View Full Version : Riau Province - The Land of Indonesian Malay (2nd thread)


Pages : 1 [2] 3

rilham2new
January 6th, 2010, 07:38 AM
^^ Gak ada motret Jalan Lintas Timur, Kris ??? Kondisinya bagaimana ??? Mulus, kah ??? Kudengar di beberapa titik menjelang jembatan, ada jalan yang sudah mulai dicorbeton ???

Kris18
January 6th, 2010, 08:54 AM
^^

Saking mulusnya sampai aku terlena dan gak motret bang :lol:

oke, nih report aku lebaran lalu aku ke Palembang via lintas timur dan kemarin ke Rengat - Tembilahan.

Pelalawan : jalan lintas timur disini sangat mulus :okay:

Indragiri Hulu : nah jalan mulai ada lubang2 kecil + agak retak itu ada setelah masuk kabupaten Indragiri Hulu, itu sampai ke perbatasan Lirik. Masuk Rengat, jalanan masih belum dilebarkan, proyeknya pelebaran menjadi 4 jalur itu kemungkinan jadi terhenti semenjak mantan bupati Inhu HR. Thamsir Rahman mencalonkan diri jadi cagubri. dan ironisnya sewaktu jadi bupati dulu, katanya ia paling banyak berdiam di Pekanbaru ketimbang di Rengat, ntah benar apa tidak :D. di daeraha siberida udah mulus :).


Indragiri Hilir hingga perbatasan Jambi : nah disini bang jalan menuju perbatasan jambi memang ada beberapa titik saja, namun sedikit yang dicor beton, tapi udah cukup mulus, gak separah tahun-tahun lalu.

Kris18
January 6th, 2010, 09:25 AM
^^ Wuih, mantap Kris ... Jauh2 ke Rengat hehehe ..210 km ke arah selatan dari Kota Pekanbaru :D hehehe.

Gambar pusat kota Rengat gak ada, kris ??? Jadi Lanjut ke Tembilahan gak ???

aku ada motret pusat kota, tapi hasinya gak bagus :(.

konsep tata kota Rengat lebih teratur menurutku ketimbang Tembilhana, nah di Rengat itu ada kawasa pemukimannya yang bersiih.

Nih ada 2 foto yang menurutku cukup bagus, perjalanan dari Rengat ke Tembilahan. Seperti yang pernah kubilang, jalan dari Rengat ke Tembilhan itu sempit, cuma 2 jalur, kayak jalan antar perumahan dalam kota, gak kayak jalan2 antar kabupaten lainnya :nuts:. Dan jalanannya itu banyak lubangnya, secara tiap hari dari siang sampai malam truk-truk sawit pada lewat. Dan sepanjang perjalanan itu kita disuguhi pemandangan sungai Indragiri pas disisi kanan jalan (dari Rengat) :okay:


Ini jalan dari Rengat menuju Indragiri Hilir
http://farm5.static.flickr.com/4009/4249760781_1781fe405a_b.jpg



Ini jalan menuju Tembilahan
http://farm5.static.flickr.com/4062/4249762479_25991d69fe_b.jpg

Benar, kata pak bupati Inhil, Indragiri Hilir terutama Tembilahan itu negeri seribu parit, parit yang dalam bahasa melayu disini, berarti anak-anak sungai, tahu gak?? begitu selesai aku melalui jembatan Indragiri ini

http://img244.imageshack.us/img244/4307/1030319cc4.jpg


http://i41.photobucket.com/albums/e296/nonikowaskita/DSCF6041.jpg

aku melalu setidaknya lebih dari 40 jembatan untuk ke kota Tembilhan, setiap kurang dari 100 meter ada aja jembatan kecil yang melintasi parit-parit indragiri :okay:. Itu baru menuju Tembilhan saja lho, belum termasuk desa-desa dan kecamatan-kecamatan lainnya.


Pantas , selain dijuluki negeri seribu parit, Indragiri Hilir juga dijuluki negeri seribu jembatan. Karena di daerah inilah jembatan terbanyak dibangun bersamaan dengan dibangunnya jalan akses :okay:


parit Indragiri (sumber :kampungrison.wordpress.com)
http://kampungrison.files.wordpress.com/2008/08/di-parit-bolak1.jpg

Kris18
January 6th, 2010, 09:57 AM
:ohno: Untuk kesekian kalinya yaa teman-teman :nuts: :bash:

Riau Terima DIPA TA 2010 Sebesar Rp6,221 T
05 Jan 2010 16:50 wib
ad

[b]JAKARTA (RiauInfo)[b] - Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP menerima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2010 yang diserahkan secara simbolis oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/1). Riau kebagian DIPA sebesar Rp.6,221 triliun atau tidak berbeda dengan tahun anggaran sebelumnya.

"Hampir semua daerah menerima DIPA yang tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, termasuk juga Riau. Bahkan ada yang lebih kecil," kata Gubri Rusli kepada pers usai acara.

Gubri tidak merinci kenapa hal itu terjadi. Namun Gubri memastikan bahwa di tahun-tahun mendatang Pemprov Riau akan terus berupaya secara maksimal agar Riau bisa menerima DIPA yang jauh lebih besar.

"Kita masih diuntungkan dengan adanya dana bagi hasil (DBH). Dengan DBH yang kita terima, sebenarnya anggaran yang kita miliki menjadi lebih besar dibandingkan dengan provinsi lain," terang Gubri seraya menambahkan bahwa DIPA hakekatnya merupakan dana-dana sektoral yang diturunkan ke daerah.

Meski tidak ada penambahan yang berarti dari DIPA yang diperoleh dibanding tahun sebelumnya, Gubri mengaku tetap bersyukur karena dengan anggaran yang selama ini ada, termasuk APBD, Pemprov Riau sudah berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Riau. Bahkan

tertinggi di Sumatera dan lebih tinggi dari rata-rata nasional. "Kita tetap bersyukur. Dengan anggaran yang ada kita masih mampu memacu pertumbuhan ekonomi. Bahkan rata-rata kita lebih tinggi dibandingkan nasional," ucapnya.

Gubri juga mengatakan bahwa dengan anggaran yang ada, Pemprov Riau mampu mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). "Jadi kita akan terus pacu pembangunan di Riau dengan segenap kemampuan yang kita miliki," tekadnya.

Di atas semua itu, Gubri menegaskan bahwa pihaknya akan terus beruupaya melakukan berbagai upaya agar ke depan Riau bisa mendapatkan DIPA yang lebih besar. Sebab, rasanya masih belum sebanding, apa yang disumbangkan Riau ke negeri ini dengan apa yang diterima Riau dari "kue" nasional. "Upaya pasti akan terus kita lakukan," janji Gubri.(ad/rls)

nowan
January 6th, 2010, 12:31 PM
aku melalu setidaknya lebih dari 40 jembatan untuk ke kota Tembilhan, setiap kurang dari 100 meter ada aja jembatan kecil yang melintasi parit-parit indragiri :okay:. Itu baru menuju Tembilhan saja lho, belum termasuk desa-desa dan kecamatan-kecamatan lainnya.


Terasa semakin tinggi gak jembatan2nya? :) Trims foto2nya.

rilham2new
January 6th, 2010, 12:34 PM
^^

Saking mulusnya sampai aku terlena dan gak motret bang :lol:

oke, nih report aku lebaran lalu aku ke Palembang via lintas timur dan kemarin ke Rengat - Tembilahan.

Pelalawan : jalan lintas timur disini sangat mulus :okay:

Indragiri Hulu : nah jalan mulai ada lubang2 kecil + agak retak itu ada setelah masuk kabupaten Indragiri Hulu, itu sampai ke perbatasan Lirik. Masuk Rengat, jalanan masih belum dilebarkan, proyeknya pelebaran menjadi 4 jalur itu kemungkinan jadi terhenti semenjak mantan bupati Inhu HR. Thamsir Rahman mencalonkan diri jadi cagubri. dan ironisnya sewaktu jadi bupati dulu, katanya ia paling banyak berdiam di Pekanbaru ketimbang di Rengat, ntah benar apa tidak :D. di daeraha siberida udah mulus :).


Indragiri Hilir hingga perbatasan Jambi : nah disini bang jalan menuju perbatasan jambi memang ada beberapa titik saja, namun sedikit yang dicor beton, tapi udah cukup mulus, gak separah tahun-tahun lalu.

^^ Wah ada Part Lintas Timur yang masuk ke Kabupaten Inhil, kah ??? Soalnya rasanya INhil letaknya agak jauh ke pesisir.

Wah setidaknya kalau PKU-Rengat mulus polll .. itu artinya udah ada sekitar 200 km mulus :)

rilham2new
January 6th, 2010, 12:46 PM
aku ada motret pusat kota, tapi hasinya gak bagus :(.

konsep tata kota Rengat lebih teratur menurutku ketimbang Tembilhana, nah di Rengat itu ada kawasa pemukimannya yang bersiih.

Nih ada 2 foto yang menurutku cukup bagus, perjalanan dari Rengat ke Tembilahan. Seperti yang pernah kubilang, jalan dari Rengat ke Tembilhan itu sempit, cuma 2 jalur, kayak jalan antar perumahan dalam kota, gak kayak jalan2 antar kabupaten lainnya :nuts:. Dan jalanannya itu banyak lubangnya, secara tiap hari dari siang sampai malam truk-truk sawit pada lewat. Dan sepanjang perjalanan itu kita disuguhi pemandangan sungai Indragiri pas disisi kanan jalan (dari Rengat) :okay:


Ini jalan dari Rengat menuju Indragiri Hilir
http://farm5.static.flickr.com/4009/4249760781_1781fe405a_b.jpg



Ini jalan menuju Tembilahan
http://farm5.static.flickr.com/4062/4249762479_25991d69fe_b.jpg


Wahhhh,,, ini sih hitungannya mulus kris ..... Coba consider Rengat-Tembilahan itu sekitar 80 km. Semenjak RZ jadi Gubernur anggaran PEMPROV untuk perawatan Jalan Provinsi bener2 dikeluarkan ke sini :D ... Mereka juga bangun jalan baru Bagan Jaya-Kuala Enok pakai kontraktor nasional dengan biaya Rp 220 milyar. AKu kurang tahu berapa jauh itu, tapi yang aku tahu Kuala Enok itu terlalu jauh ke selatan :D hehehe..

Di Riau selain TEMBILAHAN yang terjangkau dengan Jalan Provinsi, kita masih ada Bagansiapi-api dan Pasirpengaraian yang terjangkau dengan Jalan Provinsi.

Lebar jalan Provinsi di Rengat itu standar kok, kris. Kalau ke Pasir Pengaraian, dari Pekanbaru sampai Rantauberangin jalannya standar Lintas Sumatra (Jalan Negara), dari Rantauberangin sampai Tandun dan Ujungbatu jalannya jalan Provinsi kayaknya masih pakai lebar standar jalan lintas sumatra... Nahhh, mulai dari Ujungbatu ke Pasirpengaraian, jalannya mulai sempit seperti yang di atas gambar (sebagian bolong2), tapi tidak mmbuat kecepatan melambat,, mobil sebesar FORD ESCAPE masih bisa berkelit ke kiri/kanan.

Nah masuk ke kota Pasir Pengaraian jalannya lebar standar lintas Sumatra, baru pas setelah Dalu-dalu jalannya makin sempit ... Sampe ke perbatasan Sumatra Utara (dan setelah Sumatra Utara) jalannya juga sempit tapi aspal :D. Tapi itu sih tahun 2001 (kalau untuk yang Sumatra Utara dan Pasir ke atas).

Kalau tahun 2005, pelebaran jalan jadi standar Jalan Lintas Sumatra waktu itu lagi IN-PROGRESS .. :)

Kris18
January 6th, 2010, 01:13 PM
^^ Wah ada Part Lintas Timur yang masuk ke Kabupaten Inhil, kah ??? Soalnya rasanya INhil letaknya agak jauh ke pesisir.

Wah setidaknya kalau PKU-Rengat mulus polll .. itu artinya udah ada sekitar 200 km mulus :)

Yup benar, :).

Kalau tak salah ya bang, sewaktu kita mau ke Jambi lepas dari kabupaten Inhu, kita akan melewati wilayah Inhil, salah satunya kecamatan Keritang, tahun 2008 lalu, disini banyaak sekali lubang-lubang sebesar telapak kaki dinosaurus, wuiih.. jangan harap banyak truk dan mobil besar yang selamat disini :ohno:. Tapi sekarang hitungan ku udah cukup muluslah.

bang, coba deh baca komentar catatan perjalanan lintas timur seseorang ini , bisa jadi referensi kita untuk lintas timur Sumatera khususnya di Riau :) :
http://dgk.or.id/archives/2008/11/15/catatan-perjalanan-lintas-timur-sumatera/

Kris18
January 6th, 2010, 01:19 PM
Wahhhh,,, ini sih hitungannya mulus kris ..... Coba consider Rengat-Tembilahan itu sekitar 80 km. Semenjak RZ jadi Gubernur anggaran PEMPROV untuk perawatan Jalan Provinsi bener2 dikeluarkan ke sini :D ... Mereka juga bangun jalan baru Bagan Jaya-Kuala Enok pakai kontraktor nasional dengan biaya Rp 220 milyar. AKu kurang tahu berapa jauh itu, tapi yang aku tahu Kuala Enok itu terlalu jauh ke selatan :D hehehe..

Di Riau selain TEMBILAHAN yang terjangkau dengan Jalan Provinsi, kita masih ada Bagansiapi-api dan Pasirpengaraian yang terjangkau dengan Jalan Provinsi.

Lebar jalan Provinsi di Rengat itu standar kok, kris. Kalau ke Pasir Pengaraian, dari Pekanbaru sampai Rantauberangin jalannya standar Lintas Sumatra (Jalan Negara), dari Rantauberangin sampai Tandun dan Ujungbatu jalannya jalan Provinsi kayaknya masih pakai lebar standar jalan lintas sumatra... Nahhh, mulai dari Ujungbatu ke Pasirpengaraian, jalannya mulai sempit seperti yang di atas gambar (sebagian bolong2), tapi tidak mmbuat kecepatan melambat,, mobil sebesar FORD ESCAPE masih bisa berkelit ke kiri/kanan.

Nah masuk ke kota Pasir Pengaraian jalannya lebar standar lintas Sumatra, baru pas setelah Dalu-dalu jalannya makin sempit ... Sampe ke perbatasan Sumatra Utara (dan setelah Sumatra Utara) jalannya juga sempit tapi aspal :D. Tapi itu sih tahun 2001 (kalau untuk yang Sumatra Utara dan Pasir ke atas).

Kalau tahun 2005, pelebaran jalan jadi standar Jalan Lintas Sumatra waktu itu lagi IN-PROGRESS .. :)


Oh gitu ya bang, jadi ini jalan-jalan provinsi yaa. Iya sejauh ini cukup mulus.
iya bang kalau di foto aku ngambil kebetulan yang mulusnya :D, pertama dari arah Rengat masih cukup mulus, nah pertengahan menuju Tembilahan nanti yang agak rusak, tapi gak parahlah.

Kris18
January 6th, 2010, 01:22 PM
Terasa semakin tinggi gak jembatan2nya? :) Trims foto2nya.

yup, sama-sama :).
Kalau menurutku , yang paling tinggi itu jembatan Inderagirinya :D.

Jembatan-jembatan kecil itu standar lah ukuran jembatan kecilnya PU. Seperti jembatan-jembatan kecil yang ada di kecamatan Kampar Kiri :).

fahminanda
January 6th, 2010, 04:38 PM
Dinilai Menjanjikan, Investor Korea Kembangkan Sektor Pariwisata Kuansing
Written by parlindungan Wednesday, 06 January 2010 02:13

Karena dinilai sektor pariwisata dan budaya di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau cukup menjanjikan, investor asal Korea menyatakan minatnya menanamkan investasi dengan fasilitas pendukung lainnya.

‘’Kita berminat mengembangkan arena pariwisata beserta fasilitas pendukungnya. Salah satunya adalah, pengembangan kawasan hutan Pulau Bungin serta kawasan sungai yang menjadi iven tradisi dan budaya masyarakat di Kabupaten Kuansing ini,’’ kata Asisten Mr Kind investor dari Korea, Febrina, saat peninjauan di kawasan Hutan Kota Pulau Bungin (arena pacu jalur) di Tepian Narosa, Selasa (5/1/2010) di Teluk Kuantan.

Peninjauan langsung dilakukan oleh Wakil Bupati Kuansing, Mursini bersama jajarannya, lalu Direktur Utama PT Sun Wang, Mr Kind, Direktur PT Jaya Bersama, Aswin Zen Watimena, dan Asisten PT Sung Wang asal Korea, Febrina.

Lebih jauh menurut Febrina, pihaknya akan menindak lanjuti segera rencana kerja sama ini dengan Pemkab Kuansing. ‘’Nanti akan segera kita tindaklanjuti pembicaraan dengan Pemkab Kuansing mengenai kerja sama kedua belah pihak ini,’’ ujarnya seperti yang dikutip melalui Riau Pos, Rabu (6/1/2010).

Sementara itu, Wakil Bupati Kuansing, Mursini mengatakan, Pemkab Kuansing sangat merespon rencana penanaman investasi di bidang pengembangan kepariwisataan di kawasan Teluk Kuantan. ‘’Kita tertarik dengan apa yang ditawarkan investor Korea ini yang telah dipersentasekan sebelumnya,’’ ujar Mursini.

Mursini juga menjelaskan, kalau investor asal Korea tersebut berencana menanamkan investasinya dalam pembangunan hotel di kawasan Tepian Narosa, Teluk Kuantan dengan viewnya menghadap Sungai Kuantan. Bangun hotel tersebut akan dibangun berlantai lima dengan jumlah kamar sebanyak 172 kamar, yang terdiri dari 160 kamar standar, 10 buah kamar tipe suite, dan dua kamar dengan tipe super suite.

Rencananya, hotel setingkat bintang empat ini akan dibangun mulai kawasan Polsek Kuantan Tengah hingga Wisma Jalur, Teluk Kuantan, yang tentunya akan dibebaskan Pemkab Kuansing. Namun pihak investor Korea tersebut berharap, lahannya bisa diperlebar hingga eks RSUD Teluk Kuantan yang kini dipergunakan bagi Puskesmas Kuantan Tengah. Sehingga pengembangannya akan lebih baik.(*)

^^
Maju Riau Ku...:banana:

rilham2new
January 6th, 2010, 07:14 PM
Yup benar, :).

Kalau tak salah ya bang, sewaktu kita mau ke Jambi lepas dari kabupaten Inhu, kita akan melewati wilayah Inhil, salah satunya kecamatan Keritang, tahun 2008 lalu, disini banyaak sekali lubang-lubang sebesar telapak kaki dinosaurus, wuiih.. jangan harap banyak truk dan mobil besar yang selamat disini :ohno:. Tapi sekarang hitungan ku udah cukup muluslah.

bang, coba deh baca komentar catatan perjalanan lintas timur seseorang ini , bisa jadi referensi kita untuk lintas timur Sumatera khususnya di Riau :) :
http://dgk.or.id/archives/2008/11/15/catatan-perjalanan-lintas-timur-sumatera/

^^ Ohh yang itu ak udah pernah baca, kris ... asik kali ya kalau punya GPS di mobil. haha

Biasalah, itu waktu kasus Krisis Finansial Global 2008 yang DBH Migas untuk Riau gak turun sampe hari ini, DAU nyicil (dan dipotong), DIPA yang terus turun...

Itu jadwal perbaikan jalan Provinsi Riau, kris ... Jadi karena ada masalah finansial (signifikan) di APBN, perawatan jalan di Jalan Negara di Riau difokuskan ke kawasan2 kayak PKU-Duri dan PKU-Batas Sumbar (yang terus menerus diaspal ulang,,, sampe hampir gak ad bolong2nya :nuts: ... Dan melupakan kawasan lain, kesannya orang Riau cuman pake ruas itu saja ...)... Beberapa ruas kayak setelah Rengat .... Itu sekitaran Keritang, Seberida ... itu memang ter-SKIP. Di Batas Sumatra Utara, di kawasan Baganbatu juga ter-SKIP.

Yang gak adilnya, tahun2 sebelumnya provinsi lain di Sumatra malah dapat jatah perbaikan jalan besar2an :tongue2:... Giliran pas Riau yang mau diperbaiki, datang pula krisis finansial global :nuts: ... Cuman sayang kerusakan 10-20 km ... melupakan 500-an km jalan negara yang kondisinya masih bagus dan masih bisa dibawa ngebut di Riau ini.

Jalan Lintas Timur Sumatra di Riau saja panjangnya 570-an km :( ... Kalau memperbaikinya pasti harus keluar sampai ratusan milyar, bahkan trilyunan dan itu tidak bisa sekaligus :( ...

Kris18
January 7th, 2010, 07:37 AM
570 km??! Itu pantas ajaa,, lah kalau ingin perbaiki sampai 100% mulus dari ujung ke ujung harus ada anggaran khusus langsung dari APBN untuk jalan negara provinsi Riau :D tentunya sebanding dengan panjang dan kondisi jalan tersebut :D.

Biar orang-orang gak mempertanyakan lagi kenapa jalan Riau begini-begitu dengan embel-embel provinsi kaya minyak, delelelel (capek deeh) ala bolot korengan :bash:

hendaknya orang Riau sendiri tahu akan permasalah ini :ohno:

Kris18
January 7th, 2010, 07:43 AM
Dinilai Menjanjikan, Investor Korea Kembangkan Sektor Pariwisata Kuansing
Written by parlindungan Wednesday, 06 January 2010 02:13

Karena dinilai sektor pariwisata dan budaya di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau cukup menjanjikan, investor asal Korea menyatakan minatnya menanamkan investasi dengan fasilitas pendukung lainnya.

‘’Kita berminat mengembangkan arena pariwisata beserta fasilitas pendukungnya. Salah satunya adalah, pengembangan kawasan hutan Pulau Bungin serta kawasan sungai yang menjadi iven tradisi dan budaya masyarakat di Kabupaten Kuansing ini,’’ kata Asisten Mr Kind investor dari Korea, Febrina, saat peninjauan di kawasan Hutan Kota Pulau Bungin (arena pacu jalur) di Tepian Narosa, Selasa (5/1/2010) di Teluk Kuantan.

Peninjauan langsung dilakukan oleh Wakil Bupati Kuansing, Mursini bersama jajarannya, lalu Direktur Utama PT Sun Wang, Mr Kind, Direktur PT Jaya Bersama, Aswin Zen Watimena, dan Asisten PT Sung Wang asal Korea, Febrina.

Lebih jauh menurut Febrina, pihaknya akan menindak lanjuti segera rencana kerja sama ini dengan Pemkab Kuansing. ‘’Nanti akan segera kita tindaklanjuti pembicaraan dengan Pemkab Kuansing mengenai kerja sama kedua belah pihak ini,’’ ujarnya seperti yang dikutip melalui Riau Pos, Rabu (6/1/2010).

Sementara itu, Wakil Bupati Kuansing, Mursini mengatakan, Pemkab Kuansing sangat merespon rencana penanaman investasi di bidang pengembangan kepariwisataan di kawasan Teluk Kuantan. ‘’Kita tertarik dengan apa yang ditawarkan investor Korea ini yang telah dipersentasekan sebelumnya,’’ ujar Mursini.

Mursini juga menjelaskan, kalau investor asal Korea tersebut berencana menanamkan investasinya dalam pembangunan hotel di kawasan Tepian Narosa, Teluk Kuantan dengan viewnya menghadap Sungai Kuantan. Bangun hotel tersebut akan dibangun berlantai lima dengan jumlah kamar sebanyak 172 kamar, yang terdiri dari 160 kamar standar, 10 buah kamar tipe suite, dan dua kamar dengan tipe super suite.

Rencananya, hotel setingkat bintang empat ini akan dibangun mulai kawasan Polsek Kuantan Tengah hingga Wisma Jalur, Teluk Kuantan, yang tentunya akan dibebaskan Pemkab Kuansing. Namun pihak investor Korea tersebut berharap, lahannya bisa diperlebar hingga eks RSUD Teluk Kuantan yang kini dipergunakan bagi Puskesmas Kuantan Tengah. Sehingga pengembangannya akan lebih baik.(*)

^^
Maju Riau Ku...:banana:

mantap bang! :okay:

Kris18
January 7th, 2010, 07:46 AM
dari riauinfo.com
pabrik gula ini akan jadi yang terbesar kedua di Indonesia :okay:


Riau Akan Bangun Pabrik Gula
06 Jan 2010 09:03 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Dalam waktu dekat ini sebuah pabrik gula besar akan dibangun di Riau, tepatnya di Pulau Rupat. Pabrik gula tersebut diperkirakan akan menjadi yang terbesar di Indonesia, dan akan dibangun mulai 2011 atau tahun depan.

Pabrik gula itu akan dibangun oleh investor lokal. Investor tersebut telah menjalankan studi kelayakan di Pulau Rupat sebagai lokasi lahan perkebunan tebu nantinya. Bahkan izin prinsip pembangunannya sudah dikantongi investor tersebut.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Riau Herliyan Saleh membenarkan akan didirikannya pabrik gula di Pulau Rupat itu. Dia menyebutkan berdasarkan kajian yang telah dilakukan, Pulau Rupat memang cocok dikembangkan perkebunan tebu.

"Lahan di Pulau Rupat sangat cocok untuk dikembangkan perkebunan sawit. Selain struktur tanahnya cocok, lahah yang tersedia juga sangat luas. Kini hanya menunggu penyelesaian ganti rugi lahan dari masyarakat untuk perkebunan tebu itu," ujarnya.

Dikatakannya, keberadaan pabrik gula itu nantinya akan sangat besar manfaatnya bagi Riau. Selain bisa memenuhi kebutuhan gula untuk wilayah Riau dan sekitarnya, juga pabrik gula dan kebun tebu juga akan menyerap tenaga kerja cukup besar.

Keberadaan pabrik gula itu juga dapat membantu pemerintah untuk menjaga gugusan pulau terluar yang rentan diklaim negara lain sebagai miliknya. "Jadi pabrik gula yang akan dibangun itu benar-benar besar manfaatnya bagi Riau," tambahnya.(ad)

Kris18
January 7th, 2010, 07:49 AM
:okay:

ngomong-ngomong soal energi, PLTU 2x100mw Riau itu udah masuk tahap proses tender

Riau International Energy Expo Akan Digelar di Pekanbaru
06 Jan 2010 22:24 wib
Surya
PEKANBARU (RiauInfo) - Event bertaraf internasional bidang energy akan diselenggarakan di Provinsi Riau. Event bernama Riau International Energy Expo tersebut akan dilangsungkan pada 1 hingga 3 Oktober 2010 mendatang. Gubernur Riau Rusli Zainal menyatakan event ini sebagai bentuk upaya meningkatkan expos eksistensi Riau sebagai daerah yang berpotensi besar dalam energy secara global.

Menurut Gubernur, tujuan utama expo tersebut akan menjai forum internasional bagi pelaku bisnis dibidang energi, jasa produk dan teknologi pendukungnya untuk melakukan pertemuan dan diskusi secara intensif dengan para investor lokal dan globa, pemilik proyek energy dan kelistrikan, pemerintah pusat dan daerah, serta pihak lainnnya yang memiliki peran penting dalam pembangunan sektor lainnya.

Riau International Energy Expo memformat acara dengan Opening Ceremony, Konferensi, Pameran, Forum Bisnis, Pagelaran Kesenian dan Budaya hingga ke Tornamen Golf. Gubernur dalam ekspos acara tersebut pada Rabu (6/01/10) ini menyatakan, event bertaraf internasional yang akan berlangsung di Hotel Labersa ini minimal akan meningkatkan multi efek dari perekonomian Riau secara umum.

"Selain sebagai pertemuan pelaku bisnis bidang energy, event ini secara tidak langsung akan memeberikan kontribusi ekonomis tersendiri bagi Riau. Kita harap penyelenggara akan mampu beklerja maksimal untuk melakukannya dengan baik hingga hari pelaksanaannya,"ungkap gubernur.

Riau International Energy Expo ini merupakan event yang dilakukan secara mandiri oleh PT. Visindo Citra Internasional. Semua biaya dan fasiliatas serta akomodasi ditanggung penuh oleh perusahaan ini. Sehingga, Pemprov Riau menyatakan mendukung event tersebut.(Surya)

rilham2new
January 7th, 2010, 09:48 AM
570 km??! Itu pantas ajaa,, lah kalau ingin perbaiki sampai 100% mulus dari ujung ke ujung harus ada anggaran khusus langsung dari APBN untuk jalan negara provinsi Riau :D tentunya sebanding dengan panjang dan kondisi jalan tersebut :D.

Biar orang-orang gak mempertanyakan lagi kenapa jalan Riau begini-begitu dengan embel-embel provinsi kaya minyak, delelelel (capek deeh) ala bolot korengan :bash:

hendaknya orang Riau sendiri tahu akan permasalah ini :ohno:


Sebenarnya yang ngomong kayak gitu pastinya OTAK nya gak ada ...

Aku barusan mlototin YAT (Yamaha Touring) Jawa-Sumatra-Bali ... Hahaha di setiap ETAPE ada jalan bolong2nya kok.

Etape Pekanbaru-Bukittinggi misalnya, di Riau nya malah MULUS. Yang ancur malah di sekitaran Harau sama Kelok Sembilan.

Etape MuaroBungo-Bukittinggi misalnya, dikategorikan etape yang paling banyak bolong2nya sama tim YAT.

Etape Muaro Bungo-Jambi, tidak 100% mulus ada titik kerusakan yang bentuknya kurang lebih sama kayak Seberida.

Etape Palembang-Jambi juga ada titik kerusakan tertentu.

Etape Baturaja-Palembang juga sama

Etape yang cenderung mulus cuman Etape di Lampung dan Sumatra Utara (itupun cuman etape Danau Toba-Medan).

Etape Pekanbaru-Rantau Parapat juga ada hancur di beberapa titik. antara Duri - Rantau Parapat.

Dan itu data VALID terekam dalam video tim YAT yang diupload ke Youtube hasil perjalanan Desember 2009.

Jadi maaf, aku udah bisa mementahkan kalau ada yang membandingkan Riau dengan provinsi tetangga. Maaf, keadaannya juga tidak lebih baik ternyata :D


NB: Etape terpanjang selama touring Jawa-Bali-Sumatra, adalah PKU-Rantauprapat hampir 400 km!!!

Kris18
January 7th, 2010, 01:16 PM
^^

apalagi nanti kalau seandainya (kemarin pas rakernas gubernur seIndonesia) sudah direncanakan pembangunan jalan tol Sumatera :) jalan antar daerah sesumatera bakalan menyenangkan, tapi bakalan jadi gak yaa??

rilham2new
January 7th, 2010, 05:49 PM
^^ Begitu Jembatan Jawa - SUmatra mulai start konstruksi, pemerintah jangan berdiam diri. Segera tingkatan kapasitas Jalan Nasional. Setidaknya lebarnya standar. Dan tingkat kemulusannya 95% ekuivalen di semua provinsi (jenis aspal masih bisa disesuaikan dengan kondisi geologis provinsi).

Sekarang ini yang bener2 standar baru ruas2 tertentu yang bener2 padat saja. Suatu hari nanti memang harus sudah direncanakan jalan tol.

rilham2new
January 7th, 2010, 10:56 PM
Beberapa Bandara Operasional di Provinsi Riau
* di luar Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru tentunya :D

Bandara PINANG KAMPAI - Kota Dumai
* Kota terbesar kedua di Riau
* Kota pelabuhan terbesar ke-1 di Riau
* melayani penerbangan berjadwal ke Pekanbaru, Batam, dan Halimperdanakusuma (Jakarta)
* dikelola oleh Pemerintah Kota (PEMKOT) Dumai
* gambar oleh "chelsea_number_8"

Landed on the airport
http://i12.photobucket.com/albums/a202/chelsea_number_8/XSP-DUM/IMG_3612_resize_resize.jpg

ATC Bandara Pinang Kampai
http://i12.photobucket.com/albums/a202/chelsea_number_8/XSP-DUM/IMG_3614_resize_resize.jpg

Bangunan terminal terlihat dari Runway
http://i12.photobucket.com/albums/a202/chelsea_number_8/XSP-DUM/IMG_3615_resize_resize.jpg

Inilah RUNWAY nya
http://i12.photobucket.com/albums/a202/chelsea_number_8/XSP-DUM/IMG_3618_resize_resize.jpg

Ground Crew
http://i12.photobucket.com/albums/a202/chelsea_number_8/XSP-DUM/IMG_3620_resize_resize.jpg

Gedung Terminal Bandara
1
http://i12.photobucket.com/albums/a202/chelsea_number_8/XSP-DUM/IMG_3621_resize_resize.jpg

2
http://i12.photobucket.com/albums/a202/chelsea_number_8/XSP-DUM/IMG_3623_resize_resize.jpg

rilham2new
January 7th, 2010, 11:16 PM
Bandara Japura - Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu
* Bandara ini ternyata cukup "renta" juga, karena ternyata sudah diresmikan sejak 1 September 1954 :nuts:
* Dulunya punya STANVAC (perusahaan minyak kayaknya)
* Airport ini udah sepi, gak ada traffic.. palingan sebulan sekali.. kalau ada Pesawat Charter mendarat di sini. ATC airport ini tetep operasional untuk membantu navigasi pesawat.
* Maklum ketimbang naik pesawat yang terbangnya cuman 1 kali seminggu. Mendingan bawa mobil lewat Lintas Sumatra yang sudah ada sejak tahun 1990-an ini. Mulus pula jalannya :D ..
* Kelihatannya masih dipakai kalau memberangkatkan jemaah haji ke Batam... maklum airport Pekanbaru bisa lumpuh, kalau semua jemaah haji satu Riau diberangkatkan lewat Pekanbaru :tongue2:
* gambar oleh LATLON

tugu peresmian yang sudah hampir pupus dimakan zaman
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF2994.jpg

Lokasi di tepi Jalan Lintas Timur Sumatra penghubung Pekanbaru dan Jambi
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF2719.jpg

Jalan Akses bandara seadanya
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF2721.jpg

bangunan Terminal Penumpang
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF2992.jpg

ATC
1
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF2720.jpg

2
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF2986.jpg

Apron
1
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF2987.jpg

2
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF2991.jpg

View ke arah Runway
1
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF2988.jpg

2
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF2993.jpg

rilham2new
January 7th, 2010, 11:26 PM
Bandara Tempuling - Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir
* So far, bandara paling JUNIOR di Riau. Karena baru diresmikan sekitar tahun 2009 ini juga... persisnya lupa.
* Luas apron kira-kira 120 x 85 meter
* Panjang landasan/ Runway 1500 meter (lebar: 30 meter)
* Dipakai untuk membawa jemaah haji ke Batam.
* Gambar oleh LATLON (diambil pada Maret 2009)

Bangunan bandara dari kejauhan
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF3034TempulingAirport.jpg

Kompleks ATC dari kejauhan
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF3036TempulingAirport.jpg

Inilah ATC nya
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF3038TempulingAirport.jpg

Runway 33
1
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF3311TempulingAirportRW-33.jpg

2
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF3312TempulingAirportRW-33.jpg

Runway 15
1
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF3314TempulingAirportRW-15.jpg

2
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF3316TempulingAirportRW-15.jpg

Bangunan Terminal Bandara
1
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF3319TempulingAirportApron.jpg

2
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF3320TempulingAirportTerminal.jpg

^^ Sekali lagi, aku belum ada gambar terbaru .. tapi musim haji kemaren airport ini sudah dipakai.

rilham2new
January 7th, 2010, 11:31 PM
aku ada motret pusat kota, tapi hasinya gak bagus :(.



Ini jalan dari Rengat menuju Indragiri Hilir
http://farm5.static.flickr.com/4009/4249760781_1781fe405a_b.jpg



Ini jalan menuju Tembilahan
http://farm5.static.flickr.com/4062/4249762479_25991d69fe_b.jpg


Jalan Raya Rengat - Tembilahan --- Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir
* Rengat - Tembilahan sekitar 80 km...
* gambar oleh LATLON

http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF3321Tempuling.jpg

Kris18
January 8th, 2010, 03:45 AM
^^
Pas sampai di kecamatan Tempuling itu setelah jembatan Indragiri, dan jalanan disana sudah mulai mulus :D

_____________________________


dari riauinfo.com


DISAHKAN PRESIDEN.. :banana: :banana:.
Konstruksi PLTU Riau Akan Segera Berjalan
07 Jan 2010 18:28 wib
Surya
PEKANBARU (RiauInfo) - Kebutuhan listrik Riau meningkat hingga 12 persen dalam setahun. Hal ini menjadi alasan kuat Provinsi Riau untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2X100 MW (Mega Watt). Gubernur Riau Rusli Zainal kembali menegaskan pembangunan PLTU Riau telah disahkan oleh Presiden sebagai program pembangunan pembangkit listrik nasional 10.000 MW pada 2010 ini.

"Dalam surat yang kita terima, maka Perpres pembangunan PLTU Riau masuk dalam program 10.000 MW telah ditandatangni preseden sejak 23 Desember 2009 lalu. Jadi Riau telah mendapatkan solusi mengatasi krisis listrik hingga pelaksanaan PON 18 pada tahun 2012 mendatang,"ungkap Rusli seraya memegang berkas surat pernyataan pengesahaan Perpres pada jumpa pers, Rabu (6/01/10) malam kemarin.

Pada kesempatan itu, Rusli juga mengatakan bahwa proses selanjutnya akan dilaksanakan proses konstruksi untuk membangun PLTU tersebut di Riau. Dengan catatan sesuai dengan prosedur yang diberikan oleh pemerintah pusat.(Surya)

Kris18
January 8th, 2010, 03:47 AM
Soeripto Meninggal Dunia di Rumah Sakit MMC Jakarta
07 Jan 2010 22:11 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Mantan Gubernur Riau Soeripto ternyata meninggal dunia pada pukul 14.15 Wib di Rumah Sakit MMC Jakarta. Almarhum dilarikan ke rumah sakit tersebut setelah terjadi di kamar mandi di kediamannya.

Pihak keluarga belum bisa menjelaskan kenapa Soeripto yang menjadi Gubernur Riau dalam dua priode yakni 1988-1993 dan 1993-1998 sampai terjatuh di kamar mandi. Hanya saja saat dilarikan ke rumah sakit, beliau menghembuskan nafas terakhirnya.

Karo Humas Setdaprov Riau, Zulkarnain Kadir mengatakan jenazah Soeripto saat ini masih di semayamkan di rumah duka Jalan Anjamoro H-19 Bukit Permai, Cibubur, Jakarta Timur. Belum ada informasi kapan dan dimana, jenazah Soeripto akan dikembumikan.

Gubernur Riau HM Rusli Zainal saat mendapat kabar meninggal dunianya Soeripto langsung mengucapkan Innalillahi waiinalillahi rojiun dan ikut belasungkawa. Saat itu Rusli Zainal sedang memimpin rapat kerja (Raker) bupati dan walikota se-Riau di Gedung Daerah Provinsi Riau di Pekanbaru.(ad)

Kris18
January 8th, 2010, 06:07 AM
Dinilai Menjanjikan, Investor Korea Kembangkan Sektor Pariwisata Kuansing
Written by parlindungan Wednesday, 06 January 2010 02:13

Karena dinilai sektor pariwisata dan budaya di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau cukup menjanjikan, investor asal Korea menyatakan minatnya menanamkan investasi dengan fasilitas pendukung lainnya.

‘’Kita berminat mengembangkan arena pariwisata beserta fasilitas pendukungnya. Salah satunya adalah, pengembangan kawasan hutan Pulau Bungin serta kawasan sungai yang menjadi iven tradisi dan budaya masyarakat di Kabupaten Kuansing ini,’’ kata Asisten Mr Kind investor dari Korea, Febrina, saat peninjauan di kawasan Hutan Kota Pulau Bungin (arena pacu jalur) di Tepian Narosa, Selasa (5/1/2010) di Teluk Kuantan.

Peninjauan langsung dilakukan oleh Wakil Bupati Kuansing, Mursini bersama jajarannya, lalu Direktur Utama PT Sun Wang, Mr Kind, Direktur PT Jaya Bersama, Aswin Zen Watimena, dan Asisten PT Sung Wang asal Korea, Febrina.

Lebih jauh menurut Febrina, pihaknya akan menindak lanjuti segera rencana kerja sama ini dengan Pemkab Kuansing. ‘’Nanti akan segera kita tindaklanjuti pembicaraan dengan Pemkab Kuansing mengenai kerja sama kedua belah pihak ini,’’ ujarnya seperti yang dikutip melalui Riau Pos, Rabu (6/1/2010).

Sementara itu, Wakil Bupati Kuansing, Mursini mengatakan, Pemkab Kuansing sangat merespon rencana penanaman investasi di bidang pengembangan kepariwisataan di kawasan Teluk Kuantan. ‘’Kita tertarik dengan apa yang ditawarkan investor Korea ini yang telah dipersentasekan sebelumnya,’’ ujar Mursini.

Mursini juga menjelaskan, kalau investor asal Korea tersebut berencana menanamkan investasinya dalam pembangunan hotel di kawasan Tepian Narosa, Teluk Kuantan dengan viewnya menghadap Sungai Kuantan. Bangun hotel tersebut akan dibangun berlantai lima dengan jumlah kamar sebanyak 172 kamar, yang terdiri dari 160 kamar standar, 10 buah kamar tipe suite, dan dua kamar dengan tipe super suite.

Rencananya, hotel setingkat bintang empat ini akan dibangun mulai kawasan Polsek Kuantan Tengah hingga Wisma Jalur, Teluk Kuantan, yang tentunya akan dibebaskan Pemkab Kuansing. Namun pihak investor Korea tersebut berharap, lahannya bisa diperlebar hingga eks RSUD Teluk Kuantan yang kini dipergunakan bagi Puskesmas Kuantan Tengah. Sehingga pengembangannya akan lebih baik.(*)

^^
Maju Riau Ku...:banana:


Riaupos edisi cetak 7 Januari 2010

http://farm5.static.flickr.com/4035/4255923982_ab677fb05b_o.jpg

nowan
January 8th, 2010, 12:51 PM
yup, sama-sama :).
Kalau menurutku , yang paling tinggi itu jembatan Inderagirinya :D.

Jembatan-jembatan kecil itu standar lah ukuran jembatan kecilnya PU. Seperti jembatan-jembatan kecil yang ada di kecamatan Kampar Kiri :).

Sungai2 kecil itu dipakai buat transportasi masyarakat ga? Soalnya agak heran aja, kenapa jembatan2 kecilnya dibuat tinggi sekali :) Jadi kaya roller coaster aja kalo lewat sana :lol: Enak juga kalau naik motocross ya, bisa jumping tinggi :D

Riaupos edisi cetak 7 Januari 2010

http://farm5.static.flickr.com/4035/4255923982_ab677fb05b_o.jpg

good news.. Oya, Riau sudah punya wisata menyurusi sungai2 dg kapal atau perahu pesiar belum ya?

Bandara Tempuling - Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir
* So far, bandara paling JUNIOR di Riau. Karena baru diresmikan sekitar tahun 2009 ini juga... persisnya lupa.
* Luas apron kira-kira 120 x 85 meter
* Panjang landasan/ Runway 1500 meter (lebar: 30 meter)
* Dipakai untuk membawa jemaah haji ke Batam.
* Gambar oleh LATLON (diambil pada Maret 2009)

Bangunan bandara dari kejauhan
http://i292.photobucket.com/albums/mm37/latlon/PKU-CGK%20PK-RAY/DSCF3034TempulingAirport.jpg


Saya kira ini salah satu bandara yg nekad jg pembangunannya :D Lihat saja vegetasi sekelilingnya.. Di bawahnya pasti lapisan gambut tebal :nuts:
Ngeri2 sedap juga bangun landasan pacunya. Salut bisa jadi juga akhirnya :)

Kris18
January 9th, 2010, 02:56 AM
Sungai2 kecil itu dipakai buat transportasi masyarakat ga? Soalnya agak heran aja, kenapa jembatan2 kecilnya dibuat tinggi sekali :) Jadi kaya roller coaster aja kalo lewat sana :lol: Enak juga kalau naik motocross ya, bisa jumping tinggi :D



good news.. Oya, Riau sudah punya wisata menyurusi sungai2 dg kapal atau perahu pesiar belum ya?



Saya kira ini salah satu bandara yg nekad jg pembangunannya :D Lihat saja vegetasi sekelilingnya.. Di bawahnya pasti lapisan gambut tebal :nuts:
Ngeri2 sedap juga bangun landasan pacunya. Salut bisa jadi juga akhirnya :)


Yup! Parit-parit Indragiri Hilir ini adalah anak-anak sungai Indragiri sendiri, yang memang dipergunakan oleh masyarakat sebagai jalan untuk transportasi sampan, perahu, bahkan kapal speedboat. Juga untuk berkebun, semisal, kopra, kelapa sawit, dan lain-lain. Ikan dan udangnya juga masih banyak :D

nih parit Indragiri Hilir dari wisatamelayu.com

http://farm5.static.flickr.com/4038/4257488027_4738eee462_o.jpg


Selain di perairan laut hingga selat melaka, Riau juga punya banyak pulau-pulau yang terdapat di sungai-sungai besar, sebut saja seperti sungai Kamparm sungai Indragiri. Riau juga punya potensi agrowisata dan perjalanan-perjalanan dari satu daerah ke daerah lain dengan menyusuri 4 sungai besar tersebut , Siak, Kampar, Indragiri, dan Rokan.

Secara tentulah punya potensi wisata bahari menyusuri sungai, aku ada buku VISIT RIAU dapat dari disbudpar Riau, disitu ada paket wisata perjalanan menyelusuri daerah-daerah melalui 4 sungai besar tersebut :cheers:. Agrowisatanya juga ada . Tuh, kalau dari Pekanbaru saja jika ingin ke Bengkalis, Selat Panjang, Kepulauan Riau, ataupun Malaysia kita bisa berangkat melalui sungai Siak :D.

