View Full Version : [BANGKALAN] Madura Industrial Seaport City | Mixed Use | Fl (?) | U/C


OPTX
January 31st, 2009, 04:50 AM
PT. Lamicitra Nusantara, Tbk. through its subsidiary PT. MISI plans to develop an integrated seaport and industrial city in Madura, known as Madura Industrial Seaport City (MISI) in 2009. The project is located in the western part of Madura to be precise in Bangkalan district, as the gateway that connect Surabaya Metropolitan city with Madura island. The project will consist of port development and its supporting facilities; an industrial estate development, a commercial and a real estate development; infrastructure development and public facilities development.

The background for the development of MISI were due to:


The decision made in 2006 by the authorised government bodies to include Bangkalan district in Madura as a part of Surabaya administrative area in their future provincial planning.
The expected completion of Suramadu bridge in 2009 which will connect Madura island tih Surabaya city.
The current condition of existing Tanjung Perak harbor showed a stable increase figures of its activities over years of ship traffic, containers and commodities handling. Due to limited space availability, only a little addition and improvement showed to its facilities. Thus, traffic congestion and longer process time for loading and unloading activities (dwelling time) needed which create both economic inefficiency and ineffectiveness.
The determination of authorized government bodies of urgent requirement for the development of a new integrated and comprehensive port and its facilities to support the economic development for East Java province.


The total area prepared by PT. Lamicitra Nusantara, Tbk. for the development of an integrated and comprehensive development mentioned above is 10,000 hectare. The projects above are targeted to be completed within 10 years period. Each project requires funding in 10 phases of approximately US$ 600 millions per project.


Link : http://www.lamicitra.co.id/projects.php?pID=13

OPTX
January 31st, 2009, 05:00 AM
Lamicitra Komitmen Bangun Madura Industrial

05/01/2009 14:29:20 WIB
SURABAYA, Investor Daily

PT Lamicitra Nusantara Tbk tetap akan melanjutkan rencana pembangunan Madura Industrial Seaport City (MISI) di Kecamatan Socah dan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Madura. Proyek itu sudah digagas sejak dua tahun lalu, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dimulai pembangunannya.

Manajemen Lamicitra beralasan, proyek MISI masih dalam tahap analisis dan pengkajian. Proyek di lahan seluas 10.000 hektare (ha) itu diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 3 triliun.

“Dengan penerbitan peraturan presiden yang membentuk badan pengelola untuk percepatan pembangunan di Madura, kami berupaya mewujudkan megaproyek Madura Industrial Seaport City. Ini proyek jangka panjang kami, meski belum bisa dipastikan kapan akan dimulai,” kata Direktur Lamicitra Priyo Setyobudi, di Surabaya, akhir pekan lalu.

Priyo mengatakan, pihaknya masih mengkaji pola pembangunan dan pembiayaan megaproyek MISI. Di antaranya adalah apakah nantinya Lamicitra mengerjakan sendiri proyek itu ataukah mengajak mitra investor lokal ataupun asing.

“Saat ini kami menyusun tata ruang kota di kawasan tersebut, termasuk di dalamnya mengkaji kelayakan bisnis, sosial dan aspek teknis lainnya. Yang pasti, proyek itu sudah disetujui oleh Bupati Bangkalan. Apalagi kabarnya jembatan Suramadu bakal beroperasi 2009,” papar Priyo.

Pengoperasian jembatan Suramadu, menurut dia, harus didukung pengembangan kawasan industri dan perdagangan yang mendukung kegiatan ekspor-impor.

Proyek MISI dirancang sebagai kota pelabuhan yang terintegrasi dengan kota industri yang memiliki pelabuhan peti kemas berskala internasional. Fasilitas itu untuk menunjang kegiatan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dan Pelabuhan Gresik. Pada tahap awal, proyek yang kemungkinan baru dimulai awal 2010 itu akan dibangun fasilitas pelabuhan seluas 2.000 hektare.

Manajemen Lamicitra membentuk anak perusahaan dengan bereda usaha PT Misi sebagai pelaksana proyek itu. Pola pembangunan MISI akan dilakukan dalam empat tahap dengan perkiraan waktu penyelesaian sekitar tujuh tahun.

“Jadi, kota mandiri ini kami siapkan bisa melayani kapal yang mendukung perdagangan internasional, ada industri terpadu, dan fasilitas pendukung lainnya seperti kepabeanan. Kota mandiri yang kami kembangkan ini sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari jembatan Suramadu,” jelas Priyo.

Ketika megaproyek MISI beroperasi, lanjut dia, akan mampu menyerap tenaga kerja sekitar dua juta orang. Dengan begitu akan membantu pemerintah daerah setempat dalam mengatasi pengangguran. (zal)

http://www.investorindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=68641&Itemid=

pecinta_surabaya
January 31st, 2009, 07:15 AM
Proyek di lahan seluas 10.000 hektar,dgn biaya 3 triliyun..
Oh waw.. :nuts:

Freezy89
January 31st, 2009, 07:32 AM
Yah...smoga jatim bisa tambah maju,
apalagi dengan adanya pelabuhan peti kemas baru, siippp...!

=NaNdA=
January 31st, 2009, 11:15 AM
Link : http://www.lamicitra.co.id/projects.php?pID=13

wow... :okay:

ini ltaknya dimana? pas di mulut Suramadu bagian Madura?

Mimihitam
January 31st, 2009, 11:52 AM
wah pengaruh positif jembatan suramadu :D

pecinta_surabaya
February 1st, 2009, 03:23 PM
wow... :okay:

ini ltaknya dimana? pas di mulut Suramadu bagian Madura?

Gambar paling atas yg paling lebar,kelihatan jembatan Suramadu di pojok kanan atas..


Sangat benar,imbas dr jembatan suramadu,semoga warga madura bisa jd lebih maju.
(kasihan abis pilkada 3 putaran)

=NaNdA=
February 1st, 2009, 05:43 PM
^^ bukannya ujung Jembatan Suramadu bagian Madura itu kaya gini? apa di cancel?

ini bakal jadi kaya gini ya?

http://219.83.87.82/v04/images/stories/Gambar_suramadu/7_kawasan.jpg

OPTX
February 2nd, 2009, 04:50 AM
ini ltaknya dimana? pas di mulut Suramadu bagian Madura?

Letaknya kira-kira di dalam kotak warna merah :


Nantinya meliputi wilayah seluas 10000 hektar = 100 km2, hampir sama luasnya dengan kota Malang 110 km2.

Berdasarkan berita terbaru akan dibangun dalam 4 tahap, diulai tahun 2010. Ditargetkan selesai dalam 7 tahun.

------
Pelabuhan Teluk Lamong : http://img257.imageshack.us/img257/1351/lamongbay000ez7.jpg

pecinta_surabaya
February 2nd, 2009, 02:53 PM
Pelabuhan Teluk Lamong (Lamong Bay) itu punya Surabaya/Lamongan??
Lahan di kotak warna merah itu skrg berupa apa??

Ebek21
February 2nd, 2009, 03:10 PM
^^ Ya punya Surabaya lah. Lamongan mah masih jauh, Mbenjeng masih terus lagi mas.

Yang dikotak merah itu sekarang masih daerah liar, sawah2 gitu.

MISI ini sebetulnya proyek yg bagus dan lokasinya strategis, sayang jatuh di tangan yg salah. Lamicitra itu kan cuma ngantongin ijin dr Bupati setempat, lalu ditawar2kan kesana kemari cari investor siapa yg berminat mengembangkan daerah tersebut menjadi semacam MISI gitu. Lalu kalo ada investor yg berminat dan jadi invest disana, ntar dia dapat bagian berapa persen. Kasarannya, dia mah makelar proyek aja, cuma habis berapa puluh/ratus juta dapetin ijin lokasi, lalu mengharapkan bisa ikutan proyek senilai trilyunan rupiah (3 trilyun untuk 100 km2 itu omong kosong, 30 trilyun baru masuk akal). Wong labanya Lamicitra itu loh, tiap tahun hanya milyaran rupiah saja, kok mau bikin proyek trilyunan, duit dr mana. Kalo gak dapat investor dgn modal super kuat, juga bank gak akan kucurin dana. Belum lg urusan mengelola pelabuhan, emangnya gampang ? Wong perusahaan property kok mau ngurus pelabuhan, it's totally two different worlds.

Gw hanya kasihan saja sama Maduranya, kapan majunya kalo kayak gini terus. Dapat "investor" kok yg kyk gini. Kapan ada investor yg bener2 bonafide dan punya komitmen tinggi memajukan Madura ya ?

vsovereign
February 3rd, 2009, 02:27 AM
^^

Ya apa boleh buat, soalnya yg bisa "mencium" cuma si Lamicitra doang :ohno:

Lagian, setahu saya kapal asing gak boleh melalui Laut Jawa. Alur Laut Kepulauan Indonesia memang melalui selat Karimata, jadi mungkin kapal dagang asing bisa lewat sana lalu mampir di Surabaya.

Ngomong2x si bupati ditawarin berapa ama si Lamicitra yah? :D:D
Lagian pelabuhan gini bukannya harus dibawah Pelindo? ---> monopoli sih :ohno:

Ebek21
February 3rd, 2009, 04:09 AM
Kapal asing bisa kok masuk Laut Jawa, lah kapal2 kontainer itu kan banyak sekali yg asing punya. Pengelolaan pelabuhan sekarang sudah direvisi dgn UU Pelayaran tahun 2008. Sehingga skrg swasta juga bisa mengelola pelabuhan dan Pelindo sendiri tidak lg mengontrol kebijakan atas kepelabuhanan, melainkan hanya operator pelabuhan yg harus siap bersaing dgn operator2 pelabuhan yg lain.

