no.1. Kalau sudah jadi operator jasa no.1 duit masuk sendiri dan lapangan pekerjaan terbuka lebar.

Anda bisa lihat Dubai, berapa banyak org rela duitnya macet tak tertagih demi dubai?

It is about creating a strong brand that speaks itself.

blablanonsense
April 2nd, 2011, 10:10 AM
Nah, sekarang saya tanya, apa dengan employing caucasians, we can effectively attract caucasian visitors? Our neighbouring countries - Malaysia, Thailand, Singapore - successfully attract caucasian visitors and talents without employing caucasian as their service ambassadors. Creating a strong brand and a global city does not mean we need to employ foreigners. It's about approach, how we welcome foreigners and how we set such an impeccable standard. I don't think that our caucasian brothers and sisters are very particular of the presence of their own ethnic group in a country that they want to go to. :) Just my 2 cents worth.

Nick_2
April 2nd, 2011, 06:08 PM
Provinsi Sumatra Barat

Perluasan Teluk Bayur Tuntas 2012

Padang Ekspres Berita Sosial Sabtu, 02/04/2011 - 09:36 WIB Ganda Cipta

http://padang-today.com/?mod=berita&today=detil&id=26921

Perluasan lini I yang sekarang kondisinya telah padat dan semrawut ini, bakal berimbas pada penggusuran sejumlah perkantoran pemerintah, swasta dan rumah penduduk di lini II pelabuhan. ”Untuk itu, (bagi yang digusur) kami akan memindahkannya ke wilayah Bukik Peti-peti,” ujar Drajat didampingi Humas PT Pelindo II Hari Hartadi, di ruangan kerjanya, kemarin.

Menurut Drajat, saat ini perluasan lini I pelabuhan baru menyelesaikan tahap awal, yakni inventarisir bangunan yang ada dan lokasi relokasi. ”Inventarisir bangunan, kami lakukan berdasarkan pada perjanjian kontrak yang ada antara Pelindo II dan pengguna lahan atau bangunan. Para pengguna dengan kontrak yang sah inilah nanti yang akan kami fasilitasi ganti ruginya,” tutur Drajat. ”Hasil inventarisir telah kami laporkan ke manajemen. Paling lambat, akhir tahun ini pembebasan lahan sudah dapat diselesaikan,” tambahnya.

Selain memperluas areal lini I pelabuhan, Pelindo II juga akan menambah 2 dermaga tongkang dan jetti untuk curah kering, serta terminal batu bara di samping dermaga khusus miliki PT Bukit Asam. Nantinya dermaga itu akan dapat disandarkan 4 kapal tongkang, dengan muatan maksimal masing-masing sebesar 8.000 ton.

”Pembangunan dermaga baru tersebut, masih dalam tahap perencanaan awal. Baru selesai pada penyusunan DED (detail engineering design) atau detail perencanaan teknis. Satu atau dua bulan ke depan, akan kita lakukan tender. Direncanakan Juni ini, pembangunannya akan dimulai. Setidaknya lama pekerjaan dalam waktu 8 bulan,” beber Drajat.

Sementara itu, untuk peningkatan kualitas angkut pelabuhan dan bongkar buat pelabuhan, Pelindo II Teluk Bayur akan menambah sejumlah fasilitas. Untuk proses bongkar muat, akan ditambah tiga unit jib crane dan satu unit luffing crane, yang masing-masingnya memiliki kapasitas bongkar muat sebesar 40 ton. Dan dua kapal tonda, juga akan melengkapi perencanaan pengembangan pelabuhan Teluk Bayur dalam waktu dekat ini.

”Pembangunan relnya sudah selesai, kita tinggal menunggu datangnya jib crane dan luffing crane tersebut. Jib crane akan kita pasang di dermaga dua dan tiga. Sedangkan luffing crane akan dipasang di dermaga empat, lima, dan enam. Kita targetkan pemasangannya selesai pada akhir tahun ini,” papar Derajat. Pengadaan kapal tonda, tambahnya, dilakukan secara multiyears, sampai 2012.

