View Full Version : [Indonesia] Aviation and Airport Thread PART VIII
GARUDA 777 December 30th, 2009, 01:26 PM ^^
Sukurrrr!!! Gw ngakak membacanya dan salut berat pada RI yg dengan berani telah menendang ketujuh orang tersebut, juga pada 2 penerbangan sebelumnya. Sudah lama gw ENEG banget lihat orang2 yg sok tau pada masih hidup2in HP di pesawat. Yg lebih ekstrem lagi pernah bulan Agustus 2008 sudah mengudara ada yg memakai HP nya untuk menulis2 text sms. Memang sih mungkin sedang flight mode atau apalah, tapi gw melirik kok dia menulis pesan minta dijemput sebentar lagi (waktu itu memang sudah mau landing di Ngurah Rai).
Pada penerbangan pulangnya sempat ngobrol dengan crew ketika saya membeli die-cast GA di belakang, kata mereka: memang begitu, mas, kita juga takut menegur, suka galakan mereka daripada kita, mereka suka bilang kalo mereka itu pejabat. Gw bilang, hajar aja mbak & mas, emang kalo bapak pejabat berarti satu pesawat ini udah pengen mati sama2? Eh pada ketawa deh mereka. Hrrrggghhh, gemes berat gw emang ama nih orang2, yg notabene bahkan bapak2 lo yg sering gw temui. Gw paling males ingetin orang yg udah bangkotan.
Yah, mudah2an bisa segera diterapkan oleh seluruh penerbangan domestik, SQ saja galak banget lo perkara ini.
magali December 30th, 2009, 02:01 PM ^^
Sukurrrr!!! Gw ngakak membacanya dan salut berat pada RI yg dengan berani telah menendang ketujuh orang tersebut, juga pada 2 penerbangan sebelumnya. Sudah lama gw ENEG banget lihat orang2 yg sok tau pada masih hidup2in HP di pesawat. Yg lebih ekstrem lagi pernah bulan Agustus 2008 sudah mengudara ada yg memakai HP nya untuk menulis2 text sms. Memang sih mungkin sedang flight mode atau apalah, tapi gw melirik kok dia menulis pesan minta dijemput sebentar lagi (waktu itu memang sudah mau landing di Ngurah Rai).
---------------
memang susah mengingatkan akan pentingnya keselamatan bersama, seperti kejadian sewaktu pulang dari balikpapan, saat pilot mengumumkan bahwa pesawat akan mendarat di bandara manado penumpang disamping saya langsung menyalakan handphone.
kemudia saya tegur, minta dimatikan dan langsung dijawab "kok ribut? pilotnya aja gak keberatan! :bash:. tapi saya tidak mau kalah, saya terus minta sampai kemudian dia matikan.
Chris_Lyantto December 30th, 2009, 02:24 PM ^^ sebaiknya dilaporkan aja ke FA nya.. salut buat mandala... saya juga pernah melihat FA mandala menegur dengan tegas sampai 2x seorang bapak yg masih menggunakan HP meskipun waktu itu pintu pesawat belum tertutup... waktu itu tujuan saya ke BPN berangkat dari Jog.
teguran pertama tidak ditanggapi, teguran kedua langsung direspon oleh penumpang tersebut dengan wajah tunduk dan malu... sebab banyak penumpang lain yg melihat dia...
pribadi saya lgsng kagum dengan FA tadi yg dengan tegas dan berani menegor :lovethem:
Kopassus December 30th, 2009, 03:29 PM Selasa, 29 Desember 2009
Dirgantara Indonesia Ekspor Pesawat ke Korsel
http://media.vivanews.com/images/2009/12/29/82524_pt_dirgantara_indonesia__di__ekspor_pesawat_ke_korea_selatan.jpg
Viva News - Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan pesawat CN 235 di hanggar PT.Dirgantara Indonesia (DI), Bandung, Jawa Barat, Senin (28/12). Sebanyak empat pesawat yang dipesan dengan harga US$ 94,5 juta tersebut, akan dirampungkan pembuatan tahap pertamanya untuk diekspor ke Korea Selatan pada Januari 2010.
Good news! So that means after the first (12 CN235-110) and second (8 CN235-220) batch, they have ordered a third batch of 4 CN235-220?
If this picture is a recent one, the NC212s on the background have to be the new NC212-400 ordered by Merpati and Airfast.....
GARUDA 777 December 30th, 2009, 06:54 PM kemudia saya tegur, minta dimatikan dan langsung dijawab "kok ribut? pilotnya aja gak keberatan! :bash:. tapi saya tidak mau kalah, saya terus minta sampai kemudian dia matikan.
Nah itulah maksudnya, orang2 gak ada otak itu pada ngeyel, pilot lah dibawa2, udah tau dari awal dibilang akan mengganggu navigasib, berarti pilot melarang kan? Dasar otak di dengkul! Suruh naik getek aja :D
Go Ahead Eagles January 1st, 2010, 09:14 PM 2-3 Januari 2010, Mandala Tambah 720 Kursi
JAKARTA, KOMPAS.com — Sampai awal tahun depan, Mandala Airlines terus kebanjiran order untuk menerbangkan penumpang. Karena pada 2-3 Januari 2010, Mandala berencana menambah empat penerbangan ekstra dengan 720 kapasitas kursi ke Surabaya dan Denpasar.
Head of Corporate Communication Mandala Trisia Megawati KD menyebut, penerbangan tambahan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi permintaan tiket yang masih tinggi ke dua kota tersebut. “Tambahan tersebut diharapkan dapat mencukupi permintaan masyarakat selama libur Tahun Baru”, kata Trisia, Rabu (30/12/2009).
Sebelumnya, Mandala menawarkan tambahan 4.320 kursi dengan 24 penerbangan ekstra selama tujuh hari untuk periode 24 Desember 2009 sampai 1 Januari 2010 untuk rute-rute Jakarta, Surabaya, dan Denpasar. “Dengan adanya penambahan pada awal tahun mendatang, selama Natal dan Tahun Baru Mandala menyediakan 28 extra flights dengan total 5,040 kursi tambahan”, tandasnya.
Sekadar informasi, selama periode cuti bersama dan libur Natal pada 23-27 Desember, Mandala mencatat rata-rata tingkat isian atau load factor sebesar 92 persen. Bahkan, rute-rute tertentu, seperti Surabaya, Kupang, Denpasar, Batam, Pekanbaru, Balikpapan, Bengkulu, Banjarmasin, Semarang dan Jogjakarta, load factor tercatat lebih dari 99 persen.
Sementara itu, dalam pembukuan tiket pada periode libur Tahun Baru, Trisia mencatat rute terpadat terjadi untuk tujuan Yogyakarta, Balikpapan, Denpasar, Batam, Banjarmasin, Pekanbaru, dan Surabaya dengan load factor di atas 94 persen. (Gentur Putro Jati/Kontan)
Sizter85 January 2nd, 2010, 12:00 PM Rencana Perluasan Adisucipto
Indoflyer, 1/2/2010 11:53:40 AM
Yogyakarta - Angkasa Pura I (AP I) berencana mempeluas bandara Adisucipto, Yogyakarta dari yang seluas 7,800 m2 menjadi 18,000 m2. Dengan perluasan tersebut daya tampung akan meningkat menjadi 2,5 juta penumpang dibandingkan saat ini yang berkisar sebanyak 1 juta penumpang per tahun.
Bahkan dengan daya tampung sebesar 2,5 juta penumpang masih dirasakan sangat kurang mengingat arus penumpang mencapai 3 juta penumpang per tahun. Ini disebabkan bandara Adisucipto tidak hanya melayani untuk penumpang asal Yogyakarta saja melainkan dari kota-kota sekitarnya seperti Solo, Purwokerto, Magelang, dan Klaten.Menurut Manajer Operasional AP I, Halendra, pada bulan Januari 2010 akan segera melakukan tender untuk mengerjakan proyek ini yang akan memakan anggaran Rp.160 milyar.
Selain AP I, Departemen Perhubungan juga akan memperbaiki fasilitas bandara Adisucipto yaitu menambah panjang landas pacu dari 2,200 m menjadi 2,500 m dan menambah daya tampung areal parkir dari delapan menjadi sepuluh pesawat. Berbeda dengan rencana AP I, biaya untuk pembangunannya tidak dari tender melainkan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). (SS)
ruperdo January 2nd, 2010, 05:38 PM Bad News. :ohno:
Pelebaran Bandara Tertunda
Terkendala Pembebasan Lahan
Rencana pelebaran Bandara Sultan Thaha Jambi tertunda. Beberapa aspek menghalangi niat PT Angkasa Pura itu. Salah satunya pembebasan lahan. Pembebasan lahan Bandara Sultan Thaha Jambi menjadi permasalahan yang belum terpecahkan. Hingga saat ini, proses pembebasan lahan yang beberapa waktu lalu masih digarap oleh para petani sekitar bandara, belum juga kelar. PT Angkasa Pura pun mengeluhkan persoalan pelik itu.
Saat kunjungan kerja Komisi V DPR RI kemarin (10/12), Kepala PT Angkasa Pura Basuki Mardianto langsung membeberkan persoalan yang mereka hadapi ke hadapan para wakil rakyat tersebut.
Menurut Basuki, persoalan yang tengah dihadapi pihaknya antara lain dari masalah pembebasan lahan, proses tender rekanan, hingga kurangnya suntikan dana. Malah dia berharap ada bantuan pelebaran bandara dari dana APBN.
Masalah pembebasan lahan PT Angkasa Pura lagi-lagi terkendala pembiayaan ganti rugi. Saat ini petani bandara diberi ganti rugi senilai Rp 3 juta per KK. Nilai itu dirasa kurang bagi petani, sehingga petani tak mau melepas lahan mereka, meskipun lahan yang digunakan petani milik Angkasa Pura.
Sementara pelebaran bandara merupakan kebutuhan yang tak bisa ditunda lagi. Apa pun masalahnya, bandara kebanggaan Jambi itu harus dipugar, dirombak, dan diperlebar. Alasannya, banyak kelemahan yang harus segera ditutupi.
Mardianto sempat pula membeberkan kepada anggota DPR RI soal kelemahan-kelemahan Bandara Sultan Thaha, misalnya lahan parkir. Saat ini lahan parkir pesawat sangat sempit, berbahaya bagi pesawat-pesawat yang mendarat di Jambi.
Ideal lebar lahan itu mestinya 34,10 meter. Sedangkan yang ada sekarang, 30 meter. “Itu artinya sayap kanan dan kiri pesawat keluar dari lebar landasan. Jarak antara parkir pesawat dengan ruang tunggu bandara juga sangat dekat,” bebernya.
Selain itu, pihak Angkasa Pura masih dihadapkan kendala-kendala teknis lain, yaitu kurangnya pasokan listrik. Selama ini aktivitas bandara mengandalkan energi listrik yang disalurkan PT PLN. Sementara beberapa waktu terakhir, sering kali terjadi memadamkan listrik yang mengganggu aktivitas di bandara.
Tak hanya itu, kelemahan bandara yang lain, landasan pacu sangat sempit dan pendek. Sistem keamanan kurang dan ruang kedatangan dan keberangkatan terlalu sempit. Saking banyak kelemahan yang dimiliki Bandara Sultan Thaha Jambi, bandara ini belum layak disandingkan dengan bandara bertaraf nasional di daerah lain.
Anggota Komisi V DPRD RI Nuzirwan angkat bicara atas keluhan yang disampaikan PT Angkasa Pura Jambi tersebut. Dia menyarankan, sebaiknya PT Angkasa Pura lebih fokus pada pembebasan lahan. Setelah itu baru pada tahap pembangunan.
“Selain itu, pembangunan juga harus disesuaikan dengan tata ruang kota. Pihak Angkasa Pura mesti bekerja sama dengan Pemprov dan Pemkot dalam menanggulangi hal itu,” beber Nuzirwan.
Anggota DPR RI Riswan Antoni juga sependapat. Katanya, pihak Angkasa Pura dan Pemprov jangan hanya mengharapkan dana dari APBN. Lebih baik memikirkan bagaimana mendatangkan investor untuk menamkan modal dalam pengembangan Bandara Sultan Thaha.
Eta, anggota DPR RI yang lain, malah meminta agar pihak Angkas Pura lebih intensif dalam hal keselamatan penerbangan terkait banyaknya kabut asap yang beberapa waktu lalu menyelimuti beberapa daerah, termasuk Jambi. “Sebaiknya ada penerbangan yang dijadwalkan pada malam hari,” ujarnya.
Nuzirwan sempat membocorkan rencana pengembangan bandara yang telah dirancang hingga 2012. Untuk pengembangan bandara 2009, membutuhkan dana sebesar Rp 109,999 miliar. Dana dialokasikan bagi pembangunan gedung terminal Rp 65 miliar, pelapisan ulang run way, taxi way, apron, dan penyempurnaan shoulder airstrip Rp 28,893 miliar.
Sedangkan biaya pembebasan lahan untuk penempatan approach light Rp 9,600 miliar, pemindahan dan penambahan lampu approach, top light, dan squence flashing di run way 31 Rp 2,400 miliar, penyempurnaan shoulder air strip Rp 4,106 miliar. “Dengan pengembangan ini kita bisa menerima penumpang 2.000 sampai 3.000 per hari. Biasanya kan hanya 500 sampai 1.000 penumpang per hari,” jelasnya.
Pengembangan 2010 membutuhkan dana sebesar Rp 68,159 miliar. Rinciannya, pembangunan gedung terminal (lanjutan) Rp 38,759 miliar, pembebasan lahan untuk approach light (lanjutan) Rp 12,900 miliar, dan pembuatan jalan inspeksi Rp 16,500 miliar.
Pada 2011 dana pengembangan sebesar Rp 152 miliar. Rinciannya, perpanjangan run way dari 2.220 meter menjadi 2.600 meter, termasuk over run shoulder dari RESA Rp 69 miliar. Pelebaran run way dari 30 menjadi 45 meter Rp 66 miliar. Pengadaan dan pemasangan ILS cat I Rp 17 miliar.
Sedangkan pada 2012, direncanakan anggaran yang bakal tersedot sebesar Rp 124,565 miliar. Rinciannya pembuatan apron Rp 98 miliar, pengadaan taxy way dan alpa dan bravo Rp 26,565 miliar. “Secara umum kita mendukung pembangunan Bandara Sultan Thaha Jambi,” ujar Ketua Komisi V DPR RI Muhidin.(*)
paradyto January 3rd, 2010, 03:05 PM Sebuah contoh baik yang di lakukan oleh crew maskapai mandala demi penengakan perbangan yang aman sesuai dgn standard keselamatan internasional. Dan ini sebaiknya di ikuti oleh semua crew maskapai lain dalam menghadapi situasi yang bisa membahayakan keselamatan penerbangan.
Good Job Mandala Crews http://smiley.soloaja.com/index_files/a46.gif (http://soloaja.com/)
Mandala Turunkan Paksa 7 Penumpang
Akibatnya penerbangan Mandala rute Pekanbaru-Batam terlambat.
Rabu, 30 Desember 2009
http://media.vivanews.com/thumbs2/2008/10/31/57458_mandala_300_225.jpg
VIVAnews - Penerbangan Mandala RI 103 dengan rute penerbangan Pekanbaru-Batam pukul 11.55 WIB dengan 179 penumpang hari ini terpaksa mengalami keterlambatan penerbangan.
Maskapai terpaksa menurunkan tujuh penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, setelah penumpang tersebut melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan dan penumpang yang lain.
Keterangan tertulis Mandala Airlines yang diterima VIVAnews, Rabu 30 Desember 2009 menyebutkan, seluruh penumpang sudah melakukan proses boarding, dan pada saat pesawat sudah bergerak menuju landasan pacu, seorang penumpang masih menggunakan telepon genggam karena salah seorang kerabatnya tertinggal dalam penerbangan tersebut.
Pramugari Mandala sudah beberapa kali mengingatkan untuk mematikan telepon genggam, namun penumpang tersebut beserta rombongannya yang berjumlah tujuh orang tidak menggubris tetapi justru melepaskan sabuk pengaman serta menggedor-gedor ruang kokpit dan meminta pesawat kembali menjemput kerabat yang tertinggal.
“Tindakan mereka sangat membahayakan keselamatan penumpang yang lain dan juga pesawat. Pramugari sudah meminta dengan baik-baik agar penumpang tersebut tidak menggunakan telepon genggam di dalam pesawat, namun yang terjadi mereka semakin marah dan menggedor-gedor ruang kokpit dan meminta pesawat untuk kembali,” ujar Head of Corporate Communication Mandala Airlines, Trisia Megawati.
Trisia menambahkan bahwa tindakan mereka sudah melanggar UU No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan mengenai menjaga keselamatan dan keamanan dalam pesawat udara selama penerbangan.
Sebelumnya Mandala sudah menurunkan penumpang karena menggunakan telepon genggam di dalam pesawat di Jogjakarta dan Medan.
Saat ini, penumpang ditangani oleh pihak keamanan bandara Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru yang selanjutnya akan diserahkan pada pihak kepolisian.
Bahayakan Keselamatan, Mandala Usir Tujuh Penumpang
Rabu, 30 Desember 2009 | 14:41 WIB
Laporan wartawan Persda Network Hendra Gunawan
JAKARTA, KOMPAS.com — Awak pesawat maskapai Mandala Airlines mengusir tujuh penumpang pesawatnya yang akan terbang di Bandara Sultan Syarief Kasim II, Pekanbaru, Rabu (30/12/2009).
Tujuh orang tersebut dianggap melakukan tindakan yang membahayakan penerbangan dan penumpang lain. Departemen Perhubungan pun menyatakan apresiasinya terhadap tindakan tersebut.
Dalam keterangan persnya, Head Corporate Communication Mandala Trisia Megawati mengatakan, penerbangan Mandala RI 103 dengan rute penerbangan Pekanbaru-Batam pukul 11.55 dengan 179 penumpang terpaksa delay karena kericuhan tersebut.
Menurutnya, semua penumpang sudah melakukan proses boarding, dan pada saat pesawat sudah bergerak menuju landasan pacu, seorang penumpang masih menggunakan telepon genggam karena salah seorang kerabatnya tertinggal dalam penerbangan tersebut.
Pramugari Mandala sudah beberapa kali mengingatkan untuk mematikan telepon genggam, tetapi penumpang tersebut beserta rombongannya yang berjumlah tujuh orang tidak menggubris, tetapi justru melepaskan sabuk pengaman serta menggedor-gedor ruang kokpit dan meminta pesawat untuk kembali menjemput kerabat yang tertinggal.
"Tindakan mereka sangat membahayakan keselamatan penumpang yang lain dan juga pesawat. Pramugari sudah meminta dengan baik-baik agar penumpang tersebut tidak menggunakan telepon genggam di dalam pesawat, tetapi yang terjadi mereka semakin marah dan menggedor-gedor ruang kokpit dan meminta pesawat untuk kembali," ujar Trisia Megawati.
Trisia menambahkan bahwa tindakan mereka sudah melanggar UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan mengenai menjaga keselamatan dan keamanan dalam pesawat udara selama penerbangan.
Sebelumnya, Mandala sudah menurunkan penumpang karena menggunakan telepon genggam di dalam pesawat di Yogyakarta dan Medan. Saat ini, penumpang ditangani oleh pihak keamanan Bandara Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru yang selanjutnya akan diserahkan kepada pihak kepolisian.
Kepala Pusat Komunikasi Dephub Bambang supriyadi Ervan menyatakan apresiasinya kepada tindakan para awak kabin Mandala tersebut. "Tindakan mereka sudah benar. Penumpang tersebut harus ditindak tegas," tandas Bambang.
Menurutnya, tindakan penumpang tersebut sudah melanggar ketentuan di atas kabin pesawat dan bisa mengganggu keselamatan penerbangan. "Menggedor-gedor pesawat itu sudah menjadi perbuatan tak lazim yang sangat mengganggu. Itu di luar batas yang diterima di atas pesawat dan termasuk pelanggaran serius," tuturnya.
Persda Network Hendra Gunawan
Editor: Edj
netsurfe January 3rd, 2010, 03:42 PM ^^
Topik itu udah diposting tuh di halaman sebelum.
Ocean One January 4th, 2010, 07:28 AM Bandara Sumarorong Dibangun 2010
Minggu, 3 Januari 2010
Mamuju (ANTARA News) - Pembangunan Bandara Sumarorong di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat akan dimulai pada tahun ini, kata Gubernur Sulbar, H. Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Minggu.
Menurutnya, pembangunan bandara di wilayah pegunungan Mamasa itu telah mendapat respon positif dari Menteri Perhubungan, Freddy Numberi, saat menghadiri acara pembukaan Sidang Raya Gereja yang dilaksanakan di wilayah Mamasa waktu lalu.
"Pak Fredy sudah menjanjikan untuk mengucurkan dana pembangunan bandara yang akan ditempatkan di daerah kecamatan Sumarorong," kata dia.
Ia menuturkan, kegiatan sidang raya di Mamasa waktu itu memiliki makna yang tak ternilai, lantaran pesawat yang ditumpangi rombongan Fredy salah mendarat akibat tak ada bandara yang represhentatif, sehingga saat itu juga langsung direspon untuk segera dibangun bandara.
"Gara-gara salah mendarat di Mamasa, Pak Fredy langsung terobsesi untuk segera membangun bandara udara tahun ini," ucapnya.
Dikatakannya, pembangunan bandara di wilayah itu juga dimaksudkan untuk mempermuda para calon investor masuk ke wilayah itu, mengingat potensi wilayah daerah Mamasa cukup melimpah namun belum tergarap dengan memadai.
"Saya yakin hadirnya bandara itu akan berdampak positip bagi pembangunan di kabupaten Mamasa, apalagi dengan akan rampungnya pembangunan akses jalan transportasi darat yang menghubungkan daerah Toraja (Sulsel)," tuturnya.
Ocean One January 4th, 2010, 07:42 AM Tiket Ekspress Air Makassar-Wakatobi Laris Manis
Senin, 4 Januari 2010
http://www.tribun-timur.com/photo/2008/08/7cfe00ae900e1709555c2fe9554bfc23.JPG
Pulau Hoga di Kabupaten Wakatobi
MAKASSAR, TRIBUN -- Tiket Ekspress Air Makassar-Wakatobi laris manis. Penerbangan Sabtu dan Minggu full seat, sementara tuk penerbangan Selasa besok tinggal tersisa satu tiket.
Jalur Makassar-Wakatobi, selain merupakan jalur bisnis dan sosial, juga merupakan jalur wisata ke salah satu kawasan wisata bawah laut terbaik di dunia di Pulau Hoga, dekat Pulau Wangiwangi di Kabupaten Wakatobi.
Ekspressair membuka penerbangan setiap hari selain hari Senin via Baubau di Kabupaten Buton.
Rute baru ini dibuka dua pekan terakhir dan langsung meledak. Selain karena tingginya kebutuhan, harga tiket juga menjadi faktor penting. Tiket Makasar-Wakaobi hanya Rp 550 ribu, sama dgn tiket Wanci-Kendari via Susi Air. Penerbangan dgn Susi Air sekarang tutup di rute tersebut.
Ekspress Air menggunakan pesawat berpenumpang 30-an orang. Penerbangan Makassar-Baubau ditempuh sekitar 45 menit, sedangkan Baubau-Wanci (ibu kota Wakatobi) hanya 20 menit. Cuaca sejauh ini sangat bagus.
Untuk ke Hoga, wisatawan tinggal menyewa speedboat menuju Hoga. Perjalanan ditempuh sekitar 15 menit.
Dengan penerbangan langsung Makassar-Wakatobi, isolasi Pulau Hoga mulai
terbuka. Sebelumnya, penerbangan langsung hanya dari Denpasar ke Tomia (salah satu pulau terdekat menuju Hoga), itu pun dengan pesawat carter yang biasanya hanya digandrungi turis asing karena faktor biaya.
Ocean One January 6th, 2010, 04:59 PM Surakarta Berharap Jalur Penerbangan Menuju Malaya Dibuka
Rabu, 06 Januari 2010
TEMPO Interaktif, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta saat ini tengah melakukan pembicaraan dengan Departemen Perhubungan untuk membuka jalur penerbangan langsung dari Solo menuju Malaya, salah satu negara bagian di Malaysia. Jika disetujui oleh Departemen Perhubungan, jalur tersebut akan ditawarkan kepada maskapai penerbangan yang berminat.
Menurut Kepala Badan Penanaman Modal Kota Surakarta, Benny Nurcahyo, pihaknya telah membicarakan peluang tersebut dengan kalangan pengusaha serta pemerintah di Malaya. “Potensi penumpang serta dampak positifnya cukup besar,” kata dia, Rabu (06/12).
Pembicaraan mengenai pembukaan jalur penerbangan tersebut berawal dari penyelenggaraan Central Java Invesment business Forum (CJIBF) yang diselenggarakan di Surakarta pada November tahun lalu. “Kita banyak berdiskusi dengan pengusaha maupun pemerintah dari luar negeri,” kata dia. Saat ini, menurutnya banyak pengusaha Indonesia yang menjalin kerjasama bisnis dengan pengusaha asal Malaya.
Selama ini, jalur penerbangan dari Solo ke Malaysia bari dibuka untuk bandara di Kota Kuala Lumpur. “Padahal untuk menuju Malaya masih harus menempuh perjalanan ratusan kilometer,” kata Benny. Karena itulah, pihaknya berharap agar ijin dibukanya jalur penerbangan langsung ke Malaya dapat segera disetujui.
Jika ijin dari Departemen Perhubungan turun, Pemerintah Kota Surakarta akan menawarkan kepada maskapai penerbangan yang berminat untuk mengisi jalur tersebut. “Kami yakin potensi penumpang cukup tinggi,” kata Benny. Terutama, penumpang dari kalangan pengusaha.
Dirinya berharap dampak dari pembukaan jalur penerbangan tersebut bisa berdampak pada meningkatnya investasi di Kota Surakarta. Sebab, selama ini banyak pengusaha asal Malaysia yang berminat dalam menanamkan modalnya ke Indonesia.
Ocean One January 6th, 2010, 05:01 PM Menhub Resmikan Pengoperasian ATR 72-500 Wings Air
Rabu, 6 Januari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/01/05/1757428p.jpg
Dok Wings Air
Pesawat ATR 72-500 Wings Air.
MANADO, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Rabu (6/1/2010) sore di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara meresmikan pengoperasian tiga pesawat ATR 72-500 milik Wings Air. Peresmian ditandai dengan memecahkan kendi di salah satu roda pesawat. Menhub juga meninjau salah satu pesawat buatan Perancis tersebut.
Peresmian dihadiri antara lain oleh Chairman Wings Air Rusdi Kirana, CEO ATR Stephani Meyer, Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundajang, Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Ketua dan beberapa anggota Komisi V DPR RI.
Freddy menyambut baik pengoperasian pesawat berbaling-baling dengan jumlah tempat duduk 72 kursi ini. “Pengoperasian pesawat ini sesuai dengan pola hub and spoke yang dianut oleh Pemerintah,” ujarnya.
Menhub mengharapkan pengoperasian pesawat ini menjadi solusi bagi pembukaan rute di daerah-daerah terpencil yang mempunyai bandara dengan landasan pacu pendek. Namun ia juga mengingatkan operatornya untuk menggunakan manajemen yang baik.
Menurut Rusdi Kirana, tiga pesawat itu akan ditempatkan masing-masing di Manado, Maluku dan Papua. Ia juga menyatakan akan menjadikan Manado sebagai hub, baik bagi Wings Air maupun bagi saudara tuanya yaitu Lion Air. “Penumpang-penumpang dari daerah yang diangkut Wings, selanjutnya bisa diangkut oleh Lion ke daerah yang lebih jauh,” ujarnya.
Tahap selanjutnya, tambah Rusdi, Lion Air akan membuka penerbangan ke Asia Timur seperti ke Jepang, Taiwan dan Korea melalui Manado.
Ocean One January 6th, 2010, 05:10 PM Rp 3,7 T untuk Pembangunan dan Perawatan Bandara 2010
Rabu, 6 Januari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/12/14/3616277p.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com - Departemen Perhubungan telah menyiapkan dana sebesar Rp 3,7 triliun untuk melakukan pembangunan bandara dan perawatan bandara di seluruh Indonesia. "Dana sebesar Rp 3,7 triliun ini adalah dana tahun anggaran," kata Direktur Kebandarudaraan Dephub, Ign Bambang Tjahjono di Jakarta.
Disebutkan Bambang, saat ini Dephub sedang melakukan pembangunan sejumlah bandara perintis di sejumlah tempat. Beberapa diantaranya akan memasuki proses finishing sehingga bisa segera dioperasikan atau bisa melayani penerbangan pesawat yang lebih besar lagi.
Salah satu yang sedang dalam pembangunan adalah bandara Mamuju, Sulawesi Barat. Bandara ini diperbesar agar mampu diterbangi oleh pesawat sejenis Boeing dan Airbus. "Selain itu kita tetap akan melaksanakan perawatan, seperti overlay runway (pengerasan landasan pacu)," jelasnya.
Memasuki masa liberalisasi penerbangan, jelasnya, pemerintah juga akan menawarkan pembangunan bandara kepada pihak swasta. Meski demikian, jelasnya, Dephub baru menawarkan satu area untuk dijadikan bandara oleh pihak lain yaitu bandara internasional di
Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.
Dijelaskannya, dana pembangunan dan perawatan masih lebih besar lagi mengingat ada lagi pengelola bandara lain yaitu PT Angkasa Pura I dan II yang mengelola bandara-bandara di Indonesia.
Sementara itu Kepala Pusat Komunikasi Dephub, Bambang Supriyadi Ervan mengatakan tahun ini sektor transportasi akan mengelola dana sebesar Rp 15,8 triliun. Dana tersebut menurun dibanding tahun 2009 yaitu Rp 16,7 triliun.
Ocean One January 6th, 2010, 05:26 PM Penumpang Udara Domestik Mencapai 39 Juta
Rabu, 6 Januari 2010
MANADO, KOMPAS.com - Penumpang angkutan udara domestik tahun 2009 yang saat ini telah tercatat oleh Departemen Perhubungan mencapai 39,29 juta penumpang. Sedangkan jumlah penumpang internasional mencapai 4,37 juta penumpang. Dari jumlah tersebut, Lion Air tercatat sebagai maskapai nasional yang mampu mengangkut penumpang domestik paling banyak yaitu lebih dari 15 juta penumpang. Demikian diungkapkan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, Rabu (6/1/2010) sore di Manado, Sulawesi Utara.
Menurut Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti, jumlah penumpang domestik dan internasional tahun 2009 itu masih dimungkinkan bertambah. “Ada data yang belum masuk. Jumlah penumpang domestik diperkirakan bisa mencapai lebih dari 41 juta,” ujarnya.
Jika angka 41 juta itu benar tercapai, menurut Herry, berarti target pertumbuhan 10 persen dari tahun 2008 tercapai. Tahun 2008 lalu, jumlah penumpang domestik mencapai 37,5 juta. Di tahun 2010 ini, Dephub tetap menargetkan pertumbuhan penumpang sebesar 10 persen.
Lion Air tertinggi
Pertumbuhan tinggi juga dialami oleh Lion air. Pasalnya, pada tahun 2008 mereka hanya mengangkut 9,147 juta penumpang domestik. Dengan demikian, pertumbuhan tahun 2009 mencapai lebih dari 50 persen. Pertumbuhan ini seiring dengan peningkatan jumlah armada maskapai ini. Hingga bulan Desember 2009, mereka telah mengoperasikan 45 pesawat untuk rute domestik. Termasuk 30 pesawat Boeing 737-900ER.
Ocean One January 6th, 2010, 06:02 PM Penumpang Garuda dari Timika Dialihkan ke Merpati
Selasa, 5 Januari 2010
http://img.antara.co.id/stockphotos/peristiwa/garuda150709-2.jpg
Timika (ANTARA News) - Menyusul keputusan direksi PT Garuda Indonesia untuk menutup sementara rute penerbangan ke Timika, Papua, sebanyak 20 orang calon penumpang yang sedianya akan berangkat ke Denpasar dan Jakarta pada Rabu (6/1) dialihkan ke maskapai Merpati Nusantara.
"Kami masih berkoordinasi dengan pihak Merpati agar penumpang yang akan berangkat ke Denpasar dan Jakarta besok diusahakan diberangkatkan lewat Makassar," kata Agung Suprapto selaku Kepala Cabang PT Garuda Indonesia di Timika, Selasa.
Agung mengatakan, sesuai surat dari Direktur Operasional PT Garuda Indonesia, rute penerbangan pesawat Garuda Indonesia dari Jakarta-Denpasar-Timika-Jayapura atau sebaliknya akan dialihkan ke rute Jakarta-Denpasar-Biak-Jayapura dan sebaliknya terhitung sejak Selasa malam.
"Mulai malam ini ada perubahan rute penerbangan pesawat Garuda. Perubahan rute tersebut berlaku mulai hari ini 5 Januari hingga batas waktu yang belum ditentukan karena keterbatasan bahan bakar di Bandara Timika," jelas Agung.
Ia mengakui pada Senin (4/1) malam pihaknya menerima surat tertulis dari Kepala Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika, Subagyo Hadijan yang memberitahukan bahwa persediaan bahan bakar avtur untuk pesawat Garuda sudah normal sebanyak 9 ribu liter.
Meski demikian, kata Agung, manajemen Garuda Indonesia telah memutuskan untuk menghentikan layanan penerbangan ke Timika hingga batas waktu yang belum ditentukan mengacu pada surat pemberitahuan PT AVCO selaku pengelola Bandara Timika pada Minggu (3/1).
Ketua Sementara DPRD Mimika, Trifena Tinal mengaku prihatin dengan keputusan pihak maskapai Garuda Indonesia yang menghentikan sementara penerbangan ke Timika.
Trifena berharap maskapai milik pemerintah itu mengubah keputusannya dengan mempertimbangkan kepentingan masyarakat di Timika.
"Kita sangat berharap Garuda tetap membuka layanan penerbangan ke Timika mengingat maskapai penerbangan yang beroperasi di Timika selama ini cuma Garuda dan Merpati," katanya.
Ia juga berharap, pihak Garuda Indonesia dan PT Freeport Indonesia selaku pemilik Bandara Internasional Mozes Kilangin Timika bisa menyelesaikan dengan baik miskomunikasi yang terjadi sebelumnya.
"Kami percaya kedua belah pihak dapat menyelesaikan secara baik permasalahan ini sehingga masyarakat Timika selaku pengguna jasa Garuda bisa mendapatkan kemudahan untuk bepergian ke luar daerah," kata Trifena.
Sebagaimana pantauan ANTARA, Selasa, aktivitas penjualan tiket Garuda di counter Garuda Jalan Budi Utomo dan sejumlah agen di kota Timika terlihat sepi menyusul merebaknya informasi penutupan rute penerbangan pesawat Garuda dari dan ke Timika.
Salah seorang petugas di Kantor Cabang PT Garuda Indonesia di Timika mengatakan sejumlah calon penumpang datang ke kantornya untuk mengecek kepastian jadwal penerbangan mereka.
GARUDA 777 January 7th, 2010, 02:15 AM Surakarta Berharap Jalur Penerbangan Menuju Malaya Dibuka
Rabu, 06 Januari 2010
??? Aneh, kok Malaya??? Emang ada Malaya di Malaysia??? Maksudnya Melaka kali gak???
paradyto January 9th, 2010, 01:59 PM Riau airlines closes down Pekanbaru-Jakarta route
Saturday, January 9, 2010 16:47 WIB | National
Pekanbaru (ANTARA News) - Riau Airlines company (RAL) has closed down its Pekanbaru-Jakarta route after suffering continual losses in the competition with other airlines flying the same route.
"Our Pekanbaru-Jakarta route has been closed since January 6, 2010," the company`s spokesman, Teguh Trianto, said here on Saturday.
He said RAL opened its Pekanbaru-Jakarta route in December 2008 when Samudra Sukardi was its president director.