Masalahnya untuk membangun pelabuhan dr nol itu biayanya segede gajah bengkak, kalo nggak punya modal yg super duper kuat nggak akan ada yg mau invest. Satu quay crane saja harganya 100 milyar. Dan bagi swasta, untuk invest pun harus ada jaminan bahwa volume kargo sudah tersedia. Nggak ada yg mau nunggu2 sampai 5-10 tahun baru target volume tercapai. Sebetulnya pelabuhan Sby punya potensi karena volume kargo sudah ada, tapi yg disayangkan kenapa pemerintah nggak serius segera mengembangkan potensi ini, malah rebutan lokasi, mau di Lamong Bay kek, mau di Tanjung Bumi, Bangkalan kek, dan skrg ada lg wacana MISI di Socah ini. Bukannya segera dinetapkan malah terus main2 di seputar lokasi, masing2 pihak mengandalkan "investor"nya masing2.

Sampai saat ini, yg masih komitmen dan ada tindakan nyata adalah Lamong Bay dr Pelindo III, yg diatas kertas punya modal sangat kuat (labanya aja ratusan milyar per tahun). Sebetulnya ini mah cepet2an saja, begitu satu pelabuhan skala besar sudah terbangun di satu lokasi, tamat sudah riwayat rencana proyek2 pelabuhan di lokasi yg lain, karena sudah tidak feasible lagi.

teddybear
February 3rd, 2009, 05:07 AM
^Salut deh sama Ebek yang pengetahuannya cukup luas! Gimana, gua pikir Ebek pantas jadi Walikota. Pasti Surabaya maju. Bener lho! ;)
Gimana ya, coba kita2x yg memberi dukungan Surabaya bisa dijadikan team pembangunan Surabaya! Kalo gua diangkat sih, ntar yg gua gusur pertama kali daerah Pasar Keputran. Pembangunan gedung hi-rise digalakkan. Cuman ya cari pembeli dan penyewanya itu yg pusing.

AceN
February 3rd, 2009, 05:11 AM
^^ Thanks for your info ebek :) bener2 menguasai dunia pelabuhan ya :D

Umm..brarti itu malah jadi kaya SCBD di Jakarta ya ? pengembang cuma nyediain lahan + fasilitasnya, nanti investor yang bangun

Ebek21
February 3rd, 2009, 05:19 AM
^Salut deh sama Ebek yang pengetahuannya cukup luas! Gimana, gua pikir Ebek pantas jadi Walikota. Pasti Surabaya maju. Bener lho! ;)
Gimana ya, coba kita2x yg memberi dukungan Surabaya bisa dijadikan team pembangunan Surabaya! Kalo gua diangkat sih, ntar yg gua gusur pertama kali daerah Pasar Keputran. Pembangunan gedung hi-rise digalakkan. Cuman ya cari pembeli dan penyewanya itu yg pusing.

Wah kalo gw beneran jd walikota, ntar gw panggil km pulang dr Canada dan segera angkat jd wakil walikota urusan skyscraper, ditarget dlm 5 tahun semua proposal hrs jadi dan point Emporis Surabaya harus jadi 2000 hehe.

^^ Thanks for your info ebek :) bener2 menguasai dunia pelabuhan ya :D

Umm..brarti itu malah jadi kaya SCBD di Jakarta ya ? pengembang cuma nyediain lahan + fasilitasnya, nanti investor yang bangun

Wah gak ngerti ya SCBD itu gmn. Menurutku bahkan lahan pun Lamicitra nggak punya, yg dikantongin cuma ijin lokasi saja, dgn kata lain, jika ada investor mau masuk, tetap harus membebaskan lahan dulu. Dan denger2 skrg harga lahan di seluruh Madura sudah melonjak banyak loh.

Menguasai pelabuhan ? Nggaklah, cuma dulu sering bincang2 aja dgn mantan orang2 Dirjen Hubla dan Pelindo yg sempat bantu proyek kita di sini, jd tahu kulit2nya doang.

teddybear
February 3rd, 2009, 05:51 AM
Wah kalo gw beneran jd walikota, ntar gw panggil km pulang dr Canada dan segera angkat jd wakil walikota urusan skyscraper, ditarget dlm 5 tahun semua proposal hrs jadi dan point Emporis Surabaya harus jadi 2000 hehe.

Boleh, boleh saja. Gua sudah bermimpi Surabaya CBD jadi kayak Manhattan. Dari Raya Darmo sampai Embong Malang berderet gedung2x hi-rise yg keren2x. Lalu parkiran Delta dan WTC jadi penuh gedung tingkat 50, 60, 70, 80! Dana bisa diambil dari seluruh pendapatan Jatim, jadi desa2x dan kota2x kecil Jatim terbengkalai dan disedot, lalu org2x nya disuruh pindah ke Surabaya semua. Pasti ntar Surabaya bisa menyaingi gedenya Jakarta. Kampung2x pada digusur, dipindah ke pinggiran dan yg mampu bisa beli rumah di perumahan, jadi properti Surabaya ntar booming! he he he ;)

AceN
February 3rd, 2009, 07:42 AM
Wah gak ngerti ya SCBD itu gmn. Menurutku bahkan lahan pun Lamicitra nggak punya, yg dikantongin cuma ijin lokasi saja, dgn kata lain, jika ada investor mau masuk, tetap harus membebaskan lahan dulu. Dan denger2 skrg harga lahan di seluruh Madura sudah melonjak banyak loh.

Menguasai pelabuhan ? Nggaklah, cuma dulu sering bincang2 aja dgn mantan orang2 Dirjen Hubla dan Pelindo yg sempat bantu proyek kita di sini, jd tahu kulit2nya doang.

Yah..kalo mesti tetep bebasin lahan juga, ya aneh donk.. Brarti Lamicitra ga memegang kendali masterplan rencana kawasan secara keseluruhan kan ? smuanya terserah investor..alias keroyokan

Lho, bukannya memang skarang juga bidang kerja u nya di seaport kan ? :D

Ebek21
February 3rd, 2009, 09:09 AM
^^ Makanya gw bilang makelar proyek karena gak bermodal apa2.

Iya, gw kerja di pelabuhan, tp river port, bukan sea port. FYI, river port disini masih lebih gede dr kebanyakan seaport di Indonesia loh.

Ampelio
February 4th, 2009, 05:24 AM
It's amazing! skyscrapers in Madura Island :okay: woow nice... great....!

eurico
February 5th, 2009, 04:19 AM
Nah harusnya kaya gini daerah yg kering gersang diconvert untk daerah industri

OPTX
February 5th, 2009, 07:50 AM
^^ bukannya ujung Jembatan Suramadu bagian Madura itu kaya gini? apa di cancel?
Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) berencana mengembangkan kawasan mixed use seluas 300 Ha di ujung Suramadu bagian Madura. Di bagian pintu masuk akan dibangun twin tower, masing-masing 35 lantai, untuk perkantoran.
Berita lengkapnya : http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=30030748&postcount=276

Proyek ini tidak termasuk dalam Madura Industrial Seaport City.

pecinta_surabaya
February 5th, 2009, 03:12 PM
Sisi Madura aja ky gitu,gmn sisi Surabaya nanti??
:lol:

OPTX
February 6th, 2009, 04:46 AM
^^ Pembangunan highrise building di Madura terutama perkantoran, bisa terwujud hanya jika pembangunan kawasan industri di Madura lancar terutama di MISC ini.
Pengaruhnya juga akan besar pada Surabaya terutama untuk gedung perkantoran.

teddybear
February 6th, 2009, 06:42 AM
OPTX, can you please post here the proposed office building in Surabaya, as you said? Thanks!

OPTX
February 16th, 2009, 05:40 AM
.....

pecinta_surabaya
February 20th, 2009, 03:19 PM
Bangkalan Ingin Saingi Singapura

BANGKALAN | SURYA -Kabupaten Bangkalan mempercepat pembangunan infrastuktur dan fasilitas umum untuk pengembangan kawasan perkotaan. Obsesinya, kabupaten di ujung barat Pulau Madura ini ingin menyamai Singapura.

“Saya ingin Bangkalan bersaing dengan Singapura. Dengan sarana infrastuktur dan fasilitas yang telah kita siapkan, investor akan berbondong-bondong masuk ke Bangkalan. Apalagi jika Suramadu sudah beroperasi, akan mempercepat akses transportasinya,” ujar RKH Fuad Amin, Bupati Bangkalan, Kamis (19/2).

Salah satu yang ditargetkan tuntas sebelum jembatan Suramadu beroperasi, adalah Bangkalan Plasa (Bangplas) yang ada di kawasan segi tiga emas. Pusat perbelanjaan dan hiburan ini menjadi bagian dari kompleks perdagangan unggulan Pemkab Bangkalan yang diperkirakan menyedot anggaran sekitar Rp 57 miliar.

“Banyak yang bilang, pasar tradisional akan mati dan kalah bersaing jika disandingkan dengan pasar modern (Bangplas). Tapi saya yakin, dalam perpaduan ini masing-masing akan menemukan pangsa pasarnya. Target marketnya kan berbeda,” ujar Fuad.

Sebelumnya, pada Rabu (18/2) lalu, Fuad meresmikan penggunaan Pasar Tradisional Ki Lemah Duwur. Pasar yang berdiri di atas lahan 3,5 hektare dengan anggaran 35,7 miliar ini, dibangun untuk merelokasi ratusan pedagang Pasar Baru yang sebelumnya berada di pusat kota, Jl A Yani Bangkalan. ”Kalau pasar tradisional ada di tengah kota, kemacetan akan terus menjadi masalah. Tata kota juga tidak indah,” tandas Fuad Amin, didampingi Sudarmawan, Sekkab Bangkalan.

