View Full Version : Kampar | Riau | Negeri Serambi Mekah Riau


Pages : 1 [2] 3 4 5

jendry
January 28th, 2011, 10:45 AM
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs925.snc4/73826_1549828637359_1584393236_31266594_6886229_n.jpg

jendry
January 28th, 2011, 11:55 AM
http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs280.snc6/180879_1818789146720_1149884118_2186043_825269_n.jpg




http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs796.ash1/168673_1814004267101_1149884118_2176515_6548885_n.jpg




http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs885.ash1/179299_1813520935018_1149884118_2175101_3956096_n.jpg

jendry
January 28th, 2011, 10:27 PM
coba cek thread negri kampar,perak malaysia, :)
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=765804&page=2


berharap negri asal nya. kampar,riau minimal bisa seperti itu, bukan saatnya lagi pejabat - pejabat di atas memikirkan isi perut saja, mulai lah brpikir kreatif membangun negri, mulai lah membangun, jangan jadikan uang alasan untuk tidak membangun, jika uang cuma ada seadanya gunakan seadanya juga, jika kita mau membangun pasti bakal ada solusinya :)

rilham2new
January 29th, 2011, 04:14 AM
^^ Hahahaha, Kampar di Malaysia itu maju karena dulunya pernah jadi kota pertambangan timah :D

drie
January 29th, 2011, 05:49 AM
^^ sebenarnya Untuk Bankinang sendiri bagus kok, fasilitas kotanya juga lumayan lengkap, namun yang mendjadi masalah itu daerah - daerah di kecamatan nya sendiri yang cukup jauh perbenadannya.

jendry
January 29th, 2011, 08:05 AM
^^ Hahahaha, Kampar di Malaysia itu maju karena dulunya pernah jadi kota pertambangan timah :D

kampar di sini kan ada pertambangannya juga sekarang juga masih ada dan dari dulu dulu juga lagi :D

mau bertambang apa di sini timah is oke, minyak bumi,batu bara,dll :)
dan perkebunannya jangan di tanya lagi deh.. :P

jendry
January 29th, 2011, 08:44 AM
^^ sebenarnya Untuk Bankinang sendiri bagus kok, fasilitas kotanya juga lumayan lengkap, namun yang mendjadi masalah itu daerah - daerah di kecamatan nya sendiri yang cukup jauh perbenadannya.

ya bangkinang beberapa tahun belakangan ini memang makin bersolek aja nampak aku, lumayan bagus lah kota nya tertata,..

di beberapa daerah juga hampir sama kok dengan bangkinang tapi itu dia gak ada peran dari pemkab sedikitpun kemajuannya cuma maju karna faktor ekonomi nya yang mendorong untuk maju..


slogan dari kampar itu sendiri negri serambi mekahnya riau (negri beriman), nama itu apa hanya sebuah simbol penamaan saja, menyandang nama seperti itu sangat berat loh, dan juga harus sejalan dengan slogannya.
dan slogan tersebut juga merupakan cita - cita/visi dari kabupaten kampar.

baca ini

visi I kabupaten kampar

Misi-I

Mewujudkan pembangunan nilai budaya masyarakat Kampar yang menjamin sistem bermasyarakat dan bernegara untuk menghadapi tantangan global

Misi ini bermaksud:


Menumbuh kembangkan nilai-nilai budaya Kampar yang agamis kedalam etika bermasyarakat dan bernegara di Kabupaten Kampar.
Meningkatkan etos kerja, kreativitas dan memberdayakan nilai-nilai gotong royong ( batobo ) serta usaha-usaha antisipatif menghadapi pengaruh global.
Menguatkan nilai-nilai musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan konflik yang timbul dalam hidup bermasyarakat dan bernegara di Kabupaten Kampar.




visi yang pertama ini aku rasa, tidak begitu menjadi masalah di kabupaten kampar, visi ini sudah terkandung dalam kehidupan sehari - hari.



Misi-II

Meningkatkan manajemen dan kemampuan aparatur dalam mengelola aset daerah dan pelayanan masyarakat.

Misi ini bermaksud:


Membangun e-government berbasis good governance yang amanah dan berkeadilan untuk mensejahterakan masyarakat Kampar.
Mengembangkan sistim manajemen dan kemampuan aparatur dalam mengelola kekayaan yang dimiliki daerah, baik sumberdaya alam, teknologi, budaya, dan adat istiadatnya secara ekonomis, efisien, dan efektif, dalam upaya mewujudkaan pelayanan kepada masyarakat secara mudah, cepat, terjangkau, tepat waktu, transparan, tepat sasaran dan memenuhi kepastian hukum.



ini masih sangat jauh sekali dari kabupaten kampar, e - government apa yang sudah di terapkan? dan seperti apa yang akan di terapkan?
gak jelasss,,,,


poin kedua itu di jelaskan sistem informasi manajemen dalam mengelola segala hal, sistem seperti ini ada di perusahaan - perusahaan besar dan maju di indonesia pun sudah mulai banyak perusahaan menerapkan sistem informasi manajemen ini, jika hal ini di terapkan kan aku acungi dua jempol buat kabupaten kampar, tapi sayang sistem manual sekarang pun pemkab gak transparan dalam mengelola keuangannya.

untuk menyediakan sistem ini dana nya gak murah loooh, mahaaalll
untuk investasi awal bakal terasa berat banget, hanya kemauan untuk menerapkan ini yang mungkin bisa.. :)
tapi saya sangat mendukung sekali kalau hal seperti ini di terapkan, ini adalah visi 2020 kabupten kampar, visi yang belum berjalan? mudah - mudahan bukan visi saja yang besar kemauan juga harus besar. :)


visi III
Misi ini bermaksud mewujudkan:



Sehat jasmani dan rohani yang memiliki mentalitas dan kemampuan dalam mengembangkan diri, dan berperan dalam membangun daerahnya;
Dapat menguasai dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan perkembangan zaman untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam tuntutan pembangunan daerah;
Berpikiran maju untuk mengembangkan diri dan memiliki wawasan kedepan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka memajukan daerah.



visi ini di bebankan kepada kaum akademis dari kampar untuk membangun negri, dan visi dari pemerintah ini jangan hanya tuntutan saja terhadap masyakarat kammpar tapi harus di dengar kan masukan dari para akademis untuk kemajuan kampar, dan menggandengnya bagaimana membangun kampar sesuai dengan visi dan misi.


----

saya mengambil garis besar dari visi kabupaten kampar saja yaitu menjadikan kampar "KABUPATEN KAMPAR NEGERI BERBUDAYA, BERDAYA DALAM LINGKUNGAN MASYARAKAT AGAMIS TAHUN 2020"

mewujudkan hal seperti ini tidak cukup dengan membangun islamic centre saja, tidak cukup masyarakatnya berpakain muslim saja.

perlu ada tempat kajian yang mendalam untuk hal tersebut, contohnya mungkin mendirikan sebuah universitas murah meriah untuk kajian - kaajian itu, kalau perlu di gratiskan pendidikannya cara nya dengan memungut pajak pendidikan terhadap warga yang berpenghasilan tertentu, dan yang tidak memenuhi kriteria jangan di pungut pajak dalam hal ini sistem informasi manajemen tadi lah yang di perlukan :)

berdaya, memberdayakan yang sudah ada seperti dalam ekonomi itu, perkebunan haarus juga di buat kan lembaga kajian karet juga harus seperti itu,untuk sawit sekrang sudah ada perguruan tingginya kalau gak salah di kampar, tujuan nya ya untuk bagaiamana masyarakat petani bisa berpenghasilan lebih dan lain - lain juga bisa meningkatkan produksi serta menghasilkan produk bibit unggulan :)

sumber visi kampar http://www.kamparkab.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=14&Itemid=6

Sweet
January 29th, 2011, 08:53 AM
Woow... Kampar benar-benar Kota wisata Religi :okay:

jendry
January 29th, 2011, 06:31 PM
iya bang, kampar cukup terkenal wisata religius dan kehidupan religius masyarakatnya kota ini di sebut serambi mekahnya riau :)

jendry
January 29th, 2011, 06:35 PM
aktivitas nelayan di teratak buluh

daerah ini merupakan penghasil ikan sungai terbesar di riau.


http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1156.snc4/149838_172439582782078_100000481134924_536991_6295541_n.jpg



http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1227.snc4/155937_175561772469859_100000481134924_557972_6851663_n.jpg



http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs925.snc4/73807_170003409692362_100000481134924_522991_4835432_n.jpg

jendry
January 29th, 2011, 07:20 PM
masjid jami air tiris

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs061.snc6/167135_1522549343991_1242309725_31162890_7148196_n.jpg
by.widiarso arso

Sweet
January 30th, 2011, 12:18 AM
Fotonya bagus-bagus :okay:
BTW antara Pekanbaru dan Bangkinang jaraknya berapa kilometer ya...? Trus waktu tempunya berapa lama...? Thanks before...?

drie
January 30th, 2011, 02:31 AM
^^ pekanbaru Bangkinang itu jaraknya sekitar 50 KM kok bang CMIIW, bisa di tempu sekitar 1 jam lah ( terkadang cukup waktu setengah jam aja :lol: ), Jalan Mulus dan sekarang tengah di Proses penimbunan jalan untk pembangunana High Way Pekanbaru - Bangkinang :)

jendry
January 30th, 2011, 12:06 PM
Fotonya bagus-bagus :okay:
BTW antara Pekanbaru dan Bangkinang jaraknya berapa kilometer ya...? Trus waktu tempunya berapa lama...? Thanks before...?

thks bang :)

jarak dan waktu tempuhnya sudah di jelaskan edri :)

jendry
January 30th, 2011, 12:09 PM
Lokasi | sei pagar dan teratak buluh




http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs583.snc3/30780_1381035440264_1063275893_31089852_390140_n.jpg




http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs563.snc3/30780_1381024079980_1063275893_31089834_8352261_n.jpg




http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs556.snc3/30430_1394684381479_1063275893_31119723_3046470_n.jpg




http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs523.ash1/30780_1381083241459_1063275893_31089869_5623874_n.jpg
credit.ahmad samsu bagio

rilham2new
January 30th, 2011, 12:26 PM
aktivitas nelayan di teratak buluh

daerah ini merupakan penghasil ikan sungai terbesar di riau.


http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1156.snc4/149838_172439582782078_100000481134924_536991_6295541_n.jpg



http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1227.snc4/155937_175561772469859_100000481134924_557972_6851663_n.jpg



http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs925.snc4/73807_170003409692362_100000481134924_522991_4835432_n.jpg


Teratakbuluh ??? Penghasil ikan sungai terbesar ???? Yang bener nih ???

Yang aku tahu di sana itu banyak restoran yang spesialis ikan-ikan sungai. Dan banyak orang PKU yang wisata kuliner ke sini, karena jaraknya cuman 15 km selatan Pusat Kota Pekanbaru.

Rasa aku lebih banyak di Bangkinang ke atas deh industri ikan sungai ...

rilham2new
January 30th, 2011, 12:33 PM
^^ pekanbaru Bangkinang itu jaraknya sekitar 50 KM kok bang CMIIW, bisa di tempu sekitar 1 jam lah ( terkadang cukup waktu setengah jam aja :lol: ), Jalan Mulus dan sekarang tengah di Proses penimbunan jalan untk pembangunana High Way Pekanbaru - Bangkinang :)

Pekanbaru-Bangkinang, kalau dihitung dari Pusat Kota (KM 0 Kota Pekanbaru) jaraknya 60 km pas. Sementara kalau dari kawasan gerbang Universitas Riau yang di Jalan Soebrantas, jaraknya udah terpangkas sekitar 12 km di dalam kota. Jadi kalau dari batas terluar Kota Pekanbaru, sebenarnya cuman 48-45 km saja.

Kalau pengalamanku, dengan kendaraan roda 4.. PKU-Bangkinang itu menghabiskan waktu 1 jam lebih (dari pusat kota), bahkan bisa 1 jam setengah.

Cuman kalau PKU-Bangkinang, terutama hari Minggu Sore khusus arah masuk ke Kota Pekanbaru sama sekali tidak bisa kencang, karena kendaraan bergerak mengular panjang masuk Kota. Kecepatan pun paling kencang cuman 60 km/jam... Rata-rata malah 40-50 km/jam. Itu kalau roda 4.

drie
January 30th, 2011, 12:34 PM
^^ kalau untuk Kategori Ikan Sungai sepertinya di seluruh Kampar merata yah, gak hanya teratak buluh aja yang besar hasil ikannya, tapi Air Tris, Danau Bingkuang, Lipat Kain, Kuok juga banyak kok ikan sungainya. sedangakan Sentra Ikan kerambah sendiri lebih di dominasi di kawasan kampar kanan sana. misal seperti di PLTA Koto Panjang yang merupakan kawasan penghasil Ikan kerambah terbesar saat ini. dan untuk untuk Ikan - Ikan yang berada di Danau Alam sudah pasti penghasil terbesar ya di desa Bulu Cina.

drie
January 30th, 2011, 12:36 PM
Pekanbaru-Bangkinang, kalau dihitung dari Pusat Kota (KM 0 Kota Pekanbaru) jaraknya 60 km pas. Sementara kalau dari kawasan gerbang Universitas Riau yang di Jalan Soebrantas, jaraknya udah terpangkas sekitar 12 km di dalam kota. Jadi kalau dari batas terluar Kota Pekanbaru, sebenarnya cuman 48-45 km saja.

Kalau pengalamanku, dengan kendaraan roda 4.. PKU-Bangkinang itu menghabiskan waktu 1 jam lebih (dari pusat kota), bahkan bisa 1 jam setengah.

Cuman kalau PKU-Bangkinang, terutama hari Minggu Sore khusus arah masuk ke Kota Pekanbaru sama sekali tidak bisa kencang, karena kendaraan bergerak mengular panjang masuk Kota. Kecepatan pun paling kencang cuman 60 km/jam... Rata-rata malah 40-50 km/jam. Itu kalau roda 4.

makasih atas koreksinya bang. kalau untuk Mobil yah sekitar satu jam-an lah, tapi kalau untuk Naik Motor dijamin lah kurang dari 1 jam :D.

rilham2new
January 30th, 2011, 12:38 PM
^^ Ada satu daerah "BATALYON" di sekitaran Bangkinang, yang mana semua kendaraan yang tadinya kencang jadi pelan ketika melewati depan kawasan itu :D... wkwkwkwk

drie
January 30th, 2011, 12:43 PM
^^ oh kalau Batalyon itu sesudah Kota Bangkinang bang ham ( jika dari arah Pekanbaru ), yah kalau batlyon itu kita harus berjalanpelan ( mana Batalyonnya Panjang lagi :D)

jika kekampar kiri juga ada Batlyon tapi lokasinya berada di perbatasan Pekanbaru ( masih dalam teritori pekanbaru ) - Kampar dan juga diharuskan berjalan Pelan.

jika melanggar, siap - siap disuruh hitung jumlah besi pada pagar, Sapu halaman, Cuci Piring tanpa Sabun atau yang paling parah lari keliling batalyon. :lol: wkwkwkwkwk

jendry
January 30th, 2011, 12:44 PM
Teratakbuluh ??? Penghasil ikan sungai terbesar ???? Yang bener nih ???

Yang aku tahu di sana itu banyak restoran yang spesialis ikan-ikan sungai. Dan banyak orang PKU yang wisata kuliner ke sini, karena jaraknya cuman 15 km selatan Pusat Kota Pekanbaru.

Rasa aku lebih banyak di Bangkinang ke atas deh industri ikan sungai ...

iya memang benar ini daerah penghasil ikan sungai terbesar di riau, semua ikan sungai di riau berasal dari sini, di sini juga ada tempat pelelangan ikan sungai yang transaksinya di malam hari,



sedangkan di daerah bangkinang dan sekitar nya itu banyak keramba ikan baik di kolam maupun di PLTA koto panjang, sungainya enggak !


*maksudnya ikan yang di hasilkan langsung dari sungai tanpa di budi dayakan.. :)

rilham2new
January 30th, 2011, 12:47 PM
^^ oh kalau Batalyon itu sesudah Kota Bangkinang bang ham ( jika dari arah Pekanbaru ), yah kalau batlyon itu kita harus berjalanpelan ( mana Batalyonnya Panjang lagi :D)

jika kekampar kiri juga ada Batlyon tapi lokasinya berada di perbatasan Pekanbaru ( masih dalam teritori pekanbaru ) - Kampar dan juga diharuskan berjalan Pelan.

jika melanggar, siap - siap disuruh hitung jumlah besi pada pagar, Sapu halaman, Cuci Piring tanpa Sabun atau yang paling parah lari keliling batalyon. :lol: wkwkwkwkwk


Emang ada yang udah pernah kena ya, drie ??? Aku dengar dari cerita orang-orang aja .... Tapi yang aku dengar disuruh mandi pake Sabun Cuci batangan yang panjang, sampe habis :p haha

drie
January 30th, 2011, 12:52 PM
^^ aku sih belum pernah kena, tapi dulu kan dulu aku sempat sekolah di dalam kawasan Militer, yah hukuman nya gak jauh - jauh beda lah bang, sama semua tuh hukuman yang diberikan ( peraturan dalam biasanya gak jauh - jauh beda kalau menghukum rakyat sipil :D )


nah kalau yang disuruh mandi pakai sabun batangan sampai habis kayaknya sekarang udah mulai jarang yah bang, tapi kalau dulu wah itu sering banget di lakukan. kalau di Auri kita disuruh masuk kedalam kolam lumpur gitu, setelah itu baru deh mandi dengan sabun batangan sampai habis :lol:

jendry
January 30th, 2011, 01:19 PM
Pemkab Kampar Bedah Rumah Petugas Kebersihan



Seorang petugas kebersihan mendapat rejeki dengan rumahnya 'dibedah' menjadi jauh lebih layak. Program tersebut digulirkan Pemkab Kampar dan direncanakan berlanjut.

Riauterkini-BANGKINANG- Syafrizal (ujang) dan Rosmiati warga Muara Jalai, dan Juinar petugas kebersihan kota Bangkinang menerima kunci rumah karena rumah milik warga tersebut sudah selesai dibedah dan siap untuk ditempati Penyerahan kunci rumah tersebut diserahkan langsung Bupati Kampar Drs,H,Burhanuddin Husin.MM didampingi Ketua TP.PKK Kabupaten Kampar Ny. Hj.Mimi Gusneti Burhanuddin dan ketua Komunitas Sepeda kampar (Koseka) Drs,H.Zulher.MS, Sabtu (28/1/11).

‘’ Kita menyadari bahwa program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap penderitaan warga kita yang tidak memiliki kemampuan untuk membangun dan memiliki rumah layak huni. Untuk itu kita akan terus mewujudkan keinginan warga kita yang tidak mampu tersebut salah satunya melalui kegitan berolahraga sepeda dan kegiatan sosial ini,’’terang Bupati.

‘’ Program ini akan terus kita laksanakan, dan Pemerintah daerah bersama Koseka, PMI,Korpri dan TP.PKK Kampar akan terus melanjutkan kegiatan ini, minimal satu Kecamatan satu rumah,’’ ujar Bupati.

Dikatakannya bahwa kegiatan tersebut mempunyai tujuan sama yaitu membantu warga yang tidak mempunyai kemampuan untuk membangun dan memiliki rumah karena alasan kemiskinan, tapi program bedah rumah ini beda, ini murni program spontanitas yang dilaksanakan Secara bersama-sama oleh beberapa komponen diatas.

Berkaitan dengan pembangunan sosial yang diprogramkan Pemerintah, beliau mengatakan kalau tidak salah program pembangunan rumah sosial bagi warga miskin setiap tahunnya tidak kurang dari 200 uinit rumah yang tersebar diseluruh Kabupaten Kampar.

Sekdakab Kampar Drs.H.Zulher,MS yang juga selaku ketua dan penggas berdirinya Komunitas Sepeda kampar (Koseka) pada kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur yang dalam atas terlaksananya programbedah rumah ini, sehingga pak Bupati menyerahkan kunci kepada pemilik rumah ini.

‘’ Kita tidak hanya dapat menikmati olahraga dengan bersepeda, melainkan dapat pula berbuat sesuatu yang bermakna dalam hidup terutama bagi saudara kita yang kurang mampu, Alhamdulillah semua ini dapat terlaksana karena adanya dukungan dan saran dari semua anggota Koseka dan elemen yang ada serta niat yang ihklas dan untuk beribadah ,’’ ujar Zulher.

Pada kesempatan tersebut Bupati menyampaikan rasa sukacitanya, melalui program spontanitas yang dilakukan Pemda Kampar,Koseka,Korpri,PMI dan PKK Kabupaten kampar,ternyata kita mampu berbuat sesuatu yang sangat bermakna, khususnya bagi warga kita yang sangat membutuhkan rumah layak huni.

Ketua TP.PKK Kampar Ny. Hj.Mimi Gusneti Burhanuddin pada kesempatan itu juga ikut membantu memberikan bantuan berupa tempat tidur kepada pemilik rumah serta bantuan dari GOW Kabupaten Kampar.***(man)

rilham2new
January 31st, 2011, 03:20 PM
Hutan Larangan Adat Kenegerian Rumbio
Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar
Provinsi Riau
Wah ternyata dekat Pekanbaru, dan hanya 2 km dari Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, ada kawasan seperti ini :D... Padahal seingatanku dari Pekanbaru sampai Bangkinang yang ada itu Hutan Sawit, Karet, atau Sawah :D

Riau Pos 30 Januari 2011
1
http://farm6.static.flickr.com/5131/5404026163_da4aaeb1a6_b.jpg

2
http://farm6.static.flickr.com/5298/5404633676_3b7069b4b0_b.jpg

3
http://farm6.static.flickr.com/5012/5404030759_80c39f9fb1_b.jpg

4
http://farm6.static.flickr.com/5298/5404027537_14a3a5457d_b.jpg

5 behhh, sumber air sejernih ini di tengah Hutan Riau :D
http://farm6.static.flickr.com/5300/5404028465_6cc87d41a2_b.jpg

drie
January 31st, 2011, 03:48 PM
^^ Lokasinya bukan di pinggir jalan bang, tapi asuk lagi kedalam area perkampungan yah sekitar 1 KM lagi lah. kalau Lintas Pekanbaru - bangkinang kayaknya hampi gak ada lah bang yang namanya Sawit, tapi kalau kebun Karet, Kelapa, Durian, Manggis dan area perSawahan nah itu memang banyak :lol:

drie
January 31st, 2011, 03:53 PM
^^ Di Siak Hulu, Kampar juga ada kok hutan Larangan seperti itu, bahkan lengkap dengan 7 buah Danau Alami sekaligus :D, yaitu di Desa Buluh Cina, bahkan masih masuk kawasan Pekanbaru juga terdapat Hutan raya Sultan Syarif Kasim :)

aku pernah membaca artikel kalau kab-kota di Riau banyak memiliki zona - Zona hutan seperti ini. jangankan di kampar, di Pekanbaru saja kita masih bisa lihat hutan kan, di antara padatnya perumahan penduduk, masih ada sebagian dari tanah yang masih banyak pepohonannya, meskipun di jalan - jalan di dalam kota pekanbaru sendiri kurang Pohon ( contoh panam, jalan T.Tambusai, Jl. Riau dll ) :D

rilham2new
January 31st, 2011, 03:54 PM
^^ Tapi TAHURA dan Hutan di Pekanbaru seperti misalnya di sekitaran Bandara itu kayaknya bukan hutan adat ...

^^ Lokasinya bukan di pinggir jalan bang, tapi asuk lagi kedalam area perkampungan yah sekitar 1 KM lagi lah. kalau Lintas Pekanbaru - bangkinang kayaknya hampi gak ada lah bang yang namanya Sawit, tapi kalau kebun Karet, Kelapa, Durian, Manggis dan area perSawahan nah itu memang banyak :lol:


Wkwkwwkwk, emang iya di jalur lintasan Pekanbaru-Bangkinang-Rantauberangin .... itu isi pohon-pohon pinggir jalan itu mulai dari
Durian sampai Kelapa memang lumayan banyak :D

Btw, Drie kalau perjalanan diteruskan lagi ke Rantau Berangin, dan kemudian sampai ke Rokan Hulu, dan melewati sampai ke Pasirpengaraian... Pemandangan pohon2 Durian dan Kelapa juga banyak loh ... Cuman udah campur sama Sawit :D

drie
January 31st, 2011, 04:00 PM
^^ iya bang ham, kalau Tahura sih memang bukan hutan milik Adat, namun meskipun itu Hutan Milik Adat, gaka ada loh orang yang berani menebang Pohon di dalamnya. kemarin ada kasus di Buluh Cina salah seorang yang mendapatakan Penghargaan Kalpataru justru menebang Hutan adat untuk di jadikan jalan, langsung lah di Penjarakan sama warga di kampung tersebut :D

iya, kalau lewat kebangkinang masih banyak perkebunan seperi itu ( tapi biasanya lebih di dominasi sawah ) namun setelah simp. tiga di rantau Berangin ( mengambil arah ke Rohul ) maka Sawit sudah mulai banyak terlihat :lol:

jendry
January 31st, 2011, 07:33 PM
komplek ruko | flamboyan, tapung



rencana nya di kompleks ini bakal di bangun sekitar 100 unit ruko yang di bangun oleh investor dari pekanbaru, di daerah ini ada dua titik besar kompleks ruko yang sedang di bangun kesemua investornya berasal dari pekanbaru, daerah ini kencang banget pembangunan rukonya. :cheers:




http://farm6.static.flickr.com/5252/5405311244_42570840a8_z.jpg





http://farm6.static.flickr.com/5016/5404692975_e57b9a24dd_z.jpg





di bawah mobil fuso ini ada pipa minyak ukuran raksasa loh, gak takut meledak apa pipa minyak panas di bawahnya :nuts::nuts:


http://farm6.static.flickr.com/5293/5404682955_2b9a75a25c_z.jpg




*sorry kualitas gambarnya jelek :nuts:

rilham2new
January 31st, 2011, 07:51 PM
^^ Wow, 100 unit ruko ??? Pake listrik PLN semua itu nantinya ??

jendry
January 31st, 2011, 08:10 PM
kalau pasokan listriknya kurang tau tapi kalau di lihat dari komplek ruko yang sebelumnya memang dari PLN :nuts:

soal jumlah unitnya ayah aku yang bilang bang, dibangun segitu, komplek yang baru jadi beberapa waktu lalu pun jumlahnya hampir 100 unit.
soal harga lupa nanya nya ayah saya cuma bilang harga rukonya lebih malah dari harga ruko yang di panam begitu juga dengan harga tanahnya :nuts:

rilham2new
January 31st, 2011, 08:30 PM
Kalau gak ditambah daya dan trafo nya dari PLN, siap-siap aja listrik Satu Petapahan kedip-kedip...

Tapi apa 100 ruko itu langsung keisi dalam waktu singkat?

jendry
January 31st, 2011, 09:08 PM
di sana memang sering mati lampu di keadaan tertentu :D


kalau cepat lakunya kurang tau juga, kalau nanti pemasarannya bagus seperti komplek sebelumnya pasti cepat terisi semua. di komplek ruko sebelumnya ketika selesai di bangun ruko nya udah ke isi semua :cheers:

jendry
February 1st, 2011, 12:48 AM
kampar | dalam lensa




http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs003.snc3/11055_1208957518587_1668201294_578628_411137_n.jpg




http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs512.ash1/30214_397479648977_792433977_4275978_2119020_n.jpg




http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs754.ash1/164506_479562568977_792433977_5866110_2596033_n.jpg
photo : Syahrizal Zet, Viki Payoka Piliang

jendry
February 2nd, 2011, 07:50 PM
desa wisata pulau belimbing | kampar


di desa pulau belimbing ini terdapat tiga puak masyarakat yang hidup berdampingan, sekarang tentu sudah terjadi perkawinan silang di antara mereka. desa ini berada tepat di tepi sungai kampar.

inilah bukti tiga puak yang hidup di situ saling berdampingan, walaupun ada perbedaan.


rumah lontiak, rumah adat asli masyarakat kampar kanan

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs148.snc1/5520_1229410932633_1149884118_704235_746299_n.jpg



http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs266.snc1/9319_1231800872380_1149884118_712974_7675285_n.jpg


rumah adat melayu pesisir di kampar kiri, rumah adatnya pun semacam ini


http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs266.snc1/9319_1231800912381_1149884118_712975_534568_n.jpg



http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs266.snc1/9319_1231801992408_1149884118_712977_6008299_n.jpg


dan satu lagi rumah gadang, tapi tidak ada gambarnya..

sebagian rumah tua itu kondisinya masih bagus dan masih ada yang di tempati, kita juga bisa bertanya pada masyakat disitu, puak mana saja yang ada di situ dan mana saja dari mereka yang keturanan dari salah satu pauk tersebut. :)

dan yang di posting ini hanya rumah yang tidak di tempati lagi oleh pemiliknya atau ditinggal pemiliknya. kedepan tempat ini harap di revitalisasi biar sejarah asal muasal masyarakat di situ tidak hilang :)

rilham2new
February 2nd, 2011, 08:53 PM
^^ Hmm, jadi teringat waktu aku ke kawasan Melayu Langkat, Sumatra Utara ... Rumahnya agak-agak serupa hehehe :D

jendry
February 3rd, 2011, 05:40 PM
di daerah - daerah situ sebenarnya masih banyak rumah semacam itu yang di tempati masyarakat walaupun sudah mengalami sedikit perubahan. di kampar kiri dan kuansing pun demikian.. :cheers:

jendry
February 6th, 2011, 12:32 AM
jembatan | bangkinang - bangkinang seberang




http://farm6.static.flickr.com/5094/5419351885_3f0f789e1a_z.jpg







http://farm6.static.flickr.com/5174/5419347465_f96341c805_z.jpg








http://farm6.static.flickr.com/5179/5419343215_aece70f816_z.jpg

jendry
February 6th, 2011, 02:43 PM
Peringati HUT ke-61,
Pertumbuhan Ekonomi Kampar di Atas Rata-rata Nasional




Kabupaten Kampar genap berusian 61 tahun. Banyak prestasi yang telah dicapai daerah tersebut, salah satunya adalah pertumbuhan ekonominya yang di atas rata-rata nasional.

Riauterkini-BANGKINANG-Dari berbagai upaya pelaksanaan pembangunan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Kampar, baik yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Kampar, APBD Provinsi Riau dan APBN menunjukkan hasil capaian kinerja yang cendrung semakin membaik. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kampar saat ini diatas Nasional yaitu 7,49 persen yang berada diatas rata-rata Nasional yaitu 5,5 persen.

Demikian diungkapkan Bupati Kampar, Drs H Burhanuddin Husin, MM pada siding peripurna istimewa DPRD Kabupaten Kampar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Kampar tahun 2011 yang acaranya dipusatkan di Gedung DPRD Kampar di Bangkinang pada Ahad (6/2/11).

Hadir pada acara tersebut diantaranya Gubernur Riau beserta Ibu Dra Hj Septina Primawati Rusli, Ketua DPRD Kampar, Drs H Syafrizal, M.Si dan Wakil Ketua DPRD Kampar dan anggota DPRD Kampar, Wakil Bupati Kampar H Teguh Sahono, SP, Mantan Bupati Kampar, H Saleh Djasit dan Sartono Hadisumarto, mantan Wakil Bupati Kampar, H A Zakir SH, Sekdakab Kampar Drs H Zulher, MS, Muspida plus Kampar, Bupati Kabupaten 50 Kota Provinsi Sumatera Barat, staf ahli Bupati Kampar, para Asisten, Kepala SKPD dan pejabat eselon dijajaran Pemkab Kampar beserta istri, ninik mamak Kabupaten Kampar, tokoh masyarakat, alim ulama, tokoh wanita, cerdik pandai, para usahawan, dan undangan lainnya yang jumlahnya lebih dari 1000 orang.

Bupati Kampar Burhanuddin Husin dibagian lain sambutannya mengungkapkan pula, bahwa secara rinci kondisi social ekonomi dan esetimasi pertumbuhan ekonomi makro Kabupaten Kampar dalam tahun 2011 adalah sebagai berikut. PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 19,56 Triliyun, PDRB atas dasar harga konstan sebesar Rp 5,15 Triliyun, pertumbuhan ekonomi yang diharapkan 7,63 persen, total investasi dibutuhkan sebesar Rp 7,6 Triliyun yang berasal dari pemerintah dan swasta, perkiraan investasi swasta Rp 5,320 Triliyun atas 70% dari total investasi, perkiraan investasi pemerintah Kabupaten Kampar Rp 2,280 Triliyun atau 30 persen dari total investasi yang terdiri dari; pertama investasi pemerintah Kabupaten Kampar Rp 1,664 Triliyun, kedua investasi pemerintah Provinsi Riau Rp 306 Milyar, dan ketiga investasi pemerintah pusat melalui APBN sebesar Rp 310 Milyar. Inflasi tahun 2011 diperkirakan sebesar 11,80 persen, ICOR 320, artinya untuk meningkatkan PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 1,00 Milyar. Diperlukan jumlah investasi sebanyak Rp 3,20 Milyar dengan tingkat ICOR masih dalam batas yang wajar. Angkatan kerja 236.686 jiwa, pengangguran terbuka 29.313 jiwa dan penduduk miskin berjumlah 65.996 jiwa atau 9,62 persen dengan jumlah rumah tangga miskin 13.199 RT.

APBD Kabupaten Kampar tahun 2011 telah disusun tepat waktu dan telah mendapat pengesahan dari Gubernur Riau yaitu sebesar Rp 1,739 Triliyun lebih atau naik 3,57% disbanding dengan total APBD tahun 2010 sebesar Rp 1,678 Triliyun. APBD Kabupaten Kampar tahun 2011 tersebut diperuntukan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 892, 131 Milyar lebih dan belanja langsung sebesar Rp 847,552 Milyar lebih.

Burhanuddin Husin juga mengungkapkan bahwa selama empat tahun terakhir telah cukup banyak alokasi anggaran pembangunan yang diperoleh dari pemerintah pusat yang jumlahnya paling tidak telah tercatat sebesar Rp 200 Milyar lebih. Demikian pula dukungan dan bantuan alokasi dana pembangunan dari Pemprov Riau untuk empat tahun terakhir tercatat lebih dari Rp 500 Milyar. Untuk itu, Pemkab Kampar dan seluruh masyarakat Kampar menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat dan khususnya kepada Pemprov Riau. Dengan harapan mudah-mudahan sinergisitas yang telah terjalin ini dapat terus kita tingkatkan dimasa yang akan datang. Dan atas kinerja seluruh aparatur pemerintah, pihak legislative dan dukungan seluruh lapisan masyarakat, maka Pemda Kampar pada tahun 2010 telah mendapatkan berbagai pengharagaan dari pemerintah baik untuk tingkat Provinsi maupun untuk tingkat Nasional. Keberhasilan tersebut adalah bukti kerja keras seluruh lapisan masyarakat dan aparatur pemerintah yang tetap bertekad untuk menjadikan Kabupaten Kampar menjadi negeri yang jaya, gemilang dan terbilang, ujar Burhanuddin Husin.***(man)

drie
February 8th, 2011, 05:33 AM
DPRD Dharmasraya Kunker Ke Kabupaten Kampar


BANGKINANG (RiauInfo) - Sebanyak 14 orang anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya Propinsi Sumatera Barat yang tergabung dalam Pansus I melakukan Kunjungan Kerja Ke Kabupaten Kampar dalam rangka study banding mengenai Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang
acaranya dipusatkan di Aula Kantor Bupati Kampar, Rabu (02/01/2011) kemarin.

Kunjungan Kerja Anggota DPRD Dharmasraya disambut oleh Assisten I Pemerintahan H Zamhur, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Dan SDM H Mawardes, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik H Helmi Syukro, Ketua Bappeda Kabupaten Kampar H Nurrahmi dan Kepala Bagian Humas Setda Kabupaten Kampar Nasruni.

Ketua Rombongan Anggota Pansus I DPRD Dharmasraya yang juga merupakan Ketua DPRD Dharmasraya H Rudi Hartono dalam pengarahannya menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini dalam rangka menjalin silturrahmi sekaligus untuk berbagi pengalaman dan informasi diantara kedua Kabupaten apalagi Kabupaten Kampar yang telah banyak pengalaman dalam melaksanakan di Bidang kepemerintahan maupun pada bidang kemajuan pembangunan dibanding dengan Kabupaten Dharmasraya yang lebih muda dan baru dimekarkan beberapa tahun silam.

" Bahwa rombongan sangat terkejut dan kegum terhadap kemajuan pembangunan yang telah dicapai oleh Kabupaten Kampar terbukti dengan tertatanya pembangunan baik infrastruktur yang bagus maupun pembangunan perkantoran yang megah," ujar Ketua DPRD Dharmasraya H Rodi Hartono.

Kata Rudi saat melakukan Kunjungan Kerja mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) ke Kabupaten Kampar sehingga apa yang telah diterapkan oleh Kabupaten Kampar dapat pula hendaknya di terapkan di Kabupaten Dharmasraya nantinya.

Sedangkan Asisten I Pemerintahan H Zamhur yang mewakili Pemerintah Kabupaten Kampar menyambut baik atas ditetapkannya Kabupaten Kampar sebagai tempat melakukan Kunjungan Kerja DPRD Kabupaten Dharmasraya, dan hendaknya apa yang telah diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

" Saya berharap dengan adanya kunjungan kerja ini hendaknya dapat menambah hubungan yang lebih baik dan lebih dekat lagi antar dua Kabupaten ini," ucap Zamhur.

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Kampar H Nurrahmi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam penyusunan RPJMD ini melalui beberapa tahapan yang terdiri dari Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan dan Musrenbang Kabupaten. Yang kesemua itu berdasarkan atas dasar Misi dan Visi Kepala Daerah yang tertuang dalam Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang
bersumber dari rumusan hasil Musrenbang Desa, Kecamatan maupun Musrenbang Kabupaten dan Forum dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).(arief)

jendry
February 8th, 2011, 07:45 AM
Sosialisasi Satlantas Polres Kampar Gandeng Club Sepeda Motor



KAMPAR (RiauInfo) - Dalam rangka program kerja 100 hari kerja Kapolri, Satlantas Polres Kampar menggelar acara kegitan Safety Reding dan perlombaan dengan 25 klub sepeda motor Kampar dan Pekanbaru acara dipusatkan di Polres Kampar, anggota yang dilibatkan sebanyak kurang lebih sekitar 200 orang.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Kampar AKBP H MZ Muttaqien, didampingi Kasat Lantas Polres Kampar AKP Jaka Wahyudi dan seluruh anggota jajaran Satlantas Polres Kampar dihalaman Satlantas, Sabtu (05/02/2011) kemarin, acara yang dimulai dari pukul 09.00 Wib sampai 13.00 Wib.

Kapolres Kampar AKBP H M Muttaqien melalui Kasat Lantas Polres Kampar AKP Jaka Wahyudi bersama Kasubag Humas Polres Kampar AKP H Khodirin mengatakan ada sebanyak 25 Club Motor yang dilibatkan langsung dalam acara ini.

"Acara Safety Reding yaitu kita bersama club sepeda motor mengelilingi Kota Bangkinang untuk mensosialisasikan dan berkampanye kepada masyarakat bahwa pentingnya menggunakan Safety pada saat menggunakan kendaraan," ujar Jaka Wahyudi.

Ditambahkan Jaka, Tidak hanya itu, pihak Satlantas Polres Kampar juga melakukan kerjasa dengan club motor untuk mensosialisasikan berlalu lintas yang baik dan benar kepada masyarakat. Safety Riding ini bertujuan agar masyarakat dapat memahami dan melaksanakan tata cara mengendarai sepeda motor dengan baik dan agar masyarakat bisa mengetahui bagaimana berlalu lintas yang baik dan benar. Serta untuk mengetahui tentang tata tertib lalu lintas.

Acara ini juga mengadakan lomba pada 25 club tersebut, jika masuk 10 besar maka mereka diberikan door prize. Fungsinya sendiri untuk membuat masyarakat sadar akan berlalu lintas, disamping itu juga dihadiri pesulap Abu The Master untuk menghibur para peserta yang ikut dalam acara tersebut.

"Untuk kita berharap dengan adanya kerjasama dengan club motor ini. Masyarakat diharapkan akan lebih tahu pentingnya berlalu lintas yang baik dan benar. Makanya kita perlu mengandeng club sepeda motor agar nantinya mereka yang mencontoh kan kepada masyarakat untuk mensosialisasikan tentang lalu lintas dan apa saja yang
diperlukan dalam mengunakan kendaraan," kata Kasat Lantas Polres Kampar. (arief)







Gubri Berharap Kampar Makin Maju




BANGKINANG (RiauInfo) - Terima kasih atas seluruh perhatian, semoga Kabupaten Kampar terus maju dan Jaya. Itulah perkataan yang disampaikan oleh Gubernur Riau H M Rusli Zainal dalam sambutannya selaku inspektur upacara pada upacara memperingati Hari Jadi ke-61 Kabupaten Kampar yang acaranya dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kampar di Bangkinang, Minggu kemaren.

Kabupaten Kampar telah mampu menorehkan prestasi pembangunan yang patut dibanggakan dan berbagai penghargaan telah diraih baik pada tingkat Provinsi maupun pada tingkat Nasional.

"Atas keberhasilan yang telah dicapai tersebut saya selaku Gubernur Riau dan Pemerintah Provinsi Riau mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pemerintah Kabupaten Kampar, karena keberhasilan pembangunan di Kabupaten Kampar merupakan bagian integral yang tidak terpisahkan dengan pembangunan yang dilaksanakan di Provinsi Riau," ujar Rusli Zainal.

Rusli Zainal juga mengungkapkan bahwa peringatan Hari jadi Kabupaten Kampar yang setiap tahunnya diperingati oleh Pemerintah dan segenap masyarakat Kampar merupakan peristiwa penting dan sangat bermakna, yakni sebagai perwujudan rasa hormat serta penghargaan dari Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Kampar terhadap nilai sejarah dan perjuangan para pendahulu yang telah berhasil mewujudkan Daerah dan masyarakat Kampar menjadi suatu wilayah Kabupaten dalam kesatuan Masyarakat Hukum yakni Pemerintah Kabupaten Kampar.

"Saya atas nama Pemerintah Provinsi Riau menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jerih payah dan perjuangan yang tidak kenal lelah dalam memperjuangan dan membangun negeri Kampar yang kita cintai," kata Gubernur Riau.

Gubernur menambahkan bahwa pembangunan yang telah dilaksanakan di Kampar secara bertahap dan berkesinambungan telah berhasil membuahkan perubahan dan prestasi. Hendaknya dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Kampar yang ke-61 dapat semakin menggugah hati, membangkitkan semangat dan motivasi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kampar untuk mengelola semua potensi dan kekuatan yang ada sebagai upaya mewujudkan masyarakat yang berkeadilan dan semakin sejahtera.

"Bahwa persoalan mendasar yang menjadi problem di Provinsi Riau yakni K2I yaitu kemiskinan, kebodohan, dan kekurangan infrastruktur. Dan berdasarkan data BPS tahun 2009, ternyata di kabupaten Kampar tercatat sebanyak 257.508 jiwa dengan persentase 10,04%. Komposisi kemiskinan ini harus dapat kita minimalkan dengan mensinergikan program kegiatan dengan dan menjalin kerjasama dengan semua pihak, pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota melalui program atau budget sharing," jelas Rusli Zainal.

Rusli mengungkapkan bahwa pada tahun 2012 Provinsi Riau menjadi tuan rumah PON ke XVIII dan justru karenanya seluruh lapisan masyarakat Riau agar dapat memberikan dukungan dan partisipasi aktif untuk meraih empat sukses yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan sukses promosi daerah. (ak/ist)

drie
February 8th, 2011, 02:43 PM
--

drie
February 8th, 2011, 02:55 PM
Pengelolaan Blok Kampar Terkendala Tumpang Tindih Lahan

Dipostingkan tanggal 08 February 2011 17:40:00 oleh FB Rian Anggoro
Pekanbaru, 8/2 (ANTARA) - PT Sumatera Persada Energi (SPE) terkendala tumpangtindih lahan untuk dapat mengelola Blok Kampar Barat (West Kampar) di Provinsi Riau, yang dikhawatirkan bakal mengancam realisasi target "lifting" 2011.

Masalah tersebut terungkap dalam rapat konsultasi rencana pengembangan Lapangan Pengendalian Blok Kampar Barat yang digelar di Pekanbaru, Selasa. Di dalam wilayah kerja perusahaan di blok tersebut ternyata sudah terdapat kebun kepala sawit hingga cagar budaya Candi Muara Takus.

Pemerintah Provinsi Riau secara tegas menolak PT SPE beroperasi sebelum masalah ganti rugi lahan, terutama yang bersengketa dengan warga tempatan, berhasil dituntaskan.

"Sebelum semuanya tuntas, maka perusahaan belum bisa melakukan eksploitasi dan itu diatur dalam Undang-Undang tentang Migas. Harus ada ganti rugi terlebih dahulu," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Riau, Husni Hasan.

PT SPE mendapat hak untuk mengelola Blok Kampar Barat sejak tahun 2006. Cadangan minyak di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 10 juta hingga 12 juta barrel. Luas wilayah kerja perusahaan di blok itu mencapai sekitar 290 ribu hektare yang berada di dua provinsi, yakni Provinsi Riau dan Sumatera Utara. Khusus untuk di Riau, lokasinya berada di Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar.