Hari Hartadi, mengungkapkan, pengembangan dan pembenahan pelabuhan Teluk Bayur, sesuai MoU yang ditandatangani 30 Maret lalu dengan Pemprov Sumbar, dan sejumlah perusahaan lainnya, membutuhkan anggaran sekitar Rp400 miliar. ”Sebagian besar anggarannya dari PT Pelindo II,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, upaya pengembangan dan penataan pelabuhan Teluk Bayur, PT Pelindo II melakukan MoU dengan Pemprov. MoU terkait perluasan lini I pelabuhan, pembangunan dermaga dan jetti curah kering yang baru, serta penambangan fasilitas bongkar muat dan kapal tunda. Dalam perencanaannya, PT Pelindo II menargetkan pada akhir 2012 semuanya sudah dapat direalisasikan. []

[ Red/Muslim ]

rilham2new
April 2nd, 2011, 07:30 PM
mengingat komoditi expor yang bisa dibongkar-muat di kota ini hanya seputaran elektronik, selebihnya expor yang ga perlu peti kemas, such as: kapal (industri terbesar ke-2 di Batam>> kalo tak salah)

tapi kalau IMPORT>>> BUANYAKK.
TAKE A LOOK AT YOUR BLACKBERRY (kemungkinan besar itu masuk lewat batam), produk makanan Malaysia & S'PORE. samapai mobil bodong dan benda 2 bodong lainnya. :lol::lol:

Industri Galangan kapal (drydocks) so far... Batam termasuk yang dari tiga yang terbesar di negara ini. Di Indonesia kita punya, kawasan Cilincing (Jakarta Utara), dan juga cluster Surabaya-Gresik.

Khusus yang Surabaya itu memang besar banget ...

rilham2new
April 2nd, 2011, 07:40 PM
^^
The best ferry terminal in Indonesia...Undoubtedly!!!:okay:
Kalau merak-bakauheni ma ketapang-gilimanuk bisa dibikin kayak gini mantap bangetlah...
hahahaha...:miris:

Yang menyebrang beda "kelas" nya. Walau kata jaraknya lebih dekat juga, para pembeli tiket ferry di Sekupang ini membayar "lebih mahal".

Di Pulau Bintan (Provinsi Kepri juga) ada 2 pelabuhan Ferry besar, yang satu ada di Pelabuhan Sri Bintan Pura di Kota Tanjungpinang, ini dikelola pemerintah. Keadannya so-so ...

Satu lagi Pelabuhan Bandar Bentan Telani di kawasan Lagoi... ini keren juga Pelabuhanny, khusus turis-turis yang mau berpergian ke Resort-resort kelas dunia dan lapangan-lapangan golf WORLD CLASS gitu, majority tentu saja dari Singapura. Dan kalau tidak salah, dari sisi Batam pun ada pelabuhan ferry khusus juga untuk ke Lagoi, namanya Nongsapura Ferry Terminal. Desainnya sederhana, tapi TOURIST FRIENDLY :D... karena Pelabuhan "merakyat" yang dipakai untuk menyebrang ke Tanjung Uban dan Tanjung Pinang di Pulau Bintan, ada di Pelabuhan Telaga Punggur.

Di Batam juga ada Pelabuhan Batam Center yang desainnya cukup bagus dari pelabuhan kebanyakan, tapi pengelolaanya agak "kurang bagus".

Setahu aku, memang begitu cara kerjanya DOMESTIK dan INTERNASIONAL pun di Batam (dan Bintan) sendiri dua-duanya dapat perlakuan berbeda. Bahkan di Pelabuhan Sekupang sekalipun,, Domestik sama Internasional nya pun kalau gak salah sih beda juga. Tapi lumayan sih, karena Pelabuhan domestik nya kan pindah di Pelabuhan internasional yang lama.

