View Full Version : [Smaller cities in west java ] Projects and development


Kopassus
April 18th, 2009, 07:13 AM
I cant find something else, other than a thread about Cirebon....so lets start with Sukabumi:
This project is some kantor/galeri u/c with only three floors... There aren't high buildings in Sukabumi, so this must become one of the 'tallest' of this city.
http://94.100.113.225/551250001-551300000/551264401-551264500/551264402_5_0QUi.jpeg
http://94.100.114.47/551250001-551300000/551264301-551264400/551264397_5_Pq2p.jpeg

bharadya
April 18th, 2009, 08:04 PM
I cant find something else, other than a thread about Cirebon....so lets start with Sukabumi:
This project is some kantor/galeri u/c with only three floors... There aren't high buildings in Sukabumi, so this must become one of the 'tallest' of this city.
http://94.100.113.225/551250001-551300000/551264401-551264500/551264402_5_0QUi.jpeg
http://94.100.114.47/551250001-551300000/551264301-551264400/551264397_5_Pq2p.jpeg

kan masi ada Mayofield Mall, Toserba Tiara, ato Toserba Selamat yg lumayan tinggi (3-4 lantai..)

duh, udah jarang ke Sukabumi.. bukannya ada proyek baru yg Ruko deket stadion klo ga salah..

Kopassus
April 19th, 2009, 03:42 AM
kan masi ada Mayofield Mall, Toserba Tiara, ato Toserba Selamat yg lumayan tinggi (3-4 lantai..)

duh, udah jarang ke Sukabumi.. bukannya ada proyek baru yg Ruko deket stadion klo ga salah..

Kata teman sy proyek itu sudah beres, tapi sy belum perna kesana.

Hehe...sy juga bilang "ONE of the 'tallest' ". Ya..3-4 lantai, sebenarnya tidak lumayan tinggi juga ....just some low buildings...

@b1
May 21st, 2009, 10:57 AM
Halo, kira-kira di Sukabumi ada proyek-proyek baru gak?

@b1
May 23rd, 2009, 06:00 AM
Kota Sukabumi

Kota Sukabumi, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 115 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Sukabumi. Kota Sukabumi terdiri atas 7 kecamatan.

Pada tahun 1914, pemerintah Hindia Belanda menjadikan kota Sukabumi sebagai Burgerlijk Bestuur dengan status Gemeente dengan alasan bahwa di kota ini banyak berdiam orang-orang Belanda dan Eropa pemilik perkebunan-perkebunan yang berada di daerah Kabupaten Sukabumi bagian selatan yang harus mendapatkan pengurusan dan pelayanan yang istimewa.

Sejak ditetapkannya Sukabumi menjadi Daerah Otonom pada bulan Mei 1926 maka resmi diangkat “Burgemeester” yaitu Mr. G.F. Rambonnet. Pada masa inilah dibangun Stasiun Kereta Api, Mesjid Agung, gereja Kristen; Pantekosta; Katholik; Bethel; HKBP; Pasundan, pembangkit listrik Ubrug; centrale (Gardu Induk) Cipoho, Sekolah Polisi Gubermen yang berdekatan dengan lembaga pendidikan Islam tradisionil Gunung Puyuh. Setelah Mr. G.F. Rambonnet memerintah ada tiga “Burgemeester” sebagai penggantinya yaitu Mr. W.M. Ouwekerk, Mr. A.L.A. van Unen dan Mr. W.J.Ph. van Waning.

Ampelio
May 23rd, 2009, 06:09 AM
Selain tempat asal Deasy Ratnasari, Sukabumi juga memiliki kampus Akademi Kepolisian Republik Indonesia.

bharadya
May 23rd, 2009, 06:36 AM
Selain tempat asal Deasy Ratnasari, Sukabumi juga memiliki kampus Akademi Kepolisian Republik Indonesia.

^^mau ngoreksi om, Akpol itu di Semarang.. kalo yg di Sukabumi itu Secapa (Sekolah Calon Perwira).. sebelum di Semarang, memang sih Akpol pernah di Sukabumi..

@ @b1: uda ada thread ttg konstruksi kota Sukabumi dan sekitarnya..

http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=851956

Ampelio
May 23rd, 2009, 07:40 AM
^^mau ngoreksi om, Akpol itu di Semarang.. kalo yg di Sukabumi itu Secapa (Sekolah Calon Perwira).. sebelum di Semarang, memang sih Akpol pernah di Sukabumi..

@ @b1: uda ada thread ttg konstruksi kota Sukabumi dan sekitarnya..

http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=851956

^^bhar thanks for the info :D

@b1
June 2nd, 2009, 09:14 AM
Masih ada lagi gak proyek di Sukabumi?

Kopassus
June 8th, 2009, 09:47 AM
Ada, tapi lowrise saja...

Kopassus
July 2nd, 2009, 04:11 AM
Some updates
http://94.100.114.14/634050001-634100000/634054401-634054500/634054405_5_I79c.jpeg
http://94.100.114.59/634050001-634100000/634054401-634054500/634054421_5_KroU.jpeg

Kopassus
July 31st, 2009, 05:40 AM
Sukabumi
Update
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/DSC00791-1.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/DSC00790-1.jpg

New SMPK/SMAK Nasional Plus.
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/DSC00657.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/DSC00795-1.jpg
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/DSC00794.jpg

@b1
August 29th, 2009, 10:21 AM
Kalo gak salah ini kan Penabur?

Kopassus
September 26th, 2009, 04:16 AM
Betul, yg di Jl Bhayangkara-Suryakencana.

Update dari galeri/kantor di Jl Suryakencana
http://94.100.114.64/742100001-742150000/742120301-742120400/742120355_5_xuo4.jpeg

Kopassus
November 29th, 2009, 06:36 AM
Update

http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/DSC01735.jpg

http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/DSC01736.jpg

v-sun
December 27th, 2009, 10:44 AM
Selasa, 22 Desember 2009 23:14 WIB
Tol Kanci Pejagan Siap Beroperasi

http://www.mediaindonesia.com/spaw/uploads/images/article/image/20091222_083957_tol2.jpg
http://img.antara.co.id/2009/9/tolkanci.jpg

JAKARTA-MI: Ruas tol Kanci-Pejagan sepanjang 34 km telah siap beroperasi, setelah pada 16 Desember 2009 diserahterimakan dari PT Adhi Karya selaku kontraktor pembangunan fisik kepada PT Bakrie Toll Road (BTR) selaku pemegang konsesi.

"Dengan serah terima (Profesional Hand Over/PHO) berarti semua kelengkapan tol Kanci-Pejagan sudah dipenuhi PT Adhi Karya Tbk selaku kontraktor," kata Direktur Utama PT Bakrie Toll Road, Harya M Hidayat di Jakarta, Selasa (22/12).

Harya mengatakan, pembangunan fisik semua kelengkapan jalan tol mulai dari badan jalan, bahu jalan, rambu lalulintas, penunjuk arah, marka jalan, gerbang tol, serta kantor operasi seluruhnya sudah diselesaikan.

Sehingga, kata Harya, pihaknya secara resmi sudah mengirim surat kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk dapat menurunkan Tim Teknis Uji Layak Operasi (ULO). Surat tersebut sudah dijawab BPJT pada Selasa (22/12) dan menjanjikan untuk menerjunkan tim ke lokasi.

Harya menjelaskan, dengan ditekennya berita acara serah terima (PHO), itu berarti seluruh kelengkapan tol mulai dari konstruksi sampai kelengkapan pendukungnya sudah diselesaikan.

Harya mengatakan, ruas tol Kanci-Pejagan juga sudah terkoneksi dengan jaringan listrik PLN. Namun, meski pembangunan fisik sudah rampung, untuk sementara waktu pengoperasian gerbang tol masih menggunakan diesel. Setelah benar-benar beroperasi barulah semuanya menggunakan aliran listrik dari PLN.

"Kami menunggu kepastian dulu beroperasi sebelum dialiri listrik PLN. Jangan sampai nanti bayar abodemen tetapi tol belum beroperasi, tujuan penggunaan genset selain sebagai cadangan juga sebagai persiapan sebelum beroperasi penuh," ujarnya.

Harya mengatakan, Tol Kanci - Pejagan mendapat jaminan penuh dari kontraktor dengan menggunakan paket tahun jamak atau lebih dari satu tahun. Sehingga, jika nantinya masih memerlukan perbaikan, masih dalam jaminan kontraktor Adhi Karya.

Tol Kanci - Pejagan sendiri menggunakan konstruksi jalan dengan teknologi "Precast Prestress Concrete Pavement" (PPCP)" atau beton cetak yang ditarik dalam pemasangannya sehingga membuat pembangunannya berjalan lebih cepat serta kualitas yang jauh lebih baik.

BPJT sebelumnya juga sudah menuntaskan pengaturan lalulintas dengan Tol Palimanan - Kanci yang nantinya akan menyambung dengan tol Kanci - Pejagan, sehingga saat beroperasinya tidak ada masalah terkait dengan pengaturan lalulintas.

