View Full Version : Setujukah Anda Jika Ibukota Indonesia Pindah?


Pages : [1] 2

@b1
September 11th, 2009, 03:38 PM
Baru - baru ini Malaysia akan mempersiapkan ibukota baru untuk masa depan, tepatnya di Putrajaya, Selatan Kuala Lumpur. bagaimana dengan Indonesia, adakah gagasan pemerintah untuk memindahkan ibukota?

Dahulu, Sukarno punya gagasan untuk memindahkan ibukota ke Palangkaraya. namun gagasan ini tidak diindahkan setelah Sukarno turun.

Putrajaya, Primadona Baru Malaysia

Malaysia tak hanya memiliki Kuala Lumpur, kini ada kota baru yang muncul dan berkembang bak primadona menyediakan berbagai kejutan yang menarik untuk dikunjungi.

Kota tersebut bernama Putrajaya, sebuah kota yang menyediakan diri untuk menjadi tempat baru bagi pusat administrasi pemerintahan federal di Malaysia. Kehadirannya bukan berarti menyaingi kebesaran Kuala Lumpur, namun kota ini sengaja didirikan untuk mengurangi kepadatan Kuala Lumpur yang dikenal sebagai kota terluas di negeri jiran ini. Dengan demikian kedudukan Putrajaya adalah wilayah federal sebagaimana Kuala Lumpur dan Pulau Labuan.

Kota yang terletak di daerah Prang Besar serta masih bagian dari Selangor ini mengambil nama dari Perdana Menteri Malaysia pertama, Tuanku Abdul Rahman Putra. Sedangkan penambahan kata ‘Jaya’ adalah harapan agar daerah ini dapat berkembang dengan baik. Keseluruhan kota ini terdiri dari 4.931 hektar tanah serta terletak, sekitar 25km sebelah Utara dari Kuala Lumpur dan 20km sebelah Selatan dari Kuala Lumpur International Airport di Sepang.

Kota yang tampak indah dan tertata rapi ini memang dibuat dengan perencanaan yang sangat matang. Dalam pembuatannya, pengembang sangat memperhatikan tiga unsur dalam kehidupan, yaitu manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusa lain, dan manusia dengan lingkungannya. Sebanyak 38% total lahan yang tersedia digunakan untuk taman, danau, dan taman tropis. Bahkan bukit di daerah ini dikeruk menjadi danau buatan, dengan kedalaman 3 sampai 14m. Diharapkan kota ini dapat mengakomodasi kebutuhan sebuah kota modern yang tidak mengabaikan ekosistemnya sehingga menghindarkan penduduknya dari tekanan kehidupan modern yang tidak perlu.

Pembangunan kota dengan bangunan-bangunan bergaya campuran antara Melayu, Islam, dan neoklasik Eropa ini konon menghabiskan biaya sekitar 5,9 bilion dolar Amerika, sehingga tak heran jika dalam pembangunannya banyak menuai kritik. Konstruksi kota dimulai pada Agustus 1995 dan diharapkan berakhir tahun 2015, dengan rencana di tahun 2010 kota ini sudah dipenuhi dengan kantor agen pemerintah federal serta terpenuhinya target 64.000 rumah yang dapat menampung sekitar 320.000 penduduk di kota ini.

Selain memiliki berbagai bangunan untuk perkantoran, Putrajaya juga memiliki beberapa tempat yang menarik bagi para pelancong dari dalam maupun luar negeri. Apalagi kota ini dibuat sangat ramah turis dengan dibangunnya transportasi umum yang aman, pusat informasi bagi para turis, tempat bagi para pejalan kaki yang nyaman, hotel-hotel berbintang, motel, hingga tempat berkemah. Beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi antara lain:

Masjid Putra Masjid yang dibuat ditahun 1997 dan baru selesai dua tahun setelahnya ini terletak di sebelah Perdana Putra, atau bangunan tempat Perdana Menteri negeri ini berkantor. Keberadaan masjid berwarna dusky pink ini sangat mencolok mata, seakan-akan mengapung di atas danau Putrajaya. Dari segi arsitektur, masjid ini didesain dengan gaya Persia dari periode Safavid. Dibuat dari batu granit berwarna rose berpadu ukiran kayu cokelat mewarnai pintu, jendela serta panel-panel.

Bangunan masjid setara dengan gedung setinggi 21 tingkat dan dapat menampung 15 ribu jamaah. Di masjid itu ada halaman yang luas disebut The Sahn yang dibatasi tiang penyangga atap. Desain menara dipengaruhi desain Sheikh Omar Mosque di Baghdad. Ketinggian menara mencapai 116m dan memiliki 5 tingkatan yang melambangkan Rukun Islam. Bagi pengunjung yang ingin masuk ke masjid, disediakan pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Umat Muslim, mengenakan yang berwarna biru. Umat non-Muslim, mengenakan warna merah muda. Hal ini untuk mempermudah petugas mengenali dan membantu umat non-Muslim.

The Millenium Monument Menara ini adalah monumen nasional pertama yang dibangun di Putrajaya. Bentuknya unik seperti obelisk, namun sebenarnya mengikuti bentuk kembang sepatu yang merupakan bunga nasional negeri ini. Monumen ini memiliki tinggi 68m dan berdiri di atas taman seluas 25 hektar serta dibuat dengan konstruksi metal yang solid. Monumen terdiri dari tiga bagian yang mencerminkan tiga era Malaysia, yaitu masa lalu [1957-1970], sekarang [1971-2020], dan masa depan [setelah 2020]. Yang unik adalah adanya beberapa kapsul waktu yang ditanamkan di dalam monumen ini. Konon di antaranya milik mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohammad yang berisi beberapa pesan dan baru boleh dibuka di tahun 2020 yang akan datang.

Jembatan Seri Perdana Jembatan yang memiliki panjang 370m ini dibangun melintasi Danau Putrajaya. Dibangun dengan memakai arsitektur Moor Islam, jembatan ini memiliki 8 balkon yang unik serta tempat pemberhentian para pemakai jembatan untuk menikmati keindahan pemandangan di sekitar danau.

Perdana Putra Perdana Putra adalah kompleks bangunan tempat Perdana Menteri Malaysia berkantor. Terletak di bukit utama Putrajaya, dibuat dengan arsitektur campuran Melayu, Islam, dan Eropa. Konstruksi bangunan ini dimulai tahun 1997 dan selesai tahun 1999. Setelah itu mulailah jajaran Perdana Menteri pindah dan berkantor di sini.

The Putrajaya Waterfront Merupakan kompleks tempat tinggal yang sangat modern di Putrajaya. Bentuk kompleks tempat tinggal ini seperti pulau-pulau yang saling terkoneksi dengan bangunan perkantoran di tengah-tengah, sedangkan tempat tinggal berada di pinggirnya menghadap ke laut. Yang unik adalah adanya kondominium utama yang menyerupai kapal layar. Sengaja dibuat dengan bentuk yang disesuaikan dengan iklim tropis Malaysia dengan desainer gabungan antara arsitek Italia dan Malaysia. Kompleks kondominimum yang belum sepenuhnya selesai ini baru akan dipasarkan akhir tahun ini.

http://alifmagz.com/wp/?p=1849

@b1
September 11th, 2009, 03:48 PM
Indonesia Perlu Segera Tentukan Alternatif Ibukota Baru
Senin, 4 Pebruari 2008 13:38 WIB | Peristiwa | | Dibaca 285 kali

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR, Tjahjo Kumolo, di Jakarta, Senin, menegaskan pemerintah pusat perlu segera mengambil alih perencanaan dan pembangunan Jakarta atau secepatnya menentukan alternatif ibukota pemerintahan baru yang terbebas dari hambatan rutin, seperti banjir serta kemacetan lalulintas.

"Pembangunan Jakarta kalau masih tetap sebagai ibukota negara RI, dengan melihat realitas di lapangan, seharusnya diambil alih perencanaan dan pembangunannya oleh pemerintah pusat, namun pengelolaannya tetap oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Satu hal lagi, tidak bisa setengah-setengah pembangunannya," kata Tjahjo.

Tjajo Kumolo berpendapat, jika setelah dinilai dari berbagai aspek ternyata kondisi Jakarta sudah sulit berubah drastis, pihaknya mengusulkan secepatnya menentukan alternatif ibukota pemerintahan baru.

"Kalau tidak bisa lagi, sudah harus cepat ditentukan alternatif ibukota baru yang setidaknya tidak ada hambatan, khususnya banjir dan kemacetan itu tadi," katanya.

Bencana banjir di Ibukota dan sekitarnya telah mampu mematikan seluruh aktivitas pemerintah pusat.

"Saya kira DPR pasti setuju (dengan usulan dan upaya penataan kembali ibukota pemerintahan), apakah tetap di Jakarta atau mencari alternatif lain, sepanjang perencanaan terpadu oleh pemerintah pusat cermat, teliti dan proyeksinya jangka panjang sampai 100 tahun," katanya.

Mengapa harus berdurasi jangka panjang, menurut Tjahjo, dari data yang ada di PDIP, Kota Jakarta sudah berposisi di bawah permukaan air laut, dengan beragam risiko berbahaya bagi suatu ibukota pemerintahan.

Sebelumnya, beberapa tokoh politik dan pengamat kembali mengangkat lagi wacana mencari alternatif ibukota pemerintahan yang lebih representatif serta menunjukkan harkat martabat bangsa.

Selain diutarakan oleh Tjahjo Kumolo, pendapat senada juga disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Demokrat (FPD) di DPR Sutan Bathoegana, Suharso Monoarfa (Sekretaris Fraksi Partai Persatuan Pembangunan di DPR RI), pengamat politik dari Universitas Gajah Mada (UGM) Dr Cornelis Lay serta peneliti dan pengamat politik LIPI Dr Hermawan Sulistio. (*)

=NaNdA=
September 11th, 2009, 03:50 PM
ini thread yang keberapa ya yang bahas soal Jakarta pindah?

arirangboy
September 12th, 2009, 02:09 AM
Dipindah ke Solo atau Semarang aja.

heartstation
September 12th, 2009, 04:10 AM
Tau nih. Perasaan udah ada thread sebelumnya.

Btw.. Kalimantan aja

Rock Star
September 12th, 2009, 05:55 AM
JOGJA

Balaputradewa
September 12th, 2009, 07:59 AM
Samarinda aja, pas ditengah2 Indonesia. ^^

heartstation
September 12th, 2009, 11:05 AM
Bikin kota baru aja dong... Di selatan kalimantan. Bebas gempa, bebas tsunami, lebih mudah mengawasi daerah perbatasan, strategis, dekat ke ibukota negara2 tetangga, mudah dijangkau dari kota2 lain di Indonesia.

DanangSuthoWijoyo
September 12th, 2009, 02:34 PM
Bikin kota baru aja dong... Di selatan kalimantan. Bebas gempa, bebas tsunami, lebih mudah mengawasi daerah perbatasan, strategis, dekat ke ibukota negara2 tetangga, mudah dijangkau dari kota2 lain di Indonesia.

Setuju.....di Pontianak ajah....
Tp jogja joga ok...dh ada Istana Negara kan...

atmada
September 12th, 2009, 09:37 PM
Ditempatkan di Kalimantan mungkin...
Palangkaraya?

rilham2new
September 13th, 2009, 12:07 AM
ini thread yang keberapa ya yang bahas soal Jakarta pindah?

I'm also wondering :D ahahhaha ...

Kalau melihat kenyataan hari ini ya, kayaknya memang pusat pemerintahan harus dipindah dengan segera. Pusat industri hiburan juga harus dipindah dengan segera. Jadi biar Jakarta jadi pusat bisnis saja. Toh,kalau udah gak betah.... orang2 pada berhamburan pergi, kok :D ..

Jakarta itu udah lah pusat Bisnis, pusat pemerintahan, pusat industri hiburan, industri manufaktur juga lumayan besar di Jakarta ini, Complicated lah jadinya ...

Saran aku sih gak usah bener2 dipindah aja ibukotanya. Tapi satu persatu KANTOR PUSAT BUMN dipindah ke luar Jakarta. PERTAMINA misalnya gak usah di Jakarta lagi kantor pusatnya, GARUDA INDONESIA aja udah pindah keluar Jakarta (walau cuman ke Banten, haha :D), PLN juga dipindahkan saja. Yah akhirnya aset2 negara ini harus disebar-sebar. Jangan ditumpuk di Jakarta... Contohnya aja, BUMN konstruksi semuanya berpusat di Jakarta :nuts: ... BUMN Perbankan itu kayaknya pasti berpusat di Jakarta :nuts: ....

seoul sams
September 13th, 2009, 08:00 AM
I'm also wondering :D ahahhaha ...

Kalau melihat kenyataan hari ini ya, kayaknya memang pusat pemerintahan harus dipindah dengan segera. Pusat industri hiburan juga harus dipindah dengan segera. Jadi biar Jakarta jadi pusat bisnis saja. Toh,kalau udah gak betah.... orang2 pada berhamburan pergi, kok :D ..

Jakarta itu udah lah pusat Bisnis, pusat pemerintahan, pusat industri hiburan, industri manufaktur juga lumayan besar di Jakarta ini, Complicated lah jadinya ...

Saran aku sih gak usah bener2 dipindah aja ibukotanya. Tapi satu persatu KANTOR PUSAT BUMN dipindah ke luar Jakarta. PERTAMINA misalnya gak usah di Jakarta lagi kantor pusatnya, GARUDA INDONESIA aja udah pindah keluar Jakarta (walau cuman ke Banten, haha :D), PLN juga dipindahkan saja. Yah akhirnya aset2 negara ini harus disebar-sebar. Jangan ditumpuk di Jakarta... Contohnya aja, BUMN konstruksi semuanya berpusat di Jakarta :nuts: ... BUMN Perbankan itu kayaknya pasti berpusat di Jakarta :nuts: ....

gw setuju banget bro!!!
masa semuanya di jakarta mulai dari bisnis, jasa, hiburan, pemerintahan dll!!!
klu gw boleh usul jakarta sbgai kota jasa aja, bandung dan batam kota industri dan bisnis, tangerang pusat pemerintahan (soalnya rapi terutama daerah lippo karawachi), makassar sebagai kota hiburan, medan dan surabaya sebagai kita perdagangan!!!

Venantio
September 13th, 2009, 08:09 AM
Pemerintahan Indonesia dipindah aja ke Batam. Deket Singapore dan Malaysia. Atau ke Denpasar atau Balikpapan, di tengah-tengah. Bisa juga ke Ambon atau Jayapura di ujung Timur....

Atau ke sini aja deh, ke Toronto atau Vancouver... huahahaha

XxRyoChanxX
September 13th, 2009, 05:23 PM
yeah. we should move it

donkasin
September 13th, 2009, 07:13 PM
kalau ibukota bukan berarti harus menjadi kota yang paling besar kan?biarin aja pindah ibukotanya nah kan enak jadinya maaf gepeng dan prt bisa mengadu nasib ke ibukota yang baru malah bisa jadi jakarta bebas dari orang2 tersebut karena mereka semua mau mengadu nasib.untuk masalah ibukota yang baru mending ke kalimantan soalnya di situ gak dilewatin oleh gempa bumi dan gak ada gunung berapi

fajarmuhasan
September 14th, 2009, 03:28 AM
Menurut gw harus dilihat kepentingannya apa?
Mau bikin Jakarta lebih sepi atau bikin kota baru yg rame atau apa........
Ibukota jika diartikan sbg pusat pemerintahan gak apa-apa tetap di Jakarta. Sekarang kalo targetnya jakarta lebih sepi kan tinggal dipindah sumber keramaiannya misal industri dan perdagangan. Kantor-kantor industri baik besar maupun kecil dipindah ke Kalimantan begitu juga bisnis hiburan spt stasiun TV, PH sinetron, dll. bisa dipindah ke sulawesi.
Pokoknya semua kegitana yg menyangkut bisnis dan perdangan pindahin semua keluar Jawa. Jadi Jakarta hanya berisi orang-orang pemerintahan saja.

skyscrpr
September 14th, 2009, 05:22 AM
gmn kalo indonesia dibagi 2 koridor..barat sama timur
koridor barat pusatnya jakarta, klo koridor timur pusatnya di surabaya..jadi seandainya
ada perusahaan tambang skala besar contohya..misalny tambangnya ad di NTT gitu..kantor pusatnya harus ad di surabaya..krn NTT masuk wilayah koridor timur..bgitu jg sbaliknya..

AceN
September 14th, 2009, 06:30 AM
Atau ke sini aja deh, ke Toronto atau Vancouver... huahahaha

:lol:

heartstation
September 14th, 2009, 08:33 AM
Menurut gw nih ya, gak terlalu ngerti sih..
Jakarta tetep jadi bussiness center
Hiburan dipindah ke bandung ato jogja, kalo emang niat bisa dibikin semacam Hollywood di sana.
Pusat pemerintahan dan kantor2 BUMN dipindah ke Kalimantan, selaen mudah diakses dari berbagai kota di Indonesia, ke negara tetangga juga deket, trus kawasan perbatasan bisa lebih diperhatikan.
Berbagai Industri bagusnya di Sumatra karena berada di Selat Malaka.
Trus jasa dan perdagangan di Makassar ato Balikpapan.

seoul sams
September 14th, 2009, 03:05 PM
opsi yg paling tepat menurut gw adalah ibukota tetap jakarta!!!!
tapi pusat bisnis, jasa, industri dan hiburan dipindahkan ke kota lain!!!!
klu seandainya ini benar2 diberlakuan tentunya kota2 lain d indonesia pnya kesempatan melebihi jakarta! kurang lebih menyamailah

d'sulovyo
September 14th, 2009, 03:52 PM
I'm also wondering :D ahahhaha ...

Saran aku sih gak usah bener2 dipindah aja ibukotanya. Tapi satu persatu KANTOR PUSAT BUMN dipindah ke luar Jakarta.

bukannya dari dulu udah ada yg gitu,cmiiw.
PT TELKOM,PT KA,POS INDONESIA setahu gw pusatnya bukan di jkt tapi di BANDUNG.

rilham2new
September 17th, 2009, 05:18 AM
bukannya dari dulu udah ada yg gitu,cmiiw.
PT TELKOM,PT KA,POS INDONESIA setahu gw pusatnya bukan di jkt tapi di BANDUNG.

MEmang sudah tapi terbukti kurang banyak, kan ??? Toh dengan POS INDONESIA, TELKOM, dan PT KA keluar daerah juga masih aja kan pembangunan terkonsentrasi di Jakarta.


Coba, kita berani gak mindahin 4 Kantor Cabang Superior Bank Mandiri (Imam Bonjol, MH Thamrin, Sudirman, Gatot Subroto (SCBD)) keluar dari Jakarta ??? APakah kita berani mindahin 2 Gedung Raksasa BNI keluar dari Jakarta ??? Gimana kalau BRI juga dipindahin keluar Jakarta ???

MEngenai TELKOM dan POS INdonesia, ini komentar aku nih ya :D ... Memang bener pusat TELKOM itu di Bandung, tapi rapat dewan direksi, rapat bersama menteri-menteri negara, RUPS, dan bahkan infrastruktur core UTAMA TELKOM, semuanya masih terpusat di Jakarta.

PT. POS INDONESIA gak usah ditanya deh, semua SURAT dan PAKET dari luar negeri, arus lalu-lintas kargo dari Luar negeri ... itu semua mampirnya ke Jakarta dulu. Pelayanan Kantor Pos paling lengkap di Indonesia, tetap Kantor Pos di Lapangan Banteng, Jakarta :D ..

Jadi BASICALLY, walaupun POS INDONESIA dan TELKOM punya kantor pusat di luar Jakarta. Tapi, kenyataannya memang ROTASI UANG di kedua BUMN itu lebih cenderung bermula dan mutar2 di sekitar Jakarta. Kalau gak cuman kantor pusat nya aja yang digeser tapi juga "UANG" nya. Pasti lebih merat ni pembangunan di daerah kita.

fajarmuhasan
September 17th, 2009, 05:24 AM
Kasus telkom dan pos, pindahnya tanggung sich cuma ke bdg, coba pindah ke makasar atau batam atau pku atau pontianak....mungkin lebih terasa.

eurico
September 17th, 2009, 06:11 AM
Merpati pusatnya udah di Makassar kan?

=NaNdA=
September 17th, 2009, 06:33 AM
pusat udah di daerah, tapi tetep aja ada kantor perwakilan di Jakarta.. dan biasanya sama besarnya dan sama pentingnya...

hildalexander
September 17th, 2009, 06:37 AM
gw suka Balikpapan dan Samarinda....hidup banged dua kota ini...Makassar juga

fajarmuhasan
September 17th, 2009, 06:43 AM
gw suka Balikpapan dan Samarinda....hidup banged dua kota ini...Makassar juga

suka banget ama dua kota ini...tapi ada lanjutannya...jadi tiga donk. Opppsss si mam tiba-tiba ganti avatar

eurico
September 17th, 2009, 07:38 AM
Balikpapan aja deh jangan Samarinda

RapidRail
September 24th, 2009, 07:21 PM
I agree! Please move our governance center to a much cooler place with a much fresher air. Away from the overcrowded Jakarta. I think it'll somehow help ease the traffic, and any emerging tensions, and most importantly create a new point for growth. IMO

Balaputradewa
September 25th, 2009, 03:02 AM
hmm..nampaknya dsini byk yg setuju ibukota negara dipindahkan ya..^^ byk usulan pd bbrapa kota, tapi seandainya mmg terjadi blum tentu penduduk pd kota bersangkutan mau atau setuju kotanya menjadi ibukota negara lho :D

arief_malaysia96
September 30th, 2009, 06:21 AM
maaf.saya bukanlah rakyat Indonesia.tetapi,saya ingin menyuarakan perasaan saya.saya bersetuju jika ibukota Indonesia dipindahkan.seharusnya ia dipindahkan di tempat yang kurang risiko gempa bumi dan juga dekat dengan negara asing.Saya tidak tahu dimana tempat di Indonesia yang kurang risiko gempa bumi.jika Ibukota Indonesia dipindah,Indonesia akan mempunyai dua bandaraya yang moden dan maju.

pertama,JAKARTA iaitu ibukota Indonesia sekarang dan kedua pula Ibukota Indonesia yang baru.

DanangSuthoWijoyo
September 30th, 2009, 06:23 AM
maaf.saya bukanlah rakyat Indonesia.tetapi,saya ingin menyuarakan perasaan saya.saya bersetuju jika ibukota Indonesia dipindahkan.seharusnya ia dipindahkan di tempat yang kurang risiko gempa bumi dan juga dekat dengan negara asing.Saya tidak tahu dimana tempat di Indonesia yang kurang risiko gempa bumi.jika Ibukota Indonesia dipindah,Indonesia akan mempunyai dua bandaraya yang moden dan maju.

pertama,JAKARTA iaitu ibukota Indonesia sekarang dan kedua pula Ibukota Indonesia yang baru.

Kalau mencari yang tidak rawan gempa bumi ya di Kalimantan a.k.a Borneo :cheers:

DanangSuthoWijoyo
September 30th, 2009, 06:24 AM
Balikpapan aja deh jangan Samarinda

Pontianak ajah...
Ato makasar...kan ditengah2 indonesia kan?? kayaknya lho:lol::lol:

zeinedean
September 30th, 2009, 11:09 AM
maaf.saya bukanlah rakyat Indonesia.tetapi,saya ingin menyuarakan perasaan saya.saya bersetuju jika ibukota Indonesia dipindahkan.seharusnya ia dipindahkan di tempat yang kurang risiko gempa bumi dan juga dekat dengan negara asing.Saya tidak tahu dimana tempat di Indonesia yang kurang risiko gempa bumi.jika Ibukota Indonesia dipindah,Indonesia akan mempunyai dua bandaraya yang moden dan maju.

pertama,JAKARTA iaitu ibukota Indonesia sekarang dan kedua pula Ibukota Indonesia yang baru.

Seluruh Kalimantan nyaman untuk di jadikan Ibu Kota baru kerana tidak termasuk didalam lingkaran "Ring of Fire' Begitu juga Selatan Sulawesi..!

castle_92
September 30th, 2009, 01:22 PM
Batam dket Singapore jg bkn daerah rawan gempa.....:)

Venantio
September 30th, 2009, 02:04 PM
Seluruh Kalimantan nyaman untuk di jadikan Ibu Kota baru kerana tidak termasuk didalam lingkaran "Ring of Fire' Begitu juga Selatan Sulawesi..!

Tapi masuk dalam lingkaran kebakaran hutan....:)

heartstation
September 30th, 2009, 02:24 PM
Batam dket Singapore jg bkn daerah rawan gempa.....:)

jangan yang di ujung2. Nanti yang ujung satunya kurang diperhatiin. Lagian emang ngaruh besar ya dekat jauh ke negara laen? Washington DC, Tokyo, Beijing, New Delhi, dll perasaan ga deket2 amat ke negara lain. :)

Balaputradewa
September 30th, 2009, 05:32 PM
wah bahaya kalo ibukota negara berada dekat negara lain atau diujung perbatasan..mudah diserang n diduduki musuh..kurang aman ^^ bagusnya ditengah2 aja kayak di Samarinda atau Palangkaraya ^^

arief_malaysia96
October 1st, 2009, 03:47 AM
ibukota Indonesia seharusnya dipindahkan berdekatan dengan negara asing supaya lebih senang untuk pelancong,duta,dan juga menteri-menteri asing untuk melawat Indonesia.Selalunya presiden dari negara asing akan melawat negara lain . Kos penerbangannya akan menjadi lebih murah.Btw,saya setuju jika Batam menjadi Ibukota Indonesia kerana ia dekat dengan Singapura.Tempat yang strategik.Indonesia boleh mencontohi kemajuan Singapura.



thanks.


peace YAAA........!^^

arief_malaysia96
October 1st, 2009, 03:50 AM
Ibukota Indonesia boleh juga dipindahkan di tempat yang banyak kawasan pelancongan.

F-ian
October 1st, 2009, 12:00 PM
VV

F-ian
October 1st, 2009, 12:08 PM
ibukota Indonesia seharusnya dipindahkan berdekatan dengan negara asing supaya lebih senang untuk pelancong,duta,dan juga menteri-menteri asing untuk melawat Indonesia.Selalunya presiden dari negara asing akan melawat negara lain . Kos penerbangannya akan menjadi lebih murah.Btw,saya setuju jika Batam menjadi Ibukota Indonesia kerana ia dekat dengan Singapura.Tempat yang strategik.Indonesia boleh mencontohi kemajuan Singapura.

thanks.

peace YAAA........!^^

adanya malah Pejabat2 Indonesia pergi ke singapur belanja ngabisin anggaran :nuts:

Menurut gw Ibukota seharusnya di tempat yang gak terlalu spesial, gak usah bikin kota baru..biar jurang antara rakyat ama pejabat gak terlalu besar...ama gak terlalu VIP..udah gw usulin Taman Mini Indonesia Indah Jadiin Ibukota ;) gak terlalu jauh, Deket ama Bandara Halim, Nggak Buang2 duit, rumah2 Pejabat deket, Jalan Tol ada ama Jauh dari CBD :| jauh dari kemacetan Tinggal di Expansi doang...Anjungan2nya daerah jadi tpt Wakil2 Propinsi...Soeharto juga dah gak ada...

tapi sayangnya lg bikin waterpark si disana :bash:

hildalexander
October 1st, 2009, 12:12 PM
^^ Snow bay-nya dah jadi lagi....weeeeekkkks

Van Koetai
October 2nd, 2009, 01:44 AM
Setuju dipindah...tapi jangan dekat perbatasan, karena masuk dalam jangkauan rudal dan pesawat tempur "musuh"...serta jangan di wilayah yang daratannya berbatasan denggan "musuh", karena rentan serangan darat.

DanangSuthoWijoyo
October 3rd, 2009, 05:26 AM
makasar...
Tengah2...jadi semua daerah bisa menjangkau....adil..
Fasilitas juga dah tersedia....

Balaputradewa
October 3rd, 2009, 06:44 PM
makasar...
Tengah2...jadi semua daerah bisa menjangkau....adil..
Fasilitas juga dah tersedia....

