View Full Version : LIGHTING DESIGNER's
Joe Philip May 28th, 2009, 08:09 PM Cahaya menyentuh setiap bagian dari kehidupan kita sejak dilahirkan sampai kita meninggal dunia dan bahkan sesudahnya..Ia menopang kehidupan kita, memberikan kita kemampuan utk melihat krn meskipun memiliki mata ,...tanpa cahaya mk takkan ada yg nampak, Ia meberikan kita rasa akan perbedaan waktu...merasakan musim yg mengatur Circadian clock kita 24jam sehari..(Circadian clock adalah siklus bangun & tidur)...
http://i472.photobucket.com/albums/rr86/tootje/lightings/circadian.jpg
Kita merasa enjoy saat matahari bersinar,...dan merasakan suasana romantis di Bulan purnama,... tanpa cahaya takkan ada bayangan...Bayang-bayangan dapat menggoda dan juga menakutkan...Cahaya yg terang serasa melindungi , membuat kita merasa aman, nyaman & tenang tetapi sedikit cahaya apalagi tanpa cahaya kita akan merasa takut, cemas dan tegang....!!!!
Oleh sebab itu Kwalitas dan kwantitas cahaya memberikan effek yg sgt besar secara fisik & psikis.. kepenatan mata yg secara nyata mempengaruhi semangat kerja & produktifitas...,mata sakit dpt disebabkan oleh kemilau cahaya langsung maupun pantulannya krn tidak ditata dengan baik dan benar secara kwalitas maupun kwantitas.
Pencahayaan lampu juga menyebabkan Seasonal Affective Disorder (SAD), Sleep disorder dan jet lag.
SAD adalah kondisi klinis yg diakibatkan oleh waktu yg lbh pendek dlm sehari dan terlalu sedikitnya sinar matahari slama musim gugur dan musim dingin...Gejalanya termasuk kehilangan enerji secara fisik,depresi,emosional, meningkatnya nafsu makan dan nafsu tidur.
Sleep Disorder=Kekacauan tidur, sebab siklus tidur sangat dipengaruhi oleh hubungannya dgn cahaya...Orang lebih bersemangat kerja pada saat matahari bersinar, melempem saat mendung dan lebih tenang temaram saat bobo.
Jet lag menyebabkan gejala yg bervariasi, mulai dr kekacauan tidur sampai permasalahan pencernaan..........
.....nanti akan saya jabarkan lebih banyak lagi tentang Lighting yg tdk pernah anda bayangkan sebelumnya. tq
WE BRING SPACES TO LIFE
WE CHANGE THE WORLD
WE STAND FOR THE POWER OF LIGHT TO TRANSFORM
WE ARE THE LIGHTING DESIGNER
http://tootje-jplightingsdesign.blogspot.com
Joe Philip May 28th, 2009, 08:46 PM http://i472.photobucket.com/albums/rr86/tootje/lightings/eur_erco_millenium_g_intro_1_0.jpg
the amazing of Lighting design
Joe Philip May 28th, 2009, 08:47 PM http://i472.photobucket.com/albums/rr86/tootje/lightings/s1379780842_321654_1832628.jpg http://i472.photobucket.com/albums/rr86/tootje/lightings/s1379780842_321653_6187778.jpg http://i472.photobucket.com/albums/rr86/tootje/lightings/s1379780842_321652_4623949.jpg
Joe Philip May 29th, 2009, 01:12 PM Pencahayaan yg baik dibutuhkan agar kondisi visual didalam sebuah bangunan menjadi optimal. Ketika merencanakan instalasi penerangan, sejumlah faktor sangat mempengaruhi & harus dipertimbangkan utk menentukan
kualitas systemnya secara menyeluruh.
Sesuai dgn judul diatas, berikut ini ada 10 faktor yg sgt berguna sebagai informasi utk menciptakan solusi penerangan yg memenuhi seluruh kebutuhan user serta sebagai pedoman utk menyelenggarakan kondisi kerja yg effisien.
1. Iluminansi yg memadai.
Kemampuan mata manusia sebagian besar tergantung pada level iluminansi pada apa yg dilihatnya. Begitu iluminansinya meningkat, motivasi dan perfomansnya secara menyeluruh juga meningkat, sementara itu tendensi utk berbuat kesalahan/silaf saat berkerjapun menurun.
2. Distrubusi Iluminansi yg harmoni.
Perimbangan distribusi iluminansi pd berbagai permukaan membuat visualisasi interior menjadi menarik. Dilain pihak, Iluminansi yg tidak memadai/kurang atau terlalu kontras menyebabkan kepenatan visual dan capek.
3. Kontrol terhadap kilau lampu yg baik.
Lampu yg menyilaukan didalam suatu ruangan dpt membuat pandangan berkurang secara signifikan...pada level tertentu juga dapat sangat mengganggu serta menyebabkan mata menjadi sakit.
4. Perbandingan KOntras yg baik (accent factor)
Kontras penting bagi mata manusia agar mampu membedakan antara suatu objek dgn latar belakangnya. Sistem penerangan dengan perbedaan kontras yg baik tdk menyebabkan pantulan cahaya yg menyilaukan ,meskipun cahaya tersebut menerpa benda mengkilap dan dokumen, text pd dokumen dapat dgn mudah dibaca meskipun tercetak di glossy paper dan sejenisnya.
5. Arah cahaya yg tepat.
Mengarahkan cahaya dengan tepat kesuatu permukaan kerja sangat penting dilakukan dgn menentukan sudut pantulan maupun sisi bayangan yg ditimbulkannya.. hal ini akan sgt mengganggu dan bahkan berbahaya kalau posisi bekerja berada dibalik bayangan suatu benda atau pantulan cahayanya justru langsung menerpa mata.
6. Kondisi bayangan yg menyenangkan.
Bayangan menguatkan pandangan visual 3 dimensi serta menyelaraskan orientasi. Kondisi bayangan yg bagus adalah hasil dr perpaduan efektif dr tebaran cahaya dengan cahaya yg diarahkan.
7. Penampilan warna yg pantas.
Secara alami, penampilan sinar matahari berubah sepanjang hari (subuh~magrib) maka cahaya buatan dpt juga dibuat dgn penampilan cahaya maupun warna alami utk mendukung fungsi2 penerangan yg bervariasi maupun utk suasana hati (mood). // lihat cool white,daylight & warm white.