Kris18
January 9th, 2010, 04:20 AM
Kabupaten Rokan Hulu membangun :)

http://farm5.static.flickr.com/4060/4255160603_e7e4e0f4f3_o.jpg


http://farm3.static.flickr.com/2781/4255923016_fc75712f43_o.jpg

Kris18
January 9th, 2010, 04:21 AM
http://farm3.static.flickr.com/2761/4255923310_2a52d26b01_o.jpg

Kris18
January 12th, 2010, 06:39 AM
dari Riaupos edisi cetak

http://farm5.static.flickr.com/4063/4267164327_d968c4593b_o.jpg

Kris18
January 12th, 2010, 06:41 AM
dari Riaupos edisi cetak

http://farm3.static.flickr.com/2735/4267912088_2fdabd7357_o.jpg

Kris18
January 13th, 2010, 08:16 AM
dari Riaupos Edisi Cetak

http://farm5.static.flickr.com/4029/4270304205_e15e5cc3b3_o.jpg

rilham2new
January 13th, 2010, 12:00 PM
^^ Kudengar di Baganbatu, Kota Kecamatan di kawasan Kabupaten Rokan Hilir yang berbatasan dengan Provinsi Sumatra Utara,, akan memiliki Modern Shopping Complex sepertti yang saat ini sudah ada di Mandau, Tualang, Pangkalan Kerinci, dan Rengat.

rilham2new
January 13th, 2010, 12:01 PM
dari Riaupos edisi cetak

http://farm3.static.flickr.com/2735/4267912088_2fdabd7357_o.jpg

Baganbatu ini agak jauh dari Pekanbaru ... 270 km-an ada kali dari Kota Pekanbaru :nuts:

Baru dibilang udah ada datanya aja :D

rilham2new
January 13th, 2010, 04:47 PM
Berita tentang Bandara Tuanku Tambusai di Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu (180 km jalan darat dari kota Pekanbaru)..

Dari riauterkini
Rabu, 13 Januari 2010 07:29
Pengerjaan Lancar,
Oktober, Bandara Tuanku Tambusai Beroperasi Maksimal

Dinas Perhubungan Rohul optimis Bandara Tuanku Tambusai Pasirpangaraian bisa beroperasi masimal mulai Oktober mendatang. Sejauh ini proses pengerjaannya berjalan lancar.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN-Bandara Tuanku Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Oktober 2010 direncanakan sudah beroperasi untuk pemberangkatan dan kepulangan Jemaah Calon Haji (JCH) pada musim haji tahun ini, serta landasan pesawat pejabat Riau dan pejabat dari pusat, namun hanya mampu menampung maksimal untuk pesawat jenis Foker 50.

Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Rohul, H Mahlan, kepada Riauterkini, Selasa (12/1/10). Pihaknya bersama tim, sudah mengusulkan tentang penambahan dana APBN Perubahan 2010 dan APBN 2011, ke Departemen Perhubungan RI Jakarta.

“Pihak kita sudah mendapatkan bantuan Rp.13,8 miliar, untuk pembangunan bandara tahun 2010. pembangunan fasilitas sisi darat, dan penyempurnaan terminal sisi darat tahap II, termasuk pemadam kebakaran dan ambulance,” terang Mahlan.

Mengenai persiapan pembangunan tahun 2010 yang belum selesai, akan direalisasikan dengan menggunakan dana APBN Perubahan 2010, yang diperkirakan sekitar Rp.7 miliar. Sementara tahun 2009 dana bantuan dari APBN sebesar Rp.3,9 miliar, dari propinsi sebesar Rp.10 miliar, untuk pembangunan saran jalan ke bandara dan dari APBD Rohul sebesar Rp.6,4 miliar, untuk pematangan lahan.

Dari keseluruhan dana yang dapatkan, pembangunan pada tahun 2009 sudah 80 persen terlaksana. Selanjutnya hanya tinggal beberapa kawasan yang perlu disempurnakan lagi. Sehingga Oktober 2010 mendatang, pihaknya optimis pembangunan bandara Tuanku Tambusai Rohul, sudah 100 persen terlaksana. Sehingga bisa digunakan untuk pemberangkatan dan kepulangan Jemaah Calon Haji tahun 2010, pejabat yang sedang dinas keluar maupun yang akan ke Rohul. Dan rencana ke depan, akan dibuka penerbangan dengan rute penerbangan Pasir Pangaraian - Batam, dan Pasir Pangaraian-Medan dengan pesawat jenis Foker 50, tambah Mahlan lagi.***(zal)

Kris18
January 14th, 2010, 08:05 AM
Dari Riaubisnis.com (http://www.riaubisnis.com/index.php?option=com_content&view=article&id=6007:mengintip-surga-wisata-pulau-rupat&catid=82:ekspedisi)

Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis - Provinsi Riau - Indonesia

Mengintip “Surga Wisata” Tersembunyi
Written by badri Monday, 11 January 2010 07:31

http://www.riaubisnis.com/images/stories/ekspedisi/peta.jpg


http://farm3.static.flickr.com/2694/4273632596_a1fd9cbcc0_o.jpgEkspedisi Pulau Rupat RiauBisnis.com pada Sabtu (2/1/2010), berusaha menggali potensi pariwisata di kawasan Rupat Utara. Sebab kawasan tersebut selama ini digembar-gemborkan akan dijadikan resort dengan berbagai fasilitas seperti cottage, sarana wisata bahari, wisata pantai dan sebagainya. Namun ketika tim sampai di sana, tak ada satu pun fasilitas pendukung pariwisata yang tersedia.
Pantai yang membentang di Rupat Utara disebut juga Pantai Pasir Panjang, karena bentuknya memanjang sekitar 13 kilometer. Pantai tersebut masuk wilayah Teluk Rhu dan Tanjung Punak. Kemudian sampai ke Desa Sungai Cingam yang masuk wilayah Rupat bagian selatan. Kalau sampai ke ujung Selat Morong, kata penduduk setempat, panjangnya mencapai 28 kilometer. Namun terputus oleh sungai-sungai kecil.

http://farm5.static.flickr.com/4020/4272888507_4979f90c45_o.jpg

Untuk menuju pantai ini sebenarnya tidak begitu sulit. Dari Dumai ada speedboat jurusan Tanjung Medang, ibukota Kecamatan Rupat Utara. Dermaganya di Pelabuhan Rakyat (Pelra) Jalan Budi Kemuliaan, Dumai. Dalam sehari ada dua trip, yakni pukul 09.00 dan 15.00 WIB. Ongkosnya Rp 110 ribu dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Speedboat ini sebelum sampai di pelabuhan Tanjung Medang singgah dulu di pelabuhan Desa Titi Akar.

Setelah bertolak dari Titi Akar menuju Tanjung Medang, perlahan-lahan potensi wisata Pulau Rupat mulai terlihat. Pertama adalah Pulau Babi, pulau tanpa penghuni yang menyimpan cerita menakutkan. Konon pulau tersebut dulunya merupakan tempat pembantaian anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).

http://www.riaubisnis.com/images/stories/ekspedisi/pulaubabi.JPGi

”Katanya pulau itu tempat pembuangan orang-orang PKI dari berbagai daerah. Tak ada penghuninya, mungkin tak ada yang berani,” kata Rafik, seorang guru di Teluk Rhu, Tanjung Medang, saat berbicang dengan RiauBisnis.com di dalam speedboat.

Saat speedboat melintasi pulau itu dari jarak beberapa ratus meter, terlihat pasir putih menghampar di salah satu sisinya. Dari jauh, keindahannya seakan menutupi cerita seram yang menyertai keberadaan pulau itu.


”Tidak tahu kenapa disebut Pulau Babi. Tapi katanya dari atas bentuknya terlihat seperti babi,” kata penumpang lainnya.

Tak jauh dari Pulau Babi, terlihat ada pulau sangat kecil yang juga dikelilingi pasir putih. Bahkan karena laut sedang surut, dari jauh terlihat pulau itu sebenarnya menyatu dengan Pulau Babi. ”Yang kecil tu namanya Pulau Beting Aceh. Kata yang pernah ke sana memang pasir putihnya sangat bagus dan landai,” Rafik kembali memberi penjelasan.

http://www.riaubisnis.com/images/stories/ekspedisi/rhu3.JPG

Tak lama kemudian terlihat pulau lainnya, yakni Pulau Beruk. ”Tapi ada juga yang menyebut Pulau Pak Haji,” kata Rafik. Tak berapa lama setelah itu, kapal melewati sungai menuju pelabuhan Tanjung Medang. Dari pelabuhan menuju pantai terdekat, Teluk Rhu, bisa ditempuh dengan sepeda motor selama 20 menit.

http://www.riaubisnis.com/images/stories/ekspedisi/rhu-jem.JPG

Tim ekspedisi tiba di Teluk Rhu sekitar pukul 14.00 WIB, saat itu air sedang surut. Terlihat hamparan pasir putih memanjang nyaris tak terlihat ujung pangkalnya. Saat surut hamparan pasir yang terlihat landai lebarnya mencapai 50-an meter. Pasirnya putih dan padat. Bahkan pemuda setempat biasa menggunakannya untuk balapan sepeda motor.


Di Teluk Rhu, ujung pantai ini ditandai dengan adanya menara suar. Namun sepanjang beberapa ratus meter dari menara, lanskap pantai tak lagi alami. Pemerintah sudah membangun turap beton dilapisi pecahan batu alam untuk menangkis ombak dan mengurangi abrasi. ”Kalau tidak dibangun turap, rumah-rumah kami bisa tenggelam dimakan ombak,” kata penduduk setempat.

Namun pantai lainnya masih terlihat alami. Batas antara kawasan laut dan darat terlihat jelas, hanya dibatasi pasir dan rerumputan. Pepohonan kelapa yang berdiri kokoh di antaranya melengkapi keindahan pantai, yang disebut-sebut lebih indah dari pantai di Pulau Bali. Sisa-sisa air pasang terlihat dari sampah-sampah kayu yang tertinggal di bibir pantai. Beberapa kapal nelayan terlihat ditambatkan.



Kalau air laut sedang surut, dari Teluk Rhu sampai ujung pantai yang ada di Tanjung Punak dapat dilewati sepeda motor. Namun saat RiauBisnis.com hendak menyusurinya, cuaca tidak bersahabat. Hujan berkali-kali turun hingga pukul 17.00 WIB. Air pun kemudian pasang dan perjalanan dilanjutkan melalui darat.

Tentang rencana pembangunan kawasan wisata yang tak juga terealisasi, masyarakat punya cerita sendiri. Masyarakat umumnya berpendapat pemerintah belum serius menanganinya. Padahal beberapa penduduk yang RiauBisnis.com temui sepakat mendukung program tersebut.

Menurut Idrus (70), warga Desa Teluk Rhu, sebenarnya keberadaan pantai tersebut sudah diketahui banyak orang. Hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung pada waktu-waktu tertentu. Seperti saat tahun baru, libur nasional, dan paling ramai pada Rabu terakhir di Bulan Safar yang biasa disebut Mandi Safar. Kalau dilihat di kalender 2010, Mandi Safar jatuh pada tanggal 10 Februari 2010.

Pada momen seperti itu, kata Indrus, kawasan pantai akan dipadati oleh pengunjung. Namun umumnya datang dari Pulau Rupat itu sendiri. Selebihnya dari Dumai, Bengkalis dan daerah lainnya. Kalau turis asing ia belum pernah melihatnya.

“Kebanyakan memang dari Pulau Rupat, ada juga yang dari Dumai dan daerah lainnya. Tapi selama ini kami memang belum pernah lihat ada orang asing. Kalaupun ada paling orang-orang Cina, itu pun memang asal dan tinggalnya di Pulau Rupat juga,” imbuhnya.

Sedangkan pada hari-hari biasa, pantai tersebut kelihatan kosong. Paling yang datang hanya masyarakat sekitar, yang bekerja baik sebagai nelayan maupun pencari pasir di pantai. Kadang juga ada anak-anak sekolah yang hobi mandi di pantai.

Saat RiauBisnis.com di sana, pengunjung yang terlihat hanyalah pemuda setempat yang bermain balapan sepeda motor dan belajar free style. Ada juga beberapa anak sekitar yang mandi sambil bermain-main dengan ombak. Karena itulah tim ekspedisi terlihat aneh bagi masyarakat sekitar. Karena mereka memang jarang melihat orang luar main ke pantai.

Padahal menurut Idrus, kalau diberdayakan pantai tersebut bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Selama ini mereka umumnya bermata pencaharian sebagai peladang atau nelayan. Sedangkan yang bergerak pada sektor jasa, khususnya pariwisata, bisa dibilang belum ada. Paling hanya pengelola Wisma Afira di bagian pantai yang lain [Baca: Sepetak Asa di Wisma Tua].

“Inilah yang kita harapkan dari pemerintah. Kalau ada yang datang setiap harinya tentu masyarakat juga yang diuntungkan. Minimal kita bisa berdagang atau yang lainnya,” kata Idrus.

Ada beberapa persoalan yang menurutnya hingga kini belum bisa diatasi oleh pemerintah. Seperti jalur transportasi yang belum memadai. Sehingga menyulitkan masyarakat luar untuk datang ke Pulau Rupat. Selain itu sarana penunjang juga belum ada, seperti penginapan, saat ini hanya ada satu wisma.


Padahal kalau akses ke pulau tersebut bisa lebih baik, Idrus yakin akan semakin banyak orang yang datang ke Rupat Utara. Tidak hanya pada saat-saat tertentu saja. “Bagaimana orang bisa datang kalau mau ke sini saja masih bingung,” sindirnya.

Selain itu menurutnya, persoalan air bersih dan listrik juga menjadi kendala utama di sana. Pemerintah menurutnya masih belum bisa mengatasi hal tersebut. Kalau pun ada yang mau membangun hotel atau wisma, harus menggunakan pembangkit listrik sendiri. Hal ini tentunya membutuhkan biaya mahal.

“Sederhana saja kalau menurut kami. Kalau memang pemerintah mau mengembangkan pantai ini, masalah-masalah itu harus diatasi dulu. Baik itu akses jalannya, air bersih ataupun listrik,” ujarnya.

Idrus meyakinkan bahwa masyarakat di Rupat Utara mendukung penuh apapun yang dilakukan pemerintah. Khususnya kebijakan pengembangan kawasan pantai. Namun pemerintah diminta tidak mengabaikan budaya lokal yang sudah lama mengakar.

Sebagai salah satu orang yang dituakan di desa tersebut, ia bisa menjamin kalau masyarakat terbuka terhadap masuknya kebudayaan asing di Rupat. Kalau memang pantai tersebut dipenuhi turis-turis asing dengan busana minim, hal tersebut menurutnya sudah menjadi konsekuensi.

“Kalau seperti itu kan memang sudah menjadi hal yang biasa dan kita tidak bisa menolaknya. Namun kita tetap minta agar suasana sopan juga bisa lebih diperhatikan,” harapnya.

Terakhir Idrus meminta, pemerintah juga melatih pemuda setempat agar bisa menjadi pemadu wisata. Sehingga kalau ada wisatawan yang datang, masyarakat siap menerimanya. “Kalau memang pemerintah mau, masyarakat juga pasti akan mau,” katanya.

http://www.riaubisnis.com/images/stories/ekspedisi/telrhu3.JPG

Hal senada juga dikatakan Mat Jaman (65), didampingi anaknya Kamaruzzaman (34) dan Zainuddin (39) tetangganya. Mereka sama-sama sepakat, kalau pemerintah mengembangkan kawasan wisata di desa tersebut. Namun mereka meminta pemuda setempat dilibatkan dalam industri pariwisata.

”Supaya anak-anak mudanya tidak menganggur. Kalau menganggur kan nanti bisa tidak aman, ada yang jahatlah dan sebagainya. Tapi kalau mereka diberi kesempatan menjadi pemandu, pedagang dan lain-lain, yang penting bekerja, pasti mereka senang,” ujar Mat Jaman.

Mereka juga bersedia kalau ada konsep pariwisata yang memberdayakan masyarakat. Misalnya penduduk setempat menjadikan rumahnya sebagai home stay bagi wisatawan. Atau memanfaatkan perahu nelayan untuk berwisata ke laut. ”Kami semua setuju kalau dilibatkan seperti itu. Masyarakat sini mudah-mudah, tapi ya itu tadi, tolonglah kehidupan kami juga diperhatikan,” ujarnya.

Nuryancik (80), pemilik Wisma Afira, satu-satunya wisma di sana, juga berharap pemerintah segera merealisasikan pengembangan wisata di Rupat Utara. Tapi sebelum benar-benar menjadi kawasan wisata, ia berharap pemerintah lebih dulu mendidik masyarakat untuk masuk ke bisnis tersebut.

Dia mencontohkan, bagaimana cara menyambut wisatawan yang datang. Kemudian bagaimana cara menjadi pemandu wisata yang baik, membuat suvenir dan sebagainya. Termasuk membina kesenian tradisional sebagai hiburan buat wisatawan.

”Masyarakat atau anak-anak muda di sini harus dibina oleh pemerintah. Contohnya kebudayaan dan kesenian. Kalau musik-musik modern kan di mana-mana ada. Wisatawan kan, pengalaman Bapak di Malaysia, biasanya mencari seni-seni tradisional. Kita kan punya seni Melayu, tapi anak-anak kita belum tahu bagaimana cara mainnya. Mereka itu harus dibina,” tuturnya.


http://www.riaubisnis.com/images/stories/ekspedisi/telukrhu9.JPG
Minim Informasi

Minimnya informasi dan infrastruktur Pulau Rupat juga dibenarkan beberapa pengunjung yang RiauBisnis.com temui. Ilham (19), pelajar SMKN 2 Dumai mengaku baru pertama kali berkunjung ke sana. Meski letih di perjalanan, dia senang melihat keindahan pantai tersebut. Sebelumnya ia hanya mendengar pantai tersebut dari teman-teman sekolahnya yang banyak berasal dari Pulau Rupat.

”Ini memang pertama kali datang. Tadi memang sempat kesal juga karena jalannya sangat buruk. Kebetulan kita datang ke sini dibawa langsung oleh teman sekolah yang memang berasal dari sini. Tapi saat sampai di pantai, kita senang juga,” ujarnya.

Ilham mengaku tidak akan berani datang langsung ke Pulau Rupat tanpa ditemani oleh teman-teman yang asli daerah itu. Menurutnya, selain jaraknya yang cukup jauh, jalan-jalan di Pulau Rupat juga sangat membingungkan. Apalagi tidak adanya petunjuk jalan.

Amin (19), pelajar satu sekolah dengan Ilham juga merasa takjub melihat keindahan pantai tersebut. Ia pun baru pertama kali datang ke pantai Rupat Utara. “Saya kan berasal dari Ujungbatu (Rokan Hilir), kebetulan sekolah di Dumai. Karena belum pernah ke pantai makanya senang bisa diajak ke sini. Apalagi saya lihat pantainya juga masih alami,” ungkapnya.

Sebelum mendapat cerita dari teman-teman sekolah yang memang berasal dari Rupat, Amin mengaku tidak pernah tahu keberadaan pantai tersebut. Untuk itu ia sangat mengharapkan pemerintah bisa lebih mempromosikan pantai itu

Bahkan rencananya dia bakal mengajak teman-teman sekolah lainnya ke Pulau Rupat. Menurutnya, kalau bisa mereka melakukan kegiatan ekstrakulikuler di sana. Seperti berkemah maupun melakukan kegiatan luar ruang lainnya. “kami kira tempat ini juga bagus untuk kegiatan seperti itu,” imbuhnya.

Sama seperti pendapat sebelumnya, Andri (18), Sadikin (19) dan Ishak (19) yang ikut dalam rombongan siswa SMKN 2 Dumai itu juga mengungkapkan keterjutannya terhadap keberadaan pantai tersebut. Bahkan mereka berminat datang lagi ke pantai itu lagi. “Kalau ada liburan, kita pasti ke sini lagi,” ujar Andri mewakili teman-temannya.

Bahkan di mata para pelajar itu, pantai Rupat Utara sangat potensial untuk dikembangkan menjadi tempat wisata unggulan di Riau. Asalkan pemerintah mau memperbaiki sarana dan prasarana yang ada.

“Harapan kita tentunya pengembangan pantai ini bisa dilakukan secepatnya. Apalagi kita di sini maupun di Dumai sangat minim sekali objek wisata yang bagus. Dengan adanya pantai ini tentu orang akan berbondong-bondong datang ke sini,” ungkapnya.

Mereka juga mengaku siap memberikan informasi keberadaan pantai tersebut kepada keluarga, masyarakat, maupun sekolahnya. Hal ini menurut mereka bakal berguna bagi masyarakat luas. “Setelah kami akan semakin banyak yang datang ke sini,” ujar Amin.

http://www.riaubisnis.com/images/stories/ekspedisi/lalong1.JPG

Bertabur Potensi

Lanskap pantai dengan deretan nyiur yang melambai sudah biasa ditemukan. Namun sangat sedikit pantai yang keindahannya dilengkapi dengan jajaran pohon cemara. Itulah yang RiauBisnis.com temui di Pantai Lohong, Desa Sungai Cingam, Kecamatan Rupat. Di sepanjang pantai, dedaunan cemara tampak melambai ditiup angin. Sayangnya, saat RiauBisnis.com di sana pada Minggu (3/1/2010) pagi, air laut sedang pasang. Sehingga hanya sedikit keindahan pasir putih yang bisa diintip.

Pantai ini tak kalah indah dengan pantai di Rupat Utara. Satu hal lagi yang menyamakan, dua-duanya sama-sama jarang dijamah pengunjung. ”Paling kalau akhir pekan, liburan panjang dan malam tahun baru ramai didatangi orang. Tapi paling-paling ya orang-orang pulau ini juga pengunjungnya,” ujar Ahmad Zamroi, yang tinggalnya hanya 3 kilometer dari pantai.

Sebenarnya, malamnya Ahmad hendak mengajak tim ekspedisi ke dua pantai di kawasan tersebut, satu lagi pantai di Desa Makeruh. Apalagi saat itu sedang bulan purnama. Namun karena cuaca tak mendukung, sedang musim hujan, niat itu tak kesampaian. Sebab jalanan becek tak bisa dilewati kendaraan. Lagi pula bulan pun tertutup mendung.

”Kapan-kapan mungkin kita bisa ke sini lagi. Kalau lagi terang bulan (purnama) dan cuaca cerah, pantai-pantai di sini juga sangat indah,” ujarnya. Bahkan, setelah ada akses jalan, banyak orang lebih menyukai pantai di kawasan tersebut.

http://www.riaubisnis.com/images/stories/ekspedisi/lohong5.JPG

Menurut Amizan (17), pemuda Desa Cingam yang ikut mengantar tim ekspedisi, sebelumnya ritual Mandi Safar hanya di lakukan di Rupat Utara. Tapi kini semua kampung yang dekat pantai melakukan hal tersebut.

”Biasanya jadi tempat keramaian, ada hiburan, lomba dan lain lain. Mungkin dulu orang mikir coba-coba buat (Mandi Safar) di kampung masing-masing, termasuk di Lohong. Ternyata pengunjungnya juga ramai. Jadi masing-masing kampung buat sendiri, daripada pergi jauh-jauh ke Rupat Utara. Ternyata antusias masyarakat bagus, jadilah Safaran ini dilakukan di banyak kampung,” tuturnya.

Kalau cuaca cerah, dari pantai Makeruh dan Lohong, daratan Malaysia juga terlihat. Karena posisinya juga berhadap-hadapan dengan negeri jiran tersebut. ”Pantainya juga lebih indah, kalau di depan sana langsung nampak Malaysia,” kata Amizan, yang mengaku kerap main ke dua pantai tersebut, Makeruh dan Lohong. Meski berada di utara Selat Morong, namun keduanya masuk wilayah Rupat bagian selatan.

Ahmad Zamroi juga membenarkan kalau ritual Mandi Safar juga mulai digelar di pantai-pantai yang masuk wilayah Rupat selatan. ”Bahkan banyak orang Dumai dan Rupat yang pergi Mandi Safar ke sini. Ramai sekali, tak kalah dengan di Rupat Utara. Mungkin karena ke sini lebih mudah, bisa pakai sepeda motor dan balek hari,” katanya.

Dari penuturan Sumarto (55), warga Desa Sungai Cingam, dirinya pernah beberapa kali mencari ikan pada malam hari di kawasan pantai tersebut. Di salah satu bagian pantai, ada pasir yang menyala, seperti mengandung fosfor. Namun tak banyak yang tahu fenomena tersebut, sebab tidak semua bagian pantai pernah dijamah orang, terutama pada malam hari.

“Pasirnya mengeluarkan cahaya. Pernah saya ambil dan saya bandingkan dengan pasir biasa, yang menyala itu lebih berat. Saya tak tahu zat apa yang dikandungnya,” ujarnya kepada tim ekspedisi.

Ia pun membenarkan bahwa pantai yang ada di kawasan tersebut baru-baru ini saja ramai dikunjungi orang. Dulu, sebelum ada akses jalan menuju pantai, paling hanya pencari ikan yang melintasi kawasan tersebut. Itu pun tak banyak, karena di sekitarnya masih hutan belantara.



Dari pengamatan singkat RiauBisnis.com, pantai tersebut ujungnya berada di sebelah utara Selat Morong. Sebab dari selat ke selatan, pantai sudah berlumpur. Bisa dibayangkan bagaimana besarnya potensi tersebut, bila garis pantai berpasir putih memang memanjang mulai dari Selat Morong hingga ke Teluk Rhu.

Namun berbeda dengan pantai di Rupat Utara, pantai Lohong di Cingam ini jauh dari permukiman penduduk. Rumah penduduk paling dekat dengan pantai sekitar 1,5 kilometer. Untuk menuju pantai tersebut, setelah melewati jalan beton pengunjung harus lewat jalan beko sekitar 1 kilometer. Kalau sedang hujan, jalan itu sulit dilalui sepeda motor. Sebelum sampai ke pantai, di kiri jalan terlihat hamparan sawah dengan padi yang mulai menguning. Sedangkan di kanan jalan, terdapat kebun kelapa sawit yang baru ditanam. Sayangnya tim ekspedisi tak sempat menjamah kemolekan pantai Makeruh.

Di Desa Sungai Cingam pun, RiauBisnis.com hanya sekitar 20 menit mengeksplorasi keindahan pantai Lohong. Selain kombinasi pasir putih dan jajaran pohon cemara, tak ada lagi yang bisa dinikmati di pantai itu. Sebab di sana hanya ada dua kursi kayu, yang mungkin dibuat warga setempat, untuk pengunjung. Namun banyaknya sampah plastik di rerumputan yang tumbuh liar di sela-sela pohon cemara, membuktikan kalau pantai ini ramai dikunjungi pada malam pergantian tahun kemarin.


Akses menuju pantai ini, dari Dumai ada speedboat jurusan Selat Morong yang berangkat satu kali sehari pada pukul 15.00 WIB. Speedboat ini berangkat dari Selat Morong pukul 09.00 WIB. Kalau berangkat dari Dumai ada dua pelabuhan yang disinggahi, pertama pelabuhan Sungai Cingam dan terakhir pelabuhan Pangkalan Nyirih. Waktu tempuhnya sekitar 2 jam. Di Dumai pelabuhannya sama dengan speedboat ke Tanjung Medang, di Pelra Jalan Budi Kemuliaan.

http://www.riaubisnis.com/images/stories/ekspedisi/lohong3.JPG

Berbeda dengan pantai di Rupat Utara, di pantai ini tidak ada satu pun penginapan. Kalau ada wisatawan yang ke sini, paling menginap di rumah-rumah penduduk. Akses transportasi publik juga tidak ada, hanya ojek sepeda motor. Menuju pantai ini sebenarnya bisa dilakukan melalui jalan darat. Rutenya dari Dumai naik kapal roro ke Tanjung Kapal, Rupat bagian selatan. Lalu dilanjutkan dengan jalan darat ke Pangkalan Nyirih.

http://www.riaubisnis.com/images/stories/ekspedisi/long3.JPG

Namun karena jembatan yang dibangun Pemkab Bengkalis belum juga selesai, melewati Selat Morong yang lebarnya sekitar 150 meter itu, hanya bisa menggunakan pompong. Tapi lewat darat pun hanya bisa menggunakan sepeda motor. Sebab jalan yang ada di Pulau Rupat belum bisa dilewati mobil. Kabarnya kalau jembatan tersebut sudah jadi, baru dilanjutkan dengan perbaikan jalan sehingga bisa dilewati mobil. Tapi entah kapan. (*)

Badri, Suprapto, Mukhtar, Zuprianto | Edited by Badri

Kris18
January 14th, 2010, 08:25 AM
Wisata Rupat Proyek Nasional

http://www.riaupos.com/gfx/berita/pantai-pulau-rupat.jpg

Potensi Pulau Rupat di bagian utara yang berada di Provinsi Riau, mulai dilirik pusat. Pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, membuat pulau ini diyakini bisa menyaingi Pulau Dewata, Bali, sebagai salah satu lokasi tujuan wisata regional/internasional.


Dengan pantai pasir putih sepanjang 12 Km --yang merupakan pantai pasir putih terpanjang di Indonesia, menjadi nilai tambah bagi pulau itu. Hal inilah yang membuat Tim Nasional Masterplan Pariwisata Nasional memasukkan nama Rupat ke proyek pengembangan kawasan wisata di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Koordinator Tim Nasional Masterplan Pariwisata Nasional Prof Wiendu Nuryanti kepada Riau Pos usai ekspose Rapat Kerja Pengembangan Wilayah (RKPW) Rabu (13/1), di Kantor Gubernur Riau. Menurutnya, Rupat menjadi salah satu dari 56 wilayah dan 217 kawasan pengembangan potensi pariwisata di Indonesia, yang direncanakan akan terealisasi akhir 2010 mendatang.

‘’Pulau Rupat Riau ini memiliki Sumbar Daya Alam (SDA) yang unik. Pantainya yang putih mencapai 12 Km, posisi yang strategis berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, tempat ke luar masuk transportasi luar negeri dan lokal. Itu nilai tambah yang paling mendukung,’’ jelasnya.

Namun begitu, perlu adanya perbaikan dibeberapa sektor pendukung lainnya. Di antaranya masalah infrastruktur transportasi menuju pulau tersebut. Untuk itu, tim merekomendasikan beberapa sekenario, yaitu organik dimana pengerjaan secara bertahap dan pelan-pelan maupun secara lompatan, berupa trobosan pelaksanaan dengan cepat.

Menurutnya, langkah-langkah yang seharunya dilakukan di antaranya adalah penjagaan pantai, mangrove, dan meningkatkan nilai tambah kerajinan masyarakat. Penetapan Rupat menjadi salah satu pengembangan pariwisata Indonesia ini, merupakan langkah pusat mencari kantong-kantong potensi wisata di seluruh Indonesia. Namun begitu, selain pulau Rupat di Riau masih ada Pekanbaru dan sekitarnya, Siak, pulau 30, Muara Takus yang akan dikembangkan menjadi potensi pariwisata.

Terkait hal ini, Wakil Gubernur Riau HR Mamabang Mit mengaku sangat mendukung. Pasalnya, Pulau Rupat memang memiliki berbagai keunggulan dalam bidang pariwisata. Selain itu, dengan pengembangan pulau ini, Riau akan mendapatkan pemasukan ekonomi yang tinggi. Untuk pengaturan dan masterplan Pulau Rupat utara tersebut, diserahkan kepada PT Aksana Citra Yana.

‘’Itu penetapan yang tepat dan Riau akan selalu mendukung. Pasalnya, dengan pengembangan Rupat utara menjadi salah satu pariwisata nasional akan membuat Riau dikenal diberbagai nagara dan lokal,’’ jelasnya.

Sementara itu Wali Kota Dumai Zulkifli AS mengaku sangat gembira dengan adanya rencana pengembangan potensi tersebut.(izl)

Kris18
January 14th, 2010, 08:29 AM
PULAU JEMUR

Perairan Selat Melaka, Kabupaten Rokan Hilir - Provinsi Riau
http://4.bp.blogspot.com/_k8LiNsgjo9k/SOdEf2MTLbI/AAAAAAAAARo/171laHMyhJQ/S511/bgan2.jpg


Jika anda tahu tentang RITUAL BAKAR TONGKANG , sebuah Even Nasional Pariwisata Indonesia yang digelar setiap tahunnya di Bagansiapi-api, tentu anda tak kan asing lagi dengan Kabupaten Rokan Hilir di Provinsi Riau.
Di wilayah Kabupaten Rokan Hilir tepatnya di wilayah perairan selat Melaka terdapat sebuah objek wisata unggulan Riau yang bernama Gugusan Pulau Jemur.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/f/f4/Pulau-jemur.gif

Pulau Jemur terletak lebih kurang 45 mil dari ibukota Kabupaten Rokan Hilir, Kota Bagansiapi-api, dan 45 mil dari negara tetangga Malaysia, sedangkan propinsi Sumatera Utara merupakan propinsi yang terdekat dari Pulau Jemur. Pulau Jemur sebenarnya merupakan gugusan pulau-pulau yang terdiri dari beberapa buah pulau antara lain, Pulau Tekong Emas, Pulau Tekong Simbang, Pulau Labuhan Bilik serta pulau-pulau kecil lainnya.
Pada dekade 1960an Kepulauan ini menjadi penhasil ikan terbesar kedua didunia (begitupula dengan Kota Bagansiapi-api), setelah Norwegia


Pulau-pulau yang terdapat di Pulau Jemur ini berbentuk lingkaran sehingga bagian tengahnya merupakan laut yang tenang. Pada musim angin barat laut tiba gelombang di Selat Melaka sangat besar sehingga biasanya nelayan-nelayan yang sedang menangkap ikan ikan di sekitar perairan Pulau Jemur ini berlindung di bagian tengah Pulau Jemur yang terdapat air laut yang tenang. Setelah gelombang laut mengecil atau badai berkurang, barulah para nelayan keluar untuk bearktifitas menangkap ikan kembali.

Pulau Jemur memiliki pemandangan dan panorama alam yang sangat indah. Selain itu Pulau Jemur ini amat kaya dengan dengan hasil lautnya. Bahkan, disini terdapat Penyu hijau yang berusia 70 tahun dan ditemukan oleh tim konservasi penyu Kab Rokan Hilir. Penyu ini termasuk jenis satwa langka. Diperkirakan hanya di Indonesia jenis penyu hijau ini cuma ada di kawasan pulau Jemur, Riau. Penyu tersebut naik dan menyimpan telurnya di bawah lapisan pasir-pasir pantai, satwa langka ini bertelur 100 sampai 150 butir setiap ekornya.


Selain itu Pulau Jemur juga terdapat beberapa potensi wisata lain diantaranya adalah goa Jepang, menara suar, bekas telapak kaki manusia, perigi tulang, sisa-sisa pertahanan Jepang, batu Panglima Layar, Taman Laut dan Pantai Berpasir Kuning Emas.

Kris18
January 16th, 2010, 05:19 AM
dari Riaupos.com

Perbaikan Jalan Perlu Rp1,7 T

Laporan RINA DIANTI HASAN, Pekanbaru
rinadiantihasan@riaupos.com

Banyaknya kerusakan jalan di Provinsi Riau saat ini, sebagian besar disebabkan akibat dilewati kendaraan yang mengangkut muatan melebihi kekuatan jalan. Akibatnya, jalan yang ada menjadi cepat rusak.


‘’karena dari penelitian kita terhadap persentase kerusakan pada setiap ruas jalan, ternyata 45 persen kerusakan jalan yang ada di Riau ini disebabkan oleh beban berlebih dari kendaraaan, yang terdiri dari kendaraan pengangkut CPO, kayu, batu bara dan galian C,’’ ujar Kepala Dinas PU Riau Firdaus MT saat hearing bersama Komisi C dengan pihak PU, Dishub, Dirlantas Polda Riau, Organda dan asosiasi CPO di DPRD Riau, Kamis (14/1). Sidang dipimpin oleh Ketua Komisi C ilyas Labay dan anggotnya secara lengkap.

Dalam hearing yang membahas tentang kerusakan jalan di Riau ini, Firdaus menjelaskan saat ini kerusakan jalan di Riau sudah sangat parah, karena banyak jalan yang sebelumnya sudah rusak dan selalu ditambal sulam.

Penyebab kerusakan jalan memang akibat beban kendaraan yang berlebih, karena harusnya beban kendaraan yang bisa melewati jalan adalah seberat delapan ton, namun kenyataannya kendaraan yang melewati jalanan umumnya di atas 14 persen, sehingga mencapai 85 persen di atas ambang batas yang seharusnya.

‘’Padahal dengan dilewati kendaraan melebihi batas 85 persen ini maka jalan tersebut harus menahan beban 70.000 kali beban kendaraan pribadi,’’ ujarnya.

Dan jalan yang bisa dilewati dengan beban delapan ton ini hanyalah kendaraan untuk jalan negara dan provinsi, sementara untuk jalan kabupaten lebih rendah dari itu sementara beban di atas 14 ton ini malah paling banyak berjalan di atas jalan kabupaten seperti di Rohul dan Kampar.

Secara rinci digambarkannya, saat ini jalan provinsi yang tersebar di 12 kabupaten/kota adalah sepanjang 3.033,32 Km dengan kondisi baik sepanjang 895,65 Km, rusak ringat sepanjang 693,37 Km, rusak sedang sepanjang 731,47 Km dan rusak berat sepanjang 712.63 Km.

Dan ini juga menimbulkan akibat kepada umur jalan, dimana umur jalan yang seharusnya lima tahun menjadi 2,5 tahun saja, sehingga membuat jalan rusak dan ujung-ujungnya memerlukan anggaran yang besar untuk memperbaikinya.(izl)

^^
See, lihat laju arus perkembangan perekonomian Riau dari sini. Kalau di daerah maju, truk-truk,kontainer atau mobil-mobil besar berat dan baik kendaraan umum dialihkan ke jalan tol atau jalan khusus untuk kendaraan berat pengangkut. Jadi jalan umum itu seperti jalan negara dan daerah tak banyak rusaknya. Dan seharusnya, Riau yang dinamis ini disediakan juga fasilitas jalan khusus.

nowan
January 17th, 2010, 01:25 AM
70% dalam kondisi rusak (ringan s/d berat)!:ohno:
Sungguh mengenaskan sebenarnya. Sy kurang tahu apakah keuntungan yg didpt pemerintah dari industri2 di atas sebanding dg kerusakan yg dihasilkan. Sy kira 1,7 triyun tsb baru sekedar kebutuhan utk memperbaiki jalan dengan standard yg kurang lebih sama dg sebelumnya.
Jika harus ditingkatkan kapasitasnya, biaya tersebut akan melonjak fantastis. Kasihan jg PU Riau (masyarakat Riau jg sih)..
Pemprov/pusat harus benar2 membantu PU agar seluruh industri pengguna/penyedia alat angkut berat menyadari kapasitas jalan sebenarnya. Aparat (POLRI/DLLAJR) jg harus tegas terhadap truk2 yg bebannya melebihi kapasitas jalan. Jalan2 Riau sudah hancur gara2 'lemparan2 kotak korek' :bash:.
Jika industri berkeberatan utk mengurangi beban angkutannya karena alasan ekonomis, maka mereka harus menggunakan truk2 dg jumlah as dan ban yg lebih banyak utk mengurangi tekanan ke permukaan jalan shg sesuai dg kapasitas jalan. Yg terjadi sekarang, beban yg diangkut saja sudah melebih kapasitas angkut truk sendiri, tekanan angin ban dibuat setinggi2nya, bahkan tidak semua ban berfungsi :nuts:. Tidak heran kerusakan jalan di Riau sebegitu parahnya.

Masalah ini sy kira tidak hanya untuk prov Riau.

rilham2new
January 17th, 2010, 04:48 AM
^^ Masalah kerusakan jalan tentu saja bukan milik provinsi Riau,, bohong besar kalau ada provinsi yang meng-klaim semua ruas jalannya mulus total :tongue2:

Dan benar pergerakan ekonomi Riau hari ini sangat tidak bisa dibandingkan dengan kapasitas jalannya.. Ekonomi Riau bergerak dalam level yang gila-gilaan.. beberapa perusahaan besar sampai memanfaatkan Sungai sebagai jalur ekspres ... Tapi sampai kapan??? Sampai Daerah Aliran Sungai (DAS) nya rusak total kali :nuts:

Harus ada tol memang .... Khusus untuk ruas, Rantauberangin - Pekanbaru - Minas - Perawang - Duri - Dumai .....


Lalu lintas nya udah mencukupi kalau ke arah Duri ...

Sangat padat lalu lintasnya ... tahun 2008 aku pulang sore hari dari arah Perawang ke Pekanbaru ... Kecepatan kendaraan dari Minas sampai ke Rumbai Pekanbaru cuman bisa 30-40 km/jam .... Sama juga kalau masuk dari arah Bangkinang ke Pekanbaru ... kecepatan cuman bisa 30-40 km/jam ...:nuts:

Kris18
January 17th, 2010, 06:22 AM
PULAU JEMUR

Perairan Selat Melaka, Kabupaten Rokan Hilir - Provinsi Riau
http://4.bp.blogspot.com/_k8LiNsgjo9k/SOdEf2MTLbI/AAAAAAAAARo/171laHMyhJQ/S511/bgan2.jpg


Jika anda tahu tentang RITUAL BAKAR TONGKANG , sebuah Even Nasional Pariwisata Indonesia yang digelar setiap tahunnya di Bagansiapi-api, tentu anda tak kan asing lagi dengan Kabupaten Rokan Hilir di Provinsi Riau.
Di wilayah Kabupaten Rokan Hilir tepatnya di wilayah perairan selat Melaka terdapat sebuah objek wisata unggulan Riau yang bernama Gugusan Pulau Jemur.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/f/f4/Pulau-jemur.gif

Pulau Jemur terletak lebih kurang 45 mil dari ibukota Kabupaten Rokan Hilir, Kota Bagansiapi-api, dan 45 mil dari negara tetangga Malaysia, sedangkan propinsi Sumatera Utara merupakan propinsi yang terdekat dari Pulau Jemur. Pulau Jemur sebenarnya merupakan gugusan pulau-pulau yang terdiri dari beberapa buah pulau antara lain, Pulau Tekong Emas, Pulau Tekong Simbang, Pulau Labuhan Bilik serta pulau-pulau kecil lainnya.
Pada dekade 1960an Kepulauan ini menjadi penhasil ikan terbesar kedua didunia (begitupula dengan Kota Bagansiapi-api), setelah Norwegia


Pulau-pulau yang terdapat di Pulau Jemur ini berbentuk lingkaran sehingga bagian tengahnya merupakan laut yang tenang. Pada musim angin barat laut tiba gelombang di Selat Melaka sangat besar sehingga biasanya nelayan-nelayan yang sedang menangkap ikan ikan di sekitar perairan Pulau Jemur ini berlindung di bagian tengah Pulau Jemur yang terdapat air laut yang tenang. Setelah gelombang laut mengecil atau badai berkurang, barulah para nelayan keluar untuk bearktifitas menangkap ikan kembali.

Pulau Jemur memiliki pemandangan dan panorama alam yang sangat indah. Selain itu Pulau Jemur ini amat kaya dengan dengan hasil lautnya. Bahkan, disini terdapat Penyu hijau yang berusia 70 tahun dan ditemukan oleh tim konservasi penyu Kab Rokan Hilir. Penyu ini termasuk jenis satwa langka. Diperkirakan hanya di Indonesia jenis penyu hijau ini cuma ada di kawasan pulau Jemur, Riau. Penyu tersebut naik dan menyimpan telurnya di bawah lapisan pasir-pasir pantai, satwa langka ini bertelur 100 sampai 150 butir setiap ekornya.


Selain itu Pulau Jemur juga terdapat beberapa potensi wisata lain diantaranya adalah goa Jepang, menara suar, bekas telapak kaki manusia, perigi tulang, sisa-sisa pertahanan Jepang, batu Panglima Layar, Taman Laut dan Pantai Berpasir Kuning Emas.

Keindahan Pulau Jemur juga dilukisakan melalui visual video klip lagu melayu berikut ini :)

yTlSJLQ9PdE

Kris18
January 17th, 2010, 06:28 AM
Mari Wujudkan Nama Provinsi RIAU AL-MUNAWWARAH :)


H Rusli Effendi SPDi SE MSi
Menjulang Tuah Nama


(Penggagas Riau Al-Munawwarah)

Selain dikenal akrab dalam kancah dunia perpolitikan Riau, anak Melayu satu ini sebelumnya fokus dalam mengembangkan dunia pendidikan dan dunia usaha alias bisnis. Dedikasinya dalam dunia pendidikan semakin terasa dan penuh bukti dengan didirikannya Institut Riau Al-Munawwarah.

Laporan GEMA SETARA, Pekanbaru
gemasetara@riaupos.com

PAGI itu, Ahad (27/12) atau bertepatan dengan 11 Muharram 1431 Hijriah. Di Balai Adat Riau, sejumlah orang mengenakan busana Melayu, saat itu sedang diselenggarakan satu seminar Riau Al-Munawwarah. Tampak di atas panggung tiga orang pembicara, salah seorangnya berada di atas mimbar sedang membentangkan kertas kerja. Pemakalah itu tampaknya sama tinggi dengan mimbar, namun suaranya sangat menggelora, memecahkan seisi ruangan. Peserta seminar yang berjumlah sekitar 200 orang tampak terkesima dan terpana mendengar paparannya tentang konsep yang ia usung, Riau Al-Munawwarah.

Siapa dia? Orang-orang selama ini mengenalnya sebagai seorang politikus, namun sejarah hidupnya sebelum menjadi seorang politikus telah melakoni banyak pekerjaan. Mulai menjadi seorang cikgu (guru, Red), pengusaha dan sebagainya. Beliau adalah Rusli Effendi SPDi, SE Msi. Saat ini, selain sebagai ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Riau dia juga sebagai ketua fraksi PPP di DPRD Riau.

Dan siang itu ba’da Jumat (1/1) Riau Pos bertandang ke rumahnya yang cukup megah nan indah. Berbincang tentang berbagai hal, khususnya tentang konsep penambahan kata Al-Munawwarah di belakang nama Provinsi Riau. Penambahan nama ini menurutnya berkaca dari sejarah Rasulullah SAW yang merubah nama Yatsrib menjadi Madinah Al-Munawwarah. Al-Munawwarah itu sendiri berarti kota yang penuh cahaya dan menerangi sekitarnya.

Filosofi perubahan nama yang diusung Rasulullah SAW tersebut adalah sebuah keinginan yang mendasar dari kondisi kehidupan masyarakat yang sebelumnya serba jahiliyah dan tanpa hukum kecuali berlandaskan hukum adat yang kurang simpatik terhadap fitrah manusia, menuju ke kehidupan yang harmonis, damai, tentram dan penuh dengan nilai-nilai ilahiah dan memenuhi unsur-usur kebutuhan fitrah manusia. Hal ini dibuktikan dengan kerukunan hidup antara para muhajirin yang datang bersama Rasulullah SAW dari Mekkah dengan masyarakat yang menyambut di Madinah yang dikenal dengan kaum Anshor.

