View Full Version : SAIL BUNAKEN 2009
Rock Star August 12th, 2009, 10:01 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3784115854_688a23d4c3.jpg
Logo Sail Bunaken 2009 (image: flickr/budyarto linggowiyono)
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3784122780_4c337e0232.jpg
Maskot Sail Bunaken 2009 (image: flickr/budyarto linggowiyono)
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3783350455_144037419f_o.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3783355131_e51f61f800_o.jpg
Poster Sail Bunaken 2009 (image: flickr/budyarto linggowiyono)
Sulut Pukau 10.000 Pelaut Dunia
Hari Ini, Sail Bunaken Dimulai
MANADO- Ribuan pelaut dunia telah membanjiri Bumi Nyiur Melambai guna mengikuti iven international, Sail Bunaken 2009 yang hari ini mulai berlangsung. Mereka terpukau keindahan alam Nyiur Melambai.
Para pelaut ini setelah menginjakkan kaki di Sulut, yang sebagian besar melalui Bitung, langsung mengunjungi lokasi-lokasi yang bakal jadi pusat kegiatan Sail Bunaken. Antara lain di Bitung, Mega Mas, Pantai Malalayang, dan lainnya.
Demikian juga awak puluhan yacth peserta Sail Bunaken yang berlabuh di depan pelabuhan Perikani, Aertembaga Bitung, mulai naik ke darat. ‘’Awak kapalnya sedang menikmati liburan di Bitung dan Manado,’’ kata Kapolresta Bitung AKBP Suseno. ‘’Mereka melihat-lihat kota dan belanja aneka bahan makanan dan minuman,’’ tambah Sekkot Max Lomban.
“Manado indah. Kami penasaran ingin menyelam di Bunaken yang katanya indah sekali,” ungkap sejumlah penyelam yang akan mengikuti Kejurnas Selam Finswimming di Mega Mas, kemarin. Ada juga beberapa penyelam yang sudah berkunjung ke panggung utama pemecahan rekor selam di Gerbang Boboca, Malalayang.
Sementara itu, warga Bitung terpukau dengan dengan 70 perahu yacht yang telah tiba di Pelabuhan Bitung, kemarin. Selain itu, ada juga dua kapal perang milik Thailand, Phutthaleotla Naphalai Nomor lambung 462 dan Rattanakosin-FS 441 yang sudah sandar di Dermaga Pelabuhan Samudera Bitung. Sayangnya, mereka belum diberi kesempatan untuk naik dan melihat kapal itu.
“Maaf, sekarang belum saatnya kunjungan ke kapal. Besok saja (hari ini, red),” ujar salah satu penjaga pintu masuk di pelabuhan penumpang Bitung, saat sejumlah warga menyatakan niat mereka naik kapal itu.
“Pengaturan navigasi sudah kita atur sedemikian rupa sehingga mempermudah pelayaran lintas laut peserta Sail Bunaken oleh para tamu asing maupun lokal,” jelas Adpel Bitung, Sukirman H Djafar, kemarin.
Sementara itu, Gubernur Sulut SH Sarundajang, Ketua DPRD Syahrial Damopolii, Kapolda Brigjen Pol Drs Bekto Suprapto, dan Komandan Korem 131/Santiago Kol Istu HS memantau yacht peserta Sail Bunaken 2009 yang sedang berlabuh di pelabuhan Bitung. Pemantauan dilakukan melalui udara, dengan menggunakan helikopter milik Polri No AS 365 N3/Dolvin, kemarin.
Helikopter yang ditumpangi SHS dan rombongan itu bertolak dari halaman Mapolda Sulut, dan berputar-putar di atas pelabuhan Bitung sekitar lima menit. Di Bitung, helikopter itu mendarat di lapangan Sari Cakalang, disambut Wali kota Bitung Hanny Sondakh dan Sekkot Drs MJ Lomban. ’’Kita perlu melihat dari udara untuk memastikan kapasitas dan kondisi Pelabuhan Bitung saat semua kapal peserta Sail Bunaken sudah tiba,’’ kata Gubernur Sarundajang.
Untuk memulai seluruh rangkaian acara Sail Bunaken, akan diawali dengan Kejuaraan Selam Finswimming yang berlokasi di Teluk Manado, tepatnya di Belakang Mega Mas. Kejurnas selam tersebut akan memperlombakan selam dengan nomor laut 2000 meter fin swimming putri, 3000 meter fin swimming putra, 6000 meter orientasi bawah permukaan putra, O BA course putri dan O BA 5 point course putra.
Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) VIII Laksamana Pertama Willem Rampangilei mengatakan, semua agenda dalam Sail Bunaken merupakan hiburan, sekaligus menambah pengetahuan tentang kebaharian. “Paling penting, memberikan kontribusi kepada Sulut dalam memajukan sektor pariwisatanya. Serta, turut memperkuat kebijakan pemerintah dalam mengembangkan Sulut sebagai pintu gerbang di kawasan Asia Timur,” jelasnya.(tim)
Sumber: Manado Post
Rock Star August 12th, 2009, 10:04 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/bunaken-sail.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/bunaken-park.jpg
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/bunaken.jpg
Rock Star August 12th, 2009, 10:17 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/SB09_Expo_Layout.jpg
Rock Star August 12th, 2009, 10:20 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/route-sail-indonesia.jpg
Rock Star August 12th, 2009, 10:21 AM http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/EquatouringCelebes2009.jpg
Rock Star August 12th, 2009, 10:26 AM WARTAWAN ANTARA IKUT LOMBA SELAM DUNIA
Manado, 11/8 SULUTNEWS.COM - Wartawan LKBN ANTARA Biro Sulawesi Utara, Basrul Haq (28) akan mengambil bagian pada pemecahan rekor selam "Sail Bunaken" di perairan Manado, 15-17 Agustus 2009, yang mebatkan ribuan peserta dari berbagai negara.
"Wartawan fotografer LKBN ANTARA Biro Sulut tersebut, sudah mengikuti berbagai kegiatan latihan dan persiapan pemecahan rekor selam bersama 2.300 orang yang terdaftar," kata Kepala Biro ANTARA Sulut Agus Setiawan di Manado, Selasa.
Pelaksanaan pemecahan rekor selam ini diawali dengan gladi bersih pada tanggal 15-16 Agustus 2009 di pantai Malalayang Manado, kemudian dilanjutkan acara puncak pemecahan rekor pada 17 Agustus 2009.
Pada 17 Agustus 2009 akan digelar upacara bendera di dasar laut untuk memperingati detik-detik Kemerdekaan RI yang diikuti sejumlah kontestan selam.
"LKBN ANTARA turut mengirimkan satu personil di dasar laut bersama ribuan peserta dalam dan luar negeri, pencinta lingkungan serta kalangan jurnalis lainnya," ujarnya.
Sementara itu, Asisten Perencanaan Lantamal VIII Manado Kol (L) Ganif mengatakan, pihak panitia telah melakukan survei khusus lokasi pelaksanaan selam dan ternyata pantai Malalayang dinyatakan bebas dari terumbu karang.
Jarak daerah penyelaman pun dilakukan sekitar 500 meter, dengan melakukan persiapan secara matang yang dimulai tanggal 15-16 Agustus 2009.
Penyelaman akan dilakukan menjelang detik-detik proklamasi pada kedalaman 15-20 meter sesuai permintaan "Guinness Book of Records", dengan durasi dalam air minimal 12 menit.
:banana: :banana: :banana:
Mudah-mudahan event ini bisa mengembalikan citra pariwisata Indonesia yang sempat terpuruk akibat bom di mega kuningan...
Mari bersama-sama kita dukung Sail Bunaken 2009 :)
:cheers: :cheers: :cheers:
VRS August 12th, 2009, 11:46 AM God Bless U Rock Star...nice up date....interesting....
AceN August 12th, 2009, 05:39 PM Rockstar, kalo ada foto-foto nya mau dong :D
Kopassus August 13th, 2009, 03:11 AM Beberap Kapal Perang Mulai Memasuki Perairan Sulawesi Utara
MANADO - "Beberapa kapal perang dilaporkan sudah memasuki perairan Sulut untuk meramaikan event Sail Bunaken," kata Kepala Biro Humas Pemprov Sulut, Roy Tumiwa, di Manado, Rabu (12/8).
Beberapa kapal perang yang mendekati perairan Sulut diantaranya dari Inggris, dengan jenis HMS Echo H87, kemudian dua kapal dari Malaysia, KD kedah 171 dan KD Tunas Samudera. Kemudian ada juga kapal perang dari Filipina telah bergerak menuju lokasi Sail Bunaken di Teluk Manado dan Pelabuhan Bitung.