8. Penerjemahan warna alami.
Hanya warna2 spektrum yg terkandung dalam cahaya yg bisa dipantulkan oleh suatu benda dan dirasakan oleh mata manusia.
Color Rendition merupakan ukuran terhadap kemampuan sumber cahaya buatan menampilkan warna alami sesungguhnya dari suatu objek.
9. Atmosfir penerangan yg efektif.
Cahaya mempengaruhi suasana hati dan perasaan gembira, secara tak sadar diri kita bereaksi terhadap suatu interior ruangan dgn pencahayaannya.
Tahun2 terakhir ini perhatian terhadap pentingnya atmosfir pencahayaan di tempat kerja semakin ditingkatkan...
10. Konsumsi enerji yg effisien.
Kebutuhan dasar dari perencanaan lighting masa kini adalah ketelitian terhadap penggunaan enerji yg ekonomis. Berbagai solusi tersedia saat ini yg tidak hanya berhubungan dgn instalasi2nya tetapi juga terhadap perbaikan dan pembaharuan system2 tua yg tidak effisien.................
11. Mencegah Polusi Cahaya (Light Pollution)
Polusi cahaya disebabkan oleh lampu/sinar yg mengarah ke langit dan atau oleh cahaya yg dipantulkan dari bumi maupun benda2 disekitarnya. Terang benderangnya langit menyebabkan kita masyarakat umum dan bahkan astronom tidak dapat melihat bintang2 di langit lagi.
........to be continued on next posting by Joe Philip & thank you for your time.
further detail just click http://tootje-jplightingsdesign.blogspot.com
Joe Philip May 29th, 2009, 01:52 PM http://i472.photobucket.com/albums/rr86/tootje/lightings/eur_erco_the_languag_focus_2_1_.jpg http://i472.photobucket.com/albums/rr86/tootje/lightings/eur_erco_the_languag_focus_3_1_.jpg http://i472.photobucket.com/albums/rr86/tootje/lightings/eur_erco_the_languag_focus_4_1_.jpg
Jungle_surf May 29th, 2009, 06:36 PM mantap skali pak Joe :okay:
aku baca2 dulu yah...ntar kalo ada yang kurang paham pasti nanya kok :D
Joe Philip May 30th, 2009, 12:47 PM Questioned by starmildxix
bro, para suhu, sorry nech, secara gwe newbi, pengen tanya soal lighting, kebetulan ane baru mo bangun rumah 2 lantai, n pengennya gwe tuh rumah bagus, murah n bersahabat dengan lingkungan alias hemat energi. kira2 ada solusi gak bro jenis lampu apa n berapa banyak yang mesti gwe pake guna menghemat energi namun rumah tetap terang n nyaman khususnya pas malam hari, karena kalo siang rencan biar matahari yang bertanggung jawab atas terangnya rumah gwe. selain itu juga gwe mo tanya, penggunaan lampu LED apakah sebagai penerangan rumah sudah lazim digunakan ? dan apa udah ada yang menjual di jakarta? karena kalo diitung2 lumayan kan konsumsi listrik mereka kecil banget, namun terangnya gak kalah. kalo mang dah ada... apakah instalasi mereka n maintanance mereka tetep murah dibanding dengan instalasi lampu biasa...
thanks a lot bro... n maap banyak nanya (kaya tukang becak aja yahh)
Star,sesungguhnya konsumsi listrik terpasang di suatu bangunan rumah/gedung utk penerangan tidak lebih dari 25% dari total kapasitas pemakaian keseluruhan dari utillities yg menggunakan listriknya...liat aja disekeliling anda, meskipun disiang hari tak ada satupun lampu yg nyala...pasti meteran kwh tetap ngebut seperti ngejar target....ini terjadi krn pada kenyataannya hampir semua fasilitas/utilitas utk kemudahan & kenyamanan penghuninya seperti system pendingin,pemanas,setrika,kulkas ,tv ,komputer dll semuanya mengkonsumsi listrik lebih banyak tanpa kita sadari...bandingkan 1 unit ac/setrika setara dgn 30~50set lampu hemat enerji..!!
Ide menghemat enerji sambari melestarikan lingkungan sangat patut dipuji dan akan semakin baik apabila gagasan seperti ini terus giat anda sebar luaskan oleh krn itu optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam maka perlu diperhatikan system sirkulasi udara maupun pemanfaatan sinar matahari y bertanggung jawab atas penerangan disiang hari serta tdk perlu menghidupkan ac,kipas angin maupun exhaust fan........BIsa??!! berarti arsitek anda Hebat!!
Sekarang kita bicara Lighting......
Prinsip Lighting design terdiri dari 5 kategori :
1. General lighting
2. Accent LIghting/Dekoratif
3. Task Lighting
4. Colour
5. Control
Penjabarannya mungkin akan sangat2 panjang namun agar bisa menbantu ,sy akan memberikan clue intisarinya OK.
Gen.Lighting pake LED/SL warna daylight 6500K ,CRF <75 intensitas 100~200 Lux (boleh down light ato apa saja) dan tentu disuaikan nilai estetika ruangan.
Accent ditujukan utk menonjolkan focal point arsitektural interior dan furnitur ataupun lukisan & foto. pake Hallogen,m.halide warna >5000K,CRF >80 intensitas >300.
Dekoratif biasanya utk menunjang estetika ruangan dari bentuk lampu itu sendiri maupun efek cahaya dan warna yg dipancarkan oleh housing dengan desain yg sgt variatif & disesuakan dgn selera anda.
Task Lighting berfungsi utk lampu penerangan kerja seperti memasak,menjahit, membaca/menulis bermain dlsbagainya...dan diarahkan pd titik dimana aktifitas dimaksud berada..recomm.,pijar,hallogen ato semua lampu dgn output CRF 100 ,color temp.>3000 & > 500 lux.
Warna ,biasanya hidden light atao indirect yg berfungsi utk menggugah mood & menciptakan suasana ..sehingga semakin banyak warna yg bisa dituker-tuker maka smakin banyak pula atmosfir yg bisa anda ciptakan.....seperti Romantis,Dramatis maupun ceriwis...), yg ini bole pake colorful LED yg bisa anda program warnanya sesuai waktu maupun keinginan.
KOntrol penting agar anda dapat mengendalikan semua kategori lampu diatas individualistik serta bila memungkinkan pakai dimmer untk dpt menyesuaikan intensitas yg pas disetiap kondisi....system kontrol yg ideal utk bangunan dgn rancangan penerangan yg baik adalah dgn memakai system yg banyak sy jabarkan pd thread Intelligent Building system di forum arsitek ini jg...baca sono pls.