‘’Apa kaitan antara Madinah Al-Munawwarah dengan Riau? Secara langsung memamng tidak ada kaitannya, namun ada beberapa aspek positif yang ingin kita adopsi dari keberhasilan Rasulullah SAW merubah nama Yatsrib menjadi Madinah Al-Munawwarah, antara lain adalah terjalinnya hubungan yang harmonis antara pendatang dan masyarakat tempatan, kondisi kehidupan yang semakin tentram dan sejahtera,” tutur Rusli Effendi yang juga sebagai ketua Institut Riau Al-Munawwarah.

Kata Al-Munawwarah yang mengikuti nama Madinah rupanya mempunyai andil besar dalam memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara ketika itu, sehingga mampu menciptakan kehidupan sebelumnya. Kata Al-Munawwarah sendiri berasal dari akar kata Nawara yang berarti menyinari atau memberikan cahaya. Kata Al-Munawwarah mempunyai arti bercahaya. Sehingga diharapkan keberhasilan perjuangan Rasulullah SAW tersebut dapat diikut oleh Riau dengan menyandingkan kata Al-Munawwarah ke dalam Riau yang kemudian makna.

Pertama, Riau Al-Munawwarah bermakna bahwa Riau telah memberikan anugerah dan cahaya kehidupan bagi bangsa Indonesia dengan menyumbangkan bahasanya, yaitu bahasa Melayu untuk dijadikan sebagai bahasa persatuan Indonesia.

Kedua Riau Al-Munawwarah bermakna bahwa Riau telah menyumbangkan budayanya secara maksimal menjadi budaya Indonesia, sehingga menjadi karakter yang sangat dikenal dirantau Asia dengan kejujuran, kesantunan dan saling menghormati sesama.


Ketiga Riau Al-Munawwarah bermakna bahwa Riau dengan hasil kekayaan alamnya telah memberikan cahaya bagi kehidupan ekonomi bangsa Indonesia serta mampu menghidupnya.


Keempat Riau Al-Munawwarah bermakna bahwa Riau akan memberikan cahaya dalam kehidupan berpolitik bangsa Indonesia, dengan mengesampingkan segala perbedaan dan senantiasa mencari persamaan untuk mencapai pembangunan dalam kerangka ridho ilahi dengan mengutamakan kedamaian dan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat serta mampu menjadi contoh kehidupan demokrasi.


Kelima Riau Al-Munawwarah bermakna bahwa Riau akan memberikan cahaya bagi pembangunan kebudayaan Melayu di rantai Asia dengan menjadi pusat peradaban Melayu modern dengan tetap berpegang dan bersendikan nilai Islam yang berorientasikan lepada konsep rahmatan lil’alamin.

Keenam Riau Al-Munawwarah bermakna Riau akan menjadi pusat pergerakan kehidupan masyarakat modern yang bernuansa kemelayuan dan Islami, sehingga mampu menjadi motor penggerak bagi hamonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketujuh Riau Al-Munawwarah bermakna Riau akan menjadi kiblat pendidikan dunia dengan memadukan ilmu pengetahuan modern, kebutuhan rohani manusia, kelestarian alam, dengan budi pekerti yang luhur yang didasari oleh keimanan dan ketakwaan lepada Allah SWT.

Berdasarkan fenomena perubahan nama ini dan filosofinya, tergambar dengan jelas bahwa nama bukan tidak mempunyai arti dan tujuan, akan tetapi nama mengandung makna dan diikuti oleh spirit untuk memperjuangkan makna tersebut. ‘’Terkait dengan hal ini, tidak ada salahnya jira Riau ikut mencontoh spirit Rasulullah SAW dengan menambah nama Riau dengan kata Al-Munawwarah dengan tujuan perbaikan dan kesempurnaan masa depan pembangunan Riau, sehingga tercipta Riau yang aman, sejahtera, harmonis dan maju dalam bingkai pembangunan yang menuju Riau Cemerlang, Gemilang dan terbilang, sejalan dengan visi Riau 2020,” kata suami dari Hj Yusnimar SH ini lagi.


Jauh dari Politik

Sejarah perjalanan Riau telah memperlihatkan lepada kita kebesaran bangsa Melayu dengan kondisi kehidupan yang berbudaya, santun dan unggul Sumber Daya Manusia (SDM)-nya, cinta akan ilmu pengetahuan serta hidup dengan penuh nilai-nilai keislaman. Ciri-ciri kehidupan yang telah dilakoni oleh bangsa Melayu pada zaman lampai telah menggambarkan karakter yang sempurna, dari perpaduan keuletan, kegigihan, berbudaya kesantunan, agamis dan intelektualitas tinggi.

Menurut Rusli Effendi lagi, dicetuskannya penambahan kata Al-Munawwarah di belakang kata provinsi Riau tidak bermuatan politik sama sekali. Bahkan itu jauh sama sekali. Menurutnya, gagasan itu memang murni dari dirinya dan tidak pernah terpikirkan memasukkan ke ranah politik. Ini semua murni untuk mencapai visi dan misi Riau 2020 yang diawali saat gubernur negeri ini dipimpin H Saleh Djasit SH. Saat kepemimpinannya beliau melahirkan sebuah Peraturan Daerah (Perda) yang cukup mulia dan luhur yaitu tentang pokok-pokok dasar pembangunan daerah. Perda itu berbunyi terwujudnya pusat perekonomian, pusat kebudayaan Melayu dalam tatanan masyarakat agamis sejahtera lahir bathin tahun 2020.

‘’Ini sebuah visi mulia, yang saya garis bawahi itu pusat kebudayaan Melayu kemudian masyarakat agamis. Itu semangat dasarnya. Saya pikir ini harus diisi dengan berbagai aktivitasnya,” katanya.

Visi ini kemudian dilanjutkan oleh Gubernur Riau saat ini HM Rusli Zainal SE MP. Pada visi misinya tahun 2008-2013, salah satu bunyi Perda itu terbangunnya pusat kebudayaan Melayu. Kebudayaan itu termasuk prioritas pembangunan daerah, itu dihuruf H dan di guruf G disebutkan terbangunnya Riau Darul Quran. Jadi visi yang sudah baik dizaman Pak Saleh Djasit lalu dilanjutkan gubernur HM Rusli Zainal, ditambah lagi pada kepemimpinan kedua beliau pada prioritas pembangunan daerah pada huruf H dan G. Kalau gubernur ingin menjadikan negeri ini menjadi Darul Quran, alangkah baiknya nama Riau itu ditambah dengan Riau Al-Munawwarah, ini sebagai stating poin perubahan, kemudian ini sekaligus doa. ‘’Itu yang melandasinya dan tidak ada sama sekali berkaitan dengan politik,” tuturnya lagi.

Menurutnya, heterogen suku di Riau ini bukanlah penghalang menciptakan masyarakat Madani di negeri ini. Justru masyarakat Madani yang diusung oleh nabi itu, itulah yang melindungi kaum minoritas pada zamannya. Waktu itu Yahudi dan agama lainnya sangat dilindungi oleh Rasulullah SAW. Jangan dianggap konsep masyarakat Madani itu milik Islam, justru ingin melindungi masyarakat minoritas.

”Jadi saya mohon ada pemahaman yang sama terhadapnya. Saya pikir kalau ada orang komentar baca dulu tentang masyarakat madani atau tentang Riau Al-Munawwarah. Al Munawwarah itukan kesejukan dan kita tidak diskriminatif makanya Islam itu agama rahmatanlil a’lamin, dan ternyata di mana negara-negara Islam ummat lain terlindungi. Justru sebaliknya dinegara lain ummat Islam minoritas dikecilkan,” ujarnya.


Hormati yang Tidak Sepaham

Diakuinya, terhadap gagasan yang ia lontarkan ini memang banyak yang tidak sependapat. Rusli menghormati hal ini, namun penolakan ini didasarkan apa, apakah karena kajian akademis, kajian historis dan sosiologis atau tidak mendalami apa yang sebetulnya yang diinginkan. Makanya bendera perjuangan akan terus dikibarkan. Bendera itu sekarang berada di Institute Riau Al-Munawwarah. Penggagas institut itu selain dirinya ada Prof Samsul Nizar, Prof Alaidin Koto dan lain-lainnya.

”Jadi ini akan terus kita sosialisasikan, sekarang tidak dalam bentuk seminar lagi. Ke kabupaten kota ke kampus-kampus itu dalam bentuk sosialisasi, walau ada yang tidak setuju kita menghormatinya,” ujarnya.

Untuk memperkuat perjuangan ini, pihaknya sudah menjadwalkan akan bertemu khusus dengan panitia perjuangan Otsus Riau yang diketuai tokoh masyarakat Riau Syarwan dan Maimanah Umar. Kita ingin bersinergi memperjuangkannya, mengapa? Karena disadari perjuangan ini tidak mudah, karena harus merubah Undang Undang (UU). Maka langkah awal Institut Riau Al Munawwrah akan menyerahkan hasil rekomendasi seminar kepada gubernur, kepada Ketua DPRD, seluruh fraksi, kepada anggota DPR RI dan DPD RI untuk diperjuangkan.

”Nah saya ingin bersinergi dengan badan ini, jadi nanti dia akan sejalan, nama di rubah kemudian Otsus diberlakukan di Riau. Kapan targetnya? Karena ini menyangkut kebijakan politik yang sangat luas, tentu saya tidak berani menargetkannya kapan. Tapi setidaknya kita akan diskusika terus dengan Otsus itu dan tentunya kita berharap tidak lama,” ujarnya.

Ini adalah perjuangan panjang, namun dirinya yakin anak-anak muda di Riau sangat meresponnya. Karenanya, dirinya sangat optimistis perjuangan ini akan didukung oleh seluruh elemen masyarakat Riau. Kalau tidak kita berbuat untuk negeri ini siapa lagi?(fed)

jendry
January 18th, 2010, 04:04 PM
Dua Daerah di Riau Dijadikan Klaster Industri Produk Pertanian
http://riauterkini.com/usaha.php?arr=27631
Senin, 18 Januari 2010 17:29
Dicanangkan 23 Januari,
Kuala Enok dan Dumai ditetapkan sebagai daerah klaster industri produk pertanian. Pencanangannya akan dilakukan Menperin di Dumai 23 Januari mendatang.

Riauterkini-PEKANBARU- Keinginan Pemprov Riau agar industri turunan kelapa sawiat dibangun di Riau kian mendekati kenyataan. Pemerintah pusat menetapkan dua daerah di Riau sebagai klaster industri produk pertanian. Kedua daerah tersebut adalah Kuala Enok di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai.

Bahkan tidak sekedar ditetapkan, namun dijadwalkan pada 23 Januari 2010 mendatang, kedua daerah tersebut langsung dicanangkan sebagai lokasi klaster industri produk pertanian. Pencanangan dilakukan Menteri Perindustrian M Suleman Hidayat di Dumai.

“Kita sudah mendapat kepastian, Menteri Perindustrian akan datang ke Dumai paa 23 Januari nanti untuk mencanangkan Kuala Enok dan Dumai sebagai kawasan khusus atau klaster industri produk pertanian,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau Emrizal Pakis kepada wartawan, termasuk riauterkini di Pekanbaru, Senin (18/1/10).

Dipaparkan Emrizal, dengan ditetapkannya Kuala Enok dan Dumai sebagai klaster industri produk pertanian, maka industri hilir kelapa sawit bisa diwujudkan. “Kelapa sawit itu bagian dari produk partanian, jadi industri hilir kepala sawit bisa dibangun di sana,” paparnya.

Lebih lanjut Emrizal menjelaskan, dijadikannya Kuala Enok dan Dumai sebagai klaster industri produk pertanian, maka jika nantinya ada pengajuan izin pembangunan industri produk pertanian, pemerintah akan merekomendasikan pembangunnnya di dua daerah tersebut.***(mad)

Kris18
January 20th, 2010, 09:10 AM
Daerah dan sungai Kampar dari udara.

Biasanya kalau terbang rendah dari Jakarta mau mendarat ke bandara Sultan Syarif Kasim II akan melewati pemandangan indah ini :okay:

http://farm4.static.flickr.com/3151/2745939611_43abab6786_b.jpg



Salah satu desa

http://farm4.static.flickr.com/3156/2745943733_68e702e071_b.jpg

Kris18
January 20th, 2010, 09:16 AM
Bengkalis memang indah :okay:

Pelabuhan Bandar Sri Laksamana photo by : tamhar

http://farm3.static.flickr.com/2462/4006773761_b02e199530_o.jpg


http://farm3.static.flickr.com/2261/2453562933_270f070085_o.jpg

Kris18
January 20th, 2010, 09:17 AM
Waduk Pemasok Air Minum Masyarakat Pulau Bengkalis - Bengkalis, Kabupaten Bengkalis
photo by : rilham2new

Tasik Pepuyu kah?

http://farm4.static.flickr.com/3519/4082281102_93fb5d7453_o.jpg

Kris18
January 20th, 2010, 09:23 AM
Selat Panjang, ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti - Provinsi Riau

waterfront
http://cache.virtualtourist.com/2654141-Waterfront_area_of_Selatpanjang_town_Indonesia-Pulau_Rangsang.jpg


jalan dalam kota

http://farm4.static.flickr.com/3493/3252470809_79ffe6fbbd_o.jpg

rilham2new
January 20th, 2010, 06:40 PM
Waduk Pemasok Air Minum Masyarakat Pulau Bengkalis - Bengkalis, Kabupaten Bengkalis
photo by : rilham2new

Tasik Pepuyu kah?

http://farm4.static.flickr.com/3519/4082281102_93fb5d7453_o.jpg

Koreksi kris, itu bukan gambar aku ...

Aku dapat dari internet ;)

ASTERIX's
January 20th, 2010, 06:40 PM
Selat Panjang, ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti - Provinsi Riau

waterfront
http://cache.virtualtourist.com/2654141-Waterfront_area_of_Selatpanjang_town_Indonesia-Pulau_Rangsang.jpg


jalan dalam kota

http://farm4.static.flickr.com/3493/3252470809_79ffe6fbbd_o.jpg
thnx pics Selat Panjangnya Kris...., tapi agk cofuse ne, selat panjang kan di kepulauan, apa bener propinsinya ikut Riau daratan dan bukannya Kepri...?

rilham2new
January 20th, 2010, 06:44 PM
Selat Panjang, ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti - Provinsi Riau

waterfront
http://cache.virtualtourist.com/2654141-Waterfront_area_of_Selatpanjang_town_Indonesia-Pulau_Rangsang.jpg


jalan dalam kota

http://farm4.static.flickr.com/3493/3252470809_79ffe6fbbd_o.jpg

Selain Selatpanjang ... Riau juga punya kota kecamatan yang berpenduduk cukup padat ... yakni KUALA ENOK :), lokasinya Riau Pesisir sebelah selatan

Aku baru tahu, rupanya Kuala Enok itu dulu gak bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor lewat jalan darat...

Baru setelah ada proyek PEMPROV yang membangun jalan dari Baganjaya ke Kuala Enok,.. barulah terbuka keterisoliran mereka .... Itupun baru terwujud tahun 2007-2008..

BAYANGKAN KALAU TIDAK ADA OTONOMI DAERAH !!! Sedih kali pasti Riau ini ;(
Udah kekayaan alamnya dikeruk segila-gilanya untuk sebagian orang, sebagian yang lain hidup susah. Memang ada gap ekonomi lumayan signifikan antara Riau Utara dengan Riau Selatan.

Kalau di Sumatra Utara, ibarat membandingkan kawasan pesisir Timur (Tanah Deli) dengan pesisir Barat (Tanah Tapanuli).

Di Kabupaten Rokan Hulu, Kota Kecamatan Ujungbatu juga merupakan sentra ekonomi yang tidak dipilih sebagai ibukota kabupaten :D. Di Kabupaten Bengkalis, Kota Kecamatan Mandau juga merupakan sentra ekonomi yang tidak dipilih menjadi ibukota kabupaten. Di Kabupaten Siak, Kota Kecamatan Tualang juga merupakan sentra ekonomi yang tidak dipilih menjadi ibukota kabupaten. Di Kabupaten Rokan Hilir, agak kurang jelas ibukotanya apakah di Ujungtanjung ataupun Bagansiapi-api masih polemik .... Tapi mereka punya kota kecamatan yang besar di Kecamatan Bagansinembah ....

rilham2new
January 20th, 2010, 06:45 PM
thnx pics Selat Panjangnya Kris...., tapi agk cofuse ne, selat panjang kan di kepulauan, apa bener propinsinya ikut Riau daratan dan bukannya Kepri...?

DIa posisinya di Provinsi Riau ...
tapi secara geografis memang berada di Pulau sendiri ...

rilham2new
January 20th, 2010, 07:15 PM
Bagi yang sudah pernah bawa mobil di kawasan Lintas Timur Sumatra di provinsi manakah itu ... Apalagi kalau sudah keluar kawasan perkotaan.

Sebenarnya (walaupun sempit), Jalan Lintas Timur Sumatra bisa dipacu sampai kecepatan 100 km/jam ke atas :)

Cuman beberapa ruas seperti masuk ke kota Jambi, Palembang, Pekanbaru agak2 padat, kecepatan turun jadi 40-60 km/jam. Atau khusus Lampung dan Sumatra Utara memang agak susah ngebutnya karena konsentrasi penduduk yang cukup padat.

Tapi, bukan berarti karena highway efektif ... highway ini bertrafik rendah :D
Karena terbukti di jalan sejauh 130 km antara PEKANBARU dan DURI .... Begitu ada truk terguling (1 biji doank), kemacetan akang menghantui .... setidaknya 20 km ke utara dan 20 km ke selatan....Durasi kemacetan ntah kenapa (setiap hal ini terjadi, dan lumayan sering) selalu di atas 5 jam .... :nuts:

Jarak 130 km itu banyak tanah kosong/kawasan gak berpenduduk ... sehingga ada kawasan yang BLANKSPOT ...bener2 gak ada sinyal hape sama sekali. Sebuah kenyataan yang tidak akan dijumpai di ruas jalan negara di Pulau Jawa.

Ini contoh yang diambil KEMBAR_GROUP

Jalan Lintas Timur Sumatra - Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau
http://static.panoramio.com/photos/medium/31224982.jpg
^^ Antrian mengular panjang bukan main .... Hmmm,, betapa perlunya orang-orang malang ini jalan tol ... Kondisi jalan tidak sesuai dengan truk berat ....

Karena ini ruas vital penghubung Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi RIau dan Kota Dumai sebagai Pelabuhan Samudra. Jarak Pekanbaru - Dumai sekitar 200 km.

Sayangnya bangun tolnya butuh Rp 7 Trilyun :( .. Kendati pemerintah daerah telah menjanjikan insentif pembebasan lahan ditanggung APBD RIau ... tapi peminatnya masih kurang :(

rilham2new
January 24th, 2010, 02:32 PM
SIstem Infokom TOUCH SCREEN di Kantor Bupati Indragiri Hilir * Tembilahan - Kabupaten Indragiri Hilir
Dari RiauPos edisi cetak 2 Januari 2010

http://farm5.static.flickr.com/4067/4243736873_b54975891e_o.jpg

rilham2new
January 24th, 2010, 02:37 PM
Update everybody ;)

Dari RIAUPOS edisi cetak 3 Desember 2009

http://farm3.static.flickr.com/2716/4173426568_d85fbd9cc5_o.jpg

Kantor Bupati (baru) Kabupaten Indragiri Hilir - Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir

http://farm5.static.flickr.com/4032/4244511130_f1a33611f3_o.jpg

rilham2new
January 24th, 2010, 02:39 PM
Jembatan Tasik Gemilang - Kecamatan Batang Tuaka - Kabupaten Indragiri Hilir
Dari RIauPos edisi cetak 04 Januari 2010

http://farm3.static.flickr.com/2734/4243737455_57949ab93e_o.jpg

rilham2new
January 25th, 2010, 02:02 PM
Pelabuhan Samudra - Kota Dumai, Provinsi Riau
* Dumai, Kota terbesar kedua di Provinsi Riau dengan jumlah penduduk 200 ribu jiwa.
* Berhubung Riau gak terisolir-isolir amat,, pelabuhan ini memang cuman untuk komoditi ekspor/impor saja mayoritasnya. Untuk Pangan, Sandang, dan Papan. Banyak yang diangkut lewat Jalan Darat :) ... Bahan baku pembangunan seperti Kayu, Batu bata, dan semen juga dari Jalan Darat.
* Makanya crane di sini gak terlalu besar2 amat :D
* Tapi khusus dermaga pengisian bahan liquid ... Ini adalah salah satu yang terbesar di Indonesia (and definitely terbesar di Indonesia Barat).
* Pelabuhan Dumai itu sebenarnya adalah Pelabuhan yang terletak di kawasan Teluk yang tertutup dengan Pulau Rupat yang cukup besar. Lokasinya SUPER-DUPER STRATEGIS, karena menghadap SELAT MALAKA (selat tersibuk di dunia).
* Dumai sendiri pelabuhannya dikelola oleh PT. PELINDO. Dan tidak hanya itu, selain Dermaga Peti Kemas, Dermaga CPO. Pelabuhan DUmai juga punya Dermaga Ferry Penyebrangan Internasional (melayani rute ke beberapa kota di semenanjung Malaya). Selain itu, dermaga khusus EKSPOR MINYAK pun juga ada, dermaga khusus PT. PERTAMINA dan dermaga khusus PT. CHevron Pacific Indonesia. Dan juga dilengkapi dengan dermaga Penangkapan Ikan. :cheers:

Tangki CPO adalah Faktor X pelabuhan ini, karena Pelabuhan Dumai adalah DERMAGA CPO TERBESAR DI INDONESIA HARI INI - Dari RiauPos edisi cetak 5 Januari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4068/4298385018_f3f33420f8_o.jpg

Penampakan Dermaga CPO di Dumai - Dari RiauPos edisi cetak 21 Januari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4066/4298386986_fb8931c567_o.jpg

Konsul Jendral Singapura pun mengunjungi Dermaga CPO di Dumai (Di Pekanbaru, KonJen Singapura ada kantornya :D) - Dari RiauPos edisi cetak 15 Januari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4070/4297641245_a581fa0071_o.jpg

Kapal tanker pun harus antri untuk merapat di sini - Dari RiauPos edisi cetak 16 Januari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2794/4298386096_7ee2879626_o.jpg

Ini aktivitas CRANE2 di pelabuhan non-liquid - Dari RiauPos edisi cetak 18 Januari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2681/4298386582_cd64f76a44_o.jpg

rilham2new
January 25th, 2010, 03:11 PM
^^ Lapangan Softball sendiri :banana: .... I love it :D

------------------------------------------
Gelanggang Olahraga (GOR) - Pangkalankerinci - Kabupaten Pelalawan
* Gambar oleh ZHILONE

DIlihat dari udara bagaimana ya kira-kira :naughty: --- mesti lihat :D ---
http://farm5.static.flickr.com/4016/4294761033_b5ea41196d_o.jpg

Ini kalau agak jauhan dengan pemandangan keren "hutan" Sawit a la Provinsi Riau :D
http://farm5.static.flickr.com/4053/4294761741_7ff7c39883_o.jpg

rilham2new
January 25th, 2010, 03:56 PM
Di Provinsi Riau, Ramayana Dept. Store dapat dijumpai di titik-titik berikut:
1. Kota Pekanbaru Plaza Sukaramai
2. Kota Dumai Dumai Square (jarak 200 km dari Kota Pekanbaru)
3. Kecamatan Mandau *bukan ibukota kabupaten, Kabupaten Bengkalis Mandau Town Square (jarak 130 km dari Kota Pekanbaru)
4. Kecamatan Tualang *bukan ibukota kabupaten, Kabupaten Siak (jarak 80 km dari Kota Pekanbaru)
5. Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan (jarak 70 km dari Kota Pekanbaru)

Semua dari Ramayana di atas sudah pernah diposting di sini :D ..... Tapi ada yang belum pernah diposting ... yakni di Mandau :cheers:

Mandau Town Square - Kecamatan Mandau - Kabupaten Bengkalis
* Dari KEMBARGROUP
http://farm5.static.flickr.com/4038/4298201408_acd91f7195_o.jpg

rilham2new
January 25th, 2010, 03:58 PM
Masjid Al-Muttaqin - Pangkalankerinci - Kabupaten Pelalawan
* Dari RiauPos edisi cetak 19 Januari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2682/4298382486_94e49a06dc_o.jpg

rilham2new
January 25th, 2010, 04:02 PM
Suasana Kota - TEMBILAHAN - Kabupaten Indragiri Hilir
* Dari RiauPos edisi cetak 18 Januari 2010

http://farm3.static.flickr.com/2793/4297639493_177c8c4edc_o.jpg

rilham2new
January 25th, 2010, 04:15 PM
Rohul Segera Miliki Islamic Centre April 2010

http://farm3.static.flickr.com/2516/3991784430_ed5b01fc98_o.jpg


Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad MSi mengharapkan, April 2010 mendatang Gedung Islamic Centre Kabupaten Rohul sudah selesai dibangun. Proyek pembangunan pemerintah daerah dengan anggaran sistem tahun jamak (multiyears) melalui APBD Rohul 2008-2010 ini, akan dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan.

Menurutnya, kontraktor pelaksana yang memenangkan proyek pembangunan Gedung Islamic Centre Kabupaten Rohul dengan pagu sekitar Rp79 miliar itu yaitu PT Total Bangun Persada dan Konsultan Pengawas PT Holistika Prima Grahita.

‘’Saat ini, realisasi fisik pembangunan gedung tersebut sudah mencapai 40 persen. Kita harapkan kontraktor dapat menggesa pekerjaan dengan target April 2010, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,’’ ujar bupati yang didampingi Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Rohul Ir H Hafith Syukri MM kepada wartawan, Rabu (9/9) usai meninjau proyek pembangunan tersebut.

Terkait bangunan apa saja yang akan dibangun di kawasan Gedung Islamic Centre tersebut, menurutnya, selain tempat beribadah, akan dibangun perpustakaan, kios perlengkapan pakaian muslim-muslimah, perkantoran yang berhubungan dengan organisasi keagamaan, manasik haji, lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan lainnya.

‘’Yang jelas, kita targetkan April 2010 sudah bisa dioperasionalkan sesuai bestek dan pagu anggaran yang sudah ditetapkan selama tiga tahun anggaran (2008-2010). Bila ada program bangunan yang dianggap perlu, akan kita lanjutkan pada anggaran berikutnya,’’ ujar bupati.

Karena itu, ujarnya Pemerintah Kabupaten Rohul meminta dukungan dari masyarakat Rohul dalam pelaksanaan pembangunan Gedung Islamic Centre tersebut. Sebab, sebagai daerah yang dijuluki sebagai Negeri Seribu Suluk, maka keberadaan gedung tersebut sangat mendukung dan bukan sebagai simbol, tetapi benar-benar julukan itu diterapkan di tengah-tengah masyarakat.

Sumber: Riau Pos

ISLAMIC CENTER - Pasir Pengaraian - Kabupaten Rokan Hulu
* Sudah mulai konstruksi
* Gambar dari RIAUPOS Edisi Cetak 20 Oktober 2009

http://farm3.static.flickr.com/2555/4039693182_91cc651833_o.jpg

UPDATE dari RiauPos edisi cetak 22 Januari 2010
ISLAMIC CENTER - Pasir Pengaraian - Kabupaten Rokan Hulu
http://farm5.static.flickr.com/4031/4299540741_cae86a1ae7_o.jpg

rilham2new
January 25th, 2010, 04:23 PM
Taman Kota Pasirpengaraian Hampir Rampung. 2010, Dilengkapi Akses Internet Gratis - Pasirpengaraian, Kabuapaten Rokan Hulu
* Dari RIauPos edisi cetak 23 Desember 2009

http://farm3.static.flickr.com/2485/4217497045_3382ac2a7c_o.jpg

Update Dari RiauPos edisi cetak 05 Januari 2010

Taman Kota dilengkapi dengan Fasilitas Internet akan segera selesai - Pasirpengaraian -Kabupaten Rokan Hulu

http://farm5.static.flickr.com/4014/4298387874_6a4b15d138_o.jpg

Pembangunan Sistem Drainase di Kompleks Perkantoran PEMKAB Rohul - Pasirpengaraian - Kabupaten Rokan Hulu
* Dari RiauPos edisi cetak 13 Januari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4040/4297642609_0b2f715998_o.jpg

rilham2new
January 25th, 2010, 04:33 PM
Kawasan Tepian Pantai telah disulap menjadi Taman Kota - Kecamatan Batu Enam - Kabupaten Rokan Hilir
*Dari RiauPos edisi cetak 22 Januari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4068/4300287506_274dbee0fb_o.jpg

jendry
January 26th, 2010, 08:48 AM
Jembatan Meranti-Sumatera Dikaji
26 Januari 2010


PEKANBARU (RP) - Pemerintah Provinsi Riau mulai mengkaji pembangunan jembatan sepanjang 14 kilometer, yang akan menghubungkan Pulau Sumatera dengan Kepulauan Meranti.

Jembatan yang akan menghubungkan empat pulau besar di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan Pulau Sumatera itu, diharapkan bisa mengangkat perekonomian wilayah pemekaran Kabupaten Bengkalis.

Wacana itu tertuang dalam salah satu rekomendasi yang akan disosialisasikan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Riau, Selasa (26/1) ini di Pustaka Soeman HS, Pekanbaru. Selain itu, sosialisasi juga akan mengangkat hasil penelitian yang dilakukan Balitbang dengan tema Peluang dan Tantangan Kabupaten Meranti dalam Otonomi

Daerah. Hal ini dikemukan Kepala Balitbang Riau, Dr Ir Achmad Helmi MSc MMK MP MAg kepada Riau Pos Senin (25/1) di Pekanbaru.

Akan hadir dalam kegiatan ini adalah Gubernur Riau HM Rusli Zainal MM, Penjabat Bupati Kepulauan Meranti Drs H Syamsuar, kepala dinas, tokoh masyarakat sampai akademisi dan Komisi D DPRD Riau serta terbuka untuk umum.

‘’Ada beberapa rekomendasi dari hasil penelitian terhadap Otda di Kabupaten Meranti, salah satunya wacana pembangunan jembatan yang panjangnya mencapai 14 Km tersebut. Jadi segala sesuatu tentang tantangan dan lainnya terkait otonomi daerah akan kita bahas,’’ jelasnya.(eko)
http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=1174&kat=7

jendry
January 26th, 2010, 08:58 AM
Persiapan Pembangunan Pelabuhan KEK
PT Pelindo Bangun 3 Investasi Khusus
26 Januari 2010 - 12.02 WIB

Tembilahan (Riaunews) - Terkait dengan pembangunan Pelabuhan Samudra Kuala Enok, PT.Pelindo cabang Tembilahan akan melakukan pembangunan tiga investasi khusus, diantaranya pembangunan untuk pengikat tali kapal, pembangunan Ban Karet (dabpra Kapal) serta Pengerukan alur sungai.

Dalam keterangannya Manager PT. Pelindo Cabang Tembilahan Sahri Ramadhan MA, Mba melalui Asisten Manager Usaha Budi Amirzas, didampingi Kepala Pelabuhan Kuala Enok Joka Lamani Putra dan Humas PT.Pelindo Jhan Godfrieo kepada RiauNews mengatakan pembangunan tersebut segera akan dilakukan mengingat pengoperasian Pelabuhan Kuala Enok akan dilakukan pada Tahun 2010 ini

Saat ini PT Pelindo sudah berkordinasi dengan tiga Perusahaan yang akan menyewa lahan PT Pelindo seluas 105 Ha yang nantinya akan digunakan sebagai gudang dan tempat penyimpanan barang, tiga diantara Perusahaan tersebut yaitu PT.Cerinti Subur (CS), PT.Megah Agung Perkasa (MAP) kemudian PT Ivomas Tunggal (IT)

“Demi lancarnya kerjasama itu PT Pelindo telah berkoordinasi dengan pihak penyewa serta menyediakan segala fasilitas yang diinginkan terkati peruhaaan tersebut, dan perencanaan yang dilakukan PT.Pelindo sangat didukung oleh pihak Pemkab Inhil”, ujar Budi Amirzas Selasa (26/01/2010) diruang kerjanya

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Indragiri Hilir Drs M Thaher, pihaknya telah membicarakan dengan pihak PT Pelindo terhadap rencana pengoperasian pelabuhan itu . “Setting awal pelabuhan Samudra Kuala Enok tersebut akan dijadikan kawasan Ekonomi Khusus (KEK) CPO yang akan diekspor .sehingga Teknis pengoperasian pelabuhan diserahkan ke PT . Pelindo I Wilayah Sumut , karena mereka yang lebih berwewenang akan hal tersebut,” ucapnya kepada RiauNews

Ditambahkan Thaher, pihaknya telah mengundang pengusaha PKS dan Eksportir yang ada di Empat Kabupaten dalam wilayah Riau untuk membicarakan hal tersebut , agar para pengusaha-pengusaha itu segera membangun sarana dan para sarana di sekitar pelabuhan guna untuk kepentingan ekspor.Sedangkan Posisi Pemerintah hanya sebagai Pasilitator. (edys)
http://riaunews.com/berita.php?act=full&id=2997

rilham2new
January 26th, 2010, 01:20 PM
Jembatan Meranti-Sumatera Dikaji
26 Januari 2010


PEKANBARU (RP) - Pemerintah Provinsi Riau mulai mengkaji pembangunan jembatan sepanjang 14 kilometer, yang akan menghubungkan Pulau Sumatera dengan Kepulauan Meranti.

Jembatan yang akan menghubungkan empat pulau besar di Kabupaten Kepulauan Meranti dengan Pulau Sumatera itu, diharapkan bisa mengangkat perekonomian wilayah pemekaran Kabupaten Bengkalis.

Wacana itu tertuang dalam salah satu rekomendasi yang akan disosialisasikan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Riau, Selasa (26/1) ini di Pustaka Soeman HS, Pekanbaru. Selain itu, sosialisasi juga akan mengangkat hasil penelitian yang dilakukan Balitbang dengan tema Peluang dan Tantangan Kabupaten Meranti dalam Otonomi

Daerah. Hal ini dikemukan Kepala Balitbang Riau, Dr Ir Achmad Helmi MSc MMK MP MAg kepada Riau Pos Senin (25/1) di Pekanbaru.

Akan hadir dalam kegiatan ini adalah Gubernur Riau HM Rusli Zainal MM, Penjabat Bupati Kepulauan Meranti Drs H Syamsuar, kepala dinas, tokoh masyarakat sampai akademisi dan Komisi D DPRD Riau serta terbuka untuk umum.

‘’Ada beberapa rekomendasi dari hasil penelitian terhadap Otda di Kabupaten Meranti, salah satunya wacana pembangunan jembatan yang panjangnya mencapai 14 Km tersebut. Jadi segala sesuatu tentang tantangan dan lainnya terkait otonomi daerah akan kita bahas,’’ jelasnya.(eko)
http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=1174&kat=7

Terlalu jauh dan tidak practical, lebih bagus dibuat RoRo yang memadai ke Meranti .... Atau sudah ada ??? Kalau ke Pulau Bengkalis atau Pulau Rupat aku sudah tahu lama .... kalau ke kawasan Pulau Tebingtinggi, Rangsang, dan Merbau ... aku belum pernah dengar...

Kris18
January 29th, 2010, 09:46 AM
Kota Bengkalis (Pulau Bengkalis) dari Udara :okay:

http://farm3.static.flickr.com/2804/4312725513_3643f4e209_o.jpg

Kris18
January 29th, 2010, 10:09 AM
Masjid Istiqomah Bengkalis

http://farm3.static.flickr.com/2157/1555322499_e6380fb775_b.jpg

Kris18
January 29th, 2010, 10:11 AM
Kota Bengkalis (Pulau Bengkalis) dari Udara :okay:

http://farm3.static.flickr.com/2804/4312725513_3643f4e209_o.jpg




Masjid Istiqomah Bengkalis

http://farm3.static.flickr.com/2157/1555322499_e6380fb775_b.jpg


Rumah Dinas Bupati Bengkalis

http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/rumahdinasbupatibengkalis.jpg

Kris18
January 29th, 2010, 10:11 AM
Indah Kiat Pulp and Paper Aerial View - Tualang, Perawang - Kabupaten Siak, Riau

http://farm3.static.flickr.com/2487/4103555670_1bc8809d05_o.jpg

Kris18
January 29th, 2010, 10:16 AM
Jembatan Tengku Agung Sulthanah Latifah - Siak Sri Indrapura (Kabupaten Siak - Riau)

http://farm3.static.flickr.com/2246/2444860565_2e74ce09fc_o.jpg


http://farm3.static.flickr.com/2630/3877926384_5da0ffee86_b.jpg

rilham2new
January 29th, 2010, 06:04 PM
Kota Bengkalis (Pulau Bengkalis) dari Udara :okay:

http://farm3.static.flickr.com/2804/4312725513_3643f4e209_o.jpg

Keren ..... Bengkalis mungkin salah satu kota paling apik di Riau .... di luar Siak Sri Indrapura dan Bangkinang :D

Kris18
January 30th, 2010, 04:08 AM
Masih di Siak :D

Ini waterfront city Siak Sri Indrapura ketika siang, taman wisatanya ada dilengkapi dengan cafe-cafe terbuka gitu, makan siang dengan udang galah dengan pemandangan sungai Siak yang sangat lebar dan jembatan Tengku Agung Sulthanah Latifah :kay:

http://farm4.static.flickr.com/3160/2872707699_cd2262274e_b.jpg


Ini ketika malam, romantis yaa :)

http://farm4.static.flickr.com/3181/2873519140_d9f9d8bbaa_b.jpg

Kris18
January 30th, 2010, 04:24 AM
Suasana jalan di Jembatan Tengku Agung Sulthanah Latifah ketika malam :)

http://farm3.static.flickr.com/2559/3877921984_4a2c042e8c_b.jpg

rilham2new
January 30th, 2010, 07:54 AM
^^ Bagus2 gambarnya , kris :)

Kris18
January 31st, 2010, 06:52 AM
^^
Yohaa,, aku baru sadar kalau ini thread Nusantara picture, so mesti ada gambar-gambar bagus buat penuhin threadnya :D


kita beralih ke KABUPATEN PELALAWAN ,

Tuah Negeri Seiya Sekata :)


Rancangan Masjid Agung Pelalawan di komleks Pemerintahan Kabupaten Pelalawan - Pangkalan Kerinci :)

http://farm5.static.flickr.com/4005/4318079902_2715061e8b_b.jpg


http://farm3.static.flickr.com/2720/4318080198_c2212818d4_o.jpg


http://farm5.static.flickr.com/4068/4317346975_7678b6a701_o.jpg

Kris18
January 31st, 2010, 06:56 AM
Pemandangan di salah satu Desa Pelalawan.

http://farm5.static.flickr.com/4062/4318079240_7499057a0b_o.jpg

join_zulfian
January 31st, 2010, 08:28 AM
up date masjid agung pkl. kerinci
http://img130.imageshack.us/img130/9708/p1180699x.th.jpg (http://img130.imageshack.us/i/p1180699x.jpg/)

wah sory gambarnya kekecilan

Kris18
January 31st, 2010, 11:33 AM
Pemprov Riau Bangun 100 Hektar Sawah di Rohul

Pemkab Rohul mendapatkan bantuan 100 hektar lahan sawah cetak dan rehabilitasi tanah seluas 5 kilo meter persegi dari APBD Riau 2010.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN-Pemkab Rokan Hulu (Rohul), dapat bantuan 100 hektar lahan persawahan baru serta rehabilitasi tanah seluas 5 kilo meter dari dan APBD Riau 2010.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman pangan, Ir H Sri Hardono MM, kepada waratawan Jumat (29/1/10), merupakan upaya menjadikan Kabupaten Rohul sebagai swasembada beras tahun 2011.

Lahan persawahan baru seluas 100 hektar itu nantinya di Kecamatan Rokan IV Koto, Kepenuhan dan Bangun Purba. Sedangkan rehabilitasi tanah seluas 5 kilo meter di Kecamatan Rambah, Rambah Samo, Bangun Purba dan Rokan IV Koto, yang seluruhnya bersumber dari APBD Riau 2010.

“Dengan penambahan lahan sawah 100 hektar, maka luas lahan persawahan Rohul kini menjadi 4.139 hektar. Dan produksi padi saat ini mencapai 16,000 ton setiap panennya,” ungkap Sri Hardono.

Sistem cetak sawah menggunakan pola bantuan sosial (bansos) yang dilakukan masyarakat petani sendiri dan pola kontrak (dilelang) yaitu yang dikerjakan oleh rekanan.

Sementara luas tanaman padi gogo di Rohul hingga kini sudah mencapai 11.000 hektar, selama 6 bulan dengan hasil panen (produksi) rata-rata 2,5 ton per hektarnya. “Kita tetap komit dan optimis, untuk meningkatkan produksi padi dengan melakukan upaya peningkatan produksi selama ini. Diharapkan swasembada beras tahun 2011 mendatang ada peningkatan produksi, dan tahun 2016 target produksi pangan Rohul tercapai,” tambah Sri Hardono.riauterkini.com

Kris18
January 31st, 2010, 12:26 PM
Masjid Jami' Air Tiris Kampar

by serbankoyak

http://farm4.static.flickr.com/3248/2469898915_f66654e863_o.jpg


http://farm3.static.flickr.com/2326/2469899063_95f7446618_o.jpg

jendry
February 1st, 2010, 10:30 AM
PEKANBARU (RiauInfo) - Kabupaten Kepulauan Meranti dinyatakan sebagai daerah termaju dibandingkan kabupaten pemekaran baru di Indonesia yang dibentuk pada 19 Desember 2008 lalu. Kabupaten yang berada di Provinsi Riau ini jauh meninggalkan kabupaten baru lainnya.

Ada empat beban tugas yang harus dilaksanakan oleh Penjabat Bupati aerah-daerah pemekaran itu. Dari empat tugas, Kepulauan Meranti berhasil melaksanakan tiga diantaranya. Sedangkan satu lagi yakni Pemilukada akan berlansgung 3 Juni mendatang.

Tokoh Masyarakat Riau asal Kepulauan Meranti, H Amhad Bebas menilai Syamsuar memang berhasil memimpin Kepulauan Meranti. Dia melihat selama dipimpin Suamsua sudah banyak kemajuan yang telah terjadi di kabupaten yang baru dimekarkan itu.

"Sayakita pak Gubernur Riau Rusli Zainal memang tidak salah mempercayakan Syamsuar sebagai Pejabat Bupati Kepulauan Meranti," ujarnya. Dia juga mengimbau mayarakat Kepulauan Meranti untuk mensyukuri kemajuan ini.(ad)
http://riauinfo.com/main/news.php?c=11&id=12109

rilham2new
February 1st, 2010, 11:13 AM
^^ MEranti termaju ??? Oh dibandingkan dengan kabupaten yang baru dimekarkan ....

Kirain dibandingin sama Kabupaten Bengkalis, Siak, Kampar, dan Kota Dumai :D ...

Kabupaten lain kayak Bengkalis dan Siak karena memang "terlalu" kaya. Mereka memang cepat banget mengejar ketertinggalan. Kota Pekanbaru karena memang komunitas urban dan SDM Riau banyak di sini, ya wajar lah.. Dumai juga kota yang isinya investasi perusahaan besar.

Hmm, apalagi SELATPANJANG ada di Meranti, boleh consider sebagai salah satu Kota Kecamatan yang cukup besar di Riau ...

Berikut daftar Kota Kecamatan yang cukup populer dan besar di Riau (beberapa bahkan lebih besar dari Ibukota Kabupaten nya).
1. Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar (Kota Satelitnya Kota Pekanbaru)'

2. Kawasan Ujungbatu (lupa nama kecamatannya apa), Kabupaten Rokan Hulu ... Kegiatan perkebunan PT. Perkebunan Nusantara V dipusatkan di kawasan2 sekitar Ujungbatu.... Di kota ini sudah ada Bank Mandiri :D

3. Kecamatan Bagansinembah (populer dengan sebutan Baganbatu, Kabupaten Rokan Hilir ... lagi-lagi ini kawasan pemusatan aktivitas perkebunan kelapa sawit di kabupaten .... Dan Bank Mandiri juga sudah ada di sini :D

4. Kawasan Sei Pakning (lupa nama kecamatannya) ,, Kabupaten Bengkalis ... ada kantor Pertamina di sini ... Bank Mandiri sudah ada di sini :D

5. Kawasan Selatpanjang (Lupa nama kecamatannya) ,, dulunya Kabupaten Bengkalis ... kalau gak salah di sini sudah ada BNI ...

6. Kecamatan Mandau (sangat-sangat-sangat populer dengan sebutan DURI), Kabupaten Bengkalis ... kawasan eksplorasi minyak terluas se-Indonesia ... basis PT. Chevron Pacific Indonesia... Hahaha, ini sih gak usah ditanya, BNI dan Bank Mandiri ada di sini :D

7. Kecamatan Minas, Kabupaten Siak ... dan di sini tentu saja sudah ada Bank Mandiri... Ini kan kawasan eksplorasi minyak terbesar kedua di Indonesia :D

8. Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak ... rasanya ini pemusatan industri kelapa sawit untuk Kabupaten Siak...

9. Kecamatan Tualang (lebih populer dengan sebutan PERAWANG), Kabupaten Siak ... ini tempat industri kertas salah satu terbesar di Asia Pasifik , yaitu PT. Indah Kiat.

10. Kuala Enok (lupa nama kecamatannya), Kabupaten Indragiri Hilir

11. Pulaukijang-- kalau gak salah Kecamatan Pulau Reteh , Kabupaten Indragiri Hilir ...

12. AIRMOLEK, Kabupaten Indragiri Hulu (lupa nama kecamatannya) .... Dan yang pastinya BNI dan Bank Mandiri sudah ada di sini :D

13. Sungaiguntung, Kabupaten Indragiri Hilir ,,, udah ada BNI juga di sini :D ... Kawasan perkebunan Kopra :)

Untuk Kuansing aku kurang tahu, Untuk Inhu juga kurang tahu ....
Rasanya dulu ada Seberida ... tapi Seberida gak terlalu besar, kalau dibandingkan dengan Ujungbatu :D ..... hehe

Pokoknya liat besar atau tidaknya gampang, ada atau tidak Perbankan di luar Bank Riau dan BRI di Kota kecamatan itu, ... kalau ada berarti daerah itu berpotensi ... Memang sih biasanya masih terbatas kalau gak BNI ya Bank Mandiri ... Ada juga daerah Kota Kecamatan yang modelnya bukan SATU jalan saja ... tapi bercabang-cabang Jalan Aspalnya :D ....

nowan
February 1st, 2010, 11:19 AM
^^
Yohaa,, aku baru sadar kalau ini thread Nusantara picture, so mesti ada gambar-gambar bagus buat penuhin threadnya :D


kita beralih ke KABUPATEN PELALAWAN ,

Tuah Negeri Seiya Sekata :)


Rancangan Masjid Agung Pelalawan di komleks Pemerintahan Kabupaten Pelalawan - Pangkalan Kerinci :)

http://farm5.static.flickr.com/4005/4318079902_2715061e8b_b.jpg



Duh, saya kira menaranya memang dibuat melengkung spt itu :lol:
Menghitung strukturnya saja sulit, apalagi konstruksinya :D

nice pictures.. :)

Kris18
February 1st, 2010, 02:53 PM
Melihat rumah-rumah melayu di desa-desa Kampar.

