View Full Version : [ DUMAI ] Projects & Development
bama84 August 25th, 2009, 10:50 PM Pembangunan Jembatan Dumai-Melaka Butuh Ratusan Triliun
Monday, 24 August 2009 02:42
Emrizal Pakis
Pembangunan jembatan penghubung Indonesia dan Malaysia, yang direncanakan dibangun di Dumai-Melaka sepanjang 48 kilometer, bisa menelan biaya ratusan triliun rupiah. Kalau terealisasi, masa perencanaan dan pembangunan diperkirakan memakan waktu 10 tahun.
Hal tersebut terungkap pada Seminar Rencana Pembangunan Jembatan Dumai-Malaka, yang diadakan pekan lalu di Malaysia, sempena pertemuan Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT). “Untuk itu rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan dua negara tersebut perlu dibahas secara mendalam,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau Emrizal Pakis, yang menghadiri seminar tersebut, kepada riaubisnis.com, kemarin.
Emrizal bilang, seminar itu dihadiri pengusaha Malaysia yang berminat membangun jembatan tersebut bekerja sama dengan China. “Dari studi kelayakan yang mereka lakukan, pembangunan jembatan Dumai-Malaka membutuhkan waktu perencanaan tiga tahun dan pembangunan selama 7 tahun. Jadi total waktu yang dibutuhkan selama 10 tahun,” jelas Emrizal.
Emrizal mengungkapkan, rencana pembangunan jembatan Dumai-Malaka akan dilakukan secara konsorsium dengan swasta. Kemudian melibatkan tenaga ahli dari China yang telah berpengalaman membangun beberapa jembatan di Asia.
“Panjang jembatan yang menghubungkan Dumai-Melaka sekitar 48 km dengan titik koordinat jalan keluar di Batu Panjang Dumai sepanjang 79 km. Secara detailnya akan kita tindak lanjuti,” katanya.
Lebih lanjut Emrizal menjelaskan, proses pembangunan jembatan Dumai-Malaka membutuhkan proses yang cukup panjang, karena melibatkan dua negera, Indonesia dan Malaysia. Untuk itu, rencana pembangunan jembatan tersebut akan disikapi oleh kepala negara bersangkutan.
“Kehadiran saya di Malaysia kemarin dalam rangka mengikuti seminar rencana pembangunan jembatan Dumai-Malaka. Selanjutnya dari hasil seminar itu akan saya laporkan ke Gubernur Riau agar dapat ditindak lanjuti,” pungkas Emrizal, tanpa menyebut secara pasti kapan pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan. (*)
sumber : Riaubisnis.com
bama84 August 25th, 2009, 10:51 PM Pengamat: Pembangunan Jembatan Dumai-Melaka Tak Substansial
Tuesday, 25 August 2009 05:05
Riau kembali merencanakan mega proyek pembangunan jembatan Dumai-Melaka. Tetapi, mega proyek itu dinilai tidak tepat. Mengingat masih banyak persoalan yang dihadapi Riau, terutama soal kesejahteraan.
Hal itu dikatakan Pengamat Ekonomi Riau Edyanus Herman Halim kepada riaubisnis.com, Senin (24/8/2009). Ia menilai, rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Forum Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT) untuk membuat mega proyek jembatan Dumai-Melaka sangat tidak substansial. Sebab, tidak ada keuntungan mega proyek itu dilakukan dan hanya akan menghabiskan anggaran saja.
“Kita bisa merencanakan sesuatu yang sebenarnya kita sendiri belum tahu kapan akan dibangun. Sementara ada begitu banyak masalah di sekitar kita,” kata Edyanus.
Ediyanus menyebutkan, persoalan yang dihadapi Riau saat ini banyak yang lebih penting. Seperti persoalan listrik, kesejahteraan masyarakat, kasus kabut asap, pengangguran, kebakaran hutan dan lain-lain. “Persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan dengan jembatan,” katanya.
Untuk itu, kata Edyanus, mestinya Pemprov Riau melalui Bappeda bisa merencanakan sesuatu yang lebih baik. Event-event yang berskala nasional yang tidak memberikan efek jangka panjang di daerah juga semestinya dikurangi.
“Saya rasa itu yang mesti dilakukan Pemprov, jangan hanya merencanakan sesuatu yang belum tahu pasti kapan akan kita lakukan, sebaiknya melihat yang riil saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau Emrizal Pakis mengatakan, hasil pertemuan forum IMTGT beberapa waktu lalu di Malaysia sepakat akan membangun jembatan Dumai-Melaka.
“Ini akan menjadi privat sector yang bisa dibangun dunia usaha. Naanti kita akan lakukan pertemuan untuk membicarakan bagaimana kelanjutan pembangunannya. Tapi waktunya belum dipastikan,” kata Emrizal.
Rencana mega proyek itu akan dilakukan kontraktor dari China dengan funding dari Exim Bank. Mega proyek itu akan ditawarkan swasta.
“Kontraktor yang ditawarkan untuk terlibat pembangunan jembatan Dumai-Melaka itu katanya sudah sangat berpengalaman dalam membangun jembatan. Yang sudah berpengalaman di Swedia dan Denmark,” ujar Emrizal.
Ia mengaku, rencana itu sudah disampaikan pada presiden. Secara lisan, presiden sudah menyetujui.
Pelaksanaan pembangunan jembatan itu, kata Emrizal, membutuhkan waktu selama 10 tahun. Perinciannya, tiga tahun untuk persiapan perencanaan dan tujuh tahun waktu pembangunan.
“Jika jembatan ini terealisasi, maka akan memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi kedua belah pihak secara ekonomi. Kita yakin akan memberikan arti positif bagi kita, walaupun kita perkirakan dana yang akan dihabiskan ratusan miliar,” katanya. (*)
chow August 26th, 2009, 08:46 AM kayaknya selesai kan dulu jembatan sumatera jawa... masih lama lagi
bama84 August 27th, 2009, 04:02 AM Industri Kelapa Sawit Harus Terus Diperjuangkan
Monday, 24 August 2009 03:56
Produksi kelapa sawit di Riau sangat besar. Tapi potensi itu belum didukung oleh sektor industri hilir. Produksi sawit Riau masih banyak diekspor dalam bentuk minyak kelapa sawit mentah (CPO), sehingga benefit yang didapatkan belum optimal.
Demikian dikatakan pengamat ekonomi Riau, Deliarnov kepada riaubisnis.com akhir pekan kemarin. Ia mengungkapkan, peluang untuk menjadikan Riau sebagai klaster industri sawit harus diperjuangkan. Apalagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sudah berjanji akan membangun industri kelapa sawit di Indonesia.
“Kesempatan itu jangan sampai dilewatkan, kalau perlu tagih agar nantinya kita tidak kecewa. Sebagai daerah penghasil kelapa sawit terbesar, mestinya kita lebih siap. Jangan sampai diambil oleh daerah lain,” katanya.
Apalagi, kata Deliarnov, selama ini Riau belum memiliki klaster industri kelapa sawit seperti Malaysia. Padahal Riau merupakan daerah penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, sudah saatnya memiliki industri pengolahan minyak sawit.
Jika dibandingkan dengan Malaysia, kata Deliarnov, Indonesia jauh tertinggal. Saat ini Malaysia memiliki lima klaster industri kelapa sawit. Sementara Indonesia tidak memiliki satu pun klaster industri sawit.
“Padahal luas perkebunan sawit di Indonesia lebih besar. Selama ini, Riau hanya mengekspor dalam bentuk CPO. Belum menjadi barang jadi turunan minyak kelapa sawit. Kelemahan kita karena tidak didukung oleh industri hilir yang memadai,” ujar Deliarnov.
Untuk itu, tambah Deliarnov, Pemprov Riau harus menyiapkan langkah strategis untuk mengambil peluang itu. Termasuk melakukan koordinasi dan pembenahan infrastruktur pendukung industri sawit.
“Jangan sampai perjuangan itu gagal,” ungkapnya.
Sementara itu, Gubernur Riau (Gubri) HM Rusli Zainal juga pernah menyebutkan, Riau sangat mengharapkan kepada pemerintah pusat untuk memprioritaskan pembangunan klaster industri sawit di Riau. Apalagi untuk tujuan ekspor, posisi Riau sangat strategis sehingga bisa menguntungkan negara.
“Kita kehilangan triliunan rupiah setiap tahun karena hanya mengekspor CPO saja. Padahal jika kita dimanfaatkan menjadi berbagai produk turunan, industri sawit kita lebih menguntungkan,” ujar Gubri.
Gubri berharap, pusat dapat merealisasikan wacana pembangunan industri hilir sawit di Riau. Sebab, Pemprov Riau berkomitmen untuk memback-up dengan menyiapkan segala infrastruktur yang bisa membantu rencana itu. “Apalagi kita sudah memilikinya semuanya, termasuk pelabuhan Dumai yang bisa mendukung industri itu,” pungkasnya. (*)
sumber : riaubisnis.com
bama84 August 27th, 2009, 04:02 AM kayaknya selesai kan dulu jembatan sumatera jawa... masih lama lagi
yah, kalau bisa dikerjain bareng, mengapa tidak ?
bama84 August 27th, 2009, 08:41 PM Dumai – Malaka Overland Bakal Terwujud
Jembatan Terpanjang di Asean Akan Dibangun
--------------------------------------------------------------------------------
25 Agustus 2009 - 08:24 WIB
Pekanbaru (Riaunews). Dalam waktu dekat akan segera dilaksakan pembangunan jembatan terpanjang di Asean, yaitu antara Dumai dan Malaka. Jembata tersebut kedepan direncanakan sebagai penghubung sejumlah negera Asean.
"Pembangunan jembatan Dumai - Malaka akan segera dilaksanakan kerena dari pihak PU sudah survai dan tinggal tunggu waktu saja,” ucap Kepala BAPPEDA Provinsi Riau Emrizal Pakis ditemui RiauNews usai rapat di kantor Gubernur, baru-baru ini
Dikatakan Emrizal, untuk pelaksanaan pembanguan diperkirakan dalam tujuh tahun akan selesai. “Tujuh tahun bisa selesai dan kekuatan pemakaian dipreedisikan mampu bertahan hingga delapan puluh tahun masa penggunaan,” ucapnya lagi
Ditanyakan jarak tempuh jembatan yang menghubungkan dua negara tersebut, Emrizal mengatakan seluruhnya sekitar 119 km.”Dari Rupat ke Dumai kurang lebih 71km sedangkan Malaka ke Rupat 48km dan belum yang ke lainya," jelasnya lagi
Sedangkan wacan kapan belum diketahnui akan tetapi dalam waktu dekat akan segeradilaksanakan , dan itusemua adalah rancangan atau terlibat secara teknis adalah Indonesia dan malaisya lagi pula diperkirakan akan menghabiskan dana kurang lebih Ratusan trelyiun rupiah ," karena rencana pembangunan ini sudah mulai jaman Presidin Suharto dulu". (Dewo)
sumber : riaunews.com
chow September 2nd, 2009, 08:21 AM yah, kalau bisa dikerjain bareng, mengapa tidak ?
wah wah kayaknya, ni proyek g bisa jalan melhat hubungan kita dengan malaysia
rilham2new September 3rd, 2009, 05:21 PM ^^ Hahaha, diklaim gimana maksudnya :p ... Jujur aku agak anti dengan penggunaan kata "klaim"..
bama84 September 3rd, 2009, 07:45 PM makanya, kita mesti turut andil dalam membangun jempatan tsb. Entah itu berupa tenaga ahli, pekerja, material konstruksi, penyertaan modal, dll. Kalau ngga ada modal sama sekali, bisa jadi tuh jembatan di klaim sama malaysia. Kita jugakan yang rugi.
rilham2new September 4th, 2009, 06:39 AM ^^ setahu aku Dumai lagi pembangunan proyek air bersih senilai Rp 200 miliar. Pilot project nasional gitu, dibiayai investor Belanda. Ada beritanya, gak!?? Soalnya terakhir Kali lihat di Riaupos, gambar konstruksinya udah Ada ;)
gliazzurra September 5th, 2009, 07:35 AM klo menurut gua sih, pembangunan jembatan dumai-melaka belum tepat waktunya.. kalo dibangun sekarang hanya akan menguntungkan pihak malaysia, karena industri di sana sudah maju.. sedangkan di sumatera umumnya belum maju dan riau khusus nya masih hanya di industri bahan baku.. yg ada malah tar kita ekspor besar2an bahan baku dan impor barang jadi.. skrg aja bisa kita liat begitu banyak produk impor legal/ilegal asal malaysia di sana..dan ini bahaya karena industri bisa mati sebelum berkembang..
daripada bikin jembatan, mendingan bikin pelabuhan yg bertaraf internasional.. artinya pelabuhan harus efisien dan bersih dari KKN.. jadi mendingan kita bagusin dulu akses jalan di sumatera, bikin highway dari aceh sampe lampung.. begitu sumatera uda bisa mandiri (industri hulu sampe hilir sudah maju), baru deh kita bikin jembatan ke malaysia.. :D
bama84 September 7th, 2009, 05:04 AM klo menurut gua sih, pembangunan jembatan dumai-melaka belum tepat waktunya.. kalo dibangun sekarang hanya akan menguntungkan pihak malaysia, karena industri di sana sudah maju.. sedangkan di sumatera umumnya belum maju dan riau khusus nya masih hanya di industri bahan baku.. yg ada malah tar kita ekspor besar2an bahan baku dan impor barang jadi.. skrg aja bisa kita liat begitu banyak produk impor legal/ilegal asal malaysia di sana..dan ini bahaya karena industri bisa mati sebelum berkembang..
daripada bikin jembatan, mendingan bikin pelabuhan yg bertaraf internasional.. artinya pelabuhan harus efisien dan bersih dari KKN.. jadi mendingan kita bagusin dulu akses jalan di sumatera, bikin highway dari aceh sampe lampung.. begitu sumatera uda bisa mandiri (industri hulu sampe hilir sudah maju), baru deh kita bikin jembatan ke malaysia.. :D
aku setuju banget, infrastruktur disumatra masih belum memadai terutama jalan tolnya. Bisa2 kita kalah bersaing dengan malaysia. Jadi kapan dong saatnya ? Jalan tol Pekanbaru- Dumai belum juga dimulai. Harus dikebut dari sekarang, jangan sampai Jembatan udah jadi duluan. Lagian, perdagangan bebas antar sesama negara anggota ASEAN tidak bisa dihindari.
DanangSuthoWijoyo September 7th, 2009, 05:06 AM Maap ganggu bos....
Need help to complete 100 wonder of indonesian heritage
http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=803042&page=5
Thanks&REgards
HONAS
chow September 9th, 2009, 01:06 PM ^^ Hahaha, diklaim gimana maksudnya :p ... Jujur aku agak anti dengan penggunaan kata "klaim"..
ya, kan bang ilham bisa lihat sendiri di tv tuh hehehe:lol:
chow September 9th, 2009, 01:16 PM Masterplan of Dumai Port
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/dumai.jpg
dapat dari tetangga
Sony Sjklw September 9th, 2009, 01:24 PM ^^ dermaganya banyak banget :eek:
chow September 10th, 2009, 11:38 AM ^^ dermaganya banyak banget :eek:
ya maklum deh, atas minyak bawah minyak,heheh:cheers:
chow September 10th, 2009, 11:46 AM Coba lihat peta (cek atalas atau google earth)
sebenarnya hanya ada tiga kota yang terletak di selat malaka (pelayaran international)yang benar2 strategis
1. Medan, dekat dengan penang dan KL
2. Batam, sangat dekat dengan singapore
3. Dumai, sangat dekat dengan malaka dan KL
rilham2new September 11th, 2009, 05:25 PM ya, kan bang ilham bisa lihat sendiri di tv tuh hehehe:lol:
Klaim itu istilah yang harusnya "DIBAWA" dan "DIAKUI" oleh orang yang melakukan KLAIM ...
Contoh: Al-Qaeda mengKLAIM telah mengebom sebuah Hotel Mewah di Pakistan..... Ya karena memang Al-Qaeda nya yang ngaku mereka sendiri yang nge-bom, mereka sendiri yang kirim pesan ke media2... Mereka sendiri yang jumpa pers.
Kalau kata "KLAIM" yang diusung media di Indonesia itu udah menyimpang... Kenapa ??? Karena mereka membawa istilah, "MALAYSIA meng-klaim" ... Lah kapan ngeklaim nya ?? ngasih klarifikasi aja belum ??? Malahan, kebanyakan ngebantah.... KLAIM ini berarti dari perspektif media di Indonesia donk. Belum tentu perspektif Pemerintah Malaysianya sendiri. Parahnya, belum ada pembicaraan resmi bilateral antar pemerintah, tapi media udah buru2 mempopulerkan perspektif "KLAIM" mereka yang menyimpang itu ...
Beda banget dengan penggunaan kata KLAIM pada contoh Al-Qaeda... Karena KLAIM dibawa dari SENSE dan PERSPECTIVE Al-Qaeda sendiri.
Itulah alasan kenapa aku gak suka kata KLAIM.... Kalau memang berani, kenapa gak pake kata "NYOLONG" dan "CURI" aja sekalian, karena orang yang "NYURI" dan "NYOLONG" belum tentu harus mengaku. Tapi, orang yang "MENGKLAIM" itu dimana-mana memang PASTI MENGAKU....
bama84 September 14th, 2009, 05:50 AM Coba lihat peta (cek atalas atau google earth)
sebenarnya hanya ada tiga kota yang terletak di selat malaka (pelayaran international)yang benar2 strategis
1. Medan, dekat dengan penang dan KL
2. Batam, sangat dekat dengan singapore
3. Dumai, sangat dekat dengan malaka dan KL
Dumai, memang kota masa depan. Apalagi bila sudah terhubung jalan tol ke Pekanbaru ditambah Jembatan ke Malaka. Bakalan booming tuh kota.
chow September 15th, 2009, 05:47 AM Klaim itu istilah yang harusnya "DIBAWA" dan "DIAKUI" oleh orang yang melakukan KLAIM ...
Contoh: Al-Qaeda mengKLAIM telah mengebom sebuah Hotel Mewah di Pakistan..... Ya karena memang Al-Qaeda nya yang ngaku mereka sendiri yang nge-bom, mereka sendiri yang kirim pesan ke media2... Mereka sendiri yang jumpa pers.
Kalau kata "KLAIM" yang diusung media di Indonesia itu udah menyimpang... Kenapa ??? Karena mereka membawa istilah, "MALAYSIA meng-klaim" ... Lah kapan ngeklaim nya ?? ngasih klarifikasi aja belum ??? Malahan, kebanyakan ngebantah.... KLAIM ini berarti dari perspektif media di Indonesia donk. Belum tentu perspektif Pemerintah Malaysianya sendiri. Parahnya, belum ada pembicaraan resmi bilateral antar pemerintah, tapi media udah buru2 mempopulerkan perspektif "KLAIM" mereka yang menyimpang itu ...
Beda banget dengan penggunaan kata KLAIM pada contoh Al-Qaeda... Karena KLAIM dibawa dari SENSE dan PERSPECTIVE Al-Qaeda sendiri.
Itulah alasan kenapa aku gak suka kata KLAIM.... Kalau memang berani, kenapa gak pake kata "NYOLONG" dan "CURI" aja sekalian, karena orang yang "NYURI" dan "NYOLONG" belum tentu harus mengaku. Tapi, orang yang "MENGKLAIM" itu dimana-mana memang PASTI MENGAKU....
oke bos:lol:
chow September 15th, 2009, 05:49 AM Ilham n yang lain, mau nanya ni beda KEK dengan FTZ tu letaknya dimana sih? dan mana yang paling menguntungkan secara ekonomi bagi Dumai ?
Ampelio September 15th, 2009, 09:57 AM waiting for more pics ni... :)
bama84 September 17th, 2009, 08:24 PM KEK = kawasan ekonomi kusus, biasanya berupa kawasan industri. Di kawasan ini banyak stimulus, seperti infrastruktur lengkap,pajak rendah, bahkan pajak bisa tidak ada sama sekali guna meningkatkan gairah investor menanamkan modal.
FTZ = free trade zone, biasanya berupa kawasan perdagangan bebas. Jadi ekspor-impor tidak dikenai tariff.
Didumai lebih cocok buat KEK.
bama84 October 1st, 2009, 10:18 PM Gubri Temui Pemerintah Malaysia
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang langsung dipimpin Gubernur Riau HM Rusli Zainal, bersama rombongan diagendakan bakal menemui Ketua Menteri Melaka. Dalam pertemuan nanti, akan dibahas teknis operasional pelabuhan Roro Dumai-Melaka, di Pelabuhan Sungai Kuala Linggi yang tidak kunjung selesai.
Ini dilakukan untuk menjawab permintaan masyarakat akan pengoperasian kapal Roro Dumai-Melaka yang teknisnya masih terhambat di Pemerintahan Malaka. Pasalnya, secara teknis Riau sudah siap untuk mengoperasikan pelabuhan, tenaga teknis, maupun kapal Roro berkapasitas 1.000 GT.
Pernyataan ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau Emrizal Pakis kepada wartawan di Kantor Gubernur Riau, Selasa (29/9). Emrizal menyebutkan, hanya tinggal waktu saja Gubri bersama Ketua Melaka bertemu duduk satu meja membahas teknis pengoperasian kapal Roro.
‘’Mengenai waktu pertemuan antara Gubri dan Ketua Menteri Melaka kita masih mencari waktu yang tepat. Yang pasti sudah diagendakan pertemuannya. Tinggal menunggu waktu saja,’’ kata Emrizal Pakis.
Untuk membahas masalah ini, Pemprov Riau dalam pertemuan SOM (Senior Official Meeting) dan IMTGT (Indonesia Malaysia Thailand Golding Treangle) 13-15 Oktober di Malaka akan membawa masalah teknis pengoperasian Roro Dumai-Melaka ini. Bersama dengan sepuluh gubernur se-Indonesia, sambungnya, pembahasan ini akan dibahas nantinya pada pertemuan tersebut.
Dari penuturan Emrizal Pakis, penyempurnaan masalah pengoperasian Roro Dumai-Melaka memang belum bisa dilakukan. ‘’Secara roh Melaka sudah siap. Tapi, untuk teknisnya masih perlu pembicaraan lebih lanjut. Bagi Riau, hasil pemeriksaan kapasitas di Melaka perlu penyempurnaan, Karena kapal Roro Dumai-Melaka kapasitasnya 1000 GT,’’ ungkapnya.
Yang pasti, tegasnya, pengoperasian kapal Roeo Dumai-Melaka akan dilaksanakan dengan cepat. Untuk memenuhi kebutuhan transportasi masrakat dua negara, khususnya Riau yang ingin bepergian ke Malaysia, maupun masyarakat Malaysia yang ingin ke Indonesia melalui Riau.***
sumber: dumaikota.go.id
rilham2new October 2nd, 2009, 09:53 AM Dari RIAUTERKINI
Jum’at, 2 Oktober 2009 07:54
Direncanakan awal 2010 Ro-Ro Dumai Rupat Beroperasi
Dinas Perhubungan dan Informasi Komunikasi Bengkalis rencanakan awal tahun 2010 mendatang kapal Ro-Ro Tujuan Dumai-Tanjung Kapal Rupat Bengkalis mulai beroperasi.
Riauterkini-BENGKALIS- Dishubinfokom Bengkalis rencanakan 1 unit kapal Ro-Ro akan dioperasikan angkutan penyeberangan dari Dumai ke Tanjung Kapal Rupat Bengkalis awal tahun 2010 mendatang. Sementara itu penyediaan kapal penyeberangan tersebut disediakan oleh pihak Dinas Perhubungan Propinsi Riau dengan kapasitas angkutan maksimum 20 unit kendaraan roda empat.
Kepala Dinas Perhubungan Bengkalis Jhonisyafrizal mengatakan tidak memastikan bahwa awal tahun 2010 mendatang pasti beroperasi namun memang ada rencana bakal beoperasi. "Direncanakan awal tahun penyeberangan Dumai-Tanjung Kapal Rupat Bengkalis beroperasi, ini belum pasti," ungkapnya kepada Riau terkini Kamis (1/10/2009) di Bengkalis.
Menurut Jhoni, kapal Ro-Ro ini akan disediakan oleh pihak Dinas Perhubungan Propinsi Riau dengan kapasitas tahap pertama sekitar 20 unit kendaraan roda empat. "Kemungkinan besar akan dikelola oleh Dishub Provinsi Riau, dengan jenis kapal Ro-Ro dengan tahap awal penyeberangan kapasitas 20 unit kendaraan roda empat," imbuhnya.***(dik)
bama84 October 12th, 2009, 04:20 PM Dunia Usaha Minta Infrastruktur KEK Dumai Dibenahi
Friday, 09 October 2009 08:21
Bulan lalu, DPR RI telah mensahkan Undang-undang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Tak mau ketinggalan peluang emas, Provinsi Riau mengajukan Kota Dumai sebagai salah satu lokasi KEK. Tapi, kalangan pengusaha Riau menilai, masih banyak kendala untuk mewujudkannya.
Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Riau, M Herwan menilai, belum ada arah yang jelas tentang pengembangan KEK Dumai. “Seharusnya ada format khusus tentang apa yang mau ditonjolkan dalam KEK Dumai,” katanya kepada riaubisnis.com di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2009).
Menurut Herwan, Pemprov Riau masih lambat dalam merespon pengembangan KEK Dumai. Padahal isu ini sudah berkembang beberapa tahun lalu. Buktinya, sampai sekarang infrastruktur yang memadai belum tersedia. Contohnya, jalan dan air bersih yang masih minim.
“Kalau memang (Pemprov Riau, red) serius, seharusnya sudah dari dulu dipersiapkan infrastruktur penunjangnya,” kritiknya.
Herwan memprediksi, KEK akan terbagi dalam beberapa wilayah. Untuk di Sumatera, akan terbagi dalam tiga wilayah, yakni Sumatera Utara, Tengah dan Selatan. Di Sumatera Tengah sudah ada kawasan Batam, Bintan Karimun (BBK) yang terlebih dahulu eksis sebagai free trade zone. Besar kemungkinan BBK akan menjadi pilihan utama lokasi KEK di Sumatera bagian Tengah.
“Mereka sudah eksis duluan. Kalau tidak ada konsep khusus yang spesial dari kita untuk menyaingi mereka, maka peluang Dumai akan semakin kecil,” katanya.
Herwan menyarankan, agar dibentuk sebuah tim khusus yang fokus menangani persiapan Dumai menjadi lokasi KEK hingga tuntas. Tim ini, terdiri dari pemerintah, dunia usaha, akademisi dan perwakilan masyarakat. “Kadin Riau siap membantu Pemda untuk merumuskan konsep pengembangan KEK Dumai sampai selesai. Karena, ini juga untuk pengembangan pembangunan Riau juga,” tegasnya.
Herwan juga mewanti-wanti, agar KEK Dumai bukan cuma sebagai pemanis dunia usaha saja. "Maksudnya, jangan hanya menjadi bahan untuk memenuhi permintaan pengembangan Kawasan Industri Dumai milik Wilmar Grup. Seperti diketahui, Wilmar Grup menyanggupi memberikan sebagian lahannya untuk lokasi KEK Dumai," ujarnya.
Makanya, Herwan menyarankan, harus ada perjanjian yang jelas antara Pemda setempat dengan Wilmar Grup. “Kalau tidak, masalah baru seperti sengketa lahan akan timbul di kemudian hari ketika KEK sudah terwujud,” katanya.
Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Riau, Helfried Sitompul sependapat dengan Herwan. Baginya, masalah infrastruktur merupakan batu sandungan terbesar bagi KEK Dumai.
“Sarana dan prasarana penunjang harus segera dipenuhi. Selain itu, harus dibuat konsep yang matang dan terarah agar mampu memberikan multiplier effect kepada perekonomian sekitar,” pintanya.
Helfried juga menyarankan, agar dibuat regulasi yang jelas antara pengelola KEK Dumai dengan pelaku usaha yang ada. Jika tidak dikhawatirkan, bisa memicu terjadinya monopoli industri. ”Akibatnya nanti justru merugikan kalangan dunia usaha dan masyarakat setempat,” khawatirnya.(*)
sumber: riaubisnis.com
rilham2new October 17th, 2009, 04:15 PM Proyek Air Bersih Kota Dumai, senilai Rp 200 Miliar (kalau gak salah) dibiayai investor asing .....
Dari RIAUPOS Edisi Cetak 3 Oktober 2009.
http://farm3.static.flickr.com/2519/4019475918_0abcb53b0d_o.jpg
bama84 October 19th, 2009, 04:48 PM Operasional Roro Dumai-Melaka Molor Lagi
Thursday, 15 October 2009 09:24
Setelah rencana operasional penyeberangan roll-on roll-off (Roro) Dumai-Melaka pada Juli 2009 lalu batal karena terkendala kapal, kini kembali tersendat. Kali ini disebabkan adanya peralihan lintas penyeberangan dari Dumai-Kuala Linggi menjadi Dumai-Tanjung Keling, juga di Melaka.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau Emrizal Pakis mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan hasil pertemuan dengan delegasi Kerajaan Malaka dan pada Forum Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang diadakan pada 13-14 Oktober 2009 kemarin.
“Sehingga mau tidak mau, operasional Roro kembali ditangguhkan hingga pemerintah Melaka selesai memindahkan pelabuhan Kuala Linggi ke Tanjung Keling,” ujarnya kepada riaubisnis.com, Kamis (15/10/2009) di ruang kerjanya.
Berdasarkan analisa sementara, kata Emrizal, proses pemindahan tersebut memakan waktu 7-9 bulan. Namun jika dikerjakan secara serius, hal tersebut bisa tuntas dalam waktu dua bulan.
“Dari hasil pertemuan kita dengan delegasi Kerajaan Melaka, lintas penyeberangan kapal Roro yaitu Dumai-Kuala Linggi di perbatasan Thailand yang jauhnya berkisar 106 mil dengan waktu tempuh 5 jam. Saat surut ketinggin air hanya sekitar 1 meter, sehingga tidak memungkinkan kapal kapasitas besar untuk berlabuh,” jelasnya.
Dengan demikian, lanjut Emrizal, berdasarkan kesepakatan pemerintah Indonesia dan Malaysia, pelabuhan Roro di Melaka dipindahkan ke Tanjung Keling. Karena berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh utusan Riau dan Melaka, kondisi di Tanjung Keling lebih baik daripada Kuala Linggi.
“Kondisi Tanjung Keling lebih dalam sehingga memungkinkan kapal berlabuh. Sementara jika kita tetap bertahan di Kuala Linggi, membutuhkan dana cukup besar untuk pembenahan atau barangkali pengerukan,” ucapnya.
Emrizal menambahkan, kondisi di Tanjung Keling memang lebih bagus dari Kuala Linggi. Selain itu Tanjung Keling sudah ada pelabuhan yang siap beroperasi dan jaraknya hanya 7 kilometer dari Melaka.
Lebih lanjut Emrizal mengatakan, secara relgulasi, administrasi, kapal, infrastruktur darat dan laut, Riau sudah siap. Untuk itu, Riau meminta agar Pemerintah Melaka secepatnya menuntaskan pembangunan pelabuhan Roro di Melaka. Sehingga, operasional Roro dapat segera laksanakan.
“Sejauh ini, kendala pengoperasian Pelabuhan Roro Dumai-Melaka hanya berada di pihak Malaka yang tetap menginginkan pelabuhan Roro berada di Kuala Linggi, karena masih termasuk dalam wilayah pemerintahan Melaka. Sedangkan di Tanjung Keling masuk wilayah Pemerintah Pusat Malaysia. Namun dari hasil kesepatan kita kemarin, mereka akan segera mengerjakannya dan memindahkan pelabuhan Roro ke Tanjung Keling," pungkasnya. (*)
sumber: riaubisnis.com
bama84 October 23rd, 2009, 04:35 PM Pembangunan Jembatan Dumai-Melaka Masih Kabur
Friday, 23 October 2009 09:46
Rencana pembangunan megaproyek jembatan yang menghubungkan Dumai-Melaka sepertinya masih sebatas wacana. Pasalnya dalam pertemuan yang digelar Pemprov Riau dan Pemerintah Malaysia belum ada perkembangan yang berarti.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau Emrizal pakis kepada riaubisnis.com usai mengikuti pertemuan tersebut, Jumat (23/10/2009) di Kantor Gubernur Riau menyebutkan, saat ini belum ada kepastian menyangkut rencana tersebut.
“Pertemuan itu masih membicarakan kemungkinan-kemungkinan yang bisa kita lakukan. Karena proyek ini tidak hanya melibatkan Pemprov Riau dengan Pemerintah Malaysia, namun sudah membawa nama Indonesia,” katanya.
Beberapa poin dari pembicaraan tersebut, antara lain adalah menyangkut konstruksi bangunan, funding yang akan membiayai, pembicaraan pemimpin kedua belah pihak dan feasibility study-nya.
“Kita belum akan melakukan apa-apa, karena semuanya harus melihat hasil dari feasibility study yang dilakukan. Karena tidak mungkin kita membangun sebuah proyek tanpa kita tahu layak atau tidaknya proyek itu dijalankan,” ujarnya.
Emrizal menambahkan, hingga saat ini salah satu perbankan di Republik Rakyat China (RRC) masih menjadi satu-satunya pihak yang berminat untuk menggarap mega proyek tersebut. Namun semuanya masih belum jelas seperti apa konsepnya.
“Mungkin kita butuh lebih banyak lagi pertemuan untuk membicarakan kejelasannya seperti apa. Untuk itu dalam pertemuan gubernur se-Sumatera akhir November nanti kita akan bicarakannya kembali,” katanya.
Emrizal tetap optimis proyek ini akan terus jalan. Karena menurutnya ada rencana strategis yang ingin diambil jika rencana ini bisa terealisasi dengan baik. Apalagi dari aspek bisnis akan menguntungkan kedua belah pihak.
Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan jembatan penghubung Indonesia dan Malaysia, yang direncanakan dibangun di Dumai dan Melaka sepanjang 48 kilometer, bisa menelan biaya ratusan triliun rupiah. Kalau terealisasi, masa perencanaan dan pembangunan diperkirakan memakan waktu 10 tahun.
Dalam pertemuan tersebut Pemerintah Malaysia diwakili oleh Dt Tantri Ibrahim Zein. Kepada riaubisnis.com usai pertemuan Tantri mengatakan, semuanya masih dalam tahap pembicaraan. “Sehingga belum ada yang harus dijelaskan,” katanya singkat. (*)
sumber: riaubisnis.com
rilham2new October 25th, 2009, 08:15 AM Ini beritanya :
Akhir tahun, Air PDAM ditargetkan Mengalir
* Dari RIAUPOS edisi cetak 22 Oktober 2009
http://farm3.static.flickr.com/2714/4039692808_78d1031220_o.jpg
rilham2new October 25th, 2009, 08:15 AM Progress Pembangunan PIPA AIR BERSIH Kota DUMAI
*Dari RIAUPOS Edisi Cetak 22 Oktober 2009
http://farm3.static.flickr.com/2586/4038942617_e250f7e75b_o.jpg
rilham2new October 25th, 2009, 08:18 AM EDITED, double post.
rilham2new October 25th, 2009, 08:53 AM BCA baru buka Kantor di DUMAI!!!
http://farm3.static.flickr.com/2572/4038942563_c168eb7207_o.jpg
======
Di DUMAI Bank Mandiri nya sudah ada 2 cabang ... Bank Riau saja ada sekitar 3 cabang gitu di sana. BNI juga perasaan aku sudah punya cabang di kota ini.
Kalau denger2 rencana, Bank Mandiri juga mau buka kantor cabang di Bangkinang.
rilham2new November 7th, 2009, 05:37 AM Pengerjaan PIPA PDAM Kota Dumai terus digesa ...
dari RIAUPOS edisi cetak 4 November 2009
http://farm3.static.flickr.com/2433/4081522241_847e60a34b_o.jpg
bama84 November 9th, 2009, 04:32 PM Pemko Dumai Optimis Daerahnya Jadi KEK
Written by badri Monday, 09 November 2009 09:12
Meski masih dalam tahap penilaian Pemerintah Pusat, Pemerintah Kota (Pemko) Dumai tetap pede kalau Dumai bakal terpilih menjadi salah satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia.
Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Dumai Sunaryo kepada sejumlah wartawan usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) di Hotel Pangeran Pekanbaru, Senin (9/11/2009). Menurutnya Dumai pantas menjadi KEK di Indonesia.
“Persyaratan kita barangkali sudah cukup. Dari kelengkapan sarana dan prasarana kita sangat memadai, apalagi ditunjang dengan letak Dumai yang sangat strategis,” katanya.
Saat ini menurut Sunaryo, pihaknya sudah menyiapkan lahan sekitar 500 hektare untuk mendukung rencana KEK Dumai . Hal ini kata dia, membuktikan keinginan Dumai menjadi KEK sangat serius.
“Kita masih melihat kemungkinan seperti apa nantinya KEK Dumai ini. Basis industri yang akan dikembangkan masih akan dibicarakan sambil menunggu keputusan dari pemerintah,” ujarnya.
Dalam penilaian awal beberapa waktu lalu, Dumai sepertinya sudah mendapatkan lampu hijau. Pasalnya kawasan pesisir itu dinilai sebagai daerah yang paling serius menjadi KEK, dari 21 daerah lainnya di Indonesia yang juga berkeinginan menjadi KEK.
Sementara itu sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Riau Herliyan Saleh kepada riaubisnis.com mengungkapkan, pihaknya sangat mendorong Dumai menjadi KEK. Apalagi sejak berpisahnya Kepulauan Riau dari Riau.