The brother of former State Enterprises Minister Laksamana Sukardi at the time decided to open the Pekanbaru-Jakarta route with two Avro RJ-100 aircraft with a capacity of 108 seats each.
For its future business, Teguh Trianto said, RAL would focus on its commercial flight services in Sumatra island, and it recently opened a new route to Jambi.
"In the near future, we will open a new route to Palembang," he said, adding the routes in Sumatra island were more prospective than the Pekanbaru-Jakarta route.
RAL now had seven aircraft, namely two RJ-100 and five Fokker-50 planes.
"We have closed down the Pekanbaru-Jakarta route until we have bigger airplanes," Teguh Trianto said.(*)
tata January 9th, 2010, 03:01 PM Ada yang tau rencana pengembangan T3 Soekarno-Hatta kapan lagi?
typhoonbringer January 9th, 2010, 09:10 PM wah banyak good news, ada kabar ekspansi PT DI nda?
Ocean One January 10th, 2010, 05:50 PM Minggu, 10/01/2010
Cuaca Buruk, Merpati Tujuan Makassar-Jayapura Delay 7 Jam 30 Menit.
http://www.detiknews.com/images/content/2010/01/10/10/merpati-dalam.jpg
Detik News, Jakarta - Sebanyak 134 penumpang pesawat Merpati tujuan Makassar-Jayapura mengalami penundaan keberangkatan selama 7 jam 30 menit, dikarenakan cuaca buruk. Seharusnya para penumpang tersebut sudah meninggalkan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 01.30 Wita dini hari tadi (10/1/2010), namun kabar yang diterima penumpang pihak Merpati akan memberangkatkan pesawatnya pada pukul 09.00 Wita nanti.
Menurut GM Merpati Region Makassar, Donny Rurut yang dihubungi detikcom, pihak Merpati tidak berani memberangkatkan pesawatnya dengan kondisi mesin pesawat yang tidak fit, sementara cuaca di wilayah Makassar dan sekitar sangat ekstrim. "Kami sudah berusaha memberi pengertian pada seluruh penumpang kami tentang kondisi cuaca buruk yang bisa mengancam keselamatan penerbangan, namun ada beberapa penumpang tidak mau tahu dan tetap menunggu di Bandara," pungkas Donny.
Pihak Merpati sendiri sudah menginapkan para penumpangnya di sejumlah hotel transit di sekitar Bandara. Beberapa penumpang di antaranya memilih tetap berdiam di Ruang Tunggu Bandara. Selain itu, pihak Merpati juga memilih mengistirahatkan pesawat sebelumnya, yakni Merpati MZ 766, dengan mendatangkan pesawat yang baru dari Jakarta.
Ocean One January 10th, 2010, 05:57 PM January 10, 2010
Domestic Airlines Call for Indonesian Airports to Run '24/7' to Help Keep Neighboring Rivals at Bay
http://thejakartaglobe.com/media/images/large/20100110204609037.jpg
Jakarta’s Soekarno-Hatta International Airport is one of only two in Indonesia operating 24 hours day. The other is Ngurah Rai in Bali.
JakartaGlobe, Jakarta - The country’s 27 international airports should operate 24 hours a day, seven days a week, to boost the airline industry ahead of the full implementation of the Asean “open sky” policy in 2015, an airline association official said over the weekend.
Tengku Burhanuddin, secretary general of the Indonesia National Air Carriers Association, said the country’s biggest hubs must be prepared to operate 24 hours a day. “That way we can make the most of our local airlines,” he said.
The Asean open sky agreement took effect in December 2008 and is being implemented gradually until 2015. It will allow airlines from all 10 Asean member countries to fly to any destination within the region.
Currently, Tengku said, Jakarta’s Soekarno-Hatta International Airport and Bali’s Ngurah Rai International Airport were the only ones that operated 24 hours a day. “It’s such a shame because several other airports also have a market if they open for 24 hours,” he said.
Those airports, he said, included Medan’s Polonia, Makassar’s Sultan Hasanuddin, and Surabaya’s Juanda airports. These, along with Jakarta and Bali, made up the country’s main air transport hubs, according to the Transportation Ministry.
Herry Bhakti Singayuda, director general of civil aviation at the ministry, said there was an existing plan to maximize the operation of the country’s major airports. The ministry, he said, was evaluating the five airports in an effort to improve their performance as major hubs.
“Several sea ports are open 24 hours,” Herry said. “Gradually, the ministry will also test-run these airports.”
Dudi Sudibyo, a Jakarta-based aviation expert, said human resources needed to be improved before the government could operate airports 24 hours a day.
“The most important thing is service. So the question is whether we have competent people to work at night and can still give customers the best service or not,” Dudi said.
He added that if Indonesia wanted to prepare for the open-sky policy, the airport workers must improve their English.
“It's a small factor that often gets overlooked,” he said, adding that workers proficient in English were required because most international flights arrive and depart at night.
Eko Roesni, secretary general of aviation watchdog People for Indonesia Air Transportation, said airport facilities also must be improved. “How can airports operate 24 hours a day if blackouts still happen?” he said.
Tulus Pranowo, operational and technical director of state airport operator PT Angkasa Pura II, noted that the private sector was permitted to be involved in the operation of an airport, in accordance with the 2009 aviation law.
“We welcome any private sector organization that wants to be involved in improving our airports,” he said.
In December, Transportation Minister Freddy Numberi asked his Asean counterparts for a delay of at least six months before the country began full participation in the open-sky policy because the domestic industry was not ready.
tollfreak January 11th, 2010, 09:01 AM Emirates to launch double-daily services to Jakarta
Posted: 10-01-2010 , 10:19 GMT
Emirates airline will advance its existing operation to Jakarta with the introduction of a double-daily service, effective 1st March 2010.
Presently, Emirates operates 11 flights a week to the Indonesian capital city.
The three additional flights will be operated on Tuesday, Thursday and Friday, using the Boeing 777 family of technologically-advanced aircraft in two-class configurations. The expansion will introduce over 2600 seats per week.
The growth in services follows the recent launch of an additional flight in December 2009, underscoring the increased economic and cultural ties between the UAE and Indonesia.
Senior Vice President, Commercial Operations Far East and Australasia, Mr. Richard Jewsbury noted: “Emirates is grateful to the Indonesian regulatory authorities for their continuing support. Indonesia is one of our most important markets in the region and we look forward to serving the country’s growing demand for air travel services.
“Indonesia is gaining popularity among Middle East travellers, demonstrated by a 20% annual growth in arrivals from the region. On its part the government has taken several steps to promote inbound tourism including visa on arrival for travellers from many Gulf countries. Also, several thousand Indonesians live and work in Dubai and require air transport to visit their homeland.
“In the reverse direction, Indonesian corporate travellers seek connectivity to key commercial centres in Europe, the Americas, Africa and Middle East to advance their trade. Emirates’ additional services will cater to this rising demand on the Dubai-Jakarta-Dubai sectors.”
Emirates recently announced an expansion in Europe bringing its network in the continent to 25 gateways. The Dubai-based airline will launch daily flights to Amsterdam (1st May), Prague (1st July) and Madrid (1st August) offering more opportunities to Indonesian businesses.
Indonesian exports of textiles, leather products, fruit, fish, medical and computer equipment will benefit from the increased access to global markets. Likewise, imports of chemicals, cosmetics, machine parts and foodstuff will receive a boost as cargo-carrying capacity escalates by 27 % to 233 tonnes per week per direction.
A winner of more than 400 international awards, Emirates operates one of the aviation world’s youngest, most environmentally-friendly and technologically advanced-fleet of 143 aircraft. Its rapidly-expanding network spans 101 cities in 62 countries in Europe, North America, South America, the Middle East, Africa, the Indian subcontinent and Asia Pacific.
Sizter85 January 11th, 2010, 03:22 PM Angin Kencang di Bandara Adi Sutjipto, Garuda Dialihkan ke Cengkareng
Didit Tri Kertapati - detikNews
Jakarta - Angin kencang yang berhembus di bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta membuat pesawat Garuda Indonesia yang hendak mendarat dialihkan ke Bandara Soekarno Hatta. Penerbangan lain pun ikut mengalami penundaan.
"Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 255 dari Denpasar menuju Yogyakarta yang seharusnya mendarat di Yogya, karena angin kencang dialihkan ke Cengkareng," ujar Manajer Operasi PT Angkasa Pura I Bandara Adi Sutjipto, Halendra, kepada detikcom, Senin (11/1/2010).
Halendra menambahkan, kecepatan angin tadi pada pukul 18.40 WIB mencapai 50 knot/jam. Normalnya, kata Halendra, kecepatan angin antara 5-10 knot/jam. "Ini sangat berbahaya," terangnya.
Menurut Halendra, pesawat Garuda tersebut seharusnya mendarat di Bandara Adi Sutjipto pada pukul 18.50 WIB. Hingga pukul 20.00 WIB pesawat masih dalam perjalanan menuju Cengkareng.
Setelah mendarat Soekarno-Hatta, nantinya pesawat tersebut akan kembali ke Yogyakarta jika tekanan angin sudah membaik.
Akibat kejadian ini, kata Mahendra, penerbangan pesawat Garuda dan Mandala yang hendak ke Bali juga tertunda. "Pesawat Mandala nomor penerbangan 579 dari Yogya menuju ke Bali tertahan 20 menit dan baru berangkat pukul 19.55 WIB," sebutnya.
Ocean One January 11th, 2010, 03:37 PM Batavia Air Terbang ke Waingapu dan Maumere
Senin, 11 Januari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/06/03/1746057p.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com - Batavia Air, Rabu (6/1/2010) melakukan penerbangan perdana dengan menggunakan pesawat Boeing 737 tujuan Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Pesawat dengan nomor penerbangan 7P-755 ini bertolak dari Jakarta pada pukul 05.00 WIB dan transit terlebih dahulu di Surabaya, Denpasar dan Kupang sebelum mendarat di Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu pada pukul 12.45 WIT.
Keesokan harinya tanggal 7 Januari 2010, Batavia Air juga melakukan penerbangan perdana ke Maumere, Nusa Tenggara Timur. Penerbangan ke Waingapu akan dioperasikan setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu. Sedangkan penerbangan ke Maumere setiap hari Selasa, Kamis, Jumat dan Minggu.
“Waingapu dan Maumere merupakan daerah yang kaya dengan hasil alam. Hal ini masih memerlukan dukungan dari semua pihak dalam mengembangkan daerah tersebut. Komitmen kami dalam menjembatani kota-kota di Indonesia menjadi alasan lain pembukaan rute ke Waingapu dan Maumere” kata Eddy Haryanto, Public Relations Manager Batavia Air dalam siaran persnya kepada Kompas.com (Senin (11/1/2010).
Penerbangan perdana ke Waingapu dan Maumere dipimpin langsung oleh Direktur Niaga H. Pandiangan dan didampingi oleh Public Relations Manager Eddy Haryanto.
Batavia Air saat ini mengoperasikan lebih dari 160 penerbangan setiap harinya dan melayani 37 kota tujuan di seluruh Indonesia, serta Guangzhou (China), Kuching (Malaysia) dan Singapura. Batavia Air mempunyai 37 armada pesawat yang terdiri dari Boeing 737-200, Boeing 737-300, Boeing 737-400, Airbus A-319, Airbus A-320 dan Airbus A330.
GARUDA 777 January 11th, 2010, 04:34 PM Pesawat dengan nomor penerbangan 7P-755 ini bertolak dari Jakarta pada pukul 05.00 WIB dan transit terlebih dahulu di Surabaya, Denpasar dan Kupang sebelum mendarat di Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu pada pukul 12.45 WIT.
Gak kurang banyak tuh transitnya? Benar2 dimaksimalisasikan. :nuts:
gussinyo January 12th, 2010, 06:25 AM bagus tuh, buka rute yg belum familier
Ocean One January 12th, 2010, 04:00 PM Agen Perjalanan Dibatasi Masuk Bandara Selaparang Mataram
Selasa, 12 Januari 2010
TEMPO Interaktif, Mataram - Mulai Januari 2010 ini, tidak semua agen perjalanan boleh keluar masuk ruang check in penumpang di Bandara Selaparang, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Alasannya, pas bandara hanya diberikan kepada agen perjalanan yang memiliki usaha dan konter di lingkungan bandara saja.
Pembatasan ini diberlakukan agar tidak terjadi kepadatan dalam bandara tersebut. Untuk agen perjalanan yang membantu check in tamunya, harus menggunakan kartu tamu yang saat ini biayanya sekali masuk Rp 10 ribu.
Pemberlakuan pembatasan pemberian pas bandara tersebut sebenarnya dilakukan berdasarkan surat edaran Direksi PT Angkasa Pura I Nomor : 19 Tahun 2005 tentang Tata Cara Penggunaan Pas. ’’Yang diberikan pas bandara hanya yang punya usaha di dalam,’’ ujar Manajer Operasional PT Angkasa Pura I di Bandara Selaparang Ishak Worabai kepada Tempo yang melakukan konfirmasi, Selasa (12/1).
Sebelumnya, Sekretaris DPD Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Nusa Tenggara Barat Agus Mulyadi menjelaskan adanya keresahan puluhan anggotanya yang tidak memiliki konter atau usaha dalam bandara. Mereka hanya memiliki pas bandara namun tidak lagi dapat memperpanjang tahun ini. ’’Hari ini kami bersurat mempertanyakan kebijakan baru tersebut,’’ kata Agus kepada Tempo, Selasa (12/1) pagi.
Menurut Agus, jika setiap masuk ruang check in dibelakukan sekali bayar walaupun biayanya Rp 10 ribu dirasakan memberatkan. Sebab, tamu agen perjalanan yang diurus check in tidak bersamaan kedatangannya. ’’Mobilitasnya tinggi,’’ ucapnya.
Dikawatirkan, apabila agen perjalanan tidak memiliki pas bandara bisa diduga sebagai calo tiket yang berkeliaran. Tetapi Ishak Worabai mengatakan, rencananya untuk yang berkepentingan masuk ke ruang check in selain calon penumpang akan diberikan pas tamu yang tidak lagi dipungut bayaran. ’’Kartu tamu tidak dijual,’’ ujarnya.
Ocean One January 14th, 2010, 06:17 AM Laos dan Indonesia Jajaki Penerbangan Jakarta-Vientiane
Rabu, 13 Januari 2010
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia dan Laos menjajaki kemungkinan untuk membuka rute penerbangan langsung Jakarta-Vientiane, juru bicara Departemen Luar Negeri Indonesia, Tengku Faizasyah, mengatakan di Jakarta, Rabu.
"Menlu Marty Natalegawa dalam kunjungannya ke Laos pada 10-11 Januari lalu telah bertemu dengan presiden dan menlu Laos guna membahas kemungkinan dibukanya rute penerbangan langsung Jakarta-Vientiane, serta percepatan penyelesaian perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor biasa kedua negara," kata Faizasyah.
Dia menjelaskan, dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak setuju untuk melakukan berbagai upaya, guna meningkatkan kerjasama bilateral di berbagai bidang, termasuk bidang politik, keamanan, perdagangan dan pertanian.
Dalam kaitan ini, kata Faizasyah, kedua belah pihak memandang perlu ditingkatkannya saling kunjung di antara pejabat pemerintah kedua negara, kalangan bisnis, dan masyarakat pada umumnya.
Menlu Marty Natalegawa juga menyampaikan undangan kepada Deputi PM/Menlu Laos untuk menghadiri Joint Commission on Bilateral Cooperation Indonesia-Laos ke-3 yang akan diselenggarakan pada tahun 2010 di Yogyakarta.
Menlu RI juga menyampaikan selamat atas keberhasilan Laos dalam menyelenggarakan SEA Games XXV pada 9-18 Desember 2009.
Atas ucapan selamat tersebut, baik Presiden Choummaly Sayasone maupun DPM/Menlu Thongloun Sisoulith menyampaikan apresiasi atas dukungan Indonesia terhadap perkembangan olahraga di Laos.
Dukungan Indonesia dalam bentuk pengiriman pelatih pencak silat ke Laos telah membuahkan hasil dengan keberhasilan Laos meraih medali dalam SEA Games.
Laos juga menyampaikan selamat dan dukungannya kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah SEA Games XXVI pada tahun 2011.
GARUDA 777 January 14th, 2010, 09:58 AM Laos dan Indonesia Jajaki Penerbangan Jakarta-Vientiane
Kalo terwujud, mendingan jangan nonstop jalurnya, tetapi via Singapore/Bangkok/Ho Chi Minh atau negara2 lain yg mempunyai potensi penumpang dan cargo yang menjajikan, secara penerbangan ke Vientianne ini sepertinya kurang populer. Mungkin SilkAir dan AirAsia sepertinya sudah membuka jalur ke sini? Belum sempat ngecek.
Ocean One January 14th, 2010, 06:38 PM Lima Bandara Disiapkan untuk Open Sky
Kamis, 14 Januari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/02/04/134513p.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah menyiapkan lima bandar udara internasional di Indonesia untuk memasuki era baru liberalisasi penerbangan. Bandara-bandara tersebut akan dimasukkan dalam ratifikasi Open Sky yang pelaksanaannya dimulai pada 2015 mendatang.
Direktur Angkutan Udara Departemen Perhubungan Tri S Sunoko menyebutkan, lima bandara internasional tersebut adalah Soekarno-Hatta (Jakarta), Kualanamu (Medan), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Denpasar), dan Hasanuddin (Makassar).
Bandara Kualanamu saat ini sedang dalam pembangunan sebagai bandara yang cukup besar. Diperkirakan bandara ini akan dioperasikan pada awal semester dua 2010. "Bandara itu telah disiapkan untuk menjadi bandara dengan penerbangan unlimited (tanpa batas) baik di dalam negeri maupun internasional. Kalau bisa ya 24 jam terus beroperasi," kata Tri di Jakarta, Rabu (13/1/2010).
Sementara bandara-bandara lain, meskipun telah berstatus bandara internasional dan melayani penerbangan ke luar negeri, jelasnya, tetap bisa melayani penerbangan internasional, tetapi frekuensinya dibatasi.
_________________________________________________________________
Wow, bandara Kualanamu disiapkan sebagai bandara dengan penerbangan unlimited!, berarti akan sama dengan soehatta dong... ^^
gussinyo January 15th, 2010, 10:41 AM Kementerian Perhubungan Menetapkan Tujuh Bandara Kargo untuk ASEAN Open Sky Policy
JAKARTA. Kebijakan liberalisasi penerbangan atau ASEAN Open Sky Policy tidak hanya berlaku untuk pesawat penumpang, tetapi juga untuk pesawat kargo. Untuk itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan tujuh pelabuhan udara (bandara) internasional yang akan melayani hilir mudik pesawat kargo tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S Gumay menyebutkan tiga di antara tujuh bandara tersebut adalah Bandara Sam Ratulangi di Manado, Bandara Frans Kaisiepo di Biak, serta Bandara Hang Nadim di Batam, Kepulauan Riau.
"Sementara empat bandara yang lain, adalah sebgian bandara yang sudah kami tetapkan sebagai bandara open sky untuk pesawat penumpang," kata Herry, Jum'at (15/1).
Herry menjelaskan, satu bandara bisa ditetapkan pemerintah untuk dapat melayani open sky untuk pesawat penumpang sekaligus pesawat kargo.Seperti diberitakan KONTAN sebelumnya, Kemenhub telah menetapkan lima bandara yang akan melayani kebijakan open sky untuk pesawat penumpang. Kelimanya adalah Soekarno-Hatta di Jakarta, Kualanamu di Medan, Juanda di Surabaya, Ngurah Rai di Denpasar serta Hasanuddin di Makassar.
Ocean One January 15th, 2010, 06:41 PM Wings Air Buka Rute Baru ke Indonesia Timur
Jumat, 15 Januari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/01/05/1757428p.jpg
Pesawat ATR 72-500 Wings Air.
JAKARTA, KOMPAS.com — Maskapai Wings Air, yang berafiliasi dengan Lion Air, pada awal tahun 2010 telah menambah tiga armada baru ATR 72-500 yang pengoperasiannya diresmikan oleh Menteri Perhubungan Freddy Numberi.
"Dukungan bank internasional untuk membiayai pengadaan pesawat ATR 72-500 merupakan gambaran kepercayaan dunia internasional dalam hal investasi di negara Indonesia," kata Direktur Utama PT Lion Air Rusdi Kirana, Jumat (15/1/2010) di Jakarta.
Bersamaan dengan hal tersebut, mulai Januari 2010, Wings Air juga membuka dua rute baru di wilayah Indonesia timur yang akan dioperasikan oleh pesawat baru ATR 72-500 berkapasitas 72 kursi. Rute baru itu adalah Ambon-Manokwari (PP) dan Manado-Melangguane (PP).
Rute baru Ambon-Manokwari direncanakan akan beroperasi mulai 20 Januari 2010 setiap hari Senin, Selasa, Rabu, Jumat, dan Sabtu dengan frekuensi penerbangan sebanyak dua kali sehari. Sedangkan rute baru Manado-Melangguane mulai 22 Januari 2010 setiap hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu dengan frekuensi penerbangan dua kali sehari.
Di samping itu, pesawat baru ATR 72-500 juga akan melayani penambahan frekuensi penerbangan di beberapa rute lainnya, seperti ke Fakfak, Sorong, Ternate, Kaimana, Nabire, Jayapura, dan Ambon.
Pembukaan rute baru dan penambahan frekuensi penerbangan rute Wings Air yang sudah ada dengan menggunakan pesawat baru dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan, khususnya kenyamanan dan keamanan penerbangan, di samping mengembangkan pasar serta pangsa pasar Wings Air di wilayah Indonesia timur.
Ocean One January 15th, 2010, 07:32 PM Indonesia Belum Umumkan Sikap Soal "Open Sky"
Jumat, 15 Januari 2010
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia sampai saat ini belum mengumumkan sikapnya secara resmi terkait dengan liberalisasi penerbangan ASEAN atau yang dikenal dengan open sky policy mulai 2015.
"Kami belum `declare` (umumkan) secara resmi. Namun, drafnya sudah ada. Kalau tidak salah, akan dituangkan dalam SK Menhub akhir bulan ini," kata Dirjen Perhubungan Udara, Dephub, Herry Bakti menjawab pers usai Sholat Jumat di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.
Salah satu butir dalam drafnya itu, kata Herry, adalah penetapan lima bandara untuk liberalisasi penerbangan di ASEAN. Artinya, tidak semua Bandara internasional di Indonesia sebanyak 27 bandara akan dibuka.
Lima bandara itu yakni Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Kualanamu, belum operasi (Medan), Bandara Juanda (Surabaya), Bandara Ngurah Rai (Denpasar, Bali) dan Bandara Hasanuddin (Makassar).
Sementara itu, perjanjian regional lainnya juga masih berjalan. "Di luar lima bandara itu, maka untuk bandara lainnya akan diselesaikan dengan skema bilateral," katanya.
Menurut Herry, sikap dan kebijakan Indonesia dalam menyikapi liberalisasi penerbangan ASEAN mulai 2015 akan dibahas lagi dalam pertemuan tingkat pemimpin negara ASEAN di Vietnam pada April 2010.
"Selanjutnya, perjanjian dan komitmennya yang mengikat dalam liberalisasi penerbangan ASEAN itu akan dibahas dan dimatangkan lagi dalam Air Transport Meeting yang didahului dengan Senior Tranport Official Meeting (STOM),Oktober di Brunei Darussalam," katanya.
Akhir tahun lalu, Menteri Perhubungan Freddy Numberi meminta negara-negara ASEAN menunda pembicaraan dan kesepakatan kebijakan open sky sampai pertengahan dan akhir tahun ini.
Hal tersebut disampaikan pemerintah saat mengikuti sidang Asean Transport Meeting (ATM) ke-15 di Hanoi, Vietnam pada 10-11 Desember 2009.
Hambatan tarif
Saat ditanya, apakah saat open sky berlaku di Indonesia di tingkat ASEAN di lima bandara itu sudah benar-benar tidak ada lagi hambatan, Herry menegaskan, hambatannya masih ada yakni tarif.
"Soal tarif masih akan diatur dan mengikuti kaidah tertentu, seperti sesama anggota IATA (International Air Transport Association/IATA) ada kode etiknya," katanya.
Herry juga menambahkan, alasan mengapa Indonesia mengajukan lima bandara itu yang akan dibuka saat liberalisasi penerbangan ASEAN karena kelimanya dinilai paling siap.
"Prakteknya di lima Bandara itu, saat ini sudah mendekati liberalisasi penerbangan angkutan udara," katanya.
Ocean One January 18th, 2010, 10:30 AM Maret, Empat Maskapai Lagi Diharapkan Bisa Terbang ke Eropa
Minggu, 17 Januari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/10/24/0939216p.JPG
JAKARTA, KOMPAS.com - Regulator penerbangan Indonesia akan mengusulkan empat maskapai untuk dicabut dari pelarangan terbang ke Eropa oleh Komisi Uni Eropa. Keempat perusahaan penerbangan tersebut akan diusulkan pencabutannya dalam Sidang Majelis UE, Maret mendatang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti Singayudha Gumay, di Jakarta mengatakan, keempat maskapai tersebut adalah Lion Mentari Airlines (Lion Air), Batavia Air, Indonesia AirAsia, dan Travira Air. Meski demikian, Travira Air kemungkinan akan dicabut dari daftar usulan dengan alasan sebagian pesawat Travira masih ada yang belum memenuhi syarat keselamatan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
"Kemungkinan Travira akan diganti dengan maskapai lain yang lebih siap," kata Herry, belum lama ini. Herry mengungkapkan empat maskapai tersebut dipilih dari 23 maskapai dengan Air Operator Certificate (AOC) yang telah diresertifikasi. Penilaian dilakukan berdasarkan persyaratan aturan Annex 6 ICAO dan Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 121 dan 135 yaitu armada maskapai harus dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan modern seperti pintu tahan peluru, alat sensor anti tabrakan pesawat (TCAS), pendeteksi cuaca dan ketinggian (GPWS), alat sensor pegunungan, dan beberapa alat lain.
Lion Air dan Indonesia AirAsia dianggap memenuhi syarat tersebut karena saat ini armada mereka merupakan pesawat buatan pabrikan terbaru. Lion saat ini telah mengoperasikan Boeing 737-900 ER,sedangkan Indonesia AirAsia menyeragamkan armada dengan Airbus. Pesawat-pesawat jenis tersebut telah dibuat dengan sistem keselamatan yang cukup lengkap sesuai dengan Annex VI dan CASR.
Disebutkannya, nantinya seluruh pesawat terbang harus memenuhi Annex 6. Hal itu sangat dimungkinkan, karena pabrikan pesawat saat ini telah memproduksi safety equipment yang telah terpasang di pesawat produksi terbaru, sehingga tidak perlu dipasang lagi. Sementara armada lama, yang tidak terpasangi alat tersebut juga sudah mulai ditinggalkan oleh operator penerbangan, karena umumnya adalah pesawat tua yang diproduksi sebelum tahun 2000.
Maskapai sebelumnya yang telah lepas dari embargo penerbangan UE adalah Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Airfast dan Premi Air.
Ocean One January 18th, 2010, 10:31 AM Batavia Segera "Grounded" Boeing 737-200
Senin, 18 Januari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/03/28/234016p.JPG
JAKARTA, KOMPAS.com - Batavia Airlines segera menghentikan pengoperasian pesawat jenis Boeing 737-200 yang dimilikinya saat ini. Pesawat tersebut akan di-grounded untuk keperluan maskapai ini keluar dari daftar hitam pelarangan terbang Uni Eropa.
Deputi Direktur Safety Batavia Air, M Yamin mengatakan pihaknya segera melakukan face out Boeing 737-200 yang dioperasikannya. Pesawat yang pada masa Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal juga diminta untuk dihentikan pengoperasiannya, karena selain dianggap boros, pesawat ini juga sering mengalami kecelakaan. Kementerian Perhubungan juga telah meminta agar Batavia meng-grounded pesawat klasik tersebut.
"Pesawat ini diproyeksikan akan di-grounded dan kemungkinan akan dijual dan kami akan menggunakan pesawat yang lebih modern lagi," kata Yamin saat dihubungi di Jakarta belum lama ini. Namun demikian, karena operasi pesawat tersebut di daerah pedalaman Kalimantan dengan bandara yang memiliki runway cukup pendek maka butuh waktu untuk menggantinya.
Batavia, jelasnya telah memprogramkan untuk menggantinya dengan pesawat yang lebih kecil seperti propeller. Sedangkan untuk Boeing 737-300 yang jumlahnya 17 unit, menurut Yamin, masih ada tiga unit yang masih dalam proses dilengkapi alat keselamatan yang memenuhi syarat Annex 6 ICAO dan CASR 121. Alat-alat tersebut antara lain sensor anti tabrakan antar pesawat, pintu anti peluru, sensor pegunungan dan alat pendeteksi cuaca dan ketinggian.
"Proses pemasangan alat keselamatan ini akan selesai dalam Januari ini. Mudah-mudahan saat diaudit (oleh regulator) sudah selesai semua," ujarnya. Untuk memenuhi alat keselamatan di tiga pesawatnya, Batavia harus merogoh kocek sebesar 1 juta dollar AS.
Sedangkan armada Batavia yang lain sudah modern, tidak perlu alat keselamatan tambahan lagi karena fasilitas keselamatan tersebut sudah melekat sejak dibuat di pabriknya. Selain 17 unit Boeing 737-300, Batavia juga mengoperasikan 11 unit Boeing 737-400, dua unit Airbus A319, tujuh unit A320 dan dua unit A330.
Ocean One January 18th, 2010, 04:13 PM TKI Akan Lewat Jalur Umum
Terminal Khusus TKI Bandara Segera Dibubarkan
Ini karena banyaknya pihak yang meminta pemerintah pemerintah segera membubarkannya.
SENIN, 18 JANUARI 2010
http://media.vivanews.com/thumbs2/2009/11/11/79575_pemulangan_tki_bermasalah___muhaimin_iskandar_300_225.jpg
Pemulangan TKI Bermasalah : Muhaimin Iskandar
VIVAnews - Pemerintah segera melakukan ujicoba penggunaan jalur umum di bandara untuk pemulangan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari luar negeri. Hal ini dilakukan untuk menghapus praktik pemerasan yang dilakukan sejumlah oknum terhadap para TKI yang baru kembali dari luar negeri.
“Proses pemulangan TKI ke daerah sudah harus dievaluasi dan direvisi,” kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Jakarta, Senin (18/1).
Untuk tahap awal, kata Menakertrans, akan dilakukan pada TKI asal Hongkong dan Taiwan yang dibebaskan memilih melalui jalur penumpang biasa atau transit di GPK Selapajang. “TKI sektor informal di Hongkong dan Taiwan memang lebih mandiri daripada di negara lain karena mereka solid dan berpenghasilan tinggi,” kata Menakertrans.
Menurut Menakertrans, terminal khusus TKI dulu memang dianggap tidak aman, tapi saat ini semua orang sudah tahu soal terminal khusus TKI di bandara tersebut, karenanya terminal tersebut akan dihapus. “Jadi TKI yang bisa pulang sendiri, silakan pulang tanpa melalui jalur khusus,” katanya.
Penghapusan terminal khusus TKI dilakukan karena banyaknya pihak yang meminta pemerintah pemerintah segera membubarkannya. Hal itu dilakukan agar TKI tidak lagi menjadi korban pemerasan oknum terminal khusus.
Menakertrans akan membentuk desk khusus yang nantinya akan bertugas untuk menyiapkan dan mengawasi proses pemulangan TKI, khususnya dari Hongkong dan Taiwan. Desk khusus ini akan fokus bekerja untuk mengawasi kepulangan para TKI di jalur umum tersebut.
Sizter85 January 19th, 2010, 11:56 PM Good news for SRG/Semarang :
Dalam waktu dekat Citilink Garuda Ind. akan launch trip ke SUB/Surabaya dan BTH/Batam dari SRG/Semarang, pertengahan tahun ini.. estimasi April :)
voxario January 20th, 2010, 01:47 AM Wings Air Buka Rute Baru Bau-Bau – Ambon
January 19th, 2010 at 7:29 pm -
Baubau, Ozzonradio — Rute penerbangan Baubau-Ambon nyaris luput dari perhatian pengusaha penerbangan. Namun peluang ini segera dimanfaatkan maskapai penerbangan Wings Air dengan membuka rute Baubau-Ambon, dengan intensitas penerbangan 2 kali seminggu, yakni kamis dan sabtu.
Penerbangan perdana diawali dari Kota Baubau, menggunakan Jenis Pesawat ATR seri 500 yang berkapasitas 72 penumpang. Hal ini diungkapkan oleh Chief Ramp Wings Air, Malvin A Ansa kepada sejumlah wartawan di ruang kerja Walikota Baubau, hari ini, 19 Januari 2010.
Setiap kamis dan sabtu wings air akan mendarat di Bandara Betoambari Baubau pada pukul 08.25 WITA dan akan terbang ke Ambon pukul 09.00 WITA.
Ditemui di tempat yang sama, Walikota Baubau MZ mirul Tamim mengatakan, masuknya Wings Air keBaubau tidak terlepas dari usaha berbagai kalangan utamanya masyarakat Kota Baubau. Wings Air masuk ke baubau sebagai bentuk komitmen maskapai penerbangan ini melayani penerbangan ke seluruh pelosok tanah air, termaksud kota Baubau.
Ditambahkan Amirul, ini murni komersil. Semua pihak patut bersukur karena untuk tiba di Ambon, tidak lagi membutuhkan waktu selama 2 hari. Tapi cukup 1 jam saja sudah tiba di Ambon, begitu juga sebaliknya.
Untuk lebih mengefektifkan waktu, jadwal penerbangan Wings Air tujuan Baubau-Ambon disinkronkan dengan jadwal penerbangan yang ada diAmbon dengan tujuan Tual, Fakfak dan Nabire.
Sementara itu Kadis Perhubungan Kota Baubau, Ahmad Arfa mengatakan, pihaknya mendukung penuh peningkatan pembangunan fasilitas bandara apalagi setiap tahun dianggarkan dalam APBD.
voxario January 20th, 2010, 01:50 AM Cuaca Buruk, Sriwijaya Air Belum Pastikan Jadwal Penerbangan Malam
Laporan: Antara
Selasa, 19 Januari 2010 | 21:49 WITA
AMBON, TRIBUN - Distrik Manager PT. Sriwijaya Air Cabang Ambon, Glen Mustamu belum bisa memastikan jadwal penerbangan malam hari ke bandara Internasional Pattimura Ambon karena masih menunggu keputusan Direksi perusahaan tersebut. "Saya belum tahu kapan jadwal penerbangan malam ke Bandara Pattimura direalisasikan karena hingga saat ini pun belum ada keputusan direksi pusat," katanya.
Ia mengaku, pihaknya masih menunggu hasil keputusan tersebut, menindaklanjuti pengajuan izin yang diajukan ke PT (Persero) Angkasa Pura I Cabang bandara Pattimura pada akhir November 2009.
"Kami masih menunggu keputusan terakhir, kemungkinan pihak direksi sedang merampungkan pengurusan perijinan penerbangan di beberapa pihak berkompeten," ujar Mustamu.
Dia mengatakan, telah mengajukan usulan kepada direksi untuk menambah jadwal penerbangan pagi dari Ambon ke Jakarta dan Surabaya, karena selama ini pesawat Sriwijaya Air hanya memberlakukan satu kali penerbangan pada pukul 12.45 WIT menuju Makassar dan Jakarta.
"Saya sudah mengajukan usulan untuk menambah jadwal penerbangan pada pukul 07.00 WIT menuju Jakarta dan Surabaya, tetapi belum ada realisasinya," ujarnya.
Menurutnya, bisa tidaknya menambah jadwal penerbangan pagi bergantung pada keputusan direksi dan pengaturan jadwal baru oleh marketing PT. Sriwijaya Air.
"Ini baru usulan dan semua tergantung keputusan direksi dan jadwal yang ditentukan oleh marketing. Memang harus ada penambahan penerbangan ke Ambon," kata Mustamu.