Rumah-rumah melayu ini sebutannya bisa ruymah lancang karena menyerupai sebuah lancang/perahu, rumah lentik/lontiok karena atapnya melentik seperti bentuk perahu, ada juga yang menyebutnya rumah pencalang :)



>>Rumah lancang atau Rumah Lontiok dengan hiasan Tanduk kerbau pada ujung perabungnya.

http://i956.photobucket.com/albums/ae45/rizal_rasnur/Lontiok.jpg
Pict by: www.wisatamelayu.com

>>Rumah Lancang atau Rumah Lontiok, dapat kita temukan di Bandar Serai Pekanbaru, anjungan Kampar

http://i956.photobucket.com/albums/ae45/rizal_rasnur/SDC10579.jpg


>>Rumah Tua, dapat kita temukan di Desa Pulau Belimbing-Kabupaten Kampar

http://i956.photobucket.com/albums/ae45/rizal_rasnur/Rumahlontiokdesabelimbing1.jpg


>>Rumah Tua, dapat kita temukan di Desa Pulau Belimbing-Kabupaten Kampar

http://i956.photobucket.com/albums/ae45/rizal_rasnur/rumahtua.jpg


>>Rumah Tua, dapat kita temukan di Desa Pulau Belimbing-Kabupaten Kampar

http://i956.photobucket.com/albums/ae45/rizal_rasnur/rumahtua1.jpg

>>Rumah Tua, dapat kita temukan di Desa Pulau Belimbing-Kabupaten Kampar

http://i956.photobucket.com/albums/ae45/rizal_rasnur/Rumahlontiokdesabelimbing4.jpg

>>Rumah Tua, dapat kita temukan di Desa Pulau Belimbing-Kabupaten Kampar

http://i956.photobucket.com/albums/ae45/rizal_rasnur/Rumahlontiokdesabelimbing2.jpg

>>Rumah Lontiok Baru, dapat kita temukan di Desa Pulau Belimbing-Kabupaten Kampar

http://i956.photobucket.com/albums/ae45/rizal_rasnur/P1290003.jpg

rilham2new
February 1st, 2010, 03:39 PM
^^ Yang "Selaso Jatoh Kembar" itu dari Kampar, kan?

Kris18
February 3rd, 2010, 05:22 AM
^^

yup, sepertinya begitu :).

Selaso jatuh kembar itu ciri khas rumah adat melayu Riau yang banyak ragamnya. Tiap kabupaten daerah aja bisa dijumoai rumah yang khas-khas

Kris18
February 3rd, 2010, 05:39 AM
Digelar di Desa Buluh Cina, kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau atau sekitar 30 kilometer dari Pekanbaru. Biasanya diadakan pada bulan Agustus setiap tahunnya.

>>Pacu Jalur di desa Buluh Cina, Siak hulu - Kabupaten Kampar
http://i956.photobucket.com/albums/ae45/rizal_rasnur/Bangkinang/pacu-sampan1.jpg

Kris18
February 3rd, 2010, 05:42 AM
Pemkab Rohil Siap Bangun PLTB
3 Februari 2010

Laporan MURYADI, Bagansiapi-api muryadi@riaupos.com
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir siap dan sanggup membangun Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (PLTB) yang diprogramkan pemerintah pusat. Untuk menunjang akses tersebut, Pemkab sudah mempersiapkan lahan memadai untuk lokasinya.


Penegasan itu disampaikan Bupati Rokan Hilir H Annas Maamun dalam rapat paripurna DPRD, tentang jawaban Pemkab Rohil terhadap pandangan umum anggota DPRD, Senin (1/2).

Menurutnya, berhubung Kota Dumai tidak memiliki lahan untuk pembangunan PLTB, maka kesempatan itu harus dapat diraih Rohil. ‘’Informasi yang kita dapat, Kota Dumai belum memiliki lahan. Berkaca dari itu, kita bersiap menyediakan lahan. Maka, tidak ada salahnya hal ini kita perjuangkan ke pusat,” tuturnya.

Sebelum ini diperjuangkan betul-betul, lanjutnya, sebaiknya kerja sama antar eksekutif dan legislatif bisa terpacu. Sehingga, bukan hanya Pemkab yang memperjuangkan ke pusat, tapi harus bersama-sama.

“Tentunya harus mendapat dukungan kalangan dewan. Begitu juga kalangan masyarakat. Sehingga misi perjuangan dalam merealisasikan mendapat berbagai kemudahan,” papar bupati.

Harapan tersebut, ujarnya, sangat layak diperjuangkan di tingkat pusat, agar permasalahan listrik di Rohil bisa teratasi secara maksimal. Apalagi, saat ini permasalahan listrik tidak ada habis-habisnya.

Dikatakan, sejak Rohil berdiri, Pemkab telah membantu Rp48 miliar. Akan tetapi pelayanan dinilai tidak memuaskan. Untuk menanggulangi hal ini, kerja sama yang baik antara eksekutif dan legislatif diharap dapat memperjuangkan pembangunan PLTB di Rohil. “Ini era dimana kita kembali harus merebut kesempatan sebaik-baiknya,” tegasnya.(tie)

rilham2new
February 3rd, 2010, 12:49 PM
^^

yup, sepertinya begitu :).

Selaso jatuh kembar itu ciri khas rumah adat melayu Riau yang banyak ragamnya. Tiap kabupaten daerah aja bisa dijumoai rumah yang khas-khas

Jaman sekarang ini udah jarang yang mau tinggal di rumah kayu model begitu .... Perawatannya lebih susah ketimbang rumah yang pakai batu bata ...

Rata2 golong menengah Riau, udah gak mau lagi tinggal dan bangun rumah seperti itu :( ... kalaupun ada, itu kolong2nya sudah ditransformasi jadi lantai bawah :D

rilham2new
February 3rd, 2010, 12:51 PM
^^ MEranti termaju ??? Oh dibandingkan dengan kabupaten yang baru dimekarkan ....

Kirain dibandingin sama Kabupaten Bengkalis, Siak, Kampar, dan Kota Dumai :D ...

Kabupaten lain kayak Bengkalis dan Siak karena memang "terlalu" kaya. Mereka memang cepat banget mengejar ketertinggalan. Kota Pekanbaru karena memang komunitas urban dan SDM Riau banyak di sini, ya wajar lah.. Dumai juga kota yang isinya investasi perusahaan besar.

Hmm, apalagi SELATPANJANG ada di Meranti, boleh consider sebagai salah satu Kota Kecamatan yang cukup besar di Riau ...

Berikut daftar Kota Kecamatan yang cukup populer dan besar di Riau (beberapa bahkan lebih besar dari Ibukota Kabupaten nya).
1. Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar (Kota Satelitnya Kota Pekanbaru)'

2. Kawasan Ujungbatu (lupa nama kecamatannya apa), Kabupaten Rokan Hulu ... Kegiatan perkebunan PT. Perkebunan Nusantara V dipusatkan di kawasan2 sekitar Ujungbatu.... Di kota ini sudah ada Bank Mandiri :D

3. Kecamatan Bagansinembah (populer dengan sebutan Baganbatu, Kabupaten Rokan Hilir ... lagi-lagi ini kawasan pemusatan aktivitas perkebunan kelapa sawit di kabupaten .... Dan Bank Mandiri juga sudah ada di sini :D

4. Kawasan Sei Pakning (lupa nama kecamatannya) ,, Kabupaten Bengkalis ... ada kantor Pertamina di sini ... Bank Mandiri sudah ada di sini :D

5. Kawasan Selatpanjang (Lupa nama kecamatannya) ,, dulunya Kabupaten Bengkalis ... kalau gak salah di sini sudah ada BNI ...

6. Kecamatan Mandau (sangat-sangat-sangat populer dengan sebutan DURI), Kabupaten Bengkalis ... kawasan eksplorasi minyak terluas se-Indonesia ... basis PT. Chevron Pacific Indonesia... Hahaha, ini sih gak usah ditanya, BNI dan Bank Mandiri ada di sini :D

7. Kecamatan Minas, Kabupaten Siak ... dan di sini tentu saja sudah ada Bank Mandiri... Ini kan kawasan eksplorasi minyak terbesar kedua di Indonesia :D

8. Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak ... rasanya ini pemusatan industri kelapa sawit untuk Kabupaten Siak...

9. Kecamatan Tualang (lebih populer dengan sebutan PERAWANG), Kabupaten Siak ... ini tempat industri kertas salah satu terbesar di Asia Pasifik , yaitu PT. Indah Kiat.

10. Kuala Enok (lupa nama kecamatannya), Kabupaten Indragiri Hilir

11. Pulaukijang-- kalau gak salah Kecamatan Pulau Reteh , Kabupaten Indragiri Hilir ...

12. AIRMOLEK, Kabupaten Indragiri Hulu (lupa nama kecamatannya) .... Dan yang pastinya BNI dan Bank Mandiri sudah ada di sini :D

13. Sungaiguntung, Kabupaten Indragiri Hilir ,,, udah ada BNI juga di sini :D ... Kawasan perkebunan Kopra :)

Untuk Kuansing aku kurang tahu, Untuk Inhu juga kurang tahu ....
Rasanya dulu ada Seberida ... tapi Seberida gak terlalu besar, kalau dibandingkan dengan Ujungbatu :D ..... hehe

Pokoknya liat besar atau tidaknya gampang, ada atau tidak Perbankan di luar Bank Riau dan BRI di Kota kecamatan itu, ... kalau ada berarti daerah itu berpotensi ... Memang sih biasanya masih terbatas kalau gak BNI ya Bank Mandiri ... Ada juga daerah Kota Kecamatan yang modelnya bukan SATU jalan saja ... tapi bercabang-cabang Jalan Aspalnya :D ....

Kecamatan Tualang / Kota Perawang - Kabupaten Siak
* BUKAN IBUKOTA KABUPATEN!!!!
* 70-80 km dari Kota PEKANBARu .... TIDAK BERADA di Jalan Lintas TImur Sumatra ..
* 50-60 km dari Siak Sri Indrapura, ibukota Kabupaten Siak

1
http://images.motulu.multiply.com/image/3/photos/932/1200x1200/15/DSCN1091.JPG?et=epwZ6Fp%2CmUzxIyHK52gN7A&nmid=139679535

2
http://images.motulu.multiply.com/image/3/photos/932/1200x1200/16/DSCN1092.JPG?et=PP91hPIV%2BI%2Bs6DCxEpKEbA&nmid=139679535

rilham2new
February 3rd, 2010, 12:57 PM
Di Provinsi Riau, Ramayana Dept. Store dapat dijumpai di titik-titik berikut:
1. Kota Pekanbaru Plaza Sukaramai
2. Kota Dumai Dumai Square (jarak 200 km dari Kota Pekanbaru)
3. Kecamatan Mandau *bukan ibukota kabupaten, Kabupaten Bengkalis Mandau Town Square (jarak 130 km dari Kota Pekanbaru)
4. Kecamatan Tualang *bukan ibukota kabupaten, Kabupaten Siak (jarak 80 km dari Kota Pekanbaru)
5. Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan (jarak 70 km dari Kota Pekanbaru)

Semua dari Ramayana di atas sudah pernah diposting di sini :D ..... Tapi ada yang belum pernah diposting ... yakni di Mandau :cheers:

Mandau Town Square - Kecamatan Mandau - Kabupaten Bengkalis
* Dari KEMBARGROUP
http://farm5.static.flickr.com/4038/4298201408_acd91f7195_o.jpg

Ramayana Dept. Store - KECAMATAN TUALANG - Kabupaten Siak
http://images.motulu.multiply.com/image/4/photos/932/1200x1200/17/DSCN1093.JPG?et=QIY0KDSLezkWMJ3XVOb8Bg&nmid=139679535

rilham2new
February 3rd, 2010, 12:59 PM
Masjid yang tengah dibangun di sekitaran Kecamatan Tualang - Kabupaten Siak
*Gambar oleh Ferry Aditya

http://images.motulu.multiply.com/image/3/photos/932/500x500/18/DSCN1094.JPG?et=zG8FyhbKd7UOSQw3EnQVyw&nmid=139679535

rilham2new
February 3rd, 2010, 01:01 PM
MINAS OIL FIELD ACHIEVEMENT - Kecamatan Minas - Kabupaten Siak

Mencapai 4.5 miliar barrel pada tahun 2007
http://images.motulu.multiply.com/image/4/photos/932/500x500/11/DSCN1076.JPG?et=UY5qaHowlT0ag3X8F9pwbA&nmid=139679535

Kris18
February 3rd, 2010, 01:02 PM
^^^^

Kemarin aku nyasar kesitu setelah dari Pangkalan Kerinci :nuts:

Ceritanya, pas aku pulang dari Tembilahan kemarin naik mobil, trus tancap langsung pulang ke Pekanbaru malam itu juga, eh, mobil om ku malah mogok di pangkalan lesung :bash:, akhirnya nunggu deh jemputan dari papaku yang langsung malam itu juga dari Pekanbaru, dan kita akhirnya berangkat jam 3 pagi :( setelah berlama-lama di desa penduduk.

Trus pas sampai ke Pangkalan Kerinci, dan ternyata jalan tembus ke Pekanbaru dari komplek pemerintahannya lagi banjir ya udah akhirnya papaku tancap gas lurus terus lewat jalan biasa (lintas timur), karena malam dan gelap eh dikira jalan ke Pekanbaru ternyata nyasar Ke KOTO GASIB :nuts: :bash: :(.

Ya akhirnya panik, mobil balik arah , trus ya udah akhirnya kita terus kan ke Perawang setelah lihat ada papan Ramayana dipersimpangan jalan menuju Perawang itu. Dan akhirnya sampai ke Perawang setelah menyebrang sungai Siak pas jam 6 pagi :lol:. Akhirnya balik ke Rumbai setelah lewat Minas

Jalan dari Kerinci ke Perawang mulus dan lebar seperti jalan tol, di kiri kanannya ada pipa minyak/gas gitu seperti jalan2 PT CPI.

rilham2new
February 3rd, 2010, 01:05 PM
"Pemandangan" di kawasan MInas - Kecamatan Minas - Kabupaten Siak
* gambar oleh Ferry Aditya

Jalan Lintas Timur Sumatra yang berkelok-kelok di Minas
1
http://images.motulu.multiply.com/image/2/photos/932/500x500/23/DSCN1122.JPG?et=TVcRtuMgirmZiR3KmQu%2BCA&nmid=139679535

2
http://images.motulu.multiply.com/image/3/photos/932/500x500/24/DSCN1146.JPG?et=whJLuG28Gs8bdhnUlhbzgw&nmid=139679535

3
http://images.motulu.multiply.com/image/7/photos/932/500x500/1/DSCN1042.JPG?et=YyWrLqknJYcacYD7yxU4Qw&nmid=139679535

4
http://images.motulu.multiply.com/image/5/photos/932/500x500/5/DSCN1048.JPG?et=7egWTgCQBlMCtjsMlkQNSQ&nmid=139679535

rilham2new
February 3rd, 2010, 01:10 PM
^^^^

Kemarin aku nyasar kesitu setelah dari Pangkalan Kerinci :nuts:

Ceritanya, pas aku pulang dari Tembilahan kemarin naik mobil, trus tancap langsung pulang ke Pekanbaru malam itu juga, eh, mobil om ku malah mogok di pangkalan lesung :bash:, akhirnya nunggu deh jemputan dari papaku yang langsung malam itu juga dari Pekanbaru, dan kita akhirnya berangkat jam 3 pagi :( setelah berlama-lama di desa penduduk.

Trus pas sampai ke Pangkalan Kerinci, dan ternyata jalan tembus ke Pekanbaru dari komplek pemerintahannya lagi banjir ya udah akhirnya papaku tancap gas lurus terus lewat jalan biasa (lintas timur), karena malam dan gelap eh dikira jalan ke Pekanbaru ternyata nyasar Ke KOTO GASIB :nuts: :bash: :(.

Ya akhirnya panik, mobil balik arah , trus ya udah akhirnya kita terus kan ke Perawang setelah lihat ada papan Ramayana dipersimpangan jalan menuju Perawang itu. Dan akhirnya sampai ke Perawang setelah menyebrang sungai Siak pas jam 6 pagi :lol:. Akhirnya balik ke Rumbai setelah lewat Minas

Jalan dari Kerinci ke Perawang mulus dan lebar seperti jalan tol, di kiri kanannya ada pipa minyak/gas gitu seperti jalan2 PT CPI.

Dari Kerinci ke Perawang mulus ????? Masa' iya Kris ????

Memang benar kalau dari simpang Buatan ke Perawang sampai tembus lagi ke MInas memang mulus. Itu jalan bekas dan buatan jaman CALTEX ..... TIang listriknya juga tipikal transmisi CPI punya....

Cuman, di kawasan ZAMRUD, Siak ... sekarang udah gak dikelola CALTEX tapi dikelola BUMD Bumi Siak Pusako dan PErtamina -- istilahnya BOB (Badan Operasi Bersama).

Sebenarnya jalan untuk tembus ke situ dari Lintas Timur, kita mesti lewat Kecamatan yang isinya sawittt semua gak ada penduduknya sama sekali sekitar 30 km, jalannya sih aspal, tapi yang hancurnya lumayan banyak ... Sedan susah deh lewat situ. Tapi yang mulusnya memang masih lumayan banyak.. Jalan itu melewati Kantor Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak... kemudian tembus ke Simpang Buatan. Nah , di sekitaran Simpang Buatan ke arah Zamrud, Siak Sri Indrapura, dan Perawang itu jalannya emang lumayan mulus. Dari Perawang ke Minas juga bagus jalannya ...

Kris18
February 3rd, 2010, 01:16 PM
^^^^

Eh, iya maksudku dari simpang buantan ke Perawang itu yang mulus :D.

Dari Kerinci ke simpang itu masih lumayan, rusak2 dikit juga ada, ya maklum banyak truk-truk besar lalu lalang disitu :D


Cuma, "tragedi" di hari liburan itu cukup membuatku tahu bagaimana rasanya menjelajahi Riau selama 24 jam dari Pekanbaru-Pelalalawan-Rengat-Tembilahan-Buantan-Koto Gassib-Perawang-Minas :nuts: :lol:

rilham2new
February 3rd, 2010, 01:27 PM
^^ Perjalanan darat menjadi tragedi aku pernah ngalaminnya Kris ....

Dari Medan ke Pekanbaru tahun 2001. Tapi tragedinya bukan di Riau .... tapi justru di kawasan TAPANULI :D hahaha .... Jalan aspal rupanya longsor, dan udah jadi tanah 100%, dan di tanjakan terpaksa dikasih batu-batu kerikil gede, supaya mobil bisa manjat tanjakan :D ... Waktu itu kita sok2 pinter mau balik ke Pekanbaru lewat jalan Danau Toba lintas tengah gitu :D, bgitu keluar dari Padang Sidempuan keadaan berubah total jadi menyeramkan ... arena jalan kayak OFF-ROAD, mobilnya sedan pula. Waktu di tanjakan. kami semua turun dari mobil :D hahaha .... Parahnya tanjakannya ada banyak :D


Saking parahnya, harusnya Medan Pekanbaru bisa nyampe maksimal jam 8-9 malam (berangkat jam 4 pagi dari Medan) jadi molor. Molornya gak tanggung-tanggung :D .... Sampe di Sipirok, Sumatra Utara saja sudah jam setengah 5 sore.... Ujung2nya kita cuman sampe Kotapinang di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatra Utara :D ... hahaha. Terpaksa nginap karena udah maghrib.... Baru besok lanjut lagi jam 6 pagi dari Kotapinang, bisa nyampe Pekanbaru jam 12 siang nya ...

Itu terpaksa nginap lagi di Pekanbaru. Karena waktu itu mau balik ke rumah di Palembang :D ... Kebayang kan, kalau "maksa" juga ... bisa nyampe jam 2 pagi di Palembang ... gak ada yang sanggup nyetir selama itu di mobil :D

Setelah kejadian itu, keluarga aku hampir gak pernah jalan darat yang lebih jauh dari Pekanbaru -Pasirpengaraian ( cuman 180 km) :D .... hahaha

rilham2new
February 4th, 2010, 05:09 AM
Salah satu air terjun di - Kabupaten Kuantan Singingi
* Gambar oleh alam25
* Kalau ini AIr Terjun 7 tingkat Batang Koban maka 7 tingkatnya gak sekaligus, jadi dalam satu jalan setapak (yang tentu saja menanjak), anda akan menemui 7 site air terjun yang berbeda :D ,.. Sayang kurang promo (dan tentu saja Nau'dzubillah jauhnya dari Pekanbaru ..... PKU - Telukkuantan sekitar 160 km, dan air terjun ini masih beberapa puluh km lebih jauh dari Telukkuantan
* Ada lagi AIr Terjun GUruh Gemurai ...
* aku kurang tahu yang ada dalam gambar ini yang mana satu... Jauh yaaa jauh banget dari Pekanbaru.
* Yang aku sayangkan, orang yang upload gambarnya bilang airterjun ini di Air Molek, dan dia bilang Air Molek ada di Jambi :tongue2: .. Sejak kapan coba :D ... Kecuali maksudnya Lubuk Jambi, nah itu memang ada di Kuansing :D

http://images.alam25.multiply.com/image/4/photos/39/1200x1200/8/IMG-3168.JPG?et=JQiR53w0Z%2BsCSBkotqVwOQ&nmid=188540881

rilham2new
February 4th, 2010, 05:48 AM
Taman Pacu Jalur - Telukkuantan - Kabupaten Kuantan Singingi
* gambar oleh ALAM25
* sebenarnya ada gambar air mancur di malam hari juga, tapi ada gambar manusianya, takut ahh posting yang itu nanti orangnya marah ..

Monumen di taman
http://images.alam25.multiply.com/image/8/photos/38/1200x1200/7/IMG-3011.JPG?et=waOPE88VOD9h1vhM9j5YMA&nmid=163740855

Ada tugu jam nya juga
http://images.alam25.multiply.com/image/8/photos/38/1200x1200/8/IMG-3014.JPG?et=US1cwe5aeHzzmuF8tPWGgw&nmid=163740855

Jalan di depan Taman
http://images.alam25.multiply.com/image/6/photos/38/1200x1200/14/IMG-3019.JPG?et=TcNHOXY4rDICBzxNzQtPCw&nmid=163740855

rilham2new
February 4th, 2010, 05:54 AM
Pemandangan Kota - Telukkuantan - Kabupaten Kuantan SIngingi
* oleh ALAM25

Jalan di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten dilatarbelakangi dengan bangunan kantor-kantor pemerintahan
1
http://images.alam25.multiply.com/image/15/photos/38/1200x1200/11/IMG-2865.JPG?et=ytS7LrDmHC01ntullloNGQ&nmid=163740855

2
http://images.alam25.multiply.com/image/14/photos/38/1200x1200/15/IMG-2866.JPG?et=NkZ%2BHNYA%2BEut%2Bs2In7ynkg&nmid=163740855

Jalan di kawasan Pusat Perdagangan , menarik :)
http://images.alam25.multiply.com/image/6/photos/38/1200x1200/12/IMG-2891.JPG?et=5I5PNLfJQeVCz%2BhyMvH3Sw&nmid=163740855

Pasar Rakyat Teluk Kuantan - direncanakan untuk dibesarkan sehingga menjadi Telukkuantan Trade Center
http://images.alam25.multiply.com/image/13/photos/38/1200x1200/16/IMG-2896.JPG?et=bR0nOMTqoM00YZRk1cHZEw&nmid=163740855

Kris18
February 4th, 2010, 06:11 AM
^^^^

:okay: mantap gambarnya! Iya,, siapa bilang Riau terlalu datar untuk tidak punya air terjun?? pantai pasir putih terpanjang di Indonesia dan bukit besar dan danau besar aja disini ada :D

^^ Perjalanan darat menjadi tragedi aku pernah ngalaminnya Kris ....

Dari Medan ke Pekanbaru tahun 2001. Tapi tragedinya bukan di Riau .... tapi justru di kawasan TAPANULI :D hahaha .... Jalan aspal rupanya longsor, dan udah jadi tanah 100%, dan di tanjakan terpaksa dikasih batu-batu kerikil gede, supaya mobil bisa manjat tanjakan :D ... Waktu itu kita sok2 pinter mau balik ke Pekanbaru lewat jalan Danau Toba lintas tengah gitu :D, bgitu keluar dari Padang Sidempuan keadaan berubah total jadi menyeramkan ... arena jalan kayak OFF-ROAD, mobilnya sedan pula. Waktu di tanjakan. kami semua turun dari mobil :D hahaha .... Parahnya tanjakannya ada banyak :D


Saking parahnya, harusnya Medan Pekanbaru bisa nyampe maksimal jam 8-9 malam (berangkat jam 4 pagi dari Medan) jadi molor. Molornya gak tanggung-tanggung :D .... Sampe di Sipirok, Sumatra Utara saja sudah jam setengah 5 sore.... Ujung2nya kita cuman sampe Kotapinang di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatra Utara :D ... hahaha. Terpaksa nginap karena udah maghrib.... Baru besok lanjut lagi jam 6 pagi dari Kotapinang, bisa nyampe Pekanbaru jam 12 siang nya ...

Itu terpaksa nginap lagi di Pekanbaru. Karena waktu itu mau balik ke rumah di Palembang :D ... Kebayang kan, kalau "maksa" juga ... bisa nyampe jam 2 pagi di Palembang ... gak ada yang sanggup nyetir selama itu di mobil :D

Setelah kejadian itu, keluarga aku hampir gak pernah jalan darat yang lebih jauh dari Pekanbaru -Pasirpengaraian ( cuman 180 km) :D .... hahaha

wah,, capek pasti tuh yaa

rilham2new
February 4th, 2010, 06:28 AM
Kukira awalnya candi Muara Takus itu kecil, gaakkk tahunyaaa ... tinggi candi itu sampe hampir 10 meter-an juga :p~ .. Maklum gak pernah ke sana.

Candi Muara Takus - Kecamatan XIII Koto Kampar - Kabupaten Kampar
* Situs peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang paling besar di Sumatra.
* Jarak sekitar 135 km dari Kota Pekanbaru
* Jalan ke lokasi sudah beraspal (dulu sebelum otonomi daerah ke situ masih tanah :D)
* Gambar oleh HANIDEWI

Ini papan tanda lokasi Candi ...
http://images.hanidewi.multiply.com/image/12/photos/465/500x500/2/DSCN1756.JPG?et=DdPSDpvnzFnifDkwFkGzdA&nmid=135322036

Ini Kawasan Candi itu, lihat perbandingannya dengan ukuran manusia yang berjalan ke atas Candi itu :D
http://images.hanidewi.multiply.com/image/17/photos/465/500x500/3/DSCN1757.JPG?et=n0Zagk0t14746zlm9MkY6A&nmid=135322036

Candi MAHLIGAI
1
http://images.hanidewi.multiply.com/image/12/photos/465/500x500/17/DSCN1776.JPG?et=BAsU%2Cun%2BpKlAoMNJlVw7Lg&nmid=135322036

2
http://images.hanidewi.multiply.com/image/12/photos/465/500x500/37/DSCN1809.JPG?et=EMfuiNgZRyUxCovSbHif1g&nmid=135322036

3
http://images.hanidewi.multiply.com/image/11/photos/465/500x500/32/DSCN1802.JPG?et=UALxmGjCprqm5rIUHUYapw&nmid=135322036

Candi PALANGKA
http://images.hanidewi.multiply.com/image/12/photos/465/500x500/46/DSCN1820.JPG?et=kadwEFT0FDLmutIqn1WZtw&nmid=135322036

Oke ini candi utama dilihat dari samping
http://images.hanidewi.multiply.com/image/14/photos/465/500x500/50/DSCN1826.JPG?et=Rs7%2Bw%2CN0deiW1dg7a7StwQ&nmid=135322036

Ini juga salah satu site candi
http://images.hanidewi.multiply.com/image/12/photos/465/500x500/44/DSCN1818.JPG?et=VrqzzRIJHRn6CeYlj0rcmw&nmid=135322036

drie
February 4th, 2010, 12:43 PM
Pertumbuhan Koperasi di Riau Meningkat Pesat
04 Feb 2010 09:23 wib
ad

PEKANBARU (RiauInfo) - Selama tahun 2008 hingga 2009 lalu pertumbuhan koperasi di Riau mengalami peningkatan yang sangat pesan. Dari data yang ada menunjukkan pada tahun 2008 jumlah koperasi hanya 4.420, namun tahun 2009 bertambah menjadi 4.577.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Riau, Raja Indra Bangsawan kepada wartawan di Pekanbaru mengatakan, perkembangan koperasi di Riau yang sangat pesat itu terutama untuk koperasi perkebunan. Hal ini kemungkinan disebabkan banyaknya masyarakat bermatapencarian di sektor perkebunan.

Sehubungan dengan pesatnya pertumbuhan koperasi di Riau, maka Dinas Koperasi dan UKM Riau tahun ini akan mendirikan 150 koperasi unggulan. "Pendirian koperasi unggulan ini terkait dengan pesatnya pertumbuhan koperasi di Riau akhir-akhir ini," ujarnya.

Indra mengatakan, saat ini Riau sudah memiliki 4.577 koperasi dengan sistem simpan pinjam. Dari jumlah populasi, pertumbuhan produkifitas koperasi di Riau juga mengalami peningkatan.

Dimana dari 2008 lalu perkembangan investasi koperasi dengan modal sendiri hanya Rp388 miliar. Sedangkan koperasi dengan bantuan modal dari luar sebesar Rp839 miliar.(ad)

sumber : riauinfo.com

lordofdrol
February 4th, 2010, 01:08 PM
TASIK GIAM SIAK KECIL
Dari RIAUPOS Edisi Cetak 5 Juni 2009
Lokasi : Cagar Alam (terbaru Provinsi Riau), Cagar Alam GIAM SIAK KECIL dan Cagar Alam BUKIT BATU ..

Kalau yang Siak Kecil di Kabupaten SIak
Kalau yang BUKIT BATU itu di Kabupaten Bengkalis (sepertinya)

http://images.rilham2new.multiply.com/image/1/photos/49/1200x1200/125/TasikGlamSiakKecil-05Jun09.jpg?et=wAh0xDcUGagsndTbY9tLUA&nmid=163228181

Gambar dari RIAUPOS Edisi 5 Juni 2009

bukit batu kampung ibu..ky nya hutan disitu udah tinggal sedikit karena di babat ama PT, In**h K*at..
sedih..:ohno::ohno:

aboy_wew
February 4th, 2010, 01:28 PM
Salah satu air terjun di - Kabupaten Kuantan Singingi
http://images.alam25.multiply.com/image/4/photos/39/1200x1200/8/IMG-3168.JPG?et=JQiR53w0Z%2BsCSBkotqVwOQ&nmid=188540881

nice pict..shutterspeed rendah,,kliatan ny smooth air ny..

lordofdrol
February 4th, 2010, 02:39 PM
Di Provinsi Riau, Ramayana Dept. Store dapat dijumpai di titik-titik berikut:
1. Kota Pekanbaru Plaza Sukaramai
2. Kota Dumai Dumai Square (jarak 200 km dari Kota Pekanbaru)
3. Kecamatan Mandau *bukan ibukota kabupaten, Kabupaten Bengkalis Mandau Town Square (jarak 130 km dari Kota Pekanbaru)
4. Kecamatan Tualang *bukan ibukota kabupaten, Kabupaten Siak (jarak 80 km dari Kota Pekanbaru)
5. Pangkalankerinci, Kabupaten Pelalawan (jarak 70 km dari Kota Pekanbaru)

Semua dari Ramayana di atas sudah pernah diposting di sini :D ..... Tapi ada yang belum pernah diposting ... yakni di Mandau :cheers:

Mandau Town Square - Kecamatan Mandau - Kabupaten Bengkalis
* Dari KEMBARGROUP
http://farm5.static.flickr.com/4038/4298201408_acd91f7195_o.jpg

koreksi..
itu bukan mandau town squere..
itu ramayana..ampe sekarang ga tau nama resminya apa..jarang pulang..
MTC yang satunya lagi..baru buka..
diduri ada 2 pusat perbelanjaan modern ( kalo males bilang plaza).. walopun kota kecamatan..

drie
February 5th, 2010, 05:30 AM
Pemerintah Cicil Hutang DBH Rp2 T
5 Februari 2010


JAKARTA (RP)-Kabar gembira bagi daerah penghasil migas. Dalam bulan Februari ini, Pemerintah pusat akan melakukan pencicilan utang dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp2 triliun. Bukan hanya itu, Kementrian Keuangan juga akan mencairkan kekurangan DBH atau rekonsiliasi sebesar 20 persen dari utang DBH tahun 2009.

Dirjen Perimbangan Kementrian Keuangan, Mardiasmo pada wartawan, Kamis (4/2) mengatakan bahwa pencairan utang DBH tersebut akan segera ditransfer ke daerah.

‘’Bulan ini kita akan bayar cicilan Rp2 triliun plus kekurangan pencairan DBH 20 persen pada tahun 2009 lalu. Jumlah ini untuk seluruh daerah penghasil migas dan tidak ada prioritas meski Provinsi Riau dan Provinsi Kalimantan Timur pemegang terbesar tanggungan utang DBH. Bukan hanya itu, nanti di bulan Maret, kita akan melakukan pencairan DBH triwulan pertama 2010 sebesar 20 persen,’’ kata Mardiasmo.

Selanjutnya kata Mardiasmo, kekurangan utang DBH pusat pada daerah selanjutnya akan dimasukkan ke dalam APBN-P 2010. ‘’Sesuai Undang-undang, kita bisa menganggarkan pembayaran utang DBH sebesar Rp1 triliun. Itu juga akan dibayarkan dalam tahun ini juga,’’ katanya.

Meski sudah mencicil Rp2 triliun, Rp1 triliun dalam APBN-P, pelunasan 20 persen DBH tahun 2009 dan pembayaran 20 persen tanggungan DBH 2010 pada Maret mendatang, Mardiasmo mengakui bahwa utang DBH pemerintah pusat kepada pemerintah daerah masih cukup besar.

‘’Nanti kalau memang tidak lunas dalam tahun ini, kita akan usulkan kembali pada tahun berikutnya. Tidak ada keterlambatan. Semuanya sudah saya jelaskan alasannya kepada kepala daerah penghasil migas seperti Gubernur Riau dan Kaltim. Ini hanya soal waktu saja,’’ kata Mardiasmo.


Bawa Bupati/Wako ke Banggar

Tuntutan daerah penghasil minyak dan gas (migas) yang masih memiliki hak DBH, Kamis (4/2), menjadi agenda utama rapat dengar pendapat Badan Anggaran DPR RI. Rombongan dari Pemerintah Provinsi Riau, menjadi rombongan provinsi penghasil migas yang cukup menyita perhatian karena membawa anggota rombongan melebihi undangan Banggar DPR RI.

Gubernur Riau HM Rusli Zainal membuktikan keseriusannya guna memperjuangkan hak masyarakat Riau memperoleh DBH. Meski tidak masuk dalam undangan, namun Gubri memboyong hampir seluruh bupati/wali kota se-Provinsi Riau. Terlihat hadir Wali Kota Dumai Zulkifli AS, Bupati Indragiri Hilir Indra Muchlis Adnan, Bupati Rokan Hilir Anas Maamun, Bupati Kampar Burhanudin Husin dan beberapa bupati lainnya.

Pemerintah pusat memiliki utang DBH ke Riau mencapai Rp4,8 triliun. Jumlah ini memang menjadi jumlah yang terbesar dari daerah penghasil migas lainnya di Indonesia.

‘’Memang yang diundang hanya lima perwakilan dari provinsi. Gubernur, Wakil Gubernur, Ketua DPRD dan lainnya. Tapi ini perjuangan bersama-sama. Membuktikan bahwa Provinsi Riau sangat serius menuntut utang pemerintah pusat. Namanya utang, selama hayat di kandung badan, tetap harus dilunasi,’’ tegas Wakil Gubernur Riau, HR Mambang Mit menjelaskan perihal membengkaknya rombongan dari Provinsi Riau.

Akibat rombongan yang melebihi kuota, akhirnya ruangan Banggar sempat tidak mencukupi. Sekretariat Banggar terpaksa berkali-kali harus mengingatkan rombongan dari provinsi penghasil migas agar menetapkan lima orang perwakilannya saja di dalam ruangan.

Ruangan Banggar menjadi penuh, karena daerah penghasil migas yang hadir tidak hanya Provinsi Riau, melainkan enam provinsi lainnya yakni Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Maluku, Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan. Pertemuan diagendakan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB.

Gubri pun mendadak menjadi pengatur rombongan. Untuk memaksimalkan hasil pertemuan, Gubri akhirnya meminta sebagian bupati dan wali kota yang hadir untuk menunggu hasil pertemuan di luar ruang rapat Banggar.

‘’Ini menunjukkan kita serius menagih janji pemerintah pusat melunasi utangnya pada rakyat Riau. Sebagian menunggu di luar, tidak apa-apa. Nanti kita bahas bersama-sama lagi hasilnya,’’ kata Gubri saat mengkoordinir para bupati dan walikota yang sudah terlanjur hadir.

Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus mengatakan bahwa besarnya utang DBH pemerintah pusat sangat mempengaruhi pembangunan di daerah. Banyak proyek pembangunan yang tertunda pengerjaannya karena kekurangan anggaran. ‘’Pengaruhnya sangat besar sekali. Karena itu kita datang ke sini membawa amanat dari rakyat Riau agar DBH segera dicairkan,’’ tegasnya. Hingga berita ini diturunkan, rapat Banggar masih berlangsung.


Bisa Masuk APBN-P 2010

Gubernur Riau HM Rusli Zainal meminta kepada pemerintah pusat dalam hal ini Departeman Keuangan (Depkeu) bahwa sisa dana bagi hasil DBH migas tahun anggaran 2008 dan 2009 yang berjumlah Rp4,8 triliun bisa dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P). ‘’Memang beberapa waktu lalu kita telah mendapatkan kepastian dari Depkeu bahwa sisa DBH-Migas Riau pada tahun 2010 ini akan dibayarkan sebesar Rp1 triliun.

Pembayarannya menunggu pengesahan APBN-P yang menurut informasinya bulan Maret mendatang. Namun, kita berharap kalau sisa DBH-Migas itu tentunya dibayar secepatnya, karena ini akan berpengaruh terhadap pembangunan di Riau. Tetapi tentunya dikembalikan kepada pemerintah pusat mengenai permintaan kita itu,’’ ujar Gubri usai mengikuti RDP dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Kamis (4/2).

Dikatakan Gubri, persoalan ini tentunya harus didukung oleh anggota Banggar DPR RI agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan cepat. ‘’Makanya persoalan DBH-Migas Riau yang belum dibayarkan pusat kita sampaikan kepada anggota Banggar DPR RI supaya bisa ditindaklanjuti kepada pemerintah pusat,’’ ujarnya.

Menanggapi persoalan ini, salah seorang anggota Banggar Wan Abu Bakar menyatakan bahwa untuk menyikapi apa yang disampaikan beberapa orang kepala daerah penghasil migas tersebut termasuk Riau, Banggar akan membicarakan persoalan ini dengan Menkeu.

‘’Dalam waktu dekat ini Banggar akan mengadakan RDP dengan Menteri Keuangan untuk menyampaikan serta membahasnya. Menkeu juga mesti menjelaskan terkait keterlambatan pembayaran sisa DBH kepada sejumlah daerah penghasil Migas,’’ ujar Wan.


Rentan Dicurangi Pusat

Para gubernur daerah penghasil migas sepakat bahwa perhitungan lifting minyak dan gas yang dilakukan oleh pemerintah pusat rentan kecurangan. Hal ini diungkapkan perwakilan gubernur dalam rapat dengar pendapat dengan Badan Anggaran DPR RI, Kamis (4/2) di Jakarta.
Gubernur Jawa Timur, Sujarwo mengatakan bahwa pemerintah daerah selama ini tidak pernah dilibatkan dalam perhitungan lifting minyak daerah. Padahal lifting minyak inilah yang akan menjadi acuan perhitungan DBH bagi daerah. ‘’Kita hanya menerima apa yang diberikan pemerintah pusat. Tidak pernah dilibatkan dan tidak bisa protes. Harusnya ada transparansi di sini, karena ini menyangkut tentang hasil bumi daerah yang diserap,’’ kata Sujarwo.

Gubernur Kalimantan Timur, H Awang Faroek Ishak juga menyampaikan desakan yang sama. Awang menjelaskan bahwa perhitungan DBH kepada daerah didasarkan pada nilai net operating income setelah dikurangi cost recovery dengan berbagai faktor pengurang termasuk jenis pajak (PPh, PPN, PBB dan pajak daerah).

‘’Selama ini daerah hanya menerima angka jadi perhitungan bagi hasil melalui mekanisme lifting dan rekonsiliasi yang dilaksanakan secara berkala. Hal ini menggambarkan kurang transparannya perhitungan DBH kepada daerah penghasil. Karena itu kami kira perlu ada peraturan baru yang mengatur soal lifting ini,’’ kata Awang.

Bukan hanya meminta transparansi, bahkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal menegaskan, seharusnya pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mendapatkan data dan informasi dari sumber primer.

‘’Seperti data produksi lifting migas, data cost recovery, over/under lifting, fee kegiatan hulu migas, PPN dan PBB Migas. Saya rasa perlu kiranya pemerintah pusat menerbitkan peraturan pemerintah tentang dana bagi hasil migas ini. Sehingga transparansi bisa membuat daerah tidak merasa ada yang disembunyikan,’’ kata Rusli.

Sebenarnya kata Rusli, banyak kebijakan pemerintah dalam hal perhitungan bagi hasil yang merugikan daerah. Dicontohkannya, pada tahun 2008 Provinsi Riau mengalami kerugian sekitar Rp2,1 triliun akibat terjadinya capping atau batasan penyaluran pada triwulan III dan IV.

‘’Seharusnya capping tidak diberlakukan untuk DBH migas Riau, karena harga minyak mentah dunia baru mencapai 106,74 dolar AS dan belum melebihi 130 persen sebagaimana dimaksud dalam UU nomor 33 tahun 2004,’’ kata Rusli.

Permintaan transparansi lifting migas bagi daerah penghasil ini mendapat dukungan dari Ketua Banggar DPR RI, Harry Azhar Aziz. ‘’Memang seharusnya demikian agar pemerintah daerah tahu, berapa hak yang mereka dapatkan,’’ tegasnya.

Harry bahkan akan mengusulkan agar ada ketentuan nantinya yang membenarkan pemerintah daerah bisa langsung mengawasi jumlah lifting migas mereka. ‘’Contoh, seharusnya di setiap sumur migas di daerah, ada alat perhitungan sendiri milik Pemda yang tidak bisa diganggu oleh pemerintah. Seperti meteran listrik. Jadinya Pemda bisa tahu berapa lifting minyak dan bisa menghitung sendiri berapa penerimaan yang seharusnya mereka dapatkan. Ini akan kita bicarakan nanti pada pertemuan selanjutnya dengan pemerintah,’’ jelasnya.


Dahulukan Utang DBH

Setelah menerima tujuh gubernur daerah penghasil migas pada rapat dengar pendapat, Kamis (4/2), Badan Anggaran DPR RI akan meminta tegas kepada pemerintah agar bersikap adil. Karena ternyata utang pemerintah kepada pemerintah daerah sangat berdampak luas bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah penghasil Migas.

‘’Sangat ironis, daerah penghasil migas tapi masih banyak rakyatnya yang miskin. Padahal mereka sebenarnya punya anggaran tapi masih belum dilunasi oleh pemerintah pusat. Harusnya pemerintah bersikap adil. Jangan dulu bayar utang luar negeri sebelum utang DBH dalam negeri dilunasi,’’ tegas Wakil Ketua Banggar DPR RI Tamsil Linrung pada JPNN usai RDP.

Tamsil pun memastikan Banggar akan segera mengagendakan pertemuan dengan Menteri Keuangan untuk mengetahui kendala apa sebenarnya yang terjadi hingga DBH daerah penghasil migas terlambat dicairkan. ‘’Termasuk juga akan kita sampaikan kepada komisi terkait perihal masalah-masalah yang disampaikan oleh kepala daerah hari ini agar segera dicarikan solusi,’’ katanya.

Sementara itu, anggota Banggar yang juga politisi PPP, Epiardi Asda mengatakan pemerintah daerah penghasil migas tetap harus bisa bersabar menunggu pencairan. Selain itu, daerah ini juga diminta untuk tetap memikirkan nasib negara bila terus didesak melunasi utang bagi daerah-daerah penghasil.

‘’Tetap harus diperhatikan bahwa negara kita ini terdiri dari banyak daerah. Daerah penghasil tetap harus bersabar. Kita beberapa waktu lalu sudah bertemu dengan dirjen perimbangan dan beliau mengatakan, bahwa ada beberapa daerah yang administrasinya tidak lengkap. Jadi menurut saya, daerah juga harus intropeksi kira-kira apa kekurangan yang sekiranya menyebabkan keterlambatan DBH ini,’’ kata Epiardi.