Tol Kanci - Pejagan sendiri merupakan salah satu ruas tol yang menjadi target harus diselesaikan dalam program 100 hari kerja Menteri Pekerjaan Umum. Namun, belum genap 100 hari, kenyataannya dengan adanya PHO tersebut tol ini dapat dirampungkan sebelum Desember 2009.

Harya sendiri menargetkan, seandainya tim kelayakan operasi dapat bekerja cepat dan efektif maka diperkirakan awal Januari 2010 ruas tol ini sudah dapat digunakan masyarakat umum. (Ant/OL-7)

v-sun
December 27th, 2009, 10:51 AM
BOGOR NIRWANA RESIDENCCES ?

http://www.rumah.com/images_listings/2009/06/13/1ad1108a601c6f3557436c0f206de762.jpg

v-sun
December 27th, 2009, 11:09 AM
Cibinong akan Dijadikan Pusat Pengembangan Bisnis
Selasa, 22 Desember 2009 15:23 WIB

CIBINONG--MI: Ibukota Kabupaten Bogor, Cibinong, akan dijadikan kawasan pengembangan bisnis untuk membangkitkan perekonomian di wilayah tersebut, kata Bupati Bogor Rachmat Yasin di Cibinong, Selasa (22/12).

Rachmat Yasin mengemukakan, dalam rancangan pembangunan Kabupaten Bogor ke depan, Cibinong akan dijadikan sebagai salah satu sentra pengembangan bisnis.

"Aktivitas bisnis di Cibinong harus menggeliat, karena Cibinong merupakan ibukota Kabupaten Bogor," kata dia. Menurut Rachmat, Cibinong tidak boleh menjadi "desa raksasa" yang lesu aktivitas bisnis. "Saya tidak mau Cibinong tidak ada bedanya dengan desa lain di Bogor, setelah jam 14:00 mati aktivitas. Cibinong harus berdenyut dan menjadi kebanggaan Bogor," tutur dia.

Sebagai upaya menggeliatkan aktivitas bisnis di Cibinong, sambung dia, Pemkab Bogor telah menetapkan Cibinong sebagai sentra pengembangan bisnis. Penetapan Cibinong sebagai sentra pengembangan bisnis diharapkan dapat membangkitlan perekonomian baik di Cibinong maupun di kecamatan yang berada di lingkar Cibinong.

Karena itu, Pemkab Bogor pun mengembangkan konsep pembangunan Cibinong Raya, yang meliputi Kecamatan Cibinong, Kecamatan Citeureup, Kecamatan Babakanmadang, Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Bojonggede dan Kecamatan Tajurhalang. "Pengembangan Cibinong Raya diharapkan dapat mempercepat jalannya pembangunan di Cibinong dan sekitarnya," papar rachmat. (Ant/Ol-04)

Ampelio
January 5th, 2010, 02:58 AM
Penyebaran area perkotaan di Jawa Barat
http://img231.imageshack.us/img231/908/jabar.jpg (http://img231.imageshack.us/i/jabar.jpg/)

AceN
January 5th, 2010, 07:19 PM
^^ ya ampun, Kota Cirebon cuma se-iprit :p~

v-sun
January 30th, 2010, 12:45 PM
Jumat, 29/01/2010
Gayaland bangun apartemen Rp120 miliar

JAKARTA: PT Gayaland Prokencana menginvestasikan dana Rp120 miliar untuk membangun apartemen murah 20 lantai di Bekasi.

Direktur PT Gayaland Prokencana Anthony Rahardjo mengatakan saat ini pengerjaan konstruksi proyek apartemen Mutiara Bekasi yang dimulai sejak Juni 2009 tersebut telah mencapai lantai 15.

"Kami harapkan pada Juni mendatang sudah topping off [tutup atap] dan serah terima kunci kepada pembeli pada September," ujarnya kepada Bisnis, pekan ini.

Anthony mengklaim proyek apartemen murah (low cost apartment) yang dibangun di lahan sekitar 7.000 meter persegi itu cukup strategis karena berada tepat di depan pintu tol Bekasi barat. Sehingga, katanya, pembeli apartemen itu tidak hanya warga Jakarta dan sekitarnya, tapi juga dari Bandung.

"Saat ini hampir 90% unit telah terjual dari 840 unit yag ditawarkan. Dan kami membangun apartemen senilai Rp120 miliar ini dengan dana sendiri."

Menurut dia, apartemen murah berbeda dengan rumah susun sederhana milik bersubsidi yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan ditawarkan dengan harga Rp144 juta per unit.

Apartemen Mutiara Bekasi, katanya, bukan apartemen bersubsidi, melainkan dijual dengan kisaran mulai dari Rp100 juta sampai dengan Rp180 juta per unit.

Anthony mengungkapkan semula apartemen itu memang direncanakan untuk membidik masyarakat berpenghasilan rendah atau bergaji di bawah Rp3 juta per bulan.

Ubah rencana

Namun, berbagai problem berkaitan dengan rusunami bersubsidi membuat pihaknya mengubah rencana dengan menjadikan Mutiara Bekasi sebagai apartemen murah. Problem itu a.l. banyak pembeli yang tidak semestinya berhak memperoleh rusunami bersubsidi serta masalah yang bakal dihadapi pengelola gedung ke depan, semisal, dalam menarik service charge kepada penghuni.

Anthony menambahkan berkaitan dengan perubahan rencana tersebut pula manajemen Gayaland Kencana akhirnya memangkas jumlah lantai yang sedianya akan dibangun setinggi 23 lantai menjadi tinggal 20 lantai.

Dari jumlah tersebut hanya 18 lantai yang dijadikan hunian, 2 lantai lainnya untuk area komersial yang akan dikelola langsung oleh perusahaan.

"Alasannya, kami akan menjadikan Mutiara Bekasi sebagai apartemen yang bisa memenuhi semua keperluan penghuni. Ini sesuai dengan konsep kami untuk menjadikan apartemen ini sebagai living happy family."

Selain itu pula, tuturnya, apartemen itu akan dilengkapi dengan tempat parkir di lantai dasar yang bisa menampung seluruh kendaraan penghuni.

v-sun
January 30th, 2010, 12:48 PM
Apartemen Mutiara Bekasi memiliki lokasi yang sangat strategis karena berada tepat di depat pintu tol bekasi barat. Apartemen ini memiliki 3 tipe unit yang dijual yakni : tipe studio, 2 bed room dan tipe 3 bed room.

Fitur Proyek
Apartemen Mutiara Bekasi memiliki beberapa fasilitas pendukung, diantaranya yakni :
1. Kolam renang
2. Pusat kebugaran
3. Listrik
4. Mini market
5. ATM & Bank
6. Apotik
7. Kafe
8. Laundry
9. 24 hour security system
http://www.mutiarabekasi.com/mutiarabekasi.jpg

http://www.indonesianestate.com/viewimage.aspx?width=600&height=400&photoid=d661197c-e885-4644-97a7-e169ab53bdb2

http://www.indonesianestate.com/viewimage.aspx?width=600&height=400&photoid=0f71ce4f-aa40-45fc-bf4f-17829295ba4a

v-sun
February 7th, 2010, 11:15 AM
Kamis, 04/02/2010 19:36 WIB
Pelindo II Bidik Karawang-Bekasi Jadi Pelabuhan Internasional
Andri Haryanto - detikBandung

Bandung - PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo Persero) membidik Karawang dan Bekasi untuk pelabuhan internasional. Rencana tersebut setelah pihak Pelindo II membenahi dan mengembangkan Pelabuhan Tanjung Priok.

Menurut Dirut Pelindo II, R.J. Lino, kebutuhan akan pembuatan pelabuhan di Karawang dan Bekasi melihat 80 persen barang yang masuk ke Priok berasal dari kawasan industri di Karawang, Bekasi, dan Bandung.

"Kalau lokasinya di karawang cukup ideal," kata Lino dalam jumpa pers 10th IAPH (International Association of Ports and Harbors) Asia/Oceania Regional Meeting and Port Forum, di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Kamis (4/2/2010).

Ia menambahkan, dirinya menentang rencana pembangunan pelabuhan di Bojonegoro. Karena tidak efektif untuk pengangkutan barang melihat saat ini 80 persen barang berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, yang nantinya akan berdampak hilangnya konsumen karena penambahan ongkos angkut via darat.

"Kan jaraknya tambah 120 kilometer. Kalau bikin apa-apa yang baru harus lebih murah terhadap yang orang pakai," terang Lino.

Dalam membidik pelabuhan Karawang-Bekasi, ia memprediksikan kebutuhan tanah seluas 10 ribu hektare. "Kalau jadi di Karawang areal yang mesti dipersiapkan untuk 100 tahun, 10 ribu hektare. Kalau itu jadi itu bisa jadi pelabuhan kebanggaan di Indonesia.