Penjabaran gamblang mengenai Lighting Design disini lebih kepada ingin menjelaskan bahwa banyak aspek yg perlu diperhatikan dan diselaraskan dgn exterior/Interior design dlsbgainya yg berhubungan dengan Color Temperature,Color Rendering,Flux,Glare index dll....
Anda bisa mensiasati ruangan dgn plafon rendah terasa tinggi ataupun sebaliknya,ruangan sempit terasa luas, serta suasana ,intimasi, atmosfir dgn pancahayaan!
Sesungguhnya ini adalah profesi dgn disiplin ilmu termuda yg mendapat appresiasi diseluruh dunia dan tidak serta merta Arsitek professional sekalipun boleh mengklaim skill ini merupakan bagian dari ilmu arsitek mereka...apalagi menjajah profesi kami.....terima kasih.!!!
PS,informasi lengkap mengenai LED bulb anda browse aja ke Osram & semua recommend lampu memang ada dipasar!
C U at http://tootje-jplightingsdesign.blogspot.com
Joe Philip May 30th, 2009, 12:49 PM mantap skali pak Joe :okay:
aku baca2 dulu yah...ntar kalo ada yang kurang paham pasti nanya kok :D
You are very welcomed brother Jungle,......so kalo bisa ngeramein akan lebih semangat nech!!! tq
Joe Philip May 30th, 2009, 01:01 PM Why Use A Lighting Designer?
Revealing form in light.
There is no substitute for an IALD member's level of expertise and professionalism.
IALD professional lighting designers dedicate their careers exclusively to the art and science of lighting. There is no substitute for their level of expertise and professionalism.
With an IALD member on the team, architects, interior designers, builders and owners will see their vision realized. A professional lighting designer:
• Meets the needs of the people who use the space.
• Selects cost-effective and energy-efficient products most appropriate for the project.
• Creates an innovative lighting solution that achieves the perfect balance of function and aesthetics.
• Solves the unique lighting challenges of a wide range of interior and exterior environments.
• Strengthens and enhances any space through creative, yet functional, lighting plans.
Lighting designers are tremendous resource for innovative, practical and economically viable lighting solutions. They understand the role of lighting in architecture and interior design and rely on their extensive experience and knowledge of lighting equipment and systems to enhance and strengthen design.
call us at http://tootje-jplightingsdesign.blogspot.com
Joe Philip May 30th, 2009, 01:05 PM Light is physics; it's art; it's psychology; it's emotion. It can be bent, teased, shattered into a million colours. You cannot see it, yet you can manipulate it. It is both a wave and a particle. It is the fastest known moving thing. It is elusive, an enigma and yet cold hard fact.
...and without it,there is nothing,hmm that is the Lighting's inspiration all about...& it's awesome
Joe Philip May 30th, 2009, 01:08 PM Tax Benefits of Energy Efficient Commercial Lighting - US Gov't has extended through 2013 tax deductions of $.60/sq ft for qualified lighting projects. In situations for schools and government buildings the IRS has ruled the "designer of record" can take the tax deductions in lieu of the public entity.
Joe Philip May 30th, 2009, 01:20 PM Quote:Originally Posted by mitnait
Hmmm,, aku banyak berhubungan dengan dimmer elektronik nii,,
selama ini kalo masukin LED ke dimmer, harus pake LED yang dimmable. Sejauh ini si baru make dimmable LED MR16. Ada LED laen yang dimmable? ato ada ballast dimmer khusus LED yang dipasarkan di indonesia?
thanks before.
Dear Ms.Mitnait
Sumber cahaya dr LED smakin luas dipergunakan untuk mewarnai penerangan arkitektural (sebelumnya memakai color filter)...
Semua LED dapat didimmer sebab perubahan drive arus pd LED secara langsung akan mempengaruhi intensitasnya,namun dipihak lain mengakibatkan penurunan dominansi panjang gelombangnya pula (ini berkaitan dgn output warna yg smakin pucat) ketika arus dinaikkan...Oleh krn itu, utk aplikasi yg tidak kritikal jenis Drive Current Variation (DCV) ini boleh digunakan utk memperoleh redupan sampai 10%.
Methode lain utk meredupkan output cahaya LED yg lebih disukai adalah dengan menggunakan Pulse Width Modulation (PWM).Teknik modulasi panjang denyutan ini mampu meredupkannya hingga 0.05% dgn tetap menjaga output warnanya stay konstan.
Produk LED Color Kinetics dll sdh banyak beredar dipasar dan kompatible dgn DMX sequencer yg berfungsi sebagai alat kontrol sekuensi pencampuran warna (RGB=Red Green Blue technology)........smoga bermanfaat !!,tq
Joe Philip June 3rd, 2009, 02:44 PM Pencahayaan memiliki kemampuan yang unik dalam mengungkap dunia disekeliling kita, mempertajam persepsi pandangan dalam membedakan keindahan dan fungsi disekitar kita.
Penerangan dapat memperindah ruangan dan menjelmakan suasana hati berbeda yang tak terhingga, akan tetapi ia juga bisa membuat ruangan menjadi semu, sumpek dan tidak menarik apabila tidak diaplikasikan dengan pemikiran ,perhatian dan pengetahuan yang mendalam.
Para Perancang Pencahayaan (Lighting Designer) maupun Konsultan Penerangan (Lighting Consultant) berpengalaman memahami betul ilmu pengetahauan yang rumit ini.
Mereka juga mestinya menguasai perangkat-perangkat kerja dan perangkat lunak yang sangat membantu dalam melaksanakan tugas, mengetahui produk-produk Lampu terbaik dunia serta menguasai bagaimana memanfaatkannya secara efektif.
Bekerja sama dengan para Arsitek, Perancang Interior, Kontraktor utama maupun pemilik proyek, mereka menciptakan rancangan yang spesifik dengan jaminan kwalitas terbaik secara konsisten.
Walaupun Arsitek ,Perancang Interior dan para insinyur lain ‘selalu bisa’ menggambarkan tata letak titik-titik lampu ,tetapi karena bidang dan tanggung jawabnya semakin melebar, umumnya kebanyakan dari mereka tidak memiliki kemampuan yang benar tentang teknologi pencahayaan dan tata cahaya yang sesungguhnya.