Lokasi Lapangan Pengendalian di Kabupaten Rokan Hulu, yang kini sedang diurus POD (Plan of Development) oleh perusahaan, ternyata tumpang tindih dengan kebun kelapa sawit milik PTPN V yang telah berumur lebih dari 10 tahun. Padahal di daerah itu perusahaan telah melakukan survey seismic dan merencanakan untuk membangun dua sumur yang bisa memproduksi 1.000-1.500 barrel per hari.

Selain itu, tumpang tindih dengan kebun kelapa sawit PTPN V dan kebun yang dikelola warga juga terdapat di Kabupaten Kampar. Bahkan, wilayah kerja di Kampar juga terdapat Candi Muara Takus dan daerah tangkapan air Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang yang merupakan daerah hulu untuk tiga sungai besar di Riau.

"Masalah ini harus segera dicari solusi secepatnya," ujarnya.


Ganggu Target Lifting
Kepala BP Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara, Baris Sitorus, mengatakan masalah tumpang tindih lahan yang berlarut-larut mengancam realisasi target "lifting" nasional yang mencapai 970 ribu barrel per hari pada 2011. Sebabnya, pemerintah telah memasukan estimasi produksi minyak PT SPE ke dalam target pencapaian untuk tahun ini.

"Kalau SPE tak kunjung melakukan produksi tentu akan berdampak pada pencapaian target 'lifting' tahun ini," ujarnya.

Ia mengatakan BP Migas siap memfasilitasi ke pemerintah daerah untuk mengurus perizinan agar masalah tumpang tindih bisa segera diatasi. Selain itu, ia mengatakan penggunaan lahan untuk operasi perusahaan tak terlalu besar yakni hanya sekira satu hektare untuk satu sumur.

Sementara itu, Direktur Utama PT SPE John S. Karamoy mengatakan tumpang tindih lahan dalam bisnis migas adalah hal yang kerap ditemui dan makin pelik sejak era otonomi daerah. Meski begitu, ia mengatakan hal tersebut merupakan tantangan bagi perusahaan yang menargetkan proses eksploitasi Blok Kampar Barat pada April 2011.

"Saya melihatnya bukan sebagai kendala, tapi sebuah tantangan," ujarnya.

Sebagai perusahaan berskala nasional, lanjutnya, SPE siap membayar berapa pun ganti rugi yang diminta warga. Karena itu, ia berharap segera tercapai titik temu untuk masalah tumpang tindih lahan tersebut.

Apabila masalah tersebut berlarut-larut dan akan mengancam prospek bisnis, lanjutnya, perusahaan lebih memilih tidak memaksakan untuk melakukan eksploitasi pada tahun ini. Menurut dia, PT SPE telah mengucurkan dana investasi sekitar 20 juta dolar AS sejak 2006 hingga sekarang. Biaya investasi diperkirakan bakal bertambah pada proses eksploitasi, yakni berkisar 20 juta hingga 30 juta dolar AS per tahun.

"Daripada bermasalah, tentu lebih baik saya tahan dulu 20 juta dolar AS itu," katanya.

jendry
February 8th, 2011, 03:55 PM
aku kok kurang setuju eskploitasi blok itu, daerah itu sangat vital sekali dengan kehidupan satu kabupaten kampar. karna semua sungai besar di kampar berhulu disitu baik itu kampar kiri kampar kanan dan tapung bayangkan kalau sungai itu kalau terjadi penceramaan, sebagian besar sungai itu adalah sebuah kebutuhan bagi masyrakat kampar. ingat hutan di situ jangan di sentuh, resapan air. eklusifitas perusahaan minyak itu cukup tinggi nanti masyarakat di situ merasa terasing di tanah sendiri.

sungai tapung saja sudah banyak limpah sawit yang di buang ke sungai sekali pun belum pernah ada yang protes, berapa banyak coba ikan yang mati ketika pembuangan limpah itu terjadi (biasanya 2 minggu sekali di buang limbah dari kolam penampungnya) mana LSM lingkungan hidup itu kok hal seperti ini di biarkan saja. gak di eksploitasi pun daerah itu tidak jadi masalah. penambangan itu muliti efek langsung ke masyarakatnya sangat kecil habis nyangkut aja duitnya.


bagus di biarkan daerah itu seperti sekarang saja, itu daerah resapan air bagi masyarakat. dan jangan di usik usik kompeks negarakota muara takus itu, itu bukti masa lalu orang kampar, jangan mikir duit aja. duit dari tapung udah banyak tu yumbang gak usah nambah nambah lagi cukup segitu aja.

jendry
February 8th, 2011, 05:13 PM
Berkapasitas 5.000 Barel Sehari,
SPE Ajukan POD Kelola Ladang Minyak di Kampar



Ladang minyak di Pendalian, Kampar Barat segera dieksploitasi. PT Sumatera Premiere Energi (SPE) tengah ajukan POD untuk kelola ladang minyak dengan kapasitas produksi 5.000 barel sehari tersebut.

Riauterkini-PEKANBARU-Usai presentasi dari perusahaan minyak nasional, PT Sumatera Premiere Energi (SPE) di Hotel Premiere Pekanbaru Selasa (8/2/11), Asisten II Sekdaprov Riau, Emrizal Pakis kepada Riauterkini menyatakan bahwa setelah mendengarkan presentasi dari SPE mengenai rencana eksploitasi (pengeboran) sumur minyak dan potensi yang terkandung di dalamnya, Pemprov Riau tertarik untuk ikut serta berinvestasi.

Pasalnya, tambah Emrizal Pakis, dari keterangan pihak SPE, hasil riset dan eksplorasi yang dilakukan SPE, kandungan minyak yang berada di wilayah perijinan eksplorasi SPE di Kampar Barat terdapat kandungan minyak sebanyak 12,5 juta BOE (Barrel of Oil Equivalent) dengan rencana produksi awal sebesar 5.000 BOE (Barrel of Oil Equivalent) atau barel sehari. Jauh lebih besar dibandingkan dengan block Langgak.

"Setelah mendengarkan presentasi dari SPE, kita tertarik untuk ikut berinvestasi di proyek pengeboran minyak SPE. Apalagi potensi minyaknya yang demikian besar. Jauh lebih besar dibandingkan dengan blok Langgak yang hanya berkapasitas 400 BOE saja perharinya," terangnya.

Sementara itu, Direktur Utama Sumatera Premiere Energi, Jhon Karamoy melalui humasnya, Jhoni SM mengatakan bahwa untuk tahap awalnya, mereka akan mengebor 2 sumur saja di desa Pendalian Kecamatan Pendalian IV Koto Kabupaten Kampar. Karena POD-nya juga dilakukan secara bertahap.

"Kita sudah melakukan pembebasan lahan seluas 4 hektar di desa Pendalian. Rencananya, lahan yang dibebaskan tersebut akan dilakukan titik drill sumur minyak termasuk aspek pendukung semisal masalah suply listrik, sarana dan prasarana pekerja dan lainnya," terangnya.

Disinggung mengenai adanya tumpang tindih dengan lahan perkebunan milik PTPN V, Jhoni mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak direksi PTPN V. Namun karena jalurnya hingga ke menteri BUMN cukup panjang, maka untuk masalah hak pinjam pakai lahan perkebunan PTPN V, masih dalam proses dan belum selesai.

Katanya, jika eksploitasi yang dilakukan oleh perusahaan perminyakan berada di kawasan hutan, maka ada 2 jalur yang bisa ditempuh. Yaitu pinjam pakai atau mengajukan ijin ke menteri untuk perubahan status hutan.***(H-we)

jendry
February 12th, 2011, 08:21 AM
im Pemberantasan Ilog Kampar Musnahkan 568 Tual Kayu



Sebanyak 386 tual kayu dimusnahkan tim pemberantasan illegal logging Kabupaten Kampar. Kayu-kayu tersebut dicuri dari Hutan Lindung Batang Ulak.

Riauterkini-BANGKINANG-Tim terpadu pemberantasan illegal logging Kabupaten Kampar musnahkan 568 tual kayu bulat dari kegiatan illegal logging di Kawasan Hutan Lindung Batang Ulak yang berada dalam wilayah Desa Siabu, Kecamatan Salo.

Kegiatan pemusnahan dari kegiatan Illog di Kawasan Hutan Lindung Batang Ulak tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Kampar, H Teguh Sahono, SP, dilanjutkan Kapolres Kampar, AKBP H. MZ. Muttaqien, SH, S.IK,M.AP, Komandan Kodim 0313/KP Letkol Inf H. Edy Sutrisno yang diwakil Pasi Intel Kodim 0313/KPR Kapten Inf. Dullatif, Kepala Kejaksaan Negeri Bangkinang, Willy Ade Chaidir, SH, Ketua PN Bangkinang, H. Ahmad Dimyati, SH, MH, dan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar, Ir. H. Asril Astaman.

Pemusnahan kayu temuan Illegal logging kayu yang tidak diketahui pemiliknya itu secara simbolis dipusatkan di kompleks kantor Dinas Kehutanan Kabupaten Kampar pada Jum’at (11/2/11) dengan cara memotong pendek kayu temuan sehingga tidak dapat dimanfaatkan lagi dan selanjutnya tim terpadu pemberantasan Illegal logging Kabupaten Kampar melanjutkan kegiatan pemusnahan kayu temuan dan hasil tangkapan tersebut di kawasan hutan lindung Batang Ulak di Desa Siabu.

Kegiatan Illegal logging di kawasan hutan lindung Batang Ulak tersebut berhasil ditemukan tim terpadu illegal logging Kabupaten Kampar berkat bantuan informasi dari masyarakat beberapa waktu lalu dengan hasil temuan berupa 568 tual kayu atau bila dhitung kubikasasinya sebanyak 150, 55 meter kubik, dengan kelompok jenis kayu dari kelompok meranti sebanyak 87 tual atau tepatnya 24,92 meter kubik, kelompok kayu campuran sebanyak 481 tual atau 125,63 meter kubik. Kayu tersebut ditemukan dipinggiran sungai dan dalam kondisi tidak berkulit dengan diameter kayu rata-rata berukuran 40-50 Cm.

Wakil Bupati Kampar, H Teguh Sahono, SP ketika ditemui dilokasi acara pemusnahan kayu temuan dan sekaligus kayu tangkapan tersebut mengungkapkan nada yang sangat prihatian atas ulah tangan-tangan jahil yang hingga setakat ini belum mempunyai kesadaran untuk menjaga dan melestarikan hutan.

‘’ Penjarahan kayu di hutan lindung Batang Ulak adalah perbuatan melawan hukum dan berdampak buruk bagi pelestarian kawasan hutan lindung. Untuk itu, kita menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat menghentikan kegiatan penjarahan hutan atau tepatnya menghentikan kegiatan illegal logging,’’ ungkap Wabub

Khusus bagi pemilik sawmill atau pusat pengolahan kayu juga diharapkan kesadarannya untuk tidak merusak hutan lindung. Dan bagi pemilik sawmill yang punya izin diharapkan melakukan kegiatan pengolahan kayu secara baik dan benar serta mengetahui betul asal usul kayu yang akan diolah.

‘’ Untuk memberantas kegiatan illegal logging ini tim tidak akan bekerja secara sporadis, tetapi akan tetap melaksanakan tugasnya sepanjang waktu. Sebab sudah saatnya kita melakukan tindakan tegas bagi pelaku illegal loging,’’ terang Teguh Sahono.

Sementara itu, Kadis Kehutanan Kabupaten Kampar, Ir Asril Astaman mengatakan pemusnahan kayu ini dalam pelaksanaannya mengacu kepada Permenhut Nomor 4 atau P4/Menhut-II/2010 tanggal, 16 Januari 2010 pasal 40 huruf C dan P-48/Menhut tahun 2006, pasal 3 yang mana kedua putusan Menteri Kehutanan tersebut mengatur tentang tata cara pemusnahan kayu illegal logging di kawasan hutan konservasi dan kawasan hutan lindung.

‘’ Dalam hal temuan 568 tual kayu illegal logging di hutan lindung Batang Ulak Desa Siabu tersebut maka tim terpadu illegal logging telah melakukan penyisihan barang bukti kayu bulat sebanyak 5 potong atau, 0,10 meter kubik dengan jenis kayu kelompok meranti nol potong atau nol kubik dan kelompok kayu campuran sebanyak 5 potong atau tepatnya sebanyak 0,10 meter kubik. Tim terpadu pemberantasan illegal logging Kabupaten Kampar untuk proses hukum selanjutnya telah membuat dan menada tangani berita acara pemusnahan barang bukti dan berita acara penyisihan barang bukti, ‘’ terang Asril.

Turut hadir pada pemusnahan kayu tersebut diantaranya Kabid Penataan dan Perlindungan Hutan Dishut Kampar, Purwadi, SP, M.Si, Kepala UPTD Dishut Kampar Wilayah I, Darwin Saragih, Camat Salo, Syukri Thoha, S.Sos, Sekretaris Dishut Kampar, Ir. M. Syafi’i dan sejumlah staf dari instansi terkait.***(man)

drie
February 14th, 2011, 02:18 PM
INFO : Bank BTN telah membuka cabang di Bangkinang :)

rilham2new
February 15th, 2011, 01:03 PM
^^ Oh yaaa ??? Berarti LIST di Thread RIAU akan segera diUPDATE :D

drie
February 15th, 2011, 01:08 PM
INFO lagi : kurang penting sih :P. kalau Bundaran Air Mancur Kota Bangkinang udah di ganti dengan Bundaran kecil penuh bunga :ohno:

jendry
February 16th, 2011, 02:45 PM
Pemkab Kampar Validasi Data Kependudukan untuk Pemilukada




Dalam rangka memaksimalkan data pemilih Pemilukada Oktober mendatang, Pemkab Kampar melakukan validasi data kependudukan.

Riauterkini-BANGKINANG-Menghadapi pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Kampar yang akan digelar pada bulan Oktober tahun 2011, Pemkab Kampar tengah gencar-gencarnya melakukan validasi data kependudukan untuk mendapatkan data yang lebih akurat.

Validasi data kependudukan tersebut dilakukan karena terjadi pebedaan yang cukup signifikan antara data kependudukan yang dimiliki Pemkab Kampar hingga saat ini jumlah penduduk Kabupaten Kampar tercatat sebanyak 790.000 jiwa lebih. Sedangkan jumlah penduduk Kabupaten Kampar berdasarkan Sensus Penduduk pada bulan Mei 2010 mencatat jumlah penduduk sebanyak 686.030 jiwa. Sehingga terjadi selisih angka sebesar lebih dari 104.970 jiwa.

‘’Berdasarkan data Pemilukada sebelumnya tercatat sebanyak 500.000 orang pemilik yang menyalurkan hak suaranya pada 1200 lebih Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang lokasi TPS-nya tersebar diwilayah Kabupaten Kampar,,’’ ungkap Bupati Kampar, Drs H Burhanuddin Husin, MM dihadapan ratusan masyarakat Kecamatan Kampar Timur yang tengah menggelar acara penobatan ninik mamak persukuan melayu yang acaranya dipusat di Dusun Tarok, Desa Tanjung Bungo pada Selasa (15/2/11) lalu.

Burhanuddin Husin menyatakan bahwa kegiatan validasi data kependudukan tersebut sangat dibutuhkan untuk mendapatkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk digunakan pada pelaksanaan Pemilukada Kampar pada bulan Oktober 2011 yang akan datang.

Validasi data kependudukan tersebut saat ini tengah dilakukan mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa, Dusun, RT dan RW. Untuk itu bila pada daftar Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebelum dijadikan DPT masyarakat tidak menemukan data atau tepatnya nama dirinya, hendaknya segera lakukan koreksi dan perbaikan. Sebaliknya bila di DPS ada pula tercatat nama yang orang yang jelas-jelas sudah meninggal dunia atau telah berpindah tempat tinggal, hendaknya segera pula diberitahu kepada petugas untuk segera dilakukan koreksi dan perbaikan.

Tujuannya adalah agar supaya data di DPT tidak menimbulkan berbagai persoalan dalam pelaksanaan Pemilukada Kampar nantinya. Untuk itu semua pihak berkompeten dan seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kampar diminta untuk pro aktif mengecek nama-nama pada Daftar Pemilih Sementara sebelum ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap oleh pihak KPU Kampar. Artinya tugas validasi data kependudukan ini menjadi tugas pihak berkompeten, tugas pihak kecamatan, Desa/Kelurahan, Kepala Dusun, RT dan RW serta diharapkan agar seluruh lapisan masyarakat yang telah mempunyai hak pilih agar proaktif mengecek data dirinya dan melaporkan bila terjadi kesalahan untuk segera diperbaiki.

Khusus dalam hal menghadapi Pemilukada Kampar, Burhanuddin Husin berpesan agar siapa pun warga Kampar yang ingin melakukan sosialisasi dipersilahkan saja bersosialisasi dengan baik dan tidak melakukan Black Campain yang dapat berakibat terjadinya adu domba ditengah-tengah masyarakat. Mari senantiasa kita jaga persatuan dan kesatuan. Dan khusus bagi calon pemilih ia berpesan agar dapat menggunakan hak pilih secara cerdas dan demokratis.***(man)

drie
February 16th, 2011, 02:49 PM
INFO lagi : kurang penting sih :P. kalau Bundaran Air Mancur Kota Bangkinang udah di ganti dengan Bundaran kecil penuh bunga :ohno:

Bundaran Kota BANGKINANG

http://farm6.static.flickr.com/5055/5450326861_d5df69f965_b.jpg

drie
February 16th, 2011, 02:57 PM
masih seputaran Bundaran Kota Bangkinang

http://farm5.static.flickr.com/4097/5450931684_c750995333_z.jpg

http://farm5.static.flickr.com/4101/5450931296_95ba4cb99d_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5293/5450321707_6c0c30ef2c_z.jpg

^^ meskipun jalan Lintas, tapi tetap Bersih, dan nyaman banget :okay:. ntah kenapa hampir seluruh kota - kota di Riau pasti kesannya bersih seperti ini, bahkan jalan Lintas Timur pangkalan Kerinci seklaipun yang Trafik lalu lintas Truk nya tinggi, tetap aja bersih. :)

jendry
February 16th, 2011, 03:30 PM
^^ kerennnn... :cheers:

karna kota nya di rawat dan di tata dengan baik makanya bersih kalau di biarkan begitu aja ya kotor dan jorok.
bangkinang itu masih sangat memungkin kan untuk jadi jauh lebih baik lagi karna kotanya masih kecil dan tidak padat, dari sekarang sudah harus di tentukan daerah pedagangan,perkantoran,dll nya biar ke depannya tidak pisah - pisah.

sekarang untuk kantor pemerintah sudah di bangun di kompeks tersendiri di bukit candika, yang harus di perhatikan itu pasar inpress dan terminal kedua hal itu gak seharusnya di bangun dan berada di tempat itu lagi, terutama terminal.

dan bangkinang sepertinya melupakan fungsi sungai yang berada di tengah kota sungai itu masih sangat terjaga dengan baik seharusnya dari sekarang sungai itu di buatkan perda supaya kedepan tidak ada pemukiman kumuh ke depannya sekarang si memang belum ada, kedepan siapa yang tau.

dan sungai itu juga bisa di gunakan sebagai objek wisata karena setiap tahun ada iven mandi balimau di situ, dan program kabupaten kampar pun sebagai daerah wisata riau perlu di gali dan di optimalkan lagi potensi kampar untuk hal itu.. :D


sejarah kabupaten kampar pun tidak bisa di pisahkan dari sungai, jadi sudah seharusnya di pikirkan pengembangan daerah aliran sungai yangb berada di bangkinang itu...:cheers:

unity
February 16th, 2011, 03:35 PM
^^
Itu berarti masyarakat dan aparaturnya sudah punya kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga lingkungan di daerahnya... Hal2 yang kelihatannya kecil dan sepele seperti ini sebenarnya punya pengaruh besar dalam pembentukan watak dan perilaku masyarakat dalam pembangunan loh...

Kalau dalam urusan kebersihan dan lingkungan yang sepele seperti ini aja masyarakatnya tidak mampu megurus, bagaimana mau berharap negeri ini bisa menjadi negara maju yang notabene masalahnya bakalan lebih banyak dan lebih kompleks dari yang sekarang??
Dan Masyarakat Riau sudah bisa memberi contoh kepada Rakyat Indonesia lainnya, bahwa kemajuan pembangunan juga sejalan dengan kemajuan pikiran masyarakatnya...
Keep Inspiring Us, Riau!!!..:okay:

rilham2new
February 16th, 2011, 04:56 PM
^^ Kalau di Riau pengelolaan perkotaan terutama di depan kantor-kantor pemerintahan memang sebisa mungkin Jalan tidak boleh bolong, trotoar harus ada, lampu jalan mesti ada, taman mesti lengkap, kalau perlu ada Wi-Fi nya.

Dan semua kota kabupaten di Riau memang "DREAM BIG", walaupun kapasitas kelistrikan PLN yang bisa disediakan dengan sistem listrik terisolir cuman berkapasitas kurang dari 5 MW. Desain kota hampir dipastikan dilengkapi dengan model jalan poros utara-selatan, jalan poros barat-timur, dan minimal satu jalan lingkar. Padahal penduduk kota kabupaten itu paling banter cuman 70-80 ribu jiwa saja. Seolah-olah kotanya bakal besar di kemudian hari .. :D

"MIMPI" seperti itu dipengaruhi oleh kota-kota di Riau yang memang sudah SETTLE sejak awal dibangun dengan MIMPI BESAR, seperti Pekanbaru dan Dumai yang jalan2 di tengah kotanya lebar-lebar, untuk ukuran kota itu ketika dibangun ... banyak yang bilang itu pemborosan dan sia-sia. Tapi, pada akhirnya terbukti, DREAM BIG itu tidak salah. Apalagi kalau kita melakukannya sekarang ketika kita masuk dalam era berpacu :D..

jendry
February 17th, 2011, 09:38 AM
^^ dan daerah di photo atas itu bukan lagi daerah perkantoran pemerintah semua kantor pemerintah kabupaten kampar sudah di tempatkan di bukit candika yang lokasinya lumayan jauh dari tempat itu.

lokasinya selain berbukit, jalan yang di bangun di sekitaran kompleks itupun cukup lebar dan dua jalur lebih lebar dari jalan yang di atas itu...


sekarang kawasan itu bisa di katakan sebagai pusat ekonomi dan bisnis kota bangkinang, dan sampai sekarang kota bangkinang masih di percantik terus, dengan membangun dan memperlebar jalan, bangun taman kota ( lapangan merdeka di sulap jadi taman kalau tidak salah) bangun trotoar/pedestarian beserta tanaman hiasnya, membangun drainase dan lain - lain.
bangkinang tahun 2010 sampai sekarang makin bersolek dan kota bangkinang makin indah saja kalau kita lewat di situ.


dulu jalan di photo itu belum di lebarkan sampai trotoar/pedestarian banyak debu dulu di jalan itu dan tanamannya pun dulu sekarang di tutupi debu.
sekarang samakin bagus aja kelihatan penataan kotanya.

dan juga tidak ada kabel - kabel listrik bersebarang di atas.. :lol::lol:

jendry
February 17th, 2011, 09:48 AM
masih seputaran Bundaran Kota Bangkinang

http://farm5.static.flickr.com/4097/5450931684_c750995333_z.jpg

http://farm5.static.flickr.com/4101/5450931296_95ba4cb99d_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5293/5450321707_6c0c30ef2c_z.jpg

^^ meskipun jalan Lintas, tapi tetap Bersih, dan nyaman banget :okay:. ntah kenapa hampir seluruh kota - kota di Riau pasti kesannya bersih seperti ini, bahkan jalan Lintas Timur pangkalan Kerinci seklaipun yang Trafik lalu lintas Truk nya tinggi, tetap aja bersih. :)


baru sadar kalau traffic light di titik ini sudah menggunakan solar planel belum lama ini aku lewat sana belum ada tu kayaknya yang di titik itu.. :)


dan jalan nya pun sudah di lebarkan sehingga tidak ada lagi titik yang bisa menimbulkan debu, jika kendaraan lewat dan bagus banget di tempatkan tanaman hias di median jalannya.

hijau nya kota bangkinang semakin menyejukan mata melihatnya.. :)

rilham2new
February 17th, 2011, 10:00 AM
dan juga tidak ada kabel - kabel listrik bersebarang di atas.. :lol::lol:

Semua kota di RIau yang desainnya baru dan gres, atau paling tidak dalam 20-30 tahun ke belakang memang tiang listriknya jarang, kalaupun ada ya sangat teratur dan susunannya rapi mengikuti tepian jalan, gak sampai menjuntai-juntai kabelnya menyebrang kiri-kanan jalan :D...

Di Pekanbaru aja yang pusat kota dirancang tahun 1960-an aja yang kayak gituan sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Di Indonesia, penyakit parah kayak gitu biasanya di kota2 peninggalan Belanda dan di Pulau Jawa yang penduduknya padat.

Di Dumai di belahan kota barunya rapi tiang listriknya, tapi di "China Town" klasik nya memang agak berantakan. Di Rokan Hulu, kalau di Pasirpengaraian sangat rapi, karena kotanya baru.. Tapi di Ujungbatu yang kota kecamatan dan pusat ekonomi, malah berantakan... karena sudah jadi pusat ekonomi sejak jaman dulu. Tapi tetap "berantakan"nya ujung batu, gak sekacau balau di Jakarta juga jatuhnya :D

drie
February 18th, 2011, 10:28 AM
JALAN LINGKAR LUAR KOTA BANGKINANG

http://farm5.static.flickr.com/4097/5450932300_bc67ca998f_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5052/5450932030_22924ee60a_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5176/5450933246_a69b51e91b_z.jpg

^^ Ntah karena menyambut HUT Kab. Kampar atau ada maksud lain, sekarang Kota bangkinang banyak ditanami bunga - bunga :D

rilham2new
February 18th, 2011, 12:35 PM
Ini jalan lingkar dari mana sampai mana ???

drie
February 18th, 2011, 02:53 PM
^^ Bang Ilham tau Tugu Kapal Layar gak ?? nah jika darii arah pekanbaru menjelang masuk Kota Bangkinang, ada simp 4 dengan ( semi ) bundaran yang di tengah bundaran itu ada tugu Kapal Layar, kecil sih :D. nah dari Tugu tersebut kita mabil arah ke Kiri maka itu udah masuk Jalan Lingakar Luar, dari titik inilah jalan lingkar bermula hingga ke desa ( kalau gak salah ) SALO, sebelum desa kuok, tepat di sebelah lapangan Bola Salo :D

drie
February 18th, 2011, 03:11 PM
^^ Coba ja perhatikan gambar ketiga, ternyata ada Longsor ( kalau bahasa masyarakat setempat : Bumi untuwo atau bahsa melayunya Bumi Runtuh ) :lol:

jendry
February 18th, 2011, 08:54 PM
JALAN LINGKAR LUAR KOTA BANGKINANG

http://farm5.static.flickr.com/4097/5450932300_bc67ca998f_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5052/5450932030_22924ee60a_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5176/5450933246_a69b51e91b_z.jpg

^^ Ntah karena menyambut HUT Kab. Kampar atau ada maksud lain, sekarang Kota bangkinang banyak ditanami bunga - bunga :D


lucu juga jalan di jalan lingkar kota bangkinang malah di bangun pusat pemerintahan :lol::lol:

seharusnya kantor pemerintahan tidak berada di jalan lingkar luar kota..
:cheers:

jalan lintas tetap aja di gunakan jalan yang sekarang tapi bangkinang memperluas dan mengganti pusat kota di bukit candika itu baik kantor pemeintahnya maupun kegiatan bisnisnya di tata di sana.. :)


jalan di photo itu tidak ada kelihatan di tanami bunga yang di tanami bunga itu di jalan dekat lapangan merdeka itu aja, itu memang udah lama aku lihat di tata kawasan itu dan di tanami tanaman hiasnya.. :)

drie
February 19th, 2011, 02:48 AM
^^ bangkinang memperluas dan mengganti pusat pemerintahan ?? Perasaan udah dari zaman dulu lah kantor - kantor pemerintahan Kab. Kampr di Bukit Candika:lol:, cuma untuk kantor Bupati, DPRD,dan Bapeda dipindahkan ke lokasi yang sekarang. tapi baik lokasi lama maupun baru tetap aja itu namanya bukit Candika.

dapat info dari mana kalau jalan Lintas akan tetap memakai jalan sekarang ?? justru waktu acara HUT Kampar kemarin yang aku dengar kalau di lokasi Jalan Lintas ini akan di bangun terminal dan juga RSUD Kampar akan dibangun juga di lokasi ini, gak tau juga lah yah kalau ada perubahan kedepannya :P,

banyak Bunga cuma di Jalan depan taman Merdeka ??? :lol:, ya udah liat langsung ke lokasi aja :lol:

jendry
February 19th, 2011, 10:07 AM
^^ maksud aku jalan lintas tetap aja makai jalan yang sekrang, kan kabarnya nanti di alihkan ke jalan lingkar itu, kurang cocok aja kalau di daerah kompleks pemerintah jadi jalan lintas..

dan di daerah candika itu maksud aku bukan hanya kantor pemintah aja yang di tempat kan di sana tapi pusat ekonomi dan bisnis juga di alihkan kesana, untuk memperluas kota bangkinang itu sendiri, sudah seharusnya bangkinang itu tidak menumpukan kegitan ekonomi nya di jalan lintas yang sekarang ini, dan sudah harus memikirkan pengembangan daerah ekonomi baru, ya saran aku tadi di bukit candika itu tadi.. dan sudah harus memetakan tempat ekonomi,perdagangan,pemerintahan dll.

tujuannya untuk mengantisipasi kepadatan penduduk ke depannya yang buat daerah itu malah jadi kumuh dan banyak pemukiman ilegalnya makanya dari sekarang di atur, biar tidak ada yang bangun pemukiman pinggir sungai dan lain lainnya...


sekarang itu kota bangkinang masih bisa di katakan homogen pola hidup masyarakatnya pun masih mudah untuk di atur beda hal kalau sudah hoterogen ke depannya, pengarauh buruknya pun bakal banyak kalau kita tidak antisipasi dari sekarang.

ya kalau pendatang nya punya pendidikan yang tinggi bisa mengikuti pola masyarakat tempatan, nah kalau penduduknya tidak berpendidikan hanya bermodal nekat saja datang, sangat susah orang seperti ini mengikuti pola kehidupan di lingkungan yang berbeda...




bagus lah kalau banyak tanaman hias yang di tanam semoga gak cuma untuk menyambut hari ulang tahun kampar saja, di jalan m.yamin itu aku lihat sudah bagus sekali sekarang...:cheers:

jendry
February 19th, 2011, 11:04 AM
Riau Peringkat Tiga Nasional




PEKANBARU, TRIBUN- Target Riau untuk masuk di zona nasional dalam kompetisi sepakbola U- 15 akhir terwujud. Tim yang diarsiteki Yulnedi Tanjung tersebut akhirnya finis di peringkat tiga nasional.

Hasil ini didapat, setelah kalah tipis 1-2 dalam babak semifinal melawan Jawa Barat di Jakarta, Jumat (18/2). Gol semata wayang pemain U-15 Riau, lahir dari kaki Arif Avero menit 62 dari titik putih. Sementara gol Jabar diborong Fandi Saptian menit 58 dan 80 dari titik putih juga.

Meski gagal meraih kemenangan di laga itu, namun hasil tersebut sudah membuat jajaran Pengprov PSSI Riau bangga. Pasalnya, tim yang digawangi pemain asal Kabupaten Kampar tersebut sudah bicara di tingkat nasional. Bahkan sudah mengharumkan nama Riau di ajang nasional.

Kabid Pembinaan Usia Dini PSSI Riau Nasrul SH mengatakan, hasil laga ini khusus dipersembahkan tim kepada Ketua Umum PSSI Riau yang juga Bupati Inhil Indra Mukhlis Adnan, yang baru dilantik dua hari kemarin.

"Kita berharap pemain muda kita ini bisa terus diasah untuk aset Riau ke depan. Tidak hanya pemain Kampar, tapi juga pemain sepakbola yang ada di Riau," katanya kepada Tribun, seraya mengaku dirinya ikut mendampingi tim ke Jakarta.

Nasrul yang juga Manajer Operasional tim U-21 PSPS juga berharap, beberapa daerah lain yang ada di Riau, juga bisa mengikuti jejak pemain asal Kampar yang sudah berhasil masuk zona elit di kompetisi ini.

"Kampar saja sudah bisa mengukir prestasi, apalagi nanti kalau semua tim muda Riau seperti itu. Bisa- bisa Riau bisa disegani tim daerah lain," pintanya. Para pemain muda ini akan selalu dipantau untuk pembinaan selanjutnya.

Karena banyak event-event lainnya yang bisa diikuti. Terutama PON tahun 2012 mendatang. "Mereka ini bisa dibina, kalau tidak untuk sekarang, untuk PON selanjutnya juga masih bisa diandalkan," terangnya.

Babak final kompetisi ini akan mempertemukan Jabar dan Jateng. Karena laga Jateng vs Jatim berakhir dengan hasil seri 0-0. Jadi, Jabar dan Jateng lah calon juara. Sementara Jatim akhirnya finis di peringkat keempat, karena kalah produktivitas gol dari Riau. (saf)

jendry
February 20th, 2011, 12:37 PM
http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/183022_1634016969018_1194499096_31329444_2440956_n.jpg







http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/4438_1075041714986_1194499096_30166132_356695_n.jpg

jendry
February 21st, 2011, 05:41 AM
Pemkab Kampar Pertahankan TPP



halloriau.com KAMPAR KIRI HILIR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar mempertahankan adanya Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) dalam tahun 2011. Kebijakan lokal yang dulu sempat populer dengan nama uang transportasi ini dialoksikan dalam APBD Kabupaten Kampar 2011 sebesar Rp200 miliar.

''Dengan begitu, TPP yang sempat belum dibayarkan dua bulan ini akan kembali dinikmati oleh PNS dan rencananya akan dibayarkan paling lambat bulan ini,'' kata Bupati Kampar, Drs H Burhanuddin Husin MM dalam arahannya pada acara temu ramah Bupati dengan seluruh anggota Korpri se-Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Sabtu (19/2) lalu di halaman Kantor Camat Kampar Kiri Hilir.

Dilanjutkan Bupati, kebijakan ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah sangat memperhatikan kesejahteraan pegawai. Jika pada tahun 2006, Pegawai Negeri Sipil (PNS) hanya menerima Rp300.000, maka tahun berikutnya hingga tahun 2008 mengalami kenaikan.

Pada waktu itu, PNS golongan III menerima Rp1.500.000 dan golongan II menerima Rp1.250.000. Pemotongan TPP pada tahun 2009 hingga September 2010 sebesar 35 persen bukanlah tanpa alasan. Kebijakan tersebut terpaksa ditempuh karena APBD pada dua tahun anggaran tersebut mengalami defisit menyusul terjadinya krisis ekonomi global. Akibatnya, terjadi pengurangan sejumlah penerimaan daerah seperti Dana Bagi Hasil (DBH) dan Dana Alokasi Umum (DAU).

''Kalaulah tetap kita paksakan TPP seperti dua tahun sebelumnya, tentu akan mengakibatkan belanja pembangunan nol. Itu artinya tidak akan ada pembangunan insfratruktur seperti jalan, jembatan, sekolah, puskesmas dan infrastruktur lainnya. Bahkan, pada tahun tersebut seluruh belanja pada SKPD, DPRD termasuk belanja kepala daerah juga mengalami pemotongan. Saya fikir dana yang kita miliki harus dirasakan oleh semua semua pihak termasuk masyarakat yang sangat membutuhkan pembangunan,'' terang Burhanuddin.

Kondisi ini, lanjut Burhanuddin, terus berlanjut hingga triwulan III 2010. Baru pada anggaran perubahan bisa dikembalikan pada posisi semula setelah pulihnya sejumlah penerimaan daerah dan dibayarnya hutang oleh pemerintah pusat.

''Alhamdulillah, kondisi keuangan kita terus membaik dan Insya Allah, jika semuanya berjalan sebagaimana mestinya kebijakan ini akan terus kita pertahankan pada masa-masa yang akan datang,'' sebut Bupati.

Bupati menambahkan, pemberian TPP untuk PNS di kabupaten lain di Provinsi Riau tidak sama. TPP PNS di lingkup Pemkab Kampar tergolong cukup besar jika dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. (Aul)

drie
February 21st, 2011, 07:39 AM
Suasana menyambut Hari Jadi Kab. Kampar

Gedung LAM Riau, Kab. Kampar
http://farm5.static.flickr.com/4075/5450930700_4b66f95884_z.jpg

Suasana di depan gedung LAM Riau
http://farm6.static.flickr.com/5092/5450324767_f87c5c862a_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5251/5450320553_a5ac62b151_z.jpg

http://farm6.static.flickr.com/5137/5450321097_2c6f3b4e72_z.jpg

jendry
February 21st, 2011, 03:00 PM
11 Masid Raya Kecamatan di Kampar Bakal Dibantu Rp 4,3 M




riauterkini.com Pemkab Kampar telah menganggarkan dana R[p 4,3 miliar. Anggaran tersebut bakal dikucurkan sebagai bantuan untuk 11 masjid raya kecamatan.

Riauterkini-BANGKINANG- 11 Mesjid Raya yang berada di Kecamatan wilayah Kabupaten Kampar berdasarkan surat Keputusan Bupati Kampar Nomor 451.2/KS/279/210 tanggal, 13 Desember 2010 berhak menerima kucuran bantuan dana hibah dengan jumlah total bantuan sebesar Rp 4,3 Mmliar.

‘’ Bantuan hibah untuk mesjid raya kecamatan tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan sebuah mesjid yang kondusif dan memadai sehingga dapat dijadikan sebagai pusat kegiatan keislaman baik bidang pendidikan maupun ibadah. 11 Mesjid Raya Kecamatan di Kabupaten Kampar tersebut ditetapkan atas usul masing-masing kecamatan berhak mendapatkan kucuran dana pemeliharaan yang dibantu melalui dana hibah daerah,’’ ungkap Kabag Kesra Setda Kampar, Muhammad Amin, S.Ag didampingi Kabag Humas Setda Kampar, Nasruni, S.IP, M.Si kepada wartawan di Bangkinang Senin (21/2/11).

Dikatakannya, saat ini bantuan tersebut di dilaksanakan,’’ Penyaluran dana bantuan hibah tersebut telah mulai dilakukan secara langsung oleh Bupati Kampar,’’ terangnya.

Dana hibah yang dikucurkan untuk masing-masing mesjid raya kecamatan tersebut dengan rincian adalah sebesar Rp 380 juta untuk 10 mesjid dan hanya satu mesjid yang menerima bantuan hibah sebesar Rp 500 juta yakni mesjid raya Al-Mizan yang merupakan mesjid raya di Kecamatan Kampar Kiri.

‘’ Sedangkan 10 mesjid raya Kecamatan yang menerima bantuan dana hibah daerah sebesar Rp 380 juta adalah Mesjid Raya Nurul Yaqin di Kecamatan XIII Koto Kampar, Mesjid Raya Al-Ittihad Pasar Kuok di Kecamatan Bangkinang Barat, Mesjid Al-Mukhsinin Salo di Kecamatan Salo, Mesjid Raya Sungai Pagar di Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Mesjid Raya Baiturrahman di Kecamatan Kampar Timur, Mesjid raya Syuhada di Kecamatan Siak Hulu, Mesjid Raya Kecamatan Kampar, Mesjid Raya Wahdatul Ummah di Kecamatan Tapung, Mesjid Baitussalihin di Kecamatan Bangkinang dan Mesjid Raya Nurul Hikmah di Kecamatan Koto Kampar Hulu,’’ tutupnya.***(man)

jendry
February 22nd, 2011, 05:38 PM
Kampar Join Pakar Korea Bangun Pusat Pengelolaan Limbah Sawit


http://riauterkini.com/gambar/kor.jpg




Sekelompok ilmuwan Korea yang tergabung dalam Kioka Korea menemui Bupati Kampar Burhanuddin Husin. Mereka mengungkapkan kesepakatan kerjasama membangun pusat pengelolaan limbah sawit di Kampar.

Riauterkini-BANGKINANG- Masyarakat dan Cendikiawan Peduli lingkungan Korea yang tergabung dalam Kioka Korea akan segera membangun pusat pengolahan limbah kelapa sawit yang lokasinya dipusatkan di komplek Kampus Piltehnik Kampar (Polkam) dipinggir ruas jalan lingkar Bangkinang.

Kegiatan ini dalam bentuk kerjasama antara pihak Pemdakab Kampar dan pihak Koika Korea, dimana pihak Pemdakab Kampar akan menyalurkan dana sebesar lebih kurang Rp 4 miliar dan pihak Kioka Korea akan mengucurkan dana sebesar U$ 2.500.000.

‘’ Pembangunan pusat pengolahan limbah kelapa sawit tersebut sedikitnya ada empat tujuan yakni untuk kepentingan pendidikan (education), pemberdayaan masyarakat, kepentingan lingkungan (ekosistem) dan untuk tujuan komersial berupa produk yang dihasilkan dari pengolahan limbah kelapa sawit berupa produk utama yakni pupuk yang dapat diperjualbelikan,’’ungkap Bupati Kampar, Drs H Burhanuddin Husin, MM pada acara menerima kunjungan tamu dari Korea dalam rangka pembicaraan lanjutan kegiatan pembangunan pusat pengolahan limbah kelapa sawit pada lahan seluas 3000 meter persegi yang berada dilahan kompleks Polkam Kampar yang hingga setakat ini memiliki lahan seluas 22,5 Ha tersebut.

Bupati berharap kepada pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sudah mengolah buah sawit menjadi CPO untuk memberikan dukungan dalam bentuk menyediakan secara cuma-cuma limbah cair dari limbah pengolahan CPO. Termasuk kesediaan untuk menyediakan tandan buah sawit berupa ‘tangkus’ untuk bahan baku.

‘’ Kesediaan memberikan secara cuma-cuma limbah cair dan tangkus tersebut oleh masing-masing perusahaan atau PKS harus dibuat dalam bentuk tertulis untuk kelangsungan operasional pusat pengolahan limbah kelapa sawit tersebut, ‘’ tegas Burhanuddin.

Kelak apabila sudah beroperasi maka pusat pengolahan limbah kelapa sawit tersebut memerlukan bahan baku berupa 10 Ton limbah cair perhari, tangkus sawit 100 kg per hari, abu 50 kg per hari, dan dedak 100 kg per hari. Sedangkan produk yang dihasilkan perhari dalam bentuk pupuk minimal 2 Ton per hari.

‘’ Kedepan diharapkan Kampar akan menjadi pelopor dalam hal penyelamatan lingkungan seperti sungai yang selama ini ternyata banyak tercemar oleh limbah pabrik. Dan bila limbah pabrik berupa limbah cair dari hasil pengolahan CPO diolah kembali, maka pencemaran akibat limbah pabrik akan semakin dapat dikurangi dan bahkan pada saatnya kelak limbah pabrik yang mengikbatkan berbagai pencemaran lingkungan itu dapat dihilangkan sama sekali,’’ujar Burhanuddin.

Dalam pertemuan dan diskusi tersebut terungkap bahwa selama ini limbah cair dari hasil pengolahan CPO di PKS-PKS terbuang secara percuma dan menjadi limbah pabrik atau tepatnya limbah PKS, padahal limbah cair tersebut dapat diolah lebih lanjut menjadi pupuk. Produk biodiesel dan juga berupa biogas.

Hadir pada acara tersebut diantaranya Sekdakab Kampar, Drs H Zulher, MS, Kepala Bappeda Kampar, Ir H Nurahmi, MM, Kepala BLH Kampar, Drs M Yasir, MM, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kampar, Ir H Basri Rasyid, MT, Kadis Peridang Kampar, Hj Eliberti, SE, Direktur Polkam dan para dosen, Direktur PDAM Tirta Kampar, H Tasnur, SE, 4 orang wakil dari pihak Koika Korea dibawah pimpinan Bong-Jae Yoo yang juga team maneger Consulting Dept/International Developmen Dept- Seul-Korea, wakil dari PT Sinar Mas Group, PT Bangun Tenera Riau, PT Wahana Buana Lestari, PT Sewangi Sejati Luhur, PT Riau Kampar Sahabat Sejati, PT Arindo dan PT Karya Indratama.***(man)

jendry
February 24th, 2011, 02:33 PM
Target Raih Adipura Kabupaten Kampar Berbenah




Bangkinang menjadi andalan Kabupaten Kampar untuk untuk meraih Piala Adipura. Saat ini berbagai aspek dibenahi untuk meraih target tersebut.

Riauterkini-BANGKINANG- Dinas Pasar, Kebersihan, dan Pertamanan (PKP) Kabupaten Kampar bersama camat Bangkinang, PNS dan masyarakat melakukan penghijauan ribuan bibit tanaman di kanan kiri ruas jalan kota Bangkinang dan jalan Lingkar Bangkinang dengan melakukan penghijauan bibit Angsana, Trambesi dan Mahoni. Dalam upaya mendukung program kota bersih, indah dan nyaman sebagai persiapan penilaian adipura 2011.

‘’ Kita juga melakukan pembersihan dan penataan taman disepanjang ruas jalan di kota Bangkinang, dan di sejumlah titik di Kota Bangkinang yang nantinya akan menjadi kawasan penilaian adipura,’’ terang Kepala dinas PKP Kampar, Ali Nafia, ST, MT yang didampingi Kabid Pemanfaatan dan Pengolahan sampah Dinas PKP Kampar, Ahmad Zaki, SE, MM, disela-sela gotong royong di komplek perumahan Villa Bangkinang Indah, Kamis (24/2/11).