Makassar ud padat bro ^^ susah untuk dibuka tataruang baru khusus Ibukota negara.. Gue sih masih cenderung ke kota2 di Kalimantan aja juga tepat di tengah Indonesia.. apalagi berdasarkan analisis para pakar.. Kalimantan bebas dari zona gempa :)

Sweet
October 4th, 2009, 07:46 PM
Sepakat Kalimantan... Samarinda tepatnya... *obyektif ga ya... :D
infrastruktur lumayan ada walo br dikit... ga terlalu dekat dengan perbatasan... tidak ada lintasan lempeng bumi dan lintasan gunung berapi... letak di tengah2 Indonesia... cukup mudah akses dengan kota2 lain... wilayah cukup luas...

arief_malaysia96
October 5th, 2009, 01:05 AM
bagaimana kalau BANJARMASIN????

joeylen
October 5th, 2009, 01:19 AM
kota -kota di kalimantan aza....ponti, palangka, banjar, bpp or smd....seep semua tuh terserah aza yang mana.....

Balandra
October 6th, 2009, 04:00 PM
bikin kota baru aja lah kayak new delhi atau brasilia
tp masih di kalimantan.

F-ian
October 6th, 2009, 07:25 PM
^^ adanya tuh bakal banyak Korupsi (<= yes, the word is getting annoying :tongue2:) kita aja udah koar2 pas Anggota DPR beli laptop, gimana bikin kota baru, yang dimana mengratiskan rumah dinas baru untuk seluruh 500 anggota DPR :nuts:? bakal jadi white elephant..

atmada
October 7th, 2009, 03:12 PM
^^ KPK mesti kerja extra keras..

btw, saya vote buat Palangkaraya aja..
kota yang belum padat-padat banget

Balaputradewa
October 7th, 2009, 05:37 PM
bagaimana kalau BANJARMASIN????

Banjarmasin juga dah rame dan padat..

castle_92
October 8th, 2009, 05:22 AM
^^ KPK mesti kerja extra keras..

btw, saya vote buat Palangkaraya aja..
kota yang belum padat-padat banget


KPK aja skrg lg dilemahkan.....:nuts:

risma2006
October 8th, 2009, 08:46 AM
Pindah ke Surabaya Aja ...

seoul sams
October 8th, 2009, 09:17 AM
bikin kota baru aja lah kayak new delhi atau brasilia
tp masih di kalimantan.

mending semua orang indonesia pindah k kalimantan dan bikin ibukota d situ!
soalx di kalimantan takde lempeng dan takde gunung merapi!

dimasputra
October 8th, 2009, 09:35 AM
mending semua orang indonesia pindah k kalimantan dan bikin ibukota d situ!
soalx di kalimantan takde lempeng dan takde gunung merapi!

lebih baik kalimantan tetep ijo...paru-paru indonesia...

makassar...batam...surabaya...???:nuts:

Balaputradewa
October 8th, 2009, 06:02 PM
Makassar, Batam, Surabaya = Jakarta. Kasusnya bakal sama aja..

DanangSuthoWijoyo
October 8th, 2009, 06:21 PM
BALIKPAPAN...

Mantap nih kotanya..
Fasilitas juga lumayan lengkap....
Tata kota bagus..

atmada
October 9th, 2009, 09:07 AM
lebih baik kalimantan tetep ijo...paru-paru indonesia...

makassar...batam...surabaya...???:nuts:

kan ga sepulau Kalimantan bakal dipake..
imbasnya, sejauh-jauhnya kalo jadi metropolitan paling sejauh ke tangerang, bogor, atau bekasi..
Kalimantan tu gede bgt loh..salah satu terbesar di dunia:nuts:

dimasputra
October 9th, 2009, 02:22 PM
kan ga sepulau Kalimantan bakal dipake..
imbasnya, sejauh-jauhnya kalo jadi metropolitan paling sejauh ke tangerang, bogor, atau bekasi..
Kalimantan tu gede bgt loh..salah satu terbesar di dunia:nuts:

gni ja, yang dikembangin kota di sepanjang pinggiran laut di kalimantan, jdi tengahnya masi tetep ijo...tinggal pilih...

BALIKPAPAN...!!!

seoul sams
October 10th, 2009, 05:19 PM
Sepakat Kalimantan... Samarinda tepatnya... *obyektif ga ya... :D
infrastruktur lumayan ada walo br dikit... ga terlalu dekat dengan perbatasan... tidak ada lintasan lempeng bumi dan lintasan gunung berapi... letak di tengah2 Indonesia... cukup mudah akses dengan kota2 lain... wilayah cukup luas...
jangan samarinda bro:bash: rawan banjir! klu bisa banjarmasin tw balikpapan! tapi gw lebih suka palembang, karena palembang kotanya misterius bgnt

dimasputra
October 12th, 2009, 02:56 PM
jangan samarinda bro:bash: rawan banjir! klu bisa banjarmasin tw balikpapan! tapi gw lebih suka palembang, karena palembang kotanya misterius bgnt

misterius gmna..? serem deh..:nuts:

join_zulfian
October 13th, 2009, 09:50 AM
maaf.saya bukanlah rakyat Indonesia.tetapi,saya ingin menyuarakan perasaan saya.saya bersetuju jika ibukota Indonesia dipindahkan.seharusnya ia dipindahkan di tempat yang kurang risiko gempa bumi dan juga dekat dengan negara asing.Saya tidak tahu dimana tempat di Indonesia yang kurang risiko gempa bumi.jika Ibukota Indonesia dipindah,Indonesia akan mempunyai dua bandaraya yang moden dan maju.

pertama,JAKARTA iaitu ibukota Indonesia sekarang dan kedua pula Ibukota Indonesia yang baru.

Maaf Cik:) , kalu permasalahannya agar dapat dua bandaraya yang modern dan maju. Saya pikir tidak perlu pindah ibu kota. Karena di Indonesia bandaraya atau kota besar yang maju dan modern tidak hanya Jakarta. Surabaya, Makassar, Medan, Palembang dan Balikpapan sudah sangat maju dan modern :banana::banana::banana::banana::banana:

join_zulfian
October 13th, 2009, 10:05 AM
Walau saya orang sumatra, kelahiran palembang dan sekarang tinggal di riau, saya setuju banget kalo ibu kota dipindah ke kalimantan.
posisinya relatif di tengah indonesia, tidak berada di jalur gempa, tanahnya masih luas dan masih banyak keunggulan lainnya. Kalo bisa dipinggir pantai agar bisa lengkap transportasinya; darat, laut, dan udara dan tentunya indah
:banana::banana::banana::banana::banana:

sky_heart
October 13th, 2009, 10:06 AM
tempat yang paling tepat menurut saya di kepulauan seribu , selain dekat dengan pusat bisnis (jakarta) juga sangat mungkin menjadi pusat pariwisata yang sangat tertata, pa lagi lahannya sebagian besar milik negara jd ngak da masalah pembebasan lahan, satu lagi penduduknya tidak terlalu padat ( klw dimungkinkan bisa di relokasi)
:):):):)
stuju??????

dimasputra
October 13th, 2009, 10:13 AM
tempat yang paling tepat menurut saya di kepulauan seribu , selain dekat dengan pusat bisnis (jakarta) juga sangat mungkin menjadi pusat pariwisata yang sangat tertata, pa lagi lahannya sebagian besar milik negara jd ngak da masalah pembebasan lahan, satu lagi penduduknya tidak terlalu padat ( klw dimungkinkan bisa di relokasi)
:):):):)
stuju??????

kepulauan seribu=jakarta:nuts::nuts::nuts:

join_zulfian
October 13th, 2009, 10:14 AM
jangan samarinda bro:bash: rawan banjir! klu bisa banjarmasin tw balikpapan! tapi gw lebih suka palembang, karena palembang kotanya misterius bgnt

misteriusnya gmn bro?:nuts:
saya orang palembang, tapi kalo ibu kota dipindah ke palembang sy kurang setuju. palembang letaknya gak di tengah2 indonesia dan kota ini juga sudah cukup padat. tanpa jadi ibu kota negara pun palembang akan tetap menjadi kota yang maju. lebih bijak jika kota yang dijadikan ibu kota negara, kota yang tidak terlalu besar. sehingga mudah penataannya dan akan mempercepat pertumbuhan kota tsb. :)

sky_heart
October 13th, 2009, 10:23 AM
kepulauan seribu=jakarta:nuts::nuts::nuts:

secara administratif bener bngat :):):)

tapi dalam hal ini kep. seribu bisa dikembangkan secara mandiri sebagi kawasan ibukota negara yang terpisah dengan jakarta

satu lagi, hal ini bisa meredam kecemburuan antara satu daerah dengan daerah lain, (siapa seh.... yang ngak mau kotanya jadi ibu kota negara)

join_zulfian
October 13th, 2009, 11:13 AM
secara administratif bener bngat :):):)

tapi dalam hal ini kep. seribu bisa dikembangkan secara mandiri sebagi kawasan ibukota negara yang terpisah dengan jakarta

satu lagi, hal ini bisa meredam kecemburuan antara satu daerah dengan daerah lain, (siapa seh.... yang ngak mau kotanya jadi ibu kota negara)

Klo pindah ke kepulauan seribu ga akan efektif bro. karena terlalu dekat ke jakarta, sama aj dengan ga pindah tu. semua akan tetap berpusat di jakarta, lagian pulau2nya terlalu kecil, susah untuk pengembangan. siapa bilang semua orang mau kotanya dijadiin ibu kota negara. sy yang termasuk tidak mau kalo kota saya (palembang) dijadiin ibu kota negara. karena bagi saya palembang lebih baik klo tidak menjadi ibu kota negara:)

sky_heart
October 13th, 2009, 11:54 AM
Klo pindah ke kepulauan seribu ga akan efektif bro. karena terlalu dekat ke jakarta, sama aj dengan ga pindah tu. semua akan tetap berpusat di jakarta, lagian pulau2nya terlalu kecil, susah untuk pengembangan. siapa bilang semua orang mau kotanya dijadiin ibu kota negara. sy yang termasuk tidak mau kalo kota saya (palembang) dijadiin ibu kota negara. karena bagi saya palembang lebih baik klo tidak menjadi ibu kota negara:)

belum tentu tidak efektif, dengan berbentuk kepulauan dengan sendiri nya ibu kota menjadi lebih eklusive, sehingga dengan sendirinya arus urbanisasi bisa lebih terseleksi (akses lancar tapi terbatas, orang jadi mikir klw mo urbanisasi kesana ,mahal bro......) . klw soal jarak ngak dekat2 amat ko' ke jkt raya, masih bisa dikembangkan n di rencanakan lebih baik
klw bisnis memang akan tetap berpusat di jakarta kan pusat pemerintahannya yg mo ditata sehingga tidak terlalu membebani jakarta. ( klw soal pemerataan pembangunan bukan masalah pemindahan ibukotanya mo di taro dimana, itu sih masalah policy pemerintah kita)

itu pendapat aku loh....

seoul sams
October 13th, 2009, 05:51 PM
misteriusnya gmn bro?:nuts:
saya orang palembang, tapi kalo ibu kota dipindah ke palembang sy kurang setuju. palembang letaknya gak di tengah2 indonesia dan kota ini juga sudah cukup padat. tanpa jadi ibu kota negara pun palembang akan tetap menjadi kota yang maju. lebih bijak jika kota yang dijadikan ibu kota negara, kota yang tidak terlalu besar. sehingga mudah penataannya dan akan mempercepat pertumbuhan kota tsb. :)

misterius karena palembang sepertinya sudah mulai menyalip diantara kota2 besar d indonesia!!! tapi mungkin itu hanya perasaan gw aja!!!! tapi mudah2an iya!!!

rilham2new
October 13th, 2009, 07:09 PM
tempat yang paling tepat menurut saya di kepulauan seribu , selain dekat dengan pusat bisnis (jakarta) juga sangat mungkin menjadi pusat pariwisata yang sangat tertata, pa lagi lahannya sebagian besar milik negara jd ngak da masalah pembebasan lahan, satu lagi penduduknya tidak terlalu padat ( klw dimungkinkan bisa di relokasi)
:):):):)
stuju??????

TIdak setuju karena tidak efisien ... PUlau di kepulauan Seribu tidak ada yang benar2 besar untuk menampung satu pusat pemerintahan terintegrasi.

Kalau tidak salah ibukota Kabupaten Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka saja ... luasnya cuman 9 hektar. Gila aja, sekolahku di Pekanbaru luasnya aja sekitar 0.6 Ha ... :nuts: ... Muridnya cuman 850-900 orang. Anggota DPR aja jumlahnya udah berapa ??? Belum dinas2 pemerintahan yang lain ...

Mungkin kalau dibuat dalam beberapa pulau berbeda, tapi it's costy ... Kendaraan dinas harus ditukar jadi kapal/helikopter.... jarak antar pulau di Kepulauan Seribu juga gak dekat2 banget ... Bisa 1 km loh jarak antar pulaunya ... :nuts:

Untuk saat ini sih sangat tidak realistis kalau menurut aku, ya ... Jakarta Pusat (Jakarta yang paling kecil) saja luasnya sekitar 54 km persegi. Luas total sekitar 110 pulau di Kepulauan Seribu hanya sekitar 12 km persegi (yang tersebar-sebar). Dan dipastikan satu per satu pulau itu memang akan tenggelam ...

AceN
October 14th, 2009, 07:39 AM
^^ dan tenggelam sudah pemerintahan kita jika itu terjadi :D

sky_heart
October 14th, 2009, 09:08 AM
TIdak setuju karena tidak efisien ... PUlau di kepulauan Seribu tidak ada yang benar2 besar untuk menampung satu pusat pemerintahan terintegrasi.

Kalau tidak salah ibukota Kabupaten Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka saja ... luasnya cuman 9 hektar. Gila aja, sekolahku di Pekanbaru luasnya aja sekitar 0.6 Ha ... :nuts: ... Muridnya cuman 850-900 orang. Anggota DPR aja jumlahnya udah berapa ??? Belum dinas2 pemerintahan yang lain ...

Mungkin kalau dibuat dalam beberapa pulau berbeda, tapi it's costy ... Kendaraan dinas harus ditukar jadi kapal/helikopter.... jarak antar pulau di Kepulauan Seribu juga gak dekat2 banget ... Bisa 1 km loh jarak antar pulaunya ... :nuts:

Untuk saat ini sih sangat tidak realistis kalau menurut aku, ya ... Jakarta Pusat (Jakarta yang paling kecil) saja luasnya sekitar 54 km persegi. Luas total sekitar 110 pulau di Kepulauan Seribu hanya sekitar 12 km persegi (yang tersebar-sebar). Dan dipastikan satu per satu pulau itu memang akan tenggelam ...

memang sih melihat kenyataan sekarang pemindahan ibukota negara seperti mimpi :ohno::ohno::ohno:
tapi klw ada kemauan ( + dana rakyat jangan dibawa keluar negeri tentunya) pasti kita jg bisa ko'
mengenai kep seribu (menurut aku loh), masalah lahan ngak terlalu krusial lah, kan bisa reklamasi , lagi pula kita ngak butuh lahan yang maha luas. kawasan ini hanya di peruntukan untuk pusat pemerintahan n pariwisata high end. tampa CBD n pemukiman sipil.
ngak kebayang deh sekelompok kementrian punya pulau2 tersendiri, tapi secara umum tetap ada satu pulau induk yang menjadi central. masalah transportasi juga banyak pilihan n bisa terencana tentunya.
tapi.....
....
...
mungkin harus menunggu indonesia semakmur eropa barat atw paling kurang korsel :lol::lol::lol:

AceN
October 14th, 2009, 12:00 PM
^^ Hahaha..ngapain reklamasi ?? lha wong tanah Indonesia tuh masi luas was was... pusat pemerintahan juga ga sedikit mas, ga cuma istana presiden - wapres, sama gedung MPR - DPR doank :)

hildalexander
October 16th, 2009, 07:43 AM
^^ dan tenggelam sudah pemerintahan kita jika itu terjadi :D

:rofl: :colgate:

Urun rembug.... Jakarta tetap jadi ibukota secara infrastruktur, sarana, dan fasilitas pemerintahan sudah terbangun di sini, kalo mo didemolize, mubazir banged....

Untuk Business Center bisa 'didelegasikan' ke kota-kota lain. Balik lagi, gw mendukung untuk upaya meningkatkan daya saing tiap-tiap kota yang punya karakteristik beda. Contohnya, produksi komoditas hasil bumi terbanyak dimana? di situlah nanti dijadikan sentra produksi hasil bumi....sementara sentra industri kreatif, bisa ditunjuk Bandung...sentra industri makanan ringan Sidoarjo, sentra industri otomotif Bekasi....

Nah, tinggal kita benahi dan ciptakan good government governance yang bersih, tidak korup, tegas, dan punya visi jauh ke depan

Chris_Lyantto
October 16th, 2009, 08:18 AM
:rofl: :colgate:

Urun rembug.... Jakarta tetap jadi ibukota secara infrastruktur, sarana, dan fasilitas pemerintahan sudah terbangun di sini, kalo mo didemolize, mubazir banged....

Untuk Business Center bisa 'didelegasikan' ke kota-kota lain. Balik lagi, gw mendukung untuk upaya meningkatkan daya saing tiap-tiap kota yang punya karakteristik beda. Contohnya, produksi komoditas hasil bumi terbanyak dimana? di situlah nanti dijadikan sentra produksi hasil bumi....sementara sentra industri kreatif, bisa ditunjuk Bandung...sentra industri makanan ringan Sidoarjo, sentra industri otomotif Bekasi....

Nah, tinggal kita benahi dan ciptakan good government governance yang bersih, tidak korup, tegas, dan punya visi jauh ke depan

setuju... kota batam sangat cocok jadi salah satu kota Business center

:cheers:

hildalexander
October 16th, 2009, 09:25 AM
^^ Yup, Batam dah mulai bangkit lagi...investor dah tergerak ke sini, Bakrieland Development mo bangun proyek skala kota, Grand quarter dah mulai bangun, Coastarina sebagian dah jadi, so.... what's next?

fajarmuhasan
October 16th, 2009, 10:56 AM
Jadi mam Hilda vote mana nich setuju atau tidak setuju ibukota pindah????
Kalo saya setuju pindah ke kalimantan, biar kesibukan berpindah tempat, jadi p.jawa bisa lebih nyaman

@b1
October 16th, 2009, 12:03 PM
Menurut saya sih Makasar, karena ternyata Makasar adalah centerpointnya Indonesia jika diteliti lagi.

fajarmuhasan
October 16th, 2009, 12:10 PM
Makasar meski centerpoint tapi wilayahnya kecil. Mending di Kalimantan yg sangat luas jadi mudah dikembangkan.
Palangkaraya bisa sbg alternatif pertama.

Salam dari org yg gak mau kotanya jadi ibukota negara.

arief_malaysia96
October 17th, 2009, 12:25 AM
Kalimantan masih banyak hutan......................jadi,kalau ibukota Indonesia dipindahkan disana.......................Indoesia akan mempunyai sebuah ibukota yang kurang pencemaran alam.................

join_zulfian
October 17th, 2009, 07:04 AM
Makasar meski centerpoint tapi wilayahnya kecil. Mending di Kalimantan yg sangat luas jadi mudah dikembangkan.
Palangkaraya bisa sbg alternatif pertama.

Salam dari org yg gak mau kotanya jadi ibukota negara.

wah kita satu pendapat bro, ga suka kotanya jadi ibu kota negara dan memilih kalimantan yang cocok untuk ditempati ibu kota negara, palangkaraya ok, banjarmasin pun ga masalah
:banana::banana::banana::banana::banana:

join_zulfian
October 17th, 2009, 07:12 AM
TIdak setuju karena tidak efisien ... PUlau di kepulauan Seribu tidak ada yang benar2 besar untuk menampung satu pusat pemerintahan terintegrasi.

Kalau tidak salah ibukota Kabupaten Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka saja ... luasnya cuman 9 hektar. Gila aja, sekolahku di Pekanbaru luasnya aja sekitar 0.6 Ha ... :nuts: ... Muridnya cuman 850-900 orang. Anggota DPR aja jumlahnya udah berapa ??? Belum dinas2 pemerintahan yang lain ...

Mungkin kalau dibuat dalam beberapa pulau berbeda, tapi it's costy ... Kendaraan dinas harus ditukar jadi kapal/helikopter.... jarak antar pulau di Kepulauan Seribu juga gak dekat2 banget ... Bisa 1 km loh jarak antar pulaunya ... :nuts:

Untuk saat ini sih sangat tidak realistis kalau menurut aku, ya ... Jakarta Pusat (Jakarta yang paling kecil) saja luasnya sekitar 54 km persegi. Luas total sekitar 110 pulau di Kepulauan Seribu hanya sekitar 12 km persegi (yang tersebar-sebar). Dan dipastikan satu per satu pulau itu memang akan tenggelam ...

sangat masuk akal alasannya bro:cheers:

Quiroz
October 17th, 2009, 03:06 PM
maybe somewhere in Kalimantan???? The re-placement of the ibu negeri to there really will boost the cities in Banjarmasin, Pontianak, Or Samarinda. Plus, the island is shared between 3 country, Indonesia, Malaysia and Brunei....

rilham2new
October 17th, 2009, 03:39 PM
Kalimantan masih banyak hutan......................jadi,kalau ibukota Indonesia dipindahkan disana.......................Indoesia akan mempunyai sebuah ibukota yang kurang pencemaran alam.................

Salah... kalau alasan karena pencemaran udara. Justru, tinggal di Palangkaraya adalah paling sengsara, karena pembakaran hutan menyebabkan jerebu/kabut asap yang begitu parah di kawasan ini.

seoul sams
October 18th, 2009, 09:02 AM
maybe somewhere in Kalimantan???? The re-placement of the ibu negeri to there really will boost the cities in Banjarmasin, Pontianak, Or Samarinda. Plus, the island is shared between 3 country, Indonesia, Malaysia and Brunei....
knapa ibukota malaysia juga g' dipindah k kalimantan???

arief_malaysia96
October 18th, 2009, 09:10 AM
^^^^^^

pendapat saya :

Di Kalimantan,Malaysia hanya mempunyai dua negeri,Sabah dan Sarawak.
Berbanding di semenanjung ada 12 negeri.Jadi lebih sesuai di Semenanjung.Orang luar Kuala Lumpur lebih senang merantau untuk mencari rezeki.



bayangkan kalau Wilayah persekutuan Labuan jadi Ibu Negara MALAYSIA,agak susah untuk penduduk semenanjung merantau.....................

seoul sams
October 18th, 2009, 10:12 AM
^^^^^^



Di Kalimantan,Malaysia hanya mempunyai dua negeri,Sabah dan Sarawak.
Berbanding di semenanjung ada 12 negeri.Jadi lebih sesuai di Semenanjung.Orang luar Kuala Lumpur lebih senang merantau untuk mencari rezeki.

ooooooooooooooooo:)

Shaggy_Solo
October 19th, 2009, 07:20 AM
:ohno: Pada meributkan sesuatu yang gak jelas..

Ibukota & Pusat Pemerintahan biarkan saja tetap di Jakarta. Yang harus dipikirkan pemerintah & pembuat kebijakan ini adalah, membuat peraturan baru kepada seluruh badan usaha (baik swasta, pemerintah, maupun asing) harus memindahkan &/ membuka kantor pusatnya di luar Jakarta.
Ini sepertinya kesalahan masa lalu juga siy.. Karena seingatku, pada saat ANTEVE sebelum siaran, yang asal muasalnya bernama ANdalas Televisi, mereka sedianya akan membangun kantor pusatnya di Lampung (Sumatera). Tetapi pemerintah berkuasa pada saat itu melalui Kementerian memerintahkan ANTEVE (sekarang ANTV) untuk memindahkan kantor pusatnya di Jakarta (sebelum resmi siar).
Juga khasus SCTV yang dulu berkantor pusat di Surabaya, diperintahkan untuk memindahkan kantor pusatnya di Jakarta. Dan mungkin masih banyak lagi..?

Tinggal pemerintahan berkuasa saat ini, apakah mereka bersedia melakukan atau merubah kebijakan "Semua Kantor Pusat harus di Jakarta" dengan aturan yang lebih manusiawi?
Kita lihat saja....

Ocean One
October 31st, 2009, 06:14 AM
Setuju. Sy pilih makassar karena makassar adalah Centralx Indonesia, bener gak??? ^^

arief_malaysia96
October 31st, 2009, 12:22 PM
:ohno: Pada meributkan sesuatu yang gak jelas..

Ibukota & Pusat Pemerintahan biarkan saja tetap di Jakarta. Yang harus dipikirkan pemerintah & pembuat kebijakan ini adalah, membuat peraturan baru kepada seluruh badan usaha (baik swasta, pemerintah, maupun asing) harus memindahkan &/ membuka kantor pusatnya di luar Jakarta.
Ini sepertinya kesalahan masa lalu juga siy.. Karena seingatku, pada saat ANTEVE sebelum siaran, yang asal muasalnya bernama ANdalas Televisi, mereka sedianya akan membangun kantor pusatnya di Lampung (Sumatera). Tetapi pemerintah berkuasa pada saat itu melalui Kementerian memerintahkan ANTEVE (sekarang ANTV) untuk memindahkan kantor pusatnya di Jakarta (sebelum resmi siar).
Juga khasus SCTV yang dulu berkantor pusat di Surabaya, diperintahkan untuk memindahkan kantor pusatnya di Jakarta. Dan mungkin masih banyak lagi..?

Tinggal pemerintahan berkuasa saat ini, apakah mereka bersedia melakukan atau merubah kebijakan "Semua Kantor Pusat harus di Jakarta" dengan aturan yang lebih manusiawi?
Kita lihat saja....

macam di Malaysia,ibu negara tetap Kuala Lumpur,tetapi pejabat-pejabat kerajaan,kementerian dibangunkan di Putrajaya.....

arif doank
November 2nd, 2009, 08:21 AM
macam di Malaysia,ibu negara tetap Kuala Lumpur,tetapi pejabat-pejabat kerajaan,kementerian dibangunkan di Putrajaya.....
putrajaya kan masih dekat kuala lumpur,, klu di indonesia mungkin ibukota tetap jakarta,, sedangkan pejabat-pejabat pemerintahan dipindah tugaskan ke bogor!

fajarmuhasan
November 3rd, 2009, 09:30 AM
Jonggol aja jangan Bogor karena dulu juga ada rencana spt itu, para pejabat sekarang tinggal buka lagi dokumen yang ditinggalkan pak harto lalu jalankan program pindah ke jonggol

Balandra
November 3rd, 2009, 01:35 PM
Jonggol masih wilayahnya bogor bos! děsitu bole juga tuh, bokap dah punya kavling cukup luas di jonggol

bamz..
November 12th, 2009, 10:09 AM
setuju ! pindahin ke Kendari or Palangkaraya..

gussinyo
November 20th, 2009, 09:45 AM
Bikin kota baru aja dong... Di selatan kalimantan. Bebas gempa, bebas tsunami, lebih mudah mengawasi daerah perbatasan, strategis, dekat ke ibukota negara2 tetangga, mudah dijangkau dari kota2 lain di Indonesia.

setuju, cocoknya Palangkaraya, sesuai planning Bung Karno dulu

gussinyo
November 20th, 2009, 09:52 AM
Walau saya orang sumatra, kelahiran palembang dan sekarang tinggal di riau, saya setuju banget kalo ibu kota dipindah ke kalimantan.
posisinya relatif di tengah indonesia, tidak berada di jalur gempa, tanahnya masih luas dan masih banyak keunggulan lainnya. Kalo bisa dipinggir pantai agar bisa lengkap transportasinya; darat, laut, dan udara dan tentunya indah
:banana::banana::banana::banana::banana:



setuju, pusat pemerintahan Palangkaraya, pelabuhan internasonal Pontianak

richie sa'aed
November 21st, 2009, 01:46 PM
Menurut gw ndk ada salahnya Ibukota NKRI dipindah ke kalimantan " Palangkaraya " karena lokasi sangat aman, dan kota tersebut benar2 kota yang dibangun oleh NKRI sangat minim peninggalan penjajahan dulu.... kalo di "Palangkaraya" Pemimpin Negara kita pasti sangat aman dari ancaman negara lain apabila terjadi peperangan pasti akan sangat mudah untuk memberikan pertahanan dan hitung2 sebagai memeperkuat penjagaan di pulau ini yang mana menjadi satu dengan malaysia yang sering kali mengacau negara kita.... dan dari pada kalimantan jadi lahan basah bangsa malaysia untuk membuka perkebunan sawit akan lebih baik Presiden berada disana agar dapat dengan mudah memantau daerah2 yang lain yang berada dalam kedaulatan NKRI.....