Dia merasa penting penambahan maskapai dan jadwal penerbangan Sriwijaya Air dari dan ke Ambon sehubungan akan digelarnya event pelayaran internasional "Sail Banda" yang penyelenggaraannya dijadwalkan pada Juli-Agustus 2010 dan Olimpiade Perdamaian internasional tingkat Asia yang jadwalnya belum diputuskan.
"Jumlah penumpang pasti akan mengalami lonjakan mencolok saat event internasional ini dilaksanakan. Jadi peluang pasar ini harus disikapi dengan tetap memberikan pelayanan prima kepada pengguna jasa penerbangan," kata Glen Mustamu.
Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Benny Gaspersz mengatakan, izin penerbangan malam hari telah diprogramkan oleh Sriwijaya Air menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2009.
"Saya belum mengecek perkembangan proses perijinannya yang juga harus mendapatkan rekomendasi dari Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan," ujarnya.
Dia memberikan apresiasi positif sekiranya maskapai tersebut mengopersikan armadanya pada malam hari karena mendukung kelancaran berbagai urusan di Jakarta.
"Kita bisa dengan penerbangan pagi dari Ambon sekitar pukul 06:30 WIT dan tiba di Jakarta pukul 08:30 WIB, di mana bila urusan telah selesai maka bisa langsung kembali dari Jakarta dengan penerbangan pukul 16:00 WIB sehingga hanya membutuhkan sehari perjalanan," kata Benny Gaspersz.
Tribun Timur, Selalu yang Pertama
Ada peristiwa menarik?
SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
email: tribuntimurcom@yahoo.com
Hotline SMS untuk berlangganan koran Tribun
Timur, Makassar (edisi cetak) : 081.625.2266.
Telepon: 0411 (8115555)
voxario January 20th, 2010, 02:01 AM Sriwijaya datangkan tiga pesawat
JAKARTA (bisnis.com): Sriwijaya Air mendatangkan tiga pesawat Boeing 737-300 pada pertengahan bulan depan untuk meningkatkan jumlah rute penerbangan domestik dan regional mulai Maret tahun ini.
Ruth Hanna Simatupang, Corporate Communication Senior Manager Sriwijaya Air, mengatakan ketiga pesawat itu diutamakan untuk menerbangi rute baru di kawasan timur Indonesia sekaligus menambah frekuensi penerbangan rute lama.
"Ketiga armada baru jenis B737-300 itu akan dioperasikan awal Maret tahun ini," katanya hari ini.
Dia menjelaskan rute baru yang akan dilayani maskapainya antara lain Surabaya-Makassar-Sorong, Surabaya-Ambon, Surabaya-Kendari, Surabaya-Johor Baru (Malaysia) dan penambahan frekuensi Jakarta-Balikpapan.
Hanna menerangkan penambahan pesawat yang diikuti pembukaan rute baru tersebut akan mendongkrak pendapatan maskapainya selama tahun ini.
Saat ini, maskapai itu mengoperasikan 24 pesawat dengan tujuh pesawat di antaranya berstatus milik, sedangkan sisanya pesawat sewa. Penambahan tiga pesawat pada pertengahan bulan depan akan menjadikan Sriwijaya mengoperasikan 27 pesawat. (tw)
GARUDA 777 January 20th, 2010, 07:39 AM Sriwijaya datangkan tiga pesawat
JAKARTA (bisnis.com): Sriwijaya Air mendatangkan tiga pesawat Boeing 737-300 pada pertengahan bulan depan untuk meningkatkan jumlah rute penerbangan domestik dan regional mulai Maret tahun ini.rute baru tersebut akan mendongkrak pendapatan maskapainya selama tahun ini.
Hmm, lagi2 yg classic. Katanya mau mendatangkan 738NG. Mudah2an bukan OMDO ya. :)
bkz010019 January 21st, 2010, 10:40 AM MANDALA TAMBAH 216.000 KURSI PADA 2010
Written by Rollit Wednesday, 13 January 2010 06:36
Maskapai Mandala Airlines sedikitnya menambah 216.000 kursi per bulan pada 2010, seiring dengan bertambahnya jumlah pesawat baru jenis Airbus A320 berkapasitas 180 tempat duduk.
Pekanbaru, 12/1 (Antara/FINROLL News) - Maskapai Mandala Airlines sedikitnya menambah 216.000 kursi per bulan pada 2010, seiring dengan bertambahnya jumlah pesawat baru jenis Airbus A320 berkapasitas 180 tempat duduk.
"Pada tahun ini kami mendatangkan empat hingga enam unit pesawat baru Airbus A320, sehingga Mandala mendapatkan 216.000 sampai 324.000 kursi setiap bulan," kata Head of Corporate Communication Mandala, Trisia Megawati di Pekanbaru, Selasa.
Usai melakukan penjajakan kerja sama Mandala dengan sejumlah bank yang beroperasi di Riau, ia menyebutkan hingga 2009 sedikitnya maskapai ini menyediakan 550.000 kursi per bulan yang melayani 17 kota penerbangan di tanah air.
Dengan penambahan kursi dari kehadiran sejumlah pesawat baru tersebut, maka pada 2010 Mandala ingin menghidupkan kembali rute-rute yang pernah diterbangi sebelumnya.
"Tahun ini kami ekspansi ke wilayah Indonesia bagian Timur dan regional, sejalan dengan kehadiran pesawat-pesawat baru, seperti ke Manado, Makassar, Ambon, dan kemungkinan terbang ke Papua," katanya.
Pada 2010 Mandala juga menargetkan penumpang pada kondisi "peak season" meningkat sekitar dua persen atau menjadi 92 persen dari rata-rata 90 persen pada kondisi 2009 untuk setiap kali penerbangan.
Sedangkan pada kondisi "low season" Mandala juga menargetkan terjadi peningkatan penumpang sebanyak lima persen atau menjadi 85 persen dari 80 persen untuk setiap penerbangan pada 2009.
Kendati demikian, kata dia, hingga kini Mandala belum memiliki data realisasi jumlah penumpang yang diangkut sepanjang 2009.
"Realisasi penumpang yang terbang bersama Mandala pada tahun lalu belum bisa dihitung, namun diperkirakan mengalami peningkatan dari jumlah penumpang Mandala pada 2008 sekitar 3,47 juta orang lebih," katanya.
Mandala merupakan maskapai nasional yang telah berumur 40 tahun lebih yang kepemilikan sahammnya dikuasai Cardig International dan Indigo Partners pada 2006.
Pada 2007 maskapai ini telah memesan 25 pesawat baru jenis Airbus A320, dan sejak 2008 mempercayakan perawatan pesawat kepada tenaga profesional Singapores Airlines Engineering Company.
Dikutip dari : http://leisure.id.finroll.com/component/content/article/17-berita-terkini/6161-mandala-tambah-216000-kursi-pada-2010.html
Sizter85 January 21st, 2010, 11:42 AM Genjot pasar, Citilink tambah lima pesawat
SURABAYA, kabarbisnis.com: Citilink, unit usaha PT Garuda Indonesia, berusaha memperkuat penguasaan pasarnya di industri penerbangan tanah air. Citilink yang mengusung konsep low cost carrier itu berencana menambah armadanya sebanyak lima pesawat.
Vice President Strategic Business Citilink PT Garuda Indonesia Joseph A. Saul mengatakan, penambahan armada tersebut untuk memperkuat bisnis Citilink. Penambahan armada juga menunjukkan respons pasar terhadap layanan Citilink cukup bagus.
”Permintaan pasar terhadap layanan kami juga cukup tinggi. Apalagi, pasar di industri penerbangan juga masih sangat potensial untuk dikembangkan karena cukup banyak rute yang belum digarap,” ujar Joseph saat dihubungi, Rabu (20/1/2010).
Dia mengatakan, semua pesawat baru tersebut adalah Boeing 737-300. Citilink menggunakan pesawat itu dari Garuda Indonesia yang tak lain adalah induknya.
”Penambahan lima pesawat itu kami lakukan secara bertahap sampai akhir tahun ini, sekaligus kami menunggu pemetaan pasar untuk rute-rute baru yang prospektif,” terang Joseph. kbc5
Ocean One January 22nd, 2010, 05:19 PM 2010, Mandala Tambah Empat Pesawat
Jumat, 22 Januari 2010
SURABAYA, KOMPAS.com - Tahun 2010 ini, maskapai penerbangan Mandala Airlines akan menambah lagi empat pesawat terbang jenis Airbus 320. Dengan demikian total pesawat Mandala Airlines yang awalnya berjumlah 11 unit bertambah menjadi 15 unit dan kapasitas angkut yang awalnya 550.000 kursi per bulan akan bertambah menjadi 766.000 per bulan.
"Penambahan pesawat baru akan kami lakukan secara bertahap mulai Juni 2010. Selain menambah kapasitas angkut, kami juga akan menggelar program-program penerbangan baru," kata Kepala Komunikasi Perusahaan PT Mandala Airlines Trisia Megawati KD, Jumat (22/1/2010) di Surabaya.
Beberapa program yang akan digelar Mandala Airlines, antara lain kerjasama interline connection dengan dua maskapai penerbangan asing di lima kota, yaitu Surabaya, Balikpapan, B anjarmasin, Yogyakarta, dan Semarang, menjadi maskapai feeder atau pengumpan untuk wilayah timur , khususnya negara-negara dengan waktu tempuh penerbangan maksimal lima jam, seperti Australia, Malaysia, dan Singapura.
GARUDA 777 January 23rd, 2010, 04:11 AM 2010, Mandala Tambah Empat Pesawat
Jumat, 22 Januari 2010
Nambah baru atau second nih, RI? Jangan second dong, quite dissapointed like PK-RMC for example.
Ocean One January 23rd, 2010, 12:50 PM Wings Air Buka Rute Labuha-Manado
Sabtu, 23 Januari 2010
http://img.antara.co.id/stockphotos/ilustrasi/20100118164333-wingair-180110-2.jpg
Ternate (ANTARA News) - Maskapai penerbangan Wings Air akan membuka rute penerbangan Labuha, Maluku Utara dari dan ke Manado, Sulawesi Utara mulai akhir Januari 2010.
Kepala Dinas Perhubungan Halsel, Zulfikra B. Duwila ketika dihubungi dari Ternate Sabtu mengatakan, pembukaan rute penerbangan Wings Air Labuha-Manado tersebut merupakan hasil kerjasama Pemkab Halsel dengan pihak Wings Air.
Pada tahap pertama Wings Air akan melayani rute penerbangan Labuha-Manado dua kali seminggu yakni Selasa dan Kamis. Jenis pesawat yang akan digunakan adalah tipe 74/500, berkapasitas 58 penumpang.
Zulfikra mengatakan, adanya penerbangan langsung Labuha-Manado tersebut akan memudahkan masyarakat dan para pelaku usaha di Halsel yang akan ke Manado dan daerah lainnya di Indonesia atau sebaliknya.
Masyarakat Halsel selama ini jika ingin ke Manado atau daerah lainnya di Indonesia harus menyebrang terlebih dahulu ke Ternate menggunakan kapal laut selama delapan jam. Baru kemudian melanjutkan perjalanan dengan pesawat atau kapal laut.
"Adanya penerbangan langsung Labuha-Manado tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan arus wisatawan ke Halsel. Wisatawan yang berkunjung di Manado bisa sudah bisa langsung melanjutkan kunjungan ke Halsel," ujar Zulfikra.
Halsel merupakan objek wisata andalan di Malut, terutama objek wisata bahari, namun selama ini jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu belum banyak karena adanya sejumlah kendala terutama transportasi udara.
Ia mengatakan, Pemkab Halsel juga telah pula melakukan pembicaraan dengan maskapai penerbangan Merpati untuk membuka rute penerbangan langsung Manado-Labuha-Sorong, Papua Barat.
Pihak Merpati rencananya akan membuka rute penerbangan Manado-Labuha-Sorong tersebut pada 2010 ini. Selama ini Merpati sudah pula membuka rute penerbangan ke Labuha, namun baru terbatas untuk rute Labuha-Ternate.
Menurut Zulfikra, Pemkab Halsel juga tengah mengupayakan pembangunan Bandara di Pulau Obi untuk membuka peluang adanya penerbangan ke Pulau itu menyusun banyaknya investor yang tertarik menanamkan modal pada sektor pertambangan dan perikanan di sana.
eurico January 25th, 2010, 08:20 AM Repost dari thread Mamuju
Bandar Udara Tampa Padang Mamuju, Sulawesi Barat
http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17873_1325827394458_1494095442_30892059_241197_n.jpg
Terminal yg dibangun oleh pemprov sulbar
http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17873_1325823794368_1494095442_30892047_2060765_n.jpg
http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs151.snc3/17873_1325827474460_1494095442_30892061_6507470_n.jpg
http://hphotos-snc3.fbcdn.net/hs151.snc3/17873_1325827434459_1494095442_30892060_6901650_n.jpg
Gedung terminal baru yg sedang dibangun
Nampak di sampingnya masih ada pemukiman penduduk, karena memang terminal ini ada di tengah2 pemukiman dulunya merupakan SD yg sekarang telah direlokasi.
http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs151.snc3/17873_1325823834369_1494095442_30892048_6526808_n.jpg
http://hphotos-snc3.fbcdn.net/hs151.snc3/17873_1325848794993_1494095442_30892130_7772899_n.jpg
Di depan terminal yg baru merupakan jalan utama lintas mamuju-mamuju utara, nantinya jalan inipun akan ditutup dan jalan yg baru akan dibuat lagi pada jalan yg dulunya bekas jalanan perkebunan karet
http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17873_1325844154877_1494095442_30892098_14224_n.jpg
Close up on terminalnya
http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17873_1325844194878_1494095442_30892099_3596330_n.jpg
http://hphotos-snc3.fbcdn.net/hs131.snc3/17873_1325844274880_1494095442_30892100_3845525_n.jpg
http://hphotos-snc3.fbcdn.net/hs131.snc3/17873_1325844354882_1494095442_30892102_1343077_n.jpg
http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17873_1325848754992_1494095442_30892129_8267633_n.jpg
Pintunya
http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17873_1325844314881_1494095442_30892101_7698702_n.jpg
eurico January 25th, 2010, 08:21 AM Gedung terminal yang lama, not much to tell, tetapi ya begitulah...
http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17873_1325829274505_1494095442_30892070_7693730_n.jpg
http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17873_1325829314506_1494095442_30892071_8261124_n.jpg
http://hphotos-snc3.fbcdn.net/hs131.snc3/17873_1325829354507_1494095442_30892072_4343672_n.jpg
http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs151.snc3/17873_1325829434509_1494095442_30892074_2837071_n.jpg
Taxiway nya
http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs151.snc3/17873_1325827514461_1494095442_30892062_813064_n.jpg
http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs151.snc3/17873_1325827554462_1494095442_30892063_1818060_n.jpg
Dekat dengan laut
http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs131.snc3/17873_1325829394508_1494095442_30892073_7157234_n.jpg
eurico January 25th, 2010, 08:25 AM Gedung pendukung lain nya.
http://hphotos-snc3.fbcdn.net/hs151.snc3/17873_1325848874995_1494095442_30892132_1841461_n.jpg
http://hphotos-snc3.fbcdn.net/hs131.snc3/17873_1325870435534_1494095442_30892226_480896_n.jpg
http://hphotos-snc3.fbcdn.net/hs131.snc3/17873_1325870475535_1494095442_30892227_1633059_n.jpg
2 bangunan ini gak tahu peruntukannya untuk apa, dari dulu kosong mlulu
http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs151.snc3/17873_1325848834994_1494095442_30892131_2056056_n.jpg
http://hphotos-snc3.fbcdn.net/hs151.snc3/17873_1325848914996_1494095442_30892133_5194621_n.jpg
Informasi tambahan, panjang runaway Bandara Tampa Padang saat ini adalah 2040m, sudah layak untuk didarati pesawat berbadan lebar. Pada saat musim haji yang lalu telah digunakan untuk mendarat dan terbang pesawat boeing untuk armada pemberangkatan dan penjemputan jamaah haji sulbar ke embarkasi haji Makassar.
Saat ini hanya maskapai penerbangan Express Air yang melayani penerbangan Mamuju-Makassar dan sebaliknya. Dengan frekuensi penerbangan 1x sehari-2x pp- tiket seharga sekitar 700rban.
Sebelum Express Air pada tahun 2008-2009 ada maskapai Pelita Air yang melayani rute penerbangan yang sama namun dengan harga tiket yg lebih rendah yaitu 475rban, karena disubsidi oleh Pemprov Sulbar.
Pada tahun2 sebelum nya 2006-2008 maskapai yang melayani penerbangan di bandara ini adalah Merpati dengan jurusan Makassar-Mamuju-Balikpapan. Dengan harga tiket 350rban dan juga disubsidi oleh pemprov Sulbar
Kopassus January 25th, 2010, 03:08 PM Nice pics Eurico!
eurico January 25th, 2010, 03:17 PM Thanx kopassus, sorry for the low quality pict though.
ruperdo January 26th, 2010, 09:02 AM Pemkab Muarojambi Bentuk Tim Sembilan
MUAROJAMBI - Pemkab Muarojambi membentuk Tim Sembilan untuk memfasilitasi ganti rugi lahan warga yang terkena perpanjangan runway (landasan pacu) Bandara Sultan Thaha Jambi. Pasalnya, ujung landasan merupakan wilayah Muarojambi.
Demikian dikatakan Sekda Muarojambi Syafudin Anang di Gedung DPRD Muarojambi kemarin (7/12). “Kami sudah membentuk Tim Sembilan soal Bandara Sultan Thaha. Masalahnya, wilayah kita (Muarojambi) juga kena,” katanya.
Sekda mengatakan, kini Pemda Muarojambi, PT Angkasapura, serta masyarakat pemilik lahan, telah bertemu. “Pemda hanya memfasilitasi warga pemilik lahan dengan PT Angkasapura. Masalah ganti rugi, yang menanggung Angkasapura,” katanya.
Harga tanah, kata Sekda, tergantung kesepakatan pihak bandara dan masyarakat. “Harga tanahnya harus sesuai NJOP Muarojambi dan tidak akan merugikan kedua belah pihak,” ujar Sekda.
Kendala yang dihadapi, rata-rata pemilik lahan tersebut tidak semua berdomisili di Jambi sehingga tim kesulitan bertemu. “Kalau enggak ketemu, nanti jadi masalah. Inilah yang harus kita hindari,” katanya.
Proses ganti rugi akan dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama tahun ini dan tahapan kedua tahun depan. “Tergantung Angkasapura,” sebut Sekda.
Tim Sembilan, menurut Sekda, sudah mendata pemilik tanah dan melakukan sosialisasi. Tujuannya agar tidak terjadi kesalahanan. Perpanjangan landasan pacu Bandara Sultan Thaha untuk meningkatkan status menjadi bandara internasional. Saat ini landasan pacu sepanjang 2.200 meter dengan status bandara perintis. Untuk mendapat predikat bandara internasional, panjang landasan pacu setidaknya 3.000 meter.(fes)
panjang runway 2200 M masi termasuk kategori bandara perintis?? :(
Ocean One January 26th, 2010, 04:38 PM Bandara Bandung Segera Tambah Jadwal Penerbangan
Selasa, 26 Januari 2010
TEMPO Interaktif, Bandung - PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Husein Sastranegara, Bandung, akan menambah jadwal penerbangan internasional dan domestik pada bulan Maret dan Juli mendatang.
"Direncanakan ada sekitar enam tambahan penerbangan pada tahun ini," ujar General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Husein Sastranegara Bandung Mulya Abdi saat dihubungi, Selasa (26/1).
Ia menyatakan penambahan jadwal pernerbangan tersebut dilakukan setelah bandara yang berada di jantung Kota Bandung itu menyelesaikan penebalan landasan, perluasan terminal, dan peningkatan pelayanan penumpang pada Juli nanti.
Ada empat maskapai yang rencananya akan membuka dan menambah penerbangan, di antaranya AirAsia Indonesia, Silk Air, Malaysia Airlines, dan Garuda Indonesia.
Sementara rute internasional baru yang akan dibuka di antaranya tujuan Bangkok dan Brunei. "Untuk rute lokal ada penambahan ke Denpasar dan Balikpapan," ujarnya.
Mulya mengatakan maskapai penerbangan yang melayani dari Bandara Husein tersebut akan menggunakan pesawat berbadan besar Airbus 320. "Maret ditargetkan penebalan landasan setinggi 15 sentimeter menjadi 52 sentimeter sudah mulai dan Juni akan ada perluasan ruangan pelayanan dan landasan."
Bandara Husein Sastranegara saat ini setiap harinya menampung sekitar 2.200 orang per hari. Dengan penambahan penerbangan dan perluasan terminal, ditargetkan kapasitas penumpang akan meningkat menjadi 3.000 orang pada semester II tahun 2010. "Tahun 2009 terjadi peningkatan 15 persen dan 2010 ditargetkan mencapai 20 persen." katanya.
Station Head Air Asia Bandung Bangkit Adiwinata mengaskan penambahan jadwal penerbangan internasional ke Bangkok, Brunei dan domestik ke Balipapan serta satu tambahan penerbangan lagi ke Denpasar baru sekedar wacana. "Ini baru wacana, tapi Air Asia sudah membuka rute baru Bandung-Medan," ujarnya.
Ia menyatakan, pada tahun 2009 terjadi kenaikan jumlah penumpang mencapai 35 persen dan diharapkan pada tahun 2010 meningkat menjadi 40 persen. "Peningkatan karena ada penambahan jalur baru Bandung-Medan," katanya.
Maskapai Air Asia Indonesia dari Bandara Husein Sastranegara Bandung melayani rute internasional Bandung-Malaysia, Bandung-Singapura dengan dua kali perjalanan serta rute domestik tujuan Bandung-Denpasar dan Bandung-Medan satu kali perjalanan.
Ocean One January 26th, 2010, 05:11 PM Sriwijaya Air Tambah Penerbangan Jelang Imlek
Selasa, 26 Januari 2010
http://image.tempointeraktif.com/?id=18921
TEMPO Interaktif, Jakarta - Maskapai Sriwijaya Air menambah penerbangan di tiga rute domestik menjelang Hari Raya Imlek. "Penerbangan tambahan akan kami layani tiga hari sebelum dan sesudah Imlek," kata Manajer Humas Sriwijaya Air Ruth Hanna Simatupang di Jakarta, Selasa (26/1).
Ruth mengatakan, penerbangan ekstra itu dilakukan karena peningkatan permintaan penumpang. Penerbangan yang ditambah adalah dari Jakarta ke Pontianak, Pangkal Pinang, dan Tanjung Pandan. Semua rute ditambah satu kali setiap hari. Sriwijaya tetap akan menerapkan tarif normal untuk penerbangan ekstra itu.
Berbeda dengan Sriwijaya, Batavia Air tak menambah penerbangannya pada libur di pertengahan bulan depan. Juru bicara Batavia Air Eddy Haryanto mengatakan biasanya tidak ada lonjakan penumpang saat libur Imlek. "Untuk sementara tidak ada penambahan," ujarnya.
Ocean One January 26th, 2010, 05:21 PM Perluasan Bandara Husein Sastranegara Ditargetkan Juli 2010
Selasa, 26 Januari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/05/12/2126578p.jpg
BANDUNG, KOMPAS.com — PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menargetkan perluasan terminal penumpang pada Juli 2010. Upaya tersebut dilakukan untuk mengakomodasi minat sejumlah maskapai penerbangan untuk menambah rute internasional ataupun domestik melalui Bandung, Jawa Barat.
General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Husein Sastranegara Bandung Mulya Abdi, di Bandung, mengatakan, terminal baru tersebut akan dibangun di lahan seluas 2.000 meter persegi yang akan didesain dua lantai.
"Rencananya, terminal yang baru nantinya akan dikhususkan untuk penerbangan internasional. Sementara penerbangan domestik tetap menggunakan terminal yang ada saat ini," jelasnya.
Dia mengemukakan, hingga saat ini tercatat tiga maskapai, yaitu AirAsia Indonesia, Silk Air, dan Malaysia Airlines, yang berminat menambah atau membuka rute penerbangan dari Bandung. AirAsia Indonesia, yang saat ini telah memiliki dua rute penerbangan internasional yakni Bandung-Kuala Lumpur dan Bandung-Singapura, akan menambah rute ke Hongkong, Bangkok, dan Brunei Darussalam.
Sementara Silk Air yang merupakan anak perusahaan Singapore Airlines berencana membuka rute Bandung-Singapura. Adapun Malaysia Airlines melirik rute Bandung-Kuala Lumpur. Menurut Mulya, seluruh maskapai tersebut akan menggunakan pesawat berbadan besar, yakni Airbus 319 dan Airbus 320.
Selain itu, setidaknya dua maskapai lokal yakni Mandala Airlines dan Batavia Air juga membidik penerbangan dari Bandung menggunakan pesawat berbadan besar. "Untuk itu, kami juga telah menyiapkan diri menebalkan landasan setinggi 15 cm menjadi 52 cm mulai Maret dengan nilai proyek Rp 45 miliar," ujar Mulya.
Kapasitas terbangun (existing) Bandara Husein Sastranegara sebetulnya hanya untuk 350 penumpang. Namun, saat ini bandara tersebut rata-rata menampung sekitar 2.500 orang per hari. Melalui perluasan terminal tersebut, ditargetkan kapasitas penumpang akan meningkat 2.000-3.000 orang menjadi maksimal 5.000 orang per hari.
Mulya juga menuturkan, selain pembangunan terminal baru yang dikhususkan bagi penerbangan internasional, terminal lama juga akan direnovasi. "Desain bangunan rencananya akan mengadopsi bangunan asli Sunda," ujarnya.
Berdasarkan data PT Angkasa Pura II, sepanjang 2009 terjadi peningkatan trafik pengguna dan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara sebesar 105 persen. Jumlah penerbangan pada awal 2009 hanya lima kali per hari, sedangkan saat ini mencapai 10 penerbangan per hari.
"Kami menargetkan trafik Bandara Husein Sastranegara pada 2010 meningkat 50 persen menjadi sekitar 4.000 orang per hari," tegas Mulya.
Stasion Head Bandung AirAsia Indonesia Bangkit Adiwinanto mengatakan, optimalisasi Bandara Husein Sastranegara akan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bandung hingga 30 persen. Saat ini hampir semua maskapai di Bandara Husein Sastranegara memakai pesawat jenis Boeing 737-300 berkapasitas 148 orang. Sementara kapasitas pesawat Airbus 320 mencapai 180 orang.
"Potensi pariwisata di Bandung dan Jabar pada umumnya masih sangat besar. Respons pasar pun semakin berkembang luas. Itu yang mendorong kami berencana membuka penerbangan baru," ujarnya.
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Jabar Herman Rukmanadi mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan Malaysia dan Singapura ke Bandung 500 orang per hari. Pasar pariwisata warga Asia, terutama dari wilayah timur ke Bandung, sangat prospektif sehingga pihaknya mendukung rencana optimalisasi Bandara Husein Sastranegara tersebut.
Ocean One January 26th, 2010, 05:35 PM Tarif Batas Atas Pesawat Naik 100 Persen
Selasa, 26 Januari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/11/16/231007p.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat pengguna pesawat udara nantinya harus bersiap-siap untuk merogoh kantong dalam-dalam karena dalam waktu dekat perusahaan-perusahaan penerbangan bisa menaikkan tarifnya.
Regulator penerbangan RI menyatakan bakal menaikkan tarif batas atas kelas ekonomi penerbangan untuk rute regional sebesar 100 persen. Kebijakan yang akan dilakukan sebagai pengganti Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 2 Tahun 2002 tentang Tarif Penumpang Angkutan Udara Niaga Berjadwal dalam Negeri Kelas Ekonomi tersebut akan diterapkan dalam waktu dekat.
Direktur Jenderal Perhubungan Kementerian Perhubungan Herry Bakti Singayudha Gumay mengatakan, pihaknya akan mengumpulkan para stakeholder bisnis angkutan udara, Kamis (28/1/2010), untuk sosialisasi.
"Penerapannya menunggu Pak Menteri (Menhub Freddy Numberi) menandatanganinya. Biasanya dua minggu setelah sosialisasi," kata Herry seusai rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR di Jakarta, Senin (25/1/2010).
Dia menjelaskan, kenaikan tarif akan berbeda pada tiga layanan yang diberikan maskapai kepada penumpang. Dalam aturan baru tersebut, nantinya untuk kelas ekonomi ada tiga layanan, yaitu layanan minimal (no frill), layanan menengah (middle services), dan layanan penuh (full services).
"Layanan full services kenaikannya 100 persen, layanan menengah 90 persen dan no frill 80 persen," ujar Herry.
Dengan demikian, pada saat peak season, maskapai bisa menaikkan tarif maksimal sesuai dengan kenaikan tarif batas atas tersebut. Dia menjelaskan, kenaikan sebesar itu sudah termasuk harga bahan bakar pesawat sehingga nantinya dalam tarif pesawat sudah tidak dicantumkan lagi fuel surcharge atau selisih harga avtur.
Maskapai juga dibebaskan untuk memberikan jenis layanan kepada penumpangnya. Pemerintah akan memberikan izin layanan tersebut berdasarkan rute yang diusulkan maskapai.
Kenaikan sebesar itu dilakukan karena pada saat aturan lama dibuat, yaitu Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 9 Tahun 2002, sudah tidak cocok lagi dengan dunia penerbangan saat ini. Sebagai contoh, pada saat aturan itu dibuat, yaitu tahun 2002, harga bahan bakar pesawat Rp 2.700 per liter, sekarang harganya Rp 8.000 liter.
ruperdo January 28th, 2010, 05:22 AM Tiket Pesawat Kerinci - Jambi Laris
SUNGAIPENUH - Penerbangan Kerinci - jambi yang baru dibuka beberapa waktu lalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kerinci. Tiket pesawat Riau Air Lines (RAL) yang melayani rute Riau-Jambi-Kerinci selalu habis sebelum waktunya.
Harga tiket pesawat Kerinci -Jambi yang Rp 219 ribu tidak jadi masalah bagi masyarakat Kerinci. Jadwal keberangkatan 2 X seminggu, Rabu dan Sabtu, terasa kurang. Sepekan sebelum berangkat tiket pesawat yang mampu membawa 50 penumpang itu sudah habis dibooking.
Sekda Kerinci, Drs Dasra MTP mengakui animo masyarakat berangkat menggunakan pesawat cukup tinggi. Ia tidak menyangka transportasi udara memberi angin segar dalam menambah jumlah orang datang ke Kerinci. karena itulah Dasra minta armada RAL ditambah.
"RAL perlu menambah jadwal keberangkatannya ke Kerinci. Paling tidak 3 X seminggu. Pemkab Kerinci akan melihat perkembangannya. Kalau maju kami akan mengusulkan penambahan ke pemegang saham dan direksi RAL," kata Dasra kepada InfoJambi.com, Selasa (26/1).
Seorang penumpang, Syafrudin, mengatakan, banyak calon penumpang tidak kebagian tiket. Kondisi itu harus jadi perhatian pemkab. "Harga juga jangan dinaikkan. Kalau harga tiketnya stabil masyarakat pasti makin banyak naik pesawan dari dan ke Kerinci," ujarnya. (infojambi.com/AL)
ruperdo January 28th, 2010, 05:24 AM 2011, Pengerjaan Bandara Rampung
Pembangunan Bandar Udara (Bandara) Muara Bungo, akan selesai pada 2011 mendatang. Bupati Bungo, Zulfikar Achmad, menargetkan pada awal 2011 bandara itu akan diresmikan pejabat pusat.
“Ya, mudah-mudahan selesai pada awal 2011. Itu diharapkan nantinya pesawat yang mendarat adalah pesawat yang berkapasitas 1.400 penumpang,” tutur Zulfikar.
Katanya, proses pembangunan bandara saat ini adalah menyelesaikan pengerjaan anjungan yang ditargetkan selesai tahun ini. Untuk dapat mencapai target, berbagai pembangunan fisik Bandara terus dilakukan.
Tiga tahap pengerjaan Bandara Muara Bungo akan menelan dana hingga mencapai Rp 116 miliar. Katiganya adalah penyelesaian pembangunan menara pengawas, terminal utama, dan landasan pacu (run way). Untuk pengerjaan menara pengawas dan terminal utama akan menelan dana sekitar Rp Rp 36 miliar. Sedangkan, dana anggaran yang digunakan pada tahapan pengerjaan penyelesaian pembangunan landasan pacu tersebut mencapai Rp 80 milyar.
Sementara itu, dana penyelesaian proyek bandara hingga selesai, akan menelan dana sebesar Rp 417 milyar.(dwy/rib)
pesawat berkapasitas 1400 penumpang???:nuts::nuts: lagi2, human error.
Ocean One January 28th, 2010, 03:08 PM Air Asia Akan Buka Rute Medan-India
Kamis, 28 Januari 2010
TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur - Air Asia akan menambah rute ke Indonesia, membuka jalur Medan ke kota di India, serta menjadikan ibu kota Sumatera Utara itu sebagai hub.
Bos Air Asia, Tony Fernandes, mengungkapkan hal itu di Chennai, (26/1) saat membuka rute baru kota di India itu dengan Penang, kota di negeri asal Air Asia, Malaysia, Selasa (26/1).
Fernandes mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi wisata yang sangat luas. "Selalu ada penerbangan dengan rute Indonesia," kata Fernandes seperti dikutip situs berita Malaysia, Malaysian Mirror. "Negeri itu memiliki banyak atraksi alam dan sejarah."
Pendiri maskapai itu menyebut atraksi utama di Bali. Tapi tempat-tempat lain juga layak didatangi. "Bandung sudah dengan cepat mengejar. Begitu pula Medan dan Surabaya," kata Fernandes.
Ia mengatakan salah satu targetnya adalah membuat penerbangan langsung dari Medan ke India dan membuat kota ini sebagai hub Air Asia di Indonesia. "Saya sangat percaya dengan prospek rute-rute Indonesia," kata Fernandes.
Ocean One January 28th, 2010, 03:14 PM Asosiasi Penerbangan Setuju Tarif Batas Atas Pelayanan
Kamis, 28 Januari 2010
http://image.tempointeraktif.com/?id=23136
TEMPO Interaktif, Jakarta - Asosiasi Perusahaan Penerbangan Indonesia (Inaca) setuju dengan rencana pemerintah untuk membagi tarif batas berdasarkan pelayanan maskapai. "Hal itu sangat beralasan," ujar Sekretaris Jenderal Inaca Tengku Burhanudin dalam pesan pendeknya kepada Tempo, Kamis (28/1).
Demikian pula dengan rencana pemerintah menggunakan asumsi harga avtur Rp 10 ribu per liter. Ia juga setuju asumsi nilai tukar dolar Amerika Serikat senilai Rp 10 ribu. "Sejauh ini bisa diterima," katanya. Namun tak berarti Inaca menerima draf revisi Keputusan Menteri Nomor 9 Nomor 2002 tentang Tarif Penumpang Pesawat Kelas Ekonomi. Sebab Tengku mengaku belum tahu seluruh isi draf revisi peraturan itu.
Sedianya Inaca dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan membahas revisi peraturan tarif hari ini. Namun rencana itu batal karena khawatir aksi unjuk rasa besar-besaran menyulitkan pihak Inaca untuk hadir ke kantor Kementerian Perhubungan. "Sosialisasinya ditunda jadi 3 Februari," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Herry Bakti S. Gumay ketika dihubungi.
Sosialisasi revisi draf merupakan langkah akhir sebelum pemerintah mensahkan peraturan baru. Pemerintah juga berencana memanggil Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mensosialisasikan draf itu. Sebelumnya KPPU meminta pemerintah merevisi tarif dengan menghilangkan biaya tambahan pengganti avtur. Sebab KPPU menduga maskapai melakukan kartel biaya tambahan itu.
Pemerintah menuruti permintaan tersebut dan menaikkan asumsi harga avtur menjadi Rp 10 ribu per liter. Pemerintah juga mematok tarif batas atas berdasarkan pelayanan maskapai. Penerbangan berlayanan maksimum boleh menetapkan tarif 100 persen dari batas atas. Kelas menengah hanya dapat menerapkan 90 persen dan pelayanan minimum 85 persen.
