View Full Version : EAST KALIMANTAN l Projects & Development ( excluding Balikpapan & Samarinda )


Pages : [1] 2 3

Sizter85
April 28th, 2009, 03:50 AM
Bingung juga mau post dimana, progress pembangunan di Kaltim mulai tumbuh dinamis awal pemerintahan AFI ini, berikut list dari sebagian infarstructure's projects and Development Kaltim kedepan-nya :

• Rencana Pembangunan outlet CPO(crude palm oil)se-Kalimantan di Maloy/Kutim
• Rencana Pembangunan KEK/Kawasan Ekonomi Khusus di Pelabuhan Maloy(Kutim)
• Project Pembangunan MDI(Madrasah Bertaraf International) di Tanah Grogot/Kab.PPU
• Rencana mendirikan perusahaan airlines ‘Kaltim Air’ oleh PT. Merex Ind.
• Rencana Pembangunan Jembatan Nipah2-Melawai di Kab.PPU
• Projects Pembangunan Jembatan P.Balang yg telah tuntas dan didukung APBN Pusat
• Perluasan bandara Kalimarau di Berau/Tj.Redep, meliputi perluasan apron dan terminal Keberangkatan
• Extend runway bandara Juwata Tarakan yg telah memanjang 2500m, dilengkapi dg peralatan ILS/Instrument Landing System dan akan difungsikan dlm wktu dekat
• Rencana pembangunan bandara Bontang baru di Bontang
• Rencana pembangunan ‘freeway’ yg akan dilakukan 2010 mndatang oleh Pemprov Kaltim dan telah menarik minat 3 investor dari Korea, UEA, dan Aruba Malaysia
• Revetment pantai Amal di Tarakan, phase 2 oleh PT Wijaya Karya
• Pembenahan Infrastruktur obyek Pariwisata P.Derawan di Berau dalam rangka mensukseskan program pemprov ‘Visit East-Kalimantan year 2009’

Nb, Mohon kontribusinya bila dirasa kurang, Thanks:cheers:

Sizter85
April 28th, 2009, 03:56 AM
Senin, 27 April 2009 , 09:18:00
Pemprov Lobi Menko Perekonomian
Agar Maloy Jadi KEK dan Pusat CPO di Kalimantan

– Hingga kemarin, belum ada keputusan provinsi di Kalimantan yang akan menjadi pelabuhan pusat minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Masing-masing provinsi bersikeras ingin menjadi outlet CPO di Kalimantan. Kaltim pun tak ingin kalah. Rencananya, Senin (27/4) hari ini, Pemprov Kaltim akan melobi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian di Jakarta agar Pelabuhan Maloy bisa menjadi outlet CPO di Kalimantan.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sulaiman Gafur saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Besok (hari ini, Red.) pemprov secara khusus akan membicarakan hal ini dengan Menteri Koordinator Perekonomian. Kami akan mengusulkan agar Pelabuhan Maloy menjadi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus, Red.),” ujar Sulaiman.

Untuk diketahui, bila Pelabuhan Maloy menjadi KEK, maka keinginan Kaltim agar pusat pelabuhan CPO di Pelabuhan Maloy bisa terwujud. Pasalnya, KEK adalah suatu kawasan industri yang diberi eksklusivitas atau perlakuan-perlakuan khusus terutama dalam bidang ekonomi dibanding kawasan-kawasan lain. Seperti kawasan-kawasan eksklusif yang sudah ada yaitu bonded zone (kawasan berikat), free trade zone (zona perdagangan bebas), dan industrial estate (kawasan industri).

“Ini rencana pemprov. Bila Pelabuhan Maloy jadi KEK, maka akan memiliki keunggulan dari lokasi lainnya. Maka, bisa dipastikan pelabuhan di Kutim ini bisa menjadi pusat segalanya. Tak hanya CPO, tapi juga batu bara dan hasil bumi lainnya di Kalimantan,” ujarnya.

Selain itu, agar Pelabuhan Maloy bisa menjadi KEK, maka Pemprov Kaltim juga akan mendesak agar pemerintah pusat mau memberikan suntikan dana dalam pembangunannya. “Harapannya, ada dana dari pusat khusus untuk peningkatan Pelabuhan Maloy,” jelasnya.

Dikatakan Sulaiman, pemprov nantinya meminta pemerintah pusat membantu pendanaan dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan dan jaringan jalan. Pasalnya katanya, jaringan jalan dari Pelabuhan Maloy ke Simpang Perdau harus bagus. Karena kondisi saat ini, sering terjadi kerusakan di ruas jalan itu. Akibat jalan kelas III yang dalam kondisi basah setelah hujan, dilintasi truk-truk CPO bermuatan lebih dari 8 ton. Sehingga jarak tempuh yang hanya 5-6 jam kini harus ditempuh hingga hitungan hari.

“Untuk besaran dana, masih kami bahas. Tapi, kami usulkan agar pusat dapat memberikan dana khusus untuk Maloy. Untuk besarannya, masih kami bicarakan. Mungkin akan mencapai miliaran rupiah,” ujarnya.

Seperti diberitakan, tak hanya Kaltim yang ingin membangun pelabuhan yang akan digunakan sebagai outlet CPO, provinsi lain di Kalimantan juga berminat. Tiga provinsi lainnya adalah Kalbar, Kalteng, dan Kalsel. Ketiganya juga enggan untuk melepaskan peluang ini. “Ke-4 provinsi bersikeras pelabuhan di daerahnya yang harus dijadikan pelabuhan outlet CPO. Karena itu, hingga kini masih tarik ulur,” ujar Wagub Farid Wadjdy.

Untuk diketahui, Kaltim menjagokan Pelabuhan Maloy di Kutai Timur, sebagai outlet CPO di Kalimantan. Alasannya, letak Pelabuhan Maloy yang strategis tepat menghadap Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Lokasi ini kata Farid, menyebabkan alur transportasi laut di pelabuhan itu pasti ramai.

Sementara, progres pembangunan pelabuhan Maloy terus dikejar. Tahap pembebasan lahan terus dilakukan. Progres saat ini katanya, mencapai 60 persen. Targetnya, 2010 atau 2011 nanti, pelabuhan ini sudah siap digunakan. Bahkan tahun ini, rencananya akan ada subsidi dari pemprov sebesar Rp 50 miliar untuk percepatan pembangunan Pelabuhan Maloy. (*/che)

Sizter85
April 28th, 2009, 03:59 AM
Selasa, 28 April 2009 , 09:31:00
Pemkab Minta Dukungan Swasta
Baru Tiga Perusahaan Bantu Pembangunan MBI

TANAH GROGOT - Harapan Bupati Paser HM Ridwan Suwidi agar pihak swasta atau perusahaan yang beroperasi di daerah itu berperan mewujudkan pembangunan Madrasah Bertarap Internasaional (MBI) di Paser, sepertinya masih kurang mendapat respons. Terutama untuk kegiatan pematangan lahan, pemagaran lokasi tahap satu, serta pembangunan kolam.

Padahal perusahaan yang mengerok hasil bumi Paser cukup banyak. Hingga Senin (27/4) kemarin, selain PT Kideco Jaya Agung (KJA) dan subkontraktornya yang menyanggupi pekerjaan pematangan lahan MBI, baru satu perusahaan tambang batu bara yang ikut menyumbang. Yakni, PT Tunas Muda Jaya (TMJ) sebesar Rp 30 juta.

Untuk diketahui, dukungan perusahaan, baik yang bergerak di bidang pertambangan, perkebunan maupun kehutanan sangat diperlukan untuk mempercepat realisasi kesiapan lahan untuk pembangunan MBI di kilometer 8 Desa Sempulang, Kecamatan Tanah Grogot. Pemkab Paser telah mencoba melakukan penggalangan dana untuk pematangan lahan, pemagaran lokasi pembangunan pagar tahap satu serta pembangunan kolam.

Hanya, pengalangan dana yang dihadiri langsung Bupati Paser HM Ridwan Suwidi tersebut, tak berjalan sesuai harapan. Dari dua perusahaan di luar subkontraktor KJA, hanya TMJ yang bersedia membantu. Sementara sejumlah perusahaan lain malam itu tak berani mengambil keputusan, karena hanya diwakili para stafnya.

“Kami menunggu amal jariah perusahaan yang ingin terlibat dalam pembangunan MBI, khususnya untuk pematangan lahan, pembuatan pagar dan kolam,” tandas Asisten Pembangunan dan Ekonomi Setkab Paser Hj Herwati, saat diterima Bupati Paser dan didampingi Kabag Pembangunan M Fauzi MT serta Kabag Keuangan Setkab Paser Chandra Ssos, kemarin.

Menurut Herwati, perusahaan yang ingin terlibat dalam pembangunan MBI dapat menghubungi dirinya atau ke Bagian Keuangan Setkab Paser pada Kantor Bupati Paser dikawasan Jl RM Noto Sunardi Tanah Grogot.

Bupati Paser HM Ridwan Suwidi mengatakan, ditawarkannya partisipasi pihak swasta terhadap pematangan lahan MBI, pembangunan pagar, dan kolam, karena pemerintah daerah tidak memiliki anggaran akan hal itu tahun 2009 ini. Sementara kesiapan lahan tersebut sangat mendesak.

“Pembebasannya sudah dilakukan dengan dana yang cukup besar. Karena itu, sebagai wujud keseriusan kami, sementara seperti yang diketahui anggaran kita sangat terbatas, maka harapan kami untuk pematangan lahan, pembuatan pagar, dan kolam ada partisipasi pihak swasta yang mencari makan di daerah ini,” kata Ridwan Suwidi. (hp9)

d1541n
April 29th, 2009, 06:12 AM
salam kenal semuanya.... q mau ikutan gabung.....

d1541n
April 29th, 2009, 06:45 AM
salam kenal semuanya.... q mau ikutan gabung.....:)

Chris_Lyantto
April 29th, 2009, 01:16 PM
welcome d1541n :)

-------------------

Rabu, 29 April 2009 , 09:12:00
Tahun Ini, Rp 100 Miliar Ngucur
- Dana APBN untuk Bentang Pendek Jembatan Pulau Balang

SAMARINDA – Pembangunan jembatan yang menghubungkan Penajam Paser Utara (PPU) dan Balikpapan melalui Pulau Balang semakin mendapat perhatian serius Pemerintah Pusat. Tahun ini, Rp 100 miliar akan dikucurkan untuk penyelesaian bentang pendek yang panjangnya 470 meter.

Joko Setiyono, Kasi Perencanaan dan Jembatan Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim mengatakan, informasi ini diperoleh dari Direktur Bina Program Dirjen Bina Marga Departemen PU Ir Taufik MSc di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Bahkan, kata Joko, untuk di Kaltim Jembatan Pulau Balang saat ini menjadi fokus Departemen PU agar bisa segera diselesaikan.

"Jadi sudah ada kepastian dana APBN tahun ini Rp 100 miliar untuk Jembatan Pulau Balang," tutur Joko di sela Pelatihan Peningkatan Kompetensi (Tipe II) Pengendalian Pekerjaan Beton di Kantor Dinas PU Kaltim, kemarin.

Untuk diketahui, pembangunan jembatan ini dibagi dua bagian. Yakni pembangunan bentang panjang dan bentang pendek. Pembangunan bentang pendek yang diperkirakan menelan Rp 340 miliar selama ini telah dibiayai pemprov melalui APBD Kaltim dan telah terserap Rp 110 miliar. Sementara bentang panjang 1,344 km diperkirakan menelan Rp 3,1 triliun dan anggarannya akan diusulkan dari pemerintah pusat.

Joko mengatakan, dengan dana Rp 100 miliar, maka ditargetkan pembangunan jembatan bentang pendek tuntas pada tahun 2011 atau paling lama 2012. Setelah itu, tahun 2012 baru fokus untuk penyelesaian bentang panjang. "Kalau targetnya bergantung dana APBN dan dana pinjaman," tandasnya.

Soal rencana Pemkab PPU yang tetap ingin membangun Jembatan Nipahnipah-Melawai Balikpapan, Joko mengatakan, Pemkab PPU dipersilakan tetap membangun jembatan, namun dananya investor.

"Kalau berharap dari APBN jelas tidak mungkin," tandasnya.

Apalagi kata dia, dari segi teknis, Jembatan Nipahnipah-Melawai masih harus melalui kajian mendalam. Seperti keamanan dan keselamatan operasi penerbangan dan lainnya. "Jembatan ini belum melalui OSP (operational standard procedure, Red.) desain jembatan dari Departemen PU," katanya.

Sebelumnya, ketika melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan dan PPU, beberapa waktu lalu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, pembangunan jembatan tersebut telah melalui berbagai proses kajian. Di antaranya telah dilakukan studi kelayakannya serta ditinjau dari berbagai sektor. Di antaranya sektor teknis, ekonomis, sosial dan budaya.

"Kajian yang dilakukan termasuk mengenai tipe jembatan. Yang direkomendasikan menggunakan sistem struktur jembatan gantung berbentang tunggal dengan panjang bentang 810 meter," katanya.

Menurut Faroek, tubuh jembatan itu menggunakan rangka baja dengan lebar 9 meter, dengan ketinggian 42 meter dari permukaan air pasang tertinggi.

Keberadaan jembatan itu, menurut dia, sangat strategis. Sebab, akan memengaruhi pengembangan sektor perekonomian di Kaltim. Utamanya untuk mendukung kelancaran transportasi pelabuhan peti kemas di kawasan industri Kariangau. Jembatan yang menghubungkan PPU dengan Balikpapan melalui Pulau Balang itu dekat dengan jalur free way Balikpapan-Samarinda, dan free way ke arah Sepinggan, Balikpapan. Bahkan dekat dengan jalan tembus pelabuhan peti kemas Kariangau lewat kilometer 13. Jembatan ini juga sudah melalui kajian keamanan keselamatan operasi penerbangan yang lepas dari radius 24,3 km dari titik bandara.

Hal ini kaitannya dengan tower jembatan yakni 92 meter di atas permukaan lantai jembatan. Termasuk sudah ada kajian ruang bebas dari permukaan air tertinggi yang disyaratkan yakni 42 meter. (gs)

d1541n
April 30th, 2009, 05:48 AM
Jumat, 3 April 2009
Berau Bakal Jadi Ikon Pariwisata Kaltim
Tingkatkan Pariwisata Mohon Dukungan Semua Pihak

TANJUNG REDEB- Rancangan program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Berau yang dinilai cukup banyak. Program tersebut tidak akan dapat terealisasi dengan baik tanpa dukungan semua pihak, seperti instansi pemerintah terkait, swasta maupun masyarakat itu sendiri. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Berau Dra Hj Rusdiani.

"Berbicara program Disparbud kita tidak bisa target, lantaran tidak lepas dari peranan instansi lain, karena keterkaitan erat dengan berbagai sarana maupun fasilitas penunjang yang dibentuk oleh komponen yang ada, padahal program yang kami buat sangat banyak" ungkap Rusdiani saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya, kemarin (2/4).

Seperti halnya upaya peningkatan sarana di sektor pariwisata di beberapa daerah yang memiliki potensi wisata seperti pemandian air panas Bapinang, ataupun potensi wisata air terjun di Kelay masih terkendala infrastruktur jalan yang tidak memadai. Hal inilah menurut Kadisparbud menjadi pertimbangan pihaknya belum menargetkan selesainya program kerja yang dibuat.

Kendati demikian, penyusunan program hingga tahun 2010 tetap berjalan. Disebutkan beberapa program masih sebatas pendataan potensi objek wisata yang ada di luar objek yang telah tergarap.

Program menyangkut infrastruktur dikatakan Rusdiani kemungkinan baru dilaksanakan tahun 2010 mendatang. Untuk Pemandian air panas Bapinang saat ini telah ada master plannya dengan beberapa tahapan melalui kajian tim teknis untuk melihat sejauh mana kemungkinan peningkatan sarana wisata tersebut secara optimal.

Sementara keberadaan objek wisata Bahari seperti Pulau Derawan, Kakaban, dan Maratua juga tidak lepas dari upaya Disparbud guna menarik lebih banyak wisatawan mancanegara maupun domestik.

Dari sektor inilah lanjut Rusdiani terbanyak menarik minat wisatawan manca dan domestik. Diharapkan dengan peningkatan layanan fasilitas akan meningkatkan kunjungan wisatawan. Telah disiapkan situs pariwisata Berau agar wisatawan dapat mengakses informasi seputar pariwisata di Bumi Batiwakal secara rinci.

Sebab situs itu menurutnya sangat diperlukan sebagai media promosi untuk mendongkrak jumlah kunjungan ke Berau. "Karena kami akui kita masih lemah dalam promosi," ujar Rusdiani. Diharapkan dengan adanya situs informasi itu kedepan dapat meningkatkan lagi jumlah wisatawan yang masuk. Kendati jumlah kunjungan setiap tahun ada peningkatan, namun itu masih perlu ditingkatkan lagi. Adapun target jangka panjang, Berau bakal dapat menjadi ikon daerah Pariwisata Kaltim.

Dengan adanya rencana penempatan pelayanan imigrasi cabang Berau, kata Rusdiani lagi merupakan langkah tepat dalam mendukung program peningkatan kunjungan wisatawan di Berau. "Kami sangat antusias dengan rencana itu semoga dapat menjadi salah satu kemudahan bagi wisatawan mancanegara juga penunjang program kami," tuturnya. Karenanya diharapkan program-program Disparbud dapat didukung oleh semua instansi terkait lain termasuk masyarakat. (raj)

d1541n
April 30th, 2009, 05:55 AM
Senin, 27 April 2009
Tujuh Jam Bandara Kalimarau Tutup
Akibat Overlay Runway yang Terlambat Selesai

TANJUNG REDEB- Bandara Kalimarau Berau berhenti beroperasi mulai pukul 07.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita, Minggu (26/4) kemarin. Akibatnya seluruh penerbangan dari Berau ke kota-kota lainnya atau sebaliknya terpaksa telat. Bahkan Bupati Berau Makmur HAPK yang baru tiba di Balikpapan dengan rute Jakarta-Balikpapan-Berau menggunakan Batavia Air terpaksa menunggu beberapa jam di Bandara Sepinggan Balikpapan untuk kembali ke Berau.

Hasil pantauan harian ini, ternyata sedang diadakan overlay runway di Bandara Kalimarau. Target proyek overlay runway bandara yang ditargetkan selesai pada pukul 06.00 Wita, kemarin, telat akibat hujan deras yang melanda Berau, Minggu (26/4) dini hari.

Oleh karena itu, terpaksa overlay runway dilanjutkan sekitar pukul 11.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita. Hasil informasi yang dikumpulkan harian ini, dilakukan overlay runway sepanjang 1.200 meter dan lebar 30-45 meter. Sebelumnya, Bandara Kalimarau pernah di-overlay pada akhir 2007 lalu.

Sebelum turun hujan deras sekitar pukul 01.00 Wita, Minggu (26/4), proses overlay sudah mencapai 1.000 meter, sedangkan sisa runway itulah yang menyebabkan keterlambatan jadwal. Kabid Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Fahmi menuturkan, pengerjaan overlay baru dimulai pada pukul 18.00 Wita, Sabtu (25/4). Menunggu seluruh jadwal penerbangan di Bandara Kalimarau selesai.

“Jika tadi malam (Minggu dini hari, Red) tidak turun hujan lebat, overlay tidak akan sampai siang hari,” tuturnya.

Terpisah Kepala Dishub Berau Busairi enggan mengomentari panjang lebar mengenai keterlambatan overlay tersebut. “Itu adalah proyek provinsi,” tuturnya. Banyak calon penumpang pesawat yang mengeluhkan keterlambatan tersebut. Seperti yang dikatakan Iwan, salah satu calon penumpang Batavia Air yang rela menunggu 4 jam di Bandara Kalimarau. “Mungkin para kontraktor proyek seharusnya bisa memprediksikan ketepatan waktu sehingga penumpang tidak terlantar seperti ini,” ungkapnya. (fir)

d1541n
May 4th, 2009, 07:52 AM
Menambahkan, selain
-Perluasan bandara Kalimarau di Berau/Tj.Redep, meliputi perluasan apron dan terminal Keberangkatan
-Pembenahan Infrastruktur obyek Pariwisata P.Derawan di Berau dalam rangka mensukseskan program pemprov ‘Visit East-Kalimantan year 2009’
proyek yang lagi jalan di Berau :
- pembangunan PDAM (air langsung bisa diminum)
- Pemasangan siring di sepanjang tepian Kecamatan Sambaliung & Kecamatan Gunung Tabur
- Pembangunan Pasar Induk Kabupaten Berau (progres sejak tahun 2007)
- Pembangunan Gedung Serba Guna Kab. Berau

(jka ada yang tau cara upoad pic, kasi tau ya... soalnya aq masih ga tau caranya)

d1541n
May 4th, 2009, 07:53 AM
Menambahkan, selain
-Perluasan bandara Kalimarau di Berau/Tj.Redep, meliputi perluasan apron dan terminal Keberangkatan
-Pembenahan Infrastruktur obyek Pariwisata P.Derawan di Berau dalam rangka mensukseskan program pemprov ‘Visit East-Kalimantan year 2009’
proyek yang lagi jalan di Berau :
- pembangunan PDAM (air langsung bisa diminum)
- Pemasangan siring di sepanjang tepian Kecamatan Sambaliung & Kecamatan Gunung Tabur
- Pembangunan Pasar Induk Kabupaten Berau (progres sejak tahun 2007)
- Pembangunan Gedung Serba Guna Kab. Berau

(jka ada yang tau cara upoad pic, kasi tau ya... soalnya aq masih ga tau caranya)

Ampelio
May 4th, 2009, 08:11 AM
http://img300.imageshack.us/img300/6462/walibontang0300.jpg (http://img300.imageshack.us/my.php?image=walibontang0300.jpg)
Lokasi: Bontang, Kalimantan Timur
Luas Bangunan:408 m2
Jumlah Lantai:3

http://img355.imageshack.us/img355/2892/walibontang0100.jpg (http://img355.imageshack.us/my.php?image=walibontang0100.jpg)
^^MASTERPLAN

Ampelio
May 4th, 2009, 08:16 AM
http://img147.imageshack.us/img147/3844/pasarsangata0200.jpg (http://img147.imageshack.us/my.php?image=pasarsangata0200.jpg)
Lokasi : Sangatta,Kab.Kutai Timur, Kalimantan Timur
http://img261.imageshack.us/img261/9734/pasarsangata0100.jpg (http://img261.imageshack.us/my.php?image=pasarsangata0100.jpg)

d1541n
May 4th, 2009, 09:13 AM
Minggu, 03 Mei 2009 , 11:57:00
Berau Bakal Terima Penghargaan
Di Ajang World Ocean Conference 2009

TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau bakal menerima penghargaan berkelas internasional di ajang World Ocean Conference (WOC) 2009 yang diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara, pada 11-15 Mei 2009 mendatang. Bupati Berau Makmur HAPK mengatakan, sudah mendengar rencana pemberian penghargaan tersebut. Namun demikian, ia mengaku tidak bisa hadir karena padatnya kegiatan di Kabupaten Berau.

“Penghargaan itu terkait kawasan konservasi laut (KKL, Red.) yang berhasil dilakukan di Berau,” sebut Makmur.

Ia menyebutkan, selama ini komitmen untuk menjaga kawasan konservasi laut sudah tertanam dengan baik. “Supaya kawasan pulau itu terpelihara dengan baik. Sekaligus menarik turis dari tahun ke tahun dan akan memacu kunjungan wisata. Diharapkan sumber daya alam ini bisa terjaga dan terpelihara secara berkesinambungan,” sebutnya.

Ia kemudian berharap, ke depan Berau juga bisa dilirik sebagai ajang untuk pertemuan kelautan bertaraf internasional. Karena tak kurang dari 12 persen luas KKL di Indonesia, disumbangkan oleh Berau.

“Supaya seluruh dunia bisa melihat potensi, kenapa ini dipertahankan dan kenapa jadi komitmen. Ke depan mudah-mudahan ada komitmen kebersaman dari daerah sampai pemerintah pusat. Sehingga ada pembagian kewenangan yang jelas dari pusat dan provinsi hingga kabupaten,” bebernya.

Untuk diketahui, ajang World Ocean Conference (WOC) 2009 di Manado diharapkan meningkatkan promosi wisata bahari Indonesia, termasuk Berau sebagai lokasi tujuan wisata bahari andalan Kaltim. Di samping sebagai acara pertemuan tingkat tinggi kepala pemerintahan dan tingkat menteri untuk membahas pengelolaan kelautan, perikanan dan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan secara lintas sektoral, konferensi tingkat tinggi itu juga dapat berfungsi sabagai sarana promosi potensi wisata bahari di Indonesia.

MedanDi tengah krisis ekonomi dan keuangan dunia, sektor pariwisata mau tidak mau ikut terkena dampaknya. Di antaranya berupa penurunan jumlah kunjungan wisata manca negara (wisman) ke Indonesia.

Dengan tingkat selektivitas wisman yang hendak berwisata ke luar negeri semakin tinggi, diperlukan destinasi yang lebih menarik, unggul dan unik. (eff)

d1541n
May 4th, 2009, 09:19 AM
Jum'at, 30 Januari 2009 , 06:05:00
Mengikuti Kunjungan Kerja Gubernur Kaltim ke Berau (1)
Kaget Lihat Pasar Induk yang Megah, Minta Dijadikan Contoh Daerah Lain:applause:

MODERN: Pasar Induk di Tanjung Redeb yang tak lama lagi fungsikan. Gubernur takjub oleh bangunan yang megah.
Kunjungan kerja (kunker) Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak bersama Wakil Gubernur Farid Wadjdy ke Kabupaten Berau pada 27-29 Januari masih menyisakan cerita menarik. Apalagi ini merupakan kunjungan kerja pertama sejak Awang Faroek-Farid Wadjdy dilantik 17 Desember 2008 lalu.

Agus Susanto, Tanjung Redeb

Rombongan yang ikut kali ini cukup besar atau lebih dari 30 orang. Ikut serta di antaranya Sekprov Kaltim Syaiful Teteng, Kepala Bappeda Kaltim Sulaiman Gafur, Kepala Disperindagkop Irianto Lambrie, Kepala Dinas PU dan Kimpraswil Kaltim Husinsyah, dan sejumlah kepala instansi lain.

Ada beberapa agenda yang direncanakan dalam kunker ini. Yakni meninjau sejumlah proyek di Berau, rapat kerja daerah (rakerda) antara Pemprov Kaltim dan Pemkab Berau, meninjau sekolah SMA Plus di Sambaliung, membuka Musyawarah Kerja (Musker) Hidayatullah se-Kaltim, meresmikan pabrik crude palm oil (CPO) di Talisayan, dan terakhir bersilaturahmi dengan warga Berau.

Rombongan dibagi dalam dua kloter. Kloter pertama adalah rombongan humas, protokol, dan para wartawan yang datang lebih awal dan mendarat di Bandara Kalimarau Tanjung Redeb, pukul 11.00 Wita, Selasa (26/1).

Sementara Awang-Farid bersama rombongan baru tiba pukul 15.30 Wita. Ini karena pagi harinya, rombongan masih harus menghadiri peringatan Merah Putih di Sanga-Sanga Kutai Kartanegara.

Begitu mendarat, rombongan dijemput Bupati Berau Makmur HAPK bersama istri dan sejumlah pejabat Pemkab Berau. Rombongan langsung diajak berkeliling meninjau beberapa proyek di Berau.

Proyek yang ditinjau yakni Pasar Induk, proyek pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) PDAM, dan kolam renang yang sudah digunakan untuk pelaksanaan PON XVII 2008 lalu.

Dari tiga proyek yang dikunjungi, pembangunan pasar induk yang cukup menyita perhatian Faroek. Pasalnya, pasar induk dengan konstruksi modern ini ternyata baru diketahuinya. “Terus terang saya sangat terkejut melihat ada pasar induk semegah ini,” puji Faroek sembari memperhatian sekeliling bangunan Pasar Induk.

Bangunan dengan luas 3 hektare dari luasan lahan 7 hektare ini dibagi dalam beberapa bagian. Yakni pasar basah yang cukup besar berada di lantai 1, dengan luas 10.532 m2. Bangunan yang sudah tuntas 100 persen ini mampu menampung 1.338 pedagang.

Kemudian di bagian lain ada Plaza Amphitheatre yang berada di lantai 1 dengan luas 6.898 m2 yang saat ini masih dalam penyelesaian. Kemudian ada pasar kering yang mengambil tempat di lantai 2 dengan luas 9.702 m2. Pasar kering ini mampu menampung 585 pedagang. Di sudut lain ada tempat pembuangan sampah sementara yang luasnya 144 m2.

Bagian depan juga disiapkan lahan parkir yang mampu menampung roda empat sebanyak 504 kendaraan dan roda dua 874 kendaraan, serta truk 21 kendaraan. Proyek yang dikerjakan dengan dana APBD Berau dengan dana 190 miliar ini dilaksanakan dengan sistem multiyears. Berdasarkan kontrak bisa selesai pada Maret 2009.

“Saya sudah pernah ke seluruh kabupaten kota, dan tak pernah melihat pasar induk sebagus ini. Saya kira ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ucap Faroek.

Soal pengelolaannya, Bupati Berau Makmur menimpali rencananya akan dipadukan dengan swasta. “Kita akan libatkan swasta untuk pengelolaannya agar lebih tertib. Nanti di sini juga akan dilengkapi dengan pujasera. Jadi warga yang punya anak, bisa memanfaatkan permainan di sini,” ucap Makmur.

Sementara Irianto Lambrie mengatakan, desain modern pasar induk di Berau ini sudah dipublikasikan ke Departemen Perdagangan. Bahkan, rencananya akan diminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk meresmikannya.

Selain pasar induk, proyek pembangunan IPA PDAM dengan kapasitas 200 liter per detik juga cukup menyita perhatian. Pasalnya, proyek yang dibangun dengan dana APBD Berau Rp 89,75 miliar ini bukan memproduksi air bersih, tetapi yang siap minum. (**)

Minggu, 19 April 2009 , 10:21:00
Jusuf SK: Seperti di Singapura:applause:

MANTAN wali kota Tarakan Jusuf SK mengakui kemegahan pasar induk Berau di Sei Buluh yang hampir rampung pembangunannya. Pasar itu diyakini bisa menjadi kiblat pembangunan pasar di Kalimantan Timur, bahkan Indonesia sekalipun. Dia bahkan tidak menyangka keindahan pasar induk itu, yang disebutnya bisa sebagus pasar di Singapura.

Pasar ini bisa menjadi contoh bagi pemerintah daerah dan bisa menjadi acuan pembangunan pasar. Karena di mana-mana kawasan pasar terlihat kumuh, kotor, rawan dan tidak aman. “Saya sudah keliling Indonesia, namun pasar Berau-lah yang terbaik,” ujarnya saat meninjau pasar induk. Kedatangan Jusuf merupakan ajang silaturahmi bersama Bupati Berau Makmur HAPK, dan Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai serta Sekab Berau Ibnu Sina Asyari.

Dia juga berniat memberitahukan kemegahan pasar induk Berau kepada wali kota Tarakan, untuk segera melakukan kunjungan. Pasalnya, di Tarakan ada pasar tua yang berdiri sejak 1973, akan dibongkar dan diganti bangunan baru.

“Ini suatu karya besar bagi pemkab Berau dalam mewujudkan pasar tradisional berkonsep modern demi mensejahterakan masyarakat. Dia beranggapan pasar semegah ini seharusnya dibangun di sebuah negara yang sudah maju seperti Singapura. Bila Berau yang hanya sebuah kabupaten mampu mewujudkan pembangunan pasar termegah tersebut, perlu ditiru daerah lain manapun. (bm3)

d1541n
May 4th, 2009, 09:20 AM
Minggu, 19 April 2009 , 10:22:00
Pasar Induk Terealisasi 94 Persen

TANJUNG REDEB - Pembangunan pasar induk Berau di Sei Buluh sudah terealisasi 94 persen. Seluruh bangunan, baik pasar basah, pasar kering maupun plaza sudah selesai dan tinggal sentuhan akhir. Dalam waktu dekat PT Total Bangun Persada selaku kontraktor pasar termegah di Kaltim ini akan melakukan pembangunan tahap ketiga. Yakni pembangunan masjid, pagar, pos polisi, pos jaga dan toilet umum. PT Total memastikan seluruh tahapan pembangunan pasar tradisional berkonsep moderen itu rampung Juli mendatang.

“Kita targetkan Juli seluruh pekerjaan selesai. Sementara ini kami tinggal menyelesaikan pekerjaan ringan tahap ketiga,” ujar Asep Nasruddin, Site Manajer PT Total Bangun Persada.

Bangunan pasar dengan luas 7,5 hektare itu dibagi dalam beberapa bagian. Yakni pasar basah dengan luas 10.532 M2 yang mampu menampung 1.412 pedagang, pasar kering seluas 9.702 M2 dan mampu menampung 565 pedagang, sedangkan pembangunan plasa dengan luas 6.898 M2 berkapasitas 52 petak pedagang. Juga ada tempat pembuangan sampah sementara yang luasnya 144 M2.

Bagian depan disiapkan untuk lahan parkir yang mampu menampung hampir dua ribu kendaraan, baik roda empat roda, serta truk pengangkut barang. Pembangunan pasar induk sejak April 2007 itu, untuk tahap pertama dianggarkan Rp 136 miliar. Yakni untuk pembangunan gedung pasar basah dan pasar kering. Sedangkan tahap kedua senilai Rp 74,98 miliar untuk pembangunan food court berlantai dua dengan kapasitas 52 petak, serta tahap ketiga dengan dana Rp 10 miliar untuk melangsungkan pembangunan masjid, pos jaga, pos polisi pagar, serta toilet umum.

Pasar itu juga telah dialiri air bersih dari PDAM)dan telepon, namun belum dialiri listrik. Pasar kebanggan warga Berau itu membutuhkan daya listrik sebesar 800 Kilowatt (KW), untuk menunjang berbagai fasilitas kenyaman bagi pedagang dan konsumen. Salah satunya untuk menggerakkan eskalator dan penerangan petak. “Kami sudah membuat surat kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bertanya kapan listrik bisa dikoneksikan. Pasalnya generator set (genset) yang tersedia hanya berdaya 250 KW. Itu tidak mampu mem-back up kebutuhan listrik pasar sebesar 800 KW. Genset itu disediakan untuk mengatasi jika listrik PLN padam,” jelas Asep. (bm3)

d1541n
May 4th, 2009, 09:20 AM
Minggu, 22 Maret 2009 , 10:36:00
Diresmikan pada Hari Jadi Berau
Bupati Puas Lihat Kemajuan Pembangunan Pasar Induk

TANJUNG REDEB- Bupati Makmur HAPK mengaku puas melihat bangunan pasar induk di Sei Buluh, Riding, Teluk Bayur. Hal ini diungkapkannya saat meninjau pasar tradisional berkonsep modern yang dikerjakan PT Total Bangun Persada tersebut.

Orang nomor satu di Berau itu mengatakan, konsep pasar induk ini dapat digunakan multi fungsi, baik sebagai tempat rekreasi maupun berbelanja.

“Pergelaran pameran dan konser musik dapat digelar di pasar ini,” ujar Makmur.

Diakui, pasar induk Berau ini juga akan menjadi pusat perekonomian warga Berau, bahkan tidak menutup kemungkinan pasar ini juga bisa dimanfaatkan warga di kabupaten tetangga, baik yang ingin berekreasi, berbelanja maupun memasok bahan makanan.

Bupati Makmur merencanakan peresmian pasar induk tersebut bersamaan dengan gedung serbaguna di Jalan Pemuda, Tanjung Redeb, yakni, pada hari ulang tahun Kabupaten Berau dan Hari Jadi kota Tanjung Redeb, September mendatang.

Kedua bangunan itu akan menjadi ikon kabupaten Berau, yang sekaligus sebagai hadiah ulang tahun kabupaten Berau.

Sebagaimana diketahui, penyelesaian pembangunan pasar induk itu terus dipercepat. Saat ini PT Total Bangun Persada tinggal menyelesaikan pembangunan foodcourt yang sudah terealisasi 85 persen.

“Insya Allah pembangunan pasar ini selesai sebelum jadwal kontrak yang ditentukan,” ungkap Site Manajer PT Total Bangun Persada Asep Nasruddin.

Bangunan pasar dengan luas 8 hektare itu dibagi dalam beberapa bagian. Yakni pasar basah dengan luas 10.532 meter persegi yang mampu menampung 1.338 pedagang. Kemudian ada pasar kering dengan luas 9.702 meter persegi dan mampu menampung 585 pedagang.

Di sudut lain ada tempat pembuangan sampah sementara yang luasnya 144 meter persegi. Sementara pada bagian foodcourt dengan luas 6.898 meter persegi yang saat ini masih dalam penyelesaian.

Bagian depan juga disiapkan lahan parkir yang mampu menampung lebih dari dua ribu kendaraan, baik roda empat dan roda dua, serta truk pengangkut barang. Saat ini perusahaan tersebut juga mengerjakan pembangunan kontrak tambahan, yakni pembangunan masjid dan pagar yang ditargetkan selesai akhir April.

Sedangkan awal Mei mendatang, seluruh bangunan pasar selesai 100 persen. Pembangunan pasar yang dikerjakan sejak April 2007 itu, kontrak pengerjaannya dibagi dua tahap. Tahap pertama dianggarkan Rp 136 miliar untuk pembangunan pasar basah dan pasar kering. Sedangkan tahap kedua senilai Rp74,98 miliar untuk pembangunan foodcourt berlantai dua dengan kapasitas 52 petak dan masjid serta pagar.

Pasar yang diakui termegah di Kalimantan Timur bagian utara itu juga telah difasilitasi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan telepon. Perusahaan tersebut menjamin tetap mengedepankan kualitas bangunan. Hal itu merupakan tuntutan bagi perusahaan yang menyandang predikat standar nasional Indonesia. (bm3)

Sizter85
May 5th, 2009, 06:07 AM
Senin, 04 Mei 2009 , 10:14:00
Investor Harus Diberi Batas Waktu
Khawatir Kaltim Air Terhenti di Tengah Jalan

SAMARINDA–Pendirian maskapai penerbangan Kaltim Air yang terancam tertunda, mendapat sorotan DPRD Kaltim. Pemprov Kaltim diminta untuk memberi batas waktu atau deadline pada investor mengenai pembentukan maskapai itu. “Kami khawatir pembentukan Kaltim Air malah setop di tengah jalan. Kalau perlu di-deadline. Misalnya, tahun depan sudah terbentuk,” ujar Ketua DPRD Kaltim Herlan Agussalim, kemarin.

Dia mengakui pemenuhan 10 pesawat terbang seperti diatur dalam Undang-Undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, memang cukup berat dipenuhi. Terutama untuk maskapai yang baru terbentuk. “Apalagi kalau modalnya juga terbatas. Kalau pemprov tak pasang deadline, bukan tak mungkin Kaltim Air berhenti di tengah jalan,” ujarnya.

Senada, anggota Komisi II DPRD Kaltim Nurhuda Trisula mengatakan, kalau memang PT Merex Indonesia tak sanggup mengikuti UU No 1 tahun 2009, maka tak usah dipaksakan. “Kalau dipaksakan, pasti imbasnya akan merugikan berbagai pihak. Karena itu, pemprov harus mulai memikirkan alternatif lain,” ujarnya.

Alternatif lain yang dimaksud Nurhuda, adalah pembatalan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang sudah disetujui kedua belah pihak pada Januari lalu. Menurutnya, bila PT Merex tak sanggup melengkapi syarat minimal 10 unit pesawat itu, maka secara sepihak perjanjian dengan PT Merex bisa dibatalkan. Namun, sebelumnya perlu dilakukan kajian hukum.

"Masalahnya pemprov terikat MoU, tanpa mengetahui kepastian apakah PT Merex sanggup atau tidak membeli 10 pesawat. Karena itu, risiko Kaltim Air berhenti di tengah jalan sangat besar. Maksud saya segera dilakukan kajian hukum yang membuka peluang nota kesepahaman itu dibatalkan karena terbentur oleh aturan undang-undang," jelasnya.

Senada dengan Herlan, menurut Nurhuda, sebelum pembatalan nota kesepahaman dilakukan, pemprov harus memberikan deadline dulu ke PT Merex. Kedua belah pihak juga harus sepakat untuk membatalkan nota kesepahaman bila deadline tak terpenuhi. “Bila deadline pembentukan Kaltim Air tak terpenuhi, maka bisa dibatalkan,” ujarnya.

Selanjutnya katanya, pemprov bisa mencari investor lain yang berminat. "Cari investor yang sanggup melewati syarat jumlah pesawat di UU No 1 tahun 2009 agar masalah itu tak kembali terulang,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, kerja sama antara pemprov dan PT Merex Indonesia sebagai investor dalam pembentukan Kaltim Air mengalami hambatan. Ini setelah UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan yang berisi bahwa sebuah maskapai harus memiliki minimal 10 pesawat, mulai diberlakukan sejak Januari 2009 lalu. Padahal, sesuai presentasi awal dengan pemprov, PT Merex baru akan membeli satu pesawat dan menyewa 5 pesawat untuk memenuhi rute penerbangannya.

Kemudian muncul usulan penundaan pendirian Kaltim Air. Namun, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengaku tak menyetujui permohonan penangguhan selama setahun yang diajukan investor PT Merex Indonesia. “Soal penundaan itu tak kami setujui. Meskipun sekali lagi, pembentukan maskapai ini akan tetap memakan waktu lama,” ujarnya. (*/che/kpnn)

Chris_Lyantto
May 7th, 2009, 08:21 AM
Kamis, 07 Mei 2009 , 08:50:00

Posisi Kaltim Diuntungkan
Bisa Jadi Pusat Era Perubahan Ekonomi

http://img21.imageshack.us/img21/8839/img07052009241081.jpg (http://img21.imageshack.us/my.php?image=img07052009241081.jpg)


PRO USAHA KECIL: Gubernur Awang Faroek menandatangani prasasti tanda beroperasinya UKM Center Forum Biru. Tempat ini bisa dimanfaatkan koperasi dan pelaku UKM untuk penguatan basis ekonomi rakyat.( GUSTI AMBRI/KP)

BALIKPAPAN — Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono menyatakan bahwa Kaltim dapat menjadi pusat era perubahan di bidang ekonomi dunia. Kaltim bisa menjadi bagian era baru jika Pemprov, Pemkot dan Pemkab bisa berkomitmen mendukung kegiatan sektor perekonomian, terutama agrindustri.
Dijelaskannya, dalam tiga atau empat tahun mendatang, 10 negara di Asia Tenggara membentuk ASEAN Economic Community, sebuah era baru bagi perekonomian negara-negara tersebut, termasuk Indonesia. Nantinya akan terjadi pergeseran pelayaran internasional dan kegiatan ekonomi dari wilayah barat ke timur.

“Kaltim bisa menjadi perhatian besar dan sangat menjanjikan. Terobosan Kaltim dalam lakukan upaya lintasi batas provinsi untuk kegiatan ekonomi dapat perhatian masyarakat luas, khususnya masyarakat Kaltim. Itu jadi dasar kuat menjadi daerah perekonomian,” ujarnya usai pelantikan Pengurus Dekopinwil Kaltim di auditorium Kantor Wali Kota Balikpapan, kemarin (6/5).

Untuk menuju ke arah tersebut, diperlukan peran Pemerintah Daerah dalam membantu pembiayaan pembentukan koperasi yang sangat menentukan pertumbuhan ekonomi di Kaltim sebagai daerah yang dikenal memiliki SDA yang berlimpah.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, Pemprov Kaltim sangat mendukung terbentuknya Dekopin di Kaltim. Ia berharap, semua pihak terkait dapat turut membangun koperasi yang profesional di Kaltim.

Koperasi yang merupakan soko guru perekonomian bangsa, lanjut Faroek, harus diberi perhatian yang baik. Ia juga berkeinginan agar Kaltim bisa menjadi provinsi koperasi dalam lima tahun ke depan, dan menargetkan 1.000 lembaga penjamin kredit bagi koperasi dan UKM di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.

Ia mengatakan, sejauh ini Balikpapan dan Kutim dinilai bisa mendirikan lembaga penjamin kredit. Pelaksanaan di Balikpapan tersebut nantinya akan dikembangkan di seluruh kabupaten/kota lainnya. Kaltim juga akan mendorong terbentuknya sejumlah lembaga keuangan mikro, berupa koperasi simpan pinjam dan Bank Perkreditan Rakyat(BPR) untuk memberikan akses pada pelaku UKM mencari tambahan modal

“Sebagai awal langkah ini, pada 12 Juli nanti Kaltim jadi tuan rumah peringatan Hari Koperasi Nasional. Kaltim bertekad untuk mengembangkan koperasi sebagai salah satu andalan pertumbuhan daerah, sehingga seluruh masyarakat ikut terlibat dalam pembangunan ekonomi,” katanya.

Dengan adanya kegiatan itu, menurut Faroek, pasti akan dihadiri oleh ribuan orang yang secara ekonomi menguntungkan. “Terutama terkait masalah promosi berbagai potensi dan pengembangan usaha di daerah masing-masing,” tegas Faroek yang pada pukul 13.30 Wita kemarin mereskikan UKM Center Forum Biru di Balikpapan.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim Fauzi A Bahtar menambahkan, selain melalui koperasi, UKM-UKM Center di Kaltim juga harus digalakkan. Sebab, bisa menjadi pendukung ekonomi luas. “Sektor ekonomi yang seperti ini nantinya, jika berkembang, tentunya akan menghasilkan keuntungan tersendiri. Di kala sumber daya alam kita mulai berkurang, UKM inilah yang diharapklan menjadi jagoan baru ekonomi di Kaltim,” tutup Bahtar.(tom/qq)

d1541n
May 17th, 2009, 01:03 PM
Minggu, 17 Mei 2009 , 12:08:00
PDAM Pesan Pipa Standar Internasional
Tahun Ini, Pemasangan Jaringan Air Bersih Dilanjutkan

TANJUNG REDEB- Proyek pemasangan pipa Perusahaan Air Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Segah Berau akan terus belangsung. PT Wika dan PT Karka selaku kontraktor yang mengerjakan pembangunan jaringan PDAM tersebut, tahun ini akan memasang pipa sejauh 140 kilometer guna mencapai tiga kecamatan, yakni, Sambaliung, Gunung Tabur, dan Teluk Bayur.

Pipa pendistribusian air bersih tersebut telah dipesan melalui pabrik pipa terkenal di Indonesia dan di dunia, yakni PT Indopipe yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Pipa tersebut telah mendapatkan standar pelayanan mutu ISO 9001:2000, standar produksi ISO 4427, maupun sertifikat SNI 06-4829-2005. Bahkan kualitas pipa itu diakui memiliki keunggulan lebih dari pipa sejenisnya, yakni memiliki ketahanan hingga 50 tahun pada kondisi normal dengan temperatur 20 derajat celsius.

Pipa lentur dan antikorosi tersebut memiliki sistem sambungan yang lebih kuat dan aman serta tahan terhadap bahan kimia maupun sinar ultra violet. Pipa itu tidak hanya tahan cuaca dan tekanan, bahkan juga telah teruji terhadap bencana alam seperti bencana Tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta, hingga gempa bumi di Kobe Jepang.

Manajemen PT Wika Karka Pospman Sitourus menyebutkan, keunggulan pipa tersebut tidak diragukan lagi. Pasalnya pihak kontraktor bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Berau dan manajemen PDAM Tirta Segah telah melihat langsung kualitas pipa tersebut.

“Ternyata pipa ini sesuai dengan kontrak yang telah ditentukan. Untuk itu kami menargetkan di akhir Juni ini, pipa tersebut sudah sampai ke Berau untuk dilakukan pemasangan,” ujarnya yang ditemui usai meninjau pabrik pipa milik PT Indopipe, yang juga anak perusahaan dari Electroplast di Belanda.

Dia juga mengaku puas terhadap kualitas pipa tersebut, kendati harganya lebih mahal dari pipa sekelasnya. Hal senada yang diungkapkan Kasubbag Pendistribusian PDAM Tirta Segah P Manurung. Dia juga menyetujui langkah kontraktor untuk membeli pipa yang berkualitas tersebut.

“Setelah saya melihat langsung pengujian pipa di pabrik, kami percaya pipa tersebut mampu tahan lebih lama. Pasalnya, pipa itu tidak hanya digunakan di daerah berkembang, bahkan negara maju seperti Jepang dan China pun sudah menggunakannya,” katanya.

Sementara itu, menurut Project Manager PT Karka Untung Tri Uripto, pemasangan pipa pendistribusian air bersih itu akan dibagi menjadi empat zona, yakni Sambaliung, Gunung Tabur, Teluk Bayur, dan Tanjung Redeb. Di kawasan tersebut ada pemasangan pipa induk yang masih berlangsung untuk sambungan rumah (SR).

Dia mengungkapkan, sesuai kontraknya realisasi pemasangan pipa tersebut akan selesai pada akhir Desember 2010 mendatang, “Bila tidak ada kendala, Insya Allah target tersebut akan tercapai,” ucapnya. (bm3)

Sizter85
May 19th, 2009, 07:02 AM
Selasa, 19 Mei 2009 , 09:05:00
Tiap Tahun Rp 12 Triliun
Target Pertumbuhan Investasi dalam Renstra Daerah

SAMARINDA – Investasi di Kaltim tiap tahun terus meningkat. Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal (BPPM) Kaltim Nursyirwan Ismail menguraikan, pada 2003, investasi mencapai Rp 12,47 triliun. Lima tahun kemudian (2007) menjadi Rp 14, 86 triliun.

Pertumbuhan ini menunjukkan minat yang cukup besar dari investor untuk menanamkan modalnya di Bumi Etam. “Kita berharap ke depan investasi ini bisa terus meningkat. Dalam renstra (rencana strategis) daerah, investasi malah diharapkan bisa bertambah Rp 12 triliun tiap tahun. Ini disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 3-4 persen,” kata Nursyiwan di hadapan para pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kaltim, kemarin di Kantor BPPM Jl Basuki Rahmat, Samarinda.

BPPM Kaltim sengaja mengundang para pengurus Kadin yang dipimpin Fauzi Bahtar untuk menyampaikan peluang usaha di Kaltim. Pertemuan yang bertemakan “upaya perbaikan iklim usaha dalam rangka menarik investasi” ini diikuti para kepala bidang di BPPM. Hadir juga perwakilan Kadin, para wakil ketua dan dewan pakar.

Nusyirwan menjelaskan, investasi yang cukup besar adalah pada sektor perkebunan. Nilai Penanaman Modal Asing (PMA) untuk perkebunan pada 2008 lalu mencapai USD 190.192.000. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 2,27 triliun. Sektor ini berhasil menyerap tenaga kerja lokal 29.247 orang. Sektor berikutnya yang diminati adalah perdagangan, pertambangan dan perdagangan (lihat grafis).

“Sementara negara yang paling banyak berinvestasi adalah Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Inggris, India, Jepang, China. Kebanyakan masih di Asia. Negara-negara Eropa masih sangat minim. Mudah-mudahan ke depan negara Eropa bisa terlibat. Tahun ini Timur Tengah sudah terlibat pada pembangunan jaringan rel kereta api,” papar Nursyirwan.

Sementara, Ketua Kadin Kaltim Fauzi Bahtar mengatakan, salah satu persoalan yang sering mengemuka adalah soal tumpang tindih lahan. Peraturan perundang-undangan soal penanaman modal, katanya, masih ada yang tumpang tindih. Selain itu, juga terkait dengan infrastruktur yang belum memadai. “Kami harapkan hal ini bisa menjadi perhatian pemerintah untuk menarik minat investasi,” ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Bidang Reformasi Keuangan dan Perbankan Kadin Wahyudi Manaff menambahkan, yang perlu juga dilakukan pemerintah adalah memperbaiki bargaining position dengan investor. “Yang selama ini saya lihat, kita sering menjadi bulan-bulanan investor. Semoga pemerintah bisa berada di posisi yang kuat,” harapnya. (ran)

Chris_Lyantto
May 20th, 2009, 08:16 PM
Rabu, 20 Mei 2009 , 09:42:00Rencana Terminal Baru Bandara Kalimarau Berau
Bentuk Mirip Walet, Dilengkapi 2 Garbarata


Sejak pesawat sejenis Boeing 737 seri 200 milik Batavia Air menerbangi Bandara Kalimarau di Berau secara rutin, kepadatan di bandara itu makin terlihat. Apalagi ketika jadwal kedatangan dan keberangkatan beberapa pesawat hanya selisih beberapa menit. Tak urung, kondisi terminal saat ini tak mampu lagi menampung para calon penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Berau Busairi didampingi Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Berau Fahmi Rizani mengakui, Bandara Kalimarau saat ini mulai ramai. Sebelumnya calon penumpang hanya sekitar 300 orang, kini jumlahnya bisa mencapai lebih 500 orang.

Lonjakan calon penumpang ini membuat terminal terasa sesak. "Selain ruangan yang sudah cukup sempit, fasilitas yang ada saat ini juga terbatas," sebut Fahmi kepada Kaltim Post. Apalagi, kata dia, jika landasan pacu ditingkatkan hingga mampu didarati pesawat jenis Boeing 737 seri 300.

"Tentu jumlah penumpang akan semakin padat, sekarang saja, banyak penumpang terpaksa berdiri, karena tidak kebagian tempat duduk di ruang tunggu," imbuhnya. Karena itu, diperlukan juga keseimbangan kondisi ruang tunggu yang lebih representatif.

"Desain terminal baru sedang dikonsultasikan ke Departemen Perhubungan RI. Kelihatannya bakal disetujui," sebutnya. Rencananya, terminal baru mengambil lokasi tak jauh dari apron pesawat Boeing.

Sementara untuk bangunan lama, menurut Busairi akan dimanfaatkan untuk keperluan lain. "Misalnya untuk Kantor Imigrasi. Sebab imigrasi akan membuka kantor di Berau, untuk mendukung penerbangan ke luar negeri, lebih baik lokasinya dekat bandara," sebutnya.

Di terminal yang baru nanti, selain ruang tunggu dan juga counter check-in yang lebih representatif, juga akan ada bangunan untuk ruang tunggu VIP. Tak ketinggalan gedung tower untuk Air Traffic Control (ATC) alias pengatur lalu lintas udara. Selain itu juga akan dilengkapi fasilitas terminal kargo.

Selain itu, untuk memudahkan akses penumpang ke pesawat, rencananya akan dilengkapi dua garbarata alias dua belalai gajah, seperti halnya di Bandara Soekarno Hatta. Jika rencana ini terwujud, maka akan menjadi bandara pertama di Kaltim yang memiliki garbarata. Mengingat bandara di Balikpapan dan Tarakan belum memiliki fasilitas ini.

Untuk bangunan utama terminal, menurut Busairi, desainnya menyerupai burung walet, binatang yang menjadi ciri khas Berau. "Sepintas juga mirip punggung penyu, juga hewan khas Berau," sebutnya. Jika desain disetujui dan pembangunan bisa dimulakan 2009 ini, maka paling lambat 2011 mendatang, bandara itu sudah bisa dinikmati masyarakat.

Selain itu, untuk meningkatkan fasilitas bandara, juga akan dilakukan pemagaran di areal runway, serta dilakukan peningkatan drainase serta subdrainase di apron. "Luas apron juga akan diperluas, minimal bisa parkir dua pesawat Boeing," sebutnya.

Saat ini, panjang landasan pacu 1.850 meter. Dengan adanya penambahan panjang landasan, diharapkan ke depan panjang landasan bisa mencapai 2.650 meter. "Efektif yang digunakan nanti 2.250 meter. Sisanya 400 meter untuk antisipasi keadaan darurat," sebutnya.

Harapannya dengan ditingkatkannya dan dikembangkannya bandara, bisa lebih memberikan kenyaman pada penumpang sehingga transportasi udara bisa dinikmati dengan harga terjangkau. "Diharapkan ada persaingan sehat sehingga tarif juga lebih kompetitif," sebutnya.

Saat ini, ada beberapa maskapai yang menerbangi Berau. Masing-masing Batavia Air dan Trigana Air. Ada pula Kalstar Aviation yang sejak awal Mei bahkan melakukan penerbangan nonstop. Sehingga jika sebelumnya Minggu tak ada penerbangan, kini Minggu pun ada penerbangan sejak Kalstar Aviation terbang di hari libur tersebut. Ini juga menuntut layanan bandara yang lebih maksimal.

"Animo warga Berau terbang Minggu juga tinggi. Terbukti, sejak kami melayani penerbangan Minggu, jumlah penumpang selalu banyak," sebut Joko Sudarsono, manajer Kalstar Aviation Berau, kemarin. (endro s effendi)

Mimihitam
May 22nd, 2009, 03:55 PM
Mungkin thread ini perlu direname/ada thread baru tentang Berau :D

d1541n
May 23rd, 2009, 12:24 PM
Sabtu, 16 Mei 2009
Nama Pasar Induk Perlu Dibicarakan
Kamrani: Berau Trade Center Lebih Tepat

TANJUNG REDEB- DPRD Kabupaten Berau mempersoalkan pemberian nama Pasar Induk di Sei Buluh, Kecamatan Gunung Tabur yang akan diresmikan pada Juli mendatang. Menurut Wakil Ketua I DPRD Berau Kamrani, nama pasar induk yang menghabiskan dana ratusan miliar tersebut harus dimusyawarahkan lagi.

“Saya berharap agar pemberian nama pasar induk yang ada di KM 5 Sei Buluh dapat dicarikan nama yang sesuai, kalau perlu Pemkab Berau dan sejumlah tokoh masyarakat serta anggota DPRD dapat duduk bersama-sama membahas nama pasar tersebut,” ujar Kamrani Umar didampingi Wakil Ketua II Muharram.

Informasi yang didapatkan, rencananya pasar tersebut akan diberi nama Baddit Dipattung. Nama tersebut diambil dari nama salah seorang raja di Gunung Tabur. Dikhawatirkan, pemberian nama tersebut disalahartikan oleh masyarakat. “Ciri khas orang kita, jarang menyebutkan nama secara lengkap. Jika pasar itu dinamakan Baddit Dipattung, dikhawatirkan warga hanya menyebutnya Pasar Baddit yang artinya rakus,” jelas Kamrani.

Jika melihat konsep pasar induk itu yang terdiri dari pasar kering, basah, foodcourt, dan taman bermain, menurutnya, sebaiknya dinamakan dengan sebutan trade center. “Mungkin bisa diberi nama Berau Trade Center,” ucapnya.

Dijelaskan Kamrani, pemberian nama Trade Center tersebut akan meningkatkan kapabilitas pasar tersebut. Opini masyarakat selama ini, pasar selalu diidentikkan dengan tempat bertransaksi antara penjual dan pembeli dengan lingkungan yang kumuh dan kotor. “Nama Trade Center akan meningkatkan brand dari Kabupaten Berau sebagai kota berkembang. Hendaknya pasar ini diberikan nama yang lebih modern dan mudah melekat di otak masyarakat,” ungkapnya. Pembangunan pasar induk Berau di Sei Buluh sudah hampir terealisasi pembangunannya. Dalam waktu dekat PT Total Bangun Persada selaku kontraktor pasar termegah di Kaltim ini tinggal menyelesaikan pembangunan tahap ketiga, yakni pembangunan masjid, pagar, pos polisi, pos jaga dan toilet umum.

PT Total memastikan seluruh tahapan pembangunan pasar tradisional berkonsep modern itu rampung tidak lama lagi. “Kita targetkan dalam waktu dekat seluruh pekerjaan selesai. Sementara ini kami tinggal menyelesaikan pekerjaan ringan tahap ketiga ini,” ujar Asep Nasruddin, Site Manajer PT Total Bangun Persada.

Bangunan pasar dengan luas 7,5 hektare itu dibagi dalam beberapa bagian. Yakni pasar basah dengan luas 10.532 meter persegi yang mampu menampung 1.412 pedagang, pasar kering seluas 9.702 meter persegi dan mampu menampung 565 pedagang. Sedangkan pembangunan plasa dengan luas 6.898 meter persegi berkapasitas 52 petak pedagang. Juga ada tempat pembuangan sampah sementara yang luasnya 144 meter persegi.