Sebelumnya, satu buah kapal perang dari Thailand sudah berada di Pelabuhan Bitung sejak 11 Agustus 2009, dalam rangka mengikuti Openship Sail Bunaken, yang akan disaksikan langsung Menteri Kelautan dan Perikanan dan jajaran TNI Angkatan Laut.
Kemudian 70 yacht telah berada di Pelabuhan Bitung sejak 11 Agustus 2009 guna meramaikan Sail Bunaken dengan agenda utama Sailing dan Flying pass, yang akan disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 19 Agustus 2009.
Dalam Sail Bunaken akan ada parade kapal perang terbaik se-dunia (fleet review), lintas layar (sail pass), tall ship (kapal layar tiang tinggi), yacht rally Darwin (Australia) ke Manado, lintas terbang (fly pass), kirab kota, dan bakti sosial.
"Salah satu kapal induk nuklir milik Amerika Serikat, USS George Washington di jadwalkan juga akan tiba di Manado," katanya.
Sumber : ANTARA
Rock Star August 13th, 2009, 05:13 AM 2.322 PENYELAM SIAP PECAHKAN REKOR DUNIA
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul, SE mengatakan, sampai Rabu (12/8), sebanyak 2.322 penyelam yang berasal dari seluruh Indonesia, sudah tiba di Pantai Malalayang, Manado dan siap untuk memecahkan rekor dunia Guiness World Record.
“Jumlah penyelam terus bertambah, dan kita terus melakukan pengecekan terhadap kesiapan peralatan maupun personel yang akan mengikuti penyelaman, termasuk para pejabat upacara hari ini juga masih melaksanakan latihan, yang dipimpin langsung Wakasal Laksdya TNI Moekhlas Sidik, MPA”, kata Kadispenal di sela-sela persiapan latihan menyelam.
Pada Sail Bunaken 2009 di Manado, para penyelam yang berasal dari TNI AL, TNI AD, TNI AU, Polri, Instansi pemerintah/swasta, Mahasiswa, Club POSSI, Satuan Pamong Praja, Pramuka serta masyarakat perorangan, bersama-sama akan memecahkan dua rekor dunia yaitu, Selam Massal yang dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2009 dan Upacara Bendera di Bawah Laut memperingati detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia ke-64 tepat pada 17 Agustus 2009.
Pemecahan rekor dunia selam massal yang baru ini, sebelumnya pernah dilaksanakan oleh negara-negara antara lain Australia tahun 2004 dengan 600 penyelam, Thailand tahun 2005 pada Festival Kohtao dengan 725 penyelam serta Maladewa tahun 2007 dengan jumlah penyelam 958 orang.
“Kesemuanya merupakan rangkaian kegiatan turnamen olahraga bahari Kasal Cup, yang akan dibuka secara resmi pada tanggal 14 Agustus 2009. Selain selam massal dan upacara bendera di bawah laut, kegiatan lainnya yang bertaraf internasional juga akan di gelar yakni turnamen Jet Ski, Mancing di Laut dan Ski Air”, ujar Kadispenal.
Sedangkan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan Sail Bunaken 2009 ini adalah, lanjut Kadispenal menjelaskan, dilaksanakannya Indonesian Fleet Review yang merupakan parade kapal perang dan pesawat udara Angkatan Laut dari 34 negara sahabat, dimana kapal-kapal perang peserta termasuk TNI AL didalamnya, akan melaksanakan penghormatan Sailling dan Flying pass di hadapan Presiden Republik Indonesia.
“Tidak hanya sekedar sebagai peserta Indonesian Fleet Review, tapi mereka juga akan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan dan menaiki kapal-kapal perang tersebut”, jelas Kadispenal Laksma TNI Iskandar Sitompul, SE.
Sementara itu, secara keseluruhan kegiatan lainnya yang akan digelar pada Sail Bunaken 2009 adalah, Seminar tentang Maritime Security & Fishing Impact, Kirab kota dan Parade/Festival Bunga, Pesta Kembang Api (fire work), Parade Budaya dan Makanan Nusantara (food and culture festival) serta Admiral Dinner dan Gala Dinner.
Sumber: Dinas Penerangan AL
:banana: :banana: :banana:
Rock Star August 13th, 2009, 06:25 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB8.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB7.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB9.jpg
Puluhan yacht melego jangkar di sekitar pelabuhan Aer Tembaga, Bitung, Rabu (12/8). Sebanyak 150 peserta dari 22 negara meramaikan Yacht Rally Sail Bunaken 2009 yang dimulai dari Darwin, Australia dan berakhir di Bitung, Sulawesi Utara. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/pd/09.
Rock Star August 13th, 2009, 06:27 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB6.jpg
KAPAL PERANG THAILAND. Dua orang kru kapal perang Thailand Phuttaloetia Naphalai menaiki tangga kapal saat berlabuh di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (12/8). Kedatangan kapal Thailand tersebut dalam rangka ikut serta dalam parade kapal perang untuk memeriahkan festival bahari Internasional Sail Bunaken 2009. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/pd/09
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB2.jpg
KAPAL PERANG THAILAND. Sejumlah kru kapal perang Thailand Phuttaloetia Naphalai membersihkan bagian depan kapal saat berlabuh di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (12/8). Kedatangan kapal Thailand tersebut dalam rangka ikut serta dalam parade kapal perang untuk memeriahkan festival bahari Internasional Sail Bunaken 2009. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/pd/09
Rock Star August 13th, 2009, 06:31 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB4.jpg
PENGAMANAN SAIL BUNAKEN. Seorang personel Brimob berjaga di sekitar kawasan tempat pelaksanaan Sail Bunaken 2009 di dermaga Aer Tembaga, Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (12/8). Festival bahari Intenasional Sail Bunaken 2009 berlangsung dari tanggal 12- 20 Agustus dengan agenda utama pemecahan rekor dunia penyelaman massal dan parade kapal perang dari 30 negara.FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/pd/09.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB5.jpg
PENGAMANAN SAIL BUNAKEN. Seorang personel Marinir TNI AL berjaga di sekitar kawasan tempat pelaksanaan Sail Bunaken 2009 di dermaga Aer Tembaga, Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (12/8). Festival bahari Intenasional Sail Bunaken 2009 berlangsung dari tanggal 12- 20 Agustus dengan agenda utama pemecahan rekor dunia penyelaman massal dan parade kapal perang dari 30 negara.FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/pd/09.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/brim.jpg
PENGAMANAN SAIL BUNAKEN. Dua personel Brimob berjaga di sekitar kawasan tempat pelaksanaan Sail Bunaken 2009 di dermaga Aer Tembaga, Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (12/8). Festival bahari Intenasional Sail Bunaken 2009 berlangsung dari tanggal 12- 20 Agustus dengan agenda utama pemecahan rekor dunia penyelaman massal dan parade kapal perang dari 30 negara.FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/pd/ 09.
Rock Star August 13th, 2009, 06:34 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB10.jpg
PENANAMAN BAKAU. Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi (kiri) didampingi Gubernur Sulawesi Utara SH. Sarundajang (kanan) menanam pohon bakau sebagai tanda pembukaan Sail Bunaken 2009 di dermaga Aer Tembaga, Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (12/8). Festival Bahari Intenasional Sail Bunaken 2009 berlangsung dari tanggal 12- 20 Agustus dengan agenda utama pemecahan rekor dunia penyelaman massal dan parade kapal perang dari 30 negara.FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/ed/pd/09.
_________________________________________________________________________________________________
Mangrove Forestation is a Must
The Land is Sinking
MANADO — Bordering Sulawesi Sea and Pacific Ocean in the north and Moluccas Sea in the East, North Sulawesi must have a programmed and continous mangrove forestation efforts, in order to avert the danger of abration to its 285 islands and the mainland.
It is of particular concern since the land is sinking in an quite an alarming rate of 5-10 millimeters each year. It means 4,759 hectares of land will be reclaim by the sea if the rate keeps going at such a rate.
Realizing that, many effort have been done to anticipate such a disastrous possibility. One of such effort was mangrove forestation. Led by Minister of Fisheries and Marine Affairs Freddy Numberi and Governor of North Sulawesi SH Sarundajang, 500 mangroves were planted along a shore in Bitung, yesterday. Similar action was done where 4,500 mangroves were planted at Molas beach, Manado.