Oleh karena itu banyak perusahaan kontraktor maupun konsultan memberikan atau mensubkan pekerjaan perancangan tata cahaya kepada Agen-agen dari pabrik atau toko penjual lampu yang hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang teknik pencahayaan yang tepat ,baik & benar serta tidak sungguh-sungguh memahami keinginan maupun kebutuhan klien, sehingga mereka hanya akan melakukan rancangan berdasarkan spesifikasi ,struktur harga dan stok barang yang dijualnya.
Seorang Arsitek atau Disainer Interior yang merekomendasikan Lighting Consultant/Lighting Designer bukanlah berarti telah menunjukkan kelemahan dan minimnya pengetahuan mereka tentang lampu penerangan. Akan tetapi justru merupakan kebalikan dari persepsi banyak pendapat orang, karena dengan merekomendasikan pekerjaan tersebut kepada pihak yang kompeten dibidang Lighting desin ,maka sesungguhnya mereka memahami tentang betapa pentingnya proyek yang mereka tangani dan tahu kapan harus memanggil ahlinya sehingga potensi paling optimal dari proyek mereka dapat tercapai.
Sesungguhnya tak pernah ada istilah terlalu dini menghubungi seorang Lighting Designer ,tetapi sebaliknya bisa jadi akan sangat terlambat. Idealnya seorang Lighting Designer sudah diajak menjadi bagian dari tim selama masa perencanaan. Pemilik proyek, Arsitek dan atau Disainer Interior seharusnya sudah memiliki dasar tata letak dan rancangan penerangan dari sejak masa perencanaan sehingga sentuhan cita rasa, kebutuhan, batas tanggung jawab dan tantangan dalam pelaksanaan proyek dapat dikomunikasikan diantara tim perancang & perencana.
Dengan terlibatnya Lighting Designer sejak dini sebelum Rencana Pembangunan berlanjut , maka Ia akan bisa memberikan masukan ,saran & pendapat tentang sisi Arsitektural maupun bagian Interior yang mungkin dapat mempengaruhi sistem penerangan ,estetika ruangan dan lain sebagainya dengan mengkonsultasikan rincian atas rancangan yang dibuatnya. Oleh karena itu semakin cepat anda mengajak seorang Lighting Consultant terlibat didalam setiap pertemuan membuat rancangan ,maka sistem penerangan dan arsitektur akan menjadi semakin menyatu secara menyeluruh, tetapi sebaliknya semakin telat anda melibatkan Lighting disainer ,maka semakin besar bahan renungan penyesalan anda dikemudian hari karena semakin banyak pula perencanaan disain yang mesti harus dikompromikan.
Seorang konsultan penata cahaya professional memahami persis cara bagaimana mengatur warna ,tekstur, bentuk serta bayangan yang dipoles sedemikian rupa dengan kreatif sehingga memberikan bentuk dan efek yang diinginkan. Hal ini hanya bisa tercapai dengan menggunakan perangkat yang tepat & pengetahuan yang benar-benar komplit atas semua jenis lampu dengan perfomanya.
Suatu rancangan yang mendapatkan sentuhan Lighting design adalah dimana seluruh titik lampu, baik itu lampu yang menempel diplafon, lampu down light, wall washer, lampu spot ,lampu dinding ,lampu gantung, lampu chandelier ,lampu linear dan lain sebagainya dipasang
dengan dasar fungsi ,peranan serta alasan yang spesifik, menyatu dalam keseimbangan estetika ruangan, presisi dan sangat ideal sehingga peran dan fungsi penerangannya mampu memberikan nuansa-nuansa yang senantiasa dapat dikendalikan sesuai kehendak maupun situasi dan suasana hati. Sentuhan Lighting designer juga termasuk memberikan kontribusi terhadap konservasi alam, penghematan enerji, kemudahan perawatan ,keamanan ,kesehatan ,keindahan maupun solusi dalam hal pencahayaan pada daerah2 yang sulit dipasangi lampu.
Bila anda sedang memulai suatu proyek ataupun sedang bersiap untuk memperbaharui ruangan yang sudah ada ,maka ingatlah satu komponen yang terpenting untuk suksesnya proyek anda adalah rancangan penerangannya.
Apabila tujuan anda untuk konservasi enerji, pengendalian suasana hati, pemanfaatan ruangan dengan tepat guna atau ingin mengimplementasikan sistem control otomatisasi, maka adalah hal yang sangat bijaksana dan menjadi investasi penting bagi anda mencatat nomor panggil dan atau e-mail kami sebagai konsultan tata cahaya professional yang dapat anda handalkan.
Di JP Lighting Designer, kami selalu menyesuaikan setiap jasa konsultasi rancangan pada kebutuhan ,selera & keinginan masing-masing klien, dari perencanaan yang sederhana maupun perencanaan tata cahaya yang kompleks, kami akan melengkapinya dengan gambar CAD dan spesikasi semua jenis rumah lampu, detail lampu-lampu khusus, gambar foto metric, data konsumsi beban, gambar simulasi, denah sistem dan program serta administrasi pelaksanaan. Untuk merancang sistem penerangan yang lengkap baik & benar ,kami akan lebih suka melaksanakan pekerjaan sedini mungkin agar dapat menguasai serta memahami keinginan maupun objektifitas klien kami, karena hanya dengan demikian kami bisa secara simultan berkoordinasi dengan tim perencana lain agar dapat mengintegrasikan ide-ide mereka demi keindahan hasil rancangan kami secara keseluruhan beserta fungsionalitasnya.
Selama masa konstruksi ,kami senantiasa siap melakukan kunjungan-kunjungan proyek untuk tujuan koordinasi demi mengantisipasi permasalahan yang timbul supaya bisa selalu memastikan seluruh rancangan penerangan kami dapat direalisasikan.
Setelah melakukan penyetelan & peyesuaian terhadap semua lampu serta merampungkan pemograman sistem seperti yang diinginkan klien, maka efek penerangan yang sangat berbeda dapat langsung dirasakan dan dinikmati.
Skop keahlian kami mencakup , disain penerangan rumah mewah, gedung komersial, gedung kantor, hotel, Rumah sakit, museum, Gedung peninggalan zaman, tugu peringatan, taman dan lain-lain.
"Concept” includes the soul of your project.
It is a thin red thread that has to be followed through the entire design process.
It is the same whether the project is small or large.
It has to have a soul - it has to Rock and it has to Roll…!