Namun demikian, Epiardi tetap mendukung penuh langkah-langkah daerah menuntut hak mereka. ‘’Kita tetap berharap DBH segera dicairkan. Namun tetap memikirkan perkembangan daerah lainnya juga,’’ katanya.(yud/afz/rpg/muh)

sumber: riaupos.com

drie
February 5th, 2010, 05:37 AM
Masjid Jami' Air Tiris Kampar

by serbankoyak

http://farm4.static.flickr.com/3248/2469898915_f66654e863_o.jpg


http://farm3.static.flickr.com/2326/2469899063_95f7446618_o.jpg

^^

masjid ini dibangun tanpa menggunakan paku loh, tak hanya itu, masjid ini juga menyimpan cerita - cerita. diantaranya, pada saat banjir besar melanda desa air tiris, temapat masjid ini berada, air tidak masuk kedalam masjid. tak hanya itu, di temapat mangambil air wudhu di masjid ini, juga terdapat batu yang menyerupai kepala kerbau.
:):)

rilham2new
February 5th, 2010, 05:44 AM
koreksi..
itu bukan mandau town squere..
itu ramayana..ampe sekarang ga tau nama resminya apa..jarang pulang..
MTC yang satunya lagi..baru buka..
diduri ada 2 pusat perbelanjaan modern ( kalo males bilang plaza).. walopun kota kecamatan..

Wah makasih atas infonya .... AKu kira dia di Mantos hahaha .. Soalnya dulu santer beritanya gitu :D

Pantesann .. soalnya setahu aku MANTOS itu posisinya dibalik ruko-ruko gitu, kan :)

rilham2new
February 5th, 2010, 05:48 AM
^^

masjid ini dibangun tanpa menggunakan paku loh, tak hanya itu, masjid ini juga menyimpan cerita - cerita. diantaranya, pada saat banjir besar melanda desa air tiris, temapat masjid ini berada, air tidak masuk kedalam masjid. tak hanya itu, di temapat mangambil air wudhu di masjid ini, juga terdapat batu yang menyerupai kepala kerbau.
:):)

Iya aku sudah lama dengar masjid ini memang bersejarah :), berarti hebat juga, karena bangunan kayu kalau tanpa paku harus pakai perhitungan dan perencanaan matang kalau mau disusun-susun :okay:

Seperti masjid raya Pulau Penyengat di Kepri sana, dibangun dengan putih telur sebagai pengganti semen hehehe ...

Kris18
February 5th, 2010, 07:16 AM
Dari RIAUPOS Edisi Cetak tanggal 5 Februari 2010

JEMBATAN PERAWANG dalam tahap finishing :banana:


http://farm5.static.flickr.com/4020/4331948626_df5245f897_o.jpg

drie
February 5th, 2010, 08:05 AM
Dari RIAUPOS Edisi Cetak tanggal 5 Januari 2010

JEMBATAN PERAWANG dalam tahap finishing :banana:


http://farm5.static.flickr.com/4020/4331948626_df5245f897_o.jpg

^^
:banana::banana::banana:
duh, pengen cepat2 lewat di atas jembatan perawang. soalnya kalu nunggu antrian naik kapal milik BOB itu lama banget. bisa sampai 1 jam. kalau orang BOB nya ya enak, ada jalur khusus nya.

oiya, mau nanya, jembatan teluk masjid gimana? uda siap juga kah?

rilham2new
February 5th, 2010, 08:59 AM
1 jam itu standar sekali kalau nunggu di Perawang..... Kalau pas musim lebaran bisa nunggu sampe 3-4 jam :D hahaha

rilham2new
February 5th, 2010, 09:00 AM
Dari RIAUPOS Edisi Cetak tanggal 5 Januari 2010


5 januari atau 5 Februari, kris ?? :D

drie
February 5th, 2010, 10:51 AM
:banana::banana::banana:

Ditemukan Cadangan Minyak di XIII Koto Kampar: Dalam Waktu Dekat Akan dilakukan Eksplorasi

Berdasarkan data Geologi dan Geofisika serta hasil pengkajian lainnnya, diperkiraka kecamatan XIII Koto Kampar memiliki cadangan minyak yang cukup besar. Namun kepastian ini baru akan terungkap jika eksplorasi yang dilakukan oleh PT. Sumatera Persada Energi dalam waktu dekat ini benar-benar menemukan sumur minyak yang dimaksud.

Hal ini terungkap, saat Bupati Kampar, Drs. Burhanuddin Husin MM, bertemu dengan General Manager (GM) PT. Sumatera Persada Energi, Bambang Panudju, serta dua orang lainnya, Rabu (2/12) di ruang kerja Bupati yang juga dihadiri oleh Sekda Kampar, Drs. Zulher MS, Asissten Pemerintahan, Nukman Hakim dan Kabaq Pemerintahan Umum, Dendi Zulhairi.

Pada saat itu, Bambang Panudju kepada Bupati Kampar, menyampaikan rencana kegiatan operasi pengeboran yang akan dilakukan pada bulan ini setelah tim Pemkab Kampar melakukan peninjauan kelokasi yang dimaksud. Bambang juga menyebutkan, diperkirakan jumlah sumur yang berisi cadangan minyak itu diperkirakan 4 sumur dengan kapasitas 1500 barel perhari.

" Dalam waktu dekat ini kita akan melakukan pengeboran setelah mendapat izin dari Pemerintah Kampar, melakukan sosialisasi ketengah masyarakat serta menyiapkan persiapan lainnya sehingga rencana ini benar-benar matang" Ujarnya

Bupati Kampar pada kesempatan tersebut, mengatakan menyambut baik rencana yang akan dilakukan oleh PT. Sumatera Persada Energi. Namun dia meminta kepada pihak perusahaan untuk melalui semua prosedur yang telah dititipkan seperti izin prinsip, izin lokasi dan ketentuan lainnya sehingga rencana eksplorasi berjalan dengan lancer

" Kita memyambut baik rencana ini, namun tentunya semua prosedur mesti dilewati seperti izin prinsip, izin lokasi dan ketentuan lainnya sehingga rencana ini benar-benar matang sehingga tidak ada kendala saat dilapangan " ujarnya

Bupati juga menyebutkan, sebelum dilakukan pengeboran atau eksplorasi, pemerintah Kampar akan membentuk tim untuk melakukan peninjauan, pendataan, pengkajian serta melakukan sosialiasi kepada masyarakat setempat

" Tim ini akan bekerja guna melakukan peninjauan, pendataan serta pengkajian yang komprehensif dan sosialisasi ditengah masyarakat sehingga tidak menimbulkan persoalan dikemudian hari" ujarnya

Bambang Panudju yang juga ditemui usai acara tersebut mengatakan, PT. Persada Sumatera Energi merupan salah satu Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) yang langsung dibawah pengawasan BP Migas. Namun ketika ditanya lokasi atau desa mana yang mempunyai sumber minyak tersebut, dia mengatakan belum saatnya untuk diungkapkan karena jika disebutkan akan membawa pengaruh kepada masyarakat tempatan dan ada ekses lainnya " Namun dimana persis lokasinya, pemerintah Kampar sudah tau. Namun kita dan pemerintah menunggu saat yang tepat karena ini baru pada tahap rencana " Ujarnya

Jika rencana eksplorasi ini berjalan dengan lancar, ini adalah sebuah kabar baik bagi seluruh warga karena kecamatan ini merupakan salah sartu kecamatan termiskin dan masih tergolong tertinggal

sumber: kamparkab.go.id

rilham2new
February 5th, 2010, 11:02 AM
^^ 1500 barrel per hari sebenarnya kecil , hehehe. Karena BSP bersama Pertamina mengelola ZAMRUD Field saja itu 22 ribu barrel per hari liftingnya.

Terus kalau Duri dan Minas itu hitung2anya udah ratusan ribu barrel per hari.

Tapi kalau (seandainya) jadipun, pemasukan (1500 barrel per hari) x (asumsi harga minyak dunia US$ 60 per barrel) x (365 hari per tahun) = US$ 32,850,000 per tahunnya .... Kalau dihitung DBH Migas kemungkinan hanya 15% ... maka Pemerintah di daerah mungkin hanya dapat US$ 4,927,500 per tahun .... Setara dengan Rp 46 miliar per tahun ... dan itu juga cuman hitungan kasar ...

Karena bisa jadi lebih rendah, karena Pemerintah Pusat berkewajiban membayarkan jatah ke Perusahaan Eksplorasi Minyak, yang jujur aku kurang ngerti ngitungnya :D ehehehehe

Tapi, selama untuk kemajuan daerah dan baik adanya, maka akan aku dukung :cheers:

Kris18
February 5th, 2010, 01:15 PM
Roro Dumai-Melaka Akan Beroperasi Juni Mendatang
05 Feb 2010 11:43 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Setelah pengoperasiannya sempat tertunda, akhirnya Pelabuhan kapal Roro yang menghubungkan Dumai ke Melaka akan dioperasikan Juni 2010 mendatang. Saat ini persiapan untuk mengoperasikan pelabuhan tersebut sudah rampung seluruhnya.

"Persiapan pengoperasian pelabuhan tersebut saat ini sudah selesai keseluruhannya, sehingga dalam waktu tidak lama lagi pelabuhan roro Dumai-Melaka itu akan bisa dioperasikan," ungkap Gubernur Riau HM Rusli Zainal kepada wartawan di Jakarta.

Dia mengatakan, dengan dioperasikannya pelabuhan roro tersebut, warga Indonesia bisa berpergian ke Malaysia dengan menggunakan mobil sendiri. Bahkan tidak hanya sampai di Malaysia saja, mereka juga bisa memarkirkan mobilnya di Singapura.

Rusli Zainal mengakui, pengoperasian pelabuhan roro Dumai-Melaka ini memang sempat tertunda. Penundaan ini hanya disebabkan masalah teknis saja. "Kini seluruh persiapannya sudah selesai 100 persen, begitu juga persoalan administrasi dan pajak antara kedua negara," ujarnya.

Diyakininya bahwa dengan beoperasinya pelabuhan roro Dumai-Melaka ini akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan perkonomian masyarakat Riau. "Perekomian masyarakat bakal meningkat dengan beroperasinya pelabuhan ini," tambah dia.(ad)

drie
February 5th, 2010, 04:48 PM
delete-

Kris18
February 6th, 2010, 06:40 PM
Jum’at, 5 Pebruari 2010 16:47
Riau Tawarkan 7 Program Investasi di IMT-GT

Riau jadi tuan rumah pertemuan IMT-GT yang masih berlangsung di Pekanbaru. Ada 7 program investasi yang ditawarkan dalam kegiatan yang melibatkan Riau,Malaysia dan Thailand tersebut.

Riauterkini-PEKANBARU- Pertemuan lanjutan forum kerja sama ekonomi Indonesia-Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT) digelar Hotel Mutiara Merdaka Pekanbaru. Berlangsung sejak 2 Februari dan berakhir hari ini, Jumat (5/2/10). Pemprov Riau tidak mau ketinggalan. Dalam event yang dihadiri ‘saudagar-saudagar’ dari 3 negara itu, Pemprov Riau menawarkan 7 program strategis.

Kepala Bidang Penelitian dan Kerjasama Pembangunan Bappeda Riau, Kasmianto kepada Riauterkini Jum’at (5/2/10) menyebutkan bahwa 7 proyek strategis yang ditawarkan di ajang IMT-GT itu adalah proyek pengembangan Riau Airlines (RAL), Program Interkoneksi Kelistrikan Pekanbaru-Melaka, program industri cluster pertanian, Roro Dumai Melaka, Railway Sumatera, Terminal Agro dan Uninet.

“Kita tawarkan 7 program strategis di Riau kepada para pengusaha dari 3 negara yang ikut serta dalam pelaksanaan IMT-GT. Kita berharap beberapa program yang memiliki nilai ekonomis tinggi mendapatkan investasi dan kerjasama dari pengusaha peserta IMT-GT,” terangnya.

Untuk RAL, tambah Kasmianto, akan dikerjasamakan sarana transportasi dengan pembukaan rute-rute antara Riau-Melaka, Sumut Melaka dan Nangroe Atjeh Daroesallam. Untuk program interkoneksi kelistrikan akan dikerjasamakan antara Pekanbaru-Melaka. Khusus untuk program Roro Dumai Melaka akan dikerjasamakan pemindahan pelabuhan di Melaka. Dari Kuala Linggi ke Tanjung Keling.

Untuk pembangunan railway, akan dikerjasamakan pembangunan jalur kereta api dari Rantau Prapat-Dumai-Duri-Pekanbaru-Taluk Kuantan hingga ke Muaro (Sijunjung). Terakhir adalah menawarkan program Terminal Agro dan UNINET (untuk memperbaiki proses perkuliahan dan penelitian.

“Namun dari semua program yang ditawarkan, yang paling strategis dan paling mungkin di kerjasama adalah kerjasama agrobisnis dan UNINET. Untuk kerjasama agrobisnis, akan dikerjasamakan pembangunan perkebunan sawit. Sedangkan untuk UNINET (University Networking) yang bertujuan untuk memperbaiki proses perkuliahan dan penelitian,” terang Kasmianto.***(H-we)

rilham2new
February 7th, 2010, 03:27 AM
^^ Kalau "saudagar" yang dimaksud adalah saudagar dari 3 negara itu untuk membangun infrastruktur, aku gak yakin Malaysia dan Thailand punya uang segitu banyak untuk "menginvestasi"-kan duitny di infrastruktur yang jelas2 proyek rugi atau paling tidak proyek yang balik modalny lama ...

Tapi kalau potensi kelapa sawit, bisnis/perdagangan dan jasa ... mungkin saja mereka mau :) .... Di Malaysia saja bangun infrastrukturnya banyak pakai hutang luar negeri kok ...

jendry
February 7th, 2010, 11:14 AM
DURI -- Direktur Duri Permata Indah (DPI), Sugiat Trisno SE mengatakan, jika tidak ada halangan grand opening Mandau Town Square (Matos) samping Swalayan Mandiri, Jalan Sudirman direncanakan antara Maret dan April 2010. Pihaknya tengah melakukan persiapan matang sebelum tempat perbelanjaan modern itu dioperasikan nanti.

''Kita merencanakan grand opening antara Maret dan April 2010. Belum dapat kita pastikan kapan tanggalnya. Yang jelas sebelum pertengahan tahun ini sudah beroperasi,'' kata Sugiat Trisno SE kepada Dumai Pos Kamis (4/2).

Menurutnya, untuk melakukan finishing pembangunan tempat belanja modern itu memerlukan waktu cukup lama. Apalagi banyak hal perlu diselesaikan demi untuk kelancaran pembangunan. Pihak investor yang diajak sudah mau bergabung. Saat lauching nanti persiapan sudah matang.

''Tenaga kerja bakal ditampung sekitar 1500 orang. Kita utamakan masyarakat tempat. Kesempatan ini, kita berikan seluas-luasnya sehingga dapat pengangguran di Duri dan sekitarnya,'' jelasnya.

Disebutkan, pusat perbelanjaan modern dibangun tersebut menyediakan berbagai macam kebutuhan masyarakat. Seperti pakaian, makanan, tempat bermain anak-anak dan sebagainya. Oleh karena itu, sebelum diresmikan harus dilakukan persiapan sematang mungkin.

''Proses penerimaan karyawan kita lakukan nanti sangat transparan. Tidak akan melalui calo yang berdampak merugikan calon tenaga kerja. Posisi pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan,'' tukasnya.

Sambungnya, tujuan membangun tempat perbelanjaan megah tersebut bukan bisnis semata, selain itu untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Daya serap tenaga kerja sangat banyak untuk membantu meringankan beban pemerintah mengurangi jumlah pengangguran.

''Kita berharap dengan beroperasi tempat perbelanjaan ini, didukung oleh masyarakat. Harga barang yang disedikan sangat terjangkau oleh masyarakat mulai dari lapisan bawah hingga atas. Siapa saja dapat berkunjung sambil berbelanja sesuai dengan kebutuhan masing-masing,'' ulasnya.

Ditambahkan, segala kebutuhan menjelang launching perlu dipersiapkan secara matang. Oleh karena itu, membutuhkan waktu cukup panjang, setelah tahap finishing pembangunan gedung Matos itu.

''Secara bertahap menjelang persiapan harus kita matang. Dengan harapan tidak akan ditemukan kendala dilapangan nanti. Setelah dibuka nanti, masyarakat langsung bisa berbelanja apapun sesuai dengan kebutuhannya. Pokoknya akan menjadi tempat perbelanjaan nyaman dan menyenangkan bagi pengunjung nanti,'' imbuhnya. (ole)
http://dumaipos.com/v2/berita.php?act=full&id=886&kat=1

rilham2new
February 8th, 2010, 10:40 AM
^^ Ini semacam ITC ?? Kalau di Pekanbaru mungkin sekelas sama Metropolitan Trade Center yang di Panam, itu kah ???

jendry
February 8th, 2010, 11:47 AM
^^ Ini semacam ITC ?? Kalau di Pekanbaru mungkin sekelas sama Metropolitan Trade Center yang di Panam, itu kah ???

Mandau Town Square & Hotel
WELCOME to MANDAU TOWN SQUARE

Mall
Mandau Town Square ( Matos ) hadir di Kota Duri. Mall 4,5 lantai yang dibangun dengan konsep Semi Strata Title ini dilengkapi dengan beragam fasilitas, mulai dari pusat perbelanjaan, sarana hiburan, area perkantoran hingga life style akan menjadi icon utama di kota Duri dan sekitarnya.

Hotel
Merupakan Hotel Berbintang 4 pertama di Kota Duri dengan nuansa modern serta perpaduan pusat perbelanjaan yang dilengkapi fasilitas fitnes, spa & sauna, ruang meeting, convention hall, terbesar dan terlengkap sebagai sarana penunjang bisnis, dan menjadikan liburan anda sebagai pengalaman yang tak terlupakan.

Mengapa Mandau Town Square ???!!!

Lokasi Strategis

Mandau Town Square terletak di pusat Kota Duri yang merupakan Pusat Operasional PT. Chevron Pacific Indonesia berikut perusahaan – perusahaan Out Sourching Migas lainnya serta Perkebunan Sawit / Karet dan akses ke kota – kota terdekat seperti Pekanbaru, Minas, Kandis, Dumai, dan Bagan Batu.

Fasilitas *****

Menyediakan area parkir yang luas dan nyaman, keamanan sistem 24 jam dengan fasilitas CCTV, mushola, area exibition dan fasilitas - fasilitas pendukung lainnya serta keindahan dan kebersihan taman yang dikelola secara profesional. Terbesar,Termegah dan TerlengkapMall dengan luas bangunan ±34.000 m2 ini, merupakan satu – satunya pusat perbelanjaan, entertainment dan rekreasi di Kota Duri yang terbesar, termegah, dan terlengkap, serta menjadi sarana hiburan keluarga dan central bisnis Anda yang menguntungkan.

Tujuan Utama Keluarga

Dengan konsep ‘for you & your family’ Mandau Town Square hadir untuk memenuhi kebutuhan Anda dan keluarga anda.Dengan arsitektur modern yang dilengkapi Dept. Store, Supermarket, Food Court, Games Center, Accessories, Fast Food Restourant, Optik, Handphone Center, Pharmacy, Cafe, Boutique, ATM Center dan lain sebagainya menjadi satu perpaduan dalam One Stop Shopping Center

jendry
February 8th, 2010, 12:42 PM
gambar 1.
http://img13.imageshack.us/img13/9275/n501356041179407.jpg (http://img13.imageshack.us/i/n501356041179407.jpg/)

gambar 2.
http://img695.imageshack.us/img695/9642/n6567693291304307868.jpg (http://img695.imageshack.us/i/n6567693291304307868.jpg/)

gambar 3.
http://img709.imageshack.us/img709/8333/55711183583793296567693.jpg (http://img709.imageshack.us/i/55711183583793296567693.jpg/)

gambar 4.
http://img22.imageshack.us/img22/4082/55711183586493296567693.jpg (http://img22.imageshack.us/i/55711183586493296567693.jpg/)

gambar 5.
http://img208.imageshack.us/img208/6872/31477273638932965676932.jpg (http://img208.imageshack.us/i/31477273638932965676932.jpg/)

drie
February 9th, 2010, 01:41 PM
Perluas Kawasan Islamic Center,
Belasan Ruko Di Rohul Dapat Ganti Rugi

Belasan ruko yang berada di kota Pasirpangaraian Rohul, terpaksa dikosongkan dan dirobohkan untuk memperluas kawasan Islamic Center.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN-Dalam perluasan kawasan Islamic Center yang berada di komplek Pemda Rokan Hulu (Rohul), memaksa belasan rumah toko (ruko) dikosongkan dan robohkan serta mendapat ganti rugi dari Pemda Rohul.

Perihal itu karena adanya desakan dari masyarakat Rohul, agar segera diselesaikan proyek multiyears itu, termasuk Masjid Agung, sehingga bisa digunakan oleh masyarakat untuk shalat 5 waktu dan shalat tarawih pada bulan Suci Ramadhan yang jatuh pada Agustus 2010 mendatang.

Adanya desakan itu, Selasa (9/2/10), pengerjaan proyek tersebut terus digesa dan belasan ruko yang sudah dikosongkan, segera dirobohkan untuk membuka akses jalan dua jalur ke kawasan Islamic Center.

Salah satu korban, Ilham, yang rumahnya terkena imbas dari pembangunan Islamic Center dan Masjid Agung, kepada Riauterkini mengatakan, pihaknya ikhlas demi pembangunan rumah ibadah untuk masyarakat Rohul, apalagi kesepakatan ganti rugi tidak ada masalah.

“Kita tidak ada masalah soal itu, karena kesepakatan ganti rugi dengan pihak Pemda sesuai dengan harapan kami,” ungkap Ilham.

Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (TRCK) Rohul, Ir Hafith Syukri, dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, pihaknya menargetkan Masjid Agung An Nur yang berada dikawasan Islamic Center, sudah bisa digunakan oleh masyarakat Agustus mendatang, sehingga pihaknya terus mendesak pihak kontraktor agar secepatnya diselesaikan.

“Kita berharap, agar kontraktor secepatnya menyelesaikannya sebelum Agustus mendatang,” tegas Hafith Syukri.***(zal)

sumber: riauterkini.com

jendry
February 10th, 2010, 03:18 PM
Salah satu indikator tingginya pertumbuhan perbankan di Riau adalah jaringan kantor perbankan. Hingga Desember 2009 lalu, jumlah jaringan kantor perbankan di Riau mencapai 499 kantor.

Riauterkini-PEKANBARU-Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Pekanbaru, Yenita Lisna kepada Riauterkini Rabu (10/2/10) menyebutkan bahwa Bank Indonesia Pekanbaru mencatat pada tahun 2009, ada 39 bank yang beroperasi di Riau. 31 bank diantaranya adalah bank umum konvensional. Sisanya adalah bank syariah.

Katanya, untuk jumlah jaringan kantor perbankan di Riau hingga Desember 2009 tercatat mengalami kenaikan dibandingkan dengan triwulan III 2009. Jika tribulan III 2009 tercatat jumlah jaringan kantor perbankan di Riau hanya 466, maka perDesember 2009 tercatat jumlah jaringan kantor Perbankan di Riau naik menjadi 499 kantor.

“Peningkatan terjadi di beberapa level kantor. Seperti kantor cabang Bank, kantor cabang pembantu, kantor kas maupun kantor bank yang berfungsi sebagai payment point, kantor fungsional, kantor layanan syariah, gerai dan kas mobil,” terang Yenita Lisna.

Pekanbaru sebagai kota provinsi menjadi prioritas pembangunan kantor jaringan perbankan. Pekanbaru memiliki 1 kantor pusat bank, 43 kantor cabang, 96 kantor cabang pembantu, 19 kantor kas dan 38 lainnya termasuk gerai, kedai dan layanan lainnya. Bengkalis terdapat 7 kantor cabang, 37 kantor cabang pembantu, 3 kantor kas serta 11 untul lainya.

Dumai terdapat 7 kantor cabang, 14 kantor cabang pembantu, 3 kantor kas dan 6 kantor lainnya. Untuk Kabupaten Indragiri Hulu terdapat 5 kantor cabang, 16 kantor cabang pembantu, 7 kantor kas da 5 kantor lainnya. Inhil ada 4 kantor cabang, 16 kantor cabang pembantu, 1 kantor kas dan 4 kantor lainnya. Kampar ada 2 kantor cabang, 27 kantor cabang pembantu 2 kantor kas dan 2 kantor lainnya.

Kuantan Sengingi terdapat 2 kantor cabang, 14 kantor cabang pembantu, 2 kantor kas dan 3 kantor lainnya. Di Pelalawan terdapat 1 kantor cabang, 20 kantor cabang pembantu, 1 kantor kas dan 3 kantor lainnya. Rokan Hulu ada 1 kantor cabang, 15 kantor cabang pembantu, 1 kantor kas dan 2 kantor lainnya. Rokan Hilir ada 2 kantor cabang, 15 kantor cabang pembantu, 1 kantor kas dan 2 kantor lainnya. Siak ada 1 kantor cabang, 27 kantor cabang pembantu, 3 kantor kas dan 8 kantor lainnya.

“Naiknya jumlah jaringan kantor dari 466 menjadi 499 kantor sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan perekonomian di Riau secara umum dan perkembangan aktivitas ekonomi di hampir semua daerah di Riau,” terangnya. ***(H-we)
http://riauterkini.com/usaha.php?arr=27979

rilham2new
February 10th, 2010, 10:07 PM
gambar 1.
http://img13.imageshack.us/img13/9275/n501356041179407.jpg (http://img13.imageshack.us/i/n501356041179407.jpg/)

gambar 2.
http://img695.imageshack.us/img695/9642/n6567693291304307868.jpg (http://img695.imageshack.us/i/n6567693291304307868.jpg/)

gambar 3.
http://img709.imageshack.us/img709/8333/55711183583793296567693.jpg (http://img709.imageshack.us/i/55711183583793296567693.jpg/)

gambar 4.
http://img22.imageshack.us/img22/4082/55711183586493296567693.jpg (http://img22.imageshack.us/i/55711183586493296567693.jpg/)

gambar 5.
http://img208.imageshack.us/img208/6872/31477273638932965676932.jpg (http://img208.imageshack.us/i/31477273638932965676932.jpg/)

MATAHARI ???? KFC ??? :eek2:

Wahhh, MATAHARI Dept. Store ke-4 di Provinsi Riau berarti nih, setelah PLaza Citra, Mal SKA, dan Mal CIputra :cheers: ....

Dan kota ketiga di Riau yang ada KFC setelah Pekanbaru dan Dumai...

Harusnya Matahari buka cabang di Dumai juga :D

join_zulfian
February 11th, 2010, 04:29 AM
^^wah salah tuh bang, KFC sudah lama ada di pkl. kerinci. klo ga salah sekitar pertengahan tahun 2008 KFC sdh exist di ramayana pkl. kerinci. berarti KFC di duri yang ke empat setelah pekanbaru, dumai dan pkl. kerinci

rilham2new
February 11th, 2010, 06:06 AM
^^ Oh yaa ???? Wahhh, aku ketinggalan berita lagi :D hahahaha, ketinggalan 2 tahun pula :D

Dan ternyata KFC di Pekanbaru juga udah nambah satu di Panam :D ...

rilham2new
February 11th, 2010, 06:59 AM
Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah - SIak Sri Indrapura - Kabupaten SIak
* gambar oleh Dwina MP
* Panjang jembatan 1.2 km ..

http://farm3.static.flickr.com/2682/4306344541_398d7530ce_b.jpg

aboy_wew
February 12th, 2010, 08:46 AM
^^ Oh yaa ???? Wahhh, aku ketinggalan berita lagi :D hahahaha, ketinggalan 2 tahun pula :D

Dan ternyata KFC di Pekanbaru juga udah nambah satu di Panam :D ...

yup..di pkl.kerinci jga udh ad..yg d duri itu bner2 gk nyangka,,taun baru kmren aq k duri bener2 beda tuh kota..pesat bgt berkmbangnya...jalan hang tuahny pnjang bgt dan pastinya ruko2 d pinggir2 jalan..persimpangan2 udh pke lampu merah tuh..hehe

pas lewat mantos,,"waduh kecamatan udah ad mall segede ini"...hehemmg pntas jdi kabupaten ni mandau..:)

rilham2new
February 12th, 2010, 08:54 AM
^^ Jadi Kabupaten gak pas, kalau Kota iya mungkin cocok.....

Aku lebih suka seperti sekarang. Lagipula memang "pakem" di Riau memang umumnya, dibuat begitu supaya rata pembangunan dan ekonominya.

Di Kabupaten Rokan Hulu, pusat ekonomi ada di Ujungbatu, tapi ibukotanya di Pasirpengaraian. Di Kabupaten Siak, pusat ekonomi ada di Perawang, tapi ibukotanya di Siak Sri Indrapura. Bengkalis udah dalam format yang cocok, ibukota pemerintahan di tempat lain, pusat perekonomian di tempat lain. Yang aku sayangkan itu Kabupaten Rokan Hilir, harusny ibukota mereka di Ujungtanjung,,, kok tiba2 aja pusat pemerintahannya di Bagansiapi-api :hammer:, tapi masih lumayan soalnya pusat perekonomian yang besar ada di kawasan Baganbatu :) .... Dengar2 Indragiri Hulu juga mau memindahkan ibukota pmerintahannya dari Rengat ke Pematang Reba, tapi gak kedengaran kabarnya :D

Lagipula praktek seperti ini lazim di negara2 maju seperti di Amerika Serikat. Di mana pusat pemerintahan belum tentu sama dengan pusat perekonomian.

jendry
February 12th, 2010, 01:42 PM
Pekanbaru, (ANTARA) - Gubernur Riau, HM Rusli Zainal, mengatakan bahwa ada investor asing dari Malaysia yang tertarik untuk membangun pembangkit listrik di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

"Pembangkit listrik ini berdaya besar yakni mencapai 1.500 sampai 2.000 megawatt. Investornya dari Malaysia," kata Gubernur Rusli Zainal kepada ANTARA di Pekanbaru, Jumat.

Menurut dia, ketertarikan investor asing untuk membangun pembangkit listrik sangat disambut baik oleh pemerintah daerah. Sebabnya, Riau kini masih dibelit krisis listrik berkepanjangan. Bahkan, tingkat elektrifikasi di Riau hanya sekitar 42 persen dan jauh di bawah tingkat nasional yang lebih dari 50 persen. Artinya, lanjut gubernur, masih sangat banyak masyarakat di Riau yang belum mendapatkan pelayanan listrik dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia.

"Ketertarikan pihak asing untuk menamkan investasi di bidang kelistrikan harus mendapat dukungan semua pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat dan PLN," ujarnya.

Menurut dia, Kabupaten Inhil cukup layak untuk dibangun sebuah pembangkit listrik. Sumber energi yang bisa digunakan adalah batu bara, mengingat terdapat pertambangan yang besar di daerah tersebut.

"Saya mengusulkan agar pembangkit listrik tersebut berlokasi di mulut tambang batu bara," ujarnya.

Gubernur menambahkan, selain investor Malaysia ada juga calon investor lokal yang berencana untuk membangun pembangkit listrik berdaya 2x100 megawatt di Kota Dumai.

Rusli Zainal berharap agar rencana investasi bidang energi tersebut dapat berjalan lancar karena masalah krisis listrik hingga kini menjadi hambatan bagi pembangunan daerah. Berdasarkan data PT PLN (Persero) Wilayah Riau, hingga kini defisit daya listrik mencapai 30 megawatt. Akibatnya, hingga kini ada sedikitnya 21 ribu calon pelanggan PLN di Riau yang tak bisa mendapat pelayanan sambungan listrik baru.

drie
February 13th, 2010, 02:09 PM
Agustus Mendatang Krisis Listrik di Riau Akan Teratasi


PEKANBARU (RiauInfo) - Sampai saat ini listrik di Riau masih mengalami defisit cukup besar yakni mencapai 120 MW. Terkait defisit itu, Pemprov Riau akan menyewa Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) berkekuatan 20 MW, sehingga Agustus mendatang Riau berhasil atasi krisis listrik.

Kemungkinan ntuk menyewa PLTD 20 MW itu sangat memungkinkan karena diperbolehkan oleh undang-undang. "Kita sudah mulai melirik beberapa pembangkit untuk dibangun di beberapa daerah di Riau guna memenuhi keperluan listrik lokal," ungkap Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

Dia menyebutkan, pusat sudah memberi peluang bahwa daerah berhak mengelola PLTD yang dayanya mencapai 20 MW. Karena itu Pemprov Riau bisa saja menyewa pembangkit yang ada di perusahaan besar di Riau. Ini demi memenuhi kebutuhan listrik di Riau.

Untuk menghasilkan daya 20 MW itu, setidanya PLTD memerlukan minimal 2.500 liter solar per hari. Meski dibutuhkan biaya besar, namun Rusli mengaku tidak terlalu khawatir, karena PLTD yang akan disewan itu hanya digunakan sementara waktu.(ad)

rilham2new
February 13th, 2010, 02:24 PM
^^ PLTD, ya ??? kira2 beban harga solarnya yang nanggung subsidi pemerintah pusat pada PLN atau justru menguras APBD sndiri ??? Mengingat kapasitasnya di angka 20 MW ....

Kalau pakai APBD lokal, siap2 aja subsidi ratusan miliar per tahun :hammer:

jendry
February 14th, 2010, 11:54 AM
Minggu 14 Februari 2010
Upaya Pemerataan Listrik di Provinsi Riau
PLTU Peranab Dibangun Swasta

WARTA, PEKANBARU- Kepala Bappeda Riau, Emrizal Pakis mengatakan secara prospektif pengembangan PLTU di kawasan Mulut Tambang termasuk di Peranap sangat menguntungkan masyarakat di daerah.

Selain akan memberikan pemerataan jaringan listrik di Provinsi Riau, juga akan dapat memberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan potensi sumberdaya alam berupa Batu-bara di Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

"Jika PLN telah menetapkan PLTU 2x100 MW dibangun di Tenayan Raya, maka Peranap juga akan dibangun PLTU, tapi pembangunannya akan melibatkan pihak swasta," ujar Emrizal Pakis, Senin (8/2/2010).

"Pembangunan PLTU di Peranap ini nantinya kita harapkan berdampak pula terhadap pemerataan aliran dan jaringan listrik baru di seluruh daerah di Riau," imbuhnya.

Dikatakan penjelasan ini akan segera direalisasikan apabila lokasi Tenayan Raya sudah final ditetapkan oleh PLN sebagai tempat pembangunan PLTU 2x100 MW yang termasuk dalam Perpres 71 yang pembiayaan pembangunannya melalui sindikasi Bank Riau. (*/dia)
WARTA, PEKANBARU- Kepala Bappeda Riau, Emrizal Pakis mengatakan secara prospektif pengembangan PLTU di kawasan Mulut Tambang termasuk di Peranap sangat menguntungkan masyarakat di daerah.

Selain akan memberikan pemerataan jaringan listrik di Provinsi Riau, juga akan dapat memberdayakan masyarakat untuk memanfaatkan potensi sumberdaya alam berupa Batu-bara di Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

"Jika PLN telah menetapkan PLTU 2x100 MW dibangun di Tenayan Raya, maka Peranap juga akan dibangun PLTU, tapi pembangunannya akan melibatkan pihak swasta," ujar Emrizal Pakis, Senin (8/2/2010).

"Pembangunan PLTU di Peranap ini nantinya kita harapkan berdampak pula terhadap pemerataan aliran dan jaringan listrik baru di seluruh daerah di Riau," imbuhnya.

Dikatakan penjelasan ini akan segera direalisasikan apabila lokasi Tenayan Raya sudah final ditetapkan oleh PLN sebagai tempat pembangunan PLTU 2x100 MW yang termasuk dalam Perpres 71 yang pembiayaan pembangunannya melalui sindikasi Bank Riau. (*/dia)

drie
February 14th, 2010, 12:22 PM
Cicilan dan Pelunasan,
Riau Segera Terima Rp 905 DBH Migas

Upaya Pemprov Riau mendapatkan pembayaran dari hutang DBH Migas pusat segera membuahkan hasil. Februari ini pusat mentransfer Rp 905 miliar.

Riauterkini-PEKANBARU- Hasil pertemuan terakhir antara Pemprov Riau bersama seluruh kabupaten dan kota penghasil Migas dengan Departemen Keungan di Jakarta, Jumat (12/2/10) memberikan titik terang atas komitmen pusat membayarkan hutan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas kepada Pemprov Riau dan daerah penghasil di Riau. Khusus untuk Pemprov Riau, dalam waktu dekat akan menerita transfer DBH Migas sebesar Rp 905 miliar.

Pertemuan tersebut dilaksanakan di Kantor Departemen Keuangan. Hadir Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Riau Abdul Lafiz, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Riau Said Mukri serta utusan seluru daerah penghasil Migas di Riau. Sementara dari Depkeu hadir Kasubdib DBH Migas Terisiasa. Hadir juga utusan Dirjen Energi Sumber Daya Mineral Sri Ubami dan utusan Badan Pelaksana (BP) Migas M Nurdin Zulkarnain.

“Pertemuan kemarin cukup memuaskan. Pusat menyatakan kesediaannya mensegerakan pembayaran hutang DBH Migas kita. Dalam bulan ini kita akan menerima DBH Migas Rp 905 miliar,” ujar Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Riau Said Mukri saat berbincang dengan riauterkini di Pekanbaru, Ahad (14/2/10).

Dijelaskan Said Mukri, dana Rp 905 miliar tersebut terdiri dari empat jenis pembayaran. Pertama sebesar Rp 105 miliar merupakan pembayaran 20 persen dari kurang bayar DBH Migas untuk Pemprov Riau 2008 yang totalnya Rp 427 miliar. Pembayaran ini akan dimulai 16 Februari dan paling akhir 26 Februari.

Kemudian pelunasan kurang bayar DBH Migas Pemprov Riau tahun 2009 sebesar Rp 470 miliar dan keempat pembayaran DBH Migas untuk Pemprov Riau triwulan I 2010 sebesar Rp 300 miliar. “Paling akhir seluruh dana tersebut sudah masuk ke kas daerah pada 26 Februari mendatang,” ujarnya.

Meskipun telah mendapatkan pembayaran hutang DBH cukup memuaskan, namun Riau masih memperjuangkan kekurangan pembayaran DBH Migas tahun 2008 yang masih tersisa Rp 322 miliar. “Kita akan berusaha agar kekurangan bayar DBH Migas 2008 bisa diajukan pada APBN-P,” demikian penjelasannya.***(mad)

sumber: riauterkini.com

drie
February 14th, 2010, 03:09 PM
Pemerintah Jadikan Riau Koridor Ekonomi Nasional

Pemerintah Pusat telah mencanangkan sebanyak tiga koridor ekonomi di Indonesia, Provinsi Riau termasuk salah satunya selain itu ada juga Sumatera Utara dan Merauke, Papua. Menteri Koordinasi Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan pemerintah telah mencanangkan pengembangan koridor ekonomi di tiga wilayah di Indonesia yaitu Sumatera Utara, Riau, dan Merauke. Rencana tersebut menurutnya akan dilakukan pada tahun ini.
semnetara itu untuk modal investasi yang dibutuhkan di koridor ekonomi di Sumatera Utara diperkirakan sebesar Rp 12,5 triliun. Sedangkan Dumai Riau mencapai Rp 20 triliun dan Merauke mencapai Rp 60 triliun.
”Sudah dicanangkan di Sumut, total investasi diperkirkan Rp 12,5 triliun, pengelolanya PTPN III inisiasi Rp 800 miliar. Dumai oleh swasta, inisiasi Rp 2,5 triliun dengan total Rp 20 triliun,” kata Hatta, Jumat (5/2/2010) di Jakarta seperti dilansir detikfinance.com.
sedangkan khusus untuk Merauke, Hatta mengatakan pemerintah akan serius mengembangkan wilayah ini sebagai food estate. Persiapan food estate sangat matang oleh pemerintah, sehingga ketika investor akan berinvestasi akan lebih mudah.
Riau Basis Produksi CPO
Sementara itu menurut Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, wilayah Sumatera Utara dan Riau akan menjadi pengembangan produksi sawit karena selama ini memang sudah menjadi basis produksi sawit cukup besar di Indonesia.
”Jadi Dumai dan Sumut dua-duanya basisnya CPO, karena kita ingin meningkatkan produksi CPO yang cukup besar,” kata Bayu.
Wilayah koridor ekonomi ini ditargetkan akan menjadi penggerak utama perekonomian daerah dan nasional, termasuk bisa menopang pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK).

sumber: riaubisnis.com

jendry
February 14th, 2010, 06:20 PM
12/02/2010 - 15:29
Investor Malaysia Tertarik Bangun Pembangkit

INILAH.COM, Pekanbaru - Gubernur Riau HM Rusli Zainal, mengatakan investor asing dari Malaysia tertarik membangun pembangkit listrik di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

"Pembangkit listrik ini berdaya besar yakni mencapai 1.500 sampai 2.000 megawatt. Investornya dari Malaysia," kata Gubernur Rusli Zainal di Pekanbaru, Jumat (12/2).

Menurut dia, ketertarikan investor asing untuk membangun pembangkit listrik sangat disambut baik oleh pemerintah daerah karena Riau masih dibelit krisis listrik berkepanjangan. Bahkan tingkat elektrifikasi di Riau hanya sekitar 42 persen dan jauh di bawah tingkat nasional yang lebih dari 50 persen.

Artinya, lanjut gubernur, masih sangat banyak masyarakat di Riau yang belum mendapatkan pelayanan listrik dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. "Ketertarikan pihak asing untuk menamkan investasi di bidang kelistrikan harus mendapat dukungan semua pihak, baik pemerintah daerah, pemerintah pusat dan PLN," ujarnya.

Menurut dia, Kabupaten Indragiri Hilir cukup layak untuk dibangun sebuah pembangkit listrik. Sumber energi yang bisa digunakan adalah batu bara, mengingat terdapat pertambangan yang besar di daerah tersebut. "Saya mengusulkan agar pembangkit listrik tersebut berlokasi di mulut tambang batu bara," ujarnya.

Gubernur menambahkan, selain investor Malaysia ada juga calon investor lokal yang berencana untuk membangun pembangkit listrik berdaya 2x100 megawatt di Kota Dumai. Rusli Zainal berharap agar rencana investasi bidang energi tersebut dapat berjalan lancar karena masalah krisis listrik hingga kini menjadi hambatan bagi pembangunan daerah.

Berdasarkan data PT PLN (Persero) Wilayah Riau, hingga kini defisit daya listrik mencapai 30 megawatt. Akibatnya, hingga kini ada sedikitnya 21 ribu calon pelanggan PLN di Riau yang tak bisa mendapat pelayanan sambungan listrik baru. [*/hid]
http://inilah.com/news/read/ekonomi/2010/02/12/341782/investor-malaysia-tertarik-bangun-pembangkit/

join_zulfian
February 15th, 2010, 05:25 AM
Pemerintah Jadikan Riau Koridor Ekonomi Nasional

Pemerintah Pusat telah mencanangkan sebanyak tiga koridor ekonomi di Indonesia, Provinsi Riau termasuk salah satunya selain itu ada juga Sumatera Utara dan Merauke, Papua. Menteri Koordinasi Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan pemerintah telah mencanangkan pengembangan koridor ekonomi di tiga wilayah di Indonesia yaitu Sumatera Utara, Riau, dan Merauke. Rencana tersebut menurutnya akan dilakukan pada tahun ini.
semnetara itu untuk modal investasi yang dibutuhkan di koridor ekonomi di Sumatera Utara diperkirakan sebesar Rp 12,5 triliun. Sedangkan Dumai Riau mencapai Rp 20 triliun dan Merauke mencapai Rp 60 triliun.
”Sudah dicanangkan di Sumut, total investasi diperkirkan Rp 12,5 triliun, pengelolanya PTPN III inisiasi Rp 800 miliar. Dumai oleh swasta, inisiasi Rp 2,5 triliun dengan total Rp 20 triliun,” kata Hatta, Jumat (5/2/2010) di Jakarta seperti dilansir detikfinance.com.
sedangkan khusus untuk Merauke, Hatta mengatakan pemerintah akan serius mengembangkan wilayah ini sebagai food estate. Persiapan food estate sangat matang oleh pemerintah, sehingga ketika investor akan berinvestasi akan lebih mudah.
Riau Basis Produksi CPO
Sementara itu menurut Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi, wilayah Sumatera Utara dan Riau akan menjadi pengembangan produksi sawit karena selama ini memang sudah menjadi basis produksi sawit cukup besar di Indonesia.
”Jadi Dumai dan Sumut dua-duanya basisnya CPO, karena kita ingin meningkatkan produksi CPO yang cukup besar,” kata Bayu.
Wilayah koridor ekonomi ini ditargetkan akan menjadi penggerak utama perekonomian daerah dan nasional, termasuk bisa menopang pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK).

wah klo kebijakan spt ini sy dukung banget deh om hatta:cheers:

drie
February 15th, 2010, 10:01 AM
2015, PTPN V Ekspansi ke Industri Hilir Kelapa Sawit

PTPN V ke depan tak sekedar memiliki kebun kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit (PKS), namun dijadwalkan mulai 2015 BUMN tersebut akan ekspansi ke industri hilir.

Riauterkini-PEKANBARU- Direktur Utama (Dirut) PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V Fauzi Yusuf mengungkapkan rencana perusahaannya untuk mengembangkan sayap bisnis. Ke depan perusahaan plat merah tersebut tak sekedar mengelola perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit (PKS), namun juga akan ekspansi ke industri hilir kepala sawit.

“Kami sudah membuat rencana sejumlah pengembangan bisnis, salah satunya dengan ekspansi ke indusktri hilir kelapa sawit. Sektor ini sangat potensial untuk dikembangkan di masa mendatang. Terlebih kami tidak akan kesulitan mendapatkan bahan baku,” ujarnya menjawab pertanyaan riauterkini usai menghadiri penandatanganan kerjasama sosialisasi bahaya Narkoba dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Riau di Pustaka Soeman Hs Pekanbaru, Senin (15/2/10).

Dijelaskan Fauzi, dengan total luas kebun kelapa sawit 55 ribu hektar dan produksi crude palm oil CPO mencapai 600 ribu ton pertahun , PTPN V diyakini bisa berkembang pesat jika memasuki bisnis industri hilir kelapa sawit. “Mungkin tak usah produksi hilir yang rumit, cukup minyak goreng saja. Itu sudah sangat potensial,” ujarnya.

Berdasarkan perhitungan menejemen PTPN V, pengembangan sayap bisnis pada industri hilir kelapa sawit akan dimulai lima tahun mendatang atau 2015. “Rencananya baru 2015 mendatang kita kan ekspansi ke industri hilir kelapa sawit,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Fauzi Yufus juga mengungkapkan respon positif pihaknya atas kebijakan penetapan Dumai dan Kuala Enok, Indragiri Hilir sebagai kawasan klaster pengembangan industri hilir berbasis pertanian. "Keberadaan klaster industri hilir pertanian tersebut akan membuat harga komoditas perkebunan kita stabil, terutama kelapa sawit dan karet," demikian penjelasannya.***(mad)

sumber: Riauterkini.com

jendry
February 15th, 2010, 04:36 PM
Memasuki telah disetujui Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA), Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) akan menggodok konsep Meeting Incentif, Covention, Exhibition (MICE) atau Rapat, Insentif, konvensi, dan Pameran sebagai konsep unggulan. Pembahasannya akan dilakukan di Pekanbaru, sebagai tuan rumah Rapar kerja Nasional (Rakernas) Asperapi ke-II.