Pulau jawa bisa menjadi pulau bersejarah dari mana banyaknya peningggalan2 bersejarah dan kota2 industri dan pertanian, sedangkan di kalimantan menjadi pusat komando dan masih banyak SDA yang belum dikelola dngan baik disini.....


moga saran saya ini bermnfaat apabila ada salah mohon maaf.... Merdeka....

arif doank
November 22nd, 2009, 09:55 AM
Menurut gw ndk ada salahnya Ibukota NKRI dipindah ke kalimantan " Palangkaraya " karena lokasi sangat aman, dan kota tersebut benar2 kota yang dibangun oleh NKRI sangat minim peninggalan penjajahan dulu.... kalo di "Palangkaraya" Pemimpin Negara kita pasti sangat aman dari ancaman negara lain apabila terjadi peperangan pasti akan sangat mudah untuk memberikan pertahanan dan hitung2 sebagai memeperkuat penjagaan di pulau ini yang mana menjadi satu dengan malaysia yang sering kali mengacau negara kita.... dan dari pada kalimantan jadi lahan basah bangsa malaysia untuk membuka perkebunan sawit akan lebih baik Presiden berada disana agar dapat dengan mudah memantau daerah2 yang lain yang berada dalam kedaulatan NKRI.....

Pulau jawa bisa menjadi pulau bersejarah dari mana banyaknya peningggalan2 bersejarah dan kota2 industri dan pertanian, sedangkan di kalimantan menjadi pusat komando dan masih banyak SDA yang belum dikelola dngan baik disini.....


moga saran saya ini bermnfaat apabila ada salah mohon maaf.... Merdeka....

tetapi orang2 kita masih berfikiran kuno, mereka menganggap klu ibukota itu adalah pusat dari segala-galanya! padahal masih banyak kota2 lain yg jauh lebih potensial daripada jakarta! :ohno:

Balandra
November 22nd, 2009, 04:26 PM
JAKARTA gap-nya terlalu jauh dengan kota kedua, ketiga dll. jelek bgt neh imagenya. indonesia seolah hanya punya satu kota modern dan penting di mata dunia( ada juga bali yg oleh sebagian foreign guoblok bin morron dianggap tetangganya indonesia bukan bagian indonesia).
bandingkan dengan negara besar lain seperti china yg punya banyak world cities ada shanghai, beijing, HK,dan sekarang SHENZEn sbg kantor dr 60 ribu perusahaan raksasa dunia, atau INDIA yg punya mumbai, new delhi, bangalore dan gurgaon.
Kalo USA, BRAZIL ga usah tanya deh, BANDINGKAN SAJA AMA THAILAND bangkok, pattaya, hatyai


VIETNAM MALAH LEBIH BAGUS děbanding kita ( bkn skylinesnya) tp global citiesnya, setidaknya dunia mengenal SAIGON, HANOI dan DA NANG, di banding kita yang popular dengan JAKARTA dan BALI-nya saja

dimasputra
November 22nd, 2009, 05:30 PM
indonesia seolah hanya punya satu kota modern dan penting di mata dunia( ada juga bali yg oleh sebagian foreign guoblok bin morron dianggap tetangganya indonesia bukan bagian indonesia).

OOT
pernah baca buku "The Naked Traveler" ga?, ada bagian kalo si penulis ditanya oleh bule-bule di suatu negara Eropa dari mana si penulis berasal..

kira-kira seperti ini...
"Where aru you from?", bule bertanya
"I'm from Indonesia", kata si penulis
"Hmm, Indonesia. Is it near to Bali?", tanya bule kemudian...
:kisah nyata



*sekedar info, Surabaya Tourism Promotion Board (kalo ga salah sebut), sedang gencar-gencarnya ikut pameran-pameran pariwisata di luar negeri untuk mempromosikan Surabaya sendiri...
berharap Surabaya dikenal secara Internasional:D

WendyROP
November 25th, 2009, 12:06 PM
ak setuju pindah aja ke PALANGKARAYA...
kota ni luasnya sekitar 2400 km persegi atau hampir 4 kali lipat lebih luas dari jakarta...
dengan jumlah penduduk yang hanya 168.449 org (pd tahun 2003) dan kepadatan penduduk kurang lebih 70 org/kkm persegi tentu kota ini masih banyak memiliki lahan kosong yang cocok untuk di bangun infrastruktur yang menunjang untuk sebuah ibu kota negara....

ibu kota negara gak harus kota terbesar...
WASHINGTON D.C aja merupakan kota terbesar ke 27 di U.S.A...

fajarmuhasan
November 26th, 2009, 12:02 PM
Ini udah ada di benak pemerintah apa belum ya???? smoga aja mereka baca SSC

rilham2new
November 28th, 2009, 04:29 PM
:ohno: Pada meributkan sesuatu yang gak jelas..

Ibukota & Pusat Pemerintahan biarkan saja tetap di Jakarta. Yang harus dipikirkan pemerintah & pembuat kebijakan ini adalah, membuat peraturan baru kepada seluruh badan usaha (baik swasta, pemerintah, maupun asing) harus memindahkan &/ membuka kantor pusatnya di luar Jakarta.
Ini sepertinya kesalahan masa lalu juga siy.. Karena seingatku, pada saat ANTEVE sebelum siaran, yang asal muasalnya bernama ANdalas Televisi, mereka sedianya akan membangun kantor pusatnya di Lampung (Sumatera). Tetapi pemerintah berkuasa pada saat itu melalui Kementerian memerintahkan ANTEVE (sekarang ANTV) untuk memindahkan kantor pusatnya di Jakarta (sebelum resmi siar).
Juga khasus SCTV yang dulu berkantor pusat di Surabaya, diperintahkan untuk memindahkan kantor pusatnya di Jakarta. Dan mungkin masih banyak lagi..?

Tinggal pemerintahan berkuasa saat ini, apakah mereka bersedia melakukan atau merubah kebijakan "Semua Kantor Pusat harus di Jakarta" dengan aturan yang lebih manusiawi?
Kita lihat saja....

Tahu kenapa SCTV gak bisa bertahan di Surabaya ????

Soalnya Surabaya kurang artis dan industri hiburannya masih tidak menjangkau NASIONAL. Bahasa kasarnya, artis dan insan2 dunia hiburan 98% nya bertempat tinggal di Jabodetabek ... Kita gak bisa lari dari hal ini.

Sama dengan AnTV kasusnya. Tidak hanya itu, sumber berita nasional POLITIK dan KEBIJAKAN penentu arah negara ini sebagian besar di Jakarta. Ya susah kalau media disuruh berpusat (bukan di Jakarta).

Di Amerika industri hiburan (khususnya TV) itu memang centralized juga ... untuk East Coast terpusat di sekitaran NY. Untuk West Coast terpusat di Hollywood. Peranan Hollywood masih dominan untuk industri film/TV/drama. Untuk musik mungkin banyakan di East Coast.


Industri hiburan sudahlah tidak perlu dipaksa keluar dari Jakarta. Cukup pemerintahannya saja. Pusat Ekonomi bisa secara bertahap digerakkan keluar. Tapi gak bisa buru2 ..

Jayz91
November 30th, 2009, 06:52 AM
iy..gw setuju bgt...
mendingan ibukota g usah jakarta lg deh..
selain udh sumpek,banjir melulu,polusi pula..
yang namany ibukota kan g usah gede2..
bener apa kata @wendyROP
US aj ibukotanya g terlalu seheboh new york

mendingan dipinda k kota yang aman,dan kota yang memiliki tingkat bencana paling sedikit..
aga setuju jg c kalo dipindah k kota d kalimantan..masih fresh..hehehee
dan kayanya dipindah k batam jg g masalah

gudheg_kendhil
November 30th, 2009, 06:57 AM
ngikut aja dah...asal jangan dipindah ke jogja. lebih baik ke luar jawa aja deh, terserah dimana.:cheers:

d'sulovyo
November 30th, 2009, 07:52 AM
Tahu kenapa SCTV gak bisa bertahan di Surabaya ????
Soalnya Surabaya kurang artis dan industri hiburannya masih tidak menjangkau NASIONAL. Bahasa kasarnya, artis dan insan2 dunia hiburan 98% nya bertempat tinggal di Jabodetabek ... Kita gak bisa lari dari hal ini.

Sama dengan AnTV kasusnya. Tidak hanya itu, sumber berita nasional POLITIK dan KEBIJAKAN penentu arah negara ini sebagian besar di Jakarta. Ya susah kalau media disuruh berpusat (bukan di Jakarta).

Di Amerika industri hiburan (khususnya TV) itu memang centralized juga ... untuk East Coast terpusat di sekitaran NY. Untuk West Coast terpusat di Hollywood. Peranan Hollywood masih dominan untuk industri film/TV/drama. Untuk musik mungkin banyakan di East Coast.

Industri hiburan sudahlah tidak perlu dipaksa keluar dari Jakarta. Cukup pemerintahannya saja. Pusat Ekonomi bisa secara bertahap digerakkan keluar. Tapi gak bisa buru2 ..

sekedar perbandingan aja.

di US,pusat pemerintahan di Washington DC.tapi pusat CNN itu di Atlanta.NBC,HBO & MTV di New York.ESPN di Connecticut.Discovery Channel di Maryland.
IMO,jadi sebenarnya kalau mau dan serius bisa kok bikin headquarter TVnasional di luar jakarta.mau di surabaya,makassar atau medan kalau mau serius bisa kok.bagus banget kalau itu bisa terjadi,supaya orang Indonesia gak terlalu Jakarta minded.

hermawan
November 30th, 2009, 11:16 AM
Ikut nimbrung.....
Aku setuju ibukota di pindah...
Memindahkan ibukota = menyiapkan kota baru...
paling tidak dibutuhkan 12.000 ha lahan..
itung2annya :
60% menjadi jalur hijau (biar nggak banjir, polusi, fasilitas olah raga, taman kota danau, dll)
40% kawasan terbangun dengan rincian :
1000 ha untuk kantor departemen atau lembaga negara lain, istana presiden dan wapres, rumah sakit, sekolah-sekolah, sarana rekreasi dll
2000 ha untuk perumahan pegawai negeri

Sisanya untuk kawasan bisnis penunjang..seperti membangun jalan2 raya yang lebar2, stadion, hotel, restoran dll

Pokoknya ibukota itu hanya disiapkan untuk pusat pemerintahan, pendidikan, olah raga dan pariwisata saja....

Ibukota harus dibikin teratur, hijau, ramah, modern, bebas macet dan polusi..karena menyangkut citra negara..

Kalo nggak salah, jumlah pegawai pusat saja ada sekitar 100.000 an yang bakal pindah.

Kalo ditambah dengan keluarganya + instansi swasta lainnya yang mendukung seperti karyawan Bank, RS swasta, guru/dosen dll, maka ibu kota itu bisa berpenduduk sekitar 600 ribuan.

memang memindahkan ibukota memerlukan biaya yang sangat besar.....tapi keuntungannya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang akan jauh lebih besar lagi.

Selain itu keuntungan bagi Jakarta, yang ditinggalkan oleh seluruh unsur pemerintah pusat, maka akan mengurangi beban lalu lintas jalan raya lumayan besar. (kemungkinan akan mengurangi sampai sekitar 10% lalu lintas jalan raya).

Status ibukota juga harus menjadi daerah khusus. bukan bagian dari provinsi yang sudah ada.

Dari kriteria ini kayanya ibukota hanya bisa dibangun di luar Jawa...:)
Mungkin di Kalteng:)

Ini angan-angan loh:).

Kalo jadi kenyataan ya syukur

rilham2new
December 1st, 2009, 11:08 AM
sekedar perbandingan aja.

di US,pusat pemerintahan di Washington DC.tapi pusat CNN itu di Atlanta.NBC,HBO & MTV di New York.ESPN di Connecticut.Discovery Channel di Maryland.
IMO,jadi sebenarnya kalau mau dan serius bisa kok bikin headquarter TVnasional di luar jakarta.mau di surabaya,makassar atau medan kalau mau serius bisa kok.bagus banget kalau itu bisa terjadi,supaya orang Indonesia gak terlalu Jakarta minded.

BEdakan TV swasta nasional kita, dengan Segmented-TV (yang basisnya berbayar/subscription) ....

MTV walaupun pusat di New York. Banyak banget acaranya yang Production House nya justru ada di California.

Discovery Channel lagi-lagi .... walaupun banyak buat dokumenter, bukan berarti aktivitas nya harus dilakukan di sana. Dan, Connecticut, Maryland, dan NY itu East Coast semua. Sama kasus kayak CNN, yang jelas2 punya MiniStudio gak hanya di Kota2 Utama Amerika, tapi juga dunia ;) ..

Oke mari kita bandingkan dengan Indonesia.
RCTI (ada News, Music, Drama, Documentary, Reality Show, Sport -- maruk.com banget lah ..). Sayangnya, SCTV, ANTV, Indosiar, Trans, Trans7, juga seperti itu. Stasiun TV ini HANYA PUNYA NATIONAL CONTENT !! Ditambah banyak stasiun TV yang punya IN-HOUSE Production. Stasiun TV gak cuman BROADCAST the show, tapi juga PRODUCE the SHOW. Ini lah yang susah .... kalau SCTV dan AnTV dulu mau bertahan.... Apalagi TV Indonesia yang besar basisnya kan FREE-TO-AIR tv ...hehe. Kemampuan finansial nya gak sama donk sama yang kayak di negara sono itu :D. SCTV dan ANTV waktu itu cuman INVEST (kecil -- yang kalau ditunda-tunda bisa jadi besar) untuk menyelamatkan diri mereka sendiri, kok :).



Bandingkan dengan NBC !! NBC memang agak2 MARUK.COM juga, makanya buka HQ nya di NY. Tapi bedanya, NBC punya Local Content (tergantung STATEs nya) ;) ... Dan pada jam2 PrimeTIme, baru National Content masuk. Ini sama dengan FOX, ABC, NBC, CBS, CW, dan beberapa raksasa TV AMerika yang jenis acara nya beragam :) ... Production House nya gak mesti operate di kantor mereka. Bahkan infra pendukung dan production house nya gak jauh2 dari Cali. ataupun NY. Tapi itu juga kalau kita bawa pusat/induk nya loh ya... Karena basically yang namanya NBC, FOX, dan CBS itu bisa dipecah-pecah jadi puluhan stasiun TV Lokal :D hehehe ....

Jadi OOT kejauhan intinya, kalau kubilang industri hiburan gak usah dipindah-pindah. Karena ketimbang dipindah-pindah, lebih bagus kalau diekspansi ke luar Jakarta. :) ...

Pusat pemerintahan saja yang dipindah, bisnis bisa dipindahkan pelan2 tapi bukan dipaksa. Soalnya keadaan hari ini udah TERLANJUR sedemikian rupa ... kalau mau digeser2 bener2 susah :D

d'sulovyo
December 1st, 2009, 02:04 PM
MTV walaupun pusat di New York. Banyak banget acaranya yang Production House nya justru ada di California.

Discovery Channel lagi-lagi .... walaupun banyak buat dokumenter, bukan berarti aktivitas nya harus dilakukan di sana. Dan, Connecticut, Maryland, dan NY itu East Coast semua. Sama kasus kayak CNN, yang jelas2 punya MiniStudio gak hanya di Kota2 Utama Amerika, tapi juga dunia ;) ..



intinya yang mau gue bilang,kalau mau dan serius(sekali lagi serius) headquarter gak mesti di jakarta kok.buktinya CNN juga markasnya bukan di Washington.

Jadi OOT kejauhan intinya, kalau kubilang industri hiburan gak usah dipindah-pindah. Karena ketimbang dipindah-pindah, lebih bagus kalau diekspansi ke luar Jakarta. ...
saya rasa idealnya TV lebih dari sekedar soal hiburan dan hiburan lagi.


Tahu kenapa SCTV gak bisa bertahan di Surabaya ????

Soalnya Surabaya kurang artis dan industri hiburannya masih tidak menjangkau NASIONAL. Bahasa kasarnya, artis dan insan2 dunia hiburan 98% nya bertempat tinggal di Jabodetabek ... Kita gak bisa lari dari hal ini

saya rasa TV headquarter idealnya lebih dari sekedar soal banyak atau kurang artis.kasus SCTV gak ada hubungannya dengan banyak/kurangnya artis di surabaya karena kalaupun SCTV tetap bertahan di Surabaya tidak perlu harus berisi acara hiburan dari lokal surabaya.

kalau seandainya dulu SCTV menayangkan hiburan dan acara2 berdialek surabaya ke pemirsa nasional dan kemudian tidak diterima pemirsa Indonesia dan kemudian pendapatan iklannya berkurang mungkin gue akan setuju sama Rilham yang menuding kuantitas artis dan bahasa orang Surabaya menjadi penyebab kepindahan SCTV.

Tapi faktanya,sewaktu SCTV masih di Surabaya dulu pun seingatku gak pernah menayangkan program hiburan lokal surabaya ke pemirsa nasional,cmiiw.dia hanya merelai berita RCTI dan film2 hollywood.jadi,Surabaya (yang kata rilham) kurang artis,bahasanya kasar dsb saya rasa tidak punya andil terhadap kepindahan SCTV.

saya melihatnya memang SCTV niat pindah aja dan mungkin bener kata shaggy_solo.....karena permintaan pemerintah waktu itu.
Tetapi pemerintah berkuasa pada saat itu melalui Kementerian memerintahkan ANTEVE (sekarang ANTV) untuk memindahkan kantor pusatnya di Jakarta (sebelum resmi siar).
Juga khasus SCTV yang dulu berkantor pusat di Surabaya, diperintahkan untuk memindahkan kantor pusatnya di Jakarta. Dan mungkin masih banyak lagi..?

Andy w3
December 2nd, 2009, 02:36 AM
Sy setuju kl ibukota dipindahkan, alasannya krn jakarta sekarang udah terlalu padat trus sring kebanjiran, daerahnya di bawah permukaan laut juga jakarta termasuk dalam zona gempa. Mendingan di pindahkan saja k makassar, alasannya makassar letaknya strategis tepat di tengah2 indonesia, makassar tdk dalam zona gempa, dan tidak ada polusi asap yang sangat menggangu sperti di kalimantan, trus di tambah lagi di makassar bakalan di bangun istana presiden di lokasi CPI.

sayaka
December 2nd, 2009, 03:16 AM
setuju kalo dipindah.... harus ditempat yg aman.... pulau kalimantan menurutq cocok :cheers:

novian
December 3rd, 2009, 09:25 AM
Presiden: Perlu Pemikiran Lokasi Baru Pusat Pemerintahan
Kamis, 03 December 2009 02:28 WIB

Palangkaraya, (tvOne)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengakui Kota Metropolitan Jakarta sudah terlalu padat, karena itu wajar bila ada pemikiran untuk membangun lokasi baru pusat pemerintahan pindah dari jakarta.

"Sekitar 15 tahun yang lalu memang ada pemikiran untuk memindah pusat pemerintahan dari Jakarta, ke daerah Jonggol kawasan Provinsi Jawa Barat," kata Presiden Yudhoyono saat berada di Palangkaraya, Rabu malam.

Presiden Yudhoyono bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono dan para menteri berada di Palangkaraya, Kalteng dalam kaitan menghadiri Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tahun 2009 yang dimulai Kamis (3/12).

Menurut Presiden, saat malam silaturahmi dengan para menteri, gubernur se-Indonesia, serta unsur Muspida dan para bupati dan wali kota se Kalteng, setelah terjadi krisis moneter dan ternyata ide itu hilang.

Setelah adanya wacana pemindahan kala itu sampai sekarang wacana pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Jonggol itu tak pernah terdengar lagi.

Ke depannya memang masih perlu pemikiran pemindahan pusat pemerintahan tersebut, mengingat Jakarta yang sudah terlalu padat, tetapi hendaknya tidak terlalu jauh dari Jakarta.

Pengalaman di Malaysia, dimana pusat pemerintahan baru dibangun oleh Mahathir Mohammad di Putrajaya ternyata juga merepotkan pemerintahan di sana.

Walau masa tempuh antara kedua wilayah Putrajaya dan Kuala Lumpur hanya 40 menit, tetapi kalau acara yang mengharuskan bolak balik Kuala Lumpur dan Putrajaya maka waktu yang ditempuh juga cukup lama dan merepotkan.

Oleh karena itu, seandainya Indonesia juga membangun pusat pemerintahan baru dicarilah alternatif yang memudahkan, setidaknya tidak terlalu jauh dari Jakarta, ya seperti Sentul dan Jonggol, Jawa Barat, tambahnya.

Kalau dibangun pusat pemerintahan di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagaimana pernah terdengar wacana beberapa waktu yang lalu agaknya kurang ideal, karena jarak antara Jakarta dan Palangkaraya begitu jauh.

Tetapi kalau melihat wilayah Kota Palangkaraya yang begitu luas, maka wajar bila ada keinginan mengembangkan kota ini ke arah yang lebih bagus dan teratur.

Apalagi Palangkaraya dan Pulau Kalimantan pada umumnya relatif kurang terkena hantaman gempa bila dibandingkan dengan daerah lainnya di tanah air.

Menyinggung soal gempa di Indonesia, menurut Presiden, ternyata juga bisa memberikan berkah, karena berdasarkan penuturan para ahlinya, gempa besar bila melahirkan kandungan minyak bumi dan gas baru di kawasan gempa tersebut.a

d'sulovyo
December 3rd, 2009, 09:42 AM
^^ kayaknya si boss gak mau pindah jauh-jauh.penggenya jonggol aja.deket ma cikeas kali.yah.... sama juga bokong eh bohong dong boss.

10 tahun kedepan jonggol juga pasti sudah padat.sekarang aja developer sudah banyak yang merambah daerah jonggol dan sekitarnya.lalu apa kabar dengan tujuan untuk pemerataan pembangunan ke daerah lain?wassalam deh.yang maju tar ya cuma daerah-daerah itu saja.

SYAN71
December 3rd, 2009, 10:02 AM
KIRIM SURAT KA BAPAK SBY AJA ,ATAS NAMA ANAK2 SKYCRAPERCITY!

kang rey
December 3rd, 2009, 10:04 AM
saya sangat setuju jika ibukota negara dipindahkan, berikut beberapa kota yang layak untuk dipertimbangkan sebagai calon ibukota negara yang baru:

1. makasar, kota ini masuk kategori metropolitan, tapi tidak sepadat jakarta, pengembangan kotanya masih oke, berada dipulau yang seutuhnya RI, nggak dekat dengan negara tetangga, apalagi berdampingan daratan dengan negara lain.

2. kendari, kota kecil aman dan nyaman bebas polusi, kurang lebih seperti makasar, karena berada di pulau seutuhnya milik RI.

3. banjarmasin/balikpapan, kota dengan pertumbuhan yang sangat mengesankan.
belum terlalu padat meski masuk kategori kota besar/metro. posisinya sangat strategis
dapat dijangkau dari seluruh pelosok indonesia.

hermawan
December 3rd, 2009, 10:37 AM
Jika pusat pemerintahan cuma digeser sedikit ke Jonggol...sama saja tidak mengatasi masalah...malah menambah msalah....
10 tahun lagi jonggol akan jadi macet-cet karena jalanan di Jakarta itu ya itu2 aja.

Lagian kalo pusat pemerintahan sudah pindah, ngapain bolak balik ke Jakarta..
wong status Jakarta sudah sama dengan daerah lain:ohno: Dapet info dari mana ya problem Malaysia itu....

Memindahkan pusat pemerintahan ya harus memindahkan seluruh elemen pemerintahan yang yang ada...lihat di postingku sebelumnya...sebab kalo setengah-setengah ya memang masih mondar-mandir seperti contohnya boss gitu..

Memindahkan ibukota harusnya pake referendum...daerah mana yang dipilih...nggak bisa dong cuma karena pendapat pribadi

chow
December 3rd, 2009, 01:22 PM
gw vote for Palangkaraya aja deh! :D

tollfreak
December 3rd, 2009, 01:42 PM
Jika pusat pemerintahan cuma digeser sedikit ke Jonggol...sama saja tidak mengatasi masalah...malah menambah msalah....
10 tahun lagi jonggol akan jadi macet-cet karena jalanan di Jakarta itu ya itu2 aja.

Lagian kalo pusat pemerintahan sudah pindah, ngapain bolak balik ke Jakarta..
wong status Jakarta sudah sama dengan daerah lain:ohno: Dapet info dari mana ya problem Malaysia itu....

Memindahkan pusat pemerintahan ya harus memindahkan seluruh elemen pemerintahan yang yang ada...lihat di postingku sebelumnya...sebab kalo setengah-setengah ya memang masih mondar-mandir seperti contohnya boss gitu..

Memindahkan ibukota harusnya pake referendum...daerah mana yang dipilih...nggak bisa dong cuma karena pendapat pribadi

Problem yang dialami Malaysia adalah occupancy kota Putrajaya. Sekarang penduduknya masih 65,000 dan walaupun sudah banyak gedung pemerintahan yang modern, daerah nya bisa dibilang masih gersang. Selain itu, sampai sekarang, belum ada kedutaan besar yang merelokasi ke sana (masih tetap bertahan di KL)

hermawan
December 4th, 2009, 03:42 AM
^^
Trims infonya...
Memindahkan ibukota emang bukan perkara gampang....
dan sudah pasti perlu biayanya besar....
IMO :
Gambarannya yang perlu dipindahkan :
1. Seluruh Departemen/Kementerian.....saat ini jumlahnya 33 kantor
2. Seluruh Lembaga Negera Non Departemen....sekitar 80 an
3. DPR/MPR beserta seluruh perangkatnya
4. Badan-badan milik pemerintah
5. Istana Presiden dan Wapres dan seluruh perangkatnya
6. Seluruh lembaga di atas itu juga termasuk seluruh karyawan
7. Masih banyak yang belum keitung.
Untuk memindahkan itu semua sebaiknya dibangun kota yang baru sama sekali dimana pusat pemerintahan dikonsentrasikan. kalo ditemplatekan di kota yang sudah ada..sia-sia saja. Apalagi hanya disekitar Jakarta

Memang untuk itu perlu biaya yang besar guna membangun kantor2 departemen, rumah-rumah dinas, sekolah dll

Indonesia tidak bisa disamakan dengan Malaysia....sekitar KL masih banyak lahan kosong. KL pun penduduknya masih 3 jutaan
Dibandingkan Jakarta. wah...coba DKI saja 8 juta + Jabodetabek jadi 30 jutaan.
sekitar Jakarta mulai dari Serang di barat sampe Karawang di timur sudah sangat padat.
Kalo dipindahkan sekitar sini aja, nggak sampe 10 tahunan Ibukota baru itu sudah kembali bermasalah.

Penyakit Jakarta dan sekitarnya itu nggak jauh-jauh dari macet, banjir, polusi, kriminalitas dll

Ayolah pindahkan yang jauh sekalian dari Jakarta. Jakarta dst sudah amat sumpeq...Kalimantan Selatan menurutku paling ideal. Biar disini jadi pusat bisnis saja.

buat Tim Nasional untuk melakukan Kajian pemindahan ini. Masa seh Jembatan Selat Sunda bisa..ini nggak!

dochan
December 4th, 2009, 04:33 PM
'Dukung Pemindahan Pusat Pemerintahan (Ibukota) Ke Kalimantan' di Facebook

http://www.facebook.com/group.php?gid=225294113011

lombok
December 4th, 2009, 08:03 PM
SBY: New capital city needs consideration


Erwida Maulia , The Jakarta Post , Jakarta | Fri, 12/04/2009 11:38 AM | National

The President has again raised the issue of moving the country's capital from Jakarta to somewhere else nearby to avoid problems of overcrowding and congestion.