Disinggung langkah Pelindo dalam membidik Karawang-Bekasi, Lino masih enggan menuturkannya. Pasalnya, pihaknya tengah berbenah terkait pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok.

"Itu nanti, berikutnya. Areal di Priok terbatas. Sekarang kita masih mempersiapkan fasilitas untuk Priok," katanya.

Saat ini Priok mampu menampung volume Trans Shipment sebesar 3 juta TEU per tahun. Selain itu, ia menilai pertumbuhan pelabuhan saat ini berjalan di tempat dikalahkan Vietnam. "Pelabuhan yang dulu saya bangun hampir sama keadaanya dengan 25 tahun yang lalu," ujarnya, seraya menambahkan pelabuhan di Makasar, Semarang, dan Palembang.

Pembangunan pelabuhan baru, lanjutnya, membutuhkan waktu 8-10 tahun. Padahal, kondisi volume angkut di Priok sudah terbilang padat.

"Nggak ada opsi lain selain mengembangkan Priok dulu, sambil nanti mulai mempersiapkan pelabuhan baru. 2,5 tahun tahun ini selesai," katanya.

Dengan pengembangan Priok diharapkan mampu mengembangkan pertumbuhan ekonomi domestik. Lino juga meminta pemerintah mampu menekan logistic cost dalam pengembangan angkut pelabuhan. Dia mencontohkan, biaya angkut domestik terbilang mahal. Pengiriman kontainer dari Priok ke Belawan dihargai $ 400 per TEU, Jakarta-Pontianak $ 300 per TEU. Sementara untuk Jakarta-Singapura nilainya $ 70, Jakarta-Rotterdam $ 400.

Ia juga mengharapkan produktivitas pelabuhan ditingkatkan, "Supaya kapal kapal kita banyak berlayar," katanya.

"Pelabuhan selama ini sebagian besar (bekerja) dari jam enam pagi sampai empat atau lima sore. Sehingga kapal kapal diam di pelabuhan nggak bongkar," ujarnya.
(ahy/lom)

v-sun
March 5th, 2010, 08:51 AM
Jawa Barat Kawasan Investasi Terbaik

JAKARTA, (PR).-
Provinsi Jawa Barat termasuk salah satu dari tujuh provinsi yang mendapatkan penghargaan sebagai kawasan yang dinilai paling unggul dalam menarik investasi ke daerahnya dan berpotensi merealisasikan projek infrastruktur besar. Tahun 2010 ini, arus investasi yang masuk ke Jawa Barat diperkirakan mencapai Rp 75 triliun.

”Tujuh provinsi ini paling fisibel, ada provinsi lain yang bisa menarik investasi lebih banyak dari yang tujuh ini. Tetapi, kami fokusnya bukan hanya itu. Namun juga nilai kehausan masing-masing pimpinan daerah mendatangkan investasi. Itu sangat kami bobotkan,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan saat menyerahkan penghargaan tersebut di Jakarta, Kamis (18/2).

Tujuh daerah yang dimasukkan dalam program ”Regional Champions” oleh BKPM adalah Provinsi Riau, Provinsi Sumatra Selatan, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Provinsi Papua.

Tujuh provinsi tersebut memiliki projek infrastruktur besar yang bersifat padat karya dan penting bagi pertumbuhan ekonomi di daerahnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menerima langsung penghargaan tersebut dari Kepala BKPM Gita Wirjawan di Gedung BKPM, Jln. Jenderal Gatot Subroto, Jakarta.

Gita menjelaskan, proses pemilihan ”Regional Champions” itu didasarkan pada penilaian kuantitatif dari indikator kesiapan investasi di suatu daerah, seperti indikator ekonomi, projek investasi yang ditawarkan, kesiapan pemerintah daerah memberikan iklim investasi yang kondusif, ketersediaan sumber daya manusia dan alam, serta dukungan sarana dan prasarana daerah.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan apresiasi atas perhatian BKPM yang telah menunjuk Jabar sebagai mitra dalam program ”Regional Champions”. Berkaitan dengan usaha menarik investasi itu, Pemprov Jawa Barat siap dengan sejumlah projek unggulan, baik bersifat fisik maupun pengembangan agroindustri secara luas.

Apalagi, Jawa Barat memiliki sejumlah keunggulan, baik dari sisi infrastruktur maupun kekayaan sumber daya alam. Tahun 2010 ini, arus investasi yang masuk ke Jawa Barat diperkirakan mencapai Rp 75 triliun. Ini berarti Jawa Barat berkontribusi 7,5 persen dari target investasi nasional sebesar Rp 1.000 triliun.

”Target optimistis, Jawa Barat mampu menyedot arus investasi di atas Rp 50 triliun, bahkan bisa Rp 75 triliun,” ujar Heryawan seusai menerima penghargaan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang hadir dalam acara itu mengatakan, kinerja pemerintah secara keseluruhan bergantung pada pemerintah daerah (pemda). Kinerja pemda menyumbang enam puluh persen terhadap kinerja pemerintah secara nasional.

Dijelaskan Gamawan, kementerian yang dipimpinnya akan terus memacu kinerja dan memperkecil hambatan yang terjadi, khususnya terkait dengan investasi dan regulasi. ”Harmonisasi antara pusat dan daerah diperlukan guna menarik investasi dan mendorong pembangunan di daerah,” ujarnya. (A-75/A-160)***

bharadya
March 29th, 2010, 08:47 AM
Bakrie Akan Bangun Disneyland di Sukabumi


JAKARTA, KOMPAS.com —* PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengembangkan usahanya ke bisnis hiburan dan rekreasi. Setelah memiliki kawasan wisata air, The Jungle Water Park, pengembang properti Grup Bakrie ini akan membangun Disneyland Park.


Wahana permainan asal Amerika Serikat akan berdiri di kawasan wisata Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengembangan Disneyland ini sejalan dengan rencana ELTY membangun jalan tol Ciawi-Sukabumi.

Jalan tol ini juga akan menghubungkan proyek ELTY lainnya, yakni Bogor Nirwana Residence yang terletak di Kotamadya Bogor. ELTY sudah membebaskan lahan untuk proyek jalan tol sepanjang 54 kilometer itu.

Ternyata, rencana tersebut sudah sampai ke telinga Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa. "Setahu saya memang betul ada rencana tersebut," katanya kepada KONTAN, Kamis (25/3/2010) pekan lalu. Namun, dia mengaku masih belum mengetahui detail dan realisasi proyek ELTY itu.

Hiramsyah S Thaib, Presiden Direktur Bakrieland, juga belum mau bercerita panjang lebar mengenai proyek itu, termasuk berapa nilai investasinya. "Saya no comment," ujarnya.

Yang jelas, ELTY harus terus memoles kinerjanya. Maklum, tahun lalu perusahaan ini menderita penurunan laba bersih 51,4 persen dari 2008 menjadi Rp 132,3 miliar. Sedangkan pendapatannya hanya naik tipis 0,5 persen menjadi Rp 1,06 triliun.

Tahun ini, ELTY menargetkan kinerjanya bisa lebih baik dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 30 persen. Salah satu penyumbang pendapatan ELTY adalah jalan tol* Kanci-Pejagan yang sudah beroperasi 26 Januari 2010.

Pekan lalu, ELTY baru saja menerbitkan obligasi konversi atau equity linked bond sebesar 155 juta dollar AS. ELTY juga terus membeli sahamnya di lantai bursa melalui program buyback. "Karena harga saham ELTY sangat rendah," ujar Hiramsyah. Program itu juga mengantisipasi masuknya investor strategis. (Kontan/Anna Suci, Abdul Wahid Fauzie, Edy Can)

http://m.kompas.com/news/read/data/2010.03.29.10255951

bharadya
March 29th, 2010, 08:55 AM
Bakrie Akan Bangun Disneyland di Sukabumi


JAKARTA, KOMPAS.com —* PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengembangkan usahanya ke bisnis hiburan dan rekreasi. Setelah memiliki kawasan wisata air, The Jungle Water Park, pengembang properti Grup Bakrie ini akan membangun Disneyland Park.


Wahana permainan asal Amerika Serikat akan berdiri di kawasan wisata Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengembangan Disneyland ini sejalan dengan rencana ELTY membangun jalan tol Ciawi-Sukabumi.

Jalan tol ini juga akan menghubungkan proyek ELTY lainnya, yakni Bogor Nirwana Residence yang terletak di Kotamadya Bogor. ELTY sudah membebaskan lahan untuk proyek jalan tol sepanjang 54 kilometer itu.

Ternyata, rencana tersebut sudah sampai ke telinga Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa. "Setahu saya memang betul ada rencana tersebut," katanya kepada KONTAN, Kamis (25/3/2010) pekan lalu. Namun, dia mengaku masih belum mengetahui detail dan realisasi proyek ELTY itu.

Hiramsyah S Thaib, Presiden Direktur Bakrieland, juga belum mau bercerita panjang lebar mengenai proyek itu, termasuk berapa nilai investasinya. "Saya no comment," ujarnya.