Ocean One January 28th, 2010, 07:21 PM Merpati Layani Trayek Kotabaru-Banjarmasin
Kamis, 28 Januari 2010
KOTABARU, KOMPAS.com - Pesawat Merpati Airlines segera beroperasi di Bandara H Gusti Syamsir Alam Stagen, Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk membuka penerbangan rute Kotabaru-Banjarmasin dan sekitarnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kotabaru, Faturrahman, di Kotabaru, Kamis (28/1/2010), mengatakan, rencana beroperasinya pesawat Merpati Airlines di Bandara Stagen untuk menutupi hari kosong yang tidak ada penerbangan di bandara tersebut. "Saat ini di Bandara Stagen terdapat tiga hari yang kosong, karena pesawat Trigana Airlines yang membuka penerbangan rute Banjarmasin-Kotabaru (PP) dan Balikpapan-Berau (PP) hanya melakukan empat kali penerbangan dalam sepekan, yakni, Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu," katanya.
Sedangkan untuk hari yang kosong itu, yakni, Selasa, Kamis dan Minggu, penerbangan akan dilayani pesawat Merpati Airlines yang rencananya juga akan mengoperasikan jenis pesawat ATR-42 sama dengan jenis pesawat yang dioperasikan Trigana Airlines. "Kita berharap, dalam kondisi tersebut ada persaingan pelayanan dan harga, sehingga masyarakat akan mememilih mana yang lebih baik," ujarnya.
Dalam rekomendasinya, Fatur meminta kepada perusahaan yang akan mengoperasikan pesawat Merpati Airlines, hendaknya melakukan penerbangan dari Kotabaru ke Banjaramsin sekitar pukul 08.00 Wita.
Sedangkan, untuk penerbangan dari Banjarmasin ke Kotabaru sekitar pukul 16.00 Wita. Selebihnya pada siang hari terserah perusahaan akan membuka penerbangan di mana saja. "Jika perusahaan penerbangan dapat menyetujui permintaan tersebut, Insya Allah penumpang akan ramai, karena waktu penerbangan tersebut sesuai dengan jadwal rapat di kantor-kantor," kata dia.
Menyinggung permintaan perusahaan akan fasilitas dari pemerintah Kabupaten Kotabaru, ia tidak berani menjanjikan, karena masih dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pemerintah daerah. "Permintaan fasilitas yang diminta, diantaranya, tempat parkir pesawat, penginapan pilot dan awak pesawat serta jaminan keamanan," terangnya.
tollfreak January 31st, 2010, 11:19 AM Bandara Adisutjipto Akan Diperluas
Minggu, 31 Januari 2010 | 14:36 WIB
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Terminal Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta dalam waktu dekat akan diperluas, dari sebelumnya 8.000 meter persegi, menjadi 18.000 meter persegi dengan dukungan dana Rp 162 miliar.
"Pengembangan dan perluasan kawasan terminal Bandara Adisutjipto ini untuk memenuhi kebutuhan karena meningkatnya aktivitas penerbangan, baik domestik maupun internasional," kata Manajer Operasional PT Angkasa Pura I Bandara Adisutjipto Yogyakarta Halendra, Minggu (31/1/2010).
Kemungkinan pengembangan terminal tersebut dapat mulai dilaksanakan dua atau tiga bulan ke depan, dan saat ini menunggu pemenang, baik dari tender maupun lelang proyek itu.
"Saat ini sudah ada beberapa kontraktor yang mengajukan rancangan desain bangunan, dan masih menunggu proses tender selama 45 hari kerja," katanya.
Pengembangan dan perluasan terminal itu nanti akan mengarah ke utara hingga area parkir utara, dan ke timur hingga ke area perkantoran PT Angkasa Pura saat ini.
"Nantinya semua parkir kendaraan masuk di area parkir utara, dan tempat parkir selatan rel kereta api, termasuk kompleks perkantoran PT Angkasa Pura akan dipindah ke utara," katanya.
Salah satu alasan pengembangan dan perluasan terminal adalah untuk mengimbangi meningkatnya layanan penerbangan pesawat yang sangat pesat di Bandara Adisutjipto Yogyakarta.
"Namun, alasan yang sangat signifikan adalah laju pertumbuhan penumpang pesawat," katanya.
Pascagempa 27 Mei 2006, Bandara Adisutjipto direnovasi untuk menampung satu juta penumpang per tahun, dan selama 2008 jumlah penumpang sudah mencapai 2,8 juta orang. Adapun selama 2009, jumlahnya meningkat 12,3 persen menjadi 3,2 juta penumpang.
Menurut dia, terminal di Bandara Adisutjipto yang ada saat ini memang hanya untuk satu juta penumpang sehingga, karena melihat perkembangan dan pertumbuhan penumpang yang pesat tersebut, sekarang sudah saatnya untuk pengembangan dan perluasan terminal.
"Pengembangan dan perluasan terminal sudah mendesak, terutama untuk penerbangan internasional, dengan kondisi peningkatan jumlah penumpang mencapai 53 persen dari sebelumnya sekitar 200 penumpang yang berangkat dan 200 penumpang yang datang," katanya.
dubaiboy January 31st, 2010, 12:39 PM Syukur lah kalo gitu , memang aktifitas pembangunan aga meningkat akhir2 ini , kemarin pas pulang lihat di ujung barat lg meratakan tanah kelihatannya and gorong2 udah selesai:banana::banana::banana:
Memang untuk internasional tempat kedatangan dan ke berangkatan sempit sekali , jauh dr standar Internasional ..masih lebih baik yg domestik , sekali nyoba kemarin dr Dubai pakai MH langsung jogja ....asyikkk :banana::banana::banana:, ga perlu transit di JKT lagi
dubaiboy January 31st, 2010, 12:41 PM Syukur lah kalo gitu , memang aktifitas pembangunan aga meningkat akhir2 ini , kemarin pas pulang lihat di ujung timur lg meratakan tanah kelihatannya and gorong2 udah selesai:banana::banana::banana:
Memang untuk internasional tempat kedatangan dan ke berangkatan sempit sekali , jauh dr standar Internasional ..masih lebih baik yg domestik , sekali nyoba kemarin dr Dubai pakai MH langsung jogja ....asyikkk :banana::banana::banana:, ga perlu transit di JKT lagi
sorry harusnya ujung timur ..bukan ujung barat
Sizter85 January 31st, 2010, 02:20 PM Syukur lah kalo gitu , memang aktifitas pembangunan aga meningkat akhir2 ini , kemarin pas pulang lihat di ujung barat lg meratakan tanah kelihatannya and gorong2 udah selesai:banana::banana::banana:
Memang untuk internasional tempat kedatangan dan ke berangkatan sempit sekali , jauh dr standar Internasional ..masih lebih baik yg domestik , sekali nyoba kemarin dr Dubai pakai MH langsung jogja ....asyikkk :banana::banana::banana:, ga perlu transit di JKT lagi
^^Agree,.. Departure and arrival hall khusus International di Adisutjipto bukan sempit lagi tapi super duper sempit plus mepet:nuts:,... dipenuhi dg pilar2 dan sekat2 dinding antar gate :ohno:
Ocean One February 2nd, 2010, 06:54 PM Merpati Tak Lagi Berdarah-darah
Selasa, 2 Februari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/03/01/195843p.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com — Kerugian bertahun-tahun yang dialami oleh PT Merpati Nusantara Airlines berangsur-angsur berhenti. Direktur Utama Merpati Bambang Bhakti memastikan bahwa pada akhir 2009 lalu maskapai pelat merah itu tidak lagi berdarah-darah.
"Sepanjang 2009 lalu Merpati memperoleh revenue (pendapatan) sebesar Rp 2 triliun. Tahun depan ditarget dapat Rp 3 triliun," kata Bambang Bhakti di Jakarta, Selasa (2/2/2010).
Bambang menyatakan akan ada keuntungan dari pendapatan tersebut, tetapi menyatakan masih dihitung dan kemungkinannya masih banyak sehingga perusahaan sangat berhati-hati.
Meski demikian, Bambang menegaskan bahwa pada 2009 lalu sangat berbeda dibanding tahun sebelumnya. Pada 2008, boro-boro untung, keuangan Merpati masih mengalami pendarahan dan rugi Rp 200 miliar.
"Bila pada 2008 misi kita menyelamatkan Merpati, pada 2009 kita sudah mulai untung, dan 2010 misi kita adalah profesionalisasi dan profitisasi," tandasnya.
Rencana kerja tahun ini, jelasnya, Merpati berencana untuk menambah armada pesawat jet, yaitu Boeing 737 seri 300 dan 400 sebanyak empat unit. Dengan demikian, untuk pesawat jet yang tahun ini ditarget menjadi 14 unit, sebanyak 10 unit telah ada sekarang.
Sizter85 February 3rd, 2010, 01:30 AM AK/Malaysia AirAsia akan menutup beberapa rute2-nya di beberapa kota di Indonesia mulai 22 February 2010 besok, antara lain PLM-KUL VV dan MDC-KUL VV(Palembang-Kuala Lumpur pp dan Manado-Kuala Lumpur pp)
:ohno:
GARUDA 777 February 3rd, 2010, 04:30 AM AK/Malaysia AirAsia akan menutup beberapa rute2-nya di beberapa kota di Indonesia mulai 22 February 2010 besok, antara lain PLM-KUL VV dan MDC-KUL VV(Palembang-Kuala Lumpur pp dan Manado-Kuala Lumpur pp)
:ohno:
Hmm, tak selamanya ekspansi si raja LCC Asia berhasil ternyata.
Ocean One February 3rd, 2010, 02:07 PM Jadwal Penerbangan Indonesia Masih Doyan Molor
Rabu, 03 Februari 2010
http://image.tempointeraktif.com/?id=23264
TEMPO Interaktif, Jakarta - Sebagian besar maskapai tidak memenuhi standar ketepatan waktu untuk terbang. "Angkanya di bawah 50 persen," kata Ketua Forum Transportasi Udara Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Suharto Abdul Majid kepada Tempo, Selasa (2/2).
Standar ketepatan waktu maskapai Indonesia jauh lebih rendah daripada standar International Air Transport Association (IATA), yakni 70 persen. "Ini standar paling rendah IATA untuk under performance," ujarnya.
Suharto menjelaskan, rendahnya kinerja mayoritas maskapai domestik ini merupakan hasil penelitian MTI, yang bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan. Sampelnya, ujar pengajar tetap di Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti tersebut, dilakukan terhadap 16 maskapai yang melayani rute domestik terbanyak, yakni Jakarta-Surabaya.
Penelitian itu juga menemukan sebagian besar keterlambatan terjadi di atas 60 menit. Adapun masalah teknis merupakan alasan terbanyak yang diajukan maskapai. "Mencapai 70 persen," ucapnya.
Masalahnya, Suharto memaparkan, maskapai tidak pernah secara jelas menerangkan apa yang dimaksud alasan teknis sehingga terjadi keterlambatan. Untuk itu, kata Suharto, penelitian akan dilanjutkan dengan mengupas alasan teknis tersebut. "Kami akan dalami, apa di balik alasan teknis itu."
Suharto kemudian meminta pemerintah segera mengevaluasi kinerja maskapai dan melindungi hak konsumen dari ketidakprofesionalan maskapai. "Selama ini maskapai jadi superior," katanya. Pasalnya, maskapai beranggapan tanggung jawab mereka selesai jika telah memberi konsumen kompensasi berupa makan, minum, dan ganti pesawat. "Ini sudah kronis, kompensasi bukan penyelesaian."
Djamal, Kepala Pelayanan Operasional Bandar Udara Polonia Medan PT Angkasa Pura II, mengatakan, tiap hari lima hingga 10 maskapai terlambat terbang. "Sehari 140 pergerakan (penerbangan). Gangguan keterlambatan itu 3-5 persen," kata Djamal kepada Tempo, Sabtu pekan lalu. Menurut Djamal, alasan operasional sering menjadi alasan keterlambatan.
Direktur Umum dan Personalia PT Angkasa Pura I Makassar, Sulawesi Selatan, Kintoron mengatakan, Lion Air termasuk yang paling sering terlambat di Bandara Sultan Hasanuddin. "Tingkat keterlambatannya berkisar satu jam lebih sedikit," ujarnya pekan lalu.
Adapun data kantor penerbangan (officer in charge) Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu lalu menunjukkan beberapa maskapai terlambat terbang. Pesawat Lion Air JT 0154 tujuan Singapura, yang seharusnya berangkat pada pukul 11.30 WIB, molor hingga pukul 13.13 WIB. Keterlambatan terbang juga terjadi pada Lion Air JT 0022 tujuan Denpasar, yang dijadwalkan terbang pada pukul 11.35 WIB baru berangkat pukul 12.19 WIB.
Maskapai Garuda Indonesia nyaris tepat waktu. Misalnya Garuda GA 0300 tujuan Surabaya berangkat pukul 05.12 WIB dari jadwal pukul 05.00 WIB. GA 0510 tujuan Balikpapan, yang seharusnya berangkat pukul 06.20 WIB, baru take-off pukul 06.28 WIB.
Juru bicara Lion Air, Edward Sirati, mengakui performa maskapainya buruk sejak musim hujan akhir tahun lalu. Alasannya faktor cuaca. "Belakangan ini jadwal penerbangan kami memang sedang hancur-hancuran," ujarnya.
Ocean One February 5th, 2010, 08:13 AM Jumat, 05 Februari 2010
REKOMENDASI PENCABUTAN LARANGAN TERBANG KE EROPA
Kemenhub Cuma Rekomendasikan Tiga Maskapai
http://www.kontan.co.id/photo/2010/02/05/1778775293p.jpg
Kontan Online, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan cuma tiga maskapai yang akan mendapat rekomendasi untuk dicabut dari larangan terbang ke Uni Eropa. Ketiganya adalah Lion Air, Batavia Air, dan Indonesia AirAsia. Kemenhub mencoret satu maskapai, yakni Travira Air. "Karena Travira belum bisa memenuhi standar yang kita tetapkan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S. Gumay, kemarin (4/2).
Menurut Herry, meskipun Travira bersama 22 maskapai nasional lain sudah mengantongi resertifikasi Air Operator Certificate (AOC) sesuai Undang-Undang yang baru, namun Travira belum berhasil memenuhi syarat ANNEX 6 International Civil Aviation Organization (ICAO) dan Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 121 dan 135.
Sesuai aturan itu, pesawat milik maskapai harus dilengkapi perlengkapan keselamatan modern seperti pintu tahan peluru (bulletproof cockpit door), alat sensor anti tabrakan pesawat (TCAS), pendeteksi cuaca dan ketinggian (GPWS), Ground Proximity Warning System (GPWS), dan beberapa alat lain.
Herry menambahkan, saat ini baru Lion Air dan Indonesia AirAsia yang paling memenuhi syarat tersebut. Sebab, keduanya menggunakan pesawat terbaru. Lion Air sudah mengoperasikan Boeing 737-900ER dan Indonesia AirAsia memakai Airbus.
Kemenhub terus melobi Uni Eropa agar mencabut larangan terbang. Akhir januari lalu Kemenhub sudah menggelar teleconference dengan otoritas penerbangan Uni Eropa. Tapi, hasilnya belum ketahuan.
Pada Juli 2009, otoritas penerbangan Uni Eropa mencabut larangan terbang bagi Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Premi Air, dan Air Fast Indonesia. Namun, baru Garuda yang memanfaatkannya dan terbang kembali ke Eropa, yaitu ke Amsterdam.
novian February 5th, 2010, 10:18 AM Riau Airlines Terbang ke Palembang
http://1.bp.blogspot.com/_a5I2WZNM4lw/S2cD_v0pjTI/AAAAAAAADLM/4ubRd-HEVz4/s1600/RAL.jpg
Riau Airlines (RAL) di awal tahun 2010 ini, kembali membuka rute penerbangan baru tujuan Batam-Palembang pulang pergi (pp). Penerbangan perdana untuk rute Palembang akan dimulai tanggal 4 Februari 2010, dengan memakai pesawat Jet BAE AVRO RJ100. Dengan kapasitas 102 seat untuk kelas ekonomi serta
enam seat untuk kelas bisnis. RAL akan menerbangi rute Batam-Palembang dalam empat kali seminggu, yakni Selasa, kamis, Sabtu dan Minggu. Berangkat dari Batam pukul 12.15 WIB. Untuk harga promosi ditawarkan mulai Rp 500 ribu dengan full snack.
“Di awal Februari ini yang bertepatan dengan hari raya imlek, kita ada buka rute baru tujuan Palembang, ini dikarenakan tingginya permintaan masyarakat, jadi kita mencoba mamudahkan masyarakat Batam terutama untuk saudara-saudara kita warga Tionghoa yang berasal dari Palembang. Juga rencananya kedepan akan memasuki seluruh ibu Kota Propinsi yang ada di Sumatera," ujar Kholil Wahyudi selaku pimpinan perwakilan RAL Batam yang di temui Erabaru FM, Senin (1/2).
Jenis pesawat jet BAE AVRO RJ100 merupakan pesawat yang cukup aman karena memiliki empat engine serta STOL short take off landing bisa terbang dan mendarat dengan jarak lintasan yang pendek, juga digunakan sebagai pesawat kepresidenan termasuk di Indonesia
"Memang kita manghadirkan pesawat baru dan juga untuk memudahkan masyarakat yang akan mengunjungi suatu daerah, serta kita coba berikan layanan yang berbeda kepada pelanggan, karena disetiap penerbangan kita menyediakan full snack," kata Kholil.
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi atau ingin mendapatkan tiket untuk tujuan Palembang bisa memenghubungi kantor perwakilan Riau Airlines cabang Batam di nomor 0778-479322, 0778-761551. Juga bisa menghubungi agent travel terdekat yang berlogo RAL. (ar)
AceN February 5th, 2010, 10:24 AM Intermezzo :D Nice livery by Kulula (Comair)
http://cdn-www.airliners.net/aviation-photos/photos/4/9/9/1641994.jpg
novian February 5th, 2010, 10:26 AM ^^ nice...
Ocean One February 6th, 2010, 04:51 PM Wah hijau, pasti ikutan green campaig neh:lol::lol::lol:
Ocean One February 8th, 2010, 02:41 PM Merpati Buka Rute Bandung - Semarang
Senin, 8 Pebruari 2010
Bandung (ANTARA News) - Maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines akan membuka kembali jalur Bandung - Semarang yang sempat ditutup beberapa tahun lalu.
"Potensi penerbangan Bandung - Semarang cukup besar, terlebih belum ada penerbangan lain di jalur itu, rencananya rute itu diterbangi lagi 2010 ini," kata Sales Manager Merpati Airlines Bandung, Yanuar Fadhilah di Bandung, Senin.
Menurut dia, rute Bandung - Semarang bukan rute baru bagi Merpati. Beberapa waktu lalu maskapai penerbangan nasional itu melayani rute itu,
Penutupan rute Bandung - Semarang waktu itu, kata dia bukan karena penumpangnya yang sedikit, namun karena rute sambungannya Bandung - Jakarta sepi penumpang.
"Penumpang Bandung - Semarang cukup bagus, namun waktu itu rute sambungannya Jakarta - Bandung kurang bagus," katanya.
Rencananya, penerbangan Bandung - Semarang pada 2010 ini akan dilayani dengan pesawat berbaling-baling atau propeller ATR072 dengan rute Tanjungkarang - Bandung - Semarang - Pangkalanbun.
Meski demikian, belum pasti kapan penerbangan perdana jalur itu. Namun Yanuar memastikan penerbangan itu kembali tersambung pada 2010 ini.
Saat ini Merpati Nusantara Airlines melayani dua rute penerbangan dari Bandung yakni Bandung - Batam dengan "load factor" 95 peren dan Bandung - Surabaya - Denpasar dengan load factor 78 persen.
"Pada Januari 2010 lalu penumpang dari dan ke Bandung cukup bagus, Bandung - Batam selama Januari sebanyak 2900 penumpang dan Bandung - Surabaya - Denpasar sebanyak 1600 orang," kata Sales Manager Merpati Nusantara Airlines (MNA) itu menambahkan.
Ocean One February 8th, 2010, 03:01 PM Bombardier Pasarkan Pesawat Propeler di Indonesia
Senin, 08 Februari 2010
TEMPO Interaktif, SIDOARJO - Produsen pesawat terbang Bombardier Aerospace menjajaki menjual pesawat terbaru jenis Dash 8 Q400 nextgen turboprop di Indonesia. Pabrik pesawat asal Kanada ini menawarkan dengan harga sebesar US$ 30 juta. "Pesawat ini cocok untuk penerbangan perintis yang memiliki landasan pendek," kata juru bicara Bombardier Bert Cruickshank, di Bandar Udara Juanda Surabaya, Senin (8/2).
Pesawat berpenumpang 70-80 orang ini, mampu mendarat di landasan sepanjang 1.200 meter. Pesawat diproduksi tiga bulan lalu dengan desain interior dan panel canggih serba digital. Meski mesin penggerak menggunakan propeler, namun kecepatannya menyamai kecepatan pesawat bermesin jet.
Bert juga mengklaim pesawat jenis ini didesain dengan kenyamanan dan keamanan berstandar tinggi. Menurutnya, selama 10 tahun terakhir tak ada insiden kecelakaan besar yang menimpa pesawat jenis ini. Kini, katanya tak ada pesawat sejenis yang menyamai pesawat yang memadukan sisi ekonomis dengan desain teknologi canggih. "Tak ada pembanding pesawat jenis ini di dunia," ujarnya.
Bert menyebutkan mesin pesawat ramah lingkungan, mampu menghemat bahan bakar hingga 2 persen dengan kecepatan jelajah yang tinggi. Di dalam kabin seluruh pencahayaan bersumber dari lampu LED untuk mengurangi bobot dan biaya perawatan. Juga dilengkapi teknologi untuk meredam suara bising propeler di dua sisi sayap pesawat. Lantai dan dinding, katanya, menggunakan bahan kedap suara.
Menurut dia, pertumbuhan industri penerbangan Asia-Pasifik cukup pesat. Ia juga menjamin persediaan suku cadang yang mencukupi serta pusat perawatan yang memadai di Sidney, Australia, Shanghai, China dan Tokyo, Jepang. Selama ini, sebanyak 200-400 pesawat jenis Q400 terjual untuk 30 maskapai penerbangan di Inggris, Jepang dan Australia.
Untuk menguji pesawat, sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pengusaha diajak terbang selama 45 menit di atas Kota Surabaya. Dalam penerbangan ini, penumpang merasakan kenyamanan laiknya menumpang pesawat bermesin jet. Meski demikian, saat tinggal landas dan mendarat penumpang merasakan hentakan yang cukup keras.
"Tak ada riwayat kecelakaan yang fatal selana ini," kata pengamat dirgantara, Dudi Sudibyo usai menumpang pesawat. Namun, Dudi mengigatkan perawatan dan pergantian suku cadang harus sesuai dengan aturan dan jadwal yang benar.
Menurut Dudi, Indonesia merupakan pasar potensial lantaran pertumbuhan industri penerbangan cukup tinggi. Terbukti sejumlah maskapai penerbangan banyak membelanjakan modal untuk membeli pesawat baru.
Ocean One February 8th, 2010, 03:02 PM Jelang Imlek, Maskapai Tambah Penerbangan
Senin, 8 Februari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/21/161706p.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com — Menghadapi Tahun Baru Imlek, maskapai penerbangan mulai meningkatkan penerbangan mereka. Daerah atau kota dengan penduduk yang banyak warga Tionghoa menjadi rute yang disasar maskapai untuk menambah penerbangan.
Hingga hari ini Kementerian Perhubungan telah menyetujui 11 penerbangan tambahan menjelang Imlek. "Sudah ada dua maskapai yang mengajukan extra-flight ke Kementerian Perhubungan, yaitu Sriwijaya Air dan Mandala Airlines," ujar Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Tri Sunoko, Senin (8/2/2010).
Penerbangan tambahan tersebut, antara lain, Sriwijaya Air untuk rute Jakarta-Pontianak untuk sekali penerbangan dan Jakarta-Pangkal Pinang untuk dua kali penerbangan. Sementara itu, Mandala Airlines mengajukan 8 penerbangan tambahan untuk rute Jakarta-Pontianak.
Humas Sriwijaya Air, Ruth Hana Simatupang, kepada Kompas.com menambahkan, Sriwijaya Air menambah penerbangan Jakarta-Tanjung Pandan dari sekali menjadi tiga kali penerbangan dalam sehari, Jakarta-Pangkal Pinang (dari sekali menjadi lima kali penerbangan), dan Jakarta-Pontianak (dari sekali menjadi empat kali penerbangan).
Ocean One February 8th, 2010, 03:04 PM JK Usul Pesawat Kepresidenan Dikelola Garuda
Senin, 8 Pebruari 2010
http://img.antara.co.id/stockphotos/tokoh/capres-jk.jpg
Jusuf Kalla
Jakarta (ANTARA News) - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengusulkan, jika pemerintah jadi membeli pesawat kepresidenan, maka pengelolaan operasional pesawat diserahkan ke PT Garuda Indonesia atau PT Pelita Air Service.
"Kalau memang dibeli, pesawat kepresidenan itu sebaiknya diserahkan operasionalnya ke PT Garuda atau PT Pelita," kata Kalla di Jakarta, Senin, menanggapi rencana pemerintah membeli pesawat kepresidenan.
Dia menjelaskan, selain biaya pembelian pesawat yang mahal maka akan ada biaya operasional dan perawatan yang mahal sehingga akan lebih efisien jika diserahkan ke Garuda atau Pelita Air Service.
Kalla mengungkapkan, pada 2007 ada usulan untuk membeli pesawat kepresidenan yang dilatarbelakangi mahalnya biaya sewa pesawat kepresidenan sekitar Rp250 juta per jam.
"Waktu itu solusi yang saya usulkan bukan membeli pesawat, tetapi kita minta Garuda atau Pelita membeli dan kita nanti menyewanya," kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu.
Menurutnya, saat itu (2007) sebenarnya rencana tersebut sudah dijalankan oleh PT Pelita Air Service di bawah pimpinan Samudra Sukardi.
Ia menuturkan, saat itu sudah ada kecocokan untuk membeli pesawat bekas jenis Airbus A320 dengan harga hanya sekitar 35-40 juta dolar AS.
"Pelita waktu itu sudah bayar tanda jadi sebesar Rp1 miliar dan sudah kirimkan pilot serta awaknya untuk dilatih di Perancis," kata Kalla.
Menurut perhitungkan, dengan pola yang beli PT Pelita dan Sekneg tinggal menyewa, maka harga sewanya menjadi lebih murah, hanya sekitar Rp100 juta per jam.
Namun, kata Kalla, tiba-tiba saja rencana tersebut dibatalkan.
"Waktu itu tiba-tiba dibatalkan. Saya tidak tahu siapa yang membatalkannya," katanya heran.
Kalla mengaku lebih merasa heran lagi ketika saat ini muncul pemberitaan rencana pembelian pesawat kepresidenan baru.
K14N February 10th, 2010, 08:23 AM Bandara Bandung Segera Tambah Jadwal Penerbangan
Sementara rute internasional baru yang akan dibuka di antaranya tujuan Bangkok dan Brunei. "Untuk rute lokal ada penambahan ke Denpasar dan Balikpapan," ujarnya.
Perluasan Bandara Husein Sastranegara Ditargetkan Juli 2010
Selasa, 26 Januari 2010
AirAsia Indonesia, yang saat ini telah memiliki dua rute penerbangan internasional yakni Bandung-Kuala Lumpur dan Bandung-Singapura, akan menambah rute ke Hongkong, Bangkok, dan Brunei Darussalam.
Kalau membaca 2 statement di atas, berarti AirAsia akan buka rute ke Brunei, Bangkok, dan Hong Kong. Berarti rute QZ Jakarta ke Brunei dan Hong KOng juga kemungkinan besar dibuka tahun ini juga donk yah, ga mungkin donk ada rute dr BDO tp nggak ada dr CGK.... Kalo rute ke Manila batal donk ya?
Btw domestiknya QZ buka BDO-BPN? berarti diaktifkan lg rute ke sana ya?
Sizter85 February 10th, 2010, 08:39 AM Btw domestiknya QZ buka BDO-BPN? berarti diaktifkan lg rute ke sana ya?
Mmg QZ pernah mengoperasika trip ini, atau setidaknya rute ini pernah dilayani dg maskapai lain, setauku blom ada yg pernah melayani rute BDO-BPN dh, CMIIW ?!
K14N February 10th, 2010, 06:25 PM Mmg QZ pernah mengoperasika trip ini, atau setidaknya rute ini pernah dilayani dg maskapai lain, setauku blom ada yg pernah melayani rute BDO-BPN dh, CMIIW ?!
Maksudnya rute QZ ke BPN, dl kan ada, tp dr CGK sih...
Sizter85 February 11th, 2010, 08:23 AM Maksudnya rute QZ ke BPN, dl kan ada, tp dr CGK sih...
^^
Ya kalau mmg itu sdh suspended, yg dari CGK bukan destinasi BPN saja yg dah tutup tapi juga ada beberapa tujuan kota lain seperti ke BTH, UPG, dan PDG :cheers:
===================================
Pesawat Trigana Air Mendarat Darurat di Samboja
SAMARINDA - Pesawat ATR milik maskapai penerbangan Trigana Air mendarat darurat di persawahan Kampung Bone, Samboja, Kamis (11/2) siang. Pendaratan darurat terpaksa dilakukan karena salah satu engine mati.
"Penerbangan ini dengan rute Berau-Samarinda dan dijadwalkan mendarat pukul 11.30 tapi karena satu engine mati, sehingga sulit mendarat di Temindung. Akhirnya minta izin untuk mendarat di Balikpapan dan prediksi 11.44 mendarat di Sepinggan. Tapi setelah itu kami mendapat laporan mendarat darurat di Samboja," kata Roesmanto, Kasi Keamanan dan Keselamatan Penerbangan Bandara Temindung. (*)
blablanonsense February 11th, 2010, 09:46 AM bandung mempunyai potensi wisata yang besar. Kota kota di sekitarnya juga. Makanya, saya heran ketika ada dosen transportasi dari Jabotabek menyatakan kalau bandung tidak perlu airport baru. Padahal airport baru ini untuk bandung+cirebon+daerah sekitarnya.
abel77 February 11th, 2010, 10:58 AM Sebagian Angkasa Pura II masih mengalami kerugian.. Dan hanya lima bandara selama 2009 yang mencatat laba:
Dari 12 bandara di bawah otoritas Angkasa Pura II (Mencatat laba):
1.Soekarno- Hatta
2.Supadio (Pontianak)
3.Polonia (Medan)
4.Sultan Syarif Kasim (Pekanbaru)
5.Husein Sastranegara (Bandung).
Selebihnya mengalami kerugian antara
1.Rp5,6 miliar (Bandara Raja Haji Fisabililah,Tanjung Pinang) hingga terbesar 2.Rp37 miliar (Bandara Internasional Minangkabau, Padang).
Bagaimana tahun 2010?
Ocean One February 11th, 2010, 04:47 PM Angkasa Pura I Bangun Terminal Baru
Kamis, 11 Pebruari 2010
Sidoarjo (ANTARA News) - PT Angkasa Pura I mulai membangun terminal baru di sejumlah bandara dalam yurisdiksinya, salah satunya di Lombok Tengah, demikian Dirut PT AP I Bambang Darwoto saat meresmikan gedung laboratorium komputer SDN Pranti, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, Kamis.
"Kami perkirakan Maret ini selesai," katanya.
Angkasa Pura I juga akan membangun terminal baru di Ngurah Rai, Bali, mulai semester pertama tahun 2010 ini yang nilainya mencapai Rp1 triliun yang diambilkan dari dana internal dan penerbitan obligasi.
Bandara Ngurah Rai diketahui sudah tidak mampu lagi menampung pertumbuhan dan kebutuhan penumpang, padahal Bali adalah tujuan utama wisata bagi turis domestik dan internasional.
Terminal baru tersebut bukan hanya untuk meningkatkan pelayanan pada pengguna jasa, tetapi juga dijadikan sebagai pusat bisnis untuk memenuhi kebutuhan pelancong.
Ia menuturkan, terminal baru ini nantinya tidak hanya menampung penumpang lebih banyak, tetapi juga berfungsi sebagai tempat wisata, transit dan belanja bagi wisatawan.
Begitu juga Bandara Juanda Surabaya, kata dia, pihaknya saat ini sudah menyusun "master plan" baru untuk menjawab masalah kebandaraan untuk 15 tahun ke depan.
"Untuk membangun semua itu dibutuhkan biaya yang cukup banyak yang mencapai trilliunan rupiah. Kalau anggaran kami cukup, ya, akan kami bangun sendiri, tapi kalau tidak kami ajak pemerintah pusat, pemerintah daerah atau swasta," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, Angkasa Purta terus meningkatkan kualitas pelayanan di 13 bandara yang masuk yurisdiksinya.
Terminal baru juga tidak tertutup kemungkinan dibangun di Bandara Juanda karena sejak dua tahun terakhir ini arus penumpang di sini meningkat signifikan, dari semula 7,5 juta orang, menjadi 9 juta penumpang lebih.
Untuk itu, Angkasa Pura I perlu mengantisipasinya dengan membangun terminal baru dan memang secara rutin perusahaan selalu menyisihkan dana investasi untuk renovasi bangunan, penggantian dan peremajaan peralatan, demikian Bambang.
bkz010019 February 12th, 2010, 12:07 AM http://www.tribunjabar.co.id/read/artikel/15826/penumpang-pesawat-2009-capai-485-juta
Penumpang Pesawat 2009 Capai 48,5 Juta
Rabu, 10 Februari 2010 | 17:39 WIB
JAKARTA, TRIBUN - Meningkatnya perekonomian RI berdampak positif pada bisnis penerbangan di Indonesia. Jumlah penumpang pesawat selama 2009 lalu mengalami kenaikan sekitar 17 persen. Data dari Direktorat Angkutan Udara Kementerian Perhubungan RI menyebutkan, selama Januari-Desember 2009 jumlah penumpang pesawat udara sebesar 48.514.639 atau naik 17 persen dari tahun sebelumnya yang total 41.507.647.
Direktur Angkutan Udara Tri S Sunoko mengatakan, angka 48 juta lebih tersebut setelah seluruh maskapai penerbangan berhasil menerbangkan penumpang domestik sebesar 43.556.083 penumpang dan penumpang internasional sebanyak 4.958.556 orang.
"Angkanya masih belum final, karena masih ada beberapa maskapai yang belum melaporkan penumpang pada Desember lalu. Tetapi angkanya sudah tidak terlalu signifikan," kata Tri di sela paparan mengenai tarif penumpang pesawat udara di Jakarta, Rabu (10/2).
Dari seluruh jumlah penumpang tersebut, maskapai Lion Mentari Airlines (Lion Air) menjadi pemimpin penerbangan domestik dengan jumlah penumpang 13,377 juta penumpang. "Lion memiliki market share terbanyak yaitu 30,7 persen," papar Tri.
Selanjutnya Garuda Indonesia menyusul dengan 8,398 juta penumpang dengan pangsa pasar sebesar 19,28 persen. Kemudian menyusul Batavia Air dengan 6,107 juta (14 persen), Sriwijaya Air 5,464 juta (12,55 persen), Mandala Airlines 3,552 juta (8,64 persen), Merpati Nusantara Airlines 1,95 juta (4,48 persen), Indonesia AirAsia 1,454 juta (4,34 persen).
Direktur Jenderal Perhbungan Udara Herry Bakti Singayudha Gumay mengatakan, menanjaknya penerbangan nasional terjadi karena terus meningkatnya perekonomian nasional.