“Dulu kita masih punya Batam yang bisa diandalkan. Namun sejak terpisah, kita harus melihat potensi daerah lain yang bisa dikembangkan, dan Dumai kita lihat potensial untuk itu,” ujarnya.
Letaknya yang sangat strategis, ditambah dengan kelengkapan sarana dan prasarana berupa pelabuhan laut, kata Herliyan cukup untuk menjadikan Dumai sebagai KEK.
“Mudah-mudahan nanti keinginan kita menjadikan Dumai sebagai salah satu KEK di Indonesia bisa terkabul. Draftnya sedang dikaji di Pusat untuk melihat apakah Dumai bisa atau tidak,” pungkasnya
sumber: riaubisnis.com
gussinyo November 10th, 2009, 08:43 AM kalau membangun jembatan Dumai-Malaka kayaknya belum saatnya sekarang, yg banyak diuntungkan justru Malaysia
mendhing bangun Pelabuhan Internasional di Dumai, kalau bisa lebih besar daripada pelabuhan Singapura dan Johor Baru juga Malaka, itu baru terasa manfaatnya buat Dumai
rilham2new November 10th, 2009, 08:45 AM ^^ DUmai udah punya pelabuhan ekspor-impor yang nilai perdagangannya besar .... Terbesar di Sumatra malah ..... AKu malah merasa, jangan-jangan pelabuhan Dumai ini di Indonesia cuman kalah sama Tanjung Priok sama Tanjung Perak ...
Soalnya perdagangan ekspor-Impor RIAU aja .... setahun nilainya bisa US$ 10 miliar ... itu setelah penurunan 44% ..... Kebayang kalau ekonomi dunia recover tahun depan :nuts:
rilham2new November 10th, 2009, 08:58 AM gambar kadang2 berbicara lebih banyak :D ... baiklah ...
Ini dermaga PT. PERTAMINA
http://farm3.static.flickr.com/2514/4090899349_9acd3b530e_o.jpg
Ini dermaga PT. Chevron Pacific Indonesia
http://farm3.static.flickr.com/2725/4091657900_63be727c82_o.jpg
Dermaga PT. PELINDO ada juga gambarnya .... malah lebih besar ukurannya ... itu bentuknya kayak terminal petikemas malah ...
chow November 10th, 2009, 11:39 AM to bama
kayaknya ada yang kurang dari thread ni...
gak ada profile kota dumainya, mending postingan pertama di edit aja diganti ama profile singkat kota dumai :D, cari di situsnya atau wikipedia ada tu... :D
chow November 10th, 2009, 11:42 AM INILAH.COM, Jakarta - PT Pelindo I akan membangun pelabuhan Dumai dengan infrastruktur khusus guna mendukung upaya menjadikan Dumai sebagai Indeks harga CPO dunia yang mulai aktif awal tahun 2012.
Demikian dikatakan Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Pelindo I, Bambang Eka Cahyana kepada wartawan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (20/8). "Pada awal 2012 diharapkan Dumai sebagai Indeks CPO dunia akan mulai berfungsi," terang Bambang.
Lanjutnya, untuk merealisasikan rencana tersebut saat ini Pelindo I tengah mempesiapkan infrastruktur pendukung, dari memperbesar pelabuhan sampai infrastruktu penampungan lainnya. "Saat ini Indonesia memang menjadi negara produsen CPO terbesar dunia, namun indeks harga CPO masih memakai indeks Rotherdam, Belanda. Makanya kita ingin membuat indeks sendiri," tandasnya.
Sementara ditanya soal bagaimana dukungan industri CPO di dalam Negeri, Bambang menjelaskan kita sudah mendapat dukungan industri CPO nasional. Bahkan, adapula dari trader CPO dunia, misalnya dengan trader CPO terbesar dunia dari Perancis.
"Pelabuhan Dumai nantinya akan menampung CPO yang dari Kalimantan dan Sumatera sebelum dipasarkan ke Eropa dan Timur Tengah dengan memakai indeks harga Dumai," terang Bambang.
Untuk menambah pelebaran pelabuhan Dumai, Pelindo I akan mengucurkan dana hingga US$125 juta. Sementara untuk sumber pendanaannya, selain dana internal, akan dicari pinjaman dari JBIC (japan bank for international corporation). "Untuk sumber dana dari JBIC belum tahu berapa besarannya" jelas Bambang.
:cheers:
chow November 10th, 2009, 12:15 PM http://img69.imageshack.us/img69/9872/dsc01679m.jpg
http://img132.imageshack.us/img132/8803/dsc01680h.jpg
http://img29.imageshack.us/img29/3006/dsc01689ov.jpg :D
chow November 10th, 2009, 12:16 PM http://img233.imageshack.us/img233/3596/dsc01669u.jpg
sori, beritanya dah lama :D
chow November 10th, 2009, 12:20 PM ini jembatan apa saya kurang tahu...
http://img130.imageshack.us/img130/2268/dsc01687.jpg
rilham2new November 10th, 2009, 01:16 PM http://img233.imageshack.us/img233/3596/dsc01669u.jpg
sori, beritanya dah lama :D
Di Dumai, udah ada pabrik BIODIESEL paling besar di Indonesia .... Dan perusahaan ini memasuk BIOSOLAR ke pulau Jawa...
heran, Dumai ini potensi nya raksasa ... dan jauh lebih INDUSTRI ketimbang Pekanbaru... cuman karena kurang perhatian (dari Pusat) .... Bahkan di dataran Pulau Sumatra, kayaknya gak ada Kota yang bener2 mendedikasikan ekonominya untuk kegiatan industri dan pelabuhan kayak Dumai ini .... Jasa DUMAI bagi gerbang masuk ekspor-impor Riau begitu besar :cheers: ... Bahkan , bagi regional Sumatra Bagian Tengah :nuts:
bama84 November 10th, 2009, 07:26 PM ^^ DUmai udah punya pelabuhan ekspor-impor yang nilai perdagangannya besar .... Terbesar di Sumatra malah ..... AKu malah merasa, jangan-jangan pelabuhan Dumai ini di Indonesia cuman kalah sama Tanjung Priok sama Tanjung Perak ...
Soalnya perdagangan ekspor-Impor RIAU aja .... setahun nilainya bisa US$ 10 miliar ... itu setelah penurunan 44% ..... Kebayang kalau ekonomi dunia recover tahun depan :nuts:
cuma satu yang kurang dari pelabuhan dumai, belum adanya crane yang memadai untuk bongkar muat peti kemas.Itu lo, seperti yang dipelabuhan singapore.
rilham2new November 10th, 2009, 07:36 PM ^^ mayoritas yang diperdagangkan kan, benda2 LIQUID ;) ....
Kayak Minyak Bumi dan kelapa Sawit :) ... yang berlabuh juga mayoritas kapal tanker :D
Tapi yang dermaga PT. PELINDO nya ada yang pake CRANE kok :)
Memang bukan CRANE yang bisa BERGESER kayak model Batu Ampar, Batam ... atau Tanjung Priok, atau Singapore sih :D ... Sama PORT KLANG - Selangor dan PORT DICKSON - Negeri Sembilan, aja masih kalah .... tapi gak usah khawatir.
Gak pake crane bergeser gitu, kurasa karena Dermaganya lebih ke bentuk memanjang mengikuti alur pantai ketimbang, menjorok ke tengah laut (kayak Tanjung Priok).
gambar kadang2 berbicara lebih banyak :D ... baiklah ...
Ini dermaga PT. PERTAMINA
http://farm3.static.flickr.com/2514/4090899349_9acd3b530e_o.jpg
Ini dermaga PT. Chevron Pacific Indonesia
http://farm3.static.flickr.com/2725/4091657900_63be727c82_o.jpg
Dermaga PT. PELINDO ada juga gambarnya .... malah lebih besar ukurannya ... itu bentuknya kayak terminal petikemas malah ...
bama84 November 10th, 2009, 07:37 PM kalau membangun jembatan Dumai-Malaka kayaknya belum saatnya sekarang, yg banyak diuntungkan justru Malaysia
mendhing bangun Pelabuhan Internasional di Dumai, kalau bisa lebih besar daripada pelabuhan Singapura dan Johor Baru juga Malaka, itu baru terasa manfaatnya buat Dumai
itu pemikiran yang sempit. Siapa bilang, kenapa malaysia yang paling diuntungkan ?, justru jembatan dumai-malaka perlu dibangun sekarang manfaatnya baru terasa kemudian. Arus bisnis Indonesia-Malaysia akan meningkat, ini tentu membuka lapangan kerja. Ingat, Malaysia itu sudah bisa dibilang hampir menjadi negara maju. Minimal kemajuan di Malaysia bisa menular ke Indonesia. yang paling diuntungkan ialah siapa yang bisa memanfaatkaan keberadaan jembatan tsb.
Pelabuhan juga penting. pelabuhan Dumai perlu diupgrade seperti yang disingapur, lebih bagus lebih baek.
bama84 November 10th, 2009, 07:38 PM to bama
kayaknya ada yang kurang dari thread ni...
gak ada profile kota dumainya, mending postingan pertama di edit aja diganti ama profile singkat kota dumai :D, cari di situsnya atau wikipedia ada tu... :D
iya, aku belum sempat pasang profilnya. Gimana kalau kamu saja yang pasang profilnya?:)
bama84 November 10th, 2009, 07:40 PM ini jembatan apa saya kurang tahu...
http://img130.imageshack.us/img130/2268/dsc01687.jpg
sepertinya ini jembatan tol pekanbaru-dumai, melintasi sungai didaerah rawa-rawa.
rilham2new November 10th, 2009, 08:36 PM Hmm, sebenarnya yang pakai CRANE di Dermaga PT. PELINDO udah ada kok ... cuman memang bukan CRANE geser ... tapi CRANE Putar-putar :D hihi
Lihat gambar di bawah ini :D
Beberapa gambar DUmai ...
dapat dari sini .. http://www.flickr.com/photos/fitri-agung/
http://www.flickr.com/photos/tamhar/
Ada juga dari source2 lain, mulai dari PHOTOBUCKET, MULTIPLY, PANORAMIO, dan lain-lain lah.
None of the pictures are mine. I'm only the re-poster from the public domain :) ...
Dumai - The 2nd largest City in Riau
Busy Port (gambar no. 2-4 diambil dalam satu kali kesempatan ... menandakan, Dumai adalah kota pelabuhan yang cukup sibuk)
1
http://farm4.static.flickr.com/3382/3273241859_8344fd8812_b.jpg
2
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/9/R0015469.jpg?et=jTamUvkP9XEpA8izJzdCpg&nmid=161644931
3
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/8/R0015455.jpg?et=mnXn0E%2CubOuPk4Y3pKhxSw&nmid=161644931
4
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/7/R0015474.jpg?et=hdhwQhoaPx1A4R3frGr0Qw&nmid=161644931
5 Terminal penampungan CPO (Crude Palm Oil)
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/6/R0015462.jpg?et=F6bhQC%2CvSgeJGcEUM2gkmA&nmid=161644931
6 Terminal penampuangan CPO
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/4/IMG-0722-Small.jpg?et=WVNE9FGUjdJnf5NBXhSxAg&nmid=161644931
7 Sebelah-sebelahan kayaknya sama Tank2 nya Pertamina .. DUMAI adalah UNITPENGOLAHAN II Pertamina (dan mengelola distribusi Minyak untuk regional Sumatra Bagian Tengah).
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/3/IMG-0723-Small.jpg?et=WWwDPo4zIdT7xDqwgfhCRw&nmid=161644931
chow November 14th, 2009, 08:26 AM http://img197.imageshack.us/img197/5205/dsc01673st.jpg
http://img132.imageshack.us/img132/9661/dsc01674at.jpg
http://img689.imageshack.us/img689/4420/dsc01676l.jpg
http://img689.imageshack.us/img689/1072/dsc01677d.jpg
rilham2new November 14th, 2009, 04:13 PM ^^ Itu bangunannya udah siap .... :)
chow November 15th, 2009, 04:58 AM yang dibelakang terminal...warna biru itu paan ya ham... laut ya?
chow November 15th, 2009, 05:02 AM iya, aku belum sempat pasang profilnya. Gimana kalau kamu saja yang pasang profilnya?:)
aku kan gak bisa edit,coz TS nyakan Bama...:D
rilham2new November 15th, 2009, 05:29 AM yang dibelakang terminal...warna biru itu paan ya ham... laut ya?
Kayaknya memang laut :D
Kris18 November 15th, 2009, 05:54 AM http://img69.imageshack.us/img69/9872/dsc01679m.jpg
http://img132.imageshack.us/img132/8803/dsc01680h.jpg
http://img29.imageshack.us/img29/3006/dsc01689ov.jpg :D
GAk kebayang kalau jalan tol Pekanbaru-Dumai udah jadi :angel: . Perjalanan dari Pekanbaru ke Dumai akan menyenangkan . Dilihat dari desainnya seperti jalan-jalan tol di Pulau Jawa yaa... :)
Menurutku, lebih baik sambungan dari Timur ke Selatan. Terutama kota-kota penting dalam hal industri dan perekonomian di Riau. Jadi harus ada jalan tol Dumai - Pekanbaru - Pangkalan Kerinci , Tanjung Buton (Siak) - Pekanbaru - Pelalawan :cheers: nah, itu baru mantap !!
Kris18 November 15th, 2009, 06:00 AM iya, aku belum sempat pasang profilnya. Gimana kalau kamu saja yang pasang profilnya?:)
Aku ada sejarah singkat kota Dumai di thread Riau lengkap dengan gambar-gambar :D Sejarah Dumai (http://www.skyscrapercity.com/showpost.php?p=39185430&postcount=30)
Mungkin bang Ilham bisa bantu dengan keterangan administratif , potensi dan geofrafis nya :D
chow November 15th, 2009, 06:02 AM GAk kebayang kalau jalan tol Pekanbaru-Dumai udah jadi :angel: . Perjalanan dari Pekanbaru ke Dumai akan menyenangkan . Dilihat dari desainnya seperti jalan-jalan tol di Pulau Jawa yaa... :)
Menurutku, lebih baik sambungan dari Timur ke Selatan. Terutama kota-kota penting dalam hal industri dan perekonomian di Riau. Jadi harus ada jalan tol Dumai - Pekanbaru - Pangkalan Kerinci , Tanjung Buton (Siak) - Pekanbaru - Pelalawan :cheers: nah, itu baru mantap !!
betul, kemarin gak salah pernah ada wacana tol pekanbaru-pangkalan kerinci ... apa gak jadi ya?
oh ya.. toll pku-dumai nya ini panjangnya luar biasa 135 KM!!!
chow November 15th, 2009, 06:09 AM Tol Dumai-Pbaru bukan hanya mempermudah akses ke Dumai tapi juga ke pulau Rupat...kalo tol ini selesai, ada baiknya pulau di utara Dumai (Rupat) udah punya wisata resort berkelas dunia...
jadi kalo liburan dari pekanbaru ke pulau Rupat cuma butuh waktu 2,5 jam :D.... gak perlu jauh2 ke tetangga...:D
pulau rupat ini kan unik juga lo...http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Rupat
:)
Kris18 November 15th, 2009, 06:14 AM Kepulauan Provinsi Riau di Selat Melaka itu memang punya potensi-potensi yang luar biasa , alam dan lokasinya yang amat strategis juga di perairan selat tersibuk. Pantainya pasir putih lagi... Bintan aja , gak nyangka bisa jadi resort sekelas dunia.
Pulau Rupat pas di Riau Expo aku lihat bakal dijadikan tempat transmigran lagi! :nuts: . Katanya disitu bakal dibangun kawasan industri baru dan dermaga, nah pemukimannya itu berasal dari transmigran :nuts:
rilham2new November 15th, 2009, 06:31 AM ^^ OMG :eek2: ...
Transmigran ... :ohno:
Padahal dulu, kalau ikut desain awal yang dicanangkan Mantan Gubernur Riau (kini narapidana/terdakwa/tersangka atau apalah) Saleh Djasit. Katanya di Rupat sudah didisain sebagai Resort ala-ala Bintan gitu. Dan disain nya udah siap dari awal tahun 2000-an.
ITu prioritas dia. Malah kalau dia kepilih jadi gubernur lagi tahun 2003, dia bakal langsung membangun. Apa daya, waktu itu yang kepilih malah Rusli Zainal :D hehehe, habis itu hilang gaungnya.... dan tiba2 mau jadi kawasan transmigrasi :eek:
anja sadiqa November 16th, 2009, 05:10 AM dah mulaingak kontruksinya?oq ndak ada picnya?
chow November 17th, 2009, 03:41 AM dah mulaingak kontruksinya?oq ndak ada picnya?
susah dapatnya bro, coz disini gak ada tinggal di dumai... semua yang posting orang pekanbaru... :D
rilham2new December 2nd, 2009, 04:45 PM Salah satu proyek drainase Kota Dumai
Dari RIAUPOS edisi cetak 23 November 2009
http://farm3.static.flickr.com/2578/4152383317_0dd001e477_o.jpg
------
Susah dapatin update gambar Kota Dumai lewat e-paper RIAUPOS. Soalnya, RIAUPOS Group di kawasan itu sudah punya Koran sendiri, namanya DUMAIPOS ... Jadinya, gambar komprehensif ada di sana pastinya. Cuman masalahnya adalah DUMAI POS gak ada e-paper nya T_T./
rilham2new December 10th, 2009, 03:27 AM Progress Proyek Pipa PDAM / Air Bersih Kota Dumai
Dari RIAUPOS edisi cetak 4 Desember 2009
http://farm3.static.flickr.com/2602/4173400070_02aa27ef1f_o.jpg
rilham2new December 10th, 2009, 03:27 AM Progress Proyek Pelebaran Jalan Sukarno-Hatta
Dari RIAUPOS edisi cetak 9 Desember 2009
http://farm3.static.flickr.com/2502/4172061894_268dfe7f86_o.jpg
rilham2new December 10th, 2009, 03:32 AM Progress Salah Satu Proyek Pengerasan Jalan di Dumai
Dari RIAUPOS 3 Desember 2009
http://farm3.static.flickr.com/2551/4171304965_30bf06d4ca_o.jpg
rilham2new December 29th, 2009, 01:35 PM Di Riau Daratan BNI Securities sudah ada di Pekanbaru, Dumai, dan Selatpanjang. Itu di luar kantor BNI yang rasanya sudah ada hampir di semua ibukota kabupaten :D... Dan ternyata BNI Securities di kawasan Sumatra Bagian Tengah, itu berpusat di Pekanbaru :D... BNI Securities Pekanbaru membawahi BNI Securities Padang, Selatpanjang, Dumai, dan Batam.
BNI Securities Akan Buka Cabang di Dumai
Dalam waktu dekat BNI Securities Pekanbaru akan membuka kantor cabang di Kota Dumai. Besarnya potensi ekonomi di Dumai, menjadi faktor penyebab salah satu perusahaan sekuritas pelat merah ini membuka kantornya di sana.
“Dumai menjadi kota yang sangat prospek untuk industri sekuritas. Karena mereka punya fasilitas dan sedang berkembang perekonomiannya.” kata Branch Manager BNI Securities Pekanbaru, Fajar Haryo Suseno, kepada riaubisnis.com di ruang kerjanya, Selasa (29/12/2009).
Fajar memprediksi, dalam setahun kantor cabang terbarunya itu mampu meraup transaksi rata-rata Rp 10 miliar per bulan. Ia begitu optimis karena banyaknya calon nasabah kelas kakap yang belum terjamah industri sekuritas. ”Padahal mereka punya pendapatan yang sangat lumayan dan cukup untuk bermain saham,” katanya.
Ia menambahkan, dengan dibukanya kantor cabang di Dumai akan mengoptimalkan pelayanan. Selain itu juga untuk menjaring nasabah-nasabah baru. BNI Securities memang tengah membidik para pegawai perusahaan besar di Dumai dan sekitarnya seperti Chevron dan Pertamina.
“Marketnya sangat potensial. Sekarang ini kan untuk bermain saham bisa dengan online trading. Makanya sangat terbuka peluang industri sekuritas di Dumai. Bahkan persentase nasabah kami di Riau yang melakukan online trading sebesar 46 persen,” jelasnya.
Sebelumnya, BNI Securities Pekanbaru telah membangun unit kerja di Selatpanjang, Padang dan Batam. Di sana, perusahaan sekuritas itu menerapkan sistem kemitraan dengan pelaku usaha setempat.
“Kami pakai sistem kemitraan dengan pola bagi hasil sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama oleh mitra kami. Jadi meski di luar Pekanbaru, transaksi dan komplain nasabah bisa kami layani,” terang Fajar.
Langkah ekspansi usaha dengan membuka kantor cabang di beberapa daerah yang potensial di Riau dan Kepulauan Riau akan terus dilakukan oleh BNI Securities Pekanbaru. Bahkan kini, ada beberapa daerah lagi yang mulai dilirik. Diantaranya Kota Tanjungpinang.
“Sebagai ibu kota Kepulauan Riau, Tanjungpinang sangat layak dan potensial untuk industri sekuritas. Yang penting fasilitas untuk melakukan online trading dan memantau saham tersedia,” ungkapnya.
Untuk 2010, Fajar memprediksi industri sekuritas masih bisa tumbuh dan berkembang di Riau. Tapi, besarannya sangat bergantung kepada situasi dan kondisi pasar. “Ke depannya, pasar masih sangat berfluktuatif akibat kasus gagal bayar Dubai dan Bank Century. Sehingga mengganggu kinerja beberapa saham unggulan di lantai bursa,” pungkasnya. (*)
oleh ZUPRIANTO | Edited by Badri
rilham2new January 4th, 2010, 03:18 PM Progress Proyek Pipa AIr Bersih / PDAM Kota Dumai
*Dari RiauPos 31 Desember 2009
http://farm5.static.flickr.com/4047/4244510072_b30201248d_o.jpg
rasarya January 5th, 2010, 08:30 AM moga aja air nya bener2 bersih dan bening.. jgn kyk pekanbaru.. sangking kayanya tu kota dengan minyak.. sampe2 air PDAM aja berminyak.. :ohno::ohno:
rilham2new January 5th, 2010, 11:25 AM Sampe2 pemerintah terpaksa mau bikin sub-sistem PDAM baru (kelihatannya perusahaan baru juga), khusus Pekanbaru Selatan. Soalnya sub-sistem Pekanbaru memang susah, tapi kalau di rumahku sih Air PDAM baik2 saja, soalnya selain pake pompa... kita pake filter juga.
Pengalaman aku sih air PDAM di Indonesia ini gak ada yang beres, aku udah pernah ngerasain air PDAM di hampir seluruh kota2 besar di Sumatra (minus Bengkulu, Jambi, Bandarlampung, Banda Aceh, dan Bangka-Belitung) .... Gak ada satupun yang airnya lebih bagus dari air keluaran Syarikat Air Johor (SAJ) di Malaysia :D hahaha .... Apalagi di Jakarta Pusat, behhhh itu parahh abis. :D ,
Lebih parah dari PKU :tongue2:
Kris18 January 9th, 2010, 01:41 AM Riaupos Edisi Cetak 7 Januari 2010
Proyek Pelebaran Jalan Soekarno Hatta, penunjang infrastruktur di kota Dumai :cheers:
http://farm5.static.flickr.com/4052/4255922826_28397920a7_o.jpg
Kris18 January 9th, 2010, 01:42 AM http://farm3.static.flickr.com/2738/4255160385_553014e291_o.jpg
Kris18 January 13th, 2010, 07:12 AM dari Riaupos Edisi Cetak
http://farm5.static.flickr.com/4029/4270304205_e15e5cc3b3_o.jpg
jendry January 17th, 2010, 07:00 PM dumaipos.com
http://img704.imageshack.us/img704/6416/bandarapinangkampai1.jpg (http://img704.imageshack.us/i/bandarapinangkampai1.jpg/)
DUMAI -- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Dumai dan Pemko Dumai sepakat mendesak pengalokasian dana dari APBN, untuk perpanjangan landasan pacu (runway) Bandar Udara (Bandara) Pinang Kampai. Pentingnya dana untuk perpanjangan runway tersebut menurut Wakil Ketua DPRD Kota Dumai H Zainal Abidin SH kepada RPG, Jumat (15/1), adalah untuk mendukung terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Dumai. Sebab, persayaratan taransportasi udara merupakan salah satu pendukung KEK tersebut.
‘’Kita bersama-sama dengan Pemko Dumai serius dan sangat kuat memperjuangkan dana untuk perpanjangan landasn pacu Bandara tersebut. Sebab, ini merupakan salah satu penunjang untuk terbewujudkanya KEK di Kota Dumai, sehingga segala sesuatunya harus dipersiapkan,’’ tuturnya.
Menurutnya, jangan hanya terbentur perpanjangan landasan pacu Bandara itu, KEK di Kota Dumai bermasalah. Sebab, Bandara yang ada sekarang belum cocok untuk jenis pesawat Boing, karena hanya bisa untuk untuk jenis pesawat Foker.
‘’Setelah penyerahan pengelolaan Bandara ke Pemko Dumai, kita berusaha untuk memaksimalkan kelengkapan Bandara Pinang Kampai tersebut. Hanya saja semua itu perlu proses. Kendalanya saat ini hanya panjang Bandara saja, jika sudah dapat digunakan untuk pendaratn Boing, kita yakin banyak jalur penerbangan dari Kota Dumai ke daerah dan luar negeri,’’ urainya.
Di lain pihak, Pemko Dumai dalam hal ini Kadishub Kota Dumai H Syafruddin Kamal mengatakan, diperkirakan lebih dari Rp100 miliar lagi diperlukan untuk pelebaran dan perpanjangan runway Bandara Pinang Kampai Dumai.
Saat ini, ujarnya, telah diajukan dana untuk penambahan runway dalam dua tahap. Tahap pertama Rp50 miliar, sisanya menyusul dalam jumlah yang sama. Namun ada kemungkinan dana tersebut berubah sesuai keperluan.
‘’Jika tidak cepat-cepat dilakukan penambahan runway, maka sampai kapan pun hanya jenis pesawat Foker saja yang bisa mendarat di Bandara Pinang Kampai,’’ katanya.
Dikatakan, saat ini diperlukan penambahan runway sepanjang 450 meter. Sebab, panjang runway saat ini hanya 1.800 meter.(zar/rpg)
jendry January 17th, 2010, 07:01 PM dumaipos.com
Surplus Bumiputera Dumai Rp1,9 Milyar
16 Januari 2010 - 08.15 WIB
DUMAI -- Sebagai Asuransi jiwa tertua di Indonesia ternyata untuk Cabang Dumai pencapaian Asuransi Bumiputera 1912 setiap tahun selalu melebihi target. Untuk tahun 2009 lalu pencapaian surplus mencapai Rp1,9 milyar.
Demikian disampaikan Kepala Cabang Bumiputera Dumai, Mulyadi kepada Dumai Pos, Kamis (14/1). "'Alhamdulillah, pada tahun 2009 lalu, kami (Bumiputera cabang Dumai) mencapai target, bahkan bisa dikatakan melebihi dari target yang ditentukan pusat," ujarnya.
Dari target pendapatan sebesar Rp13, 605 milyar tercapai sebesar Rp13,612 milyar dengan surplus tujuh jutaan. Sehingga persentase sekitar Rp100,05 persen.
Sementara, dari keuntungan target yang dibebankan sebesar Rp5,093 milyar, percapaian diperoleh sebesar Rp6,992 milyar. Sehingga surplus yang dicapai sekitar Rp1,899 milyar atau sekitar Rp1,9 milyar dengan persentase pencapaian Rp137,29 persen.
Tentu saja surplus keuntungan tersebut telah dikirim ke Kantor Bumiputera pusat di Jakarta. Dimana atas prestasi yang kerap diraih Bumiputera Cabang Dumai, manajemen memberikan respon positif dengan segera dibangunnya kantor baru Bumiputera Cabang Dumai.
"Atas pencapaian target ini, tidak terlepas dari tingkat kepercayaan masyarakat yang mulai tinggi terhadap asuransi ini, seperti masyarakat Dumai, Sungai Pakning, Rupat dan Bengkalis, serta agresifnya tenaga pemasaran dimana tahun 2009 saja pemegang polis baru lebih kurang sebanyak 1500 orang," ungkapnya lagi.
Sementara itu, tambah Mulyadi, untuk pembayaran klaim asuransi, sepanjang 2009, Bumiputera Dumai telah membayarkan klaim sebanyak Rp4,5 milyar. Adapun klaim yang dibayarkan berupa klaim meninggal dunia, klaim biaya masuk sekolah, habis kontrak maupun pemutusan kontrak sebelum masa habis kontrak.
"Meskipun untuk target 2010 saat ini belum ditetapkan, tetapi Bumiputera Dumai akan tetap berupaya. Berapapun target yang akan ditetapkan akan diupayakan tercapai lagi seperti tahun 2009 lalu," pptimisnya.(rka)
jendry January 18th, 2010, 03:11 PM Tata Ruang Dumai Tunggu Provinsi
dumaipos.com
16 Januari 2010 - 08.05 WIB
DUMAI -- Pemerintah Kota Dumai, tidak bisa menetapkan sendiri hasil perubahan rancangan tata ruang wilayah (RTRW). Tetapi harus menunggu ketentuan selanjutkan dari Pemprov Riau.
Demikian dikatakan Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS MSi, '' Karena keputusan menyangkut masalah RTRW sistemik dengan kabupaten atau kota se Provinsi Riau. Jadi semuanya sudah selesai baru ditetapkan secara bersama,'' ujarnya.
Hal ini digelontorkan menyangkut dengan ketetapan perubahan tata ruang wilayah termasuk masalah kawasan Sungai Sembilan, dimana permasalahan itu juga sudah disampaikan ke Provinsi.
Menurut Zul AS, Pemko menunggu ketentuan selanjutnya. Pengesahan RTRW seperti dibutuhkan Kota Dumai harus semuanya serentak dengan kabupaten lain, baru bisa disahkan untuk diterapkan.
Pemko melalui tim terkait mengusulkan perubahan tata ruang kepada Provinsi Riau. Ketetapan terkait dengan ini menunggu semua perubahan-perubahan diwilayah lain.
'' Kita, sudah mengusulkan. Memang RTRW terkait dengan kawasan seperti Sungai Sembilan. Apa yang kita usulkan diakomidir atau tidak jadi masalah," ungkapnya baru-baru ini kepada wartawan.
Namun menyangkut dengan perubahan RTRW tersebut, papar wako, bila semuanya sudah selesai. Setelah itu baru bisa diberlakukan dan diterima oleh Pemko.
Melalui Bappeko, Pemko Dumai mempersiapkan segala sesuatunya menyangkut perubahan-perubahan. Hal tersebut dipertimbangkan secara tekhnis.
Menyangkut dengan permasalahan tersebut masih akan dibahas lagi pada tingkat provinsi. Pemko melalui tim RTRW yang ada mengikuti pembahasan selanjutnya tingkat provinsi.(ery)
jendry January 18th, 2010, 03:19 PM Dermaga Phase III Mampu Sandarkan Dua Tanker
METRO RIAU,
Kamis,17 Januari 2008
Dermaga Phase III Mampu Sandarkan Dua Tanker
DUMAI-Dermaga phase III untuk kapal Crude Palm Oil (CPO) yang hampir rampung dikerjakan diharapkan mampu menyandarkan tambahan dua unit kapal tanker berukuran panjang 150-180 meter.
Demikian dikatakan Kepala Opersional Dermaga Phase III PT Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai,Junaidi kepala Metro Riau,Rabu (16/1).
Menurutnya,dermaga CPO ini dirancanakan akan launching pada akhir Maret 2008.Saat ini Pelindo sedang menggegas pemasangan pipanisasi yang akan disalurkan ke perusahaan tanki timbun sebagai pem-backup pendistribusian bongkar muat CPO ke kepala dan sebaliknya.
“Dermaga phase III ini nantinya diharapkan mampu meringankan beban cost pengguna jasa pelabuhan,”ujarnya.
Saat ini pengerjaan pipanisasinya telah rampung hingga traster pipa dengan nilai bobot kerja mencapai 30 persen.Selanjutnya akan dibuat lagi traster kiri kanan bahu jalan yang disalurkan hingga ke depan perusahaan tanki timbun. “Sarana ini sebagai pendukung kelancaran kegiatan bongkar muat pendistribusian ke dalam kapal,”jelasnya.
Dermaga CPO sepanjang 400 meter dan 100 meter yang digunakan untuk kontainer diharapkan mampu meningkatkan optimalisasi kerja efesiensi.Sehingga dapat meningkatkan arus kedatangan kapal untuk melakukan bongkar muat.(boy khabulani)
jendry January 18th, 2010, 03:22 PM http://img4.imageshack.us/img4/9162/sengapure.jpg (http://img4.imageshack.us/i/sengapure.jpg/)
http://www.dumaikota.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=1433:konsul-singapura-tinjau-pelabuhan-dan-potensi-industri-&catid=42:berita-foto
Konsul Singapura Tinjau Pelabuhan dan Potensi Industri
Konsul Singapura Mr Ghavin Chay berkunjung ke Kota Dumai untuk melihat potensi kerja sama bidang investasi.
Selama dua hari di Dumai mulai, Selasa-Rabu (12-13/1) konsul meninjau areal pabrik, pelabuhan dan Kawasan Industri Dumai (KID) di Pelintung. Usai berkunjung ke lapangan malam harinya dilanjutkan dengan penjelasan Kadisperindag Kota Dumai H Djamalus.
Hadir dalam acara Ketua DPRD Dumai Zainal Ependi, Sekko Dumai Drs H Wan Fauzi, CEO PD Pelabuhan Dumai Bersemai Syafruddin Atan Wahid dan undangan lain. Dalam pemaparannya Kadisperindag mempromosikan Kota Dumai dari segi industri dan jasa.
Djamalus dalam presentasintanya dihadapan konsul menjelaskan potensi yang ada di Kota Dumai, di antaranya kepemilikan pelabuhan di KID Pelintung. Secara umum Dumai memiliki pelabuhan Pelindo dengan kedalaman kolam 11 meter dan dapat mengakomodasi kapal 20-30 ribu ton (DWT) atau lokasi pelabuhan umum. Selain itu juga ada pelabuhan Caltex dengan kedalaman kapal merapat 16 meter dan dapat mengakomodasi bobot kapal 60-70 ribu ton (DWT).
Selain itu ada juga Pelabuhan Pertamina yang mngangkut minyak mentah dengan kedalaman pelabuhan atau kolam 15 meter dan dapat mengakomodasi kapal sampai dengan 60 ribu ton (DWT) dan pelabuhan kawasan KEK sendiri saat ini memiliki pelabuhan dengan kedalaman 14 meter, dapat megakomodasi kapal ukuran 50 ribu ton dan panjang pelabuhan lebih kurang 250 meter dapat masih dikembangkan lagi sesuai kebutuhan.
Kesiapan infrastruktur pendukung lainnya, antara lain jalan yang menghubungkan Kota Dumai dengan kawasan Pelintung dengan jarak dari Kota Dumai sepanjang lebih kurang 40 Km, dan 20 Km dari Bandara Pinang Kampai ke kawasan rencana KEK pelintung atau 30 menit perjalanan, 200 Km dari Bandara Pekanbaru ke lokasi KEK Dumai atau ditempuh dengan jarak sekitar tiga jam.
Selain itu juga sarana listrik di kawsan Pelintung sendiri saat ini sudah mampu dipakai bahkan kawasan KID, juga kelebihan daya dan akan diberikan kepada Pemko jika pemadaman di Kota Dumai masih saja berlanjut.
Sarana air bersih juga sudah dibuat, dan saat ini kebutuhannya sudah dapat dimanfaatkan oleh perusahaan yang ada dikawasan itu. Saluran air hujan juga sudah dibangun, penerangan jalan di dalam kawasan juga sudah dibangun juga, listrik sudah cukup untuk keperluan kawasan, pengolahan air bersih sudah ada, pengolahan air limbah juga sudah ada. Selain itu, kemudahan elektronik untuk komunikasi dan perlatan online lainnya juga sudah tersedia.
Selanjutnya Rabu (13/1) konsul yang didampingi oleh Ketua DPRD Kota Dumai, Kadisperindag Kota Dumai H Djamalus beserta rombongan melakukan kunjungannya ke PT Pelindo Dumai di Jalan Datuk Laksaman, konsul dan rombongan di sambut Manajer Teknis Pelindo Yarham, dan Manajer Komersial Jonedi Ramli, Yarham juga mempresentasikan keunggulan Pelindo.
Usai mendengar semua yang dilihat dan dipaparkan, Mr Ghavin Chay mengaku tertarik, namun dia tidak ingin gegabah dan harus meninjau lebih banyak lagi potensi-potensi yang ada di Dumai.***
jendry January 18th, 2010, 06:30 PM 4 Profesor Jiran Bicara di Seminar KKSS Dumai
tribunpekanbaru.com
Senin, 18 Januari 2010 | 19:52 WIB
Laporan: Budi Rahmat
DUMAI,TRIBUN - Pengembangan inovasi untuk prospek pembangunan kedepan guna menunjang sektor perekonomian, menjadi fokus pembicaraan dalam seminar Internasional yang ditaja oleh Kerukunan Keluarga Sulawaesi Selatan (KKSS) kota Dumai.Senin (18/1). Dalam gelaran tersebut Wakil Walikota Dumai, Sunaryo di daulat menjadi Keynote Speaker
Seminar yang dilaksanakan di Ballroom hotel Grandzuri tersebut juga bersempena pengukuhan Badan Pengurus Daerah (BPD) KKSS kota Dumai yang akan dilaksanakan pada hari ini.