Several foreign delegates competing in the yacht rally also participate in the save the ocean campaign, including Navy officials, local officials, boyscouts and girls.
Kegiatan penanaman mangrove sebagai rangkaian kegiatan Sail Bunaken, turut diikuti peserta lomba selam dari berbagai Negara dan daerah, peserta yacht rally, awak kapal perang, gerakan pramuka, pelajar dan masyarakat. “Memang kegiatan tersebut memiliki makna untuk menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian alam bagi peserta Sail Bunaken,” tambahnya.
Sumber: Manado Post
Rock Star August 13th, 2009, 06:36 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB3.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB1.jpg
PATROLI LAUT. Sebuah kapal dari satuan polisi air berpatroli di perairan sekitar kawasan tempat pelaksanaan Sail Bunaken 2009 di Aer Tembaga, Bitung, Sulawesi Utara, Rabu (12/8). Festival bahari Intenasional Sail Bunaken 2009 berlangsung dari tanggal 12- 20 Agustus dengan agenda utama pemecahan rekor dunia penyelaman massal dan parade kapal perang dari 30 negara.FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/pd/09.
:cheers: :cheers: :cheers: :cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 13th, 2009, 08:13 AM Manado (ANTARA News) - Sail Bunaken yang melibatkan puluhan negara lengkap dengan kapal perang dan kapal layar, merupakan event maritim terbesar abad 21 yang digelar di perairan Manado dan Bitung, 12-20 Agustus 2009.
"Sail Bunaken merupakan momentum untuk memulihkan citra Indonesia, karena event maritim terbesar di dunia sukses digelar di Manado," kata Dirjen pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan Aji Sularso di Manado, Kamis.
Kegiatan Sail Bunaken dengan mengagendakan Sailing dan Flying Pass berbagai kapal dan pesawat perang, merupakan kegiatan yang jarang dilakukan di dunia.
Provinsi Sulut mendapatkan momentum yang sangat prestisius dengan kegiatan itu, sehingga diharapkan masyarakat setempat mampu mendukung dan menyukseskan kegiatan itu.
Menurutnya, ada dua hal penting terkait pelaksanaan Sail Bunaken di Sulut, yakni potensi kelautan dan sumber daya hayati yang besar, sangat layak dikonversikan untuk kegiatan ekonomi bagi rakyat.
"Bangsa Indonesia bisa mempromosikan potensi yang ada dengan mengundang sejumlah investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia," katanya.
Kemudian, bangsa Indonesia bisa menunjukkan kekuatan pertahanan dan keamanan maritim, sehingga tidak bisa dipandang enteng oleh negara-negara manapun.
"Sudah ada ribuan peserta mancanegara berada di Sulut, berarti mereka mengakui bahwa event internasional di Indonesia diakui," jelasnya. (*)
Sumber: Antara
Rock Star August 13th, 2009, 08:17 AM MANADO, TRIBUN - TNI Angkatan Udara (TNI AU) memastikan akan menampilkan aktraksi "fly pass" diudara, dalam rangka memeriahkan "event" Sail Bunaken, di kota Manado dan Bitung.
Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Sam Ratulangi, Letkol. Pnb. Bambang Wijarnako, di Manado, Rabu, mengatakan atraksi ini akan menampilkan pesawat sukoy dari pangkalannya di Makasar, pesawat F16 dari Madiun, beberapa pesawat dari TNI AL dan pesawat tempur milik Amerika Serikat.
Bambang mengatakan atraksi direncanakan berlangsung pada 16 Agustus nanti.
"Pesawat akan diterbangkan melalui Bandara Sam Ratulangi kemudian akan melakukan manuver di seputar boulevard yang menjadi salah satu tempat titik kumpulnya para penonton. Untuk jam atraksi belum bisa dipastikan" dikatakan wijarnako.
Sedangkan pesawat tempur Amerika Serikat, ujar Bambang, akan melakukan atraksi dari kapal induk USS George Washington.
Bambang mengatakan atraksi ini merupakan keputusan dari pemerintah pusat yang mengharuskan TNI AU bisa mengambil bagian dalam memeriahkan "event" Sail Bunaken kali ini.
"Kami akan mempersiapkan pilotnya dalam waktu dekat ini, kemudian segera dilakukan latihan atau gladi bersih sebelum melakukan atraksi di udara," katanya.
Pesawat yang akan digunakan dalam atraksi udara nanti, ujar Wijarnako, semuanya berjumlah 7 pesawat, masing-masing empat milik TNI Angkatan Udara (AU), dua milik Angkatan laut (AL) dan satu milik Amerika Serikat.
"Atraksi tersebut direncanakan akan diawali oleh pesawat TNI AL kemudian diikuti oleh TNI AU dan pesawat milik Amerika Serikat yang akan lepas landas dari kapal induk," katanya.
Bambang mengatakan TNI AU juga akan menyelenggarakan "open house" di Bandara Internasional Sam Ratulangi dengan menampilkan sejumlah pesawat tempur pada 18 hingga 19 Agustus yang terbuka untuk publik. (*)
Sumber: Tribun Timur
Rock Star August 13th, 2009, 10:16 AM Taman Bunaken Diusulkan Masuk World Natural Heritage
Manado (ANTARA News) - Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken yang berada di perairan Manado, Sulawesi Utara (Sulut), telah diusulkan masuk World Natural Heritage, karena memiliki keunikan tersendiri di dunia.
"Indonesia sementara berjuang dimata sejumlah negara di dunia, untuk mendukung TNL masuk World Natural Heritage," kata Dirjen pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan, Aji Sularso, saat press breafing terkait Sail Bunaken, di Manado, Rabu.
Salah satu lembaga badan dunia, UNESCO, yang telah meninjau langsung ke TNL Bunaken di Kota Manado, sangat tertarik akan keindahan alam biota laut yang ada, sehingga perlu diberikan penghargaan untuk ditetapkan menjadi World Natural Haritage.
Event Sail Bunaken yang akan diikuti puluhan kapal perang dan 165 kapal layar (yacht) berbagai negara, akan menjadi momentun untuk terus mengenalkan kepada publik internasional tentang keindahan TNL Bunaken.
TNL Bunaken merupakan salah satu keindahan laut yang dimiliki Indonesia serta tidak dimiliki negara lain, karena jutaan biota laut dan karang yang sangat indah.
TNL Bunaken telah diusulkan bersama dengan Komodo di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk masuk World Natural Heritage, dan itu masih harus melalui voting sejumlah negara yang ada.
Asisten II bidang Perekonomian Pemerintah Propinsi (Pemprop) Sulut, Marietha Kuntag, mengatakan, pihaknya terus membenahi infrastruktur penunjang TNL Bunaken, guna diharapkan masuk World Natural Heritage.
Segala kekurangan di TNL Bunaken, seperti infrastruktur dermaga serta fasilitas umum lainnya, akan terus dibenahi agar menjadi menarik dikunjungi turis.
Sumber: Antara
Taman Laut Bunaken emang gak ada matinya....... :banana: :banana:
Rock Star August 13th, 2009, 10:24 AM Telkomsel Dukung Sail Bunaken 2009
Makassar, Tribun - Telkomsel siap mendukung event internasional Sail Bunaken yang digelar di Manado, Sulawesi Utara, Rabu (12/8) hingga 20 Agustus mendatang.
Dukungan tersebut diberikan dalam bentuk kelancaran berkomunikasi di lokasi Sail Bunaken. Telkomsel memberi layanan jaringan di sepanjang jalan trans Sulawesi, yang menghubungkan Sulsel hingga Sulut.
Layanan jaringan trans Sulawesi itu diujicoba dalam rangkaian Telkomsel Celebes on The Move, dengan touring bersama Harley Davidson.
"Ini sebagai bentuk komitmen Telkomsel untuk ikut berperan serta membangun bangsa melalui layanan telekomunikasi terkini," jelas General Manager Sales & Customer Service Sulawesi Papua, Erick Noviantoro.
Sumber: Tribun Timur
Rock Star August 13th, 2009, 10:35 AM UPACARA HUT RI DILAKASANAKAN DIDASAR LAUT
Manado, 13/8 SULUTNEWS.COM – Upacara HUT Proklamasi RI ke 64 akan dilaksanakan secara unik didasar laut Teluk Manado yang akan dipimpin Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal), Laksamana Madya (Laksdya) Moekhlas Sidiq.
"Wakasal akan bertindak selaku Irup di dasar laut tersebut yang merupakan moment penting dan belum pernah dilakukan oleh siapapun di dunia ini," kata Wakasal, saat press briefing bersama jajaran jurnalis, di Manado, Rabu.