"Daya beli masyarakat sudah mulai meningkat jadi penerbangan pun semakin meningkat," kata Herry Bakti. (PersdaNetwork/ewa)
tjokro_ragazzo February 12th, 2010, 04:25 AM Jelang Imlek, Maskapai Tambah Penerbangan
Senin, 8 Februari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2008/07/21/161706p.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com — Menghadapi Tahun Baru Imlek, maskapai penerbangan mulai meningkatkan penerbangan mereka. Daerah atau kota dengan penduduk yang banyak warga Tionghoa menjadi rute yang disasar maskapai untuk menambah penerbangan.
Hingga hari ini Kementerian Perhubungan telah menyetujui 11 penerbangan tambahan menjelang Imlek. "Sudah ada dua maskapai yang mengajukan extra-flight ke Kementerian Perhubungan, yaitu Sriwijaya Air dan Mandala Airlines," ujar Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Tri Sunoko, Senin (8/2/2010).
Penerbangan tambahan tersebut, antara lain, Sriwijaya Air untuk rute Jakarta-Pontianak untuk sekali penerbangan dan Jakarta-Pangkal Pinang untuk dua kali penerbangan. Sementara itu, Mandala Airlines mengajukan 8 penerbangan tambahan untuk rute Jakarta-Pontianak.
Humas Sriwijaya Air, Ruth Hana Simatupang, kepada Kompas.com menambahkan, Sriwijaya Air menambah penerbangan Jakarta-Tanjung Pandan dari sekali menjadi tiga kali penerbangan dalam sehari, Jakarta-Pangkal Pinang (dari sekali menjadi lima kali penerbangan), dan Jakarta-Pontianak (dari sekali menjadi empat kali penerbangan).
Mandala nambah 8 penerbangan????
gila ya...emang nih Pontianak....ajib kalo dah masa Imlek dtg......
gak kebayang Supadio sesak kaya Pulogadung.....
tjokro_ragazzo February 12th, 2010, 04:36 AM Sebagian Angkasa Pura II masih mengalami kerugian.. Dan hanya lima bandara selama 2009 yang mencatat laba:
Dari 12 bandara di bawah otoritas Angkasa Pura II (Mencatat laba):
1.Soekarno- Hatta
2.Supadio (Pontianak)
3.Polonia (Medan)
4.Sultan Syarif Kasim (Pekanbaru)
5.Husein Sastranegara (Bandung).
Selebihnya mengalami kerugian antara
1.Rp5,6 miliar (Bandara Raja Haji Fisabililah,Tanjung Pinang) hingga terbesar 2.Rp37 miliar (Bandara Internasional Minangkabau, Padang).
Bagaimana tahun 2010?
:banana::banana::banana:
nah....kalo udah mencatatkan keuntungan...masa iya terminal nya dibiarkan menjadi "benar-benar" terminal??? kaya terminal angkot dah...
di renov dunk...biar modern dikit...kaya Adi Sutjipto kek...kaya Adi Sumarmo kek.....
netaholics13 February 12th, 2010, 04:49 AM :banana::banana::banana:
nah....kalo udah mencatatkan keuntungan...masa iya terminal nya dibiarkan menjadi "benar-benar" terminal??? kaya terminal angkot dah...
di renov dunk...biar modern dikit...kaya Adi Sutjipto kek...kaya Adi Sumarmo kek.....
justru itu... mungkin karena minimnya biaya pemeliharaan dan upgrading yang dikeluarkan makanya supadio untung terus:bash:
ayo donk supadio, bandara ini ga kalah rame trafficnya sama tetangganya Kuching, tapi fasilitasnya .... ampun deh langit dan bumi
Sizter85 February 12th, 2010, 11:13 AM justru itu... mungkin karena minimnya biaya pemeliharaan dan upgrading yang dikeluarkan makanya supadio untung terus:bash:
^^
:lol::lol:,... Good.. Good... :okay:
coba management AP2 baca :rofl:
Sizter85 February 12th, 2010, 12:07 PM ^^
===================================
Pesawat Trigana Air Mendarat Darurat di Samboja
SAMARINDA - Pesawat ATR milik maskapai penerbangan Trigana Air mendarat darurat di persawahan Kampung Bone, Samboja, Kamis (11/2) siang. Pendaratan darurat terpaksa dilakukan karena salah satu engine mati.
"Penerbangan ini dengan rute Berau-Samarinda dan dijadwalkan mendarat pukul 11.30 tapi karena satu engine mati, sehingga sulit mendarat di Temindung. Akhirnya minta izin untuk mendarat di Balikpapan dan prediksi 11.44 mendarat di Sepinggan. Tapi setelah itu kami mendapat laporan mendarat darurat di Samboja," kata Roesmanto, Kasi Keamanan dan Keselamatan Penerbangan Bandara Temindung. (*)
Jum'at, 12 Februari 2010 , 10:38:00
Pesawat Mendarat di Rawa
51 Penumpang dan Awak Pesawat Selamat, Dua Patah Tulang
http://i50.tinypic.com/264qdue.gif
BALIKPAPAN-Insiden kecelakaan penerbangan terjadi di kawasan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar). Sebuah pesawat penumpang Trigana Air jenis ATR 42 dengan nomor penerbangan ATR-162 mengalami kerusakan mesin sehingga mendarat darurat di kawasan Jalan Soekarno Hatta KM 45 Sungai Merdeka, Desa Bone Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar) Kamis (11/2) kemarin sekira pukul 11.00 Wita.
Pesawat baling-baling buatan Prancis kode penerbangan PK-YRP tersebut bertolak dari kota Berau menuju bandara Temindung Samarinda. Karena mengalami kerusakan mesin, pilot Kapten Nur Solihin mendaratkan pesawatnya di lapangan luas bekas rawa-rawa.
Pesawat mengangkut sebanyak 46 penumpang dan 5 orang awak pesawat, berjalan di tanah lumpur sekitar 500 meter dan berhenti setelah memutar posisi serong ke kiri. Bagian roda pesawat patah dan masuk ke dalam lumpur.
Kontan 46 penumpang berhamburan keluar dari pesawat, mereka takut terjadi ledakan disusul kebakaran. Paniknya para penumpang itu membuat sejumlah warga sekitar lokasi bergegas mendatangi pesawat yang dalam keadaan mesin menyala dan kemudian mati.
Kondisi pesawat rusak berat pada bagian bawahnya, bagian dalam pesawat penuh lumpur. Hal ini disebabkan, para penumpang naik turun serta dibantu warga mengingat kondisi medan berlumpur, sehingga lumpur masuk ke dalam pesawat menempel pada kuri penumpang, dinding serta atap di bagian dalam pesawat.
Informasi dihimpun Post Metro di lokasi kejadian, Trigana Air yang dipiloti Kapten Nur Sholihin, copilot Maulana, Bagian Mesin Prasetyo, serta dua orang pramugari yakni Ana Maria dan Siska bertolak dari Bandara Kalimaru Berau pukul 10.30 Wita menuju Bandara Temindung Samarinda dan terakhir Bandara Sepinggan Balikpapan.
Namun sekira 50 menit mengudara, mesin mengalami gangguan pada mesin serta baling-baling sebelah kiri pesawat sehingga pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat. Pesawat sebenarnya akan kembali ke Bandara Kalimaru, namun karena sudah mengudara lebih dari 45 menit, bandara terdekat yakni Sepinggan Balikpapan.
Maksud pilot mendaratkan pesawat ke Bandara Sepinggan, namun belum sampai di Balikpapan sudah mendarat darurat di Km 45 Samboja. “Hasil informasi yang dihimpun sementara, pesawat mengalami gangguan pada baling-baling sehingga pilot memutuskan untuk mendarat di Sepinggan Balikpapan, namun karena sesuatu hal, pendaratan darurat segera dilakukan oleh pilot di kawasan lokasi rawa ini,” terang Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius Wisnu yang mendampingi Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Bahrul Effendi di lokasi kejadian.
Seluruh penumpang yang berhamburan keluar dari pesawat tadi oleh penduduk sekitar di tolong. Sebab, di lokasi jalanan berlumpur dan becek. Mereka berlari menjauhi pesawat kwatir terjadi ledakan. Laporan mendarat daruratnya pesawat ini diterima seluruh instansi terkait.
Sehingga sejumlah mobil ambulance dari Yayasan Kasimo Balikpapan, PMI Balikpapan, Angkasa Pura, Rumah Sakit Kukar, PMI Kukar bergerak menuju lokasi. Mereka mengevakuasi penumpang dan membawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja berjarak sekira 25 kilometer dari lokasi mendarat daruratanya pesawat.
Para korban mengalami luka lecet dan ringan namun shock. Sedangkan tiga penumpang mengalami luka serius. Satu terganggu bagian ginjalnya karena terhentak saat pesawat mendarat darurat yaitu Saprudin (53) warga Bulungan hingga dirujuk ke rumah sakit Darjat Samarinda, dan dua orang ke Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) yaitu Ny Triyanti (34) warga Jalan Bangkeris Gang IV No 17 Samarinda dan Husni (30) warga Tanjung Selor Bulungan.
Dari pantauan di lokasi, badan pesawat dalam keadaan miring dan bodi pesawat berwarna putih itu kotor terkena percikan lumpur dipasang police line. Sejumlah petugas gabungan dari Polda Kaltim, Polsek, TNI AD, TNI AU serta beberapa pihak Trigana Air berada di lokasi pesawat. Petugas gabungan tersebut juga mengangkat barang-barang bawaan penumpang pesawat.
Warga semakin siang berbondong-bondong di areal pesawat untuk melihat dari dekat. Selain petugas keamanan, pihak PMK, Basarnas, Orari dari Balikpapan dan Kukar juga siap siaga dan mengamankan lokasi.
Untuk menuju ke lokasi pesawat, jarak yang ditempuh sekira 4 kilometer dari jalanan utama dengan kondisi jalan berbukit dan sudah beraspal, kemudian berjalan kaki masuk rawa-rawa dan tanah lumpur sekira 1 kilometer.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kal Star Trigana Air belum memberikan keterangan resmi terkait insiden kecelakaan pesawat penumpang berkapasitas maksimal 50 orang itu. Selain itu, belum diketahui juga kapan bangkai pesawat akan dievakuasi.
Black box atau kotak hitam yang merekam aktivitas di dalam ruang pilot dan seluruh pesawat turut pula diamankan oleh pihak Trigana Air. Pihak Trigana Air yang dikonfirmasi di lokasi kejadian enggan memberikan keterangan. Kapten Pilot Nur Sholihin sakit umum daerah (RSUD) Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja, tidak bersedia diwawancarai Post Metro.(bai)
sayaka February 14th, 2010, 10:28 AM Hujan Deras, Bandara Adi Sutjipto Ditutup Sementara
detikcom - 14 Februari 2010
Hujan deras di Yogyakarta menyebabkan runway Bandara Adi Sutjipto ditutup. Hujan ini menyebabkan jarak pandang di bandara itu turun sehingga membahayakan keselamatan penerbangan.
"Runway ditutup sekitar satu jam yaitu sejak pukul 13.30-14.30 WIB," kata Manajer Operasional Angkasa Pura I Halindra kepada detikcom, Minggu (14/2/2010).
Halindra menjelaskan, jarak pandang minimum untuk runway 09 di Bandara Adi Sutjipto adalah 1.200 meter. Sedangkan untuk runway 27 adalah 4 km. "Tadi jarak pandangnya di bawah 1.000 meter, jadi kita tutup," katanya.
"Ada pesawat Garuda yang seharusnya mendarat pukul 13.40 WIB kembali lagi ke Jakarta," imbuh Halindra.
Halindra menyatakan, penutupan runway ini dilakukan untuk menjamin keselamatan penumpang. "Kalau masalah keselamatan kita tidak bisa tawar-menawar. Karena bisa berbahaya," katanya.
sayaka February 14th, 2010, 10:44 AM Pesawat Trigana Air Mendarat Darurat di Samboja
[/B]
KNKT Amankan Kotak Hitam Pesawat Trigana Air
detikcom - Sabtu, 13 Februari 2010
Tim investigasi Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), mengamankan kotak hitam (blackbox) dari bangkai pesawat Trigana Air. Pesawat itu mendarat darurat di areal persawahan, KM 41 Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis kemarin.
Hal itu disampaikan investigator KNKT, Sulaeman Dayan Asmana, ketika berbincang dengan detikcom melalui sambungan telepon,Jumat (12/2/2010) malam.
"Kotak hitam itu berisi rekaman pembicaraan pilot dan kopilot sebagai data awal penyelidikan KNKT," kata Sulaeman.
Tim KNKT tiba di lokasi kejadian sejak Kamis (11/2/2010) kemarin,di bawah pimpinan Kepala Sub Komite Udara KNKT, Frans Wenas. Selain Sulaeman,invesigator lainnya yang turut serta adalah Masruri.
Selain mengamankan kotak hitam,tim KNKT juga mengambil sampel oli mesin serta alat penghitung koordinat peluncur dari badan pesawat disertai sejumlah berkas dokumen penting lainnya.
"Yang kita amankan,sangat mendukung proses penyelidikan," ujar Sulaeman.
KNKT menilai,kondisi pesawat mengalami kerusakan parah,terutama pada bagian landing wear serta bagian perut pesawat.Baling-baling kanan juga mengalami kerusakan serupa pasca pendaratan darurat tersebut.
"Roda terlepas.Ya memang rusak berat," imbuh Sulaeman.
Ditanya mengenai kerusakan mesin pesawat tersebut,Sulaeman enggan menduga-duga. Menurutnya,kepastian penyebab pendaratan darurat membutuhkan ketelitian akurat.
"Belum ada kesimpulan. Semua data dan informasi awal akan kita kumpulkan untuk diteliti dan disimpulkan dikemudian hari," terang Sulaeman.
Tim investigasi KNKT sendiri berada di lokasi selama 7 jam,mulai pukul 11.00 WITA siang tadi. Pada Sabtu (13/2/2010) besok, dijadwalkan tim investigasi kembali melakukan penyelidikan hari kedua.
"Kita akan lanjutkan bagian-bagian mana lagi yang perlu kita ambil untuk diteliti," pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya,pesawat Trigana Air berpenumpang 46 orang serta 5 awak pesawat, yang berangkat dari Bandara Kalimarau Berau tujuan Bandara Temindung Samarinda, harus mendarat darurat akibat kerusakan mesin setelah sebelumnya berencana mengalihkan pendaratannya di Bandara Sepinggan, Balikpapan. Tiga orang dilaporkan mengalami luka dan seorang diantaranya mengalami patah tulang.
Ocean One February 14th, 2010, 02:51 PM Pesawat Obama Akan Sulit Mendarat di Adisutjipto
Minggu, 14 Februari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/01/29/1538327p.jpg
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta tidak memungkinkan untuk pendaratan pesawat besar jenis Boeing 747 karena panjang landasan pacu yang ada hanya 2.200 meter sehingga tidak memenuhi syarat untuk pesawat sebesar itu.
Sumber di Bandara Adisutjipto yang minta namanya tidak disebutkan pada hari Minggu mengatakan, dengan demikian ada kemungkinan kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama beserta rombongan ke Yogyakarta pada 22 Maret mendatang tidak akan melalui bandara ini karena pesawat kepresidenan AS berjenis Boeing 747-200B.
"Jadi, ada kemungkinan saat berkunjung ke Yogyakarta dan Jawa Tengah, pesawat kepresidenan AS yang ditumpangi Obama akan mendarat di Bandara Internasional Adisumarmo, Solo," kata sumber itu.
Meski demikian, dia menjelaskan bahwa Bandara Adisutjipto sudah beberapa kali didatangi tim advance untuk membicarakan perlihal persiapan kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Yogyakarta.
Menurut sumber tersebut, pihak Bandara Adisutjipto dan Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto sudah beberapa kali berkoordinasi dengan tim advance itu untuk persiapan kedatangan Presiden Obama, termasuk mengenai pengamanan dan sterilisasi kawasan bandara.
Jika akhirnya nanti pendaratan pesawat kepresidenan AS yang ditumpangi Obama tetap akan menggunakan Bandara Adisutjipto, pendaratan tidak dilakukan di landasan penerbangan sipil, tetapi di Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto.
"Memang di Bandara Adisutjipto telah dipersiapkan segala sesuatunya, terutama di terminal kedatangan dan keberangkatan internasional. Namun, itu sifatnya hanya persiapan sehingga nantinya sudah siap jika akhirnya digunakan untuk kedatangan Presiden AS beserta rombongan," katanya.
Sesuai hasil pertemuan dengan tim advance, ia menjelaskan bahwa selama berada di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Barack Obama akan mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM), bengkel kereta api Balai Yasa Yogyakarta, dan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang.
Mimihitam February 14th, 2010, 03:12 PM Rp500.000.000.000,- UNTUK PEMBANGUNAN BANDARA INDONESIA 2010
VIVAnews -- PT Angkasapura II akan menambah terminal pada beberapa bandara di Indonesia pada 2010. Namun dibutuhkan anggaran Rp 500 miliar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Menurut Direktur Operasional Tulus Ranowo, Angkasapura II sudah menganggarkan Rp 500 miliar untuk penambahan terminal. "Sekitar Rp 500 miliar dari total dana investasi tahun 2010," jelas dia disela-sela Malam Apresiasi di Jakarta, 23 Desember 2009.
Adapun belanja modal yang dianggarkan sebesar Rp 2 triliun. Perusahaan akan mendistribusikan dana tersebut sebagian untuk peningkatan pelayanan dan renovasi.
Penambahan terminal tersebut dilakukan di Bandara Pontianak, Bandung, Padang. Untuk penambahan terminal Bandara Padang ia memperkirakan akan menghabiskan dana sebanyak Rp 40 miliar.
Sebenarnya, kata dia, tahun 2010 juga akan dilakukan penambahan terminal di bandara Pekanbaru, Pangkalpinang dan Tanjungpinang. "Tapi ini dengan anggaran tahun 2009," ujar Tulus. Ia mengatakan akhir bulan ini proses tender selesai dan pengerjaan dimulai Januari 2010.
Sementara untuk bandara Kualanmu, Medan, Tulus mengatakan juga akan menambah terminal. Tapi untuk dananya sendiri ia tidak menyebutkan. "Total untuk Kualanamu kita anggarkan Rp 1,6 triliun," jelas dia.
==============================================
Kuala namu ftw!
netaholics13 February 15th, 2010, 03:03 AM Jum'at, 12 Februari 2010 , 10:38:00
Pesawat Mendarat di Rawa
51 Penumpang dan Awak Pesawat Selamat, Dua Patah Tulang
http://i50.tinypic.com/264qdue.gif
wish all indonesian pilots have skills like this one :okay:
Sizter85 February 16th, 2010, 02:08 PM Start on February 19,2010 WINGS will launch new routes from BDO/Bandung to JOG/Jogyakarta and SUB/Surabaya
*Using ATR 72-500
ruperdo February 16th, 2010, 05:10 PM tadi baru saja berangkat dari bandara sultan thaha.
ada pengumuman bahwa per tanggal 1 April, airport tax d bandara ini menjadi Rp 15.000,00 dari sebelumnya yg hanya Rp 8.000,00.
mgkin pihak AP2 sudah "cukup" dengan kerugian bandara ini yg terus menerus dari tahun k tahun, seperti yg perna diberitakan d berbagai koran.. atau, mau dijadikan sebgai sumber dana buat pembangunan terminal baru bandara ini dan pengubhan status menjadi bandara international?
apa pendapat teman2 skalian? :)
reinhart87 February 17th, 2010, 09:33 AM Pesawat Obama Akan Sulit Mendarat di Adisutjipto
Minggu, 14 Februari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/01/29/1538327p.jpg
YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta tidak memungkinkan untuk pendaratan pesawat besar jenis Boeing 747 karena panjang landasan pacu yang ada hanya 2.200 meter sehingga tidak memenuhi syarat untuk pesawat sebesar itu.
Sumber di Bandara Adisutjipto yang minta namanya tidak disebutkan pada hari Minggu mengatakan, dengan demikian ada kemungkinan kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama beserta rombongan ke Yogyakarta pada 22 Maret mendatang tidak akan melalui bandara ini karena pesawat kepresidenan AS berjenis Boeing 747-200B.
"Jadi, ada kemungkinan saat berkunjung ke Yogyakarta dan Jawa Tengah, pesawat kepresidenan AS yang ditumpangi Obama akan mendarat di Bandara Internasional Adisumarmo, Solo," kata sumber itu.
Meski demikian, dia menjelaskan bahwa Bandara Adisutjipto sudah beberapa kali didatangi tim advance untuk membicarakan perlihal persiapan kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Yogyakarta.
Menurut sumber tersebut, pihak Bandara Adisutjipto dan Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto sudah beberapa kali berkoordinasi dengan tim advance itu untuk persiapan kedatangan Presiden Obama, termasuk mengenai pengamanan dan sterilisasi kawasan bandara.
Jika akhirnya nanti pendaratan pesawat kepresidenan AS yang ditumpangi Obama tetap akan menggunakan Bandara Adisutjipto, pendaratan tidak dilakukan di landasan penerbangan sipil, tetapi di Pangkalan Udara TNI AU Adisutjipto.
"Memang di Bandara Adisutjipto telah dipersiapkan segala sesuatunya, terutama di terminal kedatangan dan keberangkatan internasional. Namun, itu sifatnya hanya persiapan sehingga nantinya sudah siap jika akhirnya digunakan untuk kedatangan Presiden AS beserta rombongan," katanya.
Sesuai hasil pertemuan dengan tim advance, ia menjelaskan bahwa selama berada di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Barack Obama akan mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM), bengkel kereta api Balai Yasa Yogyakarta, dan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang.
Kenapa si Obama engga disuruh terbang dengan Garuda saja ya? Biar dia bisa lihat Salam Garuda dan cobain jus martebe :lol: pasti karena alasan security deh:cheers:
ruperdo February 17th, 2010, 12:50 PM -edited-
ruperdo February 17th, 2010, 12:51 PM -edited-
VRS February 18th, 2010, 03:55 AM Kenapa si Obama engga disuruh terbang dengan Garuda saja ya? Biar dia bisa lihat Salam Garuda dan cobain jus martebe :lol: pasti karena alasan security deh:cheers:
dia tak pernah menggunakan airline manapun kecuali the only one Air Force One..jd bukan masalah security saja....
itu sudah policy dari USA goverment...
kemungkinan jk Air Force one tak bisa, dia bisa menggunakan Marine One..
jd tak ada gunanya menawarkan dia utk menumpang lion air or mandala air...
Ocean One February 18th, 2010, 03:28 PM Wah, Maskapai India Incar Langit Indonesia
Kamis, 18 Februari 2010
JAKARTA, KOMPAS.com — Langit Indonesia ternyata tidak hanya cerah bagi 11 maskapai lokal yang sedang mengajukan permohonan Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) kepada Kementerian Perhubungan (Kemhub). Buktinya, Jet Airways asal Mumbai, India, juga tertarik membuka rute baru ke Indonesia.
Menurut Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Tri S Sunoko, manajemen Jet Airways sudah mengungkapkan minat tersebut kepada Kemhub.
"Tapi permintaan formal tertulis belum pernah diajukan oleh pemerintah India. Karena untuk membuka izin penerbangan dari maskapai suatu negara ke negara lain harus sepengetahuan pemerintah kedua negara," kata Tri, Kamis (18/2/2010).
Menurut Tri, kemungkinan untuk kembali membuka izin penerbangan bagi maskapai India sangat terbuka. Pasalnya, India masih memiliki slot penerbangan yang tidak digunakan sejak Air India tidak lagi terbang ke Indonesia.
Dengan sudah memiliki kerja sama bilateral tersebut, maskapai dari dua negara memiliki kebebasan hak angkut ketiga dan keempat. Kebebasan hak angkut ketiga adalah hak untuk menurunkan penumpang atau barang di negara mitra dari negara asal pesawat. Sementara kebebasan hak angkut keempat untuk menaikkan penumpang atau barang dari negara mitra ke negara asal pesawat.
"Untuk rute menuju Bombay dan Calcutta bisa langsung diterbangi oleh maskapai Indonesia. Tapi khusus untuk rute ke Madras, Chennai, harus dilakukan kembali perjanjian kerja sama kedua belah pihak. Masing-masing per kota tujuan harus memenuhi kapasitas sebanyak 1.000 kursi," kata Tri.
Sementara bagi maskapai India, kota yang boleh langsung dituju adalah Jakarta. Sementara untuk ke Denpasar harus ada perjanjian lagi. Sekadar informasi, Jet Airways menerbangi 63 rute, baik domestik India maupun internasional. Rute internasional yang diterbanginya adalah New York, Toronto, Brussels, London, Hongkong, Singapura, Kuala Lumpur, Kolombo, Bangkok, Kathmandu, Dhaka, Kuwait, Bahrain, Muscat, Doha, Riyadh, Jeddah, Abu Dhabi, dan Dubai.
Maskapai tersebut memiliki 89 pesawat, termasuk 10 Boeing 777-300 ER, 12 Airbus A330-200, 48 Boeing 737-400/700/800/900 seri klasik dan New Generation, dan 14 pesawat ATR 72-500, dengan rata-rata usia pesawat 4,45 tahun.
lombok February 18th, 2010, 04:01 PM Investor Proyek Bandara Lombok Kesulitan Keuangan
Kamis, 18 Februari 2010 | 20:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), M. Yusan membenarkan saat ini investor pembangunan bandara internasional di Lombok, Nusa Tenggara Barat sedang mengalami kesulitan keuangan. “Investor dari Dubai terkena dampak kesulitan keuangan Dubai,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, hari ini.
Yusan menjelaskan, Kepala BKPM, Gita Wirjawan sedang menawarkan proyek pembangunan bandara tersebut ke beberapa investor asing lainnya. “Sudah ada tiga yang tertarik. Dua dari Timur Tengah, satu dari India,” tambahnya.
Proyek kawasan wisata terpadu di Nusa Tenggara Barat mulai dibangun dengan berpusat di Lombok. BKPM menawarkan proyek ini senilai US$ 800 juta, terdiri dari pembangunan bandara internasional Lombok, hotel-hotel berbintang lima dan beraneka infrastruktur lainnya. Dalam penjadwalan, bandara ini sudah rampung bulan Juni atau Juli 2010.
ARYANI KRISTANTI
Ocean One February 18th, 2010, 04:15 PM BANYAK INSIDEN
Menhub Ancam Cabut Izin Penerbangan
Kamis, 18 Februari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/10/22/1716344p.jpg
JAKARTA, KOMPAS.com — Banyaknya insiden, baik tergelincirnya pesawat komersial maupun insiden lain yang melayani berbagai rute di Tanah Air, membuat pihak Perhubungan Udara deg-degan.
Bahkan, Menteri Perhubungan Freddy Numberi langsung turun tangan dan
memerintahkan Dirjen Perhubungan Udara untuk melakukan evaluasi secara
menyeluruh.
"Kami sudah perintahkan Dirjen Perhubungan Udara untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pesawat yang dioperasikan. Tim khusus ini tengah melakukan penyidikan dan evaluasi secara menyeluruh," ujar Freddy saat ditemui sebelum mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden, Kamis (18/2/2010).
Freddy mengingatkan kepada semua maskapai penerbangan yang telah beroperasi agar melakukan cek terhadap pesawat-pesawat yang dioperasikan. "Jika ada pelanggaran dan saat itu tim evaluasi menemukan pelanggaran-pelanggaran, maka bisa saja nanti kita cabut izin operasinya," ungkapnya.
Evaluasi terhadap kelayakan pesawat untuk melayani para penumpang menurut Freddy sangatlah penting, apalagi pada bulan Juni nanti Indonesia telah mendapat izin kembali terbang ke Eropa.
"Jangan kita kena air-band lagi. Kita bulan Juni nanti mendapat izin lagi untuk melayani penerbangan ke Eropa. Makanya kita sangat intens melakukan evaluasi, baik terhadap pesawat-pesawat yang layak terbang maupun yang tidak layang terbang. Kita akan cek terus keberadaannya," ujarnya.
tollfreak February 18th, 2010, 04:58 PM Bandara Pulau Enggano Beroperasi Tahun Depan
Kamis, 18 Februari 2010 | 08:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta -Bandara di Pulau Enggano Kecamatan Enggano Bengkulu Utara akan dioperasikan pada 2011. Fasilitas transportasi tersebut diharapkan dapat memacu perekonomian masyarakat Enggano yang selama ini tertinggal.
Kepala Dinas Perhubungan dan Informasi Komunikasi Provinsi Bengkulu Aliberti kemarin mengatakan tahun lalu pembebasan dan pematang lahan seluas 9 hektar sudah dilakukan. "Lahan telah siap maka 2010 pembangunan landasan dan perkantoran segera direalisasikan,” kata Aliberti yang belum lama ini mengunjungi Pulau tersebut bersama unsur Muspida Provinsi.
Bandara ini akan mempermudah transportasi dan mobilisasi warga Enggano. Permasalahan pasokan bahan makanan, minyak tanah dan kebutuhan lainnya diharapkan tidak terjadi lagi. Proses pembangunan pun dapat berjalan lancar di salah satu pulau terluar Indonesia tersebut.
Selama ini akses keluar masuk pulau tersebut hanya menggunakan Kapal Motor Raja Enggano yang hanya beroperasi 2 kali dalam seminggu dan Kapal Perintis yang hanya beroperasi 1 kali seminggu. Sehingga pasokan sembako, minyak, dan belum lagi akses para pelayan publik seperti polisi, PNS, tenaga kesehatan menjadi sempit.
Hal itu mengakibatkan, para petugas tersebut lebih sering meninggalkan tugas mereka dibandingkan berjaga di sekitar Enggano. “Kebanyakan dari petugas tersebutkan adalah warga dari luar Pulau Enggano yang punya keluarga di Kota Bengkulu, di Argamakmur. Sehingga jika transportasi lancar akan mempermudah akses keluar masuk pulau tanpa harus meninggalkan pekerjaan,” katanya.
Pembangunan bandara di Desa Banjarsari sendiri, dipastikan Aliberti tidak akan menganggu keberadaan pulau tersebut. “Bandara hanya seluas 9 Ha sehingga tidak akan mengganggu hutan yang ada,” tegas Aliberti.
Ocean One February 18th, 2010, 05:16 PM Tiga Maskapai Ikuti Tender Musi Rawas
Kamis, 18 Pebruari 2010
Musi Rawas (ANTARA News) - Tiga maskapai penerbangan dalam negeri memastikan mengikuti tender pengoperasian penerbangan di Bandara Silampari, Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan.
"Sudah ada tiga maskapai dalam negeri yang akan ikut tender yakni Riau Airlines, Bali Airlines dan Wings Airlines. Mereka nanti akan dipilih untuk mengoperasikan penerbangan Bandara Silampari," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Kabupaten Musi Rawas, Ari Narsa, Kamis.
Ia mengatakan, tender akan dilaksanakan dalam waktu dekat, sedangkan maskapai yang memenangkan tender akan mengoperasikan penerbangan dari Lubuklinggau-Jakarta.
Pengoperasian penerbangan dilakukan setelah sukses uji coba penerbangan 1 Februari 2010 menggunakan pesawat milik Riau Airlines jenis Fokker 50 dari Lubuklinggau-Jakarta yang berlangsung sukses.
Kendati saat ini panjang landasan pacu Bandara Silampari baru 1.350 meter serta lebar 30 meter, namun untuk pesawat jenis foker pengoperasiannya tidak bermasalah.
Dia memastikan, terhitung sejak April 2010 jalur penerbangan ini sudah dibuka dan didukung dengan keluarnya sertifikat operasional bandara (SOB) Silampari dari kementerian perhubungan.
Pemkab Musi Rawas juga telah menyediakan dana Rp10 miliar untuk menyubsidi maskapai penerbangan di daerah itu secara reguler, terutama untuk membeli kursi yang tidak terjual.
Pesawat yang akan melayani rute Lubuklinggau-Jakarta diupayakan pesawat sesuai dengan hasil uji coba penerbangan sebelumnya yaitu jenis Fokker 50 dan minimal ATR 42.
Dia menambahkan, selama operasi penerbangan, program pengembangan Bandara Silampari untuk menambah panjang landasan pacu dari 1.350 meter menjadi 2.050 meter akan terus dilaksanakan, sehingga pada 2013 bandara ini sudah bisa didarati pesawat berbadan besar jenis Boeing.
tiwulbakul February 19th, 2010, 01:40 PM Masa Depan Penerbangan Indonesia Cerah.
Singapura – Bila ditangani dengan sungguh-sungguh, disertai dengan visi jelas, industri penerbangan sipil Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Perkembangan yang diperlihatkan oleh maskapai nasional Garuda Indonesia dan Lion Air menjadi tanda yang jelas mengenai hal itu. Pandangan ini disampaikan Senior Vice President Boeing untuk Wilayah Asia Timur dan Tenggara Robert K Laird dalam wawancara khusus dengan Kompas dan Angkasa di sela-sela Pameran Kedirgantaraan Singapura, Rabu (3/2) siang.
Laird mengakui, selama beberapa tahun terakhir terjadi krisis yang membuat perusahaannya ikut mengalami tantangan berat. ”Tetapi, memasuki 2010, ada sejumlah tanda yang membuat kami optimistis. Kargo udara mulai naik, demikian juga jumlah penumpang,” kata Laird.
Kembali pada prospek penerbangan di Indonesia, Laird mengatakan, ada beberapa faktor yang berperan. Pertama, perekonomian Indonesia seperti terisolasi dari perekonomian dunia (sehingga seperti tidak terkena dampak, meskipun perekonomian dunia melesu). Berikutnya, ada sosok-sosok pemimpin Garuda dan Lion Air yang memiliki visi tentang penerbangan. Bagi perusahaan pembuat pesawat, seperti Boeing, hal itu sangat menggembirakan karena berarti pesanan pesawat akan terus datang meskipun secara umum pesanan dunia menurun.
Dari Garuda dan Lion, Boeing banyak mendapat pesanan pesawat jet komersial untuk jarak pendek dan menengah. Garuda memesan jenis 737-800 Next Generation, sementara Lion memesan 737-900 Extended Range meskipun yang terakhir ini juga membeli pesawat jumbo 747.
tiwulbakul February 19th, 2010, 01:46 PM Jum'at, 12 Februari 2010 , 10:38:00
Pesawat Mendarat di Rawa
51 Penumpang dan Awak Pesawat Selamat, Dua Patah Tulang
http://i50.tinypic.com/264qdue.gif
BALIKPAPAN-Insiden kecelakaan penerbangan terjadi di kawasan Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar). Sebuah pesawat penumpang Trigana Air jenis ATR 42 dengan nomor penerbangan ATR-162 mengalami kerusakan mesin sehingga mendarat darurat di kawasan Jalan Soekarno Hatta KM 45 Sungai Merdeka, Desa Bone Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar) Kamis (11/2) kemarin sekira pukul 11.00 Wita.
Pesawat baling-baling buatan Prancis kode penerbangan PK-YRP tersebut bertolak dari kota Berau menuju bandara Temindung Samarinda. Karena mengalami kerusakan mesin, pilot Kapten Nur Solihin mendaratkan pesawatnya di lapangan luas bekas rawa-rawa.
Pesawat mengangkut sebanyak 46 penumpang dan 5 orang awak pesawat, berjalan di tanah lumpur sekitar 500 meter dan berhenti setelah memutar posisi serong ke kiri. Bagian roda pesawat patah dan masuk ke dalam lumpur.
Kontan 46 penumpang berhamburan keluar dari pesawat, mereka takut terjadi ledakan disusul kebakaran. Paniknya para penumpang itu membuat sejumlah warga sekitar lokasi bergegas mendatangi pesawat yang dalam keadaan mesin menyala dan kemudian mati.
Kondisi pesawat rusak berat pada bagian bawahnya, bagian dalam pesawat penuh lumpur. Hal ini disebabkan, para penumpang naik turun serta dibantu warga mengingat kondisi medan berlumpur, sehingga lumpur masuk ke dalam pesawat menempel pada kuri penumpang, dinding serta atap di bagian dalam pesawat.