Empat orang Profesor di undang dari negeri jiran dan masing-masing memaparkan makalahnya yang berkaitan dengan ekonomi dan budaya sesusai dengan tema yang diangkat. Para Profesor tersebut merupakan bagian dari lingkungan university yang ada di Malaysia.
Mereka adalah Profesor Dr Abubakar Bin Efendi Yusuf M.Pd, Datuk Profesor Dr H M Taib Bin H Dora, Datuk Profesor Dr raja Ruslan Bin Raja Abdul Rahman, serta Datuk Profesor Dr Abubakar Bin Muhammad Yusuf. (ans)
rilham2new January 24th, 2010, 01:27 PM Proyek Pipa Air Bersih
*Dari RiauPos 31 Des 2009
http://farm5.static.flickr.com/4047/4244510072_b30201248d_o.jpg
jendry January 25th, 2010, 11:07 AM http://foto.vivanews.com/read/1632-klaster_industri
Klaster Industri
Menko Perekonomian Hatta Rajasa bersama Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi memperhatikan buah sawit unggul usai pencanangan klaster industri berbasis pertanian oleochemical di Kawasan Industri Kuala Enok dan Dumai, Riau, Sabtu (23/1). Klaster tersebut nantinya merupakan penggrerak ekonomi secara nasional terutama dari sumber daya alam terbaharui. Foto: ANTARA/Saptono
http://img32.imageshack.us/img32/962/84014klasterindustri.jpg (http://img32.imageshack.us/i/84014klasterindustri.jpg/)
Menko Perekonomian Hatta Rajasa bersama Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi memperhatikan buah sawit di Riau, Sabtu (23/1). Foto: ANTARA/Saptono
jendry January 25th, 2010, 12:36 PM Perekonomian Dumai Semakin Menggeliat
http://riaubisnis.com/index.php?option=com_content&view=article&id=6134:perekonomian-dumai-akan-semakin-menggeliat&catid=28:finance&Itemid=127
http://img46.imageshack.us/img46/9917/uang.jpg (http://img46.imageshack.us/i/uang.jpg/)
Pasca ditetapkannya Kota Dumai sebagai salah satu klaster industri di Indonesia, sektor perekonomian di kota tersebut diprediksi bakal meningkat.
Demikian diungkapkan Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Riau, Bambang Setiawan, kepada riaubisnis.com, via telepon, Senin (23/1/2010) di Pekanbaru.
Menurut Bambang, beberapa sektor perekonomian akan lebih maju pasca ditetapkannya klaster sawit itu. Seperti sektor perkebunan, perdagangan dan jasa. Penetapan Dumai sebagai klaster industri juga akan menimbulkan mulitplier effect yang lebih besar seperti bakal terbukanya peluang usaha.
“Contohnya, sektor jasa transportasi yang akan semakin bertambah. Seiring meningkatnya intensitas kegiatan ekonomi di Dumai, sehingga akan terbukanya lapangan kerja yang baru,” ujar Bambang yang juga menjabat Kepala Bank Muamalat Cabang Pekanbaru.
Untuk menghadapi semua kemungkinan tersebut, menurutnya, Pemko Dumai sudah seharusnya menyiapkan arah dan kebijakan pemerintah daerah yang mendukung berkembangnya pelaku usaha lokal di samping menyiapkan infrastruktur penunjang lainnya.
Selain itu, dunia perbankkan serta lembaga lainnya diharapkan juga turut berpartisipasi untuk mendukung kebijakan bersama dengan pemerintah daerah setempat. Perbanas Riau juga ikut membantu dalam hal membangun perekonomian serta membantu pelaku usaha dalam menjalankan usahanya.
“Tumbuhnya peluang usaha baru, juga akan menjadi peluang usaha bagi kami (Perbanas-red) untuk memberikan pembiayaan. Jikalau hitung-hitungannya masuk dan potensial, tentunya kami biayai,” tegasnya.
Yang menjadi kendala bagi perbankan, menurut Bambang, kewenangnya yang kecil. Ia menilai, sektor perbankan di Dumai maupun Riau akan kesulitan dalam memberikan kredit pinjaman dalam jumlah besar. Hal ini disebabkan, karena perbankan daerah terbentur wewenang pengucuran kredit.
“Perbankan daerah punya wewenang terbatas, terutama dalam menyalurkan kreditnya. Rata-rata kantor cabang maksimal hanya bisa menyalurkan kredit sebesar Rp 20-50 miliar. Dengan demikian, nantinya proyek-proyek kelas besar di Dumai bakal dilimpahkan pembiayaannya ke Jakarta. Sehingga, nilai transaksi pun akan masuk ke dalam nilai transaksi pusat,” katanya.(*)
rilham2new January 25th, 2010, 01:06 PM ^^ BETUL, Dumai bersama Kuala Enok ditetapkan sebagai CLUSTER INDUSTRI baru di Sumatra.
Sebenarnya Dumai sendiri udah punya Kawasan Industru Dumai yang Centralized :D
jendry January 25th, 2010, 04:50 PM Investasi Klaster Industri Hilir Kelapa Sawit di Riau Rp55 Triliun
Minggu, 24 Januari 2010 11:23 WIB
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/01/24/118905/21/2/Investasi-Klaster-Industri-Hilir-Kelapa-Sawit-di-Riau-Rp55-Triliun-
DUMAI--MI: Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi untuk pengembangan klaster industri hilir kelapa sawit di Riau sedikitnya mencapai Rp55 triliun.
Investasi itu diperlukan untuk percepatan pembangunan pembangkit listrik, infrastruktur, dan pelabuhan di Dumai dan Kuala Enok itu akan diusahakan melalui skema public private partnership (PPP) yang disertai pemberian insentif bunga oleh pemerintah. Hal itu dikemukakan Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Alexander Barus seusai pencanangan klaster industri berbasis pertanian dan oleokimia di Dumai, Riau, Sabtu (23/1).
Dia mengatakan, jumlah itu terdiri dari Rp30-40 triliun untuk investasi pengembangan kawasan Kuala Enok. Untuk Dumai, diperlukan dana sebesar Rp15 triliun. Kebutuhan investasi untuk Dumai memang lebih sedikit ketimbang kebutuhan untuk klaster industri Kuala Enok. Pasalnya, klaster industri di Dumai sudah terhitung lebih siap.
Besaran investasi di Kota Dumai yang kini telah memiliki 105 perusahaan, baik melalui penanaman modal asing (PMA) maupun modal dalam negeri (PMDN), telah mencapai Rp14,6 triliun. Jumlah tenaga kerja di sana telah mencapai 14.104 tenaga kerja lokal dan 282 tenaga kerja asing.
Sementara di kawasan industri Pelintung, Dumai, kini sudah terbangun sembilan proyek industri hilir. Kawasan yang sebagian besar menjadi wilayah operasional PT Wilmar Bioenergi Indonesia itu sudah terbangun industri pengolahan minyak goreng, pupuk, dan biodiesel. Infrastruktur jalan pun sudah terbangun sebagian dari bandara hingga ke lokasi sentra kawasan industri. "Sementara Kuala Enok masih benar-benar embrio," ujarnya.
Di luar skema PPP, untuk tahap awal, tahun ini, pemerintah akan mulai melakukan studi pengembangan industri hilir oleokimia dengan menyediakan anggaran Rp1,2 triliun. Rencana ini juga sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2009-2014. Saat ini, industri hilir kelapa sawit di Dumai yang antara lain dikembangkan PT Wilmar Bioenergi Indonesia dan PT Murini Sam Sam baru sebatas minyak goreng dan biodiesel.
Nantinya, melalui studi pengembangan, pemerintah akan mengkaji pengembangan CPO hingga produk turunan ketiga. Untuk produk nonpangan yang berasal dari olahan fatty alkohol dan fatty acid, keduanya produk turunan kedua, antara lain sabun, lilin, dan kosmetik. Dengan pengembangan industri hilir, nilai tambah produk tak akan hilang. Jika CPO bisa diolah menjadi biodiesel, pemasukan perusahaan dapat ditingkatkan hingga US$300 per ton. "Artinya, dengan pengembangan industri hilir, selain perusahaan bisa meningkatkan 60% pendapatannya, efek berantainya pun akan lebih luas," ujarnya. (*/OL-04)
jendry January 26th, 2010, 07:46 AM Kuota Riau 16 Ribu, Antrean 78 Ribu
Dahlan: Lokasi PLTU 2x100 Kemungkinan di Dumai
http://img109.imageshack.us/img109/5192/dahlaniskandirutpln.jpg (http://img109.imageshack.us/i/dahlaniskandirutpln.jpg/)
JAKARTA (RP)-Lokasi untuk pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Provinsi Riau 2x100 Megawatt (MW) kemungkinan besar akan ditempatkan di Kota Dumai. Ini dengan pertimbangan kota tersebut lebih mendukung lantaran dekat dengan laut.
Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di gedung DPR RI, Senayan, Senin (25/1). Menurutnya, memang sebelumnya Pemda setempat telah menyediakan lahan di Pekanbaru, tetapi tanahnya tidak cocok untuk membangun PLTU tersebut.
‘’Untuk lokasi pembangunan proyek PLTU Riau yang berkapasitas 2x100 MW kemungkinan besar ditempatkan di Kota Dumai, karena pertimbangannya adalah bahwa kota tersebut lebih aman dan strategis serta dekat dengan laut. Saat ini kita sedang melakukan negoisasi masalah tanahnya,’’ ujar Dahlan Iskan.
Tender Februari
Di samping itu Dahlan juga menyatakan bahwa PT PLN akan membuka tender untuk pembangkit Riau bersama Kalimatan Timur yang keduanya berkapasitas 2x100 MW pada bulan Februari 2010 ini. PLTU tersebut merupakan pembangkit tambahan dalam proyek 10.000 MW tahap I, mengingat daerah tersebut sedang mengalami krisis listrik yang cukup memperhatinkan.
‘’Revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 71 tahun 2006 mengenai proyek percepatan 10.000 MW menyebutkan masuknya dua PLTU baru yaitu PLTU di Riau dan Kaltim dengan masing-masing berkapasitas 2x100 MW pada bulan depan akan segera ditenderkan, karena dua provinsi ini memang benar-benar memerlukan pembangkit untuk mengatasi krisis listrik yang cukup parah,’’ ucapnya.
Untuk menyelesaikan krisis listrik luar Jawa-Bali, pihak PLN juga berencana untuk membangun PLTU-PLTU dengan skala kecil yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Total PLTU yang akan dibangun tersebut sebanyak 150 unit dengan total kapasitasnya sebesar 740 MW. Ditargetkan pembangunan PLTU-PLTU tersebut bisa selesai dalam jangka waktu dua tahun.
Dalam rencana pembangunan pembangkit berskala kecil tersebut terdapat dua pembangkit yang akan ditempatkan di Provinsi Riau-Kepri yakni di Tanjung Balai Karimun berkapasitas 2X7 MW dan Bengkalis yang berkapasitas 2X10 MW.
Target Penghematan Rp35 T
PLN meminta pemerintah memberlakukan kebijakan memasok batubara ke pasar domestik (Domestic Market Obligation/DMO) sebesar 30 persen. Kebijakan itu juga harus disertai penerapan harga khusus.
Dahlan Iskan mengatakan PLN menargetkan program penghematan subsidi melalui pengalihan pemakaian BBM ke batubara dan gas senilai Rp35 triliun pertahun. Rinciannya, program pengalihan BBM ke batubara bisa menghemat Rp20 triliun, dan pengalihan ke gas menghemat Rp15 triliun. ‘’Saya sebut pembangkit-pembangkit ini sudah salah makan, jadi harus dialihkan,’’ ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi VII DPR kemarin.
PLN, kata Dahlan, juga akan membangun 150 unit PLTU (pembangkit listrik tenaga uap) skala kecil berkapasitas 740 MW (mega watt) di luar Jawa seperti Sabang, Nias, Maluku Utara, dan Sorong untuk mengatasi krisis listrik dalam dua tahun ke depan. Oleh karena itu, PLN meminta DMO 30 persen. Namun dia mewanti-wanti agar kebijakan itu juga disertai harga khusus. ‘’Sebab kalau memakai harga pasar, makna DMO tidak tercapai,’’ kata dia.
Direktur Perencanaan dan Teknologi Nasri Sebayang menambahkan, PLN juga akan membangun 11 pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dengan total kapasitas sebesar 880 MW. Pembangunan belasan pembangkit listrik itu merupakan bagian dari proyek pembangkit listrik 10 ribu Mega Watt tahap II. ‘’Pendanaan proyek itu berasal dari Japan Bank for International Corporation (JBIC) dan Bank Pembangunan Asia atau ADB,’’ terangnya.
Total pendanaan yang dibutuhkan untuk membangun sebelas unit pembangkit listrik itu diperkirakan mencapai 1,5-1,6 miliar dolar AS. Tahun ini, kata dia, proses lelang untuk pembangunan PLTP ini sudah dimulai antara lain di Sembalun, Kotamobagu, Ijen, Sungai Penuh, Tulehu, Wilis, Ngebel, Iyang Agropuro, dan Lahendong. ‘’Ini masih perlu proses lebih lanjut agar bisa ada komitmen,’’ kata dia.
Dari total proyek pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW tahap II, sekitar 40 persen di antaranya merupakan pembangkit listrik berbasis energi panas bumi. Sebagian besar dari proyek pembangunan PLTP itu akan dikerjakan oleh produsen listrik swasta (Independent Power Producers/IPP). Sedangkan 880 Mega Watt di antaranya akan dibangun sendiri oleh PLN.
Sementara itu, Direktur Bisnis dan Pengembangan Resiko Murtaqi Syamsudi mengatakan, PLN akan menyelesaikan persoalan dengan 40 IPP bermasalah yang membangun pembangkit berkapasitas 2.200 MW. Penyelesaiannya akan dilakukan secara business to business antara PLN dengan para kontraktor listrik dengan tetap terikat pada confidentiality agreement. ‘’Bisa dengan b to b, tapi bisa juga dengan melibatkan pihak ke tiga seperti abitrase,’’ jelasnya.
Kuota 16 Ribu, Antrean 78.545
Dari Riau dilaporkan, daftar antrean pemasangan baru PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) hingga Januari 2010, mencapai 78.545 pelanggan. Sedangkan kuota yang tersedia hanya untuk 16 ribu pelanggan. Jauhnya rentang antara kuota dan daftar antrean dikarenakan kondisi kelistrikan di Riau masih mengalami defisit.
‘’Kuota 16 ribu tersebut masih sisa dari 2009 yang dilanjutkan pada tahun ini,’’ujar Manajer Niaga PLN WRKR, Bambang Setyo Hadi kepada Riau Pos, Senin (25/1) kemarin.
Daftar antrean tersebut terdiri dari empat cabang yakni Pekanbaru, Dumai, Tanjung Pinang dan Rengat. Daerah yang mempunyai daftar tunggu terbanyak terdapat di Pekanbaru yang mencapai 25.434 pelanggan baru.
Jumlah itu meningkat tajam, mengingat pada November tahun lalu hanya ada sekitar 22 ribu pelanggan. Begitu juga dengan penambahan daya, Pekanbaru juga mengalami permintaan terbesar mencapai 4.989.
Sementara itu, Manajer Teknik PLN WRKR, M Shodiq menyebutkan, tempat-tempat ibadah ada pertimbangan tersendiri untuk diprioritaskan. Dikarenakan di sana terdapat kepentingan masyarakat banyak. Beda halnya dengan pelanggan lain seperti rumah tangga, bisnis, industri dan publik. ‘’Masalah pemasangan baru tersebut bisa saja selesai secepat mungkin. Asalkan pemadaman dapat ditanggung bersama,’’ ucapnya.
Meski demikian, menurutnya, pemasangan baru dalam kondisi kelistrikan yang terjadi saat ini, akan membuat jurang antara listrik yang ada dan permintaan semakin terpisah jauh. Hal ini dikarenakan pasokan listrik yang masih kurang. ‘’Lebih baik, dituntaskan jika kondisi kelistrikan sudah stabil. Saat ini kan belum,’’ tutupnya.
REI Ajukan 10 Ribu Sambungan Listrik Baru
Sementara itu, DPD Real Estate Indonesia (REI) Riau menyambut positif janji pemerintah untuk menuntaskan permohonan penyambungan listrik termasuk di Riau paling lambat pada tahun 2011. Selama ini krisis listrik yang berkepanjangan telah mengganggu pengembangan perumahan di Negeri Lancang Kuning.
‘’Kami dari perusahaan pengembang di bawah REI berharap sekali terjaminnya ketersediaan listrik di Riau. Jadi kawan-kawan di REI bisa membangun perumahan rakyat tanpa harus dibayang-bayangi ketakutan sulitnya menyambung listrik bagi perumahan mereka. Mudah-mudahan bukan hanya sekadar janji namun memang direalisasikan,’’ ujar Ketua DPD REI Riau, H Rifa Yendi menjawab Riau Pos, Senin (25/1) melalui telepon selularnya.
Tahun ini, DPD REI Riau menargetkan pembangunan 10 ribu unit rumah baru yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Riau. Pembangunan perumahan untuk masyarakat Riau ini harus didukung dengan ketersediaan jaringan listrik. Bila jaringan tidak tersedia atau tidak memadai, dikhawatirkan target pembangunan 10 ribu rumah itu akan terganggu.
‘’Artinya dengan pembangunan 10 ribu perumahan baru diperlukan 10 ribu penyambungan sambungan listrik. Kalau penyambungan tak terpenuhi bagaimana target bisa tercapai,’’ sebutnya.
Rifa mengungkapkan pada tahun 2009 lalu, DPD REI Riau juga menargetkan pembangunan 10 ribu rumah. Namun dalam realisasinya pembangunan perumahan terganggu dengan minimnya ketersediaan penyambungan baru dari PLN. Pihak developer mengajukan sekitar 10 ribu sambungan baru, namun diperkirakan baru bisa terealisasi sebagiannya saja.
‘’Paling baru bisa terlayani oleh PLN sekitar 4.000 pelanggan. Ke depan sesuai komitmen ini kami minta 10 ribu penyambungan baru yang kami ajukan bisa terpenuhi semuanya,’’ ucapnya.
Menurut Rifa, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan dengan pimpinan PLN Pusat untuk membahas ketersediaan jaringan listrik untuk masyarakat termasuk bagi pengembangan perumahan. Pertemuan tersebut, PLN pusat mengupayakan memenuhi usulan penyambungan baru demi tercapainya target pembangunan perumahan. ‘’Kami yakin PLN di bawah kepemimpinan Pak Dahlan bisa lebih baik,’’ katanya.
Potensi Cerenti Cukup Besar
Pertumbuhan jumlah kebutuhan pasokan listrik di Provinsi Riau setiap tahunnya mengalami kenaikan cukup signifikan. Rata-rata peningkatannya mencapai 12 persen per tahun. Terkait kondisi tersebut, Riau tetap membutuhkan penambahan jumlah pembangkit.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas pertambangan dan Energi Provinsi Riau Abdul Lafiz saat dihubungi Riau Pos, Senin (25/1) siang. Dijelaskan dia, dengan pertambahan yang sangat signifikan ini, mau tidak mau Riau memang harus membangun pembangkit tambahan. Meski untuk saat ini, pemerintah sudah sepakat membangun pembangkit 2x100 MW, namun bukan berarti permasalahan kelistrikan ini tuntas begitu saja. Rencana pembangkit di Cerenti adalah rencana berikutnya setelah pembangkit 2x100 MW dilaksanakan di Riau.
‘’Kita juga harus mempertimbangkan kemampuan yang ada dengan keperluan untuk beberapa tahun ke depan. Karena itulah, tak salah bila kemudian, usulan dari Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk membangun potensi pembangkit tambahan disikapi secara positif,’’ sebut Lafiz lagi.
Bila hanya bertahan dan tergantung dengan 2x100 MW, kemungkinan untuk defisit kelistrikan pasti akan terjadi hanya dalam beberapa tahun saja, karena, kelebihan energi yang dihasilkan tidak cukup besar dan tetap harus dicari pembangkit tambahannya. Di Cerenti, sebut dia, potensi batubara itu memang cukup besar. Dengan potensi tersebut, pastinya akan sangat membantu untuk pemenuhan energi kelistrikan Riau ke depan. Hanya saja, untuk itu pastinya butuh investasi besar untuk bisa mengelolanya. ‘’Sepanjang ada investasi dan ada yang hendak membeli, mungkin saja kita membangun pembangkit di Cerenti itu,’’ pungkas dia.
Stok Batubara Riau 1,96 Miliar Ton
Ketersediaan bahan baku untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2x100 MW yang rencananya dipancang di Peranap, Indragiri Hulu tidak akan menjadi masalah untuk puluhan tahun ke depan. Bahkan jumlah cadangan melebihi meski pemerintah hendak meningkatkan jumlah dan kapasitas PLTU hingga 600 MW. Pasalnya dalam setahun untuk PLTU 2x100 MW hanya diperlukan 1,5 juta ton.
Abdul Lafis, didampingi Kabid Pertambangan Umum Bambang Irawan, Kabid Ketenagalistrikan dan Energi Abdi H dan Kabid Sistem Informasi Geografis Zulkifli menegaskan bahwa cadangan batubara yang terkandung di bumi Riau saat ini sebesar 1,96 miliar ton bukan 7 miliar ton seperti diberitakan sebelumnya. Jumlah tersebut tersebar di Kampar 100 juta ton, Rokan Hulu 140 juta ton, Indragiri Hulu 1,58 miliar ton, Indragiri Hilir 60 juta ton, Kuansing 67 juta ton dan Pelalawan 15 juta ton.(yud/ind/mar/bud/ans/muh)
http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=1175&kat=7
jendry January 26th, 2010, 07:49 AM Ekonomi Dumai di Atas Provinsi
26 Januari 2010
Laporan M NIZAR, Dumai mnizar@riaupos.com
Pertumbuhan ekonomi Kota Dumai tercatat mencapai 8,65 persen, ini melebihi pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau maupun secara nasional.
Hal ini diakui Wali Kota (Wako) Dumai Drs H Zulkifli AS MSi di sela-sela rapat penyampaian hasil reses DPRD Kota Dumai Senin (25/1). Disebutkan, kondisi pertumbuhan ekonomi Kota Dumai saat ini memang sangat pesat dan sangat membanggakan, bahkan pertumbuhan Riau dan nasional masih di bawah Kota Dumai.
Pesatnya pertumbuhan ekonomi yang dicapai Dumai seperti saat ini, disebabkan banyaknya perusahaan dan investor yang masuh di Kota Dumai, sehingga geliat pembangunan dan perekonomian di Kota Dumai sendiri meningkat dibandingkan Riau dan nasional.
Data terkahir menunjukkan, pertumbuhan ekonomi di Kota Dumai mencapai 8,65 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi untuk Provinsi Riau 8,06 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional hanya 6,04 persen saja.
Investasi juga terhitung sangat besar di Kota Dumai, pada Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 900 juta dollar lebih dengan 22 proyek yang menyerap 3.095 tenaga kerja. Sedangkan PMDN Rp5,5 triliun dengan 44 proyek dan menyerap 11.280 tenaga kerja.
‘’Ini menunjukkan Kota Dumai menjadi salah satu kota yang menjadi tujuan investasi daerah lain untuk melakukan usahanya di Kota Dumai, selain itu juga banyak potensi yang dilirik oleh daerah lain bahkan negara lain, dengan Dumai port-nya (pelabuhan Dumai, red) menyebabkan Dumai menjadi salah satu daerah yang pesat pertumbuhan ekonominya jika dibandingkan dengan daerah lain,’’ katanya.
Selain pertumbuhan ekonomi di Kota Dumai juga sangat baik, dan di atas Provinsi Riau dan nasional, Kota Dumai juga merupakan kota jasa dan industri. Berbagai industri yang sudah beroperasi di Kota Dumai dengan kawasan industri Dumai di Pelintung, kawasan industri Lubuk Gaung, dan kawasan industri patra dock.(izl)
http://riaupos.com/berita.php?act=full&id=1173&kat=1
rilham2new January 27th, 2010, 08:23 AM Dumai bakalan booming gila2an nih industrinya begitu proyek 2x100 MW siap suatu hari nanti :banana: ...
2x100 MW itu BESARRRRR sekali untuk kota berpenduduk 200 ribu jiwa :D
rilham2new January 27th, 2010, 08:28 AM Beberapa gambar KAWASAN INDUSTRI DUMAI (KID) hari ini ;)
DUMAI - Riau's 2nd largest urban population
----------------------------
Gambar oleh DEVISRI ..
Dumai Industrial Park (Kawasan Industri Dumai/KID)
PT. SDS Factory'
* Indonesia largest biodiesel producer. Supply BioSOLAR to most Jakarta's Pertamina Gas Station
The factory
http://farm3.static.flickr.com/2550/4091665002_9f03b70234_o.jpg
DUMAI - Riau's 2nd largest urban population
----------------------------
Gambar oleh DEVISRI ..
Dumai Industrial Park (Kawasan Industri Dumai/KID)
PT. SDS Factory'
* Indonesia largest biodiesel producer. Supply BioSOLAR to most Jakarta's Pertamina Gas Station
Small ???? Okay, look at their front gate .....
http://farm3.static.flickr.com/2470/4091665838_7af43f4930_o.jpg
DUMAI - Riau's 2nd largest urban population
----------------------------
Gambar oleh DEVISRI ..
Dumai Industrial Park (Kawasan Industri Dumai/KID)
PT. SDS Factory'
* Indonesia largest biodiesel producer. Supply BioSOLAR to most Jakarta's Pertamina Gas Station
Still look small to your eyes ???? OKAY CHECK THE AERIAL VIEW !!!
http://farm3.static.flickr.com/2732/4090899817_ce8a6e778b_o.jpg
rilham2new January 27th, 2010, 08:32 AM Kondisi dermaga pelabuhan yang beroperasi di DUmai hari ini ;)
Pelabuhan Samudra - Kota Dumai, Provinsi Riau
* Dumai, Kota terbesar kedua di Provinsi Riau dengan jumlah penduduk 200 ribu jiwa.
* Berhubung Riau gak terisolir-isolir amat,, pelabuhan ini memang cuman untuk komoditi ekspor/impor saja mayoritasnya. Untuk Pangan, Sandang, dan Papan. Banyak yang diangkut lewat Jalan Darat :) ... Bahan baku pembangunan seperti Kayu, Batu bata, dan semen juga dari Jalan Darat.
* Makanya crane di sini gak terlalu besar2 amat :D
* Tapi khusus dermaga pengisian bahan liquid ... Ini adalah salah satu yang terbesar di Indonesia (and definitely terbesar di Indonesia Barat).
* Pelabuhan Dumai itu sebenarnya adalah Pelabuhan yang terletak di kawasan Teluk yang tertutup dengan Pulau Rupat yang cukup besar. Lokasinya SUPER-DUPER STRATEGIS, karena menghadap SELAT MALAKA (selat tersibuk di dunia).
* Dumai sendiri pelabuhannya dikelola oleh PT. PELINDO. Dan tidak hanya itu, selain Dermaga Peti Kemas, Dermaga CPO. Pelabuhan DUmai juga punya Dermaga Ferry Penyebrangan Internasional (melayani rute ke beberapa kota di semenanjung Malaya). Selain itu, dermaga khusus EKSPOR MINYAK pun juga ada, dermaga khusus PT. PERTAMINA dan dermaga khusus PT. CHevron Pacific Indonesia. Dan juga dilengkapi dengan dermaga Penangkapan Ikan. :cheers:
Tangki CPO adalah Faktor X pelabuhan ini, karena Pelabuhan Dumai adalah DERMAGA CPO TERBESAR DI INDONESIA HARI INI - Dari RiauPos edisi cetak 5 Januari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4068/4298385018_f3f33420f8_o.jpg
Penampakan Dermaga CPO di Dumai - Dari RiauPos edisi cetak 21 Januari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4066/4298386986_fb8931c567_o.jpg
Konsul Jendral Singapura pun mengunjungi Dermaga CPO di Dumai (Di Pekanbaru, KonJen Singapura ada kantornya :D) - Dari RiauPos edisi cetak 15 Januari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4070/4297641245_a581fa0071_o.jpg
Kapal tanker pun harus antri untuk merapat di sini - Dari RiauPos edisi cetak 16 Januari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2794/4298386096_7ee2879626_o.jpg
Ini aktivitas CRANE2 di pelabuhan non-liquid - Dari RiauPos edisi cetak 18 Januari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2681/4298386582_cd64f76a44_o.jpg
tambahan :D
Beberapa gambar DUmai ...
dapat dari sini .. http://www.flickr.com/photos/fitri-agung/
http://www.flickr.com/photos/tamhar/
Ada juga dari source2 lain, mulai dari PHOTOBUCKET, MULTIPLY, PANORAMIO, dan lain-lain lah.
None of the pictures are mine. I'm only the re-poster from the public domain :) ...
Dumai - The 2nd largest City in Riau
Busy Port (gambar no. 2-4 diambil dalam satu kali kesempatan ... menandakan, Dumai adalah kota pelabuhan yang cukup sibuk)
1
http://farm4.static.flickr.com/3382/3273241859_8344fd8812_b.jpg
2
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/9/R0015469.jpg?et=jTamUvkP9XEpA8izJzdCpg&nmid=161644931
3
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/8/R0015455.jpg?et=mnXn0E%2CubOuPk4Y3pKhxSw&nmid=161644931
4
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/7/R0015474.jpg?et=hdhwQhoaPx1A4R3frGr0Qw&nmid=161644931
5 Terminal penampungan CPO (Crude Palm Oil)
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/6/R0015462.jpg?et=F6bhQC%2CvSgeJGcEUM2gkmA&nmid=161644931
6 Terminal penampuangan CPO
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/4/IMG-0722-Small.jpg?et=WVNE9FGUjdJnf5NBXhSxAg&nmid=161644931
7 Sebelah-sebelahan kayaknya sama Tank2 nya Pertamina .. DUMAI adalah UNITPENGOLAHAN II Pertamina (dan mengelola distribusi Minyak untuk regional Sumatra Bagian Tengah).
http://images.rilham2new.multiply.com/image/3/photos/45/600x600/3/IMG-0723-Small.jpg?et=WWwDPo4zIdT7xDqwgfhCRw&nmid=161644931
Lagi yaaa :D
Ini dermaga PT. PERTAMINA - di Kota Dumai
http://farm3.static.flickr.com/2514/4090899349_9acd3b530e_o.jpg
Ini dermaga PT. Chevron Pacific Indonesia di Kota Dumai
http://farm3.static.flickr.com/2725/4091657900_63be727c82_o.jpg
Dermaga PT. PELINDO ada juga gambarnya .... malah lebih besar ukurannya ... itu bentuknya kayak terminal petikemas malah ...[/QUOTE]
Lagi ...
Pelabuhan Dumai - Riau
Dari RiauPos edisi cetak 12 Desember 2009
http://farm3.static.flickr.com/2712/4197167956_49f22385d6_o.jpg
Dari RiauPos edisi cetak 14 November 2009
http://farm3.static.flickr.com/2576/4113561955_81329b348c_o.jpg
Dari RIauPos edisi cetak 4 November 2009
http://farm3.static.flickr.com/2696/4082282216_2db767dc02_o.jpg
Terminal ferry Penumpang by dedeq86
1
http://images.dedeq86.multiply.com/image/5/photos/30/600x600/12/PA190397.JPG?et=TuooOmW7Yuza0rc%2BIkyjJA&nmid=65097200
2
http://images.dedeq86.multiply.com/image/10/photos/30/600x600/13/PA190399.JPG?et=JHo8C%2BW6GsWWykG305qWXw&nmid=65097200
Pelabuhan Dumai yang background nya Tanki-tanki minyak :cheers:
1
http://images.dedeq86.multiply.com/image/5/photos/30/600x600/14/PA280898.JPG?et=q4l4%2B5mkyP7ZAK4ThDtaVQ&nmid=65097200
2
http://images.dedeq86.multiply.com/image/10/photos/30/600x600/15/PA280897-2.JPG?et=3RZuR%2Cb4%2CpP5%2B6UQyWR5rA&nmid=65097200
3
http://images.dedeq86.multiply.com/image/4/photos/30/600x600/16/PA280896-2.JPG?et=xp1jPob1SJVw4F5XOPIKhQ&nmid=65097200
rilham2new January 27th, 2010, 08:35 AM ^^ Kalau gak diposting gambar2 di atas ... biasanya orang "underestimate" sama Dumai :D
Sy juga (awal)nya .... Setelah sy tahu inilah pelabuhan dengan tingkat kesibukan nomor 2 terpadat setelah Belawan di Sumatra.... Dan ternyata, dari segi nilai perdagangan ... Dumai bahkan masih di atas Belawan (karena juga memperdagangkan minyak bumi) :D
Ampelio January 27th, 2010, 09:21 AM ^^Industri Dumai great! :okay: ...skrg tinggal menata urban-nya, jangan kalah sama Bontang yg tata kota-nya cukup bagus.
rilham2new January 27th, 2010, 12:30 PM ^^Industri Dumai great! :okay: ...skrg tinggal menata urban-nya, jangan kalah sama Bontang yg tata kota-nya cukup bagus.
Hehehe, Dumai penduduknya 218 ribu jiwa... Sedang menurut Datastatistik-Indonesia.org ... Bontang penduduknya 120 ribu jiwa. Dan Dumai is basically Kota yang melanggar pakem banyak kota-kota tua di Indonesia, di mana makin ke pusat kota jalannya makin sempit. Di Dumai kotanya benar-benar dirancang, jadi makin ke pusat kota jalannya justru makin lebar :cheers: .. Dumai punya AVENUE dengan 6 lajur (yang lebarnya setara dengan Jalan Jendral Sudirman di Pekanbaru) ... Dan beberapa AVENUE 4 lajur yang menjalar dari Pusat Kota ke pinggiran kota. Dan tata kota yang bagus ini milik DUMAI (di luar kawasan perusahaan besar, jadi untuk masyarakat umum) ... Bukan tata kota yang semata-mata bagus di dalam kompleks kawasan perusahaan besar semata ... Kawasan perumahan rakyatnya pola jaringan jalannya GRID-SHAPED ... Silahkan saksikan di Google Earth ... Ada simpang2 besar dan Bundaran juga :D ...
Basically di Dumai gak ada MEGA COMPANY yang gila-gilaan kayak PT. Badak ataupun Pupuk Kaltim...
Di Dumai, kalaupun ada yang gede paling PERTAMINA, sebagai Unit Pengolahan II .... untuk eksplorasinya aku kurang tahu, rasanya sih tidak di kota ini.
Kalau ingin mengetahui peran Dumai dalam PERTAMINA mungkin bisa dilihat di data UNIT PENGOLAHAN Pertamina di bawah ini, yang definitely TERBESAR di Sumatra :)
Kapasitas Masing-masing Kilang atau Unit Pengolahan (UP) Pertamina
http://img197.imageshack.us/img197/7681/up2o.jpg (http://img197.imageshack.us/i/up2o.jpg/)
PERTAMINA - DEDIKASI BAGIMU NEGERI - KITA UNTUNG BANGSA UNTUNG
Tapi itu pengolahan loh, ya :D .. Untuk eksplorasi Minyak Bumi ... perusahaan Terbesar di negara ini masih Chevron Pacific Indonesia yang berbasis di Duri :)
Untuk bank-bank skala nasional, di Dumai sudah ada BNI, Bank Mandiri, dan BCA :cheers:
Untuk pusat perbelanjaan di DUmai sudah ada Ramayana Dept. Store dan invasi Colonel Sanders dengan KFC nya juga sudah tersedia di kota ini :D ..
Ya, di luar Kota Pekanbaru ... yang paling urban di Riau adalah Dumai, Duri, Perawang, dan Pangkalan Kerinci :cheers: ..
bama84 January 31st, 2010, 07:54 PM Ahad, 31 Januari 2010 15:12
APBN Sediakan Rp 8,1 M untuk Infrastruktur KTM di Rupat
Pemerintah pusat mulai membangun infrastruktur di Pulau Rupat menyusul ditetapkanya sebagai lokasi KTM. Untuk 2010 disediakan anggaran Rp 8,1 miliar.
Riauterkini-BENGKALIS - Pemerintah Pusat mengucurkan dana sebesar Rp8,1 miliar pada tahun 2010 ini untuk pembangunan sarana dan prasarana pendukung Kota Terpadu Mandiri (KTM) di Rupat. Direncanakan, pada awal tahun 2010 ini pembangunan sarana dan prasana bisa segera dimulai. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, H Huzaini saat dihubungi mengatakan bahwa akan ada kucuran dari Pemerintah Pusat untuk pembangunan Pulau Rupat senilai milyaran rupiah itu tetapi perlu petunjuk operasional kerja adanya dana tersebut.
"Kita sudah utus staff ke Jakarta untuk mengikuti pertemuan tentang petunjuk operasional kerja (POK) pembangunan sarana dan prasarana KTM. Dengan adanya POK tersebut, maka kita sudah mendapatkan penjelasan yang rinci, apa saja yang bisa kita bangun dengan dana Rp8,1 miliar itu," ujarnya kepada Riauterkini, Minggu (31/1/2010) di Bengkalis.
Dikatakan Huzaini Informasi awal dana tersebut akan dibangun rumah tipe sederhana bagi para transmigran sebanyak 150 unit dengan lokasi tersebar di beberapa desa diantaranya desa Pangkalan Nyirih, desa Makeruh dan desa Sungai Cingam Kecamatan Rupat.
"Informasi awal pada tahun ini akan dibangun ratusan rumah untuk para tranmigran disana, tetapi spesifikasi secara resmi belum saya peroleh," imbuhnya.
