View Full Version : Palembang's Culinary - A Masterpiece of Asian's Taste


Pages : 1 [2] 3

Skyprince
November 26th, 2011, 04:11 PM
Saya tidak pernah dengar akan "Pempek" walaupun ketika saya berada di Padang ( tidak jauh dari Palembang ) ... mesti cuba lain kali saya ke Indonesia

hen_mart2006
November 28th, 2011, 05:55 AM
Saya tidak pernah dengar akan "Pempek" walaupun ketika saya berada di Padang ( tidak jauh dari Palembang ) ... mesti cuba lain kali saya ke Indonesia
Padang cukup jauh dari Palembang +/- 400 KM..maka tidak ada pempek di Padang..
silahkan berkunjung ke kota Palembang untuk menikmati Pempek dan kuliner lainnya...

paradyto
December 1st, 2011, 12:36 PM
Padang cukup jauh dari Palembang +/- 400 KM..maka tidak ada pempek di Padang..
silahkan berkunjung ke kota Palembang untuk menikmati Pempek dan kuliner lainnya...

^^he he he siapa tahu di Padang ada Pempek juga:)

hen_mart2006
December 2nd, 2011, 03:57 AM
^^he he he siapa tahu di Padang ada Pempek juga:)
pempeknya ga enak di padang Dyt...hehehe
gw kan kuliah di Padang dulu..hehehehe

paradyto
December 3rd, 2011, 02:21 PM
Demo Roti Goreng Pindang Patin

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dalam rangka memeriahkan Bogasari Expo 2011 di Benteng Kuto Besak (BKB), Sabtu (3/12/2011) siang, dua juru masak, M Qoyom dan M Syah Nuriman mendemokan cara membuat roti goreng pindang patin.

Demo disaksikan puluhan pengunjung yang hadir pada Bogasari Expo tersebut.

Menurut Qoyom, kalau ikannya ikan gabus namanya roti goreng pindang gabus. "Kalau sudah jadi rasanya rotinya ya seperti pindang," ujar koyom.

Selain itu juga digelar demo membuat bakpau dan pastel.

source: http://palembang.tribunnews.com/2011/12/03/demo-roti-goreng-pindang-patin

paradyto
December 5th, 2011, 12:53 AM
http://img4.imageshack.us/img4/1214/36636684.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/4/36636684.jpg/)

http://img11.imageshack.us/img11/220/81364500.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/11/81364500.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

blablanonsense
December 5th, 2011, 02:44 AM
^^ wah hebat, bumbu desa buka cabang di palembang. :)

paradyto
December 5th, 2011, 08:21 AM
^^ wah hebat, bumbu desa buka cabang di palembang. :)

^^banyak juga resto dari Bandung yang buka cabang di Palembang, apalagi Surabi Enhai:okay:

paradyto
December 5th, 2011, 09:15 AM
Makanan Favorite Gw nih...

http://img59.imageshack.us/img59/4704/18803584.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/59/18803584.jpg/)

http://img535.imageshack.us/img535/3664/80072135.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/535/80072135.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

aa coy
December 5th, 2011, 09:22 AM
^^ wah hebat, bumbu desa buka cabang di palembang. :)

mantebs neh trnyata di plbg ada jg... my favo resto nih :D

gunny.gunason
December 5th, 2011, 09:29 AM
Bumbu Desa dari Bandung ke??

paradyto
December 5th, 2011, 11:10 AM
^^yup, dari Bandung, dan ada rencana juga buka cabang yang keduaa di Metro Palembang:okay:

kheay
December 5th, 2011, 02:17 PM
Dulu dipertigaan dempo ad rumah makan yg jual nasi minyak,klo jam makan siang pasti rame bgt...tp kq pas gw kesana ud g jualan lg,ad yg tw pindah kmn????

Balaputradewa
December 5th, 2011, 02:25 PM
^^ nah kurang tau mas, kalo nasi minyak langganan Bala di Pasar Kuto, 'wong ayib2' yang jualan. Enak juga, mungkin mas bisa coba disana. Hmm kayaknya sudah pernah Bala posting di halaman sebelumnya. :)

kheay
December 5th, 2011, 06:35 PM
Klo dikuto blm pernah nyobain sih,soalny ud langganan yg didempo...dr jaman smp,sampe skrg ud kerja klo beli nasi minyak disitu...thx infonya,mungkin boleh dicobain yg di kuto

kheay
December 5th, 2011, 09:08 PM
Dulu dibasuki rahmat,didepan novotel ad pindang meranjat,dl pintu mskny klo g salah itu yg jd dealer toyota skrg...enak bgt,cuma g tau skrg pindah kemana(maklum lg2 nostalgia jaman smp)...

paradyto
December 6th, 2011, 02:40 PM
http://www.dskon.com/wp-content/uploads/2011/07/wisata-kuliner-jakarta-selatan-bondanwinarno.jpg

Fauzan Azimah
Fauzan Azimah, Jl. Sultan Aung RT 12, Palembang.

Pak Bondan dan Deasy melihat pembuatan kue 8 jam di industri rumahan Fauzan Azimah. Ini adalah kue tradisional Sumatra Selatan yang dulunya hanya untuk suguhan kaum bangsawan. Kue ini memang mewah, tiap loyangnya dibuat dari sekitar 37 telur itik, 1 ˝ kg gula, margarin, dan susu kental manis. Kue ini tidak dipanggang, melainkan dikukus selama 8 jam. Hasilnya adalah kue yang sangat machting.

Martabak HAR
Martabak HAR, Jl. Jenderal Sudirman 78, Palembang.

Sebuah "institusi" kuliner yang sudah dikenal sejak tahun 1947. Pendirinya adalah seorang India yang merantau dari Kerala, India. Sekarang sudah berkembang menjadi berbagai cabang, bahkan juga di luar kota Palembang. Mencicipi nasi minyak, roti canai, malbi, dan kari ayam. Malbi adalah makanan dari daging lembu dimasak seperti semur dengan tone manis. Roti canai-nya fluffy.
WK 6 Agustus 2011 – Palembang/Ramadhan. Bintang tamu: Deasy Baumann.

Pindang Meranjat Jakabaring
Pindang Meranjat Jakabaring, Jl. Gub. H. Bastari (depan PLN Jakabaring), Palembang.

Tiap daerah di Sumatra Selatan mempunya gagrak masakan pindang yang unik dan beda. Empat gagrak pindang utama adalah: Pindang Musi Rawas, Pindang Sekayu, Pindang Palembang, dan Pindang Meranjat. Yang terakhir ini bumbunya lebih intens, tetapi dengan karakter segar yang tetap menonjol, karena di dalamnya memakai nanas dan cung kediro (tomat hijau). Mencicipi pindang ikan baung salai, ikan seluang goreng, dan rusip. Ikan salai adalah ikan yang dikeringkan dengan cara diasapi. Rusip adalah fermentasi ikan kecil-kecil, dan biasa dipakai untuk membuat sambal dengan citarasa yang sangat khas. Lemak nian!

Pempek Beringin
Pempek Beringin, Jl. Lingkaran 1 No. 20 B-9 Ilir, Palembang.

Sarapan gaya Palembang dengan model dan mi celor. Sebelumnya icip-icip pempek lenggang (pempek dalam telur kocok, dipanggang) dan sate ikan (pempek yang dikukus dalam daun pisang). Model adalah semacam tekwan, yaitu sajian berkuah seperti sup dengan bengkuang, soun, dan baso tahu. Sedangkan mi celor adalah mi kuah dengan kaldu udang kental dan rajangan udang goreng.

Warung Nasi Ibu Sophia
Warung Nasi Ibu Sophia, Jl. KHM Asyik, belakang Sekta V SU 1, Palembang.

Sebuah warung sederhana dengan hidangan yang sungguh mengesankan. Mencicipi udang asam manis yang istimewa. Udangnya adalah udang galah berukuran super-besar. Kuah asam-manisnya khas Palembang, dengan bumbu utama bawang merah – mirip bumbu parape di Makassar. Lemak nian! Pindang kepala ikan baungnya juga mak nyuss!

Toko Oleh-oleh Suwandi
Toko Oleh-oleh Suwandi, Jl. Letkol Iskanda 761 BC, Palembang.

Singgah membeli buah tangan berbagai oleh-oleh khas Palembang, seperti: trasi, rusip, lempok, dodol, krupuk kemplang, sambalingkung, dan lain-lain.

Riverside
Riverside, Kawasan Wisata Sungai Musi. Kompleks Benteng Kuto Besal Jl. Rumah Bari, Palembang. Telp: 0711 368222.

Sebuah restoran terapung di tepi Sungai Musi. Mencicipi ikan betutu kukus, udang havermut, dan sayuran dua rasa (memakai telur asin dan telur phitan). Ikan betutu adalah semacam ikan malas, endemik Sungai Musi. Dikukus dengan bumbu minimalis seperti Hong Kong-style steamed fish. Mak nyuss! Restoran ini sangat populer dengan ekor tenggiri bakarnya.

Soto Abah Opan
Soto Abah Opan, Jl. Kebon Duku RT 7 No.7 - Palembang. Telp: 0711 310955

Warung soto terkenal ini berlokasi di sebuah gang, di belakang Internasional Plaza. Abah Sopandi berasal dari Bogor, Jawa Barat, dan gagrak soto jualannya memang mirip soto kuning dari Bogor yang berkuah kental kekuningan. Pilihan proteinnya adalah ayam, sapi, babat, atau ati-ampla ayam. Segar, dengan sedikit tendangan rasa asam.

Pempek Pak Raden
Pempek Pak Raden, Jl. Brigjen Dani Effendy (Radial) 80 - Palembang. Telp: 0711 375490

Sebuah warung sederhana murah-meriah. Mencicipi bebek goreng bumbu bacem dan ayam presto tulang lunak. Didampingi cah tauge teri. Sambal bawangnya istimewa. Nendang pedesnya, dengan citarasa yang kompleks. Top Markotop.

Warung Kopi Bachtiar
Singgah ke warung kopi rakyat mencicipi berbagai kue basah khas, celimpungan dan ragit kuah laksan. Kedua sajian ini berkuah kental dengan santan dan kaldu ikan. Bedanya, kuah celimpungan memakai kunyit sehingga berwarna kuning, sedangkan kuah laksan memakai cabe merah, sehingga kuahnya pun agak pedas dan berwarna kemerahan.

Laksan dan Celimpungan
Laksan dan Celimpungan, Golden Dragon, Hotel Horison, Jl. Kapten A. Rivai - Palembang, Telp: 0711 355000

Sebuah restoran fine dining yang menyajikan masakan Tionghoa. Mencicipi ayam garam api, patin kukus bawang putih, dan buncis szechuan. Di sini ada atraksi istimewa menuangkan teh a la Kungfu Tea. Ayam garam apinya datang dengan atraksi yang tidak kalah heboh, yaitu flambe yang masih menyala. Patin kukus bawang putihnya mak nyuss!

Source: http://www.detikfood.com/read/2011/08/08/123538/1698813/994/wisata-kuliner-palembang

Balaputradewa
December 6th, 2011, 03:55 PM
Empat gagrak pindang utama adalah: Pindang Musi Rawas, Pindang Sekayu, Pindang Palembang, dan Pindang Meranjat.

^^ Bala baru denger kalo ada namanya Pindang Sekayu. Setau Bala, 4 gagrak pindang tu, 1. Pindang Palembang, 2. Pindang Musi Rawas, 3. Pindang Meranjat dan yang terakhir 4. Pindang Pegagan.
Untuk daerah Sekayu mereka masih sama racik dg pindang musi rawas nah kalo pindang pegagan ini ciri pindang masyarakat di kawasan Ogan Ilir sampe ke Tanjungrajo dan Kayuagung.

paradyto
December 7th, 2011, 12:30 AM
Gw baru tahu ada 4 gagrak pindang:)

paradyto
December 7th, 2011, 02:53 PM
he he he :D

http://atydsp1.site11.com/files/t002-kuliner-palembang.jpg

Balaputradewa
December 7th, 2011, 03:20 PM
^^ haha :lol: lucu kaosnya. Gek Balak cubo senaraike sikok-sikok yee:

Lempok
Laksan
Nasi gemuk
Pempek
Klepon
Tekwan
Bolu kojo
Telok ukan
Kapal selam
Kroket
Engkak medok
Tempoyak
Gunjing
Pistel
Lakso
Kue Suri
Ragit
Bluder
Brengkes
Putu Mayang
Nasi kebuli
Roti kumbu
Lenggang
Pindang tulang
Dadar jiwo
Ketan punar
Mie celor
Srikayo
Celimpungan
Gandus
Sate kerang
Model
Maksuba
Otak-otak
Burgo

^^ nah nah yang mano belum dicubo :D Sebenarnya masih banyak lagi seperti Bodem, Gelenak, 8 Jam, Pekasam, Mentu dll. :)

paradyto
December 8th, 2011, 12:49 AM
banyak juga yah, yang asli Palembang? memang kalau jalan di Palembang, banyak banget kuliner yang harus dicicip:) dah mulai jadi kota kuliner sekarang... karena kalau orang dengar kata Palembang, ingetnya hanya kuliner mulu! he he he... memang a masterpiece of asian's taste:okay:

Ferdy21
December 8th, 2011, 06:48 AM
^^ haha :lol: lucu kaosnya. Gek Balak cubo senaraike sikok-sikok yee:

Lempok
Laksan
Nasi gemuk
Pempek
Klepon
Tekwan
Bolu kojo
Telok ukan
Kapal selam
Kroket
Engkak medok
Tempoyak
Gunjing
Pistel
Lakso
Kue Suri
Ragit
Bluder
Brengkes
Putu Mayang
Nasi kebuli
Roti kumbu
Lenggang
Pindang tulang
Dadar jiwo
Ketan punar
Mie celor
Srikayo
Celimpungan
Gandus
Sate kerang
Model
Maksuba
Otak-otak
Burgo

^^ nah nah yang mano belum dicubo :D Sebenarnya masih banyak lagi seperti Bodem, Gelenak, 8 Jam, Pekasam, Mentu dll. :)

banyak nian emang masakan wong palembang dak tau ngapo yo...tapi aku belum pernah cubo ketan punar kayak mano itu yo..o

Balaputradewa
December 8th, 2011, 06:48 PM
^^ iya emang agak susah menemukan ketan punar karena biasanya hanya dibuat pada acara perayaan tertentu, seperti marhaba bayi dan pernikahan. Khusus pernikahan, ketan punar wajib digunakan pada prosesi 'cacap-cacapan'. Jadi gak bakal ditemukan terjual di warung2 :). Liat aja mas di acara adat Palembang, ada ketan yg bewarna kuning dg alas daun pisang, mirip2 nasi kuning, itulah ketan punar. Kalo gksalah ada campuran kunyit dan santan, rasanya gemuk2 gurih gitu deh. :)

paradyto
December 9th, 2011, 12:25 AM
sama kayak ketan dengan parutan kelapa yang dimasak hingga warna coklat yah?

paradyto
December 9th, 2011, 05:17 AM
Ahmad Albar 2 Tahun Tidak Makan Pempek

http://palembang.tribunnews.com/foto/berita/2011/12/8/BAR1.jpg

SETELAH hampir dua tahun tidak ke Palembang, Rocker Gaek Achmad Albar Jumat (09/12/2011) tampil di S-lounge Selebriti Entertaiment Center Palembang.

Kamis (09/12) kemarin Achmad Albar dan Conny Contastia sudah berada di Palembang, meski usia ayah dari bintang Sinetron Fachri Albar ini berkepala enam lebih ia masih terlihat energik.

Ketika diwawancarai Sripo, usai cek Sound di Selebriti Entetaiment Center, Achmad Albar mengaku senang bisa konser di Palembang meski tidak dengan group God Bless.

"Saya terakhir ke Palembang tahun 2009, setelah dua tahun ngak kesini kota Palembang semakin asyik. Saya sudah kangen dengan pempek," ujarnya.

Ketika ditanya apa kegiatannya sehari hari-hari, Achmad Albar mengaku lebih vokus di musik, pada tahun 2012 sekitar Maret, God Bless akan meluncurkan album terbaru. Namun dalam album itu lagu baru hanya lima dan lainya lagu God Bless
sebelumnya," ujarnya.

Apa ada rencana untuk membuat God Bless Junior ? "Kayaknya tidak tu, anak saya dan anak Ian Antono sudah punya band Jibriel, begitu juga dengan anaknya Donny Fatah juga punya Band sendiri.

Karena kita memberi kebebasan kepada mereka," ujar penyanyi yang akrap dipangil iyek ini.

Saat ditanya apa hikmah yang diambil saat tertimpa kasus narkoba dan membuatnya sempat ditahan berapa bulan di lembaga pemansyarakatan. Menurut Iyek hikmahnya pasti ada suatu pelajaran
bagi saya, walaupun waktu itu sebetulnya saya menjadi kambing hitam akhirnya saya terseret juga.

"Saya malah lebih banyak di ekspos untuk menutupi kasus lain. Tapi yang lalu biarlah berlalu, cukup bagi saya menjalani masa
penahanan selama tiga bulan di Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri dan empat bulan di Lembaga permayarakatan Paledang Bogor. Dikatakan Iyek dulu narkotik tidak terlalu diekspos
dibandingkan sekarang. Jarang sekali kita dengar pemain band ditangkap karena narkoba.

"Padahal pada tahun 70an ketergantungan narkotik para pemain band lebih parah dibandingkan sekarang. Sekarang selebritas diincar demi sensasi" kilahnya.

Ketika ditanya kiatnya sehingga terlihat tetap awet muda terus, sebenarnya gak ada kiat khusus yang penting lebih banyak bersyukur kepada yang diatas. Karena bagi saya itu merupakan anugerah, bisa bermain musik dan badan saya sehat."imbuh penyanyi kelahiran Surabaya 16 Juli 1946.

Source: http://palembang.tribunnews.com/2011/12/08/ahmad-albar-2-tahun-tidak-makan-pempek

da06093
December 9th, 2011, 05:38 AM
^^ Bala baru denger kalo ada namanya Pindang Sekayu. Setau Bala, 4 gagrak pindang tu, 1. Pindang Palembang, 2. Pindang Musi Rawas, 3. Pindang Meranjat dan yang terakhir 4. Pindang Pegagan.
Untuk daerah Sekayu mereka masih sama racik dg pindang musi rawas nah kalo pindang pegagan ini ciri pindang masyarakat di kawasan Ogan Ilir sampe ke Tanjungrajo dan Kayuagung.

pakemnya pindang emang 4 daerah itu (baru tahu kalo istilahnya gagrak).. pindang meranjat n pindang pegagan emang rajanya pindang.. pindang musi rawas yang enak itu di angkatan 45..

paradyto
December 9th, 2011, 05:40 AM
Pindang palembang memang tidak ada duanya, TOP MARKOTOP!:okay:

da06093
December 9th, 2011, 05:42 AM
banyak nian emang masakan wong palembang dak tau ngapo yo...tapi aku belum pernah cubo ketan punar kayak mano itu yo..o

ada yang pernah nyobain sup gondang??:)

paradyto
December 9th, 2011, 05:44 AM
Nah Sup Gondang itu apa lagi nih? dimana?

da06093
December 9th, 2011, 06:24 AM
aku nggak tahu kalo ada yang jual atau nggak.. makanan kampung soale.. gondang itu sejenis keong tapi ukurannya kecil..

paradyto
December 9th, 2011, 07:03 AM
oic, keong sawah yang dibuat dengan bumbu pindang..

da06093
December 9th, 2011, 10:39 AM
yippi.. kalo disunda namanya tutut..

Balaputradewa
December 9th, 2011, 10:45 AM
^^ kan ada lagunyaa..

Cup mak ilang, mak ilang cagak batu
Dimano kuceng belang, disitu rumah aku
Alangke lemak rumah di lebak
Banyak Gondang diselo cakak
Oi Alangke lemak tunangan parak
mukak jendelo oi pacak saling ngagak :)

paradyto
December 9th, 2011, 10:48 AM
Gondang, berarti ketan bertabur kelapa goreng... nyam nyam nyam!:)

paradyto
December 10th, 2011, 06:02 AM
http://img267.imageshack.us/img267/9339/93122736.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/267/93122736.jpg/)

http://img683.imageshack.us/img683/9283/24106136.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/683/24106136.jpg/)

http://img836.imageshack.us/img836/1354/12807125.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/836/12807125.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
December 10th, 2011, 12:06 PM
^^ jarang ke Patos PTC, seringnya yang di PS deket rumah sih :)

paradyto
December 10th, 2011, 02:25 PM
Patos yang di PS dengan PTC sama saja kok, tapi makanannya Gw nggak begitu suka:)

Balaputradewa
December 10th, 2011, 03:52 PM
Hmm..Bala berandai2, bisa gak yah Pemkot Palembang mengeluarkan Perda utk setiap rumah makan model2 Cafe seperti Patos, Soerabi Bandung, Bumbu Desa, Baso Lap. Tembak Senayan, Hanarasa, The Gunz, River Side dsb juga harus menyediakan makanan khas Palembang minimal Pempek, tekwan atau Mie Celor :lol:

Ivand_killjoyz
December 10th, 2011, 04:36 PM
wihwiwiwiiwiiiy ....akhirnya kesampaian juga bergabung di ssc palembang .....sudah 1 tahun menunggu sejak agustus 2010 akhirnya bergabung juga ....thks to bang arestullah ......:):lol::lol::lol:

kunjungi thread pertama saya

All About Musi River and 9 river in south sumatera
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=1467737&highlight=

Ferdy21
December 10th, 2011, 07:54 PM
Hmm..Bala berandai2, bisa gak yah Pemkot Palembang mengeluarkan Perda utk setiap rumah makan model2 Cafe seperti Patos, Soerabi Bandung, Bumbu Desa, Baso Lap. Tembak Senayan, Hanarasa, The Gunz, River Side dsb juga harus menyediakan makanan khas Palembang minimal Pempek, tekwan atau Mie Celor :lol:

Ha..ha..bakal di demo pedagang pempek se palembang anget tuh. itu namanya merebut lahan orang he..he..kata orang palembang "Alangkah maruknyo"

paradyto
December 11th, 2011, 06:37 AM
Bala memimpikan dimanapun pasti ada Pempek:D wajib!:)

Balaputradewa
December 11th, 2011, 11:51 AM
^^ iyalah mas, biar lebih mendekatkan kuliner khas Palembang disemua kalangan. Bala rasa tidak akan diributkan oleh pedagang 'khusus' masakan khas Palembang karena mereka ud punya segmen pasar sendiri2. Cuma berandai2 aja kok hehe :D

paradyto
December 12th, 2011, 06:13 AM
Yah bersyukur Palembang punya Kuliner yang sangat populer di negeri ini, Gw juga paling suka, apalagi sambil "ngirup" cuko:D

gunny.gunason
December 14th, 2011, 12:59 AM
jadi inget Pempek SAGA:)

Balaputradewa
December 15th, 2011, 03:42 AM
Kawasan Kuliner Depaten Sekanak
Salah Satu Pusat Kuliner Khas Palembang

http://img534.imageshack.us/img534/9834/kuliner.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/534/kuliner.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

^^ terdapat berbagai jajanan khas Palembang, segala jenis pempek dan juadah tersedia dengan harga terjangkau. :)

Ferdy21
December 15th, 2011, 08:11 AM
Kawasan Kuliner Depaten Sekanak
Salah Satu Pusat Kuliner Khas Palembang

http://img534.imageshack.us/img534/9834/kuliner.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/534/kuliner.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

^^ terdapat berbagai jajanan khas Palembang, segala jenis pempek dan juadah tersedia dengan harga terjangkau. :)

kasih bocoran aja ya kalau disini pempeknya murah meriah terutama favorit gue beli itu pempek MANG DIN.

paradyto
December 16th, 2011, 12:36 AM
^^Pempeknya murah, dan enak, apalagi tekwan dan modelnya:okay:

paradyto
December 18th, 2011, 03:51 PM
Hanya dengan Rp 15 Ribu Bisa Kenyang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Siapa bilang belanja makanan yang mengenyangkan di Bandara Internasional SMB II Palembang harus merogoh kocek tebal.

Buktinya di Kantin Hijau Daun milik Pak Jejen (51) ini hanya dengan Rp 15 ribu sudah bisa kenyang plus diberikan minum air putih.

Pantas saja kantin yang letaknya di seberang jalan terminal bandara dan berdekatan dengan Masjid Al-Mathor ini cukup digemari dan ramai pembelinya.

"Nggak mahal-mahal. Hanya lima belas ribu udah bisa kenyang. Itu sudah kita kasih minum air putih, mau dua atau tiga gelas, free. Kita lebih murah untuk bisa menjangkau kelas menengah ke bawah. Seperti karyawan, para sopir. Tapi pejabat-pejabat juga suka makan ke sini," ungkap pemilik kantin, Jejen yang turun langsung mengulek Sambal Petir Sukaraja andalannya, Minggu (18/12/2011).