Kegiatan Upacara HUT Kemerdekaan RI itu sebagai rangkaian dari pelaksanaan Sail Bunaken yang digelar di perairan Manado dan Bitung, 12-20 Agustus 2009.
Pelaksanaan HUT RI di dasar laut sebagai momentum juga untuk memecahkan rekor selam di dasar laut, yang dimulai 15-17 Agustus 2009, akan diikuti sekitar 2030 orang.
"Pemecahan rekor selam bersama peringatan detik-detik kemerdekaan RI akan disaksikan langsung tim Guinnes Book of Record, dari London, Inggris," katanya.
Sementara itu, pihak panitia optimis dengan jaminan keselamatan selama pelaksanaan pemecahan rekor selam dalam menunjang Sail Bunaken dan HUT Kemerdekaan itu, dengan menyiapkan KRI Soeharso yang lengkap dengan fasilitas medis dan 13 dokter.
"Para penyelam nanti harus memiliki sertifikat menyelam serta akan didampingi sebanyak 300 divers untuk menjaga pelaksanaan pemecahan rekor selam di laut," ujarnya.
Panitia juga berharap pemecahan rekor itu memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat Sulut, karena selama ini banyak "event" internasional telah dilakukan di daerah, seperti World Ocean Conference (WOC), Coral Triangle Initiative (CTI) hingga Sail Bunaken
Sumber: SULUTNEWS.com
__________________________________________________________________
Ini dia baru keren, fantastis ,bombastis...tis..tis... Upacara dibawah laut, gak kebayang :nuts:
:rofl: :horse: :dance: :horse: :rofl:
Rock Star August 13th, 2009, 10:38 AM SAILOR PERTY DI GKIC MANADO
Manado, 13/8 SULUTNEWS.COM – Marketing Manager Grand Kawanua Internasional City (GKIC), Andy Purwanto mengatakan, untuk menyambut kedatangan peserta Sail Bunaken dari berbagai Negara, pihaknya akan menggelar "Sailor Party" yang akan dimulai 12-20 Agustus 2009.
"Sebagian besar peserta Sail Bunaken masih berada di Pelabuhan Bitung lengkap dengan kapal perang dan kapal layar (yacht) usai pembukaan, sehingga diberikan kesempatan mengunjungi GKIC," katanya.
Pihak pelaksana Sailor Party telah menyiapkan kendaraan khusus (shuttle bus) gratis dari Bitung hingga ke Manado, untuk menyaksikan kegiatan itu.
GKIC juga membuka kesempatan bagi warga Manado untuk ikut Sailor Party dengan mengambil voucher pada pameran property yang digelar pengelola AKR Land PT Wenang Permai Sentosa.
Sementara itu, "event" Sail Bunaken yang digelar di Perairan Manado dan Bitung, ada parade kapal perang terbaik se-dunia (fleet review), lintas layar (sail pass), tall ship (kapal layar tiang tinggi), yacht rally Darwin (Australia) ke Manado, lintas terbang (fly pass), kirab kota dan bakti sosial.
Ada salah satu kapal induk terbesar milik Amerika Serikat, USS George Washington. Mereka datang pertama kali di Pelabuhan Manado, karena merupakan pelabuhan alam luar biasa.
Sumber: sulutnews.com
AceN August 14th, 2009, 04:57 AM Foto-foto dong. Kayanya hebring banget nih acara :D
Rock Star August 14th, 2009, 07:49 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB17.jpg
MANADO, 14/8 - PERSIPAN PENYELAMAN MASSAL. Sejumlah personel marinir melakukan persiapan untuk mendukung pemecahan rekor dunia penyelaman massal Sail Bunaken di pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (14/6). Sebanyak 2500 penyelam dari dalam dan luar negeri akan mengikuti rekor dunia penyelaman massal dan upacara bawah air pada tanggal 16-17 Agustus 2009. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/Koz/nz/09.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB18.jpg
MANADO, 14/ 8- PERSIAPAN PENYELAMAN MASSAL. Dua orang anak melihat personel marinir melakukan persiapan untuk mendukung pemecahan rekor dunia penyelaman massal Sail Bunaken di pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (14/6). Sebanyak 2500 penyelam dari dalam dan luar negeri akan mengikuti rekor dunia penyelaman massal dan upacara bawah air pada tanggal 16-17 Agustus 2009. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/Koz/nz/09.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB12.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB14.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB13.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB11.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB16.jpg
PENGAMANAN SAIL BUNAKEN. Sejumlah anggota TNI AL melakukan pemantauan lokasi penyelaman massal di pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Kamis (13/8). Sebanyak 2497 penyelam telah mendaftarkan diri untuk ambil bagian dalam penyelaman rekor dunia selam dan upacara kemerdekaan RI bawah air. FOTO ANTARA/Basrul Haq/Koz/nz/09.
Rock Star August 14th, 2009, 10:18 AM USS George Washington Dekati Perbatasan Sulut
Manado, KOMENTAR
Kapal induk milik Amerika Serikat bertenaga nuklir, USS George Washington dikabarkan telah mendekati wilayah perairan perbatasan antara Sulawesi Utara dan Filipina. Informasi yang diperoleh, kapal berukuran hampir tiga kali lapangan sepakbola ini terlihat sedang berada di perairan Filipina, Rabu (12/08) kemarin.
USS George Washington sendiri sudah berada di per-airan Filipina selama bebera-pa hari dan setelah itu akan menuju perairan Sulut dalam waktu dekat ini. USS George Washington mampu memba-wa sekitar 80-an pesawat tempur. Sejumlah pesawat tempur itu akan melakukan atraksi bersama pesawat milik TNI AL dalam atraksi fly pass dalam memeriahkan Sail Bunaken di Manado-Bitung.
Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Sam Ratulangi, Letkol. Pnb. Bambang Wijar-nako kepada wartawan me-ngatakan, atraksi tersebut di-rencanakan berlangsung pa-da 16 Agustus nanti. “Pesawat akan diterbangkan melalui Bandara Sam Ratulangi ke-mudian melakukan manuver di seputar boulevard yang menjadi salah satu tempat titik kumpulnya para penonton. Untuk jam atraksi belum bisa dipastikan,” katanya.
Sedangkan pesawat tempur Amerika Serikat, ujar Bam-bang, akan melakukan atraksi dari kapal induk USS George Washington. Bambang menga-takan atraksi ini merupakan keputusan dari pemerintah pusat yang mengharuskan TNI AU bisa ambil bagian dalam memeriahkan iven Sail Bu-naken kali ini. “Kami akan mempersiapkan pilotnya da-lam waktu dekat ini, kemudian segera dilakukan latihan atau gladi bersih sebelum melaku-kan atraksi di udara,” katanya.
Sayangnya menurut Dan-lantamal VIII Laksamana Per-tama (TNI) Willem Rampa-ngilei, kapal induk AS yang ditunggu banyak warga Sulut tak bakal berlama-lama di per-airan Sulut. “Kapal induk ter-sebut tak bakal masuk ke Se-lat Lembeh karena terlalu be-sar. Dan kemungkinan bakal tiba bersamaan dengan dimu-lainya sesi Sailing Pass,” kata pati bintang satu berdarah Tondano ini, Rabu (12/08).
Sementara jumlah kapal pe-rang yang sudah masuk ke wilayah Pelabuhan Bitung hingga Rabu (12/08) kemarin, sudah berjumlah enam kapal perang plus 55 kapal layar (Yacht). Menurut Wakabid Kapal Perang untuk iven Sail Bunaken Sandy Asmara, jum-lah kapal perang ini akan ber-tambah sesuai jadwal yang sudah ditentukan yakni ber-jumlah 28 kapal perang dari seluruh penjuru dunia.
“Hinga hari ini (kemarin, red) sudah ada enam kapal perang asing yang berlabuh di Bitung, di antaranya dari negara te-tangga seperti Thailand dua buah HTMS Phutthaloetla FF-461 dan HTMS Rattanakison FF-441, Malaysia juga dua ka-pal KD Kedah -171 dan KD Tu-nas Samudra, Filipina kapal BRP Manuel L Quezon-PS 70 dan dari Negara Eropa yakni Inggris HMS Echo-H87,” ung-kapnya kepada sejumlah war-tawan Rabu (12/08) kemarin.