Ada juga pelabuhan yang "nempel" sama pusat perbelanjaan di Harborbay, Sei Jodoh. Ini keren juga. Konsep Pelabuhan "melekat" sama pusat perbelanjaan ini bukan barang baru, karena HARBOURFRONT, Singapore (dulunya WorldTradeCenter) juga punya konsep serupa. Dan juga di Pelabuhan Stulanglaut, Johorbahru juga melekat sama THE ZON Shopping Center. Dan jauh ke utara dikit, di HONG KONG, ternyata Ferry Terminal itu rata-rata nempel sama MALL gitu, terutama yang untuk ke Macau.

rilham2new
April 2nd, 2011, 08:18 PM
Ini ada pelabuhan Ferry juga di Pulau Bengkalis, penduduk sekitar 111 ribu jiwa (72 ribu jiwa di Kota Bengkalis) kalau gak salah. Tapi pelabuhannya "kebesaran", akibatnya pelabuhan ini lebih sering kelihatan Deserted. Tujuan dari Pelabuhan ini sendiri kalau tidak salah bisa ke Dumai, Selatpanjang, Pekanbaru, Batam, dan juga Melaka (Malaysia) serta Muar (Johor, Malaysia). Sehari cuman ada 13 perjalanan ferry domestik,(itupun belum tentu semuanya berangkat). Dan ada 1 ferry internasional setiap harinya (minimal).

Ini dulu, gak tahu sekarang.

Pelabuhan Ferry Bandar Sri Laksamana (Domestik + Internasional)
Pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis
Provinsi Riau

Ini gambar pelabuhan dengan latar belakang KOta Bengkalis
http://farm5.static.flickr.com/4054/4531759120_113cf811f5_z.jpg
http://farm5.static.flickr.com/4115/4888161241_3dbacf33aa_b.jpg

http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/Bandarsrilaksamana.jpg

novian
April 3rd, 2011, 04:09 AM
^^ keren ...
ni beberapa pic dr batam lg...

Harbourbay Batam
http://i476.photobucket.com/albums/rr123/vians_rud/batam/harbour4.jpg?t=1268813424
http://i476.photobucket.com/albums/rr123/vians_rud/batam/harbour2.jpg?t=1268813921
http://1.bp.blogspot.com/_leFVmGBERCY/SNoH6Lz8vGI/AAAAAAAAA5k/wE-_GEnMQcw/s400/DSCI0309.JPG
Batam Centre
http://farm3.static.flickr.com/2646/3886722811_d9f8b0916b_b.jpg

bagak
April 8th, 2011, 10:35 AM
Teluk Bayur Seaport


http://i54.tinypic.com/33f8135.jpg
By Sandra Eka

Nick_2
May 16th, 2011, 02:03 PM
PERBAIKI KONDISI TEKNIS KAPAL

KRI Yos Sudarso Merapat di Teluk Bayur

Senin, 16/05/2011 15:00 WIB

http://www.padangmedia.com/?mod=berita&id=67769

padangmedia.com - PADANG- KRI Yos Sudarso yang membawa 240 orang tim gabungan dari KRI, Pasukan Kopassus, Gultor, Denjaka, Kopaska, Riper, Dinas Penerangan dan tim penyelam, hari ini merapat di pelabuhan Teluk Bayur Kota Padang.

Kepala Staf Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Barat, Kolonel Laut Ariawan mengatakan, KRI Yos Sudarso merapat di Pelabuhan Teluk Bayur sebelum bertolak ke Jakarta.

“KRI Yos Sudarso merapat di pelabuhan ini untuk bekal ulang dan memperbaiki kondisi teknis kapal dan mendrop amunisi untuk Lantamal Dua Padang,” kata Ariawan, saat berada di pelabuhan Teluk Bayur, Senin, (16/05)..

Tim gabungan yang ikut bersama KRI Yos Sudarso itu, sampai di Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, Minggu malam dan baru bisa merapat sekitar pukul 12.00 WIB, Senin, (16/05).

KRI Yos Sudarso, sebelumnya melaksanakan operasi pembebasan Anak Buah Kapal KM Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia. Selama 11 hari perjalan, kondisi teknis kapal perlu diperbaiki dan bekal ulang juga perlu ditambah mengingat perjalanan yang ditempuh.