Bagian depan disiapkan untuk lahan parkir yang mampu menampung hampir dua ribu kendaraan, baik roda empat roda, serta truk pengangkut barang. Pembangunan pasar induk sejak April 2007 itu, untuk tahap pertama dianggarkan Rp 136 miliar. Yakni untuk pembangunan gedung pasar basah dan pasar kering. Sedangkan tahap kedua senilai Rp 74,98 miliar untuk pembangunan food court berlantai dua dengan kapasitas 52 petak, serta tahap ketiga dengan dana Rp 10 miliar untuk melangsungkan pembangunan masjid, pos jaga, pos polisi pagar, serta toilet umum. (bm/kpnn)

Sizter85
June 5th, 2009, 02:38 PM
Jum'at, 05 Juni 2009 , 11:18:00
KNI Bangun Pabrik Ammonium Nitrat
Berkapasitas 300 Ribu Metrik Ton per Tahun

BALIKPAPAN-Bersama PT Rekayasa Industri (Rekind), PT Kaltim Nirate Indonesia (KNI) dipercaya melaksanakan konstruksi pabrik ammonium nitrat terbesar di Indonesia berlokasi di Kaltim Industrial Estate, Bontang, Kaltim. Sebagai kontraktor utama, badan usaha milik Negara (BUMN) ini bertanggung jawab atas lingkup pekerjaan rancang bangun, pengadaan dan kontruksi (EPC) senilai US$ 173 juta.

Hal ini tertulis dalam kerjasama yang telah diteken secara resmi oleh Presiden Direktur PT KNI, Antung Pandoyo dan Presiden Direktur PT Rekind, Triharyo I Soesilo. “Kami bangga bisa berjalan bersama dengan Rekind, apalagi seperti kita ketahui BUMN ini memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun mengangani berbagai proyek kelas dunia,” kata Antung bangga.

Menurutnya, pembangunan pabrik yang pengerjaannya dimulai bulan depan ini, dijadwalkan akan rampung pada kwartal II tahun 2011. “Kami menyadari pentingnya untuk segera dimulainya pembangunan ini mengingat prediksi kebutuhan akan ammonium nitrat yang terus meningkat dari tahun ketahunnya,” imbuh Triharyo I Soesilo.

Ia menyebut, ahwa seluruh pekerjaan konstruksi akan dilaksanakan oleh sub-contractor Indonesia dan diperkirakan dapat menyerap sekitar 1000 pekerja di wilayah Bontang. Praktis proyek ini sekaligus membantu program pemerintah dalam menekan angka pengangguran utamanya di wilayah Kaltim.

Terkait investasi yang bakal dilakukan KNI, Global Manufacturing Manager Orica Limited, Ian Gilmore berpendapat bahwa pembangunan pabrik terbesar ini merupakan investasi strategis. Bukan cuma itu dukungan sumber daya alam yang dimilikinya, disebut-sebut bakal menjadikan Indonesia sebagai negara yang mampu memenuhi kebutuhan ammonium nitrat dimana setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Pabrik yang akan dibangun di atas lahan seluas 10 ha berkapasitas 300.000 metrik ton ammonium nitrat per tahun atau sebesar 970 metrik ton per hari. Adapun saranan dan prasarana pabrik akan dipasok oleh PT Pupuk Kaltim. Produk akhir dari pabrik ini juga akan memenuhi kebutuhan bahan baku peledak komersil untuk industri pertambangan, pasar domestik.

Dijelaskan Rekind sendiri sendiri akan membangun tiga bagian utama dari pabrik, yakni Utility and Offsite Area, Nitric Acid dan Ammonium Nitrate Prill Plant yang dalam pelaksanaannya menggunakan tkhnologi lisensi UHDE Germany denga ntetap berfokus pada penggunaan tingkat local content sekitar 45 persen dari total nilai kontrak. “Kami berharap investasi yang ditanamkan melalui proyek ini dapat memberikan manfaat besar bagi Indonesia,” tambah Ian Gilmore.

Selain penandatanganan kerjasama, acara ini juga ditandai dengan penandatanganan prasasti pencanangan dimulai pelaksanaan kontruksi proyek pembangunan oleh Menteri Perindustrin Republik Indonesia, Fahmi Idris yang disaksikan Duta Besar Australia untuk Indoneia, Bill Farmer.(*/

Sizter85
June 9th, 2009, 05:01 AM
Selasa, 09 Juni 2009 , 11:40:00
Progress Report Stadion Olahraga
Siap Digunakan 100 Persen, Tampung 15 Ribu Penonton

MASYARAKAT Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini boleh bangga, karena pemerintah kabupaten (pemkab) menyediakan sarana gedung stadion olahraga yang cukup representatif. Pembentukan kabupaten yang baru berusia 7 tahun ini ternyata mampu memenuhi permintaan masyarakat mengenai sarana gedung olahraga, mengingat animo masyarakat tentang dunia olahraga sangat tinggi.

Karena itu, stadion olahraga yang dibangun pemerintah dengan sistim full desaign telah menghabiskan aggaran kurang lebih Rp 19 miliar sebagai upaya mengakomodir kepentingan para atlet dari berbagai jenis cabang olahraga (cabor). Sehingga bagi pecinta olahraga tak perlu repot lagi mencari sarana gedung olahraga sebagai tempat latihan atau bertanding di luar kandang PPU.

Dalam pembangunan bidang olahraga ini, PPU sekarang bisa disejajarkan dengan kabupaten/kota lain di Kaltim. Buktinya, banyak atlet olahraga asal PPU berhasil mencatat sejarah prestasi baik di tingkat Kaltim maupun nasional, seperti petinju, angkat besi, binaraga, sepak bola, bulu tangkis dan squash.

Berkaitan dengan kesiapan stadion olahraga, menurut Site Manager Proyek PT Prambanan Edy Susanto, secara fisik bangunan gedung tersebut sudah rampung 100 persen. “Stadion olahraga ini sebenarnya sudah bisa dipakai latihan. Banyak pejabat pemerintah memanfaatkan stadion ini untuk sekadar latihan. Biasanya selepas pulang kantor dan hari-hari libur.

Untuk sepak bola juga begitu, bisa dipakai kapan saja,” ujar Edy Susanto kepada koran ini, kemarin. Dia menjelaskan, luas areal tanah yang digunakan untuk proyek stadion olahraga ini seluruhnya 7,5 hektare. Pihak kontraktor hanya diberi kewenangan mengerjakan proyek fisiknya, sedang akses jalan lingkungan stadion dikerjakan kontraktor lain.

Proyek ini masuk dalam pekerjaan multiyears yang perencanaannya dimulai sekira 2004 silam, kala itu pemerintahan masih dijabat Bupati Yusran Aspar dengan dukungan Ketua DPRD H Andi Harahap. Setelah pemerintahan lama digantikan Bupati Andi Harahap, penyelesaian pembangunan stadion itu makin dikebut waktunya hingga tuntas 100 persen, kendatipun masih ada beberapa item proyek yang harus diselesaikan kontraktor dengan pemerintah lewat Dinas PU & Kimpraswil.

Saat ditanya berapa kapasitas penonton dalam setiap even pertandingan sepak bola, Edy menyebutkan, untuk tribun penonton yang ada tempat duduknya bisa menampung 10.000 orang. Apabila ditambah penonton dengan berdiri melingkari seluruh lapangan sepak bola bisa mencapai 15.000 orang. “Kalau penonton itu masuk semua, baik yang duduk maupun berdiri melingkari lapangan perkiraan kami sampai 15.000 orang,” kata Edy.

Dia mengatakan, pembangunan stadion ini menggunakan bahan bangunan standar internasional, seperti rumput lapangan utama, kerangka atap, lantai keramik berkualitas tinggi dan lainnya. Begitu pula fasilitas penunjang yang ada itu, antara lain ruang offisial, kamar ganti pemain, toilet dan ruang hall.

Sementara di dalam arena lapangan selain dapat digunakan bermain sepak bola, juga bisa digunakan kegiatan para atlet cabor lainnya. “Lempar besi dan lari juga bisa digunakan di sini,” sebutnya. Berikut sederet foto pilihan stadion olahraga yang diambil Metro belum lama ini.(adv/pam)

Sizter85
July 19th, 2009, 04:59 PM
Sabtu, 18 Juli 2009 , 16:38:00
Pemkab PPU Anggarkan Rp 40 Miliar
Untuk Wujudkan Pembangunan Pariwisata Terpadu

PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) H Andi Harahap menaruh perhatian serius soal kawasan pariwisata pantai, khususnya di 5 kelurahan, Kecamatan Penajam, yaitu Tanjung Tengah, Saloloang, Pejala Kampung Baru dan Sesumpu.

Saat bupati bersama rombongan pejabat muspida mengunjungi Pantai Tanjung Tengah baru-baru ini, dia meminta kepada warga masyarakat pesisir agar tetap menjaga kebersihan lingkungan pantai. Bupati juga mengingkatkan kepada para pengunjung pantai agar tidak seenaknya membuang kotoran, seperti kaleng minuman, botol-botol bekas dan sejenisnya.

Bupati rencana menganggarkan Rp 40 miliar untuk pembangunan kawasan obyek pariwisata pantai terpadu, karena diyakini dengan fasilitas lengkap dan daya dukung infrastruktur yang memadai, obyek pariwisata pantai mampu menghasilkan sumber PAD yang lebih besar sebagaimana pengelolaan obyek wisata pantai di Jawa dan Bali yang sudah profesional. (pam)

Chris_Lyantto
July 23rd, 2009, 07:19 AM
Freeway Ditukar Batu Kapur
PT. Semesta Persada Nusantara Siap Danai 100 persen
Rabu, 22 Juli 2009 , 10:01:00


SAMARINDA – Pembangunan freeway Balikpapan-Samarinda-Bontang yang digagas Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mulai mendapat respons investor. Bahkan, ada investor yang berniat menanamkan investasi 100 persen. Sebagai kompensasi, investor meminta konsesi lahan batu kapur.

PT Semesta Persada Nusantara mengajukan tawaran itu di hadapan Gubernur, Selasa (21/7) kemarin. Dalam presentasinya, perusahaan ini berniat membangun freeway dan selesai pada 2014 nanti. Untuk pengembalian investasi, selain opsi membuat tol dan menarik retribusi, investor juga menawarkan konsesi lahan dan kompensasi lainnya.

“Konsesi lahan ini seperti lime stone (batu kapur, bahan baku semen, Red.). Kebetulan di Papua, perusahaan kami juga memiliki pabrik semen,” ujar Direktur Utama PT Semesta Persada Nusantara Suyono. Dikatakannya, pemprov tidak memberikan kompensasi lahan batu bara, karena bukan kewenangan pemprov menerbitkan izin usaha tambang batu bara.

Dalam presentasinya, investor menawarkan beberapa opsi dalam pembangunan freeway sepanjang 84 kilometer (km) dan senilai Rp 4,2 triliun ini. Yakni, pembebasan lahan untuk tahap pertama (Balikpapan-Samboja, Kukar sepanjang 24 km) dilakukan pemprov. Kemudian, untuk tahap kedua (Samboja-Palaran sepanjang 54 km) dan tahap ketiga (Palaran – Jembatan Mahkota II Samarinda sepanjang 7 km) lahannya dibebaskan dengan sistem joint investor dan pemprov.
Sementara pembangunan konstruksi jalan, pengelolaan, sampai pemeliharaannya, dilakukan lewat kerja sama antara pemprov melalui perusda dengan PT Persada Nusantara. Suyono menambahkan, dana yang mereka miliki berasal dari pinjaman luar negeri. “Jangan salah dimengerti, ini bukan money laundry. Selain itu, bridging finance (dana talangan, Red.) juga berasal dari pinjaman perbanka,” terangnya.

Gubernur Awang Faroek Ishak mengatakan, sangat memberi apresiasi pada investor nasional ini. “Sebenarnya, masih ada dua investor lain dari luar negeri. Yakni konsorsium dari Singapura dan Hongkong. Bahkan, ada investor yang juga bersedia menyediakan dana untuk Pelabuhan Maloy dan Kariangau,” sebutnya.
Banyaknya investor yang berminat ini, membuat pemprov memiliki beberapa alternatif pilihan. “Tapi, yang jelas, jangan sampai memilih investor melanggar aturan. Harus mengikuti proses. Malah saya harap, perusahaan ini membuat konsorsium, sehingga investasinya lebih kuat,” ungkapnya.

Menanggapi kompensasi yang diajukan PT Semesta Persada, Faroek menyebut masih meninjau permintaan tersebut. “Kami lihat dulu bagaimana masukan dari masing-masing instansi. Tak bisa diputuskan langsung, bukan?” katanya.


DITINJAU ULANG

PT Persada Nusantara akan meninjau ulang detailed engineering design (DED) freeway yang sudah selesai dibuat pemprov. Menurut Penasihat Teknis PT Semesta Persada Nusantara Samuel BS, DED yang sudah diselesaikan ini perlu di-review karena perubahan fungsi jalan. Sebelumnya, DED jalan bebas hambatan ini berbentuk highway. Kemudian, diganti menjadi freeway.

Pelaksana Harian Sekprov Kaltim Sulaiman Gafur mengatakan, data DED tersebut menggunakan data tahun 2002. “Saat itu, PDRB (produk domestik regional bruto, Red.) kita hanya Rp 85 triliun. Sedangkan tahun lalu sudah Rp 300 triliun. Tentu tidak sesuai lagi memakai data 2002. Ini sama dengan lalu lintas kendaraan di Samarinda-Balikpapan,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala Seksi Perencanaan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Kaltim Joko Setiyono, pada DED saat ini, konsep jalan masih highway. Untuk highway, jelasnya, banyak persimpangan yang masuk ke jalan bebas hambatan. “Sedangkan freeway ‘kan tidak. Badan jalan harus dipagari, dan tak banyak persimpangan. DED perubahan ini juga sedang dikerjakan,” terangnya.

Selain itu, Joko menyebutkan, sudah ada kepastian pembebasan lahan untuk pembangunan tahap pertama Kilometer 13 Balikpapan – Samboja. “Dari laporan tim pembebasan lahan, dananya sudah siap, dan pembebasannya lancar,” ujarnya.

Pemprov, sejauh ini sudah menyiapkan Rp 120 miliar. Sebagian besar, digunakan untuk pembebasan lahan. Rinciannya, dari APBD 2009 Rp 20 miliar, APBD Perubahan Rp 100 miliar. Jika dalam RAPBD 2010 Rp 213 miliar untuk pembangunan freeway disetujui, maka total APBD Kaltim yang dialokasikan sebesar Rp 333 miliar. (fel)

Chris_Lyantto
August 7th, 2009, 07:40 PM
Jum'at, 07 Agustus 2009 , 10:38:00
Komisi III DPRD Kaltim ke Berau
Tinjau Rencana Pengembangan Bandara Kalimarau

TANJUNG REDEB- Bersamaan dengan pendaratan perdana Batavia Air Boeing 737-300 di Bandara Kalimarau, kemarin, rombongan Komisi III DPRD Kaltim juga datang ke Berau guna meninjau rencana pengembangan Bandara Kalimarau.

Bupati Berau Makmur HAPK mengatakan, dana yang dianggarkan untuk pengembangan bandara itu berkisar Rp 200 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, dan APBD Kabupaten Berau.

Pengembangan bandaran itu meliputi perpanjangan dan pelebaran runway yang saat ini masih berukuran panjang 1.850 meter dan lebar 30 meter, menjadi panjang 2.250 meter dan lebar 45 meter. Dana itu juga untuk pembangunan ruang kedatangan dan keberangkatan yang lebih representatif, menara kontrol, dan terminal kargo.

“Pengerjaannya akan dilakukan secara bertahap. Pada tahun ini akan segera ditenderkan dan target selesai pada 2010 mendatang,” tutur Bupati.

Ketua Komisi III DPRD Kaltim H Husni Thamrin H bersama 10 anggota DPRD lainnya sangat mendukung pengembangan bandara di Berau itu. “Pemkab memang harus segera memulai pembangunan, agar pemerintah pusat dan provinsi mudah untuk memberikan bantuannya,” tuturnya.

Usai meninjau bandara, rombongan Komisi III juga meninjau Pasar Sanggam Adji Dilayas di Sei Buluh Kecamatan Gunung Tabur. Dia sangat takjub dengan kemegahan dan penataan yang sangat rapi pasar yang juga menghabiskan dana sekira Rp 200 miliar tersebut. “Kalau pemerintah daerah di Kaltim mau studi banding tidak perlu jauh-jauh, cukup ke Berau saja. Pantas Gubernur Kaltim sangat bangga dengan pasar ini,” katanya saat memandangi bangunan foodcourt yang berada di tengah pasar.

Kemudian, rombongan juga mengunjungi kolam renang Kakaban Aquatik – eks venue PON XVII Kaltim. Rencananya kolam renang itu akan dibuka untuk umum dan akan dibangun waterboom bekerja sama dengan investor.

Menurut Bupati, sangat disayangkan jika kolam renang tersebut tidak dimanfaatkan. Oleh karena itu, kolam renang terbaik ketiga di Indonesia tersebut akan “disulap” juga menjadi tempat rekreasi bagi warga. “Kami ingin kolam renang ini tidak ‘mati’,” ucap Bupati. (fir)
-------------------------------


untuk sementara terdapat 3 bandara di kaltim yang bisa didarati pesawat boeing 737

sayaka
September 5th, 2009, 07:36 AM
hallo....
numpang tanya...kalo mau ngomongin tenggarong tu dimana ya?
tadi pagi baca koran ada stadium baru disana, kayakna lebih keren dari yg di samarinda....apalagi sitenya disamping sungai githu....
info n pict.na dunk.....

nuwun.....:)

joeylen
September 5th, 2009, 10:42 AM
to sayaka::
wah ada dikoran apa nie?emank di tenggarong ada stadion baru sama aza barunya dengan stadion utama di samarinda emank viewnya deket sungai mahakam jarak ke tenggarong dari samarinda 15 menit.kemegahannya sama saja cuman lapangan sepakbolanya untuk atapnya bisa dibuka tutup itu saja kelebihannya dan mungkin untuk pertama kalinya diindonesia ada stadion seperti itu..btw balikpapan saja gak punya stadion padahal balikpapan merupakan saah satu kota utama di kaltim..

joeylen
September 16th, 2009, 01:29 AM
Sambut Positif Freeway Dibangun Investor

SAMARINDA. Anggota DPRD Kaltim, Zaenal Haq (PKS) mengatakan dirinya sangat setuju dan menyambut positif apabila benar bahwa rencana pembangunan freeway Samarinda-Balikpapan di akan biayai penuh pihak investor dan tanpa menggunakan serta membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Kalau memang benar investor PT Semesta Persada Nusantara (SPN) itu sanggup membiayai penuh proyek freeway itu 100 persen, saya kira bagus saja, dan memang itu yang kita harapkan. Cuma saja harapan kita kepada investor agar bisa betul-betul serius menjalankan komitmennya itu," ujar Zainal Haq beberapa waktu lalu.

Pasalnya menurutnya, apabila investor PT SPN itu benar-benar bisa membiayai penuh proyek freeway, maka secara otomatis beban APBD Kaltim menjadi lebih ringan. "Tentu hal ini bisa menjadikan bebean PABD kita (Kaltim,Red) lebih ringan," katanya.

Apabila beban APBD Kaltim berkurang, maka artinya sektor lain juga bisa dengan leluasa dialokasikan."Kita ketahui banyak sektor lain yang juga memerlukan alokasi anggaran dari APBD. Termasuk pembangunan infrastruktur lain di Kaltim. Sehingga kalau memang pembangunan freeway bisa ditanggung npenuh oleh investor tentunya kita akan dukung," ungkapnya.

Karena itu tambahnya, pihak investor PT SPN diharapkan dapat mewujudkan hal itu dan tidak hanya sekedar janji saat presentasi semata. "Pengalaman yang terjadi selama ini investor kadang-kadang banyak yang tidak bisa menempati janji," ungkap Zainal.

Ia menambahkan, kasus yang kadang-kadang terjadi selama ini investor kadang telah melakukan MoU dengan Pemprov namun di tengah jalan investor membatalkannya, "Nah hal seperti ini yang kita hindari, jangan sampai kasus serupa terjadi lagi, makanya kita harus hati-hati dan tidak gampang percaya dengan investor," jelas Zainal Haq.

joeylen
September 16th, 2009, 04:31 AM
berita lama sie...
Indonesia bagian Timur

Perkembangan ekonomi Indonesia di bagian timur, juga mendorong
pertumbuhan gedung di kota utama di Sulawesi khususnya Makassar dan
diikuti oleh Manado. Di Makassar, Menara Bosowa di kawasan Jalan
Sudirman, Karebosi, berketinggian 26 lantai saat ini sudah memasuki
tahap konstruksi, demikian juga Apartemen Royal 24 lantai di kawasan
Petarani. Di Manado, lima hotel sekaligus masuk tahap konstruksi dan
empat di antaranya berada di Jalan Sudirman, yaitu Swiss-Belhotel
Maleosan, Peninsula Hotel, Mercure Hotel, Aston Inn, Gran Central.

Perkembangan ekonomi perkotaan di Kalimantan, masih terpusat di
Samarinda dan Balikpapan, sepertihalnya 13 gedung baru, kesemuanya ada
di di dua kota bertetangga di Propinsi Kalimantan Timur ini, hanya 1
gedung ada di Palangkaraya. Balikpapan saat ini sedang memasuki tahap
konstruksi Balikpapan Superblok dengan ditandai mulainya pembangunan
apartemen tahap 1 dengan ketinggian 18 lantai seperti halnya proyek
lainnya: Aston Grand Sudirman Condotel And Residence, Adhika Bahtera
Apartment, Seaview Apartment, Grand Jatra Hotel. Sedangkan Samarinda
sudah memasuki tahapan konstruksi Samarinda Central Plaza - Aston Hotel,
Rumah Sakit Haji Darjat dan masih dalam tahapan desain: Citra Land City
, yang merupakan apartemen mewah 16 lantai dan Samarinda Global City,
sebuah mixed use development dengan total luas bangunan sekitar 300,000
meter persegi, yang terdiri dari apartemen kembar 34 lantai, hotel 11
lantai dan pusat belanja empat lantai yang dilengkapi dengan kolam
renang di atapnya.

http://www.opensubscriber.com/message/siaran-pers@yahoogroups.com/10025569.html

yudibali2008
September 18th, 2009, 08:12 AM
berita lama sie...
Indonesia bagian Timur

Perkembangan ekonomi Indonesia di bagian timur, juga mendorong
pertumbuhan gedung di kota utama di Sulawesi khususnya Makassar dan
diikuti oleh Manado. Di Makassar, Menara Bosowa di kawasan Jalan
Sudirman, Karebosi, berketinggian 26 lantai saat ini sudah memasuki
tahap konstruksi, demikian juga Apartemen Royal 24 lantai di kawasan
Petarani. Di Manado, lima hotel sekaligus masuk tahap konstruksi dan
empat di antaranya berada di Jalan Sudirman, yaitu Swiss-Belhotel
Maleosan, Peninsula Hotel, Mercure Hotel, Aston Inn, Gran Central.

Perkembangan ekonomi perkotaan di Kalimantan, masih terpusat di
Samarinda dan Balikpapan, sepertihalnya 13 gedung baru, kesemuanya ada
di di dua kota bertetangga di Propinsi Kalimantan Timur ini, hanya 1
gedung ada di Palangkaraya. Balikpapan saat ini sedang memasuki tahap
konstruksi Balikpapan Superblok dengan ditandai mulainya pembangunan
apartemen tahap 1 dengan ketinggian 18 lantai seperti halnya proyek
lainnya: Aston Grand Sudirman Condotel And Residence, Adhika Bahtera
Apartment, Seaview Apartment, Grand Jatra Hotel. Sedangkan Samarinda
sudah memasuki tahapan konstruksi Samarinda Central Plaza - Aston Hotel,
Rumah Sakit Haji Darjat dan masih dalam tahapan desain: Citra Land City
, yang merupakan apartemen mewah 16 lantai dan Samarinda Global City,
sebuah mixed use development dengan total luas bangunan sekitar 300,000
meter persegi, yang terdiri dari apartemen kembar 34 lantai, hotel 11
lantai dan pusat belanja empat lantai yang dilengkapi dengan kolam
renang di atapnya.

http://www.opensubscriber.com/message/siaran-pers@yahoogroups.com/10025569.html



iya, berita ini udah jadul :)
tp thanks buat info nya :)

joeylen
September 27th, 2009, 06:23 PM
Sabtu, 26 September 2009 , 08:07:00
Ekspansi Usaha Terhambat
Kalangan Perbankan Keluhkan Pasokan Listrik

SAMARINDA – Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Kaltim Tjendanandi S mengeluhkan sulitnya mendapat pasokan listrik di Kaltim. Kondisi itu, menurutnya, sangat menghambat perputaran ekonomi di daerah ini.

"Bank-bank di Samarinda, banyak yang ingin melakukan ekspansi dengan membuka kantor cabang, cabang pembantu atau kantor kas. Tapi kadang rencana itu tidak bisa terealisasi akibat tidak ada pasokan listrik," sebutnya.

Ia kemudian berharap, ketentuan pemerintah yang membolehkan swasta berbisnis listrik bisa membawa angin segar terhadap pelaku ekonomi di Kaltim. "Bisa dilihat, banyak perumahan bahkan ruko yang tidak bisa dimanfaatkan karena tidak ada listrik. Ini juga perlu solusi," sebutnya.

Bahkan kalangan pengembang yang menjadi mitra perbankan, menurutnya, juga sulit memasarkan properti yang dihasilkan karena belum tersambung listrik.

Samarinda sebagai kota jasa dan bisnis, menurutnya, sangat potensial dan akan dilirik para pelaku usaha untuk berinvestasi. "Sudah selayaknya, pemerintah juga mendukung upaya investasi itu dengan menyiapkan infrastruktur listrik," sambung Business Coordinator Region Indonesia Bagian Timur OCBC NISP ini.

Pemimpin Bank Indonesia Samarinda Androecia Darwis juga mengaku sudah mendengar adanya keluhan kalangan perbankan tentang sulitnya pasokan listrik.

"Beberapa bank mengaku ingin membuka cabang, tapi sulit mendapat pasokan listrik. Padahal, perbankan sangat bergantung dengan pasokan listrik karena didukung sistem teknologi informasi yang makin canggih," sebutnya.

Saat ini, meski sudah ada 29 bank yang beroperasi di Kaltim, jumlah itu bisa terus bertambah mengingat sudah ada beberapa bank yang sudah menyampaikan niatnya untuk membuka cabang di Kaltim.

joeylen
September 27th, 2009, 06:25 PM
oh ya dinjalan samarinda - balikpapan masih deket dengan loa janan itu ada pembangunan sarana hiburan keluarga lho...kayaknya bakalabn bagus banget tuh..ada yang tau beritanya gak?

joeylen
September 28th, 2009, 01:22 PM
berita lama sie tapi bagus juga....
VIVAnews - Pemerintah propinsi Kalimantan Timur akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur untuk menunjang potensi ekonominya. Pembangunan infrastruktur diutamakan di bidang transportasi, seperti pembuatan rel kereta api dan pembangunan kawasan ekonomi khusus sekaligus pelabuhan.

Hal ini dikatakan Gubernur Kaltim Awang Faruq kepada wartawan seusai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Rabu (4/3).

Awang mengatakan kondisi fasilitas transportasi di Kalimantan Timur saat ini sudah rusak berat. Padahal jalan-jalan tersebut merupakan urat nadi di wilayah Kalimantan. "Kemajuan di Kaltim tidak diimbangi infrastruktur," kata Awang, mengutip wapres Jusuf Kalla.

Untuk mengatasi itu, Kaltim berencana akan membuat jalur kereta api sepanjang 150 kilometer, dengan jalur Muara Wahau - Lubuk Tutung - Maloy. Kaltim juga telah menandatangani MoU investasi dengan RAS Al Khaimah dari Uni Emirat Arab sebesar US$ 900 juta pada 2 Maret kemarin. "Namun itu baru dibangun untuk angkutan barang, belum orang," ujar Awang.

Kaltim juga akan membangun kawasan ekonomi khusus dan pelabuhan (integrated port) di Maloy, Kutai Timur. Pembangunan yang rencananya dibagi dalam tiga tahap itu membutuhkan dana lebih dari US$ 100 juta, yaitu US$ 20,43 juta pada tahap pertama, US$ 45,89 pada tahap dua, dan US$ 54,01 pada tahap tiga.

Untuk pelabuhan udara, Kaltim akan mengembangkan bandara Sepinggan. Landasan sepanjang 2.500 meter akan menjadi 3.100 meter. "Dari sini, kami akan mengeksplorasi batu bara dari pedalaman untuk di bawa ke luar," kata Awang.

Walau menjadi gudang gas dan batu bara, Awang mengakui persediaan energi masih menjadi kendala bagi Kalimantan Timur. Saat ini Kaltim hanya memiliki pembangkit listrik dengan kapasitas 600 MW. Namun, Kaltim sedang membangun pembangkit listrik mandiri. "Kami kaya batu bara dan gas, tapi ironisnya masih miskin listrik," ujarnya.

Selain batu bara, kata Awang, Kaltim juga memiliki potensi perkebunan dan kehutanan. Terdapat lahan seluas 390 ribu hektar untuk Perkebunan dan HTI yang menghasilkan antara lain CPO dan Pulp and Paper.

joeylen
September 28th, 2009, 01:26 PM
berita lama juga sie...
Eks Pelabuhan Disulap Kawasan Bisnis Terpadu
26 Mei 2009
Penulis: Ir. Ismono

Eks Pelabuhan Disulap Kawasan Bisnis Terpadu SAMARINDA—Berbagai wacana timbul di masyarakat tentang ‘babak lanjut’ terhadap eks pelabuhan Samarinda di Jl Yos Sudarso setelah Pelabuhan Palaran nanti beroperasi. Namun, Pemkot sendiri telah melakukan langkah-langkah antisipasi, dengan merencanakan menjadi kawasan bisnis terpadu. “Supaya tidakjadi pelabuhan hantu, makanya kita sudah langsung melakukan MoU dengan Pelindo selaku pemilik lahan. Kita tidak ingin eks pelabuhan sempat terbengkalai, sehingga jauh-jauh hari kita sudah melakukan perencanaan terhadap eks pelabuhan itu,

Menurut Fadly, MoU yang dilakukan di Makassar antara wali kota dengan direktur Pelindo IV pada tanggal 13 April 2009 kemarin, sebagai tahap persiapan untuk segera membentuk tim bersama penataan lahan eks pelabuhan antara Pemkot Samarinda dan PT Pelindo IV.

“Tim ini untuk melakukan penataan lahan atau dermaga lama Pelabuhan Samarinda menjadi kawasan bisnis terpadu,” tandasnya.

Dijelaskannya, pelabuhan lama (eksisting) di Jl Yos Sudarso Samarinda merupakan kawasan strategis yang sangat potensial untuk dapat dimanfaatkan sebagai kawasan bisnis terpadu, dengan panjang dermaga 977 meter dan luas lapangan penumpukkan 36.631 meter persegi.

“MoU ini juga dengan pertimbangan perkiraan waktu paling lambat akhir tahun 2010, terminal penumapang dan terminal cargo sudah dapat diselesaikan pembangunannya pada kawasan Pelabuhan Terminal Peti Kemas Palaran, makanya perlu segera dilakukan persiapan untuk pemanfaatan Pelabuhan Eksisting untuk dibangun kawasan bisnis terpadu yang dapat menjadi land mark kota Samarinda,” pungkasnya.

Fadly ia juga menyampaikan terima kasih atas masukan-masukan dari berbagai pihak terhadap saran terhadap pemanfaatan eks pelabuhan, namun Pemkot bersama Pelindo telah melakukan MoU terkait.
http://bappeda.samarinda.go.id/berita.php?id=600

joeylen
September 28th, 2009, 01:47 PM
Menteri BUMN Setuju Pelepasan Lahan Inhutani Untuk IBC PDF Print
19-02-2009
Jakarta, Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyetujui pelepasan lahan untuk pembangunan kawasan Islamic dan Bisnis Center (IBC) dari PT Inhutani kepada Pemprov Kaltim yang luasnya mencapai 10,6 ha, di Samarinda.

Pelepasan lahan tersebut dilakukan dengan sistem tukar guling, karena saat ini BUMN tidak diperbolehkan memberikan asetnya dalam bentuk hibah, sehinga sisa lahan yang masih ada dapat diberikan dengan sistem tukar guling.

”Selama sesuai aturan dan dapat dilaksanakan saya setuju saja, sehingga pembangunan kompleks Masjid Islamic dan Bisnis center bisa terus berlanjut,” kata Menteri Negara BUMN, Sofjan A Djalil saat menerima jajaran Pemprov Kaltim yang dipimpin Gubernur H Awang Faroek Ishak, di Jakarta, Selasa (17/2).

Sebelumnya Kaltim mendapat hibah dari PT Inhutani 7,2 ha dan kini masih tersisa 3,4 ha yang juga akan diminta Pemprov Kaltim untuk menambah luasan lahan kawasan tersebut.

Selain itu, Sofjan juga menyetujui usulan Kaltim untuk mengangkat Mantan Gubernur Kaltim, Yurnalis Ngayoh menjadi salah satu Komisaris PT Pupuk Kaltim dan meminta hal itu segera diperoses paling lambat dalam dua minggu ke depan.

Seperti diketahui warga Kaltim yang saat ini menjadi komisaris di PKT adalah Mantan Walikota Balikpapan, H Tjutjup Suparna yang masa bahktinya akan berakhir sehingga perlu ditunjuk pengganti.

Demikian juga dengan Bandara Sangkimah di Kutai Timur yang diminta Pemprov Kaltim, Sofjan juga minta dilakukan pengkajian terkait soal pengalihan aset tersebut sehingga berguna untuk memperlancar sarana transportasi di daerah itu.

Menyinggung soal kerjasama pembangunan pembangkit listrik, Sofjan mengatakan saat ini PLN sudah mengubah pola kerjanya dengan menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak untuk membangun pembangkit baru guna memenuhi kebutuhan listrik di negeri ini.

Namun, dia mengakui selama ini PLN sangat berhati-hati dalam mengeluarkan perizinan berupa Porcase Power Agrimant (PPA), karena banyak terjadi MoU yang ditandatangani hanya dijadikan modal mencari investor, karena yang bersangkutan tidak memiliki dana sendiri.

”PLN itu hanya mau memberikan PPA, dengan jaminan investor memang benar-benar siap dan memiliki modal untuk segera membangun pembangkit listrik,” kata Sofjan.

Sofjan Djalil juga mendukung pola konsorsium antara kabupaten/kota , BUMN dan sejumlah perusahaan pertambangan melalui dana CSR untuk membangun pembangkit listrik di Kaltim yang kebutuhannya bisa mencapai 600 megawatt.

”Saya kira pola ini cukup bagus dan pihak PLN mungkin tidak keberatan jika memang dananya ada dan siap untuk membangun, apalagi Kaltim memiliki potensi batu bara sangat besar untuk bahan bakar PLTU mulut tambang,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Awang minta persetujuan Menag BUMN tekait soal pelepasan lahan Islamic dan Bisnis Center dari PT Inhutani, Bandra Sangkimah, dan usulan Yurnalis Ngayoh sebagai Komisaris PT PKT serta menawarkan pola kerjasama pembangunan pembangkit listrik untuk menanggulangi krisis listrik di daerah itu.

Awang mengatakan, Kaltim sejak lama mengalami krisis listrik akibat daya terpasang sudah tidak seimbang dengan kebutuhan masyarakat, sehingga dilakukan pemadaman bergilir.

Padahal potensi Kaltim untuk membangun PLTU dengan bahan bakar batu bara dan gas tidak ada masalah, namun terkendala dengan soal perizinan, sehingga sejumlah MoU yang dilakukan Kaltim dengan pihak swasta tidak berlanjut.

Namun, Awang menyatakan lega, karena pola kerjasama yang ditawarkan Kaltim untuk membentuk konsorsium dalam pembangunan pembangkit listrik baik oleh kabupaten/kota, antara BUMN dan perusahaan pertambangan disambut baik oleh Menag BUMN.

”Dengan demikian usualan kita soal pembangunan pembangkit listrik dengan pola konsorsium sudah mendapat dukungan dari semua pihak terkait termasuk PLN dan kini tinggal menindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya
http://www.indonesia.go.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=9375&Itemid=715

joeylen
September 29th, 2009, 02:34 AM
Satu lagi armada yang akan mendukung kelancaran transportasi di kota Samarinda. Kini diluncurkan Malibo Taksi (MT) yang merupakan taksi argo dan hadir untuk segmen pasar kalangan bisnis.Direktur Utama PT Mega Buana Lintas Borneo Syamsul Tribuana kepada wartawan usai acara Launching Malibo Taksi di Kartanegara Room Hotel Bumi Senyiur Samarinda Kalimantan Timur Kamis (23/07) mengatakan bahwa segmen Malibo Taksi merupakan segmen kelas menengah ke atas yang diperuntukkan bagi pebisnis di Samarinda.

“Mengingat Samarinda hingga saat ini belum ada taksi argo yang mampu memberikan layanan yang optimal untuk kalangan bisnis dan tamu asing serta tamu-tamu dari luar kota yang berkunjung di Samarinda,” tambah Sayamsul Tribuana.

Dalam managemen MT tidak mengenal sebutan “sopir” tetapi yang ada hanyalah “pengemudi”. Dalam artian bahwa pengemudi adalah orang yang terampil dan professional dalam bidangnya yaitu mengemudi dengan memberikan rasa aman dan nyaman disaat orang (konsumen) menggunakannya.

Untuk tahap awal ini PT Mega Buana Lintas Borneo telah menanamkan investasi senilai Rp 5 miliar dan mulai beroperasi awal Agustus dengan didukung 10 unit kendaraan dengan 15 orang pengemudi.

Sementara itu Kepala Divisi Operasional Malibo Taksi Budiono Purba menambahkan bahwa dalam kegiatan operasional MT tidak mengenal adanya “setoran” atau “wajib setor” perhari. “Kami memberikan komisi progresif hingga 40 persen perhari,” ujar Budiono Purba.

Karena dengan sistem ini diharapkan pengemudi dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada para konsumen, sebab tidak merasa dikejar-kejar uang setoran. Bahkan managemen memacu para pengemudi agar berperan seperti seorang entertainer atau seorang wira usaha.

Bahkan dalam managemen MT pada para pengemudi diberikan bonus penghasilan, insentif hari kerja, bonus mobil karena pengemudi melakukan perawatan terhadap kendaraannya serta tunjangan kesehatan. “Bahkan manajemen akan memberikan pengadaan perumahan bagi pengemudi dengan masa kerja yang ditentukan,” janji Budiono Purba

joeylen
September 29th, 2009, 02:37 AM
Gubernur Kaltim Tekankan 10 Prioritas Pembangunan
Gubernur Kalttim, H Awang Faroek Ishak menekankan 10 program prioritas pembangunan daerah yang perlu perhatian serius semua pihak, terutama bagi jajaran pemerintah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.



Sejumlah program tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan Kaltim, sehingga pelayanan masyarakat di segala bidang dapat berjalan dengan baik dan dampaknya juga berimbas pada pertumbuhan ekonomi Kaltim.

“Saya minta semua jajaran birokrasi bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat dapat melakukan berbagai upaya mencapai target pembangunan daerah sesuai dengan prioritas yang kita harapkan,” kata Awang Faroek Ishak, pada penyerahan DIPA dan DPA, di Aula Lamin Etam, Rabu (7/1).

Sepuluh program prioritas pembangunan Kaltim itu, yakni penanggulangan kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran oleh sejumlah perusahaan terkait kondisi ekonomi yang memprihatinkan saat ini.

Menurut dia, saat ini sejumlah perusahaan telah merumahkan karyawanya karena untuk sementara menghentikan operasional, namun diharpkan tidak terjadi PHK, kalaupun terpakaa adalah merupakan jalan terakhir.

Selanjutnya soal peningkatan pembangunan infrastruktur baik berupa jalan, jembatan dan sarana penunjang lainnya. Salah satunya adalah target penyelesaian jalan Trans-Kalimantan di Kaltim yang ditargetkan pemerintah pusat pada tahun 2009 harus rampung.

Demikian juga dengan penyelesaian pembangunan jembatan, Mahulu, Mahkota II, Kota Bagun, Pulau Balang, Anggana, Bahau, Muara Ancalong, Sangkulirang dan Penajam Paser Utara juga akan diupayakan pembangunannya.

“Jembatan yang sudah dibangun tentutnya akan terus dilanjutkan, sedangkan yang masih dalam perencanaan akan terus dikaji secara mendalam sehingga dapat diputuskan dengan bijaksana,” ujarnya.

Selain itu, menurut Awang pembangunan pelabuhan peti kemas di Samarinda, Balikpapan dan Pelabuhan Maloi di Kutai Timur terus berjalan sehingga dapat diselesaikan sesuai dengan target.

Ketersediaan energi listrik juga masih perlu dilakukan untuk memberikan jaminan bagi investor yang akan berinvestasi di Kaltim.

Selama ini kata Awang banyak program kerjasama dengan sejumlah pihak terkait rencana pembangunan pembangkit listrik tidak berjalan sebagaimana mestinya, bahkan beberapa pihak tidak ada tindak lanjutnya.

Sarana air bersih atau air minum juga mejadi perhatian Pemprov Kaltim yang merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut dia, Pemprov Kaltim akan melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota terkait pengelolaan sarana air bersih dan jika memungkinkan dibantu terkait soal pendanaan dan teknis pengelolaan.

Irigasi pertanian tidak luput dari perhatian Pemprov Kaltim, karena sejumlah kabupaten/kota memiliki potensi dalam pengembangan berbagai komoditi pertanian sesuai dengan potensi masing-masing.

Selanjutnya soal peningkatan sarana pendidikan dengan program menggratiskan biaya sekolah dan wajib belajar 12 tahun serta pengalokasian dana pendidikan 20 % dari total APBD masing-masing daerah kabupaten/kota.

“Kita targetkan tahun ini semua kabupaten/kota bisa memprogramkan pendidikan grartis bagi masyarakat, sehingga pelayanan pendidikan bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, untuk perguruan tinggi menurut Awang, Universitas Mulawarman akan didorong menjadi perguruan tingi berkelas internasional. Universitas Borneo diupayakan menjadi perguruan tinggi negeri, sedangkan Sekolah Tinggi Pertanian Kutim akan terus ditingkatkankan baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

Soal penanganan banjir di sejumlah daerah juga menjadi prioritas, bahkan Kaltim sudah mengusulkan pada pemerintah pusat banjir di beberapa daerah Kaltim menjadi bagian dari bencana nasional.

Dengan upaya itu, penanganan banjir di Kaltim menjadi program nasional yang diharapkan mampu mengatasi masalah di daerah itu karena pendanaannya akan disokong dari APBN.

Pertumbuhan ekonomi Kaltim juga menjadi perhatian penting dengan mengedepankan perhatian terhadap perkembangan usaha ekonomi kerakyatan dan peningkatan daya beli masyarakat.

“Krisis ekonomi saat ini, saya kira tidak separah pada tahun 1998, sehingga kita yakin dapat mengatasinya sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi Kaltim bisa mencapai 6,5 %,” jelasnya.

Masalah pembangunan perbatasan dan pedalaman Kaltim yang selama ini memprihatinkan. Menurut Awang memang perlu perhatian serius, sehingga diperlukan sebuah lembaga yang mengurusi kawasan tersebut.

Hal itu akan diwujudkan dengan membentuk sebuah lembaga permanen yang memiliki tugas khusus terhadap peningkatan pembangunan wilayah perbatasan dan pedalaman agar lebih baik dan maju.

Dalam kesemepatan itu, Awang juga menyinggung tentang Tatanan Transportasi Wilayah (Tatrawil) Kaltim, terutama soal pembangunan Bandara di sejumlah wilayah strategis yang bisa didarati pesawat berbadan lebar.

“Sejumlah wilayah yang memiliki Bandara dengan landasan pendek perlu diperlebar dan diperpanjang, sedangkan yang belum memiliki Bandara segera membangun sehingga mampu mempercepat pelayanan masyarakat dari segi transportasi udara,” ujarnya.

Semua program pembangunan prioritas Kaltim itu, kata Awang akan terwujud apabila semua kabupaten/kota melakukan kerjasama dan bersinergi. Bukan sebaliknya saling bersaing tidak sehat.
Sinergi antara kabupaten/kota ini akan terus ditingkatkan seiring meningkatnya pembangunan di segala bidang dengan melakukan pertemuan sejumlah kepalda daerah sehingga semua yang dibangun saling mendukung.
http://www.vivaborneo.com/gubernur-kaltim-tekankan-10-prioritas-pembangunan.htm

joeylen
September 30th, 2009, 03:12 AM
berita lama juga sie...t gpp deh buat baca2....
Peluang Menantang di Kota Tambang

Kawasan Kalimantan Timur sungguh beruntung. Kaya minyak dan penuh tambang. Ditambah keamanan yang terjamin, membuat potensi investasi kawasan ini sangat menantang. Apalagi letaknya berbatasan dengan negara tetangga, Malaysia.
Nama Kalimantan Timur belakangan kian berkibar saja. Tentu bukan hanya karena provinsi ini bakal menjadi tuan rumah Pekan Olah raga Nasional (PON) yang berlangsung 6 s/d 17 Juli 2008 mendatang. Namun, kawasan kaya minyak dan kebun sawit ini memang sangat menantang dan menjanjikan banyak peluang. Daya beli yang tinggi ditambah potensi alam yang besar, membuat prospek kawasan ini begitu menarik.

Lihat saja pengembangan sejumlah proyek properti raksasa di kawasan ini. Pembangunan hotel baru, apartemen mewah dan pusat bisnis terpadu, seakan sudah menjadi keseharian desing pembangunan di sini. Sebutlah PT.Helindo Bangun Raya Sejahtera yang sukses membangun Plaza Kebun Sayur dan Grand Tarakan Mall. Belakangan mereka mengembangkan proyek superblok Grand Sudirman Balikpapan (GSB) yang memadukan antara hotel, apartemen dan office.

Berlokasi di kawasan bergengsi Jl. Jend. Sudirman, GSB memiliki pemandangan ke laut lepas yang sangat indah. Kawasan ini akan sangat menonjol jika rencana Pemda setempat untuk membangun coastal road di sepanjang bibir pantai Teluk Balikpapan, mulai dari Pelabuhan Semayang sampai Bandara Sepinggan, jadi direalisasikan. Superblok GSB sendiri dibangun seluas 9.700 m2 dengan dua menara hunian strata title dan satu menara perkantoran Panin Tower berlantai 17. Sedangan dua menara hunian yang dibangun adalah Aston Residence (Tower A) dan The Aston Grand Sudirman Hotel (Tower B). Rencananya pada Agustus 2008 mendatang proyek ini akan beroperasi.

Itu baru di Balikpapan. Pembangunan properti di Kalimantan Timur yang dihuni penduduk sekitar 2,7 juta jiwa ini memang tengah bergairah. Pengembangan proyek perumahan dan proyek ruko terus tumbuh tak tertahankan. Aromanya bahkan juga terasa di Samarinda, Ibukota Kaltim. Sejumlah pusat belanja mewah saat ini tengah memasuki tahap penyelesaian untuk meramaikan beberapa pusat belanja yang telah beroperasi. Begitu juga dengan proyek perumahan mewah yang dijual dengan harga tidak murah.
Konon, banyak investor dan pengusaha kaya di kalitim dan luar daerah yang berinvestasi besar-besaran di sejumlah properti ini.

Menantangnya prospek properti Kaltim memang tidak terlepas dari kandungan minyak yang dimiliki kawasan ini. Provinsi yang luasnya 1,5 kali Pulau Jawa ini merupakan salah satu daerah terkaya di Indonesia. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dimiliki Kaltim mencapai lebih dari Rp 87 triliun. Maklum, sekitar 79,7 juta barrel pertahun minyak bumi digelontorkan dari perut bumi Kaltim, termasuk sekitar 1.650 miliar meter kubik/tahun gas alam. Belum lagi tambang batubara, emas serta sawit yang juga tak kalah melimpahnya.

Adalah Kabupaten Kutai Kartanegara yang menjadi ladang minyak dan gas bumi wilayah ini. APBD sangat besar, mencapai Rp 2,4 triliun. Padahal, penduduk kabupaten yang terletak sekitar 130 kilometer dari Balikpapan ini hanya sekitar 460.000 jiwa. Bisa dimaklumi jika mereka memiliki daya beli tinggi. Padahal, Balikpapan saja yang penduduknya sekitar 521.000 jiwa, PDRB-nya hanya berkisar sekitar Rp 5,56 triliun dan RAPBD-nya untuk tahun 2004 sekitar Rp 500 miliar. Kalah jauh dibandingkan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara yang memiliki pertumbuhan ekonomi paling pesat.

Bukan hanya itu saja yang menarik di Kaltim. Faktor keamanan yang terbilang terjaga juga berimbas pada geliat bisnis di daerah kaya ini. Ambil contoh sempat terjadinya pertikaian antar etnis yang terjadi di wilayah tetangga-Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Karena di Kaltim. Dampaknya, kalangan etinis Tionghowa melakukan eksodus besar-besaran ke Balikpapan Kalimantan Timur. Tentu saja yang mengail rezeki dari perpindahan warga ini adalah para pengembang yang memasarkan rumah dan apartemen.

Kaltim juga memiliki letak geografis yang sangat stategis. Karena berbatasan dengan Malaysia Timur (Sabah dan Serawak), membuat wilayah ini sangat mudah diakses, baik untuk hubungan bisnis dan investasi melalui Selat Makasar. Nah, Anda berani menantang peluang investasi di kawasan kaya tambang ini?

joeylen
September 30th, 2009, 02:06 PM
TENTANG KALTIM
Pemerintahan

Provinsi Kalimantan Timur menjadi Daerah Istimewa (1956) dan akhirnya menjadi provinsi (Januari 1957) yang terdiri dari empat kabupaten :
Kabupaten Kutai
Kabupaten Berau
Kabupaten Bulungan
Kabupaten Pasir

Ditambah dua kotapraja :
Kota Praja Samarinda
Kota Praja Balikpapan
dan beribukota di Samarinda
sekarang telah menjadi
Kabupaten Kutai Kartanegara ibukota Tenggarong
Kabupaten Kutai Timur ibukota sengatta
Kabupaten Kutai Barat ibukota Sendawar
Kabupaten Paser Ibukota tanah grogot
Kabupaten Penajam Paser Utara Ibukota Penajam
Kabupaten Berau ibukota Tanjung Redep
Kabupaten Bulungan Ibukota Tanjung Selor
Kabupaten Malinau Ibukota Malinau
Kabupaten Nunukan ibukota Nunukan
Kabupaten Tana Tidung Ibukota Tidung Pale

Kota Samarinda Ibukota Samarinda
Kota Balikpapan ibukota Balikpapan
Kota Bontang Ibukota Bontang
Kota Tarakan Ibukota Tarakan

Gubernur Kaltim yang pertama dijabat oleh Aji Pangeran Tumenggung Pranoto dan diteruskan I.A Moeis, lalu A. Moeis Hasan. Tahun 1965 Gubernur A. Moeis Hasan ditarik ke Departemen Dalam Negeri di Jakarta dan sebagai pejabat pengganti sementara adalah Kolonel Sukadio sesuai dengan Undang-Undang No. 18 Tahun 1965.

Untuk menjamin kelancaran roda pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan daerah maka diperlukan pemilihan gubernur dan berdasakan hasil pencalonan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong (DPRGR) Tingkat I Kaltim maka terpilihlah Brigjen A. Whab Syahranie sebagai Gubernur Kalimantan Timur yang memimpin selama dua periode(1967-1978). Wahab Syahranie diganti Brigjen TNI Eri Soepardjan (1978-1983). Gubernur selanjutnya adalah H. Soewandi yang menjabat dari tahun 1983-1988. Berhubung H. Soewandi sakit sebelum mengakhiri masa jabatan, maka Wakil Gubernur, H.M. Ardan, SH ditunjuk sebagai pejabat gubernur.

Pada bulan Juni 1988 H.M. Ardan terpilih menjadi Gubernur Kalimantan Timur selama dua periode. Pada tahun 1998 digantikan ole H. Suwarna Abdul Fatah yang menjadi Gubernur Kalimantan Timur sampai tahun 2008 karena terkena kasus korupsi digantikan oleh wakilnya yaitu Drs. Yurnalis Ngayoh sampai tahun 2009 kemudia sekarang dijabat oleh Awang Farouk ishak dari tahun 2009 - sekarang.


Budaya

Populasi di provinsi Kalimantan Tmur sekitar 2.456.945 penduduk, dengan rata-rata kepadatan 10 orang dalam seperempat kilometer, dan dengan tingkat kepadatan yang tinggi terpusat di perkortaan dan daerah pantai. Budaya yang mendominasi di provinsi Kalimantan Timur adalah bertopang pada tiga tiang utama, budaya suku asli dayak yang tinggal di daerah pedalaman, budaya nelayan yang tinggal di daerah pantai, dan budaya kerajaan yang masih exist sampai sekarang.


Industri

Pertumbuhan industri kecil di Kalimantan Timur dalam kurun 5 tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang cukup baik, yaitu rata-rata 9,23% pertahun, sementara untuk investasi industri kecil pada periode 1998-2002 tumbuh rata-rata sebesar 49,96%.

Pada industri menengah besar, mengalami pertumbuhan rata-rata 2% pertahun, dengan pertumbuhan nilai investasi 1,20% pertahun. sedangkan untuk industri pengolahan besar tumbuh rata-rata 5,88% pertahun.

Perkembangan sentra industri juga mengalami perkembangan perkembangan yang cukup siknifikan dari 140 sentra tahun 1998 menjadi 482 sentra tahun 2002 atau meningkat 4,39% pertahun.

Industri pengolahan memegang peranan yang sangat penting dalam perekonomian Kalimantan Timur. Hal ini terlihat dari kontribusi sektor industri pengolahan PDRB Kalimantan Timur yang pada tahun 2001 mencapai 45,47% atau senilai Rp 38,57 triliun.

Pencapaian tersebut merupakan kontribusi dari sub sektor Industri pengolahan Minyak dan Gas sebesar 38,01% dan sub sektor industri pengolahan Non Minyak dan Gas 7,45%.

Beberapa industri yang sangat menonjol di Kalimantan Timur, dapat digambarkan sebagai berikut :

Industri Pengolahan Minyak dan Gas

Kilang BBM
Kilang UP V Balikpapan yang merupakan satu dari tujuh kilang minyak yang dimiliki oleh Indonesia. Kilang Pertamina Balikpapan ini berlokasi di teluk Balikpapan menempati area 2,5 Km² dan memiliki kapasitas produksi 260.000 bpd (lebih kurang 26% produksi national).

Kilang LNG
LNG diproduksi di oleh PT. Badak NGL & Co. yang berlokasi di Kota Bontang dibangun dan di operasikan pada tahun 1977 dengan train A dan B dengan kapasitas setiap train 1,6 juta ton/tahun. Untuk meningkatkan kapasitas pada tahun 1980 dibangun train C dan D. selain LNG yang dihasilkan, PT. Badak NGL juga memproduksi LPG.

Methanol
Kilang Methanol Bunyu berlokasi di kecamatan Bunyu Kabupaten Bulungan dioperasikan tahun 1985 oleh Pertamina UP V Balikpapan, namun pada tahun 1997 dialihkan melalui Kontak Kerjasama Operasi (KSO) kepada PT. Medco Methanol Bunyu. Kilang ini memiliki kapasitas produksi rata-rata 1000 ton perhari.

Industri Pengolahan Non Migas

Industri Pupuk
Industri pupuk di Kalimantan Timur di kelola oleh PT. Pupuk Kalimantan Timur Tbk. didirikan pada tanggal 7 Desember 1977 berlokasi di Kota Bontang. Sampai tahun 2000 telah dioperasikan 3 pabrik Amonia yang berkapasitas produksi 1.520.000 ton Amonia pertahun dan 4 pabrik urea dengan kapasitas produksi 2.410.000 ton urea pertahun. Dengan mengoperasikan pabrik terbarunya (pabrik kaltim-4), maka PT. Pupuk Kaltim menghasilkan 3.000.000 ton urea pertahun.

Industri Pulp
PT. Kiani Kertas merupakan satu-satunya Industri Pulp di Kalimantan Timur yang terus menunjukan perkembangan yang menggembirakan. Pabrik Pulp ini memproduksi 525.000 ton pulp pertahun dan memperkerjakan 1.737 tenaga kerja. Lebih kurang dari 96% produksinya di ekspor ke luar negeri. PT. Kiani Kertas yang berlokasi di Makajang, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, telah menginvsetasikan Rp. 1.633,375 milyar pembangun dan pengembangan industrinya.

Industri Kayu Olahan
Industri pengolahan kayu menunjukan perkembangan yang menggembirakan seiring dengan tingkat permintaan terhadap berbagai produk yang dihasilkan seperti, Ply Wood, Veneer, Sawn Timber, Block Board, Particle Board, Chip Wood dan Moulding. Produksi olahan kayu periode 1999/2000 mencapai 1.558.062,4 M³.

Industri Kecil / Kerajinan Tangan
Industri kecil di Kalimantan Timur memiliki prospek yang sangat cerah, terutama produk kerajinan tangan yang memiliki kekhasan dan sangat terkenal terutama di negara Indonesia. Diantara produk yang terkenal itu adalah Sarung Samarinda, kain Ulap Doyo, Lampik (tikar rotan), Anjat (Keranjang rotan), Mandau, Batu Permata dan Mutiara, kerajinan tangan dari kayu, kerupuk kuku macan (kerupuk dari ikan) dan lain sebagainya.


Infrastruktur



Pembangunan sektor transportasi merupakan salah satu prioritas program pembangunan provinsi Kalimantan Timur, terlihat dari pengalokasian dana yang bersumber dari APBD, APBN, dan pembiayaan luar negeri, selama kurun waktu 1998-2002 yang mencapai Rp 2,076 triliun.

Transportasi Darat
Jaringan di jalan provinsi Kalimantan Timur saat ini mencapai 8.189,78 Km, baik yang dibangun Pemerintah Pusat, Pemerintah provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota. Sedangkan rasio panjang jalan terhadap luas wilayah adalah sebesar 52,53 Km per 1000 Km². Jaringan jalan lintas Kalimantan di Wilayah Kalimantan Timur dapat dikelompokan menjadi tiga poros yaitu :

Poros Selatan
menghubungkan kawasan Kalimantan Selatan - Batu Aji/Kerang Dayu - Tanah Grogot - Kuaro - Penajam - Balikpapan - Samarinda - Bontang - Sangatta - Muara Wahau - Tanjung Redep - Tanjung Selor.

Poros Tengah
menghubungkan kawasan Samarinda - Tenggarong - Kota Bangun - Melak - Barong Tongkok - Kalimantan Tengah.

Poros Utara
menghubungkan kawasan Samarinda - Sangatta - Muara Wahau - Berau - Bulungan, jaringan jalan ini tengah di upayakan untuk mencapai kabupaten Malinau dan Nunukan.

Saat ini tengah disusun pembangunan jalan bebas hambatan yang menghubungkan tiga daerah, yaitu Balikpapan, Samarinda dan Bontang.