Informasi dihimpun Post Metro di lokasi kejadian, Trigana Air yang dipiloti Kapten Nur Sholihin, copilot Maulana, Bagian Mesin Prasetyo, serta dua orang pramugari yakni Ana Maria dan Siska bertolak dari Bandara Kalimaru Berau pukul 10.30 Wita menuju Bandara Temindung Samarinda dan terakhir Bandara Sepinggan Balikpapan.
Namun sekira 50 menit mengudara, mesin mengalami gangguan pada mesin serta baling-baling sebelah kiri pesawat sehingga pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan darurat. Pesawat sebenarnya akan kembali ke Bandara Kalimaru, namun karena sudah mengudara lebih dari 45 menit, bandara terdekat yakni Sepinggan Balikpapan.
Maksud pilot mendaratkan pesawat ke Bandara Sepinggan, namun belum sampai di Balikpapan sudah mendarat darurat di Km 45 Samboja. “Hasil informasi yang dihimpun sementara, pesawat mengalami gangguan pada baling-baling sehingga pilot memutuskan untuk mendarat di Sepinggan Balikpapan, namun karena sesuatu hal, pendaratan darurat segera dilakukan oleh pilot di kawasan lokasi rawa ini,” terang Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius Wisnu yang mendampingi Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Bahrul Effendi di lokasi kejadian.
Seluruh penumpang yang berhamburan keluar dari pesawat tadi oleh penduduk sekitar di tolong. Sebab, di lokasi jalanan berlumpur dan becek. Mereka berlari menjauhi pesawat kwatir terjadi ledakan. Laporan mendarat daruratnya pesawat ini diterima seluruh instansi terkait.
Sehingga sejumlah mobil ambulance dari Yayasan Kasimo Balikpapan, PMI Balikpapan, Angkasa Pura, Rumah Sakit Kukar, PMI Kukar bergerak menuju lokasi. Mereka mengevakuasi penumpang dan membawa ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja berjarak sekira 25 kilometer dari lokasi mendarat daruratanya pesawat.
Para korban mengalami luka lecet dan ringan namun shock. Sedangkan tiga penumpang mengalami luka serius. Satu terganggu bagian ginjalnya karena terhentak saat pesawat mendarat darurat yaitu Saprudin (53) warga Bulungan hingga dirujuk ke rumah sakit Darjat Samarinda, dan dua orang ke Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) yaitu Ny Triyanti (34) warga Jalan Bangkeris Gang IV No 17 Samarinda dan Husni (30) warga Tanjung Selor Bulungan.
Dari pantauan di lokasi, badan pesawat dalam keadaan miring dan bodi pesawat berwarna putih itu kotor terkena percikan lumpur dipasang police line. Sejumlah petugas gabungan dari Polda Kaltim, Polsek, TNI AD, TNI AU serta beberapa pihak Trigana Air berada di lokasi pesawat. Petugas gabungan tersebut juga mengangkat barang-barang bawaan penumpang pesawat.
Warga semakin siang berbondong-bondong di areal pesawat untuk melihat dari dekat. Selain petugas keamanan, pihak PMK, Basarnas, Orari dari Balikpapan dan Kukar juga siap siaga dan mengamankan lokasi.
Untuk menuju ke lokasi pesawat, jarak yang ditempuh sekira 4 kilometer dari jalanan utama dengan kondisi jalan berbukit dan sudah beraspal, kemudian berjalan kaki masuk rawa-rawa dan tanah lumpur sekira 1 kilometer.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kal Star Trigana Air belum memberikan keterangan resmi terkait insiden kecelakaan pesawat penumpang berkapasitas maksimal 50 orang itu. Selain itu, belum diketahui juga kapan bangkai pesawat akan dievakuasi.
Black box atau kotak hitam yang merekam aktivitas di dalam ruang pilot dan seluruh pesawat turut pula diamankan oleh pihak Trigana Air. Pihak Trigana Air yang dikonfirmasi di lokasi kejadian enggan memberikan keterangan. Kapten Pilot Nur Sholihin sakit umum daerah (RSUD) Aji Batara Agung Dewa Sakti Samboja, tidak bersedia diwawancarai Post Metro.(bai)
yuhh...dulu pernah naik pesawat ini ke berau, penerbangan hanya ditempuh 10 menit...goyang goyang tertiup angin terus sepanjang jalan :nuts::nuts:
Ocean One February 19th, 2010, 05:00 PM Batavia Air Gagal Lepas Landas di Batam
Laporan: Antara
JUMAT, 19 FEBRUARI 2010
BATAM, TRIBUN-TIMUR.COM - Pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan 7P-572 tujuan Jakarta gagal lepas landas di Bandara Hang Nadim Batam, Jumat.
Kepala Air Traffic Control (ATC) Bandara Hang Hang Nadim, Tepi Amir mengatakan pesawat Airbus 320 milik Batavia Air mengalami brake jam atau rem blong sehingga membatalkan keberangkatan pada pukul
10.00 WIB .
"Pesawat teregistrasi PK-YSF,"kata Tepi. Saat ini pesawat, towing ke parking stand AE1, kata dia.
Ocean One February 19th, 2010, 05:18 PM Wings Air Lirik Investasi Rute Jarak Pendek
Jum'at, 19 Februari 2010
TEMPO Interaktif, BANDUNG - PT Wings Air kini melirik peluang investasi pelayanan rute penerbangan jarak pendek. Direktur Umum Wings Air Edward Sirait mengaku sedikitnya dana US$ 1 miliar untuk investasi di rute ini, terutama di wilayah barat"Dananya dari sindikasi bank. Kami mendapat kepercayaan dari BNP Paribas" kata Edward saat membuka rute baru Wings Air untuk Bandung-Jakarta di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Jumat (19/2).
Investasi itu diantaranya pengadaan sedikitnya 30 pesawat jenis ATR 72-500 buatan Perancis sekitar US$ 750 juta. Selain juga sumber daya manusia, dan penambahan sarana dan prasaranan layanan.
Selain pengembangan rute domestik, ia juga berencana menanamkan US $ 6 juta untuk layanan perawatan khusus pesawat yang akan dibuat di Surabaya."Paling tidak akan membuka peluang kerja sampai 12 ribu orang." katanya.
Edward optimistis, investasi akan menghasilkan karena potensi pasar domestik masih sangat tinggi. "Sekitar 17,5 persen atau sekitar 47 juta penumpang "ujarnya.
Ocean One February 19th, 2010, 06:13 PM Wings Air Buka Layanan Bandung -Yogya
Jum'at, 19 Februari 2010
TEMPO Interaktif, BANDUNG - PT Wings Air secara resmi membuka rute baru Bandung - Yogyakarta. Dengan pesawat ATR 72-500 buatan Perancis, tiket rute pendek itu dijual dengan harga Rp 290 ribu pada jam 13.30."Kami optimis bisa meraup pasar wisata , wirausaha dan pelajar yang potensinya sangat tinggi di dua kota ini," kata Direktur Umum Wings Air Edward Sirait Wings Air saat peresmian rute baru Bandung-Jogjakarta di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Jumat (19/2).
Edward mengaku optimistis jika rute jarak dekat yang dikembangkan Wings Air dari Bandung-Jogjakarta-Surabaya bisa bertahan karena potensi pasarnya cukup tinggi. Walaupun nantinya akan bersaing dengan angkutan Kereta Api dan Angkutan darat dengan dibukanya jalan tol."Masyarakat yang menggunakan pesawat baru 17,5 persen, dan ini akan terus meningkat tiap tahunnya." ujarnya.
General Manajer PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastra Negara Bandung Mulya Abdi menuturkan, dibukannya rute baru akan meningkatkan jumlah kunjungan ke Kota Bandung. Saat ini, rata-rata mencapai 2200 orang perhari. "Kami menargetkan kenaikan penumpang mencapai 4000an pada 2010." ujarnya.
Mulya Abdi menambahkan, pihaknya berkomitmen memanjakan penumpang yang datang dan berangkat dari Bandara Husein Sastra Negara."Konsep bandara minimalis tapi nyaman ini yang akan terus dikembangakan." katanya."Masih banyak potensi penerbangan dari dan ke bandara husein, karena banyaknya waktu penerbangan yang kosong." ujarnya
ceudah February 20th, 2010, 04:17 AM ^^^ makin mantrap aja yah permainan pak rusdi kirana...salute...
Ocean One February 20th, 2010, 07:29 AM AirAsia Tutup Dua Rute Penerbangannya
Sabtu, 20 Pebruari 2010
Kuala Lumpur (ANTARA News) - AirAsia akan menutup penerbangan Kuala Lumpur - Palembang mulai Minggu 21 Februari dan rute Kuala Lumpur - Manado mulai 25 Februari karena alasan komersial, kata juru bicara AirAsia Desiree Bandal di Kuala Lumpur, Sabtu.
AirAsia menghentikan penerbangan ke Manado karena okupansinya rendah. Rute Kuala Lumpur - Manado dibuka sejak 2 September 2008 dengan menggunakan pesawat Airbus 320-319 dan frekuensi tiga kali dalam seminggu.
Rute Kuala Lumpur - Manado adalah rute ke Sulawesi kedua dari maskapai AirAsia setelah Makassar, sementara penutupan rute ke Manado ini akan membuat rute Kuala Lumpur - Makassar menjadi satu-satunya rute AirAsia ke Sulawesi.
Sedangkan penerbangan rute Kual Lumpur - Palembang dilayani sejak 22 November 2006 dengan empat frekuensi penerbangan per minggu menggunakan pesawat A320 berkapasitas 180 tempat duduk.
Pembukaan rute KL-Palembang saat itu merupakan pembukaan rute keempat untuk kawasan Sumatera setelah Medan, Padang, dan Pekanbaru.
Ocean One February 20th, 2010, 07:32 AM Penumpang Bandara Husein Sastranegara Bakal Naik
Sabtu, 20 Februari 2010
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/05/12/2126578p.jpg
BANDUNG, KOMPAS.com - Jumlah penumpang Bandar Udara (Bandara) Husein Sastranegara, Bandung diprediksi bertambah hingga 80 persen dari rata-rata sekitar 2.200 per hari pada tahun 2009 menjadi 4.000 orang per hari pada tahun 2010. Karena itu, prospek bisnis rute penerbangan dari Bandung dan ke daerah-daerah lain pada tahun 2010 diperkirakan semakin baik.
General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Husein Satranegara, Mulya Abdi di Bandung, Jumat (19/2), mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang membaik serta daya tarik Bandung sebagai kota kuliner, wisata, dan belanja memicu kenaikan jumlah penumpang pesawat.
"Saya perkirakan pertumbuhan jumlah penumpang akan signifikan pada tahun 2010 bukan hanya untuk wisatawan domestik tetapi juga mancanegara, " ujarnya.
Pada tahun 2010, potensi turis Arab Saudi yang tertarik berkunjung ke Bandung saja mencapai 20.000 orang. Mulya mengatakan, pada Januari 2009, jumlah penumpang Husein Sastranegara rata-rata sekitar 1.800 orang per hari. Jumlah itu naik pada posisi yang sama tahun 2010 menjadi sekitar 2.400 orang per hari. Bandara itu menghasilkan keuntungan sebesar Rp 6,8 miliar pada tahun 2009.
"Mudah-mudahan jumlah itu bisa bertambah dua kali lipat pada tahun 2010," katanya.
tjokro_ragazzo February 20th, 2010, 07:45 AM Sesuai hasil pertemuan dengan tim advance, ia menjelaskan bahwa selama berada di Yogyakarta dan Jawa Tengah, Barack Obama akan mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM), bengkel kereta api Balai Yasa Yogyakarta, dan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang.
^^
NGAPAIIIIINNNNN??
Kunjungan tuh ke Keraton gitu lho..... UGM dikunjungin ngapain???
wakakakaka.......
tjokro_ragazzo February 20th, 2010, 07:45 AM Rp500.000.000.000,- UNTUK PEMBANGUNAN BANDARA INDONESIA 2010
VIVAnews -- PT Angkasapura II akan menambah terminal pada beberapa bandara di Indonesia pada 2010. Namun dibutuhkan anggaran Rp 500 miliar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Menurut Direktur Operasional Tulus Ranowo, Angkasapura II sudah menganggarkan Rp 500 miliar untuk penambahan terminal. "Sekitar Rp 500 miliar dari total dana investasi tahun 2010," jelas dia disela-sela Malam Apresiasi di Jakarta, 23 Desember 2009.
Adapun belanja modal yang dianggarkan sebesar Rp 2 triliun. Perusahaan akan mendistribusikan dana tersebut sebagian untuk peningkatan pelayanan dan renovasi.
Penambahan terminal tersebut dilakukan di Bandara Pontianak, Bandung, Padang. Untuk penambahan terminal Bandara Padang ia memperkirakan akan menghabiskan dana sebanyak Rp 40 miliar.
Sebenarnya, kata dia, tahun 2010 juga akan dilakukan penambahan terminal di bandara Pekanbaru, Pangkalpinang dan Tanjungpinang. "Tapi ini dengan anggaran tahun 2009," ujar Tulus. Ia mengatakan akhir bulan ini proses tender selesai dan pengerjaan dimulai Januari 2010.
Sementara untuk bandara Kualanmu, Medan, Tulus mengatakan juga akan menambah terminal. Tapi untuk dananya sendiri ia tidak menyebutkan. "Total untuk Kualanamu kita anggarkan Rp 1,6 triliun," jelas dia.
==============================================
Kuala namu ftw!
baguuuusssss...... biar Supadio jadi benar2 bandara....bukan kaya terminal angkot lagi.....
tjokro_ragazzo February 20th, 2010, 07:47 AM justru itu... mungkin karena minimnya biaya pemeliharaan dan upgrading yang dikeluarkan makanya supadio untung terus:bash:
ayo donk supadio, bandara ini ga kalah rame trafficnya sama tetangganya Kuching, tapi fasilitasnya .... ampun deh langit dan bumi
bisa jadi juga ya...waakakka.....
iya nih... Supadio penerbangannya udah sangat padat..... mbok ya dibikin bagusan dikit...... ngenes kalo ngeliat Supadio.........
tjokro_ragazzo February 20th, 2010, 07:49 AM ^^
:lol::lol:,... Good.. Good... :okay:
coba management AP2 baca :rofl:
abis baca langsung direnovasi total..... senangnya....heheheh......
Ocean One February 20th, 2010, 08:24 AM abis baca langsung direnovasi total..... senangnya....heheheh......
^^
Ngarep banget mas.:lol::lol::lol:
Ocean One February 20th, 2010, 04:58 PM Express Airline Beroperasi di Poso
Sabtu, 20 Februari 2010
TEMPO Interaktif, Jakarta -Maskapai penerbangan Expres Airline dipastikan membuka rute penerbangan dari Makassar, Sulawesi Selatan, keKabupaten Poso Sulawesi Tengah dan Manado (Sulawesi Utara pergi pulang. Masuknya maskapai tersebut makin meramaikan bandara udara, Kasiguncu Poso. Sebelumnya, Merpati Nusantara Airlines melayani penerbangan perintis Palu-Poso-Gorontalo sekali sepekan menggunakan pesawat Cassa 212.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Poso Husni M Kasim, Sabtu (20/2) mengatakan, Express Airline akan mengoperasikan pesawat berkapasitas 40 penumpang lebih cepat dari rencana semula. "Kami terkejut mendapat konfirmasi dari perusahaan bersangkutan bahwa penerbangan perdana akan dilakukan dalam waktu dekat ini," ujarnya.
Dengan dua maskapai penerbangan yang nantinya akan rutin melayani rute dari dan ke Poso, diharapkan semakin memudahkan perjalanan masyarakat, serta mempercepat proses pemulihan ekonomi di bumi "Sintuwu Maroso" itu.
Ia optimistis, dengan di bukanya rute penerbangan perintis dan komersial juga dapat meningkatkan kunjungan para wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnu) ke Kabupaten Poso. “Ini bagian dari proses pecepatan pemulihan Poso menjadi normal,’ katanya.
Sizter85 February 22nd, 2010, 04:06 PM Start on March, 2010. Citilink will operate CGK-MES's route as GA040, twice a day !!
novian February 24th, 2010, 10:26 AM Membangkitkan kembali kenangan akan capaian teknologi dan impian masa depan kejayaan kedirgantaraan Nusantara.
Berikut beberapa produk pesawat yg telah bisa di produksi:
1.CN-235
http://2.bp.blogspot.com/_m14F5gfTcKY/S39K28cBUjI/AAAAAAAAAc8/BHhe2lHk4xE/s400/img4044vt7.jpg
CN-235 adalah sebuah pesawat angkut turboprop kelas menengah bermesin dua. Pesawat ini dirancang bersama antara IPTN Indonesia dan CASA Spanyol. Pesawat ini saat ini menjadi pesawat paling sukses pemasarannya dikelasnya.
varian :
- CN-235-100
- CN-235-110
- CN-235-220
- CN-235 MPA
- CN235-330 Phoenix
2.CASA C-212 Aviocar (N-212)
Pesawat berukuran sedang bermesin turboprop yang dirancang dan diproduksi di Spanyol untuk kegunaan sipil dan militer. Pesawat jenis ini juga telah diproduksi di Indonesia di bawah lisensi oleh PT. Dirgantara Indonesia. Bahkan pada bulan Januari 2008, EADS CASA memutuskan untuk memindahkan seluruh fasilitas produksi C-212 ke PT. Dirgantara Indonesia di Bandung. PT. Dirgantara Indonesia adalah satu-satunya perusahaan pesawat yang mempunyai lisensi untuk membuat pesawat jenis ini di luar pabrik pembuat utamanya.
versi terakhir (N212-400)
http://i46.tinypic.com/ojqt7k.jpg
3. N250
http://www.safran-group.com/IMG/232.jpg
Pesawat ini merupakan primadona IPTN(PT.DI) dalam usaha merebut pasar di kelas 50-70 penumpang dengan keunggulan yang dimiliki di kelasnya (saat diluncurkan pada tahun 1995). Menjadi bintang pameran pada saat Indonesian Air Show 1996 di Cengkareng. Namun akhirnya pesawat ini dihentikan produksinya setelah krisis ekonomi 1997. Harusnya sebagai langkah awal untuk membangkitkan kembali industri dalam negeri presiden SBY setidaknya mengambil langkah untuk membeli pesawat ini dan menggunakan sebagai pesawat kepresidenan.
http://foto.detik.com/images/content/2006/01/03/157/pindad3.jpg
http://indomil.files.wordpress.com/2009/07/n250_09.jpg?w=450&h=299
4.N-2130
http://www.jrlucariny.com/Site2008/n2130/n2130imagens/006n2130s.jpg
Pesawat N-2130 adalah pesawat jet komuter berkapasitas 80-130 penumpang rancangan asli IPTN (Sekarang PT Dirgantara Indonesia,PT DI, Indonesian Aerospace), Indonesia.
2RSdGYmnEcY
5.N-219
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/a/a9/N219model.jpg
pesawat generasi baru, yang dirancang oleh Dirgantara Indonesia dengan multi sejati multi misi dan tujuan di daerah-daerah terpencil. N-219 menggabungkan teknologi sistem pesawat yang paling modern dan canggih dengan mencoba dan terbukti semua logam konstruksi pesawat terbang. N-219 memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel efisiensi sistem yang akan digunakan dalam misi multi transportasi penumpang dan kargo.
--------------------------------------
beberapa pesawat jet tempur impian bangsa Indonesia
1.N30 Pasopati
http://i47.tinypic.com/2h6h7cy.jpg
2.Dirgantara LS-X
http://i46.tinypic.com/2n9b1ie.jpg
3.Dirgantara Srikandi Combat Trainer
http://i45.tinypic.com/104f1gm.jpg
untuk ketiga pesawat jet diatas blom ada sumber resmi yg memastikannya.....yg pasti bravo buat kejayaan Indonesia !!!
tollfreak February 24th, 2010, 11:16 AM Emirates to fly twice daily from Jakarta
Nani Afrida and Novan Iman Santosa , The Jakarta Post , Jakarta | Wed, 02/24/2010 12:21 PM | Business
The Dubai, United Arab Emirates-based airline Emirates is set to launch twice daily flights from Jakarta to Dubai starting March 1.
"The launch of the double daily flight between Jakarta and Dubai is Emirates' response to increasing demand from both business and leisure travelers," Emirates' Indonesia country manager Mohamed Al Nahari said in Jakarta on Tuesday.
Al Nahari said in 2009 the airlines flew the route 11 times a week.
He said the additional flights would increase capacity by more than 2,600 seats per week, to bring weekly capacity up to 12,000 seats.
Using Boeing the 777 jetliner, Emirates has 42 business-class seats and 385 to 400 economy-class seats depending on aircraft type.
Emirates flights EK 356 and EK 358 depart Dubai at 4:40 a.m. and 10:25 a.m. respectively. Flights EK 357 and EK 359 leave Jakarta at 5:45 p.m. and 12:15 a.m. respectively.
Emirates sales manager Ilonka Leiwakabessy said the airline was aiming to serve a new corporate travel market in addition to haj and umrah (minor haj) pilgrims.
"Corporate travelers are independent of events like pilgrimages. They can depart at any time," she said.
She said there was sales growth in 2009 without giving any figures.
Al Nahari said Emirates' double daily flight would support government plans to increase arrivals from Middle Eastern countries by up to 100,000 in 2010.
"We are delighted to be able to provide our passengers with a greater choice of flight options," he said.
Emirates will start four new routes including to Tokyo on March 28, Amsterdam on May 1, Prague on July 1 and Madrid on Aug. 1.
In the financial year ending Sept. 30, 2009, Emirates booked US$205 million in net profits.
Emirates announced Tuesday the appointment of PT VFS Services Indonesia, to set up a Dubai visa application and processing Center (DVPC), effective since January 2010.
"The partnership will offer benefits to our passengers who require a visa to enter Dubai. The passengers will get Dubai visas within a short time period of three to four working days," Al Nahari said.
"Passengers who use this service are not required to have local sponsors while staying in Dubai."
VFS head of operations Southeast Asia Bernard Vijaykumar said that the firm would be able to handle about 800 applicants a day.
"Visa applicants only need to submit copies of their passports with their documents and not the original ones," he said.
"This will allow applicants to apply for visas to other countries requiring original passports."
VRS February 24th, 2010, 11:52 AM dirgantara LS-X its stealth technology...??
novian February 24th, 2010, 01:06 PM ^^wah klo soal teknisny sy kurang tau..mungkin ada yg lebih tau bisa buat mnjelasknnya!!....
hehehe...ternyata itu HOAX dr forum tetangga...sori2....
bkz010019 February 25th, 2010, 11:49 PM Kutipan dari http://www.kontan.co.id/index.php/bisnis/news/31049/Sriwijaya-Berencana-Buka-Rute-Surabaya-Johor-Baru-Akhir-Maret
Kamis, 25 Februari 2010 | 17:04
Sriwijaya Berencana Buka Rute Surabaya-Johor Baru Akhir Maret
JAKARTA. Maskapai penerbangan Sriwijaya Air terus mengembangkan sayap usahanya. Maskapai ini berencana membuka rute Surabaya-Johor Baru, Malaysia di penghujung Maret mendatang.
Menurut Manajer Humas Sriwijaya Ruth Hanna Simatupang, izin untuk rute baru tersebut sudah diterbitkan Kementerian Perhubungan. Saat ini, Sriwijaya tinggal menunggu datangnya pesawat yang sudah dipesan untuk melayani rute itu.
"Izin sudah tidak ada masalah, sehingga begitu pesawatnya datang kami bisa langsung layani Surabaya-Johor Baru akhir Maret,” ujar Hanna, Kamis (25/2).
Direktur Niaga Sriwijaya Toto Nursatyo menjelaskan, baru satu dari tiga pesawat Boeing 737-300 yang dipesan untuk membuka rute baru yang sudah datang. “Diperkirakan dua sisanya tiba di Bandara Soekarno-Hatta pertengahan Maret. Saat ini keduanya sedang dicat sesuai standar Sriwijaya Air,” ujarnya.
Selain digunakan untuk menerbangi rute Surabaya-Johor Baru, pesawat yang dipesan itu digunakan Sriwijaya untuk melayani rute
Jakarta-Balikpapan satu kali penerbangan setiap hari. Selain itu, Sriwijaya juga menggunakan pesawat itu seandainya perlu menambah rute Jakarta-Pontianak dan Jakarta-Yogyakarta.
Sementara, satu pesawat yang sudah tiba lebih dulu akan digunakan untuk mengembangkan bisnis Sriwijaya ke Indonesia Bagian Timur. Yaitu rute Jakarta-Ujung Sorong, Papua satu kali setiap hari mulai pertengahan Maret 2010.
ceudah February 26th, 2010, 05:03 AM salute juga liat2 pesawat produksi PT DI..
tapi, pengen tau jg...berapa banyak pesawat yg udah di produksi PT DI? yang sedang di produksi atau yg sedang dipesan ada gk ya? ada info nya?
trus video di youtube itu apa pesawatnya udah ada rencana produksinya? pesawat konsep ato hanya animasi belaka?
mohon info..
salam
Sizter85 February 26th, 2010, 08:22 AM Membangkitkan kembali kenangan akan capaian teknologi dan impian masa depan kejayaan kedirgantaraan Nusantara.
Berikut beberapa produk pesawat yg telah bisa di produksi:
1.CN-235
http://2.bp.blogspot.com/_m14F5gfTcKY/S39K28cBUjI/AAAAAAAAAc8/BHhe2lHk4xE/s400/img4044vt7.jpg
CN-235 seri berikut merupakan pesawat CN-235 tercanggih yg dilimiliki TNI AU dan diberi julukan 'Si Moncong hitam' guna mengawasi perairan Nusantara, saat ini pesawat tsb base di UPG :okay:
Go Ahead Eagles March 1st, 2010, 11:50 AM OOT: Dulu pernah denger kalau Mahan Air maskapai dari Iran akan membuka penerbangan ke Indonesia. Juga maskapai dari Spanyol Air Madrid yg akan ke Bali? Ada yang punya infonya? Thanks. :cheers:
peseg5 March 2nd, 2010, 04:24 AM http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/307673/
Perluasan Bandara Bali Dipercepat
Monday, 01 March 2010
DENPASAR (SI) – Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mendesak proyek perluasan Bandara Ngurah Rai, Bali segera dilaksanakan.
“Jangan ditunda-tunda lagi. Apalagi kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun semakin meningkat,”tandas Wacik di sela-sela peluncuran buku Ngurah Rai Airport Bali-Gateway to Paradise 1930-2010 di Kuta, Bali, Minggu (28/2) lalu. Dia mengaku sudah menerima laporan soal desain perluasan bandara di antaranya memuat arsitektur bernuansa Bali untuk membedakan dengan bandara lainnya.
“Kawasan bandara juga dikurangi untuk areal komersial seperti pertokoan dan lainnya. Kalau mau belanja, ke Sukawati saja biar belanja langsung kepada rakyat,”imbuh Wacik. Namun,dia mengingatkan agar perluasan bandara harus diimbangi dengan peningkatan layanan lainnya di antaranya imigrasi, taksi, dan toilet.
“Ingat, survei menyebutkan 70% orang turun dari pesawat, tempat pertama yang dicari adalah toilet. Jangan sampai orang yang jauh-jauh terbang dari Eropa, begitu turun di Bandara Ngurah Rai mengeluhkan kotornya toilet,”tandas Wacik. Wacik mengaku optimistis perluasan bandara tersebut akan menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Bali dan destinasi lainnya di Indonesia.
Dalam dua bulan terakhir ini saja kunjungan wisatawan ke Bali sudah naik 3-4% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.“Jika perbaikan dan perluasan bandara sudah dilakukan, saya yakin wisatawan semakin sering datang ke Bali,”ungkapnya. Direktur Angkasa Pura (AP) I Bambang Darwoto mengaku, proyek perluasan bandara masih menunggu rekomendasi Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dan Bupati Badung Anak Agung Gde Agung.
Rekomendasi itu diperlukan sebagai salah satu syarat turunnya izin dari Menteri Perhubungan Freddy Numberi. “Begitu izin turun, kami akan segera melakukan tender, dan sebulan kemudian sudah bisa dimulai pengerjaan fisiknya,”kata dia. Dia mengaku, perluasan bandara meliputi terminal internasional dan domestik serta sejumlah areal lainnya seperti aprondanrunway yang mencapai 120.000 meter persegi (m2) dengan menelan dana Rp1,7 triliun.
“Dengan perluasan itu,Bandara Ngurah Rai akan mampu menampung 20 juta penumpang dari kapasitas yang ada saat ini,hanya 2 juta penumpang.” Bambang menyatakan, perluasan bandara tidak disertai pembebasan lahan warga, tetapi dengan menggusur 170 rumah pegawai AP I. Sedangkan soal infrastruktur pendukung seperti jalan merupakan tanggung jawab Pemprov Bali. “Pemprov Bali harus segera memikirkan masalah infrastruktur jalan. Kalau jalan belum diperbaiki,tentu akan terjadi kemacetan luar biasa.” (miftachul chusna)
tollfreak March 2nd, 2010, 04:24 PM Bertambah, Jumlah Maskapai Penerbangan di Bandara Husein Sastranegara
Senin, 1 Maret 2010 | 19:57 WIB
BANDUNG, KOMPAS - Jumlah maskapai yang beroperasi di Bandar Udara (Bandara) Husein Sastranegara, Bandung saat ini sebanyak lima perusahaan. Jumlah itu direncanakan bertambah setidaknya menjadi delapan maskapai hingga akhir tahun 2010.
General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Husein Satranegara, Mulya Abdi di Bandung, Senin (1/3/2010), mengatakan, maskapai diperkirakan bertambah sejak Juli 2010. Saat itu, landasan pacu bandara sudah lebih tebal sehingga jenis pesawat yang bisa mendarat semakin banyak.
Menurut Mulya, penebalan akan dimulai pada April 2010. Setelah selesai dikerjakan, maskapai-maskapai yang diharapkan dapat beroperasi di Bandara Husein Sastranegara yakni Singapore Airlines, Malaysia Airlines, dan Garuda Indonesia.
Maskapai-maskapai itu sudah tertarik mengoperasikan pesawatnya setelah mengetahui rencana penebalan landasan. Jika terealisasi, rute-rute baru yang akan tersedia yakni dari Bandung ke Bangkok (Thailand), Bandar Seri Begawan (Brunei Darussalam), Hongkong , Padang, dan Denpasar. (bay)
Kopassus March 2nd, 2010, 04:43 PM Bandung - Den Pasar sudah ada.
Bdg- Brunei...? perasaan sy nga ada pasar utk rute ini.....dari CGK sudah tidak begitu banyak penerbangan ke sana...
GARUDA 777 March 3rd, 2010, 04:54 AM Bertambah, Jumlah Maskapai Penerbangan di Bandara Husein Sastranegara
Senin, 1 Maret 2010 | 19:57 WIB
Setelah selesai dikerjakan, maskapai-maskapai yang diharapkan dapat beroperasi di Bandara Husein Sastranegara yakni Singapore Airlines, Malaysia Airlines, dan Garuda Indonesia.
SQ? Kayaknya Singapore at least hanya akan mengirimkan SilkAir saja, sebagaimana yang mereka operasikan ke Medan dan kota-kota lainnya di Indonesia (selain JKT, DPS, dan SUB).
netsurfe March 3rd, 2010, 06:41 AM SQ? Kayaknya Singapore at least hanya akan mengirimkan SilkAir saja, sebagaimana yang mereka operasikan ke Medan dan kota-kota lainnya di Indonesia (selain JKT, DPS, dan SUB).
SUB pun udah jadi destinasi MI, udah cukup lama juga.
Sekarang ini SQ hanya terbang ke CGK dan DPS. Ada isu sih, bahwa ke DPS juga bakal diambil alih MI, at least secara sebagian kayak KUL.
GARUDA 777 March 3rd, 2010, 08:03 AM SUB pun udah jadi destinasi MI, udah cukup lama juga.
Sekarang ini SQ hanya terbang ke CGK dan DPS. Ada isu sih, bahwa ke DPS juga bakal diambil alih MI, at least secara sebagian kayak KUL.
Oic, makanya tadi ragu apakah SQ masih ke SUB atau tidak. Kaget juga dengar kalo DPS bakal diambil alih oleh MI. Sesepi itukah penumpangnya ke sana atau ada alasan lain? Kalo memang jadi, apakah SQ nanti tidak menyesal hengkang dari DPS secara ia merupakan tourist destination banget kan?
blablanonsense March 3rd, 2010, 08:15 AM MI pesawatnya lebih kecil, kalau SQ besar2 semua. Mungkin mau bikin flight ke DPS lebih sering makanya pakai pesawat kecil?
GARUDA 777 March 3rd, 2010, 08:25 AM MI pesawatnya lebih kecil, kalau SQ besar2 semua. Mungkin mau bikin flight ke DPS lebih sering makanya pakai pesawat kecil?
Iya, MI paling besar A320, SQ paling kecil B777-200 yang isi penumpangnya setara dgn A330-300. MI dengan frekuensi lebih sering pun ujung2nya bisa sama aja dgn frekuensi SQ yang 3x sehari (CMIIW) sekarang ini.
netsurfe March 3rd, 2010, 08:27 AM Oic, makanya tadi ragu apakah SQ masih ke SUB atau tidak. Kaget juga dengar kalo DPS bakal diambil alih oleh MI. Sesepi itukah penumpangnya ke sana atau ada alasan lain? Kalo memang jadi, apakah SQ nanti tidak menyesal hengkang dari DPS secara ia merupakan tourist destination banget kan?
Isu doank sih, jadi ga tau deh bener atau gak. Hanya manajemen SQ yang tau :)
Cuman kalo diliat dari yieldnya, mungkin bisa bener juga, soalnya DPS kan tourist destination, jadi kalo di serve ama MI pun bisa. Mungkin ya konsepnya kayak KUL gitu, flightnya di share antara SQ dan MI. (sebagai tambahan, SQ udah keluar dari PEN, semua flight di take over ama MI)
MI pesawatnya lebih kecil, kalau SQ besar2 semua. Mungkin mau bikin flight ke DPS lebih sering makanya pakai pesawat kecil?
Mungkin juga tuh.
Go Ahead Eagles March 3rd, 2010, 08:33 AM Turkish Airlines to Australia in 2011
Turkish Airlines to enter Australian market in 2011
Turkish Airlines CEO Temel Kotil in Sydney yesterday
Turkish Airlines plans to start flying into Australia from 2011, its chief executive announced Tuesday at a press conference in Sydney.
After giving a presentation at the Australia Pacific Aviation Outlook Summit 2009 yesterday, CEO Temel Kotil told reporters that Australia was a destination it planned to serve two years from now.
With the carrier’s expansion to Jakarta scheduled to start at the end of this month, Kotil said a Boeing 777-300 aircraft would serve the Australian route from Istanbul via Jakarta.
.
Berarti untuk Istanbul-Jakarta gak transit Singapore lagi dong. Dan buat yg di Indonesia makin bnyk pilihan untuk terbang ke Australia. Garuda ada saingannya nih.
Yg paling penting CGk jadi tambah rame.:cheers:
netsurfe March 3rd, 2010, 08:47 AM Berarti untuk Istanbul-Jakarta gak transit Singapore lagi dong. Dan buat yg di Indonesia makin bnyk pilihan untuk terbang ke Australia. Garuda ada saingannya nih.
Yg paling penting CGk jadi tambah rame.:cheers:
Well, mesti realistis juga, bahwa airlines setiap saat bisa ubah plan mereka.
Contoh, MH setelah beberapa bulan KUL-CGK-MEL akhirnya ubah lagi jadi KUL-MEL.
Sizter85 March 3rd, 2010, 09:42 AM Ada isu sih, bahwa ke DPS juga bakal diambil alih MI, at least secara sebagian kayak KUL.