Selain itu juga dilakukan pembersihan atau pemotongan rumput dan pembersihan slokan disepanjang jalan pemukiman warga. “ Villa Bangkinang Indah termasuk salah satu kawsan percontohan dan menjadi titik penilaian adipura untuk Kabupaten Kampar, untuk itu kita bersama camaat, upika, PNS di sejumlah dinas instansi melakukan gotong royong dan membersihkan kawasan perumahan ini,”ujarnya.

Pihaknya juga menata sisi kanan kiri jalan kota Bangkinang dan jalan lingkar dengan melakukan penanaman tanaman hias sebagai upaya memperindah suasana ditengah kota agar terlihat hijau dan asri. “ Mudah mudahan dengan upaya yang maksimal yang kita lakukan, kita optimis di 2011 ini Kampar mampu meraih piala adipura tersebut,” harapnya.

Camat Bangkinang, Sugianto, MSI dalam kesempatan lain mengatakan pihaknya bersama upika Bangkinang, sepenuhnya siap mendukung tekad Pemkab Kampar dalam meraih piala adipura sebagai kota terbersih. “ Kita siap dukung dan siap turun untuk melakukan pembersihan dan penataan kota Bangkinang, apalagi kecamatan Bangkinang sebagai pusat penilaian adipura”, ujarnya.

Ia meminta dan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam upaya meraih adipura dengan melakukan pembersihan dan penataan lingkungan pemukiman, terutama warga yang berada dikawasan penilaian adipura. “ Seperti Perumahan warga, tempat umum, Pasar, sarana pemerintah dan sebagainya”, ajak Sugianto.***(man)

jendry
February 27th, 2011, 01:27 PM
ole - ole dari amrik.



http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/182292_186566861382242_100000867898439_405759_5147954_n.jpg







http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/182287_186567338048861_100000867898439_405764_1738383_n.jpg

jendry
March 3rd, 2011, 11:15 AM
http://farm6.static.flickr.com/5134/5493558433_c58ef032d0_z.jpg















http://farm6.static.flickr.com/5139/5493552101_727ec169a1_z.jpg

rilham2new
March 4th, 2011, 05:17 AM
^^ Itu jalan tembus lewat Pantai Cermin masuk ke Pekanbaru lewat Jalan Garuda Sakti, bukan ?? :D

jendry
March 4th, 2011, 12:45 PM
iya bener bangett.. :)





------


Mulai 2012 KPT Kampar Beri Layanan Secara Online

Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Kabupaten Kampar tengah berbenah untuk meningkatkan pelayanan. Ditargetkan mulai 2012 layanan secara online bisa dimulai.

Riauterkini-BANGKINANG- Kantor Pelayanan Terpadu Kabupaten Kampar (KPT) melakukan terobosan baru dengan membuka pelayanan perizinan dengan system on line. Untuk mengoptimalkan dan memberikan pelayanan masyarakat dalam mengurus perizinan,

“ Selama ini KPT memberikan pelayanan dengan system off line (Manual) kedepan akan diupayakan dengan system on line dengan menggunakan program Virtual Private network internet protocol (VPNIP) dengan menggunakan jaringan internet yang bersifat khusus,” terang Kepala KPT Kampar Zamzamir kepada Riauterkini, Jumat (4/3/11) di Bangkinang,

‘’ Terobosan ini perencanaannya pada 2011 ini dan akan difungsikan secara maksimal pada tahun 2012 mendatang.’’ Jelasnya

Upaya ini dilakukan pihaknya dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk pelayanan pengurusan perizinan dipusatkan dikantor KPT kabupaten Kampar.

Ia mengatakan kedepan masyarakat tak mesti lagi mengurus perizinan ( pendaftaran ) untuk datang kekantor KPT akan tetapi bisa mendaftar melalui media online,’’ Setelah itu tinggal mengambil dokumen perizinan di KPT setelah pihaknya melakukan ferifikasi,’’ungkapnya

Program ini demi efisensi waktu, jarak dan biaya, dan untuk mempermudah pelayanan perizinan bagi masyarakat terutama yang berdomisili jauh dari ibu kota Kabupaten ( Bangkinang ). ‘’ Sehingga target akhir KPT tercapai demi pelayanan prima dan transparan ditengah masyarakat sesuai dengan standaor oprasional prosedur (SOP), baik secara persyaratan, waktu, biaya yang telah diatur sesuai dengan aturan dan Perda yang jelas,’’ tutup Zamzamir.***(man)
http://riauterkini.com/sosial.php?arr=35107

rilham2new
March 4th, 2011, 04:31 PM
iya bener bangett.. :)


Ada yang mau aku tanyakan jen. Di Petapahan bensin langka gak baru-baru ini?

Minggu lalu waktu ayah-ibuku pulang dari Pasirpengaraian terpaksa lewat jalur Petapahan - Pantai Cermin ini padahal udah sore (bahkan malam)... sementara rute itu agak angker kalau malam-malam :nuts:, karena jalur memotong padahal habis dari Petapahan, rencananya mau lewat Bangkinang jadi gak jadi :(

Apakah PERTAMINA tidak menambah pasokan bensin di Provinsi Riau ??? Terutama di luar kota Pekanbaru ???

Di Pasirpengaraian dan Ujungbatu bensin habis di semua SPBU di lintasan jalan utama waktu itu.

Aku baca Riau Pos juga dalam beberapa minggu terakhir warga Bagansiapi-api, Tembilahan, Selatpanjang.. semua warga pesisir meminta supaya SPBU di kawasan mereka ditambah dan/atau ditingkatkan pasokannya karena sekarang cepat habis.

Apakah di Petapahan juga terjadi hal yang sama ???

Karena rasanya setelah rakyat Riau mati-matian menyentil PLN karena kelangkaan listrik... kalau memang ada yang tidak beres, kurasa saatnya rakyat Riau memaksa PERTAMINA untuk meningkatkan pasokan bensin mereka ke kabupaten-kabupaten .... Mereka harus memperhitungkan kekuatan ekonomi rakyat Riau yang riil di lapangan :nuts:

jendry
March 4th, 2011, 04:43 PM
kalau di SPBU di simpang petapahan minggu kemaren pas aku pulang yang kosong itu malah solar sedangkan pas pulang sebulan yang lalu yang yang kosong bensin.

gak menentu juga, tapi untuk minggu kemaren bensinnya masih ada, pertamax 95 juga ada.

mungkin karna secara tidak resmi pembatasan premium di berlakukan di riau makanya keberadaan BBM beberapa waktu belakangan ini langka...

kalau lewat jalan bangkinang kurang tau, awal tahun kemaren cuma lewat di situ waktu ke lipat kain dari petapahan. di lipat kain waktu itu memang langka bensin....

drie
March 4th, 2011, 04:54 PM
^^ Jangankan di luar pekanbaru di pekanbaru aja hari ini Bensin HABIS. alasan pihak Pertamina ada gelombang besar di selat malaka yang membuat pasokan Bensin terlambat datang.

Gubernur udah membuat pernyataan untuk kedua kalinya kalau sampai kejadian ini terulang lagi, maka pimpinan PERTAMINA RIAU akan di Mutasi. karean menurut Gubri gak ada ceritanya Riau itu bisa Langka BBM. anh memang di saat belahan Indonesia lainnya langka, Riau justru gak ada ke langkaan sama sekali. lah ketika belahan indonesia lainnya pasokan BBM aman - aman aja justru di Riau malah langka :ohno:. Ironis memang.

rilham2new
March 4th, 2011, 05:00 PM
kalau di SPBU di simpang petapahan minggu kemaren pas aku pulang yang kosong itu malah solar sedangkan pas pulang sebulan yang lalu yang yang kosong bensin.

gak menentu juga, tapi untuk minggu kemaren bensinnya masih ada, pertamax 95 juga ada.

mungkin karna secara tidak resmi pembatasan premium di berlakukan di riau makanya keberadaan BBM beberapa waktu belakangan ini langka...

kalau lewat jalan bangkinang kurang tau, awal tahun kemaren cuma lewat di situ waktu ke lipat kain dari petapahan. di lipat kain waktu itu memang langka bensin....

Hmm, kayaknya belakangan aku sering dengar cerita serupa ya di Riau ini. Apakah ini karena pasokan pertamina sudah tidak sebanding dengan jumlah populasi kendaraan dan kebutuhan bensin?? Takutnya hal-hal begini luput dari perhitungan Pertamina.

Karena kehabisan bensin di tengah Jalan Pantai Cermin yang siang-siang aja kerasa gelap karena kebun kelapa sawit itu. Satu kendaraan mogok di jalan yang beraspal sempit itu benar-benar malapetaka untuk kelancaran lalu lintas secara keseluruhan di jalan itu .... Karena di beberapa titik (mayoritas malah), aspalnya cuman kayak cukup untuk 2 mobil kecil. Kemudian, ada perbedaan ketinggian cukup lumayan untuk membuat mobil kandas antara permukaan aspal dan bahu jalan ..


Pembatasan premium kurasa hanya mungkin kalau di SPBU tersebut ada Pertamax, setahu aku di Rohul aku tidak menemukan SPBU yang menjual Pertamax....

rilham2new
March 4th, 2011, 05:03 PM
^^ Jangankan di luar pekanbaru di pekanbaru aja hari ini Bensin HABIS. alasan pihak Pertamina ada gelombang besar di selat malaka yang membuat pasokan Bensin terlambat datang.

Gubernur udah membuat pernyataan untuk kedua kalinya kalau sampai kejadian ini terulang lagi, maka pimpinan PERTAMINA RIAU akan di Mutasi. karean menurut Gubri gak ada ceritanya Riau itu bisa Langka BBM. anh memang di saat belahan Indonesia lainnya langka, Riau justru gak ada ke langkaan sama sekali. lah ketika belahan indonesia lainnya pasokan BBM aman - aman aja justru di Riau malah langka :ohno:. Ironis memang.

Aku ingat banget dulu waktu PREMIUM loncat harga 88% dari 2400 per liter ke 4500 per liter sekitar tahun 2005. Waktu itu aku masih di Pekanbaru.

AKu ketawa-ketawa karena di daerah lain bensin pada habis dan langka. Di Pekanbaru malah aneh banget,,, bensin sama sekali tidak habis.... dan tidak ada "RUSH" di mana orang mengantre ke SPBU sebelum jam 00.00 ... Ada antrian, tapi gak sampe berjam-jam, dan dari pemantauan SPBU di dekat lokasi tempat tinggal aku, sama sekali tidak ada jerigen-jerigen yang ikutan mengantri.,, Di media lokal pun juga diberitakan, tidak ada yang heboh terjadi di Riau. Antrian ada di SPBU tertentu, tapi paling lama cuman sekitar belasan menit.

Memang aneh sekali, kelangkaan BBM di Riau memang sering bertolak belakang dengan daerah lain. Kalau ada kelangkaan massal satu negara, Riau justru baik-baik saja. Nanti pas Riau lagi langka di mana-mana, Secara umum negara ini malah baik-baik saja :nuts:

jendry
March 4th, 2011, 05:32 PM
Hmm, kayaknya belakangan aku sering dengar cerita serupa ya di Riau ini. Apakah ini karena pasokan pertamina sudah tidak sebanding dengan jumlah populasi kendaraan dan kebutuhan bensin?? Takutnya hal-hal begini luput dari perhitungan Pertamina.

Karena kehabisan bensin di tengah Jalan Pantai Cermin yang siang-siang aja kerasa gelap karena kebun kelapa sawit itu. Satu kendaraan mogok di jalan yang beraspal sempit itu benar-benar malapetaka untuk kelancaran lalu lintas secara keseluruhan di jalan itu .... Karena di beberapa titik (mayoritas malah), aspalnya cuman kayak cukup untuk 2 mobil kecil. Kemudian, ada perbedaan ketinggian cukup lumayan untuk membuat mobil kandas antara permukaan aspal dan bahu jalan ..


Pembatasan premium kurasa hanya mungkin kalau di SPBU tersebut ada Pertamax, setahu aku di Rohul aku tidak menemukan SPBU yang menjual Pertamax....



sudah jelas tidak sebanding pasokan premium dari pertamina ke SPBU _ SPBU di riau tidak seimbang dengan kebutuhan kendaraan di riau, kan ada "pembatasan premium" :lol::lol:
dan di alihkan ke pertamax..

pasokan premium yang di lakukan sekarang itu di sediakan untuk yang belum mampu beralih ke pertamax saja menurut saya sedangkan pelanggan yang di anggap mampu membeli pertamax tidak di kuota kan lagi ( di anggap orang mampu) untuk menetukan itu kurang tau metode apa yang di lakukan oleh pihak pertamina kalau riset lapangan gak pernah kelihatan tu mungkin dengan metode lain atau juga cuma referensi dari ibukota saja dan di sama ratakan..

tapi ada satu budaya yang luput dari perhitungan pertamina menurut saya, yaitu kesukaran masyarakat indonesia beralih dari hal yang sudah terbiasa mereka pakai dalam hal ini bensin, walaupun mereka sanggup membeli pertamax belum tentu juga mereka mau beralih kan.. :D

maka nya perhitungan pertamina itu dil uar perkiraan mereka, karna kuato yang mereka sediakan ternyata di sikat juga oleh pelanggan yang tidak di kuota kan?... di tambah lagi ada nya jerigen -jeringen yang ikut mengantri di SPBU - SPBU.. :D :D


di petapahan sendiri sekarang sudah tersedia pertamax 95.



jalan pekanbaru - pantai cermin sekarang tidak curam lagi, karna aspal yang lebih tinggi itu sudah di ratakan ketika bulan puasa kemaren sekarang kondisi jalan nya lumayan lebih baik dari yang dulu..

dan di sepanjang jalan itu di beberapa titik memang sepi karna tidak ada rumah penduduk,..

jalan ini seharusnya di kasih portal biar kendaraan bertonase dan berbadan besar tidak masuk karna jalan itu tidak masuk spesifiksi "kelas" ini cuma jalan antar kampung sebenarnya, kasian nanti warna di situ jalannya pada hancur, setiap saya lewat jalan itu sekarang sudah banyak kendaraan besar yang lewat, jalan itu penuh oleh mobil besar itu aja..

rilham2new
March 4th, 2011, 06:20 PM
^^ Ada gambarnya, jen ??? Kawasan yang aspalnya baru diperbaiki itu terutama ??? aku agak penasaran jadinya kayak apa ...

jendry
March 4th, 2011, 07:03 PM
cek dulu ya bang :D
sebenarnya banyak bangat gambar - gambar tapi malas aja posting, kualitas gambarnya cukup buat malu.. :lol:

jendry
March 4th, 2011, 07:27 PM
^^ ini gambarnya di beberapa titik.
gambar ini di ambil di atas kendaraan dengan kecepatan antara 80 - 100 km/jam. maklum saja kulitas gambarnya jelek, alat jepretnya juga jelek si :lol::lol:



http://farm6.static.flickr.com/5100/5497583424_8576de352c_z.jpg









http://farm6.static.flickr.com/5136/5497589476_340b5362db_z.jpg







http://farm6.static.flickr.com/5253/5497004949_1694f2c6ba_z.jpg

rilham2new
March 4th, 2011, 08:11 PM
^^ Jen, kelihatannya gak beda-beda banget dengan apa yang dulu aku pernah lihat? Itu benaran udah diaspal ulang ???

Ini dokumentasi aku sekitar pertengahan tahun lalu di ruas yang sama, walaupun mulus aspalnya... Tapi bahu jalannya terlalu turun ke bawah... Kalau motor keluar lintasan aspal, besar kemungkinan untuk langsung terjungkal. Mobil pula akan kandas, dan perlu usaha keras untuk naik kembali... kecuali mobilnya 4WD...
1
http://farm5.static.flickr.com/4114/4779317414_6c434d872b_b.jpg


Ini yang menjelang Jalan Garuda Sakti
http://farm5.static.flickr.com/4136/4778685215_55585efefc_b.jpg

Sempit banget untuk mobil, maksud aku apakah semuany sudah diubah jadi seperti ini??? Karena memang sebagian ruas waktu itu juga rasanya ada yang masih baru sekali aspalnya seperti ini ...
http://farm5.static.flickr.com/4099/4779317880_313f07577b_b.jpg

Ini ilustrasi sempitnya jalan di situ
http://farm5.static.flickr.com/4143/4779319386_0cca6b48ce_b.jpg

Yang benar-benar lebar standar kayaknya cuman di awal-awal saja, dan beberapa titik di tengah-tengah ada yang sudah dilebarkan kala itu.
http://farm5.static.flickr.com/4099/4778681751_cf6028be86_b.jpg


Ohya , biar forumer lain gak salah faham gambar di atas itu cuman Jalan Potong untuk masuk ke Kota Pekanbaru, jadi ini bukan jalan utama... lebih kayak jalan perkampungan :D. Karena kalau lewat Jalan Nasional (jalan utama) Pekanbaru-Bangkinang, jalannya seperti ini
http://farm2.static.flickr.com/1049/5163096336_63ae45a0e2_z.jpg

^^ Sayangnya kalau ke Pasirpengaraian lewat situ tidak efektif jaraknya, karena kita dipaksa memutar dulu ke selatan :(

rilham2new
March 4th, 2011, 08:15 PM
Untuk membuktikan bahwa Riau membangun cukup pesat, jalan itu panjangnya lumayan loh ... Hampir 40-an km.... Dan dulu di tahun 1990-an sebagian besar adalah jalan tanah :D. Sebagian besar aspal di jalur itu, adalah aspal era Paska Otonomi daerah.

Untuk membuktikan bahwa itu memang benar jalan pelosok, coba aja perhatikan saja benar-benar... ada ruas-ruas yang tidak ada tiang listrik sama sekali ;). Sementara gambar jalan nasional yang paling bawah itu .... Well, dari aku belum lahir juga itu jalan udah aspal sampai ke perbatasan Sumatra Barat malah ...

jendry
March 4th, 2011, 08:31 PM
titik itu memang bukan di lebarkan dengan pengaspalan tapi cuma meratakan badan jalan aja, semula di titik itu badan jalannya curam sekarang sudah di timbun dengan sirtu di situ jadi gak curam lagi, titik yang sudah di lebarkan itu masih di kawsan pemukiman aja yang sudah di lakukan yang dekat sei galuh kalau gak salah nama daerahnya, ada kok photonya, besok deh di posting gambarnya..

dan sebagian jalan yang berlubang sudah di tambal sulam dan di titik yang terjadi banjir sudah selesai di bangun BOX culvert...

drie
March 9th, 2011, 04:22 AM
JALAN LINTAS BARAT PROVINSI RIAU
http://1.bp.blogspot.com/_LDFzTostmJY/TO5t1oq-axI/AAAAAAAAC_0/SRXoxQBLo4o/s1600/Riau%2Band%2BThe%2BHaze.jpg
http://photo.pekanbaruriau.com/search/label/Nature

jendry
March 11th, 2011, 06:02 AM
Jalan ke Lokasi Wisata si Kampar Banyak Rusak





BANGKINANG - Meski tingkat kunjungan pariwisata di Kabupaten Kampar mulai meningkat, namun kondisi infrastruktur jalan menuju lokasi wisata banyak yang rusak. Hal ini dikeluhkan banyak pihak termasuk dari kalangan wisatawan.

''Kondisi alam di Kabupaten Kampar sangat bagus. Tapi, infrastruktur jalan, kurangnya fasilitas umum dan terbatasnya fasilitas pariwisata pendukung cukup berpengaruh terhadap dunia pariwisata di Kabupaten Kampar,'' kata Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Kampar, Syamsul Bahri ketika berbincang dengan halloriau.com, di Bangkinang, beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Syamsul, sektor unggulan pariwisata di Kabupaten Kampar hanya ada dua dari 34 tempat wisata. Di antaranya, Candi Muara Takus dan Equator Lipat Kain. Guna mengoptimalisasikan dua tempat pariwisata tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar pada tahun lalu melakukan berbagai renovasi fasilitas-fasilitas di kedua lokasi obyek wisata tersebut.

''Misalnya pada Equator Lipat Kain yang luasnya lima hektar akan direnovasi dengan dana sharing dengan Pemerintah Provinsi Riau. Sementara untuk Candi Muara Takus telah ditambah fasilitas-fasilitas pendukung seperti tempat main anak dan kios,'' jelasnya.

Menurut Syamsul, sebagian pengunjung yang masih datang sebenarnya juga mengeluhkan rusaknya infrastruktur jalan. ''Kalau yang datang saja sudah mengeluhkan, berarti yang tidak datang ke lokasi wisata juga akan berpikiran sama. Saya sendiri juga merasakannya,'' sebut Syamsul.

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Kampar, kata Syamsul lagi, komit untuk memperbaiki fasilitas infrastruktur dan dalam beberapa tahun ke depan pariwisata di Kabupaten Kampar akan pulih setelah infrastruktur jalan diperbaiki. ''Kita sedang mengusahakan perbaikan, tetapi tidak bisa dilakukan oleh Pemkab Kampar sendiri, harus bekerja sama dengan pemerintah provinsi,''ujar Syamsul. (Aul)
http://www.halloriau.com/read-otonomi-7989-2011-03-11-jalan-ke-lokasi-wisata-si-kampar-banyak-rusak.html

drie
March 11th, 2011, 08:18 AM
^^ wah, Tugu katulistiwa Lipat kain bakalan di renovasi ??? apa benar luas lahannya sampai 5 hektar ?? perasaan kecil lah :D

aku dukung nih kalau beneran di renovasi,:lol:

jendry
March 11th, 2011, 11:43 AM
baiknya kampar segera deh perbaiki tugu equator itu, sekarang aja udah seperti di tengah hutan letak tugunya :D

buat yang lebih keren dari yang sekarang, dan jangan tugunya aja lanscape nya juga perlu di buat, lipat kain itu the heart of sumatra :)

drie
March 11th, 2011, 12:58 PM
PLTA KOTO PANJANG
http://www.kamparkab.go.id/images/phocagallery/wisata/PLTAKotoPanjang/thumbs/phoca_thumb_l_danauplta8.jpg

jendry
March 16th, 2011, 06:45 PM
Produksi TBS Sawit Kampar Capai Sejuta Ton Sehari




Perkebunan kelapa sawit menjadi sektor paling primadona di Kampar. Produksinya saat ini mencapai sejuta ton dalam sehari.

Riauterkini-BANGKINANG- Saat ini luas dan produksi perkebunan rakyat untuk komoditi kelapa sawit di wilayah Kabupaten Kampar sudah mencapai 132.679 hektar untuk tanaman yang sudah menghasilkan. Sementara yang yang belum menghasilkan mencapai 31.825 hektar. Tingkat produksi saat ini hampir mencapi 1 juta ton sehari dengan menyerap tenaga kerja 77 ribu lebih petani.

’’ Sektor perkebunan mempunyai kedudukan yang penting didalam pengembangan pertanian, baik ditingkat lokal maupun regional. Perkembangan kegiatan perkebunan di Kabupaten Kampar terutama untuk komoditas Kelapa Sawit, Karet, Kelapa, Kakao, Gambir dan tanaman lainnya menunjukkan trend yang semakin meningkat. Hal ini dapat dilihat dari dari semakin luasnya lahan perkebunan dan meningkatnya produksi,’’ ujar Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM, melalui Kabag Humas Nasruni, yang ditemui diruangan kerjanya, Rabu (16/3/11).

Peluang pengembangan tanaman perkebunan semakin memberikan harapan. Hal ini berkaitan dengan semakin kuatnya dukungan Pemerintah terhadap usaha perkebunan rakyat. Selain itu juga semakin tumbuhnya berbagai industri yang membutuhkan bahan baku dari produk perkebunan dan kondisi pasar yang juga cukup menjanjikan.

’’ Usaha perkebunan kepala sawit merupakan usaha primadona masyarakat. Saking primadonanya bidang usaha yang satu ini mampu menembus wilayah terisolir dengan pembangun ruas jalan, berkembangnya jasa angkutan dan munculnya kota-kota kecil sebagai pusat perekonomian,’’ jelasnya.

Pemda Kampar terus melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit. Selain melakukan revitalisasi terhadap kebun-kebun tua yang dinilai tidak produktif, upaya lain yang dilakukan adalah mengadopsi progaram Bangka Botanical Garden (BBG) di Bangka Belitung, yaitu sebuah jalinan kerjasama untuk memujudkan pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan perkebunan sawit demi meningkatkan perekonomian masyarakat.

” Kerjasama tahap awal dengan mengadopsi pola pengelolaan BBG yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Dona Kembara Jaya dan konsep PT Putra Bangka Mandiri dalam upaya memperlihatkan tanggung jawabnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Tanaman Karet juga menjadi anadalan perekonomian masyarakat Kampar. Saat ini harga karet dipasaran dunia terus meningkat, maka dengan sendirinya ikut memancing animo masyarakat untuk menggeluti tanaman ini. ” Untuk tanaman kakao masih terus berkembang dan gambir yang juga semakin diminati terutama di Kecamatan Koto Kampar Hulu dan XIII Koto Kampar,”tutupnya.***(man)
http://riauterkini.com/usaha.php?arr=35374

rilham2new
March 16th, 2011, 08:01 PM
PLTA KOTO PANJANG
http://www.kamparkab.go.id/images/phocagallery/wisata/PLTAKotoPanjang/thumbs/phoca_thumb_l_danauplta8.jpg

Aku kok jarang banget ya ngliat poto PLTA Koto Panjang yang lagi terbuka gini pintu air nya .... Deras banget lagi :D

drie
March 17th, 2011, 05:36 AM
Aku kok jarang banget ya ngliat poto PLTA Koto Panjang yang lagi terbuka gini pintu air nya .... Deras banget lagi :D

:lol:, sama bang ham. bahkan gak pernah aku liat langsung kalau Pintu Air PLTA kebuka gini :D, asal ke Koto Panjang pasti di tutup terus :lol:

jendry
March 18th, 2011, 06:47 PM
Bupati Kampar Minta Penyusunan Ranperda Pakai Kajian Akademik




Penyusunan Ranperda diharpakan menunggunakan kajian akademik. Hal itu disampaikan Bupati Kampar Burhanuddin Husin saat memimpin rapat staf.

Riauterkini-BANGKINANG- Bupati Kampar Burhanuddin Husin minta agar setiap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan ke DPRD Kampar Kampar disertai dengan kajian akademik dan memenuhi sebuah kaidah-kaidah normatif yang sesuai dengan kondisi daerah.

” Lengkapi semua Ranperda yang diajukan dengan kajian akademik sehingga Ranperda yang kita ajukan itu mempunyai dasar-dasar yang jelas kuat serta memenuhi kaidah-kaidah yang menjadi ketentuan untuk bisa dijadikan sebuah regulasi bagi daerah,”sebut Burhanuddin saat memimpin rapat di ruang rapat lantai tiga kantor Bupati Kampar, Selasa (18/3/11).

Bupati juga menekankan agar setiap pembahasan Ranperda agar diikuti dan tidak diwakilkan kepada staf. ” Ranperda yang akan ditetapkan menjadi Perda adalah sebuah produk hukum yang sangat menentukan aktifitas Pemrintahah. Oleh karena itu Kepala Satker untuk dapat mengikuti dengan seksama dan untuk tidak diwakilkan kepada yang lain,” terang Burhanuddin.

Sebagaimana yang kita ketahui, beberapa waktu lalu Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar telah berhasil merancang 12 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) dan saat ini kedua belas Ranperda tersebut telah mulai dibahas Badan Legislasi (Banleg) di DPRD Kampar.

Ranperda tersebut usulan dari Satker SKPD dijajaran Pemkab Kampar yang selanjutnya digodok melalui bahasa dan versi hukum oleh para staf ahli Bupati Kampar dan Bagian Hukum Setda Kampar yang selanjutnya mendapatkan persetujuan Bupati Kampar untuk diteruskan ke DPRD Kampar.

Adapun 12 Ranperda yang diajukan pihak legislative ke pihak eksekutif tersebut meliputi pertama, Ranperda tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Kedua, Ranperda tentang Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan. Ketiga, Ranperda tentang pajak hiburan.

Keempat, Ranperda tentang pajak air tanah. Kelima, Ranperda tentang pajak mineral bukan logam dan batuan. Keenam, Ranperda tentang pajak parker. Tujuh, Ranperda pajak penerangan jalan. Delapan Ranperda pajak reklame. Sembilan, Ranperda tentang pajak sarang burung walet.

Sepuluh, Ranperda retribusi izin ganggua. Sebelas, Ranperda tentang pendirian lembaga penyiaran Publik Lokal Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) dan Kampar Televisi. Duabelas, Ranperda tentang pembentukan struktur organisasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar

Ranperda ini telah mulai dibahas di Banleg DPRD Kampar dengan melibatkan seluruh Satker dijajaran Pemkab Kampar. Setelah dibahas oleh Banleg DPRD akan dilanjutkan pembahasannya di Pansus DPRD. Selanjutnya Ranperda tersebut akan diparipurnakan di DPRD Kampar dan sekaligus untuk mendapatkan pengesahan.***(man)
http://riauterkini.com/politik.php?arr=35431






Empat Hakim Agung Kunjung Kerja ke Kampar



Kabupaten Kampar kedatangan tamu istimewa. Empat hakim agung dari Mahkamah Agung melakukan kunjungan kerja sehari.

Riauterkini-BANGKINANG- Empat orang Hakim agung yakni Mahdi Soroindah Nasution, Abdul Rahman, Achmad Yamani dan Sofyan Sitompul mengunjungi Kabupaten Kampar. Dalam kunjungan kerja empat orang hakim agung tersebut didampingi ketua Pengadilan Tinggi Riau Manis Soejono Jum’at (18/3/11).

Salah seorang hakim agung Mahdi Soroindah ketika ditanya wartawan menyatakan bahwa kunjungan ini kunjungan biasa saja. Namun ketika wartawan kembali mempertanyakan agenda kunjangan ia menyatakan silakan Tanya ke Bupati,’’ Tanya saja ke Bupati,’’ ujarnya sembari bergegas menaiki bus yang membawa rombongan tersebut.

Bupati Kampar Burhanuddin Husin ketika ditemui wartawan usai melepas keberangkatan rombongan empat Hakim Agung RI dab Ketua PT Riau yang melanjutkan perjalanan menuju ke Kota Bertuah Pekanbaru mengatakan bahwa kunjungan rombongan ke Kabupaten Kampar adalah kunjungan biasa-biasa saja.

‘’ Kunjungan ini lebih banyak bersifat kunjungan silaturrahmi. Apalagi salah seorang Hakim Agung RI adalah mantan Ketua PT Riau yakni Bapak Muhdi Soroindah Nasution yang ketika bertugas di Riau, sudah sering ke Kabupaten Kampar untuk berkunjung ke PN Bangkinang maupun ke kantor Bupati Kampar. Jadi bagi Pak Muhdi Soroindah Nasution kunjungan ini lebih bersifat kunjungan nostalgia, jadi jangan di dramatisir, ’’ tegas Bupati.

Bupati menyatakan Bapak Muhdi Soroindah Nasution beserta rombongan awalnya berencana akan melaksanakan sholat Jum’at di Mesjid Jamik Air Tiris dengan asumsi beliau sangat terkesan dengan keindahan bangunan mesjid Jamik tersebut. ‘’ Namun karena waktu sholat Jum’at sudah dekat akhirnya rombongan sholat di Markaz Islamy Kampar,’’ ujarnya.

Senada dengan hal itu Ketua PN Bangkinang Achmad Dimyati R.S menyatakan kunjungan ini biasa-biasa saja,’’ Kunjungan ini merupakan kunjungan regular dan kunjungan biasa-biasa saja,’’ terangnya.

Sebelumnya rombongan Ketua PT Riau dan Hakim Agung yang menaiki Bus Pariwisata dari Kota Bertuah Pekanbaru sampai di Kota Beriman Bangkinang pada pukul 11.00 WIB. diterima oleh Ketua Pengadilan Negeri Bangkinang, Ahmad Dimyati, RS, SH, MH, Bupati Kampar, Drs H Burhanuddin Husin, MM, Kapolres Kampar, H. MZ. Muttaqien, S.Ik, SH, Kajari Bangkinang, dan jajaran hakim, karyawan PN Bangkinang dan keluarga besar PN Bangkinang.

Usai shalat Jumat Rombongan empat Hakim Agung RI dan Ketua PT Riau tersebut dijamu makan bersama bertempat di kediaman Balai Bupati Kampar dengan menu khusus berupa gulai ikan baung plus telur ikan yang merupakan menu masakan khas Kampar.

Pada acara makan bersama tersebut Bupati Kampar didampingi oleh Wakil Bupati Kampar, H Teguh Sahono, SP, Dandim 0313 KPR, Kapolres Kampar, Kajari Bangkinang, Asisten I dan Asisten III Setda Kampar, Ketua PN Bangkinang dan sejumlah Kabag dilingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar. Sementara itu berdasarkan jadwal Kunker Ketua PN Bangkinang dan Hakim Agung RI ke Kampar telah pula dijadwalkan dimanapada hari ini Sabtu (19/3/11) rombongan tersebut akan melakukan kunjungan wisata ke Waduk PLTA Koto Panjang, melihat uniknya bangunan tua Candi Muara Takus dan menikmati makan siang di Rumah makan dendeng batokok Kelok Indah yang berlokasi diwilayah perbatasan Riau-Sumbar.***(man)
http://riauterkini.com/hukum.php?arr=35428

drie
March 21st, 2011, 04:12 PM
220 Kotak Sampah Disebar di Lokasi Strategis Bangkinang
http://riauterkini.com

Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan Kampar menyebarkan 220 kotak sampah di sejumlah titik strategis. Langkah tersebut untuk meningkatkan kebersihan Kota Bangkinang.

Riauterkini-BANGKINANG- Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kabupaten Kampar menempatkan sebanyak 220 unit tempat pembuangan sampah di sejumlah titik strategis di kota Bangkinang. Diantaranya Tong sampah organic dan non organic sebanyak 200 unit dan Box TPS sebanyak 20 Unit yang tersebar disejumlah tempat di Kota Bangkinang. Dalam upaya membudayakan hidup bersih.

‘’ Upaya ini dalam rangka menyadarkan masyarakat khususnya di ibu kota Kabupaten Kampar di Bangkinang untuk membudayakan hidup bersih serta dalam upaya mempersiapkan penilaian lomba adi pura untuk Kabupaten Kampar, Dinas Pasar, Kebersihan dan Pertamanan (DPKP) Kampar bersama Camat Bangkinang melakukan sosialiasi ditengah masyarakat akan pentingnya kesadaran budaya hidup bersih,’’ ungkap Kadis DPKP Kampar, Ali Napia, ST, MT melalui Kasi Pemanfaatan dan Pengelolaan Sampah (PPS) Kabupaten Kampar, Ahmad Zaki, kepada wartawan Senin (21/3/11) di Bangkinang.

Pihaknya bersama Camat Bangkinang, terus melakukan sosialisasi ditengah masyarakat serta mengajak dan menghimbau betapa pentingnya hidupa bersih. “ Hidup bersih artinya pola hidup sehat, kota bersih tentu cerminan masyarakat yang terjamin kesehatannya,” ujar Zaki yang mengatakan lingkungan kotor merupakan salah satu dampak rendahnya tingkat kesehatan masyarakat.

Ia mengajak dan menghimbau agar masyarakat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, baik pada tong sampah maupun box tempat pembuangan sampah sementara (TPS) nyang tersedia. “ Hindarilah pembuangan sampah pada slokan dan saluran air, sungai yang menyebabkan dampak terhadap lingkungan,”harapnya.

Kepada masyarakat, agar membuang sampah ditempat pembuangan sampah paling lambat pagi hari menjelang datangnya mobil angkutan sampah yang beroperasi setiap hari yang mendatangi TPS yang telah tersedia. “ Hindari-lah membuang sampah di TPS setelah armada pengangkutan sampah meninggalkan TPS, karena sudah pasti setelah sampah diangkut, sampah akan terlihat kembali menumpuk,” sebut Zaki.

‘’ Untuk mensosialiasikan budaya sehat dengan membuang sampah pada tempatnya ini, selain bekerjasama dengan pihak camat Bangkinang juga melalui surat edaran hingga ke tingkat RT RW, pihaknya juga melakukan sosialiasi melalui Radio sport RPDK Bangkinang dan Stations Radio swasta lainnya,’’ ungkapnya.***(man)

drie
March 26th, 2011, 06:38 AM
Kampar Minapolitan Merupakan Kebijakan Nasional
http://halloriau.com/read-ekonomi-8641-2011-03-26-kampar-minapolitan-merupakan-kebijakan-nasional.html

http://halloriau.com/foto_berita/88KAMPAR.jpg

KAMPAR-Penetapan Kabupaten Kampar sebagai kawasan minapolitan di Riau oleh Menteri Kelautan Perikanan RI merupakan kebijakan nasional. Dimana, pembangunan perikanan ke depan harus berintegrasi sehingga produksi perikanan meningkat termasuk kesejahteraan pengusaha perikanan juga meningkat.

Khusus untuk Kabupaten Kampar, kegiatan usaha perikanan telah sangat memenuhi persyaratan. Mulai dengan tersedianya sumber daya alam, sumber daya manusia, penguasaan teknologi oleh pengusaha perikanan yang hampir secara totalitas telah dikuasai serta yang perlu dilakukan lagi hanyalah gerakan masyarakat.

Sedikitnya ada beberapa hal yang menjadi titik perhatian dalam pengembangan usaha perikanan di Kabupaten Kampar. Yaitu, tersedianya bibit ikan, tersedianya pakan yang murah dan bila memungkinkan pakan diberikan kepada pengusaha perikanan dan dibayar setelah panen ikan, pembudidayaan dan pemasaran serta dibarengi pula dengan perhatian terhadap produksi dan distribusi.

Peningkatan produksi perikanan di Kabupaten Kampar hendaknya mampu meningkatkan jumlah konsumsi ikan perkapita per tahun. Dan pada tahun 2020, masyarakat Riau idealnya telah mengonsumsi ikan sebanyak 50 kilogram/kapita/tahun. Dan dalam hal memenuhi target konsumsi ikan perkapita ini sewajarnya di desa, di setiap rumah penduduk dipasangi label hijau atau kuning atau biru atau merah untuk mengetahui tingkat konsumsi ikan sebuah keluarga.

Bila sebuah rumah telah terpasang label biru itu tandanya keluarga tersebut telah mengonsumsi ikan minimal 50 kg/kapita. Sebaliknya bila berlabel merah itu artinya keluarga tersebut masih mengonsumsi ikan sedikit dan perlu dipasok ikan dan dilakukan kegiatan pembudidayaan ikan. *

jendry
March 27th, 2011, 07:58 PM
sangat potensial sekali memang budidaya perikanan air tawar di kampar.. :cheers:

selain perkebunan yang selama ini jadi primadona, perikanan juga sudah harus di lirik karena dari perkebunan kelapa sawit sendiri petani hanya bekerja 1 kali dalam 1 minggu sangat banyak waktu yang terbuang sia - sia kalau petani tidak ada kegiatan lain,.. perikanan ini bisa di jadikan pekerjaan sampingan serta peternakan sapi juga perlu di kembangkan di lahan kebun sawit, dari situ masyarakat bisa mendapatkan penghasilan yang cukup besar, sekarang pun jika harga kelapa sawit di atas 1000/kg petani bisa di katakan cukup sejahtera.. :)


begitu juga dengan petani karet, biasa nya bekerja hanya sampai siang hari, masih ada waktu juga buat bekerja yang lain,... walaupun petani karet kerjanya tiap hari....

jendry
March 28th, 2011, 06:11 PM
Hadiri RAT KUD Sawit Jaya,
Bupati Kampar Dukung Peremajaan 8.000 Hektar Sawit di Tapung



Bupati Kampar Burhanuddin Husin menghadiri RAT KUD Sawit Jaya. Dalam kesempatan tersebut, bupati menegaskan dukungnya pada program peremajaan 8.000 hektar kebun sawit di Tapung.

Riauterkini-BANGKINANG- Bupati Kampar Burhanuddin Husin mendukung rencana pengurus KUD Sawit Jaya Kecamatan Tapung yang akan mengadakan replanting untuk kebun sawit seluas 8.000 hektar. Dukungan itu dinilai karena bagaimanapun sawit yang sudah tidak produktif lagi harus diremajakan.

’’ Saya mendukung replanting untuk kebun seluas 8.000 hektar namun replanting agar dikaji dengan konsep yang matang terutama mata pencarian petani selama replanting dilakukan,’’ demikian disampaikan Bupati Kampa Burhanuddin Husin MM, saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) KUD Sawit Jaya untuk tahun buku 2010 di Desa Sukamulya Kecamatan Tapung, Senin (28/3/11).

Dikatakan Bupati bahwa PT Peputra Masterindo yang menjadi mitra KUD Sawit Jaya untuk dapat mengkaji konsep daerah lain yang mampu membuat pola penggabungan kebun sawit dengan ternak sapi. ’’ Konsep penggabungan itu jelas mampu memberikan manfaat ganda untuk petani terlebih lagi selama dilakukan peremajaan,’’ terangnya.

Menyinggung fungsi Koperasi Bupati menyatakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam berbagai sektor kehidupan seperti dalam hal swasembada pangan, pertumbuhan ekonomi melalui sektor perkebunan, peningkatan perekonomian pedesaan, memberantas kemiskinan serta berhasil menyediakan sarana dan prasarana ekonomi dan lainnya.

” Peran Koperasi jelas sangat penting dalam sistem perekonomian di Indonesia. Namun sampai saat ini belum mampu berkontribusi secara maksimal termasuk di Kabupaten Kampar. Hal ini lebih disebabkan oleh kepercayaan masyarakat yang masih kurang dan sepertinya enggan bergabung dengan koperasi yang kadangkala dinilai lambat oleh masyarakat jika dibandingkan dengan badan usaha lain. Padahal koperasi jika terus diberdayakan jelas mempunyai keuntungan yang lebih kuat jika dibandingkan dengan usaha lain,”sebutnya.

Namun sejauh ini tak jarang kritikan datang menyinggung peranan koperasi yang dinilai masih lamban bila dibandingkan dengan badan-badan usaha lain seperti swasta. ’’ Hal ini tentunya menjadi pemikiran kita bersama bagaimana persoalan-persoalan koperasi khsususnya di Kabupaten Kampar dapat diselesaikan,’’ungkap Bupati

Ketua koperasi KUD Sawit Jaya H. Rakiman dalam sambutannya menyebutkan bahwa pada 2010 lalu perjalanan usaha KUD Sawit Jaya bersama Unit Usaha Otonom (UUO) mengalami peningkatan. Selain usaha perkebunan kelapa sawit program KKPA, mereka juga berhasil juga mengembangkan usaha lain seperti unit simpan pinjam (USP), transportasi dan unit Warung Serba Ada (Waserda) serta berbagai usaha lainnya.

” Hal ini kami lakukan sebagai bentuk memaksimalkan potensi yang kami miliki guna memberikan manfaat kepada anggota dan masyarakat bahwa koperasi mampu menjadi penopang perekonomian didesa dan wilayah kami,” sebutnya.

Tahun 2008 lalu unit USP Swamitra yang merupakan hasil kemitraan dengan Bank Bukopin Cabang Pekanbaru berhasil membukukan laba bersih untuk KUD Sawit Jaya sebesar Rp. 200 juta. Mengenai masalah Sisa Hasil Usaha (SHU) secara keseluruhan tahun 2010 KUD Sawit Jaya berhasil menangguk keuntungan sebesar RP. 402.400.295 Diakui oleh Rakiman terjadi penurunan yang cukup signifikan dimana pada 2009 lalu berhasil dikumpulkan SHU sebesar Rp. 904 juta lebih.

Terjadinya penurunan ini oleh Rakiman lebih disebabkan oleh beberapa pembiayaan yang diperuntukkan untuk pengurus UUO dan anggotanya seperti pemberian tunjangan hari raya, insentif pengurus, insentif produksi anggota, jasa simpanan anggota dan pemberian uang purna bhakti untuk pengurus yang berakhir masa jabatannya Koperasi yang berdiri sejak 1995 ini mempunyai 12 Unit Usaha Otonom dan 1 sub unit, 210 kelompok tani dan 7.101 anggota yang tersebar di 5 kecamatan dan 11 desa. Pada saat itu juga ditandatanmgani MoU antara KUD Sawit Jaya dengan Bank BPR Sarimadu Kabupaten Kampar.***(man)
Hadiri RAT KUD Sawit Jaya,
Bupati Kampar Dukung Peremajaan 8.000 Hektar Sawit di Tapung

Bupati Kampar Burhanuddin Husin menghadiri RAT KUD Sawit Jaya. Dalam kesempatan tersebut, bupati menegaskan dukungnya pada program peremajaan 8.000 hektar kebun sawit di Tapung.

Riauterkini-BANGKINANG- Bupati Kampar Burhanuddin Husin mendukung rencana pengurus KUD Sawit Jaya Kecamatan Tapung yang akan mengadakan replanting untuk kebun sawit seluas 8.000 hektar. Dukungan itu dinilai karena bagaimanapun sawit yang sudah tidak produktif lagi harus diremajakan.

’’ Saya mendukung replanting untuk kebun seluas 8.000 hektar namun replanting agar dikaji dengan konsep yang matang terutama mata pencarian petani selama replanting dilakukan,’’ demikian disampaikan Bupati Kampa Burhanuddin Husin MM, saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) KUD Sawit Jaya untuk tahun buku 2010 di Desa Sukamulya Kecamatan Tapung, Senin (28/3/11).