Design is an attitude, and if it has soul, then you have the chance of producing something that will be good.
by :
JP Lighting Designer
Medan-North Sumatera,Indonesia
http://tootje-jplightingsdesign.blogspot.com
Joe Philip June 4th, 2009, 05:07 PM Originally Posted by Pieter Loho
dah lama ga mampir....
mantap om tootje....
oi ya..
mengenai fiber optik
waktu itu pernah dapet project utk
pasang di swimming pool....
emang keren om....
cuman harga nya masi terlalu mahal.....
buat om horusporus...
ada sedikit mata kuliah tentang lighting di ars..
Fisika Bangunan kalo ga salah nama mata kuliahnya,.
bos saya lulusan ekonomi....
lighting designer top jakarta....
hadi komara ama paul gunawan lulusan fisika CMIW...
kalo menurut saya lighting bergantung sama taste....
maaf kalo salah... karena pandangan pribadi.....
oke mari kita berbagi di forum ini....
cheerss..
Pieter Loho
makasih bang pieter yaaa
..hmh,bicara ttg lampu fiber optik aq jadi terinspirasi untuk mengulasnya..tp ntar aja ya, kaskus lg trouble tuh..!! ntar gabung di http://tootje-jplightingsdesign.blogspot.com aja ok!!
...mata kuliah yg membahas ttg lighting, memang ada di fakultas teknik sipil & elektro dan bahkan di stm, sekelumit dikit n kulit doang, so tidak menjurus dpt dikuasai!!!
Pendapatku setiap orang yg menghargai keindahan dapat menjadi seorang Hadi Komara & Paul Gunawan yang lain...intinya tekun belajar n siap menerima tantangan...
Ibaratkan membangun sebuah antena tinggi, utk mempertahankannya agar tidak tumbang anda membutuhkan kawat skur yg ditarik pd tiga titik penyangga dibawahnya minimal 3 yg dipasang saling berlawanan arah,n smakin tinggi antena itu semakin banyak dibutuhkan kawat penopangnya.
ini berarti bila anda menguasai satu bidang ilmu, maka bidang ilmu lain akan sangat anda butuhkan menjadi penyangganya.
Oleh karena itu utk menjadi seorang Lighting designer...anda boleh dari disiplin ilmu apapun yg berfungsi sebagai penopang skill lighting tsb,....lebih afdol memang apabila anda mengerti tentang listrik, estetika , fisika dan psikologi.....
btw,saya koq merasa ngga klop ketika anda katakan Lighting semata hanya persoalan taste,....soalnya bicara tentang lighting maka tak lepas dari masalah cahaya dan membahas cahaya berarti kita hrs faham bahwa cahaya tidakkan ada tanpa mata yg dapat melihat.....lalu karena struktur mata manusia adalah sama dalam melihat warna,bereaksi terhadap cahaya ,kepekaan dan lain sebagainya serupa untuk mata setiap orang (kecuali yg abnormal lho)...maka Lightinglah (study ilmiah membuktikan) justru yg menjadi subjek taste tsb n bkn sebaliknya.....sehingga taste dan mood seseorang sangat terpengaruh oleh pencahayaan alias Lighting.......!!
terima kasih & cheers!!
Joe Philip June 4th, 2009, 05:09 PM Bang avodigit,
saya maklum kalo anda masih amatir dgn bidang yg ditekuni saat ini tetapi ini adalah awal yg baik buat anda krn minimal anda sdh memulai dgn giat menggali ilmu.....
sekedar informasi, Lighting design yg sgt prestisius dan eksis didunia lahir dari seni pencahayaan panggung (stage lighting yg anda tekuni ini khan?) lbh 1600 thn lalu. Oleh sebab itu ,seorang Lighting desainer itu harus menjadi seniman...yang memahami tentang style,komposisi, keseimbangan, estetika dan emosi manusia.....km jg hrs mengerti tentang Ilmu pengetahuan yg berkenaan dengan cahaya, tentang penglihatan (bkn hantu lho) ato ttg mata, ttg psikologi serta ttg teknologi perlampuan..ingat teknologi bergerak mengimbangi kecepatan cahaya,..hehehehhe
saya ngga tau persis panggung utk event apa yg fotonya diupload itu, ngga jelas apakah pentas tari, sandiwara, opera , ato diskotik.
tentu teknik pemasangan, jarak lampu & ketinggian serta penggunaan jenis lampu seperti Plano, Fresnel, Par64 ato jenis lampu apa aja yg sdh anda ketahui?? karena pasti beda aplikasinya utk 1 panggung dgn yg lain...
oh ya, km jg harus tau kalkulasi dan formula perhitungannya lho!!
tetapi tenang bro, aku akan mengulas hal ini utk anda di http://tootje-jplightingsdesign.blogspot.com ,..ok Thanks
PS,
coba perhatiin & kaji warna cahaya apa yg kurang n bentuk (pola) cahaya apa yg banyak disukai audiens (utk pencerahan atas uploadan km)
Joe Philip June 4th, 2009, 05:13 PM Quote:
Originally Posted by Mr Strong
Waduh
Kukira pertanyaan udah cukup detail
Ternyata info nya kurang banget
3x5 itu utk ruang keluarga, nonton tv dan segala aktivitas ada di sana
Warna dinding nya masih belum tahu, rencana mau kasi wallpaper warna krem sedikit ke emas-an
Downlight nya ada ukuran apa aja ya? waktu itu udah beli yg paling besar kok dudukan nya
Bohlam nya pengen nye jenis ulir, tapi masi belum beli bohlam nya seh
Perabotan nya.....nah ini jg belum beli, rencana mau di kasi sofa bed, warna sofa bed nya? hehehe maap masi belum tahu jg, maklum rumah baru dgn budget terbatas
Bang strong yg baik,
utk info desain lampu memang hrs gitu ato kalo tidak hasilnya ya biasa2 aja....
pada posting sebelumnya saya ada membahas prinsip2 & kategori serta beberapa teknis tata cahaya,..(sdh baca bro?) ;-) sebagai pedoman mungkin lumayan sekali inputnya khan?!!!