Terkait dengan program KTM tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis sejak setahun lalu mulai menyiapkan Detail Engineering Design (DED) atau desain secara detail bentuk rancangan pembangunan di Pulau Rupat. Adapun DED yang sudah selesai adalah infrastruktur jalan dan jembatan. Sementara untuk DED lainnya seperti pasar, pusat kota, dan air bersih akan dilaksanakan pada tahun 2010 ini.
"DED sudah ada yang selesai sebagian, dan tahun ini akan kita lanjutkan. Rancangan Desain tersebut akan dipelajari oleh Pemerintah Pusat, agar bisa tukar informasi, Kemudian Pusat akan memfasilitasi, berapa jumlahnya dan bidang keahlian apa yang dimiliki, dan daerah membenahi sarana prasarana untuk kelancaran program KTM ini.” ungkapnya.***(dik)
sumber: riauterkini.com
rilham2new February 1st, 2010, 01:00 AM Progress Pelebaran Jalan Sukarno-Hatta
* Gambar oleh TUKANGBENGKEL
http://i602.photobucket.com/albums/tt105/TukangBengkel/GA170/P1080216.jpg
nowan February 1st, 2010, 10:13 AM Biasanya menjelang pilkada, terutama jika incumbent mencalonkan lagi, ada akselerasi proyek fisik :)
Sebenarnya agak aneh juga ya, biasanya dalam suatu daerah, kota pelabuhan itu lebih maju dibanding kota2 lainnya, walaupun kota tersebut bukan sebagai ibukota. Mengapa Dumai tidak (dibanding Pekanbaru)?
rilham2new February 1st, 2010, 01:21 PM ^^ Infra Dumai kalah segala-gala nya dari Pekanbaru .... Bagian "BELAWAN" dari Kota Medan, adalah bagian yang tidak terlalu besar dan hanya berupa pelabuhan dan pergudangan. Bagian "TANJUNGPRIOK" dari Jakarta juga bukan kawasan bisnis/perdagangan/jasa yang besar :)
Kalau di Sumatra, kebanyakan kota besar dan ibukota Provinsi kan lokasinya agak masuk ke daratan seperti Pekanbaru, Medan, Jambi, Palembang. Dan punya transportasi sungai yang memadai (kecuali Medan :D) ...
Jadi kurasa wajar saja, kalau kota Pekanbaru lebih maju dari Dumai.
Dumai kan hanya pelabuhan yang fungsinya untuk ekspor/impor komoditas unggulan. Kalau keperluan kayak Beras/Semen/PeralatanBerat/Tekstil/MakananJadi .. di Riau, terutama PKU lebih banyak diangkut lewat Jalan Darat .. Kalau tidak pun, di Pekanbaru sudah ada Sungai yang mana bisa menerima barang-barang dari luar juga.
nowan February 2nd, 2010, 02:44 AM ^^ Infra Dumai kalah segala-gala nya dari Pekanbaru .... Bagian "BELAWAN" dari Kota Medan, adalah bagian yang tidak terlalu besar dan hanya berupa pelabuhan dan pergudangan. Bagian "TANJUNGPRIOK" dari Jakarta juga bukan kawasan bisnis/perdagangan/jasa yang besar :)
Kalau di Sumatra, kebanyakan kota besar dan ibukota Provinsi kan lokasinya agak masuk ke daratan seperti Pekanbaru, Medan, Jambi, Palembang. Dan punya transportasi sungai yang memadai (kecuali Medan :D) ...
Jadi kurasa wajar saja, kalau kota Pekanbaru lebih maju dari Dumai.
Dumai kan hanya pelabuhan yang fungsinya untuk ekspor/impor komoditas unggulan. Kalau keperluan kayak Beras/Semen/PeralatanBerat/Tekstil/MakananJadi .. di Riau, terutama PKU lebih banyak diangkut lewat Jalan Darat .. Kalau tidak pun, di Pekanbaru sudah ada Sungai yang mana bisa menerima barang-barang dari luar juga.
Hehe... iya juga. Beda2 ceritanya. Sy membandingkannya dg Balikpapan-Samarinda. Tp sptnya Dumai akan maju pesat di masa depan. Kita lihat saja... :)
rilham2new February 4th, 2010, 04:36 AM ^^ Aku juga yakin Dumai bisa maju, sebenarnya keadaan sekarang pun rasanya gak adil juga kalau kita bilang Dumai tertinggal ...
Di Dumai untuk pusat perbelanjaan sudah ada Ramayana, resto franchise setidaknya sudah ada KFC.
Untuk perbankan juga Not Bad, sudah ada Bank Mandiri, BNI, dan BCA di kota ini...
gussinyo February 4th, 2010, 06:37 AM ini menarik, kenapa ya beberapa ibukota provinsi di sumatera tidak milih yg tepi pantai?
rilham2new February 5th, 2010, 05:28 AM ^^ Karena ikut-ikutan peninggalan Belanda ......
Palembang sudah jadi ibukota dari zaman Belanda, Pekanbaru dan Jambi memang tidak karena dulu sempat satu provinsi, kurang ingat sama provinsi mana ... tapi ibukotanya kayaknya di Bukittinggi.
Terus pas Riau terbentuk pun, ibukotanya di Tanjungpinang, Pulau Bintan - Kepulauan Riau. Terus dipindahkan pada 1960.
Dan Pekanbaru dari dulu memang sudah terkenal sebagai tempat gerbang ke kawasan eksplorasi minyak (tapi statusny BUKAN Kota atau Ibukota, melainkan hanya sebagai Pelabuhan saja). Pada zaman Belanda pun Pekanbaru sebenarnya hanya kota Pelabuhan supaya orang2 dari belahan Sumatra Barat mudah untuk bergerak ke Pantai TImur SUmatra dan berpergian ke negara2 semenanjung .. jadi Pekanbaru adalah Kota Pelabuhan terbesar yang lokasinya paling jauh ke dalam daratan saat itu.
Lagipula logistik untuk keperluan militer para penjajah memang Pekanbaru memegang peranan penting, supaya pemerintah Hindia Belanda yang berkedudukan di Belanda mudah mempertahankan diri kalau terjadi serangan untuk melarikan diri, karena mereka punya pelabuhan yang bisa jadi EXIT POINT di Pantai TImur SUmatra (yang lokasiny sama sekali gak perlu sampe jauh2 ke tepi Pantai). EXIT POINT buat berlindung ke sekutu mereka yang berkedudukan di Melaka dan SIngapura (East Indies British).
rilham2new February 5th, 2010, 05:32 AM ^^ Ya itu sejarah yang terjadi di era 1900-an ya,, kalau tarik jauh2 era kerajaan dulu memang Kerajaan Siak Sri Indrapura punya basis / settlement di Pekanbaru. Tapi tidak serta merta mengubah Pekanbaru jadi kawasan yang punya URBAN POPULATIOn ...
Lagipula, pantai Timur SUmatra rata-rata lahannya gambut, sangat susah untuk dikembangkan (tanpa biaya besar), makanya dicari lahan yang agak masuk ke dalam (lahan gambutnya kurang, tapi transportasi tidak tertinggal, karena ada sungai besar. Di Pekanbaru ada Sungai Siak (bisa dilayari kapal tanker sampai ke Kota Pekanbaru), di Jambi ada Sungai Batanghari, di Palembang ada Sungai Musi (bisa dilayari kapal tanker sampai ke Palembang jg).
Tapi, memang semenjak beroperasinya Jalan Lintas Timur Sumatra .... Peranan sungai udah gak sekentara dulu lagi. APalagi sekarang, ada pesawat dan bus antar kota sebagainya itu :)
Dari Pekanbaru saja kalau mau ke Dumai bisa naik pesawat yang berjadwal kok :)
gussinyo February 5th, 2010, 07:23 AM mungkin benar analisis sdr rilham... saya nggak mikir lahan pantai timur sumatra berupa lahan gambut...
rilham2new February 5th, 2010, 08:33 AM ^^ Bahkan DUMAI pun lahannya gambut ... SANGAT GAMBUT .....
drie February 5th, 2010, 09:08 AM Roro Dumai-Melaka Akan Beroperasi Juni Mendatang
05 Feb 2010 11:43 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Setelah pengoperasiannya sempat tertunda, akhirnya Pelabuhan kapal Roro yang menghubungkan Dumai ke Melaka akan dioperasikan Juni 2010 mendatang. Saat ini persiapan untuk mengoperasikan pelabuhan tersebut sudah rampung seluruhnya.
"Persiapan pengoperasian pelabuhan tersebut saat ini sudah selesai keseluruhannya, sehingga dalam waktu tidak lama lagi pelabuhan roro Dumai-Melaka itu akan bisa dioperasikan," ungkap Gubernur Riau HM Rusli Zainal kepada wartawan di Jakarta.
Dia mengatakan, dengan dioperasikannya pelabuhan roro tersebut, warga Indonesia bisa berpergian ke Malaysia dengan menggunakan mobil sendiri. Bahkan tidak hanya sampai di Malaysia saja, mereka juga bisa memarkirkan mobilnya di Singapura.
Rusli Zainal mengakui, pengoperasian pelabuhan roro Dumai-Melaka ini memang sempat tertunda. Penundaan ini hanya disebabkan masalah teknis saja. "Kini seluruh persiapannya sudah selesai 100 persen, begitu juga persoalan administrasi dan pajak antara kedua negara," ujarnya.
Diyakininya bahwa dengan beoperasinya pelabuhan roro Dumai-Melaka ini akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan perkonomian masyarakat Riau. "Perekomian masyarakat bakal meningkat dengan beroperasinya pelabuhan ini," tambah dia.(ad)
sumber: riauinfo.com
jendry February 10th, 2010, 03:43 PM Riau sebagai daerah pertama pencanangan cluster industri berbasis pertanian mendapat perhatian dari pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim). Apalagi Kaltim juga termasuk tiga kawasan pencanangan cluster industri di Indonesia selain Sumatera Utara.
Kunjungan yang dilakukan langsung mengarah ke Dumai tepatnya Kawasan Industri Dumai (KID) yang terdapat di areal industri Pelintung, sebagai daerah pertama pencanangan dan yang telah siap dari segi infrastrukturnya.
Ketua rombongan pemerintah Kalimantan Timur yang juga sebagai Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Muhammad Nurdin, Rabu (10/2) mengatakan, dibandingkan Maloi daerah yang terdapat di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Dumai jauh lebih maju. Bahkan kesiapan tersebut sudah dilakukan sejak lama dengan sejumlah kawasan industri yang sudah ada.
"Potensinya lebih kurang sama untuk mendukung Maloi sebagai kawasan cluster. Tapi kita saat ini masih tahap pembangunan. Sedangkan Dumai sudah siap seluruh sarana dan prasarananya," kata Nurdin yang juga didampingi sejumlah pejabat dari Pemkab Kutai Timur. (ans)
http://tribunpekanbaru.com/read/artikel/14208/kaltim-dumai-jauh-lebih-maju
jendry February 10th, 2010, 07:48 PM DUMAI - Anggota DPRD Kota Dumai dan Pemko Dumai sepakat mendesak pengalokasian dana dari APBN, untuk perpanjangan landasan pacu (runway) Bandar Udara (Bandara) Pinang Kampai.
DUMAI - Anggota DPRD Kota Dumai dan Pemko Dumai sepakat mendesak pengalokasian dana dari APBN, untuk perpanjangan landasan pacu (runway) Bandar Udara (Bandara) Pinang Kampai.
Pentingnya dana untuk perpanjangan runway tersebut menurut Wakil Ketua DPRD Kota Dumai H Zainal Abidin SH, adalah untuk mendukung terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Dumai. Sebab, persayaratan taransportasi udara merupakan salah satu pendukung KEK tersebut.
“Kami bersama-sama dengan Pemko Dumai serius dan sangat kuat memperjuangkan dana untuk perpanjangan landasn pacu Bandara tersebut. Sebab, ini merupakan salah satu penunjang untuk terbewujudkanya KEK di Kota Dumai, sehingga segala sesuatunya harus dipersiapkan,” tuturnya.
Menurutnya, jangan hanya terbentur perpanjangan landasan pacu Bandara itu, KEK di Kota Dumai bermasalah. Sebab, Bandara yang ada sekarang belum cocok untuk jenis pesawat Boing, karena hanya bisa untuk untuk jenis pesawat Foker.
“Setelah penyerahan pengelolaan Bandara ke Pemko Dumai, kita berusaha untuk memaksimalkan kelengkapan Bandara Pinang Kampai tersebut. Hanya saja semua itu perlu proses. Kendalanya saat ini hanya panjang Bandara saja, jika sudah dapat digunakan untuk pendaratn Boing, kita yakin banyak jalur penerbangan dari Kota Dumai ke daerah dan luar negeri,” urainya.
Di lain pihak, Pemko Dumai dalam hal ini Kadishub Kota Dumai H Syafruddin Kamal mengatakan, diperkirakan lebih dari Rp100 miliar lagi diperlukan untuk pelebaran dan perpanjangan runway Bandara Pinang Kampai Dumai.
Saat ini, ujarnya, telah diajukan dana untuk penambahan runway dalam dua tahap. Tahap pertama Rp50 miliar, sisanya menyusul dalam jumlah yang sama. Namun ada kemungkinan dana tersebut berubah sesuai keperluan.
“Jika tidak cepat-cepat dilakukan penambahan runway, maka sampai kapan pun hanya jenis pesawat Foker saja yang bisa mendarat di Bandara Pinang Kampai,” katanya.
Dikatakan, saat ini diperlukan penambahan runway sepanjang 450 meter. Sebab, panjang runway saat ini hanya 1.800 meter.***
http://www.zonariau.com/index.php?option=com_content&task=view&id=179&Itemid=1
rilham2new February 11th, 2010, 06:20 AM Riau sebagai daerah pertama pencanangan cluster industri berbasis pertanian mendapat perhatian dari pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim). Apalagi Kaltim juga termasuk tiga kawasan pencanangan cluster industri di Indonesia selain Sumatera Utara.
Kunjungan yang dilakukan langsung mengarah ke Dumai tepatnya Kawasan Industri Dumai (KID) yang terdapat di areal industri Pelintung, sebagai daerah pertama pencanangan dan yang telah siap dari segi infrastrukturnya.
Ketua rombongan pemerintah Kalimantan Timur yang juga sebagai Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Muhammad Nurdin, Rabu (10/2) mengatakan, dibandingkan Maloi daerah yang terdapat di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Dumai jauh lebih maju. Bahkan kesiapan tersebut sudah dilakukan sejak lama dengan sejumlah kawasan industri yang sudah ada.
"Potensinya lebih kurang sama untuk mendukung Maloi sebagai kawasan cluster. Tapi kita saat ini masih tahap pembangunan. Sedangkan Dumai sudah siap seluruh sarana dan prasarananya," kata Nurdin yang juga didampingi sejumlah pejabat dari Pemkab Kutai Timur. (ans)
http://tribunpekanbaru.com/read/artikel/14208/kaltim-dumai-jauh-lebih-maju
Dumai memang Cluster SEZ untuk pertanian eksisting yang paling maju untuk saat ini..
Infranya udah lumayan lengkap PKS (Pabrik Kelapa Sawit udah lumayan banyak) .. Kalau gak salah PKS di seluruh RIau jumlahnay sampe hampir 200 pabrik ... Yang beroperasi di Dumai mungkin gak banyak, tapi besar-besar :D
Kemaren baca di Riau Pos, di Sumatra ... investasi eksisting di Dumai sudah pada level Rp 1.5 Trilyun di bidang perkelapa-sawitan .... Dan Dumai diarahkan dan ditargetkan untuk investasi Rp 22 Trilyun ...
rilham2new February 19th, 2010, 10:25 AM ^^Industri Dumai great! :okay: ...skrg tinggal menata urban-nya, jangan kalah sama Bontang yg tata kota-nya cukup bagus.
Ini jalan raya di Pusat Kota Dumai, ini Jalan Jendral Sudirman. selain Jalan Jendral Sudirman... Jalan Sultan Syarif Kasim dan juga Jalan Ombak kalau tidak salah juga pakai konsep AVenue ...
Jalan Jendral Sudirman - KOTA DUMAI
RiauPos 30 Januari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2794/4369985138_4f13ea4154_o.jpg
rilham2new February 19th, 2010, 10:27 AM Nampak Galian Proyek Pipa Air Bersih di Jalan Putri Tujuh
RiauPos 12 Januari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4054/4369984676_b39a9a9344_o.jpg
rilham2new February 19th, 2010, 10:29 AM Progress Pelebaran Jalan Sukarno-Hatta
* Gambar oleh TUKANGBENGKEL
http://i602.photobucket.com/albums/tt105/TukangBengkel/GA170/P1080216.jpg
Progress Pelebaran Jalan Sukarno-Hatta
RIauPOs 15 Februari 2010
http://farm3.static.flickr.com/2546/4369984458_4b65e6e8f2_o.jpg
rilham2new February 19th, 2010, 10:31 AM Jalan Soekarno-Hatta dilebarkan karena sering terjadi antrian truk2 yang akan memasuki kawasan terminal barang
RiauPos 02 Februari 2010
http://farm5.static.flickr.com/4047/4369388887_de2f6103f7_o.jpg
rilham2new February 19th, 2010, 10:34 AM RIauPOs 06 Februari 2010
Hatta Radjasa: Dumai Dikembangkan menjadi kawasan SEZ dengan Target Investasi Rp 20 Trilyun
http://farm3.static.flickr.com/2769/4369996406_bf6aef662f_o.jpg
rilham2new February 19th, 2010, 10:38 AM Ini ada sedikit gambar waktu pencanangan DUMAI dan KUALA ENOK sebagai kawasan SPECIAL ECONOMIC ZONE, untuk kluster Pertanian skala nasional ...
Dumai dan Kuala Enok Jadi Cluster Pertanian
1
http://farm5.static.flickr.com/4018/4369996212_de6e406342_b.jpg
2
http://farm5.static.flickr.com/4027/4369246665_bd56f6cfa4_o.jpg
3
http://farm3.static.flickr.com/2744/4369246379_574ee74442_o.jpg
jendry February 25th, 2010, 09:03 AM Kamis, 25 Februari 2010 09:36 WIB
DUMAI--MI: Kawasan Industri Dumai, Riau, telah menjelma menjadi penghasil biodiesel terbesar di dunia mengalahkan produksi terbesar biodiesel dari negeri 'Paman Sam' Amerika Serikat.
"Pabrik biodiesel terbesar dunia berkapasitas satu juta metrik ton per jam ada di Kawasan Industri Dumai (KID)," ujar Agus Subchan Rachlan Manager Industri dan Perdagangan KID, di Dumai, Kamis (25/2).
Dia mengatakan, Wilmar Group sebagai salah satu perusahaan berlokasi di KID yang memiliki pabrik biodiesel berkapasitas 1 juta metrik ton per jam itu, dan diprediksi merupakan yang terbesar di dunia mengalahkan biodiesel milik salah satu perusahaan di AS.
"Biodiesel milik 'Imperium Renewables' yang berada di Seattle, Washington, Amerika Serikat hanya berkapasitas sekitar 60 persen dari kapasitas biodisel KID yang ada saat ini," katanya.
Kebutuhan biodiesel yang cukup tinggi terutama di Eropa dan Amerika, menyebabkan KID berupaya menyeimbangi produksi bahan bakar terbarukan itu dengan melakukan pemanfaatan mendasar sumber alam yang melimpah.
KID, jelasnya, juga memiliki pembangkit untuk menghasilkan biodiesel berbahan bakar dari campuran "mono alkyl ester" atau sisa pembakaran kelapa sawit itu, merupakan proyeksi KID sejak dua tahun lalu dengan kapasitas kompos 10.000 ton setiap harinya.
"Bahan bakar biodiesel yang digunakan adalah sisa pengolahan CPO yang masih mengandung asam lemak bebas atau FFA dengan kapasitas olah lebih dari 20.000 ton setiap hari yang menyisakan kompos sekitar 50 persen, dan dimemanfaatkan untuk menggerakkan mesin diesel," tuturnya.
Kawasan Industri Dumai sendiri terletak di Pelintung, bagian Kota Dumai, Riau, berjarak lebih kurang 20 kilometer dari pusat Kota Dumai dengan luas wilayah yang dimiliki sekitar 1.000 hektare.
Beberapa waktu lalu, KID dijadikan sebagai lokasi pencanangan klaster industri hilir berbasis pertanian "oleochemical" di Dumai dan Kuala Enok, Riau, oleh Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa.
Riau merupakan daerah perkebunan sawit yang memiliki luas areal lahan sekitar 2,3 juta hektare dengan menyumbang minyak sawit (CPO) sebesar 28,2 persen dari total ekspor CPO Indonesia. (Ant/OL-06)
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/02/25/125604/126/101/Dumai-Penghasil-Biodiesel-Terbesar-Dunia
jendry February 28th, 2010, 04:37 PM 28 Feb 2010 17:15 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Ekspor Crude Palm Oil (CPO) melalui pelabuhan Dumai ternyata terbesar di Indonesia. Menurut data yang ada menyebutkan setiap tahunnya ekspor CPO melalui Pelabuhan Dumai mencapai 7,1 juta ton per tahun.
CPO yang diekspor melalui Pelabuhan Dumai itu punya tujuan ke sekitar 91 negara di dunia. "Ini membuktikan Pelabuhan Dumai merupakan pelabuhan yang cukup penting di Indonesia," ungkap Walikota Dumai, Zulkifli AS kepada wartawan di Dumai.
Dia menyebutkan sebagai daewrah pengekspor CPO terbesar di Indonesia, Dumai sudah seharusnya melenkapi infrastruktur pendukungnya, sehingga lebih banyak investor tertarik menanamkan modalnya di Dumai. Dengan demikian Dumai bisa lebih berkembang lagi.
Mengingat sangat strategisnya peranan Dumai ini, kini Dumai dikembangkan pula menjadi kawasan industri hilir pertanian, terutama kelapa sawit. Dengan adanya kawasan ini maka nantinya idak CPO lagi yang diekspor melainkan produk-produk turunannya.
Saat ini pengolahan CPO menjadi produk-prouk turunannya hanya sekitar 31 persen saja, misalnya dijadikan minyak goreng. Sedangkan selebihnya diekspor dalam bentuk CPO. "Nantinya kita akan mengurangi ekspor dalam bentuk CPO," ujarnya.
Zulkifli AS mengatakan, jika yang diekspor hanya dalam bentuk CPO saja tentunya kurang menguntungkan bagi daerah. Sebab berbagai produk jadi seperti mentega, deterjen, dan berbagai produk hilir lainnya sangat memungkinkan dilakukan.(ad)
http://riauinfo.com/main/news.php?c=1&id=12380
Kris18 March 1st, 2010, 06:29 AM Ekspor CPO di Pelabuhan Dumai Terbesar di Indonesia
28 Feb 2010 17:15 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Ekspor Crude Palm Oil (CPO) melalui pelabuhan Dumai ternyata terbesar di Indonesia. Menurut data yang ada menyebutkan setiap tahunnya ekspor CPO melalui Pelabuhan Dumai mencapai 7,1 juta ton per tahun.
CPO yang diekspor melalui Pelabuhan Dumai itu punya tujuan ke sekitar 91 negara di dunia. "Ini membuktikan Pelabuhan Dumai merupakan pelabuhan yang cukup penting di Indonesia," ungkap Walikota Dumai, Zulkifli AS kepada wartawan di Dumai.
Dia menyebutkan sebagai daewrah pengekspor CPO terbesar di Indonesia, Dumai sudah seharusnya melenkapi infrastruktur pendukungnya, sehingga lebih banyak investor tertarik menanamkan modalnya di Dumai. Dengan demikian Dumai bisa lebih berkembang lagi.
Mengingat sangat strategisnya peranan Dumai ini, kini Dumai dikembangkan pula menjadi kawasan industri hilir pertanian, terutama kelapa sawit. Dengan adanya kawasan ini maka nantinya idak CPO lagi yang diekspor melainkan produk-produk turunannya.
Saat ini pengolahan CPO menjadi produk-prouk turunannya hanya sekitar 31 persen saja, misalnya dijadikan minyak goreng. Sedangkan selebihnya diekspor dalam bentuk CPO. "Nantinya kita akan mengurangi ekspor dalam bentuk CPO," ujarnya.
Zulkifli AS mengatakan, jika yang diekspor hanya dalam bentuk CPO saja tentunya kurang menguntungkan bagi daerah. Sebab berbagai produk jadi seperti mentega, deterjen, dan berbagai produk hilir lainnya sangat memungkinkan dilakukan.(ad)
rilham2new March 1st, 2010, 09:39 AM Itulah kenapa Dumai ditetapkan jadi kawasan ekonomi khusus (SEZ) oleh pemerintah pusat agar, CPO bisa dikurangi ekspornya... Kita ekspornya setelah diproses, hehe ....
Tapi berita Jendry dengan Kris sama, tuh hehehe ...
jendry March 2nd, 2010, 05:43 PM Itulah kenapa Dumai ditetapkan jadi kawasan ekonomi khusus (SEZ) oleh pemerintah pusat agar, CPO bisa dikurangi ekspornya... Kita ekspornya setelah diproses, hehe ....
Tapi berita Jendry dengan Kris sama, tuh hehehe ...
:cheers1::cheers1:
drie March 13th, 2010, 09:19 AM Jalur Penerbangan Pekanbaru-Dumai Akan Diambil Wing's Air
PEKANBARU: Untuk mengisi kekosongan rute penerbangan Pekanbaru-Dumai, maskapai penerbangan Lion Air akan melayani rute Dumai Pekanbaru. Semula disebutkan yang akan melayani rute tersebut adalah maskapai penerbangan Lion Air.
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan, yang akan melayani rute penerbangan itu bukan Lion Air, akan tetapi Wings Air yang juga satu group dengan Lion Air. "Kemungkinan kita akan gunakan Wings Air untuk melayani rute tersebut," ungkapnya.
Menurut dia, pihaknya sekarang sedang mempelajari rute tersebut dengan jenis pesawat apa yang cocok. "Kemungkinan untuk rute penerbangan itu kami akan menggunakan pesawat baling-baling," ujarnya.
Edward sendiri mengaku hasil survey yang dilakukan pihaknya menyebutkan rute tersebut cukup baik dan menjanjikan. Namun demikian tentu saja tidak hanya rute Dumai_Pekanbaru saja yang akan ditempuh, tapi juga Medan-Dumai dan Dumai-Pekanbaru.(ak)
riau.go.id
rilham2new March 13th, 2010, 12:15 PM Wah, gak RAL lagi, ya :ohno:
chow March 23rd, 2010, 04:43 AM Dumai Minta Jadi FTZ
Batampos.co.id - Seiring dengan diterapkannya Asean Cina Free Trade Agreement (ACFTA), maka kawasan Dumai tidak cukup hanya menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK). Menurut Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit, Dumai harus menjadi kawasan Free Trade Zone (FTZ), sehingga memiliki infrastruktur bisnis yang unggul dibanding kawasan lain.
Mambang mengatakan, perlunya Dumai menjadi kawasan FTZ guna menghadapi persaingan era ACFTA. "Saat ini belum memadai untuk menghadapi tantangan itu. Agar Dumai dapat bersaing, maka harus dibuat kawasan free trade zone," ujar Mambang saat menjadi pembicara dalam Dialog Pakar ICMI Riau, Sabtu (20/3). Hadir dalam kesempatan dialog itu Ketua ICMI Riau Prof Dr Tengku Dahril MSc, para pengurus dan anggota dewan Pakar ICMI seperti Ir Feisal Qomar Karim, Edyanus Herman Halim, Levna Ervan, dr Ekmal Rusdy dan lainnya.
Dikatakan, Mambang, saat ini merupakan kesempatan Dumai untuk terus mengembangkan diri, setelah ditetapkan sebagai cluster kelapa sawit. Potensi sawit ini bagus sebagai andalan persaingan. "Jika sekarang baru dua saja turunan industri kelapa sawit yakni CPO, maka ke depan harus lebih banyak. Di dunia ada 100 lebih turunan produknya. Malaysia punya 44 produk. Kita hanya dua. Nah cluster ini kesempatan kita untuk berkembang," ujarnya.
Dia membandingkan dengan sejumlah negara lain, yang telah lebih dulu mengembangkan kawasan bisnis dengan memberikan insentif yang luar biasa kepada investor. Hal inilah yang membuat investor berdatangan dan betah berbisnis. Misalnya di Cina, untuk pemakaian tanah sebagai hak guna usaha (HGU) diberikan langsung selama 99 tahun. Sementara aturan perundangan di Indonesia bisa memberikan 80 tahun, dengan syarat, awalnya hanya 30 tahun dan dapat diperpanjang 20 tahun ditambah 30 tahun. Aturan jangka pendek membuat investor dapat ragu. Sebaliknya yang berjangka panjang akan membuat investor berpikir jauh ke depan. "i akan membuat investor dapat berpikir jauh dan jangka panjang sehingga mereka berpikir untuk memajukan bisnis di kawasan itu,"ujar Mambang.
Dia menyebut Cina, yang juga menerapkan kebijakan bebas pajak kepada investor yang belum untung, bahkan dalam jangka waktu 10 tahun. Kebijakan yang senada dimiliki Taiwan yang memiliki tax holiday selama 5 tahun. Selama itu, investor tak kena pajak, dan setelah itu baru kena pajak. Mestinya, lanjut Mambang, jika Dumai ingin punya daya saing, maka Dumai harus dibuat lebih baik dari luar negeri di bidang kebijakan investasi ini. "Kalau Taiwan ada tax holiday 5 tahun, kita mungkin bisa 6 atau 7 tahun. Untuk HGU mungkin bisa diberikan lebih dari 100 tahun," ujarnya.
Mambang menyebutkan, sekarang adalah momentum bagi Dumai, karena Batam sudah lepas sama sekali. Dan kalau ini lepas lagi, maka Riau tak bisa lagi menarik investor. Mambang juga mengkritisi kebijakan yang ada selama ini untuk Dumai yakni KEK. "Aturannya lama, tak beda dengan kawasan berikat. Sekarang, kita ingin fasilitas itu dapat disandingkan dengan kawasan dunia lain. Kita ingin Free Trade Zone, yang punya Undang-undang sendiri. Ada perlakuan khusus bukan Undang-undang yang lama," tegasnya.
rilham2new March 23rd, 2010, 05:47 AM Proyek Pipa Air Bersih Kota Dumai
RiauPos 17 Maret 2010
http://farm5.static.flickr.com/4035/4447803641_201b7de9a3_o.jpg
rilham2new March 23rd, 2010, 05:48 AM Selama 5 tahun terakhir, investor telah berinvestasi sebesar Rp 14.5 Trilyun di Dumai
RiauPos 16 Maret 2010
http://farm5.static.flickr.com/4029/4447803995_404d755a09_o.jpg
bama84 March 26th, 2010, 05:49 PM Investor Cina dan Malaysia Lirik Peluang Investasi di Jembatan Selat Malaka
26 Mar 2010 10:33 wib
ad
PEKANBARU (RiauInfo) - Meski pemerintah pusat menganggap pembangunan Jembatan Selat Malaka saat ini belum menjadi prioritas, namun ini ternyata tidak menurunkan semangat Pemprov Riau untuk terus mewujudkan segera direalisasinya rencana mega proyek internasional tersebut.
Bahkan saat ini investor Cina dan Masyarakat sudah mulai melirik peluang menanamkan investasinya dalam membangun Jembatan Selat Malaka ini. "Kita mengakui untuk mewujudkan jembatan ini tidak akan bisa bila tanpa bantuan investor sebagai pihak ketiga," ujar Gubernur Riau HM Rusli Zainal.
Menurut dia, meskipun tidak menjadi program ini prioritas, namun pemerintah pusat memberikan perhatian agar Provinsi Riau mendapatkan kesempatan yang luas guna memancing investor menanamkan investasinya guna mewujudkan jembatan Selat Malaka.
"Untuk membangun jembatan ini dibutuhkan dana yang sangat besar. Jadi tetap minta perhatian dan dukungan dari pemerintah pusat," ungkap Rusli Zainal lagi. Bagaimanapun dukungan bagi daerah untuk mendapatkan investor itu juga penting.(ad)
sumber: riauinfo.com
jembatan dumai-melaka ini terasa kurang lengkap kalau tidak dihubungkan jalan tol dari pekanbaru ke dumai.
rilham2new April 3rd, 2010, 07:23 AM Walikota Dumai meninjau Proyek Pipa Air Bersih di Kota Dumai
Riau Pos 25 Maret 2010
http://farm3.static.flickr.com/2692/4486072578_5400305071_o.jpg
rilham2new April 3rd, 2010, 07:24 AM Walikota Dumai meninjau Pembangunan Proyek Pipa Air Bersih
Riau Pos 27 Maret 2010
http://farm3.static.flickr.com/2678/4485422457_6f896c0f2b_o.jpg
Kris18 April 5th, 2010, 10:11 AM Meski perubahannya gak signifikan , tapi Dumai tetap membangun yaa...
moga pemimpin baru Dumai nanti punya gebrakan baru seperti halnya Walikota Herman Abdullah terhadap Kota Pekanbaru :)
rilham2new April 5th, 2010, 03:17 PM ^^ Sebenarnya untuk ukuran Dumai, pembangunan proyek pipa air bersih senilai ratusan miliar ini cukup signifikan, kris .....
Bahkan mungkin akan jadi proyek yang dikenang sepanjang masa :D
Dan masuknya investasi baru ke Dumai dalam 5 tahun terakhir sampai dengan angka sebesar Rp 14.5 Trilyun itu luar biasa signifikan :D ...
Cuman memang pembangunan sektor publik yang gak begitu klihatan :) ...
jendry April 8th, 2010, 04:00 PM Jakarta (ANTARA News) - Tiga BUMN Perkebunan, PTPN III, IV, dan V menginvestasikan Rp400 miliar untuk membangun tiga pabrik biofuel di Dumai.
"Pembangunan pabrik biofuel yang menghasilkan biodiesel dan bioethanol itu mulai dibangun semester I 2010," kata Direktur Utama PTPN IV Dahlan Harahap, usai penandatangan nota kesepahaman antara PTPN III, IV, V dengan PT Pertamina, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis.
Hadir dalam acara tersebut, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, para dirut PTPN dan Direktur Pertamina Karen Agustiawan.
Menurut Dahlan, Pertamina sudah menyatakan menjadi pembeli langsung (offtaker) hasil biofuel tersebut.
Ia menjelaskan, untuk membangun ketiga pabrik tersebut PTPN akan membentuk perusahaan patungan.
"Dana pembangunan kilang sebesar 30 persen diperoleh dari internal ketiga PTPN, sedangkan sisanya pinjaman perbankan," tegas Dahlan.
Meski begitu, ia tidak merinci nama perusahaan patungan yang dimaksud. Dahlan hanya menyebutkan bahwa lama pembangunan akan memakan waktu hingga delapan belas bulan, sehingga diperkirakan beroperasi sekitar tahun 2012.
Lokasi pabrik menurutnya, ditempatkan di Dumai, mengingat Pertamina yang memiliki kilang minyak di wilayah itu, dan PTPN juga memiliki infrastruktur tangki timbun CPO.
"Pertamina meminta kilang dibangun di Dumai, wilayah ini juga memiliki pelabuhan ekspor," tegasnya.
Kapasitas pengolahan bahan baku berupa tadan buah segar (TBS) dari ketiga pabrik tersebut mencapai 300.000 ton per tahun, atau merupakan 20 persen dari total produksi CPO PTPN III, IV, dan V. Serta, setara dengan 10 persen dari total produksi seluruh PTPN.
Menurutnya, kapasitas produksi tiga pabrik tersebut hingga tahun 2014 diharapkan mencapai 600.000 ton per tahun.(R017/A024)
rilham2new April 11th, 2010, 09:22 AM Proyek Pipa Air Bersih
Riau Pos 5 APril 2010
http://farm3.static.flickr.com/2538/4507404271_c76d2b6ffb_o.jpg
CrazyForID April 12th, 2010, 12:41 PM Pembangunan Dumai Square Terhenti
12 April 2010
http://www.riaupos.com/gfx/berita/pembangunan-dumai-square.jpg
Laporan AFRIMEN, Dumai
afrimen@riaupos.com
Dua tahun lebih pembangunan Dumai Square terhenti. Kawasan seluas empat hektare lebih itu tampak tidak terurus. Dinding seng yang semula menjadi pagar kawasan yang berada persis di pinggir Jalan Raya Bukit Datuk itu pun sudah roboh. Tidak ada aktivitas samasekali.
PADAHAL, semula kawasan bisnis ini diharapakan menjadi salah satu ikon kota Dumai. Selain ada hotel berbintang, di komplek tersebut juga ada pusat berbelanjaan dengan ratusan kios. Plus sarana hiburan dan permainan anak.
Kini, tiang-tiang beton bangunan yang terbagi dua bangunan utama itu berdiri tanpa teman. Di samping tiang, yang sudah dibangun adalah lantai dan tangga antar tingkat. Namun, dinding bangunan belum ada sama sekali.
Bagian lantai bawah yang sengaja digali untuk dijadikan sebagai lahan parkir, sekarang sudah digenangi air. Sejak pagar seng lahan tersebut robohi, genangan air dijadikan tempat mandi oleh sejumlah warga yang tinggal di sekitarnya.
Pembangunan kawasan bisnis yang hanya berjarak ratusan meter dari pintu gerbang Komplek Perumahan Pertamina UR II Bukit Datuk itu sangat ditunggu-tunggu warga. Selain menjadi kawasan bisnis, warga juga berharap Dumai Square bisa menjadi sarana hiburan dan arena permainan anak-anak di tengah minimnya tempat bermain anak di Dumai saat ini.
‘’Kita berharap sekali pembangunanya dilanjutkan dan segera selesai,’’ ujar Herawati, warga Bukit Datuk.