Pria kelahiran Tasikmalaya (Jabar) 16 Juli 1959 ini mengaku baru 13 April 2011 menyewa dengan PT Angkasa Pura II (Persero) Palembang. Ia mengambil space 40 meter dengan kontrak per meter Rp 40 ribu per bulannya.

"Pernah sempat dua bulan menu yang disajikan soto mi dan rawon ala Jawa Timur. Rupanya kurang diminati, memang ada sebagian yang suka. Mulai bulan Mei lalu dicobai sedikit-sedikit menu yang seperti sekarang ini namanya Sambal Petir Sukaraja modifikasi ala Jatim dan Jabar. Orang senang ke sini bukan hanya karena murahnya, tapi nyari sambalnya pedas dan gurih," terang Jejen yang tadinya bekerja ekspedisi di Jakarta.

Pria yang pernah memiliki istri lima dan kini masih dua bernama Dian Wiwik Prastuti (43) dan Desi Susanti (28) mengaku baru sembilan bulan di Palembang. Ia beralih profesi lantaran full bersaing dengan pemodal besar di bidang ekspedisi.

"Sementara melihat di Palembang kuliner peluangnya masih banyak. Coba beri produk yang cocok di Palembang Yang disukai ternyata bikin sambal yang sangat pedas dengan ikan lele. Kita tetap sedikan soto dan kuah bening sebagai pendamping. Alhamdulillah laris, para pejabat pun suka makan di sini. Kalau hari biasa rata-rata 100 porsi. Tapi kalau hari minggu seperti ini 60-70 porsi," ujar Jejen yang bekerja dibantu enam pelayan dan 3 juru masak.

Paket Rp 15 ribu ini bisa memilih lauknya ayam goreng, ikan lele goreng, ikan mas goreng. Ini pun ada tambahannya tahu dan tempe. Sedangkan untuk paket yang harganya Rp 20 ribu pepes ikan patin, ikan nila atau ayam. Begitu juga untuk gulai harganya Rp 20 ribu.

"Untuk minuman relatif sama, untuk es teh manis Rp 6 ribu. Teh botol Rp
5 ribu," ujarnya.

source: http://palembang.tribunnews.com/2011/12/18/hanya-dengan-rp-15-ribu-bisa-kenyang

Balaputradewa
December 18th, 2011, 04:21 PM
^^ es teh-nya mas mahal, biasanya juga di warung2 3 ribu :D

paradyto
December 19th, 2011, 03:35 AM
100% naiknya ya:D namanya juga Bandara:)

gunny.gunason
December 21st, 2011, 04:27 PM
kangen Mang Doha? or Dowa?

Balaputradewa
December 22nd, 2011, 12:43 PM
Minggu kemaren kondangan, menu-nya nasi minyaak, lemak nian samo sambel daging pete :okay:

http://img14.imageshack.us/img14/1160/nasie.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/14/nasie.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
December 23rd, 2011, 06:45 AM
Makanan wajib kalau ke undangan adat Palembang:okay:

skyscrapped
December 25th, 2011, 12:52 AM
PINDANG IKAN PATIN

truly the best fish soup in the world!

Berharap RM Palembang makin menggurita di seluruh nusantara seperti RM Padang, biar gampang nyari pindang ikan patin dimana-mana.

http://wisataseru.com/wp-content/uploads/2010/03/pindang-ikan.jpg

paradyto
December 25th, 2011, 06:56 AM
hmmmm... bikin laper neh:) Pindang Patin memang rasanya mantap banget:okay:

Balaputradewa
December 26th, 2011, 09:40 AM
PINDANG IKAN PATIN

truly the best fish soup in the world!

Berharap RM Palembang makin menggurita di seluruh nusantara seperti RM Padang, biar gampang nyari pindang ikan patin dimana-mana.

ai cacam makmano nian 'menggurita' tu maang :lol:

paradyto
December 26th, 2011, 10:23 AM
ai cacam makmano nian 'menggurita' tu maang :lol:

Satu Kata untuk Kuliner Palembang kali Bala:D

paradyto
December 30th, 2011, 01:37 PM
CFC Buka Cabang di RSMH Palembang

http://palembang.tribunnews.com/foto/berita/2011/12/30/CFC.JPG

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Californiia Fried Chicken (CFC) kembali menambah cabangnya. Setelah lima cabang dibuka di beberapa tempat di Palembang, cabang keenam kini dibuka di tengah-tengah halaman RSMH Palembang.

Meski dibangun di tengah lingkungan rumah sakit, Djumharto optimis ladang uangnya ini tidak akan sepi pembeli. "Saya optimis karena usaha saya ini memprioritaskan pada kebersihan dan kehigienisan. Terbukti, baik pihak rumah sakit maupun keluarga pasien langsung menyerbunya, meski secara resmi belum dibuka," ujarnya.

source: http://palembang.tribunnews.com/2011/12/30/cfc-buka-cabang-di-rsmh-palembang

paradyto
December 30th, 2011, 02:02 PM
http://images.detik.com/customthumb/2011/12/21/1025/img_20111221180239_4ef1bccf118ec.jpg?w=600

Wisata Kuliner Hemat di Palembang
Oleh: Adrian Fajriansyah

Bila kita berkunjung atau sedang berwisata di suatu tempat rasanya kurang lengkap tanpa mencicipi makanan khas dari kota yang dikunjungi tersebut. Wisata kuliner atau mencicipi makanan khas dari daerah yang dikunjungi merupakan suatu kesatuan penting pada sebuah perjalanan wisata, rasanya tidaklah lengkap paket wisata kita tanpa mencoba mencicipi makanan dari suatu tempat wisata yang sedang dikunjungi.

Namun kadang kalah kita kurang memahami atau tidak mengetahui tempat-tempat kuliner yang tepat untuk disinggahi pada di suatu tempat atau kota yang sedang kita kunjungi. Ada pertimbangan khusus untuk kita para wisatawan dalam memilih tempat kuliner yang tepat untuk disinggahi, diantaranya adalah rasa dari makanan yang disediahkan haruslah khas dari daerah tersebut dan tentunya harus enak juga lezat, kemudian yang terpenting adalah harganya karena pada hakekatnya para wisatawan yang berkunjung ke suatu tempat wisata mencari tempat makan dengan pertimbangan utama adalah harganya pas dikantong mereka.

Palembang sendiri sebagai kota yang sedang pesat mengembangkan potensi wisatanya juga memiliki makanan khas yang sangat beragam dan pastinya enak juga lezat. Tidak lengkap bila anda para wisatawan berkunjung ke Kota Palembang tanpa mencicipi makanan khas dari Kota Palembang. Makanan khas dari Kota Palembang yang paling terkenal pastinya adalah pempek yaitu suatu makanan dari olahan ikan, para wisatawan yang berkunjung ke Palembang pastinya pertama kali yang ingin dicicipi adalah pempek, akan tetapi tidak semua wisatwan yang berkunjung membawa uang yang berlimpah sehingga saat memilih tempat kuliner pertimbangan utama mereka adalah harga yang harus pas di kantong mereka.

Dengan pertimbangan harga yang murah meriah namun rasanya tidak kalah dengan hotel berbintang maka dari itu saya tunjukan beberapa tempat wisata kuliner hemat dengan harga kaki lima namun rasanya bintang lima yang ada di Palembang.

1. Warung Pempek Lala

Berlokasi di Jalan Mujahiddin no 23, Kelurahan Talang Semut, Palembang atau tepatnya di daerah pasar 26 Ilir. Lokasi warung ini tepat di depan Warung Mie Celor 26 tidak jauh dari depan gerbang masuk pasar 26 Ilir.

Warung Pempek Lala menyediakan aneka jenis pempek khas Palembang, selain menyediakan pempek warung makan lala juga menyediakan berbagai jenis makanan olahan ikan khas Palembang lainnya seperti Pempek Kecil, Pempek Lenjer, Pempek Telor Besar (Pempek Kapal Selam), Model (Sejenis Sup Ikan Khas Palembang), Pempek Lenggang dan Kerupuk Kemplang khas Palembang. Semua aneka jenis makanan khas Palembang itu dibandrol dengan harga yang sangat pas dan terjangkau untuk kantong kita yang hanya memiliki budget terbatas, adapun harga dari aneka makanan tersebut adalah berikut ini:

- Aneka Pempek Kecil : Rp 900

- Pempek Lenjer : Rp 8.000

- Pempek Kapal Selam : Rp 7.000

- Model : Rp 3.500

- Pempek Lenggang : Rp 7.000

- Kemplang : Rp 15.000

* Harga per November 2011

Jangan ragu dengan harganya yang murah karena rasanya sangat luar biasa tidak kalah dengan restoran pempek bintang lima yang lebih tenar. Asal tahu saja keluarga saya apabila ingin membawak buah tangan (oleh-oleh) untuk sanak saudara ditempat lain pasti tidak lupa membawak pempek dan pempek yang selalu dibawak adalah pempek Lala karena harganya murah tapi rasanya bintang lima.

Dari semua makanan khas Palembang yang disediakan di Warung Pempek Lala yang paling saya suka dan menjadi favorit saya adalah modelnya, alasan saya memilih model karena rasa yang disajikan sangat luar biasa lezat seperti model yang banyak dijual di restoran pempek bintang lima tapi yang di Warung Lala harganya sangat murah yaitu hanya Rp 3.500 itulah mengapa saya sangat suka dengan model di warung Lala.

2. Warung Pempek Dowa

Warung Pempek Dowa terletak persis di depan seberangan gerbang masuk pasar 26 Ilir. Warung Pempek Dowa menyediakan aneka olahan ikan khas Palembang, seperti aneka pempek kecil, pempek lenjer, pempek kapal selam, model, kemplang, dan es kacang merah. Harga yang ditawarkan di warung ini juga sangat terjangkau.

Dari semua sajian khas Palembang yang ada di Warung Pempek Dowa yang paling saya suka adalah es kacang merahnya yang dapat anda tebus hanya dengan Rp 3.000. Untuk rasa es kacang merah yang terdapat di Warung Pempek Dowa sangat khas Palembang dimana kacang merahnya begitu lembut dan nikmat terasa di mulut.

3. Warung Pempek Mang Ujuk

Warung Pempek Mang Ujuk berlokasi di Jalan Tjik Agus Kiemas, Palembang persis di depan Masjid Agung Palembang. Warung Pempek Mang Ujuk merupakan tempat favorit saya dan teman-teman untuk buka bareng saat bulan Ramadhan. Banyak cerita nostalgia di warung ini karena dulu saat masih aktif kuliah setiap kali pulang dari kampus Indralaya kami pasti sempatkan makan pempek bersama di warung ini terutama sekali saat bulan Ramadhan, dulu saat bulan Ramadhan hampir setiap hari kami buka bareng di sini sehingga sangat jarang buka di rumah.

Selain menjadi tempat favorit saya dan teman-teman, Warung Pempek Mang Ujuk juga merupakan tempat favorit orang tua saya terutama Bapak, dimana Bapak saya yang tugas kerja di Lahat saat pulang ke Palembang pasti sempatkan membeli pempek lenggang dan model di warung ini untuk di bawak ke rumah.

Mengapa Warung Pempek Mang Ujuk begitu favorit bagi kami karena rasa dari makanan yang disediakan di sini begitu nikmat, rasa cuka yang disediakan di sini juga sangat nikmat, cuka sendiri merupakan kuah yang wajib disediakan ketika anda memakan makanan khas Palembang terutama pempek, cuka merupakan bagian penting dari makanan khas Palembang dimana ada jargon yang berbunyi “bila cukanya nikmat, bagaimana pun rasa pempeknya pasti akan terasa enak” dan ada pula jargon yang berbunyi seperti ini “orang Palembang tidak bisa hidup bila tidak minum cuka sehari”.

Makanan khas Palembang yang disediakan di sini diantaranya adalah aneka pempek kecil, pempek kapal selam, pempek lenggang, model, kerupuk, dan srikaya. Dari semua makanan yang disediakan di sini yang paling saya suka adalah pempek lenggangnya, lagi-lagi alasan saya memilik lenggang Mang Ujuk sebagai makanan favorit saya di warung ini adalah karena rasanya yang nikmat tidak kalah dengan restoran lain yang lebih tenar dan juga harganya murah meriah yaitu hanya dibandrol dengan Rp 7000,- saja.

Pempek Kuliner Khas Palembang

Pempek merupakan makanan khas Palembang. Pempek merupakan makanan yang tercipta dari inovasi dalam pengolahan ikan. Ikan yang berlimpah di Sungai Musi Palembang merupakan latar belakang dari terciptanya pempek Palembang. Dahulu pempek Palembang banyak dibuat dari Ikan Belidah (ikan endemic dari Sungai Musi) yang banyak terdapat di Sungai Musi saat itu, namun sekarang karena Ikan Belidah sudah jarang ditemui (langkah) dan harganya pun sangat mahal sehingga sekarang ikan yang digunakan untuk membuat pempek pun menjadi beragam. Pempek sendiri tidak sulit untuk dibuat karena bahan dasar yang digunakan untuk membuatnya banyak tersedia di pasaran selain itu cara membuatnya pun sangat sederhana, adapun bahan dasar/resep membuat pempek adalah berikut ini:

- Ikan (bisa ikan sungai juga ikan laut)

- Tepung terigu kualitas tinggi

- Telor

- Bumbu dasar

Di Palembang sendiri pempek bukan hanya makanan cemilan biasa tapi pempek sudah menjadi sarapan buat sebagian orang di Palembang, pempek dimakan oleh orang Palembang saat sarapan pagi, siang dan sore sehingga pempek tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Palembang.

source: http://detik.travel/read/2011/12/21/180353/1796905/1025/wisata-kuliner-hemat-di-palembang

Pakponidi
December 30th, 2011, 02:18 PM
PINDANG IKAN PATIN

truly the best fish soup in the world!

Berharap RM Palembang makin menggurita di seluruh nusantara seperti RM Padang, biar gampang nyari pindang ikan patin dimana-mana.

http://wisataseru.com/wp-content/uploads/2010/03/pindang-ikan.jpg

Cita rasa Pindang Ikan Patin ini apa mirip dengan Pindang Bandeng Serani ya? Kalau Bude saya di Jawa Timur seringnya masak pindang pake ikan bandeng, mungkin karena ikan patin di Jatim kurang familiar ya? Trus saya pernah dengar tentang Pindang Meranjat, apa semacam pindang patin ini?

paradyto
January 10th, 2012, 04:21 PM
Franky Nasril, Pengelola RM Siang Malam di Palembang

http://padangekspres.co.id/up/berita/10012012121818a.jpg

MEREKA yang pernah jalan-jalan ke Sumatera pasti tak asing lagi dengan dua rumah makan ini. Yakni, Rumah Makan (RM) Siang Malam dan RM Pagi Sore. Bak pagi-siang-sore-malam, dua rumah makan itu memang berkaitan. Pendirinya adalah saudara kandung. RM Siang Malam milik Haji Nailis. Adiknya, Haji Lismar, empunya RM Pagi Sore.

”Saya nggak tahu arti nama itu. Hanya mereka berdua yang tahu. Mungkin biar lengkap. Kalau ada pagi sore, harus ada siang malam,” kata Franky Nasril, nakhoda RM Siang Malam sekarang, di Palembang, Sumatera Selatan, pekan lalu.

source:http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=20917

paradyto
January 10th, 2012, 05:08 PM
Hmm...Nikmatnya Getuk Plus Lupis dari Ketan Thailand

http://palembang.tribunnews.com/foto/berita/2012/1/10/Getuk.jpg

LUPIS dan getuk merupakan dua penganan khas jajanan pasar di Kota Palembang. Penganan yang terbuat dari bahan baku ubi dan ketan ini bisa dinikmati dengan taburan kelapa muda parut dan siraman gula merah cair.

Di kawasan Palembang, hanya ada segelintir orang yang menjual makanan dari Jawa. Mereka merupakan pendatang dari Pulau Jawa yang mengadu nasib dengan menjual getuk dan lupis khas Palembang. Hampir semua penjual makanan ini, berada di kawasan Sekip Ujung, Kecamatan Kemuning.

Salah satu pedagang yang ditemui Sripoku.com Selasa (10/1/2012) yakni, Sukiman (45), warga Jl Orde Baru, Lr Wakaf RT 27 No 1782, Kelurahan 20 Ilir D2, Kecamatan Kemuning. Di rumahnya, ia membuat sendiri getuk dan lupis dibantu oleh anggota keluarga lain yang ikut menjajakannya di pasar.

source: http://palembang.tribunnews.com/2012/01/10/hmm...nikmatnya-getuk-plus-lupis-dari-ketan-thailand

Balaputradewa
January 12th, 2012, 01:54 AM
lagi...


Nasi Minyak Palembang :okay:

http://img265.imageshack.us/img265/3671/nasiminyak.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/265/nasiminyak.jpg/)

http://img220.imageshack.us/img220/3605/nasiminyak2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/220/nasiminyak2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
January 12th, 2012, 03:56 AM
^^kondangan lagi nih Bala:)

Balaputradewa
January 12th, 2012, 04:29 AM
^^ hehe :D waktu nikahan anak pak Ishak Mekki.

Ferdy21
January 12th, 2012, 02:59 PM
Restoran Ayam lepaas di Simpang Patal dah ada yang pernah coba belum ya Soalnya tuh restoran rame banget....aneh bener

Balaputradewa
January 13th, 2012, 03:17 AM
Pencuci mulut pagi ini di kantor :)


Srikayo dan Segelas Kopi Semendo :okay:

http://img40.imageshack.us/img40/1664/srikayo.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/40/srikayo.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
January 13th, 2012, 03:32 PM
Restoran Ayam lepaas di Simpang Patal dah ada yang pernah coba belum ya Soalnya tuh restoran rame banget....aneh bener

he he he yang bikin simpang kenten makin macet neh??? he he he enak pedas:okay:

paradyto
January 13th, 2012, 03:34 PM
Pencuci mulut pagi ini di kantor :)


Srikayo dan Segelas Kopi Semendo :okay:

http://img40.imageshack.us/img40/1664/srikayo.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/40/srikayo.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

^^he he he enak tuh! masih commit Blue Proper nih? :D

Xdoni
January 14th, 2012, 04:22 PM
Minggu kemaren kondangan, menu-nya nasi minyaak, lemak nian samo sambel daging pete :okay:

http://img14.imageshack.us/img14/1160/nasie.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/14/nasie.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

sambelnya menggugah selera.
biasanya nasi minyak juga bisa pake sambel nanas ya... hmmm enak banget itu...

da06093
January 14th, 2012, 05:10 PM
^^ cacam.. la lamo nian oi dak temakan nasi minyak.. :D

paradyto
January 15th, 2012, 07:13 AM
^^ cacam.. la lamo nian oi dak temakan nasi minyak.. :D

Ikut ke kondangan be Mangcek, samo Mang Cek Bala:)

paradyto
January 15th, 2012, 07:15 AM
Bebek Goreng Pasundan, enak juga lho...

http://img210.imageshack.us/img210/4458/bebekgorengpasundan.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/210/bebekgorengpasundan.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

rahul medan
January 15th, 2012, 07:59 AM
pempek buat gw ngileerr...
btw di medan ad jg yg jual pempek wong kito dan lumayan terkenal.

paradyto
January 15th, 2012, 11:02 AM
pempek buat gw ngileerr...
btw di medan ad jg yg jual pempek wong kito dan lumayan terkenal.

Namanya "Wong Kito"? Kalau untuk Pempek, Gw paling demen banget sama Pempek Keriting atau pempek Kerupuk, karena kalau di"cocol" sama saus cuko, saus cuko itu akan meresap ke semua bagian Pempek:okay:

http://3.bp.blogspot.com/_9IN2drXrpng/SqdCIeOMT3I/AAAAAAAAAE8/Cy7_ZjVfCtU/s320/pempek-keriting.jpg

Maknyuuussss!!

rahul medan
January 15th, 2012, 08:20 PM
ihh dari gambarnya aj dah berasa enaknya bg

iya bg, nama warungnya pempek "wong kito palembang"

unyupeople
January 16th, 2012, 10:51 AM
^^
di medan lokasinya di mana bang rahul?
yg gue tau dekat polonia.

rahul medan
January 16th, 2012, 04:42 PM
^^
yup dekat polonia, dekat smun 2 :lol:

Balaputradewa
January 17th, 2012, 04:45 PM
Hidangan khas Musi Rawas

Pindang Musi Rawas, sambel menta dan lalap petanang. Semuanya serba asem.

http://img521.imageshack.us/img521/2401/pindang.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/521/pindang.jpg/)

http://img689.imageshack.us/img689/8039/pindang2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/689/pindang2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
January 17th, 2012, 05:11 PM
Meskipun terdapat di berbagai daerah, namun buah ini sangat populer bagi masyarakat Sumatra Selatan :) Sampai-sampai gambarnya terpampang besar sebagai reklame promosi Palembang dibawah flyover Simpang Polda. :lol: Semua orang Palembang suka, dari semua kalangan. Penyajiannya juga bermacam-macam, ada yang di makan langsung, dibuat kue, penganan ringan, minuman hingga gulai atau lauk makan. :yes:


Dehian alias Durian

http://img507.imageshack.us/img507/7657/duren.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/507/duren.jpg/)

http://img560.imageshack.us/img560/8628/duren2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/560/duren2.jpg/)

http://img69.imageshack.us/img69/7399/duren3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/69/duren3.jpg/)

http://img819.imageshack.us/img819/3193/duren4.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/819/duren4.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
January 18th, 2012, 12:25 AM
Hidangan khas Musi Rawas

Pindang Musi Rawas, sambel menta dan lalap petanang. Semuanya serba asem.

http://img689.imageshack.us/img689/8039/pindang2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/689/pindang2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

hmmm sambelnya, terasa banget neh!:)

paradyto
January 18th, 2012, 12:56 AM
Meskipun terdapat di berbagai daerah, namun buah ini sangat populer bagi masyarakat Sumatra Selatan :) Sampai-sampai gambarnya terpampang besar sebagai reklame promosi Palembang dibawah flyover Simpang Polda. :lol: Semua orang Palembang suka, dari semua kalangan. Penyajiannya juga bermacam-macam, ada yang di makan langsung, dibuat kue, penganan ringan, minuman hingga gulai atau lauk makan. :yes:


Dehian alias Durian

http://img819.imageshack.us/img819/3193/duren4.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/819/duren4.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

ada info juga nih...

Buah Durian Hambat Penuaan Dini

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Apa benar buah durian bisa mengakibatkan kematian? Memang durian bisa berbahaya karena dapat menyebabkan peningkatan kolesterol dalam darah. Namun di sisi lain, durian sarat dengan gizi. Buah itu mengandung vitamin B, C, E dan zat besi.

Tidak hanya pada daging buahnya saja tetapi juga pada kulit dan daunnya. Namun tidak banyak orang mengetahuinya. Sesungguhnya durian merupakan makanan sehat yang baik untuk tubuh jika dimakan tanpa berlebihan.

Di dalam daging buah durian mengandung banyak sekali zat gizi, di antaranya adalah karbohidrat, lemak, protein, serat, kalsium (Ca), fosfor (P), asam folat, magnesium (Mg), potasium/kalium (K), zat besi (Fe), zinc, mangaan (Mn), tembaga (Cu), karoten, vitamin C, thiamin, niacin, dan riboflavin.


source: http://palembang.tribunnews.com/2012/01/17/buah-durian-hambat-penuaan-dini

paradyto
January 18th, 2012, 06:36 AM
Yuk Makan Siang!!

http://farm4.static.flickr.com/3487/3847640653_2dff979b9f_o.jpg

source: http://thumbnail-of-life.blogspot.com/2009/08/sari-laut-palembang.html

Volksraad
January 18th, 2012, 06:53 AM
^^ yang di mangkok itu gulai ya bro paradyto?
Wah, guramenya keliatannya enak banget... :D

paradyto
January 18th, 2012, 09:12 AM
^^ yang di mangkok itu gulai ya bro paradyto?
Wah, guramenya keliatannya enak banget... :D

itu Tom Yam Seafood...

http://farm3.static.flickr.com/2652/3847640697_802b11c360_o.jpg

source: http://thumbnail-of-life.blogspot.com/2009/08/sari-laut-palembang.html

Balaputradewa
January 18th, 2012, 09:38 AM
iih..serem liat ekspresi guramenya !! takut :nuts: dirumah makan mana mas dyto?

paradyto
January 19th, 2012, 01:14 PM
^^Sari Laut Palembang:)

paradyto
January 20th, 2012, 12:51 AM
Sebagian dari kuliner Palembang!