Ok, kalo mau gampangnya, coba anda oret2 ......ditengah ruangan (potong lebar lemari ya) pasang Chandelier (lampu kristal) kalo bisa pake dimmer, ini berfungsi sebagai dekoratif light, trus general lighting pake Down light di 4 sudut ruangan & aksen light pake halogen 50W/12V yg 5000K,sudut 10 derajat kalo dipasang diplafon untuk menyorotin foto keluarga pilih housing ato pake wall mounted picture light yg dipasang diatas foto keluarga ato lukisan yg lbh baik kalo dipasang berseberangan dgn letak TV anda...masing2 fungsi lampu hrs berdiri sendiri saklarnya n liat apa yg akan terjadi....hehehehehehe!! tq
mau lbh jelas lg ,visit this link n daftar segera, tq http://tootje-jplightingsdesign.blogspot.com
Joe Philip June 5th, 2009, 01:29 PM Quote:
Originally Posted by tootje
btw,saya koq merasa ngga klop ketika anda katakan Lighting semata hanya persoalan taste,....soalnya bicara tentang lighting maka tak lepas dari masalah cahaya dan membahas cahaya berarti kita hrs faham bahwa cahaya tidakkan ada tanpa mata yg dapat melihat.....lalu karena struktur mata manusia adalah sama dalam melihat warna,bereaksi terhadap cahaya ,kepekaan dan lain sebagainya serupa untuk mata setiap orang (kecuali yg abnormal lho)...maka Lightinglah (study ilmiah membuktikan) justru yg menjadi subjek taste tsb n bkn sebaliknya.....sehingga taste dan mood seseorang sangat terpengaruh oleh pencahayaan alias Lighting.......!!
terima kasih & cheers!!
Originally Posted by Pieter Loho
yg di bold saya setuju banget om tootje, mood dan taste bisa dipengaruhi oleh lighting...
maksud saya taste dari sang lighting designer juga berbeda2...
yg ini merupakan gaya atau ciri2 yg membedakan seorang 'artis' (baca Lighting designer) ,seni ,kreatifitas & inovasinya yang membedakan mereka 1 dgn yg lain....
misal ukuran gelap dan terang dari 1 lighting designer berbeda dengan lighting designer lain, dan taste ukuran gelap terang dari lighting designer dan owner juga terkadang berbeda.....
namun berbicara ttg ukuran gelap dan terang maka ini berarti anda membahas tentang intensitas cahaya,suatu ilmu pasti yg terukur yg parameternya selalu digunakan oleh Lighting designer profesional sebagai pedoman agar pencahayaannya sesuai dgn kriteria ruang maupun fungsinya guna mencegah kelelahan mata, keamanan, penghematan dan seterusnya.....
persepsi intensitas cahaya adalah serupa bagi setiap orang!!! Bukankah 50 Lux terasa remang2 bg semua orang dan 500 Lux adalah cukup dan 5000 Lux sgt terang & seterusnya??!!lux=lumen/mtr2
mungkin karena saya banyak mengerjakan residence lighting jadi perbedaan ukuran gelap dan terang itu yg mencuat menjadi perbedaan...
Lain halnya dengan efek visual,....oleh karena anda setuju dgn statement "taste dan mood seseorang sangat terpengaruh oleh pencahayaan alias Lighting" maka jelas bahwa efek visual dari Lightinglah yg menyebabkan persepsi orang menjadi berbeda.
Efek visual adalah aksen faktor dari teknik pengaturan pencahayaan dari 1 sumber cahaya atau lebih yang menghasilkan pengaruh pd penglihatan kita yaitu : efek visual nyata, efek teatrikal & efek dramatis...oleh karena itu saya berkesimpulan ,perbedaan yg anda maksud cendrung disebabkan hal ini......
so, anda jgn terjebak dgn "perbedaan" itu karena all about Lightings is just the same but its art
mohon bantuan penjelasan utk penyelarasan... mungkin om tootje lebih paham cara menjembatani nya...
thanks.
cheers,
Pieter Loho
anda benar,..keselarasan ,keseimbangan dan kontras merupakan modal dasar seorang Lighting designer......!!
tq & peace from JP (tootje)!!
Joe Philip June 25th, 2009, 04:21 PM Fundamental Pencahayaan Arsitektural
Merancang dan menata cahaya sebagai profesi yang mengkombinasikan seni dan sains serta pengetahuan tentang penerangan alami dan cahaya lampu untuk mendukung terciptanya kwalitas hidup dan tempat kerja yang baik, nyaman dan indah bagi setiap orang. Manusia, apapun usianya, latar belakang budayanya, pekerjaan maupun kondisi kesehatannya menjadi tumpuan perhatian bagi semua perancangan cahaya arsitektural. Untuk dapat menciptakan atmosfir yang diinginkan dan mendapatkan keseimbangan antara cahaya dan bayangan sangat dibutuhkan pengalaman ,sensitifitas ,wawasan, pemahaman atas keinginan-keinginan klien, kebutuhan-kebutuhan sang pengguna atau pemilik bangunan serta pengetahuan ruang tiga dimensional. Suatu keahlian yang mungkin memang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat menguasainya.
Selama proses pengembangan profesi Penataan cahaya (Lighting Design), sejumlah program dan prakarsa edukasi sudah dibentuk diseluruh dunia. Program-program dibeberapa sekolah dan universitas sudah melibatkan praktisi perancang cahaya dengan keahlian-keahlian seperti yang disebutkan diatas itu.
Hasil daripada upaya yang khusus dibentuk oleh jaringan pengajar dari PLDA (Professional Lighting Designer Association) dan pengajar2 dari manca negara di seluruh dunia adalah disahkannya sebuah pedoman yang diakui secara Internasional yang disebut Architectural Lighting Fundamental (ALF). Tujuan dari ALF adalah untuk mengesahkan platform dasar-dasar pengetahuan dan konten yang dibutuhkan oleh professional2 muda diseluruh dunia yang ingin berpraktek sebagai Penata Cahaya Arsitektural.
Fundamental pencahayaan arsitektural adalah garis pedoman yang dianjurkan itu bukan merupakan suatu keharusan dalam bentuk kurikulum dan 6 (enam) topik berikut ini adalah Fundametal yang harus dipelajari dan diajarkan sebagai modul individual dan atau digodok kedalam suatu methode pengajaran serta pelatihan Penataan Cahaya atau Lighting Design. ALF dapat juga digunakan sebagai bahan check list bagi pengajar dan muridnya maupun bagi para praktisi lighting designer yang senantiasa berkeinginan untuk terus mengembangkan kompetensi profesionalitasnya.