Dikatakan Bupati bahwa PT Peputra Masterindo yang menjadi mitra KUD Sawit Jaya untuk dapat mengkaji konsep daerah lain yang mampu membuat pola penggabungan kebun sawit dengan ternak sapi. ’’ Konsep penggabungan itu jelas mampu memberikan manfaat ganda untuk petani terlebih lagi selama dilakukan peremajaan,’’ terangnya.

Menyinggung fungsi Koperasi Bupati menyatakan mempunyai peranan yang sangat penting dalam berbagai sektor kehidupan seperti dalam hal swasembada pangan, pertumbuhan ekonomi melalui sektor perkebunan, peningkatan perekonomian pedesaan, memberantas kemiskinan serta berhasil menyediakan sarana dan prasarana ekonomi dan lainnya.

” Peran Koperasi jelas sangat penting dalam sistem perekonomian di Indonesia. Namun sampai saat ini belum mampu berkontribusi secara maksimal termasuk di Kabupaten Kampar. Hal ini lebih disebabkan oleh kepercayaan masyarakat yang masih kurang dan sepertinya enggan bergabung dengan koperasi yang kadangkala dinilai lambat oleh masyarakat jika dibandingkan dengan badan usaha lain. Padahal koperasi jika terus diberdayakan jelas mempunyai keuntungan yang lebih kuat jika dibandingkan dengan usaha lain,”sebutnya.

Namun sejauh ini tak jarang kritikan datang menyinggung peranan koperasi yang dinilai masih lamban bila dibandingkan dengan badan-badan usaha lain seperti swasta. ’’ Hal ini tentunya menjadi pemikiran kita bersama bagaimana persoalan-persoalan koperasi khsususnya di Kabupaten Kampar dapat diselesaikan,’’ungkap Bupati

Ketua koperasi KUD Sawit Jaya H. Rakiman dalam sambutannya menyebutkan bahwa pada 2010 lalu perjalanan usaha KUD Sawit Jaya bersama Unit Usaha Otonom (UUO) mengalami peningkatan. Selain usaha perkebunan kelapa sawit program KKPA, mereka juga berhasil juga mengembangkan usaha lain seperti unit simpan pinjam (USP), transportasi dan unit Warung Serba Ada (Waserda) serta berbagai usaha lainnya.

” Hal ini kami lakukan sebagai bentuk memaksimalkan potensi yang kami miliki guna memberikan manfaat kepada anggota dan masyarakat bahwa koperasi mampu menjadi penopang perekonomian didesa dan wilayah kami,” sebutnya.

Tahun 2008 lalu unit USP Swamitra yang merupakan hasil kemitraan dengan Bank Bukopin Cabang Pekanbaru berhasil membukukan laba bersih untuk KUD Sawit Jaya sebesar Rp. 200 juta. Mengenai masalah Sisa Hasil Usaha (SHU) secara keseluruhan tahun 2010 KUD Sawit Jaya berhasil menangguk keuntungan sebesar RP. 402.400.295 Diakui oleh Rakiman terjadi penurunan yang cukup signifikan dimana pada 2009 lalu berhasil dikumpulkan SHU sebesar Rp. 904 juta lebih.

Terjadinya penurunan ini oleh Rakiman lebih disebabkan oleh beberapa pembiayaan yang diperuntukkan untuk pengurus UUO dan anggotanya seperti pemberian tunjangan hari raya, insentif pengurus, insentif produksi anggota, jasa simpanan anggota dan pemberian uang purna bhakti untuk pengurus yang berakhir masa jabatannya Koperasi yang berdiri sejak 1995 ini mempunyai 12 Unit Usaha Otonom dan 1 sub unit, 210 kelompok tani dan 7.101 anggota yang tersebar di 5 kecamatan dan 11 desa. Pada saat itu juga ditandatanmgani MoU antara KUD Sawit Jaya dengan Bank BPR Sarimadu Kabupaten Kampar.***(man)

rilham2new
March 31st, 2011, 07:58 AM
Salah satu dari beberapa Danau Tapal Kuda (OXBOW LAKE) / DEAD RIVER aliran Sungai Kampar
Kawasan Kuok ...

1
http://farm6.static.flickr.com/5216/5524312723_3e177c19d8_b.jpg

2
http://farm6.static.flickr.com/5139/5524318775_73f6b8240c_b.jpg

Gambar oleh :
http://www.flickr.com/photos/54984427@N08/

jendry
April 4th, 2011, 07:43 PM
pedagang di pasar inpres ini nolak bangun plasa yang di danai oleh investor mereka mau nya di danai oleh APBD. padahal sangat bagus sekali kalau ada investor yang mau menanamkan modalnya, biar dana APBD di fokus kan untuk membangun utilitas di kampar terutama jaringan jalan...
biar sektor rill di bangkinang tumbuh lebih kencang, gemana bakal ada investasi berkelanjutan di bangkinang kalau watak masyarakat nya masih seperti ini. kelancaran dan kesuksesan invest pertama itu bakal mengundang banyak investor yang akan datang, sangat di sayangkan kalau seperti ini, padahal kota bangkinang sedang jor - joran dalam menata dan membangun kota yang di danai APBD kampar...



Tolak Dijadikan Plaza,
Pedagang Pasar Bangkinang Sweping Wakil Rakyat

Ratusan pedagang Pasar Inpres Bangkinang kembali menolak rencana pembangunan plaza dengan datangi DPRD Kampar. Mereka sempat mensweping wakil rakyat untuk diajak rapat.

Riauterkini-BANGKINANG- Seratusan pedagang pasar Inpres Bangkinang kembali melakukan aksi demo ke DPRD Kampar. Kedatangan para pedagang ini menindaklanjuti hasil pertemuan satu minggu yang lalu antara pedagang dengan pihak Komisi I DPRD Kampar.

Aksi demo dalam bentuk orasi ini berjalan hampir dua jam tepatnya didepan pintu masuk gedung DPRD Kampar, karena para pedagang ini belum diizinkan masuk dan dihadang aparat Polres Kampar dan Satpol PP, sebab pada saat aksi tersebut para wakil rakyat sedang membahas LKPJ dan Ranperda.

Karena belum diizinkan masuk menemui anggota DPRD Kampar, para pedagang ini memanfaatkan waktu dengan melakukan aksi protes dan berorasi menolak pembangunan pasar Inpres menggunakan investor.

‘’ Kami menolak pembangunan pasar inpres ini menggunakan investor, kalau ingin membangun gunakan dana APBD Kampar, kalau ingin membangun melalui investor cari lahan yang lain’’ terang Yulhendri salah seorang perwakilan pedagang dalam orasinya.

Pada aksi ini para pedagang juga mendapat dukungan dari organisasi lainnya yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII Kampar ), Forum Pemuda Mahasiwa Frogresif Kampar, Barisan Muda Kabupaten Kampar serta organisasi Generasi Bangkinang Berkarya membentangkan beberapa spanduk yang berbunyi ‘’ Jangan jual lahan Pemda kepada Investor ! Wajib dibangun dengan Dana APBD,’’.

‘’ Jangan dibodohi para pedagang ini mereka tidak tahu apa-apa, DPRD Kampar harus bertanggung jawab dan segera menghentikan pembangunan melalui investor,’’ terang Migos salah seorang perwakilan pedagang dalam orasinya dengan menggunakan pengeras suara.

Menariknya dalam aski kali ini para pedagang membawa sebuah kotak dengan kalimat ‘’ Koin Untuk Pembangunan Pasar Inpres ‘’. Terlihat beberapa orang memasukkan koin ke dalam kotak tersebut.

Saat melakukan orasi mereka juga membuat teatrikal salah seorang pedagang yakni ibu tua memakai topeng gambar Bupati Kampar dan satu orang pedagang memakai topeng bergambar wajah Ketua DPRD Kampar.

Masih dalam berorasi menyampaikan sikap terlihat salah seorang anggota DPRD Kampar yakni Miswar Pasai berusaha menemui para pedagang dan menyatakan anggota DPRD Kampar bersedia menerima untuk melakukan pertemuan.

Setelah mendapat izin, para pedagang ini satu persatu mulai memasuki gedung rakyat ini menuju ruang pertemuan. Dalam pertemuan itu para pedagang merasa kurang puas sebab yang hadir di ruangan itu hanya beberapa orang anggota DPRD saja. ‘’ Kami mohon pertemuan ini tidak dilanjutkan, hadirkan dulu ketua DPRD Kampar dan Bupati Kampar,’’ protes Migos salah seorang perwakilan pedagang diiringi sorak pedagang lainnya.

Mendengar permintaan tersebut Sekretaris Komisi I Eka Demi Yusra menjawab bahwa Ketua DPRD Kampar tidak ditempat karena menghadiri acara diluar kota,’’ Ketua DPRD Kampar ke luar kota menghadiri acara yang telah diagendakan,’’ terangnya.

Mendengar jawaban tersebut para pedagang makin tidak puas, mereka juga mendesak agar menghadirkan para anggota DPRD Kampar lainnya. ‘’ Hadirkan juga anggota DPRD yang lainnya, sebab tadi kami melihat ada beberapa anggota DPRD di luar ruangan ini,’’ desak Migos lagi.

Usai menyampaikan kalimat tersebut terlihat beberapa orang pedagang berlari keluar ruangan rapat mereka melakukan sweeping kebeberapa ruangan mencari beberapa anggota DPRD lainnya untuk hadir dalam pertemuan tersebut.

Bahkan mereka juga menuju ruangan pansus yang saat itu terlihat beberapa orang anggota DPRD Kampar dan para Kadis sedang membahas Ranperda lalu mereka membubarkan rapat Pansus dan meminta beberapa anggota DPRD itu untuk hadir mengikuti pertemuan dengan para pedagang.

Bukan sampai disitu saja beberapa para pedagang ini juga melakukan sweeping kesemua ruangan wakil rakyat ini baik yang berada dilantai satu maupun lantai dua. Ada beberapa ruangan yang terkunci dan mereka kecewa dan sesekali berucap kalimat kesal. ‘’ Kemana anggota DPRD Kampar ini, besok tidak usah lagi kita pilih,’’ ujar ibu salah seorang pedagang yang juga ikut melakukan ‘’sweeping’’.

Setelah beberapa orang anggota DPRD Kampar sudah hadir dan terlihat salah seorang wakil Ketua DPRD Kampar Eva Yuliana, pertemuan tersebut kembali dilanjutkan. Wani salah seorang perwakilan pedagang berharap agar keamanan di pasar lebih ditingkatkan,’’ Karena selalu dipending kami kuatir si ‘’jago merah’’ bakal terjadi, untuk itu kami berharap agar keamanan pasar ini lebih ditingkatkan,’’ pintanya.

Dalam pertemuan tersebut disepakati empat hal yakni pertama masalah ini dibahas selama satu minggu. setelah itu pihak DPRD Kampar melalui komisi I mengundang para pedagang . Kedua kepada investor selama pembahasan tersebut diminta menghentikan pembangunan, ketiga, pada pertemuan berikutnya seluruh anggota DPRD Kampar hadir termasuk Bupati Kampar dan Dinas Pasar, keempat, hal-hal yang berkaitan dengan keamanan pasar diserahkan kepada para pedagang serta aparat keamanan.

Kesepakatan tersebut langsung ditandatangani 12 orang anggota DPRD Kampar yang hadir dalam pertemuan tersebut. Pertemuan ini dijaga ketat apara polres Kampar dan Satpol PP, dan terlihat juga Waka Polres Kampar Kompol Alpen dan Kapolsek Kota Bangkinang AKP Nurman.***(man)

drie
April 5th, 2011, 02:16 PM
Sory kalau re-Post.

Salah Satu Supermarket LOKAL di Bangkinang yang akan segera di buka :okay:

http://farm6.static.flickr.com/5011/5448964836_739a55c365_z.jpg

jendry
April 5th, 2011, 04:27 PM
ini gedung yang kelihatan dari stadion tuanku tambusai itu kan?
di samping rumah sakit ibnu sina juga ada supermarket kalau gak salahh

rilham2new
April 5th, 2011, 04:58 PM
Jembatan Lama di atas aliran Sungai Kampar
Desa Rantauberangin, Kecamatan Bangkinang Barat
Kabupaten Kampar
http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/5592455770/in/photostream/

http://farm6.static.flickr.com/5227/5592455770_42478f81a1_b.jpg
http://www.panoramio.com/user/4196430?with_photo_id=50279455

rilham2new
April 5th, 2011, 05:00 PM
Kolam Renang Stanum
Bangkinang, Kabupaten Kampar
http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/5592455228/in/photostream/
http://www.panoramio.com/user/4196430?with_photo_id=50279455
http://farm6.static.flickr.com/5066/5592455228_7c84469205_b.jpg

Aku penasaran, masih ada gak ya orang Pekanbaru pergi ke kawasan ini ... dulu tahun 1990-an perasaan ni tempat ngetop banget (bagi orang PKU) ... sekarang sih, mehhh :tongue2:

rilham2new
April 5th, 2011, 05:01 PM
Sory kalau re-Post.

Salah Satu Supermarket LOKAL di Bangkinang yang akan segera di buka :okay:

http://farm6.static.flickr.com/5011/5448964836_739a55c365_z.jpg

Menarik,,,, aku suka kaca jendela yang lebar-lebar dan membiarkan cahaya matahari masuk. Semoga pemilik usaha mempersiapkan AC yang dingin untuk mengkompensasi nya ...

drie
April 6th, 2011, 04:19 AM
Salah satu dari beberapa Danau Tapal Kuda (OXBOW LAKE) / DEAD RIVER aliran Sungai Kampar
Kawasan Kuok ...

1
http://farm6.static.flickr.com/5216/5524312723_3e177c19d8_b.jpg

2
http://farm6.static.flickr.com/5139/5524318775_73f6b8240c_b.jpg

Gambar oleh :
http://www.flickr.com/photos/54984427@N08/

wah dimana ini ?? di Kuok di mananya yah ?? harus di cari nih kayaknya, tempatnya Lumayan juga tuh :D

drie
April 6th, 2011, 04:23 AM
Sory kalau re-Post.

Salah Satu Supermarket LOKAL di Bangkinang yang akan segera di buka :okay:

http://farm6.static.flickr.com/5011/5448964836_739a55c365_z.jpg

ini gedung yang kelihatan dari stadion tuanku tambusai itu kan?
di samping rumah sakit ibnu sina juga ada supermarket kalau gak salahh


yup, gedung ini terlihat jelas dari Stadion Tuanku Tambusai. kalau yang di samping RS Ibnu Sina bukan Supermarket tapi Hotel setinggi 4 lantai, kalau malam hari lampunya kere juga :D

Menarik,,,, aku suka kaca jendela yang lebar-lebar dan membiarkan cahaya matahari masuk. Semoga pemilik usaha mempersiapkan AC yang dingin untuk mengkompensasi nya ...

untuk kota sekelas Bangkinang ada supermarket seperti uadh masuk bagus banget, apalagi punya Lokal, bukan waralaba Nasional / Internasional :D.

drie
April 6th, 2011, 04:25 AM
Kolam Renang Stanum
Bangkinang, Kabupaten Kampar
http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/5592455228/in/photostream/
http://www.panoramio.com/user/4196430?with_photo_id=50279455
http://farm6.static.flickr.com/5066/5592455228_7c84469205_b.jpg

Aku penasaran, masih ada gak ya orang Pekanbaru pergi ke kawasan ini ... dulu tahun 1990-an perasaan ni tempat ngetop banget (bagi orang PKU) ... sekarang sih, mehhh :tongue2:

kalau zaman dulu sih ini memang jadi primadona bagi warga Pekanbaru, maklum kala itu Pekanbaru baru Punya satu kolam berenang yaitu Kalijuang :lol:, kalau sekarang sih udah pada gak ingat lagi sama Stanum, paling banter ke Hotel Sahid, atau yang masih lokasinya di Kampar yah Labersa :D

rilham2new
April 6th, 2011, 05:57 PM
wah dimana ini ?? di Kuok di mananya yah ?? harus di cari nih kayaknya, tempatnya Lumayan juga tuh :D

Bisa jadi juga itu malah Sungai Kampar, tapi karena airnya gak mengalir mungkin itu udah jadi Dead River.

Banyak kok, DEAD RIVER di sekitaran Bangkinang itu, mayoritas udah jadi persawahan memang. Tapi masih ada yang belum berubah jadi sawah. Mayoritas posisinya di Bangkinang Sebrang.

rilham2new
April 6th, 2011, 06:14 PM
PLTA KOTO PANJANG
http://www.kamparkab.go.id/images/phocagallery/wisata/PLTAKotoPanjang/thumbs/phoca_thumb_l_danauplta8.jpg

AKu tambahin gambar PLTA Koto Panjang dari kolam yang di atasnya :D

http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/
http://www.panoramio.com/user/4196430?with_photo_id=50379725

Danau PLTA Koto Panjang

Ini dia sisi atasnya, PLTA ini berkapasitas 3x38 MW dilengkapi dengan jaringan transmisi SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) dari Kotopanjang ke Kota Pekanbaru (Gardu Induk Garuda Sakti). Ketinggian air dari permukaan laut diregulasikan sedemikian rupa supaya tetap pada angka 85 meter. Karena kalau lebih tinggi dari itu, Candi Muara Takus akan tenggelam
http://farm6.static.flickr.com/5190/5592458116_8ba2bf7d90_b.jpg

Danau PLTA Koto Panjang ini dikelilingi Perbukitan dan tentunya "untaian" jaringan Listrik transmisi SUTET
http://farm6.static.flickr.com/5190/5591865121_1b64750cb2_b.jpg

Belasan ribu warga dimigrasikan (transmigrasi bedol desa) sebagai imbas pembangunan PLTA yang beroperasi tahun 1997 ini. Di kawasan yang anda lihat sekarang dulunya adalah lembah sungai dilengkapi dengan kawasan pertanian dan kebun-kebun masyarakat beserta blok-blok perkampungan. Yang kini tentu saja sudah tenggelam
http://farm6.static.flickr.com/5310/5592456634_5470317188_b.jpg

FYI, luas rendaman PLTA Koto Panjang ini hampir-hampir sama dengan PLTA Jatiluhur. Tapi, kalau di Koto Panjang deviasi volume air untuk tiap musim, cukup tinggi. Jadi kita bisa melihat pohon-pohon kering bermunculan dari dasar sungai (bahkan kerangka rumah masyarakat) kalau lagi musim kemarau.

rilham2new
April 6th, 2011, 06:18 PM
Unit usaha Perikanan
Danau PLTA Koto Panjang

1
http://farm6.static.flickr.com/5029/5592457648_a8ed1fd4ce_b.jpg

2
http://farm6.static.flickr.com/5025/5591866141_2ae5f3eb9b_b.jpg

3
http://farm6.static.flickr.com/5303/5592456968_d27e357e7c_b_d.jpg

drie
April 8th, 2011, 03:36 AM
^^ Kemarin dapat kabar kalau ikan - ikan di PLTA Koto Panjang pada mati, yah efeknya membuat harga Ikan di Pekanbaru jadi naik :ohno:

drie
April 8th, 2011, 03:54 AM
Tolak Dijadikan Plaza,
Pedagang Pasar Bangkinang Sweping Wakil Rakyat

Ratusan pedagang Pasar Inpres Bangkinang kembali menolak rencana pembangunan plaza dengan datangi DPRD Kampar. Mereka sempat mensweping wakil rakyat untuk diajak rapat.




nah ini berita yang PRO terhadap Revitalisasi Pasar Inpres Bangkinang :D

Giliran Pendukung Pembangunan Plaza Bangkinang Datangi DRPD Kampar
http://riauterkini.com/usaha.php?arr=35924

http://riauterkini.com/gambar/dugi.jpg


Setelah sebelumnya pendagang anti investor pembangunan Plaza Bangkinang datangi DPRD Kampar, kini giliran kelompok berseberangan yang mendukung investor merubah Pasar Inpres jadi pusat perbelanjaan.

Riauterkini-BANGKINANG- Seratusan pedagang pasar dan pemuda yang menamakan diri Koalisi Pemuda Untuk Pembangunan Pasar Tradisional Modern Kabupaten Kampar (KP3TM) mendatangi gedung DPRD Kampar. Mereka berorasi menyampaikan sikap mendukung pembangunan pasar Inpres melalui pihak investor dan pembanguan tetap dilanjutkan.

‘’ Kami mendukung pembangunan pasar inpres Bangkinang melalui pihak investor dan menolak menggunakan dana dari APBD Kampar,’’ ucap Agus Candra salah seorang pemuda dalam orasinya.

Pada aksi ini mereka juga membentang spanduk dan poster yang berbunyi ‘’ Pembangunan Pasar Tradisonal Modern Momen Kebangkitan Pedagang dan Rakyat,’’ ‘’ APBD Kampar untuk pembangunan Desa,’’ APBD Kampar untuk Pendidikan Rakyat,’’ Agus juga menyatakan menuntut pihak pengelola segera melaksanakan pembangunan,’’ Kami juga menuntut pihak pengelola untuk mempekerjakan masyarakat lokal atau tempatan baik teknis maupun nonteknis,’’ terang Agus yang juga Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Kampar ini.

Tak dapat dipungkiri pasar Inpres Bangkinang yang dibangun melalui dana APBD Kampar telah berumur 25 tahun dengan kondisi infrastrukturnya sangat memprihantinkan. Sehingga berpengaruh terhadap jual beli pedagang dan minat pembeli untuk datang kepasar tersebut juga berkurang. Kondisi yang memprihatinkan ini terus berjalan tanpa ada solusi yang menjanjikan.’’ Untuk itu kami menolak pembangunan pasar tradisional modern menggunakan dana APBD Kampar,’’:okay: tegas Agus lagi.

Pada aksi yang digelar didepan gedung DPRD dengan menggunakan sound system ini pemuda tersebut silih berganti menyampaikan orasinya,’’ Kita tidak usah bicara dana APBD untuk membangun pasar ini, sebab kalau pembangunan pasar ini menggunakan dana APBD kita kuatir makin banyak pihak-pihak yang akan bermain, bahkan tidak tertutup kemungkinan pihak tersebut bakal mendapat jatah kios,’’ terang Ketua Nuradlin yang juga ketua HIPMI Kampar dalam orasinya.

Ia berharap kepada seluruh pihak agar tidak terpropokasi atas hasutan yang menyesatkan,’’ Kepada seluruh pihak agar tidak terpropokasi hasutan yang menyesatkan sehingga mengesankan suasana yang tidak kondusif atas pembangunan pasar Tradisional Mondren ini dan kita meminta pihak keamanan untuk pro aktif mengawal pembangunan pasar Tradisional ini agar berjalan dengan baik,’’ harapnya.

Saat aksi berlangsung terlihat salah seorang anggota DPRD Kampar Ahmad Fikri mendatangi para pemuda yang menyampaikan sikap tersebut, lalu bergabung dan menyampaikan dukungan terhadap pembangunan pasar,’’ Sikap kita jelas tetap mendukung pembangunan pasar ini agar dilanjutkan,’’ terang Fikri .

‘’ Masalah ini sudah pernah diparipurnakan dan kita tetap komit dan mendukung pembangunan pasar mengunakan investor, untuk itu kita minta pihak pemda tegas,’’ pungkas Fikri yang juga Ketua Komisi I ini,’’***(man)

rilham2new
April 8th, 2011, 05:08 AM
^^ Kemarin dapat kabar kalau ikan - ikan di PLTA Koto Panjang pada mati, yah efeknya membuat harga Ikan di Pekanbaru jadi naik :ohno:

Kok bisa mati ?? Keracunan kah ??? Perubahan Suhu mendadak kah ??

drie
April 8th, 2011, 05:18 AM
^^ iya karena Perubahan Suhu, jadi nya si Ikan Stres :D nih ada Beritanya

Ratusan Ikan Keramba di Koto Panjang Mati
http://riaupos.co.id/news/2011/04/ratusan-ikan-keramba-di-koto-panjang-mati/

Laporan MOLLY WAHYUNI, Bangkinanmollywahyuni@riaupos.com

SEJAK dua bulan terakhir sebagian petani ikan keramba di Waduk PLTA Koto Panjang mengeluhkan kematian ikan secara tiba-tiba. Kondisi ini diduga akibat ikan stres dan terserang penyakit akibat perubahan suhu, seiring masuknya musim kemarau.

Hal ini diungkapkan M Husni (32), salah pemilik keramba Waduk PLTA Koto Panjang di wilayah Desa Merangin Kecamatan Bangkinang Barat ketika ditemui di Bangkinang, Selasa (5/4). Menurutnya, ratusan ikan yang mati di keramba miliknya sudah memasuki usia panen, atau rata-rata 2,5 hingga tiga bulan. Ketika diperiksa, ternyata insang ikan seperti berjamur. Ikan yang mati tersebut terdiri dari jenis ikan nila dan ikan mas.

‘’Letak keramba ikan milik saya berada di sepanjang alur Sungai Kampar lama, yang airnya mengalir sedikit deras,’’ ujarnya.

Diakuinya, kerugian akibat matinya ikan-ikan di keramba ikan milik petani memang belum begitu parah, karena tidak semua ikan keramba di Waduk PLTA yang mati. Ikan di keramba-keramba yang posisinya berada di pinggir sungai tidak ada yang mati.

‘’Untuk itu, saya dan para petani ikan keramba berharap pihak-pihak berkompeten di bidang perikanan air tawar, khususnya pihak Dinas Perikanan serta Laboratorium Kualitas Air dan Penyakit Ikan Kabupaten Kampar terjun ke lapangan, sekaligus memberikan solusi untuk mengurangi kerugian yang diderita para petani ikan keramba,’’ ujarnya.

Ketua Kelompok Petani Ikan Keramba Waduk PLTA Koto Panjang Desa Merangin Kecamatan Bangkinang Barat Ali Andri pada kesempatan terpisah, membenarkan ada beberapa ikan keramba yang mati. Khususnya yang posisinya di sepanjang alur Sungai Kampar.

Ia mengaku masih mengamati perkembangannya, sebelum berangkat berangkat ke Jepang, Korea, dan Cina dalam rangka tur sebagai hadiah hiburan dari salah satu perusahaan pakan ikan yang selama ini memasok pakan ikan ke kelompok petani ikan keramba di Waduk PLTA Koto Panjang.

Kepala Desa Merangin M Kamil NR didampingi Kepala Desa Pulau Terap M Husni AMd secara terpisah mengatakan, keramba ikan di perairan Waduk PLTA Koto Panjang saat ini sekitar 2.500. Produksi ikan rata-rata per hari 35 ton, dengan wilayah pemasaran meliputi Provinsi Jambi, Sumbar, Sumut, Kepri, dan Provinsi Bengkulu. Termasuk hampir seluruh kota di Provinsi Riau.

Dengan adanya kasus ikan mati di keramba tersebut, ia berharap data segera diatasi. Sehingga petani keramba ikan tidak mengalami kerugian. Apalagi, usaha keramba ikan di wilayah Desa Merangin Kecamatan Bangkinang Barat dan sekitarnya mampu menyerap sekiar 250 tenaga kerja.(tie)

rilham2new
April 8th, 2011, 05:35 AM
^^ Ini ada tambahan gambar lagi Unit Usaha Perikanan Danau PLTA Koto Panjang
http://www.flickr.com/photos/43928101@N02/5510967645/in/photostream/
http://farm6.static.flickr.com/5014/5510967645_a50afe4582_b.jpg

jendry
April 15th, 2011, 06:16 PM
kampar kiri hulu | kampar





dokumentasi di mulai dari pelabuhan gema, dan di lanjutkan perjalanan dengan kapal kecil menyelusuri sungai subayang. dengan arus jeram yang cukup deras semakin ke hulunya dan dengan bebatuan yang besar dan tajam siap memecahkan badan kapal. sinyal hp hanya berada di titik tertentu dengan kondisi yang lumayan baik.

perjalanan kali ini saya sampai ke koto ludai, salah satu koto tua di kabupaten kampar yang sudah ada sejak jaman gunung sahilan masih menganut budha/hindu dengan nama sebelum islamnya gunung ibul, dan desa ludai ini lah termasuk salah satu koto dari gunung sahilan ini, dan kebetulan kakek saya dulu datuak tumenggungnya di situ.. hehe..


jalan darat sebetulnya sudah ada kesana dari dulu, tapi orang tua saya pengen bernostalgia dengan sungai itu, yang harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk menyewa perahu mesin ( bisa ke medan pulang pergi naik pesawaat) sekali perjalanan pergi. belum pulangnnya... :(

di sana sebenarnya masih banyak peninggalan jaman dahulu yang perlu di dokumentasikan karana keterbatasan waktu saya belum sempat mengabadikannya, karena ada urusan lain, mudah - mudahan bisa kesana lagi nanti. di sana masih ada beberapa peninggalan lagi yang sama sekali belum pernah terkeskpos sekilpun, mudah mudahan nanti jika balik lagi bisa di dokumentasikan.. :)

oia di koto ini banyak kuburan yang tidak tahu kapan kuburan itu ada, dulu pernah saya tanya ke nenek dia juga tidak tau soalnya dia juga pernah nanya juga hal yang sama katanya sama nenek buyut saya, kalau kuburan itu juga sudah ada sejak nenek buyut saya masih kecil..
kuburan itu hanya di tandai dengan batu putih seukuran kepalan tangan di sekelilingnya, tanpa ada tanda pengenalnya.

di daerah ini juga terdapat makam inyiak batuah ( nenek bertuah) yang di dalam makamnya di kubur orang hidup - hidup karena tidak mau berpisah dari nenek bertuah itu, nenek bertuah itu dulu pernah melawan jepan waktu jepang mau menyerang kota itu, si nenek betuah itu menyerang dengan alu ( meriam) sekarang meriam nenek itu di keramatkan di salah satu rumah keluarga beliau. dan bekas hamtaman meriam beliu pun masih ada..


masyarakat di sini saya lihat bekerja sebagai petani karet, ( seluruh msyarkat kampar kiri bisa di katakan petani karet) dulu di sini adalah bekas perkebunan lada hitam yang di jual langsung sampai ke malaka dll. melalui sungai subayang, dulu di daearah ini juga masih memakai mata uang ringgit, saya tidak tau persis kapan berakhir pemakain ringgit tersbut.. :cheers:



gambar di posting bertahap.


http://farm6.static.flickr.com/5268/5622073726_6d2e4e8978_z.jpg






http://farm6.static.flickr.com/5105/5622120690_f93510d503_z.jpg






http://farm6.static.flickr.com/5028/5621503087_27bb385fb3_z.jpg

rilham2new
April 15th, 2011, 08:14 PM
Hehehe, Riau ternyata punya sejarah menentang penjajah sampai ke pedalaman juga ya :okay: ... Jarang terdengar. Apalagi kalau perangnya terjadi di masa 1940-an dan 1950-an.

Memang bicara sejarah Riau di masa penjajahan agak sukar, karena di Riau pedalaman ini daerah2nya tidak tersentuh "hegemoni" pendidikan Belanda. Sehingga masyarakat lokal pun, kesadaran dokumentasi nya rendah. Akibatnya banyak cerita cuman beredar dari mulut-ke-mulut.

Walau cuman dari mulut-ke-mulut, rasanya tidak ada salahnya kalau mulai dicatat satu per satu tuh catatan sejarahnya hehehe.

jendry
April 15th, 2011, 08:32 PM
hehe, rencana memang mau menulis tentang sejarah di sini, mumpung masih banyak yang paham sejarah daerah di sekitaran ini...


hehe, ada satu lagi yang perlu di ketahui di jaman belanda daerah ini tidak pernah berada di bawah kontrol penjajahan belanda, mereka hidup cukup makmur di jaman belanda, waktu jaman belanda mereka bertani karet, semua hasil karet di beli oleh belanda dengan harga yang cukup tinggi waktu itu, jadi masyarakaat ini tidak pernah merasakan di jajah, hehe...

di jaman jepang baru ada kisah konfliknya, karena jepang butuh pekerja untuk romusha, tapi mereka tidak mendapatkan satupun pekerja dari kampar kiri ini, karena mereka di ladeni dengan perang. hanya ini kisah perang orang kampar kiri di jaman penjajahan di sejarah indonesia. di jaman belanda sama sekali mereka tidak pernah berperang sepengetahuan saya dari cerita yang saya dengar, dan mereka bukan pekerja cultur stell sel.


dari koto ini juga banyak keturunan di malaysia, mereka udah di sana sebelum kedua negara ini berdiri :D

drie
April 16th, 2011, 01:22 PM
http://farm6.static.flickr.com/5268/5622073726_6d2e4e8978_z.jpg



KAMPAR KIRI memang eksotik banget :okay:, selain berlimpah EMAS, sungai - sungai disana juga gak kalah indah. kalau kita mau Ke KUANSING, maka pemandangan dengan Air yang jernih serta pulau - pulau kecil di tengah sungai dengan batu - batu kerikil seperti gambar di Atas akan banyak kita temui :D.

Harusnya PEMKAB KAMPAR biosa melihat Potensi ini :nuts:

drie
April 16th, 2011, 01:24 PM
kampar kiri hulu | kampar
http://farm6.static.flickr.com/5105/5622120690_f93510d503_z.jpg
[/CENTER]


RIAU banget dah :okay:, siapa bilang HUTAN Riau udah punah, tuh masih ada :lol:

rilham2new
April 16th, 2011, 04:29 PM
^^ Walau kata pengembangan Kelapa Sawit tergila ada di Riau di Sumatra, ironisnya luas bukaan Hutan Tropis di Sumatra tertinggi juga ada di Riau,

Makanya LSM itu bising banget. Dan ketika Riau buka hutan sejengkal hebohnya luar biasa. Karena yang benar2 tersisa dalam kepadatan tinggi memang tinggal di Riau sama Gunung Leuser (NAD+SUmut). Yang lainnya hutan biasanya sudah termanfaatkan sebagai kawasan transmigrasi atau bercocok tanam tanaman pangan.

Di Riau, sih kepadatan penduduk luar biasa rendah (terendah kedua di Sumatra setelah Jambi, kalah gak salah). Jadi perambahan hutan karena perladangan sih NOT BIG ISSUE sebenarnya. Perkebunan marak pun sisanya masih cukup banyak. Tapi ya itu tadi, di beberapa titik yang menjadi perhatian dunia (BACA: Lahan Gambut), daerah itu mulai "terjajah" perambah.

jendry
April 17th, 2011, 10:18 PM
ISLAMIC CENTRE | KABUPATEN KAMPAR





http://farm6.static.flickr.com/5184/5628364062_a8bc6d4103_z.jpg







http://farm6.static.flickr.com/5185/5628375726_fd0e87bd60_z.jpg








http://farm6.static.flickr.com/5027/5627812873_55606f420c_z.jpg







http://farm6.static.flickr.com/5226/5627823729_891f8e87e3_z.jpg







http://farm6.static.flickr.com/5063/5627843493_5145266088_z.jpg

jendry
April 18th, 2011, 06:13 PM
http://farm6.static.flickr.com/5182/5631189647_59ef31d1de_z.jpg


http://www.flickr.com/photos/60635943@N04/

jendry
April 22nd, 2011, 07:44 AM
http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/217162_198504603521801_100000867898439_472402_4720301_n.jpg






http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/207116_198505343521727_100000867898439_472403_2515187_n.jpg







http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/206822_198505816855013_100000867898439_472406_7383159_n.jpg




di balik keindahaannya, tersimpan harta yang melimpah, hijaunya dedauanan itu hanya selimut harta tersebut, :cheers:


coba tebak apa yang tersimpang di balik dedauanan itu?

drie
April 22nd, 2011, 09:19 AM
Eksploitasi Minyak Terkendala Kebun Sawit
source : http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2011/04/eksploitasi-minyak-terkendala-kebun-sawit/

PEKANBARU: PT Sumatera Persada Energi (SPE) terkendala pembebasan lahan kebun kelapa sawit milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V yang berlarut-larut, untuk dapat mengeksploitasi ladang minyak Pendalian di Blok Kampar Barat, Provinsi Riau.

“Sumur sudah ada tapi tak bisa berproduksi karena pembebasan lahan dengan PTPN belum tuntas,” kata Manajer Operasional SPE, Freddy Sumolang, di Pekanbaru, Rabu 13 April 2011.

SPE telah membangun tiga sumur di Lapangan Pengendalian di Kabupaten Rokan Hulu. Namun, proses pembebasan lahan dengan PTPN V tak kunjung selesai selama tujuh bulan terakhir.

“Kami terpaksa mengundur jadwal eksploitasi dari target semula pada 1 April tahun ini, menjadi bulan Juni,” ujarnya.
Masalah tersebut berawal dari tumpang tindih regulasi pertambangan dan perkebunan. Daerah konsesi SPE di ladang Pendalian ternyata sudah ada izin perkebunan PTPN V yang dipenuhi pohon kelapa sawit berusia 10 tahun lebih.

SPE sebenarnya sudah menyepakati harga ganti rugi untuk kebun sawit PTPN V seluas 4,5 hektare dengan harga Rp3,4 miliar, meski nilai itu jauh lebih tinggi dari kesepakatan semula yakni Rp1,7 miliar. Namun, proses pembebasan lahan berjalan lama karena perlu mengikuti prosedur birokrasi berupa pelepasan aset negara, yang harus mendapat izin dari Menteri BUMN.

“Meski izin dari Kementerian ESDM sudah lengkap, tapi kami belum bisa berbuat apa-apa karena kendala pembebasan lahan,” katanya.

Komisaris Utama SPE Bambang P Wahyudi berharap pemerintah segera menanggapi masalah tumpang tindih regulasi itu secara serius. Sebabnya, ia menilai kontraktor migas membutuhkan kepastian hukum dalam berinvestasi.

“Harus ada keseriusan dan satu pandangan dari lintas kementerian di pemerintah pusat,” katanya.

SPE mendapat hak untuk mengelola blok Kampar Barat sejak 2006. Cadangan minyak di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 10 juta hingga 12 juta barel.

Luas wilayah kerja perusahaan di blok itu mencapai sekitar 290 ribu hektare yang berada di dua provinsi, yakni Riau dan Sumatra Utara. Khusus di Riau, lokasinya berada di Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar.

Tumpang tindih regulasi itu, lanjut Bambang, juga mengancam target produksi minyak nasional. Pencapaian target produksi minyak terganggu pada tahun ini, yang ditetapkan dalam APBN sebesar 970.000 barel per hari (bph). Hingga kini rata-rata produksi nasional baru mencapai kisaran 908.000 bph. (ant)

drie
April 25th, 2011, 01:43 PM
Tambah Penghasilan Pekerja, Dinas Pasar Kebersihan & Pertemanan Kampar Buat Program Pembibitan Tanaman Hias


BANGKINANG-(MRC), Untuk menambah penghasilan pekerjanya, Dinas Pasar Kebersihan Dan Pertemanan Kabupaten Kampar membuat program pembibitan untuk tanaman hias. Dahulunya tanaman hias dibeli, namun saat ini tidak lagi karena telah ada program tersebut.

Kepala Dinas Pasar Kebersihan Dan Pertamanan Kabupate Kampar, H Alinafiah melalui Kabid Pertemanan dan Pemakaman H Abdul Jumroh kepada wartawan di Bangkinang, Senin (25/4) mengatakan, piahknya saat ini telah mempunyai program yaitu pembibitan tamanan hias.

Jumro mengatakan, ini merupakan program untuk membantu penghasilan para pekerja di lapangan.’’Untuk membantu para pekerja menambah penghasilan mereka selama sebulan. Bermacam-macam tanaman hias yang telah kita lakukan pembibitan yang langsunng ditangani oleh para pekerja kita," ujarnya.

Menurut Jumro, tamanan hias ini dahulunya dibeli semua namun sekarang tidak lagi. ‘’Segala tanaman hias yang biasa dijual, saat ini tidak perlu lagi dibeli karena telah kita lakukan pembibitan,’’katanya. (mrc/arief).

MenitRiau (http://menitriau.com/headline.php?go=news&id=2571)

jendry
April 25th, 2011, 07:03 PM
dari mana menambah penghasilannya dari pembibitan tanaman hias, kan gak di jual tanaman hiasnya?

kenapa gak tanaman buah saja yang di bibitkan, ini jelas akan menghasilkan..

sekrang pohon buah itu tidak mengenal musim lagi berbuahnya, dengan rekayasa genetika, pohon bisa berbuah terus menerus mau musim hujan ataupun musim panas..

dari hasil panen buah itu di jual dan duit itu lah sebagai hasil tambahan pekerja di dinas kebersihan itu dan di sisikan beberapa persen untuk operasional/kas mereka...

dan lahan pemerintah yang nganggur atau di kompleks pemerintah yang lahannya luas harusnya juga di tanami pohon buahh,..

kalau seperti itu gak perlu lagi pemda mengeluarkan APBD untuk bonus mereka sehingga menghemat anggaran :cheers:

drie
April 26th, 2011, 04:09 PM
Semburan Gas di Sumur Bor Warga Kampar tak Berbahaya
source : Riauterkini (http://riauterkini.com/lingkungan.php?arr=36342)


Dinas Pertambangan dan Energi Kampar telah menurunkan tim mengecek semburan gas di sumur bor warga Gunung Sahilan. Hasilnya, tidak ditemukan potensi bahaya.

Riauterkini-KEBUNDURIAN- Pihak Distamben Kabupaten Kampar bersama Distamben Propinsi Riau meninjau lokasi sumur bor milik masyarakat yang mengeluarkan gas yang berada di desa Kebun Durian Kecamatan Gunung Sahilan Selasa (26/4/11). Gas yang keluar dari sumur bor tersebut setelah dilakukan pengecekan tidak berbahaya.

’’ Setelah di lakukan pengecekan di lokasi gas yang keluar dari sumur bor masyarakat tersebut tidak membahayakan,’’ terang Jalinus Kadis Tamben Kampar melalui Kabid Biologi dan Migas Nurkholis kepada Riauterkini Selasa (26/4/11).

Dikatakannya bahwa gas yang keluar tersebut merupakan gas metan yang tidak membahayakan,’’ Saat ini sumur tersebut tidak lagi mengeluarkan semburan yang berbau gas gas dan bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan sumur tersebut untuk dua minggu kedepan tidak ada masalah lagi,’’ terangnya.

Diungkapnya bahwa dar hasil pengecekan yang dilakukan tim BP migas gas keluar dari sumur bor itu merupakan gas metan yang tidak berbahaya yang terkurung di daerah rawa,’’ Dan bukan merupakan lokasi sumber gas,’’ terangnya.

Pada peninjauan lokasi sumur bor tersebut juga ditinjau oleh pihak Distamben Prop Riau, Distameben Kabupaten Kampar, BP Migas, PT SPE serta upika.***(man)

drie
April 28th, 2011, 03:09 AM
cerita dibalik Masjid Jami' Air Tiris.


24 Tiang Menyatukan 24 Negeri
Melihat Mesjid Jami’ dengan Arsitektur Cina Melayu
source : Riaupos (http://riaupos.co.id/news/2011/04/24-tiang-menyatukan-24-negeri/)



http://riaupos.co.id/news/wp-content/uploads/2011/04/masjid-jamik-air-tiris.jpg
Mesjid Jami’ tetap berdiri kokoh meskipun umurnya sudah mencapai ratusan tahun.(Foto: ERWAN SANI/RIAU POS)

Laporan ERWAN SANI, Air Tiris erwansani@riaupos.com
Dingin, nyaman, teduh itu bisa dirasakan ketika memasuki ruangan dan melaksanakan ibadah salat sunat maupun wajib di masjid tertua di Kabupaten Kampar bahkan di Provinsi Riau. Masjid yang terbuat dari kayu bahan utamannya ini benar-benar membuat orang ingin menyaksikan satu per satu isi bangunan tua tersebut.

LANTUNAN ayat-ayat suci Alquran dengan suara pengeras dari Mesjid Jami’ benar-benar menyejukkan telinga dan mengajak para umat muslim dan muslimat untuk segera meninggalkan pekerjaan yang sedang mereka geluti sore Kamis (21/4). Jam di tangan saat itu menunjukkan pukul 15.25 WIB, dan sekitar lima menit lagi sudah masuk waktu salat Asar.

Setelah beberapa saat mengitari Mesjid Jami’, yang terletak di RT 01 RW 02 Desa Tanjung Berulak, tepatnya di Jalan Pasar Usang Air Tiris, terdengar muazin mengumandangkan azan tanda masuknya salat Asar. Di kumandangkan azan dengan pengeras tersebut benar-benar mengundang para jamaah untuk hadir dan berburu mengambil air wuduk di bak air yang terletak di belakang Mesjid Jami’ yang berukuran 18 x 18 meter tersebut.

Air yang di dalamnya terdapat batu mirip dengan kepala kerbau tersebut, benar-benar memberikan sentruman dingin di muka, tangan, kepala, telinga dan kaki. Kulit yang sebelumnya terasa gerah akibat tersengat panasnya sang surya benar langsung luluh dan menjadi segar dan memberikan semangat untuk beberapa kali menyiramkan air ke muka, kepala maupun kaki.

Usai dimanja dengan air wuduk yang tersedia di bak di belakang masjid, kaki Riau Pos langsung menginjakkan lantai di pintu masuk masjid. Baru saja menjengah pintu, hembusan angin dingin dari ruangan masjid benar-benar menyejukkan jiwa. Apalagi ketika melihat tiang-tiang besar terbuat dari kayu terpancang dengan rapi berwarna coklat tua dan berkilat benar-benar menambah menyejukkan mata ketika berada di dalam ruangan masjid. Apalagi disisi depan, kiri dan kanan masjid terdapat beberapa jendela dan kisi-kisi untuk pertukaran angin, sehingga ruangan masjid benar-benar nyaman.