Satu-satunya tanda yang oleh sejumlah pihak diyakini sebagai kelanjutan pembangunan Dumai Square adalah masih berdirinya sebuah craine di antara dua bangunan yang direncanakan bertingkat tujuh itu. Alat angkat material bangunan itu masih tetap dibiarkan berdiri sejak dipergunakan dan belum ada tanda-tanda bakal dibongkar atau dipindahkan.
‘’Dengan adanya craine itu di sana, bisa dijadikan pertanda kalau pembangunannya akan tetap dilanjutkan,’’ ujar Amir, salah seorang pemuka masyarakat yang tinggal di belakang Komplek Dumai Square tersebut.
Kerja Sama
Akiat, salah seorang pegusaha Dumai yang menjadi owner, menyebutkan penyebab terhentinya pembangunan Dumai Square karena putusnya hubungan bisnis dengan kelompok perusahaan perhotelan di Singapura yang semula menjadi partner pengusaha lokal. ‘’Ya, hubungan kerja sama kita terhenti,’’ ujarnya tanpa menyebutkan apa penyebabnya.
Namun, ia mengaku tetap berupaya mendapatkan partner untuk melanjutkan pembangunan hotel dan pusat perdagangan itu.
Harapan dan upaya itu agaknya segera membuahkan hasil yang menggembirakan. Sebab, ia mengaku sudah mendapatkan partner yang berminat bekerjasama bisnis dan melanjutkan pembangunan Dumai Square.
‘’Kita sudah dapat partner. Sebuah kelompok bisnis di Jakarta,’’ ujarnya menjawa Riau Pos via handphone, Selasa (6/4) pekan lalu.
Bersama dengan kelompok bisnis, Akit mengak tengah melakukan pembicaraan tingkat lanjut perihal kerja sama yang akan dilakukan. ‘’Kita tengah lakukan pembahasan mendalam melanjutkan kerjasama yang sudah disepakati. Mudah-mudahan semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Bila hal itu dapat selesai sesuai prediksi, maka pembangunan bisa dilanjutkan. Kita berharap dapat berjalan lancar,’’ tuturnya.
Karenanya, Akiat mengaku optimis pembangunan itu dilanjutkan menjelang akhir tahun ini. ‘’Kita rencanakan, sebelum akhir tahun, pembangunannya sudah bisa dilanjutkan kembali,’’ ujarnya optimis.***
Kris18 April 12th, 2010, 02:47 PM Desain DUMAI SQUARE MAL
http://farm3.static.flickr.com/2344/4514624368_c2b6543185.jpg
Pembangunan Dumai Square Terhenti
12 April 2010
http://www.riaupos.com/gfx/berita/pembangunan-dumai-square.jpg
Laporan AFRIMEN, Dumai
afrimen@riaupos.com
Dua tahun lebih pembangunan Dumai Square terhenti. Kawasan seluas empat hektare lebih itu tampak tidak terurus. Dinding seng yang semula menjadi pagar kawasan yang berada persis di pinggir Jalan Raya Bukit Datuk itu pun sudah roboh. Tidak ada aktivitas samasekali.
PADAHAL, semula kawasan bisnis ini diharapakan menjadi salah satu ikon kota Dumai. Selain ada hotel berbintang, di komplek tersebut juga ada pusat berbelanjaan dengan ratusan kios. Plus sarana hiburan dan permainan anak.
Kini, tiang-tiang beton bangunan yang terbagi dua bangunan utama itu berdiri tanpa teman. Di samping tiang, yang sudah dibangun adalah lantai dan tangga antar tingkat. Namun, dinding bangunan belum ada sama sekali.
Bagian lantai bawah yang sengaja digali untuk dijadikan sebagai lahan parkir, sekarang sudah digenangi air. Sejak pagar seng lahan tersebut robohi, genangan air dijadikan tempat mandi oleh sejumlah warga yang tinggal di sekitarnya.
Pembangunan kawasan bisnis yang hanya berjarak ratusan meter dari pintu gerbang Komplek Perumahan Pertamina UR II Bukit Datuk itu sangat ditunggu-tunggu warga. Selain menjadi kawasan bisnis, warga juga berharap Dumai Square bisa menjadi sarana hiburan dan arena permainan anak-anak di tengah minimnya tempat bermain anak di Dumai saat ini.
‘’Kita berharap sekali pembangunanya dilanjutkan dan segera selesai,’’ ujar Herawati, warga Bukit Datuk.
Satu-satunya tanda yang oleh sejumlah pihak diyakini sebagai kelanjutan pembangunan Dumai Square adalah masih berdirinya sebuah craine di antara dua bangunan yang direncanakan bertingkat tujuh itu. Alat angkat material bangunan itu masih tetap dibiarkan berdiri sejak dipergunakan dan belum ada tanda-tanda bakal dibongkar atau dipindahkan.
‘’Dengan adanya craine itu di sana, bisa dijadikan pertanda kalau pembangunannya akan tetap dilanjutkan,’’ ujar Amir, salah seorang pemuka masyarakat yang tinggal di belakang Komplek Dumai Square tersebut.
Kerja Sama
Akiat, salah seorang pegusaha Dumai yang menjadi owner, menyebutkan penyebab terhentinya pembangunan Dumai Square karena putusnya hubungan bisnis dengan kelompok perusahaan perhotelan di Singapura yang semula menjadi partner pengusaha lokal. ‘’Ya, hubungan kerja sama kita terhenti,’’ ujarnya tanpa menyebutkan apa penyebabnya.
Namun, ia mengaku tetap berupaya mendapatkan partner untuk melanjutkan pembangunan hotel dan pusat perdagangan itu.
Harapan dan upaya itu agaknya segera membuahkan hasil yang menggembirakan. Sebab, ia mengaku sudah mendapatkan partner yang berminat bekerjasama bisnis dan melanjutkan pembangunan Dumai Square.
‘’Kita sudah dapat partner. Sebuah kelompok bisnis di Jakarta,’’ ujarnya menjawa Riau Pos via handphone, Selasa (6/4) pekan lalu.
Bersama dengan kelompok bisnis, Akit mengak tengah melakukan pembicaraan tingkat lanjut perihal kerja sama yang akan dilakukan. ‘’Kita tengah lakukan pembahasan mendalam melanjutkan kerjasama yang sudah disepakati. Mudah-mudahan semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Bila hal itu dapat selesai sesuai prediksi, maka pembangunan bisa dilanjutkan. Kita berharap dapat berjalan lancar,’’ tuturnya.
Karenanya, Akiat mengaku optimis pembangunan itu dilanjutkan menjelang akhir tahun ini. ‘’Kita rencanakan, sebelum akhir tahun, pembangunannya sudah bisa dilanjutkan kembali,’’ ujarnya optimis.***
rilham2new April 12th, 2010, 02:50 PM ^^ Dumai Square itu bukan yang sekarang jadi Ramayana + KFC itu, ya ???
Kris18 April 12th, 2010, 02:54 PM ^^
Sepertinya bukan bang,
yang Ramayana itu ialah Plaza Ramayana Dumai seperti halnya di Duri ada dua pusat perbelanjaan, satu namanya Plaza Ramayana Duri dan satunya lagi Mandau Square
makanya pas aku kasih link tentang Dumai yang punya pusat perbelanjaan ke abang kemarin itu karena Dumai akan punya setidaknya dua pusat perbelanjaan modern sampai2 bikin resah mereka yang berkepentingan disana yang katanya tidak pro pedagang kecil lah,, bla..bla..bla.. :D
rilham2new April 12th, 2010, 02:59 PM ^^ Tapi, untuk kota sekecil Dumai sampe bangun yang bertingkat 7??? Apa gak terlalu berlebihan, ya ???
rilham2new April 12th, 2010, 03:10 PM Oppss baru ketemu gambarnya ....
Ya benar, ternyata Ramayana + KFC di DUmai itu lokasinya di PLAZA DUMAI ... Coba cek gambar di bawah ini :D
http://farm4.static.flickr.com/3474/3968651532_c841b38ab4_o.jpg
Kris18 April 12th, 2010, 03:24 PM Bertingkat 7 yaa??? Woww...
aku lihat di desainnya di buku yang ada di Perpus Soeman HS , Dumai Square ini semacam Kompleks perpaduan antara pusat perbelanjaan, rekreasi dan hotel berbintang bang.
Kris18 April 16th, 2010, 04:51 PM Kota Dumai Part II
http://i290.photobucket.com/albums/ll262/pinokio_81sableng/dumai1-1.jpg
Pelabuhan Kota Dumai
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Pekanbaru%20Lovely%20City/9-Foto20Lipsus20Oil20Factory201.jpg
Kawasan Industri Kota Dumai
http://farm3.static.flickr.com/2725/4091657900_63be727c82_o.jpg
Kilang Minyak Pertamina Dumai
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Pekanbaru%20Lovely%20City/9-Foto20Lipsus20PERTAMINA.jpg
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Pekanbaru%20Lovely%20City/oilrefinery_01.jpg
Masterplan of Dumai Port
http://i163.photobucket.com/albums/t285/acen_keren/dumai.jpg
:)
drie April 18th, 2010, 02:34 PM PIPM Riau Bidik Dumai Jadi Pusat Pengembangan Pasar Modal
Banyak daerah potensial untuk pengembangan pasar modal di Riau. Untuk itu, Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Riau gencar mengenalkan pasar modal kepada masyarakat Riau.
Salah satu caranya yang dilakukan PIPM Riau yakni dengan menggelar workshop wartawan dan Forum Calon Investor Pasar Modal di Dumai pada tanggal 16-17 Maret 2010.
“Peran media sangat penting dalam mensosialisasikan pasar modal. Makanya kami ingin wartawan pun bisa lebih baik dalam memahami pasar modal. Ini sebagai bentuk edukasi kepada para pelaku media dan juga untuk menjaring investor pasar modal di Dumai,” kata Kepala PIPM Riau, Emon Sulaeman, kepada riaubisnis.com, Ahad (18/6/2010).
Dalam workshop ini, PIPM Riau melibatkan seluruh media massa yang ada di Dumai. Pasca workshop diharapkan, para wartawan mampu memberikan informasi yang lebih akurat dan jelas tentang pasar modal kepada masyarakat.
”Nantinya dengan informasi yang diberikan kawan-kawan wartawan di Dumai kita harapkan mampu menarik minat masyarakat Dumai untuk berinvestasi di pasar modal,” imbuhnya.
Emon mengungkapkan, dipilihnya Dumai karena kota pelabuhan ini merupakan salah satu basis perekonomian di Riau selain Pekanbaru. Kegiatan sosialisasi di Dumai juga merupakan pengembangan pasar modal di daerah kabupaten dan kota di Riau.
”Di Dumai ada beberapa perusahaan besar. Dumai juga merupakan kawasan indusri tentunya potensi investasi pasar modal di sini cukup tinggi. Ke depan kami berharap bisa berkembang sehingga pasar modal di Riau tidak hanya terpusat di Pekanbarusaja,” jelasnya.
Dalam workshop yang baru pertama kali digelar di Dumai ini, hadir sebagai pemateri Darma Setiadi, Kepala Bagian Penyelesaian Transaksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) serta Rahma Dewi, Kepala Departmen Pinjam Meminjam Efek dan Repo PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).
Dalam pelatihan kali ini PIPM Riau menggandeng BNI Securities. Kebetulan perusahaan sekuritas pelat merah ini juga baru membuka kantor perwakilannya di Dumai. Hadirnya BNI Securities di Dumai dinilai mampu memudahkan masyarakat untuk bertransaksi di pasar modal karena tidak harus datang ke Pekanbaru lagi.
”Kita harapkan perusahaan sekuritas lainnya juga tidak terpaku di Pekanbaru saja karena masih banyak daerah lainnya yang cukup sangat potensial untuk industri sekuritas,” pungkasnya. (*)
riaubisnis.com
drie April 20th, 2010, 09:05 AM Kapal Perang Sandar di Pelabuhan Dumai
KAPAL PERANG: KRI Sultan Iskandar Muda, salah satu kapal perang RI jenis korvet buatan Belanda saat sandar di Dermaga Dumai, Senin (19/4/2010).(mnizar/riau pos)
DUMAI (RP) - KRI Sultan Iskandar Muda, Senin (19/4), singgah dan sandar di dermaga B Kota Dumai, dalam aktivitasnya melakukan patroli di wilayah Barat termasuk perairan Riau.
Komandan KRI Sultan Iskandar Muda Letkol Laut (P) Ariantyo Condrowibowo di atas kapal menjelaskan, maksud dan tujuan KRI sandar di dermaga Dumai, adalah untuk mengisi bahan bakar, dan keperluan logistik kapal.
‘’KRI Sultan Iskandar Muda merupakan salah satu kapal perang dengan tekhnologi paling mutakhir, yang mengemban tugas menegakkan hukum dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perairan Nusantara,’’ katanya.
KRI Sultan Iskandar Muda dengan nomor lambung 367, adalah kapal ketiga dari empat kapal yang dibangun dari galangan damen naval shipbuilding untuk TNI AL. Kapal yang mulai dibangun Mei 2006 di Negara Belanda, dan diberikan nama pada tanggal 27 November 2007, penyerahan kepada Indonesia pada tanggal 29 Agustus 2008, dan peresmian atau launching kapal pada 18 Oktober 2008.
Selain itu, kapal jenis korvet atau kapal perang kelas sedang itu, sebut komandan KRI lagi, merupakan tipe kapal terbaru yang dimiliki KRI, didalam Operasi Arung Pari 10 ini, KRI Sultan Iskandar Muda sudah melakukan patroli di perairan Indonesia terutama di gugus perairan wilayah Barat.
Jumlah ABK KRI Sultan Iskandar Muda yang mengikuti Operasi Pari 10 kali ini adalah sebanyak 80 orang. Sedikit gambaran nama KRI Sultan Iskandar Muda, adalah seorang pahlawan perang yang lahir di Aceh pada 1593, dan wafat pada 1636. Pada waktu itu Aceh merupakan kerajaan besar di Nusantara, pada waktu kepemimpinan Sultan Iskandar Muda juga mempunyai wilayah kekuasaan sampai ke Malaysia, Sumatera Barat, Sumatera Timur, dan Semenanjung Melayu.
KRI Sultan Iskanda Muda memiliki bobot 1.819 ton. Panjang 90,71 M. Lebar 13,02 M. Draft 3,6 M. Pendorong 2xSEMT Pielstick. Kecepatan maksimum 28 knot jelajah 18 knot, jarak tempuh 4800 Nm (kecepatan ekonomis), ABK 80 (16 perwira). SAM 2x QUAD MBDA mistral tetral, SSM 4x MBDA Exoct MM-40 Blok III, Meriam 76 mm OTO-Melara Super Rapid Gun (OSRG) jarak tembak 20 km, 2x2 mm Denel Vektor GI 2.(zar)
riaupos.com
rilham2new April 26th, 2010, 10:43 AM Riau Pos
Angkut 1 Miliar Liter Minyak
Pertamina Luncurkan Tanker Terbesar
26 April 2010
Laporan M Nizar, Dumai
Kapal tanker LL MT Gunung Geulis milik PT Pertamina, Sabtu (24/4), diresmikan pengunaannya di kilang Pertamina Putri Tujuh Pertamina Refineri Unit (RU II) Dumai, oleh Direktur Pemasaran dan Niaga Djaelani Sutomo.
Kapal tanker jenis Aframax Large Arange (LR) MT Gunung Geulis, merupakan kapal tanker terbesar yang dimiliki PT Pertamina, dan mampu mengangkut sebanyak 1 miliar liter crude oil.
Kapal Aframax-MT Gunung Geulis yang tiba di Pelabuhan Pertamina RU II Dumai satu hari sebelum peresmian, telah menempuh perjalanan selama 58 jam dari Balongan dengan kecepatan 13 knot dengan jarak tempuh sepanjang 758 mil, dan sampai di Kota Dumai untuk dilakukan launching oleh jajaran direktur PT Pertamina.
Acara peresmian kapal Apramax MT Gunung Geulis yang semula langsung diresmikan oleh Direktur Pertamina Karen Agustiawan itu tidak dapat dilakukan, pasalnya menurut informasi yang berhasil dihimpun Riau Pos di lapangan, Direktur Utama PT Pertamian Karen Agustiawan mendadak menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga tidak dapat ikut ke Kota Dumai untuk melakukan presmian kapal terbesar dari 160 kapal yang ada.
Kapal Large Arange (LR) dengan kapasitas kemampuan mengangkut minyak sebanyak 1 miliar liter crude oil dari perairan Dumai atau perairan dimana ada kilang Pertamina itu, saat ini sudah siap beroperasi ke seluruh Nusantara untuk membantu mengangkut minyak dari kilang-kilang Pertamian diseluruh Indonesia.
Kapal yang dibeli seharga 53 juta dollar AS ini, memiliki panjang 243,8 m dan lebar 42 m yang dipesan dari Jepang dan selesai dibuat pada November 2009, dan saat ini siap melakukan pengangkutan minyak yang akan memenuhi kebutuhan minyak nasional.
Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Jailani Sutomo yang membacakan sambutan direktur utama Karen Agustiawan Sabtu (24/4), dalam acara serah terima kapal terbesar di jajaran PT Pertamina itu mengucapkan puji sukur ke hadirat Allah SWT, karena kapal Apramax-MT Gunung Geulis saat ini sudah masuk kedalam jajaran armada Pertamina.
‘’Momen ini sangat penting bagi saya peribadi, karena ini merupakan salah satu trobosan yang berhasil dilakukan oleh pekerja Pertamina dalam rangka memperbaiki kehandalan distribusi kita kedepan di tahun ini,’’ kata Direktur Pemasaran dan Niaga Djaelani membacakan sambutan direktur Utama.
Saat ini Pertamina masih dipercaya pemerintah untuk mengemban tugas memenuhi kebutuhan mintyak di seluruh nusantara, kondisi geografis Indonesia yang banyak peraiarannya, menyebabkan peran perkapalan sangat diperlukan. Karena itulah direksi dan manajemen sepakat untuk mendorong transformasi dan fungsi perkapalan Pertamina. Dan salah satunya adalah dengan memastikan tercapainya target investasi untuk pengadaan kapal baru di fungsi perkapalan.
Saat ini PT Pertamian hanya memiliki 35 unit kapal, dan apabila investasi lamban dilakukan disektor perkapalan, maka pada 2014 nanti akibat dari lay-up terhadap kapal milik, Pertamina hanya tinggal memiliki 14 kapal saja, bahkan untuk tipe RL seperti MT Gunung Geulis itu pada 2010 Pertamina hanya memiliki 3 unit saja.(izl)
nowan April 28th, 2010, 08:28 AM ^^ Kapal ini pastinya mengangkut minyak Duri CPI :okay:
Lebih heboh lagi kalau dulu yang kelas VLCC (dua tingkat di atas Aframax) jadi diambil Pertamina masuk ke pelabuhan Dumai ya :)
rilham2new April 28th, 2010, 11:26 AM ^^ Kemungkinan gitu,,,sepertinya memang untuk CPI ...
bama84 April 28th, 2010, 05:22 PM ^^ minyaknya diangkut kemana ya ?
rilham2new April 28th, 2010, 11:33 PM Riau Pos
Angkut 1 Miliar Liter Minyak
Pertamina Luncurkan Tanker Terbesar
26 April 2010
Laporan M Nizar, Dumai
Kapal tanker LL MT Gunung Geulis milik PT Pertamina, Sabtu (24/4), diresmikan pengunaannya di kilang Pertamina Putri Tujuh Pertamina Refineri Unit (RU II) Dumai, oleh Direktur Pemasaran dan Niaga Djaelani Sutomo.
Kapal tanker jenis Aframax Large Arange (LR) MT Gunung Geulis, merupakan kapal tanker terbesar yang dimiliki PT Pertamina, dan mampu mengangkut sebanyak 1 miliar liter crude oil.
Kapal Aframax-MT Gunung Geulis yang tiba di Pelabuhan Pertamina RU II Dumai satu hari sebelum peresmian, telah menempuh perjalanan selama 58 jam dari Balongan dengan kecepatan 13 knot dengan jarak tempuh sepanjang 758 mil, dan sampai di Kota Dumai untuk dilakukan launching oleh jajaran direktur PT Pertamina.
Acara peresmian kapal Apramax MT Gunung Geulis yang semula langsung diresmikan oleh Direktur Pertamina Karen Agustiawan itu tidak dapat dilakukan, pasalnya menurut informasi yang berhasil dihimpun Riau Pos di lapangan, Direktur Utama PT Pertamian Karen Agustiawan mendadak menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sehingga tidak dapat ikut ke Kota Dumai untuk melakukan presmian kapal terbesar dari 160 kapal yang ada.
Kapal Large Arange (LR) dengan kapasitas kemampuan mengangkut minyak sebanyak 1 miliar liter crude oil dari perairan Dumai atau perairan dimana ada kilang Pertamina itu, saat ini sudah siap beroperasi ke seluruh Nusantara untuk membantu mengangkut minyak dari kilang-kilang Pertamian diseluruh Indonesia.
Kapal yang dibeli seharga 53 juta dollar AS ini, memiliki panjang 243,8 m dan lebar 42 m yang dipesan dari Jepang dan selesai dibuat pada November 2009, dan saat ini siap melakukan pengangkutan minyak yang akan memenuhi kebutuhan minyak nasional.
Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Jailani Sutomo yang membacakan sambutan direktur utama Karen Agustiawan Sabtu (24/4), dalam acara serah terima kapal terbesar di jajaran PT Pertamina itu mengucapkan puji sukur ke hadirat Allah SWT, karena kapal Apramax-MT Gunung Geulis saat ini sudah masuk kedalam jajaran armada Pertamina.
‘’Momen ini sangat penting bagi saya peribadi, karena ini merupakan salah satu trobosan yang berhasil dilakukan oleh pekerja Pertamina dalam rangka memperbaiki kehandalan distribusi kita kedepan di tahun ini,’’ kata Direktur Pemasaran dan Niaga Djaelani membacakan sambutan direktur Utama.
Saat ini Pertamina masih dipercaya pemerintah untuk mengemban tugas memenuhi kebutuhan mintyak di seluruh nusantara, kondisi geografis Indonesia yang banyak peraiarannya, menyebabkan peran perkapalan sangat diperlukan. Karena itulah direksi dan manajemen sepakat untuk mendorong transformasi dan fungsi perkapalan Pertamina. Dan salah satunya adalah dengan memastikan tercapainya target investasi untuk pengadaan kapal baru di fungsi perkapalan.
Saat ini PT Pertamian hanya memiliki 35 unit kapal, dan apabila investasi lamban dilakukan disektor perkapalan, maka pada 2014 nanti akibat dari lay-up terhadap kapal milik, Pertamina hanya tinggal memiliki 14 kapal saja, bahkan untuk tipe RL seperti MT Gunung Geulis itu pada 2010 Pertamina hanya memiliki 3 unit saja.(izl)
Gambar dari thread tetangga versi RESIZE :D
http://farm4.static.flickr.com/3503/4561678270_69daa27ce1_b.jpg
nowan April 29th, 2010, 04:32 AM ^^ nah itu dia si tanker... hehe. Trims.. :)
^^ minyaknya diangkut kemana ya ?
Di berita di atas kayaknya disebutkan minyaknya diangkut ke Balongan-Indramayu, tempat kilang EXOR. Di Indonesia memang kilang itu yg khusus mengolah minyak Duri.
rilham2new April 29th, 2010, 04:40 AM ^^ Tapi aku baru kali ini ngliat tanker segede itu .... Itu kalau perjalanan dari Dumai ke Indramayu bisa habis berapa jam, ya??
nowan April 29th, 2010, 04:46 AM 58 jam... kata berita di atas juga :D
rilham2new April 29th, 2010, 04:52 AM Oppss sorry, gak smua berita aku baca, soalnya. Tpi kalau menurut paradyto itu wartawan RiauPos salah menyebutkan kapasitas MT Gunung Geulis nya :D
Coba cek di thread RIAU III.
nowan April 29th, 2010, 05:43 AM Haha.. iya, yang itu saya gak perhatiin :D
Tanker ULCC (yang paling gede, 3 tingkat di atas neng geulis ini) aja gak sebesar itu kapasitasnya (jauh di bawah 1 milyar liter).
Terus nih tanker dari Balongan ke Dumai bawa apa ya? Minyak mentah dari Mundu, Jatibarang dan Arjuna?
jendry April 29th, 2010, 06:39 PM Gambar dari thread tetangga versi RESIZE :D
http://farm4.static.flickr.com/3503/4561678270_69daa27ce1_b.jpg
buju buneng, :nuts::nuts:..
besar amat tankernya..
bama84 May 2nd, 2010, 08:26 AM ^^ nah itu dia si tanker... hehe. Trims.. :)
Di berita di atas kayaknya disebutkan minyaknya diangkut ke Balongan-Indramayu, tempat kilang EXOR. Di Indonesia memang kilang itu yg khusus mengolah minyak Duri.
kilang dumai tidak dipakai buat mengolah minyak duri ? ada yang tau kenapa ? Saya rasa disini hanya soal teknis, kalau diupgrade kilangnya pasti bisalah...
drie May 2nd, 2010, 12:22 PM ini ada desain Pulau Rupat,
http://img192.imageshack.us/img192/9136/boozirfren009.jpg (http://img192.imageshack.us/i/boozirfren009.jpg/)
drie May 2nd, 2010, 12:24 PM Dumai square
http://img208.imageshack.us/img208/8665/boozirfren001.jpg (http://img208.imageshack.us/i/boozirfren001.jpg/)
rilham2new May 2nd, 2010, 12:37 PM Videoklip waktu Gubernur Riau mengunjungi Proyek2 Pembangunan di Kota Dumai tahun 2009 yang lalu
http://www.youtube.com/watch?v=kYJpXU7AbAI
kYJpXU7AbAI
jendry May 2nd, 2010, 05:38 PM ini ada desain Pulau Rupat,
http://img192.imageshack.us/img192/9136/boozirfren009.jpg (http://img192.imageshack.us/i/boozirfren009.jpg/)
keren:okay:
dulu udah ada investor dari malaysia mau bikin resort katanya dirupat tapi gak tau kelanjutannya sekarang.:)
nowan May 2nd, 2010, 11:01 PM kilang dumai tidak dipakai buat mengolah minyak duri ? ada yang tau kenapa ? Saya rasa disini hanya soal teknis, kalau diupgrade kilangnya pasti bisalah...
Minyak Duri jenis minyak berat. Proses pengolahannya memerlukan proses catalytic cracking (ntahlah saya tidak terlalu memahami). Mungkin kilang Dumai tidak memiliki itu. Kenapa tidak di-upgrade? Pernah jadi pertanyaan saya juga :)
rilham2new May 3rd, 2010, 03:26 AM Gambar dari thread tetangga versi RESIZE :D
http://farm4.static.flickr.com/3503/4561678270_69daa27ce1_b.jpg
MT Gunung Geulis di DUMAI PORT
Riau Pos 26 April 2010
http://farm4.static.flickr.com/3389/4573192756_d7c0a216c0_o.jpg
nowan May 3rd, 2010, 04:25 AM Tepian laut di Dumai cukup dalam juga ya. Itu wharf-nya hanya ratusan meter saja dari bibir pantai kan? Kalau yang di Balongan dulu saya pernah lihat, untuk tanker sebesar itu bongkar muatnya pakai SBM (single buoy mooring) beberapa kilometer dari pantai (gak tahu sekarang mungkin sudah dibuat dermaga khusus).
rilham2new May 3rd, 2010, 04:33 AM Kelihatannya memang tidak terlalu ke tepi ...
Gambar dari thread tetangga versi RESIZE :D
http://farm4.static.flickr.com/3503/4561678270_69daa27ce1_b.jpg
MT Gunung Geulis di DUMAI PORT
Riau Pos 26 April 2010
http://farm4.static.flickr.com/3389/4573192756_d7c0a216c0_o.jpg
rilham2new May 3rd, 2010, 04:49 AM Nah ini dia gambarnya ...
http://farm3.static.flickr.com/2725/4091657900_63be727c82_o.jpg
drie May 6th, 2010, 11:53 AM DUMAI SQUARE
http://img576.imageshack.us/img576/8665/boozirfren001.jpg (http://img576.imageshack.us/i/boozirfren001.jpg/)
Kris18 May 8th, 2010, 04:47 PM Dermaga Peti Kemas dan Pelayaran Internasional Kota Dumai
* Sebagian besar dikelola oleh PT. PELINDO
* Merupakan kunci kegiatan impor barang di Sumatra Bagian Tengah
* Merupakan kunci kegiatan ekspor utama di Sumatra Bagian Tengah
* Punya terminal PENGANGKUTAN CPO (crude-palm-oil) / minyak kelapa sawit
* Juga ada terminal EKSPOR MINYAK dan GAS ALAM milik PT. PERTAMINA
* Berjarak hampir 200 km dari Kota Pekanbaru (Kota Pekanbaru itu rupanya sangat jauh dari lautan).
* gambar oleh LIANG CHYE
Salah satu muara sungai
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/R0015462.jpg
Di belakang kapal itu nampaklah kegiatan bongkar muat PETI KEMAS
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/R0015469.jpg
Ini gambar terminal penampungan CPO.. Kenapa begitu penting ?? SOalnya 38% produksi sawit nasional ada di Provinsi Riau... dan sebagian besar sawit Riau melalui pelabuhan Dumai untuk kegiatan ekspor ke luar negeri nya
1
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0727_Small.jpg
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0726_Small.jpg
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0723_Small.jpg
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/IMG_0722_Small.jpg
jendry May 13th, 2010, 01:09 PM antarariau.com - Dumai, 13/5 (ANTARA) - Wali Kota Dumai Drs Zulkifli AS menyebutkan tingkat pertumbuhan penduduk kota Dumai kian pesat, target penduduk Kota Dumai pada 2010 yang hanya 230 ribu jiwa, saat ini sudah mencapai 260 ribu atau naik sekitar 30 ribu jiwa.
Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk di Kota Dumai menurut Wali Kota disebabkan karena banyaknya jumlah pendatang di kota itu.
Hal demikian menurutnya akan memungkinkan terjadinya gesekan penyebab konflik dalam kota, karena setiap pendatang yang masuk ke Kota Dumai dengan tatanan dan sistem yang sudah ada.
"Untuk itu, kepada warga di daerah ini, baik warga Dumai yang telah lama menetap, maupun warga yang baru datang, hendaknya saling menghormati antar-sesama warga, sehingga dapat mencegah terjadinya benih-benih pertikaian," kata Zulkifli.
Menurutnya, Dumai sebagai kota jasa, pelabuhan, dan industri tidak dapat menutup diri dari pertumbuhan penduduk yang datang dari luar daerah. Karena itu, perlu berbagai upaya dilakukan agar tidak terjadi konflik. Untuk mencegah terjadinya konflik tersebut peran aktif berbagai komponen masyarakat sangat diharapkan untuk menjaga berbagai pendatang di Kota Dumai.
Dia menegaskan, salah satu upaya mencegah terjadinya konflik di tengah masyarakat perlu pembangunan sistim nilai, seperti nilai-nilai agama, adat istiadat, dan bahkan nilai-nilai budaya.
Dengan telah terbangunnya sistim nilai yang baik di tengah masyarakat dengan mengedepankan kebersamaan dan kerukunan, maka menurut Zul berbagai persoalan dapat dihindari.
Wako menyebutkan, selama ini warga Kota Dumai sudah mampu menjalin kerja sama dan hidup berdampingan antar warga yang berbeda suku dan agama, namun kondisi itu harus terus dipertahankan. Salah satunya dengan upaya selalu menanamkan kesadaran di tengah-tengah masyarakat akan pentingnya saling menghargai antar sesama.
Sementara itu, menurut Kepala Badukcapil Kota Dumai Drs Nezam Msi menjelaskan, fluktuasi penduduk di Kota Dumai memang disebabkan oleh mutasi penduduk, penduduk Kota Dumai dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, walaupun kadang-kadang memang berfluktuasi, namun kondisi itu tidak lebih disebabkan karena adanya mutasi penduduk, dan data kependudukan pun kerap mengalami perobahan.
Perubahan jumlah penduduk itu menurut Nezam wajar karena setiap hari ada saja pertambahan penduduk Kota Dumai yang disebabkan karena pendatang, dan ada juga penduduk Kota Dumai yang berpindah ke daerah lain yang mungkin disebabkan oleh tugas mereka, hal inilah yang kadang membuat kondisi data kependudukan itu berfluktuasi pula.
jendry May 16th, 2010, 03:15 PM antarariau.com - Dumai, 16/5 (ANTARA) - Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) Kota Dumai, Riau, memperkirakan sedikitnya ada 70-an atau sekitar 50 persen dari berbagai gudang milik sejumlah perusahaan di sana beroperasi tanpa izin resmi.
"Gudang tak berizin paling banyak berada di Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, dari 100 gudang yang ada, hanya sekitar 56 yang memilki dokumen perizinan dari KPT Dumai. Sementara di beberapa Kelurahan perkecamatan lainnya ada sekitar 20-an lebih yang terbukti tidak memilki izin resmi," kata Kepala KPT Kota Dumai H Wan Apri di Dumai, Sabtu.
Ia menjelaskan, upaya penertiban gudang ini sudah dilakukan dengan cara menyurati pihak pegusaha pemilik gudang tersebut sebagai memberitahukan dan secepatnya akan dilakukan langkah penertiban.
Apri mengatakan, meski surat pemberitahuan sudah disampaikan ke pihak pengusaha dan Camat setempat, namun hingga kini pihaknya belum menerima respon balasan soal data pergudangan di wilayahnya.
Menurutnya, yang lebih mengetahui jumlah gudang yang ada tentunya ada di pihak kecamatan, kendati demikian KPT sendiri terlebih dahulu sudah melakukan pengecekan untuk mendapatkan data-data gudang yang tidak memiliki izin termasuk lokasi gudang.
"Karena kita tidak ada kewenangan untuk melakukan tindakan, maka langkah yang ditempuh yakni melakukan koordinasi dengan menyurati Camat sebagai instansi yang berwenang melakukan pengawasan penertiban dan mengimbau pemilik gudang supaya mengikuti ketentuan yang berlaku. Apabila dalam batasan waktu yang ditetapkan tidak kunjung dibalas, kami akan tetap tertipkan secara sepihak," ucap Wan Apri.
Dikatakan, sejak KPT diberikan pendelegasian melayani pengurusan izin, berbagai potensi retribusi izin yang belum tergarap dengan maksimal, untuk kedepannya direncanakan akan mulai digarap dengan optimal demi mendatangkan meningkatkan pendapatan kas daerah. Salah satunya termasuk menggarap gudang yang tidak memiliki izin yang berada di Kecamatan Bukit Kapur yang diperkirakan dapat menambah pundi keuangan daerah.
Selain itu, jelasnya, KPT yang sebelumnya hanya melayani pengurusan 9 perizinan meningkat menjadi 35 pengurusan izin yang diharapkan dapat menggenjot pendapatan dari perizinan.
Tambahan perizinan itu salah satunya merupakan izin pendirian gudang di kawasan Kota Dumai, Riau.
jendry May 17th, 2010, 07:52 PM tribunpekanbaru.com - DUMAI, TRIBUN - Petugas pencacah lapangan yang melakukan sensus penduduk di Kota Dumai, menemukan warga yang berusia 145 tahun. Namun setelah dilakukan perifikasi lanjut, diperkirakan usia warga bernama Kateman tersebut belum mencapi 100 tahun.
Kepala Badan Pusat Statisk (BPS) Kota Dumai, Syahruddin, Senin (17/5) mengatakan penemuan jumlah warga yang berusia 145 tahun tersebut awalnya didapat petugas saat mendata warga di Kelurahan Bukit Batrem Kecamatan Dumai Barat.
"Dari laporan petugas pencacah kita yang melakukan pendataan di lapangan memang ada warga yang umurnya lebih dari satu abad berusia 145 tahun. Namun untuk kebenarannya kita akan mendatangi langsung rumah warga tersebut," katanya lagi.
Syahruddin mengatakan kedatangannya ke rumah warga tersebut untuk mengetahui dan mendapatkan informasi lebih lengkap atas informasi yang didapatkan tersebut. Walaupun dari informasi yang didapatkan tersebut menyatakan angka segitu, ia tetap untuk mengecek ke lapangan.
Menurutnya, biasanya orang tua yang sudah lama hidup tidak mengetahui tanggal lahir. Termasuk juga dokumen resmi tentang identitas yang dapat dijadikan acuan kebenaran usianya. Setelah didatangi tersebut, data yang didapatkan tersebut akan diupayakan untuk lebih akurat. Paling tidak bisa dianggap benar dan paling mendekati dengan tanda-tanda yang bisa dijadikan patokan saat kelahirannya.
"Kalau yang bersangkutan tidak mengetahui tanggal lahirnya akan dicari melalui peristiwa yang pernah dialami berdasarkan situasi saat ia ingat dimasa lalu. Misalnya di saat ia lahir tentara jepang masuk. Dari situ kita akan menarik kesimpulannya," katanya.
Walaupun tidak kuat untuk dijadikan patokan, namun menurutnya dari analisa seperti itu sedikitnya bisa mendapatkan data yang paling dekat dengan kelahiran warga tersebut. Sehingga apa yang diucapkan bisa diterima.
Informasi keberadaan orang tua yang hampit berusia satu setengah abad tersebut disampaikan oleh Daryulis Koordinator Lapangan sensus penduduk Kota Dumai. Data tersebut didapatkannya dari petugas cacah lapangan (PCL).