Yang jelas, ELTY harus terus memoles kinerjanya. Maklum, tahun lalu perusahaan ini menderita penurunan laba bersih 51,4 persen dari 2008 menjadi Rp 132,3 miliar. Sedangkan pendapatannya hanya naik tipis 0,5 persen menjadi Rp 1,06 triliun.

Tahun ini, ELTY menargetkan kinerjanya bisa lebih baik dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 30 persen. Salah satu penyumbang pendapatan ELTY adalah jalan tol* Kanci-Pejagan yang sudah beroperasi 26 Januari 2010.

Pekan lalu, ELTY baru saja menerbitkan obligasi konversi atau equity linked bond sebesar 155 juta dollar AS. ELTY juga terus membeli sahamnya di lantai bursa melalui program buyback. "Karena harga saham ELTY sangat rendah," ujar Hiramsyah. Program itu juga mengantisipasi masuknya investor strategis. (Kontan/Anna Suci, Abdul Wahid Fauzie, Edy Can)

http://m.kompas.com/news/read/data/2010.03.29.10255951

hildalexander
March 29th, 2010, 09:41 AM
Hiramsyah S Thaib, Presiden Direktur Bakrieland, juga belum mau bercerita panjang lebar mengenai proyek itu, termasuk berapa nilai investasinya. "Saya no comment," ujarnya.


Presdirnya aja "no comment" heuheuheu :colgate: ..... btw, untuk Tol Ciawi-Sukabumi, kalo jadi, bakalan mentrigger kawasan sekitar menjadi pesat pertumbuhannya....ekses positif bagi industri pariwisata

bharadya
March 29th, 2010, 09:59 AM
^^ Iya, aku juga excited sama tol Ciawi-Sukabumi itu mam! Habisnya kalo balik ke Sukabumi, suka males sama macetnya. Udah gitu jalannya sempit sama ga mulus. :bash::bash:

v-sun
April 4th, 2010, 12:26 PM
PENGEMBANGAN JAWA BARAT DITETAPKAN DALAM ENAM KAWASAN

Bandung, 17/3/2010 (Kominfo-Newsroom) - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan kebijakan pembangunan kewilayahan di Jawa Barat berdasarkan pada potensi, kegiatan produksi, dan aglomerasi pusat pemukiman, sedangkan skenario pengembangan wilayah adalah mencapai target penataan ruang dan pengembangan ekonomi.

Untuk itu wilayah pengembangan Jawa Barat ditetapkan dalam 6 kawasan, meliputi; Bodebekpunjur (Bogor, Depok, Bekasi, Puncak, Cianjur) dan sekitarnya, Purwasuka (Purwakarta-Subang-Karawang), Cekungan Bandung, Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan), Priangan timur dan Pangandaran serta Sukabumi dan sekitarnya.
Rencana pola ruang di Jawa Barat, Gubernur membaginya ke dalan beberapa kawasan yakni; kawasan lindung, kawasan budidaya, kawasan industri, kawasan wisata dan kawasan strategis.
Untuk kawasan lindung, Pemprov Jabar menetapkan 45 persen dari luas wilayah sebagai kawasan lindung. Ada 4 kabupaten yang memiliki kawasan lindung terluas, yakni; Garut (78,7 persen), Bandung (60,5 persen), Cianjur (59,6 persen) dan Bandung Barat (59,2 persen). “Kebijakan kita yakni mempertahankan kawasan resapan air dan mengendalikan pemanfatan ruang,” kata Gubernur di Bandung, Selasa (16/3) pagi.
Dalam Undang-Undang No.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, disebutkan bahwa Kawasan Strategis yakni kawasan yang memiliki nilai strategis sehingga penataan ruangnya harus menjadi prioritas.
Ada sejumlah alasan kenapa sebuah kawasan disebut sebagai strategis, yakni untuk kepentingan pertahanan keamanan, penunjang pertumbuhan ekonomi, kegiatan sosial budaya, pendayagunaan sumberdaya alam, kepetingan untuk menjaga fungsi dan daya dukung lingkungan.
Pengembangan kawasan industri akan diarahkan di wilayah Jawa Barat bagian timur, yakni; wilayah pengembangan Ciayumajakuning, sedangkan untuk pengembangan industri wisata atau parawisata akan dilakukan beberapa zona; zona utara untuk wisata agro-industri-budaya pesisir, zona tengah untuk wisata alam-kota-pendidikan-kerajinan-budaya dan zona selatan untuk ekowisata dan wisata pantai.
“Melalui pembagian zona-zona tersebut, diharapkan pada gilirannya akan tumbuh dan berkembang ciri khas masing-masing wilayah yang menjadi daya tarik minat turis untuk datang ke sebuah wilayah,” kata Gubernur Heryawan. (jabarprov.go.id/toeb)

------------------------------------------------------------------------------------

Kawasan Industri Jawa Barat Diarahkan ke Wilayah Timur

GEDUNG PAKUAN,(GM)-
Pengembangan kawasan industri baru di Jabar akan diarahkan ke wilayah timur atau Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan). Demikian disampaikan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan kepada wartawan di Gedung Pakuan, Jln. Otto Iskandardinata Bandung, Selasa (16/3).

Sementara itu, untuk industri wisata di Jabar telah ditetapkan zona-zona pengembangan seperti zona utara untuk wisata agro-industri-budaya pesisir, zona tengah untuk wisata alam-kota-pendidikan-kerajinan-budaya, dan zona selatan untuk ekowisata dan wisata pantai.

"Sehingga dengan begitu akan tumbuh berkembang ciri khas masing-masing wilayah yang menjadi daya tarik minat turis datang ke sebuah wilayah," ujar Heryawan.

Kebijakan pembangunan kewilayahan di Jabar, lanjutnya, dilakukan dengan memperhatikan aspek potensi, kegiatan produksi, dan aglomerasi pusat permukiman. Dalam pelaksanaannya, pengembangan wilayah diarahkan pada skenario untuk mencapai target penataan ruang dan pengembangan ekonomi.

Dijelaskannya, dalam pengembangan wilayah di Jabar telah ditetapkan enam kawasan, yakni Bodebekpunjur (Bogor, Depok, Bekasi, Puncak, Cianjur, dan sekitarnya), Purwasuka (Purwakarta, Subang,Karawang), Cekungan Bandung, Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan), Priangan Timur dan Pangandaran serta Palabuhanratu, Kab. Sukabumi.

Sedangkan rencana pola ruang di Jabar, tambahnya, telah ditetapkan dalan beberapa kawasan. Kawasan itu terdiri dari kawasan lindung, kawasan budi daya, kawasan industri, kawasan wisata, dan kawasan strategis. Untuk kawasan lindung, Pemprov Jabar menetapkan 45% dari luas wilayahnya. Empat kabupaten memiliki kawasan lindung terluas, yaitu Kab. Garut (78,7%), Kab. Bandung (60,5%), Kab. Cianjur (59,6%), dan Kab. Bandung Barat (59,2%).

"Kebijakan ini kita tetapkan untuk mempertahankan kawasan resapan air dan mengendalikan pemanfaatan ruang," tegasnya.

Heryawan mengungkapkan, dalam Undang-undang (UU) No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang ditetapkan adanya kawasan streategis. Kawasan ini merupakan daerah-daerah yang memiliki nilai strategis sehingga penataan ruangnya harus menjadi prioritas.

Menurut Heryawan, ada sejumlah alasan mengapa sebuah kawasan disebut sebagai strategis, di antaranya untuk kepentingan pertahanan keamanan, penunjang pertumbuhan ekonomi, kegiatan sosial budaya, pendayagunaan sumberdaya alam, kepetingan untuk menjaga fungsi, dan daya dukung lingkungan.

Heryawan meminta kepada masyarakat untuk menjaga dan mempertahankan kawasan-kawasan yang telah ditetapkan itu. Di kawasan lindung, katanya, masyarakat diharapkan berpartisipasi menjaga. "Jangan sampai kawasan itu hancur karena ulah manusia sendiri," katanya. (B.83)**

lombok
April 6th, 2010, 05:00 PM
Selasa, 06/04/2010 19:57 WIB


Pelabuhan Ratu Jadi Minapolitan Pertama di Indonesia
Pradipta Nugrahanto - detikBandung



Bandung - Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhamad didampingi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanegara beserta Bupati Sukabumi Sukmawijaya mencanangkan Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi sebagai Minapolitan Pertama tingkat Nasional, Selasa (6/4/2010).

Pencanangan ini merupakan salah satu rangkaian acara Syukuran Nelayan ke 50 yang digelar setahun sekali setiap tanggal tanggal 6 April.

Tradisi syukuran nelayan ini sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah hasil laut yang diterima para nelayan.

Menteri menyatakan perlu dilakukan terobosan pada sektor perikanan agar Indonesia menjadi penghasil produksi perikanan terbesar di dunia pada tahun 2015.