Ditambahkan Sudarmawan, pemindahan pasar merupakan agenda pemkab untuk melebarkan daerah sisi timur Bangkalan menjadi kawasan perkotaan. ”Selain dibangun Bangkalan Plasa, di kawasan itu nanti dibangun terminal dengan kapasitas yang cukup besar. Intinya, kami ingin mengembangkan pusat kota ke wilayah timur, tidak terfokus pada satu titik,” jelasnya.

Menurut Tamar Djaja, Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil), konsep pembangunan Bangplas yang berdiri di atas lahan 17.000 M2, terdiri empat lantai yang masing-masing memiliki fungsi dan pangsa pasar berbeda.

Di lantai I, dibangun untuk show room, toko emas dan barang elektronik. Di lantai 2, disediakan untuk anchor tenant, dan food court di lantai 3. “Sedang lantai 4 untuk arena hiburan, seperti billiar. Tempat ini juga menjadi smoking area, agar pengunjung tidak boleh sembarang merokok di Bangplas,” ujar Tamar.

OPTX
June 6th, 2009, 05:38 AM
Madura Industrial Seaport Investasi Rp 3,2 Triliun

03/06/2009 14:01:05 WIB

Oleh Amrozi Amenan

SURABAYA, INVESTOR DAILy

PT Madura Industrial Seaport City (MICI) berencana menanamkan investasi senilai Rp 3,2 triliun di Madura, Jawa Timur, setelah beroperasinya Jembatan Suramadu yang akan diresmikan Presiden pada 10 Juni 2009.

Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim Hary Soegiri menjelaskan, MICI telah mendapat surat persetujuan (SP) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menanamkan investasinya di Madura. Rencananya, perseroan akan menyulap wilayah 600 hektare di sekitar Suramadu, tepatnya di daerah Socah dan Burneh, menjadi kawasan industri khusus, perdagangan, perumahan, outlet, dan pelabuhan.

“Pelabuhan yang ada di Tanjung Perak sudah penuh, diperlukan satu pelabuhan lagi untuk menunjang industrialisasi di Madura. Rencananya, pembangunan pelabuhan dan terminal petikemas tersebut berada di antara daerah Socah dan Burneh di Bangkalan," kata Hary, Selasa (2/6).

Selain rencana itu, lanjut Hary, Madura kini menjadi incaran sejumlah investor baik lokal maupun asing. Hingga saat ini investasi yang ada dan terealisasi di Madura ada tiga perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan dua perusahaan penanaman modal asing (PMA).

Ketiga perusahaan PMDN itu adalah PT Karya Dibya Mahardika (industri pengolahan tembakau di Sumenep), PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia (industri perbaikan sarana kapal dan industri baja di Bangkalan), dan PT Maxima Mutiara Indonesia (pembibitan kerang dan mutiara di Sumenep). Total investasi tiga perusahaan PMDN itu senilai Rp 27 miliar.

Sedangkan dua perusahaan PMA di Madura adalah PT Aneka Boga Nusantara (industri penggaraman/pengeringan ikan di Sumenep). Perusahaan ini merupakan penanaman modal asing dari Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Sedangkan perusahaan PMA lainnya milik Jepang adalah PT Dwi Bina Utama (industri pengolahan ikan dan teri nasi di Sumenep). Total investasi PMA di Madura senilai US$ 1,8 juta.

Investasi Menggeliat

Menurut Hary, Pemprov Jatim dan keempat daerah di Madura yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep kini masih terus menawarkan berbagai potensi yang ada kepada investor lokal maupun asing. Di antaranya, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, prasarana dasar, energi, sarana air bersih, telekomunikasi, dan pengembangan Pelabuhan Tanjung Bulupandan (Bangkalan Utara).

"Dengan beroperasinya Jembatan Suramadu, saya optimis akan ada perusahaan PMA dan PMDN yang tertarik berinvestasi di Madura," imbuhnya.

Terkait dengan pengembangan Madura setelah beroperasinya Jembatan Suramadu, Hary menjelaskan, pihaknya telah merancang pengembangan tujuh sektor industri di Madura. Ketujuh sektor tersebut adalah pengembangan kawasan khusus di kaki Suramadu sisi Madura seluas 600 hektare, pembangunan infrastruktur, industri peternakan, industri garam, industri minyak atsiri, agro industri, dan perikanan.

”Saat ini BPM Jatim tengah mempersiapkan skema industrialisasi di Madura. Karena dengan pengoperasian Suramadu, transportasi bukan kendala lagi.Sehingga nilai investasi di sana menjadi lebih menarik,” terangnya.

Khusus untuk pengembangan minyak atsiri, kata Hary, pihaknya telah mengagendakan untuk mengembangkannya hingga 500 hektare dengan investasi minimal Rp 10 miliar. "Rencana industrialisasi tersebut diharapkan akan menyerap 20% dari total penduduk Madura yang berjumlah 4 juta jiwa," ujarnya. ***

http://www.investorindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=62791

pecinta_surabaya
July 12th, 2009, 07:58 AM
[ Minggu, 12 Juli 2009 ]

BPWS Mulai Garap Pelabuhan

BADAN Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) resmi mulai bekerja kemarin (11/7). Mereka langsung pasang target membangun tujuh sarana dan prasarana penunjang jembatan terpanjang di Indonesia tersebut. Yang pertama digarap adalah proyek pelabuhan peti kemas.

''Tim kami sudah melakukan survei maupun berkoordinasi dengan kepala daerah,'' kata Wakil Kepala BPWS Djunaedi Mahendra kemarin.

Menurut dia, ada tujuh item pekerjaan yang bakal menjadi prioritas BPWS. Yakni, pembangunan pelabuhan peti kemas, jalan tol Suramadu, akses tol MERR III Juanda-Suramadu, penyediaan air bersih, jaringan listrik dan telekomunikasi, memperlebar jalan utara dan selatan Madura, serta peningkatan SDM (sumber daya manusia).

Nah, di antara tujuh pekerjaan itu, pembangunan pelabuhan atau terminal peti kemas bakal jadi prioritas utama. Djunaedi menyebutkan, tim BPWS sudah siap-siap membebaskan lahan di Bangkalan, Madura. ''Kami mulai melakukan survei untuk lahan,'' ujarnya.

Karena masih dalam tahap survei, lanjut mantan bupati Madiun itu, anggaran proyek pembangunan pelabuhan di kawasan Tanjung Pura tersebut belum diketahui. Harga untuk membebaskan lahan warga juga belum ditetapkan.

''Yang pasti, pembangunan pelabuhan itu kan bersama pembuatan terminal peti kemas, sehingga lahannya tidak sedikit. Lahan yang dibutuhkan sekitar 600 hektare,'' ucapnya.

Djunaedi menuturkan, pembangunan terminal menjadi prioritas karena pelabuhan-pelabuhan di Jatim sudah padat. ''Misalnya, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Lalu lintasnya begitu padat. Karena itu, Tanjung Pura kami harap bisa cepat selesai,'' ujarnya.

Penggarapan pelabuhan ditarget start tahun ini. Djunaedi memberi sinyal bahwa dana yang akan digunakan untuk pembangunan tersebut berasal APBN. ''Tapi, belum final. Bisa juga dari APBD atau pihak ketiga. Kami masih mendiskusikan masalah ini,'' ungkap pejabat yang juga kepala Bakorwil (Badan Koordinasi Wilayah) IV Madura tersebut.

Setelah survei selesai, Djunaedi berjanji segera menegosiasikan harga tanah. ''Sebab, masalah pembebasan lahan itu biasanya menghabiskan banyak waktu,'' tuturnya.

Lalu, bagaimana soal penolakan Wali Kota Surabaya Bambang Dwi Hartono terhadap BPWS? Djunaedi menyatakan, dirinya yakin wali kota siap bekerja sama dengan timnya. Sebab, sebenarnya BPWS tidak berniat merebut kewenangan Pemkot Surabaya.

Misalnya, soal IMB (izin mendirikan bangunan). Pemkot sempat khawatir perizinan harus melalui BPWS. ''Tidak seperti itu. Perizinan tetap di pemerintah daerah. Kami hanya mengoordinasikan. Bukan merebut kewenangan mereka,'' tegasnya.

Karena itu, dia membantah pembentukan BPWS tidak sesuai semangat otonomi daerah. ''Kami sudah berkoordinasi dengan pemkot (Surabaya) dan pemda lain. Kami kira tidak ada masalah,'' ungkapnya. (fid/dos)

archiholic
July 12th, 2009, 02:02 PM
Kok malah pelabuhan dan terminal petikemasnya yang diprioritaskan, kalau menurut saya harusnya kan infrastruktur pendukungnya terlebih dahulu : penyediaan air bersih, jaringan listrik dan telekomunikasi, jalan tol Suramadu ( ini jalan tol yang mana lagi ya? ), dan akses tol MERR III Juanda-Suramadu. Apalagi kan Pelindo juga mau bangun pelabuhan dan terminal petikemas baru di lamong bay, jadi pelabuhan dan terminal peti kemas di madura ini bisa dibangun belakangan sebagai antisipasi kalau lamong bay daya tampungnya udah penuh dan gak memungkinkan ekspansi.
Trus nantinya pelabuhan dan terminal peti kemas yang di Madura ini dikelola BPWS atau Pelindo ? wahhh... kalau dikelola BPWS dan benar diprioritaskan untuk dibangun bisa terjadi persaingan nih dengan lamong bay -nya Pelindo :lol:

Ebek21
July 12th, 2009, 04:08 PM
^^ Pejabat yg baru menjabat memang asal suka njeplak kalo ngomong. Memang ada jalan tol Suramadu lagi ? Lalu apa pula itu akses tol MERR III Juanda-Suramadu ? MERR bukan jalan tol, melainkan jalan arteri, dan hanya ada MERR II, gak ada MERR III. Kalau yg dimaksud tol Juanda-Suramadu itu barangkali adalah tol lingkar luar timur Juanda-Perak (bukan Juanda-Suramadu).