Disebutkan Daryulis melalui saluran telepon dengan Syahruddin nenyebutkan warga tersebut bernama Kateman. Ia lahir di Pacitan Kelurahan Wonobondo. Di Dumai ia tinggal dengan anak angkatnya. "Saat diminta kartu keluarga (KK) Mbah Kateman tidak memilikinya. Namun saat ditanya dengan anak angkatnya, disebutkan usianya segitu. A nak angkatnya itu juga mengatakan kalau Mbah Kateman tersebut punya abang yakni Karyo yang berusia 165. Namun abang Kateman itu sudah meninggal dunia," katanya.
Saat ini sejak dimulainya sensus secara serentak, 15 Mei lalu, jumlah penduduk Dumai yang sudah dilakukan pencacahan sekitar 70 sampai 80 persen.Pencacahan tersebut masih akan dilakukan sampai selesai.
"Sekarang ini sudah sekitar 70 sampai 80 persen. Waktu pendataan yang diberikan sampai 31 Mei. Tapi kita usahakan dalam seminggu ini sudah harus selesai," katanya. (ibl)
jendry May 17th, 2010, 07:54 PM tribunpekanbaru.com - DUMAI, TRIBUN - Pembangunan jalan tol yang sudah direncanakan beberapa tahun lalu belum juga terlaksana akibat belum ada investor yang berminat. Alhasil rencana jalan tol tersebut diganti dengan highway.
Ketua Komisi C DPR Provinsi Riau Ilyas Labay, kemarin di Hotel Comfort mengatakan, pembangunan jalan yang akan memperpendak rentang jarak dan waktu antara Dumai dan Pekanbaru tersebut akan dibangun menggunakan APBD Provinsi Riau. "Rencananya pembangunan tersebut akan dilaksanakan 2011. Tahun ini mengusulkan anggaran. Kita berharap 2012 saat PON nanti akses jalan ini bisa digunakan," katanya.
Untuk pembangunan jalan tersebut, masing-masing daerah yang masuk dalam wilayah pembangunannya seperti Pekanbaru, Siak, Bengkalis dan Dumai juga dilibatkan. Namun untuk empat daerah ini hanya dibebankan untuk melakukan pembebasan lahan yang tekena proyek pembangunan.
Ia menyebutkan untuk Dumai sendiri, jumlah lahan yang harus dibebaskan tersebut sekitar 260 hektar. Untuk melakukan pembebasan tersebut, menurutnya Dumai harus menyiapkan dana lebih dari Rp 10 miliar.
Menurutnya jumlah biaya untuk pembebasan lahan tersebut bisa saja lebih dari yang disebutkannya itu. Pasalnya untuk pembangunan yang dilakukan tersebut bisa saja terjadi permainan harga atau spekulasi.
Disebutkannya untuk pembangunan fisiknya nanti akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau menggunakan APBD Riau. Pembangunan jalan tersebut nantinya akan memperpendek jarak antara Dumai- Pekanbaru.
Ia menyebutkan, jarak anatara dua kota tersebut dengan jalan yang ada saat ini sepanjang 210 kilometer. Semenetara jika jalan tersebut dibangun highway akan tentunya sangat menghemat waktu perjalanan yang ditempuh.
"Kalau wilayah yang banyak kena proyek pembangunan jembatan ini Pekanbaru dan Kandis," katanya.
Untuk pembebasan lahan tersebut, disebutkanya Pemprov Riau menyediakan anggaran Rp 15 miliar. Untuk empat wilayah yang masuk dalam pemetaan pembangunan proyek tersebut juga akan membiayai sesuai dengan luas lahannya.
Menurutnya tahun 2011 nanti pengerjaan pelaksanaan proyek tersebut bisa dilaksanakan. Untuk menggesa hal itu, pemerintah harus mengupayakan pembebasan lahan dengan cepat. (ibl)
Kris18 May 18th, 2010, 04:11 AM Proyek Dumai Town Square ini lah bile kabile akan jadi :nuts:
http://i195.photobucket.com/albums/z171/rilham2new/Riau%20Raya/dumaiext.jpg
fasilitas :
- Hotel berbintang *****
- Grand city Mal Dumai
- Kompleks Perkantoran dan Pusat hiburan
rilham2new May 18th, 2010, 06:03 AM ^^ Bila-bila lah tu siapnye :p
jendry May 18th, 2010, 05:29 PM menitriau.com - PEKANBARU-(MRC), Sungai yang membelah Kota Dumai saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Sungai yang membentang dari Kecamatan Dumai Barat dan Timur ini, perlu diremajakan dan dilakukan penataan ulang. Tahun ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah menganggarkan dana yang bersumber dari APBD sebesar Rp 4 miliar untuk pelaksanaan penataannya.
Ketua Komisi C DPRD Riau, H Ilyas Labay kepada wartawan di Pekanbaru Selasa (18/5) mengatakan, bahwa informasi yang dia peroleh menyebutkan, untuk penataan alur sungai ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau itu sudah dilakukan proses tender.
Menurut Ilyas, penataan alur Sungai Dumai sangat perlu dilakukan selain tentunya diharapkan meciptakan keindahan kota sebagai tempat rekreasi masyarakat dan mendukung program air bersih pemerintah Kota Dumai.
’’Apalagi penataan Sungai Dumai ini berkaitan dengan upaya pemerintah untuk menanggulangi banjir yang sering melanda Dumai. Untuk itulah, tahun 2010 ini telah dianggarkan dana yang bersumber dari APBD Provinsi Riau sebesar Rp 4 miliar. Untuk mendukung program penataan ini, diharapkan Pemko Dumai dari sekarang mulai melakukan relokasi pemukiman penduduk yang berdomisili di sepanjang aliran Sungai,’’ papar Ilyas.(mrc/darex)
drie May 20th, 2010, 04:45 AM Pelalawan Juara PMDN,
Dumai Paling Diminati Investor Asing
Dua kabupaten di Riau menjadi yang terbaik dalam jumlah investasi domestik dan asing. Pelalawan tertinggi PMDN. Sementara Kota Dumai paling diminati investor asing.
Riauterkini.com-PEKANBARU- Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dirilis Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Provinsi Riau, sepanjang 2009 silam, nilai investasi di Riau menempati rangking lima nasional, baik untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Sementara untuk tingkat Provinsi Riau, dua daerah menjadi yang terbaik iklim investasinya, jika diukur dari nilai modal yang tertanam.
"Dari sebelas kabupten dan kota, belum termasuk Kabupaten Kepulauan Meranti, Kota Dumai menjadi yang paling diminati investor asing, karena nilai investasi asingnya paling tinggi sepanjang 2009 lalu," papar Kepala BPMPD Riau Feisal Qomar Karim kepada riauterkini di Pekanbaru kemarin.
Sepanjang 2009 lalu, nilai PMA di seluruh Provinsi Riau mencapai USD 251,6 juta. Dari jumlah tersebut, lebih separo terkosentrasi di Kota Dumai dengan total nilai PMA sebesar USD 153,4 juta. Berada di peringkat dua adalah Kabupaten Rokan Hilir yang nilai PMA-nya terpaut jauh dari Dumai, hanya USD 67,5 juta. Kemudian Kabupaten Pelalawan dengan USD 22,3 juta, Kampar diurutan empat dengan hanya USD 5,8 juta. Kemudian Indragiri Hulu USD 2,3 juta dan Kota Pekanbaru nilai PMA-nya hanya USD 0,3 juta.
Dari data tersebut diketahui, bahwa PMA di Provinsi Riau hanya terkosentrasi di tujuh kabupaten dan kota. Ada lima daerah, yakni Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Indragiri Hulu dan Bengkalis yang sama sekali tak dilirik investor asing.
Bahkan untuk PMDN kosentrasi wilayahnya semakin sempit. Hanya ada di empat daerah. Dari total PMDN sepanjang 2009 Rp 3.386,6 trilyu, Kabupaten Pelalawan menyedot hampir 95 persen dengan nilai investasi Rp 3.313 trilyun, disusul Bengkalis yang nilai investasi domestiknya sangat jauh terpaut dari Pelalawan, hanya Rp 54,2 milyar. Kemudian, Kampar Rp 14,6 milyar dan Rokan Hilir hanya Rp 0.9 milyar.***(mad)
drie May 30th, 2010, 08:55 AM Wako Kenalkan Mega Proyek PDAM
Riaupos.com-WALI Kota Dumai Drs H Zulkifli As MSi, Jumat (28/5) petang memperkenalkan penggunaan perdana air bersih. Program ini merupakan mega proyek Pemko Dumai sejak akhir 2008 lalu.
Hadir dalam acara itu pejabat di lingkungan Pemko Dumai, unsur Muspida, dan undangan.
Acara yang diadakan di PDAM Jalan Sudirman Dumai itu, dihadiri juga oleh Manajemen Konsultan Proyek Air Bersih Slamet, serta staf ahli dari Nindya Karya yang menangani pengolahan air bersih tersebut.
Dalam sambutannya, Wako mengharapkan agar masyarakat sedikit bersabar. Sebab, tidak lama lagi pengucuran perdana bakal disalurkan ke rumah-rumah warga, sehingga target 5.000 sambungan rumah (SR) tahap satu bakal segera terealiasi.
Kadis PU Kota Dumai Muhammad, instansi yang bertanggung jawab mengerjakan mega proyek tersebut menjelaskan, mega proyek air minum ini perlu waktu dan kosentrasi tinggi dalam menyelesaikan pengerjaannya.
Pipa Meledak
Sebelum air bersih ini diperkenalkan, petugas melakukan beberapa uji coba terhadap mesih pengolahan air di lokasi PDAM. Saa itu, mesin pembangkit untuk melakukan pengolahan berbunyi keras. Tiba-tiba, salah satu pipa yang berukuran 30 inchi tanggal karena tidak tahan menahan tekanan air yang dipompa oleh mesin. Pia yang hanya dipasangi lem pipa itu tanggal karena tidak mampu menahan tekanan air, dan mengeluarkan bunyi yang luar biasa dilokasi pengujian PDAM tersebut.
Seorang petugas terlihat terpental karena tendangan pipa 30 inchi tersebut. Usai kejadian, petugas lain memapah korban yang penuh lumpur karena semburan air dari mesin pengolah tersebut. Setelah kejadi itu, seluruh mesin dimatikan agar air tidak mengucur.
Kadis PU Muhamad ST menjelaskan, bahwa insiden itu biasa terjadi karena saat ini merupakan tahap uji coba. Sehingga dianggap biasa terjadi dan bukan hal yang aneh. ‘’Kami memaklumi jika terjadi hal seperti itu, karena sampai saat ini pun pengerjaan belum sampai 100 persen,’’ katanya.
Sedangkan staf ahli dari PT Nindya Karya Dr Igede Wetan memohon maaf kepada Pemko dan seluruh jajarannya karena kejadian tersebut. ‘’Dengan kejadian itu bukan berarti proyek ini gagal, karena kami dapat memperbaikinya satu atau dua hari lagi,’’ katanya.(tie)
rilham2new June 5th, 2010, 05:45 AM Dari RIAUBISNIS .... Banyak DUMAI disebut-sebut di sini...
Klaster Industri Sawit, Butuh Investasi Besar
Monday, 31 May 2010 17:02 badri Liputan Khusus - Liputan Khusus .
Untuk pengembangan klaster industri kelapa sawit di Indonesia, pemerintah memperkirakan perlu investasi triliunan rupiah. Sebab, untuk klaster industri sawit Riau saja, butuh dana sekitar Rp 35-55 triliun.
Investasi itu diperlukan untuk percepatan pembangunan pembangkit listrik, infrastruktur, dan pelabuhan di Dumai dan Kuala Enok. Dananya akan diusahakan melalui skema public private partnership (PPP) yang disertai pemberian insentif bunga oleh pemerintah.
Jumlah itu terdiri dari Rp 30-40 triliun untuk investasi pengembangan kawasan Kuala Enok. Untuk Dumai, diperlukan dana sebesar Rp 15 triliun. Kebutuhan investasi untuk Dumai memang lebih sedikit ketimbang kebutuhan untuk klaster industri Kuala Enok. Pasalnya, klaster industri di Dumai sudah terhitung lebih siap.
Besaran investasi di Kota Dumai yang kini telah memiliki 105 perusahaan, baik melalui penanaman modal asing (PMA) maupun modal dalam negeri (PMDN), telah mencapai Rp 14,6 triliun. Jumlah tenaga kerja juga telah mencapai 14.104 tenaga kerja lokal dan 282 tenaga kerja asing.
Sementara, di kawasan industri Pelintung, Dumai, kini sudah terbangun sembilan proyek industri hilir. Di kawasan yang sebagian besar menjadi wilayah operasional PT Wilmar Bioenergi Indonesia itu, sudah terbangun industri pengolahan minyak goreng, pupuk, dan biodiesel. Infrastruktur jalan pun sudah terbangun, sebagian dari bandara hingga ke lokasi sentra kawasan industri.
Sementara itu di luar skema PPP tersebut, untuk tahap awal, tahun ini pemerintah akan mulai melakukan studi pengembangan industri hilir oleokimia dengan menyediakan anggaran Rp 1,2 triliun. Rencana ini juga sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2009-2014.
Melalui studi pengembangan, pemerintah akan mengkaji pengembangan CPO hingga produk turunan ketiga. Untuk produk non-pangan yang berasal dari olahan fatty alkohol dan fatty acid. Keduanya merupakan produk turunan kedua, antara lain sabun, lilin, dan kosmetik.
Dumai Jadi Fokus Utama
Pemprov Riau melalui Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) menegaskan, kalau Dumai akan diprioritaskan untuk pengembangan klaster industri hilir kelapa sawit di Riau. Untuk diketahui, berdasarkan keputusan pemerintah pusat, di Riau terdapat dua wilayah yang dicanangkan untuk pengembangan klaster industri sawit berbasis pertanian. Kedua wilayah tersebut yaitu Dumai dan Kuala Enok, Indragiri Hilir (Inhil).
Kepala BPMPD Riau, Feizal Qomar Karim kepada riaubisnis.com mengatakan, untuk mengembangkan kedua wilayah tersebut dalam waktu bersamaan sangat sulit. Karena dana yang dibutuhkan sangat besar.
Selain itu, Feizal juga menilai Dumai lebih realisitis untuk dikembangkan sebagai klaster industri. Sebab Dumai ditunjang dengan infrastruktur yang lebih memadai dibandingkan dengan Kuala Enok. Ini juga akan menjadi pertimbangan bagi investor.
“Kita maunya dibangun bersamaan. Namun melihat dan membandingkan kedua daerah tersebut, saat ini Dumai kita nilai lebih layak. Namun pemerintah akan tetap menyiapkan infrastruktur penunjang di Kuala Enok,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan investasinya, kata Feizal, Pemprov Riau akan tetap menawarkan kedua daerah tersebut kepada investor. Saat ini, ada investor dari Yaman yang tertarik untuk membangun klaster sawit di Dumai.
Tapi untuk pengembangannya, kata Feizal, akan butuh banyak investor. Dia juga menegaskan akan sangat wellcome dengan investor yang mau menanamkan modalnya di dua daerah tersebut. “Tentu saja kita terbuka dengan keinginan investor, apalagi untuk membangun klaster kita butuh banyak investor dan nilai investasinya juga cukup besar,” katanya.
Namun ia menegaskan, dana sekitar Rp 30-an triliun yang disebutkan sebelumnya, itu hanya untuk pembangunan infrastruktur pendukung. Seperti jalan, listrik dan air bersih. “Kalau untuk klasternya tidak akan sampai sebesar itu,” ungkapnya.
Feizal juga mengharapkan dukungan semua pihak untuk proses tersebut. Meski tidak mudah, namun dirinya yakin klaster tersebut akan jadi. “Tapi mungkin tidak dalam waktu dekat, perlu waktu yang cukup lama,” ujarnya.
Sebelumnya, mantan Kepala Disperindag Riau Herliyan Saleh mengatakan, dana terbesar yakni mencapai Rp 11,45 triliun adalah untuk program peningkatan jalan dan jembatan. Infrastruktur lainnya adalah pembangunan rel kereta api yang mencapai Rp 9,45 triliun, peningkatan pelabuhan laut Rp 3,15 triliun, pembangunan air bersih dan pembangkit listrik masing-masing Rp 2,3 triliun, sanitasi Rp 1,4 triliun dan pembangunan sumber daya manusia Rp 475 miliar.
“Pembangunan jalan seperti penyempurnaan ruas jalan lingkar Riau. Sedangkan pembangunan rel kereta api digunakan sebagai transportasi pengangkut tandan sawit yang akan menghubungkan pelabuhan Kuala Enok-Pekanbaru-Dumai dan menyambungkan ke kawasan industri Buton, juga ke Sumatera Utara,” terangnya.
Perihal pembiayaan, lanjutnya, direncanakan untuk menggunakan skema sharing dari APBD, APBN dan swasta. “Dengan adanya konsep industri hilir sawit yang fokus dan mantap, diharapkan hal ini akan menarik bagi pihak swasta dan investor asing,” katanya.
Yaman Tertarik untuk Berivestasi
Meski baru sebatas pencanangan, namun pemerintah pusat telah mengkonfirmasi ada investor yang tertarik untuk menanamkan modalnya, untuk membangun serta mengembangkan klaster industri sawit yang ada di Indonesia, khususnya di Dumai.
Grup perusahaan multinasional asal Yaman misalnya, berminat untuk menjadi investor pengembangan klaster industri hilir di Dumai, Riau. Namun hingga kini belum ada kepastian dari pemerintah, sejauh mana ketertarikan pihak Yaman untuk menanamkan modalnya.
Sebab Kepala BPMPD Riau Feizal Qomar Karim menegaskan, untuk pembangunan klaster tersebut tidak mungkin mengandalkan kemampuan anggaran pemerintah saja. Maka, kata dia, perlu dipersiapkan studi bisnis dan masterplan pembangunan klaster itu sendiri. Sehingga dengan adanya feasibility study (FS), akan sangat memungkinkan untuk menarik investor menanamkan modalnya.
“Ini yang sedang kita lakukan, bagaimana caranya untuk menarik investor menanamkan modal. Karena dengan kemampuan anggaran daerah tidak mungkin sanggup untuk membangunnya,” ujar Feizal.
Mantan Kepala Disperindag Riau Herliyan Saleh juga mengatakan, terkait rencana pengembangan klaster tersebut, akan ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan. Seperti studi pengembangan klaster industri hilir kelapa sawit di Provinsi Riau.
”Kita juga mendukung mendukung Kementerian Perindustrian dalam menyiapkan payung kebijakan nasional terhadap pengembangan klaster industri hilir kelapa sawit nasional di Riau, serta sosialisasi kepada seluruh stakeholder di Riau,” ujarnya.
Tim Riaubisnis.com | Edited by Mukhtar
g4brielle July 5th, 2010, 08:06 AM Friendz..
mau tanya donk, kalau penerbangangan ke Dumai adanya dari kota mana aja yach?
mohon info-nya. Thanks
drie July 5th, 2010, 08:08 AM Friendz..
mau tanya donk, kalau penerbangangan ke Dumai adanya dari kota mana aja yach?
mohon info-nya. Thanks
kalau aku gak salah pekanbaru - dumai, dan jakarta - dumai ( Transtit di Pekanbaru ):)
g4brielle July 5th, 2010, 08:13 AM kalau aku gak salah pekanbaru - dumai, dan jakarta - dumai ( Transtit di Pekanbaru ):)
pekanbaru-dumai pakai maskapai apa bro?
thx be4
drie July 5th, 2010, 08:17 AM pekanbaru-dumai pakai maskapai apa bro?
thx be4
riau airlines, Jatayu Air ( khusus Warga Chevron ), dan kalau gaka salah Wings Air juga udah buka rute ini :D
g4brielle July 5th, 2010, 08:20 AM riau airlines, Jatayu Air ( khusus Warga Chevron ), dan kalau gaka salah Wings Air juga udah buka rute ini :D
thank u very much bro.. punya nomer referensi travel ato biro tiketnya ngga?
jendry July 5th, 2010, 07:07 PM gedung pengelolaan PPI dumai, di dapat dari majalah promosi dan investasi provinsi riau
http://img85.imageshack.us/img85/9617/dumai.jpg (http://img85.imageshack.us/i/dumai.jpg/)
jendry July 5th, 2010, 07:10 PM tangki penampung CPO dumai, salah satu pendukung claster perkebunan di riau yang di rencanakan oleh pemerintah pusat sebagai daerah cluster industri hilir bersamaan dengan kuala enok untuk di provinsi riau :)
http://img716.imageshack.us/img716/9752/cpof.jpg (http://img716.imageshack.us/i/cpof.jpg/)
jendry July 5th, 2010, 07:11 PM maket jembatan selat malaka yang menghubungkan dumai - malaysia, di dapat dari majalah promosi dan investasi riau :)
http://img695.imageshack.us/img695/2507/jembatan.jpg (http://img695.imageshack.us/i/jembatan.jpg/)
jendry July 6th, 2010, 01:45 PM Pelabuhan Dumai untuk FTZ
riaupos.com - Meski sudah menyandang sebagai salah satu pelabuhan ekspor, namun Pelabuhan Dumai masih belum memenuhi pelayanan standar internasional.
Untuk itu, Pemprov Riau terus mempersiapkan infarstuktur pelabuhan yang menjadi salah satu pintu masuk ekspor maupun impor di Riau ini. Untuk mencapai itu semua, Pemprov Riau fokus pada pembangunan infrastruktur penunjang serta peningkatan status menjadi Free Trade Zone (FTZ) Dumai.
‘’Pada umumnya sebelum Batam, 75 negara di dunia sudah mengenal Pelabuhan Dumai. Tapi belakangan karena Batam sudah menjadi FTZ, Dumai terus ketinggalan. Untuk itu kita akan berusaha meningkatkan status Pelabuhan Dumai menjadi daerah FTZ sama dengan Batam. Dengan begitu Pelabuhan Dumai bisa benar-benar bertandar Internasional,’’ terang Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit saat melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kota Dumai kepada Riau Pos Senin (5/7) di Dumai.
Untuk mencapai itu semua, Pemrov Riau sudah mengusulkan untuk menjadikan Dumai sebagai FTZ setelah Batam. Setelah itu, Pemprov mengajak Pemko Dumai dan APBN untuk dapat mewujudkan rencana ini untuk membangun beberapa fasilitas pendukug menjadikan pelabuhan internasional. Di antara yang perlu dibangun adalah infrastruktur jalan, listrik, komunikasi dan air bersaih.
Namun begitu, Wagubri mengakui kelemahan Pelabuhan Dumai memang pada pelayanan dan kelemahan infrastrukturnya. Masih minimnya pergudangan untuk menampung peyimanpanan barang yang masuk ke Dumai.
‘’Saat ini kita perjuangkan FTZ dulu Dumai, setelah Pelabuhan Dumai akan kita perbaiki satu per satu kelengkapannya. Dengan begitu Pelabuhan Dumai bisa besar dan menjadi pelabuhan industri serta bertaraf internasional yang sangat baik,’’ katanya.(izl)
jendry July 28th, 2010, 09:40 AM Moluccas Cepat Beroperasi!
riaupos.com - Rencana akan beroperasinya pesawat Moluccas asal Belanda jenis foker 100 di Bandara Pinang Kampai akhir Agustus ini, disambut gembira oleh masyarakat Dumai. Betapa tidak, selama ini pesawat RAL yang diharapkan dapat beroperasi lama, ternyata tidak dapat bertahan. Makanya, dengan beroperasinya Mollucas akan sangat membantu masyarakat, apalagi jika ada keperluan mendadak.
‘’Sebagai masyarakat sangat senang jika pesawat foker 100 Moluccas ini cepat beroperasi, apalagi tidak lama lagi puasa dan lebaran Idul Fitri. Jika lebih cepat beroperasi, tentu masyarakat dapat memanfaatkan angkutan udara ini untuk bepergian jauh, terutama ke Jakarta,’’ imbuh Andri warga Dumai Timur ini.
Diakui, sejak tidak lagi beroperasinya RAL di Bandara Pinang Kampai Dumai, dirinya termasuk masyarakat Dumai dan sekitarnya yang ingin berangkat ke Jakarta terpaksa harus ke Pekanbaru terlebih dahulu.
‘’Kalau ke Jakarta, mau tidak mau kita harus ke Pekanbaru dulu. Tentu ini jadi memakan waktu cukup lama. Jadi, dengan adanya Moluccas kita tentu merasa senang sekali, mudah-mudahan cepat beroperasinya,’’ tambah Dedi pekerja wiraswasta kepada Pekanbaru Pos di Dumai Selasa kemarin.
Sebelumnya Wakil Wali Kota Dumai H Sunaryo kepada Pekanbaru Pos mengaku menyambut baik akan beroperasinya pesawat Moluccas di Bandara Pinang Kampai Dumai. ‘’Tentunya kita Pemerintah Kota Dumai dan masyarakat Dumai sangat menyambut baik dengan adanya Moluccas ini. Mudah-mudahan apa yang dikatakan presiden Direktur Moluccas Hendrik, kalau pesawat ini beroperasi akhir agustus 2010 dapat terwujud. Paling tidak, pas lebaran mendatang, masyarakat Dumai, Rohil dan Bengkalis sekitarnya dapat menikmati perjalan udara ini,’’ ucap Sunaryo.
Presiden Direktur PT Moluccas Air Service Dicky Hendrik Siwalete mengatakan, Dumai sebagai wilayah strategis dan pintu masuk dari beberapa negara tetangga dan daerah lainnya dipandang perlu melayani penerbangan umum bagi masyarakat Dumai dan sekitarnya melalui transportasi udara guna menjangkau seluruh daerah.
‘’ Makanya, PT Moluccas akan menjalin kerjasama dengan PT Merpati Nusantara Air Lines dan Pemko Dumai, serta pihak Bandara Pinang Kampai untuk melayani penerbangan komersil dengan pesawat jenis foker 100,’’ jelas Hendrik.(cil)
jendry July 29th, 2010, 08:54 AM berita ahir 2009
Pelabuhan Pengumpul, Dumai Bisa Gantikan Rotterdam
Jakarta, beritabaru.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I akan menginvestasikan 125 juta dolar AS untuk menjadikan pelabuhan Dumai menjadi "hub port" (pelabuhan pengumpul) minyak sawit mentah(crude palm oil/CPO) terbesar di Indonesia.
"Jika menjadi hub port, maka pelabuhan Dumai bisa jadi acuan harga pasar CPO menggantikan pasar Rotterdam," kata Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo I di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta.
Menurut Bambang, dana yang akan diinvestasikan dalam lima tahun ke depan itu akan digunalkan untuk menambah panjang dermaga dari 400 meter menjadi 1.000 meter.
Selain menambah panjang dermaga, juga akan menambah dua unit container crane, lima unit RTG, mengembangkan teknologi informasi, dan penambahan gudang logistik.
"Proyek pengembangan diperkirakan rampung pada 2012," ujarnya.
Ia menambahkan, potensi produksi CPO khususnya di wilayah Sumatra sangat besar.
"Dengan menjadi hub port ini maka Dumai bisa menjadi pintu ekspor sawit ke mancanegara,"ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Pelindo I Harry Sutanto menambahkan, beberapa waktu lalu sempat terjadi penurunan pengangkutan ekspor CPO dari pelabuhan tersebut sebesar empat persen. Namun, gejala penurunan tersebut kini tidak lagi terjadi, bahkan sudah menunjukkan perbaikan ke kondisi normal.(*)
2010
Pelabuhan Dumai Dipastikan Jadi Pelabuhan Terbesar CPO
antarasumarautara.com - Medan, 28/7 (ANTARA) – Manajemen Pelabuhan Indonesia I memastikan bahwa Pelabuhan Dumai akan menjadi pelabuhan terbesar crude palm oil nasional bahkan internasional hub untuk produk sawit itu.
“Manajemen terus meningkatkan sarana dan fasilitas pelabuhan itu menyusul semakin banyaknya pengapalan CPO dari pelabuhan itu,” kata Dirut PT Pelindo I, Harry Sutanto, di Medan, Rabu.
Dewasa ini, misalnya, Pelindo I merencanakan menambah panjang dermaga sekitar 400 meter lagi dari 400 meter yang sudah ada sebelumnya.
Dana pembangunan itu sekitar Rp245 miliar sudah dipersiapkan, tinggal proses izin dimana diharapkan pembangunan tersebut sudah bisa dimulai tahun ini juga.
“Ada rencana panjang dermaga CPO di Pelabuhan Dumai bisa mencapai 1.000 meter lebih untuk mengantisipasi lonjakan pengapalan CPO dari pelabuhan itu,” katanya.
Dia menyebutkan, dewasa ini, pengapalan CPO dari Dumai terus meningkat pesat meninggalkan Pelabuhan Belawan.
Pada 2009, ekspor CPO dari Pelabuhan Dumai sudah mencapai 5,6 juta ton atau lebih besar dibandingkan dari Belawan yang masih di 5 juta ton.
“Ada prakiraan ekspor CPO dari Dumai bisa mencapai 7-8 juta ton sehingga menjadi pelabuhan CPO terbesar nasional bahkan bisa menjadi internasional hub untuk minyak sawit mentah itu,” katanya.
General Manager Pelabuhan Dumai, Zainul Bahri, mengatakan, dengan diperluasnya dermaga, maka memungkinkan kapal tanker dengan kapasitas lebih banyak dapat melakukan kegiatan bongkar muat di pelabuhan itu.
Pembangunan dermaga itu juga akan menekan biaya kapal karena antrian kapal menjadi semakin singkat.
“Dengan perluasan dermaga, maka diyakini laba Pelabuhan Dumai bisa naik lagi mengingat selama ini 80 persen kegiatan arus bongkar muat di pelabuhan itu berasal dari CPO,” katanya.
Tahun ini, laba Pelabuhan Dumai ditargetkan bisa sebesar Rp104 miliar dari realisasi 2009 yang masih Rp96 miliar.
rilham2new July 29th, 2010, 12:10 PM ^^ hahh????? Jadi selama ini acuan harga CPO ada di Rotterdam???
jendry July 29th, 2010, 01:56 PM ^^ iya bang selama ini rotterdam lah sebagai acuan harga cpo dunia, pelabuhan rotterdam itu penadah utama cpo d eropa :)
jendry July 29th, 2010, 02:27 PM penggalian pipa air bersih
http://i30.tinypic.com/2eftap0.jpg
jendry July 30th, 2010, 11:26 AM dari epeper riaupos
http://img16.imageshack.us/img16/4060/coban.jpg (http://img16.imageshack.us/i/coban.jpg/)
http://img507.imageshack.us/img507/9206/duma.jpg (http://img507.imageshack.us/i/duma.jpg/)
jendry August 2nd, 2010, 07:50 AM Moluccas Terbang Awal Septembar
tribunpekanbaru.com - DUMAI, TRIBUN - Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Dumai, Syafruddin Kamal, memastikan awal September 2010 nanti, maskapai penerbangan PT Moluccas Air Service (MAS) sudah bisa menerbangkan pulang pergi penumpang dari Dumai menuju Jakarta melalui Bandara Pinang Kampang, Dumai. Pesawat jenis Foker 100 itu akan melayani penumpang tiga kali se pekan, yaitu setiap Minggu, Rabu dan Jumat.
"Akhir Agustus pesawat sudah masuk Dumai. Sehingga awal Sepetember sudah bisa melayani penumpang komersil," ujar Kadishub Dumai, Syafruddin Kamal, saat menerima kunjungan Tribun, Jumat (30/7) kemarin.
Pemko Dumai dan PT MAS sendiri telah melakukan kerjasama yang tertuang dalam nota kesepahaman pada Senin, 26 Juli lalu, di Pendopo Sri Bunga Tanjung, Dumai. Dalam kesepakatanya, PT MAS akan mempersiapkan satu unit pesawat Fokker 100 untuk melayani penerbangan komersil. Dengan tujuan Jakarta di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
"Jika ini sukses, artinya banyak diminati masyarakat Dumai untuk memilih transportasi udara. Maka akan mengundang maskapai penerbangan lainnya, untuk tertarik melayani penerbangan komersial melalui Bandara Pinang Kampai," ujar Syafruddin.
Selama ini, Bandara Pinang Kampang hanya melayani penerbangan carteran Pelita Air Service, yang digunakan oleh PT Pertamina dan PT Chevron Dumai saja. (nng)
jendry August 4th, 2010, 11:50 AM Pajak Ekspor Minyak Bumi Dumai Rp16 Triliun per Tahun
mediaindonesia.com - DUMAI--MI: Penerimaan pajak ekspor minyak bumi yang dilakukan PT Pertamina dan PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) di Dumai sekitar Rp16 triliun per tahun, namun pajak ekpor tersebut seluruhnya diterima oleh pemerintah pusat di Jakarta.
"Dumai sebagai daerah pengolah tempat dilewatinya minyak mentah dari pipa raksasa tidak mendapatkan apa-apa dari pajak sebesar itu," kata Ketua DPRD Dumai Zaenal Efendi di Dumai, Selasa (3/8).
Zainal berjanji akan memperjuangkan hak daerah ke pusat agar mendapatkan bagian setimpal dengan pendapatan yang diterima oleh negara.
"Selama ini kita tidak mendapatkan apa-apa dari pajak yang diterima negara melalui pemerintah pusat ini. Padahal aktivitas itu dilakukan di sini. Sudah semestinya kita mendapatkan bagian dari pajak ekpor tersebut," katanya.
Dikatakannya, jumlah Rp16 triliun itu hanya berasal dari pajak ekspor dua perusahaan minyak itu, belum ditambah dengan pajak ekspor yang dilakukan seluruh perusahaan yang ada di Dumai.
Diakuinya, letak tidak adanya keadilan yang didapat Dumai dari potensi daerah yang memberikan banyak subangsih untuk pembangunan di Indonesia melalui pelabuhan yang dijadikan sarana pengiriman minyak, sedikitpun tidak ada kucuran dana yang diberikan pemerintah pusat untuk pembangunan Dumai.
"Sementara kondisi Dumai tak teperhatikan. Seperti Inftarastruktur jalan yang hingga kini masih menuai konflik antara masyarakat dan pengusaha," paparnya.
Menurutnya, dari jumlah yang diperuntukan sebagai pajak tersebut seharusnya disisahkan untuk pembangunan Dumai.
"Hal itu wajar karena aktivitas pengiriman semuanya dilakukan di Dumai," katanya.
Tak hanya itu, katanya, pihaknya juga akan memperjuangkan tentang pendapatan bagi hasil. Sebab saat ini untuk pembagian hasil yang diterima oleh Dumai menurutnya tidak sebesar daerah penghasil.
Dengan dijadikan Dumai sebagai daerah pengolah minyak bumi dari daerah penghasil tersebut, ia menganggap pembagian tersebut tidak adil. Di mana menurutnya daerah pengolah juga memberikan andil yang besar untuk aktivitas produksi eksplorasi tambang yang ada di Riau.
"Kita berharap untuk penambahan pendapatan daerah ini selain dari pembagian pajak ekspor yang dilakukan melalui pelabuhan Dumai, juga diharapkan dapat dari pembagian jatah yang sama seperti daerah penghasil. Dua inilah yang akan kita perjuangan untuk Dumai," katanya.
Anggota Komisi VII DPR RI asal pemilihan Riau Arsyadjuliandi Rahman sebelumnya mengatakan, peluang yang bisa ditangkap Dumai untuk penambahan pendapatan daerah ada dua. Namun untuk mendapatkan itu ia menyarankan harus melalui proses dan harus diperjuangkan bersama.
Dia mengatakan, penambahan pendapatan daerah itu bisa didapat dari pajak ekspor pengiriman yang dilakukan perusahaan seperti CPO, minyak bumi yang dilakukan dari Dumai. Selama ini dari pajak ini ada untuk Dumai, namun menurutnya, jumlahnya tidak signifikan untuk Dumai sendiri sebagai daerah pengekspor.
"Pembagian dari pajak ekspor ini yang akan kita perjuangkan. Bukan untuk mendapatkan Rp 16 triliun, tapi ada pembagian yang signifikan untuk Dumai sebagai daerah pengekspor yang mendatangkan pemasukan negara sebesar itu. Kita dapatkan sekian saja seperti 10 persen atau 20 persen dari jumlah itu sudah membantu apbd dan dapat melakukan pembangunan dengan baik di Dumai
bama84 August 4th, 2010, 10:43 PM ^^
Memang dana bagi hasil CPO dan minyak bumi buat Riau belum adil. Sebagai daerah penghasil wajar Riau menuntut lebih. Rp 16 trilyun, wajarnya Riau dapat paling kurang 30 %. Kalau uangnya dibelanjakan ke infrastruktur seperti jalan tol, udah jadituh jalan tol Pekanbaru-Dumai. Untuk itu diperlukan lobi2 oleh pemprov dan anggota DPRD.
rilham2new August 5th, 2010, 03:34 AM ^^ DBH produksinya nya sih sebagian lari ke Riau ...
Tapi, untuk pajak ekspor-impornya GAK BAKALAN lari ke Riau hahaha. Karena itu memang hak pemerintah pusat.
Makanya daerah Riau yang gak memproduksi tapi cuman punya posisi pemasaran ekspor dan impor kurang begitu tampil di Riau.
Dumai walau kata banyak perusahaan besar, dan kesejahteraan masyarakatnya kedua tertinggi di Riau setelah Pekanbaru, pun ... Yaa tetap saja gak banyak yang bisa dilakukan pemerintahnya. Karena memang duit mereka kurang, sementara Dumai punya impian sangat-sangat-sangat besar. Kasihan Dumai yang gak begitu maju usaha eksplorasi minyak dan sawit, mereka cuman maju di bidang pengumpulan, refinery, dan ekspor-impor itu ... Yaa,, pemasukan daerahnya gak akan sebesar Bengkalis dan Siak, walaupun semua sawit di Riau ini dipasarkan lewat sana...