Transportasi Sungai
Transportasi sungai di Kalimantan Timur memegang peranan penting, tidak hanya di daerah pedalaman, tapi juga di daerah yang sudah berkembang. Sistem transportasi sungai ini berkembang di sepanjang sungai Mahakam hingga ke hulu, yang menghubungkan daerah pantai Kabupaten Kutai Kartanegara, Tenggarong hingga pedalaman Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kabupaten Kutai Barat. Sungai-sungai lain yang digunakan sebagai sarana transportasi adalah Sungai Sangatta, Sungai Bengalon, Sungai Kandilo dan Sungai

Telake. Di Kalimantan Timur bagian Utara terdapat terdapat Sungai Kelay dan Sungai Sengah yang menghubungkan Tanjung Reded ke daerah pedalaman di kabupaten Berau. Sungai Kayan, Sungai Sesayap dan Sungai Sembakung menghubungkan daerah pantai dengan daerah-daerah pedalaman masing-masing di Kabupaten Bulungan, Malinau dan Nunukan.

Transportasi Laut
Transportasi Laut di Kalimantan Timur hingga saat ini masih mendominasi orang dan barang, terlebi untuk angkutan barang antar pulau serta ekspor dan impor. Pelayanan angkutan laut di Kalimantan Timur diselenggarakan melalui 15 pelabuhan. Untuk mengantisipasi peningkatan angkutan laut, pemerintah telah merencanakan pembangunan pelabuhan laut di Kariangau Balikpapan serta pengembangan beberapa prasarana pelabuhan di berbagai Kabupaten/kota di Kalimantan Timur

Transportasi Udara
Saat ini transportasi udara memegang peranan penting. Di provinsi yang memiliki daerah-daerah pengeboran minyak, batubara dan lain-lain, mobilitas antar daerah terutama untuk tujuan Jakarta sangatlah tinggi. Dengan demikian, fungsi transportasi udara untuk kegiatan tersebut sangat vital. Di Kalimantan Timur terdapat 53 buah Pelabuhan Udara, satu diantaranya adalah Bandara Internasional Sepinggan di Balikpapan dan 15 buah berstatus domestik, selebihnya berstatus perintis.

Pos dan Telekomunikasi
Dalam era globlisasi ini, sektor pos dan telekomunikasi sangat diperlukan guna memperlancar arus berita, informasi dan data. Secara umum kebutuhan fasilitas komunikasi, termasuk pengiriman dan penerimaan barang jasa pos, di wilayah perkotaan dan kawasan provinsi Kalimantan Timur telah terpenuhi. Peningkatan pelayanan jasa pos dan komunikasi terus dilakukan oleh PT. POSINDO dan PT. TELKOM beserta mitra kerjanya.

Listrik
Kebutuhan listrik di Kalimantan Timur terus meningkat dengan percepatan 12% per tahun, sementara Perusahaan Listrik Negara (PLN) hanya menyediakan energi listrik dengan peningkatan rata-rata 8,5% per tahun. Dengan demikian terjadi krisis energi listrik di hampir semua wilayah di Kalimantan Timur. Untuk mengantisipasi krisis energi energi listrik tersebut, Pemerintah daerah bersama DPRD Kalimantan Timur membuat terobosan dengan membentuk Perusahaan Daerah Ketenagalistrikan Kalimantan Timur yang akan membangun PLTU batubara sebesar 2 x 25 MW.

Air Bersih
Semua Kabupaten/Kota di Kalimantan Timur telah memiliki instalasi air bersih dengan kapasitas yang beragam. Pada tahun 2002 di Kota Balikpapan telah direalisasikan pembangunan instalasi air bersih baru dengan kapasitas 20 liter/detik. Sebelumnya, instalasi air bersih di Teritip diperbesar kapasitasnya dari 20 liter/detik menjadi 40 liter/detik.
Pariwisata

Bumi Kalimantan Timur memiliki objek wisata yang menarik dan beragam, mulai dari wisata alam hingga budaya masyarakat asli yang unik. Diantara objek wisata tersebut adalah :
District of/ Kota
(Kabupaten/Kota) Name Location of Tourism Resorts
(Nama dan Lokasi Objek) Category
(Kategori)

1. Balikpapan 1. Manggar Beach (Pantai Manggar), Manggar Baru
2. Forest Tourism (Wane Wisata) Karang Joang, Balikpapan Utara
3. Crocodile breeding (Penangkaran Buaya), Tentip
4. People Struggle Monument (Monumen Perjuangan Rakyat)
5. Balikpapan Bay, Wain River (Teluk Balikpapan, Sungai Wain)
6. Lamaru Beach (Pantai Lamaru) Natural/Alam
Natural/Alam
Artificial/Buatan
Artificial/Buatan
Natural/Alam
Natural/Alam
2. Berau Derawan island, and it surrounding islands Natural
(Pulau Derawan, den Pulau-Pulau di sekitarnya) Natural/Alam
3. Bulungan 1. Water fall Km 19 (Air Terjun Km 19), of Jelarai Selor
2. Tanah Kuning beach (Pantai Tanah Kuning), Tanjung Pales
3. White Mountain (Gunung Putih), Tanjung Pales
4. Canoi (A rung Jeram), Long Peso Natural/Alam
Natural/Alam
Natural/Alam
Natural/Alam
4. Tarakan 1. Nibung Beach (Pantai Nibung), Bunyu
2. Aural Beach (Pantai Aural), East Tarakan
3. Japanese Fortress (Benteng Jepang) Natural/Alam
Natural/Alam
History/Sejarah
5. Kutai Kartanegara 1. Jempang and Semayang Lake (Danau Jempang den Semayang)
2. Tenggarong Wood Museum (Museum Kayu)
3. Tanah Merah Beach (Pantai Tanah Merah), Samboja
4. Bangkirai Hill (Bukit Bangkirai)
5. Kumara Island (Pulau Kumara) Natural/Alam
Artificial/Buatan
Natural/Alam
Natural/Alam
Natural/Alam
6. Kutai Barat 1. Orchid Forest (Hutan Anggerek ) Kersik Luway
2. Water Fall (Air Terjun) Jantur Gemuruh
3. Mencimai Museum (Musium Mencimai) Natural/Alam
Natural/Alam
Natural/Alam
7. Kutai Timur National park Kutai (Taman Masional Kutai) Natural/Alam
8. Malinau National Park (Taman National) Kayan Mentarang Natural/Alam
9. Nunukan Batu Lumampu Beach (Pantai Batu Lumampu) Sungai Pancong Natural/Alam
10. Pasir Mangkulangit Cave (Goa Mangkulangit) Natural/Alam
11. Penajam Paser Utara Tanjung Jumlai Beach (Pantai Tanjung Jumlai), Penajam Natural/Alam
12. Bontang 1. Beras Basah Island (Pulau Beras Basah)
2. LNG and Pupuk Kaltim Natural/Alam Artificial/Industry
13. Samarinda 1. Tanah Merah Water Fall (Air terjun Tanah Merah), Lempake
2. Samarinda Botanical Garden (Kebun Raya Samarinda)
3. Center of Samarinda batik and Weaving (Taman Batik den Tenun ) Natural/Alam
Artificial/Buatan
Artificial/Buatan

Sizter85
October 24th, 2009, 12:38 PM
Sabtu, 24 Oktober 2009 , 13:23:00
Investor Jepang Lirik Bontang
Tanamkan Modal di Industri Pengolahan Batubara

BONTANG - Gencarnya promosi seputar pembangunan kota Bontang yang dilakukan selama ini, ternyata mendapat perhatian besar dan serius dari perusahaan asing dan besar. Bukan saja investor domestik, tapi juga dari mancanegara.

Seperti perusahaan ‘The Japan Gas Association’ yang berasal dari Jepang, yang mengaku sangat tertarik untuk membangun sebuah pabrik besar, khusus mengelolah bahan batubara menjadi Liquefied Natural Gas (LNG).

Jika sesuai rencana perusahaan asing itu jadi mengembangkan perusahaannya di Bontang, maka bisa jadi ini merupakan kabar gembira bagi masyarakat Bontang dan Kaltim umumnya. Bagaimana tidak, perusahaan pengelolah batubara menjadi LNG ini bakal menyerap tenaga kerja yang jumlahnya tidak sedikit.

Sebagai keseriusannya, belum lama ini perwakilan manajemen perusahan The Japan Gas Association tersebut, langsung datang ke Bontang untuk melihat kondisi Bontang yang dinilai sangat aman, kondusif dalam mengembangkan usaha.

Dalam presentasi pihak The Japan Gas Association tentang program kerjanya yang dilaksanakan di ruang pertemuan Bappeda Bontang, dihadiri langsung Walikota Sofyan Hasdam, Wakil Walikota Sjahid Daroini, Asisten Administrasi Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat, Abdul Muis P, Kepala Bappeda Bontang Ir Irawan Priyantoro dan beberapa kepala dinas lainnya.

Hayazhi yang memimpin rombongan manajemen The Japan Gas Association mengatakan, ketertarikannya membuka peluang usaha di Bontang karena kota ini sudah memiliki pabril pengolah gas alam cair yang terkenal di dunia, yaitu PT Badak NGL Bontang. Ditambah dengan kedekatan Bontang dengan beberapa perusahaan pertambangan batubara seperti Banpu Indominco Mandiri dan lainnya.

Disebutkan Hayazhi, sebelum bertemu Pemkot, pihaknya sudah menggelar silaturahmi dengan manajemen perusahaan seperti PT Badak NGL dan Banpu Indominco Mandiri.

“Sudah bertemu dengan manajemen PT Badak NGL, termasuk dengan Indominco Mandiri. Pada dasarnya mereka mendukung keinginan kami ini, untuk melakukan pengolahan batubara menjadi Synthetic Natural Gas (SNG), kemudian diproses menjadi LNG. Walau bagainanapun, cadangan gas yang terdapat dip erut bumi ini, lambat laut pasti berkurang dan bahkan habis sama sekali. Dan usaha kami ini sudah mendpatkan dukungan dari Tokyo Gas,” sebut Hayazhi seraya mengaku optimis, perusahaan yang siap dibangunnya itu bakal sukses dan bisa menjadi andalan negara, seperti layaknya perusahaan besar lain yang lebih dulu berkembang pesat.

Untuk efektipnya kegiatan itu lanjut Hayazhi lagi, beberapa infrastruktur harus lebih dulu dibuat, sebut saja misalkan keberadaan pipa gas yang akan terkoneksi dengan PT Badak, sumur gas untuk CO2, lahan untuk pabrik dan tidak kalah pentingnya yaitu ketersediaan bahan baku utama, yakni batubara kadar rendah sekitar 3 juta ton/tahun, dan air tawar sekitar 10 juta ton/tahun.

“Kami sangat menyambut baik rencana perusahaan Jepang itu untuk berinventasi di Bontang, dan Pemkot siap membantu bahkan memudahkan setiap urusan yang menyangkut pembangunan perusahaan ini,” tutur Sofyan Hasdam.(im/kpnn)

http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=25008

mouRINHO
October 26th, 2009, 03:25 PM
ini berita bagus dari TARAKAN....

2012 WAJAH BANDARA JUWATA BAKAL CANTIK

Kepala Bandara Juwata Tarakan Husni Djau menargetkan, pada 2012 nanti wajah bandara akan berubah total. Hal ini terkait dengan pembangunan terminal baru lantai tiga yang akan dilengkapi garbarata (fasilitas seperti jembatan yang menghubungkan antara terminal bandara menuju pesawat).

Salahsatu bandara Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dikelola Departemen Perhubungan (Dephub) ini juga sedang mempersiapkan lahan untuk lokasi pembangunan tower, gedung radar, gedung operasional dan beberapa fasilitas lainnya dengan luas lahan yang sekitar 30 hektare. “Saat ini kami sedang melakukan pematangan lahan. Insya Allah awal 2010 mendatang semua fasilitas tersebut akan mulai dibangun. Begitu juga runway (landasan pacu) baru saat ini juga masih dalam tahap pematangan lahan,” kata Husni Djau.

Ia juga menyampaikan, bangunan lama yang dianggap mengganggu penerbangan akan diratakan seperti kantor operasional, tower dan yang lainnya.

”Semua bangunan yang diratakan akan dipindahkan di tempat yang baru. Tepatnya di belakang Kantor Karantina Hewan, sementara lokasi lama akan dijadikan apron (tempat parkir pesawat terbang),” sebutnya.

Sementara terkait dengan anggaran yang disediakan pengembangan bandara untuk dua tahun mendatang, Husni belum bisa memastikan. Namun menurut mantan kepala Bandara Jalaluddin Gorontalo itu, dalam pembangunan bandara ini selain anggaran disiapkan dari pemerintah pusat, juga disiapkan dari provinsi. Proyek yang didanai APBD Kaltim dimaksud seperti pembangunan apron yang bisa menampung sekitar 14 pesawat berbadan lebar.

”Saya belum tahu pasti berapa besar anggarannya. Namun yang pasti pembangunan bandara juga dibantu provinsi,” ujar Husni Djau.

Selain pengembangan fasilitas bandara, Husni juga menargetkan ke depannya Bandara Juwata juga akan menjadi bandara kargo internasional.

Ia menjelaskan, jika selama ini produk perikanan Tarakan yang diekspor melalui Jakarta dan Surabaya, ke depannya langsung ke negara tujuan. Husni optimis, jika rencana ini dapat terealisasi diyakini roda perekonomian masyarakat Tarakan akan berputar dengan cepat.

”Sehingga kami mengharapkan dukungan dari semua masyarakat Tarakan,” kata Husni Djau.(ian)

mouRINHO
October 26th, 2009, 03:30 PM
berita lama, gw sampe terkaget2 bacanya.... tapi bagus lah kalo pemerintah punya goodwill kayak pemkab kutai barat, meski daerahnya terpencil tapi punya sense of modernity yg bagus... :):cheers: ada spirit untuk maju dan pengen setara dengan daerah lain, good!!! keep the spirit en jangan OMDO ya... do something soon....


Jum'at, 28 Agustus 2009 , 10:27:00
Bakal Dibangun Mal Berlantai Empat
Lokasinya di Pasar Maleo Baru Barong Tongkok

SENDAWAR - Semrawutnya pasar Maleo Baru Kecamatan Barong Tongkok, jauh-jauh hari sudah dipikirkan Theresia, Camat setempat yang memprogramkan di atas lahan sekitar 2 hektare itu akan dibangun mal berlantai empat. “Sementara pasar tradisional tetap ada, tapi di lahan berbeda,” sebut Theresia kepada Kaltim Post di kantornya, beberapa hari lalu.

Lokasi pasar tradisional, kata dia, akan dipindah ke pemukiman Lai dengan luas lahannya 8 hektare, sekitar 1 kilometer dari pasar Maleo Baru. Tapi lahan itu masih milik warga. Solusinya dilakukan ganti rugi. “Lahannya datar dan sangat baik untuk pasar tradisional,” katanya.

Sementara untuk pembangunan pasar modern layaknya Mal Lembuswana di Samarinda, sepertinya sudah layaknya di bangun di Kubar, terutama di Barong Tongkok sebagai ibukota kabupaten. “Karena kita juga malu, pasar yang ada tidak nyaman dipandang terutama tamu atau orang luar Kubar. Apalagi, letaknya di depan Mapolres, kurang enak rasanya,” ungkapnya.

Karena itu, ia mewacakana lokasi pasar yang strategis di jantung kota dan diapit dua jalur Jalan Gajah Mada (jalan protokol) serta jalan Untung Surapati, itu sebaiknya dibangun pusat perbelanjaan berlantai empat. Di situ akan dilengkapi tempat parkir yang rapi dan penataan pedagang juga diatur sesuai jenis barangnya.

“Pedagang di mal itu, setidaknya pedagang yang ada sekarang. Tinggal nantinya, bernegoisasi dengan pengembangnya,” terangnya. Hal itu perlu dilakukan supaya dengan hadirnya pasar modern itu, pedagang yang ada tidak tersingkirkan.

Ditanya soal langkah wacana ini, Theresia mengatakan, dipersilakan kepada pengembang atau investor yang bersedia untuk membangunnya. Mal ini nantinya tetap akan dikelola bersama pemerintahan kampung. Karena lahan itu aset kampung Barong Tongkok. Sedangkan ganti rugi lahan tradisional di Lai, pemerintah kecamatan sudah mengusulkan kepada Pemkab Kubar. “Mudah-mudahan wacana ini bisa segera menjadi kenyataan,” katanya.

Sejalan dengan wacana Theresia, Kepala Kampung Barong Tongkok Markulius Mahing sependapat dengan pembangun pasar modern berlantai empat itu. Pengaturannya, lantai pertama untuk pedagang basah atau sayur-mayur. Lantai dua pedagang kain, lantai tiga pedagang emas, salon kecantikan, dan sebagainya. Kemudian lantai empat khusus parkir kendaraan. “Program ini tidak terlepas dari bantuan pemerintah daerah, investor di Kubar, dan masyarakat,” harap Mahing, panggilan akrab Markulius Mahing. (rud)

Sizter85
October 30th, 2009, 07:13 AM
ini berita bagus dari TARAKAN....

2012 WAJAH BANDARA JUWATA BAKAL CANTIK

Kepala Bandara Juwata Tarakan Husni Djau menargetkan, pada 2012 nanti wajah bandara akan berubah total. Hal ini terkait dengan pembangunan terminal baru lantai tiga yang akan dilengkapi garbarata (fasilitas seperti jembatan yang menghubungkan antara terminal bandara menuju pesawat).

Salahsatu bandara Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dikelola Departemen Perhubungan (Dephub) ini juga sedang mempersiapkan lahan untuk lokasi pembangunan tower, gedung radar, gedung operasional dan beberapa fasilitas lainnya dengan luas lahan yang sekitar 30 hektare. “Saat ini kami sedang melakukan pematangan lahan. Insya Allah awal 2010 mendatang semua fasilitas tersebut akan mulai dibangun. Begitu juga runway (landasan pacu) baru saat ini juga masih dalam tahap pematangan lahan,” kata Husni Djau.

Ia juga menyampaikan, bangunan lama yang dianggap mengganggu penerbangan akan diratakan seperti kantor operasional, tower dan yang lainnya.

”Semua bangunan yang diratakan akan dipindahkan di tempat yang baru. Tepatnya di belakang Kantor Karantina Hewan, sementara lokasi lama akan dijadikan apron (tempat parkir pesawat terbang),” sebutnya.

Sementara terkait dengan anggaran yang disediakan pengembangan bandara untuk dua tahun mendatang, Husni belum bisa memastikan. Namun menurut mantan kepala Bandara Jalaluddin Gorontalo itu, dalam pembangunan bandara ini selain anggaran disiapkan dari pemerintah pusat, juga disiapkan dari provinsi. Proyek yang didanai APBD Kaltim dimaksud seperti pembangunan apron yang bisa menampung sekitar 14 pesawat berbadan lebar.

”Saya belum tahu pasti berapa besar anggarannya. Namun yang pasti pembangunan bandara juga dibantu provinsi,” ujar Husni Djau.

Selain pengembangan fasilitas bandara, Husni juga menargetkan ke depannya Bandara Juwata juga akan menjadi bandara kargo internasional.

Ia menjelaskan, jika selama ini produk perikanan Tarakan yang diekspor melalui Jakarta dan Surabaya, ke depannya langsung ke negara tujuan. Husni optimis, jika rencana ini dapat terealisasi diyakini roda perekonomian masyarakat Tarakan akan berputar dengan cepat.

”Sehingga kami mengharapkan dukungan dari semua masyarakat Tarakan,” kata Husni Djau.(ian)

^^Dalam rangka menyambut kedatangan GA jg kali ya, yg rencana akan ekspansi ke kota ini juga, anw thanks infonya mourinho :cheers:

joeylen
October 30th, 2009, 08:33 AM
Tiga Kawasan Kaltim Jadi KTM
[Kamis,29 Oktober 2009]

SAMARINDA - Kalimantan Timur patut berbangga karena tiga kawasan di daerah itu akan segera disulap menjadi kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM), yang merupakan bagian dari program kerja 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu Jilid dua.

"Tentu kita harus memanfaatkan momentum ini. Kita berharap ke depan akan lebih banyak kawasan yang bisa dikembangkan sehingga seluruh kawasan di Kaltim benar-benar bisa berkembang pesat dengan baik," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Ir H Ichwansyah MM di ruang kerjanya, Rabu (28/10).

Tiga kawasan di Kaltim yang menjadi bagian kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota itu adalah KTM Maloy (Kutai Timur), KTM Simanggaris (Nunukan) dan KTM Sebatik (Nunukan). Kawasan-kawasan yang akan dikembangkan menjadi KTM itu syarat minimalnya adalah memiliki luas kawasan 20.000 hektare.

Usulan KTM harus dengan syarat keunggulan potensi masing-masing kawasan. Tujuan jangka panjangnya adalah membentuk sentra-sentra agribisnis (pertanian), marinebisnis (kelautan) dan agro industri. KTM juga diharapkan menjadi penggerak perekonomian para transmigran dan penduduk sekitar, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru (urbanize).

"Dan yang pasti agar terbuka kesempatan kerja dan peluang usaha baru sehingga peningkatan ekonomi masyarakat bisa lebih mudah dicapai," tegas mantan Karo Ekonomi Setprov Kaltim itu.

KTM merupakan konsep baru pola transmigrasi. Memaksimalkan potensi di darat dan laut dalam satu kawasan dengan pola perpindahan penduduk. Sebelum harapan itu benar-benar dilakukan ada beberapa hal yang lebih dulu akan dipenuhi, antara lain bangunan pusat pemerintahan dan pengelola KTM, sarana pertemuan, pusat pelayanan umum, sarana kesehatan dan pusat bisnis.

Selain itu jug dilengkapi dengan pusat perdagangan, sarana ibadah, sarana pendidikan SD, SMP,SMA, SMK, Institut, sarana olahraga, hotel, kolam renang, terminal umum, pasar induk, bengkel, terminal agro, pasar agro, seed center, SPBU, IPAL dan pembangkit listrik.

"Semua jalur antar kawasan itu nanti akan terhubung dengan baik sehingga semua akses akan lebih mudah karena semua sarana dan prasarana yang ada akan dilengkapi," beber Ichwansyah.

Tiga kawasan yang sekarang sudah direncanakan menjadi KTM masing-masing dengan keunggulan, KTM Maloy dengan keunggulan agroindustri, KTM Simanggaris dengan agribisnis dan pertimbangan kawasan perbatasan, sementara KTM Sebatik dengan keunggulan potensi bahari dan sebagai kawasan perbatasan.

"Simanggaris dan Sebatik selain memiliki potensi pertanian dan kelautan, dua kawasan itu adalah daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia. Minimal, kemajuan masyarakat dalam dua kawasan itu tidak kalah dengan negara tetangga," imbuhnya.

Secara resmi penetapan tiga kawasan itu menjadi KTM adalah pada 2010. Dengan tanggungjawab anggaran 70% APBN, 30% akan ditanggung Pemprov Kaltim dan masing-masing kabupaten/kota. Ichwansyah memperkirakan, KTM Maloy akan terealisasi pada 2010 karena secara keseluruhan relatif lebih siap, sementara KTM Simanggaris dan Sebatik diperkirakan 2011

elgibbor
November 5th, 2009, 05:42 AM
Stadion Utama Kutai Kertanegara....
di Indonesia merupakan satu-satunya atapnya dapat buka tutup.
Stadion Utama kaltim dulu juga mau dibuat atapnya buka tutup tetapi berhubung biayanya cukup besar jadi tidak dibuat.:)
http://i37.tinypic.com/rh4i7n.jpg

joeylen
November 5th, 2009, 08:18 AM
Pasar Sanggam Adji Dilayas Berau
Diresmikan saat Hari Jadi Provinsi

PASAR induk mirip mal. Mal tapi pasar induk. Itulah gambaran Pasar Sanggam Adji Dilayas milik Berau yang bakal diresmikan bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi Provinsi Kaltim, Januari 2010 mendatang.

Bupati Berau Makmur HAPK menyebutkan, warga kabupaten sudah melihat kemegahan tersebut ketika dibuka untuk umum saat Berau Expo, dua pekan lalu. "Pak Gubernur (Awang Faroek, Red.) minta supaya peresmian bertepatan dengan HUT Provinsi," sebut Makmur kepada Kaltim Post.

Sementara persiapan peresmian dilakukan, proses penyelesaian administrasi atas bangunan pasar juga dirampungkan. Persiapan pemindahan pedagang ke lokasi baru berjarak 5 kilometer dari Ibu Kota Tanjung Redeb juga terus dimatangkan.

"Kami berharap, pak Gubernur yang meresmikan. Rencananya juga akan mengundang salah satu menteri. Belum tahu siapa," sambungnya. Tak hanya bangunan pasar, bangunan instalasi pengolahan air (IPA) baru milik PDAM Berau juga diresmikan dalam waktu bersamaan.

Bagaimana dengan bangunan ruko di sebelah pasar yang saat ini sedang dibangun. "Ruko itu dibangun oleh investor. Silakan saja, kami akomodir asal bangunan sesuai ketentuan, dan penataan bisa mendukung bangunan pasar," sambungnya.

Bupati berharap, adanya pasar baru ini bisa menggairahkan roda perekonomian serta mengerek pertumbuhan ekonomi daerah.

Seperti dikabarkan, konsep pasar induk ini dapat digunakan multi fungsi, baik sebagai tempat rekreasi maupun berbelanja hingga wisata kuliner. Bahkan pameran dan konser musik dapat digelar di pasar ini.

Bangunan pasar dengan luas 8 hektare itu dibagi dalam beberapa bagian. Yakni pasar basah dengan luas 10.532 meter persegi yang mampu menampung 1.412 pedagang. Kemudian ada pasar kering dengan luas 9.702 meter persegi dan mampu menampung 585 pedagang.

Di sudut lain ada tempat pembuangan sampah sementara yang luasnya 144 meter persegi. Sementara pada bagian foodcourt dengan luas 6.898 meter persegi berkapasitas 52 petak pedagang.
Bagian depan juga disiapkan lahan parkir yang mampu menampung lebih dari 2 ribu kendaraan, baik roda empat dan roda dua, serta truk pengangkut barang.

Pembangunan pasar yang dikerjakan sejak April 2007 itu, kontrak pengerjaannya dibagi dua tahap. Tahap pertama dianggarkan Rp 136 miliar untuk pembangunan pasar basah dan pasar kering.

Sedangkan tahap kedua senilai Rp74,98 miliar untuk pembangunan foodcourt berlantai dua dengan kapasitas 52 petak dan masjid serta pagar. Tahap ketiga dengan dana Rp 10 miliar untuk melangsungkan pembangunan masjid, pos jaga, pos polisi pagar, serta pembangunan toilet umum.

sayaka
November 16th, 2009, 12:33 PM
Stadion Utama Kutai Kertanegara....
di Indonesia merupakan satu-satunya atapnya dapat buka tutup.
Stadion Utama kaltim dulu juga mau dibuat atapnya buka tutup tetapi berhubung biayanya cukup besar jadi tidak dibuat.:)
http://i37.tinypic.com/rh4i7n.jpg

^^ ini dia yg aq cari2....
Gak ada pict.yg dr deket yah? Ato emang blum bsa didekati cz masih under construction?

sayaka
November 17th, 2009, 05:27 AM
info ini dapet dr thread solo, tp bolehlah, di share disini... :)

----------------------------------------------------------

Dari 10 top destinasi turis 2009,

Ada 5 Kabupaten :
1. Kab. malang.
2. Kab. Badung Bali.
3. Kab. Kutai Kartanegara.
4. Kab. Tanah Toraja.
5. kab. Lombok Barat.

dan 5 Kota Wisata :
1. Jogja.
2. Solo.
3. Surabaya.
4. Denpasar.
5. Manado.

----------------------------------------------------------

Kabupaten Kukar masuk dlm list 5 besar, boleh donk, kita bangga... ;)

Sweet
November 19th, 2009, 01:31 AM
^^ ini dia yg aq cari2....
Gak ada pict.yg dr deket yah? Ato emang blum bsa didekati cz masih under construction?

Udah boleh kok masuk ke area GOR ini, selain stadion di sini juga ada venue panahan, venue balap sepada (velodrome), venue lomba kuda indoor dll...

Sweet
November 19th, 2009, 01:55 AM
GOR Perjiwa, Tenggarong Kutai Kartanegara
http://img684.imageshack.us/img684/4185/gorperjiwa1.jpg (http://img684.imageshack.us/my.php?image=gorperjiwa1.jpg)

http://img692.imageshack.us/img692/2933/gorperjiwa2.jpg (http://img692.imageshack.us/my.php?image=gorperjiwa2.jpg)

http://img689.imageshack.us/img689/9434/gorperjiwa3.jpg (http://img689.imageshack.us/my.php?image=gorperjiwa3.jpg)

http://img684.imageshack.us/img684/9756/stadionperjiwa.jpg (http://img684.imageshack.us/my.php?image=stadionperjiwa.jpg)

sayaka
November 19th, 2009, 04:51 AM
Any pict.? :D

Sweet
November 19th, 2009, 05:57 AM
Any pict.? :D

:nuts: Sayaka jalan2 ke sana aja... ntar ambil gambar kota Tenggarong dan sekitarnya... :D

Sizter85
November 19th, 2009, 10:23 AM
^^Ajibb,... futuristik..... thank you d'sweet for those photos :okay:

Sweet
November 19th, 2009, 01:41 PM
^^Ajibb,... futuristik..... thank you d'sweet for those photos :okay:

Ur welcome Siz.... :) :okay:

Rivadh
November 20th, 2009, 04:31 PM
Nie Aku tambahin.. dari kaltim post :)

http://img517.imageshack.us/img517/3204/tenggarongkabupatenterk.png (http://img517.imageshack.us/i/tenggarongkabupatenterk.png/)

sayaka
December 1st, 2009, 02:56 PM
^^ hohoho...tengkyu2.......

pengen jalan ke tenggarong bwt hunting tp blum sempat2... :D

Balaputradewa
December 1st, 2009, 03:24 PM
info ini dapet dr thread solo, tp bolehlah, di share disini... :)

----------------------------------------------------------

Dari 10 top destinasi turis 2009,

Ada 5 Kabupaten :
1. Kab. malang.
2. Kab. Badung Bali.
3. Kab. Kutai Kartanegara.
4. Kab. Tanah Toraja.
5. kab. Lombok Barat.

dan 5 Kota Wisata :
1. Jogja.
2. Solo.
3. Surabaya.
4. Denpasar.
5. Manado.

----------------------------------------------------------

Kabupaten Kukar masuk dlm list 5 besar, boleh donk, kita bangga... ;)

^^ ini apa?? peringkat kunjungan turis 2009 (brdasarkan jumlah kedatangan) ato peringkat daftar daerah yg ditawarkan oleh pemerintah/travel agent utk tourism 2009... hebat lho kalo Kukar bisa ngalahin Tana Toraja, Lombok n Toba :)

sayaka
December 1st, 2009, 03:50 PM
^^ ini apa?? peringkat kunjungan turis 2009 (brdasarkan jumlah kedatangan) ato peringkat daftar daerah yg ditawarkan oleh pemerintah/travel agent utk tourism 2009... hebat lho kalo Kukar bisa ngalahin Tana Toraja, Lombok n Toba :)

^^ coba aja tengok disini....:cheers:

http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=627326&page=185

Sizter85
December 16th, 2009, 10:31 AM
Rabu, 16 Desember 2009 , 07:41:00
Dubai-Indonesia Sepakat
Dana Rp 50 Triliun Siap Dikucurkan untuk Bangun Rel Kereta Api

JAKARTA - Indonesia dan Dubai sepakat melakukan kerja sama pembangunan jalur kereta api swasta pertama di Indonesia sepanjang 130 kilometer dan fasilitas industri di Kaltim dengan nilai investasi sebesar USD 5 miliar (sekira Rp 50 triliun).

Kerja sama ini diumumkan dalam pertemuan antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan putra mahkota dan Wakil Penguasa Ras Al Khaimah HH Sheikh Saud Bin Saqr Al Qasimi, saat kunjungan Presiden SBY ke Dubai.

"Kerja sama ini akan menciptakan beragam manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah di Kaltim. Selain itu, juga menciptakan dampak positif bagi penanaman modal dari Timur Tengah di masa depan," kata SBY seperti dikutip dari siaran pers yang diterbitkan MEC Holdings, Selasa (15/12).

MEC Coal dan MEC Infra, perusahaan patungan antara Otoritas Investasi Ras Al Khaimah dan MEC Holdings telah mengajukan proposal pembangunan jalur kereta api sepanjang 130 kilometer untuk memfasilitasi transportasi bahan mentah dan produk jadi dari dan ke Kabupaten Kutai Timur di Kaltim.

Menurut SBY, kerja sama ini akan menciptakan beragam manfaat bagi pembangunan ekonomi daerah di Kaltim. Selain itu, juga menciptakan dampak positif bagi penanaman modal dari Timur Tengah di masa depan.

Pertambangan dan jalan kereta api MEC berperan sangat penting terhadap pembangunan beragam fasilitas kompleks industri terpadu yang di dalamnya termasuk pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batu bara dari tambang MEC, pabrik pengolahan smelter alumunium, pabrik pupuk, dan terminal bongkar muat batu bara kapasitas tinggi.

"Jenis inisiatif proyek publik-swasta, Timur Tengah dan Indonesia ini adalah contoh luar biasa atas apa yang dapat dicapai saat seluruh aspek fundamental yang ada dapat diterima oleh seluruh pihak yang terlibat. Proyek ini dapat membantu memenuhi kebutuhan pembangunan masyarakat Kaltim, sementara pada saat yang sama dapat melayani kebutuhan energi kawasan negara-negara sekitar, khususnya India dan China," tutur HH Sheikh Saud.

MEC Infra akan menginvestasikan USD 1 miliar untuk membangun koridor jalur kereta api sepanjang 130 kilometer yang menghubungkan lokasi pertambangan di Muara Wahau ke wilayah perairan laut Bengalon.

Terlepas dari persepsi tertentu tentang Indonesia, MEC Infra dapat membeli dan melakukan pembebasan lahan untuk keseluruhan koridor jalur kereta api sepanjang 130 km tersebut dalam beberapa bulan.

Pertambangan dan jalan kereta api MEC berperan sangat penting terhadap pembangunan beragam fasilitas kompleks industri terpadu, yang di dalamnya termasuk pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batubara dari tambang MEC, pabrik pengolahan smelter alumunium, pabrik pupuk, dan terminal bongkar muat batu bara kapasitas tinggi dengan total investasi senilai US$5 miliar. (net)

sayaka
December 16th, 2009, 04:27 PM
^^ hmm.....mungkin nanti akan ada jembatan sperti di film wanted, hehehe.... Kira2 proyekna mau dimulai kapan yah?:cheers:

Felix_Bpp
December 17th, 2009, 07:15 AM
^^ hmm.....mungkin nanti akan ada jembatan sperti di film wanted, hehehe.... Kira2 proyekna mau dimulai kapan yah?:cheers:

Ini beritanya

Rel Kereta Api di Kaltim Dibangun Akhir Desember
Kamis, 17 Desember 2009 | 11:22 WITA

SAMARINDA - Investor asal Uni Emirat Arab (UEA) yakni Ras Al-Khaimah menjadwalkan memulai pembangunan konstruksi rel kereta api (KA) dari Muara Wahau, Maloy hingga Lubuk Tutung di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada akhir Desember 2009 ini. Sementara untuk Pemprov, Pemkab Kutim bersama investor masih melakukan pembebasan lahan untuk jalur relnya.

Seperti diketahui, perencanaan awal dari Rel KA senilai 900 juta dolar AS atau sekitar Rp 9 triliun itu dibangun masih sebatas untuk mengangkut batu bara dan Crude Palm Oil (CPO), namun ke depan akan lebih dikembangkan untuk mengangkut komoditi lainnya hingga KA untuk penumpang.

Menurut Kepala Bappeda Kaltim Rusmadi, untuk sementara ini Pemprov memang belum menerima laporan progress fisik dari rel KA tersebut. Namun dari hasil studi sementara, untuk progress pembebasan lahannya terus berjalan tanpa ada kendala. "Sebenarnya kami dari Pemprov ini hanyalah fasilitator, pelaksana di lapangannya adalah Pemkab Kutim. Makanya yang dapat saya sampaikan untuk sementara adalah progress pembebasan lahan terus berjalan itu," ujarnya.

Ditambahkannya, Pemprov telah membentuk Badan Pengelola (BP) Pelabuhan Maloy. Tugas dan kewenangan dari BP Maloy ini termasuk didalamnya dalam merencang-bangun proyek Rel KA tersebut, sebab jalur Rel KA yang menuju Pelabuhan Maloy merupakan satu program proyek sebagai outlet pelabuhan CPO kawasan Indonesia Timur. "Sementara ini draft dan programnya masih dibahas intensif oleh BP Maloy itu, mudah-mudahan saja dalam waktu dekat ini kami sudah mendapatkan laporannya, mulai dari bagaimana dan seperti apa proyeksinya ke depan," tambahnya.

Sekadar diketahui, investor Ras Al-Khaimah dan Middle East Coal (MEC) sebagai pelaksana kegiatan pembangunan rel KA-nya, telah menjadwalkan akan memulai pembangunan rel KA Desember 2009 mendatang.

Rencana pembangunan rel KA ini adalah hasil dari Forum Ekonomi Islam Dunia atau World Islamic Economic Forum (WIEF) V Meret 2009 lalu di Jakarta, yang melahirkan kesepakatan dalam hubungan bisnis dan pembangunan wilayah khusus untuk Provinsi Kaltim senilai 2,6 miliar dolar AS dengan investor Ras Al Khaimah asal Uni Emirate Arab.

Kesepakatan yang dipertegas dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) itu adalah pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Muara Wahau-Lubuk Tutung dan Muara Wahau-Maloy sepanjang 150 kilometer dengan nilai investasi 900 juta dolar AS.

Sementara di Kutai Timur, Pemkab belum membahas detail perencanaan teknisnya. Hal tersebut disampaikan Ketua Bappeda Kutim, Rupiansyah, Selasa (15/12). "Sampai sejauh ini belum ada pembahasan bersama tentang detail teknis. Namun karena dana proyek 100 persen dari investor, kemungkinan mereka juga yang merumuskan detail teknisnya," katanya.

Bappeda tidak mempunyai desain, karena pembangunan tidak menggunakan APBD Kutim. Hingga saat ini, data pasti yang diketahui adalah rel kereta api akan dibangun dari Wahau sampai Maloy dengan panjang 130 kilometer. "Peruntukannya kemungkinan besar untuk hasil tambang dan perkebunan," katanya.

Untuk pembebasan dan ganti rugi lahan juga belum ada pembahasan. "Kemungkinan desa dan kecamatan terlibat dalam pembebasan lahan. Untuk pembebasan kami berharap dilibatkan dalam administrasi. Karena investor akan kesulitan bila langsung turun sendiri," katanya.

Ia pun menyebut beberapa instansi yang kemungkinan mengetahui lebih jauh tentang rencana investasi, yaitu Badan Penanaman Modal, Asisten II Sekkot, juga Dinas Pengendalian Lahan dan Tata Ruang. "Bappeda belum tahu tentang pembebasan lahan dan detail teknis pembangunan," katanya.

Rupiansyah mengatakan, dalam pembangunan rel, tentunya akan disinergikan dengan pembangunan pelabuhan Maloy. "Kita belum tahu, apakah mereka akan menggunakan pelabuhan Maloy atau membuat pelabuhan sendiri. Yang jelas harus disinergikan dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi yang membangun pelabuhan Maloy," katanya. (aid/khc/tribun kaltim cetak)

senoholic09
December 17th, 2009, 07:33 AM
^^ semakin cepat SDA KalTim terkuras :ohno:

Sizter85
December 18th, 2009, 06:31 PM
Rel Kereta Api di Kaltim Rampung 11-11-11

SANGATTA - Investor Ras Al-Khaimah dari Uni Emirat Arab (UEA) menargetkan pembangunan rel kereta api di Kabupaten Kutai Timur bisa selesai tanggal 11 November 2011. Untuk mempercepat proses proyek awal senilai Rp 900 juta dolar (sekitar Rp 9 triliun) itu, saat ini telah dilakukan proses pembebasan lahan.

"Investor menargetkan tanggal 11 bulan 11, tahun 2011 harus selesai. Saat ini pembebasan lahan sudah selesai, hanya tinggal melengkapi dokumen," kata Bupati Kutai Timur Isran Noor.

Untuk proses ini, Pemkab Kutim tidak memegang dan menyalurkan dana. "Kita tidak pegang uang, hanya membantu pendekatan dengan masyarakat," katanya. Sedangkan harga tanah, Isran menyebutkan sedikit di atas Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

Bupati juga langsung membantu sosialisasi pembangunan proyek ke masyarakat Wahau, Kongbeng, Muara Bengkal, Telen, dan Bengalon. "Termasuk ke perusahaan perkebunan yang akan dilewati rel," katanya. Dalam pembangunan ini, tidak ada dukungan APBD. "Paling-paling APBD hanya untuk sosialisasi dan kunjungan kerja," katanya.

Saat ini pihak konsultan juga masih membuat detail teknis proyek. Berdasarkan penjelasan Isran, setelah pematangan lahan mencapai 100 sampai 150 terase, akan dibuat center line. Bila di Jawa jarak antar as rel 1,25 meter, di Kutim selebar 1,65 meter.

Tahap pertama akan dibangun single track yang mampu mengangkut 32 juta metrik ton (MT) per tahun. "Pada perkembangannya ditingkatkan menjadi double track yang mengangkut 65 juta MT," katanya. Kereta api khusus ini pertama di Indonesia. Tujuannya untuk pengangkutan batu bara, serta pengembangan dan pembangunan industri smelter aluminium di Wahau.

Isran menjelaskan, dalam pembangunan rel nantinya investor juga akan melibatkan ZENI Angkatan Darat. "Agar lebih cepat akan dilibatkan personel ZENI Angkatan Darat 2 sampai 3 batalyon. KSAD periode lalu sudah setuju, kabarnya KSAD saat ini juga setuju," katanya.

Selain membuat rel, investor juga melakukan investasi pertambangan. "Karena tambang tidak bisa dikelola asing, maka mereka join venture dengan KP Indonesia di daerah Telen," katanya. Mitra investor tersebut adalah pemilik izin KP, dan bukan PKP2B.

Ia menjelaskan pula, pada tahap selanjutnya rel diarahkan untuk mengangkat hasil perkebunan, seperti Crude Palm Oil (CPO). "Karena rel itu khusus, maka harus dilakukan negosiasi dengan Menhub untuk mengangkut hasil lain," katanya.

Tentang kunjungannya ke Timur Tengah, Isran menceritakan bahwa investor meyakinkan proyek berjalan sesuai rencana dan menghindarkan keraguan Indonesia. "Mereka juga menghadirkan semua konsultan dan lembaga keuangan internasional yang memback up program rel di Kutim," katanya.

Selain membangun jaringan rel kereta api, Ras Al Khaimah juga akan membangun pelabuhan di sekitar Maloy. Pelabuhan tersebut adalah Miang Besar Coal Terminal (MBCT) dengan kapasitas big size 160.000 ton.

Bupati mengatakan pelabuhan tersebut akan menjadi pelabuhan khusus batu bara yang beskala besar. "Investor akan membuat 1 sub terminal di ujung jalan. Kapal ekspor difasilitasi menggunakan MBCT tersebut, dan saat ini sudah pembebasan lahan," katanya.

Walaupun letaknya sangat dekat dengan pelabuhan Maloy nantinya, namun manajemen tetap terpisah. MBCT khusus untuk batu bara, sedangkan bongkar muat kontainer di Maloy. "Kedua pelabuhan tersebut terletak di ALKI 2, lautnya aman, kedalamannya mencukupi, dan terletak di teluk sehingga tidak terkena ombak utara dan selatan," katanya. (kholish chered/tribun kaltim cetak)

Sizter85
December 19th, 2009, 11:13 AM
Sabtu, 19 Desember 2009 , 13:57:00
Bupati Minta Dukungan Masyarakat
Agar Jembatan Penajam-Balikpapan Cepat Terwujud

PENAJAM - Rencana pembangunan jembatan Penajam-Balikpapan kian mendekati kenyataan. Investor patungan dari empat negara di dunia, Amerika Serikat, Inggris, Korea, China menyatakan berminat membangun megaproyek senilai triliunan rupiah itu.

“Insya Allah segera terwujud. Dalam waktu dekat ini tim studi kelayakan turun, dan segera ditingkatkan menjadi kesepakatan antara pemkab dan investor,” kata Bupati PPU H Andi Harahap, kemarin.

Ia mengatakan itu menjawab media ini berkaitan dengan perkembangan rencana pembangunan jembatan yang terus ditunggu masyarakat. Dan ia pun berharap wacana prestisius itu dapat terealisasi segera dimasa kepemimpinannya sebagai bupati di daerah ini.

Dikatakannya, calon investor sudah menemuinya di Jakarta, baru-baru ini. Meski tidak menyebutkan nama calon investor, Andi Harahap mengaku sudah ada pembicaraan awal mengenai sistem kerja. “Mereka sepakat bekerja sama, dan itu urusan internal investor.

Saya dengar, konstruksi jembatan dilaksanakan oleh Korea, desain oleh Inggris, dan penyandang dana dibiayai kontraktor Amerika Serikat,” katanya.

Bagi bupati yang mantan ketua DPRD PPU ini, terkait wacana lama membangun jembatan memang tak bisa seperti membalikan telapak tangan, semua itu butuh proses dan mengikuti aturan main yang berlaku. Namun yang terpenting, dalam pelaksanaan pembangunannya tidak membebani anggaran daerah.

“Pembangunan jembatan Penajam-Balikpapan itu biayanya murni investor. Pemerintah hanya memberikan jaminan kemudahan, keamanan dan kepastian hukum,” tandas Andi.

Karena itu, Andi berharap rencana pembangunan jembatan itu hendaknya terus mendapat dukungan dari elemen masyarakat, sehingga kalau terwujud berfungsi sebagai akses transportasi masyarakat di dua daerah, PPU dan Balikpapan serta daerah-daerah yang punya kepentingan dengan investasi. (pam)

the_joko
December 21st, 2009, 06:37 PM
East borneo site http://east-borneo.net

sayaka
December 21st, 2009, 08:36 PM
^^ thx 4 d info :)

Chris_Lyantto
January 9th, 2010, 03:59 AM
Listrik dan Jalan Tol Prioritas
07 Januari 2010
Penulis: Ir. Ismono

Listrik dan Jalan Tol Prioritas SAMARINDA, - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak kembali membeberkan program prioritas pembangunan yang akan dilaksanakannya di tahun 2010 ini. Jika dulu atau baru-barunya dia menjabat Gubernur hanya berjumlah 10 program, maka kali ini jumlahnya bertambah lima menjadi 15 program prioritas. Pada 2010 ini, Awang menempatkan penyelesaian atas penggunaan lahan tanah yang dikaitkan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) pada posisi pertama. Sebab menurutnya, penyelesaian RTRWP adalah modal utama dan sangat vital dalam menggerakkan pembangunan di Kaltim ke depan.

Alhamdulillah, kemarin Pak Presiden SBY telah berkomitmen akan menyelesaikan RTRWP di daerah-daerah dan masuk dalam program 100 hari kerja Pak SBY. Makanya saya tempatkan ini di program prioritas pertama, sebagai acuan kita melaksanakan program lainnya," kata Awang, Rabu (6/1) dalam acara penganugerahan tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada pegawai dilingkup Pemprov, di Lamin Etam.

Sementara untuk program kedua dan ketiga, dia menitikberatkan suksesnya pembangunan infrastruktur dan revitalisasi peningkatan daya listrik. Dalam dua program tersebut, masuk didalamnya jalan tol, jembatan, dan program 10.000 megawatt (mw).

"Termasuk untuk peningkatan daya listrik itu, bagaimana kita mendorong pihak-pihak swasta di Kaltim untuk berinvestasi membangun pembangkit listrik. Dan Alhamdulillah, seperti Bakrie Power melalui PT Kaltim Prima Coal (KPC)-nya akan membangun PLTU 2x100 MW, hal ini adalah salah satu solusi kita dalam mengatasi krisis listrik berkepanjangan," ujarnya.

Selanjutnya, disebutkan Awang, pengentasan kemiskinan, peningkatan dan perluasan kesempatan kerja, revitalisasi pertanian tahap II, reformasi birokrasi, penegakkan hukum dan pencegahan korupsi, serta menggalakkan kegiatan yang sifatnya pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

"Dari beberapa program prioritas di atas itu, sudah kita bentuk masing-masingnya tim terpadu antara Pemprov dan Kabupaten/Kota. Ini supaya kita bisa berjalan bersama-sama membangun Kaltim. Misalnya saya ambil contoh soal pengentasan kemiskinan, tim terpadu yang telah dibentuk akan mencarikan formulasi dan solusi yang tepat untuk terus mengurangi angka kemiskinan kita di Kaltim," terangnya.

Dan terakhir, lanjutnya, peningkatan daya saing daerah melalui iklim investasi, melanjutkan Kaltim cemerlang, reformasi pelayanan kesehatan, mengantisipasi pemanasan global dan memperbaiki jati diri pemuda dari bahaya Narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya.

"Dan yang paling terpenting dan sudah menjadi komitmen saya, pembangunan perbatasan. Dalam program prioritas terakhir dan pamungkas ini, mulai dari infrastruktur hingga kemudahan komunikasi akan kita laksanakan dalam 2010 ini,"(Tribun)

Ampelio
January 12th, 2010, 06:32 PM
Ni projek dimana konsultan gw terlibat, patung raksasa karya seniman besar bernilai milyaran akan dibongkar begitu saja gara2 masyarakat protes.
http://img51.imageshack.us/img51/6182/lembuswana2.jpg (http://img51.imageshack.us/i/lembuswana2.jpg/)

http://img693.imageshack.us/img693/5839/lembuswana1.jpg (http://img693.imageshack.us/i/lembuswana1.jpg/)
^^Patung asli Lembuswana yg dianggap sbg "pakem" di Museum Mulawarman, seperti layaknya arca Ganesha dan Dwarapala yang gak boleh diubah posisi duduknya... demikian juga patung simbol masyarakat Kutai ini harus dibuat dlm posisi berdiri tanpa modifikasi.

Ampelio
January 14th, 2010, 09:13 AM
...visualisasi patung baru
http://img710.imageshack.us/img710/5807/lembu3d2.jpg (http://img710.imageshack.us/i/lembu3d2.jpg/)

Chris_Lyantto
January 18th, 2010, 03:55 PM
Tiang Utama Setinggi 100 Meter

PENAJAM, - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Penajam Paser Utara (PPU) tahun ini akan mulai melakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS), terhadap rencana pembangunan jembatan Penajam-Balikpapan. Untuk FS ini sudah disiapkan Rp 1,8 miliar di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2010. Tahap pelelangan akan mulai dilaksanakan Februari mendatang.

Kepala Bidang Prasarana dan Pengembangan Sarana Wilayah Bappeda PPU, Ibrohim Mas'ud, Rabu (6/1) di ruang Humas Pemkab PPU menjelaskan, dalam FS ini akan dilakukan tiga kajian, untuk menilai kelayakan pembangunan jembatan dari Nipah-nipah menuju Melawai.

"Kajian itu mulai dari sisi darat, laut sampai udara. Kita harapkan dalam waktu empat bulan FS ini sudah bisa kita ketahui. Apakah layak dibangun jembatan di lokasi itu atau tidak," jelas Ibrohim. Untuk kajian pada sisi darat lanjutnya, akan dilakukan terkait dengan kondisi struktur tanah baik di Nipah-nipah maupun Melawai. Selain itu, juga akan ada kajian mengenai jalan penghubung atau akses jalan jembatan itu.

Sementara untuk kajian sisi laut menurut Ibrohim, untuk mengetahui kedalaman laut, tinggi gelombang, arus gelombang, kecepatan angin serta pasang surut air laut. Kajian ini dilakukan untuk mengukur ketinggian jembatan saat air pasang tertinggi. Karena menurut ketentuan, tinggi dasar jembatan dengan air laut pada pasang tertinggi minimal 50 meter.

Sedangkan kajian sisi udara tambahnya, apakah pembangunan jembatan Penajam-Balikpapan ini mengganggu penerbangan atau tidak. Karena nanti jembatan itu akan dibangun pylon (tiang utama) setinggi 100 meter. "Jangan sampai pylon yang dibangun ini mengganggu penerbangan. Sementara kajian dari Perhubungan Udara ketinggian pylon dengan air pasang tertinggi itu maksimal 150 meter. Jadi kita hitung maka ketinggian pylon dengan dasar jembatan itu mencapai 100 meter," katanya.

Ibrohim mengaku sudah pernah mendapat hasil kajian dari Dirjen Pehubungan Udara. Ia mengatakan lokasi jembatan Penajam-Balikpapan berada di ring dua dalam penerbangan karena jaraknya lebih 8 kilometer dari Bandara Sepinggan.

Selain melakukan kajian sisi darat, laut dan udara, menurut Ibrohim, dalam FS nanti juga akan dikaji tentang lokasi jembatan. Ibrohim memperkirakan lokasi jembatan akan bergeser satu kilometer (Km) dari sisi kiri Pantai Nipah-nipah. "Kalau satu km dari sisi kiri maka jembatan akan lurus menuju Melawai dan kemungkinan jaraknya akan semakin pendek," ucapnya.

Setelah FS lanjutnya, maka tahun 2011 nanti akan dilaksanakan penyusunan Detail Engineering Design (DED), sehingga sudah bisa diketahui anggaran yang dibutuhkan dalam pembangunan jembatan tersebut, termasuk desain jembatannya. "Untuk FS nanti kami akan melakukan lelang terbuka. Tapi minimal perusahaan itu punya pengalaman dalam FS jembatan. Syukur-syukur yang melakukan FS jembatan Suramadu bisa ikut lelang. Tapi tidak ada jaminan bisa menang," ucapnya. (mir)

Tetap Koordinasi Balikpapan

DALAM melaksanakan FS, Bappeda PPU, tetap akan melakukan koordinasi dengan Pemkot Balikpapan. Hal ini dilakukan karena titik jembatan Penajam-Balikpapan berada di Melawai.

Kepala Bidang Prasarana dan Pengembangan Sarana Wilayah pada Bappeda PPU, Ibrohim Mas'ud menegaskan, koordinasi dengan Balikpapan mutlak untuk dilakukan karena titik jembatan berada di dua wilayah. "Hasil FS pun nanti akan kami berikan kepada Pemkot Balikpapan. Agar mereka mengetahui kelayakan pembangunan jembatan Penajam-Balikpapan," ujarnya.

Bahkan untuk kajian sisi darat lanjut Ibrohim akan melibatkan Balikpapan. Karena kajian ini juga akan dilaksanakan di Balikpapan mengenai struktur tanah dan akses penghubung jembatan nanti. Sementara untuk coastal road yang rencanannya akan dibangun Balikpapan, Ibrohim menyatakan itu kewenangan mereka. Karena yang jelas Bappeda hanya melakukan kajian terkait dengan pembangunan jembatan. (mir)

TIGA KAJIAN DALAM FS
1. Sisi darat meliputi kondisi struktur tanah baik di Nipah-nipah maupun Melawai dan juga jalan penghubung atau akses jalan jembatan itu.
2. Sisi laut meliputi kedalaman laut, tinggi gelombang, arus gelombang, kecepatan angin serta pasang surut air laut. Kajian ini juga untuk mengukur ketinggian jembatan saat air pasang tertinggi. Karena menurut ketentuan, tinggi dasar jembatan dengan air laut pada pasang tertinggi minimal 50 meter.
3. Sisi udara untuk mengetahui apakah pembangunan jembatan Penajam-Balikpapan ini mengganggu penerbangan atau tidak. Karena nantinya jembatan tersebut akan dibangun pylon (tiang utama) setinggi 100 meter.(mir)

sayaka
January 24th, 2010, 10:53 AM
Agak bingung aq mau menempatkan mereka, jd disini aja yah, cz letakna kan di antara SMD-BPPN
* i'mangland
http://photos-h.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs191.snc3/19870_1261832359574_1642671389_638278_2455300_n.jpg

* proyek kios di jalan SMD-BPPN
http://photos-c.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs171.snc3/19870_1261832479577_1642671389_638280_6395284_n.jpg

sayaka
January 24th, 2010, 10:55 AM
...visualisasi patung baru
http://img710.imageshack.us/img710/5807/lembu3d2.jpg (http://img710.imageshack.us/i/lembu3d2.jpg/)
Oh.... ini dia project om ampel yg di samarinda.... :) :cheers:

btw, patung yg baru nanti materialnya dr apakah?

Ampelio
January 29th, 2010, 11:51 PM
Oh.... ini dia project om ampel yg di samarinda.... :) :cheers:
^^Yup betul... tu salah satunya, ada projek lain juga say:)

...utk projek patung skrg masih proses pembuatan 3D modelnya.
http://img64.imageshack.us/img64/8025/43256775.jpg (http://img64.imageshack.us/i/43256775.jpg/)
http://img714.imageshack.us/img714/7180/50370518.jpg (http://img714.imageshack.us/i/50370518.jpg/)
^^3D modelling (framing) ...sayap belum dipasang

http://img687.imageshack.us/img687/363/42234458.jpg (http://img687.imageshack.us/i/42234458.jpg/)
^^Patung ni bakal berdiri fenomenal, gagah dan lebih seram dibanding patung eksisting.
Image diatas masih 3D rendering kasar, belum ditambah sayap dan detail ornamen.

btw, patung yg baru nanti materialnya dr apakah?
^^Material sama, dari tembaga dengan finishing warna yg digelapkan.

...walaupun tinggal mengikuti pakemnya, IMO proses mendesain Lembuswana ke dlm computer graphic ni cukup pelik, krn objek berbentuk organik :nuts: Mgkin krn terbiasa bikin desain bangunan arsitektur yg geometris. :cheers:.

Begitu kelar dan siap presentasi, gw dan team sgera terbang ke Kaltim, ancer2 pertengahan feb.

Ampelio
January 30th, 2010, 12:23 AM
It's my other project in East Kalimantan:
http://img63.imageshack.us/img63/6176/budpar.jpg (http://img63.imageshack.us/i/budpar.jpg/)
^^Desainnya dah selesai tahun lalu, rencana tahun ni mulai dibangun

http://img46.imageshack.us/img46/3782/budpar1.jpg (http://img46.imageshack.us/i/budpar1.jpg/)
^^Lokasi projek, tidak jauh dari Kantor Bupati Kutai Kartanegara

sayaka
January 30th, 2010, 09:50 AM
^^ hmm....dgn banyakna projek, bakal jd perjalanan solo-bandung-borneo dong om.... :D



...walaupun tinggal mengikuti pakemnya, IMO proses mendesain Lembuswana ke dlm computer graphic ni cukup pelik, krn objek berbentuk organik :nuts: Mgkin krn terbiasa bikin desain bangunan arsitektur yg geometris. :cheers:.

Begitu kelar dan siap presentasi, gw dan team sgera terbang ke Kaltim, ancer2 pertengahan feb.