President Susilo Bambang Yu-dhoyono said Jakarta was too crowded, and that any plans to develop a new location to be the country's administrative capital were acceptable.

"About 15 years ago there was mention of moving the administration from Jakarta to Jonggol in West Java," Yudhoyono said Wednesday evening to heads of the country's 33 provinces ahead of the national working meeting of the Indonesian Provincial Administrations Association (APPSI) in Central Kalimantan.

"However, following the Asian financial crisis, the idea of moving the center of administration from Jakarta to Jonggol has never been aired again," he said.

"Going forward, the idea of moving the center of the administration must again be considered and developed, considering Jakarta has become exceedingly crowded."

Yudhoyono said, to facilitate the move, the site for the new capital should not be too far from Jakarta.

"Find alternatives not too far from Jakarta, such as Sentul and Jonggol in West Java," he said, referring to areas situated about 36 kilometers and 50 kilometers south of Jakarta, respectively.

In the 1990s, former president Soeharto floated the idea of moving the capital with his son Hutomo "Tommy" Mandala Putra and his daughter Sri Hadiyanti "Tutut" Rukmana, preparing Jonggol to be the new capital.

However, the plan failed to materialize when the Indonesian strong man was forced to step down in 1998.

Years after Soeharto's fall, Jakarta faces more problems, ranging from heavy traffic jams, annual floods, frequent fires and a high crime rate.

Traffic congestion has worsened compared to 10 years ago because projects aimed at easing traffic flow have stagnated.

Large parts of the city still face the threat of annual flooding because of the sluggish pace of construction of the East Flood Canal (BKT), the largest flood mitigation project in the city.

In recent years as the country faces more and more natural disasters, Jakarta has turned out to also be prone to earthquakes, with major quakes hitting the capital in the last year.

Many have suggested that Kalimantan is the safest place for the country's capital as the island is the most geographically and geologically stable.

Responding to the idea that the administrative capital be relocated to Palangkaraya, Yuhdoyono said it would not be practical given Palangkaraya's considerable distance from Jakarta.

He added, however, that since Kalimantan was relatively safe from natural disasters such as earthquakes and tsunamis compared to other parts of the country, it was sensible that Palangkaraya be developed further.

The APPSI meeting is scheduled to take place from Dec. 2 to 4. Yudhoyono opened proceedings Thursday morning, after which he flew back to Jakarta.

In his opening speech before the country's governors, provincial secretaries and other regional executives, the President called on them to support the central government's first 100-day programs, which consist of a total of 65 programs including 15 priority programs.

He said the programs could only succeed with the regional participation.

"The programs are related to the economy and law and security sectors. They require cooperation with each sector and with the regions," Yudhoyono said.

He also reminded the regional heads of the importance of ensuring good economic growth, job creation, controlled inflation and poverty reduction in their respective areas.

novian
December 4th, 2009, 08:09 PM
^^ yup mending palangkaraya....

hermawan
December 5th, 2009, 02:44 AM
Koq sepertinya nggak ada ide ya...disitu lagi2!

excqnn
December 5th, 2009, 03:10 AM
http://img69.imageshack.us/img69/2663/kotamerdeka.jpg (http://img69.imageshack.us/i/kotamerdeka.jpg/) http://img69.imageshack.us/img69/kotamerdeka.jpg/1/w530.png (http://g.imageshack.us/img69/kotamerdeka.jpg/1/)

BY tengah memikirkan lokasi baru pusat pemerintahan. Kalau seperti Malaysia itu tanggung dan tidak sepenuh hati. Cuma 40 km. Sehingga sebagian tidak pindah rumah dan akhirnya jadi jauh dan macet.

Harusnya seperti Brazil yang memindahkan ibukotanya begitu jauh dari Rio de Janeiro ke Brasilia, atau Amerika Serikat dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin.

Karena jauh akhirnya pada pindah rumah. Kalau dekat, misalnya di Jonggol atau Sentul, niscaya orang Tangerang, Bogor, Jakarta, Bekasi, Depok tetap tinggal di rumahnya dan berkantor di ibukota baru. Jalan jauh dan kemacetan pun terus berlangsung.

Pemindahan Ibukota Negara Indonesia dari Jakarta

Pertama-tama kita harus sadar bahwa pemindahan ibukota dari satu kota ke kota lain adalah hal yang biasa dan pernah dilakukan. Sebagai contoh, Amerika Serikat pernah memindahkan ibukota mereka dari New York ke Washington DC, Jepang dari Kyoto ke Tokyo, Australia dari Sidney ke Canberra, Jerman dari Bonn ke Berlin, sementara Brazil memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Indonesia sendiri pernah memindahkan ibukotanya dari Jakarta ke Yogyakarta.

Over Populasi (Jumlah penduduk melebihi daya tampung) merupakan penyebab utama kenapa banyak negara memindahkan ibukotanya. Sebagai contoh saat ini Jepang dan Korea Selatan tengah merencanakan pemindahan ibukota negara mereka. Jepang ingin memindahkan ibukotanya karena wilayah Tokyo Megapolitan jumlah penduduknya sudah terlampau besar yaitu: 33 juta jiwa. Korsel pun begitu karena wilayah kota Seoul dan sekitarnya jumlah penduduknya sudah mencapai 22 juta. Bekas ibukota AS, New York dan sekitarnya total penduduknya mencapai 22 juta jiwa. Jakarta sendiri menurut mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, dirancang Belanda untuk menampung 800.000 penduduk. Namun ternyata di saat Ali menjabat Gubernur jumlahnya membengkak jadi 3,5 juta dan sekarang membengkak lagi hingga daerah Metropolitan Jakarta yang meliputi Jabodetabek mencapai total 23 juta jiwa.

Jadi pemindahan ibukota bukanlah hal yang tabu dan sulit. Soeharto sendiri sebelum lengser sempat merencanakan pemindahan ibukota Jakarta ke Jonggol.

Kenapa kita harus memindahkan ibukota dari Jakarta? Apa tidak repot? Apa biayanya tidak terlalu besar? Jawaban dari pertanyaan ini harus benar-benar tepat dan beralasan. Jika tidak, hanya buang-buang waktu, tenaga, dan biaya.

Pertama kita harus sadar bahwa ibukota Jakarta di mana lebih dari 80% uang yang ada di Indonesia beredar di sini merupakan magnet yang menarik penduduk seluruh dari Indonesia untuk mencari uang di Jakarta. Arus urbanisasi dari daerah ke Jakarta begitu tinggi. Akibatnya jika penduduk Jakarta pada zaman Ali Sadikin tahun 1975-an hanya sekitar 3,5 juta jiwa, saat ini jumlahnya sekitar 10 juta jiwa. Pada hari kerja dengan pekerja dari wilayah Jabotabek, penduduk Jakarta menjadi 12 juta jiwa.

Jumlah penduduk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi diperkirakan sekitar 23 juta jiwa. Padahal tahun 1986 jumlahnya hanya sekitar 14,6 juta jiwa (MS Encarta). Jika Jakarta terus dibiarkan jadi ibukota, maka jumlah ini akan terus membengkak dan membengkak. Akibatnya kemacetan semakin merajalela. Jumlah kendaraan bertambah. Asap kendaraan dan polusi meningkat sehingga udara Jakarta sudah tidak layak hirup lagi. Pohon-pohon, lapangan rumput, dan tanah serapan akan semakin berkurang diganti oleh aspal dan lantai beton perumahan, gedung perkantoran dan pabrik. Sebagai contoh berbagai hutan kota atau tanah lapang di kawasan Senayan, Kelapa Gading, Pulomas, dan sebagainya saat ini sudah menghilang diganti dengan Mall, gedung perkantoran dan perumahan.

Hal-hal di atas akan mengakibatkan:
Jakarta akan jadi kota yang sangat macet
Dengan banyaknya orang bekerja di Jakarta padahal rumah mereka ada di pinggiran Jabotabek, akan mengakibatkan pemborosan BBM. Paling tidak ada sekitar 6,5 milyar liter BBM dengan nilai sekitar Rp 30 trilyun yang dihabiskan oleh 2 juta pelaju ke Jakarta setiap tahun.
Dengan kemacetan dan jauhnya jarak perjalanan, orang menghabiskan waktu 3 hingga 5 jam per hari hanya untuk perjalanan kerja.
Stress meningkat akibat kemacetan di jalan.
Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) juga meningkat karena orang berada lama di jalan dan menghisap asap knalpot kendaraan
Banjir dan kekeringan akan semakin meningkat karena daerah resapan air terus berkurang.
Jumlah penduduk Indonesia akan terpusat di wilayah Jabodetabek. Saat ini saja sekitar 30 juta dari 200 juta penduduk Indonesia menempati area 1500 km2 di Jabodetabek. Atau 15% penduduk menempati kurang dari 1% wilayah Indonesia.
Pembangunan akan semakin tidak merata karena kegiatan pemerintahan, bisnis, seni, budaya, industri semua terpusat di Jakarta dan sekitarnya.
Tingkat Kejahatan/Kriminalitas akan meningkat karena luas wilayah tidak mampu menampung penduduk yang terlampau padat.
Timbul bahaya kelaparan karena over populasi dan sawah berubah jadi rumah, kantor, dan pabrik. Saat ini pulau Jawa yang merupakan pulau terpadat di dunia 7 x lipat lebih padat daripada RRC. Kepadatan penduduk di Jawa 1.007 orang/km2 sementara di RRC hanya 138 orang/km2. Tak heran di pulau Jawa banyak orang yang kelaparan dan makan nasi aking.

Untuk itu diperlukan penyebaran pusat kegiatan di berbagai kota di Indonesia. Sebagai contoh, di AS pusat pemerintahan ada di Washington DC yang jumlah penduduknya hanya 563 ribu jiwa. Sementara pusat bisnis ada di New York dengan populasi 8,1 juta. Pusat kebudayaan ada di Los Angeles dengan populasi 3,9 juta. Pusat Industri otomotif ada di Detroit dengan jumlah penduduk 911.000 jiwa.

Di AS kegiatan tersebar di beberapa kota. Tidak tertumpuk di satu kota. Sehingga pembangunan bisa lebih merata.

Indonesia juga harus begitu. Semua kegiatan jangan terpusat di Jakarta. Jika tidak, maka jumlah penduduk kota Jakarta akan terus membengkak. Dalam 10-20 tahun, Jakarta akan jadi kota yang mati/semrawut karena jumlah penduduk yang terlampau banyak (saat ini saja kemacetan sudah luar biasa).

Biarlah Jakarta cukup menjadi pusat bisnis. Untuk pusat pemerintahan, sebaiknya dipindahkan ke Kalimantan Tengah.


Kenapa Kalimantan Tengah? Kenapa tidak di Jawa, Sulawesi, atau Sumatra?

http://img690.imageshack.us/img690/7924/kotamerdeka21.jpg (http://img690.imageshack.us/i/kotamerdeka21.jpg/) http://img690.imageshack.us/img690/kotamerdeka21.jpg/1/w459.png (http://g.imageshack.us/img690/kotamerdeka21.jpg/1/)

Pertama Jawa adalah pulau kecil yang sudah terlampau padat penduduknya. Luas pulau Jawa hanya 134.000 km2 sementara jumlah penduduknya sekitar 135 juta jiwa. Kepadatannya sudah mencapai lebih dari 1.000 jiwa per km2. Apalagi pulau Jawa yang subur dengan persawahan yang sudah mapan seharusnya dipertahankan tetap jadi lahan pertanian untuk mencukupi kebutuhan pangan di Indonesia. Kalau dipaksakan di Jawa, maka luas sawah akan berkurang sebanyak 50.000 hektar! Produksi beras/pangan lain akan berkurang sekitar 200 ribu ton per tahun! Indonesia akan semakin kekurangan pangan karenanya. Selama ibukota tetap di Jawa, pulau Jawa akan semakin padat dan pembangunan tidak tersebar ke seluruh Indonesia. Jawa sudah kebanyakan penduduk/over-crowded!

Ada pun pulau Sumatera letaknya relatif agak di Barat. Dengan jumlah penduduk lebih dari 42 juta, pembangunan di Sumatera sudah cukup lumayan.

Sulawesi dengan luas 189.000 km2 dan jumlah penduduk sekitar 15 juta jiwa masih terlalu kecil wilayahnya. Sumatera dan Sulawesi adalah pulau yang subur dan cocok untuk pertanian. Jadi sayang jika pertumbuhan jumlah penduduk dipusatkan di situ. Belum lagi kedua wilayah ini rawan dengan gempa bumi dan tsunami.

Ada pun Kalimantan luasnya 540.000 km2 dengan jumlah penduduk hanya 12 juta jiwa. Pulau Kalimantan jauh lebih luas dibanding pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dan jumlah penduduknya justru paling sedikit.

http://img710.imageshack.us/img710/8143/petagempa.jpg (http://img710.imageshack.us/i/petagempa.jpg/) http://img710.imageshack.us/img710/petagempa.jpg/1/w611.png (http://g.imageshack.us/img710/petagempa.jpg/1/)

Di pulau Kalimantan juga tidak ada gunung berapi dan merupakan pulau yang teraman dari gempa. Sementara di pesisir Kalimantan Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa juga ombak relatif tenang dan aman dari Tsunami. Ini cocok untuk jadi tempat ibukota Indonesia yang baru.

Sebaliknya Jakarta begitu dekat dengan gunung Krakatau yang ledakkannya 30 ribu x bom atom Hiroshima dengan tsunami setinggi 40 meter. Efek ledakan Krakatau terasa sampai Afrika dan Australia. Sekarang gunung Krakatau yang dulu rata dengan laut telah “tumbuh” setinggi 800 meter lebih dengan kecepatan “tumbuh” sekitar 7 meter/tahun. Sebagian ahli geologi memperkirakan letusan kembali terulang antara 2015-2083. Jadi Jakarta tinggal “menunggu waktu” saja…

http://infoindonesia.wordpress.com/2008/02/18/memindahkan-ibukota-dari-jakarta/#comment-1519

Andy w3
December 5th, 2009, 08:14 PM
Iya memang memindahkan ibukota butuh biaya besar, itu berarti untuk mengurangi beban itu ya harus di dukung infrastruktur yang baik.. berarti kalau mau di rangkumin smua kesimpulan kalian ya di makassar lah tempatnya, makassar boleh di kata agak mendingan infrastrukturnya di banding daerah lain di indonesia tengah, kan nanti ada istana presiden..wong itu dananya dari pusat juga..artinya apa?. Menanggapi bahwa sulawesi zona gempa..iya hampir benar, tapi makassar hampir mendekati zona aman krn jarak dari pusat gempa antara 700-1000km, coba perhatikan peta di atas.. sulsel warnanya biru..bukan merah..(biru=zona hampir aman, merah=zona bahaya). Selain itu makassar lebih dekat k indonesia timur, mau saya sih ibukota di indonesia timur.. tapi sayangnya berada di zona gempa..gimana dong.. Maksud saya di makassar ya supaya adil, apa kalian tidak suka dengan keadilan..

gophar
December 5th, 2009, 11:11 PM
Memang seharusnya di pindah saja Ibukota Indonesia, Masalah dana bisa pinjam dulu ke Bank dunia, ntar bayarnya di cicil 100 tahun. toh tahun 2012 sudah kiamat.

sejar
December 5th, 2009, 11:34 PM
Saya sangat setuju kalau ibukota Indonesia pindah, Jakarta udah rame dan sumpek bgt.. paling bagus dan paling adil itu ya menurut saya yg mmg di daerah sekitar kalimantan tengah, aman, masih sedikit penduduknya, trus daerah kalimantan kan juga daerah yg sangat kaya raya SDA nya, jadi sangat bagus sebagai pusat Indonesia berikutnya..

Andy w3
December 6th, 2009, 02:11 AM
Coba kita lakukan perbandingan antara kalimantan dan makassar, zona gempa = kalimantan nilai 10 (aman), makassar 8 (mendekati aman), infrastruktur = kalimantan 8, makassar 10, lokasi/posisi = kalimantan 8, makassar 10, kalau di rata2 kan kalimantan = 8,7 makassar = 9,3, maaf nih.. cuma pendapat saya. Menurut saya ibukota itu pusat pemerintahan bukannya pusat bisnis yang membutuhkan SDA di daerah tersebut, intinya ibukota berada di daerah yang strategis dan dapat dijangkau dari daerah lain sehingga tidak membutuhkan biaya yang besar tuk menjangkaunya.

Balaputradewa
December 6th, 2009, 07:40 AM
Maksud saya di makassar ya supaya adil, apa kalian tidak suka dengan keadilan..

kalimantan = 8,7 makassar = 9,3, maaf nih..


kalo pun sampe referendum.. Bala masih pilih Palangkaraya sekitarnya mas..gk papa ya :)

paradyto
December 6th, 2009, 07:53 AM
Gw setuju dengan Kota Merdeka...

WendyROP
December 6th, 2009, 10:28 AM
kota merdeka....
nama yang bagus..
:):):):)

kang rey
December 6th, 2009, 11:16 AM
gw vote for Palangkaraya aja deh! :D

pasukan malaysia lebih mudah menyerang lewat darat ke istana kepresidenan,
dan presiden RI dan bahaya... :nuts:

belum lagi lewat udara, yang memang angkatan udara mereka udah 4 kali lebih maju dari indonesia.. :banana:

bamz..
December 6th, 2009, 11:37 AM
Memang seharusnya di pindah saja Ibukota Indonesia, Masalah dana bisa pinjam dulu ke Bank dunia, ntar bayarnya di cicil 100 tahun. toh tahun 2012 sudah kiamat.

ZENIUS skali ! :tongue3:

Balaputradewa
December 6th, 2009, 12:36 PM
pasukan malaysia lebih mudah menyerang lewat darat ke istana kepresidenan,
dan presiden RI dan bahaya... :nuts:

belum lagi lewat udara, yang memang angkatan udara mereka udah 4 kali lebih maju dari indonesia.. :banana:


ya ud kalo alasannya kayak gitu gak usah ada ibukota negara aja.. atau bergabung dg istana Nyi Roro Kidul di bawah laut....alternatif lain di puncak Gunung Bromo :D

Gina Gina
December 6th, 2009, 12:39 PM
gak usah pndah ibukota di jakarta aja ngapain boros biaya...bisa puluhan trilliun rupiah..
Jakarta itu udah 40% jawa, 25% betawi, 15% sunda, 5% china dll berarti udah mayoritas jawa, dan gw sebagai orang jawa gak setuju ibu kota pindah, gw udah nyaman di jakarta, mohon dipertimbangkan

Gina Gina
December 6th, 2009, 12:45 PM
Jakarta itu udah dibangun dengan susah payah kok dipindah? aku sebagai warga jakarta menolak keras..please deh

Andy w3
December 6th, 2009, 01:06 PM
kalo pun sampe referendum.. Bala masih pilih Palangkaraya sekitarnya mas..gk papa ya :)
ya..nggak apa2 lah.. Kalau saya di tengah2 saja..
:cheers:

heartstation
December 6th, 2009, 01:27 PM
Jakarta itu udah dibangun dengan susah payah kok dipindah? aku sebagai warga jakarta menolak keras..please deh

ya ampun mbak gina. Yang dipindah itu pusat administrasi pemerintahannya aja. Mbak Gina dan Monas gak ikutan dipindahin kok =_=

sejar
December 6th, 2009, 01:51 PM
Jakarta itu udah dibangun dengan susah payah kok dipindah? aku sebagai warga jakarta menolak keras..please deh

Hahaha, ini kan cuma usul doank, please deh...:nuts:
jgn takut jakarta kesaing gitu lah ama kota lain, masih butuh waktu yg sangat lama untuk kota setingkat surabaya pun untuk mengejar pembangunan dan jumlah penduduk jakarta..
Sekarang itu kita bicara keamanan dan kenyamanan suatu ibukota negara..:cheers:

Peterongan
December 6th, 2009, 02:37 PM
ZENIUS skali ! :tongue3:

Wakakakakkakakakakakakakkakakaaa......., :cheers:


ya ud kalo alasannya kayak gitu gak usah ada ibukota negara aja.. atau bergabung dg istana Nyi Roro Kidul di bawah laut....alternatif lain di puncak Gunung Bromo :D


Sumpah gw ngakak kenceng guling2..., Wakakakakkakakakakakakakakakkakakakakakakakaaaa......, :cheers:

d'sulovyo
December 7th, 2009, 07:04 AM
Jakarta itu udah dibangun dengan susah payah kok dipindah? aku sebagai warga jakarta menolak keras..please deh
mbak,jangan lebay deh :lol: :lol:

DanangSuthoWijoyo
December 7th, 2009, 07:15 AM
BALIKPAPAN DEH...
Ga harus bangun dari nol....
udah punya kodam juga kan...

d'sulovyo
December 7th, 2009, 10:50 AM
ya ud kalo alasannya kayak gitu gak usah ada ibukota negara aja.. atau bergabung dg istana Nyi Roro Kidul di bawah laut....alternatif lain di puncak Gunung Bromo :D

plis deh Bal,jangan malu-maluin deh.sejak kapan ada puncak Bromo???Bromo mah gak ada puncaknya,yang ada itu kawah bromo............:lol::lol::lol:

bagak
December 7th, 2009, 11:03 AM
pasukan malaysia lebih mudah menyerang lewat darat ke istana kepresidenan,
dan presiden RI dan bahaya... :nuts:

belum lagi lewat udara, yang memang angkatan udara mereka udah 4 kali lebih maju dari indonesia.. :banana:


Situ takut ama malaysia? ck ck ck....

bagak
December 7th, 2009, 11:07 AM
---RP---

BATAMANIA
December 8th, 2009, 10:14 AM
KOTA MERDEKA....^^ wow ide yg bagus
menurut saya membuka kawasan baru buat lokasi ibu kota adalah lebih baik dari pada menempati kawasan yg sudah menjadi kota.
selain membuka kawasan baru ada baik nya juga ibukota negara di tempatkan di sebuah pulau seperti di dompak lokasi ibukota Kepri tapi jgn dekat lokasi rawan gempa dan tsunami, ya lokasinya kira2 di selatan kalimantan atau utara pulau jawa gimana ?

karbol
December 8th, 2009, 12:36 PM
kalo mau pindah, usul gw di Nunukan aja... biar warga diperbatasan tidak dianak tirikan lagi... sekalian Presiden bisa mantau Ambalat tiap hari....

:cheers:

kang rey
December 8th, 2009, 04:58 PM
kalo mau pindah, usul gw di Nunukan aja... biar warga diperbatasan tidak dianak tirikan lagi... sekalian Presiden bisa mantau Ambalat tiap hari....

:cheers:

ada-ada aja... :lol:

DjayRX
December 13th, 2009, 07:46 PM
http://3.bp.blogspot.com/_VE5NvpKGb-U/SsrEEdchpgI/AAAAAAAADXo/ZssRIEWlU-Q/s1600/garuda2.jpg

Gw berharap gedung Legislatif nya bisa dibuat seperti ini dan jadi ikon....
Ditaro di tengah2 kotanya..... Jadi tourist attraction...

Mungkin sayap kanan dan kiri jadi dua ruang rapat/sidang utama....
Terus ekor dan tulisan Bhinneka Tunggal Ika buat kantor anggota dewan....

@b1
December 14th, 2009, 07:15 AM
Di mana ini?

d'sulovyo
December 14th, 2009, 07:20 AM
di daerah bogor kalau gak salah.peninggalan eyang suharto.

DjayRX
December 14th, 2009, 03:42 PM
Di Cileungsi... Dapet dari KDRI...

Katanya udah ga kepake sekarang... Sayang sekali, gedung sebagus ini....

CrazyForID
December 16th, 2009, 03:04 PM
^^ kebalik, biar aja jakarta ttp jadi pusat bsnis, jasa, n industri.. udah terlanjur pesat perkembangan jakarta dibanding kota lain.
ibukotanya yg pindah.
maunya dibuat kota baru di kalbar(aman gempa) untuk jadi ibukota

DjayRX
December 16th, 2009, 05:24 PM
^^ kebalik, biar aja jakarta ttp jadi pusat bsnis, jasa, n industri.. udah terlanjur pesat perkembangan jakarta dibanding kota lain.
ibukotanya yg pindah.
maunya dibuat kota baru di kalbar(aman gempa) untuk jadi ibukota

Maksud gw di Kota Merdeka, gedung legislatifnya dibangun dengan model seperti itu (lambang negara)....

Bukan gedung itu dipakai untuk legislatif.... :lol:

AFPras
December 16th, 2009, 07:01 PM
Kalo mau mindahin ibukota, ada 3 model yg bisa ditiru:
1. Model Turki, ibukota bukan di kota terbesar. Dulu Turki beribukota di Istambul, tapi kemudian dipindahkan ke Ankara. Biar begitu, tetep aja Istambul kota terbesar. Kalo mo masuk Turki orang kan pasti lewat Istambul.
2. Model Belanda, pusat pemerintahan bukan di ibukota. Belanda beribukota Amsterdam, tapi pusat pemerintahan ada di Den Haag.
3. Model AfSel, ibukota di-bagi2, antara eksekutif, yudikatif, dan legislatif, sementara kota terbesar ada sendiri. Ibukota eksekutif AfSel ada di Pretoria, sementara ibukota legislatif ada di Cape Town dan yudikatif ada di Bloemfontein. Kota terbesarnya sendiri ada di Johannesburg.

d'sulovyo
December 17th, 2009, 02:21 AM
^^ kebalik, biar aja jakarta ttp jadi pusat bsnis, jasa, n industri.. udah terlanjur pesat perkembangan jakarta dibanding kota lain.
ibukotanya yg pindah.
maunya dibuat kota baru di kalbar(aman gempa) untuk jadi ibukota

Kota Merdeka bukannya di Kalteng ya?

SYAN71
December 23rd, 2009, 06:45 AM
Kalo mau mindahin ibukota, ada 3 model yg bisa ditiru:
1. Model Turki, ibukota bukan di kota terbesar. Dulu Turki beribukota di Istambul, tapi kemudian dipindahkan ke Ankara. Biar begitu, tetep aja Istambul kota terbesar. Kalo mo masuk Turki orang kan pasti lewat Istambul.
2. Model Belanda, pusat pemerintahan bukan di ibukota. Belanda beribukota Amsterdam, tapi pusat pemerintahan ada di Den Haag.
3. Model AfSel, ibukota di-bagi2, antara eksekutif, yudikatif, dan legislatif, sementara kota terbesar ada sendiri. Ibukota eksekutif AfSel ada di Pretoria, sementara ibukota legislatif ada di Cape Town dan yudikatif ada di Bloemfontein. Kota terbesarnya sendiri ada di Johannesburg.