Lebih lanjut Ariawan mengatakan, selama perjalan, pihaknya tidak menghadapi kendala berarti, akan tetapi pihaknya sempat menemukan kapal tanker yang sedang ditembaki pembajak di perairan laut arab.

Selama operasi pembebasan 20 ABK KM Sinar Kudus, dapat dilakukan dengan lancar yang didukung dengan cuaca yang mendukung, sehingga operasi dapat dilakukan dengan baik. (musfah)

Nick_2
May 24th, 2011, 09:24 AM
PERBAIKI KONDISI TEKNIS KAPAL

KRI Yos Sudarso Merapat di Teluk Bayur

Senin, 16/05/2011 15:00 WIB



^^

http://i56.tinypic.com/sqqzvd.jpg
foto: klik sumbar

c00lridge
May 24th, 2011, 03:38 PM
MedanBisnis – Belawan. Prediksi General Manager Pelindo I Belawan International Container Terminal (BICT) H Syamsul Bahri Kautjil yang menyebutkan bahwa tahun 2011 ekspor – impor melalui BICT akan melonjak, tampaknya bakal menjadi kenyataan.

Pasalnya, aktivitas ekspor melalui terminal peti kemas Belawan International Container Terminal (BICT) selama kwartal I-2011 meningkat 36,10%. Sementara impor naik sekitar 38,69%. Pelaksana Harian Humas Pelindo I BICT, Yusron yang dihubungi MedanBisnis, Senin (23/5) mengatakan, tahun 2011 aktivitas ekspor – impor melalui terminal peti kemas BICT diperkirakan akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Pasalnya, hingga kwartal I-2011 aktivitas ekspor Sumatera Utara (Sumut) melalui BICT mencapai 1.264.919 ton. Sementara periode serupa 2011 jumlahnya 929.387 ton atau naik sekitar 36,10%. Samahalnya dengan ekspor, aktivitas impor Sumut yang dibongkar di terminal peti kemas BICT mencapai 894.621 ton, sedangkan periode serupa 2010 berjumlah 645.011 ton atau naik sekitar 38,69%.

Adapun komoditas ekspor Sumut yang mengalami kenaikan, ujar Yusron yang didampingi Staf Asisten Manajer Hukum dan Humas BICT Ade, yakni karet, minyak goreng, kertas, sabun, kayu olahan, kopi, CPO, rokok putih, sarung tangan, chemical dan ban.

Sementara komoditas impor Sumut yang menonjol yakni buah-buahan, pupuk, kacang kedelai, ikan, karet, spare part, soda as, kertas dan meat bone meal.
Sebelumnya, General Manager Pelindo I BICT H Syamsul Bahri Kautjil mengatakan, perdagangan bebas ASEAN China Free Trade Agreement (AC-FTA) yang dimulai 1 Januari 2010 dipastikan bakal menggenjot aktivitas ekspor – impor melalui terminal peti kemas BICT di tahun 2011.

Menurut Syamsul, di tahun 2011 personel BICT tidak bisa lagi bekerja santai karena di tahun ini aktivitas ekspor-impor melalui terminal peti kemas terkemuka di luar Pulau Jawa itu dipastikan akan meningkat tajam.
Pasalnya, kata Syamsul, hambatan terhadap pelaksanaan AC-FTA di tahun pertama akan terbiasa di tahun 2011 sehingga penambahan kapal ke BICT sulit dihindari mengingat frekwensi feeder dari Singapura, Tanjung Lepas, Penang dan Port Klang akan semakin deras. Dengan kondisi demikian ungkap Syamsul kepada pers, aktivitas ekspor-impor melalui terminal peti kemas BICT di tahun 2011 ini dipastikan akan mengalami lonjakan yang signifikan. “Untuk itu kami sudah siap” tegas Syamsul pertengahan February lalu

sumber:http://www.bumn.go.id/pelindo1/publikasi/ekspor-impor-lewat-bict-meningkat/