Arsitek yg bikin 3d pasti kepalana sampe tuing2.... Secara bkin bangunan biasa aja udh bkin ubanan, apalagi dgn desain yg begitu.... :) :cheers:

Rivadh
February 7th, 2010, 11:07 AM
RSUD Kota Tarakan (u/c)

Maket..

http://img246.imageshack.us/img246/1687/36660028.jpg (http://img246.imageshack.us/i/36660028.jpg/)

http://img707.imageshack.us/img707/6535/dsc06542.jpg (http://img707.imageshack.us/i/dsc06542.jpg/)

Ampelio
February 8th, 2010, 03:09 PM
^^keren banget RS-nya :okay:

Ampelio
February 8th, 2010, 03:11 PM
RSUD Kota Tarakan (u/c)
Maket..
http://img246.imageshack.us/img246/1687/36660028.jpg (http://img246.imageshack.us/i/36660028.jpg/)

http://img707.imageshack.us/img707/6535/dsc06542.jpg (http://img707.imageshack.us/i/dsc06542.jpg/)

^^Wow!! keren banget RS-nya :okay: GO Tarakan! :cheers:

Ampelio
February 8th, 2010, 03:26 PM
http://img687.imageshack.us/img687/1079/remodeling.jpg (http://img687.imageshack.us/i/remodeling.jpg/)
^^3D Modelling

http://img690.imageshack.us/img690/9094/tembagafinal1.jpg (http://img690.imageshack.us/i/tembagafinal1.jpg/)
^^Visualisasi patung baru, lebih gigantic dan seram! ...image diatas masih belum ada detail ornamen/hiasan/ukiran-nya.

yudibali2008
February 9th, 2010, 12:15 PM
http://img687.imageshack.us/img687/1079/remodeling.jpg (http://img687.imageshack.us/i/remodeling.jpg/)
^^3D Modelling

http://img690.imageshack.us/img690/9094/tembagafinal1.jpg (http://img690.imageshack.us/i/tembagafinal1.jpg/)
^^Visualisasi patung baru, lebih gigantic dan seram! ...image diatas masih belum ada detail ornamen/hiasan/ukiran-nya.



wah kalau dah jadi keren banget nih :), hebat mas Ampelio :cheers:

Chris_Lyantto
February 9th, 2010, 01:50 PM
Jembatan Pulau Balang Ancam HLSW
Tanjung Batu-Gunung Seteleng Lebih
Selasa, 09 Februari 2010 , 07:30:00


BALIKPAPAN - Pembangunan jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) dinilai kurang efisien. Selain itu, jembatan yang dibangun Pemprov Kaltim itu dinilai akan mengancam kawasan Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) sekaligus memutus rantai ekosistem.

Sebagai alternatif, Staf Divisi Kajian Publik dan Lingkungan Sentra Program Pemberdayaan dan Kemitraan Lingkungan (STABIL) Balikpapan Edy Wijaya Hidayat mengusulkan, pembangunan jembatan Tanjung Batu-Gunung Seteleng. Sebab, selain panjang jalan yang lebih baik daripada lewat Tanjung Batu, pembangunan Tanjung Batu-Gunung Seteleng akan lebih mengamankan wilayah HLSW.

“Seperti kita tahu, setiap pembukaan jalan pasti akan membawa dampak. Pasti ada permukiman di sekitar, apalagi lewat pulau Balang yang sangat berdekatan dengan HLSW dikhawatirkan berpotensi terjadi perambahan hutan, dan perburuan hewan-hewan yang dilindungi,” tegas Dayat—sapaan akrabnya.

Ia menilai, jika dibangun lewat jembatan Tanjung Batu maka tidak terlalu berdampak, terlebih kawasan itu memang sudah dikhususkan sebagai kalangan industri. Jarak jalan yang dibangun lebih dekat, yaitu 30 kilometer.

Ditambahkan, pembangunan jembatan Pulau Balang, kata Dayat, yang menghubungkan PPU ke Km 13 Jl Soekarno Hatta Balikpapan ini akan membelah
kawasan konservasi HLSW. Dikhawatirkan, ekosistem mangrove di sekitar kawasan HLSW dan Teluk Balikpapan yang selama ini terhubung akan terputus.

Tidak hanya di darat, dengan adanya pembangunan Pulau Balang, juga akan mengganggu ekosistem yang ada di kawasan perairan Teluk Balikpapan. Pekerjaan pemasangan tiang pancang jembatan dikhawatirkan membuat erosi dan mengancam terumbu karang yang ada di Teluk Balikpapan. (tom)
--------------------

^^ saya pribadi lebih setuju yang ini.. dari penajam tidak terlalu jauh dan keuntungan buat balikpapan adalah industri kariangau atau kawasan balikpapan utara menjadi lebih berkembang

mouRINHO
February 12th, 2010, 03:09 PM
foto proyek RSUD tarakan kayanya dah lama ya, coz waktu gw ke tarakan awal desember 2009 lalu dah jadi 6 lantainya, tinggal finishing touch aja....

moga 2010 ini sudah kelar semuanya.... :cheers:

Sweet
February 12th, 2010, 08:14 PM
Ini lokasinya di perbatasan Samarinda - Kutai Kartanegara, tepatnya jalan poros Samarinda - Teluk Dalam/Sebulu.
http://img715.imageshack.us/img715/6460/hc1.jpg (http://img715.imageshack.us/my.php?image=hc1.jpg)

http://img196.imageshack.us/img196/9886/hc2dz.jpg (http://img196.imageshack.us/my.php?image=hc2dz.jpg)

http://img141.imageshack.us/img141/168/hc3c.jpg (http://img141.imageshack.us/my.php?image=hc3c.jpg)

http://img190.imageshack.us/img190/1259/hc4m.jpg (http://img190.imageshack.us/my.php?image=hc4m.jpg)

Lahannya luas banget, tanya ama orang2 di sekitar situ katanya akan dibangun Hindu Center.

sayaka
February 22nd, 2010, 06:38 AM
JATAM: Butuh terobosan selamatkan Kalimantan
Tempo - Minggu, 21 Februari 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup didesak segera mengajak empat gubernur di Kalimantan untuk bisa menyelamatkan pulau itu. Alam di pulau terbesar di Indonesia itu semakin rusak dan itu bukan sekadar disebabkan masalah perizinan tambang.

"Dari dulu sudah rusak, masyarakat sekitar pertambangan hidup miskin dan sering mati lampu. Itulah Kalimantan," kata Koordinator Nasional Jaringan Advokasi dan Tambang (JATAM), Siti Maemunah, ketika dihubungi, Ahad (21/2).

Langkah mengajak empat gubernur penguasa pulau itu, menurut Siti, bisa menjadi langkah terobosan Kementerian Lingkungan Hidup. Mereka bisa diajak membahas Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)--kajian yang wajib dibuat setiap daerah sesuai Unang-undang tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.»Kalimantan bisa menjadi contoh penyelamatan lingkungan,” kata Siti.

Warga Kalimantan juga diharapkannya tidak diam melihat alamnya dirusak. Warga harus ikut mendesak gubernur agar tidak menambah izin tambang maupun pengelolaan hutan lagi. Maemunah mengatakan, kerusakan akibat pertambangan di Kalimantan sukar dipulihkan karena sifat geologisnya yang berasal dari lempeng berusia tua

sayaka
March 2nd, 2010, 08:04 AM
Kota Bontang Ingin Diperluas
Senin, 1 Maret 2010 | 22:26 WIB


BONTANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bontang mengusulkan perluasan wilayah 18.750 hektar kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Wilayah baru direncanakan menjadi kawasan penyangga lingkungan hidup Kota Bontang.

Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam mengutarakan hal itu saat menerima rombongan Kunjungan Kerja Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Kantor Wali Kota Bontang, Senin (1/3/2010). Luas Bontang saat ini 16.339 hektar. Ap abila usul perluasan itu disetujui, luas Bontang yang berpenduduk 138.000 jiwa ini nantinya menjadi 35.089 hektar.

Hasdam mengusulkan perluasan 10.700 hektar dari 18.750 hektar itu diambil dari wilayah Kabupaten Kutai Timur. Sisanya yang 8.050 hektar diha rapkan bisa diambil dari wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara. Dua kabupaten itu berbatasan dengan Bontang.

Hasdam mengatakan, wilayah yang diusulkan untuk perluasan terdiri dari kawasan Hutan Lindung Bontang dan mungkin saja Taman Nasional Kutai. Kedua kawasan konservasi itu sebenarnya membentengi Bontang dari ancaman bencana lingkungan tetapi kondisi nya sudah rusak.

"Karena sudah rusak, daya dukung lingkungan terhadap Bontang sangat lemah. Tidak mengherankan apabila banjir sering melanda Bontang," kata Hasdam.

Hasdam mengatakan, meskipun wilayah yang diusulkan untuk perluasan dalam kondisi rusak, pemerintah ingin menanami, merehabilitasi, dan menjaganya agar Bontang bisa luput dari bencana akibat kerusakan lingkungan hidup.

Usul perluasan itu, lanjut Hasdam, sudah dibicarakan antarpemerintah dengan Kutai Timur dan Kutai Kartanegara. Namun, peran pemerintah provinsi tetap diperlukan sebab menyangkut masalah batas wilayah antardaerah.

Chris_Lyantto
March 5th, 2010, 01:53 PM
Rabu, 3 Maret 2010
Siapkan Bandara Juwata Jadi Ikon Kaltara


BANDARA Juwata Tarakan sebagai satu-satunya bandara internasional kelas 1 khusus di utara Kaltim terus berbenah. Kemarin (2/3), sesaat setelah mendarat di Bandara Juwata, Wakil Wali Kota (Wawali) Tarakan Suhardjo Trianto didampingi Kepala Bandara Juwata H. Husni Djau SE MM sempat meninjau beberapa fasilitas yang ada. Seperti ruang VIP, ruang VVIP (lounge), terminal keberangkatan dan perkantoran bandara.

Menurut Suhardjo, dengan kemajuan pembangunan yang cukup pesat di Bandara Juwata, tidak menutup kemungkinan bandara terbesar di utara Kaltim ini akan menjadi ikon di Kaltara, bahkan di Kaltim. “Saya yakin ke depan bandara ini akan lebih baik,” kata Wawali Suhardjo Trianto.

Mengenai status bandara internasional kelas 1 khusus yang disandang Bandara Juwata saat ini, menurut Suhardjo perlu dilakukan penyesuaian dengan statusnya sebagai bandara internasional.

“Namanya bandara internasional arahnya pasti keluar negeri, paling tidak ada standard minimalnya terutama dari sisi pelayanan,” kata Suhardjo.

Namun yang penting sekarang, sambung wawali, adalah bagaimana pemerintah kota bersama Departemen Perhubungan bisa memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat yang menggunakan jasa penerbangan udara. Untuk mendukung pesatnya pembangunan di Bandara Juwata, Suhardjo memastikan pemerintah kota melalui APBD kota akan mendukung pembangunannya.

“Tentunya ada support dari pemerintah daerah, baik berupa anggaran maupun moril untuk mendukung pembangunan bandara,” katanya.

Salah satu pembangunan infrastruktur bandara yang akan didukung melalui APBD adalah pembangunan terminal cargo. “Justru kalau bisa yang bangun terminal cargo itu adalah pemerintah daerah. Sementara untuk pembangunan runway, apron dan terminal penumpang dibebankan ke APBN melalui Departemen Perhubungan karena itu instansi vertikal,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bandara Juwata H. Husni Djau mengatakan, guna mendukung bandara Juwata menjadi bandara internasional, selain melakukan pembangunan di bidang fisik dan infrastruktur, Bandara Juwata juga terus melengkapi kemampuan sumber daya manusianya.

“Kita upayakan tiga tahun ke depan kita tingkatkan kinerjanya,” kata Husni, kemarin.

Yang pertama menjadi perhatian Husni Djau adalah bagaimana agar bandara Juwata ini menjadi lebih bersih dari sebelumnya. “Setelah bersih kita tingkatkan ke asri atau indah,” sebutnya.

Menurut Husni Djau, pembangunan di Bandara Juwata itu belum apa-apa karena masih banyak yang harus dilakukan pembenahan. “Insya Allah dalam waktu dekat kita sudah ada jalur penerbangan Malaysia Airlines yang akan menerbangi Tarakan-Tawau-Sandakan sampai Kinabalu,” ujar Husni. Dengan harapan, jalur penerbangan dari Tarakan menuju Malaysia ini, bisa membuka jalur-jalur penerbangan internasional lainnya. “Kalau sudah ke Malaysia, tentu bisa melanjutkan penerbangan ke Singapura atau negara lainnya,” bangganya.(ddq)

Chris_Lyantto
March 5th, 2010, 02:03 PM
Kamis, 04 Maret 2010 , 09:10:00

Gubenur : Hanya 4 Bandara Internasional
Salah Satunya Bandara Kalimarau

TANJUNG REDEB-Berau merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi sangat menjanjikan. Wajarlah bila harus difasilitasi sebuah bandara yang representatif, yang bisa menjadi salah satu pilar utama perekonomian daerah. Hal itu dikemukakan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak saat meresmikan pemancangan tiang pertama pembangunan terminal Bandara Kalimarau, Rabu (3/3) kemarin.

Awang mengatakan, keberadaan Bandara Kalimarau yang akan ditingkatkan menjadi bandara berskala internasional sudah sejalan dengan program Pemprov Kaltim, yakni membenahi tuntutan sarana transfortasi daerah, baik di darat, laut maupun udara. “Ketiga sektor ini memiliki peranan penting dalam kemajuan daerah, dan harus saling sejalan antara satu dengan yang lain,” ujarnya. Sesuai rencana Pemprov, lanjut Awang, di Kalimantan Timur hanya akan ditetapkan 4 bandara berskala internasional, di antarannya di Bandara Sepinggan Balikpapan, Bandara Kalimarau Berau, Bandara Juwata Tarakan dan Bandara Sungai Siring Samarinda.

Sedangkan di kabupaten lainnya, pemprov memiliki rencana khusus dalam memeratakan pembangunan, yakni membangun freeway dan kereta api untuk hubungan antar kabupaten. Seperti yang terjadi di wilayah utara, akan direncanakan pembangunan freeway dari kabupaten Malinau menuju Bulungan dan tembus di Kabupaten Berau. “Dengan freeway tersebut warga Malinau, Bulungan dan Tana Tidung tinggal menuju Berau untuk melakukan perjalanan keluar kota lewat udara,” sebutnya.

Awang berharap, peningkatan Bandara Kalimarau ini perlu dibuat semenarik mungkin, agar para pendatang terkesan ketika menginjakkan kaki di Berau. Saat ini masyarakat Berau boleh berbangga hati karena memiliki bandara bertaraf internasional. Gubernur mengatakan, Berau adalah daerah tujuan wisata Kaltim, sehingga patut bila difasilitas dengan bandara representatif.

“Pada akhirnya ini meningkatkan kunjungan wisata, mengingat objek wisata Berau sudah mendunia,” ucapnya. Peningkatan bandara ini, lanjut Gubernur, juga akan memberikan dampak positif bagi daerah. Diharapkan investor yang masuk Berau mengalami peningkatan pesat. “Saya juga merencanakan berbagai program terkait peningkatan pembangunan daerah. Yang mana investor diwajibkan memiliki kantor pusat di wilayah mereka berinvestasi, dan bukan berkantor di Jakarta,” tandasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Berau Busairi menyampaikan, pekerjaan membangun bandara ini terdiri dari 12 item.

Tahap pertama dilakukan pembangunan gedung terminal penumpang, area parkir, menara kontrol, ruang VIP serta gedung generator set. Setelah itu dibangun gudang kargo, kantor meterologi, bengkel, apron, area parkir serta garbarata. Pada tahap awal, pembangunan bandara ini menelan dana lebih kurang Rp 214 miliar, bersumber dari ABPD Kabupaten dan Provinsi.

“Realisasi pembangunan fisik bandara tahap awal ini dijadwalkan tuntas akhir 2010 mendatang,” ujar Busairi. Hadir pada peresmian kemarin Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy, Bupati Berau Makmur HAPK serta Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai. Hadir juga para anggota DPD Luther Kombong serta wakil ketua DPRD Kaltim Hadi Mulyadi serta ratusan pejabat daerah. (bm3)

----------------------------
4 bandara Intl di Kaltim :nuts:

Blue_Sky
March 8th, 2010, 02:13 AM
"Hanya"???

Sizter85
March 10th, 2010, 10:23 AM
Brunei Investasikan 100 Juta US Dollar
Untuk Proyek Besar, Minta Kompensasi Bidang HTI

SAMARINDA. Beberapa investor asing mulai berdatangan ke Kaltim, untuk menginvestasikan modalnya terkait proyek besar di Kaltim. Tidak hanya Global First Financial Partner Inc, sebuah perusahaan dari New Jersey Amariksa Serikat (AS), tetapi juga Pelita Group Malay Companies asal Brunei Darussalam. Mereka siap menginvestasikan dananya 100 juta US Dolar atau sekitar Rp1 triliun dengan kurs dollar 10.000.

Itu pun juga terkait proyek besar yang ada di Kaltim, antara lain pembangunan Pelabuhan Maloy, Jembatan Pulau Balang, jalan tol (free way) hingga rencana memperluas Bandara Sepinggan di Balikpapan.

"Ini masih menjajaki beberapa hal terkait proyek yang akan kami investasikan, artinya kami siap menginvestasikan dana tidak hanya dengan nilai Rp100 juta US Dollar, di bawah 10 juta US Dollar pun kami siap," kata Presdir Pelita Group Malay Companies Haji Awang Osman bin Haji Awang Omar.

Setelah presentasi yang dilakukan kemarin, mereka masih akan mempelajari lebih lanjut, termasuk akan memilih investasi di bidang apa. Misalnya tol, pihaknya tentu saja masih harus melakukan kajian lebih mendalam, apakah itu menguntungkan atau tidak, ini pun termasuk dengan proyek lain. Sementara ketika ditanya dengan kompensasi yang mereka minta apa, Osman mengakui lebih konsen pada Hutan Tanaman Industri (HTI) .

"Targetnya ya itu (HTI), ketika benar-benar terwujud kerjasamanya. Tetapi ini masih akan dipelajari lebih lanjut, jadi ya tunggu saja. Menurutnya, bila jadi, ini adalah investasi pertama yang akan dilakukan di Kaltim, makanya wajar saja bila pihaknya sangat berhati-hati.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak didampingi Wakil Gubernur Farid Wadjdy yang kemarin menyambut baik kedatangan mereka.

Bahkan, Gubernur juga mempresentasikan beberapa rencana pembangunan yang dilakukan, tidak hanya pada pembangunan infranstruktur, tetapi juga terkait pengembangan di bidang pertanian, itu karena Kaltim adalah salah satu Oleokimikal dan Kluster Industri berbasis kelapa sawit.

"Ini adalah peluang yang besar untuk berinvestasi di Kaltim, tentu saja kami membuka kesempatan bagi semua pihak untuk menanamkan investasinya. Silakan saja memilih," ucap Awang Faroek. (ias)

Ampelio
March 11th, 2010, 12:24 AM
^^nice info, sedikit tambahan... setahu gw itu bukan termasuk perusahaan besar di Brunei.

Haiz08
March 12th, 2010, 08:09 AM
Konsepnya Mirip Terminal Tiga Soekarno Hatta





TARAKAN - Rencananya, peletakan batu pertama pembangunan terminal baru penumpang di Bandara Internasional Kelas I Khusus Juwata Tarakan akan dilakukan Menteri Perhubungan (Menhub) dan Dirjen Perhubungan Udara bersama Gubernur Kaltim, sekitar April atau Mei mendatang.

“Tahun lalu, bandara dapat dana dari pusat untuk pematangan lahan dan tahun ini konstruksi pembangunan terminal tahap satu sudah mulai dibangun,” kata Kepala Bandara Juwata Tarakan H Husni Djau SE MM.

Dijelaskan Husni, pembangunan bandara Juwata yang mulai dikebut ini dilakukan adalah untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang menggunakan fasilitas transportasi udara. Tidak hanya terkonsentrasi di pembangunan terminal saja, pihak bandara juga sedang membangun sebuah masjid dan TK Ekadyasa, yang berada dalam binaan Bandara Juwata. Konon ceritanya, pembangunan masjid ini dilatarbelakangi pada saat rombongan komisi V DPR RI yang sempat datang ke Tarakan, memilih salat di VIP room. “Itu karena kita belum ada masjid,” ucap Husni.

“Alhamdulilah untuk peletakan batu pertama masjid tersebut, sudah dilakukan Menpan dan Menhub tahun 2009 lalu,” sebutnya. “Insya Allah untuk peresmian TK Ekadyasa bandara, kita upayakan diresmikan Menhub juga,” sambungnya lagi.

Dibeberkan kepala bandara, terminal baru yang akan dibangun nanti, luasnya hampir lima kali lipat dari luas terminal penumpang yang ada sekarang. “Luasnya kurang lebih 19 ribu meter dengan konstruksi dua lantai dengan empat garbarata,” ungkapnya.

Secara umum, modelnya hampir sama dengan terminal 3 di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, hanya saja di bandara Juwata Tarakan lebih lengkap dengan empat biji garbarata. Selain itu, di terminal baru nanti akan dilengkapi dua sisi yaitu terminal domestik dan internasional. Selain membangun terminal baru, masjid dan sekolah TK, dalam tahun ini Bandara Juwata juga akan membangun radar komersil. “Seperti kita ketahui, ruang udara antara Balikpapan dan Makassar itu blank. Artinya, tidak dapat dijangkau oleh radar sehingga ketika ada pesawat dari luar kita tidak tahu,” ungkapnya.

Dengan dipasangnya radar komersial di bandara Juwata Tarakan, diharapkan ruang udara yang blank tersebut bisa tercover dengan adanya radar komersil di Tarakan. “Dan radar komersil di Tarakan ini akan diupayakan untuk connect dengan bandara Sultan Hasanuddin Makassar,” sebutnya.

sayaka
March 26th, 2010, 04:26 AM
Hutan Lindung Pulau Bunyu Ditambang



http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2009/10/21/3536031p.jpg

BUNYU, TRIBUN KALTIM - Status hutan lindung yang dimiliki sebagian areal di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, ternyata tidak menjamin kawasan tersebut terbebas dari aksi penambangan. Entah apa yang menjadi dasar Pemkab Bulungan mengeluarkan izin Kuasa Pertambangan kepada PT Garda Tujuh Buana di atas 1.290 hektar lahan yang masuk dalam kawasan hutan lindung pada tahun 2001 lalu. Untuk diketahui, areal hutan yang telah ditetapkan sebagai kawasan hutan lindung di Pulau Bunyu seluas 2.000 hektar.

Selasa (23/3/2010) siang, Tribun Kaltim mendapat kesempatan untuk ikut serta bersama Kapolda Kaltim Irjen Pol Mathius Salempang dan jajarannya, melihat langsung areal hutan lindung yang sempat ditambang. Ada dua titik yang sempat ditambang, yaitu Pit Timur dan Pit Barat. Meski hanya sebagian kecil areal hutan lindung yang telah ditambang, namun kerusakan yang ditimbulkan begitu parah. Bekas galian tambang yang ditinggalkan berubah menjadi lahan kering yang ditengahnya terdapat genangan air seperti danau. "Kedatangan saya kemari memang untuk memastikan areal yang telah ditambang ini benar masuk kawasan hutan lindung. Dan ternyata, memang benar," ujar Mathius.

Dengan tegas Mathius mengatakan pihaknya akan menjerat pemberi izin dan pelaku penambangan. Karena kata Mathius, meskipun memiliki wewenang, pemberi izin tidak bisa seenaknya mengeluarkan izin. Alasannya karena izin dikeluarkan di atas lahan yang masuk dalam kawasan hutan lindung. Ia menjelaskan, pada awal tahun 2001 Menhut mengeluarkan surat keputusan penetapan sebagian kawasan di Pulau Bunyu sebagai kawasan hutan lindung. Namun beberapa bulan kemudian Pemkab Bulungan justru menerbitkan KP seluas 2.000 hektar yang sebagian besar arealnya berada di atas hutan lindung. " Ini yang sedang kita telusuri, siapa pejabat yang menandatangani izin tersebut. Yang jelas ini melanggar hukum," ujar Mathius.

Selain itu, Mathius juga menyesalkan tidak dilakukannya reklamasi pasca penambangan. "Sebelum melakukan penambangan itu harusnya ada dana reklamasi. Nah ini kemana? Atau pemilik KP seharusnya setelah melakukan penambangan mereklamasi. Tapi kenyataannya begini," ujar Mathius sembari menunjuk ke arah bekas galian yang digenangi air.

Namun, Mathius mengatakan revisi terhadap KP tersebut telah dilakukan pada tahun 2007. Tetapi anehnya, rentang waktu keluarnya KP hingga dilakukan revisi itu sangat lama. "Dari dikeluarkan tahun 2001 sampai direvisi baru 2007," ujarnya.

Saat melihat lokasi bekas penambangan, beberapa perwakilan PT Garuda Tujuh Buana juga tampak ikut serta. Kepada Mathius, salah seorang pekerja membantah pihaknya tidak berniat mereklamasi lahan pasca penambangan. "Kami mau melakukan tapi kami khawatir nanti justru dilaporkan. Kan ini sudah direvisi jadi hutan lindung," kata pekerja tersebut kepada Mathius.

Kasus ini sendiri kata Mathius diketahui jajarannya setelah mendapatkan laporan dari masyarakat. (Tribun Kaltim/Mohammad Abduh)

sayaka
March 26th, 2010, 04:27 AM
Pabrik "Smelter" di Kutai Selesai Tahun Ini
Kamis, 25 Maret 2010 | 14:27 WIB



JAKARTA, KOMPAS.com — Proyek pembangunan pabrik produksi konsentrat tembaga untuk proses peleburan (smelter) di Kutai Kalimantan Timur oleh investor asal Timur Tengah, Ras Al-Khaimah, akan selesai tahun ini. Proyek pabrik produksi peleburan tersebut sedang dalam tahap pembebasan lahan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan saat ditemui di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (25/3/2010) . "Sedang dalam pembebasan lahan, direncanakan selesai semua tahun ini," ujar Gita.

Gita menjelaskan, smelter tersebut akan berkapasitas 500.000 ton. Dalam proyek senilai 52 miliar dollar AS ini pemerintah daerah setempat turut menjadi mitra.

Kerja sama dengan pemda juga dimaksudkan untuk membangun rel kereta api yang akan berfungsi sebagai transportasi batu bara dari tambang ke pelabuhan sepajang 139 kilometer.

Sebagian batu bara itu akan digunakan untuk kebutuhan pabrik dalam melebur bauksit menjadi aluminium. Investor juga berencana untuk membangun listrik 1.200 megawatt guna memenuhi kebutuhan pabriknya.

Ampelio
March 27th, 2010, 10:16 AM
^^Tahu lokasinya dimana say?

mouRINHO
April 3rd, 2010, 02:52 PM
gile bener,....1200 MW ?!?!?! kalo aja itu buat kaltim bakal terang benderang ni provinsi sampe ke hutan2...:lol:

investasi dari group Ras Al-Khaimah ini emang tergolong paling fantastis, super spektakuler kalo gw bilang, gila aja...nilainya 52 miliar dollar atau 450 an triliun rupiah!!!! itu gak salah ketik apa ya???

seharusnya dg megaproyek sebesar itu, rakyat kutim minimal harus sejahtera!!! aneh bin ajaib bin tolol kalau masih ada pengangguran di kutim!!! pak Gub, tolong diawasi tuh proyeknya, jgn sampai OMDO...!!!

mouRINHO
April 3rd, 2010, 03:26 PM
dapat berita, meski berita lama dari website nya RAS ALKHAIMAH, kayaknya ni investor cukup berbobot dan kredibel, bukan investor ecek2...

Rail Network in Indonesia

SINGAPORE, March 23, 2009 – The Government of Ras Al Khaimah today announced that it has been formally awarded a license for the procurement, construction and operation of a special purpose rail network. The license was granted by the Regency of East Kutai in Indonesia to PT Trans Kutai Kencana, an Indonesian Special Purpose Vehicle (SPV) of RAK Minerals & Metals Investments (RMMI). PT Trans Kutai Kencana is the vehicle for a joint venture between PT Kutai Timur Investama, the investment authority of East Kutai Regency and Middle East Coal Private Limited (MEC), a SPV of RAK Investment Authority.

The commitment to invest into East Kutai from the Government of RAK was announced earlier this month during the signing of a Government-to-Government socio-economic agreement between RAK and East Kalimantan Province in Indonesia. The signing was witnessed by His Highness Sheikh Saud Bin Saqr Al Qasimi, Crown Prince and Deputy Ruler of RAK, and His Excellency President Susilo Bambang Yudhoyono of the Republic of Indonesia at the World Islamic Economic Forum in Jakarta on March 3, 2009.

“East Kalimantan is the largest producer and supplier of thermal coal to both domestic and international markets. The planned infrastructure will strengthen East Kalimantan’s competitiveness by allowing economical coal transportation from the resource-rich hinterland of East Kutai Regency in a scalable and efficient manner,” said Madhu Koneru, Managing Director of RMMI and Vice Chairman of MEC.

Mr. Koneru stated that the first phase of the development program will involve the commissioning of a 17 Million Mt/a coal transportation and handling facility by 2012, while the civil and track work will be completed for a 60 Million Mt/a capacity.
MEC was set up last year to drive investments related to large-scale coal and coal-related infrastructure projects in Indonesia. Headquartered in Singapore, MEC will oversee the construction of the railway and a coal-loading jetty in the province of East Kalimantan. Mr. Koneru shared further updates on the project. “With the completion of the feasibility study by our technical partners ARUP and KMPG and with the license in place, we are definitely set to move forward and fulfill our commitment to build a sustainable investment in Indonesia.” Global engineering firm ARUP has completed the Detailed Feasibility Study (DFS) and Engineering Design for the 150-kilometer railway line that will connect the district of Muara Wahau to the East Kutai coast in East Kalimantan. The railway will enable the speedy and cost-effective transport of the coal, mined from remote, inaccessible interiors to the coal-loading jetty for easy movement domestically and through to international markets. Construction is estimated to be completed in roughly 30 months upon land and licenses approval. Parallel activities for the construction of ancillary infrastructure is also currently in the pipeline.

ARUP has detailed the railway alignment and transport corridor plan including the requisite foundation infrastructure such as roads and bridges, loading and unloading facilities, terminal and jetty structure, and cargo handling facilities. It has also prepared the procurement costs and construction timetable in close collaboration with consulting firm KMPG, which has developed the overall financial model and risk matrix for the project.

Developing greenfield mineral reserves and investing to build infrastructure where there is none form part of RMMI’s overall long-term strategy. This is done with the objective of securing the power requirements of Ras Al Khaimah as well as mobilizing supply for various markets such as Indonesia, India and Japan, Mr. Koneru said. “Infrastructure investments would allow RAK to maintain a high level of cost management and therefore stabilize prices of energy resources in the long-run,” he added.

PT Trans Kutai Kencana also commences development of a coal-loading jetty with mounted conveyors in the coming weeks. Land acquisition of 250 hectares for the terminal has already been completed. The railway network and the coal-loading jetty infrastructure project is the first initiative under the large-scale socio-economic development partnership between the Government of RAK and the Government of East Kalimantan province, and further cements RAK’s commitment to Indonesia on collaborations for future development.

sayaka
April 5th, 2010, 06:01 AM
^^Tahu lokasinya dimana say?

hohoho... ane belon tau lokasinya.... :D

sayaka
April 9th, 2010, 03:53 AM
http://farm5.static.flickr.com/4008/4501341521_6edc60c1c5.jpg

^^ kaya'na belum berubah.... :cheers:

joeylen
April 13th, 2010, 04:16 AM
China dan Taiwan Investasi di Kaltim
Pindahkan Pabrik Petrokimia dan Bangun Perusahaan Ban

SAMARINDA. Potensi alam yang ada di Kaltim terus mengundang para investor untuk menanamkan modalnya. Kali ini investor yang akan menanamkan modalnya berasal dari Taiwan dan China. Bahkan, perusahaan dari Taiwan yang akan menanamkan inevestasinya adalah China Pertrolium Corporate (CPC) Corporation Taiwan, yang berencana memindahkan pabrik pengelolaan minyak atau pabrik petrokimia di Taiwan ke Kaltim. Sementara China rencananya membangun pabrik untuk pengolahan ban.

Gubernur Kaltim langsung menyambut kedatangan dua investor asal Negara ASEAN di Lamin Etam. CPC Corporation Taiwan melalui juru bicaranya Herman YL Wutun (ketua umum induk Koperasi Unit Desa) mengatakan, rencana pemindahan pabrik petrokimia milik CPC Corporation Taiwan sudah sejak lama, namun baru akan direalisasikan di tahun 2010 ini.

"Investasi pembangunan atau pemindahan pabrik Petrokimia itu USD2,850 miliar. Kita punya schedulle, dimulai dari 2010 ini hingga 2016 mendatang, perusahaannya sudah akan terbangun dan beroperasi. Makanya hari ini (kemarin, red) kita bertemu dengan Gubernur Kaltim untuk memastikan rencana tersebut," kata Herman.

Dijelaskannya, CPC Corporation Taiwan adalah semacam Pertamina di Indonesia, yakni perusahaan pengolahan minyak terbesar di Taiwan dan sekitarnya. Sengaja memilih Kaltim untuk pemindahan pabrik, sebab diakui Kaltim memiliki lahan yang luas, dan didukung SDA bahan baku yang cukup.

"Dan pabrik CPC Corporation kami di Taiwan sana, juga sudah tidak layak lagi, sehingga harus dipindah. Selain itu juga, untuk mempererat kerjasama kita dengan Indonesia," ujarnya.

Sementara Gubernur Awang Faroek mengatakan, sangat menyambut baik rencana investor asal Taiwan itu, sebab diyakini akan berimbas positif bagi perekonomian masyarakat. Selain itu persyaratan yang diajukan sehingga pabrik Petrokimia terbangun di Kaltim bisa dipenuhi. Diantaranya lahan seluas 200 ha, kebutuhan air 60 kubik/detik, listrik, pelabuhan dan lainnya.

"Kita langsung koordinasi dengan Bupati Kukar, dan hasilnya siap menyediakan lahan di Marangkayu. Kemudian untuk air, listrik, dan pelabuhan, sudah sesuai dengan program kita yang sedang berjalan. Jadi kalau persyaratan yang mereka ajukan seperti, kita pasti mampu," ujar Awang dengan tegas.

Sementara untuk investor asal China, dijelaskan Awang, mereka akan membuat pabrik pembuatan ban. Melihat potensi SDA yakni bahan baku karet, diyakini Kaltim juga sangat siap menjadi daerah didirikannya pabrik ban tersebut. "Kita sangat siap untuk hal itu.

sayaka
April 14th, 2010, 04:37 AM
Kaltim Bangun Pabrik Sepeda Elektrik
Rabu, 14 April 2010 | 03:26 WIB



SAMARINDA, KOMPAS.com - Pemprov Kaltim menandatangani nota kesepakatan bersama (MoU) dengan perusahaan asal China untuk membangun pabrik sepeda elektrik (electric bicycle), untuk mendukung program nasional dalam menekan emisi gas buang kendaraan bermotor.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda, Selasa mengatakan bahwa pemanfaatan sepeda ramah lingkungan itu sebagai bentuk dari komitmen Kaltim dalam mendukung program nasional, yakni menekan atau mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor.

Hal itu disampaikan Gubernur Awang usai menandatangani nota kesepakatan bersama dengan perusahaan asal China yang memproduksi sepeda elektrik itu, yakni Zhejiang Lvjia Vehicle Industry Co,Ltd.

Tertuang dalam nota kesepakatan bersama, yakni perusahaan China tersebut akan membangun pabrik perakitan sepeda elektrik.

Perusahaan tersebut juga akan melakukan pelatihan kepada calon pekerja pabrik yang diperkirakan membutuhkan investasi 3,5 juta Dolar AS atau setara dengan Rp 35 miliar (jika nilai kurs per satu Dolar AS mencapai Rp 10.000).

Investor China itu, sehari sebelumnya telah memaparkan kepada gubernur serta unsur pimpinan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tentang produk sepeda elektrik yang bebas polusi karena menggunakan listrik yang bisa diisi ulang.

Awang Faroek Ishak menyambut baik hal itu karena bisa mengatasi masalah penggangguran atau ketenagakerjaan serta mendukung program lingkungan termasuk Kaltim Hijau, yang telah dicanangkan gubernur beberapa waktu lalu.

"Tahap awal, Pemprov Kaltim akan memesan 1.000 buah sepeda elektrik namun pembeliannya akan diserahkan kepada swasta," papar Awang.

Sedangkan tahap selanjutnya, Kaltim akan menyediakan lahan 50 Ha untuk tempat investor membangun pabrik perakitan. Investor diwajibkan melatih tenaga teknisi dan menyediakan suku cadang.

Dalam pelaksanaannya nanti, Pemprov Kaltim akan bertindak sebagai regulator yang menentukan harga jual, perizinan dan keperluan lainnya sehingga penggunaan sepeda elektrik ini dapat digunakan luas hingga ke pedesaan.

Pengusaha di Kaltim akan menjadi dealer dan pemegang merk dari produk yang dibuat investor.

Pemprov Kaltim nanti terlibat langsung dalam menentukan harga, tujuannya agar bisa terjangkau masyarakat luas.

Gubernur berharap dengan penggunaaan sepeda elektrik ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi gas buang emisi kendaraan bermotor yang semakin hari meningkat.

"Saya akan anjurkan agar 14 kabupaten dan kota se-Kaltim untuk menggunakan sepeda elektrik ini dalam rangka mendukung program Kaltim Green (Kaltim Hijau)," katanya.

Rivadh
April 15th, 2010, 03:33 AM
Di bagian pro kaltim, kaltim Post hari ini.. disebutkan bahwa rintisan Bandara Loa Kulu di kukar akan dilanjutkan :) Namun hanya sebagai bandara perintis pengganti bandara Temindung Samarinda :cheers:

Van Koetai
April 15th, 2010, 08:46 AM
^^ Ni beritanya Bro Rivadh :

Kamis, 15 April 2010 , 12:45:00
Bandara Loa Kulu Dilanjutkan
Dishub Kukar Sudah Konsultasi ke Kemenhub

Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
TENGGARONG – Masih ingat rencana Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) untuk membangun bandara Sultan Kutai Berjaya (SKB) di Kelurahan Loa Kulu Kukar? Rencana yang sempat terhenti gara-gara perencanaannya banyak diliputi masalah itu bakal dilanjutkan lagi. Kepala Dishub Kukar Otoy Usman mengaku, sudah konsultasi ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait kelanjutan pembangunan Bandara SKB di Loa Kulu.

“Kami sudah bicara dengan Kementerian Perhubungan. Mereka mempersilakan untuk melanjutkan pembangunannya. Memang sempat tersirat ada kekhawatiran bakal akan muncul masalah lagi bila dilanjutkan pembangunannya,” ujar Otoy, kemarin.

Namun mereka menyadari, keberadaan bandara di Kukar cukup penting

Karena itu, Pemkab katanya, diminta kembali mengajukan perencanaannya agar bisa disingkronkan dengan pembangunan Bandara Samarinda Baru di Sungai Siring.

Dijelaskan Otoy, bandara yang akan dibangun di Loa Kulu bukan lagi skala regional atau internasional, tetapi hanya bandara perintis untuk menggantikan Bandara Temindung Samarinda yang dinilai sudah tidak layak lagi beroperasi.

“Tidak ada masalah Samarinda saat ini membangun bandara di Sungai Siring karena untuk skala regional. Yang dibangun di Loa Kulu hanya bandara perintis. Kami tetap melihat keberadaan bandara di Kukar sagat penting untuk menunjang pariwisata Kukar. Karena banyak orang yang akan berkunjung, selalu yang ditanya lebih dulu, adakah ada bandaranya?” ungkapnya.

Tentang rencana ini, kata Otoy sudah disampaikan ke Pj Bupati Kukar Sulaiman Gafur dan diminta segera menyusun perencanaan. “Kami sekarang masih menyusunnya dan segera kami ajukan. Yang jelas, perencanaan ini hanya melanjutkan. Lahannya sudah ada, sudah ada uji kelayakannya (feasibility study, Red.) terhadap lahan itu,” ucapnya.

Soal anggaran, Otoy mengaku masih disusun. “Saya belum bisa katakan sekarang karena masih disusun. Prinsipnya Pj Bupati sudah setuju untuk diusulkan kembali,” tandasnya.

Keinginan Pemkab ini bertolak belakang dengan pernyataan Gubernur Awang Faroek Ishak akhir tahun 2008 lalu. Saat Pelantikan Pj Bupati Kukar Sjachruddin saat itu, Faroek menegaskan Pemkab menghentikan proyek pembangunan Bandara SKB di Loa Kulu. Menurutnya, proyek yang rencananya di atas lahan 1.300 hektare itu belum menunjukkan kemajuan fisik yang maksimal dibandingkan pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB).

Selain itu kata dia, letak geografisnya terlalu dekat atau sekitar 40 km, sehingga tidak memungkinkan dibangun dua bandara dalam posisi yang berdekatan. Malah, Faroek punya wacana baru, sebagai gantinya Pemprov berencana membangun jalan tol yang menghubungkan Loa Kulu ke BSB Sei Siring.

"Ada dua bandara yang sangat berdekatan, kan tidak mungkin. Saya berpikirnya lebih baik Loa Kulu saja yang dihentikan. Tapi bukan berarti dihapus begitu saja, tapi kami akan menggantinya dengan membangun jalan tol," ujarnya saat itu.

Rencana pembangunan Bandara SKB Loa Kulu ini banyak ganjalan. Bukan hanya lokasinya yang berdekatan dengan lokasi pembangunan Bandara Sungai Siring, tetapi juga terindikasi kasus korupsi dalam pembebasan lahan dan feasibility study-nya. (gs)

Taken from : Kaltim Post (http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=57716)

joeylen
April 16th, 2010, 05:35 PM
Pemprov Sediakan Rp 36 M untuk RSBI

Jumat, 16 April 2010 | 21:40 WITA

SAMARINDA – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, untuk mewujudkan sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Intenasional (RSBI) di Kaltim, Pemprov telah menyediakan dana Rp 36 miliar. Dana itu dari alokasi anggaran pendidikan APBD 2010.

Selama ini ada beberapa sekolah di Kabupaten dan Kota se-Kaltim yang ditetapkan sebagai RSBI, namun untuk sementara masih satu sekolah yakni SMUN 10 Samarinda yang berpredikat SBI atau Sekolah Bertaraf Internasional tersebut.

"Saya meminta semua Kabupaten dan Kota agar memiliki RSBI dan nantinya mampu ditingkatkan menjadi SBI. Ini kenapa? Agar pendidikan kita di Kaltim ini lebih maju. Sekarang kita sudah ada dana Rp 36 miliar itu, mari kita pergunakan untuk mencapai sekolah SBI," kata Awang beberapa waktu lalu.

Menurutnya, alokasi dana itu dipergunakan untuk kebutuhan laboratorium dan infrastruktur sekolah. Sebab harus diakui, RSBI menjadi SBI tidaklah mudah, harus didukung mulai dari SDM- nya hingga infrastruktur dari sekolah itu.

"Karena itu saya meminta kepada Bupati dan Walikota untuk mengajukan usulan ke kami (Pemprov, red) atas alokasi dana Rp 36 miliar itu. Supaya RSBI ini bisa terwujud segera. Demi pendidikan, kami Pemprov komitmen melakasanakan apapun," ujarnya dengan tegas.

Dalam kesempatan itu, Awang juga mengungkapkan dalam waktu dekat ini Pemprov juga akan mengucurkan dana sebesar Rp 2,128 miliar kepada sebanyak 67 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Kaltim. Dana berasal dari dana abadi sisa APBD sejak 2001-2009 yang diparkir dalam bentuk simpanan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) atau Bankaltim.

Selama ini hasil simpanan di BPD adalah Rp 30 miliar, kemudian mendapat tambahan Rp 15 miliar, dan mendapat tambahan lagi Rp 30 miliar. Dari total itu kemudian berbunga dengan hasil yang didapatkan adalah Rp 2,128 miliar tersebut.

Menurutnya, tujuan pemberian dana itu adalah merupakan komitmen Pemprov untuk dapat memberikan bantuan dana pendidikan secara merata, tidak hanya perguruan tinggi negeri yang sudah jelas mendapat jaminan bantuan dana setiap tahunnya dari pemerintah, tapi semua institusi pendidikan di Kaltim.

Sizter85
April 18th, 2010, 01:58 PM
PLN Tarakan Berencana Membangun PLTU

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tarakan berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Pembangunan PLTU ini direncanakan akan selesai 2012.

Ini diungkapkan Direktur Pelayanan dan Informasi PT PLN Tarakan, Hasan, Minggu (18/4/2010)
Hasan mengatakan, untuk rencana pembangunan PLTU ini, pihaknya tahun 2010 masih melakukan tender terbuka ke sejumlah perusahaan. "Setelah tender selesai pembangunan PLTU ini langsung dikerjakan," ujarnya.

Meskipun begitu, hingga saat ini PT PLN Tarakan belum mengetahui dimana lokasi pembangunan PLTU. "Kami belum tahu lokasinya dimana, sebab kami masih usulkan kepada pemerintah. Bisa jadi di Pasar Gusher, pasar peningki atau di Berau. Jadi saat ini kami belum tahu,"

Van Koetai
April 19th, 2010, 07:52 AM
Sabtu, 17 April 2010 , 12:51:00
Gubernur Larang
Rencana Pembangunan Bandara SKB di Loa Kulu

Bagi berita/artikel ini kepada rekan atau kerabat lewat Facebook
SAMARINDA - Rencana untuk melanjutkan pembangunan Bandara Sultan Kutai Berjaya (SKB) di Loa Kulu, Kabupaten Kukar, agaknya sulit terealisasi. Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dengan tegas menyatakan, pembangunan bandara itu tak boleh lagi dilanjutkan. “Pemprov sudah membatalkan pembangunan bandara di Loa Kulu,” ujarnya, kemarin pagi (16/4).

Faroek menyebutkan, Pemprov saat ini hanya membolehkan pembangunan satu bandara di Kaltim. Itu adalah Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring, yang saat ini sudah dalam tahap pengerjaan. “Pernyataan Dishub Kukar itu tidak benar. Kebijaksanaan Pemprov hanya boleh ada satu bandara yakni BSB,” kata Faroek yang disampaikan via telepon seluler kepada harian ini.

Gubernur kembali menegaskan, sebagai ganti pembangunan bandara di Loa Kulu Pemprov akan merealisasikan pembangunan jalan tol yang menghubungkan Tenggarong-Sungai Siring. Panjangnya sekira 15 kilometer. Saat ini, kata dia, jalan tol sudah mulai dikerjakan. Yakni, pembebasan lahan dan detailed engginering design (DED) yang dilakukan oleh konsultan dan Pemkab Kukar.

Pada rapat dengan Gubernur tanggal 14 April lalu, tambahnya, PJ Bupati Kukar Sulaiman Gafur juga sudah menegaskan, pada 2010 ini dana untuk pembabasan lahan dan DED sudah disiapkan.

Sebelumnya, Kepala Dishub Kaltim Zairin Zain juga sudah menegaskan, realisasi pembangunan bandara itu tidak mendapat persetujuan dari Pemprov. Kata dia, berdasarkan ketentuan untuk pembangunan bandara di sebuah kota/kabupaten harus mengkonsultasikannya kepada Dishub Provinsi, setelah itu Gubernur yang mengeluarkan rekomendasi kepada pusat. “Enggak mungkin bisa diizinkan, karena harus melalui provinsi dulua,” katanya saat itu.

Pj Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Sulaiman Gafur meyakini, tak perlu lagi dilakukan pembangunan bandara di Loa Kulu. Karena katanya, sesuai perencanaan tingkat provinsi, bandara di Samarinda sudah mewakili kebutuhan di Kukar.

“Seperti yang kita ketahui, paparan transportasi tingkat provinsi, sudah dikoreksi dan mengacu pada bandara di Samarinda yakni Bandara Samarinda Baru,” katanya, kemarin.

Sulaiman menjelaskan, karena sudah ditetapkan mengikuti rencana provinsi, bila ada usulan baru kelanjutan pembangunan bandara di Loa Kulu, harus melalui Kementerian Perhubungan. “Harus disesuaikan lagi dengan tata ruang provinsi. Karena itu harus melalui pusat,” katanya.

Ditanya bagaimana sikapnya atas usulan Dishub Kukar untuk pembangunan bandara di Loa Kulu, Sulaiman mengaku belum tepat dibangun. “Saya kira belum (saatnya, Red.). Namun, saya nanti membahas ini dengan Pak Otoy (kepala Dinas Perhubungan Kukar, Red.),” katanya.

Seperti diketahui, Kepala Dishub Kukar Otoy Usman mengaku, sudah konsultasi ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait kelanjutan pembangunan Bandara SKB di Loa Kulu.

“Kami sudah bicara dengan Kementerian Perhubungan. Mereka mempersilakan untuk melanjutkan pembangunannya. Memang sempat tersirat ada kekhawatiran bakal akan muncul masalah lagi bila dilanjutkan pembangunannya,” ujar Otoy.

Namun mereka menyadari, keberadaan bandara di Kukar cukup penting. Karena itu, Pemkab katanya, diminta kembali mengajukan perencanaannya agar bisa disingkronkan dengan pembangunan Bandara Samarinda Baru di Sungai Siring.

Dijelaskan Otoy, bandara yang akan dibangun di Loa Kulu hanya bandara perintis untuk menggantikan Bandara Temindung Samarinda yang dinilai sudah tidak layak lagi beroperasi. “Kami tetap melihat keberadaan bandara di Kukar sangat penting untuk menunjang pariwisata Kukar. Karena banyak orang yang akan berkunjung, selalu yang ditanya lebih dulu, adakah ada bandaranya?” ungkapnya.

Tentang rencana ini, kata Otoy sudah disampaikan ke Pj Bupati Kukar Sulaiman Gafur dan diminta segera menyusun perencanaan. “Kami sekarang masih menyusunnya dan segera kami ajukan. Yang jelas, perencanaan ini hanya melanjutkan. Lahannya sudah ada, sudah ada uji kelayakannya (feasibility study, Red.) terhadap lahan itu,” ucapnya.

Menanggapi ini, Sulaiman mengaku belum membahas secara rinci usulan itu dengan Otoy. “Sebenarnya belum dibahas. Tapi nanti saya panggil,” katanya. (far/che)

Taken from : Kaltim Post (http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=57995)

Sizter85
April 21st, 2010, 01:50 PM
Rabu, 21 April 2010 , 13:35:00
Kaltim Masih Primadona
Triwulan I, Investor Asing Tanam Modal Rp 1,79 T

SAMARINDA-Modal asing yang sudah masuk ke Kaltim saat ini sebesar USD 195.444.000 atau setara Rp 1.798.084.800.000 dengan acuan kurs Rp 9.200 per dolar. Angka ini jika melihat pada minat investasi dalam triwulan pertama 2010 yang sudah mendapat izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Ada 10 proyek yang dikerjakan enam perusahaan yang berlokasi di empat kota/kabupaten. Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Kaltim Nusyirwan Ismail mengatakan, data triwulan tersebut baru didapat pihaknya dari pusat. Dari fakta itu, kata dia, berdasarkan angka, investasi yang paling besar masuk ke Kabupaten Kutai Barat.

Ada dua perusahaan yang menanamkan modalnya di dua sektor-perkebunan dan industri makanan. Total investasinya USD 127.620.000 atau Rp 1.174.104.000.000. “Data dari pusat, triwulan pertama baru PMA. Belum ada PMDN (penanaman modal dalam negeri),” katanya kepada Kaltim Post Selasa (20/4). Tiga daerah lain yang juga akan masuk modal asing adalah, Samarinda, Balikpapan, dan Berau. (lihat boks).

Nusyirwan menyebutkan, selama ini memang banyak perusahaan-PMA dan PMDN yang sudah menyatakan minat untuk mengerjakan sejumlah proyek di daerah ini. Tapi, tutur dia, memang baru enam perusahaan itulah yang sudah mendapat izin dari BKPM. Umumnya, jelas dia, minat dan realisasi investasi yang masuk tentu jauh beda. Biasanya investasi yang banyak kendala ada pada sektor pertambangan.

Karena, di bidang ini peminatnya banyak, tapi lahan yang ada terbatas. Belum lagi permasalahan tumpang tindih lahan yang terjadi, biasanya membuat investor enggan masuk. Tapi investasi di bidang lain seperti jasa pedagangan dan industri cenderung mulus masuk ke daerah ini.

Tahun ini, sambungnya, Kaltim menargetkan investasi yang masuk menyentuh angka Rp 10,5 triliun. Target tak hanya PMA dan PMDN, tapi ada juga investasi swasta non PMA dan PMDN, usaha kecil menengah (UKM), koperasi, termasuk investasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Target realisasi tahun ini lebih tinggi dari 2009 yang berada pada angka Rp 9,5 triliun. Dengan realisasi pada tahun itu Rp 4,2 triliun.(far)

Sizter85
April 21st, 2010, 01:54 PM
Rabu, 21 April 2010 , 14:22:00
BSB Tak Dapat Kucuran Pusat
Direktur Bandara Kemenhub Bantah Izinkan Bandara Loa Kulu

JAKARTA- Kementerian Perhubungan tetap tak menyetujui pembangunan Bandara Sultan Kutai Berjaya di Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar). Sebaliknya, pemerintah tetap komit untuk membantu pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) di Sungai Siring, Samarinda.

Pemerintah juga membantah pernah menyetujui pembangunan kembali Bandara Loa Kulu seperti dikemukakan Kepala Dinas Perhubungan Kukar Otoy Usman, pekan lalu. "Sikap pemerintah tetap sama, akan membantu pembangunan Bandara Samarinda Baru," kata Direktur Bandara Kementerian Perhubungan Bambang Cahyono, saat dihubungi Selasa (20/4) malam.

Alasan penolakan, lanjut Bambang, sangat jelas. Bandara di Kukar dinilai tak efektif dan cenderung menghabiskan anggaran. Ditegaskan pula, keberadaan bandara di sebuah daerah bukanlah sebagai gagah-gagahan tapi melihat fungsinya. "Apalagi jarak Kutai dan Samarinda sangat dekat. Kalau dua-duanya (dibangun), sangat tidak efektif," tambah Bambang.

Meski begitu, dipastikan kelas BSB tetap di bawah Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan. BSB maksimal hanya bisa didarati pesawat sekelas Boeing 737.Bambang mengakui Samarinda menjadi satu-satunya ibukota provinsi di Indonesia yang tak dilengkapi bandara. Salah satunya karena alasan inilah BSB kemudian disetujui.

Disinggung soal dukungan dana dari APBN, Bambang mengatakan, pihaknya menunggu kejelasan investor yang akan membantu pemerintah provinsi Kaltim. Bila sudah pasti, pemerintah akan mengalokasikan dana, namun dipastikan bukan dari anggaran APBN atau APBN-P 2010. Seperti diberitakan, Otoy Usman sempat mengklaim bahwa Kemenhub akhirnya menyetujui pembangunan Bandara Loa Kulu.

Bandara yang digagas di era pemerintahan Bupati Syaukani Hassan Rais ini hanya berupa bandara perintis. Fungsi utamanya mendukung transportasi wisata ke Kukar. Pernyataan ini langsung dibantah Pemprov Kaltim lewat Asisten II Sekprov Kaltim Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sulaiman Gafur. Diharapkan pemerintah akan membantu pembangunan sisi udara BSB sepanjang 1.600 meter.

Sementara sisi darat dibangun dari APBD Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda. Jika benar BSB tak mendapat bantuan dari APBN-P 2010, maka untuk kesekiankalinya proyek multiyears ini terancama tertunda.

Sebelumnya, audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) pewakilan Kaltim dan tim audit teknis Pemprov Kaltim menyebutkan kemajuan pembangunan proyek BSB yang dikerjakan investor PT Nuansa Cipta Realtindo (NCR) baru sekitar 29 persen. Sebagian besar pengerjaannya sebatas pematangan lahan sisi darat dan udara.(pra)

Sizter85
May 5th, 2010, 09:52 AM
Jalur Tawau-Tarakan Dibuka, Perekonomian di Tarakan Meningkat

TARAKAN, TRIBUNKALTIM.co.id - Rencana dibukanya kembali jalur penerbangan atau rute Tawau dan Tarakan yang akan dilakukan Malaysia Airlines (MAS) Wings mendapat dukungan dari Wakil Walikota Tarakan, Suhardjo Trianto.

Suhardjo mengungkapkan, dengan adanya jalur penerbangan ini, tidak hanya meningkatkan pariwisata antara dua negara serumpun ini, melainkan dapat pula meningkatkan perekonomian, salah satunya dengan mengirimkan hasil produksi dibidang perikanan ke Tawau.

"Dengan adanya jalur ini, tentu saya yakin kedepan perkekonomian di kota Tarakan akan meningkat. Bahkan wisata di Tarakan pun akan menjadi lebih baik dengan adanya pembenahan wisata di Tarakan, seperti di Pantai Amal dan Hutan Mangrove," katanya. (*)

Sizter85
May 20th, 2010, 12:36 PM
Pilih Utang ke Luar Negeri
Biayai Proyek Jalan Tol-Jembatan Pulau Balang

SAMARINDA - Pemprov Kaltim memilih pinjaman lunak (loan) luar negeri untuk membiayai dua proyek besar yang saat ini tengah dibangun. Yakni, Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) dan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

Demikian ditegaskan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Rusmadi kepada harian ini kemarin (17/5) siang. “Dalam Musrenbangnas (Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional) bulan lalu kita pilih pinjaman lunak untuk dua proyak itu,” katanya.

Diketahui, kata dia, untuk pembangunan Jembatan Pulau Balang, pinjaman lunak yang nantinya juga masuk salahsatu item APBN, besarnya 350 juta dolar Amerika, atau setara Rp 3,2 triliun. Angka itu, diprediksi sudah bisa memenuhi kebutuhan pembangunan jembatan karena rencana awal dananya Rp 3,1 triliun.

Sementara itu, untuk jalan tol, dana dari pinjaman luar negeri adalah 300 juta dolar Amerika. Angka itu sekira Rp 2,8 triliun yang akan menjadi tambahan dana yang sudah disetujui DPRD Kaltim dalam APBD Rp 2 triliun -dicairkan tahun jamak. Dengan demikian, masih diperlukan Rp 1 triliun lebih, mengingat total dana untuk merealisasikan jalan itu sekira Rp 6 triliun. Kekurangan dana diharapkan dari keterlibatan swasta.

Dia menjaskan, pihaknya lebih memilih pinjaman lunak untuk pembangunan dua proyek besar itu karena biasanya diberikan hingga proyek tuntas. Dananya pun sudah hampir dipastikan akan dimasukkan dalam APBN 2011, artinya sudah bisa digelontorkan tahun depan. Tapi, tambah dia, jika sebuah proyek didanai dari loan, maka tidak lagi mendapat dana dari APBN murni.

Selain dua program itu, masih ada satu lagi proyek yang dananya juga digelontorkan dari pinjaman lunak luar negeri, yakni jalan lintas perbatasan. Ada 5 ruas jalan lintas perbatasan yang didanai dari pinjaman lunak. Yakni, ruas Mensalong-Sebuku, Sebuku-Simanggaris, Simanggaris-Serudong, Tanjung Palas-Sekatak, dan Tanjung Selor-Tanjung Palas.

Untuk pembangunan ruas jalan di kawasan perbatasan itu biayanya dari Regional Road Development Project (RRDP) Asia Development Bank (ADB). Lebih jauh Rusmadi menjelaskan, untuk 2011 Kaltim sudah dipastikan akan memeroleh dana dua kali lipat untuk pembangunan infrastruktur dibanding 2010. Karena, untuk program 2011 lebih banyak untuk perbaikan, beda dengan tahun ini yang lebih banyak untuk pemeliharaan.

Tahun depan untuk pembangunan infrastruktur, provinsi ini kebagian Rp 1,151 triliun, naik dari tahun lalu yang hanya Rp 522 miliar. Dana tersebut digunakan untuk program penyelenggaraan jalan sepanjang 2.074 kilometer. (lihat boks) Ditemui sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kaltim Husinsyah mengatakan, soal kepastian pinjaman luar negeri tersebut, pihaknya masih akan berkoordinasi lagi dengan departemen terkait di pusat. “Nanti kita pastikan dulu ke pusat,” katanya, singkat.(far/kpnn)

joeylen
May 26th, 2010, 12:35 AM
Dana Rp 85 M untuk Air Minum di 7 Kabupaten

Dinas Pekerjaaan Umum (PU) Provinsi Kaltim telah menganggarkan Rp 85 miliar untuk pembangunan dan pengembangan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) di 7 kabupaten /kota di Kaltim.