1. Kenten dan sekitarnya
- Simpang Degan/Kelapa Mu d a (Rp.3,000-an)
- Pempek Wak Ayah, d i d ekat Kebon Sirih Kecil (Rp.2,000,-)
- Ayam Bakar d aerah d ekat Tulang Bawang Perumnas, “Ayam Bakar Pak Kumis” (Rp.6,000,-)
- Pon d ok Ayam “Charlie” d epan Ke d amaian (Rp.12,000,- s/ d Rp.60,000-an)
- Pon d ok Millenium dekat ke d amaian, arah PTC sebelum lampu merah (Rp.10,000,- s/ d Rp.50,000-an)
- Martabak In d ia d i d ekat Kebon Sirih (Rp.6,000,-)
- Kwetiau d i d epan Kebon Sirih (Rp.3,000,-)
- Pangsit d ekat Kavaleri –(Rp.8,000,-)- Pempek Sekojo d i d epan PTC (Rp. 2,000,-)
- Batagor & Siomay dekat Komplek Dolog (Rp.6,000,-)
- Sate Pad ang Uni Ari di samping BCA (Rp.8,000,-)
- Nasi Goreng Mas Karyo d epan Permata Bank (Rp.7,000-an)
- PTC Food Court Center

2. Pusri, Lemabang dan sekitarnya
- Martabak Babe Simpang Sekojo (Rp.6,500,-)
- Holland Martabak Manis did ekat PDAM (Rp.10,000-an)
- Bakso Bontet Gotong Royong, dan Bakso Sidodadi d eket arah Kandang Kawat (Rp.3,000-an)

3. Pasar Kuto- Simpang Pasar Kuto:
- kue-kue murah, Sate Kerang (Rp.500 s/ d Rp.8,000-an)
- Bakso Cek Ni d ekat Jembatan Jagalan (Rp.4,000-an)
- Pempek Pasar Kuto d ekat lampu merah Pasar Kuto (Rp.1,000,-)
- Bakso Gepeng dekat Pasar Kuto sebelum Telkomsel (Rp.5,000,-)

4. Dr M Isa, Golf, Rajawali dan sekitarnya
- Kedai Merpati d i jalan Merpati Rajawali, lengkap, makan siang prasmanan dan skoteng di simpang 3 d ekat mesji d (Rp.500 s/ d Rp.15,000-an)
- Sate Pardi dekat Hyundai (Rp.12,000,- )
- Bukit Golf (Rp.5,000 s/ d Rp.50,000,-)
- Nasi Goreng IBA, malam mulai jam 19.00 wib (Rp.3,000-an)
- Sate Supardi didepan STMIK-MDP (Rp.12,000,- )
- Batagor Siomay dekat Tiara Patrin (Rp.6,000,-)

5. Dempo dan sekitarnya
- H. Saudi Restourant d i Simpang 3 Raja Photo (Rp.500,- s/ d Rp.4,000,-)
- Ayam 288, Ayam goreng dengan daun ubi (Rp.15,000,- )
- Pempek Dempo (Rp.2,500,-)
- Pempek EK (Rp.2,500,-)
- Aji Gayoi Japan Resto (Rp.5,000,- s/ d Rp.8,000,-)
- Kemplang Suwan di

6. Kolonel Atmo dan sekitarnya
- Martabak Manis Belinyu d i samping King Hotel (Rp.15,000,- s/ d Rp.20,000,-)
- Sakabento (Rp.8,500,- s/ d Rp.18,750,-)
- Otak -Otak di depan Gereja (Rp.500-an)
- Pempek Panggang d eket Thamrin (Rp.1,000,-)
- Bakso Tembak d i samping Jhon (Rp.8,000-an)

7. Daerah Pasar Dika, Mesji d Agung d an sekitarnya
- Nasi Goreng Tungku (masaknya pakai tungku) d i d epan Mesji d Agung (Rp.3,000,-)
-Martabak Har (Rp.7,000,-)
- Pempek Su d i Mampir d i d ekat Kali Pasir d epan Kantor CPM, d an belakang IP (Rp.2,000,-)
- Soto Belakang IP (Rp.6,000,-)
- Nasi Goreng Bang Ali d epan IP malam (18.00 wib – 3.00 wib) (Rp.13,000,- )
- Pempek Simpang 3 Sayangan (Rp.1,500,-)
- Martabak Manis d i d epan Sumber Mas (Rp.10,000,- )
- Sekoteng Jembatan Karang (Rp.3,500,-)
- Mo d el Simpang 4 d i Jembatan Karang belok ke kiri (Rp. 4,500,-)

8. Radial dan sekitarnya
- Sea Foo d Center (Rp.15,000,- )
- Mie Celor 26 Ilir d ekat Klinik Al Azhar (Rp.6,000,-)
- Hj. Nani d i d epan Hero (Rp.50,000,- )
- Sop Ikan d i d aerah Ilir Barat Permai (Rp.20,000-an)
- Pempek Pak Ra d en (Rp.2,000,-)
- Sate Grobakan (Rp.6,000,-)

9. Kampus dan sekitarnya
- Hanarasa Masakan Korea (Rp.50,000,- /orang mkn sepuasnya)
- Mess OKU (Rp.5,000,- s/ d Rp.12,000,-)
- Komplek Permata Foo d Center (Rp.50,000,- )
- GOR Nasi Goreng / Jagung Bakar murah meriah Di gor (Rp.5,000,- s/ d Rp.15,000,-)

10 Belakang Kantor Gubernur
- Sate Manis Pin d ang Tulang Cek Jon d i samping Buil d ing Information Center Bina Marga (Rp.10,000,- )
- Somay Simpang BICBM (Rp.5,000,-)

11. A. Rivai dan sekitarnya
- Dapur Sun d a, samping GM Billiar d (Rp..50,000, -)
- Sate Pa d ang A.Rivai (Rp. 8,000,-)
- Gama Steak d an Ayam Goreng d i d epan GM Billiar d (Rp.7,000,-)
- Pempek Can d y (Rp. 2,000,-)
- Siomay d i Kambang Iwak (Rp.4,000,-)
- Mi Kocok SMPN 1 (Rp.3,000)
- Pempek Doraemon Rusun (Rp. 2,000,-)

12 Bukit
- Ayam Ri d ho d ekat PHB (Rp.6,000,-)
- Simpang PHB (Rp.5,000,- s/ d Rp.20,000,-)
- Mo d el Dowa d i Simpang 5 (Rp.6,000,-)- Mo d el Dowa di Bukit Baru (Rp. 6,000,-)
- Ayam Bakar d an lainnya (Rp.6,000-an)

13. Demang Lebar Daun dan sekitarnya
- Pin d ang Meranjat (Rp.15,000,- )
- Sri Melayu (Rp.70,000,- )
- Sari Sun d a - suasana pon d ok (Rp.5,000,- s/ d Rp.15,000,-)
- Suwito Asli Rp. 12..000
- Ikan bakar Pakjo (Rp.10,000,- )
- Pin d ang Pegagan (Rp.15,000,- )
- Pin d ang Munim Angkatan 45 (Rp.14,000,- )
- Ayam Bakar Penyet d i d ekat cucian mobil AK 45 (Rp.6,000,-)
- Ayam Tarjo d i Simpang Pol d a (Rp.5,000,-)
- Pecel Lele Pakjo d i Simpang Pol d a (Rp.150,000, -)

14. Basuki Rahmat dan sekitarnya
- Ayam Bu Dini (Rp..7,500,- )
- Pagi Sore Restourant (Rp.7,000,- s/ d Rp.25,000,-)
- Sea Foo d Center (Rp.10,000,- s/ d Rp. 25,000,-)
- Tongseng d i d epan Sriwijaya Post (Rp.10,000,- )
- Se d erhana Restourant & Ayam Pop (Rp.10,000,- s/ d Rp.15,000,-)

15. Sekip dan sekitarnya
- Bakso TOLE (Rp.7,500,-)
- Mie Ayam Sekip Ujung (Rp.5,000,-)

16. Sudirman dan sekitarnya
- Bresseri lantai 2 (Rp.5,000 s/ d Rp.50,000,-)
- HAR Sekip (Rp.7,000,-)
- Mie Simpang Sekip (Rp.5,000,-)
- Sate Simpang Sekip (Rp.12,000,- )
- Holland Martabak didepan Pahlawan (Rp.12,000,- s/ d Rp.25,000,-)
- Pind ang Samping IGM (Rp..8,000,- )
- Mie Ayam Barokah KM5 (Rp.3,500,-)

17. Kol. H. Burlian dan sekitarnya
- Ayam Segar (Rp.100,000, -)
- Pempek Candy di Simpang Kades (Rp.2,000,-)
- Mie Goreng Mas Kampret (Rp.6,000,-)
- Pindang di Soekarno Hatta (Rp.10,000,- s/ d Rp.20,000,-)

18. Plaju, Kertapati, Seberang Ulu dan sekitarnya
- Pempek Akiun (Rp.1,500-an)
- Ayam Kalasan U d in (Rp.4,500,-)
- Pin d ang Samping (Rp.3,000-an)
- Pin d ang Tanggo Takat cabang Tembok Batu (Rp.3,000-an)
- Pin d ang Syafic Jakabaring (Rp.7,000,-)
- Nasi Kebuli Kertapati (Rp.7,000-an)
- Ikan Bakar Bi d ar (Rp.10,000-an)
- Pon d ok Panghegar (Rp.2,000,- s/ d Rp.20,000,-)
- Soto Jakarta Perumahan Rakyat (Rp.15,000,- )
- Waroeng Legen d a d i Sungai Musi (Kapal Gratis) (Rp.10,000,- s/ d Rp.25,000,-)
- Tahu Sume d ang d an Aneka Ikan d i In d ralaya (Rp.10,000,- )
- Segar Sari Laut d i d ekat Mesji d Taqwa (Rp.10,000-an)
- RM Yakin Simpang Rambutan Rp.2,000,- s/ d Rp.15,000,-)
- Pempek d an Mo d el Mang E d i d i Tangga Buntung (Rp.3,000-an)
- Soto Jakarta d i d epan SMU 3 Palembang (Rp.15,000-an)
- Pindang Pegagan d i Samping DJ 2.0 (Rp.10,000-an)

source: http://ceritaperut.blogspot.com/p/hot-news_10.html

da06093
January 21st, 2012, 06:20 AM
ulen-ulen
http://1.bp.blogspot.com/_2Jm7x_QJfio/SS4cVUMz9_I/AAAAAAAAcBM/VtouKrQq0NA/s1600-h/PIC_9370.JPG

ragit
http://bp0.blogger.com/_2Jm7x_QJfio/Rnds0GTDAuI/AAAAAAAAKrE/UHBtM-rfmc8/s1600-h/ragit.jpg

es kacang abang
http://images.detik.com/content/2007/12/04/482/kcgmerah-content.jpg

da06093
January 21st, 2012, 06:27 AM
cempedak bebuah nangke..

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f1/Cempedak.jpg/225px-Cempedak.jpg

http://1.bp.blogspot.com/_T7m3WO0tyQI/SmA0IPKqvkI/AAAAAAAABCA/QntoixDqG2U/s320/cempedak2.jpg

paradyto
January 21st, 2012, 02:37 PM
es kacang abang
http://images.detik.com/content/2007/12/04/482/kcgmerah-content.jpg

es kacang yng enak dimana ya? hmmm... glek!

paradyto
January 21st, 2012, 02:37 PM
cempedak bebuah nangke..

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f1/Cempedak.jpg/225px-Cempedak.jpg

http://1.bp.blogspot.com/_T7m3WO0tyQI/SmA0IPKqvkI/AAAAAAAABCA/QntoixDqG2U/s320/cempedak2.jpg

bijinya direbus, hmmm enak nih:okay:

da06093
January 21st, 2012, 02:39 PM
es kacang yng enak dimana ya? hmmm... glek!

kalo yang dijual di pasaran kurang tahu euy.. biasanya umak aku bikin sendiri.. hehehe:D

paradyto
January 21st, 2012, 02:41 PM
^^kalo yang dijual di pasaran kurang tahu euy.. biasanya umak aku bikin sendiri.. hehehe:D

^^wah, kalau begini, bakal gathering di rumah da06093 nih:)

da06093
January 21st, 2012, 02:41 PM
ahaha.. boleh.. main ke bandung aja kak dyto..

paradyto
January 21st, 2012, 02:43 PM
ahaha.. boleh.. main ke bandung aja kak dyto..

he he he Bangung mah saben 3 bulan ke sana:) ntar rencana Maret ke Bandung lagi, dikirain di Palembang nih:)

da06093
January 21st, 2012, 02:46 PM
udah berpindah kependudukan.. udah lama si ngga pulang ke palembang.. makanya sangat mengikuti thread palembang ketimbang bandung.. hehe

Balaputradewa
January 23rd, 2012, 10:48 AM
Imlek, Gak Lengkap Tanpa Pempek !!


http://img507.imageshack.us/img507/7784/pempek3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/507/pempek3.jpg/)

http://img256.imageshack.us/img256/8769/pempek.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/256/pempek.jpg/)

http://img810.imageshack.us/img810/491/pempek2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/810/pempek2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
January 23rd, 2012, 01:17 PM
ho ho ho... tetap Pempek:okay:

rahul medan
January 23rd, 2012, 03:30 PM
aduh ngileer liat cempedak yg harum itu..

paradyto
January 27th, 2012, 12:38 AM
Keunikan Paduan Rasa Asam Pedas Gurih Tempoyak

TRIBUNNEWS.COM - Menu Rumah Makan Pinang Bambu Bandar Lampung mengandalkan makanan berbahan baku jenis ikan air tawar dan berkonsep pepes (bungkus daun pisang). Penganan ini tetap mengandalkan ragam rempah pilihan khas Palembang. Salah satunya adalah menghadirkan Pepes Lais Setapa.

Pada menu ini, tampilan rasa yang ditawarkan paling menonjol adalah keunikan rasa asam tempoyak dipadu dengan rasa pedas, asam, dan gurih yang menjadi satu. Aroma durian yang tajam menambah selera para penikmatnya. Juga aneka sambal mentah dan lalapan pelengkap membuat makanan ini sempurna.

"Meski cocok untuk segala suasana, biasanya makanan ini kerap di pesan konsumen pada siang hari. Sebab, pada kondisi panas akan menyebabkan keringat keluar dari tubuh dan menyegarkan fisik para penikmatnya.

Bagi konsumen yang punya hobi nyeruwit, Pepes Lais ini kami rekomendasaikan sebagai menu utamanya. Karena pada dasarnya, ikan ini memiliki tekstur daging lembut dan gurih pemadu sambal dan bahan baku seruit lainnya," ungkap Supriyatno Pengelola RM Pinang Bambu.


source: http://www.tribunnews.com/2012/01/26/keunikan-paduan-rasa-asam-pedas-gurih-tempoyak

Balaputradewa
January 31st, 2012, 04:09 AM
Pagi Ini, Presiden Sarapan Pempek

http://img141.imageshack.us/img141/7029/makan.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/141/makan.jpg/)
Foto adalah Ilustrasi - Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)


Harian Berita Pagi - Selasa, 31 Januari 2012
Dalam kunjungan kerja ke Palembang kali ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginap di Griya Agung. Selain pengamanan, menu untuk sang Presiden-pun diseleksi secara ketat. Pastinya, bakal disiapkan pempek untuk sarapan pagi ini.

......
Menurut staf rumah tangga Griya Agung, belum ada perintah dari Paspamres untuk dibuatkan makanan khusus untuk Presiden. "Semua makanan menunya dari Hotel Aryaduta Palembang dan ada juga catering, kami tidak tahu pasti makanan apa yang akan disajikan kepada Presiden nantinya," ujar staf tersebut.

Sementara pihak manajemen Hotel Aryaduta memang telah mempersiapkan menu makanan untuk menyambut kedatangan Presiden, khususnya menu makanan ringan.

"Kita menyiapkan menu makanan sebagai persiapan, sebab ditakutkan hal ini diperlukan, jenis menu makanan yang akan kitasiapkan sementara belum bisa diinformasikan. Sesuai dengan imbauan dari Paspamres dengan alasan keamanan. Namun yang jelas, ada menu makanan khas Kota Palembang," kata PR Hotel Aryaduta, Revina.

Sementara Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Arm Jauhari Agus Suraji mengaku tidak tahu pasti menu Presiden SBY. Yang tahu adalah pihak Hotel Aryaduta dan tim kesehatan kepresidenan.

"Tadi saya kontak dengan tim kesehatan kepresidenan tidak tahu juga menu apa untuk besok pagi, tapi yang kemungkinan besar disitu ada makanan khas Palembang seperti pempek, tekwan, pastinya tanya dengan pihak Hotel Aryaduta," kata Jauhari.

paradyto
January 31st, 2012, 08:06 AM
Wuih!! Pagi-pagi sudah sarapan pempek?? he he he inget saus cuko-nya:)

paradyto
February 1st, 2012, 12:36 PM
Parlemen Islam makan di pinggir Sungai Musi

Palembang (ANTARA News) - Peserta pertemuan parlemen negara- negara Islam di Palembang, 24 - 31 Januari 2012 makan bersama di pinggiran Sungai Musi "River Side" Selasa malam.

Acara makan bersama sekaligus malam penutupan tersebut dihadiri Ketua DPR RI, Marzuki Alie dan Kepala Badan Kerja sama Antar Parlemen, Hidayat Nur Wahid.

Selain itu juga hadir Asisten Kesra Pemerintah Provinsi Sumsel dr Aidit Aziz dan pejabat lainnya.

Dalam acara makan malam bersama itu peserta dihibur berbagai kesenian daerah Palembang.

source: http://www.antaranews.com/berita/295361/parlemen-islam-makan-di-pinggir-sungai-musi

http://img.traveldudes.org/files/imagecache/imagenode-teaser/images/plb%20bk-11%20riversite.jpg

http://2.bp.blogspot.com/_W0kEQmU2cXE/TKteb9jl7tI/AAAAAAAAABo/qI-s6wXOO6E/s1600/Riverside+Resto.jpg

Balaputradewa
February 3rd, 2012, 02:30 AM
^^ keren.. :okay:


Dubes Amerika Serikat, Scort Marciel Cicipi Tekwan
Gedung VVIP Bandara Int'l Sultan Mahmud Badaruddin II

http://img840.imageshack.us/img840/8563/tekwan.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/840/tekwan.jpg/)
Photo by Sumatera Ekspress, 3 Februari 2012 - Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
February 3rd, 2012, 05:01 AM
^^ emang Presiden n Dubes AS be yang pacak sarapan makanan Pelembang. Bala jugo dak galak kalah yee, makan Burgo laju pagi ni di kantor :D


Burgo

http://img268.imageshack.us/img268/6033/burgo.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/268/burgo.jpg/)

http://img259.imageshack.us/img259/7493/burgo2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/259/burgo2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

rahul medan
February 3rd, 2012, 05:34 AM
^^
makanan ap it bala..

Balaputradewa
February 3rd, 2012, 08:34 AM
^^ itu makanan khas Palembang, namanya Burgo saudara kembar dari Lakso. Dimakan hanya pada pagi hari sebagai sarapan, tidak pernah terdengar orang makan Burgo di siang atau malam hari. Hehe..seharusnya Burgo-nya Bala potong2 dulu seperti layaknya hidangan Burgo yang benar, seperti ini,

http://img828.imageshack.us/img828/6033/burgo.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/828/burgo.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Burgo adalah makanan yang sama seperti Lakso yang terbuat dari tepung beras. Tapi, walaupun serupa tapi ada saja yang tak sama.

Burgo memiliki kuah yang berwarna putih dan berasa sedikit lebih ringan dari kuah Lakso. Karena, pada kuah Burgo tidak adanya kunyit dan temuh puh. Walau masih menggunakan santan, tapi rasa kuah dari Burgo memang terasa jauh lebih ringan dan tidak terlalu menendang seperti kuah Lakso..

paradyto
February 3rd, 2012, 05:18 PM
^^dan dua-duanya pake santan kan? hmmm itu yang Gw kurang suka:D

paradyto
February 3rd, 2012, 05:28 PM
Tiap Bulan 30 Ton Empek-empek Palembang Mampir ke Jakarta

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Siapa yang tak kenal empek-empek? Makanan khas Kota Ampera Palembang yang berbahan ikan dan tepung sagu ini sudah dikenal luas di seluruh wilayah Indonesia. Tapi tahukah Anda meski banyak produk empek-empek tersebar di seluruh wilayah Indonesia, ternyata empek-empek Candy khas Palembang lah yang paling banyak mampir ke ibu kota Jakarta.

Lho kok bisa? Ya karena menurut pengakuan Visi Firman, Head of Corporate Communications JNE Express Across Nations, setiap bulan setidaknya sekitar 20 hingga 30 ton empek-empek Palembang yang dikirim ke Jakarta sebagai oleh-oleh. Selain empek-empek, kepiting juga menjadi primadona makanan yang paling banyak dikirim sebagai oleh-oleh.

"Dalam sebulan empek-empek bisa didatangkan dari Palembang ke Jakarta 20 sampai dengan 30 ton menggunakan jasa pengiriman JNE. Padahal disini banyak toko yang menjual empek-empek," ungkap Visi Firman di sela-sela acara Pesona Kuliner Indonesia yang berlangsung Jumat (3/2/2012) di fx Lifestyle X'nter Senayan, Jakarta.

source: http://www.tribunnews.com/2012/02/03/tiap-bulan-30-ton-empek-empek-palembang-mampir-ke-jakarta

rahul medan
February 3rd, 2012, 06:45 PM
^^ itu makanan khas Palembang, namanya Burgo saudara kembar dari Lakso. Dimakan hanya pada pagi hari sebagai sarapan, tidak pernah terdengar orang makan Burgo di siang atau malam hari. Hehe..seharusnya Burgo-nya Bala potong2 dulu seperti layaknya hidangan Burgo yang benar, seperti ini,

http://img828.imageshack.us/img828/6033/burgo.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/828/burgo.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

.

wah yg udah dipotong2 gini jadi mirip lontong ya bala..
penasaran ama makanan yg 1 ini, pengen nyobain :nuts:

Balaputradewa
February 4th, 2012, 10:42 AM
Ternyata selain Geothermal dan Minyak Bumi, Gubernur Sumsel Juga Tawarkan Laksan, Burgo dan Tekwan kepada Dubes Amerika Serikat :D


Laksan, Burgo dan Tekwan


http://img829.imageshack.us/img829/9834/kuliner.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/829/kuliner.jpg/)

http://img263.imageshack.us/img263/1869/kuliner2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/263/kuliner2.jpg/)

http://img404.imageshack.us/img404/91/kuliner3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/404/kuliner3.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

kheay
February 4th, 2012, 12:33 PM
Tiap Bulan 30 Ton Empek-empek Palembang Mampir ke Jakarta



source: http://www.tribunnews.com/2012/02/03/tiap-bulan-30-ton-empek-empek-palembang-mampir-ke-jakarta

Wajar kq...pempek di jakarta dak teraso iwaknyo...wkwkwkwkw...apalagi cukanya,rasanya aneh...

paradyto
February 4th, 2012, 03:37 PM
Ternyata selain Geothermal dan Minyak Bumi, Gubernur Sumsel Juga Tawarkan Laksan, Burgo dan Tekwan kepada Dubes Amerika Serikat :D


Laksan, Burgo dan Tekwan


http://img829.imageshack.us/img829/9834/kuliner.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/829/kuliner.jpg/)

http://img263.imageshack.us/img263/1869/kuliner2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/263/kuliner2.jpg/)

http://img404.imageshack.us/img404/91/kuliner3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/404/kuliner3.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

^^thread ini makin mantap nih dengan reportnya Bala:okay:
betah lihatnya, dan makin lapar nih perut he he he

paradyto
February 4th, 2012, 03:38 PM
Wajar kq...pempek di jakarta dak teraso iwaknyo...wkwkwkwkw...apalagi cukanya,rasanya aneh...

^^Kata orang Palembang itu "asal beraso iwak be, la jadilah!" he he he... memang betul!

paradyto
February 6th, 2012, 12:15 AM
http://img252.imageshack.us/img252/4340/solaria1.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/252/solaria1.jpg/)

http://img27.imageshack.us/img27/5707/solariag.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/27/solariag.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
February 6th, 2012, 03:25 AM
hemm hari ini sarapan pagi Bala di kantor Juadah Ijo atau Bolu Kojo. Lemak niaan :okay:

http://img11.imageshack.us/img11/8429/kojo2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/11/kojo2.jpg/)

http://img263.imageshack.us/img263/6043/kojon.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/263/kojon.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

rahul medan
February 6th, 2012, 06:10 AM
^^
waduh enak tuh bolunya bala jadi laper, btw lagi buka SSCI ya :lol:

Balaputradewa
February 6th, 2012, 06:51 AM
^^ iya juadah-nya manis legit, cocok untuk makanan pembuka karena bakal menggugah selera makan berikutnya :) tapi 2 potong kayaknya ud cukup kenyang sebagai pengganjal perut di-pagi hari, apalagi ditemani dengan segelas kopi susu..hemm mantap deh :)

paradyto
February 6th, 2012, 03:04 PM
^^itu kayak Kue Bolu yang "bantat" ya Bala?

paradyto
February 7th, 2012, 06:36 AM
Keripik Ma Icih Primadona Pesona

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keripik Ma Icih adalah salah satu makanan yang paling banyak dipesan oleh konsumen untuk dikirimkan sebagai oleh-oleh melalui layanan Pesanan Oleh-oleh Nusantara (Pesona) JNE Express Across Nation.

Selain Keripik Ma Icih, juga kepiting dari Kalimantan dan empek-empek Palembang masing-masing menduduki peringkat 2 dan 3 dalam top 10 makanan Pesona.