“Nantinya diharapkan akan lahir rancangan program dan sinergisitas antar perusahaan pameran di Indonesia untuk menjalankan konsep MICE ini,” ungkap Ketua Asperapi Riau, Ahmad Fadli, kepada riaubisnis.com di Pekanbaru, Senin (15/2/2010).

Ia mengatakan, Rakernas itu akan dilangsungkan di Hotel Pangeran Pekanbaru, dari 16 s/d18 Februari 2010. Nantinya, Rakernas itu akan dibuka Gubernur Riau (Gubri) yang dihadiri Ketua Umum Asperapi, Siti Hartati Murdaya dan para perwakilan dari pengurus Asperapi di tiap daerah.

“Kita akan melihat peluang pengembangan pariwisata di Riau dengan konsep MICE. Nantinya akan kita bahas kendala dan pengembangan industri pameran, baik di tingkat nasional maupun daerah,” ujar Fadli.

Dalam Rakernas itu, tambahnya, selain akan dilakukan diskusi panel dan rapat komisi, Asperapi akan menyerahkan penghargaan expo dan event olahraga terbesar 2009. Rincianya, kata Fadli, pada hari pertama, akan ada Talk Show dengan topik MICE to ASEAN-China Free Trade Agreement. Direncanakan hadir sebagai pembicara Arsyadjuliandi Rahman, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Pusat, dan Kepala Badan Penanaman modal dan Promosi Daerah, Feizal Qomar Karim.

”Rakernas juga akan membahas persiapan Musyawarah Nasional Asperapi 2011 dan sosialisasi peraturan terbaru tentang industri pameran,” ujarnya.

Hingga kini, kata Fadli sudah 14 Dewan Perwakilan Daerah (DPD) beserta 70 pengusaha dari berbagai daerah seluruh Indonesia yang mengkonfirmasi hadir. Di Sumatera, Asperasi baru memiliki empat DPD di kota-kota besar di daerah yakni di Aceh, Kepulauan Riau (Kepri), Riau dan Sumatera Utara (Sumut).

Sednagkan, Asperapi Riau baru berdiri 2008 lalu. Untuk di Riau, baru sekitar 9 perusahaan yang bergabung dengan Asperapi Riau. “Tapi di Riau sudah banyak event bertaraf nasional maupun internasional yang digelar. Seperti Rakernas Gubernur se Indonesia, Munas Golkar, Pameran TTG, Indonesia City Expo dan yang lainnya. Itu menandakan Riau sangat prospek bagi industri pameran,” ujarnya. (*)
http://riaubisnis.com/index.php/travel-mainmenu-32/event-mainmenu-55/40-event/204-asperapi-bakal-bahas-konsep-mice

DJ_Archuleta
February 15th, 2010, 05:36 PM
The Landmark of Tembilahan by Oji_Inhil

http://img693.imageshack.us/img693/2166/riauthelandmarkoftembil.jpg (http://img693.imageshack.us/i/riauthelandmarkoftembil.jpg/)

rilham2new
February 16th, 2010, 04:56 AM
^^ Ruko2 di dekat masjid itu minggu lalu kebakaran hebat, sampai 26 ruko habis dilalap api ...

join_zulfian
February 16th, 2010, 06:08 AM
purna mtq di jl. lingkar pkl. kerinci bakal menjadi mesjid raya kerinci, CMIIW
URL=http://img691.imageshack.us/i/pelalawan.jpg/]http://img691.imageshack.us/img691/1299/pelalawan.jpg[/URL]

rilham2new
February 16th, 2010, 07:34 AM
^^ Itu gambar kapan, lebih bagus dari yang aku bayangkan, hehehe

drie
February 16th, 2010, 12:18 PM
24 Paket selama 2002-2009
Proyek Multiyears Siak Rp9 Triliun
:nuts::nuts::nuts:


Pemerintah Kabupaten Siak telah melaksanakan 24 paket proyek multiyears (tahun jamak) dalam kurun waktu 2002-2009.

Total dana keseluruhan proyek yang pelaksanaannya berada di Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Bagian Ekonomi Setdakab Siak itu, berjumlah Rp9,0907 triliun lebih.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 paket proyek multiyears 2006-2009 yang menelan dana lebih kurang Rp1,06 triliun lebih, realisasinya mencapai 98,1 persen. Sisanya, karena kendala-kendala saat pengerjaan di lapangan, mengalami pengurangan nilai kontrak.

Dari 24 paket proyek tersebut, 23 di antaranya berada di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Kedua dinas tersebut dipimpin Ir H Aulias Aziz BE MM, namun di Dinas Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang hanya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt).

Sedangkan pembangunan PLTU senilai Rp91 miliar berada di bawah Kabag Ekonomi Setdakab Siak Ir H Wan Muhammad Yunus MSi. Saat ini kondisi pembangunannya belum selesai dan diperkirakan akhir 2010 ini, PLTU dengan daya 2x3 Mega Watt (MW) sudah difungsikan.

Proyek di Dinas Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang meliputi pembangunan Masjid Benteng Hulu anggaran Rp8,9 miliar pada 2004-2006, dan belum selesai. Bahkan 2008-2011 proyek itu sempat dianggarkan lagi melalui tahun jamak bersama dua proyek lainnya yakni turap Pasar Siak dan jalan highway, namun kandas di tengah jalan karena DPRD Siak tidak menyetujui jalan highway, sehingga dua proyek lainnya ikut gagal dilaksanakan.

‘’Tidak selesainya pembangunan Masjid Benteng Hulu itu karena adanya perubahan desain bangunan, sehingga terkendalanya berlarut-larut. Sedangkan Masjid Raya Perawang dengan nilai Rp11 miliar tahun 2006-2008 sudah selesai dan saat ini masih dalam tahap finishing. Demikian juga Masjid Nurul Hikmah dengan anggaran Rp1,7 miliar tahun 2006-2007 dan Masjid Hidayah, Kandis untuk pengerjaan rehab sebesar Rp660 juta tahun 2006-2007 sudah selesai,’’ ujar Plt Kadis Tarcip Ir H Aulia Aziz BE MM kepada Riau Pos, Sabtu (13/2) di Siak.

Aulia yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas PU juga menyebutkan untuk pembangunan struktur pemecah gelombang sepanjang 1,5 Km senilai Rp27 miliar dan turap beton sepanjang 1,5 Km senilai Rp33 miliar di Kecamatan Siak pada 2006-2008 sudah selesai.

Demikian juga dengan jaringan Suplesi DP Siak kiri sebanyak dua unit dengan total anggaran sebesar Rp17 miliar sudah selesai dibangun pada 2008 dan proyek itu sudah dimanfaatkan oleh masyarakat dan juga sebagai penyangga Sungai Siak dari ancaman abrasi.

Aulia yang didamping Kabid Sarana dan Prasana Jalan dan Jembatan Ir H Irving Kahar ME juga mengatakan, terkait 13 paket proyek multiyears 2006-2009 juga sudah selesai dengan persentase yang mencapai 98,5 persen.

Sedangkan yang 1,5 persen lagi yakni pembangunan Jalan Tumang-Muara Kelantan I dan Jalan Muara Kelantan I-Muara Kelantan II mengalami kendala teknis di lapangan, sehingga harus dilakukan pengurangan nilai kontrak kepada rekanan.

Dikatakan Aulia, proyek multiyears Jalan Tumang-Muara Kelantan I sepanjang 18 Km dengan nilai anggaran sebesar Rp88,7 miliar lebih dan Jalan Muara Kelantan I-Muara Kelantan II sepanjang 20,8 Km dengan nilai proyek Rp91,8 miliar lebih harus dilakukan pengurangan nilai kontrak. Kedua proyek ini akan dianggarkan kembali ditahun 2010 sebesar Rp15 miliar dengan panjang 9,7 Km yang belum diaspal.

Menurutnya lagi, terkait persoalan pengurangan nilai kontrak diakibatkan oleh izin pakai lahan kawasan hutan produksi yang ditandatangani oleh Menhut RI saat itu, MS Kaaban yang baru disahkan pada 19 Oktober 2009.

Sementara itu kontrak proyek ini sampai akhir Desember 2009. Sedangkan kendala lain adalah pekerjaan di lapangan sangat banyak, di antaranya panen kayu perusahaan dan lahan perusahaan yang masih ditutup portal dan pihaknya belum bisa mengerjakan sebelum izin pakai kawasan itu dikeluarkan oleh pemerintah.

‘’Tentunya sangat menyulitkan kita waktu itu dan belum lagi kendaraan milik perusahaan yang melintasi jalan yang sedang kita kerjakan dengan tonase mencapai 50 ton. Tentunya ini menjadi kendala yang sangat berat dan terpaksa proyek ini dilakukan pengurangan nilai kontrak, tapi sebagiannya sudah ada yang diaspal,’’ terang Aulia.

Selain itu ia juga menyebutkan, untuk proyek Jalan Mengkapan-Sungai Rawa sepanjang 14 Km dengan anggaran mencapai Rp81,3 miliar juga sudah selesai dan saat ini sudah digunakan. Sedangkan adanya ruas jalan yang belum diaspal sepanjang 30 meter, terjadi akibat banjir pada bulan November lalu, karena air yang cukup deras sehingga membuat pembangunannya jadi terkendala. Tapi saat ini kondisinya sudah selesai 100 persen dan sudah bisa digunakan oleh masyarakat.

Terkait jalan jembatan Siak-Dayun yang dibagi empat paket yakni akses jembatan Siak-Dayun I sepanjang 4,35 Km dengan nilai proyek Rp62,7 miliar, Jalan Dayun I-Dayun II sepanjang 4,15 Km dengan nilai proyek Rp59,1 miliar, Jalan Dayun II -Dayun III sepanjang 4,15 Km sepanjang Rp59,1 miliar dan Jalan Dayun III-Dayun IV sepanjang 5,35 Km dengan nilai proyek sebesar Rp70,5 miliar sampai akhir kontrak 31 Desember 2009 lalu sudah selesai dikerjakan.

‘’Tapi kendalanya waktu itu adalah subgrade atau tanah dasarnya gambut, sehingga perlu pemadatan yang intens dan setelah pelaksaan selesai terjadi penurunan konsolidasi, sehingga aspal-aspal tersebut banyak yang pecah dan untuk itu perlu dilakukan perawatan dengan memadatkan kembali base yang turun dan menghampar aspal pada lokasi yang rusak.

Makanya sampai akhir kontrak sempat terjadi kerusakan dan pada masa pemeliharaan selama 1 tahun sudah mulai diperbaiki dan kondisinya saat ini sudah mulus. Kondisi jalan seperti itu juga bisa dilihat seperti Jalan Yos Sudarso dan Arifin Ahmad di Pekanbaru,’’ ujarnya mencontohkan.

Sedangkan Jalan Perawang di Km 11-Jembatan Perawang sepanjang 11,9 Km dengan anggaran Rp61 miliar dan Jalan Jembatan Perawang-Simpang Maredan arah ke Simpang Km 11 sepanjang 12,6 Km dengan nilai kontrak Rp70,1 miliar kondisinya cukup baik.

Ini disebabkan karena kondisi tanahnya cukup baik. Demikian juga jalan Simpang Jembatan Siak-Merempan Hulu sepanjang 16 Km dengan nilai kontrak Rp88,4 miliar dan Jalan Merempan Hulu-Buatan 2 sepanjang 15 Km dengan nilai kontrak Rp70,1 miliar, Jalan Simpang Kualian-Bungarya sepanjang 15 Km dengan nilai kontrak Rp75,9 miliar dan Jalan Bungaraya-Bandar Sungai sepanjang 16 Km dengan nilai kontrak Rp70,9 miliar lebih sudah selesai dan bisa dimanfaatkan masyarakat.

Aulia juga menyebutkan, tentang pembuatan Detail Engineering Design (DED) jalan highway senilai Rp3,5 miliar, proyek multiyears 2006-2007 sudah selesai. Hanya saja jika mengacu kepada rencana status jalan yang menghubungkan Simpang Beringan-Simpang Maredan-Simpang Meredan-Mengkapan-Buton, yang merupakan rencana status jalan nasional, maka akan dibuat DED baru untuk highway.

Jadi untuk 2010 sudah diusulkan senilai Rp7,5 miliar untuk pembuatan DED baru, karena DED awal Rp3,5 miliar tidak direkomendasi dari APBN dan mereka hanya merekomendasi Simpang Beringin-Buton. ‘’Untuk itu, perlu foto udara yang akan dilakukan konsultan dan biaya foto udara tersebut sangat mahal. Karena detil pelaksanaanya akan lebih baik, jika dilakukan dari atas udara,’’ terang Aulia.

Terkait pembangunan Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah senilai Rp290 miliar multiyears 2002-2004 dan berhasil diselesaikan pengerjaannya pada 2007 tidak ada persoalan lagi dan kondisnyanya saat ini sudah bisa dilewati. Anggaran untuk jembatan Siak tersebut sebesar Rp270 miliar ditambah eskalasi sebesar Rp21 miliar dari pekerjaan 2002-2004.

Sementara itu Aulia juga menyebutkan, untuk pembangunan jembatan Perawang dan Teluk Masjid dengan pekerjaan sharing dana bersama Provinsi Riau, saat ini sudah menyetorkan dana miliaran rupiah.

Khusus untuk Jembatan Perawang dengan total penyertaan modal sebesar Rp53,40 miliar dan dana yang sudah direalisasikan 2009 sebesar Rp43,7 miliar. Tahun ini akan ditambahan sebesar Rp7 miliar sehingga total anggaran Rp208 miliar. Untuk Jembatan Teluk Masjid dengan total anggaran Rp349 miliar, untuk Siak sharing-nya hanya 30 persen yakni Rp104,6 miliar lebih.

Dari anggaran tersebut Aulia menyebutkan sampai 2009 realisasi anggaran sebesar Rp11 miliar dan untuk 2010 akan dimasukkan lagi Rp60,8 miliar, sehingga untuk budget sharing ini selesai tahun ini. Sharing dari Kabupaten Siak untuk Jembatan Teluk Masjid banyak yang tidak terserap anggarannya, karena proses administrasi dari rekanan yang selalu terlambat

Terkait eskalasi 13 paket proyek multiyears sebesar Rp251 miliar, Aulia mengaku, itu didasarkan sesuai dengan Kepres 80/2003, Perda Nomor 5/2006 dan Perda Nomor 1/2008 serta dokumen lelang dan dokumen kontrak, juga berita acara aanwizing. Pada dasarnya panitia lelang pada saat pelelangan akan ada eskalasi atau penyesuaian harga kepada rekanan yang disesuaikan atas aturan tersebut. Karena panitia lelang bekerja berdasarkan aturan yang disahkan oleh DPRD Siak, maka ini harus dijalankan.

Bahkan Aulia juga menyebutkan, pada saat ekspos di BPKP yang dihadiri oleh pimpinan dewan dan pimpinan fraksi DPRD Siak, kepala BPKP sudah menyatakan, pada prinsipnya eskalasi tersebut dapat diberikan dan hal tersebut sudah ditanggapi oleh BPKP ke Dinas PU dengan tembusan DPRD Siak hari Jumat lalu.

‘’Dana sebesar Rp251 miliar tersebut merupakan dana yang dianggarkan atau masih dalam bentuk pagu anggaran dan bukan dana untuk dibayarkan. Kalau ada anggota dewan tidak setuju, maka dewan harus menghapus Perda tersebut, ini tidak bisa dilakukan begitu saja,’’ ujarnya.

Sedangkan terkait pembangunan pembakit listrik Tenaga Uap (PLTU), Kabag Ekonomi Setdakab Siak Ir H Wan Muhammad Yunus MSI kepada wartawan juga menyebutkan, pada dasarnya pekerjaan proyek itu sudah dilakukan, tapi mengalami kendala teknis di lapangan. Makanya proyek PLTU ini sudah selesai dilaksanakan sampai 2010. Dan Pemkab sudah mendesak rekanan tidak main-main lagi dalam pengerjaan proyek tersebut.(izl)

sumber:riaupos.com

rilham2new
February 16th, 2010, 01:48 PM
^^ Wajar ..... coba aja lihat Jembatan2 mega di sana, seperti Tengku Agung Sultanah Latifah, Perawang, dan Teluk Masjid... belum lagi uang yang dikeluarkan untuk membangun Ibukota Kabupaten mereka ....

Jaringan jalan di Ibukota Kabupaten mereka aja, kalau kubilang peningkatannya dari tahun 2003 ke tahun 2008 (terakhir kali aku datang ke sana).... Bisa 4-5 kali lipat .... Dari cuman jalan sekelas jalan lingkungan di sekitaran SMA 1 Siak, dan Istana sama kota lama.... Jadi kota bener2 besar .... Dengan jaringan jalan berupa Avenue + Trotoar + lampu jalan yang unik + drainase... Ada proyek perumahan untuk pegawai kabupaten pula ...

Bener2 banyak pembangunannya...

DJ_Archuleta
February 16th, 2010, 03:31 PM
Pasar Jongkok @ Tembilahan by fahruddin

http://img197.imageshack.us/img197/216/riaupasarjongkoktembila.jpg (http://img197.imageshack.us/i/riaupasarjongkoktembila.jpg/)

join_zulfian
February 16th, 2010, 04:27 PM
^^ Itu gambar kapan, lebih bagus dari yang aku bayangkan, hehehe

photo diambil sekitar pertengahan januari 2010 bang

lordofdrol
February 17th, 2010, 06:46 PM
MATAHARI ???? KFC ??? :eek2:

Wahhh, MATAHARI Dept. Store ke-4 di Provinsi Riau berarti nih, setelah PLaza Citra, Mal SKA, dan Mal CIputra :cheers: ....

Dan kota ketiga di Riau yang ada KFC setelah Pekanbaru dan Dumai...

Harusnya Matahari buka cabang di Dumai juga :D

aku rasa kfc dah lama sekali diduri..
cuma ga di mall aja, dari jaman vanholand ada, kfc dah ada, vanholan aja ada sebelum krisis 97-98, jadi ingat orang duri sikit latah yang berbau amerika dilempar juga. untung aja ga rusuh kemana2.
yakin kfc udah dimana2 diriau.

rilham2new
February 18th, 2010, 04:44 PM
aku rasa kfc dah lama sekali diduri..
cuma ga di mall aja, dari jaman vanholand ada, kfc dah ada, vanholan aja ada sebelum krisis 97-98, jadi ingat orang duri sikit latah yang berbau amerika dilempar juga. untung aja ga rusuh kemana2.
yakin kfc udah dimana2 diriau.

Tapi dkat website KFC, Duri masih belum ada ... tapi kalau cabang2 yang agak baru seperti di Dumai Square, Pangkalankerinci, dan Panam (Pekanbaru) udah ada ...

jendry
February 18th, 2010, 06:10 PM
18 Feb 2010 16:31 wib

JAKARTA (RiauInfo) - Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP menerima penghargaan Regional Champions dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Penghargaan diserahkan Mendagri Gamawan Fauzi dan disaksikan Kepala BKPM Gita Wirjawan, di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (18/2).

Gubri menerima penghargaan tersebut karena Riau termasuk salah satu provinsi yang dianggap paling siap untuk investasi. Dari 33 provinsi, BKPM memilih 7 provinsi yang dianggap paling siap untuk investasi. Selain Riau, juga Sumsel, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, NTB dan Papua.

Namun Riau dianggap paling siap mengingat potensi Riau yang luar biasa, selain urusan birokrasi terkait investasi yang tidak lagi rumit. "Industri hulu kita sudah luar biasa. Tinggal bagaimana mengembangkan industri hilirnya, sehingga bisa memberikan value added (nilai tambah) kepada ekonomi masyarakat," ucap Gubri kepada pers usai menerima penghargaan.

Gubri menyebut contoh betapa luasnya kebun kelapa sawit di Riau. Namun sayangnya belum dikembangkan industri hilirnya. "Ada sekitar 140-an pabrik kelapa sawit di Riau, tapi yang mengembangkan produk turunannya belum ada. Kita masih jual gelondongan. Betapa ruginya kita. Justru yang menikmati keuntungannya negara lain dengan mengolahnya menjadi berbagai hal, seperti sabun, kosmetik dan lainnya," terang Gubri memberi contoh.

Oleh karena itulah, Gubri berharap dukungan dari pemerintah pusat, terutama BKPM agar Riau benar-benar menjadi surga bagi investor. "Riau itu luar biasa. Letaknya sangat strategis. Potensinya sangat besar. Kenapa kita tidak sama-sama mengembangkan itu semua. Yang akan diuntungkan tentu bangsa ini," ucap pria yang murah senyum itu.

Pada kesempatan itu, Gubri juga berharap agar BKPM mendukung rencana pembangunan kereta api di Riau. Gubri menyerahkan berbagai data yang diperlukan kepada Ketua BKPM. Gubri berharap BKPM turut membantu mencarikan investor dan mendukung pembangunan kereta api itu.

Dalam pada itu, Mendagri Gamawan Fauzi mengatakan bahwa 7 daerah yang terpilih sebagai daerah yang siap untuk investasi, harus benar-benar menjadi mitra BKPM. "BKPM harus selalu koordinasi dengan 7 provinsi ini. Jangan sia-siakan potensi yang ada di sana," pesan Mendagri seraya menyebut bahwa kemajuan pembangunan itu 60 persen ditentukan oleh pihak swasta, pemerintah hanya 40 persen.

Ketua BKPM Gita mengatakan bahwa 7 provinsi ini akan menjadi prioritas bagi BKPM untuk dipromosikan. BKPM akan membantu 7 provinsi ini untuk menawarkan berbagai peluang investasi yang menjadi keunggulan masing-masing daerah. "Kita akan bantu dan kita akan dorong provinsi lain yang belum siap sebagaimana 7 provinsi ini," ucapnya.(ad)
http://riauinfo.com/main/news.php?c=11&id=12290

rilham2new
February 19th, 2010, 10:38 AM
Update Jembatan Perawang - Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak - Provinsi Riau
RiauPos 08 Februari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4019/4369999166_cb2113508a_o.jpg

rilham2new
February 19th, 2010, 10:40 AM
gambar 1.
http://img13.imageshack.us/img13/9275/n501356041179407.jpg (http://img13.imageshack.us/i/n501356041179407.jpg/)

gambar 2.
http://img695.imageshack.us/img695/9642/n6567693291304307868.jpg (http://img695.imageshack.us/i/n6567693291304307868.jpg/)

gambar 3.
http://img709.imageshack.us/img709/8333/55711183583793296567693.jpg (http://img709.imageshack.us/i/55711183583793296567693.jpg/)

gambar 4.
http://img22.imageshack.us/img22/4082/55711183586493296567693.jpg (http://img22.imageshack.us/i/55711183586493296567693.jpg/)

gambar 5.
http://img208.imageshack.us/img208/6872/31477273638932965676932.jpg (http://img208.imageshack.us/i/31477273638932965676932.jpg/)

Mandau Town Square - Kecamatan Mandau - Kabupaten Bengkalis
RiauPos 02 Feb 2010

http://farm3.static.flickr.com/2702/4369998574_9c998a660b_o.jpg

rilham2new
February 19th, 2010, 10:47 AM
Rohul Segera Miliki Islamic Centre April 2010

http://farm3.static.flickr.com/2516/3991784430_ed5b01fc98_o.jpg

Bupati Rokan Hulu Drs H Achmad MSi mengharapkan, April 2010 mendatang Gedung Islamic Centre Kabupaten Rohul sudah selesai dibangun. Proyek pembangunan pemerintah daerah dengan anggaran sistem tahun jamak (multiyears) melalui APBD Rohul 2008-2010 ini, akan dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan.

Menurutnya, kontraktor pelaksana yang memenangkan proyek pembangunan Gedung Islamic Centre Kabupaten Rohul dengan pagu sekitar Rp79 miliar itu yaitu PT Total Bangun Persada dan Konsultan Pengawas PT Holistika Prima Grahita.

‘’Saat ini, realisasi fisik pembangunan gedung tersebut sudah mencapai 40 persen. Kita harapkan kontraktor dapat menggesa pekerjaan dengan target April 2010, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,’’ ujar bupati yang didampingi Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Rohul Ir H Hafith Syukri MM kepada wartawan, Rabu (9/9) usai meninjau proyek pembangunan tersebut.

Terkait bangunan apa saja yang akan dibangun di kawasan Gedung Islamic Centre tersebut, menurutnya, selain tempat beribadah, akan dibangun perpustakaan, kios perlengkapan pakaian muslim-muslimah, perkantoran yang berhubungan dengan organisasi keagamaan, manasik haji, lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dan lainnya.

‘’Yang jelas, kita targetkan April 2010 sudah bisa dioperasionalkan sesuai bestek dan pagu anggaran yang sudah ditetapkan selama tiga tahun anggaran (2008-2010). Bila ada program bangunan yang dianggap perlu, akan kita lanjutkan pada anggaran berikutnya,’’ ujar bupati.

Karena itu, ujarnya Pemerintah Kabupaten Rohul meminta dukungan dari masyarakat Rohul dalam pelaksanaan pembangunan Gedung Islamic Centre tersebut. Sebab, sebagai daerah yang dijuluki sebagai Negeri Seribu Suluk, maka keberadaan gedung tersebut sangat mendukung dan bukan sebagai simbol, tetapi benar-benar julukan itu diterapkan di tengah-tengah masyarakat.

Sumber: Riau Pos


Update ISLAMIC CENTER - Pasirpengaraian - Kabupaten Rokan Hulu

RiauPos 1 Februari 2010

http://farm5.static.flickr.com/4001/4369998474_630039862e_o.jpg

rilham2new
February 19th, 2010, 10:52 AM
Kegiatan Bersepeda Massal yang ditaja oleh POLRES Rokan Hulu - Pasirpengaraian - Kabupaten Rokan Hulu
RiauPos 30 Januari 2010

1
http://farm5.static.flickr.com/4040/4369998328_e7ff0b550c_o.jpg

2
http://farm5.static.flickr.com/4043/4369998092_ebe522bd85_o.jpg

rilham2new
February 19th, 2010, 10:55 AM
Jalan Aman - Bagansiapi-api - Kabupaten Rokan Hilir
RiauPos 03 Feb 2010
http://farm5.static.flickr.com/4010/4369997228_9cf0286f23_o.jpg

rilham2new
February 19th, 2010, 11:02 AM
Pembangunan Jembatan Pulau Pedamaran - Kabupaten Rokan Hilir
RiauPos 5 Januari 2010

http://farm5.static.flickr.com/4053/4369996740_60419aa438_o.jpg

rilham2new
February 19th, 2010, 11:08 AM
JEmbatan Sungai Liong - Kecamatan Bantan - Kabupaten Bengkalis
RiauPos 30 Januari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2736/4369997836_4bed14b661_o.jpg

rilham2new
February 19th, 2010, 11:11 AM
Maintenance Jalan Raya Rengat - Pematang Reba - Kabupaten Indragiri Hulu

http://farm3.static.flickr.com/2778/4369997392_bde8ab0b3b_o.jpg

rilham2new
February 19th, 2010, 11:12 AM
Pembangunan "Sekolah Pintar" / "Smart School" - Telukkuantan - Kabupaten Kuantan Singingi
RiauPos 01 Februari 2010

http://farm5.static.flickr.com/4069/4369249031_516030ed06_o.jpg

rilham2new
February 19th, 2010, 11:16 AM
Jalan Lintas Timur Sumatra - Kecamatan Bunut - Kabupaten Pelalawan
* Wah ternyata di titik ini Jalan Lintas Timur Sumatra sudah lumayan lebar
15 Februari 2010 ..

http://farm5.static.flickr.com/4010/4369247619_0f70865dde_o.jpg

rilham2new
February 19th, 2010, 11:18 AM
Jalan Jendral Sudirman - KOTA DUMAI
RiauPos 30 Januari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2794/4369985138_4f13ea4154_o.jpg

rilham2new
February 19th, 2010, 11:42 AM
AIr Mancur Taman Kota Andam Dewi - Pulau Bengkalis - Kabupaten Bengkalis
* AIr Mancur di Pekanbaru kalah !! :D hahaha
* Dari RiauPos 18 Februari 2010

http://farm3.static.flickr.com/2740/4369997632_dd910ca8cd_o.jpg

rilham2new
February 23rd, 2010, 01:23 PM
Pemandangan Jalan Raya Kota Bagansiapi-api - Bagansiapi-api - Kabupaten Rokan Hilir
Dari Riau Pos edisi cetak 20 Februari 2010

http://farm5.static.flickr.com/4049/4378768263_45d18b45b3_o.jpg

rilham2new
February 23rd, 2010, 01:26 PM
Pemandangan Jalan Raya Kota Tembilahan -- Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir
Riau Pos edisi cetak 11 Februari 2010

http://farm5.static.flickr.com/4061/4379517892_417397dc1a_o.jpg

Universitas Islam Indragiri - Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir
RiauPos edisi cetak 17 Februari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2685/4378764875_b461bf301b_o.jpg

rilham2new
February 23rd, 2010, 01:28 PM
<<<<<<<<<<< Halaman sebelah banyak gambar :cheers:

Perbaikan Jalan -- Kecamatan Kota Gasib - Kabupaten Siak
RiauPos edisi cetak 22 Februari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4008/4378769301_f88d7b060c_o.jpg

rilham2new
February 23rd, 2010, 01:30 PM
Interior Rumah Sakit Umum Daerah - Telukkuantan - Kabupaten Kuantan Singingi
RiauPos edisi cetak 19 Februari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4016/4379519944_85baa44e64_o.jpg

rilham2new
February 23rd, 2010, 01:31 PM
Terminal Truk CPO - Kota Dumai
RiauPos 22 Februari 2010

http://farm3.static.flickr.com/2708/4379521654_60d7fce9a1_o.jpg

Kris18
February 24th, 2010, 04:07 AM
Pangkas Birokrasi, Seluruh Perizinan di Pemprov Riau Dilimpahkan ke BP2T




Pemprov Riau terus mengupayakan kemudahan dalam pengurusan izin. Langkah terbaru berupa pengalihan seluruh pengurusan izin ke BP2T.

Riauterkini-PEKANBARU- Jika selama ini pengurusan sejumlah izin masih berada di dinas atau badan, maka ke depan, seluruh pengurusan perizinan cukup dilakukan di satu intansinya, yakni di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Riau. Langkah ini dilakukan untuk memangkas birokrasi demi memudahkan masyarakat dalam mengurus perizinan.

"Nantinya untuk mengurus perizinan tidak boleh lagi di dinas atau badan, cukup di BP2T," ujar Asisten I Bidang Tata Pemerintahan Setdaprov Riau Abdul Latif kepada wartawan di kantornya, selasa (23/2/10), usai memimpin rapat pelimpahan dan pendelegasian perizinan dari seluruh Satker ke BP2T di ruang rapat Kemuning Kantor Gubernur Riau.

Dijelaskan Latif, pendelegasian perizinan itu mengacu kepada instruksi Badan Koordinasi Penamaman Modal (BKPM) pusat yang meminta seluruh daerah membuat sistem pelayanan terpadu satu pintu (one stop service) untuk memudahkan investasi di daerah dan meningkatakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).

"Pendelegasian kewenangan perizinan mulai dari pengurusan dokumen hingga penandatangan perizinan itu nantinya akan dilakukan di BP2T,kalau sebelumnya kan pengurusan izin tetap di BP2T, tetapi penandatanganan perizinan itu sendiri dilakukan Satker atau dinas bersangkutan, seperti izin pertambangan dan sebagainya," paparnya.

Meskipun demikian, Latif mengungkapkan belum semua jenis perizinan yang bisa di delegasikan kepada BP2T dan masih perlu dilakukan pengkajian yang lebih dalam lagi.

"Belum semua jenis perizinan yang bisa didelegasikan kepada BP2T, oleh karena itu perlu melakukan kajian lebih mendalam untuk mencari regulasi yang tepat, seperti perizinan penerbangan, izin praktek bidan dan beberapa perizinan yang menyangkut dengan kewenangan dan pengawasan," demikian penjelasannya.riauterkini.com

rilham2new
February 24th, 2010, 06:49 AM
Wah Pemprov Riay buat hal yg sama dengan Pemkot PKU, ??? good !!!

DJ_Archuleta
February 24th, 2010, 01:07 PM
Istana Siak Sri Indrapura

http://oktavianakharlina.files.wordpress.com/2009/03/istanasiak1ps2resize4ke.jpg

jendry
February 25th, 2010, 09:57 AM
Kamis, 25 Februari 2010 | 11:40
PEKANBARU (satuRiau) - Potensi wisata Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, dinilai cukup menjanjikan. Untuk itu Pemprov Riau segera membentuk Badan Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan (BKPP).

Dalam proses kedepan, badan ini akan melibatkan seluruh pemerintah kabupaten/ kota di Riau untuk turut memberikan sumbangsihnya untuk pengembangan objek wisata unggulan Riau tahun 2010 ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Riau, Joni Irwan mengatakan, saat ini Pulau Rupat, khususnya Rupat Utara memang sudah ditetapkan menjadi ikon andalan Pariwisata Nasional oleh Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Nasional tahun 2010 ini.

"Untuk menindaklanjuti penunjukkan Pulau Rupat sebagai objek wisata andalan, kita segera membentuk Badan Pengelola dan Pengembangan objek wisata Pulau Rupat. Sebab kalau tidak ada badan pengelola penggarapan Pulau Rupoat tidak akan berjalan, karena tidak ada koordinasi," ujarnya pada wartawan.

"Tujuan pembentukan badan pengelolaa ini agar ada komunikasi dan terkoordinir antar stakeholder terkati. Nantinya badan ini yang merumuskan apa saja perencanaan yang akan dilakukan untuk pengembangan Pulau Rupat. Mulai dari pembangunan infrastruktur penunjang seperti akses jalan, penginapan, serta fasilitas penunjang lainya," ujar Joni.

Selama ini dinilai pengembangan Pulau Rupat sebagai kawasan wisata andalan nasional tahun 2010 masih terkesan jalan ditempat dan tidak terkoordinir. "Untuk itu diperlukan berbagai langkah pendukung agar apa yang menjadi tujuan segera bisa diwujudkan," tambahnya. [***/wrc]
http://saturiau.com/read/bengkalis/3734/2010/02/25/rupat-tempat-wisata-unggu-html

Bozz Raff
February 27th, 2010, 03:49 AM
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarokatuh

rilham2new
February 28th, 2010, 05:46 AM
Kabupaten Siak - Kota Siak Sri Indrapura, Provinsi Riau
Circular/Ringroad Kota Siak Sri Indrapura
* Jangan bandingin sama yang udah pake CONCRETE ya, konstruksinya biasa2 aja. COURTESY of my friends C. PURBA
* Jalan ini basically jalan yang melingkari Kota Siak Sri Indrapura sekaligus Jalan Arteri ke Kecamatan di luar kota Siak Sri Indrapura.
* Penduduk Siak Sri Indrapura ini kecil sekali, bahkan mungkin 30 ribu jiwa juga gak nyampe. Sebenarnya kota tua kerajaan Melayu Siak, cuman ya karena sekarang sudah jadi Ibukota kabupaten, jadi agak dikembangkanlah kotanya. Jalannya cukup lebar2 dan STANDARDIZED, udah langsung pake Drainase dan median, kalau untuk yang dipusat kota udah pke penerangan semua.

Waktu aku ke kawasan ini tahun 2003, gak ada satupun jalan di Siak Sri Indrapura yang selebar ini ... Sekarang udah lebar semua dan bukan cuman satu jalan, ada beberapa yang udah AVENUE-standard, kenceng banget bangunnya. bahkan mereka gak pernah berhenti membangun :D

Ini contohnya. Ini lagi dibangun... pekerjanya lagi gak ada, soalnya masih libur lebaran
1
http://photos-f.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs215.snc1/8235_1236581922810_1477091263_30679381_1580320_n.jpg

2
http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs235.snc1/8235_1236581842808_1477091263_30679379_928175_n.jpg

3
http://photos-e.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs215.snc1/8235_1236581882809_1477091263_30679380_2022408_n.jpg

Apa menurut kalian PASIR semua.... WRONG !!! Ada section yang udah siap pas sebelum lebaran kemaren, baru pas sebelum lebaran kemaren
4
http://photos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs215.snc1/8235_1236581962811_1477091263_30679382_1833058_n.jpg

ok, berhubung ini di Riau (khususnya di Siak) seperti biasa pembangunannya pake APBD Kabupaten Siak sendiri, gak pake APBD Provinsi, apalagi APBN :nuts:

^^ Oke itu gambar yang aku posting pada Oktober 2009 ...

Ini lah yang aku posting pada Februari 2010 ... :D

Ternyata jalannya sudah hampir selesai, dan surprise ... Itu bukan RingRoad, tapi jalan lintas ke kota kecamatan lain :D ......

Jalan Raya (Dual Carriageaway) Siak Sri Indrapura - Dayun ... segera selesai - Kabupaten Siak !!
RiauPos 23 Februari 2010

http://farm5.static.flickr.com/4053/4393979328_53eddecf37_o.jpg

Kris18
February 28th, 2010, 08:06 AM
waduh mantaaap niaan Siak ini ! :okay:

Kris18
March 1st, 2010, 07:27 AM
Ekspor CPO di Pelabuhan Dumai Terbesar di Indonesia
28 Feb 2010 17:15 wib
ad


PEKANBARU (RiauInfo) - Ekspor Crude Palm Oil (CPO) melalui pelabuhan Dumai ternyata terbesar di Indonesia. Menurut data yang ada menyebutkan setiap tahunnya ekspor CPO melalui Pelabuhan Dumai mencapai 7,1 juta ton per tahun.

CPO yang diekspor melalui Pelabuhan Dumai itu punya tujuan ke sekitar 91 negara di dunia. "Ini membuktikan Pelabuhan Dumai merupakan pelabuhan yang cukup penting di Indonesia," ungkap Walikota Dumai, Zulkifli AS kepada wartawan di Dumai.

Dia menyebutkan sebagai daewrah pengekspor CPO terbesar di Indonesia, Dumai sudah seharusnya melenkapi infrastruktur pendukungnya, sehingga lebih banyak investor tertarik menanamkan modalnya di Dumai. Dengan demikian Dumai bisa lebih berkembang lagi.

Mengingat sangat strategisnya peranan Dumai ini, kini Dumai dikembangkan pula menjadi kawasan industri hilir pertanian, terutama kelapa sawit. Dengan adanya kawasan ini maka nantinya idak CPO lagi yang diekspor melainkan produk-produk turunannya.

Saat ini pengolahan CPO menjadi produk-prouk turunannya hanya sekitar 31 persen saja, misalnya dijadikan minyak goreng. Sedangkan selebihnya diekspor dalam bentuk CPO. "Nantinya kita akan mengurangi ekspor dalam bentuk CPO," ujarnya.

Zulkifli AS mengatakan, jika yang diekspor hanya dalam bentuk CPO saja tentunya kurang menguntungkan bagi daerah. Sebab berbagai produk jadi seperti mentega, deterjen, dan berbagai produk hilir lainnya sangat memungkinkan dilakukan.(ad)

rilham2new
March 1st, 2010, 11:04 AM
Dari RiauPos

Tiga Sungai di Riau Miliki Potensi Hidroelektrik
1 Maret 2010

Laporan ADRIAN EKO, Pekanbaru

Sejumlah sungai besar yang ada di Riau, memiliki potensi energi hidroelektrik, untuk menghasilkan energi listrik.

Dengan potensi tersebut, beberapa sungai besar seperti Sungai Indragiri, Sungai Rokan dan Sungai Kampar memiliki potensi terbesar. Hal ini berdasarkan hasil kajian dan penelitian yang dilaksanakan Japan International Cooperation Agency (Jica) Jepan berserta PT PLN.

Oleh karena itulah, sebagai alternatif energi listrik, Riau akan dikembangkan hidroelektrik. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Riau MA Lafiz kepada Riau Pos pekan lalu.

Menurutnya kajian ini mengingat air adalah energi yang dapat diperbaharui, sementara batubara dan minyak bumi tidak bisa diperbaharuai.

‘’Saat ini potensi energi Riau didukung dengan potensi Batubara, tapi jika produk yang tidak bisa terbaharui itu habis bagaimana Riau. Makanya, kita juga mecari potensi listrik yang bisa diperbaharui, yaitu hidroeletrik atau sungai,’’ terangnya.

Dari kajian yang dilakukan, secara keseluruhan sungai di Riau memiliki potensi kelistrikan. Namun dari beberapa sungai tersebut, sungai yang memiliki potensi terbesar. Di antaranya Sungai Indragiri atau Kuansing tetapnya di Ambacang (350 MW), Sungai Kampar kiri (178 MW) serta Rokan Kanan (56 MW) dan Rokan Kiri (132 MW).

Terkait potensi tersebut, Gubernur Riau, HM Ruzli Zainal mengaku sangat optimis. Dan untuk itu, dia mendesak dinas terjait dan lembaga terkait untuk kembali melakuan pengujian akhir untuk segera dibangunkan PLTA di sungai yang dimiliki Riau tersebut. Tidak hanya itu, dia juga berharap panggunaan bahan tambang mampu diatasi dengan potensi tersebut.

‘’Ini akan kita gesa untuk dibangun, Pasalnya dengan potensi kita, kita tidak perlu berpikir akan krisis listrik berkepanjangan. Dan satu keuntungan kita dengan potensi Hidroelektriknya bisa diperbaharui dan menjamin ketersediaan listrik kita aman,’’ terangnya.(izl)

rilham2new
March 1st, 2010, 06:51 PM
TUg Boat Cruising Along Siak River - Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak
by AiAnnApple!

http://farm3.static.flickr.com/2513/4218236921_a392dec3c2_b.jpg

rilham2new
March 1st, 2010, 06:55 PM
Well, I dont know what kind of water carriage is this .... cruising through Siak River - Siak Sri Indrapura - Kabupaten Siak
by AiAnnApple!
http://farm5.static.flickr.com/4020/4218247979_cf380af91a_b.jpg

nowan
March 1st, 2010, 11:37 PM
^^ Google says that one is tanker vessel, chartered by Pertamina to transport fuel from Dumai :)

Kris18
March 2nd, 2010, 04:51 PM
Gubernur Resmikan Pelabuhan Selat Baru
02 Mar 2010 15:33 wib
Surya

BENGKALIS (RiauInfo) - Pelabuhan Umum Selatbaru Kecamatan Bantan merupakan salah satu potensi kemajuan wisata di propinsi Riau. Peresmian pelabuhan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kelancaran arus transportasi dan dapat pula meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau khususnya masyarakat Bengkalis.

Hal itu diungkapkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal ketika meresmikan pemakaian Pelabuhan Sri Setia Raja Selatbaru, Senin (1/3) di Kabupaten Bengkalis. Menurutnya, pembangunan Dermaga tersebut merupakan kebanggaan bagi masyarakat Bengkalis. Karena keberadaannya tidak terlalu jauh dari negara tetangga Malaysia.

“Kita sangat bangga dengan keberadaan Pelabuhan Selatbaru ini, karena akan dapat mendorong upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mudah mudahan kehadirannya bermakna positif dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebaik mungkin,”ungkap Gubri.

Gubri juga menilai pembangunan di Bengkalis cukup pesat, hal itu terbukti dengan kehadiran Pelabuhan Umum Selatbaru yang diharapkan mampu memenuhi keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelabuhan yang berkualitas dan bertaraf Internasional. Karena itu, Gubri menghimbau Pelabuhan tersebut jangan dipandang sebagai aplikasi kebijakan yang keliru, namun lebih dari upaya peningkatan infrastruktur yang berkualitas bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bupati Bengkalis, H. Syamsurizal mengatakan pembangunan pelabuhan Bandar Sri Setia Raja Selatbaru tersebut merupakan inspirasi Gubernur Riau HM Rusli Zainal beberapa tahun yang lalu.

”Pembangunan pelabuhan ini menjadi salah satu upaya kita mendukung dan menyukseskan program pemerintah propinsi Riau terutama dalam bidang infrastruktur dan pengembangan potensi wisata. Kita membangun pelabuhan ini dimulai sejak tahun 2004 dan selesai pada tahun 2007 lalu dengan menghabiskan anggaran sekitar 60 M berasal dari APBD Kabupaten Bengkalis. Kita harap ini menjadi salah satu kawasan wisata di kabupaten Bengkalis,”jelas Syamsurizal. (Humas Riau)

rilham2new
March 3rd, 2010, 06:41 AM
^^ Google says that one is tanker vessel, chartered by Pertamina to transport fuel from Dumai :)

thank you :cheers:

drie
March 5th, 2010, 07:49 AM
Pemprov Riau Usulkan Bahasa Melayu Sebagai Bahasa Resmi PBB

Bahasa Melayu sudah semestinya diapresiasi dengan dijadikan bahasa resmi ketujuh di PBB. Usaha itulah yang tengah dilakukan Pemprov Riau.

Riauterkini-PEKANBARU- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) kembali mengajukan Bahasa Melayu sebagai bahasa resmi Persikatakan Bangsa-Bangsa (PBB). Saat ini, badan dunia itu telah memiliki enam bahasa resmi, yakni Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, China dan Arab.

Kepala Bidang Nilai Budaya, Bahasa dan Seni Disbudpar Riau, Tien Marni dalam perbincangan dengan SH, Kamis (4/3/10), menyebutkan sebenarnya usulan tersebut merupakan rekomendasi konvensi Bahasa di perhelatan Festival Budaya Melayu se Dunia di Pekanbaru, tiga tahun lalu.

"Tahun 2007, hasil kovensi bahasa telah merekomendasikan Bahasa Melayu sebagai salah satu bahasa resmi di PBB. Tetapi entah kenapa, usulan itu 'mandeg'," tuturnya.

Kendati begitu, imbuh seniwati ini, kini Riau kembali memperjuangkan penggunaan Bahasa Melayu di PBB. Persiapan untuk mematangkan rencana itu telah dilakukan. Salah satunya dengan membentuk tim khusus yang akan menindaklanjuti dan meneliti mengapa usulan tersebut menjadi terhenti selama tiga tahun lebih.