AKU SUKA MODELYANG NO .3.
PLUS PUSAT MUSIK BEDA KOTA LAGI,PUSAT OLAH RAGA TINJU BEDA LAGI .PUSAT BISNIS BEDA KOTA LAGI ,DST

bagak
December 23rd, 2009, 11:58 AM
AKU SUKA MODELYANG NO .3.
PLUS PUSAT MUSIK BEDA KOTA LAGI,PUSAT OLAH RAGA TINJU BEDA LAGI .PUSAT BISNIS BEDA KOTA LAGI ,DST


Pusat Jajanan di Kota A, Pusat Kesehatan Masyarakat di Kota B, Pusat Kebugaran di Kota C,....:nuts:

dochan
December 24th, 2009, 04:38 PM
AKU SUKA MODELYANG NO .3.
PLUS PUSAT MUSIK BEDA KOTA LAGI,PUSAT OLAH RAGA TINJU BEDA LAGI .PUSAT BISNIS BEDA KOTA LAGI ,DST

kotanya ga 'compact' dong.. :nuts:

heartstation
December 26th, 2009, 10:35 AM
Bagusnya yg model kyk Malaysia ato US aja

Trip2Java
December 26th, 2009, 10:56 AM
rasanya dulu aq pernah bikin thred gini ya ???? pake polling juga
tp waktu itu di ditaruhnya di gado-gado hewhew..
baguslah pembhasan ini bisa eksis lagi, karena kalo aku bilang kita ga bisa menutup mata dan telinga dengan rencana besar ini ( yang setau akq udah lama..jaman2 aku SMP guru geografi aq pernah membahasnya juga )...terlepas di wilayah mana kota baru nanti dibangun, atau bahkan kalo gak jadi sama sekali juga tetap harus kita dukung keputusan pihak yang berwenang dengan urusan ini,
indonesia...merdeka !

wonkcerbon
December 26th, 2009, 11:18 PM
setuju kalo ibukota dipindah,
dan lebih setuju sekali kalo mengikuti perencanaan awal dari Bung Karno yaitu di Palangkaraya..secara Beliau kan seorang arsitek, dan memang terbukti Planning beliau memang keren selain berguna sampe sekarang buat nusa dan bangsa, contoh Gelora bung karno,istana tampak siring di Bali dan masih banyak lagi,

'kalo boleh usul ntar ibukotanya kita namakan jadi KUTARAJA kayak sandiwara radio yg aku dengerin waktu SD dulu:lol: :lol: :lol:

dimasputra
December 27th, 2009, 12:06 PM
setuju kalo ibukota dipindah,
dan lebih setuju sekali kalo mengikuti perencanaan awal dari Bung Karno yaitu di Palangkaraya..secara Beliau kan seorang arsitek, dan memang terbukti Planning beliau memang keren selain berguna sampe sekarang buat nusa dan bangsa, contoh Gelora bung karno,istana tampak siring di Bali dan masih banyak lagi,

'kalo boleh usul ntar ibukotanya kita namakan jadi KUTARAJA kayak sandiwara radio yg aku dengerin waktu SD dulu:lol: :lol: :lol:

GBK yang ngrancang Soekarno..? apa bukan orang Eropa..sehingga ada stadion yang sama dengan GBK di Eropa sana..?? CMIIW

:cheers:

sorry OOT

wonkcerbon
December 27th, 2009, 03:38 PM
GBK yang ngrancang Soekarno..? apa bukan orang Eropa..sehingga ada stadion yang sama dengan GBK di Eropa sana..?? CMIIW

:cheers:

sorry OOT

yang ngerancang kalo gak salah orang rusia (=plus dana buat ngebangunnya jg pinjaman dari sovyet ) tapi ide pembangunnannya 'kan salah satunya dari beliau.

,selain untuk persiapan sbg sarana Asian games..

bagak
December 27th, 2009, 04:06 PM
setuju kalo ibukota dipindah,
dan lebih setuju sekali kalo mengikuti perencanaan awal dari Bung Karno yaitu di Palangkaraya..secara Beliau kan seorang arsitek, dan memang terbukti Planning beliau memang keren selain berguna sampe sekarang buat nusa dan bangsa, contoh Gelora bung karno,istana tampak siring di Bali dan masih banyak lagi,

'kalo boleh usul ntar ibukotanya kita namakan jadi KUTARAJA kayak sandiwara radio yg aku dengerin waktu SD dulu:lol: :lol: :lol:


Iya sih rencana Bung Karno ama Presiden Mexico kalo gak salah, Mexico dipindah ke Mexico City dan Jakarta di pindah ke Kalimantan, jadi semacam kota kembar gitu, tapi yang di Mexico jalan yang di Indonesia (berenti tengah) jalan.

Among others gagasan BK yakni, Jembatan Semanggi, Monas, kawasan GBK yang menggusur ratusan kampung (which is good), Masjid Istiglal, Hotel Indonesia, dll.

Karto
December 29th, 2009, 05:59 PM
MASALAH HARUS DIHADAPI DAN DISELESAIKAN, BUKAN DITINGGAL PINDAH.

agasi93
December 30th, 2009, 02:08 AM
halo halo ada newcomer nih salam kenal ya semua
wah thread ini menarik juga ya
ini masih sekedar wacana aja atau udah mulai ada pembicaraan dikalangan pemerintahan?

join_zulfian
December 30th, 2009, 04:02 AM
MASALAH HARUS DIHADAPI DAN DISELESAIKAN, BUKAN DITINGGAL PINDAH.

ya ga gitu mas, pindah bukan berarti menghindari masalah. tapi salah satu cara menyelesaikan masalah yang cukup berat di JKT, sehingga dengan pindah ibu kota (pemerintahan) diharapkan beban JKT menjadi lebih ringan, klo ga percaya lihat aj sejarah, kok ada orang yang bermigrasi besar2an dr satu benua ke benua lain, ada yang hijrah dr suatu daerah ke daerah lain, ada yang transmigrasi, ada yg pindah ke lain kota krn pingin ngelanjutin ke sekolah yg lebih baik dari pada di daerahnya dll. dan hal seperti ini sudah berlangsung sejak adanya peradaban manusia di muka bumi. jd wajar aj klo ada opsi pindah ibu kota negara (pemerintahan). Wong kita aja pindah rumah klo merasa rumah ato lingkungannya sudah tidak nyaman :)

atmada
December 30th, 2009, 06:26 AM
MASALAH HARUS DIHADAPI DAN DISELESAIKAN, BUKAN DITINGGAL PINDAH.

^^ kalo mobil udah penuh muatan, overload, kita sudah lakukan berbagai cara untuk mengurangi muatan..dibikin kayak truk gandeng, ban diganti, onderdil diganti, rangka dibuat makin kuat, dll

tapi kalo masih ga muat juga?..

salah satu cara penyelesaiannya ya memindah sebagian isi mobil ke mobil lain..:cheers:

Ibu kota kita, Jakarta pun begitu..:)

Karto
December 30th, 2009, 01:59 PM
^^ kalo mobil udah penuh muatan, overload, kita sudah lakukan berbagai cara untuk mengurangi muatan..dibikin kayak truk gandeng, ban diganti, onderdil diganti, rangka dibuat makin kuat, dll. tapi kalo masih ga muat juga?..

Berbagai cara like what...

Under investment
Bad Management
Corrupt beaurocrazy
Mentalitas 'Bapak'

Maybe something is fundamentally wrong with the car.

Why was there problems in the first place?

Maybe all you need to do is hire a new COMPETENT driver?

Getting another car and running it the same way will get you the same problem in the future

:lol:

Karto
December 30th, 2009, 02:11 PM
ya ga gitu mas, pindah bukan berarti menghindari masalah. tapi salah satu cara menyelesaikan masalah yang cukup berat di JKT, sehingga dengan pindah ibu kota (pemerintahan) diharapkan beban JKT menjadi lebih ringan, klo ga percaya lihat aj sejarah, kok ada orang yang bermigrasi besar2an dr satu benua ke benua lain, ada yang hijrah dr suatu daerah ke daerah lain, ada yang transmigrasi, ada yg pindah ke lain kota krn pingin ngelanjutin ke sekolah yg lebih baik dari pada di daerahnya dll. dan hal seperti ini sudah berlangsung sejak adanya peradaban manusia di muka bumi. jd wajar aj klo ada opsi pindah ibu kota negara (pemerintahan). Wong kita aja pindah rumah klo merasa rumah ato lingkungannya sudah tidak nyaman :)

Ya, tapi budget untuk pindah itu lebih baik digunakan untuk mengatasi masalah secara makro. Misalnya, kenapa orang pada migrasi ke Jakarta? Apakah karena mereka ga ada kerja di desanya? Kenapa ga ada kerja di desanya? Apakah karena sistem ekonomi policies kita yang membuat uang semua berada di Jakarta? Kalo memang begitu, kenapa ga fokus atau invest ke housing rakyat dan tata kota dan public transport? supaya migrasi yang tak terhindarkan bisa hidup standar manusia. Dan sedangkan kredit bisnis untuk malls jalan terus? Kalo karena hukum ekonomi bikin mall untung lebih, kenapa pemerintah ga bikin incentives dan policies yang support pembangunan umum dan kembangkan perokonomian rakyat?

Negara lain bisa, kenapa kita ga? Apakarena kita terlalu dungu?

David-80
December 30th, 2009, 05:38 PM
^^ menurut gua itu udah suatu stigma di masyarakat, kalo mau sukses ya harus ke kota, nanti sampe kota di daerahnya, ga puas, dan tertarik dengan iming2..kerja di jakarta lebih menjanjikan....

jadi ya , yang perlu di hilangkan adalah stigma itu, kita ga bisa closing the doors di Jakarta untuk migran....

yang lebih miris lagi...pas gua ke desa2 kemaren....banyak sekali anak muda yang ga mau kerja di desa...di sawah...pengen nya ke kota semua...padahal mereka udah ada sawah yang besar, dan pembeli/tengkulak udah siap untuk membeli panen mereka setiap saat, kurang apa coba?

dan gua juga kaget dengan infrastructure desa yang gua tuju kemaren, jalan nya udah bagus dan beton...sawah juga banyak bagus2 kualitas perkebunan dan ladangnya....tapi ya itu....the young one refuse to work di desa....

sedih rasanya, gini ini dampak dari globalisasi, ada positive dan negative nya.

Cheers

bagak
December 30th, 2009, 08:04 PM
Ya, tapi budget untuk pindah itu lebih baik digunakan untuk mengatasi masalah secara makro. Misalnya, kenapa orang pada migrasi ke Jakarta? Apakah karena mereka ga ada kerja di desanya? Kenapa ga ada kerja di desanya? Apakah karena sistem ekonomi policies kita yang membuat uang semua berada di Jakarta? Kalo memang begitu, kenapa ga fokus atau invest ke housing rakyat dan tata kota dan public transport? supaya migrasi yang tak terhindarkan bisa hidup standar manusia. Dan sedangkan kredit bisnis untuk malls jalan terus? Kalo karena hukum ekonomi bikin mall untung lebih, kenapa pemerintah ga bikin incentives dan policies yang support pembangunan umum dan kembangkan perokonomian rakyat?

Negara lain bisa, kenapa kita ga? Apakarena kita terlalu dungu?


Hallo mas, anda kemana aja? ini udah tahun keberapa otonomi daerah? walaupun penerapannya masih menuai kritik namun OTDA udah cukup mampu untuk membagi peredaran uang dari jakarta ke daerah-daerah. Daerah sudah punya hak buat mengurus sumber daya alamnya sendiri-sendiri...

Siapa bilang kredit buat malls lancar? anda tau krisis ekonomi tahun 1998? nyaris semua kreditor kelas kakap ambruk, utang di bank macet, satu-satunya yang bertahan cuma kredit2 kecil usaha mikro, seperti pedagang kelontong atau pengusaha kecil, cuma mereka yang resilience terhadap krisis dan membayar utang tepat waktu. Dari sini perbankan Indonesia mulai belajar dan mulai memberikan porsi yang besar terhadap kredit kecil/mikro, jadi jangan bilang kalo pemerintah atau perbankan tak pernah memperhatikan ekonomi kerakyatan.

SO KENAPA HARUS MENENTANG PINDAHNYA IBUKOTA?

Bener kata si david, mentalitas orang2 desa ini yang musti dirobah,,, gw masih geleng2 kepala membaca koran beberapa waktu lalu, tiap tahun ribuan anak2 lulus sma dari G*N**G K*D*L datang ke Jakarta, mau jadi apa??? la wong cuma lulus sma... akhirnya jadi apa? masalah sosial. mereka lebih milih tidur di emperan, stasiun, bawah jembatan, jadi pengemis, gelandangan ketimbang tidur nyaman dirumah sendiri didesa.

SO KENAPA HARUS MENENTANG PINDAHNYA IBUKOTA?

ada yang berasa dungu???

join_zulfian
December 31st, 2009, 11:34 AM
Ya, tapi budget untuk pindah itu lebih baik digunakan untuk mengatasi masalah secara makro. Misalnya, kenapa orang pada migrasi ke Jakarta? Apakah karena mereka ga ada kerja di desanya? Kenapa ga ada kerja di desanya? Apakah karena sistem ekonomi policies kita yang membuat uang semua berada di Jakarta? Kalo memang begitu, kenapa ga fokus atau invest ke housing rakyat dan tata kota dan public transport? supaya migrasi yang tak terhindarkan bisa hidup standar manusia. Dan sedangkan kredit bisnis untuk malls jalan terus? Kalo karena hukum ekonomi bikin mall untung lebih, kenapa pemerintah ga bikin incentives dan policies yang support pembangunan umum dan kembangkan perokonomian rakyat?

Negara lain bisa, kenapa kita ga? Apakarena kita terlalu dungu?

setuju aq mas, budgetnya emang gede. tapi klo berharap pembenahan di JKT dgn kondisi seperti sekarang ini, IMO budgetnya pun gak kalah gede. urbanisasi sekarang ini terjadi ga lebih karena stigma ibu kota lebih hebat dari segalanya. semenjak otda jalan, pembangunan di berbagai daerah seperti jamur di musim hujan. tapi tetap aj stigma ibu kota itu belum bisa hilang. klo JKT tetap dipaksa menjadi ibu kota sembari diadakan perbaikan, kesuwen mas. saya yakin butuh waktu yang lebih panjang. sementara sebagai ibu kota JKT ga akan pernah lepas dari even2 besar skala nasional bahkan internasional. tentunya akan sangat mengganggu klo sebentar2 macet, sebentar2 banjir, dll:)

wonkcerbon
December 31st, 2009, 02:38 PM
Ya, tapi budget untuk pindah itu lebih baik digunakan untuk mengatasi masalah secara makro. Misalnya, kenapa orang pada migrasi ke Jakarta? Apakah karena mereka ga ada kerja di desanya? Kenapa ga ada kerja di desanya? Apakah karena sistem ekonomi policies kita yang membuat uang semua berada di Jakarta? Kalo memang begitu, kenapa ga fokus atau invest ke housing rakyat dan tata kota dan public transport? supaya migrasi yang tak terhindarkan bisa hidup standar manusia. Dan sedangkan kredit bisnis untuk malls jalan terus? Kalo karena hukum ekonomi bikin mall untung lebih, kenapa pemerintah ga bikin incentives dan policies yang support pembangunan umum dan kembangkan perokonomian rakyat?

Negara lain bisa, kenapa kita ga? Apakarena kita terlalu dungu?

pindah ibukota dari satu kota kekota lain, negara lain jg ngelakuin mas, seperti Malaysia,Turki,Jerman dll dan saya yakin bukan karena orang2 di negara2 tsb dungu..:) lagipula sejauh ini yg saya ingat lebih banyak manfaat daripada mudharatnya,selain membuka banyak lapangan kerja baru juga membuka peluang bagi daerah dan wilayah yang akan menjadi ibukota baru tersebut

Karto
December 31st, 2009, 07:30 PM
Yang gw maksud dari

Negara lain bisa, kenapa kita ga? Apakarena kita terlalu dungu?

adalah atur dan urus masalah urban, bukan terlalu dungu untuk memindahkan masalahnya. Kalo pindah dan tinggal pergi sih perasaan kita ahlinya.

Anyway, gw masih ga percaya buang uang dan tambah kerjaan pindah pindah begini akan selesaikan masalah. Kalo mentalitas kecil ga berubah, nothing will change.

peseg5
December 31st, 2009, 09:57 PM
^^ menurut gua itu udah suatu stigma di masyarakat, kalo mau sukses ya harus ke kota, nanti sampe kota di daerahnya, ga puas, dan tertarik dengan iming2..kerja di jakarta lebih menjanjikan....

jadi ya , yang perlu di hilangkan adalah stigma itu, kita ga bisa closing the doors di Jakarta untuk migran....

yang lebih miris lagi...pas gua ke desa2 kemaren....banyak sekali anak muda yang ga mau kerja di desa...di sawah...pengen nya ke kota semua...padahal mereka udah ada sawah yang besar, dan pembeli/tengkulak udah siap untuk membeli panen mereka setiap saat, kurang apa coba?

dan gua juga kaget dengan infrastructure desa yang gua tuju kemaren, jalan nya udah bagus dan beton...sawah juga banyak bagus2 kualitas perkebunan dan ladangnya....tapi ya itu....the young one refuse to work di desa....

sedih rasanya, gini ini dampak dari globalisasi, ada positive dan negative nya.

Cheers

^^ Betul, kebanyakan anak muda di desa sekarang itu gak mau ada yg jadi petani dan tinggal di desa. Pengennya ke kota, apalagi liat saudara2 yg ngerantau sukses memperlihatkan materi2 hasil jerih payahnya di kota.

1. Ada pengaruh dari media. Tayangan sinetron2 yang menampilkan kehedonan dan kemewahan kaum urban, sehingga dalam benak orang2 desa kesuksesan yg ideal itu adalah kaum urban dengan segala perangkat materinya (kerja berjas, berdasi, kantor di gedung). Belum pernah ada sinetron yg menceritakan petani desa dengan keuletannya jadi kaya dengan tetap menjadi petani.

2. Pemda kurang kreatif untuk menggalakan generasi muda untuk ikut serta dalam pengembangan pertanian/agro industri, dalam artian memicu generasi mudanya untuk all out memajukan industri agro/pertanian di daerahnya. Industri agro itu luas lho, dari ilmu benih hingga alat berat. Ini harus disadari generasi muda bahwa agro / pertanian gak sesempit itu dan bisa dieksplor lebih luas lagi.

Tidak heran melihat fenomena ini. Contohnya tujuan IPB saja sudah banyak melenceng, sampe2 singkatan IPB diplesetkan menjadi Institut Pleksibel Banget, lebih banyak lulusan2 IPB yg berkecimpung di industri non-pertanian ketimbang pertanian itu sendiri, dan itu trennya meningkat setiap tahunnya.

wonkcerbon
January 1st, 2010, 05:02 PM
Yang gw maksud dari

Negara lain bisa, kenapa kita ga? Apakarena kita terlalu dungu?

adalah atur dan urus masalah urban, bukan terlalu dungu untuk memindahkan masalahnya. Kalo pindah dan tinggal pergi sih perasaan kita ahlinya.

Anyway, gw masih ga percaya buang uang dan tambah kerjaan pindah pindah begini akan selesaikan masalah. Kalo mentalitas kecil ga berubah, nothing will change.

kayaknya cuma bos deh yg ngeliat ide ini sebagai meninggalkan masalah, kalo saya sih ngeliat ide perpindahan ini sebagai membuka peluang baru,

selain itu saya yakin walaupun ibukota kita pindah, dengan berbagai permasalahannya, Jakarta akan tetap kota no.1 dan terpenting di Indonesia( kayak Istanbul di Turki) jadi akan tetap menjadi prioriti dalam perkembangannya

omong2: Lebih baik di sayang di negeri orang dari pada di injak di negeri sendiri > apa bukan meninggalkan masalah namanya..:) sebab kalo saya sih lebih baik berkeringat darah agar bisa disayang dinegri sendiri

bagak
January 2nd, 2010, 06:21 AM
omong2: Lebih baik di sayang di negeri orang dari pada di injak di negeri sendiri > apa bukan meninggalkan masalah namanya..:) sebab kalo saya sih lebih baik berkeringat darah agar bisa disayang dinegri sendiri

Lain dimulut lain dihati....:lol:

hermawan
January 4th, 2010, 05:42 AM
back to topic
Setujukah anda Jika Ibukota Indonesia Pindah? jawabnya SETUJUUUUUUUUU.......
coba sekarang satu2 diperiksa alasannya jika tetap mempertahankan ibukota masih tetap Jakarta :
1. Hujan cuma 1 jam di siang hari dijamin pasti macet parah disegala jurusan
2. Dalam satu tahun, pasti ada 1 atau 2 hari...bahkan bisa seminggu aktivitas ibukota lumpuh karena banjir (mana bisa ibukota negara lumpuh karena banjir)
3. Kantor2 kementerian letaknya tersebar nggak terencana...susah koordinasi (itulah sebabnya koordinasi ini menjadi masalah besar di Republik Indonesia) walopun masalah jarak dan waktu bukan alasan utama koordinasi....

Padahal ibukota negara adalah jendela orang luar memahami bangsa kita. thus ini menyangkut citra negara
Kalo ibukotanya amburadul (banjir, macet dll)...dipikirnya daerah lain sama...
padahal daerah lain bagus2 (lihat Thread2 kota seperti Palembang, Makassar, Batam, Pakanbaru, Surabaya, Solo dll)

Jadi sebaiknya dipindah saja (Jakarta tetap trus diperbaiki)
Keuntungan kalo ibukota pindah!
1. Kita bisa membangun kota baru yang lebih direncanakan dengan baik....
2. Kalo ibukota merupakan kota yang teratur Citra negara pasti terangkat
3. Secara ekonomis akan menginspirasi tumbuhnya pusat2 perekonomian baru di luar Jawa
4. dll
Kalo dihitung untung-rugi memindahkan ibukota ke luar Jawa jelas banyak keuntungannya......
toh mungkin pemerintah nggak harus keluar dana besar untuk memindahkan ibukota ke luar Jawa seperti membangun jembatan Sumatera - Jawa...
Aset2 pemerintah dalam bentuk bangunan kementerian2 yang di Jakarta itu bisa di jual ke swasta dan hasilnya untuk membangun daerah baru:)

bagak
February 23rd, 2010, 09:14 AM
Indonesia considering new capital



http://au.news.yahoo.com/thewest/a/-/world/6842596/indonesia-considering-new-capital/

It has been the economic heartbeat of the world's fourth most populous country for almost 500 years, but Jakarta's days as Indonesia's capital could be numbered.

Choked with traffic and garbage, the city on the northwest Java coast has been pushed to breaking point as its population surges above 12 million and its foundations sink under the weight of rampant development.

Floods displace thousands of people and cause millions of dollars of damage every year, and are predicted to get worse with rising sea levels, unchecked logging in catchment areas and the blocking of canals with rubbish.

A World Bank study has found that by 2025 the sea could be lapping at the gates of the presidential palace in the centre of the former spice capital, known until 1942 as Batavia.

This could explain why President Susilo Bambang Yudhoyono recently revived a radical plan to shift the capital to a new location.

"Going forward, the idea of moving the centre of the administration must again be considered and developed, considering Jakarta has become exceedingly crowded," Yudhoyono told reporters in December.

Similar proposals go back to previous presidents Sukarno and Suharto, who decades ago foresaw the eventual breakdown of Jakarta.

"It can be done - what you need is strong political commitment. Malaysia moved to Putrajaya because of the strength of Mahathir Mohamad," urban studies expert Deden Rukmana said, referring to Malaysia's ex-prime minister.

"If we have a good plan ... we can build a city from scratch, like Brasilia in Brazil."

Malaysia in 1999 began gradually shifting its administrative bodies to Putrajaya, 25km south of Kuala Lumpur, to reduce congestion and overcrowding in the capital.

No one knows exactly how much the move cost in total but more than $US5.8 billion ($A6.45 billion) was reportedly funded by taxpayers.

Urban planners said the price tag on a new capital would be huge for Indonesia but the cost of doing nothing would be higher.

"Jakarta's problems can't be solved without expensive solutions," Rukmana said.

"When the 2007 floods hit, you could see how much of an impact the city had on Indonesia. For days, Jakarta was dead and Indonesia's economy was crippled," Rukmana said.

But where would Indonesia build its new capital?

Jakarta is on Java, the most populous of Indonesia's 17,000 islands and home to its largest ethnic group, the Javanese, who are unlikely to relinquish their grip on the centre of national power.

Military strongman Suharto favoured Jonggol, 50km east of Jakarta but the idea was scrapped when he resigned in 1998.

Indonesia's first president, Sukarno, proposed Palangkaraya, central Kalimantan, in what would have been a bold shift away from the Javanese power base.

"It's a good suggestion ... If we just moved to Jonggol we'd still be in metro Jakarta and the current problems would continue," Rukmana said.

Despite the president's fears for the viability of Jakarta, the city's much-maligned administration is pressing ahead with a 20-year development plan.

It sees a future where the population is limited to 10 million, green spaces blossom and carbon emissions are slashed by 30 per cent.

But given the city's history of corruption and mismanagement, few planning experts are holding their breath in anticipation of Governor Fauzi Bowo's vision becoming a reality any time soon.

The launch of the 2030 plan hardly filled anyone with confidence - the designs for the revamped city omitted a long-discussed urban railway, which had to be hastily added in after the error was pointed out.

"The first draft didn't even include the new train system everyone knows is being planned," architect Macro Kusumawijaya said.

"It's always a utopian dream to start a new city. But if they can't get Jakarta to work now, I'm doubtful they can make a new city work."
Another plan to set aside 13 per cent of the city's land for sorely needed parks has also come to nothing. Environmentalists estimate green spaces account for only seven per cent of the city, two per cent of which are cemeteries.

cullen
February 24th, 2010, 03:32 PM
Indonesia MUST have a new administrative capital...

btw, this is the overall plan for Putrajaya

http://farm4.static.flickr.com/3154/2865033578_5b980d88e6_b.jpg

current population : 70,000 orang

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Flag_of_Putrajaya.svg/800px-Flag_of_Putrajaya.svg.png

Putrajaya is connected to KL by a high speed train.

http://farm3.static.flickr.com/2544/4181243220_2dc6125df7_b.jpg

a new addition to Putrajaya. The 'Steel Mosque'. yang bercahaya tu ialah, Millenium Monument

http://farm4.static.flickr.com/3594/3556930458_d4a71804ca_o.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3499/3987475108_142f4ece0a_b.jpg

a lot of exciting new projects for Putrajaya. in 2010 more than 10 projects to be completed.

http://farm5.static.flickr.com/4006/4346009284_49795237c3_b.jpg

http://www.broadwaymalyan.com/wp-content/plugins/bmprojects/images/1248806936_KUBE2.jpg

it's complete with lifestyle and social activity
@ Putrajaya Extreme Park (NEW)

http://farm3.static.flickr.com/2423/3983496601_2986b974c4_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2781/4086893820_7f72130a18_b.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2781/4265721152_b5360a922b.jpg http://farm3.static.flickr.com/2794/4251304462_cf00bbbf34.jpg

http://farm5.static.flickr.com/4051/4251304658_7b5d722793.jpg http://farm5.static.flickr.com/4056/4264970895_c771c0f3f0.jpg

http://farm5.static.flickr.com/4026/4265721838_a2487b9558.jpg http://farm5.static.flickr.com/4060/4265722194_335bb8a3a8.jpg

http://farm5.static.flickr.com/4017/4265723048_0dcb4130c5.jpg http://farm3.static.flickr.com/2680/4265722566_7878a07d38.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2715/4250530315_a7f7878a94.jpg http://farm5.static.flickr.com/4045/4251303518_a15ce51144.jpg

http://farm5.static.flickr.com/4029/4264971727_6ca71a8fc8.jpg http://farm5.static.flickr.com/4047/4265722690_012494ccb8.jpg

http://farm5.static.flickr.com/4005/4253551971_6d0e7edfc6.jpg http://farm3.static.flickr.com/2784/4255962713_51b3118b65.jpg

Putrajaya today...

From flickr

http://farm3.static.flickr.com/2530/4036891503_fa3556e5e4_o.jpg

http://farm3.static.flickr.com/2546/4036890271_54aa38286d_o.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3432/3882110600_3749cfc8b5_o.jpg

who want to buy a property in Putrajaya? price starting from approx. Rp5,000,000,000.00 ;)

http://farm3.static.flickr.com/2454/3728671886_ed2a858dd2_b.jpg

F-ian
February 24th, 2010, 06:32 PM
flashy :cool:.. tp mnrut gw terlalu keliatan timur tengahan..^^ tu Bagdad ato Putrajaya?

I don't think it doesn't have to be all glamourous...yang penting ada gedung MPR/DPR ama departementnya.. yang lainnya bakal cuma buang2 duit.. and let it be Indonesian looking with all those unique roofs ya kayak TMII

bagak
February 24th, 2010, 06:53 PM
Indonesia MUST have a new administrative capital...

who want to buy a property in Putrajaya? price starting from approx. Rp5,000,000,000.00 ;)

Are you sure about this? coz it's some where around US$ 500,000,00.-....:nuts:

Last year I flew over putra jaya on my way to jakarta from kl, and it's kinda dry... so many open soil... you need to plant more trees....