Ketika berada di dalam masjid membuat orang yang baru pertama datang ingin berlama-lama dan enggan meninggalkan ruangan masjid, karena susananya adem dan udara masuk dari pintu, jendela benar-benar membelai lembut kulit tubuh saat siang yang terik itu.

Masjid Tua Turun Temurun
Mesjid Jami’, yang dibangun sejak tahun 1800-an ini sebelumnya hanya sebuah musala atau surau. Namun karena semakin ramainya para pedagang yang datang dari berbagai daerah, Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut) dan daerah lainnya bahkan dari Malaka dan asia lainnya. Membuat Engku Mudo Songkal bersama dengan masyarakat Kenegerian Air Tiris yang berada di Pasar Air Tiris lama (Pasar Usang saat sekarang,red) untuk segera membangun masjid.

Akhirnya masyarakat yang terdapat di 24 kenegerian di Air Tiris untuk segera membuat masjid. Dan diambillah kesepakatan, untuk membangun masjid diminta setiap kenegerian untuk membawa sebatang tiang. Oleh sebab itu, Masjid Jami’ yang resmi dibangun tahun 1901 ini dibangun dengan bahan utama kayu ini berjejer 24 tiang yang ada di dalamnya. Walaupun secara keseluruhan tiangnya terdapat 36 batang. Tetapi untuk di dalam ruangan masjid terdapat 24 tiang yang melambangkan atau sumbangan dari 24 kenegerian.

Sedangkan untuk papan dan kayu-kayu penyanggah lainnya dicari bersama-sama, sehingga terbangunlah masjid yang megah dengan ukuran luas 18×18 meter, dan di atasnya terdapat tiga tingkat hingga menara teratasnya. Namun untuk tiang tertingginya hingga tingkat pertama sebelum menara tertinggi yaitu sumbangan dari negeri Kenegerian Tanjung Belit.

Kemudian tiang-tiang lainnya sumbangan dari kenegerian, Desa Sungai Tonang, Tanjung Berulak, Padang Mutung, Air Tiris, Rumbio dan Pulau Payung. Kemudian kenegerian lainnya yang saat itu juga menyumbangkan tiang masjid. ‘’Yang jelas 24 tiang yang ada di dalam Masjid Jami’, ini merupakan sumbangan dari 24 negeri yang ada di Air Tiris ini. Dan tiang ini melambangkan persatuan dari 24 negeri yang ada,” jelas Kepala Desa Tanjung Berulak, juga penjaga Masjid Jamik Air Tiris, M Ali didampingi Kabid Kebudayaan, Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Zainal.

Menurutnya, Mesjid Jami’ tersebut dibangun tanpa sebatang paku pun. Karena masjid tersebut dibuat menggunakan kayu secara utuh. Karena untuk menyatukan tiang dan beroti atau rasuk untuk kerangka bangunan hanya menggunakan pasak kayu. Dan untuk menyatukan dinding juga menggunakan pasak yang terbuat dari kayu. ‘’Jadi Masjid Jami’ ini tak sebatang pakupun digunakan, akan tetapi semuanya menggunakan bahan kayu,” lanjutnya.

Bahkan untuk tiang menjulang tinggi tak ada sambungan sedikitpun, karena kayu yang masih bekas tarahan atau cincang benda tajam, berupa kapak atau beliung, parang masih terlihat jelas. Jadi tanpa menggunakan geraji atau mesin pengerat kayu seperti zaman modren saat sekarang. Ketelatenan dan semangat gotong royong tinggi dari masyarakat Air Tiris ratusan tahun yang lalu ini benar-benar penuh keiklasan sehingga masjid yang dibangun bisa terpakai dan masih kokoh hingga zaman milinium saat sekarang ini. ‘’Masjid ini masih kokoh dan kayunya masih kuat. Karena kayu yang digunakan pada umumnya menggunakan kayu berjenis Rangau dan tak pernah dimakan koseng, rayap sehingga tetap kokoh sampai sekarang,” jelas Ali sambil memegang dinding bangunan masjid.

Yang lebih menakjubkan lagi ukiran di dinding-dinding, kiri kanan bangunan, daun pintu, dan pinggir kosen pintu benar-benar menakjubkan. Ukiran dari tangan telatan masyarakat tempo dulu tersebut dibuat berbagai bentuk. Ada berbentuk ukiran daun paku, bintang, persegi dan berbagai bentuk corak songket lainnya. Begitu juga ukiran-ukiran kayu yang terletak di mimbar Mesjid Jami’ tersebut. ‘’Untuk ukiran dari dinding, pintu hingga ke tingkat tiga dan menara juga terdapat 24 jenis ukiran. Dan itu dibuat oleh masyarakat yang ada di 24 kenegerian Air Tiris,” jelas Ali lagi.

Masjid yang sempat dipugar tahun 1989 ini tak mengalami perubahan mendasar. Menurut Ali, pembangunan atau perbaikan masjid sesuai dengan bentuknya dan tak ada perubahan sedikitpun dari bentuk semula.

‘’Alhamdulillah sampai saat sekarang Mesjid Jami’ masih tetap bisa dipakai. Dan masih tetap kokoh. Dan tak ada yang berani merubahnya, karena masjid ini termasuk dalam cagar budaya. Dan Insa Allah bisa tetap terjaga hingga ke anak cucu kita nantinya,” harapnya.

Masjid Jami’ Tambah Kemasuhran Pasar Air Tiris
Keberadaan masjid benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat setempat dan juga pedagang dari berbagai daerah. Bahkan Mesjid Jami’ dijadikan tempat pengembangan agama islam kala itu.

Dan masjid yang dibangun dari kayu dan arsitekturnya gabungan dari Cina dan Melayu ini benar-benar termashur diserantau Asia Tengara bahkan beberapa negeri di Asia. Hal ini disebabkan Pasar Air Tiris lama atau Pasar Usang saat sekarang merupakan pusat atau bandar pelabuhan perdagangan. Bahkan di bandar pelabuhan Air Tiris tersebut bersandar kapal-kapal dari berbagai penjuru negeri.

Menurut Ali mulai menurun sejak tahun 1950-an setelah dibuka jalur darat. Terutama terbukanya jalur darat Riau-Sumbar. Meskipun tak lagi menjadi bandar pelabuhan kemashuran Mesjid Jami’ tak tergoyahkan karena hingga saat sekarang tetap banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah bahkan negara-negara Asia.

Bahkan Mesjid Jami’ menjadikan Kabupaten Kampar sebagai Kota Serambi Mekah.

Masjid Jami’ Sebagai Tempat Berlindung
Sebagai masjid yang sudah berumur ratusan tahun tersebut benar-benar memberikan manfaat dan menjadi tempat berlindung bagi masyarakat Tanjung Berulak, terutama masyarakat yang terletak di Pasar Usang. Terutama ketika air Sungai Kampar meluap. Seperti kejadian yang sangat di kenang masyarakat setempat ketika banjir besar mencapai dua meter. Namun masjid yang terletak hanya beberapa ratus meter dari bibir Sungai Kampar ini tak tersentuh air di dalamnya.

Menurut kisah yang disampaikan Ali, seperti kejadian tahun 1978 air Sungai Kampar sempat meluap dan masuk ke dalam rumah masyarakat, baik rumah panggung maupun rumah beton. Namun air sungai tak sedikitpun mencapai lantai dan ruangan masjid. ‘’Itu saya menyaksikan sendiri, kalau banjir air tak pernah masuk ke dalam ruangan masjid. Dan beberapa kali banjir besar tetap saja masjid ini tak pernah tersentuh air,” kata Ali sambil menunjuk masjid.

Menurutnya, air yang datang dari Sungai hanya memasuki rumah-rumah masyarakat dan ketika air menuju masjid yang sebelumnya langsung rendah dan memasuki kolong masjid. Dan air tak menjamah lantai masjid sedikitpun, akhirnya ketika banjir masjid tua milik masyarakat Riau, Kampar dan Air Tiris khususnya benar-benar menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat setempat untuk mengungsi ketika banjir.

Pernyataan serupa disampaikan, Ermi, menurutnya meskipun ketinggian panggung tak sampai satu setengah meter namun ketika banjir tak pernah air masuk ke dalam ruangan masjid. ‘’Padahal rumah kami, rumah panggung juga tapi kalau banjir air masuk. Akhirnya kami banyak mengungsi ke masjid ini. Dan kejadian banjir besar sudah beberapa kali terjadi dan realitanya tak pernah masjid ini tergenang oleh air,” jelas warga yang berdomisili tak jauh dari Masjid Jamik yang ketinggian bangunnya mencapai 25 meter ini.

Selanjutnya Muhammad Ali juga menceritakan, pada zaman penjajahan Belanda, Masjid Jami’ pernah mengalami kisah tragis. Yaitu ada upaya pembakaran yang dilakukan pihak Belanda. Akan tetapi api tak sedikitpun memakan bangunan masjid terbuat dari kayu tersebut.

Masjid yang berjarak 13 kilometer dari Kota Bangkinang dan 52 kilometer dari Ibukota Provinsi Riau ini masih menyimpan berbagai hal mistik lainnya dan belum terpecahkan secara teoritis dari banyak peneliti yang berkunjung ke sana.

Menjadi Tujuan Wisata Religius
Sebagai masjid yang memiliki, keunikan dan keistiwewaan mulai dari arsitektur masjid berbentuk limas, relif-relif unik dan bentuk yang kuno dan indah dan penuh sejarah, masjid ini menjadi tempat tujuan masyarakat dari berbagai daerah. Bukan saja berasal dari Kampar, Riau dan daerah-daerah yang ada di Indonesia saja akan tetapi dari manca negara juga ingin melaksanakan salat sunat dan berwuduk di masjid tua di Riau ini.

Bahkan banyak orang menyimpan dan melaksanakan nazar mereka untuk salat dan berwuduk di masjid tertua di Kabupaten Kampar ini. Apalagi adanya sifat mistis dari masjid penuh sejarah dan tempat lahirnya para tokoh agama besar di Riau saat sekarang ini.

Sebagian masyarakat yang datang, kata Ali, pada umumnya salat sunat di masjid ini. Sebab kiblat yang sebagai mana diinstruksikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar masjid -masjid dan musala yang ada memperbaiki hadap kiblat, namun untuk Mesjid Jami’ sendiri sudah sesuai dengan instruksi atau yang ditetapkan MUI tersebut. Karena ketepatan arah kiblat ini membuat masjid ini tetap menjadi idaman bagi masyarakat untuk melaksanakan salat berjamaah bersama di masjid tua ini.

Selain itu ada juga berniat untuk mencicipi air wuduk yang di dalamnya terdapat batu kepala kerbau tersebut. ‘’Tapi kita tetap mengigatkan para pengunjung, agar jangan percaya dengan benda-benda seperti itu, karena kesembuhan dan apapun yang terjadi semuanya kehendak Allah SWT. Tapi pada umumnya mereka memasang niat, akhirnya mereka memakai air di dalam bak yang isinya batu kepala kerbau tersebut untuk mandi atau membasuh badan mereka, ketika tiba di masjid ini,” tegasnya.

Ali juga menceritakan menurut cerita dan sejarah adanya batu mirip kepala kerbau ini berasal dari Batu Besurat. Dan adanya batu tersebut sama dengan berdirinya Mesjid Jami’, yaitu tahun 1901. ‘’Jadi adanya batu mirip kepala kerbau tersebut sama dengan umur masjid ini. Tapi ada yang mengatakan, batu tersebut berasal dari Desa Batu Bersurat, karena pernah ditemukan di sana. Tapi Wallahualam,” jelasnya.

Keunikan batu ini sebelumnya ketika diletak disudut-sudat masjid terus berpindah-pindah. Dan itu realita dan tak tahu siapa memindahkannya. Akhirnya disepakati agar batu mirip kepala kerbau tersebut di masukkan ke dalam bak tempat wuduk. Dan posisi letaknya juga berubah-rubah sendiri.

Dikatakannya, pernah kejadian batu mirip kepala kerbau tersebut hilang dan ternyata batu tersebut berada di dalam sumur masjid yang dalamnya mencapai delapan meter. Namun keesokkannya batu tersebut mucul lagi di dalam bak air wuduk tersebut.

‘’Namun sampai sekarang tetap diletakkan di dalam bak air wuduk tersebut. Dan batu tersebut tetap saja posisinya berubah-rubah,” jelasnya.

Tapi ketenaran Mesjid Jami’ bakal terus bertahan, jika masyarakat dan seluruh elemen masyarakat terus memelihara dan menjadi benda bersejarah dan penuh nuansa religius tersebut. ***

drie
April 30th, 2011, 09:32 AM
--

drie
April 30th, 2011, 09:36 AM
Angka Kemiskinan di Kampar Terus Menurun
soure : [Halloriau (http://halloriau.com/read-ekonomi-10031-2011-04-30-angka-kemiskinan-di-kampar-terus-menurun.html)

BANGKINANG-Salah satu target kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar adalah menekan angka kemiskinan. Target itu secara perlahan menampakkan hasil dimana dalam waktu lima tahun terakhir angka kemiskinan tinggal 17 persen dari 25 persen pada tahun 2006.

Kendati sudah berhasil ditekan, tapi angka kemiskinan yang tersisa sekitar 17 persen tersebut dinilai masih tinggi mengingat data kemiskinan untuk Provinsi Riau rata-rata berkisar pada angka sembilan persen. ''Harus kita akui bahwa angka kemiskinan masih tinggi. Tapi upaya percepatan pembangunan dan pengembangan sektor lain yang dapat mengurangi angka kemiskinan terus kita lakukan,'' sebut Bupati Kampar, Drs H Burhanuddin Husin MM kepada Halloriau.com di Bangkinang.

Menurut Burhanuddin, salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan adalah mulai berkurangnya aset tanah atau lahan oleh warga. Karena, warga terlalu mudah menjual lahan tanpa mengolahnya dan pada akhirnya kondisi seperti ini semakin menyulitkan. Padahal tanah di Kabupaten Kampar cukup subur untuk ditanami apa pun jenis tanamannya. Selain itu, kurangnya minat kaum muda untuk terjun ke sekitar pertanian dan perkebunan juga menjadi sorotan Pemkab Kampar.

''Banyaknya tamatan baik sarjana maupun SLTA cenderung merasa malu jika seandainya bekerja pada sektor pertanian atau pun perkebunan. Padahal saat ini kita mengetahui sektor tersebut menjadi primadona dengan potensi penghasilan yang cukup besar,'' terangnya.

Bupati juga menyebutkan, sejumlah upaya dilakukan untuk menekan angka penduduk miskin di Kabupaten Kampar. Di antaranya, membentuk sebuah tim yang diberi nama Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Kampar yang merupakan wadah koordinasi penanggulangan kemiskinan lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Kampar. (Aul)

jendry
May 1st, 2011, 11:06 AM
kalau ada yang masih mengklaim daerah kampar ini itu atau apalah, silahkan baca artikel di bawah ini !




Muara Takus, Bukti Kota Tertua di Indonesia
Menyelusuri Jejak Sejarah Pulau Sumatera di Kampar

http://riaupos.co.id/news/wp-content/uploads/2011/05/candi-muaratakus.jpg


Bukti sejarah Kerajaan Sriwijaya di Desa Muara Takus Kabupaten Kampar. Dan ini membuktikan kalau Riau merupakan kota tua dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia.(Foto: ERWAN SANI/ RIAUPOS)

Laporan ERWAN SANI, Muara Takus
erwansani@riaupos.com

Semua kalangan tidak bisa mempungkiri eksistensi Candi Muara Takus sebagai candi tertua di Sumatera. Dan ini merupakan bukti yang tidak bisa terbantahkan bahwa tanah Kampar sudah lama dihuni, dan memiliki peradaban, walau saat itu penduduknya masih beragama Budha.

SETELAH melewati perjalanan selama kurang lebih tiga jam dan jalan yang berkelok-kelok, dengan jarak sekitar 135 KM dari kota Pekanbaru, akhirnya sampai juga di Kompleks Candi Muara Takus. Seperti namanya, candi ini terletak di desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar, Riau.

Candi Muara Takus merupakan salah satu objek wisata Riau yang sangat terkenal. Hal ini dikarenakan candi ini terdokumentasikan ke dalam kurikulum pelajaran sejarah di Indonesia. Jika Anda mencari lewat situs pencari pun, akan terdapat banyak artikel yang memberikan penjelasan lengkap tentang candi ini.

Candi Muara Takus merupakan sebuah candi agama Budha yang terletak di Provinsi Riau. Kompleks Candi ini tepatnya terletak di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto, Kabupaten Kampar atau jaraknya 65 kilometer dari ibukota Kabupaten Kampar, Bangkinang. Jarak antara kompleks candi ini dengan pusat desa Muara Takus sekitar 2,5 kilometer dan tak jauh dari pinggir Sungai Kampar Kanan.

Candi Muara Takus menjadi suatu situs sejarah di Riau yang menggambarkan bahwa agama Budha pernah berkembang pesat di wilayah Sumatera Bagian Tengah, tepatnya di Riau.

Kompleks candi Muara Takus dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter. Di luar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 kilometer yang mengelilingi kompleks ini sampal ke pinggir Sungai Kampar Kanan. Bahan bangunan candi terdiri dari batu pasir, batu sungai dan batu bata.

Menurut Tokoh Masyarakat Kampar, Abdul Latif Hasyim, batu bata untuk bangunan ini dibuat di Desa Pongkai, sebuah desa yang terletak di sebelah hilir kompleks candi. Bekas galian tanah untuk batu bata itu sampai saat ini dianggap sebagai tempat yang sangat dihormati penduduk. Untuk membawa batu bata ke tempat candi, dilakukan secara beranting dari tangan ke tangan. Cerita ini walaupun belum pasti kebenarannya memberikan gambaran bahwa pembangunan candi itu secara bergotong royong dan dilakukan oleh orang ramai.

Candi Muara Takus termasuk candi agama Budha. Hal ini bisa dilihat dengan keberadaan stupa dalam arsitekturnya. Candi ini merupakan candi tertua yang pernah ditemukan di Sumatera dan merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang pernah mendominasi Indonesia dan menjadi pusat pengaruh agama Budha di Indonesia. Dikarenakan posisinya yang dekat dengan sungai Kampar Kanan, hal ini memungkinkan pelaut-pelaut kerajaan Sriwijaya melakukan kegiatan ritual di candi ini dahulu kala.

Terdapat lima candi di kompleks Candi Muara Takus, yaitu: Candi Pengantin, Candi Tua, Candi Mahligai Stupa, Candi Bungsu, dan Candi Perangka. Di sekitar candi, terdapat tembok yang mengelilinginya. Untuk memasuki kompleks Candi Muara Takus ini, pengunjung diwajibkan membayar Rp3.000 / orang.

Jika diperhatikan, maka akan ada perbedaan warna dari batu yang digunakan untuk membuat Candi Muara Takus ini. Hal ini memang dikarenakan Candi Muara Takus dibuat dengan tiga jenis batu yang berbeda, yaitu: batu pasir, sungai, dan bata.

Semua kalangan tidak bisa mempungkiri eksistensi Candi Muara Takus sebagai candi tertua di Sumatera, kata Abdul Latif, dan ini merupakan bukti yang tidak bisa terbantahkan bahwa tanah Kampar sudah lama dihuni, dan memiliki peradaban, walau saat itu penduduknya masih beragama Budha.

Bahkan candi ini menurut sejarahnya ada menyatakan abad ketiga dan adapula mengatakan dibangun pada abad ke lima. ‘’Candi Muara Takus ini membuktikan Kampar, lebih tua daripada Pagar Ruyung yang ada di Sumatera Barat,” kata Abdul Latif yang juga penggila seni lukis dan sejarah dan budaya ini.

Menurut Kepala Sekolah SMAN 2 Bangkinang ini, aliran Sungai Kampar ini sudah lama menjadi sumber kehidupan bagi warga yang melaluinya. Alur sungai yang bermuara di Kuala Kampar, menuju Selat Melaka.

Keunikan Sungai Kampar ini memiliki banyak kelok-kelok yang banyak seperti ular, sehingga warga di sepanjang alur sungai aman dari banjir. Hal ini yang menyebabkan sejak dulu kala Sungai Kampar menjadi tujuan sejumlah kerajaan untuk tempat singgah sana.

Pilih Hulu Kampar Sebagai Kota

Mengapa Kerajaan Sriwijaya memilih Muara Takus (hulu Sungai Kampar) sebagai pusat kerajaan? Salah satu alasan topografis, bahwa alur Sungai Kampar bermuara ke Selat Melaka dan dilindungi sejumlah pulau-pulau kecil seperti Pulau Mendol, Pulau Topang, Pulau Serapung, Pulau Kondur dan sejumlah pulau kecil lainnya, sehingga armada kerajaan aman dari ancaman ombak ganas Selat Melaka.

‘’Karena keistimewaan Sungai Kampar inilah membuat petinggi Sriwijaya memilih hulu Sungai Kampar sebagai pusat ibu kota. Dan buktinya sudah banyak ditemukan, mulai dari Candi Muara Takus, Dayung Sampan Besar, kemudian kompas dari Dinasti Ming dan benda-benda purbakala lainnya,” kata Abdul Latif lagi.

Selain itu, posisi Muara Takus yang berbatasan langsung dengan Bukit Suligi dan sejumlah pegunungan Bukit Barisan, dilihat dari sisi geografis sangat menguntungkan. Bagi kerajaan saat itu, posisi ini sangat mudah mendapatkan hasil hutan dan mudah pula keluar dari singgasana menuju Selat Melaka melalui muara Sungai Kampar.

Di muara Sungai Kampar terdapat sejumlah pulau yang melindungi muara sungai, hal ini sangat menguntungkan mereka yang bermukim di wilayah ini, sebab pihak musuh saat melalui Selat Melaka sulit menemukan muara sungai ini.

‘’Kita Berada di Atas Candi”
Dengan luas wilayah candi hanya seluas tiga hektare membuat masyarakat yang ada di sekitarnya memanfaatkan lahan-lahan dipinggir lokasi Candi Muara Takus tersebut. Padahal untuk luasan Candi Muara Takus tersebut seharusnya seluas sembilan hektare.

Dengan sempitnya areal yang ada tersebut sehingga pemerintah harus berupaya untuk melakukan ganti rugi lahan yang ada di sekitarnya. Karena dipastikan luas areal candi Muara Takus bisa mencapai 9 hektare lebih.

Ini dibuktikan ditemukannya batu-batu yang jaraknya 500 meter dari Candi Muara Takus dan persis bentuknya dengan lantai-lantai yang ada pada candi tertua di Indonesia tersebut.

‘’Baru-baru ini masyarakat menemukan batu berbentuk lantai candi di kebun sawit mereka. Dan setelah kita gali ternyata batu-batu tersebut persis dengan bentuk lantai di candi muara takus ini,” kata Abdul Latif ini lagi.

Menurutnya, pemerintah sudah berupaya untuk melakukan ganti rugi lahan ini. Namun sampai sekarang belum ada kesepakatan. Tapi jika melihat proses ganti rugi dilakukan saat pembuatan PLTA Koto Panjang, di daerah sekitar areal Candi Muara Takus sudah dilakukan ganti rugi.

‘’Tapi ini akan kita lihat lagi,” tegas Abdul Latif yang saat itu membawa para wartawan se-Riau untuk melihat keberadaan benda sejarah tertua di Riau tersebut.

‘’Dengan ditemukannya lantai candi berjarak 500 meter dari Candi Mahligai ini maka secara otomatis kita berdiri dipinggir jalan tersebut juga di atas candi,” jelas salah satu wartawan kala itu.

Hal ini juga dibenarkan warga setempat, Darmi (40). Menurutnya warga banyak menemukan batu-batu berbentuk lantai Candi Muara Takus. Dan ketika menggali beberapa meter saja akan menjumpai batu-batu sama persis dengan lantai candi di sini. ‘’Kemarin warga menggali tanah di sekitar kebun sawit mereka, ternyata terdapat batu keras dan berbentuk lantai candi. Dan kami langsung memberitahu kepada penjaga candi disini,” tegasnya.

‘’Kita bersedia saja memberikan lahan jika benar-benar menjadi areal candi, akan tetapi kami berharap ganti ruginya jelas. Jadi kami tak diganti rugi tapi untung. Cukuplah zaman ganti rugi PLTA dulu kami rugi, tapi sekarang janganlah rugi lagi,” lanjutnya.

Sejarah Merupakan Masa Depan
Sejarah adalah masa depan. Sebab, dalam sejarah telah tergores peradaban yang telah dicapai, dan sangat mungkin peradaban dalam sejarah itu kembali dijangkau di masa depan.

‘’Jika tak mempelajari dan tak memahami sejarah tentu kita sebagai warga yang tak peduli dengan masa depan. Karena sejarah merupakan goresan peradapan yang sudah dicapai dan memungkinkan sejarah itu akan terjangkau lagi untuk masa depan,” kata Bupati Kampar, H Burhanuddin Husein.

Menurutnya, dirinya sangat prihatin, karena saat sekarang banyak anak bangsa kurang menghargai sejarah dan budaya masa lalu. Bahkan sejarah kerajaan yang ada di Riau saja, untuk setingkat SMA banyak anak-anak negeri yang tak tahu.

‘’Padahal dengan mempelajari sejarah secara otomatis meningkatkan SDM dan karakter bangsa. Jika tak memahami sejarah secara otomatis mereka pasti tak bangga menjadi bangsa negara ini, dan bakal membanggakan sejarah dan budaya bangsa lain,” kata Burhanuddin lagi.***
http://riaupos.co.id/news/2011/05/muara-takus-bukti-kota-tertua-di-indonesia/

rilham2new
May 1st, 2011, 11:30 AM
^^ Muara Takus itu posisinya di barat PLTA Koto Panjang, kan ???

Itu lebih jauh ke dalam dari Rantau Berangin, kan?? Dalam sejarahnya pernah kah ada Pusat Kerajaan Sriwijaya (yang berpindah-pindah itu) yang tidak berpusat di pesisir SUngai Bagian Timur Sumatra ???

Gak ada , kan ?? :D Sriwijaya itu peradaban "POLITIK" yang sangat tua. Lihat aja prasasti Sriwijaya ditulis dalam bahasa apa. Ini era jauh sekali sebelum masuk pengaruh Islam.

Btw, kota "tertua" di Sumatra itu lokasinya ada di sektiaran Candi Muaro, Jambi. Dalam banyak literatur, prasasti Sriwijaya ditulis dalam bahasa Melayu (dan juga berkali-kali direferensikan sebagai "melayu" dalam catatan-catatan dinasti tiongkok).

Ini sih peradaban Politik masa lalu, aku agak kurang suka mendiskusikan geopolitik beginian. Gak peduli deh, sama betapa "diperebutkannya" tanah Riau ini. Geopolitik di Sumatra ini berubah terus, dan kita kan "rakyat jelata" ngikut aja. Mulai dari Era Sriwijaya, era-era kerajaan pra-1824, paska Traktat 1824, dan tentu saja 9 Agustus 1957. Sekarand de facto dan de jure adalah 9 Agustus 1957. Kita ikut yang ini saja lah. Batasan etnis itu selamat tinggal deh di era hari ini, ini udah jaman bukan feodal. Kalau ada orang-orang mau "nyeletuk" soal feodalisme etnisitas dikait-kaitkan dengan geografis ya terserah lah.

Gak bakal tambah miskin atau tambah kaya juga, mengklaim sana-sini.

rilham2new
May 1st, 2011, 04:20 PM
Kampar River Aerial View
Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar
Provinsi Riau
DSC_0021 (http://www.flickr.com/photos/marwahdaud/2746762474/in/photostream/) by Marwah Dauh (http://www.flickr.com/photos/marwahdaud/)
http://farm4.static.flickr.com/3266/2746762474_ec55944975_b.jpg

DSC_0025 (http://www.flickr.com/photos/marwahdaud/2746768018/in/photostream/) by Marwah Dauh (http://www.flickr.com/photos/marwahdaud/)
http://farm4.static.flickr.com/3149/2746768018_23249c8e46_b.jpg

DSC_0026 (http://www.flickr.com/photos/marwahdaud/2746772138/in/photostream/) by Marwah Dauh (http://www.flickr.com/photos/marwahdaud/)
http://farm4.static.flickr.com/3008/2746772138_a6ae91c8ff_b.jpg

DSC_0028 (http://www.flickr.com/photos/marwahdaud/2745939611/in/photostream/) by Marwah Dauh (http://www.flickr.com/photos/marwahdaud/)
http://farm4.static.flickr.com/3151/2745939611_43abab6786_b.jpg

drie
May 1st, 2011, 05:45 PM
^^ Muara Takus itu posisinya di barat PLTA Koto Panjang, kan ???

Itu lebih jauh ke dalam dari Rantau Berangin, kan?? Dalam sejarahnya pernah kah ada Pusat Kerajaan Sriwijaya (yang berpindah-pindah itu) yang tidak berpusat di pesisir SUngai Bagian Timur Sumatra ???

Gak ada , kan ?? :D Sriwijaya itu peradaban "POLITIK" yang sangat tua. Lihat aja prasasti Sriwijaya ditulis dalam bahasa apa. Ini era jauh sekali sebelum masuk pengaruh Islam.

Btw, kota "tertua" di Sumatra itu lokasinya ada di sektiaran Candi Muaro, Jambi. Dalam banyak literatur, prasasti Sriwijaya ditulis dalam bahasa Melayu (dan juga berkali-kali direferensikan sebagai "melayu" dalam catatan-catatan dinasti tiongkok).

Ini sih peradaban Politik masa lalu, aku agak kurang suka mendiskusikan geopolitik beginian. Gak peduli deh, sama betapa "diperebutkannya" tanah Riau ini. Geopolitik di Sumatra ini berubah terus, dan kita kan "rakyat jelata" ngikut aja. Mulai dari Era Sriwijaya, era-era kerajaan pra-1824, paska Traktat 1824, dan tentu saja 9 Agustus 1957. Sekarand de facto dan de jure adalah 9 Agustus 1957. Kita ikut yang ini saja lah. Batasan etnis itu selamat tinggal deh di era hari ini, ini udah jaman bukan feodal. Kalau ada orang-orang mau "nyeletuk" soal feodalisme etnisitas dikait-kaitkan dengan geografis ya terserah lah.

Gak bakal tambah miskin atau tambah kaya juga, mengklaim sana-sini.

:lol::lol:, betul tuh. gak penting juga kan yah, toh itu masa lalu, paling yah harus di ambil pelajaran dari kejadian itu semua. namun bukan berarti kita anti sejarah loh yah.

yang penting saat ini bagaimana kita dapat berjuang untuk dapat hidup " maju " ( dalam arti yang sesungguhnya, dalam berbagai bidang ) hingga kesejahteraan-pun dapat kita raih, gak sibuk bahas asal usul, gak sibuk bahas kaya atau miskin nya orang:cheers:

rilham2new
May 2nd, 2011, 06:07 PM
Ohya, aku ada gambar di sekitaran Bangkinang, sebelum Air Tiris ...

http://farm2.static.flickr.com/1236/4724448461_9d6e12876a_b.jpg
http://www.flickr.com/photos/50482716@N06/4724448461/in/photostream/
Simpang jalan menuju Lipat Kain (lewat Kebun Durian). APakah memang ada jalan ke Lipat Kain langsung dari Bangkinang ??? Dan apakah jalan ini beraspal 100% sampai ke Lipat Kain ??? Kemudian apakah ini satu-satunya simpang belokan ke Jalan ALternatif ke Lipat Kain ??? Apakah masih ada lagi jalan alternatif lainnya ??

AKu lagi coba mengupload gambar2 jalan di Provinsi Riau ke Panoramio, tapi aku kurang tahu lokasi titik-titik pasti pengambilan gambarnya :nuts:

jendry
May 2nd, 2011, 07:20 PM
setahu aku memang cuma ini aja jalan alternatif dari arah bangkinang ke lipatkain bang, aku pernah lewat jalan ini make motor ataupun mobil di jalan ini yang ada pemukiman ya cuma di sekitaran simpang itu aja sampe sekitar 1 kilometer ke dalam lah ada masyarakatnya, di penduduk yang di sekitaran simpang itu banyak bertambak/ kolam ikan di lahannya.. sehabis itu kebun sawit milik masyarakat dan perusahaan, serta perkebunan karet. jalan nya berbukit - bukit dan berbelok - belok dengan keadaan jalan beraspal 100 persen berlubang di beberapa titik dengan kondisi 90 persen bagus... di beberapa titik jalan nya rada sempit dan di titik lain jalan nya lebar..
dengan keadaaan lalu lintas sepii...


daerah lainnya tidak ada pemukiman penduduk sampai di simpang durian di dekat lipatkain baru ada pemukiman masyarakat lagi, di pinggir jalan itu cuma ada pondok/gubuk petani sawit/karet yang hanya sebagai tempat istirahat mereka bukan rumah tinggal...


sepertinya gak ada titik titik yang bernama di sepanjang jalan itu, kalau pun ada mungkin sebutkan masyarakat setempat aja dan tidak di ketahui orang luar..

rilham2new
May 2nd, 2011, 07:47 PM
Iya, di Google Earth juga kelihatan kosong banget area nya . Dan kalau di Wikimapia, area yang dilewati itu konsesi lahan perkebunan DUTA PALMA. Ruasnya pula sebagian besar bukan hutan, melainkan hutan-hutan yang sudah dibuka (gambar satelit tahun 2003).

Dan memang benar, jalannya berkelok-kelok, dan menurut Peta BAKOSURTANAL, daerah yang dilalui bertopografi antara 200-400 meter gitu ...

Memang wajar aja sepi, memang di Google Earth juga itu daerah antara Bangkinang dengan Lipat Kain itu cukup sepi, bisa belasan km tanpa rumah penduduk. Jarak Bangkinang - Lipat Kain garis lurus aja sekitar 43 km. Apalagi kalau jalannya belok-belok :nuts:

Cuman mungkin itu bukan ruas Jalan Nasional atau Provinsi, melainkan Jalan Kabupaten ... soalny tidak ada KODE RUAS Jalan ... Misalny kayak Jalan Bangkinang-Petapahan itu ruas jalan provinsi dengan kode 04-052

rilham2new
May 2nd, 2011, 08:07 PM
AKu udah cek ulang, di google earth, ada kok jalan raya Bangkinang - Lipat kain yang dipetakan sama Google Maps, nanti tembusnya di Jalan Nasional Pekanbaru-Telukkuantan.

Tapi simpangnya gak persis sampai di Lipat Kain, masih agak jauh lagi ke sanaannya. Malah lebih dekat pula kawasan Transmigran Sungai Pagar dari simpang itu..

drie
May 3rd, 2011, 03:49 AM
Ohya, aku ada gambar di sekitaran Bangkinang, sebelum Air Tiris ...

http://farm2.static.flickr.com/1236/4724448461_9d6e12876a_b.jpg
http://www.flickr.com/photos/50482716@N06/4724448461/in/photostream/
Simpang jalan menuju Lipat Kain (lewat Kebun Durian). APakah memang ada jalan ke Lipat Kain langsung dari Bangkinang ??? Dan apakah jalan ini beraspal 100% sampai ke Lipat Kain ??? Kemudian apakah ini satu-satunya simpang belokan ke Jalan ALternatif ke Lipat Kain ??? Apakah masih ada lagi jalan alternatif lainnya ??

AKu lagi coba mengupload gambar2 jalan di Provinsi Riau ke Panoramio, tapi aku kurang tahu lokasi titik-titik pasti pengambilan gambarnya :nuts:


eiiits, ada dong. sekarang itu kalau orang dari Kuansing, atauapun kampar kiri yang mau kebangkinang ataupun sebaliknya pasti lebih memilih jalan ini ketimbang harus ke Pekanbanru dulu. Jalan ini Aspal dong :lol:, dan benar ini Jalan Alternatif satu - satu-nya dari Bangkinang menuju Lipat Kain, dan kedepan akan dijadikan jalan utama dari Bangkinang menuju Lipat Kain :D. Namun kalau lagi Musim hujan Banjir di Jalan ini Lumayan parah juga :ohno:, kalau untuk perjalanan Malam, sepertinya aku gak kasih rekomendasi untuk lewat jalan ini lah. Konon Bintang Buasnya masih banyak berkeliaran di daerah ini:cheers:

drie
May 3rd, 2011, 03:53 AM
Iya, di Google Earth juga kelihatan kosong banget area nya . Dan kalau di Wikimapia, area yang dilewati itu konsesi lahan perkebunan DUTA PALMA. Ruasnya pula sebagian besar bukan hutan, melainkan hutan-hutan yang sudah dibuka (gambar satelit tahun 2003).

Dan memang benar, jalannya berkelok-kelok, dan menurut Peta BAKOSURTANAL, daerah yang dilalui bertopografi antara 200-400 meter gitu ...

Memang wajar aja sepi, memang di Google Earth juga itu daerah antara Bangkinang dengan Lipat Kain itu cukup sepi, bisa belasan km tanpa rumah penduduk. Jarak Bangkinang - Lipat Kain garis lurus aja sekitar 43 km. Apalagi kalau jalannya belok-belok :nuts:

Cuman mungkin itu bukan ruas Jalan Nasional atau Provinsi, melainkan Jalan Kabupaten ... soalny tidak ada KODE RUAS Jalan ... Misalny kayak Jalan Bangkinang-Petapahan itu ruas jalan provinsi dengan kode 04-052



AKu udah cek ulang, di google earth, ada kok jalan raya Bangkinang - Lipat kain yang dipetakan sama Google Maps, nanti tembusnya di Jalan Nasional Pekanbaru-Telukkuantan.

Tapi simpangnya gak persis sampai di Lipat Kain, masih agak jauh lagi ke sanaannya. Malah lebih dekat pula kawasan Transmigran Sungai Pagar dari simpang itu..


Jalan ini memang tembus ke Jalan Raya pekanbaru - Taluk Kuantan, namun memang tidak langsung tembus ke Lipat Kain bang ham, tapi tembus ke Kebun Durian ( 10 - 15 menit menjelang Lipat Kain ). Tepatnya berada di Samping Pasar Baru Kebun Durian. Masih Jauh dari Transmigran Sungai pagar, Sungai Pagar itu sekitar setengah jam dari Kebun Durian.:cheers:

drie
May 3rd, 2011, 02:53 PM
CPI Tanam Trembesi di Kotabatak
source : http://riauinfo.com/main/news.php?c=10&id=13644


PEKANBARU (RiauInfo) - PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) bekerjasama dengan Koramil 16 Tapung mengadakan program penghijauan dengan menanam 200 pohon trembesi di lokasi bekas borrow pit di Kotabatak, Kecamatan Tapung pada Sabtu (30/04). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen CPI dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung program pemerintah untuk penanaman 1 miliar pohon trembesi di seluruh Indonesia.

Kegiatan yang melibatkan pegawai SLS (Sumatra Light South) CPI yang tergabung dalam Relawan Chevron ini juga dihadiri oleh Manajemen SLS CPI Hasyim M. Nur, Camat Tapung H. Ismanto, S. STP, Danramil 16 Tapung, Kapten Inf. Ayi Supriatna, Kepala Dusun II Kotabatak, Desa Pantai Cermin, M. Tampubolon serta beberapa tokoh masyarakat sekitar Kotabatak.

“Kegiatan ini merupakan komitmen Perusahaan dan pegawai CPI melalui program Relawan Chevron. Kami berharap kegiatan penghijauan ini tidak berhenti di sini saja, namun dapat terus dilanjutkan untuk lokasi lainnya,” ungkap Hasyim M. Nur, Manager SLS Production, mewakili Manajemen CPI saat memberikan sambutan.

Pada saat yang sama, Camat Tapung H. Ismanto, S. STP juga menegaskan, bahwa kegiatan penghijauan ini merupakan bentuk aksi kita untuk menghijaukan kembali daerah di sekitar kita. “Saya menghimbau kepada masyarakat agar penanaman pohon trembesi ini untuk ke depan diikuti dengan upaya kita untuk menjaga, agar pohon yang telah kita tanam hari ini dapat tumbuh dengan subur, ” ungkapnya. Sebab, meski di sekitar kita banyak tumbuh tanaman, yakni sawit, namun jenis pohon sawit termasuk tanaman yang pelit mengeluarkan oksigen.

Acara penanaman pohon dilakukan secara simbolis oleh Manager SLS Production, Camat Tapung, Danramil 16 Tapung dan Kepala Dusun II Kotabatak dan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara bersama-sama oleh sekitar hampir seratus orang peserta yang hadir.

Penanaman pohon trembesi di lingkungan operasi SLS CPI Minas/Petapahan, tidak kali ini saja dilakukan. Sebelumnya, CPI juga menanam ratusan pohon jenis ini di sekitar taman bermain masyarakat di Minas, dan di lingkungan fasilitas produksi/camp CPI di Minas.(ad/rls)

drie
May 3rd, 2011, 03:00 PM
MENAPAKI JEJAK SRIWIJAYA
Candi Muara Takus Dan Pencarian Pengakuan Akar Kejayaan
source : http://riauinfo.com/main/news.php?c=8&id=13642

http://melayuonline.com/pict/p4a56bfa17ca18.jpg
Pict by : Melayuonline.com (http://melayuonline.com/ind/news/read/8811)

PENEMUAN Penemuan Cornet De Groot pada tahun 1860 mengangkat nama Candi Muara Takus di kalangan para ahli di dunia saat itu. Candi berbahan batu bata yang saat itu diperkirakan berasal dari zaman Hindu setelah melalui penelitian lebih lanjut yang dilakukan oleh Verbeek dan Van Delden diungkapkan sebagai bangunan Buddha.

Melalui penelitian dan pengukuran yang dilakukan J.W. Yzerman pada tahun 1889, candi Muara Takus memiliki luas 1.25 km2 dan dikelilingi dinding tembok seluas 74m x 74m yang terbuat dari batu pasir putih. Hasil dari pengukuran dan penelitian tersebut J.W. Yzerman dengan dibantu IR. Delprat membuat sketsa apa yang ditemukan saat itu dan perkiraan bentuk candi sebenarnya.

Sketsa yang dibuat tersebut mengungkapkan perkiraan luas sebenarnya Candi Muara Takus adalah seluas 9 hektar dengan dugaan terdapat 20 buah stupa. Dalam sketsa tersebut bahkan digambarkan ujung stupa berlapiskan emas setinggi 6m dan terdapat relief di beberapa sisinya. Sayangnya relief tersebut berikut arca singa dan teratai yang diceritakan oleh Cornet De Groot dan peneliti-peneliti sesudahnya saat ini tidak ditemukan lagi.

Pada kompleks candi Muara Takus saat ini terdapat bangunan candi Mahligai, candi Palangka, candi Bungsu, candi Tua dan pagar keliling. Selain itu masih ditemukan pula bangunan-bangunan yang belum diketahui secara pasti kegunannya. Salah satu bangunan diduga merupakan tempat pemandian putri.

Sumber batu bata yang digunakan untuk membangun Candi Muara Takus dibuat dari tanah di desa Pongkai. Batu bata yang telah dibuat semula diangkut dengan menggunakan sampan melalui sungai ke Muara takus. Karena mulai dirasakan berat, maka pengangkutan diubah dengan mengunakan manusia yang dibariskan dan memindahkan batu bata bata tersebut dari tangan ke tangan. Dapatlah dibayangkan banyaknya manusia yang melakukan pekerjaan tersebut mengingat jarak yang harus ditempuh sepanjang 8 km.

Menurut cerita turun temurun candi tersebut dibuat atas permintaan seorang putri dari India yang dibawa ke Muara Takus oleh Datuk Tiga Ahli setelah berlayar ke India. Putri tersebut di kalangan masyarakat dikenal sebagi Putri Reno Wulan atau Putri Induk Dunia. Candi yang dibuat sebagai syarat kerelaannya dibawa ke negeri tersebut. Putri tersebut meminta candi yang dibuat serupa dengan candi di tempat orang tuanya berasal. Mungkin itulah sebabnya candi Muara Takus memiliki kemiripan dengan Candi Acoka (Ashoka) di India.

Fenomena yang pernah terjadi adalah sekelompok gajah dipimpin seekor gajah putih pada malam purnama mendatangi candi dan melakukan posisi seperti sujud abdi menyembah kepada junjungannya. Kawanan gajah berjumlah kurang lebih 30 ekor tersebut kemudian mengelilingi candi Muara Takus. Kejadian yang lama terjadi sebelum pembangunan PLTA Koto Panjang tersebut banyak disaksikan masyarakat sekitar dan menjadi cerita menarik yang disampaikan kepada pengunjung kawasan tersebut. Dikaitkan dengan legenda dan mitologi Budha, gajah digambarkan sebagai salah satu reinkarnasi Budha. Gajah disebutkan juga sebagai simbol dan kendaraan seorang raja. Fenoma yang terjadi tersebut menunjukkan bahwa candi Muara Takus adalah tempat pernah bersemayamnya raja dan ratu kerajaan Budha pada jaman dahulu.

Meskipun masih terjadi silang pendapat tentang kapan didirikannya candi Muara Takus, tetapi peninggalan tertua hasil dari penggalian di sekitar candi ditemukan fragmen perunggu dengan tulisan Nagari yang diperkirakan berasal dari abad VII.