Mengenai pelabuhan di Madura, gw jd confused sendiri. Bener gak sih katanya kendaraan truk lebih dr 10 MT dilarang melintas di Suramadu ? Kalau benar begitu, bagaimana bisa mengharapkan ada pelabuhan petikemas di Madura ? Kecuali di Madura sudah ada kawasan industri yg menghasilkan kargo sendiri (bukan berasal dr Jawa). Sedangkan di Madura gak bakal ada kawasan industri kalau gak ada sarana pelabuhannya. Jadi kalau mau ya bangun sekaligus pelabuhan dan kawasan industrinya, tapi siapa yg mau investasi pelabuhan dgn dana triliunan rupiah tanpa ada jaminan kargo ?

Bulan Juni lalu gw ada kesempatan bincang2 dgn direksi Pelindo III. Kesimpulannya, mereka tidak memandang pelabuhan Madura sebagai ancaman, bahkan meragukan siapa yg mau investasi pelabuhan di Madura dengan kondisinya saat ini. So Pelindo III will go ahead with their Lamong Bay Seaport project (constructed in stages).

akaz
May 31st, 2010, 09:21 AM
Ayo MADURA Terus maju dan berbenah, jangan hiraukan omongan orang tentang ketertinggalan madura, banyak yg bisa di kembangkan di sana dengan selesainya jembatan SURAMADU, pekerjaan rumah banyak, areal industri yang di rencanakan, wisata dll

:banana::cheers::):applause::dance:

anja sadiqa
July 3rd, 2010, 07:21 AM
Bangkalan Ingin Saingi Singapura

BANGKALAN | SURYA -Kabupaten Bangkalan mempercepat pembangunan infrastuktur dan fasilitas umum untuk pengembangan kawasan perkotaan. Obsesinya, kabupaten di ujung barat Pulau Madura ini ingin menyamai Singapura.

“Saya ingin Bangkalan bersaing dengan Singapura. Dengan sarana infrastuktur dan fasilitas yang telah kita siapkan, investor akan berbondong-bondong masuk ke Bangkalan. Apalagi jika Suramadu sudah beroperasi, akan mempercepat akses transportasinya,” ujar RKH Fuad Amin, Bupati Bangkalan, Kamis (19/2).

Salah satu yang ditargetkan tuntas sebelum jembatan Suramadu beroperasi, adalah Bangkalan Plasa (Bangplas) yang ada di kawasan segi tiga emas. Pusat perbelanjaan dan hiburan ini menjadi bagian dari kompleks perdagangan
unggulan Pemkab Bangkalan yang diperkirakan menyedot anggaran sekitar Rp 57 miliar.

“Banyak yang bilang, pasar tradisional akan mati dan kalah bersaing jika disandingkan dengan pasar modern (Bangplas). Tapi saya yakin, dalam perpaduan ini masing-masing akan menemukan pangsa pasarnya. Target marketnya kan berbeda,” ujar Fuad.

Sebelumnya, pada Rabu (18/2) lalu, Fuad meresmikan penggunaan Pasar Tradisional Ki Lemah Duwur. Pasar yang berdiri di atas lahan 3,5 hektare dengan anggaran 35,7 miliar ini, dibangun untuk merelokasi ratusan pedagang Pasar Baru yang sebelumnya berada di pusat kota, Jl A Yani Bangkalan. ”Kalau pasar tradisional ada di tengah kota, kemacetan akan terus menjadi masalah. Tata kota juga tidak indah,” tandas Fuad Amin, didampingi Sudarmawan, Sekkab Bangkalan.

Ditambahkan Sudarmawan, pemindahan pasar merupakan agenda pemkab untuk melebarkan daerah sisi timur Bangkalan menjadi kawasan perkotaan. ”Selain dibangun Bangkalan Plasa, di kawasan itu nanti dibangun terminal dengan kapasitas yang cukup besar. Intinya, kami ingin mengembangkan pusat kota ke wilayah timur, tidak terfokus pada satu titik,” jelasnya.

Menurut Tamar Djaja, Kepala Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil), konsep pembangunan Bangplas yang berdiri di atas lahan 17.000 M2, terdiri empat lantai yang masing-masing memiliki fungsi dan pangsa pasar berbeda.

Di lantai I, dibangun untuk show room, toko emas dan barang elektronik. Di lantai 2, disediakan untuk anchor tenant, dan food court di lantai 3. “Sedang lantai 4 untuk arena hiburan, seperti billiar. Tempat ini juga menjadi smoking area, agar pengunjung tidak boleh sembarang merokok di Bangplas,” ujar Tamar.



hehehehehehehehehhehehehh...............liat bintang ye...!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
haba meulaboh taku keunong ule putoeh

babarok
July 20th, 2010, 09:10 AM
Nah harusnya kaya gini daerah yg kering gersang diconvert untk daerah industri

wahhh ati2 mas kalo ngomong, daerah yg di dalam kotak merah seperti yang ada dalam gambar di bawah ini tuh daerah pemukiman, bukan daerah kosong
disitu tempat kakek dan orang tua saya tinggal
bokap, nyokap, kakek, nenek, om, tante gw lahir di situ mas di Kecamatan socah, Desa Pernajuh .... apa iya disitu tanah gersang tanah kosong

Letaknya kira-kira di dalam kotak warna merah :

http://i44.tinypic.com/2w2lchu.jpg

Nantinya meliputi wilayah seluas 10000 hektar = 100 km2, hampir sama luasnya dengan kota Malang 110 km2.

Berdasarkan berita terbaru akan dibangun dalam 4 tahap, diulai tahun 2010. Ditargetkan selesai dalam 7 tahun.

------
Pelabuhan Teluk Lamong : http://img257.imageshack.us/img257/1351/lamongbay000ez7.jpg

di dalam kotak merah tersebut merupakan daerah pemukiman penduduk
tepatnya kecamatan Socah, dan ada beberapa desa didalamnya termasuk desa Pernajuh tempat orang tua saya tinggal
di sana bukan tempat kosong nan gersang
ada sawah, empang (tambak), sekolah, pesantren, pasar, kuburan & situs2 historikal
di sana rata2 penduduknya bekerja sebagi petani dan nelayan tambak
coba bayangin ajah kalo sawah dan tambak mereka dibeli, apa iya LAMICITRA bisa ngasi jaminan pekerjaan ?????
di sana juga banyak makam pahlawan2 setempat, etis yah kalo di gusur demi pelabuhan yang pengelolanya gak jelas (baca Quote di bawah)


MISI ini sebetulnya proyek yg bagus dan lokasinya strategis, sayang jatuh di tangan yg salah. Lamicitra itu kan cuma ngantongin ijin dr Bupati setempat, lalu ditawar2kan kesana kemari cari investor siapa yg berminat mengembangkan daerah tersebut menjadi semacam MISI gitu. Lalu kalo ada investor yg berminat dan jadi invest disana, ntar dia dapat bagian berapa persen. Kasarannya, dia mah makelar proyek aja, cuma habis berapa puluh/ratus juta dapetin ijin lokasi, lalu mengharapkan bisa ikutan proyek senilai trilyunan rupiah (3 trilyun untuk 100 km2 itu omong kosong, 30 trilyun baru masuk akal). Wong labanya Lamicitra itu loh, tiap tahun hanya milyaran rupiah saja, kok mau bikin proyek trilyunan, duit dr mana. Kalo gak dapat investor dgn modal super kuat, juga bank gak akan kucurin dana. Belum lg urusan mengelola pelabuhan, emangnya gampang ? Wong perusahaan property kok mau ngurus pelabuhan, it's totally two different worlds.