AceN
February 24th, 2010, 07:05 PM
Putrajaya is connected to KL by a high speed train.

http://farm3.static.flickr.com/2544/4181243220_2dc6125df7_b.jpg


Haha, that's not high speed train cullen..

Gak harus semewah Putrajaya, yang penting ditunjang dengan tatakota yang baik dan lingkungan kondusif. IMO membangun seperti Putrajaya di Indonesia masih terlalu mewah, Malaysia deserve it, but i don't think we deserve it right now.

cullen
February 24th, 2010, 07:57 PM
flashy :cool:.. tp mnrut gw terlalu keliatan timur tengahan..^^ tu Bagdad ato Putrajaya?

I don't think it doesn't have to be all glamourous...yang penting ada gedung MPR/DPR ama departementnya.. yang lainnya bakal cuma buang2 duit.. and let it be Indonesian looking with all those unique roofs ya kayak TMII

kinda agree. org melayu malaysia lebih memikirkan bahawa Islam itu mesti bercirikan 'middle east'. we are also debating on that topic. but 'Islamic' architecture actually is a combination of various race around the world.

anyway, this is baghdad ;) tak sama dengan putrajaya lah

http://www.allamericanpatriots.com/files/images/sadr-city-baghdad.jpg

and Putrajaya also have local architecture like this:

Istana Melawati

http://farm1.static.flickr.com/35/73551055_1f0e0be2e9_b.jpg

Pullman Putrajaya

http://farm4.static.flickr.com/3592/3607904872_86fc3254ee_b.jpg


Are you sure about this? coz it's some where around US$ 500,000,00.-....:nuts:

Last year I flew over putra jaya on my way to jakarta from kl, and it's kinda dry... so many open soil... you need to plant more trees....

yes, look at the last photo. the property advertisement, it says : price starting from RM1,796,438. so you can convert to rupiah.

and note that the site of putrajaya dulunya kebun kelapa sawit. 100% pokok kelapa sawit. even the lake is new. and those 'new trees' baru saja ditanam and not yet matured.

cullen
February 24th, 2010, 08:08 PM
Haha, that's not high speed train cullen..

Gak harus semewah Putrajaya, yang penting ditunjang dengan tatakota yang baik dan lingkungan kondusif. IMO membangun seperti Putrajaya di Indonesia masih terlalu mewah, Malaysia deserve it, but i don't think we deserve it right now.

yes, not as 'high speed' as Shinkangseng (japanese bullet train) ;) but way faster than the normal electric train (MRT). sorry if that term is incorrect.

and yes, Indonesia's new capital tak perlu terlalu mubazir like in putrajaya. even putrajaya got criticised by malaysian in that aspect. putrajaya dibina di atas impian the 'Emperor Mahathir'. banyak wang dicurahkan untuk projek yang dia idam-idamkan.

YongJae
February 24th, 2010, 08:39 PM
Opini yg bagus,Ibukota Indo harus segera pindah dari Jakarta.Jakarta ialah ibukota unik yg pernah saya lihat,macet,banjir,bangunan ga teratur,ada kumuh,ada bersih.Gubernur JKT sekarang tidak punya inovasi seperti gubernur yg sebelumnya,yg menulis buku "megapolitan jakarta" sampai beredar di luar Indo.Ibukota Indo harus tetap berada di Jawa,lebih tepat lagi jawa tengah/jogja karena dari segi apapun pulau jawa adalah pusat pemerintahan dan jawa bagian tengah adalah daerah yg selalu siap dalam hal pembangunan.Meskipun saya bukan orang Indo asli,tapi saya ingin Indo semakin lebih baik.:banana:

Erran
February 25th, 2010, 06:34 AM
Ibukota ada dua, ekonomi dan administratif. Kalo ekonomi sih go with d flow aja, sesuai kebutuhan, tp saat ini kota yg layak jadi pusat ekonomi tentulah masih Jakarta, ga ada perdebatan lah tentang ini . . .
kalo administratif, lha inilah yg butuh perubahan. Ibukota administratif ga perlu megah, ga perlu gedung2 tinggi, yg penting efisien dan kondusif (contoh Canberra, Washington DC, Putrajaya, etc). Jakarta udah ga layak lagi sebagai ibukota ganda.
Banjir, macet, bla bla bla . . .
Jangan sampe jalannya pemerintahan terganggu hanya karena hal2 ga penting kayak gitu.

Somewhere in Kalimantan will b good for this new nice capital city of Indonesia.

bkz010019
February 26th, 2010, 12:38 AM
Dari http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/306985/38/

Palangkaraya Layak Jadi Ibu Kota Negara
Friday, 26 February 2010

JAKARTA(SI) – Wacana pemindahan ibu kota negara kembali mencuat. Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dinilai sebagai daerah yang paling tepat sebagai lokasi pemindahan ibu kota dari Jakarta.

“Belajar dari Brasil yang sukses memindahkan ibu kota dari Rio de Janeiro ke Brazilia,Indonesia sebenarnya juga bisa memindahkan ibu kotanya,” kata Sekretaris Menteri PPN/Kepala Bappenas Syahrial Loetan di kantornya kemarin. Menurut Syahrial, daerah paling memungkinkan sebagai tempat pemindahan ibu kota adalah Kalimantan,tepatnya di Palangkaraya. Pulau Kalimantan memiliki kelayakan dan letak paling strategis dari segala penjuru Indonesia. Syahrial mengatakan, Jakarta sudah terlalu sesak dan tidak bisa dikembangkan lagi. Misalnya untuk menambah jalur atau ruas jalan raya harus mengorbankan banyak lahan milik masyarakat atau menggusur rumah. “Itu karena Jakarta berangkat dan tumbuh menjadi kota megapolitan dari sebuah kampung, jadi tidak banyak fasilitas pendukung.

Beda jika kota besar sudah dipersiapkan terlebih dahulu,”ujarnya. Mencontoh keberadaan kotakota besar di luar negeri,setiap satu juta penduduk wajib memiliki mass rapid transportation (MRT) atau transportasi yang mampu menampung masyarakat banyak. “Kalau Jakarta,penduduknya sudah lebih kurang 13 juta tidak memiliki MRT yang bagus dan memadai,”katanya. Jika ibu kota negara mau dipindahkan, ujarnya,jangan tanggungtanggung dan harus ke pulau lain.

“Pemindahan bisa dilakukan bertahap, misalnya dari departemendepartemen dulu.Namun, ini hanya bisa dilakukan dalam kerja jangka panjang,”tandasnya. Ketika memindahkan sebuah ibu kota,Syahrial menambahkan, terlebih dahulu harus ada desain seperti penentuan lokasi perumahan, perkantoran, atau pusat pemerintahan.“ Memindahkan kota berarti memindahkan kehidupan masyarakat dan itu tidak mudah,”katanya. Sedangkan untuk memilih sebuah daerah bisa dianggap layak menjaditempatpemindahanibukota, harus memiliki landscape yang sempurna, sumber daya air memadai, dan tidak rawan bencana seperti gempa.

Daerah pinggir pantai juga bisa dijadikan daerah alternatif untuk pemindahan ibu kota. Terkait pembenahan Jakarta untuk jangka pendek, Syahrial Loetan menegaskan bahwa perlu pembenahan pada sistem transportasi. Senada dengan Syahrial, Wakil Menteri PPN/Kepala Bappenas Lukita D Tuwo dalam seminar Indonesia Economic Plan Challenge and Prospect mengatakan, transportasi sejenis MRT sangat dibutuhkan karena pertumbuhan penduduk yang sangat cepat.“Dalam waktu dekat MRT akan segera direalisasikan,” katanya. Sementara itu, anggota Komisi II DPR Ida Fauziah mengatakan, pembahasan terkait wacana pemindahan ibu kota Indonesia ke daerah lain seperti Palangkaraya hingga saat ini belum pernah dibicarakan di internal DPR.

Namun, dia menilai untuk jangka panjang tidak ada salahnya wacana ini digulirkan ke publik. “Tentu saja harus melalui proses kajian yang panjang.Pemindahan ibu kota memang ideal sekaligus untuk memisahkan pusat pemerintahan dan bisnis. Ini sudah berlaku di beberapa negara,seperti AS dan Australia,”kata Ida kemarin. (bernadette lilia nova/ nurul huda)

bama84
February 26th, 2010, 06:50 PM
Jakarta sebagai pusat pemerintahan memang sudah tidak layak. Macet,dsb. akibatnya waktu banyak terbuang percuma dan sangat tidak efisien. Coba lihat putra jaya di malaysia, sangat megah, teratur juga effisien. Bagaimana mungkin roda pemerintahan berjalan dengan baik kalau semuanya serba kacau, tidak teratur/efisien macam di jakarta ? Pikiran juga ikut2 kacau.

heartstation
February 26th, 2010, 09:01 PM
Bikin semacam pulau dompak aja udah bagus deh.

novian
February 27th, 2010, 04:52 AM
like this : http://www.fileden.com/files/2007/8/31/1397821/maket-pulau-Dompak.jpg

cullen
March 1st, 2010, 02:47 PM
like this : http://www.fileden.com/files/2007/8/31/1397821/maket-pulau-Dompak.jpg

:okay:

Kris18
March 1st, 2010, 03:14 PM
Indonesia MUST have a new administrative capital...

btw, this is the overall plan for Putrajaya

http://farm4.static.flickr.com/3154/2865033578_5b980d88e6_b.jpg

current population : 70,000 orang

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9f/Flag_of_Putrajaya.svg/800px-Flag_of_Putrajaya.svg.png

Putrajaya is connected to KL by a high speed train.

http://farm3.static.flickr.com/2544/4181243220_2dc6125df7_b.jpg

a new addition to Putrajaya. The 'Steel Mosque'. yang bercahaya tu ialah, Millenium Monument

http://farm4.static.flickr.com/3594/3556930458_d4a71804ca_o.jpg

http://farm4.static.flickr.com/3499/3987475108_142f4ece0a_b.jpg

a lot of exciting new projects for Putrajaya. in 2010 more than 10 projects to be completed.

http://farm5.static.flickr.com/4006/4346009284_49795237c3_b.jpg

http://www.broadwaymalyan.com/wp-content/plugins/bmprojects/images/1248806936_KUBE2.jpg

it's complete with lifestyle and social activity


Putrajaya today...



http://farm4.static.flickr.com/3432/3882110600_3749cfc8b5_o.jpg

who want to buy a property in Putrajaya? price starting from approx. Rp5,000,000,000.00 ;)

http://farm3.static.flickr.com/2454/3728671886_ed2a858dd2_b.jpg

keren, kota melayu moderen :okay:

Pekanbaru juga ada rencana untuk punya pusat pemerintahan terpadu bernama Bandar Raya Payung Sekaki dengan konsep yang sama , beberapa kabupaten di Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau juga melakukan studi ke Putra Jaya mengenai waktu membangun pusat pemerintahan terpadu .

Venantio
March 1st, 2010, 11:57 PM
Opini yg bagus,Ibukota Indo harus segera pindah dari Jakarta.Jakarta ialah ibukota unik yg pernah saya lihat,macet,banjir,bangunan ga teratur,ada kumuh,ada bersih.Gubernur JKT sekarang tidak punya inovasi seperti gubernur yg sebelumnya,yg menulis buku "megapolitan jakarta" sampai beredar di luar Indo.Ibukota Indo harus tetap berada di Jawa,lebih tepat lagi jawa tengah/jogja karena dari segi apapun pulau jawa adalah pusat pemerintahan dan jawa bagian tengah adalah daerah yg selalu siap dalam hal pembangunan.Meskipun saya bukan orang Indo asli,tapi saya ingin Indo semakin lebih baik.:banana:

Anda darimana?

Balandra
March 3rd, 2010, 06:09 AM
^^dari namanya sih korea

ncon
March 3rd, 2010, 06:24 AM
keren, kota melayu moderen :okay:

Pekanbaru juga ada rencana untuk punya pusat pemerintahan terpadu bernama Bandar Raya Payung Sekaki dengan konsep yang sama , beberapa kabupaten di Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau juga melakukan studi ke Putra Jaya mengenai waktu membangun pusat pemerintahan terpadu .

mind to post the rendering :D?

joeylen
April 7th, 2010, 03:44 AM
Pemerintahan yang dipindahkan...karena jakarta sudah sumpek..kalau pusat perdagangan tetap di jakarta...

novian
April 8th, 2010, 08:28 AM
Pusat Pemerintahan Provinsi Kep.Riau

http://www.fileden.com/files/2007/8/31/1397821/maket-pulau-Dompak.jpg

http://rustam2000.files.wordpress.com/2008/07/poster-0-dompak-jpeg2.jpg

http://rustam2000.files.wordpress.com/2008/07/poster-1-dompak-jpeg2.jpg

http://rustam2000.files.wordpress.com/2008/07/poster-2-dompak-jpeg1.jpg

http://rustam2000.files.wordpress.com/2008/07/poster-3-dompak-jpeg1.jpg

http://www.fileden.com/files/2007/8/31/1397821/banner-dompak.jpg

lebih lengkapnya buka aja thread ny : http://www.skyscrapercity.com/showthread.php?t=748202

Comeliness
September 3rd, 2010, 05:12 PM
Jumat, 3 September 2010 | 19:39 WIB
SBY: Pindahkan Ibu Kota Solusi Kemacetan
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liauw

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/07/15/1117007p.jpg
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Ilustrasi kemacetan akibat banyaknya pengunjung ke Pasar Tanahabang

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mewacanakan pemindahan ibu kota sebagai salah satu solusi memecahkan kepadatan Jakarta yang dinilai tak tertahankan lagi. Pertambahan volume kendaraan dan jumlah penduduk ditengarai sebagai salah satu biang keladi kepadatan di Jakarta.

"Salah satunya, sama sekali membangun ibu kota yang baru, the real capital, the real government center, seperti Canberra, Brasilia, Ankara, dan tempat-tempat yang lain."
-- SB Yudhoyono

"Salah satunya, sama sekali membangun ibu kota yang baru, the real capital, the real government center. seperti Canberra, Brasilia, Ankara, dan tempat-tempat yang lain," kata Presiden pada acara berbuka puasa bersama pengurus Kamar Dagang Indonesia di Jakarta, Jumat (3/9/2010).

Selain mengajukan perbaikan infrastruktur Jakarta, Kepala Negara juga mengajukan usul pemisahan antara pusat pemerintahan dan perdagangan. "Kita bisa membandingkan dengan apa yang dilakukan Malaysia. Ibu kota Malaysia tetap Kuala Lumpur, tapi pusat pemerintahan di Putrajaya. Dipisahkan, cut off. Tetapi, tentu ada komunikasi yang baik. Berkembanglah Putrajaya," kata Presiden.

Presiden meminta agar ketiga opsi tersebut diputuskan dan dipersiapkan sejak dini. "Kita putuskan sekarang ini. Misalnya opsi kedua dan ketiga, kita membangun pusat pemerintahan baru, maka 10 tahun dari sekarang baru bisa dilakukan berdirinya pusat pemerintahan yang baru yang sudah terencana dengan desain yang bagus dan memenuhi syarat-syarat sebagai pemerintahan yang baik," kata Presiden.

Presiden melanjutkan, "Kalau kita bicara opsi kedua, misalnya, biarkan Jakarta diproklamasikan. Kita pertahankan sebagai ibu kota, ekonomi, perdagangan, dan semua kita bangun tempat yang baru sebagai pusat pemerintahan. Nah, kalau kita membangun baru, tentu well-planned, well -designed, kemudian kita hitung keindahan aspek lingkungan dan lain-lain. Kita barang kali butuh waktu 5-7 tahun untuk membangunnya. Itu by project. Putrajaya menghabiskan uang sekitar Rp 80 T. Kalau kita ingin bangun seperti itu dengan cakupan yang lebih luas, could be more. (Dana) dari mana? Mungkin dari APBN sebagian, sebagian partnership, goverment, dengan publik. Sebagian mungkin bisa melepas aset pemerintah yang ada di Jakarta. Kemudian kita bangun yang baru," kata Presiden.

Presiden menambahkan, sekiranya pilihan dijatuhkan pada opsi kedua atau ketiga, hal tersebut membutuhkan kerja sama pemerintah dan pihak swasta atau pengusaha.

"Saya berandai-andai, kalau itu dibangun, tentu 90 persen dilakukan oleh pengusaha dalam negeri. Barangkali material yang kita impor dibatasi tidak lebih 10 persen. Kita harus think big, kemudian melakukan sesuatu dengan saksama. Ini yang ingin saya sampaikan di forum mulia ini," katanya.

Source: http://nasional.kompas.com/read/2010/09/03/19393338/SBY:.Pindahkan.Ibu.Kota.Solusi.Kemacetan

D3Y
September 3rd, 2010, 05:29 PM
gue heran kalau sekarang wacana pemindahan pusat pemerintahan sekarang lebih jauh bergulir, tapi nyatanya di Senayan para anggota dewan ribut meminta gedung kerja baru yang sangat fantastis?????

Mimihitam
September 3rd, 2010, 05:58 PM
gue heran kalau sekarang wacana pemindahan pusat pemerintahan sekarang lebih jauh bergulir, tapi nyatanya di Senayan para anggota dewan ribut meminta gedung kerja baru yang sangat fantastis?????

Mungkin mau seperti Malaysia, parlemen tetap di KL.

MARINHO
September 3rd, 2010, 06:09 PM
Replacing the capital city should be no problem as long as its managed in cooperation (public private partnership) with an Indonesian developer (Bakrie, Lippo etc.) who has experience in managing cities. Management should be done from A to Z.


tighter policies on infrastucture and building permits
-cityparts should be 'separated' into several zones with different architectural styles.
-clear differences between residential neigborhoods, industrial centres and business centres
-restyling of markets and footstalls (cleaner, more orderly)
-strict controls on commercial advertisements
adequate public transport, road network and pavement network
-buslanes
-bikelanes
-advanced signage (up to world standard)
adequate utility network (telecom, water, gas, electricity, sewer)
-gaspipes where possible
-sewersystem separated from waterways
-underground utility tunnels
adequate space for nature and parks
-for recreational purposes
-to increase the liveability in the city
-water catchment areas
no illegal or semi permament structures should be allowed
a comprehensive waste and recycle system should be designed
-separate collection of waste

typhoonbringer
September 3rd, 2010, 09:03 PM
wow kalo di riau, mampus lah kena cruise missile dari singapur, ane vote palangkaraya, atau makassar, tapi cenderung palangkaraya, its very hard to occupied eventough it maybe easy to destroy

bama84
September 3rd, 2010, 10:06 PM
^^

sebetulnya masalahnya bukan cruise misil, tapi memang palangkaraya itu posisinya lebih strategis, tepat ditengah2 negara ini. Gw setuju dengan usulan pemindahan ibukota, Jakarta sudah sangat tidak layak sebagai pusat pemerintahan. Bila dipaksakan tetap di jakarta, ini akan tidak efisien(biaya ekonomi tinggi). Palangkaraya tanahnya masih lapang, penduduknya belum sepadat di Jawa. Jadi gampang merancangnya.

Mimihitam
September 4th, 2010, 12:49 AM
^
Entah kenapa saya kurang sreg dengan Kalimantan:
1. Setiap hari hutan seluas lapangan bola terbakar, bisa-bisa presidennya kena ISPA
2. Banyak sekali perkebunan sawit baru, moisture tanah rusak, rawan banjir
3. Terlalu dekat dengan Malaysia (apalagi gak jauh2 dari basis di Tawau), jika ada serangan kejutan bisa lumpuh

Saya lebih setuju di wilayah Sulawesi Selatan, yang juga tidak rawan gempa, dan lebih tepat di tengah.

Erran
September 4th, 2010, 01:13 AM
Saya kok lebih setujunya tetep di Kalimantan, tapi agak ke selatan sedikit, kalo bisa pas di muara sungai (let say sekitar Banjarmasin lah), gampang akses barang atw transportasi dari dan ke ke pedalaman (sungai) atw nusantara (laut). Kalimantan ini kan sungainya besar2, very big plus diantara plus plus yg lain.

Jawa - terlalu sumpek
Sumatra / Sulawesi - sangat potensial dengan perkembangan ekonominya sendiri, so biarkanlah mereka berkembang bebas (kayak apaan aja), palingan juga bakal jd sumpek juga ga lama lagi.
Papua - masih kurang infrastruktur, dan relief geografinya yg ga mendukung.

Jadi tetep pick Kalimantan, lahannya masih luas, no range of fire, dan lingkungannya yg lebih moderat, cocok jd pusat pemerintahan.

typhoonbringer
September 4th, 2010, 02:06 AM
^
Entah kenapa saya kurang sreg dengan Kalimantan:
1. Setiap hari hutan seluas lapangan bola terbakar, bisa-bisa presidennya kena ISPA
2. Banyak sekali perkebunan sawit baru, moisture tanah rusak, rawan banjir
3. Terlalu dekat dengan Malaysia (apalagi gak jauh2 dari basis di Tawau), jika ada serangan kejutan bisa lumpuh

Saya lebih setuju di wilayah Sulawesi Selatan, yang juga tidak rawan gempa, dan lebih tepat di tengah.

Saya kok lebih setujunya tetep di Kalimantan, tapi agak ke selatan sedikit, kalo bisa pas di muara sungai (let say sekitar Banjarmasin lah), gampang akses barang atw transportasi dari dan ke ke pedalaman (sungai) atw nusantara (laut). Kalimantan ini kan sungainya besar2, very big plus diantara plus plus yg lain.

Jawa - terlalu sumpek
Sumatra / Sulawesi - sangat potensial dengan perkembangan ekonominya sendiri, so biarkanlah mereka berkembang bebas (kayak apaan aja), palingan juga bakal jd sumpek juga ga lama lagi.
Papua - masih kurang infrastruktur, dan relief geografinya yg ga mendukung.

Jadi tetep pick Kalimantan, lahannya masih luas, no range of fire, dan lingkungannya yg lebih moderat, cocok jd pusat pemerintahan.

makanya opsi pertama saya palangkaraya, dengan adanya pusat pemerintahan, maka pertahanan di kalimantan pasti akan diupscale menjadi ring 1, which means it will be a hell to take over by invading force, they have to slice through layers of defence all the way from tarakan to palangkaraya, just count how many kms are there, and its also far from seashore which means amphibious landing still had to fight its way to palangkaraya

coba kita buat jika simulasi penyerang adalah gabungan malaysia dan australia, malaysia harus memobilisasi pasukannya dari tawau ke palangkaraya, yang jaraknya 800 km lebih, menggunakan jalur darat maupun udara, lewat udara mereka akan menemui resisten dari skuadron hawk di kalimantan timur dan barat serta skuadron pemukul terberat indonesia yang bermarkas di makassar

lewat jalan darat mereka akan bertemu lapis demi lapis pasukan garnisum dan jangan lupa PPRC yang berkekuatan 1 brigade yang siap diterjunkan KE MANA SAJA DI INDONESIA dalam waktu 1 jam, belum lagi rencana penambahan kavaleri di kalimantan, maka saya perkirakan satu hari mereka hanya akan mampu maju sejauh 800 m - 1 km dan bila perang berlarut lebih dari 4 bulan dan crash program indonesia diaktifkan (pengalihan semua pos APBN untuk darurat militer), bisa jadi keadan berbalik dan wilayah indonesia akan bertambah satu propinsi

karena Malaysia tidak memiliki LPD/LST, maka saya asumsikan armada laut mereka akan fokus membantu australala di selatan

Australia akan bertemu dengan Armatim dan Armabar di selatan indonesia, dibantu oleh TLDM, dan diudara akan bertemu dengan skuadron sarang naga di iswahjudi, serta skuadron tempur di sumatra

kalaupun australia berhasil mendaratkan pasukan nya di jawa, maka australia akan tertahan oleh 2 kodam ter elit se indonesia, siliwangi dan diponegoro, belum lagi pasukan marinir dan pasus yang semua bermarkas di p.jawa

adanya rencana penambahan batalion kavaleri di kalimantan, kavaleri udara dan battalion infantri di kalimantan tengah, sudah mengindikasikan shifting of power ke sana. Yang jadi masalah adalah sumber air cadangan apabila riverstream ke palangkaraya berhasil di blokade

juga, mengurangi pembakaran hutan karena presiden gamau kena asep dan karena presiden itu biasanya egois, maka dia pasti menghentikan yg namanya pembakaran liar

dengan adanya ibukota di kalimantan we should look at it as an Opportunity, not as a Threat, pokoknya kriteria dari saya :

- ada di tengah indonesia
- sedikit menjauh dari laut
- relatif jauh dari potensi ancaman
- infrastruktur dasar tersedia
- sanggup bertahan lebih dari 3 bulan dari bombardir udara

bama84
September 4th, 2010, 04:33 AM
^^

ha..ha...ha....:lol: kecil kemungkinan Malaysia/Australia bakal invasi. Hal2 seperti itu tidak perlu terlalu dikuatirkan. Perang itu biayanya besar. Mereka mesti mikir 3x sebelum menginvasi raksasa di Asia tenggara (240 juta orang booo). Btw, kalaupun mesti perang, TNI mesti siap kapanpun dan dimanapun juga.

^
Entah kenapa saya kurang sreg dengan Kalimantan:
1. Setiap hari hutan seluas lapangan bola terbakar, bisa-bisa presidennya kena ISPA
2. Banyak sekali perkebunan sawit baru, moisture tanah rusak, rawan banjir
3. Terlalu dekat dengan Malaysia (apalagi gak jauh2 dari basis di Tawau), jika ada serangan kejutan bisa lumpuh

Saya lebih setuju di wilayah Sulawesi Selatan, yang juga tidak rawan gempa, dan lebih tepat di tengah.

neng ngga usah terlalu kuatir, Kebakaran hutan itu bisa diatasi asal ada kemauan yang serius dari pemerintah. Banjir, kebun sawit??? banjir bisa diatasi dengan sistem tata kelola lingkungan yang baik, juga drainase perkotaan. Perbanyak menanam pohon disekitar kita itu juga sudah usaha mencegah banjir. Yang penting, kita mesti ramah dengan lingkungan...
Juga kita dengan malaysia itu ibaratnya masih sodara apalagi bertetangga. ngga usahlah perang....

Sulawesi selatan itu kalo ngga salah masih dalam ring of fire, jadi rawan gempa. Sebetulnya bukan gempanya itu yang perlu ditakutkan, tetapi memang kalimantan lebih banyak untungnya dibanding sulawesi. Saya sendiri orang sumatra, tapi saya dukung ibukota di kalimantan.

blablanonsense
September 4th, 2010, 04:50 AM
Mungkin lebih murah bikin kota satelit seperti Putrajaya daripada harus bikin kota baru di pulau lain. :)) Tapi memang Kalimantan tahan gempa :) dan tanahnya masi luas. Susah bikin kota satelit di pulau jawa, dimana2 udah ada orangnya.

Kopassus
September 4th, 2010, 05:15 AM
Mungkin lebih murah bikin kota satelit seperti Putrajaya daripada harus bikin kota baru di pulau lain. :)) Tapi memang Kalimantan tahan gempa :) dan tanahnya masi luas. Susah bikin kota satelit di pulau jawa, dimana2 udah ada orangnya.

Ongkosnya pemindahan ibu kota luar biasa, apalagi di Indonesia dengan kemungkinan dananya dikorupsi sangat besar.

Ya, kalau mau pinda ibukota lebih baik jangan ke Kalimantan, hutanya sudah cukup hancur.
As mimihitam says:
Originally Posted by Mimihitam
Entah kenapa saya kurang sreg dengan Kalimantan:
1. Setiap hari hutan seluas lapangan bola terbakar,
2. Banyak sekali perkebunan sawit baru, moisture tanah rusak, rawan banjir
Alternatifnya Madura:
Tanah di Madura kurang cukup subur untuk dijadikan tempat pertanian. Kesempatan ekonomi lain yang terbatas telah mengakibatkan pengangguran dan kemiskinan. Jadi kesempatan bagus utk meningkatkan ekonomi di daerah ini, apalagi skrg sudah ada jembatan Suramadu.

bama84
September 4th, 2010, 08:34 AM
Ongkosnya pemindahan ibu kota luar biasa, apalagi di Indonesia dengan kemungkinan dananya dikorupsi sangat besar.