MUARA TAKUS AKAR KERAJAAN SRIWIJAYA

Penemuan Candi Muara Takus sebagai situs agama Budha terbesar di Sumatera dan dikaitkan dengan penemuan terakhir yang merujuk abad VII sebagai saat keberadaannya, memunculkan suatu pendapat baru. Pendapat yang pernah juga dikemukakan oleh J.L. Moens adalah pusat kerajaan Sriwijaya adalah di Muara Takus.

Kerajaan Sriwijaya adalah sebuah kerajaan maritim yang kuat di pulau Sumatera. Pengaruhnya selain di nusantara juga memiliki kekuasaan di banyak wilayah di Asia Tenggara. Kerajaan ini disebut menjadi pusat perdagangan sekaligus pengendali jalur perdagangan maritim di Selat Malak, Selat Sunda, Laut China Selatan, Laut Jawa dan Selat karimata. Kejayan kerajaan Sriwijaya tersebut diperkirakan pada abad ke VII. Bentuk kerajaan maritim diperkirakan dapat mengakibatkan pusat kerajaan berpindah-pindah. Inilah yang membuat banyaknya silang pendapat dimana pusat kerajaan atau dimana akar mula kerajaan Sriwijaya berada.

Mengacu pada catatan perjalanan I-Tsing yang mengabarkan keberadaan kerajaan Sriwijaya, pernyataan J.L. Moens dapat diyakini. I-Tsing yang seorang biarawan China melakukan perjalanan lewat laut ke India untuk mendapatkan teks agama Budha dalam bahasa Sansekerta. Semasa perjalanannya tersebut ia pernah mengunjungi kerajaan Sriwijaya selama enam bulan pada tahun 671. Selanjutnya pada tahun 685 – 695 I-Tsing tinggal di Sriwijaya.

Dalam catatan yang dibuatnya disebutkan bahwa ibukota Sriwjaya dikelilingi oleh benteng dan didiami oleh lebih dari 1000 orang Bhiksu. Menurutnya pada bulan ke delapan bayangan tongkat diwalacakra tidak menjadi lebih panjang atau pendek dan pada tengah hari orang berdiri tanpa bayangan.

Keberadaan Muara Takus yang terletak di daerah garis katulistiwa dirasakan cocok dengan catatan I-Tsing. Selain itu benteng yang disebutkan juga sama dengan kondisi candi yang dikelilingi tembok yang terbuat dari batu bata pasir putih. Bangunan candi yang biasanya diperuntukkan bagi upacara keagamaan dan tempat berkumpul Bhiksu yang jumlahnya bisa jadi lebih dari 1000 orang.

Beberapa penemuan seperti prasasti dan situs lainnya yang terdapat di banyak daerah di Sumatera memang memunculkan klaim dari daerah-daerah tersebut sebagai pusat kerajaan Sriwijaya. Fakta yang ada tidak ditemukannya peninggalan kerajaan Sriwijaya sebesar Candi Muara Takus dan berumur lebih tua di daerah lain tersebut dapat menjadi satu pedoman.

Selain itu menurut seorang tokoh budayawan Kampar, Drs. Abdul Latif Hasyim yang melakukan penelitian independen menyebutkan bahwa peninggalan-peninggalan di beberapa wilayah di Sumatera justru mengarah ke kondisi, budaya dan kebiasaan yang ada di Kampar atau Muara Takus.
Salah satu keraguan Muara Takus sebagai pusat kerajaan Sriwijaya yang masih muncul adalah bahwa Sriwijaya dikenal sebagai kerajaan maritim yang kekuatan armadanya bahkan berjaya menguasai kawasan Asia Tenggara. Tentu tidaklah mungkin kerajaan maritim berada di tepi sungai yang sebuah kapal sedangpun tidak mungkin berlabuh disana.

Penemuan sebuah dayung besar yang biasanya digunakan pada sebuah kapal besar pada jaman dahulu membersitkan keyakinan baru. Penemuan berikutnya berupa kompas kuno dari bambu yang diperkirakan serupa dengan kompas tertua yang ditemukan di Cina. Kompas pada jaman dahulu hanya digunakan oleh bangsa-bangsa penjelajah samudera.

Dua belas abad yang lalu diperkirakan muara sungai Kampar Kanan terletak jauh ke Barat dari tempatnya sekarang. Teori fenomena alam yang merubah laut menjadi endapan dan daratan pada ratusan tahun lalu mengemuka, terutama setelah ditemukan sumur dengan sumber air berkadar garam serupa air laut di kawasan sekitar candi Muara Takus.



EKSPLORASI CANDI MUARA TAKUS UNTUK MENGUNGKAP MISTERI

Mendukung pendapat dan teori keberadaan candi Muara Takus dan hubungannya dengan kerajaan Sriwijaya tentulah diperlukan penelitian yang lebih mendalam. Peneliti independen yang juga seorang tokoh budayawan Kampar, Drs. Abdul Latif Hasyim mengharapkan bantuan dan peran tidak saja dari Pemerintah Indonesia tetapi bahkan lembaga dunia seperti Unesco.

Abdul Latif dalam salah satu kesempatan forum seminar di Yogyakarta yang dihadiri oleh kalangan ilmuwan dan akademisi, mempresentasikan keyakinannya tentang akar kerajaan Sriwijaya di Muara Takus. Presentasi yang mendapatkan sambutan bagus tersebut membersitkan keinginan dari kalangan ilmuwan pada saat itu untuk membuat suatu kajian ilmiah dengan mengundang kalangan peneliti nasional dan internasional. Sayangnya kami (Pemerintah Kabupaten Kampar) belum dapat melaksanakan karena terbentur dengan kondisi pendanaan.

Selain itu diutarakannya keinginan untuk mengusahakan candi Muara Takus sebagai Warisan Dunia yang diakui oleh Unesco. Tentunya dengan jalan itu penelitian, eksplorasi dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab dunia selain masyarakatnya sendiri. Dalam beberapa waktu yang berbeda beberapa paranormal dari beberapa daerah di Indonesia menyatakan penggalian ke dalam tanah candi Muara Takus perlu dilakukan. Selain kekayaan yang dapat ditemukan dipercaya bangunan candi Muara Takus tersebut berupa 8 tingkat. Hal ini hampir sama dengan sketsa perkiraan yang dibuat J.W. Yzerman dan IR. Delprat.

Eksplorasi juga memungkinkan munculnya bukti-bukti baru yang dapat mengungkap misteri keberadaan dan kejayaan Sriwijaya yang sebenarnya. Sejarah mungkin akan diluruskan dan bukan tidak mungkin kejayaan yang dulu dimiliki dapat diraih kembali. Bukan tidak mungkin kebanggaan Indonesia sebagai pusat kekuatan di dunia internasional akan bertambah Harapan yang juga muncul dari Bupati Kampar H. Burhanudin Hussein yang selain ingin mengangkat candi Muara Takus untuk lebih dikenal juga mengajak generasi muda pada khususnya untuk mencintai sejarah. (ari)

jendry
May 3rd, 2011, 05:16 PM
^^ cerita yang sangat menarik untuk di simak..

kompleks candi muara takus itu berupa negara kota. dengan di temukan nya kompas kuno dan dayung besar serta penemuan lainnya di semakin menguatkan muara takus ini bekas peninggalan kerajaan maritim..


dan dari dulu banyak yang bilang kalau di puncak muara takus itu ada emasnya, seperti candi candi di thailand yang di hiasi emas di puncaknya..

dan candi ini berlantai 8 juga sudah lama jadi cerita mulut ke mulut..

rilham2new
May 3rd, 2011, 05:47 PM
^^ Candi Sumatra beda dengan di Jawa yang datang dari batu-batu vulkanis dan dari gunung.

Ini dibuat dari kayak batu bata dari tanah merah gitu. Dari bentuk aja udah jelas Muara Takus adalah peradaban "DARAT" dataran rendah yang mungkin lebih PRO-Dataran Rendah daripada Pro-GUNUNG yang banyak bebatuan Hitam kelam nya (kayak candi-candi di Jawa). Dan Bukti yang sama juga ada di Candi Muaro di Jambi. Ukuran kawasan komplek nya lebih besar dari Muara Takus, dan Muaro ini sendiri katanya dulu memang perkotaan juga...

Padahal Muara Takus dekat kali sama Gunung .... :tongue2:

Ini kebetulan saya ada Peta WIlayah ALiran Sungai di Provinsi Riau dari DIRJEN SDA Kementerian Pekerjaan Umum
http://www.flickr.com/photos/60899339@N04/5683643507/in/photostream/
http://farm6.static.flickr.com/5223/5683643507_236ddf1474_b.jpg

Sungai diibaratkan arah datangnya manusia dari pesisir pantai ke pedalaman. Maka itulah datangnya arah peradaban masa lalu.... Kurang bukti apalagi :tongue2:

Karena Sriwijaya adalah peradaban perdagangan yang jelas-jelas datang dari pesisir dengan banyak akulturasi dan pengaruh dari Kerajaan Hindu-Budha di Jawa pada dulu kala. Mereka terkenal dengan Kerajaan Maritim karena pelayaran sampai ke pedalaman sungai, bukan karena turun gunung ...

Btw, ini maksudnya peta peradaban yang era CIVILIZED loh ... kita tidak bicara Era Pra-Sejarah waktu manusia masih berburu dan menyembah-nyembah MENHIR. Peradaban orang RIau adalah peradaban Sungai Sentris. Mayoritas kota-kota di Riau baik di pesisir atau pedalaman semuanya harus ada sungai, karena itu sumber kehidupan.

Dan peta sungai ini, aku cek juga area kekuasaan Sriwijaya yang dipetakan di Wikipedia, agak-agak mirip gitu ....

jendry
May 3rd, 2011, 07:57 PM
Pelabuhan gema | kampar kiri hulu



http://farm6.static.flickr.com/5224/5684575724_17cc38c2b8_z.jpg




http://farm6.static.flickr.com/5229/5683993871_d97d4d5593_z.jpg

jendry
May 3rd, 2011, 08:01 PM
^^ gambar di atas membuktikan masyarakat kampar sampai detik ini tidak bisa di pisahkan dari yang namanya sungai, meraka hidup di sepanjang aliran sungai,... yang punya akses ke penjuru riau dan luar negeri sekalipun,,, :cheers:

drie
May 3rd, 2011, 09:17 PM
^^ Pasar Terapung kah ?? :D

jendry
May 4th, 2011, 06:44 AM
bukan itu bongkar muat barang, banyak durian tu yang di bongkar sama karet..

jendry
May 4th, 2011, 06:55 AM
Ada Jalan Santai Berhadiah Motor,
Besok, HPN 2011 Provinsi Riau Dipusatkan di Bangkinang

Hari Pers Nasional (HPN) 2011 Provinsi Riau digelar besok dan dipusatkan di Bangkinang. Berbagai kegiatan disiapkan, termasuk jalan santai berhadian sepeda motor.

Riauterkini-PEKANBARU-Panitia Hari Pers Nasional 2011 dan HUT PWI ke-65 telah menyiapkan satu unit sepeda motor sebagai hadiah utama door prize Gerak Jalan Santai, yang akan ditaja Kamis (5/5) di Bangkinang. Hal ini dikatakan Ketua Panitia HPN PWI 2011 Cabang Riau Ahmad Rodhi di Pekanbaru, Selasa (3/5/11).

“Kami telah menerima hadiah utama berupa satu unit sepeda motor. Hadiah ini bantuan dari PT Sumatera Persada Energi. Di samping itu kami juga menyediakan beragam hadiah lainnya, berasal dari para mitra PWI. Insya Allah door prizenya cukup heboh buat masyarakat kampar,” kata Ahmad Rodhi.

Hadiah utama diserahkan langsung oleh Komisaris Utama PT Sumatera Persada Energi Bambang P Wahyudi didampingi Direkturnya Gurhadi Kartasasmita kepada Ketua Panitia disaksikan Ketua Pwi Cabang Riau H Dheni Kurnia, di sekretariat PWI Cabang Riau, Selasa (3/5).

“Hadiah ini merupakan wujud komitmen perusahaan kami dengan mitra. Apalagi sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia merupakan panutan bagi kami, dalam memandang insan pers,” kata Bambang P Wahyudi Komisaris Utama PT Sumatera Persada Energi.

Anak perusahaan Asia Bumi Group ini selalu instens mengikuti perjalanan PWI Cabang Riau, mengharapkan kerjasama dengan insan pers akan selalu terbina dengan mesra. Terutama disaat para insan pers tengah berulang tahun, makanya pihak perusahaan merasa perlu untuk memeriahkannya.

Selain sepeda motor, panitia juga menyediakan hadiah berupa televisi, dispenser, sepeda dan ratusan doorprize lainnya. Menurut rencana start dan finish akan dilaksanakan di Lapangan Pelajar Bangkinang, mulai pukul 6.30 WIB melalui rute jalan A Yani, letnan Boyak, DI Panjaitan, Sisingamangaraja, A Yani, dan finis di lapangan pelajar.***(rls)
http://riauterkini.com/sosial.php?arr=36508

jendry
May 6th, 2011, 08:35 AM
Di Kampar 30 Batang Durian Montong, Rp40 Juta per Tahun


Laporan BUDDY SYAFWAN, Tambang buddy_syafwan@riaupos.com

Sektor perkebunan kelapa sawit memang memukau banyak pemilik lahan untuk melakukan alih fungsi lahan. Namun, tidak demikian dengan Zainul serta sejumlah warga Dusun Kampung Terandam Desa Tambang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Mereka menanam padi, karet, juga durian.

Daerah tersebut lokasinya tidak jauh dari jembatan Danau Bingkuang Kecamatan Tambang. Bila ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 menit sampai ke pemukiman warga serta perkebunan. Jalannya masih jalan setapak, terletak dibalik semak belukar areal persawahan warga.

Kalau padi, memang sudah dari awal menjadi aktivitas pertanian warga, begitupun karet. Namun, untuk satu jenis tanaman, yakni durian, khususnya jenis montong, baru beberapa belas tahun terakhir dikembangkan. Jumlahnya juga tidak terlalu banyak, hanya beberapa puluh batang. Namun, bisa membawa berkah.

Sebut saja Zainul Azis, seorang pemilik lahan kebun durian yang luasnya kurang dari satu hektare. Diatas lahan yang dimilikinya, dia menanam beberapa jenis tanaman, diantaranya durian kampar (lokal) dan montong. Soal buah, pastinya tak perlu diragukan.

‘’Wah, besar sekali, ternyata daerah kita ini juga produktif,’’ungkap H Ghafar Usman, anggota DPD RI asal pemilihan Riau saat berkunjung dan mencicipi buah durian berbiji kecil namun, buahnya tebal itu. Ghafar hanya bisa tertegun ketika menikmati hasil pertanian lokal itu dibawah batang durian montong yang ranum dengan buah penghujung (langkas/sisa panen).

Bersama sejumlah rombongan seperti Kepala Puskesmas Tambang, Dewi Prabu, Kabid Pemerintahan Tambang, ibu Ros serta rombongan wartawan, kunjunan yang semula ditujukan untuk menyerahkan bibit tanaman buah durian montong tersebut malah jadi ajang wisata yang menarik.

Bagi Zainul, pastinya itu tak sekedar kunjungan. Dengan potensi yang ada, dia menjelaskan runtut bagaimana usaha kebun durian montong yang dia miliki. Mulai dari awal menanam sampai sekarang sudah bisa menghasilkan.

‘’Kalau kunjungan banyak, hasilnya juga lumayanlah,’’ungkap pemuda berkulit hitam itu.

Namun, Bomo, Ketua RW setempat menyebutkan, kebun durian montong ini memang diluar perkiraan. ‘’Dulu tak ada yang mau tanam, tapi setelah berhasil, ternyata banyak yang ingin menanam. Di sekitar kawasan ini, sampai ke Sungai Pinang, sudah ada sekitar tiga kebun montong,’’ papar Bomo.

Untuk kebun milik Zainul saja, dikatakan Bomo, hasilnya per panen bisa mencapai Rp40 juta per tahun. ‘’Agak dua kali panen per tahun kalau dirata-ratakan,’’ kata dia.

Buah durian montong, dijelaskan Zainul, bukan buah durian musiman. Buahnya bisa keluar kapan saja. Kadang, setelah panen, putik baru banyak bermunculan. ‘’Yang ini, sudah berisi, diperkirakan dua atau tiga minggu lagi, sudah bisa dipanen,’’ucap Zainul sambil memanjat sebuah pohon yang masih dipenuhi buah langkas.

Karena ternyata cukup menjanjikan, selain bisa memberikan sensasi wisata berbeda bagi mereka yang berkunjung, makanya, saat ini, banyak sekali pihak yang berencana membuka kebun durian montong. ‘’Empat tahun sudah bisa berbuah. Hasilnya juga lumayan,’’imbuhnya.

Buah hasil panen juga tak sulit untuk dipasarkan, karena, kadang buah sudah diburu pembeli saat menjelang panen. Kalaupun harus dijual keluar, paling dipinggir jalan oleh para pedagang durian yang banyak berjualan di sepanjang jalan raya Bangkinang itu.

Apakah hasil panennya juga dijual ke pusat perbelanjaan ternama di Pekanbaru dan Kampar? Zainul malah menyatakan kurang berminat untuk itu.

‘’Kalau dijual ke sana, biaya lagi, harga juga tak untung. Lebih untung kita jual di kampung saja, dan tak direpotkan untuk pembayarannya,’’ kata dia.

Kabupaten Kampar, khususnya Kecamatan Tambang memang dikenal sebagai salah satu sentra pertanian di Riau. Tak hanya buah durian montong yang tersohor kelezatannya, di sana juga para petani mengembangkan usaha pertanian buah unggul seperti jambu citra, jambu madu, kakao, cabai serta aneka produk lainnya.

Karena itulah, Anggota DPD RI Ghafar Usman menyarankan perlu adanya peningkatan hasil produksi termasuk upaya untuk menciptakan industri hilir yang sesuai dengan potensi kawasan.

‘’Seperti di Kampung Tarandam ini, layak untuk didukung prasarana oleh pemerintah. Makin juat sektor pertanian, semakin kuat juga perekonomian masyarakat,’’ ungkap mantan Kakandepag Riau ini.***
http://riaupos.co.id/news/2011/05/di-kampar-30-batang-durian-montong-rp40-juta-per-tahun/

drie
May 7th, 2011, 08:11 AM
WISATA KAMPAR
Masjid Jami' Bukti Kesatuan Negeri
source : RiauInfo (http://riauinfo.com/main/news.php?c=8&id=13649)

http://riauinfo.com/images/news/news13649-thumb.jpg

BERKUNJUNG ke Kabupaten Kampar belumlah lengkap tanpa mengunjungi Mesjid Jami'. Mesjid kebanggaan negeri serambi Mekah Riau ini terletak di Kecamatan Air Tiris dan berdekatan dengan pasar. Semula mesjid ini adalah sebuah mushola berukuran 6m x 8m yang digunakan untuk kebutuhan beribadah para penjual, pembeli dan masyarakat sekitarnya saat panggilan suci tiba.

Mesjid Lambang Kesatuan Negeri

Pesatnya perdagangan terutama beras dan membuat pasar Air Tiris yang pertama tersebut menjadi pusat perdagangan yang diperhitungkan. Musholapun tidak lagi mampu menampung jemaahnya.

Pada tahun 1901 dengan Datuk Ongku Mudo Sangkal tokoh agama setempat mengumpulkan seluruh masyarakat kenegerian Air Tiris yang terdiri dari 24 negri untuk membangun sebuah mesjid.

Setiap kenegerian membawa satu tiang yang digunakan sebagai tiang tengah mesjid. Kedua puluh empat tiang tersebut masih ditambah lagi dengan 12 tiang sumbangan dari masyarakat. Pasak bukannya paku yang digunakan memperkokoh bangunan tersebut sekaligus memberikan keunikan.

Pembangunan mesjid dikerjakan dengan gotong royong oleh masyarakat tanpa ada yang mendapatkan upah. Mesjid Jami terbukti telah menyatukan masyarakat kenegerian Air Tiris.

Menurut M. Ali selaku Kepala Desa setempat, pada jaman pendudukan Belanda, banyak usaha untuk memperlemah kesatuan masyarakat tersebut. Salah satunya adalah dengan membakar mesjid Jami yang posisinya tidak jauh dengan pos mereka. Usaha tersebut tidaklah berhasil karena mesjid masih tetap berdiri utuh.


Bentuk Mesjid dan Pelestariannya

Mesjid Jami' berbentuk bangunan panggung berwarna cokelat tua ini memiliki pintu sebanyak 3 buah yang terletak di depan dan di samping. Jumlah jendela sebanyak 12 buah yang berhiaskan ukiran. Bila diamati dengan jelas, masing-masing jendela memiliki ukiran dengan motif yang berbeda-beda. Ternyata keseluruhan ukiran dalam mesjid terdiri dari 24 macam yang mewakili seni dan kebudayaan masing-masing kenegeraian.

Bangunan tengah mesjid memiliki ketinggian 25 meter dan atap mesjid terdiri dari tiga tingkat. Masing-masing tingkat berhiaskan ukiran khas atap bangunan Melayu pada tiap sudutnya. Pada samping mesjid dapat dijumpai menara yang di bagian bawahnya terdapat kolam bak air yang di dalamnya diletakkan sebuah batu menyerupai kepala kerbau. Batu tersebut menurut cerita dapat berpindah-pindah sendiri tanpa ada yang mengangkatnya.

Mesjid Jami' pertama kali direnovasi pada tahun 1982 dengan dibantu oleh pemerintah provinsi. Salah satu yang bagian mesjid yang direnovasi adalah lantainya. Pada tahun 1982 kembali dilakukan renovasi berupa penggantian menara.

Menurut M. Ali saat ini Mesjid Jami' masuk sebagai cagar budaya di Batu Sangkar dan diharuskan untuk tidak merubah fisik mesjid termasuk ukiran-ukiran di dalamnya. Meskipun beberapa kali diusulkan merubah warna cat mesjid tersebut, tetapi sampai saat ini mesjid tersebut masih berwarna cokelat tua.

Pemeliharaan mesjid tetap dilakukan oleh masyarakat Air Tiris dibantu oleh dana yang selain diperoleh dari masyarakat juga dari kunjungan-kunjungan jemaah baik dari nusantara maupun luar negeri.

Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk memelihara warisan nenek moyang kita. Tidak perlu menunggu bantuan dari pemerintah, sudah selayaknyalah kita juga harus memperhatikannya. Mesjid Jami' inilah sebagai contoh pemersatu masyarakat dan masyarakat yang bersatu memeliharanya. (ari)

savefree
May 8th, 2011, 02:30 AM
Ohya, aku ada gambar di sekitaran Bangkinang, sebelum Air Tiris ...

http://farm2.static.flickr.com/1236/4724448461_9d6e12876a_b.jpg
http://www.flickr.com/photos/50482716@N06/4724448461/in/photostream/
Simpang jalan menuju Lipat Kain (lewat Kebun Durian). APakah memang ada jalan ke Lipat Kain langsung dari Bangkinang ??? Dan apakah jalan ini beraspal 100% sampai ke Lipat Kain ??? Kemudian apakah ini satu-satunya simpang belokan ke Jalan ALternatif ke Lipat Kain ??? Apakah masih ada lagi jalan alternatif lainnya ??

AKu lagi coba mengupload gambar2 jalan di Provinsi Riau ke Panoramio, tapi aku kurang tahu lokasi titik-titik pasti pengambilan gambarnya :nuts:

ini kan simpang ke sekolah aku...hehe
setahu aku cuma ini jalan alternatif ke lipat kain

drie
May 11th, 2011, 03:03 AM
Belum Semua Sejarah Kampar Terangkat
source : Riaupos (http://riaupos.co.id/news/2011/05/belum-semua-sejarah-kampar-terangkat/)


Laporan MOLLY WAHYUNI dan RINA DIANTI HASAN, Bangkinang redaksi@riaupos.com
Sejarah lokal sangat erat kaitannya dengan sejarah nasional.

Dengan melakukan penelitian tentang sejarah lokal, kita tidak hanya memperkaya perbendaharaan sejarah nasional, tapi yang lebih penting lagi dapat memperdalam pengetahuan tentang dinamika sosiokultural masyarakat.

Apalagi sejarah Kampar yang begitu panjang mempunyai sisi-sisi menarik untuk terus dikupas.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Kampar Burhanuddin Husin MM, sangat memberikan pengarahan pada Seminar Daerah Kampar, Selasa (10/5). Menurutnya, sejarah Kampar tidak terlepas dari keberadaan situs Candi Muaratakus yang sudah terkenal hingga keluar negeri.

Akan tetapi, hingga saat ini keberadaan candi itu masih menjadi misteri oleh berbagai peneliti sehingga banyak terjadi kesimpangsiuran sejarah. Sebab, masih banyak data dan fakta yang belum bisa diungkap secara gamblang kepermukaan.

‘’Candi Muaratakus yang terkenal dengan kemasyhurannya bahkan menjadi salah satu peninggalan sejarah yang sangat terkenal di dunia, mestinya secara bersama-sama kita bahas pada tingkatan yang lebih tinggi. Bahkan tidak tertutup kemungkinan kita ajukan kepada UNESCO untuk mendapat pengakuan dunia. Tentunya ini harus dibahas lebih intens dan skala yang lebih besar,’’ ujarnya

Ia juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap dinas terkait, karena penelusuran sejarah Kampar sudah lama dilakukan, namun hingga saat ini belum berhasil menyusun sebuah referensi yang bisa dijadikan sebagai pedoman.

Bahkan, ia juga telah meminta agar pelaku-pelaku sejarah diberi kesempatan menceritakan kondisi masa lalu dan dibuat dokumentasinya dalam bentuk audio visual.

‘’Seperti Ketua Veteran Kabupaten Kampar yag sudah almarhum. Dia pasti memiliki cerita yang banyak tentang Kampar pada masa perjuangan kemerdekaaan. Namun, hingga beliau wafat dinas terkait tidak pernah menemuinya,’’ ujar Burhanuddin

Seminar yang mengambil tema ‘’Menelusuri Potensi Sejarah Kampar’’ ini merupakan kerja sama Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar dengan Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional (BPSNT) Tanjung Pinang.

Seminar ini akan membahas berbagai topik seperti sejarah Kampar pada masa kerajaan, sejarah pada masa kolonial hingga masa kemerdekaan, potensi sejarah sebagai muatan lokal, maupun Kampar di antara tantangan dan harapan.

Seminar ini menampilkan lima pembicara dalam bidang sejarah dan budaya seperti Prof Drs Suwardi MS, Dr Junaidi SS MHum, Drs Syamsul Bahri MSi, Drs Abdul Latief MM, dan Mahmuzar MHum.

Seminar yang hanya berlangsung satu hari tersebut diikuti 50 peserta yang terdiri atas sejarawan, pemuka adat, akademisi, dan sejumlah guru menengah atas.(tie)

jendry
May 11th, 2011, 10:42 AM
Muara Takus akan Diajukan ke UNESCO



Share | http://www.halloriau.com/read-budaya-10510-2011-05-11-muara-takus-akan-diajukan-ke-unesco.html


BANGKINANG-Sejarah lokal sangat erat kaitannya dengan sejarah nasional. Salah satu sejarah lokal itu adalah Candi Muara Takus. Bukti peninggalan sejarah ini akan diajukan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) agar diakui dunia.

Hal tersebut dikatakan Bupati Kampar, Drs H Burhanuddin Husin MM dalam arahannya pada acara Seminar Daerah Kabupaten Kampar, Selasa (10/5) di ruang rapat Kantor Bupati Kampar di Bangkinang.

Dilanjutkan Bupati, dengan melakukan penelitian tentang sejarah lokal, kita tidak hanya memperkaya perbendaharaan sejarah nasional, tapi yang lebih penting lagi kita memperdalam pengetahuan kita tentang dinamika sosiokultural masyarakat. Apalagi sejarah Kampar yang begitu panjang mempunyai sisi-sisi menarik untuk terus dikupas.

''Candi Muara Takus yang terkenal dengan kemasyhurannya bahkan menjadi salah satu peninggalan sejarah yang sangat terkenal di dunia dan mestinya secara bersama-sama kita bahas pada tingkatan yang lebih tinggi. Tidak tertutup kemungkinan kita ajukan kepada UNESCO untuk mendapat pengakuan dunia. Tentunya ini harus dibahas lebih intens dan skala yang lebih besar. UNESCO merupakan organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan PBB,'' ujarnya.(Aul)

rilham2new
May 11th, 2011, 11:53 AM
^^ Muara Takus tu bukannya memang dulu dipugar sama UNESCO ya ???

jendry
May 11th, 2011, 09:33 PM
iya memang dapat bantuan untuk revitalisasi muara takus dulu..


tapi sekarang yang di harapkan kan itu pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia. ada kendala kalau gak salah untuk mendapatkan pengakuan itu, soalnya di sekitaran kompleks itu ada bangunan baruu nya

drie
May 13th, 2011, 08:38 AM
Muara Takus Menuju pengakuan UNESCO :okay:

Peringatan Waisak,
Ratusan Biksu Mancanegara Diperkirakan Kunjungi Muara Takus
source : RiauTimes (http://riautimes.com/beritateks.php?idberitateks=1628)


PEKANBARU(riautimes)-Ratusan biksu yang berasal dari beberapa Negara diperkirakan akan mengunjungi Candi Muara Takus pada perayaan hari raya Waisak yang jatuh pada tanggal 17 Mei mendatang. Seperti beberapa tahun sebelumnya, para biksu ini melakukan ritual di Muara Takus.

Para biksu yang melakukan ritual keagamaan di Candi Budha yang terletak di Desa Muara Takus Kecamatan Tigabelas Koto Kabupaten Kampar ini antara lain berasal dari Thailand, Korea bahkan Jerman.

Menurut Kepala Bidang Situs dan Kepurbakalaan (SPUR) Dinas Budaya Seni dan Pariwisata Provinsi Riau Drs. H. Arsaprani Rahman, M. Si, hal ini membuktian bahwa Muara Takus ternyata sudah tersohor hingga ke mancanegara.

“Mereka memberikan apresiasi bagus kepada kita yang non Budha karena tetap menjaga kelestarian Muara Takus yang merupakan candi Budha yang bukan keyakinan kita,” kata Arsaprani.

Arsaprani berharap komplek Candi Muara Takus ini masuk dalam World Heritage (peninggalan dunia) oleh UNESCO. Kedatangan biksu ini telah membuktikan keberadaan Muara Takus ini kepada dunia sehingga sangat pantas masuk sebagai world heritage.

“Selain itu, Muara Takus juga memenuhi nilai-nilai budaya dan pendidikan sebagai kategori world heritage,” tutup Arsaprani Rahman(Ndi)

drie
May 14th, 2011, 09:31 AM
Hasil Wisata Kampar belum Maksimal
source : http://halloriau.com/read-otonomi-10633-2011-05-14-hasil-wisata-kampar-belum-maksimal.html


BANGKINANG-Kabupaten Kampar merupakan daerah yang sangat potensial di segala bidang, baik wisata alam, cagar budaya dan kuliner. Namun, potensi tersebut belum memberikan hasil yang maksimal karena kurang dikelola dengan baik.

Hal tersebut dikatakan Sekdakab Kampar, Drs H Zulher MS dalam sambutannya ketika membuka acara seminar sadar wisata di aula Wisma Nirvana Bangkinang, Jumat (13/5) kemarin. Dilanjutkannya, sejalan dengan lajunya perkembangan zaman dan beban kerja yang semakin meningkat, manusia membutuhkan hiburan, ketenteraman dan sebagainya. Karena itu, bidang pariwisata sangat strategis dalam membantu mewujudkan keinginan tersebut.

''Melalui seminar sadar wisata ini diharapkan peserta yang berasal dari tokoh masyarakat, ninik mamak, tokoh pemuda dan pelaksana unit pelayanan terpadu daerah dapat menjadi ujung tombak majunya pariwisata di Kabupaten Kampar, '' sebut Zulher.

Acara sosialisasi ini dilaksanakan selama tiga hari yang diikuti 30 peserta terdiri dari tokoh masyarakat, ninik mamak, tokoh pemuda dan pelaku usaha wisata. (Aul)

drie
May 14th, 2011, 02:28 PM
Candi Muara Takus
source : Riski Halio (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1444628278961.2060140.1330754477)

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/67047_1471037619178_1330754477_31193335_3367145_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/37563_1386964157394_1330754477_30987662_8040542_n.jpg

drie
May 14th, 2011, 04:22 PM
Candi Muara Takus
source : Riski Halio (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1444628278961.2060140.1330754477)

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/67047_1471037619178_1330754477_31193335_3367145_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/37563_1386964157394_1330754477_30987662_8040542_n.jpg


Susah Rombak Situs Sejarah Kampar
source : http://riaupesisir.com/index.php/daerah/kampar/667-susah-rombak-situs-sejarah-kampar

KAMPAR (RIAU) - Memang banyak situs sejarah yang tidak terurus di Kabupaten Kampar ini dikarenakan ketersediaan infrastruktur serta penataan lingkungannya yang tidak tertata dengan baik. Hal tersebut diakui Bupati Kampar Drs Burhanuddin Husein,MM kepada wartawan yang mengikuti Pers Tour ke Kampar, Kamis (21/04/11).

Disampaikan Bupati Kampar, terkait kurangnya penataan situs sejarah adalah terkendala dengan ketatnya aturan. Jika akan melakukan penataan harus minta izin dulu pada balai BP3 yang terdapat di Batusangkar (Sumbar red).

Terkait situs sejarah tersebut, Bupati Kampar menyebutkan jika pemerintah Kampar telah membicarakan hal itu kepada para Pemimpin Agama Budha atau Walubi bahwa Candi Muara Takus termasuk salah satu tempat sucinya agama mereka.
Bahkan, tambah Burhanuddin Husein, para biksu-biksu, baik dari Negara Jepang, Korea, Singapura yang telah berkunjung ke Candi Muara Takus ini, beranggapan bahwa bangunan Candi Muara Takus ini merupakan candi yang tertua, dan menyebutkan batunya identik dengan candi-candi yang ada di Negara India.

”Sebenarnya Candi Muara Takus ini adalah candi agama Budha dan candi Agama Hindu, pada umumnya mereka (para biksu-biksu red) telah menyatakan kesiapannya siap untuk membantu penataan kembali tempat tersebut, tetapi karena terikat dengan aturan makanya penataan ini tersendat pembangunannya,” kata orang nomor satu di Kabupaten Kampar itu lagi.
Menyangkut persoalan susahnya menuju ketempat objek wisata itu, disampaikan Bupati Kampar, sebenarnya pada konsep Pemerintah Kampar jalan menuju kesana direncanakan dengan memakai dua jalur, tetapi persoalannya tentu akan menelan dana yang cukup besar. “Untuk itu kita sudah tawarkan kebapak Gubernur Riau untuk sharing dana dalam mengerjakan jalan menuju kesitus sejarah tersebut,” tuturnya. (Ris)

rilham2new
May 14th, 2011, 06:24 PM
Candi Muara Takus
source : Riski Halio (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1444628278961.2060140.1330754477)

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/67047_1471037619178_1330754477_31193335_3367145_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/37563_1386964157394_1330754477_30987662_8040542_n.jpg

mantap juga ya Candi Muara Takus, kalau GOOGLE Gambar Muara Takus di internet susah mencari gambar yang bagus. Rata-rata gambar lama atau dengan kamera digital tapi gambarnya tidak di-RETOUCH ....

ADa yang tahu lokasi / koordinat persis Candi Muara Takus ??

jendry
May 14th, 2011, 08:46 PM
assalamualaikum wr.wb


bagi pakciak dan makciak yang unghang kampar baik yang bedomisili di kampar maupun di daerah lain. baik member SSCI atau pun hanya sekedar melihat thread ini. jika berkenaan dan berkeinginan untuk membuat blog tentang daerah kampar yang membahas segala hal tentang kampar, mohon untuk tidak segan - segan PM saya. saya akan meminta bantuan komunitas bloger bertuah pekanbaru untuk membantu anda baik itu teknis maupun non teknis dalam hal blog.

komen ini sengaja saya tulis di sini mengingat banyak nya hal yang membahas tentang kampar yang isi nya bertolak belakang dengan apa yang terjadi dengan sebenarnya yang di tulis oleh orang yang tidak berkredibilitas. dan terlalu banyak hal yang menyudutkan kabupaten ini di dunia maya.


siapa lagi yang mengenal kan daerah kita ini kalau bukan kita yang mengenalkannya, kita sebagai anak jati kampar tentu lah kita lebih tau sejarah kita di banding orang lain. dan sebagai generasi muda kampar kita harus punya andil dalam kemajuan daerah kita ini,.. :)


mari kita sokong kampar terus membangun... :cheers:








sorry oot

yudibali2008
May 15th, 2011, 06:04 AM
Candi Muara Takus
source : Riski Halio (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1444628278961.2060140.1330754477)

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/67047_1471037619178_1330754477_31193335_3367145_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/37563_1386964157394_1330754477_30987662_8040542_n.jpg


Insya Allah bisa mengunjungi Candi Muara Takus ini suatu hari nanti.....:cheers:

drie
May 15th, 2011, 06:10 AM
^^ hhehehe,, Amin bang aku turut Mendoakan :)
Tapi aku yang cukup sering Mondar Mandir di seputaran Kawasan Menuju Candi ini,, sekalipun belum pernah nginjakkan kaki di Kawasan candi ini,, apalagi Liat langsung :lol:

jendry
May 18th, 2011, 11:57 AM
Buah Naga Jadi Andalan Lain Kampar


Laporan RINA DIANTI HASAN, Bangkinang rina-hasan@riaupos.com
Selain durian omeh dan durian sijantuong, Kabupaten Kampar juga mempunyai buah-buahan yang lain untuk diandalkan, yaitu buah naga. Bahkan, saat ini tanaman tersebut sudah banyak dibududayaka oleh petani di Kampar.

‘’Ini menjadi salah satu peluang pertanian yang cerah bagi masyarakat Kampar,’’ ujar Sekretarias Daerah (Sekda) Kampar Drs Zulher MS saat mengunjungi perkebunan buah naga masyarakat di Desa Kampar Kecamatan Kampar Timur, baru-baru ini.

Menurutnya, Kampar mempunyai kondisi tanah yang cocok untuk berbagai jenis tanaman. Di antaranya buah naga, yang selama ini belum banyak dikenal orang. Terutama dalam cara budidaya, padahal buah naga memberikan potensi penghasilan yang besar.

Untuk itu, ia mengatakan perkebunan buah naga yang sudah dirintis H Darwis di Kampar Timur ini patut dicontoh oleh masyarakat lain di Kampar. ‘’Sebab, usaha ini juga memberikan lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat,’’ ujarnya.

Pemilik kebun H Darwis, mengaku sudah sekitar tiga tahun membudidayakan tanaman buah naga. Hasilnya cukup untuk dirinya dan keluarga.

Selain itu, ia juga sudah membudidayakan tanaman lengkeng dan manggis.

‘’Ternyata tanaman itu sangat cocok di daerah ini,’’ ujar-nya.(tie)

http://riaupos.co.id/news/2011/05/buah-naga-jadi-andalan-lain-kampar/

drie
May 19th, 2011, 07:43 AM
Mencari Asal-usul 'Kampar' ke Candi Muara Takus
Source Riauoke.com (http://riauoke.com/travelling/mencari-asal-usul-kampar-ke-candi-muara-takus.html)


Kampar, (riauoke.com) Kamis, 21 April 2011 sekitar jam 07.00 di depan kantor PWI Cabang Riau, Pekanbaru, Jalan Sumatera No. 6, sekitar 25 Jurnalis dari berbagai media cetak dan elektronik, berkumpul dalam acara Press Tour ke Candi Muara Takus, bersempena Hari Pers Nasional 2011.

Heri Wibawanto yang lebih dikenal dengan H-We, dari situs Riau Terkini.com, bertindak sebagai ketua panitia acara yang disponsori oleh Pemkab Kampar ini. Ia bersama timnya menyiapkan segala sesuatunya demi kenyamanan para peserta tur.

Rombongan tiba di Pendopo Kantor Bupati Kampar pukul. 07.45 Wib dan diterima langsung oleh Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM beserta staf. Rombongan dijamu sarapan pagi oleh sang Bupati.

Usai sarapan, dalam sambutannya, Bupati Kampar menjelaskan tentang tujuan press tour ini, yaitu agar para jurnalis mengetahui asal usul nama kabupaten itu. Tulisan hasil press tour ini akan dilombakan, sebagai salah satu rangkaian acara Hari Pers Nasional, ujarnya.

Bupati mengarahkan rombongan ini ke Candi Muara Takus, salah satu situs kebudayaan tertua di Indonesia, selain Kerajaan Sriwijaya di Sumatera Selatan. Hal ini dibuktikan masih adanya sebuah kegiatan keagamaan oleh penganut Agama Budha yang datang dari dalam maupun luar Riau, bahkan dari dunai internationalpun datang kesini, untuk ibadah di sekitar Candi Muara Takus tersebut.

“Agar penelitian ini nantinya bisa memperkaya budaya Kampar, sebaiknya para peserta mengupas seluruh sisi kebudayaan ini, baik itu sisi perjuangan, pemerintahan, maupun perdagangan,” kata Bupati.

Kabupaten Kampar sendiri terbentuk pada tanggal 6 Februari 1950, lebih tua dari Kota Pekanbaru.

“Kenapa disebut Kampar? Dari mana asal kata ’Kampar’ tersebut? Apakah dari Thailand atau dari tempat lain?” tanyanya memancing rasa ingin tahu para hadirin.

Abdul Latif Hasyim, selaku pemerhati sejarah di Kabupaten Kampar, sudah mengabdikan dirinya selama 15 tahun menelusuri sejarah Kampar. Latif yang juga guru PPKN di SMA Negeri2 Bangkinang ini, telah menuangkan temuan-temannya dalam sebuah buku, walaupun hingga saat ini masih belum rampung.

Demi penelitiannya, Latif sudah sampai ke negeri jiran Malaysia. Menurutnya, pada seminar budaya di Bangkok yang dihadiri pada saat itu sembilan tokoh negara, di antaranya Cina, Tibet, Malaysia, Indonesia, Thailand dan empat negara lainnya, Deputi Menteri Malaysia mengatakan bahwa kerajaan tertua terdapat di Kampar. Ditandai adanya sebuah candi yang bernama Muara Takus. Candi itu terdiri dari 12 candi dan 20 stupa di sekitarnya.

Hal ini juga ditandai dengan temuan sebuah kompas tertua yang terbuat dari kayu dayung sampan terpanjang di dunia. Pernah pula di perbatasan Kuok, saat pipa dibor ke dalam tanah, mengeluarkan air asin seperti air laut. Hal ini dibuktikan dengan uji labor dengan kandungan garam 13%.

Masih ada lagi temuan lain yang mendukung asumsi ini, yaitu temuan keong raksasa sepanjang 1,5m.

Sekira pukul.09.45, rombongan menuju ke Candi Muara Takus dan tiba pukul 11.00. Setiba di sana, Juru Kunci Candi Wasnidar, kepada penulis mengatakan, Candi Muara Takus berasal dari kata Takuse, Ta=Besar, Ku= Candi, Se= Tua artinya Candi Besar yang terletak di Muara Sungai.

Keberadaan candi tersebut diperkenalkan oleh salah seorang warga Belanda bernama Corned Dogrod tahun 1860 M. Candi Muara Takus saat ini memiliki luas 2,5 Ha, yang terdiri dari Candi Mahligai yang merupakan anjungan, simbol keindahan atau kebesaran.

Sementara itu Candi Bungsu konon dijadikan tempat sekretariat, selanjutnya Candi Planka dijadikan tempat pembakaran mayat, sedangkan Candi Tua dijadikan simbol tempat ibadahnya masyarakat kerajaan terdahulu.

Konon pada zaman dulu, setiap bulan purnama, candi ini didatangi seekor gajah putih yang ikut tunduk di hadapan candi ini. Di sekitar candi ini juga terdapat pelataran seluas 9.350 m2. yang sampai saat ini masih ada. Hal ini juga ditandai adanya benteng tanggun setinggi 2,5 m terbuat dari Tanah yang mengelilingi candi. Sampai sekarang , sekitar 500 umat Budha dari berbagai belahan Indonesia, setiap Bulan Mei setiap tahun, hadir pada acara peribadatan di Candi Muara Takus.

Setelah dua jam mengelilingi candi, rombongan selanjutnya makan siang di sebuah rumah makan di Kampar. Setelah itu, kami meneruskan perjalanan ke Masjid Jami’ yang telah berdiri sejak 1901. Dalam perjalanannya, masjid ini sering jadi incaran para Penjajah Belanda untuk dihancurkan, namun selalu gagal. Wallahualam.

Sekitar 1 jam berhenti di Masjid Jami', rombongan pulang ke Pekanbaru dan sampai sekitar pukul 18.30. Sungguh perjalanan yang menyenangkan dan bermanfaat.