Gw hanya kasihan saja sama Maduranya, kapan majunya kalo kayak gini terus. Dapat "investor" kok yg kyk gini. Kapan ada investor yg bener2 bonafide dan punya komitmen tinggi memajukan Madura ya ?

sumpah saya miris bgt bacanya
awalnya pas orang tua saya ketar ketir sama sawah dan tambaknya yg mau dibeli untuk pembangunan sebuah pelabuhan saya justru malah mendukung beliau untuk menjulanya, siapa sih yang tidak ingin kampungnya maju
tapi setelah saya mencari tau lebih dalam dan tau beberapa fakta
saya sekarang justru menolak ide pembangunan ini

Lamicitra Komitmen Bangun Madura Industrial

05/01/2009 14:29:20 WIB
SURABAYA, Investor Daily


“Saat ini kami menyusun tata ruang kota di kawasan tersebut, termasuk di dalamnya mengkaji kelayakan bisnis, sosial dan aspek teknis lainnya. Yang pasti, proyek itu sudah disetujui oleh Bupati Bangkalan. Apalagi kabarnya jembatan Suramadu bakal beroperasi 2009,” papar Priyo.


http://www.investorindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=68641&Itemid=

nah miris sekali saya bacanya, dari quote diatas jelas tertulis
"proyek sudah disetujui oleh bupati" nah masalahnyaaaa
selama ini tidak pernah diadakannya sosialisasi mengenai proyek pembangunan pelabuhan ini kepada warga ...
bukti nyata saat ini, masih banyak warga yang enggan melepaskan tanahnya untuk di beli oleh sang kontraktor, mereka masih ragu dan mempertanyakan proyek ini, bayangkan ajah petani ajah masih mikir apa lagi kita orang yg berpendidikan lebih tinggi

^^

Ngomong2x si bupati ditawarin berapa ama si Lamicitra yah? :D:D
Lagian pelabuhan gini bukannya harus dibawah Pelindo? ---> monopoli sih :ohno:

wah wah kalo benar kenyataanya seperti ini bahaya juga yah ... :ohno:


Masalahnya untuk membangun pelabuhan dr nol itu biayanya segede gajah bengkak, kalo nggak punya modal yg super duper kuat nggak akan ada yg mau invest. Satu quay crane saja harganya 100 milyar. Dan bagi swasta, untuk invest pun harus ada jaminan bahwa volume kargo sudah tersedia. Nggak ada yg mau nunggu2 sampai 5-10 tahun baru target volume tercapai. Sebetulnya pelabuhan Sby punya potensi karena volume kargo sudah ada, tapi yg disayangkan kenapa pemerintah nggak serius segera mengembangkan potensi ini, malah rebutan lokasi, mau di Lamong Bay kek, mau di Tanjung Bumi, Bangkalan kek, dan skrg ada lg wacana MISI di Socah ini. Bukannya segera dinetapkan malah terus main2 di seputar lokasi, masing2 pihak mengandalkan "investor"nya masing2.

Sampai saat ini, yg masih komitmen dan ada tindakan nyata adalah Lamong Bay dr Pelindo III, yg diatas kertas punya modal sangat kuat (labanya aja ratusan milyar per tahun). Sebetulnya ini mah cepet2an saja, begitu satu pelabuhan skala besar sudah terbangun di satu lokasi, tamat sudah riwayat rencana proyek2 pelabuhan di lokasi yg lain, karena sudah tidak feasible lagi.

sepertinya proyek ini makin meragukan :ohno:

^^ Pembangunan highrise building di Madura terutama perkantoran, bisa terwujud hanya jika pembangunan kawasan industri di Madura lancar terutama di MISC ini.
Pengaruhnya juga akan besar pada Surabaya terutama untuk gedung perkantoran.




mohon maaf jika ada kata2 saya yang tidak berkenan dan saya cenderung emosi dalam menulis posting ini
jujur saja, saya ingin madura maju dan berkembang pesat
namun tidak dengan cara seperti ini, saya tidak sepakat dengan hal2 ini

1. bupati memberi ijin proyek tanpa ada sosialisasi dan diskusi terhadap masyarakat terlebih dahulu, karena pada kenyataannya banyak masyarakat yang tidak setuju dan tidak tahu menahu tentang rincian proyek tersebut

2. LAMICITRA merupakan sebuah perusahaan property, sehingga diragukan kemampuan nya dalam membangun dan mengelola sebuah pelabuhan

David-80
July 20th, 2010, 11:06 AM
^^ boleh beropini, tapi kalo sudah mulai menuduh, seperti

anda berkata demikian, karena anda orang dari LAMICITRA

itu sudah berarti, melanggar peraturan forum ini, (tidak boleh ada personal attack)

tolong babarok, ini adalah peringatan awal dan terakhir, karena anda member baru disini, tolong juga dibaca dulu aturan forum ini di halaman depan

cheers

Moderator

Ampelio
July 21st, 2010, 02:09 AM
^^wah makin seru aja ni thread ini :) ...apalagi ada forumer yg berasal dari lokasi proposed project, bener2 masukan yg berguna bagi pengembang... community seharusnya dilibatkan dari awal.

pecinta_surabaya
July 21st, 2010, 02:12 PM
@babarok : diharapkan jangan sekedar numpang lewat di forum ini,diharapkan bisa jadi forumer yang baik yang bisa memberi kabar2 tentang pembangunan sisi madura..
:) :) :)

pecinta_surabaya
July 21st, 2010, 02:12 PM
@babarok : diharapkan jangan sekedar numpang lewat di forum ini,diharapkan bisa jadi forumer yang baik yang bisa memberi kabar2 tentang pembangunan sisi madura..
:) :) :)

Ebek21
July 25th, 2010, 05:04 PM
Sorry post ini saya pindahkan disini, karena lebih tepat dibahas disini drpd di thread FAQ.

OPTX, jika anda bermasalah dgn babarok, kenapa mengait2kan dengan saya ? Semua postingan saya yg dia kutip itu sudah setahun lebih umurnya, kenapa dulu2 tidak dipermasalahkan ? Skrg anda ribut2 dgn babarok, tapi saya yg anda seret2, tapi oke, saya bisa beri klarifikasi.


Dari salah satu yang dia quote, yaitu post dari Ebek21. Bang Ebek21 menganggap Lamicitra hanya bergerak pada bidang Properti. Tapi dari http://www.lamicitra.com/business_port.html disebutkan bahwa Lamicitra juga bergerak di bidang Port & Cargo Activities. Bang Ebek21 sangat paham soal pelabuhan meski dia orang ekonomi, tapi kurang paham tentang Lamicitra.
Dan kesalahan ini dianggap benar oleh babarok.


Saya nggak kenal dgn Lamicitra. Jauh hari sebelum menulis comment itu, saya sudah melihat website mereka, sebagaimana anda tahu, saya juga pernah posting ttg proyek2 mereka yg lain sebelumnya. Dan maaf, jika hanya dengan mengandalkan segelintir aktivitas bisnis mereka di Semarang itu, bagi saya Lamicitra tetap bukan pengelola pelabuhan. Punya aktivitas bisnis di pelabuhan bukan berarti pengelola pelabuhan, jauh bedanya. Tapi sah2 saja kalo mereka bermimpi suatu saat jadi port operator kan ??

Post dari Bang Ebek21 tanggal 2 Feb 2009. Kalau tahu salah kenapa saya biarkan. Bang Ebek21 adalah salah satu member forum ini yang saya hormati. Dia orang yang cerdas. Kalau tidak salah dia pernah ikut kuis "Who want to be a millionare" dan dapat 250 jt (?)

Salah, cuma 125 juta kok, namun apa pointnya menyebutkan hal ini ? Btw, anda cukup hebat ya, katanya sibuk, tapi masih sempat2nya meneliti ttg saya :)


Post dia terkesan agak emosional. Kalau saya benarkan, kesannya saya menyerang atau menggurui dia. Niat baik belum tentu dianggap orang lain baik.

Menurut saya, postingan saya tgl 2 Feb 2009 itu tidak emosional. Wong saya bukan orang Madura atau orang yg punya kepentingan apapun ttg MISI ini, saya murni sebagai pengamat saja. Tentu saja, dr kacamata pengamat saya, seperti yg saya tulis di postingan saya, eman2 kalo lokasi strategis spt itu dikelola oleh Lamicitra.

Ada beberapa kesalahan lain yang kayaknya tidak perlu saya sebutkan disini.
Kenapa saya post hal ini di sini, karena kalau di thread tsb entar jadi panjang. Saya sekarang lagi sangat sibuk sama kerjaan dan kalau bisa tidak ingin di pusingkan sama hal beginian. Lagipula si babarok kayaknya tidak muncul lagi. Ada banyak member yang kayak dia, setelah posting satu atau dua lalu ngilang.

Sekarang saya serahkan pada Bang Mod gimana baiknya. Karena saya yakin Bang Mod lebih cerdas dari saya. :)

Kalau ada yang merasa tersinggung mohon saya diamaafkan.
:):):):):):):):):):):)

Kalau kesalahan itu di pihak saya, anda bebas untuk mengkoreksinya. No hard feeling. Saya disini untuk sharing dan belajar.

MinImaX
July 25th, 2010, 06:26 PM
Hmm.. aku rasa ga ada yang salah kok dengan komentar Ebek21 sebagai pengamat.

Soal babarok, lebih baik no comment dulu sampai dia posting lagi di sini. Aku rasa wajar kalau di setiap masalah pasti ada pro dan kontra, dalam statistik apapun sepanjang pengetahuanku tidak pernah ditemukan hasil/result 100% lawan 0%. Semua orang berhak berpendapat lain.