Mimihitam
May 31st, 2011, 03:15 PM
RI Belum Miliki Pelabuhan Kapal Pesiar

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2011/02/07/1643577620X310.jpg
Penumpang kapal pesiar MS Albatross saat mendarat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/3/2010). MS Albatross yang membawa 850 penumpang berlayar dari Monte Carlo, Kanada berlayar menuju Exmounth, Australia. Selain di Surabaya, MS Albatross juga singgah di Bali, Semarang dan Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia telah menjadi salah satu destinasi wisata untuk kapal pesiar (cruise) mancanegara. Apalagi Indonesia adalah negara kepulauan sehingga memiliki potensi wisata bahari yang tinggi. Belakangan ini operator kapal pesiar dunia makin menaruh minat terhadap Indonesia.

"Terjadi peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2011 cruise calls 178 kapal. Untuk tahun 2012 mencapai 215," kata Direktur Pemasaran Luar Negeri Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Noviendi Makalam dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (25/5/2011).

Berbeda dengan paket wisata lainnya, rute tur dengan kapal pesiar sudah dipersiapkan sejak dua tahun lalu. Jadi, jumlah kunjungan kapal pesiar untuk tahun 2011 dan 2012 sudah dapat diketahui sejak dini.

Beberapa kapal pesiar ini bisa memuat penumpang hingga 2.000 orang. Bahkan, mega cruise atau kapal pesiar generasi baru yang berkapasitas lebih banyak pernah mampir ke Indonesia. Salah satunya adalah Rhapsody of The Seas milik Royal Caribbean International berkapasitas 2.453 penumpang pernah berlabuh di Lombok, NTB.

Menurut Direktur Jenderal Pemasaran Kembudpar Sapta Nirwandar, pendapatan dari kedatangan kapal pesiar sangat besar. Rombongan wisatawan biasa berlabuh di beberapa daerah wisata, seperti Bali dan NTB. Mereka lalu meneruskan wisata di darat selama 12-24 jam.

"Perkiraannya mereka menghabiskan 50-100 dollar AS per orang. Belum makan selama di kapal pesiar dan lain-lain. Dalam jangka panjang, dampak ekonomi juga besar," kata Sapta.

Hanya saja, lanjut Sapta, kendala utama adalah Indonesia belum memiliki pelabuhan berstandar internasional untuk kapal pesiar.

"Kami menerima beberapa masukan dari operator cruise. Masalahnya adalah mulai dari yang sangat sederhana, seperti kebersihan tempat wisata, mencari destinasi baru, dan menempatkan kapal. Kalau tidak bisa merapat, kapal pesiar harus lempar jangkar. Penumpang ke darat dengan tender boat. Ini ongkosnya lebih mahal," ungkap Noviendi.

Karena itu, Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kembudpar akan menyelenggarakan seminar internasional bertemakan "Cruise Development of Indonesia: How to Meet The Challenge of The Increasing Tonnage and Capacity of The Cruise Ships". Seminar akan berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Kembudpar, Senin (30/5/2011).

Dalam seminar tersebut akan dibahas bagaimana mencari solusi untuk kendala yang dihadapi dan cara-cara meningkatkan jumlah dan kualitas pelayanan terhadap kunjungan kapal pesiar ke Indonesia. Selain itu, akan dibahas koordinasi dengan stakeholder serta pengembangan pelabuhan untuk kebutuhan kapal pesiar.

Dalam seminar tersebut akan hadir operator kapal pesiar dunia, PT Pelindo, pemerintah daerah yang menjadi destinasi kapal pesiar, dan instansi terkait. Narasumber di antaranya adalah konsultan manajemen kapal pesiar, praktisi dan operator kapal pesiar, serta otoritas pelabuhan di Indonesia.

http://travel.kompas.com/read/2011/05/26/11324934/RI.Belum.Miliki.Pelabuhan.Kapal.Pesiar

Arestullah
June 1st, 2011, 02:29 AM
RI Belum Miliki Pelabuhan Kapal Pesiar

Hanya saja, lanjut Sapta, kendala utama adalah Indonesia belum memiliki pelabuhan berstandar internasional untuk kapal pesiar.