"Departemen Pekerjaan Umum membangun infrastruktur, Departemen Kesehatan membangun Pusat Kesehatan, Departemen Pendidikan membangun sekolahan dan seterusnya", ungkap Fadel dalam rilis yang diterima detikbandung.

Menyinggung kondisi kapal nelayan yang masih tertinggal, lebih lanjut Fadel menambahkan pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran 1,5 triliun untuk restruksturisasi kapal penangkapan ikan. Kapal nelayan kita saat ini hanya dua persen yang mampu berlayar ke daerah Zona Ekonomi Eklusif (ZEE).

"Kondisi ini mengakibatkan hasil tangkapan ikan dari nelayan kita kalah bersaing dengan kapal nelayan asing," ujarnya.

Senada dengan itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan sampai tahun 2011 akan mencanangkan enam Mina Politan se Jawa Barat baik di kawasan pantura
maupun kawasan pantai selatan Jawa Barat. S

"Sektor perikanan ini harus digarap secara serius karena bisa menyerap tenaga kerja dan meningkatkan kesejahteraan nelayan," tutur Heryawan.
(dip/bbn)

v-sun
October 28th, 2010, 01:51 PM
Senin, 25/10/2010 13:35 WIB
Amerika Berencana Mendanai Jalan Sepanjang 516 KM di Jabar
Oris Riswan Budiana - detikBandung

Bandung - Pemerintah Amerika melalui Millennium Challenge Corporation (MCC) berencana membangun Jalan sepanjang 516 KM di Jawa Barat. Jalan yang akan dibangun mulai dari Kalipucang Banjar hingga Cisolok Sukabumi.

"Itu angan-angan Amerika, yang ingin membangun kemajuan masyarakat. Jadi mereka nanya ke kita jalan mana saja yang bisa dibangun di Indonesia," ujar Guntoro, Kepala Dinas Bina Marga Jabar, di Kantor Dinas Bina Marga, Jalan Asia Afrika, Senin (25/10/2010).

Jalan yang akan dibangun yakni dari Kalipucang Banjar hingga Cisolok Sukabumi. Saat ini Dinas Bina Marga terus berkoordinasi dengan Bappenas dan Kementrian PU untuk rencana pembangunan tersebut. Dana yang diajukan dari pemerintah untuk proyek tersebut sekitar Rp 3 triliun.

"Tapi berapapun yang cair, misalnya Rp 1 triliun saja, itu sudah bagus," kata Guntoro.

Sementara jika pengajuan tersebut tidak cair, Guntoro berharap pemerintah pusat mencari solusi lain untuk membiayai pembangunan jalan tersebut. "Kalau tidak cair tergantung pemerintah pusat mau bagaimana," ucapnya.

Menurut Guntoro, hingga saat ini belum ada gambaran anggaran yang diperlukan untuk pembangunan jalan tersebut. Diharapkan dengan adanya pembangunan di sepanjang jalur tersebut, akan memajukan masyarakat setempat dan meningkatkan perekonomian.

"Itu satu misi dengan kami, Amerika ingin memajukan masyarakat di daerah yang bisa dibilang terpencil," jelasnya

v-sun
October 28th, 2010, 01:57 PM
IDB Siap Bangun Infrastruktur

BANDUNG, (PR).-
Islamic Development Bank (IDB) siap mendukung pembangunan infrastruktur di Jawa Barat. Ratusan juta dolar Amerika telah siap dikucurkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur, di antaranya jalan tol dan panas bumi.

Hal itu terungkap dalam seminar Peranan IDB dan ICD (Islamic Corporation for the Development of the Private Sectors) sebagai lembaga keuangan internasional dalam peningkatan fasilitas infrastruktur di Indonesia, di Bandung, Senin (18/10).

Direktur Infrastruktur IDB Walid Mohammad Said Alkhatib menilai iklim investasi di Jabar cukup menjanjikan. Salah satunya adalah kebutuhan yang tinggi akan sarana perhubungan dan energi. Hanya, dukungan tersebut tergantung dengan kesiapan pemerintah daerah dalam menjalin peluang kerja sama tersebut.

Ia mencontohkan, pemerintah daerah mampu menyelesaikan sejumlah persoalan terkait dengan pembangunan itu. Misalnya, pembebasan lahan pada projek tol. Pembangunan jalan tol semestinya bisa dilakukan lebih cepat jika pemerintah mampu menerapkan mekanisme yang tepat dan jitu dalam proses pembebasan lahan. "Tentunya bergantung kesiapan pemda," ujarnya.

Pada kesempatan itu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengungkapkan, tengah berupaya membuat terobosan untuk mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur. Di antaranya, mempertimbangkan penyertaan modal badan usaha milik daerah (BUMD) dalam proses pembebasan lahan. "Ke depan, mungkin akan ada penyertaan modal dari BUMD untuk pembebasan lahan. Bisa merupakan bentuk penyertaan modal BUMD dalam suatu projek investasi," ucapnya.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar, Ari Hendarmin menilai rencana IDB yang akan membiayai projek infrastruktur di Jabar harus dipersiapkan secara matang agar pemerintah dan pengusaha setempat dapat mengetahui secara detail keinginan IDB di balik kucuran pembiayaan itu.

Ia pahami ketergantungan pemerintah terhadap lembaga pembiayaan internasional cukup besar karena keterbatasan anggaran. Hanya, perlu kesiapan matang untuk melibatkan lembaga pembiayaan asing.

Menurut dia, idealnya sebelum ada pertemuan telah terbangun kesepahaman antara Pemprov Jabar dengan IDB. Sehingga, ketika terjadi pertemuan dengan lembaga pembiayaan maka tinggal menuju tahap selanjutnya. (A-188)***

aa coy
October 29th, 2010, 04:20 PM
Senin, 25/10/2010 13:35 WIB
Amerika Berencana Mendanai Jalan Sepanjang 516 KM di Jabar
Oris Riswan Budiana - detikBandung

Bandung - Pemerintah Amerika melalui Millennium Challenge Corporation (MCC) berencana membangun Jalan sepanjang 516 KM di Jawa Barat. Jalan yang akan dibangun mulai dari Kalipucang Banjar hingga Cisolok Sukabumi.
"Itu satu misi dengan kami, Amerika ingin memajukan masyarakat di daerah yang bisa dibilang terpencil," jelasnya

:okay: sekarang tinggal bgmn pinternya pemprov jabar & gubernur nya aja manfaatin kesempatan bagus ini kl memang mau ningkatin pembangunan & kesejahteraan masyarakatnya, jgn spt yg sdh2 byk kesempatan baik hilang ga jelas kelanjutannya. jabar/bandung mah kebykan wacana euy:bash:

mahes1st
March 9th, 2011, 06:31 AM
Sebenarnya jabar banyak potensi wilayah yang msh blm di eksplore dengan benar ..... mungkin juga karena kontur wilayah yg berbukit2 sehingga alur transportasi menjadi agak sulit yg akhirnya mengurungkan niat para investor utk berinvestasi ...

v-sun
April 2nd, 2011, 12:00 PM
Wilayah Jabar Selatan Siap Dibangun Hotel
Oleh Herdiyan on 2 April , 2011

BANDUNG (bisnis-jabar.com): Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat siap mendukung pemerintah daerah yang akan mengembangkan Jawa Barat bagian selatan sebagai roda perekonomian Jawa Barat.

Herman Muchtar, Ketua PHRI Jawa Barat, mengemukakan ada beberapa pihak yang telah siap membangun hotel di kawasan tersebut. Namun, saat ini infrastruktur masih menjadi permasalahan, terutama jalan.

“Pada dasarnya, kami siap mendukung Pemprov Jawa Barat yang akan menjadikan Jawa Barat selatan sebagai salah satu potensi wisata,” katanya kepada bisnis-jabar.com hari ini.

Menurut dia, beberapa potensi wisata yang ada di kawasan tersebut, antara lain Ujung Genteng, Minajaya, Sindang Barang, Cidaun, Pameungpeuk, Karang Trowulan, dan lain-lain.

Meskipun demikian, tutur Herman, pengembangan hotel di kawasan tersebut nanti akan diserahkan kepada Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Barat yang sudah terbentuk.

Badan tersebut, kata dia, akan mengelola dan memberikan saran tentang sejumlah potensi wisata yang tersedia di kawasan tersebut.

“Mereka juga nanti akan mempromosikan potensi wisata tersebut kepada masyarakat luar Jawa Barat, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara,” ujarnya.(Roberto Purba)

http://bisnis-jabar.com/berita/wilayah-jabar-selatan-siap-dibangun-hotel.html

D3Y
July 18th, 2011, 07:54 AM
Ingin Gelar Porda, Cianjur Bakal Bangun GOR Rp35 M

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1708562.jpg

INILAH.COM, Cianjur - Kabupaten Cianjur berkeinginan bisa menjadi tuan rumah olah raga multi even, Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2016 mendatang.