Tapi OPTX hebat yah kalau cari informasi proyek baru ataupun orang.. Bener2 salut. :bow:

sbyctzn
July 26th, 2010, 05:42 AM
OPTX dan Ebek sama-sama forumer SSCI Surabaya yang hebat kontribusinya menurut saya.
Jangan sampai cuma satu orang lewat semua jadi rame.
Saya harap tidak ada lagi masalah, kita disini
semua forumer SSCI Surabaya sama dan untuk berbagi informasi, dan harapannya kampung halaman kita bisa maju.

pecinta_surabaya
July 26th, 2010, 04:00 PM
OPTX dan Ebek adalah pioneer dan sesepuh thread surabaya..
Dan keduanya pasti ga ada masalah cm krn hal spele seperti ini..
Saya rasa mereka cm adu berargumen aja,tidak lebih dari itu..
:D :D :D


Badan Pengembang Kawasan Suramadu ini mana ya?
MATI KUTU,ga ada beritanya di koran sama tv blass..
Dulu aja pas awal2 pembukan suramadu,tiap hari nongol dah berita ttg pengembangan kawasan suramadu..
Tp sekarang nihil beritanya..
:(:(:(

babarok
July 26th, 2010, 09:04 PM
pertama2 saya ingin mohon maaf kepada moderator
karena saya melanggar salah satu peraturan

dan saya memohon maaf kepada seluruh penghuni tread ini karena ada perkataan saya yang tidak mengenakkan :bash:

saya menghilang karena ingin memantau keadaan
saya ingin melihat respon dari para member forum
dan ingin tahu lebih jauh tentang pembangunan ini
pada postingan saya sebelumnya saya cenderung mengangkan hal2 negatif dari pembangunan proyek MISI ini, itu murni pandangan saya
setelah saya lihat tanggapan dari para sesepuh disini
saya kecewa, jujur tanggapan yang ingin saya lihat adalah
pembenaran atau adanya info2 terbaru tentang pembangunan MISI
seperti postingan "pecinta surabaya" di atas yg mengeluh tidak dapat kabar sama sekali tentang pembangunan ini dari media apapun

kepada "OPTX", anda jangan menyalahkan "Ebek21"
saya hanya mengutip postingan beliau yang negatif
tetapi saya tidak mengutip postingan beliau yang bersifat positif
jadi murni kesalahan saya karna saya akui tindakan saya seperti menghasut
saya rasa anda sudah baca semua postingan2 beliau :) :) :)

saya ingin bertanya kepada forum ....
pembangunan MISI ini sudah dimulai, saya melihat kendaraan proyek keluar masuk di daerah saya di Desa Pernajuh, proyek pembuatan dam sudah mulai berjalan, jalan di sekitar desa mulai di tinggikan
namun pertanyaan saya, mengapa saya sama sekali tidak melihat adanya plang pembangunan proyek yang menyatakan ini proyek apa, kontraktornya siapa dll ??? saya tanya pekerja di sana dan salah seorang yang terlihat mandor, mereka tidak mau menjawab ????? ada yang bisa memberi jawaban?

maaf jika saya belum bisa melampirkan bukti otentik seperti foto atau hasil rekaman saya ketika bertanya kepada pekerja di sana, terimakasih .. :)

sbyctzn
July 27th, 2010, 02:25 AM
^^
biasa lah bro, namanya juga proyek swasta, privasi mereka pasti dijaga betul tidak asal main publikasi.
Anda kok tau di lokasi yang anda sebutkan itu adalah lokasi proyek Misi?
Akan lebih baik jika anda tetap memantau dan merespon di thread ini.

ronidecor2
July 27th, 2010, 09:20 AM
kalo dengan berita ini gimana? jauh ga dengan lokasinya? ada hubungannya ga? CMIIW


Soal Ganti Rugi, Warga Protes Petroleum
Selasa, 27 Juli 2010 | 11:30 WIB
BANGKALAN – Puluhan warga Desa Sambiyan dan Cangkaremen, Kecamatan Konang, Senin (26/7), menggelar unjuk rasa di pertigaan jalan desa. Mereka menuntut ganji rugi yang pantas untuk rumah yang retak akibat eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) oleh SPE Petroleum Ltd di Sumur Dolang-dolang II, Desa Sen Asen, Kecamatan Konang.

Warga melihat ada perbedaan nilai ganti rugi antara desanya dengan desa lainnya. Warga mendesak SPE Petroleum supaya membayar ganti rugi yang sama dengan warga desa lainnya. “Kami menuntut dibayarkan ganti rugi yang setimpal dengan kerusakan rumah yang diderita warga,” kata koordinator lapangan aksi, Bairi, Senin (26/7).

Warga menilai pihak SPE Petroleum tidak memberikan ganti rugi yang pantas pada warga yang rumahnya retak-retak. Rumah yang rusak ini diberi ganti rugi berkisar antara Rp 25 ribu hingga Rp 60 ribu. “Ganti rugi puluhan ribu itu sangat kecil, tidak mungkin bisa digunakan untuk memperbaiki rumah yang retak akibat kegiatan eksplorasi migas,,’’ ungkapnya.

Dia membandingkan ganti rugi di desa lainnya seperti Desa Tlokoh, Kecamatan Kokop, yang rumah warga juga retak-retak dan diberi ganti rugi antara Rp 500 ribu – Rp 11 juta. Menurut Bairi, di esa sambiyan terdaoat 38 rumah retak dan 7 rumah retak di Desa Cangkareman. Jalan desa juga bergelombang dan berlubang. “Jalan desa rusak karena dilewati alat-alat berat Petroleum, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan. Ini sudah jelas mengganggu transportasi di desa ini,” ungkapnya. kas

pecinta_surabaya
July 27th, 2010, 11:20 AM
Tp emang jujur saya ga pernah dengar kabar ttg pembangunan madura lagi di koran maupun televisi..
Mungkin babarok bisa bantuin posting foto..
Thanks..

:D :D :D

babarok
July 27th, 2010, 02:57 PM
Standar Project berdasarkan mas ku yg enggan dipublikasikan adalah sbb:
1. Adanya dokumen AMDAL & perizinan lingkungan sesuai UU no.32/tahun 2009 sebagai dokumen pendukung untuk mengantisipasi dampak lingkungan yang timbul terkait project, entah itu dampak sosekbud, lingkungan udara, air, tanah & flora fauna disana...termasuk SDM setempat
2. Adanya bentuk sosialisasi ke Masyarakat, terkait dampak Project, untuk menghindari kecemburuan sosial dan munculnya "CALO-CALO" tanah yang tidak pada tempatnya...the wrong man in the right place..
3. Setiap project wajib memasang Papan Nama Project terkait izin Pemda setempat dan unsur legalitas Project terkait
4. Setiap project wajib memasang Sign/Rambu keselamatan terkait Pematuhan UU tentang KKK (Keselamatan & Kesehatan Kerja) thn.1970 & melengkapi pekerjanya dengan PPE (Personal Protection Equipment)
5. Berdasarkan Peta BPMIGAS, wilayah dalam pointer "merah" tersebut banyak terdapat potensi "GAS", dan kedalaman laut dilokasi tsb apakah layak atau tidak untuk dibuat Pelabuhan???
6. Untuk sebuah "Big Project" minimal diadakan sebuah acara ceremonial dengan mengundang Tokoh Masyarakat setempat, Pemda terkait, & warga agar diketahui keberadaannya untuk kepentingan masyarakat setempat & bukan kucing-kucingan :)
7. Jika terjadi Accident atau Incident seperti di Lapindo Brantas, lantas siapa yg bertanggung jawab???? Kontraktor Pelaksana & Papan NAMAnya saja TIDAK ADA???

Apa Kata Dunia??? Apa Kata Akhirat???

Mohon disikapi dengan baik & bijak. Salam :)

OPTX
July 27th, 2010, 03:20 PM
----

sbyctzn
July 27th, 2010, 08:12 PM
@babarok:
jika seperti itu kondisinya, kemungkinan besar ada deal antara bupati dan investor yang masih melindungi privasi pengembangan wilayah misi itu.
Mungkhn anda sebagai warga bangkalan mempunyai hak untuk mengklarifikasi ke bupati bangkalan lewat dewan.
Kita juga tidak tau, bisa saja bupati masih melindungi agar tidak terlalu terpublikasi agar pengembangan bisa terlindungi dari pihak2 yang merugikan seperti calo2 tanah atau pihak merugikan lain, atau bisa juga ada maksud lain dari bupati.
Saya yakin kok setiap kegiatan yang dilakukan lamicitra di rencana misi ini diketahui bupati bangkalan.
Saya tau mungkin situasi seperti ini menjadi sebuah hal yang baru di Madura, dan sebuah hal yang baru untuk menuju kebaikan tidak luput dari penentangan maupun kritik, yang terpenting kita bisa mengawal suatu hal yang baru tersebut agar bisa bermanfaat bagi kemajuan hidup kita, jadi kita sikapi secara bijak sudut pandang lain atas apa yang diupayakan lamicitra, jika tidak kapan madura bisa berkembang? Kalau suatu hal yang baru itu secara mentah2 kita tolak tanpa menyikapinya dengan lebih bijak dari sudut pandang lain?

Oh ya saya senang anda yang merupakan warga asli yang bisa aktif di forum ini, sehingga bisa mengawal proyek ini, mungkin akan sangat berharga dan lebih baik jika anda ikut menyumbang gambar kondisi terkini lokasi.

babarok
July 31st, 2010, 08:32 PM
maaf saya baru sempat mengupload foto
ini beberapa foto yang menunjukkan bahwa proyek sudah mulai berjalan

jalan sudah diperlebar dan ditinggikan, gapura putih merupakan jalan masuk menuju rumah saya desa pernajuh
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs111.ash2/38876_148984471782207_100000119661180_484369_6892400_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs207.snc4/38684_148983771782277_100000119661180_484368_1589000_n.jpg

beberapa empang penduduk yang sudah diuruk dan diratakan dengan tanah
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs116.ash2/39122_148988755115112_100000119661180_484384_514208_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs177.snc4/38193_148985851782069_100000119661180_484377_7336847_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs203.snc4/38487_148969458450375_100000119661180_484262_5109840_n.jpg

kendaraan proyek yang lalu-lalang dan membuat penduduk resah karena jalan socah yang merupakan satu2nya akses menuju puskesmas socah menjadi rusak berat :ohno:
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs185.snc4/37591_148980148449306_100000119661180_484327_6877377_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs268.snc4/39746_148979458449375_100000119661180_484322_3846001_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs198.snc4/38253_148969088450412_100000119661180_484261_8178194_n.jpg

pembangunan dam sudah dimulai, jelas sekali empang menjadi tertutup padahal mayoritas empang yang ada, kepemilikannya masih milik penduduk (tanah belum dibeli oleh pemilik proyek) :ohno:
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs236.snc4/39156_148988028448518_100000119661180_484383_3948134_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs177.snc4/38179_148986968448624_100000119661180_484379_3170087_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs220.snc4/39320_148982801782374_100000119661180_484366_3041817_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs086.ash2/37660_148982298449091_100000119661180_484354_2949979_n.jpg
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs099.ash2/38309_148981808449140_100000119661180_484338_130016_n.jpg