"Kecenderungan sekarang banyak orang pesen keripik Ma Icih karena sekarang lagi booming, sampe Ma Icih level 10. Tiga besar dari 10 makanan itu dikuasai oleh Ma Icih, kepiting dari Kalimantan dan empek-empek dari Palembang," ungkap Visi Firman, Head of Corporate Communications JNE Express Across Nations di sela-sela acara Pesona Kuliner Indonesia yang berlangsung Jumat (3/2/2012) di Atrium fx Lifestyle X'nter Senayan, Jakarta.


source: http://www.tribunnews.com/2012/02/05/keripik-mak-icih-primadona-pesona

Pempek No.3 nih he he he..:)

paradyto
February 7th, 2012, 06:45 AM
http://lucianancy.files.wordpress.com/2011/12/img_7396.jpg

source: http://www.lucianancy.com/2011/11/15/selamat-datang-di-jakabaring/

paradyto
February 8th, 2012, 12:17 AM
Palembang Ajukan Paten Maksuba

http://multiply.com/mu/pempekdoskampoeng/image/20/photos/1/600x600/2/kue-maksuba.JPG?et=lFP3Fdt0GgnFQRUODfJhnw&nmid=174677323

PALEMBANG – Selain kain tradisional Palembang songket, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Palembang juga mengajukan hak paten untuk berbagai jenis makanan khas Palembang seperti Maksuba dan Pempek.

Upaya ini dilakukan agar kekayaan budaya dan kuliner peninggalan nenek moyang tidak sampai diklaim pihak lain. Selain kedua makanan tersebut, beberapa jenis makanan asli khas Palembang lainnya juga sudah mulai diinventarisir untuk diajukan untuk mendapatkan hak paten seperti seperti Tekwan, Lapis Legit dan Celimpungan.

“Makanan-makanan tradisional khas Palembang itu tengah dibahas untuk diusulkan menjadi hak paten makanan khas Palembang. Kita sedang upayakan terus,”ujar Kepala Bidang Industri Disperindag Kota Palembang Rosyidi Ali,di ruang kerjanya,kemarin. Saat ini, kata Rosyidi, sebenarnya banyak sekali produk kerajinan dan budaya Palembang yang dapat dibuatkan hak paten.


source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/467714/

Balaputradewa
February 8th, 2012, 06:54 AM
^^ siiip :okay: sekalian tuh Delapan Jam juga, setelah pempek, berbagai makanan dan juadah 'khas' Palembang lainnya memang perlu di-patenkan.


^^itu kayak Kue Bolu yang "bantat" ya Bala?

waduh Bala kurang tau bolu bantat itu yg gimana mas :D kalo Bolu Kojo ini rasanya manis legit dan bertekstur kenyal.

gunny.gunason
February 8th, 2012, 10:48 AM
http://lucianancy.files.wordpress.com/2011/12/img_7396.jpg

source: http://www.lucianancy.com/2011/11/15/selamat-datang-di-jakabaring/

Tempat favorite pelancong dari Malaysia kalau ke Palembang.

SaboKingking
February 8th, 2012, 01:07 PM
Palembang Ajukan Paten Maksuba

http://multiply.com/mu/pempekdoskampoeng/image/20/photos/1/600x600/2/kue-maksuba.JPG?et=lFP3Fdt0GgnFQRUODfJhnw&nmid=174677323



source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/467714/

8 jam juga gak ya...:)

paradyto
February 8th, 2012, 01:35 PM
waduh Bala kurang tau bolu bantat itu yg gimana mas :D kalo Bolu Kojo ini rasanya manis legit dan bertekstur kenyal.

^^bantat itu, seperti kue bolu yang tidak mengembang saat dipanggang, yah seperti Bolu Kojo ini:)

Balaputradewa
February 8th, 2012, 01:42 PM
^^ btw kalo mau bentuk tim inventarisir makanan khas Palembang, Bala mau donk daftar :D pasti asyik juga menghimpun n menganalis penganan Palembang, selaen nambah pengetahuan tentuny juga bisa icip-icip, maknyuuss lemak nian oii :lol:

paradyto
February 8th, 2012, 01:52 PM
^^Bala kudu keliling bawa kamera setiap kunjungan kuliner di Palembang:)

Ferdy21
February 8th, 2012, 02:57 PM
^^ siiip :okay: sekalian tuh Delapan Jam juga, setelah pempek, berbagai makanan dan juadah 'khas' Palembang lainnya memang perlu di-patenkan.




waduh Bala kurang tau bolu bantat itu yg gimana mas :D kalo Bolu Kojo ini rasanya manis legit dan bertekstur kenyal.

^^ya sepertinya memang bolu bantat bahan dalamnya lebih banyak menteganya sama telor he..he..:) cuma IMO bukan jago masak soalnya:)

paradyto
February 9th, 2012, 06:29 AM
Makan Siang dan Malam Sepuasnya Rp 50 Ribu

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bingung mencari tempat makan yang representatif? The Venus Luxury Club KTV dan Resto yang berlokasi
di Jalan R Soekamto No 41 Palembang dalam memanjakan pengunjungnya menghadirkan Lunch & Dinner Buffet Promo dengan harga Rp 50 ribu per-orang.

"Makan siang dan makan malam di Venus dengan harga Rp 50 ribu per-
orang, bisa makan sepuas-puasnya," ujar General Manager The Venus
Luxury Club Palembang, Thomas Liman kepada Sripoku.com.

Menurut Thomas Limas didampingi HR & GA Manager Diah Iskandar, Lunch & Dinner Buffet Promo ini dengan menu pilihan yang bervariasi. Selain itu pengunjung juga dapat menikmati menu live Cooking dari Executive Chef yang berpengalaman. Sedangkan khusus untuk makan malam, tersedia fasilitas karaoke bagi yang hobi karaoke.

Program Lunch & Dinner Buffet Promo ini, jelas Thomas tersedia hanya untuk hari Senin-Kamis-Sabtu. Makan siang dari pukul 12.00-15.00 dan makan malam dari Pukul 18.00-21.00 di The Venus Luxury Club KTV dan Resto.

source: http://palembang.tribunnews.com/2012/02/09/makan-siang-dan-malam-sepuasnya-rp-50-ribu

paradyto
February 9th, 2012, 06:33 AM
Buah duku mulai "banjiri" pasar Palembang

http://bimg.antaranews.com/sumsel/2012/01/ori/20120103buah-duku-antara.jpg

Palembang (ANTARA News) - Buah duku dalam sepekan terakhir mulai "membanjiri" pasar di Kota Palembang, karena pasokannya dari sentra produksi buah itu semakin banyak.

Menurut Rudin, pedagang di pasar tradisional Kelurahan 7 Ulu Palembang, Kamis, pasokan buah duku sejak pekan lalu mulai banyak sehingga harga jualnya turun dari Rp10 ribu/kg pada minggu lalu menjadi Rp5.000 per kg pekan ini.

Dikatakannya, buah duku yang dipasok ke Palembang antara lain didatangkan dari daerah Komering Ilir dan Komering Ulu, termasuk sebagian dari daerah Kabupaten Muaraenim.

Selain buah duku, buah musiman lainnya yang banyak di pasaran Kota Palembang adalah rambutan, durian dan cempedak dengan harga jual masing-masing mulai turun.

Ia mencontohkan, buah rambutan yang didatangkan dari Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (Sumsel), tercatat Rp5.000 per kilogram, sekarang hanya Rp3.000 per kg.

Demikian juga buah durian ukuran sedang biasanya dijual kisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per buah, sekarang paling tinggi Rp10 ribu per buah.

Catatan harga selengkapnya sebagai berikut:

Jenis buah : harga sekarang :akhir pekan lalu

- Buah duku/kg :Rp5.000,- :Rp10 ribu

- durian uk sedang/buah :Rp10 ribu :Rp15 ribu

- rambutan/kg :Rp3.000,- :Rp5.000,-

- pepaya lokal/kg :Rp4.000,- :Rp4.000,-

- semangka/kg :Rp4.000,- :Rp4.000,-

- jeruk lokal/kg :Rp12 ribu :Rp12 ribu

source: http://www.antaranews.com/berita/296558/buah-duku-mulai-banjiri-pasar-palembang

paradyto
February 9th, 2012, 10:12 AM
Obat Kangen Bandung dg Surabi Enhaii di Palembang

http://id.openrice.com/UserPhoto/photo/0/3P/000QD91BFBAC38C81E49DAm.jpg

http://id.openrice.com/UserPhoto/photo/0/3P/000QDA47BE01BD04916031m.jpg

1. Surabi Jagung Keju Pedas hanya Rp.12.000 (murah meriah kaaann...rata2 segitu harganya 8K-18K )
Porsi pass,rasa manteeppp, yang luar biasa pedddeesssnyaaa booo..krn pd dasarnya aq ga kuat pedes haha sok2an pesen ini,tapi top markotop deh..

http://id.openrice.com/UserPhoto/photo/0/3P/000QDB46BB88EFF27B8564m.jpg

. Nasi cah Kembang kol Rp. 19.000
Ini makan malamnya, surabi appetizer nya haha..penampakan sih biasa ajah tp kuahnya guurriiihh..love it,pdhl ga suka2 amat sama kembang kol tapi yang satu ini boleh lah..

http://id.openrice.com/UserPhoto/photo/0/3P/000QDCE930BB0FDDC2BF74m.jpg

3. Nasi Goreng Pattaya Rp. 19.000
Entah apa maksudnya nama ini,hehe pesenan honi nih aneh2. Nasgor ini dibungkus telor dadar, penampakan sih boleh lah..tp rasa kurang mantep nih, sayang sekali

http://id.openrice.com/UserPhoto/photo/0/3P/000QDD45C76685BD3E6709m.jpg

4. Teh Tarik Panas Rp. 10.000 dan Es Shanghai Rp. 16.000
Ini teh susu..hihi jadi kaya iklan, tapi beneran deh ini teh susu, habis susunya lebih kerasa bangeeett lho..Kalo es shanghai nya hhmm presentasi menarik,komposisi lengkap,huweenaak ad lengkengnya,longan,nata de coco,nangka,dkk (honi ini mnum ga ada bedanya ma makan, banyak isi drpd airnya haha..)

http://id.openrice.com/UserPhoto/photo/0/3P/000QDE047B9EBC0FFE4C56m.jpg

dari blog: http://id.openrice.com/other/restaurant/sr2.htm?shopid=25284

edensor
February 9th, 2012, 01:16 PM
Buah duku mulai "banjiri" pasar Palembang

http://bimg.antaranews.com/sumsel/2012/01/ori/20120103buah-duku-antara.jpg



Paradyto, kirimin ke kaltim dong..hehe
duh, jadi kangen duku

gunny.gunason
February 15th, 2012, 06:08 AM
http://farm7.staticflickr.com/6178/6249483843_6e1483272a_z.jpg

source (http://www.flickr.com/photos/rizauddin/6249483843/)

Siomay Keliling pakai gerobak, enak juge di Plembang.

gunny.gunason
February 15th, 2012, 06:18 AM
Lenggang is lazat!!!

http://farm6.staticflickr.com/5226/5648374093_22175f356e_z.jpg

http://farm6.staticflickr.com/5070/5648374413_41f302b378_z.jpg

source (http://www.flickr.com/photos/thirnbeck/5648374413/in/photostream/)

paradyto
February 17th, 2012, 07:39 AM
Paradyto, kirimin ke kaltim dong..hehe
duh, jadi kangen duku

he he he nggak kangen minum air Sungai Musi nih:D boleh boleh boleh!

paradyto
February 17th, 2012, 07:40 AM
Gunny, bikin ngiler neh! Pengen balik cepat ke Palembang, nggak sabar nungguin besok:)

rahul medan
February 17th, 2012, 05:01 PM
Langgang itu bahannya apa bg?
pic nya aj dah terkesan lezat, gmana lagi rasanya.. hmm...

paradyto
February 19th, 2012, 03:30 PM
Langgang itu bahannya apa bg?
pic nya aj dah terkesan lezat, gmana lagi rasanya.. hmm...

^^gabungan antara tepung terigu, telur dan adonan pempek, dipanggang dengan bungkus daun pisang:)

paradyto
February 19th, 2012, 04:43 PM
http://3.bp.blogspot.com/_X9WR5RPTPx0/SpkysJof4bI/AAAAAAAABCI/3aeOm8m4iUE/s400/IMG_2325.JPG

Menurut Darmawi, bahwa harga duku saat ini, benar-benar anjlok dari sebelumnya Rp8 ribu perkilogram turun menjadi Rp1500 perkilogram. Hal ini disebabkan buah duku hampir serempak masak di beberapa daerah di Sumsel.

Akibatnya, para petani duku kurang bersemangat untuk memanen hasil dukunya. Sebab, biaya yang dikeluarkan mulai dari pemeliharaan hingga memanennya hampir sama saja. Sekitar sebulan lalu, meskipun rasanya asam harga dukunya masih dibeli mahal Rp 8 ribu perkg.

Tetapi ketika sudah masak nian malah turun jadi Rp1500 per kilogram.

source: http://palembang.tribunnews.com/2012/02/19/harga-duku-anjlok-petani-menangis

rahul medan
February 19th, 2012, 05:19 PM
^^gabungan antara tepung terigu, telur dan adonan pempek, dipanggang dengan bungkus daun pisang:)

waduh bang bacanya aj jadi lapar.. ni cuma ad d palembang aj ya bg

edensor
February 21st, 2012, 06:17 AM
http://3.bp.blogspot.com/_X9WR5RPTPx0/SpkysJof4bI/AAAAAAAABCI/3aeOm8m4iUE/s400/IMG_2325.JPG



Alhamdulillah, akhirnya bisa nyicip duku....:happy: ...mudah2an bagasi cukup buat bawa oleh2 titipan teman2...
nggak hanya pempek dan tekwan yang terkenal, duku palembang juga sangat terkenal di kaltim...:)

paradyto
February 26th, 2012, 11:10 AM
Scene & Heard: The Comfort Food Zone
The Jakarta Post | Sat, 02/25/2012 4:36 PM

Celebrity chef Farah Quinn spends most of her time on the road, shooting episodes for her cooking show A la Chef, which is aired daily on TransTV, and With Farah Quinn, a talkshow broadcast on the same station every Friday at 4 p.m.

Reached by phone in Sumedang, West Java, the celebrity chef says she always puts her family first on the weekend.

Breakfast/brunch spots …

If I have the time then it will be Hotel Mulia. But since I have a hectic schedule even on the weekend, I rarely go for Sunday brunch. I like to spend time with my family, so I cook at home. I usually cook eggs benedict or eggs florentine, omelet casserole, French toast or something special. It takes me around an hour to prepare breakfast. On weekdays, I only prepare simple dishes for breakfast such as cereal and pancakes.

Comfort food …

Nasi uduk (rice cooked in coconut milk), with egg and sambal teri kacang (anchovy and peanut chili paste) is good to cure a hangover. If I’ve drunk too much wine the night before and have a hangover in the morning, I like to stuff my stomach and nasi uduk is the right choice. When I was a child, my comfort foods were Palembang dishes, such as pepes tempoyak (steamed durian paste) and pindang Palembang (pindang fish cooked Palembang style). Now, I don’t see those foods every day, so I need to ask my mother to cook them for me. They have become foods for special occasions.

Cooking in a pinch …

Go with uncooked food, such as salad. I like raw food. I once took part in a seminar about healthy lifestyle in Bali, and one of the topics was about the importance of going raw. Since then I’ve tried to insert raw food into my daily food intake. I spend my days cooking or testing foods. I need to have a balanced diet because I can’t afford to get sick. I must stay healthy and carry out my job. Raw food will be the right balance.

Favorite thing on the weekend …

I’m not a mall person, but more of an outdoorsy person. If I am free on weekends I usually go to the gym, do sports, spend time with family or catch up with friends. I don’t have a normal schedule like everybody else, so I try to keep it normal as much as I can.

If I have a weekend off, I take my son to Thousand Islands. It’s only a few hours by boat. I like quiet places for holidaying, so I’d prefer Macan Island to Putri Island or Bidadari Island.

Weekend beauty indulgence …

I ask my beautician to come to my home. I do facials once a month, manicure and pedicure once a week. If I’m outside the city, I try to find a salon. Sometimes I squeeze the treatment into the middle of my work schedule. I keep my salon options open because Jakarta is now too congested, I can’t rely on one salon only.

Weekend wear …

For me it’s not the brand that matters but more about how it fits my body. But I believe anything looks good on me. I don’t stick to one type of outfit. Sometimes I like to wear two-piece outfits, sometimes a dress. It depends on the mood. + Tifa Asrianti

source: http://www.thejakartapost.com/news/2012/02/25/scene-heard-the-comfort-food-zone.html

paradyto
February 28th, 2012, 02:26 PM
Empek-empek Palembang
Catatan: Syamsu Nur

Rekan saya Suparno Wonokromo, Sabtu kemarin, menyelenggarakan acara resepsi pernikahan putrinya. Saya hadir di pesta meriah di ball hotel Aryaduta Palembang. Suparno Wonokromo, adalah CEO Harian Sumatera Ekspres (Sumeks) Group di Palembang. Alwi Hamu, memberikan sambutan atas nama keluarga. Alwi memang menjadi Direktur Utama PT. Wahana Semesta Merdeka (WSM), Holding Group dari sekitar 40 media di Sumatera, Jawa Barat, dan Provinsi Banten.

Di pesta tersebut disajikan banyak menu makanan. Saya memilih empek-empek Palembang. Makanan khas di Palembang. Ternyata tamu-tamu dari luar Palembang antre mau mencoba empek-empek, makanan yang dibuat dari bahan ikan dan tepung. Kuahnya dari cuka dicampur gula merah, sedikit rasa pedis.

Kelihatannya empek-empek ini tidak terlalu sulit membuatnya. Sama saja bikin bakso. Namun ini bahannya lebih banyak dari ikan. Palembang punya sungai Musi yang kaya ikan sungai. Sungainya yang lebar dan panjang tempat melintas jembatan terkenal, disebut jembatan Soekarno. Jembatan itu dibangun saat Presiden Soekarno jadi presiden.

Yang menarik dari empek-empek ini karena namanya sudah dikenal luas. Ketika teman-teman kantor tahu saya ke Palembang, maka pesan singkat (SMS) bertubi-tubi minta oleh-oleh empek-empek Palembang. Waktu pulang, banyak penumpang pesawat yang menenteng kardus naik pesawat. Isinya tiada lain empek-empek Palembang. Kuahnya dipisah supaya tidak cepat basi. Namun demikian, paling lama bisa tahan dua hari. Lewat itu sudah basi. Membelinya juga tidak sulit. Di mana-mana ada dijual empek-empek. Di Bandara saja ada beberapa tempat dengan sistem packing yang rapi.

Kalau kita ke Palembang, maka nampak kemajuan sangat luar biasa. Palembang cepat sekali perubahannya. Mungkin juga disebabkan sering event nasional dan internasional diselenggarakan. Misalnya PON dan SEA Games. Jalan-jalan ditata lebar dua jalur. Bangunan flyover dibangun dengan cepat sekali. Kotanya menjadi bersih. Bangunan mewah makin bertambah banyak. Bandaranya cukup megah. Akibatnya jalur pendatang ke Palembang semakin meningkat, dan itu artinya peluang untuk penjualan empek-empek bisa semakin meningkat pula.

Inilah salah satu contoh ekonomi kreatif yang berhasil. Masyarakat menjadi meningkat penghasilannya. Karena produksi empek-empek itu dibuat oleh industri rumah tangga saja. Saya lantas cemburu membandingkan daerah saya, Sulawesi Selatan. Kenapa tidak ada industri rumah tangga yang "digilai" para pendatang. Dinikmati lalu dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Kita punya Coto Makassar, Sop Konro, Pallu Butung yang dikenal banyak orang, tapi sangat tidak praktis untuk jadi oleh-oleh jinjingan pulang.

Kita ada juga markisa, tapi sudah punya saingan markisa Medan yang katanya lebih enak diminum. Membawanya juga berat. Ekonomi kreatif, memang masyarakat kita perlu dicarikan jalan, dibikinkan contoh, model packing yang baik. Dicoba cari produksi khas yang tidak ada di daerah lain. Harga terjangkau dan praktis dibawa pulang. Dengan demikian, kalau orang akan datang ke Makassar, banyak orang mengingatkan, "bawalah oleh-oleh dari Makassar". (*)

source: http://www.fajar.co.id/read-20120228005918-empekempek-palembang

Balaputradewa
February 29th, 2012, 05:17 AM
^^ hehe testimoninya tentang Palembang :)
btw, cuko gak bakal basi lho, berbulan-bulan tetap masih awet. Di rumah biasa tersimpan di-kulkas dalam bekas botol air mineral.

paradyto
February 29th, 2012, 05:44 AM
^^ hehe testimoninya tentang Palembang :)
btw, cuko gak bakal basi lho, berbulan-bulan tetap masih awet. Di rumah biasa tersimpan di-kulkas dalam bekas botol air mineral.

^^awet dan terkadang rasanyapun semakin enak he he he..

paradyto
March 1st, 2012, 07:16 AM
http://img168.imageshack.us/img168/8273/cimg2907iv3.jpg

http://img168.imageshack.us/img168/2937/cimg2894qv6.jpg

http://img168.imageshack.us/img168/9415/cimg2903ia8.jpg

http://img329.imageshack.us/img329/9004/cimg2917rf5.jpg

http://img219.imageshack.us/img219/8685/cimg2911mi8.jpg

http://img338.imageshack.us/img338/4455/cimg2913qr0.jpg

http://img186.imageshack.us/img186/1362/cimg2906en9.jpg

by Fikr

paradyto
March 1st, 2012, 07:19 AM
http://img503.imageshack.us/img503/6465/cimg3027xp7.jpg

http://img503.imageshack.us/img503/9162/cimg3028oi7.jpg

http://img503.imageshack.us/img503/7885/cimg3029fi2.jpg

by Fikr

Balaputradewa
March 1st, 2012, 03:19 PM
Kondangan lagii..


Pindang Tulang

http://img213.imageshack.us/img213/2401/pindang.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/213/pindang.jpg/)

http://img40.imageshack.us/img40/8039/pindang2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/40/pindang2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)


Nasi Minyak

http://img269.imageshack.us/img269/9480/pindang3.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/269/pindang3.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
March 2nd, 2012, 12:41 AM
^^Pindang Tulangnya wow!! :okay:

paradyto
March 2nd, 2012, 12:42 AM
http://lh4.ggpht.com/_gR1pXAwQyFo/SjTXZzGEROI/AAAAAAAAASY/-6L-vJ-LJxs/06062009(006)%5B5%5D.jpg

edensor
March 2nd, 2012, 01:00 AM
http://lh4.ggpht.com/_gR1pXAwQyFo/SjTXZzGEROI/AAAAAAAAASY/-6L-vJ-LJxs/06062009(006)%5B5%5D.jpg

di daerah mana ini mas dyto?

paradyto
March 2nd, 2012, 02:31 AM
di daerah mana ini mas dyto?

R. Soekamto, depan Novotel, tapi kalau nggak salah sudah berganti namanya:)

Balaputradewa
March 8th, 2012, 04:39 PM
Camilan kite..

http://img221.imageshack.us/img221/1298/lubai.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/221/lubai.jpg/)

http://img543.imageshack.us/img543/2927/lubai2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/543/lubai2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
March 9th, 2012, 12:12 AM
Himpi Cempedak, itu adalah Cempedak yang dikeringkan ya?

paradyto
March 9th, 2012, 12:17 AM
22 Paguyuban Ramaikan Festival Makanan

PALEMBANG – Yayasan Insan Peduli Nusantara Sriwijaya (YIPNS) akan menggelar festival makanan tradisional nusantara di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Sabtu (10/3).

Dipastikan 22 paguyuban yang mewakili beberapa daerah di Indonesia akan meramaikan festival ini. Sekretaris Umum YIPNS Herryanto mengatakan, festival makanan ini digelar dengan tema “Kebersamaan melalui Pelestarian Makanan Tradisional Nusantara”. Hal ini senada dengan visi YIPNS dalam membangun kebersamaan menuju kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat. “Pelaksanaannya nanti pada Sabtu (10/3) mulai pukul 09.00–13.00 WIB di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II,yang dibuka secara resmi Wakil Wali Kota Palembang Romi Herton.


source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/475939/

gunny.gunason
March 9th, 2012, 03:59 AM
Kondangan lagii..


Pindang Tulang

http://img213.imageshack.us/img213/2401/pindang.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/213/pindang.jpg/)

http://img40.imageshack.us/img40/8039/pindang2.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/40/pindang2.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)


Pindang tulang?? sedapnye!!:cheers:

Volksraad
March 20th, 2012, 01:27 PM
Ikan Belida Goreng Pandan
Sari Sanjaya Flavour Bliss

http://farm8.staticflickr.com/7084/6999642769_5824d0ab33_z.jpg (http://www.flickr.com/photos/69615960@N02/6999642769/)

Belida goreng yang garing dan lembut, dipadu dengan sambal terong dan nasi putih jadi maknyuss.. :okay: :okay:

paradyto
March 20th, 2012, 01:29 PM
^^kemasannya bikin ngiler neh:okay:

Volksraad
March 20th, 2012, 01:32 PM
^^ thanks bro paradyto hehehe.. :D
Belida goreng di Sari Sanjaya memang maknyuss.. :okay:

paradyto
March 20th, 2012, 01:34 PM
Sari Sanjaya dimana ya?