Ditambahkannya bahwa, dari beberapa kapal perang yang masuk di Pelabuhan Bitung, kapal asal Inggris yaitu HMS Echo H87 beratnya 3500 Kg, dengan panjang 90 x 16 x 5,5 meter. “Sedangkan untuk ka-pal yang lainnya, sementara dalam pendataan,” ujarnya. Di-tambahkannya, dalam penye-lenggaraan Sail Bunaken ini ada 28 kapal yang menjadi kontestan akan masuk ke wila-yah perairan Sulut. “Memang, mungkin ada keraguan dari masyarakat kenapa kegiatan Sail Bunaken sudah dimulai. Namun jumlah Kapal Perang masih belum banyak? Itu kare-na kami sudah menjadwal-kannya,” tutur Asmara.(dyl/nan)
Rock Star August 14th, 2009, 11:01 AM Kapal Perang Asing Terus Berdatangan ke Sail Bunaken
Bitung (ANTARA News) - Kedatangan kapal perang dari berbagai negara di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) untuk mengikuti Sail Bunaken, yang digelar pada 12-20 Agustus 2009, terus bertambah.
"Hari ini telah tiba dua kapal perang Korea Selatan di Pelabuhan Bitung," kata Penanggung Jawab Media Center Panitia Sail Bunaken Kota Bitung, J Tambunan di Bitung, Jumat.
Tambunan tidak merinci jenis dua kapal perang dari Korea Selatan tersebut.
Tambunan didampingi salah seorang petugas Media Center Bitung, Erwin Kountu mengatakan, dengan kedatangan dua kapal perang dari Korea Selatan tersebut, maka jumlah kapal telah tiba di Pelabuhan Bitung yang akan mengikuti Sail Bunaken sudah sepuluh buah.
Sebelumnya hingga Kamis (13/8), baru sekitar delapan kapal berasal dari berbagai negara yang telah tiba.
Kedelapan kapal itu terdiri dari dua kapal Thailand masing-masing, Phuttaloetia Naphalai FF 461, Rattanakosin FS 441, dua kapal Malaysia, KD Kedah 171 dan KD Tunas Samudera.
"Satu kapal Filipina yakni Manuel L Quezon PS 70, sebuah kapal Inggris HMS Echo H87, sebuah kapal Singapura RSS Tenacious dan sebuah kapal Coast Guard Triton dari Australia," katanya.
Selain itu sebanyak 56 yacht, telah berada di Pelabuhan Perikanan Bitung untuk mengikuti Sail Bunaken tersebut.
Kegiatan Sail Bunaken akan diikuti antara lain sekitar 25 kapal perang asing dari 14 negara, tiga buah tall ships, 158 yacht serta sejumlah KRI.
Saat ini terdapat sekitar 19 KRI telah berada di Pelabuhan Bitung diantaranya KRI Surabaya, KRI Sultan Iskandar Muda, KRI Fatahilah, KRI Arung Samudera dan KRI Patola. (*)
19 Negara Hanya Kirimkan Delegasi di Sail Bunaken
Manado (ANTARA News) - Sebanyak 19 negara peserta Sail Bunaken di perairan Sulawesi Utara (Sulut), hanya mengirimkan delegasinya tanpa melibatkan kapal perang.
"Mereka hanya hadir untuk menyaksikan 'Sailing dan Flying Pass' di Teluk Manado, sekaligus melibatkan diri pada persaudaraan sesama pelaut," kata koordinator Media Center Sail Bunaken, S Sembiring, di Manado, Jumat.
Negara-negara yang hanya mewakili delegasi Staf Angkatan Laut diantaranya Brazil, Rusia, Perancis, Korea Selatan, Jepang, Turki, Cili, Bangladesh, Kanada, Belanda, Arab Saudi , Iran, Italia, Peru, Suriah serta Papua Nugini.
Sementara negara yang akan ikut Sail Bunaken lengkap dengan Kepala Staf Angkatan Laut serta parade kapal perang, yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Inggris, Filipina, Brunei, India, Kamboja, Malaysia, Nigeria, Selandia Baru, Pakistan dan Portugal, Cina, Thailand, Singapura, dan Timor Leste.
Ada 33 negara sudah menyatakan kesiapan ikut kegiatan maritim terbesar abad 21 di perairan Sulut, sekaligus menyemarakkan Sailing dan Flying Pass yang akan disaksikan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 19 Agustus 2009.
Bahkan sementara ini sudah enam kapal perang merapat di Sulut, terdiri dari dua kapal Thailand masing-masing, Phuttaloetia Naphalai FF 461, Rattanakosin FS 441, dua kapal Malaysia, KD Kedah 171 dan KD Tunas Samudera.
Serta satu kapal Filipina yakni Manuel L Quezon PS 70, dan sebuah kapal Inggris, HMS Echo H87, sementara kapal lainnya masih dalam perjalanan.
Sebelumnya, Asisten Perencanaan Lantamal VIII Manado, Kolonel (L) Ganif, mengatakan, pihak TNI Angkatan Laut menyiapkan sebanyak delapan KRI dan dua KRI cadangan, untuk meramaikan Indonesian Fleet Review (IFR) 2009.
"Sebagian besar KRI sudah mulai merapat di perairan Manado dan Bitung, dengan kekuatan peserta mencapai 500 lebih personil," katanya.
KRI yang direncanakan ikut Sail Bunaken, yakni KRI Ahmad Yani - 351, KRI Yos Sudarso - 353, KRI Sultan Hasanudin - 366, KRI Sultan Iskandar Muda - 367, KRI Fatahilah - 361, KRI Nala -363, KRI Dewaruci serta KRI Arung Samudera.
Kemudian KRI cadangan yakni, KRI Slamet Riyadi - 352, dan KRI Frans Kaisiepo -368.
Selain itu, TNI Angkatan Laut akan mengirimkan empat uni pesawat Cassa N-212 dan empat Nomad untuk meramaikan "flying Pass".
Sementara itu, TNI Angkatan Udara mengirimkan tiga sukhoi Mk - 27/Mk - 30 serta empat unit F - 16. (*)
Sumber: Antara News
:cheers: :cheers: :cheers:
XxRyoChanxX August 14th, 2009, 11:42 AM kangen MANADO nihhh
Rock Star August 15th, 2009, 06:22 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB2-1.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB1copy.jpg
Sumber: Manado Post
Ayo dong yang lain bantuin update berita Sail Bunaken 2009, kali aja negara kita dilirik negara lain.. Demi menyukseskan kembali Pariwisata Indonesia
GO INDONESIA
GO SAIL BUNAKEN 2009
:banana: :banana: :banana: :banana: :banana:
Rock Star August 15th, 2009, 06:27 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB19.jpg
PERSIAPAN SELAM. Seorang Anggota TNI AL sedang mengisi tabung yang akan digunakan untuk penyelaman massal di Pantai Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (14/8). Sebanyak 2500 penyelam telah mendaftarkan diri untuk ambil bagian dalam penyelaman massal dan HUT RI di bawah laut. FOTO ANTARA/ Basrul Haq/ss/pd/09
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB20.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB21.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB22.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB23.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB24.jpg
LATIHAN SELAM. Sejumlah penyelam melakukan latihan di sekitar perairan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (14/8). Sebanyak 2500 penyelam telah mendaftarkan diri untuk mengikuti pemecahan rekor dunia penyelaman massal dan upacara bawah air pada tanggal 16-17 Agustus 2009. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/spt/09.
:cheers: :cheers: :cheers: :cheers: :cheers: :cheers: :cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 15th, 2009, 06:38 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB25.jpg
Sumber: SABTU, 15 AGUSTUS 2009 | NO. 10418/TAHUN XL | MEDIA INDONESIA
SAIL BUNAKEN 2009
:banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana: :banana:
Rock Star August 15th, 2009, 06:53 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB26.jpg
Sumber: Jawa Pos 15 Agustus 2009
2.612 Penyelam Pecahkan Rekor Dunia
MANADO (BP)- Sebanyak 2.612 penyelam dari tanah air dan luar negeri dipastikan ikut berpastisipasi dalam pemecahan rekor dunia penyelaman massal, yang diadakan di Manado dalam rangkaian Sail Bunaken 2009. Acara tersebut akan dilaksanakan tanggal 16 Agustus di pantai Malalayang. Kemudian 17 Agustus di tempat sama ada upacara pengibaran bendera bawah air untuk memperingati HUT ke-64 RI .
Kepala Pusat Dinas Penerangan Mabes TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul menjelaskan para peserta terdiri dari prajurit TNI dan Polri, instansi pemerintah dan swasta, klub Possi serta masyarakat umum.