"Kami menerima beberapa masukan dari operator cruise. Masalahnya adalah mulai dari yang sangat sederhana, seperti kebersihan tempat wisata, mencari destinasi baru, dan menempatkan kapal. Kalau tidak bisa merapat, kapal pesiar harus lempar jangkar. Penumpang ke darat dengan tender boat. Ini ongkosnya lebih mahal," ungkap Noviendi.

http://travel.kompas.com/read/2011/05/26/11324934/RI.Belum.Miliki.Pelabuhan.Kapal.Pesiar

Sumatera need one...
Bangka is developing. Bisa bersaing ma Bali n Lombok ni daerahnya, disamping Kepri juga mengagumkan...

blablanonsense
June 1st, 2011, 02:57 AM
^^ betul, biar membuka daerah pariwisata baru di Indonesia.

novian
June 3rd, 2011, 01:57 AM
Sekupang Ferry Internasional
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/188445_136050016464345_100001780430726_218870_7682115_n.jpg

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/163761_119169018152445_100001780430726_130074_5943835_n.jpg

Ocean One
June 3rd, 2011, 04:46 AM
Thx a lot for awesome pics bro Novian, love it...:cheers:

VRS
June 3rd, 2011, 05:55 PM
so quite atmosphere at sekupang area...

Nick_2
July 20th, 2011, 08:00 PM
Sumbar Bangun Dermaga CPO Rp153 Miliar

Dermaga untuk mengangkut hasil bumi ini diprediksi rampung 2012.
Selasa, 19 Juli 2011, 23:07 WIBDenny Armandhanu

http://nasional.vivanews.com/news/read/234376-sumbar-bangun-dermaga-cpo-rp153-miliar
VIVAnews - Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang yang akan difungsikan sebagai dermaga CPO di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, membutuhkan anggaran Rp158 miliar. Proyek yang telah menyerap dana APBD Rp25,9 miliar ditargetkan bisa beroperasi pada 2012 mendatang.

"Kita berharap sisa dana sebesar Rp132,1 miliar dari APBN segera direalisasikan sehngga penggunaan dermaga ini sesuai dengan target," kata Gubenur Sumbar Irwan Prayitno dalam rapat koordinasi dengan Bapenas di Bukittinggi, Selasa, 19 Juli 2011.

Pengoperasian dermaga kedua setelah Pelabuhan Teluk Bayur, Padang ini, ditargetkan mampu mengangkut hasil bumi dari wilayah utara Sumbar hingga perbatasan Sumatera Utara. Dengan luas kebun sawit yang mencapai 136.940 hektar di Pasaman Barat, dermaga ini mampu mengurangi penggunaan transportasi darat untuk mengirim CPO.

Menurut data, 56 persen dari 1 juta ton hasil CPO di Sumbar setiap tahunnya berasal dari kabupaten tersebut. Sedangkan kabupaten tetangganya, Pasaman dan Agam, menyumbang masing-masing 11 persen.

Selain CPO, Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat juga tercatat sebagai penghasil karet bagi Sumbar. Pasaman menyumbang 17 persen dari total produksi karet di Sumbar sedangkan Pasaman Barat menyumbang 5,15 persen dari produksi karet di daerah.

Dermaga ini nantinya diharapkan mampu memperkecil biaya yang dikeluarkan pengusaha untuk mengirm CPO ke sejumlah tempat. "Pengangkutan CPO lewat darat akan membebani jalan di Sumbar yang hanya berstandar kelas III (menahan beban 8 ton)," tambah gubernur.

Pembangunan dermaga ini telah diusulkan sejak tahun 2008 lalu. Pemerintah pusat menyetujui pembangunan dermaga ini dengan memakai dana APBN yang akan dicairkan secara bertahap. (Laporan: Eri Naldi | Padang)

• VIVAnews

acoolguyfromnz
July 21st, 2011, 12:33 AM
Pelabuhan penumpang memang paling tdk modelnya seperti Sekupang. Keren habis. Itu baru professional