Dana Rp 85 miliar itu merupakan dana sharing APBN dan APBD Kaltim. "Dari APBN dianggarkan Rp 32 miliar, sedang dari APBD Kaltim Rp 50 miliar. Dana ini dipakai untuk pembangunan instalasi pengelolaan air minum (IPA) di lima kabupaten/kota serta untuk biaya pengembangan IPA di empat kabupaten/kota di Kaltim," kata Kepala Satuan Kerja Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Dinas PU Kaltim, Gandung P Purnomo di Balikpapan, Selasa (25/5).

Lima kabupaten yang mendapat dana pembangunan IPA adalah Kabupaten Kutai Timur, Nunukan, Berau, Tanah Tidung, dan Kutai Barat. Sedangkan dua kota lainnnya yakni Samarinda dan Tarakan hanya mendapat dana untuk pengembangan IPA saja atau pemasangan pipa. " Saat ini proyek di tujuh kabupaten/kota itu sedang dikerjakan dan ditargetkan bisa selesai tepat waktu yakni paling lambat akhir 2010 mendatang,"ungkap Gandung.

Khusus untuk pembangunan IPA di lima kabupaten sebut Gandung, dibiayai dengan cara sharing dana antara pemerintah pusat dan Pemprov Kaltim. Sedangkan untuk pemasangan pipa dibebankan kepada APBD Kaltim. "Anggaran Rp 85 miliar itu di bagi dua, sebagian besar untuk pembangunan lima IPA, dan sisanya untuk pemasangan IPA di dua Samarinda dan Tarakan," ucap Gandung.

Gandung tidak merinci lebih jauh, soal berapa besar anggaran untuk pembangunan lima IPA tersebut, dan untuk pemasangan pipa di dua kota itu, ia hanya menyebutkan total anggarannya sajayang mencapai Rp 85 miliar.

Ia berharap, proyek pembangunan dan pengembangan IPA di 7 kabupaten/kota itu dapat berjalan lancar dan bisa selesai tepat waktu. "Kami minta kepada kabupaten/kota agar bisa menyelesaikan proyek itu tepat waktu dan tidak mengalami keterlambatan," ujar Gandung.
--------------------------------
LOVE SAMARINDA DENGAN KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA

yudibali2008
May 26th, 2010, 09:15 AM
Pilih Utang ke Luar Negeri
Biayai Proyek Jalan Tol-Jembatan Pulau Balang


Tahun depan untuk pembangunan infrastruktur, provinsi ini kebagian Rp 1,151 triliun, naik dari tahun lalu yang hanya Rp 522 miliar. Dana tersebut digunakan untuk program penyelenggaraan jalan sepanjang 2.074 kilometer. (lihat boks) Ditemui sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kaltim Husinsyah mengatakan, soal kepastian pinjaman luar negeri tersebut, pihaknya masih akan berkoordinasi lagi dengan departemen terkait di pusat. “Nanti kita pastikan dulu ke pusat,” katanya, singkat.(far/kpnn)


hmm moga2 aja nggak ada udang di balik batu atawa uangnya nggak di tilep.....:bash:

Sizter85
June 7th, 2010, 01:24 AM
Kaltim Butuh Investasi Rp 24 T
Minggu, 6 Juni 2010

SAMARINDA – Optimalisasi pembangunan dibidang ekonomi Kaltim khususnya ekonomi kerakyatan, sangat membutuhkan dana tak sedikit. Berdasar perhitungan Kelompok IV Rapat Kerja (Raker) Pembangunan Ekonomi Daerah disebutkan, khusus untuk investasi bidang infrastruktur saja mencapai Rp 24 triliun.

Meliputi pembangunan jalan dan jembatan, pengelolaan sumberdaya air, sistem pengembangan air minum, energi listrik, pembangunan pelabuhan laut dan udara, dan berbagai proyek infrastruktur lainnya. Baik yang akan dimulai atau sementara ini yang sedang dilanjutkan pengerjaannya.

Juru bicara kelompok IV Aji Sofyan Effendi mengatakan, dukungan investasi mencapai Rp 24 triliun itu menjadi mutlak harus dilaksanakan, sebab Kaltim saat ini tengah mencanangkan sejumlah program perekonomian, salah satunya yang paling krusial adalah Kaltim yang telah ditetapkan Pusat sebagai salah satu kawasan kluster industri berbasis kelapa sawit, oleokimikal dan petrokimia.

Kawasan kluster tentunya membuat geliat ekonomi Kaltim maju pesat. Tapi semuanya tak akan bisa terwujud tanpa didukung oleh infrastrukturnya. Misal, kita mencanangkan Pelabuhan Maloy di Kutai Timur sebagai pelabuhan internasional, namun infrastruktur jalannya belum maksimal ke Maloy sana, dan lain sebagainya,” kata Aji, dosen Fekon Unmul.

Contoh lainnya, lanjutnya, adalah pemenuhan energi listrik. Sebagai kawasan kluster tentu akan banyak swasta yang berminat untuk berinvestasi di Kaltim, namun ketika listrik masih dalam kondisi byar pet, maka swasta masih akan berpikir-pikir.

Karena dalam prinsip ekonomi dan bisnis, jaminan keamanan berinvestasi adalah salah satu faktor utama. Energi listrik salah satu dari jaminan keamanan tersebut. Bagaimanapun kondisi sumber daya alam kita baik dan berpotensi, ketika jaminan energi itu tidak ada, maka swasta tetap belum akan mau,” ujarnya.

Atas hal itu, ditambahkannya, Pemprov harus bisa melaksanakannya melalui sejumlah program dan perjuangan. Sebab dana Rp 24 triliun dipastikan tidak akan bisa dipenuhi oleh APBD Provinsi yang setiap tahun hanya Rp 6 triliun.

Kebutuhan itu tidak mungkin bisa dipenuhi APBD Kaltim yang cuma Rp 6 triliun. Karenanya, kita harus menuntut Pusat agar Kaltim mendapat porsi yang sesuai dengan sumbangsih selama ini. Untuk itu Pemprov harus bisa merangkul semua kalangan, seperti legislatif baik di Kaltim maupun di Pusat, hingga masyarakat umum lainnya. Karena tuntasnya infrastruktur saat ini sudah menjadi hal yang mutlak, ketika kita ingin meningkatkan perekonomian,” tandasnya. (aid)

Diminati Migran

Pemprov dinilai mampu menurunkan angka pengangguran di Kaltim dari tahun sebelumnya. Tahun 2008 tercatat jumlah pengangguran atau pencari kerja mencapai 11 persen dari total jumlah penduduk se-Kaltim. Sementara 2009 mampu turun satu persen, sehingga hanya 10 persen saja.

Namun dari hal tersebut, rupanya masih menyisakan masalah, yakni jumlah migran atau pendatang yang pencari kerja mencapai 46,7 persen dari total pengangguran di Kaltim saat ini. Kaltim yang dikenal sebagai daerah kaya, ternyata menjadi magnet tersendiri buat migran mencari kerja, kendati lapangan kerjanya tidak ada.

"Dan saya pribadi berpikir, hal ini tetaplah menjadi masalah besar buat pemerintah ketika akan membangun ekonomi daerah, sebab migran tersebut tetap menjadi bagian dari pembangunan ekonomi itu. Karenanya penyediaan lapangan pekerjaan harus segera menjadi PR besar Pemprov," kata Ajie Sofyan, juru bicara Kelompok IV dalam Raker Pembangunan Ekonomi Daerah Kaltim.

Menurutnya, memang Kaltim sangat berpotensi dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan tersebut, terlebih telah dicanangkannya Kaltim sebagai kawasan kluster industri, dipastikan akan terbangun perusahaan-perusahaan industri untuk mendukung program kluster itu.

"Tapi kita harus kembali lagi, kluster akan segera dapat terwujud ketika kita mampu membenahi infrastruktur kita yang saat ini kondisinya masih sangat memprihatinkan. Migran pencari kerja yang saya sebutkan tadi adalah hanya fakta dari fakta-fakta lainnya yang harus kita benahi bersama-sama," tambahnya. (aid)

Sizter85
June 7th, 2010, 01:29 AM
Kaltim Akan Dirikan Sekolah Jurnalistik Internasional

Samarinda (ANTARA News)- Provinsi Kalimatan Timur (Kaltim) akan mendirikan Sekolah Jurnalistik Internasional (SJI) dengan nama Internasional Asian Press Institute Pemerintah Provinsi Kaltim, yang saat ini programnya masih dalam penggodokan.

"Pendirian sekolah ini merupakan keinginan Pak Gubenur, makanya kami kemudian mengundang PWI Kaltim dan sejumlah media massa untuk membicarakan program ini agar lebih matang," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, M. Jauhar Effendi, di Samarinda, Selasa.

Sejumlah perwakilan dari kalangan pers yang hadir dalam pembahasan sekolah internasional tersebut, antara lain Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kaltim, dari TVRI Kaltim, RRI Samarinda, dan ANTARA Biro Kaltim.

Menurut Jauhar, program sekolah internasional itu sebenarnya ada dua, yakni Program Nasional Sekolah Jurnalisme Indonesia (PNSJI) dan Program Internasional Asian Press Institute (PIAPI) Pemprov Kaltim, namun kemungkinan yang dilaksanakan adalah PIAPI.

PNSJI merupakan realisasi dari komitmen Pemprov Kaltim dan masyarakat pers serta PWI Kaltim terhadap program nasional yang telah diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari 2010 di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Sedangkan PIAPI merupakan program yang digagas Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sebelum peresmian SJI Palembang. SJI kemudian akan dikembangkan di Kaltim menjadi program internasional menjadi PIAPI.

Gubernur Kaltim juga pernah membahas hal tersebut di sela-sela HPN Palembang dengan Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), lembaga pendidikan jurnalistik independen yang didirikan Dewan Pers pada 1988.

"Pergeseran nama Asian Institute of Jurnalism menjadi Asian Press Institute muncul setelah Gubernur Kaltim berdiskusi singkat dengan beberapa wartawan dan konsultan komunikasi senior," kata Jauhar.

Dalam diskusi itu akhirnya menelurkan tiga gagasan. Pertama, Kaltim akan melaksanakan program SJI sesuai komitmen di Palembang. Kedua, meski SJI di Kaltim berskala nasional, namun harus tetap mencerminkan karakter dan kebutuhan lokal.

Sementara itu, ia mengemukakan bahwa hal ketiga adalah sedapat-dapatnya SJI Kaltim di masa depan dikembangkan menjadi program regional dan internasional dengan karakter khusus.

Pertemuan dengan perwakilan sejumlah media massa pada Selasa ini akan dilanjutkan pada pertemuan kedua kalinya. Diharapkan pada pertemuan berikutnya akan didapatkan ide lebih baik guna terwujududnya program itu.

Sementara itu, Sekretaris PWI Kaltim, Intoniswan mengatakan, pada awalnya pihaknya hanya akan mendirikan Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) Jurnalistik guna mencetak tenaga wartawan siap pakai di Kaltim karena Kaltim masih minim wartawan profesional.

"Itu memang program awal yang kami gagas, namun jika pak gubernur berkeinginan mendirikan sekolah betaraf internasional, saya rasa untuk jangka panjangnya akan berdampak positif, kami jelas mendukung," kata Inton. (*)

yudibali2008
June 7th, 2010, 02:32 AM
Kaltim Butuh Investasi Rp 24 T
Minggu, 6 Juni 2010

SAMARINDA – Optimalisasi pembangunan dibidang ekonomi Kaltim khususnya ekonomi kerakyatan, sangat membutuhkan dana tak sedikit. Berdasar perhitungan Kelompok IV Rapat Kerja (Raker) Pembangunan Ekonomi Daerah disebutkan, khusus untuk investasi bidang infrastruktur saja mencapai Rp 24 triliun.

Meliputi pembangunan jalan dan jembatan, pengelolaan sumberdaya air, sistem pengembangan air minum, energi listrik, pembangunan pelabuhan laut dan udara, dan berbagai proyek infrastruktur lainnya. Baik yang akan dimulai atau sementara ini yang sedang dilanjutkan pengerjaannya.

Juru bicara kelompok IV Aji Sofyan Effendi mengatakan, dukungan investasi mencapai Rp 24 triliun itu menjadi mutlak harus dilaksanakan, sebab Kaltim saat ini tengah mencanangkan sejumlah program perekonomian, salah satunya yang paling krusial adalah Kaltim yang telah ditetapkan Pusat sebagai salah satu kawasan kluster industri berbasis kelapa sawit, oleokimikal dan petrokimia.

Kawasan kluster tentunya membuat geliat ekonomi Kaltim maju pesat. Tapi semuanya tak akan bisa terwujud tanpa didukung oleh infrastrukturnya. Misal, kita mencanangkan Pelabuhan Maloy di Kutai Timur sebagai pelabuhan internasional, namun infrastruktur jalannya belum maksimal ke Maloy sana, dan lain sebagainya,” kata Aji, dosen Fekon Unmul.

Contoh lainnya, lanjutnya, adalah pemenuhan energi listrik. Sebagai kawasan kluster tentu akan banyak swasta yang berminat untuk berinvestasi di Kaltim, namun ketika listrik masih dalam kondisi byar pet, maka swasta masih akan berpikir-pikir.

Karena dalam prinsip ekonomi dan bisnis, jaminan keamanan berinvestasi adalah salah satu faktor utama. Energi listrik salah satu dari jaminan keamanan tersebut. Bagaimanapun kondisi sumber daya alam kita baik dan berpotensi, ketika jaminan energi itu tidak ada, maka swasta tetap belum akan mau,” ujarnya.

Atas hal itu, ditambahkannya, Pemprov harus bisa melaksanakannya melalui sejumlah program dan perjuangan. Sebab dana Rp 24 triliun dipastikan tidak akan bisa dipenuhi oleh APBD Provinsi yang setiap tahun hanya Rp 6 triliun.

Kebutuhan itu tidak mungkin bisa dipenuhi APBD Kaltim yang cuma Rp 6 triliun. Karenanya, kita harus menuntut Pusat agar Kaltim mendapat porsi yang sesuai dengan sumbangsih selama ini. Untuk itu Pemprov harus bisa merangkul semua kalangan, seperti legislatif baik di Kaltim maupun di Pusat, hingga masyarakat umum lainnya. Karena tuntasnya infrastruktur saat ini sudah menjadi hal yang mutlak, ketika kita ingin meningkatkan perekonomian,” tandasnya. (aid)

Diminati Migran

Pemprov dinilai mampu menurunkan angka pengangguran di Kaltim dari tahun sebelumnya. Tahun 2008 tercatat jumlah pengangguran atau pencari kerja mencapai 11 persen dari total jumlah penduduk se-Kaltim. Sementara 2009 mampu turun satu persen, sehingga hanya 10 persen saja.

Namun dari hal tersebut, rupanya masih menyisakan masalah, yakni jumlah migran atau pendatang yang pencari kerja mencapai 46,7 persen dari total pengangguran di Kaltim saat ini. Kaltim yang dikenal sebagai daerah kaya, ternyata menjadi magnet tersendiri buat migran mencari kerja, kendati lapangan kerjanya tidak ada.

"Dan saya pribadi berpikir, hal ini tetaplah menjadi masalah besar buat pemerintah ketika akan membangun ekonomi daerah, sebab migran tersebut tetap menjadi bagian dari pembangunan ekonomi itu. Karenanya penyediaan lapangan pekerjaan harus segera menjadi PR besar Pemprov," kata Ajie Sofyan, juru bicara Kelompok IV dalam Raker Pembangunan Ekonomi Daerah Kaltim.

Menurutnya, memang Kaltim sangat berpotensi dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan tersebut, terlebih telah dicanangkannya Kaltim sebagai kawasan kluster industri, dipastikan akan terbangun perusahaan-perusahaan industri untuk mendukung program kluster itu.

"Tapi kita harus kembali lagi, kluster akan segera dapat terwujud ketika kita mampu membenahi infrastruktur kita yang saat ini kondisinya masih sangat memprihatinkan. Migran pencari kerja yang saya sebutkan tadi adalah hanya fakta dari fakta-fakta lainnya yang harus kita benahi bersama-sama," tambahnya. (aid)


saya kira dah berimbang setelah Kaltim menjadi daerah otonomi :( ternyata oh ternyata :bash:


buat Siz : mimpi bisa menjadi kenyataan loh :D :banana:

Sizter85
June 15th, 2010, 06:43 PM
Selasa, 15 Juni 2010 , 07:53:00
BSB Diwacanakan Pindah ke Kukar

KALTIM--Akibat polemik berkepanjangan yang terjadi dalam proses pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB), muncul wacana agar pembangunan bandara dipindah ke Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Salah seorang anggota Komisi III DPRD Kaltim, H. Syahrun mengatakan, wacana pemindahan ini datang dari sejumlah elemen masyarakat yang menilai bahwa progres pembangunan Bandara Samarinda Baru di Sungai Siring berjalan sangat lambat, padahal kebutuhan akan bandara tersebut begitu tinggi.

“BSB ditarget pemerintah untuk selesai dan dapat beroperasi tahun 2013 masih jauh dari harapan karena berbagai permasalahan yang terjadi, baik masalah pembayaran yang belum lunas, hingga masalah tender yang masih belum dapat dilakukan,” bebernya.

Dia berharap, segera ada solusi yang strategis terkait hal tersebut. Mengutip dari hasil pertemuan antara Komisi III DPRD dengan Pemprov. Kaltim yang diwakili Assisten II Bidang Pembangunan Sya’bani dan Kadis perhubungan H. Jairin beserta beberapa staf Dinas Perhubungan lainnya di Gedung DPRD Kaltim Lantai VI , pada Jumat (11/6).

Masalah BSB bahkan telah membawa sejumlah nama pejabat di lingkungan Provinsi Kaltim yang saat ini tengah diperiksa oleh kejaksaan Agung. Kembali menyoal proses pemindahan, Syahrun mengatakan, pemindahahan lokasi bandara adalah solusi tercepat dan tepat agar target pembangunan bandara bisa tercapai sehingga alokasi pendanaan pembangunan bandara tersebut bisa tersalurkan secara benar serta tepat.

Terkait peluang pemindahan lokasi bandara, Syahrun mengaku jika wacana pemindahan BSB ke lokasi lain diperbolehkan serta tidak melangar ketentuan dan peraturan perundang-undangan serta persoalan pendanaan untuk pemindahan itu lebih murah dibandingkan jika melanjutkan pembangunan bandara lama maka pemindahan tersebut sangat mungkin dilakukan, ” Kita sudah berdiskusi dengan Menteri Perhubungan, dan beliau memberikan sinyal positif bahwa lokasi bandara bisa dipindah dengan catatan pemindahan lokasi pembangunan tidak memakan biaya yang lebih tinggi dibanding melanjutkan pembangunan yang ada sekarang,” imbuh dia.

Ditambahkannya, menindaklanjuti sinyal positif tersebut, maka pihak eksekutif maupun legislatif diharapkan segera membentuk tim pengkaji untukmelakukan kajian mendalam dari total dana keseluruhan pembangunan jika bandara jadi dipindah ke Loa Kulu. ”Sampai saat ini memang masih berupa wacana, tetapi akan kita lihat ke depannya. Jika masalah BSB tak kunjung usai maka sangat mungkin bandara akan dipindah ke Loa Kulu,” pungkasnya.(wan)

Sizter85
June 15th, 2010, 07:05 PM
Investor Cina Minati Kelistrikan dan Bandara di Kaltim

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China, Shyno Hidro Corporation, tertarik untuk melakukan investasi di bidang energi dan bandara di Provinsi Kaltim.

Ini dikemukakan Asisten II Setprov Kaltim, M Syahbani, Selasa (15/6). "Mereka tertarik untuk investasi Pembangkit Tenaga Listrik di Tabang (Kukar) dan Bandara Sepinggan," kata Syahbani usai menerima delegasi dari Cina.

Ia menjelaskan, rencana investasi itu merupakan bagian dari rencana investasi Cina di Indonesia senilai 10 milliar US Dollar dalam jangka waktu 20 tahun. Namun, kepastian proyek mana yang akan dibiayai dari pinjaman lunak itu akan ditentukan oleh pemerintah pusat melalui Bappenas.(*)

yudibali2008
June 17th, 2010, 02:36 PM
^^moga2 aja proyek Sepinggan Airport yg dipilih

Ampelio
July 7th, 2010, 06:09 PM
Bontang Lestari adalah kota baru sekitar 12 km dari pusat kota lama Bontang dimana berlokasi kompleks pusat pemerintahan baru Kota Bontang.

Kompleks ini rencananya terdiri dari 10 unit bangunan 2-5 lantai. Tetapi yg sudah jadi dan beroperasi baru 4: Kantor Walikota, Gedung DPRD, Kantor Sekda dan Depo Arsip.

Dua pasang gedung kembar masih dlm tahap konstruksi yaitu 2 Kantor Dinas2 Daerah dan 2 Kantor Lembaga2 Teknis Daerah.

Ini foto2 kedua pasang gedung yg masih u/c tsb: :)
http://img337.imageshack.us/img337/2899/img6561f.jpg (http://img337.imageshack.us/i/img6561f.jpg/)

http://img713.imageshack.us/img713/6120/bontang.jpg (http://img713.imageshack.us/i/bontang.jpg/)

http://img203.imageshack.us/img203/9342/img6562e.jpg (http://img203.imageshack.us/i/img6562e.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Ampelio
July 7th, 2010, 06:24 PM
http://img692.imageshack.us/img692/2700/bontanglestari1.jpg (http://img692.imageshack.us/i/bontanglestari1.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Ampelio
July 7th, 2010, 06:30 PM
Bangunan-bangunan yang sudah jadi

Kantor Walikota Bontang
http://img29.imageshack.us/img29/6875/img6548p.jpg (http://img29.imageshack.us/i/img6548p.jpg/)

http://img716.imageshack.us/img716/4756/img6533u.jpg (http://img716.imageshack.us/i/img6533u.jpg/)

Kantor Walikota Bontang, Kantor Sekda dan Depo Arsip
http://img251.imageshack.us/img251/3869/img6565g.jpg (http://img251.imageshack.us/i/img6565g.jpg/)

http://img714.imageshack.us/img714/2580/img6560.jpg (http://img714.imageshack.us/i/img6560.jpg/)

Gedung DPRD Kota Bontang
http://img204.imageshack.us/img204/5263/img6558w.jpg (http://img204.imageshack.us/i/img6558w.jpg/)

Boulevard access road mulus sepanjang 12 km
http://img19.imageshack.us/img19/1781/img6529r.jpg (http://img19.imageshack.us/i/img6529r.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Sizter85
July 8th, 2010, 03:14 PM
^^

Wah menarik.. BONTANG sdh berpikir jauh kedepan ttg lokasi Pusat Pemerintahan barunya,.. :okay: Salut :banana:

Blue_Sky
July 9th, 2010, 01:41 AM
^^

Balikpapan aja yg adem ayem neh :D

nowan
July 9th, 2010, 01:56 AM
http://img713.imageshack.us/img713/6120/bontang.jpg (http://img713.imageshack.us/i/bontang.jpg/)


Wow.. itu dinding penahan tanahnya tinggi sekali. Lebih dari 7 meter kali ya? Apa diberi jangkar ke dalam tanahnya?
Luar biasa pengembangan Bontang Lestari ini.. :okay:

senoholic09
July 9th, 2010, 08:40 AM
^^

Balikpapan aja yg adem ayem neh :D

bpn klo mo buat gedung pemkot baru mnding buat 1 vertikal building aj di tgh kota, 1 dinas 1 lantai, lebih menghemat lahan jg spt program pemkot sendiri hehe

daroe_909
July 9th, 2010, 05:15 PM
Bontang Lestari.... :okay: :okay: :applause: ^^

Chris_Lyantto
July 10th, 2010, 02:34 AM
dapat info klo di Bontang akan dibangun Tourism Park yang lumayan besar di daerah Sekambing

kota yang mempunyai visi kedepan :okay:

daroe_909
July 10th, 2010, 12:21 PM
Sabtu, 10 Juli 2010
Pipanisasi Bontang-Semarang Dimulai
Sofyan Hasdam: Belum Ada Persetujuan Daerah

BONTANG. Sempat tertunda, ternyata Pemerintah Pusat serius melanjutkan proyek pemipaan gas dari Bontang - Semarang. Praktis, jika proyek tersebut tetap dilanjutkan dampaknya terhadap daerah kurang baik, apalagi penghasilan bagi daerah nihil.
Rencana dilanjutkannya proyek pemipaan itu, diutarakan anggota Komis VI DPR-RI Nanang Sulaiman kepada sejumlah wartawan belum lama ini. Ditegaskannya, proyek tersebut dimulai 2010 ini.
"Jika tak ada kendala proyeknya mulai dilaksanakan tahun ini juga, demi kepentingan negara," katanya.....[selanjutnya (http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/13/3102)]

--www.sapos.co.id--

Ampelio
July 11th, 2010, 02:41 PM
dapat info klo di Bontang akan dibangun Tourism Park yang lumayan besar di daerah Sekambing

kota yang mempunyai visi kedepan :okay:

Betul Tourism Park salah satu projek yg terpadu dengan pusat pemerintahan, industri, pemukiman dan CBD baru di kawasan Bontang Lestari (ex Sekambing). Kebetulan saat ini konsultan gw lagi menyusun RIPPDA (Renc.Induk Pengembangan Pariwisata Daerah)-nya :)

FYI, nama "Sekambing" (kelurahan) sudah gak dipakai lagi... sejak 2009 lalu kawasan itu sekarang resmi berubah nama menjadi Kelurahan Bontang Lestari :cheers:

Ini masterplan-nya tapi belum update, Tourism Park-nya belum dimasukkan menunggu dokumen RIPPDA selesai dan disahkan:
http://img821.imageshack.us/img821/7894/masterplanbl.jpg (http://img821.imageshack.us/i/masterplanbl.jpg/)
^^Lokasi Tourism Park kemungkinan diantara area no 2 dan laut/pantai

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Ampelio
July 11th, 2010, 03:05 PM
http://img339.imageshack.us/img339/4536/blockplan.jpg (http://img339.imageshack.us/i/blockplan.jpg/)
^^Blockplan kompleks pusat pemerintahan Kota Bontang (di masterplan area no 3)

http://img718.imageshack.us/img718/9031/spglimabl.jpg (http://img718.imageshack.us/i/spglimabl.jpg/)
^^Visualisasi 3D rencana kawasan simpul simpang lima (di masterplan area no 2)

http://img401.imageshack.us/img401/4971/permukimanbl.jpg (http://img401.imageshack.us/i/permukimanbl.jpg/)
^^Visualisasi 3D rencana kawasan pemukiman, fasum dan rusunami (di masterplan area no 5)

Chris_Lyantto
July 11th, 2010, 06:37 PM
^^ terimakasih infonya om :)

-----------------------------

IMO Bontang sedang bersiap menuju Eco-Industrial Park and Tourism City

:cheers:

Chris_Lyantto
July 12th, 2010, 05:51 AM
Sabtu, 10 Juli 2010 , 10:26:00
Berau Semakin Dilirik Maskapai Penerbangan
Kalimarau Bakal Termegah, Pertama Miliki Garbarata

TANJUNG REDEB - Seiring peningkatan jumlah peningkatan penumpang di Bandara Kalimarau, berbagai maskapai penerbangan mulai menjajaki rute ke Kabupaten Berau. Salah satunya Sriwijaya Air yang melakukan penerbangan perdana rute Balikpapan-Berau PP, Kamis (8/7) malam.
Wakil Bupati Berau Ahmad Rifai mengatakan, dengan bertambahnya maksapai penerbangan yang ada saat ini, diharapkan harga jual tiket penerbangan menjadi lebih kompetitif. Selama ini harga tiket rute Berau cukup tinggi.

“Kami harapkan bisa lebih kompetitif, namun juga tidak terlalu murah demi faktor keselamatan. Bagi kami harga cukup tinggi tidak masalah, tapi yang utamanya adalah keselamatan penumpang lebih terjamin,” kata Rifai saat acara syukuran perdana Sriwijaya Air ke Berau.
Menurut Rifai, beroperasinya beberapa maskapai penerbangan di Berau itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Di mana para investor tidak perlu lagi ragu-ragu untuk berinvestasi, pasalnya akses transportasi sudah memadai.

Selain itu, diharapkan pula bisa meningkatkan sektor pariwisata yang memang terkenal dengan wisata baharinya. Selain melayani penerbangan domestik, pengelola Bandara Kalimarau yang dikepalai oleh Avirianto itu tengah menjajaki untuk penerbangan internasioanal, yaitu Berau-Tawau. Apabila rute itu telah terealisasi, maka Berau bisa menjadi salah satu pintu masuk wisatawan asing yang ingin berwisata ke Indonesia.
“Selama ini wisatawan asing harus transit dulu ke Singapura. Dengan nanti adanya rute Tawao-Berau ini akan memangkas waktu perjalanan bagi mereka yang ingin berwisata ke Berau,” ujarnya.

Sebelum bisa didarati pesawat jenis Boeing, dikatakan Rifai, Bandara Kalimarau memiliki banyak sejarah. Sewaktu masih berusia anak-anak, bandara yang terletak di Kecamatan Teluk Bayur itu hanya dilapisi tiang-tiang besi baja karena area lahan masih berbentuk rawa-rawa.
Tidak lama kemudian, baru pesawat perintis mulai menjajaki penerbangan ke Bumi Batiwakkal itu – sebutan Kabupaten Berau.
Kemudian dilanjutkan penerbangan jenis pesawat ATR yang kini masih beroperasi. Sejak 2009 lalu, pesawat Boeing 737 seri 200 mulai masuk ke Bandara Kalimarau. “Kalau dulu saya masih anak-anak itu, duduk di pesawat itu seperti duduk di atas bak mobil, tidak ada kursinya,” kata Rifai.
Beroperasinya maskapai nasional ke Bandara Kalimarau itu dimulai setelah salah satu maskapai penerbangan yang melayani angkutan PON XVII Kaltim pada 2008 lalu melihat animo masyarakat yang cukup tinggi.

Namun, kata Rifai, warga Berau harus berbangga hati. Pasalnya tidak lama lagi, Bandara Kalimarau akan menjadi salah satu bandara termegah di Kalimantan. Bahkan bisa menjadi bandara pertama di Kalimantan yang memiliki gerbang pendarat pesawat udara (garbarata) atau belalai yang menghubungkan pesawat dengan terminal penumpang. Inilah salah satu bukti akselerasi pembangungan Kabupaten Berau yang semakin pesat.
Ditargetkan, terminal penumpang baru yang tengah dibangun akan selesai pada akhir tahun ini, terutama bangunan fisik dan beberapa fasilitas lainnya. “Dan di awal tahun secara perlahan-lahan diharapkan bisa dioperasikan demi kepentingan warga,” ungkapnya. (fir)

joeylen
July 13th, 2010, 04:59 AM
^^Wah Samarinda kalah dgn berau.....

lombok
July 13th, 2010, 11:34 AM
Bakrieland Bangun Hotel Bujet di Tenggarong, Kaltim
Selasa, 13 Juli 2010 | 16:00 WIB

Robert Adhi Ksp/KOMPAS
JAKARTA, KOMPAS.com - Permintaan hotel berfasilitas tinggi dengan harga terjangkau alias hotel bujet (budget hotel) diperkirakan akan melonjak. Maklum, perekonomian yang membaik tahun ini membuat perusahaan banyak mengirimkan karyawannya melakukan perjalanan bisnis. Belum lagi sektor pariwisata yang kembali bergairah.

Melihat tren permintaan yang meningkat ini, beberapa pengembang gencar mengembangkan hotel bujet. Tengoklah PT Bakrieland Development Tbk lewat anak usaha PT Bakrie Nirwana Semesta yang terus mempersiapkan pengoperasian hotel bujet di Tenggarong, Kutai Kertanegara.

Di Tenggarong, Bakrie Nirwana akan mengelola hotel milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kertanegara, yakni Hotel Singgasana dan Hotel Lesong. Saat ini, hotel tersebut memasuki tahap konstruksi ulang menjadi hotel bujet. Bakrie Nirwana menargetkan hotel ini bisa beroperasi sebagai hotel bujet di semester II-2010. Pembangunan hotel ini termasuk dalam rencana jangka panjang Bakrie Nirwana yang ingin membangun 50 hotel bujet.

Menurut Presiden Direktur Bakrieland, Hiramsyah S Thaib, pembangunan satu hotel bujet akan memakan investasi kurang dari Rp 50 miliar. Bakrie Nirwana belum memberikan nama baru untuk hotel tersebut. Yang jelas, hotel ini diperkirakan akan memberikan pelayanan hotel bintang tiga atau bintang empat dengan harga bintang dua. Hotel jenis ini biasanya memiliki luas kamar 3x5 meter persegi (m2) dengan sarapan, layanan internet, teve satelit, peralatan mandi, serta AC.

Hiramsyah memandang, harga komoditas yang semakin membumbung membuat pendapatan daerah luar Jawa ikut terdongkrak. Beberapa komoditas yang diyakini masih akan jadi jagoan ke depan antara lain minyak mentah, CPO, dan batubara.

"Pebisnis yang sering melakukan perjalanan biasanya tidak membutuhkan hotel mewah namun memiliki fasilitas bagus, di situlah hotel bujet berpeluang meraih pasar," tutur Hiramsyah. Melihat tren ini, Bakrieland memandang langkah masuk ke daerah penghasil komoditas menjadi strategis. (Gloria Haraito/KONTAN)

Blue_Sky
July 15th, 2010, 03:34 AM
^^

Pasti didalam kawasan pulau kumala

daroe_909
July 17th, 2010, 03:52 PM
^^

Pasti didalam kawasan pulau kumala


lho kok didalam kawasan pulau kumala??? kan pulau kumala dah di kelola oleh El John,n dsana dah berdiri Parai Kumala hotel resort n spa...:)

daroe_909
July 21st, 2010, 06:07 PM
Maket 'Perkantoran Swasta dan Mall' Kota Tenggarong

http://img28.imageshack.us/img28/5394/dsc01731pc.jpg (http://img28.imageshack.us/my.php?image=dsc01731pc.jpg)

http://img822.imageshack.us/img822/639/zdsc01732.jpg (http://img822.imageshack.us/my.php?image=zdsc01732.jpg)

Van Koetai
July 23rd, 2010, 08:11 AM
^^
Maket baru apa lama tu Ru? Setau aku itu proyek lama Pak Kaning, letaknya persis di sebelah Jembatan Tenggarong. Proyek ini dengar2 batal tapi gak tau lagi kalau ternyata diteruskan, kan bupati yang sekarang anaknya...:)

^^

Pasti didalam kawasan pulau kumala

Bukan Blue...mereka akan mengelola Hotel Singgasana yang terletak di daerah Bukit Biru dan Hotel Lesong Batu yang terletak persis di pusat Kota Tenggarong.

joeylen
July 23rd, 2010, 08:26 AM
iya..gak jadi itu bang van...udah kesah lama itu..tapi gak tau klo anaknya kaning udah naik jadi bupati sekarang...

Van Koetai
July 23rd, 2010, 08:38 AM
Kalaupun jadi...gw rasa gak usah terlalu besar lah...yah hitung2 test pasar aja dulu. Bukan apa2...jarak dari Tenggarong ke Samarinda yang cuman setengah jam bisa jadi bikin orang2 Tenggarong lebih memilih ke mal2 di Samarinda...yang tentunya lebih variatif dan lebih lengkap.

daroe_909
July 23rd, 2010, 08:46 AM
^^
Maket baru apa lama tu Ru? Setau aku itu proyek lama Pak Kaning, letaknya persis di sebelah Jembatan Tenggarong. Proyek ini dengar2 batal tapi gak tau lagi kalau ternyata diteruskan, kan bupati yang sekarang anaknya...:)



Bukan Blue...mereka akan mengelola Hotel Singgasana yang terletak di daerah Bukit Biru dan Hotel Lesong Batu yang terletak persis di pusat Kota Tenggarong.


wah kurang tau bang,tu maket ga ada tahun pembuatannya xixixixi....
yg jelas tu maket saya take pic.x di stan Dinas PU Kukar waktu Erau expo kmrn....:)

daroe_909
July 23rd, 2010, 09:22 AM
nambah dikit 'Maket water Park Pulau Kumala' :)


http://img23.imageshack.us/img23/5499/dsc01733hh.jpg (http://img23.imageshack.us/my.php?image=dsc01733hh.jpg)

http://img22.imageshack.us/img22/3687/dsc01735c.jpg (http://img22.imageshack.us/my.php?image=dsc01735c.jpg)

-soir,gambarx ga jelas,efek pantulan cahaya di kaca :D...-

Van Koetai
July 23rd, 2010, 09:39 AM
Waterpark kale Bro Daroe...bukan waterboom...noh ada tulisannya di maketnya...!!! Wah kalo ini oke banget...lumayan buat selingan...bosen juga ke Jessica Waterpark melulu.

IMO satu2nya kekurangan Pulau Paray Kumala adalah akses darat ke pulau tersebut...seandainya saja mereka mau membuat jembatan disisi yang berseberangan dengan Kota Tenggarong pasti akan lebih banyak orang yang berkunjung kesana. Gak usah terlalu gede dan tinggi, toh kapal2 masih bisa lewat disisi yang lain.

Gw yang orang kutai aja kadang2 masih ngeri naik ketinting ke Pulau Paray Kumala...:lol::lol::lol:

daroe_909
July 23rd, 2010, 09:52 AM
Waterpark kale Bro Daroe...bukan waterboom...noh ada tulisannya di maketnya...!!! Wah kalo ini oke banget...lumayan buat selingan...bosen juga ke Jessica Waterpark melulu.

IMO satu2nya kekurangan Pulau Paray Kumala adalah akses darat ke pulau tersebut...seandainya saja mereka mau membuat jembatan disisi yang berseberangan dengan Kota Tenggarong pasti akan lebih banyak orang yang berkunjung kesana. Gak usah terlalu gede dan tinggi, toh kapal2 masih bisa lewat disisi yang lain.

Gw yang orang kutai aja kadang2 masih ngeri naik ketinting ke Pulau Paray Kumala...:lol::lol::lol:

wez ta' edit bang,,hehehe
lho knp ngeri naik ketintingnya bang??seru lagi :D...hmmm,ato jgn2 yg punya ketinting yg 'ngeri' tuk ngangkut abang,,takut tenggelam ketintingx...xixixixiixxi....-kabuuuurrrrrrr :runaway:

atmada
July 29th, 2010, 05:15 PM
14 dari 20 daftar kabupaten/kota terkaya di Indonesia ini dari Kaltim..itu artinya semua kabupaten/kota di Kaltim jadi yang terkaya di Indonesia..:okay: cmiiw

--------------------------------------------------------------------

Daftar 20 Kabupaten Super Kaya di Indonesia (http://bisnis.vivanews.com/news/read/167296-daftar-20-kabupaten-super-kaya-di-indonesia)
Kabupaten kaya raya tersebut sebagian besar berlokasi di Kalimantan Timur.
Rabu, 28 Juli 2010, 06:30 WIB
Heri Susanto

VIVAnews - Sebanyak 20 kabupaten dan kota di Indonesia mendapatkan transfer dana bagi hasil sumber daya alam dari pemerintah pusat dalam jumlah sangat besar. Bahkan, sangat jauh berbeda dibandingkan dengan puluhan kabupaten lainnya.

Beberapa kabupatan malah mendapatkan dana bagi hasil triliunan rupiah dari tahun ke tahun. Sebut saja misalnya Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur yang mendapatkan bagian dana Bagi Hasil Rp2,5 triliun pada 2009 atau Kabupaten Bengkalis di Riau yang mendapatkan jatah Rp1,5 triliun.

Ini tak sebanding dengan rata-rata kabupaten paling miskin sumber daya alam, kebanyakan di Jawa yang cuma memperoleh ratusan juta rupiah per tahun. Contohnya, seperti Kabupatan Gunung Kidul, Sleman dan Kulon Progo di propinsi Jogjakarta yang masing-masing cuma mendapatkan jatah dana bagi hasil sumber alam, Rp 144-146 jutaan per tahun.

Berdasarkan data yang VIVAnews himpun dari Hasil Audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2009 yang dirilis baru-baru ini, sedikitnya ada 20 kabupaten dan kota yang mendapatkan dana bagi hasil di atas Rp400 miliar per tahun atau 2.700 kali dibandingkan dengan jatah dari Kabupaten Gunung Kidul.

Kabupaten kaya raya tersebut sebagian besar berlokasi di Kalimantan Timur, sebagian lagi tersebar di Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Riau dan Papua. Kalimantan Timur menjadi pusat lokasi pertambangan batu bara, sedangkan Riau dan Kepulauan Riau menjadi tempat pertambangan minyak dan gas.

Dari Papua ada kabupaten Mimika yang mendapatkan jatah Dana Bagi Hasil Rp440 miliar pada 2009. Wilayah di pegunungan Papua ini mendapatkan dana bagi hasil tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Papua lantaran menjadi tempat pertambangan emas dan tembaga oleh PT Freeport Indonesia.

Daftar 20 kabupaten penerima dana bagi hasil sumber alam terbesar

NO Kabupaten Propinsi Bagi Hasil (Rp miliar)
1 Kutai Kartanegara Kaltim 2.566,55
2 Bengkalis Riau 1.519,73
3 Kutai Timur Kaltim 1.059,72
4 Siak Riau 993,20
5 Rokan Hilir Riau 911,07
6 Musi Banyuasin Sumsel 858,45
7 Kampar Kaltim 679,32
8 Kutai Barat Kaltim 670,60
9 Pasir Kaltim 593,64
10 Berau Kaltim 553,26
11 Bulungan Kaltim 482,82
12 Samarinda Kaltim 480,19
13 Nunukan Kaltim 478,34
14 Panajam Pasir Utara Kaltim 477,03
15 Bontang Kaltim 476,83
16 Malinau Kaltim 462,34
17 Tarakan Kaltim 454,55
18 Balikpapan Kaltim 441,60
19 Natuna Kep Riau 440,24
20 Mimika Papua 424,33

Pemerintah memperoleh penerimaan sumber daya alam pada tahun lalu sebesar Rp138,96 triliun. Itu setara dengan 61 persen dari total Rp227,06 triliun penerimaan negara bukan pajak. Penerimaan itu berasal dari pendapatan minyak dan gas bumi, pertambangan umum, kehutanan, perikanan dan pertambangan panas bumi. Penerimaan terbesar berasal dari minyak bumi yang mencapai Rp90 triliun.

Dari total penerimaan sumber daya alam, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, pemerintah membagikan ke daerah dalam bentuk bagi hasil sumber daya alam yang menjadi bagian Pemda. Total yang dibagikan Rp36,86 triliun. Bagi hasil terbanyak berupa minyak bumi Rp14,6 triliun, gas bumi Rp11,5 triliun dan pertambangan umum Rp 7,2 triliun.

Penerimaan sumber daya alam 2009 sesungguhnya menurun jauh atau Rp85 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Itu disebabkan penurunan harga rata-rata minyak mentah Indonesia dari US$101 per barel pada 2008 menjadi US$58 per barel pada 2009.

Meski sumber alamnya kaya raya, namun tidak selalu identik dengan kondisi penduduknya. Di Kaltim, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis Juli 2009, prosentase penduduk miskin memang relatif kecil, bahkan turun dari 9,51 persen pada Maret 2008 menjadi 7,73 persen pada Maret 2009.

Tetapi, di Papua, jumlah penduduk miskin masih sangat tinggi, bahkan naik yakni dari 37,08 persen pada Maret 2008 menjadi 37,53 persen pada Maret 2009. Mungkin ini juga menjadi salah satu bagian yang membuat situasi di Papua kerap bergejolak.

Ampelio
July 31st, 2010, 02:55 AM
Maket 'Perkantoran Swasta dan Mall' Kota Tenggarong

http://img28.imageshack.us/img28/5394/dsc01731pc.jpg (http://img28.imageshack.us/my.php?image=dsc01731pc.jpg)

^^Semoga bisa lekas terwujud...:okay: Lokasinya sangat strategis, diujung Jembatan Kartanegara dan bersebelahan dengan kompleks kantor pemerintahan Kab.Kukar. ...so Kabupaten terkaya sudah sepatutnya punya yg seperti ini dong. :cheers:

...tapi bgaimanapun gw tetap salut dengan Pemprov.Jogja, walaupun kab2-nya dikasih sangat sedikit oleh pem.pusat tapi jalan2 di pelosok2 Sleman, Gunung Kidul, Bantul dan Kulon Progo masih jauh lebih baik dibanding jalan2 di Kab.Kukar bahkan dibanding jalan2 di dalam Kota Tenggarong sendiri yg luas area kotanya cuma se-'uprit'. :D

...lingkungan perumahan di seantero Jogja yg padat-pun ternyata masih lebih bersih dan tertata dibanding pemukiman2 di Kukar yg walaupun berpenduduk sedikit (dan katanya 'kaya') tapi kok masih banyak pemukiman kumuh, jorok dan kualitas lingkungan yg jauh dari standar kenyamanan (?)...gw bener2 heran :nuts: Btw 'efek' bersih dan rapi Kota Balikpapan kenapa gak sampai Kukar ya?

...tapi hidup memang kdg2 begitu dan daerah2 di Jawa gak perlu iri deh, bagaimanapun booming projek di Kaltim juga membawa berkah... salah satu indikasi sisi postifnya tiap kali konsultan gw ikut tender di provinsi 15 triliun/tahun ini, 90% peserta-nya perush2 berasal dari pulau Jawa dng SDM kebanyakan org2 Jawa juga (sorry tidak ada maksud SARA) dan tidak heran jika akhirnya 'siklus uang' mengalir lagi ke tanah Jawa. Win-win solution... So pemerintah pusat cukup 'adil' kan? :D

senoholic09
July 31st, 2010, 04:24 AM
^^

hehe agree bang :D ngenes emang klo baca berita kabupaten/provinsi terkaya bla..bla..bla..ama melihat langsung kenyataan di lapangan..

ival.city
July 31st, 2010, 05:58 AM
cuma kaya sumber daya alamnya aja.. toh yang nikmati bukan kita2 rakyatnya.. kita cuma bisa liat harta2 kekayaan kaltim lewat didepan rumah, merusak jalan, merusak lingkungan dll sbgnya.. giliran perbaikan jalan, setahun pun belum tentu ada tanda2 diperbaiki.. :ohno:

atmada
July 31st, 2010, 09:45 AM
^^ perlu dipertanyakan, kemana larinya uang-uang itu? :D..daerah "kaya" tidak menjamin penduduknya makmur juga..miris juga baca Kompas akhir-akhir ini yang getol memberitakan Kalimantan Timur dengan segala ironisnya..jangan-jangan suatu saat ketika SDA yang disedot habis, kita baru sadar kalo kita gak dapet apa-apa..


...tapi bgaimanapun gw tetap salut dengan Pemprov.Jogja, walaupun kab2-nya dikasih sangat sedikit oleh pem.pusat tapi jalan2 di pelosok2 Sleman, Gunung Kidul, Bantul dan Kulon Progo masih jauh lebih baik dibanding jalan2 di Kab.Kukar bahkan dibanding jalan2 di dalam Kota Tenggarong sendiri yg luas area kotanya cuma se-'uprit'. :D


.."semakin gak ada SDA, semakin kompetitif, dan kreatif dalam mencari uang" dan imo akan bertahan lama untuk bisa survive..saya sangat percaya itu :D..

ival.city
July 31st, 2010, 10:11 AM
^^
lari uangya ya kemana lg klo bukan ke pem.pusat?
bukankah pem.daerah cuma dpt 0,25 persennya aja? denger dari temen sih gitu :D

atmada
July 31st, 2010, 05:47 PM
^^
lari uangya ya kemana lg klo bukan ke pem.pusat?
bukankah pem.daerah cuma dpt 0,25 persennya aja? denger dari temen sih gitu :D

..ke daerah lagi kok. Di APBN, pada pos belanja negara, masuk ke pos transfer ke daerah (belanja daerah). Transfer daerah ini dibagi lagi ke Dana Bagi hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, sama Dana Otonomi Khusus.

..Nah, yang di artikel di atas kan Dana Bagi Hasil, yang bersumber dari sumber daya alam, yang besarnya tergantung kekayaan masing-masing daerah. Makanya daerah-daerah yang gak punya SDA yang banyak, ya cuma dapet DBH dikit, bahkan ada yang cuma ratusan juta :hammer:..cmiiw

Ampelio
August 1st, 2010, 12:59 PM
^^seharusnya dengan dana se-raksasa itu Pempov Kaltim melalui Pemkab2 dan Pemkot2-nya segera mengalokasikan dan memfokuskan pada dua hal:
1. Peningkatan kualitas SDM (pendidikan)
2. Pembangunan Infrastruktur dan Fasilitas Publik

Khusus peningkatan SDM, bisa dilakukan langkah2 sbb:
1.Tingkatkan kualitas semua sekolah2 hingga perguruan tinggi2 yang sudah ada di Kaltim
2. Bangun sekolah2 baru dan universitas2 berkualitas internasional (datangkan dosen2 staff pengajar dari univ/intitut top baik dalam maupun luar negeri, tentu dengan iming2 gaji berlipat ganda dan insentif menggiurkan)
3. Berikan beasiswa sebesar2nya (biaya pendidikan+ biaya hidup) tidak hanya kepada pemuda-pemudi Kaltim tapi kepada seluruh warga negara Indonesia dengan syarat selain berkompetensi tinggi (lulus tes) juga harus belajar di PT2 Kaltim dan setelah lulus harus menetap dan diberi kesempatan bekerja min 4 tahun di Kaltim.

Kenapa beasiswa bukan hanya utk warga Kaltim? Karena bagaimanapun tanpa adanya suasana "kompetisi", proses peningkatan kualitas SDM akan kurang optimal dan berjalan lambat. Generasi muda Kaltim diharapkan akan 'tersengat' dan segera 'berpacu' jika duduk bersama dan harus bersaing dengan pelajar2 pendatang dari luar Kaltim yang kompeten.

Anyway, setelah beberapa kali mengunjungi provinsi ini, terus terang gw "gerah" ...dengan dana sebesar itu sudah selayaknya Kaltim melesat maju melebihi dari kondisi sekarang, bahkan seharusnya mampu utk menyaingi satu negara seperti Malaysia sekalipun. :cheers:

Kaltim maju! Indonesia jaya!

Sizter85
August 1st, 2010, 05:06 PM
---------------------------------------------------------------------------------

Sizter85
August 1st, 2010, 05:36 PM
Anyway, setelah beberapa kali mengunjungi provinsi ini, terus terang gw "gerah" ...dengan dana sebesar itu sudah selayaknya Kaltim melesat maju melebihi dari kondisi sekarang, bahkan seharusnya mampu utk menyaingi satu negara seperti Malaysia sekalipun.


^^Bila dilihat jumlah nominal Dana bagi hasil SDA dr pusat sh mmg terlihat banyak dan menggiurkan,.. tapi coba kita bagi juga deh dg luas keseluruhan wilayah propinsi ini, Ilustrasinya bila dana2 tsb dipergunakan untuk meningkatkan accesibiltas dg membangun infrastruktur jalan2 hingga ke tingkat2 kecamatan yg ada dan menyebar diseluruh prov.Kaltim(yg menurut saya luas sekali ini),... belum lg dg aspek2 lainnya seperti Kesehatan, pendidikan, dll.. Mungkin hasilnya akan impas IMO :cheers:

Nah dari situ pemprov juga mesti dituntut utk lbh bisa memanfaatkan dana yg ada agar tepat guna dalam meningkatkan taraf hidup di Kaltim, jadi segala keputusan harus benar2 dipertimbangkan :)

Sizter85
August 2nd, 2010, 03:12 PM
Wawali Rizal Pilih PPU Lebih Cocok Jadi Ibukota Negara
Senin, 02 Agustus 2010

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Wahyu Hartono menyatakan Balikpapan cocok sebagai ibukota negara, namun Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Drs Suryanto MM lebih cenderung memilih Palangkaraya sebagai ibukota negara, ternyata Wakil Walikota (Wawali) H Rizal Effendi SE malah punya pilihan lain.

Kalau saya lebih memilih daerah Penajam yang cocok untuk dijadikan ibukota negara,” kata Rizal kepada Post Metro saat ditemui di hotel Pacifik, kemarin (1/8). Wawali Rizal Effendi beralasan, daerah Penajam masih belum banyak pembangunan dan penataan kotanya lebih mudah, sebab lebih mudah menata kota yang belum berkembang dibandingkan dengan kota yang sudah berkembang seperti Balikpapan maupun Samarinda.

Selain itu, posisi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang bersebelahan dengan Balikpapan sangat menguntungkan kedua daerah tersebut, karena Penajam tidak perlu lagi membangun bandara Internasional maupun pelabuhan kapal sebab keduannya sudah ada di Balikpapan.

Hanya saja, Wawali Rizal menambahkan, guna memudahkan mobilisasi kedua kota ini harus segera dibangun jembatan penghubung supaya kedua kota tersebut bisa saling mengisi satu sama lainnya.

Sebab antara Balikpapan dan PPU memiliki ikatan emosi yang sangat kuat karena banyak warga Balikpapan yang bekerja di PPU maupun sebaliknya. “Untuk Balikpapan terlalu berat kalau dijadikan ibukota negara karena kotanya terlalu kecil, kecuali kalau dibangun kota baru,” imbuh Rizal.

Karena keputusan ini berasal dari Pemerintah Pusat, maka Pemkot Balikpapan lanjut Rizal hanya bisa menunggu, sebab apa pun keputusan dari Pusat tentunya daerah harus siap menjalankan. Memang negara lain sudah banyak yang memindahkan ibukotanya seperti Malaysia, Myanmar dan lainnya, sehingga tidak mustahil Indonesia pun bisa memindahkan ibukotanya dari Jakarta ke Kaltim.

Hal yang sama juga diakui oleh Wakil Ketua DPRD Balikpapan drg. Syukri Wahid bahwa kondisi kota Balikpapan yang sudah terbentuk seperti ini, agak sulit untuk dijadikan ibukota negara, karena banyak perubahan yang harus dilakukan. Maka jalan satu-satunya tentu mencarikan kawasan yang masih kosong untuk ditata menjadi sebuah ibukota Negara.

Untuk diketahui, wacana pemindahan ibukota negara pernah muncul dalam pemaparan visi Indonesia 2033 yang disampaikan Direktur Eksekutif CIRUS Surveyors Group Andrinof A. Chaniago, setahun lalu. Kaltim masih menjadi pilihan untuk dijadikan ibukota negara, selain Kalteng.

Dalam paparannya di hadapan sejumlah anggota DPR RI, Andrinof menyebutkan provinsi yang paling strategis dan layak dijadikan ibukota Indonesia adalah Kaltim atau Kalteng. Ini karena posisi kedua provinsi ini berada di pantai timur Kalimantan dan lokasinya berada di tengah-tengah.

Menurut Andrinof, kebutuhan memindahkan ibukota negara sudah sangat mendesak. Sebab, diprediksi Jakarta mengalami kemacetan total pada 2014. Belakangan, kata Andrinof, prediksi itu malah sudah direvisi menjadi 2011. "Jadi, persiapan pemindahan seharusnya bisa dimulai pada 2010," ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia itu.

Gagasan visi Indonesia 2033 dirumuskan bersama Ahmad Erani Yutika, dosen Universitas Brawijaya yang kini menjadi direktur utama Indef. (datsi)

drie
August 3rd, 2010, 01:31 PM
^^
lari uangya ya kemana lg klo bukan ke pem.pusat?
bukankah pem.daerah cuma dpt 0,25 persennya aja? denger dari temen sih gitu :D


berarti nasib nya Kaltim sama dengan nasibnya Riau ya. kaya sih kaya, tapi yang nikmatin bukan daerah tapi ya pemerintah pusat.:ohno:



..ke daerah lagi kok. Di APBN, pada pos belanja negara, masuk ke pos transfer ke daerah (belanja daerah). Transfer daerah ini dibagi lagi ke Dana Bagi hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, sama Dana Otonomi Khusus.

..Nah, yang di artikel di atas kan Dana Bagi Hasil, yang bersumber dari sumber daya alam, yang besarnya tergantung kekayaan masing-masing daerah. Makanya daerah-daerah yang gak punya SDA yang banyak, ya cuma dapet DBH dikit, bahkan ada yang cuma ratusan juta :hammer:..cmiiw



memang bener kalau di APBN ada pos - pos belanja tersebut. namun sayang, cara pembayaran ke daerah yang seuka tersendat. contoh nyata di RIAU saja, DBH Migas dari tahun 2008 hingga tahun ini ( 2010 ), masih ngutang tuh. gak tau deh kalau di Kaltim iya atau enggak. yah ini lah kebijakan pusat. ketika Pemerintah daerah sedang bersemangatnya membangun, namun pemerintah pusat nya yang buat ulah:bash:

ival.city
August 3rd, 2010, 05:40 PM
wah, sip tuh pak rizal.. PPU emang paling strategis..

Sizter85
August 4th, 2010, 11:53 PM
Rabu, 04 Agustus 2010 , 12:58:00
Rp 2,6 Triliun untuk Infrastruktur
Rusmadi: Jangan Usulkan Bantuan Pembangunan Jalan Desa ke Provinsi


SAMARINDA – Kabupaten/kota di Kaltim diharapkan tak mengusulkan proyek pembangunan daerah terlalu banyak ke provinsi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Rusmadi menyebutkan, untuk bantuan keuangan, kabupaten/kota hanya mengusulkan program yang strategis. Salahsatunya adalah infrastruktur yang menjadi prioritas Pemprov saat ini.

Paparan Rusmadi itu berkaitan dengan hasil rapat koordinasi (rakor) Gubernur dan bupati/wali Kota yang digelar sehari sebelumnya di Lamin Etam, Gubernuran.

“Infrastruktur ini ‘kan kebutuhan dasar. Juga untuk menjawab akses perekonomian masyarakat dan membuka keterisolasian kawasan,” katanya, Selasa (3/8).

Karena itu, kata dia, jangan lagi ada pemkot/pemkab yang mengusulkan bantuan untuk pembangunan jalan desa dan lainnya kepada provinsi. Proyek seperti itu harusnya bisa dibiayai dari APBD di masing-masing daerah.

“Bukannya jalan desa tak penting. Tapi yang kami inginkan itu, misalnya, usulan untuk jalan dari ibu kota kabupaten ke kecamatan, atau dari kabupaten ke kawasan industri,” tuturnya.

Pada 2011, jelas dia, rencananya bantuan keuangan yang akan digelontorkan Rp 15 miliar untuk masing-masing kabupaten/kota. Uang itu, dialokasikan untuk program prioritas selain pendidikan dan kesehatan.

“Itu masih pembahasan, belum final mengenai besarannya,” tuturnya. Pada 2010 ini, dana sejenis untuk kabupaten/kota lebih tinggi. Ada pada kisaran Rp 30 miliar per kabupaten/kota.

Pada 2011 mendatang, untuk infrastruktur Pemprov menyiapkan Rp 1,3 triliun. Uang itu, dialokasikan untuk program pemprov yang ada di 14 kabupaten/kota. Gambarannya, dari dana tersebut, untuk pemeliharaan jalan provinsi saja, setidaknya dianggarkan sekira Rp 590 miliar.

Selain itu, tahun depan Pemprov juga akan digelontor dana untuk infrastruktur dari APBN. Jumlahnya sama, sekira Rp 1,3 triliun. Anggaran tersebut, untuk membiayai jalan negara yang ada di provinsi ini.

“Kalau kita lihat, uang itu tidak cukup. Untuk pemeliharaan jalan saja kita hanya alokasikan Rp 590 miliar,” katanya.