dan jangan lupa hal ini
Standar Project berdasarkan mas ku yg enggan dipublikasikan adalah sbb:
1. Adanya dokumen AMDAL & perizinan lingkungan sesuai UU no.32/tahun 2009 sebagai dokumen pendukung untuk mengantisipasi dampak lingkungan yang timbul terkait project, entah itu dampak sosekbud, lingkungan udara, air, tanah & flora fauna disana...termasuk SDM setempat
2. Adanya bentuk sosialisasi ke Masyarakat, terkait dampak Project, untuk menghindari kecemburuan sosial dan munculnya "CALO-CALO" tanah yang tidak pada tempatnya...the wrong man in the right place..
3. Setiap project wajib memasang Papan Nama Project terkait izin Pemda setempat dan unsur legalitas Project terkait
4. Setiap project wajib memasang Sign/Rambu keselamatan terkait Pematuhan UU tentang KKK (Keselamatan & Kesehatan Kerja) thn.1970 & melengkapi pekerjanya dengan PPE (Personal Protection Equipment)
5. Berdasarkan Peta BPMIGAS, wilayah dalam pointer "merah" tersebut banyak terdapat potensi "GAS", dan kedalaman laut dilokasi tsb apakah layak atau tidak untuk dibuat Pelabuhan???
6. Untuk sebuah "Big Project" minimal diadakan sebuah acara ceremonial dengan mengundang Tokoh Masyarakat setempat, Pemda terkait, & warga agar diketahui keberadaannya untuk kepentingan masyarakat setempat & bukan kucing-kucingan :)
7. Jika terjadi Accident atau Incident seperti di Lapindo Brantas, lantas siapa yg bertanggung jawab???? Kontraktor Pelaksana & Papan NAMAnya saja TIDAK ADA???

Apa Kata Dunia??? Apa Kata Akhirat???

Mohon disikapi dengan baik & bijak. Salam :)

dari berbagai sudut jelas tidak ditemukan adanya penampakan plang papan pelaksanaan proyek

atas perhatiannya terima kasih :)

sbyctzn
August 1st, 2010, 06:01 AM
^^
thanks babarok atas pictnya, kontribusi anda sebagai warga yang berdomisili di sekitar proyek akan sangat bernilai.
Kita berdiskusi dengan baik disini, soalnya banyak berkumpul orang hebat disini, sehingga diharapkan kita bisa bertukar pikiran dan membuka wawasan anda untuk mewakili masyarakat sekitar anda.
Harapannya agar Madura bisa maju.

branjang_gawang
September 20th, 2010, 09:34 AM
Salam Kenal bagi semua member forum ini. Saya sudah sejak lama mencari forum yang khususnya membahas masalah proyek ini. Sama halnya dengan "babarok", saya juga salah satu warga kawasan tersebut.
Saya awali dengan post pertama saya ini, selanjutnya akan saya sharing berbagai info tentang proyek ini menurut sepengetahuan saya.

Terima Kasih :cheers:

gussinyo
September 22nd, 2010, 11:44 AM
=edit=

OPTX
November 5th, 2010, 06:42 AM
Lamicitra Siap Bangun Madura

Izin Dikantongi, Studi Teknik Berlangsung

SURABAYA - PT Lamicitra Nusantara Tbk (LAMI), melalui anak perusahaannya PT Madura Industrial Seaport (MIS), serius menggarap kawasan industri dan pelabuhan di Bangkalan, Madura. Saat ini izin lokasi seluas 1.000 hektar telah dikantongi, Studi Analisa Dampak Lingkungan (Amdal), dan Feasibility Study (FS) sudah selesai.

Hal itu diungkapkan Priyo Setiabudi, Direktur Utama PT Lamicitra Nusantara Tbk, ketika ditemui di Gedung Grahadi, Surabaya, kemarin. “Saat ini juga sedang dikerjakan studi teknik oleh konsultan asing yang kami tunjuk. Setelah studi teknik ini selesai akan diketahui besarnya investasi yang akan ditanamkan,” kata Priyo.

Ia menjelaskan, di kawasan itu nantinya akan dibangun kawasan industri, properti komersial, dan pelabuhan di Socah, Bangkalan. “Yang segera dimulai adalah pembangunan pelabuhan internasional di Socah, Bangkalan,” tambahnya.

Ia memperkirakan, total investasi untuk membangun di Bangkalan ini diperkirakan mencapai USD 2,7-3 miliar. Jumlah itu di luar anggaran Pemprov Jatim sebesar Rp 300 miliar untuk membangun jalan di kawasan itu dengan lebar 40 meter. “Pemprov Jatim yang membangun infrastruktur menuju pelabuhan,” kata Priyo.

Dari hasil studi, lanjut dia, kedalaman Pantai Socah mencapai 16 meter, sehinga dinilai cukup dalam untuk ukuran pelabuhan berkelas internasional yang hanya butuh 14 meter.”“ Selain itu, letak Pelabuhan Socah di laut bebas sehingga cukup dalam dan arus laut tidak membawa lumpur,” tambah dia.

Di tempat sama, Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan pembangunan pelabuhan di Socah harus dikerjakan lebih awal. Ini karena Pelabuhan Tanjung Perak saat ini sudah cukup padat. Dampaknya, kegiatan bongkar muat menjadi cukup lama karena harus antre mendapatkan layanan.

Selain itu, kata Soekarwo, kedalaman lautnya juga hanya 9 meter atau jauh dibawah target sebagai pelabuhan internasional. Itupun didasarnya masih ada pipa gas milik Kodeco dengan panjang satu kilometer sehingga mengganggu pelayaran.

“Pelabuhan Socah nantinya menjadi pelabuhan barang. Di sana ada terminal petikemas, pergudangan, dan sarana bongkar muat lainnya. Diharapkan nantinya bongkar muat lebih cepat selesai. Misalnya hanya dua hari, tidak 4,5 hari seperti di Tanjung Perak sekarang ini,” kata Soekarwo.

Dari Radarsby.com 4 Nov 2010

Ampelio
November 6th, 2010, 12:24 AM
WOW... this project is already materialized! ...this is for real :okay:

nick_1212
January 6th, 2011, 03:24 PM
sudah lama pelabuhan madura ini ga ada kabar...
ini ada kabar manis lagi meskipun gw ga yakin bakal direalisasi dalam waktu dekat 2-3 tahun ini.


Thu, 06/01/2011
Pelabuhan Rp 10 Triliun dibangun di Madura
Infrastructure


Kementerian Pekerjaan Umum segera merealisasikan pelabuhan internasional Tanjung Bulu dan Tanjung Bumi, di Bangkalan Madura dengan investasi Rp 10 triliun untuk mendukung penyediaan infrastruktur di wilayah itu.

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak mengatakan rencana pengembangan pelabuhan tersebut untuk memaksimalkan pengoperasian jembatan Suramadu. Selain itu untuk mengurangi kepadatan dan volume arus bongkar muat kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.

Dia menilai pembangunan pelabuhan internasional itu mendesak direalisasikan, karena Pelabuhan Tanjung Perak yang berkapasitas 1,3 juta TEU's per tahun saat ini dinilai sudah terlalu padat tingkat kegiatannya dan semakin dangkal.

Kedalaman Pelabuhan Tanjung Perak saat ini hanya 9 meter, sehingga menyulitkan kapal besar yang ingin berlabuh, padahal potensi penggunaannya masih sangat besar.

"Pembangunan pelabuhan itu mendesak diadakan guna mendukung penyediaan infrastruktur di wilayah itu, rencananya tahun ini mulai direalisasikan," katanya.

Hermanto menuturkan rencananya pelabuhan internasional itu akan dibangun dengan kedalaman 12 meter yang akan didukung dengan pembangunan jalan tol sebagai akses dari Tanjung Bumi ke jembatan Suramadu sepanjang 27 km.

Pihaknya juga mengharap dukungan pihak ketiga untuk bersama-sama membangun Pulau Madura secara keseluruhan meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Daerah-daerah tersebut sangat potensial untuk dibangun kawasan industri yang masih terkait dengan pelabuhan.

taken from http://www.tender-indonesia.com

baru tau kalau mau dibangun tol 27 km juga disana..
tapi uang 10 T itu dari mana ya kira2?

branjang_gawang
April 2nd, 2011, 09:15 AM
waw, udah lama banget nih gak ada berita, sampe2 lupa yg mau sharing informasi. Oiya , mengenai gambar yg diupload sama mas "babarok", klo diliat sih ada pengurugan di

akses jalan menuju kesana (mungkin orang luar ngeliat nya gitu) padahal pengurugan itu tidak ada koordinasi sama sekali, terutama pada warga sekitar yg berdomisili

disana. Dulu nya jalan itu beraspal bagus (yah walaupun gak semulus di Sby, tapi bisa buat ngebut lah, hahahah), tapi akibat "kegiatan" itu banyak sekali yg dirugikan

misalnya:
1. Yang udah keliatan mata, jalan jadi ancur banget yang buat tukang delman gak ada yg lewat lagi disana. Padahal transportasi warga masih pake delman. Bahkan saya

pernah melihat roda delman nya patah akibat jalan yg berlobang.
2. Bagi warga sangat tidak nyaman sekali untuk kemana-mana ngeliat jalan yg seperti itu.
3. Bagi petani tambak (sori klo salah nyebut istilahnya, hehehe) pengurugan itu sangat merugikan. Bayangkan saja, mereka yang mengandalkan pasang surut air untuk

memasukkan ikan ke tambak nya, eh malah ditutup akses jalan airnya oleh pengurugan itu.
4. Dan yang paling parah lagi, semua kegiatan yang dilakukan tanpa seijin dan musyawarah dengan seluruh warga sekitar. Bahkan terkesan warga di "intimidasi" untuk tidak

berbuat apa-apa karena mereka menempatkan beberapa tukang pukul di pos mereka.