Saat ini, Pemkab Cianjur terus membenahi berbagai sarana dan prasarana olahraga, termasuk rencana membangun gelanggang olahraga (GOR) representatif yang diperkirakan bakal menghabiskan dana sekitar Rp35 miliar.

Ketua KONI Kabupaten Cianjur Dedih Satria Prijatna mengatakan, saat ini Cianjur belum memiliki GOR representatif, termasuk di dalamnya lapangan sepak bola. Karena itu, pihaknya akan berupaya mewujudkan pembangunan GOR itu untuk menunjang keinginan menjadi tuan rumah Porda 2016.

"Kalau fasilitas olahraga lain di Cianjur sudah tersedia. Seperti dayung, sudah ada Danau Jangari, bola voli dan basket kita punya GGM, gulat bisa dilaksanakan di hotel-hotel, dan beberapa cabor lainnya sudah ada sarana dan prasarana pendukungnya. Yang tidak kita miliki adalah bangunan GOR yang representatif, termasuk di dalamnya lapangan sepak bola," papar Dedih kepada INILAH.COM di sela kegiatan Lomba Lari Cianjur Open 10 K, Minggu (17/7/2011).

Untuk pendanaannya, kata Dedih, kemungkinan bisa diperoleh dari para stakeholder. Namun peluang terbesar mendapatkan kucuran dana rencana pembangunan GOR representatif itu lebih condong diperoleh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

"Kita akan terus berupaya agar bisa membangun GOR yang representatif," katanya.

Menurut Dedih, sebetulnya sarana dan prasarana di Cianjur lebih baik dibanding beberapa kota/kabupaten yang sudah dan akan mengelar Porda, seperti Indramayu atau Bekasi.

"Indramayu dan Bekasi tidak memiliki hotel yang menyediakan tempat menyelenggarakan cabor gulat. Tapi mereka juga bisa mengadakan Porda," pungkasnya.[den]
http://www.inilahjabar.com/read/detail/1708562/ingin-gelar-porda-cianjur-bakal-bangun-gor-rp35-m

D3Y
July 24th, 2011, 03:21 PM
Duh nih thread kasihan banget ga ada yang ngurus :cry: udah judulnya "WEIRD" ... jarang update pulak...bah!
gw yakin, sebenarnya kota2 kyk sukabumi, purwakarta, garut (:D), Banjar, Plabuhan Ratu, Pangandaran dll tuh sedang giat2nya membangun

dari radio PAS FM kabarnya di pelabuhan ratu sedang dibangun hotel bintang 3 berupa cottage gityuh,,,sedangkana di Pangandaran sedang direncanakan membangun condotel pertama di kawasan batu hiu dan batu karas...

sayang gak ada kontributor, selain juga daerah di jabar ini terpecah2 menjadi kota2 yang masuk ke thread ini sama thread Greater jakarta :D dan Greater Bandung :nocrook:

v-sun
July 24th, 2011, 03:57 PM
ya, kalo baca2 di berita juga proyek di kota2 Jawa Barat memang lumayan banyak. tapi kalo cuma update berita terus tanpa ada foto asa gimana gitu.

banyak juga proyek2 pemerintah, kayak pelabuhan, waduk dll. btw pembangunan waduk Jatigede Sumedang udah sampe mana tuh?

anugrah84
August 16th, 2011, 09:56 PM
(Businessrevuiew) - Keterbatasan area lahan yang dimiliki pelabuhan Tanjung Priok pada akhirnya tidak akan mampu mengakomodasi arus barang dalam beberapa tahun terakhir. Penambahan area lahan di pelabuhan dinilai tidak tepat, yang diperlukan alah pengembangan kawasan pembangunan pelabuhan baru.

Saat ini Priok mampu menampung volume Trans Shipment sebesar 3 juta TEU per tahun. Selain itu, pertumbuhan pelabuhan saat ini berjalan di tempat dikalahkan Vietnam. "Pelabuhan yang dulu saya bangun hampir sama keadaanya dengan 25 tahun yang lalu," ujar President Director PT (Persero) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, R.J. Lino dalam jumpa pers 10th IAPH (International Association of Ports and Harbors) Asia/Oceania Regional Meeting and Port Forum, di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Kamis (4/2/2010).

Lino menambahkan, pengembangan dan pembangunan Tanjung Priok menjadi pelabuhan penghubung (hub port) akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Pasalnya, dengan menjadi pelabuhan penghubung, arus lalu lintas barang akan lebih tinggi karena tidak perlu bergantung pada jadwal yang diatur pelabuhan negara lain. Selain itu, juga terdapat efisiensi biaya.

Dikatakan rencana Pelabuhan Tanjung Pelabuhan Tanjung Priok menjadi Hub Port International sudah direncanakan sejak lama, hal tersebut merupakan bentuk pengembangan dan rencana rencana Restrukturisasi Pelabuhan Tanjung priok yang saat ini sudah mulai berjalan. Disisi lainnya, rencana hub port ini merupakan demand dari berbagai pelaku usaha dan melihat kawasan industry yang sudah semakin berkembang, serta kapasitas Kawasan Berikat, yang sudah mulai berkembang dengan pesat.

Dijelaskan rencana pengembangan pembangunan pelabuhan baru membutuhkan waktu 8-10 tahun. Padahal, kondisi volume angkut di Priok sudah terbilang padat. Tidak ada opsi lain selain mengembangkan pelabuhan Tanjung Priok lebih dulu, kemudian mempersiapkan pelabuhan baru. Dengan pengembangan Priok diharapkan mampu mengembangkan pertumbuhan ekonomi domestik.

Lino juga meminta pemerintah mampu menekan logistic cost dalam pengembangan angkut pelabuhan. Dia mencontohkan, biaya angkut domestik terbilang mahal. Pengiriman kontainer dari Priok ke Belawan dihargai $ 400 per TEU, Jakarta-Pontianak $ 300 per TEU. Sementara untuk Jakarta-Singapura nilainya $ 70, Jakarta-Rotterdam $ 400.

Untuk mewujudkan pengembangan kawasan pelabuhan baru itu, PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo Persero) membidik Karawang dan Bekasi untuk pelabuhan internasional. Rencana tersebut setelah pihak Pelindo II membenahi dan mengembangkan Pelabuhan Tanjung Priok Lino menilai pembangunan di kawasan Karawang dan Bekasi merupakan lokasi yang paling ideal. Pasalnya, kawasan tersebut adalah kawasan industri dan 80 persen barang yang masuk ke Priok berasal dari Karawang-Bekasi. ”Melihat hal itu tentu ideal jika dibangun di sana. Kita rencanakan, akan dibangun 10.000 ha untuk penggunaan 100 tahun ke depan,” ujarnya.

Kebutuhan akan pembuatan pelabuhan di Karawang dan Bekasi melihat 80 persen barang yang masuk ke Priok berasal dari kawasan industri di Karawang, Bekasi, dan Bandung. "Kalau lokasinya di karawang cukup ideal," kata Lino dalam jumpa pers 10th IAPH (International Association of Ports and Harbors) Asia/Oceania Regional Meeting and Port Forum, di Hotel Savoy Homann, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung, Kamis (4/2/2010).

Dalam membidik pelabuhan Karawang-Bekasi, Linoi memprediksikan kebutuhan tanah seluas 10 ribu hektare. "Kalau jadi di Karawang areal yang mesti dipersiapkan untuk 100 tahun, 10 ribu hektare. Kalau terealisasi bisa jadi pelabuhan kebanggaan di Indonesia.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, MP Jamary Tarigan, mengatakan bahwa kedalaman perairan di sekitarnya yang rata-rata di atas 21 meter memungkinkan pelabuhan tersebut menjadi tempat singgah kapal-kapal besar seperti jenis kapal kargo.

Rencana pembangunan Pelabuhan Laut Internasional Bekasi itu merupakan pengembangan konsep Teluk Jakarta di bawah koordinasi Badan Otorita Teluk Jakarta (BOTJ). BOTJ selama int telah menangani Pelabuhan Tanjungpriok di Jakarta Utara dan Pelabuhan Teluknaga di Tangerang.

Pemkab Bekasi Juga berupaya membuka Jalur transportasi menuju pelabuhan tersebut yang disebut Jalur Lintas Utara. Jalur itu akan melintasi Jalan Marunda (Jakarta Utara)-Tarumajaya-Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBD-Sukatani- Cabangbungln-hingga ke Karawang sepanjang sekitar 29 kilometer. Dua arah Dinas Perhubungan Kola Bekasi berencana memberlakukan jalur dua arah di ruas Jalan Ir H Juanda. Bekasi Timur, secara permanen. Perubahan itu dilakukan untuk mengantisipasi perubahan pembangunan kota di ruas Jalan tersebut beberapa tahun mendatang. (Sigit)

udah ada upate terbaru blom yah?^^

http://www.businessreview.co.id/bisnis-investasi-161.html

anugrah84
August 16th, 2011, 10:03 PM
Hal tersebut terungkap dalam tinjauan lapangan Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak ke Bendungan Jatigede, Jumat (1/7). Hadir pula mendampingi dalam kunjungan tersebut, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung Priyo Sambodo.