Padahal, tambah dia, idealnya untuk pemeliharaan jalan itu Rp 2 triliun. Ini berdasar pada perhitungan biaya pemeliharaan per kilometernya Rp 100 juta, dengan panjang jalan negara yang ada 2.112 kilometer. (far/kpnn)

DamaNdra
August 5th, 2010, 03:12 PM
http://i37.tinypic.com/2reqezr.jpg

Perhatian komunitas internasional ilmiah dan konservasi sedang berfokus pada pembangunan yang mengancam masa depan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Setelah pertemuan internasional di pulau Bali pada bulan Agustus 2010, the Association for Tropical Biologi and Conservation (Asosiasi Biologi Dan Konservasi Tropis), organisasi ilmiah yang paling besar di dunia yang bergerak di bidang penelitian, perlindungan dan pemanfaatan ekosistem tropis menerbitkan resolusi menentang Jembatan Pulau Balang. Lembaga tersebut telah memutuskan untuk menyarankan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Daerah Kalimantan Timur untuk bergabung dengan pemerintah daerah setempat guna mendukung rute jembatan langsung antara Penajam dan Kota Balikpapan, yaitu jembatan Tanjung Batu – Gunung Seteleng, daripada yang diusulkan saat ini melalui Pulau Balang. Itu telah disampaikan kepada publik internasional pada website Mongabay:
http://news.mongabay.com/2010/0802-hance_bridge_balikpapan.html
Mengingat perhatian internasional, pemerintah Kalimantan Timur saat ini dapat kesempatan untuk membuktikan bahwa Kaltim Hijau bukan hanya frase yang tidak berarti. Dengan menghentikan proyek pembangunan Jembatan Pulau Balang, pemerintah bisa membuktikan bahwa upaya untuk membangun provinsi hijau berarti serius.

Sizter85
August 5th, 2010, 04:08 PM
^^Master plan jembatan P.Balang klo dilihat mmg benar2 mengancam kelangsungan hidup tanaman Mangrove,.. Bahaya banget, lagipula track-nya juga kurang efisien sangat jauh sekali :ohno:

Sizter85
August 5th, 2010, 04:10 PM
Amdal Lapter Tanah Grogot Masih Dalam Proses
Kamis, 5 Agustus 2010

TANAH GROGOT, tribunkaltim.co.id - Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) Pembangunan Llapangan Terbang (Lapter) di Rantau Panjang masih dalam proses. Menurut Kepala Seksi Tata Bandar Udara Dirjen Perhubungan Udara Dwi Nurlina, Amdal adalah salah satu persyaratan yang harus dipenuhi agar Paser mendapat izin pembangunan lapter.

Selain itu, Pemkab Paser juga harus menyediakan lahan untuk pembangunan lapter. Namun dari 250 hektare (Ha) lahan yang dibutuhkan, sebagian kecil pemilik lahan masih belum setuju dengan nilai ganti rugi yang telah disepakati. Namun menurut Dwi tidak terlalu mempengaruhi terhadap proses penerbitan izin pembangunan lapter.

"Setidaknya ada tiga persyaratan yang harus dipenuhi Pemkab Paser untuk mendapatkan izin pembangunan bandara. Seperti Amdal dan areal lahan untuk pembangunan lapter. Nah, Amdalnya dilaporkan masih dalam proses, sedangkan lahannya sudah disiapkan dari sebagian besar pemilik lahan yang tanahnya dibebaskan," kata Dwi, Kamis (5/8/2010).

Ditemui usai acara Sosialisasi dan Evaluasi Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan Bandar Udara Kabupaten Paser di ruang rapat Sadurengas, Dwi lebih lanjut menjelaskan, bahwa sehari sebelumnya ia bersama seluruh rombongan, baik dari Dirjen Perhubungan Udara maupun jajaran Pemkab Paser meninjau lokasi lahan yang akan dibangun lapter.

"Pada dasarnya sudah memenuhi persyaratan, permukaan lahannya datar. Dan dari hasil kunjungan kita ke lokasi ditambah dengan pertemuan ini, kami telah merekomendasikan 9 item untuk dipenuhi secara bertahap. Seperti diantaranya fasilitas air bersih, telepon, dan listrik," tambahnya. (*)

Sizter85
August 5th, 2010, 05:12 PM
Senin, 2 Agustus 2010,
Tekuk Jabar, Kaltim Jadi Eksportir Terbesar
Ekspor Indonesia terbesar dari Kalimantan Timur dengan nilai US$7,89 miliar.


VIVAnews - Data Badan Pusat Statistik menunjukkan propinsi Kalimantan Timur menjadi eksportir terbesar Indonesia sepanjang Januari-April 2010.

"Ekspor Indonesia terbesar dari Kalimantan Timur dengan nilai US$7,89 miliar atau 16,6 persen dari total ekspor," ujar Kepala BPS, Rusman Heriawan di Jakarta, Senin, 2 Agustus 2010.

Kaltim merupakan wilayah yang kaya raya dengan sumber alam. Propinsi ini menghasilkan berbagai jenis komoditas untuk ekspor, seperti minyak dan gas, batu bara, dan hasil perkebunan seperti kelapa sawit.

Bahkan, Kaltim mengalahkan propinsi Jawa Barat yang sebelumnya kerap mendominasi ekspor Indonesia. Total ekspor dari Jawa Barat dalam periode yang sama mencapai US$7,44 miliar atau 15,64 persen, diikuti oleh Jawa Timur sebesar U$4,75 miliar atau 9,99 persen.

Contohnya, untuk periode Januari-September 2009. Pada masa itu, ekspor terbesar berasal dari Jawa Barat dengan nilai US$14,11 miliar, kemudian baru diikuti oleh Kaltim US$13,03 miliar dan Riau sebesar US$8 miliar.

Rusman menjelaskan untuk ekspor selama bulan Juni, jumlahnya mencapai US$12,29 miliar atau mengalami penurunan sebesar 2,87 persen dibanding ekspor Mei 2010. Sementara bila dibanding Juni 2009 mengalami peningkatan sebesar 31,04 persen.

Ekspor nonmigas Juni 2010 mencapai US$10,39 miliar, naik 1,02 persen dibanding Mei 2010, sedangkan dibanding ekspor Juni 2009 meningkat 31,06 persen.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia Januari-Juni 2010 mencapai US$72,52 miliar atau meningkat 44,83 persen dibanding periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor nonmigas mencapai US$59,36 miliar atau meningkat 38,37 persen.

Peningkatan ekspor nonmigas terbesar pada Juni 2010 terjadi pada mesin-mesin/pesawat mekanik sebesar US$122,1 juta, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$236,6 juta.

Ekspor nonmigas ke Jepang pada Juni 2010 mencapai angka terbesar yaitu US$1,30 miliar, disusul Amerika Serikat US$1,14 miliar dan Cina US$1,02 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,23 persen. Sementara ekspor ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$1,24 miliar.
• VIVAnews

Sizter85
August 5th, 2010, 05:15 PM
Jalur Kereta di Kaltim Senilai US$ 1,3 Miliar Siap Operasi
Minggu, 01 Agustus 2010

BANTEN. Kementerian Perhubungan memperkirakan, nilai pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur oleh investor Timur Tengah Ras Al Khaimah Investment sebesar US$ 1,3 miliar.

Bambang Susantono, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, rencananya pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Timur khusus diperuntukan untuk pengangkutan aluminium dan batu bara. "Jalur kereta api yang di Kalimantan Timur khusus untuk mengangkut bahan mineral," ucap Bambang dalam acara diskusi bertajuk Indonesia Siap Bersaing.

Menurut Bambang, proyek pembangunan jalur kereta api tersebut saat ini hampir tidak mempunyai masalah dengan pembebasan lahan. Pembangunan konstruksi jalur kereta api bahkan diperkirakan dapat dilakukan pada tahun ini juga.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan mendapatkan laporan kalau proyek pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Tengah masih dalam proses tender.

Pembangunan infrastruktur yang diperuntukkan bagi kepentingan umum memerlukan proses tender. "Yang di Kalimantan Tengah itu kereta apinya untuk umum jadi masih dalam proses tender. Investor murni swasta, daerah yang menyediakan lahannya," ucapnya.


http://www.kontan.co.id/index.php/nasional/news/42456/Jalur-Kereta-di-Kaltim-Senilai-US-13-Miliar-Siap-Operasi-

Sizter85
August 6th, 2010, 03:27 AM
Provinsi Kaltara Dipastikan Terwujud 2010
Rabu, 4 Agustus 2010

TARAKAN, tribunkaltim.co.id - Kabar gembira bagi masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) bagian wilayah Utara. Tahun 2010 ini Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) akan segera terwujud. Hal ini disampaikan Ketua Tim Masyarakat Kaltara Bersatu (MKB) Yusuf SK, Rabu (4/8/2010).

Yusuf mengatakan, Kaltara akan segera terwujud karena Selasa (3/9) pukul 13.00 WIB, Komite I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) memutuskan dan merekomendasikan Provinsi Kaltara dan 11 Kabupaten di Indonesia untuk dimekarkan.

"Tentunya putusan DPD RI harus disyukuri, sebab dari ratusan calon daerah untuk dilakukan pemekaran tahun 2010 ini, Kaltara salah satu yang direkomendasikan," ujar mantan Walikota Tarakan ini.

Yusuf mengatakan, adanya rekomendasi dari DPD RI, berarti tinggal satu langkah lagi, Kaltara akan segera terbentuk yaitu tinggal menunggu Amandemen Presiden (Ampres). "Bahkan saya menerima SMS dari tim konsultan Kaltara, besok (hari ini, red) dan lusa (6/8) Presiden SBY dan Mendagri berada di Istana Bogor, dan tim konsultan kita ini akan bertemu dengan presiden untuk membicarakan Kaltara ini," ungkapnya.(*)

Sizter85
August 6th, 2010, 03:37 AM
Jum'at, 06 Agustus 2010 , 07:40:00
Bandara Tana Paser Siap Dibangun
Lokasi Sudah Tak Ada Masalah

TANAH GROGOT–Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Paser H Heriansyah Idris berharap adanya sinergi antar instansi terkait dalam upaya mendukung percepatan pembangunan bandar udara Tana Paser. Harapannya, jika kelak pembangunan bandara telah terwujud, banyak sektor seperti jalan akses masuk, air, sumber daya listrik dan utilitas lainnya pun telah siap difungsikan.

Hal dikatakannya dalam “Sosialisasi dan Evaluasi Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan Bandara Paser”, oleh Dirjen Perhubungan Udara RI Subdit Tatanan Kebandarudaraan dan Lingkungan Direktorat Bandar Udara di Ruang Sadurengas Kantor Bupati Paser, Kamis (5/8) kemarin. Selain Dinas Perhubungan Kaltim, pertemuan itu dihadiri beberapa SKPD di lingkup Pemkab Paser, BPN, kepolisian, dan TNI.

Hari sebelumnya, tim Perhubungan Udara yang dipimpin Kasi Tata Bandara Dwi Nurlina A juga telah meninjau lokasi yang ditetapkan berdasarkan KP 229 tahun 2010. “Rabu, rombongan dari Direktorat Perhubungan Udara sudah melakukan tinjauan lokasi dan pengukuran titik azimuth landasan pacu, langsung dengan Bupati,” kata Heriansyah.

Seluruh persyaratan lain seperti aspek lingkungan, aksesbilitas, topografi maupun kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP) juga menjadi bahan evaluasi tim. Dwi Nurlina menambahkan, selain penetapan lokasi, rencana induk pembangunan Bandara Tana Paser telah dievaluasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan.

Lokasi dimaksud berada di Desa Padang Pengrapat dan Rantau Panjang, Kecamatan Tanah Grogot dengan koordinat geografis landas pacu TH-02: 01° 53’ 35.051“ LS dan 116° 15´ 11.642“ BT serta azimuth sumbu landas pacu 22° 16´ 7.647“. “Dari hasil evaluasi koordinat, penetapan lokasi memenuhi syarat. Secara umum topografi wilayah lokasi rencana bandara relatif datar tanpa ada perbedaan tinggi yang signifikan.

Secara visual, jenis tanah di permukaan berupa tanah lunak,” terang Dwi Nurlina. Bupati HM Ridwan Suwidi dalam sambutannya mengatakan, sebagai kabupaten yang sedang membangun, dirinya bertekad untuk mengejar kemajuan dengan mempersiapkan diri menghadapi tantangan perkembangan dan kemajuan jauh ke depan.

Karenanya, ia menilai pentingnya pembangunan Bandara Tana Paser yang akan memberikan arti srategis bagi kemajuan Kabupaten Paser saat ini dan masa yang akan datang. “Kami berkeyakinan dengan adanya Bandara Tana Paser, maka informasi yang berkaitan dengan Kabupaten Paser akan dapat disampaikan melalui media komunikasi bandara yang akan disinggahi pesawat terbang yang memiliki rute penerbangan dari Bandara Tana Paser.

Dengan demikian keberadaan Kabupaten Paser diharapkan akan semakin dikenal masyarakat luas dengan suatu harapan mereka akan mengenal Paser lebih dekat,” tegasnya.(kif4/kpnn)

Sizter85
August 7th, 2010, 02:21 PM
Kaltim Sangat Siap Laksanakan Model Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan
[Jumat,06 Agustus 2010]

Perkebunan Kaltim juga Siap untuk Sustainable Palm Oil

SAMARINDA - Potensi perkebunan kelapa sawit di Indonesia masih sangat rentan dari berbagai permasalahan. Permasalahan yang harus mendapat perhatian serius adalah gencarnya tudingan bahwa pengembangan perkebunan kelapa sawit berdampak merusak sumber daya alam, kelestarian lingkungan hidup, perubahan iklim dan pemanasan global.

"Kaltim telah memberikan komitmen yang jelas dalam bentuk pembangunan yang mempertimbangkan sisi lingkungan, sosial dan ekonomi berkelanjutan dalam komitmen Kaltim Green. Ini juga yang kami lakukan pada pembangunan sektor perkebunan, termasuk perkebunan kelapa sawit," kata Kepala Dinas Perkebunan Kaltim HM Nurdin di sela acara Sosialisasi SPO - RSPO di Hotel Aston Samarinda, Kamis (5/8).

Black campaign semacam ini diperkirakan masih akan terus berlangsung dan berpotensi akan mengganggu perkelapa sawitan di Indonesia. Kaltim ditegaskan Nurdin sudah sangat siap menghadapi kondisi-kondisi tersebut dengan melaksanakan komitmen yang kuat terkait pelaksanaan Kaltim Green.

"Kaltim sudah sangat siap untuk melaksanakan model pembangunan ekonomi berkelanjutan yang memperhatikan sisi lingkungan hidup dan sosial masyarakat. Tidak ada rekomendasi untuk lahan gambut dan tidak ada negoisasi untuk hutan primer. Saya kira ini komitmen sangat jelas," tegas Nurdin.

Melihat tantangan serius tersebut, kelanjutan pengembangan kelapa sawit dalam bingkai pembangunan berkelanjutan, semestinya bukan hanya menjadi bahasan pro dan kontra, tetapi menjadi satu keharusan.

Sementara itu, mewakili Ketua Umum Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) Franky O Widjaja, Wakil Sekretaris II DMSI, Nogoseno mengungkapkan secara nasional baru ada tiga perusahaan yaitu PT Musim Mas, PT Hindoli dan PT. London Sumatera yang telah memperoleh sertifikat Roundtable Sustainable Palm oil (RSPO).

"Sertifikat RSPO ini sifatnya tidak mengikat, tetapi akan memberi pengaruh sangat besar dalam penentuan harga produk minyak sawit. Sebab beberapa kriteria dan standar RSPO didalamnya termasuk penilaian yang layak atas persoalan lingkungan dan limbah, aspek pembukaan lahan, tenaga kerja dan aspek sosial kemasyarakatan," jelas Nogoseno.

DMSI dan pemerintah juga telah memikirkan upaya agar bukan hanya kelompok perusahaan besar yang bisa mendapatkan sertifikat RSPO, tetapi juga bagi petani kelapa sawit, baik melalui program plasma Perkebunan Inti Rakyat (PIR) maupun petani kelapa sawit swadaya.

Sertifikat RSPO lanjut Nogoseno, sekaligus akan menunjukkan bahwa kelapa sawit Indonesia telah memenuhi syarat kelapa sawit berkelanjutan yang dituntut oleh konsumen dunia.

"Produksi dengan pola sustainable palm oil menunjukkan kepada dunia bahwa perkebunan dan industri kelapa sawit Indonesia telah memperhatikan lingkungan dan tanggap terhadap masalah sosial dan ekonomi sehingga minyak sawit Indonesia akan memiliki keunggulan dibanding negara lain," urai Nogoseno.

Pemerintah Indonesia sendiri telah menerapkan pembangunan kelapa sawit menurut sistem Indonesia yang disebut Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). ISPO menjadi kewajiban pengusaha kelapa sawit, jika ada yang melanggar mereka akan dikenai sanksi dan tindakan.

Penerapan ISPO cukup stategis untuk memberi kejelasan dan ketegasan mengenai prinsip dan kriteria yang harus dianut pada pelaksanaan pengembangan kelapa sawit di Indonesia, sekaligus menjadi landasan penegakan hukum bagi yang tidak mentaatinya.

Sosialisasi ini diselenggarakan atas kerjasama Dirjen Perkebunan, Dinas Perkebunan Kaltim dan DMSI, lembaga yang dibentuk berdasarkan UU No.18 Tahun 2004 tentang Perkebunan. DMSI merupakan lembaga hasil pembentukan sejumlah lembaga sebelumnya yakni GAPKI, AIMMI, APOLIN, APKASINDO, GPPI, MKSI, GIMNI dan APROBI. (sul/hmsprov)

SamarindaKU
August 7th, 2010, 03:46 PM
pembangunan pelabuhan internasional Maloy

http://img25.imageshack.us/img25/905/sam0832u.jpg (http://img25.imageshack.us/i/sam0832u.jpg/)

http://img193.imageshack.us/img193/2150/sam0828.jpg (http://img193.imageshack.us/i/sam0828.jpg/)

http://img299.imageshack.us/img299/7625/sam0845.jpg (http://img299.imageshack.us/i/sam0845.jpg/)

http://img690.imageshack.us/img690/8199/sam0847.jpg (http://img690.imageshack.us/i/sam0847.jpg/)
sumber : BPPMD prov kaltim & BAPPEDA Kaltim

SamarindaKU
August 7th, 2010, 04:01 PM
rencana perluasan bandara kalimarau
sumber : Pemkab Berau

http://img717.imageshack.us/img717/7874/sam0854i.jpg (http://img717.imageshack.us/i/sam0854i.jpg/)

http://img46.imageshack.us/img46/2684/sam0855.jpg (http://img46.imageshack.us/i/sam0855.jpg/)

http://img153.imageshack.us/img153/1805/sam0850g.jpg (http://img153.imageshack.us/i/sam0850g.jpg/)

http://img19.imageshack.us/img19/5010/sam0853.jpg (http://img19.imageshack.us/i/sam0853.jpg/)

SamarindaKU
August 7th, 2010, 04:12 PM
Rendering Jembatan Pulau Balang
Sumber : Dinas PU Kaltim & BAPPEDA Kaltim

http://img820.imageshack.us/img820/3946/sam0844.jpg (http://img820.imageshack.us/i/sam0844.jpg/)

http://img841.imageshack.us/img841/4382/sam0824.jpg (http://img841.imageshack.us/i/sam0824.jpg/)

mouRINHO
August 7th, 2010, 05:18 PM
suka banget liat kalimarau airport.... luar biasa...

klo maloy ama pulang balang, sy justru jadi ragu bisa terwujud... semoga pemprov bisa bekerja lebih keras lagi

DamaNdra
August 7th, 2010, 06:11 PM
^^

bukanx jembatan pulau balang gk jadi yaa :bash:

Van Koetai
August 7th, 2010, 06:13 PM
Bukannya justru Jembatan Pulau Balang yang di approve sama Pemprop?

DamaNdra
August 7th, 2010, 06:19 PM
Bukannya justru Jembatan Pulau Balang yang di approve sama Pemprop?

coba baca artikel yg page pling atas ni bang,sy juga gk stuju klo jembatan itu d'bangun tanpa memperhatikan lingkungan sekitarr :(

Van Koetai
August 7th, 2010, 06:27 PM
Oh masalah lingkungan ya. Ini memang harus menjadi concern pihak Pemprop sebelum memulai pembangunan, dan harus ada feasibility study serta amdal-nya tentang hal ini.

Sizter85
August 8th, 2010, 03:46 AM
^^Thanks a lot buat SamarindaKU untuk updated2-nya :okay:

Ijin quoted pengembangan rendering bandara Berau ke thread di warteg ya,... Thanks :cheers:

Mimihitam
August 9th, 2010, 02:38 PM
The allure of East Kalimantan

By KARIM RASLAN


Most Sabahans view Indonesians as just labourers or household servants, oblivious to the fact that its Borneo neighbour is one of Indonesia’s richest provinces.

I COMPLAIN about our politicians talking too much, but I’m becoming just as much a culprit. I seem to be delivering speeches all the time. So, first off, my apologies for being a rank hypocrite.

Anyhow, last week, I was in Kota Kinabalu chairing a session on the business opportunities that exist between Sabah and the Indonesian province of East Kalimantan.

I had been invited (along with some Indonesian guests) by the government agency Sedia, which runs the Sabah Development Corri dor.

While the talk was lively, I was struck once again by how little Malaysians know about Indonesia. Whereas all the Indonesians present had visited Kota Kinabalu, very few of the Sabahans had any idea about Indonesian locales like the East Kalimantan oil and gas hub of Balikpapan or the provincial capital of Samarinda.

Most Malaysian businessmen are far too obsessed with Jakarta.

At the same time, they tend to rely on the support of powerful political figures.

Sabahans also tend to think of themselves as being very isolated.

Nevertheless, I’ve always felt that the “Land Below the Wind” is well placed to become a superb hub for the eastern archipelago, encompassing Kalimantan, Sulawesi, Mindanao and the Maluku islands.

Unfortunately, most Sabahans view Indonesians as sources of labour.

Issues of illegal immigration have complicated matters further, making Sabahans very wary when dealing with Indonesia.

Yet, East Kalimantan, Sabah’s immediate neighbour, is one of the republic’s richest provinces.

With a GDP of over US$28bil (RM90bil) and a population of three million, it also has the highest GDP per capita in the republic – US$8,500 (RM27,289) to US$9,000 (RM28,895).

These startling figures reflect the province’s vast natural resources: coal, oil palm, petroleum and gas.

Moreover, the province’s largest cities – Balikpapan and Samarinda (both with populations of over 650,000) – are booming metropolises.

Indeed, Samarinda has become a mini “Ruhr-on-the-Mahakam” with unbelievable amounts of coal being mined within the city limits.

Decentralisation policies have been a game-changer in Indonesia. Jakarta no longer dominates the provinces. Indeed, there is no one key to doing business in the republic.

Moreover, as Malaysian oil palm planters know, the provinces (especially those on the resource-rich islands of Kalimantan and Sumatra) offer enormous opportunities.

Indonesians are also accumulating real spending power. For example, Balikpapan’s wealthy inhabitants travel regularly to Jakarta (there are over 15 flights daily) and Sura baya (another 12 daily).

While there are flights to Singapore, there are none to either Kuala Lumpur or Kota Kinabalu.

This is because most of East Kalimantan’s inhabitants don’t yet realise that Kota Kinabalu is such a pleasant and liveable city.

The lack of a direct flight is a major hurdle. The fact that this situation persists even though Indonesia is the largest source of visitors to Sabah is doubly ironic.

Still, this situation may change soon. Irene Charuruks, Sabah’s feisty Tourism Promotion chief disclosed in the Sedia event that direct flights between Sabah and Eastern Indo nesia are being planned – hopefully to take off by the end of the year.

Sabah stands to gain tremendously if it can tap East Kalimantan’s economy.

By way of comparison, Penang has benefited enormously by leveraging off North Sumatra’s growth.

Indeed, it is estimated that Penang’s private hospitals derive some 30%-40% of their bed occupancy from Indonesians. The same goes for property and private education.

But the strongest indication I had of the rich potential that exists in linking Sabah with Kalimantan was when I chatted with one of my fellow Sedia guests, Pak Zainal Muttaqin.

Unlike most journalists, Pak Zainal was a man of few words.

Still, he thoroughly enjoyed himself in KK. Indeed his standard retort – said with a tell-tale twinkle in his eye – was “sikit sikit, boleh-lah, Pak Karim”.

However, his small build and humble style is entirely deceptive.

As a director of one of Indonesia’s largest media organisations, the Jawa Pos Group (with a combined daily circulation of well over 1.5 million newspapers), the Balikpapan-based Pak Zainal is also a savvy businessman.

Having not visited Kota Kinabalu for many years, Pak Zainal was very impressed by the city’s progress.

He believes his compatriots will enjoy the city’s safe and friendly ambience – its many restaurants, cafes, shops, beaches as well as Mount Kinabalu looming behind the city.

Indeed, he kept saying how lengkap (complete) the city was with all its amenities.

Still, there are many misconceptions that separate us from our neighbours and while formal meetings and bilateral agreements are important, we need greater trust and fellowship to bring us together.

In this respect, credit is due to Sedia and it’s CEO Datuk Dr Yaakub Johari for convening the session and helping to create a bridge of understanding.

It will take time, energy (and direct flights) to develop it further, and I’m very honoured to have been involved, albeit in a small (and noisy) manner.

Indeed, I’ll be continuing in similar fashion this week as I’ve been invited by a number of financial institutions to speak on Indonesia in Kuala Lumpur.

As Pak Zainal would say, “sikit, sikit boleh-lah”.

http://thestar.com.my/columnists/story.asp?file=/2010/7/6/columnists/ceritalah/6610716&sec=ceritalah

Sizter85
August 12th, 2010, 12:35 PM
Kamis, 12 Agustus 2010 , 08:55:00
Yakin Kaltara Terbentuk Tahun Ini
Jusuf SK: Seluruh Berkas Sudah Diserahkan ke DPR RI

SAMARINDA – Kabar telah keluarnya rekomendasi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) tentang pembentukan Kaltara membuat tim Masyarakat Kalimantan Utara Bersatu (MKB) langsung memokuskan persiapan pemaparan di hadapan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
“Kami sudah menyampaikan seluruh berkas pembentukan Kaltara ke Komisi II DPR RI. Tapi karena tabrakan dengan masa reses anggota DPR, kami sedang mengatur jadwal paparan. Kemungkinan pada bulan Puasa ini akan dilakukan,” ucap Ketua Tim MKB Jusuf SK.
Mantan Wali Kota Tarakan ini menjelaskan, usai pemaparan di hadapan Komisi II DPR RI, maka akan dilakukan kunjungan lapangan untuk melihat kondisi wilayah yang akan dilakukan pemekaran sekaligus melihat kesiapannya. Setelah peninjauan, baru Komisi II akan melakukan sidang paripurna untuk membahas pemekaran.
“Menurut informasi yang sudah kami terima, biasanya dalam sebulan akan ada sidang paripurna yang akan mengeluarkan hasil. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa dibentuk,” terangnya.
Jusuf yakin tahun ini perjuangan pembentukan Kaltara bisa dirasakan hasilnya, sebab pemekaran Kaltim mendapat dukungan resmi dalam rapat Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
“Dalam rapat itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Taufik Effendi dari Partai Demokrat berkomentar berdasarkan paparan yang kami lakukan bahwa, tidak ada alasan menolak untuk pemekaran,” ucapnya.
Ke depannya, Jusuf menyebutkan, akan ada penjabat gubernur Kaltara yang ditunjuk pemerintah. Biasanya pejabat dengan golongan eselon I di kementerian atau staf ahli menteri. Tugasnya untuk mempersiapkan pembentukan DPRD Provinsi Kaltara, mempersiapkan pembentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas (Panwas), serta melaksanakan Pilkada pertama di Kaltara.
Untuk diketahui, pembentukan Provinsi Kaltara menunjukkan titik terang setelah dalam sidang paripurna yang digelar DPD RI mengeluarkan rekomendasi persetujuan pembentukan Kaltara.
“Setelah empat anggota DPD RI berjuang keras, akhirnya pemekaran Kaltim disetujui secara aklamasi oleh seluruh anggota DPD RI. Kini perjuangan ada di pundak teman-teman di DPR RI asal Kaltim untuk memperjuangkan pemekaran ini,” tutur Ketua Komite II DPD RI Bambang Susilo yang juga senator asal Kaltim ini.
Pembentukan Kaltara telah didengungkan sejak 10 tahun lalu. Dirancang dalam Forum Komunikasi Pelajar dan Mahasiswa Kaltara se-Jawa dan Sulawesi di Malang, 13 Juni 2000. Pembentukan Kaltara sangat penting untuk percepatan pembangunan.
Pada 10 Maret 2005, ekspose hasil kajian pembentukan Kaltara oleh P3PRO di hadapan gubernur Kaltim, dinyatakan layak berdasarkan kriteria yang ditetapkan dalam PP 129/2000. Gubernur dan DPRD Kaltim mendukung pemekaran dengan mengeluarkan surat keputusan bersama No 126/K.208/2005 dan No 9/DPRD-Kaltim/2005, dengan membentuk tim percepatan pembentukan Provinsi Kaltim di wilayah utara.
Kabupaten Berau yang awalnya siap bergabung mengundurkan diri, sehingga muncul pembentukan kabupaten baru yakni, Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan disahkan melalui UU No 34/2007, melengkapi empat kabupaten/kota yang telah terlebih dulu menyatakan siap bergabung dalam Kaltara, seperti Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Malinau.
Perjuangan pemekaran dilanjutkan 4 Januari 2010 oleh Tim MKB dengan membentuk Kaltara Center dan dilakukannya pemaparan provinsi Kaltara di Komite I DPD RI petengahan Feruari lalu dan 3 Agustus lalu dalam sidang paripurna dan disetujui. (ak)


http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=69904

Sizter85
August 13th, 2010, 03:05 PM
Jumat, 13/08/2010
Pemkot Bontang Bangun PLTU 2x30 MW di 2011

Bontang - Pemkot Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2x30 Megawatts (MW) di kawasan Bontang Lestari. Pembangunan tersebut dijadwalkan dimulai awal tahun 2011 dengan suplai batu bara PT Indominco Mandiri.

"MoU (Memorandum of Understanding) insya Allah kita lakukan usai lebaran ini atau sekitar bulan Oktober tahun 2010 ini," kata Wakil Wali Kota Bontang, Sjahid Daroini ketika berbincang dengan detikfinance di kediaman dinasnya, di Komplek Bukit Sekatup Damai, Jl Cipto Mangunkusumo, Bontang, Kamis (12/08/2010) malam.

Selain menggandeng Indominco, investor lain yang akan turut terlibat dalam pembangunan PLTU tersebut adalah PT Sentra Dinamika Resources (SDS). Dalam kajian bersama, nilai investasi dalam pembangunan PLTU tersebut berkisar US$ 60 juta dengan estimasi pembiayaan US$ 1 juta per 1 MW.

"Sharing dana APBD Kota Bontang juga akan terlibat di dalamnya," ujar Sjahid.

Menurut Sjahid,saat ini kebutuhan listrik Kota Bontang yang terdiri dari 3 kecamatan dan 15 kelurahan dan berpenduduk sekitar 145.000 jiwa hanya mampu dipenuhi PT PLN sebesar 20 MW. Dengan rencana penambahan PLTU berkapasitas 60 MW, diharapkan Kota Bontang tidak lagi mengalami kekurangan kebutuhan listrik.

"Total nanti 80 MW. Insya Allah tidak ada lagi byar pet," imbuh Sjahid.

Dijelaskan Sjahid, keikutsertaan PT SDS nantinya akan melibatkan perusahaan konsorsium lainnya dalam pembangunan dan pengoperasian PLTU. PT Indominco Mandiri sendiri akan mensuplai 280 ton batu bara pertahunnya.

"Pembangunan PLTU ini murni inisiatif Pemkot Bontang. Tidak masuk dalam program kelistrikan PLN, pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi Kaltim," pungkas Sjahid.


http://www.detikfinance.com/read/2010/08/13/110104/1419604/4/pemkot-bontang-bangun-pltu-2x30-mw-di-2011

Sizter85
August 13th, 2010, 03:07 PM
Kalimantan Timur dan Barat Gelar Rapat Pembangunan Perbatasan

TEMPO Interaktif, Samarinda -- Provinsi Kalimantan Barat dan Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi pembangunan perbatasan, Senin (9/8), di rumah jabatan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak.

Pembahasan fokus untuk pembangunan infrastruktur wilayah perbatasan sekaligus dampak bagi pertahanan dan keamanan negara di perbatasan negara. "Daerah perbatasan untuk Kalimantan Timur hingga kini kondisinya masih terisolir, terbelakang dan tertinggal," kata Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak dalam pidatonya pada Rapat Koordinasi Pembangunan Perbatasan, Senin (9/8).

Di Pulau Kalimantan, terdapat dua provinsi yang memiliki daerah perbatasan dengan Malaysia, yaitu Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. Panjang garis perbatasan membentang sepanjang 2.004 kilometer. Di Provinsi Kalimantan Timur garis batas negara sepanjang 1.038 kilemeter yang melintasi Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan.

Menurut Awang Faroek akibat infrastruktur yang belum terbangun warga perbatasan sangat bergantung dengan Malaysia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Hadir dalam rakor, Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk Ishak, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Farid Wadjdy, Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Badan Perbatasan, Pangdam XII Tanjung Pura, Mayor Jendral TNI Muldoko, Pangdam VI Mulawarman, Mayor Jendral TNI Tan Aspan.


FIRMAN HIDAYAT

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/08/09/brk,20100809-269870,id.html

Sizter85
August 14th, 2010, 01:46 PM
Sabtu, 14 Agustus 2010 , 14:25:00
Investor Jepang Pilih Bontang
Langsung MoU, Kembangkan Budidaya Rumput Laut

BONTANG - Satu lagi investor asing akan menanamkan modalnya di Kota Bontang. Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam bersama Presiden Direktur (Presdir) PT First Marine Makassar Masayuki Yamamoto, Jumat (13/8) pagi, melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Rapat Utama Lanti II Kantor Wali Kota Bontang di Bontang Lestari.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam menyambut baik kedatangan PT First Marine Makassar yang akan mengembangkan budidaya rumput laut di perairan laut Bontang. Bahkan wali kota berharap, Masayuki Yamamoto tidak hanya mengembangkan rumput laut yang kemudian dipetik, tetapi sekaligus membangun pabrik pengolahannya di Bontang.

“Saya berharap kedatangan PT First Marine Makassar di Bontang tidak hanya mengembangkan budidaya rumput laut saja, tetapi sekaligus pabrik pengolahannya sehingga bisa diistilahkan petik dan olah berlangsung di Bontang,” kata wali kota seraya berjanji akan mempermudah seluruh investor yang masuk di Kota Taman.

Sekadar diketahui, PT First Marine Makassar merupakan perusahaan swasta asing dari Jepang yang bergerak di bidang pengolahan dan budidaya rumput laut dan kerang. Di Indonesia, perusahaan ini berkedudukan di Makassar dan sudah sukses mengembangkan budidaya rumput laut didaerah Makassar, terutama di Kabupaten Pangkajene Kepulauan dan Bulukumba.

Budidaya rumput laut yang akan dikembangkan di Bontang adalah jenis cottoni. Pada tahap awal, uji coba akan dibentangkan sebanyak 30.000 bentang cottoni. Setiap 1.000 bentang akan direkrut 1 orang staf dan 3 orang petani di areal budidaya seluas 2 hektar.

Upah para petani ini nantinya akan berkisar Rp 1,5 juta per bulan ditambah uang makan. Hasil akhir dari cottoni ini sendiri nantinya akan dipergunakan untuk sektor makanan maupun diluar bahan makanan.

Terkait usulan wali kota tentang pendirian pabrik pengolahan rumput laut di Bontang, Masayuki Yamamoto mengatakan ke depannya harapan untuk membangun pabrik pengolah rumput laut memang telah direncanakan. Bahkan teknologi budidaya rumput laut yang ada di Jepang rencananya akan dibawa ke Bontang. “Terus terang, kondisi sumber kelautan di Jepang saat ini sudah sangat menurun, termasuk stok rumput laut dan kerangnya. Itulah alasannya kenapa kami ke Indonesia dan memilih Bontang sebagai salah satu daerah yang akan kami coba kembangkan budidaya rumput lautnya. Dan harapan kami tentunya kerja sama ini bisa saling menguntungkan,” kata Masayuki melalui penerjemahnya kemarin. (hms2/kpnn)


http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=40820

Sizter85
August 21st, 2010, 01:55 AM
Kaltim Bangun Jalan 737 Km di Perbatasan
Friday, 20 August 2010

SAMARINDA(SINDO) – Pemprov Kaltim berencana membangun jalan di perbatasan Indonesia-Malaysia sepanjang 737 kilometer (km).Jalan tersebut diprediksi menelan dana Rp3,5 triliun.

“Selain itu juga akan dibangun akses dari jalan sepanjang 737 km tersebut menuju garis berbatasan negara dengan perkiraan dana sebesar Rp1,5 triliun,”kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak di Samarinda kemarin. Menurut dia, rencana pembangunan jalan tersebut perlu dukungan serius dari pemerintah pusat karena pembangunan perbatasan negara merupakan wewenang pusat.

Jika antara pusat dan daerah tidak menyatukan visi, justru ada kesan berjalan sendirisendiri.“ Jika seperti itu,saya yakin kebutuhan daerah memajukan perbatasan dan menyejahterakan masyarakat tidak akan terwujud,” ujarnya. Pemprov Kaltim, lanjutnya,menaruh perhatian besar terhadap percepatan pembangunan kawasan perbatasan yakni dengan menetapkan dalam agenda pertama dari tiga agenda yang menjadi sasaran Program Kaltim Bangkit 2013.

Tiga prioritas utama khusus perbatasan itu yakni peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan, pedalaman daerah terpencil, dengan sasaran terbangunnya jalan, jembatan, lapangan terbang, serta jaringan telekomunikasi; pemenuhan kebutuhan pokok dengan harga yang layak; dan pembangunan Pos Lintas Batas dan keamanan dengan fasilitas yang memadai.

Dia melanjutkan, saat pertemuan dengan presiden bersama para gubernur se-Indonesia di Bogor beberapa waktu lalu dijelaskan bahwa Badan Nasional Pembangunan Perbatasan (BNPP) hanya bersifat koordinatif, sementara dana untuk pembangunan perbatasan berada di masing-masing departemen sektoral. “Kami juga akan duduk bersama dengan Pemprov Kalbar untuk melakukan koordinasi membahas pembangunan kawasan perbatasan sebab dua provinsi itu berbatasan langsung dengan Malaysia Timur,”ungkapnya.

55% Jalan Nasional di Lampung Rusak

Di bagian lain, Dinas Bina Marga Provinsi Lampung menyatakan, kerusakan jalan nasional yang berada di daerah tersebut mencapai 55% atau sepanjang 636,5 km dari total 1.159,57 km.“Perbaikannya saat ini sedang berjalan dan akan selesai paling lambat pada H- 7 Lebaran,”kata Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Lampung Burlian Tihang kemarin.

Dia mengatakan, dana untuk perbaikan jalur tersebut sebesar Rp400 miliar yang bersumber dari APBN, meliputi perbaikan untuk jalur lintas barat, jalur lintas tengah,dan jalur lintas timur. Menurutnya, dari total jalan nasional yang berada di Lampung yaitu sepanjang 1.159,57 km sekitar 9,6% atau 111,22 km di antaranya dalam kondisi rusak berat.

Kondisi tersebut jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 210 km dari total keseluruhan jalan nasional yang berada dalam kondisi baik. “Pada 2009 hanya 21% dari seluruh jalan nasional yang berada dalam kondisi baik, sementara pada tahun ini persentasenya jauh lebih besar yaitu sepanjang 45,1%,”ucapnya.

Berdasarkan data Dinas Bina Marga Lampung, kerusakan jalan nasional pada 2009 mencapai 793,35 km atau mencapai 79% dari total panjang keseluruhan jalan nasional yang ada di daerah itu. Sementara itu, Sekretaris Dinas Bina Marga Provinsi Lampung A Lianurzen menyatakan, kerusakan parah pada sejumlah titik jalan nasional di Lampung tersebut akibat banyaknya truk dengan berat yang melebihi batas toleransi muatan.

Menurut dia, hampir seluruh jalan nasional di Lampung memiliki kekuatan batas ambang muatan seberat delapan muatan sumbu terluar (MST).“Itu artinya hanya truk dengan berat maksimal delapan ton yang boleh melewati, namun kenyataannya banyak truk dengan berat yang melebihi delapan ton melalui jalur itu,” tandasnya.

Zen berharap, ketegasan dan penegakan aturan tentang pembatasan berat kendaraan yang melalui jalan negara kembali diterapkan agar kerusakan dapat diminimalkan.“Kami akan segera mengupayakan peningkatan status jalan nasional di Lampung dari delapan MST menjadi 10 MST agar sama dengan jalan-jalan yang ada di Pulau Jawa,”tambahnya. (amir syarifuddin/ant)


http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/345957/

Sizter85
August 21st, 2010, 01:57 AM
Kaltim Sumbang Pusat Rp 315 Triliun
Jumat, 20 Agustus 2010

SAMARINDA – Sumbangsih Kaltim terhadap Pusat masih belum berbanding dengan yang kembali ke daerah. Disebutkan, Kaltim tahun 2009 lalu mampu menyumbang berupa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 315 triliun, namun yang kembali ke Kaltim hanyalah Rp 17 triliun.

Hal itu dikemukakan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Kamis (19/8) dihadapan lima Bank yang memberikan pinjaman untuk membangun PLTU 2x100 MW di Balikpapan. Menurutnya, perjuangan untuk mendapatkan porsi yang proporsional itu rupanya masih panjang, dan perlu komitmen semua pihak.

"Bayangkan saja, kalau kita yang menyumbang banyak, tapi yang dikembalikannya jauh dari yang diharapkan. Dari Rp 315 triliun milik kita, hanya Rp 17 triliun itu saja. Perlu dan perlu perjuangan kita bersama lagi untuk mendapatkan pengembalian yang sesuai dengan kondisi pembangunan kita," kata Awang.

Karena itu dikatakannya, perlu dilakukan langkah-langkah ekselerasi atau percepatan, semua pemangku kepentingan dan stakeholder harus bersama-sama mendukung program pembangunan yang arahnya diperjuangkan ke Pusat.

"Salah satu caranya adalah keterlibatan swasta, mulai dari pengusaha jasa, industri, pertambangan dan perbankan di Kaltim. Mari kita sama-sama berjuang untuk mendapatkan yang menjadi hak kita itu, sehingga pemerataan pembangunan bisa kita rasakan," ujarnya dengan tegas.

Yang masih menjadi prioritas utama saat ini, lanjutnya, tetap pembenahan infrastruktur mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan udara-laut-darat, dan infrastruktur pendukung lainnya.

"Mudah-mudahan kalau kita semua punya komitmen dan memperjuangkannya, maka target lima tahun kepemimpinan saya, akan maksimal tercapai pembenahan infrastruktur tersebut. Dengan tentunya, kita harus mendapatkan porsi anggaran yang sesuai dengan fakta atau kondisi kita di Kaltim," tandasnya. (aid)


http://www.tribunkaltim.co.id/read/artikel/64741

Sizter85
August 21st, 2010, 02:00 AM
Jum'at, 20 Agustus 2010 , 08:36:00
Lokasi di Luar Cagar Alam
Bandara Paser Dilanjutkan

TANAH GROGOT – Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Paser Irwan Suryani menegaskan, bahwa lokasi pembangunan bandar udara di Tanah Grogot, Kabupaten Paser tidak masuk dalam kawasan cagar alam seperti dikhawatirkan saat ini.

“Kepastian lokasi bandara bebas dari kawasan cagar alam, setelah sebelumnya dilakukan cross check terhadap peta kawasan lokasi yang direncanakan akan dibangun bandara tersebut,” tegas Irwan saat acara pemaparan progres penyelesaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Paser di Ruang Rapat Kantor Bappeda Paser.

Sementara pihak konsultan bantuan teknis RTRW Kabupaten Paser tahun 2010 dari PT Komla Consulting Engineers, Budi Satriawan menjelaskan, dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kaltim tahun 2000-2027 tercantum bahwa di wilayah Kabupaten Paser akan dikembangkan bandar udara pusat penyebaran dengan skala pelayanan tersier yang terletak di Desa Rantau Panjang.

“Hal itu membuktikan bahwa telah terdapat kesesuaian antara RTRW Kabupaten Paser dan RTRW Kaltim,” katanya. Sementara, Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PU Kaltim H Adli menandaskan, bahwa bantuan teknis terhadap RTRW Kabupaten Paser tahun 2010 dilakukan oleh Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum Kaltim.

“Salah satu tujuannya adalah mesinkronkan data yang akan dituangkan baik dalam RTRW kabupaten Paser maupun RTRW Kaltim, disamping itu bantuan teknik ini dimaksudkan dalam rangka peningkatan kapasitas aparatur yang ada di Kabupaten Paser,” kata Adli. Melalui acara pemaparan progress penyelesaian RTRW Kabupaten Paser tersebut banyak diperoleh masukan dari beberapa SKPD, seperti Dishubkominfo, Disnakertrans, Dinas PU dan lainnya.

Ini bermanfaat untuk menyempurnakan RTRW Kabupaten Paser dengan harapan segala permasalahan yang akan timbul dapat dieliminir dan semua kegiatan pembangunan memiliki payung hukum serta sesuai dengan tata ruang wilayah yang telah ditetapkan. (kif1/kif3/kpnn)


http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=41122

Sizter85
September 3rd, 2010, 01:05 PM
Rekind Bangun Pabrik Bahan Peledak di Bontang
Jum'at, 03 September 2010

TEMPO Interaktif, Jakarta - PT Rekayasa Industri (Rekind) mengembangkan sayap bisnisnya lewat pembangunan pabrik ammonium nitrate prill (ANP) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. ANP merupakan bahan baku peledak yang menjadi salah satu bahan baku operasional industri pertambangan, seperti emas, batu bara, dan batu kapur.

Menurut Manajer Proyek, Gito Waluyo, permintaan terhadap kebutuhan ANP per tahun untuk dalam negeri saat ini mencapai 300-350 ribu ton. “Prediksi ini akan meningkat tiap tahun. Sedangkan jumlah produksi ANP dalam negeri tak mencukupi permintaan tersebut,” kata Gito di Jakarta, Kamis (2/9).

Dalam proyek ini Rekind menggunakan teknologi lisensi UHDE Germany. Teknologi ini membutuhkan banyak pekerja sehingga diharapkan mampu menyerap tenaga karyawan hingga seribu orang. Proyek bernilai US$ 300 juta atau sekitar Rp 2,7 triliun yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur ini dijadwalkan rampung tahun depan.

Dengan selesainya pembangunan pabrik ANP ini, diharapkan mampu menjadikan Indonesia sebagai produsen ANP terbesar dunia. Menurut Gito, keberhasilan dan kualitas pelaksanaan pabrik ANP yang baik akan memberikan dampak positif bagi pengembangan bisnis serta membawa keuntungan terhadap mitra lokal.

Proyek yang dimiliki oleh PT Kaltim Nitrate Indonesia tersebut sahamnya dimiliki oleh perusahaan Australia yaitu Orica Ltd. Melalui proyek ini, Rekind akan membuka pintu pasar EPC Australia. Saat ini, Rekind sudah menerima permintaan pembuatan pabrik dengan kapasitas serupa di beberapa negara lain.

AGUSLIA HIDAYAH


http://www.tempointeraktif.com/hg/bisnis/2010/09/03/brk,20100903-276210,id.html

Sizter85
September 4th, 2010, 08:08 AM
Pembangunan Jembatan Pulau Balang Rampung 30,2 Persen
Tribunnews.com - Sabtu, 4 September 2010

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA- Pemprov Kaltim terus melanjutkan proyek pembangunan Jembatan Pulau Balang bentang pendek, berdasarkan data terbaru, progressnya kini sudah mencapai 30,2 persen meliputi pembebasan lahan, konstruksi bawah jembatan dan lain sebagainya.

Dari progress itu, dana yang sudah terserap senilai Rp 178 miliar dari total untuk bentang pendek sepanjang 470 meter sebagai kewenangan Pemprov adalah sebesar Rp 420 miliar. Ketika bentang pendek rampung, maka nantinya dilanjutkan oleh Pemerintah Pusat dengan membangun bentang panjangnya sepanjang 1.344 meter dengan estimasi total anggarannya Rp 3 triliun.

"Sudah 30,2 persen, mudah-mudahan saja target kita 2011 yang menjadi kewenangan Pemprov yakni bentang pendeknya itu rampung, jadi langsung dilanjutkan dengan pembangunan bentang panjangnya oleh pemerintah pusat," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Rusmadi, Jumat (3/9/2010).

Keberadaan jembatan pulau balang yang menghubungkan antara Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dikatakannya, adalah salah satu faktor vital dari upaya peningkatan perekonomian masyarakat Kaltim. Termasuk pendukung program nasional yakni koneksi jalan trans Kalimantan.

"Dan jangan lupa, keberadaan jembatan Pulau Balang sangat berkaitan dengan Pelabuhan Peti Kemasa Kariangau dan proyek jalan tol. Khusus tol jalur yang dimulai di kilometer 13 Balikpapan langsung tersambungnya ke jembatan Pulau Balang tersebut, untuk program nantinya proyek jalan tol jalur selatan," ujarnya.

Disinggung soal adanya kekhawatiran sejumlah pemerhati lingkungan akan mengganggu ekosistem Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) Balikpapan, Rusmadi mengemukakan, pihaknya sudah menggelar rapat bersama pemerhati lingkungan tersebut, dan intinya mereka setuju dilanjutkan pembangunannya.

"Kami hari ini (kemarin, red) sudah rapat dengan Assiten Staf Khusus Presiden Suwandi, Pemkot Balikpapan, Badan Lingkungan Hidup, Pemkab Paser, Pemkab PPU, dan konsorsium LSM lingkungan. Intinya mereka sepakat untuk tetap dilanjutkan pembangunan Jembatan Pulau Balang," tambahnya. (*)

Editor : widyabuana
Source : Tribun Kaltim

elgibbor
September 4th, 2010, 09:50 AM
Sabtu, 04 September 2010 ,
Pendanaan Jalan Tol Masih Disoal
Sejumlah Anggota DPRD Kaltim Menolak Jika Bebani APBD

SAMARINDA - Rencana pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda masih menuai pro dan kontra di kalangan DPRD Kaltim. Beberapa anggota dewan menyatakan tidak memberikan dukungan jika pembangunan jalan sepanjang 99,02 kilometer yang memerlukan dana Rp 6,2 triliun ini menyedot uang dari APDB Kaltim.

“Masih banyak proyek lain yang mesti diprioritaskan. Apalagi anggaran yang dialokasikan cukup besar,” kata Ismail, sekretaris Fraksi Patriot Bintang Demokrasi kepada Kaltim Post, kemarin.

Ismail mengatakan, akan lebih baik apabila anggaran dimanfaatkan untuk proyek yang lebih bermanfaat untuk masyarakat. Ia mencontohkan, pembangunan pelabuhan rakyat di Desa Kenyamukan di Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Bahkan untuk alokasi anggarannya lebih jelas, lantaran pusat sudah menyatakan kesiapannya membantu.

“Itu sinyal bagus untuk ditindaklanjuti. Karena pusat siap membantu, tinggal bagaimana provinsi menyikapinya,” katanya.

Jika pelabuhan rakyat ini bisa diwujudkan, maka jalan yang menghubungkan Samarinda – Bontang dan Bontang – Sangatta diyakini bakal lebih baik. Karena selama ini seluruh angkutan, selalu melalui akses darat tersebut. Terkadang muatan angkutan melebihi kualitas jalan, sehingga menyebabkan cepat rusak.

Hal yang sama juga disampaikan H Jawad Siradjuddin, wakil ketua Fraksi Patriot Bintang Demokrasi. Menurutnya, jangan sampai anggaran yang sudah dialokasikan nanti malah menjadi permasalahan di belakang hari. Hal ini harus benar-benar dipikirkan secara matang.

“Apalagi yang dipakai adalah anggaran daerah. Bisa saja menggunakan anggaran daerah, tapi bukan sebagai mayoritas, melainkan sebagai pendamping saja. Untuk sepenuhnya adalah menggunakan anggaran dari pusat (APBN, Red),” katanya.

Sementara itu Mudiyat, sekretaris Fraksi Hanura-PDS mengatakan, proyek besar ini mestinya harus diperjelas anggaran yang digunakan. Pemprov harus merincikan untuk apa saja dana sebesar Rp 6,2 triliun itu. Jangan sampai nantinya anggaran yang besar ini mengganggu program pembangunan yang lain.

Sekretaris Fraksi PPP DPRD Kaltim Syaparuddin secara tegas menolak pembangunan jalan tol ini. Penolakan ini dilakukan apabila Pemprov Kaltim tidak bisa menjelaskan anggaran yang dialokasikan untuk proyek tersebut seperti yang disampaikan pada jawaban dan penjelasan pemprov pada sidang paripurna dewan.

“Jika memang tidak bisa, maka lebih baik ditinjau ulang saja rencana pembangunan ini,” kata Sapar – sapaan Syaparuddin – ketika dimintai komentarnya, kemarin.

Sapar yang juga sekretaris komisi I DPRD Kaltim ini mengatakan, jika pemprov mengandalkan APBD dalam proyek ini maka diyakini akan sangat mengganggu pembangunan yang lainnya. Ini yang tidak mendapat dukungan dari DPRD, makanya pemprov perlu menjelaskan asal-usul pendanaan tersebut.

Dilansir sebelumnya, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memastikan pembebasan lahan di bebarapa daerah untuk pembangunan jalan tol tidak ada kendala. Ini disampaikannya usai menggelar pertemuan dengan bupati/wali kota di antaranya Balikpapan, Bontang, dan Kutai Kartanegara, di Kantor Gubernur.

Dari hasil pertemuan itu, terang dia, pembebasan lahan untuk jalan pendekat di Jalan Soekarno-Hatta Km 13 Balikpapan, sudah menyentuh 95 persen. Sedangkan untuk di kawasan Kutai Kartanegara, saat ini sudah dilakukan pematokan. “Sudah tidak ada masalah. Di Kukar juga, meski ada yang masuk kawasan Tahura (Taman Hutan Rakyat), tapi itu sudah masuk di RTRW (rencana tata ruang wilayah, Red),” terangnya.

Di tempat sama, Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid juga menegaskan tak ada masalah dalam pembebasan lahan di ruas yang ada di Kota Minyak itu. Pihaknya, hanya kebagian tugas untuk melakukan pembebasan lahannya. Sedangkan secara keseluruhan tentunya merupakan kewenangan pemprov. “Kita (Pemkot) hanya kebagian pembebasan lahannya aja, berapa dananya itu pemprov,” tuturnya.

Faroek menjelasakan, untuk pembangunan jalan tol ini, DPRD Kaltim sudah menyetujui anggarannya. Ini tertuang dalam surat DPRD Kaltim kepada Gubernur dengan Nomor 160/40.A/SET-HK/IV/2010 yang dikirim pada 8 April lalu. Dalam surat itu DPRD menyepakati untuk pembangunan jalan tol dialokasikan dana Rp 2 triliun yang digelontorkan secara multi years (tahun jamak) mulai 2010 hingga 2013.

“Karena anggarannya ini secara tahun jamak, kita pastikan alokasi anggaran untuk program lain tidak akan terganggu,” tuturnya.

Sementara itu, dari rincian yang dipaparkan Faroek, untuk pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda setidaknya membutuhkan Rp 6,2 triliun. Dari rencana anggaran itu, item paling besar untuk pengerjaan konstruksi yang menyedot hingga Rp 3,4 triliun. (lihat grafis).

Diketahui, untuk pembangunan jalan tol ini Pemprov juga mendapat alokasi dari pusat sebesar 300 juta dolar Amerika. Kekurangnya, diharapkan keterlibatan swasta. “Tetap kita berharap ada partisipasi dari swasta,” katanya.

Sementara itu, untuk jalan tol yang menghubungkan ruas Samarinda-Bontang tahun ini masih dalam tahapan detailed enginerring design (DED). Ruas jalan tol yang akan menghubungkan dua kota itu sepanjang 84 kilometer. Kondisi sama juga untuk ruas yang menghubungkan Bontang-Sangatta sepanjang 40 kilometer dan Sangatta-Maloy sepanjang 130 kilometer.

SamarindaKU
September 4th, 2010, 04:41 PM
masterplan kota terpadu mandiri P. Sebatik,kab NUNUKAN
http://img834.imageshack.us/img834/7561/sam0810.jpg (http://img834.imageshack.us/i/sam0810.jpg/)

http://img255.imageshack.us/img255/889/sam0812.jpg (http://img255.imageshack.us/i/sam0812.jpg/)
sumber: Dinas PU Kaltim

SamarindaKU
September 4th, 2010, 04:49 PM
maket jaringan instalasi pipa minyak & gas wilayah BPP, KUKAR & Bontang

http://img689.imageshack.us/img689/6330/sam0833s.jpg (http://img689.imageshack.us/i/sam0833s.jpg/)

http://img256.imageshack.us/img256/1415/sam0834.jpg (http://img256.imageshack.us/i/sam0834.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Blue_Sky
September 21st, 2010, 02:16 AM
http://img267.imageshack.us/img267/4579/image002xxxxxx.jpg (http://img267.imageshack.us/i/image002xxxxxx.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Cheers

:cheers:

daroe_909
September 28th, 2010, 07:24 AM
Menperin Minta Kaltim Datangkan Investor yang Bernilai Tambah

Selasa, 28 September 2010 | 13:29 WITA


SAMARINDA, tribunkaltim.co.id - Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat meminta pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Kaltim dalam mendatangkan investor atau swasta harus yang memberikan efek positif bagi daerah.

"Cari investor yang memberikan nilai tambah kepada masyarakat, jangan yang bisanya hanya mengeksploitasi, setelah pekerjaannya selesai merekapun pergi begitu saja," ujar Hidayat di acara Raker Gubernur Kaltim bersama Bupati dan Walikota se-Kaltim di Lamin Etam, Selasa (28/9/2010).

Ia mengingatkan pemerintah daerah harus benar-benar selektif dalam memilih investor tersebut. "Seperti Kaltim, saya sangat mendukung Pelabuhan Maloy di Kutai Timur untuk dikerjasamakan dengan swasta, sebab efeknya akan jelas untuk masyarakat," tandasnya.(*)

>> www.tribunkaltim.co.id

daroe_909
September 28th, 2010, 08:51 AM
--delete--

SamarindaKU
October 6th, 2010, 07:09 AM
Rabu, 6 Oktober 2010
Jembatan Pulau Balang Tidak Mungkin Dipindah
Dinas PU Kaltim Menilai Prosedurnya Sudah Sesuai

SAMARINDA. Proyek pembangunan jembatan Pulau Balang akan tetap dilanjutkan sesuai rencana semula, karena semuanya sudah sesuai dengan prosedur dan persyaratan yang diwajibkan. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim Husinsyah belum lama ini.
Itu disampaikan Husinsyah terkait penolakan Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) dan konsorsium LSM lingkungan yang menyebut, proyek jembatan yang akan menelan anggaran sekitar Rp3,5 triliun itu dinilai sangat tak bermanfaat, bahkan mengancam rusaknya ekosistem dan kelestarian Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW).
"Tidak mungkin akan dipindahkan. Siapa bilang pembangunannya menyalahi prosedur, kita punya dokumen AMDAL bahwa proyek itu tidak menyalahi aturan khususnya persoalan lingkungan. Jadi kalau ditanyakan dipindahkan, sekali lagi tak mungkin, dan kami akan tetap lanjutkan pembangunannya," ujar Husinsyah belum lama ini.
Soal kekhawatiran merusak lingkungan HLSW, dikatakannya, justru proyek jembatan tersebut akan lebih memelihara kelestarian HLSW, sebab pihaknya akan membangun pagar disepanjang HLSW, sehingga tak mungkin ada yang merusak kelestarian HLSW tersebut.
"Setelah kita bangun jembatan, akan dibuat pagar disepanjang HLSW, itu sudah masuk dalam program pembangunan jembatan Pulau Balang itu. Jadi mananya yang merusak lingkungan? Kita justru lebih memeliharanya," tandasnya.
Sebelumnya Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak ketika dikonfirmasi belum lama ini juga mengemukakan hal yang sama, sangat tidak mungkin proyek Pulau Balang dihentikan, sebab selain saat ini pembangunannya sudah berjalan dan memasuki progres sekitar 30 persen, persyaratan dan prosedur pembangunan sudah terpenuhi.
"Kalau Pemkab PPU juga akan membangun jembatan silakan saja, itu hak mereka. Tapi kalau soal Jembatan yang melintasi Pulau Balang, jelas tidak mungkin untuk dihentikan sebab sudah berjalan dan sesuai dengan tata aturannya," katanya.
Apalagi untuk bentang panjang Pulau Balang sudah mendapat persetujuan dari APBN 2011 akan dianggarkan 350 juta USD dari Pusat melalui bantuan luar negeri. Karenanya, Pemprov yang berkewenangan untuk membangun bentang pendeknya, akan menyelesaikannya 2011. (ias)
sumber : Sapos

Sizter85
October 8th, 2010, 12:33 PM
Jum'at, 08 Oktober 2010 , 08:49:00
Tiga Proyek Multiyears Ditunda

KALTIM--Pihak DPRD Kaltim akhirnya memutuskan untuk menunda pengesahan proyek tahun anggaran jamak atau proyek multiyears dalam Rapat Paripurna tentang Pengesahan Revisi Jadwal kegiatan Dewan Masa Persidangan III 2010 pada Kamis (7/10).