Ferdy21
March 20th, 2012, 03:00 PM
Ikan Belida Goreng Pandan
Sari Sanjaya Flavour Bliss

http://farm8.staticflickr.com/7084/6999642769_5824d0ab33_z.jpg (http://www.flickr.com/photos/69615960@N02/6999642769/)

Belida goreng yang garing dan lembut, dipadu dengan sambal terong dan nasi putih jadi maknyuss.. :okay: :okay:

wah pasti mahal harganya karena ikan belida itu langka kan dan termasuk ikan yang di lindungi

gunny.gunason
March 22nd, 2012, 07:40 AM
SEDAPNYE!!!!! tapi sayang Ipin Upin tak suka ikan:D

Balaputradewa
March 31st, 2012, 04:50 AM
Pempek Lenggang

http://img546.imageshack.us/img546/2481/20110724122234jessicais.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/546/20110724122234jessicais.jpg/)

http://img192.imageshack.us/img192/2606/20110622053023iekuliner.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/192/20110622053023iekuliner.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)



Pempek Lenggang, Pempek Panggang, Pempek Adaan, Otak-otak dan Model

http://img818.imageshack.us/img818/4748/20110622052923iekuliner.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/818/20110622052923iekuliner.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)


Mie Celor

http://img853.imageshack.us/img853/1059/20110724122314miecelor.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/853/20110724122314miecelor.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)


Tekwan

http://img204.imageshack.us/img204/8530/20110724122503tekwan.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/204/20110724122503tekwan.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)


Pindang Patin

http://img221.imageshack.us/img221/1791/20110724122353pindangikwvy.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/221/20110724122353pindangikwvy.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
April 2nd, 2012, 09:39 AM
he he he nggak nyangka ternyata Jessica Iskandar dulunya penjual Pempek Lenggang:D

Balaputradewa
April 7th, 2012, 02:12 AM
^^ Kayaknya Jessica jualan di Pempek Saga ya mas, wah pasti tambah rame tuh yang beli :lol:
Ini oleh-oleh dari Sekayu, Bala lupa nama rumah makannya, tapi berada tepat didepan Kantor Camat Sekayu. Lemak niaan :cheers:

http://farm6.staticflickr.com/5458/6906014504_1aae718041_c.jpg (http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/6906014504/)
[/url]
Tekwan
http://farm6.staticflickr.com/5344/6906014536_1985b85f38_c.jpg (http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/6906014504/)

Pempek Panggang
http://farm8.staticflickr.com/7089/6906014550_5407e8a0c5_c.jpg (http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/6906014536/)

Pempek Lenggang
http://farm6.staticflickr.com/5031/7052103825_a3d329d1c2_c.jpg (http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/6906014550/)

Otak-otak
http://farm8.staticflickr.com/7243/7052103849_f5051d6e01_c.jpg (http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/7052103825/)
[url=http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/7052103849/]

paradyto
April 7th, 2012, 04:30 AM
wow! enak banget menunya!:okay: Gw malah belum pernah ke sini:)

kheay
April 7th, 2012, 08:19 AM
lengkap bgt
ada tekwan otak otak, lenggang, pempek panggang...:nuts:

paradyto
April 18th, 2012, 07:30 AM
Pempek dan Pindang Patin Cawan Putih, Lemak Nian Oiii

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/04/15/1226585620X310.jpg

JAKARTA, KOMPAS.com – Warung yang menjual pempek, makanan khas Palembang, banyak bertebaran di Jakarta dan sekitarnya. Namun tempat yang menjual pempek asli dengan “cuko” yang lezat dan pas di lidah orang Palembang, tidaklah banyak.

Salah satu warung pempek Palembang yang wajib Anda datangi adalah Warung Pempek Cawan Putih di Jalan H Agus Salim (depan Duta Suara) atau lebih dikenal dengan nama Jalan Sabang di Jakarta Pusat.

Di sini, Anda dapat menikmati pempek belah (pempek lenjer yang digoreng kemudian dibelah dan diisi udang kering dan kecap). Pempek belah yang harga satuannya Rp 5.000 ini merupakan salah satu andalan Cawan Putih.

Selain itu juga ada pempek kapal selam yang dijual Rp 15.000 per porsi. Pempek telor kecil, pempek keriting, pempek goreng yang kecil seharga Rp 4.500 per satuan.

Apa beda pempek Cawan Putih dengan pempek di tempat lainnya? “Kami meracik pempek dengan komposisi 60 persen ikan dan 40 persen aci. Karena itulah rasa ikan tenggiri dalam pempek Cawan Putih sangat terasa,” jelas pemilik Cawan Putih, Endang Sri Hariatie BK.

Kelebihan pempek Cawan Putih lainnya adalah dibuat tanpa pengawet dan tanpa pemutih. “Kami membuat pempek tanpa sisa, semua habis pada hari itu juga,” kata istri Budi Karya Sumadi itu.

Selain itu, “cuko” yang menjadi pendamping setiap kali makan pempek, dibuat dari jeruk-jeruk kecil, bahkan tanpa cuka sama sekali. Karena itulah rasa “cuko” pempek Cawan Putih terasa lebih gurih dan nikmat.

Makanan lainnya yang menjadi andalan Cawan Putih adalah pindang patin (Rp 20.000 per porsi) dan pindang tulang (Rp 24.000 per porsi), juga tekwan Rp 15.000 per porsi.

Kompas mencoba mencicipi pindang patin racikan Cawan Putih. Dibandingkan dengan pindang patin di tempat lainnya, pindang patin Cawan Putih lebih terasa gurih dan lezat. Bumbunya sangat terasa di lidah.

Tidak asyik jika menikmati makanan khas palembang tanpa es kacang merah. Dan racikan es kacang merah Cawan Putih sangat pas di lidah orang Palembang. Kacang tanahnya sangat lembut, diproses sedemikian rupa.

Dari iseng-iseng

Budi Karya Sumadi dalam percakapan dengan Kompas Sabtu (14/4/2012) petang menceritakan, sebenarnya ia hanya iseng-iseng membuka warung pempek pada tahun 2010 lalu. Namun dalam perjalanan, usahanya mendapat apresiasi banyak orang. Dari tiga lokasi, omzet Cawan Putih Rp 20 juta per hari ataui rata-rata Rp 600 juta per bulan.

“Ceritanya, orang Palembang menjadikan pempek jadi makanan utama. Kalau seminggu tidak makan pempek, pasti ada yang kurang. Kalau tidak dapat kiriman pempek dari Palembang, biasanya orang Palembang di Jakarta harus mencarinya hingga ke Kelapa Gading dan Sunter. Melihat banyak orang mencari pempek, akhirnya saya dan istri mencoba membuka warung pempek ini,” cerita Budi, alumnus SMA Xaverius I Palembang 1975 itu.

“Pada awalnya, kami membuat pempek panggang dengan kecap, udang kering, sambal. Ternyata rasanya lebih enak dari Kelapa Gading. Lalu kami cari lagi resep dan jadilah resep pempek ini,” kata Budi.

Saat ini Cawan Putih sudah memiliki tiga lokasi, yaitu di Jalan Sabang, Sunter (Ruko Griya Inti Sentosa), dan Pecenongan (depan Hotel Alila). Semuanya berkonsep warung.

Dalam satu hari, dari tiga cabang itu, Cawan Putih menghabiskan 25 kg ikan tenggiri, yang dipasok dari Jakarta dan Lampung.

Pada hari kerja, orang-orang yang datang ke Cawan Putih umumnya pekerja kantoran. Mereka menikmati pempek, pindang patin, tekwan, es kacang merah. “Pempek dan pindang patin sudah jadi makanan yang digemari masyarakat Indonesia, tidak lagi hanya masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan,” katanya.

Kebahagiaan Budi Karya dan istrinya adalah dari usaha ini, mereka dapat menciptakan lapangan kerja, mempekerjakan lebih dari 50 orang.

Cawan Putih juga sering menjadi tempat reuni orang-orang Palembang di Jakarta dan sekitarnya.


source: http://travel.kompas.com/read/2012/04/15/12293660/Pempek.dan.Pindang.Patin.Cawan.Putih.Lemak.Nian.Oiii

paradyto
April 18th, 2012, 07:50 AM
Martabak dan Bubur Kambing Har, Top Markotop!

Jakarta - Di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, sejak beberapa tahun terakhir ini berdiri sebuah gerai martabak, roti cane dan bubur kambing yang dapat direkomendasikan. Namanya: Martabak HAR. Ya, ini memang cabang Martabak HAR yang sudah punya nama harum di Palembang. Nama Martabak HAR adalah jaminan mutu.

HAR – singkatan dari Haji Abdul Razak – adalah perantau yang berasal dari Kerala, India. Ia menikahi seorang perempuan Palembang, dan membuka usaha dengan berjualan martabak dan roti cane. Martabak yang dijualnya adalah jenis martabak telur yang juga biasa disebut martabak malabar. Isinya adalah telur, daging, bawang merah, dan daun bawang. Martabaknya disantap dengan semangkuk kari – mulai dari kari kentang untuk yang vegetarian, kari kambing, kari lembu, kari ayam, dan juga kari ikan. Begitu juga roti cane-nya, disajikan dengan semangkuk kari.

Ada lagi martabak khas yang sengaja diberi nama Martabak HAR, yaitu kulit martabak diisi dua telur bebek, lalu digoreng. Martabak HAR ini juga disantap dengan semangkuk kari kentang. Ini adalah menu sarapan yang paling populer dan murah, Rp 14 ribu per porsi.

Selain roti cane dan martabak, Martabak HAR juga menyajikan nasi briyani kambing, nasi minyak kari ayam, dan nasi goreng kambing. Semuanya top markotop!

Sejak beberapa lama ini, Martabak HAR juga sudah mulai menyajikan martabak dan roti cane yang lebih fun, misalnya: martabak pisang, dan roti cane keju coklat. Tidak lama lagi mungkin sudah akan makin kreatif meniru Roti Prata Jalan Kayu di Singapura yang mengembangkan menu kreatif berbasis roti prata, misalnya: roti prata strawberry, roti prata es krim, dan lain-lain lagi.

Ada lagi menu yang tidak boleh dilewatkan, yaitu: bubur kambing. Bubur nasi ini berwarna kuning zafaran (saffron), dimasak lama dengan potongan daging kambing dan kaya bumbu. Percayalah, ini adalah bubur kambing sejati – sekali jajal langsung nancep di hati.

Untuk berbuka puasa, batalkan puasa dengan teh tarik atau teh halia (jahe) yang hangat dan manis. Sungguh awal yang baik dan padan sebelum memulai santapan apapun yang Anda pilih.

Jangan terkecoh dengan penjual martabak lain di bilangan Roxy, Jakarta Pusat, yang memakai nama mirip-mirip HAR. Martabak HAR Palembang yang asli hingga kini hanya memiliki empat gerai di Palembang, satu di Batam, dan satu di Jakarta.

Martabak HAR
Jl. Hayam Wuruk 19
Jakarta Pusat
021 3506094


source: http://food.detik.com/read/2012/04/18/115845/1895169/933/martabak-dan-bubur-kambing-har-top-markotop

gunny.gunason
April 20th, 2012, 05:49 AM
Citarasa Palembang melanglangbuana yang membuatnya menjadi dikenal secara nasional:okay:

gunny.gunason
April 21st, 2012, 04:24 AM
Belum Cicipi Empek-empek

Atlet voli pantai putri Selandia Baru, Melissa Mae Ruru dan pasangannya, Jullia Tilley ternyata belum mengetahui bagaimana rasa dari makanan khas kota Palembang, Pempek. Meski telah berada di Palembang sejak Rabu (18/4) lalu. Keduanya sedikitpun belum merasakan nikmatnya ngirup cuko.

“Ya kami tahu makanan lokal yang disajikan di hotel. Kami sepertinya belum mencicip apa yang namanya pempek. Kami baru kali ini mendengarnya, nanti kami akan minta dan coba di hotel,”katanya. Wajar jika Ruru sapaan akrabnya belum mengetahui rasa pempek. Pasalnya, ini adalah kali pertama ia menginjakkan kaki di Bumi Sriwijaya. "Saya pernah ke Indonesia, namun untuk ke Palembang, baru kali ini. Sebelumnya saya hanya mengunjungi Bali,” ungkapnya.


source (http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=660:belum-cicipi-empek-empek&catid=52:gelora-sriwijaya&Itemid=82)

paradyto
April 29th, 2012, 02:23 AM
^^aneh juga, kenapa Pempek di atau dari Palembang itu mempunyai rasa yang khas, apalagi saus cuko-nya:okay:

paradyto
May 8th, 2012, 06:19 AM
ada di Jl. Rajawali No. 1174.

http://4.bp.blogspot.com/-GbmYQhzHIn4/TzFQc-Wlu4I/AAAAAAAAGDM/qHCuWWMSKEk/s1600/Wisata+Kuliner+Jajanan+Info+Kuliner+Bandung+Lengkap+Ceritaperut+Palembang+Sushi+So+(1).JPG

http://2.bp.blogspot.com/-MmXGjLaHJqI/TzFQxCBLiCI/AAAAAAAAGDk/VS9TQA59vkI/s1600/Wisata+Kuliner+Jajanan+Info+Kuliner+Bandung+Lengkap+Ceritaperut+Palembang+Sushi+So+(4).JPG

Salmon Nigiri & Salmon Maki

http://2.bp.blogspot.com/-t4qkG0I2KX4/TzFQj7bJSUI/AAAAAAAAGDU/zEI1ZN_m3cQ/s1600/Wisata+Kuliner+Jajanan+Info+Kuliner+Bandung+Lengkap+Ceritaperut+Palembang+Sushi+So+(2).JPG

Beef Spicy Ramen

firzafp
May 10th, 2012, 09:13 AM
ada di Jl. Rajawali No. 1174.

http://4.bp.blogspot.com/-GbmYQhzHIn4/TzFQc-Wlu4I/AAAAAAAAGDM/qHCuWWMSKEk/s1600/Wisata+Kuliner+Jajanan+Info+Kuliner+Bandung+Lengkap+Ceritaperut+Palembang+Sushi+So+%281%29.JPG

http://2.bp.blogspot.com/-MmXGjLaHJqI/TzFQxCBLiCI/AAAAAAAAGDk/VS9TQA59vkI/s1600/Wisata+Kuliner+Jajanan+Info+Kuliner+Bandung+Lengkap+Ceritaperut+Palembang+Sushi+So+%284%29.JPG

Salmon Nigiri & Salmon Maki

http://2.bp.blogspot.com/-t4qkG0I2KX4/TzFQj7bJSUI/AAAAAAAAGDU/zEI1ZN_m3cQ/s1600/Wisata+Kuliner+Jajanan+Info+Kuliner+Bandung+Lengkap+Ceritaperut+Palembang+Sushi+So+%282%29.JPG

Beef Spicy Ramen
Aku Pengen coba makan sushi

paradyto
May 17th, 2012, 07:48 AM
http://www.campur-aduk.com/wp-content/uploads/2010/01/martabak-har2.jpg

Martabak khas Palembang yang enaknya nendang

Bagi yang pernah ke Palembang, mungkin tak asing lagi dengan nama Martabak HAR. Katanya, belum lengkap menyambangi ibukota Sumatra Selatan itu kalau belum merasakan martabak telur ala Martabak HAR.

Tapi, khusus warga Jakarta dan sekitarnya, untuk menikmati kudapan itu tak perlu jauh-jauh terbang ke Palembang. Cukup ke kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat saja. Persisnya di Jalan Hayam Wuruk nomor 19, cabang Martabak HAR bercokol sejak tahun 2005 lalu.

Tidak susah mencari lokasi kedai ini. Kalau Anda datang dari arah Harmoni melalui Jalan Gajah Mada, setelah melewati Gajah Mada Plaza, putar balik ke Jalan Hayam Wuruk. Selepas pom bensin, palingkan perhatian Anda ke jajaran toko di sebelah kiri jalan. Martabak HAR ada di barisan toko itu. Tandanya adalah kedai warna kuning dengan tulisan Martabak HAR yang cukup besar.

Kedai ini terdiri dari dua lantai. Lantai dasar berisi sekitar 20-an kursi, sedang lantai atas terdapat 30-an bangku. Di samping kiri kedai bagian depan, akan tampak seorang pelayan sedang mengolah martabak. Pengunjung dapat melihat sendiri proses pembuatan martabak yang cukup unik.

Martabak HAR mirip dengan martabak telur pada umumnya. Ukuran dan penampakan luarnya juga sama. Bahan utamanya juga idem ditto, adonan tepung yang digepengkan kemudian diputar-putar hingga menjadi sangat tipis dan lebar.

Nah, perbedaannya terletak pada isi dan proses pembuatannya. Kedai ini tidak mengocok telur bebek dalam sebuah wadah, apalagi dicampur dengan potongan daging cincang dan daun bawang. Di Martabak HAR, isi telur langsung dituangkan di atas adonan tepung yang dipanaskan dalam sebuah wajan besar berbentuk ceper, tanpa campuran daging atau sayuran apa pun, lo.

Standar minimal kedai ini, satu porsi martabak berisi dua telur. Tapi kalau dua telur kurang nendang, Anda bisa memesan tambahan sesuai selera. “Ada pelanggan yang biasa memesan sampai delapan telur untuk satu porsi,” ungkap Muhammad Syarif, pengelola Martabak HAR, Jakarta. Anda juga bisa memilih telur bebek atawa telur ayam.

Pakai kuah kari

Pesanan akan terhidang di atas meja, Anda pun siap bersantap. Kedai ini menyajikan martabak telur di piring bersama mangkuk berisi kuah kari kental berkelir kuning. Tak lupa, sepiring kecil cacahan cabai rawit bercampur kecap asin dan cuka menemani.

Cara makan, tuangkan kuah kari ke atas martabak. Lalu, potong martabak yang sudah berlumur kari dengan sendok. Angkat potongan martabak dan masukkan ke dalam mulut. Hap, gurihnya kari dan telur yang terbungkus tepung garing bakal langsung membuai lidah. Kunci kelezatan martabak ini pada rasa kari yang gurih dan kaya rempah. “Bumbu kari ini resep lama keluarga,” kata Syarif.

Anda yang suka pedas, bisa menambahkan cacahan cabai rawit bercampur kecap asin dan cuka ke dalam martabak. Kesegaran dari rasa pedas, asin, dan asam alias “nano-nano” menyempurnakan rasa kari yang gurih. Martabak yang tebal, dijamin bakal membuat Anda kenyang setelah menghabiskan satu porsi.

Harganya enggak mahal-mahal amat, kok, Rp 17.000 per porsi. Dengan segala kelebihannya, jangan heran kalau setiap hari pesanan martabak telur yang masuk ke kedai ini mencapai 200 porsi. Jika satu porsi membutuhkan minimal dua telur, artinya saban hari Martabak HAR menghabiskan paling sedikit 400 butir telur.

Namun, kedai ini tak hanya menawarkan martabak telur. Martabak HAR juga menawarkan menu nasi briyani kambing. Ini adalah kuliner tradisional asal India. Nasinya dimasak dengan minyak samin dan bumbu kari kambing yang disajikan dengan kari dan acar.

Karena berbumbu kari, nasinya berwarna kuning dengan aroma yang harum membangkitkan selera. Rasanya? Jangan ditanya, sudah pasti gurih bercampur agak pedas dari bumbu kari yang meresap ke nasi, terasa sangat pas di lidah. Potongan daging kambingnya juga terasa lembut dan lezat.

Selain kari dan daging kambing yang nikmat, kelebihan sajian ini adalah berasnya yang khusus diimpor dari Negeri Gangga. Nasi briyani menggunakan beras basmati asal India. Ciri khas beras ini adalah butirannya yang sangat panjang, bisa mencapai 17 milimeter. Teksturnya juga lembut. “Kalau pakai beras lokal, rasanya kurang enak,” ujar Syarif.

Cuma, lantaran harga beras basmati lumayan mahal, sampai Rp 45.000 per kilogram, maka harga seporsi nasi briyani kambing dibanderol Rp 32.000. Sebagai pelepas dahaga, Anda wajib menjajal teh halia, teh tarik dengan rasa jahe seharga Rp 8.000.

Martabak HAR
Jl. Hayam Wuruk 19 Jakarta Pusat
Telp. 021-3506094
Koordinat GPS: S6014.94’ - E106081.76’


source: http://lifestyle.kontan.co.id/news/martabak-khas-palembang-yang-enaknya-nendang

lizia.
May 18th, 2012, 08:51 AM
suka banget sama ragit pake kuah kari

:banana::banana::banana:


http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQd2Osgu-UdrnGmwqc9uoY5s7di3Z6B-FRYGKpII-g4O1T1rkDYxqLohMdhVQ

http://4.bp.blogspot.com/_2Jm7x_QJfio/SpISCfT-2pI/AAAAAAAAiRg/BKPmxrAzPp8/s400/DSC_0048.JPG

paradyto
May 18th, 2012, 12:23 PM
^^bumbu Karinya meresap banget tuh hmmmm:okay:

lizia.
May 18th, 2012, 01:47 PM
:cheers:

kalo bulan puasa biasanya suka beli ini

dadar jiwo

http://farm4.static.flickr.com/3333/4614778627_9842d5ab3e.jpg

Gandus

http://4.bp.blogspot.com/-gfuOnohmNPU/T0W1AUbIkPI/AAAAAAAAAwQ/Uc9NUrsri-8/s1600/gandus2.jpg

Ada satu lagi mentu, tapi gak nemu gambarnya.

mentu dibungkus daun pisang dibuat dari tepung beras juga kaiaknya.
isinya kelapa tapi dikit.
enak sekali. :banana:

Balaputradewa
May 18th, 2012, 03:16 PM
Bala juga suka bgt Gandus dan Dadar Jiwo..lemak nian, gurih. Banyak di cinde lhoo.. :)

paradyto
May 18th, 2012, 05:50 PM
Yup, suka sekali dengan Gandus! :okay:

paradyto
May 19th, 2012, 01:22 AM
RUMAH MAKAN TERAPUNG- Enak, Murah, dan Digoyang Ombak

Wisata kuliner di Kota Palembang sepertinya tidak lengkap tanpa kehadiran rumah makan terapung di tepian Sungai Musi,persisnya di kawasan Pasar 16 Ilir.

Sambil menikmati semilir angin di atas perahu dengan digoyang ombak Sungai Musi, tempat makan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Palembang. Sudah tentu, menu utama pindang yang merupakan masakan khas daerah Sumsel menjadi pilihan favorit orangorang yang bersantap di tempat ini. Selain rasanya yang maknyus,bersantap di tempat ini juga menghadirkan sensasi luar biasa yang tak mampu dilukiskan dengan kata-kata. Jika diamati sekilas, rumah makan terapung yang terletak di pinggir gedung Pasar 16 Ilir ini sangat sulit terlihat.

Terkecuali, memang sengaja menelusuri pelataran gedung 16 Ilir yang terletak di sebelah kiri. Memang,di kawasan tersebut ada kompleks wisata kuliner tepian sungai yang ditata sedemikian rupa dengan tenda-tenda. Namun, maraknya penjual makanan di tempat ini tidak menggusur keberadaan rumah makan terapung. Bahkan,kehadiran rumah makan terapung menjadikan wisata kuliner di Kota Palembang semakin lengkap.

“Rumah makan terapung tentu berbeda dengan rumah makan lainnya.Di rumah makan terapung pastinya dijual makanan khas Palembang. Di tempat ini tersedia bermacam-macam pindang dan makanan khas Palembang lainnya.Karena saya sangat suka pindang, jadi pasti ke sini,”kata Santi, seorang pengunjung yang tengah bersantap siang di salah satu rumah makan terapung pinggir Sungai Musi, kemarin. Santi mengaku sudah lama menjadi pelanggan tetap di rumah makan terapung.

“Banyak rumah makan lainnya di dekat kantor tempat aku kerja,tetapi lebih enak makan di sini.Sebelum pulang,pasti saya makannya di sini dulu,”ujar dia. Pengunjung lainnya, Rini, yang baru pertama kali makan di rumah makan terapung, mengaku sangat menikmati bersantap di tempat tersebut. ”Awalnyo memang agak mual-mual dikit,kerno makan pucuk perahu sambil digoyang ombak.Tapi,kalu sudah lamolamo, nyaman la makan di sini dibandeng makan tempat lain. Pindang di sini sudah lemak rasonyo,tempatnyo nyaman, murah pulok,”selorohnya.