Selama ini rekor dunia selam masal berturut-turut telah dipecahkan. Tahun 2004 rekor tersebut dipegang Australia dengan jumlah 600 penyelam. Kemudian tahun berikutnya rekor tersebut dipecahkan oleh Thailand pada festival Kohtao sebanyak 725 penyelam. Dua tahun berikutnya, rekor itu kembali pecah oleh Maladewa sebanyak 925 penyelam.
”Kali ini, kita akan mengambil rekor itu dengan jumlah 2.612 penyelam,” tutur Iskandar.
Dia mengatakan kegiatan upacara pengibaran bendera bawah air diharapkan bisa mendapat pengakuan dari Guiness Book of Record. Teknis di lapangan, penyelam akan dibentuk menjadi 30 kelompok. tiap kelompok terdiri dari 50 penyelam. Penyelaman akan dilakukan di kedalaman antara 13-15 meter. Di bawah laut, sudah disiapkan tempat bagi peserta upacara, delegasi asing, juga tamu undangan.
Agar acara bisa berjalan lancar dan penyelam bisa menempatkan diri dengan benar, pihak panitia kemarin melakukan briefing massal di Manado Convention Center. Seluruh peserta berkumpul dan mendapatkan pengarahan langsung dari Iskandar. Termasuk briefing untuk media yang hendak meliput di bawah air.
Puncak acara Sail Bunaken sendiri akan berlangsung tanggal 19 Agustus dalam even Indonesia Fleet Review berupa parade kapal perang. rencananya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan hadir dalam acara tersebut, menjelang matahari terbenam di Teluk Manado.
”Presiden akan mendapatkan penghormatan peserta berupa sailing and flying pass,” paparnya. Kapal perang akan berangkat dari Pelabuhan Bitung menuju ke Teluk Manado.
Hingga saat ini, ada 33 negara yang menyatakan diri akan hadir. empat belas negara hadir dengan delegasi dan kapal perangnya yaitu AS, Australia, India, Inggris, Jepang, Malaysia, Pakistan, Tiongkok, Rusia, Selandia baru, Singapura,Thailand, Perancis, Filipina dan Korsel. Sedangkan 19 negara hadir dengan delegasi yaitu Arab saudi, bangladesh, Belanda, Brunai darusalam, Chili, Iran, Italia, kamboja, Papua New Guinea, kanada, Nigeria, peru, Portugal,Timor Leste, Suriah, Turki,Vietnam dan Aljazair. ”Total personel peserta asing kurang lebih ada 8 ribu pelaut,” tuturnya. Kapal-kapal perang sudah mulai berdatangan di pelabuhan Bitung sejak tanggal 12 Agustus lalu. (jan/jpnn)
Kapal Perang Peserta Asing
Australia (3 kapal) HMAS DARWIN FFG 04, HMAS SUCCESS, HMAS LEEUWIN a245
Inggris (1 kapal) HMS Echo H87
Tiongkok (2 kapal)
Perancis (1 kapal) FS La Somme A631
India (2 kapal) INS Khukri P-49, INS Airavat
Jepang (3 kapal) JDS Kashima, JDS Yuugiri, dan JDS Shimayuki
Malaysia (2 kapal) KD Kedah, KD Tunas Samudera
Selandia Baru (1 kapal) HMNZS Canterbury L-421
Pakistan (1 Kapal) PNS Zulfiqar
Filipina (1 Kapal) BRP Quezon PS-70
Rusia (1 kapal) Nadeszhda
Korsel (1 kapal)
Singapura (1 kapal) RSS Tenacious
Thailand (2 kapal) HTMS Phutta Loetlanap Halai, HTMS Rattanakosin
AS (5 kapal) USS George Washington, USS Cowpens, USS Maccampbell, USS Fitzgerald DDG 62, USS Mustin
Sumber: Batam Pos
:cheers: :cheers: :cheers: :cheers: :cheers:
AceN August 15th, 2009, 07:14 PM ^^ cool pic :okay: Looks like somewhere in europe with those yacht :D
VRS August 17th, 2009, 06:19 AM great news also picture....
Go Ahead Eagles August 17th, 2009, 09:01 AM Foto-foto dong. Kayanya hebring banget nih acara :D
Hebringggggg!!!!!!! jadul banget!
Sail Bunaken ini memang top markotop. Sayang koq gak ada liputannya di CNN atau media2 yang lain. Itulah yang disayangkan dari Indonesia, kalau ada berita negatifnya aja yang langsung jadi Breaking News! Yang positif2 seperti Sail Bunaken ini, gak kedengeran gaungnya.
typhoonbringer August 17th, 2009, 04:45 PM maklum lah berita ginian ga menjual kalo make nama indonesia :nuts:
wah CVN george bawa bodiguard :D
Balaputradewa August 17th, 2009, 05:00 PM CNN: bad news is a good news :D Sail Bunaken :okay:
XxRyoChanxX August 17th, 2009, 05:57 PM ^ looks exciting!
Rock Star August 18th, 2009, 06:51 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB34.jpg
Sumber: Manado Post
Rock Star August 18th, 2009, 07:22 AM 2,500 scuba divers in Indonesia set world record for mass dive
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB3-1.jpg
Scuba divers: The previous record was set in the Maldives in 2006, when 958 divers took part in a mass dive, she said. Photo: AFP
A total of 2,486 divers were involved in the record attempt off the coast of North Sulawesi, the Guinness adjudicator Lucia Sinigagliesi told AFP.
"This event was amazing and well-organised and made possible because of the people who came and participated," she said, after confirming that the group had broken the record for "Most People Scuba Diving Simultaneously".
The previous record was set in the Maldives in 2006, when 958 divers took part in a mass dive, she said.
The challenge was part of the Sail Bunaken 2009 maritime event being held as part of Indonesia's efforts to establish the Sulawesi town of Manado as a world-class tourist destination.
To mark Indonesia's 64th Independence Day, the participants unfurled the country's flag underwater.
Sumber: Telegraph.co.uk
Rock Star August 18th, 2009, 08:42 AM Dua Rekor Dunia Terpecahkan
Selasa, 18 Agustus 2009
Manado, Kompas - Dalam dua hari, Indonesia mampu memecahkan rekor dunia penyelaman massal. Pemecahan rekor ini dilaksanakan di pesisir Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara, dalam rangkaian kegiatan Sail Bunaken 2009 dan menyambut Hari Kemerdekaan Ke-64 RI.
Rekor pertama dicapai pada Minggu (16/8) untuk penyelaman massal. Dari 2.818 peserta yang mendaftar, ada 2.465 orang yang ikut penyelaman.
Mereka menyelam selama 29 menit dengan membentuk formasi yang telah ditentukan. Lokasi penyelaman sekitar 300 meter dari garis pantai dan pada kedalaman 15 hingga 20 meter dari permukaan laut.
Selam massal itu diikuti unsur TNI, peneliti dari lembaga riset dan perguruan tinggi, anggota Persatuan Olahraga Selam Indonesia, juga peserta dari 10 negara. Ikut pula sebagai peserta kehormatan antara lain Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya Mokhlas Sidik, Gubernur Sulut Sinyo H Sarundajang, dan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad.
Prestasi tersebut mematahkan rekor yang dicapai para penyelam di Maladewa tahun 2006 yang melibatkan 958 orang. Menurut data dari Guinness Book of Records, tradisi penyelaman massal diawali Australia tahun 2004 yang diikuti 600 penyelam, disusul Thailand tahun 2005 dengan melibatkan 725 penyelam.
Upacara di bawah air
Pada Senin pagi diciptakan rekor dunia baru versi Guinness Book of Records dalam bentuk pelaksanaan upacara proklamasi kemerdekaan di bawah air. Pengibaran bendera, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan penghormatan bendera semuanya dilakukan di bawah air selama 20 menit.
Sertifikat rekor dunia selam Senin malam diserahkan di Manado oleh Lucia Sinigagliesi dari Guinness Book of Records London, Inggris, kepada panitia.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul mengatakan, dua pemecahan rekor dunia di Manado membuktikan kejayaan Indonesia di dunia maritim. ”Saya rasa rekor ini akan bertahan lama. Kalau ada negara yang memecahkan rekor ini, kita akan buat lagi dengan 3.000 penyelam,” katanya.