Wah kalau bener kejadian, GA bener2 dapet kompetitor sepadan donk.. sama2 4 star ranked,.. Tapi sayang GA jarang menggunakan NG-nya di trip SIN-DPS ini :ohno:,.. keseringan malah armada classic, padahal kan pax most of foreign, bisa sekalian promosi tu layanan baru GA plus armada barunya :)
netsurfe March 3rd, 2010, 09:49 AM ^^
Kalo menurut gw sih, GA vs. MI di rute SIN-DPS pun masi berat buat GA, karena MI bakalan lebih berfungsi sebagai feeder/ buat SQ. Mostly pax SQ di rute ini cuman "lewat" di SIN misalnya dari/ke Eropa, North America etc.
Sizter85 March 3rd, 2010, 10:07 AM ^^
Jadi GA hny memiliki kesempatan pada pax yg hbs berlibur/stay d SIN saja dan bru ingin memulai perjalanan ke Bali dri SIN, dlm artian tdk utk pax transit begitu ?!
GA harus lebih improve lagi deh perform-nya, terutama di rute2 regional maksimalkan pelayanan :)
netsurfe March 3rd, 2010, 10:26 AM ^^
Ini konteksnya spesifik rute SIN-DPS ya:
Karen DPS juga merupakan (secondary) hub buat GA, selain O/D Traffic, GA juga bisa berharap ama pax yang originate di SIN dan connect ke flight GA beyond DPS seperti ke Aussie dsb. Atau untuk rute sebaliknya, pax dari Aussie etc yang lewat DPS dengan tujuan akhir SIN. Dan untuk kedua2nya ini, GA harus bersaing dengan berbagai airlines yang bisa langsung dari SIN ke tujuan akhir tersebut. Pax bakal berpikir, kenapa harus lewat DPS kalo bisa langsung? Disini GA harus kasi argumen yang kuat kayak SQ berhasil me-marketing-kan stopover di SIN.
DPS punya potensial sebagai stopover, semoga baek GA maupun pemerintah bisa lebih mengoptimalkan. (Sebagai perbandingan, jumlah turis ke Singapore setahun kira2 ada 10jt orang, sedangkan SELURUH Indonesia hanya 6-7jt)
Go Ahead Eagles March 3rd, 2010, 10:33 AM Well, mesti realistis juga, bahwa airlines setiap saat bisa ubah plan mereka.
Contoh, MH setelah beberapa bulan KUL-CGK-MEL akhirnya ubah lagi jadi KUL-MEL.
Sayang juga MH stop KUL-CGK-MELnya. Tapi terlepas dari akan bertahan berapa lamanya TK menggunakan CGK sebagai transit untuk rute dari Turki -Australia paling tidak menambah frekuensi penerbangan dari CGK ke Australia. Dan satu lagi, airport Soetta mesti lebih berbenah nih.
Sizter85 March 3rd, 2010, 10:48 AM @ Net : ^^
Ya awalnya kn mmg gw respect dan quote ttg SIN-DPS :)
GA harus bersaing dengan berbagai airlines yang bisa langsung dari SIN ke tujuan akhir tersebut. Pax bakal berpikir, kenapa harus lewat DPS kalo bisa langsung? Disini GA harus kasi argumen yang kuat kayak SQ berhasil me-marketing-kan stopover di SIN.
Sangat sulit menurutku bila ingin menjadikan DPS sbg stopover airport bagi pax lanjutan ke aussy dari SIN, connecting flight GA belum mumpuni di DPS, lain ceritanya bila pax mmg benar2 pure memiliki tujuan holiday ke Bali, IMO lho
Too complicated :nuts:, O/D Traffict ??
Sizter85 March 3rd, 2010, 11:00 AM Sayang juga MH stop KUL-CGK-MELnya. Tapi terlepas dari akan bertahan berapa lamanya TK menggunakan CGK sebagai transit untuk rute dari Turki -Australia paling tidak menambah frekuensi penerbangan dari CGK ke Australia. Dan satu lagi, airport Soetta mesti lebih berbenah nih.
Kalo MH suspended rute tsb dg alesan komersial, kita lihat aja dh beberapa bulan ke depan saat peak season,.. bakal resume gk ya ? atau malah CGK convert to DPS jadi KUL-DPS-MEL :lol:
netsurfe March 3rd, 2010, 11:04 AM Sangat sulit menurutku bila ingin menjadikan DPS sbg stopover airport bagi pax lanjutan ke aussy dari SIN, connecting flight GA belum mumpuni di DPS, lain ceritanya bila pax mmg benar2 pure memiliki tujuan holiday ke Bali, IMO lho
Too complicated :nuts:, O/D Traffict ??
Iyah, makanya gw bilang, berat buat GA untuk bersaing dengan MI/SQ di rute spesifik ini.
O/D traffic maksudnya Origin & Destination Traffic, jadi gak termasuk pax yang transit.
Jadi kalo di O/D Traffic di rute SIN-DPS maksudnya pax yang bener2 cuman berangkat dari SIN dan mau ke DPS atau sebaliknya, tanpa ada ke/dari kota lain misalnya AUS-DPS-SIN atau Eropa-SIN-DPS
Sizter85 March 3rd, 2010, 11:15 AM ^^
Cleared Net Thanks :okay: Wow O/D Traffict,.. sounds good ?! :D
netsurfe March 3rd, 2010, 01:46 PM ^^
No problem :)
O/D, O&D kedengarannya kayak OverDosed yah hehehe.
Anyway, GA kan emang lagi proses improvement. Emang gak bisa selesai dalam 1 hari, jadi ya mudah2an GA bisa stay on course untuk long term.
Ocean One March 5th, 2010, 05:01 PM Brunei Air Jajaki Rute Penerbangan ke Bandung
JUM'AT, 05 MARET 2010
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Brunei Air kini sedang menjajaki pembukaan rute penerbangan Brunei-Bandung. “Sekarang sedang negosiasi dengan Departemen Perhubungan,” kata Menteri Kebudayan dan Pariwisata Jero Wacik di Bandung, Jumat (5/3).
Menteri Jero mengaku menawarkan ke manajemen Brunei Air rute penerbangan ke Bandung. Tawaran itu disampaikannya menyusul suksesnya rute penerbangan Kuala Lumpur-Bandung yang dirintis oleh maskapai penerbangan Air Asia.
Rute itu, kata Jero, berhasil dibuka setelah Menteri Perhubungan kabinet lalu, Jusman Sjafei menyerahkan negosiasi dengan CEO Air Asia pada dirinya. Kala itu Air Asia tengah mengurus izin membuka rute penerbangan KL-Denpasar.
Dalam negosiasi itu, Jero meminta syarat agar maskapai itu membuka rute penerbangan tambahan yakni dari Kuala Lumpur menuju Bandung, Makasar, Manado, dan Padang cukup sekali seminggu. Kecuali KL-Bandung 2 kali seminggu.
Syarat itu diberikan untuk meluluskan ijin penerbangan jalur gemuk, Kualalumpur-Bandung seminggu 7 kali. Air Asia boleh mencabutnya rute tambahan itu jika load factor di bawah 60 persen.
Dalam tiga bulan pertama, kata Jero. rute KL-Bandung bertahan dengan load-factor di atas 80 persen. Saat itu, Air-Asia malah meminta menambah frekwensi layanannya ditambah 5 kali seminggu. Jero menawar agar tidak tanggung dengan menambahnya jadi 7 kali seminggu. “Ternyata tetap di atas 60 persen juga,” katanya.
Kini, paparnya, rute penerbagnan KL-Bandung tadinya sudah 2 kali sehari selama seminggu, mau dinaikkan menjadi 3 kali sehari. Jero mengaku, pengalaman Air Asia itu yang ditawarkannya pada Brunei Air.
Sizter85 March 6th, 2010, 09:27 AM Wings Air Buka Rute Baru Surabaya-Pontianak
Surabaya - Mulai April 2010, Wings Air akan membuka rute Surabaya-Pontianak. Pembukaan rute penerbangan Surabaya-Pontianak untuk memperkuat rute di wilayah Indonesia bagian tengah.
Rute ini dinilai Wings Air pasarnya cukup bagus, tapi tidak perlu menggunakan pesawat besar bermesin jet. Oleh karena itu target rute baru ini akan digarap setelah armada baru pesawat ATR 72-500 dengan kapasitas 72 penumpang telah datang dan siap dioperasikan bulan depan. Penggunaan pesawat sedang turboprop seperti ATR-72 sangat efektif menjaring penumpang di daerah Pontianak selain bisa menekan biaya untuk bahan bakar avtur.
Menurut Direktur Umum Wings Air, Edward Sirait mengatakan pembukaan rute Surabaya-Pontianak ini merupakan yang pertama kalinya dijajaki Wings Air di wilayah Kalimantan Barat. Selain itu, rute tersebut memiliki potensi yang cukup besar sehingga beberapa maskapai penerbangan lain juga membuka rute yang sama.
Sebelumnya, Wings Air juga telah membidik rute pendek dikarenakan pangsa pasarnya cukup tinggi, seperti Yogyakarta-Bandung pp, Surabaya-Yogyakarta pp, dan Surabaya-Semarang pp. Ke depan, Wings Air juga berencana membuka rute lainnya di Sumatera, seperti Medan, Palembang, dan Padang. (SS)
blablanonsense March 6th, 2010, 10:36 AM setuju sama jeng sis, mestinya pesawat yang sudah di revamp dipakai di rute yang banyak turisnya, sekalian promosi biar orang luar tau kalo garuda sudah lebih baik.
Karto March 8th, 2010, 02:22 AM Berarti untuk Istanbul-Jakarta gak transit Singapore lagi dong. Dan buat yg di Indonesia makin bnyk pilihan untuk terbang ke Australia. Garuda ada saingannya nih.
Yg paling penting CGk jadi tambah rame.:cheers:
Masih.
Barusan dateng minggu lalu via Singapore. Masih transit dong. Ga ada dari Eropa atau NAmerica yg langsung.
Cuma diputerin di gate doang. kaya lain lain (KLM,AF,LH). Trus gw tanya ke ground staff kenapa harus kosongin pesawat? (karena banyak isi pesawat TKI dari Eropah yang ga ngerti dan ngendon aja di kursi nya), Merreka bilang untuk Security Check karena Origin dan Destinasi pesawat dua duanya adalah 'high risk' points (maksudnya dalam skala terrorism begitu).
Mereka Juga ambil penumpang SIN-CGK vv.
Intanbul Attaturk sedikit lebih baik dari CGK tapi kalah jauh dari SIN/KUL atau hub hub Eropa.
Naik TK cuma karena murah. Pelayanan onboard OK aja. Tapi Check-In nya parah banget. Kaya pake tenaga murah asal Eropa Timur biar murah. Antre panjang dan hampir ada riot kerena pax pada marah. Plus penumpangnya dari timur Tengah pada ada yang pake baju ninja gitu. Bayangin aja.
netsurfe March 8th, 2010, 02:46 AM Masih.
Barusan dateng minggu lalu via Singapore. Masih transit dong. Ga ada dari Eropa atau NAmerica yg langsung.
Konteks komentarnya GAhE adalah IST-CGK nontstop tanpa mampir SIN KALAU TK jadi terbang ke Australia dari Jakarta. Ga ada yg bilang apa2 ttg dari Eropa atau NA langsung.
Naik TK cuma karena murah. Pelayanan onboard OK aja. Tapi Check-In nya parah banget. Kaya pake tenaga murah asal Eropa Timur biar murah. Antre panjang dan hampir ada riot kerena pax pada marah. Plus penumpangnya dari timur Tengah pada ada yang pake baju ninja gitu. Bayangin aja.
Ini maksudnya di IST nya? Kalo masalah antri panjang, kayaknya di airport gede itu normal deh. Mungkin ada penyebab lainnya kenapa sampe hampir riot?
Karto March 8th, 2010, 03:15 AM Konteks komentarnya GAhE adalah IST-CGK nontstop tanpa mampir SIN KALAU TK jadi terbang ke Australia dari Jakarta. Ga ada yg bilang apa2 ttg dari Eropa atau NA langsung.
Gw beli tiket LHR-CGK via IST Non-Stop. Tetep aja via SIN padahal di itinerary nya ga ada. Gw juga kecewa.
Langsung tanpa stop di SIN ? Mimpi aja kali ye....
Ini maksudnya di IST nya? Kalo masalah antri panjang, kayaknya di airport gede itu normal deh. Mungkin ada penyebab lainnya kenapa sampe hampir riot?
Bukan, di LHR
Maksudnya London Heathrow kalo lu ga tau. Staff kurang profesional dan kurang terlatih (ga ada duitnya kali) dan lambat. Kurang peduli. Gw juga sebel. Tapi mugkin karena gw Indo, gw senyum senyumin dikit dari aga jauh, gw dipanggil trus diduluin.
netsurfe March 8th, 2010, 03:25 AM Gw beli tiket LHR-CGK via IST Non-Stop. Tetep aja via SIN padahal di itinerary nya ga ada. Gw juga kecewa.
Langsung tanpa stop di SIN ? Mimpi aja kali ye....
Sekali lagi: IST-CGK bakal nonstop KALAU TK terbang dari CGK ke Australia, yang direncanakan tahun 2011. Dan Komennya GAhE itu konteksnya itu. Please, cari tahu dulu, konteks dialog di thread sebelum asal komen.
Trus juga: Sekedar info, direct flight rata2 gak ditulis intermediate landingnya, seperti LH FRA-SIN-CGK, kalau beli langsung FRA-CGK, gak akan ditulis berenti di SIN.
Bukan, di LHR
Maksudnya London Heathrow kalo lu ga tau. Staff kurang profesional dan kurang terlatih (ga ada duitnya kali) dan lambat. Kurang peduli. Gw juga sebel. Tapi mugkin karena gw Indo, gw senyum senyumin dikit dari aga jauh, gw dipanggil trus diduluin.
Thanks infonya bahwa LHR itu London Heathrow.
LHR udah terkenal sebagai airport paling kacau di Europe, jadi long line, "riot" itu pemandangan sehari2 di LHR. So what so special?
Karto March 8th, 2010, 03:39 AM Sekali lagi: IST-CGK bakal nonstop KALAU TK terbang dari CGK ke Australia, yang direncanakan tahun 2011. Dan Komennya GAhE itu konteksnya itu. Please, cari tahu dulu, konteks dialog di thread sebelum asal komen.
Trus juga: Sekedar info, direct flight rata2 gak ditulis intermediate landingnya, seperti LH FRA-SIN-CGK, kalau beli langsung FRA-CGK, gak akan ditulis berenti di SIN.
Berarti nanti IST-CGK-MBN/SYD Non stop juga gak akan ditulis berenti di SIN. Ha... ha....:lol:
Tapi ga pa pa. Kan ga penting buat yang naiknya dari CGK. Tapi pax lain yang dari EU/NA akan pindah ke yang lebih cepet/langsung.
Tapi juga sih, harga TK ga bisa disaingi. Gw aja mau daftar frequent flyer. Bedanya aja bisa sampe Ł200 loh. Bener....
Thanks infonya bahwa LHR itu London Heathrow.
LHR udah terkenal sebagai airport paling kacau di Europe, jadi long line, "riot" itu pemandangan sehari2 di LHR. So what so special?
Perasaan sih, kalo penumpang pada teriak teriak ke staff dan ke satu sama lain, trus security intervene kayanya ga normal deh... ga tahu sih kalo di Indonesia. Mungkin ga 'what so special'.
Aniwei, lets talk talk again tentang toilet nya SHIA yang tercinta.
Karto March 8th, 2010, 03:43 AM Oh... oh... gw hampir lupa... ga hanya toiletnya.
Lets also talk talk tentang :
Pemulung
Pengemis2 wantia bertutup kepala yang pada maksa (rhyme banget...)
Pedagang asongan (parfum, jam tangan ,etc)
dan lain lain
yang bersliweran di Area INTERNATIONAL ARRIVAL / DEPARTURE (albeit hanya diluar check in area)
netsurfe March 8th, 2010, 03:50 AM Berarti nanti IST-CGK-MBN/SYD Non stop juga gak akan ditulis berenti di SIN. Ha... ha....:lol:
Tapi ga pa pa. Kan ga penting buat yang naiknya dari CGK. Tapi pax lain yang dari EU/NA akan pindah ke yang lebih cepet/langsung.
kalo namanya IST-CGK nonstop ya gak ada stop :nuts:
kalo ada stop namanya bukan nonstop.
Sekarang IST-CGK masih direct flight, tapi bukan nonstop.
rencananya, TK bakal launch australian flight via jakarta, jadinya IST-CGK-Australia, jadi flight jakarta dipisah dari SIN.
btw, MBN maksudnya Melbourne? Kalo iya, codenya MEL.
Perasaan sih, kalo penumpang pada teriak teriak ke staff dan ke satu sama lain, trus security intervene kayanya ga normal deh... ga tahu sih kalo di Indonesia. Mungkin ga 'what so special'.
Gw gak bilang normal, cuman terjadi sehari2 (okay, ini exaggerate), dalam artian sering banget. Tapi pasti ada penyebabnya, makanya gw nanya, apa penyebabnnya, sperti delay atau cancel atau apa?
noe2009 March 8th, 2010, 05:40 AM Liberalisasi Hanya 12 Bandara
Maskapai Nasional Harus Dilindungi
Senin, 8 Maret 2010 | 02:50 WIB
Perkiraan Bandara yang akan diliberalisasi:
Soekarno-Hatta, Jakarta
Husein Sastranegara, Bandung
Juanda, Surabaya
Ahmad Yani, Semarang
Adisutjipto, Yogyakarta
Adisumarmo, Solo
Ngurah Rai, Denpasar
Sultan Hasanuddin, Makassar
Sam Ratulangi, Manado
Polonia, Medan
Minangkabau, Padang
Hang Nadim, Batam
Jakarta, Kompas - Meski ikut kesepakatan liberalisasi penerbangan atau kebijakan open sky antarnegara Asia Tenggara, pemerintah maksimal hanya akan membuka 12 bandar udara internasional. Keputusan ini untuk melindungi kepentingan maskapai-maskapai nasional.
Demikian dikatakan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, akhir pekan lalu, saat berbincang-bincang dengan para wartawan di lingkungan Kementerian Perhubungan.
”Singapura hanya meliberalisasi dua bandara, Malaysia hanya tiga bandara, mengapa kita harus membuka akses penerbangan internasional di semua bandara?” ujarnya.
Saat ini Indonesia telah membuka diri untuk penerbangan internasional di 28 bandara. Artinya, ada penerbangan langsung, misalnya, dari Medan ke Kuala Lumpur (Malaysia), dari Makassar ke Singapura, dari Yogyakarta ke Kuala Lumpur, atau dari Denpasar ke Sydney (Australia).
Freddy mengakui kebijakan open sky ini sangat dilematis. Bila liberalisasi dibuka lebar-lebar, akan ada manfaat lonjakan ekonomi yang besar bagi warga Indonesia. Namun, bila dibuka terlalu lebar, maskapai asing yang memperoleh manfaat ekonomi terlalu besar.
Kebijakan open sky merupakan salah satu agenda dari negara-negara ASEAN. Sinergi ekonomi kawasan ini juga ditetapkan untuk hal lain, seperti liberalisasi perdagangan, tenaga kerja, transportasi, termasuk mungkin mata uang bersama, seperti euro di sejumlah anggota Uni Eropa.
Penerbangan nasional
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti mengatakan, takkan ada reaksi negatif dari negara anggota ASEAN lainnya bila Indonesia hanya membuka liberalisasi di 12 bandara. ”Itu hak kita. Namun, setidaknya kita sudah berpartisipasi dalam open sky ini,” katanya.
Keputusan pasti mengenai penetapan jumlah bandara yang diliberalisasikan, kata Dirjen Perhubungan Udara, baru akan diambil pada akhir tahun 2010. ”Kita tak terburu-buru, keputusannya baru akan diambil bulan Oktober atau November saat pertemuan menteri transportasi se-Asia Tenggara,” ujarnya.
Meski liberalisasi hanya diambil untuk 12 bandara, kata Herry, penerbangan internasional tetap dapat dilakukan dari 26 bandara lainnya. Caranya dengan menjalin kerja sama bilateral, tentunya baik Indonesia maupun negara mitra sama-sama boleh menerbangkan maskapai masing-masing.
Menurut Herry, jumlah penduduk Indonesia sangat besar sehingga merupakan pasar potensial yang seharusnya dapat digarap oleh maskapai nasional. Terlebih, sejumlah maskapai seperti Garuda Indonesia dan Lion Air telah berinvestasi membeli pesawat secara besar-besaran.
Jumlah penduduk Indonesia 230 juta orang, Malaysia 25 juta orang, Thailand 62 juta orang, sedangkan penduduk Singapura hanya 4 juta orang. Tentu saja pasar sebesar Indonesia harus dilindungi untuk sebesar-sebesarnya kepentingan maskapai penerbangan nasional.
”Jadi bukan pertanyaannya, bukan sekadar apakah karena maskapai nasional kalah bersaing sehingga harus dilindungi,” kata Herry. (RYO)
http://cetak.kompas.com/read/xml/201...nya.12.bandara (http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/08/02504882/liberalisasi.hanya.12.bandara)
Go Ahead Eagles March 8th, 2010, 08:23 AM Gw beli tiket LHR-CGK via IST Non-Stop. Tetep aja via SIN padahal di itinerary nya ga ada. Gw juga kecewa.
Langsung tanpa stop di SIN ? Mimpi aja kali ye....
Tadinya kan CGK itu sebenarnya rute terusan dari rute yg telah ada yaitu IST-SIN.
Kalau dilihat dari beritanya gua nangkepnya nantinya rute IST-SIN-CGK akan kembali pure IST-SIN begitu TK mulai terbang ke Australia. Jadi CGK bukan lagi rute terusan dari rute original IST-SIN tapi rute sendiri yg akan menjadi rute transitnya TK ke Australia.
Yg gw excitednya TK akan memakai armada Boeing 777-300 nya ke CGK. Nice.
Tapi mugkin karena gw Indo, gw senyum senyumin dikit dari aga jauh, gw dipanggil trus diduluin.
Maksudnya Indo disini orang Indonesia gitu? hebat juga yach dengan sedikit senyum2 ke staff check in bisa mendahului antrian.
Go Ahead Eagles March 8th, 2010, 08:27 AM Perasaan sih, kalo penumpang pada teriak teriak ke staff dan ke satu sama lain, trus security intervene kayanya ga normal deh... ga tahu sih kalo di Indonesia. Mungkin ga 'what so special'.
Aniwei, lets talk talk again tentang toilet nya SHIA yang tercinta.
Sering kejadian koq di LHR kalau pesawatnya dia delay berjam2 tanpa info yg jelas dari staff, penumpangnya jadi kalap, jangankan karena delay, ketinggalan pesawat karena kesalahan penumpangnya karena dateng telat aja juga ngamuk2 minta pesawatnya disuruh balik, dan untuk menghindari hal2 yg gak diinginkan security mesti turun tangan dong.
Coba deh naik salah satu maskapai di Indonesia terus delay ber jam2 tanpa kejelasan dari staff. Gak hanya teriak2 ke staff tapi sampai meja, tempat sampah dan kursi di lempar dan di tendang2. Jelas security mesti ikut campur supaya gak terjadi riot.
rilham2new March 8th, 2010, 08:31 AM Oh... oh... gw hampir lupa... ga hanya toiletnya.
Lets also talk talk tentang :
Pemulung
Pengemis2 wantia bertutup kepala yang pada maksa (rhyme banget...)
Pedagang asongan (parfum, jam tangan ,etc)
dan lain lain
yang bersliweran di Area INTERNATIONAL ARRIVAL / DEPARTURE (albeit hanya diluar check in area)
Terakhir kali aku ke sana .... pemulung dan pengemis sudah gak ada. CUman pedagang parfum sih masih.
bagak March 8th, 2010, 09:10 AM Oh... oh... gw hampir lupa... ga hanya toiletnya.
Lets also talk talk tentang :
Pemulung
Pengemis2 wantia bertutup kepala yang pada maksa (rhyme banget...)
Pedagang asongan (parfum, jam tangan ,etc)
dan lain lain
yang bersliweran di Area INTERNATIONAL ARRIVAL / DEPARTURE (albeit hanya diluar check in area)
Ni orang lebay amat... lo pernah ke Soekarno Hatta gak sih? segala pemulung, pengemis,pedagang asongan... lo pikir stasiun jatinegara? di stasiun gambir ama kota aja udah nyaris bersih dari gitu2an.
Sizter85 March 8th, 2010, 12:13 PM ^^
Jangan terlalu negative thinking begitu,.. masukan dari luar meskipun 'pahit' itu bagus buat improve kekurangan yang ada.. jangan kita lantas hanya terbuai dg pujian2 hingga 'buta' dan mengabaikan segala-galanya yg menyebabkan berlangsung secara terus menerus buruknya management, dlm hal ini harus ada yg berani 'bersuara' :cheers:
bagak March 8th, 2010, 04:12 PM ^^ Bukan bermaksud negative thinking sist, I'm completely open to any kind of critics, walaupun soeta bukan salah satu airport dengan berbagai predikat yg baik, tapi dilapangan kita udah liat improvement kan? berapa ratus toilet baru dibikin? penerapan peraturan yg lebih tegas, mana ada mobil sekarang yg bisa berenti lebih dari 5 menit di dropping area kalo gak langsung di derek, taxi touts pun udah jauh berkurang dibandingin beberapa tahun lalu.
Tapi kalo si katrok itu bilang di soetta berkeliaran pengemis, asongan, pemulung apa bukan lebay namanya? kritik boleh asal liat dulu kondisi dilapangan, bukan cuma kritik yg berdasar benci semata...
blablanonsense March 8th, 2010, 04:40 PM ^^better to be criticised than to be praised...secara kalo dikritik, kita tahu kekurangan kita dan bakal terus memperbaiki. Kalau dipuji, nanti terlena dan lupa diri.
bagak March 8th, 2010, 04:46 PM ^^better to be criticised than to be praised...secara kalo dikritik, kita tahu kekurangan kita dan bakal terus memperbaiki. Kalau dipuji, nanti terlena dan lupa diri.
Never heard of any praise over soekarno hatta.
co_cool March 8th, 2010, 11:18 PM kalau menurut sech sebaiknya CGK dibikin lebih atraktive sedikitlah,....dibikin lebih banyak duty free ( sebagai contoh ) selama ini belum pernah kulihat ada duty free yang menarik,...padahal jakarta terkenal dengan kota shoppingnya di asia tenggara,...
and yang lebih parah,....petugas imigrasinya itu,...matanya ijo semua kalau lihat orang dari luar negeri datang,.....
terus terang aku punya pengalaman yang selalu buruk,...yang pada dasarnya mereka selalu minta uang,....=( or mencoba minta uang,....
:ohno::ohno::ohno:
netsurfe March 9th, 2010, 02:36 AM and yang lebih parah,....petugas imigrasinya itu,...matanya ijo semua kalau lihat orang dari luar negeri datang,.....
terus terang aku punya pengalaman yang selalu buruk,...yang pada dasarnya mereka selalu minta uang,....=( or mencoba minta uang,....
:ohno::ohno::ohno:
Hm, gw selama ini pengalaman buruknya justru ama petugas bea cukai (Custom), kalo yang imigrasinya sih oke2 aja.
blablanonsense March 9th, 2010, 01:57 PM @bagak: because all the improvement are of low quality work. That's why nobody praise it. We should always criticise it until it meets what is expected of international airport. intinya, kalau perbaikannya cuman segitu, jangan dipuji dulu. Kalau sedikit2 dipuji, nanti malah terlena
Btw, supir taxi masih nge-tout dan masi ada pedagang pulsa yang berkeliaran di t2 arrival... gw mo naek lift dari arrival hall ke departure hall aja masi ada yang ngikutin, serem dah
F-ian March 10th, 2010, 02:25 AM ^^ pengalam beda2 kali.. gw udah kyk sopir bandara jemput antar kel gw ke bandara kadang 6 kali ke sana per minggu.... kalo gw gak pernah liat pedagang pulsa.. kalo sopir taxi mah yaa apa susahnya bilang enggak? orang lokal mah bukan proritasnya...
pengemis, pemulung ama pedagang jam mungkin udah 2-5 tahun lalu... yang masih ada tuh anak2 tkg semir sepatu ama parfum (kalo yang parfum sembunyi2 di tas) di T2 ama jualan gorengan di parkir, ama jualan gorengan di T1 pake diumpetin dalem koper segala..
bagak March 10th, 2010, 03:13 AM @bagak: because all the improvement are of low quality work. That's why nobody praise it. We should always criticise it until it meets what is expected of international airport. intinya, kalau perbaikannya cuman segitu, jangan dipuji dulu. Kalau sedikit2 dipuji, nanti malah terlena
Btw, supir taxi masih nge-tout dan masi ada pedagang pulsa yang berkeliaran di t2 arrival... gw mo naek lift dari arrival hall ke departure hall aja masi ada yang ngikutin, serem dah
Perasaan lo aja kalee.... kan lift bukan fasilitas biat elo doang....:lol:
David-80 March 10th, 2010, 04:35 AM Taxi tout? Always use bluebird lah setau gua taxi tout uda jarang bgt. Ga kyk dulu lah. Pernah coba pake taxi non bluebird juga aman2 aja.
Kl ga mau taxi bisa naek damri, enak pake ac nyaman.
Selama ini gua bolak balik sing hongkong jakarta jg ga masalah, ga ada yg rese.
Boleh kritik tp jgn XL alias xtra lebay
Cheers
blablanonsense March 10th, 2010, 06:55 AM @F-ian: bener juga kali ya, kita semua pengalamannya beda2. :D Gw sendiri ga pernah liat pengemis dan penyemir.
Karto March 10th, 2010, 07:27 AM Ni orang lebay amat... lo pernah ke Soekarno Hatta gak sih? segala pemulung, pengemis,pedagang asongan... lo pikir stasiun jatinegara? di stasiun gambir ama kota aja udah nyaris bersih dari gitu2an.
Pemulung : Pake celana panjang dan kemeja, terus mengais bak sampah.
Pedagang asongan : Pake celana panjang, kemeja dan bawa cabin trolley, butntutin gw maksa nawarin parfum & jam tangan.
Pengemis : Anak anak kecil pake jeans t-shirt etc. buntutin gw minta duit.
Lift : Gw dibuntutin segeronbolan anak dan ditungguin di depan areal KFC waktu gw duduk beli kopi.
Terserah lu bilang apa, SHIA surga dunia pun, kalo kenyataanya bobrok ya begitulah. Lu bisa bohong ke diri sendiri, turis, businessman, dan pengunjung asing lain yang bersumpah ga pernah akan balik lagi yang bersikap dengan kaki mereka.
Oh, and please.... leave me alone and GET A LIFE !
Sizter85 March 10th, 2010, 09:36 AM 8 Bandara Angkasa Pura I masih menderita rugi
Selasa, 09/03/2010 18:07:17 WIB
JAKARTA (Bisnis.com): Sebanyak delapan bandara yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) I masih rugi sepanjang tahun lalu sehingga perseroaan menerapkan subsidi silang.
Juru bicara AP I Akhmad Munir mengatakan kedelapan bandara yang merugi yakni Frans Kaisiepo Biak, Sam Ratulangi Manado, Ahmad Yani Semarang, Adisumarmo Surakarta, Samsudin Noor Banjarmasin, Selaparang Mataram, Pattimura Ambon dan El Tari Kupang.
"Satu bandara yakni Adisutjipto Yogyakarta masuk kategori bandara BEP [break even point]," katanya hari ini.
Dia menyatakan empat bandara yang berhasil mencetak laba yakni Bandara Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Hasanuddin Makassar, Sepinggan Balikpapan.
Hingga saat ini, AP I mengelola 13 bandara di wilayah timur Indonesia termasuk mengelola penyelenggaraan navigasi penerbangan di wilayah itu.
Pada tahun ini, Munir menambahkan perseroan akan menggenjot pendapatan dari jasa non-aeronautika setelah pemerintah mengambil alih pengelolaan ATS dengan membentuk Perum Navigasi Penerbangan.
"Kami memiliki beberapa SBU [strategic business unit] terminal kargo untuk membantu menaikkan pendapatan," imbuhnya.
Dia memperkirakan pengalihan pengelolaan navigasi penerbangan di 13 bandara ke Perum navigasi Penerbangan akan menurunkan pendapatan perseroan sebesar 30%.(fh)
tomkris March 10th, 2010, 09:55 AM 8 Bandara Angkasa Pura I masih menderita rugi
Selasa, 09/03/2010 18:07:17 WIB
JAKARTA (Bisnis.com): Sebanyak delapan bandara yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) I masih rugi sepanjang tahun lalu sehingga perseroaan menerapkan subsidi silang.
Juru bicara AP I Akhmad Munir mengatakan kedelapan bandara yang merugi yakni Frans Kaisiepo Biak, Sam Ratulangi Manado, Ahmad Yani Semarang, Adisumarmo Surakarta, Samsudin Noor Banjarmasin, Selaparang Mataram, Pattimura Ambon dan El Tari Kupang.
"Satu bandara yakni Adisutjipto Yogyakarta masuk kategori bandara BEP [break even point]," katanya hari ini.
Dia menyatakan empat bandara yang berhasil mencetak laba yakni Bandara Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Hasanuddin Makassar, Sepinggan Balikpapan.
Hingga saat ini, AP I mengelola 13 bandara di wilayah timur Indonesia termasuk mengelola penyelenggaraan navigasi penerbangan di wilayah itu.
Pada tahun ini, Munir menambahkan perseroan akan menggenjot pendapatan dari jasa non-aeronautika setelah pemerintah mengambil alih pengelolaan ATS dengan membentuk Perum Navigasi Penerbangan.
"Kami memiliki beberapa SBU [strategic business unit] terminal kargo untuk membantu menaikkan pendapatan," imbuhnya.
Dia memperkirakan pengalihan pengelolaan navigasi penerbangan di 13 bandara ke Perum navigasi Penerbangan akan menurunkan pendapatan perseroan sebesar 30%.(fh)
harusnya Pihak AP I merespon dengan Peningkatan Fasilitas dan Perpanjangan Runway di WARJ...
Sizter85 March 10th, 2010, 10:00 AM ^^
WARJ's got stuck Sir ?!! Mungkin itu bisa di wujudkan dlm bentuk pelayanan yg lebih baik lagi di Adi Sucipto :)
tomkris March 10th, 2010, 10:11 AM ^^
WARJ's got stuck Sir ?!! Mungkin itu bisa di wujudkan dlm bentuk pelayanan yg lebih baik lagi di Adi Sucipto :)
hehehe..ngarep mode on :nocrook:
rilham2new March 10th, 2010, 04:12 PM 8 Bandara Angkasa Pura I masih menderita rugi
Selasa, 09/03/2010 18:07:17 WIB
JAKARTA (Bisnis.com): Sebanyak delapan bandara yang dikelola PT Angkasa Pura (AP) I masih rugi sepanjang tahun lalu sehingga perseroaan menerapkan subsidi silang.
Juru bicara AP I Akhmad Munir mengatakan kedelapan bandara yang merugi yakni Frans Kaisiepo Biak, Sam Ratulangi Manado, Ahmad Yani Semarang, Adisumarmo Surakarta, Samsudin Noor Banjarmasin, Selaparang Mataram, Pattimura Ambon dan El Tari Kupang.
"Satu bandara yakni Adisutjipto Yogyakarta masuk kategori bandara BEP [break even point]," katanya hari ini.
Dia menyatakan empat bandara yang berhasil mencetak laba yakni Bandara Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Hasanuddin Makassar, Sepinggan Balikpapan.
Hingga saat ini, AP I mengelola 13 bandara di wilayah timur Indonesia termasuk mengelola penyelenggaraan navigasi penerbangan di wilayah itu.
Pada tahun ini, Munir menambahkan perseroan akan menggenjot pendapatan dari jasa non-aeronautika setelah pemerintah mengambil alih pengelolaan ATS dengan membentuk Perum Navigasi Penerbangan.
"Kami memiliki beberapa SBU [strategic business unit] terminal kargo untuk membantu menaikkan pendapatan," imbuhnya.