Sementara itu,Sari, pemilik rumah makan terapung Pindang Pegagan Mbak Sari,mengatakan, meskipun tempat makannya terletak di pojok,masih banyak saja orang yang mampir ke tempatnya. “Dulu,saya jualan di dalam gedung Pasar 16 Ilir.Karena tidak boleh dan dibongkar, akhirnya saya membuat rumah makan terapung,”kata Sari. Sari menjelaskan, selain warga Palembang, banyak juga pengunjung dari luar daerah, seperti Jakarta, Bandung, dan kota-kota lainnya berkunjung ke tempatnya.

“Komentar mereka,makanan Palembang enak-enak dan makannya sambil bergoyang-goyang di dalam perahu,” candanya. Dia menambahkan,menu pindang yang disajikan di rumah makan terapung banyak sekali, seperti pindang ikan patin, pindang kepala ikan gabus, pindang baung, pindang tulang dan lainnya.

“Pertamanya saya dan beberapa teman- jualan di bawah jembatan Ampera. Lalu,pindah di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), sebelum akhirnya pindah ke sini (dekat Pasar 16 Ilir) semua. Jadi, sekarang di sini ada empat rumah makan terapung dan cukup bisa memuaskan pengunjung untuk mencoba makanan khas Palembang,”pungkasnya.(*)

MUSLIM
Palembang

source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/496138/

paradyto
May 20th, 2012, 02:15 AM
Roti Cane with Kare Kambing..

http://farm4.staticflickr.com/3505/3199081258_ba8f3e1ec5_z.jpg

Martabak Telur...

http://farm4.staticflickr.com/3347/3199081248_e81cc80972_z.jpg

Nasi Minyak...

http://farm4.staticflickr.com/3479/3199081252_07b376226e_z.jpg

http://farm4.staticflickr.com/3504/3199081256_758790d914_z.jpg

by fitri.agung
source: http://www.flickr.com/photos/fitri-agung/3199081256/in/photostream/

rahul medan
May 20th, 2012, 06:33 AM
^^
pics pertama itu tepatnya capathi namanya..
klo roti cane lebih tipis dan lebar..

belum pernah makan puri kah?
klo puri mirip roti cane ttp tepung roti di dalamnya sudah tercampur dgn kentang yg ditumbuk halus plus aneka bumbu. sedaap bgt

Nasi minyak itu biasanya di makan dgn kari kambin dan acar, ttp untuk tampilan dan rasa lebih wah lagi nasi briyani

lizia.
May 20th, 2012, 12:16 PM
http://bp0.blogger.com/_2Jm7x_QJfio/RvHpNXJgKDI/AAAAAAAASls/orVKsnbwDrU/s400/IMAG0022.JPG

^^ ayam kecap, ayam digoreng dicampur kuah kecap.
kuah kecap ini dari campuran air gula merah, kecap, kacang, cabe hijau, tomat. :cheers:

selain ayam kecap ada sate pentul, isinya daging sapi sama kelapa parut.
klo versi hemat malah banyakan kelapanya dari daging. :lol:
sayang gak punya picnya, ada yg punya ?

Ivand_killjoyz
May 20th, 2012, 07:18 PM
http://bp0.blogger.com/_2Jm7x_QJfio/RvHpNXJgKDI/AAAAAAAASls/orVKsnbwDrU/s400/IMAG0022.JPG

^^ ayam kecap, ayam digoreng dicampur kuah kecap.
kuah kecap ini dari campuran air gula merah, kecap, kacang, cabe hijau, tomat. :cheers:

selain ayam kecap ada sate pentul, isinya daging sapi sama kelapa parut.
klo versi hemat malah banyakan kelapanya dari daging. :lol:
sayang gak punya picnya, ada yg punya ?

bukannya sate pentul pakai daging ikan ??? cmiiw

paradyto
May 28th, 2012, 01:11 AM
Makanan Khas Nyaris Punah

PALEMBANG– Sejumlah makanan asli Palembang saat ini sudah jarang dijumpai. Bahkan, sebagian warga Palembang terutama remaja dan anak-anak yang tidak lagi mengenal makanan khas daerahnya, seperti Jolenak dan Gulopuan.

“Jolenak dan Gulopuan saja masih banyak masyarakat ataupun anak-anak zaman sekarang yang tidak mengetahuinya. Bisa saja masyarakat lupa dengan makanan tempo dulu itu,” ujar Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop Kota Palembang, Yustianus akhir pekan lalu. Yustianus mengatakan memang masih ada beberapa masyarakat yang masih mengenal beberapa makanan khas Palembang. Namun, mereka sudah tidak bisa mengonsumsi makanan-makanan tersebut karena sudah susah didapatkan.

“Ada juga kue lopis yang dari ketan dikasih kelapa dan gula cair seperti cuka hitam. Saya yakin sangat sulit mendapatkan makanan-makanan tersebut. Memang masyarakat tahu makanan itu, cuma segelintir saja apa lagi remaja-remaja sekarang tahunya hanya donat atau produk luar saja,” kata dia. Dilanjutkannya, makanan asli Palembang merupakan salah satu ciri dan sejarah kota Palembang yang harus dilestarikan.

Aset suatu daerah atau kota tidak bukan hanya dilihat dari peningalan bersejarah. Kultur budaya juga ditinjau dari makanan khas dan sebagainya.“ Makanan ini harus dilestarikan sekarang kita memang sudah ada beberapa tempat kuliner.Yang memang tujuannya untuk kembali menghadirkan makanan yang hampir puna itu,”pungkasnya. Akhir pekan lalu, SINDO berkunjung ke sejumlah kawasan tempat wisata kuliner di Palembang.Ternyata benar, sulit untuk mendapatkan makanan khas tersebut.

Menurut ke-terangan sejumlah pedagang,saat ini sudah tidak ada lagi orang yang memroduksima-kananasli Palembang. Para produsen kuliner sudah beralih membuat makanan modern, seperti roti atau kue-kue lainnya. “Terakhir tahun 2000 masih ada, sekarang ada tetapi sedikit jarang.Pada saat saya masih kecil banyak di sini ibu-ibu muda berjualan kue-kue tersebut,” kata Joel,warga Lr Ayam 9/10 Ulu.

Kawasan 9/10 Ulu sejak dulu memang terkenal sebagai daerah penghasil makanan khas Palembang.Pempek, makanan khas Palembang yang paling dikenal, konon kabarnya yang paling enak diproduksi di kawasan ini. cr-1


source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/498508/

lizia.
May 29th, 2012, 06:11 AM
bukannya sate pentul pakai daging ikan ??? cmiiw

sate pentul pake daging sapi kok.
klo yang dari ikan, dibungkus pake daun pisang

http://kutipanmotivasi.files.wordpress.com/2011/12/sate-ikan.jpg

paradyto
May 29th, 2012, 06:47 AM
^^tapi ada juga Sate Pentul dengan daging ikan, tidak dibungkus pakai daun pisang.

cheers

lizia.
May 29th, 2012, 09:36 AM
waw thx infonya.

emg bermacam2 ya kuliner palembang. :banana::banana:

paradyto
June 3rd, 2012, 02:21 AM
Dimsum Chopstix Manjakan Penikmat Kuliner

PALEMBANG – Hendell Indonesia, perusahaan industri dan distribusi produk makanan kian melirik pasar lokal tepatnya di Kota Palembang. tanpa raguragu mereka mengembangkan sayap dengan melaunching Chopstix Restaurant di areal lantai dasar Palembang Square Extension (PSX),kemarin.

Corporate Communication Hendell Indoesia, Yamotuho Bate’e mengaku optimis dengan potensi pasar di Kota Palembang. Sebab, untuk pengembangan bisnis kuliner, Palembang dinilai potensial. “Chopstix adalah restaurant pertama di Palembang yang sajikan dimsum di mall bukan di Hotel. Pngunjung bisa nikmati kelezatan mie tarik, dimsum khas Chopstix dan makanan lainnya,” ujar Yamotuho saat launching Chopstix Restaurant di PSX,kemarin.

Dia menuturkan, pihaknya memanjakan konsumen atau penikmat kuliner dengan konsep resto kebanyakan di Jakarta. Alasannya, masyarakat Palembang memiliki karakter penikmat kuliner dan pasti menginginkan konsep seperti di kota-kota besar seperti Jakarta. Bahkan, target 400-500 meja terisi per harinya, dari pukul 09.00 WIB-21.00 WIB dengan 50 meja yang tersedia.

“Orang Palembang itu menyukai keragaman kuliner, sehingga banyak jenis makanan yang disajikan dengan rasa atau bumbu khas kita.Bahkan ayam presto kita sangat lunak dengan bumbu meresap ke dalam tulang ayam dan bahkan bisa dimakan karena lembut,”imbuhnya. Yamotuho menambahkan, konsep menarik dan sajian khas Chopstix didukung oleh keandalan sumber daya manusianya.

Tidak hanya makan, pengunjung atau konsumen dapat melihat langsung bagaimana proses pembuatan mie tarik dan makanan lainnya. “Masyarakat bisa melihat dari kaca bagaimana keprofesionalan SDM kita dalam mengolah dan memasak makanan yang ada.Sehingga langsung dipesan, dimasak, dan dimakan, orang juga dapat melihat proses pembuatan mie tarik itu seperti apa,”katanya.

Sementara itu, Dessy salah satu pengunjung Chopstix mengaku sangat penasaran dengan sajian kuliner di resto baru tersebut.“Saya mau coba dan ternyata memang enak,” ujarnya singkat. retno palupi


source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/500093/

paradyto
June 22nd, 2012, 11:40 AM
Diskon 15 Persen di Nobu Bistro

http://www.sumeks.co.id/images/stories/14-06-2012/nobu-K.jpg-(2).jpg

PALEMBANG – Nobu Bistro resto menggelar promo makan siang (lunch) dengan diskon 15 persen. Untuk mendapatkan harga spesial ini, pengunjung cukup melakukan pembayaran melalui kartu kredit BNI.

“Saat ini program diskon sudah bisa dinikmati konsumen,” ujar Manager Nobu Bistro, Adi Wijaya. Dikatakan, Nobu Bistro berkonsep family restaurant dilengkapi dengan fasilitas lima ruang meeting dengan kapasitas 10-30 orang, wi-fi, 7 wide screen LCD TV, komputer dan home theatre. Menurutnya, ada beragam menu makanan fusion Jepang matang dan mentah yang baik untuk untuk kesehatan karena rendah kolesterol dengan harga terjangkau.

Resto yang berada di Jl Sumpah Pemuda Blok M, RT 32, Ilir Barat I ini menyajikan makanan matang dengan saos Jepang yang terkenal dan daging premium seperti wagyu beef teriyaki. Terangnya, wagyu beef mengandung Omega 6 dan Omega 3 yang berguna untuk kekebalan tubuh, membangun sel membran, tekanan darah, dan pembekuan darah.

Bahkan mengonsumsi daging wagyu diyakini dapat mencegah penyakit jantung, arthritis, depresi, dan tekanan darah tinggi. Menu lainnya, yakni Kamamesi. Yakni nasi yang digoreng terlebih dahulu dengan bumbu–bumbu dan saos nobu. Bagian atasnya diberi potongan daging ayam, ikan salmon, udang serta hanakatsu kemudian dibakar sehingga memberikan sensasi tidak hanya sekadar nasi goreng biasa pada umumnya.

“Untuk menu mentah dan sushi, kami sediakan menu fresh salmon,” jelasnya. Ada juga menu sushi dan roll yang ditawarkan antara lain unagi sashimi, nobu special roll, baked scallop, baked dynamite, dan masih banyak lagi. “Rendang dengan sushi roll hasil kreativitas kami bisa pula dicicipi. Menu ini akan memberikan sensasi dan rasa yang berbeda dari rendang pada umumnya,” ucap Adi.

source: http://www.sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1181:diskon-15-persen-di-nobu-bistro&catid=44:ekonomi&Itemid=71

paradyto
June 30th, 2012, 12:05 PM
Kuliner di 16 Ilir, by ace4

http://i272.photobucket.com/albums/jj182/jkt_sky/IMGP8549.jpg

http://i272.photobucket.com/albums/jj182/jkt_sky/IMGP8550.jpg

paradyto
July 10th, 2012, 01:32 AM
-deleted-

Affankhal
July 10th, 2012, 05:36 AM
Omzet pempek Palembang Rp1 triliun per tahun

Senin, 9 Juli 2012 15:15 WIB

Palembang (ANTARA Sumsel) – Omzet penjualan pempek di Kota Palembang, Sumatera Selatan, setiap tahun mencapai Rp 1 triliun.

“Angka tersebut tentunya sangat luar biasa dan menjadi bukti perekonomian sektor riil di daerah itu berkembang pesat,” kata Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra, usai menyerahkan penghargaan kepada pelaku usaha hotel, restoran dan biro perjalanan, Jumat (6/7).

…........................

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Sumatera Selatan, Erlan menambahkan, hotel dan restoran di kota pempek memang tidak pernah sepi selalu penuh.

“Hampir setiap waktu Palembang dipenuhi pengunjung yang datang melakukan berbagai aktivitas terutama kegiatan bisnis,” kata dia.

Dia menjelaskan, saat ini terdapat 118 hotel yang beroperasi di kota pempek.

Dalam waktu dekat akan beroperasi lima hotel lagi sehingga industri jasa perhotelan akan semakin berkembang yang akan berdampak pada semua sektor terutama ekonomi riil yang memproduksi berbagai makanan dan kain khas daerah ini. (Nila).

http://sumsel.antaranews.com/berita/264348/omzet-pempek-palembang-rp1-triliun-per-tahun

paradyto
July 10th, 2012, 06:05 AM
^^wow bisnis yang menjanjikan nih!:okay:

paradyto
July 16th, 2012, 04:27 PM
Ayam & Bebek Kremes Hadir di Palembang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Ayam & Bebek Kremes, masakan ayam dan bebek khas Semarang dan Yogyakarta hadir di Palembang. Ayam & Bebek Keremes menepati sebuah Ruko, di Jl Letkol Iskandar No 14 (depan PIM) Palembang Senin (16/07/2012) diresmikan.

Peresmian dilakukan sederhana dengan pembacaan surat Yasin bersama anak panti asuhan dan dihadiri rantusan undangan.

Manager Ayam & Bebek Keremes Palembang Alamsyah kepada Sripoku.com mengatakan, Ayam & Bebek Keremes ini merupakan cabang ke-51 pusatnya di Jakarta.

"Di Sumatera ini Ayam & Bebek Keremes yang pertama tapi di pulau jawa sudah banyak cabangnya," ujar Alamsyah.

Masakan Ayam & Bebek Keremes ini tambah Alamsyah bumbunya tradisional perpaduan rempah Semarang dan Jokjakarta. Masakannya terbagi tiga pertama Ayam Kremes, penyet, cabe ijo, bakar, lada hitam dan babak belur.

Kedua Bebek Super Kremes, penyet, cabe ijo, baker, lada hitam dan babak belur. Ketiga Bebek Muda terdiri kremes, penyet, cabe ijo, bakar, lada hitam dan babak belur.

"Harganya satu paket dari Rp 13 ribu hingga Rp 30 ribu rupiah,
Selain Ayam dan Bebek Kremes kita juga menyediakanm Rawon, Iga/Buntut. Paket terdiri nasi putih, sayur asam dan lalapan," pungkas Alamsyah.

source: http://palembang.tribunnews.com/2012/07/16/mantap...ayam-bebek-kremes-hadir-di-palembang

paradyto
July 21st, 2012, 07:08 AM
"Sluurp" Pindang Patin

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/07/15/1744587620X310.jpg

M Clara Wresti dan Pingkan E Dundu

LIBUR sekolah tidak harus dihabiskan dengan berlibur ke tempat wisata. Liburan sekolah juga bisa dipakai untuk berwisata kuliner. Wawasan bertambah, rasa cinta Tanah Air mengental, perut kenyang, hati pun tenteram.

Menikmati kuliner khas Palembang di akhir liburan sekolah ini bisa menjadi aktivitas yang menarik dilakukkan bersama keluarga. Palembang kaya akan kulinernya. Ada beragam kuliner khas Palembang yang menambah kekayaan budaya kuliner Indonesia.

Kuliner khas Palembang memang sudah sangat terkenal di Jakarta. Sebut saja pempek. Banyak restoran, warung, dan tempat makan menawarkan pempek sebagai menu utamanya. Begitu terkenalnya, pempek kini juga dijual dengan gerobak masuk keluar kampung, dan di KRL ekonomi.

Namun, kekayaan kuliner Palembang bukan hanya pempek, tekwan, atau kerupuk kemplang. Pernahkan mencoba pindang ikan patin palembang, atau pepes patin tempoyak?

Jika belum, pergilah ke Pondok Wong Palembang di Jalan Veteran 1, Jakarta Pusat, atau ke Restoran Sari Sanjaya yang cabangnya bisa ditemui di Kelapa Gading, Casablanca, dan Alam Sutera (Tangerang Selatan).

Pindang ikan patin palembang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pindang ikan bandeng betawi. Namun, kuah pindang ikan palembang tidak sepekat pindang betawi. Lagi pula ikan yang dipakai untuk pindang palembang lebih bervariasi. Bisa ikan patin, ikan belida, ikan gabus, ikan baung, bahkan ada juga pindang iga sapi dan pindang udang.

”Pindang itu harus memakai ikan sungai, bukan ikan ternak atau ikan laut. Rasanya berbeda,” kata Mimie (47), pemilik Pondok Wong Palembang.

Menurut Mimie, kalau ikan ternak, biasanya daging ikan beraroma pur (makanan ikan) dan tanah. Adapun kalau memakai ikan laut sering terasa amis.

Di pondoknya itu, Mimie mengaku pindang patin menjadi menu favorit pelanggannya. Sehari, minimal dia menjual 200 porsi pindang patin. ”Mungkin karena ikan patin yang saya pakai ini memang ikan sungai yang didatangkan dari Palembang. Jadi rasanya lebih gurih,” jelas dia.

Pindang patin mempunyai kemiripan rasa dengan pindang bandeng betawi. Asam, pedas, dan manis. Namun, pindang patin mempunyai aroma yang lebih berwarna karena kuah pindang diberi daun kemangi, irisan nanas, dan tomat hijau. Harum daun kemangi yang kuat memberikan cita rasa yang lebih mengundang selera makan.

Pindang patin disajikan dalam tiga pilihan berdasarkan selera, yakni bagian kepala, badan, dan ekor. Banyak konsumen yang lebih memilih bagian badan atau ekor karena tidak repot menyantapnya.

Namun, bagi pencinta tantangan ikan tentu akan memilih bagian kepala. Untuk ikan patin, daging di bagian kepala memang tidak terlalu banyak. Namun di bagian kepala menumpuk lemak yang sangat lembut dan gurih. Kelembutan lemak ikan ini terasa semakin nikmat dipadu dengan kuah asam pedas beraroma kemangi.

Kerepotan memisahkan tulang dengan lemak yang ada di kepala ikan patin seolah bukan halangan untuk menyantap kepala ikan itu. Kerepotan itu langsung terobati begitu lemak ikan bisa terisap...sluurp...sluurp...hmm...enaknya.

Tempoyak

Di Restoran Sari Sanjaya, selain pindang, ikan patin juga bisa dinikmati dengan tempoyak. Tempoyak, dibuat dari daging durian yang difermentasi. Rasanya asam dan sangat menusuk. Pepes ikan patin tempoyak, rasa tempoyak tidak terlalu tajam karena dicampur dengan bumbu antara lain lengkuas, kunyit, jahe, serai, daun jeruk purut, dan daun salam.

Mengonsumsi tempoyak ikan patin harus berhati-hati karena di dalamnya diberi cabai rawit. Bagi mereka yang belum terbiasa jangan dipaksakan. Bisa muncul rasa mual dan pusing saat menikmati menu ini dalam jumlah banyak.

Sebaliknya, bagi mereka yang menyukai tempoyak ikan patin, nafsu makan pasti akan bertambah.

Tidak hanya pindang dan tempoyak ikan patin budaya kuliner yang dikenalkan Sari Sanjaya dan Pondok Wong Palembang. Di kedua restoran tersebut pengunjung bisa mencicipi pempek panggang, pempek lenggang, tekwan, celimpungan, mi celor, rujak mi, pangsit ikan, model, mi tumis, laksa, dan sebagainya.

Selain itu, untuk mengisi waktu menunggu datangnya makanan utama, pengunjung bisa menikmati penganan ketan duren, talam ubi, talam pisang, atau talam srikaya.

Di Pondok Wong Palembang juga terpasang gambar baju adat Palembang dalam ukuran yang cukup besar. Selain itu ada juga foto deretan pasangan bujang dan gadis Palembang yang mengenakan kain songket palembang beraneka motif. Dengan gambar-gambar ini, pengunjung pun mendapat tambahan wawasan mengenai kekayaan budaya Palembang selain kuliner.


source: http://travel.kompas.com/read/2012/07/21/07422071/.Sluurp.Pindang.Patin.

gunny.gunason
July 21st, 2012, 10:22 AM
^^Palembang sangat tempatnya, mari Kita cuba..

paradyto
July 22nd, 2012, 01:21 AM
Warga palembang jadikan lemang menu buka puasa

http://img.antaranews.com/new/2011/08/small/20110803012959lemang020811.jpg

Palembang (ANTARA News) - Warga Palembang menjadikan Lemang sebagai salah satu menu berbuka puasa karena makanan khas terbuat dari bahan baku beras ketan dicampur santan kelapa yang dimasukan kedalam bambu kemudian dibakar sangat diminati.

Rosita (48) penjual lemang di salah satu pasar tradisional Palembang, Sabtu mengatakan setiap puasa terjadi peningkatan permintaan lemang.

Lemang dijual dengan pasanganya tape ketan hitam sehingga sangat lezat ketika dikonsumsi. Menurut dia, sudah belasan tahun bersama suaminya menjual lemang yang dibuatnya sendiri.

"Memang hanya bulan puasa pembeli ramai tetapi di luar ramadhan mereka tetap berjualan," katanya.

Ia mengatakan, lemang tersebut dibuat dari ketan pilihan dicampur dengan santan kental kemudian dimasukan ke dalam bambu.

Setelah siap lemang itu dibakar dengan menggunakan kayu bakar dengan tungku khusus, sedangkan tape ketan menjadi semacam sausnya atau kuah untuk melengkapi penganan khas yang mereka bawa dari Sumatera Barat itu.

Kebetulan, di kampung mereka di Sumbar sebagian besar keluarga pembuat lemang sehingga di Palembang pun berjualan lemang.

Lemang tersebut dijual Rp30.000 per batang tetapi biasanya ukuran diperkecil sehingga dihargai Rp10.000. Begitu juga dengan tape ketan hitam dijual Rp10.000 per bungkus dan biasanya setiap hari selama ramadhan omzet mencapai Rp500.000.

source: http://www.antaranews.com/berita/322816/warga-palembang-jadikan-lemang-menu-buka-puasa

paradyto
July 23rd, 2012, 06:27 AM
"Celimpungan" bentuk lain dari turunan "pempek palembang"

Palembang (ANTARA News) - Selama ini makanan khas yang paling dikenal di Palembang adalah pempek dan turunannya kerupuk kemplang, tekwan, dan model.

Padahal, ada satu turunan pempek lagi yang tidak kalah lezatnya dari makanan tersebut yakni celimpungan.

Celimpungan hampir mirip dengan pempek, dibuat dari adonan ikan dan sagu. Perbedaannya dengan pempek hanya dari bentuk dan kuahnya.

Pempek memiliki beraneka bentuk baik goreng maupun rebus dan dimakan dengan kuah atau cuko yang terbuat dari gula merah yang dicampur bawang, merah, putih dan cabai giling, cuka makan atau bisa juga asam jawa secukupnya, sedangkan celimpungan bentuknya bulat yang dimakan dengan kuah santan berwarna kuning.

Bentuk lain dari turunan pempek yang merupakan makanan khas Palembang yang sudah sangat terkenal secara nasional bahkan internasional itu, biasanya dinikmati sebagai makanan sarapan pagi dan makanan ringan di sore hari.

Pada bulan puasa Ramadhan, celimpungan menjadi salah satu makanan favorit keluarga di Palembang sebagai makanan pembuka di saat berbuka puasa atau sebelum menyantap makanan berat seperti nasi.

Proses Pembuatan
Cekyun, warga asli Palembang yang cukup ahli membuat celimpungan menjelaskan, bahan yang dibutuhkan untuk membuat celimpungan adalah daging ikan gabus giling, garam, air sagu dicampur menjadi sebuah adonan.

Kuahnya terbuat dari santan, air, bawang merah, bawang putih, kunyit, lada, garam, daun salam dan bahan tambahan lainnya sesuai selera.

Adonan campuran ikan, sagu dan bahan tambahan lainnya dibentuk bulat diameter 8 - 10 cm tergantung selera, kata warga yang tinggal di permukiman penduduk asli Palembang kampung 5 Ulu itu.

Kemudian menurut dia, adonan yang telah dibentuk bulat itu kemudian dicemplungkan ke dalam air rebusan, setelah kondisinya matang dikeluarkan dari tempat rebusan dan ditiriskan.