Pemerintah Pusat yang mencanangkan Dumai sebagai sebuah CLUSTER pun kelihatannya cuman wacana doank.
rilham2new August 5th, 2010, 03:38 AM Dumai bukan penghasil, tapi lebih kepada pusat pengumpul SDA dan juga gerbang ekspornya.
Seharusnya kalau pajak EKSPOR ada DBH nya .... Kita bisa kok lihat Dumai yang membangun lebih megah dari Siak malah :D
rilham2new August 5th, 2010, 03:50 AM Ini dari RIAUBISNIS
Pelindo I Medan Jadikan Dumai sebagai Hub Port CPO
Monday, 02 August 2010 22:15
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Medan akan menjadikan Pelabuhan Dumai sebagai hub port minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dengan menambah dermaga 400 meter lagi.
Dirut PT Pelindo I Medan, Harry Sutanto membenarkan, BUMN itu berencana menambah dermaga di Dumai dari 400 meter yang sudah eksisting menjadi 800 meter untuk menjadikan Dumai sebagai hub port minyak sawit nasional.
"Program ini dilakukan melihat peningkatan ekspor CPO dari Dumai naik dari tahun ke tahun. Dengan demikian Pelindo bertekad menjadikan Dumai sebagai pelabuhan khusus CPO," ujarnya di Medan, Senin (2/8/2010) seperti dilansir bisnis.com.
Menurut dia, dana yang dibutuhkan untuk menambah dermaga 400 meter lagi mencapai Rp 245 miliar yang berasal dari dana internal. Katanya, pembangunan dermaga di Dumai sangat mendesak karena 400 meter dermaga yang ada selama ini membuat waktu tunggu kapal lama dan biaya tambahan bagi kapal relatif besar.
Dengan menambah dermaga menjadi 800 meter, lanjut dia, maka kapal-kapal besar bisa sandar dan waktu mengisi CPO bisa dipersingkat. Kalau masih belum juga cukup, paparnya, masih ada lahan 200 meter lagi untuk memperpanjang dermaga khusus CPO di Dumai.
Dia melihat Provinsi Riau dimasa mendatang bakal mengekspor CPO sekitar 7 juta ton per tahun atau sudah mengalahkan Sumatra Utara hanya 4,5 juta ton per tahun. "Melihat perkembangan ekspor CPO yang begitu pesat dari Riau, Pelindo I harus mempersiapkan dermaga lebih awal," tuturnya.
Sementara itu, General Manager Pelindo I Cabang Dumai, Zainul Bahri mengakui, ekspor CPO lewat Dumai pada 2009 lalu sebanyak 5,6 juta ton dan pada 2010 ditargetkan 5,8 juta ton. "Kami baru memiliki dermaga sepanjang 400 meter dan akan ditambah 400 meter mulai tahun ini," tuturnya di tempat yang sama hari ini.
Dia mengakui sudah ada penataan khusus yang dilakukan untuk mengoptimalkan dermaga 400 meter yang eksisting saat ini, sehingga waktu tunggu kapal tinggal 1 hari sampai dua hari lagi. "Sekitar 80 persen arus muat dari Pelabuhan Dumai adalah CPO (crude palm oil) sedangkan sisanya bungkil kelapa sawit dan sedikit barang-barang kargo," ujarnya.
Dumai, kata dia, akan difokuskan untuk melayani angkutan CPO dan dijadikan hub port minyak sawit nasional.(*)
typhoonbringer August 5th, 2010, 10:57 AM penghasil CPO mah deket2 pasir pangarayang sama rantau kasek cmiiw, ane baru darisana, ane juga mimpi indonesia ga harus ke rotterdam kalo mo ekspor, jadi dumai punya sertifikasi ekspor CPO sehingga bisa langsung ke eropa selatan dan timur, serta asia tanpa harus ke rotterdam
rilham2new August 5th, 2010, 02:02 PM ^^ Bukan Pasirpengaraian (itu kota asal ayah aku), yang penghasil CPO besar di Riau itu, kawasan Ujungbatu-Tandun masih satu kabupaten sama Pasirpengaraian. Kalau di Kampar ada di kawasan TAPUNG, yang berbatasan dengan Kota Pekanbaru atau dengan ROKAN HULU.
Tapi itu sebenarnya gak besar-besar banget, kelihatan besar cuman karena dia ditumpuk dalam satu lokasi dan dua kawasan itu kan memang sentra Sawit yang sebagian besar kebunnya punya PT. Perkebunan Nusantara V.
Kalau di Siak ada juga yang punya ARARA ABADI, itu jg lumayan besar. Di Bengkalis pun juga besar-besar perkebunan sawitnya. Kurasa potensi sawit yang ada di Siak dan Bengkalis jauh lebih besar dari yang aku lihat di Ujungbatu-Tandun ... atau Tapung.
drie August 13th, 2010, 10:15 AM Pemprov Siapkan Dana Perbaikan Jalan
Riaupos.com-TERKAIT infrasturktur jalan di Dumai yang rusak parah, Gubri H Rusli Zainal mengaku sudah menyiapkan dana untuk melakukan perbaikan. Bahkan, ia mengaku sudah membicarakan kondisi tersebut dengan Menteri Keuangan dan Menteri Perhubungan.
‘’Dalam suatu kesempatan di Jakarta beberapa waktu lalu, saya sudah sampai permasalahan infrastruktur Dumai ini dengan sejumlah menteri. Kita harapkan ada peninjauan langsung dengan pihak departemen untuk kemudian bisa mencarikan solusinya,’’ sebut Rusli Zainal menjawab wartawan usai melantik H Khairul Anwar dan dr Agus Widayat MM selaku Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dumai 2010-2015.
Dengan penetapan Dumai sebagai kawasan kluster sawit, ujarnya, sarana dan prasarana seperti jalan dan pelabuhan diharapkan sudah dalam kondisi yang baik dan siap pakai. ‘’Kita harapkan dana perbaikan dan pembangunannya itu dapat sharing dengan pemerintah pusat,’’ ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, Pemprov juga sudah menyiapkan dana untuk perbaikan jalan tersebut. ‘’Kita sudah cadangkan. Saya lupa jumlah pastinya. Namun kita pastikan akan perbaiki jalan di Lubuk Gaung dan Pelintung itu,’’ tambahnya.
Diakui Gubri pula, rusaknya jalan menuju pabrik dan Kawasan Industri Dumai (KID) dikhawatirkan akan berdampak pada dunia investasi. Makanya, Pemprov akan segera melakukan perbaikan.
Saat ini, hampir semua jalan-jalan penting di Dumai mengalami kerusakan yang relatif parah. Dua jalan pintu masuk ke Dumai mengalami kerusakan di Bukit Kapur dan Bukit Timah. Sementara jalan di Lubuk Gaung dan Pelintung yang menuju KID juga sama kondisinya.
‘’Saya sudah sampaikan kepada Dinas PU Provinsi untuk melakukan kajian skala prioritas. Mana yang perlu mendapatkan perhatian segera dan mana yang mungkin dilakukan belakangan,’’ lanjut Gubri.
Kendati demikian, Gubri berjanji akan menyampaikan harapannya kepada wali kota dan wakil wali kota Dumai yang baru dilantiknya untuk melanjutkan program pembangunan wali kota terdahulu, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur. ‘’Saya yakin wali kota yang baru nanti mampu mengatasi permasalahan yang terjadi selama ini. Soal jalan dan infrastruktur terutama,’’ tuturnya.(tie)
drie August 13th, 2010, 10:16 AM Dinas PU Optimis PAB Tepat Waktu
Riaupos.com-Kabid Cipta Karya Dinas PU Kota Dumai Wan Ramli mengaku optimis pengerjaan Proyek Air Bersih (PAB) selesai tepat waktu, akhir 2010 ini.
Menurutnya, proyek yang dikerjakan sejak akhir 2008 tersebut, akan berakhir kontraknya akhir 2010 menatang. Karenanya, pekerjaan yang sudah disepakati oleh ketika renanan diperkiraan juga sudah rampung.
‘’Dengan selesainya PAB ini, kita berharap harapan masyarakat Dumai akan pula segera terwujud, yakni memperoleh air bersih dari proyek tersebut. Sebab, PAB yang dibangun oleh Pemko Dumai itu adalah untuk masyarakat banyak. Namun karena banyaknya kendala menyebabkan proyek tersebut sedikit tersendat,’’ katanya kepada Riau Pos Selasa (10/8).
Diakuinya, Pemko Dumai merencanakan akhir 2009 lalu air sudah mengucur untuk 5.000 sambungan rumah (SR). Namun harus diundur karena terbentur dana. Kemudian, ditargetkan Maret 2010 baru dapat mengucur ke pelanggan (SR). Kenyataannya, tidak juga sempat mengucur. Padahal, akhir 2010 ini proyek tersebut akan habis kontrak.
Bahkan Slamet, Manajemen Konstruksi (MK) PAB dari tiga rekanan tersebut mengaku belum dapat menjawab apakah akhir 2010 ini dapat menuntaskan semua pekerjaan yang masih tersisa. Sebelumnya, ia menyebutkan semua terkendala karena minimnya dan lambatnya dana dari pemerintah. Misalnya, dana yang diperlukan
Oktober 2009 lalu untuk keperluan operasional proyek. Tapi kenyataannya terjadi kekosongan kas daerah, sehingga proyek pun harus berhenti juga.
Slamet mengaku pernah menjamin air bersih sudah bisa dinikmati masyarakat akhir 2009 lalu. Tapi rencana itu meleset dan harus diundur pada tahun berikutnya yakni 2010.(tie)
rilham2new August 13th, 2010, 10:36 AM Video Kota Dumai di ZAMRUD TV
http://www.zamrudtv.com/berita/riau-news/item/813-dumai-lakukan-percepatan-kawasan-ekonomi-khusus.html
rilham2new August 14th, 2010, 07:45 AM Gubernur RIAU meninjau Pembangunan Jalan PURNAMA
Riau Pos 14 Agustus 2010
http://farm5.static.flickr.com/4134/4890158374_6798b79b23_b.jpg
rilham2new August 14th, 2010, 07:49 AM Perbaikan Jalan PURNAMA, yang ternyata sekalian dicorbeton
Gambar dari Portal Video Lokal, ZAMRUD TV
1
http://farm5.static.flickr.com/4076/4890160766_1b36d1ee82.jpg
2
http://farm5.static.flickr.com/4141/4889565169_5b07fa040a.jpg
3
http://farm5.static.flickr.com/4140/4889565531_110cd06b16.jpg
4
http://farm5.static.flickr.com/4121/4890161714_4f1b782a8d.jpg
5
http://farm5.static.flickr.com/4119/4889566235_dca9924bbc.jpg
drie August 14th, 2010, 09:40 AM Perbaikan Jalan PURNAMA, yang ternyata sekalian dicorbeton
Gambar dari Portal Video Lokal, ZAMRUD TV
jalan Purnama merupakan jalan Paliiing hancur di Dumai, hancur nya jalan ini akibat Mobil Truck pengangkut CPO, hingga masyarakat di sekitar jalan ini menanam Puhon Pisang di jalan tersebut. dan akhirnya di perbaiki juga nih jalan. Ngomong - ngomong, tebal juga ya Beton jalan ini :D
rilham2new August 14th, 2010, 11:22 AM jalan Purnama merupakan jalan Paliiing hancur di Dumai, hancur nya jalan ini akibat Mobil Truck pengangkut CPO, hingga masyarakat di sekitar jalan ini menanam Puhon Pisang di jalan tersebut. dan akhirnya di perbaiki juga nih jalan. Ngomong - ngomong, tebal juga ya Beton jalan ini :D
Makanya itu kita mempertanyakan, apa saja kerja Walikota Dumai yang dulu :D
drie August 14th, 2010, 11:31 AM Makanya itu kita mempertanyakan, apa saja kerja Walikota Dumai yang dulu :D
inilah bukti, bahwa LOKASI STRATEGIS, KEKAYAAN ALAM YANG BERLIMPAH, tidak lah cukup, bahkan tidak akan berarti apa - apa jika pemimpinnya gak bisa berbuat apa - apa pula. berharap banyak dengan Walikota Dumai yang sekarang. aku harap Dumai menjadikan Kota balikpapan sebagai kiblat. yang mana Balikpapan bisa jauh lebih maju dari Ibukota Provinsi mereka. aku berharap Dumai bisa jauh lebih maju dari Pekanbaru nantinya. dengan modal yang mereka punya, Dumai harus menjadi Kota Panutan di Sumatra ini :)
rilham2new August 14th, 2010, 11:39 AM inilah bukti, bahwa LOKASI STRATEGIS, KEKAYAAN ALAM YANG BERLIMPAH, tidak lah cukup, bahkan tidak akan berarti apa - apa jika pemimpinnya gak bisa berbuat apa - apa pula. berharap banyak dengan Walikota Dumai yang sekarang. aku harap Dumai menjadikan Kota balikpapan sebagai kiblat. yang mana Balikpapan bisa jauh lebih maju dari Ibukota Provinsi mereka. aku berharap Dumai bisa jauh lebih maju dari Pekanbaru nantinya. dengan modal yang mereka punya, Dumai harus menjadi Kota Panutan di Sumatra ini :)
Secara basic jelas beda dengan Balikpapan.
Dumai, DBH nya kecil sekali. Karena Dumai hanya merupakan kota pelabuhan/kota pengumpul. SDA nya sendiri gak dihasilkan di Dumai sebagian besarnya. Dan perusahan besar di Dumai sangat minim, aku mencatat perusahaan yang benar2 raksasa di Dumai hanya WILMAR Group, CPI, dan PERTAMINA.
Dumai juga bukan kota akses masuk Riau, seperti layaknya Balikpapan pada Kaltim. Soalnya, Pekanbaru punya airport sendiri, dan Dumai pun punya airport sendiri.
Kelistrikan Dumai juga sangat-sangat kurang untuk menggenjot investasi skala besar. CPI dan juga WILMAR itu bisa leluasa beroperasi di DUmai karena mereka punya pembangkit listrik sendiri (kalau Pertamina aku kurang tahu :D)
Yang harus dibenahi dari Dumai selain dari infrastruktur Jalan Raya pastinya adalah kelistrikan. Jadi industri2 besar Dumai nantinya gak perlu repot2 membangun pembangkit sendiri.
Tapi di balik semua kekurangan Dumai, aku percaya kalau Walkot yang dulu emang agak gak becus :p
drie August 14th, 2010, 11:47 AM Secara basic jelas beda dengan Balikpapan.
Dumai, DBH nya kecil sekali. Karena Dumai hanya merupakan kota pelabuhan/kota pengumpul. SDA nya sendiri gak dihasilkan di Dumai sebagian besarnya. Dan perusahan besar di Dumai sangat minim, aku mencatat perusahaan yang benar2 raksasa di Dumai hanya WILMAR Group, CPI, dan PERTAMINA.
Dumai juga bukan kota akses masuk Riau, seperti layaknya Balikpapan pada Kaltim. Soalnya, Pekanbaru punya airport sendiri, dan Dumai pun punya airport sendiri.
Kelistrikan Dumai juga sangat-sangat kurang untuk menggenjot investasi skala besar. CPI dan juga WILMAR itu bisa leluasa beroperasi di DUmai karena mereka punya pembangkit listrik sendiri (kalau Pertamina aku kurang tahu :D)
Yang harus dibenahi dari Dumai selain dari infrastruktur Jalan Raya pastinya adalah kelistrikan. Jadi industri2 besar Dumai nantinya gak perlu repot2 membangun pembangkit sendiri.
Tapi di balik semua kekurangan Dumai, aku percaya kalau Walkot yang dulu emang agak gak becus :p
oleh sebab itulah walikota sekarang harus memiliki Visi kedepan. harus, bisa. oke Dumai masih banyak kekurangan, tapi jangan jadi kan kekurangan ini sebagai kekurangan. langakah pertama yang wajib dilakukan Walikota dumai adalah membuat IKLIM INVESTASI sebaik mungkin. jika ini sudah bisa di buat, kekurangan tadi pun dapat ditutupi. aku yakin itu. :)
rilham2new August 15th, 2010, 10:48 AM Mulailah dengan membenahi yang ini
Sabtu, 14 Agustus 2010 16:41
Dermaga Pelabuhan Dumai Kelebihan Beban
LINK VIDEO :
http://www.zamrudtv.com/berita/riau-news/item/1117-dermaga-pelabuhan-dumai-kelebihan-beban.html
Narrator : R. Hidayat l Durasi :1.25 menit.
TV Berita Dumai,Riau---Antrian truk pengangkut CPO sepanjang 2,5 km terlihat saat memasuki Pelabuhan Pelindo Kota Dumai. Kondisi terjadinya antrian panjang ini akibat pelabuhan tidak bisa menampung jumlah beban kendaraan. Untuk mengurangi jumlah antrian ini, Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Kota Dumai akan menambah panjang dermaga hingga satu km.
Saat ini dermaga pelabuhan Dumai sudah kelebihan beban, truk terpaksa antri di dermaga yang panjangnya hanya sekitar 400 meter. Pelabuhan Dumai merupakan pintu gerbang strategis bagi Riau yang berada di Pesisir Timur Sumatra. Pelabuhan ini menjadi akses utama keluar masuknya pendatang serta perdagangan barang dan jasa yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Dumai. Artinya pelabuhan ini memang menjadi urat nadi bagi perekonomian Kota Dumai. (ratih/zamrudtv.com)
rilham2new August 17th, 2010, 09:14 PM Progress BETONISASi Jalan Purnama
RiauPos 16 Agustus 2010
1
http://farm5.static.flickr.com/4074/4902138326_09d12320cb_b.jpg
2
http://farm5.static.flickr.com/4141/4902139504_85256d4a0f_z.jpg
bama84 August 17th, 2010, 10:09 PM ^^
Sebetulnya walau dibetonpun jalannya bakal percuma kalau beban yang lewat melebihi daya tahan jalan tsb. Ntar bakal hancur lagi betonnya. Solusinya yaitu mesti dibangun jembatan timbang disana. Jadi truk2 yang lewat ditimbang dulu, kalau muatan berlebih ya dikurangi muatannya.
nowan August 18th, 2010, 12:53 AM Tebal sekali betonnya ya :nuts:
Tp wajar sih, beban lalu lintasnya berat dan tanah dasarnya sangat lunak. Kalau memasang paku bumi di daerah seperti ini, tiang pertama gak perlu dipukul.. tenggelam sendiri tiangnya :colgate:
Semoga tahan lama jalannya..
rilham2new August 18th, 2010, 06:04 PM ^^ Seiring waktu dengan lunaknya struktur tanah, jangan2 itu beton malah tenggelam sendiri ke dalam tanah, hahaha... atau Supaya kalau hujan turun air mengalir secara "alami" ke tepian :D ... Dan air tepian gak akan mengalir ke badan jalan :D
Hmm, seandainya mereka membangun sambil dilengkapi dengan saluran drainase di kiri-kanan jalannya :)
^^
Sebetulnya walau dibetonpun jalannya bakal percuma kalau beban yang lewat melebihi daya tahan jalan tsb. Ntar bakal hancur lagi betonnya. Solusinya yaitu mesti dibangun jembatan timbang disana. Jadi truk2 yang lewat ditimbang dulu, kalau muatan berlebih ya dikurangi muatannya.
Setidaknya beton leboh tahan dari aspal. Walaupun kalau beton rusak perbaikannya akan lebih susah dan menghabiskan waktu.
jendry August 19th, 2010, 10:31 AM Tawarkan Proyek Miliaran Dolar AS
Pelabuhan Dumai Nominasi BKPM
http://i36.tinypic.com/ivwnkh.jpg
riaupos.com - JAKARTA (RP) - Upaya menggaet investor di bidang infrastruktur terus dilakukan. Kali ini, pemerintah melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan proyek bernilai miliaran dolar AS melalui skema Kerja sama Pemerintah Swasta (KPS) atau Public Private Partnership (PPP).
Perluasan pelabuhan Dumai menjadi salah satu proyek nominasi yang akan ditawarkan BKPM ke investor.
Kepala BKPM Gita Wirjawan mengatakan, saat ini proyek-proyek yang akan masuk dalam skema PPP tengah dimatangkan. Dari sekian banyak proyek, akan dipilih maksimal lima proyek saja. ‘’Itu nilainya bisa puluhan miliar dolar AS,’’ ujarnya usai penan-datanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang KPS di Kantor Bappenas, Selasa (18/8).
Menurut Gita, saat ini Bappenas sudah mengajukan 10 proyek untuk diproses menjadi proyek PPP. Namun, kata Gita, BKPM akan melakukan seleksi untuk memilih lima proyek saja agar lebih fokus saat menawarkannya ke investor. ‘’Dalam satu bulan ke depan, proyek yang terpilih akan kita launching, kita tawarkan ke seluruh dunia,’’ katanya.
Meski proyek PPP belum secara resmi ditetapkan, namun Gita menyebut beberapa proyek akan dipiroritaskan. Di antaranya adalah jalur rel Stasiun Manggarai-Bandara Soekarno Hatta, pembangkit listrik, perluasan pelabuhan serta kilang minyak. ‘’Ini baru estimasi kasar, detil proyeknya nanti,’’ ucapnya.
Meski selama proyek-proyek PPP terkatung-katung, namun Gita optimis kali ini akan sukses. Sebab, kali ini BKPM bakal menjadi instansi yang melayani seluruh kebutuhan investor. Selama ini, investor harus bolak-balik mengurus izin ke berbagai kantor kementerian hingga ke pemerintah daerah.
‘’Dengan sistem baru, investor tidak perlu kesana-kemari lagi, cukup ke BKPM. Selama ini kan kita lihat proyek PPP bisa terkatung-katung sampai delapan ta-hun. Nanti, saya targetkan, maksimal satu bulan, perizinan harus beres,’’ paparnya.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa menambahkan, skema pro-yek PPP menjadi salah satu strategi yang akan didorong pemerintah untuk mempercepat pengembangan infrastruktur. ‘’Sebab, jika hanya mengandalkan dana pemerintah, itu tidak cukup,’’ ujarnya.
Hatta menyebut, dalam roadmap pemerintah, dalam lima tahun ke depan, dibutuhkan paling tidak Rp1.900 triliun untuk pengembangan infrastruktur. Dari total kebutuhan dana tersebut, lanjut dia, pemerintah melalui APBN hanya sanggup menyediakan sekitar Rp500-600 triliun. Kemudian, jika ditambah dengan belanja modal BUMN, jumlahnya mencapai Rp1.200-1.300 triliun. ‘’Jadi, kita masih memerlukan sekitar Rp600 triliun dari sektor swasta,’’ katanya.(owi/gem)
rilham2new August 19th, 2010, 10:51 AM Dari Riau Terkini
Rabu, 18 Agustus 2010 17:10
Hasil Sensus Penduduk 2010,
Penduduk Riau 5,5 Juta Jiwa
Biro Pusat Statistik mengumumkan hasil Sensus Penduduk (SP) 2010 resmi diumumkan. Hasilnya, jumlah penduduk Provinsi Riau tercatat 5.543.301 jiwa.
Riauterkini-PEKANBARU-Kepala Badan Pusat Statistik Riau, Abdul Manaf kepada Riauterkini Rabu (18/8/10) mengatakan bahwa jumlah penduduk Riau dari hasil sensus penduduk tahun 2010 beberapa waktu lalu tercatat sebanyak 5.543.301 jiwa. Jumlah tersebut naik cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2000 lalu yang hanya sebanyak 3.907.763 jiwa. Sedangkan tahun 1990 jumlah penduduk Riau mencapai 2.714.280 jiwa.
Dari jumlah tersebut, tertinggi jumlah penduduknya adalah Pekanbaru. Jumlahnya mencapai 903.902 jiwa. Laki-laki sebanyak 459.533 jiwa dan perempuan sebanyak 444.369 jiwa. Kabupaten Kampar menjadi kabupaten kedua terbanyak jumlah penduduknya. Jumlahnya mencapau 686.030 jiwa. Laki-laki sebanyak 353.787 jiwa, perempuan sebanyak 332.243 jiwa.
Kabupaten Inhil jumlah penduduknya nomor tiga terbanyak setelah Pekanbaru dan Kampar. Hasil sensus penduduk 2010 lalu menyatakan bahwa jumlah penduduk Inhil sebanyak 662.305 jiwa. Laki-laki sebanyak 340.299 jiwa, perempuan sebanyak 322.006 jiwa. Rohil menjadi kabupaten ke-empat terbanyak jumlah penduduknya. Jumlahnya mencapai 552.433. Laki-laki sebanyak 283.758 jiwa, perempuan sebanyak 268.675 jiwa.
Selanjutnya kabupaten Bengkalis. Jumlah penduduknya sebanyak 498.384 jiwa. Laki-laki sebanyak 257.200 jiwa, perempuan sebanyak 241.184 jiwa. Kemudian Rokan Hulu menyusul dengan jumlah penduduknya sebanyak 475.011 jiwa. Laki-laki sebanyak 245.636 jiwa, perempuan sebanyak 229.375 jiwa.
Jumlah penduduk Siak mencapai 377.232 jiwa. Laki-laki sebanyak 196.814 jiwa, perempuan sebanyak 180.418 jiwa. Indragiri Hulu jumlah penduduknya mencapai 362.961 jiwa. Laki-laki 186.989 jiwa, peremuan sebanyak 175.972 jiwa. Pelalawan jumlah penduduknya sebanyak 303.021 jiwa. Laki-laki sebanyak 159.247 jiwa, perempuan sebanyak 143.774 jiwa.
Dari hasil sensus penduduk 2010 lalu, jumlah penduduk Kuansing mencapai 291.044 jiwa. laki-laki sebanyak 149.368 jiwa, perempuan sebanyak 141.676 jiwa. Penduduk Dumai sebanyak 254.337 jiwa. Laki-laki sebanyak 131.781 jiwa, perempuan sebanyak 122.556 jiwa.
"Kepulauan Meranti menjadi kabupaten terkecil jumlah penduduknya. Hal itu karena kabupaten tersebut relatif baru dan pecahan dari Bengkalis. Jumlahnya hanya sebanyak 176.371 dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 90.577 jiwa, perempuan sebanyak 85.749 jiwa," terangnya.
Dari jumlah tersebut tercatat jumlah laki-laki di provinsi Riau lebih banyak dibandingkan dengan perempuan. Dari hasil sensus penduduk 2010 lalu, jumlah penduduk Riau berjenis kelamin laki-laki sebanyak 2.854.989 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk perempuan di Riau sebanyak 2.688.042 jiwa. ***(H-we)
-------------
HASIL RESMI SENSUS PENDUDUK Provinsi Riau
Sensus 1990 : 2,714,280
Sensus 2000 : 3,907,763
Sensus 2010 : 5,543,301
Data sensus penduduk 2010 (diurutkan mulai dari penduduk terbanyak sampai yang paling sedikit)
1. Kota Pekanbaru (903,902)
2. Kabupaten Kampar (686,030)
3. Kabupaten Indragiri Hilir (662,305)
4. Kabupaten Rokan Hilir (552,433)
5. Kabupaten Bengkalis (498,384)
6. Kabupaten Rokan Hulu (475,011)
7. Kabupaten Siak (377,232)
8. Kabupaten Indragiri Hulu (362,961)
9. Kabupaten Pelalawan (303,021)
10. Kabupaten Kuantan Singingi (291,044)
11. Kota Dumai (254,377)
12. Kabupaten Kepulauan Meranti (176,371)
jendry August 20th, 2010, 04:34 PM dumai square
apa di lanjutkan kembali ya pembangunannya
http://farm5.static.flickr.com/4094/4908064248_789a3eaf2f_b.jpg
drie August 20th, 2010, 04:45 PM dumai square
apa di lanjutkan kembali ya pembangunannya
http://farm5.static.flickr.com/4094/4908064248_789a3eaf2f_b.jpg
wow, moga aja ini benar - benar gambar lanjutan Dumai Square. kalau Dumai Square memang benar - benar dilanjutkan, sedikit - demi sedikit Dumai mulai menunjukan tarinya nih :D
jendry August 20th, 2010, 04:47 PM ^^ sebelum puasa memang ada berita nya kalau dumai square udah dapat investor yang baru, mudah mudahan aja memang di lanjutkan lagi...
itu kan udah ada crane nya :D :D
drie August 20th, 2010, 04:51 PM ^^
amin. moga aja bener. Moga aja Dumai benar - benar bisa menyalip Pekanbaru nantinya :D
jendry August 20th, 2010, 04:55 PM ^^ mendekati pembangunan pekanbaru aja udah bagus drie :)
drie August 20th, 2010, 05:17 PM ^^ mendekati pembangunan pekanbaru aja udah bagus drie :)
yup, tapi kalau melihat Potensi, Optimis untuk melebihi pembangunan di Pekanbaru kenapa tidak, secara Dumai Punya Modal yang luar biasa kok. Moga aja walikota baru Dumai sekarang dapat mencontoh pekanbaru dalam segi pembangunan, gak usah yang muluk - muluk, bangun aja Fasilitas yang dapat menyentuh masyarakat umum, toh Pekanbaru bisa berkembang cuma dalam kurun waktu kurang dari 8 tahun juga memulai itu semua dari membenahi Fasilitas umu yang ada. Benahi sekolah - sekolah ( bila perlu gratis khusus bagi yang kurang mampu ) bangun PUSKESMAS yang layak, permudah dalam pengurusan per-izinan, buat Perpustakaan yang respresentatif, dan Perlahan - lahan mulai deh benahi Bandara, gak usah terlalu ambisius untuk menjadikan dumai sebagai Pintu Gerbang Riau, tapi tingkatkan fasilitas dan kenyamanan aja di bandara udah suatu yang baik loh. urus yang kecil - kecil aja lah dulu. kalau itu semua udah dapat di lakukan. kita hanya tinggal menghitung jari untuk menunggu Dumai menyalip Pekanbaru :okay:
jendry August 20th, 2010, 10:46 PM asap pabrik
http://farm5.static.flickr.com/4140/4907472245_78b7096d15_b.jpg
rilham2new August 21st, 2010, 08:44 AM yup, tapi kalau melihat Potensi, Optimis untuk melebihi pembangunan di Pekanbaru kenapa tidak, secara Dumai Punya Modal yang luar biasa kok. Moga aja walikota baru Dumai sekarang dapat mencontoh pekanbaru dalam segi pembangunan, gak usah yang muluk - muluk, bangun aja Fasilitas yang dapat menyentuh masyarakat umum, toh Pekanbaru bisa berkembang cuma dalam kurun waktu kurang dari 8 tahun juga memulai itu semua dari membenahi Fasilitas umu yang ada. Benahi sekolah - sekolah ( bila perlu gratis khusus bagi yang kurang mampu ) bangun PUSKESMAS yang layak, permudah dalam pengurusan per-izinan, buat Perpustakaan yang respresentatif, dan Perlahan - lahan mulai deh benahi Bandara, gak usah terlalu ambisius untuk menjadikan dumai sebagai Pintu Gerbang Riau, tapi tingkatkan fasilitas dan kenyamanan aja di bandara udah suatu yang baik loh. urus yang kecil - kecil aja lah dulu. kalau itu semua udah dapat di lakukan. kita hanya tinggal menghitung jari untuk menunggu Dumai menyalip Pekanbaru :okay:
Kalau untuk sekolah, secara kualitas Dumai itu udah lumayan baik kok. Kalau di perlombaan akademis/karya ilmiah tingkat daerah ... yang ditakuti anak Pekanbaru justru adalah anak-anak dari Dumai, Tembilahan, dan Tanjungpinang (ini duluuu ya waktu jaman aku SMA :D).
Kalau ada bidang lomba yang anak Pekanbaru bisa dikalahkan, kira-kira ya sama anak2 dari 3 daerah itu.
Dan DUMAI sepertinya sudah punya SMA dan SMP yang spesial a la SMA Plus gitu. Namanya BINSUS (Binaan Khusus).
Yang mesti dibenahi di Dumai adalah Airport, buat supaya bisa didarati B737. Dan Rumah Sakit yang layak, serta infrastruktur Pelabuhan dan layak. Idealnya dengan arus lalu lintas truk2 besar ke Dumai. Jalan2 Arteri di Dumai sudah HARUS menggunakan sistem CONCRETE (corbeton).
rilham2new August 21st, 2010, 08:46 AM dumai square
apa di lanjutkan kembali ya pembangunannya
http://farm5.static.flickr.com/4094/4908064248_789a3eaf2f_b.jpg
Yang di gambar atas itu terbengkalai.....
Di Dumai udah ada Plaza kok, ada lah RAMAYANA Dept. Store dan Kentucky Fried Chicken nya :D
Inilah bank-bank yang beroperasi di DUMAI
Bank Riau
BCA (baru buka tahun 2010)...
Bank Mandiri
Bank Panin
BRI
BNI
Bank Danamon
Bank Mega
CIMB Niaga
rilham2new August 21st, 2010, 12:23 PM Aktivitas Pelabuhan Dumai
Kota Dumai
Riau Pos 19 Agustus 2010
http://farm5.static.flickr.com/4097/4912184415_ebccb3eb78_b.jpg
drie August 22nd, 2010, 02:36 PM Yang di gambar atas itu terbengkalai.....
Di Dumai udah ada Plaza kok, ada lah RAMAYANA Dept. Store dan Kentucky Fried Chicken nya :D
bang ham, masa iya itu gambar lama ?? tuw kan masih ada Crane nya, atau jangan - jangan gambar ini di ambil sewaktu Dumai Square masih UC dulu ya ??
rilham2new August 22nd, 2010, 03:21 PM ^^ Itu gambar baru (mungkin) tapi memang terkendala. Ada kok beritanya di Riau Pos beberapa bulan yang lalu ...
jendry August 22nd, 2010, 04:25 PM ^^ proyek itu memang udah lama terkendala, sekarang di lanjutkan lagi sepertinya
rilham2new August 22nd, 2010, 07:01 PM ^^ Berarti kita butuh gambar terbaru nih, anak2 SSC Pekanbaru sudah sampai sejauh Rengat dan Telukkuantan :D.... Kenapa tidak, Dumai :D
Tapi, Dumai memang lebih jauh sih :D, lalu lintasnya lebih padat dan berbahaya :p
drie August 22nd, 2010, 07:14 PM ^^ Berarti kita butuh gambar terbaru nih, anak2 SSC Pekanbaru sudah sampai sejauh Rengat dan Telukkuantan :D.... Kenapa tidak, Dumai :D
Tapi, Dumai memang lebih jauh sih :D, lalu lintasnya lebih padat dan berbahaya :p
yang ke Rengat cuma Bang Kris sama Bang Egimasroy aja bang yang lain belum. kalau ke Dumai waktu itu Mama nya bang Kris emang ngajak kesana, tapi karena waktu, ya gak jadi ke Dumai, jadinya cuma ke Minas aja. berharap sih semua Forumer Riau 9 termasuk bang ilham ) bisa gathering ke Kota Sia Sri Indrapura :D
rilham2new August 22nd, 2010, 07:50 PM ^^ Ide bagus, tapi aku masih belum akan ke Riau dalam waktu dekat Drie :D
Wah, kalau gitu kapan ada kesempatan ke Dumai jangan lupa poto2 :D
rilham2new October 2nd, 2010, 02:10 AM PRoyek PDAM Kota Dumai (yang tidak siap-siap)
Riau Pos 27 September 2010
http://farm5.static.flickr.com/4152/5042450103_9f36e1c06e_b.jpg
bama84 October 17th, 2010, 12:08 AM Malaysia Lebih Proaktif Bangun Jembatan Selat Malaka
Angga Aliya - detikFinance
Foto: dok. detikFinance Jakarta - Rencana pembangunan jembatan yang membelah Selat Malaka, menghubungkan Pulau Rupat, Indonesia, dengan Teluk Gong, Malaysia, ternyata direspon dengan lebih proaktif oleh pihak Malaysia. Bahkan, negeri jiran itu sudah membuat perusahaan khusus untuk membangun jembatan tersebut, bernama PT Malaka Straits Corporation.
"Kami juga sudah pernah presentasikan ini kepada Presiden SBY, tapi belum ada respon lebih lanjut. Justru pada waktu kami presentasikan ke pihak Malaysia mereka lebih proaktif," kata Gubernur Riau Rusli Zainal di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (16/10/2010).
Menurutnya, estimasi pembangunan jembatan ini masih dihitung oleh pemerintah. Namun kisarannya sekitar US$ 11 miliar.
Dengan estimasi dana sebanyak itu, diperlukan bantuan dari pihak swasta agar bisa terkumpul seluruhnya. Pihak Malaysia, menurut Rusli, sudah mengantisipasi hal ini dengan menawarkan proyek tersebut kepada investor dari beberapa negera, seperti China.
Jembatan ini tidak menjadi prioritas karena pemerintah Indonesia masih akan berkonsentrasi kepada pembangunan Jembatan Selat Sunda terlebih dahulu. Maka dari itu, jembatan yang akan menghubungkan Indonesia dan Malaysia secara langsung ini baru akan dibangun jika Jembatan Selat Sunda sudah rampung.
"Presiden (SBY) juga sebenarnya mendukung. Tapi memang sekarang ini yang prioritas kan proyek Jembatan Selat Sunda. Jadi masih harus menunggu," imbuhnya.
Ia berharap, dengan adanya jembatan yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia secara langsung itu maka kerjasama kedua negara itu akan semakin baik. Kesejahteraan masyarakat pun diperkirakan meningkat dengan hal ini.
Pemerintah provinsi Riau juga berniat membangun kawasan wisata dan infrastruktur penunjang lainnya di Pulau Rupat sebagai pulau terluar di Riau yang menjadi penghubung jembatan Selat Malaka tersebut.