Tien menambahkan, rencana pengajuan kembali penggunaan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar di PBB ini tidak menyebutkan spesifik bahasa Melayu Riau (Bahasa Indonesia).Tetapi dalam Festival Budaya Melayu yang digelar di Bandar Seni Raja Ali Haji Pekanbaru, semua utusan dari negara-negara jiran seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam tidak keberatan jika kelak PBB menggunakan Bahasa Melayu Riau sebagai bahasa resmi PBB.

"Hakikatnya yang direkomendasikan peserta Konvensi Bahasa itu adalah Bahasa Melayu. Tetapi peserta Konvensi Bahasa jika mempersoalkan bila kelak yang digunakan itu adalah Bahasa Melayu Riau yang kini dijadikan sebagai Bahasa Indonesia. Karena Bahasa Melayu yang digunakan di Indonesia sangat mirip dengan Bahasa Melayu yang digunakan masyarakat Melaysia, Singapura, Brunei dan negara lainnya," tuturnya.

Untuk mempersiapkan Bahasa Melayu Riau dijadikan bahasa pengantar di PBB, Pemprov Riau telah membuat beberapa arsip kebudayaan dan bahasa seperti membuat Etimologi Melayu, Ensklopedi Bahasa Melayu, Atlas Bahasa Melayu, Kamus Bahasa Melayu, Ekpedisi Kebudayaan Empat Sungai di Riau.

"Khusus untuk ekspedisi budaya, dua di antaranya sudah dirampungkan. Tujuan dari ekspedisi ini tidak lain untuk melihat asal usul kebudayaan Melayu. Dari hasil itu nanti diketahui posisi Melayu Riau di mana, baik di masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang. Dan dari hasil ekpedisi itu nanti memperkuat bahasa Bahasa Melayu yang akan dipakai di PBB itu adalah Melayu Riau," tukasnya.

Sementara itu, Budayawan DR Tenas Effendi yang dihubungi melalui telepon genggamnya, menyatakan mendukung rencana Pemprov Riau itu. Dikatakan, usulan menjadikan Bahasa Melayu menjadi bahasa resmi di PBB sebenarnya juga dilakukan oleh negara ASEAN lain seperti Malaysia dan Brunei Darussalam melalui beberaka kali konvensi bahasa.

"Usulan menjadikan Bahasa Melayu menjadi bahasa resmi PBB dianggap sudah layak mengingat saat ini terdapat 400 juta lebih bangsa di dunia yang menggunakan bahasa ini. Dari negara serantau (ASEAN) hingga ke Madagaskar. Dari bangsa-bangsa yang menggunakan Bahasa Melayu ini yang paling banyak adalah Indonesia," kata Tenas.***(mad)

rilham2new
March 5th, 2010, 11:46 AM
^^ Ini masih ya ??? Bukannya udah lama banget diusulkan >??

jendry
March 6th, 2010, 08:27 AM
PEKANBARU (RiauInfo) - Dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik di Riau yang saat ini mengalami defesit sebesar 150 MW, pemerintah terus berupaya mencarikan solusi untuk menarik para investor dalam maupun luar negeri.

Upaya tersebut ternyata tidak sia-sia, sebab dalam waktu dekat investor Monetech Energy Malaysia berminat membangun PLTU di Indragiri Propinsi Riau dengan kapasitas 2.400 MW.

Gubernur Riau HM Rusli Zainal menjelaskan saat ini pihak PLN belum mampu memenuhi kebutuhan listrik untuk kepentingan masyarakat maupun industri. Karena itu, pemerintah bekerjasama dengan pihak swasta terus menggali potensi sumber energi dari batubara, salah satunya di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir yang mampu membangkitkan PLTU dengan kapasitas 2400 MW untuk jangka waktu 50 tahun.

"Kita menyambut baik dan mendukung sepenuhnya rencana investor Monetech Energy Malaysia untuk membangun PLTU di Riau ini. Mudah-mudahan rencana tersebut terealisasi dalam waktu dekat,"jelas Gubri saat acara persentase Dinas Pertambangan dan Mineral Propinsi Riau di Kediaman Gubri, Jum'at (5/3).

Dalam kesempatan yang sama Kepala Distamben propinsi Riau, M. Lafis mengatakan di Riau terdapat 147 unit captive power non PLN dengan kapasitas 2.209.152 MW. ©©"Di Pekanbaru terdapat 2 unit dengan kapasitas 24.000 MW, di Kampar ada 19 unit dengan kapasitas 8.805 MW, Rokan Hulu ada 15 unit dengan kapasitas 24. 915 MW, di Pelalawan ada 17 unit dgn kapasitas 459.135 MW, di Inhu 15 unit dengan kapsitas 20.550 MW, di Kuansing ada 10 unit dengan kapasitas 14.000 MW.

Sementara itu di Inhil ada 15 dengan kapasitas 16.000 MW, Bengkalis 14 unit kapasitas 543.225 MW, Siak 15 unit kapasitas 790.320 MW, Rokan Hilir 13 unit kapasitas 18.400 MW, Dumai 11 unit dengan kapasitas 166.723 MW dan meranti 1 unit dengan kapasitas 10.000 MW. Jadi, kondisi kelistrikan kita hari ini masih defisit. Artinya kebutuhan lisrik di riau sampai dengan tahun 2015 sebesar 1.100 MW,"papar Lafis.(ak/rls)
http://riauinfo.com/main/news.php?c=1&id=12432

novian
March 7th, 2010, 08:42 AM
ATM Bank Riau Bisa Dipakai di Malaysia
Grand Launching Tabungan Sinar Tebar Miliar

PEKANBARU (BP)- Bank Riau berhasil mengumpulkan dana nasabah Rp11,7 miliar saat grand launching Tabungan Sinar Tebar Miliar di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Jumat (5/3) malam. Hebatnya, meskipun saat grand launching tabungan tersebut sudah ditutup pendaftaran, tetap saja masih ada beberapa nasabah baru yang ingin menabung uangnya di Bank Riau. Salah satu daya tarik masyarakat menabung di bank tersebut, kartu anjungan tunai mandiri (ATM)-nya bisa dipakai di ATM negara jiran Malaysia.


Berbagai fasilitas yang ditawarkan, sehingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank Riau terus meningkat. Buktinya, Grand Launching Tabungan Sinar Tebar Miliar di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Jumat (5/3) malam


dibuka kesempatan bagi masyarakat untuk menabung. Saat dibuka itulah, hanya beberapa jam saja dana nasabah yang terkumpul mencapai Rp11,7 miliar. Bahkan, meski sudah ditutup pendaftaran pembukaan tabungan baru, tetap saja masih ada beberapa nasabah baru yang ingin menabung uangnya di Bank Riau.


”Ini adalah apresiasi dari masyarakat, buktinya hanya beberapa jam sudah Rp11,7 miliar deposit baru. Kenapa bisa begitu? Karena memang Bank Riau memberikan pelayanan yang terbaik dan tidak kalah dibandingkan bank nasional besar lainnya,” ujar Gubernur Riau (Gubri), HM Rusli Zainal yang membuka grand launching Tabungan Sinar Tebar Miliar kepada Riau Pos (Batam Pos Group) di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Jumat (5/3) malam.


Tercatat beberapa nama pengusaha yang dengan antusias mendeposit uang mereka ke Bank Riau. Di antaranya, Direktur Utama Riau Investment Corporation (RIC) Rida K Liamsi, Dina pemilik salon Jhonny Andrean Salon dan beberapa pengusaha lainnya yang hadir dalam acara tersebut.


Nasabah yang menabung di Tabungan Sinar Tebar Miliar, mendapatkan kemudahan transaksi tanpa uang tunai (pakai kartu anjungan tunai mandiri/ ATM) hingga deposit uang tanpa ada batas waktu. Saat ini, Bank Riau didukung 84 ATM yang tersebar di wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) serta bisa diambil di 15 ribu ATM Bersama di seluruh Indonesia. Bahkan, dengan kartu ATM Bank Riau, nasabah bisa mengambil uang di 6.500 ATM di Malaysia. Belum lagi dengan fasilitas visa yang merupakan satu-satunya milik bank daerah yang memilikinya, di seluruh konter dan pusat perbelanjaan bisa digunakan.


Berbagai keunggulan dan kemudahan yang ditawarkan Bank Riau itulah, Gubri berharap Bank Riau sejajar dengan bank besar menjadi perbankan modern. ”ATM Bank Riau ini sudah bisa digunakan ke mana saja, bahkan ke negara jiran Malaysia. Belum lagi dengan fasilitas visa yang dimiliki Bank Riau, kita tidak perlu lagi bawa uang tunai karena cukup hanya dengan satu kartu. Ditambah lagi, hanya hitungan satu menit uang yang dikirim sudah sampai. Jadi perusahaan maupun perorangan jangan ragu menabung di Bank Riau. Semuanya terjamin,” jelas Gubri lagi.


Bank Riau juga memiliki peranan penting dalam pembangunan dan perkembangan perekonomian masyarakat. Hal ini ditunjukkannya dengan program pengucuran kredit Rp15 juta kepada per orangan tanpa agunan. Belum lagi dukungannya terhadap perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang saat ini sudah berhasil mengembangkan perekonomian di Riau maupun Kepri.


”Bank Riau ini milik kita. Mereka yang menabung di Bank Riau berarti secara tidak langsung berperan dalam pembangunan di Riau. Artinya, dari kita untuk kita,” ujar Gubri.


Namun tidak hanya Bank Riau yang diberikan apresiasi oleh masyarakat Riau. Bank Riau juga memberikan apresiasinya kepada nasabah dengan memberikan kesempatan menang uang dengan total Rp6 miliar.
Pengundian untuk nasabah Bank Riau yang tidak ditentukan berapa pun saldo deposit yang dimiliki ini, dilakukan dalam dua periode yaitu Agustus 2010 dan Maret 2011.


Akan ada dua pemenang yang mendapatkan masing-masing Rp1,5 miliar dalam dua periode tersebut. Sementara pemenang lainnya akan mendapatkan minimal Rp25 juta. Pemberian hadiah ini dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-44 Bank Riau yang lahir pada tahun 1966 serta semarak Tabungan Sinar Tebar Miliar.


”Kita akan terus kembangkan bank milik masyarakat Riau dan Kepri ini hingga menjadi yang terbaik. Biasanya orang menilai bank daerah tidak akan mampu menjadi baik. Tapi dengan dukungan masyarakat, Bank Riau yakin bisa mencapai itu semua,” jelas Direktur Utama Bank Riau, Erzon. (eko/jpnn)

novian
March 7th, 2010, 09:29 AM
Usul Bangun TVRI Kepri
Minggu, 28 Pebruari 2010
Raker LPP TVRI Regional Sumatera

BATAM, TRIBUN - Pengadaan stasiun TVRI untuk provinsi Kepri mengapung dalam Rapat Kerja (Raker) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Regional Sumatera, di Hotel Puri Garden, Nagoya, Sabtu (27/2).

Kepala stasiun TVRI Riau, Muktar Lufi mengatakan bahwa usulan tersebut menjadi salah satu topik yang dibahas dalam Raker tersebut. “Raker LPP TVRI ini membahas kerjasama program acara TVRI se Sumatera, selain itu juga dibahas evaluasi penyiaran TVRI ke depannya,” ungkap Muktar.

“Dari 10 provinsi yang ada di Sumatera saat ini, tinggal Babel dan Kepri yang belum ada siaran TVRI khusus, ini menjadi usulan peserta Rakor, dan hal ini juga disambut baik oleh pak Syamsul Bahrum (Asisten Ekonomi Pembangunan kota Batam) “ tambahnya.

Dalam perjalanannya, TVRI merupakan stasiun televisi tertua di Indonesia, namun saat ini rating TVRI berada di belakang bayang-bayang TV-TV swasta yang berkembang pesat saat ini.

Akan tetapi, Muktar Lufi mengatakan bahwa TVRI tidak bisa disamakan dengan TV-TV swasta tersebut.
“Orientasi TVRI berbeda dengan TV swasta yang lebih mengarah ke bisnis. Visi dan misi TVRI lebih mengarah kepada pelayanan publik,” jelasnya.

Hal senada sebelumnya juga diungkapkan oleh Direktur Utama TVRI Pusat, Haryono yang tidak setuju kalau TVRI dikatakan kalah bersaing dengan TV-TV swasta.

“Program TVRI tidak bersaing dengan TV swasta. Materinya berbeda, materi TVRI berisi tentang penguatan NKRI dan pelestarian budaya, kedepannya kita akan membenahi program-program yang dihadirkan untuk tahun 2010 ini,” tukasnya.
Selain itu Haryono juga mengatakan akan melakukan pembenahan teknis stasiun TVRI di daerah agar dapat diterima secara baik oleh masyarakat. “Sejauh ini ada sebanyak 376 pemancar di seluruh Indonesia, namun hanya 50 persen yang memiiki kulitas bagus, selebihnya kualitas pemancar yang ada perlu dibenahi,” jelas dia.(san)

Kris18
March 8th, 2010, 02:23 AM
www.riautelevisi.com

TAMBAHAN DAYA DARI SUMUT GAGAL, PLN MINTA KE MADURA
Kamis, 04 Maret 2010 19:10

Pekanbaru(04/03/2010)-PLN wilayah riau-kepri, gagal memindahkan pembangkit pltu 2 x 20 megawatt, dari sumatera utara ke pekanbaru, sebagai upaya jangka pendek, mengatasi krisis listrik di riau. sebagai gantinya, PLN berusaha meminta pasokan listrik ke madura, untuk dialihkan ke pekanbaru.



Memasuki musim kemarau saat ini, masyarakat harus bersiap-siap, menghadapi pemadaman listrik kembali. mengingat PLN wilayah riau-kepri, gagal memindahkan pembangkit pltu dari sumatera utara ke pekanbaru, yang rencananya masuk pada bulan maret ini. padahal upaya ini, merupakan antisipasi krisis listrik di musim kemarau, atau program jangka pendek yang dilakukan PLN, serta pemenuhan pasokan listrik jelang pelaksanaan pon ke 18 tahun 2012 mendatang. menurut manager sumberdaya manusia hukum dan komunikasi PLN wilayah riau-kepri, Suwandi siregar, gagalnya pemindahan pembangkit dari sumatera utara, disebabkan, masyarakat sumatera utara juga mengeluhkan krisis listrik. namun PLN tetap berupaya, mengambil pembangkit dari madura jawa timur, untuk dipidahkan ke pembangkit teluk lembu, pekanbaru .



Suwandi menambahkan, untuk memindahkan pembangkit dari madura ke pekanbaru, membutuhkan waktu dan biaya. namun PLN berusaha, untuk menekan devisit daya yang saat ini mencapai 30 hingga 50 megawatt . ( ady)

Kris18
March 8th, 2010, 02:24 AM
www.riautelevisi.com

POTENSI BATU BARA RIAU MENCAPAI 2 MILYAR TON
Jumat, 26 Februari 2010 19:31

Pekanbaru(26/02/2010)-Provinsi riau tidak hanya bisa mengandalkan minyak dan gas bumi sebagai sumber energi dan sumber utama pad riau. Namun riau juga memiliki sumber daya alam lain di luar migas, yang bisa di andalkan. Kepala dinas pertambangan dan energi riau adul lafis mengatakan, potensi batu bara di riau sebagai sumber energi mencapai 2 milyar ton lebih, yang tersebar di kabupaten kota kecuali di bengkalis, siak, rohil dan pekanbaru. Sumber energi batu bara terbanyak terdapat di kabupaten inhu peranap, mencapai 800 juta ton, yang bisa menghasilkan tenaga listrik 600 mw, untuk memenuhi kebutuhan tenaga lsitrik selama 50 tahun kedepan. Tidak hanya batu bara, riau juga memiliki sumber energi hydro sebagai sumber pembangkit tenaga listrik, yang akan di kembangkan di beberapa kabupaten kota. Seperti di sungai indragiri bisa menghasilkan 350 mw, sungai kampar kiri 178 mw, rokan kanan 56 mw dan rokan kiri 132 mw.

Potensi sumber daya alam untuk kebutuhan energi listrik ini akan di kembangkan untuk menuhi kebutuhan listrik di riau untuk jangka panjang, sehingga riau tidak hanya bergantuing kepada minyak dan gas bumi saja. (dvd)

aboy_wew
March 8th, 2010, 04:12 AM
sekedar menambah info tentang Duri ni..
kecamatan yg lgi maju2 ny itu...kini jga punya RSUD yg megah..pke AC sentral..kelas utama kyk hotel,ad kitchen set ny..hehe,, kyk RS swasta..
memang sih belum buka untuk rawat inap..msh rawat jalan...dan bru d pake 1 lantai..soalnya alat2 nya baru masuk,,nih RSUD nya..
http://images.nopriansyah.multiply.com/image/1/photos/16/600x600/63/DSC01952.JPG?et=bBKWj7ieQyKwhc4kcf5iKA&nmid=306182356

http://images.nopriansyah.multiply.com/image/1/photos/16/600x600/62/DSC01955.JPG?et=jvSGyGQbcq85ntq13vsNNA&nmid=306182356

http://images.nopriansyah.multiply.com/image/1/photos/16/600x600/61/DSC01994.JPG?et=2B0hxNWo7wwq6pBB4uDaeg&nmid=306182356

rilham2new
March 8th, 2010, 06:17 AM
^^ Itu RSUD Kecamatan Mandau, Kabupaten bengkalis, kan????

Wowww..... lebih keren dari Pekanbaru, ya ....

Dan udah jadi sekian lama baru mulai beroperasi sekarang, rupanya ....

Kris18
March 8th, 2010, 07:53 AM
Bersama Masyarakat, Riau Akan Berjuang DBH Non Migas
08 Mar 2010 09:44 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Selain memperjuangkan pembayaran Dana Bagi Hasil (DBH) Migas secara proporsional, Provinsi Riau saat ini juga berjuang mendapatkan DBH Non Migas. Diperkirakan DBH Non Migas yang disediakan pusat untuk daerah-daerah besarnya Rp700 triliun.

Untuk itu Riau saat ini sedang melakukan perhitungan DBH Non Migas yang bisa diambil dari pusat. "Jika dilihat dari potensi yang dimiliki Riau selama ini, saya yakin DBH Non Migas yang bisa direbut Riau cukup besar," ungkap Gubernur Riau HM Rusli Zainal di Pekanbaru.

Dia menyebutkan salah satu potensi Non Migas Riau yang palig besar adalah dari produk kelapa sawit, khususnya CPO. Dengan luas lahan mencapai 2,7 juta hektar, membuat Riau menjadi penghasil CPO sangat besar secara nasional. 30 persen produk CPO nasional dari Riau.

Dari sektor CPO ini saja diperkirakan DBH Non Migas yang dapat direbut Riau dari pusat sudah cukup besar. Belum lagi dari potensi lainnya, seperti perkebunan, potensi industri dan perdagangan. "Sekarang tim sedang melakukan perhitungan DBH Non Migas yang akan diterima Riau," jelasnya.

Dari hasil perhitungan itu nantinya, akan diketahui berada angka ideal DBH Non Migas yang akan diterima Riau dari pusat nantinya. Jumlah itulah nantinya akan diperjuangkan ke pusat bersama-sama masyarakat Riau.(ad)

rilham2new
March 8th, 2010, 08:49 AM
^^ Ternyata ada DBH Non-Migas juga ,,, hayooo aku dukung hehehe

Kris18
March 9th, 2010, 04:46 AM
Riau Pos Edisi Selasa, 9 Maret 2010

Tahun Buku 2009 Naik 45 Persen
RIC Bukukan Pendapatan Rp33,976 M

Laporan LISMAR SUMIRAT, Pekanbaru lismarsumirat@riaupos.com
BARU enam tahun beroperasi PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) atau Riau Investment Corp (RIC) terus menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Ini dibuktikan dengan pendapatan di tahun 2009 yang mencapai Rp33,976 miliar lebih atau mengalami kenaikan sebesar 45 persen dan laba sebelum pajak Rp2,679 miliar lebih atau naik 43 persen dibanding tahun lalu.

Gambaran ini dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) RIC tahun buku 2009 yang digelar Senin (8/3) di Kantor RIC, Gedung Surya Dumai Lantai 9, Jalan Jenderal Sudirman 395, Pekanbaru. RUPS ini dihadiri pemegang saham 90 persen Pemprov Riau dan 10 persen Pemkab Rokan Hilir.

‘’Sebagai sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pertumbuhan RIC sangat baik, bahkan RIC sudah berkembang sebagai sebuah grup, dimana RIC berperan sebagai holding company. Karena sejak tahun 2008, laporan perkembangan perusahaan dilakukan dalam bentuk laporan konsolidasi,’’ papar Direktur RIC, Rida K Liamsi.

Anak-anak perusahaan yang dikonsolidasikan saat ini ada empat anak perusahaan utama, yaitu PT Riau Power dengan kepemilikan saham 51 persen, PT Riau Multi Trade dengan kepemilikan saham 100 persen, PT Riau Consultant Global dengan kepemilikan saham 100 persen dan PT Tanara GagasKreasi dengan kepemilikan saham 51 persen.

Sementara PT Asia Rim Reliance dengan kepemilikan saham 82,5 persen, belum dikonsolidasikan karena belum beroperasi penuh setelah diakuisisi. Karena itu sama seperti lima anak perusahaan lainnya, yaitu PT Sarana Penjaminan Kredit Riau dengan kepemilikan saham 4,25 persen, PT Permodalan Ekonomi Rakyat dengan kepemilikan saham 0,07 persen, PT Sumatera Promotion Centre dengan kepemilikan saham 11 persen, PT Sumatera Shipping Line dengan kepemilikan saham 11 persen dan PT BPR Duta Perdana dengan kepemilikan saham 15 persen, masih dicatat sebagai penyertaan saham.

‘’Total penyertaan RIC pada anak-anak perusahaan mencapai Rp38,551 miliar lebih. Total aset RIC tercatat Rp74,217 miliar atau naik 4,23 persen dari tahun lalu Rp71,204 miliar, dan total ekuitasnya Rp52,719 miliar atau naik 3,29 persen dibanding tahun lalu Rp51,040 miliar. Tapi secara grup, total aset RIC Grup mencapai Rp138,983 miliar lebih, dengan total ekuitas Rp111,664 miliar lebih,’’ ulas Rida lebih lanjut.

Rida menjelaskan secara umum, setelah beroperasi selama enam tahun, total pendapatan RIC Holding tercatat Rp80 miliar lebih, atau rata-rata Rp13,3 miliar per tahun yang sebagian besar berasal dari sektor kelistrikan. Sementara laba sebelum pajak tiga tahun terakhir ini tercatat Rp10,495 miliar dan sejak tahun 2008 RIC sudah break event point (BEP). Kinerja usaha yang dicapai ini makin memperkuat posisi RIC sebagai holding company.

‘’Kondisi keuangan RIC juga cukup sehat. Dengan total utang atau kewajiban hanya Rp21,496 miliar lebih atau DER baru 40,77 persen masih sangat aman untuk pengembangan investasi melalui utang ke pihak ketiga. Dengan rasio usaha dan kondisi perusahaan yang demikian ini, tahun-tahun mendatang RIC akan semakin berkembang, dan dapat merancang investasi yang lebih besar khususnya di bidang kelistrikan, serta pertambangan batu bara, dan konstruksi,’’ ucapnya.

Terhadap kontribusi pada pendapatan daerah, pada tahun 2008 RIC sudah menyetor deviden komitmennya sebesar Rp0,5 miliar kepada Pemprov Riau dan Rp0,2 miliar kepada Pemkab Rohil atau secara total Rp0,75 miliar. Tahun 2009 RIC menyetorkan deviden komitmen sebesar Rp0,75 miliar kepada Pemprov Riau dan Rp0,25 miliar kepada Pemkab Rohil atau total Rp1 miliar. Dan pada tahun ini sesuai dengan keputusan RUPS RIC akan menyetorkan Rp1 miliar kepada Pemprov Riau dan Rp0,25 miliar kepada Pemkab Rohil atau total Rp1,25 miliar.

‘’Dalam perkembangannya kini, RIC menjadi salah satu perusahaan yang makin mendapat kepercayaan para mitra, dan makin banyak mendapatkan tawaran kerja sama di berbagai bidang investasi baik dari dalam negeri (investor nasional), maupun dari luar negeri, khususnya Malaysia,’’ kata Rida.

Tahun 2010, RIC memasuki tahun kedua periode pengembangan investasinya. Karena itu prioritas utama rencana kerjanya, selain meneruskan yang sudah terealisasi dan berjalan tahun 2009, seperti listrik, perdagangan beras, batu bara, media luar ruang dan sekuritas, juga akan melakukan investasi baru di bidang pertambangan, industri hilir sawit dan pariwisata.

RIC sedang mempersiapkan diri menjadi perusahaan go public paling lambat pada 2015, sehingga segera menjadi perusahaan terbuka. Sebelum itu, pada 2010/2011, RIC akan menjadi perusahaan public non listed dan merencanakan menerbitkan Medium Term Notes (MTN).(gem)

aboy_wew
March 9th, 2010, 09:29 AM
^^ Itu RSUD Kecamatan Mandau, Kabupaten bengkalis, kan????

Wowww..... lebih keren dari Pekanbaru, ya ....

Dan udah jadi sekian lama baru mulai beroperasi sekarang, rupanya ....

iya d mandau..letak nya d jalan stadion duri deket pembg. stadion yg gk slesai2 itu...:ohno:

beroperasi udh dri 2 taun lalu tpi masih rawat jalan..knpa blum jalan spenuhnya..pertama alat2 nya bru masuk smua,,
kedua..bupati bengkalis belum buat perda nya..itu info yg kudapat,,

mmg bagus,,setaraf RS swasta awal bros dri segi fisik...

rilham2new
March 9th, 2010, 12:07 PM
^^ Bagaimana dengan dokter-dokternya?? Apa sudah ada perekrutan??? Kira2 lengkap gak ya dr. spesialis yang akan praktek di sana ???

aboy_wew
March 9th, 2010, 05:12 PM
^^ dokter2 nya..uhm,,udah ad sih..bbrpa aj contoh ny kndungan aplgi aq lupa,hehe..rumah ny pas d blkang RS ini..mreka tugas dsana,,dan akan d bgun perumahan dokter lagi d sebrang RS ini..

Kris18
March 10th, 2010, 04:04 PM
HEADLINE BERITA KORAN TERBITAN PEKANBARU
Sri Mulyani Ancam Akan Potong Jatah DAU Untuk Siak dan Inhu
10 Mar 2010 09:42 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Mulai tahun 2010, Menkeu Sri Mulyani akan memberlakukan sanksi berupa pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) kepada daerah yang lamban dalam menyelesaikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Khusus di Riau ada dua daerah yang hingga kini belum merampungkannya, yaitu Kabupaten Siak dan Inhu.

Hal ini menjadi berita utama Pekanbaru Pos edisi Rabu (10/3) berjudul "Sri Mulyani Ancam di Daerah di Riau". Sri Mulyani mengatakan secara keseluruhan saat ini ada 10 daerah yang belum menyelesaikan APBD tersebut, dan dua daerah diantaranya berada di Riau.

Sebelas mahasiswa HMI yang dimintai keterangan oleh Polda Riau terkait demonstrasi solidaritas bentrik di Makasar di Mapolda Riau, Selasa (9/3) malam sekitar pukul 21.30 WIB akhirnya dibebaskan. Berita ini menjadi headline Riau Mandiri berjudul "Polda Lepas 11 Mahasiswa".

Tim Densus 88 menembak mati tiga orang dalam penggerebakan di ruko Multiplus Business Center, Jalan Siliwangi dan sebuah rumah di Gang Asem, Jalan Setibudi, Pamulang, Tangerang, Banten, kemaren. Dua orang yang tewas itu adalah gembong teroris paling diburu, yaitu Dulmatin dan Umar Patek. Berita ini menjadi headline Metro Riau berjudul "Dulmatin dan Umat Patek Diduga Tewas".

Berita yang sama juga jadi headline Riau Pos hari ini berjudul "Gembong Teroris Dulmatin Tewas". Harian ini menyebutkan Dulmatin adalah tokoh teroris yang buron selama bertahun-tahun. Dia selalu menggunakan nama samaran Yahya Ibrahim alias Muktamar.

Tribun Pekanbaru juga mengangkat berita tersebut sebagai headlinenya hari ini berjudul "Buronan Teroris Rp100 M Tewas". Harian ini menyebutkan Dulmatin adalah troris kelas wahid yang kepalanya dihadiahi 10 juta dolar AS oleh badan intelijen AS.(ad)


^^
laaarghhhh.... mbak yu simulut dower ini kayak gak tahu aja kalau di Inhu itu masih dalam situasi membangun.. :bash:

Kris18
March 10th, 2010, 04:05 PM
IKUTI ECO-PRODUCTS INTERNATIONAL FAIR 2010
PT.RAPP Raih Green Industri Award dari Mentri Perindustrian
10 Mar 2010 09:55 wib
ad
JAKARTA (RiauInfo) - Satu lagi pengakuan nasional diperoleh PT.RAPP atas komitmennya untuk secara konsisten menjalankan proses produksi yang ramah lingkungan dan berkontribusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat. PT.RAPP merupakan satu-satunya perusahaan Pulp & Paper di Indonesia yang masuk nominasi Green Industry dan meraih peringkat kedua pada Green Industry Award 2010 yang berlangsung Rabu hingga Sabtu pekan lalu di Jakarta Convention Center (JCC).

Penghargaan Green Industry Award 2010 diserahkan langsung oleh Menteri Perindustrian RI, M.S. Hidayat kepada Dr. Kartika Dianningsih Antono, Presiden Direktur APRIL Indonesia, yang membawahi PT.RAPP, pekan lalu, saat menutup kegiatan yang berlangsung selama tiga hari.

Sebagai salah satu perusahaan Pulp & Paper terbesar di Asia, PT.RAPP berpartisipasi dalam pameran Eco-Products dimaksud untuk membagikan informasi mengenai operasional perusahaan dari mulai pembibitan tanaman industri yang merupakan sumber bahan baku pembuatan bubur kertas (pulp) dan kertas, sampai menjadi produk kertas, juga mengenai komitmennya untuk dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi lokal, nasional dan regional.

Pada pameran tersebut, PT.RAPP membawa produk andalannya PaperOne yang merupakan produk kebanggaan dan flagship bagi perusahaan, sebagai produk pertama di Indonesia yang 100% berasal dari serat kayu hutan tanaman yang ditanam dan dikelola secara berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Presiden Direktur APRIL Indonesia Dr. Kartika Dianningsih Antono yang membawahi Manajemen PT.RAPP mengatakan, sudah saatnya produk-produk Indonesia diperkenalkan di forum-forum seperti ini.

”PT.RAPP mendukung sepenuhnya upaya dari pemerintah bersama dengan forum industri internasional dan menyambut baik acara ini. Kami yakin acara ini adalah salah satu solusi terhadap masalah lingkungan, produktivitas dan daya saing bagi Indonesia atas persaingan global. Sejak berdiri, PT.RAPP telah menghasilkan eco-product yang telah menerima berbagai penghargaan dan sertifikasi secara nasional maupun Internasional dan diterima di 60 negara di dunia,” ungkap Kartika.

Dijelaskannya pula, PT.RAPP telah menerapkan kebijakan-kebijakan yang ramah lingkungan dalam seluruh lini operasional perusahaan. Hal ini antara lain terbukti dengan diperolehnya sertifikat pengelolaan hutan tanaman lestari dari Lembaga Ekolabel Indonesia, sertifikat lacak balak atau chain of custody untuk memastikan bahan bakunya berasal dari sumber yang legal dan dikelola sesuai standar internasional, serta Green Proper Award dari Kementerian Lingkungan Hidup selama 3 kali berturut-turut untuk periode 2004-2005, 2006-2007 & 2008-2009.

”Dengan konsep pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan proses produksi yang ramah lingkungan untuk menghasilkan eco-product, perusahaan tidak hanya mampu meningkatkan daya saing industrinya, namun sekaligus juga ikut berperan dalam menurunkan emisi gas karbon dan berkontribusi nyata dalam upaya mitigasi perubahan iklim.” kata Kartika.

Eco-product merupakan solusi memanfaatkan teknologi daur ulang, keberlanjutan dan penghematan energi sehingga produk yang dipasarkan dapat lebih efisien dan ramah lingkungan.
”Sebagai perusahaan yang peduli dengan lingkungan, PT.RAPP mengelola produksinya dengan konsep 3R (Recycle, Reduce & Re-use) sehingga memangkas biaya produksi dan membuat produk yang lebih ramah lingkungan,” pungkasnya.(ad/rls)

Kris18
March 10th, 2010, 04:07 PM
Unri Segera Diwujudkan Menjadi Universitas Riset
10 Mar 2010 13:55 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Tahun ini Universitas Riau memfokuskan diri pada tiga program utamanya, yakni menyelesaikan auditorium Grand Grasing Milenium (GGM), pembangunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan pembangunan laboratorium terpadu.

Ketiga program itu sengaja difokuskan untuk mewujudkan cita-cita perguruan tinggi ini menjadi Universitas Riset. Hal itu diungkapkan Pembantu Rektor II Bidang Administrasi, Keuangan dan Kepegawaian Unri, Drs Yanuar Hamzah MSc di Pekanbaru.

Dikatakannya, auditorium GGM itu ditargetkan tahun ini bisa diselesaikan karena besarnya perhatian Dikti terhadap proyek ini. Unri telah menerima bantuan dana sebesar Rp56 miliar guna menyelesaikan auditorium tersebut.

Sedangkan untuk pembangunan Rumah Sakit Pendidikan telah dianggarkan dana sebesar Rp7 miliar pada tahun 2010 ini. Keberadaan Rumah Sakit Pendidikan ini juga akan melibatkan pakar fisika dan biologi, karena untuk eberapa penyakit memerlukan riset dari mereka.

Dia menyebutkan, pembangunan laboratorium terpadu sudah menjadi keharusan bagi Unri seiring target menjadikan perguruan tinggi ini sebagai universitas riset. Nantinya laboratorium ini akan dilengkapi alat-alat berstandar internasional.

Laboratorium ini nantinya dapat digunakan semua fakultas di Unri, sehingga memungkinkan terjadi penelitian mulidisiplin. Bahkan laboratorium ini tidak hanya bisa digunakan menunjang akademik mahasiswa, tapi juga bisa membantu masyarakat.(ad)

Kris18
March 10th, 2010, 04:09 PM
Gubernur Dampingi Menteri Keuangan Bahas DBH
09 Mar 2010 20:27 wib
Surya
PEKANBARU (RiauInfo) - Seminbar dan Lokakarya (Semiloka) Nasional Dana Bagi Hasil (DBH) Migas secara resmi berlangsung di Pekanbaru. Sebanyak 33 anggota Dewan Pertimbangan Daerah (DBH) RI dan 17 provinsi penghasil migas mengikuti Semiloka ini. Gubernur Riau HM Rusli Zainail mendampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani hadir sebagai pembicara dalam Semiloka yang berlangsung di Gedung Daerah Riau tersebut.

Rusli akan menyampaikan kondisi terakhir tentang perkembangan dana bagi hasil yang diterima dan akan diterima Riau.

Pada kesempatan itu Rusli juga meminta DPD RI untuk ikut memperjuangkan keinginan daerah penghasil migas untuk dilibatkan secara aktif dalam penghitungan produk migas di daerahnya masing-masing. Penghitungan itu akan menentukan bagian DBH migas yang akan diterima daerah.

Adapun pembicara lain dari Semiloka ini adalah Walikota Bintang, Bupati Sorong, Pakai Migas dari UI Kurtubi, Forum Konsultasu Daerah Penghasil Migas, Kepala BP Migas, dan Kepala Badan Pengatur Hilir Migas.(Surya)

rilham2new
March 10th, 2010, 04:16 PM
HEADLINE BERITA KORAN TERBITAN PEKANBARU
Sri Mulyani Ancam Akan Potong Jatah DAU Untuk Siak dan Inhu
10 Mar 2010 09:42 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Mulai tahun 2010, Menkeu Sri Mulyani akan memberlakukan sanksi berupa pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) kepada daerah yang lamban dalam menyelesaikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Khusus di Riau ada dua daerah yang hingga kini belum merampungkannya, yaitu Kabupaten Siak dan Inhu.

Hal ini menjadi berita utama Pekanbaru Pos edisi Rabu (10/3) berjudul "Sri Mulyani Ancam di Daerah di Riau". Sri Mulyani mengatakan secara keseluruhan saat ini ada 10 daerah yang belum menyelesaikan APBD tersebut, dan dua daerah diantaranya berada di Riau.

Sebelas mahasiswa HMI yang dimintai keterangan oleh Polda Riau terkait demonstrasi solidaritas bentrik di Makasar di Mapolda Riau, Selasa (9/3) malam sekitar pukul 21.30 WIB akhirnya dibebaskan. Berita ini menjadi headline Riau Mandiri berjudul "Polda Lepas 11 Mahasiswa".

Tim Densus 88 menembak mati tiga orang dalam penggerebakan di ruko Multiplus Business Center, Jalan Siliwangi dan sebuah rumah di Gang Asem, Jalan Setibudi, Pamulang, Tangerang, Banten, kemaren. Dua orang yang tewas itu adalah gembong teroris paling diburu, yaitu Dulmatin dan Umar Patek. Berita ini menjadi headline Metro Riau berjudul "Dulmatin dan Umat Patek Diduga Tewas".

Berita yang sama juga jadi headline Riau Pos hari ini berjudul "Gembong Teroris Dulmatin Tewas". Harian ini menyebutkan Dulmatin adalah tokoh teroris yang buron selama bertahun-tahun. Dia selalu menggunakan nama :banana:samaran Yahya Ibrahim alias Muktamar.

Tribun Pekanbaru juga mengangkat berita tersebut sebagai headlinenya hari ini berjudul "Buronan Teroris Rp100 M Tewas". Harian ini menyebutkan Dulmatin adalah troris kelas wahid yang kepalanya dihadiahi 10 juta dolar AS oleh badan intelijen AS.(ad)


^^
laaarghhhh.... mbak yu simulut dower ini kayak gak tahu aja kalau di Inhu itu masih dalam situasi membangun.. :bash:

Hihihi mulut dower, dia pasti lagi stress tu ...

BEsan sendiri aja bisa dikirim ke penjara kalau salah, apalagi dia ...

drie
March 13th, 2010, 09:59 AM
Pasar Sorek Segera Dioperasikan

PANGKALANKERINCI (RP) - Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar dalam program awalnya akan melakukan pemindahan pedagang dari Pasar Lama Sorek ke los baru.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Drs Zuherman Das kepada wartawan usai pelantikan pejabat eselon II di gedung daerah Datuk laksemana Mangkudiraja Pangkalankerinci, Jumat (12/3).

‘’Program pertama yang saya kerjakan memindahkan Pasar Sorek dari pasar lama ke los baru. Ini yang penting disamping program pembangunan yang sudah ada di APBD,’’ katanya.

Dijelaskannya, sejak selesai dibangun pada anggaran 2002 lalu, los Pasar Sorek Baru tidak dihuni oleh pedagang. Lokasi yang tidak strategis menjadi alasan pedagang untuk bertahan pada los lama. Alasan lainnya karena tidak adanya jalur angkutan umum ke ke lokasi tersebut yang berjarak sekitar satu kilometer dari jalan besar. Meski demikian, Pemkab Pelalawan bertekad akan tetap mengoperasikan pasar yang dibangun dengan dana APBD RP3,5 miliar itu dengan berbagai pendekatan.

‘’Kita sudah rencanakan beberapa kali, tapi masih belum juga. Sayang sekali kan fasilitas seperti itu tidak dipakai. Oleh karena itu kita aka lakukan pendekatan lagi supaya pedagang mau. Intinya mereka harus pindah serentak. Kalau setengah-setengah yang lain cemburu jadinya gagal,’’ imbuhnya.

Zuerman mengakui telah mendengar alasan-alasan maupun keberatan pedagang. Selain dianggap kurang strategis, kondisi pasar baru memang sudah dipenuhi semak karena lama dibiarkan. Karena itu pemerintah kabupaten mengambil langkah-langkah taktis yang diperlukan untuk mewujudkan operasional pasar ini. Seperti pembersihan loss dan lapangan parkir, perbaikan bagian-bagian yang rusak dan perbaikan listrik.

‘’Kitapun akan bicara lagi dengan pedagang secara baik-baik, melalui Dinas Pasar dan pemerintah kecamatan. Saya kira cukup strategis lokasi ini, cuma karena belum dimulai. Kalau pedagang sudah masuk ke sini, pasar ini pasti menarik bagi masyarakat untuk belanja,’’ terangnya lagi.(bun)

sumber: riaupos.com

Kris18
March 14th, 2010, 10:43 AM
Gubri Promosikan Riau ke Negara-Negara Sahabat
14 Mar 2010 12:09 wib
ad


JAKARTA (RiauInfo) - Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP mendapat kehormatan mempromosikan Riau kepada negara-negara sahabat pada acara pertemuan anggota DPD RI, gubernur se-Indonesia serta duta besar negara-negara sahabat di Gedung Nusantara IV DPD RI, Jumat (12/3) malam.

Hanya dua gubernur pada kesempatan itu yang diberi kehormatan menyampaikan pidato resmi tentang potensi dan peluang investasi di daerah masing-masing. Selain Gubri, juga ada Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju. Keduanya memaparkan berbagai potensi investasi termasuk berbagai kemudahan yang diberikan kepada para investor yang ingin menanamkan modalnya.

Dalam pidatonya, Gubri Rusli mengatakan bahwa Riau saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dan berkembang menjadi salah satu kawasan ekonomi baru di Indonesia yang sangat prospektif untuk berbagai investasi.

‘’Dalam tahun 2009 lalu, Riau mengalami pertumbuhan di atas 8 persen dari PDRB di luar Migas, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi serta berkembangnya sektor dunia usaha atau bisnis, beberapa kota dan daerah di Provinsi Riau telah berkembang menjadi sentra industri, perdagangan, jasa serta berbagai kegiatan investasi,’’ terang Gubri.

Gubri menerangkan hal itu di hadapan para duta besar negara-negara sahabat seperti, Amerika Serikat, Cina, Jepang, Arab Saudi, Australia, Swiss dan negara sahabat lainnya serta anggota DPD RI dan para gubernur se-Indonesia.

Gubri juga menguatkan dengan laporan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, dimana Riau hampir selalu berada pada posisi teratas sebagai daerah tujuan investasi, baik untuk PMA maupun PMDM.

"Sesuai dengan laporan dari BKPM, dalam beberapa tahun terakhir, Riau selau berapa pada urutan teratas untuk tujuan investasi baik PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri)," sebut Gubri seraya menambahkan bahwa di Riau sudah sejak lama dibentuk Sistem Pelayanan Satu Atap termasuk Complaint Board atau suatu badan yang menjadi tempat pengaduan atau komplain bagi para investor yang merasa dirugikan.

Baru-baru ini, ungkap Gubri, Riau juga ditetapkan oleh BKPM sebagai salah satu provinsi yang masuk kategori Regional Champions atau daerah yang dianggap paling siap untuk investasi di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Gubri antara lain didampingi Kepala BPI Riau Faisal Qamar Karim, Kepala Bappeda Emrizal Pakis, Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Tarmizi Natar Nasution dan Karo Umum Surya Maulana.(ad/rls)

drie
March 14th, 2010, 04:26 PM
Hadiri Temu Dubes dan DPR RI, Gubri Promosikan Riau

Gubernur Riau M Rusli Zainal selalu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mempromosikan Riau, seperti yang dilakukan saat menghadiri temu duta besar negara sabahat dengan DPR RI.

Riauterkini-JAKARTA - Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP mendapat kehormatan mempromosikan Riau kepada negara-negara sahabat pada acara pertemuan anggota DPD RI, gubernur se-Indonesia serta duta besar negara-negara sahabat di Gedung Nusantara IV DPD RI, Jumat (12/3) malam.

Hanya dua gubernur pada kesempatan itu yang diberi kehormatan menyampaikan pidato resmi tentang potensi dan peluang investasi di daerah masing-masing. Selain Gubri, juga ada Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju. Keduanya memaparkan berbagai potensi investasi termasuk berbagai kemudahan yang diberikan kepada para investor yang ingin menanamkan modalnya.



Dalam pidatonya, Gubri Rusli mengatakan bahwa Riau saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dan berkembang menjadi salah satu kawasan ekonomi baru di Indonesia yang sangat prospektif untuk berbagai investasi. ‘’Dalam tahun 2009 lalu, Riau mengalami pertumbuhan di atas 8 persen dari PDRB di luar Migas, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi serta berkembangnya sektor dunia usaha atau bisnis, beberapa kota dan daerah di Provinsi Riau telah berkembang menjadi sentra industri, perdagangan, jasa serta berbagai kegiatan investasi,’’ terang Gubri di hadapan para duta besar negara-negara sahabat seperti, Amerika Serikat, Cina, Jepang, Arab Saudi, Australia, Swiss dan negara sahabat lainnya serta anggota DPD RI dan para gubernur se-Indonesia.

Gubri juga menguatkan dengan laporan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, dimana Riau hampir selalu berada pada posisi teratas sebagai daerah tujuan investasi, baik untuk PMA maupun PMDM. "Sesuai dengan laporan dari BKPM, dalam beberapa tahun terakhir, Riau selau berapa pada urutan teratas untuk tujuan investasi baik PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri)," sebut Gubri seraya menambahkan bahwa di Riau sudah sejak lama dibentuk Sistem Pelayanan Satu Atap termasuk Complaint Board atau suatu badan yang menjadi tempat pengaduan atau komplain bagi para investor yang merasa dirugikan.

Baru-baru ini, ungkap Gubri, Riau juga ditetapkan oleh BKPM sebagai salah satu provinsi yang masuk kategori Regional Champions atau daerah yang dianggap paling siap untuk investasi di Indonesia. Pada kesempatan itu, Gubri antara lain didampingi Kepala BPI Riau Faisal Qamar Karim, Kepala Bappeda Emrizal Pakis, Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Tarmizi Natar Nasution dan Karo Umum Surya Maulana.***(rls)

sumber: riauterkini

drie
March 14th, 2010, 04:27 PM
Hadiri Temu Dubes dan DPR RI, Gubri Promosikan Riau

Gubernur Riau M Rusli Zainal selalu memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mempromosikan Riau, seperti yang dilakukan saat menghadiri temu duta besar negara sabahat dengan DPR RI.