1. HISTORY AND THEORY
Sejarah architectural lighting design (ALD)
Teori dan kegiatan ALD saat ini
2. PERCEPTION
Persepsi tentang cahaya
Kesehatan dan factor manusia
3. LIGHTING PHYSICS
Fisika cahaya
4. LIGHT SOURCES
Sumber cahaya alami
Sumber cahaya buatan (lampu listrik)
5. LIGHTING EQUIPMENT
Sistem optikal
Sistem perangkat lampu
Kontrol-kontrol elektronik
Spesifikasi
6. PRACTICE
Prinsip penerangan
Kriteria Rancangan
Konsep-konsep Penerangan
Susunan & dokumentasi
Kalkulasi & Formula
Kode, standard an enerji
Topik diatas hanya merupakan dasar & pedoman atas pengetahuan yang perlu dipelajari oleh seorang calon Lighting Designer Professional…..Untuk menghindari kebosanan dan rasa stress, masing-masing topic boleh dipelajari tanpa sesuai dengan urutannya.
Joe Philip July 1st, 2009, 06:47 AM Light is physics; it's art; it's psychology; it's emotion. It can be bent, teased, shattered into a million colours. You cannot see it, yet you can manipulate it. It is both a wave and a particle.
It is the fastest known moving thing. It is elusive, an enigma and yet cold hard fact. ...
and without it,there is nothing,........hmm that is the Lighting's inspiration all about...& it's awesome.!!!!
H1AZrp2QvtQ
oweeyman July 1st, 2009, 06:55 PM pak Joe, boleh nanya gak?
lighting designing itu ada jurusannya gak di universitas?
kalo ada, menarik juga tuh jurusan:D lumayan buat nambah pilihan gw nanti kuliah:D
thx:)
Joe Philip's July 24th, 2009, 01:47 PM pak Joe, boleh nanya gak?
lighting designing itu ada jurusannya gak di universitas?
kalo ada, menarik juga tuh jurusan:D lumayan buat nambah pilihan gw nanti kuliah:D
thx:)
bang oweey, sori baru kebales sekarang....abis kena dampak bom marriot tuch,
oh ya, utk jurusan khusus mencetak seorang lighting designer di universitas disini masih belon ada....tetapi di amerika dan khususnya di eropah tentu sdh punya....coba anda browse ke www.IALD.org pasti ada link kesono..
Oops,...sori gue posting pake kloningan!!! hehehehe
Joe Philip's July 24th, 2009, 02:12 PM Based on the principles of chromotherapy, this luminaire concept uses colours to promote wellness, harmony and healing of the body. Some of the therapeutic effects colours have on a persons well-being include:
Red - Energises, activates the emotions and effects the muscular system
Orange - Stimulates the mind, releases blocked emotions
Yellow - Stimulates the nervous system, changes pessimism to optimism
Green - Touches deep seated emotions, induces peace and harmony
Blue - Calms and heals the mind, reduces blood pressure, gives greater awarenessIndigo - Relaxing, soothing for the nervous system, helps a person cope with life Violet - Can help with mental and emotional depression, purges the past to make way for a new beginning(Lacy 1996)
Using both direct and indirect lighting of room surfaces, the chosen colour is washed diffusely onto the ceiling whilst a warm white down light illuminates the space. Fully customisable colours and intensities are an option due to the RGB LED spectrum, allowing the user to configure the luminaires depending on their mood or therapeutic requirements. The third user adjustable variable is time, this gives the user the facility to influence their natural body clock, by selecting a time they want to wake up and the colour they want to wake up to, the light will then gradually bring them out of their sleep.
As further research into the effects of colour and light on the human body are reported, such as the impact blue light has on the circadian rhythm, the product allows the user to customise the three variables available, intensity, colour and time.The technical design is based around a symmetrical aluminium chassis that houses the uplight RGB LED\'s in one part and the warm white LED\'s in the underside with the drivers housed in a compartment in the centre. Light is pushed through an acrylic diffuser, giving a modern look whilst creating a soft uniform lighting effect.
Control of the luminaries is via a simple user friendly hand held infra-red remote.ReferencesLacy, M.L., 1996, The power of Colour to Heal the Environment, London: Rainbow Bridge
Joe Philip August 26th, 2009, 08:09 AM halo all, saya newbie neh, info info nya top tuh!!
tapi bolak balik nyari masalah nentuin titik lampu kok gak nemu yah?
Dilihat dari aspek general/standart (ga pake lampu yang memainkan emosi, ato point light ke object) gimana sih prosedur standart untuk nentuin titik lampu..
apa ada spekulasi teknisnya?
oh iya, lampu yg digunakan lampu downlight
thx all
infinite met datang ..!!
sebenarnya kalo km telusuri pasti ada tuh...mengenai rahasia penempatan titik lampu yg baik dan benar...jd jenis penerangannya terbagi beberapa kategori n kalo km liat runut kebelakang 15~30 halaman dr sini anda pasti dapat membaca prosedurnya.
mengenai general lighting, ada standard yg mestinya diacu agar produktifitas maupun effeisiensi dpt tercapai....oleh krn itu kriteria ruangan dan tempat kerja dll sdh ditentukan luminansi standar,...semisal 50~70lux utk ruang parkir, 100 lux utk koridor dan atau 500lux utk ruang kerja...dan utk menyebar cahaya dari lampu2 tsb kalkulasi dgn rumus2 tertentu dan spy merata tentu perlu di array sedemikian rupa dgn jarak yg sdh diperhitungkan sesuai dgn karakteristik optical control lampu yg mau dipasang.
spekulasi yg tdk dianjurkan itu terjadi krn kurangnya pemahaman thdap karakteristik lampu maupun teknik2 penempatannya.....
lampu down light sangat beragam dan berbeda satu produk dgn yg lain serta beda ukuran maupun jenisnya maupun bohlam yg dipakai.....!