^^ Sepertinya saat inis eluruh element tengah gencar mengungkap Misteri Kabupaten Kampar, yang mana sampai hari ini masih saja banyak yang berdebat tentang asal - muasal Kampar. Padahal BUKTI sudah cukup jelas, untung menyimpulkan Apa kampar itu sebenarnya

drie
May 19th, 2011, 07:48 AM
Bule Masuk Kampung di Buluh Cina
Source : Riauoke.com (http://riauoke.com/travelling/bule-masuk-kampung-di-buluh-cina-tourist-kampong-sign-in-china-tubes.html)


Kampar (Riauoke.com) Anda mempunyai hobbi mancing? Cukup banyak tempat mancing di daerah pinggiran Kota Pekanbaru. Yang satu ini tempatnya tidak jauh. Cukup dalam waktu 45 menit anda sudah dapat sampai di tempat tujuan. Jangan salah kalau nasib lagi baik, anda bisa ketemu orang asing (bule) di sana.

Adalah Desa Buluh Cina, Desa ini terletak di daerah Kabupaten Kampar. Berbatasan dengan Kota Pekanbaru. Beberapa event nasional berupa pertandingan olah raga sudah dilaksanakan di desa ini. Agenda tiap tahunnya adalah Pacu Sampan Buluh Cina (PSB). Tiap tahun memperebutkan even Piala Presiden. Yang diikuti oleh beberapa propinsi tetangga, dari Malaysia dan Singapura dan Brunai.:okay:

Akhir akhir ini Desa Wisata Buluh Cina ini sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun manca negara. Di desa ini juga terdapat hutan yang masih asri dan 7 danau nan memukau, yang di huni ratusan macam spesies ikan.

Disamping memancing suasana pedalaman Buluh Cina ini cukup eksentrik. Pemandangan yang indah dan hutan-hutan yang hijau. Cukup bagus untuk melakukan traveling, kemah atau kemping menghabiskan liburan anda.

Kedatangan anda dengan baik tentu akan disambut pula dengan ramah oleh penduduk setempat yang naga-naganya sangat menghormati tamu mereka.

Suasana liburan dengan memancing bermacam aneka ikan akan lebih nikmat dengan keluarga dekat. Pihak pemuda setempat siap mengantarkan anda berkeliling ria menikmati liburan dengan sampan tertutup, yang tentu cukup terjangkau dengan kantong anda. Anda berminat silakan Coll atau SMS ke No Hp. 085231082583.

jendry
May 19th, 2011, 03:47 PM
nama "kampar" itu yang masih misteri. belum ada yang mengetahui nya secara pasti dan nama itu amat sangat tua..

bahkan kerajaan melayu pelalawan pun pada awal nya bernama pekantua kampar..


memang sangat perlu di telusuri sejarah tua kabupaten ini. di tempat kelahiran ku bahkan banyak makam yang tidak di ketahui siapa yang di kuburkan di sana, bahkan orang kampung ku cuma bilang itu makam orang tua - tua kita dulu..

drie
May 20th, 2011, 03:38 PM
Gedung DRPD kab. Kampar


http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/164506_479562568977_792433977_5866110_2596033_n.jpg
Komplek Bukit Candika,, Pict by : Syahrizal Zet (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.414803888977.189317.792433977)



Jembatan PLTA Koto Panjang

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/30214_397479648977_792433977_4275978_2119020_n.jpg
Danau PLTA Koto Panjang,, Pict by : Syahrizal Zet (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.414803888977.189317.792433977)

jendry
May 23rd, 2011, 07:16 PM
Porkab Kampar ke-III 2011 Dibuka Bupati Burhanuddin Husin




Pekan Olahraga Kabupaten (Polkab) Kampar ke-III tahun 2011 resmi dimulai. Ajang mencari atlet berprestasi tersebut dibuka Bupati Burhanuddin Husin.

Riauterkini-BANGKINANG- Bupati Kampar Burhanuddin Husin buka Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) III Kabupaten Kampar tahun 2011. Bupati menyatakan kegiatan ini merupakan salah satu bukti bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar memberikan kepedulian dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya pada pembinaan bidang kepemudaan dan olahraga.

‘’ Pada pelaksaan Porkab diharapkan dapat menjaring olahragawan atau atlit-atlit yang berprestasi yang dapat diandalkan, baik untuk tingkat daerah, nasional, bahkan ketingkat internasional,’’ ungkap Bupati Kampar, Drs H Burhanuddin Husin, MM dalam sambutannya ketika membuka secara resmi pelaksanaan Porkab III Kabupaten Kampar tahun 2011 yang acaranya dipusatkan di Stadion Tuanku Tambusai Bangkinang pada Senin (23/5).

Burhanuddin juga mengharapkan agar panitia dan para wasit agar dapat melaksanakan kegiatan pertandingan pada Porkab III Kabupaten Kampar dengan baik, jujur dan adil. ‘’ Kepada seluruh atlit yang mengikuti Porkab II Kampar agar dalam pertandingan senantiasa mengejar prestasi terbaik, menjunjung tinggi sportifitas dan jadikan Porkab sebagai sarana untuk terus merekat persahabatan dan menjalin persatuan dan kesatuan. Khusus kepada segenap lapisan masyarakat Kampar,’’ harapnya.

Kepada seluruh masyarakat Bupati Kampar juga berharap untuk memberikan dukungan sepenuhnya atas penyelenggaran Porkab dan ikuti jalannya pertandingan 12 cabang olahraga dengan baik, tertib dan aman.

‘’ Porkab III diharapkan akan melahirkan atlit-atlit olahraga andalan Kabupaten Kampar yang akan selanjutnya atlit berprestasi akan diterjunkan pada pelaksanaan Porda Riau di Kabupaten Indragiri Hilir, tepatnya di Kota Seribu Parit Tembilahan pada bulan September ang akan datang. Mudah-mudahan Porkab III Kabupaten Kampar yang akan digelar pada tanggal, 23-27 Mei 2011 akan berjalan dengan baik, sukses dan aman,’’ papar Burhanuddin Husin.

Ketua panitia pelaksana Porkab III Kabupaten Kampar tahun 2011, Ir H Zamhir Basem, MM dalam sambutan singkatnya menyebutkan bahwa peserta Porkab III terdiri dari pimpinan kontingen dari 21 kecamatan sebanyak 105 orang, official 234 orang, pelatih 279 orang, atlet 1898 orang atau berjumlah sebanyak 2.516 orang. Porkab III mempertandingkan 57 nomor pertandingan, serta memperebutkan 198 medali emas, 198 medali perak dan 211 medali perunggu atau dengan total medali sebanyak 607 medali, ujjar Zamhir Basem.

Usai memberikan sambutan, Bupati Kampar Burhanuddin Husin melakukan penyerahan piala bergilir juara umum yang pada Porkab II tahun 2008 diraih oleh Kecamatan Salo. Selanjutnya piala bergilir tersebut diserahkan Burhanuddin Husin kepada ketua panitia pelaksana Porkab III tahun 2011 untuk kembali diperebutkan oleh kontingen olahraga dari 21 kecamatan.

Selanjutnya Bupati Kampar, Wakil Bupati Kampar, Forum komunikasi pimpinan daerah Kabupaten Kampar dan wakil Ketua II Koni Riau melakukan kegiatan pelepasan balon ke udara dan sekaligus menyaksikan berbagai atraksi dari para pesilat dari PSHTI Teratai, atraksi dari para kareteka dan takwondo. Pada acara pembukaan Porkab III Kabupaten Kampar juga digelar acara atraksi demo udara paramotor yang berada dibawah naungan Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Riau yang bermarkas di Pangkalan TNI AU Pekanbaru.

Pada acara pembukaan Porkab juga digelar demo olahraga Aero Modelling oleh para atlit Riau yang menampilkan dua pesawat yakni pada cabang aerobatik kontroling dan aurobatik rimut control combat yang menjadi tontonan bagi 4500 orang yang menyaksikan jalannya acara pembukaan Porkab III Kabupaten Kampar.

Tampak hadir pada acara yang dihadiri 2.516 orang atlit, pelatih, official dan pimpinan kontingen dari 21 Kecamatan se-Kabupaten Kampar diantaranya Wakil Ketua II Koni Riau, Drs H Emrizal Pakis, MM, Humas Koni Riau, H Syafriadi, SH, M.Hum, Wakil Bupati Kampar, H Teguh Sahono, SP, Ketua DPRD Kampar, Drs. H. Syafrizal, M.Si plus anggota DPRD Kampar, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kampar, staf ahli Bupati Kampar, para asisten, pimpinan SKPD Kabupaten Kampar, Camat se-Kabupaten Kampar, panitia Porkab III Kampar dan undangan lainnya yang memadati Stadion Tunaku Tambusai Bangkinang.***(man)


http://riauterkini.com/raga.php?arr=36975

jendry
May 23rd, 2011, 07:37 PM
Bupati Kampar Canangkan Pendidikan Akhlakul Karimah


BANGKINANG (RP)-Sempena peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-103, Jumat (20/5), Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM mencanangkan Pendidikan Akhlakul Karimah.

Pencanangan ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pelepasan balon ke udara.

Acara ini dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman oleh bupati kepada kepala SD, SMP, dan SMA, untuk ditanam di lingkungan sekolah. Upaya ini sebagai wujud kepedulian guru dan anak didik akan pentingnya penghijuan.

Membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, bupati mengatakan, wajah dan corak Indonesia telah banyak mengalami perubahan, dan perkembangan.

Nilai-nilai kebangsaan selama 103 tahun tersebut telah mengalami pasang surut, seiring dengan perubahan jaman dan tuntutan masyarakat itu sendiri.

Perubahan dan tuntutan ini, ujarnya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, pasti berada dan menyatu dalam proses perjalanan bangsa Indonesia.

‘’Kita telah sama-sama mengalami dan merasakan betapa perjalanan bangsa Indonesia telah berkali-kali mendapatkan gangguan, tantangan, hambatan dan bahkan ancaman, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Namun demikian, bangsa Indonesia masih tetap kokoh dalam suatu rumah besar seluruh bangsa Indonesia yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena itu, lanjutnya, dalam rangka tetap menjaga konsistensi nilai-nilai kebangsaan yang telah dirintis oleh para pendahulu bangsa.

Tentunya sebagai generasi penerus perjuangan bangsa, tidak boleh lengah dan lupa akan makna hakiki nilai-nilai kebangsaan tersebut, khususnya dalam menyikapi dan menghadapi era perubahan dan kemajuan yang secara terus-menerus akan terjadi.(why)

http://riaupos.co.id/news/2011/05/bupati-kampar-canangkan-pendidikan-akhlakul-karimah/

rilham2new
May 24th, 2011, 06:59 PM
Setelah suhu meningkat dalam beberapa minggu ke belakang.

Rupany, BANJIR segera datang... Bangkinang Banjir, menurut para penghuni katanya selama 20 tahun terakhir di Bangkinang tidak pernah banjir besar.

http://www.youtube.com/watch?v=yPOU9o4XcVg

yPOU9o4XcVg

Sumber : Berita RIAU TV.

drie
May 24th, 2011, 07:14 PM
^^ Bukannya Bangkinang cukup Tinggi yah dari Sungai,, masih terkena Banjir juga ?? hmm berarti memang sistem saluran drainasenya nih yang Buruk,,

Siak aja yang sama - sama berada di pinggir Sungai,, bisa kok gak banjir,, bahkan Kota yang dari segi Populasi jauh lebih kecil dari Bkn udah memiliki Pintu - Pintu pengendali Banjir tuh.

drie
May 28th, 2011, 02:19 PM
Labersa Hotel
Tanah Merah - Kampar
source : Mugie Wardana (http://www.facebook.com/photos.php?id=1433061459)

http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/10135_1126132760182_1433061459_30298986_5372392_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/10135_1126132840184_1433061459_30298988_3524219_n.jpg

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/10135_1126132800183_1433061459_30298987_5336473_n.jpg

drie
May 31st, 2011, 06:38 AM
Desa Buluh Cina


http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/227977_1777848410821_1377715731_31605506_1744013_n.jpg
Ricky Mahyar Italis (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1777848410821&set=t.100000040197081&type=1)

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/230956_2068835757729_1149884118_2565459_2908103_n.jpg
Domi Yanto (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2068835757729&set=t.100000040197081&type=1)

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/227897_2071154335692_1149884118_2568339_156400_n.jpg
Domi Yanto (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2071154335692&set=a.1813520815015.105262.1149884118&type=1)

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/230464_2069348690552_1149884118_2565978_8130845_n.jpg
Domi Yanto (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2069348690552&set=a.1813520815015.105262.1149884118&type=1)

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/163215_1813935585384_1149884118_2176340_3247305_n.jpg
Domi Yanto (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1813935585384&set=a.1813520815015.105262.1149884118&type=1)

http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/254809_2085810742093_1149884118_2590262_3875807_n.jpg
Domi Yanto (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2085810742093&set=a.1813520815015.105262.1149884118&type=1)

jendry
May 31st, 2011, 12:12 PM
Setda Kampar Terima Penghargaan Kepanduan Malaysia


http://riauterkini.com/gambar/zlh.jpg


Setda Kampar Zulher dinilai memiliki andil besar pada kemajuan kegiatan kepanduan (Pramuka). Atas dedikasinya tersebut, organisasi kepanduan Melaka, Malaysia memberinya penghargaan.

Riauterkini-MELAKA –Sekda Kampar H Zulher MS mendapatkan Anugerah Gemilang Presiden dari Pengakap (organisasi kepanduan Melaka). Karena dinilai berjasa serta memiliki komitmen dan kepedulian dalam menumbuhkembangkan aktivitas kepramukaan.

Anugerah tersebut diserahkan langsung oleh Datuk Seri Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam, ketua Menteri Melaka, Malaysia, pada Selasa (31/5/11) di kemp pengakap Puan Than Chai Yan, Bukit Katil, Melaka.

Penyerahan anugerah di bidang kepanduan itu dilakukan dalam prosesi pembukaan Jambore Pengakap Melaka Bandaraya Warisan Dunia ke-8. "Anugerah ini diberikan atas komitmen, kepedulian dan jasa-jasa penerima anugerah di bidang kepramukaan," kata Datuk Seri Haji Mohd Ali bin Mohd Rustam, yang juga Presiden Persekutuan Pengakap Malaysia.

Usai menerima anugrah Zulher kepada pers dari beberapa negara yang memintai tanggapannya menyatakan dirinya sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintahan Melaka. "Ini sebuah penghargaan yang tak terkira, saya tidak menyangka masuk nominasi dan mendapatkan anugerah ini. Semoga penghargaan ini menambah semangat dalam menumbuhkembangkan kepramukaan," ungkap Zulher.

"Gerakan Pramuka merupakan gerakan amal kebajikan. Diantara perannya adalah mendidik dan menciptakan generasi bangsa yang tangguh, cakap dan terampil,’’ terangnya.

Zulher mengungkapkan bahwa penghargaan berupa Anugerah Gemilang Presiden yang diterimanya dari Pengakap Melaka ini, dipersembahkan untuk seluruh aktivis kepramukaan di Kabupaten Kampar.‘’ Penghargaan ini tak terlepas dari komitmen seluruh aktivis dan anggota Pramuka di Kabupaten Kampar dalam menumbuhkembangkan organisasi kepanduan internasional ini, Keberhasilan itu karena kebersamaan. Bukan disebabkan kemampuan diri semata," katanya.

Zulher mendapatkan anugerah dari negeri jiran tersebut selaku anggota Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Kampar. Oleh Pengakap Malaysia, Anugerah Gemilang Presiden tersebut diberikan kepada 30 orang tokoh dari tiga negara, masing-masing Malaysia, Indonesia dan Brunei Darussalam yang dinilai berjasa di bidang organisasi kepanduan. Dari Indonesia, terdapat sebelas nama.

Selain Sekda Kampar H Zulher, nama-nama lain yang mendapat Anugerah Gemilang Presiden tersebut antara lain; H Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat), H Hasan Basri Agus (Gubernur Jambi), Sjacahroedin (Gubernur Lampung), H Rahudman Harahap (Walikota Medan), H Ishak Mekki (Bupati Ogan), H Ali Mukhni (Bupati Padang Pariaman), H Khairul Anwar (Walikota Dumai) serta beberapa nama lainnya. Tahun ini, Pengakap Melaka juga memberikan Anugerah Presiden untuk tokoh yang aktif di bidang kepramukaan di tiga negara.

"Total dari Kwarda 04 Riau, ada empat tokoh yang mendapat anugerah di dua kategori," kata Amir Husin dan Ardi Basuki, dua wakil ketua Kwarda Riau yang bersama pengurus lainnya turut menghadiri jambore Pengakap Antarbangsa di Melaka tersebut.***(man)

http://riauterkini.com/sosial.php?arr=37162

drie
June 1st, 2011, 06:58 AM
Kenegerian Rumbio Raih Kalpataru
http://riaupos.co.id/news/2011/06/kenegerian-rumbio-raih-kalpataru/



Laporan MOLLY WAHYUNI dan RINA DIANTI HASAN, Bankinang redaksi@riaupos.com
Pelestarian Hutan Larangan Kenegerian Rumbio memperoleh perhatian serius dari pemerintah pusat.

Hal ini ditandai dengan penghargaan Kalpataru yang rencananya akan diberikan pada 7 Juni mendatang di Istana Presiden.

Pucuk Pimpinan Adat Kenegerian Rumbio Edi Susanto Datuk Godang ketika dikonfirmasi Riau Pos, Selasa (31/5), mengaku telah memperoleh informasi dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Kampar terkait penyerahan Kalpataru tersebut.

Menurutnya, upaya pelestarian hutan larangan tersebut telah lama dilaksanakan oleh ninik mamak bersama masyarakat secara swadaya. Bahkan pada 2007, pelestarian kawasan hutan larangan tersebut diperkuat lagi dengan Peraturan Adat (Perdat) Nomor 1/2007 tentang Penetapan Status Hutan Larangan Adat.

Intinya, Perdat tersebut menyatakan anak kemenakan dilarang melakukan eksploitasi dan penebangan di hutan larangan tanpa izin dari ninik mamak. Bahkan, anak kemenakan diwajibkan bersama ninik mamak menjaga hutan larangan.

‘’Kami dari ninik mamak pengawasan secara kontinu untuk mengamankan hutan. Tugas pengamanan tersebut dilakukan secara sukarela oleh ninik mamak yang telah ditugaskan,’’ ujarnya.

Ia mengatakan, hutan yang dijaga kelestariannya tersebut mencapai 575 hektare dan telah banyak memperoleh kunjungan baik dari wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Belum lama ini, kawasan tersebut dikunjungi oleh utusan dari Jepang dan Australia untuk kepentingan penelitian.

‘’Di hutan larangan itu, banyak pohon kayu usia puluhan tahun bahkan ratusan tahun. Salah satunya sesuai hasil tes DNA, ada pohon tertua yang kayunya berjenis kempas diperkirakan berusia 430 tahun,’’:okay: katanya.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Drs M Yasir MM membenarkan informasi penghargaan Kalpataru yang akan diserahkan Presiden RI tersebut. Menurutnya, pelestarian hutan larangan di Kenegerian Rumbio tersebut diusulkan oleh Pemkab Kampar melalui BLH belum lama ini ke pemerintah pusat untuk dilakukan penilaian.

‘’Menyikapi usulan tersebut, tim dari pusat didampingi tim dari Pemkab melakukan penilaian langsung ke lokasi hutan. Hasilnya layak untuk diberi pengharagaan Kalpataru,’’ tuturnya.

Agar permasalahan Kalpataru tidak terulang seperti yang pernah terjadi di Siak Hulu, Yasir mengharapkan masyarakat dan unsur ninik mamak untuk terus menjaga kelestarian hutan larangan tersebut.

Perbub
Dipercayainya Hutan larangan Adat Kenegerian Rumbio mendapatkan Kalapataru merupakan buah kerja keras yang sudah dilaksanakan bertahun-tahun oleh masyarakat dan pemuka adat Kenegerian Rumbio.

‘’Ini bukan kerja pelopor, karena pelopor hanya menotivasi dan membantu secara administrasi,’’ ujar Ketua Pelopor Masriadi melalui Sekretaris Wahyudi SP.

Menurutnya, masyarakat adat Kenegerian Rumbio secara bersama-sama sudah bertahun-tahun menjaga hutan tersebut, sehingga pada 2008 lalu mendapat penghargaan anugerah lingkungan dari Pemkab Kampar. Selain itu, pada 2009 mendapat penghargaan yang sama dari Pemrov Riau.

‘’Artinya, penghargaan Kalpataru ini bukan didapat secara tiba-tiba. Sebab, sudah dari dulu kita memelihara hutan ini,’’ ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, Kalpataru juga bukan merupakan yang terakhir dari usaha. Walaupun mereka semua senang dan bangga mendapatkan Kalpataru bukan tujuan utama. Sebab, tujuan utama mereka adalah merawat dan melestarikan hutan.

Selain itu, mereka mengharap dari pemerintah secara legalitas hukum tentang keberadaan hutan tersebut. Setidaknya, sebentuk Perda atau Perbub.

‘’Kalau tidak ada pengakuan status kepemilikan, bisa sjaa suatu saat digunakan untuk yang lain,’’ lanjutnya.(tie)

drie
June 2nd, 2011, 02:38 PM
Napak TIilas Kereta Api di RIAU
Lipatkain, Menjadi Bagian dari Sejarah perKeretaapian Riau
Riaudaily.com (http://www.riaudailyphoto.com/2011/05/napak-tilas-kereta-api-di-riau.html)


Sebelum Perang Dunia II pemerintah kolonial Belanda telah membuat rencana pembangunan jaringan jalan rel kereta api yang menghubungkan pantai timur dan pantai barat Sumatera, yang akhirnya akan meliputi seluruh pulau Sumatera. Jalur Muaro ke Pekanbaru adalah bagian dari rencana itu. Tapi hambatan yang dihadapi begitu berat, banyak terowongan, hutan-hutan dan sungai serta harus banyak membangun jembatan. Karena belum dianggap layak, rencana itu tersimpan saja di arsip Nederlands-Indische Staatsspoorwegen (Perusahaan Negara Kereta Api Hindia Belanda).

Peta Jalur Kereta Api Sumatra yang menghubungkan Pekanbaru dan Muaro,
SUMATRA RAILWAY PEKANBAROE-MOERO

http://3.bp.blogspot.com/-PM8j63ReyOs/TedS4MtpGGI/AAAAAAAAAo0/Pyj-B-MwmGA/s1600/2.jpg


Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942 , Jepang mengetahui rencana Kolonial Belanda. Penguasa militer Jepang melihatnya sebagai jalan keluar persoalan yang mereka hadapi. Pembangunan jalan rel yang menghubungkan Sumatera Barat dan pantai timur Sumatera akan membuat jalur transportasi yang menghindari Padang dan Samudera India yang dijaga ketat kapal perang Sekutu. Jalan kereta api baru itu akan memperluas jaringan Staatsspoorwegen te Sumatra’s Weskust (SSS) sepanjang 215km ke pelabuhan Pekanbaru. Dari sana, melalui Sungai Siak akan mudah mencapai Selat Melaka


http://2.bp.blogspot.com/-oZzzcvoXSqU/TedT5asC14I/AAAAAAAAAo4/vQY0zFUzHFw/s1600/lipatkain5.jpg
SEBUAH LOKOMOTIF TUA YANG SUDAH BERKARAT, TERDAPAT DI KEBUN COKLAT WARGA DISEKITAR LIPAT KAIN


Pekerjaan dimulai September 1943. Para Romusha membangun fasilitas perkeretaapian dan badan jalan rel di Pekanbaru. Mei 1944 para tawanan perang mulai berdatangan. Tapi sebagian romusha dan tawanan perang tidak pernah sampai ke Pekanbaru. Banyak yang terbunuh ketika kapal yang mereka tumpangi tenggelam terkena torpedo Sekutu. Kapal yang mereka tumpang bernama Kapal Maru Junyo dan Waerwijk Van. Sebagian besar romusha pekerja rel ini meninggal karena kurang makan, penyakit dan perlakuan buruk.

http://4.bp.blogspot.com/-nphktchE-30/Tedc_kQlWsI/AAAAAAAAApA/kkZ2oW965kA/s1600/barracks.gif
KONDISI DI CAMP PARA PEKERJA PEMBANGUNAN JALUR KERETA API SUMATRA RAILWAY

Sementara itu, material kereta api – rel, lokomotif dan gerbong – didatangkan juga dari tempat lain, termasuk beberapa lokomotif bekas Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) and Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS). Karena Jepang terdesak waktu untuk menyelesaikan lintasan ini, pembangunan terowongan dihindari, tapi untuk melintasi sungai dan jurang masih tetap harus dibangun jembatan dari kayu yang ditebang di hutan yang dihuni harimau. Akhirnya jalan rel ini selesai pada 15 Agustus 1945, bersamaan dengan penyerahan Jepang pada Sekutu. Jalan kereta api ini tidak pernah digunakan untuk tujuannya semula, membawa batubara dari Sawah Lunto, Sumatera barat, ke Pekanbaru. Kereta api yang melalui jalan rel ini hanya kereta api pengangkut tawanan perang yang telah dibebaskan. Tidak lama setelah itu jalan rel ini ditinggalkan begitu saja. Para romusha dan tawanan perang yang mengorbankan nyawa untuk pembangunan jalan rel ini mati sia-sia.


http://1.bp.blogspot.com/-2TCqpv50H_8/TedeFqvsGqI/AAAAAAAAApE/kJC1Pt-W6kk/s1600/lipatkain2.jpg
SEBUAH LOKOMOTIF TUA YANG SUDAH BERKARAT, TERDAPAT DI KEBUN COKLAT WARGA DISEKITAR LIPAT KAIN

Pembangunannya telah memakan korban jiwa romusha Indonesia dan tawanan perang Belanda, Inggris dan Australia. Diperkirakan sekitar 10.000 romusha dikuburkan sepanjang jalan rel di tengah belantara Sumatera, meski tidak aka ada yang tahu jumlah pastinya. Sehingga jalan kereta api ini dikenal juga sebagai Jalan Kereta Api Maut Sumatera ada juga yang menyebutnya Pekanbaru Rail Line, seorang penulis Belanda menyebutnya "The Death Railway"

Dalam pengerjaan jalur kereta api Pekanbaru-Muaro ini menggunakan ribuan para pekerja (romusha) yang berasal dari berbagai negara, selain dari Indonesia para pekerja yang membangun jalur rel kereta api ini juga berasal dari negara lain yang merupakan tawanan perang,ada yang berasal dari Belanda, Inggris, Australia, Amerika dan Selandia Baru. Pekerjaan awal jalur kereta api ini dimulai dari ujung Pakan Baroe (Pekanbaru), kemudian agar pengerjaan dapat dilakukan dengan cepat, dikerjakan juga jalur kereta api di Ujung Moeara. (Muaro), kedua rel tersebut baik yang dibangun dari Pekanbaru dan Muaro mengalami titik pertemuan rel pada tanggal pada 15 Agustus 1945. Dalam pengerjaan jalur Kereta api Sumatra Railway dari Pekanbaru hingga Muaro terdapat banyak Kamp para pekerja,kam-kamp itu terdapat di : "modder Lust" - Resort Lumpur, Soengeitengkrang ("Death Camp" - Rumah Sakit), Boeloeh Taratak, Loeboeksakat, Soengaipagar, Lipat Kian (sisi sungai), Kota Baroe, Logas, Ambatjan Loeboek, Koeantan-rivier - 1, Koeantan-sungai - 2, Moeara, Tapoei, Pete

http://2.bp.blogspot.com/-ku_YXp-XpKE/TedUi2bJyPI/AAAAAAAAAo8/hqgoagNCkY8/s400/Location+of+Camps.jpg
LOKASI KAMP PEKERJA PEMBUAT REL KERETA API "The Death Railway"
Di Pekanbaru disekitar Marpoyan dapat kita jumpai Monumen Lokomotif dan Tugu Pahlawan Kerdja tugu dan monumen ini sangat bersejarah dan sudah sangat tua, tugu dan monumen ini diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1958. Monumen Lokomotif menandakan bahwa dulunya pernah ada Kereta Api di Kota Pekanbaru dan didinding monumen Lokomotif terdapat gambar kekerasan tentara jepang terhadap romusha.

http://2.bp.blogspot.com/_d9QTyyVjMnA/S6x3a940ubI/AAAAAAAAACw/60zRNZDAFjM/s1600/MONUMEN+LOKOMOTIF.jpg

http://1.bp.blogspot.com/-WmP3pCsI4iM/Teb_HJiuMkI/AAAAAAAAAoc/8fz0_9Yycxo/s1600/lokomotif.jpg


Untuk menghormati dan mengenang jasa pekerja pembuat rel lokomotif dibangun Monumen Tugu Pahlawan Kerdja

http://4.bp.blogspot.com/-dzb11M2IHjo/Teb6Y_hey5I/AAAAAAAAAoY/--wb2KXds5c/s1600/TUGU+PAHLAWAN+KERDJA.jpg

Di Pekanbaru terdapat sebuah jalan yang bernama Jalan Kereta Api, di Jalan Kereta Api tersebut dahulunya terdapat rel, menurut masyarakat di Sekitar Jalan Rel Api,dulunya terdapat beberapa sisa besi tua rel,dan besi-besi tersebut diambil dan dijual oleh orang tidak dikenal.


http://1.bp.blogspot.com/-xHWfJCKkqWg/TecC7dtdL1I/AAAAAAAAAoo/iq1q_RK00Q0/s1600/Monumen+Death+Railway+Muaro-Pakanbaru+di+nogori+Belando.jpg
SEBUAH MONUMEN THE SUMATRA RALWAY YANG TERDAPATDI NATIONAL MEMORIAL ARBORETUM DI STAFFORDSHIRE INGGRIS
http://2.bp.blogspot.com/-_MR9-3-T6gM/TedSDo2W9KI/AAAAAAAAAow/2bW9Pp0UcBc/s1600/248063_1977509528608_1569231359_2046938_5225958_n.jpg

Tidak hanya monumen lokomotif ataupun tugu pahlawan kerja saja yang menandakan bahwa dulunya terdapat Kereta Api di Riau, tetapi juga beberapa penilitian dari luar negeri, buku maupun dokumentasi poto serta replika rel kereta api dan lain-lain sebagainya juga masih ada terdokumentasi dengan rapi diluar negeri tepatnya di Monumen National Memorial Arboretum di Staffordshire Inggris.


http://4.bp.blogspot.com/-HEDf9Hfyqk8/TecBJtYp55I/AAAAAAAAAog/XzjCgbJdoBw/s1600/1.jpg
HET INDISCHE SPOOR IN OORLOGSTIJD, sebuah buku ini yang bercerita tentang Jalur Kererta Api Muaro - Pekanbaru.

http://4.bp.blogspot.com/-HEDf9Hfyqk8/TecBJtYp55I/AAAAAAAAAog/XzjCgbJdoBw/s1600/1.jpg

Tragedi kemanusiaan yang terjadi di rimba Sumatera pada zaman pendudukan Jepang dalam Perang Dunia II yang silam terekam dalam buku karangan Henk Hovinga yang berjudul : “The Sumatra Railroad: Final destination Pakan Baroe 1943-1945” (5th rev. ed & 1st English ed.); Leiden: KITLV Press, 2010.

http://2.bp.blogspot.com/-fFGeHigZ7OI/TecCoNxr1mI/AAAAAAAAAok/DPpBDubJZ5I/s1600/3.jpg


Sebuah replika yang menunjukkan sebuah jalur kereta api sumatra, didalam replika tersebut terdapat penunjuk arah ke Pekanbaru dan juga ke Muaro.

http://4.bp.blogspot.com/-BSLefM6upbs/TedRfiegEdI/AAAAAAAAAos/VczxlpvLBfo/s1600/254784_1977483767964_1569231359_2046875_5796749_n.jpg

drie
June 4th, 2011, 02:00 PM
Bangkinang Antisipasi Banjir
http://halloriau.com/read-lingkungan-11155-2011-06-04-bangkinang-antisipasi-banjir.html


BANGKINANG-Camat Bangkinang, Sugianto mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah dalam penanggulangan banjir. Seperti, membersihkan parit dari sampah dan melaksanakan kegiatana gotong royong (goro).

"Kita juga telah membuat rencana induk atau master plan untuk penanggulangan banjir di Kota Bangkinang. Tahun ini tahapannya dikerjakan yaitu memperbaiki pintu air yang berada di Kota Bangkinang," kata Sugianto kepada Halloriau.com, beberapa waktu lalu.

Diteruskannya, mengenai rencana pembangunan pintu air di Desa Pulau sudah disampaikan kepada Pemkab Kampar. ''Kita berharap juga kepada masyarakat untuk bisa menjaga kebersihan lingkungannya,'' sebutnya.

Di tempat terpisah, Kadis Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Azmi menyebutkan, penanganan banjir tetap akan dicarikan solusinya. Keluhan masyarakat akan dianalisa untuk mencari pemecahan masalahnya. (Aul)

drie
June 5th, 2011, 01:20 PM
Candi Muara Takus
Ulil Fadli (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1844742678385&set=a.1398748648813.2052524.1235179049&type=1)

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/250051_1844742678385_1235179049_31870812_592409_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/251354_1844744998443_1235179049_31870827_5607581_n.jpg

jendry
June 6th, 2011, 06:22 PM
Siswa-siswi MTs Wakili Kampar di Lomba Pidato Bahasa Inggris

Siapa bilang mutu pendidikan MTs tertinggal dari SMP. Buktinya, utusan kampar untuk lomba pidato Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia tingkat provinsi diwakili siswa-siswi MTs.

Riauterkini-BANGKINANG- Rika Ropita dan Peri Aldi Kampar mewakili kabupaten Kampar pada acara lomba pidato bahasa Inggris putri dan pidato bahasa Indonesia putra se-provinsi Riau. Mereka adalah santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Fatah Dusun Teratak Padang, Desa Sendayan, Kecematan Kampar utara, Kabupaten Kampar.

’’ Dua orang santri tersebut masing masing atas nama Rika Ropita santri Kelas IX untuk kategori bahasa inggris putri dan Peri Aldi santri kelas VII untuk kategori lomba pidato bahasa Indonesia putra. Sebelumnya dua orang santri ini menjuarai lomba pidato bahasa inggris putri dan pidato bahasa Indonesia putra pada Expo Madrasah se-Kabupaten Kampar yang dilaksanakan Kementerian Agama Kabupaten Kampar pada ( Ahad. 6/6/11-red) lalu,’’ ungkap Kepala Madrasah MTS Darul Fatah Harianto Arbi SSos bersama Ketua yayasan Al fatah sebagai pengola MTS Darul Fatah H.Yusmardi Amran kepada riauterkini Senin (6/6/11) di Bangkinang.

Dikatakanya Rika Ropita dan peri Aldi mampu menyisihkan lawan-lawan mereka dari sejumlah MTs swasta dan negeri yang ada di kabupaten Kampar sehingga mampu menjurai lomba ini di tingkat kabupaten dan secara otomatis akan mewakili kabupaten Kampar ke ajang yang lebih tinggi. ’’ Atas prestasi tersebut dua santri ini berhak mewakili Kabupaten Kampar pada lomba lomba pidato bahasa Inggris putri dan pidato bahasa Indonesia putra se-provinsi Riau dijadwalkan pelaksanaannya pada 14 Juni 2011 mendatang,’’ terangnya.

Keberhasilan Rika Ropita dan Peri Aldi merupakan kebanggaan tersendiri bagi Mts Darul Fatah karena yang bersangkutan mampu mengharumkan nama baik dan citra sekolah di hadapan stake holder pendidikan di Kabupaten Kampar. ’’ Ini sebuah kebanggaan dan keberhasilan ini merupakan kerja bersama pihak sekolah yang sangat concern dalam melatih kreatifitas siswanya terutama pidato tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa inggris dan bahasa arab,’’ungkapnya.

’’ Kami juga mengharapkan dukungan doa masyarakat kabupaten Kampar agar Rika ropita dan Peri aldi nantinya mampu menjuarai lomba ini di tingkat provinsi sehingga mampu mengharumkan nama kabupaten Kampar di tingkat Provinsi Riau,’’ pungkasnya.***(man)

http://riauterkini.com/pendidikan.php?arr=37250

rilham2new
June 9th, 2011, 10:11 AM
Situs Cagar Budaya Kompleks Candi Muara Takus
Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar
Kabupaten Kampar

MUARA TAKUS TEMPLE (http://www.flickr.com/photos/leman2011/5761700901/in/photostream/) by komando3 (http://www.flickr.com/photos/leman2011/)
http://farm3.static.flickr.com/2658/5761700901_16af81bfa3_b.jpg

drie
June 10th, 2011, 04:02 AM
Dedi Irawan, Kandidat Doktor Termuda dari Kampar:applause:
http://riaupos.co.id/news/2011/06/dedi-irawan-kandidat-doktor-termuda-dari-kampar/


Laporan RINA DIANTI HASAN, Bangkinang
rina-hasan@riaupos.com

Sekilas, ia tidak berbeda dengan mahasiswa lain, santai dan cuek. Namun, siapa sangka Dedi Irawan (26) adalah kandidat doktor.

Jika tidak aral melintang, gelar tersebut sudah bisa disandangnya pada 2011 ini.

Dedi yang dilahirkan di Dusun I Teratak Kecamatan Rumbio Jaya. Menurutnya, menurutnya keluarganya hanyalah warga biasa. Orangtuanya petani kecil.

Ia menamatkan SD di SDN 023 Teratak Kecamatan Rumbio Jaya. Dilanjutkan ke SMPN 5 Kampar, lalu SMAN 2 Kampar. Sedangkan gelar sarjana diraihnya dari Jurusan Fisika FMIPA Universitas Riau.

Dari kecil, bakat dan kecerdasannya telah teruji karena selalu menjadi juara kelas. Saat SMP, ia menjadi murid teladan SMPN 5 Kampar. Di SMA, dia juara III Olimpiade Kimia se-Riau (2004), serta juara I lomba kaligrafi Piala Wali Kota (2003). ‘’Sejak kecil saya memang sudah bercita-cita ingin menjadi ilmuwan,’’ ujarnya.

Ternyata prestasinya tidak sampai di situ. Ketika menamatkan S1, dia dinyatakan lulus dengan cumlaude, dengan IPK tertinggi dengan masa studi tercepat, cuma 3,5 tahun.

Selesai kuliah, ia mencoba mewujudkan impiannya menjadi seorang ilmuwan dengan mengambil Jurusan Fisika dengan konsentrasi NanoPhotonics di University Teknologi Malaysia.

Pendidikan ini diselesaikannya hanya dalam waktu 1,5 tahun, dan meraih gelar MSc.

Bahkan, ia juga berhasil meraih penghargaan sebagai Presenter Terbaik pada International Conference on Optics in Precision Engineering and Nanotechnology (ICOPEN) Singapore EXPO, di Singapura. Ia juga mendapat penghargaan sebagai pensyarah paper terbaik, pada Conference ICEM, Desember 2010 di Kuala Lumpur

April 2011, seminar proposal S3 di Universitas yang sama diterimanya. Iapun tercatat sebagai kandidat doktor, yang diharap dapat tuntas pada 2011 ini.

Sekarang, aktivitasnya selain menyelesaikan S3-nya di UTM, adalah menjadi asisten dosen di kampus tersebut.:applause:

‘’Lumayanlah, di samping untuk makan sehari-hari, Alhamdulillah, juga tercukupi untuk kebutuhan kuliah,’’ katanya.

Mungkin bagi sebagian orang, jurusan fisika sangatlah sulit. Tapi tidak demikian bagi Dedi. Buktinya, ia berhasil. ‘’Asal mau belajar dengan sungguh-sungguh dan jangan mudah menyerah,’’ katanya.***

jendry
June 10th, 2011, 04:39 PM
HUT Polri ke-65,
Polres Kampar Gelar Turnamen Sejumlah Olahraga

Sempena memeriahkan HUT Polri ke-65, Polres Kampar menggelar sejumlah pertandingan olahraga. Rangkaian kegiatan tersebut dibuka Kapolres AKBP Trio Santoso.

Riauterkini-BANGKINANG- Menyambut hari ulang tahun Polri yang ke 65 jatuh pada tgl 1 juli 2011 Polres Kampar selenggarakan berbagai Turnamen olahraga. Turnamen ini dibuka langsung Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso SH pada Jum'at (10/6/11) di halaman mapolres Kampar.

‘’ Kegiatan ini dalam rangka menyambut hari Ulang Tahun Polri yang Ke-65 yang jatuh pada tanggal 1 Juli serta untuk meningkatkan rasa persaudaraan seluruh jajaran polres Kampar,’’ terang Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso kepada wartawan Ju’mat (10/6/11) di Bangkinang.

Adappun turnamen tersebut terdiri dari beberapa Cabang Olah Raga diantaranya Volly Ball, Bulu Tangkis, Tenis Lapangan yang dilaksanakan di Halaman Sat Lantas Polres Kampar,’’ Pesertanya akan diikuti oleh keluarga besar Polres Kampar dan Polsek-polsek,’’ terangnya.

Disamping melaksanakan turnamen olahraga Polres Kampar juga akan melaksanakan bhakti sosial,’’ Kita juga melaksanakan kegiatan bhakti social berupa pengobatan gratis serta ziarah ke taman makam pahlawan,’’ ujar Kapolres.

Pembukaan turnamen tersebut juga dihadiri oleh para Kapolsek dan jajaran dan diikuti oleh Perwira serta Staf Polres Kampar.***(man)

http://riauterkini.com/hukum.php?arr=37373

jendry
June 10th, 2011, 07:00 PM
kabupaten kampar, sebuah daerah tua yang sudah ada dari zaman bahola sampai detik ini. negeri ini pernah mengalami kejayaan di masa hindu/budha di tandai dengan berdirinya muara takus. dan gunung ibul/gunung sahilan. sekarang daerah ini penduduk aslinya 99.99 persen menganut islam, dan menasbihkan diri sebagai kabupaten serambi mekahnya riau. untuk mendukung itu maka di dirikan lah pusat kegiatan islam yang di beri nama "ISLAMIC CENTRE KABUPATEN KAMPAR"



http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/246862_207924135913181_100000867898439_532143_2870815_n.jpg

rilham2new
June 12th, 2011, 07:59 PM
Slide Video BUKIT NAANG TREETOP ADVENTURE PARK
Bangkinang, Kabupaten Kampar
http://www.youtube.com/watch?v=-vDp8TZax4k

-vDp8TZax4k

Wow, ternyata bisa main ATV di sana :D

drie
June 22nd, 2011, 10:50 AM
Danau PLTA Koto Panjang
Source : Viki Payoka Piliang (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1208957518587&set=a.1089858101176.2014541.1668201294&type=1)

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/11055_1208957518587_1668201294_578628_411137_n.jpg

drie
June 22nd, 2011, 11:08 AM
Tanjung Bolik - Kec. Kampar Kiri
Rio Agustian Ucd (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1617446794912.2079396.1198621789)

http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/180233_1617448234948_1198621789_31361768_7556440_n.jpg

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/180743_1617447914940_1198621789_31361766_4557843_n.jpg

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/179881_1617447674934_1198621789_31361764_4495438_n.jpg

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/167627_1617446914915_1198621789_31361760_7631605_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/166832_1617447354926_1198621789_31361762_1866750_n.jpg

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/165729_1617451475029_1198621789_31361784_7731892_n.jpg

jendry
June 22nd, 2011, 11:30 AM
aku banyak gambar sepanjang sungai itu, tapi bellum aku posting :D

drie
June 23rd, 2011, 02:39 PM
Labersa City
Source Teguh Prihatna (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1068739641088.11144.1303982181)


http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v4162/31/119/1303982181/n1303982181_147615_6921441.jpg

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/6375_1077761066618_1303982181_188788_1329564_n.jpg

drie
June 26th, 2011, 06:42 AM
Islamic Center Kampar
,,,,d i c k y b a d a i,,,,,,,, (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1529044439591.78814.1639115096)


http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/74386_1570368392664_1639115096_1321984_2411309_n.jpg

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/44262_1511265795136_1639115096_1220173_2893781_n.jpg

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/33752_1511254234847_1639115096_1220156_5245127_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/148423_1549903561056_1639115096_1289103_5871626_n.jpg

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/74390_1567211433742_1639115096_1317214_7640557_n.jpg

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/73887_1549738076919_1639115096_1288957_8094374_n.jpg

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/148471_1567184993081_1639115096_1317182_203316_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/154780_1567327076633_1639115096_1317415_7859865_n.jpg

drie
June 26th, 2011, 06:47 AM
Masjid Jami' Air Tiris
Dicky Badai Baratawiria (http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1449675055406&set=a.1449641694572.62029.1639115096&type=1)


http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/40297_1449675055406_1639115096_1081675_2253081_n.jpg

jendry
June 26th, 2011, 06:26 PM
sisi lain islamic centre kampar




http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/270163_214579435247651_100000867898439_569707_3547146_n.jpg

jendry
June 27th, 2011, 12:13 PM
Pemkab Kampar Data Penerima Bantuan Bibit Karet 2012



Program bantuan bibit karet unggul kembali digulirkan Pemkab Kampar tahun depan. Sebagai langkah awal, dilakukan pendataan terhadap warga yang berhak menerima.

Riauterkini-BANGKINANG-Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar tengah melakukan survey untuk pemantapan lahan masyarakat miskin yang akan mendapatkan bantuan (subsidi) bibit karet unggulan pada kegiatan Disbun Kampar 2012 mendatang. Diperkirakan Disbun Kampar akan mendistribusikan bibit karet unggulan kepada petani miskin Kampar sebanyak 525 batang untuk setiap hektar. Tahun depan, akan dialokasikan anggaran bantuan bibit karet unggul untuk 400 hektar se- Kabupaten Kampar.