“Kita akan melakukan evaluasi engineering terlebih dahulu sebelum saluran airnya dibuka. Kalau airnya sudah masuk, tentu kita akan dapat melanjutkan dengan pembangunan main dam-nya yang membutuhkan waktu sekitar 2 tahun,” kata Wamen PU.
source : http://mti-indonesia.com/index.php/frontend/Berita/3258

Sementara itu, untuk pembebasan lahan, saat ini tinggal 1 desa saja yang belum dibebaskan, sedangkan untuk lahan milik Kementerian Kehutanan, PU tengah mengusahakan lahan pengganti. Menanggapi hal tersebut, Hermanto mengatakan bahwa pembebasan lahan akan dipercepat dan dirinya berharap agar UU Pengadaan Tanah untuk Pembangunan segera bisa diselesaikan.

Menurutnya, UU tersebut akan lebih memberikan jaminan kepastian dalam proses pengadaan lahan, terutama masalah harga dan waktu penyelesaian setiap tahapan. Dalam draft UU tersebut, terdapat aturan bahwa jika masyarakat keberatan dengan harga tanah pada saat pembebasan, maka mereka dapat mengajukan keberatan ke pengadilan dalam waktu 14 hari, dan dalam waktu 1 bulan sudah harus ada keputusan pengadilan. “Tentunya kita berharap UU ini segera disahkan agar dapat memperlancar pembangunan di bidang infrastruktur,” ujar Wamen PU.

Hermanto menambahkan, pembangunan Bendungan Jatigede juga memberikan tantangan tersendiri terhadap rekayasa di bidang teknik, misalnya untuk struktur batuan tertentu yang memerlukan penanganan khusus. “Tentunya ini akan menjadi proses transfer teknologi yang akan dikembangkan oleh balai yang ada di sini,” katanya.

Dengan segala perkembangan yang ada, Wamen PU mengaku optimis bahwa pembangunan Bendungan Jatigede dapat berjalan sesuai dengan target dan mendukung apa yang tertuang dalam Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). “Untuk mendukung master plan tersebut, bendungan ini memiliki potensi yang besar untuk irigasi, air baku, maupun penyediaan energi listrik,” tambahnya.

Bendungan Jatigede sendiri nantinya akan memiliki panjang 1.715 m dengan tinggi max 110 m dan luascatchment area 1.462 km2. Bendungan ini akan melayani irigasi untuk area seluas 90.000 hektar dan potensi listrik berupa kapasitas terpasang sebesar 110 MW dan produksi rata-rata 690 GWH/tahun.-ng

endar
August 16th, 2011, 10:34 PM
^^ proyek ini banyak ditentang kang (kebetulan saya, serta rekan dari PERADI dan Tim Pengacara Muslim membantu masyarakat/mempraktisikan untuk melakukan class action terhadap para pihak).. banyak tanah yang belum digantirugi, tapi Allahamdulillah sudah banyak yang tuntas.. tukar gulingnya banyak yang tidak pantas.. kasihan..

anugrah84
August 16th, 2011, 10:45 PM
bukan hanya itu, menurut salah satu paguyuban juga, ada beberapa puluh situs sunda larang yang ikut terkubur oleh proyek ini,, ya mau apa lagi kang klo memang demi kemakmuran wilayah sekitar ya kita kudu nerimo2 aja.. soal nya inikan mega proyek dan untuk jangka panjang juga :)

endar
August 17th, 2011, 01:55 AM
^^ iya kang, berkasnya saja sampai beberapa belas kardus.. heheehhe
kasihan juga kang.. tapi demi kepentingan umum.. hehe
mudah2an bermanfaat proyeknye kedepan, ini proyek mangkraknya lama, semoga ga mangkrak lagi. hehe

v-sun
August 17th, 2011, 10:14 AM
17/08/2011 13:41
PENDIDIKAN
UPI Siap Bangun Kampus Megah di Daerah
Ageng Rustandi

INILAH.COM, Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung berencana membangun kampus megah di daerah.

Rektor UPI Bandung Sunaryo Kartadinata mengungkapkan, UPI memiliki empat kampus daerah yaitu UPI Kampus Serang, Purwakarta, Sumedang, Tasikmalaya, dan Cibiru.

"Rencananya kita akan bangun kampus daerah secara serentak. Selain gedung perkuliahan juga akan dibangun Gedung Pusat Pelatihan (Training Center). Pembangunan gedung baru tersebut rencananya akan dimulai dari UPI Kampus Serang, Banten," ujar Sunaryo saat memberikan sambutan pada wisuda gelombang II UPI Bandung di Gedung Gymnasium UPI Bandung, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Selasa (16/8/2011).

Pembangunan gedung kampus daerah, diakui Sunaryo agar dinamika kegiatan kampus dapat terakomodasikan dengan baik. Selain itu, pembangunan kampus yang megah ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap UPI.

"Dalam beberapa tahun terakhir ini bangunan kampus UPI daerah memang mengalami perbedaan dengan UPI Kampus Bumi Siliwangi. Karena UPI Kampus Bumi Siliwangi mendapat bantuan Islamic Development Bank untuk renovasi," paparnya.

Meski demikian, format pendidikan, supervisi dan sistem pengendalian antara UPI Kampus Bumi Siliwangi dengan UPI kampus daerah memiliki standar mutu yang sama.

Pada Selasa (16/8/2011), sebanyak 1.647 sarjana dari UPI kampus daerah diwisuda. Sebelumnya, sebanyak 1.420 orang lulusan dari Kampus Bumi Siliwangi diwisuda Senin (15/8/2011). Total, pada gelombang II UPI Bandung mewisuda sebanyak 3.067 lulusan. [gin]

http://www.inilah.com/read/detail/1765964/upi-siap-bangun-kampus-megah-di-daerah/

v-sun
September 10th, 2011, 02:23 PM
10/09/2011 17:58
PEMERINTAHAN
Pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi Kembali Dimulai
Budyana

INILAH.COM, Sukabumi - Proyek pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi yang dibiayai APBD Jabar untuk memperlancar arus lalu lintas di Sukabumi kembali dimulai.

Walaupun memang proyek jalan sepanjang 19 km yang melintas wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi ini masih belum sesuai harapan.

"Tahun anggaran 2011 dan 2012 ini dibangun untuk segmen pertama dari Cibolang hingga Jalan Palabuhan Dua sepanjang 6,9 km. Sedangkan segmen dua sudah selesai yang sekarang menjadi Jalan Lingkar Selatan di Lembursitu," kata Kepala Balai Pengelolaan Jalan (BPJ) Wilayah II Yeyet Hidayat kepada para wartawan, Jumat (9/9/2011).

Menurut Yeyet, pembangunan Proyek Jalan Lingkar Sukabumi ini terkendala masalah anggaran. Bahkan segmen I pun hanya dibangun dua lajur dengan ukuran 2X3,5 meter dari lebar seluruhnya 30 meter.

"Pembebasan lahan dan pembayarannya sudah lama beres. Sekarang hanya tinggal pembangunan fisik dan sudah dimulai sejak Juli lalu dan selesai Desember 2012. Sedangkan untuk segmen dua dipercepat karena untuk mengurai kemacetan di Kota Sukabumi," papar Yeyet.

Kepala Bidang Pembangunan Dinas Bina Marga Jabar Slamet Hermanto yang juga Pejabat Pembuat Komitmen Segmen I menuturkan, segmen I ini dianggarkan dana Rp86,69 miliar dengan nilai kontrak Rp70,77 miliar.

"Pelaksana proyek ini sudah melewati tender LPSE yakni dipegang PT Pembangunan Perumahan dengan mMasa pelaksanaan selama 500 hari kerja yang sudah dimulai sejak 20 Juli 2011 lalu," tutur Slamet kepada wartawan.

Berdasarkan data BPJ Wilayah II, pembangunan Jalan Lingkar Sukabumi terbagi dalam empat segmen, yakni Segmen I Cibolang-Jalan Palabuhan Dua sepanjang 6,9 km, Segmen II Jalan Palabuhan Dua-Jalan Baros sepanjang 2,2 km, Segmen III Jalan Baros-Jalan Pembangunan sepanjang 4,4 km, dan Segmen IV Jalan Pembangunan-Nikmat Jalan Sukalarang sepanjang 4,5 km.[den]

http://m.inilah.com/read/detail/1772832/pembangunan-jalan-lingkar-sukabumi-kembali-dimulai/

ira-watie
September 29th, 2011, 08:30 AM
Kamis, 29 September 2011

Jalan By Pass Capai 30%

GARUT,(GM)-
Bupati Garut, H. Aceng H.M. Fikri, S.Ag. meninjau pembangunan Jln. By Pass Kubang-Bojongsalam yang tahap pembangunannya baru mencapai 30%. Pembangunan jalan sepanjang 2,4 km yang didanai APBD Kab. Garut sebesar Rp 3,7 miliar itu ditargetkan bisa beroperasi pada 2013.