trims....kalo anda perlu keterangan lbh lanjut, silahkan daftar disini http://tootje-jplightingsdesign.blogspot.com/
Joe Philip August 26th, 2009, 08:11 AM Cahaya adalah bagian spectrum elektromagnetik yang dirasakan oleh mata kita dan radiasi enerji yang mampu merangsang retina dan membuat sensasi penglihatan. Tetapi mengapa pancaran cahaya beradiasi kearah luar seperti yg telah dibuktikan oleh Young itu? Apa sesungguhnya yang terjadi? Untuk menjawab pertanyaan itu kita mesti faham dulu tentang gelombang cahaya dan akan sangat membantu bila memulainya dari pembahasan jenis2 gelombang yang sudah lebih kita kenal, yaitu gelombang yang kita lihat pada permukaan air. Satu kata kunci yang harus diingat adalah bahwa gelombang air bukan lah terbuat dari air. Gelombang terbuat dari enerji yang bergerak melalui air. Apabila gelombang bergerak menyeberangi kolam dari arah kiri kekanan bukan berarti air yang disebelah kiri kolam tersebut bergerak kearah kanan. Air itu sesungguhnya tetap pada posisinya semula. Itu adalah gelombang yang digerakkan. Saat anda memasukkan tangan kedalam bak mandi yang berisi maka anda menciptakan gelombang karena anda memberikan enerji ke dalam air itu. Enerji tersebut berjalan melalui air dalam bentuk gelombang.
selengkapnya baca disini yaaaa http://tootje-jplightingsdesign.blogspot.com thanks
Joe Philip August 26th, 2009, 08:16 AM Pengaruh warna-warni dijelaskan dalam sudut pandang psikologis ketika memandang warna secara nyata dan aspek psikologis atas sensor persepsi kita. Daya tarik warna-warni mencetuskan gabungan intepretasi konteks sosial, lingkungan dan budaya. Perbedaan corak yang dimiliki warna bisa kemudian memberikan pengaruh-pengaruh lain. Efek warna individual dapat ditingkatkan dengan cara mengkontraskan warnanya.
Merah adalah warna api dan merupakan ekspresi kekuatan, kehangatan dan enerji. Warna ini memiliki efek yang dominant. Sementara warna merah pucat melambangkan kegelisahan dan kekhawatiran, aspek kehangatan akan menurun ketika terangnya bertambah. Kuning adalah warna yang paling terang didalam roda warna, tetapi kalau digunakan pada sisi muka ia tidak memiliki enerji seperti merah.
Biru adalah warna langit dan salah satu warna yang dingin, memberikan efek mendalam. Biru gelap memiliki kecendrungan efek melankolis sementara warna biru hijau bernuansa perdamaian.
Hijau adalah warna vitalitas. Nuansanya berkisar pada ketenangan dan kesegaran. Putih adalah salah satu yang disebut non warna dan merupakan lawan dari hitam. Putih melambangkan kesucian.
Hitam merupakan kegelapan dan terkesan seram dan negative.
Abu-abu adalah salah satu non warna juga dan kesannya cuek. lebih jelasnya ada di blog saya ..thanks
Joe Philip September 4th, 2009, 10:17 AM cuma mo tanya, sebenernya Job Description/kode etik Lighting Designer yang baik itu seperti apa?
karena jujur saya pernah bekerja sama dengan salah satu dari konsultan
lighting di bawah ini;
tapi menurut saya cara kerja dan pelayananya sangat
tidak professional (dalam hal ini saya tidak bermaksud menghakimi)
tetapi hanya sekedar sharing!
1. Apakah Etis Memberikan spek barang yang hanya di jual/di-distribusikan
oleh lighting consultan itu sendiri?
2. Document apa saja yang di hasilkan dari proses design lighting itu sendiri.
3. Dasar apa yang di pakai dalam menentukan jenis lampu tata letak lampu
dan sebagainya.... (contoh: kalo arsitek/interior design kan berpatokan
pada human dimension)
:bata :bata :bata
Maaf kalo Sotoy!
bang corrsye, pertanyaan anda panjang n berat ......jd utk menhemat waktu sy kutip aja sebagian yg relevan dr blog sy utk jawabannya :
pertama yg ini ,Walaupun Arsitek ,Perancang Interior dan para insinyur lain ‘selalu bisa’ menggambarkan tata letak titik-titik lampu ,tetapi karena bidang dan tanggung jawabnya tidak spesifik dan melebar, umumnya kebanyakan dari mereka tidak memiliki kemampuan yang benar tentang teknologi pencahayaan dan tata cahaya yang sesungguhnya.
Oleh karena itu banyak perusahaan kontraktor maupun konsultan memberikan atau mensubkan pekerjaan perancangan tata cahaya kepada Agen-agen dari pabrik atau toko penjual lampu yang hanya memiliki sedikit pengetahuan tentang teknik pencahayaan yang tepat ,baik & benar serta tidak sungguh-sungguh memahami keinginan maupun kebutuhan klien, sehingga mereka hanya akan melakukan rancangan berdasarkan spesifikasi ,struktur harga dan stok barang yang dijualnya.
Lighting designer professional terikat dgn peraturan2 dan kode etik seperti yg diatur pd National Council for the Qualification of Lighting Professionals (NCQLP)...yg antara lain hrs
memiliki pengalaman min 3thn sebagai lighting designer.
memilihkan produk lampu dgn harga yg efektif dan produk enerji effisien dan yg paling cocok utk project bersangkutan
menciptakan solusi lampu2 inovatif yg menyempurnakan keseimbangan fungsi dan estetika.
memecahkan permasalahan terhadap tantangan desain penerangan yg khusus bagi ruang eksterior maupun interior.
menguatkan dan meninggikan nilai semua ruangan dengan perencanaan pencahayaan fungsional dengan kreatif.
utk jawaban kedua ,...Di JP Lighting Designer, kami selalu menyesuaikan setiap jasa konsultasi rancangan pada kebutuhan ,selera & keinginan masing-masing klien, dari perencanaan yang sederhana maupun perencanaan tata cahaya yang kompleks, kami akan melengkapinya dengan gambar CAD 3D dan spesikasi semua jenis rumah lampu, detail lampu-lampu khusus, gambar foto metric, data konsumsi beban, gambar simulasi, denah sistem dan program serta administrasi pelaksanaan.
yg ketiga, jawabannya adalah konsep erta menghindarkan vested of interest....., jadi salah satu kriteria Lighting Designer itu adalah tdk boleh merangkap sebagai kontraktor instalatur dan menjadi agen maupun partner produsen lampu yg menggangu integritasnya didalam mendesain pencahayaan....!!!
mungkin terlalu panjang tetapi kalo anda membaca sampe disini sy yakin anda pasti sdh puas....thanks :cheers:
Joe Philip December 10th, 2009, 01:02 PM maaf !!!,...belakangan rada banyak kesibukan so ngga sempat meng update....!!!
maybe later ..........soon !!!!! It's not been busy ****i*' but just ****in' busy folks !!
|
|