Riauterkini-JAKARTA - Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP mendapat kehormatan mempromosikan Riau kepada negara-negara sahabat pada acara pertemuan anggota DPD RI, gubernur se-Indonesia serta duta besar negara-negara sahabat di Gedung Nusantara IV DPD RI, Jumat (12/3) malam.

Hanya dua gubernur pada kesempatan itu yang diberi kehormatan menyampaikan pidato resmi tentang potensi dan peluang investasi di daerah masing-masing. Selain Gubri, juga ada Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju. Keduanya memaparkan berbagai potensi investasi termasuk berbagai kemudahan yang diberikan kepada para investor yang ingin menanamkan modalnya.



Dalam pidatonya, Gubri Rusli mengatakan bahwa Riau saat ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dan berkembang menjadi salah satu kawasan ekonomi baru di Indonesia yang sangat prospektif untuk berbagai investasi. ‘’Dalam tahun 2009 lalu, Riau mengalami pertumbuhan di atas 8 persen dari PDRB di luar Migas, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai akibat dari pertumbuhan ekonomi serta berkembangnya sektor dunia usaha atau bisnis, beberapa kota dan daerah di Provinsi Riau telah berkembang menjadi sentra industri, perdagangan, jasa serta berbagai kegiatan investasi,’’ terang Gubri di hadapan para duta besar negara-negara sahabat seperti, Amerika Serikat, Cina, Jepang, Arab Saudi, Australia, Swiss dan negara sahabat lainnya serta anggota DPD RI dan para gubernur se-Indonesia.

Gubri juga menguatkan dengan laporan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, dimana Riau hampir selalu berada pada posisi teratas sebagai daerah tujuan investasi, baik untuk PMA maupun PMDM. "Sesuai dengan laporan dari BKPM, dalam beberapa tahun terakhir, Riau selau berapa pada urutan teratas untuk tujuan investasi baik PMA (Penanaman Modal Asing) maupun PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri)," sebut Gubri seraya menambahkan bahwa di Riau sudah sejak lama dibentuk Sistem Pelayanan Satu Atap termasuk Complaint Board atau suatu badan yang menjadi tempat pengaduan atau komplain bagi para investor yang merasa dirugikan.

Baru-baru ini, ungkap Gubri, Riau juga ditetapkan oleh BKPM sebagai salah satu provinsi yang masuk kategori Regional Champions atau daerah yang dianggap paling siap untuk investasi di Indonesia. Pada kesempatan itu, Gubri antara lain didampingi Kepala BPI Riau Faisal Qamar Karim, Kepala Bappeda Emrizal Pakis, Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Tarmizi Natar Nasution dan Karo Umum Surya Maulana.***(rls)

sumber: riauterkini.com

drie
March 14th, 2010, 04:31 PM
Target Raih Adipura, Tembilahan Ditanami 3 Ribu Pohon

Kota Tembilahan mengincam piala Adipura. Untuk mewujdukannya, Dinas PU menanam 3 ribu pohon di segala penjuru kota.

Riauterkini-TEMBILAHAN – Sebagai upaya menciptakan lingkungan hijau dan lestari, maka Dinas Pekerjaan Umum Indragiri Hilir (Inhil) melakukan penanaman pohon sebanyak 3 ribu batang di kota Tembilahan.

Penanaman yang telah berlangsung sejak beberapa hari lalu tersebut, terutama dipusatkan di jalan-jalan protokol kota Tembilahan dan fasilitas publik lainnya. Jenis pohon-pohon peneduh, seperti Mahoni, Trembesi dan lainnya.

“Sebagai langkah menciptakan Tembilahan sebagai kota yang hijau, lestari dan bebas pencemaran udara, maka kita telah melakukan penanaman sebanyak 3 ribu batang bibit tanaman, terutama jenis peneduh di sekitar Tembilahan,” ungkap Kepala Dinas PU Inhil, HM Nasir kepada riauterkini.com, Ahad (14/3/10).

Berdasarkan pemantauan dilapangan memang tampak bibit tanaman yang baru ditanam ini terlihat rapi berjajar disekitaran, terutama jalan protokol di kota Tembilahan. Untuk pengaman bibit tanaman ini juga diberikan pagar pelindung dari kayu berbentuk segi empat.

Lanjut Nasir, diharapkan kepada warga untuk dapat memelihara dan memilik kepedulian terhadap bibit tanaman yang telah ditanam tersebut. Yakni dengan memelihara dan turut memantau perkembangannya dari ‘tangan jahil’ yang akan merusakanya.

“Kita juga menghimbau kepada warga agar juga aktif melakukan penanaman pohon-pohon disekitar tempat tinggal mereka. Sehingga kota kita menjadi hijau, teduh dan lestari,” himbau Nasir.

Tambahnya, penanaman pohon ini juga dalam rangka mensukseskan Kota Tembilahan meraih Piala Adipura Kencana. Sehingga kedepan Tembilahan dapat lebih memperbaiki peringkat dalam bidang penghargaan kebersihan ini.

“Pohon-pohon yang telah ditanam ini telah kita data, sehingga jika ada pohon yang mati, maka langsung kita ganti dengan bibit yang baru lagi,” pungkasnya.***(mar)

sumber: riauterkini.com

drie
March 14th, 2010, 04:33 PM
Rencana Pendirian Pabrik Sagu Terbesar


Tahap Awal Dibutuhkan 150 Pekerja

SELATPANJANG-Rencana pendirian pabrik industri sagu terbesar di Indonesia oleh pihak PT Sampoerna Agro di wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti segera terwujud. Saat ini pihak investor sudah memiliki lahan HTI sagu seluas 21 ribu hektare di Pulau Tebing Tinggi dan sudah masuk ke tahap pengurusan izin pendirian pabrik ke Gubernur Riau. Untuk tenaga kerja pembangunan tersebut minimal membutuhkan pekerja 150 orang lebih. Sedangkan setelah beroperasi nanti yang ditargetkan awal tahun 2011 membutuhkan tenaga pekerja di Pabrik lebih kurang 300 orang tidak termasuk tenaga dilapangan.
General Manager (GM) PT National Sago Prima (NSP) Erwin, Jumat (12/3), mengungkapkan, dalam pendirian pabrik industri sagu terbesar di Indonesia ini untuk tahap awal pelaksanaannya dilaksanakan oleh PT NSP.
“Usai presentasi oleh pihak perusahaan di hadapan Pemprov Riau dan Pemkab Meranti beberapa waktu lalu di Pekanbaru, saat ini sedang dilakukan rehabilitasi lahan yang berkerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) mengenai teknis. Sedangkan untuk izin operasi lokasi pabrik masuk dalam tahap pengurusan di Provinsi Riau,” ujar Erwin.
Menyinggung soal kebutuhan Air bersih dan Listrik, menurut Erwin hal tersebut sudah dibicarakan dengan Pemkab Meranti bersama PDAM dan PLN. afa

sumber: riaumandiri.net

Kris18
March 15th, 2010, 07:34 AM
Riau Makin Diminati Investor
15 Mar 2010 09:25 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Riau dengan segala potensinya memang sangat menjanjikan. Sayangnya, sejauh ini potensi yang luar biasa besar itu belum dapat dieksploitasi secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Itulah sebabnya, dalam berbagai kesempatan, Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal SE MP selalu "menjual" Riau kepada para investor agar mereka dengan senang hati menanamkan modalnya di Negeri Lancang Kuning.

Hal itu pulalah yang dilakukan Gubri Rusli pada acara pertemuan dengan para anggota DPD RI, gubernur se-Indonesia serta para duta besar (dubes) negara-negara sahabat di Gedung DPR/MPR RI, kawasan Senayan, Jakarta, pada Jum'at (12/3) malam lalu.

Pada acara itu Gubri Rusli memang mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidato secara resmi tentang berbagai peluang dan potensi investasi di Provinsi Riau. Hanya dua gubernur yang mendapat kesempatan itu, yakni Gubri dan Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju. Dua provinsi ini ternyata dianggap sebagai daerah yang sangat menjanjikan dan sekaligus diminati para investor untuk menanamkan modalnya. Dalam pidato yang menggunakan bahasa Inggris, Gubri Rusli nampak berhasil menyedot perhatian para duta besar.

Dalam pidatonya, Gubri mengatakan bahwa Riau sangat kaya dengan berbagai potensi yang bisa dieksploitasi lebih jauh. Saat ini, ulasnya, sekitar 40 persen kebun kelapa sawit di Indonesia ada di Provinsi Riau. Namun, sejauh ini Riau belum mampu mengembangkan industri hilir dari kelapa sawit ini. Riau baru bisa mengekspor sawit dalam bentuk gelondongan. Ini tentu saja peluang bagi para investor untuk berinvestasi di industri hilir sawit ini.

Selain di sektor kelapa sawit, Riau tentu saja sudah sejak lama terkenal dengan kekayaan migasnya. Selain itu, saat ini di Riau juga terdapat dua pabrik pulp and paper yakni PT RAPP dan PT IKPP yang namanya sudah mendunia. "Dengan berbagai potensi investasi yang luar biasa itu, kami dengan tangan terbuka mengharapkan kehadiran para investor di daerah kami," ucap Gubri.

Terkait soal birokrasi, Gubri menjanjikan tidak ada lagi birokrasi yang berbelit-belit bagi para investor. Provinsi Riau sudah sejak lama membentuk Sistem Pelayanan Terpadu untuk mengurus segala perizinan, termasuk membentuk suatu badan bernama Complaint Board. Melalui badan ini, semua investor bisa menyampaikan dan melaporkan segala keluhannya bila merasa dirinya dirugikan.

Soal Riau yang semakin dilirik dan diminati investor, hal itu, ucap Gubri, bukanlah isapan jempol belaka. Sesuai data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Riau dalam beberapa tahun terakhir selalu berada pada urutan teratas sebagai daerah tujuan investasi baik untuk PMA maupun PMDN.

Memang untuk PMA pada tahun lalu Riau melorot ke urutan ke-7. Namun untuk Sumatera, Riau masih menempati urutan teratas. "Tapi perlu kami sampaikan bahwa kondisi ini terjadi (urutan ke-7, red) lebih karena pengaruh krisis global yang juga sempat melanda Indonesia," urai Gubri.

Karena Riau sangat diminati investor dan juga potensi kekayaan Riau yang luar biasa besar, di sisi lain Riau juga selalu berusaha memberikan kemudahan bagi para investor, makanya, tambah Gubri lagi, beberapa waktu lalu BKPM memilih Riau sebagai salah satu daerah yang masuk kategori Regional Champions.

Dalam artian, Riau sangat siap sebagai daerah tujuan investor. Dengan kategori itu pula, BKPM yakin Riau akan menjadi salah satu daerah yang akan memberikan kontribusi signifikan bagi kenaikan angka investasi di Indonesia.

Usai memberikan pidato, Gubri Rusli yang hadir didampingi Kepala BPI Riau Faisal Qamar Karim, Kepala Bappeda Emrizal Pakis dan Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Tarmizi Natar Nasution, saling bertukar kartu nama dengan para duta besar yang hadir, seperti dubes AS, Jepang, Australia, China, Arab Saudi, Swiss, dan lainnya. Para dubes itu berjanji akan menyampaikan berbagai potensi Riau kepada negaranya masing-masing.

Usai acara, kepada pers Gubri mengatakan bahwa acara yang ditaja DPD RI ini sangat baik, terutama untuk mengundang para investor. Sudah seharusnya, kata Gubri, DPD RI menjadi ujung tombak daerah di tingkat pusat. "Karena kemajuan negara ini kan tergantung kepada daerah-daerah yang ada. Kalau daerah-daerah maju, maka bangsa ini maju. Makanya, kita sangat menghargai acara-acara seperti ini," tutup Gubri.(ad/rls)

jendry
March 15th, 2010, 10:18 AM
PEKANBARU,METRORIAU.COM - Sebanyak 8 Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank di Riau, tahun ini akan dibuka. 8 KCP yang telah mendapatkan izin Bank Indonesia (BI) berasal dari 3 Bank, yakni Bank Mega Syari'ah, Bank Mu'amalat, dan dan Bank Mayapada.

Hal itu diungkapkan Deputi BI, M.Nazir kepada Metroriau.com, Senin (15/3). Dijelaskanya, 8 KCP bank tersebut antara lain, 3 unit Bank Mega Syari'ah di Ujung Batu, Bagan Batu dan Duri.
2 kantor kas Mu'amalat di jalan Riau dan Arengka. 3 KCP Bank Mayapada di Arengka, Pasar Bawah dan Kerinci.

Lebih lanjut dikatakan Nazir, dengan banyaknya dibuka KCP Bank, membuktikan bahwa prospek membuka jaringan Bank di Riau cukup tinggi. Dan itu juga bukti semakin membaiknya perekonomian di Riau.(Vina)
http://metroriau.com/read/finance/663-2010-03-15-3-bank-buka-kcp-di-riau.html

Kris18
March 15th, 2010, 12:10 PM
^^
Mantap updatenya bung Jendry :)


Pemandangan Sungai Kampar di Teratak Buluh


http://farm5.static.flickr.com/4069/4434230783_ccf583604b_o.jpg

rilham2new
March 15th, 2010, 12:22 PM
^^ Ini kawasan makan2 makanan ikan paling enak dan paling deket dari Pekanbaru, hehehe ....

jendry
March 15th, 2010, 07:19 PM
^^
Mantap updatenya bung Jendry :)




panggil nama aja bg kris, saya masih 2o thn gk enk dengernya klo d panggil bung:lol::lol:

Kris18
March 17th, 2010, 05:35 AM
Dari Riau Pos Edisi Cetak


Banyak pemerintah daerah dari provinsi lain yang melakukan studi ke Kabupaten Siak, setelah pemkab Sawahlunto Sumbar, kini Batu Bara Sumut :cheers:


http://farm5.static.flickr.com/4002/4434232047_d49c5fda12_o.jpg

Kris18
March 17th, 2010, 05:45 AM
Kantor Bupati Kampar


http://farm3.static.flickr.com/2720/4137295083_f33befe086.jpg



http://farm5.static.flickr.com/4031/4434231293_99cc5b68fb_o.jpg

Kris18
March 17th, 2010, 06:02 AM
POLITEKNIK KAMPAR
Perguruan Tinggi Bidang Sawit Pertama di Indonesia


Profil POLITEKNIK KAMPAR (http://poltek-kampar.ac.id)

http://farm5.static.flickr.com/4048/4439226745_f48931d888.jpg

Kabupaten Kampar merupakan salah daerah tingkat II di provinsi Riau yang sudah dimekarkan berdasarkan UU nomor 53 tahun 1999 menjadi 3 daerah kabupaten, yakni kabupaten Kampar, kabupaten Rokan Hulu dan kabupaten Pelalawan. Kabupaten kampar memiliki luas wilayah ± 10.983.64 Km², dengan batas-batas sebagai berikut ;

* Sebelah Utara dengan Kab. Rokan Hulu dan Kabupaten Siak.
* Sebelah Selatan dengan Kabupaten Kuantan Singingi
* Sebelah Barat dengan Kabupaten Rokan Hulu dan Provinsi Sumatera Barat
* Sebelah Timur dengan kota Pekanbaru, kab. Siak dan kabupaten Pelalawan

Kabupaten Kampar terdiri dari 20 Kecamatan, dan 250 Desa/Kelurahan dengan jumlah penduduk 565.289 jiwa (registrasi pertengahan tahun 2006), kepadatan penduduk rata-rata 51 jiwa/Km².

Masyarakat Kampar adalah masyarakat yang agamis, yang tunduk dan patuh kepada ajaran Agama yang dianutnya, sehingga tercipta rasa aman dan tenteram dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal ini dapat dilihat dari megahnya bangunan-bangunan mesjid diseantero kabupaten kampar dengan kebudayaan yang marginal dan terpadu. Tanah alamnya kabupaten Kampar sangat asri dan rindang dengan pepohonan, sungainya tenang ikannya banyak, pohon sawit menghijau kiri kanan. Pemandangan alam sangat menyejukan, sejauh-jauh mata memandang hutannya rata tidak bergunung.

http://farm5.static.flickr.com/4054/4435008678_995e83c68b_o.jpg

Politeknik Kampar berdiri atas kesepakatan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Kampar, Yayasan Datuk Tabano dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas yang tertuang dalam kontrak nomor : 0910/D2.2/2008 tanggal 22 April 2008. Polkam beroperasi berdasarkan izin operasional yang dikeluarkan oleh Dikti melalui Surat Keputusan No. 68/D/O/2008 tertanggal 8 April 2008. Untuk menjamin ketersediaan Kampus Politeknik Kampar, Pemda atas persetujuan DPRD Kampar telah menyetujui pembangunan Kampus Politeknik Kampar dengan sistim multiyear yang dituangkan dalam Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2008 tanggal 15 Febuari 2008.

drie
March 17th, 2010, 06:06 AM
Gas Menyembur dari Pipa Minyak PT Kalila di Pelalawan

Sebuah semburan gas terjadi di salah satu pipa PT Kalila di Pelalawan. Kecelakaan tersebut sudah terjadi dua hari dan belum berhasil diatasi.

Riauterkini-PEKANBARU- Sejak Ahad (14/3/10) lalu terjadi semburan gas dari ujung pipa di sumur minyak PT Kalila yang berlokasi di Pegan I, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Semburan gas tersebut sampai saat ini masih berlangsung dan belum bisa diatasi. Lokasi kejadian sudah distrerilkan untuk menjaga kemungkinan terjadi percikan api.

"Semburan itu muncul di ujung pipa dengan ketinggian sekitar ketinggian 30 meter," jelas Agustinus Parinding, Area and Operation Manager PT Kalila saat berbincang dengan riauterkini, Selasa (16/3/10).

Karena tak mampu mengatasi sendiri, kasus ini oleh PT Kalila telah dilaporkan kepada Badan Pelaksana Migas Hulu dan dijadwalkan besok tim dari Dirjen Migas akan tiba dilokasi untuk melakukan investigasi sekaligus membantu upaya penanganannya.

Lebih lanjut Agustinus menjelaskan, bahwa akibat insiden selama dua hari tersebut, pihaknya menderita kerugian sekitar Rp 250 juta. Angka kerugian akan terus bertambah, jika musibah tersebut tak bisa cepat teratasi dan operasional eksploitasi bisa kembali normal.

Ketika ditanya mengenai penyebab dari insiden tersebut, Agustinus belum bisa menyebutkan. “Ini masih dalam penyelidikan. Belum bisa disimpulkan,” tukasnya.***(mad)

sumber: riauterkini.com

Kris18
March 17th, 2010, 06:11 AM
Lagi . . .

Pemandangan Alam di Bumi Sarimadu , Kabupaten Kampar

lokasi : Sungai Kampar, Rantau Berangin


http://farm3.static.flickr.com/2725/4440010916_26995caee8_b.jpg


Saking besarnya sungai kampar sampai ada pulau di tengah-tengahnya :D

jangan salah, tiang-tiang bersusun di tengah itu merupakan pondasi lama dari jembatan lama sebelumnya sampai pada akhirnya Jembatan Rantau Berangin diresmikan oleh presiden Soeharto

drie
March 17th, 2010, 06:13 AM
Kantor Bupati Kampar


http://farm3.static.flickr.com/2720/4137295083_f33befe086.jpg



http://farm5.static.flickr.com/4031/4434231293_99cc5b68fb_o.jpg



kantor bupati ini berada di atas bukit candika kota bangkinang. disekitar komplek perkantoran ini, saat ini tengah dibangun juga gelanggang olahraga, kantor dinasa gabungan ( kalau gak salah unit :D ), trus juga lembaga adat kampar. tak hanya itu Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Kampar yang baru juga akan di bangun di sekitar komp. perkantoran ini. tak jauh dari komplek ini, saat ini juga ada pembangunan perumahan yang cukup mewah juga lah untuk ukuran kota bangkinang. mungkin setara dengan Matton House yang ada di jalan Arifin Ahmad Pekanbaru:cheers:

tapi kalau untuk Politeknik, aku gak tau tuw dimana dibangun. denger - denger sich udah dibangun, tapi gak tau dimana.

Kris18
March 17th, 2010, 06:20 AM
^^
Aku pernah posting mengenai kompleks pusat perkantoran kabupaten Kampar itu langsung dari bukit nya :D
Desain GOR Kampar udah, tapi belum pernah kesana sama lembaga Adat Kamparnya, sama politekniknya juga ,...

Kemajuan Kabupaten Kampar di Riau jangan sampai kalah sama Rantau Kampar di Negeri Perak, Malaysia :D


Beralih terus ke utara-Timur perjalanan kita sampai ke Kabupaten Rokan Hilir


Salah satu jalan utama di kota Bagansiapi-api

http://farm3.static.flickr.com/2772/4435008434_5f69e6c912_o.jpg


wajib menyalakan lampu utama kendaraan pada siang hari :)

drie
March 17th, 2010, 06:29 AM
^^

wah kalau melihat kampar sekarang, luar biasa banget pembangunan nya bang. sekarang aja tengah dibangun jalan 2 jalur mulai dari perbatasan pekanbaru kampar, hingga ke kota bangkinang. tak hanya itu saat ini juga di bangun 1 jembatan di desa lipat kain, dekat dengan simp. arah mau ke kuntu. tak ketinggalan juga revitalisasi Pasar Tradisional Air Tiris. dan gak ketinggalan juga Pemkab kampar tengah membangn banyak masjid - masjid megah disetiap kecamatan. :bow:

tjokro_ragazzo
March 17th, 2010, 08:09 AM
Lagi . . .

Pemandangan Alam di Bumi Sarimadu , Kabupaten Kampar

lokasi : Sungai Kampar, Rantau Berangin


http://farm3.static.flickr.com/2725/4440010916_26995caee8_b.jpg


Saking besarnya sungai kampar sampai ada pulau di tengah-tengahnya :D

jangan salah, tiang-tiang bersusun di tengah itu merupakan pondasi lama dari jembatan lama sebelumnya sampai pada akhirnya Jembatan Rantau Berangin diresmikan oleh presiden Soeharto

kaya di Sungai Kapuas juga.... ada pulau di tengah-tengah.... namanya Pulau Anyot....

rilham2new
March 17th, 2010, 09:24 AM
Lagi . . .

Pemandangan Alam di Bumi Sarimadu , Kabupaten Kampar

lokasi : Sungai Kampar, Rantau Berangin


http://farm3.static.flickr.com/2725/4440010916_26995caee8_b.jpg


Saking besarnya sungai kampar sampai ada pulau di tengah-tengahnya :D

jangan salah, tiang-tiang bersusun di tengah itu merupakan pondasi lama dari jembatan lama sebelumnya sampai pada akhirnya Jembatan Rantau Berangin diresmikan oleh presiden Soeharto

Rantau berangin ini mungkin salah satu kawasan sungai di Riau yang airnya gak coklat karena pengendapan tanah... Pemandangan dari restoran makan2 ikan di tepi sebelah kanan itu keren loh, hehehehehe .....

Ini sungai jadi ramai pas mau bulan puasa, karena orang pergi ke situ berduyun-buyun "berbenen-benen" mengadakan ritual Balimau Potang / Balimau Kasai .... Jalan raya PKU-Bangkinang jadi padat total, karena kendaraan mulai dari mobil/motor dari seantero Kampar (bahkan Pekanbaru) mengarah ke Rantau Berangin semua :D hehehe.

rilham2new
March 17th, 2010, 09:26 AM
^^

wah kalau melihat kampar sekarang, luar biasa banget pembangunan nya bang. sekarang aja tengah dibangun jalan 2 jalur mulai dari perbatasan pekanbaru kampar, hingga ke kota bangkinang. tak hanya itu saat ini juga di bangun 1 jembatan di desa lipat kain, dekat dengan simp. arah mau ke kuntu. tak ketinggalan juga revitalisasi Pasar Tradisional Air Tiris. dan gak ketinggalan juga Pemkab kampar tengah membangn banyak masjid - masjid megah disetiap kecamatan. :bow:

Di kawasan Tapung dan Bangkinang Sebrang ada pembangunan baru apa, ya???

Kris18
March 17th, 2010, 09:43 AM
^^
Aku berharap jembatan Bangkinang Sebrang itu yang segera diganti dan diperbaharui :)


Kalau di Petapahan aku pernah bilang ada taman outbond dan waterpark :D

Sekarang lagi trend nya anak muda mudi Pekanbaru pergi kesana buat outbond :D

jendry
March 17th, 2010, 11:17 AM
jembatan bangkinang seberang itu, udah di perbaharui bg kriss jembatannya udah bagus sekarang.

jendry
March 17th, 2010, 11:20 AM
PEKANBARU (RiauInfo) - Untuk mempercepat tercapainya pengembangan kawasan cluster pengolahan hasil pertanian di Dumai dan Kuala Enok, Pemprov Riau akan membentuk Tim Percepatan Cluster. Dengan adanya tim ini diharapkan pengembangan kawasan cluster itu akan segera terujudkan.

Tim Percepatan Cluster ini akan melakukan aksi dengan melaksanakan cluster ini dengan baik, sehingga kedua kawasan yang telah ditetapkan sebagai cluster hasil pertanian itu itu benar-benar terujud sebagaimana yang diharapkan sebelumnya.

Gubernur Riau HM Rsuli Zainal menyebutkan, salah satu fokus tim adalah melakukan renana pembangunan infrastruktur pendukungcluster. Selain itu juga kegiatan tersebut didukung seluruh departemen yang ada seperti perdagangan, pertanian, kehutanan dan sebagainya.

Rusli Zainal menyebutkan, pihaknya sangat berharap pengembangan kawasan cluster hasil pertanian ini benar-benar segera terujud. Untuk langs awalnya, Pemprov Riau akan membangun rel kareta api untuk transportasi dari Pekanbaru, Bengkalis, Duri dan Dumai.

Makanya Rusli berharap tim nantinya akan bekerja dengan tanggungjawab sesuai dengan tugas yang diberikan kepada mereka. "Dengan adanya tim ini, percepatan cluster bisa diilakukan, dan program-programnya akan berjalan sesuai diharapkan," tambahnya.(ad)
http://riauinfo.com/main/news.php?c=1&id=12537

Kris18
March 18th, 2010, 07:31 PM
Headline › Pro Otonomi ›
Gubri Sampaikan LKPj 2009
Sawit Dongkrak Ekonomi Daerah
18 Maret 2010
17 klik Beritahu Teman

Laporan ADRIAN EKO dan HERMANTO ANSAM, Pekanbaru
redaksi@riaupos.com

Sepanjang 2009 lalu, pertumbuhan ekonomi Riau berada di atas rata-rata nasional.
Salah satu penyumbang peningkatan perekonomian Riau, ditunjang oleh produksi sawit Riau yang mencapai 35 persen dari hasil secara nasional. Ditambah dengan keberhasilan Riau merebut program listrik 2x100 MW, serta klaster pengolahan hasil pertanian juga turut andil dalam meningkatkan perekonomian.

Tidak hanya itu, dengan peningkatan perekonomian ini juga membuat kesejahteraan masyarakat meningkat, serta angka kemiskinan menurun.

Hal ini terungkap saat Gubernur Riau HM Rusli Zainal memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2009, di depan anggota DPRD Riau, Rabu (17/3). Dari LKPj yang dibacakan di Gedung Lancang Kuning DPRD Riau, Gubri mengungkapkan adanya kenaikan taraf perekonomian Riau dimana pertumbuhannya di atas rata-rata nasional.

‘’Selanjutnya, kita fokuskan pada pembangunan fasilitas perhubungan seperti bandara, jalan tol dan pelabuhan yang sedang dalam pelaksanaan. Kemudian kebijakan telekomunikasi dalam bentuk sambungan telekomunikasi pedesaan,’’ jelasnya kepada Riau Pos Rabu (17/3), usai menyampaikan LKPj 2009 tersebut.

Gubri juga memaparkan kemampuan Riau dalam meningkatkan target pendapatan pada 2009 sebesar Rp3,08 triliun dengan realisasi Rp3,147 triliun. Artinya Riau melampaui target pendapatan mencapai Rp145 miliar. Sementara itu terkait belanja daerah yang diperkirakan Rp4,269 triliun pada 2009, kenyataannya realisasi hanya Rp3,78 triliun. Hal yang sama pada pengeluaran pembiayaan Rp234 miliar, dimana hanya Rp227 miliar terealisasi. Dan untuk target PAD yang mencapai Rp1,284 triliun ternyata berhasil mencapai Rp1,347 triliun.

Setelah penyampaian LKPj, Gubri secara resmi menyerahkan laporan kepada lima pimpinan DPRD Riau, yaitu Ketua DPRD Riau Johar Firdaus di dampingi wakil ketua serta Wagubri HR Mambang Mit. Sesuai dengan Tatib DPRD Riau Pasal 4 ayat 1, maka LKPj dibahas oleh Pansus khusus, yang saat itu terpilih sebagai Ketua Pansus adalah Ilyas Labay, dengan Wakil Ketua Adrian Ali dan Sekretaris Abdul Wahid.

‘’Kita harapkan dengan LKPj ini kita sudah berbuat banyak dalampenggunaan Anggaran 2009 yang lalu. Meski begitu, pemprov masih belum puas sebelum semua masyrakat Riau sejahtera. Semua tentu perlu dukungan seluruh unsur,’’ harap Gubri.


Ilyas Labay Ketua Pansus LKPj

Ketua Komisi C Ilyas Labay akhirnya terpilih sebagai Ketua Pansus LKPj (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Pemerintah Provinsi pada sidang paripurna DPRD Riau, Rabu (17/3). Ilyas terpilih setelah anggota pansus terpilih sepakat menunjuknya. Ketua DPRD Riau Dr HM Johar Firdaus MSi yang memimpin sidang juga menyebutkan Pansus juga didukung dengan satu wakil ketua yaitu Adrian Ali dan Sekretaris Abdul Wahid.

Dikatakan Johar Firdaus setelah mendengarkan penyampaian LKPj, pansus akan melakukan pembahasan mendalam pada rapat-rapat yang akan dilakukan secara intensif. Selain itu, juga akan diadakan pembahasan yang lebih teknis tentang isi pertanggungjawaban.

Apakah nanti diterima ata tidak, tambahnya, itu tergantung dari pembahasan yang dilakukan baik oleh pansus maupun pada laporan akhir yang akan dibahas secara bersama-sama. ‘Kita tunggu saja pansus ini bekerja,’’ ujarnya.(izl)

Kris18
March 18th, 2010, 07:57 PM
Update Pembangunan Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu

http://farm3.static.flickr.com/2680/4443639040_4fda465968_o.jpg

nowan
March 19th, 2010, 03:40 AM
^^ wuih.. itu segede Istiqlal keliatannya ya... Pusing melihat percepatan pembangunan fisik kabupaten2 di Riau ini.. hehe..
Terakhir ke Pasir thn 2004, cuma kompleks gedung2 pemerintahan aja yg dibuat, itupun belum selesai.

rilham2new
March 19th, 2010, 07:45 AM
^^ Sy terakhir kali ke Pasirpengaraian tahun 2005.... Progress pembangunan gedung kantor pemerintahan dan pembangunan kota memang lambat sekali di bawah era Ramlan Zas ..... Setelah dipegang sama bupati yang sekarang keadaan agak lebih membaik.

Setidaknya Bupati sekarang lebih mikirin percepatan di Pasirpengaraian ... Kalau bupati dulu, fokusnya bercabang .... Karena dia juga ikut membangun kawasan Ujungbatu. Ujungbatu memang lebih padat dan ramai penduduknya dari Pasirpengaraian... Bahkan jalan raya di Kota Ujungbatu sudah lebih dulu dilebarkan jadi 2 lajur pada era Ramlan Zas... Sekarang orangny jadi buronan kasus korupsi.

Kalau pas Achmad MSi perhatian ke Pasirpengaraian lebih fokus,..

G-NAtion
March 19th, 2010, 08:41 AM
Memang banyak yang sirik sama Riau ... :ohno:

Setelah RAL , Kemarin juga ada isu peledakkan di Jembatan Tengku Agung Sulthanah Latifah :ohno: ... isu-isu itu seperti sengaja dilontarkan untuk menjatuhkan reputasi Riau terhadap dunia investasi sendiri dan mungkin berdampak pada politik :ohno:


moga orang yang nyebarin isu-isu bom ini kena bom beneran baru tau! :bash:


HEADLINE BERITA KORAN TERBITAN PEKANBARU
Teror Bom Terus Menghantui Riau
19 Mar 2010 08:56 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Teror terus mengnatui Riau. Setelah pesawat Riau Airlines (RAL) diancam bom dan Jembatan Siak diisukan runtuh, kini giliran sebuah toko di Pekanbaru diancam bom, kemaren. Toko Alexanser Fhoto Jalan Imam Munandar milik Philip (22) itu diancam akan diledakkan.

Berita ini menjadi headline Metro Riau edisi Jumat (19/3) berjudul "Riau Dihantui Teror". Harian ini menyebutkan Philip menerima pesan singkat dari nomor 081268453564 yang mengaku sebangai Upik Lawanga salah satu teroris yang dicari Densus 88. Dia mengancam akan mengebom toko milik Philip itu.

Berita yang sama juga jadi headline Pekanbaru Pos berjudul "Pekanbaru Diguncang Teror Bom". Harian ini menyebutkan mendapatkan ancaman itu Philip melapor ke Polsek Bukitraya, dan polisi langsung turun ke lokasi kejadian. Namun petugas tak menemukan sama sekali adanya bom.

Dua perampok berpistol kembali beraksi di perbatasan. Kali ini giliran Parinton Pasaribu (43) warga Jalan Lancang Kuning, Baganbatu yang menjadi sasaran. Koran sempat diancam akan ditembak dan uang Rp70 juta dan HP dibawa kabut penjahat. Berita ini jadi headline Pekanbaru MX berjudul "Toke Sawit Dirampok".

Komjen Pol Susno Duadji terus bermanuver. Kamis kemaren dia mendatangi Satgas Pemberantasan Mafia Hukum membeberkan informasi mengenai makelas kasus pajak di tubuh Mabes Polri. Berita ini menjadi headline Riau Pos berjudul "Dua Jenderal Terlibat Markus Rp25 M".

Berita yang sama jugta jadi headline Riau Mandiri hari ini berjudul "Susno Sebut Nama 2 Jenderal". Harian ini menyebutkan Susno membeberkan nama 2 jenderal yang bertanggungjawab atas dugaan penggelapan pajak Rp25 miliar di Mabes Polri, keduanya adalah Brigjen E dan Brigjen RE.

Jenderal yang disebut Susno terlibat makelar kasus beraksi keras. Susno pun dicap sebagai pengkhianat terhadap Polri. Bahkan mereka membantah keras tuduhan dari Susno tersebut. Berita ini menjadi headline Tribun Pekanbaru berjudul "Makelar Itu Susno".(ad)

rilham2new
March 19th, 2010, 12:10 PM
^^ Dulu waktu awal2 Reformasi, Riau juga daerah di Sumatra yang paling banyak teror bom nya :tongue2:

Kesannya kalau hal itu terjadi di RIau terus beritanya bisa besar, hehe :D

rilham2new
March 21st, 2010, 05:06 PM
Ternyata tidak hanya Jembatan Siak I dan Siak II, tetapi Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah pun diisukan rubuh, memang orang2 seperti ini perlu diberikan pelajaran berharga masuk penjara 1-2 hari kayaknya :D

Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah (pun) diisukan rubuh - Siak Sri Indrapura - Kabupaten Siak
Riau Pos 19 Maret 2010

http://farm5.static.flickr.com/4046/4447801769_4413691f0b_o.jpg

rilham2new
March 21st, 2010, 05:10 PM
TUg Boat Cruising Along Siak River - Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak
by AiAnnApple!

http://farm3.static.flickr.com/2513/4218236921_a392dec3c2_b.jpg

Well, I dont know what kind of water carriage is this .... cruising through Siak River - Siak Sri Indrapura - Kabupaten Siak
by AiAnnApple!
http://farm5.static.flickr.com/4020/4218247979_cf380af91a_b.jpg
^^ Mau gambar kayak di atas lagi ??? Let me provide you this :D

Kapal melintas di depan Kantor Bupati Siak - Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak
Gambar oleh SusianaTanto
http://farm5.static.flickr.com/4045/4398165825_3ecd22b84e_o.jpg

rilham2new
March 21st, 2010, 05:12 PM
Proyek Pembangunan Jembatan Langgam senilai Rp 31 Miliar - Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan
Riau Pos 5 Maret 2010
http://farm5.static.flickr.com/4072/4447802379_287919d331_o.jpg

rilham2new
March 21st, 2010, 05:14 PM
JEmbatan Sungai Liong - Kecamatan Bantan - Kabupaten Bengkalis
RiauPos 30 Januari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2736/4369997836_4bed14b661_o.jpg

Ternyata selain Jembatan Sungai Liong, di Kecamatan Bantan ada proyek Jembatan yang namanya lain lagi :D

Jembatan Sungai Jangkang - Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis
Riau Pos 27 Februari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2789/4448577390_18b636c0eb_o.jpg

rilham2new
March 21st, 2010, 05:26 PM
Pembangunan Jembatan Pulau Pedamaran - Kabupaten Rokan Hilir
RiauPos 5 Januari 2010

http://farm5.static.flickr.com/4053/4369996740_60419aa438_o.jpg
^^ Ini ada berita sedikit mengenai proyek di atas yang akan kuringkas dari nukilan berita Riau Pos edisi cetak 05 Maret 2010

Terdiri dari dua proyek yaitu Jembatan Pedamaran I dan Pedamaran II. Jembatan dipersiapkan sebagai lintas pesisir penghubung banyak kecamatan seperti Bangko, Kubu, Pasir Limau Kapas, termasuk arteri untuk Kecamatan Bagansinembah dan Simpang Kanan. Jembatan Pedamaran I dan II terletak di Kecamatan Bangko, setiap jembatan menelan dana Rp 230 Milyar dari APBD 2008, 2009, dan 2010.

Proyek dikerjakan oleh PT. Waskita Karya dan dijadwalkan siap pada Maret 2011. Jembatan Pedamaran I didesain untuk menampilkan kesan-kesan spesifik untuk tujuan pariwisatan modern dengan lanskap Sungai Rokan.

Sungai Rokan ini dihuni oleh 140 buaya, yang dapat dilihat langsung dari atas jembatan dengan konsep pengamanan khusus ini. Warga dari atas jembatan dapat menikmati pemandangan buaya hilir mudik di sungai baik siang maupun malam, dan juga dapat menikmati pemandangan senja

Berita dan gambar dari Riau Pos 5 Maret 2010
http://farm5.static.flickr.com/4025/4447801365_ecb407054f_b.jpg

rilham2new
March 21st, 2010, 05:29 PM
Update Pembangunan Islamic Centre Kabupaten Rokan Hulu

http://farm3.static.flickr.com/2680/4443639040_4fda465968_o.jpg


Proyek pembangunan Islamic Center - Pasirpengaraian - Kabupaten Rokan Hulu

Riau Pos edisi cetak 1 Maret 2010
http://farm5.static.flickr.com/4051/4448578026_6a17c3bdd3_o.jpg

Riau Pos edisi cetak 2 Maret 2010
http://farm5.static.flickr.com/4062/4448578222_2bea9e5c78_o.jpg

Riau Pos edisi cetak 9 Maret 2010
http://farm5.static.flickr.com/4040/4448578672_2d8f5dfed5_o.jpg

Jalan Tuanku Tambusai - Pasirpengaraian, Kabupaten Rokan Hulu
RiauPos edisi cetak 10 Maret 2010
http://farm5.static.flickr.com/4043/4447803279_0edc534847_o.jpg

rilham2new
March 21st, 2010, 05:34 PM
gambar2 dari Bagansiapi-api, Kabupaten Rokan Hilir

Jalanan Kota - Riau Pos 26 Februari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4060/4447800659_4176635a75_o.jpg

Pemandangan Sungai Pabrik - Riau Pos 03 Maret 2010
http://farm3.static.flickr.com/2792/4447800743_52e7a4a848_o.jpg

Perkantoran Bupati Siak - Riau Pos 05 Maret 2010
http://farm5.static.flickr.com/4032/4448576326_e039253b63_o.jpg

rilham2new
March 21st, 2010, 05:36 PM
Pembangunan Jalan Lingkungan - Bangkinang, Kabupaten Kampar
Riau Pos 18 Maret 2010

http://farm3.static.flickr.com/2802/4447804343_e4443aef8b_o.jpg

Kris18
March 21st, 2010, 05:53 PM
Ternyata tidak hanya Jembatan Siak I dan Siak II, tetapi Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah pun diisukan rubuh, memang orang2 seperti ini perlu diberikan pelajaran berharga masuk penjara 1-2 hari kayaknya :D



sudah kubilang kemarin :D
mereka adalah orang-orang yg gak punya otak kayak gitu memang sirik ama Riau yg dekat-dekat kita aja ada :D, apa jangan-jangan orang yg sama pula dengan yg suka nyerang thread kita :naughty:

aku tegaskan sama orang itu, jembatan Siak II itu masih panjang umurnya gak ad istilah "sengaja" dilakukan masyarakat buat nakut-nakutin pemerintah supaya segera mengganti jembatan, toh jembatan Siak I itu masih kuat kokwalau sudah dikasih portal gitu dan lagipula jembatan Siak III sedang dikerjakan disusul pula nanti jembatan Siak IV.

Kalau asumsi aku ada dua, ya kalau gak orang iseng karena sirik satu lagi ya lebih ke politik, kan mau pilkada walikota, ya meski Pak Herman gak bakal menjabat lagilah.. tapi pasti ada saja itu nanti, kita lihat saja... :bash:

rilham2new
March 21st, 2010, 06:03 PM
^^ Herman Abdullah gak bakal menjabat lagi memang, Kris ... Soalnya dia udah 2 periode. Aku termasuk yang ikut Pilkada pekanbaru 2006, dan aku jujur aja waktu itu aku coblos Herman Abdullah hehehe...

Dia harusnya mencalonkan diri jadi Gubernur Riau ;) ...

Kris18
March 22nd, 2010, 05:39 PM
^^
Aku juga mendukung kalau Pak Herman Abdullah jadi gubernur Riau , bang pak Herman orang Golkar yaa? :D


_________________________


Riau Serahkan Dukungan UU Kepramukaan
19 Maret 2010


PEKANBARU (RP) - Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) 04 Gerakan Pramuka Riau Dra Hj Septina Primawati Rusli MM menyerahkan dukungan Pemerintah Provinsi Riau dan komponen masyarakat agar Rancangan Undang-undang (RUU) Pendidikan Kepramukaan disahkan menjadi Undang-undang kepada Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.


Menurut Sekretaris Kwarda Riau, Anshari Kadir SAg MSi kepada Riau Pos, Kamis (18/3) melalui telepon seluler, Kwarda Riau menyerahkan dukungan pemerintah dan masyarakat Riau dalam bentuk dukungan tertulis dan spanduk tandatangan untuk diteruskan ke Komisi X DPR RI.

Selain menyerahkan dukungan tersebut, kehadiran Septina dalam rangka memenuhi undangan Kwarnas untuk merapatkan barisan agar RUU Pendidikan Kepramukaan segera disahkan menjadi UU oleh DPR RI.

Dalam pertemuan kemarin, kata Anshari, Kakwarda se Indonesia mengharapkan agar Pramuka tidak dipolitisasi. Jangan ada lagi kata-kata kepanduan, sebab 1961 sekitar 60 kepanduan di Indonesia telah meleburkan diri dalam satu wadah Gerakan Pramuka.

Jadi, menurutnya, Kwarnas dan Kakwarda se Indonesia mengusulkan hanya satu gerakan kepanduan di Indonesia yakni Gerakan Pramuka. Namun dari DPR masih ada yang menginginkan Gerakan Pramuka bukan satu-satunya gerakan kepanduan di Indonesia dan inilah yang masih mengganjal dalam RUU tersebut.Rpg.com

Kris18
March 22nd, 2010, 05:41 PM
Krisis Listrik di Riau dan Kepulauan Riau

PT. PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau melakukan sejumah trobosan mengatasi krisis listrik. Selain dipasok 60 megawatt dari Sumut, juga akan mengoperasikan pembangkit 25 MW mulai Juni mendatang.

Riauterkini-PEKANBARU-PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR), akan menyewa pembangkit diesel untuk antisipasi jangka pendek defisit listrik di Riau. Pembangkit diesel dengan daya 25 MW ini, akan difungsikan pada Juni mendatang untuk Kota Pekanbaru.

Setelah itu, beberapa daerah lainnya juga akan segera melakukan penyewaan diesel untuk mengatasi krisis listrik di daerahnya masing-masing. ‘’Semuanya sudah ada kepastian. Selain itu kita juga berharap April atau Juni mendatang ada distribusi dari pembangkit di Sumatera Utara yang mencapai 60-70 MW. Dengan tambahan ini Riau akan sedikit tertolong akibat defisit listrik,’’ terang Gubernur Riau HM Rusli Zainal wartawan kemarin di Pekanbaru.

Selain dari kepastian akan masuknya pembangkit tersebut, Gubri juga meminta PLN Wilayah Riau Kepulauan Riau (WRKR) untuk menginventarisasi keperluan listrik Riau. Hal ini ditunjukkan dengan jangan hanya membangun pembangkit tanpa ada pembangunan transmisi yang mengakibatkan distribusi listrik tidak merata.

Hal ini juga dilakukan guna mengantisipasi tujuan pemerataan listrik negara untuk masyarakat. Jika hal ini tidak diperhatikan, takutnya nanti listrik di Riau ini akan menyimpang dan dikhususkan untuk keperluan Industri bukan masyarakat yang berada di wilayah terpencil.

‘’Ke depan, kita harapkan PLN jangan hanya fokus pada pembangkit tanpa ada transmisi. Yang jelas, transminsi itu yang akan mendistribusikan listrik hingga ke pelosok Riau. Artinya, pembangkit di Riau harus digunakan untuk memenuhi keperluan listrik di Riau,’’ harapnya.

Sebelumnya pada Rabu (10/3) malam Gubri bertemu dengan General Manager (GM) PLN WRKR Oman Soemantri di Kantor Gubernur Riau. Selain silaturahmi, kedua belah pihak juga membicarakan tentang program untuk mengatasi krisis listrik di Riau di masa datang.

Sementara itu, menurut Menejer SDM dan Humas PLN WRKR Suwandi Siregar, Riau juga mendapat pasokan listrik 60 MW dari sistem interkonesitas yang berasal dari sejumlah pembangkit di Sumatera Utara. "Pada intinya, kami akan terus mengupayakan banyak hal untuk bisa mencukupi kebutuhan listrik di Riau," ujarnya.riauterkini.com