Ribuan penyelam dari beberapa provinsi di Tanah Air berada dalam euforia begitu keluar dari permukaan air. Nyanyian kemenangan terdengar di sepanjang ruas Jalan Malalayang. (ZAL/YUN)
Sumber: Kompas
Rock Star August 18th, 2009, 09:09 AM Foto2 dari Sail Bunaken 2009
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB35.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB28.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB29.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB31.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB32.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB33.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB30.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/UpacaraBawahLaut130209-4.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/610x__.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/images.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/gladi1.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/selam01.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/selam02.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/610x___.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/gladi2.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/kompas1.jpg
_________________________________________________________________
http://dc161.4shared.com/img/123875735/87f6b635/sail_bunaken_dok2.wmv (http://www.4shared.com/file/123875735/87f6b635/sail_bunaken_dok2.html)
Rock Star August 19th, 2009, 04:58 AM Keterbukaan Dorong Kerja Sama Maritim
http://i696.photobucket.com/albums/vv322/rockstar66_2009/3460165p.jpg
Sejumlah kapal perang RI dan kapal perang negara asing lego jangkar di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (18/8). Menurut jadwal, acara puncak Sail Bunaken, 19 Agustus 2009, ini terdiri dari parade kapal perang (fleet review), lintas layar (sail pass), kapal layar tiang tinggi (tall ship), yacht rally Darwin (Australia) ke Manado, dan lintas terbang (fly pass). Salah satu kapal induk Amerika Serikat, USS George Washington, rencananya juga ikut parade tersebut. (image: KOMPAS/LASTI KURNIA)
Manado, Kompas - Panglima Angkatan Laut Amerika Serikat Gary Roughead mengatakan, keterbukaan Indonesia terhadap armada perang asing telah mendorong kerja sama maritim yang lebih baik, khususnya terkait dengan masalah keamanan dan kesejahteraan bersama di bidang kelautan.
Roughead mengungkapkan hal itu, menjawab pers di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (18/8). Kehadiran lima armada laut Amerika Serikat, yakni kapal induk USS George Washington dan empat kapal perusak di Sulawesi Utara, katanya, merupakan keputusan politik Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama. ”Apa yang kami lakukan atas sepengetahuan Presiden, termasuk ketika kami ke sini,” ujarnya.
Kemarin, Roughead didampingi belasan perwira tinggi Angkatan Laut Amerika Serikat mengikuti pertemuan tertutup dengan Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Tedjo Edhy Purdijanto. Roughead merupakan satu dari 16 kepala staf angkatan laut asing yang hadir di Sail Bunaken.
Rencananya, hari ini dilangsungkan parade kapal perang RI dan asing (fleet review) di perairan Sulawesi Utara. Negara luar yang berpartisipasi dalam parade tersebut adalah Inggris, China, Pakistan, Perancis, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Korea Selatan.
Terkait dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, kemarin dipastikan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono tidak bisa hadir. Ia akan diwakili Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Widodo AS.
Beri cakrawala
Pelaksanaan Sail Bunaken, menurut Roughead, memberi cakrawala baru bagi peningkatan kerja sama dan mencari solusi terbaik di masa depan.
Oleh karena itu, lanjutnya, gagasan Indonesia mengumpulkan sejumlah angkatan laut dari berbagai negara untuk melakukan pertemuan dan pembicaraan mengenai masa depan laut dunia sangat positif.
”Masalah laut sangat strategis dibicarakan bersama demi peningkatan keamanan dan kesejahteraan bersama negara-negara dunia,” ujar Roughead. Tetapi, lanjutnya, kerja sama angkatan perang dunia tentu akan selalu mengacu pada hukum internasional yang telah disepakati bersama, terutama terkait dengan batas-batas teritorial.
Ia menambahkan, pertemuan dan pembahasan serupa pernah dilakukan armada perang Amerika Serikat di Eropa dan Cile, beberapa tahun silam.
Kirab
Kemarin, Sail Bunaken diisi dengan kirab kota yang diikuti 2.500 awak kapal perang asing. Mereka berpawai menggunakan kostum armada perang di Jalan Pantai Boulevard, Manado, sepanjang 3,5 kilometer.
Di samping itu, ada pula agenda kunjungan ke kapal induk USS George Washington. Namun, kunjungan dibatasi pada rombongan pejabat, seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi, sejumlah pejabat TNI AL, dan Muspida Sulawesi Selatan.
Sumber: Kompas
:cheers: :cheers: :cheers: :cheers:
Rock Star August 19th, 2009, 06:25 AM 2.517 ABK Asing Ikut Parade
Manado (ANTARA News) - Sebanyak 2.517 Anak Buah Kapal (ABK) dari berbagai negara ikut dalam parade bersama kapal perang di Teluk Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Rabu.
"Para ABK itu berasal dari Amerika, Inggris, Australia, India, Pakistan, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea, dan Brunai Darusallam," Kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul.
Sitompul menjelaskan, para ABK itu akan ikut memberikan penghormatan kepada Menko Polhukam Laksamana TNI Widodo AS, yang mewakili presiden RI di panggung utama Blue Banter.
Parade kapal tersebut akan dilakukan Rabu sore, di sepanjang teluk Manado, dan dijadwalkan akan diikuti oleh lebih dari 100 kapal.
Parade kapal tersebut dinanti-nantikan warga Manado dan sekitarnya yang ingin menyaksikan kemeriahan tersebut.
"Kami ingin menonton parade kapal perang dan tiang tinggi yang akan digelar di teluk Manado, karena itu adalah hal yang sangat langka dan belum tentu akan terjadi dalam sepuluh tahun lagi," kata Cahyani Sutiarso, warga Sario.
Sementara itu sejumlah penduduk luar Kota Manado seperti dari Tomohon, Tondano dan Minahasa Utara dan sekitarnya sudah mulai berdatangan ke Manado untuk ikut menonton parade tersebut.
"Jauh-jauh dari Tompohon, saya ke pantai Manado supaya bisa menonton ratusan kapal yang akan parade di pantai Manado," kata Shinta dan Novri, warga Tomohon. (*)
:cheers: :cheers: :cheers:
netaholics13 August 19th, 2009, 11:10 AM keren bangettttttttttt :banana::banana:
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB34.jpg
Sumber: Manado Post
blinkblink August 19th, 2009, 01:01 PM :cheers::cheers:
harusnya masuk Travel & Geography forum nih
Rock Star August 20th, 2009, 07:13 AM update pic
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB36.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB37.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB38.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/USSGeorgewashington.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB39.jpg
Rock Star August 20th, 2009, 07:18 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/df82b6c2.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB42.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB40.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/SB44.jpg
Rock Star August 20th, 2009, 07:53 AM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3838098858_1611682edf_o.jpg
BITUNG, Indonesia (August 18, 2009) Citizens of Bitung, Indonesia join Sailors of guided-missile destroyer USS McCampbell (DDG 85) in marching in an international parade in Bitung. McCampbell is anchored off the coast of Bitung to participate in the Indonesia International Fleet Review, which celebrates sixty-four years of Indonesia?s independence. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Byron C. Linder)
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3837592610_6846d69f66_b.jpg
BITUNG, Indonesia (August 18, 2009) - Sailors of guided-missile destroyer USS McCampbell (DDG 85) march and wave to the crowd in an international parade in Bitung, Indonesia. McCampbell is anchored off the coast of Bitung to participate in the Indonesia International Fleet Review, which celebrates sixty-four years of Indonesia?s independence. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Byron C. Linder)
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3837650234_b2edfab3b5_b.jpg
U.S. Navy Chief Warrant Officer Terry Boone greets an Indonesian police officer before an international parade including Sailors from guided-missile destroyer USS McCampbell (DDG 85) in Bitung, Indonesia, Aug. 18, 2009. McCampbell is anchored off the coast of Bitung to participate in the Indonesia International Fleet Review, which celebrates 64 years of Indonesia?s independence. (DoD photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Byron C. Linder, U.S. Navy/Released)
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3838177686_91ba524cf1_o.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/guided-missiledestroyerUSSMcCampbel.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3828358114_99caac4c39_o.jpg
Sailors aboard guided-missile destroyer USS McCampbell (DDG 85) man the rails as the ship moves in formation in the Indonesian International Fleet Review off the coast of Manado, Indonesia. McCampbell is one of five U.S. ships participating in the fleet review, which celebrates sixty-four years of Indonesian independence.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3835523148_339812d0c3_o.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3837222409_e690ca7975_o.jpg
PACIFIC OCEAN (Aug. 19, 2009) ? Chief of Naval Operations, Adm. Gary Roughead, speaks to the crew of USS George Washington (CVN 73) in the hangar bay about the importance of their role as the Forward-Deployed Naval Forces. Roughead is in the 7th Fleet Area of Responsibility attending the Indonesian International Fleet Review, which commemorates the 64th anniversary of that country?s independence. George Washington is the Navy?s only permanently forward deployed aircraft carrier, which is currently underway supporting security and stability in the Western Pacific ocean, while on her inaugural summer deployment from Fleet Activities Yokosuka, Japan. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist Seaman Christopher S. Harte/RELEASED)
Sumber: flickr
Juve157 August 20th, 2009, 04:37 PM http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3838098858_1611682edf_o.jpg
BITUNG, Indonesia (August 18, 2009) Citizens of Bitung, Indonesia join Sailors of guided-missile destroyer USS McCampbell (DDG 85) in marching in an international parade in Bitung. McCampbell is anchored off the coast of Bitung to participate in the Indonesia International Fleet Review, which celebrates sixty-four years of Indonesia?s independence. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Byron C. Linder)
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3837592610_6846d69f66_b.jpg
BITUNG, Indonesia (August 18, 2009) - Sailors of guided-missile destroyer USS McCampbell (DDG 85) march and wave to the crowd in an international parade in Bitung, Indonesia. McCampbell is anchored off the coast of Bitung to participate in the Indonesia International Fleet Review, which celebrates sixty-four years of Indonesia?s independence. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Byron C. Linder)
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3837650234_b2edfab3b5_b.jpg
U.S. Navy Chief Warrant Officer Terry Boone greets an Indonesian police officer before an international parade including Sailors from guided-missile destroyer USS McCampbell (DDG 85) in Bitung, Indonesia, Aug. 18, 2009. McCampbell is anchored off the coast of Bitung to participate in the Indonesia International Fleet Review, which celebrates 64 years of Indonesia?s independence. (DoD photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Byron C. Linder, U.S. Navy/Released)
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3838177686_91ba524cf1_o.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/guided-missiledestroyerUSSMcCampbel.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3828358114_99caac4c39_o.jpg
Sailors aboard guided-missile destroyer USS McCampbell (DDG 85) man the rails as the ship moves in formation in the Indonesian International Fleet Review off the coast of Manado, Indonesia. McCampbell is one of five U.S. ships participating in the fleet review, which celebrates sixty-four years of Indonesian independence.