Ya, kalau mau pinda ibukota lebih baik jangan ke Kalimantan, hutanya sudah cukup hancur.
As mimihitam says:

Alternatifnya Madura:
Tanah di Madura kurang cukup subur untuk dijadikan tempat pertanian. Kesempatan ekonomi lain yang terbatas telah mengakibatkan pengangguran dan kemiskinan. Jadi kesempatan bagus utk meningkatkan ekonomi di daerah ini, apalagi skrg sudah ada jembatan Suramadu.

ongkosnya memang mahal, tapi masih lebih murah buat jangka panjang dibanding ekonomi biaya tinggi di Jakarta.:bash:

Hutan hancur apa hubungannya dengan penataan kota ? Toh hutan hancur masih bisa ditanam kembali.:lol:

yah tanggung banget madura, ntar kemacetan di Jawa nyebrang ke madura.:lol:

agasi93
September 4th, 2010, 08:51 AM
^^^^Palangkaraya atau di madura cocok juga sih tapi saya juga lebih sreg kalau pindahnya ke palangkaraya. kalau kita mencontih malaysia dengan KL-putrajayanya, mungkin pembangunan pusat pemerintahan bisa dilakukan diluar kota palangkaraya dengan jarak sekitar 20-40 km.

intinya pusat pemerintahan harus pindah!

Mimihitam
September 4th, 2010, 10:09 AM
ha..ha...ha....:lol: kecil kemungkinan Malaysia/Australia bakal invasi. Hal2 seperti itu tidak perlu terlalu dikuatirkan. Perang itu biayanya besar. Mereka mesti mikir 3x sebelum menginvasi raksasa di Asia tenggara (240 juta orang booo). Btw, kalaupun mesti perang, TNI mesti siap kapanpun dan dimanapun juga.

Mohon maaf, tetapi saya meyakini, bahwa pembahasan "Setujukah Anda Jika Ibukota Indonesia Pindah?", seharusnya tidak hanya pada konteks masa kini, tetapi juga di masa depan. Tidak akan selamanya dunia damai. Jika terjadi invasi langsung dari Borneo Utara, bagaimana? Apakah harus "menunggu musuh masuk, baru membangun tembok", atau "membangun tembok dulu"?


neng ngga usah terlalu kuatir, Kebakaran hutan itu bisa diatasi asal ada kemauan yang serius dari pemerintah. Banjir, kebun sawit??? banjir bisa diatasi dengan sistem tata kelola lingkungan yang baik, juga drainase perkotaan. Perbanyak menanam pohon disekitar kita itu juga sudah usaha mencegah banjir. Yang penting, kita mesti ramah dengan lingkungan...
Juga kita dengan malaysia itu ibaratnya masih sodara apalagi bertetangga. ngga usahlah perang....

Kalau begitu logika argumen ini bisa digunakan pada Jakarta. Kemacetan, kesemrawutan, semuanya bisa diatasi asal ada kemauan serius dari pemerintah. Banjir bisa diatasi dengan sistem tata kelola lingkungan yang baik, juga drainase perkotaan. Perbanyak menanam pohon disekitar kita itu juga sudah usaha mencegah banjir. Yang penting, kita mesti ramah dengan lingkungan. Kalau bisa segampang itu sih gak perlu pindah ibukota :p


Sulawesi selatan itu kalo ngga salah masih dalam ring of fire, jadi rawan gempa. Sebetulnya bukan gempanya itu yang perlu ditakutkan, tetapi memang kalimantan lebih banyak untungnya dibanding sulawesi. Saya sendiri orang sumatra, tapi saya dukung ibukota di kalimantan.

http://infopariwisata.files.wordpress.com/2010/03/gempa-tsunami1.jpg

:p

Hutan hancur apa hubungannya dengan penataan kota ? Toh hutan hancur masih bisa ditanam kembali.:lol:

Saya yakin, Anda tidak mau anggota kabinet kita kena penyakit ISPA semua :)

Salam

typhoonbringer
September 4th, 2010, 02:18 PM
Mohon maaf, tetapi saya meyakini, bahwa pembahasan "Setujukah Anda Jika Ibukota Indonesia Pindah?", seharusnya tidak hanya pada konteks masa kini, tetapi juga di masa depan. Tidak akan selamanya dunia damai. Jika terjadi invasi langsung dari Borneo Utara, bagaimana? Apakah harus "menunggu musuh masuk, baru membangun tembok", atau "membangun tembok dulu"?



Kalau begitu logika argumen ini bisa digunakan pada Jakarta. Kemacetan, kesemrawutan, semuanya bisa diatasi asal ada kemauan serius dari pemerintah. Banjir bisa diatasi dengan sistem tata kelola lingkungan yang baik, juga drainase perkotaan. Perbanyak menanam pohon disekitar kita itu juga sudah usaha mencegah banjir. Yang penting, kita mesti ramah dengan lingkungan. Kalau bisa segampang itu sih gak perlu pindah ibukota :p



http://infopariwisata.files.wordpress.com/2010/03/gempa-tsunami1.jpg

:p



Saya yakin, Anda tidak mau anggota kabinet kita kena penyakit ISPA semua :)

Salam

kan sudah saya jawab semua juragans...

bama84
September 4th, 2010, 11:50 PM
^^

lu tenang aja boy, neng yang satu ini maunya saya yang jawab.:) Ok, mari kita diskusikan.

[QUOTE=Mimihitam;63129909]Mohon maaf, tetapi saya meyakini, bahwa pembahasan "Setujukah Anda Jika Ibukota Indonesia Pindah?", seharusnya tidak hanya pada konteks masa kini, tetapi juga di masa depan. Tidak akan selamanya dunia damai. Jika terjadi invasi langsung dari Borneo Utara, bagaimana? Apakah harus "menunggu musuh masuk, baru membangun tembok", atau "membangun tembok dulu"?
oooo, masa depan ya ? tembok ya ?:lol: iyalah, semuanya mesti kita siapkan jauh2 hari bersama2...:lol: ngga perlu temboklah neng, ntar susah kalo mau lewat. TNI kita suruh latihan perang2an aja, peralatan tempur kita bikin sendiri. ntar kalo emang perang, kita udah siap.

Kalau begitu logika argumen ini bisa digunakan pada Jakarta. Kemacetan, kesemrawutan, semuanya bisa diatasi asal ada kemauan serius dari pemerintah. Banjir bisa diatasi dengan sistem tata kelola lingkungan yang baik, juga drainase perkotaan. Perbanyak menanam pohon disekitar kita itu juga sudah usaha mencegah banjir. Yang penting, kita mesti ramah dengan lingkungan. Kalau bisa segampang itu sih gak perlu pindah ibukota :p
iya, bisa aja diterapkan dijakarta. Cuma ongkosnya jauh lebih tinggi bila diterapkan di kalimantan. begini loh, mana yang lebih murah membangun gedung diatas tanah kosong atau diatas tanah yang penuh dengan bangunan permanen beserta warga ?:)


http://infopariwisata.files.wordpress.com/2010/03/gempa-tsunami1.jpg

:piya ya, berdasarkan peta sulsel aman dari gempa. tapi aman mana dengan kalimantan ?:)


Saya yakin, Anda tidak mau anggota kabinet kita kena penyakit ISPA semua :)

Salam
merokok juga menyebabkan ISPA.:lol:

Erran
September 5th, 2010, 12:14 AM
Kita harus merubah pola pikir kita yg kuno n konservative "Ibukota/kota besar = merusak harmoni alam??".
Pakai lahan secukupnya, jangan serakah, pikirkan penataannya, konservasinya, dll. Emang sulit tp bukan mustahil. Dan rencana ini kan untuk ibukota pemerintahan, jd ga bakal banyak makan Sumber Daya Alam.

Dan tambahan buat diatas, akan lebih mudah membangun rumah idaman di atas lahan kosong ketimbang di puing2 bangunan runtuh. - perumpamaan ekstrimnya. Jd lebih efisien and ekonomis bangun baru di lahan baru, ketimbang merombak yg lama (yg udah ga ketulungan bobroknya).

Ibukota pindah Madura??
Haduuhh . . . Klo bener2 pindah situ, saya jd ngeri ngebayangin bakal jd apa Surabaya. Seperti keluar dari tungku perapian masuk ke kompor gas (tabungnya dr program konversi minyak ke gas lg . . . Ngeriii . . .)

Mimihitam
September 5th, 2010, 12:59 AM
^^

lu tenang aja boy, neng yang satu ini maunya saya yang jawab.:) Ok, mari kita diskusikan.



merokok juga menyebabkan ISPA.:lol:

Yah OOT, acta est fabula.

Omong-omong, pendapat dari JK


JK: Pindah ibukota mahal!
Warta
WASPADA ONLINE

JAKARTA - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla tak setuju ibukota Indonesia dipindahkan dari Jakarta. Menurut Jusuf Kalla yang berlatar belakang profesi pengusaha itu, memindahkan ibukota itu mahal.

"Tentu tidak mudah memindahkan ibukota," kata Jusuf Kalla. "Tunjukkan pada saya kasus. Kasus seperti Canberra, Washington, itu dulu. Yang berpindah formal itu hanya Kuala Lumpur, tapi hanya berdekatan saja sebenarnya," kata Kalla ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta, Jumat (30/7).

Menurut Jusuf Kalla, memindahkan ratusan ribu pegawai dan puluhan kantor tak mudah. "Berapa pegawai harus bikin rumah," ujarnya.

Masalah Jakarta saat ini, kata JK, hanyalah masalah kemacetan. Masalah kemacetan sebenarnya masalah infrastruktur. "Itu sebenarnya dulu bisa selesai. Tetapi pemerintah daerah, DPR, terlalu banyak berpikiran yang tidak sesuai. Waktu monorel mau dibikin dan macam-macam, dibilang tidak boleh. Saya bilang jamin saja, jalankan," terang JK.

Masalah angkutan massal seperti busway, JK melihat jumlah armada belum memadai. Busway yang mengambil 25 persen ruas jalan, seharusnya bisa menggantikan 100 persen pengguna jalan. "Itu artinya dengan menambah 20 kali lipat jumlah bus, itu bisa mengurangi kemacetan," katanya. Maknanya, setiap menit ada satu bus Trans-Jakarta melintas.

"Kalau tiap menit ada, berapa orang yang bisa berhenti naik sepeda motor?" ucapnya. Jadi, solusi kemacetan di Jakarta, sederhana saja. "Tambah bus TransJakarta, selesaikan monorel." Lebih bagus lagi, ada mass rapid transit (MRT).

Apalagi, kata Jusuf Kalla, beban Jakarta sebagai pusat pemerintahan tidak sebesar di masa Orde Baru. Di era Otonomi Daerah sekarang, banyak peranan departemen terpangkas.

"Dulu itu mengurus seluruh indonesia, sekarang kan departemen tidak mengurus. Ada gubernur yang mengurus daerah masing-masing, ada dinas di sana. Dinas itu tidak melapor langsung lagi ke departemen. Jadi departemen ini kan tidak perlu sebesar itu," ungkap JK.

Jadi, tidak perlu pindah ibukota? "Tidak perlu," kata Jusuf Kalla. "Tetap di Jakarta saja."

Pendapat Jusuf Kalla ini senada dengan pernyataan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang mengusulkan cukup pembenahan Jakarta. Namun di parlemen, politisi dari beberapa fraksi justru gencar menyuarakan perlunya pindah ibukota.

http://waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=133288:jk-pindah-ibukota-mahal&catid=17:nasional&Itemid=30

Ada yang mau menanggapi?

Kopassus
September 5th, 2010, 09:42 AM
Memang, semua jalur Trans JB harus steril, tamba bis, dan jumlah gerbong kereta api juga harus naik.

bagak
September 5th, 2010, 06:21 PM
SBY Ajak Kabinet Bahas Pemindahan Ibu Kota Setelah Idul Fitri



http://www.detiknews.com/read/2010/09/05/221906/1435477/10/sby-ajak-kabinet-bahas-pemindahan-ibu-kota-setelah-idul-fitri?991102605


Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya makin serius membahas pemindahan ibu kota Republik Indonesia dari Jakarta. Presiden akan mengajak para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II untuk berbicara lebih komprehensif dalam menyusun kebijakan perpindahan ibu kota itu usai liburan Hari Raya Idul Fitri 1431 H mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai, dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (5/9/2010).

"Presiden mengharapkan adanya konsolidasi yang intens antara Kementerian dan Lembaga untuk menyatukan rumusan kajian mengenai perpindahakan ibu kota. Semua dokumen yang telah diselesaikan, seperti asessment awal, berbagai kajian tata ruang yang terkait dengan ibu kota Jakarta, serta kajian terhadap opsi-opsi alternatif ibu kota akan dikerucutkan," ujar Velix.

Menurut Velix, meski kajian mengenai perpindahan ibu kota yang dilakukan pemerintah telah berjalan, SBY juga mengajak para pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, dunia usaha, kalangan universitas, dan lembaga swadaya masyarakat, untuk memberikan masukan bagi penyempurnaan kajian-kajian yang dilakukan oleh pemerintah itu.

"Presiden terbuka apabila para pakar dan lembaga swadaya masyarakat ingin menyampaikan kajian yang telah mereka selesaikan secara mandiri. Intinya, pemerintah ingin agar proses menuju perencanaan perpindahan ibu kota dilakukan secara partisipatif," lanjutnya.

Saat ini, imbuhnya, pemerintah telah menerima masukan penting yang diserahkan oleh Tim Visi 2033 pimpinan Andrinof Chaniago. Melalui kajian yang mereka hasilkan, Andrinof dan anggota tim merekomendasikan agar ibu kota dipindahan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Seperti diketahui, di depan peserta buka bersama dengan pengurus dan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Jumat, 3 September yang lalu, SBY mengemukakan 3 opsi untuk mengatasi kemacetan yang makin parah di Jakarta. Ketiga opsi itu adalah mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota dengan membenahi kemacetan, memindahkan pusat pemerintahan ke luar dari Jakarta, atau membangun ibu kota baru.

"Saya sudah berpikir diam-diam, meskipun tidak setiap saat berbicara di hadapan pers. Karena ini fundamental, diperlukan kesepakatan bersama baik itu pemerintah, parlemen dan semua kalangan masyarakat, mana yang kita pilih." kata SBY. (irw/irw)

abray
September 5th, 2010, 06:33 PM
bener juga kata Pak JK, pindah ibu kota itu mahalnya luar biasa. pemerintah mau bangun gedung baru aja rakyat udah ribut, apalagi ibukota pindah. kalo ibu kota pindah, bukan hanya 1 gedung mewah yang akan dibangun, tapi buanyak, plus perumahan mewah, resort untuk para tamu kenegaraan, dll. intinya bukan hanya 1 gedung mewah, tapi 1 kota mewah. ga mungkin juga bangun pusat pemerintahan asal2an. contohnya aja putra jaya (emang kita mau meniru seperti itu kan). semua yang dibangun di sana kelihatan wah dan kinclong dan ga tanggung2 untuk membangun pusat pemerintahan. apakah rakyat siap untuk mendukung?

bama84
September 5th, 2010, 09:12 PM
^^

ah, kadang2 pak JK OOT juga.:lol:. Ini rencana strategis pak. yang menikmati bukan pemerintahan sekarang, tapi 20 tahun yang akan datang. Istilah pemindahan ibukota sebaiknya diganti dengan pemindahan pusat pemerintahan. orang awam menilai ibukota itu identik dengan jakarta, jadi kalo jakarta dipindah repot...:lol:sebetulnya yang dipindah itu kantor presiden dan kementrian. sebagai rakyat yang cerdas, kita mesti dukung rencana strategis ini.

Mimihitam
September 6th, 2010, 01:43 AM
Oh iya, ini kayaknya juga penting. Nanti namanya apa? Jangan sampai namanya jadi Kota Yudhoyono/Kota Susilo :p

eurico
September 6th, 2010, 02:57 AM
Gw secara pribadi belum bisa memutuskan apakah pantas dipindah atau tidak ibukota pemerintahan kita ini, antara setuju dan tidak karena, kalo tidak dipindah sebenarnya kasian juga lihat jakarta, kalo dipindahpun butuh biaya yang cukup besar, proyek besar=dana besar=peluang usaha besar=peluang KKN juga besar.
Ini nih yang saya takutkan kalo memang ada rencana untuk pemindahan ibukota pemerintahan ke daerah lain, kurang adanya keseriusan dari pihak pemerintah sendiri istilahnya saja sekarang ini beneran gak sih. Saran saya awalnya kita bentuk dulu tim study pengkajian kelayakan pemindahan ibukota dari Jakarta, tim ini bergerak untuk mengkaji secara keseluruhan sebab-akibat pemindahan ibukota dan dampak secara sosial ekonomi budaya dan hankam kedepannya, jadi alasannya harus jelas bukan hanya karena jakarta macet trus dipindah ibukotanya, karena menurut hemat saya kalo jakarta macet ya harusnya dibuat cara penanggulangannya, bangun MRT yang jelas. nah hasil dari tim tersebut bisa dijadikan dasar untuk melangkah selanjutnya apakah benar2 layak untuk dipindah atau masih bisa dipertahankan di jakarta saja. Kalopun hasilnya memang jadi akan dipindah, langkah awalnya bukan penentuan daerah mana yang akan dipilih menjadi calon ibukota pemerintahannya, tapi bentuk dulu semacam Tim Pelaksanaan Pemindahan Ibukota Pemerintahan. Tim inilah yang yang nantinya akan mengkaji daerah2 mana yang cocok untuk dijadikan Ibukota Pemerintahan yang baru, dan termasuk timing dan pelaksanaan teknis nya. Tentu hal ini tidak akan sesederhana yang kita bayangkan, seperti nunjuk okedeh palangkaraya misalnya yang dijadikan ibukota pemerintahan tapi dihitung juga dampak sosial ekonomi apabila dipindah ke sana, risisko2 apa saja yang ada dan perlu dipertimbangkan dsb. Belum lagi kalo udah menginjak pembebasan lahan, tahu2 tanah yang dulunya gak berpenghuni bisa saja langsung ada yang mengklaim, di makassar saja laut ada yang mengkavling apa lagi di daratan yang nyata ada wujud tanahnya.
Sebenarnya intinya adalah kembali pada beban Jakarta yang udah tua reot yang perlu operasi plastik dan pergi ke gym, bayangkan seperti yang udah dikemukakan pada salah satu artikel diatas untuk membangun putrajaya saja butuh 80T asumsi ibukota baru ini juga akan menghabiskan dana yang sama, ambil saja 20T untuk membangun sarana transportasi masal yang memadai di jakarta, 20T lagi untuk membangun jalan tol trans java, 20T lagi membangun rel ka di sumatra, 20T lagi untuk membangun jalan trans kalimantan menurut saya hal2 diatas lebih tepat guna untuk menghabiskan dana 80T.

D3Y
September 6th, 2010, 03:27 AM
sekedar intermezzo dikit, membandingkan negara-negara lain di dunia yang mempunyai ibukota diluar kota terbesarnya sangat terlihat merata kemajuannya bukan hanya sebatas di amerika serikat, hal pertama yang gue lihat adalah pemerataan pembangunan di perkotaannya.

kita ambil contoh pertama BRAZIL negara yang secara ekonomi tidak begitu beda dengan Indonesia, BRAZIL sejak memindahkan ibukotanya dari Rio de Janeiro ke Brasilia dengan alasan yang sama seperti negara kita, dampaknya terlihat konsentrasi penduduk perkotaannya tidak hanya dominan di satu kota tertentu, begitupun konsentrasi skyscrapersnya, gue sampe merinding melihat kota2 semacam Sao Paulo, Rio de Janeiro, Belo Horizonte, recife atau Brasilia semuanya terlihat megah dan rapi walau memang masih ada bagian2 tertentu yang tampak kumuh, tetapi secara skylines hampir menyaingi kota2 di Amrik.

TURKI, MAROKO, CHINA, INDIA, AFRIKA SELATAN, adalah contoh lain negara yang secara ekonomi hampir setara dengan kita ( kecuali CHINA & INDIA sekarang )
adalah negara yang memisahkan ibukota dengan kota bisnis utamanya, dampaknya juga terlihat, dari satu sisi saja seperti pembangunan perkantoran asing, di China atau India kota2 lain seperti shenzen, guangzhou, chonking (China) atau bangalore, hyderabad (india) tadinya adalah kota2 biasa yang tertindih oleh nama besar shanghai dan beijing atau mumbai dan new delhi, dahulu siapa orang yang mengenal kota2 tersebut di dunia ????
tetapi sekarang kota2 itu sudah dikenal secara global sebagai pusat pertumbuhan baru dan berkelas internasiona.

sekarang bahkan VIETNAM ?
di forum Asia gue melihat project2 penataan kota HANOI, VUNG TAU dan DA NANG mulai dari MRT, Skyscrapers, Jalan, Rel Kereta, Bandara, Stadion dan Taman Kota benar2 sudah menyaingi SAIGON (Ho Chi Minh) apalagi HANOI yang notabene ibukota negara itu adalah kota paling dahsyat dalam pembangunan, sebentar lagi predikat GEDUNG TERTINGGI di ASEAN bakal jadi milik HANOI mengalahkan PETRONAS, tetapi dengan tidak mengenyampingkan Saigon sebagai pintu masuk dan kota bisnis di Vietnam.
padahal kita tahu, vietnam secara ekonomi masih dibawah kita..

memang tidak ada relevansi dan korelasi dengan topik yang sedang kita bahas, tetapi setidaknya bisa jadi gambaran juga bahwa negara yang secara ekonomi setara atau bahkan di bawah kita, ternyata mampu me-manage negara-nya dengan kemampuan terbatas, salah satunya yakni dengan memisahkan ruang antara ibukota tempat mengurus administrasi negara dengan kota bisnisnya.
sambil berharap penyakit Jakartaisme di negara kita warisan rezim2 terdahulu sedikit2 dapat berkurang...
Indonesia itu luas, bukan hanya jakarta

bama84
September 6th, 2010, 05:53 AM
Oh iya, ini kayaknya juga penting. Nanti namanya apa? Jangan sampai namanya jadi Kota Yudhoyono/Kota Susilo :p

nama kotanya ntar "mimibama", gimana ?:lol: lagian, kalo nama kotanya ntar susilo city juga ngga pa2, kan keren tuh. Jadi orang2 pada inget ama pak SBY.

Isu pemindahan ibukota memang lagi hangat2nya, tapi masih banyak juga warga yang kurang setuju/ragu2. Ambil gampangnya sajalah, sebetulnya yang pindah itu cuma kantor presiden dan kementrian. Metromini, monas, pengamen,abang becak dan warga jakarta ngga perlu ikut pindah.:lol:

Anggaplah buat membangun ibukota baru perlu 80T, jumlah ini masih belum seberapa dibanding uang dan waktu yang hilang akibat kemacetan di Jakarta, kira 2T/ hari. Sekalipun dibangun monorel/subway saya rasa jakarta bakal tetap macet. Sesekali dalam hidup ini kita perlu pikiran tenang jauh dari macet sehingga kita bisa fokus. Dan itu hanya ada di Kalimantan.:D. Tanahnya lapang dan penduduknya masih belum sepadat di Jawa. Cocok banget buat kantor presiden yang baru.

indrarko
September 6th, 2010, 09:53 AM
Oh iya, ini kayaknya juga penting. Nanti namanya apa? Jangan sampai namanya jadi Kota Yudhoyono/Kota Susilo :p

gimana kalo 'Nusantara'. ehehe

smg820
September 6th, 2010, 10:10 AM
sangat setuju jika pusat pemerintahan dipindah tapi untuk posisi ibukota negara tetap disandang oleh DKI Jakarta, jadi cuman kantor2 kepala negara dan yg lainya itu doank yg pindah... kaya' di belanda sono tuh ibukotanya tetap di Amsterdam tapi pusat pemerintahannya di Denhaag...
Kalaupun dipindah di Kalimantan mending buat kota baru... jangan kota yg sudah maju dijadikan ibukota, yg ada malahan sama seperti di jakarta yg sudah over populasi...:cheers:

atmada
September 7th, 2010, 05:12 PM
Anggaplah buat membangun ibukota baru perlu 80T, jumlah ini masih belum seberapa dibanding uang dan waktu yang hilang akibat kemacetan di Jakarta, kira 2T/ hari. Sekalipun dibangun monorel/subway saya rasa jakarta bakal tetap macet. Sesekali dalam hidup ini kita perlu pikiran tenang jauh dari macet sehingga kita bisa fokus. Dan itu hanya ada di Kalimantan.:D. Tanahnya lapang dan penduduknya masih belum sepadat di Jawa. Cocok banget buat kantor presiden yang baru.

mungkin ini ada benernya juga..di Jakarta kebisingan, jadi pejabat susah ndengerin masyarakat yang dibawah-bawah yang teriak-teriak :lol:

Comeliness
September 8th, 2010, 05:37 PM
Rabu, 08/09/2010, 21:44 WIB
SBY: Ibukota yang Baru Bisa Digunakan 12 Tahun Mendatang
Anwar Khumaini - detikNews

http://us.detiknews.com/images/content/2010/09/08/10/SBY-1-(Abror)-dalam-.jpg

Jakarta - SBY rupanya serius dengan rencana untuk memindahkan Ibukota dari Jakarta. Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini sudah membentuk tim kecil yang sedang menggodok rencana tersebut. Menurut SBY, pembangunan Ibukota bisa dilakukan selama 12 tahun.

"Seperti Malaysia, Ibukota tetap Kuala Lumpur dan pusat perekonomian di Putrajaya. Itu dibangun dalam waktu 12 tahun dan menghabiskan dana sekitar Rp 80 triliun," ujar SBY saat menyampaikan pidatonya di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (8/9/2010).

Menurut SBY, opsi adanya dua Ibukota seperti yang dilakukan Malaysia tersebut lebih efektif karena tidak memindahkan Ibukota secara keseluruhan. SBY pun yakin bila keputusan cepat diambil, dalam waktu 12 tahun Ibukota baru bisa digunakan.

"Kalau kita ambil kesepakatan secepatnya, pemerintah dan parlemen setuju, dalam waktu 2-3 tahun pembangunan bisa dimulai. Kontruksi 5-6 tahun dan proses pemindahannya 2-3 tahun, sehingga dalam waktu 12 tahun pemerintahan sudah bisa berjalan," terangnya.

SBY pun menggarisbawahi adanya usulan tempat yang pilih karena letak tepat di tengah gugusan Indonesia. Menurut SBY, letak geografis bukan faktor utama untuk menentukan sebuah wilayah menjadi Ibukota Negara.

"Yang namanya central bukan dalam artian geografis saja tapi kita juga harus memperhatikan aspek historis, ekonomi, dunia dan lainnya. Kita harus segera memilih tempat yang benar-benar tepat," tambahnya.

Terkait adanya pihak-pihak yang pesimis dan kurang setuju dengan adanya isu tersebut, SBY meminta mereka untuk memahami bahwa solusi pemindahan ibukota adalah sebuah solusi besar untuk masa depan.

"Ada yang belum-belum berkomentar pesimis, menurut saya pahami dulu. Seperti saya yang berfikir mendalami pemikiran ini. Ini adalah sebuah pemikiran untuk masa depan," imbuhnya. (her/mok)

Source: http://us.detiknews.com/read/2010/09/08/214436/1438249/10/sby-ibukota-yang-baru-bisa-digunakan-12-tahun-mendatang

Rabu, 08/09/2010, 21:17 WIB
SBY: Jakarta Sudah Tidak Ideal Jadi Ibukota
Anwar Khumaini - detikNews

Jakarta - Meski ada di urutan terakhir dalam isu yang dibahasnya, Presiden SBY tetap beranggapan bahwa Jakarta sudah tidak ideal menjadi Ibukota negara. Kondisi ini memaksa adanya sebuah solusi besar yakni pemindahan ibukota.

"Kalau kita jujur dan berfikir jernih, Jakarta sebagai Ibukota, pusat pemerintahan, pusat ekonomi dan perdagangan sudah tidak lagi ideal," ujar SBY saat menyampaikan pidatonya di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (8/9/2010).