Sementara proses membuat kuahnya, seluruh bumbu dihaluskan kemudian ditambah santan dan air secukupnya dimasukkan ke dalam panci dan dimasak hingga mendidih.

Celimpungan yang telah ditiriskan, dimasukkan ke dalam panci kuah santan kuning yang telah dimasak dibiarkan selama lima menit dan siap dihidangkan.

Penyajiannya lebih menarik dimasukkan ke dalam mangkuk dan akan terasa lebih nikmat ditambah bawang goreng dan sambal, ujar Cekyun.

Di Pasar Bedug

Salah satu pedagang celimpungan Cek Inten mengatakan, makanan khas Palembang yang satu ini pada bulan Ramadhan sangat diminati, karena rasanya yang gurih dan jarang dijumpai pada hari biasa.

Untuk mendapatkan celimpungan pada hari biasa memerlukan perjuangan, karena harus mencari ke beberapa tempat sementara jika menginginkan pempek, model dan tekwan hampir di setiap sudut kota tersedia toko atau warung yang menjual makanan tersebut.

Sementara pada bulan puasa, celimpungan bisa dengan gampang dijumpai, cukup mendatangi pasar bedug yang digelar di setiap kawasan permukiman penduduk seperti kawasan Sekip ini, ujar Cek Inten.

Harga makanan khas ini dijual dengan harga relatif murah dan tidak jauh dengan harga model atau tekwan. Celimpungan ini dijual Rp6.000 per porsi.

"Bulan Ramadhan ini memberi berkah bagi keluarga saya, pada hari biasa paling banyak celimpungan terjual 40 porsi tetapi pada bulan puasa ini bisa mencapai 85 porsi," ujar dia yang telah menekuni usaha tersebut lebih dari lima tahun.

Berjualan celimpungan ini merupakan barang dagangan yang sesuai dengan keahliannya, dan di pasar bedug hanya satu jenis makanan ini saja yang dijual dan tidak ikut-ikutan seperti temannya yang lain menggelar beraneka jenis makanan.

Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi (Hippi) Palembang Yudi Farola Bram menanggapi masih kurang populernya makanan khas yang namanya celimpungan itu, perlu dipromosikan dengan cara mengenalkan kepada para tamu yang berkunjung ke daerah ini.

"Biasanya setiap tamu pengusaha atau pejabat yang melakukan studi banding atau kunjungan kerja ke kota ini selalu disuguhi pempek, model, tekwan dan kerupuk kemplang saja," ujarnya.

Tidak diketahui secara persis mengapa hanya makanan khas itu saja yang paling sering dimunculkan, sementara celimpungan sangat jarang disuguhkan kepada tamu.


source: http://www.antaranews.com/berita/322964/celimpungan-bentuk-lain-dari-turunan-pempek-palembang

paradyto
July 26th, 2012, 08:05 AM
Kangen Pempek Euy!!!

http://farm6.staticflickr.com/5084/5326088987_951e5e9a8c_b.jpg

http://farm6.staticflickr.com/5083/5326090035_7c2ac2d41d_b.jpg

paradyto
August 4th, 2012, 11:43 AM
Akhirnya, buka hari ini, bisa makan rujak mie palembang!:okay:

vailixi
August 6th, 2012, 11:06 AM
Sama,, disini pempek satu porsi 100 rb :-(

Kangen Pempek Euy!!!

paradyto
August 7th, 2012, 04:56 AM
Sama,, disini pempek satu porsi 100 rb :-(

wow mahal banget tuh, memang rasanya juga kalau makan pempek nggak langsung ke Palembang, nggak puas polll:)

cheers

paradyto
August 20th, 2012, 01:22 AM
Kue 8 Jam, Kue Legit Untuk Melatih Kesabaran

http://images.detik.com/content/2012/08/19/297/142645_kue8jamdalam.jpg

Jakarta - Jika bertandang ke rumah orang Palembang saat lebaran, kue yang legit ini pasti tersaji di meja. Kue istimewa ini rasanya legit menggigit dengan aroma karamel yang wangi. Untuk membuatnya perlu waktu 8 jam pemanggangan.

Kue 8 jam adalah salah satu kue khas Palembang. Namanya yang unik dan gampang diingat karena seperti proses pembuatan kue yang memang membutuhkan waktu 8 jam! Kue yang terbuat dari telur bebek, gula, mentega, dan susu kental manis ini mempunyai tekstur lembut, kenyal, dengan rasa yang manis legit.

Pada masa lalu, kue ini hanya boleh dinikmati oleh kalangan bangsawan Palembang. Kini kue dengan warna khas kecokelatan ini bisa dinikmati siapa saja. Hanya saja, kue ini tidak bisa didapatkan dengan mudah setiap hari. Biasanya hanya dijual pada hari raya seperti Idul Fitri.

Lalu, mengapa harus 8 jam? Kue ini sebenarnya dimasak mengikuti proses bahan mentahnya yaitu telur, gula, dan susu. Dalam waktu 8 jam bahan tersebut akan mengental membentuk karamel sementara telurnya menjadi padat. Proses pemanasan selama dipanggang mengubah bahan cair menjadi padat bersama dengan gula dan susu menjadi adonan karamel.

Bahan dasar kue ini yaitu telur bebek, vanili, gula, tepung terigu, margarin, dan susu. Seluruh bahan dicampur dan dikocok hingga rata, lalu dituang dalam loyang dan dikukus selama 8 jam. Bungkus tutup kukusan dengan serbet bersih agar uap air tak jatuh ke kue. Selama proses pengukusan biasanya air kukusan diisi ulang agar tak kering.

Jika kurang dari 8 jam, kue tidak akan terasa kenyal dan mudah hancur karena belum terbentuk adonan yang kuat. Setelah dingin benar barulah kue ini bisa dipotong-potong dan disajikan. Karena mengandung banyak gula kue ini bisa tahan disimpan beberapa hari.


source: http://food.detik.com/read/2012/08/19/142229/1995026/297/kue-8-jam-kue-legit-untuk-melatih-kesabaran?sbk294

Balaputradewa
August 21st, 2012, 01:57 PM
Lezatnya Martabak Har :)

http://farm9.staticflickr.com/8290/7830518152_fd9e58081e_c.jpg (http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/7830518152/)
[/url]
http://farm9.staticflickr.com/8438/7830518228_c4c3622d41_c.jpg (http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/7830518152/)

http://farm8.staticflickr.com/7252/7830518342_b06ca05a2c_c.jpg (http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/7830518228/)
[url=http://www.flickr.com/photos/balaputradewa/7830518342/]

groodery
August 21st, 2012, 06:25 PM
Pempek Palembang, selalu bikin ngiler. Bisnisnya juga sangat menggiurkan. Salut dengan makanan khas Palembang yg satu ini

paradyto
August 23rd, 2012, 02:15 PM
Kalau Lebaran di Palembang, pengennya jelajah kuliner! He he he...

gunny.gunason
September 1st, 2012, 06:18 AM
inspirative...

Kemas, Juragan Pempek Beromzet Ratusan Juta

KOMPAS.com - Berawal dari usaha kecil-kecilan, Kemas Firmansyah sukses membesarkan bisnis pempek dengan brand Wongkito 19. Bisnisnya semakin menggurita lewat sistem kemitraan. Hingga saat ini, total gerai pempeknya sudah mencapai 92 outlet yang tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia. Dari jumah itu, 89 gerai di antaranya milik mitra.

Dari usaha ini, omzet yang Kemas kantongi dalam sebulan mencapai Rp 500 juta. Bisnis pempek ini mulai dia rintis pada akhir tahun 2006. Selain alasan bisnis, lewat usaha pempek ini, ia juga ingin menunjukkan identitasnya sebagai orang Palembang.

Sebab, selama ini, Kemas melihat sebagian besar pedagang pempek bukanlah orang asli Pelembang. Padahal, pempek merupakan makanan tradisional khas wong kito galo, sebutan untuk orang Palembang. "Seharusnya saya juga berdagang pempek karena saya orang Palembang," ujar pria keliharan 1971 ini.

Kemas akhirnya terjun ke usaha kuliner pempek dengan membuka outlet kecil di dekat rumahnya di daerah Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat. Berkat keuletannya mempopulerkan bisnis ini, dalam beberapa tahun, jumlah gerai pempeknya terus bertambah. Terlebih setelah ia menawarkan kemitraan di 2008.

Menurut Kemas, perkembangan usaha pempeknya berkat totalitasnya dalam mengembangkan usaha. Apalagi, sejak awal ia memang menyukai bisnis ini. Lantaran sudah suka, ia pun mencurahkan seluruh waktu dan pikirannya untuk membesarkan usaha ini. "Kalau berbisnis harus disukai dulu supaya maksimal," katanya.

Kecintaan Kemas terhadap pempek sudah tumbuh sejak dia kecil. Ia mengaku, sejak kecil sudah terbiasa menyantap pempek karena ibunya suka membuat makanan tersebut.

Tidak hanya penyuka pempek, seiring usianya yang makin beranjak dewasa, Kemas pun mulai membuat pempek sendiri. Berbekal kemampuan itu, dia kemudian terjun ke usaha pempek.

Di awal merintis usaha, ia langsung memperkenalkan variasi pempek hasil racikannya, seperti pempek sosis, pempek kapal selam, pempek keju, dan panggang. Aneka pempek ini Kemas banderol mulai Rp 3.000 hingga Rp 14.000 per buah. "Salah satu favorit pelanggan adalah pempek kapal selam super," ujarnya.

Lantaran pempek buatannya banyak punya penggemar, pada 2008 Kemas memberanikan diri menawarkan kemitraan. Baginya, sebuah usaha bisa berkembang jika ia bermitra dengan orang lain.

Dengan bermitra, maka sebuah brand akan semakin dikenal masyarakat. "Pebisnis harus punya banyak partner," katanya. Selain menjalin kemitraan, Kemas juga memanfaatkan media online untuk memperkenalkan produknya dengan membuat website Wongkito 19.

Ia menugaskan pegawainya untuk memuat info-info terbaru terkait Wongkito 19. Alhasil, saban hari selalu saja ada informasi anyar di situs Wongkito 19. Dari sanalah bisnisnya terus berkembang. Tak cuma di Jabodetabek, mitranya ada di Bandung, Cirebon, dan Kalimantan.

Jatuh bangun

Jiwa bisnis Kemas Firmansyah sudah terasah sejak kecil. Ia telah terbiasa berjualan sejak masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Sejak masih kelas satu SD, ia sudah berjualan martabak buatan ibunya. "Saya jualan martabak keliling kampung," kata Kemas.

Naluri berdagang Kemas berlanjut saat ia mengecap bangku sekolah menengah atas (SMA). Ketika SMA ini, ia menekuni usaha pembuatan tatabahasa (grammar) bahasa Inggris. Tatabahasa itu dibuat dalam bentuk kalender, sehingga bisa ditempel di dinding dan memudahkan menghafalnya.

Kegiatan bisnisnya terus berlanjut. Ketika kuliah di Universitas Sriwijaya Palembang, ia berjualan jaket, celana jins, dan baju kepada teman-temannya. "saya memesannya dari Bandung," ujarnya.

Lulus kuliah tahun 1995, ia sempat bekerja di beberapa perusahaan. Namun, naluri bisnis kembali memanggilnya. Tahun 2002, ia menanggalkan profesinya sebagai karyawan dan memilih terjun ke bisnis servis komputer di Bekasi.

Selain jasa servis, ia juga menyediakan komponen-komponen komputer. Namun, bisnis ini hanya bertahan dua tahun. Setelah menutup usaha ini, ia menggeluti bisnis baru, yakni, bisnis penjualan mobil. Kemas memulai usaha jual beli mobil baru dan bekas pada tahun 2004. Selama menggeluti usaha ini, ia sempat memiliki showroom sendiri di Bekasi.

Namun, lagi-lagi bisnisnya ini harus gulung tikar karena dilanda krisis. "Waktu itu, harga BBM (bahan bakar minyak) naik sehingga penjualan mobil turun drastis,"jelasnya. Saat menutup usaha ini tahun 2005, ia terjerat utang dalam jumlah besar. Untuk melunasi utangnya, ia terpaksa menjual rumah dan aset-aset miliknya.

Jatuh bangun di dunia bisnis tidak membuatnya jera. Kemas menilai, kegagalan itu bukanlah akhir dari bisnisnya. Tidak sampai satu tahun setelah menutup usahanya, Kemas bekerja di salah satu perusahaan otomotif di Jakarta sebagai sales marketing.

Di perusahaan itu ia bertekad untuk mengumpulkan modal sebelum terjun ke dunia bisnis lagi. Selama bekerja di perusahaan itu, pendapatannya lumayan besar karena berhasil menjual ribuan mobil.

Setelah uang tabungannya terkumpul lumayan banyak, pada tahun 2007 ia memutuskan keluar dan mendirikan bisnis pempek. Bisnis ini dirintisnya dengan modal awal Rp 20 juta.

Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, ia pun bertekad untuk mengembangkan bisnis barunya ini. Upayanya itu tidak sia-sia.Terbukti, total gerai pempeknya kini sudah mencapai 92 outlet yang tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Merambah bisnis lain

Kendati telah sukses di bisnis pempek, Kemas Firmansyah tetap rajin melihat peluang usaha lain. Kini, ia kembali merambah bisnis jual beli mobil. Sebelumnya, dia pernah terjun ke bisnis ini pada tahun 2004. Setahun berjalan, usahanya itu bangkrut. Namun, Kemas mengaku tak jera untuk kembali merambah bisnis jual beli mobil ini.

Hanya, saat ini dia belum memiliki showroom khusus jual beli mobil. "Jadi, saya jual mobil satu per satu langsung kepada konsumen," kata Kemas.

Meski demikian, ke depan ia tetap berencana untuk membuka showroom mobil lagi. Untuk itu, Kemas akan mengajak beberapa investor. Dengan berkongsi, dia tidak akan sendirian mengelola bisnis ini.

Bila bangkrut, Kemas pun tidak akan menanggung kerugian terlalu besar. Jadi, risiko usaha ditanggung bersama investor. Menurutnya, sistem ini jauh lebih baik dibandingkan dengan membuka bisnis sendiri.

Selain kembali menggarap bisnis jual beli mobil, ia juga akan melebarkan sayap usahanya di bisnis makanan. Yakni, merambah bisnis makanan sehat khusus bayi dan anak-anak. Bila tak ada aral melintang, bisnis ini akan Kemas launching pada September tahun ini, dengan nama Super Barin Food.

Sejatinya, Kemas sudah merintis usaha ini sejak dua tahun terakhir dengan sistem katering. Kalau nanti sudah resmi diluncurkan, ia akan langsung menawarkan kemitraan usaha kepada investor yang berminat.

Kemas menjelaskan, makanan yang dipasarkan itu dia produksi khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi otak bayi dan anak-anak. Makanya, ia mengklaim, pembuatan makanan itu tidak menggunakan bahan kimia. "Kami bikin kandungan gizi makanan ini tinggi dan berguna bagi kecerdasan anak-anak," papar Kemas.

Selain makanan khusus bayi dan anak-anak, Kemas juga akan memproduksi makanan sehat untuk orang dewasa. Makanan ini dia klaim bisa memperkuat daya ingat seseorang. "Kami memiliki seorang dokter yang paham soal gizi makanan, sehingga produk makanan ini terjamin kualitasnya," ujarnya.

Meski sibuk mengembangkan bisnis, Kemas tetap memilih bekerja di salah satu perusahaan otomotif di Jakarta dengan jabatan yang ia pegang saat ini: sales manager.

Kemas menuturkan, kecintaannya pada dunia otomotif membuatnya tetap memilih menjadi karyawan perusahaan otomotif. Sedang, usaha yang sudah dia rintis diserahkan pengelolaannya ke orang-orang profesional.

Ia hanya mengawasi dan memberikan masukan kalau ada yang tidak sesuai dengan keinginannya. Walau tetap bekerja di perusahaan otomotif, jiwa Kemas tetaplah seorang pengusaha.

Menurut Kemas, seorang pengusaha harus memiliki mental pantang menyerah terhadap segala kesulitan yang menghadangnya. "Sebab, setiap persoalan yang muncul, pasti ada jalan keluarnya," katanya.

Seorang pengusaha juga harus berani melangkah agar bisnisnya bisa tumbuh. Tapi, ada kalanya pengusaha mengesampingkan pertimbangan rasional untuk meraih sukses. (Noverius Laoli/Kontan)


source (http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/08/31/07484725/Kemas.Juragan.Pempek.Beromzet.Ratusan.Juta)

gunny.gunason
September 1st, 2012, 11:36 AM
macam-macam pempek plembang

http://bisnisukm.com/wp-content/uploads/2011/02/ilustrasi-pempek-palembang.jpg

source (http://bisnisukm.com/sedapny-potensi-bisnis-pempek-palembang.html)

paradyto
September 5th, 2012, 06:00 AM
Gw cuma penasaran, kalau Pempek Kulit ini memang terbuat dari Kulit Ikan ya?

cheers

lizia.
September 5th, 2012, 07:35 AM
iya emang dari kulit ikan kok.

di pasar dah ada yg jual kulit ikan giling. biasanya dikumpulin sama mereka pas ngegiling daging ikan, nah kulitnya itu diambil.

makanya warnanya rada item khan :D

paradyto
September 6th, 2012, 02:11 AM
iya emang dari kulit ikan kok.

di pasar dah ada yg jual kulit ikan giling. biasanya dikumpulin sama mereka pas ngegiling daging ikan, nah kulitnya itu diambil.

makanya warnanya rada item khan :D

Tapi nggak semuanya dari kulit ikan kan? ada campuran dagingnya juga sedikit, setidaknya..

thanx lizia.

cheers

paradyto
September 17th, 2012, 06:29 AM
Sluuurp! Gurih Sedap Laksa Betawi dan Lakso Palembang!

http://images.detik.com/content/2012/09/17/297/095815_1palembang.jpg

di kota Pempek ini ada dua jenis hidangan yang mirip laksa, yakni laksan dan lakso. Laksan ini berupa pempek lenjer yang dipotong-potong, kemudian disiram kuah laksa yang terbuat dari santan, kaldu ikan, cabai merah giling, bumbu, dan potongan ikan. Sedangkan, lakso merupakan mie yang terbuat dari tepung beras dan tepung sagu dengan kuah santan berbahan gula merah, kunyit, ketumbar, dan kemiri. Agar makin sedap, bawang merah goreng ditaburkan di atas kedua hidangan tersebut saat akan disajikan.

source: http://food.detik.com/read/2012/09/17/095541/2021389/297/2/sluuurp-gurih-sedap-laksa-betawi-dan-lakso-palembangdthlutama

paradyto
September 21st, 2012, 01:19 AM
Fastfood Internasional ‘Marrybrown” di Palembang

http://www.franchisemalaysia.org/wp-content/uploads/2011/03/marrybrown-franchise-opportunity1.jpg

PALEMBANG – Restoran siap saji (fast food) berlevel internasional Marrybrown akhirnya mengembangkan sayap dengan mengusung konsep “Memang Beda” untuk menyapa pecinta kuliner di Kota Palembang.

Manager Marrybrown Palembang Taufik Hidayat mengatakan, meski belum sampai sebulan beroperasi, masyarakat Palembang antusias dengan kehadiran fast food yang akrab disebut MB ini. “Untuk Indonesia baru Palembang dan Pekanbaru saja. Sebab pertumbuhan perekonomiannya cukup baik,sehingga restoran siap saji berlevel internasional yang sudah berada di 16 negara ini kita hadirkan di sini,”ujar Taufik kepada SINDO kemarin.

Marrybrown sendiri berada di Underground Mal Palembang Square Extention (PSX) dengan kapasitas 80-100 kursi di sebuah ruangan dengan desain interior apik. Setelah sukses di Pekan Baru,Marrybrown hadir di Palembang mengusung menu andalan ayam goreng original, nasi uduk, hotouch dengan daging yang fresh dan sempuk,serta diracik dengan bumbu istimewa khas MB yang akan menggoyang lidah penikmatnya.

Sementara itu, Rina, salah satu pengunjung Marrybrown mengaku suka dengan menu nasi uduk khas Marrybrown. “Selain nasinya yang enak, juga disajikan ayam goreng dengan resapan bumbu yang nikmat dan pedas,”kata dia. retno palupi



source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/528376/

paradyto
September 29th, 2012, 11:18 AM
Happy otak-otak

http://www.mysinchew.com/files/preview/292x300..otak1.JPG

http://www.mysinchew.com/files/preview/292x300..otak4.JPG

http://www.mysinchew.com/files/preview/292x300..otak6.JPG

Yen told Sin Chew Daily in order to meet the requirements of local gluttons, businessmen have developed many different flavours of otak-otak such as fish, shrimp, fish head and crab.

However, the best selling otak-otak in the market now is still fish and shrimp flavours.

Japanese Spanish Mackerel and eel are the two main types of fish used to make otak-otak. Mackerel is used for box-packed otak-otak while eel is mainly for otak-otak sticks. In addition, spring roll otak-otak has also been developed for supply to local restaurants.

"The stick form otak-otak is wrapped in attap leaves while spring roll otak-otak is wrapped in handmade Vietnamese spring roll wrappers.

"Otak-otak" literally means brains in he Malay language. In early days when the people produced the otak-otak, all ingredients were blended together to look like a human brain. As a result, it was called otak-otak by the people.

Otak-otak is considered a snack that originated from Palembang in South Sumatra, Indonesia. Besides Palembang, otak-otak is also sold in Jakarta and Makassar although it is marketed in strips wrapped in banana leaves.

Dipping sauce

Indonesian otak-otak is made of ikan parang blended with pickled spices, coconut milk, pepper and starch. The colour is greyish white and not too spicy. It is normally served with assam sauce or peanut sauce.

Besides southern Malaysia, otak-otak is also sold in Nyonya style in northern part of the country, namely otak-otak fish. Due to Thai cultural influences, its packaging is more yellowish, similar to nasi lemak. Since the recipe has included lime leaves, kaduk leaves, egg and turmeric, the taste is somewhat different from the Muar variety. With additional spices like curry powder, dried chilies and galangal, the otak-otak assumes a reddish orange colour



source: http://www.mysinchew.com/node/78156

paradyto
October 12th, 2012, 01:01 AM
emang segitu besarnya ya store Dunkin Donuts ? apa nggak lebay tuh iklannya di sumeks :

http://imageshack.us/a/img152/6351/ddpalembang.jpg


next issue, Hokben yang ditunggu-tunggu wong Palembang akan buka cabang..

8.000 Dunkin Donat Habis Diserbu

PALEMBANG – Sedikitnya 8.000 buah donat habis diserbu pengunjung yang hadir dalam launching Gerai Dunkin Donuts Cabang Palembang, yang diresmikan Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra,kemarin.

Direktur Utama (dirut) Dunkin Donuts Indonesia Edo Sumantara mengatakan, Palembang merupakan gerai ke 300 yang ada di Indonesia dan pertama untuk Sumatera Selatan. Sedikitnya, 5000 buah donat ditarget dapat terjual setiap harinya. “Kami lihat potensi di Palembang sangat bagus makanya dari segi bangunan saja paling besar di Indonesia.Apalagi masyarakat Palembang cukup apresiatif menjajal kuliner,” ujar dia di sela launchingGerai Funkin Donuts di Jalan Dmang Lebar Daun Palembang, kemarin.

Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra usai peresmian menyampaikan dukungannya terhadap manajemen Dunkin Donuts yang telah menanamkan investasinya di Kota Palembang. “Pemerintah Palembang terus berupaya menjaga iklim investasi secara baik. Sehingga kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya juga terjamin,”kata. retno palupi


source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/534582/

paradyto
October 13th, 2012, 09:54 AM
Martabak Palembang a la ‘Naknian’

http://www.soloposfm.com/dokumen/2012/10/martabak-kari-150x150.jpg

[SPFM], Siapa tidak kenal martabak? Ya makanan ini telah menyebar kehampir seluruh dunia. Bahkan, setiap negara memiliki ciri khas sendiri dalam penyajian martabak tersebut. Penikmat martabak di Solo sangat lah banyak, maka tak heran penjual martabak pun mudah ditemui di sudut-sudut kota Solo ini.

Di Indonesia sendiri ada beberapa jenis martabak yaitu martabak telor dan martabak manis. Salah satu penjual martabak di Solo adalah Rumah Martabak Naknian. Martabak yang dijual di warung tersebut adalah, khas Palembang. Pemilik Rumah Martabak Naknian Ita Akyuna Nightisabha mengatakan, Martabak Palembang ini, berbeda dengan martabak yang dijual pada umumnya di Solo. Ita menambahkan, salah satu yang paling membedakan adalah cara makannya, jika martabak di yang dijual biasanya itu, makan menggunakan nasi, untuk martabak khas Palembang tidak perlu nasi, namun dengan menggunakan kuah kari.

Selain itu, jika martabak yang dijual pada umumnya adalah isi sayuran dan daging sapi, maka martabak khas Palembang ini isinya sangat berbeda, yaitu telur bebek yang dipecah utuh, dan ditutup dengan kulit martabak. Kemudian yang membedakan lainnya adalah kuah kari itu. Kuah kari yang digunakan sebagai teman makan martabak tersebut cukup kental, dari kari yang biasanya dimakan oleh orang Solo.