Ada tiga proyek yang pengesahannya ditunda yaitu proyek pembangunan bendungan Marangkayu, RSUD Tarakan dan sisi darat terminal peti Kemas Kariangau, Balikpapan. Sampai saat ini beberapa proyek pembangunan itu belum dikenal secara rinci oleh lintas fraksi-fraksi sehingga masih perlu waktu untuk dikaji,” kata Ketua komisi II DPRD Kaltim, Rusman Yakub.

Saat berlangsungnya rapat paripurna, terungkap bahwa alasan penundaan ketiga proyek tersebut karena belum dibicarakan di tingkat fraksi. Keputusan untuk menunda pengesahan persetujuan dewan diakibatkan sejumlah penolakan dari anggota dewan di luar komisi III melalui beberapa interupsi pada saat rapat.

Lebih lanjut Rusman-panggilan Rusman Yakub-mengatakan, pembahasan di tingkat fraksi sangat penting karena segala keputusan yang diambil oleh lembaga akan mempengaruhi anggaran daerah hingga tiga tahun kedepan mengingat rencananya ketiga mega proyek tersebut akan menggunakan tahun jamak.

Sementara itu Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi mengaku proyek terkait telah menjadi program yang terlah disetujui antara Pemprov Kaltim bersama anggota dewan dari periode yang lalu.

Namun alasan baru dianggarkannya mulai APBD 2011 murni disebabkan beberapa tahun terakhir anggaran difokuskan kepada mega proyek lain seperti proyek Pekan Olahraga Nasional (PON) yang menelan dana kurang lebih hingga Rp 2 triliun dan Bandara Samarinda Baru dengan dasar pemikiran skala prioritas.

“Disamping itu pergantian dengan cepat kepala daerah juga menjadi andil besar tidak dapatnya dianggarkan sebab Plt. gubernur Kaltim tahun lalu tidak dapat karena harus gubernur resmi,” beber Darlis.

Dirinya mencontohkan, pembangunan RSUD Tarakan dimulai sejak tahun 2007 namun hingga kini belum rampung dikarenakan tidak adanya dana, sedangkan untuk menyelesaikan sisa pembangunan dibutuhkan Rp 200 miliar yang tidak mungkin di satu tahun anggaran sehingga diambilah kebijakan tiga tahun anggaran yang akan selesai di tahun 2013.

“Rencananya dari Rp 200 miliar untuk pembangunan RSUD Tarakan akan dibagi menjadi tiga tahun atau Rp 60 miliar pertahun,” imbuh dia. Sedangkan Bendungan Marangkayu dibutuhkan anggaran total Rp 170 miliar sehingga kalau disetujui tiga tahun anggaran maka tiap tahunnya harus dianggarkan Rp 56,67 miliar pertahunnya.

Menanggapi berbagai aspirasi yang masuk dan semakin panasnya suasana rapat, Ketua DPRD Kaltim, Mukmin Faisal HP yang memimpin rapat memutuskan untuk menskor rapat paripurna selama sepuluh menit agar masing-masing fraksi dapat rapat untuk menentukan arah kebijakan yang akan diambil, dan kemudian diputuskan bahwa pengambilan persetujuan mengenai pengesahan anggaran bagi tiga proyek multiyears pemerintah ditunda beberapa hari agar masing-masing fraksi dapat melakukan berbagai kajian terhadap dokumen-dokumen terkait dengan tiga proyek pembangunan tersebut.(wan)

http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=43781

SamarindaKU
October 13th, 2010, 02:49 PM
Gubernur Kaltim Dukung Patungan Kelola Blok Mahakam
Rabu, 13 Oktober 2010 | 12:03 WITA

SAMARINDA, tribunkaltim.co.id – Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mendukung usulan agar Provinsi dan 14 Kabupaten/Kota se-Kaltim urunan atau patungan untuk membeli 10 persen saham pengelolaan minyak dan gas (migas) di Blok Mahakam. Karena, menurutnya, kepemilikan saham itu nantinya juga adalah untuk kepentingan pembangunan di 14 Kabupaten dan Kota.

"Silakan Kutai Kartanegara mengusulkan Kaltim Incorporation atau patungan dengan daerah lain, justru saya sangat senang sekali. Jadi 10 persen itu bisa kita bagi-bagi dengan kabupaten dan kota yang berminat untuk patungan tersebut,” kata Awang, Selasa (12/10) ketika ditemui usai menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Walikota (Pilwali) Samarinda di TPS 03 kelurahan Pelabuhan.

Bahkan dikatakannya, tidak hanya Blok Mahakam, ke depan seperti Blok Semanggaris, Muara Rapak, Bontang dan lainnya, provinsi bersama kabupaten dan kota terus urunan mengelolanya, demi kepentingan pembangunan secara merata di Kaltim. "Karena selama ini kalau kita hanya mengandalkan anggaran pembangunan dari APBD kita, tak akan bisa maksimal, karena kita hanya mengandalkan dari Dana Bagi Hasil (DBH), dan itu hanya berapa, sementara tuntutan pembangunan dengan kondisi Kaltim sekarang ini, butuh banyak anggaran,” ujarnya.

Awang mengaku telah melakukan pembicaraan dengan petinggi-petinggi di Jakarta agar perjuangan untuk mendapatkan saham 10 persen itu disetujui, dan hasilnya para petinggi tersebut menyambut baik dan mendukung. Sebab, 10 persen adalah merupakan hak Kaltim sebagai penambah pendapatan daerah. "Saya pun dalam waktu dekat ini segera akan memantapkannya lagi dengan DPRD Kaltim. Karena persoalan ini sudah tertuang dalam undang-undang, adalah hak kita. Jadi semua pihak, mulai dari kabupaten dan kota, DPRD, DPR-RI, DPD-RI dan pemerintah pusat harus mendukung upaya kita ini,” terangnya.

Setelah semua lobi rampung, maka hasilnya baru dibawa ke Pertamina. Dan Awang yakin, pihak Pertamina sendiri akan setuju atau siap melepas sahamnya, karena ini adalah kepentingan untuk semua. "Jadi kita tunggu hasilnya dalam waktu dekat ini,” katanya.

Disinggung soal rencana kerjasama dengan PT Yudhistira Bumi Energi, Awang mengatakan, Yudhistira memang menjadi salah satu pilihan bekerjasama, hanya saja semua masih menunggu rampungnya pembahasan ditingkat instansi berwenang. "Termasuk ketika ditanyakan berapa kita dapat dari 10 persen itu? Kita belum bisa mengungkapkannya, karena harus kita bahas dulu, itu pasti ada hitung-hitungannya tersendiri. Kita tuntaskan dulu, bagaimana semua kalangan setuju, dan mudah-mudahan ketika ini berjalan, maka imbasnya pembangunan kita akan semakin meningkat,” ujarnya

Kelola Sendiri
Di Jakarta, Koordinator Komite Penyelamat Kekayaan Negara (KPKN) Marwan Batubara menyatakan, demi kepentingan nasional, Pemerintah Pusat seharusnya tidak terus-menerus menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam yang memiliki kandungan gas terbesar di Indonesia kepada pihak asing. "Sudah saatnya Pertamina ditunjuk menjadi operator utama," kata Marwan Batubara menanggapi keinginan Kaltim ikut mengelola Blok Mahakam.

Dia mengatakan, sebaiknya sumber-sumber migas nasional jangan selalu diserahkan kepada investor asing. "Kalau kita bicara untuk kepentingan nasional, kepentingan rakyat banyak, kenapa Blok Mahakam harus diserahkan pengelolaannya kepada pihak asing terus menerus. Kenapa bukan diserahkan saja ke Pertamina agar pendapatan negara naik," katanya.

Marwan yang juga mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menjelaskan, sejak tahun 1967 Blok Mahakam yang berada di Kaltim dikelola oleh PT Total E&P Indonesie (Perancis) dan PT Inpex Corporation (Jepang). Setelah habis kontrak pada tahun 1997 sebagai kontrak periode pertama, perusahaan itu kembali mendapat perpanjangan kontrak periode kedua hingga 2017.

Sesuai dengan peraturan, tahun 2007 lalu, dua perusahaan asing itu telah mengajukan perpanjangan kontrak lagi untuk periode ketiga. "Di sinilah pemerintah harus tegas, harus transparan, dan tak boleh kucing-kucingan dengan pihak asing. Jangan sampai mengesampingkan kepentingan nasional," katanya.

Dengan landasan semata-mata untuk kepentingan nasional itu, maka sudah seharusnya pemerintah menjadikan Pertamina sebagai operator utama untuk mengelola Blok Mahakam. Selain itu, pemerintah juga perlu mengakomodir kepentingan daerah dengan memberinya kesempatan untuk mempunyai bagian saham.

"Dengan menjadikan Pertamina sebagai operator serta memberi kesempatan kepada daerah untuk ikut memiliki saham, tak ada aturan yang dilanggar sama sekali. Karena, setelah kontrak itu berakhir tahun 2017 mendatang, maka Blok Mahakam sepenuhnya menjadi wewenang pemerintah dalam menentukan siapa yang akan menjadi pengelola," kata Marwan.

Namun demikian, lanjut pengamat migas tersebut, yang harus diperhatikan, agar tidak terjadi penurunan produksi tatkala terjadi pergantian pengelola. Seperti yang terjadi di Blok Cepu pasca habisnya kontrak Caltex, maka perlu ada masa transisi untuk melakukan pembelajaran bagi pengelola baru.

Salah satu caranya, pemerintah memfasilitasi bahkan mendorong terjadinya proses pembelian sebagian saham PT Total dan Inpex oleh Pertamina dan daerah (lewat BUMD) sebelum kontrak itu berakhir. Pembelian dilakukan secara bisnis murni (farm-in). "Dengan demikian akan terjadi proses pembelajaran untuk melakukan pengelolaan bagi pengelola baru. Semacam ada proses alih teknologi," katanya.

PT Total dan Inpex memang tidak wajib untuk melakukan farm-in. Tapi, menurut Marwan, disinilah ketegasan pemerintah diperlukan. "Kalau perlu dipaksa, yang penting win-win solution. Misalnya, sebagai ganti dari farm-in, Total dan Inpex nantinya setelah 2017 tetap diberi saham, meski tidak mayoritas lagi sebagaimana yang terjadi sekarang," ujarnya.
Sementara itu, berbicara kepada wartawan saat sarasehan media di Cisarua Bogor, Minggu (10/10) lalu, Head of Government Press and Institusional Relation Departement Total, Roy Karamoy mengatakan, pihaknya hingga kini masih melakukan perundingan terkait dengan usulan farm-in tersebut. "Ini ditentukan di level induk perusahaan, karena Total Group adalah perusahaan internasional. Kebijakan ini juga melibatkan pemerintah pusat dan lembaga pengatur bisnis migas, yakni BP Migas. Ini isu sensitif," katanya.

Blok Mahakam memiliki kandungan sekitar 13 TCF dan tingkat produksi rata-rata 26 miliar kaki kubik per hari (mmscfd). Operasi Blok Mahakam masih bisa berlangsung setidaknya hingga 20 tahun ke depan. (aid/ant/tribunkaltim cetak)

Sizter85
October 22nd, 2010, 04:48 AM
Mega Proyek Jembatan Balikpapan-Penajam Tetap Dilanjutkan
Jum'at, 22 Oktober 2010

TEMPO Interaktif, Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan dan Penajam Paser Utara tetap melanjutkan rencana pembangunan mega proyek jembatan membelah Teluk Balikpapan sepanjang 1,2 kilometer. Proyek ini tetap dilanjutkan meskipun ada penentangan dari Pemerintah Kalimantan Timur.

“Prosesnya masih jalan, kami sedang melakukan uji kelayakan realisasi proyek ini,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Balikpapan, Suryanto, Jumat (22/10).

Pemerintah Kalimantan Timur sudah memperingatkan untuk tidak melanjutkan proyek jembatan yang nantinya menjadi tandingan jembatan Pulau Balang yang sedang dalam pengerjaan. Pemerintah provinsi mengancam tidak akan mengalokasikan anggaran provinsi dalam pembangunan mega proyek digagas Balikpapan-Penajam.

Sehubungan masalah ini, Suryanto mengatakan pihaknya sedang melakukan uji kelayakan bisa tidaknya realisasi jembatan dikaitkan proyek serupa yang sudah dilaksanakan pemerintah Kalimantan Timur. Lanjutnya tidak proyek ini, menurutnya, tergantung hasil uji kelayakan realisasi pembangunannya.

Balikpapan-Penajam sudah menandatangani nota kesepakatan dalam peningkatan pembangunan kedua daerah. Salah satu nota kesepakatannya adalah realisasi pembangunan mega proyek jembatan melintasi Teluk Balikpapan sepanjang 1,2 kilometer.

Bupati Penajam Paser Utara, Andi Harahap tetap menolak rencana pembangunan jembatan Pulau Balang jadi agenda provinsi Kalimantan Timur. Jembatan sepanjang 1 kilometer yang total nilainya Rp 4 triliun itu dianggap tidak menguntungkan bagi peningkatan sosial ekonomi masyarakat Penajam.

Andi mengaku memiliki rencana tersendiri dalam pembangunan jembatan yang membelah Teluk Balikpapan. Jembatan ini nantinya menjadi tandingan proyek jembatan Pulau Balang yang pembangunannya menggunakan dana pemerintah provinsi Kalimantan Timur dan pemerintah pusat.

Terdapat sejumlah opsi jembatan tandingan yaitu menghubungkan Melawai-Nipah, Penajam- Kampung Baru atau Penajam-Tanjung Batu. Jembatan ini lebih panjang 200 meter dibandingkan jembatan Pulau Balang yang panjangnya 1 kilometer.

Pemerintah Kalimantan Timur sedang dalam proses pembangunan jembatan Pulau Balang membelah Teluk Balikpapan. Proyek jembatan ini menghubungkan Kota Balikpapan-Penajam Paser Utara dalam rute jalur Trans Kalimantan.

SG WIBISONO

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/10/22/brk,20101022-286429,id.html

Sizter85
October 28th, 2010, 08:38 AM
Kamis, 28 Oktober 2010
2014, Target Tambah Daya 960 MW
Total Nilai Investasi Rp 22 Triliun

BALIKPAPAN--Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak menargetkan daya listrik di Kaltim pada tahun 2014 akan bertambah mencapai 960 mega watt (MW) dengan total investasi mencapai Rp 22 triliun diantaranya 2 x 100 MW di Kariangau, 2 x 25 MW di Embalut serta ada beberapa tambahan daya yang telah ditawarkan oleh investor dari China dan India.

“Saya berharap penambahan daya listrik di Kaltim dibiaya Bankaltim karena milik daerah tapi saya tidak mengira ada lima perbankan yang berminat untuk membantu pembiayaan. Ya syukur Alhamdullilah,” kata Awang Farouk dalam sambutannya pada persemian program Go Grass di Perumahan Karang Joang Lestari Km 10 Batu Ampar pada Rabu (27/10).

Pembangunan pembangkit listrik, diakui Awang, memang biayanya tidak sedikit karena itu pihaknya cukup getol berjuang kepada pemerintah pusat untuk melakukan penambahan daya. “Memang ada yang mengatakan Kaltim ini ibarat tikus mati dalam lumbung banyak kayu, batu bara, minyak dan gas tapi yang menikmati hasilnya bukan rakyat Kaltim tapi para pengusaha dari luar,” ujar Awang.

Karena itu Awang menyambut positif pelaksanaan program Gerakan Sehari Sejuta Sambungan (Go Grass) yang dicanangkan PT PLN tepat pada perayaan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-65 karena pelayanan listriknya menyentuh kepada masyarakat kecil. “Ya kalau boleh gerakan sejuta sambungan ini bukan setahun sekali tapi sebulan sekali.

Karena percuma punya rumah bagus, televisi, kulkas, radio dan laptop tapi kalau nggak ada listrik untuk apa. Jadi saya berharap setiap tahun daya listrik di Kaltim terus bertambah,”katanya. Sementara itu, General Manajer (GM) PT PLN Persero Wilayah Kaltim, Dodi Budiawan mengatakan, program Go Grass PT PLN ini dalam rangka Hari Listrik Nasional (HLN) ke-65 bagi para pelanggan golongan kecil 450 VA dan 900 VA di Balikpapan.

“Kami akui daftar tunggu di Kaltim masih banyak yakni 73.158 calon pelanggan tapi dengan adanya pelaksanaan program ini maka berkurang 16.383 sehingga tinggal 56.775 pelanggan atau berkurang sekitar 22,4 persen,” jelasnya. Dodi menjelaskan, dalam program ini ada 4 cabang PLN yang mendapat sambungan baru masing-masing Balikpapan 4.560 sambungan, Samarinda 4.157 sambungan, Bontang 6.705 sambungan serta Berau 61 sambungan.

“Program Go Grass ini sebagai upaya PT PLN dalam memberikan pelayanan listrik yang mudah, murah dan cepat kepada masyarakat sebagai hadiah bagi masyarakat,” ujarnya. Kendati demikian kata Dodi penambahan sambungan baru ini disesuaikan dengan daya yang dimiliki PLN Kaltim saat ini. “Mesin kami saat ini mampu menyediakan daya listrik 275 MW dengan beban puncak 245 MW berarti masih ada cadangan daya sebesar 30 MW.

Ya Insya Allah dengan adanya program ini daftar tunggu PT PLN ini setiap tahun semakin berkurang,” pungkas Dodi. Sebelumnya, Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan, HM Rizal Effendi SE, mengungkapkan program satu juta sambungan tersebut, ibarat sesuatu yang berada di luar alam sadar manusia, sebagai masyarakat Indonesia, khususnya Balikpapan, yang sebelumnya selalu mengalami byar pet dan gangguan terhadap layanan listrik dari PLN.

“Rasanya kaya mimpi, dalam sehari PLN bisa wujudkan 1 juta sambungan, tetapi Alhamdullilah, mimpi itu terwujud,” terang Rizal, saat memberikan sambutan dalam Go Grass 2010 yang digelar di Perumahan Balikpapan Regency, kemarin. Sementara itu, masyarakat yang mendapatkan sambungan baru tersebut, sangat bersyukur dengan program yang digagas PLN tersebut.

“Mudahan, setelah dipasang tidak mati-mati lagi, dan kalau kita (masyarakat, Red) mau menambah daya, bisa dilayani dengan cepat, jangan seperti mengajukan sambungan baru yang harus antri bertahun-tahun,” harap Harry Setiawan, salah seorang masyarakat yang rumahnya dijadikan lokasi tanda dimulanya program Go Grasss, yang dtandai dengan pemotongan segel yang dilaukan Wawali Rizal.

Hadir dalam peresmian ini diantaranya Gubernur Kaltim, H Awang Farouk Ishak, Wakil Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, GM PT PLN Wilayah Kaltim Dodi Budiawan, Lurah Karang Joang M. Kosyim serta sejumlah manajemen PT PLN Kaltim dan Balikpapan.(vie/ibr)

http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=44945

Sizter85
November 24th, 2010, 04:38 PM
Source, http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/999082/bakrie-akomodir-kepentingan-as-china--jepang

Bakrie Akomodir Kepentingan AS, China & Jepang
Rabu, 24 November 2010

Kabarnya, Grup Bakrie akan mengembangkan industrial estate di kawasan Kutai Timur, Kalimantan Timur. Kelompok usaha yang menguasai energi batubara ini akan membuka lahan seluas sekitar 20.000 hektar dan menjadikannya sebagai kawasan industri logam, steel dan aluminium, untuk kebutuhan industri otomotif dunia.

Rencananya, Bakrie akan menggandeng dua mitranya dari China sekaligus buyer batubara milik kelompok usaha ini yakni PT Bumi Resources (BUMI). Tak tanggung-tanggung investasi untuk pengembangan kawasan tersebut akan menghabiskan dana hingga US$2 miliar untuk penyediaan infrastruktur.

“Silahkan tanya saja ke manajemen,” papar Nirwan Bakrie, salah seorang pengendali kelompok usaha Bakrie, ketika dikonfirmasi seputar rencana strategis perseroan kepada INILAH.COM, di Jakarta kemarin.

Menurut sumber, kawasan industri ini sengaja dibuat di Kalimantan Timur agar lebih dekat dengan sumber energi yakni batubara. Di kawasan Kutai Timur, BUMI, memiliki lahan tambang yang dikelola PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Sehingga investor mendapatkan kepastian pasokan yang diperoleh dengan cara lebih mudah. Dengan cara ini pula, Grup Bakrie sekaligus memberikan sentuhan value added terhadap sumber daya alam di Tanah Air dan mendatangkan investasi serta menciptakan lapangan kerja baru. Tambahan devisa jelas di depan mata.

Di proyek ini, Bakrie akan bermitra dengan pengusaha China yang menjanjikan mengucurkan investasi melalui pembangunan pabrik baru. Investor China ini mau berinvestasi dengan imbalan offtake pasokan batubara dari dua perusahaan milik Bakrie yakni PT Arutmin dan KPC sebesar 25 juta ton per tahun. Saat ini produksi KPC dan Arutmin berada di level 60 juta ton dan ditargetkan naik menjadi 110 juta ton pada 2013.

China memang lagi membutuhkan sumber energi yang sangat besar terutama batubara yang dipasok dari Indonesia. Sehingga perusahaan China itu mendapatkan kepastian pasokan batubara untuk memenuhi industri dalam negerinya.

Menurut jadwal, proyek di Kutai Timur ini akan rampung pada 2013 mendatang. Saat ini masih dalam tahap mencari lahan yang cocok dan strategis, baru kemudian dilanjutkan dengan pembebasan lahannya. Produksi logam dari kawasan industri ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dunia seperti di China, AS dan Jepang.

Nantinya, tak hanya industri logam yang akan dibangun di kawasan itu. Juga direncanakan dibangun pabrik pupuk dan kimia. Bakrie menjadi penyedia bahan baku melalui BRM (Bumi Resources Mineral) anak usaha BUMI.

Seperti diketahui, Grup Bakrie melalui BUMI mulai aktif masuk ke bisnis tambang emas, perak, tembaga, timah hitam, seng, intan, fosfat, hingga bijih besi, dengan mengakuisisi banyak perusahaan tambang yang kecil-kecil.

Anak-anak usaha dibidang non batubara ini lalu dikumpulkan menjadi satu di bawah BRM. Termasuk kepemilikan BUMI atas 24% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang juga ditempatkan di bawah BRM.

Dua bank China serta dua industri logam dari negara itu dikabarakn juga akan ikut bergabung dalam proyek tersebut. Sementara untuk pengembangan kawasan industri itu, Bakrie juga menggandeng perusahaan asal Thailand, Mataphut yang sudah berpengalaman membangun kawasan serupa di negaranya.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi soal rencana strategis kelompok usaha Bakrie di Kalimantan ini.

Sementara itu, pengamat pasar modal Irwan Ibrahim, menilai rencana Bakrie mengembangkan kawasan industri di Kutai Timur lebih menjadi sentimen positif bagi PT Bakrie and Brothers (BNBR) dibandingkan PT Bakrieland Development (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantation (UNSP) dan PT Bakrie Telecom (BTEL).

“Sebab, pembangunan itu menyangkut sektor konstruksi yang menjadi fokus BNBR,” timpalnya. Menurutnya, proyek itu memang akan dialokasikan untuk kontruksi jalan raya, gedung dan jalan tol,” imbuh Irwan. Karena itu, saham BNBR berpotensi menguat ke level Rp84-86 setelah ditutup menguat Rp5 (7,14%) pada perdagangan kemarin. [mdr/jin]

Sizter85
November 25th, 2010, 09:25 AM
Source, http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/25/183892/21/2/Pertamina-Bangun-Terminal-Minyak-Terbesar-di-Asia

Pertamina Bangun Terminal Minyak Terbesar di Asia
Kamis, 25 November 2010

BALIKPAPAN--MICOM: PT Pertamina sedang membangun pusat penampungan minyak mentah (centralized crude terminal-CCT) yang kapasitasnya terbesar kedua di Asia setelah Bahrain.

Terminal yang berlokasi di Lawelawe, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, itu akan mampu menampung 17,720 juta barrel minyak dan diharapkan sudah beroperasi selambat-lambatnya 2014.

"Saat ini sudah ada tujuh buah tangki yang berdiri dengan kapasitas masing-masing 880 ribu barrel," kata Fetty, Corporate Public Relations PT Pertamina Balikpapan, Kamis (24/11).

Secara bertahap hingga 2014 akan dibangun 20 tangki dengan kapasitas total 880 ribu barrel.

Tujuh buah tangki yang sudah ada sebenarnya sudah dibangun sejak 1980-an. Tangki-tangki itu dibuat untuk menyuplai bahan baku bagi kilang Balikpapan II.

Menurut Fetty, CCT itu akan membuat stok minyak Indonesia lebih stabil. Dengan stok yang stabil, harga juga bisa dijaga lebih konstan.

CCT berfungsi sebagai gudang minyak ini akan menjadi pemasok bahan baku tidak hanya bagi kilang Balikpapan, tapi juga bagi kilang-kilang Pertamina yang lain, yaitu Dumai, Riau, Plaju, Sumatra Selatan, Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Cilacap, Jawa Tengah, dan Sorong, Papua.

"Tidak menutup kemungkinan juga minyaknya kita jual kembali, terutama untuk kilang-kilang di sekitar Indonesia seperti di Filipina, Malaysia, dan Australia," ujar Fetty.

Minyak yang disimpan di tangki-tangki Lawelawe sebesar 60% akan berasal dari luar Indonesia alias minyak impor seperti Vietnam, China, Malaysia, Australia, Papua Nugini, Brunei, Azerbaijan, bahkan dari Afrika yaitu Nigeria, Libya, Sudan, dan Angola.

Sebanyak 40% sisanya berasal dari berbagai lapangan minyak Indonesia seperti dari Warukin dan Tanjung di Kalimantan Selatan,
Sepinggan, Bekapai, Handil, Senipah, Sangasanga, Badak, dan Sangatta di Kutai Kartanegara, dan dari Pulau Bunyu dan Tarakan di Tarakan, Kaltim.

Juga minyak dari sumur-sumur di Pulau Sulawesi, di Laut Jawa, Natuna, Langsa, dan di Jatibarang, Jawa Barat.

Kilang Balikpapan sendiri mampu mengkonversi per hari 280 ribu barrel minyak mentah menjadi berbagai produk bahan bakar. (Ant/OL-3)

Ampelio
November 25th, 2010, 09:38 AM
Source, http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/25/183892/21/2/Pertamina-Bangun-Terminal-Minyak-Terbesar-di-Asia

^^Lawe-lawe dari kota Penajam sbelah mananya? :)

...minggu kemaren saat melintas diatas Penajam, dari jendela pswat gw perhatikan ada 2 ruas pembangunan jalan cukup lebar (msg2 4 lanes) tapi belum sepenuhnya jadi... yg satu ruas memanjang menyusuri pantai sdgkan yg satu lagi dari pelabuhan Penajam menuju kantor Bupati yg baru.

Chris_Lyantto
November 26th, 2010, 02:10 PM
^^ itu coastal roadnya Penajam Om, sementara hanya menghubungkan perumahan punya pemkab (dkt kantor Bupati) menuju pantai nipahnipah. pekerjaannya masih terus berlanjut sambil menunggu pembebasan lahan.

Felix_Bpp
December 9th, 2010, 08:30 AM
berita bulan kemarin sih :D

Dua Pusat Penelitian Nasional akan Dipindahkan ke Kaltim
Jumat,12 November 2010

SAMARINDA - Dua lembaga pusat penelitian nasional direncanakan segera membangun unit penelitian baru di Kaltim. Dua pusat penelitian tersebut adalah Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.
"Saat ini sedang dilakukan proses penyusunan kelengkapan administrasi surat menyurat untuk mempercepat rencana tersebut," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangda) Kaltim, Dr H Syachrumsyah Asri ketika dihubungi melalui saluran telepon, Kamis (11/11).
PPKS Medan akan segera ‘memindahkan' fasilitas dan berbagai kemampuan mereka tentang pengelolaan sawit ke Kaltim. Penelitian kelapa sawit rencananya dipusatkan di kawasan agro technopark, kawasan yang dikembangkan Balitbangda Kaltim bekerjasama dengan Universitas Mulawarman dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Kaltim di kawasan Tahura Bukit Soeharto.
Berbagai keterampilan pengolahan kelapa sawit di antaranya sawit menjadi minyak goreng, margarin hingga menjadi serat kain pembuat pakaian, tali kapal dan lainnya akan dikembangkan di sini.
Model pengolahan kelapa sawit tersebut akan berdampingan dengan sentra gaharu, aren, buah langka, rotan, damar dan tanaman potensial dan langka lain di Kaltim.
"Masyarakat yang ingin melihat atau belajar tentang sawit, tentang tanaman potensial dan langka di Kaltim, tidak perlu jauh-jauh, cukup datang ke agro technopark ini," imbuh Syacrumsyah yang juga seorang peneliti senior Balitbangda.
Selain rencana pemindahan pusat penelitian kelapa sawit dari PPKS Medan, lembaga penelitian lain BPPT juga akan melakukan penelitian pengembangan kelautan di Kaltim. Rencananya base camp BPPT untuk penelitian pengembangan kelautan tersebut dipusatkan di kawasan Maloy, Kutai Timur atau kawasan industri Kariangau di Balikpapan. (sul/hmsprov).

http://www.kaltimprov.go.id/kaltim.php?page=detailberita&id=3996

Sizter85
December 25th, 2010, 09:37 AM
Quoted from [INDONESIA] Airports and Aviation News, -PART IX- (http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1089131)
credit to mouRINHO

Update bandara kalimarau, tanjung redeb, kabupaten berau, kalimantan timur


http://img801.imageshack.us/img801/4377/dscn0854rt.jpg (http://img801.imageshack.us/i/dscn0854rt.jpg/)


http://img149.imageshack.us/img149/4530/dscn0857e.jpg (http://img149.imageshack.us/i/dscn0857e.jpg/)


http://img830.imageshack.us/img830/8127/dscn0848b.jpg (http://img830.imageshack.us/i/dscn0848b.jpg/)


http://img228.imageshack.us/img228/3040/dscn0850a.jpg (http://img228.imageshack.us/i/dscn0850a.jpg/)


http://img844.imageshack.us/img844/4288/dscn0851r.jpg (http://img844.imageshack.us/i/dscn0851r.jpg/)


http://img524.imageshack.us/img524/2046/dscn0855d.jpg (http://img524.imageshack.us/i/dscn0855d.jpg/)


http://img802.imageshack.us/img802/4505/dscn0852.jpg (http://img802.imageshack.us/i/dscn0852.jpg/)

Sizter85
December 25th, 2010, 09:45 AM
Kamis, 23/12/2010
Adhi Karya Dapat Kontrak Baru Rp 1,2 Triliun

Jakarta - PT Adhi Karya Tbk (ADHI), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya menambah deretan kontrak baru, melalui pembangunan pusat pendidikan olahraga di Sentul, senilai Rp 1 triliun, dan PLTU Tanjung Selor, Kalimantan Timur, Rp 268 miliar.

Berdasarkan keterangan manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (23/12/2010), ADHI optimis dapat melampaui target perolehan kontak tahun 2010.

Tambahan kontrak baru senilai Rp 1,268 triliun diraih dari pembangunan pusat pendidikan, pelatihan dan sekolah Olahraga Nasional di Hambalang, Sentul serta proyek PLTU Tanjung Selor, Kaltim. "Hal ini kian membuktikan keseriusan ADHI dalam menggarap proyek-proyek EPC di Indonesia," jelas manajemen.

Selain itu, perseroan juga sebelumnya telah memperoleh beberapa kontrak. Diantaranya, pembangunan PLTU Balikpapan 2x100 MW dengan nilai Rp 2,3 triliun, juga ada pembangunan Apron Terminal III Bandara Soekarno-Hatta, Rp 156 miliar.

Juga ada pembangunan jalan layang Non-tol Kp. Melayu - Tanah Abang (stage 1: Sudirman-Casablanca) senilai Rp 213 miliar. "Manajemen ADHI optimis bahwa target kontrak baru tahun 2010 dapat terlampaui," paparnya.

http://www.detikfinance.com/read/2010/12/23/103257/1531371/6/adhi-karya-dapat-kontrak-baru-rp-12-triliun

Sizter85
January 7th, 2011, 03:20 PM
Jumat, 07/01/2011 16:34 WIB

23 Tower Dibangun di Perbatasan Indonesia-Malaysia

Samarinda - Pemerintah tengah berupaya merampungkan pendirian 5 tower besar serta 18 tower pemancar kecil di wilayah perbatasan Kalimantan Timur (Kaltim) dengan negara tetangga, Malaysia. Tower tersebut nantinya difungsikan sebagai pemancar siaran televisi nasional bagi masyarakat yang tinggal di perbatasan.

"Kementerian Dalam Negeri saat ini tengah membantu menyelesaikan pendirian tower itu," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Jauhar Effendi kepada detikINET, saat ditemui di Stasiun RRI Pro 1 Samarinda, Jl M Yamin, Jumat (7/1/2011).

Proses perampungan pendirian tower oleh pemerintah tersebut terletak di Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan serta Kabupaten Kutai Barat, yang memiliki akses serta batas darat dan laut dengan wilayah Malaysia.

"Tower itu mempermudah akses informasi. Khususnya siaran televisi," ujar Jauhar.

Selain siaran televisi dari Indonesia, penyebarluasan siaran radio juga menjadi target pemerintah bagi masyarakat di kawasan ketiga kabupaten tersebut di awal tahun ini.

"Siaran radio, seperti RRI juga akan disebarluaskan melalui tower-tower itu," imbuhnya.

Setelah sukses dengan penyebarluasan siaran televisi dan radio, ke depan sambung Jauhar, tower tersebut juga akan digunakan untuk menunjang sarana telekomunikasi.

"Semisal memperbolehkan operator selular untuk meletakkan pemancar sinyalnya. Tinggal bagaimana sharing dengan pemerintah," lanjutnya.

Tower pemancar berukuran besar nantinya memiliki ketinggian 72 meter yang diharapkan secara perlahan penggunaannya dapat menembus kawasan perbukitan di ketiga wilayah yang berbatasan dengan Malaysia.

"Tapi kita sadar, operator tidak akan tertarik memasang pemancarnya di suatu wilayah kalau penduduknya sedikit. Itu kan termasuk investasi bisnis," terang Jauhar.

Namun dengan penambahan tower dan kerjasama dengan operator selular, merupakan rangkaian dari strategi dirampungkannya perencanaan tata ruang tower Base Transceiver Station (BTS) yang ingin mengurangi wilayah di Kaltim yang tidak terjangkau sinyal telekomunikasi alias blank spot.

"Target kita di tahun 2013, tidak ada lagi blank spot," Jauhar menandaskan.

http://www.detikinet.com/read/2011/01/07/163452/1541845/328/23-tower-dibangun-di-perbatasan-indonesia-malaysia/?i991101105

Felix_Bpp
January 25th, 2011, 06:33 AM
Selasa, 25 Januari 2011 , 08:53:00
Amerika Incar Kaltim

SAMARINDA - Kalimantan, terutama Kaltim, yang kaya akan sumberdaya alam (SDA) dan berbagai potensi lainnya, ternyata tak hanya menjadi perhatian Jakarta (Pemerintah Pusat). Di luar itu, wilayah ini juga menarik perhatian negara adidaya, Amerika Serikat.
Hal tersebut diungkapkan pengamat kebijakan publik, Ichsanudin Noorsy, saat bicara dalam Seminar Nasional Bangkit Melawan Korupsi untuk Mewujudkan Island of Integrity di Kaltim, di Ballroom Hotel Bumi Senyiur, Senin (24/1). Seminar gelaran Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Samarinda, selain menghadirkan Ichsanudin, ada juga Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kaltim Dachamer Munthe, dan moderator Sofyan Masyur, direktur Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) Area Kaltim.
Ichsanudin menjelaskan, Kalimantan dengan kekayaan bumi yang dimiliki tak hanya menjadi perhatian Amerika, tapi juga negara-negara besar lainnya. Indikatornya, tentu karena kekayaan alam.
Di bidang ekonomi, terang dia, Amerika dan Tiongkok tentu punya kepentingan terhadap kekayaan di bumi Kalimantan. Apalagi, kedua negara itu di level internasional bersaing dalam hal perekonomian.
“Kalimantan, khususnya Kaltim, tak hanya jadi pusat perhatian Jakarta, tapi juga Washington (Amerika),” kata pria yang juga pengamat ekonomi itu.
Dia menyebutkan, ada beberapa indikator mengapa dirinya berstatemen soal posisi Kalimantan yang menarik perhatian Amerika. Salahsatunya, karena selama ini sudah beberapa kali orang penting di Amerika bertandang ke Kalimantan. Salahsatunya, kata dia, George Soros, seorang spekulan pasar uang berkebangsaan Amerika yang pernah singgah di Kalimantan Tengah sebelum bertandang ke Jakarta.
“Seorang George Soros pernah singgah di Kalteng, itu tentu harus jadi perhatian,” tuturnya.
Sekadar diketahui, beberapa literatur di dunia maya menyebutkan, salahsatu yang membuat terkenal George Soros karena tindakannya yang menjadi salahsatu penyebab krisis ekonomi di Asia pada 1997. Negara yang paling terkena dampaknya adalah Korea Selatan, Thailand, dan Indonesia.
Saat itu, mata uang ketiga negara tersebut menjadi rendah terhadap dolar Amerika. Rupiah yang awalnya Rp 2.000 hingga Rp 2.400, meroket menjadi Rp 9.000 hingga Rp 9.500 saat terjadi krisis.
Kembali ke Ichsanudin, dirinya mengaku, selain soal kedatangan Soros tersebut, dia juga punya data-data lain yang terkait dengan statemennya tersebut.
Dia menilai, di mata dunia internasional, posisi Kalimantan strategis. Khususnya, mengenai potensi alam yang dimiliki itu.
Untuk Kaltim, sejak dulu terkenal sebagai salahsatu provinsi kaya di Indonesia. Data yang diperoleh media ini dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, dalam tiga tahun terakhir Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim angka rata-ratanya Rp 300 tiriliunan. Pada 2008, jumlah PDRB Rp 315 triliun, tahun 2009 jumlahnya sempat turun menjadi Rp 281 triliun. Pada 2010, diprediksi angkanya kembali pada posisi di atas Rp 300 triliun.
Di luar itu, Kaltim juga tercatat sebagai provinsi penghasil batu bara. Pada 2010 lalu, jumlah produksi “emas hitam” dari Bumi Etam menyentuh 142.987.594 ton. Belum lagi sumberdaya batu bara yang dimiliki.
Data Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kaltim, pada 2008 sumberdaya batu bara di Kaltim 18.588.110.000 ton, dari jumlah itu cadangan yang bisa ditambang ada 4.135.310.000 ton. Meningkat pada 2009 menjadi, 21.874.410.000 ton sumberdaya dan 5.002.010.000 ton untuk cadangan yang bisa ditambang.
Pada 2010 jumlah sumberdaya ada 28.453.204.960 ton, dan cadangan 7.797.832.984 ton. (far)

Ampelio
January 25th, 2011, 11:25 AM
^^AS, China atau negara mana aja silakan masuk Kaltim :) ....tapi plz jangan cuma mengeksploitasi tambang doang dan gak mau bangun infrastruktur... :bash:
...jangan sampai tanah-tanah d Kaltim jadi korban kapitalis seperti tambang Freeport d Papua :ohno:

------------------------------------------------------------------------------------------------

http://img689.imageshack.us/img689/2945/penajam27.jpg (http://img689.imageshack.us/i/penajam27.jpg/)
^^btw ada yg tahu gak, banguna di Penajam diatas yg baru jadi ni fungsinya sbg kantor apa? :)

Haiz08
February 4th, 2011, 04:58 PM
TARAKAN – Mega proyek pembangunan bandara baru Juwata Tarakan yang direncanakan selesai pada 2013 mendatang, saat ini sudah memasuki penyelesaian proyek tahap pertama. Yakni penyelesaian rangka bangunan terminal, lengkap dengan dua bangunan sebagai jalur garbarata, serta pematangan lahan untuk landasan baru yang lebih panjang lagi luas, dan teknologi radar yang lebih modern.

Konsep megah yang digunakan bandara internasional kelas I milik pemerintah ini akan mengadopsi visi Tarakan menuju the new Singapore, yakni bandara di dalam mal. “Konsep pembangunan ini dari keinginan pak Jusuf SK dan pak wali kota sekarang, mengadopsi the new Singapore. Jadi nanti bandara ini di dalam mal,” terang Kepala Bandara Juwata Tarakan, H Husni Djau.

Model terminal nanti juga mengikuti model bandara baru lainnya di Indonesia. Salahsatunya mengikuti kemegahan Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. “Cuma dari segi ukuran kita masih lebih small,” jelas Husni kepada Radar Tarakan (Kaltim Post Group), kemarin.

Pada pembangunan landasan pacu (runway), rencananya akan ditambah dari 2.250 meter menjadi 2.500 meter dengan lebar landasan mencapai 45 meter. Jenis pesawat berbadan besar, seperti Airbus 330 Boeing 767 yang berpenumpang 325 orang, sudah dapat mendarat di bandara ini. Saat ini proses pematangan lahan sudah selesai.

Rencananya proses pengaspalan akan dimulai tahun ini dengan dilengkapi selang-selang besi yang berfungsi mengeluarkan air jika mengendap pada aspal runway. “Sehingga pondasi jalur pesawat tidak basah dan lebih cepat kering,” terang Husni.

Dikatakannya, mega proyek konstruksi pembangunan bandara baru ini merupakan proyek percepatan yang sebenarnya baru dimulai pada 2015. Yakni anggaran dari APBD Kaltim dan APBN yang diproyeksikan untuk tahun mendatang namun lebih cepat diserap. “Kita berupaya percepat sistem pelayanan yang lebih baik. Karena itu anggaran tambahan untuk tahun selanjutnya kita ajukan di tahun ini,” jelas Husni.

Hal ini sebagai langkah dalam mengatasi jumlah calon penumpang yang tiap tahun terus bertambah. Jika tiga tahun lalu penumpang per hari masih sekitar 300 hingga 400 orang, namun sekarang sudah mencapai 1.200, bahkan mencapai 2.400 penumpang per hari. Pembangunan bandara yang lebih representatif ini juga diproyeksikan sebagai bandara provinsi jika nantinya provinsi Kalimantan Utara terbentuk.

Sementara itu, mengenai adanya kenaikan tarif airport tax dari Rp 30 ribu per penumpang menjadi Rp 40 ribu yang terjadi di bandara Sepinggan Balikpapan, kata Husni, tidak demikian juga berlaku di Tarakan. “Belum ada rencana kenaikan itu. Kalaupun ada bukan keinginan dari pihak bandara, melainkan langsung dari pusat,” terangnya. (ash/kpnn/ran)

Source (http://www.kaltimpost.co.id/index.php/main/praca/account_manger_lokalizacja_poznan?mib=berita.detail&id=88473#)

Haiz08
February 5th, 2011, 08:15 AM
http://i221.photobucket.com/albums/dd3/son2_photo/IMG00120-20110204-0955.jpg
setelah sekian lama ga ada kabar......
akhirnya dibangun juga......

Sorry Kabur.... foto dari HP.....
hahahaha.....

senoholic09
February 5th, 2011, 09:38 AM
^^

proyek apa nih?bandara Juwata kah? :okay:

Haiz08
February 5th, 2011, 09:43 AM
^^

proyek apa nih?bandara Juwata kah? :okay:

Yup!!
Bandara Juwata......
aku aja kaget kok....... lama dah ga kedengar... eh pas ke bandara jemput keluarga ada yg ginian.... :)

itu dah keliatan 2 garbaratanya.... :okay:

@b1
February 5th, 2011, 09:52 AM
^^punya renderingnya gak?

mouRINHO
February 5th, 2011, 09:52 AM
Haiz08 domisili di tarakan kah? bisa update tuh trit tarakan.... :cheers:

berarti bandara juwata tarakan akan menjadi bandara kedua di kaltim yang memiliki garbarata setelah kalimarau berau.... dua2nya berada di wilayah utara kaltim... :)

ada punya renderingnya gak ya? kalo ada diposting donk....

Haiz08
February 5th, 2011, 09:58 AM
Radar......
http://i221.photobucket.com/albums/dd3/son2_photo/IMG00121-20110204-0956.jpg
Sebenarnya malu mau Share Pic Ini........
soalnya keliatan bgt HP ane hambur adul.......
wahahahahhaha..........

@ @b1
waduh......
ga ada eh.......
ini aja foto numpang lewat...... >.<

Sizter85
February 5th, 2011, 10:00 AM
^^Thanks Haiz,.. silent but sure,.. gak pernah kedenger beritanya udah progress aja nih JUWATA, sama kayak KALIMARAU :okay:

Haiz08
February 5th, 2011, 10:15 AM
Haiz08 domisili di tarakan kah? bisa update tuh trit tarakan.... :cheers:

berarti bandara juwata tarakan akan menjadi bandara kedua di kaltim yang memiliki garbarata setelah kalimarau berau.... dua2nya berada di wilayah utara kaltim... :)

ada punya renderingnya gak ya? kalo ada diposting donk....

Yup!! saya asli Tarakan.........
klo update sebisa saya yah...... :)

kalimarau dan juwata sama2 ada 2 garbarata..... :banana:
klo ga salah dulu rencananya 4 deh......

daroe_909
February 8th, 2011, 05:59 PM
ini saya 'nemu' di stand Dinas Perhubungan Kaltim @Kaltim Fair... :)
-sorry,,picture 'seadanya' - :D

Bandara Juwata Tarakan
http://img18.imageshack.us/img18/7505/z03576.jpg (http://img18.imageshack.us/i/z03576.jpg/)

daroe_909
February 8th, 2011, 06:13 PM
kalau ini 'nemu' di stand Dinas PU Kaltim ... :D

http://img132.imageshack.us/img132/5817/zdsc03578.jpg (http://img132.imageshack.us/i/zdsc03578.jpg/)


Di Stand BPPMD
http://img545.imageshack.us/img545/1481/zpict0857.jpg (http://img545.imageshack.us/i/zpict0857.jpg/)

:okay:
http://img708.imageshack.us/img708/8279/zdsc03575.jpg (http://img708.imageshack.us/i/zdsc03575.jpg/)

http://img641.imageshack.us/img641/8038/zdsc03574.jpg (http://img641.imageshack.us/i/zdsc03574.jpg/)

@b1
February 12th, 2011, 02:05 PM
Pernah ada kabar kalo Bontang mo bikin bandara baru, tapi kok belum direalisasikan juga? Bahkan konon di Indoflyer ada yang bilang kalo Bontang bakal punya bandara tahun 2014.

Harusnya tuh Bontang belajar dari Tarakan ama Berau yang udah punya terobosan bikin bandara super-modern.

@b1
February 16th, 2011, 05:03 PM
^^ Berita lama, namun belum diwujudkan juga

Iya saya juga pernah baca dari source forum tetangga http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=559233&page=7

========================

berikut artikel terkait :

Minggu, 4 Januari 2009
Bandara Bontang Lestari Ditarget 2011

BONTANG- PEMKOT Bontang menargetkan tahun 2011 Bontang akan memiliki bandara baru. Menurut rencana, bandara itu akan dibangun di Bontang Lestari, di lahan yang sebelumnya menjadi landasan pacu terbang layang saat pelaksanaan PON XVII lalu. Bandara itu juga dimaksudkan sebagai pengganti bandara khusus yang kini dimiliki PT Badak NGL.

“Kita berharap rencana bandara di Bontang Lestari itu bisa terealisasi sesuai target. Jika tidak meleset dari rencana, pembangunan bandara bisa rampung 2011 mendatang,” kata Sekkot Bontang H Adi Darma. Saat ini tambahnya, pemkot tengah mengurus semua perizinan ke pemerintah pusat.

Dijelaskannya sebagai bentuk keseriusan agar Bontang memiliki bandara yang dapat didarati pesawat berbadan lebar, pemkot sudah mendatangkan pejabat Direktorat Perhubungan Udara Departemen Perhubungan (Dephub) ke Bontang Lestari untuk melihat sekaligus melakukan studi kelayakan. Saat peninjauan lokasi, tim Direktorat Perhubungan Udara didampingi manajemen PT Badak NGL, termasuk Wakil Wali Kota Sjahid Daroini.

Dari hasil pemantauan tim, Adi mengutip ada beberapa hal yang mendapat perhatian. Misalnya persyaratan yang harus dipenuhi untuk membangun bandara. Antara lain, lokasinya harus terbuka, tidak ada gangguan gunung, arah angin dan tanahnya juga harus datar," sebut Marlothar, satu dari sekian anggota tim Dirjen Perhubungan Udara.

Sudah menjadi ketentuan, sebelum bandara dibangun harus dilakukan studi kelayakan lokasi yang mencakup beberapa aspek. Di antaranya aspek teknis, operasional, ekonomi, lingkungan dan angkutan udara. "Hal-hal itulah yang nantinya menjadi acuan dalam studi kelayakan untuk pembangunan bandara. Jika dinilai layak, maka pembangunan bandaranya bisa dilakukan," kata Adi meniru ungkapan Marlothar.

Sesuai kesepakatan antara manajemen PT Badak NGL dan Pemkot Bontang lalu, perusahaan pengolah gas alam cair terbesar di dunia ini mendukung sepenuhnya pembangunan bandara di Bontang Lestari.

Bentuk dukungannya yakni bersedia menutup bandara khusus PT Badak NGL, jika bandara Bontang Lestari mulai beroperasi. Alasannya, karena bandara yang selama ini menjadi alat transportasi udara karyawan PT Badak NGL dan PT PKT itu tingkat kerawanan kecelakaannya cukup tinggi. Kanan-kiri bandara kini mulai dipadati bangunan rumah penduduk. (ms)
__________________

Dari Indoflyer

http://www.indoflyer.net/forum/tm.asp?m=314374

joeylen
February 18th, 2011, 10:54 AM
18 Proyek Pembangunan Prioritas Harus Diperjuangkan
[Kamis,03 Februari 2011]

?SAMARINDA - Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak menegaskan ada 18 proyek pembangunan prioritas yang perlu segera dituntaskan, termasuk perjuangan untuk mendapatkan dukungan dana APBN. Sangat wajar Kaltim menuntut perhatian itu, sebab Kaltim merupakan salah satu provinsi penghasil devisa terbesar bagi negara.
"Saya kira, tuntutan demi tuntutan ini jangan sampai kita padamkan, tetapi harus dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya dengan melakukan lobi-lobi ke pusat, dilakukan secara bersama antara legeslatif dan eksekutif," kata gubernur pada Diskusi Bulanan Serikat Pekerja Pers (SPS), Selasa lalu.
Perjuangan bersama itu menjadi sangat penting untuk mewujudkan target-target pembangunan yang telah direncanakan. Gubernur sangat menyadari bahwa tugas pemerintah cukup berat, namun dengan kerjasama yang baik antara eksekutif dan legeslatif, berbagai hambatan yang muncul diyakini gubernur akan mampu diatasi dengan baik.
18 proyek pembangunan prioritas tersebut adalah penuntasan pembangunan Jalan Lintas Kalimantan Poros Selatan dan Tengah Kaltim, Jalan Tol, Jembatan Pulau Balang, Jembatan Mahkota II, Terminal Peti Kemas Kariangau Balikpapan, Terminal Peti Kemas Palaran, Pelabuhan Maloy, Pelabuhan Kuala Samboja, Pelabuhan Lok Tuan Bontang, Terminal Bandara Sepinggan, Bandara Samarinda Baru (BSB), Pengembangan Bandara Kalimarau Berau, Pengembangan Bandara Juata Tarakan, Infrastruktur Kawasan Perbatasan, Pembangunan Prasarana Air Baku, Banjir Kota Samarinda dan Swasembada Beras.
Sejumlah pembangunan prioritas ini merupakan program yang harus diperjuangkan dan segera diwujudkan, selain program pembangunan lain yang masih menanti perhatian dan sentuhan lebih jauh.
"Mewujudkan pembangunan seperti harapan masyarakat memang tidak mudah, tapi saya yakin dengan kerjasama optimal antara eksekutif dan legeslatif, cita-cita itu pasti bisa kita capai," yakin gubernur.
Gubernur mengajak seluruh komponen daerah ini agar kembali bergairah, meningkatkan partisipasi, mengokohkan persatuan dan kesatuan serta mengembangkan kehidupan politik yang sehat dan dinamis.
"Satu politik kita, Membangun Kaltim Untuk Semua," demikian Awang Faroek Ishak.

Ampelio
February 19th, 2011, 09:27 PM
Pernah ada kabar kalo Bontang mo bikin bandara baru, tapi kok belum direalisasikan juga? Bahkan konon di Indoflyer ada yang bilang kalo Bontang bakal punya bandara tahun 2014.

Harusnya tuh Bontang belajar dari Tarakan ama Berau yang udah punya terobosan bikin bandara super-modern.

^^Bandara Bontang Lestari memang sudah masuk RTRW Kota Bontang 2010 tetapi bukan prioritas utama Pemprov.Kaltim mengingat skrg ni masih ada Bandara Badak NGL yg masih beroperasi dan melayani flight dari/ke BPN wlaupun statusnya milik BUMN :cheers:

yudibali2008
February 22nd, 2011, 09:40 AM
Walikota Bontang Resmikan Pasar Senilai Rp 39 Miliar

http://kaltim.tribunnews.com/foto/berita/2011/2/1/Walikota_Bontang_Menandatangani_Prasasti_Peremian_Pasar_Telihan_edit.jpg
Walikota Bontang menandatangani prasasti saat meresmikan Pasar Telihan, Selasa (1/2/2011).

BONTANG, tribunkaltim.co.id - Proyek pembangunan Pasar Taman Telihan Bontang yang menelan biaya sebesar Rp 39.999.666.000, akhirnya rampung. Selasa (1/2/2011) hari ini pasar semi tradisional modern diresmikan Walikota Bontang Andi Sofyan Hasdam.

Peresmian dihadiri Wakil Walikota Sjahid Daroini, Ketua DPRD Neni Moerniaeni, unsur Muspida Bontang, kalangan perbankan dan ratusan undangan asosiasi pedagang pasar.

Dalam sambutannya, walikota meminta agar proses pengisian kios pasar yang berjumlah 473 unit dilakukan secara adil dan transparan. "Jangan sampai ada pedagang yang memiliki lebih dari satu kios. Saya juga minta semua pemilik kios tidak diperbolehkan menjual atau menyewakan lagi kios mereka kepada pedagang lain," tegasnya.

Untuk itu, walikota meminta agar dinas teknis yang menangani pengelolaan pasar mendata seluruh pedagang yang menempati kios dan melaporkan data tersebut kepada DPRD. (*)

Tribun News (http://kaltim.tribunnews.com/2011/02/01/walikota-bontang-resmikan-pasar-senilai-rp-39-miliar)

yudibali2008
February 23rd, 2011, 10:02 AM
Buru Adipura, Jembatan Pun Dicat

23 Feb 2011

BONTANG – Kelurahan Loktuan menggelar gotong royong mengecat jembatan Selambai Senin (21/2) kemarin. Pengecatan dilakukan di sisi kiri dan kanan jembatan maupun pada pembatas pembagi jembatan. Kegiatan melibatkan organisasi masyarakat (Ormas) seperti Forum Kota Sehat (Forkohat), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) serta Babinsa dan Kamtibmas Kelurahan Loktuan.
“Kami mengecat jembatan ini agar fungsi sebagai pengaman berlaku. Dan tentu saja agar jembatan terlihat bersih. Pengamanan kan tidak harus berbentuk pagar, tapi menggunakan cat ini juga bisa menjadi rambu-rambu bagi warga yang melintas,” terang Lurah Loktuan Haedar.
Dijelaskan banyak pihak yang terlibat dalam pengecatan. Selain sejumlah RT, juga ada LPM serta Karang taruna dan dinas kebersihan. “Sebelum ini jembatan juga kami perbaiki, dan sekarang kami cat supaya yang pelintas bisa lebih berhati-hati,” kata Ketua LPM Loktuan Syariffudin Dillah. Ia juga menyebut untuk pengecatan hitam dan putih sedikitnya dihabiskan sekitar 40 kilogram cat.
Dua hari sebelumnya Kelurahan Loktuan juga menggelar fogging (pengasapan) di RT 2 dan 26. Berbagai upaya yang dilakukan untuk menjaga kebersihan itu tak lain untuk mendukung Bontang agar dapat meraih kembali penghargaan Adipura dan Kota Sehat.
Untuk diketahui Bontang telah beberapa kali meraih penghargaan Adipura untuk kategori kota sedang dan penghargaan kota sehat. Salah satu indikator penilaian kedua penghargaan itu adalah kebersihan fasilitas umum seperti jalan umum serta program kegiatan-kegiatan kebersihan lingkungan. Maka tak heran jika sejumlah kelurahan di Bontang rutin menggelar kegiatan berkait dengan kebersihan di setiap program kerja yang diagendakan. (*/ica/kpnn/ms)

Kaltim Post (http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=90936)

Sizter85
February 26th, 2011, 11:39 AM
Sabtu, 26 Februari 2011
Kukar Masih Siap Bangun Bandara Internasional

ADA yang menarik di balik kunjungan kerja (Kunker) Komisi III DPRD Provinsi Kaltim yang dipimpin HM Syahrun HS, kemarin. Persoalan pembangunan bandara di Samarinda dan tidak kunjung selesai, jadi perhatian komisi membidangi pembangunan infrastruktur ini untuk melanjutkan kembali rencana pembangunan bandara internasional di Loa Kulu, Kukar.
Hal ini terungkap setelah Syahrum melihat tanyangan grand strategy pembangunan Kukar melalui audio visual, yang salah satu bagiannya menggambarkan pesawat terbang sedang landing di bandara internasional Kukar tersebut.
Usai pemutaran video visual tersebut, Syahrun kontan berujar "Saya teringat saat itu, rencana pembangunan bandara internasional di Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara dengan desainnya hingga kajiannya sudah siap untuk dibangun. Saat itu kita sepakat pembangunannya di Loa Kulu, namun seiring dengan perjalanannya diputuskan di Samarinda dengan nama Bandara Samarinda Baru (BSB)," ujarnya.
Namun seiring tidak selesainya pembangunan BSB, menurut Syahrun, bandara pengganti Temindung di Samarinda itu bisa saja dipindahkan ke Kukar. "Insya Allah nanti saya ajak teman-teman lainnya untuk membahas masalah ini. Tapi saya dengar saat ini dilakukan tender ulang pembangunannya. Ya kita lihat saja nanti, yang terpenting kita ingin yang terbaik," ujar politisi Golkar dari dapil Kukar-Kubar ini.
Wabup HM Ghufron Yusuf yang mendengar gagasan itu, langsung menyambut baik, Dia mengatakan lahan yang sedianya dibangun bandara di Loa Kulu, sampai saat ini masih siap dibangun bandara. "Lahan yang ada di Loa Kulu masih bagus dan siap dibangun bandara internasional. Walau pun pengurusan izinnya belum, tapi yang terpenting terlebih dahulu mendapat rekomendasi dari DPRD Provinsi Kaltim, masalah perizinan bisa diurus kemudian," ujarnya. (hmp04)

http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=91301

Sizter85
March 14th, 2011, 04:29 AM
Senin, 14 Maret 2011
Kaltim Sepakat Beli Pesawat
Gubernur: Terserah Jika Ada yang Mengatakan Wacana

SAMARINDA-Pemprov Kaltim dan 14 kabupaten/kota sepakat membeli pesawat. Ini salah satu hasil pertemuan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak degan bupati/wali kota di Jakarta beberapa waktu lalu. Hasil pertemuan itu dibeber Awang ketika bincang dengan wartawan, akhir pekan lalu. “Semua bupati dan wali kota dalam pertemuan itu sepakat, kita harus beli pesawat. Saat itu, semua aklamasi,” kata Awang.