Menurut SBY, tidak idealnya Jakarta sebagai Ibukota salah satunya karena rasio pertumbuhan penduduk Ibukota dengan segala infrastruktur pendukungnya sudah tidak memungkinkan.

"Pertumbuhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat per tahun mencapai 10 persen-15 persen, sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya sekitar 0.01%. Sistem drainase dan lainnya juga kurang baik," terangnya.

Untuk mengatasi semua permasalahan di Ibukota, menurut SBY tidak bisa dilakukan dengan sistem tambal sulam, perlu sebuah solusi besar. SBY pun kembali menawarkan tiga opsi untuk terkait dengan pemindahan ibukota.

"Setelah kita telaah, memang harus ada keputusan dan solusi besar yang tidak bisa tambal sulam lagi. Kita harus punya rencana strategis untuk 20, 30, 40 mendatang. Kita pikirkan 3 opsi untuk solusi Ibukota," tambah SBY yang pada kesempatan kali ini mengenakan kemeja batik biru.

Tiga solusi yang dimaksudkan SBY tersebut yakni,
1. Tetap mempertahankan Jakarta sebagai Ibukota dengan melakukan pembenahan terhadap semua permasalahan yang ada di Jakarta.
2. Memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta namun tetap mempertahankan Jakarta sebagai pusat perdagangan, seperti yang dilakukan Malaysia.
3. Memindahkan Ibukota seluruhnya, dalam artian pusat pemerintahan dan pusat perekonomian, seperti yang dilakukan Brasil, Belanda dan Australia. (her/gah)

Source: http://us.detiknews.com/read/2010/09/08/211706/1438228/10/sby-jakarta-sudah-tidak-ideal-jadi-ibukota

Ocean One
September 8th, 2010, 07:35 PM
Presiden Berharap Pemindahan Ibu Kota Disepakati Bersama
Rabu, 08 September 2010


TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap konsep pemindahan ibu kota negara bisa disepakati bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Karena, kata Presiden, pemindahan ibu kota butuh waktu yang cukup lama. "Jika pemerintah dan parlemen setuju, tidak bisa dengan keppres," kata Presiden di Istana Negara, Rabu (8/9).

Presiden mengungkapkan pernah menyatakan sejumlah opsi dalam menghadapi kemacetan di Jakarta agar waktu bisa lebih produktif. Pertama, tetap mempertahankan Jakarta sebagai ibu kota dengan melakukan pembenahan terhadap semua permasalahan yang ada di Jakarta. Kedua, memindahkan pusat pemerintahan dari Jakarta namun tetap mempertahankan Jakarta sebagai pusat perdagangan, seperti yang dilakukan Malaysia. Serta ketiga, memindahkan ibu kota seluruhnya, dalam artian pusat pemerintahan dan pusat perekonomian, seperti yang dilakukan Brasil, Belanda dan Australia.

Presiden menyatakan telah membentuk tim kecil untuk mengkaji membangun ibu kota batu yang dikehendaki rakyat. Kajian tersebut termasuk bagaimana pendanaan pembangunan ibu kota baru yang dananya tidak sepenuhnya dari APBN.

Presiden menilai opsi yang mungkin dipilihnya adalah memindahkan pusat pemerintahan seperti yang terjadi di Malaysia. Ibu kota di Kuala Lumpur namun pusat pemerintahan di Putra Jaya.

"Kalau kita pikirkan, kalau kita bikin pusat pemerintahan yang baru, maka kita pastikan pusat pemerintahan yang baru itu didesain dengan baik. Dari kehidupan yang mandiri dengan demikian layak menjadi ibu kota yang cerminkan indonesia," kata Presiden.

Kalau berjalan, kata Presiden, maka ekonomi lokal pasti bergerak dan banyak lagi yang bisa kita lakukan. "Maka tim ini sedang bekerja. Pendanaan dari mana, tidak semua dari APBN, bisa dari private sector (swasta), atau public private partnership," katanya.

Pengalaman Malaysia membangun Putra Jaya 12 tahun dengan desain yang baik. Sehingga kalau ambil keputusan hari ini setuju maka 2-3 tahun perencanaan. Kemudian konstruksi ini sampai 5-6 tahun agar fungsi berjalan pindah dan sehingga 10-12 tahun pemerintahan baru bisa berfungsi dengan baik.

Menurut Presiden, ibu kota baru harus dikaitkan dengan heritage Indonesia dan tidak perlu sentral secara geografis semata, tetapi juga connectivity dengan dunia. "Ini perlukan pemikiran yang besar. Tapi kita harus ambil keputusan yang strategis. Untuk atasi masalah di Jakarta ini," katanya.

Presiden mengakui, belum-belum sudah ada yang berkomentar pesimis mengenai pemindahan ibu kota karena belum pas. Untuk itu Presiden meminta semua pihak mendengarkan dulu dari saran-saran dari universitas dan rakyat.

"Saya mendengar mereka. Ini sesuatu yang perlu kita pikirkan bersama, dan jangan kita telat untuk pikirkan masa depan kita. Presiden-presiden berikutnya lagi setelah saya, tapi saya ambil pilihan yang besar ini," katanya.

Presiden mennyatakan Jakarta sudah tidak ideal menjadi ibu kota, pusat pemerintahan, pusat ekonomi dan perdagangan. Apalagi, Jakarta sudah tidak ideal sebagai ibu kota salah satunya karena rasio pertumbuhan penduduk ibu kota dengan segala infrastruktur pendukungnya sudah tidak memungkinkan.

"Pertumbuhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat per tahun mencapai 10 persen-15 persen, sedangkan pertumbuhan panjang jalan hanya sekitar 0.01persen. Sistem drainase dan lainnya juga kurang baik," terangnya.

AceN
September 9th, 2010, 11:22 AM
Isu pemindahan ibukota memang lagi hangat2nya, tapi masih banyak juga warga yang kurang setuju/ragu2. Ambil gampangnya sajalah, sebetulnya yang pindah itu cuma kantor presiden dan kementrian. Metromini, monas, pengamen,abang becak dan warga jakarta ngga perlu ikut pindah.:lol:

Anggaplah buat membangun ibukota baru perlu 80T, jumlah ini masih belum seberapa dibanding uang dan waktu yang hilang akibat kemacetan di Jakarta, kira 2T/ hari. Sekalipun dibangun monorel/subway saya rasa jakarta bakal tetap macet. Sesekali dalam hidup ini kita perlu pikiran tenang jauh dari macet sehingga kita bisa fokus. Dan itu hanya ada di Kalimantan.:D. Tanahnya lapang dan penduduknya masih belum sepadat di Jawa. Cocok banget buat kantor presiden yang baru.

Bama...dirimu memang lucu..hahaha...sana cek source nya dulu, darimana angka 2 T / hari itu :lol:

Zorobabel
September 10th, 2010, 12:46 AM
I don't know why, but the idea of just leaving a city behind because it has gotten too big or crowded doesn't sit well with me.

Canberra was chosen as a midway point between Melbourne and Sydney, not because those cities were overcrowded. I don't know why he mentions the Netherlands. Its capital and largest city is Amsterdam. Brasilia? Yeah, but it was built in the middle of the jungle because it was closer to the geographic center of Brazil. If they are talking about Kalimantan, I would agree. If they are talking about another city on Java, what's the point? In regards to Putrajaya, as far as I know there has been a lot of criticism for that project.

So there's not really a model to go on.

Mimihitam
September 20th, 2010, 09:50 AM
Presiden Bentuk Tim Pemindahan Ibukota

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membentuk tim kecil menyusul rencana pemindahan Ibukota Jakarta. Rencana pemindahan mengingat Jakarta kian padat, macet dan tak ideal sebagai Ibukota.

"Insya allah Presiden punya tim kecil. Yang dipindahkan pusat pemerintahan bukan Ibukota," kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa kepada wartawan usai salat Idul Fitri 1 Syawal 1431 Hijriah di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (10/9/2010).

Namun Hatta tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai susunan personel tim kecil tersebut maupun konsep yang dikehendaki Presiden. "Pemindahannya seperti apa, Presiden sedang menyusun bersama tim kecil itu," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden mengatakan problem kemacetan dan kepadatan harus dipecahkan, salah satunya dengan memindahkan Ibukota. Dia membandingkan dengan apa yang dilakukan Malaysia. Ibukota Malasyia tetap Kuala Lumpur tapi pusat pemerintahan di Putrajaya.

Presiden juga membuka kemungkinan untuk membangun Ibu Kota yang baru.

"The real capital, the real govement center. Seperti Canberra, Brazilia, Ankara dan tempat-tempat yang lain," katanya.

Presiden memperkirakan, dibutuhkan waktu 10 tahun untuk membangunan pusat pemerintahan baru jika pembangunannya dimulai sekarang.(crl)

http://news.okezone.com/read/2010/09/10/338/371547/presiden-bentuk-tim-pemindahan-ibukota

Mimihitam
September 20th, 2010, 09:51 AM
DPR Minta Grand Design Pemindahan Ibukota

JAKARTA - Kalangan DPR mendesak pemerintah segera mematangkan rencana pemindahan ibukota negara dengan membuat time schedule, master plan, dan grand design-nya.

“Paling tidak, perencanaan, kajian, dan feasibility study bisa dibuat dalam waktu tiga tahun. Kemudian, pembangunan direalisasikan selama lima tahun. Dengan demikian, pada tahun 2018, Indonesia sudah memiliki ibukota yang baru,” ungkap Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin M Said di Jakarta, Minggu (19/9/2010).

Dia mengatakan, percepatan pertumbuhan penduduk, jumlah kendaraan, dan pembangunan yang dilakukan secara parsial membuat persoalan ibukota semakin rumit.

“Contoh kemacetan saja, sekarang lalu lintas nyaris tidak bergerak,” tandasnya. Menurut dia, wacana perpindahan ibu kota yang dilontarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada saat buka bersama Kadin pada 3 September lalu harus segera ditindaklanjuti dengan berbagai langkah strategis oleh kementerian dan lembaga terkait.

Karena itu, dia juga mendukung rencana Presiden SBY mengajak Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II untuk membicarakan kerangka perencanaan secara komprehensif dalam menyusun kebijakan perpindahan ibu kota itu setelah libur Idul Fitri.

Menurut Muhidin, harus ada konsolidasi intensif antara kementerian dan lembaga untuk menyatukan rumusan kajian mengenai perpindahan ibukota.

Menurut dia, semua dokumen yang telah diselesaikan seperti assessment awal, berbagai kajian tata ruang terkait dengan Ibukota Jakarta, serta kajian terhadap opsi-opsi alternatif ibu kota harus segera dikerucutkan.

“Dari berbagai kajian yang telah dilakukan,pemerintah harus merumuskan dan memetakan sejumlah opsi tentang skenario perpindahan ibu kota,” ujarnya.

Komisi V DPR, ujarnya, juga meminta para pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, dunia usaha, kalangan universitas, dan lembaga swadaya masyarakat untuk memberikan sumbangan pikiran bagi penyempurnaan kajian-kajian yang dilakukan pemerintah.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari. Menurut dia, sejak awal, Jakarta memang tidak ideal untuk menjadi ibu kota negara.

Karena itu, Bung Karno sudah memunculkan wacana pemindahan ibukota ke Palangkaraya sejak dulu. “Kemudian, saat era Orde Baru, muncul usulan lokasi lain, yakni di Jonggol, Bogor,” kata Hajrianto.(Koran SI/Koran SI/ded)

http://news.okezone.com/read/2010/09/20/338/373655/dpr-minta-grand-design-pemindahan-ibukota

Mimihitam
September 20th, 2010, 09:55 AM
Pendapat Tujuh Pakar Soal Pemindahan Ibukota

VIVAnews - Tujuh pakar dari berbagai bidang telah berkomentar mengenai wacana pemindahan Ibukota. Dari tujuh itu, hanya satu yang secara tegas menolak usul pemindahan.

Marco Kusumawijaya

Pakar yang menolak usul pemindahan itu adalah Marco Kusumawijaya, Direktur Rujak Center for Urban Studies. Arsitek yang sering dimintai komentar soal tata kota ini berpendapat, pemindahan Ibukota dari Jakarta tidak perlu.

"Masalah-masalah Jakarta dapat diperbaiki dengan biaya lebih kecil daripada ongkos memindahkan Ibukota jika tujuannya adalah untuk membikin pemerintahan nasional berfungsi lebih baik," kata Marco di akun Twitternya, Selasa 3 Agustus 2010 lalu.

Fungsi yang dimaksud Marco adalah fungsi mengelola kepadatan Jakarta. Jakarta tidak lebih padat dari Tokyo, namun terbukti Ibukota Jepang ini berhasil mengelola lalu lintasnya sehingga tidak seruwet Jakarta. Marco juga menyebut, Jepang yang merupakan salah negara terpadat di dunia itu justru juga negara dengan tutupan hutan paling besar persentasenya.

Andrinof Chaniago

Dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia ini adalah pendukung kuat pemindahan Ibukota. Andrinof yang mendalami kebijakan publik ini menyatakan, daya dukung Pulau Jawa khususnya Jakarta dan sekitarnya tak memadai lagi untuk Ibukota.

Andrinof menyatakan, satu bom sosial siap meledak di Jakarta 20 tahun lagi. Kesenjangan sosial kian tajam, kriminalitas tinggi, taraf kesehatan menurun. Gangguan jiwa meningkat.

"Kalau tak ada keputusan politik untuk pindah Ibukota, kita mungkin menghadapi ledakan sosial seperti Mei 1998," kata Andrinof pada Kamis 29 Juli 2010. Solusinya bagi Andrinof, Ibukota harus dipindahkan ke sebuah kota baru di Kalimantan.

Yayat Supriyatna

Planolog dari Universitas Trisakti, Jakarta, ini mendukung upaya pemindahan Ibukota dari Jakarta. Menurut Yayat, Jakarta tidak pernah disiapkan secara matang untuk menjadi Ibukota dengan skala sebesar sekarang. Dari sekadar kota perdagangan, kemudian harus menampung aktivitas pemerintahan dalam skala besar. "Akhirnya apa yang terjadi?" kata Yayat. "Fungsi dan perannya tidak jelas."

Sebagai pusat pemerintahan, beban itu bertambah dengan paradigma pemerintahan Orde Baru yang sentralistis. Pembangunan dirancang di Jakarta sehingga menjadi bias. "Kota ini lalu menjadi daya tarik yang besar bagi penduduk di luarnya," kata Yayat. "Ujung-ujungnya, apa-apa Jakarta, tidak terpikir mengembangkan daerah-daerah di sekitarnya."

Dan beban berlebihan itu baru terasa dekade belakangan. Jakarta mengalami kemacetan. Jakarta kekurangan air bersih namun di lain pihak kebanjiran di saat hujan sebentar. Lingkungan hijau juga tergerus oleh pemukiman.

"Idealnya, penduduknya hanya 4 sampai 5 juta jiwa, setengah dari sekarang," kata Yayat. Namun statistik terakhir, kata Yayat, diperkirakan penduduk resmi Jakarta mencapai lebih dari 9,5 juta jiwa.

Solusinya, Ibukota Pemerintahan dipindahkan namun bukan dengan membangun kota baru. Membangun kota baru, kata Yayat, membutuhkan dana yang sangat besar. Jakarta tetap menjadi Ibukota Negara, namun pemerintahan mulai diredistribusikan ke daerah-daerah. "Misalnya ke Jonggol, Karawang, Kalimantan," katanya.

Haryo Winarso

Planolog Institut Teknologi Bandung ini bersikap, pemindahan Ibukota jangan berdasarkan faktor Jakarta yang macet dan semrawut saja. Memindahkan Ibukota tidak serta merta menghilangkan segala masalah yang ada di Jakarta saat ini seperti kemacetan.

“Karena kalau alasannya untuk mengurangi kemacetan itu emosional, jangka pendek dan itu tidak benar,” kata Haryo Winarso kepada VIVAnews, Rabu 4 Agustus 2010.

Menurutnya Ibukota tidak dapat pindah ke dalam lokasi berdekatan seperti Jonggol dan Karawang karena hal tersebut hanya akan memperpanjang kemacetan. “Karena orang-orang yang terlibat pemerintahan tetap tinggal di Jakarta sehingga akan tetap macet,” katanya.

Jika Ibukota tetap berada di Jakarta maka solusinya adalah pemerintah harus menerapkan manajemen transportasi massal yang baik dan mengeluarkan kebijakan yang tidak populis seperti pembatasan kendaraan pribadi dan menaikkan tarif parkir. “Jika transportasi massal telah baik dan adanya pembatasan kendaraan pribadi maka kemacetan dapat berkurang, hal ini telah diterapkan di negara-negara lain seperti Singapura,” ujarnya.

Sonny Harry B. Harmadi

Pakar demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mendukung pemindahan Ibukota ke luar Jakarta dan bahkan ke luar Jawa. Sonny menilai, kepadatan penduduk dan pemusatan aktivitas yang terus meningkat di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi menjadikan daerah ini tidak lagi ideal sebagai kandidat Ibukota baru Republik Indonesia.

"Jabodetabek, bahkan seluruh Jawa, sudah terlalu penuh karena 55 persen penduduk Indonesia ini berdomisili di Jawa," kata Sonny dalam dialog bertajuk 'Urgensi Pemindahan Pusat Pemerintahan' di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu 4 Agustus 2010.

Jika pusat pemerintahan dipaksakan dipindah ke sekitar Jakarta, seperti Jonggol, Kabupaten Bogor, maka Sonny yakin hal itu hanya akan bertahan dalam waktu pendek, bukan untuk jangka panjang. "Itu seperti zero sum game, memindahkan masalah ke tempat lain tanpa menyelesaikan masalahnya," kata Sonny. Oleh karena itu, ia menilai kota di luar Jawa lebih ideal sebagai Ibukota baru RI.

Tata Mutasya

Peraih master di bidang manajemen pembangunan dari Universitas Turin, Italia, ini mendukung pemindahan Ibukota sebagai cara meratakan pembangunan. Tata menyatakan, perlu ada dobrakan atas sentralisasi pembangunan di Jawa khususnya Jakarta yang sudah terjadi sejak era kolonial.

"Selama ini tidak ada rekayasa ulang atas peninggalan kolonial itu," kata Tata dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis 29 Juli 2010.

M Jehansyah Siregar

Arsitek jebolan Institut Teknologi Bandung yang mendapat doktor di bidang perencanaan kota dari Universitas Tokyo ini mendukung pemindahan Ibukota. Namun, peneliti di Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB ini menyatakan, memindahkan Ibukota diperlukan visi yang kuat yang disertai regulasi yang kuat setingkat Undang-Undang.

Indonesia perlu meniru model regulasi yang diterapkan oleh Malaysia untuk membangun Putrajaya. Jika regulasi setingkat Undang-undang di Indonesia telah siap maka secara simultan langsung dibuat badan yang berkompeten untuk membangun Ibukota baru guna menghindari berbagai konflik dan spekulan.

Menurut Jehan, tidak perlu membuka lahan baru untuk membangun Ibukota baru, melainkan cukup dengan melanjutkan pembangunan kota yang telah ada. Berdasarkan berbagai kajian yang telah ada, Kalimantan pulau yang telah siap secara infrastruktur dan secara geografis Kalimantan jauh dari pusat gempa dan gunung berapi.

Kebijakan pemindahan Ibukota harus segera dilaksanakan agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain. Menurut Jehansyah saat ini Indonesia telah tertinggal dari negara-negara Asia Tenggara lainnya. Bahkan Ia memprediksi, Myanmar akan segera menyalip posisi Indonesia karena negeri itu telah lebih dahulu memindahkan Ibukota negara pada 2005 lalu.

"Mungkin nanti saat kita memulai pemindahan Ibukota, Myanmar telah maju. Semoga saja kita tidak tersalip Timor Leste," ujarnya lalu tertawa.

Bagaimana dengan Anda?

http://politik.vivanews.com/news/read/169177-pendapat-tujuh-pakar-soal-pemindahan-ibukota

Yang saya cetak tebal: M Jehansyah Siregar dapat doktor di Todai tapi kok pengetahuannya dangkal yak? Apa hubungannya coba, antara pemindahan ibukota dengan kemajuan suatu negara? Senyampang pindah ibukota langsung maju gitu? :nuts:

hermawan
September 20th, 2010, 10:48 AM
Kalo pindah ke lokasi diantara Kota Kudus sampe Tuban gimana?....
khan masih banyak tanah yang kosong tuh disitu
biar kalo mudik nggak jauh2 seperti sekarang:lol::lol:

@b1
September 20th, 2010, 07:52 PM
ngomong2, kota apa sih yang sudah didaftarin sebagai kandidat ibukota baru Indonesia?

dochan
September 21st, 2010, 04:25 AM
Yang saya cetak tebal: M Jehansyah Siregar dapat doktor di Todai tapi kok pengetahuannya dangkal yak? Apa hubungannya coba, antara pemindahan ibukota dengan kemajuan suatu negara? Senyampang pindah ibukota langsung maju gitu? :nuts:

Hussh.. nanti saya bilangin ke orangnya loh... :jk: :D

D3Y
September 21st, 2010, 06:04 AM
Yang saya cetak tebal: M Jehansyah Siregar dapat doktor di Todai tapi kok pengetahuannya dangkal yak? Apa hubungannya coba, antara pemindahan ibukota dengan kemajuan suatu negara? Senyampang pindah ibukota langsung maju gitu? :nuts:

mungkin menurut pandangan dia pemisahan antara pusat pemerintahan dan pusat bisnis dan perekonomian menjadi salahsatu faktor pemicu kemajuan pertumbuhan ekonomi seperti terjadi di beberapa negara ( USA, Canada, Brazil, India, China )
sumber berita itu mungkin kurang menuliskan statement dia secara lebih detail dan spesifik, karena gw yakin pendapatnya pasti bisa dipahami oleh orang awam seperti gw
bagaimanapun seorang pakar sedikit banyak lebih tahu dibandingkan dengan kita:cheers:

unity
September 21st, 2010, 06:22 AM
Opsinya: Kerjakan kedua2nya!!!
Pindahkan Ibukota, sekaligus benahi Jakarta...

Ibukota memang udah seharusnya dipisahkan... Saya dukung Kalimantan Tengah, tapi jangan di Palangkarayanya, bangun kota baru yang lebih ke tengah, lebih ke pedalaman... Kota yang di design memang untuk pusat pemerintahan... Istana Presiden, dikelilingi kementrian2 dan berhadapan langsung dengan DPR/MPR, cuman dipisah oleh taman dan kolam yang luas macam Wash. DC....

Palangkaraya biarkan berkembang jadi kota metropolitan. Bangun jalan raya atau tol yang menghubungkan keduanya (bisa jadi bag. Trans Kalimantan), biar DPR yang terhormat itu isi kepalanya gak kemana2 kalo lagi kerja, dan komunikasi antarinstansi bisa berjalan lancar dan efektif...

Jakarta mesti tetap dibenahi... Bagaimanapun yang pindah kan hanya 'status' ibukotanya, sementara secara fisik, kota dan segala macam penduduknya masih ada disana... Jadi, tetap aja segala usaha membuat Jakarta lebih nyaman harus tetap jalan...

Just my 2 cents...^^

hermawan
September 21st, 2010, 08:25 AM
Menurutku sih sebelum memindahkan ibukota, pemerintah perlu mereformasi birokrasinya dulu karena selama ini pemerintahan pusat sangat gemuk sekali (banyak badan2, pusat2 dll yang fungsinya tumpang tindih nggak karuan)
Selama ini reformasi birokrasi sepertinya jalan ditempat....
Kalo aku sih pilih salah satu tempat di Kaltim

PendatangBaru
September 21st, 2010, 05:16 PM
SBY pingin dikenang sebagai Presiden RI yg memindahkan ibukota
namanya akan besar melekat di sejarah
inilah tujuan SBY sebenarnya
termasuk sakit hati diusir2 orang cibubur-cikeas SBY disuruh tinggal di istana
kata SBY, nih, gue punya kuasa mindahin ibukota
mampus lho yg ngumpat2 ke gue pas gue lewat bikin macet
sakit hati tauuuuu
SBY tuh zodiaknya virgo, melankolis sekaligus gampang tersinggung
ngapain ngurusin ibukota???????????????????????????????????
lebih penting urusin 125 JUTA ORANG MISKIN Indonesia
jakarta mau ancur-ancuran lebih baik pemerintah ikut merasakannya
rakyat saja merasakan kok pemeirntah mau lari keenakan
jangan mau enaknya dan nayaman di kota baru
gak usah merasa sibuk dan capek mengurusi rakyat
rakyat nggak butuh anda urus kok, bisa urus sendiri
tapi kalau anda pemerintah urus rakyat, itu memang tugas anda
tapi kalau anda mau enak2an dan rakyat tetap susah
(600 nyawa melayang sia-sia krn mudik)
sejarah akan mengenang anda sebagai LINTAH DARAH RAKYAT

D3Y
September 21st, 2010, 06:24 PM
^^ bro, gak usah sewot gitu ah..:)
biasa aja dong kalo calonnya dulu ga menang, hehe, SBY bilang so what gitu loh ? toh tanpa diminta juga semua yang pernah jadi presiden pasti tetep dikenang bahkan walopun untuk keburukannya seperti eyang kakung
Ibukota atau pusat pemerintahan or whatever lah, itu hal yang paling vital bro, dimana segala urusan negara dikendalikan dari sana
bagaimana semua keputusan negara bisa dirumuskan dan diambil jika suasananya sudah tidak nyaman dan tidak kondusif, bahkan bisa dijadikan alasan para pejabat untuk tidak hadir dalam sidang atau rapat penting disebabkan MACET ! kalo udah gitu siapa yang paling menderita, ya rakyat dong
mau kita2 tambah menderita lagi karena hal itu ?
ada peribahasa mengatakan KARENA NILA SETITIK RUSAK SUSU SEBELANGA
karena hanya masalah parahnya ibukota, imbasnya seluruh rakyat indonesia tanpa kecuali yang di daerah bisa terkena dampaknya
terima kasih

jenaro
September 21st, 2010, 06:43 PM
SBY pingin dikenang sebagai Presiden RI yg memindahkan ibukota
namanya akan besar melekat di sejarah
inilah tujuan SBY sebenarnya
termasuk sakit hati diusir2 orang cibubur-cikeas SBY disuruh tinggal di istana
kata SBY, nih, gue punya kuasa mindahin ibukota
mampus lho yg ngumpat2 ke gue pas gue lewat bikin macet
sakit hati tauuuuu
SBY tuh zodiaknya virgo, melankolis sekaligus gampang tersinggung
ngapain ngurusin ibukota???????????????????????????????????
lebih penting urusin 125 JUTA ORANG MISKIN Indonesia
jakarta mau ancur-ancuran lebih baik pemerintah ikut merasakannya
rakyat saja merasakan kok pemeirntah mau lari keenakan
jangan mau enaknya dan nayaman di kota baru
gak usah merasa sibuk dan capek mengurusi rakyat
rakyat nggak butuh anda urus kok, bisa urus sendiri
tapi kalau anda pemerintah urus rakyat, itu memang tugas anda
tapi kalau anda mau enak2an dan rakyat tetap susah
(600 nyawa melayang sia-sia krn mudik)
sejarah akan mengenang anda sebagai LINTAH DARAH RAKYAT
Kalau sudah antipati yang amat sangat, mungkin seperti anda ini contohnya.
Apapun usulan, pikiran atau rencana-rencana yang ada selalu dihubung-hubungin sama SBY .. selalu berpikir negatif duluan.

Nggak mau melihat gambaran besarnya.
Nggak mau lihat rencana & keuntungan jangka panjangnya.

Setuju atau tidak ibukota dipindah, itu hak tiap orang untuk menyampaikan pendapatnya.
Tapi komentar anda diatas itu sudah agak melenceng & cenderung nyinyir banget.
Susahlah pak kalau negara mau maju jika tiap orang seperti anda.

gempur
September 21st, 2010, 09:35 PM
Gak usa pindahkan ibukota, kalau Jakarta masih bisa dibenahi mendingan itu yang dilakukan tapi kalau tidak bisa baru dipindahkan.