Lakukan survei dahulu

Sebelum membuka usaha berjualan Martabak khas Palembang ini, Ita terlebih dahulu melakukan survei di Solo. Apakah ada warung penjual martabak khas Palembang tersebut. Setelah Ita yakin, bahwa belum ada warung yang membuka martabak khas Palembang, maka satu bulan yang lalu, dirinya berani membuka usaha tersebut. Bahkan, Ita pun langsung mendatangkan koki yang sudah ahli dalam membuat martabak dan kuah kari selama 10 tahun, untuk bekerja ditempatnya.

Tentu saja, dalam pembuatan martabak tersebut, Ita membuat beberapa modifikasi, agar dapat diterima dengan lidah orang Solo. Diantaranya adalah, pembuatan kulit martabak itu sendiri. Menurut Ita, kulit martabak yang asli adalah tidak rasanya atau hambar, untuk menyesuaikan dengan lidah Solo maka kulit itu dibuat dengan rasa sedikit gurih dan asin. Kemudian untuk kuah karinya rasanya sama dengan yang ada di Palembang. Namun ada untuk isi dagingnya menggunakan daging sapi, bukan daging kambing yang biasa digunakan untuk membuat kari tersebut. Kemudian untuk menjaga rasa dari kari itu, Ita pun mendatangkan langsung bumbunya dari Palembang. Sedangkan untuk menjaga kualitas makanan tersebut, Ita selalu melakukan kontrol secara berkala. Selain itu, Ita juga meminta saran dan masukan dari pelanggan yang membeli martabak ditempatnya.

Tawarkan konsep dine-in

Meskipun baru membuka usaha sekitar 1 bulan yang lalu, Ita menuturkan, sudah banyak pelanggan yang mulai berdatangan untuk membeli ditempatnya. Bahkan, ada sejumlah pelanggan datang 3 kali dalam satu pekan. Dengan harga jual mulai 20 ribuan untuk martabak khas Palembang, Ita optmisitis mampu bersaing dengan martabak lain di kota surga kuliner ini.

Ita menyebutkan, sebab harga martabak ditempatnya cukup terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Dalam satu hari, Ita mampu menjual 30 hingga 50 martabak kari. Tentu kita dapat membayangkan berapa keuntungan yang didapat. Ita mengungkapkan, dalam berjualan martabak tersebut, dirinya membuat konsep seperti warung. Hal itu dikarenakan Ita ingin memberikan sensasi baru makan martabak ditempat atau dine-in, bukan dibawa pulang. Menurut Ita, memakan martabak lebih enak lansung dimakan setelah matang, atau dalam istilah kulinernya adalah Fresh from The Oven.

Selain berjualan martabak telur yang dimakan dengan kuah kari itu, Ita juga menjual martabak manis dan makanan Prata serta Roti Cane. Ita menjelaskan, untuk Prata makananya juga menggunakan kuah kari yang sama dengan martabak palembang tersebut. Kemudian, untuk roti cane, toping yang digunakan adalah cokelat,keju dan lainnya. Kedepannya, Ita berkeinginan untuk membuat warung makan tersebut, sebagai tempat makan khusus martabak. Ita mengungkapkan, dirinya berkeinginan untuk dapat menjual juga martabak khas bangka, dan martabak khas dari daerah lainnya. Sementara itu, Ita juga berkeinginan untuk menjual makanan lainnya, yang sudah mulai langka.,

Rumah Martabak Naknian: Jalan Kebangkitan Nasional nomor 45B.


source: http://www.solopos.com/2012/10/13/martabak-palembang-a-la-naknian-338576

paradyto
October 13th, 2012, 09:59 AM
Bongkol dengan Kopi Susu hmmmm :okay:

http://imageshack.us/a/img834/5149/bongkolnkopsusjadilah.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/834/bongkolnkopsusjadilah.jpg/)

Siomay yang selalu dinanti kalau Pulang ke Palembang...

http://imageshack.us/a/img259/9459/img01440201207221201sio.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/259/img01440201207221201sio.jpg/)

Pempek?? oh tentu, karena banyak penjual yang lewat, dan Pempeknya rasa bintang lima kalau di Jakart:D

http://imageshack.us/a/img442/9528/sarapanpagiyok.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/442/sarapanpagiyok.jpg/)

Pisang Goreng Kremezzzzz.... mantap!:okay:

http://imageshack.us/a/img607/3701/tinggalduoikopisangkrem.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/607/tinggalduoikopisangkrem.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
October 13th, 2012, 10:06 AM
Lanjut... makan pindang patin di Simpang Bandara:okay:

http://imageshack.us/a/img521/6941/nahhpindangpatinrmsimpa.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/521/nahhpindangpatinrmsimpa.jpg/)

dan Sop Kaki Kambing Bang Kumis di Bandara Mas!! wow!:okay:

http://imageshack.us/a/img832/3844/bangkumissopkakikambing.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/832/bangkumissopkakikambing.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

paradyto
October 16th, 2012, 07:34 AM
Pindang Ikan Patin Ini Menggugah Selera

http://assets.kompas.com/data/photo/2012/10/12/1933025620X310.gif

KOMPAS.com - Apa yang terlintas di pikiran Anda setiap menyebut makanan Palembang, tentu kebanyakan menjawab Pempek. Memang menu yang satu ini sudah sangat terkenal bahkan saya saja sampai suka banget sama menu pempek. Kami lagi mau mampir ke Pondok Wong Palembang, lokasinya di Jalan Veteran 1 No. 12 A Jakarta Pusat.

Kalau Anda sudah pernah tahu lokasi Es Ragusa Italia, Pondok Wong Palembang ada di sebelah kanannya. Nah setelah melihat menu yang disodorkan oleh waiter-nya kami pesan menu pempek dan pindang ikan patin. Untuk pempek, kami pesan kapal selam, adaan, keriting, lenjer dan pempek kulit. Komplet deh!

Sambil menunggu pesanan datang kita disodori otak-otak ikan, ya biasa ngemil-ngemil dulu he-he... Sekitar 10 menit pesanan kita datang semua, pempek dan pindang ikan patinnya. Jadi di Palembang menu pindang ikan patin juga cukup terkenal dan cukup favorit.

Untuk pempek, memang kami minta digoreng lebih garing dan kuahnya selalu minta di pisah. Untuk pempek cukup enak, kuahnya ya lumayan, kami pesan malah cukup banyak pempek he-he...

Pindang Ikan Patin kuah rasanya asam segar dan disajikan di atas tungku kecil yang ada apinya, jadi menu ini bisa terus panas, dan supaya lebih nikmat. Daging ikan patinnya juga empuk dan tidak bau amis, bagi yang suka makanan berkuah mungkin tertarik dengan menu ini.

Sebenarnya saya sendiri masih jarang mencicipi menu pindang patin, nanti saya coba cari tempat lain yang menyediakan menu pindang patin ya. (frans)



source: http://travel.kompas.com/read/2012/10/16/08084036/Pindang.Ikan.Patin.Ini.Menggugah.Selera

paradyto
October 18th, 2012, 06:51 AM
http://www.dcostseafood.com/Image/DCostS.jpg

Kehadiran D’Cost Seafood Restaurant di Kota Palembang sepertinya cukup membuat heboh. Bahkan,antrean panjang dan berdesakan sempat terjadi jika mendekati makan siang. Hampir ratusan orang cepat berebut memesan kursi dan sebagian menunggu di luar restoran demi dapat makan gratis.

Alhasil,para chef dan karyawan terlihat sangat sibuk dan bekerja ekstracepat agar semua pesanan pelanggan dapat cepat sampai dengan cita rasa yang tetap memuaskan.Tak jarang pihak manajemen turut sibuk dan turun tangan membantu agar semua pelanggan terlayani dengan baik.Hal itulah yang diceritakan Velincia Kholifatun Khasanah selaku Promotion and PR D’Cost Palembang. Wanita lincah dan dikenal ramah ini awalnya tampak serius mengawasi dan membantu para pengunjung yang akan memesan.

Bahkan, selain dia,turut serta Febriyadi selaku Manager Operational dan Eka Agus, General Manager Promotion D’Cost. “Kami memang seperti ini. Agar usaha lancar,kami harus dekat dengan pengunjung dan melayani sepenuh hati,”kata Velincia saat dibincangi SINDO di tengah kesibukannya kemarin.

Tidak gampang memang menyiasati agar citarasa khas sajian seafood tempatnya bekerja dapat menyasar target ke semua lapisan.Namun, jika inovasi terbaru tak dilakukan, sulit berkembang. Untuk itulah, pencinta musik dan seni ini memanfaatkan waktu sebaik mungkin bersama tim. “Kami kan memang menyasar mereka yang suka seafood lezat khas Nusantara dan bagaimana agar harga terjangkau dan tak memberatkan.Makanya terbukti antrean panjang benar-benar terjadi setiap Promo Up To Your Price,makan sepuasnya dan bayar sesuka hati,bahkan digratiskan,”kata dia.

Velincia mengaku,dilihat dari variasi menu dan harga, pangsa pasar D’Cost tidak diskriminatif,dalam arti bukan hanya kalangan menengah ke atas,melainkan semua kalangan, termasuk pelajar,mahasiswa,dan karyawan.Untuk meningkatkan layanan, pihaknya tak berhenti berinovasi di antaranya dengan mengedepankan sistem budget ordering yang memberikan kemudahan kepada pelanggan rombongan agar makanan cepat datang dalam waktu singkat.

Sistem ini hanya memakan waktu dua detik dan komputer akan memberikan usulan menu berikut budget-nya.Pada perkembangan selanjutnya, sistem tersebut dapat dijalankan secara online via internet,bahkan bisa melalui gadget dan smartphone. (*)RETNO PALUPI Palembang


source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/536179/

gunny.gunason
October 18th, 2012, 09:00 AM
mantap D'"Cost ade kat sini! semakin memperkaya tempat kuliner Palembang.

paradyto
October 25th, 2012, 05:44 PM
lF1XOOTxy7M

paradyto
October 25th, 2012, 05:46 PM
0nSRCFmyDw0

paradyto
November 6th, 2012, 06:00 AM
http://bimg.antaranews.com/sumsel/2012/11/ori/5warung_kopi_terapung.jpg

Sebuah warung kopi terapung yang tengah merapat di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang dan dipadati oleh sejumlah pelanggan, Senin (5/11). Warung kopi di atas kapal ini beroperasi dari pukul 16.00 WIB hingga tengah malam.

source: http://www.antarasumsel.com/foto/539/warung-kopi-terapung

paradyto
November 9th, 2012, 05:04 AM
Kuliner di BKB:D

http://bimg.antaranews.com/sumsel/2012/11/ori/mie_tek_tek_1_-_feny.jpg

http://bimg.antaranews.com/sumsel/2012/11/ori/mie_tek_tek_2_-_feny.jpg

Seorang pedagang kuliner sedang memasak Mie Te Tek di pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, Selasa (6/11). Kuliner ini akan mudah ditemui terutama pada sore hari sembari menikmati pemandangan Sungai Musi da jembatan Ampera.

source: http://www.antarasumsel.com/foto/543/wisata-kuliner

paradyto
November 10th, 2012, 12:36 AM
Farah Quinn Siapkan Menu Nasi Minyak Palembang

http://static.inilah.com/data/berita/foto/1925037.jpg

INILAH.COM, Jakarta - Menjadi duta flight meal untuk satu maskapai penerbangan nasional dan internasional, Farah Quinn siapkan menu nasi minyak Palembang.

"Saat saya dapat tawaran untuk jadi duta in-flight meal, saya langsung terima. Saya akan sediakan menu baru setiap tiga bulan sekali," ujarnya di Pacafic Place Mall, Jakarta Selatan, Jumat (9/11).

Farah lantas mengaku bangga memperkenalkan menu istimewa dari tanah kelahiranya, Palembang.

"Saya kan orang Palembang, jadi saya akan mengangkat masakan dari daerah saya. Ibu saya selalu masak masakan ini untuk saya, nasi minyak Palembang," terangnya. [aji]

source: http://artis.inilah.com/read/detail/1925037/farah-quinn-siapkan-menu-nasi-minyak-palembang

Balaputradewa
November 11th, 2012, 10:42 AM
^^ berita terkait :okay:

Nasi Minyak Palembang Hadir di Penerbangan Air Asia

http://img94.imageshack.us/img94/918/bnl3dthkrm.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/94/bnl3dthkrm.jpg/)


okezone.com (http://travel.okezone.com/read/2012/11/09/407/716073/naik-airasia-cicipi-menu-spesial-farah-quinn)

"Kreasi pertama Farah Quinn dalam penerbangan AirAsia adalah Nasi Minyak Palembang, yang bisa dipesan penumpang selama penerbangan," tutur Ridzki Kramadibrata, Chief Operations Officer AirAsia Indonesia, saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (9/11/2012).

Nantinya, setiap tiga bulan menu yang disajikan Farah Quinn akan diganti. Tentunya dengan jenis yang sama, yaitu kuliner khas Indonesia.

"Kami ingin memperkenalkan masakan khas Indonesia yang dibuat oleh chef Indonesia yang terkenal sehingga kuliner Indonesia bisa disantap, tidak hanya oleh penumpang domestik, tapi juga mancanegara," ujar Ridzki.

Farah Quinn mengaku sangat senang didapuk menjadi Duta In-Flight Meal AirAsia. ”Senang sekali, apalagi kan yang mencicipi juga bukan hanya penumpang domestik, tapi sampai mancanegara,” katanya.

Untuk menyantap Nasi Minyak Palembang ala Farah Quinn, Anda hanya perlu membayar Rp36 ribu. "Sebaiknya membeli secara online atau pre-order. Selain berhemat, Anda juga tidak akan kehabisan masakan ini yang memang dibuat secara terbatas," tukas Ridzki.

Untuk menjaga kualitasnya sebagai makanan hangat (hot meal), Nasi Minyak Palembang hanya ada pada penerbangan yang jaraknya lebih dari 75 mil.


^^ Raso dikondangan laju mun makan nasi minyak :D

http://img265.imageshack.us/img265/3671/nasiminyak.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/265/nasiminyak.jpg/)

http://img14.imageshack.us/img14/1160/nasie.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/14/nasie.jpg/)
Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

Balaputradewa
November 11th, 2012, 11:06 AM
Malbi, Pendamping Nasi Minyak
Produk Olahan Daging Khas Palembang

http://img23.imageshack.us/img23/7011/mg1053smltcm108273099.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/23/mg1053smltcm108273099.jpg/)

http://img542.imageshack.us/img542/5268/malbidagingsapi.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/542/malbidagingsapi.jpg/)


Livestockreview.com (http://www.livestockreview.com/2011/11/malbi-produk-olahan-daging-khas-palembang/)


Anda orang Palembang? Pastinya sudah akrab dengan yang namanya Malbi. Masakan khas Palembang ini berbahan baku utama produk hasil ternak, yakni daging sapi, terutama diambil dari bagian paha atau sirloin daging sapi yang dimasak menyerupai semur. Namun di Palembang, namanya bukan yang umum digunakan di banyak daerah. Namanya ya itu tadi: Malbi.

Salah satu masakan tradisional Palembang ini menurut ahli kuliner Palembang Idham Mirwan sering disajikan pada acara adat yang istimewa, seperti saat perayaan lebaran dan resepsi pernikahan adat Palembang. “Malbi memang sejenis dengan semur,” kata Idham di sela-sela acara kenduri Semur Nusantara di Jakarta pertengahan minggu lalu. Ia menambahkan, Malbi merupakan masakan dari perpaduan tiga budaya dari tiga negara, yakni China, Arab, dan India.

“Di Palembang tidak ditemukan nama semur tapi malbi yang rasanya manis,” tambahnya. Kalau di Jakarta semur sering kali disajikan bersama ketupat, di Palembang, pendamping malbi adalah nasi minyak. “Malbi wajib dihidangkan saat pernikahan dan Lebaran. Biasanya dihidangkan dengan nasi minyak sejenis nasi kebuli.Semua bumbu Arab dan India dipakai untuk mendapatkan cita rasa yang lezat,” ulasnya.

Proses penyajiannya sangat berbeda, juga daging yang digunakan. Membuat malbi dibutuhkan daging sapi bagian paha dan sirloin agar bumbunya meresap. Untuk masak semur cukup lama, untuk hasil malbi dengan citarasa nikmat.”Lama masaknya 1,5 jam dengan jumlah daging 2 sampai 3 kilogram,” jelasnya.

paradyto
November 11th, 2012, 12:29 PM
^^Nasi Minyak Palembang terbang bersama AirAsia he he he, Farah Queen memang Bik Cek Plembang yang memajukan kuliner Palembang:okay:

Nah, pasangan yang serasi dengan Malbi!! Wow!:okay:

Cheers

Balaputradewa
November 11th, 2012, 01:58 PM
^^ itu pecaknyo di gambar menu nasi minyak pelembang Air Asia ado masa'an dagengnyo, jangan2 sememang disajike dengen malbi ye.

vailixi
November 11th, 2012, 04:11 PM
Bulan Desember aq balek ke Palembang. Pacak nyobo nasi minyak Palembang di Air Asia .. Biasonya yang ditawarke selalu Nasi Lemak..

paradyto
November 12th, 2012, 12:14 AM
Bulan Desember aq balek ke Palembang. Pacak nyobo nasi minyak Palembang di Air Asia .. Biasonya yang ditawarke selalu Nasi Lemak..

^^yup, di penerbangan KUL - PLM:okay:

cheers

paradyto
November 24th, 2012, 10:32 AM
http://img688.imageshack.us/img688/2508/plm62.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/688/plm62.jpg/)

http://img525.imageshack.us/img525/6530/img2012111601131.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/525/img2012111601131.jpg/)

http://img268.imageshack.us/img268/8167/img2012111601130.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/268/img2012111601130.jpg/)

http://img233.imageshack.us/img233/6474/ilirbarati2012111601135.jpg (http://imageshack.us/photo/my-images/233/ilirbarati2012111601135.jpg/)

Uploaded with ImageShack.us (http://imageshack.us)

retroisme
November 24th, 2012, 11:15 AM
Ya Allah liat thread ini jadi laperrrr... haha

invalidface
November 25th, 2012, 05:47 AM
Malbi, Pendamping Nasi Minyak
Livestockreview.com (http://www.livestockreview.com/2011/11/malbi-produk-olahan-daging-khas-palembang/)

dari dulu pas masih kecik, susah nian aku mbedake rendang dengan malbi :lol:
rasonyo mirip-mirip

Arestullah
November 25th, 2012, 07:57 AM
^^ Kalu rendang tu pedes bang bro. Kalu malbi manis. Basic malbi tu merep pecak semur, tapi bumbu malbi lebih berani mencak rendang dan ado kelapo gorengnyo yang jugo samo cak rendang. Cuma balek lagi raso manisnyo tadi...

paradyto
November 25th, 2012, 09:43 AM
^^Gw lebih suka rendang, daripada Malbi:) dan kalau yang manis2 suka gudek he he he daripada Malbi:D

gunny.gunason
November 25th, 2012, 11:16 AM
Bulan Desember aq balek ke Palembang. Pacak nyobo nasi minyak Palembang di Air Asia .. Biasonya yang ditawarke selalu Nasi Lemak..

ape bezanya nasi lemak dan nasi minyak? Saya kira tak de beza.

Arestullah
November 26th, 2012, 05:35 AM
^^ Nasi lemak tu bukannyo lebih merep nasi gemuk e bang?

lizia.
November 26th, 2012, 07:36 AM
beda banget. nasi lemak putih pake santan.
disini disebut nasi gemuk.

nasi minyak bumbunya banyak.

paradyto
November 27th, 2012, 12:20 AM
^^as lizia. said, dan Gw lebih suka nasi lemak:D

cheers

paradyto
November 27th, 2012, 12:21 AM
Inilah Es Kacang Merah Palembang Paling Legit Segar!

http://images.detik.com/content/2012/11/26/288/eskcgmerahdalam.jpg

Jakarta - Kacang merah tak hanya enak diolah jadi sup. Dijadikan dessert juga tak kalah lezat. Apalagi kalau dicampur es serut dan sirup merah. Hmm... Usai mengunyah kacang merahnya yang lembut, mulut menyeruput kuahnya yang dingin manis!

Di Indonesia, es kacang merah banyak dikenal di Manado dan Palembang. Namun, ada sedikit perbedaan. Di Manado, kacang merah disajikan dengan susu kental manis cokelat, sementara di Palembang untuk pemanisnya diberi sirup merah atau cocopandan.

Kacang merah yang dibuat es biasanya berasal dari kacang merah segar, kacang merah kering, atau kacang merah kalengan. Karenanya nuansa warna dan teksturnya juga beragam. Kacang merah segar warnanya lebih pucat sedangkan kacang merah kering dan kalengan warna merahnya lebih cerah.

Es kacang merah Palembang biasanya dijual di tempat makan yang menyajikan pempek dan hidangan Palembang lainnya. Detikfood mencicipi es kacang merah di penjual pempek terkemuka seperti Milan, Pak Raden, Garuda Putra, dan 161.

Letak provinsi Sumatera Selatan dan Bangka-Belitung berdekatan. Makanya, Milan yang menyajikan hidangan khas Bangka juga menjual pempek dan es kacang merah (Rp 17.000). Di sini, es serutnya menggunung tinggi. Di atasnya sirup merah dan susu kental manis putih disiramkan. Kacang merahnya 'ngumpet' di dasar mangkuk.

Porsinya besar, kuahnyapun kental karena esnya banyak dan diserut halus. Wah, kacang merahnya royal! Rasanya tak habis-habis kacang merah yang empuk ini dikunyah. Warna kacang merahnya marun gelap. Saat diseruput, kuahnya terasa pas manisnya.

Di Pak Raden, es kacang merahnya (Rp 11.000) justru bergaya Manado. Es serutnya yang munjung disirami susu kental manis cokelat dan putih. Porsinya tak begitu besar, kacang merahnyapun tak sebanyak punya Milan.

Saat sudah mencair, esnya yang diserut tak begitu halus berubah menjadi kuah kental rasa susu cokelat. Kacang merahnya cukup empuk dan berwarna cokelat gelap, berpadu gurihnya dengan susu cokelat.

Bagaimana dengan punya Garuda Putra? Es kacang merahnya (Rp 8.000) disajikan di mangkuk agak kecil. Yang ini esnya diserut kasar dan polos, dikelilingi air sirup dan susu sehingga pas manisnya. Kuahnya encer. Kacang merahnyapun tak begitu banyak dan berwarna cokelat, namun lumayan empuk.

Detikfood juga mencicipi es kacang merah a la Pempek 161 (Rp 15.000). Berbeda dengan kacang merah di ketiga tempat lain yang berwarna gelap, di sini warna kacang merahnya lebih terang. Es serutnya yang berbentuk setengah bola dibanjur sirup merah dan susu kental manis putih. Di sini es kacang merahnya mirip Milan, namun esnya diserut agak kasar. Kacang merahnya lembut saat dilumat, proporsinya tak berlebihan.

Soal besar porsi es kacang merah tampaknya tergantung harga. Namun, Detikfood paling suka es kacang merah di Milan. Es yang diserut halus membuat kuahnya terasa lembut di mulut. Cocok kalau disantap berdua, karena bisa bikin kenyang kalau dihabiskan sendiri. Kalau Anda, suka yang mana?

Milan, Pusat Jajanan Bangka
Komplek Green Ville blok AW 2 (dekat Glory bakery)
Jakarta Barat
Telepon: 021-56968128, 94294757

Pempek Pak Raden
Jl. Meruya Ilir Raya No. 40
Jakarta Barat
Telepon: 021-58907753

Pempek Garuda Putra
Jl. Garuda No. 57, Kemayoran
Jakarta Pusat
Telepon: 021-4524201

Pempek Palembang 161
Ruko Pasar Modern BSD City, Serpong
Tangerang
Telepon: 021-53158532


source: http://food.detik.com/read/2012/11/26/164922/2101766/288/inilah-es-kacang-merah-palembang-paling-legit-segar?dthlutama

gunny.gunason
November 27th, 2012, 02:57 AM
beda banget. nasi lemak putih pake santan.
disini disebut nasi gemuk.

nasi minyak bumbunya banyak.

terima kasih penjelasannya, jadi benar-benar beza.

Arestullah
November 27th, 2012, 03:42 AM
^^as lizia. said, dan Gw lebih suka nasi lemak:D

cheers
^^ Mungkin karna lidah aku yang lebih suka bumbu yang lebih berani kali ya bang. Aku lebih suka nasi minyak nih. Apalagi kalo buatan "mamang" aku sendiri yang super maknyus...

vailixi
November 27th, 2012, 11:10 AM
terima kasih penjelasannya, jadi benar-benar beza.

Beda sekali. Klo nasi minyak itu rasanya agak mirip nasi briyani india, walau agak beda. Nah, klo nasi lemak agak mirip dengan nasi gemuk di Palembang..