Ia mengatakan, sebagai tahap awal, nantinya akan dibangun infrastruktur jalan dan jembatan di Jalan Lubuk Gaung-Dumai sepanjang 15 km, Jembatan Lubuk Gaung-Pulau Mampu sepanjang 1.900 km, Jembatan Pulau Mampu-Pulau Payung sepanjang 2.000 m serta Jembatan Pulau Payung-Pulau Rupat sepanjang 2.000 m.
Setelah semua itu rampung, selanjutnya dibangun jalan di Pulau Rupat sepanjang 48 km, Jembatan Selat Medang sepanjang 200 m, Jembatan Sei Simpur sepanjang 190 m, Jembatan Sei Medang Dalem 1 sepanjang 150 m dan Jembatan Sei Medang Dalem 2 sepanjang 225 m.
Semua jalan itu merupakan satu kesatuan menjadi jembatan yang menembus Selat Malaka serta menghubungkan Indonesia dan Malaysia secara langsung.
(ang/qom)
sumber: www.detik.com
rilham2new October 20th, 2010, 01:12 PM Perbaikan Jalan PURNAMA, yang ternyata sekalian dicorbeton
Gambar dari Portal Video Lokal, ZAMRUD TV
1
http://farm5.static.flickr.com/4076/4890160766_1b36d1ee82.jpg
2
http://farm5.static.flickr.com/4141/4889565169_5b07fa040a.jpg
3
http://farm5.static.flickr.com/4140/4889565531_110cd06b16.jpg
4
http://farm5.static.flickr.com/4121/4890161714_4f1b782a8d.jpg
5
http://farm5.static.flickr.com/4119/4889566235_dca9924bbc.jpg
Progress BETONISASi Jalan Purnama
RiauPos 16 Agustus 2010
1
http://farm5.static.flickr.com/4074/4902138326_09d12320cb_b.jpg
2
http://farm5.static.flickr.com/4141/4902139504_85256d4a0f_z.jpg
Gubernur RIAU meninjau Pembangunan Jalan PURNAMA
Riau Pos 14 Agustus 2010
http://farm5.static.flickr.com/4134/4890158374_6798b79b23_b.jpg
Ternyata tidak hanya Jalan Purnama ....
Proyek Betonisasi Jalan Dato' Laksamana
RiauPos 11 Oktober 2010
http://farm2.static.flickr.com/1332/5098720203_9cedf6f45a_b.jpg
drie October 21st, 2010, 02:04 PM wow, berarti jalan - jalan di Kota Dumai udah mulai banyak dibangun dengan menggunakan beton ya. bagus lah, :okay:. dulu waktu 2009 aku kesana, juga ada proyek pelebaran jalan Sukarno hatta dumai. ( kalau gak salah ) mulai dari ( tak jauh ) Bandara Pinang Kampai hingga ke perbatasan dumai - bengkalis :)
jendry November 5th, 2010, 08:53 AM Pelindo Dumai Tanamkan Modal untuk Bangun TKC PKE dan Pupuk
riaubisnis.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelinco) I Cabang Dumai membangun dua unit gudang Teminal Curah Kering (TCK) berkapasitas 14.000 ton dengan luas bangunan masing-masing 4.000 meter per segi. Pembangunan pelabuhan Dumai tersebut, dengan infrastruktur khusus untuk mendukung upaya menjadikan Dumai sebagai Indeks harga CPO dunia, yang mulai aktif awal tahun 2012. Pelabuhan TKC ini didesain untuk bongkar muat komoditas PKE dan pupuk.
Deputi General Manager Pelindo I Cabang Dumai Aprilla Dwison seperti dilansir Bisnis Indonesia , Kamis (4/11/2010) mengatakan, fasilitas baru tersebut bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan arus ekspor dan impor kargo curah kering (dry cargo) melalui Pelabuhan Dumai. “Gudang TKC itu akan dilengkapi konfeyor dengan panjang 900 meter yang mampu menghubungkanm kapal pengangkutnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dari tahun ke tahun, arus ekspor PKE (Palm Kernel Ekspeller) dan pupuk yang merupakan komoditas curah kering dari pelabuhan Dumai terus mengalami pertumbuhan positif. Perkembangan ini harus disikapi dengan baik.
Fasilitas TKC ini, ditargetkan bisa selesai pertengahan tahun depan. Pembangunan fasilitas baru tersebut merupakan bagian peningkatan bagi pengguna kepelabuhan yang komoditasnya menggunakan penanganan dan perhatian khusus. “Menanamkan modal dengan membangun terminal curah merupakan merupakan bentuk tanggung jawab Pelindo Dumai untuk mempercepat proses bongkar muat barang yang sifatnya curah kering,” tuturnya.
Pembangunan gudang khusus itu, diperkirakan memiliki prospek cerah karena pelabuhan Dumai merupakan hinterland keluar masuk komoditas perkebunan sawit yang luasnya mencapai rubuan hektar yang tersebar di Riau, Sumatera Utara (Sumut), Jambi dan Sumatera Barat (Sumbar).
Sampai saat ini, sistem bongkar muat dry cargo di pelabuhan Dumai masih semi confeyor. Sistem bongkar menggunakan truck losing sehingga masa tambat kapal do dermaga bisa mencapai 1 minggu. Produksi muat PKE dengan system truck losing hanya berkisar 3000-4000 ton per hari. Nantinya, jika dilengjkapi dengan fasilitas confeyor yang mampu memproduksi sekitar 150 ton per jam, tentu bakal mempersingkat waktu muat dan masa tambat kapal dibandingkan dengan system pemuatan semo confeyor.
Saat ini komoditas c urah kering khususnya PKE sejak 2005-hinmgga September 2010 mencapai 2,63 juta ton. Pada 2005, ekspor PKE melalui dumai mencapai 454.625 ton. Pada 2006 ekspor komoditas itu sempat turun menjadi 438.847 ton dan pada 2007 naik menjadi 464.821 ton. Sebelumnya, Pelindo I Dumai juga merencanakan untuk memperbesar Pelabuhan Dumai untuk menampung CPO yang dari Kalimantan dan Sumatera. Targetnya, komoditas ditampung di Dumai, sebelum dipasarkan ke Eropa dan Timur Tengah. Rencananya penambahan pelebaran pelabuhan Dumai. Pelindo I akan mengucurkan dana hingga 125 juta Dolar Amerika. Sementara untuk sumber pendanaannya, selain dana internal, akan dicari pinjaman dari JBIC (Japan Bank for International Corporation). (*)
drie November 9th, 2010, 06:36 AM Proyek Tak Sesuai Bestek, Rekanan Ditegur
DUMAI ( www.RiauPos.com )-Dinas PU Kota Dumai melayangkan surat teguran dan memanggil kontraktor pelaksana pembangunan Jalan Tun Lanang di Kelurahan Purnama, karena tidak sesuai Bestek. Apalagi, pengerjaan jalan itu juga menuai protes warga, pekan lalu.
Hal ini diungkapkan Pejabat Pengawas Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PU Faisal di ruang kerjanya, akhir pekan lalu. Teguran tersebut pantas diberikan karena dalam pengerjaannya kontraktor tidak memberi tahu PPTK dan tidak melakukan koordinasi dengan pihak pengawas selaku penanggung jawab teknis kegiatan.
‘’Kami meminta rekanan memperhatikan beberapa poin teknis pengerjaan, seperti pengadaan alat berat untuk pembuatan profil jalan, menutup alan yang berlubang serta penyemprotan debu. Pihak rekanan juga ditegaskan untuk melakukan konfirmasi kepada PPTK sebelum pekerjaan dimulai,’’ katanya.
Karenanya, dia mengharapkan komunikasi intensif dan langkah koordinasi antar kontraktor dengan pihak PPTK selaku pengawas kegiatan agar lebih diperhatikan.
Data yang berhasil dihimpun, pengerjaan overlay di Jalan Sri Tun Lanang, Simpang Melayu depan Kantor Lurah Purnama dihentikan warga setempat. Tindakan itu diambil lantaran warga menilai pengerjaan dilakukan tidak sesui Bestek.
Pasalnya, rekanan tidak melakukan penyemprotan debu, ditambah dengan penyiraman aspal perekat tidak merata. Pihak pelaksana, dalam hal ini kontraktor dinilai mengabaikan hal itu dan hanya melakukan pengaspalan.
Pihak Dinas PU menilai tindakan yang dilakukan warga tidak salah. Sebab, jalannya pembangunan, terlebih lagi yang pengangarannya melalui APBD, masyarakat dalam hal ini mempunyai hak untuk mengawasi. Karenanya, Faisal mengaku akan tegas, apabila masih ditemui adanya ketidakcocokan pengerjaan dan spesifikasi, ia akan melanjutkan dengan teguran II. Jika masih belum berubah maka akan direkomendasikan ke wali kota agar perusahaan tersebut di-black list.
‘’Langkah ini kita tempuh agar pengerjaan proyek fisik di lingkungan Dinas PU berjalan dengan baik. Dengan cara seperti ini pihak rekanan diharapkan lebih menyadari untuk melaksanakan pekerjaan dengan benar, sesuai spesifikasi,’’ tegasnya.(zar)
jendry November 9th, 2010, 08:39 PM DPRD Sarankan Pemkot Dumai Bangun By pass
Dumai, 9/11 (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Dumai, menyarankan pemerintah setempat untuk membangun "By Pass" atau jalan lingkar untuk menjaga jalan kota aman dari truk-truk bertonase tinggi serta mengatasi kemacetan di beberapa titik.
Ketua DPRD Kota Dumai, Zainal Effendi, Selasa, mengatakan, sejauh ini kerusakan sejumlah ruas jalan di dalam kota sudah cukup mengkhawatirkan dan di beberapa titik berbahaya untuk dilintasi.
"Untuk itu perlu solusi tepat agar jalanan tetap dalam kondisi layak. Salah satunya dengan membangun jalan lingkar atau by pass," paparnya.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Dumai, Zulkifli Said, menerangkan, sejauh ini ada sekitar 22,5 kilometer jalan nasional lintas utara yang menghubungkan Dumai dengan Kota Duri, Kabupaten Bengkalis mengalami kerusakan akibat sering dilintasi oleh truk-truk bertonase tinggi milik perusahaan dan industri di daerah itu.
Selain itu, terang dia, pada lintasan nasional selatan yang
menghubungkan Dumai dengan Provinsi Sumatera Utara, tercatat ada
sekitar 50 km yang mengalami kerusakan.
Jalan-jalan tersebut terbagi atas Jalan Pinang Kampai sepanjang 8,5 km, Jalan Putri Tujuh 3,5 km, Datuk Laksamana 2,6 km, dan Jalan
Simpang Batang 36,4 km.
Selain jalan Nasional, papar Zulkifli, juga ada sekitar 116,3 km jalan provinsi yang mengalami kerusakan cukup parah.
Jumlah tersebut terbagi atas, Jalan Kota menuju Kelurahan Plintung 29,8 km, Pelintung-Kelurahan Selingsing 12,4 km, Selengseng-Kelurahan Sepahat 18,8 km, Jalan dalam kota 5,4 km, dalam kota-Kelurahan Basilam Baru 26,26,2 km, Basilam Baru-Kelurahan Batu Teritip 33,8 km, dan Jalan Simpang Batang menuju Kelurahan Lubuk Gaung sepanjang 19,7 km.
aa coy November 11th, 2010, 10:44 AM PELABUHAN IMPOR
Pelabuhan Dumai sebaiknya tak jadi pelabuhan masuk makanan dan minuman impor
JAKARTA. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengusulkan agar pelabuhan Dumai di Riau tidak lagi menjadi pelabuhan masuk makanan dan minuman impor. Pasalnya, GAPMMI menilai adanya perbedaan angka masuk produk dengan produk yang beredar di pasaran.
"Produk makanan dan minuman yang masuk ternyata lebih sedikit dibandingkan yang beredar di pasaran," terang Sekretaris Jenderal GAPMMI di Jakarta, Kamis (11/11). Impor produk makanan dan minuman sudah diatur dalam Permendag 56/2008 tentang impor produk tertentu dan diperobolehkan di 7 pintu masuk salah satunya pelabuhan Dumai.
Namun, Franky menilai, peredaran produk impor yang masuk di Pelabuhan Dumai tidak sesuai dengan laporan yang disapaikan oleh pihak Kepabeanan. "Saya menerima keluhan yang sama dari kepabeanan mengenai masalah ini," terang Franky. Ia akan mengajukan masalah itu sebagai salah satu poin dari revisi kebijakan Permendag 56/2008 tentang impor produk tertentu.
jendry November 11th, 2010, 12:05 PM Pemko Luncurkan KTP Elektronik Gratis
DUMAI, TRIBUNNEWSPEKANBARU.com - Pemerintah Kota Dumai bakal meluncurkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik pada 2011 mendatang, bersamaan dengan itu, biaya pembuatan KTP pun siap digratiskan. Rencana itu sudah diajukan dalam usulan rancangan peraturan daerah (raperda) 2010 yang sekarang dalam penggodokan Badan Musyawarah legislatif DPRD Dumai.
"Jika disetujui KTP elektronik akan kami terapkan awal 2011. Kalau KTP gratis, selama ini sudah diterapkan, hanya pengawasannya saja yang lebih diperketat lagi," ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Nizam, kepada Tribun, Rabu (10/11).
Gagasan KTP elektronik, dijelakan Nizam, penyesuaian dari terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 26 tahun 2009 tentang KTP elektronik. Kartu ini akan memunculkan nomor identitas tunggal yang akan mengkonversi sejumlah kartu identitas lainnya, seperti SIM, NPWP, paspor, BPKB. Nantinya, data penduduk akan dapat diakses secara online sehingga diharapkan dapat mengurangi terjadinya pemalsuan.
"Nantinya, penduduk hanya memiliki satu identitas tunggal yang diberlakukan secara nasional. Jadi masyarakat, tidak perlu khawatir jika harus pindah daerah domisili," ujar Nizam.
Untuk beberapa kabupaten kota lainnya, KTP elektronik sudah diterapkan. Karena alasan kesiapan sarana dan prasarana, Dumai belum memulainya. "Betul, kami sedang mempersiapkan prasarana pendukungnya dulu. Serta pengumpulan data dari sejumlah instansi seperti kepolisian, imigrasi juga,"ujar pejabat yang tidak terkena dampak mutasi besar-besaran itu.
Terkait kemampuan anggaran, Nizam, memastikan, untuk seluruh anggaran KTP elektronik dan KTP gratis, bersumber dari APBN Pusat. "Makanya, kami optimis mampu merealisasikan 100 persen gratis. Karena segala biaya operasionalnya sudah diplotkan dalam APBN, bukan APBD," ujar Nizam lagi.
Ia pun memastikan, pelayanan KTP tanpa biaya masih terkendala dengan ulah beberapa oknum di lapangan. Karena prosedural pembuatan, mulai dari tingakat RT, RW, Kelurahan, dan kecamatan. "Tidak saya pungkiri. Kedepan, aturan KTP gratis, tidak hanya kita Perda-kan, tetapi sudah kita usulkan menjadi Peraturan Walikota (Perwako)," ujar Nizam. (nng)
rilham2new November 12th, 2010, 04:06 PM Pelindo Dumai Tanamkan Modal untuk Bangun TKC PKE dan Pupuk
riaubisnis.com - PT Pelabuhan Indonesia (Pelinco) I Cabang Dumai membangun dua unit gudang Teminal Curah Kering (TCK) berkapasitas 14.000 ton dengan luas bangunan masing-masing 4.000 meter per segi. Pembangunan pelabuhan Dumai tersebut, dengan infrastruktur khusus untuk mendukung upaya menjadikan Dumai sebagai Indeks harga CPO dunia, yang mulai aktif awal tahun 2012. Pelabuhan TKC ini didesain untuk bongkar muat komoditas PKE dan pupuk.
Deputi General Manager Pelindo I Cabang Dumai Aprilla Dwison seperti dilansir Bisnis Indonesia , Kamis (4/11/2010) mengatakan, fasilitas baru tersebut bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan arus ekspor dan impor kargo curah kering (dry cargo) melalui Pelabuhan Dumai. “Gudang TKC itu akan dilengkapi konfeyor dengan panjang 900 meter yang mampu menghubungkanm kapal pengangkutnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dari tahun ke tahun, arus ekspor PKE (Palm Kernel Ekspeller) dan pupuk yang merupakan komoditas curah kering dari pelabuhan Dumai terus mengalami pertumbuhan positif. Perkembangan ini harus disikapi dengan baik.
Fasilitas TKC ini, ditargetkan bisa selesai pertengahan tahun depan. Pembangunan fasilitas baru tersebut merupakan bagian peningkatan bagi pengguna kepelabuhan yang komoditasnya menggunakan penanganan dan perhatian khusus. “Menanamkan modal dengan membangun terminal curah merupakan merupakan bentuk tanggung jawab Pelindo Dumai untuk mempercepat proses bongkar muat barang yang sifatnya curah kering,” tuturnya.
Pembangunan gudang khusus itu, diperkirakan memiliki prospek cerah karena pelabuhan Dumai merupakan hinterland keluar masuk komoditas perkebunan sawit yang luasnya mencapai rubuan hektar yang tersebar di Riau, Sumatera Utara (Sumut), Jambi dan Sumatera Barat (Sumbar).
Sampai saat ini, sistem bongkar muat dry cargo di pelabuhan Dumai masih semi confeyor. Sistem bongkar menggunakan truck losing sehingga masa tambat kapal do dermaga bisa mencapai 1 minggu. Produksi muat PKE dengan system truck losing hanya berkisar 3000-4000 ton per hari. Nantinya, jika dilengjkapi dengan fasilitas confeyor yang mampu memproduksi sekitar 150 ton per jam, tentu bakal mempersingkat waktu muat dan masa tambat kapal dibandingkan dengan system pemuatan semo confeyor.
Saat ini komoditas c urah kering khususnya PKE sejak 2005-hinmgga September 2010 mencapai 2,63 juta ton. Pada 2005, ekspor PKE melalui dumai mencapai 454.625 ton. Pada 2006 ekspor komoditas itu sempat turun menjadi 438.847 ton dan pada 2007 naik menjadi 464.821 ton. Sebelumnya, Pelindo I Dumai juga merencanakan untuk memperbesar Pelabuhan Dumai untuk menampung CPO yang dari Kalimantan dan Sumatera. Targetnya, komoditas ditampung di Dumai, sebelum dipasarkan ke Eropa dan Timur Tengah. Rencananya penambahan pelebaran pelabuhan Dumai. Pelindo I akan mengucurkan dana hingga 125 juta Dolar Amerika. Sementara untuk sumber pendanaannya, selain dana internal, akan dicari pinjaman dari JBIC (Japan Bank for International Corporation). (*)
Aku juga baca berita ini di Koran Bisnis Indonesia, bakal ada KONVEYOR nya nanti katanya,.
Ternyata DUMAI itu sudah padat sekali trafiknya, masa' katanya jadwal tunggu untuk merapat ke dermaga sampai berhari-hari dan bisa sampe 1 minggu sih :hammer:
Ini antrian Truk CPO di dermaga D PELINDO :hammer:
http://farm5.static.flickr.com/4062/5169607022_632a67e0c5.jpg
Riau Pos 24 Agustus 2010
Tolong ini mendapat perhatian serius.
rilham2new November 12th, 2010, 04:10 PM Yang lagi dikeruk di Jalan Raya Kota Dumai ternyata tidak hanya jaringan pipa PDAM, tapi juga jaringan FIBER OPTIK PT. TELKOM
http://farm2.static.flickr.com/1394/5169607284_4565658b02_z.jpg
Riau Pos 24 Agustus 2010
jendry November 13th, 2010, 10:42 AM Pemko Siapkan DED Penanggulangan Banjir
DUMAI, TRIBUNNEWSPEKANBARU.com - Persoalan banjir di Dumai merupakan penderitaan masayarakat yang terjadi selama bertahun-tahun. Banjir yang melanda Dumai selalu datang saat air datang dari langit yakni hujan dan juga datang dari lain yang saat laut pasang besar atau yang sering disebut dengan istilah pasang keling oleh warga.
Selama bertahun-tahun warga Dumai terpaksa harus terendam. Tak hanya memberikan tambahan kerja untuk membersihkan rumah tapi parahnya lagi warga banyak yang mengalami kerugian karena banyak peralatan rumah tangga yang rusak terendam banjir.
Meskipun belum terlihat, harapan warga Dumai kepada pemerintah tak lain adalah banjir yang selama ini selalu datang melanda dapat diatasi. Untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi warga itu, saat ini Pemko Dumai sedang mengupayakan untuk mendapatkan bantuan APBN.
Walikota Dumai, Khairul Anwar, di Hotel Comfort mengatakan, mengatakan untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat tersebut tidak hanya sekedar dengan usualan pengajuan saja. Tapi juga harus disertakan dengan rancangan teknis pembangunanya.
"Jadi untuk meyakinkan pusat terhadap pengajuan anggaran yang kita harapkan dari Dumai itu harus ada rencanan pembangunannya yakni DED. Kalau tidak ada ini sulit kita akan menembus agar anggaran dari pusat itu cair," katanya.
Meskipun tidak disebutkan angkanya, pengajuan anggaran yang sudah disampaikan oleh Pemko Dumai untuk penanggulangan banjir tersebut. "Yang jelas kita mengajukan dalam jumlah besar untuk membangun sistem draenase penanggulangan banjir di Dumai ini," katanya.
DED yang akan dibuat itu disebutkanya adalah persoalan teknis. Rancangan teknis tersebut itulah yang juga akan disampaikan kepada pusat. Seperti tentang kondisi daerah Dumai dengan pembangunan yang akan dilakukan.
Disebutkanya Pemko Dumai akan membenahi keberadaan draenase yang ada di Dumai. Termasuk didalamnya kemiringan yang harus dibuat agar air yang datang bisa dialirkan dengan cepat. Nantinya apakah akan dibuat menggunakan pintu air atau yang lainya, teknisnya akan dimuatkan dalam DED yang akan diajukan ke pusat tersebut.
Selain itu ia juga akan melakukan pendekatan dengan perusahaan yang ada di Dumai khususnya kawasan perusahaan yang masuk dalam desain penyaluran pembuangan air seperti halnya Pelindo. Sebab dengan pembangunan yang dilakukan oleh perusahaan ini berkemungkinan untuk menghambat penyaluran air yang menggenangi pemukiman warga.
"Jadi kita nanti juga akan melakukan pembicaraan dengan pihak perusahaan seperti Pelindo. Sehingga penanggulangan banjir yang kerap melanda masyarakat ini bisa teratasi," katanya.
Ia tidak menyebutkan waktu pasti. Namun Khairul mengatakan akan diadakan pelaksanaan gotong royong bersama yang akan dilibatkan sejumlah satuan kerja. Tentunya kegiatan gotong royong yang akan dilakukan untuk pembersihan penyumbatan draenase yang ada Ia berharap gotong royong yang akan dilakukan tersebut juga dibantu dengan masyarakat. (ibl)
jendry November 15th, 2010, 08:41 AM Klaster Sawit, Kota Dumai Dinilai Lebih Realistis
PEKANBARU (RP) – Pembangunan klaster sawit di Dumai, dinilai lebih realistis, karena kota tersebut telah ditunjang fasilitas infrastruktur yang lebih memadai dibadingkan dengan Pelabuhan Enok.
Pengembangan klaster sawit Riau memerlukan dana yang tidak sedikit, paling tidak untuk memenuhi semua itu memerlukan anggaran berkisar Rp35-55 triliun. Anggaran ini diperuntukkan bagi pembangunan pembangkit listrik, infrastruktur, dan pelabuhan di Dumai dan Kuala Enok.
Menurut Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Ir Feizal Qamar Karim, untuk mengembangkan kedua wilayah tersebut dalam waktu bersamaan sangat sulit. Karena dana yang diperlukan sangat besar. Namun untuk Dumai lebih realisitis untuk dikembangkan sebagai klaster industri. Sebab Dumai telah ditunjang dengan infrastruktur yang lebih memadai dibandingkan dengan Kuala Enok, dan ini juga akan menjadi pertimbangan bagi investor.
‘’Keinginan Pemprov maunya dibangun secara bersamaan. Namun melihat dan membandingkan kedua daerah tersebut, saat ini Dumai kita nilai lebih layak. Namun pemerintah akan tetap menyiapkan infrastruktur penunjang di Kuala Enok,’’ kata Feizal pada Riau Pos akhir pekan lalu di Pekanbaru.
Adapun untuk mewujudkan hal itu, kata Feizal, Pemprov Riau menawarkan kedua daerah tersebut kepada investor, dan saat ini, ada investor dari Yaman yang tertarik untuk membangun klaster sawit di Dumai.
‘’Kita terbuka dengan keinginan investor, apalagi untuk membangun klaster kita butuh banyak investor dan nilai investasinya juga cukup besar,’’ sebut mantan Kadishub Riau ini.(*3)
drie November 18th, 2010, 01:38 PM Gesa KEK, Pemprov Riau Desak Dumai Selesaikan Status Lahan
Riaubisnis.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali memberikan penegasan untuk melakukan percepatan pembuatan regulasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Dumai. Wakil Gubernur Riau (Wagubri), HR Mambang Mit meminta Pemerintah Kota (Pemko) Dumai segera mencarikan solusi cepat dan tepat akan permasalahan tanah di daerah tersebut.
“Dumai merupakan daerah potensial untuk mewujudkan Riau sebagai sentral yang berdampak pada pengembangan pelabuhan internasional. Tidak hanya Dumai, daerah Kuala Enok, Indragiri Hilir juga sangat potensial mengingat wilayah klaster industri hilir kelapa sawit,” ujarnya kepada riaubisnis.com, Kamis (18/11/2010) di Pekanbaru.
Namun, ia menyayangkan lambatnya kinerja pemerintah setempat dalam memberikan perlepasan kepada 5 ribu hektare tanah yang akan dijadikan wilayah KEK. Dari angka tersebut baru tercapai 4 ribu yang sudah diarahkan pengembangan fasilitasnya, sedangkan seribu lagi masih dikuasai perusahaan Wilmar Group.
Selain Wilmar, lanjut Mambang, tanah di kawasan ini juga masih banyak dimiliki oleh pemerintah serta perusahaan swasta setempat. Jika tidak segera diselesaikan akan memicu monopoli dari perusahaan bersangkutan, sehingga iklim usaha di kawasan itu menjadi tidak kondusif.
“Hal pertama yang harus dilakukan adalah segera melakukan action plan terhadap tanah-tanah yang bermasalah tersebut. Jika sudah ok, baru kita masuki tahap pengembangan fasilitas seperti melengkapi kebutuha pelabuhan, bandara, hingga jalur kereta api” ujarnya.
Di balik semua itu, Mambang tetap optimis, bahwa Riau bisa meraih predikat sebagai salah satu daerah KEK di Indonesia. Menurutnya, banyak perusahaan-perusahaan swasta, industri, serta pulau pulau kecil yang bisa diberdayakan.
Melalui klaster industri hilir sawit ini, pola ekspor kelapa sawit yang selama ini masih didominasi crude palm oil (CPO) akan diubah menjadi produk-produk turunannya. Apalagi Indonesia kini telah menjadi pemasok kelapa sawit terbesar di pasar dunia. Dengan total lahan sawit seluas 6,6 juta hektare, produksi CPO di 2009 menjadi 23 juta ton, dari 21,8 juta ton di 2008.
Oleh sebab itu, lanjutnya, penetapan Dumai dan Kuala Enok sebagai klaster industri hilir kelapa sawit dan pelabuhan internasional merupakan keputusan yang tepat untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan ekonomi khusus. Dalam hal penerapannya, kawasan ekonomi khusus tidak jauh berbeda dengan penerapan kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) seperti yang sudah diberlakukan di Batam, Bintan dan Karimun, Kepulauan Riau.(*)
jendry November 19th, 2010, 04:26 AM Kontraktor Dumai Demo Perusahaan
Dumai, 18/11 (ANTARA) - Puluhan kontraktor yang mengatasnamakan Tim 10 bersama unsur masyarakat yang tergabung dalam lembaga swadaya masyarakat, Kamis, menggelar aksi demonstrasi menuntut proyek pengadaan oleh PT Patra Dock Dumai, Riau.
Pantauan ANTARA, dalam aksinya di depan kantor perusahaan persero itu, sejumlah kontraktor ini menuntut agar proses pelelangan terhadap aset bergerak yang sudah memasuki tahap likuidasi berjalan transparan.
Selain itu, para kontraktor mayoritas pria ini juga meminta agar usai pelelangan, perusahaan juga memberikan kontribusi terhadap daerah melalui pemerintah setempat.
Unjuk rasa itu sempat memanas karena perwakilan managemen sedikit terlambat untuk hadir guna menampung aspirasi para pendemo. Namun, dengan pengawalan satu kompi gabungan personel Polres Dumai dan Polsek Dumai Barat, aksi demo yang sempat berbau anarkis tersebut dapat diredam.
Koordinator Tim 10, juga seorang kontraktor, Young Sean, di sela aksinya mengatakan, tuntutan yang mereka orasikan merupakan tuntutan sah di mata hukum karena sesuai dengan undang No 40 tahun 2007 tentang perseroan terbatas.
Dalam undang-undang tersebut khususnya pada pasal 1 ayat 3 disebutkan, tangung jawab sosial dan lingkungan adalah komitmen perseroaan untuk berperan serta dalam pembanganan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi perseroan sendiri, komunitas setempat maupun masyarakat pada umumnya.
"Jadi apa yang kami lakukan tidak menyalahi atau mengangkangi UU (undang-undang) RI," katanya.
Pada kesempatan terpisah, Koordinator Umum Tim Likuiditas PT Patra Dock, Beni Suheri, berjanji akan segera memenuhi tuntutan pengunjuk rasa melalui pertemuan yang menurut dia lebih baik ketimbang aksi tuntutan yang dilakukan Young Sean.
"Tuntutan akan kita penuhi, namun tetap dengan perundingan akal fikiran dingin," tuturnya.
Dikatakannya, pertemuan rencananya akan digelar pada 27 November mendatang di kantor PT Patra Dock.
jendry November 19th, 2010, 04:28 AM Pemkot Dumai Akan Bangun Pusat Jajanan
Dumai, 18/11 (ANTARA) - Pemerintah Kota Dumai, Riau, melalui Kantor Pelayanan Pasar berencana membangun pusat jajanan dikawasan bebas macet, Jalan Dock Yard.
Kepala Kantor Pelayanan Pasar Kota Dumai, Suardi, kepada ANTARA di Dumai, Kamis, mengatakan, rencana pembangunan pusat jajanan ini terbersit setelah melihat kondisi beberapa tempat pusat jajanan di kota itu yang kerap membuat jalanan menjadi macet.
"Seperti di Jalan Ombak, banyaknya orang berjualan di sana membuat antrean pengunjung di sejumlah lokasi sangat panjang, sehingga mengganggu pengendara lainnya yang melintas," papar dia.
Menurutnya, Jalan Ombak yang kini menjadi pusat jajanan makanan dan minuman pada malam hari bagi masyarakat Dumai, untuk 2011 mendatang akan dialihkan ke sepanjang Jalan Dock Yard, Dumai Barat guna menciptakan susana kota yang bebas dari macet.
Pemindahan ratusan pedagang asongan dan keliling ini akan ditempatkan dalam satu kawasan yang dinamakan Pasar Malam Tradisional Modern Kota Dumai.
Menurut Suardi, rencana pemindahan pedagang ini nantinya akan diusulkan ke kepala daerah guna meminta persetujuan anggaran daerah atau berinisiatif mencari sumber pembiayaan dari Pemerintah Provinsi atau Pusat.
Tujuan ditempatkannya pedagang pinggiran dalam satu tempat tiada lain untuk mengembalikan fungsi Jalan Ombak sebagai jalan kota yang tertib, lancar dan tidak dipenuhi pedagang yang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman yang memunculkan antrian panjang kendaraan.
Dikatakan, penempatan pedagang di pasar malam ini akan dibuat sedemikian rupa di atas lahan seluas 610 meter persegi dengan bangunan kios berbentuk gerobak permanen yang tahan lama lengkap dengan atap kanopi dan lantai semenisasi di sepanjang Jalan Dock Yard.
"Pemerintah Kota (Pemkot) akan menyiapkan 160 kios yang akan ditempati pedagang secara cuma-cuma," katanya.
Pedagang yang berminat pindah dan menempati pasar, papar dia, akan mendapatkan kios secara gratis asal memiliki KTP (kartu tanda penduduk) dan KK (kartu keluarga) Kota Dumai. Mereka hanya dikenakan biaya retribusi.
"Pembangunan pasar ini direncanakan mulai pada 2011 mendatang dengan kisaran anggaran sekitar Rp2 miliar," kata Suardi.
Ia mengatakan, kendati pemindahan pusat jajanan makanan dan minuman ini masih tahap rencana, namun diyakini hal ini akan terwujud karena bermanfaat besar bagi masyarakat Dumai dan keuntungan Pemko Dumai dapat menarik sumber PAD (pendapatan asli daerah) dengan memungut retribusi.
"Pedagang yang menempati kios akan menikmati fasilitas yang lebih memadai dengan tingkat kebersihan lingkungan yang lebih terjaga," ucapnya.
jendry November 22nd, 2010, 01:42 PM visi dan misi kota dumai yang di pimpin walikota yang baru terpilih beberapa waktu lalu ini apa si? sampai sekarang tidak ada program yang nyata dari walikota nya, sangat di sayangkan sekali kota yang berdiri industri - industri raksasa kyk gitu aja dari dulu...:ohno:
rilham2new November 22nd, 2010, 03:53 PM Iya sangat disayangkan kalau DUMAI "jatuh" lagi ke walikota yang hobinya cuman bikin seremonial saja.
jendry November 23rd, 2010, 08:49 AM Mahasiswa Pertanyakan Pembangunan Menara 100 Meter
tribunnewspekanbaru.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Dumai terdiri dari sejumlah oraganisasi kemahasiswaan di lima perguruan tinggi Dumai mempertanyakan program 100 hari kinerja Walikota Khairul Anwar dan Wakil Walikota dr Agus Widayat.
Mereka menilai program 100 hari tersebut sesuai dengan janji kampanye saat ingin maju menjadi walikota Dumai belum ditepati.Puluhan mahasiswa tersebut mendatangi gedung walikota Dumai di jalan Perwira Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur, Senin (22/11).
Para demonstran tersebut juga membawa sejumlah sepanduk yang berisi tuntutan seperti meminta penjelasan walikota Dumai terkait rencana swastanisasi beberapa aset daerah termasuk air bersih.Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiah Dumai, Hengki Kurniawan juga mempertanyakan kebijakan yang dilakukan oleh pimpinan Dumai tersebut terutama janji politik tentang program 100 harinya.
Termasuk sejumlah rencana yang akan dilakukan oleh Pemko Dumai seperti halnya soal swastanisasi aset daerah."Pemerintah akan menswastasisasi aset daerah yang ada. Baru seratus hari saja mereka sudah merencanakan itu. Bagaimana kalau lima tahun masa kepemimpinannya. Seluruh aset daerah ini akan dijual,"katanya.
Mereka juga menilai beberapa rencana pembangunan di Kota Dumai tidak tepat sasaran. Sebut saja seperti pembangunan menara 100 meter yang akan digaung-gaungkan sebagai menara tertinggi di Indonesia.Mahasiswa lainya, Andi Mirtala menambahkan, pembangunan menara seperti itu jauh dari harapan masyarakat.
Sebab saat ini persoalan yang dihadapi masyarakat adalah yang sangat mendasar yakni persoalan jalan Dumai yang rusak dimana-mana, kesulitan warga untuk mendapatkan air bersih termasuk juga persoalan banjir yang tak ada habisnya melanda pemukiman warga.
Ia menyebutkan daripada membangun menara yang tidak dapat dirasakan langsung oleh masyarakat tersebut, lebih baik anggaran tersebut digunakan untuk memakmurkan rakyat. Dahulukan kepentingan yang sangat dibutuhkan oleh masayarakat.
Disamping tiga hal itu, ia juga menilai anggaran untuk pembangunan menara tersebut selain untuk memakmurkan rakyat alangkah baiknya digunakan untuk membuat laboratorium lingkungan yang sampai saat ini belum dimiliki Kota Dumai. Padahal Dumai saat ini sering dilanda polusi udara baik berasal dari kebakaran lahan dan juga asap pabrik yang beroperasi di Dumai.
"Dumai ini akan dijadikan kota Industri. Sebagai Kota Industri tentunya akan banyak berdiri pabrik yang dapat menyebabkan pelepasan karbon ke udara bebas. Sementara Dumai sendiri tak punya labor untuk mengukur kualitas udara," sebutnya.
Mahasiswa yang terdiri dari BEM STAI, BEM AKRI, HMTI-Informatika STT, GMKI, Hipema-KD, PC IMM Dumai ditemui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai H Wan Fauzi. Sebab saat itu Walikota Dumai, Khairul Anwar berada di Pekanbaru. Sementara Wakil Walikota Dumai melakukan ekspos terhadap program 100 hari di Gedung Sri Bunga Tanjung.
Mahasiswa tersebut ngotot ingin bertemu dan mendengar jawaban langsung dari dua pimpinan Dumai tersebut. Disebutkan jika Sekda tidak memiliki wewenang dan tidak bisa megambil keputusan mereka akan menunggu salah satu diantaranya. Mereka menginginkan untuk melakukan dialog langsung dengan walikota atau wakil walikota. Sampai pukul 14.00 WIB, mahasiswa tersebut tampak masih berusaha menunggu. (ibl)
|
|