Tapi saya dapet kabar terbaru, kegiatan pengurugan itu berhenti karena oknum yang melakukan itu kehabisan dana sampai-sampai ada asetnya yang disita oleh bank. Dan

emang ketika saya pulang kesana sudah tidak ada hilir mudik truk-truk berukuran besar yang membawa urugan, dan memang seharusnya truk tersebut tidak layak melewati

jalan yang bukan kelasnya. (Allah SWT memang tidak pernah tidur dan mendengarkan doa orang2 yang teraniaya, karena memang disana daerah yang sangat religius).

Masalah studi AMDAL yang katanya selesai, saya kok meragukan yah mengenai hal itu. Masalahnya studi yang dilakukan hanya berupa selebaran kertas yg ditempelkan mengenai

AMDAL itu sendiri (saya ada capture an pengumumannya, masih saya carikan file nya tuh, heheheh). Yang cukup janggal sih, emang ada yah studi AMDAL yang dibatasi "hanya"

dalam jangka kurun waktu sebulan....? Saya sih emang kurang paham mengenai itu, tapi mungkin temen2 forum bisa memberikan pencerahan, hehehheh

gussinyo
May 9th, 2011, 06:47 AM
Jalan ke Pelabuhan Socah Madura dikebut
Online: Kamis, 05 Mei 2011 | 14:41 wib ET

Gentur Prihantono Sanjoyo Putro


Jatim terus kebut pembangunan JLSSURABAYA, kabarbisnis.com: Pembangunan Pelabuhan Socah di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ditargetkan Gubernur Jatim sudah bisa dioperasikan pada 2013. Untuk mengejar target itu, kini proyek pembangunan jalan dari Jembatan Suramadu menuju Pelabuhan Socah sudah mulai digarap dan diperkirakan menelan dana Rp75 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jawa Timur, Gentur Prihantono Sanjoyo Putro, mengatakan, akses jalan sepanjang 18 kilometer itu kini telah dialokasikan pendanaannya dari APBN 2011. Pengalokasian itu ditargetkan akan terus dibiayai sampai proyek pembangunan jalan tuntas.

Dengan adanya Pelabuhan Socah, akan sangat membantu mengatasi kejenuhan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Pembangunan pelabuhan yang dibangun oleh pihak swasta itu terus dikebut, termsuk pengerukan sedimentasi di Tanjung Bulu Pandan agar kedalaman kolam di dermaga pelabuhan bisa mencapai 19 meter.

Pembangunan pelabuhan yang berlokasi di sisi utara Kota Surabaya, di seberang Selat Madura ini juga dibantu oleh perusahaan asal China yang akan menanamkan investasinya. Salah satunya adalah China Harbour Engineering Company (CHEC), yakni badan usaha milik Pemerintah China.

CHEC merupakan divisi internasional dari China Communications Construction Company. Di China, CHEC membangun proyek pelabuhan, jalan, bangunan gedung, terowongan, dan kereta api. Selain dibangun pelabuhan, di kawasan Socah, juga akan dibangun kawasan industri oleh Madura Industrial Seaport City (MICI). MICI adalah anak perusahaan dari PT Lamicitra Nusantara Tbk.

"Pembangunan jalan Suramadu-Pelabuhan Socah ini digarap untuk mendukung penyelesaian proyek pembangunan kawasan pelabuhan dan industri Madura (MICI) di Bangkalan yang nilai investasinya mencapai Rp 3,7 triliun," ujarnya.

Dengan bantuan investasi dari pengusaha China, diperkirakan dalam 30-40 tahun ke depan investasi mereka di Pelabuhan Socah sudah kembali. Setelah itu, Pelabuhan Socah dapat diambil alih oleh Pemerintah Indonesia. kbc7

OPTX
June 2nd, 2011, 08:59 PM
----------

OPTX
June 2nd, 2011, 09:00 PM
China Bangun Pelabuhan Peti Kemas Internasional Di Madura

Kamis, 2 Juni 2011 16:07 wib

MADURA - Perlahan tapi pasti, satu-persatu perusahaan asing mulai melirik kawasan Madura pascaberoperasinya Jembatan Suramadu dua tahun yang lalu. China Harbor Engineering Company (CHEC) telah memilih Desa Pernajuh, Kecamatan Socah yang diproyeksikan sebagai Madura International Seaport-City (MIS-C).

CHEC, kontraktor internasional di bidang palabuhan peti kemas melirik Madura sebagai pelabuhan peti kemas bertaraf internasional. Perusahaan China yang pernah sukses membangun Macao Airport di atas laut pada tahun 1995 ini juga mengajak beberapa perusahaan untuk mendirikan kawasan industri sebagai sarana pendukung dari pelabuhan MIS-C itu sendiri.

Melihat semakin padatnya Pelabuhan Indonesia (pelindo) III Tanjung Perak - Surabaya, Pemerintah Indonesia melalui Provinsi Jawa Timur (pemprov jatim) dan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bangkalan, menyambut baik niat CHEC.

Apresiasi Pemprov Jatim terhadap rencana pembangunan pelabuhan peti kemas MIS-C itu dibuktikan dengan disiapkannya dana sebesar Rp60 miliar yang sudah dianggarkan dalam APBD 2011.

Dana tersebut disediakan Pemprov Jatim untuk pembebasan lahan seluas 66 hektar untuk pembuatan jalan selebar 40 meter dengan panjang 16 km yang bermuara dari jalan akses Suramadu hingga pelabuhan MIS-C di Desa Pernajuh, Kecamatan Socah.

Sementara Pemkab Bangkalan sendiri telah menyediakan lahan seluas 700 hektar sebagai bentuk respon positif atas investasi pelabuhan peti kemas MIS-C yang dilakukan CHEC itu. Dari lahan seluas 700 hektar itu, 100 hektarnya di konsentrasikan untuk pembuatan pelabuhan MIS-C. Sedangkan 600 hektarnya sebagai sarana pendukung seperti kawasan industri, hotel dan pemukiman.

Kontraktor sekaligus investor lokal, Moh Yasin melalui perusahaannya, PT Lami Citra mengatakan, pihaknya telah melakukan pengurukan seluas 100 hektar di atas pantai untuk pembangunan pelabuhan MIS-C tersebut.

Moh Yasin juga menjelaskan, pihaknya masih menunggu Detail Engineering Design (DED) yang dalam waktu dekat ini sudah rampung. Setelah DED kelar, lanjut Moh Yasin, Society for Investigative Dermatology (SID) langsung digarap yang kemungkinan akan dimulai akhir tahun ini.

Tidak hanya pelabuhan peti kemas saja yang akan dibangun di Desa Pernajuh. Sisa lahan seluas 600 hektar itu nantinya juga akan dimaksimalkan sebagai sarana pendukung seperti pembangunan industri, hotel beserta pemukiman untuk para pekerja industri.

Hingga saat ini, berdasarkan pantuan Moh Yasin, pihak CHEC tengah menggodok proses Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemprov Jatim dalam hal ini Pemerintah Indonesia.

Salah satu isi dari MoU itu adalah membahas government to goverment atau disingkat G to G. Moh Yasin menambahkan, dalam G to G itu membahas masa kontrak dengan pemerintah Indonesia. “Apakah setelah berjalan 30 tahun atau 40 tahun proyek tersebut akan dikembalikan kepada pemerintah Indonesia. Itu masih dalam penggodokan antara kedua belah pihak,” ungkap Yasin.

Maka dari itu, lanjutnya, perbaikan jalan di Desa Morkepek, Kecamatan Labang dan pembuatan jalan baru menuju MIS-C sepanjang 16 km akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Selain pembangunan pelabuhan peti kemas MIS-C, Pemprov Jatim dan Pemkab Bangkalan bersama Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) juga tengah mengupayakan pembangunan rest area sebagai pusat relokasi PKL, pendirian SPBU, musola, dan museum.

http://economy.okezone.com/read/2011/06/02/320/463854/china-bangun-pelabuhan-peti-kemas-internasional-di-madura

ardimusica
August 11th, 2011, 08:42 AM
Kedepan dengan adanya seaport ni madura pasti rame..,dan sekalian galangan di sby ataupun industri ntar kedepan dipindah ke madura aja..aku kira ntar akan meningkatkan perekonomian madura , di surabaya cukup main officenya..,mengingatkan akan singapore dan batam..dimana industri serta galangan di singapore di pindah ke batam..sorry OOT:D

milktea
August 28th, 2011, 12:18 PM
Ada update berita ga nih?

Herbandhu
March 6th, 2012, 06:56 AM
Ini lokasinya sebetulnya dimana sih .. Mau update bingung lokasinya ??

milktea
June 6th, 2012, 09:28 AM
Ini lokasinya sebetulnya dimana sih .. Mau update bingung lokasinya ??


Ini yg pegang masih Lamicitra pak laksmono k?

anno_malay
June 9th, 2012, 07:26 AM
hmmmm...koq foto di page 1 jadi lady gaga topless
:ohno:

David-80
June 9th, 2012, 01:54 PM
udah saya delete gambar lady gaga nya, tinypic sepertinya error.

Cheers