Menurutnya, soal uang untuk membeli “burung besi” itu, tentu dengan mekanisme kolaborasi antara Pemprov Kaltim, 14 kabupaten/kota, ditambah investor. Dengan metode begitu, membeli pesawat bisa mudah terealisasi.

Menurutnya, pesawat yang dibeli tentu disesuaikan dengan kondisi Kaltim saat ini. Awang memberi gambaran, bisa membeli pesawat CN 212 , Grand Caravan, atau ATR. Sebulan lagi, kata dia, akan ada paparan dari konsultan terkait hal tersebut. ”Kita tunjuk konsultan yang berpengalaman. Karena, mengelola penerbangan ini tidak gampang, kita juga harus berpikir apakah menjalankan sendiri atau berkerjasama,” tuturnya.

Pesawat yang dibeli, terang dia, nantinya tentu akan dioperasikan untuk penerbangan di wilayah Kaltim. Misalnya, penerbangan ke utara atau kawasan perbatasan. Pertemuan dengan konsultan, juga untuk membahas berapa harga pesawat, berapa alokasi dana untuk pembelian dari Pemprov, pemkab/pemkot, dan swasta, serta hal lainnya.

Dia menambahkan, Pemprov serius merealisasikan pembelian pesawat ini. Jika ada pihak yang mengatakan itu hanya wacana, Awang tak mempermasalahkan. Karena, merealisasikan pembelian pesawat itu sebenarnya bukan perkara susah. Apalagi, jika semua potensi pendanaan bisa bersatu. “Jadi jangan dikira dengan rencana pembelian ini kita mengharap sama APBD saja. Tidak,” tuturnya.

Pihaknya, tentu akan mengajak pengusaha-pengusaha Kaltim untuk bekerjasama dalam pembelian ini. “Nggak semua program yang saya sampaikan itu harus dikerjakan dengan dana APBD, kita bisa melibatkan pengusaha,” tuturnya.

Terkait pembelian pesawat, sebelumnya Awang menyebutkan, pihaknya saat ini tengah melakukan peningkatan kualitas hampir semua bandara di provinsi ini. Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan dalam tahap memperpanjang landas pacu dari 2.500 meter menjadi 3.250 meter. Demikian pula proyek Bandara Samarinda Baru (BSB) yang akan terus dilanjutkan.

“Tidak ada keinginan kita untuk memindahkan BSB ke Loa Kulu (Kutai Kartanegara, Red.) dan sebagainya. BSB tetap saja di sini (Samarinda, Red.), karena kita sudah investasi besar,” katanya. BSB ke depan akan menjadi feeder airport. Semua penerbangan di 13 kabupaten/kota pusatnya di Samarinda. Demikian juga dengan penerbangan ke kawasan perbatasan.(far/ha/kpnn)

http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=52253

yudibali2008
March 16th, 2011, 03:21 PM
Landasan Bisa Didarati Garuda

16 Maret 2011

TANJUNG REDEB - Dalam kunjungan kerja dua hari di Berau, Sekprov Irianto Lambrie menyempatkan diri meninjau berbagai kegiatan pembangunan yang juga didanai Pemprov Kaltim. Di antaranya pembangunan terminal utama Bandara Kalimarau dan pembangunan turap sekitar bandara.
Didampingi Sekkab Ibnu Sina Asyari, Kepala Dinas Perhubungan Busairi dan Asisten II Sekkab Berau Suparno Kasim, meninjau terminal utama bandara dengan masuk di pintu utama. Ruang keberangkatan ditempatkan peralatan X-Ray serta sebanyak 10 bagian reservasi penumpang.
”Kita menyiapkan untuk banyak penerbangan yang ingin membuka rute ke Kalimarau,” kata Tatang, dari PT Total Bangun Persada selaku kontraktor.
Melalui tangga dan eskalator, Irianto yang juga menghadiri kegiatan pertemuan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan se-Kaltim serta melantik pengurus Korpri, melihat suasana ruang di lantai dua, ruang tunggu keberangkatan. Di ruang ini, terdapat dua ruang berukuran besar, yang menjadi ruang tunggu keberangkatan. Namun, yang satu ruangan tepat berhadapan dengan pintu masuk garbarata.
”Untuk sementara, garbarata ini masih dibangun satu unit, nanti akan melihat perkembangan. Fasilitas bangunannya sudah disiapkan,” kata Tatang.
Setelah melewati lorong garbarata, Irianto merasa terkesan dengan tata ruang yang ada di lantai dua ruang keberangkatan yang sejuk. Serta mampu membuat penumpang betah, apalagi disiapkan ruang khusus untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan koperasi dan UKM serta kerajinan khas daerah.
Ruang yang lapang, jelas membuat penumpang betah. Apalagi, dinding kaca yang juga bisa menyaksikan pergerakan pesawat yang tiba, maupun seluruh aktivitas bandara. Yang lebih menarik lagi, diakui Irianto, bila panjang landasan pacu dan lebarnya sudah memungkinkan, akan menarik minat pihak Garuda untuk membuka jalur di Kalimarau.
Potensi penumpang maupun fasilitas bandara sudah sangat memungkinkan. ”Saya optimistis, Garuda bakal masuk ke Kalimarau,” kata Irianto. (hms2/eff)

Kaltim Post (http://www.kaltimpost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=93381)

Salut buat Berau :cheers:

daroe_909
March 19th, 2011, 04:16 AM
Kepala BKPM Gita Wirjawan Resmikan PTSP dan Call and Contact Centre

SAMARINDA–vivaborneo.com, Gubernur Awang Faroek Ishak menaruh keyakinan besar, investor dalam dan luar negeri masih sangat berminat menanamkan investasinya ke Kaltim. Pasalnya, menurut Awang, peluang investasi di daerah kaya sumber daya alam ini masih sangat terbuka.

“Saya sangat yakin, Kaltim mampu menarik investasi lebih besar di masa-masa yang akan datang. Apalagi sekarang, Kaltim telah memiliki Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang pasti akan banyak membantu kemudahan pelayanan perijinan,” kata Awang Faroek saat memberi sambutan pada peresmian PTSP Kaltim yang dihadiri Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wiryawan di Halaman Kantor Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim, Jumat (18/3).

Potensi-potensi yang dimaksudkan gubernur adalah pemanfaatan sumber daya alam tak terbarukan (unrenewable resources) dan produk-produk sumber daya alam lainnya yang hingga kini belum dioptimalkan, seperti Coal Bed Methane (CBM) dengan cadangan yang tersimpan di perut bumi Kaltim sekitar 108,3 TSCF (Trillion Standard Cubic Feet). Jumlah yang sangat besar sekitar 23,5 persen cadangan CBM nasional.

Selain CBM Kaltim juga masih menyimpan banyak potensi sumber daya alam tak terbarukan dan sumber daya alam terbarukan, termasuk untuk mendukung pengembangan Kaltim sebagai pusat agroindustri nasional. Program pengembangan pertanian dalam arti luas, pertanian dan perkebunan membutuhkan investasi di bidang industri pengolahan berbagai produk turunan (down stream).

Program pembangunan Kaltim lanjut Awang masih memerlukan investasi PMDN dan PMA untuk kegiatan usaha industri makanan, transportasi, gudang, telekomunikasi, tanaman pangan dan perkebunan, pertambangan, perumahan, kawasan industri dan perkantoran, listrik, gas, air dan jasa lainnya.

Awang menambahkan, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kaltim pada tahun 2009 berada di posisi ke-11, kemudian meningkat pada 2010 ke posisi 5 Nasional di bawah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Banten dengan nilai investasi US$ 988,7 juta atau setara dengan Rp1,09 triliun.

Sedangkan untuk investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) jika pada 2009 Kaltim masih berada di urut 18 secara nasional, maka pada tahun 2010, investasi ke Kaltim melonjak pesat hingga mencapai Rp7,8 triliun. Kaltim bahkan berada di ranking ke-3 Nasional setelah Jawa Barat dan Jawa Timur...[selengkapnya (http://www.vivaborneo.com/kepala-bkpm-gita-wirjawan-resmikan-ptsp-dan-call-and-contact-centre.htm)]

>> www.vivaborneo.com

joeylen
March 24th, 2011, 01:28 AM
PDRB Kaltim Rangking Lima Nasional

SAMARINDA - Kontribusi Kaltim terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sesuai harga berlaku Migas 2010 Rp320,96 triliun.
PDRB berasal dari sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan yang padat modal mencapai 72,6 persen namun sedikit menyerap tenaga kerja. Meski kondisi itu memosisikan Kaltim pada peringkat lima nasional setelah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah dalam jumlah PDRB, nampaknya tak berpengaruh banyak terhadap kesejahteraan masyarakat. Demikian diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Rusmadi kepada Koran Kaltim kemarin.
“PDRB Kaltim 2010 memberi sumbangsih terbesar terhadap PDB nasional. Tapi kondisi itu tak berdampak positif terhadap kesejahteraan Kaltim. Sebab dana yang diperoleh Kaltim dari kontribusi itu kurang dari 10 persen yang kembali ke Kaltim senilai Rp24 triliun,” jelasnya.
Karena itu ia menilai sangat wajar jika Kaltim mendapatkan porsi lebih adil dan berimbang sesuai kontribusi yang diberikan. Sebab jika dibandingkan kontribusi PDRB tiga* provinsi di Kalimantan hanya Rp40 triliun dan tak melebihi kontribusi PDRB Kaltim. Selain itu jika dibandingkan dengan 17 provinsi di Indonesia timur juga tak akan menyamai kontribusi diberikan Kaltim terhadap PDB nasional yang hanya mencapai 2 persen.
“Porsi yang wajar yang diinginkan Kaltim, sehingga aspek keadilan benar-benar terlaksana sesuai dengan kontribusi yang diberikan. Sebab pembangunan di Kaltim masih membutuhkan dana dan dukungan pemerintah pusat namun yang diberikan tak seimbang dengan kontribusi yang disetorkan ke PDB nasional,” terangnya.
Ia juga menjelaskan PDRB perkapita Kaltim pada 2009 mengalami peningkatan jika dihitung dengan Migas sebesar Rp90,04 juta dan pada 2010 Rp90,40 juta dan menempatkan perkapita Kaltim pada posisi ketiga setelah DKI Jakarta dan Riau. Sedangkan secara nasional laju pertumbuhan penduduk Indonesia pertahun selama 10 tahun terakhir adalah 1,49 persen. Laju pertumbuhan penduduk Kaltim sebesar 3,80 persen merupakan tertinggi ketiga sebelum Papua dan Riau. Jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia maka kepadatan penduduk di Kaltim relatif rendah dilain pihak arus migrasi mengalami trend peningkatan.
“Angka IPM menjadi indikator peningkatan kualitas SDM yang meningkat tahun 2008 sebesar 74,52 menjadi 75,1 pada tahun 2009 dan Kaltim hingga saat ini berada di peringkat kelima nasional,” tambahnya.

http://m.korankaltim.co.id/read/m/6273

Van Koetai
April 11th, 2011, 06:35 AM
http://img26.imageshack.us/img26/4920/maloy1.jpg (http://img26.imageshack.us/i/maloy1.jpg/)


http://img191.imageshack.us/img191/3874/maloy2.jpg (http://img191.imageshack.us/i/maloy2.jpg/)

Van Koetai
April 11th, 2011, 06:37 AM
http://img4.imageshack.us/img4/5352/maloy4.jpg (http://img4.imageshack.us/i/maloy4.jpg/)


http://img560.imageshack.us/img560/7387/maloy5.jpg (http://img560.imageshack.us/i/maloy5.jpg/)


http://img163.imageshack.us/img163/8619/maloy3.jpg (http://img163.imageshack.us/i/maloy3.jpg/)

Van Koetai
April 11th, 2011, 06:43 AM
http://img251.imageshack.us/img251/3839/maloy7.jpg (http://img251.imageshack.us/i/maloy7.jpg/)


http://img35.imageshack.us/img35/6412/maloy8.jpg (http://img35.imageshack.us/i/maloy8.jpg/)


http://img219.imageshack.us/img219/9936/maloy9.jpg (http://img219.imageshack.us/i/maloy9.jpg/)


http://img847.imageshack.us/img847/6049/maloy6.jpg (http://img847.imageshack.us/i/maloy6.jpg/)

Balikpapaners
April 11th, 2011, 07:02 AM
http://img4.imageshack.us/img4/5352/maloy4.jpg (http://img4.imageshack.us/i/maloy4.jpg/)


http://img560.imageshack.us/img560/7387/maloy5.jpg (http://img560.imageshack.us/i/maloy5.jpg/)


http://img163.imageshack.us/img163/8619/maloy3.jpg (http://img163.imageshack.us/i/maloy3.jpg/)



Melihat posisi pertumbuhan Kapet di utara, saya sangat mendukung dan berharap agar rencana memberdayakan airport milik PT.Badak di Bontang, untuk di buka secara umum melayani penerbangan nasional segera di realisasikan.

Dan ini akan mempermudah akses para pelaku business yang berinteraksi di seputaran Maloy, Sangatta dan Bontang sendiri.

Mengingat kapasitas airport di Bontang tsb sdh bs di darati pesawat boeing. Dan tdk memerlukan biaya besar utk meningkatkan kapasitas bandara tsb.

Sizter85
April 12th, 2011, 03:17 PM
Investor China Siap Bangun Pabrik Semen Bernilai Rp9,7 T
[Selasa,12 April 2011]

SAMARINDA - Satu lagi investor China di bawah bendera PT Prosperity Cement Engginering Indonesia (PCEI) menyatakan minat menginvestasikan modalnya ke Kaltim. Investasi yang akan digelontorkan tidak tanggung-tanggung bernilai USD 1 miliar atau setara dengan Rp9,7 triliun.

Perusahaan itu akan membangun pabrik semen di sekitar Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, dengan kapasitas produksi mencapai delapan juta ton pertahun dan tentunya juga akan berdampak pada terciptanya lapangan kerja.

"Kami sangat senang mengetahui rencana investasi ini. Pemprov sangat mendukung rencana tersebut dan siap membantu semaksimal mungkin untuk memudahkan rencana itu," kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak usai mendengar paparan Director and General Manager PT PCEI He Yun Feng di Ruang Rapat Gubernur, Senin (11/4).

Melihat keseriusan PT PCEI, Gubernur Awang Faroek meminta agar jajarannya segera mengambil langkah cepat untuk proses perijinan terkait Penanaman Modal Asing (PMA) ke Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) dan membantu memfasilitasi perijinan lainnya, termasuk perijinan dari Bupati Paser.

Gubernur menyarankan agar perusahaan tersebut segera membuat surat resmi kepada Gubernur Kaltim dan Bupati Paser, khususnya menyangkut ijin lokasi. Pasalnya, lanjut Awang Faroek, industri potensial tersebut akan sulit berjalan sesuai rencana jika masih harus dililit persoalan lahan.

"Saya minta agar rencana ini dikawal dengan baik. Perijinan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat, tidak perlu ditunda-tunda. Termasuk membantu prosesnya hingga ke BKPM dan Bupati Paser. Peluang ini cukup menjanjikan sebab PCEI nampaknya sangat serius memberi fokus pada industri pembuatan semen," lanjut Awang Faroek.

Sementara itu, Director and General Manager PT PCEI He Yun Feng menjelaskan telah melakukan survey lokasi di kawasan Muara Samu, Kabupaten Paser. Potensi lime stone atau batu kapur sebagai bahan utama pembuat semen di kawasan ini bahkan tersedia untuk ratusan tahun.

Memiliki sembilan lokasi pabrik pembuatan semen di China dengan kapasitas total 26,3 juta ton pertahun, PT. PCEI akan membangun empat mesin pembuat semen di Paser dengan kapasitas setiap mesin dua juta ton pertahun sehingga total kapasitas yang akan disiapkan berjumlah adalah delapan juta ton pertahun.

"Untuk rencana pembangunan di Muara Samu, Paser, kami memerlukan luas lahan sekitar 1.600 hektare dan kami akan fokus pada industri semen ini," kata He Yun Feng dengan bahasa China yang diterjemahkan.

Mengenai kebutuhan listrik untuk mendukung pembangunan industri semen tersebut, He Yun Feng mengatakan pihaknya akan membangun pembangkit listrik memanfaatkan sisa uap panas dari proses pembuatan semen tersebut. Pembangkit listrik yang akan dibangun rencana terdiri dari dua opsi 2 x 300 MW dan 2 x 125 MW.

"Kami khawatir PLN tidak akan mampu mendukung industri semen kami., sebab itu, kami akan bangun pembangkit listrik. Listrik akan digunakan untuk kegiatan industri, pelabuhan yang juga akan kami bangun dan untuk keperluan listrik masyarakat di sekitar operasional perusahaan," beber He Yun Feng.

Saat menerima investor China tersebut, Gubernur Awang Faroek didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Zairin Zain, Kepala Disperindagkop dan UMKM, HM Djailani, Karo Bangda, Abdullah Sani dan Karo Perekonomian Abu Helmi serta Mantan Gubernur Kaltim, Yurnalis Ngayoh turut hadir dalam pertemuan tersebut. (sul/hmsprov).

http://www.kaltimprov.go.id/kaltim.php?page=detailberita&id=4967

Sizter85
April 13th, 2011, 01:12 PM
Pemprov Kaltim alokasikan Rp575 miliar untuk proyek bandara
Published On: 13 April 2011

BALIKPAPAN: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur menganggarkan dana Rp575 miliar untuk membangun bandara baru dan memperpanjang landa pacu tiga bandara perintis.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemprov Kaltim Zairin Zain mengatakan pembangunan bandara di kawasan perbatasan merupakan sesuatu yang tidak bisa ditunda lagi.

“Pembangunan bandara di daerah perbatasan merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi. Ini penting untuk pemerataan pembangunan di seluruh Kaltim seperti yang dicanangkan gubernur,” ujarnya hari ini.

Sesuai rencana, bandara baru akan dibangun di Pulau Maratua, Kecamatan Maratua Kabupaten Berau. Adapun, tiga bandara perintis yang tersebar di tiga kabupaten yakni Long Apung (Malinau), Datah Dawai (Kutai Barat) dan Long Bawan (Nunukan) akan ditingkatkan kualitasnya dengan menambah panjang landasan pacu.

“Pembangunan bandara ini juga penting untuk menjaga ketahanan negara karena pada saat dibutuhkan personel keamanan bisa sewaktu-sewaktu diterjunkan [melalui bandara tersebut]. Sehingga [penanganannya] lebih cepat,” pungkas Zairin. (22)

http://www.bisnis.com/infrastruktur/transportasi/20005-pemprov-kaltim-alokasikan-rp575-miliar-untuk-proyek-bandara

yudibali2008
April 14th, 2011, 01:56 AM
Rp 55 Miliar Untuk Perluasan Apron Bandara Juwata Tarakan


TARAKAN, tribunkaltim.co.id - Untuk perluasan apron (tempat parkir pesawat) Bandara Juwata Tarakan, Provinsi Kaltim menganggarkan dana sebesar Rp 55 miliar. Hal ini diungkapkan Kabid Penerbangan Udara Dinas Perhubungan Kaltim, Tunas Pratomo.

Tunas mengatakan, untuk perluasan apron pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp 55 miliar yang dananya akan dikucurkan secara bertahap. “Dari 55 miliar ini yang telah teralisasi sebesar Rp 8 miliar, dan untuk tahap I di tahun ini akan dianggarkan sebesar Rp 33 miliar, dan sisanya untuk tahap kedua. Diharapkan ini perluasan apron dapat selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan,” katanya, Rabu (13/4/2011) di ruang VIP Room Bandara Juwata Tarakan.

Dalam perluasan apron ini Bandara Juwata Tarakan ini kata Tunas, menggunakan konstruksi sarang laba-laba. Hal ini dilakukan karena kondisi tanah di lokasi yang terlalu lunak dan berpasir.

Penulis : Junisah
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun Kaltim (http://kaltim.tribunnews.com/2011/04/13/rp-55-miliar-untuk-perluasan-apron-bandara-juwata-tarakan)

yudibali2008
April 21st, 2011, 01:05 AM
Bingung mau ditaruh dimana beritanya, saya taruh aja ya disini :)

3.000 Petani-Nelayan Bakal Sambangi Kaltim

JAKARTA - Sekira 3.000 peserta dipastikan hadir dalam Pekan Nasional (Penas) Petani-Nelayan Ke-XIII yang akan diselenggarakan di Tenggarong, Ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada 18-23 Juni 2011 mendatang. Mereka merupakan perwakilan petani-nelayan dari 33 provinsi di Indonesia.

"Persiapan kami sudah sekira 90 persen. Peserta yang sudah confirm sekira 3.000 orang. Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan dengan Penas Ke-XII yang dilaksanakan di Banyuasin, Sumatera Selatan lalu,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (20/4/2011).

Selain peserta dalam negeri, dalam Penas kali ini juga akan diikuti peserta luar negeri. Mereka di antaranya berasal dari Jepang, Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Filipina. "Ini menandakan bahwa teknologi pertanian Indonesia tak kalah jika dibandingkan dengan yang dimiliki asing,” kata Winarno.

Menurutnya, walaupun ajang ini diperuntukkan bagi petani-nelayan di Indonesia, namun pesertanya juga banyak berasal dari perusahaan swasta nasional dan asing. Mereka, kata dia, selain mendisplay produk pertaniannya, tak menutup kemungkinan juga terjadi transaksi-transaksi bisnis.

“Pada Penas ini intinya mempertemukan semua stakeholder pertanian dan perikanan di Indonesia. Biasanya kalau sudah bertemu akan ada deal-deal bisnis seperti yang terjadi di Penas-Penas sebelumnya,” kata Winarno.

Diketahui, pada Penas Ke-XII di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan lalu, dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Dalam penas kali ini kami juga berharap Bapak Presiden bersedia membuka, namun hingga kini kami belum mendapat jawaban dari Istana,” katanya.

Kepala Badan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian Kementerian Pertanian Ato Suprapto mengatakan bahwa Penas ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan kegairahan petani-nelayan, masyarakat pelaku agribisnis dalam pembangunan pertanian, kehutanan, dan kelautan.

"Dengan demikian diharapkan bisa menumbuh-kembangkan minat generasi muda dalam bidang tersebut,” kata Ato Suprapto.

Dia menjelaskan bahwa tempat pelaksanaan penas dipusatkan di dipusatkan di Kompleks Olahraga Stadion Madya Aji Imbut Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
(Sudarsono/Koran SI/ade)

Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/20/320/448345/3-000-petani-nelayan-bakal-sambangi-kaltim)

yudibali2008
April 21st, 2011, 01:47 AM
Investasi Rp 9 T Siap Masuk
Pengusaha Tiongkok Berminat Bangun Pabrik Semen

TANAH GROGOT –PT Prosperity Cement Engineering Indonesia (PCEI) serius ingin berinvestasi di Paserdengan membangun pabrik semen. Tak tanggung-tanggung, total dana yang akan diinvestasikan PCEI di Bumi Daya Taka mencapai USD 1 miliaratau setara Rp 9triliun.

Saat presentasi di Pendopo Kabupaten, Senin (18/4) malam, yang dihadiri Bupati Paser HM Ridwan Suwidi, Sekkab Helmy Lathyf dan sejumlah kepala SKPD, manajer PT PCEI He Yun Feng menjelaskan alasan perusahaannya membangun pabrik semen di Paser. Diantaranya, Paser dinilai memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat, dengan catatan latar belakang investasi yang bagus, dan persetujuan pemerintah yang sangat efisien. Selain itu He menilai Paser memiliki lingkungan masyarakat yang stabil, dan banyak batu bara yang mendukung ketersediaan bahan bakar.

He melanjutkan, sangat mudah menemukan tanah liat dan materi silica di hampir seluruh wilayah Paser.Kemudian karena lokasi Paser berada di dekat pantai sehingga memudahkan untuk pengiriman semen lewat laut. Yang terakhir adalah tuntutan masyarakat yang tinggi terhadap semen.

“Saya dengar Paser akan membangun bandar udara, pelabuhan dan sejumlah bangunan infrastruktur lainnya, itu semua memerlukan semen,” kata He dalam bahasa Cinayang alihbahasakan oleh penerjemahnya, Ivan.

Di Paser, PT PCEI memerlukan empat mesin, yang masing-masing menghasilkan 2 juta ton semen per tahun. Jika keempatnya maksimal, maka Paser dipastikan memproduksi 8 juta ton semen per tahun, atau hampir mendekati Indocement yang merupakan penghasil semen tertinggi di Indonesia saat ini dengan 12 juta ton pada 2010.

“Untuk mendukung transportasi kami juga akan membangun pelabuhan dengan empat tambatan kapal,” imbuh He. Hanya saja dia mengaku belum menentukan lokasi pembangunan pabrik dan pelabuhan.

“Mengenai kedua tempat ini, kami serahkan sepenuhnya kepada Pemkab Paser untuk menentukan. Meski sudah melakukan survei dan uji kelayakan beberapa tempat, kami tidak bisa serta merta menentukan lokasi, karena kami tahu di Paser ini banyak sekali lokasi yang menjadi kawasan hutan lindung,” lanjut He.

Di sisi lain, Bupati meminta keseriusan PT PCEI untuk mewujudkan keinginan tersebut. Menurutnya, sudah banyak perusahaan asing yang datang ingin menanamkan sahamnya di Paser, namun tiba-tiba tanpa sebab mereka menghilang begitu saja.(*/hh/ind)

Metro Balikpapan (http://www.metrobalikpapan.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=54165)

Sudah saatnya ekonomi didaerah selatan Propinsi Kaltim ini menggeliat :banana::banana::banana:

yudibali2008
April 24th, 2011, 01:22 AM
Siapkan Rp200 Miliar, Korsel akan Bangun Kebun Jagung di Kaltim

SAMARINDA--MICOM: Sebuah perusahaan dari Korea Selatan akan membangun perkebunan jagung dengan nilai investasi Rp200 miliar di Provinsi Kalimantan Timur, yang akan menghasilkan jagung berkualitas ekspor.

"Kami sudah melakukan presentasi di depan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Awang Faraoek Ishak, lokasi perkebunan jagung itu berada di Kabupaten Bulungan," ujar Direktur PT Miwon Indonesia Kim Ho Jin di Samarinda, Sabtu (23/4).

Kim melanjutkan, perkebunan jagung modern di Kabupaten Bulungan itu seluas 5.000 hektare. Jika berhasil, perkebunan jagung tersebut akan diperluas.

Selama ini, ucap Kim, jagung produksi Indonesia termasuk yang diproduksi di Kaltim, tidak dapat bersaing dengan jagung dari negara lain di pasar ekspor karena tidak masuk dalam kriteria makanan bermutu tinggi (food grade).

Jagung produksi Indonesia tidak diterima pasar ekspor karena penanganan pascapanen yang tidak sesuai dengan standar internasional, seperti jagung dipanen sebelum waktunya, kadar air masih tinggi, dan cara penyimpanannya masih perlu mendapat perbaikan.

Kondisi seperti itu menyebabkan jagung tersebut hanya layak untuk makanan ternak, bukan menjadi bahan utama pembuatan bahan turunan jagung seperti tepung jagung dan bahan pangan yang bermutu tinggi.

Bahkan, lanjut Kim, biaya produksi produksi jagung asal Indonesia juga sangat tinggi sehingga sulit bersaing dengan jagung produksi negara lain.

Kim juga mengakui bahwa perusahaan dari Korea Selatan itu berpengalaman selama 38 tahun di Indonesia. Pihaknya juga akan membangun pabrik turunan jagung, apabila dapat meluaskan lahannya di atas 5.000 hektare, setelah proyek 5.000 hektare tahap awal berhasil.

Menurut dia, Miwon bukan hanya produsen penyedap rasa, tapi telah lama mengembangkan usaha di bidang produk makanan dan minuman (food company), perikanan dan perkebunan (plantation). Lokasi pabrik dan perkebunannya berada di Lampung, Bogor dan berpusat di Surabaya.

Sementara itu, Provinsi Gorontalo yang selama ini menjadi produsen jagung nasional, juga menjadi pemasok jagung dan produk-produk pertanian lainnya bagi Miwon.

Kaltim yang akan dicetak perkebunan jagung tahap awal 5.000 hektare tersebut, diharapkan juga akan menjadi produsen jagung terbesar di Indonesia.

"Selama ini Indonesia masih mengimpor jagung, dengan tambahan perkebunan di Kaltim ini, diharapkan impor jagung Indonesia dapat ditekan. Tenaga kerja lokal juga akan dilibatkan sehingga mendapatkan kesejahteraan," kata Kim. (Ant/Ol-3)

Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/23/220289/21/2/Siapkan-Rp200-Miliar-Korsel-akan-Bangun-Kebun-Jagung-di-Kaltim)

yudibali2008
April 24th, 2011, 01:30 AM
Dutch and Chinese businessmen wish to invest in East Kutai

Sangata, East Kalimantan (ANTARA News)- A number of Dutch and Chinese investors wished to operate in various sectors in East Kutai.

"Dutch and Chinese investors had become interested in investment in coal in the regency, which was also expressed by the Dutch Ambassador to Indonesia," East Kutai Deputy Regent H.Ardiansyah Sulaiman said here Friday.

Four businessmen have expressed interest in investment, namely from the Netherlands in mining, iron ore, in addition from China in marine and agricultural sectors, and another one in making documentary films.

Ardiansyah Sulaiman said the Dutch and Chinese businessmen expressed their interest when they met in an exhibition and an exhibition in The Hague early in April 2011.

"With regard to the interest, Ardiansyah Sulaiman said he already had discussed the matter with the Dutch ambassador to Indonesia to facilitate them if they come to East Kutai," he said.

"In this context, the East Kutai administration will improve the roads and airport," he said.
(H-NG/H-YH)
Editor: Aditia Maruli

Antara News (http://www.antaranews.com/en/news/70554/dutch-and-chinese-businessmen-wish-to-invest-in-east-kutai)

yudibali2008
April 28th, 2011, 01:42 AM
Terjun ke Batu Bara
Cipaganti Gelontorkan USD50 Juta

BALIKPAPAN - Cipaganti Group tak tanggung-tanggung menginvestasikan uang sebesar USD50 juta untuk terjun dibisnis batu bara di wilayah Kaltim. Dana tersebut bersumber dari internal dan lembaga keuangan dalam negeri.

Financial Advisor Cipaganti Group Iwan Purnawan mengungkapkan jumlah dana sebesar itu diinvestasikan untuk memulai bisnis batu bara yang baru dikerjakan sejak November 2010 lalu.

"Nilai investasinya USD50 juta, itu seluruhnya," ungkapnya di sela-sela pengapalan perdana batu bara tujuan Surabaya, di Penajam, Kaltim, Rabu (27/4/2011).

Adapun dari 500 kendaraan berat yang dimiliki, kedepan Cipaganti juga akan menambah 500 kendaraan berat untuk menunjang operasional di lapangan. "Termasuk ke depan akan mengakuisisi perusahaan pelayaran untuk pengakutan batu bara," ujarnya.

Iwan meyebutkan, jika semua rencanaya ini berjalan maka kedepan divisi mining Cipaganti inti Resourses akan dapat menyumbang pendapatan ke group sebesar 60-70 persen dari total pemasukan Cipaganti Group.

"Target kita 2012 KP yang kita miliki bias jalan secara bertahap sehingga bias memberikan pemasukan yang cukup besar sekitar 60-70 persen dari total pemasukan group,” ujarnya.

Dari sembilan kuasa pertambangan yang dikantongi Cipaganti Grup melalui Cipaganti Inti Resourses total luasan lahanya sebesar 34.424 hektare (ha) dengan kandungan batu bara 228 juta ton.

"Saat ini kan baru yang di PPU, akhir tahun ini menyusul di Paser dan Kutai kartanegara. Kita pakai status Area penggunaan lain (APL) dan Kawasan Budidaya kehutan (KBK),” tambahnya.

Tidak menutup kemungkinan manajemen selain merambah batu bara juga bisa merambah ke bisnis mineral lainya seperti bauksit dan emas. "Itu tidak menutup kemungkinan tapi kita fokus dulu ke batu bara,” katanya.
(ade)

Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/27/320/450726/cipaganti-gelontorkan-usd50-juta)

yudibali2008
April 28th, 2011, 02:00 AM
Cipaganti Bakal Akuisisi 9 Perusahaan Tambang

BALIKPAPAN - Cipaganti Group melalui PT Cipaganti Inti Resources akan mengakuisisi sembilan perusahaan tambang di Kalimantan Timur. Ke depannya, CEO Cipaganti Group Andianto Setiabudi mengaku sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah pemegang izin usaha pertambangan Kalimantan Timur.

Adapun perusahaan yang akan diakuisisi yakni Koperasi Paser Bolum Taka, PT Inti Jaya Prima Coal, PT Borneo Resources Persada, PT Citra Inti Jaya, PT Cipaganti Energy Resources, PT Jayakhisma Globe Indonesia, PT Maesa Persada Jaya, PT Adas Abadi, dan CV Temiang.

"Lokasinya tersebar di Penajam, Paser, Kutai Barat, Kutai Timur dan Kutai Kartanegara," ungkap Andianto, di Pontianak, Rabu (27/4/2011).

Melalui sembilan izin usaha pertambangan, Andianto menargetkan perusahaanya sudah mampu menambang 250 ribu metrik ton batu bara per bulannya. Batu bara sebanyak itu senilai dengan USD12,5 juta untuk perkiraan pasar internasional.

Sebagai pemain baru bisnis batu bara, Andianto siap penerapan bisnis pertambangan yang berwawasan lingkungan. Cipaganti Group menyiapkan berbagai alokasi dana comdev, corporate social responsible hingga dana jaminan reklamasi.

"Kami mengikuti aturan yang sudah ada saja. Seperti menyetorkan dana jaminan reklamasi sebesar Rp300 juta pada pemerintah daerah setempat," paparnya.

Cipaganti Group sejak 2008 silam sudah berancang-ancang masuk bisnis pertambangan batu bara lewat jasa rental peralatan beratnya. Namun investasinya tertunda menyusul krisis global melanda Indonesia dan dunia pada 2009. Saat ini Perusahaannya telah memiliki 500 armada alat berat dan termasuk dumptruck.

"Kami sudah ada konsesi batu bara di Kutai Barat dan Penajam, tapi terpaksa kami rem karena ada krisis global," katanya.
(ade)

Okezone (http://economy.okezone.com/read/2011/04/27/320/450723/cipaganti-bakal-akuisisi-9-perusahaan-tambang)

yudibali2008
May 5th, 2011, 02:56 AM
Keberadaan Rute Sangata-Balikpapan Mendesak

Sangata (ANTARA News - Kaltim)- Pihak DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kaltim) menilai bahwa keberadaan transportasi udara yang melayani rute Sangata-Balikpapan sangat mendesak, mengingat hal itu akan mendukung sekali upaya dalam mengembangkan investasi daerah.

"Jadi kami sangat mengharapkan agar Pemkab Kutim bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan penerbangan dalam negeri untuk membuat rute penerbangan Sangata-Jakarta," kata anggota DPRD Kutim, Sugianto Mustamar di Sangata, Selasa.

Keberadaan rute tersebut, katanya, bukan saja mempermudah perjalanan yang bermanfaat bagi warga Kutai Timur namun lebih dari pada itu, yakni bertujuan lebih menumbuhkan dunia investasi di daerah ini karena mudah dijangkau para investor.

Ia menyebutkan bahwa wilayah Kutai Timur seperti "terlupakan" karena rute penerbangan untuk beberapa wilayah di utara Kaltim, yakni Bulungan, Berau dan Tarakan sudah lancar menuju Balikpapan, sehingga mempermudah warga yang ingin keluar daerah.

"Mengapa Kutai Timur justru tidak ada, padahal keberadaan rute Sangata (ibu kota Kutai Timur)-Balikpapan-Jakarta sangat mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah ini," papar dia.

Kondisi saat ini, jika ingin ke mengadakan perjalanan dinas ke luar provinsi, termasuk ke Jakarta harus melalui perjalanan darat dari Sangata-Samarinda-Balikpapan yang memakan waktu hampir enam sampai tujuh jam.

"Bagi investor sudah tentu mengharapkan perjalanan nyaman serta aman. Mereka banyak yang mengeluh perjalanan darat untuk menjangkau Sangata ini, apalagi dengan kondisi jalan banyak rusak sudah tentu menimbulkan rasa tidak nyaman dan aman," ujarnya.

Kondisi itu diperkirakan yang bisa menghambat kegiatan investasi karena investor mikir dua kali untuk menjangkau Sangata.

"Ada alternatif menggunakan transportasi udara dari Sangata ke Balikpapan atau sebaliknya, yakni menggunakan pesawat carteran milik PT. Kaltim Prima Coal (KPC) namun tentu biayanya sangat mahal," papar dia.

Poliyisi dari Partai Hanura itu optimistis bahwa jika sudah ada penerbangan langsung Sangata-Balikpapan-Jakarta maka pertumbuhan dunia investasi serta perekonomian daerah akan lebih berkembang.

"Saya optimistis jalur udara ini pasti akan tumbuh dan banyak peminatnya karena banyak warga yang mengeluhkan perjalanan darat yang banyak rusak sehingga butuh waktu berjam-jam menjangkau Bandara Sepinggan di Balikpapan," ujar dia.

Sugianto Mustamar mengusulkan bahwa ada dua maskapai penerbangn domestik yang untuk saat ini sangat cocok untuk melayani rute Balikpapan-Sangata, yaituh Susi Air dan KalStar Air

"Susi Air dan KalStar sangat tepat untuk melayani Sangata, Bontang Balikpapan kemudian meneruskan perjalanannya ke wilayah utara, Berau Tarakan dan Nunukan," imbuh dia.

Apalagi Kutai Timur yang dalam beberapa tahun ini gencar melakukan promosi daerah, maka harus sudah siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan investor

AntaraNews (http://kaltim.antaranews.com/berita/3903/keberadaan-rute-sangata-balikpapan-mendesak)

joeylen
May 8th, 2011, 03:40 AM
APBD Habis buat Proyek Mercusuar

SAMARINDA - APBD Kaltim sebesar Rp7,25 triliun jika ditambahkan APBD Perubahan yang akan disahkan pertengahan tahun 2011 ini yang nilainya sekitar Rp1,5 triliun, dinilai tetap belum bisa mensejahterakan masyarakat Kaltim. Ini terjadi karena kesalahan dalam tata kelola keuangan dan pemerintahan. Kondisi ini diperparah lagi dengan kebijakan pembangunan dicanangkan pemerintah berorientasi pada proyek ‘mercusuar’.
“Proyek mecusuar yang dicanangkan pemerintah itu merupakan proyek-proyek ambisi kesohor dan monumental.
Sehingga APBD murni 2011 sebesar Rp7,25 triliun habis untuk memenuhi ambisi kesohor mengatasnamakan rakyat melalui proyek multiyears,” jelas Sekretaris Forum Zakat Wilayah (Fozwil) Kaltim Sumadi Jamil kemarin.
Ditambahkn Sumadi yang juga menjabat Direktur LAZ DPU Kaltim, seharusnya Kaltim bisa berkaca pada kebijakan yang diambil pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebab dengan anggaran sebesar Rp 6 triliun, tapi pemerintah bisa mensejahterakan masyarakatnya yang jumlahnya mencapai 36.128.000 jiwa atau 12 kali lebih besar dari penduduk Kaltim yang hanya berjumlah 3,2 juta jiwa.
Karenanya Sumadi mempertanyakan perihal APBD Kaltim sebesar Rp7,25 triliun tersebut untuk siapa ditujukan. Karena dengan APBD sekian besar belum bisa mensejahterakan masyarakat.
Kata Sumadi APBD Kaltim banyak dihabiskan untuk memenuhi ambisi kesohor yang hanya dirasakan sesaat bagi masyarakat kecil. Belum lagi belanja pegawai yang dialokasikan di APBD Kaltim nilainya tidak rasional.
“Jadi bisa disimpulkan bahwa pembangunan dilaksanakan pemerintah hanya berdasarkan keinginan hawa nafsu pemimpinnya. Karena programnya tidak menyentuh langsung pada kebutuhan dasar masyarakat Kaltim. Ada yang berseloroh, sepertinya pemimpin Kaltim ingin seperti Raja Fir’aun yang diakhir kekuasaannya harus ada monumen atau peninggalan fisik. Pantas saja Kaltim miskin di tengah-tengah SDA yang melimpah,” ucapnya.

http://www.korankaltim.co.id/read/news/2011/8840/apbd-habis-buat-proyek-mercusuar.html

yudibali2008
May 8th, 2011, 06:52 AM
Perikanan Kaltim Baru Tergarap 30 Persen

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/04/29/1030264620X310.jpg

SAMARINDA, KOMPAS.com - Perikanan di Provinsi Kalimantan Timur hingga saat ini tergarap 30 persen atau 102,3 ribu ton dari total potensi produksi mencapai 341 ribu ton.


"Kaltim merupakan daerah yang mempunyai potensi kelautan dan perikanan prospektif. Untuk potensi produksi tambak maupun perikanan air tawar dan laut mencapai 341 ribu ton dengan tingkat pemanfaatan mencapai 30 persen," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim, Iwan Mulyana.

Ia menjelaskan, potensi perairan laut yang dapat diusahakan secara lestari setiap tahun sebesar 140 ribu ton, tambak 122 ribu ton, dan perikanan air tawar 79 ribu ton.

Potensi perikanan dan kelautan Kaltim itu tersebar di 14 kabupaten dan kota terutama di wilayah pantai seperti Kabupaten Bulungan, Berau, Kutai Timur, Bontang, Balikpapan, Tarakan, Penajam Paser Utara, dan Nunukan.

"Apalagi, Kaltim masuk zona ekonomi eksklusif di Laut Sulawesi atau timur laut Kabupaten Nunukan dengan luas 2,75 juta hektare dan potensi tangkap ikan tuna cukup besar," katanya.

Ia mengatakan, daerah pendukung pengembangan budi daya perikanan terutama tambak diarahkan kepada kawasan pesisir Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.

Selain itu, kawasan Teluk Balikpapan untuk kegiatan perikanan tangkap hingga 12 mil, pengelolaan lingkungan (daerah aliran sungai, pencegahan pencemaran industri dan pelayanan), budi daya perikanan karang, budi daya tambak, dan pengembangan pelabuhan perikanan di Manggar, Balikpapan.

Ia mengatakan, penangkapan ikan berupa fishing ground di seluruh perairan Kaltim yang meliputi perikanan dermasal (dasar laut) antara lain jenis kakap, bawal, baronang, cucut atau hiu, pari, kuro, kakap merah, bambangan, udang barong, lobster, udang windu, dan udang dogol.

Budidaya air payau atau tambak khusus jenis udang dapat dilakukan di Kabupaten Berau, Bulungan, Bontang, Tarakan, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara. Selain itu, pembenihan udang di Balikpapan, Bontang, Berau, Tarakan, Kutai Barat, dan Paser.

Pengolahan ikan akan diusahakan di Paser, Balikpapan, Kutai Timur, Nunukan, dan Berau, sedangkan pengalengan ikan di Balikpapan, Kutai Kartanegara, Tarakan, Berau, Kutai Timur, Bontang, Paser, Nunukan, dan Bulungan.

Menurut dia, pengembangan perikanan untuk kawasan delta Mahakam dapat dilakukan melalui budi daya tambak, pusat pengolahan pascapanen termasuk pemasaran, dan pengelolaan lingkungan.

Kompas (http://regional.kompas.com/read/2011/05/08/11113694/Perikanan.Kaltim.Baru.Tergarap.30.Persen)

yudibali2008
May 9th, 2011, 09:33 AM
Pemekaran Daerah
Mahakam Ulu dan Kaltara Jadi Prioritas


BALIKPAPAN, tribunkaltim.co.id – Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kabupaten Mahakam Ulu tinggal selangkah lagi. Kaltara merupakan provinsi pemekaran Kaltim, sedangkan Mahakam Ulu pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat.

Menurut anggota DPR RI perwakilan Kaltim Hetifah, dari 161 daerah di Indonesia yang diusulkan untuk dimekarkan, dua daerah Kaltim, yakni Kaltara dan Mahakam Ulu masuh prioritas.
Hetifah mengatakan, dua daerah yang akan dimekarkan itu memiliki nilai strategis, karena berada di daerah perbatasan dengan Malaysia. “Ada alasan untuk menjaga keutuhan NKRI. Selama ini kita tidak menutup mata, jika masyarakat di perbatasan menginginkan kesejahteraan,” ujarnya kepada wartawan di Balikpapan, belum lama ini.

“Sekarang ini Pemerintah Pusat dan DPR RI cukup selektif merekomendasikan daerah pemekaran, karena ada kesan selama ini pemekeran hanya untuk kepentingan elite di daerah. Untuk pemekaran sekarang persyaratan diperketat. Khusus Kaltara dan Mahakam Ulu sudah masuk prioritas,” tambah Hetifah

Meski demikian, Hetifah menyarankan, untuk menghindari adanya kepentingan sekelompok elite, maka sebelum ada dukungan pemekaran, perlu ada kontrak politik dengan masyarakat. Mahakam Ulu misalnya, jika tidak , dirinya pesimistis pemekaran akan menjadi jawaban untuk meningkatkan kesejahteraan warga di kawasan itu yang kini masih tertinggal.

Kontrak politik yang dimaksud antara lain jika pemekaran disetujui, maka harus ada jaminan kalau pembangunan yang diprioritaskan oleh pemerintahan dalam 5 hingga 10 tahun ke depan adalah pembangunan infrastruktur. Mengingat, kondisi infrastruktur di kawasan itu masih sangat terbatas. Akses antar kecamatan hanya bisa dilalui dengan jalur sungai, dan itu sangat mahal.

Pemerintahan yang ditunjuk tidak boleh membangun gedung-gedung pemerintahan, atau kantor untuk satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Menjalankan pemerintahan, sementara cukuplah berkantor di bangunan yang sudah ada. Seperti, lamin warga.

Selain itu, wajib juga ada jaminan keterlibatan warga lokal dalam pembangunan. Dengan begitu, setidaknya bisa meminimalisasi kesenjangan. Diketahui, ada lima kecamatan yang masuk Mahulu. Yakni, Long Hubung, Laham, Long Bagun, Long Pahangai, dan Long Apari. (*/son)

Penulis : Sumarsono
Editor : Sumarsono

Tribun Kaltim (http://kaltim.tribunnews.com/2011/05/09/mahakam-ulu-dan-kaltara-jadi-prioritas)

yudibali2008
May 10th, 2011, 01:41 AM
Perusahaan di Kutai Timur Diminta Penuhi "CSR"

Jakarta (ANTARA News) - Masyarakat Kutai Timur, Kalimantan Timur melalui perwakilan Lembaga Swadaya masyarakat (LSM) meminta sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah itu agar segara memenuhi janji penyaluran dana tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responbility (CSR).

Ketua Umum Federasi NGO (LSM) Indonesia, HM Jusuf Rizal, dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan, permintaan pemenuhan janji CSR yaitu dari Bumi Resources (BR) dan Kaltim Prima Coal (KPC) untuk memberikan dana Corporate Social Responbility (CSR) senilai 40 juta dolar AS terhitung selama 2003–2011.

"Dari lima butir janji Bumi Resources dan KPC, hanya satu yang dipenuhi yaitu kepemilikan saham oleh Pemkab Kutai Timur sebesar 5 persen," kata Ketua Umum Federasi NGO Indonesia, HM Jusuf Rizal, didampingi rombongan masyarakat Kutai Timur yang dipimpin oleh Rifadin Nanang di Sekretariat Federasi NGO Indonesia di Jakarta, kemarin (8/5).

Selain itu, mereka menuntut janji seperti mendirikan rumah sakit, kampus serta jabatan komisaris mewakili rakyat yang belum dipenuhi.

Menurut Jusuf Rizal yang juga presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), janji Bumi Resources telah disampaikan kepada Bupati Kutai timur, 22 Juli 2003 yang ditandatangani Direktur PT Bumi Resources Eddie J Soebari dalam sales & purchase agreement (SPA).

Lima butir itu adalah pertama, memberikan saham 5 persen di KPC kepada Kabupaten Kutai Timur.

Janji empat butir lainnya, yaitu KPC akan menyelesaikan pembangunan rumah sakit dan pelayanan bagi rakyat belum dipenuhi. Rumah sakit dibangun untuk kepentingan karyawan KPC, bukan rakyat yang menerima dampak kehadiran KPC.

Janji membangun kampus sekolah tinggi ilmu perkebunan/pertanian (STIPER) juga belum selesai. KPC akan menempatkan 1 orang komisaris sebagai wakil dari Kabupaten Kutai Timur juga belum pernah diwujudkan.

Janji lain dari BUMI Resources dan KPC, janji mengalokasikan dana 5 juta dolar AS per tahun dana CSR untuk "community development" dalam rangka mensejahterakan warga masyarakat setempat.

Sejak tahun 2003 hingga april 2011 seharusnya ada dana CSR sebesar 40 juta dolar yang dialokasikan untuk memberdayakan masyarakat. Namun dana itu entah digunakan kemana, sehingga masyarakat belum mendapatkannya.

"Kami yang menerima dampak dari kehadiran perusahaan penambang tersebut, justru tidak memperoleh seperti yang dijanjikan. Masyarakat makin menderita, sulit mencari air bersih, kerusakan lingkungan, kesejahteraan yang makin tidak baik, serta ketakutan akan bahaya longsor," kata Rifadin Nanang.

Dalam kaitan itu, Jusuf Rizal mengemukakan, akan melakukan mediasi dengan pihak Bumi Resources dan KPC, agar bisa merealisasikan apa yang pernah dijanjikan.(*)
(R009/K004)
Editor: Ruslan Burhani

AntaraNews (http://www.antaranews.com/berita/257834/perusahaan-di-kutai-timur-diminta-penuhi-csr)

yudibali2008
May 11th, 2011, 12:48 AM
Bangun Jalan di Kaltim, AKR Siapkan Rp100 Miliar

JAKARTA--MICOM: PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menganggarkan dana sebesar Rp100 miliar untuk membangun jalan sepanjang 30 kilometer yang menghubungkan konsesi pertambangan di Kalimantan.

Direktur AKR Corporido Suresh Vembu menjelaskan, pembangunan jalan yang sudah berlangsung sejak akhir kuartal I 2011 ini diperkirakan sudah mulai dapat beroperasi pada akhir tahun ini.

"Kami telah anggarkan dana sebesar Rp100 miliar yang sepenuhnya berasal dari dana internal perseroan," akunya usai RUPST perseroan di Jakarta, Selasa (10/5).

Ia mengungkapkan, jalan yang akan dibangun perseroan untuk menghubungkan ke area pertambangan sebenarnya hanya berjarak 20 Km. Namun, AKR Corpindo menambah sekitar 10 kilometer untuk menghubungkan ke jalan raya utama. Sehingga total jalan yang akan dibangun mencapai 30 Km.

Suresh menambahkan, pembangunan jalan ini merupakan langkah perseroan dalam mendukung akses masuk maupun keluar konsesi pertambangan. Namun demikian pihaknya bekerjasama dengan pertambangan yang lainnya dalam menggunakan jalan penghubungnya.

"Sepuluh kilometer di antaranya nanti penggunaannya sebagai jalan penghubung baik untuk perseroan maupun pertambangan perusahaan lainnya sebagai jalan bersama," katanya.

Seperti yang telah dikatakan Suresh sebelumnya, dalam rencana pengembangan usaha perseroan, pihaknya kini telah mempunyai 2 konsesi pertambangan di Barito, Kalimantan Timur. Dalam pengembangan 2 konsesi pertambangan tersebut perseroan sedikitnya telah menganggarkan dana investasi sebesar Rp700 miliar yang sepenuhnya berasal dari dana internal.

Sementara itu, RUPS perseroan memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp32 per lembar atau setara dengan Rp122,289 miliar.

"(Dividen) Itu diambilkan dari total laba bersih perusahaan sepanjang 2010 lalu," katanya.

Dividen interm telah dilakukan pada 28 Oktober 2010 lalu sebesar Rp30 per lembar, atau setara dengan Rp113,788 miliar. Sisanya, Rp2 per lembar saham dibagi usai penetapan tanggal daftar pemegang saham (recording date) pada 6 Juni 2011.

Sisa perolehan laba digunakan untuk dana cadangan, serta sebagai laba ditahan Rp188,426 miliar. (Atp/OL-3)

Media Indonesia (http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/10/225014/21/2/-Bangun-Jalan-di-Kaltim-AKR-Siapkan-Rp100-Miliar-)

yudibali2008
May 11th, 2011, 03:46 AM
Bom Batu Bara, Bukan buat Militer
Tahun Depan, Kaltim Segera Produksi Bahan Peledak

Konsumsi Amonium Nitrat Dalam Negeri 2010

Perusahaan Konsumsi (MT/Tahun) Supplier

Kaltim Prima Coal 120.000 Orica
Friport 35.000 MNK
Arutmin 35.000 Dahana
Kideco 45.000 Import
Banpu 25.000 Import
Adaro 50.000 Import
Inco 15.000 MNK
Newmont 25.000 MNK
Berau Caol 15.000 Dahana
Gunung Bayan 7.500 MNK
Lain-lain + Quarry 20.000 Dahana

Sumber: Presiden Komisaris PT BBRI Sonny Lesmana


BONTANG – Dua pabrik amonium nitrat (bahan peledak) di Bontang diperkirakan akan mulai beroperasi tahun depan. Bahkan satu di antaranya diproyeksikan pembangunannya akan rampung lebih cepat, mengingat progres pembangunannya kini mengalami kemajuan signifikan. Yaitu, pabrik ammonium nitrate emulsion matrix yang digarap PT Black Bear Resources Indonesia (BBRI) bekerja sama PT Dahana (Persero).

Keberadaan pabrik yang akan memproduksi bom atau bahan peledak untuk industri pertambangan batu bara tersebut, diharapkan mampu mengatasi kebutuhan dalam negeri yang selama ini hanya mengandalkan produk impor.
“Kami ingin tunjukkan bahwa perusahaan lokal juga mampu berbuat untuk bangsa. Karena selama ini, seolah-olah hanya perusahaan asing yang mampu,” kata Presiden Komisaris PT BBRI, Sonny Lesmana kepada Kaltim Post, pekan lalu.

Ia menjelaskan, kebutuhan amonium nitrat akan terus mengalami peningkatan hingga beberapa puluh tahun ke depan. Terutama di Kaltim yang padat industri pertambangan batu bara dan migas. Secara nasional, tahun 2007 kebutuhan amonium nitrat masih sekitar 296.000 MT (metrik ton) dan pada 2015 akan mencapai 510.000 MT.

Tahun ini saja, konsumsi amonium nitrat sudah mencapai 400.000 MT. Sementara yang mampu diproduksi dalam negeri baru sekitar 40.000 MT per tahun. Sehingga untuk menutupi kekurangan selama ini, terpaksa diimpor dari beberapa negara. Seperti Tiongkok, Australia, India, Korea, Thailand, Jepang, dan Filipina. Ketimpangan ini diharapkan akan segera teratasi dengan dibangunnya pabrik bahan peledak di Bontang.

Pabrik yang dibangun BBRI-Dahana di Loktuan, Bontang Utara, itu diproyeksikan mulai beroperasi awal tahun depan. Pembangunan pabrik berkapasitas 88.000 – 92.000 MT per tahun tersebut, kini sudah rampung sekitar 60 persen.

“Kami berkomitmen menjawab tantangan perkembangan sektor pertambangan di Tanah Air,” jelas Sonny.
Untuk diketahui, BBRI adalah perusahaan penghasil ammonium nitrate emulsion yang didirikan 1 Mei 2007. Sementara Dahana, adalah perusahaan yang bernaung di bawah Departemen Pertahanan RI. Dengan mengusung semangat pengabdian untuk bangsa, manajemen BBRI-Dahana berusaha menyinergikan potensi SDA, SDM, dan kelestarian lingkungan guna mewujudkan harmonisasi kehidupan.

“Semangat itu bentuk dedikasi kami untuk bangsa. Makna dedikasi ini mencakup pengabdian, kepedulian, kompetitif, integritas, safety, dan pemberdayaan,” jelasnya.
Adapun pola kerja sama antara BBRI dengan Dahana, yakni, pembangunan dan pengelolaan pabrik dilakukan join operasional antara kedua perusahaan tersebut. Pembiayaan pembangunan pabrik menjadi tanggung jawab BBRI, sedangkan pengurusan perizinan dilaksanakan dan diatasnamakan Dahana qq BBRI. Biaya proyek yang dikeluarkan BBRI, yakni, biaya investment USD 32.560.350, working capital USD 4.218.342, atau totalnya sekitar USD 36.788.692. Kemudian emulsion price (end product) sebesar USD 600 per ton, sedang ammonia price (raw material) sebesar USD 300 per ton.

Pemilihan lokasi di Bontang didasarkan atas pertimbangan dekat dengan bahan baku dan pasar. Di mana latar belakang dari perusahaan ini terkait dorongan peningkatan konsumsi amonium nitrat sebagai bahan baku peledak dalam industri pertambangan batu bara.
Saat ini, hanya ada 1 pabrik amonium nitrat di Indonesia. Yaitu PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) di Cikampek (Jabar), dengan kapasitas sekitar 40.000 MT per tahun. Perusahaan ini juga berencana akan menambah kapasitas produksi menjadi 100.000 MT per tahun.

“Orientasi kita membangun pabrik bahan peledak ini untuk konsumsi industri pertambangan. Bukan untuk kebutuhan militer,” jelasnya.
Kemudian untuk menjamin pasokan bahan baku, telah dibuat nota kesepakatan antara BBRI dengan PT Pupuk Kaltim (PKT) mengenai suplai ammonia. Pabrik yang digarap BBRI kini dalam proses install electrical/instrumentation, dan pada September tahun ini direncanakan commissioning.

Selain pabrik yang dibangun BBRI-Dahana, PT Kaltim Nitrat Indonesia (KNI) juga sedang membangun pabrik ammonium nitrate berkapasitas 300.000 MT per tahun. Proyek di kawasan PKT tersebut juga direncanakan akan rampung 2012. Dengan beroperasinya 3 pabrik amonium nitrat itu (termasuk MNK), maka produksi amonium nitrat Indonesia nantinya mencapai 488.000 MT per tahun. Rinciannya, 100.000 MT per tahun oleh MNK, 300.000 MT per tahun KNI, dan 88.000 MT per tahun oleh BBRI-Dahana.

Hal tersebut sudah melampui proyeksi kebutuhun konsumsi amonium nitrat dalam negeri pada 2012 sebesar 467.000 MT. Namun, jika dihitung dari asumsi tingkat efisiensi masing-masing pabrik mencapai 80 persen, maka total produksi amonium nitrat dalam negeri pada 2012 baru sekitar 390.000 MT. (kri/ha)