Menurut Bupati, pembangunan jalan itu dimaksudkan untuk mengurai kemacetan di dalam kota, di samping menumbuhkan sektor riil perekonomian. Mengingat kawasan yang dilalui jalan by pass itu merupakan bagian integrasi dari objek wisata Cipanas Garut.

"Nantinya di sepanjang jalan by pass ini bisa dibangun kios-kios atau sentra oleh-oleh khas Garut. Dengan demikian, bisa menumbuhkan sektor perekonomian, di samping bertujuan untuk pengembangan kota," jelas Bupati kepada wartawan, Rabu (28/9).

Setelah jalan by pass dibuka, kendaraan besar seperti truk dan bus tidak diperbolehkan lagi memasuki jalan lama yang membelah Garut Kota. Dengan demikian, kemacetan ruas jalan di dalam kota bisa berkurang.

Sementara itu, Kadis Bina Marga Kab. Garut, H. Atang Subarjah menjelaskan, proses pembangunan jalan dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama dimulai akhir Juli 2001 untuk lapis fondasi bawah (LPB) sepanjang 1 km yang ditargetkan selesai pada akhir November 2011. Namun tahap ini terbentur pembebasan lahan.

Tiga bidang tanah dengan total luas 2.924 meter persegi milik H. Ajang Sundar (70) dan H. Untung hingga saat ini masih belum bisa disentuh proyek. Masih terjadi tarik-ulur antara pengembang dengan pemilik tanah terkait harga.

Apabila proses pelepasan tanah yang berlokasi di Kp. Paneureusan, Desa Tanjungkamuning, Kec. Tarogongkaler itu selesai, tahap pertama akan dilanjutkan kembali. Sedangkan pembentukan badan jalan tahap kedua akan dilanjutkan pada 2012 mendatang.

Lebih jauh Atang mengatakan, total tanah yang dibebaskan ke arah samping selebar 25 meter. Untuk median jalan yang membagi dua jalur 2 meter dan bahu jalan (kiri kanan) 2,5 meter. Dengan demikian, lebar ruas jalan masing-masing 9 meter.

Pada tahap pembentukan badan jalan dilakukan lapis fondasi bawah (LPB) dilengkapi bangunan pelengkap jalan seperti gorong-gorong dan turap penahan tanah (TPT) atau kirmir. (aji)

http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20110929090105&idkolom=nasionaldaerah

Kopassus
October 18th, 2011, 08:42 AM
Jl Lingkar Selatan Sukabumi
http://i461.photobucket.com/albums/qq336/sandhiyudha/JlLingkarSelatanSukabumi.jpg

ira-watie
November 20th, 2011, 07:02 PM
Fokus Dulu ke Bandara Kertajati

Pemprov Keberatan Rencana Pembangunan Bandara Karawang

Sabtu, 19/11/2011 - 05:23

Pikiran Rakyat
BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat keberatan dengan rencana pemerintah pusat membangun bandara internasional di Kab. Karawang. Pemprov Jabar ingin pemerintah memfokuskan diri dulu untuk menyelesaikan pembangunan bandara internasional di Kertajati Kab. Majalengka yang prosesnya sudah berjalan.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jawa Barat Deny Juanda Puradimaja seusai rapat paripurna di Gedung DPRD Jabar, Jln. Diponegoro Bandung, Jumat (18/11).

Bandara di Karawang itu direncanakan untuk mendistribusikan penumpang yang semakin padat di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Prov. Banten.

“Kita sudah pernah sampaikan keberatan, bahwa lebih baik kita konsentrasi di Kertajatri. Kemudian besarkanlah Cengkareng karena sudah dikenal di dunia dari pada membuat yang baru,” kata Deny.


Selengkapnya..... (http://www.pikiran-rakyat.com/node/166135)

ferindo
December 28th, 2011, 06:30 PM
Ini thread kasihan sekali coba kalo lebih spesifik mis. City @ priangan timur trus sukabumi cianjur project develop jadi lebih enakeun ngebahasnya :cheers:

RianArfiansyah
January 3rd, 2012, 04:12 AM
Ikut gabung akang-akang semuanya.

Kalo ngebahas kota kecil kurang lengkap kalo tidak bahas Majalengka, hehe
Sudah 3 tahun Kabupaten Majalengka dalam hal pembangunan begitu menggeliat, contohnya saja Pelebaran Jalan Protokol dalam Kota Sepanjang 5,5 KM, Pembangunan Jalan Lingkar Utara sepanjang 6 KM Lebih, Pembangunan dan penataan taman Kota yang identik dengan potensi daerah, misalnya pembangunan bundaran dan taman dirgantara di Munjul, Taman dan Tugu Batas Kota, Tugu Kecap di Tonjong dan Tugu Mangga Gedong Gincu serta baru saja selesai Penataan Alun-alun Majalengka dengan membangun Taman Aerocity. Hal ini dilakukan untuk menyambut Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati. Sebagian Proyek-proyek ini didukung oleh Pemprov. Bahkan 2012 akan di bangun Jalan Lingkar Selatan dan Pelebaran jalan dari Munjul hingga tugu batas kota sepanjang 2 KM.

Maaf akang-akang blm bisa ngasih gambarnya karena masih newbie buat masukin fotonya mohon petunjuk :)

ferysyahrezirawan
January 3rd, 2012, 04:05 PM
http://www.inilahjabar.com/read/detail/1814579/cipanas-akan-dikelola-seperti-kota-batu
Cipanas Akan Dikelola Seperti Kota Batu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur berencana segera mengonsep pengembangan kawasan wisata Cipanas layaknya kawasan wisata Kota Batu, Malang, Jawa Timur. - Pemprov Jabar
Oleh: Benny Bastiandy
Jabar - Selasa, 3 Januari 2012 | 14:14 WIB

INILAH.COM, Cianjur- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur berencana segera mengonsep pengembangan kawasan wisata Cipanas seperti kawasan wisata Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Rencana itu dilakukan setelah jajaran Pemkab Cianjur melakukan studi banding ke Malang belum lama ini.

Wakil Bupati Cianjur Suranto, menyatakan kawasan Cipanas tidak jauh berbeda dengan Kota Batu dari sisi geografis maupun iklim. Bedanya, kawasan Kota Batu lebih terkonsep dengan baik, sebab adanya sinergitas pemerintah dengan para pengusaha.

"Kita nanti bikin konsep bersama untuk mengembangkan Kota Cipanas seperti Kota Batu dengan melibatkan para pengusaha," kata Suranto kepada INILAH.COM, Selasa (3/1/2012).

Menurut Suranto, peranan pengusaha di Kota Batu begitu besar. Misalnya saja dengan kesediaan menjadi donatur dalam kegiatan-kegiatan yang bisa menarik minat wisatawan, seperti pagelaran Festival Bunga.

"Birokrasi investasi di Kota Batu sangat mudah dan menyenangkan. Makanya, animo para pengusaha sangat besar di Kota Batu," tukasnya[ito]:banana::banana::banana::banana::banana:

ira-watie
January 14th, 2012, 06:06 AM
'Karawang Bisa Jadi Logistic Centre'

INILAH.COM, Bandung - Pembangunan Bandara Internasional Karawang (BIK) sudah dikaji berdasarkan potensi daerah tersebut dan sekitarnya.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan keberadaan BIK akan memperkuat eksistensi daerah industri dan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya di kabupaten itu.

“Daerah itu bisa jadi logistic centre dengan akses laut, darat, udara, dan industrinya menjadi satu kesatuan. Jadi pusat satu logistik yang sangat kuat yang dihubungkan jalan tol dan kereta api,” kata Bambang di Gedung Negara Pakuan Jalan Otto Iskandardinata Kota Bandung, Jumat (13/1/2012).sumber (http://www.inilahjabar.com/read/detail/1818660/karawang-bisa-jadi-logistic-centre)

ira-watie
February 10th, 2012, 08:38 AM
Cianjur Akan Bangun Stadion Bertaraf Internasional

INILAH.COM, Cianjur - Kabupaten Cianjur berencana membangun stadion olahraga bertaraf internasional menyusul adanya keinginan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018 nanti.

Untuk mewujudkan rencana pembangunan stadion itu, telah disiapkan lahan di kawasan Rawa Bango Kecamatan Karangtengah.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cianjur Dedih Satria Prijatna mengatakan rencana pembangunan stadion berskala internasional ini terus menguat seiring harapan Cianjur menjadi tuan rumah Porda 2018.

Untuk mendorong keinginan membangun stadion olahraga berskala internasional itu, menurut Dedih, pihaknya akan menggelar kegiatan sosialisasi persiapan menjadi tuan rumah Porda 2018 dengan mengundang berbagai elemen masyarakat.
http://www.inilahjabar.com/read/detail/1827581/cianjur-akan-bangun-stadion-bertaraf-internasional