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3835523148_339812d0c3_o.jpg
http://i891.photobucket.com/albums/ac111/bintangrock/3837222409_e690ca7975_o.jpg
PACIFIC OCEAN (Aug. 19, 2009) ? Chief of Naval Operations, Adm. Gary Roughead, speaks to the crew of USS George Washington (CVN 73) in the hangar bay about the importance of their role as the Forward-Deployed Naval Forces. Roughead is in the 7th Fleet Area of Responsibility attending the Indonesian International Fleet Review, which commemorates the 64th anniversary of that country?s independence. George Washington is the Navy?s only permanently forward deployed aircraft carrier, which is currently underway supporting security and stability in the Western Pacific ocean, while on her inaugural summer deployment from Fleet Activities Yokosuka, Japan. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist Seaman Christopher S. Harte/RELEASED)
Sumber: flickr
LUARRRRRRRRRR BIASAAA...... Sirik dan Bete tidak ada disana. BTW, Manado Scycrapers kelihatan samar2 dari warship. Nice Pics :banana:
XxRyoChanxX August 21st, 2009, 03:17 AM so freaking AWESOME!!! Amazing picss
plzzz is there more?
VRS August 21st, 2009, 03:25 AM great...great....great......5 thumbs for Rock Star...
AceN August 21st, 2009, 06:32 AM awesome...awesome..awesome :drool: thanks rockstar
Rock Star August 21st, 2009, 07:29 AM nih linknya kalau mo lihat videonya (credit:Aries/karbol)
http://www.youtube.com/watch?v=y6EOImqrCRA&feature=player_embedded
Rock Star August 22nd, 2009, 07:36 AM Sail Bunaken Tonggak Kembalinya Hankamrata di Maritim
Jakarta (ANTARA News) - Penyelenggaraan Sail Bunaken yang berlangsung di Sulawesi Utara diharapkan menjadi tonggak diintensifkannya sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta di sektor kemaritiman.
"Oleh karena itu, seluruh komunitas di sektor maritim perlu dilibatkan dan dapat menjadi kekuatan untuk membantu TNI-AL dalam menjaga keamanan dan menegakkan kedaulatan di laut." kata Presiden Kesatuan Pelaut (KPI) Hanafi Rustandi.
Siaran pers KPI yang diterima di Jakarta, Jumat, mengutip pernyataan Hanafi mengatakan keberhasilan Sail Bunaken tak lepas dari kerja keras panitia yang melibatkan unsur pemerintah, sipil dan militer, termasuk Ketua KPI Cabang Bitung/Manado, Danny Rumambi sebagai Ketua Maritime Associate dan pelaksana Sail Bunaken di Bitung.
Hanafi yang baru pulang dari Manado juga menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Sulut SH Sarundayang, Walikota Bitung Hanny Sondakh dan Administrator Pelabuhan (Adpel) Bitung Sukirman H. Djafar atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan yang dinilai spektakuler.
Dikatakan, keberhasilan penyelenggaraan Sail Bunaken yang diikuti berbagai jenis kapal perang dan kapal niaga dari berbagai negara, harus ditindaklanjuti dengan program dan langkah konkrit dalam upaya menarik perhatian dunia internasional terhadap potensi maritim Indonesia .
Tapi di sisi lain, pemerintah juga harus mengambil hikmah keberhasilan itu dengan menjadikan kegiatan Sail Bunaken sebagai tonggak diintensifkannya kembali sistem Hankamrata di sektor maritim. "Keberhasilan penerapan sistem Hankamrata yang terjadi dalam Operasi Trikora (pembebasan Irian Barat) tahun 1962, perlu menjadi acuan," katanya.
Saat itu, kata Hanafi, seluruh komunitas di sektor maritim, termasuk kapal-kapal niaga dan nelayan, dikerahkan untuk membantu TNI dalam Operasi Trikora. Karena itu, sistem Hankamrata di sektor maritim perlu lebih dioptimalkan, disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi sekarang dan di masa mendatang.
Upaya itu perlu segera diwujudkan untuk menanggulangi gangguan keamanan di laut, khususnya yang berkaitan dengan masalah terorisme dan sejalan dengan ketentuan International Ships and Port Security (IMO ISPS) Code.
Menurut Hanafi, terdapat empat pilar utama dalam pertahanan (Forth Arm of Defence) di sektor maritim, yakni TNI/Polri, birokrat sipil, pekerja dan pengusaha di sektor kemaritiman.
"Pemerintahan baru perlu segera menetapkan keempat pilar itu dalam menjaga keamanan dan kedaulatan di laut. Sistem ini telah diterapkan sejumlah negara maju," kata Hanafi yang juga Ketua International Transport Worker?s Federation (ITF) Asia Pasifik.
Untuk mewujudkan empat pilar pertahanan di sektor maritim ini, pemerintah perlu pendidikan dasar kemitraan yang melibatkan semua pihak terkait.
Di sisi lain, Hanafi mengingatkan soal keamanan tak dapat dipisahkan dari kesejahteraan. Kenaikan gaji pegawai negeri, TNI/Polri diharapkan berimbas pada kenaikan upah dan kesejahteraan pekerja di sektor kemaritiman.
Hanafi membenarkan bahwa kegiatan Sail Bunaken juga merupakan ajang untuk meningkatkan komunikasi pelaut antar negara dalam upaya peningkatan kerjasama mencegah tindak kriminal di laut. Misalnya, pencurian minyak, pencurian ikan, pelanggaran perbatasan, dan sebagainya.
"Jaringan komunikasi antarpelaut itu perlu ditingkatkan di masa mendatang, sehingga Pelaut dapat menjadi mata dan telinga pemerintah dalam menanggulangi gangguan keamanan di laut," katanya.(*)
:banana: :banana: :banana:
netaholics13 August 22nd, 2009, 02:30 PM SPEECHLESS..... damn i'm missed my hometown so much
XxRyoChanxX August 22nd, 2009, 11:47 PM Junior High Kids with Chief of Naval Operations Adm. Gary Roughead
http://farm4.static.flickr.com/3493/3843667734_b579a36972_b.jpg
Rock Star August 24th, 2009, 07:05 AM ^^
Good Job...
ayo siapa lagi yg punya pic atau berita berhubungan dengan sail bunaken 2009
silahkan di update disini.... :banana:
|
|