‘’ Kegiatan ini sebagai upaya pemerintah daerah Kabupaten Kampar dalam pemantapan ekonomi masyarakat petani terutama petani miskin di Kabupaten Kampar, hampir setiap tahunnya Pemda Kampar melakukan peremajaan lahan perkebunan terutama perkebunan karet bagi Petani Miskin (Takin) di Kabupaten Kampar,’’ terang Kadisbun Kampar Masmansur Hakim, SP,MM melalui Sekretaris disbun Kampar Drs H Hamdani kepada riauterkini.com, Senin (27/6/11) di Bangkinang.

Setelah seleksi pemantapan lahan 2012 selesai maka pihaknya merencanakan akan melakukan penanaman lahan kebun karet petani msikin Kampar pada lahan lebih kurang 400 Ha sesuai dengan ketersediaan dana. “Diperkirakan pihaknya akan mendistribusikan bibit karet unggulan kepada petani miskin Kampar sebanyak 525 Btg/Ha X 400 Ha se Kabupaten Kampar,”ungkapnya.

Terkait tekhnis pembagian bibit ini langsung di drof dari hasil penangkaran bibit unggulan karet di pusat pembibitan bibit karet unggulan dinas perkebunan Kabupaten Kampar di Desa Muara Jalai kecamatan Kampar Timur. “Artinya tahun 2012 Disbun Kampar tidak akan mensuplay bibit karet dari luar karena telah memilki lahan kebun entries karet 2 Ha dengan jenis karet Klon PB 260 10 ribu batang dan IRR 118 sebanyak 10 ribu Batang yang siap dibudidayakan,’’ jelasnya.

‘’ Disbun juga akan mendatangkan biji karet unggulan sebanyak 400.000 dari Puslit Karet Tanjung Merawa Medan yang siap dikawinjkan tahun 2012 mendatang dengan entries yang kita miliki.Artinya kedepan masyarakat/petani di Kampar tidak akan susah lagi untuk mendapatkan bibit karet unggulan dengan biaya yang cukup terjangkau”, kata Hamdani optimis.

Dijelaskannya, tanaman karet merupakan primadona bagi petani dan dalam kegiatan 2012 ini dengan pertimbangan karena perkebunan karet sudah membudaya bagi masyarakat petani di Kabupaten Kamparet. Dalam hal ini dinas Perkebunan Kabupaten Kampar melakukan pembinaan Petani miskin di Kabupaten Kampar setiap tahunnya.

‘’ Pembinaan tersebut mulai dari pengadaan bibit karet unggulan hingga biaya pemeliharaan lehan kebun masyarakat Miskin di Kabupaten Kampar tersebutdan saat ini dinas perkebunan Kabupaten Kampar sedang melakukan survey untuk pemantapan lahan masyarakat miskin yang akan mendapatkan bantuan (subsidi) bibit karet unggulan pada kegiatan Disbun Kampar 2012 mendatang,” ujarnya.

Untuk survey pemantapan lahan 2012 ini pihaknya memilih lokasi diarea-area yang telah lolos pengajuan usulannya melalaui Musrenbang Desa, kecamatan dan Kabupaten. Sebab menurutnya, pihak Disbun Kampar akan membangun lahan perkebunan masyarakat Miskin tersebut hanya diperuntukan bagi masyarakat/petani Miskin yang memiliki lahan yang layak, baik secara tehnis maupun admnistrasi.

‘’ Secara tehnis, lahan tersebut berada diposisi yang yang ideal tidak diposisi rawa rawa dan tidak pula diposisi lahan terlalu berbukit bukit. Secara Admnistrasi, lahan tersebut tidak bermasalah kepemilikannya maupun dengan kegiatan proyek lainnya (Tumpang tindih kegiatan). Dalam hal ini termasuk lahan yang tidak berstatus kawasan HPT, Hutan Lindung maupun Hutan Suaka,’’ terangnya.

‘’ Dari hasil survey yang dilakukan petugas Disbun Kampar ternyata ada lahan masyarakat tersebut lokasinya berada dikawasan hutan. Dan disegi kondisi lahannya sangat layak dan memungkinkan untuk dilakukan penanaman bibit karet, tapi disayangkan lahan tersebut sudah berstatus, seperti usulan lahan masyarakat Balung kecamatan XIII koto Kampar,’’ ungkapnya.

Namun demikian tim survey Disbun Kampar sudah melakukan survey pemantapan lahan di 20 kecamatan (selain Bangkinang). Akan tetapi dalam survey tersebut Disbun belum menentukan lahan desa mana yang akan ditetapkan dalam pemantapan lahan 2012 mendatang. “Nantinya hal ini akan diputuskan berdasarkan hasil survey yang dilakukan tim pemantapan lahan Disbun Kampar di kecamatan kecamatan di KAbupaten Kampar,” pungkas Hamdani.***(man)

http://riauterkini.com/sosial.php?arr=37709

jendry
June 27th, 2011, 12:50 PM
Bulan Depan, Kampar Tuan Rumah Kejurnas Silat

Kabupaten Kampar mendapat kepercayaan besar menjadi tuan rumah Kejurnas Pencak Silat. Kegiatan tersebut digelar pada 20-27 Juli mendatang.

Riauterkini-BANGKINANG –Kabupaten Kampar ditunjuk sebagai tuan rumah Kejurnas Pencak Silat Dewasa 2011 tepatnya pada tanggal 20-27 Juli mendatang yang akan digelar di GOR Bangkinang.

Agar Kejurnas berjalan lancar Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-18, menggelar rapat bersama dengan panitia pelaksana (Panpel) Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Dewasa 2011, Senin (27/6/11) di ruang rapat kantor bupati Kampar. Rapat dipimpin Ketua I PB PON Emrizal Pakis dan Ketua IPSI Riau Drs H Zulher MS.

Dalam rapat tersebut Ketua I PB PON Emrizal Pakismengatakan bahwa Kejurnas ini merupakan ajang ujicoba,“Kejurnas (pencak silat) ini merupakan uji coba kesiapan untuk menghadapi PON ke-18 khususnya di cabang pencak silat,” jelas Emrizal.

“Dengan pelaksanaan Kejurnas ini, kita akan dapat belajar. Sehingga pada PON tahun depan, Kampar melalui Sub PB PON betul-betul sudah siap,” harapnya.

Pelaksanaan Kejurnas pencak silat ini merupakan tempat uji coba yang luar biasa.’’ Sebab, pesertanya dari 33 provinsi. Sementara pada PON, tidak akan sebanyak itu. Karena ada pra kualifikasi. Paling pesertanya berasal dari 16 sampai 18 provinsi,” kata Emrizal.

Emrizal Pakis juga mengemukakan berbagai perkembangan persiapan yang dilakukan PB PON untuk menyukseskan PON ke-18 tahun 2012 mendatang. Maka, karena di Kampar akan digelar pertandingan tiga cabang olahraga, Sub PB PON Kampar diharapkan untuk melakukan berbagai persiapan yang sempurna. “Kita ingin, pelaksanaan PON ke-18 di Riau berlangsung sukses,” kata Emrizal Pakis.

Ketua IPSI Riau Drs H Zulher MS, mengungkapkan, bahwa pada prinsipnya Panpel Kejurnas Pencak Silat Dewasa 2011 yang akan digelar di GOR Bangkinang, siap untuk menggelar kejuaran berlevel nasional itu. “Namun, untuk kesuksesan Kejuarnas, berbagai langkah dan tahapan untuk pemantapan terus dilakukan,” kata Zulher yang sehari-harinya juga menjabat sebagai Sekda Kampar.

Untuk menyemarakkan Kejurnas Pencak Silat panitia sepakat untuk merangkai Pekan Budaya Kampar 2011 dalam satu kawasan. Prosesi pembukaannya juga disamakan. “Ini diantara kesempatan untuk lebih memperkenalkan kebudayaan Kampar secara nasional. Sebab, bagaimanapun, budaya negeri ini merupakan bagian dari kebudayaan nasional,” ungkap Zulher.

Seperti diketahui, bahwa dalam PON ke-18 mendatang, di Kampar akan dipertandingkan tiga cabang olahraga. Diantaranya adalah pencak silat.***(man)


http://riauterkini.com/raga.php?arr=37717

pemerintah tingkat II memang sudah seharusnya mulai berani mengadakan iven level nasional :cheers:

jendry
June 30th, 2011, 06:37 PM
Kejurnas Motoprix Region I Sumatera Digelar di Bangkinang



Puluhan croses hebat Sumatera bakal beradu nyali untuk merebut tiket Kejurnas Motoprix. Seleksi Region I Sumatera bakal digelar di Bangkinang.

Riauterkini-BANGKINANG- Korwil IMI Kampar laksanakan Kejurnas Motoprix Region I Sumatera. Kejurnas ini akan dilaksanakan pada Sabtu/ Minggu tanggal 2/3 Juli berlokasi di Ring Road Gerbang Kantor Bupati Kampar. Jelang pelaksanaan tersebut persipaannya sudah mencapai 80 persen.

Kejurnas ini juga sebagai ajang pemanasan mengahadapi PON 2012. Kejuaraan kali ini juga akan diikuti pembalap-pembalap nasional yakni dari Medan, Palembang, Jambi Sumbar Aceh dan Riau.

‘’ Kejurnas ini sebagai ajang pemanasan dalam rangka menghadapi PON yang akan datang dengan menggelar 13 class dan dua class bergengsi yakni class MP 1 dan MP 2,’’ terang Asnin Ketua Korwil IMI Kabupaten Kampar yang juga didampingi Sekretaris Oyong dan Ketua Panitia Ridarwan kepada riauterkini.com Kamis (30/6/11) di Bangkinang.

Dikatakannya pada Kejurnas ini juga akan dibuka untuk class pra PON bagi pembalap lokal,’’ Ini dalam rangka mencari bibit-bibit pembalap lokal untuk mampu bersaing pada PON 2012 nantinya,’’ jelasnya.

Asnin juga menegaskan meskipun ada beberapa kalangan yang menilai bahwa Kampar belum siap menjadi tuan rumah pada PON 2012 nantinya dan ia menepis hal tersebut, ‘’ Dengan Kejurnas ini kita akan buktikan bahwa kita mampu untuk menggelar event-event nasional, serta akan meningkatkat SDM,’’ tegasnya.

Dijelaskannya Kejurnas ini memperebutkan hadiah ratusan juta rupiah dan juga memperebutkan piala Burhannuddin Cup,’’ Saat star nanti kita juga akan memberitahukan untuk membuat sayambera nama sirkuit yang saat ini dibangun dan pemenangnya akan diberikan hadiah uang tunai,’’ jelasnya.

Pada Kejurnas tersebut panitia juga mengadakan Door Prize dan serta penampilan free stile dari pembalap lokal,’’ Banyak sekali hiburan yang akan kita tampilkan dan kemudian panitia, penonton serta pembalap kita asuransi kan. Khusus penonton yang hanya memegang karcis resmi,’’ terangnya.***(man)

http://riauterkini.com/raga.php?arr=37777



ayooo tambah lagi iven berskala nasional nya di kampar, salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian dan promosi daerah nih.. :cheers:

kampar sudah harus memikirkan sebuah iven yang bener - bener mencirikan masyarakat kampar itu sendiri dan rutin di adakan setiap tahun, karena kampar juga mencanangkan sebagai daerah tujuan wisata di riau :)

mungkin iven mencokow ikan di lubuk larangan di sungai kampar kiri dan kanan. bisa menjadi salah satu andalan.. :)


bisa juga di buat paket wisata sejarah buat pelancong di seluruh kabupaten kampar, mulai dari muara takus, masjid jami. wisata rumah tua di pulau belimbing, masuk ke jalan kebun durian makan durian di situ :D

lanjutkan jalan itu ke gunung sahilan/gunung ibul (masa hindu/budha dan islam gunung sahilan di sana ) selanjutnya ke lipat kain melihat peninggalan jepan di sana, dengan istilah ROMUSHA nya yang terkenal itu, dan juga di lipat kain ada kampung tua di koto lamo nya, serta tugu EQUATOR dll di lipatkain.

di lanjutkan ke kuntu ( sejarah kerajaan kuntu darussalam) daerah ini dulu salah satu penghasil lada hitam terbaik di zamannya. di sana ada makam syeh burhanudin. penyebar islam. dan ke atas mengikuti sungai subayang ada desa DOMO nama nya di situ ada nama nya lubuk buaya ( bener gak ya, kris yang tau karena kampung atuk dia :D ) di situ dulu banyak buaya nya, sekarang si kata orang orang di situ juga masih ada.. :)

terus ke atas lagi cukup sampai GEMA di sana bisa di buat iven mancokow ikan di lubuk larangan dengan latar puluhan bukit - bukit di sana yang masih alami banget... :)


pemkab juga jangan lupa membuat peta perjalanan wisata nya, di situ harus di cantumkan akomodasi,tempat penginapan,jarak tempuh. dll biasa nya di negara - negara maju pasti membuat seperti ini.

boxcity
July 1st, 2011, 04:35 PM
Islamic Center Kampar
,,,,d i c k y b a d a i,,,,,,,, (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1529044439591.78814.1639115096)


http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/74386_1570368392664_1639115096_1321984_2411309_n.jpg

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/44262_1511265795136_1639115096_1220173_2893781_n.jpg

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/33752_1511254234847_1639115096_1220156_5245127_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/148423_1549903561056_1639115096_1289103_5871626_n.jpg

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/74390_1567211433742_1639115096_1317214_7640557_n.jpg

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/73887_1549738076919_1639115096_1288957_8094374_n.jpg

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/148471_1567184993081_1639115096_1317182_203316_n.jpg

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/154780_1567327076633_1639115096_1317415_7859865_n.jpg

Keren pic'nya. :banana:

drie
July 1st, 2011, 05:08 PM
Keren pic'nya. :banana:

kalau untuk Islamic Center kampar rasanya gak hanya keren sebatas gambar aja, tapi kalau kita liat langsung juga benar - benar keren kok, gak hanya di gambar :okay: :lol:

boxcity
July 2nd, 2011, 05:06 AM
Iya, dari pic nya aja kelihatan bagus bgt. Itu kolamnya luas bgt ya. Pintu masuk nya lewat samping kh?
Serasa di Negeri Arab2 gitu ya

drie
July 2nd, 2011, 05:22 AM
Yup gerbang Masuk berada di sisi samping Masjid,, sebenarnya ada di bagian depan namun sangat jarang di Buka...

Masjid ini tidak memiliki Taman Hijau Yang Luas, namun memiliki Taman Air Mancur yang lebar dan Panjang, tiap Sore dan Malam atau saat Shalat Jumat selalu di hidupkan Air Mancurnya:D sayang bukan Dancing Fountain, :lol:

boxcity
July 2nd, 2011, 06:34 AM
Gerbang depannya yg warna coklat keemasan itu ya?

drie
July 2nd, 2011, 10:13 AM
^^ Bukan kalau yang coklat keemasan itu aku juga kurang tau Fungsinya untuk apa,,, Gerbangnya sih biasa aja. gak dibuat Istimewa kok bang :D :lol:

jendry
July 2nd, 2011, 08:43 PM
http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/263713_216675318371396_100000867898439_579235_6120368_n.jpg

jendry
July 3rd, 2011, 06:06 PM
Sumut dan Sumsel Dominasi Kejurnas Motoprix Regioan I

Bangkinang sukses menjadi tuan rumah Kejurnas Motoprix Region I Sumatera. Sementara untuk yang terbaik, didominasi pembalap Sumut dan Sumsel.

Riauterkini-BANGKINANG- Pembalap Sumut dan Sumsel Berhasil meraih posisi pertama di class bergengsi MP 1 dan MP 2 Seeded pada Kejurnas Motoprix Region I Sumatera di Ring Road Kantor Bupati Kampar Ahad (3/7/11). Class MP I bebek 125 cc ini Pembalap Sumut atas nama Deri Irfandi dari Team Yamaha BAF IRC Eka Putra Kencana. Pada Class MP 2 bebek 110 cc pembalap dari Sumsel atas nama Benky NR dari team Yamaha Yamaha BAF IRC Eka Putra Kencana.

Untuk class MP 5 Pra Pon yang diikuti Pembalap dari seluruh Riau pembalap dari Kabupaten Kampar atas nama M Arif dari team W2 Tapak Lapan berhasil menjadi yang terbaik. Untuk MP 6 Pra Pon di posisi pertama di raih oleh pembalap dari team Gatra Racing Pekanbaru atas nama M. Iqbal Gatra.

Pada class MP 7 (Matic s/d 130 4 Langkah Standar Open) Giska Ananda Pratama berada di posisi ke lima. Pembalap dari team Yamaha Alfa Scorpi Flamboyan BAF KTY 3DI ini merupakan satu-satunya pembalap wanita yang tampil pada Kejurnas kali ini.

Berikut daftar beberapa pemenang lomba Kejurnas Motoprix Region I Sumatera.

MP 1 (bebek s/d 125 cc Tune-Up Seeded)

1. Deri
Irfandi dari Sumut team Yamaha BAF IRC Eka Putra Kencana 2. Benny
NR dari Sumsel team Yamaha BAF IRC Eka Putra Kencana.
3. Johanes D Tarigan dari Sumut team Suzuki Sunindo Top 1 Medan.
4. Ari Atmanagara dari Sumbar team Suzuki Sunindo Top 1 Medan.
5. Yogi Hermana dari Sumut team Honda Intrac Enduro Racing.

MP 2 ( Bebeb\k s/d 110 cc Tune Up Sedeed )

1. Benky NR dari Sumsel team Yamaha BAF IRC Eka Putra Kencana.
2. Deri Irfandi dari Sumut team Yamaha BAF IRC Eka Putra Kencana.
3. Teddy Pramana dari Sumsel team Yamaha Yamalube Muzakir Ninos FDR .
4. Jaya Maulana dari Riau team UJM HLM.
5. Adetya Permana dari Riau team Privater.

MP 5 Pra PON 2012

1. M Arif dari Bangkinang team W2 Tapak Lapan (Suzuki).
2. M Iqbal Gatra dari Pekanbaru team Gatra Racing (Yamaha).
3. Martha Reza dari Pekanbaru team Suzuki Torang IRC AHRS (Suzuki).
4. Dimas Topo Aditya dari Pekanbaru team PPL Aldoe Putra (Suzuki).
5. Parsetio Bagus dari Pekanbaru team Suzuki USBA ML Jaya (Suzuki).***(man)

http://riauterkini.com/raga.php?arr=37823

drie
July 6th, 2011, 07:34 AM
Bank RiauKepri
Kota Bangkinang - Kab. Kampar


http://farm7.static.flickr.com/6057/5904094455_64fec72b81_b.jpg
Bank Riau Kepri cab. Kota Bangkinang (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904094455/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/page2/)

drie
July 6th, 2011, 08:23 AM
Labersa Theme Park
Kampung Tanah Merah - Kec. Siak Hulu, Kab. Kampar


http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/271192_196150913767852_100001188331311_453742_754046_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/269472_196150760434534_100001188331311_453739_3596553_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/268152_196150580434552_100001188331311_453734_7101062_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/267662_196150647101212_100001188331311_453736_4485218_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/261542_196150807101196_100001188331311_453740_7454805_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

drie
July 6th, 2011, 08:24 AM
Labersa Theme Park
Kampung Tanah Merah - Kec. Siak Hulu, Kab Kampar


http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/263752_196150687101208_100001188331311_453737_2147625_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/261432_196150860434524_100001188331311_453741_5241020_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/268082_196151107101166_100001188331311_453746_7572297_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/263752_196150613767882_100001188331311_453735_6051564_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/267567_196150963767847_100001188331311_453743_3579176_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

rilham2new
July 6th, 2011, 09:49 AM
Ohh sudah dibuka ya :)... Mantap :D

drie
July 6th, 2011, 04:17 PM
^^ Sudah, namun untuk beberapa masa sampai batas yang belum di tentukan para pengunjung dapat menikmati wahana dengan GRATIS,,, jadi masih belum ada Info nih berapa nantinya Harga Tiket masuknya :D

drie
July 6th, 2011, 07:40 PM
nih ada Lokasi Outbond & Waterboom baru di Bangkinang,, lumayan menambah Pilihan selain Bukit Naang tentunya :D. setau aku jika nantinya Lokasi ini waterboomnya juga udah selesai, khusus untuk kab. Kampar saja, akan memiliki 4 Waterboom, 4 Tempat Outbond, & 1 Theme Park :lol:

http://farm7.static.flickr.com/6099/5904500209_b24644280c_b.jpg
Tempat Wisata di Kota Bangkinang (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904500209/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/)

http://farm6.static.flickr.com/5159/5904505911_57a4671f10_b.jpg
Tempat Wisata di Kota Bangkinang (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904505911/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/)

^^ Harap - harap kedepan Pihak pengelola bisa juga membuat Rumah Pohon yang saling terhubung gitu,, lalu jalur ATV / Sepeda,, dan mungkin bisa buat Program menanam Pohon Durian atau buah - buahan gitu, dan mohon juga Promosinya lebih gencar lagi :D

Ryanto
July 6th, 2011, 08:06 PM
Bank RiauKepri
Kota Bangkinang - Kab. Kampar


http://farm7.static.flickr.com/6057/5904094455_64fec72b81_b.jpg
Bank Riau Kepri cab. Kota Bangkinang (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904094455/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/page2/)

Ed...Bank Riau Kepri ini lokasinya dekat mana??? ternyata duluan siapnya dibanding kantor pusatnya :)
btw designya mirip ya dengan rendering kantor pusatnya.....kerenn...., apa semua kantor cabang Bank Riau Kepri akan dibuat seperti ini??

Ryanto
July 6th, 2011, 08:10 PM
nih ada Lokasi Outbond & Waterboom baru di Bangkinang,, lumayan menambah Pilihan selain Bukit Naang tentunya :D. setau aku jika nantinya Lokasi ini waterboomnya juga udah selesai, khusus untuk kab. Kampar saja, akan memiliki 4 Waterboom, 4 Tempat Outbond, & 1 Theme Park :lol:

http://farm7.static.flickr.com/6099/5904500209_b24644280c_b.jpg
Tempat Wisata di Kota Bangkinang (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904500209/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/)

http://farm6.static.flickr.com/5159/5904505911_57a4671f10_b.jpg
Tempat Wisata di Kota Bangkinang (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904505911/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/)

^^ Harap - harap kedepan Pihak pengelola bisa juga membuat Rumah Pohon yang saling terhubung gitu,, lalu jalur ATV / Sepeda,, dan mungkin bisa buat Program menanam Pohon Durian atau buah - buahan gitu, dan mohon juga Promosinya lebih gencar lagi :D

ini daerah Stanum ya ed??? dah lama nggak kesini......, mudah2an ada penambahan wahana baru disini.......:cheers:

drie
July 7th, 2011, 04:29 AM
Ed...Bank Riau Kepri ini lokasinya dekat mana??? ternyata duluan siapnya dibanding kantor pusatnya :)
btw designya mirip ya dengan rendering kantor pusatnya.....kerenn...., apa semua kantor cabang Bank Riau Kepri akan dibuat seperti ini??

di Jl. Prof. Moh. Yamin bang,, sekarang di jalan M.Yamin Bangkinang banyak terdapat kantor - kantor Perbankkan,, seperti Bank Riau Kepri, BNI, BTN, BRI :D, Prof. M. Yamin merupakan Famous Streetnya Kota Bangkinang gitu lah bang :lol:

Iya bang, sepertinya duluan selesai BRK Bangkinang, soalnya kan cuma 3 Lantai :D,, gak tau juga bang, apakah semua Kantor BRK nantinya dibikin seperti ini atau tidak,, nanti kita tanya dulu sama bang Riaudaily :D

drie
July 7th, 2011, 04:32 AM
ini daerah Stanum ya ed??? dah lama nggak kesini......, mudah2an ada penambahan wahana baru disini.......:cheers:


Bukan bang,, Stanum kan di pusat Kota, hhehehehehehe
Kalau yang ini lokasi baru, lebih tepatnya di Jalan Lingkar Luar Kota Bangkinang,, Lokasi baru bangkinang yyang kedepan akan di jadikan sebagi Kota barunya Bangkinang lah bang :cheers2:

boxcity
July 7th, 2011, 10:46 AM
Labersa Theme Park
Kampung Tanah Merah - Kec. Siak Hulu, Kab Kampar


http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/263752_196150687101208_100001188331311_453737_2147625_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/261432_196150860434524_100001188331311_453741_5241020_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

http://a3.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/268082_196151107101166_100001188331311_453746_7572297_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/263752_196150613767882_100001188331311_453735_6051564_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/267567_196150963767847_100001188331311_453743_3579176_n.jpg
Labersa Theme Waterpark (Riau Fantasi) (http://www.facebook.com/labersa.waterpark), Pict by : Simulasi 5-7-2011 (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.196150503767893.43193.100001188331311)

wah keren bgt ya. Apakah nantinya Dufan di Bjm kaya gini juga semoga. Maju terus Bangkinang!!!:banana:

Ada berapa wahana permainan disini?

rilham2new
July 7th, 2011, 10:51 AM
Lebih tepatnya maju terus Pekanbaru, karena lokasi taman bermain ini secara teritorial cuman sebelahan sama Kota Pekanbaru. Bahkan jalan masuk beraspal ke kawasan ini terhubung langsung ke Jalan Utama Kota Pekanbaru, malah kawasan ini tidak punya jalan penghubung beraspal yang langsung ke kawasan lain di Kabupaten Kampar. Dari Pusat Kota Pekanbaru mungkin cuman 15 menit kalau ga macet, ke Bangkinang malah minimal perlu 70 menit, atau lebih .... Itupun udah lewat Jalan Lintas yang cukup bisa ngebut, pada jam2 tertentu.

drie
July 7th, 2011, 12:09 PM
Kantor Dinas Gabungan Kab. Kampar.
Komplek Perkantoran Bukit Candika, Kota Bangkinang


http://farm7.static.flickr.com/6015/5904119615_7592e60b6f_b.jpg
Kantor Dinas Gabungan Kab. Kampar (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904119615/in/photostream), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/?saved=1)

drie
July 8th, 2011, 04:08 AM
Lagi !

Labersa Theme Park
Kampung Tanah Merah - Kec. Siak Hulu, Kab. Kampar


http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/264794_1886499084062_1288973318_31680761_2617836_n.jpg
Riau Fantasy (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1886489043811.2096713.1288973318)

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/267932_1886499844081_1288973318_31680763_2423859_n.jpg
Riau Fantasy (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1886489043811.2096713.1288973318)

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/271029_1886500724103_1288973318_31680767_3111643_n.jpg
Riau Fantasy (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1886489043811.2096713.1288973318)

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/268603_1886502404145_1288973318_31680777_5988881_n.jpg
Riau Fantasy (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1886489043811.2096713.1288973318)

http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/269929_1886501844131_1288973318_31680774_5041994_n.jpg
Riau Fantasy (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1886489043811.2096713.1288973318)

http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/261631_1886502084137_1288973318_31680775_7346497_n.jpg
Riau Fantasy (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1886489043811.2096713.1288973318)

* Foto - Foto ini milik Indra Setiawan

drie
July 8th, 2011, 04:09 AM
Lagi !

Labersa Theme Park
Kampung Tanah Merah - Kec. Siak Hulu, Kab. Kampar


http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/264863_1886500964109_1288973318_31680769_6141823_n.jpg
Riau Fantasy (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1886489043811.2096713.1288973318)

http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/267728_1886504884207_1288973318_31680788_6552938_n.jpg
Riau Fantasy (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1886489043811.2096713.1288973318)

http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/269605_1886504364194_1288973318_31680786_4891468_n.jpg
Riau Fantasy (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1886489043811.2096713.1288973318)

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/269174_1886505044211_1288973318_31680789_3004070_n.jpg
Riau Fantasy (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1886489043811.2096713.1288973318)

http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/264520_1886503844181_1288973318_31680783_7140786_n.jpg
Riau Fantasy (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1886489043811.2096713.1288973318)

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/261603_1886504084187_1288973318_31680784_5241490_n.jpg
Riau Fantasy (http://www.facebook.com/media/set/?set=a.1886489043811.2096713.1288973318)

* Foto - foto ini milik Indra Setiawan

rilham2new
July 8th, 2011, 08:18 AM
Wawww, mantap kaliii hehehe....

jendry
July 8th, 2011, 12:06 PM
selama masa gratis ramai juga yah..

jendry
July 8th, 2011, 04:35 PM
APBD Kampar Naik Rp305 Miliar




BANGKINANG - Dengan Estimasi pendapatan daerah Kabupaten Kampar pada kebijakan umum perubahan APBD tahun 2011 direncanakan mengalami peningkatan dari target APBD murni tahun 2011 yaitu menjadi Rp1,77 Triliun lebih dari semula sebesar Rp. 1,46 Triliun lebih atau naik Rp. 305 Miliar lebih atau 20,79%.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM saat menyampaikan pidato penandatanganan nota kesepahaman Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) perubahan APBD Kabupaten Kampar tahun anggran 2011, Jumat (8/7) di gedung DPRD Kampar.

Disebutkannya, peningkatan tersebut terjadi pada sektor pendapatan asli daerah yaitu pada pos pajak daerah, sector dana perimbangan pada pos bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak, sector-sektor lain pendapatan daerah terjadi pada pos dana bagi hasil pajak Dario propinsi dan dana penyesuaian khusus.

Kenaikan terbesar pendapatan daerah adalah dari kelompok dana perimbangan yang berasal dana bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak sebesar Rp. 201,97 Miliar lebih tau meningkat sebesar 24,42%." Selanjutnya peningkatan pendapatan daerah pada kelompok lain-lain pendapatan yang sah terjadi peningkatan yang sangat signifikan yakni sebesar 128,72% yang berasal dari dana penyesuain khusus sebesar Rp. 100,454 Miliar lebih yang dialokasikan untuk tambahan penghasilan guru PNS daerah 2011, tunjangan profesi guru dan dana operasional sekolah (BOS), "jelasnya

Lebih lanjut disampaikan Burhanuddin, untuk perubahan kebijakan umum belanja daerah pada perubahan APBD 2011 dilakukan pada belanja tidak langsung dan belanja langsung. Perubahan yang sangat mendasar pada perubahan kebijakan adalah, penambahan belanja pada kelompok belanja tidak langsung yaitu untuk belanja pegawai, belanja bantuan sosial dan bantuan hibah.

"Namun meskipun dengan mengalokasikan anggaran untuk opersional pelayanan dasar pemerintahan yang belum mencukupi penganggarannya termasuk penganggaran untuk secretariat dewan pengurus Korpri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Selian itu perubahan itu juga didasari oleh efesiensi dan rasionalisasi anggaran program dan kegiatan yang telah dianggarkan pada APBD murni 2011, "ungkapnya.(Aul)

http://halloriau.com/read-otonomi-12085-2011-07-08-apbd-kampar-naik-rp305-miliar-.html

rilham2new
July 9th, 2011, 06:52 AM
Harap2 gak cuman sekedar naik,,, tapi anggaran untuk Kecamatan Siak Hulu, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hulu, dan Tapung sekitarnya juga diperbesar....

jendry
July 9th, 2011, 08:21 AM
waktu awal tahun kemaren aku keliling daerah yang di sebutkan itu, udah dapat jatah proyek infrastruktur semua kok, terutama jalan..



semua jalannya di perbaiki dan di aspal mulus, untuk jalan alternatif pku - ptpahn sekarang masih di kerjakan, dana nya dari provinsi..

tinggal jalan tandun - simp. gelombang itu yang hancur..

drie
July 9th, 2011, 09:02 AM
Harap2 gak cuman sekedar naik,,, tapi anggaran untuk Kecamatan Siak Hulu, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hulu, dan Tapung sekitarnya juga diperbesar....

Aku gak tau juga nih, sepertinya untuk Tahun 2011 ini perhatian Pemkab Kampar untuk Siak Hulu, Kampar Kiri Hulu, kampar Kiri Tengah, dan Kampar Kiri sudah sangaaaaaaaat Lumayan :tongue2:, gak tau juga entah karena mau Pemilukada atau karena memang sudah saatny sepertinya memang untuk daerah - daerah yang aku bilang itu sudah sangat terperhatikan sekali. tidak seperti tahun - tahun sebelumnya :)


waktu awal tahun kemaren aku keliling daerah yang di sebutkan itu, udah dapat jatah proyek infrastruktur semua kok, terutama jalan..

semua jalannya di perbaiki dan di aspal mulus, untuk jalan alternatif pku - ptpahn sekarang masih di kerjakan, dana nya dari provinsi..

tinggal jalan tandun - simp. gelombang itu yang hancur..


Setuju, baru aja tadi Subuh aku pulang dari Lipat Kain, MULUS Abiis jalannya,, Lobang - Lobang yang sebelumnya mengangan udah HILANG :lol:,, jembatan - jembatan kecil yang sejak beberapa Tahun lalu gak selesai - selesai udah di selesaikan bahkan menjelang masuk jembatan - jembatan Kecil itu udah di BETON :D,, Jembatan Kebun Durian MULUS ABIIS,, Rambu - Rambu jalan udah banyak berdiri dan sangat membantu,, Median Jalan sudah bergerigi ( Lumayan membantu kalau lagi ngantuk ),, di beberapa Kampung sudah di Lengkapi dengan Lampu Penerang Jalan ( LPJ ),, Pohon - Pohon udah banyak di tanam ( jadinya sangat teduh )

untuk Siak Hulu ( terutama seputar Labersa ) jalan menuju pemukiman Masyarakat dari jalann Utama menuju Labersa sudah di Aspal, saat ini juga tengah di bangun Jalan Langsung menuju Jalan Lintas Timur, progres sudah masuk dalam pengerasan badan Jalan :okay:

Masjid - Masjid Raya sudah di lanjutkan kembali pembangunanya,, Stadion Mini Lipat Kain dan Stadion Mini Sungai Pagar sudah selesai dibangun. :banana:

Itu baru untuk pembangunan di Rute Pekanbaru - Lipat Kain yah,, Senin kemarin aku juga ke Bangkinang, Penimbunan Lahan pembangunan Highway Pekanbaru - Bangkinang udah mau sampai SPBU Tambang. Kemudian dari perbatasan Air Tiris dengan Batu Belah juga ada penimbunan Lahan serta pembangunan drainase, dan Bahu Jalan. Saat ini juga dibangun Jalan langsung menuju Komplek Perkantoran Bukit Candika dari Hutan Pinus Bukit Candika, Kantor Kejaksaan dan banyak juga gedung2 yang lagi dibangun tapi gak tau mau dijadikan apa, soalnya aku gak liat ada IMB.

Semoga aja Pembangunan jalan menuju Petapahan juga dalam tahap mengembirakan. dan semoga aja kesemua Pembangunan yang menggembirakan ini tidak terkait dengan pemilukada yah :lol:

jendry
July 9th, 2011, 09:17 AM
kalau jalan pekanbaru - lipat kain itu si jalan negara/provinsi gak pake duit kampar bangunnya...

yang kemungkinan di biayai kampar itu jalan kebun durian itu, sekarang jalannya mulus dulu jalan itu sebagian di aspal sebagian tanah sekarang udah di aspal semua..

walaupun jalannya gak lebar tapi itu udah lumayan bagus...


jalan pku - petapahan itu aku ada gambarnya, tapi laptop aku lagi di petapahan maka nya gak bisa posting gambar...

itu jalan provinsi yang biayai, ada papan proyeknya di setiap jlan itu, sekarng masih pengerjaan sirtu dan penggalian parit, berdebu banget kalau lewat jalan itu sekarang...


yang perlu di perhatikan pendidikan menurut aku di kampar kiri itu. masih kurang... kalau jalan udah oke lah...

rilham2new
July 9th, 2011, 11:54 AM
Yup,,, Pekanbaru sampai Telukkuantan, sampai ke Kiliran Jao Sumbar itu udah Jalan Negara semua, itu tanggungan APBN....

Yang tanggungan Provinsi itu, jalan raya Bangkinang - Petapahan - Kandis - Tandun. Yang aku kurang tahu itu status jalan Pekanbaru - Petapahan via Pantai Cermin, sama Bangkinang - Lipat Kain sama ada juga jalan tembus antara Danaubingkuang sampai ke Bangkinang seberang.

Yang aku tahu Jalan Kabupaten itu adalah, Jalan Raya Pasirputih - Pandaupermai - Buluhcina - sampai ke Lintas Timur. Itu klau ga salah itu Jalan Kabupaten.


Bagaimana keadaan jalan itu sekarang?? Cuman selemparan jalan dari Pekanbaru...

jendry
July 9th, 2011, 12:22 PM
Awal tahun kmaren aku ke tmpt saudra d pandau, jalannya udah bgus bru di aspal ulang waktu itu...

drie
July 9th, 2011, 12:29 PM
Yang aku tahu Jalan Kabupaten itu adalah, Jalan Raya Pasirputih - Pandaupermai - Buluhcina - sampai ke Lintas Timur. Itu klau ga salah itu Jalan Kabupaten.


Bagaimana keadaan jalan itu sekarang?? Cuman selemparan jalan dari Pekanbaru...

MULUS,, tapi gak tau juga apa sampai ke Pesantren teknologi tingkat kemulusannya. :lol:

Tapi yang dari pekanbaru hingga Pandau Mulus banget, bahkan ada sedikit di lebarkan.

drie
July 9th, 2011, 03:35 PM
Jalan Lingkar Luar Kota Bangkinang
( Lanjutan Pelebaran )

Jalan Lingkar Luar Kota Bangkinang - Kampar (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904197957/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/)
http://farm7.static.flickr.com/6010/5904197957_005e00a7b3_b.jpg

Jalan Lingkar Luar Kota Bangkinang - Kampar (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904754442/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/)
http://farm6.static.flickr.com/5311/5904754442_138d1cdd70_b.jpg

Jalan Lingkar Luar Kota Bangkinang - Kampar (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904202975/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/)
http://farm6.static.flickr.com/5195/5904202975_772caf4b7e_b.jpg

Jalan Lingkar Luar Kota Bangkinang - Kampar (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904220839/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/)
http://farm7.static.flickr.com/6026/5904220839_3242547297_b.jpg

Jalan Lingkar Luar Kota Bangkinang - Kampar (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904222739/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/)
http://farm6.static.flickr.com/5319/5904222739_f5944fb6d2_b.jpg

Jalan Lingkar Luar Kota Bangkinang - Kampar (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904226133/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/)
http://farm7.static.flickr.com/6026/5904226133_1be11f4006_b.jpg

jendry
July 9th, 2011, 04:39 PM
owh mau di buat dua jalur juga toh jalan lingkarnya...


bagus deh.. :cheers:

drie
July 10th, 2011, 12:03 PM
Gelanggang Olahraga & Dataran Kampar
Kota Bangkinang

GOR Kampar - Kota Bangkinang (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904114807/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/page2/)
http://farm7.static.flickr.com/6024/5904114807_a8c04a75ea_b.jpg

GOR Kampar - Kota Bangkinang (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/5904114807/sizes/l/in/photostream/), Pict by : edri fernanda2 (http://www.flickr.com/photos/64229223@N03/page2/)
http://farm7.static.flickr.com/6004/5904657612_667b19ae11_b.jpg

jendry
July 10th, 2011, 04:07 PM
Bangkinang Barat Raih Juara Umum Lomba GOPTKI




BANGKINANG-Dari 12 cabang yang dilombakan pada Perlombaan Taman Kanak-Kanak (TK) oleh Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Kabupaten Kampar tahun 2011, TK Kecamatan Bangkinang Barat berhasil menjadi juara umum.

Pemenang lomba diumumkan usai kegiatan pelatihan kepala TK di taja GOPTKI di Stanum Bangkinang. Hadiah kepada pemenang seluruh lomba diserahkan oleh Ketua DPC GOPTKI Kabupaten Kampar Hj. Rosvanilda Zulher, Sabtu (9/7) kemarin. Lomba ini digelar pada April 2011 lalu.

Ketua DPC GOPTKI Kabupaten Kampar Hj, Rosvanilda Zulher, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa lomba yang ditaja oleh GOPTKI Kabupaten Kampar ini dimaksudkan untuk meningkatkan motivasi anak dalam meraih prestasi di sekolah.

''Anak-anak sejak dini harus di motivasi untuk berprestasi, lomba yang kita taja ini untuk memotivasi anak tersebut termasuk guru,'' ujar Rosvanilda yang juga anggota DPRD Provinsi Riau. (Aul)


http://halloriau.com/read-otonomi-12099-2011-07-10-bangkinang-barat-raih-juara-umum-lomba-goptki.html

jendry
July 25th, 2011, 06:33 AM
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/284412_226874877351440_100000867898439_609988_3294678_n.jpg

boxcity
July 25th, 2011, 11:38 AM
http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/284412_226874877351440_100000867898439_609988_3294678_n.jpg

Kalau ini sepertinya perkantoran Pemerintahan ya?:)

drie
July 25th, 2011, 01:00 PM
Kalau ini sepertinya perkantoran Pemerintahan ya?:)

Yup, itu memang Komplek Perkantoran bang, nama Komplek Perkantoran Kab. Kampar adalah Komplek Perkantoran Bukit Candika, diberi nama demikian karena memang berada di atas Bukit Candika. :D

Mungkin ini lah Komplek Perkantoran terluas yang ada di Riau, bayangkan saja, untuk kawasan komplek Perkantoran ini masih terdapat Kawasan Hutan Pinus, Lembah2kecil, Hutan - Hutan alam yang masih asri :lol:

jendry
July 25th, 2011, 06:50 PM
Telkom Bantu Kembangkan Cluster Ikan Patin Riau




Bangkinang, Riau, 25/7 (ANTARA) - PT Telkom Indonesia menyerahkan bantuan untuk pengembangan cluster ikan patin di Provinsi Riau, yang berpusat di Desa Koto Mesjid dan Desa Pulau Gadang, Kabupaten Kampar.

"Bantuan dana bergulir itu adalah Program Kemitraan dan bantuan Program Bina Lingkungan Telkom sebesar Rp1,2 miliar untuk Kabupaten Kampar yang disalurkan pada triwulan II tahun 2011," kata Senior Manager Kemitraan Telkom, Harmon Yero, saat meninjau cluster ikan patin, Senin.

Ia menjelaskan, sekitar Rp1 miliar dari bantuan itu merupakan pinjaman dana bergulir yang disalurkan untuk 34 mitra binaan.

Sedangkan sisanya merupakan dana hibah untuk pembuatan bak penetasan ikan untuk unit pembenihan rakyat dan bantuan 10 komputer plus fasilitas pendukungnya di ruang pelatihan untuk petani patin.

Selain itu, terdapat juga bantuan untuk pondasi mushola Pasar Minapolitan, penyediaan tempat sampah, peningkatan gizi balita, fasilitas sepakbola dan pembuatan papan nama.

Penyerahan bantuan tersebut bertepatan dengan panen raya ikan patin dan peresmian Unit Pembenihan Rakyat Graha Fish Farm yang turut dihadiri oleh Bupati Kampar Burhanuddin Husin.

"Bantuan ini merupakan implementasi dari program pemberdayaan masyarakat dari Telkom sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar yang sudah dilakukan sejak tahun 2002," ujarnya.

Selain memberikan bantuan dalam bentuk sarana, lanjutnya, Telkom juga memberikan bantuan dalam bentuk pelatihan keterampilan komputer dan internet bagi warga Desa Koto Mesjid dan Pulau Gadang.

"Sebagai perusahaan telekomunasi milik bangsa, Telkom tetap komit memperhatikan pertumbuhan dan kemajuan usaha mikro kecil sebagai mitra binaan," katanya.

Desa Koto Mesjid dan Pulau Gadang tentu dikenal sebagai "Kampung Patin" di Provinsi Riau. Keduanya adalah sentra penghasil patin terbesar di Sumatera.

Berbagai produk olahan dihasilkan daerah itu, seperti ikan salai, nuget, sosis dan abon patin.

Mayoritas warga desa itu hidup dari budi daya ikan di lahan seluas 50 hektare.

Produksi ikan patin mencapai lebih dari enam ton per hari. Hasil panen patin dipasarkan ke pasar nasional hingga ekspor ke Malaysia dan Singapura


http://www.antarariau.com/id/modul/15102/telkom-bantu-kembangkan-cluster-ikan-patin-riau.html

haqky
July 25th, 2011, 11:07 PM
mumpung ane newbie. salam kenal buat kawan2 riau...

haqky
July 25th, 2011, 11:15 PM
Download Kamus Bahasa Ocu
Kabupaten Kampar, Riau bahasa yang dipakai adalah Bahasa Ocu. Bahasa Ocu pada umumnya memiliki di alek dengan akhiran "o".
misalnya : apa = apo ; siapa = siapo ; kemana = kemano ; berapa = bapo

Untuk lebih jelas dan lengkapnya, anda bisa mendownload Kamus Bahasa ocu Versi Beta 1.0 Download (http://www.ziddu.com/download/12648202/KamusOcuBetaVersi1.0.rar.html)

haqky
July 25th, 2011, 11:44 PM
view bangkinang dari bukit candika berjejer bukit barisan

http://static.panoramio.com/photos/medium/56299263.jpg

haqky
July 25th, 2011, 11:54 PM
kantor Bank BRI cabang Bangkinang

http://static.panoramio.com/photos/medium/56299772.jpg

rilham2new
July 26th, 2011, 02:23 AM
^^ Terima kasih kontribusi nya :cheers:

jendry
July 26th, 2011, 03:48 AM
mumpung ane newbie. salam kenal buat kawan2 riau...

salam kenal kembali cu.. :)

sering sering posting di thread ini dan thread riau lainnya ya :)