Dia memperkirakan pengalihan pengelolaan navigasi penerbangan di 13 bandara ke Perum navigasi Penerbangan akan menurunkan pendapatan perseroan sebesar 30%.(fh)
Rasanya sukar dipercaya Jogja airportnya cuman BEP, ... lah trafik udaranya aja sibuk kayak gitu .... dengan keadaan airport yang sederhana seperti itu ... harusnya kurasa untung besar ....
Emang apa yang terjadi sih di tahun 2009 kemaren??
Ini data trafik udara jaringan bandara Angkasa Pura I sepanjang tahun 2008, dirilis tahun 2009
http://farm3.static.flickr.com/2642/4019784900_6d0f7cd2bb_o.jpg
rilham2new March 10th, 2010, 04:28 PM Ini berita ttg ANGKASA PURA II Portfolio, tapi sumbernya dari DISHUBKOMINTEL Provinsi ACeh ... (susah bener nyebut dinasnya ...).
5 Bandara AP II Raih Untung
Selasa, 23/02/2010 - 08:00 WIB
JAKARTA - Operasi bandar udara (bandara) dibawah PT Angkasa Pura II selama 2009 meraih keuntungan sebesar Rp 1,1 triliun. Meski demikian tujuh dari 12 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II masih mengalami kerugian, termasuk Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. Kepala Cabang Bandara Soekarno Hatta, Haryanto mengatakan sebelumnya 2009 diprediksikan laba AP II hanya sebesar Rp 750 miliar namun pada kenyataannya justru melonjak hingga Rp 1,1 triliun.
“Selisih keuntungan kita Rp 270 miliar lebih besar untuk laba keseluruhan, ” kata Haryanto di Jakarta, Selasa (23/2). Dijelaskannya, Bandara Soekarno Hatta Cengkareng memberikan kontribusi terbanyak dari laba yang diperoleh AP II yaitu sebesar Rp 930 miliar atau Rp 280 miliar lebih besar dari yang diprediksi yaitu Rp 650 miliar.
Dengan capaian Rp 930 miliar, maka Bandara Soekarno Hatta memberi kontribusi sebesar 85 persen dibandingkan dengan bandara lainnya. Selebihnya keuntungan diperoleh dari empat bandara lainnya yaitu Bandara Polonia Medan, Sultan Syarief Kasim II Pekanbaru, Sultan Badaruddin Palembang dan Bandara Supadio Pontianak. “Kenaikan passanger services charge (PSC) atau biaya pelayanan penumpang selama di bandara memberikan peningkatan yang cukup bsar tahun lalu,” tandasnya.
Sedangkan tujuh bandara lainnya masih mengalami kerugian dan mendapat subsidi dari bandara yang untung. Dia menjelaskan sebagai contohnya Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, yang baru diresmikan tahun lalu mengalami kerugian Rp 10 miliar per tahun. Dari prediksi pendapatan Rp 20 miliar per tahun, saat ini hanya bisa mengumpulkan perolehan Rp 10 miliar.
Haryanto menambahkan, untuk Bandara Soekarno Hatta saat ini telah mengalami peningkatan kapasitas. Prediksi penumpang per tahunnya sebesar 34 juta, hingga 2009 lalu ternyata naik menjadi 37 juta penumpang. Bahkan dua terminal terpadat yaitu Terminal IA (Lion Air) dan 2F (Garuda) mengalami pembengkakan. Bila terminal IA telah dipenuhi 18.000 penumpang setiap hari, terminal Garuda sebanyak 14.000 orang setiap hari.
Karenanya, penumpang untuk terminal Lion Air nantinya sebagian akan dipindahkan ke Terminal 1C yang saat ini dalam taraf finalisasi renovasi. “Kami sudah bicara dengan Dirut Lion (Rusdi Kirana) dan dia sudah menyatakan bersedia, sedangkan untuk Batavia kita juga sedang melakukan pendekatan,” ujarnya. (persdanetwork/ ewa)
=============
Berarti bandara yang untung di jajaran Angkasa Pura II
1. Soekarno-Hatta
2. Polonia, Medan
3. Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru
4. Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang
5. Supadio, Pontianak
Ini bandara yang tidak untung di jajaran Angkasa Pura II
1. Sultan Iskandar Muda, Banda ACeh
2. Bandara Internasional Minangkabau, Padang
3. Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang
4. Sultan Thaha, Jambi
5. Depati Amir, Pangkalpinang
6. Halim Perdanakusuma, Jakarta
7. Husein Sastranegara, Bandung
Sizter85 March 10th, 2010, 04:41 PM ^^
Husein di Bandung sebenarnya berpotensi sekali, tetapi terkendala oleh keadaan fisik bandara yg tidak mumpuni :ohno: mau overlay aja.. entah sampai kapan selesai ni proyek
Sizter85 March 10th, 2010, 04:48 PM Ham, Hang Nadim di Kepri,.. pengelola-nya siapa ya ?? --> menunjukkan subject suatu instansi ??
Sizter85 March 10th, 2010, 04:52 PM Cuaca Buruk, Bandara Adisucipto Ditutup
Selasa, 09 Maret 2010, 18:27 WIB
YOGYAKARTA--Hujan deras disertai angin kencang yang turun di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, Selasa sore mengakibatkan Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta ditutup sementara untuk aktivitas penerbangan selama sekitar satu jam.
"Penutupan aktivitas penerbangan ini kami berlakukan sekitar satu jam sejak pukul 16.30 WIB hingga 17.30 WIB, sebagai upaya kampanye keselamatan penerbangan karena kondisi cuaca memang tidak memungkinkan," kata Manajer Operasional PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Adisutjipto Yogyakarta Halendra, Selasa sore.
Menurut dia, sejak turun hujan deras sore itu pihaknya langsung memantau kondisi cuaca terutama yang berkaitan dengan aktivitas penerbangan. "Dari pemantauan yang kami lakukan ternyata jarak pandang pilot hanya mencapai sekitar 500 meter saja, padahal di Bandara Adisutjipto Yogyakarta ini jarak pandang minimal adalah 1.200 meter, selain itu kecepatan angin saat itu juga mencapai antara 20 hingga 30 Knot sehingga keadaan ini tidak mendukung untuk aktivitas penerbangan," katanya.
Ia mengatakan, memang sampai saat ini belum ada laporan penerbangan khususnya pendaratan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta yang dialihkan sementara maupun rencana tinggal landas melalui bandara ini.
"Sampai saat ini belum ada laporan apakah ada penerbangan yang dialihkan atau tidak, begitu juga dengan rencana penerbangan. Namun kami harapkan sampai bandara dioperasionalkan kembali tidak sampai terjadi 'delay'," katanya.
Halendra mengatakan, arus lalu lintas penerbangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta saat ini cukup padat dengan jumlah penerbangana mencapai antara 38 hingga 40 per hari dengan rata-rata jumlah penumpang per hari mencapai sekitar 4.000 hingga 4.500 orang dan penumpang internasional mencapai 250 hingga 300 per hari
================================================
Bandara Adisutjipto Ditutup akibat Cuaca Buruk
YOGYAKARTA--MI: Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada rabu (10/3) sekitar pukul 16.00 WIB ditutup sementara akibat hujan deras yang menyebabkan jarak pandang hanya 500 meter atau jauh dari normal 1.200 meter.
“Sekarang tidak memungkinkan ada aktivitas penerbangan. Maka dari itu, aktivitas bandara kita tutup untuk sementara,” kata Manager Operasional PT Angkasa Pura I Cabang Bandara Adisutjipto Yogyakarta Halendra.
Ia mengungkapkan, akibat penutupan bandara tersebut ada lima aktivitas penerbangan yang terganggu. Dua di antaranya harus berputar-putar di atas wilayah Jawa Tengah, menunggu cuaca membaik.
Lima pesawat itu diantaranya adalah Wing Air nomor penerbangan 1812 dari Bandung. Pesawat Garuda nomor penerbangan 212 jurusan Jakarta-Yogyakarta. Bahkan, Garuda akhirnya batal mendarat di Yogyakarta dan diputuskan kembali ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
Kemudian pesawat Mandala nomor penerbangan 349 jurusan Balikpapan-Yogyakarta. Hingga kini pesawat Mandala belum bisa mendarat dan masih menunggu jarak pandang aman.
“Dua pesawat lainnya adalah pesawat Garuda nomor penerbangan 211 tujuan Jakarta dan Lion nomor penerbangan 557. Kedua pesawat itu sampai sekarang masih menunda penerbangan. Keduanya masih parkir di Bandara Adisutjipto Yogyakarta,” ungkapnya.
Halendra mengatakan, sampai sekarang pihaknya masih terus memantau kondisi cuaca. “Kita lihat cuaca satu jam ke depan. Kalau kondisi normal maka bandara bisa dibuka lagi,” katanya. (SO/OL-01)
rilham2new March 10th, 2010, 11:52 PM Ham, Hang Nadim di Kepri,.. pengelola-nya siapa ya ?? --> menunjukkan subject suatu instansi ??
Otorita batam ..
Bukan pemerintah, tapi lebih tepatnya badan kerja bentukan pemerintah pusat ... Untuk mengawal, membangun, dan mempersiapkan Batam... Mereka juga yang mengelola sistem PDAM di Batam, pelabuhan2 laut juga mereka yang kelola.
Kalau dulu masalah pertanahan dan retribusi mereka juga yang megang, tapi gak tahu setelah era otonomi daerah gimana cara kerjanya. Dualisme Pemerintah Kota dan Otorita di Batam agak susah menemui titik terang, dan cukup sering terjadi kebingungan antara batas2 tanggung jawabny. Soalnya udah Otonomi daerah, kan sejak hampir 1 dekade ke belakang ...
Tapi kalau soal Bandara dan Pelabuhan, jelas kerjaan OB...
Ocean One March 11th, 2010, 05:01 AM Penerbangan ke Timur 1.500 Sehari
KAMIS, 11 MARET 2010
Makassar, Tribun - Frekuensi lalu lintas penerbangan di Indonesua timur terus meningkat.ATS Training Specialist PT Angkasa Pura I, Hary Budi Waluyo, mengatakan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang ATS Tahun 2010, di Hotel Aryaduta Makassar, Rabu (10/3).
Rakor Bidang ATS ini, dimaksudkan untuk meningkatkan sinergitas kearah yang lebih baik. Hary yang juga Ketua Panitia Rakor Bidang ATS tahun 2010, mengatakan, pada 2009 lalu frekuensi penerbangan di wilayah Indonesia timur rata-rata mencapai 1.500 per hari, angka itu bertambah sekitar 100 dari tahun 2008 yang rata-rata mencapai 1.400 per hari.
"Data statistik jumlah pergerakan yang di handle lalulintas penerbangan angkasa pura di Bandara Hasanuddin rata-rata mencapai 1.500 per hari yang terdiri atas penerbangan domestik dan internasional," ungkapnya.
Menurut Hary, prospek penerbangan di wilayah Indonesia timur juga cukup besar. Hal itu terlihat dari kondisi run way bandara yang saat ini sudah mampu memuat pesawat jenis Boeing 747 dan jenis Air Bus.
Ocean One March 11th, 2010, 05:09 AM KAMIS, 11 MARET 2010
Pemprov Suntik Promosi AirAsia
http://www.fajar.co.id/photohead/1268237509F-Air%20asia.jpg
AIR ASIA. Salah satu jenis pesawat yang dioperasikan Air Air menerbangi rute Makassar-Kuala Lumpur.
MAKASSAR -- Pemprov Sulsel berupaya mempertahankan eksistensi AirAsia di rute Malaysia-Makassar. Insentif yang pernah dijanjikan untuk biaya promosi AirAsia pun mulai disediakan anggarannya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Syuaib Malombassi, mengatakan, anggaran promosi AirAsia telah dimasukkan dalam APBD Sulsel. Pemprov Sulsel mengambil keuntungan dari promosi wisata yang dilakukan maskapai AirAsia dari link penerbangannya.
Biaya promosi yang dianggarkan tahun ini sesuai kesepakatan terdahulu, yakni Rp 500 juta. Anggaran ini ditanggung bersama beberapa unit kerja Pemprov Sulsel yang terkait dengan promosi kepariwisataan serta diharapkan bantuan dari Pemkot Makassar.
Syuaib mengatakan, instansinya sendiri menanggung sebesar Rp 250 juta sebagai insentif promosi. "Selebihnya instansi lain. Sulsel mudah-mudahan bisa memasang logo 'Visit South Sulawesi 2012' di pesawat," tuturnya.
Pembicaraan kerja sama dengan manajemen AirAsia dijadwalkan dibahas bersama pada 17 Maret mendatang. Pertemuan bisnis antara Pemprov Sulsel dan manajemen AirAsia dihadiri langsung General Manager AirAsia Kualalumpur.
Suaib yakin rute AirAsia ke Makassar tidak akan bernasib sama dengan rute di daerah lain seperti Manado dan Palembang yang lebih dahulu hengkang. Salah satu optimismenya adalah banyaknya penumpang fanatik AirAsia di Makassar.
"Ada 300 mahasiswa dari Malaysia yang kuliah di Makassar. Mereka ini yang bolak-balik dari Makassar ke Malaysia atau sebaliknya. Jadi kemungkinannya untuk hengkang masih kecil. Beda dengan provinsi lain yang load factornya memang sedikit," ujarnya.
Ocean One March 11th, 2010, 05:22 AM Citilink Dapat 2 Pesawat Hibah
KAMIS, 11 MARET 2010
JAKARTA, Tribun - Rencana Citilink Indonesia untuk ekspansi ke wilayah barat Indonesia bakal kesampaian mulai pekan depan. Setelah mendapat suntikan dua unit pesawat Boeing 737-300, anak usaha Garuda Indonesia itu akan membuat basis kedua yaitu di Jakarta.
Rencananya, Citilink akan membuka rute Jakarta-Medan pada 15 Maret. Kemudian disusul rute-rute lainnya.
"Pekan depan Citilink akan membuka rute Jakarta-Medan pp dua kali sehari. Itu awal dari rencana kita melayani barat Indonesia," kata VP CBU Citilink Garuda, Joseph Saul, di Jakarta, Rabu (10/3).
Setelah membuka rute tersebut, jelas Joseph, Citilink akan membuka rute Jakarta-Pekanbaru dan Jakarta-Padang pada Mei. Sebelumnya, basis Citilink berada di Surabaya dengan penerbangan dari Surabaya ke berbagai daerah di Indonesia.
Setelah spin off dari Garuda, Citilink harus memiliki lima unit pesawat dan menguasai lima unit pesawat lainnya. Karena jumlah pesawat tersebut belum terpenuhi, maka maskapai ini masih memakai air operating certificate (AOC) dari Garuda.
GARUDA 777 March 11th, 2010, 06:35 AM KAMIS, 11 MARET 2010
Pemprov Suntik Promosi AirAsia
http://www.fajar.co.id/photohead/1268237509F-Air%20asia.jpg
AIR ASIA. Salah satu jenis pesawat yang dioperasikan Air Air menerbangi rute Makassar-Kuala Lumpur.
Wow, keren!!! Rute Makassar-KUL dilayani oleh A340 AirAsia X. Well, kelihatannya sudah saatnya nih jurnalis Indonesia diberikan pendidikan tentang aviation :lol:.
DamaNdra March 11th, 2010, 09:21 AM Liberalisasi Hanya 12 Bandara
Maskapai Nasional Harus Dilindungi
Senin, 8 Maret 2010 | 02:50 WIB
Perkiraan Bandara yang akan diliberalisasi:
Soekarno-Hatta, Jakarta
Husein Sastranegara, Bandung
Juanda, Surabaya
Ahmad Yani, Semarang
Adisutjipto, Yogyakarta
Adisumarmo, Solo
Ngurah Rai, Denpasar
Sultan Hasanuddin, Makassar
Sam Ratulangi, Manado
Polonia, Medan
Minangkabau, Padang
Hang Nadim, Batam
Jakarta, Kompas - Meski ikut kesepakatan liberalisasi penerbangan atau kebijakan open sky antarnegara Asia Tenggara, pemerintah maksimal hanya akan membuka 12 bandar udara internasional. Keputusan ini untuk melindungi kepentingan maskapai-maskapai nasional.
Demikian dikatakan Menteri Perhubungan Freddy Numberi, akhir pekan lalu, saat berbincang-bincang dengan para wartawan di lingkungan Kementerian Perhubungan.
”Singapura hanya meliberalisasi dua bandara, Malaysia hanya tiga bandara, mengapa kita harus membuka akses penerbangan internasional di semua bandara?” ujarnya.
Saat ini Indonesia telah membuka diri untuk penerbangan internasional di 28 bandara. Artinya, ada penerbangan langsung, misalnya, dari Medan ke Kuala Lumpur (Malaysia), dari Makassar ke Singapura, dari Yogyakarta ke Kuala Lumpur, atau dari Denpasar ke Sydney (Australia).
Freddy mengakui kebijakan open sky ini sangat dilematis. Bila liberalisasi dibuka lebar-lebar, akan ada manfaat lonjakan ekonomi yang besar bagi warga Indonesia. Namun, bila dibuka terlalu lebar, maskapai asing yang memperoleh manfaat ekonomi terlalu besar.
Kebijakan open sky merupakan salah satu agenda dari negara-negara ASEAN. Sinergi ekonomi kawasan ini juga ditetapkan untuk hal lain, seperti liberalisasi perdagangan, tenaga kerja, transportasi, termasuk mungkin mata uang bersama, seperti euro di sejumlah anggota Uni Eropa.
Penerbangan nasional
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti mengatakan, takkan ada reaksi negatif dari negara anggota ASEAN lainnya bila Indonesia hanya membuka liberalisasi di 12 bandara. ”Itu hak kita. Namun, setidaknya kita sudah berpartisipasi dalam open sky ini,” katanya.
Keputusan pasti mengenai penetapan jumlah bandara yang diliberalisasikan, kata Dirjen Perhubungan Udara, baru akan diambil pada akhir tahun 2010. ”Kita tak terburu-buru, keputusannya baru akan diambil bulan Oktober atau November saat pertemuan menteri transportasi se-Asia Tenggara,” ujarnya.
Meski liberalisasi hanya diambil untuk 12 bandara, kata Herry, penerbangan internasional tetap dapat dilakukan dari 26 bandara lainnya. Caranya dengan menjalin kerja sama bilateral, tentunya baik Indonesia maupun negara mitra sama-sama boleh menerbangkan maskapai masing-masing.
Menurut Herry, jumlah penduduk Indonesia sangat besar sehingga merupakan pasar potensial yang seharusnya dapat digarap oleh maskapai nasional. Terlebih, sejumlah maskapai seperti Garuda Indonesia dan Lion Air telah berinvestasi membeli pesawat secara besar-besaran.
Jumlah penduduk Indonesia 230 juta orang, Malaysia 25 juta orang, Thailand 62 juta orang, sedangkan penduduk Singapura hanya 4 juta orang. Tentu saja pasar sebesar Indonesia harus dilindungi untuk sebesar-sebesarnya kepentingan maskapai penerbangan nasional.
”Jadi bukan pertanyaannya, bukan sekadar apakah karena maskapai nasional kalah bersaing sehingga harus dilindungi,” kata Herry. (RYO)
http://cetak.kompas.com/read/xml/201...nya.12.bandara (http://cetak.kompas.com/read/xml/2010/03/08/02504882/liberalisasi.hanya.12.bandara)
Kok gk ad satu pun wakil bandara dr Kalimantan ya??Aneh :ohno: Contohny saja bandara Sepinggan Internasional Balikpapan gk ad, pdhal kn bandara Sepinggan Int'l Balikpapan merupakan pintu gerbang kalimantan khususny Kaltim :ohno: malah dr Jawa banyak betul :bash:
Sizter85 March 11th, 2010, 12:25 PM Wow, keren!!! Rute Makassar-KUL dilayani oleh A340 AirAsia X. Well, kelihatannya sudah saatnya nih jurnalis Indonesia diberikan pendidikan tentang aviation :lol:.
Lucu :lol:
Kok gk ad satu pun wakil bandara dr Kalimantan ya??Aneh :ohno: Contohny saja bandara Sepinggan Internasional Balikpapan gk ad, pdhal kn bandara Sepinggan Int'l Balikpapan merupakan pintu gerbang kalimantan khususny Kaltim :ohno: malah dr Jawa banyak betul :bash:
Positive thinking saja,.. Anggap saja Pemerintah Pusat amat sangat dan teramat 'sayang' kepada Kalimantan sehingga mereka proteksi penuh tuh bandara2 di Kalimantan agar tidak 'tergerus' efek Open Sky:nuts::nuts: Gak da hubunganya kale :bash:... ada juga airlines lokal yg musti dapet perlindungan.
Sabar-sabar :ohno::ohno:
rilham2new March 11th, 2010, 12:57 PM Wow, keren!!! Rute Makassar-KUL dilayani oleh A340 AirAsia X. Well, kelihatannya sudah saatnya nih jurnalis Indonesia diberikan pendidikan tentang aviation :lol:.
Itu kurasa, bukan pilihan jurnalis, tapi cuman gambar ilustrasi aja, biar berita kelihatan lebih menarik. Kalau dilihat di website beritanya -- di bawahnya ada keterangannya kok.
GARUDA 777 March 11th, 2010, 05:10 PM ^^
Kalo di bawah gambar AirAsia X itu atau di dalam beritanya sih gw gak nemuin statement jenis pesawatnya seperti A320 gitu, ham. Gw coba lihat narasumber beritanya juga gak ada alamat website nya. Tapi gak apa2 lah, sekedar intermezzo aja kok, tidak usah diperpanjang :).
Sizter85 March 12th, 2010, 02:27 PM Citilink Siapkan 8 Pesawat
Thursday, 11 March 2010
Vice President Strategic Business Unit (SBU) Citilink PT Garuda Indonesia Joseph A, Saul mengatakan bahwa unit bisnis strategis PT Garuda Indonesia, maskapai Citilink, akan menjalankan delapan pesawat pada tahun ini untuk mendukung pembukaan rute baru dan penambahan frekuensi penerbangan di beberapa rute lama.
Mulai 15 Maret 2010, Citilink melayani Jakarta-Medan (pp) dua kali sehari pukul 07.00 dan 12.30 WIB dari Jakarta, dari Medan berangkat pukul 09.45 dan 15.15 WIB setiap hari, kemudian akan menambah empat rute baru hingga Juni yaitu Jakarta-Pekanbaru dan Jakarta-Padang mulai Mei serta Jakarta-Denpasar dan Jakarta-Balikpapan mulai Juni 2010. Untuk penambahan frekuensi penerbangan, yaitu rute Jakarta-Surabaya pp menjadi empat kali sehari.
Sumber: Bisnis Indonesia
Sizter85 March 12th, 2010, 02:31 PM Batavia Buka Rute Dili
Thursday, 11 March 2010
Beberapa rute akan dibuka Batavia Air domestik dan internasional, salah satunya rute reguler Denpasar-Dili (Timor Leste) dengan target load factor capai 80% dengan pesawat Airbus 319. Sementara ini, Batavia akan melakukan penerbangan sewa ke Dili karena belum ada perjanjian penerbangan antara Pemerintah Indonesia dan Timor Leste. Rute domestik yang akan dibuka seperti Jakarta-Banda Aceh, Jakarta-Solo (telah disetujui), dan Jakarta-Timika.
Sumber: Bisnis Indonesia
Kopassus March 12th, 2010, 04:03 PM Jumat, 12/03/2010 15:50 WIB
Utang Tinggal Rp 1,5 Triliun, Merpati Siap Tambah 4 Pesawat ATR
Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) dipastikan akan menambah 3-4 pesawat jenis ATR dengan kapasitas 30 seat pada tahun 2010 ini. Pembelian pesawat dilakukan menggunakan sistem leasing, dan digunakan untuk optimalisasi operasi perseroan.
Menurut Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu, untuk membayar utang Merpati dibutuhkan rencana bisnis secara komprehensif, agar operasional perseroan tidak lagi mengalami kerugian.
"Kami sudah mengundang Merpati juga PPA. Merpati diberi kesempatan untuk merinci business plan-nya agar lebih prospektif," katanya.
Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa untuk memenuhi optimalisasi kerja Merpati, perseroan harus menambah armada. Pesawat berkapasitas kecil, jenis ATR, siap dipesan dari Eropa. Jumlah pesawat berkisar 3-4 ATR.
"2011 agar lebih prospektif lagi dengan armada baru. Mungkin 3-4 ATR dengan sistem leasing. Termasuk 1 (armada) SAAB kemungkinan juga dengan pola leasing," ujar Mustafa.
Sementara itu utang Merpati, menurut perkembangan terbaru jumlahnya berkurang menjadi Rp 1,5 triliun. Ini karena baru saja terjadi pelunasan utang kepada Bank Mandiri. Sayangnya, Said enggan merinci jumlah dana yang dibyarkan kepada Bank BUMN tersebut.
"Untuk Mandiri sudah lunas. Saya lupa jumlahnya. Jadi utang tinggal Rp 1,5 triliun. Nanti bisa diresktrukturisasi," tegas Said.
(wep/ang)
Pasti ATR-42...daripada beli CN235-220......
kolak March 12th, 2010, 07:45 PM Pasti ATR-42...daripada beli CN235-220......
emang ada apa dengan CN?
Kopassus March 13th, 2010, 03:54 AM emang ada apa dengan CN?
Ya, krn itu....kenapa Merpati tidak membeli CN235-220?
Yaah...CN235-220 mungkin agak mahal... Its more a military airplane with more priority to performance than economics...
Sayang skl N250 tidak jadi... :'(
kolak March 13th, 2010, 02:09 PM a so ! bener juga ya, baru nyadar CN lebih mahal ketimbang ATR.
MARINHO March 13th, 2010, 02:30 PM A state company should purchase domestically produced products first.
And again dollars are leaving the country without benefiting the country.
The coming decade about fifty new turboprops will be needed to service the small archipelago islands.
The IPTN N-250 will be the right answer and if needed a version without the Fly-By-Wire system. Why is there no god damned coordination among those state institutions. Sorry, criticizing is not part of our culture. But without being critical you'll never know what should be improved.
David-80 March 14th, 2010, 05:15 AM ^^ the answer is simple, money. Not to mention, will there be any other customers ? Where you have only merpati that trying to only lease the aircraft.
Lets go back to reality, its just not feasible and profitable for them. Even deep inside i would like to see N250 back in the skies.
Many airlines in the world prefer to buy or lease an aircraft which is avaiable and faster to get in the market, and with the re-development of n250... May have a market impact for the sales.
Cheers
Kopassus March 14th, 2010, 06:39 AM FAA directs airlines to check tail flap of 737s
The Associated Press | Sun, 03/14/2010 9:11 AM | World
The Federal Aviation Administration has issued an emergency airworthiness directive demanding that airlines check a mechanism that controls tail flaps on about 600 Boeing 737s.
The directive was issued Friday and concerns flaps on the horizontal tails of the jets. On March 2, a Ryanair 737-800 en route from the Netherlands to Madrid, Spain, experienced severe vibrations in flight and had to make an unscheduled landing in Belgium.
Inspection afterward found "extensive damage" to the left elevator, which is a movable flap on the horizontal tail that controls the pitch of the airplane, up or down.
The agency says some of the jets must be inspected within 12 days, and the rest within 30 days. FAA spokesman Allen Kenitzer said about half the affected airplanes are operating in the U.S.
nowan March 14th, 2010, 07:36 AM ^^ oh.. it seems so serious. Is Boeing going to recall 737s?
Remember when 737 classic also had a problem with its rudder?
Karto March 14th, 2010, 10:23 AM Dear Administrator,
I am a member of the Indonesian Forum with interests in Urban Infrastructure and Aviation. Unfortunately for some hilarious reasons, I was unilaterally banned by one of the Indonesian moderators, D***d-80, for not possessing the 'right' attitude - for being outspoken.
I have never been impolite or even use strong language. The harshest
word I used was 'P*ss Off' -which I believe isn’t as severe as the ‘F’
variety- to some members who laugh and made joke at the expense of low
skilled migrant workers who returned from years slaving abroad, only to be
robbed by local corrupt immigration and customs officials. Which is a
very common and acceptable practices in Indonesia.
I believe my being barred was also triggered by my realistic reports of the sorry
state of Indonesia’s main gateway, Soekarno-Hatta International
Airport. From the way the immigration officers attempts to extract
monies from me for being Part European (or from anyone of non-native origin as people in general have the view that foreigners are cashcows), to the severe lack of hygiene in the toilets, which is unexpected for an 'International' Airport. My experience was exacerbated by my being mobbed by aggressive taxi touts and being stalked by underage beggars at the International Arrival Hall.
Paul Andreu, one of the best architects in the world specializing in
Airport infrastructures, designed the Airport about two decades ago as
a sophisticated representation of local architecture. Unfortunately,
the local management have never use proper planning & blue print for
the infrastructure expansions since. So instead of extending based on
the existing original structure and architecture, they just attach a
completely new buildings with no visual correlation whatsoever
(Imagine adding concrete blocks to Versailles Palace). Apparently,
again, such thoughtless action is a common practice in Indonesia.
Nonetheless, when interviewed on the reason of the service flow and
architectural chaos at the Airport, the management outrageously blamed
and dismissed the original principal architect (in this case Monsieur
Andreu) as ‘unsuitable’ for the project.
Back to my being banned from the forum, I noticed they do this a lot
in local websites where objectivity is not a standard, and
intellectual immaturity rules. Just like most things in Indonesia, the
people in power are very likely to abuse their authority. And this is
a very low and basic sample. But if I am not mistaken, Skyscrapercity
is an International forum based in the EU.
I understand that the aforementioned moderator is a valued member of
this forum. But in the spirit of fairness and freedom of expression, I
believe that Skyscrapercity, as an International Forum for like minded
people with shared interests in Architecture and Infrastructure, will
take action.
Regards
tollfreak March 14th, 2010, 12:26 PM Pembangunan bandara di Lagoi tunggu izin
Minggu, 14/03/2010 14:40:59 WIBOleh: Suyono Saputra
LAGOI, Bintan (Bisnis.com): Rencana pembangunan bandara pariwisata senilai US$60 juta di kawasan wisata Lagoi masih menunggu izin konstruksi dari Departemen Perhubungan menyusul telah keluarnya izin lokasi dari pemerintah.
Chin Chow Yoon, Vice President PT Bintan Resort Cakrawala, pengelola kawasan Lagoi, mengatakan saat ini pihaknya sudah mengantongi izin lokasi dari Dephub dan tengah mengajukan izin konstruksi.
"Bila izin konstruksi itu keluar maka pembangunan bandara pariwisata ini bisa segera kami realisasikan," ujarnya kepada Bisnis.com di Lagoi, Bintan, pekan lalu.
Dia mengemukakan pembangunan bandara pariwisata di kawasan wisata internasional Lagoi ini merupakan sebuah keharusan mengingat pentingnya keberadaan sebuah bandara dalam mendukung arus wisatawan langsung dari negara asalnya.
Dimanapun kawasan wisata dunia, kata dia, seperti Langkawi - Malaysia, Phuket-Thailand juga mengoperasikan sebuah bandara khusus di dalam kawasannya sehingga para wisatawan bisa langsung terbang ke tujuan tanpa perlu transit.
"Saya pikir tidak hanya untuk wisatawan asing, bagi wisatawan domestik pun nantinya bisa langsung terbang dari kota masing-masing ke Lagoi," papar Chin.
Rencana pembangunan bandara pariwisata Lagoi senilai US$60 juta ini sudah digagas sejak beberapa tahun lalu, namun lambannya proses perizinan menyebabkan rencana tersebut harus tertunda.
Kini setelah izin lokasi diterbitkan oleh Dephub, PT BRC selaku pengelola kawasan tersebut berharap izin konstruksi diterbitkan agar proses pembangunan bisa segera dimulai.
"Investasi bandara itu nantinya menggunakan dana dari investor, tapi sebelum semua perizinan selesai maka kami belum bisa menawarkan proyek ini kepada investor kami," tuturnya. (ts)
Sizter85 March 15th, 2010, 06:30 AM Quoted from world forum :
STRATEGIC Airlines enters Bali market
15 March 2010
The First to Bali(Denpasar) is Scheduled for 12 June 2010, with tickets available for sale from today.
"It will offer Perth travellers the option to fly to Bali with a full-service product at affordable prices, a combination that hasn't been available until now."
To celebrate the launh of the new Bali service, Strategic's offering an introductory all-inclusive one way fare of $99.
* Using A330-200 or A320-243
:banana::banana:
Sizter85 March 15th, 2010, 10:56 AM Senin, 15 Maret 2010 , 06:56:00
Sriwijaya Tawarkan Kelas Bisnis
Kaji Layani Jalur Penerbangan ke Malaysia
SURABAYA - Penumpang pesawat terbang segmen middle up atau menengah ke atas kian membesar. Untuk itu, Sriwijaya Air, yang selama ini hanya memiliki kelas ekonomi, berencana membuka kursi kelas bisnis. Dengan selisih harga 40 persen di atas kelas ekonomi, mereka optimistis pasar tersebut mendapat respons positif.
District Manager Sriwijaya Air Surabaya Ery Soehaeri mengatakan, potensi segmen middle up sangat besar, terutama dari kalangan pebisnis dan pemerintahan. ”Rata-rata mereka membutuhkan layanan lebih yang tidak diperoleh di kelas ekonomi,” katanya kemarin (14/3).
Untuk tahap awal program kelas bisnis, pihaknya sudah menganggarkan empat armada jenis Boeing 737-400. Armada tersebut akan ditingkatkan kualitasnya dengan dilengkapi tempat duduk untuk kelas bisnis. ’’Saat ini, empat aircraft kami sudah masuk maintenance program untuk di-upgrade. Kami perkirakan tuntas sebulan ke depan,” kata Ery.
Dia menambahkan, kursi yang ditawarkan untuk kelas bisnis itu tidak terlalu banyak. Pihaknya hanya menyediakan 6-12 persen dari 168 kursi atau sekitar 8-20 kursi setiap armada. ”Selama ini, Sriwijaya Air termasuk maskapai kategori moderat atau semi service. Nah, dengan dibuka kelas bisnis ini akan menaikkan level menjadi full services,’’ terangnya.
Dijelaskan, kursi kelas bisnis itu akan ditawarkan untuk rute potensial seperti Surabaya-Jakarta, Surabaya-Medan, Surabaya-Kupang dan rute lain yang lama terbangnya di atas 1,5 jam. Dia optimistis ke depan kelas bisnis akan diminati segmen menengah ke atas untuk kebutuhan transportasi udara. Diperkirakan, kontribusi penumpang kelas bisnis sampai akhir tahun bisa mencapai 10-15 persen.
Terkait kinerja perusahaan, total penumpang outgoing (dari Surabaya) Sriwijaya Air mencapai 58 ribu orang. Target pertumbuhan penumpang tahun ini dipatok 30-35 persen. ’’Untuk menunjang kelas bisnis, kami sangat memperhatikan kenyamanan mulai pemesanan tiket hingga di airport. Jadi, kenyamanan tidak hanya saat duduk di pesawat saja,’’ ucapnya.
Untuk pengembangan rute baru, Ery mengatakan bahwa pihaknya masih menyiapkan penerbangan rute regional. Salah satunya rencana untuk membuka rute Surabaya-Malaysia pada tahun ini. ’’Saat ini kami masih terus mengkaji potensi pasar sambil mempersiapkan rute itu. Termasuk di antaranya persiapan di training unit kami, Sebab, persaingan di rute regional juga tinggi,’’ ujarnya.(res/fat/jpnn)
======================================
^^
Ngaco deh,.. perasaan trip SUB-MES direct gak tersedia di layanan Sriwijaya :ohno:
rilham2new March 15th, 2010, 11:01 AM Thread ke-9 donk ....... Ini udah 700+ hehehe...
Sizter85 March 15th, 2010, 11:34 AM ^^
Ditunggu-tunggu ham... mana sekuel-nya :D
voxario March 17th, 2010, 05:57 AM http://img6.imageshack.us/img6/2673/lelangaviobridge.jpg
Sizter85 March 17th, 2010, 06:44 AM Continue here : http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?p=53564085#post53564085 --> PART 9
|
|